P. 1
Buletin KKP VI Edisi 1 Thn 2011

Buletin KKP VI Edisi 1 Thn 2011

|Views: 1,122|Likes:
Buletin Kkp VI Edisi 1 Thn 2011 tebit per triwulan, yang diterbitkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Priok, autor : Nana Mulyana,SKM
Buletin Kkp VI Edisi 1 Thn 2011 tebit per triwulan, yang diterbitkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Priok, autor : Nana Mulyana,SKM

More info:

Published by: adminkkptanjungpriok on Aug 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

Buletin INFO KESPEL

Buletin INFO KESPEL
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK

Volume VI edisi 1

Berita Terkini …….

DAFTAR ISI
ATENSI KOORDINASI MERUPAKAN KAPASITAS INTI PENTING DALAM PENERAPAN IHR 2005 Oleh : RAISSEKKI, SKM, MM, Halaman …. 4 RUANG TU “MENSANA IN CORPORE SANO” sebagai MODAL KERJA Oleh : Irene Kusumastuti, SE , Halaman …. 6

Penerapan International Health Regulation (IHR 2005) dimulai sejak 15 Juni 2009, selanjutnya diminta setiap negara anggota World Health Organisation (WHO) untuk mencapai kapasitas inti minimum pada tahun 2012. Proses ini meliputi penilaian pengembangan dan penerapan kapasitas inti IHR di Pintu Masuk (Pelabuhan atau Bandara atau Pos Lintas Batas Darat). Koordinasi merupakan salah satu unsur manajemen yang harus menjadi perhatian utama para pejabat kesehatan di Pintu Masuk dalam pemenuhan kapasitas inti IHR 2005. Nah, . . seberapa besar “kesiapan” para pejabat kesehatan di Pintu Masuk Negara??? Halaman ……………….. 4

Pengawasan dilakukan terhadap kapal yang datang dari pelabuhan dal am ne g e ri dan pelabuhan luar negeri. Kedatangan kapal dari pelabuhan luar negeri ini dilakukan terhadap kapal y ang datang dari pelabuhan luar negeri sehat maupun kapal yang datang dari pelabuhan luar negeri terjangkit. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga agar kapal yang datang di Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Muara Baru, Pelabuhan Sunda Kelapa, P e l a b u ha n M a r u nd a , Pelabuhan Kali Baru dan Pelabuhan Muara Angke tetap dalam kondisi sehat dan bebas dari faktor risiko penyakit yang berpotensi menimbulkan masalah PHEIC. Halaman ……………….. 8

Dengan semakin meningkatnya penduduk dunia, kebutuhan makanan juga semaki n m e ni ng kat. Berbagai cara fisik dan zat kimia selalu dikembangkan dan digunakan untuk meningkatkan pasokan makanan. Selain itu, dengan industrialisasi dan urbanisasi semakin banyak orang melakukan aktifitas perjalanan, makin mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan makanan olahan yang dapat diangkut dari daratan ke kapal dengan tetap mempertahankan nilai gizi serta sifat organoleptiknya. Kebutuhan ini sebagian besar dapat dipenuhi oleh penambahan bahan kimia yang dikenal sebagai zat tambahan makanan. Halaman ……………….. 21

RUANG PKSE Selintas tentang : PENGAWASAN KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KAPAL PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK Oleh : IKRON, MKM, Halaman …. 8 RUANG PRL KEMATIAN IKAN SEBAGAI INDIKATOR BIOLOGIS PENCEMARAN PERAIRAN By Diah Lestari, Halaman …. 14 Bioterorism, Unsur Biologi, Kimia dan Pengamanan Radiasi (Nubika) Di Wilayah Kerja Bandara, Pelabuhan dan Lintas Batas Darat Oleh : Fery Anthony, SKM, MKM, Halaman …. 16 PENGAMANAN MAKANAN DAN MINUMAN (SALAH SATU FUNGSI KKP DALAM PELAKSANAAN PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DI PELABUHAN DAN ALAT ANGKUT) Oleh : Diah Lestari, Halaman …. 21 RUANG UKLW INFEKSI MENULAR SEKSUAL PARSAORAN TAMBA, SPD, ST, MKES Staf pengajar pada Universitas Negeri Manado, Halaman …. 24 GANGUAN PELIHAT WARNA (BUTA WARNA) Oleh : Oleh : dr. Hj.Endriana Svieta Lubis, MKK, Halaman … 25 TEKNOLOGI dan INFORMASI RADIASI PENGION ?? Oleh : ISHA ALI WARDHANA, SKM, MKM, Halaman …. 32 SERBA SERBI CARA MURAH MEMUTIHKAN KULIT Oleh : Roswitha Kusuma Wardhani, Halaman …. 36 JEJARING KERJA dan KEMITRAAN KEGIATAN FASILITASI PENYEHATAN AIR DAN SANITASI DASAR Oleh : Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan, Halaman …. 38 FLORA dan FAUNA “MBURU UCENG KELANGAN DELEG” Oleh : Ny. BERTHA M. PASOLANG, S.Sos, Halaman …. 41 BUNGA KACA PIRING Oleh : Ny. BERTHA M. PASOLANG, S.os, Halaman …. 42 KAJIAN dan DIKLAT ANDRAGOGI yang mengarah pada PARADIGMA SEHAT Oleh : FREDRIK LONA DJARA, SKM, Halaman …. 44 ANEKA PERISTIWA DISKUSI TERBUKA Apakah kargo dan kapal dari Jepang dapat terkontaminasi radiasi nuklir? RBA WIDJONARKO,SKM,M.Kes, Halaman …. 46 RELAKSASI TEKA TEKI SILANG Oleh : HENDRA KUSUMAWARDHANA, Halaman …. 50 MEMANFAATKAN MESIN SCANER & PRINTER UNTUK POTOCOPY Oleh : Nana Mulyana, SKM, Halaman ........ 51 Cover Belakang : Photo Jejaring Kerja dan kemitraan Kekarantinaan dan Surveilans Epidemiologi

Tim Penerbit Buletin Info Kesehatan Pelabuhan
Diterbitkan oleh : KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK DITJEN PP & PL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PELINDUNG / PENASEHAT : Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Raissekki, SKM.MM. DEWAN REDAKSI : Ketua, RBA. Widjonarko,SKM.M.Kes. Anggota Redaktur : Drs.Wilpren Gultom,MM. Rosyid Ridlo Prayogo,SE,MKM. Ikron, SKM,MKM. Agus Syah FH,SKM,MKM dr.Trio Toufik Edwin Fitri Nurhayati EDITOR : Nana Mulyana,SKM. Lussi Soraya. Dian Puspa Riana,SKM. Desain Grafis & Photografer : Yulia Daru Tantri Kusrini Sekertariat : Nursamah,S.Sos Evi Maria Alamat : Jl. Raya pelabuhan No.17 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Telepon : (021) 43931045, 4373266., Faximile : (021) 4373265, Webblog: http:// kkptanjungpriok.blogspot.com. E-mail : kkptanjungpriok@gmail.com Redaksi menerima sumbangan artikel, laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak – sajak ataupun karya sastra lain dan foto – foto yang berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan. Redaksi memberikan kesempatan ini pada para kolega KKP, institusi kesehatan unit pusat dan daerah serta seluruh pembaca di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan Buletin Info Kesehatan Pelabuhan. Tanggapan dan komentar dari para pembaca bisa dikirm lewat pos ke alamat redaksi atau melalui email. Kami berharap komentar untuk kemajuan bulletin pada masa yang akan datang.

Cover Buletin Vol. VI edisi 1

Menteri Kementerian Kesehatan RI Pejabat Struktural KKP Kelas I Tanjung Priok

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

2

Buletin INFO KESPEL

Buletin INFO KESPEL
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK

PROLOGUE
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan ini merupakan buletin Volume VI edisi 1 yang diterbitkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok. Buletin ini merupakan wahana informasi bagi insan pelabuhan dalam mengembangkan potensi diri guna mendukung pelaksanaan program kesehatan, khususnya bagi para pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia. Buletin Info Kesehatan Pelabuhan berisi informasi hasil kegiatan pelaksanaan program, kajian – kajian, pengembangan teknologi, peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan, naskah – naskah ilmiah, dan karya – karya seni serta peristiwa – peristiwa terkini lainya, bahkan informasi kesehatan tradisional. Topik – topiknya yakni Atensi, Ruang TU, Ruang PKSE, Ruang PRL, Ruang UKLW, Teknologi dan informasi, Serba serbi, Jejaring kerja dan kemitraan, Flora dan fauna, Kajian dan Diklat, Aneka peristiwa serta Relaksasi Redaksi menerima sumbangan artikel, laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak – sajak ataupun karya sastra lain dan foto – foto yang berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan. Redaksi memberikan kesempatan ini pada para kolega KKP, institusi kesehatan unit pusat dan daerah serta seluruh pembaca di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan Buletin Info Kesehatan Pelabuhan. Dewan redaksi mengajak para pembaca buletin ini untuk melaju dengan kecepatan optimal dalam meningkatkan jejaring informasi guna mencapai kinerja yang kita inginkan. Silakan jika ada yang mau bergabung. Selamat bekerja dan sukses selalu Dewan Redaksi

GEDUNG WILKER SUNDA KELAPA

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

3

Buletin INFO KESPEL

ATENSI
KOORDINASI MERUPAKAN KAPASITAS INTI PENTING DALAM PENERAPAN IHR 2005
Oleh : RAISSEKKI, SKM, MM
International Health Regulation (IHR 2005) dimulai sejak 15 Juni 2009, selanjutnya diminta setiap negara anggota World Health Organisation (WHO) untuk mencapai kapasitas inti minimum pada tahun 2012. Proses ini meliputi penilaian pengembangan dan penerapan kapasitas inti IHR di Pintu Masuk (Pelabuhan atau Bandara atau Pos Lintas Batas Darat). Sehubungan dengan batas waktu tahun 2012 untuk mencapai kapasitas inti minimum, maka fungsi koordinasi sangat penting guna komunikasi informasi dalam penerapan tindakan kesehatan masyarakat di Pintu Masuk. Seorang pimpinan organisasi sekecil apapun harus memiliki kemampuan manajerial, salah satunya adalah koordinasi, suatu kalimat yang mudah diucapkan namun tidak mudah untuk diterapkan. Koordinasi merupakan salah satu unsur manajemen yang harus menjadi perhatian utama para pejabat
International Health Regulation (IHR 2005) mengamanatkan setiap negara anggota World Health Organisation (WHO) untuk mengembangkan, memperkuat dan memelihara kapasitas inti kesehatan masyarakat secara nasional dalam rangka untuk mendeteksi, menilai, menyebarluaskan, melaporkan serta merespon secara cepat dan efektif terhadap seluruh risiko kesehatan masyarakat. Disamping itu, setiap negara juga harus mengevaluasi aturan perundang - undangan nasional dan pedoman - pedoman, bahkan bila perlu merevisinya guna penerapan IHR 2005. Untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit secara internasional melalui transportasi, perjalanan dan perdagangan, negara anggota harus menunjuk Pelabuhan atau Bandara atau Pos Lintas Batas Darat internasional. Oleh karena itu pelabuhan, Bandara dan Pos Lintas Batas Darat harus memiliki kapasitas untuk memastikan lingkungan yang sehat dan aman bagi pengguna fasilitas tersebut, sehingga mereka benar – benar aman dari risiko penularan penyakit dan masalah kesehatan. Pejabat yang berwenang di Pintu Masuk harus menginformasikan kondisi kesehatan masyarakat kepada pengguna jasa Pelabuhan atau Bandara atau Pos Lintas Batas Darat, serta menyebarluaskan kepada instansi kesehatan di tingkat lokal dan Propinsi, yang selanjutnya melaporkan kepada atasannya. Pejabat yang berwenang di Pintu Masuk bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan penerapan kesehatan seuai IHR 2005, antara lain : bertanggung jawab untuk memantau bagasi,, kargo petikemas, alat angkut, barang,
Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

Penerapan

4

Buletin INFO KESPEL

paket pos dan jenazah manusia yang berangkat dan datang dari wilayah yang terjangkit, sehingga dapat dilakukan upaya bebas dari sumber infeksi atau kontaminasi, termasuk vektor dan reservoar; menjamin fasilitas yang digunakan oleh pengunjung di pintu masuk dalam kondisi bersih dan bebas dari sumber infeksi atau kontaminasi, termasuk vektor dan reservoir; bertanggung jawab dalam pengawasan disinfeksi, hapus serangga, hapus tikus, atau dekontaminasi terhadap bagasi, kargo, petikemas, alat angkut, barang, paket pos dan jenazah manusia atau tindakan sanitasi sesuai pedoman; memberitahu operator alat angkut seawal mungkin tentang dilakukannya tindakan terhadap alat angkut, dan memberitahukan tentang metode yang akan digunakan; bertanggung jawab dalam pengawasan pembuangan air atau makanan, air kencing manusia atau hewan, air limbah dan limbah lain dari alat angkut; mengambil segala tindakan sesuai amanat IHR, untuk memantau dan mengendalikan limbah, sampah dan air pemberat kapal yang berpotensi sebagai penyebab penyakit yang mungkin mencemari pelabuhan, sungai, kanal, selat, danau atau perairan internasional lainnya; bertanggung jawab dalam mengawasi penyedia jasa layanan untuk penumpang, bagasi, kargo, petikemas, alat angkut, barang, paket pos dan jenazah manusia di pintu masuk, termasuk melakukan inspeksi dan pemeriksaan medis bila diperlukan; memiliki pedoman kontingensi yang efektif tentang kesehatan masyarakat; dan berkomunikasi dengan National Focal Point IHR tentang kesehatan masyarakat yang relevan tindakan yang diambil sesuai amanat IHR. Banyaknya tanggungjawab yang dipikul oleh pejabat kesehatan yang berwenang di Pintu Masuk ini, maka fungsi koordinasi dengan seluruh pejabat teknis lain dan stake holder di Pelabuhan atau Bandara atau Pos Lintas Batas Darat merupakan kapasitas inti penting yang harus diselenggarakan dalam penerapan tindakan sesuai amanat IHR 2005. Fungsi koordinasi ini sangat penting untuk komunikasi informasi dalam penerapan tindakan kesehatan masyarakat di Pintu Masuk. Dengan demikian maka dibutuhkan adanya link komunikasi : Link komunikasi internasional dengan pihak berwenang di Pintu Masuk lain Link Komunikasi Nasional antara pejabat yang berwenang di pintu masuk dan Pejabat kesehatan di tingkat lokal, menengah (Propinsi) dan nasional Link komunikasi Operasional langsung dengan pejabat kesehatan senior lainnya Link komunikasi dengan operator alat angkut Link komunikasi dengan pelaku perjalanan tentang informasi kesehatan Link komunikasi dengan penyedia pelayanan

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

5

Buletin INFO KESPEL

RUANG TU
“MENSANA IN CORPORE SANO” sebagai MODAL KERJA Oleh : Irene Kusumastuti, SE

D

alam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat, slogan ini sering kita dengar dengan “Mensana in corpora sano”, terjemahan goggle bahasa latin dalam

yakni : “In corpore sano sana est anima”. Mana yang paling tepat? Yang paling tepat bagi kita adalah dalam bahasa Indonesia dan kita lakukan secara konsekuen. Setiap anak bangsa perlu secara serentak untuk berolah raga dimanapun tempatnya yang pantas, olah raga apapun jenisnya dan dengan penuh kesadaran tanpa adanya paksaan. Olah raga apakah yang paling tepat diterapkan secara serentak dan cenderung sangat digemari oleh kita seluruh anak bangsa ini?

B

erolah raga merupakan kebutuhan hidup setiap orang dan apabila kita kegiatan berolah raga Jenis mengakibatkan gangguan

mengabaikan dapat

kesehatan fisik maupun mental. sebagai anak bangsa? senam yang

olah raga apa yang tepat bagi kita Seluruh arena diberbagai Melakukan kegiatan yang menyenangkan sesuai kesenangan (hobby) tetapi membuahkan hasil yang bermanfaat. Kita harus sepakat terlebih dahulu bahwa senam merupakan salah satu cabang olah raga yang bermanfaat bagi fisik dan mental kita. diatas. Setelah sepakat YA benar, maka Olah raga senam merupakan olah marilah kita kupas keempat pointer tersebut raga yang ringan, membutuhkan biaya yang murah, sudah lazim kita lakukan sejak kita bersekolah di Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, SLTP dan SLTA dan juga sesuai kesenangan anak bangsa karena senam pada menjamur

perkotaan, membutuhkan biaya yang mahal. Harga peralatan senam yang ditawarkan diberbagai media elektronik, juga relative sangat mahal. Mau berolah raga sepeda dayung, juga membutuhkan biaya yang tinggi untuk membeli sebuah sepeda olah raga. Sepak bola . . . harga bola sepaknya juga sangat mahal. Marilah kita kupas tuntas kebutuhan kita dan modal kita untuk berolah raga. Beberapa konsep universal yang paling sederhana, antara lain : Melakukan kegiatan yang ringan tetapi membuahkan hasil yang besar. Melakukan kegiatan yang murah biayanya tetapi keuntungannya membuahkan hasil yang besar. Melakukan kegiatan yang sudah biasa (lazim) kita lakukan sejak kanak - kanak tetapi membuahkan hasil yang bermanfaat

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

6

Buletin INFO KESPEL

saat ini diiringi lantunan lagu (hobby : mendengar lagu, menyanyi dan berlenggak – lenggok) namun senam tersebut membuahkan hasil yang besar dan sangat bermanfaat bagi fisik dan mental kita. Kalau kita setuju bahwa senam merupakan olah raga yang tepat bagi anak bangsa, marilah kita sosialisasikan dan kita budayakan. Bagaimana caranya? Sistem dan aspek legal sudah disiapkan jauh – jauh sebelumnya yakni melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1984 tentang Jam Krida Olah Raga. Aspek legalnya yang tertinggi sudah terlalu lama sehingga banyak dilupakan para pimpinan institusi padahal pemberlakuannya sampai dengan saat ini masih relevan dan bagus. Marilah kita simak secara bersama : Pasal 1 (1) Jam krida olahraga bagi Pegawai Negeri Sipil diselenggarakan sebelum jam kerja tiap hari Jum'at selama 30 (tigapuluh) menit. (2) Jam krida olahraga sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku juga bagi anggota ABRI, karyawan badan usaha dan bank milik negara, karyawan perusahaan dan bank milik daerah, pelajar, dan mahasiswa. (3) Pimpinan departemen atau instansi melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan olahraga pada jam krida olahraga di lingkungan departemen atau instansi masing-masing. Pasal 2 (1) Penyelenggaraan jam krida olahraga bagi Pegawai Negeri Sipil diatur oleh masing-masing Menteri dan pimpinan instansi yang bersangkutan; (2) Penyelenggaraan jam krida olahraga bagi karyawan perusahaan dan bank milik negara diatur oleh Menteri

yang

membawahkan setelah

perusahaan

yang

bersangkutan

mendengar

pertimbangan

Menteri Keuangan; (3) Penyelenggaraan jam krida olahraga bagi pelajar dan mahasiswa diatur oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; (4) Penyelenggaraan jam krida olahraga bagi anggota ABRI diatur oleh Panglima Angkatan Bersenjata. Pasal 3 Pengaturan penyelenggaraan jam krida olahraga oleh para Menteri, Pimpinan Instansi, dan Panglima Angkatan Bersenjata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dilakukan setelah berkonsultasi dengan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Para siswa mahasiswa, pekerja pegawai negeri ataupun swasta / BUMN mereka perlu memikul tugas berat yang kesehatan, antara lain menuntut kondisi kesehatan prima, oleh sebab itu memelihara dengan berolah raga secara teratur. Agar olah raga tersebut dapat dilakukan secara teratur, dengan biaya yang murah, bersama, dan menyenangkan

menghasilkan fisik dan mental yang sehat maka olah raga senam menjadi urutan pilihan paling tinggi. Nah . . . siapa yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan olahraga ini agar ajeg sehingga kinerja anak bangsa menjadi optimal ?? Kita semua anak bangsa, juga khususnya para pimpinan institusi

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

7

Buletin INFO KESPEL

RUANG PKSE
Selintas tentang :

PENGAWASAN KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KAPAL PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
Oleh : IKRON, MKM

Pengawasan datang dari

dilakukan

terhadap dalam

kapal negeri

yang dan

merebaknya wabah influenza A (H1N1) hampir di seluruh dunia, sehingga banyak Negara – Negara yang sebelumnya termasuk klasifikasi negara sehat berubah menjadi negara terjangkit. Penurunan jumlah kapal yang datang dari negara sehat ini mulai signifikan sejak Bulan Juni tahun 2009 yaitu sejak WHO menetapkan terjadinya pandemi Influenza A (H1N1). Kapal dari pelabuhan luar negeri terjangkit Pengawasan kedatangan kapal dalam karantina dari pelabuhan luar negeri terjangkit dilakukan dengan melakukan pemeriksaan di atas kapal (on board) namun kapal tersebut harus berada di luar dam (zona karantina) oleh Tim KKP. Perjalanan dilakukan oleh petugas boarding (Tim KKP Kelas I Tanjung Priok) yang telah memakai seragam dinas dan memakai Alat Pelindung Diri lengkap menuju kapal yang berada di luar DAM atau di zona karantina dilakukan dengan memakai speed boat kecil (dapat dilihat pada gambar di bawah ini).

pelabuhan

pelabuhan luar negeri. Kedatangan kapal dari pelabuhan luar negeri ini dilakukan terhadap kapal yang datang dari pelabuhan luar negeri sehat maupun kapal yang datang dari pelabuhan luar negeri terjangkit. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga agar kapal yang datang di Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Muara Baru, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Marunda, Pelabuhan Kali Baru dan Pelabuhan Muara Angke tetap dalam kondisi sehat dan bebas dari faktor risiko penyakit yang berpotensi menimbulkan masalah PHEIC. Kapal dari pelabuhan luar negeri sehat Pengawasan kedatangan kapal dalam karantina dari pelabuhan luar negeri Sehat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan di atas kapal (on board) yang berlokasi di kade (tempat kapal sandar) oleh Tim KKP. Pemeriksaan yang dilakukan berupa kelengkapan dokumen (Maritime Declaration of Health, Voyage Memo/List Port of Call, Crew List, Passenger List, Ship Sanitation Control Exemption Certificate/ Ship Sanitation Control Certificate, Medicine Certificate, Health Book, International Certificate Vaccination, Ship Particular, Vaccination list, General Nil List, Last Port Clearance), faktor risiko (Sanitasi kapal) dan kesehatan awak kapal serta obat-obatan dan fasilitas medik. Kedatangan kapal dari pelabuhan luar negeri sehat tahun 2010 tidak ada, hal ini sebagai dampak dari

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

8

Buletin INFO KESPEL

Pemeriksaan

pada

prinsipnya

sama

dengan

awak kapal serta obat-obatan dan fasilitas medik. Negara – Negara yang termasuk dalam kategori terjangkit ini adalah negara yang oleh WHO dinyatakan terjangkit penyakit menular potensial wabah seperti; pes, kolera, yellow fever, Avian Influenza, Foot and mouth desease dan Influenza A (H1N1). Angka kedatangan kapal pada tahun 2010 dari pelabuhan luar negeri terjangkit sangat tinggi karena banyak negara yang masih dinyatakan terjangkit Influenza A (H1N1).

pemeriksaan dilakukan terhadap kapal yang berasal dari pelabuhan luar negeri sehat tersebut diatas yakni pemeriksaan kelengkapan dokumen (Maritime Declaration of Health, Voyage Memo/List Port of Call, Crew List,Passenger List, Ship Sanitation Control Examption Certificate/ Ship Sanitation Control Certificate, Medicine certificate, Health Book, International Certificate Vaccination, Ship Particular, Vaccinastion list, General nil list, Last Port of Clearance), faktor risiko (Sanitasi kapal), dan kesehatan

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

9

Buletin INFO KESPEL

Hasil pengawasan kapal yang datang dari pelabuhan luar negeri terjangkit menurut jenis penyakit, ditunjukkan pada tabel tersebut dibawah ini. Distribusi Pengawasan Kedatangan Kapal dari Pelabuhan Negara Terjangkit menurut jenis penyakit pada KKP Kelas I Tanjung Priok pada tahun 2010
JENIS PENYAKIT NO NEGARA PES KOLERA Yellow Fever AI Foot and mouth desease H1N1 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X JUMLAH JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Singapore Malaysia Thailand Hongkong Australia China Philipina Jepang Vietnam Taiwan Korea Durban India Brazil Papua New Genea Arab Mesir Amerika Brunai Afrika Selatan Rusia Ukraine Itali Srilanka Colombo Canada

2040 483 230 188 186 159 121 75 53 38 27 25 18 13 10 10 9 7 7 4 3 2 2 1 1 1 3713

54.94 13.01 6.194 5.063 5.009 4.282 3.259 2.02 1.427 1.023 0.727 0.673 0.485 0.35 0.269 0.269 0.242 0.189 0.189 0.108 0.081 0.054 0.054 0.027 0.027 0.027 100

Kedatangan kapal yang dari pelabuhan luar negeri terjangkit pada tahun 2010 hanya masuk ke 3 (tiga) lokasi, yakni pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 3677 kapal, pelabuhan Sunda Kelapa sebanyak 7 kapal dan pelabuhan Marunda sebanyak 29 kapal.

Kapal dari pelabuhan dalam negeri Pelabuhan dalam negeri pada tahun 2010 tidak ada yang dinyatakan sebagai pelabuhan terjangkit, oleh karena itu pengawasan kedatangan kapal dari pelabuhan dalam negeri dilakukan

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

10

Buletin INFO KESPEL

dengan cara melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen (Ship Sanitation Control Exemption Certificate/ Ship Sanitation Control Certificate, Medicine Certificate, Health Book, crew list, passenger list, Port Health Quarantine Clearance, Ship Particular),

yang terkecil pada Bulan Pebruari sebesar 6,95% (1605 kapal), dengan rata – rata kedatangan kapal dalam negeri setiap bulannya sebanyak 1925 kapal. Keberangkatan Kapal Pengawasan keberangkatan kapal bertujuan untuk memastikan bahwa kapal keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok dalam keadaan sehat. Sebelum kapal berangkat petugas KKP melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen (Ship Sanitation Control Exemption Certificate/ Ship Sanitation Control

faktor risiko (Sanitasi kapal) dan kesehatan awak kapal serta obat-obatan dan fasilitas medik. Distribusi kedatangan kapal dari pelabuhan dalam negeri dapat dilihat pada grafik tersebut di atas, yakni kedatangan terbesar terjadi pada Bulan Agustus sebesar 8,72% (2058 kapal), sedangkan

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

11

Buletin INFO KESPEL

Certificate, Medicine Certificate, Health Book, Hasil Pengamatan Langsung Sanitasi Kapal, Daftar Keterangan Kesehatan Awak Kapal, Port Health Quarantine Clearance) dan memastikan bahwa kapal bebas dari faktor risiko yang dapat menimbulkan penyakit. Keberangkatan kapal ke pelabuhan luar negeri dan dalam negeri pada tahun 2010 setiap bulannya relatif sama dan tidak terlalu mengalami fluktuatif. Pada grafik tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa keberangkatan kapal terbesar terjadi pada Bu-

lan Agustus sebesar 9,07% (2413 kapal) dan terkecil terjadi pada Bulan september sebesar 7,30% setiap bulannya sebanyak 2216 setahun. Kedatangan dan keberangkatan kapal Distribusi kedatangan dan keberangkatan kapal di Wilayah Pengamatan KKP Kelas I Tanjung Priok maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini : (1942 kapal) dengan rata – rata keberangkatan kapal kapal dari total keberangkatan kapal sebesar 26.601 kapal dalam

Distribusi Kedatangan dan Keberangkatan Kapal Di Wilayah Pengawasan KKP Kelas I Tanjung Priok Tahun 2010

Pelabuhan Dalam Negeri Bulan Datang Berangk at 1,776 1,613 1,977 1,979 2,020 1,967 2,012 2,062 1,656 2,068 1,964 1,794 22,888

Pelabuhan Luar Negeri Sehat Berangk at 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Pelabuhan Luar Negeri Terjangkit

Jumlah

Datang

Datang

Berangkat

Datang

Berangk at 2,079 1,885 2,295 2,278 2,321 2,269 2,336 2,413 1,942 2,385 2,302 2,096 26,601

Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah

1,788 1,605 2,063 1,982 2,026 1,982 2,014 2,058 1,648 2,076 1,965 1,893 23,100

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

301 269 313 293 283 301 232 348 286 314 338 296 3,574

303 272 318 299 301 302 324 351 286 317 338 302 3,713

2,089 1,874 2,376 2,275 2,309 2,283 2,246 2,406 1,934 2,390 2,303 2,189 26,674

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

12

Buletin INFO KESPEL

Konklusi : 1. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok melaksanakan pengawasan kesehatan terhadap 2. seluruh kedatangan dan keberangkatan kapal. Kapal yang datang dari luar negeri, seluruhnya berasal dari pelabuhan luar negeri terjangkit. 3. Perbedaan kedatangan dan keberangkatan kapal dalam negeri pada akhir Desember 2010 sebanyak 99 kapal, disebabkan oleh a) Banyak kapal ikan yang datang di Wilayah Kerja pelabuhan Muara Baru, Sunda Kelapa, Muara Angke, Marunda dan Kalibaru membatalkan karena kapal keberangkatan berlayar

b) Banyak kapal pengangkut kayu yang datang di pelabuhan Kalibaru membatalkan keberangkatan berlayar karena sebagian kapal pengangkut kayu tersebut adalah kapal kecil dan pada bulan Desember cuacanya buruk c) Sebagian besar kapal tujuan wilayah Kepulauan Seribu (PP), berlabuh di Wilayah Kerja pelabuhan Muara Angke. d) Sebagian kecil kapal sandar di dan pelabuhan Tanjung Priok. e) P e r b e d a a n kedatangan keberangkatan kapal dari luar negeri pada akhir Desember 2010 sebanyak 6 kapal yang berarti kapal tersebut sandar di pelabuhan Tanjung Priok, Wilayah Kerja pelabuhan Muara Baru dan Marunda.

ikan tersebut adalah kapal kecil dan pada bulan Desember cuacanya buruk.

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

13

Buletin INFO KESPEL

RUANG PRL KEMATIAN IKAN SEBAGAI INDIKATOR BIOLOGIS PENCEMARAN PERAIRAN
By Diah Lestari Air merupakan substrat yang paling parah akibat adanya pencemaran. Berbagai jenis pencemar baik yang berasal dari sumber domestik (rumah tangga) seperti perkampungan, kota, pasar, jalan, maupun sumber non domestik seperti pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan serta sumber-sumber lainnya. Untuk negara-negara yang sedang berkembang, pencemar domestik merupakan 85 % dari seluruh pencemar yang memasuki badan air. Sedang untuk negara yang sudah maju pencemar domestik 15 % dari seluruh pencemar yang memasuki badan air (Suriawiria, 1996). Prosentase kehadiran pencemar domestik di badan air dapat pula dijadikan indikator/ parameter maju /tidaknya suatu negara. Hal ini tidak dapat disangkal mengingat kebiasaan dan tata cara masyarakat di negara yang sedang berkembang membuang berbagai jenis buangan tanpa melalui pengolahan sedang bagi masyarakat yang sudah maju segala jenis buangan baru akan memasuki badan air setelah melalui pengolahan/pengontrolan yang ketat terlebih dahulu. Tidak mengherankan kalau berbagai jenis penyakit secara epidemik ataupun endemik berjangkit dan merupakan masalah rutin di mana-mana pada negara berkembang akibat tingginya kadar buangan domestik memasuki badan air. Untuk negara yang telah maju masalah pokok yang
Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

banyak dihadapi adalah kehadiran berbagai jenis senyawa, khususnya dalam bentuk logam berat (Pb, Hg, Cu, Zn, dsb) serta residu senyawa lain seperti residu pestisida, deterjen, minyak bumi dsb. Banyak konferensi tingkat dunia diadakan untuk membahas masalah kualitas air, seperti konferensi yang menghasilkan kebutuhan dasar manusia (Health MDGs10 Human (Millenium Development Goals) membahas 10 Right), dimana air sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Konferensi tersebut dilaksanakan menggingat beberapa masalah utama yang dihadapi dunia mengenai masalah air, antara lain : Kecenderungan baru. Masalah pencemaran yang memasuki badan air yang semakin menghebat dan meningkat. Semakin meningkat kebutuhan jumlah air setiap saat. Tidak berlebihan banyak pendapat bahwa dikemudian hari dunia akan pula dilanda krisis air seperti halnya krisis bahan energi, bahan pangan, dsb. Kehadiran benda-benda asing dalam bentuk buangan pencemar akan karena penambahan kehidupan terjadi gejolak dimasa mendatang dunia akan menghadapi krisis sumber air

14

Buletin INFO KESPEL

dalam

badan

air

yang

menyangkut

baik tumbuhnya daripada bakteri. Keadaan seperti ini akan ditemukan kalau buangan tersebut dibuang ke aliran yang mempunyai volume besar. Dalam kondisi aliran air yang masih jernih mikroba belum melakukan aktifitas, maka keadaan jasad akan tetap konstan, tetapi begitu ada buangan masuk ke dalamnya, maka bakteri akan merupakan jasad yang pertama aktif, mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Turbulensi aliran air akan menimbulkan percampuran antara massa yang terdapat di dalam air dengan air itu sendiri menyebabkan semua mikroba mulai melakukan aktifitas. Dengan bantuan oksigen dari hasil fotosintesa mikroalgae atau oksigen terlarut, elemen-elemen anorganik di dalam aliran air sebagai berkurang dalam air sebagai sehingga akan sumber nutrien akan mikroalgae jumlahnya bakteri

mikroalgae, bakteri, protozoa, juga terhadap kandungan senyawa-senyawa dalam bentuk ion NH4- , NO3-, PO43- dsb. Indikator alami untuk badan air yang kotor antara lain kandungan oksigen terlarut (DO) di dalamnya. Yaitu bahwa pada daerah yang bersih atau jernih, DO bernilai tinggi (lebih dari 4 mg/l) sedang pada daerah yang kotor sangat rendah (di bawah 1 mg/l) dan akan dihuni oleh jenis ikan tertentu secara terbatas (yang tolerans) serta sebagian besar oleh bakteri dan serangga air. Karakteristik biologis yang dapat menjadi indikator kualitas air, yaitu kandungan mikroba (bakteri), plankton (fitoplankton, zooplankton), mikroalgae, benthos, protozoa, tumbuhan dan hewan lainnya (ikan, serangga tersebut di perairan dsb). akan juga Karakteristik konsumen biol ogis

menghasilkan indikator biologis. Ikan sebagai pertama merupakan indikator biologis untuk kualitas perairan. Untuk jenis ikan yang tidak toleran terhadap bentuk perairan yang mengalami ditandai penambahan benda –benda asing dalam bahan pencemar akan adanya kematian ikan yang berarti perairan tersebut sudah mengalami perubahan dari tidak atau belum tercemar menjadi sudah tercemar. Keadaan aliran yang telah mengalami penambahan buangan akan ditandai oleh adanya peningkatan aktifitas mikroba baik yang berhubungan erat dengan jumlah konsentrasi nutrien ataupun dengan fluktuasi jasad. Kalau kadar organik dari buangan bernilai rendah, maka konsentrasi nutrien akan rendah pula, sehingga mikroalgae akan lebih

mulai berkurang. Akibat kandungan organik di meningkat, dan mendapatkan sumber nutrien hingga jumlah NH4 bertambah. Tetapi NH4 kemudian dioksidasi menjadi NO3, sehingga akhirnya senyawa organik bersama-sama dengan NO3- , PO4- , SO4- , jumlah bertambah sehingga jumlah bakteri juga akan bertambah pesat sampai mencapai titik maksimum. Tetapi kalau akhirnya kandungan oksigen berkurang maka hewan seperti ikan dan serangga air tidak dapat hidup lagi. karena bakteri Bersama bakteri yang dengan merupakan Pada nilai maksimum penambahan jumlah bakteri, protozoa akan berkembang sumber pertumbuhan makanan protozoa.

keadaan aliran benar-benar tercemar, dan air

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

15

Buletin INFO KESPEL

menjadi ikan.

septik,

berbau,

berwarna

hitam

nilai

BOD

akan

turun,

nilai

DO nilai

menjadi seperti

sehingga sering didapat banyak kematian Jumlah zat organik NO3-, SO42, PO43- , yang semula banyak sepanjang aliran, makin lama makin berkuarng sehingga keadaan demikian bakteri. tumbuh kembali. karena akan Tetapi mengurangi pada waktu pertumbuhan jumlah nitrat

meningkat

hingga

diperoleh

keadaan semula. Tanda-tanda yang paling umum dari keadaan ini ialah air menjadi jernih kembali dan hewan (terutama ikan) dapat hidup kembali. Referensi : Romimohtarto, K., Juwana, S, 2001, Biologi Laut, Ilmu Pengetahuan Tentang Biologi Laut, Jakarta. Clesceri, et.al., 1998, Standard Methode For The Examination Water and WasteWater, 20th Edition, APHA, AWWA, WEF, Washington DC. Suriawiria, U., 1996, Mikrobiologi Air Dan DasarDasar Pengolahan Buangan Secara Biologis, Bandung. Jones, HS., 1995, Rock, Shells, Fossils, Minerals & Gems, London

mencapai nilai maksimum, mikroalgae akan kembali. Jumlah sumber Pertumbuhan bakteri makanan makin mikroalgae berkurang dan menandakan aliran yang tercemar mulai pulih berkurang

bersamaan dengan itu jumlah protozoa, begitu juga mikroalgae akan berkurang. Akhirnya aliran air pulih kembali, dan sedikit demi sedikit

Bioterorism, Unsur Biologi, Kimia dan Pengamanan Radiasi (Nubika) Di Wilayah Kerja Bandara, Pelabuhan dan Lintas Batas Darat
Oleh : Fery Anthony, SKM, MKM
Indonesia sebagai sebuah negara maritim memiliki lebih dari 17.600 pulau. Dari sisi tugas kekarantinaan karena terbukanya banyak pantai seringkali kapal-kapal masuk ke perairan Indonesia dan berlabuh di pelabuhan baik legal maupun ilegal. Pada era globalisasi dimana transportasi antar benua sangat cepat bahkan lebih cepat dibandingkan masa inkubasi penyakit menular yang kita kenal, lebih dari 3 juta orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sehari. Perdagangan barangpun semakin marak termasuk barang yang membawa penyakit yang mengancam kesehatan penduduk baik disengaja maupun tidak. Semua hal tersebut akan makin memperberat kuantitas dan kualitas petugas KKP. Dalam satu dekade terakhir ini muncul pula masalah global yang harus disikapi secara cermat yaitu masalah Mass Destruction Weapon (MDW) atau Senjata Pemusnah Massal (SPM) termasuk yang terbuat dari unsur biologis, kimia dan radiasi nuklir. Hal tersebut menjadi masalah dan meluas secara global karena senjata tersebut dikuasai oleh sekelompok orang yang cenderung menimbulkan keresahan (teror) disemua negara di dunia. Salah satu dari SPM yang akan dibahas dalam hubungan dengan tugas-tugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) ialah unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi (Nubika) yang terkait dengan bioterorisme. Pendahuluan Unsur Nubika adalah bahan yang mengandung komponen-komponen bahan nuklir, bahan/zat biologis dan bahan kimia yang dapat digunakan untuk keperluan kesejahteraan/“prosperity”. Dibidang teknologi industri dan kesehatan, bahan-bahan Nubika telah berkembang luas digunakan oleh untuk meningkatkan farmasi kesejahteraan rangka masyarakat. Bahan biologi dewasa ini juga banyak digunakan industri dalam pencegahan penyakit, sedangkan bahan kimia dipakai luas di industri kimia, seperti industri farmasi, pabrik pupuk, baterai dan sebagainya. Dampak negatif yang harus diwaspadai dalam penggunaan bahan nubika yaitu dapat menyebabkan malapetaka yang serius bagi umat
Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

manusia, contoh kebocoran bahan radioaktif pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl (Rusia). Dalam satu dekade terakhir ini muncul pula masalah global yang juga harus dicermati yaitu masalah Mass Destruction Weapon (MDW) atau senjata pemusnah massal (SPM). Senjata pemusnah massal dikenal secara populer di dunia terbagi atas empat kelompok besar yaitu: 1. Senjata nuklir adalah senjata yang dikembangkan dari tenaga nuklir dan direkayasa sedemikian rupa sehingga dapat dibawa oleh perorangan dengan kemampuan yang dapat diatur keterbatasannya atau Limited nuclear mass destruction weapon.

16

Buletin INFO KESPEL

2. Senjata radioaktif adalah senjata yang dirancang degan mengeluarkan energi dari atom atau nucleus, unsur kimia dalam bentuk gelombang atau partikel radioaktif berupa sinar radiasi yang dapat merusak jaringan manusia dan hewan. 3. Senjata kimiawi adalah senjata yang dirancang dengan menggunakan bahan kimiawi tertentu menyerang individu maupun kelompok massa serta menyerang bagian eksternal dengan membakar kulit hingga melepuh atau yang bisa menyerang susunan pusat. 4. Senjata biologis adalah senjata yang bahan intinya dari produksi biologis umumnya dari hewan dan tumbuhan yang dapat menyerang individu atau kelompok. Bahan-bahan Nubika terdiri dari : 1. 2. 3. Bahan-bahan radioaktif (nuclear agent) Bahan-bahan biologi (biological agent) Bahan-bahan kimia (chemical agent) saraf

2. Setiap

upaya sipil

untuk

menimbulkan

teror

pada senjata

masyarakat

dengan

menggunakan

biologis yang berasal dari mikroorganisme patogen, unsur kimia maupun kekuatan nuklir. 3. Penggunaan unsur-unsur biologis terutama hewan dan tumbuhan, kimia dan radiasi nuklir yang berpotensi merusak kehidupan biologis manusia secara cepat dan menimbulkan keresahan sosial. Potensi Penggunaan Nubika Pada Masyarakat Sipil Sejarah penggunaan senjata biologis pertama yang pernah tercatat pada tahun 50 SM ketika tentara Romawi yang menguasai hampir seluruh Eropa dan Asia sampai Afrika Utara dengan cara membuang bangkai hewan ke sumber air minum kelompok musuh agar mereka menjadi sakit karena meminum air dari sumber air minum yang tercemar bibit penyakit dari hewan ke manusia. Pada tahun 1346 pasca perang salib teror sering dilakukan dengan menyebarkan mayat manusia yang meninggal karena penyakit menular di dalam kota agar penduduk kota tertular penyakit tersebut dan serangan penyerbuan dengan senjata hanya dianggap sebagai ”Finishing Touch” saja. Pada tahun 1500 tentara spanyol dan 1767 tentara Inggris menggunakan bibit penyakit cacar untuk menaklukan penduduk Indian. Pada PD-1 antara tahun 1916 hingga 1918 tentara Jerman menginfeksi ternak dan mencemari makanan ternak dengan bibit penyakit anthrax. Dalam penjajahan Jepang terhadap Manchuria (1937) sebanyak 10.000 orang Manchuria tewas dalam percobaan penggunaan senjata Biologis. Pada PD-2 tahun 1942 balatentara Jepang menyemprotkan bibit kuman Pes di Cina yang menyebabkan tewasnya ratusan ribu penduduk. Tahun 1979 tentara Rusia menyebarkan spora anthrax di kota Sverdolsk dan membunuh 1.000 penduduk. Dalam kurun waktu antara tahun 1985 hingga tahun 1991 tentara senjata Irak mengembangkan offensive dan dalam memproduksi biologis

Hakekat ancaman senjata Nubika adalah : Daya rusaknya lebih hebat dibanding dengan senjata konvensional. Dampak negatif terhadap manusia lebih besar dibanding kerusakan pada materiil/tanaman,

sehingga dapat menurunkan moril personil lawan dan menyebabkan menurunnya kemampuan tempur lawan. Dapat dan efektif digunakan untuk penyerangan terhadap ”deep target” sehingga kemampuan lawan untuk ofensif dapat diredam. Dapat mematahkan perang gerilya. Dapat digunakan untuk ”silent operation”. Definisi Bioterorims Beberapa definisi yang dipergunakan untuk

hubungannya dengan sengketa terhadap Iran dan juga digunakan dalam perang teluk. Pasca tragedi WTC 11 September 2001 di New York, dari berbagai tempat di Amerika dilaporkan 5 dari 9.000 suspek yang bersentuhan dengan surat-surat yang mengandung bubuk spora anthrax meninggal. Dari 9000 suspek tersebut pengobatan antibiotik diberikan pada 5000 orang karena sebagian besar dari mereka

menggambarkan bioterorism antara lain : 1. Penggunaan kekuatan atau kekerasan terhadap perorangan ketakutan atau atau hak milik untuk menimbulkan atau keresahan pemerintah

masyarakat sipil untuk tujuan politik maupun sosial.

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

17

Buletin INFO KESPEL

menunjukkan gejala menderita anthrax type pulmonal maupun type kulit. Bahan senjata biologi yang ada di Indonesia ialah bibit penyakit pes yang disimpan bilamana ada wabah dan dijadikan bahan vaksin. Strain Ciwideij adalah strain yang dipakai untuk memproduksi vaksin pes untuk manusia dan disimpan di Bio Farma, Bandung. Indonesia masih mempunyai strain lain yaitu strain 68 yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah dan strain 86 yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Kedua strain terakhir disimpan di Laboratorium Kesehatan Daerah Yogjakarta. Selain itu strain dari Indonesia juga disimpan di laboratorium CDC Atlanta di Fort Collin, Amerika Serikat. Bakteri antraks di Indonesia strainnya disimpan di Pusat Veterinaria Farma, Surabaya yang keperluannya adalah untuk memproduksi vaksin antraks hewan ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan kuda. Untuk keperluan khusus yaitu untuk pekerja yang berisiko tertular penyakit antraks digunakan vaksin impor terutama untuk keperluan tentara yang beroperasi di daerah endemis antraks. Sepanjang tahun 2002 Indonesia menerima 28 amplop dengan alamat pengirim dari berbagai tempat di Indonesia maupun di luar negeri. Amplop-amplop tersebut ditujukan kepada orang-orang kedutaan negara asing serta pribadi pimpinan kantor dagang, namun dalam pemeriksaan secara laboratoris di Balai Penelitian Veteriner Bogor ternyata semuanya negatif spora anthrax. Senjata biologis menjadi pilihan dalam melaksanakan teror disebabkan karena : 1. Bahan untuk memproduksi senjata biologi ada di alam dan dapat diolah dengan cara sederhana, selain itu di laboratorium bahan ini disimpan untuk berbagai maksud dan kalau penyimpanannya tidak aman bisa terjadi pencurian. 2. 3. 4. Untuk mendapat bahan senjata biologi dapat dibeli dengan harga murah. Untuk memproduksi senjata biologi tidak diperlukan prosedur yang berbelit dan susah. Mengoperasikan senjata biologi sangat mudah dan sederhana baik volumenya demikian juga beratnya relatif kecil. Yang penting jauh ialah dari dalam pengoperasiannya sangat kecurigaan

5.

Dengan

biaya

yang

ringan

bila

menggunakan

senjata biologi dapat berdampak pada daerah yang sangat luas dibandingkan dengan senjata nuklir. 6. 7. Memberikan dampak trauma psikologis yang diderita baik oleh pejabat maupun penduduk sekitar. Pengoperasian senjata biologis relatif lebih mudah dibandingkan senjata pemusnah massal lainnya. Lintas Penyebaran Penggunaan senjata biologis telah disinyalir oleh Mr. Reginal Bartholomew dari US Secretary of State pada tahun 1992 dan memberi peringatan atau warning terhadap pemerintah Amerika Serikat agar siap menghadapi segala kemungkinan bila senjata biologi ini jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saat itu ungkapan terorism belumlah populer, istilah yang digunakan adalah para sabotir yang terlatih. Lisa Bronson dari US Pentagon tahun 1994 menyatakan bahwa paling tidak di dunia ini sudah lebih dari 100 negara yang mampu mengembangkan senjata biologi termasuk Indonesia dengan kriteria memiliki stok bibit senjata biologis, siap memprosesnya dan mampu mengoperasikan di lapangan. Masuknya senjata biologi ke Indonesia dapat melalui lintas batas darat dengan menggunakan angkutan jalan raya dan sungai, kemungkinan lain adalah masuk melalui angkutan udara dan angkutan laut. Lintas penyebaran senjata biologis dapat melalui : Lewat pelabuhan legal/ ilegal Lewat bandar udara Lewat perbatasan antar negara Lewat paket pos Sumber, Bahaya dan Keterbatasan Senjata Nubika Berdasarkan sumbernya senjata biologi yang dikenal umum yang mudah diproduksi dan dioperasikan ialah : Golongan virus, ada 2 macam yaitu Virus Cacar dan Virus Ebola. Virus cacar atau virus smallpox, 1. Virus Cacar yang diisolasi adalah virus pox dari species Orthopoxvirus sp yang sampai sekarang disimpan di laboratorium penyakit menular di Amerika Serikat dan Rusia 2. Virus Ebola, anggota dari virus Vilovirida penyakit ini sering muncul di Congo, Zaire dan Afrika.

orang sekitar (misalnya dengan hanya membawa 20 amplop kecil maka teroris dapat melumpuhkan sebuah kawasan perdagangan yang besar).
Volume VI Edisi 1 Triwulan I (Januari Maret ) Tahun 2011 Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari--April) Tahun 2011

18

Buletin INFO KESPEL Buletin INFO KESPEL

Golongan bakteri, ada 3 macam yaitu kuman antraks, kuman pes dan kuman glanders atau ingus jahat atau malleus. 1. Kuman Antraks, agent penyakit ini ialah Bacillus antthracvis, bakteri ini mempunyai keistimewaan yaitu di alam dia berbentuk spora dan dapat bertahan hingga puluhan tahun walau dengan pemanasan 100
oC.

3. 4.

Serbuk dipadatkan à dijadikan senjata peledak pada ketinggian sekitar 300 m. Kematian massal < 24 jam yang disebabkan oleh pneumonia akut. Botulinum à Isolasi, disebarkan melalui

Toksin

makanan dan minuman. Racun licin à isolasi dari biji jarak.

Di Indonesia penyebaran penyakit ini ialah di Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, KETERBATASAN SENJATA BIOLOGIS : 1. Pemilihan dasar untuk produksi senjata biologis membutuhkan kecermatan tinggi terutama untuk kemurniannya. 2. Dasar penguasaan ilmu yang tinggi agar bahan tidak tercecer kemana-mana dan para pekerja tidak menjadi 3. korban senjata-nya sendiri khusus ketika dalam atau mengerjakan di ruangan tempat kerja. Membutuhkan pengoperasian keterampilan alat-alat di ruangan kerja

Sumatera

Yogyakarta, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua. Hampir setiap tahun penyakit ini muncul baik pada hewan maupun manusia. 2. Kuman Pes, bibit penyakitnya ialah Yersinia pestis, di Indonesia tahun 1910 penyakit ini telah menelan korban manusia di P. Jawa sebanyak 250.000 orang, penyakit ini tersebar di Jawa Tengah, di Kabupaten Boyolali, di Yogyakarta (Kabupaten Sleman) dan di Jawa Timur (Kabupaten Probolinggo). Penyakit ini masih ditemukan di Amerika Serikat, Brasil, Rusia, India, Cina, Myanmar, Vietnam, Iran dan beberapa negara Afrika. 3. Kuman Glanders atau Ingus Jahat atau Malleus, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas Mallei, sekarang ini disekitar Asia penyebarannya Mongolia masih ada dan daerah

laboratorium sehingga dihasilkan produk yang betulbetul diharapkan. 4. Tempat produksi senjata biologi memerlukan tempat yang aman, termasuk aman dari kecurigaan orang sekitar terhadap aktivitas teroris. 5. 6. 7. Precaution atau pengamanan dari pekerja sangat diutamakan. Memerlukan disiplin yang tinggi dari semua anggota organisasi. Seringnya terjadi salah sasaran atau target.

Tengah,

Mediterania. Indonesia telah bebas dari penyakit ini sejak tahun 1940-an. Toksin atau racun a. Toksin Botulinum tersebar diseluruh dunia termasuk Indonesia. Toksinnya diisolasi dari bakteri Clostridium Botulinum. Penularan melalui udara tetapi bisa juga melalui makanan dan minuman. b. Racun Ricin, racun ini diisolasi dari minyak biji buah jarak atau Jathropa Curcas L. Tumbuhan ini banyak tersebar di seluruh Indonesia, banyak dipakai untuk keperluan farmasi. Pembuatannya: 1. Antraks : Isolasi spora à dijadikan serbuk Serbuk dimasukan dalam amplop. Serbuk dipadatkan à dijadikan senjata peledak pada ketinggian sekitar 300 m. Kematian massal < 24 jam yang disebabkan oleh pneumonia akut. 2. Pes dan Glanders : Isolasi bakteri Dipadatkan sebagai serbuk.

TARGET DAN INDIKATOR SERANGAN BIOTERORIMS Senjata biologis banyak digunakan oleh terorisme karena dapat dioperasikan secara sederhana, sehingga siapa yang akan mendapat ancaman teroris ini dapat dibagi atas : Kelompok penduduk/kesatuan antara lain: sipil,

tentara, karyawan kantor, pabrik, massa pesta, stadion, penumpang kapal laut, pesawat, bis, kereta api. Individu, antara lain: pejabat, pimpinan, karyawan. Ruang terbuka, seperti : desa, medan latihan perang dan lainnya. Ruang tertutup, seperti: ruang konser, stadion, stasiun dan lainnya. Indikator penggunaan senjata biologi oleh teroris ialah :

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

19

Buletin INFO KESPEL

1. 2. 3. 4.

Dengan Dengan

menggunakan menggunakan

senjata senjata

biologi biologi

dapat dapat

7.

Hilangnya sistem penanggulangan dalam kondisi emergensi.

dicapai angka kematian yang tinggi. dicapai angka kesakitan yang tinggi. Dapat menyebabkan shok dan panik dari sasaran atau kelompok sekitar sasaran. Akibat dari serangan senjata biologi maka akan muncul trauma psikologis baik pada waktu serangan maupun sesudah serangan. Outcome Dari Serangan Bioterorims Beberapa dampak potensial yang mungkin timbul dari serangan bioterorism adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kematian dan kesakitan massal pada penduduk. S e ra n ga n m e n dada k t er ha dap sist em 3. penanggulangan dalam kondisi emergensi. Gangguan terhadap kehidupan kota yang normal. Tidak bekerjanya fasilitas yang terkontaminasi. Kepanikan dan kebingungan masyarakat (dampak psikologis). Hilangnya kemampuan pemerintahan. 2.

Bagaimana Menyikapinya?? Sangat perlu dicermati, bagaimana kita di Indonesia melalui lembaga dan para petugas menyikapi senjata biologi ini. Untuk itu beberapa usaha yang harus dikembangkan adalah : 1. Agar selalu memonitor penyebaran bahan dasar senjata biologi ini di Indonesia maupun di luar negeri dengan mengadakan kerjasama bilateral maupun multilateral. Kerjasama dengan berbagai lembaga agar selalu mendapatkan di luar negeri. Mengadakan pertemuan baik secara regional maupun bilateral dalam hubungan dengan Biological Weapon Convention (BWC). Dengan demikian akan tercipta kerjasama yang nyata guna mencegah beroperasinya para teroris yang kemungkinan besar akan menggunakan senjata biologi. informasi tentang gerakan para kelompok teroris baik yang ada di Indonesia maupun

PEMETAAN RISIKO SERANGAN BIOTERORIMS
RUANG LINGKUP KKP

PELABUHAN LAUT

BANDAR UDARA

LINTAS BATAS DARAT

MERUPAKAN JALUR KELUAR / MASUK ALAT ANGKUT Kapal , Pesawat Terbang ,Angkutan Darat PENUMPANG Penumpang Awak Kapal / Crew / Operator RAWAN MUATAN Bagasi, Barang , peti kemas, paket pos, Kargo

ANCAMAN MASUKNYA (SERANGAN) BIOTERORISME

KESIAPSIAGAAN KKP

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

20

Buletin INFO KESPEL

4.

Di dalam negeri perlu dibina kerjasama lintas sektoral dan lintas program serta mengadakan pertemuan dan pelatihan bersama menyikapi dan menghadapi teroris dengan risiko yang paling kecil.

Direktur

Imunisasi

dan

Karantina,

Sub-Direktorat

Karantina dan Kesehatan Pelabuhan, Jakarta

Internatinal Health Regulation, 2005 Hoediyono Karso, 1998, Spesifikasi Bahan Nubika dan Penanggulangannya, Makalah. dalam

5.

Agar selalu mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), alat, bahan dan obat-obat hubungannya dengan early warning, kemungkinan beraksinya biologi. teroris termasuk penggunaan senjata

Houssay, MD, 1995, Human Physiology, Mac Graw Hill Book Company Inc, New York.

6.

Perlu secara periodik diadakan up grading course atau kursus penyegar menyikapi termasuk juga kemungkinan Ministry of Defense, 1972, Medical Manual of Defense against Chemical Agent, Her Majesty’s Stationary Office, London. Ministry of Defense, 1977, Medical Manual of Nuclemunculnya serangan teroris dalam segala bentuk kemungkinan penggunaan senjata biologi di Indonesia.

Daftar Pustaka Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit dan

ar Operation, London.

Pengendalian Lingkungan, 2010, Modul Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia di Kantor Kesehatan Pelabuhan SeIndonesia Dalam Rangka Implementasi IHR 2005,

NBC Publication, Pamphlet no.2, 3 dan 5 ; The Effect of NBC Attack Tamat ….

PENGAMANAN MAKANAN DAN MINUMAN
(SALAH SATU FUNGSI KKP DALAM PELAKSANAAN PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DI PELABUHAN DAN ALAT ANGKUT) Oleh : Diah Lestari Dengan semakin meningkatnya penduduk dunia, kebutuhan makanan juga semakin meningkat. Berbagai cara fisik dan zat kimia selalu dikembangkan dan digunakan untuk meningkatkan pasokan makanan. Selain itu, dengan industrialisasi dan urbanisasi semakin banyak orang melakukan aktifitas perjalanan, makin mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan makanan olahan yang dapat diangkut dari daratan ke kapal dengan tetap mempertahankan nilai gizi serta sifat organoleptiknya. Kebutuhan ini sebagian besar dapat dipenuhi oleh penambahan bahan kimia yang dikenal sebagai zat tambahan makanan. Pengelolaan dan pengawasan makanan dan minuman keperluan di dalam kapal laut di lingkungan pelabuhan sendiri wajib mendapat
Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

perhatian dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), karena makanan dan minuman termasuk media lingkungan yang dapat mengandung berbagai polutan dan kontaminan. Bahan kontaminan terdiri dari kontaminan kimia dan mikroorganisme pathogen. Makanan dan minuman dapat terkontaminasi secara biologi, karena makanan dan minuman berpotensi mengandung mikroorganisme pathogen bila cara penanganan mendukung untuk hidupnya mikroorgnisme. Escherichia coli adalah salah satu mikroorganisme pathogen yang merupakan indicator kualitas bakteriologi bahan makanan tercemar. Pengamanan makanan dan minuman adalah upaya melindungi makanan dan minuman yang meliputi, pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan baku, pengolahan makanan,

21

Buletin INFO KESPEL

penyajian dan pengangkutan dari kemungkinan oleh bahan-bahan kontaminan. Bahan-bahan makanan untuk keperluan di kapal baik yang berasal dari darat dan diolah menjadi makanan di kapal perlu dilakukan pengamanan yang cermat dan sempurna untuk disetiap tahapan pengolahan. Petugas KKP harus mempunyai pengetahuan apakah pe ngamanan bahan-bahan makanan dengan penambahan zat tambahan makanan aman dikonsumsi untuk keperluan penumpang dan awak kapal. Beberapa zat tambahan makanan ditambahkan adalah : A. Secara Langsung 1. Bahan Pengawet, ditambahkan untuk memperpanjang shelflife untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan mikroba, seperti asam benzoat, propianat dan asam sorbat. 2. Antioksidan, pada minyak untuk mencegah tengik, pada buah dan sayur-mayur untuk mencegah pencok latan, seperti hidroksianisol berbutil (BHA), tokoferol. 3. Zat Pengemulsi, pemamtap dan pengental untuk memperbaiki kehomogenan, seperti ester sukrosa, lesitin dan garam 4. Warna, untuk mempertinggi daya tarik visual, seperti karoten, kokineal, amaranth, azorubin, indigotin dan tetrazin. 5. Bumbu penyedap, seperti ester, aldehid, keton, MSG 6. Pemanis buatan, seperti siklamat, sakarin dan aspantan B. Secara Tidak Langsung 1. Bahan pengemas, beberapa zat dapat berpindah dari wadah makanan, pembungkus dan lain-lain ke makanan yang dibungkus di dalamnya, seperti bahan polimer yang bersifat inert. Komponen polimer (monomer) dapat berpindah ke dalam makanan yang bersentuhan dengannya yang bersifat toksik. Contoh, vinil klorida bersifat karsinogen
Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

2.

3.

Residu obat hewan dalam makanan manusia, produk hewan yang biasanya meninggalkan residu biasanya daging, susu dan telur merupakan hasil metabolit dari proses metabolism hewan. Contoh, obat tetrapeutil, antibiotic, zat metabolic Pencemar, zat-zat mencemari makanan karena penanganan, pemeliharaan atau pemanenan, seperti mikotoksin, alflatoksin diproduksi dari jamur Aspergillus flavus dan terdapat dalam kacangkacangan, butir padi. Pencemar logam seperti merkuri, timbale dan cadmium.

Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pengamanan makanan dan minuman yang dilaksanakan KKP Kelas 1 Tanjung Priok : Di Pelabuhan meliputi : 1. Pendataan Tempat Pengelolaan Makanan. Pada tahun 2009 ada sebanyak 147 TPM baik di Induk maupun di wilayah kerja yang terdaftar. 2. Sertifikasi TPM, melalui : Pemeriksaan hygiene sanitasi sesuai dengan jenis TPM, untuk rumah makan/restoran (Kepmenkes RI No. 1098/Menkes/SK/VII/2004). Untuk jasa boga (Kepmenkes RI No. 715/Menkes/ SK/V/2003). Untuk makanan jajanan (Kepmenkes RI No. 942/Menkes/SK/ VII/2003). Penilaian terhadap hasil pemeriksaan Pengambilan sampel Pemeriksaan sampel makanan dan minuman Pemeriksaan usap dubur penjamah Analisis hasil pemeriksaan Pemberian Sertfikat laik hygiene sanitasi TPM 3. Audit TPM, dilakukan dalam rangka kelaikan TPM 4. Pembinaan dan Penyuluhan, dilakukan dalam rangka pembinaan berupa saransaran perbaikan, namun bila tidak diindahkan maka KKP bisa mencabut sertifikat laik hygiene sanitasi dan diusulkan untuk dicabut izin usaha atau tindakan

22

Buletin INFO KESPEL

penghentian / penutupan sementara TPM disertai berita acara pemeriksaan. Kegiatan Pengamanan Makanan dan Minuman di Kapal : Kegiatan ini dimulai dengan pendataan levaransir atau suplier bahan makanan di daratan. Kegiatan levaransir adalah penyediaan bahan baku /olahan untuk di suplai ke kapal. Setiap suplai bahan baku ke kapal wajib dilakukan pemeriksaan bahan baku makanan. Petugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap bahan baku makanan yang akan disampling. Petugas melakukan pemeriksaan bahan makanan dengan melihat komposisi bahan baku, masa expired date bahan makanan, zat tambahan/pengawet bahan makanan dan kemasan yang digunakan. Bila ada bahan makanan yang mencurigakan / rawan diambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan ditindaklanjuti kepada levaransir dan disertai langkah-langkah penanggulangan.

Dengan melihat kegiatan pengawasan dalam rangka pengamanan makanan dan minuman maka tersirat suatu pesan untuk petugas KKP untuk terus meningkatkan diri dan kemampuan dengan meningkatkan pengetahuan, chayoo…… Daftar Pustaka
Kepmenkes RI No. 715/Menkes/SK/V/2003, tentang Persyaratan Kesehatan Hygiene Sanitasi Jasa Boga Kepmenkes RI No. 1098/Menkes/SK/2003, tentang Persyaratan Kesehatan Hygiene Sanitasi Rumah Makan/Restoran Kepmenkes RI No. 942/Menkes/SK/VII/2003, tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi makanan Jajanan Kepmenkes RI No. 431/Menkes/SK/IV/2007, tentang Pedoman Teknis Pengendalian Risiko Kesehatan Lingkungan di pelabuhan/ Bandara/Pos Lintas Batas dalam rangka karantina kesehatan. Frank C.Lu; Toksikologi Dasar Asas, Organ Sasaran, dan Penilaian Risiko, UI Press, Jakarta, 1995.

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

23

Buletin INFO KESPEL

INFEKSI MENULAR SEKSUAL
Oleh : PARSAORAN TAMBA, SPD, ST, MKES Staf pengajar pada Universitas Negeri Manado

RUANG UKLW
kan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonore juga bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7 – 21 hari setelah terinfeksi, bahkan ada yang tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan namun ada juga penderita yang menunjukkan gejala berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika kencing, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual. Pada pria, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2 – 7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada saluran kencing dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri saat kencing dan keluarnya nanah dari penis. Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (anal sex) dapat menderita gonore pada anusnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anus dan keluar cairan sedangkan sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah. Hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan. Pada umumnya, tidak menimbulkan gejala namun dapat menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan. Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore dari ibunya selama proses persalinan sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Apabila infeksi ini tidak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan. Penyakit Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Istilah infeksi Klamidia dapat juga merujuk kepada infeksi yang disebabkan oleh setiap jenis bakteri dari keluarga Chlamydiaceae yang dapat merusak alat

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah jenis infeksi menular yang ditularkan dari seseorang kepada orang lain yang jalur utamanya adalah melalui hubungan seksual dan merupakan penyebab utama infertilitas, terutama pada wanita Sebagian besar IMS bisa disembuhkan namun ada yang tidak bisa disembuhkan dan dapat menimbulkan gejala yang berulang. Perempuan yang terkena IMS, gejalanya tidak terlalu tampak bila disbanding pada laki – laki, diiperkirakan sekitar 80-85% perempuan dengan IMS tidak menunjukkan gejala apapun. Gejala keputihan yang sering muncul pada perempuan merupakan hal biasa yang juga dipengaruhi oleh hormon dan lingkungan sehingga perempuan cenderung tidak mengobatinya karena tidak ada gejala. Infeksi menular seksual yang tidak diobati berhubungan dengan infeksi kongenital dan perinatal pada neonatus, terutama di daerah di mana tingkat infeksi tetap tinggi. Salah satu cara untuk mendeteksi IMS pada perempuan adalah dengan melakukan pemeriksaan ke sarana pelayanan kesehatan yang ada fasilitas laboratoriumnya untuk mencari jenis bakteri supaya dapat diberi pengobatan yang jitu .(prompt treatment)

Beberapa penyebab infeksi menular seksual yang paling umum yakni bakteri, virus dan parasit : Infeksi bakteri : Neisseria gonorrhoeae (penyebab gonore atau infeksi gonokokal), infeksi Chlamydia trachomatis pallidum (penyebab klamidia), Treponema

(penyebab sifilis), Haemophilus ducreyi (menyebabkan chancroid), Klebsiella granulomatis (sebelumnya dikenal sebagai penyebab Calymmatobacterium granulomatis inguinale granuloma atau donovanosis). Gonore atau gonorrhea atau sering disebut kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang disebab-

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

24

Buletin INFO KESPEL

reproduksi manusia dan penyakit mata. Klamedia yang menyerang alat kelamin : Pada wanita menginfeksi rahim, saluran tuba dan ovarium yang dapat menyebabkan munculnya jaringan parut dan menimbulkan komplikasi serius, termasuk nyeri panggul kronis, kesulitan menjadi hamil, dan komplikasi pada kehamilan lainnya yang berbahaya. Pada pria menunjukkan gejala infeksi saluran kencing meliputi: nyeri atau rasa panas ketika buang air kecil, kotoran yang tidak biasa keluar dari penis dan demam. Klamedia yang menyerang mata : Konjungtivitis klamidia atau trakoma dapat menjadi penyebab kebutaan mata. Penyakit Sifilis atau Raja Singa : Penyakit ini timbul akibat bakteri Treponema pallidum yang biasanya terjadi antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita. Gejala penyakit ini adalah timbul luka pada kulit seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi dan umumnya tidak terasa sakit. Luka biasanya akan sembuh setelah beberapa minggu namun virus menetap dalam tubuh dan bisa muncul kembali ditempat yang berbeda dan bisa disembuhkan secara bertahap dengan penicillin. Infeksi virus umum : Human immunodeficiency virus

PENCEGAHAN Cara yang paling efektif untuk menghindari terinfeksi atau transmisi infeksi menular seksual adalah untuk menjauhkan diri dari hubungan seksual (misalnya, oral, vagina, atau seks anal) atau untuk melakukan hubungan seksual hanya monogami. Sedangkan kondom, jika digunakan secara konsisten dan benar, sangat efektif dalam mengurangi penularan HIV dan infeksi menular seksual lainnya, termasuk gonore, infeksi klamidia dan trikomoniasis.

Papiloma

Herpes

(penyebab AIDS), Virus herpes simpleks tipe 2 (penyebab herpes kelamin), Virus papiloma manusia (menyebabkan kutil kelamin dan subtipe tertentu bisa menimbulkan kanker serviks pada wanita), Virus hepatitis B (hepatitis penyebab dan kasus-kasus kronis dapat menyebabkan kanker hati), Sitomegalovirus (menyebabkan peradangan di berbagai organ termasuk otak, mata, dan usus). Organisme parasit : Trichomonas vaginalis (trikomoniasis menyebabkan vagina), Candida albicans (penyebab vulvovaginitis pada wanita, pembengkakan kelenjar penis dan [kulup balano-posthitis] pada pria). vulvovaginitis pada anak

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

25

Buletin INFO KESPEL

GANGGUAN PENGLIHATAN WARNA (BUTA WARNA)
Oleh : dr. Hj.Endriana Svieta Lubis, MKK
hingga sulit mendapatkan data statistik penderita buta Penderita buta warna sering merasa cemas dengan kelainannya itu. Sebab, terkait dengan masa depan mereka. Entah itu, karena persyaratan untuk diterima sekolah dengan jurusan tertentu, maupun untuk diterima bekerja di sebuah institusi perusahaan. Padahal, jika merujuk pada UUD 45 pasal 28D ayat 2, menyebutkan, "Setiap orang berhak bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan adil dan layak dalam hubungan kerja". Maka hal tersebut kadang tidak berlaku bagi penderita buta warna. Seorang anak bisa saja tidak diterima masuk ke sekolah dengan jurusan ilmu eksakta, karena menderita buta warna. Akibat tidak lolos tes buta warna, ia terpaksa merombak total cita-cita ke jalur ilmu-ilmu sosial. Berhasil di pendidikan ilmu sosial, kembali hadangan buta warna terjadi di bursa tenaga kerja. Pada beberapa jenis pekerjaan tertentu buta warna juga menjadi syarat untuk mereka yang akan memasukinya, seperti pada profesi tentara, pilot, dokter atau bahkan hanya menjadi seorang supir.Hal ini patut menjadi perhatian karena sebenarnnya buta warna bukan merupakan suatu penyakit, hanya kelainan pada mata. Persepsi yang salah pada masyarakat mengenai penyakit buta warna adalah, bahwa buta warna sama sekali tidak bisa melihat warna, yang ada hanyalah warna hitam putih. Persepsi ini tidak benar karena tipe buta warna yang hanya dapat melihat warna hitam dan putih adalah satu tipe dari buta warna, masih ada tipe penyakit buta warna lainnya. Seperti penyakit buta warna yang hanya dapat melihat varian warna dari percampuran Merah dan Kuning saja (dichromatic), ada yang tidak dapat membedakan warna ketika banyak warna dicampurkan, ada yang tidak dapat membedakan gradasi warna. Colour blindness bisa juga disebut colour deficiency (lemah warna) yakni suatu ketidakmampuan membedakan beberapa warna. Salah satu penyebabnya adalah faktor genetik. Insiden kejadiannya pada laki-laki jauh lebih banyak dibandingkan wanita. Sayangnya di Indonesia Kejadian Buta Warna tidak banyak diteliti seb. Bagian-bagian mata adalah sebagai berikut: a. Lapisan pertama 1) Sklera di bagian belakang : sklera merupakan warna. Tetapi Buta Warna di Eropa 8-12% diderita oleh laki-laki dan 1 % perempuan.Wanita dapat menjadi pembawa (carrier) kromosom untuk buta warna walaupun secara klinis sehari-hari tidak buta warna. Mata merupakan organ yang berfungsi sebagai indera penglihatan. Rangsang yang adekwat untuk mata (dapat diubah menjadi impuls listrik) adalah cahaya.

dinding terluar yang keras dan putih. Berfungsi sebagai penyokong. 2) Kornea dibagian depan : jernih dan transparan. Lapisan kedua Di bagian belakang adalah kholoroid yang banyak mengandung pembuluh darah. Fungsi pembuluh darah ini adalah menyuplai makanan dan oksigen ke sel-sel mata. Di bagian depan kholoroid terbuka membentuk lubang bundar yang disebut pupil terletak di belakang kornea. Kholoroid mengandung pigmen. Kholoroid yang terletak di sekitar pupil disebut dengan iris. Fungsi iris adalah mengatur banyak sedikitnya sinar yang datang, sedangkan kholoroid adalah menyerap sinar yang datang sehingga tidak memantul kembali ke retina. Di bagian belakang pupil terdapat lensa yang jernih fan transparan sebab tersusun oleh protein kistalin. Lensa mata dapat berubah kecembungannya. Perubahan kecembungan ini disebut dengan akomodasi. Kemampuan akomodasi mata diatur oleh otot yang disebut dengan muskulus

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

26

Buletin INFO KESPEL

siliaris. Ruangan diantara kornea dan lensa terisi cairan yang encer yang disebut dengan aqueous humor, sedangkan di bagian dalam mata terisi oleh cairan yang pekat dan transparan uang disebut dengan vitreous humor. C. Lapisan ketiga Di sebelah dalam lapisan kholoroid terdapat lapisan ke- 3 yaitu retina yang tersusun oleh reseptor peka cahaya dan sel-sel sarah. Sel reseptor ada 2 bentuk yaitu konus (kerucut) dan basilus (batang). Sel konus peka terhadap sinar berwarna merah, hijau, dan biru, sedangkan sel basilus peka terhadap sinar putih. Sel batang mengandung rodopsin (disintesis dari vitamin A) yang dapat terurai oleh cahaya. Fungsi rodopsin adalah untuk melihat pada saat gelap. Oleh karena itu orang tiba-tiba berpindah dari terang ke gelap, ia tidak langsung dapat melihat sebab rodopsinnya terurai oleh cahaya.

mencegah pemantulan cahaya diseluruh bola mata, dan ini sangat penting bagi penglihatan tajam. Tanpa melanin berkas cahaya akan dipantulkan ke segala arah di dalam bola mata dan merangsang banyak reseptor, sehingga cahaya yang seharusnya kontras ditempat gelap dan t era ng m e nja di di ff u s p ad a re ti na.

Suplai darah retina Suplai darah untuk nutrisi lapisan dalam retina berasal dari arteri sentralis retina yang memasuki bagian dalam mata dan kemudian bercabang untuk mensuplai seluruh permukaan retina. Jadi retina mempunyai suplai darah sendiri yang tidak bergantung pada struktur lain di dalam mata. FISIOLOGI PENGLIHATAN Sistem ini terdiri dari retina, N.optikus (N.II), khiasma optikus, traktus optikus, korpus genikulatum lateral (CGL) radiatio genekulo-kalkarina, korteks kalkarina primer, korteks asosiasi dan lintasan antar hemisfer. Cahaya yang

Anatomi dan fungsi struktur retina Komponen fungsional retina tersusun atas lapisanlapisan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Lapisan pigmen Lapisan batang dan kerucut Membran limitan eksterna Lapisan nuclear luar Lapisan pleksiform luar Lapisan nuclear dalam Lapisan pleksiform dalam Lapisan ganglionic Lapisan serabut nervus optikus Membran limitan interna

tiba di retina diterima oleh sel batang dan sel kerucut sebagai gelombang cahaya. Gelombang mencetuskan impuls yang dihantarkan oleh serabut-serabut sel di stratum optikum ke otak. Jika cahaya berproyeksi pada makula, gambaran yang dilihat adalah tajam. Proyeksi cahaya di luar makula menghasilkan penglihatan yang kabur. Proyeksi sesuatu benda yang terlihat oleh kedua mata terletak pada tempat kedua makula secara setangkup, apabila proyeksi itu tidak menduduki tempat yang bersifat setangkup, maka akan terlihat gambaran penglihatan yang kembar (diplopia). Nervus optikus memasuki ruang intrakranium melalui foramen optikum. Di daerah tuber sinerium (tangkai hipofise) nervus optikus kiri dan kanan tergabung menjadi satu berkas untuk kemudian berpisah lagi dan melanjutkan lagi perjalanannya ke korpus genikulatum laterale dan kolikulus superior. Tempat kedua nervi optisi bergabung menjadi satu berkas dinamakan khiasma. Di situ serabut-serabut nervus optikus yang menghantarkan impuls visuil dari belahan temporal dari retina tetap pada sisi yang sama. Setelah mengadakan pergabungan tersebut nervus optikus melanjutkan perjalanannya sebagai fraktus optikus. Julukan yang berbeda untuk serabut - serabut nervus optikus dari kedua belah sisi itu berdasarkan karena nervus optikus aialah berkas saraf optikus (sebelum khiasma) yang terdiri dari

Setelah cahaya melalui sistem lensa mata dan kemudian melalui humor vitreus, ia memasuki retina melalui lapisanlapisan tersebut. Jarak ini tebalnya beberapa ratus micron sehingga ketajaman penglihatan terhambat. Untuk mencegah hal tersebut, fovea (bagian central retina) yang terdiri dari sel kerucut akan dipindahkan ke samping sehingga cahaya dapat langsung menuju sel kerucut, dengan demikian akan membantu ketajaman persepsi visual di dalam daerah retina mata Lapisan pigmen retina Pigmen melanin hitam di dalam retina berfungsi

seluruh serabut optikus yang berasal dari retina mata kiri

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

27

Buletin INFO KESPEL

atau kanan, sedangkan traktus optikus ialah berkas serabut optikus yang sebagian berasal dari belahan nasal retina sisi kontralateral dans ebagian dari belahan temporal retina sisi homolateral. Serabut –serabut optik yang bersinaps di korpus genikulatum laterale merupakan jaras visual, sedangkan yang menuju ke kolikulus superior menghantar impuls visual membangkitkan Setelah refleks di optosomatik korpus (Glaser, 1989). laterale,

al reseptor yang mencapai ambang letup dapat mencetuskan potensial aksi. Potensial aksi akan dihantarkan oleh sel saraf dalam membentuk impuls listrik ke otak bagian oskipitalis (otak besar bagian kepala belakang) untuk diolah.Dari mata kanan dihantarkan ke lobus kiri, sebaliknya mata kiri ke otak lobus kanan. Visual terang – gelap Apabila seseorang telah berada didalam cahaya terang untuk waktu yang lama, sebagian besar zat fotokimia didalam sel batang dan kerucut telah direduksi menjadi retinen, dan kebanyakan retinen telah diubah menjadi vitamin A. Karena kedua efek ini, maka zat kimia yang peka cahaya sangat berkurang dan kepekaan mata terhadap cahaya lebih berkurang lagi. Hal ini disebut dengan adaptasi terang. Sebaliknya seseorang ditempat gelap dalam waktu lama, sejumlah besar vitamin A akan diubah menjadi retinen yang kemudian diubah lagi menjadi rhodopsin. Dengan demikian reseptor visual menjadi peka terhadap cahaya. Inilah yang disebut dengan adaptasi gelap

bersinaps

genikulatum

penghantaran impuls visual selanjutnya

dilaksanakan

oleh serabut –serabut genikulo kalkarina, yaitu juluran ganglion yang menyusun korpus genikulatum laterale yang menuju ke korteks kalkarina. Korteks kalkarina ialah korteks perseptif visual primer (area 17). Setibanya impuls visual di situ terwujudlah suatu sensasi visual sederhana. Dengan perantaraan korteks area 18 dan 19 sensasi visual itu mendapat bentuk dan arti, yakni suatu penglihatan. Untuk impuls yang menuju kolikulus superior akan diteruskan ke kompleks inti pre tektal. Neuron interkalasi menghubungkan kompleks inti pretekral dengan inti Edinger Westphal, neuron inter kalasi ini ada yang menyilang dan ada yang tidak menyilang. Neuron eferent parasimpatik, berjalan bersama N III, mengikuti divisi interior, lalu mengikuti cabang untuk m.obiliquus inferior danakhirnya mencapai ganglion ciliare, setelah bersinap disini, serabut post ganglioner

PENGLIHATAN CAHAYA Bagian mata yang tanggap cahaya adalah retina. Ada dua tipe fotoreseptor pada retina yaitu Rod (batang) dan Cone(kerucut). Sel batang dan kerucut Sel batang dan kerucut pada retina merupakan fotoreseptor yang memiliki empat segmen fungsional utama, yakni : Segmen luar Segmen dalam Nukleus Korvus sinaptik Pada segmen luar ditemukan zat fotokimia peka cahaya, dimana pada sel batang terdapat rhodopsin dan pada

Mekanisme Kerja Indera Penglihatan Sinar dari luar masuk ke mata melalui kornea, pupil,

sel kerucut rhodopsin tersebut hanya merupakan salah satu dari beberapa zat fotokimia yang mirip dengan rhodopsin. Pada segmen dalam mengandung sitoplasma sel biasa, dan yang sangat penting adalah mitochondria yang memberi energi untuk fugsi reseptor. Sedangkan korvus sinaptik adalah bagian sel yang berhubungan dengan sel saraf yang merupakan stadium berikutnya pada rantai

aqueous humor, lensa, viterous humor dan sampai ke retina. Sinar yang sampai ke retina akan menyebabkan perubahan potensial listrik di sel reseptor yang disebabkan oleh masuknya ion Na+ dan keluarnya ion K+. Perubahan potensial listrik ini disebut dengan depolarisasi. Depolarisasi di reseptor menyebabkan potensial reseptor. Potensi-

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

28

Buletin INFO KESPEL

penglihatan.

setiap benda bahkan yang gelap pun akan terlihat terang putih. Tetapi apabila kepekaan retina sangat lemah, ketika masuk ke dalam ruangan gelap tidak ada bayangan yang benderang yang merangsang rod dengan akibat tidak ada suatu objekpun yang terlihat. Perubahan sensitifitas retina secara automatis ini dikenal sebagai fenom e na pe nye su a i a n t e ra ng d an g el ap .

a. Mekanisme penyesuaian terang (cahaya) Pada kerucut dan batang terjadi perubahan di bawah pengaruh energi sinar yang disebut foto kimia. Di bawah pengaruh foto kimia ini rhodopsin akan pecah, . Distribusi Rod dan Kone pada retina a. Kone (kerucut) Tiap mata mempunyai ± 6,5 juta cone yang berfungsi untuk melihat siang hari disebut “fotopik”. Melalui kone kita dapat mengenal berbagai warna, tetapi kone tidak sensitive terhadap semua warna, ia hanya sensitive terhadap warna kuning, hijau (panjang gelombang 550 nm). Kone terdapat terutama pada fovea sentralis. b. Rod (batang). Dipergunakan pada waktu malam atau disebut penglihatan Skotopik. Dan merupakan ketajaman penglihatan dan dipergunakan untuk melihat ke samping. Setiap mata ada 120 juta batang. Distribusi pada retina tidak merata, pada sudut 20° terdapat kepadatan yang maksimal. Batang ini sangat peka terhadap cahaya biru, hijau (510 nm). Tetapi Rod dan Kone sama-sama peka terhadap cahaya merah (650 – 700 nm), tetapi penglihatan kone lebih baik terhadap cahaya merah jika dibandingkan dengan Rod. PENYESUAIAN TERHADAP TERANG DAN GELAP Dari ruangan gelap masuk ke dalam ruangan terang kurang mengalami kesulitan dalam penglihatan. Tetapi apabila dari ruangan terang masuk ke dalam ruangan gelap akan tampak kesulitan dalam penglihatan dan diperlukan waktu tertentu agar memperoleh penyesuaian. Pendapat ini telah lama diketahui orang. Apabila kepekaan retina cukup besar, seluruh objek/ benda akan merangsang rod secara maksimum sehingga masuk ke dalam retine dan skotopsine. Retine akan tereduksi menjadi vitamin A di bawah pengaruh enzyme alcohol dehydrogenase dan koenzym DPN – H + H (=DNA) dan terjadi proses timbal balik (visa versa) Rushton (1955) telah membuktikan adanya rhodopsin dalam retina mata manusia, ternyata konsentrasi rhodopsin sesuai dengan distribusi rod. Penyinaran dengan energi cahaya yang besar dan dilakukan secara terus menerus konsentrasi rhodopsin di dalam rod akan sangat menurun sehingga kepekaan retina terhadap cahaya akan menurun. b. Mekanisme penyesuaian gelap Seseorang masuk ke dalam ruangan gelap yang tadinya beradadi ruangan terang, jumlah rhodopsin di dalam rod sangat sedikit sebagai akibat orang tersebut tidak dapat melihat apa-apa di dalam ruangan gelap. Selama berada di ruangan gelap, pembentukan rhodopsin di dalam rod sangatlah perlahan-lahan, konsentrasi rhodopsin akan mencapai kadar yang cukup dalam beberapa menit berikutnya sehingga akhirnya rod akan terangsang oleh cahaya dalam waktu singkat. Selama penyesuaian gelap kepekaan retina akan meningkat mencapai nilai 1.000 hanya dalam waktu beberapa menit saja, kepekaan retina mencapai nilai 100.000 waktu yang diperl ukan 1 jam . Sedangkan kepekaan retina akan menurun dari nilai 100.000 apabila seseorang dari ruangan gelap ke ruangan terang. Proses penurunanan kepekaan retina hanya diperlukan waktu 1 sampai 10 menit. Penyesuaian gelap ini ternyata kone lebih cepat daripada rod. Dalam waktu kira-kira 5 menit fovea sentralis telah mencapai tingkat kepekaan. Kemudian dilanjutkan penyesuaian gelap oleh rod sekitar 30 – 60

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

29

Buletin INFO KESPEL

menit, rata-rata terjadi pada 15 menit pertama. Sebelum masuk ke kamar gelap (misalnya ruang Rontgen) biasanya dianjurkan memakai kacamata merah atau salah satu mata dipejamkan dalam beberapa saat (± 15 menit). FOTOKIMIAWI PENGLIHATAN Sel batang Segmen luar sel batang mengandung 40 % pigmen peka cahaya yaitu Rodopsin.Rodopsin ini kombinasi : protein skotopsin & senyawa protein retinal tipe khusus yg disbt 11-cisretinal. Hanya btk 11-cisretinal saja yg dpt berikatan dg skotopsin agar dpt mensintesa rodopsin Sel kerucut Fotokimiawi dlm sel kerucut hampir sama persis dg sel batang, perbedaannya pada protein OPSIN : Sel batang adalah SKOTOPSIN Sel kerucut adalah FOTOPSIN Pigmen peka warna sel kerucut (iodopsin) mrp kombinasi antara RETINAL dg FOTOPSIN. Dlm bermacam sel kerucut tdpt 3 tipe fotokimiawi yg menyebabkan sel kerucut punya kepekaan yg selektif thd warna. Fotokimiawi tsb: Pigmen peka warna biru Pigmen peka warna hijau Pigmen peka warna merah Sifat absorpsi dr pigmen yg tdpt dlm ke3 macam sel kerucut menunjukkan bahwa puncak absorpsi adl pd panjang gelombang cahaya sebesar 445, 535, & 570 mili mikron.Panjang gelombang tersebut merupakan puncak sensitivitas cahaya untuk setiap tipe kerucut. Rangsangan yg kurang lebih sama besar pd sel kerucut merah, hijau & biru memberi sensasi penglihatan warna putih. Ternyata tdk ada panjang gelombang warna putih. Berarti warna putih gelombang cahaya. Regenerasi fotoreseptor Segmen dalam sel batang terus mensintesa rhodopsin baru yang kemudian berpindah kedasar segmen luar dan terus membentuk lipatan baru (diskus sel) dimana rhodopsin melekat. Diskus sel ini dibentuk tiap jam dan berpindah terus hingga ke ujung sel, setelah itu diskus mengalami adalah kombinasi semua panjang

degenerasi, jadi fotoreseptor cahaya dari sel batang terus menerus diganti. PENGLIHATAN WARNA Salah satu kemampuan mata adalah penglihatan warna, namun mekanisme penglihatan warna tersebut belum diketahui secara jelas. Denganvmenggunakan pengamatan skotopik pada intensitas cahaya yang lemah, tidak ada respon terhadap warna. Tetapi dengan menggunakan pengamatan fotopik dapat melihata warna namun tidak bisa membedakan warna pada objek yang letaknya jauh dari pusat medan penglihatan. Pada retina mata manusia yang normal terdapat dua jenis sel yaitu sel batang (aktif pada penerangan glap) dan sl kerucut(yang aktif pada penerangan terang) Kone berbeda dengan rod dalam beberapa hal yaitu kone memberi jawaban yang selektif terhadap warna, kurang sensitive terhadap cahaya dan mempunyai hubungan dengan otak dalam kaitan ketajaman penglihatan dibandingkan dengan rod.. Normalnya, terdapat 3 jenis sel kerucut yang masing masing berisi pigmen yang berbeda.Sel kerucut ini aktif saat pigmen tadi menyerap/mengabsorbsi cahaya. Absorbsi dari spektrum su sensitif sel kerucut berbeda beda. Salah Satu sensitif terhadap panjang gelombang pendek, satu terhadap yang medium dan yang ketiga peka terhadap gelombang yang panjang (puncak kepekaan spektrum ini adalah biru, hijau kekuningan dan kuning) .Kpekaan dari penglihatan warna normal bergantung kepada overlap antara absorbsi spektrum dari ketiga sistem.Warna yang berbeda akan dikenali saat jenis sel kerucut yang berbda di rangsang oleh panjang geelombang yang berbeda pula. Teori Young-Helmholtz : Ahli faal Lamonov, Young Helmholtz berpendapat ada 3 tipe kone yang tanggap terhadap tiga warna pokok yaitu biru, hijau dan merah. Cahaya monokromatik tertangkap oleh sel kerucut sesuai panjang gelombang dan interpretasi warnanya.Seseorang dpt jg mempunyai sensasi warna kuning bila ada cahaya merah dan cahaya hijau yg dipancarkan ke mata secara bersamaan merangsang sel kerucut merah dan sel kerucut hijau sehingga timbul sensasi warna kuning walaupun sebenarnya tdk ada panjang gelombang yg sesuai dengan kuning. warna

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

30

Buletin INFO KESPEL

Sel kerucut Biru, Mempunyai kemampuan tanggap gelombang

akan tampak tiga warna pigmen peka cahaya yang serupa dengan kurva sensitive untuk ketiga tipe kone. DISKUSI Buta warna menerima gelombang cahaya Buta warna adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat membedakan warna tertentu dan umumnya terjadi karena kelainan yang dibawa sejak lahir dan diturunkan. Buta warna merupakan defisiensi penglihatan warna pada manusia, merupakan ketidakmampuan untuk menerima perbedaan iantara bberapa warna dimana orang lain dapat membedakan.Kebanyakan terjadi karena faktor genetik , namundapat juga terjadi karena kerusakan mata, otak, syaraf atau karena bahan kimia tertentu. Buta warna ini biasanya digolongkan sbagai suatu disabilitas. Prevalensi Buta warna terjadi pada sejumlah orang dengan angka yang signifikan, walaupun proporsinya bervariasi pada beberapa kelompok.Sebagai contoh, di australia buta warna terjadi pada sekitar 8% pria dan hanya 0,4% dialami para wanita. Komunitas yang terisolasi dngan gen restrikted juga menghgasilkan banyak angka kejadian buta

frekwensi cahaya antara 400 dan 500 milimikron. Berarti konne biru dapat menerima cahaya , ungu, biru dan hijau. Sel Kerucut Hijau Berkemampuan

dengan frekwensi antara 450 dan 675 milimikron. Ini berarti kone hijau dapat mendeteksi warna biru, hijau, kuning, orange dan merah. Sel Kerucut Merah Dapat mendeteksi seluruh panjang gelombang cahaya tetapi respon terhadap cahaya orange kemerahan sangat kuat daripada warna-warna lainnya

Teori LAin Ketiga warna pokok disebut trikhromatik. Teori yang diajukan oleh Lamonov, Young Helmholpz mengenai trikhromatik sukar untuk dimengerti bagaimana kone dapat mendeteksi warna menengah (warna intermediate) dari tiga warna pokok. Oleh sebab itu timbul teori tiga tipe dikromat yaitu suatu warna menengah terpraoduksi oleh karena dua tipe kone yang terangsang. Sebagai contoh, kone hijau dan merah terangsang bersamaan tetapi kone hijau terangsang lebih kuat daripada kone merah maka warna yang terproduksi adalah kuning kehijauan. Apabila kone hijau dank one biru terangsang, warna yang ditampilkan sebagai warna biru hijau. Jika intensitas rangsangan terhadap kone hijau lebih besar daripada kone biru, warna yang ditampilkan lebih hijau dan biru. Pada suatu percobaan dimana mata disinari dengan spectrum cahaya kemudian dibuat kurva respon dari pigmen peka cahaya
Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

warna ini. Contohnya adalah pada daerah pedesaan di Finlandia, Hungaria dan beberapa di kepulauan Skotlandia. Sedangkan di Amerika Serikat , sekitar 7% dari populasi pria (atau sekitar 10. 5 juta pria) dan 0,4% populasi wanita tidak dapa membedakan merah dngan hijau, atau ,melihat merah dan hijau secara berbeda.Telah

ditemukan pula bahwa lbih dari 95% dari semua variasi pnglihatan warna melibatkan reseptor merah dan hijau pada mata kaum pria.Sedangkan gangguan terhadap penglihatan warna biru jarang dijumpai pada baik para pria maupun pada wanita. Sebagian besar pria eropa kaukasia mengalami kelainan nyai buta warna ini.Para lebih pria yang ibunya buta mempunyai satu kromosom X terganggu, mempukemungkinan besar menderita warna yang diturunkan.Sedangkan kelainan ini terjadi di kalangan para wanita dengan prevalensi sekitar 1%.

ke halaman ……………. 40

31

Buletin INFO KESPEL

TEKNOLOGI & INFORMASI

RADIASI PENGION
Oleh : ISHA ALI WARDHANA, SKM, MKM

Jika pembangkit listrik tenaga nuklir tidak berfungsi (rusak), radioaktivitas dpt dilepas ke daerah sekitarnya dg campuran produk yang dihasilkan di dalam reaktor. Anggota masyarakat dapat terpapar langsung oleh radionuklida dalam udara ataupun makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bahan tersebut. Penyelamat dan pekerja pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dapat terkena radiasi dg dosis yg lebih tinggi karena mereka kontak langsung dengan bahan radioaktif tersebut.
Ketika atom tertentu hancur, baik secara alami ataupun buatan manusia, jenis energi tersebut disebut sebagai radiasi pengion. Energi ini dapat sebagai gelombang Selanjutnya, atom elektromagnetik (sinar gamma atau sinar-X) atau sebagai partikel (neutron, beta atau alfa). yang memancarkan radiasi disebut radionuklida. Manusia bisa terkena radiasi alami setiap hari, radiasi yg berasal dari luar angkasa (sinar kosmik) serta bahan radioaktif alami dalam air, tanah dan udara. (sumber alam utama radiasi : gas Radon) Manusia jg bisa terkena radiasi dari sumber buatan manusia. (yang paling umum dari radiasi pengion adalah perangkat medis tertentu seperti mesin X-ray) Radiasi pengion dapat dihasilkan dari sumber luar atau dalam tubuh (iradiasi eksternal atau kontaminasi internal). Kontaminasi Internal mungkin akibat menghirup atau menelan bahan radioaktif (Yodium valensi 131 untuk terapi kanker gondok). Pajanan Eksternal ketika seseorang terkena sumber eksternal seperti sinar-X atau bahan radioaktif (misal : debu, cairan, aerosol) melekat pada kulit atau pakaian, mengakibatkan kontaminasi eksternal, namun kontaminasi eksternal ini sering bisa dicuci dari tubuh. Produk makanan Makanan dapat terkontaminasi bahan radioaktif dari darurat nuklir. Permukaan makanan seperti buah dan sayuran menjadi radioaktif oleh bahan radioaktif yang jatuh di atasnya dari udara atau melalui air hujan atau melalui tanah ke dalam tanaman atau ke sungai, danau dan Dampak kesehatan AKUT : Jika dosis radiasi melebihi ambang batas tertentu, maka dapat menghasilkan efek akut, seperti mual, muntah, diare, kulit kemerahan, rambut rontok, luka bakar radiasi, dll dan sindrom radiasi akut (ARS1). KRONIS : Paparan radiasi dapat meningkatkan risiko kanker. Di antara para korban bom atom Jepang, risiko leukemia meningkat beberapa tahun setelah paparan radiasi, sedangkan risiko kanker lain meningkat lebih dari 10 tahun setelah pemaparan. Dalam keadaan darurat nuklir (radoaktif Yodium), jika menghirup atau tertelan, maka akan meningkatkan risiko kanker tiroid. Interaksi antara radiasi dengan sel hidup merupakan proses yang berlangsung secara bertahap. Proses ini diawali dengan tahap fisik, tahap fisiko kimia, empat tahapan interaksi, yaitu : 1. Tahap Fisik Tahap Fisik berupa absorbsi energi radiasi pengion yang menyebabkan terjadinya eksitasi dan ionisasi pada molekul atau atom penyusun bahan biologi. Proses ini tahap kimia biologi dan diakhiri dengan tahap biologik. Ada laut di mana ikan terkontaminasi radionuklida. Dampak kesehatan mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi radioaktif? Makanan yang terkontaminasi bahan radioaktif akan meningkatkan jumlah radioaktivitas seseorang dan dapat meningkatkan resiko kesehatan yang berhubungan dengan eksposur. Sebagai contoh, bisa meningkatkan prevalensi kanker tertentu di masa depan.

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

32

Buletin INFO KESPEL

berlangsung

sangat singkat karena

sel

(manusia)

yang terjadi dapat meluas dari skala seluler ke jaringan, organ dan dapat pula menyebabkan kematian. Efek pada tahap biologis ini dibedakan atas jenis sel yang terkena paparan dan dosis radiasinya. Sel dalam tubuh manusia terdiri dari sel genetic dan sel somatic. Sel genetic adalah sel telur pada perempuan dan sel sperma pada laki-laki, sedangkan sel somatic adalah sel-sel lainnya yang ada dalam tubuh. radiasi dapat dibedakan atas : Efek Genetik atau efek pewarisan adalah efek yang dirasakan oleh keturunan dari individu yang terkena paparan radiasi. Efek Somatik adalah efek radiasi yang dirasakan oleh individu yang terpapar radiasi. Waktu yang dibutuhkan sampai terlihatnya gejala efek somatik sangat bervariasi yakni : Efek segera adalah kerusakan yang secara klinik sudah dapat teramati pada individu dalam waktu singkat setelah individu tersebut terpapar radiasi, seperti epilasi (rontoknya rambut), eritema (memerahnya kulit), luka bakar dan penurunan terlihat jumlah dalam sel darah. Kerusakan sampai tersebut waktu dan hari Berdasarkan jenis sel yang terkena paparan radiasi, maka efek

sebagian besar (70%) tersusun atas air, maka ionisasi awal yang terjadi di dalam sel. 2. Tahap Fisikokimia Tahap fisikokimia dimana atom atau molekul yang tereksitasi atau terionisasi mengalami reaksi – reaksi sehingga terbentuk radikal bebas yang tidak stabil. Sebagian besar tubuh manusia tersusun atas air, sehingga peranan air sangat besar dalam menentukan hasil akhir dalam tahap fisikokimia ini. Efek langsung radiasi pada molekul atau atom penyusun tubuh selain air hanya memberikan sumbangan yang kecil bagi akibat biologi akhir dibandingkan dengan efek tak langsungnya melalui media air tersebut. Ion-ion yang terbentuk pada tahap pertama interaksi akan beraksi dengan molekul air lainnya sehingga menghasilkan beberapa macam produk , diantaranya radikal bebas yang sangat reaktif dan toksik melalui radiolisis air. 3. Tahap Kimia Dan Biologi Tahap kimia dan biologi yang berlangsung dalam beberapa detik dan ditandai dengan terjadinya reaksi antara radikal bebas dan peroksida dengan molekul organik sel serta inti sel yang terdiri atas kromosom. Reaksi ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan – kerusakan terhadap molekul-molekul dalam sel. Jenis kerusakannya bergantung pada jenis molekul yang bereaksi. Jika reaksi itu terjadi dengan molekul protein, ikatan rantai panjang molekul akan putus sehingga protein rusak. Molekul yang putus ini menjadi terbuka dan dapat melakukan reaksi lainnya. Radikal bebas dan peroksida juga dapat merusak struktur biokimia molekul enzim sehingga fungsi enzim terganggu. Kromosom dan molekul DNA di dalamnya juga dapat dipengaruhi oleh radikal bebas dan peroksida sehingga terjadi mutasi genetik. 4. Tahap Biologis Tahap biologis bervariasi bergantung pada molekul penting mana yang bereaksi dengan radikal bebas dan peroksida yang terjadi pada tahap ketiga. Proses ini berlangsung dalam orde beberapa puluh menit hingga beberapa puluh tahun, tergantung pada tingkat kerusakan sel yang terjadi. Beberapa akibat dapat muncul karena kerusakan sel, seperti kematian sel secara langsung, pembelahan sel terhambat atau tertunda serta terjadinya perubahan permanen pada sel anak setelah sel induknya membelah. Kerusakan
Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

mingguan pasca iradiasi, waktu yang lama

Efek tertunda setelah (untuk (non-

merupakan efek radiasi yang baru timbul setelah (bulanan/tahunan) radiasi terpapar radiasi, seperti katarak dan kanker. Sedangkan bila atas ditinjau dari dosis kepentingan proteksi radiasi), efek radiasi dibedakan efek stokastik Stokastik dan efek deterministic adalah efek yang stokastik). Efek penyebab

timbulnya merupakan fungsi dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenal dosis ambang. Efek ini terjadi sebagai akibat paparan radiasi dengan dosis yang menyebabkan terjadinya perubahan pada sel. Radiasi serendah apapun selalu terdapat kemungkinan untuk menimbulkan perubahan pada sistem biologik, baik pada tingkat molekul maupun sel. Dengan demikian radiasi dapat pula tidak membunuh sel tetapi mengubah sel, mempunyai pertahanan peluang tubuh untuk yang lolos sel yang sistem untuk mengalami modifikasi atau sel yang berubah ini dari berusaha

menghilangkan sel seperti ini. Semua akibat proses

33

Buletin INFO KESPEL

modifikasi atau transformasi sel ini disebut efek stokastik yang terjadi secara acak. Efek stokastik terjadi tanpa ada dosis ambang dan baru akan muncul setelah masa laten yang lama. Semakin besar dosis paparan, semakin besar peluang terjadinya efek stokastik, sedangkan tingkat keparahannya tidak ditentukan oleh jumlah dosis yang diterima. Bila sel yang mengalami perubahan adalah sel genetik, maka sifat – sifat sel yang baru tersebut akan diwariskan kepada turunannya sehingga timbul efek genetik atau pewarisan. Apabila sel ini adalah sel somatik maka sel – sel tersebut dalam jangka waktu yang relatif lama, ditambah dengan pengaruh dari bahan-bahan yang bersifat toksik lainnya, akan tumbuh dan berkembang menjadi jaringan ganas atau kanker. Ciri – ciri efek stokastik, antara lain : tidak mengenal dosis ambang, timbul setelah melalui masa tenang yang lama, keparahannya tidak bergantung leukemia pada (efek dosis radiasi, dan tidak ada penyembuhan spontan, efek ini meliputi : kanker, somatik), penyakit keturunan (efek genetik).

Efek

Deterministik

adalah

efek

yang

kualitas

keparahannya bervariasi menurut dosis dan hanya timbul bila dosis ambang dilampaui. Efek ini terjadi karena adanya proses kematian sel akibat paparan radiasi yang mengubah fungsi jaringan yang terkena radiasi. Efek ini dapat terjadi sebagai akibat dari paparan radiasi pada seluruh tubuh maupun lokal. Efek deterministik timbul bila dosis yang diterima di atas dosis ambang (threshold dose) dan umumnya timbul beberapa saat setelah terpapar radiasi. Tingkat keparahan efek yang deterministik akan meningkat bila dosis

diterima lebih besar dari dosis ambang yang bervariasi bergantung pada jenis efek. Ciri – ciri efek non-stokastik, antara lain : mempunyai dosis ambang, umumnya timbul beberapa saat setelah radiasi, adanya terhadap penyembuhan tingkat radiasi, dosis spontan keparahan efek ini (tergantung tergantung keparahan),

meliputi : luka bakar, sterilitas / kemandulan, katarak (efek somatik)

Korban yang terkena radiasi nuklir, pada tahun 1945

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

34

Buletin INFO KESPEL

Bayam China Terkena Radiasi. BEIJING

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

35

Buletin INFO KESPEL

CARA MUDAH MEMUTIHKAN KULIT
Oleh : Roswitha Kusuma Wardhani Memiliki kulit warna putih, mulus dan halus merupakan idaman setiap orang, perempuan walaupun baik lelaki maupun perawatan kulit ini

SERBA SERBI
Warna gelap di area selangkangan bisa terjadi kemungkinan karena hormonal ataupun akibat iritasi dekat pada vagina lipatan yang selangkangan Resistensi

meninggalkan pigmentasi berlebih. insulin yang kerap terjadi pada wanita dengan berat badannya berlebih memicu warna lebih gelap pada area lipatan. Dibawah ini disajikan beberapa tips upaya untuk memutihkan, menhaluskan dan memuluskan beberapa bagian tubuh tersebut memakai buah – buahan ataupun sayuran.

didominasai oleh wanita. Pada saat ini banyak beredar cream pemutih kulit di pasaran, namun apapun yang namanya kosmetik pastilah mengandung unsur kimia berbahaya yang mungkin dapat merusak kulit. Banyak orang yang wajahnya rusak akibat penggunaan kosmetik yang tidak sesuai dengan jenis kulitnya, oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahan – bahan yang murah, mudah dan tidak membahayakan kulit kita.
Pada jaman dahulu masyarakat kita lebih memilih memakai sayur dan buah untuk kehalusan kulitnya dari pada mengolesi kulit dengan krem kosmetika pabrikan lainnya. Kandungan air dalam buah dan sayur dapat melembabkan kulit serta lemaknya menghalangi proses penguapan air melalui poripori sehingga akan menghasilkan kulit tampak bersih, lembut, lentur dan bercahaya. demikian, memutihkan kulit kita. Walaupun kulit tubuh kita putih namun ada beberapa bagian anggota badan kita yang dekil seperti lipatan pangkal paha, ketiak, tengkuk ataupun sekitar pusar, dan lain bagian tubuh. Biasanya wanita merasa risi dan terganggu dengan area lipatan pangkal paha sekitar vagina yang berwarna lebih gelap ini. Kenapa beberapa bagian tubuh kita tampak dekil atau gelap? Namun tidak semua buah dan sayur dapat

Mentimun Mentimun berukuran sedang dicuci, dihaluskan memakai blender. Setelah halus, oleskan jus mentimun tersebut pada bagian tubuh yang kita inginkan, ditunggu sekitar mandi. 5 menit, selanjutnya bersihkan dengan air hangat. Lakukan hal ini setiap kali anda

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

36

Buletin INFO KESPEL

Kedelai Rendam sekitar halus, it, setengah Ons kedelai selama

Wortel Wortel 1 buah yang sudah dicuci bersih, kulitnya, halus, it, oleskan jus wortel dikupas

semalam, lalu haluskan dengan blender. Setelah oleskan jus kedelai tersebut pada bagian tubuh yang kita inginkan, ditunggu sekitar 10 menselanjutnya bersihkan dengan air hangat. Lakukan hal ini setiap hari sebanyak 3 kali.

lalu haluskan dengan blender. Setelah tersebut pada bagian

tubuh yang kita inginkan, ditunggu sekitar 15 menselanjutnya bersihkan dengan air hangat. Lakukan hal ini setiap malam menjelang anda tidur.. Semoga tips untuk memutihkan, memperhalus dan memuluskan beberapa anggota badan ini bisa bermanfaat buat anda. Semoga berhasil.

Bengkoang Bengkoang 1 buah yang sudah dicuci bersih, lalu haluskan dengan blender.

dikupas kulitnya,

Setelah halus, oleskan jus bengkuang tersebut pada bagian tubuh yang kita inginkan, ditunggu sekitar 15 menit, selanjutnya bersihkan dengan air hangat. Lakukan hal ini setiap malam menjelang anda tidur.

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

37

Buletin INFO KESPEL

JEJARING DAN KEMITRAAN

KEGIATAN FASILITASI PENYEHATAN AIR DAN SANITASI DASAR
Oleh : Diah Lestari ( Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan )

Dalam

rangka

pelaksanaan

Rencana

Aksi Dengan diterbitkannya Permenkes No. 492/MENKES/ PER/IV/2010, tentang Persyaratan Kualitas Air Minum dan Permenkes No. 736/MENKES/PER/VI/2010, ten-

Penyehatan Kualitas Air Minum eksternal terhadap penyelenggara Air Minum, Direktur Penyehatan Lingkungan telah merencanakan kegiatan fasilitasi Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar. Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jejaring kerja antar pemangku kepentingan dan rencana kerja pengawasan kualitas air minum tahun 2011.

Pembukaan Pertemuan (Kabid PRL KKP Kls I Tg. Priok)

tang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum diharapkan dapat mengatur dan mengakomodir hal tersebut.
Sambutan & Arahan (Direktur Penyehatan Lingkungan)

Dalam rangka mensosialisasikan perangkat peraturan tersebut di atas dan rencana kerja pengawasan kualitas air minum tahun 2011, maka dilakukansuatu kegiatan untuk memperoleh persamaan persepsi dalam pelaksanaan pengawasan kualitas air minum yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan dalam hal ini Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, yang berperan dalam melakukan pengawasan kualitas air minum di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok. Peserta kegiatan fasilitasi Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar dihadiri oleh PT. Pelindo II (Persero),

Secara umum Program Penyehatan Air bertujuan untuk meningkatkan kualitas air untuk berbagai kebutuhan dan kehidupan manusia yang berada di pedesaan maupun di perkotaan dan miningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan air. Secara khusus program penyehatan air bertujuan meningkatkan akses air minum dan meningkatkan kualitas air minum yang aman untuk masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pengawasan, perbaikan dan pembinaan terpadu.

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

38

Buletin INFO KESPEL

Penyelenggara Air : PT. Metito, PT. Bogasari Flours Mills, UPT PKPP dan PPI Muara Angke, PT. (Persero)

MDG’s dan peningkatan akses penduduk terhadap sanitasi (STBM). Dalam amanat International Health Regulation (IHR) 2005, dimana Indonesia sebagai Negara anggota WHO akan dievaluasi tahun 2012, dalam kesiapannya memenuhi core capacities (kapasitas inti) IHR 2005. Dalam annex IB, IHR 2005 kapasitas inti rutin bagi bandara, pelabuhan dan perlintasan darat yang telah ditetapkan, bahwa harus menjamin lingkungan yang aman bagi para pelaku perjalanan yang menggunakan fasilitas yang ada di pintu masuk yang mencakup air minum, tempat makan, fasilitas katering pesawat udara, toilet umum, fasilitas pembuangan sampah yang memadai, dan area yang mungkin membawa risiko bagi kesehatan dengan melaksanakan pemeriksaan secara berkala. Jadi tidak berlebihan kalau kegiatan ini merupakan suatu implementasi dan pemenuhan core capacities IHR 2005 di pintu gerbang Negara. Sesuai Permenkes No. 492/2010, bahwa setiap penyelenggara air minum wajib menjamin air minum yang diproduksinya aman bagi kesehatan. Dan Permenkes No. 736/2010, untuk mencapai kualitas air minum sesuai persyaratan yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan harus dilakukan pengawasan eksternal dan pengawasan internal. Pengawasan eksternal yang dimaksud dilakukan oleh KKP khusus wilayah kerja di pelabuhan meliputi : inspeksi sanitasi sarana, pengambilan sampel air minum berdasarkan hasil inspeksi, pengujian kualitas air minum dilaboratorium, analisis hasil pengujian, rekomendasi untuk pelaksanaan tindak lanjut, dan pemantauan pelaksanaan tindak lanjut. Sejalan dengan peraturan tersebut KKP Kelas I Tanjung Priok mulai tahun 2011 sudah melaksanakan pengawasan terhadap penyediaan kualitas air midasar yang layak, dengan output melaksanakan sanitasi total berbasis masyarakat

Peserta Pertemuan

KBN Marunda, Pelabuhan Samudra Nizam Zachman, PT. Pelindo II Sunda Kelapa, dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, serta 5 wilayah kerja KKP Kelas I Tanjung Priok. Tujuan kegiatan ini adalah : 1. Meningkatkan pemahaman NSPK Program Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar di UPT Ditjen PP & PL serta penyelenggara air minum, 2. Pencapaian indikator RPJM bidang kualitas air minum dan inpres percepatan pelaksanaan program prioritas bidang penyehatan air, 3. Rencana kerja pengawasan kualitas air minum oleh instansi terkait. Indikator international yang dianggap obyektif untuk mengukur hasil pembangunan kesehatan suatu Negara adalah angka HUMAN DEVELOPMENT (HDI) dan capaian MDG’s. Sesuai Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2010, tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional, prioritas 3 bidang kesehatan dengan output jumlah kawasan yang terfasilitasi sanitasi dasar. Selanjutnya Instruksi Presiden NO. 3 Tahun 2010, tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan, yaitu program pendukung percepatan pencapaian MDG’s, berupa sosialisasi rencana aksi tentang pencapaian tujuan

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

39

Buletin INFO KESPEL

num baik di induk (Tanjung Priok) maupun di 5 (lima) wilayah kerja. Pengawasan terhadap kualitas air minum di Induk dan 5 wilayah kerja dilakukan pada sistim jaringan perpipaan, titik terjauh pada unit distribusi, mobil tangki dan reservoir. Sebagai contoh pengawasan penyediaan air minum di induk (Tanjung Priok) mulai dari inspeksi sanitasi sarana penyediaan, pengambilan sampel, pengujian sampel dan sampai rekomendai dilakukan pada titik-

titik : Pelabuhan Nusantara, Menara Air, Pelabuhan Perahu, Pelabuhan I (RO), Pelabuhan II (JICT), `Pelabuhan III (Kolinlamil), tongkang air, kegiatan pengawasan eksternal tersebut dilakukan secara rutin. Rencana Kerja Pengawasan Kualitas Air Tahun 2011 baik eksternal maupun internal di wilayah kerja KKP Kelas I Tanjung Priok (bisa didapat pada Bid PRL – KKP Kelas I Tanjung Priok, Red)

ke halaman ……………. 31 Mereka yang beresiko termasuk diantaranya adalah orang orang dengan penyakit mata degeneratif seperti katarak, atau peradangan dari nervus optic dan mereka yang mengalami defisiensi nutrisi vitamin A.Bila penyakitnya memburuk, maka begitu pula dengan buta warnanya. Penyebab 1.Faktor Genetik (inherited) Buta warna dapat diturunkan secara genetik.Beberapa pendapat mengatakan bahwa hal ini terjadi karena mutasi dari kromosom X. Sejak adanya mapping dari gen manusia, maka banyak ditemukan adanya mutasi gen ini. Mutasi ini menyebabkan terjadinya buta warna yang berasal dari setidaknya 19 kromosom berbeda dan banyaknya gen yang berbeda pula.Distrofi sel kerucut,Akromatopsia, Monokromat sel kerucut, Diabetes, , Retinitis Pigmentosa (awalnya mempengaruhi sel batang, kemudian menyerang sel kerucut sehingga terjadilah buta warna), Retinoblastoma, Lebers Congenital Amorosis adalah beberapa penyakit diturunkan yang diketahui dapat menyebabkan buta warna. Buta warna dapat terjadi secara kongenital (dari lahir), atau dapat terjadi ketika masa kanak kanak atau saat dewasa. Tergantung dari mutasinya, dapat terjadi menetap atau progresif.Karena progesifitasnya merusak retina dan bagian laindari mata, maka jenis tertentu dari buta warna dapat berkembang menjadi kebutaan. Sekitar 2% dari wanita dan 8% dari pria mengalami buta warna.Alasan kenapa para pria mengalami resiko yang lebih besar kelainan ini adalah karena gen yang terlibat dalam penglihatan warna banyak terdapat pada kromoVolume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

som X, sehingga kelainan buta warna ini lebih banyak terdapat pada pria dibanding pada wanita.Pada pria hanya terdapat satu kromosom X (XY) sedangkan pada wanita mempunyai dua kromosom X (XX)Pada buta warna dikarenakan mutasi kromosom X ini ada kemungkinan 50% pria terpengaruh dan diturunkan sedangkan 50% wanita menjadi carier.Pria hanya menerima satu salinan. Oleh karena itu mereka lebih rapuh terhadap mutasi kromosom X yang dibawa oleh ibunya.Jika kromosom X yang membawa gen buta warna terdapat pada pria , maka ia akan bermutasi sehingga terjadilah kelainan buta warna karena tidak ada kemungkinan dari kromosom X lainnya pada gen pria tersebut untuk menghalangi mutasi.Sementara itu pada wanita yang mempunyai gen buta warna pada kromosom X nya , maka yang umum terjadi adalah gen yang dominan lah yang akan mengambil alih gen yang resesif. 2.Penyebab lain yang didapat (Acquired) Shaken Baby Sindrome (sindrome ini menyebabkan kerusakan pada retina dan otak, sehingga juga dapat menyebaban buta warna).Kecelakaan dan trauma lain terhadap retina dan otak. Sinar Ultra Violet (saat tidak menggunakan alat pelindung diri).Banyak kerusakan karena sinar UV ini terjdi saat kanak-kanak dan bentuk dari degenerasi retina ini menyebabkan kebutaan . Obat tertentu seperti Viagra dan tamoxifen (obat yang diresepkan untuk mencegah kanker payudara) dapat mengubah penglihatan terhadap warna.Namun hal ini sangat jarang ditemui. Penyakit mata yang parah dapat juga menyebabBersambung ke Volume VI edisi 2 ……..

40

Buletin INFO KESPEL

FLORA & FAUNA
Oleh : Ny. BERTHA M. PASOLANG, S.os

“ MBURU UCENG KELANGAN DELEG”
Apakah pembaca pernah mendengar pepatah ini? Pepatah ini hanya sering didengar di daerah Jawa karena pepatah ini adalah pepatah Jawa yang arti lurusnya adalah “mengejar ikan uceng, kehilangan ikan gabus” sehingga mungkin makananya mengejar sesuatu yang kecil justru kehilangan sesuatu yang besar”. Ikan uceng ini memang termasuk ikan yang air tawar berukuran kecil sekitar 5 cm dengan bentuk tubuh seperti ikan tengiri bergaris – garis dan langsing kurus. bagian timur, sedangkan di daerah lain sebutannya lain. Mungkin setelah para pembaca melihat gambar – gambar ikan uceng ini, barulah pembaca tahu nama sesuai sebutan masing – masing daerah. Sebutan ikan uceng untuk di Jawa bagian tengah, dikenal dengan sebutan ikan deler, di Sumatera dengan sebutan ikan tilan, sedang di toko – toko ikan dengan sebutan ikan sili. Klasifikasi dari ikan uceng, antara lain : Phylum: Chordata, Subphylum: Vertebrata, Infraphylum: Gnathostomata, Superclass: Osteichthyes, Class: Osteichthyes, Sub-

class: IKan uceng ini hidup di air tawar yang bergerak di dasar sungai, diantara bebatuan dan airnya mengalir deras sehingga sulit dilihat jika airnya tidak jernih karena ukurannya yang kecil. Ikan uceng ini bentuknya kurus, bulat, kecil dan memiliki beberapa sungut pada ujung mulutnya. Sebutan ikan uceng ini dikenal di daerah Jawa Timur hort: ly:

Actinopterygii, Clupeocephala,

Infraclass: Order:

Actinopteri, Cypriniformes,

CoFamiGe-

Balitoridae,

Subfamily:

Nemacheilinae,

nus: Nemacheilus(sumber : Wikipedia) Ikan uceng saat ini sudah jarang sekali ditemui bahkan sebagian besar anak muda tidak tahu bentuk ikan

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

41

Buletin INFO KESPEL

uceng, apalagi rasa ikan uceng padahal ikan uceng yang digoreng rasanya sangat khas dan enak sekali. Kalau saja di pasar – pasar yang ada di Jakarta dapat ditemukan ikan uceng yang dijual, pastilah kelompok orang tua yang dahulu kala tinggal di sekitar sungai, pastilah akan membelinya karena rindu rasa ikan uceng yang gurih dan enak. Rasa ikan uceng yang paling gurih nikmat spesifik yakni digoreng biasa dengan dicelupkan air yang telah dibubuhi garam dan bawang putih. Ada juga yang dibuat rempeyek ikan uceng namun rasanya sudah berbaur dengan bumbu yang ada didalam tepung sehingga rasa khas ikan uceng sudah berkurang.

1.

Bunganya : Bunga segar secukupnya dimakan untuk mencegah muntah dan pengobatan herbal bagi yang sukar kencing

2.

Daunnya : 7 lembar daun dihancurkan, setelah lembut ditambah dengan segelas air dan disaring. Selanjutnya campur dengan 2 sendok makan madu sedikit gula aren dan diaduk sampai merata. Kemudian diminum sebagai obat sariawan.

3.

Akarnya dig: Akar dihancurkan sampai halus ditambah gula pasir, dimakan sebagai obat demam yang disertai mengigau.

4.

Buahnya : 3 (tiga) buah kaca piring direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal 1 gelas, selanjutnya diminum untuk obat sukar buang air besar

BUNGA KACA PIRING
Oleh : Ny. BERTHA M. PASOLANG, S.os
Bunga kaca piring ini termasuk dalam famili Rubiaceae yang dikenal dengan nama Gardenia augusta. Gardena ini memiliki arti gadis yang cantik jelita dan rendah hati. Oleh karena itu betapa indahnya bunga ini bila ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias atau tangkai dan bunganya dipakai sebagai penghias ruang tamu yang sekaligus bunganya sebagai pengharum ruangan. Bunga Kaca Piring adalah tanaman perdu yang bunganya sewaktu baru mekar berwarna putih tapi sedikit – sedikit berubah warna sedikit kekuning - kuningan dan sangat harum yang banyak dijumpai di sekitar tempat tinggal manusia sebagai tanaman hias. Bentuk bunga ini seperti bunga melati tetapi namun lebih besar dari bunga melati, sedang bentuk daunnya bulat telur, tebal, yang permukaan daun berwarna hijau tua yang mengkilat. Buah tanaman ini berwarna kuning dengan daun kelopak yang masih menempel, berbentuk oval dan tidak akan retak walaupun sudah matang dan kering. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ceplok piring, jempiring, menlu bruek, dan raja putih. Tanaman berkembang biak dengan cara stek atau cangkok. Kegunaan tanaman perdu bunga kaca piring ini :

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

42

Buletin INFO KESPEL

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

43

Buletin INFO KESPEL

KAJIAN & DIKLAT
FREDRIK LONA DJARA, SKM

AANDRAGOGI yang mengarah pada PARADIGMA SEHAT
Perubahan konsep pemikiran penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus benar – benar dilakukan secara utuh dan menyeluruh yang bertumpu pada upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Namun demikian penyelenggaraan upaya kesehatan yang bertumpu pada pengobatan dan pemulihan tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Konsekuensi logis dari diterimanya paradigma tersebut maka seluruh upaya kesehatan apapun harus berorientasi pada upaya peningkatan Seiring kesehatan dan pencegahan penyakit. bijakan tertinggi sampai pada kebijakan operasional di lapangan. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya arah pandang sumberdaya manusia kesehatan melalui beberapa metode, mulai dari seminar, sosialisasi, sampai pelatihan – pelatihan. Pelatihan formal ataupun non – formal di tempat pelatihan harus mampu membuat orang dewasa mengembangkan erampil an dan pengetahuan, kemampuan sikap, ketPerukual ifikasi

keteknisannya atau keprofesionalannya.

bahan penilaku kerja terjadi karena adanya penambahan pengetahuan dan yang sangat jelas kearah positif kemampuan oleh adanya pembaharuan nyata, menyeluruh dan secara

berkesinambungam dalam bidang managerial maupun teknis program. Metode pembelajaran terhadap orang dewasa dalam suatu pelatihan disebut andragogi, dalam bahasa Yunani Andros adalah orang dewasa sedang agogus adalah memimpin.

ungkapan Leavell, H. R., and Clark, E. G. (1953) tentang 5 level prevention meliputi Health promotion, Specifik protection, Early diagnosis and prompt, Disability limitation dan Rehabilitation maka upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit harus diutamakan, dengan konsekuensi bahwa pembiayaan kesehatan juga diarahkan pada upaya tersebut. Mariah saat ini kita review, seberapa besarkah pembiayaan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit? Bandingkan besarnya pembiayaan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit dengan upaya pengobatan dan rehabilitasi, lebih besar manakah? Selanjutnya, sudah siapkah sumber daya manusia kesehatan dalam memutuskan kebijakan pembiayaan kesehatan? Mulai dari pemegang ke-

Pengertian Andragogi berasal dan bahasa Yunani andros artinya orang dewasa, dan agogus artinya memimpin. Orang dewasa sebagai pribadi yang sudah matang mempunyai kebutuhan dalam hal menetapkan daerah belajar di sekitar problem hidupnya sehingga andragogi secara harfiah dapat diartikan sebagai seni dan pengetahuan mengajar orang dewasa. Oleh karena orang dewasa sebagai individu yang dapat mengarahkan

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

44

Buletin INFO KESPEL

diri sendiri, maka dalam andragogi yang lebih penting adalah kegiatan belajar dari peserta didik, bukan kegiatan mengajar guru. Proses belajar mengajar Belajar merupakan proses menjadi dirinya sendiri

teri,pejabat eselon tertinggi sampai pada tingkat pelaksana / fungsional dibawah. Bagaimana cara mengarahkan mind – set SDM kesehatan? Lebih tepat melalui pembelajaran yang tanpa disengaja tanpa menggurui yakni belajar mengajar orang dewasa dengan pendekatan : Ceramah/ Presentasi, Curah pendapat, Diskusi, Studi kasus, Simulasi, Role play, Demonstrasi dan Permainan/game.

(process of becoming), bukan proses untuk dibentuk (proces of beings Imped) nunurut kehendak orang lain, maka kegiatan belajar harus melihatkan individu peserta latih dalam proses pemikiran apa yang dinginkan, menentukan tindakan yang harus dilakukan agar peserta latih mewujudkan tujuan paradigm sehat. Fasilitator memiliki tugas untuk menolong agar peserta latih belajar berpikir sendiri, menolong peserta latih untuk berkemhang dan matang. Pengembangan teknologi andragogi hanya dapat dilakukan apabila diyakini bahwa orang dewasa sebagai pribadi yang matang sudah dapat mengarahkan diri mereka sendiri, mengerti diri sendiri, dapat mengambil keputusan untuk sesuatu yang menyangkut dirinya. Dalam proses belajar mengajar orang dewasa (Andragogi) dalam suatu pelatihan, hendaknya pemilihan metode pembelajarannya juga harus selektif. Beberapa harus metode sesuai pembelajaran dengan yang digunakan pendekatan

pelatihan, antara lain : Ceramah/Presentasi, Curah pendapat, Diskusi, Studi kasus, Simulasi, Role play, Demonstrasi dan Permainan/game. Dalam proses pembelajaran, pemilihan metode harus lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta untuk berperan lebih aktif, terutama tentang pemahaman hal yang baru, seperti paradigma sehat. Untuk mendukung terselenggaranya paradigma sehat yang berorientasi pada upaya promotif, preventif, proaktif, partisipasi aktif dan pemberdayaan masyarakat, maka semua sumberdaya kesehatan perlu dilakukan penyesuaian dari unit kesehatan pusat sampai di daerah, terutama mengarahkan mind – set tenaga kesehatan mulai dari MenFoto saat pembukaan pelatihan
Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

Foto saat pembukaan pelatihan

45

Buletin INFO KESPEL

ANEKA PERISTIWA
DISKUSI TERBUKA

APAKAH KARGO DAN KAPAL DARI JEPANG DAPAT TERKONTAMINASI RADIASI NUKLIR ?

Gempa berkekuatan 9,0 (diperbaharui oleh Badan Meteorologi Jepang pada tanggal 13 Maret, besarnya 8,8,) terjadi 11 Maret 2011 di Jepang, memukul pantai timur Honshu, Jepang. Daerah yang terkena dampak terburuk adalah wilayah Tohoku dan Hokkaido. (WHO, 20 Maret) 7.653 orang dipastikan tewas, 2.583 terluka dengan lebih dari 11.746 hilang. 367.141 orang telah dievakuasi, selain dampak buruk atas ledakan PLTN Fukushima. Pertanyaannya : Apakah ini PHEIC ?

umum yang sering mengajukan pertanyaan mengenai paparan, makanan, tempat tinggal dan upaya perlindungan individu pada insiden radiasi di Jepang. (WHO,19 Maret 2011) Bagaimana sikap kita untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin terjadi melalui arus pelayaran kapal yang dari Jepang, khususnya dari pelabuhan Sendai? Apakah yang dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok? Melakukan SKD melalui deteksi dini Pengawasan kapal dalam karantina Pemeriksaan lebih intensif terhadap kapal yg datang dari luar negeri (Seluruh Kapal yang dari Jepang, baik yang langsung / direct dari Jepang transit di pelabuhan lain) maupun yang

Ribuan penduduk yang dekat dengan reaktor nuklir dievakuasi setelah terjadinya gempa besar, tetapi pihak berwenang Jepang menyatakan reaktor nuklir itu dalam kondisi aman dan tidak terjadi kebocoran. Benarkah hal itu? Bagaimanakah rekomensi WHO ? WHO tidak menyarankan pembatasan umum tentang perjalanan ke Jepang. Namun, Pelaku Perjalanan harus menghindari perjalanan ke daerah yang paling terkena dampak gempa bumi dan tsunami serta kedaruratan PLTNFukushima. WHO memberikan jawaban seperti ini kepada masyarakat

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

46

Buletin INFO KESPEL

Kapal yg datang dari Jepang diperbolehkan sandar di Kade, dg syarat ada statement dari instansi berwenang di negara Jepang atau dari Nahkoda bhw kapal dan isinya : bebas atau tidak ada kontaminasi radiasi Nuklir dari peristiwa Jepang. 2. Pertemuan – pertemuan baik yg difasilitasi oleh KKP sendiri maupun Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan, JICT, dll dengan melibatkan BAPETEN Pertemuan pengguna awal jasa yakni terminal diskusi peti terbuka kemas JICT forum yang

meminta masukan dan informasi KKP Kelas I Tnjung Priok tentang langkah – langkah untuk mengantisipasi dampak negatif atas kejadian tersebut, dihadiri oleh seluruh perusahaan pelayaran sebagai anggota Insa Jaya. Selanjutnya pertemuan – pertemuan secara beruntun yang diselenggarakan oleh Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan, dll dengan melibatkan BAPETEN.

Pemeriksaan terhadap kapal, orang dan barang memakai alat deteksi radiasi Petugas pemeriksa memakai Alat Pelindung Diri dari kemungkinan adanya kontaminasi radiasi Nuklir

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

47

Buletin INFO KESPEL

3. Penyediaan sumberdaya (Penyiapan APD, pinjam alat deteksi radiasi dari Bapeten dan pelatihan petugas tentang penggunaan alat deteksi radiasi

4. Surat – surat edaran ke stake holder

5. Pengukuran radiasi di daratan Pelabuhan bersama
BAPETEN

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

48

Buletin INFO KESPEL

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

49

Buletin INFO KESPEL

RELAKSASI
TEKA TEKI SILANG
Oleh : HENDRA KUSUMAWARDHANA

1

2

3

4

5

6

7

8

9 11

10 12 13 14 15 16 17 18 19

20

21

22

23

24

25

26 I

27 28 29 30 34 35 36 37 38 31 32 33

Pertanyaan Mendatar : 1. Siapakah nama depan Menteri Kesehatan RI pada saat ini? 4. Rileks 9. Lagu (Jawa)

11. Ceritera 13. Liar 15. Suara anjing 18. Nama salah satu tumbuhan sebagai bahan adiktif 20. Bunyi terompet akhir jaman

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

50

Buletin INFO KESPEL

23. Nama ikan dalam salah satu ceritera 24. Ngarai, Arung . . . . 25. Gelar depan ketua redaksi buletin ini 27. Riel 28. Bertamu 30. Warna menyolok 35. Kependekan Lalillintas 36. Keakuan 37. Jasad binatang mati 38. Acap kali

8. Paut 10. Pergi (Inggris) 12. Bergema 14. Nama salah satu Empu 15. Biaya 17. Gerak badan 18. Kamu, engkau 20. Mengira, menduga 21. Penyakit rabies 22. Kalender 25. Buah masak yang indah 26. Orang ketiga tunggal 29. Ikatan, kerjasama, 31. Cinta muda mudi 32. Jalan cepat 33. Alat jual beli 34. Cela

Pertanyaan Menurun : 1. Kamu 2. Nama tempat menanak nasi 3. Menimang anak, 5. Siap 6. Pengasuh 7. Hebat

vendor . Yang pertama adalah aplikasi Phototentunya memiliki mesin printer Copier versi 3.0.3, yang kedua adalah Icopy apalagi tersedia dikantor ? Fungsi dan yang ketiga adalah PhotoCopier Pro printer pada masa sekarang tidak lepas V4.01. Untuk download silahkan klik kata dari kegiatan perkantoran untuk melihat MEMANFAATKAN MESIN hasil pekerjaan baik tulisan, laporan, unSCANER & PRINTER dangan. Sedangkan untuk kalangan UNTUK POTOCOPY anak sekolahan tentunya untuk menghasilkan hasil laporan praktek, tugas sekolah dan hasil karya tulis yang kunci di Google akan diajukan kepembimbing. Jenis printerpun sangat dan selamat beragam dari merk yang hanya meramaikan pasaran mencoba. @nm lokal dengan harga yang terjangkau oleh kalangan http://download.cnet.com/Photocopier/3000-10743_4-10059215.html menengah ke bawah sampai dengan merk terkenal dengan fungsi beragam ditambah harganyapun tidak menipu. Jaman sekarang semua orang tahu fungsi dari printer tentunya. Bagaimana dengan mesin scanner ? Apakah anda memilikinya ? Atau telah tersedia di kantor tetapi belum pernah menggunakannya atau tahu tetapi malas memanfaatkannya !. Fungsi mesin scanner tentunya adalah untuk memindai obyek dengan sinar yang akan diterjemahkan oleh mesin scanner atau komputer kedalam bentuk atau format jpg, tif, png dan pdf, sesuai dengan pengaturan dalam softwarenya. http://www.freewarefree.net/utility/5273/icopy-simple-photocopier-145/ Jadi komputer tanpa printer dan scanner seperti makanan tanpa garam tentunya kurang enak dan pastinya dengan hasil tidak akan maksimal. Pada waktu penulis melihat mesin photocopy terbayangkan apakah komputer dengan printer dan scanner bisa sebagai penganti “dalam keadaan darurat” sebagai mesin photocopy ?. Mulai saat itu penulis berburu software untuk menjawab pertanyaan di atas dan tidak lepas dari paman google tentunya. Akhirnya menemukan beberapa aplikasi yang berfungsi menggabungkan fungsi scanner, printer dan komputer. Mulai aplikasi yang gratis tetapi batas kemampuan terbatas, gratis total “opens source” dan Trial untuk mencoba dan kalau ada uang boleh membeli kepada

Anda

100% Tips

http://download.cnet.com/Photocopier-Pro/3000-10743_4-10062396.html

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

51

Buletin INFO KESPEL

Volume VI Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2011

52

Buletin INFO KESPEL

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->