P. 1
Penggunaan Media Iklan Layanan Masyarakat Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menulis Persuasi Pada Siswa Kelas x

Penggunaan Media Iklan Layanan Masyarakat Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menulis Persuasi Pada Siswa Kelas x

|Views: 639|Likes:
Published by Hendri Sugiarto

More info:

Published by: Hendri Sugiarto on Aug 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

PENGGUNAAN MEDIA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS PERSUASI PADA SISWA KELAS X-1 SMA

NEGERI I MOJOLABAN (Penelitian Tindakan Kelas)[1] Oleh: Ari Setyaningsih Drs. Swandono, M. Hum. M. Rohmadi, S. S., M. Hum.

ABSTRACT
The approach of this research is a classroom action research. The subject of the research is the students of SMA N I Mojolaban class X-1. The aims of the research are; (1) to improve the quality of teaching process of writing persuasion by using media public service advertising of class X-1 of SMA N I Mojolaban, (2) to improve the quality of students’ writing persuasion by using media public service advertisement of the class X-1 of SMA N I Mojolaban. The technique of collecting data is conducted through the observation, writing test, questionare, interview, and document analysis. Each cycle consist of four steps; (1) planning the action, (2) the action, (3) the observation and interpretation, (4) the analysis and reflection. The improvement of quality of result study is going on the process and the students’ writing persuasion. The percentage of the completion of the study is increasing from one cycle to the next cycle, that’s, 55 % I cycle 1, 97 % in cycle 2, and 100 % in cycle 3. Keyword: media, public service advertising, writing, persuasion. Pendahuluan Selama ini pembelajaran menulis di sekolah belum mendapat tempat yang cukup. Pembelajaran menulis di sekolah hanya mendapat porsi waktu yang sedikit dibandingkan dengan pembelajaran kebahasaan lainnya. Selain itu, guru hanya berorientasi untuk melihat hasil tulisan siswa tanpa membelajarkan proses menulis pada siswa. Akhirnya, tujuan pembelajaran menulis hanya mengarah pada pencapaian kemampuan menulis siswa. Dengan kata lain, siswa hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual. Hal inilah yang menjadikan menulis sebagai suatu beban (Ari Kusmiatun, 2005). Pendapat senada juga diungkapkan oleh Achmad Alfianto (2006) bahwa kegiatan belajarmengajar belum sepenuhnya menekankan pada kemampuan berbahasa namun lebih pada penguasaan materi. Hal ini terlihat dari porsi materi yang tercantum dalam buku paket lebih banyak diberikan dan diutamakan oleh para guru Bahasa Indonesia, sedangkan pelatihan berbahasa yang sifatnya lisan ataupun praktik hanya memiliki porsi yang jauh lebih sedikit. Menurut Bobbi De Porter (dalam Didik Komaidi, 2007: 29) menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri

1 SMA N 1 Mojolaban. Hal ini dimaksudkan agar pikiran dan pengalaman kita dapat dikomunikasikan dan diketahui oleh orang lain.18 dari keseluruhan siswa yang hadir (38). Kajian Literatur .1 SMA N 1 Mojolaban. Penguasaan meteri tersebut sebenarnya dapat ditunjang oleh beberapa faktor sehingga tingkat penguasaan materi meningkat. Melalui penggunaan media iklan layanan masyarakat siswa akan menemukan poin-poin penting karena dalam iklan tersirat permasalahan. Atar Semi. Jadi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di beberapa negara berkembang. salah satu media yang dapat digunakan adalah media layanan masyarakat atau yang dikenal dengan Public Service Advertising. musik. Berdasarkan kenyataan di lapangan. drama. dari 38 siswa yang hadir). Dari iklan ini siswa juga dapat menangkap pesan-pesan moral yang bersifat mendidik serta relevan dengan kondisi di sekitar siswa. terutama tulisan jenis persuasi siswa kelas X-1 SMA N 1 Mojolaban masih rendah. Nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia (65) yang ditetapkan sekolah hanya dicapai oleh 8 siswa dan nilai rata-rata kelas hanya mencapai 57. upaya penanggulangan. termasuk Indonesia. kemampuan menulis. atau departemen. Untuk mengatasi masalah pembelajaran menulis persuasi. film. Hal ini terjadi karena siswa tidak mempunyai kegairahan menulis dan guru lebih menekankan pada teori tentang menulis dengan metode ceramah. dilaporkan bahwa guru merupakan faktor determinan penyebab rendahnya mutu pendidikan di suatu sekolah. keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis hanya mencapai 12 % (5 orang. 1990: 8). Menulis merupakan pemindahan pikiran atau perasaan dalam lambang-lambang bentuk bahasa (M. Hal ini akan memberi dampak yang baik bagi kepekaan siswa terhadap masalah yang sedang terjadi di sekitar mereka. maupun kalimat yang mengarahkan pemirsa atau khalayak kepada sasaran agar berbuat atau bertindak seperti dianjurkan iklan tersebut. 2) meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas kelas X. Pembelajaran menulis ini tidak lepas dari peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran. badan. tulisan yang baik memanfaatkan kedua belahan otak tersebut. Bertolak dari latar belakang masalah di atas. Iklan ini biasanya dikeluarkan oleh instansi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas X. misalnya iklan budaya membaca oleh Departemen Pendidikan Nasional dan iklan bahaya merokok oleh Departemen Kesehatan. Penelitian yang dilakukan International Association for the Evaluation of Education Achievement (2006) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat penguasaan guru terhadap bahan yang diajarkan dengan pencapaian prestasi para siswanya. Dari hasil pengamatan. Dorongan untuk menulis sama dengan dorongan untuk berbicara.(logika). beserta pernyataan yang bersifat mempengaruhi pembaca/pemirsanya. Bentuk iklan layanan masyarakat dapat berupa poster.

dan kemampuan membedakan berbagai hal secara akurat dan valid. Selanjutnya.Nurudin (2007: 4) mengemukakan bahwa menulis adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam rangka mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada orang lain agar mudah dipahami. dan lingkungan adalah media. Tajuk rencana. Menulis bukan hanya sebuah cara untuk mendemonstrasikan hal yang telah diketahui. dan sikap. guru atau dosen. 2000: 18). ide. 2008: 11) Arif S. dan naskah pembicaraan politik adalah contoh tulisan persuasif. 1995: 14). 2007: 29) menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika). alat.(2007: 7) juga memberi batasan mengenai media. Melalui tulisan tersebut segala pesan ataupun maksud dari penulis akan dapat dipahami oleh pembaca. Setiap media merupakan sarana untuk menuju ke suatu tujuan. Persuasi adalah suatu bentuk wacana yang menyimpang dari argumentasi dan khusus berusaha mempengaruhi orang lain (para pembaca atau pendengar) agar melakukan sesuatu bagi orang yang mengadakan persuasi (Gorys Keraf. atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan pebelajar untuk menerima pengetahuan. iklan berbentuk advetorial. dapat disimpulkan bahwa persuasi hampir sama dengan argumentasi. Menurut Hanim (2006) disebutkan bahwa menulis adalah sebuah proses yang dapat dikembangkan kemampuan dalam berpikir dinamis. Dari beberapa pengertian di atas. atau pikiran ke dalam tulisan. Menurutnya. kemampuan analitis. buku ajar. media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan . Menulis memerlukan keterampilan karena diperlukan latihan-latihan yang berkelanjutan. disebutkan pula bahwa menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. Penulis mempersembahkan fakta dan opini yang bisa didapatkan pembacanya untuk mengerti. salah. Media adalah setiap orang. keterampilan. Dengan pengertian itu. Di dalamnya terkandung informasi yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Sri Anitah. menggapai sesuatu itu adalah benar. lebih dari itu menulis adalah cara untuk memahami hal yang telah diketahui tersebut. Gorys Keraf mengartikan persuasi sebagai suatu seni verbal yang bertujuan meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang (Gorys Keraf. dkk. atau di antara keduanya. bahan. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan gagasan. Menurut Bobbi De Porter (dalam Didik Komaidi. Dalam buku lain. seseorang penulis mencoba mengubah pandangan pembaca tentang sebuah permasalahan tertentu. surat pembaca dalam surat kabar dan majalah. Nurudin (2007: 82) menyatakan bahwa melalui persuasi. Persuasi merupakan jenis wacana yang bersifat mempengaruhi dan meyakinkan pembacanya dengan cara memberikan data dan alasan yang logis. Sadiman.

papan. 2) memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat peserta didik untuk belajar. media visual yang diproyeksikan. buletin berita. 2. Bermacam-macam media dapat digunakan sebagai sarana penunjang pembelajaran. Media pembelajaran tentunya memiliki manfaat bagi proses pembelajaran. poster. 3) menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam teknologi karena peserta didik tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu. Penggunaan media memungkinkan guru untuk menghadirkan banyak fenomena fisik dan isu-isu dengan mudah. serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Curzon (dalam Abdelraheem dan Al-Rabane. 1. sikap. diskusi. Media menumbuhkan kemampuan tertentu dalam pembelajaran dan mempertinggi kecakapan intelektual dan kecakapan gerak. Media audio. 2) media audio (ditangkap dengan indera pendengar). bagan. antara lain: televisi. dan minat. 1) media visual (ditangkap dengan indera penglihatan). 3. bagan. peta. Beberapa penggolongan media pembelajaran di atas sekiranya hampir sama. grafik. Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 153). dan 3) media audio visual (ditangkap dengan indera pendengar dan penglihat). filmstrip (film rangkai). b. wawancara. slide suara.pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. antara lain: gambar diam. drama audio. media visual yang tidak diproyeksikan. dan opaque projektor. perhatian. antara lain sebagai berikut. Media audio visual. Masingmasing pakar menyederhanakan jenis media pembelajaran menjadi. 2005: 2) menjelaskan bahwa media pembelajran di kelas dapat memperlebar saluran komunikasi antara guru dengan murid. prinsip. film. antara lain: OHP. video. yang terdiri dari: a. karikatur. serta menarik siswa untuk fokus dalam memperhatikan karakter objek yang disajikan. dan lain-lain. antara lain: program wicara. secara khusus media pembelajaran digunakan dengan tujuan: 1) memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep. dan diagram. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu baik benda maupun lingkungan yang dapat digunakan oleh guru sebagai pengajar untuk menyampaikan pesan berupa bahan ajar atau meteri yang akan disampaikan pada siswa. Media visual. perasaan. Menurut Sri Anitah (2008: 12). . film bingkai (slide). secara umum ada tiga klarifikasi media pembelajaran. dan keterampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut karakteristik bahan.

Moore (2007: 255) iklan layanan masyarakat merupakan iklan yang dikeluarkan oleh bidang Humas dari sebuah organisasi atau institusi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan publik eksternal dan internal. dkk. yaitu pertimbangan kemudahan dan ketersediaan media yang diperlukan. antara lain sebagai berikut. Cost. yaitu kebaruan dari media yang dipilih. Organization. Hal ini berarti. media juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti penjelasan dari guru. yaitu daya dukung atau sarana dari pihak kantor/institusi yang bersangkutan. 2. 5. Selain itu. Technology.. 4. 1. Senada dengan pengertian tersebut. dapat diambil simpulan bahwa kegunaan dan manfaat media pembelajaran adalah membantu guru dalam mengajarkan pesan atau materi ajar dengan mudah kepada peserta didik sehingga dapat memahami dan menguasai pesan-pesan tersebut dengan tepat dan akurat. Periklanan semacam ini dapat mempromisikan ketertiban lalu lintas. 3. Acces. yakni kondisi yang bisa mengancam keserasian dan kehidupan umum. Menurut Thomas Wibowo Agung Sutjiono (2005) secara operasional ada sejumlah pertimbangan dalam memilih media pembelajaran yang tepat. 2005: 4) mendefinisikan pembelajaran sebagai suatu perubahan yang permanen dalam potensi tingkah laku yang berasal dari hasil pengalaman pebelajar dan interaksi dengan dunia. pembelajaran memerlukan komunikasi. hubungan antarras . yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk menyediakan media. yaitu kemudahan dan ketersediaan teknisi yang mengoperasikannya. Novelty. Pembelajaran merupakan situasi yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar dan terjadi interaksi antara siswa dengan guru (Gino. Rhenald Kasali (1995: 201) menyatakan bahwa iklan layanan masyarakat (ILM) merupakan iklan yang tidak semata-mata mencari keuntungan. Dalam iklan tersebut disajikan pesan-pesan sosial yang dimaksudkan untuk membangkitkan kepedulian amsyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi. Dari pengertian tersebut dapat diambil simpulan bahwa pembelajaran merupakan satu kesatuan integral yang terjadi dalam kelas antara guru dengan siswa. 1998: 30). Interactivity. Batasan tersebut memberikan pengertian bahwa pembelajaran tidak terbatas di dalam ruang saja tetapi juga dapat diselenggarakan di luar kelas bahkan luar sekolah. 6. Discroll (dalam Siemens. Media yang lebih baru akan lebih baik dan menarik bagi murid. yaitu media yang memunculkan komunikasi dua arah/ interaktivitas. Komunikasi tersebut dapat terjadi di dalam kelas maupun luar kelas.Dengan demikian.

Apabila dibandingkan dengan iklan jenis lain. mutu lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi serta minat menjadi tenaga pengajar. penyalahgunaan narkotika. Sukoharjo. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA N 1 Mojolaban tahun ajaran 2008/2009. Adapun jumlah siswa di kelas ini adalah 38 siswa dan objek penelitian berupa pembelajaran menulis persuasi di kelas X-1. Mojolaban. 2007: 104). Tahap berikutnya adalah pelaksanaan . Siklus yang berkelanjutan tersebut digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis. yakni mulai bulan Desember 2008 sampai dengan April 2009. bahwa masih banyak ketimpangan-ketimpangan sosial yang harus dibenahi demi keteraturan dan keseimbangan lingkungan. (3) isi pesannya menggunakan kata imbauan atau anjuran. Sekolah ini beralamat di Jalan Batara Surya No. perkelahian antarpelajar. 10. 1995: 206). dan tujuan-tujuan lain untuk kebaikan masyarakat. dapat diketahui bahwa iklan layanan masyarakat berusaha mempengaruhi masyarakat agar mau melihat keadaan sekitarnya. (2) isi pesannya bersifat umum. antara lain masalah kebakaran hutan dan penebangan hutan secara liar. antara lain: (1) menggugah kesadaran pemirsa untuk berbuat sesuatu. Iklan layanan masyarakat mempunyai tema-tema yang menarik dan dapat dijadikan kerangka oleh siswa ke dalam sebuah tulisan persuasi. Dalam siklus tersebut penelitian tindakan diawali dengan perencanaan tindakan (planning) (Suharsimi Arikunto. Berkaitan dengan media pembelajaran. program ekologi. korupsi. Wirun. produk-produk yang tidak bermutu dan membahayakan umum. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Mojolaban. Prinsip utama dalam PTK adalah adanya pemberian tindakan yang diaplikasikan dalam siklus-siklus yang berkelanjutan. dkk. kesadaran yang masih rendah di kalangan produsen untuk memasang peralatan untuk mencegah bahaya polusi. Ada tiga hal pokok yang dapat dilihat dengan munculnya iklan layanan masyarakat. iklan layanan masyarakat dapat digunakan sebagai media pembelajaran menulis. penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. kesegaran jasmani. iklan layanan masyarakat tepat digunakan sebagai media pembelajaran menulis persuasi. dan lain sebagainya (Rhenald Kasali. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan melihat permasalahan yang dapat diiklankan melalui iklan layanan masyarakat. iklan layanan masyarakat mempunyai lebih banyak kelebihan. Tahap persiapan sampai pada tahap pelaporan hasil penelitian dilaksanakan selama 5 bulan. kesempatan kerja yang sama. Oleh karena itu. Sejumlah masalah yang sangat merisaukan dan dapat disampaikan lewat iklan layanan masyarakat. Tema tersebut kemudian dapat dikaitkan dengan fenomana/masalah yang ada di sekitar siswa.. Hal ini sejalan dengan sifat iklan yang berusaha mempengaruhi dan membujuk pembaca atau pemirsanya. pencegahan kebakaran hutan. khususnya menulis persuasi yang bersifat mengajak dan mempengaruhi pembaca atau pemirsa.yang lebih baik. pentingnya bahasa Inggris dalam pergaulan internasional. kriminalitas.

Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang ditempuh dengan cara: 1) pengumpulan data. Dalam pelaksanaan PTK ini. 2) reduksi data.1 dan guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas tersebut. meliputi siswa kelas X. yaitu pengambilan intisari dari sajian data yang telah diorganisasikan dalam bentuk pernyataan atau kalimat yang singkat. pengamatan (observing). Artinya. yaitu dengan menganalisis dokumen yang telah didapatkan dari hasil observasi. atau bentuk lainnya. hasil belajar siswa berupa tulisan persuasi. 3) dokumen. nilai siswa. Untuk menguji kevaliditasan data maka digunakan teknik triangulasi data. Sutopo.1 SMA N 1 Mojolaban. 2002: 96).tindakan (acting). yaitu proses pembelajaran menulis persuasi yang terjadi di kelas X-1 Mojolaban. dan (4) analisis dan refleksi. grafik. yaitu teknik yang digunakan untuk menguji kebenaran dengan mengacu kebenaran data yang diperoleh dari satu informan dengan informan lain. yaitu teknik yang digunakan dengan menggunakan perspektif lebih dari satu teori dalam membahas masalah yang dikaji. yang setiap siklusnya tercakup 4 kegiatan. yaitu dengan memberikan tugas kepada siswa untuk menulis persuasi sebelum dan sesudah tindakan penggunaan media iklan layanan masyarakat guna mengetahui perbedaan dan perkembangan atau keberhasilan pelaksanaan tindakan. yaitu mengumpulkan semua data dari penelitian. meliputi: iklan layanan masyarakat. penelitian ini dilakukan secara berulang dan berkelanjutan sampai tujuan penelitian dapat tercapai. dan catatan lapangan hasil wawancara yang telah ditranskrip. 3) tes. 4) angket. catatan lapangan hasil observasi selama proses pembelajaran. padat. dan bermakna (Milles dan Huberman dalam H. 4) penyimpulan. yaitu dengan cara meminta informan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan penelitian yang digunakan. Teknik pengumpulan data adalah dengan teknik: 1) observasi. yaitu suatu upaya menampilkan data secara jelas dan mudah dipahami dalam paparan naratif. mekanisme kerjanya diwujudkan dalam bentuk siklus (3 siklus). 3) paparan data. dan refleksi (reflecting). yang meliputi: 1) triangulasi metode. 2) informan. 3) triangulasi teori. Keempat aspek tersebut berjalan secara dinamis. 5) analisis dokumen. yaitu: 1) tempat dan peristiwa. (2) pelaksanaan. 2) triangulasi sumber data. B. yaitu teknik untuk menguji kebenaran dengan membandingkan data yang diperoleh dari hasil observasi dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara. Pada penelitian ini peneliti menggunakan sumber data dokumen yang berupa foto pembelajaran dan catatan lapangan. (3) observasi dan interpretasi. yaitu proses penyederhanaan data yang dilakukan melalui seleksi pengelompokan dan pengorganisasian data mentah menjadi sebuah informasi bermakna. yaitu dengan melakukan pengamatan proses pembelajaran menulis persuasi untuk melihat perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Pelaksanaan . 2) wawancara. foto-foto pembelajaran. Penelitian ini menggunakan tiga sumber. yaitu dilakukan terhadap guru mata pelajaran Bahasa Indonesia serta siswa kelas X. yaltu (1) perencanaan. PTK merupakan penelitian yang bersiklus.

28. Tulisan yang ide dikembangkan dengan dengan baik dilihat dari segi substansi yang cukup. Setelah mengawali pelajaran dengan penguatan materi menulis persuasi. halaman 130). Berdasarkan nilai rata-rata kelas. 3. yaitu sebanyak 22 siswa. dan mempu mempengaruhi pembaca. siswa menyunting hasil tulisan teman sebangkunya. siswa merevisi dengan menuliskan kembali tulisan yang telah disunting teman sebangkunya. terjadi peningkatan sebesar 5. Siswa yang kurang aktif umumnya berada di bagian belakang dan dekat tembok. penggunaan media iklan layanan masyarakat dengan poster kurang menarik karena poster tersebut kurang baik dari segi cetakannya dan beberapa tulisan tidak tertera dengan jelas. dibandingkan dengan rata-rata pada saat pretes. poster tidak dapat bergerak sehingga terkesan monoton untuk dilihat. menarik. Berdasarkan tugas individu menulis persuasi dapat diidentifikasi bahwa 55 % (20 siswa) mendapat nilai di atas batas ketuntasan yang ditentukan (65). Siklus I Pada siklus I iklan layanan masyarakat berupa poster yang bertema ”Larangan Merokok. 1. 18 menjadi 62. sesuai dengan tema yang diiklankan. Hal ini juga . dan aktif mengembangkan kerangka karangan ke dalam tulisan persuasi. Siswa yang mampu mengembangkan ide ke dalam tulisan persuasi mencapai 19 % (7 siswa). 4. Guru juga menentukan aspek-aspek penyuntingan yang harus dijadikan menyunting bagi siswa. Berdasarkan hasil observasi. Hal ini disebabkan guru terlalu sering berada di depan kelas sehingga siswa bagian belakang merasa kurang diperhatikan (lihat lampiran 10. Hasil Penelitian dan Pembahasan Dari tindakan yang telah dilakukan dalam tiga siklus. Selanjutnya. Pertemuan kedua pada siklus I. guru memfokuskan pada kegiatan menyunting tulisan yang telah dibuat siswa. mengamati iklan layanan masyarakat dengan saksama. yang setiap siklusnya selalu dilakukan perbaikan untuk menyempurnakan tindakan selanjutnya. Selain itu. Siswa yang aktif selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung sebesar 63 %. Mereka tampak kurang memerhatikan dan bercanda dengan teman sebangku. ditemukan adanya peningkatan kualitas hasil maupun kualitas proses pembelajaran. Hal ini diamati dari hasil tulisan persuasi siswa.penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Hal ini dilihat dari aktifitas siswa dalam memperhatikan apersepsi dan penjelasan guru. observasi yang telah dilakukan mendapatkan beberapa hal sebagai berikut 1. 2. aktif dalam diskusi. Secara rinci diuraikan dalam paparan berikut.1 poin dari 57. Penghitungan tersebut berpedoman pada lembar observasi yang telah disusun terhadap jumlah siswa yang tampak aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Secara lebih rinci. Pada pertemuan pertama siswa menyusun karangan persuasi berdasarkan tema iklan layanan masyarakat tersebut.

antara lain guru masih kurang dapat mengondisikan siswa. Pada saat penayangan video guru tidak menepati waktu yang ditentukan. guru masih mempersiapkan LCD. kesalahan penggunaan ejaan dan konjungsi dalam kalimat sudah mulai berkurang. yaitu dari 62.4 poin. peningkatan nilai rata-rata kelas terjadi sebesar 16. Hal ini terlihat dari hasil kerja siswa berupa tulisan persuasi dan dihitung dari jumlah siswa yang memperoleh nilai 65 ke atas. Penghitungan dilakukan dengan lembar observasi yang telah disusun terhadap jumlah siswa yang tampak aktif selama pembelajaran berlangsung. Keaktifan siswa selama pembelajaran menulis persuasi mencapai 70 %. Seusai memutarkan iklan dalam layar proyektor LCD. masih ada beberapa siswa yang belum mampu menulis persuasi dengan benar. Siklus II Pada siklus II. guru menampilkan iklan layanan masyarakat dalam bentuk video dengan tema ”Helm Standar”. yaitu sebanyak 36 siswa. 3. media poster bersifat monoton jika dilihat. Pada siklus I hampir semua siswa sudah mampu menemukan karakteristik tulisan persuasi meskipun ada yang masih belum tuntas dalam mengolah ide. Saat siswa sudah berada di kelas. yaitu sebanyak 35 siswa.28 menjadi 78. 1. Nilai tertinggi siswa. Dalam siklus ini.terjadi karena pada saat pretes. Dalam video terdapat gambar dan suara sehingga siswa tidak bosan mengamatinya. 2. Untuk menyegarkan suasana. Adapun respon siswa terhadap tindakan pada siklus II adalah siswa menyukai media yang digunakan guru. 2. Guru juga belum mengondisikan siswa untuk tertib di tempat duduk masing-masing. Sebagian besar masih menulis argumentasi dan eksposisi. Kemampuan siswa dalam mengembangkan ide ke dalam tulisan persuasi mencapai 94 %. Siswa lebih banyak yang memberikan respon terhadap umpan yang dilontarkan guru. Hal ini diindikasikan oleh hal-hal yang disebutkan di atas. Dari segi hasil tulisan. yaitu sebanyak 27 siswa. Beberapa kelemahan yang terlihat oleh guru dalam pelaksanaan tindakan siklus II. sedangkan nilai terendah adalah 49. Selain itu. yaitu 93 dan nilai terendah 64. Hal ini diamati dari hasil pekerjaan siswa berupa tulisan persuasi dan dihitung dari jumlah siswa yang mampu mengembangkan ide tulisan dengan baik. observasi yang telah dilakukan mendapatkan beberapa hal berikut ini. guru kembali memutarkan iklan tersebut dan meminta siswa mempersuasikan ilustrasi iklan tersebut dalam sebuah paragraf. Berdasarkan wawancara tidak berstruktur dengan . Secara lebih rinci.68. siswa sudah mulai mencantumkan judul karangan dan semua tulisan sudah mengacu pada permasalahan yang diangkat dalam iklan layanan masyarakat. Ketuntasan hasil belajar menulis persuasi mencapai 97 %. guru memberikan sedikit ulasan dan memberi umpan balik dengan menggali pengalaman siswa yang berkaitan dengan helm standar dalam kehidupan sehari-hari. Adapun nilai tertinggi pada siklus I adalah 86. Hal ini disebabkan pada siklus I.

Berdasarkan analisis di atas. Dengan adanya tema tersebut siswa mudah tergali pengalamannya sehingga hasil tulisan lebih berisi. Hal ini membuat mereka menjadi bergairah untuk menulis. judul. Kemampuan siswa dalam menempatkan tanda baca terbukti lebih baik dengan adanya bimbingan guru selama menulis dan menyuting. yaitu dengan memberikan seluruh perhatian pada siswa.siswa seusai pembelajaran. Secara lebih rinci. guru dan siswa mengulas dan mendiskusikan iklan yang telah ditampilkan. Pemberian motivasi dari guru terbukti telah dapat meningkatkan kegairahan siswa dalam menulis. peneliti dapat menarik beberapa pernyataan sebagai refleksi untuk tindakan berikutnya. Guru hendaknya tetap mempertahankan teknik pengelolaan kelasnya. mereka mengatakan bahwa visualisasi video menarik karena terdapat gambar dan suara di dalamnya. 1. di layar proyektor LCD. Pelaksanaan pembelajaran menulis persuasi memerlukan media iklan dengan tema yang dekat dengan dunia siswa. observasi yang dilakukan peneliti menghasilkan beberapa hal berikut ini. 3. Guru . Hal ini disebabkan guru telah mampu mengondisikan kelas dan memposisikan diri dengan baik. Guru kemudian memberikan sedikit informasi tambahan mengenai tema yang diangkat dalam iklan. antara lain sebagai berikut. terutama dari segi ejaan. 2. Tema yang dipilih juga menarik karena dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini ditandai oleh hal-hal yang telah disebutkan di atas. Kegiatan berikutnya. guru meminta siswa untuk membaca dan mengecek kembali tulisan yang telah disusun. yaitu siswa menyusun kerangka karangan dan mengembangkannya dalam tulisan persuasi. yaitu sebanyak 29 siswa. Penghitungan dilakukan dengan lembar observasi yang telah disusun terhadap jumlah siswa yang tampak aktif selama pembelajaran berlangsung. Karena alokasi waktu pelajaran akan segera habis. Hasil pekerjaan siswa pada siklus II dijadikan pedoman agar kesalahan tidak terjadi lagi pada paragraf yang dibuat pada siklus III ini. Pada siklus III guru lebih banyak memberikan motivasi dan semangat pada siswa agar bergairah dalam menulis. Keaktifan siswa selama pembelajaran menulis persuasi mencapai 80 %. dan konjungsi. tanda baca. Siklus III Pada tindakan siklus III. Siswa yang tampak pasif lebih berkurang dari siklus sebelumnya. Refleksi tersebut. 1. 3. Tema ini juga dipilih karena amat dekat dengan dunia siswa. Hal ini dapat diamati dari lembar obsevasi yang telah disusun. Penekanan materi mengenai penggunaan ejaan dan tata tulis yang diberikan pada siklus II meminimalkan kesalahan tulisan siswa. guru menampilkan iklan layanan masyarakat dalam bentuk video dengan tema ’’Membaca’’.

Hal ini terbukti dengan tuntasnya semua siswa dalam menulis persuasi. mengatasi keterbatasan ruang. dan (3) menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik. 3. Ketuntasan hasil belajar menulis persuasi mencapai 100%. prinsip. Peningkatan Kualitas Hasil Pembelajaran Menulis Persuasi . (2) memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat peserta didik untuk belajar. Dilihat dari segi hasil pembelajaran. Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran Menulis Persuasi Tindakan berupa penggunaan media iklan layanan masyarakat yang dilakukan tiap siklus dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis persuasi. 2. waktu. 1. Selain itu. Dilihat dari segi tulisan persuasi siswa. dan keterampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut karakteristik bahan. menimbulkan kegairahan belajar. dan daya indera. hal ini terlihat dari skor tulisan mereka yang mencapai skor 65 ke atas. Seluruh siswa sudah mampu mencapai batas ketuntasan belajar. yaitu sebanyak 35 siswa. penggunaan media iklan layanan masyarakat dapat menghasilkan hal-hal berikut. Hal ini diamati dari hasil kerja siswa berupa tulisan persuasi dan dihitung dari jumlah siswa yang mampu menulis persuasi dengan benar. penelitian dipandang cukup untuk dilaksanakan. Dari ketiga siklus tindakan yang telah dilakukan tersebut.lebih fleksibel dan sering berkeliling untuk membimbing siswa dalam proses menulis. sikap. tindakan pada siklus III ini dapat dikatakan berhasil. 2. Kemampuan siswa dalam mengembangkan ide ke dalam tulisan persuasi mencapai 97 %. Oleh karena itu. Sadiman. (2007: 17) yang menyatakan bahwa media pembelajaran mempunyai manfaat. media juga dapat memberikan perangsang yang sama. memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan. Peningkatan Kemampuan Guru dalam Mengelola Kelas Dengan adanya media iklan layanan masyarakat terbukti guru dapat mengelola kelas dengan baik dibandingkan saat survei awal. mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. dan memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya. Hal ini terlihat dari hasil kerja siswa berupa tulisan persuasi dan dihitung dari jumlah siswa yang mencapai nilai 65 ke atas. 3. memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). Hal ini sependapat dengan Arif S. Keberhasilan juga dapat dilihat dari tercapainya beberapa indikator yang telah ditetapkan. dkk. semua siswa dapat mencapai batas ketuntasan minimal. Hal ini sesuai dengan pendapat Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 153) bahwa media pembelajaran bertujuan: (1) memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep.

Persentase Peningkatan Kualitas Proses dan Hasil Pembelajaran Menulis Persuasi .Setelah diadakan tindakan selama 3 siklus. iklan dalam bentuk video dapat menghasilkan efek suara dan gambar yang bergerak. Sadiman. Selain itu. siswa mampu mengumpulkan data untuk dijadikan bahan tulisan. Dengan melihat kalimat/slogan maupun visualisasi gambar yang tertera pada iklan. Peningkatan tersebut terus meningkat pada siklus berikutnya. Media iklan layanan masyarakat yang berupa poster dan video membantu siswa dalam menyusun alur kerangka berpikir. Selain itu. Peningkatan secara signifikan terjadi pada siklus II. Dengan gambar yang singkat dan tulisan yang sederhana. struktur kalimat. dkk. ditemukan bahwa tulisan siswa mengalami meningkatan dari segi karakteristik tulisan. Pada siklus III 100 % (semua siswa yang hadir) mampu mencapai ketuntasan belajar (nilai di atas 65). isi poster sudah dapat dimengerti maksudnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sri Anitah (2008: 18) bahwa poster berfungsi sebagai penggerak perhatian. Dari segi karakteristik. yaitu sebesar 97 % (37 siswa dari 38 siswa) mampu mencapai batas ketuntasan belajar. Peningkatan kualitas hasil pembelajaran menulis persuasi dapat dilihat dari nilai hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. dan ejaan. menimbulkan daya tarik dengan maksud menjangkau perhatian. siswa sudah mampu menempatkan konjungsi pada tempatnya. tulisan siswa sudah mengarah pada jenis persuasi. Dengan pemilihan tema iklan yang menarik dan dikenal. Dari segi struktur kalimat. substansi. Poster mengandung unsur gambar dan kalimat yang mengarahkan siswa pada masalah yang diiklankan. Dari segi ejaan. siswa menjadi bergairah dalam mengembangkannya dalam paragraf persuasi. Tabel 1. poster juga menimbulkan daya tarik jika berwarna. dan mengubungkan pesan-pesannya dengan cepat. siswa sudah tidak banyak melakukan kesalahan dalam hal penempatan tanda baca dan huruf kapital. Pembelajaran menulis persuasi dengan menggunakan media iklan layanan masyarakat dapat meningkatkan jumlah siswa yang mendapatkan nilai ketuntasan belajar siswa yang telah ditentukan guru. Hal ini amat membantu siswa dalam mengimajinasikan pesan yang terdapat dalam video sekaligus membuktikan pendapat Arif S. dkk. Dari segi substansi. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 55 % ( 20 siswa dari 36 siswa). demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya sehingga pada waktu mengajar guru bisa memusatkan perhatian pada penyajiannya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sabarti Akhadiah. (1994: 7) bahwa topik yang menarik akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan tulisan. Pernyataan secara rinci dapat dilihat dari persentase peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran menulis persuasi berikut ini. Sementara itu. tulisan siswa sudah sesuai dengan tema yang terdapat dalam iklan layanan masyarakat. (2007: 74) bahwa video dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dari rangsangan luar lainnya.

Siklus II. yaitu 83 % pada siklus I. 65 % pada siklus II. (d) jumlah siswa yang aktif dalam diskusi meningkat.No. (e) jumlah siswa yang aktif membuat kerangka paragraf dan mengembangkan paragraf persuasi meningkat. Keefektifan media iklan layanan masyarakat juga terbukti dengan fakta bahwa pada siklus ke III semua siswa dapat mencapai nilai ketuntasan hasil belajar (65). 18. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran Kemampuan siswa dalam 19 % mengembangkan ide tulisan persuasi Ketuntasan hasil belajar 55 % siswa Persentase Siklus I 63 % Siklus II 70 % 94 % Siklus III 80 % 97 % 97 % 100 % Berdasarkan data rekapitulasi di atas. dan 97 % pada siklus III. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan proses pembelajaran sebagai berikut: (a) jumlah siswa yang aktif dalam kegiatan apersepsi terus mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Saran . dan siklus III. 2. yaitu 53 % pada siklus I.28. yaitu 66 % pada siklus I. siklus II sebesar 97 %. 2. Peningkatan yang tajam mencapai 75 poin pada siklus I ke siklus II. Penggunaan media iklan layanan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Mojolaban. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan hal-hal berikut ini. 33 % pada siklus II. dan 83 % pada siklus III. dan siklus III sebesar 100 %. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas yang semakin meningkat dari siklus ke siklus. dan 77 % pada siklus III (b) jumlah siswa yang aktif memperhatikan penjelasan materi dari guru mengalami peningkatan. siklus III mencapai 79. dan 41 % pada siklus III. 1. dan 100 % pada siklus III. 69 % pada siklus II. 3. 68. Peningkatan yang signifikan terjadi pada indikator ke dua. yaitu 83 % pada siklus I. yaitu dari segi pengembangan ide ke dalam tulisan persuasi. Penggunaan media iklan layanan masyarakat dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Mojolaban. siklus I mencapai 62. siklus II mencapai 78. Peningkatan tersebut disebabkan siswa sangat akrab dengan tema iklan yang dipilih guru.22. 91 % pada siklus II. Aktivitas Siswa 1. yaitu 28 % pada siklus I. (c) jumlah siswa yang aktif memperhatikan iklan layanan masyarakat mengalami peningkatan. 94 % pada siklus II. dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pada indikator yang ditetapkan dari hasil pelaksanaan tindakan siklus I. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa mencapai 55 %. Pada survei awal nilai rata-rata kelas mencapai 57.

Bagi peneliti yang ingin memanfaatkan media iklan layanan masyarakat dalam pembelajaran menulis persuasi dapat bekerja sama dan berkolaborasi dengan guru yang mengalami permasalahan dalam pembelajaran tersebut. Menuju Budaya Menulis (Suatu Bunga Rampai). Achmad Alfianto. 3) menyusun manajemen fasilitas di sekolah dengan rapi dan tertib sehingga fasilitas sekolah dapat dimanfaatkan oleh semua warga sekolah terutama guru. “Utilisation and Benefits of Instructional Media in Teaching Social Studies Perceived by Omani Students”. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Rahardjito. d. 20WIB. dan Pemanfaatannya). Arief S. Metamorfosis Ulat menjadi Kepompong dalam http://re-earchengines. Ahmed Yousif dan Ahmed Hamed Al-Rabane. Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. maupun media massa. 2) hendaknya memberi kesempatan bagi guru untuk melakukan penelitian dan mengikutsertakan guru dalam forum-forum ilmiah. “Harmoni Kecerdasan Intelektual.my/mojit/articles/pdf/april05/08-Ahmed-final. R. 2005. dan Spiritual dalam Pembelajaran Menulis” dalam Pangesti Wiedarwati (Editor). Yogyakarta: Tiara Wacana. baik dari sekolah.pdf. html-17k.43 WIB. . Sadiman. 2005. diklat. Diakses pada tanggal 30 April 2009 pukul 15.Berdasarkan simpulan dan implikasi penelitian di atas. Malaysian Online Journal of Instructional Technology dalam http://pppjj. 2) aktif dalam belajar menggali ide tulisan melalui berbagai sumber. a. dan Rahardjito. c. Media Pendidikan (Pengertian. Daftar Rujukan Abdelraheem. rumah. Emosional. workshop. Siswa hendaknya: 1) lebih banyak membaca bacaan dan memperluas pengetahuan. Pengembangan. Anung haryono. dan sebagainya. 2006.usm. b.com/0106achmad. (2) memilih tema iklan layanan masyarakat yang dekat dengan dunia siswa agar siswa lebih antusias dalam menulis persuasi. peneliti mengajukan saran berikut ini. Diakses pada tanggal 29 Mei 2009 pukul 15. Selain itu. Ari Kusmiatun. 2007. seperti seminar pendidikan. Kepala Sekolah hendaknya: 1) mendukung segala kegiatan guru dan siswa yang sifatnya inovatif sehingga siswa dan guru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. peneliti lain juga dapat memodifikasi media iklan layanan masyarakat dengan metode atau teknik lain untuk mengatasi masalah pembelajaran yang berbeda dan pada objek yang berbeda. Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia hendaknya: 1) dapat menggunakan media iklan layanan masyarakat di kelas dengan lebih terampil dan inovatif. salah satu di antaranya adalah iklan layanan masyarakat yang banyak beredar di masyarakat.

Mulyani Sumantri dan H.Didik Komaidi. Frazier. dkk. 2001. dan Sakura H. Metode Penelitian Kualitatif. Aku Bisa Menulis: Panduan Praktis Menulis Kreatif Lengkap. Jakarta: Airlangga. Suharsimi Arikunto. Sutopo. Surakarta: FKIP UNS. 2002. George. dan Supardi. 2007. “Pendayagunaan Media Pembelajaran”. Suhardjono. Humas (Membangun Citra dengan Komunikasi). Strategi Belajar Mengajar. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.pdf. Maidar G. Gorys Keraf.No. 2007. Johar Permana. Argumentasi dan Narasi. Nurudin. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 3. H. Bandung: Rosda.15 WIB. Hanim. 2005. Suwarna. International Journal Of Instructional Technology and Distace Learning dalam http://itdl. Thomas Wibowo Agung Sutjiono. Sri Anitah. Communication is the Most Important Skill in Life dalam http://h4nim. Dasar-Dasar Penulisan. H. Pengajaran Mikro. “Modul Media Pembelajaran”. Yogyakarta: Sabda. Bandung: Maulana.IV/ Juli 2005 tersedia dalam . Jurnal Pendidikan Penabur. Jakarta: Bumi Aksara. B.30 WIB. 1994. Gino. 1998.04/ Th. 2007. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. Manajemen Periklanan (Konsep dan Aplikasinya di Indonesia). Eksposisi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Belajar Pembelajaran I.org/journal/Ja_05/Jan_05. Surakarta: UNS Press. H. 2000. Diakses pada tanggal 27 Mei 29 pukul 11.com/2006/ 01-600k. Connectivism: A Learning Theory for the Digital Age. Malang: UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang. 1995.Blogsome. dkk. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Sabarti Akhadiah. 2006. Siemens. J. Arsyad. Moore. Rhenald Kasali. 2005. Ridwan.. __________. 2008. Diakses pada tanggal 28 Mei 2008 pukul 19. 1995. Yogyakarta: Tiara Wacana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->