BAB I GEOLOGI 1.

1 Pengertian Geologi Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya bumi dan Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Secara umum Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, te rmasuk Komposisi, keterbentukan, dan sejarahnya. Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi, pembentukan,dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. Dengan kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari da lam geologi. 1.2 Ruang Lingkup Geologi Secara keseluruhan bumi ini terdiri dari beberapa lapisan yaitu : 1. Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi Bumi 2. Hidrosfer, yaitu lapisan air yang berada di permukaan Bumi 3. Biosfer, yaitu Lapisan tempat makhluk hid up 4. Lithosfer, yaitu lapisan batuan penyusun Bumi Ruang lingkup pembelajaran geologi yaitu lithosfer yang merupakan lapisan batuan penyusun bumi dari permukaan sampai inti bumi. Geologi juga mempe lajari benda-benda luar angkasa, dan bukan tak mugkin suatu s aat nanti kita dapat mengetahui keadaan geologi bulan misalnya. Cabang-cabang ilmu geologi Kajian geologi memiliki ruang lingkup yang luas, di dalamnya terdapat kajian -kajian yang kemudian berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri walaupun sebenarnya i lmu-ilmu tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling menunjang satu sama lain. ilmu -ilmu tersebut yaitu : 1. Mineralogi, yaitu ilmu yang mempelajari mineral, berupa pendeskripsian mineral yang meliputi warna, kilap, goresan, belahan, pecahan dan sifat lainnya. 2. Petrologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan, didalamnya termasuk deskripsi,klasifikasi dan originnya. 3. Sedimentologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan sediment, meliputi deskripsi, klasifikasi dan proses pembentukan batuan sediment. 4. Stratigrafi, yaitu ilmu tentang urut -urutan perlapisan batuan, pemeriannya dan proses pembentukannya. 5. Geologi Struktur, adalah ilmu yang mempelajari arsitektur kerak bumi dan proses pembentukannya. 6. Palentologi, yaitu ilmu yang mempelajari aspek kehidupan masa lalu yang berup a fosil. Paleontology berguna untuk penentuan umur dan geologi sejarah. 7. Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk bentang alam dan proses0proses pembentukan bentang alam tersebut. Ilmu ini berguna dalam menentukan struktur geologi dan batuan penyusun suatu daerah. 8. Geologi Terapan, merupakan ilmu -ilmu yang dikembangkan dari geologi yang digunakan untuk kepentingan umat manusia, diantaranya Geologi Migas, Geologi Batubara,Geohidrologi, Geologi Teknik, Geofisila, Geothermal dan sebagainya. Konsep Dalam Geologi Ada dua konsep dalam geologi yaitu teori Katastropisme dan teori Uniformitarisme

Teori Katastropisme Teori Katastropisme ini dikemukakan oleh Cuvier yang berekabangsaan Prancis pada tahun 1830. Teori malapetaka menjelaskan bentukan bumi yang sekar ang ini seperti pegunungan dan lembah merupakan hasil dari malapetaka -malapetaka yang sebelumnya terjadi. Teori ini juga menjelaskan bahwa musnahnya salah satu individu mahluk hidup disebabkan oleh malapetaka tersebut yang kemudian diikuti oleh kemunculan mahluk baru yang berbeda dengan mahluk hidup sebelumnya. Teori Uniformitarisma Teori ini dikemukakan oleh James Hutton yaitu ³ The Present Is The Key To The Past´. Teori ini menjelaskan bahwa proses -proses yang kita lihat sekarang terjadi juga pada masa lampau, seperti erosi perbukitan, pengangkutan material sediment di sungai, letusan gunung api, gempa bumi dan sebagainya. Hal ini membawa kita pada pemahaman bahwa pembentukan pegunungan, pembentukan lembah yang dalam, pembentukan lapisan -lapisan sediment tidak terjadi dalam waktu yang singkat tetapi melalui waktu yang cukup panjang bahkan sampai jutaan tahun.
BAB II STRUKTUR BUMI 2.1 Kedudukan Bumi dalam jagat Raya Sampai saat ini bumi merupakan satu -satunya planet yang dapat mendukung kelangsungan hid up seluruh makhluk, diantara planet -planet anggota tata -surya lainnya. Oleh karenanya pengetahuan mengenai bumi dianggap sangat vital guna kel angsungan hidup penghuninya termasuk manusia. Bumi merupakan anggota tata -surya bersama 8 planet lainnya yang sama sama mengelilingi matahari dengan waktu tempuh yang berbeda -beda sesuai dengan jari -jari lintasannya. Bumi berjarak rata-rata 150 juta km terhadap Matahari dan mengelilingi Matahari selama 365 hari, yang dijadikan dasar system kalender. Anggota tata-surya secara lengkap secara berturut turut yaitu: Matahari sebagai pusat, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Tata-surya merupakan bagian dari suatu galaksi yang dinamakan galaksi bima sakti ( Milky Way). Diameter galaksi bima sakti sekitar 80.000 -100.000 tahun cahaya. Di jagat raya ini masih banyak galaksi yang belum didiketahui yang jaraknya kemungkinan bisa jutaan tahun cahaya. Dari data -data ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ruang lingkup ilmu kita masih sangat keci l bila dibandingkan dengan luasnya jagat raya. Ini juga merupakan bukti bahwa Alloh Maha Besar, Maha Mengetahui atas segalanya dan kita tidak sepatutnya sombong dengan pengetahuan kita yang sangat sedikit ini. 2.2. Struktur dan Komposisi Bumi Berdasarkan kecepatan gelombang seismic struktur internal bumi dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama, yaitu inti ( core), mantel ( mantle ) dan kerak ( crust).

Gambar 2.1. Kecepatan Gelombang Seismik Pada Setiap Lapisan Bumi

Gambar 2.2 Struktur Bumi Inti bumi (core) Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900 -6371 km. Terbagi menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang memiliki kedalaman 2900 -5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang berkedalaman 51 00-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman Discontinuity . Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel. Mantel bumi (mantle) Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti dan mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity . Mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu mantel atas yang

bersifat plastis sampai semipl astis memiliki kedalaman sampai 400 km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km. Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas ba gian bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer. Kerak bumi (crust) Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-80 km. kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity . Kerak bumi domi nan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu : Kerak samudra, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5 -15 km (Condie, 1982)dengan be rat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.

Gambar 2.3 Penampang vertikal Kerak Samudra

Kerak benua, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si d an Al, oleh karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30 -80 km (Condie !982) rata -rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. kerak benua biasanya disebut sebagai lapisan granit is karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang b erkomposisi granit. Disamping perbedaan ketebalan dan berat jenis , umur kerak benua biasanya lebih tua dari kerak samudra. Batuan kerak benua yang diketahui sekitar 200 juta tahun atau Jura. Umur ini sangat muda bila dibandingkan dengan kerak benua yang t ertua yaitu sekitar 3800 juta tahun. Penyebab perbedaan umur ini akan dibahas pada bab selanjutnya.

1. Walaupun kecepatan rata-rata lempeng tersebut hanya sekitar 7cm/tahun dan kita tidak bisa merasakannya. Sejarah Teori Tektonik Lempeng 1. 8. 1931) Sea-floor mapping ( Heezen.4 Kelimpahan berbagai unsur di kerak bumi BAB III TEORI TEKTONIK LEMPENG 3. Dalam kejadian -kejadian geologi waktu yang diperlukan cukup panjang yaitu dengan satuan juta tahun. Litosfer tersebut mengapung diatas lapisan astenosfer dan terpotong potong menjadi beberapa keratan yang disebut lempeng ( plates). zona pemisah antara kerak dengan mantel disebut Mohorovivic discontinuity .Gambar 2. Hess. 1965) Global seismic zones (Lynn and Sykes. hal ini membuktikan bahwa lapisan ini merupakan lapisan yang cair liat. 3. Lempeng lempeng tersebut bergerak satu sama lain dengan kecepatan yang berbeda -beda dan terjadi interaksi yang menyebabkan terjadinya kejadian-kejadian geologi seperti pembentukan gunung api. . 2. 9. pembentukan batuan dan kejadian geologi lainnya. gempa bumi.Plate Tectonic Theory (late 1967-early 1970) 3. Kerak bumi beserta mantel atas bagian atas yang padat menjadi satu kesatuan yang disebut litosfer. Lapisan mantel atas bagian atas merupakan bagian yang padat. 1959 -1965) Sea-floor spreading (Dietz. 1970) New Global Tectonic . 4. 6. pembentukan struktur geologi. Continental drift (Wegener. 5. 7. sedangkan lapisan cair liat dibawahnya disebut sebagai astenosfer.2. 1961-1962) Symmetric magnetic stripping across mid -oceanic ridge (Vine and Matthews. Tharp. 1963) Transform fault (Wilson. Ewing. tetapi dengan waktu berjuta-juta tahun akan menyebabkan kejadian yang berarti seperti kejadian geologi yang disebutkan sebelumnya. 1968) Global mountain belts (Dewey and Bird. Dibawah kerak terdapat lapisan yang disebut mantel. akan te tapi pada kedalaman sekitar 70-80 km terjadi penurunan kecepatan gelombang seismic ( low velocity zone ). Misalkan kecepatan lempeng 5cm/t ahun dan waktunya 50 juta tahun maka lempeng tersebut akan bergerak sejauh 2500 km. waktu ini disusun dalam skala waktu geologi . 1912) Convection current of mantle (Holmes. Lempeng (Plates) Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bagian terluar dari lapisan bumi adalah ke rak bumi yang terbagi menjadi kerak samudra dan kerak benua.

2 Lempeng-lempeng di Bumi . lempeng Amerika Selatan. Gambar 3. lempeng Amerika Utara. Lempeng Indo Australi a dan Lempeng Afrika.Gambar 3.1 Skala waktu geologi Contoh lempeng-lempeng yang besar diantaranya. lempeng Pasifik. lempeng Eurasia.

yang diakibatkan peleburan kerak samudra yang menunjam sehingga memicu pembentukan magma yang kemudian nai k dan membentuk gunung api. jenis interaksi yang terjadi yaitu : Batas Divergen Batas Divergen adalah batas dimana dua buah lempeng atau lebih saling menjauh. y .3 Batas Divergen Batas Konvergen Batas Konvergen yaitu batas dimana du a buah lempeng saling m endekat. Contoh interaksi ini yaitu bagian Barat Sumatera dan Selatan Jawa. Jika kejadian ini berlangsung tanpa adany a penunjaman kembali lempeng di sisi yang lain maka dapat dibayangkan bumi ini akan terus membesar. Hal ini terjadi karena berat jenis dari lempeng samudra lebih berat dari lempeng benua sehingga lempeng benua seperti menunggang atau mengapung. Contoh batas divergen yaitu Mid Atlantic Ridge. Subduksi Bila lempeng samudra dengan lempeng benua terjadi interaksi jenis ini maka lempeng samudra akan menunjam kebawah lempeng b enua. gaya yang bekerja pada batas ini adalah gaya tarikan (tensional). Hal inilah yang menyebabkan batuan di kerak benua umurnya lebih tua dari umur batuan di kerak samudra. Gambar 3.Batas lempeng Sudah disebutkan ba hwa antara satu lempeng dengan lempeng lainnya yang berdampingan akan terjadi interaksi pada batas lempengnya . Selain itu akan terjadi berbagai macam struktur geologi seperti sesar dan lipatan yang diakibatkan gaya kompresional dari interaksi tersebut. Akibat kejadian ini akan terjadi kejadian kejadian geologi seperti pembentukan jalur gunung api pada kerak yang menunggangi dalam hal ini kerak benua. Gaya yang timbul pada interaksi ini yaitu gaya kompresional. hal ini mengakibatkan terjadinya subduksi atau kolisi. Hal ini mengakibatkan lempeng saling menjauh dan mengakibatkan naiknya magma dari astenosfer dan terjadilah pembentukan kerak baru dalam hal ini kerak samudra.

Contoh interaksi ini yaitu kepulauan Jepang Gambar 3. Hal ini akan mengakibatkan pembentukan jalur kepulauan gunungapi (island arc ) pada lempeng yang menunggangi. y Gambar 3.4 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Benua Bila lempeng samudra dengan lempeng samudra terjadi interaksi konvergen maka salah satu lempeng akan menunjam. Contoh yang paling nyata yaitu pegunungan himalaya yang diakibatkan interaksi antara lempeng Eurasia dengan India.6 Batas Konvergen Lempeng benua dengan lempeng benua . hal ini mengakibatkan pembentukan pegunungan lipatan yang biasanya sangat tinggi.Gambar 3.5 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Samudra Kolisi Apabila lempeng benua bertemu dengan lempeng benua maka lempeng tersebut tidak ada yang tertunjam karena keduanya sama -sama ringan.

gelas. 1986).7 Pembentukan Himalaya Sesar Transform Yaitu batas antara lempeng yang saling berpapasan. dan dibentuk oleh alam (Warsito Kusumoyudo. biasanya batas ini terjadi karena batas konvergen yang tidak lurus. dan kombinasi semua komponen tersebut . Kristal adalah zat padat yang mempunyai bentuk bangu n yang beraturan yang terdiri dari atam -atom dengan susunan yang teratur. material organik yang terubah.1 Pengertian Batuan Batuan adalah agregat padat dari mineral. atau kumpulan yang terbentuk secara alami yang tersusun oleh butiran mineral.Gambar 3. .7 Batas-batas Lempeng BAB IV BATUAN 4. Gambar 3. yang terjadi tidak dengan perantara manusia dan tidak berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Mineral adalah zat padat anorganik yang mempunyai komposisi kimia tertentu dengan susunan atom yang teratur.

contohnya korondum 4. Kilap. (2) fragmen atau butiran batuan. contohnya Barit 7. Pecahan. dan Tungstat. Halida. Sulfat. Lodat. Feldspar. Mineral memiliki sifat-sifat khusus yang dapat kita jadikan sebagai penciri mineral tertentu. (3) kombinasi material-material tersebut. contohnya Halite 5. sedimen. tembaga dan intan 2. contohnya Galena. Borat. P iroksen. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari kristalis asi (pembekuan) magma. perak.Berzelius mengklasifikasikan mineral menjadi 8 golongan. Sulfida. Goresan. Silikat. Batuan sediment terbentuk dibawah kondisi permukaan dan terdiri dari kumpulan (1) presipitasi kimia dan biokimia. Sifat-sifat mineral diantaranya: Warna. Arenat dan Vanadat. Nitrat. dan metamorf.2 Pembagian Batuan Berdasarkan pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku. . Batuan metamorf adalah batuan yang asalnya adalah batuan beku. Oksida dan Hidroksida. Panas dan tekanan disini berbeda dengan kondisi di permukaan. sediment atau metamorf yang berubah secara mineralogy. tekstur atau keduanya tanpa mengalami peleburan yang diakibatkan oleh panas. tekanan. contohnya kuarsa. atau cairan kimia aktif. contohnya Kalsit 6. Belahan. Ketiga Jenis batuan ini memiliki hubungan genesis satu sama lain berupa siklus yang disebut sebagai siklus batuan. Karbonat. yaitu: 1. pirit 3. mineral dan fosil. contohnya Apatit 8. Kekerasan Tabel Kekerasan Mineral Kekerasan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mineral Talk Gipsum Kalsit Fluorit Apatit Ortoklas Kuarsa Topas Korondum Intan 4. contohnya emas. Fosfat. Elemen native. Khromat. Molibdenat.

dan beberapa tempat y ang relative kecil didalam mantel atas dan kerak. sulfide serta volatile. 5. Dibawah tutupan sediment. Perbedaan tempat pembentukan in i pada ahirnya akan digunakan dalam klasifikasi dan mempengaruhi sifat -sifat batuan yang terbentuk. Batuan sediment terbentuk di permukaan atau dekat permukaan. Pembekuan ini dapat berlangsung di permukaan atau jauh di bawah permukaan. Di daratan.Gambar 4. Chlorine (Cl). BAB V BATUAN BEKU 5. Sulfur (S). . Magma yang ter bentuk pada mantel atas naik ke level yang lebih tinggi didalam kerak dan mengalami kristalisasi. T emperatur magma berkisar antara 600 0 C ( magma asam) sampai 1250 0 C (magma basa). mantel dan kerak telah terubah dikarenakan tekanan dan temperature yang tinggi. mengandung oksida. kecuali pada inti luar. didominasi oleh batuan beku dan metamorf. maka magma akan mulai mengkristal. Fluorine (F) dan Boron (B) yang dikeluarkan ketika magma membeku. batuan sediment menutupi sekitar 66 % dari total batuan yang tersingkap (Blatt dan Jones.3 Penyebaran Batuan di Bumi Bumi adalah tubuh padat. Umumnya unsur-unsur yang sukar larut akan mengkristal terlebih dulu seperti apatit. dimana kedua jenis magma ini merupakan induk batuan beku. ini dikarenakan batuan di inti dalam. Kebanyakan dari material yang padat merupakan batuan metamorf.1 Siklus Batuan 4. Di bawah samudra kebanyakan ditutupi oleh material sediment atau batuan sediment yang tipis. Batuan beku yang terbentuk di permukaan disebut batuan volkanik (ekstrusif) dan yang terbentu di jauh di bawah permukaan bumu disebut batuan plutonik (intrusif). Volatile ini terutama terdiri dari CO 2. 1975). yang cair. Temperatur magma turun hingga mencapai titik jenuhnya. Sisanya sekitar 34 % adalah batuan kristalin yang berupa batuan beku dan metamorf.1 Pengertian Batuan Beku Batuan beku (Igneous Rock ) adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi atau pembekuan dari magma.2 Magma dan Deret Bowen Magma adalah cairan silikat yang sangat panas.

zircon. amfibol. yaitu : 1. maka mineral yang memiliki titik lebur yang tinggi m ulai mengkristal. Ketika magma mengalami penurunan tekanan dan temperatur. chromit . yang mula -mula mengkristal dan selanjutnya yaitu olivin. Ketika magma naik menuju ke permukaan. Bowen menggambarkannya berupa chart yang disebut Deret Bowen ( Bowen¶s Series) Gambar 5. dan selanjutnya seperti yang dikemukakan oleh Bowen (1922).1 Deret Bowen Urutan pembekuan magma berdasarkan temperaturnya dapat dibedakan menjadi beberapa tahap pembekuan yaitu : 1. magnetit. 2. hal ini akan menyebabkan terjadiny a interaksi antara magma dan batuan samping. Tahap Hydrothermal. yaitu pembekuan magma yang pertama kali dengan temperatur > 8000C 2. dengan demikian magma akan mengalami perubahan . yaitu pembekuan magama berkisar antara 100 0C ± 4000C. titanit. Assimilasi. magma tersebut tentunya melewati batuan samping. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 600 0C ± 8000C 3. Berupa larutan sisa yang kaya akan gas dan larutan/cairan. Differensiasi magma. Mineral utama pembentuk batuan juga mengalami hal yang serupa. Tahap Orthomagmatik. yaitu suatu proses yang menyebabkan magma yang asalnya relatif homogen terpecah -pecah menjadi beberapa bagian atau fraksi dengan komposisi yang berbeda-beda. terjadi reaksi dengan batuan samping dan pelarutan batuan samping. sedangkan cairan yang belum membeku akan terus naik dan akhirnya keseluruhan cairan magma itu membeku. ilmenit. Dalam perjalanannya magma mengalami perubahan yang terdiri dari tiga proses utama. Interaksi yang terjadi yaitu meleburnya batuan samping. rutile. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 400 0C ± 600 0C serta kaya akan gas 4. Sementara mineral yang mudah larut mengkristal kemudian dan terjebak di sekitar kristal yang terbentuk terlebih dahulu. Tahap Pneumatolitik . piroksen. Hal ini disebabkan oleh migrasi ion atau molekul dalam larutan magma karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Tahap Pegmatitik.

 Pillow lava. Struktur batuan beku ekstrusif Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil. Kenampakan dari batuan beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. Hal ini pada nantinya akan menyebabkan perbedaan pada tekstur masing masing batuan tersebut. 1. yaitu struktur vesikular yang kemudia n terisi oleh mineral lain seperti kalsit.  Struktur aliran. yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan. Pencampuran magma. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air. Kenampakan inilah yang diseb ut sebagai struktur batuan beku. Struktur ini diantaranya:  Masif. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran. Gambar 5. hal ini tentunya akan merubah komposisi mag ma. Ba tuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagi struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut. 3. kuarsa atau zeolit. jenis batuan samping. Dalam perjalanannya magma dapat bertemu dengan magma dengan komposisi yang berbeda.  Amigdaloidal. yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat sera gam. yaitu struktur yang memperlihatkan lubang -lubang pada batuan beku.  Vesikular. dan jauh dekatnya jarak yang ditempuh oleh magma. 5.3 Struktur batuan beku Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi bat uan beku extrusive dan intrusive. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan. Tingkat perubahan komposisi pa da magma tergantung pada jenis magma.  Columnar joint. yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal -gumpal.  Sheeting joint.komposisi.2 Struktur Batuan Beku Vesikular .

3 Laccolith 3) Lopolith.3 Struktur Lava Bantal Gambar 5. Diameter laccolih berkisar dari 2 sampai 4 mil dengan kedalaman ribuan meter. Konkordan Tubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan disekitarnya. Struktur Batuan Beku Intrusi f Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dibawah permukaan bumi. yaitu bentuk tubuh batuan yang cembung ke bawah. 2) Laccolith. bentuk tubuh batuan yang merupakan kebalikan dari laccolith. . yaitu puluhan sampai ratusan kilometer dengan kedalaman ribuan meter. sedangkan bagian dasarnya tetap datar. Lopolith memiliki diameter yang lebih besar dari laccolith. Gambar 5. dimana perlapisan batuan yang asalnya datar menjadi melengkung akibat penerobosan tubuh batuan ini.Gambar 5. tubuh batuan beku yang berbentuk kubah (dome). jenis jenis dari tubuh batuan ini yaitu : 1) Sill.3 Struktur Sheeting Joint pada lava 2. berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan. tubuh batuan yang berupa lembaran da n sejajar dengan perlapisan batuan disekitarnya.

Gambar 5. Karena terjadi penurunan temperatur. Jenis-jenis tubuh batuan ini yaitu: 1) Dike. yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan disekitarnya dan memiliki bentuk tabular atau memanjang. Keteba lannya dari beberapa sentimeter sampai puluhan kilometer dengan panjang ratusan meter. Diskordan Tubuh batuan beku in trusif yang memotong perlapisan batuan disekitarnya. perubahan tekanan dan perubahan dalam komposisi.5 Berbagai bentu tubuh batuan beku 5. . 3) Stock. yaitu tubuh batuan yang memiliki ukuran yang sangat besar yaitu > 100 km 2 dan membeku pada kedalaman yang besar . tubuh batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk sebelumnya. 2) Batolith. Ketebalan paccolith berkisar antara ratusan sam pai ribuan kilometer.4 Lopolith 4) Paccolith. yaitu tubuh batuan yang mirip dengan B atolith tetapi ukurannya lebih kecil yaitu< 100 km2 Gambar 5. Perbedaan kombinasi hal -hal tersebut pada saat pembekuan magma mengakibatkan terbentuknya batuan yang memilki tekstur yang berbeda.4 Tekstur Batuan Beku Magma merupakan larutan yang kompleks. laruta n magma ini mengalami kristalisasi.

6 Gelas (obsidian) Berdasarkan hal di atas tekstur batuan beku dapat dibedakan berdasarkan : 1. yaitu sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal atau bentuk kristal euhedral (sempurna ) Hypidiomorf (Hypautomorf). 3. Sedangkan pada kondisi pembekuan dengan temperatur dan tekanan permukaan yang rendah . mineral-mineral penyusun batuan beku tidak sempat membentuk sistem kristal tertentu. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh gelas 2. yaitu batuan beku yang tersusun oleh mi neral berukuran kasar ( fenokris) dan mineral berukuran halus (masa dasar) Aphanitic. 4. sehingga terbentuklah gelas (obsidian) yang tidak memiliki sistem kristal. .Ketika batuan beku membeku pada keadaan temperatur dan tekanan yang tinggi di bawah permukaan dengan waktu pembekuan cukup lama maka mineral-mineral penyusunya memiliki waktu untuk membentuk sistem kristal tertentu dengan ukuran mineral yang relatif besar. Gambar 5. Bentuk mineral yang terlihat melalui pengamatan mikroskop yaitu: Euhedral. Tingkat kristalisasi Holokristalin. yaitu sebagian besar kristalnya berbentuk euhedral dan subhedral. Ukuran butir Phaneritic. yaitu bentuk kristal yang kurang sempurna Anhedral. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh mineral berukuran halus. yaitu batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas Holohyalin. Porphyritic. yaitu batuan beku yang hampir seluruhmya tersusun oleh mineral -mineral yang berukuran kasar. yaitu bentuk kristal yang tidak sempurna. mineral -mineral yang terbentuk pertama kali biasan ya berbentuk sempurna sedangkan yang terbentuk terakhir biasanya mengisi ruang yang ada sehingga bentuknya tidak sempurna. Bentuk kristal Ketika pembekuan magma. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh kristal Hipokristalin. dan mineral yang terbentuk biasanya berukuran relatif kecil. Berdasarkan kombinasi bentuk kristalnya Panoidiomorf (Automorf). yaitu bentuk kristal yang sempurna Subhedral.

3. kimia. Gambar 5. Batuan beku Plutonik. Batuan beku vulkanik. 4. yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumu 3. yaitu ukuran butir penyusun batuannya hampir sama Inequigranular.Allotriomorf (Xenomorf). 2. Batuan beku asam (acid). Klasifikasi batuan b eku berdasarkan warnanya yaitu: Leucocratic rock. dan mineral felsic (terang) seperti Feldspar. Berdasarkan keseragaman antar butirnya Equigranular. kandungan SiO2 > 65%. 2. Andesit . kandungan mineral mafic 30% . amphibol dan biotit. yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi. Berdasarkan tempat terbent uknya batuan beku dibedakan atas : 1. sebagian bear penyusunnya merupakan kristal yang berbentuk anhedral. Berdasarkan kandungan kimian ya yaitu kandungan SiO 2nya batuan beku diklasifikasikan menjadi empat yaitu: 1.6 Granit 2.52%. Batuan beku menengah (intermediat). kuarsa dan feldspatoid. dan mineraloginya. yaitu ukuran butir penyusun batuannya tidak sama 5. yaitu batuan beku yang terbentuk di pe rmukaan bumi Berdasarkan warnanya. kandungan mineral mafic > 90% 1. 5. Contohnya Diorit.5 Klasifikasi Batuan Beku Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya. piroksen. tekstur. Batuan beku Hypabisal. mineral pembentuk batuan beku ada dua yaitu mineral mafic (gelap) seperti olivin.90% Hypermalanic rock. warna. muskovit.60% Melanocratic rock. contohnya Granit. Ryolit. kandungan mineral mafic < 30% Mesocratic rock. kandungan mineral mafic 60% . kandungan SiO 2 65% .

piroksenit. contohnya peridotit .Gambar 5. Gambar 5. Basalt Gambar 5.45%. kandunga n SiO2 < 45%. contohnya Gabbro. Batuan beku basa (basic). Batuan beku ultra basa (ultra basic). kandungan SiO 2 52% .7 Andesit 3. dunit.9 Piroksenit .8 Gabbro 4.

K -Feldspar. Batuan yang mengandung Feldspatoid tidak akan mengandung kuarsa sehingga klasifikasinya menggunakan segitiga yang bawah. .Gambar 5. Berdasarkan mineraloginya (Streickeisen) batuan beku terbagi menjadi 2 yaitu : Kelas A dengan mineral mafic <90% Kelas B dengan mineral mafic >90% Penamaan nama batuan pada kelas A dengan kandungan mineral mafic < 90 % didasarkan pada persentase tiga mineral yaitu Plagioklas.10 berbagai jenis batuan berdasarkan tekstur dan mineraloginya Mineralogi dan tekstur biasanya menjadi suatu dasar yang tidak terpisahkan dalam pengklasifikasian batuan beku. dan Quarsa.

Quartz Syenite Alkali Fs. Gabbro 5 Diorite/Gabbro/ Syenite (Foid)-bearing Syenite 10 (Foid -bearing Alkali Fs.11 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur phaneritic (Fo id Ga bb ro       A   Monzonite (Foid -bearing Monzonite Monzodiorite (Foid)-bearing Monzodiorite 90 Anorthosite P   id (Fo Sy it e en . Diorite/ Qtz.Q Quartzolite 90 90 Quartz-rich Granitoid 60 60 ani te lit e na To ar G r Alkali Fs. Syenite 10 (Foid -bearing Diorite/Gabbro (Foid Monzosyenite (Foid Monzodiorite 60   60 (Foid olites F Keterangan : A (K-Feldspar P (Plagioklas Q (Kuarsa F (Feldspatoid Gambar 5. Syenite 5 Alka li F e ld sp Granite Granodiorite 20 20 Quartz Syenite 10 Quartz Monzonite 35 Quartz Monzodiorite 65 Qtz.

6 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur Aphanitic .Q 60 60 Rhyolite Dacite 20 20 Trachyte Latite 35 Andesite/Basalt 65 A 10 (foid)-bearing Trachyte (foid)-bearing Latite (foid)-bearing Andesite/Basalt P 10 Phonolite Tephrite 60 60 (Foid)ites F Keterangan : A (K -Feldspar) P (Plagioklas) Q (Kuarsa) F (Feldspatoid) Gambar 5.

dan metamorf) dapat memberi petunjuk untuk menginterpretasi sejarah bumi.1 Pendahuluan Sedimentologi merupakan ilmu yang mempelajari klasifikasi. asal. Lingkungan pengendapan : tempat dimana material sedimen terakumulasi sehingga membentuk batuan sedimen dan lebih jauh lagi menjadi bagian dari suatu lapisan. dengan mineral mafic >90% Gambar 5.7 Klasifikasi batuan beku kelas B Untuk klasifikasi berdasarkan mineralogi. BAB VI BATUAN SEDIMEN 6. Rekaman dari proses keterbentukan batuan sedimen ini dapat memudahkan dalam interpretasi batuan untuk menentukan lingkungan terbentuknya. ia dapat member ibanyak informasi yang kita perlukan seperti dari aspek kandungan fosilnya. maupun strukturnya. dan interpretasi sedimen dan batuan sedimen serta proses terbentuknya suatu formasi atau lapisan batuan berdasarkan mekanisme sedimentasi yang meliputi pelapukan.Klasifikasi Batuan beku kelas B. Batuan Sedimen sedimen sendiri menutupi kurang lebih ¾ bagian permukaan bumi. batuan harus disayat tipis dan kemudian dilakukan deskripsi melalui mikroskop. walaupun semua batuan (beku. .sedimen. Kapasitas volume dan pen yebarannya yang banyak di permukaan menyebabkan geologist tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang batuan sedimen. Namun batuan sedimen berbeda dengan yang lain. sejarah sistem daratan pada masa lampau. lingkungan laut dan ekosistem. lokasi dan komposisi sistem pegunungan yang telah lama lenyap. transporta si dan pengendapan suatu material yang kemudian terakumulasi sebagai sedimen di lingkungan pengendapannya baik di lingkungan benua maupun samudera. tekstur. Pembelajaran mengenai proses dan produk sedimentasi dapat memudahkan kita untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan suatu b atuan sedimen. Dengan melihat aspek tersebut dapat dipelajari banyak hal seperti keadaan iklim pada masa lalu. Contoh : Cekungan Sedimen yang terbentuk karena pengaruh proses tektonik.

1982). Dalam prosesnya. paleoecology. Sedimen sendiri merupakan partikel mate rial lepas yang mengalami sementasi dan kompaksi sehingga membentuk batuan sedimen (J. Mekanisme pemisahannya sendiri dapat secara mekanis (fisika). Lost River. juga batubara. 1982).W Gore. celah tersebut terisi air. 2004). Pemahaman mengenai pelapukan dalam pembelajaran batuan sedimen sangatlah penting karena merupakan proses dimana batuan terpisahkan dari batuan sebelumnya sehingga mendukung keterbentukan batuan sedimen. Ero si dan Pengendapan Pelapukan Semua sedimen berasal dari proses pelapukan batuan yang telah ada sebelumnya seperti batuan beku. kimiawi. air yang membeku mengembang diantara celah batuan sehingga memecah batuan men jadi fragmen yang lebih kecil. batuan metamorf maupun batuan sedimen itu sendiri. (Jones. biasanya berupa fragmen yang menyudut. air dan material kimiawi merupakan agen -agen yang berperan dalam proses pelapukan. fosforit. Banyak batuan sedimen memiliki nilai ekonomis yang signifikan seperti tempat terakumulasinya minyak dan gas. biologis atau dapat pula bekerja bersama atau dapat disebut pelapukan fisika -kimia.2 Proses Pelapukan. dan juga paleooceanogra fy.  Pelapukan Mekanis (Fisika) Ketika batuan secara fisika terpisahkan dari fragmen yang lebih besar menjadi fragmen yang lebih kecil maka proses pelapukan secara mekanis yang berperan. paleogeography. bio-kimia. Batuan asal terpisahkan oleh faktor fisika (Link. gipsum. melalui agen tersebut dihasilkanlah material sedimen yang tertransport dan terendapkan untuk membe ntuk batuan sedimen baru. dan banyak mineral ekonomis lain yang juga terbentuk pada batuan sedimen 6.6. Uranium. Ketika batuan tersingkap kepermukaan maka batuan tersebut mengalami perubahan konstan yang dipengaruhi oleh agen agen tertentu. 2001) Sehingga dapat diartikan bahwa pelapukan adalah mekanisme dimana batuan terpisahkan dan terdistribusikan oleh agen -agen tertentu kemudian tertransport dalam wujud fragmen -fragmen menuju tempat pengendapan yang baru (Link. Talus Slope. Siklus Pembekuan ( Freeze Cycle/Frost Wedging ). dsb. Tipe pelapukan mekanis antaralain : a.1 Proses Pelapukan Fisika. Gambar. West Virginia . kelembaban air menyebabkan celah kecil diantara batas antar butir. Angin.Lebih jauh lagi studi sedimen dapat berguna sebagai dasar untuk studi climatology.

1982). panas menyebabkan ekspansi. Ekspansi Termal. Air merupakan agen yang signifikan dalam pelapukan kimia yang efektif ketika iklim hangat dan lembab (Link. Hampir dari setiap mineral pembentuk batuan memiliki tingkat kelarutan pada air. Feno mena ini disebabkan ekspansi batuan ketika tekanan dari batuan diatas batuan induk tersingkir oleh erosi. Perulangan dari prose s pemanasan dan pendinginan batuan menyebabkan batuan terpecah dan terpisahkan. karena air merupakan pelarut yang baik pada berbagai tempa t. Sehingga pelapukan kimia dapat . umumnya dipengaruhi oleh reaksi kimia yang berhubungan dengan air. batuan induk terpecah dan terpisahkan menjadi lembaran -lembaran tipis sepanjang kekar-kekar atau rekahan yang ada dan berarah pararel terhadap permukaan tanah. Gambar 6.3 Eksfoliasi di Stone Mountain membentuk gunung yang membundar d.2 Eksfoliasi Aktif di Virginia. dan aliran sungai. c. e. Mineral-mineral yang berbeda mengembang dan bereaksi pada kisaran yang berbeda menyebabkan tekanan sepanjang batas -batas sepanjang mineral. tanah. disebut juga sebagai penghilangan beban ( unloading).b. Ekspansi Garam. Eksfoliasi. melebarkan celah tersebut dan memisahkan batuan yang ada. pertumbuhan akar mempenetrasi celah yang ada pada batuan. kristalisasi garam ketika terjadi pengeringan menyebabkan mineral garam mengembang diantara ce lah batuan dan memisahkannya.  Pelapukan Kimiawi Alterasi kimia dan pemecahan kimiawi batuan yang tersingkap didukung oleh kontak dengan agen kimia di atmosfer. pendinginan menyebabkan kontraksi. AS Gambar 6. Akar Tanaman.

disederhanakan sebagai fungsi jumlah air hujan dan komposisi kimia terhadap batuan yang tersingkap. merupakan proses dimana mineral yang mengandung besi terl apukkan menghasilkan besi oksida. potasium -feldspar membentuk mineral kaolinit. Contohnya pada lumut yang merupakan kombinasi dari jamur dan alga. Oksidasi. mineral mineral terlarut tadi terpresipitasi atau terkristalisasi menjadi mineral yang solid. Ketika danau atau laut terevaporasi. Mineral seperti halit. Lumut dapat hidup pada batuan dan memecahkan batuan tersebut oleh zat sekresi kimia yang dimilikinya. Disolusi. . Ketika mineral bereaksi dengan air. Proses pengikisan ini disebut erosi. ion -ion seperti Ca dan Na tersingkirkan. hewan dan lumut. Contohnya. atao kalsit. es atau angin. membentuk oksida besi dan lempung. merupakan alterasi batuan dengan mengubah dan memindahkan mineral yang mudah larut. air atau masa aliran. Ion -ion tersebut terbawa sebagai beban terlarut o leh aliran sungai yang mengalir menuju danau atau laut. KAlSi 3 O8 +H2O 2 HAlSi 3O8 + 9 H2O HAlSi 3O8 + K + OH + - Al 2Si 2O5(OH)4 + 4 H4SiO4 c. Proses Transportasi Pembentukan tubuh sedimen dipengaruhi baik oleh transportasi partikel sedimen ke wilayah pengendapannya serta p ertumbuhan kimiawi dan biologis dari suatu material di tempat tertentu. merupakan proses dimana feldspar dan beberapa mineral yang mengandung alumunium-silikat terlapukkan menja di mineral lempung. Contohnya : halit. gipsum dan kalsit adalah mineral yang mudah larut di air khususnya air yang komposisinya asam. Erosi Batuan yang telah mengalami pelapukan menghasilkan mineral yang lepas -lepas yang kemudian terkikis oleh agen transport seperti air. amfibol dan biotit) mengalami oksidasi dan hidrolisis. Mineral alumino -silikat yang mengandung besi terlapukkan menjadi tanah merah lempungan. Hidrolisis. Proses transportasi yang membawa material dipengaruhi oleh pergerakan agen transportasinya antara lain angin. Mineral silikat yang mengandung besi yang juga memiliki kandungan alumunium (seperti piroksen. termasuk tanaman.  Pelapukan Biologis Merupakan pemisahan dan pemecahan batuan dikarenakan aktivitas organisme hidup. gipsum. Tipe dan kecepatan dari media transportasi serta jumlah dan ukuran material yang dibawa akan menentukan asal muasal sedimen yang telah terakmulasi. Mineral juga dapat terbentuk melalui mataair panas seperti travertin. b. Tipe pelapukan kimiawi antara lain : a. Setelah terjadi erosi material tersebut ditransportasikan menuju tempat pengendapan. tipe mineral ini terbentuk m elalui proses evaporasi dari air laut yang disebut sebagai evaporit.

air.Proses transportasi dan pengendapan dapat ditentukan dengan melihat suatu lapisan sedimen. Ia melakukan penelitian terhadap aliran pada suatu silinder. Interaksi material sedimen dengan media transportasi menghasilkan terbentuknya struktur sediment. Ukuran. semua molekul pada fluida bergerak pararel satu sama lain pada arah transportasinya. dan akumulasi cangkang terbentuk di tempatnya langsung ( In Place) tanpa transportasi material. Berdasarkan percobaan tersebut didapatlah parameter ³Angka Reynold´. beberapa disebabkan oleh aliran material saat proses pengendapan dan yang la innya erosional. Pada kecepatan rendah air mengalir secara laminar dan pada saat kecepatan bertambah aliran menjadi turbulen. Namun hamper seluruh endapan sediment terbentuk dari transportasi material. Reynold pada akhir abad 19. Struktur sediment ini terpreservasi di batuan dan merekam proses yang terjadi selama pengendapan terjadi. Struktur sedimen primer seperti ripple dapat dilihat keterbentukannya pada material sedimen pasir. Proses ini juga termasuk pembentukan struktur sediment yang terawetkan pada batuan sediment. y Aliran turbulen. Dinamika Fluida Aliran Laminer dan Turbulen Pergerakan fluida dapat terbagi menjadi 2 cara yang berbeda. Apa yang menyebabkan perubahan ini ? Pembedaan antara aliran laminar dan turb ulen pertamakali di temukan oleh O. Fluida yang heterogen hampir seluruhnya bercampur. Pada fluida yang heterogen hampir tidak ada pencampuran selama mengalir. namun lebih banyak dipeng aruhi oleh hasil aliran angina. Pergerakan detritus dapat disebabkan oleh gravitasi.l/ v Keterangan : Re < 500 Re > 2000 : aliran laminer : aliran turbulen . lapisan mikroba. bentuk dan distribusi partikel yang menyusun suatu tubuh bat uan sedimen dapat menjadi petunjuk bagaimana suatu material sediment terbawa dan terendapkan. rasio antara densitas fluida dengan kecepatan fluida atau disebut sebagai viskositas (v) dan panjang (l) (kedalaman aliran). Terumbu karbonat. angka ini didapatkan dengan melakukan perhitungan antara kecepatan aliran (u). dan menyadari bahwa rata-rata aliran masuk dan keluar tidak menunjukkan nilai yang sama. molekul pada fluida bergerak ke segala arah namun dengan pergerakan relatif ke arah tertentu. antara lain : y Aliran Laminer. baik pada lingkungan alami maupun rekayasa di laboratorium. Rumusnya : Re = u. dan sepanjang pantai tidak dipengaruhi oleh pergerakan dari masa partikel sedimen. laguna. es atau campuran masa jenis sedimen dan air. Serta kondisi kecepatan aliran dan kedalaman air dapat dideteksi dengan cara mengenali ukuran dan bentuk dari suatu struktur sedimen (misalnya : ripple ) pada batuan sediment yang diasumsikan terbentuk pada kecepatan dan kedalaman aliran yang relatif sama. Sama halnya dengan mineral evaporit di danau.

Aliran laminar terjadi pada aliran debris.Dengan pertambahan kecepatan. Ada beberapa jenis aliran masa yang dapat diketahui :  Debris Flow  Turbidity Currents  Grain Flow  Liquified Flow . y Kedua. mereka dapat b ergerak menggelinding (rolling) pada dasar aliran air atau udara tanpa kehilangan kontak dengan permukaan lapisan. Ketiga. Masa Partikel Partikel dengan masa yang lebih besar. Tipe aliran seperti ini sering disebut sebagai mass flow atau gravity flow (Middleton dan Hampton. antara lain : 1. Transportasi Partikel Sedimen Pada Fluida Partikel ukuran apapun dapat bergerak pada fluida dengan mekanisme tertentu. y Pertama. Jenis aliran ini membutuhkan kemiringan untuk menyediakan energi potensial untuk menggerakkan masa tersebut. Hampir semua aliran di air maupun udara yang membawa volume sedimen yang cukup banyak bersifat turbulen. energi kinetik pada fluida juga meningkat material sedimen meninggalkan permukaan lapisan dan bergerak secara saltasi. aliran cenderung untuk menjadi turbulen. y Ada beberapa faktor yang mengontrol pergerakan partikel pada fluida yang mengalami turbulensi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Energi Turbulensi Peningkatan energi turbulensi mendukung daya dorong keatas untuk mempertahankan partikel sedimen tetap mengalami suspensi. 3. yang bergerak karena pengaruh gaya gravitasi oleh beberapa mekanisme fisika tertentu. Kecepatan Ketika kecepatan meningkat. Mass Flow (Aliran Masa) Merupakan campuran antara detritus (pecahan material sedimen) dan fluida. 2. Aliran air hanya laminar pada kecepatan rendah atau pada kedalaman dangkal. menyebabka n energi aliran fluida yang mengangkatnya harus lebih besar pula untuk mempertahankan pergerakan suspensi atau saltasi 4. turbulensi pada aliran dapat menghasilkan pergerakan keatas untuk mempertahankan partikel pada fluida yang bergerak tetap berlanjut. Luas Permukaan Partikel Partikel dengan luas permukaan yang relatif luas (contoh : mineral Mika) cenderung hanya membutuhkan kecepatan a liran yang rendah untuk mempertahankan material tersebut pada posisi suspensi. 1973). seperti pada pergerakan es dan aliran lava yang kesemuanya memiliki viskositas diata s air. Fluida dengan viskositas rendah. ini disebut dengan saltasi. seperti udara. pergerakannya berupa rentetan lompatan secara periodik meninggalkan permukaan lapisan dan terbawa pada jarak yang pendek pada tubuh a liran sebelum akhirnya kembali ke permukaan lapisan. alirannya turbulen pada kecepatan rendah sehingga semua aliran udara yang membawa partikel suspensi adalah turbulen. ini disebut dengan suspensi.

Debris Flow Debris flow merupakan jenis aliran yang terdiri dari campuran material sedimen dan air yang bermasa jenis dan kekentalan yang cukup tinggi, dimana volume dan masa sedimen yang ada melebihi kandungan air (Leeder, 1982). Air yang terkandung umumnya kurang dari 10% dari masa pada aliran ini. Aliran yang bermasa jenis dan berviskositas tinggi memiliki angka Reynold yang rendah, sehingga aliran yang ada bersifat lam iner. Tidak adanya aliran yang turbulen menyebabkan tidak adanya dinamika pemilahan pada material menjadi ukuran yang berbeda selama mengalir dan menyebabkan pemilahan pada sedimen tersebut terpilah sangat buruk. Pemilahan yang terbentuk karena adanya pros es aliran yang perlahan ini dapat menyebabkan lapisan mengalami gradasi yang terbalik (semakin kasar kebagian atas dari lapisan) atau menyebabkan keterdapatan butiran yang beragam mulai berukuran lempung sampai bongkah dalam lapisan tersebut. Debris flow terdapat pada daratan, di lingkungan yang beriklim arid (pasokan air sangat sedikit) serta berkembang pada lingkungan bawah laut. Arus Turbidit Arus turbidit merupakan campuran sedimen dan air, namun memiliki densitas (masa jenis) yang lebih rendah diba ndingkan dengan aliran debris dan memiliki angka Reynolds yang lebih tinggi. Percampuran sedimen dan air ini bergerak dengan pengaruh gravitasi yang tinggi pada media yang lebih rendah masa jenisnya, baik pada air laut dan air tawar. Arus turbidit bergerak pada kemiringan tertentu sehingga terdapat energi potensial yang mendukung pergerakan fluida. Suatu arus turbidit dapat kehilangan densitasnya ketika mulai terjadi pengendapan pada proses pengalirannya (Allen,1997). Sehingga terdapat batasan tertentu ag ar suatu aliran dapat bergerak secara turbidit yang dipengaruhi oleh kontras densitasnya, jika pada densitas tertentu arus tersebut tidak dapat lagi mengalir dan mempertahankan momentumnya maka berangsur-angsur aliran akan berhenti mencapai titik nol dari aliran. Pemilahan yang terjadi pada arus turbidit dapat membagi antara material kasar yang lebih dulu terendapkan dengan material yang lebih halus yang tetap terbawa arus turbulen sampai beberapa saat sampai akhirnya juga ikut terendapkan. Ciri endapan se perti ini disebut sebagai endapan turbidit, dan umumnya menunjukkan lapisan yang bergradasi (Middleton, 1966). Secara detil, karakteristik internal dari endapan turbidit menunjukkan pola gradasi yang tidak sederhana, pola tekstur serta struktur sedimen ya ng terdapat pada endapan turbidit pertamakali ditulis oleh (Bouma, 1962) sehingga kemudian disebut sebagai sekuen Bouma. Suatu endapan turbidit dapat mengandung 5 divisi pada skema Bouma (¶a¶ ± ¶e¶), meskipun di lapangan tidak selalu ditemukan kesemua divi si tersebut.

Gambar. Sekuen Bouma yang Tampak Pada Endapan Tubidit Batupasir (Ta-Te) di North Island, Selandia Baru

Divisi-divisi tersebut antara lain : 1. Divisi µa¶ (Ta) Terdapat pada bagian terbawah dari sekuen Bouma, terdiri d ari batupasir yang terpilah buruk , tidak berstruktur. Terbentuk pada aliran yang semakin melemah dan pada zona yang lapisannya hampir terendapkan seluruhnya, konsentrasi tinggi dan turbulensi berkurang. Pemilahannya sedikit dan tidak terdapat struktur sed imen pada divisi ini. 2. Divisi µb¶ (Tb) Pada lapisan ini terdapat laminasi dari batupasir, ukuran butir lebih halus daripada lapisan di divisi µa¶ dan material sedimennya terpilah lebih baik. Struktur sedimen pararel laminasi yang ada terbentuk melalui pemi sahan butiran pada proses transportasi rezim aliran atas. 3. Divisi µc¶ (Tc) Terdapat lapisan batupasir silang -siur yang berbutir sedang sampai halus, terdapat juga laminasi ripple, divisi ini terbentuk dibagian tengah dari sekuen Bouma. Struktur sedimen ripple yang berbutir halus -sedang ini terbentuk pada kecepatan menengah dan mewakili penurunan kecepatan aliran jika dibandingkan dengan divisi µb¶ dibawahnya. 4. Divisi µd¶ (Td) Batupasir halus dan lanau pada lapisan ini merupakan hasil dari arus turbidit yang semakin melambat. Laminasi horizontal terbentuk ketika terjadi pemisahan butiran halus, namun laminasi pada divisi ini lebih sulit ditentukan dibandingkan laminasi di divisi µb¶. 5. Divisi µe¶ (Te) Divisi ini merupakan bagian teratas dari endapan turbidit se kuen Bouma, terdiri dari sedimen berbutir halus baik lanau maupun lempung. Material tersebut terendapkan melalui proses suspensi material seiring dengan berhentinya arus turbidit.

Grain Flow
Mekanisme dari transportasi masa grain flow adalah dengan prose s terjunnya material ke bagian bawah dari suatu lereng yang curam (Leeder, 1982). Partikel penyusun aliran ini terpisah dengan media fluida yang menghantarkannya disertai dengan benturan -benturan pada saat material-material tersebut berjatuhan. Produk dari grain flow berciri khas mengalami reverse

graded atau mengalami pembalikan gradasi. Dapat terbentuk pada sedimen berbutir kasar yang bercampur dengan proses aliran lainnya pada suatu kemiringan seperti pada kipas delta atau lingkungan transisi lainnya (Ni chols, 1999). Liquified Flow
Aliran ini terjadi ketika campuran sedimen dan air menjadi subjek getaran yang berenergi tinggi seperti getaran seismik dari gempabumi, atau singkatnya ketika terjadi proses liquifaksi. Dalam hal ini kontras densitas diantara lapisan-lapisan dari campuran fluida sedimen akan menghasilkan pergerakan keatas dari material yang lebih ringan. Hal ini akan berkaitan dengan bahasan selanjutnya yakni keterbentukan struktur sedimen. Melalui proses aliran ini dapat terbentuk struktur sedimen pillar yang terbentuk melalui proses lolosnya fluida secara vertikal pada lapisan sedimen, serta keterbentukan struktur sedimen dishes diantara lapisan sedimen. Jika sedimen dapat mencapai permukaan lapisan akan membentuk struktur sedimen sand volcanoe yang lebih lanjut akan dibahas.

Pengendapan Setelah material batuan tererosi dan tertransportasi terjadilah proses pengendapan. Setelah proses pengendapan tersebut material batuan dapat kembali tererosi dan tertransportasi atau dapat juga secara perm anen terendapkan dan terbentuk menjadi batuan yang solid. 6.3 Tipe Batuan Sedimen Terdapat 4 kelompok utama batuan sedimen berdasarkan p roses terjadinya, yaitu 1. Terrigeneous Clastics Terbentuk dari hasil rombakan batuan lainnya melalui proses pelapukan, erosi, transportasi, sedimentasi dan pembatuan ( litifikasi ). Pelapukan yang berperan disini adalah pelapukan yang bersifat fisika. Contoh: breksi, konglomerat, batupasir, batulempung. 2. Biochemical-Biogenic-Organic Deposits Batuan sedimen ini terbentuk dari akumulasi bahan-bahan organik (baik flora maupun fauna) dan proses pelapukan yang terjadi pada umumnya bersifat kimia. Contoh: batugamping, batubara, rijang, dll. 3. Chemical Precipitates-Evaporates Batuan sedimen jenis ini terbentuk dari akumulasi kristal -kristal dan larutan kimia yang diendapkan setela h medianya mengalami penguapan. Contoh: gipsum, batugaram, dll. 4. Volcaniclastics Batuan sedimen jenis ini dihasilkan dari akumulasi material -material gunungapi. Contoh: agglomerat, tuf, breksi, dll.

Tabel Klasifikasi Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN Clastics Non-clastics

Volcaniclastics Tuffs Ignimbrite

Terrigeneous Clastics Shale Sandstones Conglomerate

Carbonates Limestone

Others Coal Ironstones Siliceous Deposit

Evaporites

Mineral Grains
Terdiri dari : Kuarsa Mika Feldspar Kalsit dll.

Lithic Fragment
Fragmen dari : Batugamping Shale Batuan Vulkanik Batuan Metamorf dll.

Material Biogenik Tediri dari : Shells Skeletal material Plant debris Algae/bacteria Bone dll.

Presipitasi Kimia Terdiri dari : Carbonates Klorida Sulfat Silika dll.

6.4 Komposisi Umum Batuan Sedimen Klastik Komposisi batuan sedimen klastik terbagi menjadi 4 penyusun utama menurut Samboggs Jr (1995) yaitu:
y

Mineral Utama (Major minerals) Terdiri dari dua bagi an utama yaitu : 1) Mineral stabil (tahan terhadap perubahan komposisi kimia) yaitu kuarsa. 2) Mineral kurang stabil a. Feldspar termasuk K -feldspar (ortoklas, sanidin, mikroklin, dan anortoklas) dan plagioklas (albit, oligoklas, andesin, labradorit, bitonit, dan a nortit) b. Mineral lempung terdiri dari kelompok kaolinite, illite, smectite (monmorilonite dan variasinya ), dan chlorite.

y

Mineral Tambahan ( Accesory Minerals) Terdiri dari 2 bagian utama yaitu : 1) Mika kasar : muskovit dan biotit 2) Mineral Berat ( Heavy Minerals) : mineral yang memiliki specific gravity lebih dari terbagi lagi menjadi beberapa jenis. a. Stable nonopaque minerals : zircon, tourmalin, rutile, & anatase

Metastable nonopaque minerals : amphiboles. c. Jenis batuan ini disebut juga sebagai rudaceous . pebbles. dan batupasir. opal. batulanau. gypsum. Sedimen merupakan kumpulan material klastik lepas ( loose aggregates) yang belum mengalami proses litifikasi (pembatuan). batupasir dan shale y Konglomerat Konglomerat merupakan batuan sedimen yang utamanya tersusun oleh komponen berupa sedimen gravel (ukuran butir > 2 mm) yang secara lebih detil dib agi menjadi boulders. 2) Fragmen Batuan Metamorf : fragmen dari metaquarzite. dan siderit. pyroxenes. dan batugamping (jarang pada sedimen klastik) y y Semen Kimia ( Chemical Cements) Terdiri dari 4 kelompok utama yang bertindak sebagai semen pada batuan sedimen terigeneous clastics yaitu: 1) 2) 3) 4) Mineral Silika : didominasi oleh kuarsa. chlorite. dolomit. pasir merupakan kumpulan material sedimen apabila tel ah mengalami litifikasi maka penamaanya akan berubah menjadi batulempung. slate. apabila material sedimen tersebut telah mengalami proses litifikasi maka kita sebut batuan sedimen. apatite. dan barite. olivine. argilite. limonit. Secara umum batuan sediment klastik terbagi menjadi 3 jenis yaitu : konglomerat & breksi. cobbles. & leucoxene Fragmen Batuan ( Rock Fragments) Terdiri dari 3 kelompok utama yaitu : 1) Fragmen Batuan Beku : fragmen dari granit. batulempung. konglomerat yang bentuk komponennya relatif menyudut disebut breks i. jenis lainnya aragonit. ilmenite. dan gneiss. Stable opaque minerals : hematite & limonite d. jenis lainnya kalsedon. Metastable nonopaque minerals: magnetite. Mineral Sulfat : anhydrite. andesit. karena material sedimen tertentu akan membentuk jenis batuan sedimen tertentu. lanau. dan zeolite. schist. Jenis-jenis Batuan Sedimen Terrigeneous Clastics Jenis batuan sediment klastik dibagi berdasarkan ukuran butir material sediment penyusunnya. monacite. phyllite. batupasir. sphene. topaz. dan goethite. dan jenis batuan beku lainnya. garnet. 3) Fragmen Batuan Sedimen : fragmen dari konglomerat. gabro. Sebelum membahas lebih lanjut perlu dibedakan terlebih dahulu antara sedimen dengan batuan sedimen. zo isite. ba salt. rijang ( cherts). & etc.5 Batuan Sedimen Terrigenous Clastic Material sedimen dan batuan sedimen akan sangat berkaitan. batulanau. Mineral Karbonat : utamanya kalsit. Lempung. dan granules serta matriks yang berukuran pasir dan lempung yang telah mengalami proses litifikasi . 6. . Mineral Oksida Besi : hematit.b.

dan semen. Konglomerat dengan tekstur clast supported dinamakan orthoconglomerate. Berdas arkan proporsi kandungan matriks dalam konglomerat terdapat istilah Konglomerat pasiran ( sandy conglomerate) dan konglomerat lempungan ( muddy conglomerate) yang penamaannya tergantung pada ukuran butir dari matriksnya.Gambar 6. Komponen merupakan gravel penyusun utama dari konglomerat.5 Penyusun Breksi (Kiri) dan Konglomerat (kanan) Komposisi Konglomerat Hampir semua jenis litologi ditemukan sebagai komponen pada batuan konglomerat. sedangkan konglomerat dengan tekstur matrix supported dinamakan paraconglomerate . istilah ini berlaku apabila kandungan matriks lebih dari 20% . Berdasarkan hubungan antara komponen dengan matriksnya terdapat istilah clast supported (yang menandakan antar komponen saling bersentuhan dalam batuan) dan matrix supported (yang menandakan bahwa kebanyakan komponen tidak saling bersentuhan dan dikelilingi oleh matriks). dan metamorf). sebagai contoh konglomerat yang didominasi oleh jenis gravel berukuran antara 64 mm sampai 256 mm dinamakan cobble conglomerate. matriks. Gambar 6. Sehingga jenis batuan sediment klastik ini memiliki komposisi penyusun yang bermacam -macam dari berbagai jenis batuan (sediment. Konglomerat juga bisa dinamakan berdasarkan dominasi dari jenis gravelnya.4 Konglomerat sebagai Hand Specimen Tekstur Konglomerat Konglomerat memiliki tiga penyusun utama yaitu komponen ( Clast). sedangkan semen merupakan penghubung/perekat antara komponen dengan komponen dan juga penghubung/perekat antara komponen dengan matriks. matriks merupakan material sedimen yang lebih halus terdapat antara komponen. Terdapat beberapa penamaan konglomerat berdasarkan teksturnya. beku. .

Variasi dari komposisi jenis komponen mer upakan hal yang penting dalam penamaan konglomerat. merupakan mineral yang paling stabil dan tahan terhadap proses penghancuran kim ia. Gambar 6. dan polymict. Feldspar . Butiran yang terbentuk dalam lin gkungan pengendapan berasal dari proses biogenic namun ada juga yang terbentuk akibat reaksi kimia. Terdapat istilah intraformational conglomerate yang digunakan apabila jenis material penyusun komponen sama dengan jenis material penyusun matriks. Produk penghancuran ini terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu detrital mineral grains dan lithic fragment . Jenis batuan sediment ini disebut juga sebagai arenaceous . Berasal dari berbagai jenis batuan beku dan pada beberapa jenis batuan metamorf. Butiran kuarsa dihancurkan dan diabrasi selama transportasi tetapi dengan nilai kekerasan 7 pada skala Mohs membutuhkan jarak dan waktu yang cukup lama untuk menghancurkan butiran kuarsa. Feldspar Feldspar merupakan mineral yang kurang stabil. Istilah monomik digunakan untuk konglomerat yang memiliki komponen hanya satu jenis. berdasarkan variasi jenis dari batuan terdapat istilah konglomerat monomyct. Kuarsa berasal dari batuan beku granit dan batuan metamorf gneiss. oligomyct.6 Batupasir sebagai Hand Specimen Komposisi Batupasir Butiran pasir dibentuk oleh penghancuran batuan yang telah ada sebelumn ya akibat proses pelapukan dan erosi dan dari material yang terbentuk di lingkungan transportasi dan pengendapan. Detrital Mineral Grains Banyak sekali jenis mineral yang terdapat pada batupasir yang akan dijelaskan disini hanya jenis mineral yang paling umum terdapat pada batupasir : Kuarsa Kuarsa merupakan mineral yang paling umum ditemukan sebagai butiran dalam batupasir. y Batupasir Batupasir merupakan jenis batuan sediment klastik yang tersusun utamanya oleh komponen sediment yang berukuran pasir (antara 63 mikronmeter hingga 2 mm) dan matriks dengan ukuran butir kurang dari 63 mikr on meter yang telah mengalami proses litifikasi. dan istilah polimik digunakan apabila konglomerat memiliki komponen berbagai jenis. oligomik digunaka n untuk konglomerat yang memiliki komponen dua atau tiga jenis. lebih m udah mengalami perubahan kimia selama proses pelapukan dan memiliki kekerasan yang lebih rendah dibandingkan dengan kuarsa.

Sistem klasifikasi batupasir lainnya meliputi klasifikasi yang diajukan oleh McBride. Mika berasal dari batuan beku dengan komposisi asam dan menengah dan dari batuan metamorf jenis schists dan gneiss. apatit. Mika Dua mineral mika yang paling umum dan terdapat melimpah sebagai butiran detritus pada batupasir yaitu biotit dan m uskovit. Penamaan & Klasifikasi Batupasir Penamaan batupasir akan sangat berkaitan dengan klasifikasi yang akan digunakan karena klasifikasi yang berbeda akan memberikan penamaan yang berbeda pula. Batuan sedimen klastik jenis kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan jenis batuan se dimen klastik lainnya padahal pada kenyataannya secara volumetri shale paling umum diantara jenis batuan sedimen klastik lainnya. dan garnet. turmalin. . yaitu kandungan komposisi penyusun batupasir yang utama meliputi kandungan kuarsa. y Shale Batuan sedimen klastik yang tersusun oleh material sedimen yang berukuran kurang dari 63 mikronmeter yang telah mengalami proses litifikasi (pembatuan). Sebagai contoh glauconite yang menandakan lingkungan pengendapan laut dangkal. Fragmen batuan pada batupasir berasal dari berbagai jenis batuan baik batuan sedimen. Jenis mineral berat yang umum terdapat pada batupasir yaitu: zirkon.85 gr/cm3. Mineral Berat (Heavy Mineral) Mineral berat adalah mineral yan g memiliki berat jenis lebih dari 2. dan Folks . Mineral Autigenik Mineral yang kristalnya tumbuh pada lingkungan pengendapan dinamakan mineral autigenik. dan bagian dari tanaman darat lainnya bisa terawetkan pada batupasir yang diendapkan di lingkungan darat dan laut. rutile. Muskovit lebih tahan terhadap pelapukan dibandingkan dengan biotit. biji . dan fragmen batuan. mineral berat. dan batuan metamorf.umumnya ditemukan pada kondisi dimana pela pukan kimia pada batuan dasar ( bedrock) tidak terlalu intensif dan jalur transportasi dari sumber ke tempat pengendapan relatif dekat. Fragmen Batuan (Lithic Fragment) Fragmen batuan merupakan fragmen hasil penghancuran batuan yang telah ada sebelumnya yang berukuran pasir. Kayu. Selley. Sistem klasifikasi batupasir pada umumnya didasarkan pada kandungan mineralogi. umumnya kurang dari 1%. Fragmen tulang dan gigi juga ditemukan tetapi umumnya langka. Pada klasifikasi tertentu seperti pada Pettijohn (1975) mengkombinasikan antara kriteria tekstural (kandungan matriks) dan kandungan mineralogi. feldspar. Partikel Biogenik Bagian kecil dari kalsium karbonat ditemukan pada batupasir hancuran dari kulit moluska dan organisme lainnya yang memiliki bagian gampingan (c alcareous) yang keras. batuan beku. Kebanyakan batupasir mengandung proporsi yang sedikit. Mineral autigenik ini sangat pe nting sebagai indikator lingkungan pengendapan tertentu.

3. yaitu : 1. Gambar 6. kandungan mineral dan membantu dalam interpretasi lingkungan pengendapan batuan itu sendiri. Pemerian warna ini mencerminkan tingkat oksidasi. Warna Terdiri dari warna segar dan warna lapuk . menunjukkan keadaan oksidasi (non -marine) banyak mengandung Fe atau hematite . Lanau ( Silt) : material sedimen berukuran antara 4 sa mpai 63 mikronmeter Material sedimen hasil campuran antara lempung dan lanau tanpa proporsi yang jelas disebut dengan istilah Mud. Mudstone : Shale yang tersusun oleh mud (material sedimen campuran antara lempung dan lanau) dengan komposisi lempung dan lanau masing -masing lebih dari 1/3 bagian.6 Deskripsi Batuan Sedimen 1. 2. Nama batuan 2. Warna merah. Pada skala Wentworth ukuran butir yang kurang dari 63 mikronmeter terdapat dua jenis material sedimen yaitu : 1.7 Hand Specimen Shale (Mudrock) 6. sertakan pula variasi warnanya untuk memperjelas pemerian. Batulempung (Claystone) : Shale yang tersusun oleh material berukuran lempung (< 4 mikronmeter) lebih dari 1/3 bagian. Contoh: Batupasir berwarna segar abu -abu kehijau-hijauan. Batulanau (Siltstone) : Shale yang penyusunnya didominasi oleh material sedimen berukuran lanau (4 ± 63 mikronmeter). Lempung ( Clay) : material sedimen berukuran kurang dari 4 mikronmeter 2.Material Sedimen Penyusun Shale Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa material sedimen penyusun shale berukuran kurang dari 63 mikronmeter. Jenis Shale Berdasarkan material sedimen penyusunnya shale bisa dibagi menjadi beberapa jenis menurut Folk (1974).

merupakan reduksi dari warna merah. Sedangkan bila butiran butirannya tidak saling bersentuhan. . kita dapat melakukan pendekatan interpretatif mengenai viskositas (kekentalan) dari medianya. Tekstur Adalah sifat-sifat butiran. jika suatu batuan berbutir kasar. Warna abu-abu. Contoh batupasir membundar -membundar tanggung. mengandung glauconite.8 Bentuk Butir - Kemas adalah hubungan antar butir penyusun batuan. dan gunakanlah istilah sebagai berikut : y Menyudut ( Angular) y Menyudut Tanggung ( Subangular) y Membundar Tanggung ( Subrounded) y Membundar ( Rounded) y Sangat Membundar ( Very Rounded) Untuk melihat butiran ini dapat dilakukan dengan bantuan Loupe (untuk batupasir). Warna kuning-coklat . maka kemungkinan batuan tersebut diendapkan dengan arus yang cepat dan begitu pula sebalikn ya. menunjukkan keadaan reduksi (ma rine) kaya akan bahan organik. dan tentukan pula ukuran minimum dan maksimum dari butiran atau komponennya. Besar butir ini mencerminkan energi sedimentasi lingkungannya. Kemas ini merupakan salah satu hal yang penting terutama didalam pendeskripsian untuk breksi atau konglomerat. Sedangkan untuk breksi dan konglomerat dapat ditentukan dengan bantuan mistar kecil. zeolite. mengandung limonite dan oksida besi .Warna hijau . Sebagai contoh. 3.Besar Butir: ditentukan dengan cara membandingkan dengan skala Wentworth.Bentuk Butir: ditentukan dengan bantuan Chart yang telah tersedia pada komparator. dalam hal ini adalah sifat hubungan antar butiran sebagai unsur penyusun dari batuan. dalam artian bahwa jika memiliki bentuk butir yang cenderung membundar maka butiran ini telah tertransportasikan jauh dari batuan asalnya. dan jangan lupa tentukan pula kisaran ukurannya. maka dinyatakan dengan kemas terbuka. karena dengan analisis kemas dalam batuan. . kalau perlu bisa dibantu dengan menggunakan Loupe . Besar butir ini mencerminkan tingkat transportasi butiran -butirannya. Tekstur s endiri meliputi : . Gambar 6. menunjukkan keadaan oksidasi. Bila butiran -butirannya saling bersentuhan maka dapat dinyatakan dengan kemas tertutup.

yaitu jejak gelembur gelombang. fosil. mineral. yaitu Struktur Sedimen Primer (terbentuk bersamaan dengan proses deposisi atau pengendapan) dan Struktur Sedimen Sekunder (terbentuk setelah proses deposisi atau pengendapan). dan material lainnya dengan ketebalan < 1 cm. y Cross Stratification. y Ripple Mark. Pe nentuan struktur sedimen sangat berguna didalam menentukan lapisan atas ( Top) dan lapisan bawah ( Bottom) dari suatu lapisan.Tabel Besar Butir Phi Units  Size Sediment/Rock Name Wenworth Size Class  Udden ± Wentworth Scale 4. yaitu pola kelurusan butiran. y Lenticular . yaitu struktur sedimen berbentuk gumuk pasir yang juga dapat merefleksikan kondisi arus pada saat itu. dan kondisi tertentu pada saat pengendapan maupun setelah pengendapan. yang merefleksikan kondisi arus pada saat pengendapan bat uan tersebut. arah arus purba (Paleocurrent ) dan interpretasi lingkungan pengendapan. yaitu gradasi butiran yang menghalus kearah atas. y Paralel Lamination. y Dune and Sand Wave. . yaitu lensa-lensa lempung di dalam lapisan batupasir y Dan lain-lain. Struktur Sedimen Adalah suatu fenomena atau kenampakan struktur tertentu pada batuan sedimen yang merefleksikan proses. yaitu lensa-lensa pasir di dalam lapisan batulempung y Flaser. mekanisme. Struktur sedimen primer contohnya adalah : y Graded Bedding. yaitu struktur berbentuk silang siur yang membentuk sudut terhadap bidang perlapisan. Secara garis besar struktur sedimen dapat dibagi menjadi du a kategori.

Groove Cast. prod marks. 4. 3. contohnya: Flute Cast. contohnya: Bioturbation. 6. Bila air diserap dengan cepat. Cara untuk menentukan dari permeabilitas adalah sebagai berikut : Teteskan air diatas permukaan sampel yang akan diperiksa. dll. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya sedang. Pembagian porositas bisa dipergunakan sebagai berikut : Negligible Poor Fair 0-5 % 5-10% 10-15% . Permeabilitas Adalah kemampuan suatu batuan untuk meloloskan fluida. 2. Load Cast. Struktur Biogenik (terbentuk oleh aktifitas hewan -hewan). Sand Dike. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya baik. 3. dll. Convolute. Bila cairan diserap dengan cukup cepat. Gambar Groove Cast 5. Porositas Adalah perbandingan volume rongga -rongga pori terhadap volume total seluruh batuan dan dinyatakan dengan persen. Perhatikan apakah air terseb ut diserap atau tidak oleh batuan tersebut.Struktur Sedimen Sekunder contohnya adalah : 1. Ø= Volume Pori-pori X 100% Volume Total Batuan 1. Bila cairannya diserap dengan lambat. maka n yatakanlah bahwa permeabilitasnya buruk. contohnya: Slump Structure. Struktur Deformasi (terbentuk oleh adanya gaya). 2. 5. Struktur Erosional (terbentuk karena erosi oleh arus atau oleh material yang terbawa arus). dll.

Good Very Good Excellent 15-20% 20-25% 25-40% 7. Kandungan karbonat (CO 3) Ditentukan dengan jalan meneteskan larutan HCl 0. dan begitu pula sebaliknya. Terpilah Buruk ( Poorly Sorted ). dll. 3. 1 3 5 7 Gambar Parameter Pemilahan Dan untuk menentukan pemilahan ini dapat dibantu dengan menggunakan Loupe (untuk batupasir). Pemilahan Adalah tingkat keseragaman besar butir penyusun batuan.1 N pada perm ukaan sampel batuan yang masih segar. dan mencerminkan viskositas media pengendapan serta energi mekanik atau arus gelombang medianya. jika besar butirnya tidak seragam. Kaolinit .kuarsa. jika batuan tersebut berbuih maka batuan tersebut bersifat karbonatan (mengandung CO 3). 8. Aragonit. jika besar butirnya relatif seragam. Kandungan Mineral Mineral-mineral aksesoris (dalam jumlah yang tidak terlalu besar. . jika besar butirnya seragam. Jika pemilahannya baik maka diendapkan oleh media yang cair atau encer dengan energi arus yang kecil dan begitu pula sebaliknya. Glaukonit. Terpilah Baik ( Well Sorted ). 2. 9. kecuali pada b atugamping dan dolomit) yang umum terdapat dalam batuan sedimen misalnya Kalsit. Terpilah Sedang ( Medium Sorted ). Gunakan istilah : 1. Pirit.

jika ia berongga atau bolong -bolong maka fosil tersebut kemung kinan adalah Koral (Filum Coelenterata. sedangkan untuk fosil -fosil yang bersifat mikro (kecil) dapat ditemukan di laboratorium. dan jika berbentuk seperti bintang laut. dalam pendeskripsiannya disebutkan minimal kelas atau filumnya. Khusus untuk fosil yang bersifat makro (besar). artinya berongga). dari kelas pelecypoda.10. maka itu adalah Molusca. jika memiliki dua cangkang yang sama besar. maka dapat di perkirakan keadaan lingkungan pada kala itu ( paleogeo grafi) karena fosil-fosil tersebut diendapkan bersamaan dengan material sedimen pada waktu tersebut. Kandungan Fosil Kandungan fosil dapat ditentukan di lapangan tentu saja fosil -fosil yang bersifat makro (besar). jika memiliki dua cangkang yang tidak sama besar maka fosil tersebut adalah Brachiphoda. maka itu adalah Echinodermata. Gambar Fosil Makro Sedangkan fosil -fosil mikro berguna untuk analisis umur relatif batuan dan zona kisaran kedalaman laut (bathimetry). Contoh fosil-fosil mikro: y y y y y y Orbulina universa Globigerina nephentes Globorotalia menardii Radiolaria Uvigerina Dll . Jika berbentuk m enyerupai keong mas. dll. Dari analisis fosil-fosil makro tersebut. maka itu adalah Moluska dari kelas Gastropoda. hingga sekarang menjadi batuan.

y Dapat diremas .Kontak Interkalasi . bila tidak bisa dicukil dengan jarum penguji. Gunakan istilah : y Kompak. bila dapat dipotong -potong dengan mudah dengan menggunakan dengan jarum penguji. bila dapat hancur ketika ditekan dengan jarum penguji. bila sifatnya seperti karet busa (elastis). y Spongy.Gambar Fosil-Fosil Mikro 11. y Keras. Kekerasan Kekerasan merupakan tingkat kekuatan partikel suatu batuan terhadap disagregasi. Kontak Adalah hubungan antar perlapisan batuan.Kontak Progresif Kontak erosional y . bila dapat diremas dengan menggunakan jari tangan. Kontak perlapisan terdiri dari beberapa jenis. yaitu : y y Kontak tajam/tegas Kontak berangsur : . 12. bila masih dapat dicukil dengan jarum penguji. y Lunak. y Agak keras.

Pasir (Sand) c.004 mm) mm . bentuk butir dan orientasinya di lapangan.Tekstur Batuan Sedimen Tekstur batuan sedimen mencakup ukuran butir.25 . bentuk butir.2 mm 0. Namun tekstur dari banyak batuan sedimen hanya dapat dipelajari secara spesifik melalui mikroskop dan sayatan tipis.0.125 mm 1/256 1/16 mm (or 0. Bongkah ( Gravel) b. pem ilahan.0.0. Serta juga merupakan pengontrol utama porositas dan permeabilitas batuan sedimen. Lanau ( Silt ) d.0. Ukuran Butir Sedimen dapat dibedakan menjadi empat kelompok utama ber dasarkan ukuran butirnya.0625 mm) < 1/256 (or < 0.5 . morfologi dan kenampakan permukaan dari butiran.256 mm 2 .4 mm 1 . kemas. Tekstur mer upakan aspek yang penting dalam deskripsi batuan sedimen dan dapat digunakan dalam menginterpretasikan mekanisme dan lingkungan pengendapan batuan sedimen. distribusi.0625 . Lempung ( Clay) Skala ukuran butir batuan sedimen dikenal sebagai Skala Wenworth.1 mm 0. dan kebundaran dari butiran yang ada. antara lain : a. Lain halnya dengan konglomerat dan breksi yang dapat diinterpretasi secara akurat ukuran butir.64 mm 2 .125 . serta warna. Particle name Gravel Boulders Cobbles Pebbles Granules Sand Very coarse sand Coarse sand Medium sand Fine sand Very sand Silt Clay Particle diameter > 256 mm 64 . Seperti halnya batuan sedimen yang berukuran pasir atau lanau yang jika kita melakukan penelitian di lapangan hanya terbatas pada perkiraan ukuran butir.004 .25 mm fine 0.5 mm 0.

(Struktur ini jarang terlihat pada lapisan batulempung karena dapat dengan mudah tererosi). dan Scour Marks. selama dan setelah proses pengendapan. a. Secara umum struktur ini merupakan hasil dari pengisian sedimen pada permukaan sedimen lempungan yang mengalami aksi penggerusan oleh objek -objek tertentu yang terbawa oleh arus. bentukan ini akan terpreservasikan dalam bentuk suatu relief dibagian bawah lapisan batupasir. Berikut akan dibahas beberapa macam dari Sole Marks. Groove Mark s Tool Marks. antara lain : 1. maka besar kemungkinan terjadi pengisian yang membentuk struktur ini. d. Struktur sedimen terbentuk melalui proses fisika dan kimia.Proses Transportasi dan Struktur Sedimen Struktur Sedimen Struktur sedimen merupakan salah satu hal yang penting dalam batuan sedimen. Struktur Sedimen Erosional Struktur Sedimen Pengend apan Struktur Sedimen Post-Pengendapan Struktur Sedimen Biogenik Berdasarkan waktu terbentuknya struktur sedimen dapat terbagi lagi menjadi 2 (Gore. 1982). 2. Struktur Sedimen Erosional Struktur sedimen kelompok ini antara lain : Sole Marks : Flute Marks. . Jika pasir terbentuk setelah lempung. Struktur sedimen berbeda -beda dan banyak terdapat di berbagai jenis litologi. Sole marks Merupakan struktur pada lapisan pengendapan yang terdapat dibagian bawah suatu lapisan. Struktur sedimen dapat digunakan dalam menyimpulkan proses dan kondisi pengendapan. Sehingga dapat dikenali beberapa kategori struktur sedimen (Tucker. arah dari arus sedimentasi dan pada lapisan batuan yang terlipat dapat diketahui bagian atas dari suatu lapisan. 2004). serta juga karena proses biogenik. Struktur Sedimen Sekunder Yakni struktur sedimen yang terbentuk setelah sedimentasi berlangsung (terbentuk batuan sedimen). Channels yang terdapat dibawah permukaan suatu lapisan. Interaksi material sedimen dengan media trans portasinya menghasilkan suatu bentuk struktur sedimen. Struktur sedimen terdapat pada bagian bawah dan atas dari permukaan lapisan atau dapat pula diantara lapisan batuan sedimen. Beberapa struktur sedimen terbentuk ketika pengendapan namun adakalanya terbentuk karena proses erosi. Struktur Sedimen Primer Yakni struktur sedimen yang terbentuk selama proses penge ndapan berlangsung atau tidak lama setelah pengendapan sedimen tersebut. c. b. antara lain : a.

puluhan derajat atau lebih. Jejak menyuling ini merupakan indikator yang baik dalam mengetahui arah arus purba ( paleocurrent) yang didapat melalui pengukuran orientasi pengendapan struktur sedimen ini. berukuran beberapa milimeter sampai puluhan sentimeter. Panjang dari struktur ini beragam mulai dari beberapa sentimeter sampai puluhan sentimeter. Objek-objek tersebut dapat berupa batang kayu. tulang atau batuan sedimen yang berukuran kerikil yang terbawa oleh arus -arus. Banyak terdapat pada endapan batupasir fluvial dan endapan badai. 1982). Groove Cast dapat pararel satusamal ain atau dapat pula bervariasi seuai arah kemiringan. cangkang. Gambar. Marks atau tanda-tanda ini dapat berupa prod. atau dalam bahasa Indonesia berbentuk seperti suling atau menyul ing. 2004) Groove Cast Struktur ini berbentuk lonjong pada bagian bawah lapisan. menggelinding (rolling ). (Tucker. dimana celah tersebut terbentuk melalui gerusan suatu benda seperti potongan lempung atau kayu yang terbawa oleh arus.Tool Marks Struktur ini terbentuk ketika objek -objek (benda-benda) yang terbawa oleh arus berkontak dengan permukaan sedimen. Tool Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore. terbentuk melalui erosi sedimen lempungan oleh arus turbulen atau arus acak lalu bekas bekas arus turbulen tadi terisi oleh sedimen yang mengalir setelahnya. Bentukan flute ini. Terbentuk melalui pengisian celah (groove ). memantul ( bouncing ). Flute Cast merupakan ciri khas dari endapan turbidit batupasir. bounce. Umumnya terpreservasikan dibagian bawah permukaan lapisan batupasir. menyeret (dragging ) sepanjang permukaan sedimen. brush. dan skip atau sederhananya kesemua tanda tersebut dapat dis ebut tool marks. Struktur ini berpola pararel sesuai arah pergerakan arus. Dari kenampakan samping struktur ini tampak asimetrik dengan bagian yang lebih dalam di hulu. Flute Cast Dari kenampakan atas bentuk dari struktur sedimen ini relatif lonjong ± segitiga atau dapat pula bulat atau berujung runcing dibagian hulunya dan melebar dibagian hilirnya. Struktur ini juga terdapat pa da batupasir lingkungan fluvial atau sungai. . meloncat-loncat (skipping ). roll.

Gambar. Berbeda dengan struktur se dimen erosional yang berada dibagian bawah lapisan. Channel ini umumnya terisi oleh sedimen yang lebih kasar. struktur sedimen pengendapan terdapat dibagian atas permukaan lapisan. laminasi. b. dan biasanya isian awal dari suatu channel berupa lapisan basal konglomerat. dan berelief. Scour Mark dapat terjadi pada setiap litologi atau lingkungan asalkan arus yang ada cukup kuat untuk mengerosi sedimen dibawahnya. gelembur ( ripple). 2004) Scour Mark Terminologi scour mark digunakan untuk struktur erosional ya ng berskala kecil. Pengukuran orientasi struktur ini dapat berguna dalam mengindikasikan arah kemiringan -purba dan rekonstruksi paleogeografi. Flute Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore. Banyak channel yang berbentuk cekung jika terlihat dari penampang samping dan terisi oleh sedimen yang membentuk k enampakan tali sepatu jika terihat dari kenampakan peta (dari atas). umumnya kurang dari satu meter dan terdapat pada bagian bawah lapisan. yang merupakan wilayah transportasi sedimen untuk waktu yang relatif lama. Dari kenampakan atas. Lapisan batupasir silang -siur (cross bedded sandstone ) banyak mengisi channels. Permukaan yang tergerus biasanya kasar. ireguler. (Tucker. . Struktur Sedimen Pengendapan Struktur sedimen pengendapan antara lain perlapisan ( stratifcations ) : lapisan (bedding ). 1982). Struktur channel dapat dikenali dengan hubungan tidak selaras (memotong) dengan sedimen dibawahnya. Khusus pada batugamping terdapat beberapa struktur sedimen seperti cavity dan stromatolite yang terbentuk melalui sementasi selama p roses pengendapan serta pelarutan. perlapisan silang siur ( cross-stratifications). struktur ini melonjong sesuai dengan arah arus. Kenampakan khas dari struktur ini adalah tererosinya sedimen dibawahnya dengan isian sedimen yan g lebih kasar diatas lapisan yang tergerus tadi. Channels Struktur ini berskala lebih luas. beberapa meter sampai kilometer. dan retakan lempung (mudcrack).

Perlapisan tersebut tampak karena perbedaan warna atau tekstur. Lapisan ( Bedding) Lapisan terbentuk melalui perubahan pola sedimentasi.  Fase Laminasi Bidang Bawah Lapisan : melalui pengenda pan suspensi. mineral ogi. Bid ang lapisan batuan sedimen silisiklastik berbeda dengan bidang lapisan batugamping yang tergolong batuan sedimen karbonat. komposisi atau warna. dapat didefinisika n sebagai perubahan ukuran butir sedimen. Struktur internal ini dapat dihasilkan melalui beberapa cara :  Fase Laminasi Bidang Atas Lapisan : melalui pengendapan arus kuat. (Gore. Lapisan yang lebih tebal dari 1 cm disebut sebagai bed dan yang kurang dari 1cm disebut sebagai laminasi atau lamina. . Bagian atas dan bawah dari lapisan ini disebut sebagai bidang perlapisan . Laminasi Pararel ( Parallel Lamination ) Dibedakan melalui perubahan ukuran butir. Batas lapisan dapat berupa :  Kontak Tegas  Kontak Planar  Kontak Ireguler  Kontak Gradasional Gambar. Namun batas lapisan dapat hancur karena adanya proses kompaksi dan pembebanan. 1988) Suatu bidang lapisan dapat diketahui pelamparannya melalui struktur sedimen tertentu seperti struktur sedimen erosional. arus turbidit bermasa jenis rendah atau arus traksi yang lemah.Stratifikasi (Perlapisan) Perlapisan merupakan kenampakan batuan sedimen yang sangat jelas. dengan kecepatan aliran yang relatif tinggi. 2004). warna atau komposisi mineralogi. Bidang lapisan pada batugamping dapat berupa permukaan karst atau permukaan keras lainnya yang terbentuk melalui sementasi selama pr oses pengendapan. Alabama (Gore. Pergerakan tektonik juga dapat mempengaruhi pertemuan antar lapisan. Perlapisan di Batuan Berumur Paleozoik di Brimingham.

Gumuk (Dune) dan Ombak Pasir (Sand Waves) Struktur sedimen ini terbentuk pada sedimen berukuran pasir. Karena geometri yang unik ini. Laminasi juga dapat terbentuk melalui presipitasi mineral yang periodik seperti kalsit. Namun pada arus yang bergelombang atau berosilasi. batupasir halus dan batugamping halus. Faktor pembentuk st ruktur sedimen ini dapat berupa air dan angin. Gambar. gipsum dan batubesi. terbentuklah ripple yang simeris. sinus atau cembung tergantung kecepatan alirannya. batugamping. Puncak-puncak dari ripple yang asimetris dapat berupa bidang lurus. Lingkung an yang ideal bagi terbentuknya struktur pararel laminasi adalah pada daerah yang terisolasi seperti laguna. ripple yang asimetris dapat digunakan sebagai penunjuk arah arus purba. dimana bagian puncaknya relatif lurus namun cenderung kasar. khususnya batuan sedimen lempungan. Cari kumpulan lamina yang ada.Gambar. Arus air yang berosilasi membentuk ripple simetris . Catatan :  Dilapangan gunakanlah lup pembesar untuk membedakan dan meneliti penyebab dari laminasi : apakah interka lasi dari litologi yang berbeda (batulempung. rijang. Ripple yang asimetris memiliki kemiringan yang curam pada hilir dan kemiringan yang landai pada hulu. halit atau gipsum. batulanau. Pararel Laminasi (Gore. 1984) Namun pararel laminasi secara umum terbentuk oleh pengendapan material suspensi atau oleh arus turbidit yang bermasa jenis rendah pada litologi batuan sedimen berbutir halus. atau batugamping) atau perubahan ukuran butir (gradasi laminasi lanau ke lempung)!  Ukur rata-rata ketebalan rata -rata dari lamina -lamina yang ada. Ripple Ripple merupakan undulasi permukaan sedimen yang dihasilkan karena adanya pergerakan air atau angin pada material sedimen berukuran pasir. baik pada batupasir. sehingga dapat menunj ukkan waktu pengendapan yang relatif lebih lama! Gelembur (Ripple) . danau dan cekungan laut dalam. Ripple yang terbentuk pada arus acak seperti di sungai cende rung asimetris.

Gambar. Bentuk spesifiknya menyerupai Ripple yang telah dibahas sebelumn ya. Jika lapisan miring tersebut lebih tebal dari 1 cm. Berpuncak lurus . 1985) Gambar. dan berarah ke bawah dari kemiringan tersebut. Cross stratification terbentuk diantara ripple dan dunes.  Current Ripple Ripple yang disebabkan oleh arus terbentuk oleh arus satu arah sehingga berbentuk asimetris dengan bagian yang curam pada hilir disebut sebagai : lee side dan bagian yang landai pada hulu disebut sebagai stoss side. . khususnya pada sedimen berbutir lanau sampai kasar dan umumnya berbentuk simetris. lapisan silang siur yang dihasilkan dari erosi struktur ini sangat banyak ditemukan. struktur sedimen perlapisan silang siur dapat digunakan dalam mengindikasikan arah arus purba. dan 3. perlapisan silang siur ( cross stratification) ini disebut lapisan silang siur ( cross bedding ) namun jika kurang dari 1cm disebut dengan laminasi silang -siur (cross lamination) . 1985) (Tucker. Berdasarkan bentuknya current ripple dapat terbagi lagi menjadi 3 macam : 1. Ripple Asimetris di Pantai (Gore. Agen dari ripple ini adalah angin sehingga jarang terpreservasikan. Cross Stratification Merupakan terminologi umum untuk struktur internal lapisan yang dihasilkan pada sedimen berukuran pasir oleh aktivitas angin atau air. Dune dan Sand waves Subaqueous dune sering disebut sebagai mega -ripple dan sandwaves ( bar) merupakan ripple yang berskala lebih besar. Linguoid  Wind Ripple Struktur ini berbentuk memanjang. Subaqueous dune berukuran beberapa meter sampai lebih dari puluhan meter panjangnya dan tinggi dapat mencapai 0. Ripple simetris di Virginia (Gore. Meskipun jarang terpreservasikan. Maka dari itu. lurus dan berpuncak parare l. Sinus .5 meter. menyebutkan bahwa Ripple dapat terbagi mandi 3 macam berdasarkan agen pembentuknya antara lain :  Wave Formed Ripple Struktur ini terbentuk melalui aksi ombak atau sedimen non -kohesif. 2. 1982). Perlapisan yang terbentuk miring membentuk sudut terhadap bida ng horizontal.

(Gore. 2004) Gambar. yakni : 1. 2. Struktur pada lapisan ter sebut rusak dan hilang karena proses tertentu seperti bioturbasi. . Asymetrical Bedding Ripple dan Cross Gambar. graded beds dapat digunakan seb agai indikator lapisan bagian atas. Cross Stratification Macam-macam cross stratification :  Cross Bedding  Cross Lamination  Flaser Bedding  Lenticular Bedding  Wavy Bedding  Storm Bedding : Hummocky Graded Bedding Gradded Bedding dihasilkan ketika suatu arus bermuatan sedimen (seperti arus turbidi t) mulai mengalami pengurangan kecepatan aliran. Sehingga lapisan yang masif dapat digunakan sebagai penciri suatu proses sedimentasi seperti arus turbidit. dimana tidak tersedia waktu yang cukup untuk pembentukan lapisan. Ada beberapa alasan tentang terbentuknya lapisan yang tidak memiliki struktur ini.Gambar. Maka. Pada saat terendapkan lapisan tersebut memang tidak memiliki struktur karena proses sedimentasi yang berlangsung cepat. grain flow dan debris flow. Ukuran butir yang terdapat pada suatu lapisan bergradasi ini berangsur dari ukuran yang lebih kasar dibagian bawah lapisan sampai ukuran yang lebih halus dibagian atas. rekristalisasi. Graded Bedding Massive Bedding Termasuk kedalam massive bedding atau lapisan masif adalah lapisan yang tidak memiliki struktur internal didalamnya. dan pengurangan air ( dewatering).

Rain Spots Merupakan depresi -depresi kecil dipermukaan lapisan sedimen yang berbentuk membundar. . lubang dan gua Hardgrounds dan Tepee Struktur ini terdapat pada batugamping yang mengalami sementasi saat pengendapan ( synsedimentary) maka sedimen tersebut sebagian atau bahkan secara keseluruhan terlitifikasi (mengalami pengerasan) pada lantai samudra.Mud Crack Struktur ini sering terdapat pada sedimen berbutir halus. khususnya batulempung dan batugamping berukuran lempung yang umumn ya terbentuk dari proses pengeringan dan pengurangan kandungan air ketika sedimen tersingkap kepermukaan. Umumnya terdapat di lingkungan gurun dan paparan lakustrin Struktur Pengendapan Pad a Batugamping Struktur Berongga ( Cavity Structure) Kebanyakan batugamping mengandung struktur yang pada awalnya berongga namun kemudian terisi oleh sedimen atau dalam hal ini semen karbonat setelah terjadinya pengendapan. terbentuk karena dampak dari air hujan yang mengenai permukaan lapisan sedim ent yang masih lunak ataupun berbutir halus. menyebabkan pengerutan sampai akhirnya terpecah -pecah seperti layaknya rekahan permukaan sawah ketika kering. Struktur berongga ini antara la in : y Struktur Geopetal y Struktur Fenestrae y Struktur Stromataktik y Struktur Sheet Cracks dan Neptunian y Stuktur Rongga Karst.

sehingga diantara struktur ini terdapat gua -gua yang terisikan oleh semen. Megabreccia merupakan istilah yang digunakan untuk endapan blok -blok masa sediment yang besar. Megabreccia yang berkomposisikan batugamping dan terdapat pada bagian bawah suatu kemiringan kemungkinan terendapkan pada saat penurunan muka air laut dan runtuhnya batas paparan karbonat. baik pada lereng atau dekat dengan lereng. Keterdapatan slump atau slide dalam suatu kemenerusan lapisan dapat dideduksikan dari keterdapatan lapisan yang normal (undisturbed beds) diatas dan bawa h dari lapisan yang mengalami slump atau slide. Permukaan seperti ini umumnya memiliki topografi yang tidak beraturan dan biasanya tertimbun oleh lapisan lempung yang tipis atau dapat juga tanah. serpulida. . Lapisan yang terse men tersebut dapat terdorong keatas membentuk antiklin semu atau dapat disebut sebagai tepee. bivalvia. merupakan hasil dari aktivitas patahan selama pengendapan dan erosi dari gawir sesar. Kenampakan dari slump menunjukkan lipatan : lipatan rebah. Stromatolites Stromatolit merupakan struktur laminasi biogenik yang memiliki struktur tumbuh yang bervariasi. Megabreccia dan Slides Ketika terendapkan. Sumbu lipatan berorientasi pararel dengan strike kemiringan dan arah dari pembalikan lipatan menuju ke bagian bawah kemiringan. Sebagai hasil dari sementasi syn sedimenter pada sedimen karbonat tersebut permukaan lapisan yang mengalami sementasi dapat mengembang dan pecah membentuk pola polygonal. beberapa melalui pergerakan masa sedimen ( slumping and sliding) dan yang lainnya melalui reorganisasi internal karena pengurangan air dan pembebanan Slumps. dan crinoida serta terpenetrasi oleh aktivitas pemboran organisme seperti anelida. dan sponge. Slide merupakan kegiatan tertransportasinya masa sediment pada masa sedimen yang memiliki deformasi internal yang sedikit. berbentuk kubah dan kolom -kolom. Bentuknya bermacam macam mulai dari berlaminasi. masa sedimen dapat tertransport kebawah lereng. Slump merupakan istilah ketika bagian dalam masa sedimen terhancurkan selama pergerakan menuruni kemiringan. Terbentuk melalui pemerangkapan dan pengikatan partikel karbonat oleh lapisan alga umumnya cyanobacteria dan presipitasi biokimia karbonat. antiklin asimetris dan sinklin serta sesar naik dalam ukuran lokal. Kenampakan dari hardground umumnya nodular yang merupakan hasil dari aktivitas pemboran dan bi oturbasi organisme yang terbentuk sebelum sedimen terlitifikasi. Struktur Sedimen Post-Pengendapan Banyak variasi dari struktur yang terbentuk setelah proses pengendapan. Maka dari itu pengukuran orientasi sum bu lipatan dan bidang lipatan slump berguna untuk memastikan arah dari slumping dan kemiringan purba. Paleokarstic Surfaces Permukaan paleokarst terbentuk melalui kontak sedimen karbonat dengan permukaan (udara) dan pelarutan meteoric atau air hujan (karstifi kasi). c.Permukaan yang memiliki struktur hardground umumnya terikat oleh organisme tertentu seperti oister.

1982). . antiklin kecil. Konvolusi seperti ini umumnya a simetris dan merupakan kebalikan dari arah arus purba. Dish Structures dan Pillar Structures Struktur ini terbentuk melalui aliran air baik secara lateral maupun vertikal pada suatu material sediment (Tucker. Load Structures Struktur ini terbentuk melalui pembebanan suatu lapisan terhadap lapisan lainnya. y Flame Structure. Efek tekanan pelarutan ini umum terlihat pada batas antara lapisan pada batugamping dalam bentuk stylolite. kipas laut dalam serta bagian terdalam dari kemenerusan laut dalam tersebut. terjadi pada sediment laminasi silang siur ( cross lamination) dengan laminasi yang terdeformasi menjadi gulungan. convolute dan contorted dapat digunakan untuk suatu lapisan yang dihasilkan selama sedimentasi dan telah mengalami deformasi. merupakan hasil dari lapisan lempun g yang dibebani oleh lapisan batupasir diatasnya sehingga terinjeksikan keatas mempenetrasi lapisan batupasir. menunjukkan deformasi yang lebih sedikit pada suatu lapisan. Beberapa contoh dari load structure : y Load Cast. lapisan batupasir yang membebani lapisan batulempung dibawahnya dapat masuk tenggelam kedalam celah pada lapisan batul empung sehingga memecahkan dan memisahkan masa lapisan lempung tersebut membentuk pola -pola seperti bola dan bantal ( ball and pillow). sehingga berbentuk seperti struktur yang membundar tanpa adanya orientasi tertentu. yakni adanya lipatan tak beraturan dan disorientasi lapisan secara local. Sandstone Dykes dan Sand Volcanoes Struktur ini terbentuk melalui proses peng urangan air dan lolosnya air. Dish. Convolute Bedding. Pressure Dissolution dan Compaction Struktur ini terbentuk sebagai hasil dari tekanan pembebanan dan proses tektonik. Umumnya terjadi pada endapan aliran gravitasi ( sediment gravity flow ) pada kemiringan laut dalam. Penyebab dari deformed bedding dapat berasal dari pemotongan oleh arus permukaan sedimen dan penyeretan friksional oleh pergerakan partikel pasir yang menyebabkan terjadinya convolute bedding dan overturned bedding. dan sinklin tajam. y Ball and Pillow Structure. terdapat pada bidang lapisan. Contorted dan disrupted. s erta pelarutan yang terjadi pada masa batuan sediment sepanjang bidang lapisan. karena getaran gempa bumi.Deformed Bedding Deformed bedding atau istilah lain seperti disrupted. sedangkan pillar berbentuk lonjong dan tidak berstruktur internal. namun ti dak terdapat pergerakan lateral dari sediment tersebut. berbentuk cekung. Sandstone dykes berbentuk pemotongan lapisan oleh terobosan batupasir dan Sand volcanoe berbentuk membundar dengan depresi di bagian tengah. merupakan pembebanan lapisan batupasir terhadap lapisan batulempung dibawahnya.

Nodules Struktur nodul ini disebut juga konkresi umumnya terbent uk pada sedimen setelah pengendapan. Beberapa macam nodul terbentuk diseputar fosil atau bekas burrowing organisme tertentu namun dapat juga terdapat pada rekahan sed iment yang berbentuk radial dan konsentrik yang diisi oleh kristal -kristal tertentu. Terdapat dalam bentuk tampalan -tampalan dari sementasi sedimen tertentu. Seperti halnya dalam geologi struktur bahwa joint dalam terminology sediment juga merupakan rekahan yang terbentuk karena tekanan tektonik. dapat berupa akar tanaman yang mempenetrasi sedimen. pirit. Veins. Bentuk vein sendiri berupa terobosan atau retakan yang terisi mineral tertentu yang memotong suatu perlapisan. namun dalam kasus tertentu disebabkan proses pengendapan. Beef dan Joints Umumnya vein terbentuk melalui aktivitas tektonik dan termineralisasi melalui aliran fluida hidrotermal. lonjong atau tak beraturan. Nodul dapat secara acak te rsebar atau terkonsentrasi sepanjang horizon tertentu. Lembaran dari kalsit yang pararel terhadap lapisan batulempung (umumnya yang mengandung masa organik) dan terdiri dari kristal -kristal yang berorientasi vertical disebut sebagai beef. Bentuk nodul dapat membundar sampai pipih. Contohnya jejak kaki dinosaurus atau burung. Trace Fossil (Fosil Jejak) atau Ichnofossil Ichnofossil termasuk kedalamnya jejak ( tracks). proses keterbentukan seperti ini kemudian disebut sebagai sedimentary vein oleh Tucker. Namun vein juga dapat terbentuk melalui proses diagenesa. Pada beberapa kasus. galian ( burrows). Bioturbasi yang berlangsung lama dapat mencampur sedimen sehingga kenampakannya homogen (massif). Mineral-mineral penyusun nodul umumnya yang berbutir halus dari kalsit. jalur ( trails). dolomit. Organisme dapat berupa hewan yang berjalan atau menggali pad sedimen tertentu. siderit. Sedimentary vein terdiri atas gypsum yang terdapat pada batulempung dan terbentuk melalui hidrasi anhidrit selama pengangkatan dari lapisan evaporit. . Struktur Sedimen Biogenik Struktur sedimen biogenik merupakan struk tur yang terbentuk akibat aktivitas organisme yang berinteraksi dengan sedimen. pemboran (boring ) dan tanda lainnya pada sedim en. umumnya terjadi karena tekanan pembebanan karena proses selama pengendapan berlangsung. tidak terdapat perlapisan. rekahan pada lapisan batugamping yang tersementasi dengan baik. jejak ini ditemukan sebagai bagian bawah dari suatu lapisan sediment. atau dapat berupa koloni bakteri yang terper angkap dan terikat pada sedimen sehingga membentuk struktur perlapisan tertentu. Terdapat pula bioturbasi yang terbentuk dari aktivitas organisme yang merusak sediment tertentu. y Track atau jejak kaki merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari kaki binatang. kuarsa dan anhidrit. Seperti cooling joints pada endapan vulkaniklastik. Organisme dapat membuat semacam terowongan yang merusak struktur sediment primer seperti laminasi dan meinggalkan jejak galian. dimana sediment tersebut mengisi jejak yang ada. d.

Berbentuk membundar pada penampang. y y Root Mark Merupakan jejak yang ditimbulkan oleh akar tanaman pada tanah purba (paleosol). Boring Merupakan lubang yang dibentuk oleh binatang pada material keras. cangkang. seperti kayu. y Burrow merupakan bekas galian oleh binatang pada sediment lunak. dapat berupa kurva atau kelurusan. Galian ini umumnya terisi oleh sediment dengan warna dan tekstur yang berbeda dengan sediment disekitarnya. batuan atau sediment keras. struktur ini biasanya memiliki warna yang berbeda dengan sediment sekitarnya. . hasil isian ini dapat tersementasi dan menjadi keras. Siput dan cacing menghasilkan ³lubang bor´ ini biasanya untuk mencari mak an. Berbentuk bercabang kearah bawah menerobos lapisan tanah tertentu.y Trail merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari organisme yang melata atau menyeret anggota tubuhnya untuk berjalan.

Jika dibandingkan dengan sedimen tertentu fasies dapat dihubungkan dengan lingkungan pengendapan moderen (Selley. material pengendapan seperti gravel siliklastik. dan biologi tertentu yang menghasilkan suatu tubuh batuan sedimen dengan sifat -sifat tekstur. 1985). dan biologi didalamnya (Gore. Setiap lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter fisika. kedalaman air. Lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter -parameter fisika. dan lempung. bahan dan medium sedimentasi. Dapat dibedakan dari wilayah yang lain berdasarkan karakteristik fisika. Unsur dinamis mencakup faktor -faktor seperti energi dan arah hembusan angin. struktur. kimia dan biologi yang berpengaruh dalam menghasilkan fasies tersebut. dan komposisi tertentu (Bogss. viskositas. Sementara dominasi proses kimia dalam suatu lingkungan pengendapan seperti salinitas. dan salju. energi kinetis pada angin. ingesti oleh organisme serta ekstraksi sili ka dan kalsium karbonat dari material cangkang) serta keterdapatan organisme sebagai material sedimen. karena organisme sangat dipengaruhi ol eh kondisi tersebut. Faktor fisika dikaitkan dengan proses fisika. lacustrine dan lingkungan lainnya. kimia. seperti densitas. derajat keasaman -kebasaan (pH). pH. kimia. Unsur statis termasuk kedalam pembahasan mengenai geometri cekungan. energi air laut. fluvial. 1955). perubahan salinitas. dan temperatur. litologi. marine. struktur sedimen. yang kesemua hal tersebut mempengaruhi arus dan gelombang. pasir. sedangkan faktor biologi dikaitkan aktivitas organisme ( struktur perubahan cangkang sebagai sedimen dan material organik (C -H)). seperti perubahan temperatur atau iklim. khususnya lingkungan pengendapan sedimen seperti lingkungan delta. aliran air. penggalian. Kontrol biologi dalam suatu lingkungan pengendapan dapat dirujuk sebagai pengaruh aktivitas organisme (pertumbuhan tanaman. Proses dan Produk Sedimen Dalam pembelajaran mengenai lingkungan pengendapan sangatlah penting untuk mengetahui perbedaan antara lingkungan pengendapan dan fasies pengendapan. Faktor biologi ini merefleksikan aspek fisika dan kimia suatu endapan. Sehingga fasies sedimen merupakan suatu masa batuan sedimen yang dapat dibedakan berdasarkan geom etri. dan potensial oksida si-reduksi (eH). desert . statis dan dinamis. Lingkungan pengendapan yang dominan proses fisikanya terbagi lagi menjadi dua macam unsur yakni. pola arus purba dan fosil. dan es. pelubangan. Hasil atau produk dari endapan lingkungan pengendapan. Eh dan kandungan karbondioksida serta oksigen mempe ngaruhi proses kimiawi seperti presipitasi kimia dan pelarutan.Lingkungan Pengendapan Lingkungan pengendapan ( sedimentary environment ) didefinisikan sebagai suatu tempat dipermukaan bumi yang kompleks dimana te rdapat terdapat kemenerusan batuan sedimen yang diendapkan. hujan. Faktor kimia dikaitkan dengan proses kimia. turbulensi dan arus ombak. . 2004).

Lingkungan Laut ( Marine) Setiap lingkungan pengendapan utama tersebut dapat terbagi lagi menjadi beberapa sub lingkungan. 1988) . Lingkungan Transisi ( Transition) 3. Namun pembagian menurut Crosby tersebut tidak begitu praktis karena mengandung terlalu banyak jenis lingkungan. Jadi salah satu permasalahan dalam menentukan sedimen purba adalah dengan melihat pada lingkungan pengendapannya ataupun sebaliknya. Lingkungan Darat ( Continental) 2. 1995) Tempat Pengendapan Lingkungan Utama Sub-Lingkungan Utama Darat *Fluvial *Kipas Aluvial *Braided Stream *Meandering Stream *Gurun Lacustrine *Glasial Transisi *Deltaic *Delta Plain *Delta Front *Prodelta *Beach/barrier ba r *Estuarine/lagoonal Tidal Flat Laut Neritik Paparan **Organic reef Oceanik Slope Deep Ocean Floor * Dominan Pengendapan Siliklastik ** Dominan Pengendapan Karbonat . Sangatlah penting menentukan lingkungan pengendapan berdasarkan fasies pengendapannya dengan dasar desrkriptif dari sedimen yang ada. Praktisnya klasifikasi lingkungan pengendapan adalah yang memiliki jumlah sub -lingkungan yang sederhana namun dapat digunakan untuk membedakan lingkungan satu dengan lainnya dengan menggunakan interpretasi lingkungan pengendapan yang ada. Deskripsi tersebut dapat melalui studi bawah permukaan melalui well log dan seismik serta data core dan cutting. yaitu : 1. Berikut tabel yang membagi lingkungan pengendapan sec ara umum.Karena fasies sedimen merupakan produk dari lingkungan pengendapan. Pemaparan yang komprehensif mengenai lingkungan pengendapan salah satunya telah dilakukan oleh Crosby (1972). Memang dalam pengklasifikasian lingkungan pengendapan terdapat banyak pendapat dan kepentingan. Tabel 1 Penyederhanaan Klasifikasi L ingkungan Pengendapan (Boggs. Sehingga suatu pengklasifikasian tidak semuanya dapat diterima oleh geologis maupun pihak lain yang menggunakan. Klasifikasi Lingkungan Pengendapan Terdapat tiga pembagian lingkungan pengendapan utama (Selley. Namun dapat pula melalui studi singkapan melihat litologi dan data paleontologi yang ada.

Catatan : Lingkungan tidak mutlak menandakan bahwa pengendapan yang terjadi adalah siliklastik. oil shale. Sketsa Lingkungan Pengendapan Darat A. Pengendapan dilingkungan sistem fluvial terjadi dalam kondisi iklim yang beragam dari mulai iklim gurun. Gambar. . Pengendapannya berbentuk layaknya kipas pada dasar gunung. seperti gunung atau gawir sesar. minyak bumi. Lingkungan Pengendapan Darat Lingkungan darat merupakan lingkungan -lingkungan yang terdapat diwilayah darat . kerikil dengan pemilahan buruk dan pasir. Pada lingkungan darat dapat mengandung jumlah yang cukup besar dari gas alam. Kipas aluvial biasa terdapat pada wilayah arid atau semi -arid dimana curah hujan sedikit dan banyak terjadi erosi. Sedimen non -siliklastik juga terdapat di lingkungan darat seperti batugamping airtawar dan evaporit. gurun. lemba b sampai iklim dingin (glasial). yaitu :  Lingkungan Pengendapan Sistem Kipas Aluvial Lingkungan ini terbentuk karena adan ya wilayah dengan relief tinggi. karbonat. Beberapa sedimen darat memiliki nilai yang ekonomis. Para ahli geologi membagi lin gkungan pengendapan darat menjadi 4 jenis lingkungan : fluvial (kipas aluvial dan sungai). Material sedimen yang terbentuk pada kipas aluvial biasanya kasar. namun pembagian umumnya terbagi menjadi 3 sub -lingkungan. Fasies yang terendapkan pada lingkungan darat didominasi oleh sedimen siliklastik yang dicirikan oleh jarangnya keterdapatan fosil dan tidak terdapatnya fosil laut. batubara.1. Meskipun sub-lingkungan dari sistem fluvial banyak keterdapatannya. evaporit atau campuran namun dipengaruhi juga oleh kondisi pengendapan. Lingkungan Pengendapan Sistem Fluvial Merupakan pengendapan yang dihasilkan oleh aktivitas aliran sungai dan berasosiasi dengan proses gravitasi sedimen. lakustrin dan glasial. dan uranium.

tipe material sedimennya lebih halus ukurannya dibandingkan sung ai menganyam. Unsurunsur dari sungai meander antara lain saluran utama. dan dataran limpah banjir. point bar. Gambar 3. Kipas Aluvial  Sub-Lingkungan Pengendapan Sungai Menganyam ( Braided River) Lingkungan sungai menganyam ditandai dengan sub -aliran yang anastomoting yang memilki tingkat sinusitas yang lebih rendah dibandingkan sungai meander.  Gambar 4. Tingkat erosi aliran sungai meandering terjadi secara lateral sehingga mendukung pembentukan saluran sungai yang berkelok -kelok. tanggul alam. Selain itu sungai menganyam juga dicirikan dengan banyaknya saluran ( channel) yang dipisahkan oleh bar atau pulau kecil. Sungai Meandering . Sketsa Sungai Menganyam ( Braided River ) Sub-Lingkungan Pengendapan Meandering River Lingkungan sungai meander merupakan kelanjutan dari sungai menganyam k earah hilir dimana topografi bentangannya semakin landai sehingga terbentuklah saluran sungai yang memiliki sinusitas tinggi ( meandering ) dan hanya terdiri dari satu saluran utama. Sedangkan. Produk sedimen dari sungai menganyam dimulai dari bagian dengan wilayah topografi tinggi berupa material kerakal dan berangsur berkurang ukuran butirnya seiring dengan gradasi ke arah hilir (relief rendah) sampai terendapkan material berukuran pasir.Gambar 2.

Lakustrin merupakan daerah yang tidak berhubungan dengan laut dan umumnya merupakan lingkungan pengendapan dari sedimen klastik walaupun juga terdapat karbonat da material evaporit. Di lingkungan ini didominasi oleh endapan pasir yang berstruktur dune. pasokan sedimen dan kimia air. C. Lingkungan Pengendapan Gurun Lingkungan gurun merupakan lingkungan dimana curah hujan sedikit serta minimnya vegetasi. Di lingkungan yang lebih dalam terendapkan material suspensi dan arus turbidit yang berasal dari batas dengan wilayah lakustrin dangkal. Lingkungan Pengendapan Lakustrin Lingkungan pengendapan lakustrin atau danau. Material sedimen di lingkungan lakustrin umumnya berasal dari sungai da n/atau evaporasi di permukaan. Sketsa Sungai Meandering Beserta Elemen -elemennya. Sand .Erosi dari aliran sungai ini berarah ke thalweg -nya dan sebaliknya material sedimen diendapkan dibagian bank bersebrangan dengan bagian erosi. Gambar 6. Material di gurun tererosi dan tertransport oleh angin sehingga terakumulasi sebagai sedimen aeolian. B. Lingkungan Pengendapan Lakustrin Fasies yang terendapkan pada lingkungan ini dikontrol oleh kedalaman air. Gambar 5. terbentuk ditempat dengan topografi yang rendah dan distribusi air atau material sedimen kedalamnya. Lingkungan lakustrin yang dangkal biasanya terendapkan batuan sedimen kasar meskipun karbonat dan endapan evaporit dapat juga mungkin terdapat.

serpih. dan evaporit. sehingga merupakan tempat ³bertekanan tinggi³ untuk organisme. tanpa asosiasi dengan kerakal ataupun lempung. berpilah baik dan membundar baik. Rekaman dari pengendapan sistem glasial dimulai p ada wilayah dataran tinggi dan tertransport menuju kedataran rendah sebagai endapan klastik mencapai lingkungan laut. batuan karbonat. Lingkungan Pengendapan Delta Merupakan lingkungan transisi yang dicirikan oleh sedimen yang tertransport sampai bagian hilir sungai dan terendapkan pada batas pertemuan anta ra aliran sungai dan genangan air laut atau danau. termasuk konglomerat. pantai. Lingkungan Pengendapan Transisi Lingkungan pengendapan transisi terletak diantara perbatasan lingkungan pengendapan darat dan laut. Es sendiri merupakan agen erosi batuan yang kuat dan dapat mentransport detritus pada jarak yang cukup jauh sebelum akhirnya meleleh dan mengendapkan material sedimen pada wilayah glasial. Lingkungan Pengendapan Transisi A. organisme yang tinggal di lingkungan transisi cenderung merupakan spesies dengan tingkat adaptasi dan toleransi yang tinggi. Kondisi berenergi tinggi ini menyebabkan salinitas dan temperatur bervariasi. batupasir. dataran tepilaut. Gambar 7. estuarin. Tipe sedimen yang diendapkan di lingkungan ini bervariasi. dan dataran penghalang. Maka. dan didominasi oleh proses aliran sungai. Delta terbagi menjadi beberapa bagian : . dan dataran pasang -surut. Baik sedimen s iliklastik yang terendapkan melalui transportasi aliran sungai ke pinggiran pantai maupun endapan transisi juga banyak keterdapatannya. gelombang dan pasang-surut. D. meskipun beberapa lingkungan lagun dan estuarin didominasi oleh kondisi air -tenang. Banyak bagian dari lingkungan transisi didominasi oleh arus dan gelombang berenergi tinggi.dune umumnya silang siur. Wila yah ini tidak begitu luas. Presipitasi terjadi sebagai salju yang terakumulasi menjadi tubuh es yang permanen ataup un semi-permanen. Lingkungan Pengendapan Glasial Kondisi di lingkungan ini berupa iklim yang dingin dengan temperatur dibawah 0 0 . Lingkungan pengendapan transisi antara lain : delta. lagun. Salinitas di daerah ini bervariasi mulai dari airtawar sampai supersaline.

maupun pasangsurut. Merupakan bagian yang lebih ke arah laut dan dicirikan dengan distributary mouth bar. Sehingga pengaruh gelombang laut dan alir an sungai mempengaruhi bentukan dari delta. yang kesemuanya mempengaruhi tipe dan distribusi sedimen di lingkungan delta. iklim dan energi yang berasosiasi dengan gelombang. Diagram Klasifikasi Delta . Lingkungan delta terpengaruh oleh besarnya aliran sungai. Bagian yang paling distal dan sudah mulai memasuki perbatasan dengan laut dangkal.   Delta Plain : Delta Front : Pro-Delta : Terdiri dari distributary channel dan masih terdapat pengaruh sistem fluvial maupun danau. baik yang didominasi aliran sungai. gelombang laut. Pembagian Lingkungan Delta Sedimen lingkungan darat terbawa oleh aliran sung ai sampai ke mulut sungai. Gambar 9 . Gambar 8.

Tubuh pantai berupa pasir yang dapat berpotongan dengan dataran utama. Lingkungan Pengenda pan Dataran Pasangsurut Dataran pasangsurut terbentuk umumnya pada garis pantai mesotidal atau mikrotidal dimana tidak terdapat gelombang yang kuat. variasi salinitas dan gaya pasangsurut. estuarin. belakang dataran penghalang dan delta. delta. densitas air. Pulau penghalang ini terbentuk oleh saluran pasangsurut. dan lagun. . Lingkungan Pengendapan Estuarin/Lagun Estuarin merupakan lokasi pengendapan pada mulut sungai dimana terdapat pencampuran dengan airlaut. temperatur. Sedangkan pulau penghalang atau barrier island hampir sama dengan dataran pantai namun terpisah dari dataran oleh lagun. selama energi yang lebih tinggi mempengaruhi dasar laut. lingkungan laut atau bahkan lakustrin yang tidak terdapat hubungan dengan delta. D. C. Sedimen yang terendapkan berupa sedimen klastik lempungan ataupun pasiran yang dipengaruhi oleh pasangsurut. estuarin atau rawa. Pengaruh gelombang ini berdampak kepada kedalaman air sampai beberapa meter mencapai tingkatan yang lebih dalam. Lingkungan ini berkembang pada wilayah sepanjang pantai yang berelief rendah dan energi gelombangnya renda h dan terlindungi oleh dataran penghalang maupun terumbu. Lingkungan Pengendapan Laut Lingkungan laut mencakup semua wilayah di samudera dan di lautan. lingkungan ini juga terpengaruh oleh pasangsurut dan merupakan lokasi terendapnya sedimen klastik. Pantai juga terdapat pada sistem delta. Lingkungan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan kedalaman air laut serta tipe sedimen yang mengendap (Gore. Lingkungan Pengendapan Laut Arus yang terdapat di laut berasal dari pengaruh angin. Lingkungan Pengendapan Pantai Pantai merupakan akumulasi pasir di temp at yang sempit dan berbentuk pararel dengan garis pantai dan sebagai tambahan dataran utama.B. Keterdapatannya mencakup daerah estuarin. Gambar 10. 2003).

dipermukaannya banyak terdapat organisme namun dibawah zona photik organismenya lebih sedikit.  Lingkungan Laut Dangkal Karbonat Lingkungan ini dicirikan dengan pengendapan karbonat yang dipengaruhi oleh proses biokimia pada laut dangkal (<100m). Sedimen yang terendapkan pad a lingkungan ini adalah tubuh pasir yang sangat tebal. kedalaman air. Batas bawahny a terletak pada kedalaman 1500 -4000m. dimana rata -rata sedimen terderivasi oleh arus turbidit yang dapat bergerak 10m/1000tahun dan produk arus turbidit dapat mencapai ketebalan ribuan meter.  Lingkungan Laut Dangkal Siliklastik Lingkungan ini dicirikan dengan adanya pengendapan detritus pada kedalaman sedang (10-200m). continental rise. dan dasar laut yan g dalam (Nichols. Sedimen laut dalam memang lebih sedikit keterdapatannya dibandingkan dengan sedimen laut dangkal.1999). Namun per kecualian untuk lingkungan kipas laut dalam yang dekat dengan kemiringan. Lingkungan Pengendapan Laut Dalam Lingkungan laut dalam merupakan daerah terbesar yang menyusun permukaan bumi dengan kedalaman lebih dari 200m. Lingkungan Pengendapan Laut Dangkal Lingkungan pengendapan ini mencakup akumulasi dar i sedimen klastik yang tertransport dari daratan serta sedimentasi batuan karbonat yang berasal dari keterdapatan organisme yang hidup di laut. angin atau badai yang mendominasi gaya g erak sedimen. Wilayah dengan sedimentasi kabonat dikenal dengan carbonat platform. Material sedimen klastik terdistribus i dan terpisahkan pada fasies pengendapan yang berbeda oleh arus pasangsurut. badai dan arus laut Proses yang sama juga berpengaruh terhadap sedimen karbonat yang banyak keterdapatannya pada kondisi iklim. 2005). palung laut dalam. gelombang. pulau penghalang. 2001). Platform terdapat pada wilayah di paparan daratan yang terbentang di garis pantai sampai pada wilayah epikontinental laut B.A. dipengaruhi pasangsurut. dan garis pinggir pantai (Satyana. Pada lingkungan laut dalam. endapan badai. lingkungan laut dalam dapat terbagi menjadi :  Continental Slope. Sedimen yang terendapkan di lingkungan laut dangkal sangat beraneka ragam. . dataran pasangsurut. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Sedimen yang terendapkan termasuk bersal dari estuarin. dan produksi organisme t ertentu (Nichols. Sekitar 65% dari permukaan bumi mencakup continental slope. gelombang. atau dekat dengan daratan. terbentang mulai dari paparan dengan kedalaman 130m sampai permulaan dasar laut.

Namun penekanan dalam bab ini tidak hanya tentang proses sedimentasi dan ciri fisi k batuan sedimen yang detil. Stratigrafi dapat menjadi alat bantu geologist dalam merangkum komposisi sedimen. pergerakan bata s garis pantai (transgresi dan regresi). lingkungan pengendapan dan ciri fisik batuan sedimen itu sendiri. tetapi pengecualian pada palung dalam dapat terbentang mencapai 10000m dan semakin kearah laut kedalamannya semakin bertambah (Boggs. struktur sedimen. dan kenampakan lainnya dalam suatu pemahaman. III. mineral tambang dsb. dan penjelasan tentang sejarah pergerakan kerak benua dan samudera. wilayah ini mencakup bagian laut dalam yang berada di bagian distal dari continental slope. Pengertian mengenai prinsip dan terminologi dalam stratigrafi sangatlah penting dalam studi geologi secara keseluruhan. pencarian minyak dan gas. Kesemua hal tersebut termasuk kedalam disiplin ilmu stratigrafi. Selain itu stratigrafi terkait dengan hubungan antar perlapisan batuan. Secara garis besar bahasan sebelumnya terfokus pada berbagai aspek dalam batuan sedimen. karena stratigrafi menyediakan kerangka yang sistematik dalam pembelajaran geologi khususnya studi sedimentologi. Gambar 11. tekstur. hubungan antar umur serta posisi geografi dan distribusinya. Stratigrafi Stratigrafi merupakan ilmu yang mempelajari perlapisan atau urut -urutan batuan berdasarkan karakteristik batuan yang membedakan waktu pengendapan yang berbeda. Bag ian terdalam dari samudera terbagi menjadi dua komponen fisiografis yakni : lantai samudera dan oceanic ridge. succession of beds . Wilayah ini mencakup 80% lingkungan lantai samudera. Seperti studi sejarah bumi. untuk kemudian dapat diinterpretasikan kedalam aspek -aspek yang lebih luas. struktur. tetapi juga bermaksud untuk membahas skala yang lebih besar secara vertikal dan hubungan yang menyeluruh secara lateral antara satuan -satuan dalam batuan sedimen yang dapat terangkum dalam pembahasan ciri fisik litologi. 1995). Selain itu stratigrafi penting dalam studi rekonstruksi lempeng (plate tectonics ). . karakt eristik paleontologi. Lingkungan Laut Dalam Dari Penyusun : Penekanan pada sub bab sebelumnya adalah pada proses sedimentasi. korelasi perlapisan suatu daerah bahkan perlapisan dalam cakupan yang lebih luas seperti anta r benua dan penyusunan urutan lapisan -lapisan dalam kolom geologi. Continental Rise dan Cekungan Laut Dalam .

 Biostratigrafi Merupakan studi tentang batuan berdasarkan kandungan fosilnya. tidak ada keterdapatan lapisan diatasnya. konsep yang masih klasik adalah penamaan hubungan litostratigrafi. dan lingkungan dari lapisan dibawah permukaan serta sedimen di samudera. Dalam subbab ini akan lebih banyak dibahas prinsip -prinsip dasar dari stratigrafi itu sendiri. Selain itu ada pula perkembangan dari stratigrafi yang memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran hubungan fisik stratigrafi. lapisan yang lebih muda berada diatas lapisan yang lebih tua.. The Principles of Superposition (Prinsip Superposisi) Dalam suatu urutan perlapisan. Prinsip-prinsip yang ia kembangkan merupakan tulangpunggung dari stratigrafi sekarang ini." Steno. berkembang konsep urut -urutan pengendapan. yang merupakan studi strati grafi dan fasies pengendapan berdasarkan interpretasi data seismik. disiplin ilmu stratigrafi masih banyak membahas tentang penamaan stratigrafi itu sendiri. yang kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu sekuen stratigrafi . yaitu magnetostratigrafi.. Sebagai dasar dari studi ini Nicolas Steno membuat empat prinsip tentang konsep dasar perlapisan dikenal sekarang dengan ³Steno¶s Law´ Empat prinsip Steno tersebut adalah : 1. pendekatan klasik terhadap stratigrafi diperbaharui ole h Weller dengan bukunya ´ Stratigraphic Principle and Practice´. namun sekarang siswa harus mengerti prinsip dasar dari stratigrafi. Pada 1970an. Prinsip-prinsip Dasar Stratigrafi Dalam pembelajaran stratigrafi permulaannya adalah pada prinsip-prinsip dasar yang sangat penting aplikasinya sekarang ini. Kemudian masih pada 1960an.  Litostratigrafi Berhubungan dengan litologi atau ciri fisik dari suatu lapisan dan hubungan satuan -satuan stratigrafinya berdasarkan karakteristi k litologi. serta korelasinya antar satu wilayah dengan yang lainnya. Kita harus mengerti hubungan anta ra stratigrafi dengan sistem pengendapan serta hubungan antara aplikasi stratigrafi dengan prinsip sedimentologi untuk menginterpretasikan lapisan dalam konteks lempeng tektonik global. yang berhubungan dengan ciri fisik magnet dari suatu batuan sedimen dan batuan vulkanik yang berlapis. umur . dan seismik stratigrafi. 1669.  Kronostratigrafi Berhubungan dengan umur lapisan batuan dan hubungan waktunya. semua masa yang berada diatasnya adalah fluida. . ". yang membahas paket lapisan yang dibatasi oleh ketidakselarasan. kronostratigrafi dan biostratigrafi pada suatu wilayah. mak a.Sejarah Perkembangan Stratigrafi Pada tahun 1960an.pada waktu suatu lapisan terbentuk (saat terjadinya pengendapan). pada saat suatu lapisan yang lebih dulu terbentuk.

Kolom Stratigrafi 2.Gambar. ia pun menyimpulkan suatu hukum yaitu ³Law of Faunal Succession´ . D¶Orbigny mengemukakan suatu perlapisan secara sistematis . 1669 4. yang merupakan satu perlapisan." Steno." Steno. Lateral Continuity Suatu lapisan dapat diasumsikan terendapkan secara lateral dan berkelanjutan jauh sebelum akhirnya terbentuk sekarang. 1669. Jasanya sebagai pencetus biostratigrafi membuat ia dikenal dengan sebuatan ³Bapak Stratigrafi´. "Lapisan baik yang berposisi tegak lurus maupun miring terhadap horizon. William Smith (1769 -1839) seorang peneliti dari Inggris. Smith adalah insinyur yang bekerja disebuah bendungan. pernyataan umum yang menerangkan bahwa fosil suatu organisme terdapat dalam data rekaman stratigrafi dan dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui sejarah geologi yang pernah dilauinya. Principle of Cross Cutting Relationship Suatu hal (sesar atau tubuh intrusi) yang memotong perlapisan selalu berumur lebih muda dari batuan yang diterobosnya "Jika suatu tubuh atau diskontinuitas memotong perlapisan. Dalam studi hubungan fosil antar perlapisan batuan. ia mengemukakan Teori biostratigrafi dan korelasi stratigr afi. 1669. Ahli Stratigrafi lain seperti D¶Orbigny dan Albert Oppel juga berperan besar dalam perkembangan ilmu stratigrafi. Dengan korelasi stratigrafi maka dapat diketahui sejarah geologiny a pula. maka suatu lapisan yang satu dapat dikorelasikan dengan lapisan yang lain. Smith mengungkapkan dengan menganalisa keterdapatan fosil dalam suatu batuan." Steno. 3. "Material yang membentuk suatu perlapisan terbentuk secara menerus pada permukaan bumi walaupun beberapa material yang padat langsung berhenti pada saat mengalami transportasi. pada awalnya pararel terhadap horizon. tubuh tersebut pasti terbentuk setelah perlapisan tersebut terbentuk. Principle of Initial Horizont ality Lapisan terendapkan secara horizontal dan kemudian terdeformasi menjadi beragam posisi.

antara lain :  Litologi. dan ukuran butir. Biozone adalah satu unit skala kecil yang mengand ung semua lapisan yang diendapkan selama eksistensi/keberadaan fosil organisme tertentu. daerah tambang atau lubang bor. merupakan pembelajaran dan deskripsi dari karakteristik fisik dari batuan khususnya pada batuan sampel dan di singkapan (Bates dan Jackson. metasedimen atau metamorf yang dibedakan berdasarkan karakteristik litologi. Umumnya satuan-satuan tersebut terdiri dari beberapa litologi yang saling berhubungan dan berbatasan. Pengelompokan satuan stratigrafi menjadi satuan litostratigrafi yang lebih spesifik cakupannya dapat berguna untuk menelusuri dan mengkorelasikan lapisan baik pada singkapan dan di bawah permukaan. Batas antara setiap satuan yang berbeda dapat diidentifikasi secara jelas dengan adanya kontak atau dapat dideskripsikan secara arbitrer karena bersifat gradasional.  Litologi. 1980). komposisi mineral. Berdasarkan hal tersebut kita dapat mendefinisikan satuan litologi sebagai satuan batuan yang didasarkan dengan karakteristik fisik sedangkan litostratigrafi berkaitan dengan studi mengenai hubungan stratigrafi antara lapisan yang dapat diidentifikasi berdasarkan litologi. warna. kombinasi dari beberapa kelompok. Formasi dapat terdiri dari satu litologi atau beberapa litologi yang berbeda.  Kelompok/Grup. merupakan bagian dari anggota (anggota dapat terbagi menjadi beberapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut perlapisan). singkapan. kombinasi dari beberapa formasi . penggalian. beku.  Anggota. yang kesemuanya mengacu pada kriteria batuan. Kedua orang inilah yang juga mencetuskan pembuatan standar kolom stratigrafi. Satuan litostratigrafi yang paling mendasar antara lain :  Formasi. lokasi ditemukan. Terminologi litologi digunakan oleh banyak geologist dengan dua macam cara.  Supergrup. Satuan litostratigrafi ini dapat dikenali berdasarkan karakteristik batuan yang dapat diteliti. merupakan bagian dari formasi (formasi dapat terbagi menjadi be berapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut anggota). . Di lapangan satuan stratigrafi yang terdiri dari hanya satu litologi saja jarang ditemukan. Tipe Satuan litostratigrafi Satuan litostratigrafi merupakan tubuh batuan sedimen. Pembedaan satuan stratigrafi ini didasarkan oleh stratotipe (tipe satuan yang ditentukan). Sedangkan Oppel berjasa dalam mencetuskan konsep ³Biozone´. merupakan satuan stratigrafi yang secara litologi dapat dibedakan dengan jelas dan dengan skala yang cukup luas cakupannya untuk dipetakan di permukaan atau ditelusuri dibawah permukaan.mengikuti yang lainnya yang memiliki karakteristik fosil yang sama. merupakan karakteristik fisik seperti : tipe batuan. dapat terdiri dari batuan yang ada.Hal yang penting adalah membedakan dan memahami kontak antara litologi tersebut secara vertikal dan lateral.  Perlapisan. Litostratigrafi Litostratigrafi berhubungan dengan studi dan susunan lapisan berdasa rkan karakteristik litologi.

Permukaan yang memisahkan lapisan yang selar as ini disebut keselarasan (conformity). yang permukaannya dapat berupa bidang datar atau tidak beraturan (ireguler) diantara tipe batuan yang berbeda. Karena kontak yang selaras meng indikasikan tidak ada jeda pengendapan yang signifikan atau hiatus. disebut kontak gradasional jika perubahan dari satu litologi ke yang lain memiliki tanda yang kurang jelas dibanding kontak tegas. Lapisan yang memiliki kontak selaras dicirikan dengan susunan pengendapan yang tidak rusak (menerus). Sementara kontak antara lapisan yang tidak menerus dengan lapisan dibawahnya pada rentang waktu tertentu. Kontak antara tubuh yang berbatasan secara lateral dapat bergradasi. yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan yang lebih tua. Kontak Selaras Kontak antara lapisan yang selaras dapat berupa :  Kontak Tegas.  Kontak Gradasional. Hiatus merupakan jeda atau pemotongan kontinuitas dari pengendapan pada suatu rekaman waktu geologi. merupakan hasil dari perubahan yang jelas dan tiba -tiba dari litologi yang berbeda. Suatu ketidakselarasan meripakan permukaan yang terbentuk seba gai hasil erosi atau nondeposisi. yang merupakan suatu permukaan yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan batuan yang lebih tua namun disepanjang bidangnya tidak terdapat bukti dari periode non deposisi. kontak juga terdapat secara lateral pada satuan litostratigrafi yang saling berbatasan. serta perubahan ukuran butir disebabkan oleh rekristalisasi atau dolomitisasi atau perubahan yang diakibatkan sementasi oleh mineral silika atau karbonat. Kontak tegas juga dapat disebabkan oleh alterasi kimia setelah pengendapan yang mengakibatkan perubahan warna dikarenakan proses oksidasi dan reduksi dari mineral yang mengandung besi. yang mewakili adanya hiatus. disebut tidakselaras. pelapukan atau erosi. Kontak ini terbentuk antara satuan batuan dari umur yang sama dan terdiri dari li tologi yang berbeda serta menunjukkan kondisi lingkungan pengendapan yang berbeda. m elidah ( intertonguing ) .Kontak Stratigrafi Satuan-satuan litologi yang berbeda terpisahkan satu sama lainnya oleh kontak. atau tidak sesuai kemenerusannya sebagai satu bagian. baik secara subaerial maupun subakueous. Lapisan yang berurutan secara vertikal dapat dikata kan selaras atau tidak selaras tergantung dari kemenerusan pengendapan. Hiatus mewakili periode waktu geologi dimana tidak terdapat sedimen atau lapisan yang terbentuk. Umumnya terjadi pada pengendapan bidang pe rlapisan primer yang terbentuk sebagai hasil dari perubahan kondisi pengendapan lokal. pinching atau wedging. Kontak gradasional dapat terbagi lagi menjadi beberapa tipe : . umumnya terendapkan secara pararel. Selain terdapat secara vertikal. Ketidakselarasan menunjukkan sedikitnya kontinuitas dari pengendapan dan berkaitan dengan periode nondeposisi. Selain itu ada pula kontak secara lateral yang disebabkan oleh patahan setelah terjadinya pengendapan.

komposisi mineral. antara lain : 1. Angular Unconformity Merupakan suatu tipe ketidaks elarasan dimana sedimen yang lebih muda terendapkan diatas permukaan erosi dari batuan yang lebih tua dimana sebelumnya batuan tersebut mengalami pengangkatan atau perlipatan. ireguler. atau karakteristik fisika. Contohnya : Batupasir secara progresif bergradasi menjadi batulempung kearah atas atau batupasir kuarsa berubah menjadi batupasir arenit secara progresif kearah atas. 3.1. umumnya lebih cu ram. Kontak Interkalatif. terjadi ketika satu litologi bergradasi dengan litologi lainnya secara progresif. batuan yang lebih tua tersebut memiliki dip yang berbeda. maka. Nonconformity Ketidakselarasan dikenali berdasarkan keterdapatan suatu hubungan yang menyudut antara lapisan yang tidak selaras. Kontak Tidak Selaras Terdapat empat tipe dari kontak tidak selaras yang dapat dikenali. dan keaslian batuan dibawah permukaan ketidakselarasan. membentuk sudut dengan batuan yang lebih muda. 2. Angular Unconformity 2. Disconformity Kenampakannya berupa suatu permukaan ketidakselarasan atas dan bawah dari bidang perlapisan yang secara umum pararel dan kontak antara lapisan yang lebih tua dan mudanya ditandai oleh perm ukaan erosional yang jelas. Berikut akan dibahas satu persatu tipe ketidakselarasan. Kontak Progresif. atau tidak lazim. 1. kurang lebihnya bergradasi s ecara seragam pada ukuran butir. Paraconformity 4. merupakan kontak gradasional yang terjadi karena bertambahnya perselingan antara beberapa litologi. 3 tipe pertama terjadi antara tubuh batuan sedimen dan tipe terakhir (nonconformity) terjadi antara batuan sedimen dan metamorf atau batuan beku. Paraconformity . keterdapatan permukaan erosional yang memisahkan lapisan. 2. Disconformity 3.

Intertonguing Pemisahan lateral dari satuan litologi pada banyak satuan -satuan stratigrafi yang tipis dan menjorok kedalam litologi lainnya secara tidak beraturan. 3. Pinch Out Perubahan litologi secara lateral yang dicirikan oleh penipisan litologi tertentu secara progresif sampai akhirnya hilang dan berganti menjadi litologi lainnya. Paraconformity tidak dapat dengan mudah dikenali dan harus diidentifikasi berdasarkan jeda antara rekaman batuan (disebabkan periode nondeposisi atau erosi). sehingga kedua penjelasan diatas saling berhubungan. Batasan tersebut tidaklah selalu terbentang secara lateral dan planar tapi dapat pula berterminasi (menunjukkan pola -pola tertentu). antara lain : 1. Waktu Geologi Alur waktu sejak terbentuknya bumi terbagi menjadi satuan -satuan geokronologi. Namun dari pandangan keilmuan yang objektif kedua konsep tersebut tetap terpisah dan sangat penting keberadaannya. 4. Miner al dan Fosil. baik secara jelas sebagai hasil dari erosi atau bergradasi oleh perubahan litologi yang berbeda.Merupakan ketidakselarasan yang tidak tampak dengan jelas. . tererosi. untuk kejadian -kejadian dalam sejarah bumi. Macam -macam kontak lateral antara lain : 1. Waktu Geologi. Kejadian-kejadian tersebut digambarkan dalam terminologi waktu dan penentuan waktu yang berjalan pada setiap material geologi. Kontak Lateral Satuan stratigrafi juga memiliki batas lateral yang jelas. Hubungan Stratigrafi dan Waktu Geologi Terdapat dua penjelasan yang berbeda tentang stratigrafi. yang telah terekspos. sampai akhir nya tertimbun oleh sedimen. Ditentukan dari bukti paleontologi seperti keterdapatan suatu zona fauna atau perubahan fauna yang jelas tampak. yang meliputi jutaan tahun yang lampau sejak keterbentukan bumi. 2. yang merupakan pembagian waktu dalam tahun atau dalam penamaan tertentu yang merepresentasikan waktu tertentu. Nonconformity Nonconformity terbentuk antara batuan sedimen dan batuan beku yang berumur lebih tua atau batuan metamorf yang masif. karena dicirikan oleh lapisan atas dan bawah bidang ketidakselarasan yang pararel dan tidak terdapat permukaan erosional at au bukti fisik lainnya dari suatu ketidakselarasan yang jelas. Gradasi Lateral Progresif Sama dengan gradasi vertikal progresif pada kontak vertikal. 2. Bukti Material Batuan.

Suatu permukaan yang isokron terbentuk pada waktu yang sama dimanapun. Satuan kronostratigrafi dibedakan dengan menentukan umur -umur dari batuan -batuan yang ada baik langsung melalui perhitungan isotop atau dengan kalibrasi informasi biostratigrafi. berikut dari periode terpanjang sampai terpendek :  Eon Merupakan periode waktu terpanjang.  Aplikasi Kronostratigrafi Salah satu tujuan dari analisis sedimentologi dan stratigrafi suatu batuan adalah untuk melakukan rekonstruksi lingkungan pur ba. Dengan runtutan permukaan kronostratigrafi pada suatu tubuh batuan adalah mungkin untuk membuat suatu seri rekonstruksi dan untuk membentuk suatu model dari evolusi lingkunganpurba. satuan stratigrafi didasarkan pada kesatuan materialnya. yang memiliki persamaan langsung dengan satuan waktu geologi. dan Kenozoikum  Period Merupakan bagian dari era. Ada lima tipe dasar dari material stratigrafi yang dapat dikenali. Proterozoikum dan Fanerozoikum  Era Eon terbagi lagi menjadi beberapa era. contohnya Mesozoikum terbagi menjadi Triasik. Jura. Kapur  Epoch Pembagian selanjutnya dari periode contohny a . . terbagi menjadi 3 eon : Arkeozoikum. Lingkungan pengendapan ditentukan melalui fasies sedimen yang ada pada waktu tertentu dan digunakan untuk merekonstruksikan paleogeografi. Material Satuan Stratigrafi Kontras dengan waktu geologi. Mesozoikum. Untuk dapat merekonstruksi lingkunganpurba pada waktu lampau sangatlah penting untuk mengetahui lingkungan pengendapan yang terdapat pada waktu tersebut.  Kronostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang batas atas dan bawahnya memiliki permukaan yang isokron (memiliki kesamaan waktu). Hal ini memerlukan pengetahuan kronostratigrafi. Pertengahan Kapur dan Akhir Kapur  Age Merupakan pembagian akhir yang hanya terdiri dari rentang beberapa juta tahun. Satuan kronostratigrafi merupakan kesatuan fisik bukanlah konsep abstrak. antara lain : Litostratigrafi Melengkapi pembahasan tentang litostratigrafi sebelumnya. bahwa satuan litostratigrafi dapat didefinisikan sebagai suatu tubuh batuan yang dapat dibedakan berda sarkan karakteristik litologi dan posisi stratigrafi relatif terhadap tubuh batuan lainnya. Fanerozoikum terbagi menjadi Paleozoikum. Awal Kapur.Hierarki dari waktu geologi telah ditetapkan. Untuk membandingkan batuan yang terbentuk pada li ngkungan yang berbeda pada waktu yang sama dalam suatu urutan batuan di suatu cekungan pengendapan.

 Dating (Relative) Dating (Absolute) Past Environments Sub-Surface Investigations Stratigraphy Radiocarbon Sedimentology Geophysical Pollen Stratigraphy Pollen Analysis Tidal Rhythmites TL/OSL Diatom Analysis Typology Palaeomagnetics Foraminifera Archaeological Coring & Boreholes BAB VII BATUAN METAMORF Pengertian Batuan Metamorf Metamorfisme adalah proses yang menyebabkan perubahan tekstur. batuan sedimen bahkan batuan metamorf dengan derajat yang lebih rendah. ´Sekuen Stratigrafi´ merupakan pendekatan pendekatan alostratigrafi dalam membedakan material satuan stratigraf i. . Jadi metamorfisme sama dengan diagenesis. Proses perubahan tekstur yang tidak diiringi dengan perubahan mineralogi ada dua macam yaitu Cataclastic dan Recrystalization.  Magnetostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang menunjukkan karakteristik magnetik yang berbeda antar tubuh batuan yang saling berbatasan pada suatu urutan stratigrafi. Kandungan fosil digunakan untuk menentukan posisi batuan pada suatu urut -urutan perlapisan relatif terhadap batuan lainnya. Recrystalization atau Neocrystalization sebagai respon terhadap kondisi yang berbeda dari pembentukan batuan tersebut dan prosesnya diantara diagenesis dan anatexis . Neocrystalization adalah proses yang menghasilka n mineral baru yang tidak terdapat pada batuan metamorf sebelumnya. tetapi hanya meliputi proses yang terdapat diluar kondisi permukaan (P dan T rendah). Proses yang serupa terjadi juga selama diagenesis. Batuan asal (protolith) dari batuan metamorf ini bisa berasal dari batuan beku. tanpa disertai penghancuran butiran.Biostratigrafi Satuan biostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan dan di cirikan dengan kandungan fosilnya atau kandungan organisme.  Alostratigrafi Satuan alostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan berdasarkan posisinya relatif terhadap ketidakselarasan atau permukaan lainnya yang merefleksikan perubahan dasar selama pengendapan. perubahan mineralogi atau keduanya yang terjadi pada batuan dengan limit bawahnya diagenesis dan pelapukan dan limit atasnya adalah melting (peleburan). Recrystalization adalah proses penyusunan kembali crystal lattice dan hubungan dalam butir melalui migrasi ion dan deformasi lattice. Batuan metamorf adalah batuan dengan tekstur dan mineral yang merefleksikan Cataclastic. Cataclastic yaitu proses penghancuran dan pemecahan butiran pada batuan.

Pada umumnya. tetapi tidak cukup energi untuk merubah batuan tersebut menjadi batuan asalnya (protolith). Deviatoric Stress Merupakan stress yang tidak seragam pada arah yang berbeda yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu :  1 (stress maximum)  2 (stress intermediet)  3 (stess minimum) Deviatoric stress terbagi menjadi tiga macam yaitu : Commpression Tension Shear . Tekanan ini diakibatkan oleh tekanan fluida yang terperangkap ( PFluid. temperatur stress dan cairan kimia aktif. Tekanan Stress didefinisikan sebagai Gaya dibagi Luas (F/A). Ketika batuan metamorf mencapai permukaan a kibat erosi atau proses lainnya.Agen Metamorfisme Agen metamorfisme yaitu tekanan. mineral dan tekstur batuan metamorf tersebut menjadi tidak stabil. ketika batuan masuk pada kondisi yang berbeda. PH2O. PCO2) dan tekanan batuan yang berada diatasnya ( PLoad) atau tekanan Lithostatic. te kanan adalah stress yang seragam pada berbagai arah . mineral dan teksturnya menjadi tidak stabil sehingga terjadilah perubahan pada salah satu atau keduanya sehingga terjadilah kestabilan pada kondisi yang baru. deviatoric.

pecahannya berlembar. contoh batuann ya adalah Phylite  Tekstur schistose. berbutir sangat halus sampai halus (< 0.Deviatoric stress ini mengakibatkan terbentuknya foliasi akibat penyusunan butir mineral secara parallel Temperatur Batas atas temperatur dalam proses metanorfisme tergantung dari beberapa ko ndisi diantaranya kering atau basahnya batuan dan komposisi batuan. Contoh batuannya adalah schist . yaitu metamorfisme akibat tekanan lithostatik yang terjadi pada kedalaman yang besar. pada tumpukan sediment di benua. Diagenesis dan pelapukan berahir dan metamorfisme dimulai ketika mineral baru yang tidak stabil di permukaan terbentuk. 3.1 mm). Metamorfisme static. yaitu metamorfisme yang terjadi karena deviatorik stress. biasanya terjadi pada skala lokal. Berbutir halus sampai sangat kasar (> 1 mm). Reaksi pembentukan meineral ini diperlirakan mulai pada suhu 100 0C. Metamorfisme dinamik regional terjadi pada daerah yang cukup luas seperti pada zona akresi di batas konvergen lempeng. Batas bawah temperatur sehingga terjadi proses metamorfisme belum begitu diketahui. Metamorfisme terjadi pada volume batuan yang relative kecil (kurang dari 100 km 3) 2. Metamorfisme Kontak. Metamorfisme dinamotermal. kelurusan pada orientasi planar dan subplanar. Tekstur batuan metamorf Tekstur Foliasi. merupakan metamorfisme yang paling banyak dan terjadi oleh kombinasi tekanan dan temperature. ataupun pada derah yang terkena jatuhan meteorit. yaitu adanya kesejajaran orientasi mineral yang memberikan adanya pelapisan. penyerpihan. fore arc basin dan palung. butirannya sangat halus (< 0. Untuk batuan granitik basah batas atasnya sebesar 600 0C. Fluida Kimia Aktif Tipe Metamorfisme Berdasarkan area atau volume : 1. Berdasarkan agen metamorfismenya : 1. Metamorfisme Regional. Kontak ini disebut juga kontak au reole.5 mm). 2. Terjadi pada batuan dengan volume ribuan kilometer kubik. Metamorfisme lokal. Tekstur foliasi kuat dibedakan menjadi :  Tekstur slaty. Metamorfisme dinamik lokal terjadi pada zona sesar. yaitu metamorfisme dengan ag en utamanya adalah temperatur dan terjadi karena intrusi batuan beku terhadap batuan dangkal yang l ebih dingin. Contoh batuannya adalah slate  Tekstur Phylitic. Untuk batuan ultramafic atau ultrabasic dalam keadaan kering batas atasnya berkisar antara 1200 sampai 2000 0C. Metamorfisme dinamik. dan kenampakan kelurusan. 4.

antara lain : 1. Pada gejala buckling. Hill (1953). . Berbutir halus sampai sangat kasar.Struktur struktur geologi yang ada di muka bumi ini umumnya sesuai dengan sifat pergerakan tektonik lempeng yang ada dI daerah tersebut. memperlihatkan perlapisan akibat perbedaan mineralogi. I. Lipatan merupakan pencerminan dari suatu lengkungan yang mekanismenya disebabkan oleh dua proses.1 LIPATAN DEFINISI Terdapat beberapa definisi lipa tan menurut ahli geologi struktur. yaitu bending (melengkung) dan buckling (melipat).Struktur geologi sendiri dapat dibagi menjadi tiga. Tekstur Gneissose. Tekstur Batuan Metamorf BAB VIII STRUKTUR GEOLOGI Bagian 4 GEOLOGI STRUKTUR PENGERTIAN Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari geometri (struktur) pada batuan serta berbagai mekanisme (gaya-gaya) yang menyebabkan terbentuknya geometri -geometri tersebut.yaitu: I Lipatan II Kekar III Sesar I.

daerah sekitar Hinge Point. 2. 4. Billing (1960) Lipatan merupakan bentuk undulasi atau suatu gelombang pada batuan permukaan. sudut yang terbentuk oleh poros dengan horizontal pada bidang vertikal. terjadi apabila gaya penyebabnya sejajar dengan bidang lapisan (gambar 2. Plunge. Axial Line. berkembang suatu rekahan yang disebabkan akibat adanya tegasan tensional (tarikan) sedangkan pada bagian bawah bidang lapisan terjadi tegasan kompresi yang menghasilkan Shear Joint . terjadi apabila gaya penyebabnya agak lurus terhadap bidang lapisan (gambar 2. garis khayal yang menghubungkan titik -titik dari lengkungan maksimum pada tiap permu kaan lapisan dari suatu struktur lapisan. Sayap lipatan dapat berupa bidang datar ( planar ). Hob (1971) Lipatan akibat bending . dimana pada bagian puncak lipatan antiklin. sedangkan pada proses buckling .2 UNSUR-UNSUR LIPATAN 1. bidang sumbu lipatan yang membagi sudut sama besar antara sayap sayap lipatannya. 6. Hinge Zone. melengkung ( curve). 5. bagian dari lipatan yang terletak Downdip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum antik lin sampai hinge sinklin). sedangkan pada bending . Kondisi ini akan terbalik pada sinklin.gaya yang bekerja sejaj ar dengan bidang perlapisan. 3. 9. . atau Updip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum sinklin sampai hinge antiklin). selalu dijumpai pada sinklin.1).1).1 mekanisme Buckling dan Bending I. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa pada proses buckling terjadi perubah an pola keterikan batuan. Gb 4. 8. daerah tertinggi dari suatu lipatan biasanya selalu dijumpai pada antiklin 3. 7. daerah terendah pada suatu lipatan. Axial Plane. atau bergelombang ( wave). garis yang menghubungkan Hinge Point pada suatu perlapisan yang sama. 4. Crest. gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan. Hinge Line. 2. Trough. Hinge Point. Limb (sayap). titik yang merupakan kelengkung an maksimum pada suatu perlipatan. Park (1980) Lipatan adalah suatu bentuk lengkungan ( curve) dari suatu bidang lapisan batuan.

yaitu lipatan yang cekung ke bawah (gambar 4.2 unsur-unsur lipatan I.3 b Diagram blok sinklin Gb 4.3 a Diagram blok antiklin Gb 4.4) Gb 4.Antiklin. gambar 4.4) 2.4 Antiklin dan sinklin di lapangan .yaitu lipatan yang cembung ke atas (gambar 4. gambar 4.3 GEOMETRI Secara umum lipatan dapat dibagi menjadi dua.Sinklin.yaitu: 1.Gb 4.3 b.3 a.

5 DESKRIPSI Beberapa hal yang dapat dideskripsikan untuk lipatan antara lain: a.1964) d. Geometri lipatan tersebut.4 KLASIFIKASI Beberapa klasifikasi lipatan antara lain: a. Kesimetrisan lipatan e. yaitu kekar yang terjadi akibat tegasan yang cenderung mengelincir bidang satu sama lainnya yang berdekatan (gambar 4.1986) I. Strike/dip perlapisan batuan (*) dan tentukan apakah lipatan tersebut telah mengalami pembalikan atau belum.yang meliputi: -Chevron fold -Cuspate fold -Circular fold -Eliptical fold -Box fold -Teardrop fold c. Arah sumbu lipatan. .1 KEKAR DEFINISI Kekar (joint ) adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relatif sedikit sekali terjadi pergeseran. II. Jenis lipatan b.I. Struktur-struktur lain yang menyertai lipatan tersebut. d. y Adanya joint set berpola belah ketupat. II. Arah tegasan. y Bidang rekahnya relatif kecil. Bentuk lipatan. Mekanisme yang menyebabkan lipatan tersebut. y Memotong komponen batuan. Ciri-ciri: y Biasanya bidangnya licin.1973) f. Dari hal-hal tersebut maka kita dapat menentukan: a. y Memotong seluruh batuan. c. kek ar terbagi atas: 1. Hubungan antara hinge line dan axial surface (Fleuty.Kekar merupakan salah satu struktur yang paling umum pada batuan.1964) b. Bentuk keseluruhan (Huddlestone. c. Joint set adalah kumpulan kekar pada satu tempat yang memiliki ciri khas yang dapat dibeakan dengan joint set lainnya. Secara genetik. b. Kekar Gerus (Shear Joint ). Fold tightness (Fleuty. Perubahan ketebalan (Van Hisse. Unsur-unsur lipatan lainnya (melalui stereonet).2 Klasifikasi dan Geometri. c. II.4).

Karena terbuka. yaitu merupakan campuran dari kekar gerus dan kekar tarikan dan pada umumnya rekahannya terisi oleh mineral sekunder. dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi (gambar 4. .Gb 4.4 Shear joint di lapangan 2.3 DESKRIPSI Data yang harus kita tentukan jika kita menemukan kekar adalah: . yaitu kekar yang terbentuk dengan arah tegak lurus dari gaya yang cenderung untuk memindahkan batuan (gaya te nsion). Kekar Hibrid ( Hybrid Joint ). .Lihat bagaimana geometri kekarnya. kalaupun teratur biasanya akan berpola kotak -kotak. Ciri-ciri dilapangan : y Bidang kekar tidak rata. Hal ini terjadi akibat dari stress yang cenderung untuk membelah dengan cara menariknya pada arah yang berlawanan.Hitung strike/dip bidang kekarnya (*). Gb 4.Tentukan vein (mineral yang mengisi bidang kekar) jika ada. y y y Bidang rekahnya rela tif lebih besar. II.5).5 Tensional joint di lapangan 3. Dari data-data tersebut maka kita dapat menentukan: .Kemungkinan adanya hubungan antara kekar dengan struktur lainnya. .Bagaimana pembentukan kekar tersebut . Kekar Tarikan ( Tensional Joint ).Tentukan jenis kekarnya. Polanya sering tidak teratur. . maka dapat terisi mineral yang kemudian disebut vein.

6).6 Diagram blok sesar mendatar dekstral Gb 4.7).1 SESAR DEFINISI Sesar adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran yang berarti. III.100). Sesar ini disebut juga sebagai sesar mendatar. kanannya lebih Gb 4.2 KLASIFIKASI Berdasarkan arah pergeserannya sesar dapat dibagi menjadi tiga.tetapi pada umumnya beru pa satu zona sesar yang didalamnya terdiri dari banyak sesar -sesar minor.7 Diagram blok sesar mendatar sinistral . yaitu sesar mendatar yang blok batuan kirinya lebih mendekati pengamat (gambar 4. (gambar 4. 2. Sesar mendatar terbagi lagi atas : 1.Suatu sesar jarang yang terdapat soliter (satu bidang). Sesar mendatar sinistral. sesar yang pergerakannya searah dengan strike bidang sesar ( Pitch 00 . Strike Slip Fault .Arah dan sifat tegasan yang membentuk kekar tersebut.yaitu: a. yaitu sesar mendatar yang bl ok batuan mendekati pengamat. Sesar mendatar dextral.. III. III.

b. b. (Pitch 10 0 . yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat .Sesar jenis ini dicirikan oleh nilai pitch sekitar 80 0 . Gb 4. . sesar yang pergerakannya tegak lurus dengan strike bidang sesar dan berada pada dip bidang sesar.900. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap footwall (gambar 4.8 Diagram blok sesar normal 2. yaitu sesar yang pergerakannya relatif diagonal terhadap strike dan dip bidang sesar.9). c. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat. yaitu: a. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wall nya relatif kebawah terhadap footwall (gambar 4.800). Dip Slip Fault terbagi lagi atas : 1. Sesar Normal. Strike-dip slip fault terbagi lagi atas kombinasi -kombinasi strike slip fault dan dip slip fault .9 Diagram blok sesar naik c. Sesar Naik Sinistral . Gb 4. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat. Strike-Dip Slip Fault atau (Oblique Fault) . Sesar Naik. Dip Slip Fault . Sesar Normal Sinistral .8). Sesar Normal Dextral .

12. Terjadi pada air yang mengalir pada sesar dip slip. Suatu sesar dapat membentuk rekahan -rekahan lain yang lebih kecil (kekar) Keberadaan lipatan seret ( Dragfold ). Adanya tatanan stratigrafi yang tidak teratur. Sesar-sesar yang dalam dapat mengakibatkan magma memanaskan aquifer air. 7. III. Sesar Naik Dextral. Keberadaan zona hancuran. 11. 6. Adanya pola-pola kelurusan. Keberadaan bidang gores garis ( Slicken Side ) dan Slicken Line. Catatan: (*) Dapat dilihat pada bahasan mengenai lapangan. Keberadaaan kekar.punggungan. Sungai Dan Pola Pengaliran BAB XI PALEONTOLOGI Pengertian Paleontologi Pengertian Fosil Pembentukan Fosil Pembagian Fosil Kegunaan Fosil BAB XII PERALATAN LAPANGAN DAN PENGGUNAANNYA BAB XIII PEMETAAN GEOLOGI . 4. Sesar akan mengakibatkan penghilangan atau perulangan urut -urutan batuan.seperti kelurusan sungai. Proses penggerusan pada skala besar yang diakibatkan oleh sesa r akan menyebabkan perubahan orientasi dan kemiringan batuan yang disebut sebagai zona hancuran. Keberadaan mata air panas. Batuan sesar ( fault rock ). 10. Keberadaan air terjun. 13. Pergeseran batuan yang terjadi pada batuan akan membentuk bidang sesar (slicken side) yang didalamnya terdapat slicken line . yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wall nya relatif keatas terhadap dan Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat. Triangular Fac et. Intrusi batuan beku Sesar akan membentuk zona lemah yang kemudian dapat diterobos oleh intrusi. 5.dan gawir.peta.d. Yaitu lipatan yang diakibatka n penggerusan pada batuan. 2. 3. Contohnya:Breksi sesar dan milonit.3 INDIKASI SESAR 1. Erosi paa gawir umumya akan membentuk triangular facet. Suatu sesar akan mengakibatkan terbentuknya pola -pola kelurusan.dan pemetaan geologi BAB X GEOMORFOLOGI Pengertian Geomorfologi dan Sejarahnya Proses Geomorfologi Lembah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful