PENGGUNAAN MEDIA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS PERSUASI PADA SISWA KELAS X-1 SMA

NEGERI I MOJOLABAN (Penelitian Tindakan Kelas)[1] Oleh: Ari Setyaningsih Drs. Swandono, M. Hum. M. Rohmadi, S. S., M. Hum.

ABSTRACT
The approach of this research is a classroom action research. The subject of the research is the students of SMA N I Mojolaban class X-1. The aims of the research are; (1) to improve the quality of teaching process of writing persuasion by using media public service advertising of class X-1 of SMA N I Mojolaban, (2) to improve the quality of students’ writing persuasion by using media public service advertisement of the class X-1 of SMA N I Mojolaban. The technique of collecting data is conducted through the observation, writing test, questionare, interview, and document analysis. Each cycle consist of four steps; (1) planning the action, (2) the action, (3) the observation and interpretation, (4) the analysis and reflection. The improvement of quality of result study is going on the process and the students’ writing persuasion. The percentage of the completion of the study is increasing from one cycle to the next cycle, that’s, 55 % I cycle 1, 97 % in cycle 2, and 100 % in cycle 3. Keyword: media, public service advertising, writing, persuasion. Pendahuluan Selama ini pembelajaran menulis di sekolah belum mendapat tempat yang cukup. Pembelajaran menulis di sekolah hanya mendapat porsi waktu yang sedikit dibandingkan dengan pembelajaran kebahasaan lainnya. Selain itu, guru hanya berorientasi untuk melihat hasil tulisan siswa tanpa membelajarkan proses menulis pada siswa. Akhirnya, tujuan pembelajaran menulis hanya mengarah pada pencapaian kemampuan menulis siswa. Dengan kata lain, siswa hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual. Hal inilah yang menjadikan menulis sebagai suatu beban (Ari Kusmiatun, 2005). Pendapat senada juga diungkapkan oleh Achmad Alfianto (2006) bahwa kegiatan belajarmengajar belum sepenuhnya menekankan pada kemampuan berbahasa namun lebih pada penguasaan materi. Hal ini terlihat dari porsi materi yang tercantum dalam buku paket lebih banyak diberikan dan diutamakan oleh para guru Bahasa Indonesia, sedangkan pelatihan berbahasa yang sifatnya lisan ataupun praktik hanya memiliki porsi yang jauh lebih sedikit. Menurut Bobbi De Porter (dalam Didik Komaidi, 2007: 29) menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri

2) meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas kelas X. Bentuk iklan layanan masyarakat dapat berupa poster. Hal ini dimaksudkan agar pikiran dan pengalaman kita dapat dikomunikasikan dan diketahui oleh orang lain. beserta pernyataan yang bersifat mempengaruhi pembaca/pemirsanya. misalnya iklan budaya membaca oleh Departemen Pendidikan Nasional dan iklan bahaya merokok oleh Departemen Kesehatan. Iklan ini biasanya dikeluarkan oleh instansi. Berdasarkan kenyataan di lapangan. Untuk mengatasi masalah pembelajaran menulis persuasi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas X.1 SMA N 1 Mojolaban. Dorongan untuk menulis sama dengan dorongan untuk berbicara. drama. Nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia (65) yang ditetapkan sekolah hanya dicapai oleh 8 siswa dan nilai rata-rata kelas hanya mencapai 57. Melalui penggunaan media iklan layanan masyarakat siswa akan menemukan poin-poin penting karena dalam iklan tersirat permasalahan. Pembelajaran menulis ini tidak lepas dari peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Menulis merupakan pemindahan pikiran atau perasaan dalam lambang-lambang bentuk bahasa (M.1 SMA N 1 Mojolaban. badan. Penelitian yang dilakukan International Association for the Evaluation of Education Achievement (2006) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat penguasaan guru terhadap bahan yang diajarkan dengan pencapaian prestasi para siswanya. Dari hasil pengamatan. Penguasaan meteri tersebut sebenarnya dapat ditunjang oleh beberapa faktor sehingga tingkat penguasaan materi meningkat. Bertolak dari latar belakang masalah di atas. musik. atau departemen. terutama tulisan jenis persuasi siswa kelas X-1 SMA N 1 Mojolaban masih rendah.(logika). Atar Semi. 1990: 8). kemampuan menulis. salah satu media yang dapat digunakan adalah media layanan masyarakat atau yang dikenal dengan Public Service Advertising.18 dari keseluruhan siswa yang hadir (38). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di beberapa negara berkembang. keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis hanya mencapai 12 % (5 orang. tulisan yang baik memanfaatkan kedua belahan otak tersebut. Hal ini akan memberi dampak yang baik bagi kepekaan siswa terhadap masalah yang sedang terjadi di sekitar mereka. maupun kalimat yang mengarahkan pemirsa atau khalayak kepada sasaran agar berbuat atau bertindak seperti dianjurkan iklan tersebut. dilaporkan bahwa guru merupakan faktor determinan penyebab rendahnya mutu pendidikan di suatu sekolah. upaya penanggulangan. Hal ini terjadi karena siswa tidak mempunyai kegairahan menulis dan guru lebih menekankan pada teori tentang menulis dengan metode ceramah. Jadi. Kajian Literatur . Dari iklan ini siswa juga dapat menangkap pesan-pesan moral yang bersifat mendidik serta relevan dengan kondisi di sekitar siswa. termasuk Indonesia. film. dari 38 siswa yang hadir).

Persuasi adalah suatu bentuk wacana yang menyimpang dari argumentasi dan khusus berusaha mempengaruhi orang lain (para pembaca atau pendengar) agar melakukan sesuatu bagi orang yang mengadakan persuasi (Gorys Keraf. 2007: 29) menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika).(2007: 7) juga memberi batasan mengenai media. dkk. Menurut Bobbi De Porter (dalam Didik Komaidi. Tajuk rencana. dapat disimpulkan bahwa persuasi hampir sama dengan argumentasi. Penulis mempersembahkan fakta dan opini yang bisa didapatkan pembacanya untuk mengerti. dan lingkungan adalah media. Dari beberapa pengertian di atas. Menulis memerlukan keterampilan karena diperlukan latihan-latihan yang berkelanjutan. menggapai sesuatu itu adalah benar. kemampuan analitis. buku ajar. atau di antara keduanya. dan sikap. Persuasi merupakan jenis wacana yang bersifat mempengaruhi dan meyakinkan pembacanya dengan cara memberikan data dan alasan yang logis. Menurutnya. Selanjutnya. salah. 1995: 14). dan naskah pembicaraan politik adalah contoh tulisan persuasif. surat pembaca dalam surat kabar dan majalah. Nurudin (2007: 82) menyatakan bahwa melalui persuasi. media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan . Sadiman. Gorys Keraf mengartikan persuasi sebagai suatu seni verbal yang bertujuan meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang (Gorys Keraf. iklan berbentuk advetorial. Setiap media merupakan sarana untuk menuju ke suatu tujuan. 2008: 11) Arif S. atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan pebelajar untuk menerima pengetahuan. alat. Dalam buku lain. Media adalah setiap orang. keterampilan. atau pikiran ke dalam tulisan. ide. bahan. guru atau dosen. lebih dari itu menulis adalah cara untuk memahami hal yang telah diketahui tersebut. dan kemampuan membedakan berbagai hal secara akurat dan valid. seseorang penulis mencoba mengubah pandangan pembaca tentang sebuah permasalahan tertentu.Nurudin (2007: 4) mengemukakan bahwa menulis adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam rangka mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada orang lain agar mudah dipahami. Di dalamnya terkandung informasi yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Sri Anitah. Melalui tulisan tersebut segala pesan ataupun maksud dari penulis akan dapat dipahami oleh pembaca. Menurut Hanim (2006) disebutkan bahwa menulis adalah sebuah proses yang dapat dikembangkan kemampuan dalam berpikir dinamis. disebutkan pula bahwa menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. Menulis bukan hanya sebuah cara untuk mendemonstrasikan hal yang telah diketahui. Dengan pengertian itu. 2000: 18). Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan gagasan.

buletin berita. perhatian. film bingkai (slide). Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 153). antara lain: gambar diam. dan opaque projektor. filmstrip (film rangkai). papan. secara umum ada tiga klarifikasi media pembelajaran. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu baik benda maupun lingkungan yang dapat digunakan oleh guru sebagai pengajar untuk menyampaikan pesan berupa bahan ajar atau meteri yang akan disampaikan pada siswa. media visual yang diproyeksikan. 3. grafik. Bermacam-macam media dapat digunakan sebagai sarana penunjang pembelajaran.pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Curzon (dalam Abdelraheem dan Al-Rabane. 1) media visual (ditangkap dengan indera penglihatan). 3) menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam teknologi karena peserta didik tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu. Media audio visual. diskusi. Penggunaan media memungkinkan guru untuk menghadirkan banyak fenomena fisik dan isu-isu dengan mudah. dan minat. antara lain: televisi. bagan. slide suara. prinsip. video. 2) memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat peserta didik untuk belajar. antara lain: program wicara. Media pembelajaran tentunya memiliki manfaat bagi proses pembelajaran. sikap. . serta menarik siswa untuk fokus dalam memperhatikan karakter objek yang disajikan. media visual yang tidak diproyeksikan. Menurut Sri Anitah (2008: 12). perasaan. 2. antara lain sebagai berikut. Media visual. serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. antara lain: OHP. yang terdiri dari: a. 2) media audio (ditangkap dengan indera pendengar). drama audio. b. Media audio. dan 3) media audio visual (ditangkap dengan indera pendengar dan penglihat). dan diagram. dan lain-lain. 1. Masingmasing pakar menyederhanakan jenis media pembelajaran menjadi. karikatur. peta. Beberapa penggolongan media pembelajaran di atas sekiranya hampir sama. Media menumbuhkan kemampuan tertentu dalam pembelajaran dan mempertinggi kecakapan intelektual dan kecakapan gerak. secara khusus media pembelajaran digunakan dengan tujuan: 1) memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep. bagan. film. wawancara. 2005: 2) menjelaskan bahwa media pembelajran di kelas dapat memperlebar saluran komunikasi antara guru dengan murid. dan keterampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut karakteristik bahan. poster.

Rhenald Kasali (1995: 201) menyatakan bahwa iklan layanan masyarakat (ILM) merupakan iklan yang tidak semata-mata mencari keuntungan. yakni kondisi yang bisa mengancam keserasian dan kehidupan umum. pembelajaran memerlukan komunikasi. Organization. Batasan tersebut memberikan pengertian bahwa pembelajaran tidak terbatas di dalam ruang saja tetapi juga dapat diselenggarakan di luar kelas bahkan luar sekolah. Komunikasi tersebut dapat terjadi di dalam kelas maupun luar kelas. 1998: 30). Senada dengan pengertian tersebut. 2. yaitu kebaruan dari media yang dipilih. Periklanan semacam ini dapat mempromisikan ketertiban lalu lintas. Selain itu.. Pembelajaran merupakan situasi yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar dan terjadi interaksi antara siswa dengan guru (Gino. Menurut Thomas Wibowo Agung Sutjiono (2005) secara operasional ada sejumlah pertimbangan dalam memilih media pembelajaran yang tepat. hubungan antarras . antara lain sebagai berikut. yaitu pertimbangan kemudahan dan ketersediaan media yang diperlukan. Hal ini berarti. 4. Moore (2007: 255) iklan layanan masyarakat merupakan iklan yang dikeluarkan oleh bidang Humas dari sebuah organisasi atau institusi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan publik eksternal dan internal. Dari pengertian tersebut dapat diambil simpulan bahwa pembelajaran merupakan satu kesatuan integral yang terjadi dalam kelas antara guru dengan siswa. Technology. Dalam iklan tersebut disajikan pesan-pesan sosial yang dimaksudkan untuk membangkitkan kepedulian amsyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi. 1.Dengan demikian. Cost. Novelty. Media yang lebih baru akan lebih baik dan menarik bagi murid. yaitu daya dukung atau sarana dari pihak kantor/institusi yang bersangkutan. yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk menyediakan media. media juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti penjelasan dari guru. yaitu media yang memunculkan komunikasi dua arah/ interaktivitas. Discroll (dalam Siemens. 6. 5. dapat diambil simpulan bahwa kegunaan dan manfaat media pembelajaran adalah membantu guru dalam mengajarkan pesan atau materi ajar dengan mudah kepada peserta didik sehingga dapat memahami dan menguasai pesan-pesan tersebut dengan tepat dan akurat. yaitu kemudahan dan ketersediaan teknisi yang mengoperasikannya. Acces. dkk. 3. Interactivity. 2005: 4) mendefinisikan pembelajaran sebagai suatu perubahan yang permanen dalam potensi tingkah laku yang berasal dari hasil pengalaman pebelajar dan interaksi dengan dunia.

yakni mulai bulan Desember 2008 sampai dengan April 2009. 2007: 104). penyalahgunaan narkotika. Iklan layanan masyarakat mempunyai tema-tema yang menarik dan dapat dijadikan kerangka oleh siswa ke dalam sebuah tulisan persuasi. antara lain masalah kebakaran hutan dan penebangan hutan secara liar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA N 1 Mojolaban tahun ajaran 2008/2009. produk-produk yang tidak bermutu dan membahayakan umum. mutu lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi serta minat menjadi tenaga pengajar. 1995: 206). Prinsip utama dalam PTK adalah adanya pemberian tindakan yang diaplikasikan dalam siklus-siklus yang berkelanjutan. iklan layanan masyarakat dapat digunakan sebagai media pembelajaran menulis. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 10. bahwa masih banyak ketimpangan-ketimpangan sosial yang harus dibenahi demi keteraturan dan keseimbangan lingkungan. iklan layanan masyarakat tepat digunakan sebagai media pembelajaran menulis persuasi. kesadaran yang masih rendah di kalangan produsen untuk memasang peralatan untuk mencegah bahaya polusi. perkelahian antarpelajar. pentingnya bahasa Inggris dalam pergaulan internasional. korupsi. dapat diketahui bahwa iklan layanan masyarakat berusaha mempengaruhi masyarakat agar mau melihat keadaan sekitarnya. khususnya menulis persuasi yang bersifat mengajak dan mempengaruhi pembaca atau pemirsa. Dengan melihat permasalahan yang dapat diiklankan melalui iklan layanan masyarakat. Tema tersebut kemudian dapat dikaitkan dengan fenomana/masalah yang ada di sekitar siswa. iklan layanan masyarakat mempunyai lebih banyak kelebihan. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Mojolaban. Mojolaban. program ekologi. (3) isi pesannya menggunakan kata imbauan atau anjuran. kriminalitas.. Oleh karena itu. Apabila dibandingkan dengan iklan jenis lain. kesegaran jasmani.yang lebih baik. dan tujuan-tujuan lain untuk kebaikan masyarakat. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan . Tahap persiapan sampai pada tahap pelaporan hasil penelitian dilaksanakan selama 5 bulan. penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Adapun jumlah siswa di kelas ini adalah 38 siswa dan objek penelitian berupa pembelajaran menulis persuasi di kelas X-1. Wirun. Berkaitan dengan media pembelajaran. kesempatan kerja yang sama. (2) isi pesannya bersifat umum. antara lain: (1) menggugah kesadaran pemirsa untuk berbuat sesuatu. pencegahan kebakaran hutan. Sukoharjo. Siklus yang berkelanjutan tersebut digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis. Sejumlah masalah yang sangat merisaukan dan dapat disampaikan lewat iklan layanan masyarakat. Sekolah ini beralamat di Jalan Batara Surya No. Dalam siklus tersebut penelitian tindakan diawali dengan perencanaan tindakan (planning) (Suharsimi Arikunto. dkk. Ada tiga hal pokok yang dapat dilihat dengan munculnya iklan layanan masyarakat. dan lain sebagainya (Rhenald Kasali. Hal ini sejalan dengan sifat iklan yang berusaha mempengaruhi dan membujuk pembaca atau pemirsanya.

Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang ditempuh dengan cara: 1) pengumpulan data. Keempat aspek tersebut berjalan secara dinamis. 4) penyimpulan. meliputi siswa kelas X. yaitu teknik yang digunakan untuk menguji kebenaran dengan mengacu kebenaran data yang diperoleh dari satu informan dengan informan lain. meliputi: iklan layanan masyarakat. yaitu pengambilan intisari dari sajian data yang telah diorganisasikan dalam bentuk pernyataan atau kalimat yang singkat. yaitu dengan cara meminta informan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan penelitian yang digunakan. yaitu dengan menganalisis dokumen yang telah didapatkan dari hasil observasi.tindakan (acting). B. 3) triangulasi teori. padat. nilai siswa. dan bermakna (Milles dan Huberman dalam H. dan (4) analisis dan refleksi. 2) reduksi data. penelitian ini dilakukan secara berulang dan berkelanjutan sampai tujuan penelitian dapat tercapai. catatan lapangan hasil observasi selama proses pembelajaran. yaitu mengumpulkan semua data dari penelitian. (2) pelaksanaan. yaitu teknik yang digunakan dengan menggunakan perspektif lebih dari satu teori dalam membahas masalah yang dikaji. 2) triangulasi sumber data. 5) analisis dokumen. Sutopo. 2) informan. yaitu teknik untuk menguji kebenaran dengan membandingkan data yang diperoleh dari hasil observasi dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara. 3) tes. PTK merupakan penelitian yang bersiklus. (3) observasi dan interpretasi. yaitu suatu upaya menampilkan data secara jelas dan mudah dipahami dalam paparan naratif. pengamatan (observing). Artinya. dan catatan lapangan hasil wawancara yang telah ditranskrip. yaitu proses penyederhanaan data yang dilakukan melalui seleksi pengelompokan dan pengorganisasian data mentah menjadi sebuah informasi bermakna. dan refleksi (reflecting). yang meliputi: 1) triangulasi metode. Pada penelitian ini peneliti menggunakan sumber data dokumen yang berupa foto pembelajaran dan catatan lapangan. yaitu dengan melakukan pengamatan proses pembelajaran menulis persuasi untuk melihat perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. yaitu proses pembelajaran menulis persuasi yang terjadi di kelas X-1 Mojolaban. grafik. Pelaksanaan . Untuk menguji kevaliditasan data maka digunakan teknik triangulasi data. hasil belajar siswa berupa tulisan persuasi. yaitu dengan memberikan tugas kepada siswa untuk menulis persuasi sebelum dan sesudah tindakan penggunaan media iklan layanan masyarakat guna mengetahui perbedaan dan perkembangan atau keberhasilan pelaksanaan tindakan. Penelitian ini menggunakan tiga sumber. 3) paparan data. yaitu: 1) tempat dan peristiwa. yang setiap siklusnya tercakup 4 kegiatan. 2002: 96). yaitu dilakukan terhadap guru mata pelajaran Bahasa Indonesia serta siswa kelas X. atau bentuk lainnya. Dalam pelaksanaan PTK ini. 2) wawancara.1 dan guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas tersebut. 4) angket.1 SMA N 1 Mojolaban. mekanisme kerjanya diwujudkan dalam bentuk siklus (3 siklus). foto-foto pembelajaran. yaltu (1) perencanaan. Teknik pengumpulan data adalah dengan teknik: 1) observasi. 3) dokumen.

2. Hal ini diamati dari hasil tulisan persuasi siswa. poster tidak dapat bergerak sehingga terkesan monoton untuk dilihat. 3. Berdasarkan hasil observasi. siswa merevisi dengan menuliskan kembali tulisan yang telah disunting teman sebangkunya. Hal ini juga . Selanjutnya. Berdasarkan tugas individu menulis persuasi dapat diidentifikasi bahwa 55 % (20 siswa) mendapat nilai di atas batas ketuntasan yang ditentukan (65). halaman 130). Siklus I Pada siklus I iklan layanan masyarakat berupa poster yang bertema ”Larangan Merokok. sesuai dengan tema yang diiklankan. Penghitungan tersebut berpedoman pada lembar observasi yang telah disusun terhadap jumlah siswa yang tampak aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. yaitu sebanyak 22 siswa. Hal ini dilihat dari aktifitas siswa dalam memperhatikan apersepsi dan penjelasan guru. Siswa yang kurang aktif umumnya berada di bagian belakang dan dekat tembok. siswa menyunting hasil tulisan teman sebangkunya. Guru juga menentukan aspek-aspek penyuntingan yang harus dijadikan menyunting bagi siswa. dibandingkan dengan rata-rata pada saat pretes. aktif dalam diskusi. Siswa yang mampu mengembangkan ide ke dalam tulisan persuasi mencapai 19 % (7 siswa). ditemukan adanya peningkatan kualitas hasil maupun kualitas proses pembelajaran. 1. Mereka tampak kurang memerhatikan dan bercanda dengan teman sebangku. menarik. Secara rinci diuraikan dalam paparan berikut. yang setiap siklusnya selalu dilakukan perbaikan untuk menyempurnakan tindakan selanjutnya. 4. Selain itu. Berdasarkan nilai rata-rata kelas. Hasil Penelitian dan Pembahasan Dari tindakan yang telah dilakukan dalam tiga siklus. Siswa yang aktif selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung sebesar 63 %. Setelah mengawali pelajaran dengan penguatan materi menulis persuasi. mengamati iklan layanan masyarakat dengan saksama. 18 menjadi 62. Tulisan yang ide dikembangkan dengan dengan baik dilihat dari segi substansi yang cukup. guru memfokuskan pada kegiatan menyunting tulisan yang telah dibuat siswa. Pertemuan kedua pada siklus I. observasi yang telah dilakukan mendapatkan beberapa hal sebagai berikut 1. Secara lebih rinci. dan mempu mempengaruhi pembaca.penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. terjadi peningkatan sebesar 5. 28. Hal ini disebabkan guru terlalu sering berada di depan kelas sehingga siswa bagian belakang merasa kurang diperhatikan (lihat lampiran 10. dan aktif mengembangkan kerangka karangan ke dalam tulisan persuasi. penggunaan media iklan layanan masyarakat dengan poster kurang menarik karena poster tersebut kurang baik dari segi cetakannya dan beberapa tulisan tidak tertera dengan jelas. Pada pertemuan pertama siswa menyusun karangan persuasi berdasarkan tema iklan layanan masyarakat tersebut.1 poin dari 57.

terjadi karena pada saat pretes. Siswa lebih banyak yang memberikan respon terhadap umpan yang dilontarkan guru. antara lain guru masih kurang dapat mengondisikan siswa. 2. Guru juga belum mengondisikan siswa untuk tertib di tempat duduk masing-masing. Hal ini disebabkan pada siklus I. 3. 1. Saat siswa sudah berada di kelas. yaitu sebanyak 35 siswa. peningkatan nilai rata-rata kelas terjadi sebesar 16. Berdasarkan wawancara tidak berstruktur dengan . Keaktifan siswa selama pembelajaran menulis persuasi mencapai 70 %. 2. siswa sudah mulai mencantumkan judul karangan dan semua tulisan sudah mengacu pada permasalahan yang diangkat dalam iklan layanan masyarakat. Untuk menyegarkan suasana. guru memberikan sedikit ulasan dan memberi umpan balik dengan menggali pengalaman siswa yang berkaitan dengan helm standar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam siklus ini. yaitu 93 dan nilai terendah 64. yaitu sebanyak 36 siswa. Nilai tertinggi siswa. guru menampilkan iklan layanan masyarakat dalam bentuk video dengan tema ”Helm Standar”. Pada saat penayangan video guru tidak menepati waktu yang ditentukan. guru masih mempersiapkan LCD. Adapun respon siswa terhadap tindakan pada siklus II adalah siswa menyukai media yang digunakan guru. Siklus II Pada siklus II. Adapun nilai tertinggi pada siklus I adalah 86. Beberapa kelemahan yang terlihat oleh guru dalam pelaksanaan tindakan siklus II. guru kembali memutarkan iklan tersebut dan meminta siswa mempersuasikan ilustrasi iklan tersebut dalam sebuah paragraf. Penghitungan dilakukan dengan lembar observasi yang telah disusun terhadap jumlah siswa yang tampak aktif selama pembelajaran berlangsung. Selain itu. Dari segi hasil tulisan.68. yaitu sebanyak 27 siswa. kesalahan penggunaan ejaan dan konjungsi dalam kalimat sudah mulai berkurang. Hal ini diindikasikan oleh hal-hal yang disebutkan di atas. sedangkan nilai terendah adalah 49. Hal ini diamati dari hasil pekerjaan siswa berupa tulisan persuasi dan dihitung dari jumlah siswa yang mampu mengembangkan ide tulisan dengan baik. yaitu dari 62. Kemampuan siswa dalam mengembangkan ide ke dalam tulisan persuasi mencapai 94 %. Ketuntasan hasil belajar menulis persuasi mencapai 97 %. masih ada beberapa siswa yang belum mampu menulis persuasi dengan benar. Seusai memutarkan iklan dalam layar proyektor LCD. Dalam video terdapat gambar dan suara sehingga siswa tidak bosan mengamatinya. Hal ini terlihat dari hasil kerja siswa berupa tulisan persuasi dan dihitung dari jumlah siswa yang memperoleh nilai 65 ke atas. Secara lebih rinci. Sebagian besar masih menulis argumentasi dan eksposisi. Pada siklus I hampir semua siswa sudah mampu menemukan karakteristik tulisan persuasi meskipun ada yang masih belum tuntas dalam mengolah ide.4 poin. observasi yang telah dilakukan mendapatkan beberapa hal berikut ini.28 menjadi 78. media poster bersifat monoton jika dilihat.

antara lain sebagai berikut. Karena alokasi waktu pelajaran akan segera habis. observasi yang dilakukan peneliti menghasilkan beberapa hal berikut ini. Hal ini disebabkan guru telah mampu mengondisikan kelas dan memposisikan diri dengan baik. mereka mengatakan bahwa visualisasi video menarik karena terdapat gambar dan suara di dalamnya. 3. Penghitungan dilakukan dengan lembar observasi yang telah disusun terhadap jumlah siswa yang tampak aktif selama pembelajaran berlangsung. judul. peneliti dapat menarik beberapa pernyataan sebagai refleksi untuk tindakan berikutnya. Keaktifan siswa selama pembelajaran menulis persuasi mencapai 80 %. terutama dari segi ejaan. Hasil pekerjaan siswa pada siklus II dijadikan pedoman agar kesalahan tidak terjadi lagi pada paragraf yang dibuat pada siklus III ini. Dengan adanya tema tersebut siswa mudah tergali pengalamannya sehingga hasil tulisan lebih berisi. Penekanan materi mengenai penggunaan ejaan dan tata tulis yang diberikan pada siklus II meminimalkan kesalahan tulisan siswa. Tema ini juga dipilih karena amat dekat dengan dunia siswa. tanda baca. guru dan siswa mengulas dan mendiskusikan iklan yang telah ditampilkan. Tema yang dipilih juga menarik karena dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini dapat diamati dari lembar obsevasi yang telah disusun. Kemampuan siswa dalam menempatkan tanda baca terbukti lebih baik dengan adanya bimbingan guru selama menulis dan menyuting. Guru . Pada siklus III guru lebih banyak memberikan motivasi dan semangat pada siswa agar bergairah dalam menulis. di layar proyektor LCD. yaitu siswa menyusun kerangka karangan dan mengembangkannya dalam tulisan persuasi. yaitu dengan memberikan seluruh perhatian pada siswa. dan konjungsi. Kegiatan berikutnya. 2. Siklus III Pada tindakan siklus III. Guru hendaknya tetap mempertahankan teknik pengelolaan kelasnya. guru meminta siswa untuk membaca dan mengecek kembali tulisan yang telah disusun. yaitu sebanyak 29 siswa. Hal ini membuat mereka menjadi bergairah untuk menulis. Hal ini ditandai oleh hal-hal yang telah disebutkan di atas. 1.siswa seusai pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran menulis persuasi memerlukan media iklan dengan tema yang dekat dengan dunia siswa. Pemberian motivasi dari guru terbukti telah dapat meningkatkan kegairahan siswa dalam menulis. 1. Secara lebih rinci. Refleksi tersebut. 3. Berdasarkan analisis di atas. Guru kemudian memberikan sedikit informasi tambahan mengenai tema yang diangkat dalam iklan. Siswa yang tampak pasif lebih berkurang dari siklus sebelumnya. guru menampilkan iklan layanan masyarakat dalam bentuk video dengan tema ’’Membaca’’.

Hal ini terlihat dari hasil kerja siswa berupa tulisan persuasi dan dihitung dari jumlah siswa yang mencapai nilai 65 ke atas. mengatasi keterbatasan ruang. Ketuntasan hasil belajar menulis persuasi mencapai 100%. 1. media juga dapat memberikan perangsang yang sama. waktu. 3. Hal ini terbukti dengan tuntasnya semua siswa dalam menulis persuasi. Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran Menulis Persuasi Tindakan berupa penggunaan media iklan layanan masyarakat yang dilakukan tiap siklus dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis persuasi. Sadiman. Hal ini sesuai dengan pendapat Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 153) bahwa media pembelajaran bertujuan: (1) memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep. Peningkatan Kualitas Hasil Pembelajaran Menulis Persuasi . tindakan pada siklus III ini dapat dikatakan berhasil. (2007: 17) yang menyatakan bahwa media pembelajaran mempunyai manfaat. mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. penggunaan media iklan layanan masyarakat dapat menghasilkan hal-hal berikut. hal ini terlihat dari skor tulisan mereka yang mencapai skor 65 ke atas. Hal ini diamati dari hasil kerja siswa berupa tulisan persuasi dan dihitung dari jumlah siswa yang mampu menulis persuasi dengan benar. Hal ini sependapat dengan Arif S. (2) memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat peserta didik untuk belajar. penelitian dipandang cukup untuk dilaksanakan. Selain itu. Dilihat dari segi hasil pembelajaran. Dilihat dari segi tulisan persuasi siswa.lebih fleksibel dan sering berkeliling untuk membimbing siswa dalam proses menulis. dan keterampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut karakteristik bahan. Peningkatan Kemampuan Guru dalam Mengelola Kelas Dengan adanya media iklan layanan masyarakat terbukti guru dapat mengelola kelas dengan baik dibandingkan saat survei awal. 2. dkk. dan memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya. dan (3) menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik. yaitu sebanyak 35 siswa. Kemampuan siswa dalam mengembangkan ide ke dalam tulisan persuasi mencapai 97 %. memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan. 2. dan daya indera. prinsip. menimbulkan kegairahan belajar. sikap. Oleh karena itu. Dari ketiga siklus tindakan yang telah dilakukan tersebut. Seluruh siswa sudah mampu mencapai batas ketuntasan belajar. Keberhasilan juga dapat dilihat dari tercapainya beberapa indikator yang telah ditetapkan. semua siswa dapat mencapai batas ketuntasan minimal. memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). 3.

ditemukan bahwa tulisan siswa mengalami meningkatan dari segi karakteristik tulisan. siswa sudah tidak banyak melakukan kesalahan dalam hal penempatan tanda baca dan huruf kapital. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sabarti Akhadiah. Peningkatan kualitas hasil pembelajaran menulis persuasi dapat dilihat dari nilai hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. dkk. Media iklan layanan masyarakat yang berupa poster dan video membantu siswa dalam menyusun alur kerangka berpikir. siswa mampu mengumpulkan data untuk dijadikan bahan tulisan. tulisan siswa sudah mengarah pada jenis persuasi. Tabel 1. Selain itu. (1994: 7) bahwa topik yang menarik akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan tulisan. demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya sehingga pada waktu mengajar guru bisa memusatkan perhatian pada penyajiannya. siswa sudah mampu menempatkan konjungsi pada tempatnya. Pembelajaran menulis persuasi dengan menggunakan media iklan layanan masyarakat dapat meningkatkan jumlah siswa yang mendapatkan nilai ketuntasan belajar siswa yang telah ditentukan guru. siswa menjadi bergairah dalam mengembangkannya dalam paragraf persuasi. poster juga menimbulkan daya tarik jika berwarna. Sadiman. Hal ini sesuai dengan pendapat Sri Anitah (2008: 18) bahwa poster berfungsi sebagai penggerak perhatian.Setelah diadakan tindakan selama 3 siklus. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 55 % ( 20 siswa dari 36 siswa). Dari segi ejaan. yaitu sebesar 97 % (37 siswa dari 38 siswa) mampu mencapai batas ketuntasan belajar. Hal ini amat membantu siswa dalam mengimajinasikan pesan yang terdapat dalam video sekaligus membuktikan pendapat Arif S. Dengan pemilihan tema iklan yang menarik dan dikenal. Dari segi karakteristik. Pada siklus III 100 % (semua siswa yang hadir) mampu mencapai ketuntasan belajar (nilai di atas 65). (2007: 74) bahwa video dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dari rangsangan luar lainnya. Dengan gambar yang singkat dan tulisan yang sederhana. dan ejaan. isi poster sudah dapat dimengerti maksudnya. iklan dalam bentuk video dapat menghasilkan efek suara dan gambar yang bergerak. Dari segi substansi. Peningkatan secara signifikan terjadi pada siklus II. Poster mengandung unsur gambar dan kalimat yang mengarahkan siswa pada masalah yang diiklankan. tulisan siswa sudah sesuai dengan tema yang terdapat dalam iklan layanan masyarakat. Persentase Peningkatan Kualitas Proses dan Hasil Pembelajaran Menulis Persuasi . Selain itu. menimbulkan daya tarik dengan maksud menjangkau perhatian. dan mengubungkan pesan-pesannya dengan cepat. substansi. Sementara itu. struktur kalimat. Peningkatan tersebut terus meningkat pada siklus berikutnya. dkk. Dengan melihat kalimat/slogan maupun visualisasi gambar yang tertera pada iklan. Dari segi struktur kalimat. Pernyataan secara rinci dapat dilihat dari persentase peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran menulis persuasi berikut ini.

siklus II mencapai 78. Siklus II. siklus III mencapai 79. yaitu 28 % pada siklus I. Peningkatan yang tajam mencapai 75 poin pada siklus I ke siklus II. dan siklus III. dan 97 % pada siklus III. dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pada indikator yang ditetapkan dari hasil pelaksanaan tindakan siklus I. Peningkatan yang signifikan terjadi pada indikator ke dua. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa mencapai 55 %.22. Penggunaan media iklan layanan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Mojolaban. 3. dan 100 % pada siklus III. 2. Peningkatan tersebut disebabkan siswa sangat akrab dengan tema iklan yang dipilih guru. siklus I mencapai 62. dan 41 % pada siklus III. 2. 91 % pada siklus II. dan siklus III sebesar 100 %. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan proses pembelajaran sebagai berikut: (a) jumlah siswa yang aktif dalam kegiatan apersepsi terus mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Keefektifan media iklan layanan masyarakat juga terbukti dengan fakta bahwa pada siklus ke III semua siswa dapat mencapai nilai ketuntasan hasil belajar (65). yaitu 53 % pada siklus I. Pada survei awal nilai rata-rata kelas mencapai 57. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas yang semakin meningkat dari siklus ke siklus. (e) jumlah siswa yang aktif membuat kerangka paragraf dan mengembangkan paragraf persuasi meningkat. yaitu 66 % pada siklus I. 18.No. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran Kemampuan siswa dalam 19 % mengembangkan ide tulisan persuasi Ketuntasan hasil belajar 55 % siswa Persentase Siklus I 63 % Siklus II 70 % 94 % Siklus III 80 % 97 % 97 % 100 % Berdasarkan data rekapitulasi di atas. dan 77 % pada siklus III (b) jumlah siswa yang aktif memperhatikan penjelasan materi dari guru mengalami peningkatan. (c) jumlah siswa yang aktif memperhatikan iklan layanan masyarakat mengalami peningkatan. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan hal-hal berikut ini. 65 % pada siklus II. siklus II sebesar 97 %. Penggunaan media iklan layanan masyarakat dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Mojolaban. yaitu dari segi pengembangan ide ke dalam tulisan persuasi. (d) jumlah siswa yang aktif dalam diskusi meningkat. 1. 69 % pada siklus II. dan 83 % pada siklus III. 33 % pada siklus II. Saran . yaitu 83 % pada siklus I. yaitu 83 % pada siklus I. 94 % pada siklus II.28. Aktivitas Siswa 1. 68.

3) menyusun manajemen fasilitas di sekolah dengan rapi dan tertib sehingga fasilitas sekolah dapat dimanfaatkan oleh semua warga sekolah terutama guru. Ahmed Yousif dan Ahmed Hamed Al-Rabane. Arief S. Siswa hendaknya: 1) lebih banyak membaca bacaan dan memperluas pengetahuan. peneliti mengajukan saran berikut ini. html-17k. 2005. baik dari sekolah. Metamorfosis Ulat menjadi Kepompong dalam http://re-earchengines. “Harmoni Kecerdasan Intelektual.43 WIB. Anung haryono. Diakses pada tanggal 30 April 2009 pukul 15. diklat. a. seperti seminar pendidikan. 2007. Diakses pada tanggal 29 Mei 2009 pukul 15. R. Yogyakarta: Tiara Wacana. Selain itu. Ari Kusmiatun. 20WIB. 2005. (2) memilih tema iklan layanan masyarakat yang dekat dengan dunia siswa agar siswa lebih antusias dalam menulis persuasi. workshop. Sadiman. salah satu di antaranya adalah iklan layanan masyarakat yang banyak beredar di masyarakat. Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. Kepala Sekolah hendaknya: 1) mendukung segala kegiatan guru dan siswa yang sifatnya inovatif sehingga siswa dan guru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. dan Pemanfaatannya). Pengembangan. dan Rahardjito. Malaysian Online Journal of Instructional Technology dalam http://pppjj. Daftar Rujukan Abdelraheem. Emosional.Berdasarkan simpulan dan implikasi penelitian di atas. Achmad Alfianto.my/mojit/articles/pdf/april05/08-Ahmed-final. Rahardjito.pdf. dan sebagainya. 2) hendaknya memberi kesempatan bagi guru untuk melakukan penelitian dan mengikutsertakan guru dalam forum-forum ilmiah. Menuju Budaya Menulis (Suatu Bunga Rampai). Jakarta: Raja Grafindo Persada. “Utilisation and Benefits of Instructional Media in Teaching Social Studies Perceived by Omani Students”.com/0106achmad. c. dan Spiritual dalam Pembelajaran Menulis” dalam Pangesti Wiedarwati (Editor). Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia hendaknya: 1) dapat menggunakan media iklan layanan masyarakat di kelas dengan lebih terampil dan inovatif. Media Pendidikan (Pengertian. 2) aktif dalam belajar menggali ide tulisan melalui berbagai sumber.usm. rumah. d. maupun media massa. Bagi peneliti yang ingin memanfaatkan media iklan layanan masyarakat dalam pembelajaran menulis persuasi dapat bekerja sama dan berkolaborasi dengan guru yang mengalami permasalahan dalam pembelajaran tersebut. peneliti lain juga dapat memodifikasi media iklan layanan masyarakat dengan metode atau teknik lain untuk mengatasi masalah pembelajaran yang berbeda dan pada objek yang berbeda. 2006. . b.

Aku Bisa Menulis: Panduan Praktis Menulis Kreatif Lengkap. Mulyani Sumantri dan H. 2008.org/journal/Ja_05/Jan_05. 2006. 2007. Surakarta: FKIP UNS. Maidar G. Arsyad. Sabarti Akhadiah. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2007. Moore. Sutopo. Connectivism: A Learning Theory for the Digital Age. 2002. Jurnal Pendidikan Penabur. Communication is the Most Important Skill in Life dalam http://h4nim. 2005. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Sri Anitah. 2001. 1994. Metode Penelitian Kualitatif. Eksposisi. Manajemen Periklanan (Konsep dan Aplikasinya di Indonesia). H. Suwarna. 1995. Suharsimi Arikunto. Gino. Bandung: Maulana. 2005.pdf. Argumentasi dan Narasi. 1998. Surakarta: UNS Press. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Belajar Pembelajaran I. Yogyakarta: Sabda. Rhenald Kasali. H.IV/ Juli 2005 tersedia dalam . Frazier. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. George. 2000. dan Sakura H.. Malang: UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang. Gorys Keraf.com/2006/ 01-600k. Humas (Membangun Citra dengan Komunikasi). Nurudin.30 WIB. Jakarta: Bumi Aksara. dan Supardi.No. 2007. Dasar-Dasar Penulisan. Thomas Wibowo Agung Sutjiono. Bandung: Rosda. H. Hanim. Diakses pada tanggal 27 Mei 29 pukul 11. International Journal Of Instructional Technology and Distace Learning dalam http://itdl.Didik Komaidi.04/ Th. B. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. “Modul Media Pembelajaran”. Jakarta: Airlangga. dkk. Ridwan. __________.Blogsome. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 3. Johar Permana.15 WIB. 1995. Strategi Belajar Mengajar. 2007. Diakses pada tanggal 28 Mei 2008 pukul 19. J. “Pendayagunaan Media Pembelajaran”. Siemens. Pengajaran Mikro. Suhardjono. dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful