BAB I GEOLOGI 1.

1 Pengertian Geologi Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya bumi dan Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Secara umum Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, te rmasuk Komposisi, keterbentukan, dan sejarahnya. Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi, pembentukan,dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. Dengan kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari da lam geologi. 1.2 Ruang Lingkup Geologi Secara keseluruhan bumi ini terdiri dari beberapa lapisan yaitu : 1. Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi Bumi 2. Hidrosfer, yaitu lapisan air yang berada di permukaan Bumi 3. Biosfer, yaitu Lapisan tempat makhluk hid up 4. Lithosfer, yaitu lapisan batuan penyusun Bumi Ruang lingkup pembelajaran geologi yaitu lithosfer yang merupakan lapisan batuan penyusun bumi dari permukaan sampai inti bumi. Geologi juga mempe lajari benda-benda luar angkasa, dan bukan tak mugkin suatu s aat nanti kita dapat mengetahui keadaan geologi bulan misalnya. Cabang-cabang ilmu geologi Kajian geologi memiliki ruang lingkup yang luas, di dalamnya terdapat kajian -kajian yang kemudian berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri walaupun sebenarnya i lmu-ilmu tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling menunjang satu sama lain. ilmu -ilmu tersebut yaitu : 1. Mineralogi, yaitu ilmu yang mempelajari mineral, berupa pendeskripsian mineral yang meliputi warna, kilap, goresan, belahan, pecahan dan sifat lainnya. 2. Petrologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan, didalamnya termasuk deskripsi,klasifikasi dan originnya. 3. Sedimentologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan sediment, meliputi deskripsi, klasifikasi dan proses pembentukan batuan sediment. 4. Stratigrafi, yaitu ilmu tentang urut -urutan perlapisan batuan, pemeriannya dan proses pembentukannya. 5. Geologi Struktur, adalah ilmu yang mempelajari arsitektur kerak bumi dan proses pembentukannya. 6. Palentologi, yaitu ilmu yang mempelajari aspek kehidupan masa lalu yang berup a fosil. Paleontology berguna untuk penentuan umur dan geologi sejarah. 7. Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk bentang alam dan proses0proses pembentukan bentang alam tersebut. Ilmu ini berguna dalam menentukan struktur geologi dan batuan penyusun suatu daerah. 8. Geologi Terapan, merupakan ilmu -ilmu yang dikembangkan dari geologi yang digunakan untuk kepentingan umat manusia, diantaranya Geologi Migas, Geologi Batubara,Geohidrologi, Geologi Teknik, Geofisila, Geothermal dan sebagainya. Konsep Dalam Geologi Ada dua konsep dalam geologi yaitu teori Katastropisme dan teori Uniformitarisme

Teori Katastropisme Teori Katastropisme ini dikemukakan oleh Cuvier yang berekabangsaan Prancis pada tahun 1830. Teori malapetaka menjelaskan bentukan bumi yang sekar ang ini seperti pegunungan dan lembah merupakan hasil dari malapetaka -malapetaka yang sebelumnya terjadi. Teori ini juga menjelaskan bahwa musnahnya salah satu individu mahluk hidup disebabkan oleh malapetaka tersebut yang kemudian diikuti oleh kemunculan mahluk baru yang berbeda dengan mahluk hidup sebelumnya. Teori Uniformitarisma Teori ini dikemukakan oleh James Hutton yaitu ³ The Present Is The Key To The Past´. Teori ini menjelaskan bahwa proses -proses yang kita lihat sekarang terjadi juga pada masa lampau, seperti erosi perbukitan, pengangkutan material sediment di sungai, letusan gunung api, gempa bumi dan sebagainya. Hal ini membawa kita pada pemahaman bahwa pembentukan pegunungan, pembentukan lembah yang dalam, pembentukan lapisan -lapisan sediment tidak terjadi dalam waktu yang singkat tetapi melalui waktu yang cukup panjang bahkan sampai jutaan tahun.
BAB II STRUKTUR BUMI 2.1 Kedudukan Bumi dalam jagat Raya Sampai saat ini bumi merupakan satu -satunya planet yang dapat mendukung kelangsungan hid up seluruh makhluk, diantara planet -planet anggota tata -surya lainnya. Oleh karenanya pengetahuan mengenai bumi dianggap sangat vital guna kel angsungan hidup penghuninya termasuk manusia. Bumi merupakan anggota tata -surya bersama 8 planet lainnya yang sama sama mengelilingi matahari dengan waktu tempuh yang berbeda -beda sesuai dengan jari -jari lintasannya. Bumi berjarak rata-rata 150 juta km terhadap Matahari dan mengelilingi Matahari selama 365 hari, yang dijadikan dasar system kalender. Anggota tata-surya secara lengkap secara berturut turut yaitu: Matahari sebagai pusat, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Tata-surya merupakan bagian dari suatu galaksi yang dinamakan galaksi bima sakti ( Milky Way). Diameter galaksi bima sakti sekitar 80.000 -100.000 tahun cahaya. Di jagat raya ini masih banyak galaksi yang belum didiketahui yang jaraknya kemungkinan bisa jutaan tahun cahaya. Dari data -data ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ruang lingkup ilmu kita masih sangat keci l bila dibandingkan dengan luasnya jagat raya. Ini juga merupakan bukti bahwa Alloh Maha Besar, Maha Mengetahui atas segalanya dan kita tidak sepatutnya sombong dengan pengetahuan kita yang sangat sedikit ini. 2.2. Struktur dan Komposisi Bumi Berdasarkan kecepatan gelombang seismic struktur internal bumi dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama, yaitu inti ( core), mantel ( mantle ) dan kerak ( crust).

Gambar 2.1. Kecepatan Gelombang Seismik Pada Setiap Lapisan Bumi

Gambar 2.2 Struktur Bumi Inti bumi (core) Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900 -6371 km. Terbagi menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang memiliki kedalaman 2900 -5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang berkedalaman 51 00-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman Discontinuity . Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel. Mantel bumi (mantle) Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti dan mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity . Mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu mantel atas yang

bersifat plastis sampai semipl astis memiliki kedalaman sampai 400 km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km. Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas ba gian bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer. Kerak bumi (crust) Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-80 km. kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity . Kerak bumi domi nan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu : Kerak samudra, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5 -15 km (Condie, 1982)dengan be rat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.

Gambar 2.3 Penampang vertikal Kerak Samudra

Kerak benua, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si d an Al, oleh karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30 -80 km (Condie !982) rata -rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. kerak benua biasanya disebut sebagai lapisan granit is karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang b erkomposisi granit. Disamping perbedaan ketebalan dan berat jenis , umur kerak benua biasanya lebih tua dari kerak samudra. Batuan kerak benua yang diketahui sekitar 200 juta tahun atau Jura. Umur ini sangat muda bila dibandingkan dengan kerak benua yang t ertua yaitu sekitar 3800 juta tahun. Penyebab perbedaan umur ini akan dibahas pada bab selanjutnya.

zona pemisah antara kerak dengan mantel disebut Mohorovivic discontinuity . Misalkan kecepatan lempeng 5cm/t ahun dan waktunya 50 juta tahun maka lempeng tersebut akan bergerak sejauh 2500 km. Continental drift (Wegener. waktu ini disusun dalam skala waktu geologi . 1931) Sea-floor mapping ( Heezen. Lempeng lempeng tersebut bergerak satu sama lain dengan kecepatan yang berbeda -beda dan terjadi interaksi yang menyebabkan terjadinya kejadian-kejadian geologi seperti pembentukan gunung api. 8.Gambar 2. Sejarah Teori Tektonik Lempeng 1. 9. Dalam kejadian -kejadian geologi waktu yang diperlukan cukup panjang yaitu dengan satuan juta tahun. 1970) New Global Tectonic . 6. 1963) Transform fault (Wilson. hal ini membuktikan bahwa lapisan ini merupakan lapisan yang cair liat. 1965) Global seismic zones (Lynn and Sykes. Kerak bumi beserta mantel atas bagian atas yang padat menjadi satu kesatuan yang disebut litosfer. gempa bumi. Dibawah kerak terdapat lapisan yang disebut mantel. 1912) Convection current of mantle (Holmes. 2. Lempeng (Plates) Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bagian terluar dari lapisan bumi adalah ke rak bumi yang terbagi menjadi kerak samudra dan kerak benua. 3. Lapisan mantel atas bagian atas merupakan bagian yang padat. Hess. 7. sedangkan lapisan cair liat dibawahnya disebut sebagai astenosfer. akan te tapi pada kedalaman sekitar 70-80 km terjadi penurunan kecepatan gelombang seismic ( low velocity zone ). Litosfer tersebut mengapung diatas lapisan astenosfer dan terpotong potong menjadi beberapa keratan yang disebut lempeng ( plates). 5. Ewing. 1959 -1965) Sea-floor spreading (Dietz. Walaupun kecepatan rata-rata lempeng tersebut hanya sekitar 7cm/tahun dan kita tidak bisa merasakannya.2. . 4. pembentukan batuan dan kejadian geologi lainnya.4 Kelimpahan berbagai unsur di kerak bumi BAB III TEORI TEKTONIK LEMPENG 3. 1968) Global mountain belts (Dewey and Bird. pembentukan struktur geologi.Plate Tectonic Theory (late 1967-early 1970) 3. 1961-1962) Symmetric magnetic stripping across mid -oceanic ridge (Vine and Matthews.1. Tharp. tetapi dengan waktu berjuta-juta tahun akan menyebabkan kejadian yang berarti seperti kejadian geologi yang disebutkan sebelumnya.

Gambar 3. lempeng Amerika Selatan. lempeng Pasifik.1 Skala waktu geologi Contoh lempeng-lempeng yang besar diantaranya.2 Lempeng-lempeng di Bumi . Lempeng Indo Australi a dan Lempeng Afrika.Gambar 3. lempeng Amerika Utara. lempeng Eurasia.

Akibat kejadian ini akan terjadi kejadian kejadian geologi seperti pembentukan jalur gunung api pada kerak yang menunggangi dalam hal ini kerak benua. Subduksi Bila lempeng samudra dengan lempeng benua terjadi interaksi jenis ini maka lempeng samudra akan menunjam kebawah lempeng b enua. Gaya yang timbul pada interaksi ini yaitu gaya kompresional. gaya yang bekerja pada batas ini adalah gaya tarikan (tensional). yang diakibatkan peleburan kerak samudra yang menunjam sehingga memicu pembentukan magma yang kemudian nai k dan membentuk gunung api. Contoh batas divergen yaitu Mid Atlantic Ridge. Selain itu akan terjadi berbagai macam struktur geologi seperti sesar dan lipatan yang diakibatkan gaya kompresional dari interaksi tersebut.Batas lempeng Sudah disebutkan ba hwa antara satu lempeng dengan lempeng lainnya yang berdampingan akan terjadi interaksi pada batas lempengnya . jenis interaksi yang terjadi yaitu : Batas Divergen Batas Divergen adalah batas dimana dua buah lempeng atau lebih saling menjauh. y . hal ini mengakibatkan terjadinya subduksi atau kolisi. Hal inilah yang menyebabkan batuan di kerak benua umurnya lebih tua dari umur batuan di kerak samudra. Contoh interaksi ini yaitu bagian Barat Sumatera dan Selatan Jawa.3 Batas Divergen Batas Konvergen Batas Konvergen yaitu batas dimana du a buah lempeng saling m endekat. Hal ini mengakibatkan lempeng saling menjauh dan mengakibatkan naiknya magma dari astenosfer dan terjadilah pembentukan kerak baru dalam hal ini kerak samudra. Jika kejadian ini berlangsung tanpa adany a penunjaman kembali lempeng di sisi yang lain maka dapat dibayangkan bumi ini akan terus membesar. Hal ini terjadi karena berat jenis dari lempeng samudra lebih berat dari lempeng benua sehingga lempeng benua seperti menunggang atau mengapung. Gambar 3.

Gambar 3. Hal ini akan mengakibatkan pembentukan jalur kepulauan gunungapi (island arc ) pada lempeng yang menunggangi. Contoh yang paling nyata yaitu pegunungan himalaya yang diakibatkan interaksi antara lempeng Eurasia dengan India.4 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Benua Bila lempeng samudra dengan lempeng samudra terjadi interaksi konvergen maka salah satu lempeng akan menunjam. Contoh interaksi ini yaitu kepulauan Jepang Gambar 3. y Gambar 3.6 Batas Konvergen Lempeng benua dengan lempeng benua .5 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Samudra Kolisi Apabila lempeng benua bertemu dengan lempeng benua maka lempeng tersebut tidak ada yang tertunjam karena keduanya sama -sama ringan. hal ini mengakibatkan pembentukan pegunungan lipatan yang biasanya sangat tinggi.

gelas. Gambar 3. .1 Pengertian Batuan Batuan adalah agregat padat dari mineral. atau kumpulan yang terbentuk secara alami yang tersusun oleh butiran mineral. dan dibentuk oleh alam (Warsito Kusumoyudo. dan kombinasi semua komponen tersebut . material organik yang terubah.7 Pembentukan Himalaya Sesar Transform Yaitu batas antara lempeng yang saling berpapasan. Mineral adalah zat padat anorganik yang mempunyai komposisi kimia tertentu dengan susunan atom yang teratur. 1986). biasanya batas ini terjadi karena batas konvergen yang tidak lurus. yang terjadi tidak dengan perantara manusia dan tidak berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Kristal adalah zat padat yang mempunyai bentuk bangu n yang beraturan yang terdiri dari atam -atom dengan susunan yang teratur.7 Batas-batas Lempeng BAB IV BATUAN 4.Gambar 3.

Kekerasan Tabel Kekerasan Mineral Kekerasan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mineral Talk Gipsum Kalsit Fluorit Apatit Ortoklas Kuarsa Topas Korondum Intan 4. sediment atau metamorf yang berubah secara mineralogy. Feldspar. yaitu: 1. tembaga dan intan 2. atau cairan kimia aktif. contohnya emas. Belahan.Berzelius mengklasifikasikan mineral menjadi 8 golongan. Batuan sediment terbentuk dibawah kondisi permukaan dan terdiri dari kumpulan (1) presipitasi kimia dan biokimia. sedimen. Silikat. Arenat dan Vanadat. Fosfat. Sulfat. Sifat-sifat mineral diantaranya: Warna. Molibdenat. (2) fragmen atau butiran batuan. Pecahan.2 Pembagian Batuan Berdasarkan pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku. contohnya Barit 7. Ketiga Jenis batuan ini memiliki hubungan genesis satu sama lain berupa siklus yang disebut sebagai siklus batuan. P iroksen. Elemen native. pirit 3. Mineral memiliki sifat-sifat khusus yang dapat kita jadikan sebagai penciri mineral tertentu. contohnya Apatit 8. tekanan. Lodat. Oksida dan Hidroksida. contohnya kuarsa. Goresan. dan Tungstat. Batuan metamorf adalah batuan yang asalnya adalah batuan beku. (3) kombinasi material-material tersebut. Nitrat. Sulfida. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari kristalis asi (pembekuan) magma. contohnya korondum 4. contohnya Halite 5. . Borat. Khromat. contohnya Kalsit 6. Halida. Kilap. dan metamorf. tekstur atau keduanya tanpa mengalami peleburan yang diakibatkan oleh panas. mineral dan fosil. perak. Karbonat. contohnya Galena. Panas dan tekanan disini berbeda dengan kondisi di permukaan.

1 Pengertian Batuan Beku Batuan beku (Igneous Rock ) adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi atau pembekuan dari magma. 5. Kebanyakan dari material yang padat merupakan batuan metamorf. yang cair. T emperatur magma berkisar antara 600 0 C ( magma asam) sampai 1250 0 C (magma basa). mengandung oksida.1 Siklus Batuan 4.3 Penyebaran Batuan di Bumi Bumi adalah tubuh padat. mantel dan kerak telah terubah dikarenakan tekanan dan temperature yang tinggi. Perbedaan tempat pembentukan in i pada ahirnya akan digunakan dalam klasifikasi dan mempengaruhi sifat -sifat batuan yang terbentuk. Dibawah tutupan sediment. sulfide serta volatile. didominasi oleh batuan beku dan metamorf. Fluorine (F) dan Boron (B) yang dikeluarkan ketika magma membeku. 1975). Sisanya sekitar 34 % adalah batuan kristalin yang berupa batuan beku dan metamorf. Di bawah samudra kebanyakan ditutupi oleh material sediment atau batuan sediment yang tipis. Batuan beku yang terbentuk di permukaan disebut batuan volkanik (ekstrusif) dan yang terbentu di jauh di bawah permukaan bumu disebut batuan plutonik (intrusif). Sulfur (S). Temperatur magma turun hingga mencapai titik jenuhnya. dimana kedua jenis magma ini merupakan induk batuan beku. BAB V BATUAN BEKU 5. maka magma akan mulai mengkristal. Batuan sediment terbentuk di permukaan atau dekat permukaan. Volatile ini terutama terdiri dari CO 2. Chlorine (Cl).2 Magma dan Deret Bowen Magma adalah cairan silikat yang sangat panas. . kecuali pada inti luar. ini dikarenakan batuan di inti dalam. dan beberapa tempat y ang relative kecil didalam mantel atas dan kerak.Gambar 4. Pembekuan ini dapat berlangsung di permukaan atau jauh di bawah permukaan. Umumnya unsur-unsur yang sukar larut akan mengkristal terlebih dulu seperti apatit. Magma yang ter bentuk pada mantel atas naik ke level yang lebih tinggi didalam kerak dan mengalami kristalisasi. batuan sediment menutupi sekitar 66 % dari total batuan yang tersingkap (Blatt dan Jones. Di daratan.

Differensiasi magma. sedangkan cairan yang belum membeku akan terus naik dan akhirnya keseluruhan cairan magma itu membeku. rutile. terjadi reaksi dengan batuan samping dan pelarutan batuan samping. chromit . yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 400 0C ± 600 0C serta kaya akan gas 4. Mineral utama pembentuk batuan juga mengalami hal yang serupa. yaitu pembekuan magama berkisar antara 100 0C ± 4000C. ilmenit.1 Deret Bowen Urutan pembekuan magma berdasarkan temperaturnya dapat dibedakan menjadi beberapa tahap pembekuan yaitu : 1. Interaksi yang terjadi yaitu meleburnya batuan samping. yaitu : 1. 2. magma tersebut tentunya melewati batuan samping. Tahap Hydrothermal. Bowen menggambarkannya berupa chart yang disebut Deret Bowen ( Bowen¶s Series) Gambar 5. dan selanjutnya seperti yang dikemukakan oleh Bowen (1922). yang mula -mula mengkristal dan selanjutnya yaitu olivin. Tahap Pneumatolitik . maka mineral yang memiliki titik lebur yang tinggi m ulai mengkristal. Assimilasi. amfibol. Tahap Pegmatitik. yaitu suatu proses yang menyebabkan magma yang asalnya relatif homogen terpecah -pecah menjadi beberapa bagian atau fraksi dengan komposisi yang berbeda-beda. Ketika magma mengalami penurunan tekanan dan temperatur. Ketika magma naik menuju ke permukaan. Dalam perjalanannya magma mengalami perubahan yang terdiri dari tiga proses utama. dengan demikian magma akan mengalami perubahan . Tahap Orthomagmatik. piroksen. magnetit. hal ini akan menyebabkan terjadiny a interaksi antara magma dan batuan samping. Sementara mineral yang mudah larut mengkristal kemudian dan terjebak di sekitar kristal yang terbentuk terlebih dahulu. titanit. Hal ini disebabkan oleh migrasi ion atau molekul dalam larutan magma karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. yaitu pembekuan magma yang pertama kali dengan temperatur > 8000C 2. Berupa larutan sisa yang kaya akan gas dan larutan/cairan.zircon. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 600 0C ± 8000C 3.

Tingkat perubahan komposisi pa da magma tergantung pada jenis magma. dan jauh dekatnya jarak yang ditempuh oleh magma. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran.2 Struktur Batuan Beku Vesikular . Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan. Kenampakan dari batuan beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. jenis batuan samping. Struktur ini diantaranya:  Masif.  Columnar joint.  Sheeting joint. Gambar 5. yaitu struktur vesikular yang kemudia n terisi oleh mineral lain seperti kalsit. 1. yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan. yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil. Struktur batuan beku ekstrusif Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. hal ini tentunya akan merubah komposisi mag ma. yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat sera gam. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air. 5. Dalam perjalanannya magma dapat bertemu dengan magma dengan komposisi yang berbeda. yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal -gumpal.  Pillow lava. kuarsa atau zeolit. Ba tuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagi struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut.  Struktur aliran. 3.  Amigdaloidal. Pencampuran magma.komposisi. yaitu struktur yang memperlihatkan lubang -lubang pada batuan beku.  Vesikular.3 Struktur batuan beku Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi bat uan beku extrusive dan intrusive. Kenampakan inilah yang diseb ut sebagai struktur batuan beku. Hal ini pada nantinya akan menyebabkan perbedaan pada tekstur masing masing batuan tersebut.

Diameter laccolih berkisar dari 2 sampai 4 mil dengan kedalaman ribuan meter. Struktur Batuan Beku Intrusi f Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dibawah permukaan bumi. tubuh batuan beku yang berbentuk kubah (dome). Konkordan Tubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan disekitarnya. Gambar 5. bentuk tubuh batuan yang merupakan kebalikan dari laccolith. sedangkan bagian dasarnya tetap datar.Gambar 5. yaitu puluhan sampai ratusan kilometer dengan kedalaman ribuan meter. tubuh batuan yang berupa lembaran da n sejajar dengan perlapisan batuan disekitarnya. berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan. dimana perlapisan batuan yang asalnya datar menjadi melengkung akibat penerobosan tubuh batuan ini.3 Struktur Sheeting Joint pada lava 2. . jenis jenis dari tubuh batuan ini yaitu : 1) Sill. Lopolith memiliki diameter yang lebih besar dari laccolith. 2) Laccolith.3 Laccolith 3) Lopolith.3 Struktur Lava Bantal Gambar 5. yaitu bentuk tubuh batuan yang cembung ke bawah.

Keteba lannya dari beberapa sentimeter sampai puluhan kilometer dengan panjang ratusan meter. Diskordan Tubuh batuan beku in trusif yang memotong perlapisan batuan disekitarnya. laruta n magma ini mengalami kristalisasi. . yaitu tubuh batuan yang mirip dengan B atolith tetapi ukurannya lebih kecil yaitu< 100 km2 Gambar 5. yaitu tubuh batuan yang memiliki ukuran yang sangat besar yaitu > 100 km 2 dan membeku pada kedalaman yang besar .Gambar 5. perubahan tekanan dan perubahan dalam komposisi.5 Berbagai bentu tubuh batuan beku 5. 3) Stock. tubuh batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk sebelumnya. Perbedaan kombinasi hal -hal tersebut pada saat pembekuan magma mengakibatkan terbentuknya batuan yang memilki tekstur yang berbeda. Ketebalan paccolith berkisar antara ratusan sam pai ribuan kilometer. Karena terjadi penurunan temperatur. yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan disekitarnya dan memiliki bentuk tabular atau memanjang.4 Tekstur Batuan Beku Magma merupakan larutan yang kompleks.4 Lopolith 4) Paccolith. 2) Batolith. Jenis-jenis tubuh batuan ini yaitu: 1) Dike.

Sedangkan pada kondisi pembekuan dengan temperatur dan tekanan permukaan yang rendah . Bentuk mineral yang terlihat melalui pengamatan mikroskop yaitu: Euhedral. yaitu bentuk kristal yang kurang sempurna Anhedral. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh kristal Hipokristalin. yaitu bentuk kristal yang tidak sempurna.Ketika batuan beku membeku pada keadaan temperatur dan tekanan yang tinggi di bawah permukaan dengan waktu pembekuan cukup lama maka mineral-mineral penyusunya memiliki waktu untuk membentuk sistem kristal tertentu dengan ukuran mineral yang relatif besar. Gambar 5. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh mineral berukuran halus. Berdasarkan kombinasi bentuk kristalnya Panoidiomorf (Automorf). yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh gelas 2. yaitu batuan beku yang tersusun oleh mi neral berukuran kasar ( fenokris) dan mineral berukuran halus (masa dasar) Aphanitic. 3. Tingkat kristalisasi Holokristalin. yaitu sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal atau bentuk kristal euhedral (sempurna ) Hypidiomorf (Hypautomorf). yaitu sebagian besar kristalnya berbentuk euhedral dan subhedral. mineral -mineral yang terbentuk pertama kali biasan ya berbentuk sempurna sedangkan yang terbentuk terakhir biasanya mengisi ruang yang ada sehingga bentuknya tidak sempurna.6 Gelas (obsidian) Berdasarkan hal di atas tekstur batuan beku dapat dibedakan berdasarkan : 1. yaitu batuan beku yang hampir seluruhmya tersusun oleh mineral -mineral yang berukuran kasar. sehingga terbentuklah gelas (obsidian) yang tidak memiliki sistem kristal. Bentuk kristal Ketika pembekuan magma. Porphyritic. yaitu bentuk kristal yang sempurna Subhedral. Ukuran butir Phaneritic. mineral-mineral penyusun batuan beku tidak sempat membentuk sistem kristal tertentu. 4. dan mineral yang terbentuk biasanya berukuran relatif kecil. yaitu batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas Holohyalin. .

Ryolit. piroksen. mineral pembentuk batuan beku ada dua yaitu mineral mafic (gelap) seperti olivin.52%. kimia. Berdasarkan keseragaman antar butirnya Equigranular.6 Granit 2. Batuan beku vulkanik. Andesit . Batuan beku asam (acid). sebagian bear penyusunnya merupakan kristal yang berbentuk anhedral. yaitu ukuran butir penyusun batuannya hampir sama Inequigranular. 2. kandungan mineral mafic 60% . yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumu 3. tekstur. 4. 2.Allotriomorf (Xenomorf). Batuan beku Plutonik. Contohnya Diorit. 5. dan mineraloginya. kandungan mineral mafic < 30% Mesocratic rock. kandungan mineral mafic > 90% 1. amphibol dan biotit. yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi. kandungan SiO2 > 65%. Gambar 5. kandungan mineral mafic 30% . Batuan beku Hypabisal.90% Hypermalanic rock.60% Melanocratic rock. kandungan SiO 2 65% . warna. Batuan beku menengah (intermediat).5 Klasifikasi Batuan Beku Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya. Berdasarkan kandungan kimian ya yaitu kandungan SiO 2nya batuan beku diklasifikasikan menjadi empat yaitu: 1. Berdasarkan tempat terbent uknya batuan beku dibedakan atas : 1. yaitu ukuran butir penyusun batuannya tidak sama 5. Klasifikasi batuan b eku berdasarkan warnanya yaitu: Leucocratic rock. contohnya Granit. kuarsa dan feldspatoid. muskovit. dan mineral felsic (terang) seperti Feldspar. yaitu batuan beku yang terbentuk di pe rmukaan bumi Berdasarkan warnanya. 3.

contohnya Gabbro.7 Andesit 3. piroksenit. dunit. Basalt Gambar 5. contohnya peridotit .8 Gabbro 4.Gambar 5. kandunga n SiO2 < 45%. Gambar 5.9 Piroksenit .45%. Batuan beku ultra basa (ultra basic). kandungan SiO 2 52% . Batuan beku basa (basic).

Gambar 5. K -Feldspar. Berdasarkan mineraloginya (Streickeisen) batuan beku terbagi menjadi 2 yaitu : Kelas A dengan mineral mafic <90% Kelas B dengan mineral mafic >90% Penamaan nama batuan pada kelas A dengan kandungan mineral mafic < 90 % didasarkan pada persentase tiga mineral yaitu Plagioklas. Batuan yang mengandung Feldspatoid tidak akan mengandung kuarsa sehingga klasifikasinya menggunakan segitiga yang bawah. . dan Quarsa.10 berbagai jenis batuan berdasarkan tekstur dan mineraloginya Mineralogi dan tekstur biasanya menjadi suatu dasar yang tidak terpisahkan dalam pengklasifikasian batuan beku.

Syenite 10 (Foid -bearing Diorite/Gabbro (Foid Monzosyenite (Foid Monzodiorite 60   60 (Foid olites F Keterangan : A (K-Feldspar P (Plagioklas Q (Kuarsa F (Feldspatoid Gambar 5.11 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur phaneritic (Fo id Ga bb ro       A   Monzonite (Foid -bearing Monzonite Monzodiorite (Foid)-bearing Monzodiorite 90 Anorthosite P   id (Fo Sy it e en . Gabbro 5 Diorite/Gabbro/ Syenite (Foid)-bearing Syenite 10 (Foid -bearing Alkali Fs. Quartz Syenite Alkali Fs.Q Quartzolite 90 90 Quartz-rich Granitoid 60 60 ani te lit e na To ar G r Alkali Fs. Syenite 5 Alka li F e ld sp Granite Granodiorite 20 20 Quartz Syenite 10 Quartz Monzonite 35 Quartz Monzodiorite 65 Qtz. Diorite/ Qtz.

6 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur Aphanitic .Q 60 60 Rhyolite Dacite 20 20 Trachyte Latite 35 Andesite/Basalt 65 A 10 (foid)-bearing Trachyte (foid)-bearing Latite (foid)-bearing Andesite/Basalt P 10 Phonolite Tephrite 60 60 (Foid)ites F Keterangan : A (K -Feldspar) P (Plagioklas) Q (Kuarsa) F (Feldspatoid) Gambar 5.

lokasi dan komposisi sistem pegunungan yang telah lama lenyap. dan metamorf) dapat memberi petunjuk untuk menginterpretasi sejarah bumi. Pembelajaran mengenai proses dan produk sedimentasi dapat memudahkan kita untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan suatu b atuan sedimen. dan interpretasi sedimen dan batuan sedimen serta proses terbentuknya suatu formasi atau lapisan batuan berdasarkan mekanisme sedimentasi yang meliputi pelapukan. walaupun semua batuan (beku.7 Klasifikasi batuan beku kelas B Untuk klasifikasi berdasarkan mineralogi. transporta si dan pengendapan suatu material yang kemudian terakumulasi sebagai sedimen di lingkungan pengendapannya baik di lingkungan benua maupun samudera. asal. sejarah sistem daratan pada masa lampau. Rekaman dari proses keterbentukan batuan sedimen ini dapat memudahkan dalam interpretasi batuan untuk menentukan lingkungan terbentuknya.sedimen. .1 Pendahuluan Sedimentologi merupakan ilmu yang mempelajari klasifikasi. tekstur. dengan mineral mafic >90% Gambar 5. Lingkungan pengendapan : tempat dimana material sedimen terakumulasi sehingga membentuk batuan sedimen dan lebih jauh lagi menjadi bagian dari suatu lapisan. maupun strukturnya. BAB VI BATUAN SEDIMEN 6. Contoh : Cekungan Sedimen yang terbentuk karena pengaruh proses tektonik. Namun batuan sedimen berbeda dengan yang lain. Kapasitas volume dan pen yebarannya yang banyak di permukaan menyebabkan geologist tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang batuan sedimen. Dengan melihat aspek tersebut dapat dipelajari banyak hal seperti keadaan iklim pada masa lalu. ia dapat member ibanyak informasi yang kita perlukan seperti dari aspek kandungan fosilnya. batuan harus disayat tipis dan kemudian dilakukan deskripsi melalui mikroskop. lingkungan laut dan ekosistem.Klasifikasi Batuan beku kelas B. Batuan Sedimen sedimen sendiri menutupi kurang lebih ¾ bagian permukaan bumi.

Angin. Ketika batuan tersingkap kepermukaan maka batuan tersebut mengalami perubahan konstan yang dipengaruhi oleh agen agen tertentu. 2004). Ero si dan Pengendapan Pelapukan Semua sedimen berasal dari proses pelapukan batuan yang telah ada sebelumnya seperti batuan beku. batuan metamorf maupun batuan sedimen itu sendiri. Sedimen sendiri merupakan partikel mate rial lepas yang mengalami sementasi dan kompaksi sehingga membentuk batuan sedimen (J. dan banyak mineral ekonomis lain yang juga terbentuk pada batuan sedimen 6. Siklus Pembekuan ( Freeze Cycle/Frost Wedging ). celah tersebut terisi air. gipsum. dsb.1 Proses Pelapukan Fisika.2 Proses Pelapukan. kelembaban air menyebabkan celah kecil diantara batas antar butir. 1982). Uranium.6. Banyak batuan sedimen memiliki nilai ekonomis yang signifikan seperti tempat terakumulasinya minyak dan gas. Pemahaman mengenai pelapukan dalam pembelajaran batuan sedimen sangatlah penting karena merupakan proses dimana batuan terpisahkan dari batuan sebelumnya sehingga mendukung keterbentukan batuan sedimen. Batuan asal terpisahkan oleh faktor fisika (Link.Lebih jauh lagi studi sedimen dapat berguna sebagai dasar untuk studi climatology. juga batubara.  Pelapukan Mekanis (Fisika) Ketika batuan secara fisika terpisahkan dari fragmen yang lebih besar menjadi fragmen yang lebih kecil maka proses pelapukan secara mekanis yang berperan. biologis atau dapat pula bekerja bersama atau dapat disebut pelapukan fisika -kimia. (Jones. air dan material kimiawi merupakan agen -agen yang berperan dalam proses pelapukan. 2001) Sehingga dapat diartikan bahwa pelapukan adalah mekanisme dimana batuan terpisahkan dan terdistribusikan oleh agen -agen tertentu kemudian tertransport dalam wujud fragmen -fragmen menuju tempat pengendapan yang baru (Link. paleogeography. Mekanisme pemisahannya sendiri dapat secara mekanis (fisika). biasanya berupa fragmen yang menyudut. Gambar. Talus Slope. dan juga paleooceanogra fy. bio-kimia. West Virginia . fosforit. Tipe pelapukan mekanis antaralain : a. Lost River. melalui agen tersebut dihasilkanlah material sedimen yang tertransport dan terendapkan untuk membe ntuk batuan sedimen baru. air yang membeku mengembang diantara celah batuan sehingga memecah batuan men jadi fragmen yang lebih kecil. paleoecology. kimiawi. Dalam prosesnya. 1982).W Gore.

e. Akar Tanaman. batuan induk terpecah dan terpisahkan menjadi lembaran -lembaran tipis sepanjang kekar-kekar atau rekahan yang ada dan berarah pararel terhadap permukaan tanah. AS Gambar 6. c. Mineral-mineral yang berbeda mengembang dan bereaksi pada kisaran yang berbeda menyebabkan tekanan sepanjang batas -batas sepanjang mineral.3 Eksfoliasi di Stone Mountain membentuk gunung yang membundar d. Perulangan dari prose s pemanasan dan pendinginan batuan menyebabkan batuan terpecah dan terpisahkan.2 Eksfoliasi Aktif di Virginia. dan aliran sungai. panas menyebabkan ekspansi. melebarkan celah tersebut dan memisahkan batuan yang ada. Ekspansi Termal. Air merupakan agen yang signifikan dalam pelapukan kimia yang efektif ketika iklim hangat dan lembab (Link. tanah. kristalisasi garam ketika terjadi pengeringan menyebabkan mineral garam mengembang diantara ce lah batuan dan memisahkannya. Eksfoliasi.b. Sehingga pelapukan kimia dapat . disebut juga sebagai penghilangan beban ( unloading). Feno mena ini disebabkan ekspansi batuan ketika tekanan dari batuan diatas batuan induk tersingkir oleh erosi. 1982). umumnya dipengaruhi oleh reaksi kimia yang berhubungan dengan air. Hampir dari setiap mineral pembentuk batuan memiliki tingkat kelarutan pada air. pendinginan menyebabkan kontraksi. pertumbuhan akar mempenetrasi celah yang ada pada batuan. karena air merupakan pelarut yang baik pada berbagai tempa t.  Pelapukan Kimiawi Alterasi kimia dan pemecahan kimiawi batuan yang tersingkap didukung oleh kontak dengan agen kimia di atmosfer. Ekspansi Garam. Gambar 6.

. merupakan proses dimana feldspar dan beberapa mineral yang mengandung alumunium-silikat terlapukkan menja di mineral lempung. hewan dan lumut. Ketika mineral bereaksi dengan air. Proses Transportasi Pembentukan tubuh sedimen dipengaruhi baik oleh transportasi partikel sedimen ke wilayah pengendapannya serta p ertumbuhan kimiawi dan biologis dari suatu material di tempat tertentu. Ketika danau atau laut terevaporasi. ion -ion seperti Ca dan Na tersingkirkan. gipsum dan kalsit adalah mineral yang mudah larut di air khususnya air yang komposisinya asam. Contohnya : halit. Ion -ion tersebut terbawa sebagai beban terlarut o leh aliran sungai yang mengalir menuju danau atau laut. termasuk tanaman. air atau masa aliran. mineral mineral terlarut tadi terpresipitasi atau terkristalisasi menjadi mineral yang solid. Mineral seperti halit. Contohnya pada lumut yang merupakan kombinasi dari jamur dan alga. Oksidasi.  Pelapukan Biologis Merupakan pemisahan dan pemecahan batuan dikarenakan aktivitas organisme hidup. Hidrolisis. Erosi Batuan yang telah mengalami pelapukan menghasilkan mineral yang lepas -lepas yang kemudian terkikis oleh agen transport seperti air. atao kalsit. Contohnya. Proses transportasi yang membawa material dipengaruhi oleh pergerakan agen transportasinya antara lain angin. Mineral juga dapat terbentuk melalui mataair panas seperti travertin. KAlSi 3 O8 +H2O 2 HAlSi 3O8 + 9 H2O HAlSi 3O8 + K + OH + - Al 2Si 2O5(OH)4 + 4 H4SiO4 c. tipe mineral ini terbentuk m elalui proses evaporasi dari air laut yang disebut sebagai evaporit. membentuk oksida besi dan lempung. Tipe pelapukan kimiawi antara lain : a. Lumut dapat hidup pada batuan dan memecahkan batuan tersebut oleh zat sekresi kimia yang dimilikinya. amfibol dan biotit) mengalami oksidasi dan hidrolisis. Setelah terjadi erosi material tersebut ditransportasikan menuju tempat pengendapan. es atau angin. merupakan alterasi batuan dengan mengubah dan memindahkan mineral yang mudah larut. potasium -feldspar membentuk mineral kaolinit. Disolusi. gipsum. Mineral silikat yang mengandung besi yang juga memiliki kandungan alumunium (seperti piroksen. Mineral alumino -silikat yang mengandung besi terlapukkan menjadi tanah merah lempungan. Tipe dan kecepatan dari media transportasi serta jumlah dan ukuran material yang dibawa akan menentukan asal muasal sedimen yang telah terakmulasi. b. Proses pengikisan ini disebut erosi.disederhanakan sebagai fungsi jumlah air hujan dan komposisi kimia terhadap batuan yang tersingkap. merupakan proses dimana mineral yang mengandung besi terl apukkan menghasilkan besi oksida.

es atau campuran masa jenis sedimen dan air. rasio antara densitas fluida dengan kecepatan fluida atau disebut sebagai viskositas (v) dan panjang (l) (kedalaman aliran).l/ v Keterangan : Re < 500 Re > 2000 : aliran laminer : aliran turbulen . beberapa disebabkan oleh aliran material saat proses pengendapan dan yang la innya erosional. antara lain : y Aliran Laminer. Ia melakukan penelitian terhadap aliran pada suatu silinder. Serta kondisi kecepatan aliran dan kedalaman air dapat dideteksi dengan cara mengenali ukuran dan bentuk dari suatu struktur sedimen (misalnya : ripple ) pada batuan sediment yang diasumsikan terbentuk pada kecepatan dan kedalaman aliran yang relatif sama. Fluida yang heterogen hampir seluruhnya bercampur. baik pada lingkungan alami maupun rekayasa di laboratorium. Pergerakan detritus dapat disebabkan oleh gravitasi. Pada kecepatan rendah air mengalir secara laminar dan pada saat kecepatan bertambah aliran menjadi turbulen. Namun hamper seluruh endapan sediment terbentuk dari transportasi material. Sama halnya dengan mineral evaporit di danau. lapisan mikroba. molekul pada fluida bergerak ke segala arah namun dengan pergerakan relatif ke arah tertentu. semua molekul pada fluida bergerak pararel satu sama lain pada arah transportasinya. Struktur sediment ini terpreservasi di batuan dan merekam proses yang terjadi selama pengendapan terjadi.Proses transportasi dan pengendapan dapat ditentukan dengan melihat suatu lapisan sedimen. namun lebih banyak dipeng aruhi oleh hasil aliran angina. Dinamika Fluida Aliran Laminer dan Turbulen Pergerakan fluida dapat terbagi menjadi 2 cara yang berbeda. Rumusnya : Re = u. Apa yang menyebabkan perubahan ini ? Pembedaan antara aliran laminar dan turb ulen pertamakali di temukan oleh O. Terumbu karbonat. dan akumulasi cangkang terbentuk di tempatnya langsung ( In Place) tanpa transportasi material. laguna. y Aliran turbulen. dan sepanjang pantai tidak dipengaruhi oleh pergerakan dari masa partikel sedimen. angka ini didapatkan dengan melakukan perhitungan antara kecepatan aliran (u). Proses ini juga termasuk pembentukan struktur sediment yang terawetkan pada batuan sediment. Berdasarkan percobaan tersebut didapatlah parameter ³Angka Reynold´. Struktur sedimen primer seperti ripple dapat dilihat keterbentukannya pada material sedimen pasir. bentuk dan distribusi partikel yang menyusun suatu tubuh bat uan sedimen dapat menjadi petunjuk bagaimana suatu material sediment terbawa dan terendapkan. air. Interaksi material sedimen dengan media transportasi menghasilkan terbentuknya struktur sediment. dan menyadari bahwa rata-rata aliran masuk dan keluar tidak menunjukkan nilai yang sama. Reynold pada akhir abad 19. Ukuran. Pada fluida yang heterogen hampir tidak ada pencampuran selama mengalir.

ini disebut dengan suspensi. seperti pada pergerakan es dan aliran lava yang kesemuanya memiliki viskositas diata s air. menyebabka n energi aliran fluida yang mengangkatnya harus lebih besar pula untuk mempertahankan pergerakan suspensi atau saltasi 4. Mass Flow (Aliran Masa) Merupakan campuran antara detritus (pecahan material sedimen) dan fluida. seperti udara. Hampir semua aliran di air maupun udara yang membawa volume sedimen yang cukup banyak bersifat turbulen. 1973). 2. Aliran air hanya laminar pada kecepatan rendah atau pada kedalaman dangkal. Aliran laminar terjadi pada aliran debris. pergerakannya berupa rentetan lompatan secara periodik meninggalkan permukaan lapisan dan terbawa pada jarak yang pendek pada tubuh a liran sebelum akhirnya kembali ke permukaan lapisan. Fluida dengan viskositas rendah. y Ada beberapa faktor yang mengontrol pergerakan partikel pada fluida yang mengalami turbulensi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. aliran cenderung untuk menjadi turbulen. Kecepatan Ketika kecepatan meningkat. mereka dapat b ergerak menggelinding (rolling) pada dasar aliran air atau udara tanpa kehilangan kontak dengan permukaan lapisan. y Kedua. turbulensi pada aliran dapat menghasilkan pergerakan keatas untuk mempertahankan partikel pada fluida yang bergerak tetap berlanjut. Masa Partikel Partikel dengan masa yang lebih besar.Dengan pertambahan kecepatan. Jenis aliran ini membutuhkan kemiringan untuk menyediakan energi potensial untuk menggerakkan masa tersebut. Transportasi Partikel Sedimen Pada Fluida Partikel ukuran apapun dapat bergerak pada fluida dengan mekanisme tertentu. 3. ini disebut dengan saltasi. y Pertama. Luas Permukaan Partikel Partikel dengan luas permukaan yang relatif luas (contoh : mineral Mika) cenderung hanya membutuhkan kecepatan a liran yang rendah untuk mempertahankan material tersebut pada posisi suspensi. Tipe aliran seperti ini sering disebut sebagai mass flow atau gravity flow (Middleton dan Hampton. antara lain : 1. Ada beberapa jenis aliran masa yang dapat diketahui :  Debris Flow  Turbidity Currents  Grain Flow  Liquified Flow . Energi Turbulensi Peningkatan energi turbulensi mendukung daya dorong keatas untuk mempertahankan partikel sedimen tetap mengalami suspensi. Ketiga. yang bergerak karena pengaruh gaya gravitasi oleh beberapa mekanisme fisika tertentu. energi kinetik pada fluida juga meningkat material sedimen meninggalkan permukaan lapisan dan bergerak secara saltasi. alirannya turbulen pada kecepatan rendah sehingga semua aliran udara yang membawa partikel suspensi adalah turbulen.

Debris Flow Debris flow merupakan jenis aliran yang terdiri dari campuran material sedimen dan air yang bermasa jenis dan kekentalan yang cukup tinggi, dimana volume dan masa sedimen yang ada melebihi kandungan air (Leeder, 1982). Air yang terkandung umumnya kurang dari 10% dari masa pada aliran ini. Aliran yang bermasa jenis dan berviskositas tinggi memiliki angka Reynold yang rendah, sehingga aliran yang ada bersifat lam iner. Tidak adanya aliran yang turbulen menyebabkan tidak adanya dinamika pemilahan pada material menjadi ukuran yang berbeda selama mengalir dan menyebabkan pemilahan pada sedimen tersebut terpilah sangat buruk. Pemilahan yang terbentuk karena adanya pros es aliran yang perlahan ini dapat menyebabkan lapisan mengalami gradasi yang terbalik (semakin kasar kebagian atas dari lapisan) atau menyebabkan keterdapatan butiran yang beragam mulai berukuran lempung sampai bongkah dalam lapisan tersebut. Debris flow terdapat pada daratan, di lingkungan yang beriklim arid (pasokan air sangat sedikit) serta berkembang pada lingkungan bawah laut. Arus Turbidit Arus turbidit merupakan campuran sedimen dan air, namun memiliki densitas (masa jenis) yang lebih rendah diba ndingkan dengan aliran debris dan memiliki angka Reynolds yang lebih tinggi. Percampuran sedimen dan air ini bergerak dengan pengaruh gravitasi yang tinggi pada media yang lebih rendah masa jenisnya, baik pada air laut dan air tawar. Arus turbidit bergerak pada kemiringan tertentu sehingga terdapat energi potensial yang mendukung pergerakan fluida. Suatu arus turbidit dapat kehilangan densitasnya ketika mulai terjadi pengendapan pada proses pengalirannya (Allen,1997). Sehingga terdapat batasan tertentu ag ar suatu aliran dapat bergerak secara turbidit yang dipengaruhi oleh kontras densitasnya, jika pada densitas tertentu arus tersebut tidak dapat lagi mengalir dan mempertahankan momentumnya maka berangsur-angsur aliran akan berhenti mencapai titik nol dari aliran. Pemilahan yang terjadi pada arus turbidit dapat membagi antara material kasar yang lebih dulu terendapkan dengan material yang lebih halus yang tetap terbawa arus turbulen sampai beberapa saat sampai akhirnya juga ikut terendapkan. Ciri endapan se perti ini disebut sebagai endapan turbidit, dan umumnya menunjukkan lapisan yang bergradasi (Middleton, 1966). Secara detil, karakteristik internal dari endapan turbidit menunjukkan pola gradasi yang tidak sederhana, pola tekstur serta struktur sedimen ya ng terdapat pada endapan turbidit pertamakali ditulis oleh (Bouma, 1962) sehingga kemudian disebut sebagai sekuen Bouma. Suatu endapan turbidit dapat mengandung 5 divisi pada skema Bouma (¶a¶ ± ¶e¶), meskipun di lapangan tidak selalu ditemukan kesemua divi si tersebut.

Gambar. Sekuen Bouma yang Tampak Pada Endapan Tubidit Batupasir (Ta-Te) di North Island, Selandia Baru

Divisi-divisi tersebut antara lain : 1. Divisi µa¶ (Ta) Terdapat pada bagian terbawah dari sekuen Bouma, terdiri d ari batupasir yang terpilah buruk , tidak berstruktur. Terbentuk pada aliran yang semakin melemah dan pada zona yang lapisannya hampir terendapkan seluruhnya, konsentrasi tinggi dan turbulensi berkurang. Pemilahannya sedikit dan tidak terdapat struktur sed imen pada divisi ini. 2. Divisi µb¶ (Tb) Pada lapisan ini terdapat laminasi dari batupasir, ukuran butir lebih halus daripada lapisan di divisi µa¶ dan material sedimennya terpilah lebih baik. Struktur sedimen pararel laminasi yang ada terbentuk melalui pemi sahan butiran pada proses transportasi rezim aliran atas. 3. Divisi µc¶ (Tc) Terdapat lapisan batupasir silang -siur yang berbutir sedang sampai halus, terdapat juga laminasi ripple, divisi ini terbentuk dibagian tengah dari sekuen Bouma. Struktur sedimen ripple yang berbutir halus -sedang ini terbentuk pada kecepatan menengah dan mewakili penurunan kecepatan aliran jika dibandingkan dengan divisi µb¶ dibawahnya. 4. Divisi µd¶ (Td) Batupasir halus dan lanau pada lapisan ini merupakan hasil dari arus turbidit yang semakin melambat. Laminasi horizontal terbentuk ketika terjadi pemisahan butiran halus, namun laminasi pada divisi ini lebih sulit ditentukan dibandingkan laminasi di divisi µb¶. 5. Divisi µe¶ (Te) Divisi ini merupakan bagian teratas dari endapan turbidit se kuen Bouma, terdiri dari sedimen berbutir halus baik lanau maupun lempung. Material tersebut terendapkan melalui proses suspensi material seiring dengan berhentinya arus turbidit.

Grain Flow
Mekanisme dari transportasi masa grain flow adalah dengan prose s terjunnya material ke bagian bawah dari suatu lereng yang curam (Leeder, 1982). Partikel penyusun aliran ini terpisah dengan media fluida yang menghantarkannya disertai dengan benturan -benturan pada saat material-material tersebut berjatuhan. Produk dari grain flow berciri khas mengalami reverse

graded atau mengalami pembalikan gradasi. Dapat terbentuk pada sedimen berbutir kasar yang bercampur dengan proses aliran lainnya pada suatu kemiringan seperti pada kipas delta atau lingkungan transisi lainnya (Ni chols, 1999). Liquified Flow
Aliran ini terjadi ketika campuran sedimen dan air menjadi subjek getaran yang berenergi tinggi seperti getaran seismik dari gempabumi, atau singkatnya ketika terjadi proses liquifaksi. Dalam hal ini kontras densitas diantara lapisan-lapisan dari campuran fluida sedimen akan menghasilkan pergerakan keatas dari material yang lebih ringan. Hal ini akan berkaitan dengan bahasan selanjutnya yakni keterbentukan struktur sedimen. Melalui proses aliran ini dapat terbentuk struktur sedimen pillar yang terbentuk melalui proses lolosnya fluida secara vertikal pada lapisan sedimen, serta keterbentukan struktur sedimen dishes diantara lapisan sedimen. Jika sedimen dapat mencapai permukaan lapisan akan membentuk struktur sedimen sand volcanoe yang lebih lanjut akan dibahas.

Pengendapan Setelah material batuan tererosi dan tertransportasi terjadilah proses pengendapan. Setelah proses pengendapan tersebut material batuan dapat kembali tererosi dan tertransportasi atau dapat juga secara perm anen terendapkan dan terbentuk menjadi batuan yang solid. 6.3 Tipe Batuan Sedimen Terdapat 4 kelompok utama batuan sedimen berdasarkan p roses terjadinya, yaitu 1. Terrigeneous Clastics Terbentuk dari hasil rombakan batuan lainnya melalui proses pelapukan, erosi, transportasi, sedimentasi dan pembatuan ( litifikasi ). Pelapukan yang berperan disini adalah pelapukan yang bersifat fisika. Contoh: breksi, konglomerat, batupasir, batulempung. 2. Biochemical-Biogenic-Organic Deposits Batuan sedimen ini terbentuk dari akumulasi bahan-bahan organik (baik flora maupun fauna) dan proses pelapukan yang terjadi pada umumnya bersifat kimia. Contoh: batugamping, batubara, rijang, dll. 3. Chemical Precipitates-Evaporates Batuan sedimen jenis ini terbentuk dari akumulasi kristal -kristal dan larutan kimia yang diendapkan setela h medianya mengalami penguapan. Contoh: gipsum, batugaram, dll. 4. Volcaniclastics Batuan sedimen jenis ini dihasilkan dari akumulasi material -material gunungapi. Contoh: agglomerat, tuf, breksi, dll.

Tabel Klasifikasi Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN Clastics Non-clastics

Volcaniclastics Tuffs Ignimbrite

Terrigeneous Clastics Shale Sandstones Conglomerate

Carbonates Limestone

Others Coal Ironstones Siliceous Deposit

Evaporites

Mineral Grains
Terdiri dari : Kuarsa Mika Feldspar Kalsit dll.

Lithic Fragment
Fragmen dari : Batugamping Shale Batuan Vulkanik Batuan Metamorf dll.

Material Biogenik Tediri dari : Shells Skeletal material Plant debris Algae/bacteria Bone dll.

Presipitasi Kimia Terdiri dari : Carbonates Klorida Sulfat Silika dll.

6.4 Komposisi Umum Batuan Sedimen Klastik Komposisi batuan sedimen klastik terbagi menjadi 4 penyusun utama menurut Samboggs Jr (1995) yaitu:
y

Mineral Utama (Major minerals) Terdiri dari dua bagi an utama yaitu : 1) Mineral stabil (tahan terhadap perubahan komposisi kimia) yaitu kuarsa. 2) Mineral kurang stabil a. Feldspar termasuk K -feldspar (ortoklas, sanidin, mikroklin, dan anortoklas) dan plagioklas (albit, oligoklas, andesin, labradorit, bitonit, dan a nortit) b. Mineral lempung terdiri dari kelompok kaolinite, illite, smectite (monmorilonite dan variasinya ), dan chlorite.

y

Mineral Tambahan ( Accesory Minerals) Terdiri dari 2 bagian utama yaitu : 1) Mika kasar : muskovit dan biotit 2) Mineral Berat ( Heavy Minerals) : mineral yang memiliki specific gravity lebih dari terbagi lagi menjadi beberapa jenis. a. Stable nonopaque minerals : zircon, tourmalin, rutile, & anatase

garnet. Jenis batuan ini disebut juga sebagai rudaceous . Mineral Oksida Besi : hematit. 2) Fragmen Batuan Metamorf : fragmen dari metaquarzite. Secara umum batuan sediment klastik terbagi menjadi 3 jenis yaitu : konglomerat & breksi. Mineral Karbonat : utamanya kalsit. & leucoxene Fragmen Batuan ( Rock Fragments) Terdiri dari 3 kelompok utama yaitu : 1) Fragmen Batuan Beku : fragmen dari granit. jenis lainnya kalsedon. batulanau. apatite. batupasir dan shale y Konglomerat Konglomerat merupakan batuan sedimen yang utamanya tersusun oleh komponen berupa sedimen gravel (ukuran butir > 2 mm) yang secara lebih detil dib agi menjadi boulders. zo isite. konglomerat yang bentuk komponennya relatif menyudut disebut breks i. Sebelum membahas lebih lanjut perlu dibedakan terlebih dahulu antara sedimen dengan batuan sedimen. andesit. karena material sedimen tertentu akan membentuk jenis batuan sedimen tertentu. gabro. Metastable nonopaque minerals : amphiboles. pyroxenes. Lempung. batulempung. topaz. dan zeolite. ba salt.5 Batuan Sedimen Terrigenous Clastic Material sedimen dan batuan sedimen akan sangat berkaitan. rijang ( cherts). Stable opaque minerals : hematite & limonite d. dan goethite. opal. . lanau. jenis lainnya aragonit. 3) Fragmen Batuan Sedimen : fragmen dari konglomerat. Metastable nonopaque minerals: magnetite. pasir merupakan kumpulan material sedimen apabila tel ah mengalami litifikasi maka penamaanya akan berubah menjadi batulempung. c. limonit. dan jenis batuan beku lainnya. Jenis-jenis Batuan Sedimen Terrigeneous Clastics Jenis batuan sediment klastik dibagi berdasarkan ukuran butir material sediment penyusunnya. phyllite. ilmenite. batupasir. apabila material sedimen tersebut telah mengalami proses litifikasi maka kita sebut batuan sedimen. sphene. gypsum. dan granules serta matriks yang berukuran pasir dan lempung yang telah mengalami proses litifikasi . dolomit. dan batupasir. schist. slate. dan gneiss. pebbles. dan barite. cobbles. dan siderit. 6. Sedimen merupakan kumpulan material klastik lepas ( loose aggregates) yang belum mengalami proses litifikasi (pembatuan). batulanau. & etc. argilite. monacite. olivine. Mineral Sulfat : anhydrite. dan batugamping (jarang pada sedimen klastik) y y Semen Kimia ( Chemical Cements) Terdiri dari 4 kelompok utama yang bertindak sebagai semen pada batuan sedimen terigeneous clastics yaitu: 1) 2) 3) 4) Mineral Silika : didominasi oleh kuarsa.b. chlorite.

dan metamorf). Berdas arkan proporsi kandungan matriks dalam konglomerat terdapat istilah Konglomerat pasiran ( sandy conglomerate) dan konglomerat lempungan ( muddy conglomerate) yang penamaannya tergantung pada ukuran butir dari matriksnya. matriks. sedangkan semen merupakan penghubung/perekat antara komponen dengan komponen dan juga penghubung/perekat antara komponen dengan matriks. Sehingga jenis batuan sediment klastik ini memiliki komposisi penyusun yang bermacam -macam dari berbagai jenis batuan (sediment.4 Konglomerat sebagai Hand Specimen Tekstur Konglomerat Konglomerat memiliki tiga penyusun utama yaitu komponen ( Clast). Gambar 6.5 Penyusun Breksi (Kiri) dan Konglomerat (kanan) Komposisi Konglomerat Hampir semua jenis litologi ditemukan sebagai komponen pada batuan konglomerat. sedangkan konglomerat dengan tekstur matrix supported dinamakan paraconglomerate . Komponen merupakan gravel penyusun utama dari konglomerat. dan semen. beku. Konglomerat dengan tekstur clast supported dinamakan orthoconglomerate. Berdasarkan hubungan antara komponen dengan matriksnya terdapat istilah clast supported (yang menandakan antar komponen saling bersentuhan dalam batuan) dan matrix supported (yang menandakan bahwa kebanyakan komponen tidak saling bersentuhan dan dikelilingi oleh matriks). matriks merupakan material sedimen yang lebih halus terdapat antara komponen. sebagai contoh konglomerat yang didominasi oleh jenis gravel berukuran antara 64 mm sampai 256 mm dinamakan cobble conglomerate. istilah ini berlaku apabila kandungan matriks lebih dari 20% . Terdapat beberapa penamaan konglomerat berdasarkan teksturnya. Konglomerat juga bisa dinamakan berdasarkan dominasi dari jenis gravelnya. .Gambar 6.

Terdapat istilah intraformational conglomerate yang digunakan apabila jenis material penyusun komponen sama dengan jenis material penyusun matriks. Detrital Mineral Grains Banyak sekali jenis mineral yang terdapat pada batupasir yang akan dijelaskan disini hanya jenis mineral yang paling umum terdapat pada batupasir : Kuarsa Kuarsa merupakan mineral yang paling umum ditemukan sebagai butiran dalam batupasir.6 Batupasir sebagai Hand Specimen Komposisi Batupasir Butiran pasir dibentuk oleh penghancuran batuan yang telah ada sebelumn ya akibat proses pelapukan dan erosi dan dari material yang terbentuk di lingkungan transportasi dan pengendapan. Jenis batuan sediment ini disebut juga sebagai arenaceous . Berasal dari berbagai jenis batuan beku dan pada beberapa jenis batuan metamorf.Variasi dari komposisi jenis komponen mer upakan hal yang penting dalam penamaan konglomerat. Feldspar Feldspar merupakan mineral yang kurang stabil. Istilah monomik digunakan untuk konglomerat yang memiliki komponen hanya satu jenis. Butiran yang terbentuk dalam lin gkungan pengendapan berasal dari proses biogenic namun ada juga yang terbentuk akibat reaksi kimia. oligomik digunaka n untuk konglomerat yang memiliki komponen dua atau tiga jenis. Butiran kuarsa dihancurkan dan diabrasi selama transportasi tetapi dengan nilai kekerasan 7 pada skala Mohs membutuhkan jarak dan waktu yang cukup lama untuk menghancurkan butiran kuarsa. merupakan mineral yang paling stabil dan tahan terhadap proses penghancuran kim ia. Kuarsa berasal dari batuan beku granit dan batuan metamorf gneiss. lebih m udah mengalami perubahan kimia selama proses pelapukan dan memiliki kekerasan yang lebih rendah dibandingkan dengan kuarsa. Gambar 6. y Batupasir Batupasir merupakan jenis batuan sediment klastik yang tersusun utamanya oleh komponen sediment yang berukuran pasir (antara 63 mikronmeter hingga 2 mm) dan matriks dengan ukuran butir kurang dari 63 mikr on meter yang telah mengalami proses litifikasi. dan istilah polimik digunakan apabila konglomerat memiliki komponen berbagai jenis. oligomyct. dan polymict. Produk penghancuran ini terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu detrital mineral grains dan lithic fragment . Feldspar . berdasarkan variasi jenis dari batuan terdapat istilah konglomerat monomyct.

feldspar. umumnya kurang dari 1%. dan batuan metamorf. Jenis mineral berat yang umum terdapat pada batupasir yaitu: zirkon. y Shale Batuan sedimen klastik yang tersusun oleh material sedimen yang berukuran kurang dari 63 mikronmeter yang telah mengalami proses litifikasi (pembatuan). Pada klasifikasi tertentu seperti pada Pettijohn (1975) mengkombinasikan antara kriteria tekstural (kandungan matriks) dan kandungan mineralogi. Fragmen tulang dan gigi juga ditemukan tetapi umumnya langka. mineral berat. batuan beku. Mika Dua mineral mika yang paling umum dan terdapat melimpah sebagai butiran detritus pada batupasir yaitu biotit dan m uskovit. Batuan sedimen klastik jenis kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan jenis batuan se dimen klastik lainnya padahal pada kenyataannya secara volumetri shale paling umum diantara jenis batuan sedimen klastik lainnya. Fragmen batuan pada batupasir berasal dari berbagai jenis batuan baik batuan sedimen. Selley. apatit. Sistem klasifikasi batupasir pada umumnya didasarkan pada kandungan mineralogi. Mineral autigenik ini sangat pe nting sebagai indikator lingkungan pengendapan tertentu. yaitu kandungan komposisi penyusun batupasir yang utama meliputi kandungan kuarsa.umumnya ditemukan pada kondisi dimana pela pukan kimia pada batuan dasar ( bedrock) tidak terlalu intensif dan jalur transportasi dari sumber ke tempat pengendapan relatif dekat. Muskovit lebih tahan terhadap pelapukan dibandingkan dengan biotit. Mika berasal dari batuan beku dengan komposisi asam dan menengah dan dari batuan metamorf jenis schists dan gneiss. Fragmen Batuan (Lithic Fragment) Fragmen batuan merupakan fragmen hasil penghancuran batuan yang telah ada sebelumnya yang berukuran pasir. Mineral Autigenik Mineral yang kristalnya tumbuh pada lingkungan pengendapan dinamakan mineral autigenik. Mineral Berat (Heavy Mineral) Mineral berat adalah mineral yan g memiliki berat jenis lebih dari 2. . Penamaan & Klasifikasi Batupasir Penamaan batupasir akan sangat berkaitan dengan klasifikasi yang akan digunakan karena klasifikasi yang berbeda akan memberikan penamaan yang berbeda pula. dan garnet. Sebagai contoh glauconite yang menandakan lingkungan pengendapan laut dangkal. Sistem klasifikasi batupasir lainnya meliputi klasifikasi yang diajukan oleh McBride. dan Folks . Kebanyakan batupasir mengandung proporsi yang sedikit. dan fragmen batuan. rutile. turmalin.85 gr/cm3. dan bagian dari tanaman darat lainnya bisa terawetkan pada batupasir yang diendapkan di lingkungan darat dan laut. Kayu. biji . Partikel Biogenik Bagian kecil dari kalsium karbonat ditemukan pada batupasir hancuran dari kulit moluska dan organisme lainnya yang memiliki bagian gampingan (c alcareous) yang keras.

2. Warna merah. sertakan pula variasi warnanya untuk memperjelas pemerian. Lempung ( Clay) : material sedimen berukuran kurang dari 4 mikronmeter 2. yaitu : 1. Contoh: Batupasir berwarna segar abu -abu kehijau-hijauan. 3. Batulanau (Siltstone) : Shale yang penyusunnya didominasi oleh material sedimen berukuran lanau (4 ± 63 mikronmeter). Gambar 6.Material Sedimen Penyusun Shale Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa material sedimen penyusun shale berukuran kurang dari 63 mikronmeter. Pemerian warna ini mencerminkan tingkat oksidasi. Warna Terdiri dari warna segar dan warna lapuk . Nama batuan 2. Batulempung (Claystone) : Shale yang tersusun oleh material berukuran lempung (< 4 mikronmeter) lebih dari 1/3 bagian. Lanau ( Silt) : material sedimen berukuran antara 4 sa mpai 63 mikronmeter Material sedimen hasil campuran antara lempung dan lanau tanpa proporsi yang jelas disebut dengan istilah Mud. Jenis Shale Berdasarkan material sedimen penyusunnya shale bisa dibagi menjadi beberapa jenis menurut Folk (1974).7 Hand Specimen Shale (Mudrock) 6. Mudstone : Shale yang tersusun oleh mud (material sedimen campuran antara lempung dan lanau) dengan komposisi lempung dan lanau masing -masing lebih dari 1/3 bagian. menunjukkan keadaan oksidasi (non -marine) banyak mengandung Fe atau hematite . Pada skala Wentworth ukuran butir yang kurang dari 63 mikronmeter terdapat dua jenis material sedimen yaitu : 1. kandungan mineral dan membantu dalam interpretasi lingkungan pengendapan batuan itu sendiri.6 Deskripsi Batuan Sedimen 1.

Kemas ini merupakan salah satu hal yang penting terutama didalam pendeskripsian untuk breksi atau konglomerat. maka dinyatakan dengan kemas terbuka. Contoh batupasir membundar -membundar tanggung. Warna kuning-coklat . Bila butiran -butirannya saling bersentuhan maka dapat dinyatakan dengan kemas tertutup. 3. Tekstur Adalah sifat-sifat butiran. karena dengan analisis kemas dalam batuan. kita dapat melakukan pendekatan interpretatif mengenai viskositas (kekentalan) dari medianya.Besar Butir: ditentukan dengan cara membandingkan dengan skala Wentworth. maka kemungkinan batuan tersebut diendapkan dengan arus yang cepat dan begitu pula sebalikn ya. zeolite. merupakan reduksi dari warna merah. Gambar 6. dan gunakanlah istilah sebagai berikut : y Menyudut ( Angular) y Menyudut Tanggung ( Subangular) y Membundar Tanggung ( Subrounded) y Membundar ( Rounded) y Sangat Membundar ( Very Rounded) Untuk melihat butiran ini dapat dilakukan dengan bantuan Loupe (untuk batupasir). kalau perlu bisa dibantu dengan menggunakan Loupe . Besar butir ini mencerminkan energi sedimentasi lingkungannya. . mengandung limonite dan oksida besi . . Sedangkan untuk breksi dan konglomerat dapat ditentukan dengan bantuan mistar kecil.8 Bentuk Butir - Kemas adalah hubungan antar butir penyusun batuan. menunjukkan keadaan oksidasi. mengandung glauconite. menunjukkan keadaan reduksi (ma rine) kaya akan bahan organik. dalam hal ini adalah sifat hubungan antar butiran sebagai unsur penyusun dari batuan. dan tentukan pula ukuran minimum dan maksimum dari butiran atau komponennya. Besar butir ini mencerminkan tingkat transportasi butiran -butirannya. dan jangan lupa tentukan pula kisaran ukurannya. dalam artian bahwa jika memiliki bentuk butir yang cenderung membundar maka butiran ini telah tertransportasikan jauh dari batuan asalnya.Warna hijau . Tekstur s endiri meliputi : . Sebagai contoh. jika suatu batuan berbutir kasar. Sedangkan bila butiran butirannya tidak saling bersentuhan. Warna abu-abu.Bentuk Butir: ditentukan dengan bantuan Chart yang telah tersedia pada komparator.

yang merefleksikan kondisi arus pada saat pengendapan bat uan tersebut. y Ripple Mark.Tabel Besar Butir Phi Units  Size Sediment/Rock Name Wenworth Size Class  Udden ± Wentworth Scale 4. y Dune and Sand Wave. y Cross Stratification. yaitu lensa-lensa pasir di dalam lapisan batulempung y Flaser. dan kondisi tertentu pada saat pengendapan maupun setelah pengendapan. yaitu struktur berbentuk silang siur yang membentuk sudut terhadap bidang perlapisan. y Paralel Lamination. yaitu gradasi butiran yang menghalus kearah atas. Struktur Sedimen Adalah suatu fenomena atau kenampakan struktur tertentu pada batuan sedimen yang merefleksikan proses. Struktur sedimen primer contohnya adalah : y Graded Bedding. yaitu pola kelurusan butiran. yaitu jejak gelembur gelombang. dan material lainnya dengan ketebalan < 1 cm. . Pe nentuan struktur sedimen sangat berguna didalam menentukan lapisan atas ( Top) dan lapisan bawah ( Bottom) dari suatu lapisan. fosil. yaitu lensa-lensa lempung di dalam lapisan batupasir y Dan lain-lain. arah arus purba (Paleocurrent ) dan interpretasi lingkungan pengendapan. yaitu struktur sedimen berbentuk gumuk pasir yang juga dapat merefleksikan kondisi arus pada saat itu. yaitu Struktur Sedimen Primer (terbentuk bersamaan dengan proses deposisi atau pengendapan) dan Struktur Sedimen Sekunder (terbentuk setelah proses deposisi atau pengendapan). Secara garis besar struktur sedimen dapat dibagi menjadi du a kategori. y Lenticular . mineral. mekanisme.

Load Cast. contohnya: Flute Cast. Permeabilitas Adalah kemampuan suatu batuan untuk meloloskan fluida. Bila cairannya diserap dengan lambat. Bila cairan diserap dengan cukup cepat. contohnya: Bioturbation. Gambar Groove Cast 5. Struktur Biogenik (terbentuk oleh aktifitas hewan -hewan). Struktur Erosional (terbentuk karena erosi oleh arus atau oleh material yang terbawa arus). Struktur Deformasi (terbentuk oleh adanya gaya). 3. 2. 4. 6. Porositas Adalah perbandingan volume rongga -rongga pori terhadap volume total seluruh batuan dan dinyatakan dengan persen. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya baik. Convolute. dll. Groove Cast. maka n yatakanlah bahwa permeabilitasnya buruk. dll. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya sedang. prod marks. dll. contohnya: Slump Structure. 3. Perhatikan apakah air terseb ut diserap atau tidak oleh batuan tersebut.Struktur Sedimen Sekunder contohnya adalah : 1. Bila air diserap dengan cepat. Ø= Volume Pori-pori X 100% Volume Total Batuan 1. 2. Sand Dike. Pembagian porositas bisa dipergunakan sebagai berikut : Negligible Poor Fair 0-5 % 5-10% 10-15% . Cara untuk menentukan dari permeabilitas adalah sebagai berikut : Teteskan air diatas permukaan sampel yang akan diperiksa. 5.

jika besar butirnya tidak seragam. jika batuan tersebut berbuih maka batuan tersebut bersifat karbonatan (mengandung CO 3). jika besar butirnya seragam. Terpilah Buruk ( Poorly Sorted ). Terpilah Baik ( Well Sorted ). Aragonit.Good Very Good Excellent 15-20% 20-25% 25-40% 7. jika besar butirnya relatif seragam. Kaolinit . dan mencerminkan viskositas media pengendapan serta energi mekanik atau arus gelombang medianya. kecuali pada b atugamping dan dolomit) yang umum terdapat dalam batuan sedimen misalnya Kalsit. Terpilah Sedang ( Medium Sorted ).1 N pada perm ukaan sampel batuan yang masih segar. 9. 8. Kandungan karbonat (CO 3) Ditentukan dengan jalan meneteskan larutan HCl 0. 1 3 5 7 Gambar Parameter Pemilahan Dan untuk menentukan pemilahan ini dapat dibantu dengan menggunakan Loupe (untuk batupasir). . dll. Pemilahan Adalah tingkat keseragaman besar butir penyusun batuan.kuarsa. Kandungan Mineral Mineral-mineral aksesoris (dalam jumlah yang tidak terlalu besar. dan begitu pula sebaliknya. 3. Gunakan istilah : 1. Glaukonit. Jika pemilahannya baik maka diendapkan oleh media yang cair atau encer dengan energi arus yang kecil dan begitu pula sebaliknya. Pirit. 2.

artinya berongga). dan jika berbentuk seperti bintang laut. Contoh fosil-fosil mikro: y y y y y y Orbulina universa Globigerina nephentes Globorotalia menardii Radiolaria Uvigerina Dll . Gambar Fosil Makro Sedangkan fosil -fosil mikro berguna untuk analisis umur relatif batuan dan zona kisaran kedalaman laut (bathimetry). Khusus untuk fosil yang bersifat makro (besar). sedangkan untuk fosil -fosil yang bersifat mikro (kecil) dapat ditemukan di laboratorium. jika ia berongga atau bolong -bolong maka fosil tersebut kemung kinan adalah Koral (Filum Coelenterata. dari kelas pelecypoda. maka itu adalah Echinodermata. Kandungan Fosil Kandungan fosil dapat ditentukan di lapangan tentu saja fosil -fosil yang bersifat makro (besar). Jika berbentuk m enyerupai keong mas. maka itu adalah Molusca.10. Dari analisis fosil-fosil makro tersebut. hingga sekarang menjadi batuan. maka itu adalah Moluska dari kelas Gastropoda. jika memiliki dua cangkang yang sama besar. maka dapat di perkirakan keadaan lingkungan pada kala itu ( paleogeo grafi) karena fosil-fosil tersebut diendapkan bersamaan dengan material sedimen pada waktu tersebut. dll. jika memiliki dua cangkang yang tidak sama besar maka fosil tersebut adalah Brachiphoda. dalam pendeskripsiannya disebutkan minimal kelas atau filumnya.

y Dapat diremas . bila sifatnya seperti karet busa (elastis). bila dapat dipotong -potong dengan mudah dengan menggunakan dengan jarum penguji. bila tidak bisa dicukil dengan jarum penguji. Kontak perlapisan terdiri dari beberapa jenis. bila dapat diremas dengan menggunakan jari tangan.Gambar Fosil-Fosil Mikro 11. Kekerasan Kekerasan merupakan tingkat kekuatan partikel suatu batuan terhadap disagregasi. bila masih dapat dicukil dengan jarum penguji. bila dapat hancur ketika ditekan dengan jarum penguji. y Agak keras. 12. yaitu : y y Kontak tajam/tegas Kontak berangsur : . y Spongy.Kontak Interkalasi . Gunakan istilah : y Kompak. y Lunak.Kontak Progresif Kontak erosional y . y Keras. Kontak Adalah hubungan antar perlapisan batuan.

0.25 .125 mm 1/256 1/16 mm (or 0.25 mm fine 0. Bongkah ( Gravel) b.2 mm 0.0625 .256 mm 2 . bentuk butir dan orientasinya di lapangan.4 mm 1 .0. Lanau ( Silt ) d.Tekstur Batuan Sedimen Tekstur batuan sedimen mencakup ukuran butir. Namun tekstur dari banyak batuan sedimen hanya dapat dipelajari secara spesifik melalui mikroskop dan sayatan tipis.0.5 . Pasir (Sand) c.64 mm 2 . dan kebundaran dari butiran yang ada. serta warna. Ukuran Butir Sedimen dapat dibedakan menjadi empat kelompok utama ber dasarkan ukuran butirnya.1 mm 0.0625 mm) < 1/256 (or < 0.5 mm 0. Lempung ( Clay) Skala ukuran butir batuan sedimen dikenal sebagai Skala Wenworth.004 . antara lain : a.004 mm) mm . Particle name Gravel Boulders Cobbles Pebbles Granules Sand Very coarse sand Coarse sand Medium sand Fine sand Very sand Silt Clay Particle diameter > 256 mm 64 .125 . kemas.0. distribusi. bentuk butir. Serta juga merupakan pengontrol utama porositas dan permeabilitas batuan sedimen. Seperti halnya batuan sedimen yang berukuran pasir atau lanau yang jika kita melakukan penelitian di lapangan hanya terbatas pada perkiraan ukuran butir. Lain halnya dengan konglomerat dan breksi yang dapat diinterpretasi secara akurat ukuran butir. Tekstur mer upakan aspek yang penting dalam deskripsi batuan sedimen dan dapat digunakan dalam menginterpretasikan mekanisme dan lingkungan pengendapan batuan sedimen. morfologi dan kenampakan permukaan dari butiran. pem ilahan.

c. (Struktur ini jarang terlihat pada lapisan batulempung karena dapat dengan mudah tererosi). antara lain : a. selama dan setelah proses pengendapan. Struktur sedimen terdapat pada bagian bawah dan atas dari permukaan lapisan atau dapat pula diantara lapisan batuan sedimen. 1982). Struktur sedimen terbentuk melalui proses fisika dan kimia. Beberapa struktur sedimen terbentuk ketika pengendapan namun adakalanya terbentuk karena proses erosi. Struktur sedimen dapat digunakan dalam menyimpulkan proses dan kondisi pengendapan. a. . Struktur Sedimen Erosional Struktur sedimen kelompok ini antara lain : Sole Marks : Flute Marks. dan Scour Marks. maka besar kemungkinan terjadi pengisian yang membentuk struktur ini. Groove Mark s Tool Marks. antara lain : 1. Berikut akan dibahas beberapa macam dari Sole Marks. Sole marks Merupakan struktur pada lapisan pengendapan yang terdapat dibagian bawah suatu lapisan. Struktur Sedimen Sekunder Yakni struktur sedimen yang terbentuk setelah sedimentasi berlangsung (terbentuk batuan sedimen). Struktur sedimen berbeda -beda dan banyak terdapat di berbagai jenis litologi. Sehingga dapat dikenali beberapa kategori struktur sedimen (Tucker. 2004). b. Struktur Sedimen Erosional Struktur Sedimen Pengend apan Struktur Sedimen Post-Pengendapan Struktur Sedimen Biogenik Berdasarkan waktu terbentuknya struktur sedimen dapat terbagi lagi menjadi 2 (Gore. Interaksi material sedimen dengan media trans portasinya menghasilkan suatu bentuk struktur sedimen. bentukan ini akan terpreservasikan dalam bentuk suatu relief dibagian bawah lapisan batupasir. Struktur Sedimen Primer Yakni struktur sedimen yang terbentuk selama proses penge ndapan berlangsung atau tidak lama setelah pengendapan sedimen tersebut. arah dari arus sedimentasi dan pada lapisan batuan yang terlipat dapat diketahui bagian atas dari suatu lapisan. 2. Secara umum struktur ini merupakan hasil dari pengisian sedimen pada permukaan sedimen lempungan yang mengalami aksi penggerusan oleh objek -objek tertentu yang terbawa oleh arus. serta juga karena proses biogenik. d.Proses Transportasi dan Struktur Sedimen Struktur Sedimen Struktur sedimen merupakan salah satu hal yang penting dalam batuan sedimen. Jika pasir terbentuk setelah lempung. Channels yang terdapat dibawah permukaan suatu lapisan.

puluhan derajat atau lebih. berukuran beberapa milimeter sampai puluhan sentimeter. Struktur ini berpola pararel sesuai arah pergerakan arus. memantul ( bouncing ). Bentukan flute ini. terbentuk melalui erosi sedimen lempungan oleh arus turbulen atau arus acak lalu bekas bekas arus turbulen tadi terisi oleh sedimen yang mengalir setelahnya. 1982). bounce. Banyak terdapat pada endapan batupasir fluvial dan endapan badai. dimana celah tersebut terbentuk melalui gerusan suatu benda seperti potongan lempung atau kayu yang terbawa oleh arus. Tool Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore. Dari kenampakan samping struktur ini tampak asimetrik dengan bagian yang lebih dalam di hulu. menggelinding (rolling ). . Flute Cast Dari kenampakan atas bentuk dari struktur sedimen ini relatif lonjong ± segitiga atau dapat pula bulat atau berujung runcing dibagian hulunya dan melebar dibagian hilirnya. Terbentuk melalui pengisian celah (groove ). Gambar. Jejak menyuling ini merupakan indikator yang baik dalam mengetahui arah arus purba ( paleocurrent) yang didapat melalui pengukuran orientasi pengendapan struktur sedimen ini. brush. meloncat-loncat (skipping ). cangkang. atau dalam bahasa Indonesia berbentuk seperti suling atau menyul ing.Tool Marks Struktur ini terbentuk ketika objek -objek (benda-benda) yang terbawa oleh arus berkontak dengan permukaan sedimen. Umumnya terpreservasikan dibagian bawah permukaan lapisan batupasir. 2004) Groove Cast Struktur ini berbentuk lonjong pada bagian bawah lapisan. dan skip atau sederhananya kesemua tanda tersebut dapat dis ebut tool marks. menyeret (dragging ) sepanjang permukaan sedimen. Marks atau tanda-tanda ini dapat berupa prod. (Tucker. Panjang dari struktur ini beragam mulai dari beberapa sentimeter sampai puluhan sentimeter. roll. Objek-objek tersebut dapat berupa batang kayu. Groove Cast dapat pararel satusamal ain atau dapat pula bervariasi seuai arah kemiringan. tulang atau batuan sedimen yang berukuran kerikil yang terbawa oleh arus -arus. Flute Cast merupakan ciri khas dari endapan turbidit batupasir. Struktur ini juga terdapat pa da batupasir lingkungan fluvial atau sungai.

perlapisan silang siur ( cross-stratifications). beberapa meter sampai kilometer. 1982). Khusus pada batugamping terdapat beberapa struktur sedimen seperti cavity dan stromatolite yang terbentuk melalui sementasi selama p roses pengendapan serta pelarutan. dan berelief. gelembur ( ripple). Permukaan yang tergerus biasanya kasar. struktur ini melonjong sesuai dengan arah arus. yang merupakan wilayah transportasi sedimen untuk waktu yang relatif lama. (Tucker. ireguler. Berbeda dengan struktur se dimen erosional yang berada dibagian bawah lapisan. struktur sedimen pengendapan terdapat dibagian atas permukaan lapisan. dan retakan lempung (mudcrack). . Banyak channel yang berbentuk cekung jika terlihat dari penampang samping dan terisi oleh sedimen yang membentuk k enampakan tali sepatu jika terihat dari kenampakan peta (dari atas). laminasi. Pengukuran orientasi struktur ini dapat berguna dalam mengindikasikan arah kemiringan -purba dan rekonstruksi paleogeografi. Struktur channel dapat dikenali dengan hubungan tidak selaras (memotong) dengan sedimen dibawahnya. Kenampakan khas dari struktur ini adalah tererosinya sedimen dibawahnya dengan isian sedimen yan g lebih kasar diatas lapisan yang tergerus tadi. Dari kenampakan atas. Flute Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore. dan biasanya isian awal dari suatu channel berupa lapisan basal konglomerat. Lapisan batupasir silang -siur (cross bedded sandstone ) banyak mengisi channels. Scour Mark dapat terjadi pada setiap litologi atau lingkungan asalkan arus yang ada cukup kuat untuk mengerosi sedimen dibawahnya. b. Struktur Sedimen Pengendapan Struktur sedimen pengendapan antara lain perlapisan ( stratifcations ) : lapisan (bedding ).Gambar. Channel ini umumnya terisi oleh sedimen yang lebih kasar. 2004) Scour Mark Terminologi scour mark digunakan untuk struktur erosional ya ng berskala kecil. Channels Struktur ini berskala lebih luas. umumnya kurang dari satu meter dan terdapat pada bagian bawah lapisan.

Alabama (Gore.  Fase Laminasi Bidang Bawah Lapisan : melalui pengenda pan suspensi. Struktur internal ini dapat dihasilkan melalui beberapa cara :  Fase Laminasi Bidang Atas Lapisan : melalui pengendapan arus kuat. 2004). Bid ang lapisan batuan sedimen silisiklastik berbeda dengan bidang lapisan batugamping yang tergolong batuan sedimen karbonat. Bagian atas dan bawah dari lapisan ini disebut sebagai bidang perlapisan . Perlapisan di Batuan Berumur Paleozoik di Brimingham. dapat didefinisika n sebagai perubahan ukuran butir sedimen. 1988) Suatu bidang lapisan dapat diketahui pelamparannya melalui struktur sedimen tertentu seperti struktur sedimen erosional. Laminasi Pararel ( Parallel Lamination ) Dibedakan melalui perubahan ukuran butir. .Stratifikasi (Perlapisan) Perlapisan merupakan kenampakan batuan sedimen yang sangat jelas. dengan kecepatan aliran yang relatif tinggi. Pergerakan tektonik juga dapat mempengaruhi pertemuan antar lapisan. komposisi atau warna. arus turbidit bermasa jenis rendah atau arus traksi yang lemah. Lapisan yang lebih tebal dari 1 cm disebut sebagai bed dan yang kurang dari 1cm disebut sebagai laminasi atau lamina. Batas lapisan dapat berupa :  Kontak Tegas  Kontak Planar  Kontak Ireguler  Kontak Gradasional Gambar. Lapisan ( Bedding) Lapisan terbentuk melalui perubahan pola sedimentasi. warna atau komposisi mineralogi. Bidang lapisan pada batugamping dapat berupa permukaan karst atau permukaan keras lainnya yang terbentuk melalui sementasi selama pr oses pengendapan. Perlapisan tersebut tampak karena perbedaan warna atau tekstur. Namun batas lapisan dapat hancur karena adanya proses kompaksi dan pembebanan. mineral ogi. (Gore.

khususnya batuan sedimen lempungan. Ripple Ripple merupakan undulasi permukaan sedimen yang dihasilkan karena adanya pergerakan air atau angin pada material sedimen berukuran pasir. atau batugamping) atau perubahan ukuran butir (gradasi laminasi lanau ke lempung)!  Ukur rata-rata ketebalan rata -rata dari lamina -lamina yang ada. rijang. batugamping. Karena geometri yang unik ini. batulanau. Gumuk (Dune) dan Ombak Pasir (Sand Waves) Struktur sedimen ini terbentuk pada sedimen berukuran pasir. sehingga dapat menunj ukkan waktu pengendapan yang relatif lebih lama! Gelembur (Ripple) . Lingkung an yang ideal bagi terbentuknya struktur pararel laminasi adalah pada daerah yang terisolasi seperti laguna. Namun pada arus yang bergelombang atau berosilasi. dimana bagian puncaknya relatif lurus namun cenderung kasar. sinus atau cembung tergantung kecepatan alirannya. Ripple yang asimetris memiliki kemiringan yang curam pada hilir dan kemiringan yang landai pada hulu. batupasir halus dan batugamping halus. Puncak-puncak dari ripple yang asimetris dapat berupa bidang lurus. halit atau gipsum. baik pada batupasir.Gambar. Gambar. danau dan cekungan laut dalam. terbentuklah ripple yang simeris. ripple yang asimetris dapat digunakan sebagai penunjuk arah arus purba. Catatan :  Dilapangan gunakanlah lup pembesar untuk membedakan dan meneliti penyebab dari laminasi : apakah interka lasi dari litologi yang berbeda (batulempung. Cari kumpulan lamina yang ada. Laminasi juga dapat terbentuk melalui presipitasi mineral yang periodik seperti kalsit. gipsum dan batubesi. Faktor pembentuk st ruktur sedimen ini dapat berupa air dan angin. Pararel Laminasi (Gore. 1984) Namun pararel laminasi secara umum terbentuk oleh pengendapan material suspensi atau oleh arus turbidit yang bermasa jenis rendah pada litologi batuan sedimen berbutir halus. Ripple yang terbentuk pada arus acak seperti di sungai cende rung asimetris. Arus air yang berosilasi membentuk ripple simetris .

lurus dan berpuncak parare l. Cross Stratification Merupakan terminologi umum untuk struktur internal lapisan yang dihasilkan pada sedimen berukuran pasir oleh aktivitas angin atau air. dan 3. 1985) Gambar. dan berarah ke bawah dari kemiringan tersebut. 1982). Perlapisan yang terbentuk miring membentuk sudut terhadap bida ng horizontal. khususnya pada sedimen berbutir lanau sampai kasar dan umumnya berbentuk simetris. struktur sedimen perlapisan silang siur dapat digunakan dalam mengindikasikan arah arus purba. Cross stratification terbentuk diantara ripple dan dunes.Gambar. Berpuncak lurus . Sinus . perlapisan silang siur ( cross stratification) ini disebut lapisan silang siur ( cross bedding ) namun jika kurang dari 1cm disebut dengan laminasi silang -siur (cross lamination) . Ripple simetris di Virginia (Gore. Dune dan Sand waves Subaqueous dune sering disebut sebagai mega -ripple dan sandwaves ( bar) merupakan ripple yang berskala lebih besar. . Berdasarkan bentuknya current ripple dapat terbagi lagi menjadi 3 macam : 1. Meskipun jarang terpreservasikan. Jika lapisan miring tersebut lebih tebal dari 1 cm. 1985) (Tucker. Maka dari itu. Bentuk spesifiknya menyerupai Ripple yang telah dibahas sebelumn ya.5 meter.  Current Ripple Ripple yang disebabkan oleh arus terbentuk oleh arus satu arah sehingga berbentuk asimetris dengan bagian yang curam pada hilir disebut sebagai : lee side dan bagian yang landai pada hulu disebut sebagai stoss side. Ripple Asimetris di Pantai (Gore. 2. Linguoid  Wind Ripple Struktur ini berbentuk memanjang. Agen dari ripple ini adalah angin sehingga jarang terpreservasikan. Subaqueous dune berukuran beberapa meter sampai lebih dari puluhan meter panjangnya dan tinggi dapat mencapai 0. lapisan silang siur yang dihasilkan dari erosi struktur ini sangat banyak ditemukan. menyebutkan bahwa Ripple dapat terbagi mandi 3 macam berdasarkan agen pembentuknya antara lain :  Wave Formed Ripple Struktur ini terbentuk melalui aksi ombak atau sedimen non -kohesif.

Ukuran butir yang terdapat pada suatu lapisan bergradasi ini berangsur dari ukuran yang lebih kasar dibagian bawah lapisan sampai ukuran yang lebih halus dibagian atas. dan pengurangan air ( dewatering). rekristalisasi. Struktur pada lapisan ter sebut rusak dan hilang karena proses tertentu seperti bioturbasi. dimana tidak tersedia waktu yang cukup untuk pembentukan lapisan. grain flow dan debris flow. 2. Asymetrical Bedding Ripple dan Cross Gambar. Graded Bedding Massive Bedding Termasuk kedalam massive bedding atau lapisan masif adalah lapisan yang tidak memiliki struktur internal didalamnya. yakni : 1. 2004) Gambar. (Gore. Ada beberapa alasan tentang terbentuknya lapisan yang tidak memiliki struktur ini. Pada saat terendapkan lapisan tersebut memang tidak memiliki struktur karena proses sedimentasi yang berlangsung cepat. Maka. graded beds dapat digunakan seb agai indikator lapisan bagian atas.Gambar. Sehingga lapisan yang masif dapat digunakan sebagai penciri suatu proses sedimentasi seperti arus turbidit. Cross Stratification Macam-macam cross stratification :  Cross Bedding  Cross Lamination  Flaser Bedding  Lenticular Bedding  Wavy Bedding  Storm Bedding : Hummocky Graded Bedding Gradded Bedding dihasilkan ketika suatu arus bermuatan sedimen (seperti arus turbidi t) mulai mengalami pengurangan kecepatan aliran. .

khususnya batulempung dan batugamping berukuran lempung yang umumn ya terbentuk dari proses pengeringan dan pengurangan kandungan air ketika sedimen tersingkap kepermukaan. Struktur berongga ini antara la in : y Struktur Geopetal y Struktur Fenestrae y Struktur Stromataktik y Struktur Sheet Cracks dan Neptunian y Stuktur Rongga Karst. Umumnya terdapat di lingkungan gurun dan paparan lakustrin Struktur Pengendapan Pad a Batugamping Struktur Berongga ( Cavity Structure) Kebanyakan batugamping mengandung struktur yang pada awalnya berongga namun kemudian terisi oleh sedimen atau dalam hal ini semen karbonat setelah terjadinya pengendapan. menyebabkan pengerutan sampai akhirnya terpecah -pecah seperti layaknya rekahan permukaan sawah ketika kering. terbentuk karena dampak dari air hujan yang mengenai permukaan lapisan sedim ent yang masih lunak ataupun berbutir halus. Rain Spots Merupakan depresi -depresi kecil dipermukaan lapisan sedimen yang berbentuk membundar. lubang dan gua Hardgrounds dan Tepee Struktur ini terdapat pada batugamping yang mengalami sementasi saat pengendapan ( synsedimentary) maka sedimen tersebut sebagian atau bahkan secara keseluruhan terlitifikasi (mengalami pengerasan) pada lantai samudra. .Mud Crack Struktur ini sering terdapat pada sedimen berbutir halus.

Maka dari itu pengukuran orientasi sum bu lipatan dan bidang lipatan slump berguna untuk memastikan arah dari slumping dan kemiringan purba. c. Sumbu lipatan berorientasi pararel dengan strike kemiringan dan arah dari pembalikan lipatan menuju ke bagian bawah kemiringan. Lapisan yang terse men tersebut dapat terdorong keatas membentuk antiklin semu atau dapat disebut sebagai tepee. baik pada lereng atau dekat dengan lereng. Kenampakan dari slump menunjukkan lipatan : lipatan rebah. Sebagai hasil dari sementasi syn sedimenter pada sedimen karbonat tersebut permukaan lapisan yang mengalami sementasi dapat mengembang dan pecah membentuk pola polygonal. antiklin asimetris dan sinklin serta sesar naik dalam ukuran lokal. Stromatolites Stromatolit merupakan struktur laminasi biogenik yang memiliki struktur tumbuh yang bervariasi. Struktur Sedimen Post-Pengendapan Banyak variasi dari struktur yang terbentuk setelah proses pengendapan. dan sponge. . dan crinoida serta terpenetrasi oleh aktivitas pemboran organisme seperti anelida.Permukaan yang memiliki struktur hardground umumnya terikat oleh organisme tertentu seperti oister. Megabreccia merupakan istilah yang digunakan untuk endapan blok -blok masa sediment yang besar. masa sedimen dapat tertransport kebawah lereng. serpulida. Terbentuk melalui pemerangkapan dan pengikatan partikel karbonat oleh lapisan alga umumnya cyanobacteria dan presipitasi biokimia karbonat. merupakan hasil dari aktivitas patahan selama pengendapan dan erosi dari gawir sesar. Slide merupakan kegiatan tertransportasinya masa sediment pada masa sedimen yang memiliki deformasi internal yang sedikit. Permukaan seperti ini umumnya memiliki topografi yang tidak beraturan dan biasanya tertimbun oleh lapisan lempung yang tipis atau dapat juga tanah. bivalvia. Kenampakan dari hardground umumnya nodular yang merupakan hasil dari aktivitas pemboran dan bi oturbasi organisme yang terbentuk sebelum sedimen terlitifikasi. Megabreccia dan Slides Ketika terendapkan. Paleokarstic Surfaces Permukaan paleokarst terbentuk melalui kontak sedimen karbonat dengan permukaan (udara) dan pelarutan meteoric atau air hujan (karstifi kasi). Keterdapatan slump atau slide dalam suatu kemenerusan lapisan dapat dideduksikan dari keterdapatan lapisan yang normal (undisturbed beds) diatas dan bawa h dari lapisan yang mengalami slump atau slide. beberapa melalui pergerakan masa sedimen ( slumping and sliding) dan yang lainnya melalui reorganisasi internal karena pengurangan air dan pembebanan Slumps. berbentuk kubah dan kolom -kolom. Bentuknya bermacam macam mulai dari berlaminasi. sehingga diantara struktur ini terdapat gua -gua yang terisikan oleh semen. Megabreccia yang berkomposisikan batugamping dan terdapat pada bagian bawah suatu kemiringan kemungkinan terendapkan pada saat penurunan muka air laut dan runtuhnya batas paparan karbonat. Slump merupakan istilah ketika bagian dalam masa sedimen terhancurkan selama pergerakan menuruni kemiringan.

y Flame Structure. merupakan pembebanan lapisan batupasir terhadap lapisan batulempung dibawahnya. Dish. lapisan batupasir yang membebani lapisan batulempung dibawahnya dapat masuk tenggelam kedalam celah pada lapisan batul empung sehingga memecahkan dan memisahkan masa lapisan lempung tersebut membentuk pola -pola seperti bola dan bantal ( ball and pillow). s erta pelarutan yang terjadi pada masa batuan sediment sepanjang bidang lapisan. sedangkan pillar berbentuk lonjong dan tidak berstruktur internal. merupakan hasil dari lapisan lempun g yang dibebani oleh lapisan batupasir diatasnya sehingga terinjeksikan keatas mempenetrasi lapisan batupasir. Penyebab dari deformed bedding dapat berasal dari pemotongan oleh arus permukaan sedimen dan penyeretan friksional oleh pergerakan partikel pasir yang menyebabkan terjadinya convolute bedding dan overturned bedding. Efek tekanan pelarutan ini umum terlihat pada batas antara lapisan pada batugamping dalam bentuk stylolite. sehingga berbentuk seperti struktur yang membundar tanpa adanya orientasi tertentu. yakni adanya lipatan tak beraturan dan disorientasi lapisan secara local. terdapat pada bidang lapisan. terjadi pada sediment laminasi silang siur ( cross lamination) dengan laminasi yang terdeformasi menjadi gulungan. convolute dan contorted dapat digunakan untuk suatu lapisan yang dihasilkan selama sedimentasi dan telah mengalami deformasi. Beberapa contoh dari load structure : y Load Cast. dan sinklin tajam. Dish Structures dan Pillar Structures Struktur ini terbentuk melalui aliran air baik secara lateral maupun vertikal pada suatu material sediment (Tucker. namun ti dak terdapat pergerakan lateral dari sediment tersebut. Konvolusi seperti ini umumnya a simetris dan merupakan kebalikan dari arah arus purba. Pressure Dissolution dan Compaction Struktur ini terbentuk sebagai hasil dari tekanan pembebanan dan proses tektonik. antiklin kecil. kipas laut dalam serta bagian terdalam dari kemenerusan laut dalam tersebut. Contorted dan disrupted. Sandstone Dykes dan Sand Volcanoes Struktur ini terbentuk melalui proses peng urangan air dan lolosnya air. berbentuk cekung. Sandstone dykes berbentuk pemotongan lapisan oleh terobosan batupasir dan Sand volcanoe berbentuk membundar dengan depresi di bagian tengah. Umumnya terjadi pada endapan aliran gravitasi ( sediment gravity flow ) pada kemiringan laut dalam. Convolute Bedding. menunjukkan deformasi yang lebih sedikit pada suatu lapisan. y Ball and Pillow Structure. 1982). Load Structures Struktur ini terbentuk melalui pembebanan suatu lapisan terhadap lapisan lainnya. .Deformed Bedding Deformed bedding atau istilah lain seperti disrupted. karena getaran gempa bumi.

Mineral-mineral penyusun nodul umumnya yang berbutir halus dari kalsit. dimana sediment tersebut mengisi jejak yang ada. Pada beberapa kasus. atau dapat berupa koloni bakteri yang terper angkap dan terikat pada sedimen sehingga membentuk struktur perlapisan tertentu. pirit. Bentuk nodul dapat membundar sampai pipih. Sedimentary vein terdiri atas gypsum yang terdapat pada batulempung dan terbentuk melalui hidrasi anhidrit selama pengangkatan dari lapisan evaporit. d. y Track atau jejak kaki merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari kaki binatang. Trace Fossil (Fosil Jejak) atau Ichnofossil Ichnofossil termasuk kedalamnya jejak ( tracks). Organisme dapat berupa hewan yang berjalan atau menggali pad sedimen tertentu. Terdapat dalam bentuk tampalan -tampalan dari sementasi sedimen tertentu. umumnya terjadi karena tekanan pembebanan karena proses selama pengendapan berlangsung. Beberapa macam nodul terbentuk diseputar fosil atau bekas burrowing organisme tertentu namun dapat juga terdapat pada rekahan sed iment yang berbentuk radial dan konsentrik yang diisi oleh kristal -kristal tertentu. jalur ( trails). proses keterbentukan seperti ini kemudian disebut sebagai sedimentary vein oleh Tucker. Seperti cooling joints pada endapan vulkaniklastik. Beef dan Joints Umumnya vein terbentuk melalui aktivitas tektonik dan termineralisasi melalui aliran fluida hidrotermal. Bioturbasi yang berlangsung lama dapat mencampur sedimen sehingga kenampakannya homogen (massif). Veins. Lembaran dari kalsit yang pararel terhadap lapisan batulempung (umumnya yang mengandung masa organik) dan terdiri dari kristal -kristal yang berorientasi vertical disebut sebagai beef. Organisme dapat membuat semacam terowongan yang merusak struktur sediment primer seperti laminasi dan meinggalkan jejak galian. Contohnya jejak kaki dinosaurus atau burung. . galian ( burrows). dapat berupa akar tanaman yang mempenetrasi sedimen. Namun vein juga dapat terbentuk melalui proses diagenesa. kuarsa dan anhidrit. pemboran (boring ) dan tanda lainnya pada sedim en.Nodules Struktur nodul ini disebut juga konkresi umumnya terbent uk pada sedimen setelah pengendapan. siderit. Nodul dapat secara acak te rsebar atau terkonsentrasi sepanjang horizon tertentu. tidak terdapat perlapisan. Bentuk vein sendiri berupa terobosan atau retakan yang terisi mineral tertentu yang memotong suatu perlapisan. Struktur Sedimen Biogenik Struktur sedimen biogenik merupakan struk tur yang terbentuk akibat aktivitas organisme yang berinteraksi dengan sedimen. Terdapat pula bioturbasi yang terbentuk dari aktivitas organisme yang merusak sediment tertentu. jejak ini ditemukan sebagai bagian bawah dari suatu lapisan sediment. dolomit. Seperti halnya dalam geologi struktur bahwa joint dalam terminology sediment juga merupakan rekahan yang terbentuk karena tekanan tektonik. namun dalam kasus tertentu disebabkan proses pengendapan. rekahan pada lapisan batugamping yang tersementasi dengan baik. lonjong atau tak beraturan.

Siput dan cacing menghasilkan ³lubang bor´ ini biasanya untuk mencari mak an.y Trail merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari organisme yang melata atau menyeret anggota tubuhnya untuk berjalan. hasil isian ini dapat tersementasi dan menjadi keras. . seperti kayu. batuan atau sediment keras. y y Root Mark Merupakan jejak yang ditimbulkan oleh akar tanaman pada tanah purba (paleosol). dapat berupa kurva atau kelurusan. cangkang. Berbentuk bercabang kearah bawah menerobos lapisan tanah tertentu. struktur ini biasanya memiliki warna yang berbeda dengan sediment sekitarnya. Boring Merupakan lubang yang dibentuk oleh binatang pada material keras. y Burrow merupakan bekas galian oleh binatang pada sediment lunak. Berbentuk membundar pada penampang. Galian ini umumnya terisi oleh sediment dengan warna dan tekstur yang berbeda dengan sediment disekitarnya.

seperti perubahan temperatur atau iklim. statis dan dinamis. hujan. pH. Setiap lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter fisika. energi air laut. Unsur dinamis mencakup faktor -faktor seperti energi dan arah hembusan angin. kimia dan biologi yang berpengaruh dalam menghasilkan fasies tersebut. dan komposisi tertentu (Bogss. Lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter -parameter fisika. Hasil atau produk dari endapan lingkungan pengendapan. turbulensi dan arus ombak. material pengendapan seperti gravel siliklastik. dan biologi tertentu yang menghasilkan suatu tubuh batuan sedimen dengan sifat -sifat tekstur. Sementara dominasi proses kimia dalam suatu lingkungan pengendapan seperti salinitas. marine. Faktor kimia dikaitkan dengan proses kimia. 1985). Sehingga fasies sedimen merupakan suatu masa batuan sedimen yang dapat dibedakan berdasarkan geom etri. dan biologi didalamnya (Gore. karena organisme sangat dipengaruhi ol eh kondisi tersebut. seperti densitas. struktur. energi kinetis pada angin. pelubangan. kimia. dan lempung. kedalaman air. 1955). Dapat dibedakan dari wilayah yang lain berdasarkan karakteristik fisika. Unsur statis termasuk kedalam pembahasan mengenai geometri cekungan. khususnya lingkungan pengendapan sedimen seperti lingkungan delta. dan es. pasir. sedangkan faktor biologi dikaitkan aktivitas organisme ( struktur perubahan cangkang sebagai sedimen dan material organik (C -H)). Kontrol biologi dalam suatu lingkungan pengendapan dapat dirujuk sebagai pengaruh aktivitas organisme (pertumbuhan tanaman. Eh dan kandungan karbondioksida serta oksigen mempe ngaruhi proses kimiawi seperti presipitasi kimia dan pelarutan.Lingkungan Pengendapan Lingkungan pengendapan ( sedimentary environment ) didefinisikan sebagai suatu tempat dipermukaan bumi yang kompleks dimana te rdapat terdapat kemenerusan batuan sedimen yang diendapkan. litologi. lacustrine dan lingkungan lainnya. pola arus purba dan fosil. dan temperatur. Faktor biologi ini merefleksikan aspek fisika dan kimia suatu endapan. desert . penggalian. struktur sedimen. derajat keasaman -kebasaan (pH). bahan dan medium sedimentasi. aliran air. perubahan salinitas. ingesti oleh organisme serta ekstraksi sili ka dan kalsium karbonat dari material cangkang) serta keterdapatan organisme sebagai material sedimen. . 2004). Jika dibandingkan dengan sedimen tertentu fasies dapat dihubungkan dengan lingkungan pengendapan moderen (Selley. Lingkungan pengendapan yang dominan proses fisikanya terbagi lagi menjadi dua macam unsur yakni. yang kesemua hal tersebut mempengaruhi arus dan gelombang. Proses dan Produk Sedimen Dalam pembelajaran mengenai lingkungan pengendapan sangatlah penting untuk mengetahui perbedaan antara lingkungan pengendapan dan fasies pengendapan. fluvial. dan salju. dan potensial oksida si-reduksi (eH). kimia. Faktor fisika dikaitkan dengan proses fisika. viskositas.

Klasifikasi Lingkungan Pengendapan Terdapat tiga pembagian lingkungan pengendapan utama (Selley. Namun pembagian menurut Crosby tersebut tidak begitu praktis karena mengandung terlalu banyak jenis lingkungan.Karena fasies sedimen merupakan produk dari lingkungan pengendapan. Deskripsi tersebut dapat melalui studi bawah permukaan melalui well log dan seismik serta data core dan cutting. Lingkungan Darat ( Continental) 2. 1988) . 1995) Tempat Pengendapan Lingkungan Utama Sub-Lingkungan Utama Darat *Fluvial *Kipas Aluvial *Braided Stream *Meandering Stream *Gurun Lacustrine *Glasial Transisi *Deltaic *Delta Plain *Delta Front *Prodelta *Beach/barrier ba r *Estuarine/lagoonal Tidal Flat Laut Neritik Paparan **Organic reef Oceanik Slope Deep Ocean Floor * Dominan Pengendapan Siliklastik ** Dominan Pengendapan Karbonat . Lingkungan Laut ( Marine) Setiap lingkungan pengendapan utama tersebut dapat terbagi lagi menjadi beberapa sub lingkungan. Memang dalam pengklasifikasian lingkungan pengendapan terdapat banyak pendapat dan kepentingan. Jadi salah satu permasalahan dalam menentukan sedimen purba adalah dengan melihat pada lingkungan pengendapannya ataupun sebaliknya. Pemaparan yang komprehensif mengenai lingkungan pengendapan salah satunya telah dilakukan oleh Crosby (1972). Praktisnya klasifikasi lingkungan pengendapan adalah yang memiliki jumlah sub -lingkungan yang sederhana namun dapat digunakan untuk membedakan lingkungan satu dengan lainnya dengan menggunakan interpretasi lingkungan pengendapan yang ada. Berikut tabel yang membagi lingkungan pengendapan sec ara umum. Namun dapat pula melalui studi singkapan melihat litologi dan data paleontologi yang ada. Lingkungan Transisi ( Transition) 3. Tabel 1 Penyederhanaan Klasifikasi L ingkungan Pengendapan (Boggs. Sangatlah penting menentukan lingkungan pengendapan berdasarkan fasies pengendapannya dengan dasar desrkriptif dari sedimen yang ada. yaitu : 1. Sehingga suatu pengklasifikasian tidak semuanya dapat diterima oleh geologis maupun pihak lain yang menggunakan.

Kipas aluvial biasa terdapat pada wilayah arid atau semi -arid dimana curah hujan sedikit dan banyak terjadi erosi. seperti gunung atau gawir sesar. Meskipun sub-lingkungan dari sistem fluvial banyak keterdapatannya. kerikil dengan pemilahan buruk dan pasir. Pengendapan dilingkungan sistem fluvial terjadi dalam kondisi iklim yang beragam dari mulai iklim gurun. oil shale. Material sedimen yang terbentuk pada kipas aluvial biasanya kasar. Pengendapannya berbentuk layaknya kipas pada dasar gunung. evaporit atau campuran namun dipengaruhi juga oleh kondisi pengendapan. karbonat. Beberapa sedimen darat memiliki nilai yang ekonomis. dan uranium. Sedimen non -siliklastik juga terdapat di lingkungan darat seperti batugamping airtawar dan evaporit. Sketsa Lingkungan Pengendapan Darat A.1. Lingkungan Pengendapan Darat Lingkungan darat merupakan lingkungan -lingkungan yang terdapat diwilayah darat . Pada lingkungan darat dapat mengandung jumlah yang cukup besar dari gas alam. lemba b sampai iklim dingin (glasial). lakustrin dan glasial. batubara. namun pembagian umumnya terbagi menjadi 3 sub -lingkungan.Catatan : Lingkungan tidak mutlak menandakan bahwa pengendapan yang terjadi adalah siliklastik. Fasies yang terendapkan pada lingkungan darat didominasi oleh sedimen siliklastik yang dicirikan oleh jarangnya keterdapatan fosil dan tidak terdapatnya fosil laut. yaitu :  Lingkungan Pengendapan Sistem Kipas Aluvial Lingkungan ini terbentuk karena adan ya wilayah dengan relief tinggi. Para ahli geologi membagi lin gkungan pengendapan darat menjadi 4 jenis lingkungan : fluvial (kipas aluvial dan sungai). gurun. Gambar. . Lingkungan Pengendapan Sistem Fluvial Merupakan pengendapan yang dihasilkan oleh aktivitas aliran sungai dan berasosiasi dengan proses gravitasi sedimen. minyak bumi.

Sedangkan. Tingkat erosi aliran sungai meandering terjadi secara lateral sehingga mendukung pembentukan saluran sungai yang berkelok -kelok. point bar. tanggul alam.  Gambar 4. Kipas Aluvial  Sub-Lingkungan Pengendapan Sungai Menganyam ( Braided River) Lingkungan sungai menganyam ditandai dengan sub -aliran yang anastomoting yang memilki tingkat sinusitas yang lebih rendah dibandingkan sungai meander. Sketsa Sungai Menganyam ( Braided River ) Sub-Lingkungan Pengendapan Meandering River Lingkungan sungai meander merupakan kelanjutan dari sungai menganyam k earah hilir dimana topografi bentangannya semakin landai sehingga terbentuklah saluran sungai yang memiliki sinusitas tinggi ( meandering ) dan hanya terdiri dari satu saluran utama. Gambar 3. Produk sedimen dari sungai menganyam dimulai dari bagian dengan wilayah topografi tinggi berupa material kerakal dan berangsur berkurang ukuran butirnya seiring dengan gradasi ke arah hilir (relief rendah) sampai terendapkan material berukuran pasir.Gambar 2. Sungai Meandering . Selain itu sungai menganyam juga dicirikan dengan banyaknya saluran ( channel) yang dipisahkan oleh bar atau pulau kecil. dan dataran limpah banjir. tipe material sedimennya lebih halus ukurannya dibandingkan sung ai menganyam. Unsurunsur dari sungai meander antara lain saluran utama.

Lingkungan lakustrin yang dangkal biasanya terendapkan batuan sedimen kasar meskipun karbonat dan endapan evaporit dapat juga mungkin terdapat.Erosi dari aliran sungai ini berarah ke thalweg -nya dan sebaliknya material sedimen diendapkan dibagian bank bersebrangan dengan bagian erosi. Material di gurun tererosi dan tertransport oleh angin sehingga terakumulasi sebagai sedimen aeolian. Lingkungan Pengendapan Gurun Lingkungan gurun merupakan lingkungan dimana curah hujan sedikit serta minimnya vegetasi. Gambar 5. C. terbentuk ditempat dengan topografi yang rendah dan distribusi air atau material sedimen kedalamnya. Gambar 6. Sand . Lingkungan Pengendapan Lakustrin Fasies yang terendapkan pada lingkungan ini dikontrol oleh kedalaman air. Material sedimen di lingkungan lakustrin umumnya berasal dari sungai da n/atau evaporasi di permukaan. pasokan sedimen dan kimia air. Lingkungan Pengendapan Lakustrin Lingkungan pengendapan lakustrin atau danau. Sketsa Sungai Meandering Beserta Elemen -elemennya. Di lingkungan ini didominasi oleh endapan pasir yang berstruktur dune. Di lingkungan yang lebih dalam terendapkan material suspensi dan arus turbidit yang berasal dari batas dengan wilayah lakustrin dangkal. Lakustrin merupakan daerah yang tidak berhubungan dengan laut dan umumnya merupakan lingkungan pengendapan dari sedimen klastik walaupun juga terdapat karbonat da material evaporit. B.

termasuk konglomerat. Rekaman dari pengendapan sistem glasial dimulai p ada wilayah dataran tinggi dan tertransport menuju kedataran rendah sebagai endapan klastik mencapai lingkungan laut. sehingga merupakan tempat ³bertekanan tinggi³ untuk organisme. Baik sedimen s iliklastik yang terendapkan melalui transportasi aliran sungai ke pinggiran pantai maupun endapan transisi juga banyak keterdapatannya. Presipitasi terjadi sebagai salju yang terakumulasi menjadi tubuh es yang permanen ataup un semi-permanen. batuan karbonat. pantai. berpilah baik dan membundar baik. Delta terbagi menjadi beberapa bagian : . Kondisi berenergi tinggi ini menyebabkan salinitas dan temperatur bervariasi. batupasir. meskipun beberapa lingkungan lagun dan estuarin didominasi oleh kondisi air -tenang. dan didominasi oleh proses aliran sungai. Tipe sedimen yang diendapkan di lingkungan ini bervariasi. Lingkungan Pengendapan Delta Merupakan lingkungan transisi yang dicirikan oleh sedimen yang tertransport sampai bagian hilir sungai dan terendapkan pada batas pertemuan anta ra aliran sungai dan genangan air laut atau danau. organisme yang tinggal di lingkungan transisi cenderung merupakan spesies dengan tingkat adaptasi dan toleransi yang tinggi. Lingkungan Pengendapan Transisi A.dune umumnya silang siur. dan dataran pasang -surut. Lingkungan Pengendapan Glasial Kondisi di lingkungan ini berupa iklim yang dingin dengan temperatur dibawah 0 0 . estuarin. lagun. Lingkungan pengendapan transisi antara lain : delta. serpih. dan dataran penghalang. tanpa asosiasi dengan kerakal ataupun lempung. Salinitas di daerah ini bervariasi mulai dari airtawar sampai supersaline. D. dan evaporit. Banyak bagian dari lingkungan transisi didominasi oleh arus dan gelombang berenergi tinggi. Es sendiri merupakan agen erosi batuan yang kuat dan dapat mentransport detritus pada jarak yang cukup jauh sebelum akhirnya meleleh dan mengendapkan material sedimen pada wilayah glasial. dataran tepilaut. Maka. gelombang dan pasang-surut. Gambar 7. Lingkungan Pengendapan Transisi Lingkungan pengendapan transisi terletak diantara perbatasan lingkungan pengendapan darat dan laut. Wila yah ini tidak begitu luas.

Bagian yang paling distal dan sudah mulai memasuki perbatasan dengan laut dangkal. maupun pasangsurut. Pembagian Lingkungan Delta Sedimen lingkungan darat terbawa oleh aliran sung ai sampai ke mulut sungai. yang kesemuanya mempengaruhi tipe dan distribusi sedimen di lingkungan delta. Lingkungan delta terpengaruh oleh besarnya aliran sungai. Gambar 8.   Delta Plain : Delta Front : Pro-Delta : Terdiri dari distributary channel dan masih terdapat pengaruh sistem fluvial maupun danau. iklim dan energi yang berasosiasi dengan gelombang. Gambar 9 . Merupakan bagian yang lebih ke arah laut dan dicirikan dengan distributary mouth bar. Sehingga pengaruh gelombang laut dan alir an sungai mempengaruhi bentukan dari delta. Diagram Klasifikasi Delta . baik yang didominasi aliran sungai. gelombang laut.

Pantai juga terdapat pada sistem delta. Lingkungan Pengendapan Laut Arus yang terdapat di laut berasal dari pengaruh angin. Lingkungan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan kedalaman air laut serta tipe sedimen yang mengendap (Gore. temperatur. Lingkungan Pengendapan Estuarin/Lagun Estuarin merupakan lokasi pengendapan pada mulut sungai dimana terdapat pencampuran dengan airlaut. delta. lingkungan ini juga terpengaruh oleh pasangsurut dan merupakan lokasi terendapnya sedimen klastik. estuarin. Sedangkan pulau penghalang atau barrier island hampir sama dengan dataran pantai namun terpisah dari dataran oleh lagun. Lingkungan Pengenda pan Dataran Pasangsurut Dataran pasangsurut terbentuk umumnya pada garis pantai mesotidal atau mikrotidal dimana tidak terdapat gelombang yang kuat.B. Tubuh pantai berupa pasir yang dapat berpotongan dengan dataran utama. Lingkungan ini berkembang pada wilayah sepanjang pantai yang berelief rendah dan energi gelombangnya renda h dan terlindungi oleh dataran penghalang maupun terumbu. Sedimen yang terendapkan berupa sedimen klastik lempungan ataupun pasiran yang dipengaruhi oleh pasangsurut. D. Keterdapatannya mencakup daerah estuarin. Gambar 10. . belakang dataran penghalang dan delta. Lingkungan Pengendapan Pantai Pantai merupakan akumulasi pasir di temp at yang sempit dan berbentuk pararel dengan garis pantai dan sebagai tambahan dataran utama. lingkungan laut atau bahkan lakustrin yang tidak terdapat hubungan dengan delta. 2003). estuarin atau rawa. Pengaruh gelombang ini berdampak kepada kedalaman air sampai beberapa meter mencapai tingkatan yang lebih dalam. dan lagun. selama energi yang lebih tinggi mempengaruhi dasar laut. Pulau penghalang ini terbentuk oleh saluran pasangsurut. Lingkungan Pengendapan Laut Lingkungan laut mencakup semua wilayah di samudera dan di lautan. variasi salinitas dan gaya pasangsurut. densitas air. C.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. gelombang. Sedimen laut dalam memang lebih sedikit keterdapatannya dibandingkan dengan sedimen laut dangkal. Platform terdapat pada wilayah di paparan daratan yang terbentang di garis pantai sampai pada wilayah epikontinental laut B.A. dan dasar laut yan g dalam (Nichols. Sekitar 65% dari permukaan bumi mencakup continental slope. pulau penghalang. . Namun per kecualian untuk lingkungan kipas laut dalam yang dekat dengan kemiringan. dipermukaannya banyak terdapat organisme namun dibawah zona photik organismenya lebih sedikit. Sedimen yang terendapkan termasuk bersal dari estuarin. atau dekat dengan daratan. Material sedimen klastik terdistribus i dan terpisahkan pada fasies pengendapan yang berbeda oleh arus pasangsurut. dan garis pinggir pantai (Satyana. palung laut dalam. endapan badai. gelombang. Sedimen yang terendapkan pad a lingkungan ini adalah tubuh pasir yang sangat tebal. dimana rata -rata sedimen terderivasi oleh arus turbidit yang dapat bergerak 10m/1000tahun dan produk arus turbidit dapat mencapai ketebalan ribuan meter. Wilayah dengan sedimentasi kabonat dikenal dengan carbonat platform. Lingkungan Pengendapan Laut Dalam Lingkungan laut dalam merupakan daerah terbesar yang menyusun permukaan bumi dengan kedalaman lebih dari 200m. terbentang mulai dari paparan dengan kedalaman 130m sampai permulaan dasar laut. dataran pasangsurut. lingkungan laut dalam dapat terbagi menjadi :  Continental Slope. continental rise. dan produksi organisme t ertentu (Nichols. 2001). Lingkungan Pengendapan Laut Dangkal Lingkungan pengendapan ini mencakup akumulasi dar i sedimen klastik yang tertransport dari daratan serta sedimentasi batuan karbonat yang berasal dari keterdapatan organisme yang hidup di laut. badai dan arus laut Proses yang sama juga berpengaruh terhadap sedimen karbonat yang banyak keterdapatannya pada kondisi iklim.  Lingkungan Laut Dangkal Siliklastik Lingkungan ini dicirikan dengan adanya pengendapan detritus pada kedalaman sedang (10-200m). dipengaruhi pasangsurut. 2005). Batas bawahny a terletak pada kedalaman 1500 -4000m.1999). kedalaman air. Sedimen yang terendapkan di lingkungan laut dangkal sangat beraneka ragam.  Lingkungan Laut Dangkal Karbonat Lingkungan ini dicirikan dengan pengendapan karbonat yang dipengaruhi oleh proses biokimia pada laut dangkal (<100m). Pada lingkungan laut dalam. angin atau badai yang mendominasi gaya g erak sedimen.

pergerakan bata s garis pantai (transgresi dan regresi). succession of beds . Stratigrafi dapat menjadi alat bantu geologist dalam merangkum komposisi sedimen. tekstur. Namun penekanan dalam bab ini tidak hanya tentang proses sedimentasi dan ciri fisi k batuan sedimen yang detil. Secara garis besar bahasan sebelumnya terfokus pada berbagai aspek dalam batuan sedimen. karakt eristik paleontologi. 1995). Pengertian mengenai prinsip dan terminologi dalam stratigrafi sangatlah penting dalam studi geologi secara keseluruhan. pencarian minyak dan gas. korelasi perlapisan suatu daerah bahkan perlapisan dalam cakupan yang lebih luas seperti anta r benua dan penyusunan urutan lapisan -lapisan dalam kolom geologi. dan penjelasan tentang sejarah pergerakan kerak benua dan samudera. karena stratigrafi menyediakan kerangka yang sistematik dalam pembelajaran geologi khususnya studi sedimentologi. . Gambar 11. wilayah ini mencakup bagian laut dalam yang berada di bagian distal dari continental slope. Selain itu stratigrafi terkait dengan hubungan antar perlapisan batuan. Selain itu stratigrafi penting dalam studi rekonstruksi lempeng (plate tectonics ). Bag ian terdalam dari samudera terbagi menjadi dua komponen fisiografis yakni : lantai samudera dan oceanic ridge. Lingkungan Laut Dalam Dari Penyusun : Penekanan pada sub bab sebelumnya adalah pada proses sedimentasi. Wilayah ini mencakup 80% lingkungan lantai samudera. dan kenampakan lainnya dalam suatu pemahaman. hubungan antar umur serta posisi geografi dan distribusinya. Kesemua hal tersebut termasuk kedalam disiplin ilmu stratigrafi. struktur sedimen. struktur. mineral tambang dsb. tetapi pengecualian pada palung dalam dapat terbentang mencapai 10000m dan semakin kearah laut kedalamannya semakin bertambah (Boggs. tetapi juga bermaksud untuk membahas skala yang lebih besar secara vertikal dan hubungan yang menyeluruh secara lateral antara satuan -satuan dalam batuan sedimen yang dapat terangkum dalam pembahasan ciri fisik litologi. lingkungan pengendapan dan ciri fisik batuan sedimen itu sendiri. Continental Rise dan Cekungan Laut Dalam . Stratigrafi Stratigrafi merupakan ilmu yang mempelajari perlapisan atau urut -urutan batuan berdasarkan karakteristik batuan yang membedakan waktu pengendapan yang berbeda. III. Seperti studi sejarah bumi. untuk kemudian dapat diinterpretasikan kedalam aspek -aspek yang lebih luas.

lapisan yang lebih muda berada diatas lapisan yang lebih tua. disiplin ilmu stratigrafi masih banyak membahas tentang penamaan stratigrafi itu sendiri. Sebagai dasar dari studi ini Nicolas Steno membuat empat prinsip tentang konsep dasar perlapisan dikenal sekarang dengan ³Steno¶s Law´ Empat prinsip Steno tersebut adalah : 1. semua masa yang berada diatasnya adalah fluida. namun sekarang siswa harus mengerti prinsip dasar dari stratigrafi. dan lingkungan dari lapisan dibawah permukaan serta sedimen di samudera.. pendekatan klasik terhadap stratigrafi diperbaharui ole h Weller dengan bukunya ´ Stratigraphic Principle and Practice´. . Prinsip-prinsip yang ia kembangkan merupakan tulangpunggung dari stratigrafi sekarang ini.pada waktu suatu lapisan terbentuk (saat terjadinya pengendapan). yang merupakan studi strati grafi dan fasies pengendapan berdasarkan interpretasi data seismik." Steno. dan seismik stratigrafi. konsep yang masih klasik adalah penamaan hubungan litostratigrafi. Dalam subbab ini akan lebih banyak dibahas prinsip -prinsip dasar dari stratigrafi itu sendiri. serta korelasinya antar satu wilayah dengan yang lainnya.  Litostratigrafi Berhubungan dengan litologi atau ciri fisik dari suatu lapisan dan hubungan satuan -satuan stratigrafinya berdasarkan karakteristi k litologi.  Kronostratigrafi Berhubungan dengan umur lapisan batuan dan hubungan waktunya. Selain itu ada pula perkembangan dari stratigrafi yang memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran hubungan fisik stratigrafi. mak a. Kemudian masih pada 1960an. yang kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu sekuen stratigrafi . yang berhubungan dengan ciri fisik magnet dari suatu batuan sedimen dan batuan vulkanik yang berlapis. umur . The Principles of Superposition (Prinsip Superposisi) Dalam suatu urutan perlapisan. 1669. pada saat suatu lapisan yang lebih dulu terbentuk.Sejarah Perkembangan Stratigrafi Pada tahun 1960an. Prinsip-prinsip Dasar Stratigrafi Dalam pembelajaran stratigrafi permulaannya adalah pada prinsip-prinsip dasar yang sangat penting aplikasinya sekarang ini. Pada 1970an. kronostratigrafi dan biostratigrafi pada suatu wilayah.  Biostratigrafi Merupakan studi tentang batuan berdasarkan kandungan fosilnya. yang membahas paket lapisan yang dibatasi oleh ketidakselarasan. ". yaitu magnetostratigrafi. berkembang konsep urut -urutan pengendapan.. Kita harus mengerti hubungan anta ra stratigrafi dengan sistem pengendapan serta hubungan antara aplikasi stratigrafi dengan prinsip sedimentologi untuk menginterpretasikan lapisan dalam konteks lempeng tektonik global. tidak ada keterdapatan lapisan diatasnya.

"Lapisan baik yang berposisi tegak lurus maupun miring terhadap horizon. maka suatu lapisan yang satu dapat dikorelasikan dengan lapisan yang lain. 3. ia pun menyimpulkan suatu hukum yaitu ³Law of Faunal Succession´ . 1669 4. Dengan korelasi stratigrafi maka dapat diketahui sejarah geologiny a pula. 1669. pada awalnya pararel terhadap horizon. D¶Orbigny mengemukakan suatu perlapisan secara sistematis ." Steno. 1669. Lateral Continuity Suatu lapisan dapat diasumsikan terendapkan secara lateral dan berkelanjutan jauh sebelum akhirnya terbentuk sekarang. yang merupakan satu perlapisan. "Material yang membentuk suatu perlapisan terbentuk secara menerus pada permukaan bumi walaupun beberapa material yang padat langsung berhenti pada saat mengalami transportasi. tubuh tersebut pasti terbentuk setelah perlapisan tersebut terbentuk.Gambar. Dalam studi hubungan fosil antar perlapisan batuan." Steno. Smith mengungkapkan dengan menganalisa keterdapatan fosil dalam suatu batuan. Principle of Initial Horizont ality Lapisan terendapkan secara horizontal dan kemudian terdeformasi menjadi beragam posisi." Steno. ia mengemukakan Teori biostratigrafi dan korelasi stratigr afi. Smith adalah insinyur yang bekerja disebuah bendungan. Jasanya sebagai pencetus biostratigrafi membuat ia dikenal dengan sebuatan ³Bapak Stratigrafi´. Principle of Cross Cutting Relationship Suatu hal (sesar atau tubuh intrusi) yang memotong perlapisan selalu berumur lebih muda dari batuan yang diterobosnya "Jika suatu tubuh atau diskontinuitas memotong perlapisan. pernyataan umum yang menerangkan bahwa fosil suatu organisme terdapat dalam data rekaman stratigrafi dan dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui sejarah geologi yang pernah dilauinya. Ahli Stratigrafi lain seperti D¶Orbigny dan Albert Oppel juga berperan besar dalam perkembangan ilmu stratigrafi. William Smith (1769 -1839) seorang peneliti dari Inggris. Kolom Stratigrafi 2.

kombinasi dari beberapa kelompok. 1980). Litostratigrafi Litostratigrafi berhubungan dengan studi dan susunan lapisan berdasa rkan karakteristik litologi. warna. Kedua orang inilah yang juga mencetuskan pembuatan standar kolom stratigrafi. Biozone adalah satu unit skala kecil yang mengand ung semua lapisan yang diendapkan selama eksistensi/keberadaan fosil organisme tertentu. merupakan karakteristik fisik seperti : tipe batuan. beku. merupakan bagian dari formasi (formasi dapat terbagi menjadi be berapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut anggota).  Supergrup. merupakan satuan stratigrafi yang secara litologi dapat dibedakan dengan jelas dan dengan skala yang cukup luas cakupannya untuk dipetakan di permukaan atau ditelusuri dibawah permukaan.  Anggota. dapat terdiri dari batuan yang ada.  Perlapisan. merupakan pembelajaran dan deskripsi dari karakteristik fisik dari batuan khususnya pada batuan sampel dan di singkapan (Bates dan Jackson. Batas antara setiap satuan yang berbeda dapat diidentifikasi secara jelas dengan adanya kontak atau dapat dideskripsikan secara arbitrer karena bersifat gradasional.Hal yang penting adalah membedakan dan memahami kontak antara litologi tersebut secara vertikal dan lateral. Tipe Satuan litostratigrafi Satuan litostratigrafi merupakan tubuh batuan sedimen. yang kesemuanya mengacu pada kriteria batuan. Terminologi litologi digunakan oleh banyak geologist dengan dua macam cara. kombinasi dari beberapa formasi .  Kelompok/Grup. daerah tambang atau lubang bor. metasedimen atau metamorf yang dibedakan berdasarkan karakteristik litologi. Satuan litostratigrafi yang paling mendasar antara lain :  Formasi. merupakan bagian dari anggota (anggota dapat terbagi menjadi beberapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut perlapisan). lokasi ditemukan. komposisi mineral. Pengelompokan satuan stratigrafi menjadi satuan litostratigrafi yang lebih spesifik cakupannya dapat berguna untuk menelusuri dan mengkorelasikan lapisan baik pada singkapan dan di bawah permukaan. Berdasarkan hal tersebut kita dapat mendefinisikan satuan litologi sebagai satuan batuan yang didasarkan dengan karakteristik fisik sedangkan litostratigrafi berkaitan dengan studi mengenai hubungan stratigrafi antara lapisan yang dapat diidentifikasi berdasarkan litologi. Formasi dapat terdiri dari satu litologi atau beberapa litologi yang berbeda. Pembedaan satuan stratigrafi ini didasarkan oleh stratotipe (tipe satuan yang ditentukan). Sedangkan Oppel berjasa dalam mencetuskan konsep ³Biozone´. singkapan. Umumnya satuan-satuan tersebut terdiri dari beberapa litologi yang saling berhubungan dan berbatasan.mengikuti yang lainnya yang memiliki karakteristik fosil yang sama. penggalian. antara lain :  Litologi. dan ukuran butir. . Di lapangan satuan stratigrafi yang terdiri dari hanya satu litologi saja jarang ditemukan.  Litologi. Satuan litostratigrafi ini dapat dikenali berdasarkan karakteristik batuan yang dapat diteliti.

Kontak antara tubuh yang berbatasan secara lateral dapat bergradasi. Lapisan yang memiliki kontak selaras dicirikan dengan susunan pengendapan yang tidak rusak (menerus).Kontak Stratigrafi Satuan-satuan litologi yang berbeda terpisahkan satu sama lainnya oleh kontak. Ketidakselarasan menunjukkan sedikitnya kontinuitas dari pengendapan dan berkaitan dengan periode nondeposisi. umumnya terendapkan secara pararel. Kontak gradasional dapat terbagi lagi menjadi beberapa tipe : . serta perubahan ukuran butir disebabkan oleh rekristalisasi atau dolomitisasi atau perubahan yang diakibatkan sementasi oleh mineral silika atau karbonat. yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan yang lebih tua. kontak juga terdapat secara lateral pada satuan litostratigrafi yang saling berbatasan. Kontak Selaras Kontak antara lapisan yang selaras dapat berupa :  Kontak Tegas. pelapukan atau erosi. Kontak ini terbentuk antara satuan batuan dari umur yang sama dan terdiri dari li tologi yang berbeda serta menunjukkan kondisi lingkungan pengendapan yang berbeda. Permukaan yang memisahkan lapisan yang selar as ini disebut keselarasan (conformity). Suatu ketidakselarasan meripakan permukaan yang terbentuk seba gai hasil erosi atau nondeposisi. yang merupakan suatu permukaan yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan batuan yang lebih tua namun disepanjang bidangnya tidak terdapat bukti dari periode non deposisi. Lapisan yang berurutan secara vertikal dapat dikata kan selaras atau tidak selaras tergantung dari kemenerusan pengendapan. Karena kontak yang selaras meng indikasikan tidak ada jeda pengendapan yang signifikan atau hiatus. Hiatus merupakan jeda atau pemotongan kontinuitas dari pengendapan pada suatu rekaman waktu geologi.  Kontak Gradasional. Selain terdapat secara vertikal. pinching atau wedging. atau tidak sesuai kemenerusannya sebagai satu bagian. Hiatus mewakili periode waktu geologi dimana tidak terdapat sedimen atau lapisan yang terbentuk. Kontak tegas juga dapat disebabkan oleh alterasi kimia setelah pengendapan yang mengakibatkan perubahan warna dikarenakan proses oksidasi dan reduksi dari mineral yang mengandung besi. Umumnya terjadi pada pengendapan bidang pe rlapisan primer yang terbentuk sebagai hasil dari perubahan kondisi pengendapan lokal. disebut tidakselaras. yang mewakili adanya hiatus. disebut kontak gradasional jika perubahan dari satu litologi ke yang lain memiliki tanda yang kurang jelas dibanding kontak tegas. baik secara subaerial maupun subakueous. Sementara kontak antara lapisan yang tidak menerus dengan lapisan dibawahnya pada rentang waktu tertentu. merupakan hasil dari perubahan yang jelas dan tiba -tiba dari litologi yang berbeda. Selain itu ada pula kontak secara lateral yang disebabkan oleh patahan setelah terjadinya pengendapan. yang permukaannya dapat berupa bidang datar atau tidak beraturan (ireguler) diantara tipe batuan yang berbeda. m elidah ( intertonguing ) .

batuan yang lebih tua tersebut memiliki dip yang berbeda. terjadi ketika satu litologi bergradasi dengan litologi lainnya secara progresif. 1. Disconformity 3. Nonconformity Ketidakselarasan dikenali berdasarkan keterdapatan suatu hubungan yang menyudut antara lapisan yang tidak selaras. 2. Paraconformity 4. antara lain : 1. Angular Unconformity Merupakan suatu tipe ketidaks elarasan dimana sedimen yang lebih muda terendapkan diatas permukaan erosi dari batuan yang lebih tua dimana sebelumnya batuan tersebut mengalami pengangkatan atau perlipatan. umumnya lebih cu ram. 3 tipe pertama terjadi antara tubuh batuan sedimen dan tipe terakhir (nonconformity) terjadi antara batuan sedimen dan metamorf atau batuan beku.1. dan keaslian batuan dibawah permukaan ketidakselarasan. ireguler. atau tidak lazim. Paraconformity . Contohnya : Batupasir secara progresif bergradasi menjadi batulempung kearah atas atau batupasir kuarsa berubah menjadi batupasir arenit secara progresif kearah atas. Angular Unconformity 2. keterdapatan permukaan erosional yang memisahkan lapisan. Disconformity Kenampakannya berupa suatu permukaan ketidakselarasan atas dan bawah dari bidang perlapisan yang secara umum pararel dan kontak antara lapisan yang lebih tua dan mudanya ditandai oleh perm ukaan erosional yang jelas. merupakan kontak gradasional yang terjadi karena bertambahnya perselingan antara beberapa litologi. Kontak Interkalatif. kurang lebihnya bergradasi s ecara seragam pada ukuran butir. atau karakteristik fisika. komposisi mineral. Kontak Tidak Selaras Terdapat empat tipe dari kontak tidak selaras yang dapat dikenali. maka. 2. membentuk sudut dengan batuan yang lebih muda. Kontak Progresif. 3. Berikut akan dibahas satu persatu tipe ketidakselarasan.

Nonconformity Nonconformity terbentuk antara batuan sedimen dan batuan beku yang berumur lebih tua atau batuan metamorf yang masif. Intertonguing Pemisahan lateral dari satuan litologi pada banyak satuan -satuan stratigrafi yang tipis dan menjorok kedalam litologi lainnya secara tidak beraturan. Waktu Geologi.Merupakan ketidakselarasan yang tidak tampak dengan jelas. 3. Pinch Out Perubahan litologi secara lateral yang dicirikan oleh penipisan litologi tertentu secara progresif sampai akhirnya hilang dan berganti menjadi litologi lainnya. untuk kejadian -kejadian dalam sejarah bumi. baik secara jelas sebagai hasil dari erosi atau bergradasi oleh perubahan litologi yang berbeda. Hubungan Stratigrafi dan Waktu Geologi Terdapat dua penjelasan yang berbeda tentang stratigrafi. yang meliputi jutaan tahun yang lampau sejak keterbentukan bumi. Kejadian-kejadian tersebut digambarkan dalam terminologi waktu dan penentuan waktu yang berjalan pada setiap material geologi. Ditentukan dari bukti paleontologi seperti keterdapatan suatu zona fauna atau perubahan fauna yang jelas tampak. Waktu Geologi Alur waktu sejak terbentuknya bumi terbagi menjadi satuan -satuan geokronologi. karena dicirikan oleh lapisan atas dan bawah bidang ketidakselarasan yang pararel dan tidak terdapat permukaan erosional at au bukti fisik lainnya dari suatu ketidakselarasan yang jelas. 2. yang telah terekspos. sehingga kedua penjelasan diatas saling berhubungan. Namun dari pandangan keilmuan yang objektif kedua konsep tersebut tetap terpisah dan sangat penting keberadaannya. Bukti Material Batuan. 2. . Paraconformity tidak dapat dengan mudah dikenali dan harus diidentifikasi berdasarkan jeda antara rekaman batuan (disebabkan periode nondeposisi atau erosi). 4. tererosi. sampai akhir nya tertimbun oleh sedimen. Miner al dan Fosil. Macam -macam kontak lateral antara lain : 1. Batasan tersebut tidaklah selalu terbentang secara lateral dan planar tapi dapat pula berterminasi (menunjukkan pola -pola tertentu). yang merupakan pembagian waktu dalam tahun atau dalam penamaan tertentu yang merepresentasikan waktu tertentu. Gradasi Lateral Progresif Sama dengan gradasi vertikal progresif pada kontak vertikal. Kontak Lateral Satuan stratigrafi juga memiliki batas lateral yang jelas. antara lain : 1.

dan Kenozoikum  Period Merupakan bagian dari era. Mesozoikum. yang memiliki persamaan langsung dengan satuan waktu geologi. bahwa satuan litostratigrafi dapat didefinisikan sebagai suatu tubuh batuan yang dapat dibedakan berda sarkan karakteristik litologi dan posisi stratigrafi relatif terhadap tubuh batuan lainnya. Untuk dapat merekonstruksi lingkunganpurba pada waktu lampau sangatlah penting untuk mengetahui lingkungan pengendapan yang terdapat pada waktu tersebut. Jura. Proterozoikum dan Fanerozoikum  Era Eon terbagi lagi menjadi beberapa era. satuan stratigrafi didasarkan pada kesatuan materialnya.  Kronostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang batas atas dan bawahnya memiliki permukaan yang isokron (memiliki kesamaan waktu). Material Satuan Stratigrafi Kontras dengan waktu geologi.Hierarki dari waktu geologi telah ditetapkan. contohnya Mesozoikum terbagi menjadi Triasik. Satuan kronostratigrafi merupakan kesatuan fisik bukanlah konsep abstrak. terbagi menjadi 3 eon : Arkeozoikum. antara lain : Litostratigrafi Melengkapi pembahasan tentang litostratigrafi sebelumnya. berikut dari periode terpanjang sampai terpendek :  Eon Merupakan periode waktu terpanjang. Dengan runtutan permukaan kronostratigrafi pada suatu tubuh batuan adalah mungkin untuk membuat suatu seri rekonstruksi dan untuk membentuk suatu model dari evolusi lingkunganpurba. Fanerozoikum terbagi menjadi Paleozoikum. Kapur  Epoch Pembagian selanjutnya dari periode contohny a .  Aplikasi Kronostratigrafi Salah satu tujuan dari analisis sedimentologi dan stratigrafi suatu batuan adalah untuk melakukan rekonstruksi lingkungan pur ba. Satuan kronostratigrafi dibedakan dengan menentukan umur -umur dari batuan -batuan yang ada baik langsung melalui perhitungan isotop atau dengan kalibrasi informasi biostratigrafi. Ada lima tipe dasar dari material stratigrafi yang dapat dikenali. Pertengahan Kapur dan Akhir Kapur  Age Merupakan pembagian akhir yang hanya terdiri dari rentang beberapa juta tahun. . Awal Kapur. Lingkungan pengendapan ditentukan melalui fasies sedimen yang ada pada waktu tertentu dan digunakan untuk merekonstruksikan paleogeografi. Hal ini memerlukan pengetahuan kronostratigrafi. Suatu permukaan yang isokron terbentuk pada waktu yang sama dimanapun. Untuk membandingkan batuan yang terbentuk pada li ngkungan yang berbeda pada waktu yang sama dalam suatu urutan batuan di suatu cekungan pengendapan.

´Sekuen Stratigrafi´ merupakan pendekatan pendekatan alostratigrafi dalam membedakan material satuan stratigraf i. Proses perubahan tekstur yang tidak diiringi dengan perubahan mineralogi ada dua macam yaitu Cataclastic dan Recrystalization. Cataclastic yaitu proses penghancuran dan pemecahan butiran pada batuan. Recrystalization adalah proses penyusunan kembali crystal lattice dan hubungan dalam butir melalui migrasi ion dan deformasi lattice. Jadi metamorfisme sama dengan diagenesis.  Dating (Relative) Dating (Absolute) Past Environments Sub-Surface Investigations Stratigraphy Radiocarbon Sedimentology Geophysical Pollen Stratigraphy Pollen Analysis Tidal Rhythmites TL/OSL Diatom Analysis Typology Palaeomagnetics Foraminifera Archaeological Coring & Boreholes BAB VII BATUAN METAMORF Pengertian Batuan Metamorf Metamorfisme adalah proses yang menyebabkan perubahan tekstur. Recrystalization atau Neocrystalization sebagai respon terhadap kondisi yang berbeda dari pembentukan batuan tersebut dan prosesnya diantara diagenesis dan anatexis . batuan sedimen bahkan batuan metamorf dengan derajat yang lebih rendah. perubahan mineralogi atau keduanya yang terjadi pada batuan dengan limit bawahnya diagenesis dan pelapukan dan limit atasnya adalah melting (peleburan). Batuan asal (protolith) dari batuan metamorf ini bisa berasal dari batuan beku. tetapi hanya meliputi proses yang terdapat diluar kondisi permukaan (P dan T rendah). . Batuan metamorf adalah batuan dengan tekstur dan mineral yang merefleksikan Cataclastic.Biostratigrafi Satuan biostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan dan di cirikan dengan kandungan fosilnya atau kandungan organisme. tanpa disertai penghancuran butiran.  Magnetostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang menunjukkan karakteristik magnetik yang berbeda antar tubuh batuan yang saling berbatasan pada suatu urutan stratigrafi. Proses yang serupa terjadi juga selama diagenesis. Neocrystalization adalah proses yang menghasilka n mineral baru yang tidak terdapat pada batuan metamorf sebelumnya.  Alostratigrafi Satuan alostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan berdasarkan posisinya relatif terhadap ketidakselarasan atau permukaan lainnya yang merefleksikan perubahan dasar selama pengendapan. Kandungan fosil digunakan untuk menentukan posisi batuan pada suatu urut -urutan perlapisan relatif terhadap batuan lainnya.

tetapi tidak cukup energi untuk merubah batuan tersebut menjadi batuan asalnya (protolith). PCO2) dan tekanan batuan yang berada diatasnya ( PLoad) atau tekanan Lithostatic.Agen Metamorfisme Agen metamorfisme yaitu tekanan. PH2O. deviatoric. Tekanan Stress didefinisikan sebagai Gaya dibagi Luas (F/A). Ketika batuan metamorf mencapai permukaan a kibat erosi atau proses lainnya. mineral dan tekstur batuan metamorf tersebut menjadi tidak stabil. Pada umumnya. temperatur stress dan cairan kimia aktif. Tekanan ini diakibatkan oleh tekanan fluida yang terperangkap ( PFluid. ketika batuan masuk pada kondisi yang berbeda. Deviatoric Stress Merupakan stress yang tidak seragam pada arah yang berbeda yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu :  1 (stress maximum)  2 (stress intermediet)  3 (stess minimum) Deviatoric stress terbagi menjadi tiga macam yaitu : Commpression Tension Shear . mineral dan teksturnya menjadi tidak stabil sehingga terjadilah perubahan pada salah satu atau keduanya sehingga terjadilah kestabilan pada kondisi yang baru. te kanan adalah stress yang seragam pada berbagai arah .

merupakan metamorfisme yang paling banyak dan terjadi oleh kombinasi tekanan dan temperature. 3. fore arc basin dan palung. Reaksi pembentukan meineral ini diperlirakan mulai pada suhu 100 0C. dan kenampakan kelurusan. Metamorfisme dinamik. Berbutir halus sampai sangat kasar (> 1 mm). 4. Metamorfisme dinamik lokal terjadi pada zona sesar. butirannya sangat halus (< 0. Metamorfisme dinamik regional terjadi pada daerah yang cukup luas seperti pada zona akresi di batas konvergen lempeng. Tekstur batuan metamorf Tekstur Foliasi.Deviatoric stress ini mengakibatkan terbentuknya foliasi akibat penyusunan butir mineral secara parallel Temperatur Batas atas temperatur dalam proses metanorfisme tergantung dari beberapa ko ndisi diantaranya kering atau basahnya batuan dan komposisi batuan. penyerpihan. berbutir sangat halus sampai halus (< 0. biasanya terjadi pada skala lokal. yaitu adanya kesejajaran orientasi mineral yang memberikan adanya pelapisan. Metamorfisme Regional. Diagenesis dan pelapukan berahir dan metamorfisme dimulai ketika mineral baru yang tidak stabil di permukaan terbentuk. ataupun pada derah yang terkena jatuhan meteorit.1 mm). Untuk batuan ultramafic atau ultrabasic dalam keadaan kering batas atasnya berkisar antara 1200 sampai 2000 0C. Terjadi pada batuan dengan volume ribuan kilometer kubik. Kontak ini disebut juga kontak au reole. yaitu metamorfisme dengan ag en utamanya adalah temperatur dan terjadi karena intrusi batuan beku terhadap batuan dangkal yang l ebih dingin. pecahannya berlembar. Contoh batuannya adalah slate  Tekstur Phylitic. kelurusan pada orientasi planar dan subplanar. Berdasarkan agen metamorfismenya : 1. Contoh batuannya adalah schist . contoh batuann ya adalah Phylite  Tekstur schistose. Tekstur foliasi kuat dibedakan menjadi :  Tekstur slaty. Metamorfisme terjadi pada volume batuan yang relative kecil (kurang dari 100 km 3) 2. yaitu metamorfisme akibat tekanan lithostatik yang terjadi pada kedalaman yang besar. Fluida Kimia Aktif Tipe Metamorfisme Berdasarkan area atau volume : 1. 2. pada tumpukan sediment di benua. Batas bawah temperatur sehingga terjadi proses metamorfisme belum begitu diketahui. Metamorfisme static. Metamorfisme dinamotermal. Metamorfisme Kontak. Untuk batuan granitik basah batas atasnya sebesar 600 0C.5 mm). Metamorfisme lokal. yaitu metamorfisme yang terjadi karena deviatorik stress.

memperlihatkan perlapisan akibat perbedaan mineralogi. antara lain : 1. Berbutir halus sampai sangat kasar.Struktur struktur geologi yang ada di muka bumi ini umumnya sesuai dengan sifat pergerakan tektonik lempeng yang ada dI daerah tersebut.yaitu: I Lipatan II Kekar III Sesar I.1 LIPATAN DEFINISI Terdapat beberapa definisi lipa tan menurut ahli geologi struktur. Tekstur Gneissose.Struktur geologi sendiri dapat dibagi menjadi tiga. Hill (1953). Tekstur Batuan Metamorf BAB VIII STRUKTUR GEOLOGI Bagian 4 GEOLOGI STRUKTUR PENGERTIAN Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari geometri (struktur) pada batuan serta berbagai mekanisme (gaya-gaya) yang menyebabkan terbentuknya geometri -geometri tersebut. . Pada gejala buckling. yaitu bending (melengkung) dan buckling (melipat). I. Lipatan merupakan pencerminan dari suatu lengkungan yang mekanismenya disebabkan oleh dua proses.

terjadi apabila gaya penyebabnya sejajar dengan bidang lapisan (gambar 2. garis khayal yang menghubungkan titik -titik dari lengkungan maksimum pada tiap permu kaan lapisan dari suatu struktur lapisan. Billing (1960) Lipatan merupakan bentuk undulasi atau suatu gelombang pada batuan permukaan. gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan. . Selanjutnya dikemukakan pula bahwa pada proses buckling terjadi perubah an pola keterikan batuan. Plunge. bidang sumbu lipatan yang membagi sudut sama besar antara sayap sayap lipatannya. 2. atau Updip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum sinklin sampai hinge antiklin). sedangkan pada proses buckling . titik yang merupakan kelengkung an maksimum pada suatu perlipatan. terjadi apabila gaya penyebabnya agak lurus terhadap bidang lapisan (gambar 2. Hinge Point. Hob (1971) Lipatan akibat bending . bagian dari lipatan yang terletak Downdip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum antik lin sampai hinge sinklin). daerah terendah pada suatu lipatan. Axial Line. Crest.1). 8. dimana pada bagian puncak lipatan antiklin. Hinge Line. 6. daerah sekitar Hinge Point. Axial Plane. melengkung ( curve). Trough. selalu dijumpai pada sinklin. Park (1980) Lipatan adalah suatu bentuk lengkungan ( curve) dari suatu bidang lapisan batuan. 7. 5. Sayap lipatan dapat berupa bidang datar ( planar ). 3. Hinge Zone. 9. Gb 4. sudut yang terbentuk oleh poros dengan horizontal pada bidang vertikal.gaya yang bekerja sejaj ar dengan bidang perlapisan.1 mekanisme Buckling dan Bending I. berkembang suatu rekahan yang disebabkan akibat adanya tegasan tensional (tarikan) sedangkan pada bagian bawah bidang lapisan terjadi tegasan kompresi yang menghasilkan Shear Joint .1). Kondisi ini akan terbalik pada sinklin. atau bergelombang ( wave). 4.2 UNSUR-UNSUR LIPATAN 1. daerah tertinggi dari suatu lipatan biasanya selalu dijumpai pada antiklin 3. Limb (sayap). 2. garis yang menghubungkan Hinge Point pada suatu perlapisan yang sama. 4. sedangkan pada bending .

gambar 4.3 a Diagram blok antiklin Gb 4.4) Gb 4.4) 2.Sinklin.yaitu: 1.Gb 4.2 unsur-unsur lipatan I.3 a.4 Antiklin dan sinklin di lapangan .yaitu lipatan yang cembung ke atas (gambar 4. gambar 4.3 GEOMETRI Secara umum lipatan dapat dibagi menjadi dua.Antiklin.yaitu lipatan yang cekung ke bawah (gambar 4.3 b.3 b Diagram blok sinklin Gb 4.

y Memotong seluruh batuan. y Adanya joint set berpola belah ketupat. Bentuk lipatan. Arah sumbu lipatan. Struktur-struktur lain yang menyertai lipatan tersebut. Geometri lipatan tersebut. Fold tightness (Fleuty. Strike/dip perlapisan batuan (*) dan tentukan apakah lipatan tersebut telah mengalami pembalikan atau belum. Secara genetik.1964) d.1 KEKAR DEFINISI Kekar (joint ) adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relatif sedikit sekali terjadi pergeseran. y Bidang rekahnya relatif kecil.1964) b. II. c. Ciri-ciri: y Biasanya bidangnya licin. Dari hal-hal tersebut maka kita dapat menentukan: a. d. Kesimetrisan lipatan e. Hubungan antara hinge line dan axial surface (Fleuty.1973) f.5 DESKRIPSI Beberapa hal yang dapat dideskripsikan untuk lipatan antara lain: a.2 Klasifikasi dan Geometri. c. b. Kekar Gerus (Shear Joint ). Arah tegasan.4).1986) I. kek ar terbagi atas: 1. Mekanisme yang menyebabkan lipatan tersebut. II. Jenis lipatan b. c.4 KLASIFIKASI Beberapa klasifikasi lipatan antara lain: a. II.I. .Kekar merupakan salah satu struktur yang paling umum pada batuan. yaitu kekar yang terjadi akibat tegasan yang cenderung mengelincir bidang satu sama lainnya yang berdekatan (gambar 4.yang meliputi: -Chevron fold -Cuspate fold -Circular fold -Eliptical fold -Box fold -Teardrop fold c. Unsur-unsur lipatan lainnya (melalui stereonet). Perubahan ketebalan (Van Hisse. Joint set adalah kumpulan kekar pada satu tempat yang memiliki ciri khas yang dapat dibeakan dengan joint set lainnya. y Memotong komponen batuan. Bentuk keseluruhan (Huddlestone.

Polanya sering tidak teratur. Karena terbuka.Lihat bagaimana geometri kekarnya.5).3 DESKRIPSI Data yang harus kita tentukan jika kita menemukan kekar adalah: .Kemungkinan adanya hubungan antara kekar dengan struktur lainnya. Kekar Hibrid ( Hybrid Joint ). kalaupun teratur biasanya akan berpola kotak -kotak. . II. y y y Bidang rekahnya rela tif lebih besar. maka dapat terisi mineral yang kemudian disebut vein. .Hitung strike/dip bidang kekarnya (*). Gb 4. yaitu kekar yang terbentuk dengan arah tegak lurus dari gaya yang cenderung untuk memindahkan batuan (gaya te nsion).5 Tensional joint di lapangan 3.Gb 4. . dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi (gambar 4. Hal ini terjadi akibat dari stress yang cenderung untuk membelah dengan cara menariknya pada arah yang berlawanan. Dari data-data tersebut maka kita dapat menentukan: .Tentukan jenis kekarnya.Tentukan vein (mineral yang mengisi bidang kekar) jika ada. Ciri-ciri dilapangan : y Bidang kekar tidak rata. yaitu merupakan campuran dari kekar gerus dan kekar tarikan dan pada umumnya rekahannya terisi oleh mineral sekunder. Kekar Tarikan ( Tensional Joint ).4 Shear joint di lapangan 2.Bagaimana pembentukan kekar tersebut . .

III. kanannya lebih Gb 4.6).2 KLASIFIKASI Berdasarkan arah pergeserannya sesar dapat dibagi menjadi tiga.yaitu: a.Arah dan sifat tegasan yang membentuk kekar tersebut. yaitu sesar mendatar yang bl ok batuan mendekati pengamat. sesar yang pergerakannya searah dengan strike bidang sesar ( Pitch 00 . Sesar mendatar sinistral. III.. yaitu sesar mendatar yang blok batuan kirinya lebih mendekati pengamat (gambar 4. III.7). Sesar ini disebut juga sebagai sesar mendatar. Sesar mendatar terbagi lagi atas : 1. (gambar 4.6 Diagram blok sesar mendatar dekstral Gb 4.7 Diagram blok sesar mendatar sinistral . Strike Slip Fault .100).Suatu sesar jarang yang terdapat soliter (satu bidang).tetapi pada umumnya beru pa satu zona sesar yang didalamnya terdiri dari banyak sesar -sesar minor. Sesar mendatar dextral. 2.1 SESAR DEFINISI Sesar adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran yang berarti.

yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wall nya relatif kebawah terhadap footwall (gambar 4. Dip Slip Fault terbagi lagi atas : 1. Gb 4. Sesar Normal Dextral .b.8 Diagram blok sesar normal 2. Dip Slip Fault . Sesar Naik. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat. sesar yang pergerakannya tegak lurus dengan strike bidang sesar dan berada pada dip bidang sesar. yaitu: a. b.9 Diagram blok sesar naik c. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat . Sesar Normal Sinistral .Sesar jenis ini dicirikan oleh nilai pitch sekitar 80 0 . c. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap footwall (gambar 4.900. yaitu sesar yang pergerakannya relatif diagonal terhadap strike dan dip bidang sesar.9). . Sesar Naik Sinistral .8). Strike-dip slip fault terbagi lagi atas kombinasi -kombinasi strike slip fault dan dip slip fault . Gb 4. (Pitch 10 0 . Sesar Normal.800). Strike-Dip Slip Fault atau (Oblique Fault) .

6. 12. 5.seperti kelurusan sungai. Sesar akan mengakibatkan penghilangan atau perulangan urut -urutan batuan. Keberadaan bidang gores garis ( Slicken Side ) dan Slicken Line. Keberadaan zona hancuran.peta.3 INDIKASI SESAR 1. Triangular Fac et. Sesar-sesar yang dalam dapat mengakibatkan magma memanaskan aquifer air. Keberadaan air terjun. 2. 3. Adanya pola-pola kelurusan.d. 13. Batuan sesar ( fault rock ). Erosi paa gawir umumya akan membentuk triangular facet. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wall nya relatif keatas terhadap dan Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat. Suatu sesar dapat membentuk rekahan -rekahan lain yang lebih kecil (kekar) Keberadaan lipatan seret ( Dragfold ). Suatu sesar akan mengakibatkan terbentuknya pola -pola kelurusan. 10. Proses penggerusan pada skala besar yang diakibatkan oleh sesa r akan menyebabkan perubahan orientasi dan kemiringan batuan yang disebut sebagai zona hancuran. 11. Intrusi batuan beku Sesar akan membentuk zona lemah yang kemudian dapat diterobos oleh intrusi.punggungan.dan gawir. Sesar Naik Dextral. Pergeseran batuan yang terjadi pada batuan akan membentuk bidang sesar (slicken side) yang didalamnya terdapat slicken line . Keberadaan mata air panas. Catatan: (*) Dapat dilihat pada bahasan mengenai lapangan.dan pemetaan geologi BAB X GEOMORFOLOGI Pengertian Geomorfologi dan Sejarahnya Proses Geomorfologi Lembah. Terjadi pada air yang mengalir pada sesar dip slip. Yaitu lipatan yang diakibatka n penggerusan pada batuan. III. Adanya tatanan stratigrafi yang tidak teratur. Keberadaaan kekar. 7. Contohnya:Breksi sesar dan milonit. Sungai Dan Pola Pengaliran BAB XI PALEONTOLOGI Pengertian Paleontologi Pengertian Fosil Pembentukan Fosil Pembagian Fosil Kegunaan Fosil BAB XII PERALATAN LAPANGAN DAN PENGGUNAANNYA BAB XIII PEMETAAN GEOLOGI . 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful