P. 1
Gurindam 12 Pasal

Gurindam 12 Pasal

|Views: 1,854|Likes:
Published by Diky Wahyu

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Diky Wahyu on Aug 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2012

pdf

text

original

Pasal V

Titah sultan disinggah sana
Datuk menteri duduk bersama

Baca teruskan pasal kelima
Didalam hati menjadi makna

Ayat 1

“Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihatlah kepada budi dan bahasa”

Bila rindu mulai terasa
Segera bertemu dengan si dia
Jaga selalu budi bahasa
Agar melayu tidak tercela

Singgah kekedai membeli bunga
Aneka bunga berupa rupa
Behasa sebagai pengenal bangsa
Setiap warga wajib menjaga

Ulama sholeh taat beragama
Ibadah mengharap mencuci dosa
Bahasa boleh berbeda beda
Negara tetap Indonesia

Selatan utara kompas berputar
Arah didapat terus berlayar
Gunakan bahasa baik dan benar
Supaya tidak jadi tercemar

Ayat 2

“Jika hendak mengenal orang bahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia”

Kuala selat ada buaya
Takut sekali tiada dua
Banyak berbuat yang sia-sia
Hidup jadi tidak berguna

Serah hatimu kepada Allah
Kerjakan segera amal ibadah
Berbuatlah selalu yang faedah
Hal sia-sia tak akan singgah

Desa Keban banyak rumbia
Pohonnya banyak didalam paya
Di dunia buat yang sia-sia
Di akhirat akan teraniaya

Biduk lalu muatan sarat
Dari desa ke Batu Pahat
Buat selalu hal manfaat
Hal sia- sia tidaklah dekat

Ayat 3

“Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kelakukan dia”

Tudung periuk banyak berkarat
Masak menjerang si air hangat
Kelakuan buruk jangan dibuat
Banyak orang takkan mendekat

Pergi kenduri hari Selasa
Tuan Haji membaca doa
Baik budi indah bahasa
Pasti jadi insan mulia

Masuk angin beri halia
Halia campurkan dengan merica
Bila ingin jadi mulia
Jaga kelakuan serta etika

Desa Kelarik pulau Jemaja
Dilaut Cina tempat letaknya
Kelakuan baik santun bahasa
Menjadi tanda orang mulia

Ayat 4

“Jika hendak mengenal orang berilmu
Bertanya belajar tidaklah jemu”

Kala dipandang malu malu
Saat pancaran dizaman dulu
Tanda – tanda orang berilmu
Terus belajar tiadalah jemu

Bikin pondok tepi perigi
Buat menanam bunga semanggi
Makin tunduk makin berisi
Tanda insan berilmu tinggi

Dulu buruk sekarang menawan
Pemuda gagah jadi idaman

Ilmu dituntut dari buaian
Sabda nabi rasul junjungan

Mencari sotong mencari delah
Hiu datang sampan dipindah
Bagai pohon tidak berbuah
Ilmu yang ada tidak diindah

Ayat 5

“Jika hendak mengenal orang yang berakal
Didalam dunia mengambil bekal”

Duduk bersila disinggah sana
Sambil berbual dalam istana
Hidup di dunia jangan terlena
Sipakan bekal kealam sana

Kala hari menjadi redup
Hujan turun basah kuyup
Bekal dicari selagi hidup
Jangan tunggu mata menutup

Tarian sakral si Pancang Jermal
Tarian dibawa kedaerah Kawal
Persiapkan bekal perbanyak amal
Hidup didunia tidaklah kekal

Surga dibawah kaki ibu
Bakti padanya tidakkan jemu
Berakal didunia selagi mampu
Hari tua jangan ditunggu

Ayat 6

“Jika hendak mengenal orang baik perangai
Lihatlah ketika bercampur dengan orang ramai”

Lapon menjerat burung punai
Batang karet ujung terjuntai
Berkumpul dengan orang ramai
Yang baik dan buruk dapat dinilai

Ribut bernama badai dan topan
Badai bertiup mematah dahan
Bertemu bersama handai dan taulan
Perangai buruk segera tinggalkan

Sejuk dingin dimalam hari
Smpai menusuk tulang dan sendi
Hidup ingin menang sendiri
Perangai buruk diri merugi

Duduk menonton tarian randai
Madah dibaca pembuka tirai
Hidup rukun bersama yang ramai
Pastilah dia baik perangai

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->