Makna Pendidikan Dalam Islam

DOSEN

: Drs. H. DARWIS MUHDINA, M.Ag

AL ² ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN
MAKALAH

MENUNTUT ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM

NAMA NIM KELAS SEMESTER ANGKATAN

: MUHAMMAD KARWAPI, A.MA : K.10540494710 :A : GENAP : 2010

PROGRAM PENGAKUAN PENGALAMAN KERJA DAN HASIL BELAJAR (PPKHB)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR TAHUN 2011

Dalam makalah ini Penyusun paparkan mengenai arti pendidikan. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun akan kami terima dengan senang hati. karena berkat rahmat dan hidayahNya penyusun dapat menyelesaikan makalah Menuntut Ilmu Pengetahuan dalam Islam ini. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Penyusun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat umumnya bagi masyarakat dan khususnya bagi para mahasiswa.KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT. dsb. perkembangannya. tujuannnya. Makalah ini disusun sebagai pengganti Ujian Akhir Semeseter Asistensi Agama Islam. Hormat Kami Penyusun .

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya sebagai Yahudi Nasrani atau Majusi.BAB I PENDAHULUAN Dunia semakin hari semakin mengalami perubahan. Pada dasarnya manusia dilahirkan ke alam dunia ini dalam keadaan fitrah atau suci sesuai dengan hadist Rasululullah Saw. Alat komunikasi yang tak mengenal jarak dan waktu semakin memudahkan manusia untuk terus melakukan interaksi dimanapun dan kapanpun. perubahan itu terjadi secara alami dan karena campur tangan manusia. Hadirnya berbagai ilmu pengetahuan di dunia ini memudahkan manusia untuk beraktivitas. selama kita masih bisa menikmati hidup. selama kita masih bisa menghirup udara. teknologi yang canggih di dukung oleh komputerisasi membuat manusia semakin terbantu melakukan aktivitasnya. karena di dalam Islam dikatakan bahwa manusia itu belajar sejak ia dilahirkan sampai ia masuk kedalam liang lahat. Sejak anak dilahirkan ke alam dunia ini sesungguhnya adalah awal manusia mulai belajar. Sungguh luar biasa ajaran Islam mendidik umatnya untuk terus menuntut ilmu pengetahuan tanpa mengenal usia. semuanya terasa lebih mudah. selama kita masih bisa bergerak itu artinya kita wajib menuntut ilmu pengetahuan. hal ini menuntut manusia harus terus belajar dimanapun kapanpun. . Begitu cepat perubahan dan perkembangan itu terjadi. Perubahan itu pula yang harus membuat manusia semakin peka akan kejadian-kejadian yang ada. Oleh sebab itu ketika seorang anak mulai dilahirkan ke alam dunia ini orang tua sudah mulai mengajari anaknya dengan berbagai hal tentunya dengan konsep dan metode yang sesuai dengan usianya.

guna melancarkan jalan dan memudahkan cara-cara bagi para guru dan pendidik dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan pengajaran kepada para peserta didik. agar si anak siap untuk memasuki lapangan penghidupan itu. Islam adalah nama agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. berubah pulalah corak pendidikannya. Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan. dan memakan waktu yang cukup banyak dan lama. kecerdasan. Ilmu pendidikan islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan Islam. dengan sebaik-baiknya. pengetahuannya. Theodore Mayer Grene mendefinisikan pendidikan dengan usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan bermakna. pengendalian diri. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Corak pendidikan itu erat hubungannya dengan corak penghidupan. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus. Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya. pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. karenanya jika corak penghidupan itu berubah. pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. akhlak mulia. Sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan. serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama. Di dalam definisi ini tekanan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran (instruction). Islam berisi seperangkat ajaran tentang kehidupan manusia. yaitu memelihara dan memberi latihan (ajaran. kepribadian. Di dalam definisi ini aspek . terutama sekali dimasa modern dewasa ini. kecakapannya.BAB II PEMBAHASAN A. Pendidikan menghendaki berbagai macam teori dan pemikiran dari para ahli pendidik dan juga ahli dari filsafat. Para ahli pendidikan menemui kesulitan dalam merumuskan definisi pendidikan Kesulitan itu antara lain disebabkan oleh banyaknya jenis kegiatan serta aspek kepribadian yang dibina dalam kegiatan ini. Pendidikan itu memang suatu usaha yang sangat sulit dan rumit. JOE Park umpamanya merumuskan pendidikan sebagai the art or process of imparting or acquiring knowledge and habit through instructional as strudy. pertimbangan dan kebijaksanaan.

akal dan hatinya. manis dan pahitnya. Dari uraian di atas. baik dalam keadaan aman maupun perang. dapat dilihat perbedaan-perbedaan antara pendidikan secara umum dengan pendidikan Islam. mengatakan pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya. Beberapa pakar pendidikan Islam memberikan rumusan pendidikan Islam. kemauan. Kewajiban Menuntut Ilmu Apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Al-Hadist. B. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti. diantaranya Yusuf Qardhawi. usulan) oleh subyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran. memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. intuisi) dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran Islam.pembinaan pendidikan lebih luas. al-ta`lim. pikiran serta jasmani anak. al-ta`dib dan al-riyadah. Hasan Langgulung mendefinisikan pendidikan Islam adalah proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan. Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW: . perasaan. Selain itu pendidikan Islam berusaha membentuk pribadi yang bernafaskan ajaran-ajaran Islam. Pendidikan dalam Islam lebih banyak dikenal dengan menggunakan istilah altarbiyah. jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan. tetapi juga untuk kebahagiaan akhirat. Sedangkan Endang Syaifuddin Anshari memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai proses bimbingan (pimpinan. karena perbedaan teks dan kontek kalimatnya dan pendidikan Islam memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan pengertian pendidikan secara umum. akhlak dan ketrampilannya. tuntunan. Karena pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup. rohani dan jasmaninya. maka terdapatlah beberapa suruhan yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas. dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya. Perbedaan utama yang paling menonjol adalah bahwa pendidikan Islam bukan hanya mementingkan pembentukan pribadi untuk kebahagiaan dunia. agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Setiap terminologi tersebut mempunyai makna yang berbeda satu sama lain.

sebagaimana sabdanya: Aku diutus ini. akan sia-sialah amalnya. berpengetahuan.Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim. akal. sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang). guru dan ulama. maka diperlukan kesadaran bagi para mualim. mendapat ancaman. mengetahui segala permasalahan dan jalan kemanfaatan. Bagi para guru dan ulama yang suka menyembunyikan ilmunya. sebagian lain deperoleh manusia dengan menggunakan indera. wajiblah ia memiliki ilmunya dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat wajiblah ia mengetahui ilmunya pula dan barang siapa yang meginginkan kedua-duanya wajiblah ia memiliki ilmu kedua duanya pula (HR. sebagaimana sabda Nabi: . bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu. Sebagian diwahyukan kepada orang yang dipilihnya. menyelami hakikat alam. dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu. Konferensi Internasional tentang Pendidikan Islam tahun 1980 membuat rekomendasi sebagai berikut . kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al-Quran). untuk beringan tangan menuntun mereka menuju kebahagian dunia dan akhirat. Menuntut ibadah ilmu sendiri ibadah sangat yang tinggi tidak nilainya dilandasi dilihat dengan dari ilmu segi yang dikarenakan amal berhubungan dengan itu. (King Abdul Aziz University). menuntut ilmu itu sangat tinggi nilai dan pahalanya. kebenarannya tidak mutlak. baik laki-laki maupun perempuan . Dilihat dari segi ibadah. semua pengetahuan datang dari Allah SWT. Menurut Al-Qur an. baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup. Bukhari dan Muslim). Nabi diutus ke dunia ini pun dengan tugas mengajar. untuk menjadi pengajar . baik yang berhubungan dangan aqaid dan ibadat. Baihaqi). Nabi Muhammad SAW bersabda: Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia. yakni tidak diterima . Menurut Syaikh Ibnu Ruslan : Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadat) tanpa ilmu. maka segala amalnya akan ditolak. Ibn Abdulbari) Dari hadist ini kita memperoleh pengertian. maka pahalanya lebih baik daripada ibadat satu tahun . (HR. Pengetahuan diwahyukan mempunyai kebenaran absolute sedangkan pengetahuan yang diperoleh. dan hatinya. Semua pengetahuan datang dari Allah. Mengingat pentingnya penyebaran ilmu pengetahuan kepada manusia / masyarakat agar mereka tidak dalam kebodohan dan kegelapan.(HR.

serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.Barang siapa ditanya tentang sesuatu ilmu. yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur an surah Al-Baqarah ayat 151: Artinya : Sebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) kami Telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah. Di mana anak akan lahir. Berbicara tentang sistem pendidikan Islam tidak lepas dari sistem pendidikan yang pernah dipraktekkan oleh Rasulullah saw. 96 : 1-5). Dalam mengemban misi kerasulannya di muka bumi ini. Anak dalam kaitannya dalam pendidikan menurut ajaran Islam adalah fitrah atau ajaran bagi orang tuanya. C. tidaklah terlepas dari pengaruh perilaku orang tuanya yang mendidik dan membesarkannya. namun menjadi acuan (dasar) untuk menyelenggarakan pendidikan Islam secara sistematis. lebih jauh dari itu yakin pada saat memilih calon pasangan hidup (suami isteri) (Ahmad Izzuddin. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya (Q. kemudian menyembunyikan (tidak mau memberikan jawabannya). Sebagaimana Hadis Rasulullah saw. kelak dihari kiamat dengan kekangan ( kendali) dari api neraka .S. Perkembangan Pendidikan dalam Islam Sejak awal Islam didakwahkan oleh Rasulullah saw. dalam surah al-Alaq ayat 1-5 sebagai ayat yang pertama kali diturunkan yang berkaitan dengan pendidikan sebagai berikut: Artinya : Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah. melalui pendidikan dengan sendirinya bertambahlah lembaga-lembaga pendidikan sebagai tempat 7untuk mencari/menuntut mutu kendati sarana dan fasilitas yang ada masih serba terbatas. 1987 : 109).: Artinya: Tuntutlah ilmu pengetahuan semenjak dari buaian hingga ke liang lahat (al-Hadis). maka Allah akan mengekangkan (mulutnya). Firman Allah Swt. Imam al-Gazali berpendapat bahwa anak itu seperti kertas putih yang siap untuk ditulisi melalui orang tuanya sebagai pendidik sehingga batas awal pendidikan pada saat anak dalam kandungan ibunya. yang artinya: Setiap anak itu dilahirkan atas fitrah. tempat- .(HR Ahmad). kedua orang tuanyalah yang menjadikan Nasrani atau Majusi. Hadis Nabi saw.

1988 : 4) Sebagai ajaran (doktrin) Islam mengandung sistem nilai diatas mana proses pendidikan Islam berlangsung dan dikembangkan secara konsisten menuju tujuannya. 1984 : 14).tempat pada zaman itu seperti al-Iqra Masjid al-Hikmah dan Majlis Taklim lainnya. Seperti madrasah-madrasah (ibtidaiyyah. Pendidikan Islam mengidentifikasi sasarannya yang digali dari sumber ajarannya yaitu Al Quran dan Hadist. yang tidak terlepas dari aspek dasar pewaris nilai-nilai Islamiyah. D. alKhattab (Abdullah Fadjar. Sejalan dengan pemikiran ilmiah dan filosofis dari pemikir-pemikir sesepuh muslim. Itu disebabkan oleh perbedaan sistem pendidikan kita dengan sistem pendidikan barat adalah orientasi sebagai indikator utama (barat) adalah materi yang sekularisme (The Post Cristiaw Era) yang menatap dengan bayang-bayang Tuhan dengan mata hati dimasyarakatkan oleh alam semesta. tsanawiyah dan aliyah) dan pondok-pondok pesantren sebagai suatu fundamental pewaris nilai-nilai Islam yang kondusif. 1991 : 11). Di Indonesia sendiri pendidikan Islam itu berlangsung dalam keluarga dan lembaga pendidikanlainnya. masyarakat dan pemerintah. unsur-unsur lembaga formal atau non formal dengan pemindahan pengetahuan dan pewarisan kebudayaan yang mempengaruhi pertumbuhan sosial spiritual dan intelektual. meliputi empat pengembangan fungsi manusia : . Pendidikan haruslah merata ke seluruh lapisan masyarakat (penduduk) Indonesia melalui lingkungan rumah tangga. Tujuan Pendidikan Menurut Islam Secara umum tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya manusia muttaqin yang secara sadar dan bertanggung jawab selalu mencari keridaan Allah Swt. Proses ini menyangkut kegiatan belajar secara formal maupun non formal yang berlangsung pada Tri Pusat Pendidikan (Djamaluddin AB. maka sistem nilai-nilai itu kemudian dijadikan dasar bangunan (struktur) pendidikan islam yang memiliki daya lentur normatif menurut kebutuhan dan kemajuan. melalui jalur muamalah yang ubudiyah sehingga sistem pendidikan Islam adalah suatu pola yang menyeluruh dari suatu masyarakat. Dengan munculnya sistem pendidikan Islam sebagai suatu sistem yang berdiri sendiri adalah suatu fenomena baru dalam syariat Islam (Hasan Langgulung. sekolah dan masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan bersama antara orang tua. Demikian pula dalam kehidupan bernegara sebagai bangsa Indonesia yang telah menjunjung tinggi demokrasi (pasca reformasi) mencerdaskan kehidupan bangsa menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menyadarkan fungsi manusia dalam hubungannya dengan masyarakat. Belajar sepanjang hayat dalam lingkungan keluarga menurut penulis bisa dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut : 1. Misalnya dengan mengajarkan atau melatih anak untuk bisa merangkak. pada tapa inilah tahap yang paling menentukan seorang anak untuk memulai pembelajaran dalam keluarganya. kemudian berdiri. orang tua mulai memberikan .1. Menyadarkan manusia tentang kedudukannya terhadap makhluk lain dan membawanya agar memahami hikmah tuhan menciptakan makhluk lain. Kemudian dalam Islam dijelaskan berdasarkan hadis Rasulullah Saw Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya sebagai Yahudi Nasrani atau Majusi. Belajar pada masa balita Dalam masa balita orang tua mulai bisa mengajarkan kepada anaknya. 3. serta memberikan kemungkinan kepada manusia untuk mengambil manfaatnya E. dalam konsep ini jelas bahwa Islam memang sangat memperhatikan umatnya untuk senantiasa belajar. Dalam hadis ini jelas bahwa peran orang tua dalam keluarga sangatlah penting untuk mendidik putra-putrinya.Menyadarkan manusia terhadap pencipta alam dan mendorongnya untuk beribadah kepada Nya 3. 2. orang tuanyalah yang akan membentuk pribadi anaknya dalam lingkungan keluarga. Belajar pada masa kanak-kanak Dalam fase ini orang tua mempunyai peranan penting untuk memberikan pembelajaran pada anak-anaknya. berjalan walaupun pembelajaran seperti ini bisa terjadi secara alami tapi tetap membutuhkan perhatian khusus dari orang tua. Lingkungan Belajar a) Belajar sepanjang hayat dalam lingkungan keluarga Tempat belajar yang pertama bagi seorang manusia adalah lingkungan keluaraga. sesuai dengan kemampuan serta fase perkembanganya. 2. serta tanggung jawabnya terhadap ketertiban masyarakatnya. Menyadarkan secara individual pada posisi dan fungsinya ditengah-tengah makhluk lain serta tanggung jawab dalam kehidupannya. Khususnya dalam ajaran Islam pembelajaran sudah dimulai ketika seorang bayi masih berada dalam rahimnya. Selain itu pada masa balita bisa dilakukan pembelajaran seperti mengucapkan kalimat atau kata sederhana serta belajar bicara dan lain sebagainya.

pembelajaran misalnya bagaimana mereka menggunakan pakaian atau melepaskannya. membiasakan sholat lima waktu dan lain sebagainya. Padahal pada masa ini pembelajaran masih tetap bisa dijalankan. Pada masa ini pembelajaran mengenai hidup bersih juga bisa mulai diberikan misalnya dengan mandi. membuang sampah pada tempatnya. dan lain sebagainya. Agar pada masa ini bisa berkembang dengan baik. terpengaruh oleng teman-teman bergaulnya. mencuci tangan. Diawali selesai masa kuliah. Belajar pada masa dewasa Konsep belajar sepanjang hayat pada masa dewasa merupakan masa yang penting dilakukan dalam lingkungan keluarga. dan cenderung memiliki keinginan untuk punya kebebasan dalam melakukan sesuatu. belajar dan bermain sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. punya anak dan memilki keluaraga. Oleh sebab . Pada fase ini seorang anak remaja yang berkembang menjadi manusia dewasa mulai mengenal jati dirinya. mulai mengenal dunia pergaulan. Pada masa-masa ini seseorang cenderung lebih memetingkan keluarga. oleh sebab itu peranan orang tua dalam memberikan pembelajaran dalam lingkungan keluarga sangatlah penting. 3. Pada masa ini pula biasanya kecenderungan seseorang untuk menyudahi belajar sangat dominan khususnya perempuan. Pembelajaran disiplin dan pengwasan serta perhatian dari orang tua sangatlah penting agar anak bisa melakukan aktivitas-aktivitas yang positif serta berkembang secara normal. pekerjaan dibadingkan dengan belajarnya. Dalam fase ini orang tua bukan hanya memberikan pembelajaran tetapi harus bisa memberikan contoh karena cenderung seorang anak biasanya melakukan sesuatu dari apa yang dilihatnya. kemudian menikah. tanpa terpengaruh oleh lingkungan luar. menggosok gigi. bahkan memilki karakter tersendiri. mebiasakan anak untuk hidup disiplin dengan cara memberikan contoh misalnya dengan berangkat dan pulang sekolah tepat waktu. Pada masa ini konsep pembelajaran sepanjang hayat mempunyai peranan penting karena dalam fase ini pula seorang anak akan mulai mencari jati dirinya. Pada masa ini pembentukan karakter juga bisa diberikan misalnya dengan mencium tangan orang tua ketika berangkat dan pulang sekolah disertai mengucapkan salam. menghormati yang lebih tua. 4. Belajar pada masa remaja Masa remaja merupakan masa yang paling rentang. pada fase ini seorang anak cenderung mempunyai sifat labil.

karena mendapat keridhoan Allah dan masuk surga adalah dambaan bagi setiap manusia. Orang tua yang memilki banyak ilmu maka ia akan semakin bijak dalam mengambil keputusan dalam setiap masalah yang dihadapi dalam hidupnya b) Belajar sepanjang hayat dalam pendidikan Formal Belajar sepanjang hayat sangatlah dibutuhkan setiap individu yang membutuhkan ilmu pengetahuan. Yang termasuk dalam pendidikan formal adalah dari tingkat taman kanak-kanak. sesuai dengan hadis yang ada pada landasan diatas. (HR. Sesungguhnya menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap (HR. D3. oleh sebab itu dengan hadis ini muda-mudahan kita akan semakin termotivasi. 5. Pada masa ini orang tua bisa belajar pada anak-anaknya atau pada masa ini orang tua memberikan pembeljaran pada anak-anaknya. D2. sekolah menengah atas. baik belajar formal maupun non formal. sekolah menengah kejuruan. Pembelajaran sepanjang hayat (Long Life education) dalam pendidikan formal. kemampuan atau jurusan yang diminati oleh pembelajar.itu dalam lingkungan keluarga ini orang tua harus bisa memberikan pemahan kepada anak-ankanya agar terus belajar sepanjang hidupnya. perguruan tinggi. Dalam hadis ini sangat muslim baik laki-laki atau perempuan tegas di sebutkan atas kewajiban seorang muslim oleh sebab itu apabila kewajiban ini tidak dilakukan oleh seorang muslim maka hukumnya adalah dosa. yang tentunya dilakukan dalam keluarga. sekolah menengah pertama. D1. dan S3. Didalam ajaran Islam sesunggunya mencari ilmu pengetahuan adalah kewajiban. Maka sesunggunya pada usia ini seseorang harus tetap belajar. sekolah dasar. Ibnu Majah). Muslim). orang yang menyadari akan pentingnya arti sebuah ilmu maka ia akan berusaha untuk terus melanjutkan pendidikannya sampai dengan jenjang yang paling tinggi sesuai dengan kemampuan yang dimilkinya.S2. mengatakan Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga . Dalam hadis yang lain Rasulullah saw. Sungguh luar biasa bagi orang yang menuntut ilmu pengetahuan yaitu baginya akan dimudahkan jalan menuju surga. . Belajar pada masa tua atau usia lanjut dalam lingkungan keluarga Konsep pembelajaran dalam Islam bahwa belajar tidak mengenal usia. Pada pendidikan formal setelah seseorang meyelesaikan program sekolah menegah atas atau kejuruan. Sesuai dengan hadist Rasulullah Saw. S1. adalah pembelajaran yang sistematis dan terencana. memilki tujuan tujuan khusus sesuai dengan bakat. Karena sesunggunya belajar sepanjang hayat bukan hanya belajar tapi juga memberikan pembelajaran.

punya kemauan keras dan tentunya skil tidakkalahpenting. Maka tidak heran kita sering melihat atau mendengar orang yang sudah berusia tua ada di antara sebagian mereka masih melanjutkan kuliahnya ada yang S1. orang bisa belajar dari apa yang dilihatnya. tempat kursus atau pelatihan. tetapi belajar bisa dimana saja. Dalam islam dikatakan Allah akan mengangkat orang orang yang berilmu dan beriman beberapa derajat. dialaminya dan lain sebagainya. Pendidikan non formal tidak mengenal ruang dan waktu. komunikatif. itu artinya pendidikan sepanjang hayat ini memang relevan bagi setiap orang. pandai begaul. dari berbagai sumber yang berisi tentang pengetahuan. Belajar tidak harus dibangku sekolah atau pendidikan formal serta berizazah. asalkan mempunyai keinginan dan kemampuan. atau ditempat tempat pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak. setiap orang bisa belajar kapanpun. itu artinya betapa Allah menghargai orang yang berilmu karena dengan ilmu pula orang akan lebih mampu mengenal Allah dan lebih banyak mendekatkan diri padanya dengan ritual-ritual ibadah . Banyak orang yang belajar ototidak (belajar sendiri) namun mereka lebih berhasil dari orang-orang yang berpendidikan formal. dirasakannya. Oleh sebab itu sudah seharusnya setiap orang harus terus belajar dari setiap perjalanan hidupnya sampai ajal menjemputnya. setiap orang punya kesempatan yang sama. Pendidikan non formal ini bisa dilakukan seperti kelompok belajar. dimanapun kapanpun kita bisa belajar dari kehidupan ini. itu artinya belum tentu orang yang berpendidikan formal bisa lebih sukses daripada orang yang tidak berpendidikan formal. c) Belajar sepanjang hayat dalam pendidikan Non Formal Belajar tidak mengenal usia. Oleh sebab itu hal ini berlaku sampai kapanpun selama sesorang masih memilki keinginan untuk belajar maka selama itu pula banyak kesempatan bagi setiap orang untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. jenis kelamin.setiap orang diperbolehkan untuk mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi. tak mengenal usia. waktu dan tempat. Sesungguhnya yang membuat orang menjadi sukses adalah kemampuannya beradaptasi dengan orang lain. suku dan golongan. Konsep pendidikan sepajang hayat pada pendidikan non formal lebih luas dari yang lainnya. organisasi. di dengarnya. Karena ilmu pengetahuan sangat berguna bagi setiap orang walalupun bagi orang yang sudah berusia lanjut sekalipun. S2 dan S3.

(Al-hadis. Ibnu Majah). yaitu Tuntutlah ilmu oleh kalian mulai sejak di buaian hingga liang lahat .BAB III PENUTUP Kesimpulan Konsep belajar sepanjang hayat dalam Islam sesuai dengan hadir Rasullulah Saw. Dua hadist diatas jelas setiap muslim baik laki-laki atau perempuan menegaskan kepada umatnya bahwa ilmu pengetahuan adalah hal yang sangat penting. Selain itu didalam ajaran Islam menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban sesuai dengan hadis Rasulullah saw. sebagai berikut : Sesungguhnya menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi (HR. Pendidikan merupakan suatu proses panjang untuk mengaktualkan seluruh potensi diri manusia sehingga potensi kemanusiaannya menjadi aktual. . ini yang pada akhirnya menjadikan manusia dapat menjalankan tugas yang telah diamanahkan Allah. Sistem proses menumbuhkembangkan potensi diri itu telah ditawarkan secara sempurna dalam sistem ajaran Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful