Makalah profesi kependidikan

3 months ago
• • • • • • •

Email Favorite Download Embed More… 382 x 408 477 x 510 572 x 612 668 x 714

×

0 comments

Embed Video Post Comment

Subscribe to comments

Edit your comment

Update

Cancel

Makalah profesi kependidikan - Document Transcript
1. MAKALAH PROFESI KEPENDIDIKAN<br />“KODE ETIK GURU INDONESIA DAN PERKEMBANGAN PERANAN KEPROFESI DI INDONESIA”<br />1695450317500<br />Disusun Oleh:<br />Asia Kurniasari<br />Ana Maryam<br />Rozalia Fatimah<br />Septi Rezeki Mulyani Siregar<br />Ismel Dwi Pratiwi<br />Seprina andriani<br />KODE ETIK GURU INDONESIA DAN PERKEMBANGAN PERANAN KEPROFESI DI INDONESIA<br /> o Pendahuluan Menurut UUD 1945 pasal 1 berbunyi “tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran”. Berdasarkan pasal ini jelas bahwa semua warga negara

mampu membeli buku. Penguasaan MateriSeorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya.<br />Sedangkan Profesional adalah merupakan yang ahli dibidangnya. yang telah memperoleh pendidikan atau pelatihan khusus untuk pekerjaannya tersebut. Tujuan utamanya agar generasi muda penerus bangsa dapat memajukan negara Indonesia ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika / moral adalah ajaran tentang baik dan buruk mengenai perbuatan.<br />Untuk menjadi seseorang yang profesional. Yang pertama kali menggunakan kata-kata itu adalah seorang filosof Yunani yang bernama Aris Toteles ( 384 – 322 SM ). akan tetapi aspek kualitatif juga perlu diperhatikan. Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang dalam mengatur tingkah lakunya.Menurut K. Dalam konteks ini guru adalah jantungnya.<br />Ditinjau dari aspek kuantitatif. visi Menteri Pendidikan Nasional. dan diakhiri dengan menguraikan etika guru profesional terhadap tempat kerjanya. Tanggung JawabSeorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Uraian dalam makalah ini di mulai bagaimana etika guru profesional terhadap peraturan perundang-undangan. seseorang yang melakukan pekerjaan dituntut untuk memiliki beberapa sikap sebagai berikut :1.tanpa terkecuali berhak mendapatkan pendidikan. etika guru profesional terhadap pekerjaan. Komitmen TinggiSeorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yangsedang dilakukannya. kewajiban dan sebagainya. Bambang Sudibyo memandang bahwa pendidikan pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya.<br />Namun. pembangunan dalam pendidikan seharusnya tidak dipahami dari aspek kuantitatif saja. menaikkan anggaran pendidikan selalu disebut sebagai conditio sine qua non (syarat mutlak). Bertenes. etika guru profesional terhadap peserta didik.5.<br /> o Pengertian kode etik dan profesi Etika berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu kehendak atau kebiasaan baik yang tetap. sikap. Tanpa guru yang profesional meskipun kebijakan pembaharuan secanggih apapun akan berakhir sia-sia. Untuk mewujudkan visi ini dibutuhkan dana memadai(aspek kuantitatif) dan tenaga pendidik yang profesional (aspek kualitatif). makalah ini akan membahas bagaimana etika guru profesional dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sesuai denga visi yang telah ditetapkan. Dengan kesejahteraan yang terjamin. Pada prinsipnya.4. Menjadi bagian masyarakat profesionalSeyogyanya seorang .3. Mendiknas lebih lanjut mewacanakan guru akan makin dimanusiawikan dengan menaikkan gaji untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional.2.<br />Berkaitan dengan itu. para guru akan bangga dengan profesinya. Berpikir SistematisSeorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. dan mempunyai waktu luang untuk belajar.<br />Berdasarkan uraian di atas. Profesional merupakan suatu profesi yang mengandalkan keterampilan atau keahlian khusus yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Sama halnya dengan kata profesi sendiri. dapat dicantumkan beberapa pengertian kode etik. dan lain-lain yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik.<br /> o Tujuan Kode Etik Pada dasarnya tujuan merumuskankode etik dalam suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi profesi itu sendiri. bahwa kode etik suatu profesi adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi di dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. antara lain sebagai berikut:<br />Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian jelas menyatakan bahwa “Pegawai Negeri/Sipil mempunyai Kode Etik sebagai pedoman sikap. tingkah laku. Oleh karenya. dan perbuatan dalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari-hari. arsitek. Secara umum tujuan mengadakan kode etik adalah sebagai berikut:<br />Untuk menjunjung tinggi martabat profesi<br />Dalam hal ini kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan dari pihak luar atau masyarakat. Norma-norma tersebut berisi petunjukpetunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan profesinya dan larangan-larangan.Dari urai ini dapat kita simpulkan. guru. Dari segin ini.<br />Setiap profesi harus mempunyai kode etik profesi. abdi negara. tingkah laku dan perbuatan di dalam dan di luar kedinasan. dan perbuatan di dalam melaksanakan tugas dan dalam hidup sehari-hari. notaris. Selanjutnya. Sebagai contoh. pegawai negeri sispil sebagai aparatur Negara.” Dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa dengan adanya Kode Etik ini. jabatan dokter. tingkah laku. bahwa kode etik merupakan pedoman sikap.Dengan demikian. dalam Kode Etik Pegawai Negeri Sipil itu digariskan pula prinsip-prinsip pokok tentang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pegawai negeri. dan abdi masyarakat mempunyai pedoman sikap.profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya.<br />Dari uraian tersebut kelihatan. Basuni sebagai Ketua Umum PGRI menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru (PGRI. Dari pendapat Ketua Umum PGRI ini dapat ditarik kesimpulan bahawa dalam Kode Etik Guru Indonesia terdapat dua unsur pokok yakni: <br />Sebagai landasan moral. 1973). agar mereka jangan sampai memandang rendah atau remes terhadap profesi akan melarang.<br />Dalam pidato pembukaan Kongres PGRI XIII. penafsiran tentang kode etik juga belum memiliki pengertian yang sama. yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa yang tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh mereka. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak-tanduk atauk kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi terhadap dunia luar. melainkan juga menyangkut tingkah laku anggota profesi pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di dalam masyarakat.<br />Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya<br />Yang dimaksud kesejahteraan di sini meliputi baik . kode etik juga sering kali disebut kode kehormatan. <br />Sebagai pedoman tingkah laku.

<br />Kode etik juga sering mengandung peraturan-peraturan yang bertujuan membatasi tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur bagi para anggota profesi dalam berinteraksi dengan sesama rekan anggota profesi. sehingga bagi anggota profesi daapat dengan mudah megnetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian dalam melaksanakan tugasnya. melainkan harus dilakukan oleh orangorang yang diutus untuk dan atas nama anggota-anggota yang bukan atau tidak menjadi anggota profesi tersebut.<br /> o Kode Etik Guru Indonesia . sehingga siapa-siapa yang mengadakan tarif di bawah minimum akan dianggap tercela dan merugikan rekan-rekan seprofesi.<br />Untuk meningkatkan mutu profesi<br />Untuk meningkatkan mutu profesi kode etik juga memuat norma-norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pengabdian para anggotanya.Penetapan kode etik lazim dilakukan pada suatu kongres organisasi profesi.kesejahteraan lahir (atau material) maupun kesejahteraan batin (spiritual atau mental).<br />Untuk meningkatkan pengabadian para anggota profesi<br />Tujuan lain kode etik dapat juga berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabian profesi. Kode etik suatu profesi hanya akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakkan disiplin di kalangan profesi tersebut. karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaran yang serius terhadap kode etik dapat dikenakan sanksi. kode etik umumnya memuat larangan-larangan kepada para anggotanya untuk melakukan perbuatanperbuatan yang merupakan kesejahteraan para anggotanya. Oleh karena itu.Dalam hal kesejahteraan lahir para anggota profesi. kode etik merumuskan ketentuanketentuan yang perlu dilakukan para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. Misalnya dengan menetapkan tarif-tarif minimum bagi honorium anggota profesi dalam melaksanakan tugasnya. Dalam hal kesejahteraan batin para anggota profesi.<br />Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi<br />Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. maka diwajibkan kepada setiap anggota untuk secara aktif berpartispasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatankegiatan yang dirancang organisasi.<br /> o Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para naggotanya. dan meningkatkan mutu profesi dan mutu organisasi profesi. kode etik umumnya memberi petunjukpetunjuk para anggotanya untuk melaksanakan profesinya. penetapan kode etik tidak boleh dilakukan oleh orang secara perorangan. Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan suatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Dengan demikian.<br />Apabila setiap orang yang menjalankan suatu profesi secara otomatis tergabung di dalam suatu organisasi atau ikatan profesional. jika semua orang yang menjalankan profesi tersebut tergabung (menjadi anggota) dalam organisasi profesi yang bersangkutan. meningkatkan pengabdian anggota profesi. maka barulah ada jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankan seccara murini dan baik. menjaga dan memelihara kesejateraan para anggota.

<br />Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yangmenunjang berhasilnya proses belajar-mengajar.<br />Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhdap pendidikan. bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhdapa Tuhan Yang Maha Esa.<br />Guru memelihara hubungan seprofesi. Oleh karena itu.<br />Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.1 Etika Guru Profesional Terhadap Peraturan Perundang-Undangan<br /> o Pada butir kesembilan Kode Etik Guru Indonesia disebutkan bahwa “Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan”.Dengan demikian. bangsa dan negara. serta kemanusiaan pada umumnya.Guru merupakan aparatur negara dan abdi negara dalam bidang pendidikan.Fungsi Kode Etik Guru Indonesia adalah sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru warga PGRI dalam menuunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru. Sebagai contoh pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu mengubah kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi dan kemudian diubah lagi menjadi KTSP dalam rangka meningkatkan mutu . guru mutlak harus mengetahui kebijaksanaankebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan dan melaksanakannya sebagaimana aturan yang berlaku. Dengan jelas bahwa dalam kode etik tersebut diatur bahwa guru di Indonesia harus taat akan peraturan perundang-undangan yang di buat oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasonal.<br />Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.<br />E.<br />Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Kode Etik Guru Indonesia ditetapkandalam suatu konges yang dihadiri oleh seluruh utusan Cabang dan Pengurus Daerah PGRI dari seluruh tanah air. baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam kehidupan sehari-hari di masyarkat.Kode Etik Guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik dan sistematik dalam suatu sistem yang utuh dan bulat. turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdian Republik Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:<br />Guru berbakti membimbing peserta didik untukmembentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Adapun teks Kode Etik Guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut adalah sebagai berikut:KODE ETIK GURU INDONESIA<br />Guru Indonesia menyadari. dan kesetiakawanan sosial.<br />Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.<br />Sebagaimana halnya dengan profesi lainnya. dan kemudian disempurnakan dalam Kongres PGRI XVI tahun 1989 juga di Jakarta.<br />Guru secara pribadi dan bersama-sama mengambangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. semangat kekeluargaan. maka Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945. pertama dalam Kongres PGRI XVI tahun 1973.

Sekarang. prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. baik jasmani. Menurut Nurzaman (2005:3). Ada pepatah Sunda yang akrab ditelinga kita yaitu “Guru digugu dan Ditiru” (diikuti dan diteladani). Dengan Hal itu guru dapat mempengaruhi dan mampu mengendalikan peserta didik. secara eksplisit bahwa hendaknya guru menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajarannya. ing madyo mangun karso. Dalam membimbing anak didiknya Ki Hajar Dewantara mengemukakan tiga kalimat padat yang terkenal yaitu ing ngarso sung tulodo. keberagaman siswa yang dihadapinya adalah sebuah wahana layanan profesional yang diembannya. Semua kemahiran tersebut perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh dan sistematis. secara akademik. guru bukanlah sebagai orang yang harus ditakuti. Kalimat-kalimat tersebut mempunyai makna yang sesuai dalam konteks ini. baik jasmani maupun rohani.pendidikan. dan semua harus terinternalisasi dan teraktualisasi dalam perilaku mendidik.Kedua. utuh. Pertama. guru harus dapat mempengaruhi dan mengendalikan anak didiknya. dalam memberikan contoh kepada peserta didik guru harus dapat mencontohkan bagaimana bersifat objektif. terbuka akan kritikan. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. Dalam hal ini. hendaknya guru menghargai potensi yang ada dalam keberagaman siswa. Layanan profesional guru akan tampil dalam kemahiran memahami keberagaman potensi dan perkembangan peserta didik. E.Dalam kurikulum tersebut. tetapi juga harus memperhatikan perkembangan pribadi peserta didik. kemahiran mengintervensi perkembangan peserta didik dan kemahiran mengakses perkembangan peserta didik (Kartadinata. Seorang guru berpenampilan baik dan sopan akan sangat mempengaruhi sikap siswa.2 Etika Guru Profesional Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila. 2004:4). tetapi harus bermoral tinggi juga. guru hendaknya memberi contoh yang baik bagi anak didiknya. prilaku dan pribadi guru akan menjadi instrumen ampuh untuk mengubah prilaku peserta didik. Pepatah ini harus diperhatikan oleh guru sebagai tenaga pendidik. dan menghargai pendapat orang lain. Dari ketiga kalimat tersebut. tidak bisa secara alamiah. dan tut wuri handayani. tetapi hendaknya menjadi ‘teman’ bagi peserta didik tanpa menghilangkan kewibawaan sebagai seorang guru. Disamping itu. Guru adalah contoh nyata bagi anak didiknya. yang nantinya diharapkan akan dapat memacu produktivitas guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Semua tingkah laku guru hendaknya jadi teladan.Ketiga. seorang guru yang bersikap premanisme akan berpengaruh buruk terhadap sikap dan moral siswa. keteladanan seorang guru merupakan perwujudan realisasi kegiatan belajr mengajar. etika guru terhadap peserta didik tercermin. Bagi seorang guru. serta menanamkan sikap kepercayaan terhadap siswa. Sementara itu. Peserta didik tidak hanya dituntut berlimu pengetahuan tinggi. Seorang guru yang profesional taat akan peraturan yang berlaku dengan cara menerapkan kebijakan pendidikan yang baru tersebut dan akan menerima tantangan baru tersebut. Sebaliknya. .

Oleh sebab itu. 2004:1). Secara formal artinya guru mengikuti pendidikan lanjutan dan mengikuti penataran.Secara profesional. guru yang profesional harus mampu memanfaatkan fasilitas yang ada dalam rangka terwujudnya manusia seutuhnya sesuai dengan Visi Pendidikan Nasional.Sementara itu. sikap profesional guru terhadap tempat kerja juga dengan cara menciptakan hubungan harmonis di . Kreatifitas guru harus dikembangkan dalam situasi seperti ini. Peserta didik tidak dapat dipandang sebagai objek semata yang harus patuh pada kehendak dan kemauan guru. diartikan strategi belajar yang membantu guru mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya drngan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara informal dapat dilakukan melalui televisi. atau kegiatan ilmiah lainnya. 20/2003 pasal 1 bahwa pemerintah berkewajiban menyiapkan lingkungan dan fasilitas sekolah yang memadai secara merata dan bermutu diseluruh jenjang pendidikan. jika kita dihadapkan dengan tempat kerja yang tidak mempunyai fasilitas yang memadai bahkan buku pelajaran saja sangat minim. pendekatan pembelajaran kontekstual dapat menjadi pemikiran para guru untuk lebih kreatif. dan mutu layanannya. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi.Untuk meningkatkan mutu profesinya. Bagaimana sikap kita sebagai seorang guru? Ternyata. keterampilan. Bagi seorang guru. guru harus melayani masyarakat dalam bidang pendidikan dengan profesional juga.4 Etika Guru Profesional Terhadap Tempat kerjaSudah diketahui bersama bahwa suasana yang baik ditempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Dalam pendekatan ini. melainkan harus belajar terus menerus (Kartadinata. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan di masa depan.<br />E.Berkaitan dengan ini.<br />E. Tanpa fasilitas yang memadai guru dituntut untuk tetap profesional dalam membimbing anak didik. keprofesionalan guru sangat diuji disini. guru selalu dituntut untuk secara terus menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. sosial maupun yang lainnya yang sesuai dengan hakikat pendidikan. Hal ini karena yang dihadapi adalah peserta didik yang sedang berkembang dengan segala dinamikanya yang memerlukan pemahaman dan kearifan dalam bertindak dan menanganinya.rohani. guru harus dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat.Dalam UU No. radio. dan sebagainya. koran. menurut Soejipto dan kosasi ada ua cara yaitu cara formal dan cara informal. Jika ini terpenuhi. belajar terus menerus adalah hal yang mutlak. seminar. merasa diri sudah sempurna dengan ilmu yang dimilikinya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi “Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya”. Sebagai seorang yang profesional . lokakarya. guru tidak boleh dilanda wabah completism.3 Etika Guru Profesional terhadap pekerjaanPekerjaan guru adalah pekerjaan yang mulia.Disisi lain. Ketidakoptimalan kinerja guru antara lain disebabkan oleh lingkungan kerja yang tidak menjamin pemenuhan tugas dan kewajiban guru secara optimal.

bahwa ada kalanya negara mencampuri urusan profesi. seingga hal-hal yang semula hanya merupakan kode etik dari suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hukum atau undang-undang. penurut. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagi Guru tidak memahami•bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru•sifat-sifat yang khas (karakteristik) peserta didiknya memperlakukan peserta didiknya secara tidak tepat sehingga .<br />Sebagai contoh dalam hal ini.Apabila hanya demikian. penurunan pangkat. diri peserta didik. Situasi pendidikan mendorong dan menyerahkan kesempatan pengembangan kedirian peserta didik kepada peserta didik sendiri.<br /> o SANKSI-SANKSI JABATAN GURU Sering ktia jumpai. nilai dan sikap. Pada umumnya. Guru menciptakan•semata-mata untuk membina kepatuhan peserta didik situasi pendidikan otoriter yang membentuk manusia dengan pribadi pasrah. Mengasingkan Guru bersifat•orang-orang yang kreatif. dan jika dianggpakecurangan itu serius ia dapat dituntut di muka pengadilan.lingkungan tempat kerja. sedangkan sanksi yang dianggap terberat adalah si pelanggar dikeluarkan dari organisasi profesi tertentu. tingkah laku. Kedudukan tersebut dapat berubah menjadi hina ketika guru dan dosen melakukan tindakan yang melanggar aturan agama atau etika yang berlaku dalam masyarakat. karena kode etik adalah landasan moral dan merupakan pedoman sikap. perasaan. pemberhentian dengan hormat. patuh. masyarakat maupun dengan orang tua peserta didik. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Guru memposisikan diri sebagai penguasa yang memberikan•Pancasila sanksi. ketrampilan dan pengalaman diri peserta didik2.<br />Menurut ketentuan UU RI No. baik di lingkungan sekolah. mengancam dan menghukum peserta apabila melanggar aturan atau Guru memberikan imbalan / hadiah•tidak mengikuti kehendak guru. berpendirian dan mandiri humanis-demokratik menekankan konformitas internalisasi bagi peserta Pendidikan mendorong berkembangnya kemampuan yang ada pada•didiknya. dan perbuatan maka sanksi terhadap pelanggaran kode etik akan mendapat celaan dari rekan-rekannya. Pengembangan kebebasan disertai dengan pertimbangan rasional. atau pemberhentian tidak dengan hormat. penundaan pemberian hak gurudan dosen.<br />Sanksi yang terberat bagi guru dan dosen adalah sanksi yang diberikan oleh masyarakat. baik berupa sanksi perdata maupun sanksi pidana. dan takluk kepada penguasa (guru). menandakan bahwa organisasi profesi itu telah mantap.<br />PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI GURU<br />KODE ETIKKASUS PELANGGARANSOLUSI1. Jika seseorang anggota profesi bersaing secara tidak jujur atau curang dengan sesama anggota profesinya. Jabatan atau profesi guru dan dosen sangat mulia di mata masyarakat sebagai pendidik dan pengajar. maka aturan yang mulanya sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku meningkat menjadi aturan yang memberikan sanksi-sanksi hukum yang sifatnya memaksa. 14 Tahun 2005 dijelaskan sanksi terhadap guru dan dosen yang tidak menjalankan tugas dan kewajibannya pada pasal 77 dan 78 secara bertahap berupa: teguran. peringatan tertulis.

media yang tepat dalam pembelajaran disebabkan tidak memahami Guru mematikan kedirian dan kemandirian•tingkahlaku peserta didiknya. Guru tidak menumbuhkan rasa kepercayaan dan penghargaan•peserta didik •atas diri peserta didiknya.•menunjang berhasilnya PBM metode. Kejujuran adalah•sehingga sering melakukan kesalahan secara keilmuan. maka strategi. misalnya: suka ingkar janji. kegiatan anak di luar Guru harus bekerjasama dengan orangtua dan•kurikuler.3. melainkan memutuskan secara sepihak. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang Guru tidak mampu mengembangkan strategi. dan masyarakat. Guru dapat menghadapi anak•untuk melakukan bimbingan dan pembinaan didiknya secara tepat sesuai dengan sifat-sifat khas yang ditampilkan Guru dapat menghadapi anak dengan benar dalam•anak didiknya itu. dan lain Guru mengajar tidak sesuai dengan bidang keilmuannya•sebagainya. khususnya mengenai keragaman proses perkembangan anak yang mempengaruhi keragaman kemampuannya dalam belajar. keluarga. memanipulasi nilai. misalnya: pembelian buku anak. bahwa pembelajaran harus sesuai konsep HMM (Harkat dan Martabat Manusia). Apabila guru memahami tingkahlaku peserta didik dan perkembangan tingkah laku itu. Guru memperlakukan peserta didik tidak sesuai dengan konsep HMM. penting bagi guru dalam melakukan pendekatan kepada peserta didik adalah menjadikan peserta didik mampu mengembangkan keyakinan dan penghargaan terhadap dirinya sendiri. pilih kasih. berdisiplin. mencuri waktu mengajar. serta membangkitkan kecintaan •terhadap belajar secara berangsur-angsur dalam diri peserta didik. Guru memiliki dan Guru tidak menunjukkan kejujuran•melaksanakan kejujuran professional sehingga tidak pantas untuk ditiru. yang . dan sebagainya juga lingkungan masyarakat dalam pendidikan.4. sehingga mematikan kreativitas si anak. Tanggung jawab pembinaan Hal•terhadap peserta didik ada pada sekolah. seragam sekolah. media Tugas yang•pembelajaran dapat dipergunakan secara lebih efektif. murid dan masyarakat sekitar untuk membina peran serta dan Guru tidak pernah•tanggung jawab bersama terhadap pendidikan mengkomunikasikan perkembangan anak kepada orangtuanya. Situasi pendidikan yang tercipta adalah otoriter dan konformitas Guru seharusnya memahami perkembangan tingkah laku•“membabi buta” peserta didiknya. Sesuai dengan pendapat Prayitno. bersusila dan Guru harus menjaga keteladanan agar dapat diterima dan•beragama. Menjaga hubungan baik dengan orangtua. yang salah tentang anak. metode.membentuk Guru memahami peserta didiknya tidak sesuai•prilaku yang menyimpang dengan proses perkembangan anak. mengajak orangtua untuk membicarakan bersama yang menyangkut kepentingan anak dan sekolah. salah satu keteladanan yang harus dijaga guru selain prilaku lain seperti mematuhi peraturan dan moral. sehingga dalam melakukan bimbingan dan Keengganan guru•pembinaan sering menimbulkan kecelakaan pendidikan. Antara guru dan peserta didik terjalin hubungan yang menimbulkan situasi pendidikan yang dilandasi dua pilar kewibawaan dan kewiyataan. bahkan ditiru oleh peserta didik.5. sehingga Guru tidak pernah•orangtua tidak mengetahui kemajuan belajarnya. Pengaruh guru terhadap peserta didik didasarkan pada konformitas internalisasi. Guru dapat terhindar dari pemahaman•membentuk tingkah laku yang benar.

guru membuat perangkat pembelajaran (program . dan lain-lain guru jatuh.menyangkut kepentingan si anak seyogyanya guru (sekolah) mengajak orangtua dan bahkan lingkungan masyarakat untuk bermusyawarah. dinamis. Tidak saling merendahkan guru lain. 9.• Tidak mau membantu sesama anggota PGRI•PGRI guru seharusnya aktif terlibat dalam kegiatan organisasi. tidak berupaya mengubah paradigma lama dengan yang baru Guru/ sekolah membuat•dalam pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum. Guru memelihara hubungan seprofesi. Berusaha meningkatkan perjuangan dan pengabdiannya terhadap dunia pendidikan Menjaga martabat PGRI•bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya. melakukan perbuatan tak senonoh. dan sebagainya. pelatihan. atau seminar. Seharusnya•guru/sekolah menjual buku ke siswa padahal sudah dilarang.6. Seorang guru harus saling menghormati dan menghargai sesama rekan Hubungan antar guru tidak harmonis (misalnya: saling•seprofesi Etos kerja harus•menjelekkan dan saling menjatuhkan bahkan berkelahi) dijaga dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Jika mutu guru baik.10. Justru sebaliknya harus saling menjaga martabat profesi guru. membocorkan soal. Terhadap sesama guru harus mau saling bekerjasama dan memiliki kesetiakawanan social (saling menolong). memanipulasi data Seharusnya guru tetap berusaha memacu diri•nilai. penataran. semangat kekeluargaan dan Tidak memberikan• Merendahkan guru lain•kesetiakawanan sosial • Tidak menghargai hasil karya guru lain•kepercayaan kepada guru lain Perlu ada hubungan yang•Tidak mau menolong kesulitan guru lain harmonis antar sesama profesi guru. maka martabat profesi guru juga akan Guru juga seharusnya merubah paradigma lama dengan•meningkat. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat Mutu guru merosot karena guru tidak mau mengembangkan diri•profesinya berupa peningkatan bidang keilmuan dan kompetensi profesi guru misalnya Martabat•melalui: studi lanjutan. kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. sebagai organisasi guru. Guru bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana Bersikap masa bodoh dengan organisasi•perjuangan dan pengabdiannya Melanggar kode etik profesi guru sehingga merendahkan organisasi•PGRI Sebagai anggota PGRI. serta menjaga hubungan baik dengan saling menghormati dan menghargai dan mau bekerjasama/ saling menolong antar sesame guru. Segala persoalan diselesaikan dengan musyawarah dan semangat kekeluargaan.7. Misalnya: Guru menggunakan buku yang tidak disahkan BSNP. paradigma baru yang sesuai dengan tuntutan kurikulum serta senantiasa •terus melakukan upaya perbaikan dalam meningkatkan mutu pendidikan Guru tidak melakukan perbuatan yang bertentangan peraturan Negara dan norma yang berlaku yang dapat menjatuhkan harkat dan martabat guru. penataran. Guru bersama-sama melaksanakan segala Guru baik sendiri atau•kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. misalnya: tidak membuat perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan dengan usaha pengembangan diri yang optimal melalui pelatihan. misalnya: bekerja tidak disiplin. bersama-sama tidak mengikuti kebijakan pemerintah dalam pendidikan.8. menggelapkan uang sekolah.

silabus. pamong belajar. kepribadian pendidik/guru. baik melindungi anggotanya dan melindungi masyarakat. sekaligus juga memiliki fungsi sebagai pemersatu seluruh anggota dalam kiprahnya menjalankan tugasnya. Process component.f. yaitu unsur komponen sikap. nilai. Kedua motif tersebut sekaligus merupakan tantangan bagi pengembangan suatu profesi yang secara teoritas sangat sulit dihadapi dan diselesaikan. dan sistem penilaian) sesuai kurikulum yang berlaku. Guru/sekolah dilarang•Perangkat disiapkan terencana dan terjadwal. Sebagaiaman telah dinyatakan dalam UU No. yaitu unsur kemampuan penguasaan proses-proses mental mencakup berpikir logis dalam pemecahan masalah.tahunan. fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususnya seta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan”. yaitu unsur kemampuan penguasaan bahan/substansi pengetahuan yang relevan. Attitudes component.e. Fungsi pemersatuKdorongan yag menggerakkan pada professional untuk membentuk suatu organisasi keprofessian. kemampuan. sesuai dengan profesi yang diembannya. dan memiliki fungsi peningkatan kemampuan professional. tutor. kewenangan professional. Profesional component.<br /> . 1999 :72). kompetensi kependidikan dibangun oleh enam perangkat kompetensi berikut ini :a. RPP. Performance component. instruktur. yaitu unsur kemampuan penyerasian dan penyesuaian diri berdasarkan karakteristik pribadi pendidik. 38 tahun 1992. 20 tahun 2003 Pasal 1 ayat (6) bahwa “ Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. membuat kebijakan yang bertentangan dengan pemerintah di bidang pendidikan. kedua fungsi tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut :1.c. para professional terdorong oleh keinginanya mendapatkan kehidupan yang layak. konselor.<br /> o FUNGSI ORGANISASI PROFESI KEPENDIDIKAN Organisasi kependidikan selain sebagai cirri suatu profesi kependidikan. pasal 61 yang berbunyi . yaitu unsur kemampuan penguasaan subtansi pengetahuan dan ketarampilan teknis profesi kependidikan. yaitu unsur kemampuan penampilankinerja yang sesuai dengan profesi kependidikanb. Fungsi Peningkatan Kemampuan ProfesionalFungsi ini telah tertuang dalam PP No.d. Akan tetapi yang perlu di ingat bahwasannya setiap organisasi kependidikan guru/kependidikan dapatnya memberi manfaat bagi anggotanya.<br /> o Organisasi Profesional Keguruan Seperti yang telah disebutkan salah satu kriteria jabatan profesional. Subject component.Menurut Johnson (Abin Syamsuddin. . dosen. dan kesejahteraan tenaga kependidikan. martabat.2. jabatan profesi harus mempunyai wadah untuk meyatukan gerak langkah dan mengendalikan keseluruhan profesi. “ Tenaga kependidikan dapat membentuk ikatan profesi sebagai wadah untuk peningkatkan dan mengembangkan karier. program semester. Adjustment component. Secara intrinstik. widyaiswara. Didalam perkembangannya organisasi guru teah banyak mengalami diferensinya dan di versifikasi.

Meningkatkan dan mengembangkan karier anggota.o TUJUAN ORGANISASI PROFESI KEPENDIDIKAN Menurut visinya secara umum ialah terwujudnya tenaga kependidikan yang professional1. Sampai sampai ada sebagian pengemban profesi pendidikan yang tidak tahu menahu tentang organisasi kependidikan itu. Meningkatkan dan mengembangkan kewenangan profeional anggota merupakan upaya para professional untuk menempatkan anggota suatu profesi sesuai kemampuan. yang sekarang suda mempunyai nanyak devisi yaitu Ikatan Petugas Bimbingan Belajar (IPBI). tidak berlebihan jika banyak kalangan pendidik menyatakan ahwa organisasi profesi kependidikan di indonesia berkembang pesat bagaikan tumbuhan di musim penghujan. Meningkatkan dan mengembangkan martabat anggota.[14]<br />K. setelah 100 hari .4. merupakan upaya organisasi profesi kependidikan agar anggotanya terhindar dari perlakuan tidak manusiawi. organisasi ini tidak ada kaitan yang formal dengan PGRI. Selain itu ada juga organisasi profesional guru yang lain yaitu ikatan serjana pendidikan indonesia (ISPI). merupakan upaya terwujudnya kompetensi kependidikan yang handal pada diri tenaga kependidikan3. hubungannya secara formal dengan PGRI juga belum tampak secara nyata. Meningkatkan dan mengembangkan kesejahteraan merupakan upaya organisasi profesi kependidikan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin anggotanya. secara aktif melakukan evaluasi diri.2. Sayangnya. Himpunan Serjana Administrasi Pendidikan Indonesia (HSPBI).<br /> o RAGAM BENTUK PARTISIPASI GURU Bentuk partisipasi anggota profesi tidak sebatas terdaftar menjadi anggota dengan memberikan sejumlah iuran rutin.5. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anggota. Yang lebih dikenal kalangan umum adalah PGRI.2. Beberapa bentuk partisipasi dalam organisasi profesi guru bias berupa :1. Bentuk partisipasi mewujudkan perilaku dan sikap professional dalam kehidupan dan lingkungan kerja guru<br /> o MACAM-MACAM ORGANISASI PROFESI KEPENDIDIKAN DI INDONESIA Secara kuantitas. sehingga belum didapatkan kerjasama yang saling menunjang dalam meningkatkan mutu anggotanya. hal itu merupakan upaya organisasi dalam bidang mengembangkan karir anggota sesuai bidang pekerjannya. dan lain-lain.1 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)<br />PGRI lahir pada 25 November 1945. baik secara perorangan mapun kelompok dalam hal praktek professional dengan mengacu kepada standart profesi yang telah ditetapkan oleh organisasi3. Aktif mengomunikasikan berbagai pikiran dan pengalaman yang mengarah kepada pembaharuan dan perbaikan mutu pendidikan.<br />Disamping PGRI yang satusatunya organisasi yang diakui oleh pemerinta juga terdapat organisasi lain yang disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang didirikan atas anjuran Departeman Pendidikan dan Kebudayaan. namun lebih dalam bentuk nyata yang bersifat professional.

dan teknologi pndidikan.<br />Misi peraturan organisasi PGRI merupakan upaya pengejawantahan peaturan keorgaisasian . kewilayahan. PGRI berbentuk persatuan (union). terperangkap oleh kepanjangan tangan orde baru. yaiitu panca sila. yang dalam perjalanannya dikhawatirkan terjebak dalam area polotik praktis sehingga tidak dipungkiri bahwa PGRI harus pernah menelan pil pahit. kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. terutama dalam menyamakan persepsi terhadap visi. dan kode etik keelasan sruktur organisasi sangatlah diperlukan.<br />Pada perjalanannya ISPI tergabung dalam Forum Organisasi Profesi Ilmiah (FOPI) yang terlealisasikan dalam bentuk himpunan-himpunan.<br />K. Keanggotaan organisasi profesi ini bersifat langsung dari setiap pribadi pengemban profesi kependidikan. misi. seni. Itu sesungguhnya misi politis-ideologis PGRI. (d) mengembangkan dan menyebarkan gagasan-gagasan baru dan dalam bidang ilmu. dan PP No. Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu Alam.<br />Misi politis-teologis tidak lain dari upaya penanaman jiwa nasionalise. yaitu komitmen terhadap pernyataan bahwa kita bangsa yang satu yaitu bangsa indonesia.[16] Keadaan seperti ini berlangsung cukup lama sampai kongresnya yang pertama di Jakarta 17-19 Mei 1984. sesunguhnya PGRI merupakan organisasi profesi yang memiliki kekuatan dan mengakar diseluruh penjuru indonesia. misi peraturan organisaoris.2 Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI)<br />Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) lahir pada pertengahan tahun 1960-an. Guru merupakan pioner pendidikan sehinnga dituntut oleh UUSPN tahun 1989: pasal 31. ayat 4. dan (g) menyelenggarakan komunikasi antarorganisasi yang relevan.<br />Kongres tersebut menghasilkan tujuh rumusan tujuan ISPI.proklamasi kemerdekaan Indonesia. (c) membina serta mengembangkan ilmu. yaitu misi politis-deologis. organisasi ini disamping memiliki misi profesi juga ada tiga misi lainnya. dan misi kesejahteraan. Pada awalnya organisasi profesi kependidikan ini bersifat regional karena berbagai hal menyangkut komunikasi antaranggotanya. pasal 61 agar memasuki organisasi profesi kependidikan serta selalu meningkatkan dan mengembagkan kemampuan profesinya. (f) meningkatkan komunikasi antaranggota dari berbagai spesialisasi pendidikan. masyarakat. seni dan teknologi pendidikan dalam rangka membantu pemerintah mensukseskan pembangunan bangsa dan negara. serta kedaerahan. dan lain sebagainya.<br />Dipandang dari segi derajat keeratan dan keterkaitan antaranggotanya. Sedangkan struktur dan kedudukannya bertaraf nasional.[15]<br />Misi profesi PGRI adalah upaya untuk meningkatkan mutu guru sebagai penegak dan pelaksana pendidikan nasional. Arrtinya. (e) meindungi dan memperjuangkan kepentingan profesional para anggota. Kalau demikian. (b) meningkatkan sikap dan kemampuan profesional para angotanya.<br />Pada saat didirikannya. yaitu: (a) Menghimpun para sarjana pendidikan dari berbagai spesialisasi di seluruh Indonesia. juga penanaman nilai-nilai luhur falsafah hidup berbangsa dan benegara. 38 tahun 1992. PGRI memiliki potensi besar untuk meningkatkan hakikat dan martabat guru.<br />K. Yang tlah ada himpunannya adalah Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu Sosial Indonesia (HISPIPSI). Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912.3 Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia . lebih jauh lagi bangsa dan negara.

html http://qade. baik dalam maupun luar negeri.wordpress. teknik. dalam hal ini meliputi peningkatan profesi dan tenaga ahli.<br />Menghimpun para petugas di bidang bimbingan dalam wadah organisasi. maupun program layanan bimbingan (Anggaran Rumah Tangga IPBI.<br />Meingatkan mutu profesi bimbingan. 2007.<br /> o o o o o o Daftar Pustaka Soetjipta dan Kosasi Raflis. Organisasi ini merupakan himpunan para petugas bimbingan se Indonesia dan bertujuan mengembangkan serta memajukan bimbingan sebagai ilmu dan profesi dalam rangka peningkatan mutu layanannya. Profesi Keguruan . 1975) sebagai berikut ini.<br />Pengembangan teknik-teknik bimbingan dan penyebarannya.com/2009/01/makalah-profesikeguruan.<br />Pembinaan hubungan dengan organisasi profesi dan lembaga-lembaga lin.com/books/dictionary/1968825organisasi-profesi-guru/#ixzz1Io7jMlur http://beautifulindonesiaandpeace.shvoong. tenaga pelaksana.(IPBI)<br />Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) didirikan di Malang pada tanggal 17 Desember 1975. alat dan fasilitas yang telah dikembangkan di Indonesia di bidang bimbingan. seminar.wordpress. Seorang guru baru dapat disebut profesional jika telah menaati Kode Etik Keguruan yang telah ditetapkan. lokakarya.<br />Penelitian di bidang bimbingan. mencakup: buletin Ikatan Petugas Bmbingan Indoesia dan brosur atau penerbitan lain.com/2009/02/16/kode-etik-guru2008/ .<br />Untuk menopang pencapaian tujuan tersebut dicanangkan empat kegiatan.<br />Peningkatan layanan bimbingan dan konseling. Organisasi profesi kependidikan yang bersifat keilmuan dan profesioal ini berhasrat memberikan sumbangan dan ikut serta secara lebih nyata dan positif dalam menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai guru pembimbing.<br />Mengidentifikasi dan mengiventarisasi tenaga ahli. dan<br />Pembinaan sarana (Anggaran Rumah Tangga IPBI. Jakarta: Rineka Cipta Organisasi Profesi Guru http://id.blogspot.<br />Kegiatan-kegiatan lain untuk memajukan dan mengembangkan bimbingan. keahlian dan keterampilan.com/2009/02/11/profesi-keguruan/ http://trieelangsutajaya2008.<br />Penerbitan.<br />Kegiatan pertama dijabarkan kembali dalam anggaran rumah tangga (ART IPBI. yaitu:<br />Pengembangan ilmu dalam bimbingan dan konseling.<br />Secara rinci tujuan didirikannya Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) adalah sebagai berikut ini. 1975). ilmu bimbingan sebagai disiplin.<br /> o Kesimpulan Etika profesional seorang guru sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. dengan demikian dimungkinkan pemanfaatan tenaga ahli dan keahlian tersebut dengan sebaikbaiknya.<br />Pengembangan alat-alat bimbingan dan penyebarannya. simposium. 1975). dan kegiatan-kegiatan lain yang sejenis.<br />Penataran.

o http://pai-smpn21padang.com/ .blogspot.