Tugas Teori Akuntansi

Oleh: Keisha Tiara Sari 0951004 Rebeka Grasiela 0951087 Linda Hasarina 0951276

Universitas Kristen Maranatha 2011

Bab 1 Pendahuluan dan Metodologi Akuntasi

Kapan seharusnya pendapatan diakui? Pertama kasus ini menunjukkan bahwa masalah yang bersifat teoritis bukanlah semata – mata masalah teori yang sifatnya sangat praktis baik bagi manejemen maupun bagi auditor. Kedua , kasus ini menunjukkan bahwa teori akuntansi seringkali merupakan masalah pertimbangan professional yang di buat oleh orang – orang yang terlibat dalam kasus – kasus tertentu. Para akuntan yang berpraktik seringkali harus menggunakan pertimbangan mereka sendiri dalam masalah – masalah yang bersifat teoritis.  Pendekatan Terhadap Teori Akuntansi  Pendekatan Pajak
 Asal mula teori akuntansi pajak, kita akan segera menemukan bahwa

tujuan – tujuan akuntansi pajak sangat berbeda dengan tujuan – tujuan pelaporan keuangan. IRS tidak begitu tertarik pada pengukuran penghasilan suatu perusahaan dibandingkan dengan penetapan suatu dasar untuk keperluan pajak. Akibatnya, kesimpulan akuntansi pajak tidak relevan untuk keperluan kita. Ini mempunyai dampak yang besar pada praktik akuntansi di banyak bidang. Dalam mengangkat praktik akuntansi yang rata – rata menjadi praktik standar yang dipakai perusahaan – perusahaan yang lebih baik pada saat itu , hal ini menciptakan suatu perbaikan dalam praktik akuntansi umum dan dalam mempertahankan konsistensi. Sayangnya aturan – aturan pajak mempunyai pengaruh yang merugikan pada teori dan prinsip akuntansi dalam banyak bidang.  Pendekatan Legal  Pendekatan kedua terhadap akuntansi yang banyak dipakai para pendatang baru untuk menganalisis situasi – situasi seperti kasus ABC adalah dengan

yang berarti bahwa informasi tidak boleh dipoles agar mempengaruhi perilaku kea rah tertentu. Misalnya banyak yang menganggap pengakuan keuntungan pada saat penjualan aktiva merupakan pelaporan keadaan yang “sebenarnya”. Sebagian mengacu pada fakta akuntansi sebagai data yang objktif dan dapat diuji (verifiable). truth. FASB. Kebenaran dengan dalil atau pernyataan yang menurut mereka merupakan prinsip – prinsip yang sudah mapan. dalam menetapkan suatu Kerangka Dasar Konseptual untuk akuntansi. menyelidiki penggunaan hukum untuk menetapkan prinsip – prinsip akuntansi.  Pendekatan Etika  Pendekatan Etika terhadap teori akuntansi menekankan konsep – konsep keadilan. istilah kebenaran digunakan untuk mengacu pada penilaina aktiva dan beban menurut ukuran ekonomi saat ini. cara ini tidak menyelesaikan masalah tersebut segampang yang diharapkan orang karena biasanya hak berpindah bila persidangan yang mengadili suatu kasus memutuskan bahwa hak memang sudah berpindah. dan kewajaran ( justice. fairness). Jadi. mempunyai pengaruh yang . biaya historis merupakan fakta akuntansi bagi mereka. Pertimbangan seperti tidak adanya kesengajaan untuk memihak (bias) dan kejujuran penyajian (representational faithfulness) dianggap sebagai karakteristik yang perlu dalam system akuntansi yang andal. adalah sifat yang sangat penting dalam penetapan standar. Netralitas. kebenaran . Bagi yang lainnya. tidak semua yang mengacu pada kebenaran dalam akuntansi mempunyai definisi yang sama mengenai fakta. dengan kata lain. bahwa pelaporan suatu . Sayangnya.eresap di seluruh aspek akuntansi. Pertimbangan etika. Suatu penjualan harus diakui bila hak milik legal berpindah.menyarankan untuk memperoleh pendapat hokum (legal). Setiap konsep ini menemukan jalannya sendiri untuk sampai pada Kerangka Dasar Konseptual yang diciptakan FASB. Akan tetapi.

. tidak mengandung kebenaran. Sebagian orang berpendapat bahwa tujuan – tujuan ekonomi nasional menghendaki laporan akuntansi yang memungkinkan dan bahkan mendorong di bagikannya dividen yang lebih tinggi dan pengeluaran modal yang lebih besar dalam periode perekonomian yang lesu serta mengurangi investasi dalam periode inflasi. Salah satu dampak pendekatan ini adalah bahwa tujuan melaporkan penghasilan yang stabil dari tahun ke tahun mengesahkan digunakannya cadangan dan kebijakan penyusutan yang fleksibel. Akuntansi Sosial Korporasi pandangan mikroekonomi terhadap akuntansi tidak mesti mencakup semua pengaruh perusahaan pada masyarakat. sebelum penjualan. Pendekatan ini mengambil fundamennya dasar pemikiran (premis) bahwa informasi keuangan memiliki konsekuensi ekonomi yang tidak bisa dielakkan. seperti industry atau perekonomian nasional. Teori akuntansi modern yang berdasar pada mikroekonomi. oleh karenanya berfokus pada perusahaan sebagai satuan usaha ekonomi yang kegiatan utamanya mempengaruhi perekonomian melalui operasi pasar.  Pendekatan Ekonomi  Pendekatan Makroekonomi mencoba menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan alternative pada pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkatan yang lebih luas daripada perusahaan. beberapa Negara khususnya Swedia berupaya untuk mendasar konsep dan praktik akuntansi pada sasaran – sasaran makroekonomi. sebagai penghasilan biasa. Walaupun sebagian besar Negara melaksanakan kebijakan makro ekonomi melalui kebijakan moneter dan fiscal serta pengendalian langsung.taksiran kenaikan nilai aktiva. Mikroekonomi menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan alternative pada pengukuran ekonomi dan aktifitas ekonomi pada tingkatan perusahaan.

Teori – teori perilaku mencoba mengukur dan mengevaluasi pengaruh – pengaruh ekonomi. kecuali sejauh biaya – biaya itu ditanggung langsung oleh perusahaan melalui pemajakan dan regulasi. Focus dalam pendekatan ini adalah relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan dan prilaku berbagai individu atau kelompok sebagai akibat dari disajikannya informasi akuntansi.  Pendekatan Perilaku  Sebuah alternative selain pendekatan ekonomi adalah dengan mengandalkan diri pada pandangan – pandangan psikologi dan sosiologi dalam perkembangan teori akuntansi. dan masalah – masalah lainnya biasanya tidak dilaporkan oleh perusahaan . investor. Pendekatan perilaku terhadap teori akuntansi telah mendorong para akuntan akademisi maupun praktisi untuk mencari tujuan – tujuan dasar akuntansi. yang disajikan kepada mereka yang berada diluar perusahaan. biasanya dianggap mencakup para pemegang saham.  Pendekatan Struktural  Pendekatan klasik dalam akuntansi untuk menyelesaikan masalah – masalah seperti yang ditimbulkan ABC dapat disebut sebagai pendekatan yang structural karena pendekatan itu memfokuskan pada struktur system . psikologis. Pemakai terpenting laporan akuntansi. kondisi kerja yang tidak sehat. dan badan – badan pemerintah akan tetapi teor – teori perilaku juga memeprhitungkan pengaruh laporan eksternal pada keputusan manajemen dan efek umpan balik (feedback effect) dari tindakan para akuntan dan auditor. pengangguran. kreditor. dan sosiologis yang ditimbulkan oleh proseur – prosedur akuntansi alternative dan media pelaporan.Biaya polusi lingkungan.

Dengan metode deduktif.  Mengklarifikasikan Teori – Teori Akuntansi  Teori sebagai bahasa  Banyak yang menyebut akuntansi sebagai bahasa bisnis. para akuntan berharap dapat menyimpulkan prinsip – prinsip akuntansi yang akan menjadi dasar bagi penerapan yang konkrit atau praktis. Sintaksis penting dalam akuntansi karena idealnya suatu bagian informasi keuangan berhubungan secara logis dengan bagian lainnya. Pemikiran deduktif tujuan merupakan bagian yang penting dalam proses deduktif. mengupayakan adalah konsistensi dalam mencatat dan melaporkan transaksi. penerapan aturan – aturan praktis disimpulkan dari postulat dan bukan mengamati praktik. Dalam akuntansi. Pragmatic adalah ilmu tentang pengaruh bahasa . dan sintaksis juga penting dalam teori akuntansi. karena tujuan yang .  Teori sebagai pemikiran  Cara kedua untuk mengklasifikasikan bentuk perdebatan teoritis adalah dengan menanyakan apakah argumentasi – argumentasi itu mengalir dari hal – hal yang merupakan generalisasi menuju hal – hal yang spesifik (pemikiran deduktif) atau apakah mengalir dari hal –hal yang spesifik menuju generalisasi (pemikiran induktif).akuntansi itu sendiri. Walaupun bisa dikatakan bahwa hampir semua akuntansi sekarang orientasinya bersifat pragmatic. Semantic penting karena idealnya informasi keuangan memiliki kandungan ekonomi atau fisik yang disepakati baik oleh pihak pembuat maupun pemakain informasi itu. Dari postulat – postulat ini. semantic. Para akuntan mencoba untuk mengklarifikasikan transaksi – transaksi yang serupa dengan cara yang serupa atau lebih formalnya. hasil generalisasi itu sering kali disebut postulat. semantic adalah ilmu tentang makna bahasa : dan sintaksis adalah ilmu tentang logika atau tata bahasa.

dan menyimpulkan suatu generalisasi tentang kesatuan itu. jika salah satu postulat atau premis ternyata salah. Tujuan utama teori memberikan kerangka dasar bagi pengembangan ide-ide baru dan prosedur-produser baru. teori tidak mesti seluruhnya didasarkan seluruhnya pada konsep praktis atau bahwa teori itu dbatasi pada pengembangan prosedur yang benar – benar dapat dilaksanakan dan praktis menurut teknologi yang ada saat itu. Jika tujuan – tujuan ini tercapai. Metode yang lebih tepat untuk merumuskan logika dalam pemikiran deduktif ditemukan dalam pendekatan aksiomatik atau pendekatan matematis terhadap teori akuntasi. Misalnya akuntansi pajak berbeda dengan tujuan dasar akuntansi keuangan. Teori akuntansi yang mengumpulkan data keuangan untuk menarik kesimpulan dapat dianggap empiris. Dimulai dengan seperangkat contoh khusus. untuk menghasilkan dasar bagi aturan praktis. kesimpulannya juga bisa salah. menyatakan bahwa contoh – contoh ini mewakili suatu kesatuan yang lebih besar. Pemikiran induktif proses induktif terdiri atas penarikan kesimpulan umum dari hal – hal yang spesifik. Keunggulan pendekatan induktif adalah bahwa pendekatan ini tidak mesti . Simbol-simbol dalam bentuk metode model-model matematis yang menggunakan aljabar matriks atau logika simbolis.berbeda mungkin memerlukan struktur yang sama sekali berbeda dan menghasilkan prinsip yang berbeda. Ilmu pengetahuan yang mengandalkan pengalamn diberi istilah empiris. Salah satu kelemahan utama metode deduktif adalah bahwa. Terlalu jauh dari realitas untuk dapat menurunkan prinsip-prinsipyang realistis dan dapat dilaksanakan. serta untuk memberikan bantuan dalam menentukan pilihan – pilihan dia antara prosedur – prosedur alternative. Pada kenyataannya. Inilah salah satu alasan utama mengapa aturan-aturan untuk menentukan laba kena pajak berbeda dalam banyak hal dengan praktik yang berlaku umum untuk menentukan laba keuangan. banyak dari prinsip dan prosedur yang sekarang berlaku merupakan pedoman tindakan yang umum dan bukan aturan – aturan spesifik yang dapat diikuti dengan setepat – tepatnya dalam setiap kasus.

Hubungan – hubungan juga mungkin berbeda. Teori – teori normative.terbatas pada model atau struktur yang telah terbentuk sebelumnya. Teori – teori itu dikonfirmasikan hanya dengan logika. Kelemahan lain pendekatan induktif adalah bahwa. tergantung pada apakah teori itu memiliki kandungan empiris atau tidak. Karena teori – teori itu dimaksudkan untuk menyatakan sesuatu . Teori – teori deskriptif dievaluasi dengan dua cara yang berbeda. Teori – teori semantic merupakan teori – teori deskriptif yang mempunyai kandungan empiris. Semua teori haruslah baik secara logika. Teori – teori yang normative mencoba menentukan data apa yang harus dikomunikasikan dan bagaimana data harus disajikan berarti teori itu mencoba menjelaskan apa yang seharusnya dan buka apa yang sebenarnya disajikan. tetapi diluar itu sifa verifikasi akan tergantung pada sifat teori yang diverifikasi. Teori – teori yang deskriptif mencoba mengemukakan dan menjelaskan informasi keuangan apa yang disajikan dan dikomunikasikan kepada para pemakai data akuntansi serta bagaimana penyajian dan pengkomunikasiannya. dinilai dari kewajaran asumsi – asumsinya. sehingga sukar untuk melakukan generalisasi.  Verifikasi Teori Verifikasi dapat didefinisikan sebagai penetapan akseptabilitas. atau kebenaran suatu teori. data mentah kemungkinan berbeda untuk setiap perusahaan. Teori – teori sintaksis merupakan teori – teori deskriptif tanpa kandungan empiris. Kelemahan utama pendekatan induktif adalah bahwa para pengamat cenderung dipengaruhi oleh ide – ide di bawah sadar mengenai apa saja yang merupakan hubungan yang relevan itu dan data apa saja yamg harus diamati. Teori – teori normative dinilai dengan cara yang satu teori – teori positif dengan cara yang lain. dalam akuntansi.  Teori sebagai panduan (script)  Baik teori induktif maupun deduktif dapat bersifat deskriptif (positif) atau prespektif (normative). termasuk teori verifikasi itu sendiri.

Verifikasi teori – teori semantic dapat diperoleh melalui penelitian riset yang menentukan apakah pemakai informasi akuntansi memahami arti yang ingin disampaikan oleh penghasil informasi itu. Teori – teori pragmatic menekankan kegunaan akuntansi bagi para investor dan pihak – pihak lainnya. dalam konteks teori yang relevan. Dengan kata lain.  Kesimpulan Teori seperti yang tercantum dalam kamus Webster. melainkan kegunaannya. Definisi ini sengaja dibuat luas agar mencakup baik pandangan yang lebih tradisional mengenai teori sebagai kerangka acuan umum untuk mengevaluasi dan mengembangkan praktik – praktik akuntansi yang baik.tentang dunia nyata. Verifikasi teori – teori itu tidak terlalu tergantung pada kebenarannya melainkan pada nilai – nilai teori itu bagi pemakai. Pengujian teori – teori deskriptif seringkali dilakukan dalam bentuk ramalan (prediksi). dan pragmatis yang membentuk suatu kerangka acuan umum untuk menyelidiki sifat akuntansi. kita tidak memverifikasikan teori akuntansi pragmatic itu sendiri. maupun pandangan yang lebih modern mengenai teori sebagai kerangka acuan umum yang digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan praktik akuntansi. teori akuntansi dapat didefinisikan sebagai seperangkat koheren prinsip – prinsip yang hipotesis. Misalnya teori gravitasi memungkinkan para ilmuwan meramalkan bagaimana pergerakan benda – benda saat jatuh dan pengujian dapat dilakukan. konseptual. . kebenarannya tergantung pada pengamatan.

Kongres tidak menciptakan suatu system informasi yang baru. Catatan pertama mengenai system tata buku berpasangan yang lengkapa pertama kali di temukan dalam catatan – catatan kota Genoa. seperti yang kita kenal sekarang. Italia untuk tahun 1340. sudah ada. kita tahu bahwa system tata buku berpasangan secara bertahap mulai muncul selama abad ke – 13 dan ke – 14 di beberapa pusat perniagaan di Italia bagian utara. Ketika kongres memerintahkan dibentuknya Securities and Exchange Commission di tahun 1934 untuk mengatur akuntansi. Namun. hampir semua mesin pembukuan. Pada tahun 1949. ketika buku Pacioli terbit. sebaliknya Kongres hanya .Bab 2 Empat Ribu Tahun Sejarah Akuntansi  Masa Renaisans  Kita tidak tahu siapa yang menciptakan akuntansi.

Piramuda – piramida megah Mesir yang tertua di antaranya dibangun 4000 tahun .mencoba mengatur system yang sudah tumbuh sendiri selama lebih dari lima abad. Kata asalnya berasal dari bahasa Latin adalah credere yang disingkat menjadi cr yang digunakan dalam ayat jurnal. akun. buku besar. agaknya telah menciptakan system – system akuntansi yang memadai tanpa bantuan intervensi pemerintah. timbul satu pertanyaan mengenai apakah intervensi ini benar – benar perlu. Dinasti Shang di Cina sudah ada sejak tahun 1600 SM.  Peradaban Awal  Jauh sebelum peradaban Eropa berkembang. Kredit datang dari akar kata yang sama dengan creed yang berarti sesuatu yang dipercaya. Sebagian dari warisan masa Renaisans adalaha perbendaharaan kata yang kaya. neraca. neraca saldo. Karena manajemen. yang disingkat menjadi dr yang dipakai dalam ayat jurnal. yang hampir semuanya berasal dari periode ini.  Asal Mula Istilah – Istilah dalam akuntansi  Debet. kreditor. perekonomian yang canggih telah muncul di Timur Tengah dan Timur Jauh. debnture. smentara catatan – catatan mengenai kebudayaan yang canggih di India berasal dari tahun 2300 SM. debere yaotu berhutang. ayat jurnal. dan laporan laba rugi semuanya berasal dari masa Renaisans. Sejarah akuntansi dengan cepat memeperlihatkan bahwa kebudayaan kita hampir seluruhnya merupakan deviasi dari kebudayaan – kebudayaan lain. dengan bantuan para akuntan manajemen. debtor. dan debit misalnya semua yang diturunkan dari kata dasar. Oleh karena itu. Seperti debt. kredit. akuntansi bisa saja mengaku sebagai silsilah yang sama mulainya seperti banyak seni liberal lainnya.  Antesden – Antesden Akuntansi  Kisah akuntansi ini mengungkapkan bagaimana kosmopolitannya nenek moyang kita. Kisah ini juga akan menekankan fakta bahwa umat manusia melakukan langkah – langkah intelektual dan social yang paling agung dalam masa – masa penuh damai dan tenggang rasa. Kata itu juga berarti orang yang dipercaya seseorang seperti.

jatuh sakit. dari kekhalifahan Abassiyah. Di sana. Biara ini didiami oleh pengikut Nestorius. ilmu pengetahuan Yunani terselamatkan juga. Alexander Agung membangun kota Alexandria. Pada tahun 235 SM perpustakaan itu sudah menampung 500.000 manuskrip. Tanda terima diberikan kepada para petani dengan menggambar banyaknya gandum pada dinding rumah para petani itu. Ke . Para pengikut Nestorius ini telah membawa salinan – salinan sejumlah manuskrip kuno dalam pelarian mereka dan karenanya.  Pengaruh Bangsa Arab  Tahun 765 para pemimpin Islam. Hasilnya adalah dibangunnya pusat pengetahuan terbesar dalam millennia pertama itu di Bagdad. yang di masa Irak modern disebut Bagdad. Para arkeolog juga yakin bahwa kepingan tanah liat yang berlimpah di daerah Mesopotamiajuga digunakan untuk keperluan akuntansi. memindahkan ibu kota kerajaan Islam ke sebuah kota yang baru didirikan.yang lalu. pada awal abad ke – 2 Claudius Ptolemeus. para petani Mesir di tepian sungai Nil membayar para juru tagih dengan gandum dan rami untuk pemakaian air irigasi. mantan Kepala Biara Konstantinopel yang dibuang oleh Dewan Euphesus di tahun 431 karena mengajarkan ilmu klenik. dalam salah satu takdir yang penuh teka – teki yang mengubah hidup kita. menemukan biara Jundi Shapur. Di sanalah. salah seorang cendekiawan terhebat di dunia mengembangkan teori astrologi. hampir secara ajaib. dalam upaya mencari obat. tempat didirikannya perpustakaan yang paling luar biasa dalam dunia kuno. Banyak catatan akuntansi berasal dari masa – masa yang sangat dini ini. khalifah kedua Al – Mansur. sebagian orang bahkan mengklaim bahwa orang – orang Romawi sudah mengenal konsep penyusutan. Misalnya. Para anggota istananya. System akuntansi yang canggih tampaknya sudah ada di Cina sejak tahun 2000 SM dan referensi – referensi menunjukkan bahwa bangsa Cina sudah mengenal baik tata buku berpasangan yang berkembang di Roma pada masa awal Masehi Yang Lebih Kontroversial.

Karena wabah pes di Erop[a system feudal runtuh ketika para . Suatu efek samping yang tragis dari peningkatan perdagangan ini adalah mudahnya penyakit menyebar di dunia. menggambarkan sebuah kompas yang digunakan di Cina. Di sekolah ini Musa Al – Khwarizmi. menjadi pusat pembuatan kertas di benua Eropa. Tidak lama kemudian. Dalam pertempuran Samarkan di tahun 751. Tidak sampai satu abad kemudian. menulis bukunya Al – Jabr Wa’l Mugabala. Layar ini. bala tentara Arab merebut sebuah pabrik kertas dari orang – orang Cina. Dari buku inilah kita menurunkan istilah aljabar. Pada tahun 1180 Alexander Neckham. Xativa. saudara angkat Raja Richard dan kepala biara Cirencester.  Kemajuan Teknologi dan Perubahan Sosioekonomi  Daerah – daerah Timur memeberi lebih banyak dari sekedar buku. serta kemudi yang terletak di buritan. Mesiu yang ditemukan oleh bangsa Cina di abad ke – 9. mewajibkan penggunaan kompas sebagai navigasi. Alfonso yang Bijak. sebuah kota kecil di Valencia. Kemajuan terbesar yang ditemukan adalah layar segitiga yang dikenal sebagai layar lateen. dieksploitasi demi keperluan perang oleh bangsa mongol dan tidak lama kemudian memasuki Eropa. yang mungkin diturunkan bangsa Cina melalui bangsa Arab. memungkinkan diciptakannya caravel (sejenis kapal layar kecil) bangsa Portugis. ahli matematika Arab terbesar dan ahli perpustakaan khalifah yang sakit.lembaga itulah orang – orang Arab membawa dari India salah satu penemuan terbesar dalam pemikiran manusia : konsep nol. Yang menjadi pusat karyanya adalah penemuan konsep nol oleh bangsa India dan bersamaan dengan itu gagasan mengenai nilai tempat (place value) yang memungkinkan para cendekiawan India mngembangkan system numeric yang kita gunakan sekarang. yang tahun 1250 menggantikan layar segiempat orang – orang Roma. Karena ditemukannya layar lateen memungkinkan pelayaran sepanjang tahun yang tadinya tidak mungkin dilakukan. Raja Spanyol atas Castile dan Leon.

yang ia sebut antesden bertemu.  Ikhtisar Antesden  Dalam dunia seperti inilah akuntansi melihat kelahirannya.  Debet dan Kredit  Tetapi mengapa konsep tata buku berpasangan? Konsep dualitas yang begitu sering digunakan untuk menjelaskan ayat berpasangan hanya mengharuskan diakuinya dua sisi dalam setiap transaksi. dan beban dalam melakukan pekerjaan mereka. dan penggunaan uang secara luas sebagai denominator umum. Seperti yang disebut Littleton. masa itu adalah masa saat sejumlah peristiwa. perkembangan aritmatika. Salah satu efek samping dari wabah itu adalah kenaikkan besar – besaran dalam biaya pembuatan manuskrip akibat begitu banyaknya kaum terpelajar dalam masyarakat yang meninggal. Hal ini dapat dilakukan sama mudahnya dengan satu kolom dengan menggunakan tanda tambah dan kurang seperti dalam dua kolom menggunakan debet dan kredit. pada saat itu mereka belum mengenal angka negative. ekuitas. akun bentuk T diciptakan untuk menunjukkan kenaikan pada sisi yang satu dan pengurangan di sisi yang lain. dan akumulasi modal. Fakta yang aneh adalah walaupun penemu – penemu akuntansi mempunyai konsep – konsep seperti uang. Suatu perekonomian berdasarkan uang mulai menggantikan kewajiban lama yang berdasarkan kelas masyarakat. Perangkat lainnya bersifat kelembagaan dan mencakup konsep property pribadi. Oleh karenanya. perkembangan kredit. usaha patungan dan persekutuan. . Perangkat antesden yang satu merupakan kemampuan berekspresi: seni menulis. sebagai lembaga – lembaga untuk memudahkan akumulasi dan penggunaan modal. Dari antesden – antesden ini. mungkin merupakan pengaruh terkuat dalam penciptaan kebutuhan akan konsep satuan usaha akuntansi dan kebutuhan untuk menghitung laba.petani meninggalkan tanah mereka untuk mencari upah yang lebih tinggi.

 Era Eksplorasi  Era eksplorasi dipicu oleh besarnya kekuatan kota – kota Itali.  Revolusi Industri  Era stagnasi diakhiri dengan perkembangan kedua dalam arti penting akuntansi dalam periode ini: dimulainya Revolusi Industri. kota – kota Itali mulai menurun baik secara politis maupun sebagai pusat – pusat perdagangan. Jadi wajar saja jika system tata buku berpasangan Italia menyebar ke Negara – Negara lain. Dengan ditemukannya Dunia Baru dan dibuka rute – rute perdagangan baru. pusat perdagangan pindah ke Spanyol dan portugis dan kemudian ke Antwerpen dan Belanda. yang akan berperan penting dalam akuntansi. Perusahaan – perusahaan ini dapat dipandang sebagai perluasan commenda Itali san cikal bakal korporasi modern. South Sea Bubble. Perusahaan – perusahaan saham bersama segera tiba pada akhir yang spektakuler. Kebutuhan finansial petualangan – petualangan para penjelaja besar ini membawa dalam perkembangan perusahaan saham bersama. yang menghalangi partisipasi bagian Eropa selebihnya dalam perdagangan di Mediterania. Kesempatan yang ada menarik kerumunan investor yang berkumpul untuk ikut serta dalam masalah – masalah baru. Asal mulanya . Bangsa Portugis menunjukkan jalan dengan menelusuri pantai Afrika dalam caravel – caravel mereka yang rapuh. Perusahaan Saham Bersama (joint stock company). Hanya ada sedikit kesempatan investasi pada awal abad ke – 18. Era Stagnasi  Dimulai pada abad ke – 15. Perusahaan yang paling terkenal adalah South Sea Company yang dibentuk untuk menggeruk laba dari perdagangan budak antara Afrika dan Amerika Selatan. sehingga menyebabkan harga saham berlipat dua atu bahkan tiga.

Oleh karena itu. . meningkat pula kebutuhan akan system akuntansi biaya. dan selanjutnya memungkinkan masyarakat menikmati gizi dan kesehatan yang lebih baik. Dampaknya bagi akuntansi bersifat langsung dan tidak langsung. para spesialis akuntansi mulai menampakkan diri.mungkin terjadi dalam periode saat cuaca di Inggris sedang bagus. Bersamaan dengan itu. Pada awal abad ke – 19. Bangkitlah kegiatan manufaktur untuk memenuhi permintaan ini dan penemuan – penemuan mulai mengubah tempat kerja. yang menghasilkan serangkain panen yang baik dan menyebabkan harga makanan turun. Dan pada tahun 1854 dibentuklah Society Of Accountants di Edinburgh berdasarkan piagam kerajaan yang member hak pada akuntan untuk menyebut diri mereka sebagai “chartered accountants”  American Institute of CPAs  Industrialisasi di Amerika diiringi oleh besarnya aliran modal yang masuk dari luar negeri dan khususnya dari Inggris Raya.  Bangkitnya Profesi Akuntansi  Dengan dimulainya Revolusi Industri. wajar saja bila para akuntan Inggris sampai ke Amerkia Serikat sebagai auditor. sehingga menyebabkan konsep penyusutan semakin penting. kesadaran akan dasar – dasar kebersihan pribadi telah menurunkan wabah stelah empat abad yang dipenuhi kematian. Edinburgh memimpin. baru ada kurang dari 50 akuntan public yang tercatat dalam daftar seluruh kota besar di Inggris dan Skotlandia. kekuatan ekonomi terkemuka pada saat itu. Pada tahun 1887. datangnya system pabrik dan produksi massa menyebabkan aktiva tetap mempunyai porsi yang cukup besar dalam proses produksi dan distribusi. Misalnya. Dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi manajemen mengenai biaya produksi dan biaya yang harus ditetapkan dalam penilaian persediaan. dengan memasukkan tujuh akuntan dalam daftar anggota dewan kota tahun 1773.

walaupun jumlahnya kecil. untuk mendukung pendapat mengenai kondisi keuangan dan kemajuan perusahaan tersebut. Dr.  American Accounting Association  American Association of University Instructors in Accounting dibentuk dalam tahun 1916. AAA mensponsori dua jurnal utama yang lebih tua yaitu The Accounting Review dan accounting Horizons. Stuart C. yang mengelola pendidikan yang diperlukan untuk menempuh ujian – ujian untuk mendapatkan Certificate of Management Accounting (CMA). mengembangkan prinsip dan standar akuntansi serta mencoba mendapatkan dukungan dalam praktik. Macleod. Sekretarisnya selama bertahun – tahun. Pada tahun 1972 NAA membentuk Institute of Management Accounting. Tujuan mereka adalah melihat laporan – laporan keuangan yang cukup seragam dan dapat di pahami. Pendekatan yang umum dari komite eksekutifnya adalah mengajukan prinsip yang umum dan mendasar yang dapat menjadi dasar laporan keuangan. telah cukup percaya diri untuk membentuk American Association of Public Accountants.  National Association of Accountants  NAA dibentuk tahun 1919 untuk mewakili kepentingan para akuntan manajemen. Asosiasi ini juga menerbitkan jurnal bulanan yang disebut Management Accounting. dan mengganti namanya pada tahun 1935 menjadi American Acccounting Association ( AAA). Sejak awal organisasi ini mencoba mendorong dan mensponsori riset. cikal bakal American Institute of Certified Public Accountants modern dengan Journal Of Accountancy sebagai publikasi pembawa benderanya. bersikeras bahwa NAA haruslah terutama menjadi wahana pendidikan. . dan sampai sekarangpun masih demikian.

. Bab 5 Kerangka Dasar Konseptual  Hirarki Unsur – Unsur  Tujuan adalah sesuatu ke arahnya upaya diarahkan. suatu sasaran. Tak diragukan lagi ada berbagai instrument keuangan yang akan membuatanya bingung tetapi seklai dijelaskan bahwa instrument – instrument itu hanyalah bentuk – bentuk kredit baru yang harus dimasukkan. Para pemorgraman kemudian dengan setia mencoba merefleksikan ide – ide abad pertengahan ini pada layar computer modern. Masa Depan akuntansi  Dalam masa 500 tahun sejak Pacioli menulis bukunya. Akuntasni harus berpegang pada penemuan – penemuan baru yang berjanji akan mengubah pelaopran keunagan seperti yang kita lakukan sekarang. Tujuan ini adalah subyek dari SFAC1. Pacioli akan merasa senang jika ia melihat system akuntansi yang ada sekarang.  Informasi yang dibutuhkan mencakup identifikasi kategori yang luas dari informasi akuntansi keuangan yang dibutuhkan oleh pemakai. akuntansi itu sendiri sebenarnya tetap konstan. suatu arahan atau akhir tindakan.

 Interpretasi menjernihkan. Kesulitan utama dengan penekanan pada proses akuntansi dan struktur pelaporan tradisional adalah bahwa istilah – istilah akuntansi seperti laba bersih.  Praktik adalah sasaran untuk mencapai tujuan – tujuan dasar sari laporan keuangan.  Tujuan – Tujuan Akuntansi  Pendekatan awal untuk mendefinisikan tujuan – tujuan akuntansi berfokuspada perhitungan dan penyajian laba bersih yamg dihasilkan dari aturan realisasi dan penandingan tertentu dengan neraca yang menghubungkan periode kini ke periode mendatang. Karakteristik kualitatif adalah cirri – cirri informasi akuntansi yang cenderung untuk menambah keuangannya.  Standar merupakan pemecahan umum atas masalah – masalah akuntansi keuangan. seperti biaya historis. penekanannya adalah pada proses pengumpulan data dan format laporan keuangan. menjelaskan. sedikit atau tidak . pendapatan. dan pengukuran – pengukuran. atau menguraikan secara panjang lebar standar akuntansi dan pelaporan sebagai suatu alat bantu bagi penerapannya dalam praktik akuntansi.  Fundamental adalah konsep – konsep dasar yang mendasari pengukuran transaksi dan kejadian dan mengungkapkannya dalam cara yang berarti bagi pemakai informasi akuntansi. Karakteristik kualitatifnya dapat diharapkan :  Dapat bertahan terhadap pengujian waktu  Pervasive yaitu berlaku bagi semua satuan usaha akuntansi  Dapat diterapkan yaitu mampu diterapkan dan peka terhadap pengujian tujuan. Oleh karena itu.

Jenis argumentasi lain melihat akuntansi sebagai “suatu senjata ideologisdalam konflik social mengenai distribusi pendapatan dan kesejahteraan. Untuk menyatakan hal – hal di atas dalam nilai uang sebagai satuan umum. 5. Masalah yang ditimbulkan adalah bahwa mereka gagal membuat penyempurnaan dalam akuntansi. misalnya menetapkan tujuan – tujuan umum pelaporan keuangan sebagai ketentuan dari informasi keuangan yang dapat diandalkan mengenai sumber dan kewajiban ekonomi dari suatu usaha. memberi penekanan utama pada pendekatan pragmatic. Penataan penyusunan standar di Amerika Serikat. 2. 1 menyatakan tujuan akuntansi adalah : 1. ditujukan . Accounting Research Study No. FASB. meski tidak menolak pendekatan semantic atau sintaktik. Untuk menetapkan perubahan itu pada periode waktu yang dapat ditemtukan. 4. Kesulitan dasar dari penerapan tujuan – tujuan semantic adalah ketidakmampuan untuk mendefinisikan hal itu cukup jelas untuk memungkinkan kesepakatan baik pada pemilihan unsure yang tepat yang dicakup. Untuk mengukur perubahan dalam sumber daya. 3. APB Statement No. Untuk mengukur sumberdaya yang dimiliki oleh satuan usaha tertentu.mempunyai makna penafsiran pada fenomena dunia nyata. 4. dan di Negara lain. Untuk menunjukkan tuntutan – tuntutan terhadap dan kepentingan dalam satuan usaha tersebut. atau pun pada pengukurannya. Pendekatan semantic yang berfokus pada pengukuran dan pelaporan kekayaan dalam istilah yang akrab bagi seorang ekonom. Dalam nada yang sama. tuntutan dan kepentingan tersebut.” Ini menyatakan bahwa memutuskan siapa yang harus di umtungkan dalam penyiapan laporan keuangan adalah pertanyaan politis disamping teknis.

Yang lain membela pekerja.  Kelompok Pemakai  Masalah pertama adalah mendefinisikan kelompok pemakai utama. banyak manajer organisasi nirlaba merasa proses penetapan standar membias ke arah tujuan dari perusahaan yang mencari laba. Tujuan pelaporan keuangan seharusnya tidak menyediakan informasi untuk investor dengan kewenangan dan kemampuan terbatas.untuk melindungi kepentingan public. investor lain. Demekian pula. atau pelanggan. kredit. tetapi lebih untuk membuat informasi yang tersedia bagi public yang sebaliknya bisa digunakan untuk memperoleh laba monopoli oleh mereka yang mempunyai akses pada informasi rahasia atau dari dalam. dan keputusan sejenis. atau public. atau untuk sejumlah besar informasi. Beberapa beragumentasi bahwa ini adalah manajemen itu sendiri. Ada juga perbedaan dalam kelompok – kelompok. Berbagai sudut pandang ini menunjukkan keinginan untuk penyajian laporan uang berbeda untuk pemakai yang berbeda. Mereka menyimpulkan dari asumsi – asumsi mereka mengenai kelompok pemakai utama bahwa pelaporan keuangan harus berguna untuk pengambilan keputusan investasi. dan kreditor adalah pemakai utama akuntansi.  Tujuan Pemakai  Setiap kelompok pemakai dapat mempunyai tujuan yang berbeda untuk pelaporan keuangan. maka public memerlukan pertimbangan yang lebih penuh dalam penentuan tujuan – tujuan akuntansi. FASB berpendapat bahwa pemegang saham. yang banyak diantaranya mungkin tidak relevan bagi pemakai tertentu.  Akuntabilitas  Namun kesulitan lain dalam penetapan tujuan – tujuan yang tepat untuk pelaporan keuangan adalah bahwa pemakai hanyalah satu sisi dari persamaan .

Karena itu kedua pihak harus mempertimbangkan dalam transmisi informasi tersebut. Board membedakan antara kualitas khusus – pemakai dan khusus – keputusan. Informasi mempunyai potensi untuk memepengaruhi perilaku baik pemakai maupun pemasoknya. sifat pemakai adalah penentu kunci dalam memeutuskan informasi apa yang diberikan. informasi yang relevan adalah informasi yang mempunyai hubungan dengan masalah yang dihadapi. .  Manfaat dan Biaya  Informasi harus bermanfaat – biaya yaitu. Jadi. Informasi dapat mempunyai hubungan sedikitnya dalam tiga cara : mempengaruhi tujuan. Meskipun kelihatannya sederhana. Di pihak lain. Pada dasarnya. manfaatnya harus melebihi biayanya. dengan mempengaruhi pemahaman. karakteristik ini diklasifikasikan sebagai khusus – pemakai.  Karakteristik Kualitatif  Karakteristik kualitatif pada mulanya didefinisikan sebagai sifat informasi yang penting agar membuatnya berguna.  Relevansi  Relevansi telah didefinisikan secara beraneka ragam. Karena intelektualitas atau dapat dimengertinya informasi yang diajukan tergantung pada sifat pemakai. karena semua pemakai menginnginkan informasi yang tepat waktu.informasi. dan dengan mempengaruhi keputusan. Informasi lain bersifat khusus bagi keputusan tertentu. analisis manfaat – biaya informasi akuntansi sangat sulit dilakukan: bahkan tidak mungkin. Klasifikasi yang pertama memfokuskan pada kualitas – kualitas yang berhubungan dengan pemakai. karakteristik seperti ketepatan waktu tidak bergantung pada pemakai.

Agar data akuntansi relevan dengan pengambilan keputusan oleh investor. Sebelum uji kemampuan peramalan dapat diterapkan.  Nilai Umpan Balik  Informasi juga mempunyai peran penting dalam menguatkan atau mengkoreksi harapan – harapan sebelumnya. Pada intinya ini merupakan syarat mutlak akan tetapi bukan tujuan akhir. Pendekatan normative mempunyai manfaat yaitu memberikan kebebasan untuk memilih prosedur akuntansi dan data akuntansi alternative yang sebelumnya tidak dilaporkan. harus ada beberapa pengetahuan mengenai model keputusan apa yang digunakan atau . hal itu harus menyediakan masukan ke dalam model keputusan investor. Karena itu. Informasi megenai hasil dari satu keputusan seringkali merupakan masukan kunci dalam pengambilan keputusan berikutnya. . sulit mengevaluasi pengaruh data atau prosedur akuntansi alternative. Sulit untuk menentukan kapan tercapainya karena tujuan bersifat subjektif. Kesulotan utama dalam penggunaan model deskriptif adalah investor dibatasi oleh informasi yang disediakan bagi mereka.  Relevansi semantic : tercapai bila penerima informasi memahami arti sesungguhnya informasi yang dilaporkan. Tujuan Relevansi : tercapai bila informasi memungkinkan tujuan dari pengguna dapat dicapai. Informasi jenis ini seringkali disebut umpan balik.odel keputusan apa yang seharusnya digunakan investor.  Nilai Peramalan  Konsep nilai peramalan diturunkan dari model penilaian investasikan yang didefinisikan oleh FASB sebagai kualitas informasi yang membantu pemakai untuk meningkatkan kemungkinan peramalan dengan benar hasil kejadian masa lalu atau sekarang.  Relevansi keputusan : tercapai bila fasilitas keputusan informasi dibuat untuk pemakai.

yaitu hal itu haris tersedia bagi pengambil keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya untuk mepengaruhi keputusan. Oleh karena itu. Dapat Diuji . peringkasan. Data dapat didefinisikan sebagai pengukuran atau deskripsi dari obyek atau kejadian. 2. mengkomunikasikan pesan bagi pengambilkeputusan yang mempunyai nilai yang lebih besar daripada biayanya dan secara potensial menimbulkan tanggapan bagi si pengambil keputusan. didefinisikan dalam SFAC 2 sebagai . Kejujuran Penyajian ( Representational Faithfulness)  Jika seseorang bergantung pada informasi. Informasi harus menguramgi ketidakpastian. Akumulasi. sangat penting bagi informasi tersebut untuk melaporkan secara jujur fenomena yang dimaksudkan untuk dinyatakan. Ketepatan waktu tidak menjamin relevansi. Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang mempunyai pengaruh mengejutkan pada si penerima. Ketepatan waktu : informasi tidak relevan jika tidak tepat waktu.  Keandalan : keandalan khusus – keputusan utama lain. tetapi relevansi tidaklah mungkin tanpa ketepatan waktu. Keandalan. kualitas informasi yang menjamin bahwa informasi secara wajar bebas dari kesalahan dan bias dan secara jujur menyajikan apa yang dimaksudkan untuk dinyatakan. ketepatan waktu adalah batasan penting pada publikasi laporan keuangan. Informasi. dan Data : konsep relevansi memungkinkan seseorang membuat perbedaan yang berguna antara informasi dan data. menurut FASB adala suatu fungsi dari : 1. dan penyajian selanjutnya informasi akuntansi harus dilakukan secepat mungkin untuk menjamin tersedianya informasi sekarang di tangan pemakai. Kesesuaian atau persetujuan antara suatu ukuran atau deskripsi dan fenomena yang dimaksudkan untuk digambarkan (beberapa menyebutnya keabsahan).  Relevansi .

Menguji berarti menetapkan kebenarannya. Jadi. Maka daya banding didefinisikan sebagai kualitas infromasi yang memungkinkan pemakai untuk mengidentifikasikan kesamaan dan perbedaan antara dua set fenomena ekonomi. Kenetralan berarti bahwa seseorang tidak memihak pada suatu hasil yang ditentukan lebih dulu. diasumsikan tidak adanya penilaian subyektif dan pengaruh pribadi. Kemampuan melaui consensus di antara para pengukur untuk menjamin bahwa informasi itu menyajikan apa yang dimaksudkan untuk dinyatakan atau bahwa metode pengukuran yang dipilih telah digunakan tanpa kekeliruan atau bias. Maka bebas dari bias berarti kemampuan prosedur pengukuran untuk memberikan suatu deskriptif akurat dari atribut yang dipertimbangkan itu.  Daya Banding  Board menyatakan bahwa keguanaan informasi ssangat besar apabila hal itu dinyatakan dalam suatu cara sehingga seseorang dapat membandingkan satu satuan usaha dengan yang lain – atau dengan satuan usaha yang sama sepanjang waktu. Kenetralan  Bias adalah kecenderungan dari suatu ukuran untuk jatuh lebih sering pada satu sisi daripada sisi yang lain daripada sisi yang lain yang dimaksudkan cenderung jatuh secara sama pada masing – masing sisi. . 3. Kata verify (menguji atau membuktikan) diturunkan dari kata Latin berus yanga artinya kebenaran. Istilah kenetralan sangat berhubungan. tetapi tidak identik bebas dari bias.

perbaikan kesalahan dalam laporan sebelumnya. Yaitu. Akuntansi untuk biaya penelitian dan pengembangan adalah suatu contoh keseragaman kaku dalam akuntansi. Sifat dasar materialitas adalah mungkin bahwa penilaian dari orang rasional yang megandalkan pada laporan itu akan diubah atau dipengaruhi oleh pemasukan atau koreksi dari pos itu. yang memungkinkan perlakuan berbeda menurut tingkat probabilitas. Tetapi materialitas juga telah digunakan dalam pengertian positif untuk menentukan apa yang harus diungkapkan untuk pemakaian umum.  Materialitas  Konsep relevansi menyiratkan bahwa semua informasi harus disajikan yang dapat membantu dalam memprediksi jenis informasi yang dibutuhkan dalam proses keputusan atau mungkin membantu secara langsung dalam pengambilan keputusan. atau pada beberapa sarana pengungkapan data yang dikualifikasikan dan penjelasan atau kualifikasi data yang relevan.1. Materialitas bisa juga dilihat sebagai suatu kendala yang ditentukan oleh ketidakmampuan pemakai spesifik untuk menagani sejumlah besar rincian. diberikan sebagai suatu contoh keseragaman terbatas dalam akuntansi. yang tidak tertentu. informasi bisa dianggap material (sehingga pengungkapan diperlukan) jika pengetahuan dari informasi ini dapat berarti penting bagi pemakai laporan akuntansi.  Fundamental . Akuntasnsi untuk kerugian bersyarat. 2. Konsistensi : konsistensi dalam penggunaan prosedur akuntansi sepanjang waktu disyaratkan karena kesulitan pembuatan prediksi berdasarkan data seri – waktu yang tidak diukur dan diklasifikasikan dalam cara yang sama sepanjang waktu. Materialitas bisa berhubungan dengan pentingnya perubahan nilai. Keseragaman : istilah keseragaman (uniformity) menyiratkan bahwa kejadian yang sama diperhitungkan kesamaannya.

satu triwulan. Suatu langkah logis untuk mengakui bahwa satuan usaha harus dipandang sebagai tetap beroperasi secara tidak terbatas dalam keadaan normal (postulat kelangsungan hidup usaha). seperti konsolidasi dari beberapa perusahaan yang saling berhubungan. satu divisi dari perusahaan itu atau perusahaan super.  Periodositas  Konsep periodisitas merujuk pada kenyataan bahwa akuntan mengukur laba sepanjang periode calendar yang biasa. dan melaksanakan kegiatan ekonom. Pentingnya konsep ini berdasar pada kenyataan bahwa laba relative mudah diukur sepanjang seluruh masa hidup suatu proyek – secara umum. laba seumur hidup proyek . Alasan memasukkan konsep kelangsungan hidup dalam serangkaian fundamental umumnya adalah untuk mendukung teori manfaat dari penilaian. Satu pendekatan pada definisi satuan usaha akuntansi adalah menentukan unit ekonomi yang mempunyai kendali atas sumber daya. Satuan Usaha  Definisi satuan usaha (entity) akuntansi penting karena ia mendefinisikan bidang kepentingan dan dengan demikian mempersempit kemungkinan obyek kegiatan dan karakterisitik mereka yang bisa dipilih untuk dimasukkan dalam laporan keuangan. atau dalam beberapa kasus untuk mendukung penggunaan biaya historis sebagai lawan nilai likuidasi. seperti satu tahun . menerima tanggung jawab umtuk membuat dan melaksanakan komitmen.  Kelangsungan Hidup Usaha  Suatu asumsi yang pada umumnya dibuat mengenai sifat satuan usaha akuntansi yang relevan adalah bahwa kebanyakan unit ekonomi diorganisasikan untuk beroperasi sepanjang suatu periode waktu yang tidak terbatas. atau satu bulan. Konsep satuan usaha dapat mencakup perusahaan legal.

Untuk mengerti konservatisme dalam akuntansi.  Unit Moneter  Meskipun data akuntansi tidak terbatas pada pengukuran dalam satuan unit moneter.  Ketidak – pastian dan Konservatisme  Ketidak pastian dalam akuntansi timbul dari dua sumber utama. Istilah konservatisme umumnya digunakan untuk mengartikan bahwa akuntan harus melaporkan yang terendah dari beberapa nilai yang mungkin untuk aktiva dan pendapatan dan yang tertinggi dari beberapa nilai yang mungkin untuk kewajiban dan beban. asumsi harus dibuat mengenai logika alokasi – alokasi ini berdasarkan harapan masa datang. Sangat sulit menentukan laba sebelum akhir proyek. Batasan atau kendala yang paling serius adalah karena kenyataan bahwa nilai unit moneter tidak stabil sepanjang . Konsep konservatisme adalah suatu kendala pada penyajian data yang sebaliknya mungkin dapat diandalkan dan relevan.sama dengan kas yang diperoleh sepanjang masa hidup proyek. laporan akuntansi secara tradisional mencakup terutama informasi keuangan. jika memang benar – benar ada. Karena alokasi sringkali dibuat antara masa lalu dan sekarang. Salah satu argument konservatisme adalah bahwa kecenderungan akuntansu terhadap pesimisme dianggap penting untuk mengimbangi optimisme yang berlebihan dari manajer dan pemilik. Kedua pengukuran akuntansi seringkali diasumsikan merupakan pernyataan moneter mengenai kekayan yang mensyaratkan taksiran jumlah masa datang yang tidak pasti. Pertama. kita harus mencoba untuk memahami kondisi – kondisi yang menyebabkannya dan menunjukkan unsure kebenaran dalam kendala itu. Batasan umum ketidakpastian telah berlaku dasar bagi konsep akuntansi tradisional konservatisme. akuntansi umumnya berhubungan dengan satuan usaha yang diharapkan mempunyai kelangsungan hidup di masa yang akan datang.

Kendala pengukuran dari ketidakstabilan unit pengukuran memerlukan beberapa modifikasi dalam penggunaan harga pertukaran dari periode waktu yang berbeda yang dinyatakan dalam satuan uang.waktu. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful