http://mdgs- dev.bps.go.

id/

Anda pengunjung ke: 5156 IP Address: 223.255.226.143

MDGs Millennium Development Goals
Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Milenium, adalah sebuah paradigma pembangunan global, dideklarasikan Konperensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 55/2 Tangga 18 September 2000, (A/Ris/55/2 United Nations Millennium Development Goals). Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitment untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isuisu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan. Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu:

1. 2. 3. 4.

Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan, Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua, Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan, Menurunkan Angka Kematian Anak,

seorang pria menyahut: “maaf. (2) Mencapai pendidikan dasar untuk semua. dan Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan. Meskipun secara glonal ditetapkan 48 indikator namun implementasinya tergantung pada setiap negara disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan data yang digunakan untuk mengatur tingkat kemajuannya. (7) Memastikan kelestarian lingkungan hidup. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup. 8. Saya tidak akan pernah melarang isteri saya untuk bekerja dan berkarya. Mendengar jawaban tersebut. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs. (3) Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. (4) Menurunkan angka kematian anak. Indikator global tersebut bersifat fleksibel bagi setiap negara. Malaria dan Penyakit Menular Lainnya.” Sebagian teman mendukung dan sisanya . Memerangi HIV/AIDs.5. 6. Setiap tujuan menetapkan satu atau lebih target serta masing-asing sejumlah indikator yang akan diukur tingkat pencapaiannya atau kemajuannya pada tenggat waktu hingga tahun 2015. saya tidak sependapat. Meningkatkan Kesehatan Ibu.” ujar salah seorang peserta reality show di sebuah televisi swasta. dan penyakit menular lainnya. (5) Meningkatkan kesehatan ibu. Negera-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya. Malaria.(6) Memerangi HIV/AIDS. (8) Mengembangkan kemitraan global. kebutuhan dalam rumah tangga harus ditanggung bersama antara suami-isteri. Secara global ditetapkan 18 target dan 48 indikator. Menurut saya. ICCPR Protocols International Covenant on Civil and Political Rights (1966) and its two (1966 and 1989) SEKALI LAGI TENTANG GENDER Indira Gandhi “Menurut saya. Supp Deklarasi Millenium Development Goals (MDGs) yang menjadi komitmen 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Millenium pada bulan September tahun 2000 yang lalu menetapkan 8 kelompok tujuan yang akan dicapai pada tahun 2015 yaitu: (1) Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. mencari uang adalah kewajiban dari suami. termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Isteri cukup menjaga rumah. 7.

sebuah target. Di Norwegia. Seorang suami yang bertanggung jawab harus mampu menafkahi isterinya lahir batin. Keadilan gender juga memiliki banyak dimensi yang melibatkan institusi sosial. Banyak yang berpandangan bahwa kesetaraan gender di Barat berjalan lebih baik dari belahan bumi manapun. pasti memiliki ciri khas permasalahan gender-nya. hingga peningkatan peran politik. Tapi tunggu dulu. Jauh sebelumnya. Banyak sekali aspek institusi sosial yang terlibat: kesehatan. Dunia didorong untuk memperhatikan hak perempuan dalam mendapat perlindungan dan memperoleh hak-haknya sesuai dengan deklarasi universal HAM serta berbagai konvenan seperti ICCPR (Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik) dan ICESCR (Internasional Kovenan Hak-hak Ekonomi. Tapi jumlah besar ini nyatanya . termasuk oleh acara sekaliber Oprah Winfrey Show. menjelaskan kerumitan ini. Semakin rendah GDI. media. pertanyannya adalah apakah sekolah.membantah. Meski bersifat dinamis. total perempuan yang duduk sebagai pemimpin perusahaan-perusahaan besar mencapai seperempatnya. Kita tahu bahwa peningkatan peran perempuan sudah meningkat dalam dasawarsa terakhir. partisipasi ekonomi. Tingkat pembangunan gender atau GDI (Gender Development Indeks) Norwegia tahun 2009 adalah tertinggi di dunia yakni 0. Selama hampir delapan tahun. pendidikan. terlepas dari apakah ia negara ‘maju’ atau bukan. Setiap negara. Sosial dan Budaya).” Perdebatan ini tidak hanya berlangsung di ranah reality show. dan keluarga mampu beradaptatif dengan cepat demi memenuhi MDGs? Laporan khusus bertajuk ‘female factor’ dari New York Times (NYT) yang berisi liputan peran perempuan dari berbagai kawasan di dunia. Pelecehan terhadap perempuan seperti yang terjadi di China dan Afrika memang sudah dikritik habis media internasional.961 dari skala 0 (terendah) hingga 1 (tertinggi). Teori konstruksi sosial menjelaskan bahwa pria dan wanita secara aktif terlibat dalam konstruksi identitas mereka. MDGs adalah sebuah gerakan universal agar perempuan tidak menjadi objek tetapi subjek dalam pembangunan sekaligus sebuah mainstream. praktik feminin dan maskulin tergantung situasi dan kepercayaan masing-masing dan sangat dipengaruhi praktik kolektif dalam lembaga masyarakat seperti sekolah. tidak! Tidak bisa begitu. Konstruksi sosial tidak mudah berubah dengan sebuah target. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sudah menggagas ‘promote gender equality and empower women’ sebagai salah satu target pembangunan milenium (MDGs) pada 2015. dunia sudah sibuk membahas isu peran perempuan dalam berbagai dimensi. media. “Apa salahnya perempuan bekerja?” “Oh. Pernyataan ini tak sepenuhnya tepat. PBB menghendaki penurunan angka kesenjangan gender. maka semakin besar kesenjangan antar gender yang terjadi di negara tersebut. Secara garis besar. Artinya. 80% perempuan bekerja di luar rumah dan hampir separuh menterinya adalah perempuan. Peningkatan peran perempuan ini memperhatikan kualitas atau sekedar mengejar kuantitas? Pasalnya. dan keluarga.

Jumlah dokter perempuan meningkat. Perempuan juga mendominasi posisi manajemen menengah di berbagai perusahaan. perempuan lebih moody daripada pria. bias gender memang tak begitu kentara. atau kerabat dari pemimpin sebelumnya (NYT. Mereka masih kakak-beradik. Apabila kita membaca Pos Kota. bukan substansi. tingkat kelahiran per perempuan Jerman hanya mencapai 1. 7 Februari 2010). isteri. partisipasi perempuan Jerman dalam pekerjaan juga sangat tinggi. halaman utama umumnya bertutur tentang penemuan mayat korban mutilasi dan pemerkosaan. GDI (Gender Development Index) Indonesia memang meningkat dari 0. terutama dalam perkantoran atau organisasi. PM Bangladesh. Sang pemimpin harus mampu memperlihatkan pada publik bahwa dirinya tidak cengeng dan kuat untuk menjadi pemimpim militer. Tapi masih ada 89 negara lain yang rasionya lebih baik dari Indonesia. Minko Gerdjikov. Sejumlah pemimpin perempuan Asia memang bermunculan. Gloria Macapagal Arroyo. Alasannya.belum berhasil meningkatkan kinerja perusahaan. Pertama terkait media. 27 Januari 2010).734 (ini berarti nilai GDInya 98. kanselir Angela Merkel tercatat sebagai salah satu wanita politisi terkuat di dunia.726 pada tahun 2009. Sang perdana menteri yang juga perempuan. Megawati Soekarnoputri. Media terjebak menempatkan perempuan sebagai objek. Peningkatan jumlah direktur perempuan pun tidak secara otomatis meningkatkan jumlah CEO perempuan (NYT. Peningkatan jumlah pemimpin perempuan di Asia tidak mencerminkan perubahan pola patriarki dalam masyarakat Asia tetapi lebih menonjolkan kekuatan nama besar dan politik dinasti. 7 Februari 2010). Ini berarti pemimpin perempuan harus mampu beradaptasi dengan lingkungan pria daripada mempengaruhi lingkungan yang sudah ada. Namun perempuan dan laki-laki secara otomatis dan intuitif akan mengambil peran yang berbeda sesuai dengan tatanan yang terbentuk sejak kecil. Di kota-kota besar di RI. Seperti halnya Norwegia. Nilai indeks pembangunan manusia (Human Development Index) Indonesia adalah 0. Permasalahan muncul manakala perempuan Jerman yang ‘berkualitas’ ini lebih banyak yang ingin bekerja daripada mengurus anak-anak di rumah.28 anak! (NYT. Lain lagi dengan Asia. Hasilnya. Sheikh Hasina. kemunculan mereka hanya sebatas simbol. mayor deputi dari Bulgaria mengatakan bahwa mengangkat perempuan di posisi kekuasaan sangatlah riskan. Satu dari tiga perempuan Jerman berusia 40-an bahkan memilih tidak memiliki anak. .9 persen dari nilai HDInya). misalnya. Indonesia juga punya permasalahan. peneliti Habibie Center menyatakan bahwa menjadi pemimpin perempuan justru mendorong si perempuan menjadi lebih ‘pria’. dan mantan presiden Indonesia. Permasalahannya. Sebut saja presiden Filipina. Dewi Fortuna Anwar. Ada dua contoh yang jelas menggambarkan hal ini. Peraturan pun bisa saja muncul dari perasaan ketimbang fakta (NYT.704 tahun 2006 menjadi 0. 17 Januari 2010).

Demikian pula dengan institusi sosial seperti layanan pendidikan dan kesehatan. Unsurunsur pembentuk konstruksi sosial seperti keluarga. Dalam politik. Share this: • • Share Like this: Like Be the first to like this post. Akan sulit bagi kaum feminis yang terlalu memberikan banyak tuntutan terhadap hak-hak perempuan di atas kewajaran untuk menggeser hal-hal semacam ini. Kebijakan ini kontan diprotes besar-besaran karena berpotensi menganggu kegiatan ekonomi meski tujuan aturan ini adalah menghindari terjadinya kekerasan di malam hari.Contoh kedua adalah munculnya peraturan di sebuah daerah di Indonesia bahwa seorang perempuan tidak boleh ‘berkeliaran’ di jalan raya lebih dari jam enam sore. memandang pria bukan sebagai pesaing tapi sebagai rekan kerja yang saling melengkapi. tertib. namun tidak boleh berhenti pada perdebatan mengenai kuota. Untuk itu. sekolah. Ketimpangan atau dominasi peran oleh salah satu pihak justru akan merugikan keduanya karena Tuhan menciptakan pria dan wanita dengan keunikan masing-masing untuk tujuan yang sepenuhnya baik. Beberapa mengatakan bahwa perempuan yang terbiasa dengan bisnis skala mikro dalam bentuk arisan ini jauh lebih berani berspekulasi daripada para pria. http://www. Mereka cenderung lebih teliti. dan media perlu dibenahi. Akibatnya. kesimpulan sementara dari fakta-fakta ini adalah bahwa peran perempuan dalam pembangunan bukan semata-mata berbicara soal jenis kelamin. Walau banyak kendala yang harus dihadapi. dan disiplin dalam mengembalikan pinjaman daripada para pria.depkes. Kesadaran untuk meningkatkan peran perempuan adalah suatu hal yang sangat positif dan perlu didukung. agama.id/archives/99 . yang lebih perlu menjadi perhatian adalah bagaimana perempuan Indonesia memiliki kualitas yang baik namun tetap menghormati rekan prianya. dan kepercayaan yang sudah erat tertanam akan sulit bergeser dengan cepat. Salah satu kunci sukses Grameen Bank di Bangladesh (bank untuk orang miskin) adalah karena 80% yang terlibat adalah perempuan.go. Bagi saya. peningkatan peran perempuan terbukti sukses dalam banyak hal. Ia lebih berbicara soal kemampuan dari perempuan untuk berkarya. Namun beberapa hal seperti budaya.kesehatanibu. pertumbuhan ekonomi di tangan perempuan akan lebih cepat ketimbang para pria. sosok perempuan sebagai mediator dan penetralisir antar pria pun menghasilkan keputusan yang lebih seimbang. Peningkatan peran ini harus berkualitas.

Jaminan Persalinan. Pada periode 2004 sampai dengan 2007 terjadi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 307 per 100. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan kebijakan terobosan untuk meningkatkan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. mengingat AKI dan AKB di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. yaitu terlambat mengambil keputusan dan mengenali tanda bahaya. yang di dalamnya termasuk pemeriksaan kehamilan. trauma obstetrik 5%. Selain itu. yaitu perdarahan (28%). maka pada tahun 2011 Kementerian Kesehatan meluncurkan upaya terobosan berupa Jaminan Persalinan (Jampersal) Jampersal dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan finansial bagi ibu hamil untuk mendapatkan jaminan persalinan.4%. terlambat dirujuk. Kematian ibu juga masih banyak diakibatkan faktor resiko tidak langsung berupa keterlambatan (Tiga Terlambat). 2011 | Author: admin Pembangunan kesehatan saat ini telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat. Menurut hasil Riskesdas 2010. Dalam upaya menjamin akses pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) dari 35 per 1000 kelahiran hidup menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup. dan pelayanan bayi baru lahir. dan terlambat mendapat penanganan medis. Upaya Terobosan Kementerian Kesehatan dalam Percepatan Pencapaian Target MDGs July 28th. partus macet 5%.000 kelahiran hidup menjadi 228 per 100. dan lain-lain 11% (SKRT 2001). © . yang terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah pesalinan. Target RPJMN Tahun 2010-2014 mengamanatkan agar AKI dapat diturunkan menjadi 118 per 100. persalinan oleh tenaga kesehatan pada kelompok sasaran miskin (Quintil 1) baru mencapai sekitar 69. eklamsia (24%). khususnya MDGs 4 dan 5. Sedangkan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55. abortus 5%. infeksi (11%). Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu. Salah satu upaya pencegahannya adalah melakukan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan.000 kelahiran hidup pada tahun 2014. kehadiran Jampersal diharapkan dapat mengurangi terjadinya Tiga Terlambat tersebut sehingga dapat mengakselerasi tujuan pencapaian MDGs. Dengan demikian. emboli 3%. komplikasi pueperium 8%.3%. kesepakatan global Millennium Development Goals (MDGs) menargetkan AKI di Indonesia dapat diturunkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Namun demikian keberhasilan tersebut masih perlu terus ditingkatkan.

Program Jampersal bertujuan untuk menjamin akses pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Jamkesmas. Terima kasih. asuransi lain). . Jika ada yang ingin Bapak sampaikan.Jampersal diperuntukkan bagi ibu hamil yang tidak memiliki jaminan pembiayaan paket persalinan lain (misal dari Askes. dapat ditujukan kepada kami melalui website ini. Jamkesda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful