P. 1
Askep Atresia Esophagus

Askep Atresia Esophagus

|Views: 582|Likes:

More info:

Published by: KhoLisoh Sae Anugrah on Aug 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

Asuhan Pada Bayi/Anak Dengan Bayi/ Atresia Esophagus

STIKes Cirebon
23/08/2011 1

Deskripsi 
Istilah atresia berasal dari Bahasa Yunani yaitu a yang berarti tidak ada
dan trepsis yang artinya nutrisi atau makanan. Dalam istilah kedokteran, atresia adalah suatu keadaan tidak adanya atau tertutupnya lubang badan normal. karena proses penyakit yang mengenai saluran itu. 

Kelainan ini terjadi bisa karena dibawa sejak lahir atau terjadi kemudian  Atresia dapat terjadi pada seluruh saluran tubuh, misalnya atresia ani
yaitu tidak berlubangnya dubur, atresia hymenalis yaitu tidak berlubangnya selaput dara, atresia saluran empedu, atresia saluran pencernaan bagian atas (esofagus), dan lain-lain. lain- 

Jika seseorang mengalami atresia maka hampir selalu memerlukan

tindakan operasi. Ini diperlukan untuk membuat saluran seperti keadaan normalnya.

23/08/2011

2

Perkembangan Esophagus
Embryonic Period 

The embryonic period extends from conception to the ninth week of gestation. During the latter half of the third week of development, the primitive foregut develops a ventral diverticulum that is cranial to the hepatic primordium and caudal to the fourth and fifth pharyngeal pouches. The diverticulum grows caudally and develops bronchopulmonary buds soon after appearance. The trachea develops from further caudal growth of the respiratory diverticulum. During the fourth and fifth weeks of development, the rapidly growing heart and liver stretch the esophagus. Because of the stretching, the esophagus narrows almost to obliteration at the level of the carina. Although vacuoles have been seen within the esophagus during this period, the lumen of the esophagus remains intact. In addition, the bronchial primordia curve in a dorsal direction, likely due to the growth of the pericardium anteriorly. The dorsal "embracement" of the esophagus results in close approximation of the tracheal bifurcation to the front wall of the esophagus, further narrowing its lumen. Between the sixth and eighth weeks of gestation, the epithelium becomes 2-5 cells thick 2and remains stratified columnar epithelium. The esophagus also is surrounded by a layer of undifferentiated mesenchyme and a circular layer of myoblasts. Longitudinal muscle fibers appear in the lower esophagus as the circular layer of muscle becomes well established. Cartilage also appears in the tracheobronchial tree.  

23/08/2011

3

Fetal Period 

The fetal period encompasses the ninth week of gestation until birth. During

the 10th week of development, stratified columnar epithelium becomes ciliated, and mesenchymal ridges result in longitudinal folds of mucosa. Muscular proliferation peaks during the 11th and 12th weeks, and epithelial and mesenchymal proliferation decrease from the 10th to 15th week. Ganglion cells also appear in the myenteric plexus, while the longitudinal muscle becomes well defined between the 10th and 12th week of gestation. In addition, the epithelium is completely ciliated, and proliferation occurs only in the basal layers at the 12th week. week. Furthermore, the muscularis mucosa becomes well defined, and typical mucosal folds formed by longitudinal mesenchymal ridges can be appreciated. epithelium replaces the ciliated columnar epithelium. Growth of the esophagus continues at a slower pace once morphological changes conclude. On a functional level, swallowing first appears at the 14th week and is well established by the end of the fourth month of gestation.
4 

Striated muscle appears in the upper esophagus from the 12th to 15th 

During the fourth and fifth months of gestation, stratified squamous

23/08/2011

Insidensi
berbagai literatur disebutkan bahwa insidensinya adalah 1 per 3000 ± 4500 kelahiran hidup.  Atresia esofagus yang disertai dengan fistula ditemukan ditemukan pada 2-3 dari 10.000 bayi. 2 Sering juga disertai dengan kelainan lainnya seperti kelainan jantung, anomali sistem muskuloskeletal dan lain2 seperti atresia ani, hipoplasia pulmonal dan kongenital hernia diafragmatika.
23/08/2011 5 

Kasus atresia esophagus jarang terjadi. Dari

Definisi 
Atresia Esofagus adalah esofagus
(kerongkongan) yang tidak terbentuk secara sempurna. 

Pada atresia esofagus, kerongkongan atresia

menyempit atau buntu; tidak tersambung dengan lambung sebagaimana mestinya. Kebanyakan bayi yang menderita atresia esofagus juga memiliki fistula trakeoesofageal (suatu hubungan abnormal antara kerongkongan dan trakea/pipa udara). trakea/pipa
6

23/08/2011

23/08/2011

7

Jenis
1. Pure atresia of the esophagus (7.7%) 2. Esophageal atresia with proximal TE
fistula (0.8%) 3. Esophageal atresia with distal TE fistula (86.5%) 4. Esophageal atresia with proximal and distal fistula (0.7%) 5. H-type fistula (4.4%)
23/08/2011 8

1

2

3

1 = esophagus 2 = trakhea
23/08/2011 9

4

5

23/08/2011

10

Etiologi 
Faktor genetik  Infeksi  Teratogenik  Sebagian besar tidak diketahui  Prosesnya terjadi pada minggu ke 4-8 4masa kehamilan
23/08/2011 11

Tanda & Gejala
Gejalanya bisa berupa: 

mengeluarkan ludah yang sangat banyak  terbatuk atau tersedak setelah berusaha untuk

menelan  tidak mau menyusu  sianosis (kulitnya kebiruan).  Adanya fistula menyebabkan ludah bisa masuk ke dalam paru-paru sehingga terdapat resiko paruterjadinya pneumonia aspirasi. aspirasi.
23/08/2011 12

Pemeriksaan Diagnostik
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:  Memasukkan selang nasogastrik  Rontgen esofagus menunjukkan adanya kantong udara dan adanya udara di lambung serta usus.  Sebelum lahir dapat diketahui dengan pemeriksaan ultrasonografi.
23/08/2011 13

Tindakan Medis
segera untuk memperbaiki atresia dan menutup fistula.  Sebelum pembedahan dilakukan untuk mencegah pneumonia aspirasi, makanan bayi diberikan melalui infus dan pada kerongkongan bagian atas dipasang alat penghisap ludah agar tidak masuk ke paru-paru. paru Prematuritas dan komplikasi berupa pneumonia aspirasi merupakan hambatan untuk dilakukan operasi sehingga terlebih dahulu dilakukan perbaikan keadaan.  Pada tahap perbaikan dapat dilakukan gastrostomi untuk dekompresi abdomen dan memberikan kesempatan ventilasi paru yang adekwat.
23/08/2011 14 

Jika keadaan bayi stabil, dilakukan pembedahan dengan

Prognosis 
Pembedahan biasanya berhasil.  Dapat terjadi komplikasi post operasi
berupa tidak efektifnya kontraksi esophagus, refluks gastrointestinal dan ulkus akibat iritasi asam.

23/08/2011

15

Kasus
Anak kami, Johan Imanuel Kirdjo, menderita atresia esofagus (esophageal atresia/EA), suatu kelainan bawaan di mana kerongkongan dan lambung tidak tersambung (terputus). Johan diperumit dengan kelahirannya yang prematur (30 minggu, 1.45k 1.45kg) sehingga tidak bisa segera dilakukan operasi untuk menyambung kerongkongan dan lambungnya. Karena itu sehari setelah dia lahir dilakukan operasi untuk memasang tabung gastrostomy (g-tube) untuk memasukkan makanan dan dibuat lubang di leher (gbagian bawah untuk mengeluarkan ludah.Hampir dua bulan Johan "dibesarkan" dalam inkubator (19 hari di NICU dan sisanya di ruang bayi biasa). Tanggal 14 November kemarin, akhirnya kami diijinkan membawa Johan pulang, ketika berat badannya mencapai 2.5 kg. Dokter bedah anak menjadwalkan operasi besar setelah dia berumur 1 tahun.Hampir dua minggu merawatnya di rumah, membuat kami semakin sadar betapa hidup tidaklah mudah buat Johan dan buat kami yang merawat dan menyaksikan penderitaannya. Mulutnya yang sampai sekarang tidak pernah kemasukan minuman menjadikan bibirnya kering. Dia kelihatan sangat gelisah ketika udara panas. Sementara kelebihan ludah yang kadang tidak bisa sepenuhnya dikeluar lewat lubang di lehernya, keluar lewat mulutnya. Memberi minum lewat g-tube punya kesulitan tersendiri. gKalau kami telat memberi minum, dia akan menangis meronta-ronta, membuat air susu merontasulit masuk ke lambungnya yang tegang. Beberapa kali ini terjadi, ketika kami malam2 antara jam 1-3 kami karena 1kecapekan tidak terbangun oleh bunyi wecker (Johan diberi minum 3 jam sekali) . Kateter yang menjulur dari lambungnya juga secara tidak sengaja tertarik oleh tangan atau kakinya, yang tentu membuat dia menangis kesakitan. Belum lagi menjaga supaya infeksi tidak terjadi melalui lubang terbuka di leher yang hanya ditutup kasa.Kemarin dokter mengijinkan mulut Johan dirangsang pakai empeng, supaya rongga mulutnya berkembang. Tapi sejauh ini Johan menolak, bahkan seperti mau muntah kalau diberi 23/08/2011 16 empeng. Sepertinya reflek menghisap seperti bayi lain menghisap susu ibu mulai hilang. Singkat kata, saya begitu kuatir membayangkan kehidupannya1 tahun ke depan ini.

Masalah yang muncul 
Kesulitan pemberian makan  Gangguan pernafasan  Kecemasan orang tua

Tindakan 
Pemberian makan melalui slang
gastrostomi. gastrostomi.  Penghisapan lendir. lendir.  Dukungan psikologis
23/08/2011

17

WASALAM

23/08/2011

18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->