Muamalat Jual Beli Dalam Islam (Pengertian, Rukun, Hukum, Larangan, Dll

)
Sun, 29/11/2009 - 8:15pm — godam64 A. Arti Definisi / Pengertian Muamalat : Muamalat adalah tukar menukar barang, jasa atau sesuatu yang memberi manfaat dengan tata cara yang ditentukan. Termasuk dalam muammalat yakni jual beli, hutang piutang, pemberian upah, serikat usaha, urunan atau patungan, dan lain-lain. Dalam bahasan ini akan menjelaskan sedikit tentang muamalat jual beli. B. Arti Definisi / Pengertian Jual Beli : Jual beli adalah suatu kegiatan tukar menukar barang dengan barang lain dengan tata cara tertentu. Termasuk dalam hal ini adalah jasa dan juga penggunaan alat tukar seperti uang. C. Rukun Jual Beli 1. Ada penjual dan pembeli yang keduanya harus berakal sehat, atas kemauan sendiri, dewasa/baligh dan tidak mubadzir alias tidak sedang boros. 2. Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan dan barang penukar seperti uang, dinar emas, dirham perak, barang atau jasa. Untuk barang yang tidak terlihat karena mungkin di tempat lain namanya salam. 3. Ada ijab qabul yaitu adalah ucapan transaksi antara yang menjual dan yang membeli (penjual dan pembeli). D. Hal-Hal Terlarang / Larangan Dalam Jual Beli 1. Membeli barang di atas harga pasaran 2. Membeli barang yang sudah dibeli atau dipesan orang lain. 3. Memjual atau membeli barang dengan cara mengecoh/menipu (bohong). 4. Menimbun barang yang dijual agar harga naik karena dibutuhkan masyarakat. 5. Menghambat orang lain mengetahui harga pasar agar membeli barangnya. 6. Menyakiti penjual atau pembeli untuk melakukan transaksi. 7. Menyembunyikan cacat barang kepada pembeli. 8. Menjual barang dengan cara kredit dengan imbalan bunga yang ditetapkan. 9. Menjual atau membeli barang haram. 10. Jual beli tujuan buruk seperti untuk merusak ketentraman umum, menyempitkan gerakan pasar, mencelakai para pesaing, dan lain-lain. E. Hukum-Hukum Jual Beli 1. Haram Jual beli haram hukumnya jika tidak memenuhi syarat/rukun jual beli atau melakukan larangan jual beli. 2. Mubah Jual beli secara umum hukumnya adalah mubah. 3. Wajib Jual beli menjadi wajib hukumnya tergantung situasi dan kondisi, yaitu seperti menjual harta anak yatim dalam keadaaan terpaksa. F. Kesempatan Meneruskan/Membatalkan Jual Beli (Khiyar) Arti definisi/pengertian Khiyar adalah kesempatan baik penjual maupun pembeli untuk memilih melanjutkan atau menghentikan jual beli. Jenis atau macam-macam khiyar yaitu : 1. Khiyar majlis adalah pilihan menghantikan atau melanjutkan jual beli ketika penjual maupun pembeli masih di tempat yang sama. 2. Khiyar syarat adalah syarat tertentu untuk melanjutkan jual beli seperti pembeli

mensyaratkan garansi. 3. Khiyar aibi adalah pembeli boleh membatalkan transaksi yang telah disepakati jika terdapat cacat pada barang yang dibeli. G. Jual Beli Barang Tidak Terlihat (Salam) Arti definisi/pengertian Salam adalah penjual menjual sesuatu yang tidal terlihat / tidak di tempat, hanya ditentukan dengan sifat danbarang dalam tanggungan penjual. Rukun Salam sama seperti jual beli pada umumnya. Syarat Salam : 1. Pembayaran dilakukan di muka pada majelis akad. 2. Penjual hutang barang pada si pembeli sesuai dengan kesepakatan. 3. Brang yang disalam jelas spesifikasinya baik bentuk, takaran, jumlah, dan sebagainya. Keterangan : Untuk muamalat jenis lainnya akan dijelaskan pada artikel lain. Semoga berguna bagi kita semua amin.

agama islam

Iklan Sponsor (di luar tanggung jawab Organisasi.Org) :

Jual Beli Dalam Pandangan Islam Ditulis oleh Muhammad Imaduddin* Islam melihat konsep jual beli itu sebagai suatu alat untuk menjadikan manusia itu semakin dewasa dalam berpola pikir dan melakukan berbagai aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi. Pasar sebagai tempat aktivitas jual beli harus, dijadikan sebagai tempat pelatihan yang tepat bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi. Maka sebenarnya jual beli dalam Islam merupakan wadah untuk memproduksi khalifah-khalifah yang tangguh di muka bumi. Jual Beli Dalam Pandangan Islam Oleh: Muhammad Imaduddin* Dalam Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 275, Allah menegaskan bahwa: “...Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...”. Hal yang menarik dari ayat tersebut adalah adanya pelarangan riba yang didahului oleh penghalalan jual beli. Jual beli (trade) adalah bentuk dasar dari kegiatan ekonomi manusia. Kita mengetahui bahwa pasar tercipta oleh adanya transaksi dari jual beli. Pasar dapat timbul manakala terdapat penjual yang menawarkan barang maupun jasa untuk dijual kepada pembeli. Dari konsep sederhana tersebut lahirlah sebuah aktivitas

ekonomi yang kemudian berkembang menjadi suatu sistem perekonomian. Pertanyaannya kini adalah, seperti apakah konsep jual beli tersebut yang dibolehkan dan sesuai dengan pandangan Islam? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kita perlu melihat batasan-batasan dalam melakukan aktivitas jual beli. Al-Omar dan Abdel-Haq (1996) menjelaskan perlu adanya kejelasan dari obyek yang akan dijualbelikan. Kejelasan tersebut paling tidak harus memenuhi empat hal. Pertama, mereka menjelaskan tentang lawfulness. Artinya, barang tersebut dibolehkan oleh syariah Islam. Barang tersebut harus benar-benar halal dan jauh dari unsur-unsur yang diharamkan oleh Allah. Tidak boleh menjual barang atau jasa yang haram dan merusak. Kedua, masalah existence. Obyek dari barang tersebut harus benar-benar nyata dan bukan tipuan. Barang tersebut memang benar-benar bermanfaat dengan wujud yang tetap. Ketiga, delivery. Artinya harus ada kepastian pengiriman dan distribusi yang tepat. Ketepatan waktu menjadi hal yang penting disini. Dan terakhir, adalah precise determination. Kualitas dan nilai yang dijual itu harus sesuai dan melekat dengan barang yang akan diperjualbelikan. Tidak diperbolehkan menjual barang yang tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan pada saat promosi dan iklan. Dari keempat batasan obyek barang tersebut kemudian kita perlu melihat bagaimanakah konsep kepemilikan suatu produk dalam Islam. Al-Omar dan Abdel-Haq (1996) juga menjelaskan bahwa konsep kepemilikan barang itu adalah mutlak milik Allah (QS 24:33 dan 57:7). Semua yang ada di darat, laut, udara, dan seluruh alam semesta adalah kepunyaan Allah. Manusia ditugaskan oleh Allah sebagai khalifah untuk mengelola seluruh harta milik Allah tersebut dan kepemilikan barang-barang yang menyangkut hajat hidup harus dikelola secara kolektif dengan penuh kejujuran dan keadilan. Islam melihat konsep jual beli itu sebagai suatu alat untuk menjadikan manusia itu semakin dewasa dalam berpola pikir dan melakukan berbagai aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi. Pasar sebagai tempat aktivitas jual beli harus, dijadikan sebagai tempat pelatihan yang tepat bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi. Maka sebenarnya jual beli dalam Islam merupakan wadah untuk memproduksi khalifah-khalifah yang tangguh di muka bumi. Abdurrahman bin Auf adalah salah satu contoh sahabat nabi yang lahir sebagai seorang mukmin yang tangguh berkat hasil pendidikan di pasar. Beliau menjadi salah satu orang kaya yang amanah dan juga memiliki kepribadian ihsan. Lalu bagaimana menciptakan sistem jual beli yang dapat melahirkan khalifah-khalifah yang tangguh? Ada beberapa langkah yang bisa kita praktekkan sedini mungkin. Langkah tersebut antara lain dengan melatih kejujuran diri kita. Latihlah

menjadi orang jujur dari hal-hal yang kecil. Rasulullah selalu mempraktekkan kejujuran, termasuk ketika melakukan aktivitas jual beli. Beliau selalu menjelaskan kualitas yang sebenarnya dari barang yang dijual dan tidak pernah memainkan takaran timbangan. Selain melatih kejujuran, kita juga harus mampu memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Tidak menjadi orang yang latah melihat kesuksesan dari bisnis pihak lain. Kita harus mampu sabar dan tawakkal dengan disertai ikhtiar yang optimal dalam melihat peluang yang tepat dalam melakukan aktivitas bisnis. Langkah lainnya adalah dengan menciptakan distribusi yang tepat melalui zakat, infak, dan shadaqah. Aktivitas jual beli harus mampu melatih kita untuk menjadi orang yang pemurah dan senantiasa berbagi dengan sesama. Zakat, infak, dan shadaqah adalah media yang tepat untuk membangun hal tersebut. Konsep jual beli dalam Islam diharapkan menjadi cikal bakal dari sebuah sistem pasar yang tepat dan sesuai dengan alam bisnis. Sistem pasar yang tepat akan menciptakan sistem perekonomian yang tepat pula. Maka, jika kita ingin menciptakan suatu sistem perekonomian yang tepat, kita harus membangun suatu sistem jual beli yang sesuai dengan kaidah syariah Islam yang dapat melahirkan khalifah-khalifah yang tangguh di muka bumi ini. Hal tersebut dapat tercipta dengan adanya kerjasama antara seluruh elemen yang ada di pasar, yang disertai dengan kerja keras, kejujuran dan mampu melihat peluang yang tepat dalam membangun bisnis yang dapat berkembang dengan pesat. Wallahu ‘alamu bishowab. Keterangan: Penulis adalah Mahasiswa S2 Islamic Banking, Finance, and Management di Markfield Institute of Higher Education (MIHE), Markfield, Leicestershire, Inggris. Referensi: Al-Omar, Fuad. dan Abdel-Haq, Mohammed. 1996. Islamic Banking. Theory, Practise, and Challenges. Karachi: Oxford University Press. < Sebelumnya Berikutnya >

Copyright PesantrenVirtual.com. Supported byJoomla!.

Syarat-Syarat Jual Beli Dan Hukumnya Posted Juni 27, 2007 Filed under: Iman, Islam, Muslim, Moslem, Religius, Arsip Al Fiqh, Fiqh, Fikih, Fikih

Artikel Fiqh. atau dari produk si A. maka bagi pembeli berhak untuk membatalkan atau mengambilnya dengan meminta ganti rugi dari syarat yang hilang (yaitu dengan menuntut harga yang lebih murah. Dan juga seperti disyaratkannya menunda harga atau sebagian harga sampai waktu tertentu. Fiqh Articles. Wisata Hati. Syarat jual-beli yang sahih mempunyai dua macam: 1. . Syarat yang rusak (tidak sah) Pertama: Syarat yang sah adalah syarat yang tidak bertentangan dengan konsekuensi akad Syarat semacam ini harus dilaksanakan karena sabda Rasululloh shallahllahu ‘alaihi wasallam. Apabila masing-masing pihak menjalankan syarat ini maka jual beli itu harus dilakukan. Syarat untuk kemaslahatan akad. Tutunan Ibadah. Istimewa | MediaMuslim. Metode Ibadah. Apabila syarat barang yang dijual telah terpenuhi maka wajiblah menjualnya. el Hadits. pent). hal seperti ini akan menenangkan penjual. yang artinya: “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjual seekor unta dan mesyaratkan menungganginya sampai ke Madinah” (Mutafaq ‘alaihi). Yaitu seorang yang berakad mensyaratkan terhadap yang lainnya untuk saling memberikan manfaat yang mubah dalam jual beli. seperti disyaratkannya adanya dokumen dalam pegadaian atau disyaratkannya jaminan. Artikel Fikih. Ibadah Islam. Jendela Hati. Fiqh Muslim. seperti penjual mensyaratkan menempati tempat penjualan selama waktu tertentu. Islamic Fiqh. Fiqih. pent) 2. maka ini akan berfaedah bagi si pembeli. Maka tidak sah syarat sebelum atau setelah akad. Taman Taqwa. Terkadang orang-orang yang berjual beli atau salah satu dari keduanya membutuhkan adanya satu pensyaratan atau lebih.” (Hadits Hasan Sahih dalam Sahih Abu Dawud No. karena selera berbeda-beda mengikuti keadaan dari barang tersebut.Islam. Syarat yang sah 2. Ibadah. Syarat yang sah dalam jual beli. 2062) Dan karena pada asalnya syarat-syarat itu sah kecuali jika dibatalkan dan dilarang oleh Syariat Islam. Menurut mereka syarat dalam jual beli tidaklah teranggap untuk dilakukan kecuali jika disyaratkan pada saat akad. Syarat Jual Beli Syarat dalam jual beli terbagai ke dalam dua : 1. Para Fuqaha rahimahumullah mereka mendefinisikan syarat dalam jual beli yaitu salah satu dari yang berjual beli mewajibkan kepada yang lainnya dengan sebab akad yang mengandung manfaat. Taman Hati. yang artinya: ”Orang-orang muslim itu berada di atas syarat-syaratmereka. atau dibawa oleh kendaraan atau hewan jualannya sampai ke suatu tempat tertentu.Info – Persyaratan dalam transaksi jual-beli sering kali ditemukan. Fikih Muslim. dan juga pembeli bersedia membayar adanya perbedaan dua harga jika si penjual memintanya (dengan harga yang lebih tinggi jika barangnya melebihihi syarat yang diminta. maka hal ini menunjukan pentingnya membahas tentang syarat-syarat tersebut dan menjelaskan apa yang sah dan tidak sah serta yang wajib dalam syarat jual beli. demikian pula kalau seorang pembeli mensyaratkan barang dengan suatu sifat tertentu seperti keadaanya harus dari jenis yang baik. Fiqh Islam. Akan tetapi jika syarat tersebut tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Sebagaimana riwayat Jabir radhiyallahu anhu bahwa. Yaitu syarat yang akan menguatkan akad dan akan memberikan maslahat bagi orang yang memberikan syarat.

sedang Imam Ahmad rahimahullah menafsirkan hadits tersebut dengan apa yang kami sebutkan. akan tetapi tidak membatalkan dari akad (jual belinya). dan beliau bersabda. serta mereka membuat syarat-syarat yang rusak (tidak sah) (Sumber Rujukan: Syarat-Syarat Jual Beli Dan Hukumnya. dia akan mengembalikannya kepadanya. Kedua: Syarat yang rusak (tidak sah) Jenis ini juga terdiri dari beberapa macam : 1. dan membatalkan pokok akad itu sendiri. Adapun yang dimaksud dengan Kitab Alloh di sini adalah hukumnya. karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kisah Barirah (Maula Aisyah Radhiyallahu ‘anha) ketika penjualnya mensyaratkan loyalitas dari Barirah harus kepadanya (penjual) jika dia dibebaskan. seperti mengatakan Aku jual barang ini dengan syarat engkau memberiku ganjaran berupa rumahmu atau mengatakan Aku jual barang ini kepadamu dengan syarat engkau mengikutsertakan aku dalam pekerjaamu atau di rumahmu. seperti pembeli mensyaratkan terhadap penjual jika dia rugi terhadap barang dagangannya. maka diqiyaskanlah perkara yang lainnya kepadanya. Syarat yang rusak dan membatalkan pokok akad itu sendri Misalnya salah seorang dari keduanya (penjual dan pembeli) mensyaratkan dengan syarat yang lain terhadap yang lainnya. Demikian pula kalau seandainya pembeli mensyaratkan kepada penjual agar penjual melakukan pekerjaan tertentu atas penjualannya seperti membeli kayu bakar dan mensyaratkan kepada penjualnya untuk membawanya ke tempat tertenu. Atau penjual mensyaratkan kepada pembeli untuk tidak menjual barang dan yang sejenisnya. yang artinya: “Sesungguhnya perwalian (loyalitas) itu bagi yang membebaskannya” (Shahih Al Jami’ : 2226) Maka semestinya bagi seorang muslim yang sibuk dengan urusan jual beli untuk mempelajari hukum-hukum jual beli menyangkut sah tidaknya syarat-syarat jual beli. Oleh Syaikh Shaleh bin Fauzan Abdullah Alu Fauzan) « Syarat-Syarat Jual Beli Dan Hukumnya Anak Asuh dan Anak Angkat » Suka Be the first to like this post. maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam membatalkan syarat ini. maka termasuk padanya adalah Sunnah Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasallam. Syarat yang rusak dalam jual beli Yaitu yang membatalkan akad itu sendiri akan tetapi tidak membatalkan jual beli. 2798). Jual beli tidaklah menjadi batal dengan batalnya syarat ini. . karena larangan Nabi Shalallahu ‘alaihi Wasallam terhadap dua jualan diatas penjualan (disahihkan oleh Al Albany dalam Misykatul Mashabih. meskipun ada seratus syarat” (Mutafaq ‘alaihi). 2. Atau juga mengatkaan Aku jual barang ini seharga ini. sehingga akan terputuslah jalan pertentangan dan perselisihan diantara muslimin. Disamping itu karena sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka syarat ini rusak karena menyelisihi konsekuensi akad yaitu pembeli mempunyai hak mutlak terhadap penggunaan barang. atau membeli darinya pakaian dengan syarat dia menjahitkannya. dengan syarat engkau meminjamiku sejumlah uang. yang artinya: “barangsiapa mensyaratkan suatu syarat yang tidak terdapat dalam Kitab Allah maka syarat itu bathil. Karena kebanyakan pertentangan dan perselisihan tumbuh dari kebodohan penjual dan pembeli atau salah satu dari keduanya terhadap hukum jual beli. N0.Hadits ini menunjukan bolehnya menjual hewan tunggangan dengan pengecualian (syarat) mengendarainya sampai ke suatu tempat tertentu. maka syarat ini rusak (tidak sah). sehingga dia berada di atas bashirah (ilmu) dalam mu’amalahnya.

No comments yet Tinggalkan Balasan Top of Form Enter your comment here. . misalnya mengambil waktu shalat. Kami angkat ke hadapan pembaca. karya Syaikh Shalih Al Fauzan bin Fauzan. serta mengambil harta seseorang dengan cara yang bathil. yang dilakukan dengan cara yang buruk.. seorang muslim harus memperhatiakn ketentuan-ketentuan syari’at. Sehingga dalam melakukan jual beli. hendaklah menjauhi muamalah dan usaha-usaha yang buruk yang diharamkan. baik tertinggal seluruh shalat atau masbuq. 1. Jika akad jual beli itu menyulitkan ibadah. hlm. maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam melarang jual beli. 125 a/d 137. supaya kaum muslimin mengerti dan kemudian menjauhi perniagaan yang terlarang. Awalnya merupakan ceramah beliau di masjid Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz Alu Su’ud. mendatangkan madharat (bahaya) bagi orang lain. Berniaga yang sampai melalaikan seperti ini dilarang. Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam Download PDF Risalah tentang jual beli yang dilarang dalam Islam ini kami adaptasi dari kitab Fiqh Wa Fatawa Al Buyu’. Berikut beberapa transaksi perniagaan atau jula beli yang dilarang.. Riyadh. apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at. bulan Jumadil Ula 1411 H. Seorang pedagang sibuk dengan jual beli sampai terlambat melakukan shalat jama’ah di masjid. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman.

Al An kabut :17) “Apabila telah ditunaikan shalat.” (QS.” (QS. maka bertebaranlah kamu di muka bumi. Al Jumu’ah: 9-10) Dalam ayat lain Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. maka bertebaranlah kamu di muka bumi.” (QS. yaitu memadukan antara rezeki dengan ibadah kepada Allah. Allah menyatakan mereka mengalami kerugian. Apabila telah di tunaikan shalat. janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. berhasil mengumpulkan banyak harta dan memiliki banyak anak. jika mampu meraih dua kebaikan. dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Sesungguhnya harta dan anak-anak mereka tidak akan bisa menggantikan dzikir yang terlewatkan. perniagaan itu ada dua.Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Perniagaan dunia menggunakan harta dan usaha. Sedangkan perniagaan akhirat menggunakan amal shalih. yaitu perniagaan dunia dan akhirat. Seorang pedagang akan meraih keuntungan yang hakiki.” (QS. Al Munafiqun:9) Perhatikanlah firman Allah “maka mereka itulah orang-orang yang rugi”. Allah berfirman: “Maka mintalah rezeki itu di sisi Allah. Allah berfirman: . dan carilah karunia Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Al Jumu’ah:10) Jadi. Melangsungkan akad jual beli pada waktunya. dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepadaNya. dan menghadiri shalat pada waktunya. meskipun mereka kaya.

Itulah keberuntungan yang besar. Thaha:132) Shalat yang di anggap oleh sebagian orang sebagai penghalang mencari rezeki.” (QS. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. jika ditambah lagi dengan perniagaan dunia yang diperbolehkan. yang artinya “mereka itulah orang-orang yang rugi”. itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. kemudahan dan barakah. Ash Shaf:10-13) Inilah perniagaan yang menguntungkan. Seandainya seseorang melakukan ibadah. maka Allah akan memberikan kemudahan dan membukakan pintu rezeki buatmu. Jika seseorang hanya melakukan perdagangan di dunia dan mengabaikan perdagangan di akhirat. ia bisa membuka pintu rezeki. dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘And. Dan sampailah berita gembira kepada orangorang yang beriman. niscaya Allah membukakan pintu rezeki baginya. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa. inilah orang-orang yang rugi. ternyata sebaiknya. (QS. “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.“Hai orang-orang yang beriman. maka itu berarti kebaikan di atas kebaikkan. dan Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki. Jika engkau berdzikir dan beribadah kepada Allah. (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). shalat . sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. dzikir dan melaksanakan keawajibankewajibannya. Sebagaimana firman Allah.” (QS. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Al Jumu’ah :11) .

Di antara jual beli yang di larang dalam Islam. inii berarti ia telah menjual bangkai dan memakan hasil yang haram. sebagian ulama salaf mengatakan. orang yang minta dibawakan serta penuangnya. Hasil penjualannya merupakan harta haram. Jika Allah sudah mengahramkan sesuatu.” (HR. Orang yang membuatnya laris berhak dijatuhi hukuman mati. “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya. maksudnya segala yang bisa memabukkan sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam : “Semua yang memabukkan itu adalah khamr. bahka lebih berat lagi hukumnya. rokok benda yang jelek dan dapat menyebabkan sakit. Karena narkoba merupakan senjata pemusnah bagi manusia.Allah menjelaskan sifat-sifat hamba-Nya yang beriman. melariskannya serta para pendukungnya terkena laknat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. “Sesunggunhnya Allah melaknat khamr. Madharatnya sangat banyak. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Termasuk dalam masalah ini. Seperti menjual sesuatu yang terlarang dalam agama. Jadi orang yang menjual narkoba. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah. An Nur:36-37) Ketika menafsirkan ayat ini. khamr.” (QS. dan ia sama sekali tidak ada manfaatnya. Jika dia duduk di sampingmu atau . batil dan hasilnya haram. yaitu menjual narkoba. Kesimpulannya. mendirikan shalat. maka Dia juga mengharamkan hasil penjualannya. Jika salah seorang diantara mereka mendengar adzan. yang minta diperaskan. opium. Barangsiapa yang menjual bangkai.” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam melaknat sepuluh orang yang berkaitan dengan khamr. Begitu juga hukum khamr. patung. ganja. maksudnya daging hewan yang tidak disembelih dengan cara yang syar’i. Begitu juga menjual rokok dan tembakau. Para perokok itu orang paling jelek bau dan penampilannya. Orang yang menjualnya dan orang yang menawarkannya adalah mujrim (pelaku criminal). babi. pembawanya. karena ia termasuk pelaku kerusakan di muka bumi. pemakan hasil penjualannya. sedangkan timbangan masih ada di tangannya. oaring-orang mukmin itu melakukan akad jual beli. yaitu menjual barang yang diharamkan. Teman duduk yang paling berat adalah perokok. penjualnya. dan semua khamr itu haram. maka hal itu termasuk jual beli yang dilarang. pembelinya. Semua sifat jelek ada pada rokok. dan membayar zakat. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah melarang menjual bangkai. pada waktu pagi dan waktu petang. maka dia akan menurunkan timbangan itu dan pergi mengerjakan shalat. Mereka takut pada suatu hari yang (hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. 2. dan jenis obat-obat psikotropika lainnya yang merebak pada saat ini. jika jual beli menghalangi seseorang dari shalat. pemerasnya. peminum.

Karena lagu-lagu ini menebarkan kerusakan. menjual gambar. bahkan wajib atas seorang muslim untuk mencegah. berarti telah membuka tempat untuk bermaksiat dan mengusahakan harta haram. Film-film seperti ini tidak boleh dijual. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melarang berjualan ashnam. yang kadang mendorongnya untuk melakukan perbuatan keji dan tindakan kriminal. Isinya bercerita tentang asmara. cinta atau menyanjung wanita. terutama yang memuat gambar-gambar cabul. maksudnya ialah gambar. perangkat-perangkat musik dan semua alat-alat yang dipergunakan untuk perbuatan sia-sia. 5. Apalagi kalai ia menyulut rokok dan asapnya berputar-putar di hadapanmu. tidak boleh menjual majalah-majalah yang bergambar-gambar ini. merusak kesehatan. engkau akan tersiksa oleh bau nafasnya. dijual. ia juga menebar fitnah. Karena tabiat seorang manusia. dan banyak yang meremehkan. memusnahkan dan menyingkirkannya dari tengah-tengah kaum muslimin. Semua gambar makhluk yangbernyawa itu. . jika melihat gambar atau photo gadis cantik yang menampakkan sebagian kecantikan atau sebagian anggota tbujnya. menjual berbagai macam alat musik. rokok itu haram. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melaknat para pelukis dan memberitahukan. Begitu juga. Bahkan ia berarti telah membuka tempat fitnah dan tempat mangkal bagi setan. Masalah ini telah melanda kaum muslimin. Meskipun alat-alat itu diberi istilah lain. lalu bernafas di depanmu. Gambar. Maka haram bagi kaum mulim untuk menjual semua alat dan perangkat-perangkat itu. suara penyanyi yang diiringi musik. Seperti seruling. Termasuk jual beli yang dilarang adalah. mereka adalah manusia yang paling berat siksanya pada hari Kiamat nanti. haram untuk dijual dan hasil penjualannya juga haram.berdampingan di kendaraan. tentu ini lebih berat lagi. tetapi (anehnya) ia menjual rokok karena ia senang menumpuk harta dengan segala cara. direkan. Termasuk jual beli yang dilarang. menghitamkan bibir. 3. Pada dasarnya ashnam itu adalah gambar patung. Seharusnya alat-alat tersebut dimusnahkan dari negeri kaum muslimin agar tidak tersisa. Begitulah yang diinginkan setan yang berwujud jin dan manusia dengan menebarkan dan memperjual-belikan gambar ini. 6. biasanya akan membangkitkan syahwatnya. serta membuka jalan bagi keburukan agar sampai ke rumah-rumah kaum muslimin. dan mengundang murka Allah. yaitu menjual kaset-kaset berisi lagu-lagu cabul. Orang yang membuka tempat untuk menjual film porno. Di antara jual beli yang dilarang ialah. baik patung khayalan. Di antara jual beli yang dilarang ialah. Apalagi menjual film porno atau video yang berisi gambargambar wanita telanjang serta berperilaku bejat dan keji. rokok itu jelek dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Hasil penjualannya termasuk dalam kategori hasil yang haram dan dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Merokok juga berarti mebuang-buang harta. waktu. kecapi. menjual barang yang dimanfaatkan oleh pembeli untuk sesuatu yang haram. burung. Orang-orang ini tidak mengetahui. 4. Kadang ada diantara kaum muslimin yang tidak merokok dan tidak suka dengan rokok. Jadi ditinjau dari berbagai sudut. disamping diharamkan. binatang ternak atau manusia. Lagu-lagu ini haram untuk didengar. merusak akhlak. bahwa jual beli rokok ini akan merusak seluruh hasil usaha mereka. Banyak penyakit yang disebabkan oelh rokok. Gambar-gambar inilah yang telah memfitnah (menipu) banyak wanita dan para pemuda serta membuat mereka menyukai perbuatan keji. seperti alat-alat kesenian. mengotori wajah. mengotori gigi. Yaitu hasil penjualan rokok bercampur-aduk dengan hasil perniagaan atau usaha lainnya sehingga mengakibatkan rusaknya harta yang di usahakan secara halal. Sehingga tidak disangsikan lagi. perbuatan nista.

Misalnya. membeli senjata untuk membunuh seorang muslim. Termasuk jula beli yang dilarang ialah. sementara itu barang belum menjadi hak milik pedagang atau si penjual. tetapi dengan pembayaran kontan yang engkau serahkan kepada pembeli. Sedangkan barang yang dicari tersebut tidak ada pada pedagang itu. Masalah ini tidak boleh diremehkan. Pent) . Apakah maksud jual beli dengan ‘inah itu? Yaitu engkau menjual sesuatu barang kepada seseorang dengan pembayaran tempo (bayar di belakang). atau para pemberontak atau kepada pelaku kerusakan. gudangnya. Pedagang yang hendak menjual sesuatu kepada seseorang. Kemudian aku pergi ke pasar dan membeli barang itu. Ketika sudah sampai tempo pembayaran. kemudian engkau membeli barang itu lagi (dari pembeli tadi) dengan harga yang lebih murah. Dalam suatu riwayat. Tirmidzi) Demikian ini menunjukkan adanya larangan yang tegas. seseorang datang kepadaku. 8. 7. jual beli secara ‘inah. yaitu menjual barang yang tidak ia miliki. karena si pedagang menjual sesuatu yang barangnya tidak ada padanya. Pedagang tadi kemudian pergi membeli barang dimaksud dan menyerahkan kepada si pembeli. Kemudian jika ada orang yang mau membelinya. dia bisa menjualnya cash atau tempo. atau menggunakan barang itu untuk sesuatu yang haram. bahwa seseorang tidak boleh menjual sesuatu kecuali telah dimiliki sebelum akad. sementara barang yang di carai tidak ada padaku. Allah berfirman: “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. engkau minta dia membayar penuh (sesuai dengan harga yg kita berikan saat dia membeli barang pada kita. menjual senjata kepada perampok. ada seorang sahabt bernama Hakim bin Hazam radhiallahu anhu nerkata kepada rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam: “Wahai Rasulullah. maka akad jual beli ini hukumnya haram dan batil. jika barang yang diinginkan itu sudah ditentukan. Jual beli seperti ini hukumnya haram. dan menjual sesuatu yang belum menjadi miliknya. show roomnya atau toko bukunya. bahwa si pembeli akan menggunakan barang yang dibelinya untuk sesuatu yang diharamkan. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Begitu juga hukum menjual barang kepada seseorang yang diketahui aka menggunakannya untuk mendukung sesuatu yang diharamkan Allah. Termasuk jual beli yang dilarang. jika barang yang diinginkan tidak jelas harganya dibayar dibelakang.Jika seorang penjual mengetahui dengan pasti. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam telah melarang cara berjual beli seperti ini. Al Maidah:2) Misalnya seseorang yang membeli anggur atau kurma untuk mebuat khamr. seorang pembeli datang kepada seorang pedagang mencari barang tertentu.” (HR. hendaknya ia menjamin keberadaan barangnya di tempatnya atau di tokonya. Jual beli seperti ini termasuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan termasuk menjual hutang dengan hutang. baik dijual cash ataupun tempo. Dia ingin membeli sesuatu dariku. Kemudian antara pedagang dan pembeli saling sepakat untuk melakukan akad dan menentukan harga dengan dibayar sekarang ataupun nanti. maka seorang pembeli seperti ini tidak boleh dilayani.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Jangan menjual sesuatu yang tidak ada padamu.

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Janganlah kalian melakukan ual beli najasy” Orang yang tidak berniat membeli dan tidak tertarik pada suatu barang. Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian. Dia hanya ingin menaikkan harganya untuk memancing pengunjung lainnya dan untuk menipu para pembeli. Ini juga termasuk najasy dan juga haram. Atau ada kesepakatan antara si penjual dengan beberapa kawannya untuk menaikkan harga barang. mengandung unsur penipuan dan mengambil harta dengan cara batil. Jangan dijawab “barang ini di jual kepada saya dengan harga sekian”. Harapannya. agar pembeli yang datang menawar degan harga yg lebih tinggi. menipu dan perbuatan bohong yang akan dihisab di hadapan Allah. . Biarkan para pengunjung (pembeli) yang berminat untuk saling tawar-menawar sesuai harga yang dinginkan. seharusnya engkau membiarkan orang tadi menjual barang tersebut kepada orang selain engkau. kemudian ada sesorang yang menaikkan harga tawarnya. ada penawaran atas suatu barang dengan herga tertentu. yaitu najasy (menawar harga tinggi untuk menipu pengunjung lainnya) Misalnya. Ini juga termasuk najasy yang dilarang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. dan kalian rela dengan bercocok tanam. Abu Dawud dan memiliki beberapa penguat) 9. lalu engkau jadikan barang tadi sebagai alat untuk menyiasati riba. sehingga ia menambahkan harga. Ini adalah haram. disimpan atau di jual kepada orang lain jika dia memang membutuhkan uang. Termasuk jual beli najasy-sebagaimana dsebutkan oleh ulama ahli fikih. mereka melakukan kerjasama. Tujuannya untuk menipu para pembeli agar membelinya dengan harga tinggi. Seakan engkau menjual dirham sekarang dengan beberapa dirham di masa yang akan datang. Orang yang menaikkan harga. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Jika kalian melakukan jual beli dengan cara ‘inah. jika engkau memberikan hutang kepada seseorang dengan menyerahkan barang dagangan dengan pembayaran tempo. dan kalian telah memegang ekor sapi. Mungkin ada sebagian orang yang kasihan kepada si penjual. padahal ia berbohong. padahal ia tidak berniat untuk membelinya. Allah tidak akan mengangkatnya sampai kalian kembali kepada agama kalian. Di antara jual beli yang terlarang. yang ia lakukan akan menguntungkan penjual. Termasuk dalam masalah ini. karena benda yang dijual kembali lagi kepada si pedagang semula. Para pedagang wajib menjelaskan harga sebenarnya jika ditanya oleh pembeli “anda membelinya dengan harga berapa?” Beritahukan harga yang sebenarnya. Karena bertujuan untuk menyiasati riba. Menurutnya.” (HR.Ini disebut jula beli ‘inah (benda). Dia hendak menipu para pengunjung agar menawar dengan harga lebih tinggi dari harga palsu yang dilontarkannya. padahal tidak berniat untuk membelinya telah melanggar larangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. dalam suatu transaksi atau pelelangan. jika ada penjual yang datang menawarkan barang. atau membiarkan dia berbuat apa saja atas barang tersebut. Dalam hal ini. yaitu jika seorang pedagang di pasar atau pemilk toko sepakat tidak akan menaikkan harga tawar. Atau perkataan penjual “aku berikan barang ini dengan harga sekian”. padahal ia berbohong. hendaknya tidak ikut campur dan tidak menaikkan harga. baik orang ini bekerjasama dengan penjual ataupun tidak.yaitu perkataan seorang penjual “aku telah membeli barang ini dengan harga sekian”. atau perkataan “barang ini harganya sekian”. agar penjual terpaksa menjualnya dengan harga murah. padahal ia berbohong. Ini juga termasuk najasy dan mengambil harta manusia dengan cara haram. Termasuk perbuatan khianat.. kemudian ia bermaksud membantu agar si penjual kian bertambah keuntungannya.

maka dia tidak termasuk golongna kami”. seharusnya diperlihatkan. Begitu juga membeli diatas pembelian saudaranya. Karena dalam perbutan ini tersimpan banyak madharat bagi kaum muslimin. Di samping pedagang tersebut terdapat seonggok makanan. Maka selama masa pemilihan itu. bukan membelinya dengan harga barang bagus. agar bisa diketahui oleh pembeli? Barangsiapa yang menipu kami. menyakitkan hati mereka. jika ada seseorang mendatangi pedagang hendak membeli suatu barang dengan harga tertentu.” Penawaran seperti ini merupakan perbuatan haram. tidak boleh ada orang lain ikut campur. dia akan merasa marah. Jual beli seperti ini tidak boleh. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wassalam memasukkan tangannya yang mulia ke dalam makanan itu. tidak boleh ada pedagang lain yang masuk dan mengatakan kepada si pembeli tadi “tinggalkan barang ini. 11. Di antara jula beli yang dilarang adalah. sehingga si pembeli bisa mengetahui dan mau membeli barang dengan harga yang sesuai dengan kadar cacatnya. niscaya keduanya akan diberikan berkah pada jula beli mereka. jangan ikut campur. jika barang yang hendak di jual tersebut dalam keadaan cacat. dan ia membelinya dari seorang pedagang. Lalu pedagang ini memberikan hak pilih (jadi atau tidak) kepada si pembeli dalam tempo selama dua atau tiga hari atau lebih. dan Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wassalam merasakan ada sesuatu yang basah di bagian bawah makanan. ia bisa melanjutkan akad jula beli atau membatalkan akad. Pada masa-masa ini. Jika keduanya berbohong dan menyembunyikan (cacat barang) . Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bertanya kepada pedagang: “Apa ini. Jika akadnya sudah rusak dengan sendirinya. pelanggaran hak-hak kaum muslimin. Misalnya. Bahkan mungkin dia mendoakan keburukan bagimu. karena mengandung unsur penipuan dan pemalsuan. wahai pedagang?” Orang itu menjawab:”Makanan itu terkena air hujan. seorang muslim melakukan akad jual beli di atas akad saudaranya. Para penjual seharusnya memberitahukan kepada pembeli. Tidak sepantasnya bagi seorang muslim menyembunyikan aib barangnya.10. niscaya berkah jula beli mereka dihapus. Jika calon pembeli mau. Karena jika orang ini mengetahui bahwa engkau ikut campur dan merusak akad antara dia dengan pembeli atau penjual. . Hadits yang mulia ini sebagai salah satu kaidah dalam muamalah jula beli dengan sesame muslim. wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam!” kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Mengapa enggkau tidak menaruhnya diatas. karena berjualan di atas akad beli saudaranya.” Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melewati seorang pedagang dipasar. Jika ada aibnya. dan saya akan memberikan barang sejenis dengan kualitas yang lebih baik dan harga lebih murah. Engkau menipu saudaramu dengan cara menjual barang yang engkau ketahui cacat tanpa menjelaskan cacat kepadanya. dongkol dan benci. Demikian ini merupakan perbuatan haram. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Janganlah sebagian di antara kalian berjualan di atas jualan sebagian. seseorang mencari barang. lalu ia memberikan hak pilih kepada pedagang (jadi atauu tidak) selama beberapa waktu. maka engkau boleh menawarkan barang kepadanya. Di antara jula beli yang dilarang ialah. Kalau tidak menjelaskan. Selama penjual memberikan hak pilih kepada calon pembeli. berarti ia terkena ancaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dalam sabdanya: “Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. karena engkau telah menzhaliminya. hukumnya haram. menjual dengan cara menipu. Jika keduanya jujr. maka biarkanlah calon pembeli berpikir.” Misalnya. pergi ke pedagang seraya mengatakan “saya akan membeli barang ini darimu dengan harga yang lebih tinggi dari tawaran si fulan”.

otomatis barangnya Hanya ada setelah pendaftaran. “Wahai Allah. baik sayur mayor atau makanan lainnya. Wallahu a’lam . on Agustus 14. Ini adalah perbuatan maksiat.. dan menaruh yang baik di bagian atasnya.. toko. Hanya kepada Allah lah kita memohon petunjuk dan pertolongan. jika barangnya sudah dimiliki oleh penjual terlebih dahulu dan barangnya itu di simpan di suatu tempat (gudang.” Washallallahu ‘ala nabiyina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallam Di kutip dari Majalah As Sunnah Edisi 03/IX/1426H/2005M Filed under: Fiqih « Bahagia Dengan Husnul Khatimah. bukan dari yang haram. Dan semoga Allah mencurahkan rezeki kepada kita. yaitu menjual barang yang tidak ia miliki. Liq. – Perdagangan dgn model pemesanan bagaimana? Soalnya harus pesan dahulu sekaligus untuk pendaftaran. Sengsara Dengan Su’ul Khatimah KEUTAMAAN SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID (1) » Suka Be the first to like this post. cukupkanlah kami dengan rezeki yang halal. Sekarang kembali ke pertanyaan anda. Terimalah taubat kami. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita dan memberikan keselamatan kepada kita. 2007 at 1:58 pm said: Assalamu’alaikum wr Ingin nanya untuk memperjelas – 7. Ini dilakukan dengan sengaja . Cukupkanlah kami dengan karunia bukan dari yang lain.sekali lagi hal itu di larang! Dan banyak sekali transaksi semacam ini yang di lakukan oleh masyarakat. Semoga Allah menjadikan rezeki dan usaha kita halal.. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. 12 Tanggapan 1. Termasuk jual beli yang dilarang. Wassalamu’alaikum wr Jawab: Bismillah Sudah jelas bahwa jula beli apabila barang dagangannya tidak ada pada penjual (belum memilikinya) maka itu haram dan di larang. Tapi jika barangnya belum di miliki. Ampunilah kami dan kasihanilah kami.Betapa banyak kasus penipuan yang dapat kita lihat sekarang. Betapa banyak orang yang menyembunyikan aib suatu barang dengan menaruhnya di bagian bawah. rumah atau tempat lainnya) dan penjual hanya menunjukkan brosur barang jualannya lalu kita memesan barang sesuai dengan brosur tersebut maka insya Allah ini tidak termasuk dalam larangan tersebut.

Bismillah. pertama dia berkata. Barokallahu fiik Balas 3.000. harganya (100. harga buku itu ternyata hanya 50. kemarin saya membeli buku. Wallahu’alam Balas 4. on September 20. seberapa besar dia akan mengambil untung. wb.000. 2007 at 1:49 pm said: jadi begini. Bismillah. on November 21. Jadi boleh2 saja bagi penjual mengambil keuntungan hingga 2x atau lebih asalkan dalam melakukan akan jual beli dia berlaku jujur dan tidak berbohong baik itu dalam keadaan barangnya atau harga asli barang tersebut.000! apakah ini termasuk penipuan? karena dia memanfaatkan ketidaktahuan saya atas harga asli. on September 20. sedangkan konsumen tidak mengetahui.Balas 2. tetapi ketika saya lihat di toko lain.000.misalnya jika harga suatu barang kredit berbeda dengan harga tunainya artinya jika si penjual barang menjual barangnya kepada pembeli dengan harga tunainya 5000 sedangkan kreditnya 7000 apakah hal tersebut . terima kasih wassalamualaikum wr..…seorang penjual berhak untuk menetapkan barang jualannya kepada pembeli.lalu didiskon menjadi 80. adit.. akhirnya disepakati harganya 70. berapa harga barang tersebut ketika penjual membelinya pertama kalinya maka disini penjual harus mengatakan dengan sebenarkan harga barang tersebut ketika membelinya. adit. Wb bagaimana jual beli secara kredit . 2007 at 3:03 am said: bagaimana hukum menjual dengan harga yang tinggi? misalnya 2x lipat harga pokoknya. saya tawar menjadi 60.…tidak ada ketentuan bagi penjual. fauzan. Jadi antum tinggal melakukan tawar menawar dengan penjual untuk menentukan harga yang sesuai dan disepakati oleh penjual dan pembeli. Setelah itu penjual dan pembeli bisa melakukan tawar menawar harga yang sesuai sehingga penjual tetap untung dan pembeli tidak merasa dirugikan.000.dengan terlebih dahulu antum bisa bertanya berapa harga asli barang tersebut dan penjual harus mengatakannya dengan jujur...tetapi jika pembeli bertanya kepada penjual. 2008 at 6:50 pm said: Assalamu’alaikum Wr.

dibolehkan dalam Islam?lalu bagaimana jual beli dengan dua harga terhadap satu barang apakah dibolehkan? Balas 5. 2010 at 6:46 am said: klo’jual padi yang masih pada batangx boleh kaga’yee… coz ckrg q lagi ada bahtsul masail nee……… Balas . berupa Firman atau Hadist yang melarang maksud saya. Balas 6. on Agustus 24. ini sah sah saja… yang penting itu sama-sama ridho…yang membeli senang dan yang menjual lebih senang. lindananty. kalo dalam jual beli mengambil untung sampai 100% dari modal gimana hukumnya dalam pandangan islam ? soalnya saya pernah diberitahu oleh ibu saya hal seperti itu dilarang dalam islam. sebuah lukisan yang dinilai dengan 1 milyar misalnya… padahal pembuatannya itu hanya membutuhkan biaya tidak lebih dari 1 juta. tolong ya… tapi sampe saya belum menemukan alasannya kenapa. on April 26. on Desember 4. moenthe carlo. 2010 at 1:24 pm said: Ass wr wb. on Mei 7. setahun kemudian setelah dikenal sales2 saya mau mengambil langsung dari pabrik karena syarat yang mudah sehingga penjualan saya menurun drastis. menurut saya demikian ? bagaimana? Balas 7. 2009 at 1:29 am said: contoh nyata. Saya ini agen pertama suatu produk yg belum terkenal (babat hutan). budi. terimakasih sebelumnya.. awal pemilik pabrik menjanjikan semua pembelian di kota saya melalui saya (tanpa syarat apapun). tidak ada ketentuan berapa persen atau kali lipat berapa barang itu di jual. riana. Boleh tidak pabrik melakukan penjualan pada sales yang mengenal produk ini dari saya? Balas 8. 2009 at 8:46 pm said: mo nanya nich.

karena pingin bertanya langsung [agak banyak hehe] ym:nikanikaikan tolong saya di add Balas 10. 2010 at 10:49 am said: pingin punya YMnya penulis artikel ini.. on Januari 26.9. on Agustus 2. 2010 at 8:41 pm said: thnks buat tugas fiqi Balas 11. nika hanidhah. risnanda abar. • • • • Guest Masuk Masuk Masuk . on Mei 31. on November 6. 2011 at 8:49 am said: Syukron Penjelassannya Balas Tinggalkan Balasan Top of Form Enter your comment here.. ekol. ardi. 2010 at 7:50 pm said: contoh percakapan jual beli yang dilarang islam yg lengkappppppppppppppp Balas 12.

Email (required) (Belum diterbitkan) Nama (required) Situs web Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik." (HR. Bukhari. at-Tirmizi. Ibnu Majah) • Blogs Ikhwan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Abdul Aziz Aboe Zaid Abu Abdirrahman Abu Ahmad Fadhillah Al Binjy Abu Aisyah Abu Aufa Abu Salma Abu Ukkaasyah Abu Yahya Adjie Abu Zahra ABU ZUBAIR Adi Abdullah Ahmad Abu Yusuf Akh Aditya Akh Gugun akh Sadat ar Rayyan . Abu Dawud. Muslim. dan setiap orang akan mendapatkan dari apa yang diniatkannya. Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.anNasai. Bottom of Form • Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda: "Sesungguhnya amalanamalan itu tergantung niatnya.

Lc.. MA Download Kajian Audio .○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Akhi Abdurrazzaq Didit Fitriawan alBamalanjy FSMS Surabaya Ibnu Johar Markaz Download Abu Fathan MKI SMAN1 Gemolong MKI SMUN 5 Surakarta Syabaabussunnah Yayasan ansharussunnah Makassar • Kategori ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Aqidah Baiti Jannati Biografi Ulama Doa dan Wirid Dosa-Dosa Besar Fatawa Ulama Fikih Ibadah Fikih Ramadhan Hadist Kisah Manhaj Tazkiyatun Nafs Tematik • Link Situs Salafi ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Radio Rodja • Tulisan Terkini ○ ○ Kajian Ilmiah Bersama Al Ustadz Abdulloh Zaen.

.com. Ruangan info MUAMALAT ini menyediakan maklumat secara ringkas tentang perkara-perkara asas dalam agama Islam khususnya dalam bab muamalat sahaja. Segala pandangan atau cadangan yang membina tentang ruangan ini bolehlah ..○ ○ ○ NASIHAT PERKAWINAN MAKNA HAID DAN HIKMAHNYA. Kepada para pelayar yang dihormati. Theme: Digg 3 Column by WP Designer. PENGENALAN Assalamualaikum WTB. tabi’in dan tabi’ut tabi’in Muhadiddtsin Blog pada WordPress. USIA DAN MASA HAID HAL-HAL DILUAR KEBIASAAN HAID • Tulisan Teratas ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Top of Form KEUTAMAAN SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID (1) Keutamaan Puasa dan Keutamaan Bulan Ramadhan Hukum Puasa Ramadhan Keutamaan Sabar Menghadapi Cobaan Hikmah dan Hukum Nikah KEMATIAN TERINDAH DALAM SEJARAH MANUSIA Inilah Adab-Adab Istinja' dan Buang Air JUAL BELI YANG DILARANG DALAM ISLAM Kiat-Kiat Menuju Keluarga Sakinah Keutamaan Do'a dan Dzikir Bottom of Form • Ahlul Hadits ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Para Ulama Ahlul Hadits Para Ulama Salaf Lainnya Keluarga Rasulullah Para Sahabat Rasulullah Para Shahabiyah Rasulullah Para Tabi’in dan Tabiut Tabi’in Pernik-Pernik Para Sahabat. Maklumat dan isu-isu terkini di dalam ruangan ini akan ditambah dan dikemaskini dari masa ke semasa untuk manfaat kita bersama.

w. Manusia disuruh memiliki harta yang di sediakan oleh Allah s. terima kasih.t dan ingatlah kepada Allah s. Segala harta yang ada di alam ini samada di muka bumi.t jualah (tempat kembali kamu) di bangkitkan (maka hargailah nikmatnya dan takutilah kemurkaannya) .w. Mereka yang memiliki harta kekayaan di dunia adalah sebagai pemegang amanat Allah s.t secara mutlak.W. Muamalat juga merupakan tatacara atau peraturandalam perhubungan manusia sesama manusia untuk memenuhi keperluan masing-masing yang berlandaskan syariat Allah s. pinjam-meminjam dan sebagainya.disampaikan kepada saya melalui emel: hakim_310@yahoo. Firman Allah S.w. tukar-menukar..w. E-JARIAH.w. dilaut atau di dasar adalah milik Allah s.t yang melibatkan bidang ekonomi dan sosial Islam .t dan bertanggungjawab terhadap harta-harta tersebut. Wassalam.t melalui ilmu pengetahuan dan kemahiran yang di anugerahkan kepadanya. Muamalat yang dimaksudkan ialah dalam bidang ekonomi yang menjadi tumpuan semua orang bagi memperoleh kesenangan hidup di dunia dan kebahagian di akhirat.dengan memandang kepada aktiviti hidup seseorang seperti jual-beli.maka berjalanlah di merata-rata ceruk rantau dan makanlah daripada rezeki yang dikurniakan oleh Allah s.w.com Sekian.T : ِ ِ ْ ِ ْ ‫ه َ ّ ِ َ َ َ َ ُ ُ ْ َ َُ َ ْ ُ ِ َ َ ِ ِ َ َ ُُ م‬ ‫ُو الذي جعل لكم الرض ذلول فامشوا في مناكبها وكلوا ِن رزقه‬ ُ ُ ّ ِ ْ َ َِ ‫وإليه النشور‬ Maksudnya : Dialah yang menjadikan bumi bagi kamu mudah digunakan.rasai bagaimana kami MENGGANDAKAN wang anda hanya dengan 1% usaha PENGENALAN 0 comments Posted by LUKMAN HAKIM ABDULLAH at 7:23 PM Muamalat itu adalah semua hukum syariat yang bersangkutan dengan urusan dunia.

Labels: SOALAN SYARAT SAH SEWA 0 comments Posted by LUKMAN HAKIM ABDULLAH at 6:54 PM .w.InsyaAllah. Senaraikan rukun jual beli serta nyatakannya secara terperinci. umat Islam di kehendaki menggunakan sebahagian daripada hartanya pada jalan kebaikan dan kebajikan untuk faedah bersama.. 3.. jual beli salam dan sebagainya. syarikat. Terangkan 3 (tiga) jenis jual beli yang dilarang tetapi sah. 5.kerana harta merupakan alat bagi mencapai kesenangan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. al ijarah. Jual beli adalah perkara yang diharuskan oleh syara'. Bagi memastikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia dilaksanakan dengan baik dan mencapai keredhaan Allah s. Islam telah menggariskan beberapa peraturan bagi mencapai matlamat tersebut. Berikan pengertian sewa dan sertakan rukun-rukunnya. Diharapkan dengan maklumat yang serba ringkas ini dapat membantu anda dalam memahami tajuk jual beli dan sewaan dalam Islam. Jelaskan 3 (tiga) hikmah diharuskan sewa.t. Dalam mencari harta kekayaan. Jelaskan sebab kontrak menjadi batal. 4. Labels: PENDAHULUAN SOALAN-SOALAN LATIHAN 0 comments Posted by LUKMAN HAKIM ABDULLAH at 7:10 PM JUAL BELI DAN SEWA 1. tetapi dalam ruangan yang kecil ini. Muamalat adalah satu tajuk yang besar dalam Islam. Dengan harta tersebut seseorang itu dapat memenuhi keperluan hidupnya di samping dapat menunaikan tanggungjawabnya terhadap agama. Huaraikan satu persatu.. 2. saya akan berkongsi dengan anda semua berkaitan tajuk jual beli dan sewaan.(Surah Al-Mulk Ayat 15) Mencari harta kekayaan amat di galakkan oleh Islam. Ia merangkumi pelbagai cabang antaranya ialah gadaian.

Kedua-dua pihak hendaklah bersetuju mengadakan kontrak sewa. Barang yang disewa itu hendaklah memberi faedah dan diharuskan oleh syara' 3. 4.Di antara syarat sah sewa ialah: 1. Barang yang disewakan bukan menjadi kewajipan kepada orang yang memberi sewa. 2. Manfaat yang tercatat dalam kontrak boleh digunakan. 5. Labels: SEWAAN SEWA MENYEWA YANG TIDAK SAH 0 comments Posted by LUKMAN HAKIM ABDULLAH at 6:37 PM . contohnya menyewakan rumah kepada isteri. Janganlah pekerjaan yang menjadi tujuan sewa merupakan fardhu atau wajib kepada orang yang memberi sewa.

Menyewa lembu. Penyewa menyewa pohon atau pokok untuk mendapatkan buahnya kecuali buah itu sudah masak dan sudah gugur. Menyewa makanan untuk dimakan 4. Hal ini kerana. Akad mengkehendaki pengambilan manfaat bukan barangnya itu sendiri. barang-barang tersebut tidak dapat dimanfaatkan kecuali dengan menggunakan barang itusendiri. Menyewa dua jenis mata wang seperti emas dan perak 3. SEWAAN . kereta untuk dinaiki dan sebagainya. 5. Misalnya manfaat daripada barang seperti rumah untuk diduduki.Di antara sewa menyewa yang tidak sah ialah: 1. Menyewa barang yang dapat disukat dan ditimbang. Labels: MASALAH. kambing atau unta untuk mendapatkan susunya. 2.

Kamaluddin A. Kamaluddin A. 1990. Subscribe to: Posts (Atom) SENARAI RUJUKAN Mustafa Embong. Buku Teks KBSM Pendidikan Islam Tingkatan 4. Muhammad Ramli. : dan al-mubadalah sebagaimana Allah SWT berfirman              29. Marzuki. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. H. Buku Teks KBSM Pendidikan Islam Tingkatan 4 Penterjemah.Older Posts Home . 2003.Jilid 12. Aminah bt Idris. Aminah bt Idris. JUAL BELI DALAM ISLAM 1.Bhd. 2003. fiqih al-syafi’iyah : 5) • Penukaran benda dengan benda lain dengan jalan saling merelakan atau memindahkan hak milik dibolehkan. Fikih Sunnah. Pengertian Jual Beli Perdagangan atau jual beli menurut bahasa berarti al-bai’. Penterjemah. Fuziah bt Hj. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan. Muhammad Ramli. Pelangi Sdn.. 2008. 1990. H.Jilid 13 Fuziah bt Hj. Menurut istilah terminology yang dimaksud jual beli adalah : • Menukar barang dengan barang atau barang merelakan (idris ahmad. dengan ada penggantinya dengan cara yang dengan uangdenga jalan melepaskan hak milik yang satu kepada yang lain atas dasar saling . Marzuki.al-tijarah. Fokus Super Pendididkan Islam. Fikih Sunnah.

Bahwasanya Rasullullah bersabda : Artinya : Dari jabir Rasulullah bersabda Sesungguhnya Allah dan Rasulnya mengharamkan jual beli arak. babi.Yang dimaksud sesuai dengan ketetapan hukum adalah memenuhu persyaratan-persyaratan. rukun-rukun dalam jual beli. ikatan ini bias diucapkan secara langsung atau kalau tidak mampu(bisu)bias dengan surat-menyurat b. dan berhala. peng. maka akan terjadilah penukaran hak milik secara tetap dengan jalan yang dibenarkan oleh syara’. maka terjadilah penukaran hak milik secara tetap.(Hasbi Ash-Shiddiqi. c. b. Akad Ikatan kata antara penjual dan pembeli. (HR. Adapun benda-benda seperti alkohol. Jangan ada yang memisahkan. bangkai. . Penjual dan pembeli c. Ma’kud alaih(objek akad) Benda-benda yang diperjual belikan Syarat sah ijab Kabul : a.Fiqh muamalah :97) Dari beberapa definisi tersebut penulis mengambil kesimpulan bahwasanya jual beli adalah suatu perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak dengan cara suka rela sehingga keduanya dapat saling menguntungkan.• Aqad yang tegak atas dasar penukaran harta atas harta. babi. Yang dimaksud benda dapat mencakup pengertan barang dan uang dan sifatnya adalah bernilai. Jabir Ibn Abdillah) 2. Jangan diselangi kata-kata lain antara ijab dan kabul. Beragama islam. jangan pembeli diam saja setelah penjual menyatakan ijab dan sebaliknya. Rukun dan Syarat Jual Beli Rukun jual beli a. maka jika syarat dan rukunnya tidak terpenuhi berarti tidak sesuai dengan ketentun syara’. dan barang terlarang lainnya adalah haram diperjual belikan.

jumlah. e. 2. d. Dapat diserahkan dengan cepat ataupun lambat. Milik sendiri. missal : jika ayahku pergi kujual motor ini kepadamu. Jual beli yang syah menurut hukum dan batal menurut hukum b. Suci. jual beli benda yang kelihatan maksudnya adalah pada wajtu melakukan akad jual beli benda atyau barang yang diperjualbelikan ada didepan penjual dan pembeli. b. seperti membeli beras dipasar dan boleh dilakukan.Syarat benda yang menjadi objek akad : a. g. takaran dan lain-lainnya. Memberi manfaat menurut syara’. c. maka tidak sah penjualan benda-benda najis. Jangan dikaitkan atau digantungkan dengan hal-hal lain. Tidak dibatasi waktunya. Dari segi obyek jual beli dan segi pelaku jual beli Ditinjau dari segi benda yang yang dijadikan obyek jual beli dapat dikemukakan pendapat imam Taqiyuddin bahwa jual beli dibagai menjadi tiga bentuk : 1. Macam-macam jual beli : Jual beli ditinjau dari segi hukumnya dibagi menjadi dua macam yaitu : a. Diketahui barang yang diperjual belikan tersebut baik berat. baik berupa barang yang dapat ditakar. Ketika melakukan akad salam disebutkan sifat-sifatnya yang mungkin dijangkau oleh pembeli. . Jual beli yang disebutkan sifat-sifatnya dalam janji Sama dengan jual beli salam (pesanan). 3. Dalam akad harus disebutkan segala sesuatu yang bias mempertinggi dan memperendah harga barang itu. kecuali anjing untuk berburu. ataupun yang dilakukan secara tidak tunai (kontan). Maksudnya ialah perjanjian sesuatu yang penyarahan barangbarangnya ditangguhkan hingga masa tertentu. Dalam salam berlaku semua syarat jual beli dan syarat-syarat tambahannya ialah : 1. f. ditimbang maupun diukur. 2.

Khiar syarat Yaitu penjualan yang didalamnya disyaratkan sesuatu baik oleh penjual dan pembeli.3. Jual beli anak binatang yang masih berada dalam perut induknya. 1. e. jual beli ini haram hukumnya karena Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Dari Ibn Umar ra berkata : Rasulullah SAW telah melarang menjual mani binatang. seperti mengawinkan seekor domba jantan dengan betina agar dapat memperoleh keturunan. Barang yang akan diserahkan hendaknya barang-barang yang biasa didapat dipasar. (HR. Jual beli dengan munabadzah yaitu jual beli secara lempar-melempar. 4. berhala. Jual beli dengan mukhadharah yaitu menjual buah-buahan yang belum pantas untuk dipanen. bangkai dan khamar. Khiar ‘aib . Jual beli sperma (mani) hewan. Khiar dalam jual beli : 1. g. Jual beli gharar yaitu jual beli yang samar sehingga kemungkinan adanya penipuan. d. babi. Khiar Majlis Artinya antara penjual dan pembeli boleh memili akan melanjutakan jual beli atau membatalkannya selama keduanya masih dalam satu tempat atau majelis. 2. b. Jual Beli yang dilarang dan batal hukumnya adalah : a. Barang yang dihukumkan najis oleh agama seperti anjing. f. Harga hendakya dipegang ditempat akad berlangsug. seperti seseorang berkata “saya jual rumah ini dengan harga seratus juta rupiah dengan syarat khiar selama tiga hari. Bukhari) c. Larangan menjual makanan sehingga dua kali ditakar. hal ini menunjukkan kurang saling mempercayainya antara penjual dan pembeli. contoh : penjualan ikan yang masih dikolam.

Tirmizi) .menjual sebuah pelana dan sebuah mangkok air dengan berkata . siapa yang berani menambahi? Maka diberi dua dirham oleh seorang laki-laki kepada beliau. lalu dijuallah kedua benda itu kepada laki-laki tadi.Artinya dalam jual beli ini disyaratkan kesempurnaan benda-benda yang dibeli. siapa yang ingin membeli pelana dan mangkok ini? Seorang laki-laki menyahut. Ia berkata Rasulullah SAW.Lalu nabi berkata lagi. aku bersedia membelinya seharga satu dirham.(HR. Lelang (muzayadah) Penjualan denga cara lelang seperti ini dibolehkan dalam agama islam karena dijelaskn dalam satu keterangan yang artinya : “Dari Anas ra.

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. . Wb puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul “Pengertian Fikih Siyasah” serta tak lupa pula kami haturkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahilia. dari zaman kebodohan menuju zaman yang sekarang ini yakni zaman yang penuh denga ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam pembuatan makalah ini kami sangat menyadari bahwa baik dalam penyampaian maupun penulisan masih banyak kekurangannya untuk itu saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk penunjang dalam pembuatan makalah kami berikutnya. Tujuannya tiada lain agar pedagang itu tidak terjerumus ke dalam dosa riba. Mawsû‘ah al-Qadhaya alFiqhiyah al-Mu’âshirah. . Wassalamualaikum Wr. Ini karena akar sistem Kapitalisme adalah paham sekularisme yang menyingkirkan agama sebagai pengatur kehidupan publik. kondisi berubah total. Kaum Muslim makin terjerumus dalam sistem ekonomi yang dipaksakan penjajah kafir. tidak mengizinkan pedagang manapun masuk ke pasar kaum Muslim kecuali jika dia telah memahami hukum-hukum muamalah. hlm. 461). Namun. (As-Salus. termasuk kehidupan ekonomi. Wb PENULIS Jual-Beli Saham Dalam Pandangan Islam Pengantar Ketika kaum Muslim hidup dalam naungan sistem Khilafah. yakni sistem Kapitalisme yang memang tidak mengenal halal-haram. Khalifah Umar bin al-Khaththab. berbagai muamalah mereka selalu berada dalam timbangan syariah (halal-haram). misalnya. ketika Khilafah hancur tahun 1924.

yang melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham”. waran. dan reksadana. sesuai namanya. right. saham juga terkait dengan PT (perseroan terbatas. keterlibatan dan tanggung jawab para pemilik PT hanya terbatas pada saham yang dimiliki. hak dan kewajiban para pendiri maupun pemiliknya (M. Kaitannya.Walhasil. jika sebuah perseroan terbatas telah menerbitkan sahamnya untuk publik (go public) di bursa efek. as-sanadat) adalah bukti pengakuan utang dari perusahaan (emiten) kepada para pemegang obligasi yang bersangkutan (Siahaan & Manurung. Saham merupakan salah satu instrumen pasar modal (stock market). 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas pasal 1 ayat 1.” (Junaedi. perseroan terbatas didefinisikan sebagai. serta berbagai instrumen turunannya (derivatif) yaitu opsi. serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan. 464). limited company) sebagai pihak yang menerbitkannya. Perseroan terbatas sendiri juga mempunyai kaitan dengan bursa efek. “badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian. namun terkait dengan pasar modal sebagai tempat perdagangannya dan juga terkait dengan perusahaan publik (perseroan terbatas/PT) sebagai pihak yang menerbitkannya. saham didefinisikan sebagai. Adapun obligasi (bonds. 1990). . seperti sistem perbankan dan pasar modal (burshah al-awraq almaliyah) (Ibid. Definisi lain menyebutkan. 60 tahun 1988 tentang Pasar Modal. 23 Tahun 1847). pasal 24 ayat 1). “surat berharga yang merupakan tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang atau Staatbald No. Surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan inilah yang disebut efek (Hasan. kaum Muslim akhirnya hidup dalam sistem ekonomi yang jauh dari Islam. Tulisan ini bertujuan menjelaskan fakta dan hukum seputar saham dan pasar modal dalam tinjauan fikih Islam. Fakta Saham Saham bukan fakta yang berdiri sendiri.. Dalam Keppres RI No. Dalam UU No. perseroan terbatas adalah badan usaha yang mempunyai kekayaan. maka perseroan itu dikatakan telah menjadi “perseroan terbatas terbuka” (Tbk). et. hlm. Dalam pasar modal. Fuad.al. Modal dasar yang dimaksud terdiri atas seluruh nilai nominal saham (Ibid. Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda penyertaan modal pada perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.. 2000). instrumen yang diperdagangkan adalah surat-surat berharga (securities) seperti saham dan obligasi.. seperti kata as-Salus. 1996). Jadi. Selain terkait dengan pasar modal. 2006). hak.

yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang dikelola PT Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (BES) yang dikelola oleh PT Bursa Efek Surabaya. c.” (Muttaqin. Perantara Emisi. Dalam UU Pasar Modal No. Di Indonesia terdapat dua Bursa Efek. Penjamin Emisi (underwriter). 2003). Emiten. jika saham atau obligasi belum laku. yaitu: 1. yaitu perusahaan yang berfungsi untuk memberikan penilaian terhadap emiten. 8 tahun 1995. atau menerbitkan obligasi untuk mendapatkan utang dari para investor di Bursa Efek. Di Indonesia Badan Pelaksana Pasar Modal adalah BAPEPAM (Badan Pengawas dan Pelaksana Pasar Modal) yang merupakan lembaga pemerintah di bawah Menteri Keuangan. apakah nilai aktiva emiten wajar atau tidak. Perantara Perdagangan Efek. yaitu makelar (pialang/broker) dan komisioner yang hanya lewat kedua lembaga itulah efek dalam bursa boleh ditransaksikan. Para pelaku pasar modal ini ada 6 (enam) pihak. serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. yaitu pihak yang berfungsi memeriksa kondisi keuangan emiten dan memberikan pendapat apakah laporan keuangan yang telah dikeluarkan oleh emiten wajar atau tidak. perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya. Akuntan Publik. pasar modal didefinisikan sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek. yang meliputi 3 (tiga) pihak: a. yaitu badan yang mengatur dan mengawasi jalannya pasar modal.Fakta Pasar Modal Pasar modal adalah sebuah tempat modal diperdagangkan antara pihak yang memiliki kelebihan modal (pihak investor) dan orang yang membutuhkan modal (pihak issuer/emiten) untuk mengembangkan investasi. Makelar adalah perusahaan pialang (broker) yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan orang lain dengan memperoleh imbalan. 4. Bursa Efek. yakni tempat diselenggarakannya kegiatan perdagangan efek pasar modal yang didirikan oleh suatu badan usaha. penjamin emisi wajib membeli agar kebutuhan dana yang diperlukan emiten terpenuhi sesuai rencana. 2. 3. yaitu: perusahaan perantara yang menjamin penjualan emisi. 5. Badan Pelaksana Pasar Modal. dalam arti. Perusahaan Penilai (appraisal). b. termasuk mencoret emiten (delisting) dari lantai bursa dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan pasar modal. Adapun komisioner . yaitu badan usaha (perseroan terbatas) yang menerbitkan saham untuk menambah modal.

jika saham yang diperdagangkan di pasar modal itu adalah dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha halal (misalnya di bidang transportasi. Bursa Efek: Tuntunan Islam dalam Transaksi di Pasar Modal. Kedua pihak yang saling memerlukan ini tidak bertemu secara fisik dalam bursa. hlm. tetapi melalui pihak perantara seperti dijelaskan di atas. Namun. Perdagangan di pasar sekunder inilah yang secara reguler terjadi di bursa efek setiap harinya. yang terjadi pada saat IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum pertama. yaitu pihak yang menanamkan modalnya dalam bentuk efek di bursa efek dengan membeli atau menjual kembali efek tersebut (Junaedi. media porno. perjudian. hlm. setelah saham dan obligasi dibeli investor dari emiten. 2004). prostitusi. “Menanam saham dalam perusahaan seperti ini adalah boleh secara syar‘i…Dalil yang menunjukkan kebolehannya adalah semua dalil yang menunjukkan bolehnya aktivitas tersebut. bisnis babi dan apa saja yang terkait dengan babi. (Syahatah dan Fayyadh. dan sebagainya) Syahatah dan Fayyadh berkata. kemudian pasar sekunder (secondary market). . seperti kasino. Dalil yang mengharamkan jual-beli saham perusahaan seperti ini adalah semua dalil yang mengharamkan segala aktivitas tersebut. telekomunikasi. Adapun pasar sekunder adalah pasar yang terjadi sesaat atau setelah pasar perdana berakhir. Pasar perdana adalah penjualan perdana saham dan obligasi oleh emiten kepada para investor. bahwa haram hukumnya memperdagangkan saham di pasar modal dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang haram. dan sebagainya. Dari penjualan saham dan efek di pasar perdana inilah pihak emiten memperoleh dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya. investor tersebut lalu menjual kembali saham dan obligasi kepada investor lainnya. Yusuf as-Sabatin. industri hiburan. Investor.” (Syahatah dan Fayyadh. jasa keuangan konvensional seperti bank dan asuransi. baik dengan tujuan mengambil untung dari kenaikan harga (capital gain) maupun untuk menghindari kerugian (capital loss). Al-Buyû‘ alQadîmah wa al-Mu‘âshirah wa al-Burshat al-Mahalliyyah wa ad-Duwaliyyah. Ibid. hlm. Maksudnya. perusahaan yang bergerak di bidang produksi minuman keras. 6.adalah pihak yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan sendiri atau untuk orang lain dengan memperoleh imbalan. 2003. Syahatah & Fayyadh. 17). 1990. Jual-Beli Saham dalam Pasar Modal Menurut Islam Para ahli fikih kontemporer sepakat. proses perdagangan efek (saham dan obligasi) terjadi melalui tahapan pasar perdana (primary market). Misalnya.. Dalam pasar modal. produksi tekstil. 18. 109). Muttaqin.

bukan? Maka dari itu. Terbukti. Penerjemah Abu Umar Basyir. 465). 2004. Zuhdi.. karena bertentangan dengan hukum-hukum syirkah dalam Islam. .Namun demikian. 1990. Aspek inilah yang tampaknya betul-betul diabaikan oleh sebagian besar ahli fikih dan pakar ekonomi Islam saat ini. mereka tidak menyinggung sama sekali aspek krusial ini. 2004). Ketiganya sama-sama menyoroti bentuk badan usaha (PT) yang sesungguhnya tidak islami. Mereka ini. hlm. Sangat fatal. seharusnya yang dilihat lebih dulu adalah bentuk badan usahanya. Perhatian mereka lebih banyak terfokus pada identifikasi bidang usaha (halal/haram). sama fatalnya dengan pasangan laki-laki dan perempuan yang hanya mencatatkan pernikahan di Kantor Catatan Sipil. Hasan. misalnya. III/437). Syahatah & Fayyadh. seperti transaksi spot (kontan di tempat). pendapat kedua yang mengharamkan bisnis saham ini (walau bidang usahanya halal) adalah lebih kuat (râjih). tanpa adanya ijab dan kabul secara syar‘i. Shiddiq al-Jawi] Daftar Pustaka Al-Mushlih. karena lebih teliti dan jeli dalam memahami fakta. Taqiyuddin an-Nabhani (2004). tanpa ada perundingan atau negosiasi apa pun baik dengan pihak perusahaan maupun pesero (investor) lainnya. Shalah. dan berbagai mekanisme transaksi yang ada. hlm. hlm. az-Zuhaili. 53). al-Mushlih & ash-Shawi. Jakarta Darul Haq. transaksi option. al-Mashâlih alMursalah adalah sumber hukum yang lemah. Apalagi sandaran pihak pertama yang membolehkan bisnis saham—asalkan bidang usaha perusahaannya halal—adalah al-Mashâlih al-Mursalah. 1993. sebagaimana analisis Yusuf AsSabatin (Ibid. ada fukaha yang tetap mengharamkan jual-beli saham walau dari perusahaan yang bidang usahanya halal. 1996. Abdullah & Ash-Shawi. karena ke-hujjah-annya tidak dilandaskan pada dalil yang qath‘i (Asy-Syakhshiyah al-Islâmiyah. Taqiyuddin an-Nabhani dalam An-Nizhâm al-Iqtishâdi (2004) menegaskan bahwa perseroan terbatas (PT. [KH M. sebelum melihat bidang usaha perusahaannya. syirkah musâhamah) adalah bentuk syirkah yang batil (tidak sah). Yang ada hanyalah transaksi sepihak dari para investor yang menyertakan modalnya dengan cara membeli saham dari perusahaan atau dari pihak lain di pasar modal. dan sebagainya (Junaedi. Kebatilannya antara lain karena dalam PT tidak terdapat ijab dan kabul sebagaimana dalam akad syirkah. apakah ia memenuhi syarat sebagai perusahaan islami (syirkah islâmiyah) atau tidak. Jadi. 2004. transaksi trading on margin. 1996. Tidak adanya ijab-kabul dalam PT ini sangatlah fatal. 109) dan Ali as-Salus (Mawsû‘ah al-Qadhaya alFiqhiyah al-Mu‘âshirah. Fikih Ekonomi Keuangan Islam (Mâ Lâ Yasa’u at-Tâjir Jahlah).. Wallâh a‘lam bi ash-shawâb. Padahal menurut Taqiyuddin an-Nabhani. khususnya yang menyangkut bentuk badan usaha (PT). Yusuf as-Sabatin (Ibid.

M. Masjfuk. 0 Bagikan22 Cetak halaman ini Artikel ini diposting pada tanggal 1 October 2007 pukul 05:35 pada kategori Iqtishadiyah. EDI JOKO SETYADI : 24 October 2007 pada 10:57 . Hasan. « Haruskah Awal dan Akhir Ramadhan Ditentukan Dengan Rukyat Karakter Orang Bertakwa (Tafsir QS ali Imran [3]: 134) » 3 komentar untuk “Jual-Beli Saham Dalam Pandangan Islam” 1. 2000. Wahbah. Ali Ahmad. Syakur. Husein & Fayyadh. Az-Zuhaili. dan Lembaga Keuangan. Junaedi. 20 des 2003. Masâ’il Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Hinsa Pardomuan & Manurung. Jakarta: CV Haji Masagung. Anda dapat meninggalkan komentar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2006. Khalid Muhammad. Al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu.esyariah. 1990. atau lacak balik pada situs anda. http://www. Telaah Kritis Pasar Modal Syariah. Juz IX (Al-Mustadrak). Athiyah. Ali. 2004. Zuhdi. Syahatah. Anda dapat melacak post ini melalui RSS 2. Pajak. 2003. Cetakan VI. Pasar Modal. As-Sabatin. Pengantar Bisnis. 2006. 1993. dan Indeks. Surabaya: Pustaka Progressif. 2004. 1996.An-Nabhani. Hidayatullah. Jakarta: Elex Media Komputindo. 1996. Bay’u ad-Dayn Ahkâmuhu wa Tathbîquha al-Mu‘âshirah (AlAzhar: Dar al-Bayan Al-’Arabi). Beirut: Darul Bayariq. An-Nizhâm al-Iqtishâdi fî al-Islâm. Yusuf Ahmad Mahmud. Tarban. Penerjemah A. 2002. Aktiva Derivatif: Pasar Uang. Al-Buyû‘ al-Qadîmah wa al-Mu‘âshirah wa al-Burshat al-Mahalliyyah wa ad-Duwaliyyah. Pasar Komoditi. Qatar: Daruts Tsaqafah. Adler Haymans.0 feed. Mawsû‘ah al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu‘âshirah wa al-Iqtishâd alIslâmi. Asuransi. Fuad. Pasar Modal Dalam Pandangan Hukum Islam. As-Salus. Beirut: Darul Ummah. Taqiyuddin.. Masail Fiqhiyah: Zakat. M. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyah. Damaskus: Darul Fikr. et.org/jurnal/?p=11. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Bursa Efek: Tuntunan Islam dalam Transaksi di Pasar Modal (Adh-Dhawâbit asy-Syar‘iyah li at-Ta‘âmul fî Sûq al-Awraq al-Mâliyah). Muttaqin.al. Siahaan. Jakarta: Kalam Mulia.

Mualim : 2 December 2008 pada 23:33 Terimakasih atas tulisannya Ustadz… Saat ini banyak perusahaan asuransi yang membuka unit syariah akan tetapi direksinya juga non muslim.ada yang kurang dalam pembahasan mengenai pasar modal yang itu justru merupakan substansi dari haramnya pasar modal yaitu adanya unsur spekulasi dan perjudian dalam mekanisme perdagangan di pasar modal/bursa saham. mohon tanggapannya 3. mohon perhatiannya…. edi/MAKSI Undip 2. bagaimana menurut Ustadz apakah produknya juga haram? Terimakasih. najla : 28 January 2009 pada 23:50 assalamualaikum ustadz saya mau bertanya bagaimana hukumnya jika bursa berjangka seperti forex dan komoditi seperti emas?? apakah haram juga?? bukankan sistemnya berbeda?? dan bagaimana hukumnya menjadi pialang bursa berjangka?? terimakasih wassalamualikum Tinggalkan Komentar Top of Form Nama (harus diisi) Email (tidak akan ditampilkan) (harus diisi) Website Bottom of Form .

4. secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar .2 Pandangan Para Pendeta awal Kristen dapat disimpulkan sebagai berikut 1. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2. Daftar isi [sembunyikan] • 1 Riba dalam pandangan agama ○ ○ ○ ○ 1. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba.5 Perbedaan Investasi dengan Membungakan Uang 1. Yunani.2 Jenis-Jenis Riba 1.1 Riba dalam agama Islam 1. Dalam pengertian lain.4.1 Pandangan Para Pendeta Awal Kristen (Abad I . Sedangkan menurut istilah teknis.3 Riba dalam agama Yahudi 1. baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjammeminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.3 Pandangan Para Sarjana Kristen (Abad XII .6 Perbedaan Hutang Uang dan Hutang Barang 1.4 Pandangan Para Reformis Kristen (Abad XVI . ensiklopedia bebas Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinzaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinzaman pokok.000 tahun silam.4.4.4 Konsep Bunga di Kalangan Kristen     1.Riba Dari Wikipedia bahasa Indonesia. riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil.7 Perbedaan antara Bunga dan Bagi Hasil 2 Lihat pula 3 Referensi [sunting] Riba dalam pandangan agama Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam.4. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan).4. tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan.XVI) 1.Tahun 1836)  ○ ○ ○ • • 1.1 Pandangan Gereja Katolik 1. yang dibebankan kepada peminjam. . Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi.XII) 1.

yaitu bila akad ditetapkan di awal/persentase yang didapatkan penabung sudah diketahui.. Kitab Keluaran 22:25 menyatakan: “Jika engkau meminjamkan uang kapada salah seorang ummatku. kerugian pasti akan ditanggung oleh peminjam. Penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. dampaknya akan sangat panjang pada transaksi selanjutnya. Riba Jahiliyyah ○ • Riba Fadhl ○ • Riba Nasi’ah ○ [sunting] Riba dalam agama Yahudi Agama Yahudi melarang praktik pengambilan bunga.demikian juga Romawi. maka yang menjadi sasaran untuk menutupi jumlah bunga tersebut adalah para pengusaha yang meminjam modal dan apapun yang terjadi. Hutang dibayar lebih dari pokoknya.padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Ini dipertegas dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 275 : . maka yang di bagi adalah keuntungan dari yang didapat kemudian dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati oleh kedua belah pihak. Riba dalam nasi’ah muncul karena adanya perbedaan. bagaimana suatu akad itu dapat dikatakan riba? hal yang mencolok dapat diketahui bahwa bunga bank itu termasuk riba adalah ditetapkannya akad di awal. orang yang miskin di ..Yaitu riba hutang-piutang dan riba jualbeli. karena si peminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditetapkan. berbeda dengan bagi hasil yang hanya memberikan nisbah tertentu pada deposannya. atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian. karena menurut sebagian pendapat (termasuk Majelis Ulama Indonesia). bunga bank termasuk ke dalam riba. Pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda... berbeda dengan prinsip bagi hasil yang hanya memberikan nisbah bagi hasil bagi deposannya. [sunting] Jenis-Jenis Riba Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua.Riba hutang-piutang terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Pandangan ini juga yang mendorong maraknya perbankan syariah dimana konsep keuntungan bagi penabung didapat dari sistem bagi hasil bukan dengan bunga seperti pada bank konvensional. sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi. contoh nisbahnya adalah 60%:40%. [sunting] Riba dalam agama Islam Dalam Islam. maka bagian deposan 60% dari total keuntungan yang didapat oleh pihak ban. jadi ketika kita sudah menabung dengan tingkat suku bunga tertentu. memungut riba atau mendapatkan keuntungan berupa riba pinzaman adalah haram. Pelarangan ini banyak terdapat dalam kitab suci agama Yahudi. baik dalam Perjanjian Lama maupun undang-undang Talmud.. • Riba Qardh ○ • Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtaridh). Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba. Sedangkan riba jual-beli terbagi atas riba fadhl dan riba nasi’ah. perubahan. maka kita akan mengetahui hasilnya dengan pasti.

memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya. Pada awal kontrak seperti membantu tetapi pada saat menagih dan meminta imbalan bunga bertindak sangat kejam. Basil (329 . Demikian juga mengumpulkan emas dan kekayaan dari air mata dan kesusahan orang miskin. St. St. memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya. sebagian kalangan Kristiani menganggap bahwa ayat yang terdapat dalam Lukas 6:34-5 sebagai ayat yang mengecam praktik pengambilan bunga. St. Allahmu.“ [sunting] Pandangan Para Pendeta Awal Kristen (Abad I . St. supaya mereka menerima kembali sama banyak. kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan.XVI) yang berkeinginan agar bunga diperbolehkan. Augustine berpendapat pemberlakuan bunga pada orang miskin lebih kejam dibandingkan dengan perampok yang merampok orang kaya. Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga. mengambil bunga adalah mengambil keuntungan dari orang yang memerlukan. Kitab Ulangan 23:20 menyatakan: “Dari orang asing boleh engkau memungut bunga. Mereka merujuk masalah pengambilan bunga kepada Kitab Perjanjian Lama yang juga diimani oleh orang Kristen. juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba. atau apa pun yang dapat dibungakan.antaramu.1109) menganggap . melainkan engkau harus takut akan Allahmu. Namun. baik uang maupun bahan makanan. Ambrose mengecam pemakan bunga sebagai penipu dan pembelit (rentenir). maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia. dan pandangan para reformis Kristen (abad XVI tahun 1836) yang menyebabkan agama Kristen menghalalkan bunga. St.” Kitab Ulangan 23:20 menyatakan: “Dari orang asing boleh engkau memungut bunga. Ayat tersebut menyatakan : “Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang. supaya saudara-mu bisa hidup di antaramu. Baginya.379) menganggap mereka yang memakan bunga sebagai orang yang tidak berperi-kemanusiaan.” Ketidaktegasan ayat tersebut mengakibatkan munculnya berbagai tanggapan dan tafsiran dari para pemuka agama Kristen tentang boleh atau tidaknya orang Kristen mempraktikkan pengambilan bunga. yaitu pandangan para pendeta awal Kristen (abad I hingga XII) yang mengharamkan bunga. maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Tuhan Yang Mahatinggi. Tetapi.395) mengutuk praktik bunga karena menurutnya pertolongan melalui pinzaman adalah palsu. karena kamu berharap akan menerima sesuatu daripadanya. satu terhadap orang kaya dan lainnya terhadap orang miskin. pandangan para sarjana Kristen (abad XII . John Chrysostom (344 407) berpendapat bahwa larangan yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang ditujukan bagi orang-orang Yahudi juga berlaku bagi penganut Perjanjian Baru. janganlah engkau bebankan bunga terhadapnya. Gregory dari Nyssa (335 . Anselm dari Centerbury (1033 .” Kitab Ulangan 23:19 menyatakan: “Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu."Kitab Imamat 35:7 menyatakan: “Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya. tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga … supaya TUHAN. St.XII) Pada masa ini. apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang berdosa. Allahmu. Karena dua-duanya sama-sama merampok. umumnya pengambilan bunga dilarang. sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat.” [sunting] Konsep Bunga di Kalangan Kristen Kitab Perjanjian Baru tidak menyebutkan permasalahan ini secara jelas. Berbagai pandangan di kalangan pemuka agama Kristen dapat dikelompokkan menjadi tiga periode utama. tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga … supaya TUHAN.

mereka juga mengaitkannya dengan aspek-aspek lain. Larangan pemberlakuan bunga untuk umum baru dikeluarkan pada Council of Vienne (tahun 1311) yang menyatakan barangsiapa menganggap bahwa bunga itu adalah sesuatu yang tidak berdosa maka ia telah keluar dari Kristen (murtad). St. Thomas Aquinas (12251274).Tahun 1836) Pendapat para reformis telah mengubah dan membentuk pandangan baru mengenai bunga. Para tokoh sarjana Kristen yang memberikan kontribusi pendapat yang sangat besar sehubungan dengan bunga ini adalah Robert of Courcon (1152-1218). St. Kesimpulan hasil bahasan para sarjana Kristen periode tersebut sehubungan dengan bunga adalah sebagai berikut : Niat atau perbuatan untuk mendapatkan keuntungan dengan memberikan pinzaman adalah suatu dosa yang bertentangan dengan konsep keadilan. Para sarjana Kristen pada masa ini tidak saja membahas permasalahan bunga dari segi moral semata yang merujuk kepada ayat-ayat Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Pasar uang perlahan-lahan mulai terbentuk. Pada masa tersebut. Mereka dianggap telah melakukan terobosan baru sehubungan dengan pendefinisian bunga. Charles du Moulin (1500 1566). dan St. maka pangkatnya akan diturunkan. Claude Saumaise (1588-1653).bunga sama dengan perampokan. Mengambil bunga dari pinzaman diperbolehkan. bunga dibedakan menjadi interest dan usury. William of Auxxerre (1160-1220). Melanchthon (14971560). baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. niat dan perbuatan manusia. namun haram atau tidaknya tergantung dari niat si pemberi hutang. Pinzaman untuk memberi modal kerja kepada para pedagang mulai digulirkan pada awal Abad XII. Barangsiapa yang melanggar. bentuk-bentuk keuntungan. Council of Arles (tahun 314) mengeluarkan Canon 44 yang juga melarang para pekerja gereja mempraktikkan pengambilan bunga. Harga barang yang ditinggikan untuk penjualan secara kredit juga merupakan bunga yang terselubung. Mengambil bunga adalah suatu dosa yang dilarang. interest adalah bunga yang diperbolehkan.XVI) Pada masa ini terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang perekonomian dan perdagangan. serta per-bedaan antara dosa individu dan kelompok. [sunting] Pandangan Para Pendeta awal Kristen dapat disimpulkan sebagai berikut Bunga adalah semua bentuk yang diminta sebagai imbalan yang melebihi jumlah barang yang dipinjamkan. Martin Luther (1483-1546). Raymond of Pennaforte (1180-1278). Dari hasil bahasan mereka untuk tujuan memperhalus dan melegitimasi hukum. Menurut mereka. sedangkan usury adalah bunga yang berlebihan. ciri-ciri dan makna keadilan. . First Council of Nicaea (tahun 325) mengeluarkan Canon 17 yang mengancam akan memecat para pekerja gereja yang mempraktikkan bunga. dan Zwingli (1484-1531). Beberapa pendapat Calvin sehubungan dengan bunga antara lain: • Dosa apabila bunga memberatkan. Bunga harus dikembalikan kepada pemiliknya. Bonaventure (1221-1274). [sunting] Pandangan Para Reformis Kristen (Abad XVI . Di antaranya. uang dan kredit menjadi unsur yang penting dalam masyarakat. [sunting] Pandangan Para Sarjana Kristen (Abad XII . Larangan praktik bunga juga dikeluarkan oleh gereja dalam bentuk undang-undang (Canon): Council of Elvira (Spanyol tahun 306) mengeluarkan Canon 20 yang melarang para pekerja gereja mem-praktikkan pengambilan bunga. Keinginan atau niat untuk mendapat imbalan melebihi apa yang dipinjamkan adalah suatu dosa. Para reformis itu antara lain adalah John Calvin (1509-1564). hak seseorang terhadap harta. Proses tersebut mendorong terwujudnya suku bunga pasar secara meluas. menyangkut jenis dan bentuk undang-undang.

2. . Perbedaan tersebut dapat ditelaah dari definisi hingga makna masing-masing. maka tidak ada alasan untuk melarang orang yang akan menggunakan uangnya untuk membuat uang. Menurutnya pula. Islam mendorong masyarakat ke arah usaha nyata dan produktif. Namun. apalagi kalau orang yang meminjam benar-benar miskin. maka telah dianggap berdosa karena melawan keadilan. meminjamkan uang dengan “bunga yang pantas” bukanlah tindakan yang tidak adil. Sesuai dengan definisi di atas. Tidak menjadikan pengambil bunga sebagai profesi. seorang pengikut Calvin. uang dapat memberikan hasil. karena uang dapat dibungakan atau di investasikan. Bahkan kalau perlu.seseorang mempunyai uang 1 milyar dan seseorang meminjam dari orang tersebut 1 juta rupiah. pada zaman sekarang. maka janganlah menarik bunga. menyimpan uang di bank Islam termasuk kategori kegiatan investasi karena perolehan kembaliannya (return) dari waktu ke waktu tidak pasti dan tidak tetap. kalau menarik bunga dari pinzaman yang diberikan sebab sudah adanya persetujuan dari kedua pihak mengenai akan adanya bunga dari pinzaman tersebut. supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Namun. John Chrysostom. kalau memberikan pinzaman dengan bunga yang terlalu tinggi. Islam mendorong seluruh masyarakat untuk melakukan investasi dan melarang membungakan uang. 1. Saumise. Du Moulin mendesak agar pengambilan bunga yang sederhana diperbolehkan asalkan bunga tersebut digunakan untuk kepentingan produktif.Gregory dan St.prinsip ini pun harus di laksanakan dengan bijaksana. [sunting] Pandangan Gereja Katolik Menurut Gereja katolik pandangan mengenai Riba tidaklah berubah dengan pendapat para pendiri gereja seperti St. Investasi adalah kegiatan usaha yang mengandung risiko karena berhadapan dengan unsur ketidakpastian. Bank Islam harus terus berupaya meningkatkan kembalian atau return of investment sehingga lebih menarik dan lebih memberi kepercayaan bagi pemilik dana. Menurutnya. membenarkan semua pengambilan bunga. [sunting] Perbedaan Investasi dengan Membungakan Uang Ada dua perbedaan mendasar antara investasi dengan mem-bungakan uang. Jangan mengambil bunga dari orang miskin. karena bila zaman dahulu uang tidak bisa memberikan hasil kalau tidak dijalankan seperti yang disebutkan oleh kitab matius 27:27 menyatakan: "Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang. agama tidak perlu repot-repot mencampuri urusan yang berhubungan dengan bunga. perolehan kembaliannya (return) tidak pasti dan tidak tetap. Dengan demikian. seperti yang dilalukan oleh pihak perbankan dan nasabahnya.• • • Uang dapat membiak (kontra dengan Aristoteles). Besar kecilnya perolehan kembali itu ter-gantung kepada hasil usaha yang benar-benar terjadi dan dilakukan bank sebagai mudharib atau pengelola dana. meskipun ia berasal dari orang miskin. Dengan demikian. tetapi prinsip dari riba(bunga) itulah yang berubah.” Namun. maka adalah pantas. namun bila berada dalam situasi bisnis.pemilik uang itu harus memberikannya dengan rela. bank Islam tidak dapat sekadar menyalurkan uang. menjual uang dengan uang adalah seperti perdagangan biasa.Dengan demikian.Misal. Membungakan uang adalah kegiatan usaha yang kurang mengandung risiko karena perolehan kembaliannya berupa bunga yang relatif pasti dan tetap.

Tambahan lainnya yang sifatnya tidak pasti dan tidak jelas. kecuali dengan alasan yang pasti dan jelas. Bila usaha merugi. Sekali harga jual telah disepakati. Hutang yang terjadi karena pinjam-meminjam uang tidak boleh ada tambahan. Hutang yang terjadi karena pembiayaan pengadaan barang harus jelas dalam satu kesatuan yang utuh atau disebut harga jual. [sunting] Perbedaan antara Bunga dan Bagi Hasil Sekali lagi. tidak diperbolehkan. biaya notaris. bukan hutang uang. Keduanya samasama memberi keuntungan bagi pemilik dana. [sunting] Referensi http://katolisitas. namun keduanya mempunyai perbedaan yang sangat nyata. seperti inflasi dan deflasi. kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. Islam mendorong praktik bagi hasil serta mengharamkan riba. Dalam transaksi perbankan syariah yang muncul adalah kewajiban dalam bentuk hutang pengadaan barang.[sunting] Perbedaan Hutang Uang dan Hutang Barang Ada dua jenis hutang yang berbeda satu sama lainnya. karena akan masuk dalam kategori riba fadl. Harga jual itu sendiri terdiri dari harga pokok barang plus keuntungan yang disepakati. Bunga : Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh beberapa kalangan Bagi hasil : Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil • • • • [sunting] Lihat pula • Perbankan syariah Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. seperti biaya materai. Perbedaan itu dapat dijelaskan sebagai berikut: • Bunga : Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung Bagi Hasil : Penentuan besarnya rasio/ nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi Bunga : Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan Bagi Hasil : Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh Bunga : Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi Bagi hasil : tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. Bunga : Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang “booming” Bagi hasil : Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan. yakni hutang yang terjadi karena pinjam-meminjam uang dan hutang yang terjadi karena pengadaan barang. dan studi kelayakan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. maka selamanya tidak boleh berubah naik.org/2010/03/23/bolehkan-menarik-bunga-dari-peminzaman-uang/ Kategori: Istilah Islam | Hukum Islam | Keuangan .

. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Cr Jual-beli dalam Islam : Jenis atau Macamnya Posted on 08 August 2011.• • • • • • Masuk log / buat akun Halaman Pembicaraan Baca Sunting Versi terdahulu Top of Form Bottom of Form • • • • Halaman Utama Perubahan terbaru Peristiwa terkini Halaman sembarang Komunitas • • • Warung Kopi Portal komunitas Bantuan Wikipedia Cetak/ekspor Peralatan Bahasa lain • • • • • • • • • • • ‫العربية‬ Deutsch English ‫فارسی‬ 日本語 Bahasa Melayu Nederlands Svenska ‫اردو‬ Halaman ini terakhir diubah pada 15:41. 25 Mei 2011.

” AI Murabahah adalah kontrak jual-beli atas barang tertentu. Bai’ al istishna’ hampir sama dengan bai’ as salam. Bentuk jual-beli ini berlandaskan pada sabda Rasulullah saw dari Syuaib ar rumy r. yaitu kontrak jual-beli di mana harga atas barang tersebut dibayar lebih dulu tapi dapat diangsur sesuai dengan jadwal dan syaratsyarat yang disepakati bersama. Bai’ as salam adalah akad jual-beli di mana pembeli membayar uang (sebesar harga) atas barang yang telah disebutkan spesifikasinya. Bai’ al musawamah adalah jual-beli biasa. mencampuri tepung dengan gandum untuk kepentingan rumah. Penjualan semacam ini biasanya hanya dilakukan untuk barang-barang atau aktiva tetap yang nilai bukunya sudah sangat rendah. seperti antara rupiah dengan dolar. Demikian juga harga pembelian dan keuntungan yang diambil dan cara pembayarannya harus disebutkan dengan jelas. yaitu jual-beli atau pertukaran antara saw mata uang asing dengan mata uang asing lain. dolar dengan yen dan sebagainya. Al-Murabahah Murabahah adalah salah satu bentuk jual-beli yang bersifat amanah. mugarradhah (nama lain dari mudharabah) dan ketiga. Bai’ al muwadha’ah yaitu jual-beli di mana penjual melakukan penjualan dengan harga yang lebih rendah daripada harga pasar atau dengan potongan (discount). 6.Jual-beli dalam Islam : Kenali Jenisnya Dalam fikih muamalah. yang lazim digunakan sebagai model pembiayaan syariah adalah pembiayaan berdasarkan prinsip bai’ al murabahah. termasuk harga pembelian dan keuntungan yang diambil. sedangkan barang yang diperjualbelikan itu akan diserahkan kemudian. Di antara jenis-jenis jual-beli dalam Islam tersebut. 2. 5. bai’ as salam dan bai’ al istishna’. bukan untuk diperjualbelikan.a. di mana penjual tidak memberitahukan harga pokok dan keuntungan yang didapatnya. Bai’ al murabahah adalah akad jual-beli barang tertentu. telah diidentifikasi dan diuraikan macam-macam jual-beli dalam Islam. yaitu pertukaran antara barang atau jasa dengan uang. semacam ini menjiwai semua produk-produk lembaga keuangan yang didasarkan atas prinsip jual-beli. 4. Bai’ al sharf. menjual dengan pembayaran tangguh (murabahah). Karena itu dilakukan pertukaran barang dengan barang yang dinilai dalam valuta asing. yaitu jual-beli di mana pertukaran terjadi antara barang dengan barang (barter). termasuk jenis-jenis jual-beli yang dilarang oleh Islam. . 7. kedua. Dalam transaksi jual-beli tersebut penjual menyebutkan dengan jelas barang yang diperjualbelikan. Macam atau jenis jual-beli dalam Islam itu antara lain: 1. 3. 8.: “Tiga hal yang di dalamnya terdapat keberkahan: pertama. Uang berperan sebagai alat tukar. sedangkan barang yang dibeli diproduksi dan diserahkan kemudian. Aplikasi jual-beli semacam ini dapat dilakukan sebagai jalan keluar bagi transaksi ekspor yang tidak dapat menghasilkan valuta asing (devisa). Mata uang asing yang diperjualbelikan itu dapat berupa uang kartal (bank notes) ataupun dalam bentuk uang giral (telegrafic transfer atau mail transfer). Bai’ al mutlaqah. Bai’ al muqayyadah. Dalam transaksi jual-beli tersebut penjual harus menyebutkan dengan jelas barang yang diperjualbelikan dan tidak termasuk barang haram. Bai’ as salam biasanya dilakukan untuk produk-produk pertanian jangka pendek. Transaksi semacam ini lazim disebut counter trade. yaitu pada tanggal yang disepakati.

Tentu saja bank tidak bermaksud hanya melakukan salam untuk memperoleh barang. Harga yang dibayarkan dalam salam tidak boleh dalam bentuk utang melainkan dalam bentuk tunai yang dibayarkan segera. • Menjual sesuatu yang tidak ada pada diri penjual tidak diperbolehkan. melainkan . sedangkan syarat-syarat lain seperti barang.Dalam teknis perbankan. Bank memperoleh keuntungan jual-beli yang disepakati bersama. nasabah dapat memenuhi kebutuhannya untuk memperoleh dan memiliki barang yang dibutuhkan tanpa harus menyediakan uang tunai lebih dulu. harga dan cara pembayaran adalah sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan. murabahah adalah akad jual-beli antara bank selaku penyedia barang (penjual) dengan nasabah yang memesan untuk membeli barang. Rukun dan syarat murabahah adalah sama dengan rukun dan syarat dalam fikih. Harga jual bank adalah harga beli dari pemasok ditambah keuntungan yang disepakati bersama. bisa secara lumsum ataupun secara angsuran. sedangkan barangnya akan diserahkan kemudian dalam jangka waktu yang disepakati. • Ibnu Abbas r. Atas dasar itu bank melakukan pembelian secara tunai dari pemasok yang dikehendaki oleh nasabahnya. Dengan kata lain nasabah telah memperoleh pembiayaan dad bank untuk pengadaan barang tersebut. Murabahah dengan pembayaran secara angsuran ini disebut juga bai’ bi tsaman ajil. sampai pada batas waktu tertentu. Dalam praktiknya nasabah yang memesan untuk membeli barang menunjuk pemasok yang telah diketahuinya menyediakan barang dengan spesifikasi dan harga yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu dalam praktiknya transaksi pembelian salam oleh bank selalu diikuti atau dibarengi dengan transaksi penjualan kepada pihak atau nasabah lainnya. lalu beliau bersabda: “Barangsiapa yang melakukan salaf hendaknya melakukannya dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas pula. Agar nasabah dapat memperoleh dana yang dibutuhkan itu maka ia bukan melakukan penjualan langsung kepada pemesannya. Sabda Rasulullah: “Janganlah kamu menjual barang yang tidak ada padamu” (HR Ahmad. Jadi nasabah mengetahui keuntungan yang diambil oleh bank. maka transaksi itu menjadi paralel salam. Beberapa landasan syariah dapat disebutkan antara lain: • Ibn Abbas berkata: “Aku bersaksi bahwa salam yang dijamin untuk waktu tertentu benarbenar dihalalkan oleh Allah dan diizinkan. Selama akad belum berakhir maka harga jual-beli tidak boleh berubah. kemudian menjualnya secara tangguh kepada nasabah yang bersangkutan. Apabila penjualan barang itu juga dilakukan dalam bentuk salam. dan Ibn Hibban).” kemudian ia membaca ayat 282 dari QS alBaqarah. salam berarti pembelian yang dilakukan oleh bank dari nasabah dengan pembayaran di muka dengan jangka waktu penyerahan yang disepakati bersama. at-Tarmidzi.a. Bai’ as salam adalah akad jual-beli suatu barang di mana harganya dibayar dengan segera. Apabila terjadi perubahan maka akad tersebut menjadi batal. Barang itu harus dijual lagi untuk memperoleh keuntungan. Sementara nasabah tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan pengadaan barang yang dipesan tersebut. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw tiba di Madinah di mana mereka melakukan salaf untuk penjualan buah-buahan dengan jangka waktu satu tahun atau dua tahun. Bai’ as salam Secara etimologi salam berarti salaf (pendahuluan). Cara pembayaran dan jangka waktunya disepakati bersama. Melalui akad murabahah. Bank dapat juga melakukan penjualan barang itu dengan menggunakan skema murabahah. Oleh karena itu dalam bai’ as salam harus ada jaminan bahwa penyediaan barang yang dipesan dapat dipenuhi. Pada umumnya nasabah yang memerlukan fasilitas salam adalah nasabah yang menerima pesanan dari pelanggannya dengan syarat bahwa harga atas barang itu akan dibayar setelah barang diserahkannya.” Dalam teknis perbankan syariah.

.. lnilah yang menjadi ijma'ush shahabah ( kesepakatan di antara para sahabat Rasul ) dan yang . Inlah aksi para raider senior dan junior yamaha. Kata Kunci: Al-Murabahah. Pada salam pembayarannya harus dimuka dan segera. Sakit punggung yang sejak lama Anda derita atau diikuti rasa sakit yang tidak lazim sebaiknya segera dikon. Bai' as salam. • MUSYRIK MERUSAK SARAF DAN EFEK TIDAK ISLAMI Kenapa alam semesta menjadi tidak ramah kepada kita? Coba kita koreksi diri! Alam semesta beserta makhluk selain manusia diminta tunduk patuh kepada aturan Allah.. Zainul Arifin. sedang pada istishna’ pembayarannya boleh di awal.a.menjual kepada bank dengan salam dan posisinya sebagai penjual terhadap pemesannya digantikan oleh bank. Tentu saja harga dalam jual-beli antara bank dengan nasabah produsen itu lebih rendah daripada harga yang disepakati antara produsen dengan pemesan barang. Pustaka – Jual-beli dalam Islam : Jenis atau Macamnya Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah Oleh Drs. yang dibaiat sebagai Khalifatur Rasul (pangganti Rasul) di Saqifah Bani Sa'idah.. Selisih harga itu menjadi keuntungan bank. MBA Baca Juga Artikel Lainnya: • Nyeri Punggung Pencegahan nyeri punggung sejak dini mutlak dilakukan. • Ramuan Herbal untuk Mengatasi Penyakit Jantung Koroner beberapa tanaman obat untuk mengatasi penyakit jantung koroner akan memberikan efek yang melancarkan sirkulasi darah dan bersifat sebagai antikoagulan. Dalam praktiknya bank bertindak sebagai penjual (shani’ ke-1) kepada pemesan/pembeli dan mensubkannya kepada produsen (shani’ ke-2).. jual-beli dalam Islam Leave a Reply Top of Form Name (required) Mail (will not be published) (required) . Antikoagulan sendiri merupakan zat yang berperan. di tengah atau di akhir. apalagi manusia ciptaan Allah yang sa. • ABU BAKAR ASH SHIDDIQ Abu Bakar Ash-Shiddiq r.... Yamaha Motor Company merayakannya dengan tema "Blast to the past". Ketahuilah kapan Anda harus ke dokter. Bedanya hanya terletak pada cara pembayarannya. Bai’ at lstishna’ Bai’ al Istishna’ adalah akad jual-beli antara pemesan/pembeli (mustashni’) dengan produsen/penjual (shani’) di mana barang yang akan diperjualbelikan harus dibuat lebih dulu dengan kriteria yang jelas. • Yamaha Kembali Ke Masa Lalu ( PIC ) Untuk memperingati 50 tahun partisipasinya di Grand Prix Racing. Istishna’ hampir sama dengan bai’ as salam.. Bai' at lstishna'. baik sekaligus ataupun secara bertahap..

Website Bottom of Form Bottom of Form .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful