TUGAS INDIVIDU FENOMENA STRATEGI KETRAMPILAN BERPIKIR DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

DOSEN . Dr.Budi Rahardjo,M.S.

Disusun oleh Endang Suminarni NIM.1005136353

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM MAGISTER KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN 2011

1

Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika

Latar Belakang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. bentuk soal dan pelaksanaannya. serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 2 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Dalam system penilaian mencakup jenis ujian. pengetahuan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan. pengelolaan dan pelaporan hasil ujian.FENOMENA STRATEGI KETRAMPILAN BERPIKIR DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BAB I PENDAHULUAN A. kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran.

Dengan kata lain kompetensi lulusan yang merupakan kualifikasi kemampuan lulusan mencakup sikap. Bagaimanakah penggunaan system penilaian di sekolah ? BAB II PEMBAHASAN 1. pengetahuan.Sampai saat ini masih banyak lembaga pendidikan mulai dari tingkat terbawah hingga yang tertinggi masih menerapkan cara-cara kuno dalam praktek pembelajarannya. Permasalahan 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan berpikir? 2. melainkan hanya akan menghasilkan individu-individu otomatis yang melakukan pekerjaan-pekerjaan biasa. Sebagai sebuah proses yang cukup kompleks. sangat sulit menghasilkan individu-individu yang mampu mengembangkan diri sesuai dengan potensinya. Bagaimanakah penggunaan keterampilan berpikir dalam proses belajar Fisika ? 3. dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang tertuang dalam Standard Kompetensi Lulusan ( SKL ) sulit tercapai. B. Dengan pola pembelajaran seperti ini. Model pembelajaran tersebut biasanya dicirikan dengan praktek pengajaran dimana para pelajar dikondisikan hanya menelan informasi yang disampaikan oleh guru atau pengajar (teacher centered). 3 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . Ketrampilan berpikir a. kegiatan berpikir memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut. Pengertian Berpikir Menurut Bob Kizlik berpikir adalah proses menciptakan rangkaian transaksi konektif terstruktur antara unsure-unsur dari informasi yang dipahami.

Sebuah konsep dapat dijelaskan sebagai hubungan yang dipahami antara dua atau lebih fakta. 4 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika .1. dan navigasi. 1. Pemecahan masalah: menganalisis suatu keadaan yang membingungkan atau keadaan sulit untuk tujuan menghasilkan pemecahannya. Pemahaman: menghasilkan pengertian-pengertian dan pemahaman-pemahaman dengan menghubung-hubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Kegiatan pemolaan yang simultan membantu kita untuk menjalin hubungan. musical. Pikiran selalu sibuk dalam banyak kegiatan seperti rekoleksi (recollectioning). Pembentukan prinsip : mengenali adanya hubungan antara atau antar konsepkonsep. mengerti (termasuk mencocokkan pola dan perhatian terfokus). Berpikir adalah pekerjaan sadar dari otak. Rekoleksi terjadi saat otak membaca ulang memory dari penyimpanannya. Pemolaan adalah suatu bagian dari otak-kanan. Pembentukan konsep : menyusun informasi tentang suatu identitas atau kumpulan informasi yang bermakna. 4. Penjabaran dari proses berpikir itu adalah. 7. Mengambil keputusan : proses memilih diantara alternatif-alternatif yang tersedia. Menyusun kesimpulan : mengembangkan sesuatu berupa tulisan. mekanikal atau artistic dari informasi atau pengetahuan yang dimiliki. sisi verbal dari pemrosesan informasi kita (otak kiri) dan sisi artistic (otak kanan). 8. Penelitian : melakukan penyelidikan untuk tujuan menetapkan dan mengesahkan satu atau lebih hipotesis. Seperti halnya yang diluar analisis. 2. Pembacaan ulang atau mengingat mungkin dapat terjadi secara tidak disengaja. 6. membayangkan (termasuk meditasi). Penyampaian pesan : menyampaikan informasi atau pengetahuan yang diterima/dimiliki kepada orang lain. berpikir holistic. 2. 3. 5.

Maksudnya kalimat ini membuktikan bahwa satusatunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Memusat (focus) berarti memilih satu perhatian saat mengeluarkan sisa memory dan pengalaman external 7. yang tidak perlu dipelajari dan diajarkan. sedangkan hewan tidak.1989 menjelaskandalam bukunya.1981) yang menunjukkan bahwa bayi berusia sekitar satu tahun dapat menggunakan kalkulus logis secara formal seperti anak usia remaja akhir. Setiap tindakan yang diprakarsai oleh kita adalah tergantung pada suatu keputusan yang apabila dibantu dengan pola-pola yang cocok maka pikiran akan secara otomatis menggunakan kecocokan ini. kita dapat lebih mudah mengatasi berbagai masalah dalam hidup. Menurut Ngalim Purwanto ³dalam berpikir orang mengolah. Mengerti adalah proses memperbesar rangkaian pola-pola atau menggabunggabungkan banyak informasi ke dalam pola-pola yang sudah ada (de Bono). 6. kemampuan berpikir sudah ada pada manusia sejak tahun pertama kehidupan. Mencocokkan pola Pengolahan informasi membuat penggunaan besar dari polapola untuk menyederhanakan keputusan.3. Rene Descartes. seorang filsuf Perancis menungkapkan ³Cogito ergo sum´ yang rtinya adalah: "aku berpikir maka aku ada". Diperkuat oleh data (Monnier. Coger. Rational Infant-bahwa bayi dalam 'tahap infansi' sudah dapat berpikir logis. 3) berpikir adalah daya yang paling utama dan merupakan ciri khas yang membedakan antara manusia dan hewan. mengorganisasikan bagian-bagian dari pengetahuannya. Manusia dapat berpikir karena manusia mempunyai bahasa. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa manusia mulai berpikir. Berpikir adalah 1) proses pengungkapan sesuatu dengan mengolah pengetahuanpengetahuan yang telah ada dalam benak kita sehingga diketahui. Dengan berpikir. Artinya. 4. Menelusuri jalur. 5. sehingga pengalaman-pengalaman dan pengetahuan yang tidak teratur 5 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . karena hanya memiliki instink. Pola-pola diciptakan saat suatu tanggapan pada suatu situasi tertentu yang diingat. 2) merupakan instrumen psikis paling penting. Meditasi adalah proses ³pikiran´ tanpa berpikir sadar.

seorang perancang busana mampu menciptakan rancangannya yang unik dan mempesona. Namun. Jadi. bukan jiplakan atau tiruan. tetapi untuk ukuran Indonesia solusi itu tidak realistis. pemikirannya harus murni berasal dari pengetahuan atau pengertiannya sendiri. hasil pemikirannya harus merupakan upaya mempertahankan suatu pengertian atau pengetahuan yang murni. Pertama. Misalnya. Sedangkan D. Dr. seseorang dikatakan sukses bila ia dengan bekerja keras telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Coleman dan C.L. sesuatu yang dihasilkannya harus dapat memecahkan persoalan secara realistis. kesuksesan adalah keberhasilan mencapai suatu tujuan. Dalam kasus itu. 6 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . gagasan itu baru.W. Perancang itu dapat disebut kreatif kalau rancangan itu memang murni idenya.C. maka standar kesuksesan setiap orang pun berbeda. Menurut J. Misalnya. pengertian. karena setiap orang mempunyai tujuan berbeda. selain menghasilkan sesuatu yang baru. Misalnya. Mckinnon (1962) menyatakan. karya seni. Kedua. bisa saja seorang walikota mempunyai gagasan untuk membuat jalan raya di bawah tanah. Hammen (1974). seseorang baru bisa dikatakan berpikir secara kreatif apabila memenuhi dua persyaratan. penemuan. sang walikota belum dapat dikatakan berpikir secara kreatif. Kalau menurut pemahaman si pemikir. Tanpa tujuan yang jelas sulit bagi seseorang untuk bisa sukses. si pemikir sebaiknya berpikir analogis. Jalaludin Rakhmat (1980) untuk bisa berpikir secara kreatif. Memang.dalam konsep. ciri-ciri berupa "berhasil mencapai tujuan" menjadi unsur yang dipertimbangkan. proses berpikirnya dengan cara menganalogikan sesuatu dengan hal lain yang sudah dipahami. berpikir kreatif merupakan cara berpikir yang menghasilkan sesuatu yang baru . Dengan kata lain. maka saat ia berpikir tentang kesuksesan.menjadi tersusun dan merupakan kebutan-kebulatan yang dapat dikuasai atau dipahami´. untuk mengatasi kemacetan di ibukota. Menurut ahli lain. bukan mencuri karya atau gagasan orang lain.

Inti dari keterampilan berpikir antara lain. Ciri-ciri kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kreatif//divergen (ciri-ciri aptitude) yaitu: 1) keterampilan berpikir lancar (fluency). (e) membandingkan dan membedakan. Keterampilan berpikir kreatif yang terdiri atas (a) membuat. (c) merekayasa. dan keterampilan berpikir. (b) tinjauan/kupasan. Klasifikasi dari keterampilan berpikir menurut Sternberg. Keterampilan berpikir praktis terdiri atas: (a) penerapan. (f) menafsirkan 2. Cognitive Domain (Ranah Kognitif). (b) menemukan. (f) menduga Dari beberapa pendapat tersebut amat nyata bahwa dengan melatih keterampilan berpikir kreatif dan analitis dapat dijadikan modal bagi para pelajar untuk berpikir lebih produktif. Makin kreatif seseorang. 1989: 1. (Williams dalam Munandar. (c) latihan. melainkan harus dibangkitkan atau diajarkan. yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual. praktik 3. Keterampilan Berpikir Keterampilan berpikir termasuk juga dalam domain kognitif. (c) menilai. (d) mempertimbangkan. (membayangkan. ¼ mengira. Pemikir kritis harus sebaik pemikir kreatif´ sedangkan Patrick Hillis dan Gerald Puccio menjabarkan paduan generasi divergen dan evaluasi konvergen dalam suatu strategi problem-solving dan digunakan secara bergantian. pengertian. (2) keterampilan berpikir luwes/fleksibel (flexibility). dan (5) keterampilan menilai (evaluation). (4) keterampilan memperinci (elaboration). seperti pengetahuan. (3) keterampilan berpikir orisinal (originality). (b) penggunaan dan memanfaatkan.b. Keterampilan berpikir kritis yang terdiri atas (a) menganalisa. Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika 7 . 1999: 88) Dalam tulisan lain Richard Paul menyatakan bahwa solusi alternatif biasanya bukan bawaan. ciri-ciri tersebut makin dimiliki. karena dengan berpikir kreatif mereka bisa menghasilkan ide-ide dan dengan berpikir kritis mereka bisa mengevaluasi ide-ide.

merangkai informasi sehingga dapat digunakan dengan lebih efektif a) Membandingkan: mencatat persamaan dan perbedaan antara atau antar entitas b) Mengklasifikasikan: mengelompokkan dan memberi nama entitas berdasarkan atribut-atributnya c) Mengurutkan: Urut-urutan identitas menurut criteria tertentu d) Menampilkan kembali: mengubah bentuk namun bukan pada substansi informasinya 5. ketidak cocokan atau situasi membingungkan b) Menetapkan tujuan akhir: menetapkan arah dan tujuan 2.1. a) Mengidentifikasi perlengkapan-perlengkapan dan komponen-komponen: menjelaskan karakteristik-karakteristik atau bagian-bagian sesuatu 8 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika .menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi a) Menyandikan: menyimpan I nformasi dalam ingatan jangka panjang b) Memanggil ulang: mengeluarkan kembali informasi dari ingatan jangka panjang 4. Keterampilan mendapatkan informasi . Keterampilan mengingat . melakukan pemilihan bagian informasi tertentu dan mengabaikan yang lainnya. menyampaikan ketidaksadaran pada kebutuhan data relative bagi proses kognitif a) Mengamati: mendapatkan informasi melalui satu atau lebih alat indera b) Merumuskan pertanyaan: memandang informasi baru melalui penyelidikan 3. a) Mendefinisikan masalah: hak menjelaskan. Keterampilan menganalisa : menjelaskan informasi yang ada dengan memeriksa bagian-bagian dan hubungannya. Keterampilan mengorganisasikan . Keterampilan memusatkan pikiran .

a) Mengambil kesimpulan: melampaui informasi yang tersedia untuk mengidentifikasi apakah benar yang beralasan b) Menduga: mengantisipasi kejadian selanjutnya. sebagai contoh hirarki dari gagasan kunci dalam suatu pesan atau cara alas an d) Mengidentifikasi kesalahan: mengenali kekeliruan logis dan kesalahan lain serta apakah mungkin untuk memperbaikinya. Keterampilan menilai . Keterampilan menyimpulkan : menghasilkan informasi. atau situasi dapatan c) Mengelaborasi: menjelaskan dengan menambahkan detil.menilai gagasan-gagasan yang masuk akal dan berkualitas a) Menetapkan kriteria: menetapkan standar untuk membuat keputusan b) Memverifikasi: mengkonfirmasi keakuratan klaim Keterampilan berpikir (thinking skills) diarahkan untuk memecahkan masalah. dan mampumengantisipasi 9 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . pengertian atau gagasangagasan baru.b) Mengidentifikasi hubungan-hubungan dan pola-pola: mengenali bagian-bagian cara yang berhubung-hubungan c) Mengidentifikasi gagasan utama: mengidentifikasi elemen pusat.menghubungkan dan memadukan informasi a) Meringkas: memadukan informasi secara efisien kedalam suatu pernyataan kohesif b) Merestrukturisasi: mengubah struktur pengetahuan yang ada untuk menggabungkan informasi baru 8. contoh-contoh atau informasi relevan lainnya 7. 6. Model itu kadang-kadang mendorong para pemikir untuk berpikir lebih jauh berdasarkan informasi perceptual yang mantap yang diperoleh dari lingkungannya. Keterampilan memadukan . dapat dilukiskan sebagai upaya mengeksplorasikan model-model tugas pelajaran di sekolah agar model-model itu menjadi lebih baik dan memuaskan.

Memahami masalah atau problema Mengumpulkan keterangan atau data Merumuskan hypotesa atau jawaban yang mungkin memberi penyesalan Menilai suatu hypotesa Men-test atau mengadakan eksperimen Membentuk kesimpulan Dari penjabaran dan pemaparan para ahli dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir adalah proses kognitif yang memudahkan kita untuk membuat pengertian dari dan menciptakan informasi. Metode yang digunakan adalah metode ilmiah berarti berpikir yang sistematik.hasilhasilnya tanpa melalui perlakuan mencoba salah (trial and error). Pasalnya. teratur dan teliti. Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematik . Hal ini sesuai dengan tuntutan yang terdapat dalam peraturan pemerintah no. 1. Keterampilan berpikir dalam proses belajar Fisika . seorang pemikir kreatif akan menghasilkan lebih banyak alternatif untuk memecahkan suatu masalah. Berpikir kreatif merupakan salah satu cara yang dianjurkan. 3. 10 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . Fisika memiliki aspek kreatif dan juga aspek terapan atau praktik. Dengan cara itu seseorang akan mampu melihat persoalan dari banyak perspektif.seperti halnya ilmu lain. 6. Cara ilmiah untuk memecahkan masalah dengan langkahlangkah: 1.19 th 2005 menyatakan bahwa : fisika sebagai kelompok mata pelajaran ilmu pengethauan dan teknologi bertujuan agar peserta didik memperoleh kompetensi lanjut dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan proses berpikir secara kritis .kreatif dan mandiri. mencakup proses belajar dan memecahkan masalah. Keterampilan berpikir telah menjadi ungkapan yang bersifat umum. 2. logis. 4. Pemecahan masalah (Problem Solving) Problem solving merupakan keterampilan berpikir untuk memecahkan masalah yang pelik. 5.

Lebih lanjut dikemukakan bahwa salah satu tujuan pembelajaran fisika adalah peserta didik memiliki ketrampilan untuk mengembangkan kemampuan bernalarfisika adalah peserta didik memiliki ketrampilan untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai fenomena alam dan menyelesaikan masalah baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik. serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis 2. impuls. Pernyataan diatas menunjukkan bahwa pelajaran Fisika di sekolah merupakan suatu tempat bagi siswa mengembangkan pengetahuannya tentang prinsip-prinsip konsep dan faktafisika untukmengembangkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pada kehidupan sehari-hari dan mengembangkan kemampuann berpikir kritis.guru haruslah melatih siswa agar berpikir secara kritis dalam menganalisis maupun dalam memecahkan suatu permasalahan. menarik kesimpulan. kekekalan energi. Memahami prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan pengukuran besaran fisika secara langsung dan tidak langsung secara cermat. menentukan variabel. dan momentum 4. Mendeskripsikan prinsip dan konsep konservasi kalor sifat gas ideal. mengolah dan menafsirkan data. mengumpulkan. antara lain merumuskan masalah. salah satunya adalah dengan mengikutsertakan kegiatan praktikum dalam proses belajar mengajar. teliti. Menerapkan konsep dan prinsip optik dan gelombang dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi 11 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . mengajukan dan menguji hipotesis. fluida dan perubahannya yang menyangkut hukum termodinamika serta penerapannya dalam mesin kalor 5. dan obyektif 3. Agar terjadi pengkonstruksian pengetahuan secara bermakna . merancang dan merakit instrumen. Melakukan percobaan. sebagaimana tertuang dalam standard kompetensi lulusan untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas bidang studi Fisika berikut ini : 1.

Berikut kondisi metode pengajaran dan bentuk evaluasi di sekolah sekolah saat ini.6. Sistem penilaian prestasi siswa yang lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif tingkat rendah. 3. bentuk penilaian yang dilakukan terhadap kinerja siswa masih cenderung mengikuti pola lama. dari metode metode pengajaran modern ke metode pengajaran kuno . System penilaian di sekolah Pengajaran di sekolah selama ini lebih banyak memberi ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal dengan cepat tanpa memahami konsep secara mendalam. 12 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . karena mensyaratkan siswa sebagai pusat belajar. Siswa yang dicap sebagai siswa yang pintar atau sukses adalah siswa yang lulus ujian. Hal ini menyebabkan siswa kurang terlatih untuk mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan dan mengaplikasikan konsep konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata sehingga ketrampilan berpikir siswa kurang dapat berkembang dengan baik. Ini merupakan masalah lama yang sampai sekarang masih merupakan polemik yang cukup seru bagi dunia pendidikan di Indonesia. pengertian ketrampilan berpikir dan prosedur pembelajaran Fisika di SMA . beserta bentuk bentuk evaluasinya. Kurikulum Berbasis Kompetensi yang sudah mulai diterapkan di Indonesia sebenarnya cukup kondusif bagi pengembangan pengajaran keterampilan berpikir. Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai masalah dan produk teknologi Berdasarkan uraian di atas tentang standard kompetensi lulusan yang tertuang dalam KTSP . untuk memperoleh tamatan yang kompeten cerdas dalam mengembangkan identitas budaya dan bangsanya. dengan tujuan mencapai target kelulusan 100 % dalam ujian Nasional. Hal ini tidak memungkinkan pula terjadi pada sekolah sekolah yang berlebel RSBI maupun SBI. Namun demikian. Namun kenyataannya kondisi dilapangan menuntut pelaku pendidikan terutama di jenjang pendidikan SLTA bidang studi Fisika mengalihkan metode pengajarannya. dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan Nasional sangat ideal dan konstruktiv .

burung tekukur dan lain-lain. menghitung bunyi tokek. Misalnya menghitung kancing baju. Mereka tenang dengan bekal seadanya toh nanti bisa menjawab rampung 100%. tidak mempunyai banyak pilihan karena merasa ikut bertanggung jawab dalam kelulusan peserta didik. Olah tebak dari 4 alternatif jawaban menjadi kebiasaan dalam menghadapi ulangan umum atau ujian nasional. 13 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . Hal ini disebabkan soal-soalnya yang selalu tertutup. karenasoal ujian nasional khususnya SMU/MA berbentuk pilihan ganda atau pilihan ganda semua.yaitu model soal-soal pilihan ganda yang lebih banyak memerlukan kemampuan siswa untuk menghafal. Namun demikian pelaku pendidikan khususnya pengajar bidang studi Fisika. Pikiran seperti inilah yang membelenggu sehingga siswa belajar hanya sepotong-sepotong.Pelaksanaan Ujian Nasional yang telah berlangsung sebenarnya sudah melenceng dari tujuan pendidikan karena Ujian Nasional telah dijadikan patokan atau acuan dari lulus atau tidaknya peserta didik. Kebiasaan ini menumbuhkan model-model spekulasi tanpa nalar yang logis. Keadaan yang demikian ini masih diperburuk oleh kedalaman materi yang hanya seputar jenjang hafalan atau pengertian dan paling dalam pada jenjang pemahaman. Pendapat siswa lewat kalimat tak pernah muncul di permukaan. Berikut adalah kelemahan kelemahan soal pilihan ganda Pertama siswa kurang merasa termotivasi belajar untuk memahami bahan ajar. yang notabene ditentukan dalam Ujian Nasional . Kedua siswa terbiasa main spekulasi. Rasa kuatir tak bisa menjawab soal agaknya tidak ada pada diri siswa. Mereka lebih suka mengandalkan hafalan sekilas tanpa perlu memahami materi tersebut secara utuh. Pada Ujian Nasional hasil belajar peserta didik tidak semua di nilai.

imajinatif dan ketrampilan berkomunikasi (berbahasa) justru dihapus begitu saja. ogah-ogahan dan malas belajar justru mempunyai jumlah nilai ujian nasional yang lebih tinggi atau nilai mata pelajaran tertentu lebih tinggi dari pada temannya yang biasanya jauh di atas siswa tersebut. Dengan demikian akhimya tak ada ruang bagi siswa untuk menyalurkan daya kreatif. Keempat siswa tidak terdidik mengemukakan pendapat dengan kalimat yang betul. Keenam hasil kerja dari soal bentuk pilihan ganda secara individual belum dapat digunakan sebagai pembeda yang handal. sungguh sangat ironis. atau D saja. Andalan bagi guru untuk menyiasati keadaan semacam ini biasanya siswa didril dengan soal-soal ujian nasional tahun sebelumnya. Akhimya guru ikut-ikutan menomorduakan pemahaman materi secara bulat dan utuh kepada siswa karena terjebak target materi yang sering muncul dalam soa-lsoal ujian nasional. Terlebih lagi soal ujian nasional bahasa Indonesia yang menghilangkan soal mengarang. Dalam memberi penjelasan materi kepada siswanya guru terpancang dan terpaku pada materi-materi praktis yang sering muncul dalam soal-soal ulangan umum maupun ujian nasional. imajinatif dan ketrampilan berbahasanya. Tidak sulit mengelabuhi pengawas yang hanya duduk di depan itu karena bibir pemberi petunjuk cukup menjawab A. Atau secara terangterangan minta jawaban kepada temannya. C. Ini sesuatu yang sebenamya tidak boleh terjadi. 14 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika .Ketiga siswa merasa mudah untuk menyontek hasil kerja temannya. Ujungnya konsep-konsep. dalam suatu bahasa materi sering terasa kurang terurai bahkan ada bagian yang lepas. Kelima guru pun terimbas oleh soal berpola pilihan ganda ini. Banyak contoh siswa yang biasanya santai. Karena suasana yang memberi kemudahan untuk menyontek. B. Ruang yang baik sekali untuk mencurahkan daya kreatif. membuat siswa yang malas belajar merasa mudah menggantungkan teman-temannya. acuh terhadap materi ajar. Memahirkan siswa dalam menebak soa-soal ujian nasional yang akan keluar menjadi tuntutan yang tak dapat ditawar-tawar lagi.

Sistem penilaian prestasi siswa lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif tingkat rendah. beserta bentuk evaluasinya. Tujuan pendidikan Nasional dalam KTSP dan tujuan pembelajaran Fisika sudah sangat ideal dan konstruktiv . Kemungkinan pertama memang siswa tersebut mempersiapkan belajar dengan betul. Kemungkinan kedua menjawab dengan ngawur tetapi betul.Terutama soal soal dalam ujian Nasional yaitu dalam bentuk pilihan ganda. B. dari metode metode pengajaran modern ke metode pengajaran kuno . Nah kalau demikian lalu apa artinya pemberian soal ujian nasional itu? Untuk apa diberikan soal tadi? Kalau gagal membedakan hasil kerja keras dalam belajar dengan kerja ngawur. Jika dia ngawur dan betul maka dia lebih untung dari pada siswa yang memeras pikiran dan jawabannya betul. 15 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika . Saran 1. untuk memperoleh tamatan yang kompeten cerdas dalam mengembangkan identitas budaya dan bangsanya. Guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan hendaknya tetap berpedoman pada tujuan pembelajaran Fisika yang melatih siswa agar berpikir secara kritis dalam menganalisis maupun dalam memecahkan suatu permasalahan. dengan tujuan mencapai target kelulusan 100 % dalam ujian Nasional. Kondisi dilapangan menuntut pelaku pendidikan terutama di jenjang pendidikan SLTA mengalihkan metode pengajarannya. Kesimpulan 1. tidakkah perlu ditinjau kembali soal-soal bentuk pilihan ganda ? BAB III PENUTUP A.Dari uraian di atas ada 2 kemungkinan sikap siswa tersebut. 3. 2.

Materi soal tidak hanya pada tingkat hafalan.artikata.wordpress.com/arti-343019-ortodoks.pps rancanganpenilaianhasil belajar. Untuk menghadapi ujian nasional perlu bimbingan tersendiri berupa bimbel di sekolah maupun di luar sekolah Referensi http://psb-psma.html systempenilaianktspsma-121317188517588-9.blogspot.2.com/2011/01/22/fenomena-soal-³multiple-choice´dalam-ujian-nasional/ http://www. 3.ppt 16 Fenomena strategi ketrampilan berpikir dalam pembelajaran Fisika .org/content/blog/3992-keterampilan-berpikir-kritis http://defantri. Bentuk soal dalam ujian nasional sebagian pilihan ganda dan sebagian esay.html http://mgmpsejarahma.com/2009/05/sistem-penilaian-hasil-belajar. Bentuk soal esay dengan jumlah soal tidak terlalu banyak yaitu kurang lebih 10 ± 15 soal saja. Untuk soal esay sebaiknya yang memerlukan jawaban proses.