BAB I GEOLOGI 1.

1 Pengertian Geologi Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya bumi dan Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Secara umum Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, te rmasuk Komposisi, keterbentukan, dan sejarahnya. Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi, pembentukan,dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. Dengan kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari da lam geologi. 1.2 Ruang Lingkup Geologi Secara keseluruhan bumi ini terdiri dari beberapa lapisan yaitu : 1. Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi Bumi 2. Hidrosfer, yaitu lapisan air yang berada di permukaan Bumi 3. Biosfer, yaitu Lapisan tempat makhluk hid up 4. Lithosfer, yaitu lapisan batuan penyusun Bumi Ruang lingkup pembelajaran geologi yaitu lithosfer yang merupakan lapisan batuan penyusun bumi dari permukaan sampai inti bumi. Geologi juga mempe lajari benda-benda luar angkasa, dan bukan tak mugkin suatu s aat nanti kita dapat mengetahui keadaan geologi bulan misalnya. Cabang-cabang ilmu geologi Kajian geologi memiliki ruang lingkup yang luas, di dalamnya terdapat kajian -kajian yang kemudian berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri walaupun sebenarnya i lmu-ilmu tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling menunjang satu sama lain. ilmu -ilmu tersebut yaitu : 1. Mineralogi, yaitu ilmu yang mempelajari mineral, berupa pendeskripsian mineral yang meliputi warna, kilap, goresan, belahan, pecahan dan sifat lainnya. 2. Petrologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan, didalamnya termasuk deskripsi,klasifikasi dan originnya. 3. Sedimentologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan sediment, meliputi deskripsi, klasifikasi dan proses pembentukan batuan sediment. 4. Stratigrafi, yaitu ilmu tentang urut -urutan perlapisan batuan, pemeriannya dan proses pembentukannya. 5. Geologi Struktur, adalah ilmu yang mempelajari arsitektur kerak bumi dan proses pembentukannya. 6. Palentologi, yaitu ilmu yang mempelajari aspek kehidupan masa lalu yang berup a fosil. Paleontology berguna untuk penentuan umur dan geologi sejarah. 7. Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk bentang alam dan proses0proses pembentukan bentang alam tersebut. Ilmu ini berguna dalam menentukan struktur geologi dan batuan penyusun suatu daerah. 8. Geologi Terapan, merupakan ilmu -ilmu yang dikembangkan dari geologi yang digunakan untuk kepentingan umat manusia, diantaranya Geologi Migas, Geologi Batubara,Geohidrologi, Geologi Teknik, Geofisila, Geothermal dan sebagainya. Konsep Dalam Geologi Ada dua konsep dalam geologi yaitu teori Katastropisme dan teori Uniformitarisme

Teori Katastropisme Teori Katastropisme ini dikemukakan oleh Cuvier yang berekabangsaan Prancis pada tahun 1830. Teori malapetaka menjelaskan bentukan bumi yang sekar ang ini seperti pegunungan dan lembah merupakan hasil dari malapetaka -malapetaka yang sebelumnya terjadi. Teori ini juga menjelaskan bahwa musnahnya salah satu individu mahluk hidup disebabkan oleh malapetaka tersebut yang kemudian diikuti oleh kemunculan mahluk baru yang berbeda dengan mahluk hidup sebelumnya. Teori Uniformitarisma Teori ini dikemukakan oleh James Hutton yaitu ³ The Present Is The Key To The Past´. Teori ini menjelaskan bahwa proses -proses yang kita lihat sekarang terjadi juga pada masa lampau, seperti erosi perbukitan, pengangkutan material sediment di sungai, letusan gunung api, gempa bumi dan sebagainya. Hal ini membawa kita pada pemahaman bahwa pembentukan pegunungan, pembentukan lembah yang dalam, pembentukan lapisan -lapisan sediment tidak terjadi dalam waktu yang singkat tetapi melalui waktu yang cukup panjang bahkan sampai jutaan tahun.
BAB II STRUKTUR BUMI 2.1 Kedudukan Bumi dalam jagat Raya Sampai saat ini bumi merupakan satu -satunya planet yang dapat mendukung kelangsungan hid up seluruh makhluk, diantara planet -planet anggota tata -surya lainnya. Oleh karenanya pengetahuan mengenai bumi dianggap sangat vital guna kel angsungan hidup penghuninya termasuk manusia. Bumi merupakan anggota tata -surya bersama 8 planet lainnya yang sama sama mengelilingi matahari dengan waktu tempuh yang berbeda -beda sesuai dengan jari -jari lintasannya. Bumi berjarak rata-rata 150 juta km terhadap Matahari dan mengelilingi Matahari selama 365 hari, yang dijadikan dasar system kalender. Anggota tata-surya secara lengkap secara berturut turut yaitu: Matahari sebagai pusat, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Tata-surya merupakan bagian dari suatu galaksi yang dinamakan galaksi bima sakti ( Milky Way). Diameter galaksi bima sakti sekitar 80.000 -100.000 tahun cahaya. Di jagat raya ini masih banyak galaksi yang belum didiketahui yang jaraknya kemungkinan bisa jutaan tahun cahaya. Dari data -data ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ruang lingkup ilmu kita masih sangat keci l bila dibandingkan dengan luasnya jagat raya. Ini juga merupakan bukti bahwa Alloh Maha Besar, Maha Mengetahui atas segalanya dan kita tidak sepatutnya sombong dengan pengetahuan kita yang sangat sedikit ini. 2.2. Struktur dan Komposisi Bumi Berdasarkan kecepatan gelombang seismic struktur internal bumi dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama, yaitu inti ( core), mantel ( mantle ) dan kerak ( crust).

Gambar 2.1. Kecepatan Gelombang Seismik Pada Setiap Lapisan Bumi

Gambar 2.2 Struktur Bumi Inti bumi (core) Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900 -6371 km. Terbagi menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang memiliki kedalaman 2900 -5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang berkedalaman 51 00-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman Discontinuity . Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel. Mantel bumi (mantle) Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti dan mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity . Mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu mantel atas yang

bersifat plastis sampai semipl astis memiliki kedalaman sampai 400 km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km. Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas ba gian bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer. Kerak bumi (crust) Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-80 km. kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity . Kerak bumi domi nan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu : Kerak samudra, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5 -15 km (Condie, 1982)dengan be rat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.

Gambar 2.3 Penampang vertikal Kerak Samudra

Kerak benua, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si d an Al, oleh karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30 -80 km (Condie !982) rata -rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. kerak benua biasanya disebut sebagai lapisan granit is karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang b erkomposisi granit. Disamping perbedaan ketebalan dan berat jenis , umur kerak benua biasanya lebih tua dari kerak samudra. Batuan kerak benua yang diketahui sekitar 200 juta tahun atau Jura. Umur ini sangat muda bila dibandingkan dengan kerak benua yang t ertua yaitu sekitar 3800 juta tahun. Penyebab perbedaan umur ini akan dibahas pada bab selanjutnya.

Lempeng (Plates) Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bagian terluar dari lapisan bumi adalah ke rak bumi yang terbagi menjadi kerak samudra dan kerak benua. zona pemisah antara kerak dengan mantel disebut Mohorovivic discontinuity . 4. Ewing. 8.Plate Tectonic Theory (late 1967-early 1970) 3. Litosfer tersebut mengapung diatas lapisan astenosfer dan terpotong potong menjadi beberapa keratan yang disebut lempeng ( plates). Tharp. 1959 -1965) Sea-floor spreading (Dietz. gempa bumi. 5. Lapisan mantel atas bagian atas merupakan bagian yang padat. 1961-1962) Symmetric magnetic stripping across mid -oceanic ridge (Vine and Matthews. 1970) New Global Tectonic . waktu ini disusun dalam skala waktu geologi . Lempeng lempeng tersebut bergerak satu sama lain dengan kecepatan yang berbeda -beda dan terjadi interaksi yang menyebabkan terjadinya kejadian-kejadian geologi seperti pembentukan gunung api. tetapi dengan waktu berjuta-juta tahun akan menyebabkan kejadian yang berarti seperti kejadian geologi yang disebutkan sebelumnya. Misalkan kecepatan lempeng 5cm/t ahun dan waktunya 50 juta tahun maka lempeng tersebut akan bergerak sejauh 2500 km. 1931) Sea-floor mapping ( Heezen. hal ini membuktikan bahwa lapisan ini merupakan lapisan yang cair liat. Kerak bumi beserta mantel atas bagian atas yang padat menjadi satu kesatuan yang disebut litosfer. 7.4 Kelimpahan berbagai unsur di kerak bumi BAB III TEORI TEKTONIK LEMPENG 3.Gambar 2. 1968) Global mountain belts (Dewey and Bird. Hess. Continental drift (Wegener. 6. sedangkan lapisan cair liat dibawahnya disebut sebagai astenosfer. 9. . Dalam kejadian -kejadian geologi waktu yang diperlukan cukup panjang yaitu dengan satuan juta tahun. Dibawah kerak terdapat lapisan yang disebut mantel. akan te tapi pada kedalaman sekitar 70-80 km terjadi penurunan kecepatan gelombang seismic ( low velocity zone ). 3. pembentukan batuan dan kejadian geologi lainnya.2. 2. Sejarah Teori Tektonik Lempeng 1. 1965) Global seismic zones (Lynn and Sykes. pembentukan struktur geologi. 1963) Transform fault (Wilson.1. 1912) Convection current of mantle (Holmes. Walaupun kecepatan rata-rata lempeng tersebut hanya sekitar 7cm/tahun dan kita tidak bisa merasakannya.

lempeng Amerika Utara. lempeng Amerika Selatan.1 Skala waktu geologi Contoh lempeng-lempeng yang besar diantaranya. lempeng Eurasia.Gambar 3.2 Lempeng-lempeng di Bumi . lempeng Pasifik. Gambar 3. Lempeng Indo Australi a dan Lempeng Afrika.

Batas lempeng Sudah disebutkan ba hwa antara satu lempeng dengan lempeng lainnya yang berdampingan akan terjadi interaksi pada batas lempengnya . jenis interaksi yang terjadi yaitu : Batas Divergen Batas Divergen adalah batas dimana dua buah lempeng atau lebih saling menjauh. Gambar 3. yang diakibatkan peleburan kerak samudra yang menunjam sehingga memicu pembentukan magma yang kemudian nai k dan membentuk gunung api.3 Batas Divergen Batas Konvergen Batas Konvergen yaitu batas dimana du a buah lempeng saling m endekat. y . hal ini mengakibatkan terjadinya subduksi atau kolisi. Akibat kejadian ini akan terjadi kejadian kejadian geologi seperti pembentukan jalur gunung api pada kerak yang menunggangi dalam hal ini kerak benua. Hal ini terjadi karena berat jenis dari lempeng samudra lebih berat dari lempeng benua sehingga lempeng benua seperti menunggang atau mengapung. Selain itu akan terjadi berbagai macam struktur geologi seperti sesar dan lipatan yang diakibatkan gaya kompresional dari interaksi tersebut. Contoh interaksi ini yaitu bagian Barat Sumatera dan Selatan Jawa. Gaya yang timbul pada interaksi ini yaitu gaya kompresional. Jika kejadian ini berlangsung tanpa adany a penunjaman kembali lempeng di sisi yang lain maka dapat dibayangkan bumi ini akan terus membesar. Subduksi Bila lempeng samudra dengan lempeng benua terjadi interaksi jenis ini maka lempeng samudra akan menunjam kebawah lempeng b enua. gaya yang bekerja pada batas ini adalah gaya tarikan (tensional). Contoh batas divergen yaitu Mid Atlantic Ridge. Hal ini mengakibatkan lempeng saling menjauh dan mengakibatkan naiknya magma dari astenosfer dan terjadilah pembentukan kerak baru dalam hal ini kerak samudra. Hal inilah yang menyebabkan batuan di kerak benua umurnya lebih tua dari umur batuan di kerak samudra.

4 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Benua Bila lempeng samudra dengan lempeng samudra terjadi interaksi konvergen maka salah satu lempeng akan menunjam. y Gambar 3. Hal ini akan mengakibatkan pembentukan jalur kepulauan gunungapi (island arc ) pada lempeng yang menunggangi.Gambar 3. hal ini mengakibatkan pembentukan pegunungan lipatan yang biasanya sangat tinggi.5 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Samudra Kolisi Apabila lempeng benua bertemu dengan lempeng benua maka lempeng tersebut tidak ada yang tertunjam karena keduanya sama -sama ringan. Contoh interaksi ini yaitu kepulauan Jepang Gambar 3.6 Batas Konvergen Lempeng benua dengan lempeng benua . Contoh yang paling nyata yaitu pegunungan himalaya yang diakibatkan interaksi antara lempeng Eurasia dengan India.

Mineral adalah zat padat anorganik yang mempunyai komposisi kimia tertentu dengan susunan atom yang teratur. yang terjadi tidak dengan perantara manusia dan tidak berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. atau kumpulan yang terbentuk secara alami yang tersusun oleh butiran mineral. dan kombinasi semua komponen tersebut .1 Pengertian Batuan Batuan adalah agregat padat dari mineral. Gambar 3. Kristal adalah zat padat yang mempunyai bentuk bangu n yang beraturan yang terdiri dari atam -atom dengan susunan yang teratur.7 Pembentukan Himalaya Sesar Transform Yaitu batas antara lempeng yang saling berpapasan. dan dibentuk oleh alam (Warsito Kusumoyudo.Gambar 3. 1986). biasanya batas ini terjadi karena batas konvergen yang tidak lurus.7 Batas-batas Lempeng BAB IV BATUAN 4. material organik yang terubah. . gelas.

Sifat-sifat mineral diantaranya: Warna. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari kristalis asi (pembekuan) magma. atau cairan kimia aktif. sediment atau metamorf yang berubah secara mineralogy. Batuan sediment terbentuk dibawah kondisi permukaan dan terdiri dari kumpulan (1) presipitasi kimia dan biokimia. Karbonat. Kilap. mineral dan fosil. contohnya kuarsa. Batuan metamorf adalah batuan yang asalnya adalah batuan beku.2 Pembagian Batuan Berdasarkan pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku. sedimen. Oksida dan Hidroksida. Sulfida. Fosfat. contohnya Apatit 8. P iroksen. contohnya Barit 7. Goresan. Sulfat. (3) kombinasi material-material tersebut. Feldspar. . Arenat dan Vanadat. Silikat. dan Tungstat. Khromat. Ketiga Jenis batuan ini memiliki hubungan genesis satu sama lain berupa siklus yang disebut sebagai siklus batuan. dan metamorf. Belahan. tekanan. Nitrat. perak. Halida. contohnya korondum 4. Elemen native. (2) fragmen atau butiran batuan. Panas dan tekanan disini berbeda dengan kondisi di permukaan. contohnya Galena. tembaga dan intan 2. contohnya emas. tekstur atau keduanya tanpa mengalami peleburan yang diakibatkan oleh panas. Mineral memiliki sifat-sifat khusus yang dapat kita jadikan sebagai penciri mineral tertentu. yaitu: 1. Pecahan. contohnya Halite 5. Borat. contohnya Kalsit 6. Kekerasan Tabel Kekerasan Mineral Kekerasan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mineral Talk Gipsum Kalsit Fluorit Apatit Ortoklas Kuarsa Topas Korondum Intan 4. pirit 3. Molibdenat. Lodat.Berzelius mengklasifikasikan mineral menjadi 8 golongan.

Sulfur (S). mantel dan kerak telah terubah dikarenakan tekanan dan temperature yang tinggi. didominasi oleh batuan beku dan metamorf. Pembekuan ini dapat berlangsung di permukaan atau jauh di bawah permukaan. Magma yang ter bentuk pada mantel atas naik ke level yang lebih tinggi didalam kerak dan mengalami kristalisasi.2 Magma dan Deret Bowen Magma adalah cairan silikat yang sangat panas. Umumnya unsur-unsur yang sukar larut akan mengkristal terlebih dulu seperti apatit.1 Pengertian Batuan Beku Batuan beku (Igneous Rock ) adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi atau pembekuan dari magma. Perbedaan tempat pembentukan in i pada ahirnya akan digunakan dalam klasifikasi dan mempengaruhi sifat -sifat batuan yang terbentuk. mengandung oksida. maka magma akan mulai mengkristal. T emperatur magma berkisar antara 600 0 C ( magma asam) sampai 1250 0 C (magma basa). kecuali pada inti luar. Di bawah samudra kebanyakan ditutupi oleh material sediment atau batuan sediment yang tipis. .Gambar 4. Kebanyakan dari material yang padat merupakan batuan metamorf. Chlorine (Cl). ini dikarenakan batuan di inti dalam. Volatile ini terutama terdiri dari CO 2. yang cair. 5. sulfide serta volatile. 1975).3 Penyebaran Batuan di Bumi Bumi adalah tubuh padat. Di daratan. BAB V BATUAN BEKU 5. Batuan sediment terbentuk di permukaan atau dekat permukaan. Batuan beku yang terbentuk di permukaan disebut batuan volkanik (ekstrusif) dan yang terbentu di jauh di bawah permukaan bumu disebut batuan plutonik (intrusif). Sisanya sekitar 34 % adalah batuan kristalin yang berupa batuan beku dan metamorf. batuan sediment menutupi sekitar 66 % dari total batuan yang tersingkap (Blatt dan Jones. Fluorine (F) dan Boron (B) yang dikeluarkan ketika magma membeku. Dibawah tutupan sediment.1 Siklus Batuan 4. dan beberapa tempat y ang relative kecil didalam mantel atas dan kerak. dimana kedua jenis magma ini merupakan induk batuan beku. Temperatur magma turun hingga mencapai titik jenuhnya.

yaitu suatu proses yang menyebabkan magma yang asalnya relatif homogen terpecah -pecah menjadi beberapa bagian atau fraksi dengan komposisi yang berbeda-beda. Bowen menggambarkannya berupa chart yang disebut Deret Bowen ( Bowen¶s Series) Gambar 5. Differensiasi magma. Ketika magma mengalami penurunan tekanan dan temperatur. Assimilasi. rutile. yaitu : 1. yang mula -mula mengkristal dan selanjutnya yaitu olivin. magnetit. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 400 0C ± 600 0C serta kaya akan gas 4.zircon. Tahap Pneumatolitik . amfibol. piroksen. dan selanjutnya seperti yang dikemukakan oleh Bowen (1922). Hal ini disebabkan oleh migrasi ion atau molekul dalam larutan magma karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. sedangkan cairan yang belum membeku akan terus naik dan akhirnya keseluruhan cairan magma itu membeku. titanit. Tahap Pegmatitik. Sementara mineral yang mudah larut mengkristal kemudian dan terjebak di sekitar kristal yang terbentuk terlebih dahulu. magma tersebut tentunya melewati batuan samping. Dalam perjalanannya magma mengalami perubahan yang terdiri dari tiga proses utama. dengan demikian magma akan mengalami perubahan . Interaksi yang terjadi yaitu meleburnya batuan samping. yaitu pembekuan magma yang pertama kali dengan temperatur > 8000C 2. 2. Tahap Hydrothermal. Ketika magma naik menuju ke permukaan. hal ini akan menyebabkan terjadiny a interaksi antara magma dan batuan samping. Berupa larutan sisa yang kaya akan gas dan larutan/cairan. maka mineral yang memiliki titik lebur yang tinggi m ulai mengkristal. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 600 0C ± 8000C 3. Tahap Orthomagmatik. chromit .1 Deret Bowen Urutan pembekuan magma berdasarkan temperaturnya dapat dibedakan menjadi beberapa tahap pembekuan yaitu : 1. terjadi reaksi dengan batuan samping dan pelarutan batuan samping. Mineral utama pembentuk batuan juga mengalami hal yang serupa. ilmenit. yaitu pembekuan magama berkisar antara 100 0C ± 4000C.

yaitu struktur yang memperlihatkan lubang -lubang pada batuan beku. Kenampakan dari batuan beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. 5. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air. kuarsa atau zeolit. Pencampuran magma. Hal ini pada nantinya akan menyebabkan perbedaan pada tekstur masing masing batuan tersebut. 3. yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan. Struktur ini diantaranya:  Masif. yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal -gumpal. Kenampakan inilah yang diseb ut sebagai struktur batuan beku. yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat sera gam.  Amigdaloidal. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan.  Pillow lava. yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil.2 Struktur Batuan Beku Vesikular . Ba tuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagi struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut. dan jauh dekatnya jarak yang ditempuh oleh magma.3 Struktur batuan beku Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi bat uan beku extrusive dan intrusive. Dalam perjalanannya magma dapat bertemu dengan magma dengan komposisi yang berbeda.komposisi. Struktur batuan beku ekstrusif Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. Tingkat perubahan komposisi pa da magma tergantung pada jenis magma. 1.  Vesikular.  Sheeting joint. jenis batuan samping. yaitu struktur vesikular yang kemudia n terisi oleh mineral lain seperti kalsit. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran. hal ini tentunya akan merubah komposisi mag ma.  Struktur aliran.  Columnar joint. Gambar 5.

3 Struktur Lava Bantal Gambar 5.Gambar 5. sedangkan bagian dasarnya tetap datar. Konkordan Tubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan disekitarnya. yaitu bentuk tubuh batuan yang cembung ke bawah. bentuk tubuh batuan yang merupakan kebalikan dari laccolith. 2) Laccolith. tubuh batuan beku yang berbentuk kubah (dome). tubuh batuan yang berupa lembaran da n sejajar dengan perlapisan batuan disekitarnya. Gambar 5. dimana perlapisan batuan yang asalnya datar menjadi melengkung akibat penerobosan tubuh batuan ini.3 Struktur Sheeting Joint pada lava 2. . Struktur Batuan Beku Intrusi f Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dibawah permukaan bumi. jenis jenis dari tubuh batuan ini yaitu : 1) Sill. yaitu puluhan sampai ratusan kilometer dengan kedalaman ribuan meter. berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan. Diameter laccolih berkisar dari 2 sampai 4 mil dengan kedalaman ribuan meter.3 Laccolith 3) Lopolith. Lopolith memiliki diameter yang lebih besar dari laccolith.

Diskordan Tubuh batuan beku in trusif yang memotong perlapisan batuan disekitarnya. laruta n magma ini mengalami kristalisasi.5 Berbagai bentu tubuh batuan beku 5.4 Lopolith 4) Paccolith. perubahan tekanan dan perubahan dalam komposisi. Jenis-jenis tubuh batuan ini yaitu: 1) Dike. 2) Batolith. Ketebalan paccolith berkisar antara ratusan sam pai ribuan kilometer. yaitu tubuh batuan yang mirip dengan B atolith tetapi ukurannya lebih kecil yaitu< 100 km2 Gambar 5. Keteba lannya dari beberapa sentimeter sampai puluhan kilometer dengan panjang ratusan meter.4 Tekstur Batuan Beku Magma merupakan larutan yang kompleks. yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan disekitarnya dan memiliki bentuk tabular atau memanjang. Karena terjadi penurunan temperatur. 3) Stock. . yaitu tubuh batuan yang memiliki ukuran yang sangat besar yaitu > 100 km 2 dan membeku pada kedalaman yang besar .Gambar 5. tubuh batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk sebelumnya. Perbedaan kombinasi hal -hal tersebut pada saat pembekuan magma mengakibatkan terbentuknya batuan yang memilki tekstur yang berbeda.

. mineral -mineral yang terbentuk pertama kali biasan ya berbentuk sempurna sedangkan yang terbentuk terakhir biasanya mengisi ruang yang ada sehingga bentuknya tidak sempurna. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh gelas 2. 3. sehingga terbentuklah gelas (obsidian) yang tidak memiliki sistem kristal.6 Gelas (obsidian) Berdasarkan hal di atas tekstur batuan beku dapat dibedakan berdasarkan : 1. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh kristal Hipokristalin. 4.Ketika batuan beku membeku pada keadaan temperatur dan tekanan yang tinggi di bawah permukaan dengan waktu pembekuan cukup lama maka mineral-mineral penyusunya memiliki waktu untuk membentuk sistem kristal tertentu dengan ukuran mineral yang relatif besar. yaitu bentuk kristal yang tidak sempurna. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh mineral berukuran halus. mineral-mineral penyusun batuan beku tidak sempat membentuk sistem kristal tertentu. yaitu sebagian besar kristalnya berbentuk euhedral dan subhedral. yaitu batuan beku yang hampir seluruhmya tersusun oleh mineral -mineral yang berukuran kasar. yaitu bentuk kristal yang kurang sempurna Anhedral. Ukuran butir Phaneritic. Sedangkan pada kondisi pembekuan dengan temperatur dan tekanan permukaan yang rendah . Tingkat kristalisasi Holokristalin. yaitu batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas Holohyalin. Bentuk mineral yang terlihat melalui pengamatan mikroskop yaitu: Euhedral. Gambar 5. yaitu batuan beku yang tersusun oleh mi neral berukuran kasar ( fenokris) dan mineral berukuran halus (masa dasar) Aphanitic. dan mineral yang terbentuk biasanya berukuran relatif kecil. Porphyritic. Berdasarkan kombinasi bentuk kristalnya Panoidiomorf (Automorf). yaitu bentuk kristal yang sempurna Subhedral. Bentuk kristal Ketika pembekuan magma. yaitu sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal atau bentuk kristal euhedral (sempurna ) Hypidiomorf (Hypautomorf).

Batuan beku Plutonik. Batuan beku menengah (intermediat). Batuan beku asam (acid). Andesit . Gambar 5.60% Melanocratic rock. Contohnya Diorit. Berdasarkan tempat terbent uknya batuan beku dibedakan atas : 1. kimia. dan mineral felsic (terang) seperti Feldspar. piroksen. kandungan mineral mafic < 30% Mesocratic rock. contohnya Granit. yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi.5 Klasifikasi Batuan Beku Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya. warna.90% Hypermalanic rock. kandungan mineral mafic 30% . Batuan beku vulkanik. kuarsa dan feldspatoid. 3.Allotriomorf (Xenomorf). kandungan SiO2 > 65%. Ryolit.52%. dan mineraloginya. yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumu 3. Berdasarkan kandungan kimian ya yaitu kandungan SiO 2nya batuan beku diklasifikasikan menjadi empat yaitu: 1. amphibol dan biotit. muskovit.6 Granit 2. 2. tekstur. 4. yaitu batuan beku yang terbentuk di pe rmukaan bumi Berdasarkan warnanya. Berdasarkan keseragaman antar butirnya Equigranular. mineral pembentuk batuan beku ada dua yaitu mineral mafic (gelap) seperti olivin. yaitu ukuran butir penyusun batuannya tidak sama 5. yaitu ukuran butir penyusun batuannya hampir sama Inequigranular. sebagian bear penyusunnya merupakan kristal yang berbentuk anhedral. 2. Klasifikasi batuan b eku berdasarkan warnanya yaitu: Leucocratic rock. 5. kandungan mineral mafic 60% . Batuan beku Hypabisal. kandungan SiO 2 65% . kandungan mineral mafic > 90% 1.

kandungan SiO 2 52% . Basalt Gambar 5. piroksenit.45%. dunit.9 Piroksenit .Gambar 5. Batuan beku ultra basa (ultra basic). kandunga n SiO2 < 45%.8 Gabbro 4.7 Andesit 3. contohnya peridotit . contohnya Gabbro. Gambar 5. Batuan beku basa (basic).

Gambar 5. K -Feldspar. dan Quarsa. Batuan yang mengandung Feldspatoid tidak akan mengandung kuarsa sehingga klasifikasinya menggunakan segitiga yang bawah.10 berbagai jenis batuan berdasarkan tekstur dan mineraloginya Mineralogi dan tekstur biasanya menjadi suatu dasar yang tidak terpisahkan dalam pengklasifikasian batuan beku. . Berdasarkan mineraloginya (Streickeisen) batuan beku terbagi menjadi 2 yaitu : Kelas A dengan mineral mafic <90% Kelas B dengan mineral mafic >90% Penamaan nama batuan pada kelas A dengan kandungan mineral mafic < 90 % didasarkan pada persentase tiga mineral yaitu Plagioklas.

11 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur phaneritic (Fo id Ga bb ro       A   Monzonite (Foid -bearing Monzonite Monzodiorite (Foid)-bearing Monzodiorite 90 Anorthosite P   id (Fo Sy it e en . Diorite/ Qtz. Gabbro 5 Diorite/Gabbro/ Syenite (Foid)-bearing Syenite 10 (Foid -bearing Alkali Fs. Quartz Syenite Alkali Fs. Syenite 5 Alka li F e ld sp Granite Granodiorite 20 20 Quartz Syenite 10 Quartz Monzonite 35 Quartz Monzodiorite 65 Qtz.Q Quartzolite 90 90 Quartz-rich Granitoid 60 60 ani te lit e na To ar G r Alkali Fs. Syenite 10 (Foid -bearing Diorite/Gabbro (Foid Monzosyenite (Foid Monzodiorite 60   60 (Foid olites F Keterangan : A (K-Feldspar P (Plagioklas Q (Kuarsa F (Feldspatoid Gambar 5.

Q 60 60 Rhyolite Dacite 20 20 Trachyte Latite 35 Andesite/Basalt 65 A 10 (foid)-bearing Trachyte (foid)-bearing Latite (foid)-bearing Andesite/Basalt P 10 Phonolite Tephrite 60 60 (Foid)ites F Keterangan : A (K -Feldspar) P (Plagioklas) Q (Kuarsa) F (Feldspatoid) Gambar 5.6 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur Aphanitic .

. lokasi dan komposisi sistem pegunungan yang telah lama lenyap. dan metamorf) dapat memberi petunjuk untuk menginterpretasi sejarah bumi. lingkungan laut dan ekosistem. asal. Rekaman dari proses keterbentukan batuan sedimen ini dapat memudahkan dalam interpretasi batuan untuk menentukan lingkungan terbentuknya. Pembelajaran mengenai proses dan produk sedimentasi dapat memudahkan kita untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan suatu b atuan sedimen. Batuan Sedimen sedimen sendiri menutupi kurang lebih ¾ bagian permukaan bumi. dan interpretasi sedimen dan batuan sedimen serta proses terbentuknya suatu formasi atau lapisan batuan berdasarkan mekanisme sedimentasi yang meliputi pelapukan. Dengan melihat aspek tersebut dapat dipelajari banyak hal seperti keadaan iklim pada masa lalu.1 Pendahuluan Sedimentologi merupakan ilmu yang mempelajari klasifikasi. Contoh : Cekungan Sedimen yang terbentuk karena pengaruh proses tektonik.7 Klasifikasi batuan beku kelas B Untuk klasifikasi berdasarkan mineralogi. Kapasitas volume dan pen yebarannya yang banyak di permukaan menyebabkan geologist tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang batuan sedimen.sedimen. dengan mineral mafic >90% Gambar 5. walaupun semua batuan (beku. transporta si dan pengendapan suatu material yang kemudian terakumulasi sebagai sedimen di lingkungan pengendapannya baik di lingkungan benua maupun samudera. Lingkungan pengendapan : tempat dimana material sedimen terakumulasi sehingga membentuk batuan sedimen dan lebih jauh lagi menjadi bagian dari suatu lapisan. BAB VI BATUAN SEDIMEN 6. maupun strukturnya. sejarah sistem daratan pada masa lampau. tekstur. Namun batuan sedimen berbeda dengan yang lain.Klasifikasi Batuan beku kelas B. batuan harus disayat tipis dan kemudian dilakukan deskripsi melalui mikroskop. ia dapat member ibanyak informasi yang kita perlukan seperti dari aspek kandungan fosilnya.

Lost River. air yang membeku mengembang diantara celah batuan sehingga memecah batuan men jadi fragmen yang lebih kecil. Sedimen sendiri merupakan partikel mate rial lepas yang mengalami sementasi dan kompaksi sehingga membentuk batuan sedimen (J. Banyak batuan sedimen memiliki nilai ekonomis yang signifikan seperti tempat terakumulasinya minyak dan gas. Uranium. gipsum. dan juga paleooceanogra fy. paleoecology. Mekanisme pemisahannya sendiri dapat secara mekanis (fisika). Ero si dan Pengendapan Pelapukan Semua sedimen berasal dari proses pelapukan batuan yang telah ada sebelumnya seperti batuan beku.  Pelapukan Mekanis (Fisika) Ketika batuan secara fisika terpisahkan dari fragmen yang lebih besar menjadi fragmen yang lebih kecil maka proses pelapukan secara mekanis yang berperan. Gambar. biasanya berupa fragmen yang menyudut. West Virginia . fosforit. batuan metamorf maupun batuan sedimen itu sendiri. dan banyak mineral ekonomis lain yang juga terbentuk pada batuan sedimen 6. kelembaban air menyebabkan celah kecil diantara batas antar butir. 2004). Ketika batuan tersingkap kepermukaan maka batuan tersebut mengalami perubahan konstan yang dipengaruhi oleh agen agen tertentu. Batuan asal terpisahkan oleh faktor fisika (Link. celah tersebut terisi air. paleogeography. Siklus Pembekuan ( Freeze Cycle/Frost Wedging ). dsb. Dalam prosesnya.Lebih jauh lagi studi sedimen dapat berguna sebagai dasar untuk studi climatology.W Gore. biologis atau dapat pula bekerja bersama atau dapat disebut pelapukan fisika -kimia. bio-kimia. Tipe pelapukan mekanis antaralain : a.1 Proses Pelapukan Fisika. 2001) Sehingga dapat diartikan bahwa pelapukan adalah mekanisme dimana batuan terpisahkan dan terdistribusikan oleh agen -agen tertentu kemudian tertransport dalam wujud fragmen -fragmen menuju tempat pengendapan yang baru (Link. (Jones. juga batubara. Talus Slope. Angin. Pemahaman mengenai pelapukan dalam pembelajaran batuan sedimen sangatlah penting karena merupakan proses dimana batuan terpisahkan dari batuan sebelumnya sehingga mendukung keterbentukan batuan sedimen.6.2 Proses Pelapukan. air dan material kimiawi merupakan agen -agen yang berperan dalam proses pelapukan. 1982). kimiawi. 1982). melalui agen tersebut dihasilkanlah material sedimen yang tertransport dan terendapkan untuk membe ntuk batuan sedimen baru.

e. Perulangan dari prose s pemanasan dan pendinginan batuan menyebabkan batuan terpecah dan terpisahkan.b. pertumbuhan akar mempenetrasi celah yang ada pada batuan. c. disebut juga sebagai penghilangan beban ( unloading). Mineral-mineral yang berbeda mengembang dan bereaksi pada kisaran yang berbeda menyebabkan tekanan sepanjang batas -batas sepanjang mineral.  Pelapukan Kimiawi Alterasi kimia dan pemecahan kimiawi batuan yang tersingkap didukung oleh kontak dengan agen kimia di atmosfer.2 Eksfoliasi Aktif di Virginia. batuan induk terpecah dan terpisahkan menjadi lembaran -lembaran tipis sepanjang kekar-kekar atau rekahan yang ada dan berarah pararel terhadap permukaan tanah. Sehingga pelapukan kimia dapat . kristalisasi garam ketika terjadi pengeringan menyebabkan mineral garam mengembang diantara ce lah batuan dan memisahkannya.3 Eksfoliasi di Stone Mountain membentuk gunung yang membundar d. umumnya dipengaruhi oleh reaksi kimia yang berhubungan dengan air. 1982). Ekspansi Garam. dan aliran sungai. Eksfoliasi. tanah. Hampir dari setiap mineral pembentuk batuan memiliki tingkat kelarutan pada air. panas menyebabkan ekspansi. pendinginan menyebabkan kontraksi. Feno mena ini disebabkan ekspansi batuan ketika tekanan dari batuan diatas batuan induk tersingkir oleh erosi. karena air merupakan pelarut yang baik pada berbagai tempa t. Gambar 6. Ekspansi Termal. Akar Tanaman. melebarkan celah tersebut dan memisahkan batuan yang ada. Air merupakan agen yang signifikan dalam pelapukan kimia yang efektif ketika iklim hangat dan lembab (Link. AS Gambar 6.

Ion -ion tersebut terbawa sebagai beban terlarut o leh aliran sungai yang mengalir menuju danau atau laut. potasium -feldspar membentuk mineral kaolinit. Contohnya : halit. hewan dan lumut. Mineral alumino -silikat yang mengandung besi terlapukkan menjadi tanah merah lempungan. termasuk tanaman. KAlSi 3 O8 +H2O 2 HAlSi 3O8 + 9 H2O HAlSi 3O8 + K + OH + - Al 2Si 2O5(OH)4 + 4 H4SiO4 c. gipsum. Mineral silikat yang mengandung besi yang juga memiliki kandungan alumunium (seperti piroksen. mineral mineral terlarut tadi terpresipitasi atau terkristalisasi menjadi mineral yang solid. atao kalsit. Setelah terjadi erosi material tersebut ditransportasikan menuju tempat pengendapan. Ketika danau atau laut terevaporasi. Ketika mineral bereaksi dengan air.disederhanakan sebagai fungsi jumlah air hujan dan komposisi kimia terhadap batuan yang tersingkap. Hidrolisis. Tipe dan kecepatan dari media transportasi serta jumlah dan ukuran material yang dibawa akan menentukan asal muasal sedimen yang telah terakmulasi. Proses pengikisan ini disebut erosi. Mineral seperti halit. Lumut dapat hidup pada batuan dan memecahkan batuan tersebut oleh zat sekresi kimia yang dimilikinya. amfibol dan biotit) mengalami oksidasi dan hidrolisis. gipsum dan kalsit adalah mineral yang mudah larut di air khususnya air yang komposisinya asam. ion -ion seperti Ca dan Na tersingkirkan. merupakan alterasi batuan dengan mengubah dan memindahkan mineral yang mudah larut. es atau angin. Proses transportasi yang membawa material dipengaruhi oleh pergerakan agen transportasinya antara lain angin. b. . Mineral juga dapat terbentuk melalui mataair panas seperti travertin. Erosi Batuan yang telah mengalami pelapukan menghasilkan mineral yang lepas -lepas yang kemudian terkikis oleh agen transport seperti air. Proses Transportasi Pembentukan tubuh sedimen dipengaruhi baik oleh transportasi partikel sedimen ke wilayah pengendapannya serta p ertumbuhan kimiawi dan biologis dari suatu material di tempat tertentu. merupakan proses dimana feldspar dan beberapa mineral yang mengandung alumunium-silikat terlapukkan menja di mineral lempung. Contohnya. Oksidasi. membentuk oksida besi dan lempung. Disolusi. Contohnya pada lumut yang merupakan kombinasi dari jamur dan alga.  Pelapukan Biologis Merupakan pemisahan dan pemecahan batuan dikarenakan aktivitas organisme hidup. merupakan proses dimana mineral yang mengandung besi terl apukkan menghasilkan besi oksida. air atau masa aliran. Tipe pelapukan kimiawi antara lain : a. tipe mineral ini terbentuk m elalui proses evaporasi dari air laut yang disebut sebagai evaporit.

Ia melakukan penelitian terhadap aliran pada suatu silinder.Proses transportasi dan pengendapan dapat ditentukan dengan melihat suatu lapisan sedimen. dan sepanjang pantai tidak dipengaruhi oleh pergerakan dari masa partikel sedimen. Pada kecepatan rendah air mengalir secara laminar dan pada saat kecepatan bertambah aliran menjadi turbulen. Fluida yang heterogen hampir seluruhnya bercampur. dan menyadari bahwa rata-rata aliran masuk dan keluar tidak menunjukkan nilai yang sama. semua molekul pada fluida bergerak pararel satu sama lain pada arah transportasinya. beberapa disebabkan oleh aliran material saat proses pengendapan dan yang la innya erosional. Struktur sediment ini terpreservasi di batuan dan merekam proses yang terjadi selama pengendapan terjadi. baik pada lingkungan alami maupun rekayasa di laboratorium. air. antara lain : y Aliran Laminer. angka ini didapatkan dengan melakukan perhitungan antara kecepatan aliran (u). Rumusnya : Re = u. bentuk dan distribusi partikel yang menyusun suatu tubuh bat uan sedimen dapat menjadi petunjuk bagaimana suatu material sediment terbawa dan terendapkan. Namun hamper seluruh endapan sediment terbentuk dari transportasi material. molekul pada fluida bergerak ke segala arah namun dengan pergerakan relatif ke arah tertentu. Ukuran. Sama halnya dengan mineral evaporit di danau. Serta kondisi kecepatan aliran dan kedalaman air dapat dideteksi dengan cara mengenali ukuran dan bentuk dari suatu struktur sedimen (misalnya : ripple ) pada batuan sediment yang diasumsikan terbentuk pada kecepatan dan kedalaman aliran yang relatif sama. Interaksi material sedimen dengan media transportasi menghasilkan terbentuknya struktur sediment. Dinamika Fluida Aliran Laminer dan Turbulen Pergerakan fluida dapat terbagi menjadi 2 cara yang berbeda. Apa yang menyebabkan perubahan ini ? Pembedaan antara aliran laminar dan turb ulen pertamakali di temukan oleh O. dan akumulasi cangkang terbentuk di tempatnya langsung ( In Place) tanpa transportasi material. Struktur sedimen primer seperti ripple dapat dilihat keterbentukannya pada material sedimen pasir. es atau campuran masa jenis sedimen dan air. y Aliran turbulen. Terumbu karbonat.l/ v Keterangan : Re < 500 Re > 2000 : aliran laminer : aliran turbulen . Reynold pada akhir abad 19. Pergerakan detritus dapat disebabkan oleh gravitasi. rasio antara densitas fluida dengan kecepatan fluida atau disebut sebagai viskositas (v) dan panjang (l) (kedalaman aliran). Berdasarkan percobaan tersebut didapatlah parameter ³Angka Reynold´. namun lebih banyak dipeng aruhi oleh hasil aliran angina. laguna. Proses ini juga termasuk pembentukan struktur sediment yang terawetkan pada batuan sediment. lapisan mikroba. Pada fluida yang heterogen hampir tidak ada pencampuran selama mengalir.

menyebabka n energi aliran fluida yang mengangkatnya harus lebih besar pula untuk mempertahankan pergerakan suspensi atau saltasi 4. Transportasi Partikel Sedimen Pada Fluida Partikel ukuran apapun dapat bergerak pada fluida dengan mekanisme tertentu. Masa Partikel Partikel dengan masa yang lebih besar. Aliran laminar terjadi pada aliran debris. energi kinetik pada fluida juga meningkat material sedimen meninggalkan permukaan lapisan dan bergerak secara saltasi. Kecepatan Ketika kecepatan meningkat. y Kedua. ini disebut dengan saltasi. Tipe aliran seperti ini sering disebut sebagai mass flow atau gravity flow (Middleton dan Hampton. Jenis aliran ini membutuhkan kemiringan untuk menyediakan energi potensial untuk menggerakkan masa tersebut. Aliran air hanya laminar pada kecepatan rendah atau pada kedalaman dangkal. Ketiga. mereka dapat b ergerak menggelinding (rolling) pada dasar aliran air atau udara tanpa kehilangan kontak dengan permukaan lapisan. antara lain : 1. Fluida dengan viskositas rendah. yang bergerak karena pengaruh gaya gravitasi oleh beberapa mekanisme fisika tertentu. Hampir semua aliran di air maupun udara yang membawa volume sedimen yang cukup banyak bersifat turbulen. Energi Turbulensi Peningkatan energi turbulensi mendukung daya dorong keatas untuk mempertahankan partikel sedimen tetap mengalami suspensi. y Pertama. 3. y Ada beberapa faktor yang mengontrol pergerakan partikel pada fluida yang mengalami turbulensi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. aliran cenderung untuk menjadi turbulen. 1973). alirannya turbulen pada kecepatan rendah sehingga semua aliran udara yang membawa partikel suspensi adalah turbulen. seperti udara. Ada beberapa jenis aliran masa yang dapat diketahui :  Debris Flow  Turbidity Currents  Grain Flow  Liquified Flow . 2.Dengan pertambahan kecepatan. Mass Flow (Aliran Masa) Merupakan campuran antara detritus (pecahan material sedimen) dan fluida. Luas Permukaan Partikel Partikel dengan luas permukaan yang relatif luas (contoh : mineral Mika) cenderung hanya membutuhkan kecepatan a liran yang rendah untuk mempertahankan material tersebut pada posisi suspensi. turbulensi pada aliran dapat menghasilkan pergerakan keatas untuk mempertahankan partikel pada fluida yang bergerak tetap berlanjut. pergerakannya berupa rentetan lompatan secara periodik meninggalkan permukaan lapisan dan terbawa pada jarak yang pendek pada tubuh a liran sebelum akhirnya kembali ke permukaan lapisan. seperti pada pergerakan es dan aliran lava yang kesemuanya memiliki viskositas diata s air. ini disebut dengan suspensi.

Debris Flow Debris flow merupakan jenis aliran yang terdiri dari campuran material sedimen dan air yang bermasa jenis dan kekentalan yang cukup tinggi, dimana volume dan masa sedimen yang ada melebihi kandungan air (Leeder, 1982). Air yang terkandung umumnya kurang dari 10% dari masa pada aliran ini. Aliran yang bermasa jenis dan berviskositas tinggi memiliki angka Reynold yang rendah, sehingga aliran yang ada bersifat lam iner. Tidak adanya aliran yang turbulen menyebabkan tidak adanya dinamika pemilahan pada material menjadi ukuran yang berbeda selama mengalir dan menyebabkan pemilahan pada sedimen tersebut terpilah sangat buruk. Pemilahan yang terbentuk karena adanya pros es aliran yang perlahan ini dapat menyebabkan lapisan mengalami gradasi yang terbalik (semakin kasar kebagian atas dari lapisan) atau menyebabkan keterdapatan butiran yang beragam mulai berukuran lempung sampai bongkah dalam lapisan tersebut. Debris flow terdapat pada daratan, di lingkungan yang beriklim arid (pasokan air sangat sedikit) serta berkembang pada lingkungan bawah laut. Arus Turbidit Arus turbidit merupakan campuran sedimen dan air, namun memiliki densitas (masa jenis) yang lebih rendah diba ndingkan dengan aliran debris dan memiliki angka Reynolds yang lebih tinggi. Percampuran sedimen dan air ini bergerak dengan pengaruh gravitasi yang tinggi pada media yang lebih rendah masa jenisnya, baik pada air laut dan air tawar. Arus turbidit bergerak pada kemiringan tertentu sehingga terdapat energi potensial yang mendukung pergerakan fluida. Suatu arus turbidit dapat kehilangan densitasnya ketika mulai terjadi pengendapan pada proses pengalirannya (Allen,1997). Sehingga terdapat batasan tertentu ag ar suatu aliran dapat bergerak secara turbidit yang dipengaruhi oleh kontras densitasnya, jika pada densitas tertentu arus tersebut tidak dapat lagi mengalir dan mempertahankan momentumnya maka berangsur-angsur aliran akan berhenti mencapai titik nol dari aliran. Pemilahan yang terjadi pada arus turbidit dapat membagi antara material kasar yang lebih dulu terendapkan dengan material yang lebih halus yang tetap terbawa arus turbulen sampai beberapa saat sampai akhirnya juga ikut terendapkan. Ciri endapan se perti ini disebut sebagai endapan turbidit, dan umumnya menunjukkan lapisan yang bergradasi (Middleton, 1966). Secara detil, karakteristik internal dari endapan turbidit menunjukkan pola gradasi yang tidak sederhana, pola tekstur serta struktur sedimen ya ng terdapat pada endapan turbidit pertamakali ditulis oleh (Bouma, 1962) sehingga kemudian disebut sebagai sekuen Bouma. Suatu endapan turbidit dapat mengandung 5 divisi pada skema Bouma (¶a¶ ± ¶e¶), meskipun di lapangan tidak selalu ditemukan kesemua divi si tersebut.

Gambar. Sekuen Bouma yang Tampak Pada Endapan Tubidit Batupasir (Ta-Te) di North Island, Selandia Baru

Divisi-divisi tersebut antara lain : 1. Divisi µa¶ (Ta) Terdapat pada bagian terbawah dari sekuen Bouma, terdiri d ari batupasir yang terpilah buruk , tidak berstruktur. Terbentuk pada aliran yang semakin melemah dan pada zona yang lapisannya hampir terendapkan seluruhnya, konsentrasi tinggi dan turbulensi berkurang. Pemilahannya sedikit dan tidak terdapat struktur sed imen pada divisi ini. 2. Divisi µb¶ (Tb) Pada lapisan ini terdapat laminasi dari batupasir, ukuran butir lebih halus daripada lapisan di divisi µa¶ dan material sedimennya terpilah lebih baik. Struktur sedimen pararel laminasi yang ada terbentuk melalui pemi sahan butiran pada proses transportasi rezim aliran atas. 3. Divisi µc¶ (Tc) Terdapat lapisan batupasir silang -siur yang berbutir sedang sampai halus, terdapat juga laminasi ripple, divisi ini terbentuk dibagian tengah dari sekuen Bouma. Struktur sedimen ripple yang berbutir halus -sedang ini terbentuk pada kecepatan menengah dan mewakili penurunan kecepatan aliran jika dibandingkan dengan divisi µb¶ dibawahnya. 4. Divisi µd¶ (Td) Batupasir halus dan lanau pada lapisan ini merupakan hasil dari arus turbidit yang semakin melambat. Laminasi horizontal terbentuk ketika terjadi pemisahan butiran halus, namun laminasi pada divisi ini lebih sulit ditentukan dibandingkan laminasi di divisi µb¶. 5. Divisi µe¶ (Te) Divisi ini merupakan bagian teratas dari endapan turbidit se kuen Bouma, terdiri dari sedimen berbutir halus baik lanau maupun lempung. Material tersebut terendapkan melalui proses suspensi material seiring dengan berhentinya arus turbidit.

Grain Flow
Mekanisme dari transportasi masa grain flow adalah dengan prose s terjunnya material ke bagian bawah dari suatu lereng yang curam (Leeder, 1982). Partikel penyusun aliran ini terpisah dengan media fluida yang menghantarkannya disertai dengan benturan -benturan pada saat material-material tersebut berjatuhan. Produk dari grain flow berciri khas mengalami reverse

graded atau mengalami pembalikan gradasi. Dapat terbentuk pada sedimen berbutir kasar yang bercampur dengan proses aliran lainnya pada suatu kemiringan seperti pada kipas delta atau lingkungan transisi lainnya (Ni chols, 1999). Liquified Flow
Aliran ini terjadi ketika campuran sedimen dan air menjadi subjek getaran yang berenergi tinggi seperti getaran seismik dari gempabumi, atau singkatnya ketika terjadi proses liquifaksi. Dalam hal ini kontras densitas diantara lapisan-lapisan dari campuran fluida sedimen akan menghasilkan pergerakan keatas dari material yang lebih ringan. Hal ini akan berkaitan dengan bahasan selanjutnya yakni keterbentukan struktur sedimen. Melalui proses aliran ini dapat terbentuk struktur sedimen pillar yang terbentuk melalui proses lolosnya fluida secara vertikal pada lapisan sedimen, serta keterbentukan struktur sedimen dishes diantara lapisan sedimen. Jika sedimen dapat mencapai permukaan lapisan akan membentuk struktur sedimen sand volcanoe yang lebih lanjut akan dibahas.

Pengendapan Setelah material batuan tererosi dan tertransportasi terjadilah proses pengendapan. Setelah proses pengendapan tersebut material batuan dapat kembali tererosi dan tertransportasi atau dapat juga secara perm anen terendapkan dan terbentuk menjadi batuan yang solid. 6.3 Tipe Batuan Sedimen Terdapat 4 kelompok utama batuan sedimen berdasarkan p roses terjadinya, yaitu 1. Terrigeneous Clastics Terbentuk dari hasil rombakan batuan lainnya melalui proses pelapukan, erosi, transportasi, sedimentasi dan pembatuan ( litifikasi ). Pelapukan yang berperan disini adalah pelapukan yang bersifat fisika. Contoh: breksi, konglomerat, batupasir, batulempung. 2. Biochemical-Biogenic-Organic Deposits Batuan sedimen ini terbentuk dari akumulasi bahan-bahan organik (baik flora maupun fauna) dan proses pelapukan yang terjadi pada umumnya bersifat kimia. Contoh: batugamping, batubara, rijang, dll. 3. Chemical Precipitates-Evaporates Batuan sedimen jenis ini terbentuk dari akumulasi kristal -kristal dan larutan kimia yang diendapkan setela h medianya mengalami penguapan. Contoh: gipsum, batugaram, dll. 4. Volcaniclastics Batuan sedimen jenis ini dihasilkan dari akumulasi material -material gunungapi. Contoh: agglomerat, tuf, breksi, dll.

Tabel Klasifikasi Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN Clastics Non-clastics

Volcaniclastics Tuffs Ignimbrite

Terrigeneous Clastics Shale Sandstones Conglomerate

Carbonates Limestone

Others Coal Ironstones Siliceous Deposit

Evaporites

Mineral Grains
Terdiri dari : Kuarsa Mika Feldspar Kalsit dll.

Lithic Fragment
Fragmen dari : Batugamping Shale Batuan Vulkanik Batuan Metamorf dll.

Material Biogenik Tediri dari : Shells Skeletal material Plant debris Algae/bacteria Bone dll.

Presipitasi Kimia Terdiri dari : Carbonates Klorida Sulfat Silika dll.

6.4 Komposisi Umum Batuan Sedimen Klastik Komposisi batuan sedimen klastik terbagi menjadi 4 penyusun utama menurut Samboggs Jr (1995) yaitu:
y

Mineral Utama (Major minerals) Terdiri dari dua bagi an utama yaitu : 1) Mineral stabil (tahan terhadap perubahan komposisi kimia) yaitu kuarsa. 2) Mineral kurang stabil a. Feldspar termasuk K -feldspar (ortoklas, sanidin, mikroklin, dan anortoklas) dan plagioklas (albit, oligoklas, andesin, labradorit, bitonit, dan a nortit) b. Mineral lempung terdiri dari kelompok kaolinite, illite, smectite (monmorilonite dan variasinya ), dan chlorite.

y

Mineral Tambahan ( Accesory Minerals) Terdiri dari 2 bagian utama yaitu : 1) Mika kasar : muskovit dan biotit 2) Mineral Berat ( Heavy Minerals) : mineral yang memiliki specific gravity lebih dari terbagi lagi menjadi beberapa jenis. a. Stable nonopaque minerals : zircon, tourmalin, rutile, & anatase

slate. & etc. apabila material sedimen tersebut telah mengalami proses litifikasi maka kita sebut batuan sedimen. Mineral Oksida Besi : hematit. apatite. limonit. batupasir dan shale y Konglomerat Konglomerat merupakan batuan sedimen yang utamanya tersusun oleh komponen berupa sedimen gravel (ukuran butir > 2 mm) yang secara lebih detil dib agi menjadi boulders. opal. Stable opaque minerals : hematite & limonite d. dan batupasir. topaz. Jenis-jenis Batuan Sedimen Terrigeneous Clastics Jenis batuan sediment klastik dibagi berdasarkan ukuran butir material sediment penyusunnya. schist. dolomit. dan granules serta matriks yang berukuran pasir dan lempung yang telah mengalami proses litifikasi . & leucoxene Fragmen Batuan ( Rock Fragments) Terdiri dari 3 kelompok utama yaitu : 1) Fragmen Batuan Beku : fragmen dari granit. 6. ba salt. Mineral Sulfat : anhydrite. c. batulempung. Metastable nonopaque minerals: magnetite. pyroxenes. gabro. garnet. jenis lainnya aragonit. 2) Fragmen Batuan Metamorf : fragmen dari metaquarzite.5 Batuan Sedimen Terrigenous Clastic Material sedimen dan batuan sedimen akan sangat berkaitan. Mineral Karbonat : utamanya kalsit. Sedimen merupakan kumpulan material klastik lepas ( loose aggregates) yang belum mengalami proses litifikasi (pembatuan). pebbles. argilite. lanau. . andesit. karena material sedimen tertentu akan membentuk jenis batuan sedimen tertentu. batulanau. Lempung. Jenis batuan ini disebut juga sebagai rudaceous . 3) Fragmen Batuan Sedimen : fragmen dari konglomerat. dan barite. gypsum. batulanau. jenis lainnya kalsedon. Secara umum batuan sediment klastik terbagi menjadi 3 jenis yaitu : konglomerat & breksi. dan batugamping (jarang pada sedimen klastik) y y Semen Kimia ( Chemical Cements) Terdiri dari 4 kelompok utama yang bertindak sebagai semen pada batuan sedimen terigeneous clastics yaitu: 1) 2) 3) 4) Mineral Silika : didominasi oleh kuarsa. chlorite.b. olivine. dan gneiss. cobbles. dan zeolite. ilmenite. Metastable nonopaque minerals : amphiboles. konglomerat yang bentuk komponennya relatif menyudut disebut breks i. phyllite. batupasir. dan goethite. monacite. zo isite. Sebelum membahas lebih lanjut perlu dibedakan terlebih dahulu antara sedimen dengan batuan sedimen. sphene. dan jenis batuan beku lainnya. pasir merupakan kumpulan material sedimen apabila tel ah mengalami litifikasi maka penamaanya akan berubah menjadi batulempung. rijang ( cherts). dan siderit.

istilah ini berlaku apabila kandungan matriks lebih dari 20% .5 Penyusun Breksi (Kiri) dan Konglomerat (kanan) Komposisi Konglomerat Hampir semua jenis litologi ditemukan sebagai komponen pada batuan konglomerat. matriks. Gambar 6. Berdas arkan proporsi kandungan matriks dalam konglomerat terdapat istilah Konglomerat pasiran ( sandy conglomerate) dan konglomerat lempungan ( muddy conglomerate) yang penamaannya tergantung pada ukuran butir dari matriksnya. sebagai contoh konglomerat yang didominasi oleh jenis gravel berukuran antara 64 mm sampai 256 mm dinamakan cobble conglomerate. sedangkan konglomerat dengan tekstur matrix supported dinamakan paraconglomerate .4 Konglomerat sebagai Hand Specimen Tekstur Konglomerat Konglomerat memiliki tiga penyusun utama yaitu komponen ( Clast). Berdasarkan hubungan antara komponen dengan matriksnya terdapat istilah clast supported (yang menandakan antar komponen saling bersentuhan dalam batuan) dan matrix supported (yang menandakan bahwa kebanyakan komponen tidak saling bersentuhan dan dikelilingi oleh matriks). Konglomerat juga bisa dinamakan berdasarkan dominasi dari jenis gravelnya. matriks merupakan material sedimen yang lebih halus terdapat antara komponen. Sehingga jenis batuan sediment klastik ini memiliki komposisi penyusun yang bermacam -macam dari berbagai jenis batuan (sediment.Gambar 6. beku. sedangkan semen merupakan penghubung/perekat antara komponen dengan komponen dan juga penghubung/perekat antara komponen dengan matriks. Konglomerat dengan tekstur clast supported dinamakan orthoconglomerate. Komponen merupakan gravel penyusun utama dari konglomerat. dan metamorf). Terdapat beberapa penamaan konglomerat berdasarkan teksturnya. . dan semen.

Variasi dari komposisi jenis komponen mer upakan hal yang penting dalam penamaan konglomerat. merupakan mineral yang paling stabil dan tahan terhadap proses penghancuran kim ia. Butiran yang terbentuk dalam lin gkungan pengendapan berasal dari proses biogenic namun ada juga yang terbentuk akibat reaksi kimia. berdasarkan variasi jenis dari batuan terdapat istilah konglomerat monomyct. Istilah monomik digunakan untuk konglomerat yang memiliki komponen hanya satu jenis. Terdapat istilah intraformational conglomerate yang digunakan apabila jenis material penyusun komponen sama dengan jenis material penyusun matriks. Detrital Mineral Grains Banyak sekali jenis mineral yang terdapat pada batupasir yang akan dijelaskan disini hanya jenis mineral yang paling umum terdapat pada batupasir : Kuarsa Kuarsa merupakan mineral yang paling umum ditemukan sebagai butiran dalam batupasir. Butiran kuarsa dihancurkan dan diabrasi selama transportasi tetapi dengan nilai kekerasan 7 pada skala Mohs membutuhkan jarak dan waktu yang cukup lama untuk menghancurkan butiran kuarsa. Produk penghancuran ini terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu detrital mineral grains dan lithic fragment . lebih m udah mengalami perubahan kimia selama proses pelapukan dan memiliki kekerasan yang lebih rendah dibandingkan dengan kuarsa. Feldspar . Berasal dari berbagai jenis batuan beku dan pada beberapa jenis batuan metamorf. Jenis batuan sediment ini disebut juga sebagai arenaceous . Feldspar Feldspar merupakan mineral yang kurang stabil. dan istilah polimik digunakan apabila konglomerat memiliki komponen berbagai jenis. y Batupasir Batupasir merupakan jenis batuan sediment klastik yang tersusun utamanya oleh komponen sediment yang berukuran pasir (antara 63 mikronmeter hingga 2 mm) dan matriks dengan ukuran butir kurang dari 63 mikr on meter yang telah mengalami proses litifikasi. oligomyct. Gambar 6. oligomik digunaka n untuk konglomerat yang memiliki komponen dua atau tiga jenis. dan polymict.6 Batupasir sebagai Hand Specimen Komposisi Batupasir Butiran pasir dibentuk oleh penghancuran batuan yang telah ada sebelumn ya akibat proses pelapukan dan erosi dan dari material yang terbentuk di lingkungan transportasi dan pengendapan. Kuarsa berasal dari batuan beku granit dan batuan metamorf gneiss.

umumnya kurang dari 1%. Muskovit lebih tahan terhadap pelapukan dibandingkan dengan biotit. yaitu kandungan komposisi penyusun batupasir yang utama meliputi kandungan kuarsa. Mika berasal dari batuan beku dengan komposisi asam dan menengah dan dari batuan metamorf jenis schists dan gneiss. feldspar. Sistem klasifikasi batupasir lainnya meliputi klasifikasi yang diajukan oleh McBride. Jenis mineral berat yang umum terdapat pada batupasir yaitu: zirkon. Fragmen tulang dan gigi juga ditemukan tetapi umumnya langka. Fragmen Batuan (Lithic Fragment) Fragmen batuan merupakan fragmen hasil penghancuran batuan yang telah ada sebelumnya yang berukuran pasir. biji . turmalin. dan bagian dari tanaman darat lainnya bisa terawetkan pada batupasir yang diendapkan di lingkungan darat dan laut. dan garnet. . Mika Dua mineral mika yang paling umum dan terdapat melimpah sebagai butiran detritus pada batupasir yaitu biotit dan m uskovit. rutile. Mineral autigenik ini sangat pe nting sebagai indikator lingkungan pengendapan tertentu. Batuan sedimen klastik jenis kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan jenis batuan se dimen klastik lainnya padahal pada kenyataannya secara volumetri shale paling umum diantara jenis batuan sedimen klastik lainnya. dan batuan metamorf. Mineral Berat (Heavy Mineral) Mineral berat adalah mineral yan g memiliki berat jenis lebih dari 2. Fragmen batuan pada batupasir berasal dari berbagai jenis batuan baik batuan sedimen. Kebanyakan batupasir mengandung proporsi yang sedikit. Pada klasifikasi tertentu seperti pada Pettijohn (1975) mengkombinasikan antara kriteria tekstural (kandungan matriks) dan kandungan mineralogi. Mineral Autigenik Mineral yang kristalnya tumbuh pada lingkungan pengendapan dinamakan mineral autigenik.umumnya ditemukan pada kondisi dimana pela pukan kimia pada batuan dasar ( bedrock) tidak terlalu intensif dan jalur transportasi dari sumber ke tempat pengendapan relatif dekat. Selley. y Shale Batuan sedimen klastik yang tersusun oleh material sedimen yang berukuran kurang dari 63 mikronmeter yang telah mengalami proses litifikasi (pembatuan). Partikel Biogenik Bagian kecil dari kalsium karbonat ditemukan pada batupasir hancuran dari kulit moluska dan organisme lainnya yang memiliki bagian gampingan (c alcareous) yang keras. Kayu.85 gr/cm3. Penamaan & Klasifikasi Batupasir Penamaan batupasir akan sangat berkaitan dengan klasifikasi yang akan digunakan karena klasifikasi yang berbeda akan memberikan penamaan yang berbeda pula. mineral berat. dan Folks . dan fragmen batuan. batuan beku. apatit. Sebagai contoh glauconite yang menandakan lingkungan pengendapan laut dangkal. Sistem klasifikasi batupasir pada umumnya didasarkan pada kandungan mineralogi.

2.7 Hand Specimen Shale (Mudrock) 6. sertakan pula variasi warnanya untuk memperjelas pemerian.6 Deskripsi Batuan Sedimen 1. Jenis Shale Berdasarkan material sedimen penyusunnya shale bisa dibagi menjadi beberapa jenis menurut Folk (1974). yaitu : 1. Lempung ( Clay) : material sedimen berukuran kurang dari 4 mikronmeter 2. Lanau ( Silt) : material sedimen berukuran antara 4 sa mpai 63 mikronmeter Material sedimen hasil campuran antara lempung dan lanau tanpa proporsi yang jelas disebut dengan istilah Mud. Pemerian warna ini mencerminkan tingkat oksidasi. Batulempung (Claystone) : Shale yang tersusun oleh material berukuran lempung (< 4 mikronmeter) lebih dari 1/3 bagian. Batulanau (Siltstone) : Shale yang penyusunnya didominasi oleh material sedimen berukuran lanau (4 ± 63 mikronmeter). Mudstone : Shale yang tersusun oleh mud (material sedimen campuran antara lempung dan lanau) dengan komposisi lempung dan lanau masing -masing lebih dari 1/3 bagian. menunjukkan keadaan oksidasi (non -marine) banyak mengandung Fe atau hematite . Contoh: Batupasir berwarna segar abu -abu kehijau-hijauan. Warna merah. Pada skala Wentworth ukuran butir yang kurang dari 63 mikronmeter terdapat dua jenis material sedimen yaitu : 1. Nama batuan 2. kandungan mineral dan membantu dalam interpretasi lingkungan pengendapan batuan itu sendiri. Gambar 6. 3.Material Sedimen Penyusun Shale Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa material sedimen penyusun shale berukuran kurang dari 63 mikronmeter. Warna Terdiri dari warna segar dan warna lapuk .

Sedangkan untuk breksi dan konglomerat dapat ditentukan dengan bantuan mistar kecil. kalau perlu bisa dibantu dengan menggunakan Loupe . Tekstur Adalah sifat-sifat butiran. jika suatu batuan berbutir kasar. Contoh batupasir membundar -membundar tanggung. Sebagai contoh. Kemas ini merupakan salah satu hal yang penting terutama didalam pendeskripsian untuk breksi atau konglomerat. 3. dan tentukan pula ukuran minimum dan maksimum dari butiran atau komponennya. maka kemungkinan batuan tersebut diendapkan dengan arus yang cepat dan begitu pula sebalikn ya. Besar butir ini mencerminkan energi sedimentasi lingkungannya.Besar Butir: ditentukan dengan cara membandingkan dengan skala Wentworth. dalam hal ini adalah sifat hubungan antar butiran sebagai unsur penyusun dari batuan.Warna hijau . karena dengan analisis kemas dalam batuan.8 Bentuk Butir - Kemas adalah hubungan antar butir penyusun batuan. maka dinyatakan dengan kemas terbuka. . menunjukkan keadaan reduksi (ma rine) kaya akan bahan organik. zeolite. Warna kuning-coklat . merupakan reduksi dari warna merah. menunjukkan keadaan oksidasi. Warna abu-abu. Tekstur s endiri meliputi : . . Gambar 6. Sedangkan bila butiran butirannya tidak saling bersentuhan.Bentuk Butir: ditentukan dengan bantuan Chart yang telah tersedia pada komparator. kita dapat melakukan pendekatan interpretatif mengenai viskositas (kekentalan) dari medianya. dalam artian bahwa jika memiliki bentuk butir yang cenderung membundar maka butiran ini telah tertransportasikan jauh dari batuan asalnya. dan gunakanlah istilah sebagai berikut : y Menyudut ( Angular) y Menyudut Tanggung ( Subangular) y Membundar Tanggung ( Subrounded) y Membundar ( Rounded) y Sangat Membundar ( Very Rounded) Untuk melihat butiran ini dapat dilakukan dengan bantuan Loupe (untuk batupasir). Besar butir ini mencerminkan tingkat transportasi butiran -butirannya. Bila butiran -butirannya saling bersentuhan maka dapat dinyatakan dengan kemas tertutup. mengandung limonite dan oksida besi . mengandung glauconite. dan jangan lupa tentukan pula kisaran ukurannya.

yaitu Struktur Sedimen Primer (terbentuk bersamaan dengan proses deposisi atau pengendapan) dan Struktur Sedimen Sekunder (terbentuk setelah proses deposisi atau pengendapan). yaitu struktur berbentuk silang siur yang membentuk sudut terhadap bidang perlapisan. yaitu struktur sedimen berbentuk gumuk pasir yang juga dapat merefleksikan kondisi arus pada saat itu. yaitu jejak gelembur gelombang. . y Paralel Lamination. yaitu pola kelurusan butiran.Tabel Besar Butir Phi Units  Size Sediment/Rock Name Wenworth Size Class  Udden ± Wentworth Scale 4. Struktur Sedimen Adalah suatu fenomena atau kenampakan struktur tertentu pada batuan sedimen yang merefleksikan proses. yaitu lensa-lensa lempung di dalam lapisan batupasir y Dan lain-lain. mekanisme. yang merefleksikan kondisi arus pada saat pengendapan bat uan tersebut. arah arus purba (Paleocurrent ) dan interpretasi lingkungan pengendapan. fosil. dan kondisi tertentu pada saat pengendapan maupun setelah pengendapan. Struktur sedimen primer contohnya adalah : y Graded Bedding. Pe nentuan struktur sedimen sangat berguna didalam menentukan lapisan atas ( Top) dan lapisan bawah ( Bottom) dari suatu lapisan. dan material lainnya dengan ketebalan < 1 cm. y Dune and Sand Wave. y Cross Stratification. mineral. yaitu lensa-lensa pasir di dalam lapisan batulempung y Flaser. Secara garis besar struktur sedimen dapat dibagi menjadi du a kategori. y Ripple Mark. yaitu gradasi butiran yang menghalus kearah atas. y Lenticular .

Bila air diserap dengan cepat. prod marks. Permeabilitas Adalah kemampuan suatu batuan untuk meloloskan fluida. Gambar Groove Cast 5. maka n yatakanlah bahwa permeabilitasnya buruk. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya sedang. contohnya: Bioturbation. contohnya: Slump Structure. 2. dll. dll. 6. 3. contohnya: Flute Cast. Struktur Deformasi (terbentuk oleh adanya gaya). Groove Cast. 3. Struktur Erosional (terbentuk karena erosi oleh arus atau oleh material yang terbawa arus). Porositas Adalah perbandingan volume rongga -rongga pori terhadap volume total seluruh batuan dan dinyatakan dengan persen. Bila cairan diserap dengan cukup cepat. Ø= Volume Pori-pori X 100% Volume Total Batuan 1. 4. 2. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya baik. Load Cast. 5. Sand Dike. Convolute. Pembagian porositas bisa dipergunakan sebagai berikut : Negligible Poor Fair 0-5 % 5-10% 10-15% .Struktur Sedimen Sekunder contohnya adalah : 1. Perhatikan apakah air terseb ut diserap atau tidak oleh batuan tersebut. Bila cairannya diserap dengan lambat. Struktur Biogenik (terbentuk oleh aktifitas hewan -hewan). dll. Cara untuk menentukan dari permeabilitas adalah sebagai berikut : Teteskan air diatas permukaan sampel yang akan diperiksa.

Kandungan Mineral Mineral-mineral aksesoris (dalam jumlah yang tidak terlalu besar. 1 3 5 7 Gambar Parameter Pemilahan Dan untuk menentukan pemilahan ini dapat dibantu dengan menggunakan Loupe (untuk batupasir). Terpilah Sedang ( Medium Sorted ). jika batuan tersebut berbuih maka batuan tersebut bersifat karbonatan (mengandung CO 3). dan begitu pula sebaliknya.kuarsa. Pirit. Aragonit. 9.Good Very Good Excellent 15-20% 20-25% 25-40% 7. Kaolinit . Gunakan istilah : 1. 2. jika besar butirnya seragam. Kandungan karbonat (CO 3) Ditentukan dengan jalan meneteskan larutan HCl 0. jika besar butirnya tidak seragam. 8. Terpilah Baik ( Well Sorted ). dll. . Terpilah Buruk ( Poorly Sorted ). Jika pemilahannya baik maka diendapkan oleh media yang cair atau encer dengan energi arus yang kecil dan begitu pula sebaliknya. Glaukonit. kecuali pada b atugamping dan dolomit) yang umum terdapat dalam batuan sedimen misalnya Kalsit. dan mencerminkan viskositas media pengendapan serta energi mekanik atau arus gelombang medianya.1 N pada perm ukaan sampel batuan yang masih segar. jika besar butirnya relatif seragam. Pemilahan Adalah tingkat keseragaman besar butir penyusun batuan. 3.

Jika berbentuk m enyerupai keong mas. Contoh fosil-fosil mikro: y y y y y y Orbulina universa Globigerina nephentes Globorotalia menardii Radiolaria Uvigerina Dll .10. dll. Khusus untuk fosil yang bersifat makro (besar). sedangkan untuk fosil -fosil yang bersifat mikro (kecil) dapat ditemukan di laboratorium. Kandungan Fosil Kandungan fosil dapat ditentukan di lapangan tentu saja fosil -fosil yang bersifat makro (besar). dari kelas pelecypoda. hingga sekarang menjadi batuan. maka itu adalah Molusca. maka itu adalah Echinodermata. maka itu adalah Moluska dari kelas Gastropoda. Dari analisis fosil-fosil makro tersebut. Gambar Fosil Makro Sedangkan fosil -fosil mikro berguna untuk analisis umur relatif batuan dan zona kisaran kedalaman laut (bathimetry). dan jika berbentuk seperti bintang laut. jika memiliki dua cangkang yang sama besar. jika memiliki dua cangkang yang tidak sama besar maka fosil tersebut adalah Brachiphoda. jika ia berongga atau bolong -bolong maka fosil tersebut kemung kinan adalah Koral (Filum Coelenterata. dalam pendeskripsiannya disebutkan minimal kelas atau filumnya. artinya berongga). maka dapat di perkirakan keadaan lingkungan pada kala itu ( paleogeo grafi) karena fosil-fosil tersebut diendapkan bersamaan dengan material sedimen pada waktu tersebut.

bila dapat diremas dengan menggunakan jari tangan.Gambar Fosil-Fosil Mikro 11. y Lunak. y Agak keras. bila sifatnya seperti karet busa (elastis).Kontak Interkalasi . bila tidak bisa dicukil dengan jarum penguji. Kontak perlapisan terdiri dari beberapa jenis.Kontak Progresif Kontak erosional y . bila dapat dipotong -potong dengan mudah dengan menggunakan dengan jarum penguji. y Keras. Gunakan istilah : y Kompak. bila masih dapat dicukil dengan jarum penguji. 12. bila dapat hancur ketika ditekan dengan jarum penguji. Kekerasan Kekerasan merupakan tingkat kekuatan partikel suatu batuan terhadap disagregasi. yaitu : y y Kontak tajam/tegas Kontak berangsur : . y Dapat diremas . y Spongy. Kontak Adalah hubungan antar perlapisan batuan.

Pasir (Sand) c.0. dan kebundaran dari butiran yang ada.256 mm 2 .5 .25 mm fine 0.0625 mm) < 1/256 (or < 0. Lempung ( Clay) Skala ukuran butir batuan sedimen dikenal sebagai Skala Wenworth. antara lain : a. morfologi dan kenampakan permukaan dari butiran. kemas. Lanau ( Silt ) d.1 mm 0. distribusi.0. bentuk butir dan orientasinya di lapangan. Seperti halnya batuan sedimen yang berukuran pasir atau lanau yang jika kita melakukan penelitian di lapangan hanya terbatas pada perkiraan ukuran butir. pem ilahan.0625 .0.125 mm 1/256 1/16 mm (or 0.0. Particle name Gravel Boulders Cobbles Pebbles Granules Sand Very coarse sand Coarse sand Medium sand Fine sand Very sand Silt Clay Particle diameter > 256 mm 64 .5 mm 0. Lain halnya dengan konglomerat dan breksi yang dapat diinterpretasi secara akurat ukuran butir.4 mm 1 . serta warna. Ukuran Butir Sedimen dapat dibedakan menjadi empat kelompok utama ber dasarkan ukuran butirnya. Tekstur mer upakan aspek yang penting dalam deskripsi batuan sedimen dan dapat digunakan dalam menginterpretasikan mekanisme dan lingkungan pengendapan batuan sedimen. Bongkah ( Gravel) b.004 mm) mm .125 .25 .004 . Serta juga merupakan pengontrol utama porositas dan permeabilitas batuan sedimen.2 mm 0. Namun tekstur dari banyak batuan sedimen hanya dapat dipelajari secara spesifik melalui mikroskop dan sayatan tipis. bentuk butir.Tekstur Batuan Sedimen Tekstur batuan sedimen mencakup ukuran butir.64 mm 2 .

Berikut akan dibahas beberapa macam dari Sole Marks. Interaksi material sedimen dengan media trans portasinya menghasilkan suatu bentuk struktur sedimen. dan Scour Marks. c. antara lain : 1. Struktur Sedimen Erosional Struktur Sedimen Pengend apan Struktur Sedimen Post-Pengendapan Struktur Sedimen Biogenik Berdasarkan waktu terbentuknya struktur sedimen dapat terbagi lagi menjadi 2 (Gore. 1982). Struktur Sedimen Primer Yakni struktur sedimen yang terbentuk selama proses penge ndapan berlangsung atau tidak lama setelah pengendapan sedimen tersebut. selama dan setelah proses pengendapan.Proses Transportasi dan Struktur Sedimen Struktur Sedimen Struktur sedimen merupakan salah satu hal yang penting dalam batuan sedimen. Sehingga dapat dikenali beberapa kategori struktur sedimen (Tucker. Struktur Sedimen Erosional Struktur sedimen kelompok ini antara lain : Sole Marks : Flute Marks. serta juga karena proses biogenik. Beberapa struktur sedimen terbentuk ketika pengendapan namun adakalanya terbentuk karena proses erosi. Jika pasir terbentuk setelah lempung. Struktur sedimen dapat digunakan dalam menyimpulkan proses dan kondisi pengendapan. bentukan ini akan terpreservasikan dalam bentuk suatu relief dibagian bawah lapisan batupasir. d. Channels yang terdapat dibawah permukaan suatu lapisan. Struktur Sedimen Sekunder Yakni struktur sedimen yang terbentuk setelah sedimentasi berlangsung (terbentuk batuan sedimen). (Struktur ini jarang terlihat pada lapisan batulempung karena dapat dengan mudah tererosi). . a. Groove Mark s Tool Marks. maka besar kemungkinan terjadi pengisian yang membentuk struktur ini. Struktur sedimen berbeda -beda dan banyak terdapat di berbagai jenis litologi. Secara umum struktur ini merupakan hasil dari pengisian sedimen pada permukaan sedimen lempungan yang mengalami aksi penggerusan oleh objek -objek tertentu yang terbawa oleh arus. Struktur sedimen terdapat pada bagian bawah dan atas dari permukaan lapisan atau dapat pula diantara lapisan batuan sedimen. antara lain : a. arah dari arus sedimentasi dan pada lapisan batuan yang terlipat dapat diketahui bagian atas dari suatu lapisan. 2. Sole marks Merupakan struktur pada lapisan pengendapan yang terdapat dibagian bawah suatu lapisan. Struktur sedimen terbentuk melalui proses fisika dan kimia. 2004). b.

menyeret (dragging ) sepanjang permukaan sedimen. Gambar.Tool Marks Struktur ini terbentuk ketika objek -objek (benda-benda) yang terbawa oleh arus berkontak dengan permukaan sedimen. dan skip atau sederhananya kesemua tanda tersebut dapat dis ebut tool marks. tulang atau batuan sedimen yang berukuran kerikil yang terbawa oleh arus -arus. Terbentuk melalui pengisian celah (groove ). Marks atau tanda-tanda ini dapat berupa prod. bounce. berukuran beberapa milimeter sampai puluhan sentimeter. terbentuk melalui erosi sedimen lempungan oleh arus turbulen atau arus acak lalu bekas bekas arus turbulen tadi terisi oleh sedimen yang mengalir setelahnya. meloncat-loncat (skipping ). dimana celah tersebut terbentuk melalui gerusan suatu benda seperti potongan lempung atau kayu yang terbawa oleh arus. Flute Cast merupakan ciri khas dari endapan turbidit batupasir. Flute Cast Dari kenampakan atas bentuk dari struktur sedimen ini relatif lonjong ± segitiga atau dapat pula bulat atau berujung runcing dibagian hulunya dan melebar dibagian hilirnya. 2004) Groove Cast Struktur ini berbentuk lonjong pada bagian bawah lapisan. Bentukan flute ini. Banyak terdapat pada endapan batupasir fluvial dan endapan badai. cangkang. roll. Panjang dari struktur ini beragam mulai dari beberapa sentimeter sampai puluhan sentimeter. (Tucker. Dari kenampakan samping struktur ini tampak asimetrik dengan bagian yang lebih dalam di hulu. 1982). puluhan derajat atau lebih. Jejak menyuling ini merupakan indikator yang baik dalam mengetahui arah arus purba ( paleocurrent) yang didapat melalui pengukuran orientasi pengendapan struktur sedimen ini. menggelinding (rolling ). Groove Cast dapat pararel satusamal ain atau dapat pula bervariasi seuai arah kemiringan. Umumnya terpreservasikan dibagian bawah permukaan lapisan batupasir. Struktur ini juga terdapat pa da batupasir lingkungan fluvial atau sungai. Struktur ini berpola pararel sesuai arah pergerakan arus. atau dalam bahasa Indonesia berbentuk seperti suling atau menyul ing. Objek-objek tersebut dapat berupa batang kayu. . memantul ( bouncing ). brush. Tool Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore.

Kenampakan khas dari struktur ini adalah tererosinya sedimen dibawahnya dengan isian sedimen yan g lebih kasar diatas lapisan yang tergerus tadi. Lapisan batupasir silang -siur (cross bedded sandstone ) banyak mengisi channels. Struktur channel dapat dikenali dengan hubungan tidak selaras (memotong) dengan sedimen dibawahnya. b. umumnya kurang dari satu meter dan terdapat pada bagian bawah lapisan. Berbeda dengan struktur se dimen erosional yang berada dibagian bawah lapisan. Struktur Sedimen Pengendapan Struktur sedimen pengendapan antara lain perlapisan ( stratifcations ) : lapisan (bedding ).Gambar. Channel ini umumnya terisi oleh sedimen yang lebih kasar. dan biasanya isian awal dari suatu channel berupa lapisan basal konglomerat. ireguler. struktur sedimen pengendapan terdapat dibagian atas permukaan lapisan. 1982). dan berelief. Banyak channel yang berbentuk cekung jika terlihat dari penampang samping dan terisi oleh sedimen yang membentuk k enampakan tali sepatu jika terihat dari kenampakan peta (dari atas). Pengukuran orientasi struktur ini dapat berguna dalam mengindikasikan arah kemiringan -purba dan rekonstruksi paleogeografi. Permukaan yang tergerus biasanya kasar. laminasi. struktur ini melonjong sesuai dengan arah arus. gelembur ( ripple). Channels Struktur ini berskala lebih luas. Dari kenampakan atas. 2004) Scour Mark Terminologi scour mark digunakan untuk struktur erosional ya ng berskala kecil. Khusus pada batugamping terdapat beberapa struktur sedimen seperti cavity dan stromatolite yang terbentuk melalui sementasi selama p roses pengendapan serta pelarutan. perlapisan silang siur ( cross-stratifications). . (Tucker. beberapa meter sampai kilometer. yang merupakan wilayah transportasi sedimen untuk waktu yang relatif lama. dan retakan lempung (mudcrack). Scour Mark dapat terjadi pada setiap litologi atau lingkungan asalkan arus yang ada cukup kuat untuk mengerosi sedimen dibawahnya. Flute Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore.

Laminasi Pararel ( Parallel Lamination ) Dibedakan melalui perubahan ukuran butir. dapat didefinisika n sebagai perubahan ukuran butir sedimen. Alabama (Gore. Batas lapisan dapat berupa :  Kontak Tegas  Kontak Planar  Kontak Ireguler  Kontak Gradasional Gambar.  Fase Laminasi Bidang Bawah Lapisan : melalui pengenda pan suspensi. dengan kecepatan aliran yang relatif tinggi. Bidang lapisan pada batugamping dapat berupa permukaan karst atau permukaan keras lainnya yang terbentuk melalui sementasi selama pr oses pengendapan. Struktur internal ini dapat dihasilkan melalui beberapa cara :  Fase Laminasi Bidang Atas Lapisan : melalui pengendapan arus kuat. Perlapisan tersebut tampak karena perbedaan warna atau tekstur. Lapisan ( Bedding) Lapisan terbentuk melalui perubahan pola sedimentasi. arus turbidit bermasa jenis rendah atau arus traksi yang lemah. 1988) Suatu bidang lapisan dapat diketahui pelamparannya melalui struktur sedimen tertentu seperti struktur sedimen erosional. Perlapisan di Batuan Berumur Paleozoik di Brimingham. Pergerakan tektonik juga dapat mempengaruhi pertemuan antar lapisan. komposisi atau warna. Lapisan yang lebih tebal dari 1 cm disebut sebagai bed dan yang kurang dari 1cm disebut sebagai laminasi atau lamina.Stratifikasi (Perlapisan) Perlapisan merupakan kenampakan batuan sedimen yang sangat jelas. . mineral ogi. Bid ang lapisan batuan sedimen silisiklastik berbeda dengan bidang lapisan batugamping yang tergolong batuan sedimen karbonat. Bagian atas dan bawah dari lapisan ini disebut sebagai bidang perlapisan . (Gore. Namun batas lapisan dapat hancur karena adanya proses kompaksi dan pembebanan. 2004). warna atau komposisi mineralogi.

khususnya batuan sedimen lempungan. Laminasi juga dapat terbentuk melalui presipitasi mineral yang periodik seperti kalsit. terbentuklah ripple yang simeris. batugamping. baik pada batupasir. Ripple Ripple merupakan undulasi permukaan sedimen yang dihasilkan karena adanya pergerakan air atau angin pada material sedimen berukuran pasir. halit atau gipsum. Lingkung an yang ideal bagi terbentuknya struktur pararel laminasi adalah pada daerah yang terisolasi seperti laguna.Gambar. atau batugamping) atau perubahan ukuran butir (gradasi laminasi lanau ke lempung)!  Ukur rata-rata ketebalan rata -rata dari lamina -lamina yang ada. Pararel Laminasi (Gore. Karena geometri yang unik ini. Catatan :  Dilapangan gunakanlah lup pembesar untuk membedakan dan meneliti penyebab dari laminasi : apakah interka lasi dari litologi yang berbeda (batulempung. Cari kumpulan lamina yang ada. Ripple yang terbentuk pada arus acak seperti di sungai cende rung asimetris. ripple yang asimetris dapat digunakan sebagai penunjuk arah arus purba. rijang. dimana bagian puncaknya relatif lurus namun cenderung kasar. Gambar. 1984) Namun pararel laminasi secara umum terbentuk oleh pengendapan material suspensi atau oleh arus turbidit yang bermasa jenis rendah pada litologi batuan sedimen berbutir halus. Gumuk (Dune) dan Ombak Pasir (Sand Waves) Struktur sedimen ini terbentuk pada sedimen berukuran pasir. Namun pada arus yang bergelombang atau berosilasi. Puncak-puncak dari ripple yang asimetris dapat berupa bidang lurus. gipsum dan batubesi. Faktor pembentuk st ruktur sedimen ini dapat berupa air dan angin. batulanau. sinus atau cembung tergantung kecepatan alirannya. danau dan cekungan laut dalam. batupasir halus dan batugamping halus. Arus air yang berosilasi membentuk ripple simetris . sehingga dapat menunj ukkan waktu pengendapan yang relatif lebih lama! Gelembur (Ripple) . Ripple yang asimetris memiliki kemiringan yang curam pada hilir dan kemiringan yang landai pada hulu.

Linguoid  Wind Ripple Struktur ini berbentuk memanjang. . menyebutkan bahwa Ripple dapat terbagi mandi 3 macam berdasarkan agen pembentuknya antara lain :  Wave Formed Ripple Struktur ini terbentuk melalui aksi ombak atau sedimen non -kohesif. Meskipun jarang terpreservasikan. Subaqueous dune berukuran beberapa meter sampai lebih dari puluhan meter panjangnya dan tinggi dapat mencapai 0. 1982). 2. Bentuk spesifiknya menyerupai Ripple yang telah dibahas sebelumn ya. 1985) (Tucker. Cross Stratification Merupakan terminologi umum untuk struktur internal lapisan yang dihasilkan pada sedimen berukuran pasir oleh aktivitas angin atau air.  Current Ripple Ripple yang disebabkan oleh arus terbentuk oleh arus satu arah sehingga berbentuk asimetris dengan bagian yang curam pada hilir disebut sebagai : lee side dan bagian yang landai pada hulu disebut sebagai stoss side. Cross stratification terbentuk diantara ripple dan dunes. Berpuncak lurus . Ripple Asimetris di Pantai (Gore. perlapisan silang siur ( cross stratification) ini disebut lapisan silang siur ( cross bedding ) namun jika kurang dari 1cm disebut dengan laminasi silang -siur (cross lamination) . khususnya pada sedimen berbutir lanau sampai kasar dan umumnya berbentuk simetris. Perlapisan yang terbentuk miring membentuk sudut terhadap bida ng horizontal. dan berarah ke bawah dari kemiringan tersebut. Ripple simetris di Virginia (Gore.5 meter. Jika lapisan miring tersebut lebih tebal dari 1 cm. Agen dari ripple ini adalah angin sehingga jarang terpreservasikan. struktur sedimen perlapisan silang siur dapat digunakan dalam mengindikasikan arah arus purba. lurus dan berpuncak parare l. lapisan silang siur yang dihasilkan dari erosi struktur ini sangat banyak ditemukan. dan 3. Berdasarkan bentuknya current ripple dapat terbagi lagi menjadi 3 macam : 1. Dune dan Sand waves Subaqueous dune sering disebut sebagai mega -ripple dan sandwaves ( bar) merupakan ripple yang berskala lebih besar. 1985) Gambar. Sinus . Maka dari itu.Gambar.

Graded Bedding Massive Bedding Termasuk kedalam massive bedding atau lapisan masif adalah lapisan yang tidak memiliki struktur internal didalamnya. Maka. Asymetrical Bedding Ripple dan Cross Gambar. (Gore. 2004) Gambar.Gambar. grain flow dan debris flow. rekristalisasi. yakni : 1. 2. Ukuran butir yang terdapat pada suatu lapisan bergradasi ini berangsur dari ukuran yang lebih kasar dibagian bawah lapisan sampai ukuran yang lebih halus dibagian atas. . dan pengurangan air ( dewatering). Sehingga lapisan yang masif dapat digunakan sebagai penciri suatu proses sedimentasi seperti arus turbidit. Struktur pada lapisan ter sebut rusak dan hilang karena proses tertentu seperti bioturbasi. Pada saat terendapkan lapisan tersebut memang tidak memiliki struktur karena proses sedimentasi yang berlangsung cepat. dimana tidak tersedia waktu yang cukup untuk pembentukan lapisan. graded beds dapat digunakan seb agai indikator lapisan bagian atas. Cross Stratification Macam-macam cross stratification :  Cross Bedding  Cross Lamination  Flaser Bedding  Lenticular Bedding  Wavy Bedding  Storm Bedding : Hummocky Graded Bedding Gradded Bedding dihasilkan ketika suatu arus bermuatan sedimen (seperti arus turbidi t) mulai mengalami pengurangan kecepatan aliran. Ada beberapa alasan tentang terbentuknya lapisan yang tidak memiliki struktur ini.

. Umumnya terdapat di lingkungan gurun dan paparan lakustrin Struktur Pengendapan Pad a Batugamping Struktur Berongga ( Cavity Structure) Kebanyakan batugamping mengandung struktur yang pada awalnya berongga namun kemudian terisi oleh sedimen atau dalam hal ini semen karbonat setelah terjadinya pengendapan.Mud Crack Struktur ini sering terdapat pada sedimen berbutir halus. terbentuk karena dampak dari air hujan yang mengenai permukaan lapisan sedim ent yang masih lunak ataupun berbutir halus. menyebabkan pengerutan sampai akhirnya terpecah -pecah seperti layaknya rekahan permukaan sawah ketika kering. Struktur berongga ini antara la in : y Struktur Geopetal y Struktur Fenestrae y Struktur Stromataktik y Struktur Sheet Cracks dan Neptunian y Stuktur Rongga Karst. lubang dan gua Hardgrounds dan Tepee Struktur ini terdapat pada batugamping yang mengalami sementasi saat pengendapan ( synsedimentary) maka sedimen tersebut sebagian atau bahkan secara keseluruhan terlitifikasi (mengalami pengerasan) pada lantai samudra. khususnya batulempung dan batugamping berukuran lempung yang umumn ya terbentuk dari proses pengeringan dan pengurangan kandungan air ketika sedimen tersingkap kepermukaan. Rain Spots Merupakan depresi -depresi kecil dipermukaan lapisan sedimen yang berbentuk membundar.

beberapa melalui pergerakan masa sedimen ( slumping and sliding) dan yang lainnya melalui reorganisasi internal karena pengurangan air dan pembebanan Slumps. berbentuk kubah dan kolom -kolom. Keterdapatan slump atau slide dalam suatu kemenerusan lapisan dapat dideduksikan dari keterdapatan lapisan yang normal (undisturbed beds) diatas dan bawa h dari lapisan yang mengalami slump atau slide. Megabreccia merupakan istilah yang digunakan untuk endapan blok -blok masa sediment yang besar. dan crinoida serta terpenetrasi oleh aktivitas pemboran organisme seperti anelida. Sebagai hasil dari sementasi syn sedimenter pada sedimen karbonat tersebut permukaan lapisan yang mengalami sementasi dapat mengembang dan pecah membentuk pola polygonal. serpulida. Maka dari itu pengukuran orientasi sum bu lipatan dan bidang lipatan slump berguna untuk memastikan arah dari slumping dan kemiringan purba. antiklin asimetris dan sinklin serta sesar naik dalam ukuran lokal. Megabreccia yang berkomposisikan batugamping dan terdapat pada bagian bawah suatu kemiringan kemungkinan terendapkan pada saat penurunan muka air laut dan runtuhnya batas paparan karbonat. c. bivalvia. Sumbu lipatan berorientasi pararel dengan strike kemiringan dan arah dari pembalikan lipatan menuju ke bagian bawah kemiringan. Terbentuk melalui pemerangkapan dan pengikatan partikel karbonat oleh lapisan alga umumnya cyanobacteria dan presipitasi biokimia karbonat. Struktur Sedimen Post-Pengendapan Banyak variasi dari struktur yang terbentuk setelah proses pengendapan. sehingga diantara struktur ini terdapat gua -gua yang terisikan oleh semen. Slump merupakan istilah ketika bagian dalam masa sedimen terhancurkan selama pergerakan menuruni kemiringan. Kenampakan dari slump menunjukkan lipatan : lipatan rebah. Kenampakan dari hardground umumnya nodular yang merupakan hasil dari aktivitas pemboran dan bi oturbasi organisme yang terbentuk sebelum sedimen terlitifikasi. Megabreccia dan Slides Ketika terendapkan. Paleokarstic Surfaces Permukaan paleokarst terbentuk melalui kontak sedimen karbonat dengan permukaan (udara) dan pelarutan meteoric atau air hujan (karstifi kasi). masa sedimen dapat tertransport kebawah lereng. baik pada lereng atau dekat dengan lereng. Slide merupakan kegiatan tertransportasinya masa sediment pada masa sedimen yang memiliki deformasi internal yang sedikit. merupakan hasil dari aktivitas patahan selama pengendapan dan erosi dari gawir sesar.Permukaan yang memiliki struktur hardground umumnya terikat oleh organisme tertentu seperti oister. Bentuknya bermacam macam mulai dari berlaminasi. Stromatolites Stromatolit merupakan struktur laminasi biogenik yang memiliki struktur tumbuh yang bervariasi. Lapisan yang terse men tersebut dapat terdorong keatas membentuk antiklin semu atau dapat disebut sebagai tepee. Permukaan seperti ini umumnya memiliki topografi yang tidak beraturan dan biasanya tertimbun oleh lapisan lempung yang tipis atau dapat juga tanah. . dan sponge.

karena getaran gempa bumi. yakni adanya lipatan tak beraturan dan disorientasi lapisan secara local. dan sinklin tajam. .Deformed Bedding Deformed bedding atau istilah lain seperti disrupted. berbentuk cekung. Beberapa contoh dari load structure : y Load Cast. y Ball and Pillow Structure. Convolute Bedding. antiklin kecil. merupakan pembebanan lapisan batupasir terhadap lapisan batulempung dibawahnya. Umumnya terjadi pada endapan aliran gravitasi ( sediment gravity flow ) pada kemiringan laut dalam. y Flame Structure. merupakan hasil dari lapisan lempun g yang dibebani oleh lapisan batupasir diatasnya sehingga terinjeksikan keatas mempenetrasi lapisan batupasir. Efek tekanan pelarutan ini umum terlihat pada batas antara lapisan pada batugamping dalam bentuk stylolite. namun ti dak terdapat pergerakan lateral dari sediment tersebut. Sandstone Dykes dan Sand Volcanoes Struktur ini terbentuk melalui proses peng urangan air dan lolosnya air. sedangkan pillar berbentuk lonjong dan tidak berstruktur internal. Load Structures Struktur ini terbentuk melalui pembebanan suatu lapisan terhadap lapisan lainnya. kipas laut dalam serta bagian terdalam dari kemenerusan laut dalam tersebut. 1982). lapisan batupasir yang membebani lapisan batulempung dibawahnya dapat masuk tenggelam kedalam celah pada lapisan batul empung sehingga memecahkan dan memisahkan masa lapisan lempung tersebut membentuk pola -pola seperti bola dan bantal ( ball and pillow). s erta pelarutan yang terjadi pada masa batuan sediment sepanjang bidang lapisan. Penyebab dari deformed bedding dapat berasal dari pemotongan oleh arus permukaan sedimen dan penyeretan friksional oleh pergerakan partikel pasir yang menyebabkan terjadinya convolute bedding dan overturned bedding. terdapat pada bidang lapisan. terjadi pada sediment laminasi silang siur ( cross lamination) dengan laminasi yang terdeformasi menjadi gulungan. Contorted dan disrupted. Sandstone dykes berbentuk pemotongan lapisan oleh terobosan batupasir dan Sand volcanoe berbentuk membundar dengan depresi di bagian tengah. convolute dan contorted dapat digunakan untuk suatu lapisan yang dihasilkan selama sedimentasi dan telah mengalami deformasi. menunjukkan deformasi yang lebih sedikit pada suatu lapisan. Dish Structures dan Pillar Structures Struktur ini terbentuk melalui aliran air baik secara lateral maupun vertikal pada suatu material sediment (Tucker. sehingga berbentuk seperti struktur yang membundar tanpa adanya orientasi tertentu. Pressure Dissolution dan Compaction Struktur ini terbentuk sebagai hasil dari tekanan pembebanan dan proses tektonik. Dish. Konvolusi seperti ini umumnya a simetris dan merupakan kebalikan dari arah arus purba.

y Track atau jejak kaki merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari kaki binatang. Sedimentary vein terdiri atas gypsum yang terdapat pada batulempung dan terbentuk melalui hidrasi anhidrit selama pengangkatan dari lapisan evaporit. namun dalam kasus tertentu disebabkan proses pengendapan. Mineral-mineral penyusun nodul umumnya yang berbutir halus dari kalsit. Seperti halnya dalam geologi struktur bahwa joint dalam terminology sediment juga merupakan rekahan yang terbentuk karena tekanan tektonik. Bioturbasi yang berlangsung lama dapat mencampur sedimen sehingga kenampakannya homogen (massif). . Veins. proses keterbentukan seperti ini kemudian disebut sebagai sedimentary vein oleh Tucker. tidak terdapat perlapisan. d. jalur ( trails). Namun vein juga dapat terbentuk melalui proses diagenesa. Beef dan Joints Umumnya vein terbentuk melalui aktivitas tektonik dan termineralisasi melalui aliran fluida hidrotermal. jejak ini ditemukan sebagai bagian bawah dari suatu lapisan sediment. Beberapa macam nodul terbentuk diseputar fosil atau bekas burrowing organisme tertentu namun dapat juga terdapat pada rekahan sed iment yang berbentuk radial dan konsentrik yang diisi oleh kristal -kristal tertentu. pirit. rekahan pada lapisan batugamping yang tersementasi dengan baik. Organisme dapat berupa hewan yang berjalan atau menggali pad sedimen tertentu. Bentuk nodul dapat membundar sampai pipih. dimana sediment tersebut mengisi jejak yang ada. Terdapat dalam bentuk tampalan -tampalan dari sementasi sedimen tertentu. Organisme dapat membuat semacam terowongan yang merusak struktur sediment primer seperti laminasi dan meinggalkan jejak galian. dolomit. Pada beberapa kasus.Nodules Struktur nodul ini disebut juga konkresi umumnya terbent uk pada sedimen setelah pengendapan. pemboran (boring ) dan tanda lainnya pada sedim en. atau dapat berupa koloni bakteri yang terper angkap dan terikat pada sedimen sehingga membentuk struktur perlapisan tertentu. Contohnya jejak kaki dinosaurus atau burung. Struktur Sedimen Biogenik Struktur sedimen biogenik merupakan struk tur yang terbentuk akibat aktivitas organisme yang berinteraksi dengan sedimen. galian ( burrows). Lembaran dari kalsit yang pararel terhadap lapisan batulempung (umumnya yang mengandung masa organik) dan terdiri dari kristal -kristal yang berorientasi vertical disebut sebagai beef. Bentuk vein sendiri berupa terobosan atau retakan yang terisi mineral tertentu yang memotong suatu perlapisan. Nodul dapat secara acak te rsebar atau terkonsentrasi sepanjang horizon tertentu. umumnya terjadi karena tekanan pembebanan karena proses selama pengendapan berlangsung. dapat berupa akar tanaman yang mempenetrasi sedimen. Trace Fossil (Fosil Jejak) atau Ichnofossil Ichnofossil termasuk kedalamnya jejak ( tracks). lonjong atau tak beraturan. Terdapat pula bioturbasi yang terbentuk dari aktivitas organisme yang merusak sediment tertentu. kuarsa dan anhidrit. Seperti cooling joints pada endapan vulkaniklastik. siderit.

Berbentuk bercabang kearah bawah menerobos lapisan tanah tertentu. Boring Merupakan lubang yang dibentuk oleh binatang pada material keras. seperti kayu. batuan atau sediment keras. Galian ini umumnya terisi oleh sediment dengan warna dan tekstur yang berbeda dengan sediment disekitarnya. Berbentuk membundar pada penampang. y Burrow merupakan bekas galian oleh binatang pada sediment lunak. struktur ini biasanya memiliki warna yang berbeda dengan sediment sekitarnya. cangkang.y Trail merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari organisme yang melata atau menyeret anggota tubuhnya untuk berjalan. Siput dan cacing menghasilkan ³lubang bor´ ini biasanya untuk mencari mak an. . dapat berupa kurva atau kelurusan. hasil isian ini dapat tersementasi dan menjadi keras. y y Root Mark Merupakan jejak yang ditimbulkan oleh akar tanaman pada tanah purba (paleosol).

energi air laut. seperti densitas. Lingkungan pengendapan yang dominan proses fisikanya terbagi lagi menjadi dua macam unsur yakni. Unsur statis termasuk kedalam pembahasan mengenai geometri cekungan. Proses dan Produk Sedimen Dalam pembelajaran mengenai lingkungan pengendapan sangatlah penting untuk mengetahui perbedaan antara lingkungan pengendapan dan fasies pengendapan. Hasil atau produk dari endapan lingkungan pengendapan. dan komposisi tertentu (Bogss. Unsur dinamis mencakup faktor -faktor seperti energi dan arah hembusan angin. seperti perubahan temperatur atau iklim. Setiap lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter fisika. derajat keasaman -kebasaan (pH). pH. sedangkan faktor biologi dikaitkan aktivitas organisme ( struktur perubahan cangkang sebagai sedimen dan material organik (C -H)). kedalaman air. Faktor fisika dikaitkan dengan proses fisika. lacustrine dan lingkungan lainnya. bahan dan medium sedimentasi. Sementara dominasi proses kimia dalam suatu lingkungan pengendapan seperti salinitas. statis dan dinamis. turbulensi dan arus ombak. khususnya lingkungan pengendapan sedimen seperti lingkungan delta. fluvial. kimia. struktur sedimen. dan biologi tertentu yang menghasilkan suatu tubuh batuan sedimen dengan sifat -sifat tekstur. ingesti oleh organisme serta ekstraksi sili ka dan kalsium karbonat dari material cangkang) serta keterdapatan organisme sebagai material sedimen. Dapat dibedakan dari wilayah yang lain berdasarkan karakteristik fisika.Lingkungan Pengendapan Lingkungan pengendapan ( sedimentary environment ) didefinisikan sebagai suatu tempat dipermukaan bumi yang kompleks dimana te rdapat terdapat kemenerusan batuan sedimen yang diendapkan. dan potensial oksida si-reduksi (eH). kimia dan biologi yang berpengaruh dalam menghasilkan fasies tersebut. marine. litologi. desert . dan lempung. 1955). Jika dibandingkan dengan sedimen tertentu fasies dapat dihubungkan dengan lingkungan pengendapan moderen (Selley. viskositas. Lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter -parameter fisika. struktur. karena organisme sangat dipengaruhi ol eh kondisi tersebut. Faktor kimia dikaitkan dengan proses kimia. pasir. material pengendapan seperti gravel siliklastik. Sehingga fasies sedimen merupakan suatu masa batuan sedimen yang dapat dibedakan berdasarkan geom etri. dan biologi didalamnya (Gore. pola arus purba dan fosil. dan es. aliran air. perubahan salinitas. penggalian. kimia. pelubangan. . Faktor biologi ini merefleksikan aspek fisika dan kimia suatu endapan. Eh dan kandungan karbondioksida serta oksigen mempe ngaruhi proses kimiawi seperti presipitasi kimia dan pelarutan. dan temperatur. 2004). 1985). yang kesemua hal tersebut mempengaruhi arus dan gelombang. hujan. dan salju. Kontrol biologi dalam suatu lingkungan pengendapan dapat dirujuk sebagai pengaruh aktivitas organisme (pertumbuhan tanaman. energi kinetis pada angin.

Lingkungan Laut ( Marine) Setiap lingkungan pengendapan utama tersebut dapat terbagi lagi menjadi beberapa sub lingkungan. Memang dalam pengklasifikasian lingkungan pengendapan terdapat banyak pendapat dan kepentingan. Pemaparan yang komprehensif mengenai lingkungan pengendapan salah satunya telah dilakukan oleh Crosby (1972). 1995) Tempat Pengendapan Lingkungan Utama Sub-Lingkungan Utama Darat *Fluvial *Kipas Aluvial *Braided Stream *Meandering Stream *Gurun Lacustrine *Glasial Transisi *Deltaic *Delta Plain *Delta Front *Prodelta *Beach/barrier ba r *Estuarine/lagoonal Tidal Flat Laut Neritik Paparan **Organic reef Oceanik Slope Deep Ocean Floor * Dominan Pengendapan Siliklastik ** Dominan Pengendapan Karbonat . Klasifikasi Lingkungan Pengendapan Terdapat tiga pembagian lingkungan pengendapan utama (Selley. yaitu : 1. Praktisnya klasifikasi lingkungan pengendapan adalah yang memiliki jumlah sub -lingkungan yang sederhana namun dapat digunakan untuk membedakan lingkungan satu dengan lainnya dengan menggunakan interpretasi lingkungan pengendapan yang ada. Lingkungan Transisi ( Transition) 3. Berikut tabel yang membagi lingkungan pengendapan sec ara umum. Namun pembagian menurut Crosby tersebut tidak begitu praktis karena mengandung terlalu banyak jenis lingkungan. Sangatlah penting menentukan lingkungan pengendapan berdasarkan fasies pengendapannya dengan dasar desrkriptif dari sedimen yang ada. Namun dapat pula melalui studi singkapan melihat litologi dan data paleontologi yang ada. Sehingga suatu pengklasifikasian tidak semuanya dapat diterima oleh geologis maupun pihak lain yang menggunakan. Deskripsi tersebut dapat melalui studi bawah permukaan melalui well log dan seismik serta data core dan cutting. Lingkungan Darat ( Continental) 2.Karena fasies sedimen merupakan produk dari lingkungan pengendapan. Tabel 1 Penyederhanaan Klasifikasi L ingkungan Pengendapan (Boggs. 1988) . Jadi salah satu permasalahan dalam menentukan sedimen purba adalah dengan melihat pada lingkungan pengendapannya ataupun sebaliknya.

Meskipun sub-lingkungan dari sistem fluvial banyak keterdapatannya. lemba b sampai iklim dingin (glasial). Para ahli geologi membagi lin gkungan pengendapan darat menjadi 4 jenis lingkungan : fluvial (kipas aluvial dan sungai).1. minyak bumi. Sketsa Lingkungan Pengendapan Darat A. evaporit atau campuran namun dipengaruhi juga oleh kondisi pengendapan. Lingkungan Pengendapan Sistem Fluvial Merupakan pengendapan yang dihasilkan oleh aktivitas aliran sungai dan berasosiasi dengan proses gravitasi sedimen.Catatan : Lingkungan tidak mutlak menandakan bahwa pengendapan yang terjadi adalah siliklastik. karbonat. seperti gunung atau gawir sesar. yaitu :  Lingkungan Pengendapan Sistem Kipas Aluvial Lingkungan ini terbentuk karena adan ya wilayah dengan relief tinggi. oil shale. Pengendapan dilingkungan sistem fluvial terjadi dalam kondisi iklim yang beragam dari mulai iklim gurun. Lingkungan Pengendapan Darat Lingkungan darat merupakan lingkungan -lingkungan yang terdapat diwilayah darat . Sedimen non -siliklastik juga terdapat di lingkungan darat seperti batugamping airtawar dan evaporit. lakustrin dan glasial. Kipas aluvial biasa terdapat pada wilayah arid atau semi -arid dimana curah hujan sedikit dan banyak terjadi erosi. Beberapa sedimen darat memiliki nilai yang ekonomis. Fasies yang terendapkan pada lingkungan darat didominasi oleh sedimen siliklastik yang dicirikan oleh jarangnya keterdapatan fosil dan tidak terdapatnya fosil laut. . Pada lingkungan darat dapat mengandung jumlah yang cukup besar dari gas alam. dan uranium. Material sedimen yang terbentuk pada kipas aluvial biasanya kasar. Gambar. gurun. Pengendapannya berbentuk layaknya kipas pada dasar gunung. batubara. kerikil dengan pemilahan buruk dan pasir. namun pembagian umumnya terbagi menjadi 3 sub -lingkungan.

dan dataran limpah banjir. Gambar 3. Unsurunsur dari sungai meander antara lain saluran utama.  Gambar 4. Produk sedimen dari sungai menganyam dimulai dari bagian dengan wilayah topografi tinggi berupa material kerakal dan berangsur berkurang ukuran butirnya seiring dengan gradasi ke arah hilir (relief rendah) sampai terendapkan material berukuran pasir. Sedangkan. Sketsa Sungai Menganyam ( Braided River ) Sub-Lingkungan Pengendapan Meandering River Lingkungan sungai meander merupakan kelanjutan dari sungai menganyam k earah hilir dimana topografi bentangannya semakin landai sehingga terbentuklah saluran sungai yang memiliki sinusitas tinggi ( meandering ) dan hanya terdiri dari satu saluran utama. Sungai Meandering .Gambar 2. point bar. tipe material sedimennya lebih halus ukurannya dibandingkan sung ai menganyam. Selain itu sungai menganyam juga dicirikan dengan banyaknya saluran ( channel) yang dipisahkan oleh bar atau pulau kecil. Kipas Aluvial  Sub-Lingkungan Pengendapan Sungai Menganyam ( Braided River) Lingkungan sungai menganyam ditandai dengan sub -aliran yang anastomoting yang memilki tingkat sinusitas yang lebih rendah dibandingkan sungai meander. Tingkat erosi aliran sungai meandering terjadi secara lateral sehingga mendukung pembentukan saluran sungai yang berkelok -kelok. tanggul alam.

Material di gurun tererosi dan tertransport oleh angin sehingga terakumulasi sebagai sedimen aeolian. Gambar 6. Lingkungan Pengendapan Gurun Lingkungan gurun merupakan lingkungan dimana curah hujan sedikit serta minimnya vegetasi. Gambar 5. Di lingkungan ini didominasi oleh endapan pasir yang berstruktur dune. Material sedimen di lingkungan lakustrin umumnya berasal dari sungai da n/atau evaporasi di permukaan. Lingkungan lakustrin yang dangkal biasanya terendapkan batuan sedimen kasar meskipun karbonat dan endapan evaporit dapat juga mungkin terdapat. Lingkungan Pengendapan Lakustrin Fasies yang terendapkan pada lingkungan ini dikontrol oleh kedalaman air. B.Erosi dari aliran sungai ini berarah ke thalweg -nya dan sebaliknya material sedimen diendapkan dibagian bank bersebrangan dengan bagian erosi. C. Sketsa Sungai Meandering Beserta Elemen -elemennya. pasokan sedimen dan kimia air. Lingkungan Pengendapan Lakustrin Lingkungan pengendapan lakustrin atau danau. Sand . Lakustrin merupakan daerah yang tidak berhubungan dengan laut dan umumnya merupakan lingkungan pengendapan dari sedimen klastik walaupun juga terdapat karbonat da material evaporit. terbentuk ditempat dengan topografi yang rendah dan distribusi air atau material sedimen kedalamnya. Di lingkungan yang lebih dalam terendapkan material suspensi dan arus turbidit yang berasal dari batas dengan wilayah lakustrin dangkal.

meskipun beberapa lingkungan lagun dan estuarin didominasi oleh kondisi air -tenang. termasuk konglomerat. Es sendiri merupakan agen erosi batuan yang kuat dan dapat mentransport detritus pada jarak yang cukup jauh sebelum akhirnya meleleh dan mengendapkan material sedimen pada wilayah glasial. dan dataran pasang -surut. Gambar 7. pantai. Presipitasi terjadi sebagai salju yang terakumulasi menjadi tubuh es yang permanen ataup un semi-permanen. Baik sedimen s iliklastik yang terendapkan melalui transportasi aliran sungai ke pinggiran pantai maupun endapan transisi juga banyak keterdapatannya. organisme yang tinggal di lingkungan transisi cenderung merupakan spesies dengan tingkat adaptasi dan toleransi yang tinggi. dataran tepilaut. Rekaman dari pengendapan sistem glasial dimulai p ada wilayah dataran tinggi dan tertransport menuju kedataran rendah sebagai endapan klastik mencapai lingkungan laut. serpih. dan didominasi oleh proses aliran sungai. lagun. D. Lingkungan Pengendapan Delta Merupakan lingkungan transisi yang dicirikan oleh sedimen yang tertransport sampai bagian hilir sungai dan terendapkan pada batas pertemuan anta ra aliran sungai dan genangan air laut atau danau. Wila yah ini tidak begitu luas. Banyak bagian dari lingkungan transisi didominasi oleh arus dan gelombang berenergi tinggi. batupasir. Lingkungan pengendapan transisi antara lain : delta. dan dataran penghalang. berpilah baik dan membundar baik. Maka. Kondisi berenergi tinggi ini menyebabkan salinitas dan temperatur bervariasi. sehingga merupakan tempat ³bertekanan tinggi³ untuk organisme. Lingkungan Pengendapan Transisi Lingkungan pengendapan transisi terletak diantara perbatasan lingkungan pengendapan darat dan laut. Salinitas di daerah ini bervariasi mulai dari airtawar sampai supersaline. Lingkungan Pengendapan Transisi A. batuan karbonat.dune umumnya silang siur. Lingkungan Pengendapan Glasial Kondisi di lingkungan ini berupa iklim yang dingin dengan temperatur dibawah 0 0 . dan evaporit. gelombang dan pasang-surut. Tipe sedimen yang diendapkan di lingkungan ini bervariasi. estuarin. tanpa asosiasi dengan kerakal ataupun lempung. Delta terbagi menjadi beberapa bagian : .

yang kesemuanya mempengaruhi tipe dan distribusi sedimen di lingkungan delta. Lingkungan delta terpengaruh oleh besarnya aliran sungai. baik yang didominasi aliran sungai. gelombang laut. Diagram Klasifikasi Delta . Bagian yang paling distal dan sudah mulai memasuki perbatasan dengan laut dangkal. Gambar 8. iklim dan energi yang berasosiasi dengan gelombang. maupun pasangsurut.   Delta Plain : Delta Front : Pro-Delta : Terdiri dari distributary channel dan masih terdapat pengaruh sistem fluvial maupun danau. Pembagian Lingkungan Delta Sedimen lingkungan darat terbawa oleh aliran sung ai sampai ke mulut sungai. Merupakan bagian yang lebih ke arah laut dan dicirikan dengan distributary mouth bar. Gambar 9 . Sehingga pengaruh gelombang laut dan alir an sungai mempengaruhi bentukan dari delta.

Lingkungan Pengendapan Estuarin/Lagun Estuarin merupakan lokasi pengendapan pada mulut sungai dimana terdapat pencampuran dengan airlaut. lingkungan ini juga terpengaruh oleh pasangsurut dan merupakan lokasi terendapnya sedimen klastik. Pantai juga terdapat pada sistem delta. 2003). belakang dataran penghalang dan delta. Lingkungan Pengendapan Laut Lingkungan laut mencakup semua wilayah di samudera dan di lautan. estuarin atau rawa. Keterdapatannya mencakup daerah estuarin. Gambar 10. . C. estuarin. Pengaruh gelombang ini berdampak kepada kedalaman air sampai beberapa meter mencapai tingkatan yang lebih dalam. Sedimen yang terendapkan berupa sedimen klastik lempungan ataupun pasiran yang dipengaruhi oleh pasangsurut. temperatur. dan lagun. Lingkungan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan kedalaman air laut serta tipe sedimen yang mengendap (Gore. Tubuh pantai berupa pasir yang dapat berpotongan dengan dataran utama. D. selama energi yang lebih tinggi mempengaruhi dasar laut. Lingkungan Pengenda pan Dataran Pasangsurut Dataran pasangsurut terbentuk umumnya pada garis pantai mesotidal atau mikrotidal dimana tidak terdapat gelombang yang kuat. Lingkungan Pengendapan Pantai Pantai merupakan akumulasi pasir di temp at yang sempit dan berbentuk pararel dengan garis pantai dan sebagai tambahan dataran utama. Pulau penghalang ini terbentuk oleh saluran pasangsurut. delta. variasi salinitas dan gaya pasangsurut. lingkungan laut atau bahkan lakustrin yang tidak terdapat hubungan dengan delta. Lingkungan Pengendapan Laut Arus yang terdapat di laut berasal dari pengaruh angin. densitas air. Lingkungan ini berkembang pada wilayah sepanjang pantai yang berelief rendah dan energi gelombangnya renda h dan terlindungi oleh dataran penghalang maupun terumbu. Sedangkan pulau penghalang atau barrier island hampir sama dengan dataran pantai namun terpisah dari dataran oleh lagun.B.

kedalaman air. Sekitar 65% dari permukaan bumi mencakup continental slope. Pada lingkungan laut dalam. pulau penghalang. Platform terdapat pada wilayah di paparan daratan yang terbentang di garis pantai sampai pada wilayah epikontinental laut B. lingkungan laut dalam dapat terbagi menjadi :  Continental Slope. 2005). dan dasar laut yan g dalam (Nichols. 2001). atau dekat dengan daratan. . dataran pasangsurut. Namun per kecualian untuk lingkungan kipas laut dalam yang dekat dengan kemiringan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. continental rise.  Lingkungan Laut Dangkal Karbonat Lingkungan ini dicirikan dengan pengendapan karbonat yang dipengaruhi oleh proses biokimia pada laut dangkal (<100m). Batas bawahny a terletak pada kedalaman 1500 -4000m.  Lingkungan Laut Dangkal Siliklastik Lingkungan ini dicirikan dengan adanya pengendapan detritus pada kedalaman sedang (10-200m). dan garis pinggir pantai (Satyana. endapan badai. badai dan arus laut Proses yang sama juga berpengaruh terhadap sedimen karbonat yang banyak keterdapatannya pada kondisi iklim. gelombang. Lingkungan Pengendapan Laut Dangkal Lingkungan pengendapan ini mencakup akumulasi dar i sedimen klastik yang tertransport dari daratan serta sedimentasi batuan karbonat yang berasal dari keterdapatan organisme yang hidup di laut.A.1999). dimana rata -rata sedimen terderivasi oleh arus turbidit yang dapat bergerak 10m/1000tahun dan produk arus turbidit dapat mencapai ketebalan ribuan meter. Material sedimen klastik terdistribus i dan terpisahkan pada fasies pengendapan yang berbeda oleh arus pasangsurut. Sedimen yang terendapkan termasuk bersal dari estuarin. terbentang mulai dari paparan dengan kedalaman 130m sampai permulaan dasar laut. gelombang. angin atau badai yang mendominasi gaya g erak sedimen. Sedimen laut dalam memang lebih sedikit keterdapatannya dibandingkan dengan sedimen laut dangkal. Sedimen yang terendapkan di lingkungan laut dangkal sangat beraneka ragam. dipermukaannya banyak terdapat organisme namun dibawah zona photik organismenya lebih sedikit. dan produksi organisme t ertentu (Nichols. Wilayah dengan sedimentasi kabonat dikenal dengan carbonat platform. dipengaruhi pasangsurut. palung laut dalam. Sedimen yang terendapkan pad a lingkungan ini adalah tubuh pasir yang sangat tebal. Lingkungan Pengendapan Laut Dalam Lingkungan laut dalam merupakan daerah terbesar yang menyusun permukaan bumi dengan kedalaman lebih dari 200m.

Selain itu stratigrafi penting dalam studi rekonstruksi lempeng (plate tectonics ). Kesemua hal tersebut termasuk kedalam disiplin ilmu stratigrafi. Namun penekanan dalam bab ini tidak hanya tentang proses sedimentasi dan ciri fisi k batuan sedimen yang detil. dan penjelasan tentang sejarah pergerakan kerak benua dan samudera. Seperti studi sejarah bumi. Secara garis besar bahasan sebelumnya terfokus pada berbagai aspek dalam batuan sedimen. mineral tambang dsb. struktur sedimen. karakt eristik paleontologi. tetapi juga bermaksud untuk membahas skala yang lebih besar secara vertikal dan hubungan yang menyeluruh secara lateral antara satuan -satuan dalam batuan sedimen yang dapat terangkum dalam pembahasan ciri fisik litologi. Selain itu stratigrafi terkait dengan hubungan antar perlapisan batuan. untuk kemudian dapat diinterpretasikan kedalam aspek -aspek yang lebih luas. wilayah ini mencakup bagian laut dalam yang berada di bagian distal dari continental slope. Wilayah ini mencakup 80% lingkungan lantai samudera. Bag ian terdalam dari samudera terbagi menjadi dua komponen fisiografis yakni : lantai samudera dan oceanic ridge. pergerakan bata s garis pantai (transgresi dan regresi). 1995). Pengertian mengenai prinsip dan terminologi dalam stratigrafi sangatlah penting dalam studi geologi secara keseluruhan. tekstur. succession of beds . III. tetapi pengecualian pada palung dalam dapat terbentang mencapai 10000m dan semakin kearah laut kedalamannya semakin bertambah (Boggs. Lingkungan Laut Dalam Dari Penyusun : Penekanan pada sub bab sebelumnya adalah pada proses sedimentasi. lingkungan pengendapan dan ciri fisik batuan sedimen itu sendiri. karena stratigrafi menyediakan kerangka yang sistematik dalam pembelajaran geologi khususnya studi sedimentologi. Continental Rise dan Cekungan Laut Dalam . Gambar 11. korelasi perlapisan suatu daerah bahkan perlapisan dalam cakupan yang lebih luas seperti anta r benua dan penyusunan urutan lapisan -lapisan dalam kolom geologi. hubungan antar umur serta posisi geografi dan distribusinya. dan kenampakan lainnya dalam suatu pemahaman. . pencarian minyak dan gas. Stratigrafi dapat menjadi alat bantu geologist dalam merangkum komposisi sedimen. struktur. Stratigrafi Stratigrafi merupakan ilmu yang mempelajari perlapisan atau urut -urutan batuan berdasarkan karakteristik batuan yang membedakan waktu pengendapan yang berbeda.

 Litostratigrafi Berhubungan dengan litologi atau ciri fisik dari suatu lapisan dan hubungan satuan -satuan stratigrafinya berdasarkan karakteristi k litologi. dan lingkungan dari lapisan dibawah permukaan serta sedimen di samudera. disiplin ilmu stratigrafi masih banyak membahas tentang penamaan stratigrafi itu sendiri.Sejarah Perkembangan Stratigrafi Pada tahun 1960an. yang membahas paket lapisan yang dibatasi oleh ketidakselarasan. Prinsip-prinsip yang ia kembangkan merupakan tulangpunggung dari stratigrafi sekarang ini. yang berhubungan dengan ciri fisik magnet dari suatu batuan sedimen dan batuan vulkanik yang berlapis. The Principles of Superposition (Prinsip Superposisi) Dalam suatu urutan perlapisan. Kita harus mengerti hubungan anta ra stratigrafi dengan sistem pengendapan serta hubungan antara aplikasi stratigrafi dengan prinsip sedimentologi untuk menginterpretasikan lapisan dalam konteks lempeng tektonik global. pendekatan klasik terhadap stratigrafi diperbaharui ole h Weller dengan bukunya ´ Stratigraphic Principle and Practice´. Prinsip-prinsip Dasar Stratigrafi Dalam pembelajaran stratigrafi permulaannya adalah pada prinsip-prinsip dasar yang sangat penting aplikasinya sekarang ini. konsep yang masih klasik adalah penamaan hubungan litostratigrafi.. kronostratigrafi dan biostratigrafi pada suatu wilayah. yaitu magnetostratigrafi. . yang kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu sekuen stratigrafi . Dalam subbab ini akan lebih banyak dibahas prinsip -prinsip dasar dari stratigrafi itu sendiri.  Kronostratigrafi Berhubungan dengan umur lapisan batuan dan hubungan waktunya. semua masa yang berada diatasnya adalah fluida. lapisan yang lebih muda berada diatas lapisan yang lebih tua." Steno. Pada 1970an.pada waktu suatu lapisan terbentuk (saat terjadinya pengendapan). dan seismik stratigrafi. Selain itu ada pula perkembangan dari stratigrafi yang memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran hubungan fisik stratigrafi. serta korelasinya antar satu wilayah dengan yang lainnya. 1669. umur . mak a. Sebagai dasar dari studi ini Nicolas Steno membuat empat prinsip tentang konsep dasar perlapisan dikenal sekarang dengan ³Steno¶s Law´ Empat prinsip Steno tersebut adalah : 1.  Biostratigrafi Merupakan studi tentang batuan berdasarkan kandungan fosilnya. tidak ada keterdapatan lapisan diatasnya. Kemudian masih pada 1960an. berkembang konsep urut -urutan pengendapan.. pada saat suatu lapisan yang lebih dulu terbentuk. yang merupakan studi strati grafi dan fasies pengendapan berdasarkan interpretasi data seismik. namun sekarang siswa harus mengerti prinsip dasar dari stratigrafi. ".

"Material yang membentuk suatu perlapisan terbentuk secara menerus pada permukaan bumi walaupun beberapa material yang padat langsung berhenti pada saat mengalami transportasi. tubuh tersebut pasti terbentuk setelah perlapisan tersebut terbentuk.Gambar. 1669 4. 1669. "Lapisan baik yang berposisi tegak lurus maupun miring terhadap horizon. pada awalnya pararel terhadap horizon. Dalam studi hubungan fosil antar perlapisan batuan. Dengan korelasi stratigrafi maka dapat diketahui sejarah geologiny a pula." Steno. Smith adalah insinyur yang bekerja disebuah bendungan. pernyataan umum yang menerangkan bahwa fosil suatu organisme terdapat dalam data rekaman stratigrafi dan dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui sejarah geologi yang pernah dilauinya. yang merupakan satu perlapisan. D¶Orbigny mengemukakan suatu perlapisan secara sistematis . Lateral Continuity Suatu lapisan dapat diasumsikan terendapkan secara lateral dan berkelanjutan jauh sebelum akhirnya terbentuk sekarang. Jasanya sebagai pencetus biostratigrafi membuat ia dikenal dengan sebuatan ³Bapak Stratigrafi´. maka suatu lapisan yang satu dapat dikorelasikan dengan lapisan yang lain." Steno. ia pun menyimpulkan suatu hukum yaitu ³Law of Faunal Succession´ . 1669. Principle of Initial Horizont ality Lapisan terendapkan secara horizontal dan kemudian terdeformasi menjadi beragam posisi." Steno. William Smith (1769 -1839) seorang peneliti dari Inggris. Smith mengungkapkan dengan menganalisa keterdapatan fosil dalam suatu batuan. Kolom Stratigrafi 2. Ahli Stratigrafi lain seperti D¶Orbigny dan Albert Oppel juga berperan besar dalam perkembangan ilmu stratigrafi. ia mengemukakan Teori biostratigrafi dan korelasi stratigr afi. 3. Principle of Cross Cutting Relationship Suatu hal (sesar atau tubuh intrusi) yang memotong perlapisan selalu berumur lebih muda dari batuan yang diterobosnya "Jika suatu tubuh atau diskontinuitas memotong perlapisan.

 Perlapisan. merupakan pembelajaran dan deskripsi dari karakteristik fisik dari batuan khususnya pada batuan sampel dan di singkapan (Bates dan Jackson. singkapan. Pembedaan satuan stratigrafi ini didasarkan oleh stratotipe (tipe satuan yang ditentukan). kombinasi dari beberapa kelompok. Di lapangan satuan stratigrafi yang terdiri dari hanya satu litologi saja jarang ditemukan. dapat terdiri dari batuan yang ada.  Supergrup. warna. Pengelompokan satuan stratigrafi menjadi satuan litostratigrafi yang lebih spesifik cakupannya dapat berguna untuk menelusuri dan mengkorelasikan lapisan baik pada singkapan dan di bawah permukaan. lokasi ditemukan. Tipe Satuan litostratigrafi Satuan litostratigrafi merupakan tubuh batuan sedimen. Batas antara setiap satuan yang berbeda dapat diidentifikasi secara jelas dengan adanya kontak atau dapat dideskripsikan secara arbitrer karena bersifat gradasional. merupakan karakteristik fisik seperti : tipe batuan. Kedua orang inilah yang juga mencetuskan pembuatan standar kolom stratigrafi. 1980). daerah tambang atau lubang bor. kombinasi dari beberapa formasi .Hal yang penting adalah membedakan dan memahami kontak antara litologi tersebut secara vertikal dan lateral. yang kesemuanya mengacu pada kriteria batuan.mengikuti yang lainnya yang memiliki karakteristik fosil yang sama. metasedimen atau metamorf yang dibedakan berdasarkan karakteristik litologi. Umumnya satuan-satuan tersebut terdiri dari beberapa litologi yang saling berhubungan dan berbatasan.  Kelompok/Grup. Sedangkan Oppel berjasa dalam mencetuskan konsep ³Biozone´. dan ukuran butir.  Anggota. Satuan litostratigrafi yang paling mendasar antara lain :  Formasi. Berdasarkan hal tersebut kita dapat mendefinisikan satuan litologi sebagai satuan batuan yang didasarkan dengan karakteristik fisik sedangkan litostratigrafi berkaitan dengan studi mengenai hubungan stratigrafi antara lapisan yang dapat diidentifikasi berdasarkan litologi. penggalian. Satuan litostratigrafi ini dapat dikenali berdasarkan karakteristik batuan yang dapat diteliti. Terminologi litologi digunakan oleh banyak geologist dengan dua macam cara. merupakan satuan stratigrafi yang secara litologi dapat dibedakan dengan jelas dan dengan skala yang cukup luas cakupannya untuk dipetakan di permukaan atau ditelusuri dibawah permukaan. Litostratigrafi Litostratigrafi berhubungan dengan studi dan susunan lapisan berdasa rkan karakteristik litologi. merupakan bagian dari formasi (formasi dapat terbagi menjadi be berapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut anggota).  Litologi. komposisi mineral. Formasi dapat terdiri dari satu litologi atau beberapa litologi yang berbeda. Biozone adalah satu unit skala kecil yang mengand ung semua lapisan yang diendapkan selama eksistensi/keberadaan fosil organisme tertentu. antara lain :  Litologi. merupakan bagian dari anggota (anggota dapat terbagi menjadi beberapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut perlapisan). beku. .

 Kontak Gradasional. merupakan hasil dari perubahan yang jelas dan tiba -tiba dari litologi yang berbeda. yang permukaannya dapat berupa bidang datar atau tidak beraturan (ireguler) diantara tipe batuan yang berbeda. Kontak antara tubuh yang berbatasan secara lateral dapat bergradasi. Hiatus mewakili periode waktu geologi dimana tidak terdapat sedimen atau lapisan yang terbentuk. Sementara kontak antara lapisan yang tidak menerus dengan lapisan dibawahnya pada rentang waktu tertentu. umumnya terendapkan secara pararel. baik secara subaerial maupun subakueous. Lapisan yang memiliki kontak selaras dicirikan dengan susunan pengendapan yang tidak rusak (menerus). Karena kontak yang selaras meng indikasikan tidak ada jeda pengendapan yang signifikan atau hiatus. Kontak tegas juga dapat disebabkan oleh alterasi kimia setelah pengendapan yang mengakibatkan perubahan warna dikarenakan proses oksidasi dan reduksi dari mineral yang mengandung besi.Kontak Stratigrafi Satuan-satuan litologi yang berbeda terpisahkan satu sama lainnya oleh kontak. Kontak Selaras Kontak antara lapisan yang selaras dapat berupa :  Kontak Tegas. yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan yang lebih tua. Kontak gradasional dapat terbagi lagi menjadi beberapa tipe : . yang merupakan suatu permukaan yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan batuan yang lebih tua namun disepanjang bidangnya tidak terdapat bukti dari periode non deposisi. disebut tidakselaras. kontak juga terdapat secara lateral pada satuan litostratigrafi yang saling berbatasan. Hiatus merupakan jeda atau pemotongan kontinuitas dari pengendapan pada suatu rekaman waktu geologi. pelapukan atau erosi. Permukaan yang memisahkan lapisan yang selar as ini disebut keselarasan (conformity). yang mewakili adanya hiatus. Selain terdapat secara vertikal. m elidah ( intertonguing ) . pinching atau wedging. Lapisan yang berurutan secara vertikal dapat dikata kan selaras atau tidak selaras tergantung dari kemenerusan pengendapan. Selain itu ada pula kontak secara lateral yang disebabkan oleh patahan setelah terjadinya pengendapan. Suatu ketidakselarasan meripakan permukaan yang terbentuk seba gai hasil erosi atau nondeposisi. serta perubahan ukuran butir disebabkan oleh rekristalisasi atau dolomitisasi atau perubahan yang diakibatkan sementasi oleh mineral silika atau karbonat. Ketidakselarasan menunjukkan sedikitnya kontinuitas dari pengendapan dan berkaitan dengan periode nondeposisi. Kontak ini terbentuk antara satuan batuan dari umur yang sama dan terdiri dari li tologi yang berbeda serta menunjukkan kondisi lingkungan pengendapan yang berbeda. disebut kontak gradasional jika perubahan dari satu litologi ke yang lain memiliki tanda yang kurang jelas dibanding kontak tegas. atau tidak sesuai kemenerusannya sebagai satu bagian. Umumnya terjadi pada pengendapan bidang pe rlapisan primer yang terbentuk sebagai hasil dari perubahan kondisi pengendapan lokal.

terjadi ketika satu litologi bergradasi dengan litologi lainnya secara progresif. membentuk sudut dengan batuan yang lebih muda. Nonconformity Ketidakselarasan dikenali berdasarkan keterdapatan suatu hubungan yang menyudut antara lapisan yang tidak selaras. kurang lebihnya bergradasi s ecara seragam pada ukuran butir. ireguler. Paraconformity 4. atau karakteristik fisika. Kontak Tidak Selaras Terdapat empat tipe dari kontak tidak selaras yang dapat dikenali. dan keaslian batuan dibawah permukaan ketidakselarasan. merupakan kontak gradasional yang terjadi karena bertambahnya perselingan antara beberapa litologi. Kontak Progresif. maka. 1. Angular Unconformity Merupakan suatu tipe ketidaks elarasan dimana sedimen yang lebih muda terendapkan diatas permukaan erosi dari batuan yang lebih tua dimana sebelumnya batuan tersebut mengalami pengangkatan atau perlipatan. umumnya lebih cu ram. komposisi mineral. Disconformity 3. 2. Disconformity Kenampakannya berupa suatu permukaan ketidakselarasan atas dan bawah dari bidang perlapisan yang secara umum pararel dan kontak antara lapisan yang lebih tua dan mudanya ditandai oleh perm ukaan erosional yang jelas. Angular Unconformity 2. Contohnya : Batupasir secara progresif bergradasi menjadi batulempung kearah atas atau batupasir kuarsa berubah menjadi batupasir arenit secara progresif kearah atas. Kontak Interkalatif. atau tidak lazim. 3 tipe pertama terjadi antara tubuh batuan sedimen dan tipe terakhir (nonconformity) terjadi antara batuan sedimen dan metamorf atau batuan beku. antara lain : 1. Paraconformity . 2.1. 3. keterdapatan permukaan erosional yang memisahkan lapisan. Berikut akan dibahas satu persatu tipe ketidakselarasan. batuan yang lebih tua tersebut memiliki dip yang berbeda.

4. 2. Ditentukan dari bukti paleontologi seperti keterdapatan suatu zona fauna atau perubahan fauna yang jelas tampak. Batasan tersebut tidaklah selalu terbentang secara lateral dan planar tapi dapat pula berterminasi (menunjukkan pola -pola tertentu). Kejadian-kejadian tersebut digambarkan dalam terminologi waktu dan penentuan waktu yang berjalan pada setiap material geologi. Kontak Lateral Satuan stratigrafi juga memiliki batas lateral yang jelas. Pinch Out Perubahan litologi secara lateral yang dicirikan oleh penipisan litologi tertentu secara progresif sampai akhirnya hilang dan berganti menjadi litologi lainnya. tererosi. yang telah terekspos. 2. Nonconformity Nonconformity terbentuk antara batuan sedimen dan batuan beku yang berumur lebih tua atau batuan metamorf yang masif. untuk kejadian -kejadian dalam sejarah bumi. Bukti Material Batuan. Intertonguing Pemisahan lateral dari satuan litologi pada banyak satuan -satuan stratigrafi yang tipis dan menjorok kedalam litologi lainnya secara tidak beraturan. sehingga kedua penjelasan diatas saling berhubungan. Miner al dan Fosil. karena dicirikan oleh lapisan atas dan bawah bidang ketidakselarasan yang pararel dan tidak terdapat permukaan erosional at au bukti fisik lainnya dari suatu ketidakselarasan yang jelas. antara lain : 1. yang meliputi jutaan tahun yang lampau sejak keterbentukan bumi. Namun dari pandangan keilmuan yang objektif kedua konsep tersebut tetap terpisah dan sangat penting keberadaannya. Waktu Geologi. 3. yang merupakan pembagian waktu dalam tahun atau dalam penamaan tertentu yang merepresentasikan waktu tertentu. sampai akhir nya tertimbun oleh sedimen. Gradasi Lateral Progresif Sama dengan gradasi vertikal progresif pada kontak vertikal. Waktu Geologi Alur waktu sejak terbentuknya bumi terbagi menjadi satuan -satuan geokronologi. . Macam -macam kontak lateral antara lain : 1. Paraconformity tidak dapat dengan mudah dikenali dan harus diidentifikasi berdasarkan jeda antara rekaman batuan (disebabkan periode nondeposisi atau erosi).Merupakan ketidakselarasan yang tidak tampak dengan jelas. baik secara jelas sebagai hasil dari erosi atau bergradasi oleh perubahan litologi yang berbeda. Hubungan Stratigrafi dan Waktu Geologi Terdapat dua penjelasan yang berbeda tentang stratigrafi.

antara lain : Litostratigrafi Melengkapi pembahasan tentang litostratigrafi sebelumnya. Untuk dapat merekonstruksi lingkunganpurba pada waktu lampau sangatlah penting untuk mengetahui lingkungan pengendapan yang terdapat pada waktu tersebut. Proterozoikum dan Fanerozoikum  Era Eon terbagi lagi menjadi beberapa era. Untuk membandingkan batuan yang terbentuk pada li ngkungan yang berbeda pada waktu yang sama dalam suatu urutan batuan di suatu cekungan pengendapan. dan Kenozoikum  Period Merupakan bagian dari era.  Kronostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang batas atas dan bawahnya memiliki permukaan yang isokron (memiliki kesamaan waktu). Awal Kapur. Mesozoikum. yang memiliki persamaan langsung dengan satuan waktu geologi. Hal ini memerlukan pengetahuan kronostratigrafi. Ada lima tipe dasar dari material stratigrafi yang dapat dikenali. bahwa satuan litostratigrafi dapat didefinisikan sebagai suatu tubuh batuan yang dapat dibedakan berda sarkan karakteristik litologi dan posisi stratigrafi relatif terhadap tubuh batuan lainnya. Material Satuan Stratigrafi Kontras dengan waktu geologi. berikut dari periode terpanjang sampai terpendek :  Eon Merupakan periode waktu terpanjang. Fanerozoikum terbagi menjadi Paleozoikum. Lingkungan pengendapan ditentukan melalui fasies sedimen yang ada pada waktu tertentu dan digunakan untuk merekonstruksikan paleogeografi. satuan stratigrafi didasarkan pada kesatuan materialnya. Pertengahan Kapur dan Akhir Kapur  Age Merupakan pembagian akhir yang hanya terdiri dari rentang beberapa juta tahun. Jura.  Aplikasi Kronostratigrafi Salah satu tujuan dari analisis sedimentologi dan stratigrafi suatu batuan adalah untuk melakukan rekonstruksi lingkungan pur ba. Dengan runtutan permukaan kronostratigrafi pada suatu tubuh batuan adalah mungkin untuk membuat suatu seri rekonstruksi dan untuk membentuk suatu model dari evolusi lingkunganpurba. . Satuan kronostratigrafi merupakan kesatuan fisik bukanlah konsep abstrak. contohnya Mesozoikum terbagi menjadi Triasik.Hierarki dari waktu geologi telah ditetapkan. Suatu permukaan yang isokron terbentuk pada waktu yang sama dimanapun. Satuan kronostratigrafi dibedakan dengan menentukan umur -umur dari batuan -batuan yang ada baik langsung melalui perhitungan isotop atau dengan kalibrasi informasi biostratigrafi. terbagi menjadi 3 eon : Arkeozoikum. Kapur  Epoch Pembagian selanjutnya dari periode contohny a .

Recrystalization adalah proses penyusunan kembali crystal lattice dan hubungan dalam butir melalui migrasi ion dan deformasi lattice. Batuan metamorf adalah batuan dengan tekstur dan mineral yang merefleksikan Cataclastic. ´Sekuen Stratigrafi´ merupakan pendekatan pendekatan alostratigrafi dalam membedakan material satuan stratigraf i. batuan sedimen bahkan batuan metamorf dengan derajat yang lebih rendah. Recrystalization atau Neocrystalization sebagai respon terhadap kondisi yang berbeda dari pembentukan batuan tersebut dan prosesnya diantara diagenesis dan anatexis . Proses yang serupa terjadi juga selama diagenesis. . Cataclastic yaitu proses penghancuran dan pemecahan butiran pada batuan. Neocrystalization adalah proses yang menghasilka n mineral baru yang tidak terdapat pada batuan metamorf sebelumnya.  Magnetostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang menunjukkan karakteristik magnetik yang berbeda antar tubuh batuan yang saling berbatasan pada suatu urutan stratigrafi. Batuan asal (protolith) dari batuan metamorf ini bisa berasal dari batuan beku. perubahan mineralogi atau keduanya yang terjadi pada batuan dengan limit bawahnya diagenesis dan pelapukan dan limit atasnya adalah melting (peleburan).  Dating (Relative) Dating (Absolute) Past Environments Sub-Surface Investigations Stratigraphy Radiocarbon Sedimentology Geophysical Pollen Stratigraphy Pollen Analysis Tidal Rhythmites TL/OSL Diatom Analysis Typology Palaeomagnetics Foraminifera Archaeological Coring & Boreholes BAB VII BATUAN METAMORF Pengertian Batuan Metamorf Metamorfisme adalah proses yang menyebabkan perubahan tekstur. Jadi metamorfisme sama dengan diagenesis. Proses perubahan tekstur yang tidak diiringi dengan perubahan mineralogi ada dua macam yaitu Cataclastic dan Recrystalization. Kandungan fosil digunakan untuk menentukan posisi batuan pada suatu urut -urutan perlapisan relatif terhadap batuan lainnya.Biostratigrafi Satuan biostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan dan di cirikan dengan kandungan fosilnya atau kandungan organisme.  Alostratigrafi Satuan alostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan berdasarkan posisinya relatif terhadap ketidakselarasan atau permukaan lainnya yang merefleksikan perubahan dasar selama pengendapan. tetapi hanya meliputi proses yang terdapat diluar kondisi permukaan (P dan T rendah). tanpa disertai penghancuran butiran.

ketika batuan masuk pada kondisi yang berbeda. te kanan adalah stress yang seragam pada berbagai arah . mineral dan tekstur batuan metamorf tersebut menjadi tidak stabil. Tekanan ini diakibatkan oleh tekanan fluida yang terperangkap ( PFluid. Tekanan Stress didefinisikan sebagai Gaya dibagi Luas (F/A). PH2O. deviatoric. Deviatoric Stress Merupakan stress yang tidak seragam pada arah yang berbeda yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu :  1 (stress maximum)  2 (stress intermediet)  3 (stess minimum) Deviatoric stress terbagi menjadi tiga macam yaitu : Commpression Tension Shear . PCO2) dan tekanan batuan yang berada diatasnya ( PLoad) atau tekanan Lithostatic. tetapi tidak cukup energi untuk merubah batuan tersebut menjadi batuan asalnya (protolith). Ketika batuan metamorf mencapai permukaan a kibat erosi atau proses lainnya.Agen Metamorfisme Agen metamorfisme yaitu tekanan. mineral dan teksturnya menjadi tidak stabil sehingga terjadilah perubahan pada salah satu atau keduanya sehingga terjadilah kestabilan pada kondisi yang baru. Pada umumnya. temperatur stress dan cairan kimia aktif.

Reaksi pembentukan meineral ini diperlirakan mulai pada suhu 100 0C. biasanya terjadi pada skala lokal. Berbutir halus sampai sangat kasar (> 1 mm). Metamorfisme dinamik regional terjadi pada daerah yang cukup luas seperti pada zona akresi di batas konvergen lempeng.5 mm). 4. Metamorfisme dinamik lokal terjadi pada zona sesar. Untuk batuan ultramafic atau ultrabasic dalam keadaan kering batas atasnya berkisar antara 1200 sampai 2000 0C. pecahannya berlembar. ataupun pada derah yang terkena jatuhan meteorit. Terjadi pada batuan dengan volume ribuan kilometer kubik. Metamorfisme static. Metamorfisme dinamik. 2. Metamorfisme terjadi pada volume batuan yang relative kecil (kurang dari 100 km 3) 2. Untuk batuan granitik basah batas atasnya sebesar 600 0C. Batas bawah temperatur sehingga terjadi proses metamorfisme belum begitu diketahui. Metamorfisme lokal. Metamorfisme Kontak. pada tumpukan sediment di benua. contoh batuann ya adalah Phylite  Tekstur schistose. penyerpihan. berbutir sangat halus sampai halus (< 0. Metamorfisme Regional. yaitu metamorfisme dengan ag en utamanya adalah temperatur dan terjadi karena intrusi batuan beku terhadap batuan dangkal yang l ebih dingin. kelurusan pada orientasi planar dan subplanar. Tekstur batuan metamorf Tekstur Foliasi. yaitu metamorfisme akibat tekanan lithostatik yang terjadi pada kedalaman yang besar. yaitu adanya kesejajaran orientasi mineral yang memberikan adanya pelapisan.Deviatoric stress ini mengakibatkan terbentuknya foliasi akibat penyusunan butir mineral secara parallel Temperatur Batas atas temperatur dalam proses metanorfisme tergantung dari beberapa ko ndisi diantaranya kering atau basahnya batuan dan komposisi batuan. Metamorfisme dinamotermal. merupakan metamorfisme yang paling banyak dan terjadi oleh kombinasi tekanan dan temperature. Tekstur foliasi kuat dibedakan menjadi :  Tekstur slaty.1 mm). Kontak ini disebut juga kontak au reole. Diagenesis dan pelapukan berahir dan metamorfisme dimulai ketika mineral baru yang tidak stabil di permukaan terbentuk. Berdasarkan agen metamorfismenya : 1. yaitu metamorfisme yang terjadi karena deviatorik stress. Contoh batuannya adalah schist . Contoh batuannya adalah slate  Tekstur Phylitic. butirannya sangat halus (< 0. 3. dan kenampakan kelurusan. fore arc basin dan palung. Fluida Kimia Aktif Tipe Metamorfisme Berdasarkan area atau volume : 1.

Struktur struktur geologi yang ada di muka bumi ini umumnya sesuai dengan sifat pergerakan tektonik lempeng yang ada dI daerah tersebut. Lipatan merupakan pencerminan dari suatu lengkungan yang mekanismenya disebabkan oleh dua proses. I.yaitu: I Lipatan II Kekar III Sesar I. . Berbutir halus sampai sangat kasar. memperlihatkan perlapisan akibat perbedaan mineralogi. Hill (1953). antara lain : 1.Struktur geologi sendiri dapat dibagi menjadi tiga. Tekstur Gneissose. yaitu bending (melengkung) dan buckling (melipat).1 LIPATAN DEFINISI Terdapat beberapa definisi lipa tan menurut ahli geologi struktur. Pada gejala buckling. Tekstur Batuan Metamorf BAB VIII STRUKTUR GEOLOGI Bagian 4 GEOLOGI STRUKTUR PENGERTIAN Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari geometri (struktur) pada batuan serta berbagai mekanisme (gaya-gaya) yang menyebabkan terbentuknya geometri -geometri tersebut.

Trough. Kondisi ini akan terbalik pada sinklin. daerah terendah pada suatu lipatan.1).1). titik yang merupakan kelengkung an maksimum pada suatu perlipatan. daerah sekitar Hinge Point. atau Updip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum sinklin sampai hinge antiklin). Gb 4. bidang sumbu lipatan yang membagi sudut sama besar antara sayap sayap lipatannya. Hinge Zone. Crest. 2. daerah tertinggi dari suatu lipatan biasanya selalu dijumpai pada antiklin 3. Park (1980) Lipatan adalah suatu bentuk lengkungan ( curve) dari suatu bidang lapisan batuan. Plunge. terjadi apabila gaya penyebabnya agak lurus terhadap bidang lapisan (gambar 2.1 mekanisme Buckling dan Bending I. Limb (sayap). terjadi apabila gaya penyebabnya sejajar dengan bidang lapisan (gambar 2. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa pada proses buckling terjadi perubah an pola keterikan batuan. Axial Plane. 8. Hinge Point. gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan. selalu dijumpai pada sinklin. sedangkan pada bending . melengkung ( curve). 9. dimana pada bagian puncak lipatan antiklin. 7.gaya yang bekerja sejaj ar dengan bidang perlapisan. bagian dari lipatan yang terletak Downdip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum antik lin sampai hinge sinklin). Sayap lipatan dapat berupa bidang datar ( planar ). . 3. Hob (1971) Lipatan akibat bending . sudut yang terbentuk oleh poros dengan horizontal pada bidang vertikal. sedangkan pada proses buckling . garis khayal yang menghubungkan titik -titik dari lengkungan maksimum pada tiap permu kaan lapisan dari suatu struktur lapisan. 2. 4. Axial Line. 4. Hinge Line. 6. atau bergelombang ( wave). berkembang suatu rekahan yang disebabkan akibat adanya tegasan tensional (tarikan) sedangkan pada bagian bawah bidang lapisan terjadi tegasan kompresi yang menghasilkan Shear Joint . garis yang menghubungkan Hinge Point pada suatu perlapisan yang sama. Billing (1960) Lipatan merupakan bentuk undulasi atau suatu gelombang pada batuan permukaan.2 UNSUR-UNSUR LIPATAN 1. 5.

3 b.3 a Diagram blok antiklin Gb 4.Gb 4.3 GEOMETRI Secara umum lipatan dapat dibagi menjadi dua.3 b Diagram blok sinklin Gb 4.4) Gb 4.4) 2.Antiklin.yaitu: 1.yaitu lipatan yang cekung ke bawah (gambar 4.2 unsur-unsur lipatan I.Sinklin. gambar 4.4 Antiklin dan sinklin di lapangan . gambar 4.3 a.yaitu lipatan yang cembung ke atas (gambar 4.

Hubungan antara hinge line dan axial surface (Fleuty. Arah sumbu lipatan. Arah tegasan. II. Mekanisme yang menyebabkan lipatan tersebut.1973) f. Ciri-ciri: y Biasanya bidangnya licin. y Adanya joint set berpola belah ketupat.I.1964) b. Bentuk keseluruhan (Huddlestone. Kekar Gerus (Shear Joint ). .4). kek ar terbagi atas: 1.4 KLASIFIKASI Beberapa klasifikasi lipatan antara lain: a. d.1 KEKAR DEFINISI Kekar (joint ) adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relatif sedikit sekali terjadi pergeseran. y Bidang rekahnya relatif kecil. Dari hal-hal tersebut maka kita dapat menentukan: a. II.yang meliputi: -Chevron fold -Cuspate fold -Circular fold -Eliptical fold -Box fold -Teardrop fold c. c. Joint set adalah kumpulan kekar pada satu tempat yang memiliki ciri khas yang dapat dibeakan dengan joint set lainnya. Geometri lipatan tersebut. Jenis lipatan b. y Memotong komponen batuan. yaitu kekar yang terjadi akibat tegasan yang cenderung mengelincir bidang satu sama lainnya yang berdekatan (gambar 4. Kesimetrisan lipatan e.1964) d. b.5 DESKRIPSI Beberapa hal yang dapat dideskripsikan untuk lipatan antara lain: a. Perubahan ketebalan (Van Hisse. Strike/dip perlapisan batuan (*) dan tentukan apakah lipatan tersebut telah mengalami pembalikan atau belum. c. Struktur-struktur lain yang menyertai lipatan tersebut. Bentuk lipatan.Kekar merupakan salah satu struktur yang paling umum pada batuan. c. Secara genetik.2 Klasifikasi dan Geometri. II. Fold tightness (Fleuty.1986) I. y Memotong seluruh batuan. Unsur-unsur lipatan lainnya (melalui stereonet).

Tentukan jenis kekarnya. Polanya sering tidak teratur. Dari data-data tersebut maka kita dapat menentukan: . yaitu kekar yang terbentuk dengan arah tegak lurus dari gaya yang cenderung untuk memindahkan batuan (gaya te nsion). . .5). Gb 4.Bagaimana pembentukan kekar tersebut . Karena terbuka. II.Lihat bagaimana geometri kekarnya. . yaitu merupakan campuran dari kekar gerus dan kekar tarikan dan pada umumnya rekahannya terisi oleh mineral sekunder. Kekar Tarikan ( Tensional Joint ).5 Tensional joint di lapangan 3. dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi (gambar 4.Gb 4.4 Shear joint di lapangan 2. Kekar Hibrid ( Hybrid Joint ). kalaupun teratur biasanya akan berpola kotak -kotak.Hitung strike/dip bidang kekarnya (*).Tentukan vein (mineral yang mengisi bidang kekar) jika ada.Kemungkinan adanya hubungan antara kekar dengan struktur lainnya. maka dapat terisi mineral yang kemudian disebut vein. y y y Bidang rekahnya rela tif lebih besar. . Ciri-ciri dilapangan : y Bidang kekar tidak rata. Hal ini terjadi akibat dari stress yang cenderung untuk membelah dengan cara menariknya pada arah yang berlawanan.3 DESKRIPSI Data yang harus kita tentukan jika kita menemukan kekar adalah: .

sesar yang pergerakannya searah dengan strike bidang sesar ( Pitch 00 .7 Diagram blok sesar mendatar sinistral .Suatu sesar jarang yang terdapat soliter (satu bidang). (gambar 4.Arah dan sifat tegasan yang membentuk kekar tersebut.yaitu: a. Sesar mendatar terbagi lagi atas : 1.6).. 2. III. yaitu sesar mendatar yang bl ok batuan mendekati pengamat.100). Sesar mendatar dextral. III.7). III. Strike Slip Fault .tetapi pada umumnya beru pa satu zona sesar yang didalamnya terdiri dari banyak sesar -sesar minor.6 Diagram blok sesar mendatar dekstral Gb 4. yaitu sesar mendatar yang blok batuan kirinya lebih mendekati pengamat (gambar 4. Sesar mendatar sinistral.1 SESAR DEFINISI Sesar adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran yang berarti. Sesar ini disebut juga sebagai sesar mendatar. kanannya lebih Gb 4.2 KLASIFIKASI Berdasarkan arah pergeserannya sesar dapat dibagi menjadi tiga.

Dip Slip Fault . yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wall nya relatif kebawah terhadap footwall (gambar 4. b. c.b.900. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat. sesar yang pergerakannya tegak lurus dengan strike bidang sesar dan berada pada dip bidang sesar.8). Strike-dip slip fault terbagi lagi atas kombinasi -kombinasi strike slip fault dan dip slip fault . (Pitch 10 0 . Sesar Normal. Sesar Naik Sinistral . yaitu sesar yang pergerakannya relatif diagonal terhadap strike dan dip bidang sesar. Strike-Dip Slip Fault atau (Oblique Fault) . Dip Slip Fault terbagi lagi atas : 1.9 Diagram blok sesar naik c. yaitu: a. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat .800).9). Sesar Naik. Sesar Normal Sinistral . Sesar Normal Dextral . Gb 4. Gb 4.Sesar jenis ini dicirikan oleh nilai pitch sekitar 80 0 . yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap footwall (gambar 4.8 Diagram blok sesar normal 2. .

12. Pergeseran batuan yang terjadi pada batuan akan membentuk bidang sesar (slicken side) yang didalamnya terdapat slicken line . 11. Proses penggerusan pada skala besar yang diakibatkan oleh sesa r akan menyebabkan perubahan orientasi dan kemiringan batuan yang disebut sebagai zona hancuran. Keberadaaan kekar. Sesar-sesar yang dalam dapat mengakibatkan magma memanaskan aquifer air. Batuan sesar ( fault rock ).dan gawir. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wall nya relatif keatas terhadap dan Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat. 5. Suatu sesar dapat membentuk rekahan -rekahan lain yang lebih kecil (kekar) Keberadaan lipatan seret ( Dragfold ). Adanya tatanan stratigrafi yang tidak teratur. 10. 13.punggungan. Yaitu lipatan yang diakibatka n penggerusan pada batuan. Contohnya:Breksi sesar dan milonit. Suatu sesar akan mengakibatkan terbentuknya pola -pola kelurusan.dan pemetaan geologi BAB X GEOMORFOLOGI Pengertian Geomorfologi dan Sejarahnya Proses Geomorfologi Lembah. Terjadi pada air yang mengalir pada sesar dip slip.d. III. 3. Sesar akan mengakibatkan penghilangan atau perulangan urut -urutan batuan.peta. Adanya pola-pola kelurusan. 4. Catatan: (*) Dapat dilihat pada bahasan mengenai lapangan. Sesar Naik Dextral. Erosi paa gawir umumya akan membentuk triangular facet.seperti kelurusan sungai. Keberadaan air terjun. 6. Keberadaan mata air panas. 7. Intrusi batuan beku Sesar akan membentuk zona lemah yang kemudian dapat diterobos oleh intrusi. 2. Keberadaan zona hancuran. Sungai Dan Pola Pengaliran BAB XI PALEONTOLOGI Pengertian Paleontologi Pengertian Fosil Pembentukan Fosil Pembagian Fosil Kegunaan Fosil BAB XII PERALATAN LAPANGAN DAN PENGGUNAANNYA BAB XIII PEMETAAN GEOLOGI . Keberadaan bidang gores garis ( Slicken Side ) dan Slicken Line. Triangular Fac et.3 INDIKASI SESAR 1.