Pertumbuhan, perkembangan seseorang berlangsung sejak dilahirkan sampai dengan mati.

Memiliki arti kuantitatif atau segi jasmani bertambah besar bagianbagian tubuh. Kualitatif atau psikologis bertambah perkembangan intelektual dan bahasa (Siti Rahayu). Pertumbuhan dan perkembangan dicakup dalam kematangan. Manusia disebut matang jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai pada tingkat tertentu (Langeveld). Konsep pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara interpendensi saling bergantung satu sama lain. Tidak bisa dipisahkan tetapi bisa dibedakan untuk memperjelas penggunaannya (Sunarto, 1999). Perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan jika seorang individu mengalami pertumbuhan yang baik maka perkembangan akan baik pula. Pernyataan ini berbanding lurus dengan H.M. Arifin tentang perkembangan, bahwa perkembangan diprasyarati oleh adanya pertumbuhan, oleh karena itu pertumbuhan sangatlah mendukung perkembangan seseorang (Diah Puji, 2009). Fase perkembangan individu tidak terlepas dari proses pertumbuhan individu itu sendiri. Perkembangan pribadi individu meliputi beberapa tahap atau periodisasi perkembangan, antara lain perkembangan berdasarkan analisis Biologis, perkembangan berdasarkan Didaktis, perkembangan berdasarkan psikologis. Fase perkembangan Biologis merupakan perubahan kualitatif terhadap struktur dan fungsi-fungsi fisiologis atau pembabakan berdasarkan keadaan atau proses pertumbuhan tertentu. Fase perkembangan dedaktis dapat dibedakan menurut dua sudut tujuan, yaitu dari sudut tujuan teknis umum penyelenggara pendidikan dan dari sudut tujuan teknis khusus perlakuan pendidikan. Fase perkembangan psikologis merupakan pribadi manusia dimulai sejak masa bayi hingga masa dewasa. Aspek± aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsipprinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu. Untuk efisiensi waktu, maka penulis membatasi penulisan ini pada perkembangan peserta didik fase remaja SMA aspek moral. Masa remaja merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu, dan merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang

sehat (Konopka, dalam Pikunas, 1976; Kaczman & Riva, 1996). Apabila gagal dalam tugas perkembangannya, dalam mengembangkan rasa identitasnya. Maka remaja akan kehilangan arah. Dampaknya remaja akan mengembangkan perilaku menyimpang (telinquent) melakukan kriminalitas atau menutup diri (mengisolasi diri) dari masyarakat karena tidak menduduki posisi yang harmonis dalam masyarakat. Seperti pada kasus Nico Putra, pelajar SMU Swasta di Jl. Ngaglik (Koran Surya, Minggu 23 Nopember 2008). Nico adalah otak penjambretan yang berperan memilih calon mangsa sekaligus pelaksana perampasan tas para korban yang semuanya perempuan. Hereditas atau keturunan serta lingkungan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan. Adapun faktor yang berpengaruh terhadap kasus Nico Putra adalah faktor lingkungan. Lebih spesifik lagi lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan sosial teman sebaya atau teman dalam pergaulan. Faktor utama yang menentukan daya tarik hubungan interpersonal diantara para remaja pada umumnya adalah adanya kesamaan dalam minat, nilai-nilai, pendapat dan sifat-sifat kepribadian. A. Deskripsi Umum Perkembangan Peserta Didik Fase Remaja 1. Konsep tentang Perkembangan Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati. Seseorang yang mempelajari psikologi perkembangan berarti sedang mempelajari proses perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Ada dua hal yang penting dalam perubahan psikologi perkembangan, yaitu pertumbuhan (growth) dan perkembangan (development) (Dariyo, 2007: 19). Berdasarkan pengertian diatas, penulis merangkaikan pengertian perkembangan secara umum sebagai suatu proses perubahan menuju kesempurnaan. Perkembangan berkaitan dengan perubahan kuantitatif dan kualitatif yang terjadi pada individu yang tidak dapat diulang, bersifat progresif teratur dan berlangsung secar bertahap serta terdiri dari beberapa fase (bayi, balita, anak, remaja, dewasa, tua). Adapun tujuan perkembangan adalah pencapaian kemampuan, upaya menjadi orang yang baik secara fisik dan mental. 2. Fase Perkembangan Remaja Karena remaja sulit didefinisikan secara mutlak, maka penulis mendefinisikan pengertian remaja dari sudut pandang batasan remaja menurut WHO. Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana individu . berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya (fisik) sampai saat ia mencapai kematangan seksual serta mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada

keadaan yang relatif lebih mandiri (Muangman, yang dikutip oleh Sarlito, 1991: 9). Perubahan fisik yang terjadi merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Pertumbuhan badan menjadi lebih tinggi dan panjang, mulai berfungsinya alat reproduksi (ditandai dengan haid pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki) serta tanda-tanda seksual sekunder yang mulai tumbuh. Secara umum batasan usia remaja adalah sekitar 13± 21 tahun. Masa remaja menghadapi kondisi pencarian identitas. Remaja berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya di masyarakat dan cenderung merasa tidak puas dengan keberadaan dirinya, sehingga berusaha untuk menarik perhatian dari lingkungan. Diantara remaja yang sukses dan berprestasi ada beberapa remaja yang melewati masa remajanya dengan tidak sukses, dengan kata lain remaja bermasalah. Remaja bermasalah tidak mampu menyaring berbagai pengaruh buruk lingkungan di sekitarnya. Disinilah peran orang tua sebagai pendidik utama perlu mengerti dan memahami proses tumbuh kembang anak remajanya sehingga dapat berperan aktif untuk membimbing, mengarahkan dan mengantarkan mereka ke posisi yang harmonis dalam masyarakat menuju puncak kebahagiaan. Aspek± aspek perubahan pada fase remaja : a. Aspek fisik Meliputi perubahan hormonal : - Fungsi reproduksi - Ciri seksual sekunder - Perubahan fisik (tidak seimbang) - Perubahan suara - Peningkatan energi b. Aspek psikologis - Meningginya dorongan perasaan kaku atau ego, sehingga cenderung menentang terhadap otoritas, senang protes, membangkang, mengkritik, egois dan egosentris. - Emosi mudah meluap, perasaan diri merasa³super ´ - Konflik emosional, suasana hati mudah berubah - Mencari identitas atau jati diri, senang tampil beda, suka mode, mulai merokok, suka kebut-kebutan, membual, berpetualang - Meningkatnya fungsi kognisi, besar rasa ingin tahu, idealisme tinggi - Ketertarikan terhadap lawan jenis - Kebutuhan narsistik (cinta pada diri sendiri) 3. Aspek± aspek perkembangan remaja Semua individu khususnya remaja akan mengalami perkembangan baik fisik

hormon yang diperlukan untuk kehamilan. sakit pinggang. Bagaimana dunia ini tersusun tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya alternatif yang mungkin terjadi. Tubuh berkembang pesat sehingga mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai dengan berkembangnya kapasitas reproduktif. vagina dan ovarium (indung telur). (2) Remaja wanita Ditandai dengan tumbuhnya rahim. menstruasi pertama sering ditandai dengan sakit kepala. Aspek Intektual Perkembangan intelektual (kognitif) pada remaja bermula pada umur 11 atau 12 tahun. Aspek Sosial Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial atau proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok. yang nantinya akan memberikan peluang pada individu untuk mengimajinasikan kemungkinan lain untuk segala hal. kadang kejang. moral dan agama. Dalam perkembangan seksualitas remaja. Meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling . remaja mulai mampu berhadapan dengan aspek-aspek yang hipotesis dan abstrak dari realitas. lelah. ditandai dengan ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder. b) Perkembangan Psikis 1. Kemampuan-kemampuan berpikir yang baru ini memungkinkan individu untuk berpikir secara abstrak. Matangnya organ± organ seks yang memungkinkan remaja pria yang berusia sekitar 14± 15 tahun mengalami mimpi basah. misalnya aturan-aturan dari orang tua.maupun psikis yang meliputi aspek-aspek intelektual. emosi. hipotesis dan kontrafaktual. bahasa. Remaja tidak lagi terikat pada realitas fisik yang konkrit. 8 (a) Perkembangan Fisik Dalam perkembangan remaja. moral dan tradisi. sosial. 2. perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik. kemudian pada tahun berikutnya tumbuh lebih lambat dan akan mencapai ukuran pada usia 20± 21 tahun. status remaja dalam kelompok sebayanya dan aturan-aturan yang diberlakukan padanya tidak lagi dipandang sebagai hal-hal yang mungkin berubah. Pada usia 11± 15 tahun. menstruasi dan perkembangan seks sekunder. Ciri± ciri seks primer : (1) Remaja pria Ditandai dengan sangat cepatnya pertumbuhan statis pada tahun pertama dan kedua. depresi dan mudah tersinggung. Ovarium menghasilkan ovum dan mengeluarkan hormon.

Hormat kepada guru. narkotik. dan lain-lain. Baik menyangkut sifat-sifat pribadi. Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial. Ada lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan misalnya: taat beribadah. 3. situasi dan relasi baik di lingkungan keluarga. nilai.Berusaha membantu anggaran kalau sebagai individu atau kelompok Di Lingkungan Sekolah . nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui persahabatan atau percintaan. diantaranya : Di Lingkungan Keluarga . kecuali pada masa remaja awal (1314 tahun) dan remaja tengah (15-16 tahun) pada masa remaja awal ditandai oleh . keinginan orang lain.Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah .Menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan saudaranya . kegemaran.Menerima otoritas orang tua (menaati peraturan orang tua) . seperti : mencuri.Bersikap respek dan mentaati peraturan . Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik. dan lain-lain.Menerima tanggung jawab dan batasan (norma) keluarga . kebiasaan. tradisi dan kebijakan-kebijakan masyarakat.Bersikap simpati dan menghormati terhadap kesejahteraan orang lain .Menjalin dan memelihara hubungan dengan teman sebaya atau orang lain . dan lain-lain. keberanian menghadapi orang lain.Berprestasi di sekolah Di Lingkungan Masyarakat . minat.Respek terhadap hukum. pendapat.berkomunikasi dan bekerja sama.Respek terhadap hak-hak orang lain . Tapi ada juga beberapa remaja yang terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman sebayanya. miras. free sex. Aspek ini meliputi kepercayaan akan diri sendiri. sekolah dan masyarakat Berikut ini ciri-ciri penyesuaian sosial remaja. Aspek Emosi (Afektif) Perkembangan aspek emosi berjalan konstan. berpandangan objektif. berbudi pekerti luhur. pemimpin sekolah atau staf lain .Menjalin persahabatan dengan teman sebaya . Pada masa ini berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti opini.

kasih. Aspek Moral Perkembangan moral pada remaja menurut teori Kohlberg menempati tingkat III: pasca konvensional stadium 5. keadilan kesopanan dan kedisiplinan. 4. seperti adolesensi emosi (cinta. merupakan tahap orientasi terhadap perjanjian antara remaja dengan lingkungan sosial. Aspek Bahasa Perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi baik alat komunikasi lisan. Pola bahasa remaja lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok sebaya. hormat dan menghargai orang lain. jika seorang remaja kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua atau pengakuan dari teman sebaya. Apabila lingkungan tersebut kondusif maka akan cenderung dapat mencapai kematangan emosional yang baik. pendiam. senang menyendiri. maka cenderung mengalami perasaan tertekan atau ketidaknyamanan emosional. Ada hubungan timbal balik antara dirinya dengan lingkungan sosial dan 14 masyarakat. meminum miras dan narkoba). masyarakat dan khususnya lingkungan teman sebaya sedikit banyak lebih membentuk pola perkembangan bahasa remaja. ramah) mengendalikan emosi (tidak mudah tersinggung. Gejolak ini berakhir pada masa remaja akhir (18± 21 tahun). 5. etnis dan religius. Pada tahap ini remaja lebih mengenal tentang nilai-nilai moral. Pada masa remaja tengah rasa senang datang silih berganti dengan rasa duka. Pada umumnya remaja akhir lebih memantapkan diri pada bahasa asing tertentu. tulisan. baik di lingkungan keluarga. diselingi rasa bingung menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya. keras kepala. kegembiraan berganti dengan kesedihan. sikap yang relatif mapan. berkelahi. Kemampuan menggunakan bahasa ilmiah mulai tumbuh dan mampu diajak berdialog seperti ilmuwan. menggemari literatur yang mengandung nilai-nilai filosofis. Proses pencapaiannya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosioemosional lingkungannya. tidak agresif. Oleh karena itu moral remaja . Tapi sebaliknya. terutama lingkungan-lingkungan keluarga dan teman sebaya. Mencapai kematangan emosial merupakan tugas yang sulit bagi remaja. bertengkar. Penggunaan bahasa oleh remaja lebih sempurna serta perbendaharaan kata lebih banyak. kejujuran. simpati. Pada masa remaja tengah anak terombang-ambing dalam sikap mendua (ambivalensi) maka pada masa remaja akhir anak telah memiliki pendirian. maupun menggunakan tandatanda dan isyarat. rasa akrab bertukar dengan kerenggangan dan permusuhan.rasa optimisme dan keceriaan dalam hidupnya. sehingga remaja bisa berealisi agresif (melawan. optimis dan dapat menghadapi situasi frustasi secara wajar). senang mengganggu) dan melarikan diri dari kenyataan (melamun. Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. senang menolong orang lain.

orang tua harus konsisten dalam mendidik anaknya. Mengenali Perkembangan Anak Sebagian orang berpendapat bahwa mengajar di Sekolah Minggu bukanlah pekerjaan yang sukar. 2. karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. Selain itu peranan orang tua sangat penting. B. seorang Guru Sekolah Minggu dituntut untuk memahami/memperhatikan perkembangan Psikologi Anak berdasarkan usianya. karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Pra-operasional (usia 2-7 tahun) Pada usia ini anak menjadi 'egosentris'. Menyampaikan cerita/berita Injil pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga.harus sesuai dengan tuntutan norma-norma sosial. melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu). bersikap terbuka serta dialogis. Perkembangan KOGNITIF ANAK Menurut PIAGET perkembangan ini dibagi dalam 4 tahap: 1. Dengan mempertimbangkan batasan umum Sekolah Minggu. Karena disamping persiapan mengajar yang matang. 6. Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'. Aspek Agama Pemahaman remaja dalam beragama sudah semakin matang. Dalam membantu moral remaja. Anak tersebut juga memiliki . Hal ini akan berpengaruh pada tehnik mengajar yang harus digunakan sesuai dengan perkembangan usia mereka. Dari berbagai ahli yang menyusun tentang tingkat perkembangan anak. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang. sehingga berkesan 'pelit'. Sensori Motor (usia 0-2 tahun) Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak. ada dua model yang sangat berpengaruh dalam pengajaran di Sekolah Minggu. kemampuan berfikir abstrak memungkinkan remaja untuk dapat mentransformasikan keyakinan beragama serta mengapresiasikan kualitas keabstrakan Tuhan. maka dalam pembahasan inipun dibatasi sampai pada usia pra-remaja dengan perkembangan normal. Anggapan seperti inilah yang sering menjadi penyebab kegagalan dalam mengajar. tidak otoriter atau memaksakan kehendak.

3.kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya.rumit. Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas) Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah. namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis . 2. Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis. Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa. baik secara konkrit maupun abstrak. sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan pelukan. Fokus terletak pada Panca Indera. karena ini adalah tahap dimana anak sedang mengembangkan kemampuan motorik (fisik) dan mental (kognitif).Guru Sekolah Minggu) . Pada saat ini anak sangat terpengaruh oleh orang-orang penting di sekitarnya (Orang Tua . Trust >< Mistrust (usia 0-1 tahun) Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri. Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi. Perkembangan PSYCHO-SOSIAL Menurut ERICK ERICKSON perkembangan Psycho-sosial atau perkembangan jiwa manusia yang dipengaruhi oleh masyarakat dibagi menjadi 8 tahap: 1. Otonomi/Mandiri >< Malu/Ragu-ragu (usia 2-3 tahun) Tahap ini bisa dikatakan sebagai masa pemberontakan anak atau masa 'nakal' nya. Misalnya: Analogi 'hidup kekal' . sebagai contoh langsung yang terlihat adalah mereka akan sering berlari-lari dalam Sekolah Minggu. sehingga yang diperlukan justru mendorong dan memberikan tempat untuk mengembangkan motorik dan mentalnya.diangkat menjadi anak-anak Tuhan dengan konsep keluarga yang mampu mereka pahami. Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun) Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama). Namun kenakalannya itu tidak bisa dicegah begitu saja. karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir. sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga. Dalam menyampaikan cerita harus ada alat peraga. 4.

Dengan bekal pemahaman konseptual tersebut. Bagaimana proses perkembangan anak itu? 2. guru diharapkan dapat mengimplementasikan pemahaman tersebut dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan anak SD.termotivasi untuk belajar. Perkembangan Anak 1. Pemahaman konseptual tersebut meliputi gambaran tentang siapa anak SD. B. 2. Inisiatif >< Rasa Bersalah (usia 4-5 tahun) Dalam tahap ini anak akan banyak bertanya dalam segala hal. Bagaimana strategi guru membelajarkan anak? C. otot. Mereka sudah lebih bisa tenang dalam mendengarkan Firman Tuhan di Sekolah Minggu. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami perkembangan anak. sehingga berkesan cerewet. Bagaimana cara belajar anak? 3. Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan cara membelajarkan anak. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik peserta didik usia SD/MI meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan. 3. 4. Guru terutama guru SD diharapkan mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara belajar anak di SD. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tipe belajar anak. bagaimana mereka berkembangdan bagaimana cara belajar mereka. Industri/Rajin >< Inferioriti (usia 6-11 tahun) Anak usia ini sudah mengerjakan tugas-tugas sekolah . Latar Belakang Perkembangan anak manusia merupakan sesuatu yang kompleks.3. sampai pada hal-hal yang berbau fantasi. gigi. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut 1. Baik unsur-unsur bawaan maupun unsur-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama-sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju perkembangan anak tersebut. Namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati-hati dan menuntut perhatian. artinya banyak faktor yang turut berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. pertumbuhan tulang. A. Pada usia ini juga mereka mengalami pengembangan inisiatif/ide. BAB II PEMBAHASAN A. Rumusan Masalah 1. Perubahan proporsi atau perbandingan antar bagian tubuh yang membentuk postur tubuh. . dan lemak.

masih bertambah sampai usia 18 tahun ketika mengakhiri masa remaja. mengalami pematangan kelamin yang berasal dari hormon. Pada akhir usia SD dan anak masuk masa puber. Perkembangan Intelek Perkembangan Intelek sangat erat dengan perkembangan kognitif. 2) Anak masa anak: berat 35-40 kg. dan dalamnya terdapat aspek: persepsi. 1) Anak usia 5 tahun : tinggi tubuh 2x dari tinggi/panjang tubuh saat lahir. 5) Pergantian gigi susu menjadi gigi tetap terjadi pada peserta didik usia SD/MI menjadi peristiwa penting karena dapat mempengaruhi perilaku anak. tapi mengikuti pola yang sama. 3) Anak usia 10-12 tahun (permulaan masa remaja): Anak mengalami periode lemak. 7) Sebagian peserta usia SD/MI juga berbeda pada masa awal remaja/puber. Perkembangan kognitif merupakan proses dan hasil individu dengan lingkungannya. pertumbuhan laki-laki lebih cepat. Pertumbuhan Tulang. gizi dan zat mineral yang dikonsumsi. terjadi pembengkokkan tulang karena tulang belum/tidak cukup keras menompang berat badan. a. nafsu makan anak semakin besar. Menurut Teori Piaget(dalam Siti Rahayu haditono:2006:218) perkembangan kognitif dibedakan menjadi 4 yaitu . 3) Pertumbuhan tulang terjadi tidak serempak dan kecepatannya berbeda. Perkembangan Berat Tubuh Peserta Didik 1) Anak usia 5 tahun: berat 5x setelah dilahirkan. tergantung pada hormone. penalaran. pinggul. b. c. Namun setelah itu. yang berdampak dalam melakukan penyesuaian dengan dirinya dan orang lain. Setelah itu melambat 7 cm setiap tahun. Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi cara memandang dirinya sendiri dan orang lain. Otot dan Lemak 1) Pertumbuhan tulang (jumlah dan komposis) pada peserta didik usia SD/MI cenderung lambat dibandingkan anak awal dan remaja. Gigi. Pertumbuhan Tinggi Pertumbuhan tinggi badan setiap anak berbeda-beda. pertumbuhan anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan. dan pemecahan persoalan. pertumbuhan tubuh yang cepat. 6) Perkembangan susunan syaraf pada otak dan tulang belakang mempengaruhi perkembangan indra dan berpikir anak yang berdampak pada kemampuan anak dalam belajar. pangkal paha. penumpukan lemak pada perut. 2. ingatan. dada. 4) Pada dua tahun terakhir masa anak akhir dimana terjadi periode lemak. pikiran. sekitar rahang. 2) Anak usia 12/13 thn : tinggi anak 150 cm. 2) Pengerasan tulang dan tulang rawan menjadi tulang keras berlangsung terus sampai akhir masa remaja. simbol. Pengertian kognitif meliputi aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahui sesuatu. leher dan pipi.Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak menentukan ketrampilan anak bergerak.

menkonservasi angka melalui 3 macam proses operasi. mampu mengkonservasi angka. c) Identitas dalam mengenali benda-benda yang ada. memahami. dan membuat perkiraan di masa depan. Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar (0. anak sudah dapat berfikir abstrak.1) Stadium sensori-motorik (0-18 bulan atau 24 bulan) Selama stadium sensori motoris anak berkembang suatu proses desentrasi. diajak main dan bicara. selalu dibuai dan diperlakukan sebaik-baiknya. 2) Stadium pra-operasional ( 18 bulan-7 tahun) Stadium pra-operasional dimulai dengan penguasaan bahasa yang sistematis. maka ia akan memusatkan perhatiannya pada satu dimensi saja dan mengabaikan dimensi yang lain dan akhirny juga mengabaikan hubungannya antara dimensi-dimensi ini. akan turnbuh perasaannya bahwa dunia ini tempat yang aman dengan orang-orang . 4) Stadium Operasional formal (mulai 11 tahun) Pada fase ini. a. Perkembangan Afektif Erikson (dalam http://pembelajaranguru. Jadi. menggunakan rasio dan logika dalam abstraksi. 3. Anak sudah mampu untuk berbuat pura-pura. keresahannya segera terhapus. yaitu: a) Negasi sebagai kemampuan anak dalam mengerti proses yang terjadi di antara kegiatan dan memahami hubungan antara keduanya. hipotesis dan sistematis mengenai sesuatu yang abstrak dan memikirkan hal-hal yang akan dan mungkin terjadi. bernalar berdasarkan hipotesis. Anak belum mampu mengambil perspektif orang lain. pada tahap ini anak sudah mampu meninjau masalah dari berbagai sudut pandang dan mempertimbangkan alternatif dalam memecahkan masalah. Cara berpikir praoperasional sangat memusat (centralized).com/2008/05/20/ciri kecenderungan-belajar-dan-cara-belajar-anak-sd-dan-mi) melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas delapan tahap. b) Resiprokasi sebagai kemampuan untuk melihat hubungan timbal balik. Orang yang kebutuhannya terpenuhi waktu ia bangun. serta bayangan dalam mental. Berpikir pra-operasional masih sangat egosentris. Ia mampu menirukan tingkah laku yang dilihatnya(imitasi) dan apa yang dilihatnya sehari sebelumnya(imitasi tertunda). Dengan demikian.0 -1. permainan simbolis. menggabungkan sejumlah informasi secara sistematis.0). Berpikir pra-operasional adalah tidak dapat dibalik(ir-reversable). artinya dapat menimbulkan situasisituasi yang tidak langsung ada. Bila anak dikonfrontasi dengan situasi yang multi-dimensional. artinya anak dapat memandang dirinya sendiri dan lingkungan sebagai dua entitas yang berbeda. imitasi. Anak belum mampu untu meniadakan suatu tindakan dengan memikirkan tindakan tersebut dalam arah yang sebaliknya. serta memahami konsep melalui pengalaman sendiri dan lebih objektif. pada tahap ini anak sudah mampu berfikir konkret dalam memahami sesuatu sebagaimana kenyataannya. 3) Stadium operasional konkret (7-11) tahun Pada masa ini anak sudah bisa melakukan berbagai macam tugas.wordpress.

menarik dan mendorong. meninggalkan masa perkembangan ini dengan autonomi yang lebih kecil daripada rasa malu dan ragu. serta terkandung di dalarnnya sikap-sikap menolak. Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3-5 tahun) Pada masa ini anak sudah menguasai badan dan geraknya. Dimensi psikososial yang rnuncul pada masa ini adalah: sense of industry. memukul. Anak sangat bangga dengan kemampuannya ini dan ia ingin melakukan banyak hal sendiri.di sekitarnya yang selalu bersedia menolong dan dapat dijadikan tempat ia menggantungknn nasibnya. bermain dan belajar menurut peraturan yang ada. malu-malu dan ragu-ragu. Namun demikian keseimbangan yang diperoleh pada masa ini dapat berubah ke arah positif maupun negatif oleh perisliwa-peristiwa di masa selanjutnya. Dengan demikian rasa/sifat ingin menghasilkan sesuatu dapat dikembangkan. serta mengendalikan diri dan lingkungannya. b. Pada saat ini bukan hanya berjalan. maka ia sudah siap menghadapi siklus-siklus kehidupan berikutnya. Anak kemudian akan mengembangkan perasannya bahwa ia dapat mengendalikan otot-ototnya. maka akan tumbuh pada anak itu rasa.in yang mendasar terhadap dunie sekelilingnya dan terhadap orang-orang di sekitarnya. Hal yang sama terjadi pada kemampuan anak nnluk menggunakan bahasa dan kegiatan fantasi. Perasaan ini akan terus terbawa pada tingkat-tingkat perkembangan. sendiri. Dimensi autonomy ini timbulnya karena adanya kemampuan motoris dan mental anak. tidak memadai sebagaimana mestinya. d. berarti telah memupuk rasa malu dan ragu yang berlebihan sehingga anak tidak dapat mengendalikan dunia dan dirinya sendiri. Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1-3 tahun) Pada tahap ini Erikson melihat munculnya autonomy. Orang tua sebaiknya menyadari bahwa anak butuh melakukan sendir hal-hal yang sesuai dengan kemampuannya menurut langkah dan waktunya. melakukan dan mengerjakan dengan benda-benda yang praktis. Berdasarkan hasilnya mereka dihargai dan di mana perlu diberi hadiah. kegiatan-kegiatan motoris sendiri dan bukan lianya bereaksi atnu nienirn anak-anak lain. Sebaliknya anak yang dapal melalui masa ini dengan adanya keseimbangan serta dapat mengatasi rasa malu dan ragu dengan rasa outonomus. Orang tua yang terlalu melindungi dan selalu mencela hasil pekerjaan anak-anak. c. Inisialif anak akan lebih terdorong dan terpupuk bila orang tua member! respons yang baik terhadap keinginan anak untuk bebas dalam melaknkan. dapat lari. sense of inferiority Anak didorong untuk membuat. tetapi juga memanjat. memotong. menutup-membuka menjatuhkan. Pada usia sekolah dasar ini dunia anak bukan hanya lingkungan rumah saja melainkan meneakup juga lembaga-iembaga lain yang . memegang dan melepaskan. ia akar mengalami kesulitan untuk memperoleh autonomi pada masa remaja dan masa dewasanya. dorong-dorongannya. dan mengerjakannya sampai selesai sehingga menghasilkan sesuatu. Jika orang dewasa yang mengasuh dan membimbing anak tidak sabar dan selalu membantu mengerjakan segala sesuatu yang sesungguhnya dapat dikerjakannya sendiri oleh anak itu. Industry vs litferioriry/Produkttvltns (6±11 tahun) Anak mulai mampu berpikir deduktif. Jika anak. la dapat mengendarai sepeda roda tiga. Jika pemeliharaan terhadap bayi itu tidak menetap. akan turnbuhlah pada bayi itu rasa takut serta ketidak-percaya.

anggota pramuka. Pada tahap ini pun keberhasilan tidak bergantung secara langsung kepada orang tua. la mulai mengrrti tentang keluarga yang ideal. g. tetapi dipengaruhi pula oleh orang-orang dewasa lain yang berhubungan dengan anak itu e. Pada masa ini siswa harus dapat µmengirtegrasikan apa yang telah dialami dan dipelajarinya tentang dirinya sebagai anak. agama. memikirkan generasi yang akan datang serta hakikat masyarakat dan dunia tempat generasi ifi liidnp. dengan penuh kepercayaan. Anak dengan IQ 80 atau 90 akan mempunyai pengalaman sekolah yang kurang memuaskan walaupun sifat indusryi dipupuk dan dikembangkan di ruitiah. Pengalamanpengalaman sekolah anak mempengaruhi industry dan inferiority anak. dan lain sebagainya menjadi suatu kesatuan sehingga menunjukkan kontinuitas dengan masa lalu dan siap menghadapi masa datang. menurut Erikson. yakni kesendirian tanpa adanya orang lain untuk berbagai rasa dan saling memperhatikan.0) Pada tahap ini usaha-usaha yang pokok pada individu sudah mendekati kelengkapan. dan masyarakat.0 ± 25. f. la mempunyai perasaan-perasaan dan keinginan-keinginan baru sebagai akibat perubahanperubahan itubuhnya.0 ± 45. h. Jika intimacy ini tidak terdapat di antara sesama teman atau suami istri. yang dapat diperbandingkannya dengan apa yang dialaminya sendiri. mempunyai autonomy. maka kesempatannya kepada ego indentiti sudah berkembang. Orang yang tidak berhasil mencapai gereralivily berarti ia berada dalam keadaan self absorption dengan hanyr memutuskart perhatian kepada kebutuhan-kebutuhan dan kesenang¶an pribadinya saja. memiliki sifat-sifat industry.mempunyai peranan penting dalam perkembangan individu. Pandangan dan pemikirannya tentang dunia sekelilingnya mengilami perkembangan. Generavity vs Self Absorption/Generasi Berikut (25. Peran orang tua yang pada masa lalu berpengaruh secara langsung pada krisis perkembangan. siswa. Keseimbangan industry dan inferiority bukan hanya bergantung kepada orang tuanya. teman.0 ± 18. akan terdapat apa yang disebut isolation. Jika anak mencapii masa remaja dengan rasa terima kasih kepada orang tua. Identity vs Role Confusion/Identitas (12. la mulai dapat berpikir tentang pikiran orang lain. Intimacy vs Isolation/Keakraban (19.0) Yang dimaksud dengan intimacy oleh Erikson selain hubungan antara suami istri adalah juga kemampuan untuk berbagai rasa dan memperhatikan orang lain. berinisiatif. Integrity vs Despair/Integritas (45. Generativily ini bukan hanya terdapat pada orang tua (ayah dan ibu). tetapi terdapat pula pada individu-individu yang secara aktif memikirkan kesejahteraan kaum muda serta berusaha membuat tempat bekerja yang lebih baik untuk mereka hidup. la berpikir puh apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya.0) Pada saat ini anak sudah menuju kematangan fisik dan mental. pada tahap ini dimensi interpersonal yang muncul adalah: ego identity -4 ‡±>‡ role confusion. dan merupakan masa-masa untuk menikmati pergaulan dengan . Ini dapat menimbulkan rasa inferiority (rasa tidak´ mampu). maka pada masa ini pengaruhnya tidak langsung. Menurut Erikson.0) Generativity berarti bahwa orang mulai memikirkan orang-orang lain di luar keluarganya sendiri.

merupakan faktor-faktor di luar diri anak (melalui pengaruh orang tua. b. Jadi dapat diartikan bahwa minat adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan. Lilawati(dalam http://revyarmy. guru. Mereka lebih cenderung ³ikut-ikutan³ dalam melakukan suatu kegiatan (pengaruh lingkungan). Faktor yang Mempengaruhi Minat pada anak 1) Faktor personal. Perkembangan afektif suatu tahap dapat berpengaruh secara positif maupun negatif terhadap tahap berikutnya. yaitu guru. Integrity timbul dari kemampupn individu untuk melihat kembali kehidupannya yang lalu dengan kepuasan.wordpress. Pada dasarnya mereka lebih mempunyai minat yang tinggi kepada suatu aktivitas yang menarik perhatian mereka dan yang memberi kesenangan pada mereka. 2) Aspek afektif. Jika anak mencapai tahap ketiga yang bergaul dengan anak bukan hanya orang tuanya saja melainkan juga orang dewasa lainnya di sekolah. dan kebutuhan psikologi). dan teman sebaya). nampak pada rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap obyek tersebut. merasa tertarik.wordpress. serta disadarinya bahwa jika ia memulai lagi sudah terlambat. sikap. intensif.com/2010/04/01/perkem bangandan-cara-belajar-anak-di-sd/ mengartikan minat adalah sikap positif dan adanya rasa ketertarikan dalam diri anak terhadap suatu aktivitas tertentu. dan cenderung senang terhadap suatu aktivitas sehingga mereka mau melakukan aktivitas tersebut dengan kemauannya sendiri. Sebagai rekapitulasi dapat dinyatakan bahwa penahapan perkembangan afektif manusia merupakan perpaduan dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial.com/2010/04/01/perkembang an-dan-cara-belajar-anak-di-sd/) mengartikan minat adalah perhatian yang kuat.wordpress . dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas. yaitu keadaan di mana individu yang menengok ke belakang dan meninjau kembali kehidupannya masa lalu sebagai rangkaian kegagalan dan kehilangan arah. Sinambela (dalam http://revyarmy. intelegensi. Minat terdiri dari dua aspek. Perkembangan Minat a. Anak sekolah dasar kurang begitu tertarik . Sedangkan kebalikannya adalah despair. jenis. Guru yang membimbing dan mengasuh peserta didiknya pada berbagai aspek tingknt kelas perlu memahami dan menyadari sikap. Pengertian Minat Meichati(dalamhttp://revyarmy. kelamin. 4. kebutuhan dan perkembangan mereka. 2) Faktor instusional.com /2010/04/01/perkembangan-dan-cara-belajar-anak-di-sd/) mengartikan minat adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap suatu kegiatan sehingga mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan tersebut dengan kemauan sendiri. Minat anak SD terhadap suatu kegiatan lebih tergantung pada pengaruh teman sebayanya. merupakan faktor-faktor yang ada pada diri anak itu (meliputi usia. berupa konsep positif terhadap suatu obyek dan berpusat pada manfaat dari obyek tersebut.cucu-cucu. Secara operasional. yaitu : 1) Aspek kognitif.

dongeng. bahasa tulis. Perkembangan Bahasa a. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Meskipun pada umumnya pula perkembangan keterampilan berbahasa anak sama. denah. menulis surat. 5. pengumuman. Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup. perintah.pengenalan benda.kepada hal-hal yang menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran. deklamasi. Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan. dan diskusi. 4) Keluarga Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar dan berbicara. namun tetapada perbedaan individual. kegiatan bertanya. drama. kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat. sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbahasa. bahasa dapat dibedakan menjadi 3. keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan memahami bunyi bahasa. yaitu: 1) Keterampilan mendengarkan 2) Keterampilan berbicara 3) Keterampilan membaca 4) Keterampilan menulis Di sekolah dasar. Keterampilan membaca meliputi ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas. Pola Perkembangan Bahasa Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan. yaitu bahasa lisan. fungsi anggota tubuh. mengarang. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa. perasaan. 2) Kecerdasan Anak yang memiliki kecerdasan tinggi. kosa kata maupun keseringan berbahasa. dan bahasa isyarat. undangan. baik dalam pengucapan. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab perbedaan tersebut: 1) Kesehatan Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. dan konsep materi pelajaran. b. percakapan. tegur sapa. pendapat. pendapat/saran. mendeskripsikan benda. berita. petunjuk. akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir. dan ringkasan paragraf. 5) Keinginan dan Dorongan Komunikasi Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain . memberi tanggapan. dikte. dan informasi secara lisan mengenai perkenalan. beruta. perasaan dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama. 3) Jenis kelamin Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki.

d. akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa. c. kurang dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang dapat dimengerti peserta didik maupun orang dewasa lain. Jadi mudah atau sulitnya perkembangan sosial anak selanjutnya tergantung pada baik buruknya si anak mempelajari sikap dan perilaku sosial. Kesempatan dan waktu untuk bersosialisai dengan orang lain. 6) Kepribadian Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak yang mengalami masalah dalam penyesuaian diri. Motivasi peserta didik untuk mau belajar bersosialisasi. Tugas Perkembangan Peserta Didik Usia SD Tugas perkembangan atau development tasks menurut Havighurst(http://revyarmy. Pada masa ini seorang peserta didik mengalami perubahan fisik sensual yang pesat. dan anti sosial. Selain itu.com/2010/04/01/perkembangan-dan-carabelajar-anak-di-sd/) adalah ³tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya agar supaya individu . Perkembangan sikap sosial. Dalam belajar hidup bermasyarakat diperlukan tiga proses dalam bersosialisasi. Perkembangan Sosial Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Para peserta didik usia SD atau MI yang berada pada posisi anak akhir akan mulai membentuk kelompok bermain yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok belajar dan melakukan aktifitas pada masa anak. yaitu: a. Pengalaman sosial awal memegang peranan penting bagi perkembangan dan perilaku sosial selanjutnya. Anak yang mempunyai pengalaman sosial awal yang baik cenderung lebih aktif dalam kegiatan kelompok social begitu juga sebaliknya. Belajar berperilaku yang dapat diterima sosial.terutama teman sebaya. Sebab pengalaman sosial awal cenderung menetap. Memainkan peran sosial yang dapat diterima c. pengalaman sosial awal juga berpengaruh terhadap partisipasi sosial anak. Tuntutan sosial pada perilaku sosial anak tergantung dari perbedaan harapan dan tuntutan budaya dalam masyarakat tempat anak tumbuh kembangkan tugas perkembangannya. Sehingga seorang anak cenderung menarik diri dari kelompoknya.wordpress. asosial. 7. b. Jika peserta didik tidak mampu melakukan 3 proses sosialisasi diatas maka peserta didik tersebut berkembang menjadi orang yang nonsosial. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik melakukan sosialisasi adalah sebagai berikut: a. b. Metode belajar efisien dan bimbingan bersosialisasi. Sedangkan peserta didik kelas 5 atau 6 kadang-kadang sudah mengalami masa puber. Juga terjadi kemunduran minat untuk bermain dan melakukan aktifitas kelompok serta cenderung bersikap antisosial. 6.

Menurut Piaget (1950). Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar dan bertindak sesuai dengan peran seksnya yaitu sebagai anak laki ± laki atau anak perempuan. pengertian moral. mengungkapkan. dan mengingat suatu informasi. mengerti. maka hasilnya akan kurang maksimal. dan belajar membina persahabatan dengan teman sebaya. c. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak harus mempelajari berbagai konsep agar dapat berpikir efektif mengenai permasalahan sosial di sekitar kehidupan sehari ± hari. Cara Belajar Anak Sekolah dasar 1. b. jika cara belajar anak tidak dipahami. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat. Hakikat dari tugas perkembangan ini adalah mempelajari keterampilan ± keterampilan yang bersifat fisik/jasmani untuk dapat melakukan permainan. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan ± permainan yang umum. Secara umum. Mengembangkan hati nurani. termasuk juga bergaul dengan musuhnya. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan moral yang bersifat batiniah yaitu hati nurani. g. h.menjadi berbahagia´. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluq yang sedang tumbuh. i. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar mengembangkan tiga keterampilan dasar yaitu membaca. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak menjadi individu yang otonom atau bebas. f. Dilihat dari karakteristik yang ada. Sebaliknya. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan sikap sosial yang demokratis dan menghargai orang lain. cara belajar adalah bagaimana seseorang menangkap. e. bebas dari pengaruh orang tua atau orang lain. serta tata dan tingkatan nilai. Mencapai kebebasan. Mengembangkan sikap terhadap kelompok ± kelompok sosial dan lembaga ± lembaga. Pengertian Cara Belajar Anak SD Memahami cara belajar anak adalah kunci pokok untuk menunjang keberhasilan anak. maka untuk tugas perkembangan pada anak usia Sekolah Dasar antara lain: a. Mengembangkan keterampilan ± keterampilan dasar untuk membaca. Mengembangkan pengertian ± pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari ± hari. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar memberi dan menerima dalam kehidupan sosial antar teman sebaya. menulis dan berhitung. menulis dan berhitung yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. Belajar menyesuaikan diri dengan teman ± teman seusianya. dalam arti dapat membuat rencana untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. d. memproses. setiap anak memiliki cara tersendiri dalam . B. Cara belajar anak SD dibanding orang dewasa mempunyai perbedaan yang besar. serta mengembangkan pemahaman dan sikap moral terhadap peraturan dan tata nilai yang berlaku dalam kehidupan anak. Hakikat tugas perkembangan ini adalah belajar mengembangkan sikap kebiasaan untuk hidup sehat.

12) Tidak takut berbicara di dalam kelas. pembelajar tipe ini mudah menjelaskan secara lisan suatu ceramah/pidato yang didengarnya. Kedua proses tersebut akan berlangsung secara terus menerus sehingga membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Menurutnya. populasi orang tipe auditori mencapai 30%. Macam-Macam Gaya Belajar Para ahli mengelompokkan tipe pembelajar kedalam 3 kelompok utama. Pembelajar tipe Visual (penglihatan) atau visual learner Para pembelajar tipe visual cenderung lebih berhasil dalam pembelajaran yang menggunakan sesuatu yang dapat dilihat. informasi lebih mudah ditangkap bila ada bukti-bukti yang dapat dilihat. b. mereka cenderung dapat menyerap informasi lebih efisien melalui pendengaran sehingga merupakan kelompok yang paling mengambil manfaat dari teknik mengajar konvensional yaitu teknik ceramah. 5) Bagus dalam tata bahasa dan bahasa asing. 2. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata. 11) Suka membaca keras untuk diri sendiri. Asimilasi yaitu menghubungkan objek baru dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran. sedangkan akomodasi adalah proses memanfaatkan konsep-konsep yang sudah ada dalam pikiran untuk menafsirkan objek baru. peta. Schemata adalah sistem konsep yang merupakan hasil pemahaman anak atas objek yang berada di sekitar anak. foto. 3) Bagus dalam menjelaskan sesuatu secara lisan atau mempresentasikan secara lisan. 9) Suka bertindak dan berada di panggung.menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. Ciri-ciri pembelajar tipe auditori antara lain: 1) Suka laporan lisan. 6) Membaca perlahan-lahan. 7) Mudah menirukan ucapan orang dengan baik. Bila diminta. . misalnya gambar. Dengan demikian anak akan dapat membangun pengetahuan melalui interaksi secara langsung dengan lingkungannya. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. 2) Suka berbicara. 8) Tidak bisa diam untuk waktu yang lama. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi dan akomodasi. 4) Mudah mengingat nama orang. Pembelajar tipe Auditori (pendengaran) atau auditory learner Para pembelajar auditori adalah pendengar yang baik. 10) Sering menjadi yang terbaik dalam kelompok belajar. Berdasarkan hal tersebut. Artinya. Diperkirakan di dunia. Kelemahan pembelajar auditori antara lain: 1) Kurang baik dalam membaca 2) Kurang dapat mengingat apa yang dibacanya bila tidak disuarakan. yaitu: a. 3) Kurang baik dalam menulis karangan.

8) Suka buku-buku dan film petualangan. Diperkirakan di dunia ada sekitar 5% populasi orang bertipe kinestetik/taktil. 11) Mengerjakan dengan baik tugas-tugas tertulis. 4) Kurang bagus dalam mengeja (spelling) 5) Tidak memiliki tulisan tangan yang besar. Kelemahan pembelajar visual antara lain: 1) Kurang baik dalam menangkap pesan-pesan lisan. Ciri-ciri pembelajar tipe kinestetik antara lain: 1) Bagus dalam bidang olahraga. populasi orang dengan tipe ini diperkirakan mencapai 65%. grafik. Cara Guru Membelajarkan Peserta Didik Guru merupakan orang tua sekaligus pendidik di dalam sekolah. 2) Kurang suka berlama-lama mendengarkan orang berbicara. 11) Menyukai seni bela diri dan seni tari. 13) Menyukai tes/ujian jenis multiple choice dan definisi pendek. 9) Dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut tanpa merasa terganggu. 4) Lambat mendengarkan dan merespon pembicaraan orang (sebenarnya hal ini bisa juga merupakan kelebihan tipe ini. 8) Suka menggunakan bahasa tubuh. 6) Mudah mengerti dan menyukai grafik-grafik. 4) Menyukai warna-warna dan mode. 9) Suka bermain peran. diorama dan proyek. C. 3) Mengunyah permen ketika mendengarkan kuliah. Di seluruh dunia. Ciri-ciri pembelajar visual antara lain: 1) Sering duduk di kursi deretan depan ketika mengikuti pelajaran 2) Bagus dalam mengeja (spelling).diagram. 12) Koordinasi mata dengan tangan sangat bagus. 10) Membangun/membuat µmodel¶. Pembelajar Tipe kinestetik/taktil atau kinesthetic/tactile learner Para pembelajar tipe ini cenderung lebih berhasil dalam pembelajaran bila dia mengalami. 3) Perlu berpikir sebentar (tidak langsung bereaksi) dalam memahami apa yang baru didengarnya. 10) Berbakat dalam menulis. tetapi tidak menyukai tes jenis esai dan tes tertulis yang memakan waktu yang panjang. Seorang guru . 6) Menyukai kerja di laboratorium sains. 2) Cenderung frustrasi dan gelisah bila harus duduk mendengarkan kuliah untuk jangka waktu yang lama. bergerak. bertindak. c. 3) Mudah melupakan nama orang. menyentuh dan menggunakan jari-jari (motorik halus) untuk mengingat dan membangun konsentrasi. 7) Mudah mempelajari bahasa isyarat. mempraktekkan. oleh karena itu mereka sering mengambil break (istirahat) saat kuliah sedang berlangsung. 5) Mimpi berwarna. 7) Suka belajar sambil mendengar musik.

c. 2. Pada usia 13-28 tahun terjadi perubahan-perubahan hormonal yang terjadi di masa pubertas. e. 3. sesekali berikan b. Seorang guru harus mampu menciptakan strategi-strategi belajar sesuai dengan gaya belajar peserta didiknya. Gunakan multi-media seperti komputer dan video. 2. Untuk itu kami harapkan kepada bapak dosen khususnya dan kepada para rekan/pembaca pada umumnya untuk meneliti dan mengkaji kembali hal-hal yang berhubungan dengan masalah ini. Anak Visual: a. c. jangan terlalu banyak memberikan materi. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi. Ciptakan suasana belajar kooperatif BAB III PENUTUP A. Dalam kegiatan belajar. b. diagram dan peta. Seorang guru harus memahami gaya belajar anak supaya dapat memaksimalkan potensi belajar anak. Saran Setelah penulis menguraikan masalah tersebut banyak sekali kekurangannya. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga. c. d. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras. gambar-gambar. d. Gunakan musik untuk mengajarkan anak. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda. 1.harus memahami gaya belajar anak. Kesimpulan 1. e. Anak Auditori: a. b. 3. Anak Taktil/Kinestetik: a. d. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting. Pada masa ini mereka mengalami pergeseran irama sirkadian sehingga jam tidur pun bergeser. . Pola Tidur Usia Dewasa Pola tidur pada usia remaja dan dewasa tentu berbeda dengan anak-anak. Perkembangan anak sangat berpengaruh terhadap potensi dan cara belajar anak . Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan. Memahami gaya belajar anak dapat membantu dalam proses belajar-mengajar yang lebih efektif dan efisien B. Diskusikan ide dengan anak secara verbal. dan kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya untuk perbaikan kami dalam penyusunan makalah selanjutnya. Gunakan materi visual seperti. gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru). supaya para pembaca mendapat wawasan yang lebih luas. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset.

Jika kebutuhan tidur orang dewasa 8 jam/hari maka ada 2 jam utang tidur/hari. Pekerjaan yang dikerjakan pada malam hari menyebabkan mereka tidur pada pagi hingga siang hari. Namun. kebanyakan orang telah membentuk pola tidurnya sendiri. orang dewasa muda justru bersemangat untuk bekerja. Rasa kantuk baru menyerang sekitar tengah malam. Bagi orang kantoran atau anak kuliahan. atau supir taksi. DJ (disk jockey) di tempat hiburan malam. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. biasanya pola tidur orang dewasa muda berubah-ubah alias tidak menentu. Saat orang lain mulai mengantuk pada pukul 21. subuh dini hari mereka akan tidur lagi hingga siang. atau bekerja. Bahkan. Fakta tentang Pola Tidur Orang Dewasa Amerika (National Sleep Foundation. Cara µmembayar utang tidur¶ tersebut banyak dilakukan oleh pare karyawan swasta yang aktivitasnya sangat padat sepanjang minggu. Setelah bekerja.00. jarang atau bahkan tidak pernah tidur siang karena beban kerja.Secara umum kebutuhan tidur orang dewasa muda berkisar 8. mereka harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan diri ke sekolah. remaja atau dewasa muda banyak yang tidur hingga siang hari. Istilahnya ³balas dendam´. Pola tidur di atas tentu berbeda dengan orang dewasa yang banyak beraktivitas pada malam hari. dalam seminggu (5 hari kerja) terdapat 10 jam utang tidur. ‡ Empat persen dewasa muda mengeluhkan kantuk saat bekerja sekurangnya 2 hari dalam seminggu atau lebih (dibandingkan dengan 23% pada usia 30-64 tahun dan 19% di atas usia 65 tahun). Istilahnya ³berangkat subuh. membuat mereka . ada yang tidak tidur hingga pagi hari. Bagi orang kantoran. Amerika Serikat) ‡ Lebih dari sepertiga (36%) dewasa muda usia 18-29 tahun dilaporkan mengalami kesulitan untuk bangun pagi (dibandingkan dengan 20% pada usia 3064 tahun dan 9% di atas usia 65 tahun). mereka harus terjaga pagi hari. ‡ Hampir seperempat dewasa muda (22%) sering terlambat masuk kelas atau bekerja karena sulit bangun (dibandingkan dengan 11% pada pekerja usia 30-64 tahun dan 5% di atas usia 65 tahun). Pola tidur tersebut sangat terkait dengan aktivitas kerja. Di usia dewasa. satpam. Siang hingga malam atau bahkan dini hari mereka kembali bekerja.00-01. Waktu untuk tidur normalpun kurang dari 6 jam/hari. yaitu pada pukul 00. gaya hidup yang salah.00.25 jam per hari. Utang inilah yang ³dibayar´ pada akhir pekan. dan tidur malam rata-rata pada pukul 22.00 atau 22.5 ²9. ltulah sebabnya orang muda mengalami banyak kekurangan tidur. Pola tidur mereka mirip ³kelelawar´. seperti anis. apalagi dengan tekanan kerja sehari-hari. belajar. atau menyelesaikan tugas-tugasnya. utang tidur yang dibiarkan menumpuk sepanjang minggu akibat kerja dibayarkan dalam satu hari tersebut. Tak heran jika banyak di antara mereka yang tertidur di kelas atau terkantuk-kantuk di kantor. orang dewasa muda memiliki cara tersendiri dalam mengatur pola tidurnya. Namun.00. dan seterusnya. kuliah. Di akhir minggu. baik di kantor atau di lapangan. Artinya. Pola tidur orang kantoran yang harus kerja pagi pasti berbeda dengan pola tidur artis kebanyakan. pulang malam´.

Pada usia lanjut. Padahal kondisi tersebut malah rnemperburuk keadaan. seperti nyeri sendi. paru-paru. Penurunan tersebut mengakibatkan daya tahan tubuh dan kekebalan turut berpengaruh. dan ginjal. dan lesu). dan kreativitas untuk menggunakan data hapalan. Efisiensi tidur diartikan sebagai jumlah waktu tidur berbanding dengan waktu berbaring di tempat tidur. Atur waktu tidur dengan baik. efisiensi tidur semakin berkurang. sedih. wanita lebih banyak mengalami insomnia.mudah terserang insomnia dan berbagai gangguan tidur lainnya. Selain pekerjaan. Semakin bertambah usia. Hal ini terjadi sebagai efek samping (sekunder) dari penyakit lain. payah jantung. Pada kondisi seperti ini obat tidur bukanlah solusi yang tepat. letih. serta tidak bergairah (lemah. hang out di cafe atau di diskotik usia bekerja. Ketegangan yang diakbatkan oleh aktivitas-aktiyitas tadi bisa menyebabkan mata terlalu segar untuk dipejamkan. Kemampuan fisik menurun terkait oleh kemampuan organ dalam tubuh yang menurun juga. Umurnnya. Umumnya dorongan homeostatik untuk tidur lebih dulu menurun. kurang tidur juga mengakibatkan penurunan kemampuan mental. orang dewasa memiliki kebiasaan menonton TV. Orang mudah marah. ikuti petunjuk sleep hygiene. Jika penyebab utamanya tidak diatasi. Selain itu. Kebutuhan tidur pun semakin menurun karena dorongan homeostatik untuk tidur pun berkurang. dan Alasannya agar mata cepat mengantuk. Belum lagi efek cahaya terang yang dapat mengelabui jam biologis yang sebenarnya diciptakan untuk membedakan waktu siang dan malam. osteoporosis. Hal ini dialami oleh para lanjut usia. Secara psikologis. Penurunan kemampuan otak tersebut secara otomatis akan menurunkan produktivitas kerja. Namun. Tidak perlu merasa khawatir karena semuanya berjalan dengan wajar dan manusiawi. pola tidur orang dewasa juga dipengaruhi oleh kebiasaan (behavior). kemampuan otak. Perubahan pola tidur pada usia lanjut banyak disebabkan oleh kemampuan fisik usia lanjut yang semakin menurun. tahukah Anda bahwa kekurangan tidur dapat merugikan tubuh Anda sendiri? Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh seseorang. Oleh karena itu. kecewa. baru diikuti oleh dorongan irama sirkadian untuk terjaga. seperti jantung. bermain di depan komputer sebelum tidur. seseorang yang kurang tidur cenderung mengalami gangguan stabilitas emosional. dan cobalah untuk lebih berpikiran positif dengan lebih berfokus pada vitalitas di siang hari yang segar bugar dibandingkan kualitas tidur malam sebelumnya. parkinson atau depresi. Pada usia lanjut biasanya insomnia lebih sering menyerang. kita . dibandingkan pria yang lebih banyak menderita sleep apnea atau kondisi medis lain yang dapat mengganggu tidur. dengan sendirinya gangguan tidur tidak akan pernah teratasi. Gangguan tidur pada usia lanjut biasanya muncul dalam bentuk kesulitan untuk tidur dan sering terbangun atau bangun terlalu awal. Pola Tidur di Usia Lanjut Pola tidur sesorang pasti mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia dan semakin beragamnya pekerjaan atau aktivitas.

selama proses tidur tersebut. Hal ini disebabkan organ-organ tersebut belum berfungsi secara normal. Bagi bayi. bayi telah mengalami peristiwa tidur. Begitu pula dengan cahaya. Pola Tidur Bayi Manusia mulai mengenal tidur sejak ia dilahirkan. ltulah sebabnya jam biologis akan berubah-ubah menyesuaikan dengan aktivitas dan ritme kebutuhan tubuh. Pola tidur bayi masih belum teratur karena jam biologis yang . kita akan memiliki kualitas tidur yang baik pula. Kita harus lebih berhati-hati karena kantuk di siang hari bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur. Setelah lahir. tetapi setelah beberapa waktu malah lebih banyak tidur. pertumbuhan dan perkembangan organorgan tubuh bayi akan meningkat secara pesat. Melakukan jalan pagi atau berkemih di malam hari atau senam lanjut usia di saat subuh mampu meningkatkan vitalitas di usia lanjut dengan berolahraga. ia biasanya tidur selama 16-20 jam sehari yang dibagi menjadi 4-5 periode. Tidur siang akan mengurangi utang tidur. Penyesuaian jadwal aktivitas dengan jam biologis perlu dilakukan. senam. diharapkan dapat tidur lebih cepat. padahal utang tidur diperlukan untuk meningkatkan dorongan homeostatik untuk tidur. Orang lanjut usia amat mudah lelah sehingga sering tertidur pada siang hari. kesehatan tidur akan membaik dan produktivitas kerja tubuh meningkat. kesehatan pun tetap terjaga. Dengan demikian. bayi berusia 0-5 bulan akan menjalani hidup barunya dengan 80-90% tidur. Keduanya adalah gangguan yang bisa diatasi dengan pola tidur yang baik. Semakin bertambah usia maka tubuh mulai banyak melakukan beragam aktivitas. Perubahan-perubahan ini penting dicermati untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Untuk mengatasinya lakukan olahraga yang ringan. Namun. Dengan kebiasaan pola tidur yang baik. Sesaat setelah bayi lahir. Udara yang dihirup di dalam rahim tentu sedikit berbeda dengan udara yang berada di lingkungan bebas. Dengan memiliki jam biologis yang teratur. Anak-anak asyik bermain dari pagi hingga petang. Bahkan sejak di dalam kandungan pun. berlari-lari kecil. dan orang dewasa sibuk dengan rutinitas pekerjaan setiap hari. Tidur siang selama 15 menit biasanya sudah cukup memberikan kesega Pola tidur berubah seiring dengan bertambahnya usia. dan tidur lebih dalam. atau sekadar peregangan otot. Hal ini terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur pada lanjut usia.sering melihat orangtua yang sebelumnya menderita insomnia. lebih jarang terbangun. tidur merupakan saat yang tepat untuk mengumpulkan ³energi´ agar proses adaptasi dan metabolisme di dalam tubuhnya berjalan lancar. Pola tidur sebaiknya diatur dengan baik sejak balita hingga dewasa. tidur merupakan salah satu bentuk adaptasi dengan lingkungan barunya. organ-organ dalam. Gangguan tersebut bisa berupa Sleep Apnea (OSA) dan Periodic Limb Movements in Sleep (PLMS). suhu. Selama tidur. Bagi bayi. kegiatan anak sekolah dipadati dengan tugas dan kegiatan belajar. tetapi teratur seperti jalan kaki pagi hari. seperti jantung dan paru-paru akan beradaptasi meski pun dalam waktu yang lama. Tidur siang hanya dianjurkan jika pada saat malam sebelumnya kekurangan tidur. dan kelembaban di sekitarnya.

mereka terbiasa untuk menangis di tengah malam hanya untuk memanggil. Hal ini disebabkan tidur berperan penting bagi anak untuk: 1. sisanya akan dihabiskan pada malam hari. Tidur menjaga kemampuan kognitif. Pada usia 3-6 bulan jumlah tidur siang semakin berkurang. Pada anakanak irama sirkadian dan dorongan homeostatis untuk tidur sudah berkembang lebih baik. anak tidur selama 12 ²13 jam sehari. Anak dengan tidur yang cukup mempunyai prestasi lebih baik dibandingkan dengan anak yang kurang tidur atau yang mengalami gangguan tidur. Bayi usia 1-2 bulan juga menunjukkan kebutuhan tidur dengan caranya sendiri. Bahkan. Pola Tidur Anak dan Remaja Pada masa anak-anak. polo tidur tersebut akan bergeser. Pada usia ini biasanya anak tidak mau tidur sendirian dan terkadang bangun menangis di tengah malam. Pola tidur yang tidak beraturan tersebut akan menimbulkan gangguan tidur pada orangtua. Oleh karena itu. bayi hanya tidur siang 2 kali. Orangtua pun perlu menyiasati waktu tidurnya agar sesuai dengan pola tidur bayi. tetapi kalau sudah mengantuk tidak ada yang bisa mencegahnya tertidur. Mereka tidak terbiasa untuk tidur kembali sendiri. Pada usia bayi 5 bulan hingga 2 tahun. 3. atau mengusap-asap mata. dan tampak gelisah. tidur merupakan hal yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya selain asupan makanan bergizi dan vitamin. Di usia 10 tahun biasanya ia tidur selama 10 jam. tanpa tidur siang. dan emosionalnya. Namun. kira-kira 3 kali dan terus berkurang. Pernahkah Anda melihat anak yang tertidur saat makan atau bermain? Sejak usia 6 tahun umumnya seorang anak memerlukan waktu tidur sebanyak 11 jam. Oleh karena itu. Ketika bangun mereka benar-benar segar. Memasuki usia 2 bulan bayi mulai lebih banyak tidur malam dibanding siang. Biasanya anak-anak di usia ini menolak untuk tidur karena godaan acara televisi. ajakan . Asupan makanan bergizi dan berbagai suplemen multivitamin akan sia-sia tanpa tidur yang cukup. Memberikan daya tahan tubuh yang kuat. penelitian lain membuktikan bahwa orangtua akan kekurangan tidur sebanyak 2 jam setiap harinya hingga si bayi berusia 5 bulan. orangtua harus mulai menanamkan kebiasaan pola tidur yang baik pada anak sejak dini. menghisap. 2. Secara emosional. Pada bayi yang terbiasa tidur dengan orangtua. Pada masa ini tidur bayi sering kali amat aktif. Menjelang usia 1 tahun biasanya hanya perlu tidur siang satu kali saja. mereka juga lebih stabil. Pada usia 6-12 bulan. mereka bisa tersenyum. Total jumlah waktu tidur berkisar antara 12 ²14 jam/hari.belum matang. dengan pembagian 1-2 jam tidur siang dan 11 jam tidur malam. Pahami pola tidur si buah hati sehingga ia mendapatkan seluruh manfaat tidur bagi proses tumbuh kembangnya. tetapi pada usia tersebut dorongan untuk tidur ataupun bangun tetap kuat. orangtua akan kehilangan 1 jam waktu tidur setiap malamnya. perlahan-lahan dengan bertambahnya usia. Ada yang menjadi rewel. Pada tahap tidur N3 (slow wave sleep) dihasilkan hormon pertumbuhan yang amat penting bagi pertumbuhannya. Memasuki usia 2 tahun. menangis. mental. jangan membiasakan bayi tidur di dalam gendongan kita.

Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan tidur yang baik. Namun. Jika disertai dengan mengompol di siang hari. kecerdasan. Apalagi. seorang siswa harus memperhatikan jam biologisnya dengan baik. jika terjadi pada usia 6-8 tahun maka orangtua sebaiknya memeriksakan kondisi anak ke dokter spesialis. jika lelah dan kantuk menghinggapi. Lingkungan tidur yang kurang baik bisa mengakibatkan mimpi buruk pada anak-anak. dan kebahagiaan mereka lebih terjamin. Maklum. Untuk memperoleh prestasi akademis yang maksimal. jika pernah mengalami berhenti mengompol selama 3 bulan lalu kambuh kembali. Buatlah kamar tidur yang terisi dengan karakter kartun faveritnya.30. Kegiatankegiatan tersebut menyita waktu dari pagi hingga sore. Selain itu. Mengompol saat Tidur Mengompol atau enuresis adalah masalah tidur yang umum ditemui pada anakanak. . Cara ini dilakukan untuk menyesuaikan aktivitas dengan jam biologis siswa sehingga kesehatan. sakit perut. penerangan yang cukup. sekolah-sekolah di Amerika saat ini justru memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 8. tenangkan dengan kata-kata yang lembut dan melindungi. Namun. Pada anak di bawah usia 5 tahun. Memasuki usia sekolah atau usia 6-12 tahun adalah masa yang rentan terkena gangguan tidur. Padahal tidur yang cukup sangat penting bagi perkembangan otak seorang anak. Enuresis primer disebabkan oleh fungsi kandung kemih dan sistem pengendalian kencing yang belum matang. Pada jam-jam tertentu. seperti les dan klub olahraga. Itu sebabnya. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa mengompol bisa juga menjadi tanda terjadinya sleep apnea. fungsi tersebut akan semakin sempurna. gangguan ginjal.bermain dari teman. mereka cenderung aktif dan penuh vitalitas. Jika hal itu terjadi. mereka kurang mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur. Hal terpenting adalah menciptakan suasana tidur yang nyaman. Kebiasaan mengompol pun akan hilang dengan sendirinya. Berbeda dengan enuresis primer. dan masalah saraf. ltulah sebabnya. mengompol masih dianggap normal. Jika Anak Anda Masih Ngompol: ‡ Biasakan ia untuk kencing sebelum tidur. sedangkan pada jam-jam lain mereka menjadi lamban tak bersemangat. penyakit lain yang juga bisa menyebabkan enuresis antara lain. dianggap sebagai enuresis sekunder. Hal ini disebabkan oleh padatnya aktivitas anak-anak mulai dari kegiatan sekolah hingga ekstra kurikuler. mereka langsung tertidur. Sementara itu. orangtua juga perlu mengajarkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sebelum tidur agar si kecil tahu waktu menjelang tidur. dan rasa sakit ketika kencing. enuresis sekunder merupakan tanda dari adanya suatu penyakit atau masalah psikologis. jika disertai dengan tidur mendengkur. Ciptakan suhu yang nyaman. Enuresis dianggap primer jika anak belum bisa belajar mengendalikan kandung kemih. diabetes. dan suasana yang tenang. atau pekerjaan rumah (PR) dari sekolah yang belum selesai. mereka belum mampu membedakan antara mimpi dan kenyataan. Biasanya dengan bertambahnya usia. kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih. Sabin itu.

bangunkan dan ajak ke toilet pada jam-jam tersebut. akibat-akibat dengan cara menyanggah pendapat orang dewasa. apabila anak terlalu ketat dibatasi ruang geraknya ia tidak akan bisa mengembangkan dirinya. Anak-anak pada masa ini harus menjalani tugas-tugas perkembangan yakni : 1.‡ Batasi minum satu jam sebelum tidur. Perkembangan anak berlangsung dengan cepat. Penyesuaian dan pengarahan diri menjadi sulit baginya. Anak perlu memperoleh perhatian dan pujian perilaku bila prestasi-prestasinya yang baik. Terlebih lagi. Pada masa ini mudah terjadi identifikasi yang sifatnya emosional dengan teman sebaya yang sejenis. teman sebaya. ‡ Jika kita tahu jam-jam berapa ia mengompol. Pengendalian emosi dan kesediaan bertanggung jawab lebih terlihat melalui perbuatan atau tindakan. Membentuk sikap sehat mengenai dirinya sendiri 3. Anak tetap memerlukan pengarahan dan pengawasan dari guru dan orang tua untuk memunculkan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan keterampilan-keterampilan baru. Pengaruh kelompok sebaya sangat . Banyak aspek perilaku dibentuk melalui penguatan (reinforcement) verbal. nilai moral dan nilai sosial 8. menulis dan berhitung 6. Anak belajar di sekolah. Belajar secara sistematis di sekolah dan mengembangkan sikap. Membentuk hati nurani. tetapi membuat latihan pekerjaan rumah yang mendukung hasil belajar di sekolah. Masa Pra Remaja Masa pra remaja ditandai dengan meningkatnya cara berpikir kritis. Membentuk sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga. Belajar peranan jenis yang sesuai dengan jenisnya 5. Membentuk konsep-konsep yang perlu untuk hidup sehari-hari 7. Hubungan timbal balik dan saling memuaskan dengan orang tua dan teman sebaya perlu dalam pembentukan harga diri dan sosialisasinya. ‡ Jangan hukum anak Anda. Masa Anak sekolah umur 6-12 tahun Pada masa ini anak memasuki masa belajar di dalam dan di luar sekolah. Membentuk keterampilan dasar : membaca. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya 4. Anak tanggung selalu menanyakan sebab-sebab. Memperoleh kebebasan pribadi 9. Belajar keterampilan fisik untuk permainan biasa 2. Anak yang bergantung akan memindahkan ketergantungannya dari orang tua ke orang lain. Pengawasan yang terlalu ketat atau persyaratan yang terlalu luas bisa berakibat kurangnya inisiatif untuk mengembangkan kemampuankemampuannya. kebiasaan dalam keluarga. keteladanan dan identifikasi.lembaga Dalam perkembangan ini anak tetap memerlukan penambahan pengetahuan melalui belajar. baik di rumah maupun di sekolah. Mengompol berada di luar kendalinya. disertai dorongan kuat untuk ekspansi diri dan berpetualang karena merasa bisa dan tangkas. Minat dan aktivitas mulai mencerminkan jenisnya secara lebih jelas.

sehingga mereka seolah-olah hanya ke sekolah karena ingin bermain dengan kawan-kawannya. Mereka mudah mencari dukungan dari saudara ataupun teman untuk bersatu melawan orang tua atau guru. Pertengkaran dan persaingan antara saudara-saudara sering kali sulit dihindarkan. me¬nyesuaikan dalam kelompok sebaya. Kelompok anak laki-laki lebih senang bergabung dengan tujuan kegiatan petualangan yang menggelorakan. Anak tanggung sering menolak segala hal yang dianggap baik oleh orang tua. Kompetisi bersifat negatif apabila anak sebagai akibat dari pertandingan merasa diri rendah atau kurang. Mereka cepat membentuk hubunganhubungan emosional dan membanggakan temannya atau kelompok mereka. Pengertian orang tua sangat dibutuhkan justru pada saat ia mengalami kepahitan hidup karena kegagalannya. anak lain menjadi tidak bahagia. anak laki-laki dan perempuan senang bergabung dengan mereka yang sebaya. sedangkan pengendalian dari pihak orang tua dan orang dewasa berkurang. enthusiasme. Sifat-sifat yang dihargai anak tanggung disamping kepemimpinan. mereka lebih memperoleh kesan dari saudara yang lebih tua. Kelompok anak perempuan biasanya terdiri dari jumlah yang lebih kecil daripada kelompok anak laki-laki dan berkumpul di rumah salah seorang diantara mereka. ancaman dan perilaku mengganggu orang lain. Namun demikian anak tanggung tetap memerlukan kehangatan dan keserasian dalam keluarga di rumah dan membutuhkan dukungan emosional orang tua bila mengalami kekecewaan dalam pergaulan. Dalam kehidupan keluarga perlu diperhatikan agar ada komunikasi yang baik. Anak tanggung pada saat-saat tertentu bisa ramah. bahkan disuruh-suruh atau dihindari. lalu bergabung. Biasanya yang menonjol diantara mereka menjadi pemimpin dan banyak hal ditentukan oleh inisiatif pemimpin kelompok tersebut. Sering kali terlihat dua anak atau lebih mempunyai kebutuhan atau minat yang sama. Mereka tertarik pada kelompok anak dengan minat. jenis dan status yang sama. Kelompok anak tanggung memungkinkan terbentuknya persahabatan yang mendalam dan identifikasi dengan anggota sejenis yang terpilih. Perilaku mengritik orang tua menyusahkan orang tua. kegiatan olahraga musiman sangat menarik baginya. Persahabatan teman sebaya sangat dibutuhkan. keberanian dan originalitas.besar. keramahan. tim. Mereka mendapatkan seorang teman yang bisa dipercayai dan menjadi tempat tumpahan kesulitan dan masalahnya. ataupun mengakibatkan orang lain. Pada masa ini. jarang terlihat jenis yang lainnya. Kompetisi dapat menyebabkan anak menjadi sadar akan kemampuan dan keterbatasannya. Sebaliknya adik-adik tidak dianggap. Pada kelompok-kelompok ini. Kompetisi dan kooperasi banyak terlihat dan sedapat mungkin dipuaskan secara wajar. patokan dan harapan yang sama. Kadangkadang mereka menyenangi perilaku yang penuh kejutan-kejutan. tetapi saat berikutnya siap tempur (berkelahi). yang juga dibutuhkannya. Permainan kelompok. Kadang-kadang seorang anak tanggung bisa terjerumus ke perilaku delinkwen (nakal) untuk bisa menjadi pemimpin dan sebagai penyaluran dan agresivitasnya . Mereka saling mengerti keinginan-keinginannya dan memperoleh kepuasan dari persahabatan tersebut. Dalam hubungannya dengan saudara-saudara di rumah. untuk memudahkan penyaluran kasih sayang.

Keterangan-keterangan ini akan mengembangkan dan memupuk hati nuraninya.atau kegagalannya dalam pekerjaan di sekolah. Sebagai persiapan untuk tahap perkembangan berikutnya. kegiatan-kegiatan dan apa yang bisa merugikan orang lain. pengawasan dan pengarahan. 11 tahun lalu mulai persiapan untuk tugas-tugas perkembangan masa remaja. karena mereka ingin membanggakan hasil usahanya. Pengaruh keluarga atau orang tua dan pengaruh kelompok bersamasama membentuk sikap dan minatnya. semangat. Perlu diberi keterangan tentang pertimbangan moral dalam hubungan dengan teman sebaya. cukup kebebasan untuk memuaskan kebutuhan anak Seorang anak yang belajar berperilaku berdasarkan aturan atau patokan di perkumpulan di bawah pengawasan orang dewasa. maka pada masa ini perlu diberi penerangan tentang perkembangan yang akan dialami. cukup bimbingan untuk melalukan kegiatan-kegiatan yang wajar 2. yakni pada pertumbuhan tinggi badan dan berat badan yang mendahului kematangan seks. sehingga kehidupan kelompok sangat berkesan terhadap perkembangan kepribadian. sehingga menutupi perasaan tidak sesuai (inadekwat). sikap-sikap yang sehat dan wajar. menunjukkan saatnya yang tepat untuk memberi penerangan seks meliputi pengetahuan tentang perkembangan dan perubahan seks yang segera akan dialami. sehingga mengakibatkan timbulnya konflik dan cemas pada anak. hati nurani yang terpupuk baik akan memudahkan berperilaku sesuai . tetapi sering kali keduanya justru berlawanan. Tanda yang jelas. yang memungkinkan melatih diri mengenai hubungan-hubungan sosial. membuat dia senang berkelakuan buruk. Seyogyanya kedua pengaruh ini saling mendukung. Prestasi sekolah penting bagi mereka. Keinginan mempengaruhi kelompok untuk mengikuti ide-idenya dan melibatkan diri dalam pelanggaranpelanggaran. Sebaliknya. Masa anak tanggung berakhir pada umur 10 tahun. yang cepat mempengaruhinya. Ikatan dengan teman sebaya ditandai dengan loyalitas dan solidaritas yang kuat dan mengurangi pengaruh orang tua. Mengingat pentingnya keberhasilan anak pada masa anak tanggung. maka identifikasi terhadap orang tua beralih ke identifikasi kelompok. Demikian pula kerja sama dengan mereka yang sebaya meinungkinkan terbinanya keterampilan berkomunikasi. Akan dicarinya tempat di mana ia bisa berhasil baik pada prestasi akademis atau nonakademis. terutama segi-segi moralitas sebagai dasar penerangan tersebut. perlu diberi dorongan. Perasaan berguna akan memperkuat kemantapannya. Kalau pengaruh kelompok bertambah dan sebaliknya pengaruh orang-tua berkurang. dengan tercapainya kematangan seks. Saat yang tepat untuk memberikan penerangan tergantung dari kebutuhan dan minat anak. dan analisa tentang perilaku bermoral dan kaidah-kaidah agama. Kerinduan akan prestasi yang lebih baik menambah usahanya. Untuk memenuhi kebutuhan mereka akan ekspansi diri dan perasaan aman terbentuklah kelompok (gang). Keinginan untuk membentuk kelompok dapat disalurkan melalui perkumpulan yang disponsori orang dewasa dengan memperhatikan 2 aspek: 1. diharapkan kelak dibimbing oleh patokan-patokan tersebut bila sudah mandiri.

1. Setiap tahap berikut dipengaruhi oleh tahap sebelumnya. Demikianlah tahap anak tanggung menentukan masa remaja dengan corak apakah yang akan dialami selanjutnya. BAB II PEMBAHASAN . Untuk membantu para mahasiswa dalam mengenal motivasi diri dan mengetahui cara atau tips untuk memotivasi diri. Dengan demikian nilai-nilai moral sudah diperkuat sebelum timbul gejolak masa remaja. kami menggunakan metode pengambilan data secara sekunder. BAB 1 PENDAHULUAN 1. diantaranya adalah : 1. saya ingin mengetahui lebih dalam akan motivasi diri 3. yaitu pengambilan data secara tidak langsung melalui informasi yang sudah ada seperti internet dan berbagai macam buku. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Psi & Teknologi Internet 2.dengan prinsip moral dan nilai-nilai manusiawi. Dan itu semua akan saya coba bahas dalam makalah ini. Seluruh perkembangan merupakan suatu rangkaian bertahap dan berkesinambungan. 1. Dari hasil diatas.2 Tujuan Pembuatan Makalah Di dalam pembuatan makalah ini ada beberapa tujuan yang kami jabarkan. dalam perkembangan dan penyesuaiannya. yang ditunjangi oleh factor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengruh dalam kehidupan anak menuju dewasa.3 Metode Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan data.1 Latar Belakang Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak. Ada pula ciri-ciri anak prasekolah dan cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten .

intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih. suku bangsa / bahasa. kesadaran sosial. kemampuan yang lebih siap untuk beradaptasi terhadap stress dan kemampuan untuk memikul tanggung jawab maksimal dan memperoleh kebebasan dalam mengekspresikan kreativitas.1 PENGERTIAN PERKEMBANGAN Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan. Pada masa ini perkembangan kemampuan berbahasa. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. jaringan tubuh. kesadaran emosional dan inteligensia berjalan sangat cepat. 2. Perkembangan psiko-sosial sangat dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anak dengan orang tuanya. 1998). yang di tunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengaruh dalam kehidupan anak menuju dewasa. kreativitas. Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak.2 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN Menurut Soetjiningsih secara umum terdapat dua faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu faktor genetik (instrinsik) dan faktor lingkungan (ekstrinsik). jenis kelamin. Termasuk juga perkembangan emosi. perolehan ketrampilan. sebagai hasil dari proses pematangan.2. Perkembangan menandai maturitas dari organ-organ dan sistem-sistem. Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. Faktor ini adalah bawaan yang normal dan patologis. gangguan pertumbuhan di . organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.

2003) mengemukakan ciri-ciri anak prasekolah (3-6 tahun) yang biasanya ada TK. Ciri fisik anak prasekolah atau TK a. sosial. sedangkan di negara yang sedang berkembang. emosi dan kognitif anak. 1. . gangguan pertumbuhan selain di akibatkan oleh faktor genetik juga faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang anak yang optimal. e.negara maju lebih sering diakibatkan oleh faktor ini. d. seperti mengikat tali sepatu. c. (1998). Ciri-ciri yang dikemukakan meliputi aspek fisik. 2.4 CIRI-CIRI ANAK USIA PRA SEKOLAH Menurut Snowman (1993 dalam Patmonodewo. Anak pra sekolah umumnya aktif Setelah anak melakukan berbagai kegiatan. anak membutuhkan istirahat yang cukup. Walaupun tubuh anak lentur. tetapi tengkorak kepala yang melindungi otak masih lunak (soft). itulah sebabnya koordinasi tangan masih kurang sempurna. Jadi biasanya anak masih belum terampil malakukan pekerjaan yang rumit. Anak-anak masih sering mengalami kesulitan apabila hrus memfokuskan pandangannya pada objek-objek yang kecil ukurannya.3 FAKTOR PENDUKUNG PERKEMBANGAN Faktor ± faktor pendukung perkembangan anak menurut Soetjiningsih. antara lain: 1) Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut 2) Peran aktif orang tua 3) Lingkungan yang merangsang semua aspek perkembangan anak 4) Peran aktif anak 5) Pendidikan orang tua 2. Otot-otot besar pada anak prasekolah lebih berkembang dari control terhadap jari dan tangan. b.

f. minat. Walaupun anak lelaki lebih besar. Sikap marah sering diperlihatkan oleh anak pada usia tersebut. Anak TK cenderung mngekspreseikan emosinya dengan bebas dan terbuka. jauhkan dari sikap membandingkan anak lelaki-perempuan. b. c) Berikan kesempatan kepada anak untuk meneliti dan mendapatkan kesempatan dalam banyak hal. 2. Iri hati pada anak prasekolah sering terjadi. b) Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukan dan dikatakan anak. mereka seringkali memperebutkan perhatian guru. 4. mengagumi dan kasih saying Ainsworth dan Wittig (1972) serta Shite dan Wittig (1973) menjelaskan cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten dengan cara sebagai berikut: a) Lakukan interaksi sesering mungkin dan bervariasi dengan anak. b. mereka umumnya dapat cepat menyesuaikan diri secara social b. e) Doronglah anak agar mau mencoba . Ciri emosional anak prasekolah a. anak perempuan lebih terampil dalam tugas yang bersifat praktis. khususnya dalam tugas motorik halus. c) Berikan kesempatan dan dorongan maka untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri. Kelompok bermain cenderung kecil dan tidak terorganisasi secara baik. tetapi sebaiknya jangan mengkritik anak lelaki apabila ia tidak terampil. Anak lebih mudah seringkali bermain bersebelahan dengan anak yang lebih besar 3. oleh karena kelompok tersebut cepat berganti-ganti c. juga dalam kompetisi ketrampilan seperti apa yang disebut diatas. tetapi sahabat ini cepat berganti. Ciri kognitif anak prasekolah a. Anak prasekolah umumnya terampil dalam berbahasa Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi. kesempatan. Ciri social anak prasekolah a. Umumnya anak pada tahapan ini memiliki satu atau dua sahabat.

lakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati. (1998). h) Sebaiknya apabila berkomunikasi dengan anak. 5) Pendidikan orang tua. g) Kagumilah apa yang dilakukan anak. 2) Peran aktif orang tua. 4) Peran aktif anak. f) Tentukan batas-batas tingkah laku yang diperbolehkan oleh lingkungannya. BAB III PENUTUP Kesimpulan Makalah yang telah disusun oleh kami merupakan program yang sangat membantu para mahasiswa dalam pembahasan tentang Perkembangan Anak Usia PraSekolah. terdapat dua faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu faktor genetik (instrinsik) dan faktor lingkungan (ekstrinsik). Faktor ± faktor pendukung perkembangan anak menurut Soetjiningsih. . antara lain: 1) Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut. yang ditunjangi oleh factor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengruh dalam kehidupan anak menuju dewasa. 3) Lingkungan yang merangsang semua aspek perkembangan anak . Dan banyak lagi cara lainnya. b) Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukan dan dikatakan anak. c) Berikan kesempatan kepada anak untuk meneliti dan mendapatkan kesempatan dalam banyak hal. Ada juga cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten dengan cara sebagai berikut: a) Lakukan interaksi sesering mungkin dan bervariasi dengan anak. Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak.mendapatkan ketrampilan dalam berbagai tingkah laku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful