P. 1
Jurnal Implementasi Data Mining Dengan Metode Clustering Untuk Melakukan

Jurnal Implementasi Data Mining Dengan Metode Clustering Untuk Melakukan

|Views: 1,018|Likes:

More info:

Published by: Desak Putu Dewi Sekarwangi on Aug 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

IMPLEMENTASI DATA MINING DENGAN METODE CLUSTERING UNTUK MELAKUKAN COMPETITIVE INTELLIGENCE PERUSAHAAN

Noor Rindho, Suzuki Syofian Teknik Informatika , Universitas mercubuana noor_rindho@yahoo.co.id Abstract - Global economic crisis that began in last year make interfere in business world, it requires that a business manager to design smart strategies for business improvement efforts. One of the important points of that is the consumer. Consumers is one of the supporting element in the business can be more advanced or failed, so the existence of the consumer in a business can’t be unimportant considered. A method can be needed to manage customer data, that can be used to dig up hidden information. This method is known as data mining. With the help of software, data mining will make the process of data analysis to find hidden patterns or rules in the scope of consumer data. On this essay, analysis of data mining is done by clustering methods that use the divisive hierarchical algorithm, which then translated in a software. The software, which will be used for grouping data based on consumer transactions, so that groups can be found - according to the level of consumer groups active transactions. Things have been done and what has not been done through this software development will be reviewed at the end of this essay. Keywords: data mining, clustering methods, divisive hierarchical algorithm

I.

PENDAHULUAN

D

unia bisnis yang terganggu dengan adanya krisis ekonomi global yang dimulai sejak akhir tahun kemarin, menjadikan seorang manager bisnis harus pintar - pintar dalam merancang strategi bisnis untuk kemajuan usahanya. Salah satu poin penting yang tidak boleh dilupakan dalam merancang strategi bisnis adalah konsumen. Konsumen merupakan salah satu unsur penunjang suatu usaha atau bisnis bisa mengalami kemajuan ataupun kemunduran, sehingga dalam hal ini keberadaan konsumen tidak boleh dipandang dengan sebelah mata saja. Untuk mengelola data konsumen ini, dibutuhkan sebuah metode yang bisa digunakan untuk menggali informasi – informasi tersembunyi dari data tersebut. Metode tersebut dikenal dengan data mining. Dengan bantuan perangkat lunak, data mining akan melakukan proses analisa data untuk menemukan pola atau aturan tersembunyi dalam lingkup hinpunan data konsumen tersebut. Pada studi kasus ini, analisa data mining dilakukan dengan metode clustering yang mengunakan algoritma hirarki divisive yang kemudian diterjemahkan dalam sebuah perangkat lunak. Perangkat lunak ini, yang akan digunakan untuk pengelompokan konsumen berdasarkan data transaksi yang dilakukan, sehingga bisa didapatkan kelompok – kelompok konsumen menurut tingkat keaktifan transaksinya. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis tertarik

Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dan tujuan dari penelitian tugas akhir ini. Aplikasi data mining engine yang akan dibangun hanya bisa membentuk kelompokkelompok customer dari tingkat frekuensi mereka melakukan transaksi. 2001) . 1 blok K no. Data Mining Data mining merupakan sebuah analisa dari observasi data dalam jumlah besar untuk menemukan hubungan yang tidak diketahui sebelumnya dan metode baru untuk meringkas data agar mudah dipahami serta kegunaannya untuk pemilik data (David Hand et al. Memanfaatkan aplikasi data mining untuk melakukan competitive intelligence perusahaan guna pengelompokan customer. sehingga menghasilkan klaster-klaster customer yang sesuai dengan tujuan dari studi kasus ini. sehingga seorang customer pada kelompok klaster aktif belum bisa dipastikan bahwa merekalah yang melakukan pembayaran terbesar. Aplikasi data mining engine yang akan dibangun hanya menampilkan data hasil penggelompokan customer saja yang berupa tabel dan grafik pengelompokan customer tanpa memberikan keputusan apapun. Batasan Masalah Untuk menghindari salah pengertian dalam penulisan tugas akhir ini dan untuk lebih menfokuskan terhadap permasalahan . Penggunaan metode clustering dan algoritma hirarki divisive k-means untuk mengetahui kemiripan karakteristik antar data dalam basis data customer berdasarkan transaksi yang dilakukan. meliputi: • • Competitive intelligence dalam studi kasus ini hanya sebatas untuk melakukan pengelompokan customer berdasarkan data transaksi yang dilakukan saja tanpa melakukan proses competitive intelligence lainnya. Metode Clustering • . Sebagai prototype sistem. studi kasus dilakukan ditoko perhiasan Benteng Jewellery yang beralamat di Mall Pondok Indah 1 lt. guna pengelompokan customer. Metro Pondok Indah Blok 3B Pondok Pinang. Penggunaan metode clustering untuk mengelompokan customer dengan menggunakan algoritma hirarki divisive kmeans. yang kemudian akan diolah berdasarkan prosesproses yang ada dalam data mining.untuk meneliti bidang ini dengan mengambil judul “Implementasi Data mining dengan Metode Clustering Untuk Melakukan Competitive Intelligence Perusahaan”. II. Bahasa pemprograman yang digunakan pada studi kasus ini adalah PHP dan XAMPP sebagai aplikasi basis data. Basis data yang akan digunakan dalam studi kasus ini adalah basis data customer dan transaksi yang dilakukan saja tanpa A. B. 29-A Jl. Jakarta Selatan 12310. guna membentuk kelompok – kelompok customer. Membangun sebuah aplikasi data mining yang dapat membantu mentranformasikan basis data customer berdasarkan transaksi yang dilakukan menjadi informasi yang berguna. A. adalah: melibatkan basis data lainnya. • Kemiripan antar data dalam studi kasus ini diterjemahkan sebagai jarak kedekatan antar data dengan titik pusat. maka fokus permasalahan dititik beratkan pada memanfaatkan data mining dengan metode clustering menggunakan algoritma hirarki divisive untuk melakukan competitive intelligence perusahaan. Batasan perumusan masalah dalam penulisan studi kasus pada tugas akhir ini. LANDASAN TEORI • • • • Menerapkan proses data mining untuk pengolahan basis data customer dengan metode clustering menggunakan algoritma hirarkis divisive k-means untuk mengelompokan customer. • • • • B.

sehingga sangat sulit untuk melakukan tindakan-tindakan . Algoritma Hirarki Divinsive Langkah awal yang dilakukan dalam algoritma hirarki divisive adalah membentuk satu cluster besar yang dapat ditempati oleh semua obyek data. ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM A. maka dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mengelola data customer yang dapat memberikan output berupa jumlah customer secara keseluruhan dan kelompokkelompok customer yang menyatakan keaktifan melakukan transaksi sehingga bisa digunakan untuk melakukan customer relationship guna kelancaran kegiatan promosi untuk mempertahankan pangsa pasar sehingga toko ini bisa bertahan ditengah krisis ekonomi global. sehingga data yang tidak memiliki kemiripan yang cukup besar berada pada cluster yang terpisah.1 Gambaran proses pencarian data customer selama ini pada benteng jewellry. Untuk gambaran sistem pencarian data yang dilakukan selama ini dilakukan pada toko ini (gambar 3. Tidak diketahui dengan pasti jumlah customer yang aktif dan yang kurang aktif dalam melakukan transaksi. yaitu: • • Sulitnya melakukan analisa pemasaran yang efektif karena tidak adanya sistem yang dapat menyajikan data historis sehingga dapat memberikan output tentang berapa banyak jumlah customer yang dimiliki dan kelompok-kelompok customer yang aktif maupun tidak menurut frekuensi transaksinya. III. Tujuan dari metode clustering adalah untuk mengelompokkan sejumlah data atau objek kedalam klaster sehingga setiap klaster akan terisi data yang semirip mungkin (Budi Santosa. • promosi maupun pemberian bonus atau diskon kepada setiap customer yang dimiliki dengan tepat. Permasalahan-permasalahan itu antara lain. karena data yang ada masih berbentuk data manual dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Terlalu banyaknya competitor usaha. satu cluster besar tersebut dipisah – pisahkan menjadi beberapa cluster yang lebih kecil dengan karakteristik data yang mempunyai lebih besar kesamaan satu dengan yang lainnya. Analisa ini bertujuan untuk menghasilkan data yang bisa diintegrasikan dengan analisa data mining yang dikehendaki. B. Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan langkah untuk memahami permasalahan terhadap sistem secara lebih dalam. Langkah ini diambil untuk mendefinisikan semua kebutuhan sistem yang akan dibangun secara terperinci. Analisa Kebutuhan Sistem Analisa kebutuhan sistem berfungsi untuk mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan sistem yang akan dibangun.Clustering adalah salah satu teknik unsupervised learning dimana kita tidak perlu melatih metode tersebut atau dengan kata lain.1) adalah sebagai berikut: Gambar. toko Benteng jewellry mengalami beberapa permasalahan-permasalahan yang menyangkut kebutuhan data dan informasi tentang customer. Atas dasar analis diatas. 2007). sehingga untuk melakukan kegiatankegiatan promosi demi mempertahankan pangsa pasar agar tetap bisa bertahan ditengah krisis ekonomi mengalami beberapa masalahan. sehingga diperlukan sebuah sistem yang bisa mendeteksi berapa jumlah customer yang aktif dan yang kurang aktif dalam bertransaksi sebagai sistem pendukung keputusan. C. 2) Pemecahaan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. 1) Analisa Kebutuhan Data 1) Analisa Permasalahan Dalam kegiatan bisnis untuk mempertahankan area pemasaranya. Pada langkah berikutnya. sehingga bisa digunakan untuk merancang sebuah strategi bisnis yang efektif guna mempertahankan pangsa pasar dalam persaingan dengan competitor ditengan krisis ekonomi global seperti sekarang ini. maka penulis tertarik untuk meneliti bidang ini dengan mengambil judul “Implementasi Data mining dengan Metode Clustering Untuk Melakukan Competitive Intelligence Perusahaan” guna pengelompokan customer. tidak ada fase learning.

RAM 512 atau lebih. CD-RW/ DVD-RW.6. Perancangan Sistem Dalam perancangan sistem ini. • Analisa kebutuhan data input. Implementasi Basis Data Dalam studi kasus ini.7  web browser : Ms. proses dan output.7. Adapun proses pembangunan basis data yang sesuai dengan perangkat lunak yang akan dibangun adalah sebagai berikut: • Melakukan pembentukan basis data baru. • Melakukan penginputan data kedalam setiap tabel yang ada dalam basis data clustering . 2) Analisa Kebutuhan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Analisa ini mendeskripsikan perangkat yang dibutuhkan dalam pembangunan sistem yang terdiri dari komponen perangkat keras dan perangkat lunak. Sebagai gambaran sistem yang akan dibangun. VGA 12 MB shared. maka pembentukan basis data dalam studi kasus ini dibuat melalui pembangunan basis data baru dengan melakukan pembentukan tiap tabel yang diperlukan dan pengisian data dengan cara input data satu persatu kedalam sistem basis data yang ada diaplikasi ApacheFriends XAMPP bukan melalui proses export dan import data. Analisa ini meliputi: • Analisa target data.6. metode yang digunakan adalah metode perancangan sistem berorientasi objek dengan (Object Oriented Analysis) dengan menggunakan Unified Modelling Language (UML). Internet Explrer . • Proses data integration (integrasi data). • Proses data cleaning (pembersihan data).2 Usecase diagram sistem yang akan dibangun IV. akan dijelaskan tentang pembangunan perangkat lunak yang telah dirancang sebelumnya pada bab sebelumnya yaitu bab tentang analisa dan peancangan. sebagai berikut: • Hardware : Processor intel Pentium IV atau lebih. HDD 80GB.0 C. • Pembentukan tabel – tabel yang dibutuhkan dalam basis data dan menetukan struktur tabelnya. meliputi: A. sistem basis data yang digunakan adalah ApacheFriends XAMPP versi 1. Komponen perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem adalah sebuah pc atau workstation dengan spesifikasi minimal. Mozilla Firefox 3. Karena basis data awal dalam studi kasus ini yang dimiliki berupa basis data dalam bentuk manual.Analisa data akan mengidentifikasikan kebutuhan data yang sesuai dengan ketentuan yang diperlukan sistem dari data yang tidak lengkap dan inkonsisten yang biasanya terjadi pada basis data yang ada. IMPLEMENTASI DAN ANALISA HASIL Dalam bab implementasi dan analisa hasil. • Proses data transformasi (pembentukan data prosesing). adalah sebagia berikut : Validasi User <<include>> <<include>> Longin Koneksi Data Keserver Form Selamat Datang Tabel Customer <<include>> <<include>> View Data Normal <<include >> Tabel Transaksi <<include>> Tabel Detail Transaksi <<include>> Manager Tabel Barang View Data Frekuensi Klaster <<include>> Menampilkan Jumlah Klaster &<<include>> Titik Pusat awal Hasil Klaster Exit Gambar. yaitu basis data clustering. • Proses data selection (pemilihan data). Implementasi dari perancangan pembangunan perangkat lunak dalam studi kasus ini. • Software :  Operating system : windows 98/2000/XP  XAMPP-win32-1.

78333333333. adalah sebagai berikut: Tabel. • Perhitungan titik pusat 1  nilai frekuensi terkecil + nilai mean dari semua data tabel frekuensi/ 2  0+2.11.0.0.4.11.1.0.2. Pada langkah ini digunakan perhitungan nilai rata-rata (mean) karena untuk mengantisipasi adanya nilai outline (nilai yang letaknya sangat jauh dari data yang ada) dari data yang ada dalam tabel frekuensi.0.1. Contoh perhitungan langkah I dari sample data frekuensi transaksi customer (tabel 1).0. 1.283333333333.5.1 Tabel data frekuensi Dari contoh data frekuensi diatas.7.• ini kecuali tabel frekuensi yang merupakan tabel proses dalam studi ini. Maka perhitungan pada langkan I ini adalah sebagai berikut: • Perhitungan nilai rata-rata (mean) dari semua nilai yang ada pada tabel frekuensi.0.56666666667.5. .2. Fungsi .2. • Perhitungan titik pusat 3  nilai rata-rata dari semua data tabel frekuensi + nilai frekuensi terbesar / 2. dengan melakukan pembacaan id_customer yang ada dalam tabel transaksi berdasarkan id_customer yang ada ditabel customer yang dilakukan oleh sistem secara langsung.56666666667.0. Implementasi Fungsi Pembangunan perangkat lunak data mining dengan metode clustering menggunakan algoritma hirarki divisive untuk pengelompokan customer dalam studi kasus ini. • Perhitungan titik pusat 2 menggunakan hasil perhitungan nilai ratarata (mean) dari semua nilai yang ada pada tabel frekuensi. Melakukan pengisian tabel frekuensi yang merupakan data proses dalam studi kasus ini.1.0. maka kemudian diurutkan dari frekuensi paling kecil sampai ke frekuensi terbesarnya. 2.15. 0+0+0+0+0+0+0+0+0+1+1+1+1+1+ 1+1+2+2+2+4+5+5+6+7+11+11+15/30 2. B.1.6.1. fungsi – fungsi yang dipakai adalah fungsi untuk menentukan titik-titik pusat yang berguna sebagai pusat-pusat kelompok customer.56666666667/2  1.fungsi tersebut adalah sebagai berikut (santosa.1. yaitu sebagai berikut: Data frekuensinya :0.56666666667 + 15 /2  8. 2007): 1) Lanngkah I Fungsi untuk menentukan titik pusat awal dari semua data customer yang ada berdasarkan transaksi yang dilakukan menggunakan perhitungan nilai ratarata (mean) dari semua data yang ada dalam tabel frekuensi transaksi.  2.

1.1. titik pusat 2 pada langkah II ini dihitung dengan cara sebagai berikut: a.646666666666 = 1.0.283333333335 / 2 = 0. untuk menghitung nilai titik pusat 1 pada langkah 2 digunakan perhitungan dengan langkah sebagai berikut: a.920 • Perhitungan rentang tertinggi:  8.2.5.0.0. Perhitungan jarak kedekatan dalam langkah 1 ini ditentukan dengan perhitungan selisih antar titik pusat dibagi 2.0. sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa data-data yang berada dalam rentang titik pusat tersebut merupakan anggotanya.283333333335 sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa titik pusat masih berubah.0.2.1. • Titik pusat 2 Anggota klaster ini pada langkah I adalah : 4. dimana nilai 1 ≠ 1. dimana nilai 5 ≠ 2. maka perhitungan titik pusat = ((19/2) +((19/2)-1)/2 = 9  nilai tengahnya berada diantara item ke – 9 yang dibaca dari awal data dan akhir data dari anggota klaster 1 pada langka I =[0.2 • Dari data diatas.0.1.56666666667 .Maka hasil titik pusat dari langkah I ini adalah :  Titik pusat 1 = 1. maka perhitungan titik pusat = ((3/2) +((3/2)-1)/2 = 1  nilai tengahnya berada diantara item ke – 1 yang dibaca dari awal data dan akhir data dari anggota klaster 2 pada langka I = [5|5|5] Jadi nilai titik pusat dua pada langkah II adalah 5.5] = 3 item b.1.0.920 ≤ anggota cluster titik pusat 2 < 5.0.675 2) Langkah II Setelah klaster-klaster pada langkah 1 terbentuk.2.0.1.1.576666666667 . kemudian titik – titik pusat tersebut digunakan untuk menarik anggota dari semua nilai data yang ada pada tabel frekuensi dengan menggunakan sistem perhitungan jarak kedekatan setiap data dengan masing-masing titik pusat tersebut. Pemakaian perhitungan nilai median karena semua data yang ada sudah diketahui pada langkah 1.2] = 19 item b. Kemudian melakukan perhitungan titik pusat menggunakan perhitungan median (nilai tengah) untuk mengecek titik pusat pada langkah 1 Jika Nilai sisa bagi = 19mod2 = 1 Karena sisa bagi dari total item 1.0.1. yaitu: 0. maka pada langkah 2 ini dilakukan pengecekan ulang perhitungan titik pusat setiap klaster dengan menggunakan perhitungan nilai median (perhitungan nilai tengah).1.0. Contoh: Untuk menentukan anggota cluster dari titik pusat 2.1.1.56666666667  Titik pusat 3 = 8.56666666667 / 2 = 3.1.5 Dari data diatas.283333333335  Titik pusat 2 = 2.78333333333 Setelah pencarian titik pusat klaster pada langkah 1 diketahui hasilnya. Maka titik terendah dari titik pusat 2 adalah  2.1.0.1.0.1.0.2.0. sehingga tidak ada kekhawatiran munculnya data outline. Jumlahkan semua item data yang ada pada klaster 1 pada langkah I Num = [4.1.1.0|1|1.0.0. kemudian hasil selisih titik pusat tersebut ditambahkan pada titik pusat yang lebih kecil dan dikurangkan dengan titik pusat yg lebih besarnya.5.56666666667 + 3.0.0.10833333333 = 5.0.1.0.56666666667 .2] Jadi nilai titik pusat satu pada langkah II adalah 1.646666666666.78333333333 . meliputi : • Perhitungan rentang terendah : 2.1. Kemudian melakukan perhitungan titik pusat menggunakan perhitungan median (nilai tengah) untuk mengecek titik pusat pada langkah 1 Jika Nilai sisa bagi = 3 mod 2 = 1 Karena sisa bagi dari total item 1.1.675 • Sehingga anggota cluster dari titik pusat 2 bisa diambil dari rentang titik frekuensi data : 1. Kemudian titik pusat satu pada langkah II ini dibandingkan dengan titik pusat satu pada langkah I.0. Jumlahkan semua item data yang ada pada klaster 1 pada langkah I Num=[0.0. Contoh perhitungan pada langkah 2 berdasarkan semua data yang ada pada halis langkah I adalah sebagai berikut: • Titik pusat 1 Membaca semua data anggota klaster ini pada langkah I.0.2.2.2 . Kemudian titik pusat dua pada langkah II ini dibandingkan dengan titik pusat dua pada langkah I.10833333333 Maka titik tertinggi dari titik pusat 2 adalah 2.

sebagai penentu suatu nilai data masuk pada tiap-tiap klaster yang jarak titik pusatnya paling dekat dengan data. .11. Fungsi dalam langkah ini digunakan untuk mengecek apakah titik pusat klaster yang telah terbentuk pada langkah sebelumnya sudah tidak berubah lagi atau tidak. cukup dengan menggunakan aplikasi web browser seperti windows internet explorer. yaitu penggunaan perhitungan nilai tengan (median).7. sehingga dari hasil ini nantinya bisa digunakan oleh user dalam hal ini adalah manager pemasaran dan customer service sebagai pendukung keputusan seperti peningkatan promosi kepada customer-customer yang kurang aktif. Karena hasil titik pusat pada langkah dua ini masih beruba maka dilakukan perhitungan jarak rentang anggota masing – masing cluster. Software yang digunakan untuk membangun perangkat lunak ini adalah kode program PHP dengan server basis data XAMMP. firefox.7. • Titik pusat 3 Anggota cluster pada langkah I adalah : 6. Perangkat lunak ini berfungsi untuk mencari pola-pola yang menarik dari basis data yang berupa nilai frekuensi transaksi untuk mengelompokan customer.1 / 2 = 2 Maka rentang terendah = 5 – 2 = 3  Rentang tertinggi : 11 – 5 / 2 = 3 Maka rentang teringgi = 5 + 3 = 8 Sehingga rentang anggota titik pusat 2  data frekuensi bernilai 3 ≤ anggota klaster 2 pada langkah II < data frekuensi bernilai 8 • Titik pusat 3  Rentang titik pusat 3 = titik pusat 3 – titik pusat 2 / 2 = 11 – 5 / 2 = 3 Maka rentang anggota titik pusat 3 = 11 – 3 = 8  data frekuensi bernilai 8 ≤ anggota klaster 3 pada langkah II 3) Langkah 3 Fungsi yang digunakan pada langkah ini.11. Untuk menjalankannya.sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa titik pusat masih berubah. Implementasi Sistem Dalam studi kasus ini.15] = 5 item b. maka perhitungan titik pusat = ((5/2) +((5/2)-1)/2 = 2  nilai tengahnya berada diantara item ke – 2 yang dibaca dari awal data dan akhir data dari anggota klaster 3 pada langka I = [6.11.11. ataupun strategi-strategi bisnis lainya. Kemudian titik pusat tiga pada langkah II ini dibandingkan dengan titik pusat tiga pada langkah I. Perangkat lunak ini berisi formform tampilan basis data yang telah dinormalisasi.15] Jadi nilai titik pusat satu pada langkah II adalah 11. sistem yang dibangun merupakan sebuah perangkat lunak data mining dengan metode clustering menggunakan algoritma hirarki devisive. Kemudian melakukan perhitungan titik pusat menggunakan perhitungan median (nilai tengah) untuk mengecek titik pusat pada langkah 1 Jika Nilai sisa bagi = 5 mod 2 = 1 Karena sisa bagi dari total item 1. Tetapi apabila titik pusat masih berubah maka dilakukan perhitungan ulang seperti pada langkah II. sama seperti fungsi yang digunakan pada langkah II. sebagai berikut: • Titik pusat 1 Rentang titik pusat 1 = Titik pusat 2 – titik pusat 1 / 2 = 5-1 / 2 = 2 Maka rentang anggota titik pusat 1 langkah II = 1 +2 = 3  anggota klaster 1 pada langkah II < data frekuensi bernilai 3 • Titik pusat 2  Rentang terendah = 5 . flock web browser. dimana nilai 11 ≠ 8. hal ini disebabkan karena perangkat lunak ini membutuhkan asupan basis data dalam bentuk tabel untuk bisa melakukan proses clustering. titik pusat 3 pada langkah II ini dihitung dengan cara sebagai berikut: a. form tampilan untuk data frekuensi transaksi dan form tampilan dari hasil pengelompokan data customer menjadi beberapa klaster. Jumlahkan semua item data yang ada pada klaster 1 pada langkah I Num = [6.78333333333 sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa titik pusat masih berubah. Hasil akhir dari perangkat lunak yang dibangun dalam studi kasus ini berupa tabel pengelompokan customer dan chart-chart presentase dari tabel pengelompokan tersebut. Apabila titik pusat tersebut sudah tidak berubah maka pembentukan klaster customer sudah selesai. Contoh perhitungan jarak rentang antar data adalah. C.15 Dari data diatas. atau aplikasi web broser sejenisnya tetapi harus dengan aplikasi server basis data yaitu XAMMP sudah terinstal pada PC tempat membuka aplikasi ini. dengan cara membandingkan hasil perhitungan titik pusat langkah ini dengan langkah sebelumnya.7|11|11. perhitungan ini akan terus berulang sampai titik pusat cluster tidak berubah lagi.

• • Pengujian hak akses atau longin. 2) Dalam studi kasus ini. misalkan untuk kepentingan memudahkan kegiatan promosi bisa ditambahkan sebuah fasilitas berupa fasilitah pengiriman email kepada customer. • Halaman view data frekuensi. 7) Hasil dari aplikasi ini bisa dijadikan sebagai pendukung keputusan oleh manager terhadap customer – customer yang dimilikinya. Saran Berikut adalah saran yang mungkin perlu dilakukan dalam pengembangan selanjutnya dimasa yang akan datang terhadap aplikasi data mining dengan metode clustering menggunakan algoritma hirarki divisive k-means ini nantinya. maka dari hasil yang didapatkan bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Metode clustering dengan algoritma hirarki divisive bisa digunakan untuk melakukan pengelompokan customer guna competitive intelegent bisnis perusahaan. meliputi: 5) Untuk melakukan pembentukan sebuah cluster dibutuhkan sebuah titik pusat yang bisa dicari dari seluruh data yang ada dalam tabel frekuensi transaksi dengan melakukan metode perhitungan nilai rata rata (mean) ataupun perhitungan nilai tengah (median). Pada pengembangan selanjutnya disarankan untuk pengambilan data proses tidak hanya berdasarkan satu item saja. sehingga user lain yang tidak sah tidak akan bisa melakukan akses keprogram ini karena username dan password sebagai hak akses sah program hanya dirancang untuk satu user saja dan tidak disediakan fasilitas untuk penambahan hak akses. Pengujian pembentukan klaster berdasarkan data. Pengujian Sistem Pengujian sistem digunakan untuk mengecek performan sistem ketika seorang user dalam hal ini manager menjalankan sistem Pengujian ini. V. Misalnya pendukung keputusan untuk meningkatkan promosi kebeberapa customer yang berada diklaster kurang aktif dan sedang ataupun keputusan untuk memberikan fasilitas yang lebih exclusive maupun pemberian bonus atau diskon kepada customer yang berada di klaster yang aktif. 4) Program akan melakukan proses pengupdate-an secara otomatis apabila ada perubahan pada basis data terutama pada tabel transaksi dan tabel customer terhadap nilai-nilai data yang ada ditabel frekuensi transaksi dan juga tabel – tabel hasil proses cluster serta grafik – grafik persentasenya. sehingga bisa diketahui barang apa saja yang biasa dibeli customer pada sebuah klaster maupun besarnya jumlah total harga yang dibayarkan oleh customer terhadap transaksi yang dilakukannya. • Halaman klaster D. studi observasi. adalah sebagai berikut: • Halaman longin. • Halaman menu utama dan view data normal. mulai dari tahap studi pustaka. guna lebih memaksimalkan pendukung keputusan yang akan diambil. mozilla firefox dan flock web browser. yaitu internet explorer. Misalnya id barang ataupun total harga yang dibayarkan untuk transaksinya. 1) Dimasa yang akan datang dalam pengembangan selanjutnya. 3) Program hanya dirancang untuk satu user saja yaitu manager pemasaran dan customer service. perancancangan dan implementasi sistem. mungkin juga bisa dilakukan dengan pembacaan lebih dari satu item.Adapun form–form atau halaman–halaman utama yang menjadi isi dari perangkat lunak atau aplikasi ini. 2) Informasi dari frekuensi transaksi seorang customer bisa digunakan untuk membangun sebuah sistem yang dapat mentranformasikan data customer menjadi informasi yang berguna untuk melakukan proses competitive intelegent bisnis perusahaan. item yang digunakan sebagai data proses dalam pembentuk sebuah cluster hanya didasarkan pada satu item saja yaitu pembacaan frekuensi id customer yang ada ditabel transaksi berdasarkan id customer yang ada ditabel customer.KESIMPULAN DAN SARAN A. C. Kesimpulan Berdasarkan studi kasus yang telah dilakukan. Dengan demikian klaster . 6) Aplikasi tetap bisa berjalan baik ketika dijalankan pada tiga web browser yang berbeda.

2007.http://datamining. 2007. “Data mining : practical machine learning tools and techniques”. Morgan Kaufmann publishers. “Principles of data mining”. [5] Munawar. [2] David Hand. 2001.net/.japati.com. 3) Dalam studi kasus ini. -oo0oo[8] Hima Valli Kona. [12] Triswansyah Yuliano “ pengenalan PHP”. . San Francisco. “proses data mining”. Yogyakarta. Cambridge. A Bradford book The MIT Press.com. ilmu komputer. “software engineering 5th edition”. 2005. algoritma yang digunakan adalah algoritma hirarki divisive yang berfungsi untuk membagi sebuah cluster besar menjadi beberapa cluster kecil. 2001. Pressman. McGraw-Hill Companies Inc. “Modul 11 – Clustering. 2005. Fakultas Teknik Industri”. Thomson Course Technology PTR. Graha Ilmu. 2003. dalam pengembangan selanjutnya dimungkinkan menggunakan metode yang lain.yang dibentuk tidak hanya tiga klaster tapi mungkin lebih dari pada itu dan informasi yang didapatkanpun menjadi lebih banyak. Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA pramudiono. ilmu computer. “Pemodelan Visual dengan UML”. Implementation and Management”. [7] Thomas Connolly dan Carolyn Begg. [3] Howard podeswa. [11] Laboratoriun Data Mining. Graha Ilmu. • Penggunaan algoritma apriori untuk menganalisa kecendrungan seorang customer dalam melakukan transaksi. [4] Ian H. Heikki Mannila dan Padhraic Smyth. “UML for the IT Business Analyst: A Practical Guide to ObjectOriented Requirements Gathering”. UII. 2005. [6] Roger S. separti : • Metode market baskel analisis sehingga bisa diketahui pola-pola lain seperti barang apa saja yang menjadi favorit customer dalam sebuah cluster. [10] Jerry Peter “XAMPP: Paket Apache. misalnya untuk meneliti tanggal berapakah biasanya seorang customer melakukan transaksi pembelian dan barang apa saja yang biasa mereka beli sehingga manager bisa menyusun strategi lain dalam pemasaranya. komunikasi pribadi. “Data Mining: Teknik Pemanfaatan Data Untuk Keperluan Bisnis”. “Association rule mining over multiple database: Partioned and incremental approaches”. posted on 17/08/2006 07. 2007.Witten dan Eibe Frank. “Database Systems: A Practical to Desing. PHP dan MySQL Instant”. -oo0oo- [9] Iko [1] Budi Santosa. 2005. Massachusetts London England.57pm.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->