BAB I GEOLOGI 1.

1 Pengertian Geologi Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya bumi dan Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Secara umum Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, te rmasuk Komposisi, keterbentukan, dan sejarahnya. Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi, pembentukan,dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. Dengan kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari da lam geologi. 1.2 Ruang Lingkup Geologi Secara keseluruhan bumi ini terdiri dari beberapa lapisan yaitu : 1. Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi Bumi 2. Hidrosfer, yaitu lapisan air yang berada di permukaan Bumi 3. Biosfer, yaitu Lapisan tempat makhluk hid up 4. Lithosfer, yaitu lapisan batuan penyusun Bumi Ruang lingkup pembelajaran geologi yaitu lithosfer yang merupakan lapisan batuan penyusun bumi dari permukaan sampai inti bumi. Geologi juga mempe lajari benda-benda luar angkasa, dan bukan tak mugkin suatu s aat nanti kita dapat mengetahui keadaan geologi bulan misalnya. Cabang-cabang ilmu geologi Kajian geologi memiliki ruang lingkup yang luas, di dalamnya terdapat kajian -kajian yang kemudian berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri walaupun sebenarnya i lmu-ilmu tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling menunjang satu sama lain. ilmu -ilmu tersebut yaitu : 1. Mineralogi, yaitu ilmu yang mempelajari mineral, berupa pendeskripsian mineral yang meliputi warna, kilap, goresan, belahan, pecahan dan sifat lainnya. 2. Petrologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan, didalamnya termasuk deskripsi,klasifikasi dan originnya. 3. Sedimentologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan sediment, meliputi deskripsi, klasifikasi dan proses pembentukan batuan sediment. 4. Stratigrafi, yaitu ilmu tentang urut -urutan perlapisan batuan, pemeriannya dan proses pembentukannya. 5. Geologi Struktur, adalah ilmu yang mempelajari arsitektur kerak bumi dan proses pembentukannya. 6. Palentologi, yaitu ilmu yang mempelajari aspek kehidupan masa lalu yang berup a fosil. Paleontology berguna untuk penentuan umur dan geologi sejarah. 7. Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk bentang alam dan proses0proses pembentukan bentang alam tersebut. Ilmu ini berguna dalam menentukan struktur geologi dan batuan penyusun suatu daerah. 8. Geologi Terapan, merupakan ilmu -ilmu yang dikembangkan dari geologi yang digunakan untuk kepentingan umat manusia, diantaranya Geologi Migas, Geologi Batubara,Geohidrologi, Geologi Teknik, Geofisila, Geothermal dan sebagainya. Konsep Dalam Geologi Ada dua konsep dalam geologi yaitu teori Katastropisme dan teori Uniformitarisme

Teori Katastropisme Teori Katastropisme ini dikemukakan oleh Cuvier yang berekabangsaan Prancis pada tahun 1830. Teori malapetaka menjelaskan bentukan bumi yang sekar ang ini seperti pegunungan dan lembah merupakan hasil dari malapetaka -malapetaka yang sebelumnya terjadi. Teori ini juga menjelaskan bahwa musnahnya salah satu individu mahluk hidup disebabkan oleh malapetaka tersebut yang kemudian diikuti oleh kemunculan mahluk baru yang berbeda dengan mahluk hidup sebelumnya. Teori Uniformitarisma Teori ini dikemukakan oleh James Hutton yaitu ³ The Present Is The Key To The Past´. Teori ini menjelaskan bahwa proses -proses yang kita lihat sekarang terjadi juga pada masa lampau, seperti erosi perbukitan, pengangkutan material sediment di sungai, letusan gunung api, gempa bumi dan sebagainya. Hal ini membawa kita pada pemahaman bahwa pembentukan pegunungan, pembentukan lembah yang dalam, pembentukan lapisan -lapisan sediment tidak terjadi dalam waktu yang singkat tetapi melalui waktu yang cukup panjang bahkan sampai jutaan tahun.
BAB II STRUKTUR BUMI 2.1 Kedudukan Bumi dalam jagat Raya Sampai saat ini bumi merupakan satu -satunya planet yang dapat mendukung kelangsungan hid up seluruh makhluk, diantara planet -planet anggota tata -surya lainnya. Oleh karenanya pengetahuan mengenai bumi dianggap sangat vital guna kel angsungan hidup penghuninya termasuk manusia. Bumi merupakan anggota tata -surya bersama 8 planet lainnya yang sama sama mengelilingi matahari dengan waktu tempuh yang berbeda -beda sesuai dengan jari -jari lintasannya. Bumi berjarak rata-rata 150 juta km terhadap Matahari dan mengelilingi Matahari selama 365 hari, yang dijadikan dasar system kalender. Anggota tata-surya secara lengkap secara berturut turut yaitu: Matahari sebagai pusat, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Tata-surya merupakan bagian dari suatu galaksi yang dinamakan galaksi bima sakti ( Milky Way). Diameter galaksi bima sakti sekitar 80.000 -100.000 tahun cahaya. Di jagat raya ini masih banyak galaksi yang belum didiketahui yang jaraknya kemungkinan bisa jutaan tahun cahaya. Dari data -data ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ruang lingkup ilmu kita masih sangat keci l bila dibandingkan dengan luasnya jagat raya. Ini juga merupakan bukti bahwa Alloh Maha Besar, Maha Mengetahui atas segalanya dan kita tidak sepatutnya sombong dengan pengetahuan kita yang sangat sedikit ini. 2.2. Struktur dan Komposisi Bumi Berdasarkan kecepatan gelombang seismic struktur internal bumi dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama, yaitu inti ( core), mantel ( mantle ) dan kerak ( crust).

Gambar 2.1. Kecepatan Gelombang Seismik Pada Setiap Lapisan Bumi

Gambar 2.2 Struktur Bumi Inti bumi (core) Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900 -6371 km. Terbagi menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang memiliki kedalaman 2900 -5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang berkedalaman 51 00-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman Discontinuity . Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel. Mantel bumi (mantle) Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti dan mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity . Mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu mantel atas yang

bersifat plastis sampai semipl astis memiliki kedalaman sampai 400 km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km. Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas ba gian bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer. Kerak bumi (crust) Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-80 km. kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity . Kerak bumi domi nan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu : Kerak samudra, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5 -15 km (Condie, 1982)dengan be rat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.

Gambar 2.3 Penampang vertikal Kerak Samudra

Kerak benua, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si d an Al, oleh karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30 -80 km (Condie !982) rata -rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. kerak benua biasanya disebut sebagai lapisan granit is karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang b erkomposisi granit. Disamping perbedaan ketebalan dan berat jenis , umur kerak benua biasanya lebih tua dari kerak samudra. Batuan kerak benua yang diketahui sekitar 200 juta tahun atau Jura. Umur ini sangat muda bila dibandingkan dengan kerak benua yang t ertua yaitu sekitar 3800 juta tahun. Penyebab perbedaan umur ini akan dibahas pada bab selanjutnya.

4.2.Gambar 2. 1963) Transform fault (Wilson. hal ini membuktikan bahwa lapisan ini merupakan lapisan yang cair liat. Tharp. akan te tapi pada kedalaman sekitar 70-80 km terjadi penurunan kecepatan gelombang seismic ( low velocity zone ). 6.Plate Tectonic Theory (late 1967-early 1970) 3. Litosfer tersebut mengapung diatas lapisan astenosfer dan terpotong potong menjadi beberapa keratan yang disebut lempeng ( plates). 1912) Convection current of mantle (Holmes. 2. 5. Continental drift (Wegener. 1968) Global mountain belts (Dewey and Bird. Lempeng (Plates) Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bagian terluar dari lapisan bumi adalah ke rak bumi yang terbagi menjadi kerak samudra dan kerak benua. Dalam kejadian -kejadian geologi waktu yang diperlukan cukup panjang yaitu dengan satuan juta tahun. 9. waktu ini disusun dalam skala waktu geologi . Hess. pembentukan batuan dan kejadian geologi lainnya. 7. 1959 -1965) Sea-floor spreading (Dietz. 8. Lempeng lempeng tersebut bergerak satu sama lain dengan kecepatan yang berbeda -beda dan terjadi interaksi yang menyebabkan terjadinya kejadian-kejadian geologi seperti pembentukan gunung api. 3. Misalkan kecepatan lempeng 5cm/t ahun dan waktunya 50 juta tahun maka lempeng tersebut akan bergerak sejauh 2500 km. pembentukan struktur geologi. . 1931) Sea-floor mapping ( Heezen. 1970) New Global Tectonic . sedangkan lapisan cair liat dibawahnya disebut sebagai astenosfer. 1965) Global seismic zones (Lynn and Sykes. Sejarah Teori Tektonik Lempeng 1. 1961-1962) Symmetric magnetic stripping across mid -oceanic ridge (Vine and Matthews. Walaupun kecepatan rata-rata lempeng tersebut hanya sekitar 7cm/tahun dan kita tidak bisa merasakannya. Lapisan mantel atas bagian atas merupakan bagian yang padat.4 Kelimpahan berbagai unsur di kerak bumi BAB III TEORI TEKTONIK LEMPENG 3. Kerak bumi beserta mantel atas bagian atas yang padat menjadi satu kesatuan yang disebut litosfer. Dibawah kerak terdapat lapisan yang disebut mantel. Ewing.1. gempa bumi. tetapi dengan waktu berjuta-juta tahun akan menyebabkan kejadian yang berarti seperti kejadian geologi yang disebutkan sebelumnya. zona pemisah antara kerak dengan mantel disebut Mohorovivic discontinuity .

lempeng Amerika Utara.1 Skala waktu geologi Contoh lempeng-lempeng yang besar diantaranya. lempeng Eurasia. lempeng Pasifik. lempeng Amerika Selatan.2 Lempeng-lempeng di Bumi .Gambar 3. Lempeng Indo Australi a dan Lempeng Afrika. Gambar 3.

Gaya yang timbul pada interaksi ini yaitu gaya kompresional. Gambar 3.Batas lempeng Sudah disebutkan ba hwa antara satu lempeng dengan lempeng lainnya yang berdampingan akan terjadi interaksi pada batas lempengnya .3 Batas Divergen Batas Konvergen Batas Konvergen yaitu batas dimana du a buah lempeng saling m endekat. Hal ini terjadi karena berat jenis dari lempeng samudra lebih berat dari lempeng benua sehingga lempeng benua seperti menunggang atau mengapung. Contoh interaksi ini yaitu bagian Barat Sumatera dan Selatan Jawa. jenis interaksi yang terjadi yaitu : Batas Divergen Batas Divergen adalah batas dimana dua buah lempeng atau lebih saling menjauh. Selain itu akan terjadi berbagai macam struktur geologi seperti sesar dan lipatan yang diakibatkan gaya kompresional dari interaksi tersebut. yang diakibatkan peleburan kerak samudra yang menunjam sehingga memicu pembentukan magma yang kemudian nai k dan membentuk gunung api. Hal ini mengakibatkan lempeng saling menjauh dan mengakibatkan naiknya magma dari astenosfer dan terjadilah pembentukan kerak baru dalam hal ini kerak samudra. y . Contoh batas divergen yaitu Mid Atlantic Ridge. Hal inilah yang menyebabkan batuan di kerak benua umurnya lebih tua dari umur batuan di kerak samudra. hal ini mengakibatkan terjadinya subduksi atau kolisi. Jika kejadian ini berlangsung tanpa adany a penunjaman kembali lempeng di sisi yang lain maka dapat dibayangkan bumi ini akan terus membesar. Akibat kejadian ini akan terjadi kejadian kejadian geologi seperti pembentukan jalur gunung api pada kerak yang menunggangi dalam hal ini kerak benua. Subduksi Bila lempeng samudra dengan lempeng benua terjadi interaksi jenis ini maka lempeng samudra akan menunjam kebawah lempeng b enua. gaya yang bekerja pada batas ini adalah gaya tarikan (tensional).

Gambar 3. Contoh yang paling nyata yaitu pegunungan himalaya yang diakibatkan interaksi antara lempeng Eurasia dengan India. hal ini mengakibatkan pembentukan pegunungan lipatan yang biasanya sangat tinggi.4 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Benua Bila lempeng samudra dengan lempeng samudra terjadi interaksi konvergen maka salah satu lempeng akan menunjam. y Gambar 3.5 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Samudra Kolisi Apabila lempeng benua bertemu dengan lempeng benua maka lempeng tersebut tidak ada yang tertunjam karena keduanya sama -sama ringan. Contoh interaksi ini yaitu kepulauan Jepang Gambar 3.6 Batas Konvergen Lempeng benua dengan lempeng benua . Hal ini akan mengakibatkan pembentukan jalur kepulauan gunungapi (island arc ) pada lempeng yang menunggangi.

Mineral adalah zat padat anorganik yang mempunyai komposisi kimia tertentu dengan susunan atom yang teratur.1 Pengertian Batuan Batuan adalah agregat padat dari mineral. . 1986). dan dibentuk oleh alam (Warsito Kusumoyudo. dan kombinasi semua komponen tersebut . biasanya batas ini terjadi karena batas konvergen yang tidak lurus. gelas. Gambar 3. Kristal adalah zat padat yang mempunyai bentuk bangu n yang beraturan yang terdiri dari atam -atom dengan susunan yang teratur. material organik yang terubah. yang terjadi tidak dengan perantara manusia dan tidak berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.7 Batas-batas Lempeng BAB IV BATUAN 4.7 Pembentukan Himalaya Sesar Transform Yaitu batas antara lempeng yang saling berpapasan. atau kumpulan yang terbentuk secara alami yang tersusun oleh butiran mineral.Gambar 3.

perak. contohnya korondum 4. contohnya Halite 5. Kilap. Nitrat. tembaga dan intan 2. Feldspar. mineral dan fosil. Batuan sediment terbentuk dibawah kondisi permukaan dan terdiri dari kumpulan (1) presipitasi kimia dan biokimia. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari kristalis asi (pembekuan) magma.Berzelius mengklasifikasikan mineral menjadi 8 golongan. contohnya Galena. sediment atau metamorf yang berubah secara mineralogy. Belahan. Kekerasan Tabel Kekerasan Mineral Kekerasan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mineral Talk Gipsum Kalsit Fluorit Apatit Ortoklas Kuarsa Topas Korondum Intan 4. (3) kombinasi material-material tersebut. Arenat dan Vanadat. contohnya kuarsa. Borat. . contohnya emas. Sulfat. Batuan metamorf adalah batuan yang asalnya adalah batuan beku. pirit 3. sedimen. contohnya Apatit 8. contohnya Kalsit 6.2 Pembagian Batuan Berdasarkan pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku. tekanan. (2) fragmen atau butiran batuan. Sifat-sifat mineral diantaranya: Warna. Lodat. Mineral memiliki sifat-sifat khusus yang dapat kita jadikan sebagai penciri mineral tertentu. Khromat. dan Tungstat. Halida. Elemen native. P iroksen. yaitu: 1. Goresan. tekstur atau keduanya tanpa mengalami peleburan yang diakibatkan oleh panas. Ketiga Jenis batuan ini memiliki hubungan genesis satu sama lain berupa siklus yang disebut sebagai siklus batuan. Fosfat. atau cairan kimia aktif. Molibdenat. dan metamorf. Karbonat. Pecahan. Oksida dan Hidroksida. Silikat. contohnya Barit 7. Sulfida. Panas dan tekanan disini berbeda dengan kondisi di permukaan.

BAB V BATUAN BEKU 5. Temperatur magma turun hingga mencapai titik jenuhnya. dan beberapa tempat y ang relative kecil didalam mantel atas dan kerak. Magma yang ter bentuk pada mantel atas naik ke level yang lebih tinggi didalam kerak dan mengalami kristalisasi. . Di daratan. mengandung oksida. 5. Batuan sediment terbentuk di permukaan atau dekat permukaan. Umumnya unsur-unsur yang sukar larut akan mengkristal terlebih dulu seperti apatit. T emperatur magma berkisar antara 600 0 C ( magma asam) sampai 1250 0 C (magma basa). ini dikarenakan batuan di inti dalam. kecuali pada inti luar. Chlorine (Cl). didominasi oleh batuan beku dan metamorf. Kebanyakan dari material yang padat merupakan batuan metamorf. Batuan beku yang terbentuk di permukaan disebut batuan volkanik (ekstrusif) dan yang terbentu di jauh di bawah permukaan bumu disebut batuan plutonik (intrusif). Perbedaan tempat pembentukan in i pada ahirnya akan digunakan dalam klasifikasi dan mempengaruhi sifat -sifat batuan yang terbentuk. Sisanya sekitar 34 % adalah batuan kristalin yang berupa batuan beku dan metamorf. 1975). Di bawah samudra kebanyakan ditutupi oleh material sediment atau batuan sediment yang tipis. Pembekuan ini dapat berlangsung di permukaan atau jauh di bawah permukaan.1 Siklus Batuan 4. Dibawah tutupan sediment. Sulfur (S).1 Pengertian Batuan Beku Batuan beku (Igneous Rock ) adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi atau pembekuan dari magma. maka magma akan mulai mengkristal.3 Penyebaran Batuan di Bumi Bumi adalah tubuh padat. batuan sediment menutupi sekitar 66 % dari total batuan yang tersingkap (Blatt dan Jones. mantel dan kerak telah terubah dikarenakan tekanan dan temperature yang tinggi. yang cair.Gambar 4. Volatile ini terutama terdiri dari CO 2.2 Magma dan Deret Bowen Magma adalah cairan silikat yang sangat panas. sulfide serta volatile. Fluorine (F) dan Boron (B) yang dikeluarkan ketika magma membeku. dimana kedua jenis magma ini merupakan induk batuan beku.

amfibol. yaitu suatu proses yang menyebabkan magma yang asalnya relatif homogen terpecah -pecah menjadi beberapa bagian atau fraksi dengan komposisi yang berbeda-beda. chromit . yang mula -mula mengkristal dan selanjutnya yaitu olivin. piroksen. dengan demikian magma akan mengalami perubahan . hal ini akan menyebabkan terjadiny a interaksi antara magma dan batuan samping. sedangkan cairan yang belum membeku akan terus naik dan akhirnya keseluruhan cairan magma itu membeku. 2. terjadi reaksi dengan batuan samping dan pelarutan batuan samping. dan selanjutnya seperti yang dikemukakan oleh Bowen (1922). yaitu : 1. Ketika magma naik menuju ke permukaan. Tahap Pneumatolitik . Hal ini disebabkan oleh migrasi ion atau molekul dalam larutan magma karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Interaksi yang terjadi yaitu meleburnya batuan samping. Bowen menggambarkannya berupa chart yang disebut Deret Bowen ( Bowen¶s Series) Gambar 5. titanit. Tahap Orthomagmatik. yaitu pembekuan magama berkisar antara 100 0C ± 4000C. Berupa larutan sisa yang kaya akan gas dan larutan/cairan.1 Deret Bowen Urutan pembekuan magma berdasarkan temperaturnya dapat dibedakan menjadi beberapa tahap pembekuan yaitu : 1. Tahap Hydrothermal. Dalam perjalanannya magma mengalami perubahan yang terdiri dari tiga proses utama. yaitu pembekuan magma yang pertama kali dengan temperatur > 8000C 2. Sementara mineral yang mudah larut mengkristal kemudian dan terjebak di sekitar kristal yang terbentuk terlebih dahulu. rutile. magnetit. Assimilasi. Ketika magma mengalami penurunan tekanan dan temperatur. Differensiasi magma. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 600 0C ± 8000C 3.zircon. magma tersebut tentunya melewati batuan samping. Mineral utama pembentuk batuan juga mengalami hal yang serupa. Tahap Pegmatitik. ilmenit. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 400 0C ± 600 0C serta kaya akan gas 4. maka mineral yang memiliki titik lebur yang tinggi m ulai mengkristal.

yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil. yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat sera gam. Gambar 5.2 Struktur Batuan Beku Vesikular . Pencampuran magma. hal ini tentunya akan merubah komposisi mag ma. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan. Hal ini pada nantinya akan menyebabkan perbedaan pada tekstur masing masing batuan tersebut. yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal -gumpal.3 Struktur batuan beku Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi bat uan beku extrusive dan intrusive. kuarsa atau zeolit. dan jauh dekatnya jarak yang ditempuh oleh magma. 5. 3. Dalam perjalanannya magma dapat bertemu dengan magma dengan komposisi yang berbeda.  Sheeting joint. Struktur batuan beku ekstrusif Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi.  Amigdaloidal. 1. Tingkat perubahan komposisi pa da magma tergantung pada jenis magma. yaitu struktur vesikular yang kemudia n terisi oleh mineral lain seperti kalsit. yaitu struktur yang memperlihatkan lubang -lubang pada batuan beku. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air.  Pillow lava. Kenampakan dari batuan beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan.komposisi.  Vesikular. yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan. Kenampakan inilah yang diseb ut sebagai struktur batuan beku.  Columnar joint. Struktur ini diantaranya:  Masif. Ba tuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagi struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut. jenis batuan samping.  Struktur aliran. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran.

sedangkan bagian dasarnya tetap datar.3 Struktur Lava Bantal Gambar 5. Struktur Batuan Beku Intrusi f Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dibawah permukaan bumi. Diameter laccolih berkisar dari 2 sampai 4 mil dengan kedalaman ribuan meter. Konkordan Tubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan disekitarnya. dimana perlapisan batuan yang asalnya datar menjadi melengkung akibat penerobosan tubuh batuan ini. yaitu bentuk tubuh batuan yang cembung ke bawah. jenis jenis dari tubuh batuan ini yaitu : 1) Sill. Lopolith memiliki diameter yang lebih besar dari laccolith.Gambar 5. yaitu puluhan sampai ratusan kilometer dengan kedalaman ribuan meter. tubuh batuan beku yang berbentuk kubah (dome). tubuh batuan yang berupa lembaran da n sejajar dengan perlapisan batuan disekitarnya. bentuk tubuh batuan yang merupakan kebalikan dari laccolith.3 Struktur Sheeting Joint pada lava 2. . Gambar 5. berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan. 2) Laccolith.3 Laccolith 3) Lopolith.

Jenis-jenis tubuh batuan ini yaitu: 1) Dike. 3) Stock. perubahan tekanan dan perubahan dalam komposisi.Gambar 5.4 Lopolith 4) Paccolith. Keteba lannya dari beberapa sentimeter sampai puluhan kilometer dengan panjang ratusan meter. Ketebalan paccolith berkisar antara ratusan sam pai ribuan kilometer. yaitu tubuh batuan yang mirip dengan B atolith tetapi ukurannya lebih kecil yaitu< 100 km2 Gambar 5.4 Tekstur Batuan Beku Magma merupakan larutan yang kompleks. Perbedaan kombinasi hal -hal tersebut pada saat pembekuan magma mengakibatkan terbentuknya batuan yang memilki tekstur yang berbeda. Diskordan Tubuh batuan beku in trusif yang memotong perlapisan batuan disekitarnya. yaitu tubuh batuan yang memiliki ukuran yang sangat besar yaitu > 100 km 2 dan membeku pada kedalaman yang besar . tubuh batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk sebelumnya. Karena terjadi penurunan temperatur. laruta n magma ini mengalami kristalisasi.5 Berbagai bentu tubuh batuan beku 5. yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan disekitarnya dan memiliki bentuk tabular atau memanjang. 2) Batolith. .

. yaitu batuan beku yang hampir seluruhmya tersusun oleh mineral -mineral yang berukuran kasar. yaitu batuan beku yang tersusun oleh mi neral berukuran kasar ( fenokris) dan mineral berukuran halus (masa dasar) Aphanitic. Tingkat kristalisasi Holokristalin. Gambar 5. mineral-mineral penyusun batuan beku tidak sempat membentuk sistem kristal tertentu. yaitu sebagian besar kristalnya berbentuk euhedral dan subhedral. yaitu sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal atau bentuk kristal euhedral (sempurna ) Hypidiomorf (Hypautomorf). Bentuk kristal Ketika pembekuan magma. yaitu bentuk kristal yang tidak sempurna. yaitu bentuk kristal yang kurang sempurna Anhedral. 3. Berdasarkan kombinasi bentuk kristalnya Panoidiomorf (Automorf).Ketika batuan beku membeku pada keadaan temperatur dan tekanan yang tinggi di bawah permukaan dengan waktu pembekuan cukup lama maka mineral-mineral penyusunya memiliki waktu untuk membentuk sistem kristal tertentu dengan ukuran mineral yang relatif besar. 4. dan mineral yang terbentuk biasanya berukuran relatif kecil. Bentuk mineral yang terlihat melalui pengamatan mikroskop yaitu: Euhedral. Sedangkan pada kondisi pembekuan dengan temperatur dan tekanan permukaan yang rendah . yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh kristal Hipokristalin. mineral -mineral yang terbentuk pertama kali biasan ya berbentuk sempurna sedangkan yang terbentuk terakhir biasanya mengisi ruang yang ada sehingga bentuknya tidak sempurna.6 Gelas (obsidian) Berdasarkan hal di atas tekstur batuan beku dapat dibedakan berdasarkan : 1. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh mineral berukuran halus. yaitu bentuk kristal yang sempurna Subhedral. sehingga terbentuklah gelas (obsidian) yang tidak memiliki sistem kristal. yaitu batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas Holohyalin. Ukuran butir Phaneritic. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh gelas 2. Porphyritic.

yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi. Batuan beku Hypabisal. kimia. Klasifikasi batuan b eku berdasarkan warnanya yaitu: Leucocratic rock. amphibol dan biotit.5 Klasifikasi Batuan Beku Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya. dan mineraloginya. 3. Batuan beku asam (acid). dan mineral felsic (terang) seperti Feldspar. kandungan mineral mafic 30% . kandungan SiO 2 65% . Berdasarkan kandungan kimian ya yaitu kandungan SiO 2nya batuan beku diklasifikasikan menjadi empat yaitu: 1.60% Melanocratic rock. Berdasarkan keseragaman antar butirnya Equigranular. kandungan SiO2 > 65%. kandungan mineral mafic < 30% Mesocratic rock. Ryolit. Contohnya Diorit. mineral pembentuk batuan beku ada dua yaitu mineral mafic (gelap) seperti olivin. muskovit. 4. contohnya Granit.52%. kandungan mineral mafic > 90% 1. piroksen. warna. yaitu batuan beku yang terbentuk di pe rmukaan bumi Berdasarkan warnanya. Gambar 5.Allotriomorf (Xenomorf). Berdasarkan tempat terbent uknya batuan beku dibedakan atas : 1. Batuan beku menengah (intermediat).90% Hypermalanic rock. sebagian bear penyusunnya merupakan kristal yang berbentuk anhedral. yaitu ukuran butir penyusun batuannya tidak sama 5. yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumu 3. 2. 2. Batuan beku vulkanik. tekstur. Andesit .6 Granit 2. kandungan mineral mafic 60% . 5. yaitu ukuran butir penyusun batuannya hampir sama Inequigranular. Batuan beku Plutonik. kuarsa dan feldspatoid.

7 Andesit 3. contohnya Gabbro. Basalt Gambar 5.45%. Gambar 5. Batuan beku ultra basa (ultra basic).Gambar 5.8 Gabbro 4. kandunga n SiO2 < 45%. dunit. Batuan beku basa (basic). kandungan SiO 2 52% .9 Piroksenit . piroksenit. contohnya peridotit .

. dan Quarsa.10 berbagai jenis batuan berdasarkan tekstur dan mineraloginya Mineralogi dan tekstur biasanya menjadi suatu dasar yang tidak terpisahkan dalam pengklasifikasian batuan beku. Berdasarkan mineraloginya (Streickeisen) batuan beku terbagi menjadi 2 yaitu : Kelas A dengan mineral mafic <90% Kelas B dengan mineral mafic >90% Penamaan nama batuan pada kelas A dengan kandungan mineral mafic < 90 % didasarkan pada persentase tiga mineral yaitu Plagioklas. K -Feldspar.Gambar 5. Batuan yang mengandung Feldspatoid tidak akan mengandung kuarsa sehingga klasifikasinya menggunakan segitiga yang bawah.

Diorite/ Qtz.Q Quartzolite 90 90 Quartz-rich Granitoid 60 60 ani te lit e na To ar G r Alkali Fs. Gabbro 5 Diorite/Gabbro/ Syenite (Foid)-bearing Syenite 10 (Foid -bearing Alkali Fs. Quartz Syenite Alkali Fs.11 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur phaneritic (Fo id Ga bb ro       A   Monzonite (Foid -bearing Monzonite Monzodiorite (Foid)-bearing Monzodiorite 90 Anorthosite P   id (Fo Sy it e en . Syenite 10 (Foid -bearing Diorite/Gabbro (Foid Monzosyenite (Foid Monzodiorite 60   60 (Foid olites F Keterangan : A (K-Feldspar P (Plagioklas Q (Kuarsa F (Feldspatoid Gambar 5. Syenite 5 Alka li F e ld sp Granite Granodiorite 20 20 Quartz Syenite 10 Quartz Monzonite 35 Quartz Monzodiorite 65 Qtz.

6 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur Aphanitic .Q 60 60 Rhyolite Dacite 20 20 Trachyte Latite 35 Andesite/Basalt 65 A 10 (foid)-bearing Trachyte (foid)-bearing Latite (foid)-bearing Andesite/Basalt P 10 Phonolite Tephrite 60 60 (Foid)ites F Keterangan : A (K -Feldspar) P (Plagioklas) Q (Kuarsa) F (Feldspatoid) Gambar 5.

asal. Dengan melihat aspek tersebut dapat dipelajari banyak hal seperti keadaan iklim pada masa lalu. BAB VI BATUAN SEDIMEN 6. batuan harus disayat tipis dan kemudian dilakukan deskripsi melalui mikroskop. sejarah sistem daratan pada masa lampau. lingkungan laut dan ekosistem. maupun strukturnya.7 Klasifikasi batuan beku kelas B Untuk klasifikasi berdasarkan mineralogi. Namun batuan sedimen berbeda dengan yang lain. tekstur. Pembelajaran mengenai proses dan produk sedimentasi dapat memudahkan kita untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan suatu b atuan sedimen. Rekaman dari proses keterbentukan batuan sedimen ini dapat memudahkan dalam interpretasi batuan untuk menentukan lingkungan terbentuknya.sedimen. dengan mineral mafic >90% Gambar 5. lokasi dan komposisi sistem pegunungan yang telah lama lenyap. Batuan Sedimen sedimen sendiri menutupi kurang lebih ¾ bagian permukaan bumi.Klasifikasi Batuan beku kelas B. . Kapasitas volume dan pen yebarannya yang banyak di permukaan menyebabkan geologist tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang batuan sedimen. Lingkungan pengendapan : tempat dimana material sedimen terakumulasi sehingga membentuk batuan sedimen dan lebih jauh lagi menjadi bagian dari suatu lapisan. Contoh : Cekungan Sedimen yang terbentuk karena pengaruh proses tektonik.1 Pendahuluan Sedimentologi merupakan ilmu yang mempelajari klasifikasi. dan interpretasi sedimen dan batuan sedimen serta proses terbentuknya suatu formasi atau lapisan batuan berdasarkan mekanisme sedimentasi yang meliputi pelapukan. dan metamorf) dapat memberi petunjuk untuk menginterpretasi sejarah bumi. ia dapat member ibanyak informasi yang kita perlukan seperti dari aspek kandungan fosilnya. walaupun semua batuan (beku. transporta si dan pengendapan suatu material yang kemudian terakumulasi sebagai sedimen di lingkungan pengendapannya baik di lingkungan benua maupun samudera.

gipsum. Angin. biasanya berupa fragmen yang menyudut. 2004). dan banyak mineral ekonomis lain yang juga terbentuk pada batuan sedimen 6.W Gore. (Jones. air dan material kimiawi merupakan agen -agen yang berperan dalam proses pelapukan. Siklus Pembekuan ( Freeze Cycle/Frost Wedging ). paleogeography.2 Proses Pelapukan. celah tersebut terisi air. Tipe pelapukan mekanis antaralain : a. Batuan asal terpisahkan oleh faktor fisika (Link. bio-kimia. Banyak batuan sedimen memiliki nilai ekonomis yang signifikan seperti tempat terakumulasinya minyak dan gas. dan juga paleooceanogra fy. Mekanisme pemisahannya sendiri dapat secara mekanis (fisika).1 Proses Pelapukan Fisika. paleoecology. batuan metamorf maupun batuan sedimen itu sendiri. kelembaban air menyebabkan celah kecil diantara batas antar butir. Pemahaman mengenai pelapukan dalam pembelajaran batuan sedimen sangatlah penting karena merupakan proses dimana batuan terpisahkan dari batuan sebelumnya sehingga mendukung keterbentukan batuan sedimen. Gambar. Uranium.Lebih jauh lagi studi sedimen dapat berguna sebagai dasar untuk studi climatology. kimiawi. West Virginia . 1982). Talus Slope. Lost River. Sedimen sendiri merupakan partikel mate rial lepas yang mengalami sementasi dan kompaksi sehingga membentuk batuan sedimen (J.6. fosforit. 2001) Sehingga dapat diartikan bahwa pelapukan adalah mekanisme dimana batuan terpisahkan dan terdistribusikan oleh agen -agen tertentu kemudian tertransport dalam wujud fragmen -fragmen menuju tempat pengendapan yang baru (Link. Ero si dan Pengendapan Pelapukan Semua sedimen berasal dari proses pelapukan batuan yang telah ada sebelumnya seperti batuan beku. Ketika batuan tersingkap kepermukaan maka batuan tersebut mengalami perubahan konstan yang dipengaruhi oleh agen agen tertentu. biologis atau dapat pula bekerja bersama atau dapat disebut pelapukan fisika -kimia. 1982). air yang membeku mengembang diantara celah batuan sehingga memecah batuan men jadi fragmen yang lebih kecil. juga batubara.  Pelapukan Mekanis (Fisika) Ketika batuan secara fisika terpisahkan dari fragmen yang lebih besar menjadi fragmen yang lebih kecil maka proses pelapukan secara mekanis yang berperan. Dalam prosesnya. dsb. melalui agen tersebut dihasilkanlah material sedimen yang tertransport dan terendapkan untuk membe ntuk batuan sedimen baru.

disebut juga sebagai penghilangan beban ( unloading).b.3 Eksfoliasi di Stone Mountain membentuk gunung yang membundar d.  Pelapukan Kimiawi Alterasi kimia dan pemecahan kimiawi batuan yang tersingkap didukung oleh kontak dengan agen kimia di atmosfer. batuan induk terpecah dan terpisahkan menjadi lembaran -lembaran tipis sepanjang kekar-kekar atau rekahan yang ada dan berarah pararel terhadap permukaan tanah. Gambar 6. Eksfoliasi. AS Gambar 6. pertumbuhan akar mempenetrasi celah yang ada pada batuan. umumnya dipengaruhi oleh reaksi kimia yang berhubungan dengan air. Ekspansi Termal. 1982). Hampir dari setiap mineral pembentuk batuan memiliki tingkat kelarutan pada air. dan aliran sungai. karena air merupakan pelarut yang baik pada berbagai tempa t. Mineral-mineral yang berbeda mengembang dan bereaksi pada kisaran yang berbeda menyebabkan tekanan sepanjang batas -batas sepanjang mineral. Perulangan dari prose s pemanasan dan pendinginan batuan menyebabkan batuan terpecah dan terpisahkan. panas menyebabkan ekspansi. Akar Tanaman. Ekspansi Garam. kristalisasi garam ketika terjadi pengeringan menyebabkan mineral garam mengembang diantara ce lah batuan dan memisahkannya.2 Eksfoliasi Aktif di Virginia. e. Sehingga pelapukan kimia dapat . pendinginan menyebabkan kontraksi. tanah. melebarkan celah tersebut dan memisahkan batuan yang ada. Air merupakan agen yang signifikan dalam pelapukan kimia yang efektif ketika iklim hangat dan lembab (Link. c. Feno mena ini disebabkan ekspansi batuan ketika tekanan dari batuan diatas batuan induk tersingkir oleh erosi.

Tipe pelapukan kimiawi antara lain : a. Tipe dan kecepatan dari media transportasi serta jumlah dan ukuran material yang dibawa akan menentukan asal muasal sedimen yang telah terakmulasi. gipsum. Mineral juga dapat terbentuk melalui mataair panas seperti travertin. membentuk oksida besi dan lempung. Ketika mineral bereaksi dengan air.disederhanakan sebagai fungsi jumlah air hujan dan komposisi kimia terhadap batuan yang tersingkap. Mineral seperti halit. Proses pengikisan ini disebut erosi. es atau angin. Ion -ion tersebut terbawa sebagai beban terlarut o leh aliran sungai yang mengalir menuju danau atau laut. potasium -feldspar membentuk mineral kaolinit. KAlSi 3 O8 +H2O 2 HAlSi 3O8 + 9 H2O HAlSi 3O8 + K + OH + - Al 2Si 2O5(OH)4 + 4 H4SiO4 c. Oksidasi. mineral mineral terlarut tadi terpresipitasi atau terkristalisasi menjadi mineral yang solid. gipsum dan kalsit adalah mineral yang mudah larut di air khususnya air yang komposisinya asam. merupakan proses dimana mineral yang mengandung besi terl apukkan menghasilkan besi oksida. Proses transportasi yang membawa material dipengaruhi oleh pergerakan agen transportasinya antara lain angin. . Setelah terjadi erosi material tersebut ditransportasikan menuju tempat pengendapan. Ketika danau atau laut terevaporasi. b. Disolusi. merupakan proses dimana feldspar dan beberapa mineral yang mengandung alumunium-silikat terlapukkan menja di mineral lempung. hewan dan lumut. Contohnya pada lumut yang merupakan kombinasi dari jamur dan alga. Mineral alumino -silikat yang mengandung besi terlapukkan menjadi tanah merah lempungan. atao kalsit. ion -ion seperti Ca dan Na tersingkirkan. Contohnya : halit. Proses Transportasi Pembentukan tubuh sedimen dipengaruhi baik oleh transportasi partikel sedimen ke wilayah pengendapannya serta p ertumbuhan kimiawi dan biologis dari suatu material di tempat tertentu. air atau masa aliran. amfibol dan biotit) mengalami oksidasi dan hidrolisis. termasuk tanaman. merupakan alterasi batuan dengan mengubah dan memindahkan mineral yang mudah larut. tipe mineral ini terbentuk m elalui proses evaporasi dari air laut yang disebut sebagai evaporit. Hidrolisis. Erosi Batuan yang telah mengalami pelapukan menghasilkan mineral yang lepas -lepas yang kemudian terkikis oleh agen transport seperti air. Contohnya.  Pelapukan Biologis Merupakan pemisahan dan pemecahan batuan dikarenakan aktivitas organisme hidup. Lumut dapat hidup pada batuan dan memecahkan batuan tersebut oleh zat sekresi kimia yang dimilikinya. Mineral silikat yang mengandung besi yang juga memiliki kandungan alumunium (seperti piroksen.

namun lebih banyak dipeng aruhi oleh hasil aliran angina. Apa yang menyebabkan perubahan ini ? Pembedaan antara aliran laminar dan turb ulen pertamakali di temukan oleh O. Struktur sediment ini terpreservasi di batuan dan merekam proses yang terjadi selama pengendapan terjadi. es atau campuran masa jenis sedimen dan air. lapisan mikroba.Proses transportasi dan pengendapan dapat ditentukan dengan melihat suatu lapisan sedimen. dan akumulasi cangkang terbentuk di tempatnya langsung ( In Place) tanpa transportasi material. beberapa disebabkan oleh aliran material saat proses pengendapan dan yang la innya erosional. dan menyadari bahwa rata-rata aliran masuk dan keluar tidak menunjukkan nilai yang sama. air. rasio antara densitas fluida dengan kecepatan fluida atau disebut sebagai viskositas (v) dan panjang (l) (kedalaman aliran). Pergerakan detritus dapat disebabkan oleh gravitasi. dan sepanjang pantai tidak dipengaruhi oleh pergerakan dari masa partikel sedimen. Proses ini juga termasuk pembentukan struktur sediment yang terawetkan pada batuan sediment. molekul pada fluida bergerak ke segala arah namun dengan pergerakan relatif ke arah tertentu. laguna. baik pada lingkungan alami maupun rekayasa di laboratorium. y Aliran turbulen. Terumbu karbonat. Fluida yang heterogen hampir seluruhnya bercampur. Ukuran. angka ini didapatkan dengan melakukan perhitungan antara kecepatan aliran (u). Pada fluida yang heterogen hampir tidak ada pencampuran selama mengalir. Ia melakukan penelitian terhadap aliran pada suatu silinder.l/ v Keterangan : Re < 500 Re > 2000 : aliran laminer : aliran turbulen . Serta kondisi kecepatan aliran dan kedalaman air dapat dideteksi dengan cara mengenali ukuran dan bentuk dari suatu struktur sedimen (misalnya : ripple ) pada batuan sediment yang diasumsikan terbentuk pada kecepatan dan kedalaman aliran yang relatif sama. Sama halnya dengan mineral evaporit di danau. antara lain : y Aliran Laminer. semua molekul pada fluida bergerak pararel satu sama lain pada arah transportasinya. Interaksi material sedimen dengan media transportasi menghasilkan terbentuknya struktur sediment. Reynold pada akhir abad 19. Namun hamper seluruh endapan sediment terbentuk dari transportasi material. Struktur sedimen primer seperti ripple dapat dilihat keterbentukannya pada material sedimen pasir. Rumusnya : Re = u. Berdasarkan percobaan tersebut didapatlah parameter ³Angka Reynold´. Pada kecepatan rendah air mengalir secara laminar dan pada saat kecepatan bertambah aliran menjadi turbulen. bentuk dan distribusi partikel yang menyusun suatu tubuh bat uan sedimen dapat menjadi petunjuk bagaimana suatu material sediment terbawa dan terendapkan. Dinamika Fluida Aliran Laminer dan Turbulen Pergerakan fluida dapat terbagi menjadi 2 cara yang berbeda.

Aliran air hanya laminar pada kecepatan rendah atau pada kedalaman dangkal. 3. Fluida dengan viskositas rendah. Masa Partikel Partikel dengan masa yang lebih besar. Jenis aliran ini membutuhkan kemiringan untuk menyediakan energi potensial untuk menggerakkan masa tersebut. Luas Permukaan Partikel Partikel dengan luas permukaan yang relatif luas (contoh : mineral Mika) cenderung hanya membutuhkan kecepatan a liran yang rendah untuk mempertahankan material tersebut pada posisi suspensi. turbulensi pada aliran dapat menghasilkan pergerakan keatas untuk mempertahankan partikel pada fluida yang bergerak tetap berlanjut. Hampir semua aliran di air maupun udara yang membawa volume sedimen yang cukup banyak bersifat turbulen. Energi Turbulensi Peningkatan energi turbulensi mendukung daya dorong keatas untuk mempertahankan partikel sedimen tetap mengalami suspensi. Kecepatan Ketika kecepatan meningkat. Ada beberapa jenis aliran masa yang dapat diketahui :  Debris Flow  Turbidity Currents  Grain Flow  Liquified Flow . Mass Flow (Aliran Masa) Merupakan campuran antara detritus (pecahan material sedimen) dan fluida. Aliran laminar terjadi pada aliran debris. energi kinetik pada fluida juga meningkat material sedimen meninggalkan permukaan lapisan dan bergerak secara saltasi. seperti udara. antara lain : 1.Dengan pertambahan kecepatan. pergerakannya berupa rentetan lompatan secara periodik meninggalkan permukaan lapisan dan terbawa pada jarak yang pendek pada tubuh a liran sebelum akhirnya kembali ke permukaan lapisan. menyebabka n energi aliran fluida yang mengangkatnya harus lebih besar pula untuk mempertahankan pergerakan suspensi atau saltasi 4. y Kedua. Tipe aliran seperti ini sering disebut sebagai mass flow atau gravity flow (Middleton dan Hampton. ini disebut dengan suspensi. alirannya turbulen pada kecepatan rendah sehingga semua aliran udara yang membawa partikel suspensi adalah turbulen. Transportasi Partikel Sedimen Pada Fluida Partikel ukuran apapun dapat bergerak pada fluida dengan mekanisme tertentu. ini disebut dengan saltasi. yang bergerak karena pengaruh gaya gravitasi oleh beberapa mekanisme fisika tertentu. y Ada beberapa faktor yang mengontrol pergerakan partikel pada fluida yang mengalami turbulensi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. aliran cenderung untuk menjadi turbulen. 1973). seperti pada pergerakan es dan aliran lava yang kesemuanya memiliki viskositas diata s air. Ketiga. mereka dapat b ergerak menggelinding (rolling) pada dasar aliran air atau udara tanpa kehilangan kontak dengan permukaan lapisan. y Pertama. 2.

Debris Flow Debris flow merupakan jenis aliran yang terdiri dari campuran material sedimen dan air yang bermasa jenis dan kekentalan yang cukup tinggi, dimana volume dan masa sedimen yang ada melebihi kandungan air (Leeder, 1982). Air yang terkandung umumnya kurang dari 10% dari masa pada aliran ini. Aliran yang bermasa jenis dan berviskositas tinggi memiliki angka Reynold yang rendah, sehingga aliran yang ada bersifat lam iner. Tidak adanya aliran yang turbulen menyebabkan tidak adanya dinamika pemilahan pada material menjadi ukuran yang berbeda selama mengalir dan menyebabkan pemilahan pada sedimen tersebut terpilah sangat buruk. Pemilahan yang terbentuk karena adanya pros es aliran yang perlahan ini dapat menyebabkan lapisan mengalami gradasi yang terbalik (semakin kasar kebagian atas dari lapisan) atau menyebabkan keterdapatan butiran yang beragam mulai berukuran lempung sampai bongkah dalam lapisan tersebut. Debris flow terdapat pada daratan, di lingkungan yang beriklim arid (pasokan air sangat sedikit) serta berkembang pada lingkungan bawah laut. Arus Turbidit Arus turbidit merupakan campuran sedimen dan air, namun memiliki densitas (masa jenis) yang lebih rendah diba ndingkan dengan aliran debris dan memiliki angka Reynolds yang lebih tinggi. Percampuran sedimen dan air ini bergerak dengan pengaruh gravitasi yang tinggi pada media yang lebih rendah masa jenisnya, baik pada air laut dan air tawar. Arus turbidit bergerak pada kemiringan tertentu sehingga terdapat energi potensial yang mendukung pergerakan fluida. Suatu arus turbidit dapat kehilangan densitasnya ketika mulai terjadi pengendapan pada proses pengalirannya (Allen,1997). Sehingga terdapat batasan tertentu ag ar suatu aliran dapat bergerak secara turbidit yang dipengaruhi oleh kontras densitasnya, jika pada densitas tertentu arus tersebut tidak dapat lagi mengalir dan mempertahankan momentumnya maka berangsur-angsur aliran akan berhenti mencapai titik nol dari aliran. Pemilahan yang terjadi pada arus turbidit dapat membagi antara material kasar yang lebih dulu terendapkan dengan material yang lebih halus yang tetap terbawa arus turbulen sampai beberapa saat sampai akhirnya juga ikut terendapkan. Ciri endapan se perti ini disebut sebagai endapan turbidit, dan umumnya menunjukkan lapisan yang bergradasi (Middleton, 1966). Secara detil, karakteristik internal dari endapan turbidit menunjukkan pola gradasi yang tidak sederhana, pola tekstur serta struktur sedimen ya ng terdapat pada endapan turbidit pertamakali ditulis oleh (Bouma, 1962) sehingga kemudian disebut sebagai sekuen Bouma. Suatu endapan turbidit dapat mengandung 5 divisi pada skema Bouma (¶a¶ ± ¶e¶), meskipun di lapangan tidak selalu ditemukan kesemua divi si tersebut.

Gambar. Sekuen Bouma yang Tampak Pada Endapan Tubidit Batupasir (Ta-Te) di North Island, Selandia Baru

Divisi-divisi tersebut antara lain : 1. Divisi µa¶ (Ta) Terdapat pada bagian terbawah dari sekuen Bouma, terdiri d ari batupasir yang terpilah buruk , tidak berstruktur. Terbentuk pada aliran yang semakin melemah dan pada zona yang lapisannya hampir terendapkan seluruhnya, konsentrasi tinggi dan turbulensi berkurang. Pemilahannya sedikit dan tidak terdapat struktur sed imen pada divisi ini. 2. Divisi µb¶ (Tb) Pada lapisan ini terdapat laminasi dari batupasir, ukuran butir lebih halus daripada lapisan di divisi µa¶ dan material sedimennya terpilah lebih baik. Struktur sedimen pararel laminasi yang ada terbentuk melalui pemi sahan butiran pada proses transportasi rezim aliran atas. 3. Divisi µc¶ (Tc) Terdapat lapisan batupasir silang -siur yang berbutir sedang sampai halus, terdapat juga laminasi ripple, divisi ini terbentuk dibagian tengah dari sekuen Bouma. Struktur sedimen ripple yang berbutir halus -sedang ini terbentuk pada kecepatan menengah dan mewakili penurunan kecepatan aliran jika dibandingkan dengan divisi µb¶ dibawahnya. 4. Divisi µd¶ (Td) Batupasir halus dan lanau pada lapisan ini merupakan hasil dari arus turbidit yang semakin melambat. Laminasi horizontal terbentuk ketika terjadi pemisahan butiran halus, namun laminasi pada divisi ini lebih sulit ditentukan dibandingkan laminasi di divisi µb¶. 5. Divisi µe¶ (Te) Divisi ini merupakan bagian teratas dari endapan turbidit se kuen Bouma, terdiri dari sedimen berbutir halus baik lanau maupun lempung. Material tersebut terendapkan melalui proses suspensi material seiring dengan berhentinya arus turbidit.

Grain Flow
Mekanisme dari transportasi masa grain flow adalah dengan prose s terjunnya material ke bagian bawah dari suatu lereng yang curam (Leeder, 1982). Partikel penyusun aliran ini terpisah dengan media fluida yang menghantarkannya disertai dengan benturan -benturan pada saat material-material tersebut berjatuhan. Produk dari grain flow berciri khas mengalami reverse

graded atau mengalami pembalikan gradasi. Dapat terbentuk pada sedimen berbutir kasar yang bercampur dengan proses aliran lainnya pada suatu kemiringan seperti pada kipas delta atau lingkungan transisi lainnya (Ni chols, 1999). Liquified Flow
Aliran ini terjadi ketika campuran sedimen dan air menjadi subjek getaran yang berenergi tinggi seperti getaran seismik dari gempabumi, atau singkatnya ketika terjadi proses liquifaksi. Dalam hal ini kontras densitas diantara lapisan-lapisan dari campuran fluida sedimen akan menghasilkan pergerakan keatas dari material yang lebih ringan. Hal ini akan berkaitan dengan bahasan selanjutnya yakni keterbentukan struktur sedimen. Melalui proses aliran ini dapat terbentuk struktur sedimen pillar yang terbentuk melalui proses lolosnya fluida secara vertikal pada lapisan sedimen, serta keterbentukan struktur sedimen dishes diantara lapisan sedimen. Jika sedimen dapat mencapai permukaan lapisan akan membentuk struktur sedimen sand volcanoe yang lebih lanjut akan dibahas.

Pengendapan Setelah material batuan tererosi dan tertransportasi terjadilah proses pengendapan. Setelah proses pengendapan tersebut material batuan dapat kembali tererosi dan tertransportasi atau dapat juga secara perm anen terendapkan dan terbentuk menjadi batuan yang solid. 6.3 Tipe Batuan Sedimen Terdapat 4 kelompok utama batuan sedimen berdasarkan p roses terjadinya, yaitu 1. Terrigeneous Clastics Terbentuk dari hasil rombakan batuan lainnya melalui proses pelapukan, erosi, transportasi, sedimentasi dan pembatuan ( litifikasi ). Pelapukan yang berperan disini adalah pelapukan yang bersifat fisika. Contoh: breksi, konglomerat, batupasir, batulempung. 2. Biochemical-Biogenic-Organic Deposits Batuan sedimen ini terbentuk dari akumulasi bahan-bahan organik (baik flora maupun fauna) dan proses pelapukan yang terjadi pada umumnya bersifat kimia. Contoh: batugamping, batubara, rijang, dll. 3. Chemical Precipitates-Evaporates Batuan sedimen jenis ini terbentuk dari akumulasi kristal -kristal dan larutan kimia yang diendapkan setela h medianya mengalami penguapan. Contoh: gipsum, batugaram, dll. 4. Volcaniclastics Batuan sedimen jenis ini dihasilkan dari akumulasi material -material gunungapi. Contoh: agglomerat, tuf, breksi, dll.

Tabel Klasifikasi Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN Clastics Non-clastics

Volcaniclastics Tuffs Ignimbrite

Terrigeneous Clastics Shale Sandstones Conglomerate

Carbonates Limestone

Others Coal Ironstones Siliceous Deposit

Evaporites

Mineral Grains
Terdiri dari : Kuarsa Mika Feldspar Kalsit dll.

Lithic Fragment
Fragmen dari : Batugamping Shale Batuan Vulkanik Batuan Metamorf dll.

Material Biogenik Tediri dari : Shells Skeletal material Plant debris Algae/bacteria Bone dll.

Presipitasi Kimia Terdiri dari : Carbonates Klorida Sulfat Silika dll.

6.4 Komposisi Umum Batuan Sedimen Klastik Komposisi batuan sedimen klastik terbagi menjadi 4 penyusun utama menurut Samboggs Jr (1995) yaitu:
y

Mineral Utama (Major minerals) Terdiri dari dua bagi an utama yaitu : 1) Mineral stabil (tahan terhadap perubahan komposisi kimia) yaitu kuarsa. 2) Mineral kurang stabil a. Feldspar termasuk K -feldspar (ortoklas, sanidin, mikroklin, dan anortoklas) dan plagioklas (albit, oligoklas, andesin, labradorit, bitonit, dan a nortit) b. Mineral lempung terdiri dari kelompok kaolinite, illite, smectite (monmorilonite dan variasinya ), dan chlorite.

y

Mineral Tambahan ( Accesory Minerals) Terdiri dari 2 bagian utama yaitu : 1) Mika kasar : muskovit dan biotit 2) Mineral Berat ( Heavy Minerals) : mineral yang memiliki specific gravity lebih dari terbagi lagi menjadi beberapa jenis. a. Stable nonopaque minerals : zircon, tourmalin, rutile, & anatase

dan barite. slate. opal. chlorite. dan granules serta matriks yang berukuran pasir dan lempung yang telah mengalami proses litifikasi . batulempung. apatite. . jenis lainnya aragonit. Mineral Oksida Besi : hematit. rijang ( cherts). argilite. schist. dolomit. batupasir dan shale y Konglomerat Konglomerat merupakan batuan sedimen yang utamanya tersusun oleh komponen berupa sedimen gravel (ukuran butir > 2 mm) yang secara lebih detil dib agi menjadi boulders. garnet. batulanau. gypsum. konglomerat yang bentuk komponennya relatif menyudut disebut breks i. Secara umum batuan sediment klastik terbagi menjadi 3 jenis yaitu : konglomerat & breksi. dan batupasir. topaz. karena material sedimen tertentu akan membentuk jenis batuan sedimen tertentu. 3) Fragmen Batuan Sedimen : fragmen dari konglomerat.5 Batuan Sedimen Terrigenous Clastic Material sedimen dan batuan sedimen akan sangat berkaitan. sphene. pasir merupakan kumpulan material sedimen apabila tel ah mengalami litifikasi maka penamaanya akan berubah menjadi batulempung. c. jenis lainnya kalsedon. andesit. 6. olivine. Sebelum membahas lebih lanjut perlu dibedakan terlebih dahulu antara sedimen dengan batuan sedimen. Stable opaque minerals : hematite & limonite d. Metastable nonopaque minerals: magnetite. dan jenis batuan beku lainnya. Mineral Karbonat : utamanya kalsit. dan batugamping (jarang pada sedimen klastik) y y Semen Kimia ( Chemical Cements) Terdiri dari 4 kelompok utama yang bertindak sebagai semen pada batuan sedimen terigeneous clastics yaitu: 1) 2) 3) 4) Mineral Silika : didominasi oleh kuarsa. pebbles. dan gneiss. dan siderit.b. & leucoxene Fragmen Batuan ( Rock Fragments) Terdiri dari 3 kelompok utama yaitu : 1) Fragmen Batuan Beku : fragmen dari granit. Mineral Sulfat : anhydrite. apabila material sedimen tersebut telah mengalami proses litifikasi maka kita sebut batuan sedimen. dan goethite. gabro. dan zeolite. monacite. Metastable nonopaque minerals : amphiboles. ilmenite. Lempung. zo isite. cobbles. Jenis batuan ini disebut juga sebagai rudaceous . limonit. 2) Fragmen Batuan Metamorf : fragmen dari metaquarzite. Jenis-jenis Batuan Sedimen Terrigeneous Clastics Jenis batuan sediment klastik dibagi berdasarkan ukuran butir material sediment penyusunnya. Sedimen merupakan kumpulan material klastik lepas ( loose aggregates) yang belum mengalami proses litifikasi (pembatuan). phyllite. ba salt. lanau. pyroxenes. batulanau. & etc. batupasir.

matriks. matriks merupakan material sedimen yang lebih halus terdapat antara komponen. Komponen merupakan gravel penyusun utama dari konglomerat. istilah ini berlaku apabila kandungan matriks lebih dari 20% .4 Konglomerat sebagai Hand Specimen Tekstur Konglomerat Konglomerat memiliki tiga penyusun utama yaitu komponen ( Clast). sedangkan konglomerat dengan tekstur matrix supported dinamakan paraconglomerate . Konglomerat dengan tekstur clast supported dinamakan orthoconglomerate. dan metamorf).Gambar 6. sedangkan semen merupakan penghubung/perekat antara komponen dengan komponen dan juga penghubung/perekat antara komponen dengan matriks. Sehingga jenis batuan sediment klastik ini memiliki komposisi penyusun yang bermacam -macam dari berbagai jenis batuan (sediment. Gambar 6.5 Penyusun Breksi (Kiri) dan Konglomerat (kanan) Komposisi Konglomerat Hampir semua jenis litologi ditemukan sebagai komponen pada batuan konglomerat. Terdapat beberapa penamaan konglomerat berdasarkan teksturnya. Berdasarkan hubungan antara komponen dengan matriksnya terdapat istilah clast supported (yang menandakan antar komponen saling bersentuhan dalam batuan) dan matrix supported (yang menandakan bahwa kebanyakan komponen tidak saling bersentuhan dan dikelilingi oleh matriks). . beku. dan semen. Berdas arkan proporsi kandungan matriks dalam konglomerat terdapat istilah Konglomerat pasiran ( sandy conglomerate) dan konglomerat lempungan ( muddy conglomerate) yang penamaannya tergantung pada ukuran butir dari matriksnya. Konglomerat juga bisa dinamakan berdasarkan dominasi dari jenis gravelnya. sebagai contoh konglomerat yang didominasi oleh jenis gravel berukuran antara 64 mm sampai 256 mm dinamakan cobble conglomerate.

Butiran yang terbentuk dalam lin gkungan pengendapan berasal dari proses biogenic namun ada juga yang terbentuk akibat reaksi kimia. Detrital Mineral Grains Banyak sekali jenis mineral yang terdapat pada batupasir yang akan dijelaskan disini hanya jenis mineral yang paling umum terdapat pada batupasir : Kuarsa Kuarsa merupakan mineral yang paling umum ditemukan sebagai butiran dalam batupasir. dan istilah polimik digunakan apabila konglomerat memiliki komponen berbagai jenis. oligomik digunaka n untuk konglomerat yang memiliki komponen dua atau tiga jenis. Kuarsa berasal dari batuan beku granit dan batuan metamorf gneiss. dan polymict. oligomyct. Gambar 6. merupakan mineral yang paling stabil dan tahan terhadap proses penghancuran kim ia. Feldspar . Berasal dari berbagai jenis batuan beku dan pada beberapa jenis batuan metamorf. Terdapat istilah intraformational conglomerate yang digunakan apabila jenis material penyusun komponen sama dengan jenis material penyusun matriks.6 Batupasir sebagai Hand Specimen Komposisi Batupasir Butiran pasir dibentuk oleh penghancuran batuan yang telah ada sebelumn ya akibat proses pelapukan dan erosi dan dari material yang terbentuk di lingkungan transportasi dan pengendapan. Jenis batuan sediment ini disebut juga sebagai arenaceous .Variasi dari komposisi jenis komponen mer upakan hal yang penting dalam penamaan konglomerat. Butiran kuarsa dihancurkan dan diabrasi selama transportasi tetapi dengan nilai kekerasan 7 pada skala Mohs membutuhkan jarak dan waktu yang cukup lama untuk menghancurkan butiran kuarsa. Produk penghancuran ini terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu detrital mineral grains dan lithic fragment . Feldspar Feldspar merupakan mineral yang kurang stabil. y Batupasir Batupasir merupakan jenis batuan sediment klastik yang tersusun utamanya oleh komponen sediment yang berukuran pasir (antara 63 mikronmeter hingga 2 mm) dan matriks dengan ukuran butir kurang dari 63 mikr on meter yang telah mengalami proses litifikasi. lebih m udah mengalami perubahan kimia selama proses pelapukan dan memiliki kekerasan yang lebih rendah dibandingkan dengan kuarsa. berdasarkan variasi jenis dari batuan terdapat istilah konglomerat monomyct. Istilah monomik digunakan untuk konglomerat yang memiliki komponen hanya satu jenis.

umumnya kurang dari 1%. Selley. dan garnet. biji . turmalin. Sistem klasifikasi batupasir lainnya meliputi klasifikasi yang diajukan oleh McBride. Penamaan & Klasifikasi Batupasir Penamaan batupasir akan sangat berkaitan dengan klasifikasi yang akan digunakan karena klasifikasi yang berbeda akan memberikan penamaan yang berbeda pula. y Shale Batuan sedimen klastik yang tersusun oleh material sedimen yang berukuran kurang dari 63 mikronmeter yang telah mengalami proses litifikasi (pembatuan). Pada klasifikasi tertentu seperti pada Pettijohn (1975) mengkombinasikan antara kriteria tekstural (kandungan matriks) dan kandungan mineralogi. Mika Dua mineral mika yang paling umum dan terdapat melimpah sebagai butiran detritus pada batupasir yaitu biotit dan m uskovit. feldspar. Batuan sedimen klastik jenis kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan jenis batuan se dimen klastik lainnya padahal pada kenyataannya secara volumetri shale paling umum diantara jenis batuan sedimen klastik lainnya. Mineral Berat (Heavy Mineral) Mineral berat adalah mineral yan g memiliki berat jenis lebih dari 2. Mineral autigenik ini sangat pe nting sebagai indikator lingkungan pengendapan tertentu. . rutile. Mika berasal dari batuan beku dengan komposisi asam dan menengah dan dari batuan metamorf jenis schists dan gneiss. Sebagai contoh glauconite yang menandakan lingkungan pengendapan laut dangkal. Partikel Biogenik Bagian kecil dari kalsium karbonat ditemukan pada batupasir hancuran dari kulit moluska dan organisme lainnya yang memiliki bagian gampingan (c alcareous) yang keras. Mineral Autigenik Mineral yang kristalnya tumbuh pada lingkungan pengendapan dinamakan mineral autigenik. Sistem klasifikasi batupasir pada umumnya didasarkan pada kandungan mineralogi. mineral berat. dan bagian dari tanaman darat lainnya bisa terawetkan pada batupasir yang diendapkan di lingkungan darat dan laut. batuan beku. Fragmen batuan pada batupasir berasal dari berbagai jenis batuan baik batuan sedimen. yaitu kandungan komposisi penyusun batupasir yang utama meliputi kandungan kuarsa. Kebanyakan batupasir mengandung proporsi yang sedikit. dan batuan metamorf. Fragmen Batuan (Lithic Fragment) Fragmen batuan merupakan fragmen hasil penghancuran batuan yang telah ada sebelumnya yang berukuran pasir. apatit. Kayu. dan fragmen batuan.umumnya ditemukan pada kondisi dimana pela pukan kimia pada batuan dasar ( bedrock) tidak terlalu intensif dan jalur transportasi dari sumber ke tempat pengendapan relatif dekat. Jenis mineral berat yang umum terdapat pada batupasir yaitu: zirkon. Muskovit lebih tahan terhadap pelapukan dibandingkan dengan biotit. Fragmen tulang dan gigi juga ditemukan tetapi umumnya langka. dan Folks .85 gr/cm3.

menunjukkan keadaan oksidasi (non -marine) banyak mengandung Fe atau hematite . Mudstone : Shale yang tersusun oleh mud (material sedimen campuran antara lempung dan lanau) dengan komposisi lempung dan lanau masing -masing lebih dari 1/3 bagian. yaitu : 1. Warna Terdiri dari warna segar dan warna lapuk . Contoh: Batupasir berwarna segar abu -abu kehijau-hijauan.6 Deskripsi Batuan Sedimen 1.7 Hand Specimen Shale (Mudrock) 6. Jenis Shale Berdasarkan material sedimen penyusunnya shale bisa dibagi menjadi beberapa jenis menurut Folk (1974). Batulanau (Siltstone) : Shale yang penyusunnya didominasi oleh material sedimen berukuran lanau (4 ± 63 mikronmeter).Material Sedimen Penyusun Shale Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa material sedimen penyusun shale berukuran kurang dari 63 mikronmeter. Nama batuan 2. Pada skala Wentworth ukuran butir yang kurang dari 63 mikronmeter terdapat dua jenis material sedimen yaitu : 1. sertakan pula variasi warnanya untuk memperjelas pemerian. 3. Warna merah. Lempung ( Clay) : material sedimen berukuran kurang dari 4 mikronmeter 2. kandungan mineral dan membantu dalam interpretasi lingkungan pengendapan batuan itu sendiri. Pemerian warna ini mencerminkan tingkat oksidasi. Lanau ( Silt) : material sedimen berukuran antara 4 sa mpai 63 mikronmeter Material sedimen hasil campuran antara lempung dan lanau tanpa proporsi yang jelas disebut dengan istilah Mud. Batulempung (Claystone) : Shale yang tersusun oleh material berukuran lempung (< 4 mikronmeter) lebih dari 1/3 bagian. Gambar 6. 2.

dalam artian bahwa jika memiliki bentuk butir yang cenderung membundar maka butiran ini telah tertransportasikan jauh dari batuan asalnya.Besar Butir: ditentukan dengan cara membandingkan dengan skala Wentworth. Besar butir ini mencerminkan tingkat transportasi butiran -butirannya. dan jangan lupa tentukan pula kisaran ukurannya. kalau perlu bisa dibantu dengan menggunakan Loupe . dan tentukan pula ukuran minimum dan maksimum dari butiran atau komponennya. Sebagai contoh. Sedangkan untuk breksi dan konglomerat dapat ditentukan dengan bantuan mistar kecil. . Warna kuning-coklat .Warna hijau . mengandung limonite dan oksida besi . kita dapat melakukan pendekatan interpretatif mengenai viskositas (kekentalan) dari medianya. Tekstur s endiri meliputi : . Gambar 6. . dan gunakanlah istilah sebagai berikut : y Menyudut ( Angular) y Menyudut Tanggung ( Subangular) y Membundar Tanggung ( Subrounded) y Membundar ( Rounded) y Sangat Membundar ( Very Rounded) Untuk melihat butiran ini dapat dilakukan dengan bantuan Loupe (untuk batupasir). maka kemungkinan batuan tersebut diendapkan dengan arus yang cepat dan begitu pula sebalikn ya. karena dengan analisis kemas dalam batuan. Tekstur Adalah sifat-sifat butiran. Besar butir ini mencerminkan energi sedimentasi lingkungannya. merupakan reduksi dari warna merah. zeolite. Warna abu-abu. mengandung glauconite. menunjukkan keadaan reduksi (ma rine) kaya akan bahan organik. dalam hal ini adalah sifat hubungan antar butiran sebagai unsur penyusun dari batuan. Contoh batupasir membundar -membundar tanggung. Bila butiran -butirannya saling bersentuhan maka dapat dinyatakan dengan kemas tertutup.Bentuk Butir: ditentukan dengan bantuan Chart yang telah tersedia pada komparator. Kemas ini merupakan salah satu hal yang penting terutama didalam pendeskripsian untuk breksi atau konglomerat. 3. menunjukkan keadaan oksidasi. Sedangkan bila butiran butirannya tidak saling bersentuhan. maka dinyatakan dengan kemas terbuka.8 Bentuk Butir - Kemas adalah hubungan antar butir penyusun batuan. jika suatu batuan berbutir kasar.

yaitu jejak gelembur gelombang. y Paralel Lamination. y Ripple Mark. yaitu struktur berbentuk silang siur yang membentuk sudut terhadap bidang perlapisan. dan material lainnya dengan ketebalan < 1 cm. Secara garis besar struktur sedimen dapat dibagi menjadi du a kategori. yaitu struktur sedimen berbentuk gumuk pasir yang juga dapat merefleksikan kondisi arus pada saat itu. y Dune and Sand Wave. yang merefleksikan kondisi arus pada saat pengendapan bat uan tersebut. Pe nentuan struktur sedimen sangat berguna didalam menentukan lapisan atas ( Top) dan lapisan bawah ( Bottom) dari suatu lapisan. Struktur sedimen primer contohnya adalah : y Graded Bedding. mineral. Struktur Sedimen Adalah suatu fenomena atau kenampakan struktur tertentu pada batuan sedimen yang merefleksikan proses. mekanisme. y Lenticular . yaitu lensa-lensa lempung di dalam lapisan batupasir y Dan lain-lain.Tabel Besar Butir Phi Units  Size Sediment/Rock Name Wenworth Size Class  Udden ± Wentworth Scale 4. yaitu pola kelurusan butiran. yaitu lensa-lensa pasir di dalam lapisan batulempung y Flaser. . arah arus purba (Paleocurrent ) dan interpretasi lingkungan pengendapan. dan kondisi tertentu pada saat pengendapan maupun setelah pengendapan. yaitu Struktur Sedimen Primer (terbentuk bersamaan dengan proses deposisi atau pengendapan) dan Struktur Sedimen Sekunder (terbentuk setelah proses deposisi atau pengendapan). fosil. yaitu gradasi butiran yang menghalus kearah atas. y Cross Stratification.

Gambar Groove Cast 5. Permeabilitas Adalah kemampuan suatu batuan untuk meloloskan fluida. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya sedang. Ø= Volume Pori-pori X 100% Volume Total Batuan 1. 6. Cara untuk menentukan dari permeabilitas adalah sebagai berikut : Teteskan air diatas permukaan sampel yang akan diperiksa. Bila cairan diserap dengan cukup cepat. 2. Groove Cast. 3. 4. 5. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya baik. contohnya: Flute Cast. prod marks. Bila cairannya diserap dengan lambat. contohnya: Slump Structure. Struktur Deformasi (terbentuk oleh adanya gaya). dll. Struktur Erosional (terbentuk karena erosi oleh arus atau oleh material yang terbawa arus). Bila air diserap dengan cepat. dll. Pembagian porositas bisa dipergunakan sebagai berikut : Negligible Poor Fair 0-5 % 5-10% 10-15% . Load Cast.Struktur Sedimen Sekunder contohnya adalah : 1. 3. Perhatikan apakah air terseb ut diserap atau tidak oleh batuan tersebut. 2. Convolute. contohnya: Bioturbation. Struktur Biogenik (terbentuk oleh aktifitas hewan -hewan). Porositas Adalah perbandingan volume rongga -rongga pori terhadap volume total seluruh batuan dan dinyatakan dengan persen. dll. Sand Dike. maka n yatakanlah bahwa permeabilitasnya buruk.

Jika pemilahannya baik maka diendapkan oleh media yang cair atau encer dengan energi arus yang kecil dan begitu pula sebaliknya.kuarsa. Glaukonit. jika besar butirnya tidak seragam. dan begitu pula sebaliknya. Gunakan istilah : 1. jika batuan tersebut berbuih maka batuan tersebut bersifat karbonatan (mengandung CO 3). 3. 2. 1 3 5 7 Gambar Parameter Pemilahan Dan untuk menentukan pemilahan ini dapat dibantu dengan menggunakan Loupe (untuk batupasir). kecuali pada b atugamping dan dolomit) yang umum terdapat dalam batuan sedimen misalnya Kalsit. jika besar butirnya relatif seragam. Kandungan Mineral Mineral-mineral aksesoris (dalam jumlah yang tidak terlalu besar.Good Very Good Excellent 15-20% 20-25% 25-40% 7. dll. Kaolinit . dan mencerminkan viskositas media pengendapan serta energi mekanik atau arus gelombang medianya.1 N pada perm ukaan sampel batuan yang masih segar. . Kandungan karbonat (CO 3) Ditentukan dengan jalan meneteskan larutan HCl 0. Terpilah Buruk ( Poorly Sorted ). 8. 9. Terpilah Baik ( Well Sorted ). jika besar butirnya seragam. Terpilah Sedang ( Medium Sorted ). Aragonit. Pirit. Pemilahan Adalah tingkat keseragaman besar butir penyusun batuan.

Kandungan Fosil Kandungan fosil dapat ditentukan di lapangan tentu saja fosil -fosil yang bersifat makro (besar). Khusus untuk fosil yang bersifat makro (besar). jika ia berongga atau bolong -bolong maka fosil tersebut kemung kinan adalah Koral (Filum Coelenterata. Contoh fosil-fosil mikro: y y y y y y Orbulina universa Globigerina nephentes Globorotalia menardii Radiolaria Uvigerina Dll . sedangkan untuk fosil -fosil yang bersifat mikro (kecil) dapat ditemukan di laboratorium. maka dapat di perkirakan keadaan lingkungan pada kala itu ( paleogeo grafi) karena fosil-fosil tersebut diendapkan bersamaan dengan material sedimen pada waktu tersebut. dan jika berbentuk seperti bintang laut. dll. maka itu adalah Echinodermata. maka itu adalah Moluska dari kelas Gastropoda. Gambar Fosil Makro Sedangkan fosil -fosil mikro berguna untuk analisis umur relatif batuan dan zona kisaran kedalaman laut (bathimetry). hingga sekarang menjadi batuan. maka itu adalah Molusca. artinya berongga). dalam pendeskripsiannya disebutkan minimal kelas atau filumnya. Jika berbentuk m enyerupai keong mas. Dari analisis fosil-fosil makro tersebut.10. dari kelas pelecypoda. jika memiliki dua cangkang yang sama besar. jika memiliki dua cangkang yang tidak sama besar maka fosil tersebut adalah Brachiphoda.

yaitu : y y Kontak tajam/tegas Kontak berangsur : . y Agak keras. bila dapat hancur ketika ditekan dengan jarum penguji. 12. bila sifatnya seperti karet busa (elastis). y Spongy. y Keras. Kontak perlapisan terdiri dari beberapa jenis. Gunakan istilah : y Kompak.Kontak Progresif Kontak erosional y . y Dapat diremas . Kekerasan Kekerasan merupakan tingkat kekuatan partikel suatu batuan terhadap disagregasi. Kontak Adalah hubungan antar perlapisan batuan. y Lunak. bila masih dapat dicukil dengan jarum penguji.Kontak Interkalasi . bila dapat dipotong -potong dengan mudah dengan menggunakan dengan jarum penguji. bila tidak bisa dicukil dengan jarum penguji.Gambar Fosil-Fosil Mikro 11. bila dapat diremas dengan menggunakan jari tangan.

0.5 mm 0. serta warna. Lain halnya dengan konglomerat dan breksi yang dapat diinterpretasi secara akurat ukuran butir.004 .5 . Namun tekstur dari banyak batuan sedimen hanya dapat dipelajari secara spesifik melalui mikroskop dan sayatan tipis.1 mm 0.Tekstur Batuan Sedimen Tekstur batuan sedimen mencakup ukuran butir.25 mm fine 0.0.0. kemas. Pasir (Sand) c.125 .125 mm 1/256 1/16 mm (or 0. distribusi. Lanau ( Silt ) d.004 mm) mm . Lempung ( Clay) Skala ukuran butir batuan sedimen dikenal sebagai Skala Wenworth. bentuk butir dan orientasinya di lapangan.64 mm 2 .4 mm 1 . Bongkah ( Gravel) b. antara lain : a. bentuk butir.0.0625 . Serta juga merupakan pengontrol utama porositas dan permeabilitas batuan sedimen.2 mm 0. morfologi dan kenampakan permukaan dari butiran. Ukuran Butir Sedimen dapat dibedakan menjadi empat kelompok utama ber dasarkan ukuran butirnya.0625 mm) < 1/256 (or < 0.256 mm 2 . Tekstur mer upakan aspek yang penting dalam deskripsi batuan sedimen dan dapat digunakan dalam menginterpretasikan mekanisme dan lingkungan pengendapan batuan sedimen. pem ilahan.25 . Seperti halnya batuan sedimen yang berukuran pasir atau lanau yang jika kita melakukan penelitian di lapangan hanya terbatas pada perkiraan ukuran butir. dan kebundaran dari butiran yang ada. Particle name Gravel Boulders Cobbles Pebbles Granules Sand Very coarse sand Coarse sand Medium sand Fine sand Very sand Silt Clay Particle diameter > 256 mm 64 .

b. Sehingga dapat dikenali beberapa kategori struktur sedimen (Tucker. c. Struktur Sedimen Sekunder Yakni struktur sedimen yang terbentuk setelah sedimentasi berlangsung (terbentuk batuan sedimen). Struktur sedimen terdapat pada bagian bawah dan atas dari permukaan lapisan atau dapat pula diantara lapisan batuan sedimen. 2004). Berikut akan dibahas beberapa macam dari Sole Marks. Struktur sedimen dapat digunakan dalam menyimpulkan proses dan kondisi pengendapan. Jika pasir terbentuk setelah lempung. Struktur Sedimen Erosional Struktur sedimen kelompok ini antara lain : Sole Marks : Flute Marks. Secara umum struktur ini merupakan hasil dari pengisian sedimen pada permukaan sedimen lempungan yang mengalami aksi penggerusan oleh objek -objek tertentu yang terbawa oleh arus. Struktur sedimen berbeda -beda dan banyak terdapat di berbagai jenis litologi. antara lain : a. 2. Sole marks Merupakan struktur pada lapisan pengendapan yang terdapat dibagian bawah suatu lapisan.Proses Transportasi dan Struktur Sedimen Struktur Sedimen Struktur sedimen merupakan salah satu hal yang penting dalam batuan sedimen. d. a. . serta juga karena proses biogenik. Groove Mark s Tool Marks. dan Scour Marks. Beberapa struktur sedimen terbentuk ketika pengendapan namun adakalanya terbentuk karena proses erosi. bentukan ini akan terpreservasikan dalam bentuk suatu relief dibagian bawah lapisan batupasir. Struktur Sedimen Primer Yakni struktur sedimen yang terbentuk selama proses penge ndapan berlangsung atau tidak lama setelah pengendapan sedimen tersebut. Channels yang terdapat dibawah permukaan suatu lapisan. (Struktur ini jarang terlihat pada lapisan batulempung karena dapat dengan mudah tererosi). selama dan setelah proses pengendapan. maka besar kemungkinan terjadi pengisian yang membentuk struktur ini. Struktur Sedimen Erosional Struktur Sedimen Pengend apan Struktur Sedimen Post-Pengendapan Struktur Sedimen Biogenik Berdasarkan waktu terbentuknya struktur sedimen dapat terbagi lagi menjadi 2 (Gore. 1982). Struktur sedimen terbentuk melalui proses fisika dan kimia. antara lain : 1. arah dari arus sedimentasi dan pada lapisan batuan yang terlipat dapat diketahui bagian atas dari suatu lapisan. Interaksi material sedimen dengan media trans portasinya menghasilkan suatu bentuk struktur sedimen.

Flute Cast merupakan ciri khas dari endapan turbidit batupasir. Dari kenampakan samping struktur ini tampak asimetrik dengan bagian yang lebih dalam di hulu. (Tucker. atau dalam bahasa Indonesia berbentuk seperti suling atau menyul ing. puluhan derajat atau lebih. bounce. Gambar. menyeret (dragging ) sepanjang permukaan sedimen. memantul ( bouncing ). . Struktur ini juga terdapat pa da batupasir lingkungan fluvial atau sungai.Tool Marks Struktur ini terbentuk ketika objek -objek (benda-benda) yang terbawa oleh arus berkontak dengan permukaan sedimen. Jejak menyuling ini merupakan indikator yang baik dalam mengetahui arah arus purba ( paleocurrent) yang didapat melalui pengukuran orientasi pengendapan struktur sedimen ini. Tool Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore. Umumnya terpreservasikan dibagian bawah permukaan lapisan batupasir. terbentuk melalui erosi sedimen lempungan oleh arus turbulen atau arus acak lalu bekas bekas arus turbulen tadi terisi oleh sedimen yang mengalir setelahnya. Flute Cast Dari kenampakan atas bentuk dari struktur sedimen ini relatif lonjong ± segitiga atau dapat pula bulat atau berujung runcing dibagian hulunya dan melebar dibagian hilirnya. dan skip atau sederhananya kesemua tanda tersebut dapat dis ebut tool marks. Struktur ini berpola pararel sesuai arah pergerakan arus. Groove Cast dapat pararel satusamal ain atau dapat pula bervariasi seuai arah kemiringan. menggelinding (rolling ). Marks atau tanda-tanda ini dapat berupa prod. Banyak terdapat pada endapan batupasir fluvial dan endapan badai. tulang atau batuan sedimen yang berukuran kerikil yang terbawa oleh arus -arus. Objek-objek tersebut dapat berupa batang kayu. meloncat-loncat (skipping ). berukuran beberapa milimeter sampai puluhan sentimeter. brush. dimana celah tersebut terbentuk melalui gerusan suatu benda seperti potongan lempung atau kayu yang terbawa oleh arus. cangkang. 2004) Groove Cast Struktur ini berbentuk lonjong pada bagian bawah lapisan. roll. Terbentuk melalui pengisian celah (groove ). Bentukan flute ini. 1982). Panjang dari struktur ini beragam mulai dari beberapa sentimeter sampai puluhan sentimeter.

ireguler. umumnya kurang dari satu meter dan terdapat pada bagian bawah lapisan. . gelembur ( ripple). Banyak channel yang berbentuk cekung jika terlihat dari penampang samping dan terisi oleh sedimen yang membentuk k enampakan tali sepatu jika terihat dari kenampakan peta (dari atas). Channel ini umumnya terisi oleh sedimen yang lebih kasar. dan berelief. Struktur channel dapat dikenali dengan hubungan tidak selaras (memotong) dengan sedimen dibawahnya. Khusus pada batugamping terdapat beberapa struktur sedimen seperti cavity dan stromatolite yang terbentuk melalui sementasi selama p roses pengendapan serta pelarutan. Struktur Sedimen Pengendapan Struktur sedimen pengendapan antara lain perlapisan ( stratifcations ) : lapisan (bedding ). beberapa meter sampai kilometer. perlapisan silang siur ( cross-stratifications). Lapisan batupasir silang -siur (cross bedded sandstone ) banyak mengisi channels. (Tucker. struktur ini melonjong sesuai dengan arah arus. dan retakan lempung (mudcrack). Pengukuran orientasi struktur ini dapat berguna dalam mengindikasikan arah kemiringan -purba dan rekonstruksi paleogeografi. Permukaan yang tergerus biasanya kasar. yang merupakan wilayah transportasi sedimen untuk waktu yang relatif lama. struktur sedimen pengendapan terdapat dibagian atas permukaan lapisan. laminasi. Berbeda dengan struktur se dimen erosional yang berada dibagian bawah lapisan. Flute Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore. Channels Struktur ini berskala lebih luas. Dari kenampakan atas. b.Gambar. Scour Mark dapat terjadi pada setiap litologi atau lingkungan asalkan arus yang ada cukup kuat untuk mengerosi sedimen dibawahnya. dan biasanya isian awal dari suatu channel berupa lapisan basal konglomerat. Kenampakan khas dari struktur ini adalah tererosinya sedimen dibawahnya dengan isian sedimen yan g lebih kasar diatas lapisan yang tergerus tadi. 1982). 2004) Scour Mark Terminologi scour mark digunakan untuk struktur erosional ya ng berskala kecil.

(Gore. . 2004). komposisi atau warna. dapat didefinisika n sebagai perubahan ukuran butir sedimen. Perlapisan di Batuan Berumur Paleozoik di Brimingham. Lapisan yang lebih tebal dari 1 cm disebut sebagai bed dan yang kurang dari 1cm disebut sebagai laminasi atau lamina. Struktur internal ini dapat dihasilkan melalui beberapa cara :  Fase Laminasi Bidang Atas Lapisan : melalui pengendapan arus kuat. Bagian atas dan bawah dari lapisan ini disebut sebagai bidang perlapisan .Stratifikasi (Perlapisan) Perlapisan merupakan kenampakan batuan sedimen yang sangat jelas. Pergerakan tektonik juga dapat mempengaruhi pertemuan antar lapisan.  Fase Laminasi Bidang Bawah Lapisan : melalui pengenda pan suspensi. dengan kecepatan aliran yang relatif tinggi. 1988) Suatu bidang lapisan dapat diketahui pelamparannya melalui struktur sedimen tertentu seperti struktur sedimen erosional. Lapisan ( Bedding) Lapisan terbentuk melalui perubahan pola sedimentasi. Laminasi Pararel ( Parallel Lamination ) Dibedakan melalui perubahan ukuran butir. Alabama (Gore. Namun batas lapisan dapat hancur karena adanya proses kompaksi dan pembebanan. Bid ang lapisan batuan sedimen silisiklastik berbeda dengan bidang lapisan batugamping yang tergolong batuan sedimen karbonat. arus turbidit bermasa jenis rendah atau arus traksi yang lemah. Perlapisan tersebut tampak karena perbedaan warna atau tekstur. Batas lapisan dapat berupa :  Kontak Tegas  Kontak Planar  Kontak Ireguler  Kontak Gradasional Gambar. Bidang lapisan pada batugamping dapat berupa permukaan karst atau permukaan keras lainnya yang terbentuk melalui sementasi selama pr oses pengendapan. warna atau komposisi mineralogi. mineral ogi.

Arus air yang berosilasi membentuk ripple simetris . ripple yang asimetris dapat digunakan sebagai penunjuk arah arus purba. sehingga dapat menunj ukkan waktu pengendapan yang relatif lebih lama! Gelembur (Ripple) . 1984) Namun pararel laminasi secara umum terbentuk oleh pengendapan material suspensi atau oleh arus turbidit yang bermasa jenis rendah pada litologi batuan sedimen berbutir halus. Laminasi juga dapat terbentuk melalui presipitasi mineral yang periodik seperti kalsit. Pararel Laminasi (Gore. Gambar. Ripple yang asimetris memiliki kemiringan yang curam pada hilir dan kemiringan yang landai pada hulu. Ripple yang terbentuk pada arus acak seperti di sungai cende rung asimetris. sinus atau cembung tergantung kecepatan alirannya. Faktor pembentuk st ruktur sedimen ini dapat berupa air dan angin. Cari kumpulan lamina yang ada. Puncak-puncak dari ripple yang asimetris dapat berupa bidang lurus. batugamping. Catatan :  Dilapangan gunakanlah lup pembesar untuk membedakan dan meneliti penyebab dari laminasi : apakah interka lasi dari litologi yang berbeda (batulempung. Lingkung an yang ideal bagi terbentuknya struktur pararel laminasi adalah pada daerah yang terisolasi seperti laguna. Namun pada arus yang bergelombang atau berosilasi. baik pada batupasir. Ripple Ripple merupakan undulasi permukaan sedimen yang dihasilkan karena adanya pergerakan air atau angin pada material sedimen berukuran pasir. rijang. atau batugamping) atau perubahan ukuran butir (gradasi laminasi lanau ke lempung)!  Ukur rata-rata ketebalan rata -rata dari lamina -lamina yang ada. batulanau. halit atau gipsum. Gumuk (Dune) dan Ombak Pasir (Sand Waves) Struktur sedimen ini terbentuk pada sedimen berukuran pasir. dimana bagian puncaknya relatif lurus namun cenderung kasar.Gambar. khususnya batuan sedimen lempungan. batupasir halus dan batugamping halus. danau dan cekungan laut dalam. Karena geometri yang unik ini. terbentuklah ripple yang simeris. gipsum dan batubesi.

Cross stratification terbentuk diantara ripple dan dunes. struktur sedimen perlapisan silang siur dapat digunakan dalam mengindikasikan arah arus purba. Jika lapisan miring tersebut lebih tebal dari 1 cm. Meskipun jarang terpreservasikan. lapisan silang siur yang dihasilkan dari erosi struktur ini sangat banyak ditemukan. Bentuk spesifiknya menyerupai Ripple yang telah dibahas sebelumn ya. . Berpuncak lurus . Linguoid  Wind Ripple Struktur ini berbentuk memanjang. perlapisan silang siur ( cross stratification) ini disebut lapisan silang siur ( cross bedding ) namun jika kurang dari 1cm disebut dengan laminasi silang -siur (cross lamination) . dan berarah ke bawah dari kemiringan tersebut. 1985) Gambar. Cross Stratification Merupakan terminologi umum untuk struktur internal lapisan yang dihasilkan pada sedimen berukuran pasir oleh aktivitas angin atau air. Ripple Asimetris di Pantai (Gore.  Current Ripple Ripple yang disebabkan oleh arus terbentuk oleh arus satu arah sehingga berbentuk asimetris dengan bagian yang curam pada hilir disebut sebagai : lee side dan bagian yang landai pada hulu disebut sebagai stoss side. Sinus .Gambar. Maka dari itu. 1982). dan 3. khususnya pada sedimen berbutir lanau sampai kasar dan umumnya berbentuk simetris. 2. lurus dan berpuncak parare l. Ripple simetris di Virginia (Gore. menyebutkan bahwa Ripple dapat terbagi mandi 3 macam berdasarkan agen pembentuknya antara lain :  Wave Formed Ripple Struktur ini terbentuk melalui aksi ombak atau sedimen non -kohesif. Agen dari ripple ini adalah angin sehingga jarang terpreservasikan.5 meter. Dune dan Sand waves Subaqueous dune sering disebut sebagai mega -ripple dan sandwaves ( bar) merupakan ripple yang berskala lebih besar. Perlapisan yang terbentuk miring membentuk sudut terhadap bida ng horizontal. Subaqueous dune berukuran beberapa meter sampai lebih dari puluhan meter panjangnya dan tinggi dapat mencapai 0. 1985) (Tucker. Berdasarkan bentuknya current ripple dapat terbagi lagi menjadi 3 macam : 1.

graded beds dapat digunakan seb agai indikator lapisan bagian atas. Ada beberapa alasan tentang terbentuknya lapisan yang tidak memiliki struktur ini. Graded Bedding Massive Bedding Termasuk kedalam massive bedding atau lapisan masif adalah lapisan yang tidak memiliki struktur internal didalamnya. dan pengurangan air ( dewatering). 2004) Gambar. rekristalisasi. dimana tidak tersedia waktu yang cukup untuk pembentukan lapisan. 2. Maka. Struktur pada lapisan ter sebut rusak dan hilang karena proses tertentu seperti bioturbasi. Ukuran butir yang terdapat pada suatu lapisan bergradasi ini berangsur dari ukuran yang lebih kasar dibagian bawah lapisan sampai ukuran yang lebih halus dibagian atas. (Gore. Cross Stratification Macam-macam cross stratification :  Cross Bedding  Cross Lamination  Flaser Bedding  Lenticular Bedding  Wavy Bedding  Storm Bedding : Hummocky Graded Bedding Gradded Bedding dihasilkan ketika suatu arus bermuatan sedimen (seperti arus turbidi t) mulai mengalami pengurangan kecepatan aliran. Sehingga lapisan yang masif dapat digunakan sebagai penciri suatu proses sedimentasi seperti arus turbidit. Pada saat terendapkan lapisan tersebut memang tidak memiliki struktur karena proses sedimentasi yang berlangsung cepat. . yakni : 1.Gambar. Asymetrical Bedding Ripple dan Cross Gambar. grain flow dan debris flow.

Struktur berongga ini antara la in : y Struktur Geopetal y Struktur Fenestrae y Struktur Stromataktik y Struktur Sheet Cracks dan Neptunian y Stuktur Rongga Karst. lubang dan gua Hardgrounds dan Tepee Struktur ini terdapat pada batugamping yang mengalami sementasi saat pengendapan ( synsedimentary) maka sedimen tersebut sebagian atau bahkan secara keseluruhan terlitifikasi (mengalami pengerasan) pada lantai samudra. menyebabkan pengerutan sampai akhirnya terpecah -pecah seperti layaknya rekahan permukaan sawah ketika kering. terbentuk karena dampak dari air hujan yang mengenai permukaan lapisan sedim ent yang masih lunak ataupun berbutir halus. . khususnya batulempung dan batugamping berukuran lempung yang umumn ya terbentuk dari proses pengeringan dan pengurangan kandungan air ketika sedimen tersingkap kepermukaan.Mud Crack Struktur ini sering terdapat pada sedimen berbutir halus. Rain Spots Merupakan depresi -depresi kecil dipermukaan lapisan sedimen yang berbentuk membundar. Umumnya terdapat di lingkungan gurun dan paparan lakustrin Struktur Pengendapan Pad a Batugamping Struktur Berongga ( Cavity Structure) Kebanyakan batugamping mengandung struktur yang pada awalnya berongga namun kemudian terisi oleh sedimen atau dalam hal ini semen karbonat setelah terjadinya pengendapan.

Maka dari itu pengukuran orientasi sum bu lipatan dan bidang lipatan slump berguna untuk memastikan arah dari slumping dan kemiringan purba. beberapa melalui pergerakan masa sedimen ( slumping and sliding) dan yang lainnya melalui reorganisasi internal karena pengurangan air dan pembebanan Slumps. Slide merupakan kegiatan tertransportasinya masa sediment pada masa sedimen yang memiliki deformasi internal yang sedikit. Megabreccia dan Slides Ketika terendapkan. serpulida. baik pada lereng atau dekat dengan lereng. dan sponge. Stromatolites Stromatolit merupakan struktur laminasi biogenik yang memiliki struktur tumbuh yang bervariasi. Sebagai hasil dari sementasi syn sedimenter pada sedimen karbonat tersebut permukaan lapisan yang mengalami sementasi dapat mengembang dan pecah membentuk pola polygonal. Paleokarstic Surfaces Permukaan paleokarst terbentuk melalui kontak sedimen karbonat dengan permukaan (udara) dan pelarutan meteoric atau air hujan (karstifi kasi). dan crinoida serta terpenetrasi oleh aktivitas pemboran organisme seperti anelida. Terbentuk melalui pemerangkapan dan pengikatan partikel karbonat oleh lapisan alga umumnya cyanobacteria dan presipitasi biokimia karbonat. Keterdapatan slump atau slide dalam suatu kemenerusan lapisan dapat dideduksikan dari keterdapatan lapisan yang normal (undisturbed beds) diatas dan bawa h dari lapisan yang mengalami slump atau slide. . Kenampakan dari hardground umumnya nodular yang merupakan hasil dari aktivitas pemboran dan bi oturbasi organisme yang terbentuk sebelum sedimen terlitifikasi. Sumbu lipatan berorientasi pararel dengan strike kemiringan dan arah dari pembalikan lipatan menuju ke bagian bawah kemiringan. masa sedimen dapat tertransport kebawah lereng. Bentuknya bermacam macam mulai dari berlaminasi. c. Slump merupakan istilah ketika bagian dalam masa sedimen terhancurkan selama pergerakan menuruni kemiringan. berbentuk kubah dan kolom -kolom. Lapisan yang terse men tersebut dapat terdorong keatas membentuk antiklin semu atau dapat disebut sebagai tepee.Permukaan yang memiliki struktur hardground umumnya terikat oleh organisme tertentu seperti oister. Kenampakan dari slump menunjukkan lipatan : lipatan rebah. bivalvia. Struktur Sedimen Post-Pengendapan Banyak variasi dari struktur yang terbentuk setelah proses pengendapan. Megabreccia yang berkomposisikan batugamping dan terdapat pada bagian bawah suatu kemiringan kemungkinan terendapkan pada saat penurunan muka air laut dan runtuhnya batas paparan karbonat. Permukaan seperti ini umumnya memiliki topografi yang tidak beraturan dan biasanya tertimbun oleh lapisan lempung yang tipis atau dapat juga tanah. merupakan hasil dari aktivitas patahan selama pengendapan dan erosi dari gawir sesar. antiklin asimetris dan sinklin serta sesar naik dalam ukuran lokal. Megabreccia merupakan istilah yang digunakan untuk endapan blok -blok masa sediment yang besar. sehingga diantara struktur ini terdapat gua -gua yang terisikan oleh semen.

y Flame Structure. terdapat pada bidang lapisan. namun ti dak terdapat pergerakan lateral dari sediment tersebut. merupakan pembebanan lapisan batupasir terhadap lapisan batulempung dibawahnya. berbentuk cekung. terjadi pada sediment laminasi silang siur ( cross lamination) dengan laminasi yang terdeformasi menjadi gulungan. Konvolusi seperti ini umumnya a simetris dan merupakan kebalikan dari arah arus purba. dan sinklin tajam. 1982). Umumnya terjadi pada endapan aliran gravitasi ( sediment gravity flow ) pada kemiringan laut dalam. y Ball and Pillow Structure. Convolute Bedding. Load Structures Struktur ini terbentuk melalui pembebanan suatu lapisan terhadap lapisan lainnya. Beberapa contoh dari load structure : y Load Cast. kipas laut dalam serta bagian terdalam dari kemenerusan laut dalam tersebut. Sandstone dykes berbentuk pemotongan lapisan oleh terobosan batupasir dan Sand volcanoe berbentuk membundar dengan depresi di bagian tengah. Pressure Dissolution dan Compaction Struktur ini terbentuk sebagai hasil dari tekanan pembebanan dan proses tektonik. merupakan hasil dari lapisan lempun g yang dibebani oleh lapisan batupasir diatasnya sehingga terinjeksikan keatas mempenetrasi lapisan batupasir. Contorted dan disrupted. Efek tekanan pelarutan ini umum terlihat pada batas antara lapisan pada batugamping dalam bentuk stylolite. Sandstone Dykes dan Sand Volcanoes Struktur ini terbentuk melalui proses peng urangan air dan lolosnya air. . lapisan batupasir yang membebani lapisan batulempung dibawahnya dapat masuk tenggelam kedalam celah pada lapisan batul empung sehingga memecahkan dan memisahkan masa lapisan lempung tersebut membentuk pola -pola seperti bola dan bantal ( ball and pillow). sedangkan pillar berbentuk lonjong dan tidak berstruktur internal. sehingga berbentuk seperti struktur yang membundar tanpa adanya orientasi tertentu. karena getaran gempa bumi. Penyebab dari deformed bedding dapat berasal dari pemotongan oleh arus permukaan sedimen dan penyeretan friksional oleh pergerakan partikel pasir yang menyebabkan terjadinya convolute bedding dan overturned bedding. convolute dan contorted dapat digunakan untuk suatu lapisan yang dihasilkan selama sedimentasi dan telah mengalami deformasi. s erta pelarutan yang terjadi pada masa batuan sediment sepanjang bidang lapisan. antiklin kecil. yakni adanya lipatan tak beraturan dan disorientasi lapisan secara local. menunjukkan deformasi yang lebih sedikit pada suatu lapisan. Dish Structures dan Pillar Structures Struktur ini terbentuk melalui aliran air baik secara lateral maupun vertikal pada suatu material sediment (Tucker. Dish.Deformed Bedding Deformed bedding atau istilah lain seperti disrupted.

Struktur Sedimen Biogenik Struktur sedimen biogenik merupakan struk tur yang terbentuk akibat aktivitas organisme yang berinteraksi dengan sedimen. Organisme dapat membuat semacam terowongan yang merusak struktur sediment primer seperti laminasi dan meinggalkan jejak galian. Lembaran dari kalsit yang pararel terhadap lapisan batulempung (umumnya yang mengandung masa organik) dan terdiri dari kristal -kristal yang berorientasi vertical disebut sebagai beef. pemboran (boring ) dan tanda lainnya pada sedim en. . Mineral-mineral penyusun nodul umumnya yang berbutir halus dari kalsit. Beef dan Joints Umumnya vein terbentuk melalui aktivitas tektonik dan termineralisasi melalui aliran fluida hidrotermal. pirit.Nodules Struktur nodul ini disebut juga konkresi umumnya terbent uk pada sedimen setelah pengendapan. kuarsa dan anhidrit. siderit. Seperti cooling joints pada endapan vulkaniklastik. Sedimentary vein terdiri atas gypsum yang terdapat pada batulempung dan terbentuk melalui hidrasi anhidrit selama pengangkatan dari lapisan evaporit. umumnya terjadi karena tekanan pembebanan karena proses selama pengendapan berlangsung. Beberapa macam nodul terbentuk diseputar fosil atau bekas burrowing organisme tertentu namun dapat juga terdapat pada rekahan sed iment yang berbentuk radial dan konsentrik yang diisi oleh kristal -kristal tertentu. dapat berupa akar tanaman yang mempenetrasi sedimen. Pada beberapa kasus. namun dalam kasus tertentu disebabkan proses pengendapan. Seperti halnya dalam geologi struktur bahwa joint dalam terminology sediment juga merupakan rekahan yang terbentuk karena tekanan tektonik. Trace Fossil (Fosil Jejak) atau Ichnofossil Ichnofossil termasuk kedalamnya jejak ( tracks). dimana sediment tersebut mengisi jejak yang ada. Bioturbasi yang berlangsung lama dapat mencampur sedimen sehingga kenampakannya homogen (massif). Terdapat dalam bentuk tampalan -tampalan dari sementasi sedimen tertentu. Bentuk vein sendiri berupa terobosan atau retakan yang terisi mineral tertentu yang memotong suatu perlapisan. y Track atau jejak kaki merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari kaki binatang. jejak ini ditemukan sebagai bagian bawah dari suatu lapisan sediment. Bentuk nodul dapat membundar sampai pipih. proses keterbentukan seperti ini kemudian disebut sebagai sedimentary vein oleh Tucker. Terdapat pula bioturbasi yang terbentuk dari aktivitas organisme yang merusak sediment tertentu. d. jalur ( trails). rekahan pada lapisan batugamping yang tersementasi dengan baik. Veins. galian ( burrows). dolomit. Namun vein juga dapat terbentuk melalui proses diagenesa. tidak terdapat perlapisan. Contohnya jejak kaki dinosaurus atau burung. lonjong atau tak beraturan. Organisme dapat berupa hewan yang berjalan atau menggali pad sedimen tertentu. atau dapat berupa koloni bakteri yang terper angkap dan terikat pada sedimen sehingga membentuk struktur perlapisan tertentu. Nodul dapat secara acak te rsebar atau terkonsentrasi sepanjang horizon tertentu.

y Burrow merupakan bekas galian oleh binatang pada sediment lunak. Siput dan cacing menghasilkan ³lubang bor´ ini biasanya untuk mencari mak an. Boring Merupakan lubang yang dibentuk oleh binatang pada material keras. y y Root Mark Merupakan jejak yang ditimbulkan oleh akar tanaman pada tanah purba (paleosol). struktur ini biasanya memiliki warna yang berbeda dengan sediment sekitarnya. cangkang. dapat berupa kurva atau kelurusan. Berbentuk membundar pada penampang. seperti kayu. hasil isian ini dapat tersementasi dan menjadi keras. Berbentuk bercabang kearah bawah menerobos lapisan tanah tertentu. batuan atau sediment keras. . Galian ini umumnya terisi oleh sediment dengan warna dan tekstur yang berbeda dengan sediment disekitarnya.y Trail merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari organisme yang melata atau menyeret anggota tubuhnya untuk berjalan.

Setiap lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter fisika. seperti perubahan temperatur atau iklim. litologi. marine. fluvial. desert . 1955). dan es. Faktor fisika dikaitkan dengan proses fisika. pola arus purba dan fosil. Unsur dinamis mencakup faktor -faktor seperti energi dan arah hembusan angin. Kontrol biologi dalam suatu lingkungan pengendapan dapat dirujuk sebagai pengaruh aktivitas organisme (pertumbuhan tanaman. Lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter -parameter fisika. statis dan dinamis. karena organisme sangat dipengaruhi ol eh kondisi tersebut. aliran air. struktur. dan komposisi tertentu (Bogss. derajat keasaman -kebasaan (pH). Lingkungan pengendapan yang dominan proses fisikanya terbagi lagi menjadi dua macam unsur yakni. Hasil atau produk dari endapan lingkungan pengendapan. pelubangan. sedangkan faktor biologi dikaitkan aktivitas organisme ( struktur perubahan cangkang sebagai sedimen dan material organik (C -H)). Unsur statis termasuk kedalam pembahasan mengenai geometri cekungan. kimia dan biologi yang berpengaruh dalam menghasilkan fasies tersebut. lacustrine dan lingkungan lainnya. viskositas. Faktor biologi ini merefleksikan aspek fisika dan kimia suatu endapan. yang kesemua hal tersebut mempengaruhi arus dan gelombang. Jika dibandingkan dengan sedimen tertentu fasies dapat dihubungkan dengan lingkungan pengendapan moderen (Selley. material pengendapan seperti gravel siliklastik. dan biologi tertentu yang menghasilkan suatu tubuh batuan sedimen dengan sifat -sifat tekstur. Sementara dominasi proses kimia dalam suatu lingkungan pengendapan seperti salinitas. energi air laut. kimia. Eh dan kandungan karbondioksida serta oksigen mempe ngaruhi proses kimiawi seperti presipitasi kimia dan pelarutan. Proses dan Produk Sedimen Dalam pembelajaran mengenai lingkungan pengendapan sangatlah penting untuk mengetahui perbedaan antara lingkungan pengendapan dan fasies pengendapan. . dan potensial oksida si-reduksi (eH). dan salju. Faktor kimia dikaitkan dengan proses kimia. bahan dan medium sedimentasi. Dapat dibedakan dari wilayah yang lain berdasarkan karakteristik fisika. Sehingga fasies sedimen merupakan suatu masa batuan sedimen yang dapat dibedakan berdasarkan geom etri. hujan.Lingkungan Pengendapan Lingkungan pengendapan ( sedimentary environment ) didefinisikan sebagai suatu tempat dipermukaan bumi yang kompleks dimana te rdapat terdapat kemenerusan batuan sedimen yang diendapkan. kimia. turbulensi dan arus ombak. kedalaman air. dan biologi didalamnya (Gore. dan temperatur. khususnya lingkungan pengendapan sedimen seperti lingkungan delta. penggalian. 1985). struktur sedimen. dan lempung. energi kinetis pada angin. 2004). pH. pasir. ingesti oleh organisme serta ekstraksi sili ka dan kalsium karbonat dari material cangkang) serta keterdapatan organisme sebagai material sedimen. seperti densitas. perubahan salinitas.

Namun dapat pula melalui studi singkapan melihat litologi dan data paleontologi yang ada. Tabel 1 Penyederhanaan Klasifikasi L ingkungan Pengendapan (Boggs. 1995) Tempat Pengendapan Lingkungan Utama Sub-Lingkungan Utama Darat *Fluvial *Kipas Aluvial *Braided Stream *Meandering Stream *Gurun Lacustrine *Glasial Transisi *Deltaic *Delta Plain *Delta Front *Prodelta *Beach/barrier ba r *Estuarine/lagoonal Tidal Flat Laut Neritik Paparan **Organic reef Oceanik Slope Deep Ocean Floor * Dominan Pengendapan Siliklastik ** Dominan Pengendapan Karbonat . Sangatlah penting menentukan lingkungan pengendapan berdasarkan fasies pengendapannya dengan dasar desrkriptif dari sedimen yang ada. Jadi salah satu permasalahan dalam menentukan sedimen purba adalah dengan melihat pada lingkungan pengendapannya ataupun sebaliknya. Pemaparan yang komprehensif mengenai lingkungan pengendapan salah satunya telah dilakukan oleh Crosby (1972). Berikut tabel yang membagi lingkungan pengendapan sec ara umum. Praktisnya klasifikasi lingkungan pengendapan adalah yang memiliki jumlah sub -lingkungan yang sederhana namun dapat digunakan untuk membedakan lingkungan satu dengan lainnya dengan menggunakan interpretasi lingkungan pengendapan yang ada. Namun pembagian menurut Crosby tersebut tidak begitu praktis karena mengandung terlalu banyak jenis lingkungan. Lingkungan Darat ( Continental) 2. Sehingga suatu pengklasifikasian tidak semuanya dapat diterima oleh geologis maupun pihak lain yang menggunakan. Lingkungan Laut ( Marine) Setiap lingkungan pengendapan utama tersebut dapat terbagi lagi menjadi beberapa sub lingkungan. Lingkungan Transisi ( Transition) 3. yaitu : 1. Memang dalam pengklasifikasian lingkungan pengendapan terdapat banyak pendapat dan kepentingan. Klasifikasi Lingkungan Pengendapan Terdapat tiga pembagian lingkungan pengendapan utama (Selley.Karena fasies sedimen merupakan produk dari lingkungan pengendapan. Deskripsi tersebut dapat melalui studi bawah permukaan melalui well log dan seismik serta data core dan cutting. 1988) .

Pengendapan dilingkungan sistem fluvial terjadi dalam kondisi iklim yang beragam dari mulai iklim gurun. . Lingkungan Pengendapan Darat Lingkungan darat merupakan lingkungan -lingkungan yang terdapat diwilayah darat . evaporit atau campuran namun dipengaruhi juga oleh kondisi pengendapan. dan uranium. Lingkungan Pengendapan Sistem Fluvial Merupakan pengendapan yang dihasilkan oleh aktivitas aliran sungai dan berasosiasi dengan proses gravitasi sedimen. kerikil dengan pemilahan buruk dan pasir. karbonat. Pada lingkungan darat dapat mengandung jumlah yang cukup besar dari gas alam. Beberapa sedimen darat memiliki nilai yang ekonomis. Material sedimen yang terbentuk pada kipas aluvial biasanya kasar. Meskipun sub-lingkungan dari sistem fluvial banyak keterdapatannya. seperti gunung atau gawir sesar.1.Catatan : Lingkungan tidak mutlak menandakan bahwa pengendapan yang terjadi adalah siliklastik. Sketsa Lingkungan Pengendapan Darat A. gurun. lakustrin dan glasial. Fasies yang terendapkan pada lingkungan darat didominasi oleh sedimen siliklastik yang dicirikan oleh jarangnya keterdapatan fosil dan tidak terdapatnya fosil laut. Para ahli geologi membagi lin gkungan pengendapan darat menjadi 4 jenis lingkungan : fluvial (kipas aluvial dan sungai). Gambar. minyak bumi. Pengendapannya berbentuk layaknya kipas pada dasar gunung. Kipas aluvial biasa terdapat pada wilayah arid atau semi -arid dimana curah hujan sedikit dan banyak terjadi erosi. lemba b sampai iklim dingin (glasial). namun pembagian umumnya terbagi menjadi 3 sub -lingkungan. yaitu :  Lingkungan Pengendapan Sistem Kipas Aluvial Lingkungan ini terbentuk karena adan ya wilayah dengan relief tinggi. batubara. Sedimen non -siliklastik juga terdapat di lingkungan darat seperti batugamping airtawar dan evaporit. oil shale.

dan dataran limpah banjir. Sedangkan.Gambar 2. Selain itu sungai menganyam juga dicirikan dengan banyaknya saluran ( channel) yang dipisahkan oleh bar atau pulau kecil. Kipas Aluvial  Sub-Lingkungan Pengendapan Sungai Menganyam ( Braided River) Lingkungan sungai menganyam ditandai dengan sub -aliran yang anastomoting yang memilki tingkat sinusitas yang lebih rendah dibandingkan sungai meander. Gambar 3. Produk sedimen dari sungai menganyam dimulai dari bagian dengan wilayah topografi tinggi berupa material kerakal dan berangsur berkurang ukuran butirnya seiring dengan gradasi ke arah hilir (relief rendah) sampai terendapkan material berukuran pasir.  Gambar 4. Unsurunsur dari sungai meander antara lain saluran utama. tipe material sedimennya lebih halus ukurannya dibandingkan sung ai menganyam. Sungai Meandering . Sketsa Sungai Menganyam ( Braided River ) Sub-Lingkungan Pengendapan Meandering River Lingkungan sungai meander merupakan kelanjutan dari sungai menganyam k earah hilir dimana topografi bentangannya semakin landai sehingga terbentuklah saluran sungai yang memiliki sinusitas tinggi ( meandering ) dan hanya terdiri dari satu saluran utama. point bar. tanggul alam. Tingkat erosi aliran sungai meandering terjadi secara lateral sehingga mendukung pembentukan saluran sungai yang berkelok -kelok.

Di lingkungan ini didominasi oleh endapan pasir yang berstruktur dune. Gambar 5. B. Material sedimen di lingkungan lakustrin umumnya berasal dari sungai da n/atau evaporasi di permukaan. terbentuk ditempat dengan topografi yang rendah dan distribusi air atau material sedimen kedalamnya. Lakustrin merupakan daerah yang tidak berhubungan dengan laut dan umumnya merupakan lingkungan pengendapan dari sedimen klastik walaupun juga terdapat karbonat da material evaporit. Di lingkungan yang lebih dalam terendapkan material suspensi dan arus turbidit yang berasal dari batas dengan wilayah lakustrin dangkal. Sketsa Sungai Meandering Beserta Elemen -elemennya. pasokan sedimen dan kimia air. Lingkungan Pengendapan Gurun Lingkungan gurun merupakan lingkungan dimana curah hujan sedikit serta minimnya vegetasi. Gambar 6. Lingkungan Pengendapan Lakustrin Lingkungan pengendapan lakustrin atau danau.Erosi dari aliran sungai ini berarah ke thalweg -nya dan sebaliknya material sedimen diendapkan dibagian bank bersebrangan dengan bagian erosi. Sand . Lingkungan Pengendapan Lakustrin Fasies yang terendapkan pada lingkungan ini dikontrol oleh kedalaman air. Material di gurun tererosi dan tertransport oleh angin sehingga terakumulasi sebagai sedimen aeolian. C. Lingkungan lakustrin yang dangkal biasanya terendapkan batuan sedimen kasar meskipun karbonat dan endapan evaporit dapat juga mungkin terdapat.

Lingkungan Pengendapan Transisi A. Lingkungan Pengendapan Transisi Lingkungan pengendapan transisi terletak diantara perbatasan lingkungan pengendapan darat dan laut. Delta terbagi menjadi beberapa bagian : . meskipun beberapa lingkungan lagun dan estuarin didominasi oleh kondisi air -tenang. berpilah baik dan membundar baik. sehingga merupakan tempat ³bertekanan tinggi³ untuk organisme. dataran tepilaut. Lingkungan Pengendapan Delta Merupakan lingkungan transisi yang dicirikan oleh sedimen yang tertransport sampai bagian hilir sungai dan terendapkan pada batas pertemuan anta ra aliran sungai dan genangan air laut atau danau. Presipitasi terjadi sebagai salju yang terakumulasi menjadi tubuh es yang permanen ataup un semi-permanen. Wila yah ini tidak begitu luas. estuarin. lagun. batupasir. pantai. organisme yang tinggal di lingkungan transisi cenderung merupakan spesies dengan tingkat adaptasi dan toleransi yang tinggi. Baik sedimen s iliklastik yang terendapkan melalui transportasi aliran sungai ke pinggiran pantai maupun endapan transisi juga banyak keterdapatannya. batuan karbonat.dune umumnya silang siur. Gambar 7. Banyak bagian dari lingkungan transisi didominasi oleh arus dan gelombang berenergi tinggi. termasuk konglomerat. Es sendiri merupakan agen erosi batuan yang kuat dan dapat mentransport detritus pada jarak yang cukup jauh sebelum akhirnya meleleh dan mengendapkan material sedimen pada wilayah glasial. Rekaman dari pengendapan sistem glasial dimulai p ada wilayah dataran tinggi dan tertransport menuju kedataran rendah sebagai endapan klastik mencapai lingkungan laut. Maka. D. dan evaporit. Tipe sedimen yang diendapkan di lingkungan ini bervariasi. Salinitas di daerah ini bervariasi mulai dari airtawar sampai supersaline. serpih. tanpa asosiasi dengan kerakal ataupun lempung. dan dataran penghalang. dan didominasi oleh proses aliran sungai. Kondisi berenergi tinggi ini menyebabkan salinitas dan temperatur bervariasi. Lingkungan Pengendapan Glasial Kondisi di lingkungan ini berupa iklim yang dingin dengan temperatur dibawah 0 0 . gelombang dan pasang-surut. Lingkungan pengendapan transisi antara lain : delta. dan dataran pasang -surut.

Lingkungan delta terpengaruh oleh besarnya aliran sungai. maupun pasangsurut. Bagian yang paling distal dan sudah mulai memasuki perbatasan dengan laut dangkal. yang kesemuanya mempengaruhi tipe dan distribusi sedimen di lingkungan delta. Merupakan bagian yang lebih ke arah laut dan dicirikan dengan distributary mouth bar. Gambar 9 . Pembagian Lingkungan Delta Sedimen lingkungan darat terbawa oleh aliran sung ai sampai ke mulut sungai.   Delta Plain : Delta Front : Pro-Delta : Terdiri dari distributary channel dan masih terdapat pengaruh sistem fluvial maupun danau. Gambar 8. Diagram Klasifikasi Delta . Sehingga pengaruh gelombang laut dan alir an sungai mempengaruhi bentukan dari delta. gelombang laut. baik yang didominasi aliran sungai. iklim dan energi yang berasosiasi dengan gelombang.

temperatur. estuarin atau rawa. Sedimen yang terendapkan berupa sedimen klastik lempungan ataupun pasiran yang dipengaruhi oleh pasangsurut. Sedangkan pulau penghalang atau barrier island hampir sama dengan dataran pantai namun terpisah dari dataran oleh lagun. Gambar 10. Keterdapatannya mencakup daerah estuarin. C. Tubuh pantai berupa pasir yang dapat berpotongan dengan dataran utama. Lingkungan Pengenda pan Dataran Pasangsurut Dataran pasangsurut terbentuk umumnya pada garis pantai mesotidal atau mikrotidal dimana tidak terdapat gelombang yang kuat.B. D. delta. Pantai juga terdapat pada sistem delta. . Pulau penghalang ini terbentuk oleh saluran pasangsurut. Lingkungan Pengendapan Laut Arus yang terdapat di laut berasal dari pengaruh angin. Lingkungan Pengendapan Laut Lingkungan laut mencakup semua wilayah di samudera dan di lautan. lingkungan ini juga terpengaruh oleh pasangsurut dan merupakan lokasi terendapnya sedimen klastik. Lingkungan Pengendapan Pantai Pantai merupakan akumulasi pasir di temp at yang sempit dan berbentuk pararel dengan garis pantai dan sebagai tambahan dataran utama. lingkungan laut atau bahkan lakustrin yang tidak terdapat hubungan dengan delta. densitas air. estuarin. variasi salinitas dan gaya pasangsurut. Pengaruh gelombang ini berdampak kepada kedalaman air sampai beberapa meter mencapai tingkatan yang lebih dalam. Lingkungan ini berkembang pada wilayah sepanjang pantai yang berelief rendah dan energi gelombangnya renda h dan terlindungi oleh dataran penghalang maupun terumbu. belakang dataran penghalang dan delta. 2003). dan lagun. selama energi yang lebih tinggi mempengaruhi dasar laut. Lingkungan Pengendapan Estuarin/Lagun Estuarin merupakan lokasi pengendapan pada mulut sungai dimana terdapat pencampuran dengan airlaut. Lingkungan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan kedalaman air laut serta tipe sedimen yang mengendap (Gore.

Sedimen yang terendapkan di lingkungan laut dangkal sangat beraneka ragam.  Lingkungan Laut Dangkal Karbonat Lingkungan ini dicirikan dengan pengendapan karbonat yang dipengaruhi oleh proses biokimia pada laut dangkal (<100m). lingkungan laut dalam dapat terbagi menjadi :  Continental Slope. pulau penghalang. endapan badai. angin atau badai yang mendominasi gaya g erak sedimen. 2001).1999). continental rise. Sedimen laut dalam memang lebih sedikit keterdapatannya dibandingkan dengan sedimen laut dangkal. dimana rata -rata sedimen terderivasi oleh arus turbidit yang dapat bergerak 10m/1000tahun dan produk arus turbidit dapat mencapai ketebalan ribuan meter. palung laut dalam. dan dasar laut yan g dalam (Nichols. . atau dekat dengan daratan. badai dan arus laut Proses yang sama juga berpengaruh terhadap sedimen karbonat yang banyak keterdapatannya pada kondisi iklim. dan produksi organisme t ertentu (Nichols. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. dipermukaannya banyak terdapat organisme namun dibawah zona photik organismenya lebih sedikit. dan garis pinggir pantai (Satyana.A. dataran pasangsurut. Sekitar 65% dari permukaan bumi mencakup continental slope. Batas bawahny a terletak pada kedalaman 1500 -4000m. Material sedimen klastik terdistribus i dan terpisahkan pada fasies pengendapan yang berbeda oleh arus pasangsurut. Pada lingkungan laut dalam. terbentang mulai dari paparan dengan kedalaman 130m sampai permulaan dasar laut. Sedimen yang terendapkan termasuk bersal dari estuarin. kedalaman air. Namun per kecualian untuk lingkungan kipas laut dalam yang dekat dengan kemiringan. Sedimen yang terendapkan pad a lingkungan ini adalah tubuh pasir yang sangat tebal. gelombang. dipengaruhi pasangsurut. Lingkungan Pengendapan Laut Dalam Lingkungan laut dalam merupakan daerah terbesar yang menyusun permukaan bumi dengan kedalaman lebih dari 200m. gelombang. Platform terdapat pada wilayah di paparan daratan yang terbentang di garis pantai sampai pada wilayah epikontinental laut B. Lingkungan Pengendapan Laut Dangkal Lingkungan pengendapan ini mencakup akumulasi dar i sedimen klastik yang tertransport dari daratan serta sedimentasi batuan karbonat yang berasal dari keterdapatan organisme yang hidup di laut. Wilayah dengan sedimentasi kabonat dikenal dengan carbonat platform.  Lingkungan Laut Dangkal Siliklastik Lingkungan ini dicirikan dengan adanya pengendapan detritus pada kedalaman sedang (10-200m). 2005).

III. pergerakan bata s garis pantai (transgresi dan regresi). lingkungan pengendapan dan ciri fisik batuan sedimen itu sendiri. tetapi pengecualian pada palung dalam dapat terbentang mencapai 10000m dan semakin kearah laut kedalamannya semakin bertambah (Boggs. Seperti studi sejarah bumi. dan penjelasan tentang sejarah pergerakan kerak benua dan samudera. Stratigrafi Stratigrafi merupakan ilmu yang mempelajari perlapisan atau urut -urutan batuan berdasarkan karakteristik batuan yang membedakan waktu pengendapan yang berbeda. Wilayah ini mencakup 80% lingkungan lantai samudera. 1995). Stratigrafi dapat menjadi alat bantu geologist dalam merangkum komposisi sedimen. wilayah ini mencakup bagian laut dalam yang berada di bagian distal dari continental slope. succession of beds . untuk kemudian dapat diinterpretasikan kedalam aspek -aspek yang lebih luas. Kesemua hal tersebut termasuk kedalam disiplin ilmu stratigrafi. tekstur. pencarian minyak dan gas. tetapi juga bermaksud untuk membahas skala yang lebih besar secara vertikal dan hubungan yang menyeluruh secara lateral antara satuan -satuan dalam batuan sedimen yang dapat terangkum dalam pembahasan ciri fisik litologi. Lingkungan Laut Dalam Dari Penyusun : Penekanan pada sub bab sebelumnya adalah pada proses sedimentasi. Gambar 11. hubungan antar umur serta posisi geografi dan distribusinya. struktur sedimen. Secara garis besar bahasan sebelumnya terfokus pada berbagai aspek dalam batuan sedimen. Continental Rise dan Cekungan Laut Dalam . struktur. Namun penekanan dalam bab ini tidak hanya tentang proses sedimentasi dan ciri fisi k batuan sedimen yang detil. mineral tambang dsb. Bag ian terdalam dari samudera terbagi menjadi dua komponen fisiografis yakni : lantai samudera dan oceanic ridge. karena stratigrafi menyediakan kerangka yang sistematik dalam pembelajaran geologi khususnya studi sedimentologi. Selain itu stratigrafi penting dalam studi rekonstruksi lempeng (plate tectonics ). dan kenampakan lainnya dalam suatu pemahaman. . karakt eristik paleontologi. Pengertian mengenai prinsip dan terminologi dalam stratigrafi sangatlah penting dalam studi geologi secara keseluruhan. korelasi perlapisan suatu daerah bahkan perlapisan dalam cakupan yang lebih luas seperti anta r benua dan penyusunan urutan lapisan -lapisan dalam kolom geologi. Selain itu stratigrafi terkait dengan hubungan antar perlapisan batuan.

" Steno.  Biostratigrafi Merupakan studi tentang batuan berdasarkan kandungan fosilnya. Prinsip-prinsip yang ia kembangkan merupakan tulangpunggung dari stratigrafi sekarang ini. mak a.  Litostratigrafi Berhubungan dengan litologi atau ciri fisik dari suatu lapisan dan hubungan satuan -satuan stratigrafinya berdasarkan karakteristi k litologi. dan lingkungan dari lapisan dibawah permukaan serta sedimen di samudera. konsep yang masih klasik adalah penamaan hubungan litostratigrafi. yaitu magnetostratigrafi. Kemudian masih pada 1960an. Selain itu ada pula perkembangan dari stratigrafi yang memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran hubungan fisik stratigrafi..  Kronostratigrafi Berhubungan dengan umur lapisan batuan dan hubungan waktunya. pada saat suatu lapisan yang lebih dulu terbentuk. The Principles of Superposition (Prinsip Superposisi) Dalam suatu urutan perlapisan. yang kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu sekuen stratigrafi . Prinsip-prinsip Dasar Stratigrafi Dalam pembelajaran stratigrafi permulaannya adalah pada prinsip-prinsip dasar yang sangat penting aplikasinya sekarang ini.Sejarah Perkembangan Stratigrafi Pada tahun 1960an.. disiplin ilmu stratigrafi masih banyak membahas tentang penamaan stratigrafi itu sendiri. Pada 1970an.pada waktu suatu lapisan terbentuk (saat terjadinya pengendapan). yang berhubungan dengan ciri fisik magnet dari suatu batuan sedimen dan batuan vulkanik yang berlapis. lapisan yang lebih muda berada diatas lapisan yang lebih tua. namun sekarang siswa harus mengerti prinsip dasar dari stratigrafi. Sebagai dasar dari studi ini Nicolas Steno membuat empat prinsip tentang konsep dasar perlapisan dikenal sekarang dengan ³Steno¶s Law´ Empat prinsip Steno tersebut adalah : 1. 1669. yang merupakan studi strati grafi dan fasies pengendapan berdasarkan interpretasi data seismik. . ". Kita harus mengerti hubungan anta ra stratigrafi dengan sistem pengendapan serta hubungan antara aplikasi stratigrafi dengan prinsip sedimentologi untuk menginterpretasikan lapisan dalam konteks lempeng tektonik global. Dalam subbab ini akan lebih banyak dibahas prinsip -prinsip dasar dari stratigrafi itu sendiri. serta korelasinya antar satu wilayah dengan yang lainnya. yang membahas paket lapisan yang dibatasi oleh ketidakselarasan. tidak ada keterdapatan lapisan diatasnya. pendekatan klasik terhadap stratigrafi diperbaharui ole h Weller dengan bukunya ´ Stratigraphic Principle and Practice´. umur . kronostratigrafi dan biostratigrafi pada suatu wilayah. semua masa yang berada diatasnya adalah fluida. berkembang konsep urut -urutan pengendapan. dan seismik stratigrafi.

Principle of Cross Cutting Relationship Suatu hal (sesar atau tubuh intrusi) yang memotong perlapisan selalu berumur lebih muda dari batuan yang diterobosnya "Jika suatu tubuh atau diskontinuitas memotong perlapisan." Steno. D¶Orbigny mengemukakan suatu perlapisan secara sistematis . William Smith (1769 -1839) seorang peneliti dari Inggris. Smith mengungkapkan dengan menganalisa keterdapatan fosil dalam suatu batuan. 1669 4. "Lapisan baik yang berposisi tegak lurus maupun miring terhadap horizon. "Material yang membentuk suatu perlapisan terbentuk secara menerus pada permukaan bumi walaupun beberapa material yang padat langsung berhenti pada saat mengalami transportasi.Gambar. tubuh tersebut pasti terbentuk setelah perlapisan tersebut terbentuk. ia pun menyimpulkan suatu hukum yaitu ³Law of Faunal Succession´ . Ahli Stratigrafi lain seperti D¶Orbigny dan Albert Oppel juga berperan besar dalam perkembangan ilmu stratigrafi. Smith adalah insinyur yang bekerja disebuah bendungan. maka suatu lapisan yang satu dapat dikorelasikan dengan lapisan yang lain." Steno. 1669. Dengan korelasi stratigrafi maka dapat diketahui sejarah geologiny a pula. pada awalnya pararel terhadap horizon." Steno. pernyataan umum yang menerangkan bahwa fosil suatu organisme terdapat dalam data rekaman stratigrafi dan dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui sejarah geologi yang pernah dilauinya. Kolom Stratigrafi 2. ia mengemukakan Teori biostratigrafi dan korelasi stratigr afi. Jasanya sebagai pencetus biostratigrafi membuat ia dikenal dengan sebuatan ³Bapak Stratigrafi´. Dalam studi hubungan fosil antar perlapisan batuan. 3. Lateral Continuity Suatu lapisan dapat diasumsikan terendapkan secara lateral dan berkelanjutan jauh sebelum akhirnya terbentuk sekarang. yang merupakan satu perlapisan. Principle of Initial Horizont ality Lapisan terendapkan secara horizontal dan kemudian terdeformasi menjadi beragam posisi. 1669.

Sedangkan Oppel berjasa dalam mencetuskan konsep ³Biozone´. 1980). merupakan satuan stratigrafi yang secara litologi dapat dibedakan dengan jelas dan dengan skala yang cukup luas cakupannya untuk dipetakan di permukaan atau ditelusuri dibawah permukaan. metasedimen atau metamorf yang dibedakan berdasarkan karakteristik litologi. Kedua orang inilah yang juga mencetuskan pembuatan standar kolom stratigrafi.mengikuti yang lainnya yang memiliki karakteristik fosil yang sama. Satuan litostratigrafi yang paling mendasar antara lain :  Formasi. Pengelompokan satuan stratigrafi menjadi satuan litostratigrafi yang lebih spesifik cakupannya dapat berguna untuk menelusuri dan mengkorelasikan lapisan baik pada singkapan dan di bawah permukaan.  Litologi. penggalian. Satuan litostratigrafi ini dapat dikenali berdasarkan karakteristik batuan yang dapat diteliti. Pembedaan satuan stratigrafi ini didasarkan oleh stratotipe (tipe satuan yang ditentukan). Tipe Satuan litostratigrafi Satuan litostratigrafi merupakan tubuh batuan sedimen.  Kelompok/Grup. . Formasi dapat terdiri dari satu litologi atau beberapa litologi yang berbeda. kombinasi dari beberapa formasi . warna.  Perlapisan. merupakan pembelajaran dan deskripsi dari karakteristik fisik dari batuan khususnya pada batuan sampel dan di singkapan (Bates dan Jackson. komposisi mineral. Berdasarkan hal tersebut kita dapat mendefinisikan satuan litologi sebagai satuan batuan yang didasarkan dengan karakteristik fisik sedangkan litostratigrafi berkaitan dengan studi mengenai hubungan stratigrafi antara lapisan yang dapat diidentifikasi berdasarkan litologi. Batas antara setiap satuan yang berbeda dapat diidentifikasi secara jelas dengan adanya kontak atau dapat dideskripsikan secara arbitrer karena bersifat gradasional. Terminologi litologi digunakan oleh banyak geologist dengan dua macam cara.Hal yang penting adalah membedakan dan memahami kontak antara litologi tersebut secara vertikal dan lateral. dapat terdiri dari batuan yang ada. Umumnya satuan-satuan tersebut terdiri dari beberapa litologi yang saling berhubungan dan berbatasan. merupakan bagian dari formasi (formasi dapat terbagi menjadi be berapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut anggota). Biozone adalah satu unit skala kecil yang mengand ung semua lapisan yang diendapkan selama eksistensi/keberadaan fosil organisme tertentu. beku.  Supergrup. antara lain :  Litologi. daerah tambang atau lubang bor. kombinasi dari beberapa kelompok.  Anggota. lokasi ditemukan. merupakan bagian dari anggota (anggota dapat terbagi menjadi beberapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut perlapisan). yang kesemuanya mengacu pada kriteria batuan. dan ukuran butir. singkapan. Di lapangan satuan stratigrafi yang terdiri dari hanya satu litologi saja jarang ditemukan. merupakan karakteristik fisik seperti : tipe batuan. Litostratigrafi Litostratigrafi berhubungan dengan studi dan susunan lapisan berdasa rkan karakteristik litologi.

Ketidakselarasan menunjukkan sedikitnya kontinuitas dari pengendapan dan berkaitan dengan periode nondeposisi. Kontak gradasional dapat terbagi lagi menjadi beberapa tipe : . umumnya terendapkan secara pararel. merupakan hasil dari perubahan yang jelas dan tiba -tiba dari litologi yang berbeda.Kontak Stratigrafi Satuan-satuan litologi yang berbeda terpisahkan satu sama lainnya oleh kontak. Kontak Selaras Kontak antara lapisan yang selaras dapat berupa :  Kontak Tegas. serta perubahan ukuran butir disebabkan oleh rekristalisasi atau dolomitisasi atau perubahan yang diakibatkan sementasi oleh mineral silika atau karbonat. Selain itu ada pula kontak secara lateral yang disebabkan oleh patahan setelah terjadinya pengendapan. disebut kontak gradasional jika perubahan dari satu litologi ke yang lain memiliki tanda yang kurang jelas dibanding kontak tegas. Karena kontak yang selaras meng indikasikan tidak ada jeda pengendapan yang signifikan atau hiatus. baik secara subaerial maupun subakueous. kontak juga terdapat secara lateral pada satuan litostratigrafi yang saling berbatasan. Lapisan yang berurutan secara vertikal dapat dikata kan selaras atau tidak selaras tergantung dari kemenerusan pengendapan.  Kontak Gradasional. Umumnya terjadi pada pengendapan bidang pe rlapisan primer yang terbentuk sebagai hasil dari perubahan kondisi pengendapan lokal. m elidah ( intertonguing ) . yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan yang lebih tua. Hiatus mewakili periode waktu geologi dimana tidak terdapat sedimen atau lapisan yang terbentuk. Kontak tegas juga dapat disebabkan oleh alterasi kimia setelah pengendapan yang mengakibatkan perubahan warna dikarenakan proses oksidasi dan reduksi dari mineral yang mengandung besi. pinching atau wedging. Hiatus merupakan jeda atau pemotongan kontinuitas dari pengendapan pada suatu rekaman waktu geologi. yang merupakan suatu permukaan yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan batuan yang lebih tua namun disepanjang bidangnya tidak terdapat bukti dari periode non deposisi. Kontak ini terbentuk antara satuan batuan dari umur yang sama dan terdiri dari li tologi yang berbeda serta menunjukkan kondisi lingkungan pengendapan yang berbeda. disebut tidakselaras. Kontak antara tubuh yang berbatasan secara lateral dapat bergradasi. Suatu ketidakselarasan meripakan permukaan yang terbentuk seba gai hasil erosi atau nondeposisi. Lapisan yang memiliki kontak selaras dicirikan dengan susunan pengendapan yang tidak rusak (menerus). Sementara kontak antara lapisan yang tidak menerus dengan lapisan dibawahnya pada rentang waktu tertentu. yang mewakili adanya hiatus. yang permukaannya dapat berupa bidang datar atau tidak beraturan (ireguler) diantara tipe batuan yang berbeda. Permukaan yang memisahkan lapisan yang selar as ini disebut keselarasan (conformity). atau tidak sesuai kemenerusannya sebagai satu bagian. pelapukan atau erosi. Selain terdapat secara vertikal.

Paraconformity . terjadi ketika satu litologi bergradasi dengan litologi lainnya secara progresif. Berikut akan dibahas satu persatu tipe ketidakselarasan. 2. atau karakteristik fisika. Kontak Tidak Selaras Terdapat empat tipe dari kontak tidak selaras yang dapat dikenali. maka. membentuk sudut dengan batuan yang lebih muda. 3. komposisi mineral. keterdapatan permukaan erosional yang memisahkan lapisan. 2. Paraconformity 4. ireguler. merupakan kontak gradasional yang terjadi karena bertambahnya perselingan antara beberapa litologi. Disconformity Kenampakannya berupa suatu permukaan ketidakselarasan atas dan bawah dari bidang perlapisan yang secara umum pararel dan kontak antara lapisan yang lebih tua dan mudanya ditandai oleh perm ukaan erosional yang jelas. Kontak Interkalatif. batuan yang lebih tua tersebut memiliki dip yang berbeda. Disconformity 3.1. Contohnya : Batupasir secara progresif bergradasi menjadi batulempung kearah atas atau batupasir kuarsa berubah menjadi batupasir arenit secara progresif kearah atas. Nonconformity Ketidakselarasan dikenali berdasarkan keterdapatan suatu hubungan yang menyudut antara lapisan yang tidak selaras. Angular Unconformity 2. 3 tipe pertama terjadi antara tubuh batuan sedimen dan tipe terakhir (nonconformity) terjadi antara batuan sedimen dan metamorf atau batuan beku. 1. dan keaslian batuan dibawah permukaan ketidakselarasan. umumnya lebih cu ram. Angular Unconformity Merupakan suatu tipe ketidaks elarasan dimana sedimen yang lebih muda terendapkan diatas permukaan erosi dari batuan yang lebih tua dimana sebelumnya batuan tersebut mengalami pengangkatan atau perlipatan. antara lain : 1. atau tidak lazim. kurang lebihnya bergradasi s ecara seragam pada ukuran butir. Kontak Progresif.

Paraconformity tidak dapat dengan mudah dikenali dan harus diidentifikasi berdasarkan jeda antara rekaman batuan (disebabkan periode nondeposisi atau erosi). 3. yang meliputi jutaan tahun yang lampau sejak keterbentukan bumi. Waktu Geologi. yang merupakan pembagian waktu dalam tahun atau dalam penamaan tertentu yang merepresentasikan waktu tertentu. Intertonguing Pemisahan lateral dari satuan litologi pada banyak satuan -satuan stratigrafi yang tipis dan menjorok kedalam litologi lainnya secara tidak beraturan. Gradasi Lateral Progresif Sama dengan gradasi vertikal progresif pada kontak vertikal.Merupakan ketidakselarasan yang tidak tampak dengan jelas. 4. Waktu Geologi Alur waktu sejak terbentuknya bumi terbagi menjadi satuan -satuan geokronologi. Ditentukan dari bukti paleontologi seperti keterdapatan suatu zona fauna atau perubahan fauna yang jelas tampak. untuk kejadian -kejadian dalam sejarah bumi. karena dicirikan oleh lapisan atas dan bawah bidang ketidakselarasan yang pararel dan tidak terdapat permukaan erosional at au bukti fisik lainnya dari suatu ketidakselarasan yang jelas. sehingga kedua penjelasan diatas saling berhubungan. Pinch Out Perubahan litologi secara lateral yang dicirikan oleh penipisan litologi tertentu secara progresif sampai akhirnya hilang dan berganti menjadi litologi lainnya. Kontak Lateral Satuan stratigrafi juga memiliki batas lateral yang jelas. antara lain : 1. Bukti Material Batuan. Miner al dan Fosil. . 2. yang telah terekspos. Macam -macam kontak lateral antara lain : 1. Hubungan Stratigrafi dan Waktu Geologi Terdapat dua penjelasan yang berbeda tentang stratigrafi. Kejadian-kejadian tersebut digambarkan dalam terminologi waktu dan penentuan waktu yang berjalan pada setiap material geologi. Namun dari pandangan keilmuan yang objektif kedua konsep tersebut tetap terpisah dan sangat penting keberadaannya. Nonconformity Nonconformity terbentuk antara batuan sedimen dan batuan beku yang berumur lebih tua atau batuan metamorf yang masif. tererosi. sampai akhir nya tertimbun oleh sedimen. baik secara jelas sebagai hasil dari erosi atau bergradasi oleh perubahan litologi yang berbeda. Batasan tersebut tidaklah selalu terbentang secara lateral dan planar tapi dapat pula berterminasi (menunjukkan pola -pola tertentu). 2.

Proterozoikum dan Fanerozoikum  Era Eon terbagi lagi menjadi beberapa era. Satuan kronostratigrafi merupakan kesatuan fisik bukanlah konsep abstrak.  Kronostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang batas atas dan bawahnya memiliki permukaan yang isokron (memiliki kesamaan waktu). . antara lain : Litostratigrafi Melengkapi pembahasan tentang litostratigrafi sebelumnya. terbagi menjadi 3 eon : Arkeozoikum.  Aplikasi Kronostratigrafi Salah satu tujuan dari analisis sedimentologi dan stratigrafi suatu batuan adalah untuk melakukan rekonstruksi lingkungan pur ba. Kapur  Epoch Pembagian selanjutnya dari periode contohny a . Lingkungan pengendapan ditentukan melalui fasies sedimen yang ada pada waktu tertentu dan digunakan untuk merekonstruksikan paleogeografi. satuan stratigrafi didasarkan pada kesatuan materialnya. bahwa satuan litostratigrafi dapat didefinisikan sebagai suatu tubuh batuan yang dapat dibedakan berda sarkan karakteristik litologi dan posisi stratigrafi relatif terhadap tubuh batuan lainnya. Satuan kronostratigrafi dibedakan dengan menentukan umur -umur dari batuan -batuan yang ada baik langsung melalui perhitungan isotop atau dengan kalibrasi informasi biostratigrafi. Suatu permukaan yang isokron terbentuk pada waktu yang sama dimanapun. contohnya Mesozoikum terbagi menjadi Triasik. Fanerozoikum terbagi menjadi Paleozoikum. Awal Kapur. Untuk dapat merekonstruksi lingkunganpurba pada waktu lampau sangatlah penting untuk mengetahui lingkungan pengendapan yang terdapat pada waktu tersebut. Hal ini memerlukan pengetahuan kronostratigrafi. Ada lima tipe dasar dari material stratigrafi yang dapat dikenali. Untuk membandingkan batuan yang terbentuk pada li ngkungan yang berbeda pada waktu yang sama dalam suatu urutan batuan di suatu cekungan pengendapan. Material Satuan Stratigrafi Kontras dengan waktu geologi. berikut dari periode terpanjang sampai terpendek :  Eon Merupakan periode waktu terpanjang. yang memiliki persamaan langsung dengan satuan waktu geologi. Mesozoikum. dan Kenozoikum  Period Merupakan bagian dari era. Pertengahan Kapur dan Akhir Kapur  Age Merupakan pembagian akhir yang hanya terdiri dari rentang beberapa juta tahun. Dengan runtutan permukaan kronostratigrafi pada suatu tubuh batuan adalah mungkin untuk membuat suatu seri rekonstruksi dan untuk membentuk suatu model dari evolusi lingkunganpurba.Hierarki dari waktu geologi telah ditetapkan. Jura.

perubahan mineralogi atau keduanya yang terjadi pada batuan dengan limit bawahnya diagenesis dan pelapukan dan limit atasnya adalah melting (peleburan).  Alostratigrafi Satuan alostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan berdasarkan posisinya relatif terhadap ketidakselarasan atau permukaan lainnya yang merefleksikan perubahan dasar selama pengendapan.  Magnetostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang menunjukkan karakteristik magnetik yang berbeda antar tubuh batuan yang saling berbatasan pada suatu urutan stratigrafi. Batuan metamorf adalah batuan dengan tekstur dan mineral yang merefleksikan Cataclastic.Biostratigrafi Satuan biostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan dan di cirikan dengan kandungan fosilnya atau kandungan organisme.  Dating (Relative) Dating (Absolute) Past Environments Sub-Surface Investigations Stratigraphy Radiocarbon Sedimentology Geophysical Pollen Stratigraphy Pollen Analysis Tidal Rhythmites TL/OSL Diatom Analysis Typology Palaeomagnetics Foraminifera Archaeological Coring & Boreholes BAB VII BATUAN METAMORF Pengertian Batuan Metamorf Metamorfisme adalah proses yang menyebabkan perubahan tekstur. Recrystalization atau Neocrystalization sebagai respon terhadap kondisi yang berbeda dari pembentukan batuan tersebut dan prosesnya diantara diagenesis dan anatexis . Proses yang serupa terjadi juga selama diagenesis. tanpa disertai penghancuran butiran. ´Sekuen Stratigrafi´ merupakan pendekatan pendekatan alostratigrafi dalam membedakan material satuan stratigraf i. Batuan asal (protolith) dari batuan metamorf ini bisa berasal dari batuan beku. Jadi metamorfisme sama dengan diagenesis. tetapi hanya meliputi proses yang terdapat diluar kondisi permukaan (P dan T rendah). Proses perubahan tekstur yang tidak diiringi dengan perubahan mineralogi ada dua macam yaitu Cataclastic dan Recrystalization. Kandungan fosil digunakan untuk menentukan posisi batuan pada suatu urut -urutan perlapisan relatif terhadap batuan lainnya. . Recrystalization adalah proses penyusunan kembali crystal lattice dan hubungan dalam butir melalui migrasi ion dan deformasi lattice. batuan sedimen bahkan batuan metamorf dengan derajat yang lebih rendah. Neocrystalization adalah proses yang menghasilka n mineral baru yang tidak terdapat pada batuan metamorf sebelumnya. Cataclastic yaitu proses penghancuran dan pemecahan butiran pada batuan.

deviatoric. Tekanan ini diakibatkan oleh tekanan fluida yang terperangkap ( PFluid.Agen Metamorfisme Agen metamorfisme yaitu tekanan. PCO2) dan tekanan batuan yang berada diatasnya ( PLoad) atau tekanan Lithostatic. ketika batuan masuk pada kondisi yang berbeda. Deviatoric Stress Merupakan stress yang tidak seragam pada arah yang berbeda yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu :  1 (stress maximum)  2 (stress intermediet)  3 (stess minimum) Deviatoric stress terbagi menjadi tiga macam yaitu : Commpression Tension Shear . Pada umumnya. temperatur stress dan cairan kimia aktif. te kanan adalah stress yang seragam pada berbagai arah . PH2O. tetapi tidak cukup energi untuk merubah batuan tersebut menjadi batuan asalnya (protolith). Ketika batuan metamorf mencapai permukaan a kibat erosi atau proses lainnya. mineral dan teksturnya menjadi tidak stabil sehingga terjadilah perubahan pada salah satu atau keduanya sehingga terjadilah kestabilan pada kondisi yang baru. mineral dan tekstur batuan metamorf tersebut menjadi tidak stabil. Tekanan Stress didefinisikan sebagai Gaya dibagi Luas (F/A).

2. Metamorfisme lokal. contoh batuann ya adalah Phylite  Tekstur schistose. biasanya terjadi pada skala lokal.5 mm).1 mm). yaitu metamorfisme akibat tekanan lithostatik yang terjadi pada kedalaman yang besar. pecahannya berlembar. yaitu adanya kesejajaran orientasi mineral yang memberikan adanya pelapisan. Metamorfisme dinamik. Untuk batuan granitik basah batas atasnya sebesar 600 0C. ataupun pada derah yang terkena jatuhan meteorit. Metamorfisme terjadi pada volume batuan yang relative kecil (kurang dari 100 km 3) 2. yaitu metamorfisme yang terjadi karena deviatorik stress.Deviatoric stress ini mengakibatkan terbentuknya foliasi akibat penyusunan butir mineral secara parallel Temperatur Batas atas temperatur dalam proses metanorfisme tergantung dari beberapa ko ndisi diantaranya kering atau basahnya batuan dan komposisi batuan. fore arc basin dan palung. Metamorfisme dinamik lokal terjadi pada zona sesar. pada tumpukan sediment di benua. berbutir sangat halus sampai halus (< 0. merupakan metamorfisme yang paling banyak dan terjadi oleh kombinasi tekanan dan temperature. Diagenesis dan pelapukan berahir dan metamorfisme dimulai ketika mineral baru yang tidak stabil di permukaan terbentuk. Tekstur batuan metamorf Tekstur Foliasi. Metamorfisme Regional. Fluida Kimia Aktif Tipe Metamorfisme Berdasarkan area atau volume : 1. Terjadi pada batuan dengan volume ribuan kilometer kubik. Berbutir halus sampai sangat kasar (> 1 mm). Batas bawah temperatur sehingga terjadi proses metamorfisme belum begitu diketahui. Contoh batuannya adalah schist . Reaksi pembentukan meineral ini diperlirakan mulai pada suhu 100 0C. 3. Berdasarkan agen metamorfismenya : 1. Kontak ini disebut juga kontak au reole. Metamorfisme static. dan kenampakan kelurusan. Tekstur foliasi kuat dibedakan menjadi :  Tekstur slaty. Untuk batuan ultramafic atau ultrabasic dalam keadaan kering batas atasnya berkisar antara 1200 sampai 2000 0C. Metamorfisme dinamotermal. Metamorfisme dinamik regional terjadi pada daerah yang cukup luas seperti pada zona akresi di batas konvergen lempeng. kelurusan pada orientasi planar dan subplanar. butirannya sangat halus (< 0. 4. penyerpihan. Contoh batuannya adalah slate  Tekstur Phylitic. yaitu metamorfisme dengan ag en utamanya adalah temperatur dan terjadi karena intrusi batuan beku terhadap batuan dangkal yang l ebih dingin. Metamorfisme Kontak.

 Tekstur Gneissose.Struktur struktur geologi yang ada di muka bumi ini umumnya sesuai dengan sifat pergerakan tektonik lempeng yang ada dI daerah tersebut. Berbutir halus sampai sangat kasar. I.1 LIPATAN DEFINISI Terdapat beberapa definisi lipa tan menurut ahli geologi struktur. Tekstur Batuan Metamorf BAB VIII STRUKTUR GEOLOGI Bagian 4 GEOLOGI STRUKTUR PENGERTIAN Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari geometri (struktur) pada batuan serta berbagai mekanisme (gaya-gaya) yang menyebabkan terbentuknya geometri -geometri tersebut. Hill (1953). yaitu bending (melengkung) dan buckling (melipat).yaitu: I Lipatan II Kekar III Sesar I. antara lain : 1. memperlihatkan perlapisan akibat perbedaan mineralogi. Lipatan merupakan pencerminan dari suatu lengkungan yang mekanismenya disebabkan oleh dua proses. Pada gejala buckling. .Struktur geologi sendiri dapat dibagi menjadi tiga.

daerah tertinggi dari suatu lipatan biasanya selalu dijumpai pada antiklin 3. Axial Plane. sedangkan pada proses buckling . daerah sekitar Hinge Point. Sayap lipatan dapat berupa bidang datar ( planar ). Hinge Line. . bagian dari lipatan yang terletak Downdip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum antik lin sampai hinge sinklin). Hob (1971) Lipatan akibat bending . 6. atau Updip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum sinklin sampai hinge antiklin). Gb 4. Limb (sayap). daerah terendah pada suatu lipatan. Plunge. melengkung ( curve). 2.1). Hinge Zone.1). 8.2 UNSUR-UNSUR LIPATAN 1. garis khayal yang menghubungkan titik -titik dari lengkungan maksimum pada tiap permu kaan lapisan dari suatu struktur lapisan. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa pada proses buckling terjadi perubah an pola keterikan batuan. sedangkan pada bending . selalu dijumpai pada sinklin. terjadi apabila gaya penyebabnya sejajar dengan bidang lapisan (gambar 2. 4. bidang sumbu lipatan yang membagi sudut sama besar antara sayap sayap lipatannya. terjadi apabila gaya penyebabnya agak lurus terhadap bidang lapisan (gambar 2. dimana pada bagian puncak lipatan antiklin.1 mekanisme Buckling dan Bending I.gaya yang bekerja sejaj ar dengan bidang perlapisan. titik yang merupakan kelengkung an maksimum pada suatu perlipatan. Trough. 2. Crest. 4. Kondisi ini akan terbalik pada sinklin. Axial Line. 3. 7. 9. 5. Park (1980) Lipatan adalah suatu bentuk lengkungan ( curve) dari suatu bidang lapisan batuan. sudut yang terbentuk oleh poros dengan horizontal pada bidang vertikal. atau bergelombang ( wave). garis yang menghubungkan Hinge Point pada suatu perlapisan yang sama. berkembang suatu rekahan yang disebabkan akibat adanya tegasan tensional (tarikan) sedangkan pada bagian bawah bidang lapisan terjadi tegasan kompresi yang menghasilkan Shear Joint . Billing (1960) Lipatan merupakan bentuk undulasi atau suatu gelombang pada batuan permukaan. gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan. Hinge Point.

Antiklin.4) 2.3 a Diagram blok antiklin Gb 4.3 b.4) Gb 4.Gb 4.4 Antiklin dan sinklin di lapangan .yaitu lipatan yang cembung ke atas (gambar 4.2 unsur-unsur lipatan I.3 b Diagram blok sinklin Gb 4.3 GEOMETRI Secara umum lipatan dapat dibagi menjadi dua.yaitu: 1.yaitu lipatan yang cekung ke bawah (gambar 4.3 a. gambar 4.Sinklin. gambar 4.

Fold tightness (Fleuty. Arah sumbu lipatan.4). Bentuk keseluruhan (Huddlestone.1973) f. Hubungan antara hinge line dan axial surface (Fleuty. y Adanya joint set berpola belah ketupat. c.1964) d. y Bidang rekahnya relatif kecil. b. Ciri-ciri: y Biasanya bidangnya licin. Struktur-struktur lain yang menyertai lipatan tersebut. Strike/dip perlapisan batuan (*) dan tentukan apakah lipatan tersebut telah mengalami pembalikan atau belum. Mekanisme yang menyebabkan lipatan tersebut. .I. kek ar terbagi atas: 1.1964) b.1 KEKAR DEFINISI Kekar (joint ) adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relatif sedikit sekali terjadi pergeseran. Joint set adalah kumpulan kekar pada satu tempat yang memiliki ciri khas yang dapat dibeakan dengan joint set lainnya. Jenis lipatan b. Bentuk lipatan. II.yang meliputi: -Chevron fold -Cuspate fold -Circular fold -Eliptical fold -Box fold -Teardrop fold c. y Memotong seluruh batuan.1986) I.2 Klasifikasi dan Geometri. Kekar Gerus (Shear Joint ). Secara genetik. yaitu kekar yang terjadi akibat tegasan yang cenderung mengelincir bidang satu sama lainnya yang berdekatan (gambar 4. d. y Memotong komponen batuan.4 KLASIFIKASI Beberapa klasifikasi lipatan antara lain: a. Dari hal-hal tersebut maka kita dapat menentukan: a. c. Geometri lipatan tersebut. c. Arah tegasan. Kesimetrisan lipatan e. Unsur-unsur lipatan lainnya (melalui stereonet). II.Kekar merupakan salah satu struktur yang paling umum pada batuan.5 DESKRIPSI Beberapa hal yang dapat dideskripsikan untuk lipatan antara lain: a. Perubahan ketebalan (Van Hisse. II.

Kekar Tarikan ( Tensional Joint ).Hitung strike/dip bidang kekarnya (*). Polanya sering tidak teratur. y y y Bidang rekahnya rela tif lebih besar. Gb 4.3 DESKRIPSI Data yang harus kita tentukan jika kita menemukan kekar adalah: .Kemungkinan adanya hubungan antara kekar dengan struktur lainnya. II. . Ciri-ciri dilapangan : y Bidang kekar tidak rata. .Tentukan vein (mineral yang mengisi bidang kekar) jika ada.4 Shear joint di lapangan 2.Lihat bagaimana geometri kekarnya.5 Tensional joint di lapangan 3.5). yaitu kekar yang terbentuk dengan arah tegak lurus dari gaya yang cenderung untuk memindahkan batuan (gaya te nsion). Karena terbuka. maka dapat terisi mineral yang kemudian disebut vein. .Gb 4. .Bagaimana pembentukan kekar tersebut . Hal ini terjadi akibat dari stress yang cenderung untuk membelah dengan cara menariknya pada arah yang berlawanan. yaitu merupakan campuran dari kekar gerus dan kekar tarikan dan pada umumnya rekahannya terisi oleh mineral sekunder. dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi (gambar 4.Tentukan jenis kekarnya. Dari data-data tersebut maka kita dapat menentukan: . Kekar Hibrid ( Hybrid Joint ). kalaupun teratur biasanya akan berpola kotak -kotak.

tetapi pada umumnya beru pa satu zona sesar yang didalamnya terdiri dari banyak sesar -sesar minor.Arah dan sifat tegasan yang membentuk kekar tersebut.6).7). Sesar mendatar dextral.Suatu sesar jarang yang terdapat soliter (satu bidang)..yaitu: a. kanannya lebih Gb 4. III.7 Diagram blok sesar mendatar sinistral .2 KLASIFIKASI Berdasarkan arah pergeserannya sesar dapat dibagi menjadi tiga. 2. (gambar 4. yaitu sesar mendatar yang bl ok batuan mendekati pengamat. Sesar mendatar terbagi lagi atas : 1. III.6 Diagram blok sesar mendatar dekstral Gb 4. III. Strike Slip Fault .1 SESAR DEFINISI Sesar adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran yang berarti. sesar yang pergerakannya searah dengan strike bidang sesar ( Pitch 00 . Sesar ini disebut juga sebagai sesar mendatar. Sesar mendatar sinistral.100). yaitu sesar mendatar yang blok batuan kirinya lebih mendekati pengamat (gambar 4.

Sesar Naik Sinistral . yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap footwall (gambar 4. Sesar Normal Sinistral . Strike-Dip Slip Fault atau (Oblique Fault) .900. Dip Slip Fault terbagi lagi atas : 1. Sesar Normal. Sesar Normal Dextral . Sesar Naik. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat . yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat. . (Pitch 10 0 .Sesar jenis ini dicirikan oleh nilai pitch sekitar 80 0 .8 Diagram blok sesar normal 2. c. Gb 4.9 Diagram blok sesar naik c.b. Strike-dip slip fault terbagi lagi atas kombinasi -kombinasi strike slip fault dan dip slip fault .8). yaitu: a. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wall nya relatif kebawah terhadap footwall (gambar 4. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat.9). sesar yang pergerakannya tegak lurus dengan strike bidang sesar dan berada pada dip bidang sesar. yaitu sesar yang pergerakannya relatif diagonal terhadap strike dan dip bidang sesar. Dip Slip Fault . Gb 4. b.800).

Keberadaan air terjun. 10.dan gawir. Triangular Fac et. Sesar akan mengakibatkan penghilangan atau perulangan urut -urutan batuan.peta. 13.seperti kelurusan sungai. Contohnya:Breksi sesar dan milonit. Proses penggerusan pada skala besar yang diakibatkan oleh sesa r akan menyebabkan perubahan orientasi dan kemiringan batuan yang disebut sebagai zona hancuran. 4. 3.3 INDIKASI SESAR 1. Keberadaan mata air panas. Keberadaan bidang gores garis ( Slicken Side ) dan Slicken Line. Intrusi batuan beku Sesar akan membentuk zona lemah yang kemudian dapat diterobos oleh intrusi. Suatu sesar dapat membentuk rekahan -rekahan lain yang lebih kecil (kekar) Keberadaan lipatan seret ( Dragfold ). Keberadaaan kekar. Sesar Naik Dextral. 6.dan pemetaan geologi BAB X GEOMORFOLOGI Pengertian Geomorfologi dan Sejarahnya Proses Geomorfologi Lembah. 5. 7. Yaitu lipatan yang diakibatka n penggerusan pada batuan. Terjadi pada air yang mengalir pada sesar dip slip.punggungan. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wall nya relatif keatas terhadap dan Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat. Erosi paa gawir umumya akan membentuk triangular facet. Catatan: (*) Dapat dilihat pada bahasan mengenai lapangan. Sungai Dan Pola Pengaliran BAB XI PALEONTOLOGI Pengertian Paleontologi Pengertian Fosil Pembentukan Fosil Pembagian Fosil Kegunaan Fosil BAB XII PERALATAN LAPANGAN DAN PENGGUNAANNYA BAB XIII PEMETAAN GEOLOGI . Adanya tatanan stratigrafi yang tidak teratur. Pergeseran batuan yang terjadi pada batuan akan membentuk bidang sesar (slicken side) yang didalamnya terdapat slicken line . Adanya pola-pola kelurusan. 12. Suatu sesar akan mengakibatkan terbentuknya pola -pola kelurusan. 11. Sesar-sesar yang dalam dapat mengakibatkan magma memanaskan aquifer air.d. Batuan sesar ( fault rock ). III. Keberadaan zona hancuran. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful