P. 1
daftar pustaka

daftar pustaka

|Views: 247|Likes:
Published by akfariza007

More info:

Published by: akfariza007 on Aug 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/22/2014

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Hydrops fetalis dalam bahasa latin untuk edema pada fetus. Ballantybe adalah orang pertama yang mendiskripsikan hidrops fetalis pada tahun 1892, meskipun kondisi ini telah dikenal sejak hampir 200 tahun.
(9)

Hidrops fetalis adalah kondisi

serius dari fetal yang didefenisikan sebagai akumulasi abnormal dari cairan dalam 2 atau lebih kompartemen, termasuk asites, efusi pleura, efusi perikardial, dan edema kulit. Pada beberapa pasien, hal ini dapat juga bersamaan dengan polihidramnion dan edema plasenta. (3) Hidrops fetalis telah dikenal baik pada saat masa fetal dan kondisi neonatal sepanjang sejarahnya. Sampai setengah dari abad ke-20 belakangan ini, telah dipercaya ini disebabkan oleh darah group Rhesus (Rh) isoimunisasi dari fetus. Pengenalan terbaru dari faktor lain selain penyakit isoimun hemolitik, dapat disebabkan oleh atau yang berhubungan dengan hidrops fetal mendorong

pengggunaan istilah hidrops nonimun untuk mengidentifikasi kasus ini semua yang mana kelainan fetal telah disebabkan oleh faktor-faktor selain isoimunisasi. (3) Pada tahun 1970, penyebab utama dari hidrops imun (Rh D antigen) telah dicegah dengan penggunaan imunoglubulin (Ig) profilaksis pada ibu yang beresiko. Sebelum imunisasi rutin dari ibu Rh-negatif, banyak kasus dari hidrops telah disebabkan erythoblasstosis dari Rh alloimunisasi. Sedikitnya, nonimun hidrops fetalis umumnya, terdiri 76-87% dari kasus yang digambarkan. (3)

(1.Hidrops Fetalis Novli Ardiansyah*.5) lokasi dapat terjadi di jaringan subkutaneus/ scalp (ketebalan > 5mm). M.10) (11) Hidrops fetalis adalah kondisi serius yang mana terdapat sejumlah keabnormalan dari cairan tubuh dalam dua atau lebih pada fetus atau neonates. perikardium 2.2 Epidemiologi Estimasi akurat dari kejadian hidrops fetalis sulit di temukan karena banyak kasus tidak terdeteksi sebelum kematian intrauteri. Akmal Fachrial Riza *. Adyka Agung P*. abdomen (asites). Laporan insiden nonimun hidrops .1 Definisi Hidrops fetalis secara harfiah artinya ³edema pada fetus´ yang dalam bahasa latin telah digambarkan oleh Ballantyne pada tahun 1892. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Andalas** Abstrak Hidrops fetalis adalah kondisi serius yang mana terdapat sejumlah keabnormalan dari cairan tubuh dalam dua atau lebih pada fetus atau neonates. (pericardium efusi). pleura (efusi pleura). (2.

Di negara barat sekitar 1 dalam 1000 kehamilan dengan rentang 1 dalam 600 sampai 1 dalam 4000. Penyebab Kasus Imun Hidrops fetalis imun adalah komplikasi dari Rh inkompabilitas bentuk berat.3Klasifikasi dan Etiologi Hidrops fetalis biasanya dari janin yang anemia.(7. Swelling bertentangan dengan kerja organ-organ tubuh.fetalis berfariasi tergantung pada regional karena perbedaan etiologi. (1) Terdapat 2 tipe dari hidrops fetalis yang diklasifikasikan oleh Potter pada tahun 1943 yaitu imun (IHF) dan nonimun (NIHF) berdasarkan pastinya tergantung bentuk dari bayi. _________________________________________ 2. Anemia ini dapat disebabkan oleh karena imun atau non-imun.10. contohnya tumor atau congenital cystic adenomatoid malformation yang meningkatkan kebutuhan aliran darah. (11) Sangat jarang bayi pertama Rhesus positif dari ibu Rhesus negative berakibat menjadi penyakit Rh. Peningkatan kebutuhan cardiac output mendorong ke gagal jantung dan edema. Hidrops nonimun dapat juga tidak berhubungan dengan anemia. Rh kompabilitas dikarenakan destruksi massif darah merah yang menjadikan beberapa masalah termasuk swelling seluruh badan. saat jantung membutuhkan pompa lebih banyak volume darah untuk mengirimkan sejumlah oksigen.8. Dengan suksesnya pengenalan dari program anti Rhesus D . etnik populasi dan kemampuan investigasi yang memuaskan.11) ada atau tidak adanya dari Rhesus isoimunisasi dan bukti histologi dari eritroblastosis. Meskipun persentase kecil dari kehamilan masih (1) yang berat dapat peka terhadap penyakit Rh bahkan setelah mendapatkan pemberian anti-D igG (Rho(D) Imun Globulin).(5) Penyakit Rh dapat dicegah dengan pemberian dari anti-D IgG (Rho(D) Imun globulin) yang diinjeksikan ke ibu RhD-negatif selama kehamilan dan atau 72 jam dari persalinan. Asia tenggara lebih tinggi dari negara barat dengan rentang 1 dalam 250 sampai 1 dalam 1500.

Pada kasus sedang atau berat fetus dapat menjadi lebih anemia dan eritroblastosis (erythroblastosis fetalis). Saat penyakit ini sangat berat maka akan menyebabkan HDN. Hidrops fetalis nonimun terjadi saat ada penyakit atau (11) kondisi medis yang mengganggu kemampuan pengaturan cairan tubuh. infeksi (10%). defisiensi dari enzim beta- . dan defek genetic. Keadaan ini muncul pada tahap akhir dari gagal jantung dan penyebab hemostasis cairan aberrant dihasilkan dari lebih 100 faktor ibu. yang mendorong Rh+ kehamilan. hidrops fetalis atau stillbirth. dan ini menyebabkan pembentukan antibody yang akan menyebabkan kehamilan Rh+ . (1) Kasus Non-Imun Lebih dari 100 penyebab atau yang berhubungan dengan nonimun hidrops fetalis. Rhesus D Hemolytic Disease of the Newborn or RhD HDN) adalah 1 penyebab penyakit hemolitik pada neonatus. anomaly kromosom (20%). anemia berat (thalasemia). Kira-kira 10-20% idiopatik tergantung sejauh mana investigasinya. fetal. Rhesus incompatibility. Saat melahirkan ibu terekspos darah bayi. (11) Penyakit Rh (Rh (D) disease. fetus dapat mengalami anemia dengan retikulosis. Terdapat 3 penyebab utama penyebab tipe ini: masalah jantung dan paru. pada kasus ringan. RhD Hemolytic Disease of the Newborn.immunoglobulin profilaksis sejak 1970. anemia (15%). termasuk sindrom Turner. Penyakit ini khusus terdapat hanya pada kehamilan pada ibu yang Rh negative yang ayahnya janin Rh positif. sindrom malformasi (15%). Paroxysmal supraventricular tachycardia yang menghasilkan Congestive Heart Failure. hidrops fetalis karena imun telah menurun secara drastis saat penyebab nonimun telah diasumsi meningkat dalam etiologi dari hidrops ( >90% kasus). Rhesus disease. (11) Pada referensi lain. dan plasenta.(5) Pada referensi lain disebutkan ada 7 kategori utama dari penyebab kasus nonimun yaitu patologi kardiovaskular (35%). bentuk dari nonimun hidrops fetalis mempunyai banyak penyebab termasuk: Anemia defisiensi besi. penyakit hati (5%) dan penyakit lainnya (5%).

tumor. yang kemudian akan menyebabkan anemia (reaksi hipersensitivitas tipe II). Defisiensi enzim ini menyebabkan penyakit lysosomal storage yang dikenal mucopolysaccharidosis type VII. Imun anti bodi tipe IgG tersebut dapat melewati plasenta dan kemudian masuk kedalam peredaran darah janin sehingga sel-sel eritrosit janin akan diselimuti (coated) dengan antibodi tersebut dan akhirnya terjadi aglutinasi dan hemolisis. Pada saat ibu hamil.thalasemia a.glucurinidase. maka ibu akan distimulasi untuk membentuk imun antibodi. (12) . Hal ini akan dikompensasi oleh tubuh bayi dengan cara memproduksi dan melepaskan sel-sel darah merah yang imatur yang berinti banyak. seperti platelet dan faktor penting lainnya untuk pembekuan darah. Bila ibu tidak memiliki antigen seperti yang terdapat pada eritrosit janin. turner sindrom. tetapi secara klinis hanya sedikit yang penting sebagai penyebab penyakit hemolitik. parvovirus B19 (Fifth Disease) yang menginfeksi wanita hamil. (1) 2. eritrosit janin dalam beberapa insiden dapat masuk kedalam sirkulasi darah ibu yang dinamakan fetomaternal microtransfusion. Produksi eritroblas ini melibatkan berbagai komponen sel-sel darah.4 Patofisiologi Penyakit inkompabilitas Rh dan ABO terjadi ketika sistem imun ibu menghasilkan antibodi yang melawan sel darah merah janin yang dikandungnya. Pada saat berkurangnya faktor pembekuan dapat menyebabkan terjadinya perdarahan yang banyak dan dapat memperberat komplikasi. Antibodi tersebut berbahaya terhadap diri sendiri pada saat transfusi atau berbahaya bagi janin.(12) Produksi eritroblas yang berlebihan dapat menyebabkan pembesaran hati dan limpa yang selanjutnya dapat menyebabkan rusaknya hepar dan ruptur limpa. disebut dengan eritroblas (yang berasal dari sumsum tulang) secara berlebihan. siphilis pada ibu. Kurangnya antigen eritrosit dalam tubuh berpotensi menghasilkan antibodi jika terpapar dengan antigen tersebut. Lebih dari 400 antigen terdapat pada permukaan eritrosit.twintwin transfuse sindrom pada kehamilan monochorionic.

2. transpulmonar. amniosentesis. transkutaneus. Eritroblastosis fetalis menyebabkan terjadinya penumpukan bilirubin yang dapat menyebabkan hiperbilirubinemia. transkolonik dan rute transplasenta. 3. 4. Obstuksi aliran limfatik. Karena mekanisme regulasi yang tepat dari pertukaran cairan vaskular pada fetus belum dapat diterangkan. via transmembran. defisiensi aliran balik jantung. Penurunan tekanan osmotic plasma. contohnya. Peningktan tekanan hidrostatik vena sebagai hasil gagal jantung. Ini semua berbeda nyata dibandingkan dewasa.Hemolisis yang berat biasanya terjadi oleh adanya sensitisasi maternal sebelumnya. transfusi darah Rhesus positif atau pada kehamilan kedua dan berikutnya. misalnya karena abortus. Bilirubin secara normal dibentuk dari sel-sel darah merah yang telah mati. dan mekanisme tunggal atau sederhana seperti menggunakan hukum Starling¶s adalah tidak dapat memberikan penjelasan yang seragam. transrenal.dan insufisiensi kekuatan inotropik. (11) Mekanisme patofisiologi hidrops dibagi terpisah menjadi 4 berdasarkan hukum Starling¶s: 1. tetapi tubuh dapat mengatasi kekurangan kadar bilirubin dalam sirkulasi darah pada suatu waktu. patofisiologi hidrops masih secara keseluruhan tidak diketahui dan masih bersifat spekulasi. Penghancuran sel-sel darah merah dapat melepaskan pigmen darah merah (hemoglobin). Peningkatan permeabilitas kapiler. (12) Hidrops terjadi sebagai hasil dari hemostasis cairan abnormal berupa air yang keluar ke jaringan dari kapiler fetal kedalam jaringan intertisial. yang mana bahan tersebut dikenal dengan bilirubin. Gagal jantung dapat terjadi karena obstruksi atau pengalihan outflow . Sejumlah jalur keluar yang kompleks pada fetus untuk regulasi pertukaran cairan. Bayi dapat berkembang menjadi kernikterus. yang nantinya menyebabkan jaundice pada bayi. (11) . ruptur kehamilan di luar kandungan.

Jika ibu adalah Rh negative dan bayi adalah Rh positif. 3. Selama kehamilan tersebut. Ini semua dikarenakan insufisiensi toleransi imun dalam kehamilan. Gangguan placenta 2. 2. Umumnya penyakit Rhesus menjadi buruk dengan penambahan Rhesus inkompabilitas kehamilan.Selama kehamilan sejumlah kecil dari darah bayi dapat masuk ke sirkulasi ibu. IgG dapat melewati plasenta ke dalam fetus dan jika kadar ini cukup maka akan menyebabkan destruksi dari sel darah merah Rhesus D positif fetal lalu berkembang menjadi penyakit Rh. ibu menghasilkan antibody (IgG) melawan antigen Rhesus D pada sel darah merah janinnya. Gangguan kardiovaskuler Gangguan hematologi Obstruksi vena 1. 2. Gangguan metabolic janin Infeksi Gangguan hematologi 1. (1) 1. 3. Gangguan aliran urin Displasia saluran limfa Gagal Fungsi Hati Gagal jantung Overload volume Berkurangnya aliran limfatik Tekanan vena sentral tinggi Tekanan onkotik plasma rendah Penumpukan cairan interstisial NON IMUN HYDROPS FETALIS .

etnik. b. tetapi darah fetal juga dapat melewati sirkulasi ibu lebih awal selama kehamilan (14%). (11) . Riwayat keluarga atau personal dari twinning . Kejadian sensitisasi selama kehamilan dapat karena miscarriage. Pemeriksaan sebaiknya termasuk riwayat ibu dan atau ayah yaitu: a. hewan peliharaan seperti kucing. kematian janin sebelumnya. c. perdarahan antepartum. d. kolagen atau penyakit tiroid. 2009. Penyakit ginjal atau hati seperti penyakit polikistik.Skema 1. trauma abdomen. Trauma tumpul abdomen. f. hamil ektopik. amniosintesis. terapi aborsi. versi kepala luar.(1) 2. Anemia atau hemoglobinopati. e. Infeksi virus. diabetes mellitus. penyakit jantung sebelumnya waktu masa anak-anak. malformasi kongenital. ETYOLOGI OF NONIMUNE HYDROPS FETALIS:SYSTEMIC REVIEW. pernah tereksposur terhadap bayi atau anak (dengan infeksi virus).et all.) Kejadian sensitisasi yang paling sering dan utama adalah saat melahirkan anak (86%). transmisi penyakit seksual sebelumnya. (Carlo bellini. umur (<16 atau > 35 tahun).5 Faktor Resiko Riwayat dari kedua orang tua sebaiknya ditemukan untuk mengevaluasi kemungkinan masalah kesehatan atau faktor resiko untuk hidrops. Penggunaan obat yang berhubungan dengan hemolisis G6PD defisiensi atau yang bersifat teratogenik selama kehamilan. g. Am J Med Genet Part A 149a:844-851.

10) Gejala tergantung pada keparahan dari kondisinya. peritoneal) dan jaringan lunak dengan ketebalan lebih dari 5 mm.(2. pericardium.2. tambahan. Bentuk ringan dapat dikarenakan : y y (1) Pembengkakan hati (Liver swelling) Perubahan warna kulit (pallor) Kasus yang lebih berat dapat dikarenakan : y y y y y y Masalah pernafasan Bruising or purplish bruise-like spots on the skin Gagal jantung Anemia berat Ikterus berat Swelling seluruh badan . Banyak Fetus juga mempunyai hepatosplenomegali. hidrops fetalis berhubungan dengan polihidramnion dan plasenta yang tebal (>6mm) sebanyak 30-75% dari pasien.6 Gejala Tanda dari penyakit ini adalah akumulasi yang abnormal dari cairan tubuh (pleura.

denyut jantung abnormal. gerakan janin yang berkurang. peritoneal . jika hanya 1 kafitas serous ditemukan tanpa tanda dari yang lainnya maka sebaiknya di label sebagai hidrops. jantung kongenital. ibu. Bahkan. diabetes pada ibu. Adanya 1 kafitas serous dan dengan ketebalan plasenta abnormal • 6 cm perlu didiagnosis sebagai hidrops. polihidramnion atau postdate. atau plasenta abruption.perinatology.7 Diagnosis Hidrops fetalis dapat didiagnosis melalui monitoring USG yang menggambarkan edema keseluruhan dengan ketebalan kulit lebih dari 5 mm bersamaan dengan akumulasi cairan dalam 2 atau lebih kafitas serous seperti pleura. twin- . oligohidrmnion atau usia kehamilan yang kecil. anemia pada preeklamsia atau mirror sindrom.1 Gambar 1(Anonymus. Diunduh dari http://www. 2009. lahir preterm. (1. perikardium.com ) 2. 11) hidrops dapat dideteksi dengan scaning yang rutin tetapi dapat ditemukan dengan cara lain yaitu menemukan komplikasi yang berhubungan dengan hidrops seperti pola denyut jantung yang abnormal. 2.

(2. (TORCH) selama kehamilan. Sekali penyebab imun . cystic higroma. Contohnya efusi pericardial. dan perdarahan Sekali diagnosis hidrops didapatkan dengan USG. other infections. (11) dengan sejumlah penyebab dari nonimun hidrops 2. Kell. Titer yang lebih besar 1:16 adalah signifikan. anomali kongenital. edema subcutan. kromosom abnormal. 11) kongenital. Jika titer signifikan. plasenta abnormal yang besar.MNSs) sebaiknya diperiksa.to twin transfusion. rubella.Duffy. yaitu pemeriksaan darah rutin dan lengkap untuk menyingkirkan thalasemia. termasuk hati. perlu didiagnosis banding fetalis.9. anemia antenatal. tapi bila igG terdeteksi. infeksi virus khilothorak kongenital. amniosintesis sebaiknya diperiksa untuk menilai keparahan dari hemolisis dan anemia pada fetus.(6) Pemeriksaan USG untuk menegakkan hydrops fetalis ini ditegakkan dengan adanya abnormalitas atau peningkatan sedikitnya di 2 organ tubuh bayi. efusi pleura. limpa. CMV. (6) Ultrasoud yang dilakukan selama kehamilan dapat menunjukkan: jumlah cairan amnion. jantung. dan infeksi herpes simpleks . skrining toxoplasmosis. Sekali diduga IHF. Pada ibu yang IgM terdeteksi. (6) Pemeriksaan tes indirect Coombs untuk menyingkirkan peneyebab imun. kongenital. tahap selanjutnya test serum ibu termasuk tes imun untuk antibodi sel darah merah isoimun via tes Coombs indirect dengan tipe darah ibu grup ABO dan antigen rhesus. dan area paru. tidak ada pemeriksaan lanjut. titer dari Rhpositif pada darah ibu perlu ditentukan. ascites. Amniosintesis dan ultrasound yang rutin akan menjadi penentu keparahan dari kondisinya. tipedarah ibu dan skrining antibody Rh dan penentuan tipe darah minor (contoh.8 Pemeriksaan penunjang Riwayat sebelumnya yang mengenai bayi dalam keluarga adalah sangat penting. cairan yang menunjukkan swelling pada daerah unborn baby's belly dan organ.

yaitu: a. karena hal ini bisa didapatkan pada bayi dengan makrosomia. penebalan kulit minimal 5 mm. Secara umum. y y Caesarean lebih awal jika kondisi menjadi lebih buruk. Tidak ada bukti dasar serta guidelines untuk waktu yang terbaik dalam persalinan. pengobatan termasuk (2.. Jika terjadi pre-eklamsia yang merupakan. (11) Lahir dini diindikasikan pada situasi tambahan yang biasanya merupakan indikasi obstetrik. polihidramnion. sudah dapat untuk mendiagnosa edema subcutis.5) y Obat untuk menggugurkan lebih awal dan persalinan bayi. karenanya amniosintesis yang berulang dapat mencegah dan membantu menghilangkan ketidaknyamanan ibu. dan penebalan placenta. jikaumur kehamilan sekurang-kurangnya 24 minggu tidak mendapat pengobatan. (11) Perdarahan postpartum yang dikarenakan overdistensi uterus dari hidrops. jika pemeriksaan janin menjadi nonreassuring. Gambaran ini tidak memberikan informasi pasti hydrops fetalis. Jika lahir pretematur dengan polihidramnion. (4) 2. sudah dapat ditegakkan plasentomegali.polyhidramnion. b. Transfusi darah pada fetal intrauterin. dan penebalan plasenta minimal 6 cm. atau twinning dapat dicegah oleh pemberian oxytocin IV pada akhir . Selama kehamilan. yang terbaik adalah menunggu janin menjadi matur sampai 37 minggu dan menghindari persalinan elektif prematur karena persalinan prematur yang sebagai metode terapi biasanya gagal dan lahir prematur dapat menjadi lebih buruk prognosisnya. Umumnya.9 Pengobatan Pengobatan tergantung penyebab. komplikasi hidrops (50% kasus) c.

twin-twin tranfusi. (11) Dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa faktor resiko terhadap kematian pada bayi yang lahir dengan hidrops fetalis berhubungan dengan neonatus yang lahir kecil dan lebih imatur. (5) 2. (9) (5) umumnya 2.10 Prognosis Prognosis tergantung dari penyebabnya. Mortalitas bervariasi tetapi pada umumnya rata-rata kematian tinggi kematian rata-rata 80% dengan rentang 50-90%.hanya 2030% dari fetus dengan NIHF yang pantas diintervensi dengan pusat alat fetomaternal yang paling bagus. dan lain-lain. yang sakit saat persalinan (apgar skor yang rendah.12 Pencegahan Penyakit Rh umumnya dapat dicegah dengan pengobatan ibu selama kehamilan atau segera setelah persalinan dengan inejsi intramuscular ari anti-RhD immunoglobulin (Rho(D) immune globulin). (9) Hidrops fetalis sering menghasilkan kematian dalam janin sebelum atau setelah persalinan.kala II diikkuti oxytocin drip sebagai maintenance setelah lahir plasenta.11 Komplikasi Kerusakan system saraf pusat yang disebut kernikterus mungkin dapat terjadi. (11) 2. tumor. tingkat yang lebih tinggi dari oksigen yang dihirup. aritmia.7%). Kematian tertinggi pada bayi yyang dengan congenital anomaly (57. Resiko tinggi diantaranya paling sering pada bayi prematur dan yang sakit parah saat kelahiran. anemia. dan lebih seringnya penggunaan ventilasi) dan jumlah platelet yang rendah. (6) . Biasanya pengobatannya yang berhubungan dengan kondisi hidrops seperti.

The Egyptian journal of medical human Genetics (2010) 11. et. Diunduh dari http://www. ournal of Perinatology (2005) 25.1038/sj.et all. NONIMMUNE HYDROPS FETALIS DUE TO CONGENITAL XEROCYTOSIS. 2004.medicineplus.eg. Diunduh dari httpen. Diunduh dari http://www.DAFTAR PUSTAKA 1 Anonymus.comarticle974571-overview#a0101 4 Carlo bellini. Diunduh dari http://www. New York. 2010. HIDROPS FETALIS. 2011. 403962overview 7 Divya-Devi Joshi. Hydrops Fetalis: A Retrospective Review of Cases Reported to a Large National Database and Identification of Risk Factors Associated With Death. 2009.7211200 . Hydrops Fetalis Caused by Homozygous - Thalassemia and Rh Antigen Alloimmunization. Am J Med Genet Part A 149a:844-851. doi:10. 2009. 2011.228. Diunduh dari httpemedicine. Abrams2007. HIDROPS FETALIS.jp. 63± 65.3121/cmr.net 9 Matthew E. EDUCATIONAL CASE OF THE ISSUE.medscape.. Diunduh dari http://www. 2009. Number 4 : 228 -232 doi:10.2. 2 3 Anonymus. orgwikiHydrops_fetalis#Immune_causes. NYU school of Medicine. 5 Daniel R. 193-196.perinatology.ejmhg. 2011. Hydrops fetalis.com Ashraf H Hamdan.wikipedia. Clinical Medicine & Research Volume 2. ETYOLOGI OF NONIMUNE HYDROPS FETALIS:SYSTEMIC REVIEW. 10 María Pilar Vicente-Gutiérrez .com 6 Durre Sabih. HYDROPS FETALIS. 8 Eman A.4.

E. 2005. Kulliyyah of Medicine.11 Stephen Yong. SINGAPORE MED J 1993. Diunduh dari httpwww.eimjm. Z Kassim. W A Ariffin.Vol 34:459461 . 13 S P Ram.htm 12 Sindu. CASE REPORT-A NEONATE WITH NONIMUNE HYDROPS FETALIS. Pahang. Dept. UIAM. Pelayanan Medik Depkes dan Kessos RI. NON-IMMUNE HYDROPS FETALIS.comVol3-No1Vol3-No1-I2. Jakarta: Direktorat Laboratorium Kesehatan Dirjen. Hemolytic disease of the newborn. Kuantan. of Obstetrics and Gynaecology.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->