Apakah Kebenaran? Tentangkebenaran ini, Plato pernah berkata: “Apakah kebenaran itu?

lalu pada waktuyang tak bersamaan, bahkan jauh belakangan Bradley menjawab; “Kebenaran ituadalah kenyataan”, tetapi bukanlah kenyataan (dos sollen) itu tidak selalu yangseharusnya (dos sein) terjadi. Kenyataan yang terjadi bisa saja berbentukketidakbenaran (keburukan). Jadi ada 2 pengertian kebenaran, yaitu kebenaranyang berarti nyata-nyata terjadi di satu pihak, dan kebenaran dalam arti lawandari keburukan (ketidakbenaran) (Syafi’i, 1995). Dalamteori keilmuan (ilmiah) kebenaran tidak bersifat mutlak ataupun langgeng,melainkan bersifat nisbi (relatif), sementara (tentatif) dan hanya merupakanpendekatan (Wilardo, 1985:238-239). Selarasdengan Poedjawiyatna (1987:16) yang mengatakan bahwa persesuaian antarapengatahuan dan obyeknya itulah yang disebut kebenaran. Artinya pengetahuan ituharus yang dengan aspek obyek yang diketahui. Jadi pengetahuan benar adalahpengetahuan obyektif. Meskipundemikian, apa yang dewasa ini kita yakini sebagai suatu kebenaran mungkin suatusaat akan hanya merupakan pendekatan kasar saja dari suatu kebenaran yang lebihsejati lagi dan demikian seterusnya. Hal ini tidak bisa dilepaskan dengan keberadaanmanusia yang transenden, dengan kata lain, pencarian kebenaran suatu ilmubertalian erat dengan hasrat yang terdapat dalam diri manusia. Dari siniterdapat petunjuk mengenai kebenaran yang trasenden, artinya tidak henti darikebenaran itu terdapat diluar jangkauanmanusia. 5) Teori Kebenaran Dalam Perspektif FilsafatIlmu

Ujiankebenaran yang di dasarkan atas teori korespondensi paling diterima secara luasoleh kelompok realis. Menurut teori ini, kebenaran adalah kesetiaan kepadarealita obyektif (fidelity to objective reality). Kebenaran adalah persesuaianantara pernyataan tentang fakta dan fakta itu sendiri, atau antara pertimbangan(judgement) dan situasi yang dijadikan pertimbangan itu, serta berusaha untukmelukiskannya, karena kebenaran mempunyai hubungan erat dengan pernyataan ataupemberitaan yang kita lakukan tentang sesuatu (Titus, 1987:237). Jadi,secara sederhana dapat disimpulkan bahwa berdasarkan teori korespondensi suatupernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi(berhubungan) dan sesuai dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut(Suriasumantri, 1990:57). Misalnya jika seorang mahasiswa mengatakan “matahariterbit dari timur” maka pernyataan itu adalah benar sebab pernyataan tersebutbersifat faktual, atau sesuai dengan fakta yang ada bahwa matahari terbit daritimur dan tenggelam di ufuk barat.

Menurutteori korespondensi, ada atau tidaknya keyakinan tidak mempunyai hubunganlangsung terhadap kebenaran atau kekeliruan. Jika sesuatu pertimbangan sesuaidengan fakta, maka pertimbangan ini benar, jika tidak, maka pertimbangan itusalah(Jujun, 1990:237). b) Teori Koherensi atau Konsistensi

Dalammenguji suatu kebenaran diperlukan teori-teori ataupun metode-metode yang akanberfungsi sebagai penunjuk jalan bagi jalannya pengujian tersebut. Berikut inibeberapa teori tentang kebenaran dalam perspektif filsafat ilmu: a) Teori Korespondensi

Teorikebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteriakoheren atau konsistensi. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawakepada pernyataan yang lain. Berdasarkan teori ini suatu pernyataan dianggapbenar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten denganpernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar (Jujun, 1990:55)., artinyapertimbangan adalah benar jika pertimbangan itu bersifat konsisten denganpertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya, yaitu yang koheren menurutlogika. Suatukebenaran tidak hanya terbentuk karena adanya koherensi atau kensistensi antarapernyataan dan realitas saja, akan tetapi juga karena adanya pernyataan yangkonsisten dengan pernyataan sebelumnya. Dengan kata lain suatu proposisidilahirkan untuk menyikapi dan menanggapi proposisi sebelumnya secara konsistenserta adanya interkoneksi dan tidak adanya kontradiksi antara keduanya.

Teorikebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwapernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi (berhubungan) terhadapfakta yang ada. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika adakesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatuproposisi (ungkapan atau keputusan) adalah benar apabila terdapat suatu faktayang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini sering diasosiasikan denganteori-teori empiris pengetahuan.

maka pernyataan bahwa “mencuri adalahperbuatan maksiat. Hal ini membawajiwa bersifat eksploitatif terhadap alam karena tujuan ilmu adalah mencarimanfaat sebesar mungkin bagi manusia. e) Teori Konsensus Suatuteori dinyatakan benar jika teori itu berdasarkan pada paradigma atauperspektif tertentu dan ada komunitas ilmuwan yang mengakui atau mendukungparadigma tersebut. Kebenaran performatif dapatmembawa kepada kehidupan sosial yang rukun. maka mencuru dilarang oleh Allah” adalah benar pula.batu ujian kebenaran adalah kegunaan (utility).1987:239) TeoriPragmatik Teoripragmatik dicetuskan oleh Charles S.bila kita menganggap bahwa “maksiat adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah”adalah suatu pernyataan yang benar. Ahli-ahli filasafat ini di antaranya adalah William James(1842-1910). Mereka kurang inisiatif dan inovatif. d) Teori Performatif Teoriini menyatakan bahwa kebenaran diputuskan atau dikemukakan oleh pemegangotoritas tertentu. Sebagai komitmen kelompok. . kehidupan beragama yang tertib. 1990:57) Teorikebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasioleh referensi pada konsekuensi ilmiah. dan sebagainya. Menurutteori ini proposisi dikatakan benar sepanjang proposisi itu berlaku ataumemuaskan. FrancisBacon pernah menyatakan bahwa ilmu pengetahuan harus mencarikeuntungan-keuntungan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi. Bradley danRoyce memperluas prinsip koherensi sehingga meliputi dunia. Teori inikemudian dikembangkan oleh beberapa ahli filsafat yang kebanyakan adalahberkebangsaan Amerika yang menyebabkan filsafat ini sering dikaitkan denganfilsafat Amerika. Bagi para pragmatis. artinya teori yang dengan itudapat memecahkan segala aspek permasalahan Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.Misalnya. Merekatidak berani melanggar keputusan pemimpin adat dan tidak terbiasa menggunakanrasio untuk mencari kebenaran. personal atau sosial.adat yang stabil dan sebagainya. Kelompokidealis. Sebagian muslim diIndonesia mengikuti fatwa atau keputusan MUI atau pemerintah. Benar tidaknyasuatu dalil atau teori tergantung kepada peran fungsi dalil atau teori tersebutbagi manusia untuk kehidupannya dalam lingkup ruang dan waktu tertentu. Dalamfase hidupnya.I. paradigma merupakan nilai-nilaibersama yang bisa menjadi determinan penting dari perilaku kelompok meskipuntidak semua anggota kelompok menerapkannya dengan cara yang sama Paradigmajuga menunjukkan keanekaragaman individual dalam penerapan nilai-nilai bersamayang bisa melayani fungsi-fungsi esensial ilmu pengetahuan. Teoriini juga dikenal dengan teori problem solving.Masyarakat menganggap hal yang benar adalah apa-apa yang diputuskan olehpemegang otoritas tertentu walaupun tak jarang keputusan tersebut bertentangandengan bukti-bukti empiris. dapat dikerjakan (workability)dan akibat atau pengaruhnya yang memuaskan (satisfactory consequences).pemimpin adat. Masyarakatyang mengikuti kebenaran performatif tidak terbiasa berpikir kritis danrasional. dengan begitu makatiap-tiap pertimbangan yang benar dantiap-tiap sistem kebenaran yang parsial bersifat terus menerus dengankeseluruhan realitas dan memperolah arti dari keseluruhan tersebut (Titus. sebabpernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama. seperti Plato juga filosof-filosof modern seperti Hegel. Paradigma berfungsisebagai keputusan yuridiktif yang diterima dalam hukum tak tertulis. karena terbiasa mengikutikebenaran dari pemegang otoritas. Masyarakat sains bisa mencapai konsensus yang kokoh karenaadanya paradigma. Pada beberapa daerah yang masyarakatnya masihsangat patuh pada adat. George Hobart Mead (1863-1931) dan C. Adanyaperdebatan antar paradigma bukan mengenai kemampuan relatif suatu paradigmadalam memecahkan masalah. manusia kadang kala harus mengikuti kebenaran performatif. sedangkansebagian yang lain mengikuti fatwa ulama tertentu atau organisasi tertentu. Apa yang diartikan dengan benar adalah yang berguna (useful) danyang diartikan salah adalah yang tidak berguna (useless). pemimpin agama. Dengankata lain ilmu pengetahuan manusia adalah kekuasaan manusia. Contohnya mengenai penetapan 1 Syawal. kebenaran ini seakan-akan kebenaran mutlak.Pemegang otoritas yang menjadi rujukan bisa pemerintah. Peirce (1839-1914) dalam sebuah makalahyang terbit pada tahun 1878 yangberjudul “How to Make Ideals Clear”. pemimpin masyarakat. Teoriini tidak mengakui adanya kebenaran yang tetap atau mutlak. John Dewey (1859-1952). tetapi paradigma mana yang pada masa mendatang dapatmenjadi pedoman riset untuk memecahkan berbagai masalah secara tuntas. Ilmupengetahuan manusia hanya berarti jika nampak dalam kekuasaan manusia.Lewis (Jujun.

(1980). Judul Asli: Sociology: A Multiple Paradigm Science. Teori harus mengandung konsep. Suatu ilmu pengetahuan harus berdasar pada kaidah ilmiah dan menjadi dirinya sendiri (Keraf & Dua. variabel. (1981). definisi. (1985). Kebenaranditentukan oleh potensi subyek yang berperanan di dalam penghayatan atassesuatu itu. Semua teori kebenarn itu ada dan dipraktekkan manusia di dalamkehidupan nyata. ada pula yang umum. Daftar Pustaka pulayang mutlak. Dimulai dari pengertian akan ilmu pengetahuan. dan proposisi yang saling kaitmengait yang menghadirkan suatu tinjauan sistematis atas fenomena yang ada dengan menunjukkan hubungan yang khas di antara variabel-variabel dengan maksud memberikan eksplorasi dan prediksi. New York: University Press. hubungan logis di antara konsep-konsep. 2000). Suatu ilmu pengetahuan juga dituntut untuk bebas nilai. Bahwasubstansi kebenaran adalah di dalam intaraksi kepribadian manusia dengan alamsemesta.filsafat-ilmu. konsep-konsep. cet. rasio. perisitwa. Jakarta:Bina Aksara. dan hubungan antara konsep dan proposisi. yang menyatakan bahwa suatu teori akan dapat diakui jika memenuhi persyaratan. Dengan demikian. 1985. ada yang berupa ide-ide yang merupkanpemahaman potensi subjek (mental. yang merupakan cermin dari kenyataan yang ada mengenai sifat-sifat suatu kelas. Maksud bebas nilai adalah suatu tuntutan yang ditujukan kepada ilmu pengetahuan agar ilmu pengetahuan dikembangkan dengan tidak memperhatikan nilai-nilai di luar ilmu pengetahuan (Keraf & Dua. 2001). I. Kedua. Di samping itu. Yang mana masing-masing mempunyai nilai di dalam kehidupanmanusia. Bahwa kebenaran itu adalah perwujudan dari pemahaman (comprehension)subjek tentang sesuatu terutama yang bersumber dari sesuatu yang diluar subyekitu realita.com • • • Alimandan (Peny. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. 9). indera. dapat dikatakan bahwa dalam teori di dalamnya harus terdapat konsep. Sosiologi: Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda: 110. Wujud kebenaran itu ada yang berupapenghayatan lahiriah. KESIMPULAN Bahwa kebenaran itu sangatditentukan oleh potensi subyek serta tingkatan validitasnya. George Ritzer. definisi dan proposisi. Tom. abadi dan universal. jasmaniah. jika pengetahuan saja. Tahu dan Pengetahuan. 43 74. definisi. 2001). yaitu kriteria ideal. 6. pernyataan (statement). Ilmu dalam Prespektif. Bahwakebenaran itu ada yang relatif terbatas. Suatu teori dapat diterima dengan dua kriteria pertama. ada yang menyatakan bahwa teori adalah sekumpulan pernyataan yang mempunyai kaitan logis. 15 39. Bahkan ada . Sumiasumantri (ed). Tuntutan dasarnya adalah agar ilmu pengetahuan dikembangkan hanya demi ilmu pengetahuan dan tidak boleh dikembangkan berdasarkan pertimbangan lain di luar ilmu pengetahuan.R. proposisi.com www. Seren Theories of Human Society. 1994. peristiwa atau suatu benda. SumantriSurya. belum tentu merupakan suatu ilmu. hal yang diketahui bisa apa saja tanpa syarat dan bisa diperoleh dengan atau tanpa metode ilmiah (Marzoeki.blogspot. Boston: Allyn and Bacon. Jakarta: Pustaka SinarHarapan www. Sedangkan pengetahuan merupakan sesuatu yang diketahui.1987. Ilmu ialah suatu bidang studi atau pengetahuan yang sistematik untuk menerangkan suatu fenomena dengan acuan materi dan fisiknya melalui metode ilmiah (Marzoeki. 2000). Dengan kata lain. Oxford. DaftarPustaka JujunS.Teori adalah seperangkat pernyataanpernyataan yang secara sistematis berhubungan atau sering dikatakan bahwa teori adalah sekumpulan konsep. kerangka pikir. Cambell. Maka itu. yaitu kriteria pragmatis yang menyatakan bahwa ide-ide itu dapat dikatakan sebagai teori apabila mempunyai paradigma.). intelektual).Poedjawijatna. nilai-nilai (norma dan hukum) yang bersifat umum. Jakarta: Gramedia. Pengantar ke IImu dan Filsafat. definisi-definisi dan proposisi-proposisi yang dapat digunakan untuk eksplorasi dan prediksi. ilmu pengetahuan harus murni dikembangkan berdasarkan pertimbangan ilmiah. Tingkat wujud kebenaran ditentukan oleh potensi subjek yangmenjangkaunya. baik itu definisi teoretis maupun operasional dan hubungan logis yang bersifat teoretis dan logis antara konsep tersebut.kabarindonesia.

Secara kritis Panwitz melihat adanya kecurigaan mendasar dari para dedengkot penganut aliran “kecurigaan” yang lekat pada sosok Nietzsche. Posmodernisme. 2001). Posmodernisme Posmodernisme. Budaya Ilmiah dan Filsafat Ilmu. dan sebagainya. Ilmu Pengetahuan. Sebuah Tinjauan Filosofis. S. (2000). moral. Seringkali para ilmuwan dalam rnenciptakan suatu ilmu terpengaruh nilai-nilai lain tersebut. Mereka menganggap modernisme sebagai wacana dominan ketika itu sebagai isme yang tidak lagi “layak jual” dalam menghadapi gejolak dunia yang sudah sedemikian kompleks. menurut saya. Tidak dibenarkan bila suatu ilmu pengetahuan hanya berlaku bagi kepentingan suatu pihak tertentu. Jika demikian maka ilmu pengetahuan tidaklah bersifat universal. Hal itu agar ilmu pengetahuan dapat berlaku di mana pun juga bagi semua orang. Kritik posmodernisme terhadap modernisme seringkali disandarkan pada “kecongkakan” klaim modernime tentang adanya kebenaran mutlak sebagai subjek yang sadar. Marzoeki. Adapun tujuan dari ilmu pengetahuan ialah untuk mencari clan memberi pemahaman kepada manusia mengenai berbagai masalah dan fenomena dalam hidup (Keraf & Dua. Selain itu ilmu pengetahuan juga harus berdasarkan pada kaidah ilmiah yang mengandung kebenaran utuh. clan dapat mencapai tujuannya. Marzoeki. (2001). juga menyatakan bahwa ilmu pengetahuan memiliki sifat yang netral dan universal. Sehingga ilmu pengetahuan dapat bersifat universal. Terutama berkaitan dengan masalah ilmu pengetahuan yang tidak bebas nilai. Juga supaya ilmu pengetahuan mengandung kebenaran yang utuh. Konsep kesadaran modernisme di atas dianggap tidak memadai oleh posmodernisme. rasional dan otonom. merupakan wacana pemikiran baru yang mengconterdiscourse wacana modernisme. moral. Kesimpulan Banyak masalah yang sering terjadi dalam ilmu pengetahuan. agama. Maka dari itu. (2007). . 20 Daftar Pustaka Keraf. Kesadaran akan adanya Ruh Absolut (Hegel). politik. Klaim ini merujuk pada sekian asumsi yang menyatakan bahwa “kodrat” manusia sebagai makhluk berakal yang memiliki sikap “objektif” dan “rasional” terhadap eksistensi ilmu pengetahuan yang mencerahkan. Maka suatu ilmu pengetahuan yang bebas nilai amatlah penting. politik. terjamin kebenarannya. Ilmu pengetahuan harus terbebas akan nilai lain di luar nilai ilmu pengetahuan itu sendiri. Aliran macam apa lagi ini? Istilah posmodernisme pertama kali digunakan sejak tahun1917 oleh seorang filsuf Jerman. adanya Causa Prima sebagai sebab utama yang unmoved mover (Aristoteles) dan diktum Cartesian ‘cogito ergo sum’ yang menganggap manusia sebagai subyek otonom yang mangatasi dunia pengetahuan manusia dalam mencapai kebenaran universal epistemologi (Descartes). A. sangatlah penting suatu ilmu yang bebas nilai. sehingga ilmu yang tercipta hanya berpihak pada pihak tertentu clan ticlak berlaku universal. dengan demikian. Kesadaran modernisme adalah kesadaran dogmatisme ilmu yang menjadi landasan absolut semua pemikiran. M. Hal itu untuk mencapai tujuan akhir diciptakannya ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak baleh berpihak atau terpengaruh oleh salah satu nilai tersebut. agama. atau lainnya. Yogyakarta: Kanisius. Menggugat Diktum Bebas Nilai dalam Sains. Ilmu pengetahuan yang bebas nilai juga bertujuan agar ilmu pengetahuan dapat mencapai kebenaran ilmiah yang objektif dan rasional (Keraf & Dua. Rudoplh Pantwitz. D. Jakarta: Grasindo. 2001). serta memberi pemahaman kepada manusia tentang berbagai masalah clan fenomena dalam hidup (Keraf & Dua. Dalam artikel Menggugat Diktum Bebas Nilai dalam Sains (2007). & Dua. UGM. Ilmu tersebut terpengaruh pada nilai lain seperti budaya. Rousseau dan Schopenhauer. Tujuan akhir dari ilmu pengetahuan ini ialah untuk mencari dan memberi penjelasan tentang fenomena dalam alam semesta ini.Nilai lain di luar nilai ilmu pengetahuan itu sendiri seperti nilai budaya. Panwitz menggunakan istilah ini setelah mengamati adanya gejala nihilisme2 kebudayaan Barat Modern. D.

suci dari na’jis hasrat untuk berkuasa (Nietzsche dan Faucoult). Sudah saatnya memainkan paralogi3 di saat manusia berahadapan dengan logika yang tidak linier (Lyotard). Kaum materialis menyatakan bahwa para filosof tidak dapat menambah. Di antaranya: (1) wacana kritis terhadap estetika modernisme. Seiring ditemukannya fakta tentang terjadinya Ledakan Besar oleh seorang Ahli Astronomi Amerika bernama Edwin Hubble pada 1929. Paham materialisme ini memiliki beberapa aliran. bersih. dan (3) wacana kritis terhadap filsafat modern. Menurut teori ini. maka harus ada upaya dekontruksi “kebenaran” (Derrida). Teori ini juga menyakini bahwa alam semesta tidak diciptakan. Sikap-sikap kritis terhadap modernisme tersebut nantinya akan berkembang menjadi satu mainstream yang kemudian dikenal dengan nama posmodernisme. baik realitas di dalam dirinya atau di luar dirinya oleh karena adanya rezim signifier yang sangat kompleks. kebenaran Teori Ledakan Besar pun semakin kokoh. manusia dari masa ke masa selalu mempertanyakan proses penciptaan alam semesta. (QS: Ar Rahman: 37) Sejak dahulu kala. alam semesta sudah ada sejak waktu yang tak terbatas. yang paling dikenal adalah teori Materialisme dan Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory). Dia menganggap bahwa jiwa ada setelah materi. materialisme lama. Materialisme merupakan salah satu aliran dalam ilmu filsafat yang dikembangkan oleh para filosof Yunani Kuno. Mereka menganggap bahwa doktrin alam semesta yang digambarkan oleh sains merupakan materialisme sederhana. Segala sesuatu dalam alam semesta hanyalah peristiwa kebetulan atau ketidaksengajaan dan bukan merupakan hasil dari sebuah rancangan atau visi yang disengaja. Teori Ledakan Besar mengungkapkan bahwa alam semesta termasuk bumi dan isinya itu terbentuk dari sebuah ledakan besar. hanya alamlah yang ada. Teori ini menyatakan adanya . (2) wacana kritis terhadap arsitektur modern. materialisme modern. Materialisme adalah aliran yang memandang bahwa segala sesuatu adalah realitas. dalam arti memperbaiki pengertian materi yang bersifat deskriptif yang diberikan para ilmuwan pada masa hidupnya. Menurut penganut paham materialisme. ”Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. Posmodernime sendiri memecah dirinya dalam tiga jalur wacana yang sedikit banyak dibahas Scott Lash dalam Sosiologi Posmodern. jadi psikis manusia merupakan salah satu gejala dari materi yang ada. Teori materialisme yang sempat diagungagungkan para filsuf dan ilmuwan Barat dipatahkan oleh Teori Ledakan Besar (Bing Bang Theory). yakni. termasuk Ludwig Freuerbach (1804-1872). Kaum materialis juga mengingkari adanya the ultimate nature of reality (realitas tertinggi atau Yang Mutlak).Penolakan posmodernisme terhadap klaim-klaim tersebut karena menyadari tidak ada lagi kapabilitas subjek untuk mengenal realitas sejati. alam tidak memiliki awal maupun akhir. Modernisme terlalu congkak dalam memahami otonomi manusia sebagi subjek berpikir yang melegitimasi epistemologi sebagai suatu yang netral. Berawal dari pertanyaan sederhana itu. manusia juga termasuk alam. tetapi ada dengan sendirinya. Di antara beragam teori itu. Menurut pendapatnya. Realitas sejati hanya “konsep kosong” yang tidak mampu mengatasi kompleksitas permainan tanda yang tumpang-tindih dengan hanya mengandalkan hirarki ruh absolut yang tunggal. dan realitas seluruhnya adalah materi belaka. Mental kebenaran universal hanya akan menciptakan oposisi-oposisi biner baru yang justeru menghancurkan yang lain dari kearifan yang dimilikinya. serta materialisme dialektis/historis. kemudian tercipta beragam teori tentang penciptaan alam semesta. Teori ini diagung-agungkan para materialis di abad ke-19.

tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.” (QS: Ali ‘Imran: 191) * Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Lalu siapa lagi jika bukan Allah yang mampu menciptakan Ledakan Besar yang indah. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah. Radiasi ini tidak dibatasi dan tersebar merata di seluruh jagad raya. Jika alam semesta tidak memiliki awal.“awal atau permulaan” pada alam semesta yang disebabkan oleh Big Bang. * Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang. galaxi. kluster. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. Ingatlah. bulan. dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Ayat-ayat Penciptaan Alam Semesta Ratusan ayat dalam Alquran menjelaskan penciptaan bumi dan langit. Dalam Alquran surat Shaad ayat 27. Tak lama setelah itu. Maka Allah menciptakan alam semesta ini tentunya agar diambil hikmahnya bagi manusia. maka tentu saja ada yang menciptakannya yakni Tuhan. Hanya dalam hitungan menit. Alquran. Pasalnya hasil Ledakan Besar itu kini tersusun rapi menjadi materi seperti planet. namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. Ini bukti yang ditemukan dari penelitian yang panjang. Sebab. “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi.” Aliran materialisme sangat bertentangan dengan ajaran Alquran. Ledakan tersebut tidak seperti ledakan bom yang hasilnya hancur berantakan. seharusnya ada sisa-sisa radiasi dari hasil big bang. (COBE) mampu menemukan radiasi latar belakang kosmik. lalu Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Berkat penemuan itu baik Arno Penzias dan Robert Wilson dihadiahi Nobel untuk penemuan besar mereka. tepatnya pada tahun 1948 seorang peneliti bernama George Gamov berpendapat.:11) * Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. karena luar biasa seragam. maka celakalah orang-orang itu karena mereka akan masuk neraka.” (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Beberapa puluh tahun kemudian. Belasan abad sebelum para ahli menemukan sejumlah teori penciptaan alam semesta. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Dalam surat Ali Imran ayat 191. yang diajarkan Nabi Muhammad SAW telah mengungkap dan menyibak rahasia penciptaan alam semesta. National Aeronautics and Space Administration (NASA) meluncurkan sebuah satelit yang dilengkapi dengan instrumen sensitif Cosmic Background Emission Explorer (COBE) ke luar angkasa guna mendeteksi radiasi latar belakang kosmik yang ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson. Maha Suci Engkau. (QS: Al An’aa. dan di . dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Maha Suci Engkau. Pada tahun 1989. Ternyata radiasi ini merupakan gema dentuman besar. Berikut beberapa ayat tentang penciptaan alam semesta itu: * ”(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. bintang. Sang Khalik berfirman. “Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. aliran tersebut menyatakan bahawa alam semesta ada tanpa direncanakan dengan visi tertentu. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. (QS: Ali Imran: 190). maka peliharalah kami dari siksa neraka. Mahsuci Allah Tuhan semesta alam. dan diciptakanNya pula matahari. lalu terjadilah”. Akhirnya para ilmuwan di dunia mengakui kebenaran bahwa alam semesta lahir dari sebuah ladakan besar yang tentu saja diciptakan keberadaannya. Radiasi ini tidak seperti apapun yang berasal dari seluruh alam semesta. Kalau alam semesta itu memiliki permulaan. menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Allah SWT berfirman. Sejumlah bukti lainnya yang menunjukkan alam semesta berasal dari sebuah ledakan besar adalah terdapatnya kandungan Hidrogen dan Helium yang tersebar di seluruh jagat raya. dan bintangbintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya.” Alquran menggambarkan penciptaan alam semesta digambarkan dalam enam masa. Yang demikian itu adalah anggapan orangorang kafir. dan superkluster di jagad raya. Sang Pencipta semesta alam. dua orang peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan sisa radiasi dari Ledakan Besar berupa radiasi latar belakang kosmik. sebagai firman Allah SWT. seharusnya Hidrogen telah menghilang dari alam semesta ini diakibatkan perubahan atom Hidrogen menjadi atom Helium. Alquran telah menjelaskan bagaimana alam semesta – bumi dan langit – diciptakan bagi umat manusia.

Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. dan Dia mengetahui segala sesuatu. (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 101) * Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Tuhan semesta alam. Ingatlah. lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy {548}. kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?. (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 73) * Dia Pencipta langit dan bumi. Maha Suci Allah. bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. (QS: Al A’raaf: 54) * Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan. dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi…” (QS At Taubah: 36) * ”Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Dia menciptakan segala sesuatu.” (QS: AL Anbiyaa: 30) dya/taq . dan (diciptakan-Nya pula) matahari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful