HIPOTERMIA 1. Pengertian Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah 360C (Dep.Kes. RI, 1994). 2.

Prinsip Dasar Suhu normal bayi, baru lahir berkisar 36,50C ± 37,50C (suhu ketiak). Gejala awal hipotermia apabila suhu < 360C atau kedua kaki, dan tangan teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin, maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang (Suhu 320C ± 360C). Disebut hipotermia berat bila suhu tubuh < 320C. Hipotermia menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya metoblis anerobik, meningkatkan kebutuhan oksigen, mengakibatkan hipoksemia dan berlanjut dengan kematian (Saifudin, 2002) Mekanisme kehilangan panas pada bayi baru lahir : a. Radiasi : dari objek ke panas bayi Contoh : timbangan bayi dingin tanpa alas b. Evaporasi : karena penguapan cairan yang melekat pada kulit Contoh : air ketuban pada tubuh bayi, baru lahir, tidak cepat dikeringkan. c. Konduksi : panas tubuh diambil oleh suatu permukaan yang melekat ditubuh Contoh : pakaian bayi yang basah tidak cepat diganti. d. Konveski : penguapan dari tubuh ke udara Contoh : angin dari tubuh bayi baru lahir (Wiknjosastro, 1994)

3. Penilaian hipotermia bayi baru lahir Gejala hipotermia bayi baru lahir a. Bayi tidak mau minum / menetek b. Bayi tampak lesu atau mengantuk c. Tubuh bayi teraba dingin d. Dalam keadaan berat, denyut jantung bayi, menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (sklerema). Tanda ± tanda hipotermia sedang : a. Aktifitas berkurang, letargis b. Tangisan lemah c. Kulit berwarna tidak rata (cutis malviorata) d. Kemampuan menghisap lemah e. Kaki teraba dingin f. Jika hipotermia berlanjut akan timbul cidera dingin Tanda ± tanda hipotermia berat a. Aktifitas berkurang, letargis b. Bibir dan kuku kebiruan c. Pernafasan lambat d. Pernafasan tidak teratur e. Bunyi jantung lambat

f. Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan asidosis metabolik g. Resiko untuk kematian bayi Tanda ± tanda stadium lanjut hipotermia a. Muka, ujung kaki dan tangan berwarna merah terang b. Bagian tubuh lainnya pucat c. Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan tangan (sklerema) (Saifudin, 2002) 4. Penyebab dan Resiko a. Penyebab utama Kurang pengetahuan cara kehilangan panas dari tubuh bayi dan pentingnya mengeringkan bayi secepat mungkin b. Resiko untuk terjadinya hipoermia 1) Perawatan yang kurang tepat setelah bayi lahir 2) Bayi dipisahkan dari ibunya segera setelah lahir 3) Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur 4) Tempat melahirkan yang dingin (putus rantai hangat). 5) Bayi asfiksia, hipoksia, resusitasi yang lama, sepsis, sindrom dengan pernafasan, hipoglikemia perdarahan intra kranial. (DepKes RI, 1992) 5. Faktor Pencetus Faktor pencetus terjadinya hipotermia : a. Faktor lingkungan b. Syok c. Infeksi d. Gangguan endokrin metabolik e. Kurang gizi, energi protein (KKP) f. Obat ± obatan g. Aneka cuaca (DepKes RI, 1992) 6. Prinsip dasar mempertahankan suhu tubuh bayi baru lahir dan mencegah hipotermia. a. Mengeringkan bayi baru lahir segera setelah lahir Bayi lahir dengan tubuh basah oleh air ketuban. Aliran udara melalui jendela / pintu yang terbuka akan mempercepat terjadinya penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan panas tubuh. Akibatnya dapat timbul serangan dingin (cols stres) yang merupakan gejala awal hipotermia. Untuk mencegah terjadinya serangan dingin, setiap bayi lahir harus segera dikeringkan dengan handuuk yang kering dan bersih (sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih dahulu). Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus dengan selimut, diberi topi / tutup kepala, kaus tangan dan kaki. Selanjutnya bayi diletakkan dengan telungkup diatas dada untuk mendapat kehangatan dari dekapan bayi. b. Menunda memandikan bayi baru lahir sampai suhu tubuh bayi stabil Untuk mencegah terjadinya serangan dingin, ibu / keluarga dan penolong persalinan harus menunda memandikan bayi. 1) Pada bayi baru lahir sehat yaitu lahir cukup bulan, berat > 2.500 gram, langsung menangis

kuat, maka memandikan bayi, ditunda selama + 24 jam setelah kelahiran. 2) Pada bayi lahir dengan resiko (tidak termasuk kriteria diatas), keadaan bayi lemah atau bayi dengan berat lahir < 2.000 gram, sebaiknya bayi, jangan dimandikan, ditunda beberapa hari sampai keadaan umum membaik yaitu bila suhu tubuh bayi, stabil, bayi sudah lebih kuat dan dapat menghisap ASI dengan baik. (DepKes RI, 1992) 7. Tindakan Pada Hipotermia Segera hangatkan bayi, apabila terdapat alat yang canggih seperti inkubaator gunakan sesuai ketentuan. Apabila tidak tersedia inkubator cara ilmiah adalah menggunakan metode kanguru cara lainnya adalah dengan penyinaran lampu. a. Hipotermia Sedang 1) Keringkan tubuh bayi dengan handuk yang kering, bersih, dapat hangat 2) Segera hangatkan tubuh bayi dengan metode kanguru bila ibu dan bayi berada dalam satu selimut atau kain hangaat yang diserterika terlebih dahulu. Bila selimut atau kain mulai mendingin, segera ganti dengan selimut / kain yang hangat. 3) Ulangi sampai panas tubuh ibu mendingin, segera ganti dengan selimut / kain yang hangat. Mencegah bayi kehilangan panas dengan cara : a) Memberi tutup kepala / topi bayi b) Mengganti kain / popok bayi yang basah dengan yang kering dan hangat b. Hipotermi Berat 1) Keringkan tubuh bayi dengan handuk yang kering, bersih, dan hangat 2) Segera hangatkan tubuh bayi dengan metode kanguru, bila perlu ibu dan bayi berada dalam satu selimut atau kain hangat 3) Bila selimut atau kain mulai mendingin. Segera ganti dengan selimut atau lainnya hangat ulangi sampai panas tubuh ibu menghangatkan tubuh bayi 4) Mencegah bayi kehilangan panas dengan cara : a) Memberi tutup kepala / topi kepala b) Mengganti kain / pakaian / popok yang basah dengan yang kering atau hangat 5) Biasanya bayi hipotermi menderita hipoglikemia. Karena itu ASI sedini mungkin dapat lebih sering selama bayi menginginkan. Bila terlalu lemah hingga tidak dapat atau tidak kuat menghisap ASI. Beri ASI dengan menggunakan NGT. Bila tidak tersedia alat NGT. Beri infus dextrose 10% sebanyak 60 ±80 ml/kg/liter 6) Segera rujuk di RS terdekat (Dep.Kes. RI, 1994). 8. Pencegahan Hipotermia Pencegahan hipotermia merupakan asuhan neonatal dasar agar BBL tidak mengalami hipotermia. Disebut hipotermia bila suhu tubuh turun dibawah 36,50C. Suhu normal pada neonatus adalah 36,5 ± 37,50C pada pengukuran suhu melalui ketiak BBL mudah sekali terkena hipotermia, hal ini disebabkan karena : a. Pusat pengaturan panas pada bayi belum berfungsi dengan sempurna b. Permukaan tubuh bayi relatif luas c. Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas d. Bayi belum mampu mengatur posisi tubuh dari pakaiannya agar ia tidak kedinginan.

Meletakkan bayi didekat ibu 3. RI. Memastikan ruang bayi yang terbaring cukup hangat (Dep. Riwayat persalinan sekarang Usia kehamilan : 38 minggu Lama persalinan Kala I : 8 jam Kala II : 30 menit Kala III : 20 menit . Wiknjosastro Gulardi H. 2007. 2002. ³H´ Nama Ayah : Tn. menutup bayi dengan selimut atau topi dan menenmpatkan bayi di atas perut ibu (kontak dari kulit ke kulit). ________________. Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Asuhan Persalinan Normal. JNPK-KR. Pedoman Penanganan Kegawatdaruratan Obstektrik dan Neonatal.Hal-hal yang perlu dilakukan untuk pencegahan hipotermi adalah mengeringkan bayi segera mungkin. Jika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk menaruh bayi di atas dada (karena ibu lemah atau syok) maka hal-hal yang dapat dilakukan : 1. Mengeringkan dan membungkus bayi dengan kain yang hangar 2. Abdul Bari. 1994. Identitas Nama Anak : Bayi Ny.Kes. Departemen Kesehatan RI. Jakarta Saifuddin. Jakarta.. 1994). I. INPKKR-POGI & YBS ± SP. Jakarta. PENGUMPULAN DATA DASAR Tanggal 2 Oktober 2007 A. Departemen Kesehatan RI. dkk. ³S´ Umur : 25 tahun Umur : 27 tahun Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP Suku : Jawa Suku : Jawa Agama : Islam Agama : Islam Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta 1. ³H´ Jenis Kelamin : Perempuan Tanggal Lahir : 2 Oktober 2007 Jam : 09. DAFTAR PUSTAKA Depkes RI. Jakarta.30 WIB Anak : Kedua Alamat : Nama Ibu : Ny. Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga.

Pemeriksaan Fisik 1. berdenyut b. Caput succedeneum : tidak ada e. Episiotomi : Tidak ada B. Bulu mata : ada g. Jumlah perdarahan Kala I : Blood slym Kala II : 50 cc Kala III : 150 cc Kala IV : 250 cc Jumlah : 450 cc 3. Skelera : tidak ikterik e. Konjungtiva : agak pucat 6.7oC RR : 60 x/menit BB : 2900 gram Pols : 130 x/menit Aktivitas : lemah Daya hisap : lemah Ekstrimitas : membiru Refleks : lemah APGAR SCORE Menit I A : 1 Menit V A : 1 P:2P:2 G:1G:2 A:1A:1 R:1R:2 Jumlah 6 7 4. Kesadaran : Composmentis 3. UUK : cembung c.00 WIB dengan amniotomi 5. Jenis persalinan : Sponta pervaginam 6. Bentuk kepala : bulat. Keadaan : bersih f. Kepala a. simetris 5. Keadaan umum : Baik 2. Lilitan tali pusat : Tidak ada 7. Bentuk : simetris kanan ± kiri b. Keadaan air ketuban : Jernih 4. Mata a. Waktu pecahnya ketuban : 08.Kala IV : 2 jam Jumlah : 10 jam 50 menit 2. UUB : rata. Moulage : tidak ada d. Hidung . Tanda-tanda vital : Temp : 35. Strabismus : tidak ada c. Pupil mata : peka terhadap rangsang cahaya d.

Menggenggam (graping) : ada c. Genetalia a. tidak ada pengeluaran sekret c. Pernapasan cuping hidung : tidak ada 7. Jari kaki : lengkap c. Refleks hisap : lemah e. Anus : ada 13. Palatum : tidak ada palotoskisis c. Kedua kaki teraba dingin . tampat mengantung 14. tali pusat masih basah 12. Keadaan : bersih tidak ada pengeluaran serumen 9. Posisi : simetris b. Ukuran antropometri BB : 2900 gram PB : 45 cm Lila : 8 cm LK : 33 cm LD : 30 cm II. Menghisap (sucking) : lemah b. Gusi : licin. Leher Pergerakan leher : leher tampak ekstensi bila badan diangkat 10. Suara nafas : tidak ada ronchi dan hwezing pernapasan belum teratur 11. Refleks moro : ada 16. Refleks a. Ekstrimitas membiru d. Bentuk : simetris b. Mamae : ada c. APGAR SCORE 6/7 c. Bentuk : simetris. berwarna tidak rata (cutis marviorata) 15. agak pucat d. Mulut a. tidak ada pembesaran. Perut Bentuk : normal. Luka hidung : bersih. Jari tangan : lengkap d. Suhu 35. ujung-ujung membiru b. Telinga a. Dada a. Diagnosa Bayi baru lahir dengan hipotermi sedang Dasar : a. Ekstremitas a.70C b.a. Jenis kelamin : perempuan b. Bentuk : simetris kanan-kiri b. INTERPRETASI DATA DASAR 1. Aktivitas : lemah. Bibir : tidak ada skisis 8. Kulit : turgor jelek. Refleks kaki (staping) : ada d. Posisi : simetris b.

Keterbatasan aktifitas Dasar : 1) Aktifitas lemah 2) Tampak mengantuk tapi masih bisa dibangungkan 3) Menangis lemah c. Tampak mengantuk tetapi masih bisa dibangunkan h. Ketidaknyamanan pada bayi Dasar : 1) Bayi menggigil 2) Nadi cepat d. Tali pusat masih basah 2. Pemenuhan lingkungan yang nyaman Dasar : 1) Bayi belum dibersihkan 2) Bayi menggigil d. Aktivitas lemah i. Potensial terjadi hipotermi berat .70 C 2) APGAR Score 6/7 3) Extrimitas membiru 4) Kedua kaki teraba dingin 5) Kulit terdapat bercak merah 6) Menangis lemah 7) Tampak mengantuk tetapi masih bisa dibangunkan 8) Aktivitas lemah b. Kulit terdapat bercak merah f. Resiko infeksi Dasar : tali pusat masih basah 3. Perawatan tali pusat Dasar : tali pusat masih basah III. Menangis lemah g. Kebutuhan a. Nutrisi tidak adequat Dasar : Daya isap bayi terhadap ASI lemah b. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL 1. Masalah a.e. Pemberian nutrisi Dasar : 1) Bayi belum mendapatkan asupan nutrisi 2) Turgor kulit jelek 3) Refleks gerak bayi berkurang 4) Bayi menangis lemah 5) Bayi tampak mengantuk c. Segera hangatkan bayi Dasar : 1) Suhu 35.

Hipoglikemi Dasar : Bayi belum mendapat asupan nutrisi 3. Hangatkan tubuh bayi a. Pols : 130 x/menit d. RENCANA MANAGEMEN 1. RR : 60 x/menit c. Anjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin d. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu menjaga kebersihan bayinya. Bayi belum mendapat asupan nutrisi e. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya pemeliharaan kebersihan bayi b. Ajarkan pada ibu tentang cara memandikan bayi c. Potensial terjadi asfiksia Dasar : a. 4. Ajarkan pada ibu tentang untuk menyusui yang benar c. KEBUTUHAN INTERVENSI DAN KOLABORASI SEGERA Beri tahu keluarga tentang persiapan rujukan apabila keadaan bayinya semakin buruk. Observasi kemampuan ibu dalam melakukan teknik penghangatan e. Observasi kemampuan ibu dalam membantu ibu menyusui bayinya e. Anjurkan pada ibu utnuk melakukan teknik penghangatan pada bayi baru lahir d. Pemberian ASI a. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu menyusui bayinya 3. Apgar Score 6 / 7 b. Pemantauan bayi baru lahir a. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu melakukan teknik penghangatan 2. Libatkan anggota keluarga lainnya dalam memantau keadaan bayi baru lahir VI. Jelakan pada ibu tentang pentingnya mempertahankan suhu tubuh bayi b. V. Menjaga personal hygiene bayi a. Anjurkan pada ibu untuk mengjaga kebersihan bayinya d. Turgor buruk d. Nadi cepat 2. Menghangatkan tubuh bayi a. Observasi kemampuan ibu dalam menjaga kebersihan bayinya e. Bayi menggigil f. Ekstrimitas : membiru IV. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya ASI bagi bayi b. Ajarkan pada ibu tentang cara menghangatkan bayi c.70C b. Bayi dipakaikan topi atau kain untuk menjaga kepala tetap hangat . Ajarkan pada ibu tentang penanganan dini terhadap tanda bahaya bayi baru lahir c. Apgar Score6/7 c. PELAKSANAAN 1. Jelaskan pada ibu mengenai tanda bahaya bayi baru lahir b.Dasar : a. Suhu 35.

Bayi baru lahir tanggal 2-10-2007 pukul 09. biru/pucat d. Membantu ibu menyusui bayinya kepanpun ketika bayi mau menyusui 4. Menghisap lemah. Bayi baru lahir hari ke-2 2. Bayi mau diberi/mendapatkan ASI meskipun sedikit-sedikit 3. Segera mengeringkan tubuh bayi dengan handuk kering. Melakukan pemantauan bati baru lahir a. Aktivitas (bayi menggigil. Diagnosa Bayi baru lahir ke-2 Dasar : a.00 WIB S : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat O : 1. nadi. Menggunakan popok yang dilapisi plastik sehingga bayi mendapat sumber panas terus menerus c. Kontak langsung kulit ibu dengan kulit bayi diantara bagian tubuh bayi dengan dada dan perut ibu dalam baju kanguru 2. Pantau kemampuan menghisap b. BB. Tali pusat masih basah . Memandikan dengan mandi kering 3. Warna kulit terutama 24 jam pertama. Tanda-tanda vital Suhu : 36. Bayi dalam keadaan bersih 4. Keadaan umum baik c. Menunda memandikan bayi + 24 jam setelah kelahiran c. Tanda-tanda vital Suhu : 360C Nadi : 120 x/menit RR : 40 x/menit CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-2 Tanggal 3-10-2007 jam : 09. Pantau keadaan umum bayi seperti suhu. Tali pusat masih basah 4. mengantuk berlebihan e. badan lemas dan kejang) VII. Keaktifan bayi c. menangis lemah.30 WIB b. Melakukan perawatan kebersihan bayi baru lahir a. Keadaan umum bayi baik 3. pols 5. Mengganti kain/pakaian/popok yang basah dengan yang kering d. Pakaian/popok selalu dalam keadaan kering 5.b.5 0C Nadi : 135 x/menit RR : 40 x/menit A : 1. Menjelaskan tanda dan bahaya pada bayi baru lahir a. < 30 x/mnt. banyak muntah. bersih dan hangat b. b. Ibu mau menghangatkan bayinya dengan metode kanguru 2. > 60 x/mnt. Merawat tali pusat d. Pernapasan sulit (lebih dari 60 x/menit). EVALUASI 1. Suhu tubuh terlalu rendah ( < 36 0C) c.

Masalah Potensial terjadi infeksi tali pusat Dasar : tali pusat masih basah 3. Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene dan perawatan bayi baru lahir 4. Libatkan keluarga dalam menjaga kestabilan suhu badan bayi baru lahir CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-7 Tanggal 9-10-2007 jam : 09. Ibu mengatakan bayinya sudah dapat menghisap ASI kuat 2. Kebutuhan a. Tali pusat masih basah 4. Penyuluhan tentang perawatan tali pusat dengan teknik aseptik dan antiseptik b. Eliminasi BAK 6-7 x/hari. Penyuluhan tentang pemberia ASI c. ASI diberikan setiap bayi menangis. Refleks menghisap (+).d. Pantau keadaan umum bayi 2. Beritahu pada ibu mengenai tanda-tanda bahaya pada BBL 3. Evaluasi cara perawatan kebersihan bayi baru lahir 4. Masalah Untuk sementara tidak ada 3. Penyuluhan tentang pemberian ASI ekslusif dan mencegah infeksi pada bayi baru lahir dengan perawatan teknik septik dan antibiotik b.50C Lila : 9 cm 2. Anjurkan pada ibu untuk memberikan ASI setiap mau menyusui . Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara ekslusif selama 6 bulan 2. ASI sudah mulai banyak 3.5 0C Nadi : 135 x/menit RR : 40 x/menit 2. Ibu mengatakan bayinya BAK dan BAB 3.00 WIB S : 1. Kebutuhan a. Pesonal hygiene c. BB : 3000 gram Pols : 138 x/menit RR : 40 x/menit Temp : 36. Penyuluhan pemberian imunisasi dini P : 1. Diagnosa Bayi baru lahir ke-7 Dasar : Bayi lahir spontan tanggal 2-10-2007 pukul 09. BAB 3 x/hari A : 1. Anjurkan pada ibu untuk memberikan ASI eksluif selama 6 bulan dan melakukan pencegahan infeksi pada bayi baru lahir 3. Tanda-tanda vital Suhu : 36. Penyuluhan tentang personal hygiene/kebersihan tubuh P : 1. Ibu mengatakan sudah bisa melakukan perawatan pada bayinya dan tali pusat sudah puput O : 1.30 WIB 2.

Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan bayi sehari-hari dengan benar 4. ASI diberikan setiap bayi mau/menangis dan ASI sangat lancar 4.CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-14 Tanggal 16-10-2007 jam : 09. Anjurkan pada ibu untuk membawa anaknya keposyandu . Penyuluhan tentang perawatan bayi sehari-hari dirumah b.50C Lila : 9 cm 2. Refleks menghisap (+) Refleks sucking (+) Refleks stapping (+) Refleks moro (+) 3. Diagnosa Bayi baru lahir ke-14 Dasar : bayi baru lahir spontan tanggal 2-10-2007 pukul 09. Anjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusifnya 3. Kebutuhan a. Masalah Untuk sementara tidak ada 3. Anjurkan pada ibu untuk mnejaga personal hygiene bagi bayinya 2. Ibu mengatakan bayinya sudah mulai aktif O : 1. BB : 3300 gram Pols : 130 x/menit RR : 34 x/menit Temp : 36.30 WIB 2.00 WIB S : 1. Eliminasi BAK 6-7 x/hari. BAB 3 x/hari A : 1. Penyuluhan tentang nutrisi yag adequat P : 1. Ibu mengatakan berat badan bayi bertambah 2.

Sedangkan suhu inti tubuh diatur oleh hipotalamus. konduksi. Semakin kecil tubuh neonatus juga semakin tinggi rasio permukaan tubuh dengan massanya. Suhu dingin ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit. Tujuan Adapun tujuan yang termuat dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. suhu tubuh fetus selalu terjaga. Tahap pertama panas inti tubuh disalurkan menuju kulit.BAB I PENDAHULUAN 1. begitu lahir maka hubungan dengan ibunya sudah terputus dan neonatus harus mempertahankan suhu tubuhnya sendiri melalui aktifitas metabolismenya. . Di dalam tubuh ibunya. Untuk membakar lemak coklat. BAB II TERMOREGULASI PADA BAYI BARU LAHIR Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. pada lingkungan yang dingin . Suhu membran timpani sangat akurat karena telinga tengah mempunyai sumber vascular yang sama sebagaimana vaskular yang menuju hipotalamus Suhu permukaan kulit meningkat atau turun sejalan dengan perubahan suhu lingkungan. Temperatur rektal biasanya lebih rendah 1-2 oF atau 0.556. Sayangnya sebagian besar pediatrik tidak mempunyai lapisan yang tebal pada ketiga unsur tersebut. Ketiga lapisan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan efisien atau tidak bergantung pada ketebalannya. Memberi pengetahuan pada pembaca 2. Latar Belakang Perubahan kondisi terjadi pada neonatus yang baru lahir. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan termoregulasi dan bagaimana cara mengatasinya pada bayi baru lahir. Tahap kedua panas tubuh hilang melalui radiasi. Semakin kecil tubuh neonatus. pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. 2. Namun pada pediatrik.112 oC di banding suhu inti tubuhnya.1. Timbunan lemak coklat terdapat di seluruh tubuh dan mampu meningkatkan panas tubuh sampai 100%. konveksi atau evaporasi. kulit dan lapisan lemak bawah kulit. Oleh sebab itu pada pediatrik ada lapisan yang penting yang dapat membantu untuk mempertahankan suhu tubuhnya serta mencegah kehilangan panas tubuh yaitu rambut. Transfer panas melalui lapisan pelindung tersebut dengan lingkungan berlangsung dalam dua tahap. pengaturan tersebut masih belum matang dan belum efisien. semakin sedikit cadangan lemaknya. sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan dari dalam rahim ibu ke lingkungan luar yang suhunya lebih tinggi.

dia akan mulai mengalami hipoglikemia. evaporasi. Proses kehilangan panas pada bayi dapat melalui proses konveksi. akan memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh yang belum efisien dan masih lemah. TERMOREGULASI PADA BAYI BARU LAHIR (PERLINDUNGAN TERMAL) BAYI BARU LAHIR Secara umum dikatakan normal apabila memiliki ciri sebagai berikut : ± Lahir pada masa gestasi 37 ± 42 minggu ± Ukuran antropometri : berat badan berkisar antara 2500 gram ± 4000 gram. sehingga tindakan yang dilakukan harus menghindari terjadinya kehilangan panas pada bayi baru lahir. 1. Jika suhu bayi menurun. Bayi yang kedinginan akan terlihat kurang aktif dan akan mempertahankan panas tubuhnya dengan posisi fleksi dan meningkatkan pernafasannya secara menangis. mungkin akan mengalami hipotermia.Simpanan lemak yang tersedia dapat digunakan sebagai produksi panas. Intake makanan yang adekuat merupakan suatu hal yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh. sehingga terjadi peningkatan penggunaan kalori yang mengakibatkan hipoglikemi yang timbul dari efek hipotermi. lingkar kepala 32 ± 37 cm ± Tanda vital dalam batas normal . dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah.sering bayi harus menggunakan glukosa guna mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas.Sehingga upaya pencegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada BBlL Pada bayi baru lahir. Suhu tubuh bayi yang normal sekitar 36. radiasi dan konduksi. Suhu yang tidak stabil juga mengidentifikasikan terjadinya infeksi. lingkar dada 30 ± 38 cm. Jika seorang bayi kedinginan. Cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin.5-37 0C Mencegah kehilangan panas : Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai. begitu juga hipoksia dan hiperbilirubinemia. Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh seorang BBL. panjang badan 48 ± 52 cm. Jika bayi dalam keadaan basah dan tidak diselimuti. dikeringkan dan dibungkus dengan hangat. Hal ini dapat dihindari bila bayi dilahirkan dalam lingkungan dengan suhu sekitar 2528 0C. Semakin lama usia kehamilan semakin banyak persediaan lemak coklat bayi. meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat. lebih banyak energi yang digunakan untuk memproduksi panas daripada untuk pertumbuhan dan terjadi peningkatan penggunaan O2. sehingga penting untuk mempertahankan suhu tubuh agar tidak terjadi hipotermi. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermia) berisiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal. Bayi prematur atau berat badan rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia. hipoksia dan asidosis.

Pada bayi-baru lahir. tempat tidur) . Pembentukan suhu tanpa menggigil merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya melalui penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. sehingga terjadi peningkatan penggunaan kalori yang mengakibatkan hipoglikemi yang timbul dari efek hipotermi. Lemak coklat tidak diproduksi ulang oleh bayi dan akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. evaporasi.Simpanan lemak yang tersedia dapat digunakan sebagai produksi panas. Bayi yang kedinginan akan terlihat kurang aktif dan akan mempertahankan panas tubuhnya dengan posisi fleksi dan meningkatkan pernafasannya secara menangis. Suhu tubuh bayi yang normal sekitar 36. Faktor yang berhubungan Situasional (Personal.5-37 0C sistem pengaturan suhu a. dikeringkan dan dibungkus dengan hangat.± Tidak ada kelainan / kecacatan Termoregulasi adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas agar dapat mempertahankan suhu tubuh di dalam batas batas normal. radiasi dan konduksi. Proses kehilangan panas pada bayi dapat melalui proses konveksi. Hal ini dapat dihindari bila bayi dilahirkan dalam lingkungan dengan suhu sekitar 2528 0C. akan memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh yang belum efisien dan masih lemah. lebih banyak energi yang digunakan untuk memproduksi panas daripada untuk pertumbuhan dan terjadi peningkatan penggunaan O2. Tak efektif termoregulasi Definisi : Keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami ketidakmampuan untuk mempertahankan suhu tubuh normal secara efektif dengan adanya ketidaksesuaian atau perubahan faktor-faktor eksternal. Intake makanan yang adekuat merupakan suatu hal yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh. Suhu yang tidak stabil juga mengidentifikasikan terjadinya infeksi. sehingga tindakan yang dilakukan harus menghindari terjadinya kehilangan panas pada bayi baru lahir. lingkungan) Berhubungan dengan fluktuasi suhu lingkungan Berhubungan dengan benda-benda yang basah dan dingin (pakaian. Jika suhu bayi menurun. sehingga penting untuk mempertahankan suhu tubuh agar tidak terjadi hipotermi. begitu juga hipoksia dan hiperbilirubinemia.pengaturan suhu Suhu dingin lingkungan luar menyebabkan air ketuban menguap melalui kulit sehingga mendinginkan darah bayi.

baju.4-37. sprei) d. tangan pemberi perawatan.Berhubungan dengan permukaan tubuh yang basah Berhubungan dengan pakaian yang tidak sesuai dengan cuaca Maturisional Berhubungan dengan terbatasnya regulasi kompensasi metabolik Usia lanjut Bayi baru lahir Kriteria hasil : Bayi akan Mempunyai suhu antara 36. Konveksi . timbangan. siapkan lingkungan yang hangat.Hindari aliran udara (pendingin udara. lubang angin terbuka) c. . Kurangi atau hilangkan sumber-sumber kehilangan panas pada bayi a. 2. Evaporasi .Hangatkan seluruh barang-barang untuk perawatan (stetoskop.Basuh dan keringkan setiap bagian untuk mengurangi evaporasi .Batasi waktu kontak dengan pakaian atau selimut basah b.Saat mandi.5ºC.Kurangi benda-benda yang menyerap panas (logam) . kipas angin. Konduksi . Radiasi . Intervensi : 1. Pantau suhu tubuh bayi .Tempatkan ayunan bayi tempat tidur jauh dari tembok (diluar) atau jendela jika mungkin.

ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.Kaji sumber-sumber lingkungan untuk kehilangan panas . dua kali sehari. Jika suhu diatas normal .a. hipoglikemi. Faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan pada bayi baru lahir adalah : . rujuk kepada yang lebih ahli.Kaji suhu lingkungan sekali lagi .Jika suhu hipertermia menetap lebih dari 1 jam. Jika suhu dibawah normal . Setelah bayi dilahirkan. . jika dikenakan . bayi ini akan terancam bahaya hipotermi jika tidak dilakukan tindakan pencegahan. Cara pengecekan suhu bayi yang lazim dikerjakan adalah dengan meletakkan thermometer dibawah aksila dan membiarkannya selama 1 menit. hipoksia.Pasang tutup kepala . Sesudah itu pengecekan suhu ini dilakukan setiap 4 jam sekali selama 24 jam pertama dan kemudian jika tidak terdapat indikasi untuk pengecekan yang lebih sering.Selimuti dengan dua selimut . Kotrol Suhu Pusat pengendalian suhu pada bayi yang baru lahir belum sepenuhnya berfungsi sehingga bayi tidak mampu untuk mengatasi perubahan yang ekstrim atau mendadak pada lingkungan eksternalnya.Kaji terhadap komplikasi stres dingin. Pengaturan panas Bayi baru lahir memiliki kemampuan terbatas dalam mengatur suhu tubuhnya yang berhubungan dengan lingkungannya. Suhu harus selalu diukur sebelum bayi ditelenjangi untuk dimandikan atau dibersihkan dan bisa juga pengukuran suhu dilakukan sesudah bayi dimandikan. suhunya harus dicek setiap setengah jam sekali sampai hasil pengecekan dua kali berturut ± turut menunjukkan suhu 36. laporkan dokter. penurunan berat badan b.5 0C.Lepaskan selimut . asidosis respiratorik.Lepaskan tutup kepala.Jika hipotermia menetap lebih dari 1 jam.

Untuk membakar lemak coklat. Semakin lama usia kehamilan.5 °C. PERUBAHAN SISTEM TERMOREGULASI Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuh mereka. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang (suhu 32-36°C). Disebut hipotermi berat bila suhu <32°C. (1997) bahwa hipotermi yaitu kondisi dimana suhu inti tubuh turun sampai dibawah 35°C. Disebut sebagai hipotermia bila suhu tubuh turun dibawah 360 C. Sedangkan menurut Sandra M.5°C (suhu ketiak). Bayi baru lahir mudah sekali terkena hipotermia Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan dibawah normal. Oleh karena itu. 2001). pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. seorang bayi harus menggunakan glukosa guna mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas.5-37. F.5-37. sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan-perubahan lingkungan. Pada lingkungan yang dingin. semakin banyak persediaan lemak coklat bayi. hipoksia dan asidosis. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat terdapat di seluruh tubuh. diperlukan termometer ukuran rendah (low reading thermometer) yang dapat mengukur sampai 25°C. Adapun suhu normal bayi adalah 36.y y y y y Produksi panasnya jelek karena laju metaboliknya rendah Biasanya terjadi perubahan suhu yang dramatis pada lingkungan bayi tersebut khususnya jika bayi dilahirkan dalam ruangan berpendingin yang tidak disesuaikan suhunya demi kenyamanan ibu Bayi lahir dalam keadaan basah sehingga terjadi kehilangan panas melalui evaporasi Bayi baru lahiir memiliki permukaan tubuh yang luas jika dibandingkan dengan berat badannya Pusat pengaturan suhunya didalam hipotalamus belum sepenuhnya mature sehingga proses menggigil dan berkeringat masih belum berkembang dengan baik 2. Suhu dingin ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit. (Indarso. bayi tersebut kemudian masuk ke dalam lingkungan ruang bersalin yang jauh lebih dingin. 2001).T. sehingga mendinginkan darah bayi. Gejala awal hipotermi apabila suhu <36°C atau kedua kaki & tangan teraba dingin. Suhu normal pada neonatus 36. Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh bayi baru lahir dan cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. hipotermi merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian. (Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo. dan mereka mampu meningkatkan panas tubuh sampai 100 %. Etiologi terjadinya hipotermi pada bayi yaitu : 1)Jaringan lemak subkutan tipis. upaya pencegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada bayi baru lahir. Disamping sebagai suatu gejala. Pada saat bayi meninggalkan lingkungan rahim ibu yang hangat. Suhu normal pada neonatus adalah 36 5 ± 370 C. Jika seorang bayi kedinginan. . dia akan mulai mengalami hipoglikemia.

berbahaya karena dapat terjadi apnea sehingga direkomendasikan penghangatan 0.6 °C). (Indarso. 2001). 3)Cadangan glikogen dan brown fat sedikit. F. 1998). 4)Metabolisme meningkat sehingga pertumbuhan terganggu. F. Mekanisme hilangnya panas pada BBL Mekanisme hilangnya panas pada bayi yaitu dengan : 1Radiasi yaitu panas yang hilang dari obyek yang hangat (bayi) ke obyek yang dingin. 4)Evaporasi yaitu hilangnya panas akibat evaporasi air dari kulit tubuh bayi (misal cairan amnion pada BBL). 2001).5-1°C tiap jam (pada bayi < 1000 gram penghangatan maksimal 0. Alat-alat Inkubator Untuk bayi < 1000 gram. 2)Konduksi yaitu hilangnya panas langsung dari obyek yang panas ke obyek yang dingin.2)Perbandingan luas permukaan tubuh dengan berat badan besar. 4)BBL (Bayi Baru Lahir) tidak mempunyai respon shivering (menggigil) pada reaksi kedinginan. karena vasokonstrtiksi perifer dengan metabolisme anaerob. (Indarso.H et al. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh hipotermi Akibat yang bisa ditimbulkan oleh hipotermi yaitu : 1)HipoglikemiAsidosis metabolik. 3)Kebutuhan oksigen yang meningkat. 7)Apnea. 3)Konveksi yaitu hilangnya panas dari bayi ke udara sekelilingnya. F. 8)Perdarahan Intra Ventricular. 6)Shock. Radiant Warner Adalah alat yang digunakan untuk bayi yang belum stabil atau untuk tindakan-tindakan. (Indarso. sebaiknya diletakkan dalam inkubator. Dapat menggunakan servo controle (dengan menggunakan probe untuk kulit) atau non servo controle (dengan mengatur suhu yang dibutuhkan secara manual). Bayi-bayi tersebut dapat dikeluarkan dari inkubator apabila tubuhnya dapat tahan terhadap suhu lingkungan 30°C. 2001). Pencegahan dan Penanganan Hipotermi Pemberian panas yang mendadak. M. 5)Gangguan pembekuan sehingga mengakibatkan perdarahan pulmonal yang menyertai hipotermi berat. . (Indarso. 5)Kurangnya pengetahuan perawat dalam pengelolaan bayi yang beresiko tinggi mengalami hipotermi. ( Klaus. 2001). F.

Dengan servo controle suhu kulit abdomen 36.8 24-48 jam 34-35 33-34.H et al.Melatih semua orang yang terlibat dalam pertolongan persalinan.2-34 30. Tabel 2. M. kelembaban dinaikkan.2-33 29. F (2001) menyatakan bahwa pengelolaan bayi hipotermi : (1)Bayi cukup bulan -Letakkan BBL pada Radiant Warner.Mengeringkan tubuh bayi yang baru lahir/ air ketuban segera setelah lahir dengan handuk yang kering dan bersih. -Bila stabil. c.1 Temperatur yang dibutuhkan menurut umur dan berat badan neonatus Umur Berat Badan Neonatus <1200 gr 1201-1500 gr 1501-2500 gr > 2500 gr 0-24 jam 34-35.2 5-6 minggu 30.1-33.Memberi ASI sedini mungkin segera setelah melahirkan agar dapat merangsang pooting reflex dan bayi memperoleh kalori dengan : -Menyusui bayi.8 Sumber : Klaus. dapat dipakai sebagai sumber infeksi dan kehilangan panas berlebihan). ± Kelembaban 40-50% atau lebih (bila kelembaban sangat tinggi. (3)Bayi yang sangat kecil -Dengan radiant warner yang diatur dimana suhu kulit 36. -Bungkus tubuh segera. Temperatur lingkungan yang dibutuhkan sesuai umur dan berat bayi. (2)Bayi sakit -Seperti prosedur di atas.6 30-32.8-33.2 31. Bayi kurang bulan (prematur) -Seperti prosedur di atas.6 30.2 4-5 minggu 31.3-34.5-32. -Masukkan ke inkubator dengan servo controle atau radiant warner dengan servo controle. Tutup kepala.4-33.2 29.2 72-96 jam 34-35 33-34 31.5-33 3-4 minggu 31.5 °C.8 31-33.8 4-14 hari 32. d. -Pada bayi kurang bulan yang belum bisa menetek ASI diberikan dengan sendok atau pipet. -Tutup kepala. a. Penatalaksanaan Neonatus Resiko Tinggi : Mempertahankan Suhu Tubuh Untuk Mencegah Hipotermi Menurut Indarso.3 29. Bila temperatur sulit dipertahankan. Kelembaban 40-50%. 5°C. (1998).6-32. dapat segera rawat gabung sedini mungkin setelah lahir bayi dapat disusukan.Menyiapkan tempat melahirkan yang hangat.6-34 31-33. b.2 29 2-3 minggu 32. f. Menunda memandikan bayi lahir sampai suhu tubuh normal . -Selama memberikan ASI bayi dalam dekapan ibu agar tetap hangat.31.8-32.6-33.4 33. F (2001) menyatakan bahwa untuk mempertahankan suhu tubuh bayi dalam mencegah hipotermi adalah : (1)Mengeringkan bayi segera setelah lahir Cara ini merupakan salah satu dari 7 rantai hangat .4 31.Memberikan penghangatan pada bayi baru lahir secara mandiri.Menjaga bayi hangat dengan cara mendekap bayi di dada ibu dengan keduanya diselimuti (Metode Kangguru). -Tetap letakkan pada radiant warmer sampai stabil. g. kering dan bersih.5-33 48-72 jam 34-35 33-34 31.Pengelolaan Menurut Indarso.Mempertahankan bayi tetap hangat selama dalam perjalanan pada waktu rujukan. Dapat diberi plastik pada radiant warner.2-33. -Keringkan untuk menghilangkan panas melalui evaporasi. e.1-33.4 30. Dengan dinding double.

a. memandikan bayi ditunda 24 jam setelah kelahiran. tidak kuat menghisap ASI dan menangis lemah. b. bahaya luka bakar.Pada bayi lahir sehat yaitu cukup bulan. bayi menjadi kurang aktif. Hipotermia menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung.Untuk mencegah terjadinya serangan dingin. hipotonus. Pada saat memandikan bayi. Tidak boleh memakai buli-buli panas. perdarahan terutama pada paru-paru. 4. Tunda beberapa hari sampai keadaan umum membaik yaitu bila suhu tubuh stabil. gunakan selimut atau kain hangat yang diseterika terlebih dahulu yang digunakan untuk menutupi tubuh bayi dan ibu. yaitu bayi diletakkan telungkup dalam dekapan ibunya dan keduanya diselimuti agar bayi senantiasa hangat. tungkai dan lengan.Pada bayi lahir dengan resiko. denyut jantung menurun. Menangani Hipotermi (1)Bayi yang mengalami hipotermi biasanya mudah sekali meninggal. (4)Biasanya bayi hipotermi menderita hipoglikemia sehingga bayi harus diberi ASI sedikitsedikit dan sesering mungkin. langsung menangis kuat. (2)Cara lain yang sangat sederhana dan mudah dikerjakan setiap orang ialah metode dekap. keadaan umum bayi lemah atau bayi dengan berat lahir 2000 gram sebaiknya jangan dimandikan. Muka bayi berwarna merah terang 5. Sejalan dengan menurunnya suhu tubuh. Tindakan yang harus dilakukan adalah segera menghangatkan bayi di dalam inkubator atau melalui penyinaran lampu. Pernapasan megap-megap dan lambat. 3. ikterus dan kematian. Gejala hipotermia: 1. Timbul sklerema : kulit mengeras berwarna kemerahan terutama dibagian punggung. Lakukan berulangkali sampai tubuh bayi hangat. Bila bayi tidak dapat menghisap beri infus glukosa 10% sebanyak 60-80 ml/kg per hari. bayi sudah lebih kuat dan dapat menghisap ASI dengan baik. gunakan air hangat. (3)Bila tubuh bayi masih dingin. berat < 2500 gram. ibu/keluarga dan penolong persalinan harus menunda memandikan bayi. 2. Mekanisme terjadinya Hipotermia: Hipotermia pada bayi baru lahir timbul karena penurunan suhu tubuh yang dapat terjadi melalui: . letargis.

Temperature lingkungan yang direkomendasikan untuk neonatus adalah 270C. Produksi panas mengandalkan pada proses non-shivering thermogenesis yang dihasilkan oleh jaringan lemak coklat yang terletak diantara scapula. Evaporasi : Yaitu cairan/air ketuban yang membasahi kulit bayi menguap.1. Bayi dengan hipotermia sangat beresiko tinggi mengalami kesakitan berat bahkan kematian. axila. Radiasi : Yaitu panas tubuh bayi memancar kelingkungan sekitar bayi yang lebih dingin. kulit lebih permeable terhadap air). Cegah kehilangan panas pada bayi dengan upaya antara lain : . Adapun hipotermia bisa disebabkan oleh suhu lingkungan yang rendah. walaupun sudah aktif. Konveksi : Yaitu hilangnya panas tubuh bayi karena aliran udara sekeliling bayi.1993) Hipotermia dapat terjadi akibat dehidrasi. pemberian cairan infuse/ tranfusi darah dingin. Konduksi : Yaitu pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi langsung kontak dengan permukaan yang lebih dingin. adanya pengeluaran katekolamin yang dapat menyebabkan terjadinya kenaikan tahanan vaskuler paru dan perifer. mengusahakan suhu kamar optimal atau pemakaian selimut hangat. sehingga neonatus sulit mengatur suhu tubuh dan sangat terpengaruh oleh suhu lingkungan (bersifat poikilotermik). misal : BBL diletakkan ditempat yang dingin. PENGATURAN TEMPERATUR Pusat pengaturan suhu di hypothalamus belum berkembang. 4. hipoksia dan asidosis metabolic. suhu sekitar yang panas. lebih jauh lagi dapat menyebabkan lethargi. pengaruh obat anestesi umum (yang menekan pusat regulasi suhu) maupun obat vasodilator. misal : popok/celana basah tidak langsung diganti. Hipotermia mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan diselimuti walaupun didalam ruangan yang relative hangat. Hipoksia mencegah produksi panas dari lemak coklat (Morgan HAH. 3. 2. begitu pula gas anestesi. selimut atau kain penutup yang tebal dan pemberian obat penahan keringat (misal: atropin. misal : BBL tidak langsung dikeringkan dari air ketuban. mediastinum dan sekitar ginjal. incubator. 3. misal : BBL diletakkan dekat pintu/jendela terbuka. permukaan tubuh terbuka. Paparan dibawah suhu ini akan mengandung resiko diantaranya: cadangan energi protein akan berkurang. Untuk mencegah hipotermia bias ditempuh dengan : memantau suhu tubuh. untuk itu diperlukan pencegahan kehilangan panas pada tubuh bayi karena bayi dapat mengalami hipotermi. Mekanisme pengaturan temperature tubuh pada bayi baru lahir belum berfungsi sempurna. cairan irigasi maupun cairan antiseptic yang digunakan yang hangat. tipisnya lemak subkutan. Kelenjar keringat belum berfungsi normal. cairan intra vena hangat. irigasi oleh cairan dingin. lampu penghangat. shunting kanan ke kiri. skopolamin). mudah kehilangan panas tubuh (perbandingan luas permukaan dan berat badan lebih besar.

Menempatkan bayi bersama ibunya adalah cara yang paling mudah untuk menjaga agar bayi tetap hangat. Jika selimut bayi harus dibuka untuk melakukan suatu prosedur. Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. segera selimuti kembali dengan handuk atau selimut kering. 2. Segera setelah tubuh bayi dikeringkan dan tali pusat dipotong. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya segera setelah lahir. Memandikan bayi dalam beberapa jam pertama setelah lahir dapat menyebabkan hipotermia yang sangat membahayakan bayi baru lahir. merah campur putih atau timbul bercak-bercak. Sebaiknya pemberian asi harus dimulai dalam waktu satu jam pertama kelahiran. anak menjadi biru yang bisa dilihat pada bibir dan ujung jari-jarinya. Kulit anak terlihat belang-belang. Untuk bayi yang sehat hal ini biasanya cukup untuk merangsang terjadinya pernafasan spontan. BAYI KEDINGINAN Ciri-cirinya pada bayi baru lahir/neonatus 1. Kain basah yang diletakkan dekat tubuh bayi akan menyebabkan bayi tersebut mengalami kehilangan panas tubuh. Lebih parah lagi. walau biasanya ciri ini tak mudah terlihat pada bayi kecil. kering dan hangat. terlebih dulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Pastikan bagian kepala bayi ditutupi atau diselimuti setiap saat. kering dan bersih. segera lakukan tindakan untuk membantu pernafasan. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir. Anak terlihat apatis atau diam saja. Anak menggigil. Jika bayi tidak memberikan respon terhadap pengeringan dan rangsangan taktil. mendorong ibu segera menyukan bayinya dan mencegah paparan infeksi pada bayi. kemudian menunjukkan tanda-tanda kegawatan. . Anjurkan ibu untuk memeluk dan memberikan ASI. 4. Bayi sebaiknya dimandikan (sedikitnya) enam jam setelah lahir. Tutupi kepala bayi. 4. Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak ditutup. Berat badan bayi dapat dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat bayi berpakaian / diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/selimut. 3. keringkan permukaan tubuh sebagai upaya untuk mencegah kehilangan panas akibat evaporasi cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi.y y y y y y y y Segera setelah lahir. sebelum melakukan penimbangan. Mengeringkan tubuh bayi juga merupakan tindakan stimulasi. Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya (terutama jika tidak berpakaian). Rangsangan taktil Upaya ini merupakan cara untuk mengaktifkan berbagai refleks protektif pada tubuh bayi baru lahir. ganti handuk dan kain yang telah dipakai kemudian selimuti bayi dengan selimut dan kain hangat. Hal ini juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernafasan. segera setelah prosedur tersebut selesai. Tempatkan bayi dilingkungan hangat Idealnya bayi baru lahir ditempatkan ditempat tidur yang sama dengan ibunya ditempat tidur yang sama.

Puncaknya. Namun. Jika hal tersebut tetap saja dibiarkan. Untuk memastikannya. merah campur putih atau berbercak-bercak. anak bisa berhenti bernapas. Sekalipun begitu. untuk memastikan.5 derajat Celcius Untuk bayi di atas 1 bulan Sekalipun kini bayi sudah lebih kuat dibandingkan sebelumnya. anak bisa terkena hipotermia dan meninggal. dan hampir semua mekanisme ini terjadi melalui pusat pengaturan suhu yang terletak pada hipotalamus . Jika dibiarkan. Kalau angkanya di bawah 35 derajat Celcius. Bisa dengan mematikan AC atau menghangatkan tubuh anak dengan lampu 60 watt yang ditempatkan di atas tempat tidurnya. jika suhu lingkungan begitu rendah dan tidak membuatnya nyaman. Kulit anak terlihat belang-belang. berarti anak terkena hipotermia. Biasanya. segeralah bawa si kecil ke dokter terdekat. ada juga yang mesti dengan perabaan. y y y y Yang bisa dideteksi secara kasat mata: (Kondisi bayi tak jauh berbeda dari bayi neonatus yang kedinginan). Hanya saja kalau bayi neonatus akan lebih cepat birunya. Ciri-cirinya. saat tidur lebih baik anak dihangatkan dengan lampu. TERMOREGULASI PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH A. orang tua tak perlu terlalu khawatir. Peluklah anak dengan kasih sayang. menurut Anna. Atasi kedinginan ini dengan memberinya selimut. Puncaknya.5 meter dari tubuh anak. Kalau perlu dengan menggunakan kasur penghangat. PERANAN HIPOTALAMUS Suhu tubuh hampir seluruhnya diatur oleh mekanisme persarafan. sebab suhu normal manusia adalah 36-37. Jika tidak segera ditangani. y Tubuhnya lebih dingin dari tubuh kita. bibir dan ujung jari-jarinya membiru. Periksalah dengan termometer yang dipasang di anus.5. Hangatkan pula suhu lingkungan atau ruangan dimana bayi berada. indikasi pertama sudah bisa terlihat oleh perawat maupun dokter yang kemudian menanganinya dengan mengambil tindakan penghangatan atau heatradian (disinar oleh cahaya lampu biasa dan diselimuti). Cirinya: Ia cenderung diam saja. anak bisa berhenti bernapas. sebaiknya bayi langsung diukur suhu badannya dengan termometer. Jaraknya kurang lebih 1. anak bisa mengalami hipotermia. Jauh lebih baik lagi jika kasur anak pun menggunakan penghangat. Jika suhu tubuhnya tak kunjung normal. Hanya saja. 6. 5. Sementara pada bayi yang lebih besar akan agak lama perubahannya Yang bisa dideteksi dengan perabaanTangan dan telapak tangannya terasa dingin. Anak menjadi biru dengan ciri. bisa terjadi kematian. ada yang bisa dideteksi secara kasat mata. kemungkinan besar si anak juga kedinginan. begitu juga telapak kakinya.

penggunaan oksigen dan metabolisme minimal. Pada bayi dengan berat badan lahir rendah(BBLR) jaringanadiposa sedikit dan kelenturan menurun sehingga memerlukan suhu lingkungan yang lebih panas untuk mencapai suhu yang normal. terutama karena lingkungan yang dingin. Kelenturan pada tubuh bayi menurun pada daerah permukaan sehingga akan mempercepat hilangnya panas. PRODUKSI PANAS ATAU THERMOGENESIS Ditempat yang terbuka dan lingkungan yang dingin bayi baru lahir memerlukan penambahan panas. Bayi cukup bulan dalam keadaan tanpa pakaian dapat bertahan pada suhu lingkungan sekitar 3234oC.Pada bayi baru lahir pusat pengatur suhu tubuhnya belum berfungsi dengan sempurna. bayi akan merespon dengan meningkatkan oksigen danmemperbesar metabolisme sehingga akan meningkatkan produksi panas. Kondisi tersebut akan memacu tubuh menjadi dingin yang akan menyebabkan respon metabolisme dan produksi panas. 6. bayi mengalami perubahan dari lingkungan intra uterin yang hangat ke lingkungan ekstra uterin ynag relatif lebih dingin. Pada saat kelahiran. Bila bayi berada ditempat terbuka dengan lingkugan yang dingin dapat menyebabkan habisnya cadangan glikogen dan menyebabkan asidosis. perbandingan permukaan utbuh dengan berat badan dari usia bayi. Kedua proses ini aktifitasnya diatur oleh susunan saraf pusat yaitu hipotalamus. Hal tersebut menyebabkan penurunan suhu tubuh 2o-3oC. Pembuluh darah pada bayi sangat mudah dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan dan semua ini dibawah pengaruh hipotalamus sebagai pusat pengatur suhu. B.pengatur panas Pengatur panas atau temperatur regulasi terpelihara karena adanya keseimbangan antara panas yang hilang melalui lingkungan. Hal tersebut dipengaruhi panjang badan bayi. Oleh karena itu bayi baru lahir normal memerlukan suhu lingkungan yang lebih hangat dan suhu lingkungan tersebut harus dipelihara dengan baik. dan produksi panas. karena itu suhu tubuh harus dipertahankan untuk keseibangan panas. Sedangkan batas pada orang dewasa 26-28oC. Jika suhu lingkungan turun dibawah suhu yang rendah. Pengaturan panas pada bayi baru lahir berhubungan dengan metabolisme dan penggunaan oksigen. yang semua ini dapat mempengaruhi batas suhu normal. Bayi mempunyai mekanisme fisiologi untuk meningkatkan produksi panas dipengaruhi oleh karena : Meningkatnya Metabolisme Rate. Pada bayi baru lahir lemak subkutannya lebih sedikit dan epidermis lebih tipis dibandingkan pada orang dewasa. terutama hilangnya panas karena evaporasi atau penguapan cairan ketuban pada kulit bayi yang tidak segera dikeringkan. Dengan prinsip adanya keseimbangan panas tersebut bayi baru lahir akan berusaha menstabilkan suhu tubuhnya terhadap faktor-faktor penyebab hilangnya panas karena lingkungan. sehingga mudah terjadi penurunan suhu tubuh. Aktifitas otot dan Thermogenesis Kimiawi : . Dalam lingkungan tertentu pada batas suhu maksimal.

Pelepasan norephineprin oleh kelenjar adrenal dan saraf lokal berakhir pada lemak coklat yang menyebabkan trigliserid dapat dimetabolisme menjadi gliserol dan fatty acid (asam lemak). gerakan tubuh. panas tubuh bayi memancar ke lingkungan sekitar bayi yang lebih dingin. ALIRAN DARAH KE KULIT Kecepatan aliran darah yang tinggi menyebabkan konduksi panas yang disalurkan dari inti tubuh ke kulit sangat efisien. hilangnya panas pada bayi baru lahir melalui empat cara yaitu : a. dan kondisi tersebut akan diteruskan kesusunan saraf pusat yang akan menstimuli sistem saraf simpatis untuk menggunakan cadangan lemak coklat. yang merupakan sumber panas yang utama untuk mengatasi stres dingin. menggigil merupakan mekanisme penting untuk memproduksi panas. E. Oksidasi asam lemak ini meningkatkan produksi panas. Dengan meletakan bayi telungkup didada ibu akan terjadi kontak kulit langsung ibu dan bayi sehingga bayi akan memperoleh kehangatan karena ibu merupakan sumber panas yang baik bagi bayi.a. Adenosin Tri Phospat (ATP) dan kemampuan bayi untuk mengubah menjadi panas. Contoh : . Hal tersebut dapat diartikan.Aktifitas otot Menggigil adalah bentuk dari aktifitas otot yang disebabkan karena suhu yang dingin.Hilangnya panas pada bayi Hilangnya panas pada bayi merupakan keadaan yang merugikan. asidosis. karena itu suhu tubuh normal pada bayi harus dipelihara. Menurut buku Maternal and Neonatal Nursing. Efek aliran darah kulit pada konduksi panas dari inti tubuh permukaan kulit menggambarkan peningktan konduksi panas hampir delapan kali lipat.Basal Metabolisme Rate Basal metabolisme rate adalah jumlah energi yang digunakan tubuh selama istirahat mutlak dan keadaan sadar. 1994. Pada bayi baru lahir. dan obyek yang tidak berhubunganlangsungdenganbayi.Radiasi Radiasi yaitu : transfer panas dari bayi kepermukaan yang lebih dingin. Oksidasi asam lemak pada bayi tergantung dari tersedianya oksigen.Thermogenesis Kimiawi Disebabkan karena pelepasan norephineprin dan ephineprin oleh rangsang saraf simpatis. glukosa. Oleh karena itu ³Kulit merupakan sistem pengatur radiator panas yang efektif ³. c. Jika suplai lemak coklat habis maka respon metabolisme terhadap keadaan dingin akan berkurang. b. dan hipoglikemi. dan aliran darah ke kulit adalah mekanisme penyebaran panas yang paling efektif dari inti tubuh ke kulit. 7. Kemampuan bayi untuk menghasilkan oanas dapat berubah pada keadaan patologis seperti hipoksia. Produksi panas terjadi melalui peningkatan metabolisme rate dan aktifitas otot. Jika bayi tidak menggigil berarti metabolisme rate pada bayi sudah cukup. Gerakan menggigil terjadi ketika reseptor kulit menurun pada suhu lingkungan yang dingin.

1. Gejala Hipotermi Bayi Baru Lahir § Bayi tidak mau minum atau menetek § Bayi tampak lesu atau mengantuk saja § Tubuh bayi teraba dingin § Dalam keadaan berat.Bayi diletakan didekat pintu atau jendela yang terbuka 2.Bayi lahir tidak langsung dikeringkan dari cairan ketuban. letargis § Tangisan lemah § Kulit berwarna tidak rata . distimulir sistem saraf simpatis. stetoskop yang dingin d. Contoh : 1.Tempat tidur. PENILAIAN HIPOTERMI BAYI BARU LAHIR a.Udara dingin pada dinding luar dan jendela 2. RESPON BAYI TERHADAP HIPOTERMI Pada saat suhu kulit mulai turun.Aliran udara dari pipa AC. denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras(Skleremia) b. Penyekat tempat tidur bayi yang dingin b. Contoh : 1. thermoreseptor menyebarkan impuls kesusunan saraf pusat. Kondisi tersebut disebabkan karena adanya cairan ketuban yang membasahi kulit bayi menguap. c. Contoh : 1.Konveksi Konveksi yaitu : Hilangnya panas pada bayi yang terjadi karena aliran udara yang dingin menyentuk kulit bayi Hal tersebut terjadi karena aliran udara sekeliling bayi yang dingin. 8. Tanda-Tanda Hipotermi Sedang (Stress Dingin) § Aktifitas berkurang. selimut. 9. norephineprin dilepaskan oleh kelenjar adrenal dan saraf setempat yang berakhir dengan lemak coklat dimetabolisme untuk memproduksi panas.Evaporasi Evaporasi yaitu : hilangnya panas ketika air dari kulit bayi menguap.Konduksi Konduksi yaitu : transfer panas yang terjadi ketika bayi kontak langsung dengan permukaan obyekyangdingin. Pernyataan tersebut dapat dijelaskan bahwa pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi langsung kontak dengan permukaan yang lebih dingin.Tangan perawat yang dingin 2.Selimut atau popok basah bersentuhan dengan kulit bayi. 2.

TINDAKAN PENCEGAHAN HIPOTERMIA Upaya mencegah hipotermi pada bayi baru lahir sangat penting dan merupakan prioritas agar bayi terhindar dari kondisi yang tidak dikehendaki. Bayi baru lahir mudah sekali terkena hipotermi.§ Kemampuan menghiisap lemah § Kaki teraba dingin c. Tanda-Tanda Hipotermi Berat (Cedera Dingin) § Sama dengan hipotermi sedang § Bibir dan kuku kebiruan § Pernafasan lambat § Pernafasan tidak teratur § Bunyi jantung lambat § Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemi dan asidosis metabolic d. Permukaan tubuh bayi relatif lebih luas c. terjadi hipotermi karena bayi baru lahir dibiarkan basah dan telanjang selama menunggu plasenta lahir. Ibu melahirkan bayi ditempat yang hangat Ruangan tempat ibu melahirkan harus hangat dan tertutup dengan sirkulasi udara yang cukup baik serta penyinaran cukup terang. b. Hipotermi dapat terjadi setiap saat apabila suhu sekeliling bayi rendah dan upaya mempertahankan suhu tubuh tetap hangat tidak diterapkn dengan tepat. Tanda-Tanda Stadium Lanjut Hipotermi § Muka. akibatnya dapat timbul serangan dingin(cold stress) Bayi baru lahir yang kedinginan biasanya tidak memperlihatkan gejala menggigil oleh karena pusat pengatur suhunya belum sempurna. Contoh. Hal ini menyebabkan gejala awal hipotermi yang sering tidak terdeteksi oleh ibu atau perawat. kaki dan tangan (Sklerema) 10. ujung kaki dan tangan berwarna merah terang § Bagian tubuh lainnya pucat § Kulit memgeras dan timbul kemerahan pada punggung. Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas d. Hal ini disebabkan oleh karena : a. terutama pada masa stabilisasi yaitu 6-12 jam pertama setelah lahir. bersih dan hangat § Segera keringkan bayi dengan haduk. Pusat pengaturan suhu tubuh pada bayi belum berfungsi dengan sempurna b. Segera mengeringkan tubuh bayi Bayi lahir dengan tubuh basah oleh ketuban akan mempercepat terjadinya penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan panas tubuh. lakukan dengan tepat mulai dari kepala kemudian . Untuk mencegah timbulnya serangan dingin tindakan yang dilakukan yaitu : § Setelah lahir bayi diletakan pada tempat yang diberi alas haduk kering. Bayi belum mampu mengatur posisi tubuh dan pakaiannya agar tidak kedinginan Untuk mencegah terjadinya hipotermia pada bayi baru lahir perlu dilakukan upaya pencegahan yaitu : a.

bedak. d. Usahakan jangan sampai busa sampo mengenai mata bayi meski pada kemasannya tertulis tidak . Biarkan pembungkus tali pusat itu terlepas dengan sendirinya setelah terkena air. Memandikan bayi ditunda selama 24 jam setelah kelahiran. sabun. Lakukan perlahan karena ubun-ubunnya masih lunak. bagian tali popok diletakkan di atas. serta perlengkapan pembersih tali pusat di dekat bentangan handuk. Basuh kepalanya dengan waslap. Siapkan bak mandi yang telah diisi air hangat untuk membilas kira-kira 1/3 bagian dan dua baskom berisi air (boleh hangat atau biasa) untuk membasahi kepala dan badan. LANGKAH KEDUA a. Jangan dipaksa apabila pembungkus tali pusat sulit dibuka. dan krem antiruam di dekat bentangan baju. Letakkan bayi di atas perlak. 11. bayi tampak aktif dan sehat. Ibu merupakan sumber panas yang baik bagi bayi baru lahir. kira-kira menutupi 1/3 bagian bawah baju. bersih dan hangat. Sediakan kosmetik bayi seperti minyak telon. Bila handuk basah harus diganti yang kering. lalu usapkan sampo secukupnya. Kontak langsung kulit ibu dan bayi agar mendapatkan kehangatan. 6. juga waslap kepala dan waslap tubuh. Lengkapi bak mandi dengan alas antislip. Siapkan handuk lebar membentang yang kering dan bersih. losion. 4.seluruh tubuh. Menunda memandikan bayi. Jika akan dikeramasi. MEMANDIKAN BAYI Langkah Pertama 1. Segera letakan bayi pada dada ibu. c. juga kasa pembungkus tali pusat (jika belum puput). Sangga punggung dan lehernya dengan tangan kiri sementara ibu jari dan telunjuk menutup telinga kanan dan kiri bayi agar tak kemasukan air. Buka seluruh pakaiannya. Itu terjadi karena adanya perlengketan antara kain kasa dengan tali pusat. sampo. 3. Buka kancingnya dan bentangkan di atas kasur atau perlak salin. 2. Siapkan baju dengan kancing di bagian depan. Gelar selembar popok di atas pakaian. 5. bungkus tubuh bayi dengan handuk kering atau kain bedongan agar tak kedinginan. Siapkan sarung tangan dan kaki kalau perlu dan letakkan pada salah satu sisinya. § Bungkus bayi dengan kain kering dan hangat bayi diberi topi atau tutup kepala dan diberi kaos tangan dan kaos kaki. Jangan lupa. Memandikan bayi dilakukan setelah suhu tubuh bayi stabil.

Fungsi ini dapat digantikan oleh losion bayi. baru setelah itu dioleskan ke lipatan kulit seperti leher.pedih di mata. Lalu. f. c. buka bedongan lalu sabuni bagian depan tubuhnya. sabuni tangan kanan dan kiri dari ketiak hingga ujung jari secara bergantian dan diteruskan dengan kedua kakinya mulai dari bagian selangkangan hingga ujung jari. Pakaikan popoknya terlebih dahulu. sabuni bagian belakang tubuhnya. Masukkan tangan bayi ke lubang lengan baju secara bergantian dan kancingkan bajunya. I. e. sarung tangan dan sarung kaki dilepas. Terakhir. Membedong bayi . Perhatikan lipatan paha dan tangan. ketiak. celupkan ke dalam air. pakaikan sarung tangan dan sarung/kaus kaki. b. Teknik meningkatkan suhu bayi. pindahkan si kecil ke atas susunan pakaian yang telah disiapkan. Letakkan bayi di atas handuk kering dan bersih. Bayi ditempatkan pada inkubator dengan yang dilengkapi dengan alat pengatur suhu. Untuk mencegah ruam popok. Tak perlu khawatir bila tali pusatnya yang belum puput terkena air atau sabun. c. d. Kemudian. kemudian bajunya. bedong. Jangan terlalu lama agar bayi tidak kedinginan. Olesi bagian perut dan punggung bayi dengan minyak telon agar hangat. bungkus dengan kain kasa yang telah dicelup dengan alkohol 70 persen atau betadin cair. keringkan tubuh dan kepalanya. Kemudian. bedong bayi selama kurang lebih 1 jam. Hindari mengoleskan bedak di bagian organ kelamin dan anus bayi karena kerak bedak dapat menjadi tempat perkembangbiakan mikroba. masukkan bayi ke dalam bak mandi yang telah diisi air hangat kira-kira 1/3 bagian. Bersihkan tali pusat yang belum puput. Miringkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan sambil memegangi kepala dan bahunya secara lembut tapi mantap. Bila bayi tampak kedinginan. Masih di atas perlak. g. Kalau perlu pakaikan bedak dengan cara menaburkannya di permukaan puff ataupun telapak tangan kita. lalu basuhlah tubuh bayi sampai busa sabun bersih. dan paha agar gesekan di daerah itu tak mengiritasi kulitnya. BAB III . Lalu. agar bagian itu betul-betul kering. Setelah itu. Letakkan bayi dengan posisi kepala tepat di bagian leher baju. Lakukan hingga bersih. Bilas kepala bayi dengan waslap yang telah dicelupkan ke dalam air. olesi lipatan paha dan pantatnya dengan krim antiruam. Sangga punggung dan lehernya dengan lengan kiri sementara telapak tangan menyangga ketiak bayi. Basuh kepala dan tubuhnya dengan air hingga kulitnya tak lagi terasa licin oleh sampo dan sabun. b. a. Couves yang diberi lampu penghangat. Ambil waslap.

sehingga terjadi peningkatan penggunaan kalori yang mengakibatkan hipoglikemi yang timbul dari efek hipotermi. begitu juga hipoksia dan hiperbilirubinemia.Hilangnya panas pada bayi Hilangnya panas pada bayi merupakan keadaan yang merugikan. sehingga penting untuk mempertahankan suhu tubuh agar tidak terjadi hipotermi.PENUTUP 1.Radiasi Radiasi yaitu : transfer panas dari bayi kepermukaan yang lebih dingin.5-37 0C E. Bayi yang kedinginan akan terlihat kurang aktif dan akan mempertahankan panas tubuhnya dengan posisi fleksi dan meningkatkan pernafasannya secara menangis. dan obyek yang tidak berhubunganlangsungdenganbayi. Suhu yang tidak stabil juga mengidentifikasikan terjadinya infeksi. Hal ini dapat dihindari bila bayi dilahirkan dalam lingkungan dengan suhu sekitar 2528 0C. akan memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh yang belum efisien dan masih lemah. evaporasi. lingkar dada 30 ± 38 cm. Suhu tubuh bayi yang normal sekitar 36. Hal tersebut dapat diartikan. Jika suhu bayi menurun. hilangnya panas pada bayi baru lahir melalui empat cara yaitu : a. radiasi dan konduksi. Kesimpulan BAYI BARU LAHIR Secara umum dikatakan normal apabila memiliki ciri sebagai berikut : ± Lahir pada masa gestasi 37 ± 42 minggu ± Ukuran antropometri : berat badan berkisar antara 2500 gram ± 4000 gram. Menurut buku Maternal and Neonatal Nursing. karena itu suhu tubuh normal pada bayi harus dipelihara. sehingga tindakan yang dilakukan harus menghindari terjadinya kehilangan panas pada bayi baru lahir. Pada bayi-baru lahir.Simpanan lemak yang tersedia dapat digunakan sebagai produksi panas. panjang badan 48 ± 52 cm. Intake makanan yang adekuat merupakan suatu hal yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh. panas tubuh bayi memancar ke lingkungan sekitar bayi yang lebih . lingkar kepala 32 ± 37 cm ± Tanda vital dalam batas normal ± Tidak ada kelainan / kecacatan Termoregulasi adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas agar dapat mempertahankan suhu tubuh di dalam batas batas normal. dikeringkan dan dibungkus dengan hangat. Proses kehilangan panas pada bayi dapat melalui proses konveksi. 1994. lebih banyak energi yang digunakan untuk memproduksi panas daripada untuk pertumbuhan dan terjadi peningkatan penggunaan O2.

wordpress.com dikumpulkan oleh RW.Bayi lahir tidak langsung dikeringkan dari cairan ketuban. Contoh : 1.Bayi diletakan didekat pintu atau jendela yang terbuka 2. selimut. Pernyataan tersebut dapat dijelaskan bahwa pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi langsung kontak dengan permukaan yang lebih dingin.Konveksi Konveksi yaitu : Hilangnya panas pada bayi yang terjadi karena aliran udara yang dingin menyentuk kulit bayi Hal tersebut terjadi karena aliran udara sekeliling bayi yang dingin. Contoh : 1.Evaporasi Evaporasi yaitu : hilangnya panas ketika air dari kulit bayi menguap. 2. Contoh : 1.dingin.Konduksi Konduksi yaitu : transfer panas yang terjadi ketika bayi kontak langsung dengan permukaan obyekyangdingin. stetoskop yang dingin d. Penyekat tempat tidur bayi yang dingin b. c. Kondisi tersebut disebabkan karena adanya cairan ketuban yang membasahi kulit bayi menguap. Contoh : 1.Tempat tidur.Tangan perawat yang dingin 2. Sumber : koleksi Mediague.Selimut atau popok basah bersentuhan dengan kulit bayi.Aliran udara dari pipa AC.Udara dingin pada dinding luar dan jendela 2.Hapsari .