P. 1
Akuntabilitas Dan Transparansi Keuangan Madrasah

Akuntabilitas Dan Transparansi Keuangan Madrasah

|Views: 4,273|Likes:
Published by Darmawan Soegandar

More info:

Published by: Darmawan Soegandar on Aug 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Setelah dilakukan pengujian hipotesis, maka selanjutnya diuraikan

pembahasan hasil penelitian yang penjelasannya didasarkan pada variabel

– variabel penelitian. Pembahasan hasil penelitian akan diuraikan secara

sistematis dan berurutan sesuai dengan penjelasan dari hasil pengujian

hipotesis.

a. Pengaruh Akuntabilitas (X1) terhadap Pengelolaan Keuangan (Y).

Variabel akuntabilitas merupakan salah satu variabel yang

mempengaruhi pengelolaan keuangan madrasah. Hasil analisis deskriptif

data variabel akuntabilitas menunjukkan bahwa akuntabilitas memiliki

kualitas 73,76%. Ini menunjukkan bahwa akuntabilitas keuangan pada

madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung

sudah tergolong baik. Namun masih perlu ditingkatkan lagi mengingat

persentase yang di capai hanya 73,76%, sedangkan target yang ingin

dicapai adalah 100%. Sedangkan hasil analisis deskriptif variabel

pengelolaan keuangan menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan

madrasah memiliki kualitas 81,21%. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan

keuangan madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten

Bandung sudah tergolong baik, namun demikian masih harus ditingkatkan

lagi pada tahun berikutnya, mengingat angka persentase pengelolaan

keuangan yang dicapai hanya 81,21% sedangkan target yang ingin dicapai

adalah 100%.

126

Hal tersebut menunjukkan bahwa akuntabilitas keuangan yang di

kategorikan baik mengakibatkan hasil pengelolaan keuangan madrasah

juga berada pada level yang baik pula, karena hasil dalam penelitian ini

menunjukkan bahwa akuntabilitas berpengaruh terhadap pengelolaan

keuangan madrasah.

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengujian parsial dengan

menggunakan uji t menghasilkan angka sebesar 5,308. Nilai t hitung

(5,308) > nilai t tabel (1,999). Nilai sig. yang dihasilkan sebesar 0,000.

Nilai sig. (0,000) < nilai α (0,05), dengan demikian pengaruh akuntabilitas

terhadap pengelolaan keuangan madrasah di lingkungan Kantor

Kementerian Agama Kabupaten bandung signifikan. Koefiseien X1 yang

positif menunjukkan bahwa variabel akuntabilitas memiliki pengaruh yang

positif terhadap variabel pengelolaan keuangan di lingkungan Kantor

Kementrian Agama Kabupaten Bandung. Artinya bahwa semakin tinggi

akuntabilitas maka makin tinggi pula pengelolaan keuangan madrasah di

lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Nilai R

square sebesar 0,581 menunjukkan bahwa 58,10% pengelolaan keuangan

madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung

dijelaskan/dipengaruhi oleh variabel akuntabilitas sedangkan sisanya

41,90% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian

ini.

Variabel akuntabilitas ini memiliki 4 indikator yaitu kualitas

penyusunan APBM, laporan keuangan periodik dan tahunan, partisipasi

127

stakeholders dalam menciptakan akuntabilitas, akuntabilitas secara

keseluruhan.

Hasil analisis deskriptif terhadap indikator kualitas penyusunan

Anggaran Penerimaan dan Belanja Madrasah (APBM) menunjukkan

bahwa responden menganggap kualitas penyusunan APBM yang dapat

dikategorikan cukup baik. Persentase tanggapan responden terhadap

indikator kualitas penyusunan APBM menunjukkan angka 66,85%. Hal ini

menunjukkan bahwa kualitas penyusunan APBM di lingkungan Kantor

Kementerian Agama Kabupaten Bandung tidak begitu baik.

Hasil analisis deskriptif terhadap indikator laporan keuangan periodik

dan tahunan menunjukkan bahwa responden menganggap laporan

keuangan periodik dan tahunan yang dapat dikategorikan baik. Persentase

tanggapan responden terhadap indikator laporan keuangan periodik dan

tahunan menunjukkan angka 82,31%. Hal ini menunjukkan bahwa laporan

keuangan periodik dan tahunan di lingkungan Kantor Kementerian Agama

Kabupaten Bandung sudah berjalan baik, tepat waktu dan sesuai dengan

aturan yang berlaku.

Hasil analisis deskriptif terhadap indikator partisipasi stakeholders

dalam menciptakan akuntabilitas menunjukkan bahwa responden

menganggap partisipasi stakeholders dalam menciptakan akuntabilitas

yang dapat dikategorikan baik. Persentase tanggapan responden terhadap

indikator partisipasi stakeholders dalam menciptakan akuntabilitas

menunjukkan angka 78,28%. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi

128

stakeholders dalam menciptakan akuntabilitas di lingkungan Kantor

Kementerian Agama Kabupaten Bandung sudah berjalan baik, dan mulai

mengarah pada peningkatan partisipasi stakeholder dalam menciptakan

akuntabilitas.

Hasil analisis deskriptif terhadap indikator akuntabilitas secara

keseluruhan menunjukkan bahwa responden menganggap akuntabilitas

secara keseluruhan yang dapat dikategorikan baik. Persentase tanggapan

responden terhadap indikator akuntabilitas secara keseluruhan

menunjukkan angka 76,88%. Hal ini menunjukkan bahwa akuntabilitas

secara keseluruhan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten

Bandung sudah berjalan baik.

Dari hasil analisis deskripsi semua indikator yang ada pada variabel

akuntabilitas (X1) maka ditemukan indikator yang paling kuat yakni

indikator laporan keuangan periodik dan tahunan sebesar 82,31%

sedangkan indikator yang paling lemah yakni indikator kualitas

penyusunan Anggaran Penerimaan dan Belanja Madrasah sebesar 66,85%.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->