BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di setiap negara. Menurut Undang -undang No.20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. Pendidikan Tenaga Kesehatan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia dalam rangka mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri. Upaya mewujudkan tujuan tersebut perlu didukung berbagai sumber daya, antara lain tersedianya tenaga kesehatan yang berkualitas sebagai salah satu komponen pelaksana pembangunan. Implikasi perubahan orientasi pelayanan kesehatan adalah perubahan pendekatan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan penyesuaian karakteristik maupun mutu tenaga kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan tersebut. Salah satu alat untuk meningkatkan mutu institusi Diknakes dilakukan melalui akreditasi atau penilaian terhadap penyelenggaraan pendiidkan yang merupakan kontrol dan audit eksternal mutu pendidikan. Pasal 60 Undang-Undang No.20 tahun 2003 akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akutanbilitas publik. Perkembangan dan perubahan peraturan penyelenggaraan pendidikan terus berkembang. Pasal 61 Undang-undang No.20 tahun 2003 mensyaratkan bahwa ijazah dapat diberikan kepada peserta didik oleh satuan penyelenggaraan pendidikan yang terakreditasi. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/PER/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan merupakan salah satu unit Departemen Kesehatan yang bertanggung jawab terhadap kendali mutu pendidikan tenaga kesehatan
Pedoman Akreditasi final 06/dir.pedoman dan bodang akred 07

1

Akreditasi dapat digunakan sebagai salah satu dasar upaya pembinaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan institusi Diknakes. pemda. serta pihak-pihak lain yang terkait. Pedoman Akreditasi final 06/dir. yang berkesinambungan. Akreditasi institusi pendidikan tenaga kesehatan dalam pedoman ini merupakan upaya pemerintah bersama terencana masyarakat dan yang dilakukan secara sistematis. Agar objektifitas akreditasi tercapai. Standar pendidikan terus berkembang sesuai dengan tuntutan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui PP 19 tahun 2005 pemerintah mengeluarkan Standar Nasional Pendidikan. penilaian akreditasi dilaksanakan dengan menggunakan satu alat ukur yang dapat digunakan untuk seluruh institusi Diknakes yang diselenggarakan oleh pemerintah. Tim akreditasi akan dikembangkan menjadi tim akreditasi dan tim pengumpul data/assessor yang bersertifikasi. Pada tahun 2006 telah dikembangkan Borang Akreditasi yang telah disesuaikan dan dapat dipergunakan untuk seluruh institusi pendidikan Tenaga Kesehatan Poltekkes dan Non Poltekkes. Pedoman ini memuat beberapa kebijakan dalam manajemen. TNI/Polri dan swasta. maka perbaikan mutu harus ditujukan bagi kualitas penyelenggaraan pendidikan. Ini merupakan bagian dari akuntabilitas publik agar eksistensi perguruan tinggi tersebut tetap terjamin. eksistensi perguruan tinggi tidak dapat lagi bersandar kepada pemerintah tetapi akan dipengaruhi oleh penilaian pengguna/user. terarah guna menetapkan strata menggambarkan mutu penyelenggaraan institusi pendidikan.Dimasa mendatang.meningkatkan mutu agar lulusannya sesuai dengan kompetensi yang diharapkan baik nasional maupun international. mahasiswa dan orangtua. Oleh karena kualitas pendidikan menjadi perhatian stakeholders.pedoman dan bodang akred 07 2 . petujuk pengisian Borang serta borang akreditasi. Institusi pendidikan tenaga kesehatan dimasa mendatang akan berusaha . dunia kerja. sehingga diperoleh kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan akreditasi.

pedoman dan bodang akred 07 3 . sehingga dapat digunakan sebagai salah satu dasar upaya pembinaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan institusi Diknakes Pedoman Akreditasi final 06/dir. Pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu. Khusus a. TUJUAN 1. 2. C. Diperolehnya nilai dan strata akreditasi institusi Diknakes b.3. Pengakuan oleh suatu jawatan tentang adanya wewenang seseorang untuk melaksanakan atau menjalankan tugasnya. tahun 2003. Internal akreditasi: adalah tindakan mawas diri atau self assessment yang dilakukan oleh institusi berdasarkan keadaan institusi yang sebenarnya dengan menggunakan Borang akreditasi yang telah ditentukan. Pengertian Akreditasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke. Eksternal akreditasi: adalah proses evaluasi terhadap institusi yang dilakukan oleh pihak luar institusi melalui akreditasi dengan menggunakan Borang akreditasi yang telah ditentukan.B. Sebagai alat untuk melaksanakan pembinaan institusi Diknakes. akreditasi adalah : 1. Akreditasi institusi Diknakes dalam petunjuk pelaksanaan ini adalah upaya pemerintah bersama masyarakat yang dilakukan secara sistematis. Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan akreditasi institusi pendidikan tenaga kesehatan sehingga diperolehnya informasi tentang keunggulan dan kelemahan dalam penyelenggaraan pendidikan. Umum. berkesinambungan. terencana dan terarah guna menetapkan strata yang menggambarkan mutu penyelenggaraan institusi pendidikan. 2.

Akreditasi pendidikan tenaga kesehatan merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tenaga kesehatan. Pelaksanaan akreditasi menggunakan 1 (satu) alat ukur 4. 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. 2. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa Pedoman Akreditasi final 06/dir. 6. 8.D. Akreditasi institusi Diknakes di koordinir dan dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan dengan dibantu Dinas Kesehatan Propinsi . Hasil akreditasi digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan di lingkungan Departemen Kesehatan F. Sasaran Sasaran akreditasi adalah seluruh institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan milik Depkes. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan. Landasan Hukum Landasan hukum akreditasi institusi Diknakes adalah : 1. 3. Kebijaksanaan 1. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah 4. Undang -undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. TNI/Polri dan Swasta. 7. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor. 2. Undang -undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Peraturan Pemrintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.222/U/1998 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.pedoman dan bodang akred 07 4 . Pemda. Pelaksanaan akreditasi dilakukan atas permintaan institusi 5. E.

1575 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan . 12. Sarjana dan Pascasarjana Perguruan Tinggi.9. Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor. 298/ tahun 2001 Organisasi dan Tatakerja Politeknik Kesehatan.pedoman dan bodang akred 07 5 . Pedoman Akreditasi final 06/dir. 10. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 184/U/2001 tentang Pedoman Pengawasan Pengendalian dan Pembinaan Program Diploma .Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1192/2003 tentang Izin Penyelenggaraan Pendidikan Diploma Di Bidang Kesehatan. Keputusan Menteri Kesehatan No. 13.

pedoman dan bodang akred 07 mengumpulkan yang menjamin otentik 6 . Layanan Pendataan. c) Kerapihan.BAB II BENTUK LAYANAN AKREDITASI Untuk mewujudkan tujuan akreditasi institusi pendidikan tenaga kesehatan. kepedulian. Pendataan Langsung dengan cara mengunjungi institusi yang diakreditasi. Pada tahap ini. Layanan pendataan terhadap institusi diknakes sebagai sumber informasi yang akurat. kecukupan kecepatan dan kehandalan administrasi ketatausahaan institusi berdasarkan baku kinerja tata laksana manajemen institusi yang ditetapkan. maka dilaksanakan layanan sebagai berikut : 1. kecukupan dan kesesuaian jumlah komponen pendidikan di institusi diknakes yang diakreditasi dengan baku mutu institusi diknakes. pemahaman dan sikap positif dengan kemampuan teknis yang Pedoman Akreditasi final 06/dir. 3) Tim pengumpul data akreditasi dipersyaratkan memiliki pengetahuan. keteraturan dan kesiapan perangkat proses dan intervensinya dalam kegiatan pelajaran teori dan praktek untuk pencapaian kompetensi peserta didik seperti dikehendaki oleh kurikulum. 2) Borang akreditasi dirancang dengan memperhatikan karakteristik data yang dibutuhkan. b) Ketepatan. ketaatan azas. dan keaneka ragaman aktivitas lintas sektor dan program serta masyarakat di sekitar yang mendukung keberadaan institusi diknakes tersebut. kecermatan. diperlukan beberapa aspek penting sebagai berikut : 1) Karakteristik data yang dicari di peroleh dengan pendapat/penjelasan/keterangan/bukti-bukti adanya : a) Ketersediaan. Kegiatan dalam layanan pendataan dapat dikategorikan sebagai berikut : a. sistematik dan mudah dimengerti. dan dikemas ke dalam bentuk borang atau daftar isian yang sederhana. d) Keikutsertaan.

kodifikasi dan klasifikasi data komponen pendidikan yang diakreditasi dengan meneliti kembali adanya keabsahan data. Data yang dikumpulkan melalui pendataan langsung maupun tidak langsung dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut : a. dan klasifikasi. mengarah pada stratifikasi dan pembinaan yang diperlukan. latar belakang pendidikan pelaksana akreditasi. Pedoman Akreditasi final 06/dir. Pembahasan hasil akreditasi untuk memperoleh kesepakatan stratifikasi dan pembinaan. analisis. − Telah mengikuti Pelatihan sebagai "Assessor" − Assessor adalah individu netral yang tidak mempunyai ikatan apapun dengan pihak institusi yang di Akreditasi b. 4) Kriteria pengumpul data : − Pendidikan minimal Sarjana − Berpengalaman di bidang pendidikan tenaga kesehatan dan atau profesi tenaga kesehatan. b. Pendataan tidak langsung memanfaatkan data sekunder dari sumber resmi yang berkaitan dengan institusi diknakes di daerah maupun di Kantor Depkes Pusat [Pusat Diknakes]. pembahasan variabel yang ditemukan dari pengolahan data. kodifikasi.mengutamakan obyektifitas penilaian.pedoman dan bodang akred 07 7 . 2. Penentuan/penetapan strata institusi yang telah diakreditasi. Pengolahan hasil laporan akreditasi. Seleksi. Penonjolan informasi penting. Kegiatan layanan terdiri dari : a. Layanan penyajian hasil dilaksanakan dengan menyusun dokumen penyajian hasil yang lengkap memuat narasi. Pengolahan data berdasarkan hasil seleksi. b. c. 3. Layanan Penyajian Hasil. Layanan Pengolahan Data.

Kegiatan-kegiatan dalam layanan stratifikasi institusi ini meliputi : a. Penilaian status strata untuk jangka/periode berikutnya. Oleh karenanya Hasil akreditasi institusi pendidikan tenaga kesehatan perlu di publikasikan agar diketahui oleh masyarakat. 2) Masa berlakunya strata. b. 3) Pejabat yang mengesahkan. Lumpsum c.pedoman dan bodang akred 07 8 . Trasnport PP per orang Pedoman Akreditasi final 06/dir. Pemberlakuan Strata institusi setelah penerbitan Surat Keputusan perlu diikuti dengan kegiatan antara lain : 1) Penyerahan Surat Keputusan kepada institusi. 2) Pemantauan institusi diknakes yang telah ditetapkan stratanya. Untuk itu diperlukan adanya perangkat stratifikasi dengan aspek-aspek pelaksanaannya sebagai berikut : 1) Jenis strata/peringkat mutu institusi. Pembiayaan Biaya pelaksanaan dibebankan kepada institusi yang bersangkutan terdiri dari: a. Penetapan strata institusi diknakes dengan Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. Layanan Stratifikasi Institusi. 5. c.4. Hasil penetapan strata institusi diknakes mempunyai makna penting bagi institusi yang bersangkutan dan masyarakat. Akomodasi b.

8) Membentuk dan tim assessor 9) Menjamin kualitas assessor melalui pelatihan.BAB III MANAJEMEN DAN PROSEDUR AKREDITASI Akreditasi dilaksanakan atas permintaan dan kesiapan institusi. Tim Akreditasi berjumlah maksimum 4 orang yang dapat berasal dari unsur : 1. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. 1) Menyusun dan mengembangkan borang akreditasi institusi Diknakes 2) Menyusun dan mengembangkan petunjuk penggunaan borang akreditasi 3) Membentuk Tim Akreditasi institusi pendidikan tenaga kesehatan 4) Merencanakan pelaksanaan akreditasi dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Propinsi serta institusi. a. Dinas Kesehatan Propinsi 3. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan 2. Perencanaan. 1. institusi pendidikan tenaga kesehatan dan organisasi profesi. Pedoman Akreditasi final 06/dir.. 7) Merencanakan produksi piagam akreditasi institusi .pedoman dan bodang akred 07 9 . 5) Mengkoordinir dan melaksanakan pelaksanaan akreditasi dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi. 6) Merencanakan kegiatan rapat penetapan strata akreditasi . Tim ditunjuk oleh Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. Organisasi Profesi yang terkait. Dinas Kesehatan Provinsi . Institusi Diknakes 4. Perencanaan kegiatan akreditasi institusi Diknakes melibatkan berbagai personil yang sesuai baik dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan.

Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan 1. Pusat Diknakes Di tingkat pusat tim akreditasi terdiri dari pejabat Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan dan staf yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan . 2. Tugas tim adalah : 1. dapat dilaksanakan antar prodi Merencanakan pelaksanaan akreditasi. Membantu institusi melaksanakan internal akreditasi c. Pengorganisasian. dan arah pencapaiannya. b. mengirimkan surat serumpun atau minta bantuan institusi yang lain yang serumpun.10)Mengembangkan pedoman dan borang monitoring. Menunjuk tim pengumpul data Pedoman Akreditasi final 06/dir. a. permohonan akreditasi kepada pusat diknakes dan merencanakan pembiayaan. 3. Melakukan penilaian dokumen yang dikirim ke Pusdiknakes 2. Tahap berikutnya dalam kegiatan akreditasi setelah perencanaan adalah pengorganisasian. Institusi melakukan evaluasi diri dengan mengisi borang akreditasi yang telah ditentukan. Untuk mencapai akreditasi institusi pendidikan tenaga kesehatan pada tahap ini diperlukan koordinasi semua pihak sehingga terwujud kesamaan pengertian.pedoman dan bodang akred 07 10 . Membahas dan menetapkan strata dalam rapat pleno 3. Melakukan audit internal. Kantor Dinas Kesehatan Provinsi 1) 2) Membantu institusi mempesiapkan pelaksanaan akreditasi. menyiapkan dokumen dan membenahi kinerja sesuai standar 2.

d. e. g. Pelaksanaan. Membuat surat tugas tim pengumpul data Menyiapkan sarana dokumentasi Mengkoordinasikan pelaksanaan verivikasi dengan institusi dan Membuat rencana pelaksanaan bersama tim pengumpul data Mengadakan pertemuan koordinasi dan evaluasi dengan anggota Memimpin pertemuan dengan seluruh jajaran institusi untuk dinas kesehatan di lapangan termasuk apabila memerlukan observasi ke lahan praktik. membantu mencari penyebabnya dan memberikan alternatif solusi. memberikan umpan balik hasil penilaian dalam rangka pembinaan pada setiap akhir akreditasi. Melaksanakan penilaian dengan profesional dan bertanggung jawab terhadap penilaian yang diberikan. tim pengumpul data melakukan cek dokumen. Pusat Diknakes a. Tim Pengumpul data.pedoman dan bodang akred 07 11 .b. Menerbitkan dan mengirimkan SK dan piagam strata akreditasi. observasi ataupun interview kepada siapapun yang dibutuhkan Pedoman Akreditasi final 06/dir. pengumpul data lainnya selama di lapangan. b. c. a. Mengemukakan keunggulan dan kelemahan kinerja institusi. Selama proses verivikasi. Institusi pendidikan tenaga kesehatan mengkoordinasikan tim akreditasi internal untuk bekerjasama dalam pelaksanaan verivikasi dengan Tim Akreditasi Pusat 3. f. Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Tugasnya membantu Tim Akreditasi Pusat melaksanakan kegiatan akreditasi c. b.

anggota tim yang berasal dari Pusat Diknakes. Membuat dokumentasi di lapangan dengan foto.pedoman dan bodang akred 07 12 . b. c. Bila diperlukan. e. menyiapkan satu ruangan terpisah untuk prosedur interview bagi tim pengumpul data. Memeriksa semua fasilitas proses belajar mengajar yang digunakan oleh institusi. data pendukung. Tidak berkeberatan apabila tim pengumpul data melakukan observasi ketika proses belajar mengajar berlangsung baik di kelas. e. melakukan Menyerahkan hasil pengisian borang dan data pendukung kepada verivikasi bersama anggota tim lainnya . Dinas Kesehatan Provinsi a. d. laboratorium ataupun lahan praktik d. Tetap melaksanakan proses belajar mengajar saat proses verivikasi berlangsung. Pedoman Akreditasi final 06/dir. Menyediakan transportasi untuk ke lahan praktik bila diperlukan. Menunjuk tim pendamping bagi tim pengumpul data agar proses verivikasi berjalan lancar. b. Melakukan penghitungan awal sesuai dengan petunjuk teknis di dalam borang dan telaahan hasil verivikasi di lapangan. Menyerahkan hasil verivikasi atau borang yang sudah terisi. Sebagai bagian dari anggota tim pengumpul data. f. termasuk lahan praktik. f. Institusi a. Memberi kesempatan kepada tim pengumpul data untuk melakukan pemeriksanaan dokumen dan setiap ruangan yang diminta.c. umpan balik dan rekomendasi kepada anggota tim pengumpul data yang berasal dari Pusat Diknakes. Seluruh personil institusi diusahakan hadir di institusi ketika proses verivikasi berlangsung.

Pusdiknakes MASUKAN TERTULIS PEMBAHASAN & PENETAPAN STRATA AKREDITASI ( Pusdiknakes) PEMBUATAN SK +PIAGAM (PUSDIKNAKES ) HASIL : Asli : Institusi Copy :Dinkes Prop. data pendukung ) Tembusan :Dinkes propinsi PUSDIKNAKES . 1. Pengawasan terhadap pelaksana tim akreditasi institusi Diknakes dilaksanakan oleh pejabat yang bertanggungjawab terhadap kegiatan akreditasi institusi pendidikan tenaga kesehatan. Institusi Diknakes mengajukan Surat permohonan pelaksanaan akreditasi ke Pusat Diknakes dengan tembusan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dilampirkan hasil Pedoman Akreditasi final 06/dir.(telaah hasil evaluasi diri.pedoman dan bodang akred 07 13 . Pengawasan .data pendukung ) PELAKSANAAN /Verifikasi Tim Pengumpul data ditunjuk oleh Ka.hasil evaluasi diri. Untuk menjaga efektivitas dan keberhasilan pencapaian tujuan akreditasi institusi Diknakes perlu dilakukan langkah pengawasan.4. Kegiatan akreditasi institusi Diknakes dilaksanakan dengan mengikuti prosedur berikut ini : Institusi ( surat.

intrenal akreditasi( Evaluasi diri ). Kepala Pusat Diknakes menetapkan strata akreditasi dari hasil rapat pleno. data SDM dan data sarana/prasarana yang dimilkii serta data lain yang dibutuhkan. 8. Piagam strata akreditasi (asli) dan rekomendasi kepada institusi dengan tembusan Dinas Kesehatan Propinsi. Tim pengumpul data menyerahkan hasil pengumpulan data beserta dokumen pendukung lainnya kepada Tim akreditasi Pusdiknakes dan umpan balik kepada Pusdiknakes. 6. 5. 4. Pedoman Akreditasi final 06/dir. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan mengirimkan Surat Keputusan.pedoman dan bodang akred 07 14 . 7. Dilaksanakan rapat pleno diantara pejabat structural dilingkungan Pusat Diknakes. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan melakukan telaah hasil internal evaluasi dan data-data yang dikirimkan. Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan menunjuk tim pengumpul data untuk melakukan verifikasi data yang sudah dikirimkan. serta mengumpulkan data-data lainnya yang diperlukan berdasarkan Borang akreditasi yang digunakan. kemudian menentukan tanggal pelaksanaan akreditasi dengan berkoordinasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi. serta menerbitkan SK dan Piagam strata akreditasi. Tim akreditasi Pusdiknakes melakukan penghitungan dan telaahan hasil pengumpulan data. 3. 2.

Struktur Borang Akreditasi Poltekkes Borang Akreditasi Jurusan / Prodi Poltekkes terdiri dari 8 ( delapan ) komponen yaitu : 1. Komponen Keorganisasian ( bobot 4 ) 2. Komponen Sarana /Prasarana ( bobot 6 ) 5. Komponen Manajemen Pembelajaran ( bobot 8 ) 4. Komponen Sumber Daya Manusia ( ( bobot 10 ) 3. Komponen Sarana /Prasarana ( bobot 6 ) 5. Komponen Direktorat Poltekkes ( bobot 4 ) 2.pedoman dan bodang akred 07 15 . Komponen Pengembangan Institusi ( bobot 5 ) Pedoman Akreditasi final 06/dir. Komponen Sumber Daya Manusia ( ( bobot 10 ) 3. Komponen Situasi Umum ( bobot 2 ) 8. Komponen Situasi Umum ( bobot 2 ) 8. Komponen Administrasi ( bobot 3 ) 6. Komponen Kemahasiswaan ( bobot 2 ) 7. Komponen Kemahasiswaan ( bobot 2 ) 7.BAB III BORANG AKREDITASI DAN CARA PENGGUNAANNYA Akreditasi dilakukan terhadap institusi Diknakes mempergunakan Borang dengan struktur sebagai berikut: A. Komponen Pengembangan Institusi ( bobot 5 ) B. Struktur Borang Akreditasi Non Poltekkes Struktur Borang akreditasi Non Poltekkes terdiri dari 8 ( delapan ) komponen yaitu : 1. Komponen Administrasi ( bobot 3 ) 6. Komponen Manajemen Pembelajaran ( bobot 8 ) 4.

Cara Penggunaan Borang Akreditasi institusi Diknakes. Pembobotan masing-masing komponen ditentukan berdasarkan besarnya kontribusi terhadap sistem penyelenggaraan Diknakes. Jumlah keseluruhan bobot adalah 40 (empat puluh ). Nilai akhir untuk seluruh komponen adalah 100 ( maksimal ). Bagi institusi Diknakes yang baru menyelenggarakan pendidikan sampai dengan semester V ( lima ) maka pertanyaan yang berkaitan dengan lulusan ditiadakan dan tidak dihitung sebagai pembagi. Secara rinci cara penggunaan Borang tersebut dapat dipahami melalui uraian masing-masing komponen dan aspek penilaiannya pada Borang Akreditasi institusi terlampir. C.pedoman dan bodang akred 07 16 . setiap sub komponen dinilai dari aspek kuantitas . Rentang nilai untuk masing-masing aspek adalah nilai terendah 1 dan tertinggi 5. Cara penggunaan Borang akreditasi institusi meliputi cara mengisi dan cara menghitung nilai setiap komponen dan aspek penilaiannya. kualitas . efektifitas dan relevansi.masing komponen tersebut terbagi dalam beberapa sub komponen.Masing . Pedoman Akreditasi final 06/dir.

Berstatus Strata B apabila institusi diknakes mempunyai nilai 72. 4. 4. 2. Berstatus Strata C apabila institusi diknakes mempunyai nilai 57. maka institusi yang bersangkutan dapat mengajukan kembali akreditasi setelah lebih kurang 1 tahun.99. apabila telah merasa melaksanakan barbagai perbaikan dan siap untuk dilakukan penilaian kembali.Dalam hal ini institusi diknakes dapat mengajukan permohonan akreditasi. 3.C : 5 tahun Non Akreditasi : 2 tahun 3. serta dipertimbangkan untuk tidak diberikan alokasi penerimaan mahasiswa baru.99.00 s/d 71. .99.00. Masa berlaku strata akreditasi ditetapkan Strata A . Stratifikasi suatu institusi diknakes ditetapkan berdasarkan nilai akhir yang ditetapkan melalui penghitungan dari masing-masing komponen : 1.pedoman dan bodang akred 07 17 . Berstatus Strata A apabila institusi diknakes mempunyai nilai lebih dari 86. Berstatus Non Akreditasi apabila institusi diknakes mempunyai nilai kurang dari 57. Kurun Waktu Akreditasi. maka institusi diknakes tersebut dapat dikenakan teguran lisan dan tertulis. Akreditasi Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan dapat dilaksanakan setelah menyelenggarakan pendidikan minimal sampai dengan semester V( lima ). 3. Penetapan kembali strata akreditasi dapat dilakukan sebelum berakhirnya masa strata akreditasi apabila diperlukan oleh Institusi. B. 2.00 s/d 86. Jika dua kali berturut-turut hasil penetapan akreditasi tetap pada strata C. Stratifikasi.BAB IV STRATIFIKASI DAN DAMPAK AKREDITASI A. Pedoman Akreditasi final 06/dir. 1. Apabila dari hasil suatu penetapan strata akreditasi ternyata masih merasa kurang puas.

5. program pendidikan tambahan dll. pertimbangan program pendidikan 18 . b) Dasar penentuan pertimbangan kebijaksanaan operasional institusi diknakes a. c) Acuan obyektif dalam pengembangan institusi diknakes di masa mendatang. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. b). Pedoman Akreditasi final 06/dir. a) Dasar penetapan peringkat mutu institusi diknakes. 3. C.pedoman dan bodang akred 07 alokasi peserta didik. Institusi Diknakes Institusi diknakes yang berstatus : a). Dinas Kesehatan Propinsi.l. b) Dasar Penentuan kebijaksanaan pembinaan institusi diknakes. Strata A dan strata B dapat dipertimbangkan untuk menyelenggarakan program pendidikan tambahan. Untuk institusi diknakes yang mendapat hasil penetapan non akreditasi dua kali berturut-turut dapat diberikan rekomendasi penghentian sementara sampai dengan pencabutan izin penyelenggaraan pendidikan. Dampak Hasil Akreditasi. d) Dasar penghentian sementara institusi diknakes (tidak diperkenankan menerima peserta didik baru dan peserta didik yang lama dapat diselesaikan) e) Rekomendasi pencabutan/pemutusan izin operasional pendidikan. Dampak hasil akreditasi bagi pihak-pihak yang terkait adalah : 1. alokasi peserta didik. a) Dasar penentuan urutan peringkat mutu institusi pendidikan. c) Acuan obyektif dalam pengembangan institusi diknakes antara lain konversi/peningkatan jenjang institusi diknakes di masa mendatang. 2). pertimbangan tambahan.Strata C dan Non Akreditasi serta yang belum diakreditasi tidak dapat dipertimbangkan untuk menyelenggarakan program pendidikan tambahan. dll.

4.pedoman dan bodang akred 07 19 . kesehatan. Masyarakat. b) Kepastian mutu institusi pendidikan tenaga kesehatan yang diinginkan/ dipilih.d) Dasar pemberian rekomendasi penghentian sementara institusi diknakes. a) Perlindungan optimal mutu lulusan yang profesional dalam pelayanan Pedoman Akreditasi final 06/dir.