P. 1
bio enzim

bio enzim

|Views: 413|Likes:
Published by Henry Astina

More info:

Published by: Henry Astina on Aug 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Mahe Esa, sehingga atas berkah-Nya laporan ini dapat penulis selesaikan. Enzim merupakan protein yang memiliki peranan menjadi katalis dalam proses metabolisme makhluk hidup.Enzim dapat mempercepat reaksi kimia ditempat metabolisme berlangsung, tetapi enzim tersebut tidak ikut larut dalam reaksi yang terjadi Enzim Katalase adalah enzim yang dapat memecah ikatan karbon dan ikatan karbon ± nitrogen atau disebut juga enzim desmolase. Pada ta naman, enzim katalse terdapat pada organel peroksisom. Sehingga isolasi enzim katalse banyak megambil bagian batang atau daun. Pada manusia dan hewan, enzim katalase terdapat di hatidan di jantung . Enzim katalase dapat melakukan oksidasi terhadap zat ± zat yang dianggap sebagai toksik dalam sel contoh nya hidrogen peroksida (H 2O2) Laporan ini dapat diselesaikan atas dukungan beberapa pihak.Untuk itu penuis berterima kasih kepada :

1. Ibu Fitarini selaku guru pembimbing 2. Orang tua yang selalu mendukung baik dalam dukungan moral dan meterial 3. Teman ± teman yang mendukung dan memotivasi

Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini belum sempurna, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan.

Purworejo, Agustus 2011

Henry nugroho
1

.....................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR........................ 11 E.............................................. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA o Landasan teori 1..................................................................................................................................................................................................... 1 DAFTAR ISI.... ............. 11 G........................................................................................................ 6 o Teknik analisa data ...................................... 4 o Rumusan masalah........................................... 5 o Manfaat percobaan.. 9 3...................... Enzim katalase. Tabel Hasil Pengamatan ................. 11 B................................. 11 C...................................... 2 BAB I PENDAHULUAN o Latar belakang................ Alat dan Bahan««««««««««««««««««««««................ .............................................. 5 o Hipotesis......................... Enzim............. Waktu««««««««««««««««««««««««....... Lokasi«««««««««««««««««««««««««.......................................... Cara kerja Enzim................. Langkah kerja...................... Objek«««««««««««««««««««««««««.......................................................................... Variabel«««««««««««««««««««««..... 9 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A......................... .... 11 F.................. Sampel«««««««««««««««««««««................................................................ 14 2 ............. 5 o Makna percobaan.......................................................................................................... ......... 11 D....................................... 5 o Tujuan percobaan............. 5 o Cara memperoleh data.................................................... 12 H......................... 8 2.............................................................................

.................................. .................................... 15 o Nyala bara api................................................. 16 o Pengaruh NaCl.......... 19 3 ......NaOH dan suhu terhadap enzim ....................................................................................... 16 BAB V KESIMPULAN.... ..........BAB IV PEMBAHASAN o Gelembung yang di hasilkan.......................................... HCl. .......... 18 DAFTAR PUSTAKA.......................................... ......................................

BAB I PENDAHULUAN A. Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu. memasukkan atau mengeluarkn zat . menyimpan energi. Reaksi metabolisme tersebut dimaksudkan untuk memperoleh energi. dan menanggapi rangsang. maka suhu tubuh akan meningkat dan membahayakan bagi tubuh makhluk hidup dan salah satu fungsi enzim katalase adalah untuk penetral zat yang dianggap racun oleh tubuh yang membahayakan. Senyawa ± senyawa yang mempercepat suatu reaksi dikenal dengan sebutan katalisator. Latar Belakang Metabolisme merupakan suatau reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup.Jika tidak terdapat katalisator dalam metabolisme. menyusun bahan makanan.zat. Tentunya dalam suatu reaksi kimia terdapat zat ± zat atau senyawa ± senyawa baik yang sifatnya menghambat (inhibitor). Enzim katalase yang tersusun atas protein dan molekul lainnya bekerja dengan menurunkan energi aktivasi. 4 . merombak bahan makanan. merombak struktur ± struktur sel yang tidak dapat digunakan lagi. menyusun struktur sel. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. atau mempercepat reaksi (aktivator). Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. tanpa mengalami peruba han atau terpakai oleh reaksi itu. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki katalisator yang disebut dengan enzim. sehingga tidak diperlukan suhu dan energi tinggi untuk melakukan suatu reaksi kimia didalam tubuh. melakukan gerakan. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi.

E. Keinginan penulis untuk mengetahui faktor ± faktor luar yang dapat memengaruhi kerja enzim katalase . Tujuan Percobaan Tujuan penulis melakukan percobaan yaitu : 1. percobaan tersebut menambah pengalaman penulis dan menambah kedisiplinan dalam mengerjakan percobaan. Mengetahui berbagai faktor luar yang dapat memengaruhi kerja enzim katalase. Manfaat Percobaan Percobaan ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan informasi tentang kerja enzim dan lebih mensyukuri hidup bahw a telah diberi enzim yang dapat menawarkan racun.NaCl. Kerja enzim akan sangat berpengaruh pada suhu dan derajt keasaman lingkungannya. 5 . merupakan suatu motivasi penulis untuk melakukan percobaan sederhana terkait dengan faktor ± fakotr luar dengan mengunakan enzim katalase yang ada pada ekstrak hati. Bagaimana cara kerja enzim katalase ? 2. F. Rumusan Masalah Berdasarka latar belakang. 2. B.ada beberapa rumusan masalah yang di ungkap : 1. D. Bagaimana pengaruh NaOH. dan kentang . jantung.Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar enzim. sehingga memiliki sifat yang sama dengan protein. Faktor d alam misalnya substansi ± substansi genetik yang dibawa oleh masing ± masing enzim.H2O2.dan suhu terhadap kerja enzim katalase ? C. dan suatu tugas biologi . Makna Percobaan Dengan melakukan percobaan tersebut. Hipotesis Cara kerja enzim katalase sangat cepat dalam melakukan oksidasi atau penetralan terhadap zat toksik seperti hydrogen peroksida. Mengetahui cara kerja enzim katalase se bagai enzim yang dapat mentralisir zat toksik.HCl. Enzim katalase terbentuk atas senyawa protein.

6 . Cara Memperoleh Data Pada percobaan tersebut. Teknik Analisa Data Teknik analisa data pada percobaan ini dengan teknik membandingkan antara percobaan satu dengan lainnya sehingga didapatkan hasil yang cukup akurat.G. Browing Internet H. penulis memperoleh data dari : 1.

Enzim mempunyai sifat-sifat: 1. antara lain respirasi. Enzim tidak tahan panas. pencernaan. pertumbuhan. tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi . artinya sebagai zat yang mampu mempercepat reaksi kimia. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. fiksasi nitrogen. Enzim adalah suatu protein. Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.Denagn demikian enzim tidak diperlukan dalam jumlah yang banyak. Berbagai reaksi kimia yang dikendalikan oleh enzim. ini terbukti karena enzim di dalam larutan membentuk suatu koloid. Landasan Teori 1. Enzim Enzim adalah protein yang berperan sebagai katalis dalam metabolisme makhluk hidup. artinya bahwa enzim tidak dapat bekerja pada semua zat.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. perkembangan. dan pembentukan urine. Oleh sebab itu enzim disebut sebagai salah satu katalisator alami. Kebanyakan en zim akan aktif pada kisaran suhu tertentu. tetapi enzim tidak ikut bereaksi. Aktivitas enzim sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan dalam sel. Kerja Enzim Dipengaruhi Faktor Lingkungan : 7 . tetapi aktivitasnya tidak selalu di dalam sel. kontraksi otot. Enzim berfungsi sebagai katalisator. 3. memerlukan jasa enzim. Gugus prost etik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik). 2. 4. Enzim di sintesis di dalama sel. tetapi hanya mampu menghidrolisis H 2O2 + O2. fotosintesis. Kerja enzim bersifat khusus/khas. Seluruh reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel.

Jika enzim rusak oleh panas disebut denaturasi. salah satunya adalah enzim. dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa senyawa itu menjdi senyawa semula. selama enzim itu sendiri tidak rusak. tidak dapat mempengaruhi reksi lainnya. Zat yang terpengaruh oleh enzim disebut substrat. enzim tidak dapat berfungsi lagi walaupun pada suhu normal 1. 8 .1. Kebanyakan enzim rusak pada suhu 50 telah rusak. Enzim hanya dihasilkan oleh sel sel mahluk hidup sehingga disebut sebagai biokatalisator. Substrat adalah zat yang bereaksi. Enzim bekerja secara khusus. Oleh karena macam zat yang bereaksi d dalam sel sangat banyak. 1. artinya enzim tertentu hanya dapat mempengar uhi reaksi tertentu. enzim bekerja secara dapat balik. Oleh karena itu. maka macam enzim pun banyak. Bekerja secara khusus. 2. yang dapat rusak pada suhu tinggi dan terpengaruh oleh pH. Enzim rusak oleh panas karena enzim adalah suatu protein. 3. namu n molekul enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi : 1. Protein Enzim adalah suatu protein. Dengan demikian. Artinya. Bekerja dapat balik Umumnya. 2. enzim pun hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. Jika molekul enzim rusak. Biokatalisator Di dalam sel juga terdapat katalisator. Dapat digunakan berulang kali. sifat sifat enzim sama dengan protein. enzim tersebut harus dig anti. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali kali. Rusak oleh panas. enzim dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Tidak ikut bereaksi Enzim hanya diperlukan sebagai pemercepat reaksi. suatu en zim dapat bekerja umenguraikan suatu senyawa menjadi senyawa senyawa lain.

Kemidian terjadi pengikatan substrat oleh enzim. Senyawa transisi ini tidak stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi.2. 3. Produk kemudian dilepaskan dan enzim kembali pada keadaan semula. yaitu enzim yang dapat memecahkan ikatan C-C atau C-N pada substrat yang diikatnya 9 . Enzim katalase merupakan salah satu enzim yang terdapat pa da tumbuhan. Teori induced fit Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung kare na adanya induksi molekul substrat terhadap molekul enzim. namun sel-sel tumbuhan juga memiliki enzim sebagai salah satu komponen metabolismenya. Ketika substrat akan terinduksi dan kemudian mengubah bentuknya sedikit sehingga mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok menjadi cocok (fit). Teori gembok-anak kunci sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Enzim diproduksi oleh peroksisom dan aktif dalam melakukan reaksi oksidatif bahan-bahan yang dianggap toksik oleh tanaman. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. siap untuk mengikat substrat baru. Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas. yaitu teori lock and key (gombok-anak kunci) dan induced fit (kecocokan terinduksi). Entuk substrat sesuai dengan sisi aktif. Menurut teori ini. yang selanjutnya substrat diubah menjadi produk. Enzim katalase termasuk ke dalam golongan desmolase. seperti gembok cocok dengan anak kuncinya. Cara kerja Enzim Ada dua teori mengenai cara kerja enzim. sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat. Enzim Katalase Enzim katalse Enzim tak hanya ditemukan dalam sel-sel manusia dan hewan. seperti hidrogen peroksida (H2O2). Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama. Substrat yang mempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan dan membentuk kompleks transisi enzim substrat.

Enzi mini mampu mengoksidasi 1 molekul hydrogen peroksida menjadi oksigen. Katalase berperan sebagai enzim peroksidasi khusus dalam reaksi dekomposisi hydrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Reaksi dapat berjalan bila terdapat senyawa pemberi ion hydrogen (AH2) seperti methanol. Enzim katalase diproduksi sel untuk mengkatalis H2O2. Sel-sel yang mengandung katalase dalam jumlah sedikit sangat rentan terhadap peroksida. Katalase memiliki empat rantai polypeptide.25 gram/mol. Aktifitas enzim ditemukan dalam mitokondria. Berat molekulnya: 118.Stuktur Katalase Katalase adalah enzim yang mengandung empat gugus heme. 161 residu) 16% beta sheet (19 strands. etanol dan format. pada tulang.054. membran mukosa. sitoplasma dan peroksosom. Struktur sekunder : 31% helical (22 helik. Fungsi Katalase Hidrogen peroksida (H2O2) merupakan hasil dari respirasi dan dibuat dalam seluruh sel hidup. H2O2 berbahaya dan harus dibuang secepatnya. ginjal dan hati. masing -masing terdiri dari 500 lebih asam amino. 82 residu). Oleh karena itu katalase berperan penting dalam mekanisme pertahanan sel darah merah terhadap serangan oksidaror hydrogen peroksida. Kemudian secara simul tan juga dapat mereduksi molekul hydrogen peroksida kedua menjadi air. 10 . Peran katalase dalam mengkatalis H2O2 relatif lebih kecil dibandiingkan den gan kecepatan pembentukannya. Catalase juga memiliki empat grup heme yang dibentuk dari cincin protoporphyrin yang mengandung atom besi tunggal.

HCl) 2. Korek api 6. Tabung reaksi 3. Air 11 . Penjepit 5. Ektrak hati dan jantung ayam 3. kentang : Ekstrak hati. Waktu E. 8 Agustus 2011 :  Variabel control : Volume ekstrak. Lidi 7. Ekstrak kentang 4. jantung. jumlah tetes reagent  Variabel bebas : Faktor ± faktor yang mempengaruhi dan perlakuan  Variabel respon : Banyak gelembung dan nyala bara api lidi F. Objek B. H2O2. Lokasi D. Sampel C. Rak tabung reaksi 2. Alat dan Bahan Alat : 1. kentang : Laboraturium Biologi SMA N 7 Purworejo : Senin. Sarung tangan 8. Pipet tetes Bahan : 1. NaCl. Reagent ( NaOH. jantung.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Bunsen 4. Variabel : Hati.

5 cm o Meneteskan 5 tetes NaCl 5 % ke dalam tabung reaksi dan mengocok / mencampurkan pada tabung reaksi tersebut ( tidak sampai berbusa ) o Meneteskan 5 tetes H 2O2 ke dalam tabung reaksi tersebut dan segera tutup dengan ibu jari tangan kiri ( tutup dengan rapat ) o Mengulangi langkah ke 4 ± 6 dari percobaan pada tabung A 3. Tabung C ( Ekstrak hati + HCl 5 % + H 2O2 ) o Memasukkan ekstrak hati ke dalam tabung reaksi setinggi 0. Tabung B ( Ekstrak hati +NaCl 5 % + H2O2 ) o Memasukkan ekstrak hati ke dalamtabung reaksi kurang kebih 0.5 cm 12 . Mempersiapkan alat dan bahan yang tersedia 2. Langkah Kerja : 1. 2.5 cm o Meneteskan 5 tetes H 2O2 ke dalam tabung reaksi yang berisi ekstrak hati o Segera menutup tabun g reaksi dengan ibu jari tangan kiri ( pastikan tutup rapat ) o Sembari menunggu proses yang terjadi dalam tabung reaksi. kita mempersiapkan bara api yang berasal dari lilin o Membuka perlahan lahan tabung reaksi dan memasukkan bara api lidi tersebut ke dalma tabung reaksi ( pastikan jangan sampai mengenai dinding tabung ) o Mengamati dan mencatat pembentukan gelembung pada tabung reaksi dan keadaan bara api.G. Tabung A (Ekstrak hati + H2O2) : o Memasukkan ekstrak hati ke dalam tabung reaksi kurang lebih 0.

4. Mengulangi perlakuan tabung A ± E pada ekstrak jantung dan kentang 13 . 6.5 cm o Meneteskan 5 tetes NaOH 5 % ke dalam tabung reaksi dan mencampurkan pada tabung reaksi tersebut o Mengulangi langkah 3 ± 4 dari percobaan pada tabung B 5.o Meneteskan 5 tetes HCl 5 % ke dalam tabung reaksi dan mencampurkan pada tabung reaksi tersebut o Mengulangi langkah ke 3 ± 4 dari percobaan pada tabung B . 5 cm o Memanaskan tabung reaksi hingga mendidih pada bunsen o Menunggu tabung reaksi dingin o Setelah dingin. Mengulangi langkah ke 3 ± 4 dari percobaan pada tabung B. Tabung D ( Ekstrak hati + NaOH 5 % + H 2O2 ) o Memasukkan ekstrak hati ke dalam tabung reaksi setinggi 0. Tabung E ( Ekstrak hati ) di bakar o Memasukkan ekstrak hati ke dalam tabung reaksi setinggi 0.

GEL.H. Tabel Hasil Pengamatan NO JENIS EKSTRAK 1 Ekstrak Hati PERLAKUAN HASIL JML. UDARA NYALA BARA LIDI H2O2 ++++ ++++ NaCl + H2O2 +++++ +++++ HCl + H2O2 +++ ++ NaOH + H2O2 +++ +++ Dipanaskan + H2 O2 +++ ++++ ++ ++ + + + + +++ ++++ + ++ + ++ + + - 2 Ekstrak Jantung H2O2 NaCl + H2O2 HCl + H2O2 NaOH + H2O2 Dipanaskan + H2 O2 3 Ekstrak Kentang H2O2 NaCl + H2O2 HCl + H2O2 NaOH + H2O2 Dipanaskan + H2 O2 14 .

sel ginjal sel otot.BAB IV Pembahasan Enzim katalase adalah enzim perombak hidrogen peroksida yang bersifat racun dan merupakan sisa/hasil sampingan dari metabolism. Apabila H 2O2 tidak diuraikan oleh enzim ini. Pengaruh temperatur terlihat sangat jelas. Oleh sebab itu. 15 . Contohnya.bahan yang menghasilkan sedikit gelembung. dan pada tumbuhan enzim katalase ada pada semua jenis sel. dengan konsentrasi dan jumlah tetesan H 2O2 yang sama. Selain bekerja secara spesifik pada substrat tertentu. seperti sel hati. ekstrak hati memiliki jumlah gelembung yang lebih banyak dari pada jumlah gelembung udara pada ekstrak jantung dan ekstrak kentang Hasil reaksi yang sedikit diakibatkan oleh konsentrasi enzim yang sedikit pula. terdapat jumlah enzim katalase yang berbeda ± beda. acuan ini dapat dipergunakan untuk menganalisa konsentrasi enzim pada bahan . enzim ini bekerja dengan merombak H 2O2 menjadi substansi yang tidak berbahaya. Hal ini di tunjukkan dengan jumlah gelembung yang berbeda beda. o Jumlah Gelembung yang di hasilkan Pada percobaan yang di lakukan. Hal ini merupakan bukti bahwa bahan yang mengandung enzim katalase lebih banyak adalah ekstrak hati.yaitu berupa air dan oksigen. antara ekstrak hati ekstrak jantung dan ekstrak kentang. maka akan menyebabkan kematian pada sel sel. Dan kandungan enzim katalase rendah terkandung dalam ekstrak kentang. Analisa ini sesuai dengan teori yang menyebutkan enzim katalase biasanya terdapat dalam sel ± sel hewan tertentu. enzim juga bersifat termolabil (rentan terhadap perubahan suhu) serta merupakan suatu senyawa golongan protein. karena dapat merusak enzim dan membuatnya terdenaturasi seperti protein kebanyakan .

jantung bertambah banyak dan menyala lebih terang. bara api lidi yang nyalanya paling terang adalah ketika dimasukkan ke dalam ekstrak hati. Pada ekstrak jantung . Enzim ini rusak saat dipanaskan pada suhu 1000C. Sifat oksigen sebagai oksidator dalam pembakaran menyebabkan oksigen mudah beraksi dengan bahan ± bahan yang mudah terbakar. Dengan penambahan sedikit asam. jumlah gelembung dan nyala bara api lidi pada ekstrak hati. Pada ekstrak kentang nyala bara api lidi juga bertambah terang dari yang sebelumnya redup. jantung dan kentang banyaknya oksigen yang di hasilkan berbeda beda sehingga menyebabkan nyala bara api lidi yang nyalanya berbeda beda. banyak gelembung banyak dan nyala lebih terang da ri sebelumnya. tentunya memilki sifat yang sama dengan protein. Ketika dicampur dengan NaCl 5 %.Ketika ketiga eksrak bereaksi dengan H 2O2.dengan di campur HCl jumlah gelembung udara dan nyala bara api 16 . HCl. o Pengaruh NaCl. Pada percobaan antara ekstrak hati. Kemudian ekstrak jantung. pada enzim enzim tertentu kerjanya menjadi lebih opimal. enzim tidak bekerja terhadap larutan H 2O2 . mengetahui gelembung tersebut oksigen dengan mencocokkan teori dan hasil eksperimen. ketika memasukkan bara api lidi kedalam ketiga ekstrak tersebut. jumlah oksigen yang paling banyak dihasilkan terdapat pada ekstrak hati kemudian ekstrak jantung dan yang terkahir ekstrak kentang.karena rusak sehingga tidak ada respon terhadap larutan tersebut.o Nyala bara api Enzim katalase memecah senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen.NaOH dan suhu terhadap enzim Enzim katalase yang terbentuk atas gugus protein. Ketika ketiga enzim dicampur dengan HCl 5 %. kerja enzim ± enzim. ketika ketiga ektrak dipanaskan hingga 100 0C. Kerja enzim yang paling berkurang adalah pada ekstrak kentang dengan jumlah gelembung sedikit dan nyala bara api lidi sangat redup.Banyak gelembung pada ekstrak hati lebih banyak dan nyala bara api lidi terang sekali. Ekstrak ± ekstrak tersebut ketika dicampur dengan NaCl dan HCl 5 % kerja enzim tersebut menjadi berubah. Hal ini dibuktikan. Pada percobaan.

Kerja enzim yang paling berkurang juga terdapat pada ekstrak kentang.lidi sedikit lebih redup lebih sedikit daripada ketika ditambah NaCl. 17 .penambahan NaOH menyebabkan jumlah gelembung udara pada ektrak hati dan jantung menjadi lebih sedikit dan nyala bara api lidi pada ektrak hati menyala agak redup daripada ketika tidak diberi NaOH dan hal yang sama terjadi pada ekstrak jantung dengan jumlah gelembung udara lebih sedikit dan nyal a bara api lidi redup. begitu juga dengan ekstrak hati kerjanya berkurang. Begitu halnya dengan ektrak jantung dan hati. dengan di campur NaOH maka jumlah gelembung dan nyala bara api lidi lebih sedikit dan nyala sangant redup. juga memengaruhi kerja enzim. Dengan penambahan asam kuat HCl maka akan mengurangi kerja enzi tersebut. Penambahan 5 tetes NaOH 5 % pada ketiga enzim tersebut.

semakin banyak gelembung dan oksigen maka konsentrasi enzim lebih banyak. Selain faktor pH. Konsentrasi enzim dapat dilihat dari jumlah gelembung dan oksigen yag dihasilkan ketika beraksi dengan peroksida air.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil percobaan dan pembahasan di atas 1. Pada enzim ± enzim tertentu penambahan sedikit asam dapat menambah kerja enzim dan penambahan basa dapat mengurangi kerja enzim. Akan tetapi enzim bekerja optimal pada pH normal ( 7 ) 3. faktor yang memengaruhi kerja enzim yaitu enzim akan rusak atau tidak dapat bekerja pada suhu panas sekitar 50 0 C 4. Enzim katalase bekerja dengan menguraikan peroksida air menjadi air dan oksigen. 2. 18 .

html Bellissime Stelle 19 .htm. Enzim KATALASE (PROTEIN TERKAIT FE).htm. percobaan-enzim-katalase.DAFTAR PUSTAKA Enzim catalase _ Alvina Blog. ENGARUH pH TERHADAP AKTIVITAS ENZIM KATALASE ^^.htm.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->