Pertumbuhan, perkembangan seseorang berlangsung sejak dilahirkan sampai dengan mati.

Memiliki arti kuantitatif atau segi jasmani bertambah besar bagianbagian tubuh. Kualitatif atau psikologis bertambah perkembangan intelektual dan bahasa (Siti Rahayu). Pertumbuhan dan perkembangan dicakup dalam kematangan. Manusia disebut matang jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai pada tingkat tertentu (Langeveld). Konsep pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara interpendensi saling bergantung satu sama lain. Tidak bisa dipisahkan tetapi bisa dibedakan untuk memperjelas penggunaannya (Sunarto, 1999). Perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan jika seorang individu mengalami pertumbuhan yang baik maka perkembangan akan baik pula. Pernyataan ini berbanding lurus dengan H.M. Arifin tentang perkembangan, bahwa perkembangan diprasyarati oleh adanya pertumbuhan, oleh karena itu pertumbuhan sangatlah mendukung perkembangan seseorang (Diah Puji, 2009). Fase perkembangan individu tidak terlepas dari proses pertumbuhan individu itu sendiri. Perkembangan pribadi individu meliputi beberapa tahap atau periodisasi perkembangan, antara lain perkembangan berdasarkan analisis Biologis, perkembangan berdasarkan Didaktis, perkembangan berdasarkan psikologis. Fase perkembangan Biologis merupakan perubahan kualitatif terhadap struktur dan fungsi-fungsi fisiologis atau pembabakan berdasarkan keadaan atau proses pertumbuhan tertentu. Fase perkembangan dedaktis dapat dibedakan menurut dua sudut tujuan, yaitu dari sudut tujuan teknis umum penyelenggara pendidikan dan dari sudut tujuan teknis khusus perlakuan pendidikan. Fase perkembangan psikologis merupakan pribadi manusia dimulai sejak masa bayi hingga masa dewasa. Aspek± aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsipprinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu. Untuk efisiensi waktu, maka penulis membatasi penulisan ini pada perkembangan peserta didik fase remaja SMA aspek moral. Masa remaja merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu, dan merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang

sehat (Konopka, dalam Pikunas, 1976; Kaczman & Riva, 1996). Apabila gagal dalam tugas perkembangannya, dalam mengembangkan rasa identitasnya. Maka remaja akan kehilangan arah. Dampaknya remaja akan mengembangkan perilaku menyimpang (telinquent) melakukan kriminalitas atau menutup diri (mengisolasi diri) dari masyarakat karena tidak menduduki posisi yang harmonis dalam masyarakat. Seperti pada kasus Nico Putra, pelajar SMU Swasta di Jl. Ngaglik (Koran Surya, Minggu 23 Nopember 2008). Nico adalah otak penjambretan yang berperan memilih calon mangsa sekaligus pelaksana perampasan tas para korban yang semuanya perempuan. Hereditas atau keturunan serta lingkungan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan. Adapun faktor yang berpengaruh terhadap kasus Nico Putra adalah faktor lingkungan. Lebih spesifik lagi lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan sosial teman sebaya atau teman dalam pergaulan. Faktor utama yang menentukan daya tarik hubungan interpersonal diantara para remaja pada umumnya adalah adanya kesamaan dalam minat, nilai-nilai, pendapat dan sifat-sifat kepribadian. A. Deskripsi Umum Perkembangan Peserta Didik Fase Remaja 1. Konsep tentang Perkembangan Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati. Seseorang yang mempelajari psikologi perkembangan berarti sedang mempelajari proses perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Ada dua hal yang penting dalam perubahan psikologi perkembangan, yaitu pertumbuhan (growth) dan perkembangan (development) (Dariyo, 2007: 19). Berdasarkan pengertian diatas, penulis merangkaikan pengertian perkembangan secara umum sebagai suatu proses perubahan menuju kesempurnaan. Perkembangan berkaitan dengan perubahan kuantitatif dan kualitatif yang terjadi pada individu yang tidak dapat diulang, bersifat progresif teratur dan berlangsung secar bertahap serta terdiri dari beberapa fase (bayi, balita, anak, remaja, dewasa, tua). Adapun tujuan perkembangan adalah pencapaian kemampuan, upaya menjadi orang yang baik secara fisik dan mental. 2. Fase Perkembangan Remaja Karena remaja sulit didefinisikan secara mutlak, maka penulis mendefinisikan pengertian remaja dari sudut pandang batasan remaja menurut WHO. Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana individu . berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya (fisik) sampai saat ia mencapai kematangan seksual serta mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada

keadaan yang relatif lebih mandiri (Muangman, yang dikutip oleh Sarlito, 1991: 9). Perubahan fisik yang terjadi merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Pertumbuhan badan menjadi lebih tinggi dan panjang, mulai berfungsinya alat reproduksi (ditandai dengan haid pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki) serta tanda-tanda seksual sekunder yang mulai tumbuh. Secara umum batasan usia remaja adalah sekitar 13± 21 tahun. Masa remaja menghadapi kondisi pencarian identitas. Remaja berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya di masyarakat dan cenderung merasa tidak puas dengan keberadaan dirinya, sehingga berusaha untuk menarik perhatian dari lingkungan. Diantara remaja yang sukses dan berprestasi ada beberapa remaja yang melewati masa remajanya dengan tidak sukses, dengan kata lain remaja bermasalah. Remaja bermasalah tidak mampu menyaring berbagai pengaruh buruk lingkungan di sekitarnya. Disinilah peran orang tua sebagai pendidik utama perlu mengerti dan memahami proses tumbuh kembang anak remajanya sehingga dapat berperan aktif untuk membimbing, mengarahkan dan mengantarkan mereka ke posisi yang harmonis dalam masyarakat menuju puncak kebahagiaan. Aspek± aspek perubahan pada fase remaja : a. Aspek fisik Meliputi perubahan hormonal : - Fungsi reproduksi - Ciri seksual sekunder - Perubahan fisik (tidak seimbang) - Perubahan suara - Peningkatan energi b. Aspek psikologis - Meningginya dorongan perasaan kaku atau ego, sehingga cenderung menentang terhadap otoritas, senang protes, membangkang, mengkritik, egois dan egosentris. - Emosi mudah meluap, perasaan diri merasa³super ´ - Konflik emosional, suasana hati mudah berubah - Mencari identitas atau jati diri, senang tampil beda, suka mode, mulai merokok, suka kebut-kebutan, membual, berpetualang - Meningkatnya fungsi kognisi, besar rasa ingin tahu, idealisme tinggi - Ketertarikan terhadap lawan jenis - Kebutuhan narsistik (cinta pada diri sendiri) 3. Aspek± aspek perkembangan remaja Semua individu khususnya remaja akan mengalami perkembangan baik fisik

2. misalnya aturan-aturan dari orang tua. Aspek Intektual Perkembangan intelektual (kognitif) pada remaja bermula pada umur 11 atau 12 tahun. (2) Remaja wanita Ditandai dengan tumbuhnya rahim. Kemampuan-kemampuan berpikir yang baru ini memungkinkan individu untuk berpikir secara abstrak. moral dan agama. status remaja dalam kelompok sebayanya dan aturan-aturan yang diberlakukan padanya tidak lagi dipandang sebagai hal-hal yang mungkin berubah. b) Perkembangan Psikis 1. perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik. hipotesis dan kontrafaktual. sosial. Dalam perkembangan seksualitas remaja. Meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling . emosi. Ovarium menghasilkan ovum dan mengeluarkan hormon.maupun psikis yang meliputi aspek-aspek intelektual. depresi dan mudah tersinggung. remaja mulai mampu berhadapan dengan aspek-aspek yang hipotesis dan abstrak dari realitas. menstruasi pertama sering ditandai dengan sakit kepala. Aspek Sosial Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial atau proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok. 8 (a) Perkembangan Fisik Dalam perkembangan remaja. Remaja tidak lagi terikat pada realitas fisik yang konkrit. lelah. menstruasi dan perkembangan seks sekunder.hormon yang diperlukan untuk kehamilan. kemudian pada tahun berikutnya tumbuh lebih lambat dan akan mencapai ukuran pada usia 20± 21 tahun. Tubuh berkembang pesat sehingga mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai dengan berkembangnya kapasitas reproduktif. yang nantinya akan memberikan peluang pada individu untuk mengimajinasikan kemungkinan lain untuk segala hal. Pada usia 11± 15 tahun. Matangnya organ± organ seks yang memungkinkan remaja pria yang berusia sekitar 14± 15 tahun mengalami mimpi basah. sakit pinggang. Bagaimana dunia ini tersusun tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya alternatif yang mungkin terjadi. bahasa. Ciri± ciri seks primer : (1) Remaja pria Ditandai dengan sangat cepatnya pertumbuhan statis pada tahun pertama dan kedua. ditandai dengan ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder. kadang kejang. moral dan tradisi. vagina dan ovarium (indung telur).

Menjalin dan memelihara hubungan dengan teman sebaya atau orang lain .Menjalin persahabatan dengan teman sebaya .Menerima tanggung jawab dan batasan (norma) keluarga . tradisi dan kebijakan-kebijakan masyarakat.Menerima otoritas orang tua (menaati peraturan orang tua) . nilai. keinginan orang lain.Berusaha membantu anggaran kalau sebagai individu atau kelompok Di Lingkungan Sekolah .Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah . berpandangan objektif. miras. narkotik. Tapi ada juga beberapa remaja yang terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman sebayanya. Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik. minat. free sex. sekolah dan masyarakat Berikut ini ciri-ciri penyesuaian sosial remaja. diantaranya : Di Lingkungan Keluarga . keberanian menghadapi orang lain.berkomunikasi dan bekerja sama. pendapat.Hormat kepada guru. Pada masa ini berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti opini. kebiasaan. Ada lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan misalnya: taat beribadah. seperti : mencuri.Respek terhadap hukum. Aspek Emosi (Afektif) Perkembangan aspek emosi berjalan konstan. Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial.Berprestasi di sekolah Di Lingkungan Masyarakat . dan lain-lain. nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui persahabatan atau percintaan. berbudi pekerti luhur. Aspek ini meliputi kepercayaan akan diri sendiri. situasi dan relasi baik di lingkungan keluarga. Baik menyangkut sifat-sifat pribadi. dan lain-lain.Bersikap respek dan mentaati peraturan . 3. dan lain-lain. kegemaran.Respek terhadap hak-hak orang lain .Bersikap simpati dan menghormati terhadap kesejahteraan orang lain . kecuali pada masa remaja awal (1314 tahun) dan remaja tengah (15-16 tahun) pada masa remaja awal ditandai oleh . pemimpin sekolah atau staf lain .Menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan saudaranya .

4. 5. berkelahi. Ada hubungan timbal balik antara dirinya dengan lingkungan sosial dan 14 masyarakat. Mencapai kematangan emosial merupakan tugas yang sulit bagi remaja. kasih. terutama lingkungan-lingkungan keluarga dan teman sebaya. jika seorang remaja kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua atau pengakuan dari teman sebaya. sikap yang relatif mapan. Oleh karena itu moral remaja . Aspek Moral Perkembangan moral pada remaja menurut teori Kohlberg menempati tingkat III: pasca konvensional stadium 5. sehingga remaja bisa berealisi agresif (melawan. kejujuran. optimis dan dapat menghadapi situasi frustasi secara wajar). Proses pencapaiannya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosioemosional lingkungannya. seperti adolesensi emosi (cinta. simpati. Penggunaan bahasa oleh remaja lebih sempurna serta perbendaharaan kata lebih banyak. bertengkar. Aspek Bahasa Perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi baik alat komunikasi lisan. Pada masa remaja tengah anak terombang-ambing dalam sikap mendua (ambivalensi) maka pada masa remaja akhir anak telah memiliki pendirian. senang menyendiri. Apabila lingkungan tersebut kondusif maka akan cenderung dapat mencapai kematangan emosional yang baik. Tapi sebaliknya. kegembiraan berganti dengan kesedihan. Pada masa remaja tengah rasa senang datang silih berganti dengan rasa duka. Gejolak ini berakhir pada masa remaja akhir (18± 21 tahun). senang menolong orang lain. merupakan tahap orientasi terhadap perjanjian antara remaja dengan lingkungan sosial. keadilan kesopanan dan kedisiplinan. pendiam. hormat dan menghargai orang lain. ramah) mengendalikan emosi (tidak mudah tersinggung. masyarakat dan khususnya lingkungan teman sebaya sedikit banyak lebih membentuk pola perkembangan bahasa remaja. rasa akrab bertukar dengan kerenggangan dan permusuhan.rasa optimisme dan keceriaan dalam hidupnya. diselingi rasa bingung menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya. senang mengganggu) dan melarikan diri dari kenyataan (melamun. Pola bahasa remaja lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok sebaya. keras kepala. baik di lingkungan keluarga. Pada tahap ini remaja lebih mengenal tentang nilai-nilai moral. Kemampuan menggunakan bahasa ilmiah mulai tumbuh dan mampu diajak berdialog seperti ilmuwan. Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. menggemari literatur yang mengandung nilai-nilai filosofis. Pada umumnya remaja akhir lebih memantapkan diri pada bahasa asing tertentu. tidak agresif. tulisan. meminum miras dan narkoba). maupun menggunakan tandatanda dan isyarat. maka cenderung mengalami perasaan tertekan atau ketidaknyamanan emosional. etnis dan religius.

Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang. karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Aspek Agama Pemahaman remaja dalam beragama sudah semakin matang. Selain itu peranan orang tua sangat penting. B. Dari berbagai ahli yang menyusun tentang tingkat perkembangan anak. Dengan mempertimbangkan batasan umum Sekolah Minggu. Sensori Motor (usia 0-2 tahun) Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak. orang tua harus konsisten dalam mendidik anaknya. seorang Guru Sekolah Minggu dituntut untuk memahami/memperhatikan perkembangan Psikologi Anak berdasarkan usianya. Dalam membantu moral remaja. Menyampaikan cerita/berita Injil pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga. bersikap terbuka serta dialogis. Hal ini akan berpengaruh pada tehnik mengajar yang harus digunakan sesuai dengan perkembangan usia mereka. Perkembangan KOGNITIF ANAK Menurut PIAGET perkembangan ini dibagi dalam 4 tahap: 1. tidak otoriter atau memaksakan kehendak. 2.harus sesuai dengan tuntutan norma-norma sosial. Karena disamping persiapan mengajar yang matang. ada dua model yang sangat berpengaruh dalam pengajaran di Sekolah Minggu. sehingga berkesan 'pelit'. melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu). kemampuan berfikir abstrak memungkinkan remaja untuk dapat mentransformasikan keyakinan beragama serta mengapresiasikan kualitas keabstrakan Tuhan. 6. maka dalam pembahasan inipun dibatasi sampai pada usia pra-remaja dengan perkembangan normal. Anggapan seperti inilah yang sering menjadi penyebab kegagalan dalam mengajar. Mengenali Perkembangan Anak Sebagian orang berpendapat bahwa mengajar di Sekolah Minggu bukanlah pekerjaan yang sukar. Anak tersebut juga memiliki . Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'. Pra-operasional (usia 2-7 tahun) Pada usia ini anak menjadi 'egosentris'. karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya.

3. baik secara konkrit maupun abstrak. sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan pelukan. sehingga yang diperlukan justru mendorong dan memberikan tempat untuk mengembangkan motorik dan mentalnya. Dalam menyampaikan cerita harus ada alat peraga. sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga. Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas) Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah.kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun) Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama). sebagai contoh langsung yang terlihat adalah mereka akan sering berlari-lari dalam Sekolah Minggu. namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis . karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir. Misalnya: Analogi 'hidup kekal' . Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas.Guru Sekolah Minggu) .diangkat menjadi anak-anak Tuhan dengan konsep keluarga yang mampu mereka pahami. 2. Namun kenakalannya itu tidak bisa dicegah begitu saja. Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi. 4. Trust >< Mistrust (usia 0-1 tahun) Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri. Pada saat ini anak sangat terpengaruh oleh orang-orang penting di sekitarnya (Orang Tua . Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis. karena ini adalah tahap dimana anak sedang mengembangkan kemampuan motorik (fisik) dan mental (kognitif).rumit. Fokus terletak pada Panca Indera. Perkembangan PSYCHO-SOSIAL Menurut ERICK ERICKSON perkembangan Psycho-sosial atau perkembangan jiwa manusia yang dipengaruhi oleh masyarakat dibagi menjadi 8 tahap: 1. Otonomi/Mandiri >< Malu/Ragu-ragu (usia 2-3 tahun) Tahap ini bisa dikatakan sebagai masa pemberontakan anak atau masa 'nakal' nya.

3. pertumbuhan tulang. . bagaimana mereka berkembangdan bagaimana cara belajar mereka. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami perkembangan anak. Latar Belakang Perkembangan anak manusia merupakan sesuatu yang kompleks. sampai pada hal-hal yang berbau fantasi. 4. Baik unsur-unsur bawaan maupun unsur-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama-sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju perkembangan anak tersebut. Bagaimana strategi guru membelajarkan anak? C. Inisiatif >< Rasa Bersalah (usia 4-5 tahun) Dalam tahap ini anak akan banyak bertanya dalam segala hal. sehingga berkesan cerewet. Bagaimana cara belajar anak? 3. A. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut 1. Industri/Rajin >< Inferioriti (usia 6-11 tahun) Anak usia ini sudah mengerjakan tugas-tugas sekolah . dan lemak. Perubahan proporsi atau perbandingan antar bagian tubuh yang membentuk postur tubuh. Pada usia ini juga mereka mengalami pengembangan inisiatif/ide. artinya banyak faktor yang turut berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. Perkembangan Anak 1. otot. Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan cara membelajarkan anak. B. BAB II PEMBAHASAN A. Guru terutama guru SD diharapkan mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara belajar anak di SD. Namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati-hati dan menuntut perhatian. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tipe belajar anak. Rumusan Masalah 1. guru diharapkan dapat mengimplementasikan pemahaman tersebut dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan anak SD. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik peserta didik usia SD/MI meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan. Mereka sudah lebih bisa tenang dalam mendengarkan Firman Tuhan di Sekolah Minggu. Pemahaman konseptual tersebut meliputi gambaran tentang siapa anak SD. Bagaimana proses perkembangan anak itu? 2. gigi. 2. 3.termotivasi untuk belajar. Dengan bekal pemahaman konseptual tersebut.

dan dalamnya terdapat aspek: persepsi. pertumbuhan laki-laki lebih cepat.Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak menentukan ketrampilan anak bergerak. ingatan. Otot dan Lemak 1) Pertumbuhan tulang (jumlah dan komposis) pada peserta didik usia SD/MI cenderung lambat dibandingkan anak awal dan remaja. dada. yang berdampak dalam melakukan penyesuaian dengan dirinya dan orang lain. 2. 3) Pertumbuhan tulang terjadi tidak serempak dan kecepatannya berbeda. dan pemecahan persoalan. nafsu makan anak semakin besar. Menurut Teori Piaget(dalam Siti Rahayu haditono:2006:218) perkembangan kognitif dibedakan menjadi 4 yaitu . Pengertian kognitif meliputi aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahui sesuatu. pangkal paha. masih bertambah sampai usia 18 tahun ketika mengakhiri masa remaja. terjadi pembengkokkan tulang karena tulang belum/tidak cukup keras menompang berat badan. 7) Sebagian peserta usia SD/MI juga berbeda pada masa awal remaja/puber. Perkembangan kognitif merupakan proses dan hasil individu dengan lingkungannya. Gigi. c. pinggul. Setelah itu melambat 7 cm setiap tahun. tergantung pada hormone. Pertumbuhan Tinggi Pertumbuhan tinggi badan setiap anak berbeda-beda. 2) Anak masa anak: berat 35-40 kg. sekitar rahang. 4) Pada dua tahun terakhir masa anak akhir dimana terjadi periode lemak. pertumbuhan tubuh yang cepat. 3) Anak usia 10-12 tahun (permulaan masa remaja): Anak mengalami periode lemak. Pada akhir usia SD dan anak masuk masa puber. penalaran. a. Perkembangan Berat Tubuh Peserta Didik 1) Anak usia 5 tahun: berat 5x setelah dilahirkan. simbol. Namun setelah itu. 1) Anak usia 5 tahun : tinggi tubuh 2x dari tinggi/panjang tubuh saat lahir. Perkembangan Intelek Perkembangan Intelek sangat erat dengan perkembangan kognitif. 2) Pengerasan tulang dan tulang rawan menjadi tulang keras berlangsung terus sampai akhir masa remaja. gizi dan zat mineral yang dikonsumsi. 5) Pergantian gigi susu menjadi gigi tetap terjadi pada peserta didik usia SD/MI menjadi peristiwa penting karena dapat mempengaruhi perilaku anak. leher dan pipi. penumpukan lemak pada perut. Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi cara memandang dirinya sendiri dan orang lain. mengalami pematangan kelamin yang berasal dari hormon. pikiran. Pertumbuhan Tulang. 6) Perkembangan susunan syaraf pada otak dan tulang belakang mempengaruhi perkembangan indra dan berpikir anak yang berdampak pada kemampuan anak dalam belajar. pertumbuhan anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan. b. 2) Anak usia 12/13 thn : tinggi anak 150 cm. tapi mengikuti pola yang sama.

menggunakan rasio dan logika dalam abstraksi. a. Ia mampu menirukan tingkah laku yang dilihatnya(imitasi) dan apa yang dilihatnya sehari sebelumnya(imitasi tertunda). Berpikir pra-operasional masih sangat egosentris.1) Stadium sensori-motorik (0-18 bulan atau 24 bulan) Selama stadium sensori motoris anak berkembang suatu proses desentrasi. permainan simbolis. selalu dibuai dan diperlakukan sebaik-baiknya. Bila anak dikonfrontasi dengan situasi yang multi-dimensional.0). artinya dapat menimbulkan situasisituasi yang tidak langsung ada. c) Identitas dalam mengenali benda-benda yang ada.com/2008/05/20/ciri kecenderungan-belajar-dan-cara-belajar-anak-sd-dan-mi) melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas delapan tahap. b) Resiprokasi sebagai kemampuan untuk melihat hubungan timbal balik. pada tahap ini anak sudah mampu berfikir konkret dalam memahami sesuatu sebagaimana kenyataannya. pada tahap ini anak sudah mampu meninjau masalah dari berbagai sudut pandang dan mempertimbangkan alternatif dalam memecahkan masalah. Cara berpikir praoperasional sangat memusat (centralized). Perkembangan Afektif Erikson (dalam http://pembelajaranguru. Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar (0. keresahannya segera terhapus. 4) Stadium Operasional formal (mulai 11 tahun) Pada fase ini. maka ia akan memusatkan perhatiannya pada satu dimensi saja dan mengabaikan dimensi yang lain dan akhirny juga mengabaikan hubungannya antara dimensi-dimensi ini. Anak sudah mampu untuk berbuat pura-pura. 3) Stadium operasional konkret (7-11) tahun Pada masa ini anak sudah bisa melakukan berbagai macam tugas. Dengan demikian. Orang yang kebutuhannya terpenuhi waktu ia bangun. Anak belum mampu mengambil perspektif orang lain. artinya anak dapat memandang dirinya sendiri dan lingkungan sebagai dua entitas yang berbeda. menggabungkan sejumlah informasi secara sistematis. serta bayangan dalam mental. Jadi. serta memahami konsep melalui pengalaman sendiri dan lebih objektif. 2) Stadium pra-operasional ( 18 bulan-7 tahun) Stadium pra-operasional dimulai dengan penguasaan bahasa yang sistematis. dan membuat perkiraan di masa depan. yaitu: a) Negasi sebagai kemampuan anak dalam mengerti proses yang terjadi di antara kegiatan dan memahami hubungan antara keduanya. diajak main dan bicara. menkonservasi angka melalui 3 macam proses operasi. hipotesis dan sistematis mengenai sesuatu yang abstrak dan memikirkan hal-hal yang akan dan mungkin terjadi. anak sudah dapat berfikir abstrak.wordpress. Berpikir pra-operasional adalah tidak dapat dibalik(ir-reversable). Anak belum mampu untu meniadakan suatu tindakan dengan memikirkan tindakan tersebut dalam arah yang sebaliknya. mampu mengkonservasi angka.0 -1. 3. bernalar berdasarkan hipotesis. memahami. imitasi. akan turnbuh perasaannya bahwa dunia ini tempat yang aman dengan orang-orang .

Dimensi autonomy ini timbulnya karena adanya kemampuan motoris dan mental anak. menutup-membuka menjatuhkan. dan mengerjakannya sampai selesai sehingga menghasilkan sesuatu. sense of inferiority Anak didorong untuk membuat. d. Jika anak. Industry vs litferioriry/Produkttvltns (6±11 tahun) Anak mulai mampu berpikir deduktif. memotong. maka akan tumbuh pada anak itu rasa. Anak sangat bangga dengan kemampuannya ini dan ia ingin melakukan banyak hal sendiri. Dimensi psikososial yang rnuncul pada masa ini adalah: sense of industry. serta terkandung di dalarnnya sikap-sikap menolak. melakukan dan mengerjakan dengan benda-benda yang praktis. serta mengendalikan diri dan lingkungannya. memegang dan melepaskan. c. malu-malu dan ragu-ragu. Inisialif anak akan lebih terdorong dan terpupuk bila orang tua member! respons yang baik terhadap keinginan anak untuk bebas dalam melaknkan. b.di sekitarnya yang selalu bersedia menolong dan dapat dijadikan tempat ia menggantungknn nasibnya. menarik dan mendorong. Pada saat ini bukan hanya berjalan. dorong-dorongannya. bermain dan belajar menurut peraturan yang ada. Orang tua sebaiknya menyadari bahwa anak butuh melakukan sendir hal-hal yang sesuai dengan kemampuannya menurut langkah dan waktunya. kegiatan-kegiatan motoris sendiri dan bukan lianya bereaksi atnu nienirn anak-anak lain. akan turnbuhlah pada bayi itu rasa takut serta ketidak-percaya. Jika pemeliharaan terhadap bayi itu tidak menetap. tetapi juga memanjat. sendiri. ia akar mengalami kesulitan untuk memperoleh autonomi pada masa remaja dan masa dewasanya. Pada usia sekolah dasar ini dunia anak bukan hanya lingkungan rumah saja melainkan meneakup juga lembaga-iembaga lain yang . berarti telah memupuk rasa malu dan ragu yang berlebihan sehingga anak tidak dapat mengendalikan dunia dan dirinya sendiri.in yang mendasar terhadap dunie sekelilingnya dan terhadap orang-orang di sekitarnya. Perasaan ini akan terus terbawa pada tingkat-tingkat perkembangan. Anak kemudian akan mengembangkan perasannya bahwa ia dapat mengendalikan otot-ototnya. Orang tua yang terlalu melindungi dan selalu mencela hasil pekerjaan anak-anak. Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1-3 tahun) Pada tahap ini Erikson melihat munculnya autonomy. Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3-5 tahun) Pada masa ini anak sudah menguasai badan dan geraknya. tidak memadai sebagaimana mestinya. Sebaliknya anak yang dapal melalui masa ini dengan adanya keseimbangan serta dapat mengatasi rasa malu dan ragu dengan rasa outonomus. memukul. Hal yang sama terjadi pada kemampuan anak nnluk menggunakan bahasa dan kegiatan fantasi. Berdasarkan hasilnya mereka dihargai dan di mana perlu diberi hadiah. Dengan demikian rasa/sifat ingin menghasilkan sesuatu dapat dikembangkan. meninggalkan masa perkembangan ini dengan autonomi yang lebih kecil daripada rasa malu dan ragu. Namun demikian keseimbangan yang diperoleh pada masa ini dapat berubah ke arah positif maupun negatif oleh perisliwa-peristiwa di masa selanjutnya. dapat lari. la dapat mengendarai sepeda roda tiga. Jika orang dewasa yang mengasuh dan membimbing anak tidak sabar dan selalu membantu mengerjakan segala sesuatu yang sesungguhnya dapat dikerjakannya sendiri oleh anak itu. maka ia sudah siap menghadapi siklus-siklus kehidupan berikutnya.

la mulai dapat berpikir tentang pikiran orang lain. Jika intimacy ini tidak terdapat di antara sesama teman atau suami istri. f.0 ± 25.mempunyai peranan penting dalam perkembangan individu. mempunyai autonomy. agama. berinisiatif. Intimacy vs Isolation/Keakraban (19. tetapi dipengaruhi pula oleh orang-orang dewasa lain yang berhubungan dengan anak itu e. Ini dapat menimbulkan rasa inferiority (rasa tidak´ mampu). Identity vs Role Confusion/Identitas (12. Integrity vs Despair/Integritas (45. Peran orang tua yang pada masa lalu berpengaruh secara langsung pada krisis perkembangan. akan terdapat apa yang disebut isolation. memikirkan generasi yang akan datang serta hakikat masyarakat dan dunia tempat generasi ifi liidnp. la mulai mengrrti tentang keluarga yang ideal. siswa.0) Generativity berarti bahwa orang mulai memikirkan orang-orang lain di luar keluarganya sendiri. Menurut Erikson. Keseimbangan industry dan inferiority bukan hanya bergantung kepada orang tuanya.0) Pada saat ini anak sudah menuju kematangan fisik dan mental. maka kesempatannya kepada ego indentiti sudah berkembang. Orang yang tidak berhasil mencapai gereralivily berarti ia berada dalam keadaan self absorption dengan hanyr memutuskart perhatian kepada kebutuhan-kebutuhan dan kesenang¶an pribadinya saja. Pandangan dan pemikirannya tentang dunia sekelilingnya mengilami perkembangan. dan merupakan masa-masa untuk menikmati pergaulan dengan . dan lain sebagainya menjadi suatu kesatuan sehingga menunjukkan kontinuitas dengan masa lalu dan siap menghadapi masa datang.0) Yang dimaksud dengan intimacy oleh Erikson selain hubungan antara suami istri adalah juga kemampuan untuk berbagai rasa dan memperhatikan orang lain. menurut Erikson. anggota pramuka. h. dan masyarakat. tetapi terdapat pula pada individu-individu yang secara aktif memikirkan kesejahteraan kaum muda serta berusaha membuat tempat bekerja yang lebih baik untuk mereka hidup.0) Pada tahap ini usaha-usaha yang pokok pada individu sudah mendekati kelengkapan. memiliki sifat-sifat industry. Generativily ini bukan hanya terdapat pada orang tua (ayah dan ibu). pada tahap ini dimensi interpersonal yang muncul adalah: ego identity -4 ‡±>‡ role confusion. yakni kesendirian tanpa adanya orang lain untuk berbagai rasa dan saling memperhatikan. dengan penuh kepercayaan. g. Anak dengan IQ 80 atau 90 akan mempunyai pengalaman sekolah yang kurang memuaskan walaupun sifat indusryi dipupuk dan dikembangkan di ruitiah. maka pada masa ini pengaruhnya tidak langsung. Pada masa ini siswa harus dapat µmengirtegrasikan apa yang telah dialami dan dipelajarinya tentang dirinya sebagai anak. Pengalamanpengalaman sekolah anak mempengaruhi industry dan inferiority anak. Generavity vs Self Absorption/Generasi Berikut (25. yang dapat diperbandingkannya dengan apa yang dialaminya sendiri. Pada tahap ini pun keberhasilan tidak bergantung secara langsung kepada orang tua. Jika anak mencapii masa remaja dengan rasa terima kasih kepada orang tua. teman. la berpikir puh apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya.0 ± 45.0 ± 18. la mempunyai perasaan-perasaan dan keinginan-keinginan baru sebagai akibat perubahanperubahan itubuhnya.

cucu-cucu.wordpress. merupakan faktor-faktor di luar diri anak (melalui pengaruh orang tua. Mereka lebih cenderung ³ikut-ikutan³ dalam melakukan suatu kegiatan (pengaruh lingkungan). intelegensi. Secara operasional. Perkembangan Minat a. serta disadarinya bahwa jika ia memulai lagi sudah terlambat. dan cenderung senang terhadap suatu aktivitas sehingga mereka mau melakukan aktivitas tersebut dengan kemauannya sendiri. 4.wordpress . Faktor yang Mempengaruhi Minat pada anak 1) Faktor personal. yaitu guru. dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas. Minat anak SD terhadap suatu kegiatan lebih tergantung pada pengaruh teman sebayanya. intensif. merasa tertarik. Guru yang membimbing dan mengasuh peserta didiknya pada berbagai aspek tingknt kelas perlu memahami dan menyadari sikap. dan teman sebaya). Minat terdiri dari dua aspek. 2) Faktor instusional. Jadi dapat diartikan bahwa minat adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan. Lilawati(dalam http://revyarmy. nampak pada rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap obyek tersebut.com/2010/04/01/perkembang an-dan-cara-belajar-anak-di-sd/) mengartikan minat adalah perhatian yang kuat. Perkembangan afektif suatu tahap dapat berpengaruh secara positif maupun negatif terhadap tahap berikutnya.com/2010/04/01/perkem bangandan-cara-belajar-anak-di-sd/ mengartikan minat adalah sikap positif dan adanya rasa ketertarikan dalam diri anak terhadap suatu aktivitas tertentu. b. Pengertian Minat Meichati(dalamhttp://revyarmy. kebutuhan dan perkembangan mereka. Integrity timbul dari kemampupn individu untuk melihat kembali kehidupannya yang lalu dengan kepuasan. Pada dasarnya mereka lebih mempunyai minat yang tinggi kepada suatu aktivitas yang menarik perhatian mereka dan yang memberi kesenangan pada mereka. Anak sekolah dasar kurang begitu tertarik . Sinambela (dalam http://revyarmy. yaitu keadaan di mana individu yang menengok ke belakang dan meninjau kembali kehidupannya masa lalu sebagai rangkaian kegagalan dan kehilangan arah.wordpress. guru. merupakan faktor-faktor yang ada pada diri anak itu (meliputi usia. Sebagai rekapitulasi dapat dinyatakan bahwa penahapan perkembangan afektif manusia merupakan perpaduan dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. 2) Aspek afektif. jenis. Jika anak mencapai tahap ketiga yang bergaul dengan anak bukan hanya orang tuanya saja melainkan juga orang dewasa lainnya di sekolah. berupa konsep positif terhadap suatu obyek dan berpusat pada manfaat dari obyek tersebut.com /2010/04/01/perkembangan-dan-cara-belajar-anak-di-sd/) mengartikan minat adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap suatu kegiatan sehingga mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan tersebut dengan kemauan sendiri. dan kebutuhan psikologi). sikap. kelamin. yaitu : 1) Aspek kognitif. Sedangkan kebalikannya adalah despair.

5. Keterampilan membaca meliputi ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas. petunjuk. dan informasi secara lisan mengenai perkenalan. berita. Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan. namun tetapada perbedaan individual. dan konsep materi pelajaran. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Meskipun pada umumnya pula perkembangan keterampilan berbahasa anak sama. perasaan. baik dalam pengucapan. beruta. deklamasi. Perkembangan Bahasa a.pengenalan benda. dan bahasa isyarat. percakapan. denah. perasaan dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama. 4) Keluarga Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar dan berbicara. 3) Jenis kelamin Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki. dikte. bahasa dapat dibedakan menjadi 3. b. pendapat. perintah. Pola Perkembangan Bahasa Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan. bahasa tulis. dongeng. mengarang. sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbahasa. pengumuman. dan diskusi. Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran. memberi tanggapan. yaitu bahasa lisan. kegiatan bertanya. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa. fungsi anggota tubuh. kosa kata maupun keseringan berbahasa. 5) Keinginan dan Dorongan Komunikasi Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain . 2) Kecerdasan Anak yang memiliki kecerdasan tinggi.kepada hal-hal yang menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. mendeskripsikan benda. pendapat/saran. kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat. menulis surat. keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan memahami bunyi bahasa. akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir. undangan. dan ringkasan paragraf. tegur sapa. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab perbedaan tersebut: 1) Kesehatan Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. yaitu: 1) Keterampilan mendengarkan 2) Keterampilan berbicara 3) Keterampilan membaca 4) Keterampilan menulis Di sekolah dasar. drama. Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup.

Perkembangan sikap sosial.terutama teman sebaya. kurang dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. dan anti sosial. Perkembangan Sosial Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. yaitu: a. 6) Kepribadian Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak yang mengalami masalah dalam penyesuaian diri. Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang dapat dimengerti peserta didik maupun orang dewasa lain. pengalaman sosial awal juga berpengaruh terhadap partisipasi sosial anak. Pada masa ini seorang peserta didik mengalami perubahan fisik sensual yang pesat. Anak yang mempunyai pengalaman sosial awal yang baik cenderung lebih aktif dalam kegiatan kelompok social begitu juga sebaliknya. Para peserta didik usia SD atau MI yang berada pada posisi anak akhir akan mulai membentuk kelompok bermain yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok belajar dan melakukan aktifitas pada masa anak. Sehingga seorang anak cenderung menarik diri dari kelompoknya. Selain itu. Belajar berperilaku yang dapat diterima sosial. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik melakukan sosialisasi adalah sebagai berikut: a. asosial. d. Memainkan peran sosial yang dapat diterima c. Tuntutan sosial pada perilaku sosial anak tergantung dari perbedaan harapan dan tuntutan budaya dalam masyarakat tempat anak tumbuh kembangkan tugas perkembangannya. Juga terjadi kemunduran minat untuk bermain dan melakukan aktifitas kelompok serta cenderung bersikap antisosial. Jika peserta didik tidak mampu melakukan 3 proses sosialisasi diatas maka peserta didik tersebut berkembang menjadi orang yang nonsosial.com/2010/04/01/perkembangan-dan-carabelajar-anak-di-sd/) adalah ³tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya agar supaya individu . Jadi mudah atau sulitnya perkembangan sosial anak selanjutnya tergantung pada baik buruknya si anak mempelajari sikap dan perilaku sosial. Sedangkan peserta didik kelas 5 atau 6 kadang-kadang sudah mengalami masa puber. 6. c. Kesempatan dan waktu untuk bersosialisai dengan orang lain. Dalam belajar hidup bermasyarakat diperlukan tiga proses dalam bersosialisasi. Metode belajar efisien dan bimbingan bersosialisasi. b. b. akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa. Tugas Perkembangan Peserta Didik Usia SD Tugas perkembangan atau development tasks menurut Havighurst(http://revyarmy. Motivasi peserta didik untuk mau belajar bersosialisasi.wordpress. Pengalaman sosial awal memegang peranan penting bagi perkembangan dan perilaku sosial selanjutnya. Sebab pengalaman sosial awal cenderung menetap. 7.

Mencapai kebebasan. c. serta tata dan tingkatan nilai. serta mengembangkan pemahaman dan sikap moral terhadap peraturan dan tata nilai yang berlaku dalam kehidupan anak. Cara belajar anak SD dibanding orang dewasa mempunyai perbedaan yang besar. memproses. Mengembangkan keterampilan ± keterampilan dasar untuk membaca. Mengembangkan sikap terhadap kelompok ± kelompok sosial dan lembaga ± lembaga. dan mengingat suatu informasi.menjadi berbahagia´. bebas dari pengaruh orang tua atau orang lain. b. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan ± permainan yang umum. Mengembangkan pengertian ± pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari ± hari. termasuk juga bergaul dengan musuhnya. Cara Belajar Anak Sekolah dasar 1. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan moral yang bersifat batiniah yaitu hati nurani. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar mengembangkan tiga keterampilan dasar yaitu membaca. g. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar memberi dan menerima dalam kehidupan sosial antar teman sebaya. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan sikap sosial yang demokratis dan menghargai orang lain. menulis dan berhitung. Pengertian Cara Belajar Anak SD Memahami cara belajar anak adalah kunci pokok untuk menunjang keberhasilan anak. mengungkapkan. e. dalam arti dapat membuat rencana untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar dan bertindak sesuai dengan peran seksnya yaitu sebagai anak laki ± laki atau anak perempuan. h. Secara umum. Mengembangkan hati nurani. Hakikat dari tugas perkembangan ini adalah mempelajari keterampilan ± keterampilan yang bersifat fisik/jasmani untuk dapat melakukan permainan. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak menjadi individu yang otonom atau bebas. B. d. pengertian moral. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluq yang sedang tumbuh. Belajar menyesuaikan diri dengan teman ± teman seusianya. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat. Dilihat dari karakteristik yang ada. menulis dan berhitung yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. dan belajar membina persahabatan dengan teman sebaya. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak harus mempelajari berbagai konsep agar dapat berpikir efektif mengenai permasalahan sosial di sekitar kehidupan sehari ± hari. maka hasilnya akan kurang maksimal. setiap anak memiliki cara tersendiri dalam . cara belajar adalah bagaimana seseorang menangkap. mengerti. maka untuk tugas perkembangan pada anak usia Sekolah Dasar antara lain: a. i. Hakikat tugas perkembangan ini adalah belajar mengembangkan sikap kebiasaan untuk hidup sehat. f. Menurut Piaget (1950). Sebaliknya. jika cara belajar anak tidak dipahami.

2. Menurutnya. 6) Membaca perlahan-lahan. 7) Mudah menirukan ucapan orang dengan baik. 12) Tidak takut berbicara di dalam kelas. Kedua proses tersebut akan berlangsung secara terus menerus sehingga membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. populasi orang tipe auditori mencapai 30%. Pembelajar tipe Visual (penglihatan) atau visual learner Para pembelajar tipe visual cenderung lebih berhasil dalam pembelajaran yang menggunakan sesuatu yang dapat dilihat. 11) Suka membaca keras untuk diri sendiri. Bila diminta. Pembelajar tipe Auditori (pendengaran) atau auditory learner Para pembelajar auditori adalah pendengar yang baik. sedangkan akomodasi adalah proses memanfaatkan konsep-konsep yang sudah ada dalam pikiran untuk menafsirkan objek baru. b. 9) Suka bertindak dan berada di panggung. Ciri-ciri pembelajar tipe auditori antara lain: 1) Suka laporan lisan. Asimilasi yaitu menghubungkan objek baru dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran. Diperkirakan di dunia. Dengan demikian anak akan dapat membangun pengetahuan melalui interaksi secara langsung dengan lingkungannya. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata. 4) Mudah mengingat nama orang. Berdasarkan hal tersebut. 8) Tidak bisa diam untuk waktu yang lama. 10) Sering menjadi yang terbaik dalam kelompok belajar. informasi lebih mudah ditangkap bila ada bukti-bukti yang dapat dilihat. Schemata adalah sistem konsep yang merupakan hasil pemahaman anak atas objek yang berada di sekitar anak. 2) Suka berbicara. pembelajar tipe ini mudah menjelaskan secara lisan suatu ceramah/pidato yang didengarnya. 5) Bagus dalam tata bahasa dan bahasa asing. Macam-Macam Gaya Belajar Para ahli mengelompokkan tipe pembelajar kedalam 3 kelompok utama. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. Kelemahan pembelajar auditori antara lain: 1) Kurang baik dalam membaca 2) Kurang dapat mengingat apa yang dibacanya bila tidak disuarakan. foto. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi dan akomodasi. yaitu: a. . 3) Kurang baik dalam menulis karangan. 3) Bagus dalam menjelaskan sesuatu secara lisan atau mempresentasikan secara lisan. Artinya. misalnya gambar. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. peta.menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. mereka cenderung dapat menyerap informasi lebih efisien melalui pendengaran sehingga merupakan kelompok yang paling mengambil manfaat dari teknik mengajar konvensional yaitu teknik ceramah.

9) Suka bermain peran. 8) Suka menggunakan bahasa tubuh. 9) Dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut tanpa merasa terganggu. 6) Mudah mengerti dan menyukai grafik-grafik. Cara Guru Membelajarkan Peserta Didik Guru merupakan orang tua sekaligus pendidik di dalam sekolah. 10) Membangun/membuat µmodel¶. 6) Menyukai kerja di laboratorium sains. Diperkirakan di dunia ada sekitar 5% populasi orang bertipe kinestetik/taktil. Di seluruh dunia. 10) Berbakat dalam menulis. 7) Suka belajar sambil mendengar musik. diorama dan proyek. 4) Lambat mendengarkan dan merespon pembicaraan orang (sebenarnya hal ini bisa juga merupakan kelebihan tipe ini. c. tetapi tidak menyukai tes jenis esai dan tes tertulis yang memakan waktu yang panjang. mempraktekkan. 11) Mengerjakan dengan baik tugas-tugas tertulis. 12) Koordinasi mata dengan tangan sangat bagus. oleh karena itu mereka sering mengambil break (istirahat) saat kuliah sedang berlangsung. C. Ciri-ciri pembelajar visual antara lain: 1) Sering duduk di kursi deretan depan ketika mengikuti pelajaran 2) Bagus dalam mengeja (spelling). bergerak. grafik. 11) Menyukai seni bela diri dan seni tari. 2) Kurang suka berlama-lama mendengarkan orang berbicara. 5) Mimpi berwarna. bertindak. 3) Mengunyah permen ketika mendengarkan kuliah. Pembelajar Tipe kinestetik/taktil atau kinesthetic/tactile learner Para pembelajar tipe ini cenderung lebih berhasil dalam pembelajaran bila dia mengalami.diagram. 7) Mudah mempelajari bahasa isyarat. 8) Suka buku-buku dan film petualangan. Kelemahan pembelajar visual antara lain: 1) Kurang baik dalam menangkap pesan-pesan lisan. menyentuh dan menggunakan jari-jari (motorik halus) untuk mengingat dan membangun konsentrasi. 2) Cenderung frustrasi dan gelisah bila harus duduk mendengarkan kuliah untuk jangka waktu yang lama. 4) Menyukai warna-warna dan mode. 13) Menyukai tes/ujian jenis multiple choice dan definisi pendek. 3) Perlu berpikir sebentar (tidak langsung bereaksi) dalam memahami apa yang baru didengarnya. 4) Kurang bagus dalam mengeja (spelling) 5) Tidak memiliki tulisan tangan yang besar. 3) Mudah melupakan nama orang. Seorang guru . Ciri-ciri pembelajar tipe kinestetik antara lain: 1) Bagus dalam bidang olahraga. populasi orang dengan tipe ini diperkirakan mencapai 65%.

Pada usia 13-28 tahun terjadi perubahan-perubahan hormonal yang terjadi di masa pubertas. Pola Tidur Usia Dewasa Pola tidur pada usia remaja dan dewasa tentu berbeda dengan anak-anak. 3. Saran Setelah penulis menguraikan masalah tersebut banyak sekali kekurangannya. Untuk itu kami harapkan kepada bapak dosen khususnya dan kepada para rekan/pembaca pada umumnya untuk meneliti dan mengkaji kembali hal-hal yang berhubungan dengan masalah ini. . e. 2. 1. Seorang guru harus mampu menciptakan strategi-strategi belajar sesuai dengan gaya belajar peserta didiknya. Ciptakan suasana belajar kooperatif BAB III PENUTUP A. d. Pada masa ini mereka mengalami pergeseran irama sirkadian sehingga jam tidur pun bergeser. Dalam kegiatan belajar. d. Diskusikan ide dengan anak secara verbal. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras. gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).harus memahami gaya belajar anak. e. Anak Auditori: a. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi. c. b. Perkembangan anak sangat berpengaruh terhadap potensi dan cara belajar anak . c. Kesimpulan 1. jangan terlalu banyak memberikan materi. b. dan kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya untuk perbaikan kami dalam penyusunan makalah selanjutnya. 3. Anak Visual: a. Anak Taktil/Kinestetik: a. Gunakan musik untuk mengajarkan anak. sesekali berikan b. d. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan. gambar-gambar. c. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting. diagram dan peta. Gunakan multi-media seperti komputer dan video. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga. Seorang guru harus memahami gaya belajar anak supaya dapat memaksimalkan potensi belajar anak. Gunakan materi visual seperti. Memahami gaya belajar anak dapat membantu dalam proses belajar-mengajar yang lebih efektif dan efisien B. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset. 2. supaya para pembaca mendapat wawasan yang lebih luas. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda.

Jika kebutuhan tidur orang dewasa 8 jam/hari maka ada 2 jam utang tidur/hari. biasanya pola tidur orang dewasa muda berubah-ubah alias tidak menentu. Waktu untuk tidur normalpun kurang dari 6 jam/hari. seperti anis. mereka harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan diri ke sekolah. dalam seminggu (5 hari kerja) terdapat 10 jam utang tidur. orang dewasa muda justru bersemangat untuk bekerja. Pola tidur mereka mirip ³kelelawar´.5 ²9. atau supir taksi. atau bekerja. Fakta tentang Pola Tidur Orang Dewasa Amerika (National Sleep Foundation. ada yang tidak tidur hingga pagi hari. jarang atau bahkan tidak pernah tidur siang karena beban kerja. Di akhir minggu. kuliah.00 atau 22. mereka harus terjaga pagi hari. Rasa kantuk baru menyerang sekitar tengah malam. apalagi dengan tekanan kerja sehari-hari. baik di kantor atau di lapangan. Pola tidur di atas tentu berbeda dengan orang dewasa yang banyak beraktivitas pada malam hari. yaitu pada pukul 00. Saat orang lain mulai mengantuk pada pukul 21. Bagi orang kantoran atau anak kuliahan. orang dewasa muda memiliki cara tersendiri dalam mengatur pola tidurnya. DJ (disk jockey) di tempat hiburan malam.00. dan tidur malam rata-rata pada pukul 22. Namun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. utang tidur yang dibiarkan menumpuk sepanjang minggu akibat kerja dibayarkan dalam satu hari tersebut. Siang hingga malam atau bahkan dini hari mereka kembali bekerja. satpam. Pekerjaan yang dikerjakan pada malam hari menyebabkan mereka tidur pada pagi hingga siang hari. Pola tidur tersebut sangat terkait dengan aktivitas kerja. Cara µmembayar utang tidur¶ tersebut banyak dilakukan oleh pare karyawan swasta yang aktivitasnya sangat padat sepanjang minggu.00. Setelah bekerja. subuh dini hari mereka akan tidur lagi hingga siang. kebanyakan orang telah membentuk pola tidurnya sendiri.25 jam per hari.00-01. Istilahnya ³berangkat subuh. Namun. Bahkan. Istilahnya ³balas dendam´. remaja atau dewasa muda banyak yang tidur hingga siang hari. ‡ Empat persen dewasa muda mengeluhkan kantuk saat bekerja sekurangnya 2 hari dalam seminggu atau lebih (dibandingkan dengan 23% pada usia 30-64 tahun dan 19% di atas usia 65 tahun). belajar. ltulah sebabnya orang muda mengalami banyak kekurangan tidur. gaya hidup yang salah. membuat mereka . Tak heran jika banyak di antara mereka yang tertidur di kelas atau terkantuk-kantuk di kantor. Utang inilah yang ³dibayar´ pada akhir pekan. ‡ Hampir seperempat dewasa muda (22%) sering terlambat masuk kelas atau bekerja karena sulit bangun (dibandingkan dengan 11% pada pekerja usia 30-64 tahun dan 5% di atas usia 65 tahun). atau menyelesaikan tugas-tugasnya. Pola tidur orang kantoran yang harus kerja pagi pasti berbeda dengan pola tidur artis kebanyakan. Bagi orang kantoran. Di usia dewasa. Artinya.Secara umum kebutuhan tidur orang dewasa muda berkisar 8. Amerika Serikat) ‡ Lebih dari sepertiga (36%) dewasa muda usia 18-29 tahun dilaporkan mengalami kesulitan untuk bangun pagi (dibandingkan dengan 20% pada usia 3064 tahun dan 9% di atas usia 65 tahun).00. pulang malam´. dan seterusnya.

sedih. pola tidur orang dewasa juga dipengaruhi oleh kebiasaan (behavior). Namun. kita . kecewa. Penurunan tersebut mengakibatkan daya tahan tubuh dan kekebalan turut berpengaruh. bermain di depan komputer sebelum tidur. hang out di cafe atau di diskotik usia bekerja. parkinson atau depresi. kurang tidur juga mengakibatkan penurunan kemampuan mental.mudah terserang insomnia dan berbagai gangguan tidur lainnya. Orang mudah marah. tahukah Anda bahwa kekurangan tidur dapat merugikan tubuh Anda sendiri? Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh seseorang. Hal ini dialami oleh para lanjut usia. ikuti petunjuk sleep hygiene. Ketegangan yang diakbatkan oleh aktivitas-aktiyitas tadi bisa menyebabkan mata terlalu segar untuk dipejamkan. payah jantung. Padahal kondisi tersebut malah rnemperburuk keadaan. Perubahan pola tidur pada usia lanjut banyak disebabkan oleh kemampuan fisik usia lanjut yang semakin menurun. Kebutuhan tidur pun semakin menurun karena dorongan homeostatik untuk tidur pun berkurang. dengan sendirinya gangguan tidur tidak akan pernah teratasi. Pada kondisi seperti ini obat tidur bukanlah solusi yang tepat. osteoporosis. Efisiensi tidur diartikan sebagai jumlah waktu tidur berbanding dengan waktu berbaring di tempat tidur. Jika penyebab utamanya tidak diatasi. letih. wanita lebih banyak mengalami insomnia. Selain pekerjaan. Penurunan kemampuan otak tersebut secara otomatis akan menurunkan produktivitas kerja. Kemampuan fisik menurun terkait oleh kemampuan organ dalam tubuh yang menurun juga. orang dewasa memiliki kebiasaan menonton TV. dan ginjal. Umurnnya. dibandingkan pria yang lebih banyak menderita sleep apnea atau kondisi medis lain yang dapat mengganggu tidur. serta tidak bergairah (lemah. Secara psikologis. Oleh karena itu. Pada usia lanjut. efisiensi tidur semakin berkurang. kemampuan otak. seseorang yang kurang tidur cenderung mengalami gangguan stabilitas emosional. Belum lagi efek cahaya terang yang dapat mengelabui jam biologis yang sebenarnya diciptakan untuk membedakan waktu siang dan malam. Hal ini terjadi sebagai efek samping (sekunder) dari penyakit lain. Selain itu. Umumnya dorongan homeostatik untuk tidur lebih dulu menurun. seperti jantung. Semakin bertambah usia. dan Alasannya agar mata cepat mengantuk. dan cobalah untuk lebih berpikiran positif dengan lebih berfokus pada vitalitas di siang hari yang segar bugar dibandingkan kualitas tidur malam sebelumnya. Pola Tidur di Usia Lanjut Pola tidur sesorang pasti mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia dan semakin beragamnya pekerjaan atau aktivitas. baru diikuti oleh dorongan irama sirkadian untuk terjaga. dan lesu). Pada usia lanjut biasanya insomnia lebih sering menyerang. Tidak perlu merasa khawatir karena semuanya berjalan dengan wajar dan manusiawi. paru-paru. seperti nyeri sendi. Atur waktu tidur dengan baik. Gangguan tidur pada usia lanjut biasanya muncul dalam bentuk kesulitan untuk tidur dan sering terbangun atau bangun terlalu awal. dan kreativitas untuk menggunakan data hapalan.

Tidur siang selama 15 menit biasanya sudah cukup memberikan kesega Pola tidur berubah seiring dengan bertambahnya usia. Setelah lahir. bayi berusia 0-5 bulan akan menjalani hidup barunya dengan 80-90% tidur. pertumbuhan dan perkembangan organorgan tubuh bayi akan meningkat secara pesat. berlari-lari kecil. Namun. Keduanya adalah gangguan yang bisa diatasi dengan pola tidur yang baik. diharapkan dapat tidur lebih cepat. atau sekadar peregangan otot. ltulah sebabnya jam biologis akan berubah-ubah menyesuaikan dengan aktivitas dan ritme kebutuhan tubuh. bayi telah mengalami peristiwa tidur. Dengan memiliki jam biologis yang teratur. Bagi bayi. Hal ini disebabkan organ-organ tersebut belum berfungsi secara normal. Pola tidur bayi masih belum teratur karena jam biologis yang . dan kelembaban di sekitarnya. Sesaat setelah bayi lahir. dan tidur lebih dalam. kesehatan tidur akan membaik dan produktivitas kerja tubuh meningkat. Pola Tidur Bayi Manusia mulai mengenal tidur sejak ia dilahirkan. Anak-anak asyik bermain dari pagi hingga petang. selama proses tidur tersebut. tidur merupakan saat yang tepat untuk mengumpulkan ³energi´ agar proses adaptasi dan metabolisme di dalam tubuhnya berjalan lancar. Hal ini terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur pada lanjut usia. Tidur siang hanya dianjurkan jika pada saat malam sebelumnya kekurangan tidur. Udara yang dihirup di dalam rahim tentu sedikit berbeda dengan udara yang berada di lingkungan bebas. Bagi bayi. tetapi setelah beberapa waktu malah lebih banyak tidur. Kita harus lebih berhati-hati karena kantuk di siang hari bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur. Selama tidur. Perubahan-perubahan ini penting dicermati untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Melakukan jalan pagi atau berkemih di malam hari atau senam lanjut usia di saat subuh mampu meningkatkan vitalitas di usia lanjut dengan berolahraga. senam. kita akan memiliki kualitas tidur yang baik pula. seperti jantung dan paru-paru akan beradaptasi meski pun dalam waktu yang lama. Gangguan tersebut bisa berupa Sleep Apnea (OSA) dan Periodic Limb Movements in Sleep (PLMS). tetapi teratur seperti jalan kaki pagi hari. tidur merupakan salah satu bentuk adaptasi dengan lingkungan barunya. lebih jarang terbangun.sering melihat orangtua yang sebelumnya menderita insomnia. Dengan kebiasaan pola tidur yang baik. Untuk mengatasinya lakukan olahraga yang ringan. padahal utang tidur diperlukan untuk meningkatkan dorongan homeostatik untuk tidur. Begitu pula dengan cahaya. Orang lanjut usia amat mudah lelah sehingga sering tertidur pada siang hari. Bahkan sejak di dalam kandungan pun. kesehatan pun tetap terjaga. organ-organ dalam. Tidur siang akan mengurangi utang tidur. suhu. dan orang dewasa sibuk dengan rutinitas pekerjaan setiap hari. Semakin bertambah usia maka tubuh mulai banyak melakukan beragam aktivitas. Pola tidur sebaiknya diatur dengan baik sejak balita hingga dewasa. ia biasanya tidur selama 16-20 jam sehari yang dibagi menjadi 4-5 periode. Dengan demikian. Penyesuaian jadwal aktivitas dengan jam biologis perlu dilakukan. kegiatan anak sekolah dipadati dengan tugas dan kegiatan belajar.

Memasuki usia 2 tahun. Hal ini disebabkan tidur berperan penting bagi anak untuk: 1. Pada usia 6-12 bulan. Pada anakanak irama sirkadian dan dorongan homeostatis untuk tidur sudah berkembang lebih baik. Ada yang menjadi rewel. Di usia 10 tahun biasanya ia tidur selama 10 jam. 2. Tidur menjaga kemampuan kognitif. tanpa tidur siang. dan tampak gelisah. Total jumlah waktu tidur berkisar antara 12 ²14 jam/hari. Oleh karena itu. Mereka tidak terbiasa untuk tidur kembali sendiri. Pola Tidur Anak dan Remaja Pada masa anak-anak. polo tidur tersebut akan bergeser. Pada bayi yang terbiasa tidur dengan orangtua. Secara emosional. menghisap. Ketika bangun mereka benar-benar segar. Oleh karena itu. Bayi usia 1-2 bulan juga menunjukkan kebutuhan tidur dengan caranya sendiri. Pahami pola tidur si buah hati sehingga ia mendapatkan seluruh manfaat tidur bagi proses tumbuh kembangnya. Pola tidur yang tidak beraturan tersebut akan menimbulkan gangguan tidur pada orangtua. Pada usia 3-6 bulan jumlah tidur siang semakin berkurang. Bahkan. Orangtua pun perlu menyiasati waktu tidurnya agar sesuai dengan pola tidur bayi. orangtua harus mulai menanamkan kebiasaan pola tidur yang baik pada anak sejak dini. penelitian lain membuktikan bahwa orangtua akan kekurangan tidur sebanyak 2 jam setiap harinya hingga si bayi berusia 5 bulan. Biasanya anak-anak di usia ini menolak untuk tidur karena godaan acara televisi. jangan membiasakan bayi tidur di dalam gendongan kita. menangis. orangtua akan kehilangan 1 jam waktu tidur setiap malamnya. Asupan makanan bergizi dan berbagai suplemen multivitamin akan sia-sia tanpa tidur yang cukup. dengan pembagian 1-2 jam tidur siang dan 11 jam tidur malam. bayi hanya tidur siang 2 kali. tetapi pada usia tersebut dorongan untuk tidur ataupun bangun tetap kuat. kira-kira 3 kali dan terus berkurang. dan emosionalnya. Memberikan daya tahan tubuh yang kuat. mereka bisa tersenyum.belum matang. Pada masa ini tidur bayi sering kali amat aktif. Memasuki usia 2 bulan bayi mulai lebih banyak tidur malam dibanding siang. Pada tahap tidur N3 (slow wave sleep) dihasilkan hormon pertumbuhan yang amat penting bagi pertumbuhannya. Anak dengan tidur yang cukup mempunyai prestasi lebih baik dibandingkan dengan anak yang kurang tidur atau yang mengalami gangguan tidur. atau mengusap-asap mata. Menjelang usia 1 tahun biasanya hanya perlu tidur siang satu kali saja. Pada usia bayi 5 bulan hingga 2 tahun. sisanya akan dihabiskan pada malam hari. 3. mereka terbiasa untuk menangis di tengah malam hanya untuk memanggil. tetapi kalau sudah mengantuk tidak ada yang bisa mencegahnya tertidur. Pada usia ini biasanya anak tidak mau tidur sendirian dan terkadang bangun menangis di tengah malam. Pernahkah Anda melihat anak yang tertidur saat makan atau bermain? Sejak usia 6 tahun umumnya seorang anak memerlukan waktu tidur sebanyak 11 jam. anak tidur selama 12 ²13 jam sehari. ajakan . mereka juga lebih stabil. tidur merupakan hal yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya selain asupan makanan bergizi dan vitamin. mental. perlahan-lahan dengan bertambahnya usia. Namun.

dan rasa sakit ketika kencing.bermain dari teman. Ciptakan suhu yang nyaman. Maklum. sekolah-sekolah di Amerika saat ini justru memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 8. Enuresis primer disebabkan oleh fungsi kandung kemih dan sistem pengendalian kencing yang belum matang. ltulah sebabnya. Sementara itu. Cara ini dilakukan untuk menyesuaikan aktivitas dengan jam biologis siswa sehingga kesehatan. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa mengompol bisa juga menjadi tanda terjadinya sleep apnea. Berbeda dengan enuresis primer. mengompol masih dianggap normal. Buatlah kamar tidur yang terisi dengan karakter kartun faveritnya. Enuresis dianggap primer jika anak belum bisa belajar mengendalikan kandung kemih. sakit perut. Pada anak di bawah usia 5 tahun. Itu sebabnya. Hal terpenting adalah menciptakan suasana tidur yang nyaman. mereka belum mampu membedakan antara mimpi dan kenyataan. Padahal tidur yang cukup sangat penting bagi perkembangan otak seorang anak. mereka langsung tertidur. Biasanya dengan bertambahnya usia. jika pernah mengalami berhenti mengompol selama 3 bulan lalu kambuh kembali. Sabin itu. orangtua juga perlu mengajarkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sebelum tidur agar si kecil tahu waktu menjelang tidur. gangguan ginjal. enuresis sekunder merupakan tanda dari adanya suatu penyakit atau masalah psikologis. Jika hal itu terjadi. Hal ini disebabkan oleh padatnya aktivitas anak-anak mulai dari kegiatan sekolah hingga ekstra kurikuler. Lingkungan tidur yang kurang baik bisa mengakibatkan mimpi buruk pada anak-anak. Namun. mereka kurang mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur. Jika disertai dengan mengompol di siang hari. dianggap sebagai enuresis sekunder. atau pekerjaan rumah (PR) dari sekolah yang belum selesai. Untuk memperoleh prestasi akademis yang maksimal. jika lelah dan kantuk menghinggapi. diabetes. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan tidur yang baik.30. Namun. penerangan yang cukup. dan suasana yang tenang. dan kebahagiaan mereka lebih terjamin. Memasuki usia sekolah atau usia 6-12 tahun adalah masa yang rentan terkena gangguan tidur. jika disertai dengan tidur mendengkur. kecerdasan. penyakit lain yang juga bisa menyebabkan enuresis antara lain. kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih. . seperti les dan klub olahraga. jika terjadi pada usia 6-8 tahun maka orangtua sebaiknya memeriksakan kondisi anak ke dokter spesialis. seorang siswa harus memperhatikan jam biologisnya dengan baik. Jika Anak Anda Masih Ngompol: ‡ Biasakan ia untuk kencing sebelum tidur. Selain itu. tenangkan dengan kata-kata yang lembut dan melindungi. Pada jam-jam tertentu. Apalagi. sedangkan pada jam-jam lain mereka menjadi lamban tak bersemangat. mereka cenderung aktif dan penuh vitalitas. Kegiatankegiatan tersebut menyita waktu dari pagi hingga sore. Mengompol saat Tidur Mengompol atau enuresis adalah masalah tidur yang umum ditemui pada anakanak. dan masalah saraf. Kebiasaan mengompol pun akan hilang dengan sendirinya. fungsi tersebut akan semakin sempurna.

Pengaruh kelompok sebaya sangat . Anak tanggung selalu menanyakan sebab-sebab. Anak perlu memperoleh perhatian dan pujian perilaku bila prestasi-prestasinya yang baik. Hubungan timbal balik dan saling memuaskan dengan orang tua dan teman sebaya perlu dalam pembentukan harga diri dan sosialisasinya. Memperoleh kebebasan pribadi 9.lembaga Dalam perkembangan ini anak tetap memerlukan penambahan pengetahuan melalui belajar. Membentuk hati nurani. Pengendalian emosi dan kesediaan bertanggung jawab lebih terlihat melalui perbuatan atau tindakan. Masa Pra Remaja Masa pra remaja ditandai dengan meningkatnya cara berpikir kritis. bangunkan dan ajak ke toilet pada jam-jam tersebut. Pada masa ini mudah terjadi identifikasi yang sifatnya emosional dengan teman sebaya yang sejenis. Perkembangan anak berlangsung dengan cepat. Anak belajar di sekolah.‡ Batasi minum satu jam sebelum tidur. Terlebih lagi. Pengawasan yang terlalu ketat atau persyaratan yang terlalu luas bisa berakibat kurangnya inisiatif untuk mengembangkan kemampuankemampuannya. tetapi membuat latihan pekerjaan rumah yang mendukung hasil belajar di sekolah. Anak-anak pada masa ini harus menjalani tugas-tugas perkembangan yakni : 1. keteladanan dan identifikasi. Anak tetap memerlukan pengarahan dan pengawasan dari guru dan orang tua untuk memunculkan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan keterampilan-keterampilan baru. Membentuk keterampilan dasar : membaca. kebiasaan dalam keluarga. Belajar peranan jenis yang sesuai dengan jenisnya 5. Membentuk sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga. ‡ Jika kita tahu jam-jam berapa ia mengompol. Anak yang bergantung akan memindahkan ketergantungannya dari orang tua ke orang lain. disertai dorongan kuat untuk ekspansi diri dan berpetualang karena merasa bisa dan tangkas. menulis dan berhitung 6. ‡ Jangan hukum anak Anda. apabila anak terlalu ketat dibatasi ruang geraknya ia tidak akan bisa mengembangkan dirinya. Mengompol berada di luar kendalinya. baik di rumah maupun di sekolah. Membentuk konsep-konsep yang perlu untuk hidup sehari-hari 7. akibat-akibat dengan cara menyanggah pendapat orang dewasa. nilai moral dan nilai sosial 8. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya 4. Membentuk sikap sehat mengenai dirinya sendiri 3. Belajar secara sistematis di sekolah dan mengembangkan sikap. Minat dan aktivitas mulai mencerminkan jenisnya secara lebih jelas. Masa Anak sekolah umur 6-12 tahun Pada masa ini anak memasuki masa belajar di dalam dan di luar sekolah. Penyesuaian dan pengarahan diri menjadi sulit baginya. Banyak aspek perilaku dibentuk melalui penguatan (reinforcement) verbal. Belajar keterampilan fisik untuk permainan biasa 2. teman sebaya.

anak laki-laki dan perempuan senang bergabung dengan mereka yang sebaya. jenis dan status yang sama. Pertengkaran dan persaingan antara saudara-saudara sering kali sulit dihindarkan. Mereka mendapatkan seorang teman yang bisa dipercayai dan menjadi tempat tumpahan kesulitan dan masalahnya. Persahabatan teman sebaya sangat dibutuhkan. Anak tanggung sering menolak segala hal yang dianggap baik oleh orang tua. yang juga dibutuhkannya. Namun demikian anak tanggung tetap memerlukan kehangatan dan keserasian dalam keluarga di rumah dan membutuhkan dukungan emosional orang tua bila mengalami kekecewaan dalam pergaulan. tetapi saat berikutnya siap tempur (berkelahi). ataupun mengakibatkan orang lain. Mereka mudah mencari dukungan dari saudara ataupun teman untuk bersatu melawan orang tua atau guru. Dalam kehidupan keluarga perlu diperhatikan agar ada komunikasi yang baik. jarang terlihat jenis yang lainnya. Kadang-kadang seorang anak tanggung bisa terjerumus ke perilaku delinkwen (nakal) untuk bisa menjadi pemimpin dan sebagai penyaluran dan agresivitasnya . Pengertian orang tua sangat dibutuhkan justru pada saat ia mengalami kepahitan hidup karena kegagalannya. Permainan kelompok. tim. Kadangkadang mereka menyenangi perilaku yang penuh kejutan-kejutan. Mereka tertarik pada kelompok anak dengan minat. Kelompok anak laki-laki lebih senang bergabung dengan tujuan kegiatan petualangan yang menggelorakan. Sebaliknya adik-adik tidak dianggap. Kompetisi bersifat negatif apabila anak sebagai akibat dari pertandingan merasa diri rendah atau kurang.besar. Kelompok anak perempuan biasanya terdiri dari jumlah yang lebih kecil daripada kelompok anak laki-laki dan berkumpul di rumah salah seorang diantara mereka. Kompetisi dan kooperasi banyak terlihat dan sedapat mungkin dipuaskan secara wajar. keberanian dan originalitas. Dalam hubungannya dengan saudara-saudara di rumah. untuk memudahkan penyaluran kasih sayang. Sifat-sifat yang dihargai anak tanggung disamping kepemimpinan. bahkan disuruh-suruh atau dihindari. Mereka cepat membentuk hubunganhubungan emosional dan membanggakan temannya atau kelompok mereka. sehingga mereka seolah-olah hanya ke sekolah karena ingin bermain dengan kawan-kawannya. anak lain menjadi tidak bahagia. lalu bergabung. Perilaku mengritik orang tua menyusahkan orang tua. Anak tanggung pada saat-saat tertentu bisa ramah. patokan dan harapan yang sama. Kompetisi dapat menyebabkan anak menjadi sadar akan kemampuan dan keterbatasannya. Pada masa ini. me¬nyesuaikan dalam kelompok sebaya. Biasanya yang menonjol diantara mereka menjadi pemimpin dan banyak hal ditentukan oleh inisiatif pemimpin kelompok tersebut. Pada kelompok-kelompok ini. Sering kali terlihat dua anak atau lebih mempunyai kebutuhan atau minat yang sama. mereka lebih memperoleh kesan dari saudara yang lebih tua. enthusiasme. keramahan. sedangkan pengendalian dari pihak orang tua dan orang dewasa berkurang. kegiatan olahraga musiman sangat menarik baginya. Mereka saling mengerti keinginan-keinginannya dan memperoleh kepuasan dari persahabatan tersebut. Kelompok anak tanggung memungkinkan terbentuknya persahabatan yang mendalam dan identifikasi dengan anggota sejenis yang terpilih. ancaman dan perilaku mengganggu orang lain.

Sebagai persiapan untuk tahap perkembangan berikutnya. cukup kebebasan untuk memuaskan kebutuhan anak Seorang anak yang belajar berperilaku berdasarkan aturan atau patokan di perkumpulan di bawah pengawasan orang dewasa. Keinginan untuk membentuk kelompok dapat disalurkan melalui perkumpulan yang disponsori orang dewasa dengan memperhatikan 2 aspek: 1. sehingga mengakibatkan timbulnya konflik dan cemas pada anak. Prestasi sekolah penting bagi mereka. Sebaliknya. Seyogyanya kedua pengaruh ini saling mendukung. sikap-sikap yang sehat dan wajar. maka identifikasi terhadap orang tua beralih ke identifikasi kelompok. Keinginan mempengaruhi kelompok untuk mengikuti ide-idenya dan melibatkan diri dalam pelanggaranpelanggaran. kegiatan-kegiatan dan apa yang bisa merugikan orang lain. Kerinduan akan prestasi yang lebih baik menambah usahanya. membuat dia senang berkelakuan buruk.atau kegagalannya dalam pekerjaan di sekolah. dengan tercapainya kematangan seks. Keterangan-keterangan ini akan mengembangkan dan memupuk hati nuraninya. Akan dicarinya tempat di mana ia bisa berhasil baik pada prestasi akademis atau nonakademis. tetapi sering kali keduanya justru berlawanan. perlu diberi dorongan. Kalau pengaruh kelompok bertambah dan sebaliknya pengaruh orang-tua berkurang. Perasaan berguna akan memperkuat kemantapannya. Pengaruh keluarga atau orang tua dan pengaruh kelompok bersamasama membentuk sikap dan minatnya. Demikian pula kerja sama dengan mereka yang sebaya meinungkinkan terbinanya keterampilan berkomunikasi. Ikatan dengan teman sebaya ditandai dengan loyalitas dan solidaritas yang kuat dan mengurangi pengaruh orang tua. dan analisa tentang perilaku bermoral dan kaidah-kaidah agama. menunjukkan saatnya yang tepat untuk memberi penerangan seks meliputi pengetahuan tentang perkembangan dan perubahan seks yang segera akan dialami. Saat yang tepat untuk memberikan penerangan tergantung dari kebutuhan dan minat anak. Mengingat pentingnya keberhasilan anak pada masa anak tanggung. hati nurani yang terpupuk baik akan memudahkan berperilaku sesuai . karena mereka ingin membanggakan hasil usahanya. 11 tahun lalu mulai persiapan untuk tugas-tugas perkembangan masa remaja. yang memungkinkan melatih diri mengenai hubungan-hubungan sosial. Perlu diberi keterangan tentang pertimbangan moral dalam hubungan dengan teman sebaya. yang cepat mempengaruhinya. sehingga kehidupan kelompok sangat berkesan terhadap perkembangan kepribadian. Masa anak tanggung berakhir pada umur 10 tahun. maka pada masa ini perlu diberi penerangan tentang perkembangan yang akan dialami. cukup bimbingan untuk melalukan kegiatan-kegiatan yang wajar 2. terutama segi-segi moralitas sebagai dasar penerangan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan mereka akan ekspansi diri dan perasaan aman terbentuklah kelompok (gang). sehingga menutupi perasaan tidak sesuai (inadekwat). yakni pada pertumbuhan tinggi badan dan berat badan yang mendahului kematangan seks. diharapkan kelak dibimbing oleh patokan-patokan tersebut bila sudah mandiri. pengawasan dan pengarahan. semangat. Tanda yang jelas.

Seluruh perkembangan merupakan suatu rangkaian bertahap dan berkesinambungan. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Psi & Teknologi Internet 2.dengan prinsip moral dan nilai-nilai manusiawi. BAB 1 PENDAHULUAN 1. Dari hasil diatas. 1. Ada pula ciri-ciri anak prasekolah dan cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten . Dengan demikian nilai-nilai moral sudah diperkuat sebelum timbul gejolak masa remaja.3 Metode Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan data. Demikianlah tahap anak tanggung menentukan masa remaja dengan corak apakah yang akan dialami selanjutnya. yaitu pengambilan data secara tidak langsung melalui informasi yang sudah ada seperti internet dan berbagai macam buku. 1. Setiap tahap berikut dipengaruhi oleh tahap sebelumnya. BAB II PEMBAHASAN .1 Latar Belakang Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak. dalam perkembangan dan penyesuaiannya. kami menggunakan metode pengambilan data secara sekunder. diantaranya adalah : 1. Dan itu semua akan saya coba bahas dalam makalah ini. Untuk membantu para mahasiswa dalam mengenal motivasi diri dan mengetahui cara atau tips untuk memotivasi diri. saya ingin mengetahui lebih dalam akan motivasi diri 3. yang ditunjangi oleh factor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengruh dalam kehidupan anak menuju dewasa.2 Tujuan Pembuatan Makalah Di dalam pembuatan makalah ini ada beberapa tujuan yang kami jabarkan.

Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. gangguan pertumbuhan di .2. Perkembangan psiko-sosial sangat dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anak dengan orang tuanya. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. 2.1 PENGERTIAN PERKEMBANGAN Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. kesadaran sosial. kesadaran emosional dan inteligensia berjalan sangat cepat. Pada masa ini perkembangan kemampuan berbahasa. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. yang di tunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengaruh dalam kehidupan anak menuju dewasa. kemampuan yang lebih siap untuk beradaptasi terhadap stress dan kemampuan untuk memikul tanggung jawab maksimal dan memperoleh kebebasan dalam mengekspresikan kreativitas. jaringan tubuh. jenis kelamin. kreativitas. Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak. sebagai hasil dari proses pematangan. Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Perkembangan menandai maturitas dari organ-organ dan sistem-sistem. Termasuk juga perkembangan emosi. 1998). suku bangsa / bahasa. intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan. perolehan ketrampilan. Faktor ini adalah bawaan yang normal dan patologis.2 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN Menurut Soetjiningsih secara umum terdapat dua faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu faktor genetik (instrinsik) dan faktor lingkungan (ekstrinsik). organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.

4 CIRI-CIRI ANAK USIA PRA SEKOLAH Menurut Snowman (1993 dalam Patmonodewo. seperti mengikat tali sepatu. c. itulah sebabnya koordinasi tangan masih kurang sempurna. sedangkan di negara yang sedang berkembang. antara lain: 1) Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut 2) Peran aktif orang tua 3) Lingkungan yang merangsang semua aspek perkembangan anak 4) Peran aktif anak 5) Pendidikan orang tua 2. gangguan pertumbuhan selain di akibatkan oleh faktor genetik juga faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang anak yang optimal. . Anak-anak masih sering mengalami kesulitan apabila hrus memfokuskan pandangannya pada objek-objek yang kecil ukurannya. Walaupun tubuh anak lentur. Ciri-ciri yang dikemukakan meliputi aspek fisik. 2003) mengemukakan ciri-ciri anak prasekolah (3-6 tahun) yang biasanya ada TK. Jadi biasanya anak masih belum terampil malakukan pekerjaan yang rumit. Ciri fisik anak prasekolah atau TK a. b. 1. tetapi tengkorak kepala yang melindungi otak masih lunak (soft). anak membutuhkan istirahat yang cukup. Anak pra sekolah umumnya aktif Setelah anak melakukan berbagai kegiatan.3 FAKTOR PENDUKUNG PERKEMBANGAN Faktor ± faktor pendukung perkembangan anak menurut Soetjiningsih. e. Otot-otot besar pada anak prasekolah lebih berkembang dari control terhadap jari dan tangan.negara maju lebih sering diakibatkan oleh faktor ini. (1998). d. emosi dan kognitif anak. sosial. 2.

Ciri kognitif anak prasekolah a. minat. Kelompok bermain cenderung kecil dan tidak terorganisasi secara baik. jauhkan dari sikap membandingkan anak lelaki-perempuan. b) Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukan dan dikatakan anak. b. oleh karena kelompok tersebut cepat berganti-ganti c. mereka umumnya dapat cepat menyesuaikan diri secara social b. Umumnya anak pada tahapan ini memiliki satu atau dua sahabat. khususnya dalam tugas motorik halus. mengagumi dan kasih saying Ainsworth dan Wittig (1972) serta Shite dan Wittig (1973) menjelaskan cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten dengan cara sebagai berikut: a) Lakukan interaksi sesering mungkin dan bervariasi dengan anak. 2. Anak prasekolah umumnya terampil dalam berbahasa Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi. juga dalam kompetisi ketrampilan seperti apa yang disebut diatas. kesempatan. Ciri emosional anak prasekolah a. Iri hati pada anak prasekolah sering terjadi. b.f. tetapi sahabat ini cepat berganti. e) Doronglah anak agar mau mencoba . Walaupun anak lelaki lebih besar. Sikap marah sering diperlihatkan oleh anak pada usia tersebut. mereka seringkali memperebutkan perhatian guru. anak perempuan lebih terampil dalam tugas yang bersifat praktis. tetapi sebaiknya jangan mengkritik anak lelaki apabila ia tidak terampil. Ciri social anak prasekolah a. c) Berikan kesempatan kepada anak untuk meneliti dan mendapatkan kesempatan dalam banyak hal. Anak lebih mudah seringkali bermain bersebelahan dengan anak yang lebih besar 3. Anak TK cenderung mngekspreseikan emosinya dengan bebas dan terbuka. 4. c) Berikan kesempatan dan dorongan maka untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri.

yang ditunjangi oleh factor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengruh dalam kehidupan anak menuju dewasa. Ada juga cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten dengan cara sebagai berikut: a) Lakukan interaksi sesering mungkin dan bervariasi dengan anak. Faktor ± faktor pendukung perkembangan anak menurut Soetjiningsih. antara lain: 1) Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut. 2) Peran aktif orang tua. g) Kagumilah apa yang dilakukan anak. . h) Sebaiknya apabila berkomunikasi dengan anak. 3) Lingkungan yang merangsang semua aspek perkembangan anak . f) Tentukan batas-batas tingkah laku yang diperbolehkan oleh lingkungannya. b) Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukan dan dikatakan anak. c) Berikan kesempatan kepada anak untuk meneliti dan mendapatkan kesempatan dalam banyak hal. 4) Peran aktif anak. Dan banyak lagi cara lainnya. Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak. lakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati. terdapat dua faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu faktor genetik (instrinsik) dan faktor lingkungan (ekstrinsik). 5) Pendidikan orang tua.mendapatkan ketrampilan dalam berbagai tingkah laku. BAB III PENUTUP Kesimpulan Makalah yang telah disusun oleh kami merupakan program yang sangat membantu para mahasiswa dalam pembahasan tentang Perkembangan Anak Usia PraSekolah. (1998).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful