MENGENAL SISTEM PERBANKAN SYARIAH

maka penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran guna perbaikan untuk pembuatan makalah untuk hari yang akan datang. Demikianlah sebagai pengantar kata. Jakarta. Atas semua ini penulis mengucapkan terima kasih. semoga segala bantuan dari semua pihak mudah mudahan mendapat amal baik yang diberikan oleh Allah SWT . Mungkin dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu dari segi penulisan.KATA PENGANTAR Dengan segala kerendahan hati penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Tugas Makalah yang berjudul MENGENAL SISTEM PERBANKAN SYARIAH . dengan iringan serta harapan semoga tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. isi dan lain sebagainya. Tuhan Yang Maha Esa . September 2011 Anry Amores .

Untuk mengetahui dan menjelaskan apa itu sistem perbankan syariah 2. Untuk menjelaskan bagaimana cara mengembangkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia . Latar belakang Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam.Pendahuluan A. B. Tujuan 1. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram. usaha media yang tidak islami dll). Apa itu system perbankan syariah 2. Bagaimana mengembangkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia C. dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional. Rumusan Masalah 1.

Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank diantaranya merupakan bank besar seperti Bank Negara Indonesia (Persero) dan Bank Rakyat Indonesia(Persero). Bank ini pada awal berdirinya diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta mendapat dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Prinsip kerja bank syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. Pada saat krisis moneter yang terjadi pada akhir tahun 1990. atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. Saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah.Sejarah perkembangan Bank Syariah di Indonesia Perbankan syariah di Indonesia.bank ini mengalami kesulitan sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. . Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat. pertama kali dipelopori oleh Bank Muamalat Indonesia yang berdiri pada tahun 1991. Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia.

Istilah lain yang digunakan untuk sebutan Bank Islam adalah Bank Syariah. Sistem perbankan syariah dapat diartikan sebagai suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Lebih lanjut dijelaskan bahwa prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk menyimpannya. pembiayaan atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah. Dalam RUU No 10 Tahun 1998 disebutkan bahwa Bank Umum merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu litas pembayaran. Istilah Bank dalam literatur Islam tidak dikenal. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram. Suatu lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat. dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional. usaha media yang tidak islami dll).Definisi Perbankan Syariah Pengertian bank menurut UU No 7 tahun 1992 adalah badan usaha yang menghimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Berdasarkan rumusan masalah tersebut. namun secara teknis untuk penyebutan bank Islam dan Bank Syari'ah mempunyai pengertian yang sama. Secara akademik istilah Islam dan syariah berbeda. . dalam literature islam dikenal dengan istilah baitul mal atau baitul tamwil. Bank Syariah berarti bank yang tata cara operasionalnya didasari dengan tatacara Islam yang mengacu kepada ketentuan alquran dan al hadist.

perbankan Islam ialah menyediakan fasilitas keuangan dengan cara mengupayakan instrument-instrumen keuangan (Finansial Instrumen) yang sesuai denga ketentuan dan norma syari'ah. manajer bank Islam Malaysia berhaj. perbankan Islam bukan ditujukan terutama untuk memaksimalkan keuntungannya sebagaimana halnya sistem perbankan yang berdsarkan bunga. tujuan saya sebagai manajer dari bank tersebut (bank Malaysia Berhaj) adalah semata-mata mengupayakan setinggi mungkin keuntungan tanpa menggunakan instrumen-instrumen yang berdasarkan bunga. . Dengan kata lain para banker muslim tidak beranggapan bahwa suatu bank Islam adalah suatu lembaga sosial. dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh Kazarian. mengemukakan. Dr Abdul Halim Ismail. sebagaimana bisnis muslim yang patuh. Muhammad Umar Kapra mengemukakan bahwa suatu dimensi kesejahteraan sosial dapat dikenal pada suatu pembiayaan bank. melainkan untuk memberikan keuntungan sosial ekonomi bagi orang-orang muslim. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh pengusaha sebanyak-banyaknya yang bergerak dibidang industri pertanian dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Dalam buku yang berjudul Toward a Just Monetary System. Para banker Muslim beranggapan bahwa peranan bank Islam semata-mata komersial berdasarkan pada instrumen-instrumen keuangan yang bebas bunga dan ditunjukkan untuk mengjasilkan keuangan finansial. Usaha yang sungguhsungguh yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pembiayaan yang dilakukan bank-bank Islam tidak akan meningkatkan konsentrasi kekayaan atau meningkatkan konsumsi meskipun sistem Islam telah memiliki pencegahan untuk menangani masalah ini. Diantara para ilmuwan dan para professional Muslim berbeda pendapat mengenai tujuan tersebut. Menurut Handbook of Islamic Banking.Tujuan Perbankan Syari'ah Ada beberapa tujuan dari perbankan Islam. Menurut Handbook of Islamic Banking. Pembiayaan bank Islam harus disediakan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. bank Islam berbeda dengan bank konvensional dilihat dari segi partisipasinya yang aktif dalam proses pengembangan sosial ekonomi negara-negara Islam yang dikemukakan dalam buku itu.

Beban biaya yang telah disepakati pada waktu akad perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal yang besarnyan tidak kaku dan dapat ditawar dalam batas yang wajar. e.Ciri Bank Syariah Bank Syari'ah mempunyai ciri yang berbeda dengan bank konvensional. serta kemungkinan rugi dari kontrak tersebut amat sedikit. c. sewa guna usaha (al ijarah). Bank Syari'ah tidak menerapkan jual beli atau sewa-menyewa uang dari mata uang yang sama dan transaksinya itu dapat menghasilkan keuntungan. b. Jadi mata uang itu dalam memberikan pinjaman pada umumnya tidak dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk pembiayaan pengadaan barang selama pembiayaan. artinya Bank Syari'ah beroperasi dimana harus memenuhi ciri-ciri tersebut a. Bank Syari'ah selalu menggunakan istilah-istilah dari bahasa arab dimana istilah tersebut tercantum dalam fiqih Islam h. Sedangkan penetapan keuntungan dimuka ditetapkan pada kontrak jual beli melalui pembiayaan pemilkikan barang (al murabahah dan al bai u bithaman ajil. d. cirri-ciri ini bersifat Universal dan kualitatif. dimana nasabah tidak berkewajiban untuk mengembalikan pembiayaan (al-qordul hasal) . Didalam kontrak pembiayaan proyek bank tidak menetapkan perhitungan berdasarkan keuntungan yang pasti (Fiset Return) yang ditetapkan dimuka. Bentuk yang lain yaitu giro dianggap sebagai titipan murni (al-wadiah) karena sewaktu-waktu dapat ditarik kembali dan dapat dikenai biaya penitipan. Adanya produk khusus yaitu pembiayaan tanpa beban murni yang bersifat social. Penggunaan prosentasi dalam hal kewajiban untuk melakukan pembayaran selalu dihindarkan. g. f. Karena prosentase bersifat melekat pada sisa hutang meskipun utang bada batas waktu perjanjian telah berakhir. Pegarahan dana masyarakat dalam bentuk deposito atau tabungan oleh penyimpan dianggap sebagai titipan (al-wadi ah) sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang diamanatkan sebagai pernyataan dana pada proyek yang dibiayai oleh bank sesuai dengan prinsip-prinsip syari'ah hingga kepada penyimpan tidak dijanjikan imbalan yang pasti (fixed return). Bank Syari'ah menerapkan system berdasarkan atas modal untuk jenis kontark al mudharabah dan al musyarakah dengan system bagi hasil (Profit and losery) yang tergantung pada besarnya keuntungan. Adanya dewan syari'ah yang bertugas mengawasi bank dari sudut syari'ah. barang tersebut milik bank.

Kegiatan uasaha Bank Syari'ah lebih variatif disbanding bank konvensional. Unsur Gharar (ketidakpastian. c. Dengan demikian dapat terhindar hubungan eskploitatif antara bank dengan nasabah atau sebaliknya antara nasabah dengan bank. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi. Fungsi lembaga bank juga mempunyai fungsi amanah yang artinya berkewajiban menjaga dan bertanggung jawab atas keamanan dana yang telah dititipkan dan siap sewaktu-waktu apabila dana ditarik kembali sesuai dengan perjanjian. b. Selain karakteristik diatas.i. Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain y y y y y Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan. menciptakan perekonomian yang adil (konsep usaha bagi hasil dan bagi resiko) serta menjaga lingkungan dan menjunjung tinggi moral (larangan untuk proyek yang merusak lingkungan dan tidak sesuai dengan nilai moral seperti miniman keras. Dalam Bank Syari'ah hubungan bank dengan nasabah adalah hubungan kontrak (akad) antara investor pemilik dana (shohibul maal) dengn investor pengelola dana (mudharib) bekerja sama untuk melakukan kerjasama untuk yang produktif dan sebagai keuntungan dibagi secara adil (mutual invesment relationship). yaitu bagi hasil sistem jual beli. sistem sewa beli serta menyediakan jasa lain sepanjang tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip syari ah. Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik. Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana. Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". Bank Syari'ah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Adanya larangan-larangan kegiatan usaha tertentu oleh Bank Syari'ah yang bertujuan untuk menciptakan kegiatan perekonomian yang produktif (larangan menumpuk harta benda (sumber daya alam) yang dikuasai sebagian kecil masyarakat dan tidak produktif. spekulasi) tidak diperkenankan. . sarana judi dan lain-lain.

Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Jasa untuk Peminjam Dana y y y y Mudhorobah. [5] Takaful (asuransi islam) B. Bank Muamalat Indonesia-Shahibul Maal. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu. Jasa untuk penyimpan dana y y Wadi'ah (jasa penitipan). maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah. adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. 500 juta. Deposito Mudhorobah. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban. nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Contoh:harga rumah. Murobahah .Adapun beberapa Produk Sistem Perbankan Syariah adalah sebagai berikut : A. kecurangan dan penyalahgunaan. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan. dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. . margin bank/keuntungan bank 100 jt. adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan. Musyarokah (Joint Venture). Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank. untuk memberikan bonus kepada nasabah. namun diperbolehkan. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful