P. 1
Pertanyaan Tentang Alkitab pada Kitab Kejadian

Pertanyaan Tentang Alkitab pada Kitab Kejadian

|Views: 654|Likes:
Published by Gilbert Hanz

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Sep 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2013

pdf

text

original

Pertanyaan Tentang Alkitab pada Kitab Kejadian

P: Dalam Kejadian, bagaimana kita mengetahui kitab Kejadian harus berada dalam Alkitab? J: Diantara beberapa alasan, karena Yesus dan beberapa orang lain dalam Alkitab telah membenarkan Perjanjian Lama dan menunjuk Kejadian sebagai kitab injil didalamnya. Lihat dalam Matius 19:4 dan Markus 10:4-9, terdapat dua contoh dimana Yesus mengutip dari Kejadian yang sebagai kitab injil. P: Dalam Kejadian, siapakah yang pertama kali menjawab pertanyaan dalam Kejadian? J: Sejauh yang saya perhatikan, orang pertama yang menulis jawaban untuk setiap pertanyaan dalam Kejadian adalah Philo, seorang Yahudi Helenis dari kota Aleksandria, yang hidup sekitar tahun 20B.C. sampai 50 A.D. Saat ini kita mempunyai seorang penterjemah seorang berkebangsaan Armenia yang akan menterjemahkan pekerjaannya. Ia menulis tiga bagian, dalam Questions and Answers on Kejadian. Kita telah melindungi jawaban-jawabannya tentang 244 pertanyaan dari Kejadian 1 sampai 17, berdasarkan sudut pandang seorang Yahudi yang beriman yang telah dipengaruhi oleh filosofi Platonik Yunani. P: Dalam Kejadian 1, karena beberapa hal harusnya pasti dan benar, seperti 1 = 1, dan 1 + 1 = 2, apakah Tuhan menciptakan ilmu matematika dan ilmu berhitung? Bagaimana caranya Dia menciptakan itu semua? J: Tuhan menciptakan segala sesuatu; namun, sebuah pengulangan kata, yang merupakan sesuatu yang didefinisikan benar, seperti halnya sesuatu yang merah adalah berwarna merah, dan itu bukanlah sesuatu. Kita dapat melakukan spekulasi bahwa Tuhan menciptakan segala ―sesuatu‖ dalam ilmu matematika bukan dalam pengulangan kata. P: Dalam Kejadian 1, karena Tuhan menciptakan segala sesuatu, apakah Dia menciptakan kegelapan, roh jahat, dan lubang dalam dunia? Jika dia menciptakan roh jahat, Ia sepertinya bukanlah Tuhan yang baik dan sempurna. Jika bukan Dia, maka siapa mereka yang menjadi penciptanya. J: Tuhan menciptakan segala sesuatu. Kegelapan bukanlah sesuatu atau benda, tetapi sebuah keadaan berkurangnya atau hilangnya cahaya. Roh jahat bukanlah benda, namun sebuah keadaan dari hilangnya atau menyimpang dari kegiatan. Lubang dunia, kegelapan, dan roh jahat tidak diciptakan secara langsung oleh Tuhan, tetapi mereka menjadi tetap ada karena adanya suatu pengulangan, atau benda, cahaya, dan kebaikan dengan ―existential by products‖. Seperti halnya bayangan kegelapan bukanlah hal yang berdiri sendiri, mempunyai materi, energi, atau roh. Demikian tanaman dapat mati dalam suatu (bayangan) kegelapan. P: Dalam Kejadian 1, karena Tuhan menciptakan segala sesuatu yang baik, mengapa badai tornado, wabah penyakit, dan bencana alam terjadi? J: Segala sesuatu pada dasarnya baik. Namun, dalam Roma 8:20-22 menyatakan sejak masa kejatuhannya, dunia juga ―berada dalam kekecewaan‖. Seluruh dunia berada dalam kekuasaan roh jahat (1 Yoh 5:19), dan penguasa dunia ini adalah Setan, menurut Yohanes12:31; 14:30.

P: Dalam Kejadian 1, apakah yang menjadi perdebatan ilmu kosmologi? J: Pertama, ini merupakan hal yang sederhana, menggunakan metode dengan bebas logika untuk mengungkapkan hal tersebut. Anda tidak dapat mendapatkan sesuatu dari sesuatu yang tidak ada. Setiap hal yang diciptakan harus diciptakan. Walau hal yang diciptakan pertama haruslah diciptakan dengan sesuatu atua seseorang yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, sesoerang atau sesuatu haruslah abadi dan bukan dari penciptaan. Ini merupakan formula yang lebih tepat lagi; definisinya merupakan definisi saya sendiri. Kita mengasumsikan bahwa setiap orang cukup mengetahui untuk memiliki definisi yang tepat tentang logika, kotradiktif dan non-kotradiktif, peristiwa, proses, ―dalam‖, objek, kumpulan, waktu, urutan, materi, energi, roh, penyebab, diakibatkan oleh, dan mengakibatkan. Kehidupan yang sebenarnya didefinisikan disini sebagai yang ada dalam alam semesta ini, mempunyai kemampuan untuk dipengaruhi oleh sesuatu yang ada dalam semesta ini. Ini mungkin merupakan sebuah definisi yang sempit tentang kehidupan, yang mana hal tersebut tidak mempertimbangkan ide-ide, pola-pola, dan hal-hal lain. Maka, sebutlah ini kehidupan ―sebenarnya‖ dan membatasi pembahasan kita tentang kehidupan yang sebenarnya. Sesuatu yang nyata didefinisikan sebagai sebuah objek atau kumpulan atau materi, energi, atau kombinasi yang memiliki kehidupan yang sebenarnya. Kebenaran logis, kontradiksi yang logis, dan pembuktian matematis bukanlah hal yang dipertimbangkan disini. Kehidupan yang parasit, disamping itu, didefinisikan sebagai sesuatu yang nyata yang hidup namun bukan sesuatu yang benar-benar nyata. Lubang bumi, kegelapan, kekurangan bahan pangan, kekeliruan, dan kejahatan bukanlah suatu benda, energi, atau roh, yang sama halnya sebagai bayangan kegelapan yang dapat membunuh tanaman yang membutuhkan sinar matahari, atau seperti kekurangan makanan dapat membunuh seseorang, bayangan kegelapan dan kekurangan makanan merupakan keadaan yang sebenarnya tanpa menjadi suatu hal yang nyata. Alam semesta di definisikan sebagai sebuah kumpulan hal-hal yang nyata yang benar-benar ada. Perlu diperhatikan bahwa dalam definisi sebagian ini alam semesta merupakan ―selfcontained‖, dan Tuhan (yang diasumsikan Tuhan itu hidup, merupakan sebuah roh, dan dapat menggunakan benda-benda) berada dalam alam semesta ini. Ketiadaan didefinisikan sebagai suatu hal yang tidak sebenarnya ada, atau tidak mempunyai kehidupan yang nyata pada suatu waktu tertentu. Dengan kata lain, sebelum diciptakan [atau setelah dirusak], suatu hal yang nyata tidak berada dalam alam semesta, tidak mempengaruhi alam semesta, dan tidak dipengaruhi oleh alam semesta. Ciptaan di definisikan sebagai suatu peristiwa atau proses pembuatan suatu hal atau makhluk yang nyata. Ciptaan berbeda dari ―modifikasi‖, yang tidak terlalu membutuhkan hal-hal di luar ciptaan itu sendiri. Ciptaan akan suatu hal yang nyata dapat termasuk kedalam modifikasi atau perusakan akan suatu hal yang sebelumnya tidak nyata, tapi tidak selalu demikian. Namun, kita bisa lihat ke hal-hal berikutnya. Sesuatu tidak dapat datang dari suatu ketiadaan. Setiap menciptakan hal yang hidup membutuhkan sebuah penyebab untuk ciptaan itu sendiri. Dengan kata lain, tak satupun dapat diciptakan kecuali sesuatu atau hal-hal yang menciptakan suatu hal tersebut. Sesuatu hal tidak dapat menciptakan dirinya sendiri. Tak satupun yang dapat menciptakan dirinya sendiri. Ketika benda yang nyata terkadang dapat merubah diri mereka sendiri, atau merusak mereka sendiri, tak satupun dapat menjadi suatu sebab dari ciptaan itu sendiri.

Sebab pertama. Ketika menciptakan suatu hal dapat pula menciptakan hal lain, akhirnya tetap harus ada penyebabnya pertama kali. Dengan kata lain, dalam sebuah urutan penyebab, sedikitnya satu penyebab harus ada sebelum penyebab lain ada. Tidak diciptakan. Karena sedikitnya satu penyebab harus ada tanpa adanya penyebab lain sebelumnya, dan setiap ciptaan membutuhkan suatu penyebab, setidaknya satu hal yang nyata atau hidup merupakan suatu hal yang tak diciptakan dan memang sudah ada sejak dahulu kala, karena setidaknya terdapat satu hal yang hidup yang tidak diciptakan. Ringkasan: setiap benda yang hidup mempunyai suatu maksud dalam suatu waktu atau sebuah periode yang mana ada pertama kali, atau bahkan tidak terjadi satu waktupun. Jika tidak terjadi, maka hal itu adalah abadi adanya dan memang bukanlah suatu ciptaan. Jika terjadi, maka hal yang nyata tersebut merupakan penyebab bagi keberadaannya sendiri. Keterbatasan: Perdebatan ini tidak membuktikan sesuatu yang pertama merupakan sbeuah benda yang hidup, atau dapat juga dikatakan bahwa hanya ada satu hal yang tidak berasal dari ciptaan, atau memang tetap hidupnya atau adanya hal yang ―uncreated‖ itu. Dengan mudah dapat dibuktikan bahwa sedikitnya satu hal yang nyata (baik berbentuk atau tidak) yang akan tetap hidup abadi tanpa harus diciptakan terlebih dahulu. Salah satu dari penulis pertama dalam menjernihkan menKejai hal itu, ia melihat pada perdebatan kosmologi dan mengatakan bahwa Tuhanlah sumber pertama atau penyebab pertama, dan orang itu adalah Philo dari Yahudi, yang hidup di Aleksandria, Mesir, dari tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D. R.C. Sproul dan Norm Geisler mempunyai banyak hal-hal yang membantu dalam perdebatan kosmologikal. P: Sebuah argument mengatakan bahwa “kompleksitas yang ada di dunia ini mengindikasikan bahwa sebelumnya terdapat seorang pencipta” merupakan suatu hal yang baik, sampai ketika terdapat suatu penerikan kesimpulan yang logis dari hal tersebut. Apa itu kompleksitas Tuhan? Jika sebuah hal yang rumit pun dibuthkan sebuah perancanag, maka Tuhan pasti membutuhkan perancang yang hebat. Dimanakah semua itu berakhir? Perdebatan ini berakhir pada “kemunduran yang hebat”, dan tak ada satu jawaban pun yang dapat menjawabnya. Apakah demikian? J: Sebelum menjawab argumentasi ini, perkenankan saya untuk menjelaskan ―permasalahannya‖ pertama kali. Terlepas dari konsep kompleksitas, hal ini juga merupakan sebuah masalah dengan bentuk yang kurang baik dalam perdebatan kosmologi. Jika segala sesuatu mempunyai sebuah penyebab, maka Tuhan pun seharusnya juga mempunyai penciptanya. Ketika sesuatu mempunyai sebuah akhir, atau tidak mempunyai akhir, hanya terdapat dua jawaban yang masuk akal: a) tidak ada akhir untuk regresi yang terbalik b) terdapat suatu akhir pada regresi yang terbalik ini, yaitu pencipta pertama yang bukan berasal dari ciptaan. Jika a), dikatakan tidak ada akhir pada regresi terbalik ini, maka segala sesuatu ada tanpa adanya seorang pencipta, karena akhirnya regresi tersebut pun tidak mempunyai penyebab. Oleh karena itu, memang seharusnya ada seseorang atau sesuatu yang tidak mempunyai pencipta. Jika b), terdapat sebuah ujung dari regresi yang terbalik ini, maka harus ada pencipta yang pertama terhadap sebuah kompleksitas yang tak dapat dispesifikasikan ini. Tentunya, hal itu berarti Tuhan bukanlah sesuatu yang diciptakan, hasil-hasil ciptaan. Saya pun masih penasaran dan juga heran, jika memang Tuhan dapat merangkum hal-hal yang kompleks ini dengan sangat sederhana, dan saya pun berpikir, bahwa mungkin kita hanya memikirkan pencipta itu hanya dalam suatu waktu. Jika memang Tuhan sudah ada

sebelum zaman penciptaan, dan jika memang waktu itu pun termasuk dalam ciptaan Tuhan, maka membicarakan hal-hal yang ada sebelum Tuhan ada merupakan sebuah oxymoron. P: Dalam Kejadian 1, apakah Tuhan menciptakan hal-hal lain atau dunia lain? J: Dia menciptakan hal-hal lain, selain yang ada di bumi, hal tersebut yaitu: malaikat dan setan-setan (iblis). Dan ketika menciptakan dunia lain itu pun Ia berada disana pula, Alkitab tidak mengatakan semua hal yang kita ingin tahu, tapi Alkitab akan memberitahu hal-hal yang perlu kita ketahui—dan kita harus yakin kita membacanya. Tuhan pun telah menciptakan alam lain, dan boleh jadi hal itu adalah surga dan neraka. P: Dalam Kejadian 1, mengapa Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, dimana Tuhan sebelumnya pasti sudah tahu bahwa mereka akan tidak menurut kepadaNya? J: Meskipun Tuhan sudah tahu sebelumnya bahwa mereka akan berbuat dosa, Tuhan mengatakan beberapa hal menKejai mengapa Ia menciptakan manusia. Karena keAgunganNya: Tuhan menciptakan anak-anakNya karena kemuliaanNya. Yesaya 43:7; 61:34. Manusia untuk saling mencintai: Tuhan sangat mencintai kita. Mazmur 145:9, 1 Yoh 3:1 Untuk menjadi anak-anakNya: 1 Yoh 3:1-2; Galatia 3:28, Roma 8:15-17 Untuk hidup dalam kita: 1 Yoh 4:12-16; Roma 8:9-11 Tuhan menginginkan agar tak satupun dari kita yang binasa. Yehezkiel 18:23,32; 33:11; 2 Petrus 3:9. Sebelum itu, Tuhan tidak merasa menyesal menciptakan mereka, yang mungkin akan, menolak Dia. Tuhan telah mengetahui bahwa mereka akan berbuat dosa, dan tetap memilih tidak turut campur dengan pilihan mereka atau bukan ―tidak menciptakan‖ mereka. Kemungkinan sebagian alasan Tuhan memilih untuk menciptakan manusia yang akan menyerupai citraNya sama halnya dengan alasan orangtua memilih untuk mempunyai anak. Ya, anak-anak akan mahal membiayai, seperti untuk makanan dan popok mereka, dan anakanak akan merasa bersedih, karena rasa sakit yang mereka derita, penyakit, dan ketidakmenurutan mereka, tetapi melalui semua itu, sebuah cinta atau kasih saying akan membuat hal itu bukanlah hal yang buruk melainkan hal yang bermanfaat atau berarti. P: Dalam Kejadian 1:1, apakah Tuhan menciptakan sesuatu karena Ia memang harus menciptakan itu? J: Alkitab tidak mendukung spekulasi ini. Tuhan tidak mempunyai suatu keharusan, dalam perasaan bahwa Ia akan disalahkan atau dihentikan ke-eksistensiannya jika Dia tidak menciptakan sesuatu. Dilain hal, keinginan Tuhan hanya ingin menciptakan, dan Tuhan memenuhi keinginanNya itu dalam sebuah karyaNya yang indah dan megah. P: Dalam Kejadian 1:1, apakah ada banyak ciptaan setelah zaman Kejadian? J: Kitab Injil pun tak mengatakan demikian, dan Tuhan bebas melakukan hal apa saja yang Ia kehendaki. Jika Tuhan menciptakan ciptaan yang lain, mereka itu adalah seperti halnya, malaikat, atau Adam dan Hawa sebelum mereka jatuh dalam dosa, kita, iblis, binatangbinatang, atau sesuatu yang memang berbeda dari hal-hal itu. P: Dalam Kejadian 1:2, jika roh Tuhan melayang-layang diatas permukaan air, apakah itu berarti Roh Kudus tidak cerdas, makhluk hidup, namun merupakan sebuah kekuatan yang aktif seperti yang dikatakan oleh Saksi Yehova? J: Tidak. Faktanya bahwa Roh Kudus tidak berbentuk secara fisik dan oleh karena itu dapat melayang-layang diatas air, yang mana hal itu tidak bertentangan dengan Injil yang menunjukkan bahwa Roh Kudus merupakan sesuatu yang hidup dengan sebuah kepribadian. Dibawah ini merupakan duplikasi dari pembahasan yang ada pada 1Yoh 5:6-8.

Sebuah kesaksian dapat menjadi sesuatu yang hidup dan begitu pula dapat menjadi sesuatu yang mati. Sebuah kesalahan dari Saksi Yehova adalah mempercayai bahwa Roh Kudus mempunyai atribut yang tidak dimiliki manusia, yang oleh karena itu (dengan menggunakan logika) mereka percaya Roh Kudus tidak mempunyai kepribadian. 1Yoh 5:6-8 menunjukkan sebuah fakta dimana terdapat tiga saksi yang menyaksikan bahwa Yesus memiliki tubuh seperti manusia. Yaitu melalui darahNya dalam penyalibanNya, dan Roh yang diberikan kedalam hati setiap pengikutnya atau umat Kristen. Melalui air dalam pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, atau seperti halnya air yang mengitari seorang bayi saat kelahirannya. Dibawah ini adalah beberapa fakta yang Alkitab ajarkan pada kita tentang kepribadian dari Roh Kudus. Parakletos (Pemberi ketentraman, yang selalu menyertai kita). Yoh 14:16,26, Yoh 15:26 Dapat mengetahui pikiran-pikiran yang paling dalam dari Tuhan 1 Kor 2:10-11 Berbicara pada kita. Kisah Para Rasul 13:2, Ibrani 3:7 Mengingatkan kita. Yoh 14:26 Seperti orang tua, sehingga kita tidak akan menjadi yatim piatu. Yoh 14:18 Memimpin kita. Yoh 16:13 Mengajarkan kita. Yoh 14:26 1 Kor 2:13 Hidup di dalam kita. 1 Kor 3:16, 2 Tim1:14, Roma 8:9,11, Efesus 2:22 Berada dalam hati kita. 2 Kor 1:22 Galatia 4:6 Dia menjadi perantara untuk kita (benda mati tidak dapat menjadi perantara). Roma 8:26-27 Dapat dihina. Ibrani 10:29 Memberikan kesaksian tentang Kristus. Yoh 15:26 Mempunyai pikiran. Roma 8:27 Dapat menjadi bersedih atau berduka. Yesaya 63:10, Efesus 4:30 Membuat pilihan. 1 Kor 12:11 Memiliki kasih. Roma 15:30 Melihat sesuatu sebagai hal yang baik. Kis 15:28 Mencari hal terdalam tentang Tuhan. 1 Kor 2:9-10 Karena kepedulianNya, Dia merintih untuk kita. Roma 8:26 P: Dalam Kejadian 1:10, bagaimana Tuhan dapat menciptakan bumi, karena dalam Kejadian 1:1 dikatakan bumi telah diciptakan terlebih dahulu? J: Kata Ibrani (eres) mempunyai arti yang sama dalam kedua hal itu. Seperti kata dalam bahasa Inggris, eres dapat berarti dunia di bawah langit, dan juga berarti tanah atau daratan yang kering. Demikianlah Tuhan menciptakan planet dalam Kejadian 1:1, dan daratan yang kering dalam Kejadian 1:2. Lihat dalam Encyclopedia of Bible Difficulties hal.65-66. P: Dalam Kejdian 1 dan 2, mengapa terlihat bahwa terdapat dua cerita penciptaan? J: Kejadian 1 menceritakan penciptaan surga dan bumi, dan Kejadian 2 menceritakan penciptaan manusia di taman Eden. P: Dalam Kejadian 1 dan di bagian lain, mengapa Tuhan disebut Elohim, sementara di pasal yang lain, seperti Kejadian 2, Tuhan disebut Yahweh? J: Tuhan mempunyai banyak nama dan gelar dalam Alkitab. Yahweh itu mengarah pada sosok Allah yang berhubungan dengan kita sedangkan Elohim, menekankan pada keesaan Allah, dan dapat berada dimana-mana. Merupakan hal yang sudah biasa juga dalam budaya kuno dalam memiliki lebih dari satu nama untuk dewa yang sama. Dibawah ini merupakan beberapa contohnya: Osiris – Wennefer, Khent-amentius, Neb-abdu

Bel – Enlil, Nunamnir Sin – Nanna El – Latpan Baal – Larpan P: Dalam Kejadian 1, dapatkah Tuhan menciptakan bumi dalam waktu yang harafiah, yaitu 24 jam dalam waktu 6 hari? J: Dengan tidak mempertimbangkan apakah mereka berpikir bumi sudah tua atau masih muda, namun semua umat Kristen harusnya menjawab pertanyaan ini dengan ‖ya‖. Dalam hari enam hari itu, Tuhan Yang Maha Kuasa dapat saja menciptakan ini semua tak usah dalam jam, dalam enam detik pun bisa jika Ia menginginkan. Masalah ini bukan pada bagaimanakah Tuhan harus mencipta, tetapi bagaimana Injil dan alam menyatakan apa yang Ia memilih untuk menciptakan ini semua. Sebagai catatan tambahan, Injil tidak mengatakan berapa lama satu hari dengan Tuhan yang berada dalam Kejadian 1. Ulangan 7:1 menunjukkan bahwa satu ‖hari‖ dapat merupakan satu periode waktu yang lebih dari 24 jam, sama seperti yang dipahami dalam ‖hari‖ di zaman Musa. Mazmur 90:4; 2 Petrus 3:8 menjelaskan bahwa hari-hari Tuhan dapat lebih lama dari yang kita bayangkan. P: Dalam Kejadian 1, apakah persamaan antara penciptaan ini dengan cerita penciptaan orang Babilonia membuktikan bahwa mereka berasal dari manusia biasa? J: cerita bangsa Babilonia memang dapat dibilang sama dalam beberapa hal secara fisik, namun hampir sangat berlwanan dalam masalah penciptanya atau penyebab. Disamping itu terdapat dua hal yang berbeda dimana Marduk dengan berjuang ditengah kekacauan yang disebabkan oleh naga Tiamat, Tuhan justru yang memerintahkan segala hal yang terjadi. Jika ada beberapa kebenaran dalam budaya yang berasal bukan dari Alkitab pastilah akan menjadi suatu hal yang mengejutkan. Ditambahkan, gaya penulisan atau penceritaan dari Kitab Kejadian 1 ini dengan sengaja dibedakan dengan konsep para penyembah berhala. P: Dalam Kejadian 1:26 dan 3:22, mengapa kata “Kita” digunakan oleh Tuhan yang adalah Esa? J: Terdapat dua kemungkinan jawaban. 1. Kata ―Kita‖ mengarah pada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi penggunaan kata jamak tersebut lebih tepatnya digunakan sebagaimana adanya sebuah percakapan diantara trinitas (yaitu Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus) 2. Kata ―kami yang diagungkan‖ digunakan untuk para raja dan dewa-dewa yang hanya tertuju pada satu orang. Sebagai contoh dapat dilihat dalam agama yang di Timur Tengah seperti Islam, orang Qur‘an Islam menggunakan kata ―kita‖ dan ―kami‖ ketika Allah mengarah pada dirinya sendiri. Umat Islam dan bukan Islam dapat menyetujui bahwa menggunakan kata ―kami yang diagungkan‖ dalam Qur‘an tidak berarti bahwa Muhamad mengajarkan bahwa Allah itu jamak. Namun demikian, Philo dari bangsa Yahudi (dari tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D.) menginterpretasikan hal ini bukan sebagai ―kami‖ yang diagungkan tetapi bahwa Tuhan menggunakan beberapa wakil seperti yang ada dalam On the Creation bag. 24 no.75 hal.11. P: Apakah dalam Kejadian 1:26 berarti bahwa kita harus berpendidikan untuk mendapatkan kesempurnaan yang seperti Tuhan dan memusatkan pada berkat yang dari Tuhan, seperti pemuja Baha ajarkan dalam Some Answered Questions hal.8 dan 9?

J: Tidak demikian, karena Kejadian 1:27 mengatakan bahwa Tuhan melakukan apa yang Ia firmankan dalam Kejadian 1:26. Ketika Adam dan Hawa diciptakan, mereka itu sempurna tanpa dosa sampai akhirnya jatuh dalam dosa, dan mereka tidak membutuhkan pendidikan. Dimana kita juga masih menjadi citra Tuhan, Kejadian 1: 26-28 mengarah pada apa yang telah Tuhan sempurnakan. P: Apakah dalam Kejadian 1:26 berarti manusia merupakan “tuhan-tuhan kecil” bagi diri mereka sendiri, seperti yang dikatakan oleh Kenneth Hagin dan beberapa pengajar kepercayaan lain katakan? J: Tidak. Kata ―seperti‖ bukan berarti ―adalah‖ dalam Kejadian. Walaupun pengajar kepercayaan lain menyetujui bahwa ciptaan seperti kita ini tidak pernah dipuja. Tubuh Adam dan Hawa pun diberikan keabadian namun dapat dirusak, sebuah kebajikan dapat dirusak, dan sebuah kasih yang sempurna untuk Tuhan pun dapat dilempar jauh-jauh seperti layaknya sebuah buah yang busuk. P: Dalam Kejadian 1:26-27, apakah hal itu merupakan percakapan diantara trinitas (Allah, Putra, dan Roh Kudus) atau percakapan dari ciptaanNya yaitu para malaikat? J: Sementara para malaikat mendengar kata-kata ini juga, maka dipastikan percakapan ini terjadi diantara Allah Trinitas. Penciptaan kita bukanlah pekerjaan dari malaikat melainkan dari Tuhan dalam Trinitas. Penulis Kristen pertama, Justin Martyr, juga telah mengobservasi ini dan mengatakan bukanlah pekerjaan malaikat. (Ditulis sekitar 138-165 A.D.) dalam bukunnya Dialogue with Trypho the Jew bag. 62 P: Dalam Kejadian 1:26-27, karena Tuhan menciptakan manusia lebih tinggi daripada malaikat, maka apakah Tuhan juga nantinya bisa menciptakan sesuatu yang lebih tinggi dari manusia? J: Injil tidak berkata seperti itu, dan Tuhan mempunyai kebebasan untuk melakukan apapun yang Ia inginkan. Namun demikian, Injil mengatakan bahwa umat yang percaya adalah atau akan disebut ―putra-putra Allah‖ dan kita akan ―memerintah dengan Kristus‖ dan ―bersamasama dengan Kristus‖ (Efesus 2:6). Ini memang akan sulit untuk sebuah ciptaan apapun yang terbatas untuk melebihi dari ciptaan tersebut (manusia sebagai orang percaya). P: Dalam Kejadian 1:26, apakah Adam merupakan “manusia yang hebat” dengan kemampuan yang berjuta-juta kali lebih hebat dari kita, seperti yang dituliskan Watchman Nee dalam The Latent Power of the Soul (1933 hal.15)? J: Injil tidak pernah mengajarkan pemikiran aneh seperti ini. Injil juga tidak pernah mengajarkan bahwa Adam hampir sama dengan Tuhan sebagai tampak yang kelihatan, seperti yang diajarkan Wacthman Nee dalam buku yang sama halam 18. Sayangnya, manusia seringkali mencoba untuk menambahkan pengajaran mereka tentang apa yang dikatakan Tuhan sebenarnya. P: Dalam Kejadian 1:26, jika kita diciptakan menurut rupa Allah, tidakkah membuktikan Tuhan (atau Bapa) mempunyai tubuh seperti manusia? (Seperti yang disebutkan oleh aliran Mormon) J: Kebanyakan orang menyetujui Roh Kudus tidak mempunyai tubuh seperti manusia dan Yesus tidak memiliki tubuh daging saat itu. Jika ―kita‖ mengarah pada pembahasan tentang Bapa, Putra, dan Roh Kudus, maka citra atau rupa bukanlah mengarah pada sebuah tubuh duniawi. Disamping itu, dalam Kejadian 9:6 dikatakan bahwa walaupun manusia jatuh dalam dosa, kita tetap akan memiliki citra Allah.

P: Dalam Keajadian 1:27, apakah sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia tetap diciptakan menurut gambar Allah? J: Ya. Dalam Kejadian 9:6, setelah terjadi air bah, disana dikatakan walaupun kita telah dikotori oleh dosa, kita tetap akan serupa dengan Allah. P: Dalam Kejadian 1:28, karena manusia diperintahkan untuk memenuhi bumi dan menaklukkannya, apakah hal ini juga membolehkan manusia untuk merusak lingkungan yang ada didalamnya? J: Tidak semuanya seperti itu. Kita belum pernah mendengar ada seorang Kristen atau seorang Yahudi yang membaca ayat itu dan menginterpretasikannya sama seperti itu. Terjemahan baru ini, pertama berkembang pada tahun 1967 [ lihat pada akhir sebuah referensi dari Kaiser], terlihat disitu ketika anda membaca bagian dari Kejadian 1, anda akan mengartikan ―taklukan‖ sama dengan ―merusak‖, bukan ―menggunakan dengan baik‖. Dimana sebenarnya Alkitab mengatakan enam hal penting tentang merawat tanah dan binatang. 1. Mereka adalah “penyewa” tanah sebenarnya adalah milik Tuhan 1a. Oleh karena itu, tanah tidak dapat dijual secara permanen. (Imamat 25:23) 1b. Segala sesuatu merupakan milik Allah (Mazmur 24:1) 2. Tuhan akan mengadili umat manusia yang merusak biasanya merusak tanah. 2a. Yesaya 24:5 mengatakan bumi dirusak oleh penghuninya sendiri. 2b. Zakaria meratapi kerusakan dari hutan-hutan yang megah dan padang rumput yang subur. Begitu pula, ketika meratapi malapetaka rohani dapat dikiaskan melalui malapetaka yang ada pada alam. 3. Tuhan mengutuk secara fisik orang-orang yang merusak tanah. 3a. Tuhan akan merusak milik orang yang telah merusak bumi. (Wahyu 11:18). 3b. Tuhan akan menghukum ―domba‖ yang tidak hanya memakan sesuai kebutuhannya, namun menginjak seluruh yang ada dipadang rumput. Mereka tidak hanya minum air bersih, tapi juga mengeruhkan sumber air dengan kaki mereka. (Yehezkiel 34:17-22) 3c. Bilangan 5:3 mengatakan untuk tidak menajiskan perkemahan, dalam konteks dengan penyakit yang menular. 3d. Walau dalam perang, janganlah memotong pohon yang terdapat buah karena akan meyuburkan tanah. (Ulangan 20:19-20). Sebuah pohon zaitun dapat hidup lebih dari 1000 tahun. 4. Tuhan mengutuk pengrusakan bumi yang dilakukan dengan kepikiran jahat. 4a. Bilangan 35:33-34 memerintahkan pada kita : ―jangan mencemari negri‖ dengan konteks melakukan pembunuhan pada orang lain. 4b. Jangan najiskan negrimu dengan berhala-berhala. (Yeremia 16:15) 4c. Yeremia 32:35 menyebutkan orang-orang menajiskan Lembah Ben-Hinom dengan pengorbanan anak bayi mereka. 4d. Dalam Yehezkiel 7:22, orang-orang jahat akan menajiskan tempat Tuhan yang berharga. 5. Hukum Tuhan meliputi dalam pemeliharaan sumber kehidupan dengan baik. 5a. Adam ditempatkan ―dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu‖ (Kejadian 2:15). 5b. Jangan menaburi dua jenis benih bersamaan (Ulangan 22:9). Justru, benih yang berbeda dapat menghilangkan serangga. 5c. Biarkan tanah mengalami sabat setiap tujuh tahun sekali selama hari peringatan (Imamat 25:3-7,11-12,18). 5d. Tuhan akan menghukum bangsa Israel bagi mereka yang tidak melaksanakan hal tersebut. (Imamat 26:34-35).

6. Binatang-binatang: merupakan milik Tuhan, diciptakan untuk kebutuhan kita, namun kita harus merawatnya secara baik. 6a. Binatang merupakan milik Tuhan. (Mzm 50:10) dan Ia merawat mereka (Mzm 36:6; 104:11,14; 147:8-9). 6b. Memakan daging adalah suatu yang baik, dan beberapa ayat pun menyatakan demikian. (Kej 9:2-5; Kis 10:13). 6c. Yesus itu tanpa dosa (Ibrani 4:15; 7:26; 1 Ptr 3:22; 1 Yoh 3:5). Ia memakan ikan (Lukas 24:42-43) dan menjadi seorang Yahudi yang baik, akan makan daging seperti diperintahkan selama perayaan Paskah kaum Yahudi (Keluaran 12:8-10). 6d. MenKejakan pakaian dari kulit diperbolehkan, seperti juga Yohanes Pembaptis yang menKejakan ikat pinggang dari kulit dalam Markus 1:6. 6e. Berburu itu diperbolehkan. (Imamat 17:13). 6f. Membunuh binatang untuk persembahan pun diperkenankan (Keluaran – Ulangan) 6g. Kita haruslah memiliki perhatian pada binatang-binatang. (Amsal 12:10). P: Dalam Kejadian 1:28, walaupun Alkitab tidak secara jelas mengatakan bahwa kita harus menyia-nyiakan pemberian Tuhan melalui lingkungan kita, apakah Kristen secara implisit mengajarkan bahwa kita harus menyampahi lingkungan ? J: Tidak. Anda tidak dapat menyalahkan masalah ekologi yang disebabkan karena ketamakan dan banyaknya masyarakat Kristen, banyak hal lebih dari satu masalah pun dapat menyalahkan suku Animisme di Afrika, umat Hindu di India, umat Budha/konfusianis di China, dan umat Islam di Indonesia dan Timur tengah. Ada banyak masalah ekologi disetiap benua, yang mana ada jika masyarakat disana hanya merusak lingkungan untuk kepentingan pribadi di setiap benua. Pembahasan lebih lanjut tentang apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang lingkungan, dapat dilihat di jawaban sebelumnya. P: Dalam Kejadian 1:29 apakah Adam dan Hawa diberikan benih tanaman, atau dapatkah mereka memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat seperti yang dikatakan dalam Kejadian 2:17 ? J: Sementara kita tidak mengetahui apakah pohon pengetahuan yang baik dan yang buruk mempunyai benih atau tidak, namun tak ada hubungannya. Tanpa mempertimbangkan hal tersebut, arti dari firman tersebut mereka dapat memakan semua tanaman yang ada disana, kecuali satu buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat. P: Dalam Kejadian 2:2-3, mengapa Tuhan beristirahat dari pekerjaanNya di hari ketujuh? J: ―Istirahat‖ disini berarti berhenti untuk menciptakan. Injil tisak pernah mengatakan Tuhan butuh istirahat, tetapi Dia memilih demikian. P: Dalam Kejadian 2:2, apakah konsep Sabat yang merupakan berasal dari bangsa Babilonia dimasukkan dalam tradisi Yahudi selanjutnya? J: Jawabannya ada dua, satu hari Sabat bagi umat Kristen dan satu lagi bagi orang nonKristen. 1. (Untuk umat Kristen): Jika anda mengasumsikan bahwa Yesus berasal dari Tuhan yang dibuktikan dari kebangkitanNya, sejak Yesus menerima keakuratan yang asli dan reliabilitas dari Perjanjian Lama, dan referensi menKejai hari Sabat dalam Kejadian dan Yeremia dapat dibuktikan bahwa peristiwa itu terjadi sebelum Yesus datang, itu bukanlah penemuan bangsa Babilonia, dan tidak ada satupun lagi yang perlu dikatakan. 2. (Untuk umat non-Kristen): Bangsa Babilonia menyebut hari ke-15 dalam satu bulan dengan sappatu. Tentunya, hanya ada satu hari setiap bulan bukan empat hari. Hari Sabat

merupakan sebuah konsekuensi kecil bagi bangsa Israel dalam masa sebelum pembuangan dan sangat penting setelah hari pembuangan. Namun, untuk mengatakan bahwa bangsa Babilonia dan bangsa Yahudi setelah hari pembuangan itu merupakan universal ―menipu‖ menjadi a) mempercayai pembuangan mereka dikarenakan kegagalan mereka untuk mematuhi perintah yang memang tidak ada dalam Injil, dan b) ini telah ditambahkan dalam 59 pasal (35 diantaranya ada dalam Taurat) tanpa seorangpun memperhatikan, ini meragukan. Dilain hal, tidak semua orang Yahudi pergi ke Babilonia. Yermia mencatat bahwa beberapa pergi ke Mesir. Bangsa ini merupakan keturunan bangsa Yahudi yang menterjemahkan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani, dan dalam terjemahan bahasa Yunani versi yang ketujuh puluh terdapat ayat tentang hari Sabat, juga. P: Dalam Kejadian 2:4, 5:1, 6:9, 10:1, 11:10, 11:27, 25:12, 25:19, 36:1, 36:9, dan 37:2, Bilangan 3:1; Rut 4:18, apakah kata dalam bahasa Ibrani (Tol’dot) mengawali sebuah bagian atau menyimpulkan sebuah bagian? J: Entah kata itu selalu mengarah pada permulaan, pada akhir, atau tidak ada sama sekali. Berikut ini: Ambiguitas: Disini terdapat beberapa ―tol‘dot‖ yang dapat diinterpretasikan berbeda-beda. Kejadian 2:4; 5:1; 36:9; 37:2. Permulaan: Disini terdapat beberapa ―toledots‖ bahwa konteks meminta mereka berada di awal: Kejadian 6:9; 10:1; 11:10; 11:27; 25:12; 25:19; 36:1; Bilangan 3:1. Philo seorang Yahudi (pada tahun 15/20 B.C.- tahun 50 A.D.) menyebutkan Kejadian 2:4 sebagai ―rangkuman ceritanya (Musa) tentang penciptaan dunia‖ dalam On the Creation 44:129 hal.18. Di akhir: Hal itu bukan ―tol‘dot‖ yang berdiri sendiri yang mungkin dimiliki memang diakhir bagian. Oleh karena itu, bagian-bagian yang ambigu mungkin berada di permulaan. Kebanyakan bukti yang menyimpulkan bahwa ―toledot‖ berada di awal bagian yaitu berasal dari Kejadian 25:19, yang mana mengatakan itu merupakan cerita Iskak. Secara cepat bagian berikutnya membicarakan tentang Ismail dan mengatakan tak ada apapun tentang Iskak. Lihat The Bible Knowledge Commentary : Old Testament (Victor Bukus 1985) hal.22-23 untuk lebih lanjutnya tentang mengapa ―Toledot‖ berada di awal. P: Dalam Kejadian 2:5-7, apakah Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan setelah manusia, atau sebelum manusia seperti yang dikatakan Kejadian 1:12,26? (pertanyaan ini ditanyakan oleh seorang Ateis bernama, Capella) J: Terdapat empat hal dalam menjawab ini. 1. Pertama kali adalah tuumbuhan: Kejadian 1 secara jelas mengatakan tumbuhan diciptakan di bumi sebelum adanya manusia. Ini tentunya, juga meliputi segala bibit awal dari segala tumbuhan yang ada pada masa sekarang. 2. Dunia vs. Kebun: Kejadian 1 menceritakan cerita penciptaan surga dan bumi, sementara Kejadian 2 menceritakan penciptaan taman Eden. 3. Masa panen setelah manusia ada: Kejadian 2 menunjukkan bahwa semak-semak di lading ada setelah manusia ada, yaitu di taman Eden. Dalam kedua kejadian ini, kata Ibrani ―ladang‖, adalah saday digunakan lebih sering, dibandingkan menyebut tumbuhan. 4. Ilmu arkeologi menguatkan apa yang ditunjukkan dalam Kejadian. Benih padi yang kita gunakan saat ini tidak akan hidup sampai setelah manusia membiakan mereka untuk dikembangkan. 4a. Jagung: para arkeolog mengatakan pada kita bahwa benih jagung telah dibiakkan dalam dunia yang baru sekitar 5000 tahun sebelum Masehi. Jagung itu berasal dari sebuah benih yang dinamakan teosinte. Teosinte memiliki sekitar 50 biji yang halus, dan tongkolnya tidak

lebih dari satu inci. Sedangkan, jagung saat ini memiliki 500 sampai 1000 biji yang melekat di setiap tongkolnya. Karena biji itu melekat, saat ini jagung tidak dapat tumbuh ditanah yang liar tanpa bantuan dari manusia. 4b. Gandum: Ilmu arkeologi menemukan bibit dari tanaman gandum di daerah Timur tengah di Iraq sekitar 7000 tahun sebelum Masehi. Bibit itu disebut Emmer dan akan kehilangan bijinya ketika angin menggoyangkan. Saat ini terdapat ribuan makanan terbuat dari gandum. Sebagai catatan, beberapa orang melihat perbedaan waktu sekitar 2000 tahun antara jagung dengan gandum pada waktu pengembangbiakan menjadi salah satu dari dua alasan (alasan lain adalah binatang kuda) bahwa ketika bangsa Spanyol datang ke Amerika, tradisi suku Indian sudah ada sekitar 1000 sampai 2000 tahun sebelum budaya Eropa ada. 4c. Beras. Merupakan pendatang baru diantara ketiga tanaman biji-bijian. Beras ini di kembangbiakkan sekitar 3500 tahun sebelum Masehi. Sebagai catatan, di Beersheba mereka menemukan biji-bijian gandum, gerst (untuk membuat bir), miju-miju, dan anggur yang sudah dikeraskan dari tahun 4000 sebelum Masehi. Ringkasan: Tumbuhan ada sebelum manusia, tetapi benihnya dan ladangnya ada setelah manusia diciptakan. P: Dalam Kejadian 2:7, apakah Tuhan menciptakan sesuatu, atau apakah Ia hanya “mengatur” itu seperti yang dikatakan oleh pengajaran Mormon, atau apakah sesuatu yang tidak diciptakan karena sesuatu itu tidak nyata, seperti yang diajarkan oleh aliran Kristen Sains dan beberapa agama bangsa timur? J: Tidak. Tuhan adalah Maha Kuasa berarti Tuhan dapat melakukan apapun, dan Tuhan menjadi Sang Pencipta berarti Tuhan menciptakan segala sesuatu. Tuhan menciptakan alam semesta ―ex nihilo‖ yang berarti dari yang tidak ada. Demikian, untuk memastikan, Tuhan tidak hanya menciptakan ―sesuatu yang berhubungan dengan benda atau energi‖, tetapi Tuhan menciptakan benda dan energi dari mereka sendiri. P: Dalam Kejadian 2:7, dan 19 apakah Tuhan menciptakan manusia sebelum binatang, atau setelah binatang seperti yang dikatakan dalam Kejadian 1:24, dan 27? (seorang ateis (Capella) menanyakan hal ini) J: Terdapat tiga hal untuk menjawabnya. Diatas bumi, Tuhan menciptakan manusia setelah binatang, seperti yang ada adalam Kejadian 1:24-27. Di taman Eden, Tuhan perlu menciptakan manusia sebelum menunjukkan mereka binatangbinatang itu. Walaupun di Taman Eden, binatang seharusnya ada sebelum manusia ada. Kejadian 2:19 mengarahkan pada binatang yang telah diciptakan saat itu. Ini tidak berarti tidak ada binatang yang diciptakan sampai saat itu. P: Apakah Kejadian 2:7 membuktikan bahwa manusia tidak memiliki jiwa yang abadi seperti yang dikatakan oleh Saksi Yehova? J: Tidak. Kata Ibrani disini, nepesh, berarti ―jiwa‖ di beberapa tempat, dan ―kehidupan‖ ditempat lain seperti hal ini. Bagaimana orang percaya berada di bawah mezbah seperti dalam Wahyu 6:9-10 dimana berada dibawah mezbah jika mereka tidak tetap hidup setelah kematian? P: Dalam Kejadian 2:10-14, dimana sungai yang mengalir keluar dari Taman Eden? J: Pertama kali, perlu diketahui Taman Eden tidak berada di bumi saat ini. Kita tidak tahu dimana sungai Pison berada, dan sungai Efrat dan Tigris berada di Turki, Siria, dan Iraq.

Sungai Gihon pun biasa disebut sebagai sungai Nil, yang mengalir dari daerah Cush, selatan Mesir. Namun, ini dapat menjadi sebuah sungai kecil yang berasal dari ―Cush‖ (Kashshu) di barat Elam, yang mana sangat dekat dengan sungai Tigris dan sungai Efrat. Sungai Kassit ( dalam bahasa Yunani: Kossaeans ) berasal dari sana. P: Dalam Kejadian 2:15, mengapa Tuhan mengatakan padamu (personel) untuk boleh memakan buah apapun di taman, kecuali kalau kamu (jamak) makan buah pengetahuan baik dan jahat? J: Walau mereka dapat memilih beberapa pohon yang; namun mereka tidak boleh memakan makanan yang sama. Tetapi, tidak juga mereka diperbolehkan untuk memakan dari satu pohon saja. Kata yang jamak pun lebih ditekankan, hal ini sesuai dengan dimana perintah ini tidak hanya untuk Adam, tapi untuk semua orang. Philo seorang Yahudi (tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D) dialah yang pertama menjawab pertanyaan ini dalam Questions and Answers on Kejadian, I hal.794. P: Dalam Kejadian 2:16, mengapa Tuhan menciptakan Adam, dimana Ia mengetahui bahwa ia akan jatuh dalam dosa? J: Tuhan dapat melakukan hal apapun, tapi sebuah kemustahilan logika bukanlah sebuah benda. Tuhan tidak menciptakan makhluk hidup yang akan memilih untuk mencintai dan menurut pada Tuhan, jika memang ciptaanNya itu tidak mau menurut padaNya. Keinginan untuk menurut pada Tuhan berarti juga keinginan untuk tidak menurut pada Tuhan. P: Karena dalam Kejadian 2:17 dikatakan “hari dimana kamu akan makan itu di hari itu pula kamu akan mati”, dari perkataan itu bagaimana Adam dan Hawa mati “pada hari itu”? J: Secara rohani dan secara hukum. Tiga hal yang akan menjelaskan jawaban ini. Kematian rohani terjadi pada hari itu. Secara hukum, saat itu perkataan, baik tentang kematian tubuh dan roh ditegaskan pada mereka. Sebuah idiom Ibrani mengartikan adanya kepastian akan kematian mereka, bukan masalah kapan mereka akan mati. Contoh lainnya dalam menggunakan idiom ini, kita dapat melihat 1 Raja-raja 2:37, dimana Salomo memberikan peringatan yang sama pada Shimei di hari ia akan meninggalkan Yerusalem. Orang pertama yang menjawab pertanyaan ini tidak lain adalah Philo seorang Yahudi (yang hidup tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D) dalam Questions and Answers on Kejadian, 1 hal.794, dan Allegorical Interpretation, I 33 (105) hal.46-37, dimana ia menyebutkan tentang kematian jiwa. Orang kedua, seorang penulis dari zaman kuno, yang memberikan jawaban yang berbeda, adalah Irenaeus dalam Buku Against Heresies vol.5 bag.23 (182-188 A.D.) hal.551-552. Karena Irenaeus menulis bahwa satu hari bersama Tuhan sama dengan 1.000 tahun, ia menginterpretasikan hal ini sebagai satu hari dalam harinya Tuhan, dan ia melihat itu adalah pasti yang mana Kejadian 5:6 juga mengatakan bahwa Adam meninggal ketika berusia 930 tahun, dimana kurang drai 1000 tahun. P: Dalam Kejadian 2:18, mengapa dikatakan bahwa manusia sendirian, padahal manusia berada dengan Tuhan dan binatang-binatang? J: Adam tidak mempunyai kuasa atas binatang, dan Adam pun juga memuja Allah. Tetapi Adam tidak mempunyai teman yang seperti dirinya. Ia merasa sendirian karena tidak mempunyai teman untuk mempunyai hubungan sebagai hubungan yang horizontal yang setara dengannya.

P: Dalam Kejadian 2:18-22 ditunjukkan bahwa perempuan diciptakan sebagai pelengkap, seperti yang dinyatakan dalam Born Again Skeptic’s hal.164? J: Tidak. Itu menunjukkan hal yang berlawanan. Tuhan telah melakukan semuanya dengan tepat, dimana Adam harus menamai binatang-binatang serta hal lainnya, juga menunjukkan pada Adam bahwa ia membutuhkan seorang teman. Kebanyakan ayat yang ada dalam Kejadian 1 dan 2 hanya sebuah penciptaan yang diciptakan dengan sabda Tuhan. Namun, Tuhan pertama kali ―membuat suatu tingkatan baru‖ dan menjelaskan pada Adam bahwa ia (perempuan) akan diciptakan sebagai teman bekerja Adam, sebelum Hawa diciptakan. P: Apakah Kejadian 2:18 menunjukkan bahwa perempuan berada di bawah laki-laki, karena Hawa diciptakan secara berbeda dengan Adam? J: Tidak. Tidak demikian. Terdapat enam hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab ini. 1. Berbeda bukan berarti tidak setara. Banyak orang yang berbeda berbicara dengan bahasa yang berbeda, tapi tidak berarti bahasa-bahasa tersebut merupakan suatu yang bahasa rendah atau bahasa tinggi disbanding yang lain. Seperti yang dikatakan oleh seorang Kristen, Hawa bukan diciptakan dari tulang kaki Adam yang ada terletak di bawah, bukan juga dari kepalanya yang berada di atasnya, tapi dari tulang rusuknya yang berada disampingnya. 2. Penolong bukan berarti berkedudukan lebih rendah. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa Hawa lebih rendah dari Adam karena ia adalah seorang ―penolong‖ dalam Kejadian 2:18. Namun, jika Tuhan adalah penolong (arti yang sama dengan kata Ibrani) dalam Mzm 70:5 dan ini tidak berarti Tuhan berada di bawah kita! Oleh karena itu yang diterjemahkan dalam bahasa Ibrani sebagai ― pembantu‖ tidaklah tepat. Terjemahan yang lebih baik yaitu ‗Aku akan memberikan kekuatan pada manusia‘. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan Walter Kaiser tentang bahasa Ibrani dalam Hard Sayings of the Bible hal.92-94. Maka perempuan merupakan ―teman hidup‖ bukan hanya sebagai wakil atau pembantu. 3. Kejadian 1:27 menunjukkan bahwa kedua manusia itu adalah sebagai citra Allah. Ini berarti bukan hanya Adam yang menjadi citra Tuhan, tapi dua manusia ini, laki-laki dan perempuan merupakan citra Tuhan. Dilain hal, menjadi ―serupa dengan Allah‖ juga bukan berarti Tuhan hanya mempunyai dua kaki, dua tangan, dan satu perut serta lain-lain. Lebih lanjut, dimana sebagai sosok yang berbentuk dua dimensi merupakan bentuk yang tidak sempurna, dan benda merupakan tiga dimensi, karakter Tuhan yang tidak terbatas dan diri kita yang terbatas mempunyai beberapa kesamaan. 4. Setara dalam alam, nilai, kepentingan, dan lain sebagainya. Dalam Alkitab, Galatia 3:28 mengatakan ―Tidak ada bangsa Yahudi ataupun Yunani, budak ataupun orang yang bebas, laki-laki atau perempuan, semua dari engkau satu dalam Yesus Kristus‖ 5. Berbeda dalam peran: Efesus 5:22-24 menunjukkan bahwa istri harus tunduk pada suami, karena suami adalah kepala dari istri. Suami harus mencintai istrinya seperti Kristus mencintai gerejaNya dalam Efesus 5:25-26. Paulus mengatakan bahwa perempuan tidak bolrh mengajarkan laki-laki atau mempunyai kewenangan diatas laki-laki dalam 1 Tim 2:12. 6. Bagaimana dalam prakteknya? 6.1 Deborah merupakan hakim yang dihormati di Israel dalam Hakim-hakim 4-5. Berdasarkan ini, saya pun akan mudah memilih perempuan sebagai presiden. 6.2 Mereka dapat memiliki warisan, termasuk tanah dalam Bilangan 36:8.

6.3 Untuk penggambaran yang sepenuhnya tentang bagaimana seorang istri menjadi teman sehidup semati dengan suaminya, dapat dibaca dalam Amsal 31:10-31. Diantaranya dikatakan: Ia bekerja dengan tanganya (Amsal 31:13,22) dan mendapat keuntungan dari itu, dalam Amsal 31:24,31. Ia mencari makanan (Amsal 31:14) dan memasaknya Amsal 31:15 Ia mengatur hal-hal lain. Amsal 31:15 Ia sendiri yang memutuskan untuk membeli lading. Dalam Amsal 31:16. Ia menanam kebun anggur. Amsal 31:16 (perlu dicatat bahwa sebuah keluarga tidak memiliki seluruh kebun anggur hanya untuk kepentingan pribadi; itu merupakan sumber keuntungan) Secara fisik ia kuat. Amsal 31:17 Ia juga berdagang, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari tapi juga untuk sebuah keuntungan. Amsal 31:18 Ia memberikan pada kaum miskin. (Ia juga harus mengontrol keuangan yang akan digunakan) Amsal 31:20 Ia mengatur pekerjaan rumah. Amsal31:21 Ia bijaksana, dan mengajarkan tentang kebijaksanaan. Amsal 31:26 Ringkasannya: Perempuan bukanlah lebih rendah dibanding dengan laki-laki dalam dunia, nilai-nilai, atau kepentingan. Mereka juga mempunyai peran yang berbeda dari laki-laki, seperti yang dikatakan oleh ibu anda. Lihat juga Today’s HandBuku for Solving Bible Difficulties hal.191-193 untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana perempuan diciptakan ―seperti‖ laki-laki, dan setara dengan laki-laki. P: Dalam Kejadian 2:19 mengapa Adam harus melihat binatang-binatang untuk menamainya? J: Tuhan memberikan Adam kekuasaan atas binatang-binatang yang dikatakan dalam Kejadian 1:26, dan Tuhan ingin melihat apa nama yang akan diberikan Adam, lihat Kejadian 19. Tambahan tentang ini, mungkin terdapat alas an tersembunyi. Sebelum menciptakan Hawa, Tuhan mengetahui apa yang harus dipenuhi dalam kekurangan dari Adam, tapi Adam tidak mengetahuinya. Oleh karena itu Adam belajar tiga hal tentang binatang yang berhubungan dengan keadaanya saat itu. Keluarga: a) Menunjukan Adam bahwa semua binatang tingkat tinggi memiliki jenis kelamin jantan dan betina dan menunjukan bagaimana Tuhan menciptakan mereka lengkap dan mereka pun akan mudah untuk menyebarkan spesisnya. b) Adam dapat melihat semua ciptaan Tuhan, dan tak satupun yang seperti dia. c) Adam dapat melihat bahwa ia membutuhkan orang lain untuk melengkapinya juga. Sekaligus, mengajarkan anak-anak bagaimana tumbuhan berkembang biak, dan bagaimana binatang berkembang biak, dan hal yang baik pula mengajarkan anak-anak bagaimana Tuhan mentakdirkan bagaimana anak-anak dapat diciptakan. Masyarakat: a) Dimana anjing dan rusa mempunyai komunitas di tempat mereka hiduhal. b) Adam dapat melihat bahwa ia tidak mempunyai orang lain dalam komunitasnya untuk berbegi dalam kehidupannya, dan orang membutuhkan orang lain disampingnya. Kepemimpinan:

a) Sejak Tuhan memberikan Adam kekuasaan atas bumi ini, Adam harus mengetahui segala binatang yang hidup di bumi ini. b) Sejak Adam mempunyai kekuasaan, Tuhan menganugrahkan Adam dengan menyuruhnya menamai binatang-binatang. (Philo seorang Yahudi yang menyebutkan hal ini dalam Works of Philo hal.882.) P: Dalam Kejadian 2:19-9, :19, bukti apa yang ada dari yang ditulis aliran Mormon zaman dahulu yang mengatakan bahwa Mormon percaya akan doktrin yang kacau, bahwa Adam itu Tuhan? J: Disini ada kutipan dari Mormon yaitu Journal of Discourses, yang diikuti oleh kedua belas penulis sebagai buktinya a. Journal of Discourses vol. 1 hal.50. (Khotbah oleh Brigham Young) ―Sekarang dengarlah ini, segala penghuni bumi, kaum Yahudi dan kaum kafir, yang suci dan berdosa! Ketika bapa kita Adam masuk ke dalam taman Eden, ia datang kesana dengan tubuh surgawi, dan membawa Hawa, satu dari istrinya dengan dia. Ia membantu untuk mengatur dan mengusahakan dunia ini. Ia adalah MICHAEL, malaikat yang terpenting, PADA ZAMAN DAHULU! Dimana dia adalah orang suci yang telah ditulis dan dibicarakan – Ia adalah BAPA kita dan TUHAN kita, dan hanya satu Tuhan yang mana akan bersama-sama dengan Kita. Setiap manusia diatas bumi, yang beragama Kristen dan bukan orang Kristen harus mendengar ini, dan akan mengetahui hal itu cepat atau lambat.‖ (yang dimiringkan merupakan yang asli) b. Journal of Discourses vol. 1 hal.51. (Khotbah yang sama) ―Yesus, saudara kita yang lebih tua, memerankan sebuah karakter duniawi sama seperti yang ada dalam Taman Eden, dan kalau begitu siapa Allah Bapa kita yang ada di Surga.‖ Catatan bahwa aliran Mormon sering merespon bahwa ini merupakan tulisan yang keliru. Ini menarik untuk dicatat bahwa isi dari seorang pendeta Kristen yang besar Charles H. Spurgeon dipublikasikan di waktu yang sama dengan pernyataan diatas, dan disana tidak terdapat kekeliruan perkataan yang mengatakan bahwa beberapa ciptaan merupakan pekerjaan Tuhan. Dibawah ini bukti pembenaran yang benar-benar dikatakan oleh nabi Mormon. 1. Journal milik Wilford Woodruff ditulis sekitar 2/19/1854. (Lihat dalam Perpustakaan BYU) 2. Deseret Evening News 6/14/1873 3. Deseret Evening News 6/18/1873 4. Diary of Hosea Stout: On the Frontier vol. 2 hal.438. 5. The Millennial Star vol. 16 hal.543. 6. The Millennial Star vol. 15 hal.769-770. satu setengah tahun setelah ini.. 7. Journal of John Nuttall vol. 1 phal.18-21. 8. Diary Journal of Abraham H. Cannon vol. 11 hal.39 (diajarkan sekitar 50 tahun lamanya) 9. Sacred Hymns and Spiritual Songs for the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints 1856 hal.375 10. Women of Mormondom hal.179 11. Journal of Discourses vol. 4 hal.1 (Presiden Heber C. Kimball berbicara tentang ini tanggal 6/29/1856) ―...dan aku mengetahui jika kita bukan salah satu yang ada bersama saudara Brigham, pemimpin kita, kita tidak berada dalam Kristus. Ya, aku tahu ini, dan perasaanku berada bersama dengan saudara Brigham setiap waktu. Aku telah mempelajari dari pengalaman bahwa ada satu Tuhan yang mempengaruhi orang-orang ini, dan Ia adalah Tuhan yang

mempengaruhi bumi ini – manusia pertama. Manusia pertama itu mengirimkan Putranya untuk menebus dunia ini, menebus saudara-saudaranya‖. 12. Akhirnya, satu buku lagi yaitu : The Position of Adam in L.D.S. Scripture and Theology: tentang ―Identifikasi Adam dengan Allah Bapa oleh Presiden Brigham Young merupakan sebuah fakta yang tidak dapat dibantah‖ hal.58 P: Dalam Kejadian 2:20, bagaimana Adam menamai binatang, kalau buah yang dilarang adalah sebuah komputer Apple Macintosh ? J: Seseorang pernah sekali menyindir bahwa jika Adam harus menamai binatang-binatang yang ada (termasuk 1,5 juta hama dan serangga) dalam 24 jam enam hari, tidak heran kita menyalahkan buah terlarang yaitu Apple, ―disk drive‖ dan semuanya! Dilain hal, Paul S. Taylor mencatat dengan benar kalimat ―berikanlah nama pada hewan ternak, urung di udara, dan binatang buas‖ dalam Kejadian 2:20 tidak selalu berarti menamai setiap jenis binatang di bumi. Ini secara sederhana dapat dinamai melalui golongan dan keluarga dari binatang tersebut dalam keburu-buruan Adam. Bagi yang menyukai hal-hal sepele, terdapat 26.000 jenis binatang vertebrata di darat dan 9500 jenis fosil di bumi yang diketahui. (Dari fosil tersebut, hampir sebagian besar adalah reptile dan 1000 fosil lainnya adalah burung). Terdapat kasarnya 5600 golongan binatang yang hidup yang ada di darat, termasuk 1900 golongan dari burung. Terdapat 6500 golongan fosil binatang darat yang diketahui, termasuk hampir 1000 golongan burung dan 1500 golongan reptil. P: Dalam Kejadian 2:21-23, apakah Adam adalah laki-laki dan perempuan sebelum diciptakannya Hawa? J: Tak ada satupun di dalam Injil yang menjelaskan ini. Kejadian 3:16 mengatakan bahwa suami akan menjadi kepala dari istri. Sejak ini terjadi setelah kejatuhan manusia dalam dosa, bagaimana Adam ―laki-laki‖ sebelum adanya Hawa tidak memiliki tanggungan akan apapun. Namun, dengan melihat pada kewenangan gereja umumnya, Paulus melihat secara pasti bahwa memang Adam diciptakan sebelum Hawa dalam 1 Tim 2:13. Perkataan Paulus akan sangat menyesatkan jika Adam adalah laki-laki juga perempuan. . P: Dalam Kejadian 2:21-23, apakah cerita tentang Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk diambil dari puisi Dilmun dalam bahasa Sumeria? J: Pertama kali terdapat beberapa latar belakang informasi, dan jawabannya, dan akhirnya dua pelajaran yang dapat kita pelajari dari jawaban tentang bagaimana Tuhan menginspirasi Alkitab. B1. Samuel Noah Kramer, dalam The Sumerians (University of Chicago 1963), menyebutkan bahwa bahasa Sumeria untuk tulang rusuk, ti, juga berarti ―untuk membuat hidup‖, dan berada dalam puisi Dilmun, Nin-ti adalah ―lady of the rib‖ yang sama artinya dengan ―nyonya yang membuat kehidupan‖ yang menyembuhkan tulang rusuk dari dewa Enki. B2. Ini merupakan permainan kata-kata dalam bahasa Sumeria, tetapi tidak dalam bahasa Ibrani, yang membuat persamaannya daripada menyerangnya. B3. Untuk urusan ―Nyonya yang menyembuhkan tulang rusuk‖ melawan. ―Hawa yang berasal dari tulang rusuk Adam‖ dalam Kejadian, tidak terdapat persamaan diantara keduanya. B4. Salinan dari puisi Dilmun berasal dari 2400 sebelum Masehi atau sesudahnya. Tanpa memepertimbangkan, dimana mereka ada sebelum Abraham, yang meninggalkan tanah Ur sebelum tahun 2050 sebelum Masehi. B5. Cerita ini mungkin terkenal pada zaman dahulu.

Jawaban: Empat hal yang diperhatikan dalam menjawab. A1. Ini hanya satu dari sekian contoh penceritaan yang sama tentang kejadian yang terjadi dalam Kejadian. Contoh lain adalah lebih dari 200 cerita yang tersebar luas dari beanekaragam orang dari seluruh dunia. A2. Permainan kata tentang tulang rusuk menunjukkan tradisi terdahulu mempunyai perlindungan setidaknya pengetahuan walaupun tidak lengkap tentang penciptaan manusia. A3. Walau lebih dari itu, bagian lain dalam Kejadian 1 terlihat ditulis dalam tujuan atau secara sengaja untuk membedakan dari bahasa Sumeria, Akadia, dan cerita lain. Cerita lain lagi memperlihatkan pertengkaran dewa-dewa, dalam Kejadian Tuhan Yang Maha Esa secara tenang menciptakan ciptaanNya. Cerita lain lagi, memperllihatkan pahlawan yang bertarung melawan kekacauan. Kejadian memperlihatkan Tuhan melayang-layang ―diatas air‖ dan memerintah serta memimpin. A4. Ketika beberapa persamaan dari detil yang ada dalam Kejadian melawan puisi Dilmun, dan karya manusia zaman dahulu yang lain, dapat mengatakan sebagai pengetahuan yang umum dari beberapa peristiwa. Namun, ini tidak dapat dipertahankan untuk mengatakan bahwa hal itu disalin dari yang lain, tidak karena banyaknya detil yang umum, tapi juga karena hampir tidak ada sama sekali persamaan dalam arti yang ada dalam detil tersebut. Pelajaran yang dapat dipelajari dari jawaban tersebut: L1. Kejadian tidak ditulis dalam suatu kehampaan. Tuhan hanya ingin menyatakan kebenaran pada kita, Ia menyatakan kebenaran yang tanpa batas waktu, yang dalam prakteknya, berhubungan dengan waktu dan tradisi. Satu alasan (tapi bukan alasan utama) Kejadian diberikan Tuhan untuk membenarkan kesalahan pandangan terhadap asal mula manusia yang masyarakat pada saat itu alami, sementara mengakui beberapa hal yang benar yang telah dapat bertahan. L2. Tuhan menggunakan kebudayaan. Tuhan bahkan menggunakan kejahatan manusia untuk KemuliaanNya (Kejadian 50:20). Bagaimana bisa kita mencoba untuk melarang Tuhan untuk menggunakan kebudayaan juga, seperti yang Ia inginkan. Musa adalah orang yang mau belajar, dan mungkin ia mau membaca cerita ini, dan oleh karena itu Tuhan menggunakan Musa untuk membaca untuk menunjukkannya apa yang benar dan apa yang tidak benar. L3. Paling penting, adalah tidak menggunakan kalimat ―Injil itu keliru‖ untuk mengartikan Alkitab harus di dikte dengan mesin. 1 Petrus 1:21 mengatakan bahwa nubuat yang dikatakan manusia dipimpin oleh Roh Kudus. Demikian, ketika adanya perbedaan pada setiap pasal dalam Alkitab secara jelas merefleksikan perbedaan gaya penulisan manusia, yang tidak menghalangi para penulis hebat untuk menulis. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menggunakan beranekaragam gaya penulisan orang yang Ia anggap sesuai. P: Dalam Kejadian 2:22 siapakah Lilith selama masa itu? J: Nama Lilith tidak pernah sekalipun disbeutkan dalam Alkitab. Terdapat sebuah cerita donKejg di zaman pertengahan tentang seorang perempuan bernama Lilith yang merupakan istri pertama Adam. Ia menolak untuk tunduk pada Adam, dan Tuhan lalu menciptakan Hawa. Lilith berubah menjadi iblis yang jahat yang membunuh bayi yang baru lahir. Lilith juga adalah seorang vampire dalam mitos bangsa Sumeria, menurut The Sumerians hal.198, 258. Civilizations of the Ancient and Near East hal.1890 menyebutkan bahwa seorang yang tidak menikah yang meninggal menjadi masuk dalam golongan setan jahat yang disebut lilu (laki-laki) dan Lilitu (perempuan). Mereka meminta orang yang hidup untuk menikahi mereka, memberikan mereka kekayaan, tapi jika manusia itu menyetujui, mereka akan mati lebih dulu. Semua naskah Alkitab, baik milik Yahudi atau Kristen, tidak mempunyai suatu isyarat tentang Lilith yang seperti juga tidak ada kata Donal Bebek.

P: Dalam Kejadian 2:22, bagaimana Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk? J: itu merupakan keinginan Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika Tuhan harus menggunakan tulang rusuk, dan jika anda berpikir Tuhan harus mengambil seluruh tulang rusuknya, maka saya menduga anda akan menyimpulkan bahwa Hawa akan menghitung semua tulang rusuk Adam setiap pagi! Sesungguhnya, Tuhan tidak menggunakan seluruh tulang rusuk yang ada, satu sel sudah cukuhal. Jika Tuhan menciptakan dari tanah liat, seseorang dapat mendebat bahwa perempuan berbeda secara intrinsic (dan mungkin berada dibawah laki-laki). Namun, sejak Hawa diciptakan dari tulang rusuk, ia mempunyai identitas yang sama dengan manusia. P: Dalam Kejadian 2:22-23, haruskah laki-laki mempunyai lebih dari satu tulang rusuk daripada perempuan? J: Tidak. Jika seorang laki-laki memotong tangannya, maka anak dan cucunya tidak berarti akan mempunyai satu tangan juga. Seperti itu juga, jika anda mengambil beberapa sel dari tulang rusuk seseorang, baik orang tua ataupun anak-anak mereka tetap akan memiliki jumlah tulang rusuk yang sama. Tertulian menulis sekitar tahun 200-240 A.D. menafsirkan ini sebagai Tuhan ―meminjam satu tulang rusuk‖ dalam Tertullian On Exhortation to Chastity bag.5 hal.53. Ia juga menambahkan bahwa Tuhan dapat meminjam lebih dari satu tulang rusuk untuk menciptakan lima istri tapi ia tidak memilih demikian, sebagai contohnya bahwa yang menjadi norma adalah mongami bukan poligamu. P: Dalam Kejadian 2:25, apakah laki-laki dan perempuan diciptakan pada awalnya telanjang, dan apakah mereka juga memakai pakaian? J: Ya, mereka diciptakan telanjang, dan mereka tidak malu. Namun, setelah masuk dalam dosa, Tuhan memberikan pakaian pada mereka, dan kita pun sejak zaman dahulu sudah memakai pakaian. P: Dalam Kejadian 3, karena Tuhan pada akhirnya menciptakan manusia yang derajatnya lebih tinggi dari malaikat, dapatkah hal tersebut menjadi faktor dari jatuhnya Setan dalam dosa? J: Injil tidak mengatakan demikian, tetapi mungkin saja benar. P: Dalam Kejadian 3, apakah Adam dan Hawa berkulit putih, hitam, kuning atau merah? J: Alkitab tidak ingin berkata-kata tentang ini. Karena Adam dan Hawa merupakan nenek moyang kita semua, jadi itu bukanlah masalah. Semua dari kita yang ada merupakan keturunan Adam dan Hawa yang setara. P: Dalam Kejadian 3, apakah Tuhan mengijinkan Adam dan Hawa untuk dicobai? J: Alkitab tidak mengatakan demikian. Namun, kita dapat berspekulasi bahwa Tuhan tidak menginginkan hanya manusia yang mencintaiNya, tapi manusia yang diberikan sebuah jalan lain, namun tetap memilih ke jalan Tuhan untuk mencintai Tuhan. P: Dalam Kejadian 3, apakah ini merupakan suatu ujian yang tidak adil, karena Adam dan Hawa tidak mempunyai sebelumnya tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat, seperti yang dikatakan oleh seorang ateis (Capella)? J: Tidak. Apakah ini suatu ujian yang tak adil untuk mengatakan pada orang-orang untuk menggunakan obat yang terlarang, seperti kokain, sampai mereka akhirnya mempunyai

kesempatan untuk menggunakan itu? Tentunya tidak. Seperti halnya, tidak adil pula bagi mereka untuk menerima larangan tanpa mengalami kejahatan dan kebaikan. Sementara seseorang dapat menyetujui bahwa mereka tidak mengetahui tentang hal yang baik dan yang jahat pada saat ini, mereka mengetahui bahwa Sang Pencipta memerintahkan pada mereka untuk tidak memakan buah dari pohon itu, dan pengetahuan ini cukup untuk membuat percobaan ini adil. Saat ini kita tidak tahu setiap alasan mengapa Tuhan melarang kita untuk melakukan sesuatu, tapi jika Tuhan memerintahkan kita untuk tidak melakukan itu, kita juga harus mengetahui satu hal yang harus kita lakukan adalah menurut pada Tuhan. P: Dalam Kejadian 3, apa yang sebenarnya salah dari memakan buah di pohon itu? J: Tidak berarti bahwa beberapa buah adalah jahat, mungkin mereka hanya dapat memakan dari pohon itu di kemudian hari. Seperti yang ditulis oleh Theopilus, uskup dari Antiokia (tahun 168-tahun 181/188 A.D.) dalam suratnya To Autolycus volum 2 bag.25 hal.104 ―bukanlah pohon yang salah, seperti beberapa pemikiran orang, tapi ketidakmenurutanlah yang membuat mereka mati.‖ Ante-Nicene Fathers vol.2 hal.104. Beberapa orang juga melihat dalam kalimat ― seperti halnya Tuhan, mengetahui yang baik dan yang jahat‖, seperti yang mereka inginkan menyesuaikan ke dalam diri mereka hak istimewa Tuhan yang memaknai yang jahat dan yang baik. P: Dalam Kejadian 3, apakah percobaan ini seperti halnya orangtua yang menaruh benda batere 40.000 volt di ruang tamu dan mengatakan pada anak-anaknya untuk tidka menyentuh itu? J: Tidak, bahayanya justru pada ketidakmenurutan mereka, bukan pada pohonnya. Empat hal yang diperhatikan dalam menjawab. 1. Tidak seperti sebuah batere yang berbahaya, bukanlah pohonnya yang mematikan. Namun sebuah ketidakmenurutan pada Tuhan yang membuat kematian, dan menyebabkan mereka mati secara rohani saat itu, dan secara fisik nantinya. Itu adalah sebuah kemungkinan bahwa beberapa waktu kemudian Tuhan akan membolehkan mereka makan dari pohon itu. 2. Adam dan Hawa bukanlah bayi. Mereka dapat beralasan seperti yang dapat dilakukan orang dewasa, mereka sadar sepenuhnya dengan apa yang mereka lakukan dan apa yang Tuhan telah katakan untuk konsekuensinya. 3. Adam dan Hawa telah terpenuhi kebutuhan mereka, dan mereka tidak punya alasan untuk tidak menurut pada Tuhan kecuali dengan memakan buah dari pohon tersebut. Apakah kita menyukai atau tidak, Tuhan memberikan manusia pilihan untuk melayaniNya atau tidak. Beberapa orang mungkin merasa, ―Tuhan tidak seharusnya demikian, Tuhan seharusnya menciptakan kita sebagai robot yang tidak akan membangkang‖ Diluar dari yang manusia rasakan, Tuhan dapat melakukan yang Ia inginkan, dan Tuhan memilih untuk memberikan kebebasan pada setiap orang untuk tidak menurut padaNya, dan untuk hidup dengan konsekuensi dari kemenurutan atau ketidakmenurutan mereka. 4. Buah itu mungkin telah dimakan suatu kali. Theophilus, uskup dari Antiokia (tahun 168tahun 181/188 A.D.) mengajarkan jika Adam dan Hawa tidak berdosa, mereka akan tumbuh dewasa, menjadi sempurna, dan naik kesurga menerima kehidupan kekal. Manusia mempunyai kemurnian yang berada di tengah, tidak sepenuhnya mati, tidak juga sepenuhnya kekal, atau Firdaus Allah berada diantara bumi dan surga. Theophilus to Autolychus volume 2 bag.22 hal.24 hal.104 P: Dalam Kejadian 3, haruskah kita bangga bahwa Hawa memakan apel, seperti yang dikatakan Laura Schlesinger?

J: Tidak. Dr. Laura benar tentang banyak hal, tapi dia salah dalam hal ini. Ini adalah apa yang ia katakan dalam Modern Maturity bulan September-Oktober 1999 hal.67. ―saya bangga bahwa ia memakan apel dari pohon pengetahuan tersebut. Karena jika ia tidak melakukannya, kita mungkin masih menjadi binatang di dalam Taman itu. Tuhan tidak meletakan pohon itu hanya untuk tempat berteduh saja. Kita menjadi manusia seutuhnya melalui buah itu.‖ Pertama-tama, pohon itu tidak hanya pohon pengetahuan, tetapi pohon tentang pengetahuan baik dan jahat. Schlesinger benar bahwa semua orang tak sama. Semua pembunuhan, perang, penindasan dan orang yang tidak bertanggung jawab secara moral terjadi setelah ini. Manusia menjadi berdosa. Namun manusia pun akan merupakan manusia di dalam surga, jika mereka tidak mempunyai dosa lagi. Ini mungkin saja terjadi, menjadi manusia sepenuhnya dan tidak berdosa, seperti Adam dan Hawa sebelum mereka memakan, dan seperti juga Yesus Kristus adanya. Kemudian dalam sebuah wawancara, ketika Dr. Laura mengatakan Adam itu bersalah ketika memarahi Hawa, Schlesinger pun benar, karena Kejadian 3:6 mengatakan bahwa Adam bersama Hawa ketika ia memakannya. P: Dalam Kejadian 3, apakah buah dari pohon tersebut sebuah metafora untuk sebuah kesatuan seksual dalam spiritual yang tidak sah antara Hawa dan Setan seperti yang diajarkan dalam Gereja Penyatuan Bulan (aliran Moonis) dalam Divine Principle (edisi kelima. 1977) hal.75-79? J: Tidak ada metafora secara seksual dengan pohon itu, buah atau Setan. Jika aliran Moon benar, lalu: Bagaimana dengan pohon lain yang diperbolehkan untuk dimakan? Hawa menyepelekan Setan ketika ia memakan buah dari pohon itu. Dalam Kejadian 3:13, Hawa, mencoba untuk menaruh kesalahan pada ular, yang mana ia mengatakan ular itu yang menipunya. Ia tidak pernah berkata bahwa ular itu melakukan segala sesuatu untuknya. Lihat jawaban dari pertanyaan sebelumnya. P: Dalam Kejadian 3, apakah beberapa budaya mempunyai kesamaan cerita tentang manusia pertama, di taman, dan memakan buah yang terlarang? J: Ya. Ini setidaknya terdapat tiga cerita. Sgaw Karen manusia dari Birma: Yang Maha Kuasa, Tuhan yang maha tahu bernama Y‘wa menciptakan segalanya. Ia menciptakan dua orang, seorang laki-laki bernama Thanai dan yang perempuan bernama Eeu, dan menempatkan mereka dalam taman dengan tujuh buah pohon berbuah. Terdapat satu pohon juga yang mereka tidak boleh makan. Si jahat Mukaw-lee menipu dua orang tersebut, mengatakan pada mereka bahwa mereka akan mempunyai kekuatan yang sangat hebat dan naik ke kesurga. Mu-kaw-lee merayu mereka untuk memakan buah dari pohon sebagai uji coba. Mereka memakannya dan menjadi berpenyakitan, tua, dan mati. Don Richardson menyelidiki kemungkinan bahwa ini mungkin berasal dari zaman Nestorian atau pengaruh Katolik Roma, dan menyimpulkan bahwa tidak seperti itu, karena Richardson menemukan bahwa tidak ada konsep penjelmaan atau seorang penebus mati bagi manusia dan bangkit dari kematian. Lihat Eternity in Their Hearts hal.77-83 untuk informasi lebih lengkahal. Santal dari India: Mereka percaya pada ―Thakur Jiu‖ (Thakur = sejati, Jiu = Tuhan), yang menciptakan pasangan manusia pertama, seorang laki-laki bernama Haram dan perempuannya bernama Ayo dan menempatkan mereka di Hihiri Pipiri, disebelah barat India. Si jahat bernama Lita mmenggoda mereka untuk membuat anggur beras dan mengalirkan

sebagian dari itu ke tanah sebagai penawaran Setan. Mereka melakukannya, dan menjadi mabuk dari anggur itu. Ketika mereka bangun, mereka mengetahui bahwa mereka telanjang dan merasa malu. Mereka kemudian memiliki tujuh anak laki-laki dan tujuh anak perempuan. Keturunan mereka melakukan korupsi, sehingga Thakur Jiu menyembunyikan ―pasangan suci ini‖ di Gunung Harata (Ararat), dan merusak seluruhnya dengan mendatangkan banjir. Akhirnya nenek moyang mereka melakukan perjalanan ke timur dari hutan ke hutan, sampai mereka menuju ke gunung yang tinggi, yang akan membatasi mereka jalan mereka. Akhirnya pula mereka melalui Celah Kaiber dan mereka datang kke tanah kelahiran mereka di dekat Calcutta. Budaya Sumeria: Bangsa Sumeria percaya mereka berasal dari Firdaus yang mereka sebut Dilmun. Tidak ada hubungannya dengan Taman Eden, walau Dilmun merupakan sebuah tempat dimana dewa-dewa berada, seperti Ziusdra, seorang manusia yang mempunyai kekekalan. Puisi Dilmun ditulis pada waktu sekitar tahun 2400 sebelum Masehi. P: Dalam Kejadian 3, karena Adam dan Hawa sempurna, bagaimana bisa sesuatu yang sempurna menjadi tidak sempurna, seperti contohnya dosa? J: Diluar dari bagaimana seseorang mendefinisikan ―sempurna‖, Alkitab mengatakan bahwa Adam dan Hawa adalah sempurna. Namun Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa mereka tidak dapat berbuat dosa. Lebih lanjut, Alkitab hanya menunjukkan bahwa mereka sangat baik, dan mereka ‖suci‖, ketika mereka tidak berada dalam dosa. Mereka tetap mempunyai kemampuan untuk menjadi sebuah perantara atau menjadi pembuat keputusan tentang berbuat dosa, semuanya ada dalam mereka. Clement dari Alexandria (menulis tahun193- tahun 217/220 A.D.) dalam bukunya Stromata volume 6 bag.12 hal.502 merupakan jawaban pertama untuk menjawab pertanyaan ini. Ia mengatakan diantara hal-hal yang ada, manusia itu ―tidak sempurna dalam penciptaanya, tapi menyesuaikan dengan kebajikan yang diterima. … Sekarang sebuah kecerdasan tersebut mengarah pada kebajikan, bukan pada kebajikan itu sendiri. Semuanya, lalu seperti yang saya katakan secara alami merupakan perolehan dari kebajikan.‖ P: Dalam Kejadian 3, karena Tuhan yang sempurna menciptakan manusia yang sempurna, bagaimana bisa Adam dan Hawa berdosa? J: Lima hal untuk menjawab ini. Tertullian menjawab pertanyaan ini kembali pada tahun 207 A.D. dalam buku Against Marcion volume 2 bag. 5-9. Panjangnya jawaban Tertullian dapat diringkaskan dalam perkataannya sendiri: ―Oleh karena itu, merupakan hal yang tepat bahwa manusia yang mempunyai citra dan serupa dengan Tuhan harus diciptakan dengan suatu kehendak bebas dan sebuah penguasaan diri, sehingga hal-hal ini – yaitu kebebasan dan penguasaan diri – bersatu layaknya citra dan serupa dengan Tuhan‖. Dengan kata lain, ini sesuai bagi Tuhan yang sempurna menciptakan ciptaan seperti diriNya, mempunyai kehendak bebas. Uskup Theophilus dari Antiokia (tahun 168 - tahun 181/188 A.D.) menjawab pertanyaan yang berhubungan, apakah Adam dan Hawa adalah seorang manusia atau mahkluk abadi, dengan menunjukkan bahwa mereka berada dalam proses, dan mempunyai kemampuan untuk menjadi manusia abadi ataupun sebaliknya. (Theophilus to Autolychus volume 2 bag.27 hal.105) Bukan robot: Maukah anda mempunyai Tuhan yang sempurna namun memiliki keterbatasan dalam menciptakan robot, dan tidak bisa menciptakan manusia yang memiliki kehendak bebas? Tuhan tidak menciptakan ketidakmungkinan yang logis, dan ketika Tuhan menginginkan untuk menciptakan manusia yang memiliki kebebasan untuk memilih mencintaiNya dan menurut padaNya, Tuhan juga menciptakan mereka yang mungkin tidak

mencintai dan menurut kepadaNya, Alkitab tidak pernah berkata Adam dan Hawa ―smepurna‖ dalam maksud tidak pernah berdosa. Lebih lagi, Alkitab mengatakan bahwa mereka ―sangat baik‖ dan ―tanpa dosa‖, ketika mereka delam keadaan tidak berdosa. Kesempurnaan Tuhan: Diantara manusia dan iblis, Alkitab membuat hal ini lebih jelas bahwa kesempurnaan Tuhan tidak membatasiNya dari menciptakan ciptaan dengan kemampuan untuk tidak menurut kepadaNya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Definisi siapakah ini? Jika definisi seseorang tentang kesempurnaan Tuhan yang mana Tuhan adalah seseorang yang tidak dapat menciptakan manusia dengan pilihan yang berkaitan dengan moral, maka bukti pertanggungjawabannya ada pada mereka untuk menemukan setidaknya satu ayat yang menggantikan pendapat diatas. Sebaliknya, definisi ini tidak sesuai dengan Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Akar permasalahannya adalah: a) anda harus memiliki arti yang sejalan dalam definisi tentang ―kesempurnaan Tuhan‖ dengan Tuhan yang ada pada Alkitab, atau b) biarlah Tuhan yang berkata sendiri dalam Alkitab tentang bagaimana Ia begitu sempurna dan bagaimana Ia mencipta. Seperti hal mengapa Tuhan memilih untuk ―melalui segala halangan‖ dalam menciptakan Adam dan Hawa, yang mana mengetahui juga bahwa mereka akan berbuat dosa, lihat pembahasan pada Kejadian 1. P: Dalam Kejadian 3:1 dan 2 Kor 11:3, mengapa Adam dan Hawa tregoda oleh Setan dalam bentuk ular, kenapa tidak dengan yang lain, seperti singa, atau seekor kelinci? J: Injil tidak mengatakan hal demikian, tapi kita dapat berspekulasi. Hewan-hewan besar dapat mengintimidasi dan mengarahkan manusia pada kuasa mereka. Hewan yang kecil mungkin sekali akan diacuhkan. Seekor ular yang mungkin mempunyai ―kelicikan‖ sangat tepat. Bagi semua orang yang melakukan dosa secara bersama-sama, pertama orang-orang tersebut tergoda bahwa dosa bukanlah hal yang salah. Bible Difficulties and Seeming Contradictions hal.96 membuat poin yang menarik yang mengatakan bahwa beberapa orang melihat ular seperti sebuah analogi kecerdasan tanpa adanya hati nurani. Ular sangatlah menakjubkan dalam bagaimana liciknya ia menunggu dan menjilat mangsannya. Matius 10:16 mrengatakan kita harus cerdik seperti ular tapi tulus seperti merpati. P: Dalam Kejadian 3:1, bagaimana seekor ular yang bisu dan tidak cerdas dapat menggoda Adam dan Hawa? J: Ini bukanlah ular sembarangan. Setan telah berubah wujud menjadi ular, dan Setanlah yang berbicara dan ia sangat cerdas. Setan juga disebut sebagai ular dalam Wahyu 12:9;14,15 dan Wahyu 20:2. Terdapat tiga kemungkinan cara untuk Setan dapat menjadi ular, dan beberapa tafsiran sederhana tentang hal itu adalah benar. Transformasi fisik: Setan merubah dirinya sendiri atau merubah hanya dalam bentuk tubuh ular yang dapat berbicara.. Contoh: Diluar dari apakah ular yang dilihat Hawa adalah Setan itu sendiri atau hanya ular biasa, Setan ―berbicara dari balik‖ tubuh ular untuk memberi kesan yang licik dari ular. Perumpamaan: Setan disebut sebagai ular karena dengan akalnya yang busuk mendekati Hawa. Lihat pertanyaan sebelumnya untuk lebih informasi lebih jelas. P: Dalam Kejadian 3:1-16, hal apa saja yang dapat kita pelajari tentang dosa melalui contoh-contoh ini? J: Kita dapat mempelajari banyak hal, namun dibawah ini beberapa hal yang dapat kita ketahui.

Dosa mempunyai konsekuensinya sendiri. Tuhan mengampuni mereka, tapi mereka tetap akan mati, dan mereka tidak akan mendapat sebuah hadiah dari pohon kehidupan. (setidaknya tidak sampai Wahyu diKejapi. 2. Injil tidak menyebutkan apakah iya atau tidak, dimana mereka melihat kematian tersebut sebelum Tuhan membunuh beberapa hewan untuk menggunakan kulitnya untuk diberikan pada manusia sebagai pakaiannya. Dosa tidak dapat ditutupi dengan sebuah segompolan daun-daunan yang akan kembali tumbuh di tahun berikutnya. Dosa hanya dapat ditutupi dengan darah, dalam darah binatang yang telah mati. 3. Mereka dapat makan dari hampir semua pohon yang ada dalam taman, tapi mereka berpikir Tuhan sepertinya kikir juga karena tidak memperbolehkan mereka untuk memakan sebuah pohon di sana. Setelah jatuh dalam dosa, Tuhan bermurah hati dengan mengampuni mereka dan memberikan mereka pakaian yang terbuat dari kulit binatang, tapi mereka akan mengalami kesulitan dalam kehidupan mereka dibumi ini, karena bumi ini akan menjadi bak orang yang kikir bagi mereka. 4. Walau konsekuensi dari dosa mereka adalah sebuah kemurahan dari Tuhan. Haddon Robinson menyebutkan bahwa tumbuhan yang sakit lambang dari sebuah kenyataan dalam sebuah benteng dari hati yang membangkang. 5. Setelah manusia jatuh dalam dosa, Tuhan tetap mempunyai rencana keslamatan untuk mereka. Walau setelah berbuat yang paling buruk, namun dalam sebuah janji yang dikatakan Roma 8: 28 tetap adalah sebuah kebenaran. Walau dalam sebuah bagian yang gelap sekalipun, Tuhan tetap berjanji seperti yang ada dalam Kejadian 3:15. Untuk lebih lanjutnya tentang yang ada dalam Kejadian 3, dapat memesan sebuah rekaman khotbah Gary Brandenburg tanggal 27/5/2005 dari www.FBCDallas.org
1.

P: Dalam Kejadian 3:1, 14, sejak ular dikutuk dimana ular akan menjalar dengan menggunakan perutnya, apakah itu berarti sebelumnya ular mempunyai kaki? J: Tidak. Sementara beberapa binatang kadal liar mempunyai tangan tapi tidak mempunyai kaki, tapi yang dimaksudkan pada ular itu tidaklah sama dengan kadal. Sementara Injil tidak berbicara secara spesifik, Setan dikutuk dengan diberikan kekurangan dan pergerakan yang terbatas. Dan Setan menjadi ular yang rendah, dan Tuhan pun menghukum Setan dengan mengutuknya bahwa segala bagian dari ular akan selalu tinggal dengan Setan. Ketika manusia berdosa, keinginan untuk diampuni dari perbuatan mereka hanyalah sebagian dari masalah yang ada. Keinginan untuk berbuat dosa seringkali menjadi bagian yang selalu melekat di hati kita, dan kita membutuhkan pembersihan seperti halnya pengampunan. P: Dalam Kejadian 3:1,14-15, apakah ular mempunyai kaki atau tidak sebelum dikutuk? J: Terdapat dua pandangan utama. Ya: Kemungkinan ―ular‖ yang ada pada saat itu di dalam taman mungkin menyerupai seekor kadal penangkap, yang menjaga perutnya dari dasar tanah, dan Tuhan merubah ciptaanNya itu dengan menghilangkan semua jejak kaki. Jejak itu tidak hanya hilang dari cara berdiri sebuah ―bak penangkap‖ tapi juga sampai pada buaya yang harus menjalar dengan perutnya, karena penggunaan kata ―ular‖ akan berdampak bahwa memang ular tidak mempunyai kaki. The Nelson Study Bible hal.10 mengatakan, ―kalimat itu … menyatakan bahwa sebalum kutukan ini ular mempunyai bagian tubuh lain yang dihilangkan.‖ Tidak: New International Bible Commentary hal.117 mempunyai pandangan bahwa ― hukuman bagi ular (ayat 14) tidak harus dimengerti dimana berarti pada suatu waktu ular mempunyai kaki. Lebih lanjut, apa yang terlihat seperti alami dan indah sekarang akan menjadi kenangan yang terus-menerus tentang apa yang telah terjadi dahulu.‖ The Expositor’s Bible Commentary vol.1 hal.55 mengatakan, ―kutukan ini tidak berarti

menjelaskan bahwa ular sebelumnya berjalan dengan kaki dan layaknya seperti binatang yang ada di darat. Yang lebih penting lagi seumur hidupnya, sebagai hasil dari kutukan, ular tidak hanya menjalar dengan perutnya saja, seperti yang dilakukan binatang ular, tetapi ia juga akan ―memakan debu tanah‖. Penekanan terletak ketika ular ―makan debu tanah‖, dan dimanapun sebuah ungkapan tentang ular yaitu merupakan sebuah ―kekalahan yang total‖ (Yes 65:25; Mikha 7:17)‖. Diluar itu walau, satu hal dimana ular yang begitu lihai (arum dalam Kejadian 3:1), sekarang ditukuk (‘arur dalam pasal 3:14.) Kata ―kutuk‖ digunakan untuk segala ular dan tanah, tapi tidak untuk manusia, laki-laki dan perempuan. P: Dalam Kejadian 3:3-24, mengapa Adam dan Hawa dihukum lebih menderita dibandingkan dengan manusia pada zaman sekarang? J: Tuhan tidak menghukum mereka karena satu hal kecil yaitu mengambil sebuah buah dari sebuah pohon. Tapi Tuhan menghukum mereka karena mereka mempunyai dosa warisan dan sebelumnya mereka tidak menurut pada Tuhan. Penderitaan dari hukuman mereka sangatlah masuk akal ketika memperhatikan bahwa Tuhan menghukum berdasarkan apa yang orang ketahui, dan apa yang mereka mampu untuk lakukan. Tidak seperti manusia pada zaman sekarang ini, mereka (Adam dan Hawa) hidup pada waktu Tuhan hadir secara langsung, dan mereka tetap saja tidak mempercayai bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik untuk mereka. Tidak seperti manusia sekarang, mereka tidak mempunyai dosa warisan, yang selalu selalu menarik mereka ke dalam dosa. Lihat juga buku Today’s Handbook for Solving Bible Difficulties hal.193-195 dimana dapat dilihat jawaban yang sangat berbeda sekali yang tetap pada maksud yang sama. P: Dalam Kejadian 3:3-6, apakah Adam dan Hawa makan apel? J: Injil tidak pernah berkata bahwa mereka makan apel. Buah itu merupakan buah yang dilarang, buah itu adalah buah pengetahuan yang baik dan jahat, yang barangkali tidak ada di bumi yang sekarang ini. Beberapa orang berpikir, kebingungan yang terjadi di abad pertengahan antara buah pengetahuan dengan buah apel karena kata dalam bahasa Latin jahat adalah ―malum‖ dan bahasa Latin dari apel adalah ―malus‖. Namun walaupun gagasan ini berkembang, tidak ada dalam akar inti dalam alkitabiah tentang gagasan ini, walaupun anda mencoba mengirisnya (menyeledikinya). P: Dalam Kejadian 3:5-22, apakah Adam menyimbolkan sebagai roh surgawi, Hawa menyimbolkan roh duniawi, dan ular menyimbolkan cinta pada manusia di dunia seperti yang diajarkan kaum Baha dalam Some Questions Answered hal.123? J: Tidak. Manusia selama berabad-abad telah mencoba mendapatkan pengertian secara keagamaan dari pada pengertian yang ada dalam Kejadian. Adam pastinya adalah manusian dengan jenis kelamin laki-laki, dan Hawa adalah manusia dengan jenis kelamin perempuan, dan menambahkan penafsiran yang tidak berdasar ini membuat laki-laki lebih tinggi ―secara rohani‖ dan perempuan ―secara duniawai‖. Namun daripada itu, laki-laki dan perempuan adalah sama dimata Tuhan (Galatia 3:28). P: Dalam Kejadian 3:5,22, jika Adam dan Hawa akan menjadi “seperti tuhan” jikalau mereka memakan buah itu, adakah terdapat lebih dari satu Tuhan seperti yang diajarkan oleh Mormon? J: Itu hanya terjadi setelah saat mereka telah mendapat pengetahuan yang baik dan yang jahat. Kejadian 3:5 mengatakan seperti Tuhan. Dalam bahasa Ibrani yaitu Elohim, sebuah nama untuk Tuhan. Maka Kejadian 3:5 tidak membuktikan tentang kejamakan dari Tuhan.

P: Dalam Kejadian 3:5,22, dapatkah manusia mengetahui segala hal, seperti halnya Tuhan? J: Tidak. Setan pun juga tidak akan seperti layaknya Tuhan dalam setiap hal (Dipuja, Maha Kuasa, Tritunggal, dan lain-lain). Lebih lagi, Setan hanya menjanjikan bahwa mereka akan seperti Tuhan dimana mereka hanya mengetahui mana yang baik dan yang jahat. Tentunya, sebelum mereka makan buah itu yang mereka tahu hanyalah kebaikan saja. Tapi setelah makan buah itu, mereka mengetahui mana yang baik dan jahat. Maka, ketika Adam dan Hawa megetahui kesalahan mereka dan mereka sangat menyesal, maka ular itu pun benar. Terdapat lima pasal yang menyebutkan tentang mengetahui yang baik dan jahat: Ulangan 1:39; 2 Samuel 14:17; 19:35; 1 Raja-raja 3:9; and Yesaya 7:5. Pasal-pasal ini mneunjukkan bahwa hanya Tuhanlah yang menentukan mana yang baik dan jahat, dan mungkin setan menjanjikan mereka sebuah ―pernyataan kebebasan‖ dimana mereka akan memutuskan dalam diri mereka sendiri apa yang baik dan yang jahat. ―pernyataan independensi‖ ini sebenarnya menjebak mereka dalam sebuah hukuman. Setan pun sekarang membuat janji yang serupa. Dalam banyak bentuk aliran Hindu, tujuannya bukan untuk mempunyai hubungan dengan Tuhan, atau menjadi yang ―baik‖. Lebih lagi, tujuannya untuk sebuah ―pengalaman‖. Mengalamai baik yang jahat dan baik. Terkadang manusia dikejutkan ketika mengetahui seorang pendeta Hindu yang tidak jujur dan menipu banyak orang. Itu mungkin terlihat bahwa pendeta tidak konsisten dengan agamanya itu. Untuk beberapa orang, tujuannya mungkin untuk menguasai baik yang buruk ataupun yang jahat. P: Dalam Kejadian 3:6, mengapa Hawa dihukum karena mencari pengertia atau kebijaksanaan dari memakan buah itu, dimana mendapatkan kebijaksanaan ialah suatu hal yang selalu baik? J: Mencari hikmat dari diri kita sendiri bukanlah hal yang baik. Mencari hikmat dari Tuhanlah yang baik, tapi jika mencarinya melalui ketidakmenurutan juga bukanlah hal yang baik. Umat Kristen umumnya belum mempelajari dan mengalami beberapa hal yang disebut jahat, yang mungkin juga mereka tidak inginkan untuk mengetahuinya. Seperti yang ditulis oleh Theophilus, uskup dari Antiokia (tahun 168-181/188 A.D.) dalam suratnya To Autolychus 2:250 ― Dimana itu bukanlah karena pohon, tapi karena ketidakmenurutan, yang didalamnya menyebabkan kematian. Dimana dalam buah itu tidak ada apa-apa kecuali hanyalah sebuah pengetahuan; tapi pengetahuan itu baik ketika seseorang menggunakannya secara bijaksan. Tapi Adam, dimana sebelumnya adalah seorang bayi, yang diceritakan bahwa ia tidak dapat menerima pengetahuan dengan baik.‖ Dalam Ante-Nicene Fathers 2 hal.104. P: Dalam Kejadian 3:6, apakah godaan Setan terhadap Hawa memiliki kesamaan dengan ketika setan menggoda Yesus seperti dalam Matius 4:1-11 dan Lukas 4:1-13? J: Godaan terhadap mereka tidak sama, setan seringkali menggunakan cara yang sama terusmenerus, dan itu mungkin karena mereka tidak pernah berhenti untuk mengganggu. Hawa melihat buah yang terlarang itu seperti 1. baik jika digunakan untuk makanan [membuat selera], 2. indah dipandang [bagus bentuknya, menggairahkan mata], 3. sangat menginginkan kebijaksanaan, [mata akan terbuka, dan menjadi seperti Tuhan, mengetahui yang baik dan jahat. [memiliki kekuatan seperti tuhan setelah mengikuti perintah setan] Yesus, yang sedang berpuasa, digoda dengan 1. batu yang menjadi roti [membuat nafsu secara fisik],

2. melemparkan diriNya dari atas Bait Allah [menunjukkan kesombongan], 3. menguasai seluruh kerajaan yang ada di bumi [kekuatan tuhan dibawah perintah setan] 1 Yoh 2:16 menyebutkan tiga jenis dosa dalam dunia ini, nafsu daging, nafsu mata, dan rasa kebanggaan dari dunia. P: Dalam Kejadian 3:8, dimana Tuhan itu berada dimana-mana (Mzm 139), bagaimana bisa Adam berada jauh dari kehadiran Tuhan? J: Keberadaan Tuhan dimana-mana tidak menghambat Tuhan dari sebuah kehadiran yang langsung, dan di suatu tempat, untuk menghubungkan diriNya pada kita. Ada banyak contoh dari pengungkapan Tuhan secara langsung dalam tempat tertentu melalui sesuatu yang berbeda. Termasuk tiga orang yang mengunjungi Abraham (Kejadian 18:1-3), semak-semak yang terbakar (Keluaran 3:2-22), tiang awan (Keluaran 19:9), di gunung Sinai (Keluaran 19:11-12), di tabut perjanjian (1 Raja-raja 8:11-13), yang meninggalkan Bait Allah (Yehezkiel 10:3-18), dan datangnya Yesus ke bumi. P: Dalam Kejadian 3:8, karena Tuhan berada dimana-mana, bagaimana bisa Adam dan Hawa mendengar Tuhan berjalan di taman? J: Tuhan berada dimana-mana, dan Ia dapat melakukan apapun, apapun termasuk hadir di tempat tertentu. Ini merupakan karena Tuhan yang Tritunggal, tetapi umat Kristen awal, seperti Theopilus dari Antiokia (168-181/188 A.D.)dalam suratnya Letter to Autolychus vol. 2 bag.22 hal.103 mengatakan yang berjalan itu adalah Yesus Kristus. Para teolog menyebut penampakan Kristus sebelum kelahiranNya yang suci di dunia.(Kristopanis) P: Dalam Kejadian 3:9,11, dimana Tuhan mengetahui segala sesuatu, mengapa Ia harus menanyakan dimana Adam berada dan apa yang ia lakukan? J: Tuhan mengetahui segalanya. Seperti orangtua yang menghadapi anak-anaknya, Tuhan terkadang bertanya tentang sesuatu yang memang Ia sudah ketahui jawabanNya, untuk memberikan kesempatan pada manusia untuk mengakuinya pada Tuhan. Balik kembali, Tuhan bertanya empat pertanyaan: 1. Dimana kamu? 2. Siapa yang mengatakan pada kamu (dimana kamu mempelajari itu)? 3. Kamu sudah memakannya (tidak menurut)? 4. Apakah ini yang kamu telah lakukan? Pertanyaan Tuhan yang dengan lembut itu membuat mereka merasa menyesal. Tuhan secara dengan bebas mengampuni mereka, tapi mereka tetap akan menerima konsekuensi yang membuat mereka menderita dan tidak mendapatkan hak hidup kekal. Saat ini, Tuhan bertanya pada manusia pertanyaan yang sama! 1. Dimana kamu? Manusia yang ada dalam dosa seringkali tidak mengetahui dimana mereka berada dimana, walaupun baik Tuhan dan orang lain yang berada disekitar mereka dapat melihat begitu sengsaranya mereka dalam menjalani kehidupan mereka sendiri. ―pada suatu waktu kita juga akan menjadi dibodohi, tidak menurut, ditipu, dan diperbudak oleh segala nafsu dan kesenangan duniawi. Kita hidup dalam kebencian dan iri hati, dibenci dan membenci satu dengan yang lain. Tapi ketika kebaikan dan kasih dari Tuhan Juruselamat kita datang, Ia menyelamatkan kita…‖ (Titus 3:3-4a). 2. Siapa yang mengatakan padamu (dimana kamu mempelajari itu)? Manusia sekarang ini sering percaya banyak kebohongan daripada kebenaran yang dari Tuhan. ―Tapi aku takut sebagaimana Hawa yang dikelabui oleh kelicikan ular, pikiranmu terkadang akan membuatmu tersasar jauh dari kasih dan kesetiaan yang murni pada Tuhan. Jikalau ada seseorang datang padamu dan mengajarkan tentang Yesus lebih dari yang Yesus ajarkan, atau

kamu menerima roh yang berbeda dari yang pengajaran yang kamu terima, atau bentuk ajaran yang kamu terima, kamu harus menaklukan itu dengan mudah. (1 Kor 11:3-4) 3. Sudahkah kamu memakannya (tidak menurut)? Apakah itu sumber pengetahuan yang terlarang (dan seringkali berbohong), atau pengalaman yang terlarang, atau sebuah hati yang menyerang bagian yang kecil, Roh Kudus bertanya ―apakah kamu tidak menurut?‖ 4. Apa yang sudah kamu lakukan? Peristiwa yang membebani diri (baik secara fisik ataupun moral) tidak selalu terjadi seperti balon yang tiba-tiba meletus, tapi seperti dosa yang sudah bertumpuk dari waktu ke waktu dan seperti balon yang bocor secara perlahan-lahan. Yakobus 1:15 mengatakan bahwa setelah keinginan atau nafsu sudah terbayang maka akan menlahirkan dosa, dan dosa, ketika bertumbuh, membawa pada kematian. Walau seseorang yang merasa bersalah dan tidak dapat dimaafkan, maka lihatlah kebalakang, lihat pilihan apa dan apa yang memimpin hati kita sehingga mengalami malapetaka ini. Penulis Kristen pada masa awal seperti halnya melihat pertanyaan Tuhan seperti memperlihatkan situasi mereka pada mereka sendiri dan memanggil mereka untuk bertobat. Teopilus (uskup yang hidup dari tahun 168-181/188 A.D.) dalam suratnya Letter to Autolychus, pertama kali apakah tujuan dari pertanyaan ini? Ia mengatakan, ― dan sebagaimana penggilan Tuhan dan perkataanNya, ―Dimana Adam berada? Tuhan melakukan ini, bukan berarti ia dilupakan, tapi merasakan penderitaan yang panjang, Ia memberikannya kesempatan untuk bertobat dan mengakui kesalahannya.‖ (Ante-Nicene Fathers hal.105) Tertullian dalam tulisannya Against Marcion (207 A.D.) menjawab pertanyaan ini dengan cara berikut. ―… Tuhan bukannya tidak mengetahui secara pasti perbuatan dosa, atau tidak mempedulikan keberadaan Adam. Tapi memberikan waktu yang tepat untuk memanggil orang melanggar, yang menyembunyikan dirinya dari dosa yang disadari, dan membawanya selanjutnya pada kehadiran Tuhannya, tidak hanya dengan memanggil namanya, tapi juga dengan meniupkan jauh-jauh dosa yang terikat dalam dirinya saat itu. Dengan pertanyaan yang tidak harus dibaca dengan nada yang bertanya, Dimanakah engkau, Adam? Tapi dengan suara yang lembut dan bersungguh-sungguh; dan dalam suasana yang menuduh. Oh, Adam, dimakah engkau? – berusaha lebih dekat: kau tidak berada disini- maka suara yang diungkapkan dari Seseorang itu menjadi marah dan bersedih.‖ (Against Marcion Vol. 2 bag. 26). P: Dalam Kejadian 3:14-15, Tuhan Allah mengutuk ular sehingga “akan memakan debu tanah sepanjang hidupnya”. Saya merasa hal itu sulit untuk disambungkan dengan bukti dari ilmu hewan yang mengatakan bahwa ular adalah hewan karnivora dan memakan kodok, burung, dan lain-lain. Saya bukannya mengatakan Tuhan tidak benar; saya percaya Ia sempurna, tapi dapatkah anda menjelaskan apa yang sebenarnya dimaksudkan dari ayat ini? Apakah ada sebuah perumpamaan yang dimaksudkan disini? J: Mari kita lihat pertama kali, pada binatang ular dan lalu pada perumpamaannya. Tidak seperti cacing, ular tidak mendapatkan nutrisi dari makan debu. Tapi bagi kebanyakan ular, mereka menjalar di tanah; makanan mereka hanya apa yang ada diatas tanah dalam debu. Tidak hanya makanan mereka, tapi seluruh kehidupan ular itu derajatnya rendah, dikelilingi dengan kotoran dan ketidakpastian. Sebuah pelafalan Ibrani, nacash, merupakan kata yang biasa digunakan untuk sebutan ular, berasal dari kata kerja yang berarti membisiki atau mendesit. Arti itu mempunyai konotasi dengan bisikan yang magis. Oleh karena itu kata ini menekankan bisikan dari ular, dan Kejadian menekankan pada debu, maka gambarannya disini adalah ―ketika ada bisikan yang kotor berbisik, maka hari-harimu adalah sebuah bisikan yang kotor.‖ The New Kejeva Study Bible hal.13 mengatakan bahwa debu tanah dapat berarti ―penghinaan yang hina‖. Debu dapat menjadi simbol kematian.

Sekarang ini ular yang menggoda Adam dan Hawa bukanlah ular yang biasa, namun ia adalah setan itu sendiri. Terdapat dua pilihan; apakah setan yang berwujud sebagai ular, atau ia menggunakan tubuh ular yang sebenarnya. Sementara itu Kejadian 3:14-15 dapat mengarah pada semua ular, atau satu ular/kadal, dan seluruh keturunannya, dan juga itu dapat mengarah pada setan yang menjadi penampakan ular secara fisik, karena memang ia menggunakannya dari dulu. Penekanan yang paling penting dalam Kejadian 3:14-15 adalah keputusan melawan setan atau iblis. Seperti halnya ular yang menjalar ditempat rendah, dengan cara yang tidak terhormat, hanya memakan yang kotor saj, setan, yang membuat pilihan untuk mengambil bentuk tubuh sebagai ular, seperti halnya ia tidak akan dapat keluar dari penjalarannya di antara debu tanah menuju ke tempat tinggi di surga. The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.33 mengamati bahwa manusia melihat ular merambat dan makan debu sebagai suatu peringatan akan kejatuhan dalam dosa. Selama masa seribu tahun dalam Yesaya 65:25, dikatakan serigala, lembu, dan binatang lain tidak akan menjadi pemakan daging, mereka akan memakan rumput ketika berada diatas gunung kudus Tuhan, namun ular tetapa akan ―makan debu tanah‖. Wahyu 20:1-10 mengatakan pada kita bahwa orang percaya akan memerinatah bersama dengan Kristus di atas bumi selama seribu tahun lamanya, tapi di akhir masa seribu tahun, setan akan bekerja ―menyesatkan‖ umat manusia, mengobarkan perlawanan terhadap Tuhan. P: Apakah Kejadian 3:15 mempunyai arti bahwa Perawan Maria suci tanpa dosa, seperti yang dikatakan oleh umat Katolik? J: Tidak, dengan dua alasan. Hawa yang dimaksudkan disini, bukan Maria. Tentunya Hawa memang tidak berdosa, tapi tak ada masalah selama ayat ini tidak pernah mengatakan bahwa ia juga tanpa dosa. Keturunan, yaitu Yesus, yang merupakan fokus dari ayat ini. Tak ada yang mengatakan disini bahwa ibu Yesus adalah tanpa dosa. P: Dalam Kejadian 3:15, siapakah sebenarnya keturunan Setan? J: Dalam Yohanes 8:41,44 Yesus memberitahu yaitu mereka yang menolak Yesus. P: Haruskah Kejadian 3:16 diterjemahkan sebagai “perangkap itu akan menambah kesedihan dan keluh kesah padamu” atau seperti sebuah pepatah tradisional “saya akan melahirkan anak banyak”? J: Konsonan kata Ibrani mempunyai arti yang sama hampir disetiap kalimat. Kata hidupnya yang berbeda, tapi penandaan kata hidup itu ditambahkan setelah beberapa tahun setelah Kristus datang. Satu-satunya perbedaan dalam kata konsonan itu adalah terjemahan tradisional mempunyai dua konsonan yang hilang. Entah karena kesalahan tipografis atau memang terjemahan yang lain yang benar. Jika terjemahan yang lain (―jebakan‖) itu benar, maka setan adalah sebuah jebakan. Diluar itu, mempunyai anak bukanlah kejahatan, dan itu aslli berasal dari bagian kehendak Tuhan bagi mereka (Kejadian 1:28) dan kejatuhan dalam dosa tidak merubah kehendakNya itu. P: Harusakah Kejadian 3:16 ditafsirkan ke dalam arti bahwa perempuan dikutuk dengan mempunyai berahi (secara seksual) pada suaminya? Atau, seharusnya kata itu diganti dengan “berpaling” daripada “bernafsu”? J: Sementara kata itu sendiri dapat mempunyai arti yang banyak, konteks disini yaitu berpaling, mengusai, atau mengontrol. Terdapat sebanyak 120 kali kata dalam bahasa Inggris dari desire/ desiring/ desired digunakan dalam Perjanjian Lama, dan untuk kata dalam bahasa Ibrani tentang ―keinginan‖ adalah teshuqah (dalam Strong 8669) digunakan hanya tida kali:

Kejadian 3:16, Kejadian 4:7; dan Kidung Agung Salomo 7:10. Dalam Kidung Agung Salomo kata ―keinginan‖ untuk orang yang dicintai, dan dalam Kejadian 4:7 Tuhan memberikan peringatan pada Kain bahwa keinginan berbuat dosa akan menguasainya. Menurut Walt Kaiser, Pastur Gereja Clement di Roma, Irenaeus, Tertullian, OriKej (tahun 225-254 A.D.), Epiphanius, dan Jerome, dan Philo seorang Yahudi, menyumbangkan kata ―berpaling‖ ini, dan mereka justru tidak biasa dengan tafsiran dari kata ―keinginan/desire‖. Oleh karena itu wacana ini berarti perempuan akan berpaling dair kepercayaannya pada Tuhan daripada kepercayaannya pada suaminya. Kaiser menyebutkan bahwa Katherine C. Bushnell menemukan bahwa penggunaan pertama kali dari kata ―keinginan/desire‖ dalam pasal ini digunakan oleh seorang pendeta Italia-Dominika bernama Pagnino. Sementara Alkitab versi Wycliffe diterjemahkan sebelum adanya Pagnino, sayangnya, semua Alkitab dalam bahasa Inggris dari versi Coverdale sampai King James seterusnya menterjemahkannya sebagai ―hasrat/desire‖. Lima alasan yang menyatakan kata ini mempunyai arti berpaling, mengontrol, atau menguasai bukan hasrat birahi. 1. Simetri dari ―hasrat pada suamimu‖ dan ―ia akan menguasai kamu‖. 2. kedekatan pada arti yang sama dalam Kejadian 4:7 3. Jika itu berarti hasrat birahi, mengapa tidak ada yang menyebutkan tentang hasrat laki-laki pada perempuan juga? 4. Perjanjian Baru: istri tunduk pada suami dan suami mencintai istrinya sebagaimana Kristus mencintai gerejanya dalam Efesus 5:22-33. 1 Tim 2:11-14 bahkan membicarakan tentang perempuan tidak mengajari atau menguasai laki-laki karena Hawa menjadi yang ditipu. 5. Kejahatan dalam sejarahnya: laki-laki seringkali selalu menguasai perempuan dalam cara yang salah, dieksploitasi. Ketika seorang Sumeria atau Kaisar Cina meninggal, istrinya terkadang ikut mati bersama suaminya dengan membunuh dirinya sendiri. Sebelum bangsa Inggris datang, ketika seorang Hindu meninggal, istrinya juga membakar dirinya di depan mayat suaminya (disebut suttee). Bangsa Yunani tidak melihat perempuan lebih tinggi dari pada bangsa Arab dan orang Islam: Ketika seseorang diberikan seorang perempuan, pembantu, atau ternak, orang itu harus merampas kepalanya dan berdoa kepada Allah. Ibn-iMajah vol.3 no.1918 hal.157. Menurut Hukum Syariat Islam, saksi perempuan sama dengan setengahnya daripada saksi laki-laki, ―karena perempuan pemikirannya tidak tinggi‖ (Bukhari vol.3 no.826 hal.502) P: Dalam Kejadian 3:16, akankah perempuan akan merasa sakit yang begitu habit ketika melahirkan atau mempunyai anak itu merupakan sebuah berkat sebagaimana yang dikatakan dalam Kejadian 1:28? J: Keduanya benar. Tiga hal penting yang harus diperhatikan. Sebelum kejatuhan dalam dosa oleh Adam dan Hawa, mempunyai anak akan merupakan sebuah berkat tanpa adanya rasa sakit secara lahir dan batin. Setelah kejatuhan dalam dosa, Kejadian 3:16 mengatakan manusia akan merasakan sakit. Ditambahkan akan merasa sakit ketika mempunyai anak karena dosa mereka. Hal ini sepertinya bahwa rasa sakit ini akan ada dari sejak melahirkan anak hingga mereka dewasa. Rasa sakit dari Hawa yang dirasakan ketika melahirkan Kain dan Habil dapat menjadi perbandingan kecil dengan sakit hati yang dialami dimana Kain membunuh Habil. Namun, berkat tidak sepenuhnya hilang. Anak-anak tetap merupakan sbeuah berkat yang berasal dari Tuhan (Mazmur 127:3-5). P: Dalam Kejadian 3:16, mengapa segala sesuatu disalahkan pada Hawa? (seorang Islam menanyakan hal ini)

J: Segala sesuatu tidak disalahkan pada Hawa. Ketika yang pertama kali memakan buah itu adalah Hawa, dan Hawa dihukum, Adam juga dihukum. Ia harus bekerja kera untuk mendapatkan kesenangan yang sebelumnya didapat dengan mudah. Dalam ilmu teologi Alkitab tidak ada petujuk bahwa Hawa diciptakan ―lebih bodoh‖. Namun, sejak umat Islam mengangkat itu, para ahli agama Islam zaman dahulu dan sejarahwan alTabari mengatakan bahwa Hawa diciptakan pada dasarnya cerdas, Allah membuat dia (bukan Adam) menjadi bodoh setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. al-Tabari vol.1 hal.280,281. Juga, Muhamad mengatakan dalam hadist bahwa air seni dari bayi laki-laki lebih bersih dari milik bayi perempuan. Ibn-i-Majah vol.1 no.522,525,526 hal.284,285,286. Alasannya adalah: ―Ia (Nabi) mengatakan, ‗Allah dengan kemuliaan menciptakan Adam, dan Hawa diciptakan dari tulang rusuk yang kecil. Oleh karena itu, setetes air seni laki-laki menjadi air dan tanah liat dan air seni perempuan menjadi daging dan darah.‖ Perlu dicatat ini bukan karena semuanya berhubungan dengan kejatuhan manusia dalam dosa, tapi karena dari penciptaan Hawa itu sendiri. P: Dalam Kejadian 3:20, dimana semua orang berbeda, bagaimana semua ras dapat berasal dari Adam dan Hawa? J: Kejadian 3:20 mengatakan Hawa akan menjadi ibu dari segala manusia yang hiduhal. Tinggi badan, warna rambut, dan warna kulit adalah perbedaan kecil, tidak hanya pada manusia, juga pada anjing, kucing, dan kuda. Secara Kejetic, semua manusia itu mirihal. Sebuah penelitian Kejetikal dari 67 jenis anjing pada bulan Juni 1997 dalam Science menunjukkan bahwa anjing juga mempunyai asal mula atau nenek moyang. Ayat lain yang menyatakan bahwa semua manusia berasal dari Adam dan Hawa adalah Matius 19:4-5; Roma 5:12-19; dan 1 Tim 2:13-14. P: Dalam Kejadian 3:20, jika Adam dan Hawa tidak berbuat dosa, akankah mereka tetap mempunyai anak-anak? (istri saya menanyakan ini) J: Ya. Kita tidak mengetahui usia Adam dan Hawa secara lahiriah ketika mereka berbuat dosa, mereka bisa jadi anak-anak, remaja, atau dewasa. Faktanya bahwa tidak ada anak-anak sebelum kejatuhan manusia, tidak berarti Tuhan menciptakan mereka dengan membuat mereka tidak dapat mempunyai anak apalagi karena mereka berdosa. Dua perbedaan injil membuktikan mereka dapat mempunyai anak, walaupun mereka telah jatuh dalam dosa. Dalam Kejadian 1:28, sebelum jatuh dalam dosa, Tuhan memerintahkan mereka untuk berkembang biak dan bertambah banyak. Tuhan tidak mengarahkan pada sebuah ilmu matematika, Ia memerintahkan mereka untuk mempunyai anak. Dalam Kejadian 3:16, Hawa dikutuk dengan mengalami rasa sakit yang besar ketika beranak. Ia dikutuk dengan mengalami rasa sakit dan kesedihan ketika melahirkan, bukan kelahiran itu yang sakit. P: Dalam Kejadian 3:21, mengapa Tuhan memakaikan Adam dan Hawa dengan kulit binatang? J: Injil tidak mengatakan secara jelas, tapi kita dapat melihat kurban pertama dari binatang sebagai simbol bahwa Tuhan akan menggunakan kurban dari makhluk hidup sebagai penghapus dosa kita. P: Dalam Kejadian 3:21, mengapa Tuhan “membutuhkan” debu dari tanah untuk Adam, dan sebuah tulang rusuk untuk menciptakan Hawa seperti yang dikatakan Born Again Skeptic’s hal.192?

J: Alkitab berkata Tuhan memilih untuk menggunakan itu, tapi tidak pernah dikatakan Tuhan membutuhkan debu dan tulang rusuk. Tuhan dapat menggunakan apasaja yang ia inginkan. P: Dalam Kejadian 4:3-6, mengapa Tuhan menolak persembahan Kain? J: Wycliffe Bible Commentary hal.284 mengatakan bahwa dimana mungkin Habil membawa persembahan yang terbaik dan Kain tidak, tidak ada hal yang menunjukkan tentang itu dalam Kejadian. Ibrani 11:4 mengatakan bahwa Habil membawa persembahan dengan kejujuran. Dilain hal Kain mempunyai sikap yang buruk (seperti tindakan yang ia akan lakukan selanjutnya), itu juga mengapa Tuhan menginginkan kurban dari darah, bukan dari sayur-sayuran, seperti yang dapat dilihat saat kematian Kristus. Ini mungkin sebuah perbedaan antara persembahan Habil yang tulus dan persembahan Kain yang hanya sebagai formalitas. Kurban bakaran Habil ―dari lemak binatang‖ dari ―ternak yang terbaik‖ dari yang terbaik. Kain hanya membawa ―beberapa‖ sayur-sayuran, bukan buah-buah yang terbaik. P: Dalam Kejadian 4:10, bagaimana darah Habil dapat menangis berteriak? J: Ini merupakan sebuah perumpamaan tentang ketidakadilan terhadap Habil dan kesalahan Kain. Mengambil dari Alkitab secara harfiah yang berarti membacanya seperti yang diinginkan oleh penulis. Ketidaktahuan perumpamaan dan kiasan dalam Alkitab disebut mengambil dari Alkitab sangat harfiah sekali. Lihat pengantar untuk pembahasan lebih lanjut dalam keharfiahan yang berlebihan vs. mengambil dari Alkitab seperti yang dimaksudkan, dan seperti Yesus mengutipnya. P: Dalam Kejadian 4:12, mengapa Kain tidak dibunuh atas pembunuhan itu? (istri saya yang bertanya tentang ini) J: Hukuman terbesar diperintahkan dalam Perjanjian Lama, bukan hanya dalam sepuluh perintah Allah, tapi hak atas darah dalam Kejadian 9:5-6. Namun, ini semua ada setelah zaman Kain dan Habil. Keluar dari hal itu, Tuhan mengetahui segala keadaan, dan Tuhan sendiri tidak memaksa kita dengan sbeuah hukum. Saat itu Kain tidak tidak dikenakan hukuman mati atas pembunuhan itu, dan Tuhan menyuruh Kain untuk pergi dari negri tempat tinggalnya dan menjadi seorang pelarian. P: Dalam Kejadian 4:13, mengapa Kain berpikir bahwa setiap orang yang menemukan dia akan membunuhnya? J: Ini sungguh menarik bahwa Alkitab tidak pernah mengatakan Tuhan atau siapapun berkata pada Kain tentang ini. Untuk banyak kejahatan moral, termasuk pembunuhan, manusia mempunyai suatu kesadaran bahwa yang dilakukan mereka itu salah. Kain mungkin beralasan demikian , bilamana seseorang membunuh temannya, yang diciptakan serupa dengan Tuhan, maka ia akan dibunuh juga. Dalam Kejadian 4:15, Tuhan sepertinya menyatakan alasan ini, dan itulah mengapa Tuhan melakukan penjagaan yang ekstra, memberikan tanda pada Kain, sehingga orang lain tidak akan membunuh Kain. Sebuah video seri, Growing Kids God’s Way, oleh Gary dan Anne Marie Ezzo, musim ke-6, mempunyai beberapa hal yang mempunyai hikmah tentang hati nurani manusia. P: Dalam Kejadian 4:13-16, apa tanda yang diberikan Tuhan pada Kain? J: Injil tidak mengatakannya, kecuali memang itu mungkin sesuatu yang orang lain dapat lihat. Namun, dalam Today’s Handbook for Solving Bible Difficulties hal.202-203 diamati bahwa itu bukan manjadi kutukan untuk Kain. Lebih lanjut, itu merupakan kemurahan Tuhan dengan memberikan Kain sebuah tanda sehingga orang lain tidak dapat membunuh dia.

P: Dalam Kejadian 4:13, apakah ada manusia lain disamping Adam dan Hawa dan Kain? J: Pernyataan ini tidak hanya untuk memungkinkan anak perempuan yang berasal dari Kain dari istrinya, tapi juga semua orang yang lahir setelah pembunuhan itu. Dimana juga dikatakan bahwa semua manusia berasal dari Adam dan Hawa (Kej.3:20, Kis 17:26, Roma 5:14-15), Adam dan Hawa juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lain, menurut Kejadian 5:4. P: Dalam Kejadian 4:16-22, dimana anak laki-laki dari Adam dan Hawa mendapatkan istrinya? Apakah perbuatan “incest” tidak dilarang? J: Kejadian 5:4 mengatakan bahwa Adam dan Hawa mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lain. Perbuatan ―incest‖ tidak dilarang dimasa lalu: jika Kej kita murni kekurangan Kejetic, perbuatan ―incest‖ tidaklah menjadi penyakit Kejetic yang seperti sekarang banyak terjadi. P: Dalam Kejadian 4:16-17, bagaimana Kain mempunyai istri dari negri Nod? J: Terdapat dua hal untuk menjawabnya. 1. Walaupun Kain mempunyai istri dari negri Nod, namun ia tetaplah keturunan dari Adam dan Hawa, dimana semua manusia berasal dari Adam (Kis. 17:26) dan Hawa merupakan ibu dari segala yang hidup (Kej. 3:20). 2. Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Kain bertemu istrinya di tanah Nod. Yang benar dituliskan, Kain telah menikah terlebih dahulu, dan bersama istrinya pergi ke negri Nod. P: Dalam Kejadian 4:17-24, apakah ini merupakan silsilah dari Adam, atau apakah Kejadian 4:25-32 merupakan tulisan tentang silsilah Adam? (seorang liberalis mengangkat ini sebagai kepengarangan yang ganda dalam Kejadian) J: Kejadian 4:17-24 merupakan silsilah dari Kain, tanpa menyebutkan silsilah Seth. Ditambahkan segera, Kejadian 4:25-32 memberikan silsilah dari Seth, tanpa menyebutkan Kain. Tidak ada tumpang tindih atau kesamaan disini. Jika tidak jelas, anda dapat melihat di contoh kedua. 1 Tawarikh 5:1-10 disana diberikan silsilah dari Ruben, salah satu anak dari Yakub. Lalu, 1 Tawarikh 5:11-22 merupakan silsilah dari Gad, anak laki-laki Yakub yang lain. P: Dalam Kejadian 4:22, bagaimana bisa besi digunakan pada zaman dahulu? J: perunggu telah ditemukan di Thailand—4500 B.C, Yugoslavia—4000 B.C, Yunani—3000 B.C., dan di Anatolia—3000 tahun sebelum Masehi. Orang Mesir menggunakan besi dari meteorit sebagai ornament dan pisau belati sebelum tahun 3000 B.C. Juga di kota Eshuna, dekat Babilonia, seorang arkeolog menemukan sebuah pisau besi tembaga pada tahun 2700 B.C. P: Dalam Kejadian 4:22, apakah nama “Tubal-Kain” berhubungan dengan daerah “Tubal” yang berada di Negara Turki Modern ? J: Sementara hal ini tidak dapat dibuktikan, mungkin ini tidak berhubungan. Tubal juga merupakan sebuah nama anak laki-laki dari Yafet, dan orang-orang Tubal lebih dapat dikatakan berhubungan dengan ia. Bangsa ―Tubal‖ disebutkan dalam tulisan bangsa Asyiria selama zaman Salmaneser III (tahun 859-824 B.C. dan Sargon sekitar tahun 732 B.C.) P: Dalam Kejadian 4:23-24, mengapa seseorang melukai Lamech?

J: Terdapat tiga spekulasi tentang orang tersebut yaitu: Seorang yang hati-hati yang berpikiran bahwa ia melakukan apa yang benar dengan membunuh keturunan Kain. Namun, Tuhan secara khusus menunjukkan bahwa tidak ada seorangpun mendapat pembalasan dendam atas Kain dalam Kejadian 4:15, maka mereka tidak seharusnta membalas dendam pada anak laki-lakinya. Sebuah ijin untuk seorang pencuri yang ingin mengambil milik Lamech dimana Lamech merupakan keturunan Kain. Itu sama sekali tidak berhubungan dengan siapapun nenek moyang Lamech, seseorang tersebut memang ingin mencuri atau membunuh Lamebag. Namun, injil melihat tidak ada yang penting pada mengapa orang ini mencoba untuk melukai Lamebag. Yang penting dari Kejadian 4:23-24 adalah untuk menunjukkan bahwa setelah pembunuhan pertama, Kain dan keturunannya hidup dalam suatu permusuhan satu dengan yang lain. P: Dalam Kejadian 4:23-24, apakah nenek moyang dari orang yang mencoba melukai Lamech, dan kapan Seth itu lahir? J: Injil tidak mengatakannya, maka terdapat tiga kemungkinan yang sama. Habil mempunyai anak-anak sebelum ia dibunuh. Seth merupakan nenek moyangnya. Tidak ada yang mengatakan bahwa Kejadian 4:23-24 secara kronologis terjadi sebelum Kejadian 4:25-26. Kain merupakan leluhur dari orang tersebut. P: Dalam Kejadian 5, dapatkan “tahun” menjadi bulan? J: Tidak. Jika memang demikian, lalu Henokh hanya berusia 65 bulan (61/2 tahun) ketika ia menjadi bapa dari Metusalah! Lihat buku 1001 Bible Questions Answered hal.323 untuk jawaban yang sama. P: Dalam Kejadian 5, apakah kitab Kejadian menyatakan bahwa setiap orang berbicara dalam bahasa Ibrani sebelum zaman Abraham? J: Tidak, sungguh sangat bertentangan. Kejadian 11 mengatakan bahwa setelah bencana air bah itu banyak orang yang berbeda berbicara dalam bahasa yang tidak dapat dipahami. Abraham sendiri mungkin tidak berbicara dalam bahasa Ibrani. Ia berasal dari tanah Ur, sebuah kota di Sumeria. Bahasa Sumeria memang mirip dengan bahasa Ibrani, karena bahasa Ibrani berasal dari bangsa Sumeria dengan sedikit pengaruh dari bahasa Aram. Ahli bahasa sekuler percaya kebanyakan bahasa dari Barat, termasuk bahasa Sansekerta di India, mempunyai asal mulanya sekitar 4000 B.C. P: Dalam Kejadian 5:3-29, apa arti semua nama ini dalam bahasa Ibrani? J: Inilah artinya, berdasarkan etimologi (asal kata) diambil dari Strong’s Concordance dan beberapa buku yang berkaitan, tentang apa yang dikatakan oleh kitab Kejadian dengan arti dibawah ini. Adam - manusia. Strong’s Concordance mengatakan ini berarti kemerah-merahan atau menusia. Kejadian 2:23 menyatakan bahwa Adam = manusia Set – meletakkan/menempatkan/perjanjian. Kejadian 4:25 mengatakan bahwa Hawa menamakannya Seth karena Tuhan menjanjikan yang lain di tempat Habil. Enos – tidak kekal. Nama itu, seperti ―Adam‖ yang berarti ―manusia‖. Kenan - tetap (sebuah tempat hunian) Mahalaleel – Menyembah pada Tuhan, menyembah Tuhan. Jared – sebuah keturunan Henokh - dimulai, dipersembahkan, dilatih

Metuselah – manusia dari anak panah. Lamech – dari sebuah akar kata yang memiliki makna yang tidak tentu. Noah - Strong’s Concordance mengatakan sebagai menentramkan, dan Kejadian 5:26 mengatakan juga tentram, yang mana sama artinya diantara keduanya. Irad - buronan Ham - panas Sem - nama? Tidak ada artinya. Japhet - pelebaran. Menurut bahasa Yunani pra-Kristen, Japetos merupakan nenek moyang mereka. Satu hal penting yang kita pelajari dari Japetos, yaitu etimologi atau arti dibelakang setiap nama bukan sesuatu yang signifikan. Hal kedua yaitu kita dapat belajar dari Nuh dan Set, dimana arti dibalik nama seseorang itu signifikan. P: Dalam Kejadian 5:21-27, apakah terdapat suatu alasan mengapa Metusalah merupakan manusia tertua di dalam Alkitab? J: Mungkin. Air bah terjadi ketika Metusalah meninggal. Mungkin ini meurpakan sebuah tanda dari kemurahan Tuhan dalam menunda banjir air bah dengan memberikannya umur yang panjang. P: Dalam Kejadian 5:24, mengapa Tuhan mengangkat Henokh, seorang yang baik? J: Mungkin untuk alasan yang sama kita membawa bunga yang indah ke dalam rumah kita. Henokh tidak mati; Tuhan hanya mengangkat Henokh ke surga, sama dengan Elia dalam 2 Raja-raja 2:11-12. ilustrasi lain adalah seperti teman baik, Henokh dan Tuhan berjalan bersama, itu hampir terlambat, dan Tuhan berkata karena rumahku lebih dekat dari pada rumahmu, mengapa kamu tidak masuk ke rumahku saja. Tuhan menginginkan para pelayanNya meninggal dan masuk ke surga. Ini bukanlah sebuah tindakan yang tidak mempunyai perasaan, tapi Mazmur 116:15 mengatakan ―Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya‖ P: Dalam Kejadian 6, mengapa terdapat kesamaan antara banjir air bah pada zaman Nuh dan cerita lain? J: Mereka seharusnya sama jika mereka merekam peristiwa yang umum. Cerita bangsa Babilonia sama dalam detilnya, tapi berbeda sekali dalam alasan yang diberikan. Menurut cerita ini, tuhan merusak menusia karena manusia menciptakan terlalu banyak kebisingan, tapi kemudian mereka menyesali dan bersama-sama memohon sekitar pengorbanan ―Nuh‖. Satu kesamaan yang yang banyak orang ingin tahu adalah Alkitab mengatakan ketiga anak Nuh, Sem, Ham dan Yafet. Buku bahasa Arya Institutes of Manu mengatakan Satyaurata selamat dari banjir dengan ketiga anaknya: Japetos, Sharma, dan C‘harma. Penulis Yunani Aristophanes merekam tradisi Yunani bahwa Japetos (Ipitus seorang Titan) merupakan nenek moyang dari bangsa Yunani. Semua ini membenarkan bukti yang ada tentang peristiwa yang umum. P: Dalam Kejadian 6:3 apakah pasal ini berarti bahwa Roh Tuhan meninggalkan dan tidak pernah kembali? J: Tidak. Kejadian 6:3 mengatakan bahwa roh yang diberikan ole Tuhan akan meninggalkan tubuh raga seseorang setelah 120 tahun. P: Apakah Kejadian 6:3 rentang kehidupan seseorang untuk selanjutnya akan hanya berakir di usia 120 tahun, atau ada 120 tahun masa kemurahan sebelum banjir air bah?

J: Itu bisa saja terjadi, karena tidak ada bukti yang menentang pandangan itu. Itu bisa saja demikian, menurut bebeapa penjelasan. Yang lain lebih suka menjadikannya sebagai rentang hidup manusia. P: Dalam Kejadian 6:3, apakah Tuhan membuat rentang hidup kita pada 120 tahun, atau hanya 70 atau 80 tahun seperti yang dikatakan oleh Mzm 90:19? J: Beberapa hal sulit untuk dimengerti sampai anda melihat bahwa Tuhan sangat bebas untuk membuat aturan yang berbeda pada waktu yang berbeda. Rentang kehidupan rata-rata manusia telah berubah. Tuhan membuat rata-rata usia hidup manusia sekitar 120 tahun sebelum bencana air bah ada. Kemudian, Mazmur 90:19 menunjukkan bahwa itu terlalu pendek. Tuhan mengatakan bahwa seseorang akan hidup sekitar sampai usia 70, 80 jika ia memiliki kekuatan. Alur rentang kehidupan yang diberikan dalam Kejadian berkurang dalam sebuah kurva exponent. Ilmuwan tidak yakin dengan mekanisme penuaan: mikroba tidak menjadi tua. Sementara demetilasi DNA dapat menjadi satu mekanisme, mekanisme yang dominant timbul untuk memperpendek helai serabut DNA. Setiap waktu DNA dalam sebuah sel dalam tubuh binatang yang membagi dalam beberapa sel pada akhirnya akan memendek. Sekarang terdapat benda yang terluar diujungnya, dan mikroba mempunyai enzim, telomerase, yang mengembalikan sel pada ujungnya. Namun, telomerase tidak timbul untuk mengembalikan ujung DNA dalam binatang. P: Dalam Kejadian 6:3, bagaimana persetujuan dengan ahli palaentologi yang mengatakan manusia zaman dahulu hidup lebih lebih pendek? J: Terdapat beberapa kekurangan dalam pernyataan yang tegas tentang ilmu pengetahuan. 1. perhatikan bahwa mereka tidak pernah menyebutkan dasar dari mana mereka menyatakan bahwa orang mempunyai hidup lebih pendek dari yang lain. 2. mereka tidak menunjukkan bukti yang secara statistic valid dan tidak pada sampel yang bias. Untuk contohnya, sebuah hipotesis ilmuwan palaentologi, satu abad dari sekarang, dapat memperlihatkan penolakan terhadap pasangan yang melakukan aborsi medis, dan ―memb uktikan‖ bahwa rata-rata hidup kita lebih pendek dari satu tahun. ―Bukti‖ ini akan secara statistik bias juga. 3. prediksi rentang kehidupan seharusnya mengatakan apakah mereka temasuk atau tidak termasuk manusia yang tidak abadi. Contohnya, di tahun 1970, rentang hidup di Negara-negara Afrika tengah lebih pendek dari 30 tahun. Sebelumnya, jika anda pergi ke suatu Negara, anda akan melihat banyak lansia. Jika terdapat sebuah hipotesis terhadap suatu Negara, dimana setiap anak kecil dapat hidup selama 60 tahun, tapi 2/3 dari bayi yang meninggal, rata-rata rentang kehidupannya hanya akan sampai 20 tahun. P: Dalam Kejadian 6:3, sejak Tuhan tidak pernah menjadi menjadi manusia, bagaimana bisa Yesus datang ke bumi? (seorang ateis menanyakan ini) J: Kejadian 6:3 tidak mengatakan demikian. Sederhananya mengatakan bahwa manusia pada umumnya berdaging. Sekarang hal itu menjadi benar bahwa Tuhan itu adalah roh, dan Yesus mengosongkan diriNya untuk datang ke bumi dalam bentuk daging, berbentuk manusia, tapi Kejadian 6:3 sendiri tidak menyatakan atau menyangkal apapun tentang Tuhan yang datang dalam bentuk manusia berdaging. P: Dalam Kejadian 6:2,4-5, siapa yang menjadi Nephilim atau “Putra Tuhan”? J: Nephilim berarti orang memanggil mereka ―putra Tuhan‖ dan inilah beberapa teori atau penjelasannya.

Garis keturunan orang saleh dari Set, atau orang percaya yang berdosa dengan menikahi seorang yang tidak percaya dari keturunan Kain. 1001 Bible Questions Answered hal.65,348 mendukung ini, dan berkata ini merupakan pandangan dari Scofield. Pandangan ini mengarah pada zaman dahulu seperti yang ditulis oleh Julius Africanus pada tahun 232- 245 A.D. dalam Ante-Nicene Fathers volume 6 penggalan 2 hal.131. Raja segala raja merupakan interpretasi dari Targum Aram. Ras lain seperti ras Neandertal atau mungkin Homo erectus. Kemajuan secara teknologi: seorang penulis berpikir bahwa bangsa Israel menyebut mereka raksasa karena mereka memiliki tembok tinggi dan senjata yang canggih. Anak-anak dari perempuan dan iblis memiliki manusia. Beberapa setan jahat dapat mempunyai keturunan merupakan kepercayaan dari Philo seorang Yahudi, Joshepus (tahun <100 A.D.), dan penulis dari 1 Henokh (bag. 6). Umat Kristen yang mengajarkan ini dimasukkan dalam Second Apology of Justin Martyr bag.5 hal.190, Buku milik Tertullian On the Veiling of Virgins bag.7 hal.32, The Instructions of Commodianus (c.240 A.D.) bag.3 hal.203, dan Ambrose (c378 A.D.). Mungkin ini merupakan usaha setan untuk merubah wadah Kej kita. Namun, jika seta dapat mempunyai keturunan bagaimana Yesus setengah jalan menebus setengah manusia, setengah setan? Hank Hanegraff menyebutkan ini dalam siaran radio, ―Bible Answer Man‖ 10/29/97. P: Dalam Kejadian 6:6, bagaimana bisa Tuhan menyesal? J: Firman itu dapat juga diterjemahkan dengan‖berduka‖. Tuhan mengungkapkan emosiNya saat itu ketika peristiwa itu terjadi. P: Dalam Kejadian 6:9, bagaimana sempurnanya Nuh dalam Kejerasinya? J: Tidak ada indikasi bahwa sempurna disini berarti sempurna tanpa dosa. Lebih lanjut, bahasa Ibrani mengartikan ―kenyamanan dengan sebuah standar, dan gagasan yang murni dapat menjadikan berjalan di tempat lurus. Kata yang sama, dengan tanda kata hidup yang berbeda, digunakan dalam Imamat 19:15 untuk mengadili tetanggamu yang secara adil‖. P: Dalam Kejadian 6:12, karena semua telah berbuat jahat, bagaimana bisa Nuh merupakan orang yang tanpa salah dalam Kejadian 6:9 dan Kejadian 7:17? J: Konteks disini menunjukkan bahwa ―semua‖ berarti dengan pengecualian Nuh dan keluarganya. Perlu dicatat bahwa ayah Nuh Lamech meninggal di tahun terjadi banjir air bah juga. P: Dalam Kejadian 6:13 dan Kejadian 7:1, bagaimana Nuh mengetahui bahwa Tuhan berbicara dengannya, karena ia tidak pernah melihat Tuhan? J: Banyak sekali, orang yang mempunyai beberapa tahun dalam suatu hubungan dengan Tuhan mengetahui ketika Tuhan sedang berbicara pada mereka. Lihat 1 Raja-raja 19:11-13 untuk contoh yang lain. Satu-satunya orang yang memberi peringatan akan datangnya banjir air bah itu hanyalah Nuh, seorang yang berani yang membuat sebuah bahtera diatas gunung. Dari perspektif Nuh, ia menjadi pahlawan yang hebat atau menjadi orang terbodoh dari Kejerasinya yang pernah dilihat. Ia tidak menjadi apa-apa. Hanya ada suatu kepercayaan yang murni pada Tuhan (khotbah oleh Bill Counts 11/5/2005) P: Dalam Kejadian 6:14, bagaimana dapat Nuh membangun sebuah bahtera yang begitu besar? J: Ia mempunyai waktu 100 tahun untuk membuat itu dengan tiga anak laki-lakinya. Bahtera itu sekitar 450 kaki panjangnya, 75 kaki lebarnya, dan 45 kaki tingginya. Bahtera itu

bermuatan 101,250 persegi. Bahtera itu volumenya 1.103 kubik. 10 kaki menjadi 15 kaki dengan 6 2/3 toko makanan yang bervolume 1000 kubik kaki. Ratu Elizabeth 2 memiliki kapal dengan 963 kaki panjangnya dan 105 kaki lebarnya. P: Dalam Kejadian 6:14, bagaimana kita mnegetahui satu kubik adalah 17.5 inchi? J: Menurut Today’s Handbook for Solving Bible Difficulties hal.215-216, ketika Raja Hezekia mempunyai bagungan terowongan Siloam, sekitar tahun 700 B.C. para pekerjanya mengerjakan itu dan ternyata itu adalah 1200 kubik panjangnya. Pembagian panjang inci dengan 1200 kubik, memberi hasil sekitar 17,5 inci per kubik. Tentunya satu kubik dalam masa Musa dapat menjadi lebih besar atau lebih kecil. Itulah yang membuat bahtera lebih besar atau lebih kecil. P: Dalam Kejadian 6:14 bagaimana bahtera Nuh dapat selamat dari banjir air bah itu? J: Terdapat 3 alasan. Kayu Gofir mungkin memang merupakan sebuah jenis kayu yang kuat, tapi itu mungkin juga kayu yang sudah terawatt. Kayu yang berat merupakan pilihan yang baik, karena kayu itu memiliki fleksibilitas. Bentuknya sangat ideal untuk gelombang air yang deras dan dalam (1:1.67:10) Tuhan dapat, tentunya, juga melindungi bahtera sejauh dibutuhkan. P: Dalam Kejadian 6:19, apakah Nuh membawa sepasang dari semua makhluk hidup atau tujuh binatang yang tidak haram seperti yang dikatakan oleh Kejadian 7:2? P: Keduanya. Nuh membawa sepasang dari setiap jenis makhluk hidup, dan tambahannya dia membawa binatang yang tidak haram. Kejadian 6:19 mengatakan ―dua‖; itu tidak mengatakan ―tidak lebih dari satu‖. Binatang tambahan itu untuk dijadikan makanan dan untuk korban persembahan dalam Kejadian 8:20. Ini bukanlah suatu ketidaksamaan dalam beberapa pasal dalam Alkitab sebanyak contoh yang diberikan Tuhan pada kita. Tuhan yakin kita memahami konsep umum ―dua sudah cukup‖, dan kemudian menambahkan konsep kedua ―tujuh tambahan untuk persembahan‖. Hal ini sama dengan murid yang belajar aritmatika. Mereka pertama belajar bagaimana mengurangi angka yang kecil dari angka yang besar. Kemudian, mereka belajar tentang bilangan negative dan anda dapat mengurangi bilangan yang besar dari bilangan yang kecil. P: Apakah Kejadian 6:19-20 berasal dari sebuah sumber “yang sepertinya pendeta” sekitar tahun 450 B.C. dan Kejadian 7:2-3 berasal dari sebuah sumber pengajaran “yahwistik” sekitar tahun 850 B.C.? J: Tidak ada bukti bahwa mereka merupakan cerita yang terpisah, kecuali dimana terjadi peristiwa yang berulang. Namun, pengulangan merupakan sebuah teknik bahasa untuk menguatkan sesuatu hal. Kembali lagi, mereka mungkin tidak mempunyai pepatah moden. ―katakana pada mereka apa yang kamu ingin kamu katakan pada mereka, katakanlah, dan katakanlah pada mereka apa yang telah kamu katakan‖, tapi mereka pasti waspada akan efektivitas dari pengulangan, seperti yang dapat dilihat dalam Mazmur atau Amsal. Hal ini sulit untuk para liberalis mengatakan cerita banjir Nuh ada tahun 850 B.C. atau 450 B.C. seperti bangsa Sumeria Gilgamesh Epic yang mempunyai beberapa detil yang sama tentang banjir di seluruh isi dunia, dan itu ditulis sebelum tahun 2500 B.C. (seorang Babilonia menyalin tabel 11 dan 12 daftarnya adalah kerajaan Asurbanipal di Niniwe, seorang gambar tentang itu berada dalam Wycliffe Bible Dictionary hal.6126.) Supaya lebih adil, teori liberal JEPD yang mengatakan bahwa banjir pada zaman Nuh berasal dari dua sumber yang berasal dari abad ke-19, sebelum cerita Gilgames diketahui oleh dunia

moern. Alasan utama pertanyaan ini ditujukan dalam hal ini bahwa tetap ada sejumlah ―orang Kristen‖ liberal yang mempercayai teori JEPD. P: Dalam Kejadian 7:1, apakah orang lain “tidak mempunyai kesempatan” untuk bertobat seperti yang dikatakan oleh kaum ateis? J: Tidak. Ketika mereka melihat bahtera dibangun, mereka dapat mendengarkan Nuh, ―seorang pendeta yang bijakasana‖ (1 Petrus 3:20). Berlangsung selama 100 tahun untuk membangun bahtera, dan selama itu merupakan waktu yang panjang untuk bertobat. Mungkin ini satu alasan 1 Petrus 3:20 mengatakan Tuhan sedang menunggu dengan sabarnya ketika bahtera sedang dibangun. P: Dalam Kejadian 7:2, bagaimana bisa Nuh mengetahui bagaimana mengambil hewan yang tidak haram, karena tidak ada dalam hukum Perjanjian Lama sebelumnya? J: Nuh tidak mempunyai injil Perjanjian Lama; namun Nuh mempunyai Tuhan, dimana ia pun berbicara dengan Tuhan sendiri. Ketika kita tidak mengetahui secara tepat berapa banyak Tuhan mengajarkan Nuh tentang apa yang ada dalam Hukum Perjanjian, Tuhan tentunya mengetahui diriNya, dan sangat mudah bagiNya berkomunikasi dengan Nuh menKejai hewan apa yang harus Nuh ambil dengan jumlah tujuh. Dalam percakapan personal ini dengan Nuh, kita tidak mengetahui apakah Tuhan menggunakan definisi tidak haram sama seperti dalam Hukum Perjanjian. Diluar itu, Nuh telah diberitahu tentang hewan apa saja yang harus diambil. Terdapat sebuah pelajaran untuk kita dalam pertanyaan ini. Kapanpun Tuhan mengatakan pada kita untuk melakukan sesuatu yang kadang kita pun tidak mengetahui setiap detil dari segala sesuatu. Kita dapat melakukan hal lain terlebih dahulu atau kita sederhananya menuruti apa yang kita telah ketahui, dan percaya Tuhan untuk membenarkan kita jika memang harus demikian ketika kita menurut padaNya. Jika kita menunggu sampai kita mengetahui setiap detilnya pertama kali, kita mungkin tidak akan pernah menurut. P: Dalam Kejadian 7:4 – 8:12, apa yang luar biasa tentang struktur kesusastraan disini? J: Ini disebut sebuah ―chiasme‖, yang sudah biasa dalam kesusastraan Ibrani, bukan dalam bahasa Yunani atau modern, dimana setiap pernyataan (kecuali mungkin yang ditengah) mempunyai sebuah pernyataan refleksi yang simetris. Dibawah ini strukturnya. 7:4 - 7 hari menunggu air bah datang 7:10 - - 7 hari menunggu air bah datang 7:17a - - - 40 hari air bah terjadi 7:24 - - - - 150 hari air akan berkuasa dimuka bumi 8:3 - - - - 150 hari air akan surut 8:6 - - - 40 hari menunggu 8:10 - - 7 hari menunggu 8:12 - 7 hari menunggu Tambahannya, Kejadian 7:21-23a merupakan sebuah ―chiasm‖ dalam sebuah ―chiasm‖. - segala yang berdaging mati - - burung-burung - - - ternak dan binatang buas - - - - lebah - - - - - manusia - - - - - - segala sesuatu yang ada di darat - - - - - - segala yang hidup yang ada diatas permukaan bumi - - - - - manusia

- - - - binatang - - - hewan penggeliat - - burung-burung diudara - mereka semua terhisahal. P: Dalam Kejadian 7:12,24, apakah banjir ini terjadi selama 40 hari, atau 150 hari? J: Kejadian 7:12 mengatakan banjir ini terjadi karena hujan yang berasal dari langit selama 40 ahri, tapi banjir air bah dibumi terjadi selama 150 hari. P: Dalam Kejadian 8, mengapa Alkitab rupanya mengajarkan bahwa manusia hanya kembali ada sekitar 6.000 tahun? J: Menurut metode radioaktif, manusia pertama, yang para ilmuwan menyebutnya menusia Cro-Magnon, hidup sekitar 400.000 tahun lalu sampai saat ini. Manusia Neandertal merupakan keturunan dari manusia Cro-Magnon dan hidup dari 130/100.000 tahun lalu sampai 35/30.000 tahun lalu. Namun, disamping kapan Tuhan menciptakan manusia, ilmu Kejealogi dalam Kejadian membolehkan adanya sebuah gap yang tidak menentu, seperti kata ―putra‖ yang juga berarti ―keturunan‖, dan kata ―bapa‖ yang juga berarti ―leluhur‖. Yesaya 51:2 mengatakan Abraham merupakan bapa dari bangsa Yahudi, dan bangsa Yahudi mengatakan Yesus, Abraham merupakan bapa mereka dalam Yohanes 8:39. Sebagai catatan tambahan, kita dapat mengatakan secara yakin bahwa dunia diciptakan dalam enam hari, tapi berapa lama satu hari menurut Tuhan? 2 Petrus 3:8 mengatakan satu hari dengan Tuhan seperti 1000 tahun lamanya, dan seribu tahun seperti satu hari. Mazmur 90:4 mengatakan seribu tahun dimata Tuhan seperti satu hari atau seperti sebuah pengawasan selama semalam. Irenaeus dalam Against Heresies Volume 5 bag.23.2 (182-188 A.D.) hal.551-552 menafsirkan satu dari dari hariNya Tuhan dalam Kejadian sebagai 1000 tahun. P: Dalam Kejadian 8:1 dan Keluaran 6:5, bagaimana Tuhan “mengingat”yang mana Ia lupa pada awalnya? J: Tuhan adalah Maha Tahu. Ketika Nuh mungkin merasa dilupakan, ini hanya sebuah ungkapan bahwa Tuhan tidak melupakan Nuh. Ketika kita mengingat seseorang di hari ulang tahunnya atau dihari jadinya, tidak berarti kita melupakan mereka selama satu tahun itu. P: Dalam Kejadian 8:11, apa yang signifikan dari daun zaitun? J: daun itu mungkin bertunas setelah banjir, dan pohon zaitun tidak tumbuh di tempat yang tinggi. Pohon zaitun sering disebut sebagai simbol bagi umat Tuhan. P: Dalam Kejadian 8:15, apakah semua ras berasal dari Nuh? J: Dari garis keturunan ayah, iya, tapi dari garis keturunan ibu tidak. Istri Nuh, tiga anaknya, dan istri mereka berada dalam bahtera juga. Perbedaan tidak terlalu besar, yang diberikan dalam pernikahan campuran, dua saudara laki-laki dapat juga satunya mempunyai kulit yang putih satunya lagi hitam. P: Dalam Kejadian 8:15-21, apa yang sejajar dengan Kejadian 12:1-7? J: Terdapat banyak kesejajaran dengan panggilan Tuhan terhadap Nuh dan panggilan Tuhan terhadap Abraham. Tuhan mengatakan padanya Kejadian 8:15 dan Kejadian 12:1 Keluarlah dari bahtera/negrimu Kejadian 8:16 dan Kejadian 12:1 Maka keluarlah dia Kejadian 8:18 dan Kejadian 12:4 Lalu ia membangun sebuah mezbah dalam Kejadian 8:20 dan Kejadian12:7

Tuhan memberkati dia dalam Kejadian 9:1 dan Kejadian 2:2 Bertambahlah menjadi bangsa yang besar Kejadian 9:1 dan Kejadian 12:2 Membangun sebuah perjanjian/ Tuhan memberikan mereka suatu negri Kejadian 9:9 dan Kejadian 12:7. P: Dalam Kejadian 8:21-22, akankah air menutupi seluruh bumi lagi? J: Tidak, karena Yesaya 54:9 mengingatkan kita bahwa mereka tidak akan ditenggelamkan lagi. Ini merupakan perdebatan melawan sebuah banjir local, seperti yang dikatakan Tuhan, Ia tidak akan pernah memberikan banjir air bah yang akan menutupi bumi lagi. Jika banjir air bah Nuh seperti dianggap sebagai banjir biasa, lalu telah terjadi banjir lain yang sangat menyeramkan. P: Dalam Kejadian 8:21 akankah Tuhan sekali lagi merusak semua kehidupan, atau akankah segala sesuatunya dirusak dalam 2 Petrus 3:7,10? J: Kejadian 8:21 mengatakan Tuhan berjanji tidak akan merusak segala yang hidup ―…seperti yang telah Kulakukan‖, dan Kejadian 8:22 menambahkan ―...selama bumi berlangsung terus-menerus.‖ Tuhan akan menghancurkan bumi dengan api, memisahkan umat yang percaya. P: Dalam Kejadian 8:22, mengapa kita tetap kelaparan? J: Kejadian 8:22 mengatakan bahwa musim panen dan bertunas tidak akan pernah berhenti. Walaupun terdapat kelaparan, tidak ada di bumi ini yang mengalami kelaparan yang permanent atau abadi. P: Dalam Kejadian 9, bagaimana semua binatang kembali ke tempat yang sama dimana mereka berasal? J: Umat Kristen tidak setuju akan apakah banjir terjadi tahun 2600 sampai tahun 3000 B.C, sekitar tahun 7000 B.C., sekitar tahun 14.000 B.C., atau hampir satu juta tahun lalu. Orang yang mempercayai banjir terjadi dari 2600 sampai 3000 tahun B.C., percaya ilmu arkeologi dan metode radioaktif dicampuradukan, maka tidak ada data yang mengatakan apakah binatang kembali ke habitat yang sama dimana mereka berasal atau tidak. Namun, jika banjir terjadi sekitar 14.000 tahun lalu, semua binatang tidak akan tinggal di tempat yang sama. Sebuah tanah penghubung yang menghubungkan Amerika dan Asia. Setelah itu, hewan yang besar dan kuda meninggal dalam dunia baru itu. Namun, diluar dari kapan banjir terjadi, semua umat Kristen setuju bahwa Tuhan mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi binatang untuk pergi ketempat yang Ia inginkan. P: Dalam Kejadian 9:3, dapatkah manusia memakan daging atau hanya sayursayuran? J: Kejadian 1:29 mengatakan Adam dapat makan buah dan sayur-sayuran. Setelah banjir air bah itu, Kejadian 9:3 mengatakan kita sekarang boleh makan daging. Lihat pembahasan dalam Kejadian 1:28 untuk informasi selanjutnya. P: Dalam Kejadian 9:4, apakah makan darah dilarang saat ini? J: Beberapa orang mengatakan tidak, karena Kristus telah menggantikan hukumnya, dan dalam Kis 10:11-16, ―semua makanan‖ adalah halal. Beberapa orang ada yang mengatakan iya, karena ini diberikan sebelum adanya Hukum Batu Perjanjian dalam Kejadian 9:4. Dalam Kis 15:20,29 gereja awal percaya pengajaran Kristen harus pantang terhadap darah. Tentunya, jumlah darah yang sedikit boleh saja, karena kaum Yahudi dibolehkan untuk memakan binatang buruan mereka dan secara cepat mengeringkan

mereka di lading dalam Imamat 17:13. Lihat Encyclopedia of Bible Difficulties hal.84-86 untuk pembahasan ini. P: Dalam Kejadian 9:4, Imamat 7:26-27, Imamat 17:11-12, dan Ulangan 12:16,23-25, apakah larangan makan darah berarti manusia tidak melakukan transfuse darah, seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehova? J: Tidak. Kita tidak harus menjadi kanibal, namun transpalantasi organ tubuh diperbolehkan. Seperti halnya, manusia dikatakan tidak boleh makan darah, dan melakukan transfuse darah boleh saja. Seperti yang ditekankan dalam buku Jehovah’s Witnesses Answered Verse by Verse hal.2223, bahkan organisasi pengawasan Saksi Yehova pun membolehkan melakukan transfuse darah sampai tahun 1944. Ditahun 1967, mereka juga melarang dilakukannya transplantasi organ tubuh (majalah Watchtower 12/15/67 hal.702-704). Lalu mereka merubah pemikiran mereka dan memperbolehkan umatnya di tahun 1980 (majalah Watchtower 3/15/1980 hal.31). Mereka juga tidak diperbolehkan melakukan vaksinasi dari tahun 1931 sampai tahun 1952. P: Apakah Kejadian 9:6 melarang menghukum mati seorang yang telah berbuat kejahatan saat ini? J: Tidak semuanya. Kejadian 9:6 mengatakan melarang hanya membunuh dan memerintahkan menghukum mati bagi seorang pembunuh. Ingatlah bahwa Kejadian merupakan salah satu kitab tentang Musa, dan dalam Keluaran melalui Ulangan sejumlah kejahatan telah diberikan hukuman dengan hukuman mati. Lihat juga pertanyaan berikutnya. P: Apakah Kejadian 9:6 berbicara tentang hukuman yang besar? J: Ini sebenarnya berbicara tentang hukuman besar-besaran. Hal itu berarti hukuman mati dan bukan saja kematian tubuh yang terjadi sama antara bukan pembunuh dan pembunuh. P: Dalam Kejadian 9:12-13, apakah pelangi merupakan tanda dari perjanjian Tuhan yang menunjukkan bahwa tidak ada pelangi sebelum banjir air bah itu? J: Memang dinyatakan seperti ini tapi tidak membuktikannya. Seperti yang dikatakan Today’s Handbook for Solving Bible Difficulties hal.220-221, Tuhan menggunakan sebuah tanda tidak secara otomatis bahwa sebelumnya belum pernah ada. Contohnya, ritual penyunatan telah dilakukan sebelum Abraham oleh orang lain, termasuk bangsa Mesir dan Etiopia (Herodotus dalam bukunya History volume 2 bag.104 hal.69). Sunat telah dilakukan oleh bangsa Mesir menurut Letter of Barnabas (100-150 A.D.) bag.8 hal.142. P: Dalam Kejadian 9:20-21, bagaimana bisa orang yang suci seperti Nuh mabuk? J: Pertama, Alkitab tidak menyembunyikan fakta bahwa orang yang yang percaya Tuhan juga berdosa. Kedua, dengan tekanan udara yang rendah dekat dengan puncak gunung setelah adanya banjir besar itu, sangatlah enak untuk mabuk dengan anggur. P: Dalam Kejadian 9:20-21, mengapa merupakan cerita yang sedih tentang Nuh yang minum anggur dalam Alkitab? J: Alkitab tidak hanya menunjukkan pada kita mengapa penting melakukan yang benar, tapi juga memberikan sebuah contoh dari konsekuensi dari berbuat kesalahan. Clement dari Aleksandria (tahun 193 - tahun217/220 A.D.) menjawabnya dengan sangat jelas. ―kemabukan Nuh telah dicatat dalam sebuah tulisan, bahwa, dengan jelas dan gambaran yang tertulis tentang pelanggarannya sebelum kita, dari hal itu kita ditunjukan bahwa kita harus melawan perilaku kemabukan itu‖ The Instructor volume 2 bag.2 hal.246.

P: Dalam Kejadian 9:21-25, apakah Kejadian merupakan versi yang menghilangkan cerita aslinya dimana Ham mengebiri Nuh untuk mencegahnya mempunyai banyak anak laki-laki, sama dengan mitos Yunani tentang Kronos yang mengebiri ayahnya Uranus seperti yang diyakini oleh seorang ateis (Capella)? J: Tidak, tidak ada tanda tentang adanya pengebirian disini. Seperti pada budaya Yunani, perlu diketahui bahwa hanya kebudayaan Yunani selama masa Musa hidup yaitu dari bangsa Yunani Mycenia awal. Banyaknya yang kita ketahui tentang mitologi Yunani yaitu setelah masa itu. Untuk referensi, perang Troy pada Homer sekitar tahun 1200 B.C., beberapa orang berpikir itu terjadi 450 tahun setelah adanya Kitab Keluaran. Oleh karena itu, mungkin tidak ada peminjaman tempat disini. Jika seseorang tetap yakin ada suatu peminjaman, yang kemudian harus meminjam dari yang sebelumnya, dan cerita Yunani disini sepertinya memang setelah zamannya Musa. P: Dalam Kejadin 9:22 apa yang salah dengan Ham melihat ayahnya telanjang? J: Anak laki-laki memberitahukan pada orang lain tentang kelemahan orangtua mereka, dan sikap Ham merupakan sikap yang tidak terpuji dalam Kejadian 9:22. Ham belajar bahwa anak laki-lakinya sendiri akan menyalahkan dia. Perilaku Ham ini adalah sebuah ejekan menurut Methodus (260-312 A.D.) dalam Banquet of the Ten Virgins bagian 2 dan Justin (138-165 A.D.) dalam Dialogue with Trypho bagian 139. P: Dalam Kejadian 9:22-23, apa yang anda lakukan jika kamu malu dengan orangtua kamu? J: Pertama kali mengertilah mengapa kamu malu. Apakah orangtuamu sebenarnya melakukan yang secara moral itu salah, apakah sebuah hal yang penting dimana kamu hanya memilihmilih, atau diantara keduanya. Kamu harus menghargai orangtuamu (Keluaran 20:12; Efesus 6:2), tapi tetap kamu tidak boleh memaafkan untuk dosa. Kamu harus menuruti orang tua kamu dalam Tuhan (Efesus 6:1). Yang berarti menurut pada mereka, tetapi ketika mereka memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan Tuhan, kamu harus menurut pada Tuhan lebih duluu. P: Dalam Kejadian 9:22-21, apakah yang kamu lakukan jika anak-anakmu malu dengan kamu? J: Terdapat setidaknya empat cara yang dapat membuat mereka malu. 1) karena suatu pendirian moral yang kamu pilihlah yang benar. 2) Karena sesuatu yang berhubungan dengan gaya, ketertarikan secara personal, atau sesuatu hal-hal moral yang netral yang adalah pantas. 3) Karena apa yang kamu lakukan itu salah. 4) Karena sesuatu yang tidak salah dalam hal itu sendiri, tapi hal itu tidak pantas menurut mereka. Untuk alasan pertama, kamu dapat secara gampang menjelaskan mengapa kamu mengambil pendirian seperti itu. Untuk alasan kedua, kamu tidak seharusnya membiarkan sesuatu yang baik dikatakan sebagai sesuatu yang tidka baik (Roma 14:16), tapi dari kasihmu yang akan menolong mereka (Roma 14:14-15). P: Dalam Kejadian 9:22-23, bagaimana kita merespon dosa yang dilakukan orang lain? J: Dalam semua masalah kehidupan, kita tidak harus memberikan secara terbuka bahwa kita mengampuni dosa, tapi kita dapat mencintai orang yang berdosa. Kita tidak harus berada dalam situasi dimana kita sendiri akan digoda oleh dosa itu. Disamping itu, terdapat sebuah

perbedaan dalam apakah orang yang berdosa itu adalah anakmu, orangtua kamu, seseorang yang lebih tua dari kamu, seorang Kristen, atau seorang yang tidak percaya. Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi. (1 Tim 5:19) Hukuman badani (tamparan) dapat dilakukan pada anak-anakmu, tapi tidak pada orang lain. (Amsal 22:15; Ibrani 12:7-11) Jangan memarahi orang yang lebih tua dengan kasar (1 Tim 5:1) P: Dalam Kejadian 9:25, mengapa Kanaan bukan Ham, yang dikutuk? J: Ham belajar bahwa keturunannya akan menjadi contoh dari akibat dosa. The Expositor’s Bible Commentary volume 2 hal.97 mengatakan bahwa kata Ibrani sebagai kata kerja tidaklah sempurna, ―maka pengertiannya lebih seperti sebuah predikat (Ia akan datang) daripada sebuah gaya penulisan laki-laki (Mungkin ia datang). Demikian kata-kata Nuh mengantisipasi tema sentral dari narasi berikut – terpisah dari tunas yang terpilih dengan tunas dari bangsa Kanaan‖. Lihat tulisan Justin Martyr [ditulis sekitar tahun 138-165 A.D.] dalam Dialogue with Trypho bagian 139 untuk pembahasan lebih lanjut. P: Dalam Kejadian 9:25-26, apa kutukan yang diberikan pada Kanaan? J: Kejadian hanya mengatakan bahwa budak terendah bagi saudara-saudaranya. Perlu dicatat kutukan itu bukan untuk Ham, tapi untuk Kanaan. Tak ada naskah Ibrani atau Yunani yang mengatakan bahwa kutukan itu adalah untuk Ham, hanya terjemahan Arab saja yang mengatakan demikian. (Menurut buku Origin of the Bible hal.307, versi pertama dalam bahasa Arab tentang Pentateuch yang diterjemahkan oleh Saadya Gaon, yang hidup dari tahun 892 sampai tahun 942 A.D.) Seperti ketika Ham membuat ayahnya Nuh malu, Kanaan dan keturunannya akan membuat Ham ayah mereka malu. P: Dalam Kejadian 10, siapakah 68 orang dan 16 kota ini? J: Ini merupakan dokumen etnografi dari leluhur yang terbanyak yang kita lindungi. Para cendekia percaya bahwa kita dapat mengidentifikasi 51 dari 68 orang dan para arkeologi telah menemukan 11 dari 16 kota. Sodom dan Gomora merupakan kota yang telah hancur yang mereka belum pernah temukan. Namun, lembaran Ebla, tertulis tahun 2400-2250 B.C. menyebutkan kota dari Si-da-mu atau Sodom dan I-ma-ar atau Gomora. Juga, sebuah cagar alam disebut Bab ed-Dra yang ditemukan disebelah timur Laut Mati. Tempat itu ditemukan sekitar antara tahun 2800 dan 1800 B.C.. Dibawah ini adalah orang-orang yang diketahui atau diduga ada. Yafet – bangsa Yunani mengatakan nenek moyang mereka adalah Japetos |->Gomer - Gimirra/Assyria Simeria/Yunani | |->Ashkenaz - As-gu-za-a/Assyria = bangsa Scythia | |->Rifat - ? hidup di Russia? | |->Togarmah - merupakan kota Tegarama di Asia kecil, nenek moyang dari bangsa Armenia, atau keduanya. |->Magog – bangsa Scythia? menurut Josephus |->Madai - Medes |->Javan – bangsa Yunani Ionia | |->Elishah – bangsa Aeolia? menurut Josephus | |->Tarshish – kota di Asia kecil atau di Negara Spanyol | |->Kittim - Siprus | |->Dodanim/Rodanim – pulau Rhode |->Tubal – masyarakat Tabali di Kappadosia

|->Meshech - Mushki/negri Asyiria diantara Sisilia dengan Laut Kaspia |->Tiras – mungkin Thrusa yang menyerang Mesir tahun 1250 B.C. Ham – tidak mempunyai bangsa, hanya keturunan |->Kush – bangsa Sudan (Kush di zaman dahulu) | |->Seba - Ethiopia utara. Nama tempat yang mungkin berasal dari Sabean penjajah yang nantinya akan datang. | |->Havilah – berada dekat sungai Indus di Pakistan, atau dekat dengan Sheba dan Hadramaut. |->Sabtah - ? mungkin hidup di sebelah utara Sheba | |->Raamah – mungkin bangsa Ramani SW | | | Arabia (Strabo 16.4.24) | | |->Sheba - Sheba di SW ujung dari pegunungan Arab. | | |->Dedan - NW dari teluk Persia. Disebutkan oleh bangsa Kaldea dan bangsa Asyiria | |->Sabteca - ? tak ada orang lain yang tahu |->Mizraim - Mesir | |->bangsa Ludit - ? tak diketahui | |->bangsa Anamit - ? diketahui hanya dalam 1 Taw 1:11 | |->Bangsa Lehabit – merupakan suku banga disebelah barat Mesir yang bermusuhan | |->bangsa Naphtuhit - ? tidak diketahui | |->bangsa Pathrusit - Pathros berada disebelah selatan Mesir | |->bangsa Kasluhit – bangsa Filistin berasal dari bangsa ini | |->bangsa Kaphtorit - Crete / pulau Aegea | | (Akkadia/Mari/Ugarit/Mesir) |->Put - Libya menurut Bab. dan catatan Per. |->Kanaan – bangsa Kanaan | |->Sidon – kota Punisia | |->banga Hittit – hidup disebelah utara Yerusalem | |->bangsa Jebusit – hidup di Yerusalem | |->bangsa Amorit – hidup di Kanaan. Amurru didalam bahasa Akadia berarti orang barat. | |->bangsa Girgashit – hidup di Kanaan, mungkin bangsa Asyiria | |->bangsa Hivit – hidup di dekat Tire, Sidon, dan Shekem. Salomo menggunakan mereka dalam membuat Bait Allah. | |->Arkite – Tanjung Arqah disebelah utara Syria | |->bangsa Sinite – bangsa Kanaan Utara di tanjung Sianu | |->Arvadite – kota Punisia utara di Arvad | |->bangsa Zemarite – Kota Kanaan di Simura 6 mil sebelah selatan kota Arvad | |->Hamathites – salah satu kota tertua di Siria Shem – mungkin bangsa Sumer |->Elam – bangsa Elamit, Susa |->Asshur – ibukota pertama Asiria |->Arphaxad - ? Ptolemy menyebutkan daerah Arrapasitis antara danau Van dan Urmia | |->Shelah – tak ada bangsa yang diketahui, hanya keturunannya saja | | |->Eber - tak ada bangsa yang diketahui, hanya keturunannya saja | | |->Peleg - tak ada bangsa yang diketahui, hanya keturunannya saja | | |->Joktan – suku bangsa Arab, atau suku bangsa Arab selatan dari Qahtan (al-Tabari | | | vol.6 hal.xxii; vol.20 hal.xv) | | | |->Almodad – mungkin suku bangsa Arab | | | |->Sheleph – bangsa Yaman atau suku bangsa Arab | | | |->Hazarmaveth - Hadrumaut di Arabia | | | |->Jerah – barangkali suku bangsa Arab? | | | |->Hadoram - ? tidak diketahui

| | | |->Uzal - ? tidak diketahui | | | | Namun, Uzal/Auzal merupakan nenek moyang dari Sa‘na diYaman. | | | |->Diklah - berarti ―semak palem‖. Mereka mungkin telah lama berada di Wadi Sirhan, | | | | c.250 mil sebelah tenggara Laut Mati. | | | |->Obal – tidak dikenal hanya dari 1 Taw 1:22 | | | |->Abimael - ? tidak diketahui | | | |->Sheba - Sabeans di sebelah selatan Arabia | | | |->Ophir – mungkin bangsa Somalia atau SW | | | | Arabia. Josephus dan Jerome berpikir itu berada di India. | | | |->Havilah – mungkin Arab tengah | | | |->Jobab - ? tidak diketahui |->Lud – apakah negri Lidia, atau negri lain antara Tigris dataran tinggi dan Efrat |->Aram – bangsa Aram di Syria |->Uz – bangsa Ausitai? Hidup di sebelah barat Efrat |->Hul - ? tidak diketahui |->Gether - ? tidak diketahui |->Mash/Meshech - ? padang gurun Syro-Arabian di kota Mash yang dikenal oleh bangsa Asyiria, kota Libanon Gunung Masius, atau Meshekh merupakan suku bangsa campuran antara dua nenek moyang. P: Dalam Kejadian 10, mengapa bangsa India dan Cina tidak disebutkan dalam daftar nama bangsa? J: Pertama yaitu bukan jawaban, dan jawabannya. Bukan jawabannya: sementara bangsa Sinit disebutkan, bangsa ini mungkin bukan bangsa Cina tapi berasal dari Kanaan tanjung Sianu di sebelah utara Siria. Josephus dan Jerome berpikir Ophir itu India, tapi itu lebih mengarah pada Afrika. Jawabannya: Semua berasal dari Adam, seperti semuanya dikutuk dengan dosa warisan Adam. Kejadian tidak menyatakan apapunn tentang mendaftarkan setiap orang atau ratusan orang, Kejadian hanya menyebutkan bangsa yang kebanyakan diketahui oleh bangsa Israel. Lihat Today’s Handbook for Solving Bible Difficulties hal.224-226 untuk jawaban yang lebih lengkap lagi. P: Dalam Kejadian 10, apakah bangsa Sumeria di Mesopotamia disebutkan? J: ya, mereka mungkin adalah, sebagai ―Sem‖. Tanah Sumer, seringkali dilafalkan tanpa huruf ―r‖, dan Sum dengan mudah disebut Sem. Untuk dukungan ilmiah dari hal ini, mengarah pada buku The Sumerians oleh Samuel Noah Kramer hal.297-298. Kramer juga menyebutkan American Journal of Semitic Languages (58 [1941] hal.20-26.) P: Dalam Kejadian 10:2, siapakah bangsa Gomora itu? J: Wycliffe Bible Dictionary hal.710 mengatakan ini merupakan bangsa yang disebut ―Gimira‖ oleh bangsa Asyiria dan Simeria oleh bangsa Yunani. Bangsa Gomora hidup di Ukraina dan sebelah selatan Rusia. P: Dalam Kejadian 10:2 mengapa bangsa Medes disebutkan, karena bangsa ini tidak disebutkan dimanapun sampai tahun 836 B.C. di tulisan Salmaneser III? J: Tulisan Salmaneser III merupakan yang ditulis setelah zamannya Musa tahun 1407 B.C., tapi penyimpanan yang diam-diam bukan berarti tulisan zaman dahulu dianggap tidak ada. Bangsa Asyiria hanya mencatat ketika mereka berperang dan menjual kuda-kuda dengan bangsa Medes. Menurut Persia and the Bible hal.35 ―I.M. Diakonoff mempercayai bahwa

sampainya bangsa Indo-Iran ke dataran Iran bertempat pertama kali sekitar setengah abad pada abad kedua B.C. [2000-1500 B.C.]. Tapi bukti arkeologi terdahulu terhadap pendatang baru berada di bagian awal pada abad kedua B.C. [1500-1300 B.C.]. Bertentangan dengan ini, orang Minni yang hebat disebutkan dalam Yeremia 51:27. Namun, bangsa Minni akan kembali ketika tahun 1200 B.C., dan bangsa Minni tidak disebutkan dalam kitab Kejadian karena kitab Kejadian ditulis lebih dulu. Ringkasnya, ilmu arkeologi mendukung keberadaan bangsa Medes pada zaman Musa. P: Dalam Kejadian 10:2, siapakah orang Javan itu? J: Mereka adalah bangsa Yunani Ionia. Dalam bahasa Ibrani disebut yawan yang sama artinya dengan iaones atau iawones dalam bahasa Yunani dalam buku Homer Illiad 8.685 dan yamanu dalam prasasti Sargon II dan Darius I. Bangsa Ionia disebutkan di Mesir pada zaman Ramses II (c.1300 B.C.).Yesaya 66:19 dan Yehezkiel menyebutkan mereka, dan terjemahan Septuagin menterjemahkan sebagai ―Hellas‖. P: Dalam Kejadian 10:2, siapakah Tubal itu? J: Mereka disebut sebagai Tabal (atau Tabali) oleh bangsa Asyiria dan hidup di Turki zaman modern di daerah Kappadosia. Sejarawan Yunani Herodotus mengetahui mereka sebagai Tibarenoi. Mereka disebutkan dalam Yehezkiel 27:13, 28:2-3, 39:1 dan Yesaya 66:19. Raja Asyiria Salmaneser III (tahun 859 – tahun 824 B.C.) menerima persembahan dari 24 raja Tubal. Bangsa Asyiria menurunkan tahta raja Tubal tahun 732 B.C. Sargon menyebutkan bahwa kotak tembaga yang berharga itu berasal dari Tubal. Sargon juga mendukung sebuah pemberontakan oleh bangsa Tubal, bangsa Muski dan Ararat. P: Dalam Kejadian 10:2, siapakah Meshehk itu? J: Bangsa Asyiria pertama kali menyebutkan sebagai ―Mus-ka-a-ia‖ yang mempunyai tentara sebanyak 20.000 orang selama masa pemerintahan Tiglet-pileser I (tahun 1100 B.C.). Mereka juga disebutkan dalam pemerintahan Salmeneser III (859-824 B.C.). Wycliffe Bible Dictionary hal.1105-1106 juga mengatakan mereka itu awalnya hidup diantara kota Sisilia dan Laut Kaspia, tapi pada masa pemerintahan Sargon II (722-705 B.C.) mereka hidup di daerah Phrygia di Turki Modern. Herodotus 3:94 mnedaftarkan mereka sebagai ―Moschoi‖, yang membandingkan satu dari 19 satrapi dari Darius. New Bible Dictionary ( tulisan Eerdman tahun1962) hal.811 juga menyatakan bahwa mereka sama derajatnya dengan bangsa Phrygia. P: Dalam Kejadian 10:2, siapakah Tiras itu? J: Kita tidak mengetahui banyak tentang Tiras. Sementara Josephus menyatakan bahwa bangsa Trasia berasal dari mereka, sekarang ini masyarakat berpikir mereka adalah bangsa Tursenich, yang adalah pembajak. Bangsa Mesir menyebutkan seorang ―Thrusa‖ menyerang Mesir sekitar tahun 1250 B.C. Sebuah buku yang tidak asli ―volume of Jubilees‖ mengatakan bangsa Tiras hidup di empat pulau. P: Dalam Kejadian 10:3, dimanakah Torgamah? J: Togarmah sekitar 70 mil (113 km) sebelah barat kota Malatya. Bangsa Hittite menyebutnya Tegarama. Bangsa Asyiria menyebutnya Tilgarimanu, dan mereka kalah pada tahun 695 B.C. Bangsa Yunani menyebutnya Gauraena. Bangsa Armenia menyatakan mereka adalah keturunan dari Haik, anak laki-laki dari Torgom, maka mereka adalah keturunan Togarmah. P: Dalam Kejadian 10:5,20,31, sejak terdapat bahasa yang berbeda, mengapa dahulu semua yang ada di bumi mempunyai gaya bicara yang sama dalam Kejadian 1:11?

J: Kejadian 10 merupakan sebuah ikhtisar, dan Kejadian 11 membicarakan tentang peristiwa dalam Kejadian 10. Kejadian 10:5 mengatakan ―dari ini…‖ 10:18 ―kemudian…‖. Hal ini membuktikan bahwa Kejadian 10 mengatakan bagaimana keturunan yang kemudian akan tersebar luas. Kejadian 11:1 membicarakan peristiwa dari menara Babel, yang terjadi sebelum adanya persebaran bangsa-bangsa. Sebuah potongan gulungan tanah liat dalam bangsa Babilonia mengatakan tentang satu menara yang menyerang dewa-dewa. Mereka menghancurkannya dalam satu malam dan membuat orang bersebaran dimana-mana dengan bahasa yang aneh. P: Dalam Kejadian 10:6,13, 1 Taw 1:8,11, mengapa Mesir tidak disebutkan diantara bangsa-bangsa ini? (seorang Kristen memberikan teka-teki ini) J: Bangsa Mesir disebutkan. Kata dalam bahasa Ibrani untuk Mesir adalah Mizraim. P: Dalam Kejadian 10:8-12, apakah perbuatan Nimrod merupakan sebuah penggabungan kekuatan dari Lugal-Zaggasi, Sargon dari Agade, Hamurabi, dan Salmaneser I? J: Tidak. Sementara kita tidak mengetahui banyak tentang leluhur raja-raja Sumeria kecuali dari sepuluh ribuan buku Sumeria yang telah dijaga, persamaan antara para penakluk dengan Nimrod adalah mereka berada di tempat terpencil. Alkitab dengan sederhana menyebutkan bahwa Nimrod merupakan orang pemburu yang hebat dihadapan Tuhan, yang juga karir Nimrod dimulai di empat kota di Shinar, dan kemudian ia pergi ke Asyiria untuk membangun empat kota-kota yang berdekatan disana, yang nantinya menjadi sangat berpengaruh. Alkitab tidak mengatakan sesuatu yang lain tentang Nimrod, maka agak sulit untuk membandingkan mereka. Nimrod tidak dapat menjadi Hamurabi, karena Hamurabi (1803/1793-1760/1750 B.C.) hidup lama setelah zaman Abraham. Nimrod mungkin sebenarnya dapat merupakan suatu referensi alkitabiah yang mengarah pada Sargon, kecuali memang kita juga hanya mengetahui sedikit pengetahuan tentang keduanya baik, Nimrod dan Sargon. P: Dalam Kejadian 10:9, apakah Nimrod merupakan pemburu yang baik “dihadapan Tuhan”, atau seorang predator yang tidak beriman “yang bersimpangan dengan Tuhan”? J: Mungkin terjemahan terbaik pada kata Ibrani paniym disini adalah ―dihadapan‖. Seperti kata bahasa Inggris ―before‖, paniym digunakan dalam banyak konteks. Contohnya, seorang pemimpin dapat berada dihadapan sidangya dalam Yosua 20:6,9, Israel ditaklukan dihadapan bangsa Filistin dalam 1 Samuel 4:2, dan Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin dalam 1 Samuel 4:17. Dalam kasus ini, paniym mungkin berarti sebuah gambaran tidak beriman, seperti dalam ―bertarung dihadapan‖. Nama ini dihubungkan dengan kata Ibrani marad yang berarti ―membangkang‖ (The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.42) atau ―kita akan melawan‖ menurut New Kejeva Study Bible hal.25. Setelah menara Babel, Nimrod membangun kota Babilonia yang bertentangan dengan Tuhan. Nimrod menjadi seorang ―pemburu yang hebat dihadapan Tuhan‖ merupakan konotasi negatif yang tidak beriman untuk Nimrod menurut Believer’s Bible Commentary hal.45-46, Unger’s Bible Dictionary hal.794, P: Dalam Kejadian 10:9, tepatnya kelompok etnik apa Nimrod itu? J: Terdapat tiga hal yang mungkin. Asyiria disebut tanah Nimrud dalam Mikha 5:6, kota Kalah juga disebut sebagai Nimrud, dan kota Babilonia di Borsipa juga disebut sebagai Birs Nimrud.

Keturunan dari bangsa Kassit di Kish, yang hidup di Mesopotamia dan memimpin Babilonia tahun 3.200 B.C., dan Kejadian 10:8 mengatakan bahwa Kush adalah bapa dari Nimrod. Nin-Miradda merupakan nama yang bukan- Semitik pada sebuah kota di tenggara Kish, menurut Unger’s Bible Dictionary hal.794. Pandangan ini juga cocok dengan pandangan yang pertama. Bangsa Ubaidia merupakan bangsa non-Semitik (3800-3500 B.C.) yang sudah lebih awal mendiami Sumeria dan Mesopotamia sebelum bangsa Sumeria yang datang dari sebelah selatan. Kejadian 10:8-10 menyatakan Nimrod merupakan orang Babilonia pertama, dan lalu pergi ke Asyiria. Kita mengetahui sedikit sekali tentang bangsa Ubaidia, yapi dengan dihubungkan dengan Ham, mereka mungkin bangsa yang berhubungan dengan bangsa berkulit hitam, Harrapan dari India. Lihat Wycliffe Bible Dictionary hal.1207-1208 untuk informasi lebih lanjut. P: Dalam Kejadian 10:22 dan Kejadian 22:21, apakah Aram mungkin saja lahir dua kali? J: Tidak, tapi terdapat dua kemungkinan jawaban: Banyaknya orang : terdapat tidak hanya dua, tapi tiga orang dalam Alkitab dengan nama Aram. 1. Kejadian 10:22 mengatakan Aram Syria merupakan keturunan dari Sem. (bahasa Ibrani untuk anak laki-laki dan keturunan itu sama, sama halnya kesamaan bahasa dalam bahasa Ibrani antara ayah dan leluhur) 2. Kejadian 22:21 menyebutkan Aram, yang adalah keturunan dari Kemuel (ponakan Abraham), yang berasal dari NAhor, yang berasal dari Terah, yang merupakan keturunan dari Sem. 3. Lebih banyak lagi dalam 1 Tawarikh 7:34 terdapat seorang Aram anak laki-laki dari Samer suku bangsa dari Asher. Wycliffe Bible Dictionary hal.122 dan The New International Dictionary of the Bible hal.74 juga menyebutkan tiga orang. Hanya satu orang: perlu dicatat bahwa kedua Aram dalam Kejadian 10:22 dan 22:21 adalah keturunan Sem. Maka mereka sebenarnya adalah satu orang, dengan silsilah bangsa yang menyebutkan Sem sebagai leluhur Aram. P: Dalam Kejadian 11, apakah manusia mempunyai konsep yang “rendah” tentang surga sehingga manusia mencoba membuat menara Babel yang akan mengalahkan ketinggian surga? J: Ini bukanlah gambaran dari Musa, tapi tentang orang-orang yang membangun menara itu. Kejadian 11 merekam, tanpa adanya persetujuan, beberapa orang berpikir bodoh. Tentunya, pemikiran bodoh dari masyarakat banyak dapat menjadi pemikiran yang cerdas bagi para pendeta untuk menyakinkan orang-orang agar kagum kepada mereka. Ini beberapa pyramid/ziggurat yang ditemukan oleh para arkeolog dengan gelar megah yang sama. Larsa: Istana yang menghubungakan surga dengan bumi Borshippa: Istana tujuh penjaga surga dan bumi. Asshur: Istana dari Gunung dari Alam semesta. Babylon: Istana podium dasar dari surga dan bumi. The Bible Knowledge Commentary : Old Testament (hal.44) mencatat tentang Babylonia dalam Enuma Elish VI baris 55-64 mengatakan kota Babylonia dibangun oleh dewa-dewa di langit seperti kota di angkasa.. Babili berarti ―Gerbang Tuhan‖ P: Dalam Kejadian 11, apakah berdosa untuk membangun menara Babel?

J: Ini bukanlah tentang konstruksi dari bangunan itu, tapi tentang motivasi yang arogan tentang pemikiran yang bodoh dimana mereka berpikir mereka dapat naik ke Surga dengan cara mereka sendiri. Inti dari banyaknya pemujaan berhala merupakan kepercayaan mereka bahwa manusia harus menjadi beriman dengan cara yang mereka inginkan, dalam ―cara mereka sendiri‖, daripada mencari Tuhan Yang Sejati. Reaksi Tuhan tidak seperti menghukum tapi lebih kepada mencegah mereka dari kejahatan lain lagi. Orang tua yang bijaksana tidak menginginkan anak-anak mereka mengabaikan aturan sepenuhnya dan perintah mereka sendiri, dan Tuhan tidak menginginkan manusia, yang Ia ciptakan, melakukan hal yang sama. P: Dalam Kejadian 11, apa yang kita ketahui tentang bahasa Sumeria? J: Bahasa Sumeria ditulis dalam tulisan kuno berbentuk baji, dan itu bukanlah bahasa IndoEropa. Bahasa ini mempunyai kesamaan dengan bahasa Turki, Hungaria, dan beberapa bahasa pegunungan Kaukasus. Para cendikia dapat membaca bahasa Sumeria sekarang ini, dan mereka mengetahui bagaimana bahasa itu diucapkan. Bahasa Sumeria tidak mempunyai huruf f, i, j, th, ch lembut, v, w, atau bunyi umlaut. Mereka menggunakan suku kata ―ng‖ (seperti bahasa Kanton dan Vietnam), dan mereka tidak mempunyai perubahan nada suara seperti diakhir kata-kata yang ada dalam bahasa Indo-Eropa. Terdapat juga sejumlah dialek Sumeria. Seperti halnya terdapat bahasa Inggris kuno atau Cina kuno, Encyclopedia Britannica menyebutkan terdapat empat periode dari bahasa Sumeria: arkhaik, klasikal, baru, dan Sumeria-modern. Abraham hidup di zaman ketika mereka berbicara bahasa ―Sumeria Baru‖. Bahasa Ibrani juga berasal dari bahasa Sumeria, sebagian. Seperti bahasa Sumeria, bahasa Ibrani tidak mempunyai bunyi ―j‖. P: Aapakah Kejadian 11 tidak ada dalam urutan? J: Tidak, tidak ada yang menyatakan bahwa pasal ini tidak ada dalam urutan. Pikir kembali tentang ini. Jika semua manusia disapu bersih kecuali 8 orang yang berhubungan darah atau pernikahan, ini sama halnya mereka semua akan berbicara bahasa yang sama. Namun, beberapa tempat disepanjang cerita, manusia mulai berbicara dengan bahasa yang berbeda, dan itu terjadi sekitar pada waktu mereka tersisolasi secara geografis. Sebagaimana sebuah catatan yang menarik, ahli bahasa yang tidak beriman berpikir mereka dapat meniru semua bahasa Indo-Eropa (dari bahasa Celtik sampai bahasa Jerman, bahasa Yunani, bahkan sampai bahasa Sansekerta), sampai sebuah bahasa yang asli, yang mereka berpikir semuanya dijadikah bahasa di Ukraina pada tahun 4.000 B.C. P: Dalam Kejadian 11:1-9, mengapa terdapat satu bahasa sebelum adanya Babel, karena Kejadian 10:5,20,31 mengatakan terdapat banyak bahasa dimulai setelah adanya banjir air bah? J: Keduanya benar, karena Kejadian 10 mengatakan bagaimana bangsa menyebar baik sebelum dan sesudah Babel. Tiga hal yang perlu diperhatikan. Kejadian 10:5 menyatakan ini mengatakan tentang bagaimana lautan manusia ―tersebar smapai ke daerah teritori mereka‖. Penyebaran terjadi setelah Babel. Kejadian 10:20 seperti halnya diatas menyatakan mengarahkan pada daerah milik keturunan Ham, dan bangsa Hamit pindah ke daerah mereka, itu terjadi setelah adanya menara Babel. Kejadian 10:31 hampir sama dengan Kejadian 10:20, kecuali yang mengarahkan pada keturunan Sem.

P: Dalam Kejadian 11:5 dan Kejadian 18:21, karena Tuhan berada dimana-mana, bagaimana “Tuhan turun kebawah untuk melihat isi kota …”? J: Ini hanya sebuah ungkapan Tuhan untuk berkomunikasi dimana Tuhan menggunakan perhatian khusus terhadap kota itu. P: Dalam Kejadian 11:7, sejauh yang kita tahu, apakah kepercayaan terdahulu selalu politeis dengan nantinya berkembang menjadi paham monoteisme? J: Tidak, sejauh yang kita tahu dari sejarah, agama Cina kuno adalah monoteis, sama halnya dengan budaya di Asia Tenggara. Nama Cina kuno untuk Tuhan yang monoteis yaitu Shangdi, yang digunakan untuk kata Tuhan dalam bahasa Alkitab Cina sekarang ini. P: Dalam Kejadian 11:7-9, apakah kebingungan bahasa pada menara Babel disalin dari cerita Yunani dari Aloadae? J: OriKej (230-254 A.D.) menyelidiki ini dalam OriKej Against Celsus volume 4 bag.21 hal.505 dan menyimpulkan peristiwa itu tidak disebabkan karena: a) tidak ada orang Yunani diketahui oleh (kita) bahwa mereka telah mendengar ini sebelum bangsa Homer. b) bangsa Homer hidup beberapa abad setelah Musa. Sambil lalu, terdapat konflik tahun tentang kapan bangsa Homer hiduhal. Sejarawan Yunani kuno Aristarkus mengatakan tahun1044 B.C., pemimpin di Pilostratus mengatakan tahun 1159 B.C., dan aliran semi Herodotus The Life of Homer melihatnya berada di tahun 1102 B.C. Bertentangan dengan ini, sejarawan Theopompus mengatakan bangsa Homer hidup di tahun 685 B.C. Herodotus mengatakan itu tidak lebih dulu dari tahun 730 B.C.. kitab Keluaran mengatakan sekitar tahun 1447 B.C. Kesimpulan: entah bangsa Yunani yang mengambil cerita dari bangsa Ibrani kuno, atau bangsa Yunani yang mengambil cerita dari beberapa tempat diluar Yunani, atau bangsa Yunani dan Alkitab menceritakan berdasarkan peristiwa yang sama. P: Dalam Kejadian 11:9, apakah turunan nama “Babel” dari bahasa Ibrani yaitu kata balal yang berarti salah “bercampur, dibingungkan, atau dikacaukan”, karena dalam bahasa Babilona Bab-ilu berarti “gerbang Tuhan”? J: Tidak. Ini menyatakan bahwa Babel adalah berada di Babilonia. Alkitab tidak mengatakan bangsa Babilonia atau Sumeria mengatakan itu karena bahasanya bercampur, dibingungkan, atau dikacaukan. Lebih lagi, Kejadian telah mengatakan bahwa dimanapun Babel berada, orang-orang setelah itu, (termasuk bangsa Ibrani yang membaca Kejadian), dapat menyebutnya Babel karena bahasanya disana dibingungkan. P: Dalam Kejadian 11:11, berapa usia Sem ketika banjir air bah itu datang? J: Dibawah ini merupakan apa yang dapat diamati seseorang dari injil, dan kesimpulannya: Kejadian 11:11 mengatakan Sem berusia 100 tahun dua tahun setelah banjir itu. Kejadian 5:32 mengatakan bahwa Ham, Sem, dan Yafet baru lahir ketika Nuh berusia 500 tahun. Kejadian 7:6 mengatakan bahwa Nuh berusia 600 tahun ketika banjir itu terjadi di bumi. Tak ada dalam injil yang menyatakan Ham, Sem dan Yafet adalah anak kembar tiga. Kejadian 7:6 merupakan titik tolaknya; ketiganya lahir, mungkin lahir di waktu yang sama, ketika Nuh berusia 600 tahun.

P: Dalam Kejadian 11:18-24, apakah terdapat rekaman tambahan Alkitabiah tentang Rehu, Serug, dan Nahor? J: Tak ada seorangpun yang dapat mengharapkan bahwa kita mempunyai sebuah rekaman atau catatan independent dari setiap individu. Namun, dalam hal ini kita mungkin mempunyai catatan indepnden. Sejarah Asyiria mencatat atau merekam desa-desa yang ada di Syiria Modern yang bernama Pallig, Rehu, dan Serug dan Nahor. Rekaman Mari juga merekam dan menyebutkan Nahor. P: Dalam Kejadian 11:27 dan Kejadian 17:5, apakah asal kata dari nama “Abram” dan “Abraham”? J: Asal kata dari nama itu tidak tentu. Ini merupakan nama Semitik Barat, dan mungkin berarti ―bapa adalah mulia‖ atau ―bapa yang mulia‖. Nama ―Abraham‖ berarti ―bapa dari segala bangsa‖ atau ―bapa dari sesuatu yang banyak bangsa‖. P: Dalam Kejadian 11:27 diajarkan bahwa Abram, Nahor, dan Haran dilahirkan di urutan yang khusus? J: Sementara beberapa orang berpikir yang salah bahwa sebuah silsilah dalam Alkitab selalu memperlihatkan siapa yang lahir pertama kali, itu tidaklah benar. Contohnya, dalam 1 Tawarikh 3:15, Zedekia diurutkan sebagai anak laki-laki Yosia yang ketiga, dan Salum merupakan anak ke empat. Sebelumnya ketika Yoas menjadi raja tahun 609 B.C., ia baru berusia 23 tahun dan Zedekia berusia 10 tahun. Contoh lain, Ham disebutkan sebelum Sem dan Yafet, sebelumnya Kejadian 9:24 menunjukkan bahwa Ham adalah anak yang lebih muda. Demikianlah jika Alkitab memberikan sebuah daftar silsilah tanpa mengatakan mereka dalam sebuah urutan, kita tidak harus mencoba membaca atau mencari apa yang tidak ada dalam Alkitab. Dalam hal ini, karena Abram berusia 75 tahun ketika ia pergi meninggalkan Haran setelah Terah meninggal (Kejadian 12:4), dan Terah meninggal diusia 205 tahun (Kejadian 11:32), Abram bukan anak laki-laki yang lahir ketika Terah berusia 70 tahun. Abram belum lahir sampai Terah berusia setidaknya 130 tahun. P: Dalam Kejadian 11:28, apakah Abram berasal dari kota Ur, atau apakah ia berasal dari kota Haran dalam Kejadian 24:4? J: Abram aslinya berasal dari tanah Ur di Kaldea di selatan Mesopotamia, tapi sebelum datang ke Kanaan, Abram dan teman-temannya pertama kali tinggal di kota Haran di negri Siria-modern. P: Mengapa Kejadian 11:28 menyebutkan kota Ur di Kaldea, karena Ur itu merupakan sebuah kota di Sumeria? J: Kaldea dan Sumeria di Irak disatukan pada zaman Musa, dan Musa menyebutkan tanah modern Irak sebagaimana diketahui pada zaman Musa. Juga, dokumentasi Ebla menyebutkan sebuah kota yang disebut Uru yang berada di Padan Aram (Siria Modern). Maka untuk meyakinkan bahwa tidak ada kesalahan, dari pada hanya mengatakan ―Ur‖, lebih baik dikatakan ―Ur di Kaldea‖. P: Dalam Kejadian 11:28, dapatkah Abraham pergi dari kota lain yang bernama Ur? J: Tidak. Terdapat sebuah kota dekat Haran yang disebut Ur (Siria Modern), sebuah kota Hitti yang disebut Ura berada di timur laut Anatolia / Armenia, dan sebuah pelabuhan laut Hitti yang disebut Ura dekat Tarsus. Namun, kota-kota ini pertama disebutkan 500 tahun setelah zaman Abraham.

P: Dalam Kejadian 11:28, apa yang kita ketahui tentang kota Mesopotamia, Ur, diluar dari Alkitab? J: Kita mengetahui banyak tentang Ur, trima kasih untuk penggalian yang lebih luas tentang ini. Kota itu mungkin merupakan kota yang terbesar di dunia saat itu, dengan populasi penduduk yang diperkirakan sekitar 180.000, 200.000 dan 300.000. Tanah dari kota itu berbentuk oval, dan panjangnya sekitar 3000 kaki, dan lebar 800 kaki. Kota Ur mempunyai ziggurat dengan tiga undakan, 70 kaki diatas tanah. Tembok-temboknya mempunyai tinggi 30 kaki. Kota itu merupakan kota yang sangat kaya, dengan karya seni yang luar biasa. Orang-orang Ur umumnya sudah canggih, dengan menciptakan sebuah teori matematika yang menunjukan akar dari kubus. Geografis: Ur mempunyai sungai River di satu tempat, dan kanal di tempat lain. Tanahnya terkandung alkali, tapi baik untuk menanam gandum dan buah gandum untuk membuat bir dengan irigasi. Terdapat sekitar 50 jenis ikan di sungai Efrat dan Tigris. Namun, tidak ada pohon disana, maka dari itu mereka mengimpor kayu dari kota lain sejauh 400 mil. Kependudukan: sekitar 40% padi-padian digunakan untuk membuat bir. Sebuah papan bermain telah ditemukan. Mereka mempunyai satu dan dua cerita tentang rumah berbatu merah yang berlumpur dan jalan yang sudah diaspal. Seringkali kuburan keluarga berada di bawah rumah. Kesusastraan: tulisan orang pertama Sumeria ditulis sekitar 3.200 B.C., 1200 tahun sebelum masa Abraham. 100.000 buku telah ditemukan kembali dari Ur, Umma, Lagas, PuzrishDugan, dan Nippur. Ilmu pengetahuan: sebuah buku matematika tentang akar dari kubus ditemukan. Mereka tidak mempunyai sistem decimal, tapi malahan menggunakan 1, 10, 60, 600, 3600, 36,000 dan sebagainya. Sebuah peninggalan dari penemuan ini yaitu bahwa kita membagi lingkaran kedalam 360 derajat. Kalendar mereka mempunyai 360 hari, dan mereka menggunakan ilmu astrologi. Ziggurat yang utama dibangun dengan sangat bagus. Candi atau Kuil: ziggurat utama adalah untuk dewa bulan (bukan dewi) bernama Nanna dalam bahasa Sumeria, dan Sin in Akadia. Ziggurat utama mempunyai tiga deretan bertingkat. Yang terendah ukurannya 210 kali 140 kali 20 kaki yang dibangun oleh UrNammu dan Dungi. Ur-Nammu hidup sekitar masanya Abraham. Nabonidus (tahun 560 B.C.), membangun deretan tingkat yang kedua, dan bangunan kecil yang adalah undakan ketiga. Terdapat beberapa candi atau kuil untuk E-num-mah, Nirgal (istri Nana), dan tempat suci untuk Nannar. Sejarah: dinasti pertama Ur (2600-2500 B.C.) mempunyai raja bernama Mesanepada dan Aenepada. Pemerintahan Gutian memerintah Ur dari tahun 2150 – tahun 2070 B.C. sampai Ur-Nammu melempar mereka dan memulai dinasti Ur yang ketiga. Orang – orang Ur merampok Susa, ibukota Elamit sekitar 50 tahun kemudian. Abraham meninggalkan Ur sebelum tahun 2000 B.C.. Ditahun 2004 B.C. (beberapa mengatakan 1950 B.C) kota Elamit dirampok oleh bangsa Ur, dan itu tidak pernah memperoleh kembali ketermukaan sebelumnya. Maka jika Abraham tidak menurut pada Tuhan dan tinggal di Ur, baik ia atau keturunannya mungkin akan diperbudak. P: Dalam Kejadian 11:31, apakah Abram meninggalkan Kanaan dari Ur, atau Haran seperti yang dikatakan Kejadian 12:5? J: Kejadian 12 tidak mengatakan Abram berada di Haran ketika Tuhan memanggilnya. Tidak ada yang menyebutkan bahwa Kejadian 11:31 secara kronologi ada sebelum Kejadian 12. Banyak biografi modern yang dengan tegas menggunakan kronologi, tapi tidak harus demikian, dan seringkali tidaklah tegas dalam kronologi dalam Perjanjian Lama dan Kitab Injil. Kita hanya dapat meyakinkan bahwa itu bakal ada dalam urutan kronologi ketika penulis membuat sebuah pernyataan bahwa cerita ini masuk dalam urutan kronologi.

Kejadian 24:4 tidak mengatakan ―tanah kelahiran‖ dalam bahasa Ibrani, tapi lebih kapada ―negriku‖, arti dimana Abram hidup seketika dan dimana teman-teman dekatnya masih hiduhal. P: Dalam Kejadian 12:1, 28:10-15, 32:22-32, mengapa dia Tuhan memilih bangsa Yahudi daripada bangsa Cina atau yang lain? J: Pertama-tama, Tuhan mempunyai hak untuk memilih siapapun yang Ia inginkan. Disini Tuhan tidak memilih sebuah bangsa tapi seorang manusia: Abraham. Kemudian perjanjian dan keturunan yang akan dihitung melalui Ishak dalam Kejadian 17:21 dan 21:12. Selanjutnya Yakub dipilih dalam Kejadian 26:23-24. Abraham berkeinginan untuk meninggalkan budayanya dan kotanya Ur, yang mana mungkin adalah kota terbesar (100.000 sampai 180.000 orang) dan kota terpadat di bumi ini saat itu. Banyak orang mempunyai keinginan untuk melakukan haknya, tapi banyak orang kaya yang rela untuk mengorbankan pertalian budaya dan agamanya untuk mengikut pada Tuhan, bahkan untuk ke tempat yang mereka tidak ketahui. (Ibrani11:8). Saat ini, Roma 10:12 dan Galatia 3:24 mengajarkan tidak ada membeda-bedakan dari Tuhan antara bangsa Yahudi dan bukan Yahudi. P: Dalam Kejadian 12:1, apakah terdapat bukti, diluar Alkitab, tentang Tuhan yang sejati yang menyatakan diriNya pada orang lain pada masa Abraham, atau sebelumnya? J: Ya. Pertama terdapat dua fakta latar belakang dari Alkitab, dan selanjutnya adalah jawabannya. B1. Dalam Kejadian 14:18-20, Melkisedek merupakan seorang raja Salem dan seorang pendeta yang meninggikan Tuhan, yang disebut ―El Elyon‖. Namun, kita tidak akan menceritakan Melkisedek sebagaimana ia disebutkan dalam Alkitab, dan Melkisedek dapat jadi perwujudan Tuhan sebelum Kristus datang. B2. Dalam Kejadian 24:50, teman-teman Abram di Syria (diantara bangsa Aramea) percaya pada Tuhan. Jawabannya: A1. Tulisan ugaritic (dari budaya yang berada di Siria Modern dan Libanon, juga menyebutkan, sebuah karakter Tuhan bernama ―El‖, dan menggunakan kalimat ―El Elyon‖ untuk meninggikan Tuhan, seperti yang Melkisedek. Sayangnya, budaya Ugaritik, penyatuan aliran ada dalam pekerjaan dan mereka akhirnya hanya memuja ―El‖ sebagai satu Tuhan diantara yang lainnya. A2. Di Cina sebelum ajaran Budha datang setelah Kristus datang, dan sebelum ajaran Konfusianis dan Taoisme beberapa tahun sebelum Kristus datang, mereka memuja sejumlah dewa. Namun sebelum itu, mereka memuja hanya Satu Tuhan, yang mereka sebut Shang-di. Orang-orang zaman dahulu menulis referensi tentang Shang-di di Cina tertanggal pada tahun 2600 B.C., yang mana sekitar 400-500 tahun sebelum Abraham! Sayangnya, selama Dinasti Zhou, sekitar tahun 1000 B.C., mereka memutuskan bahwa tidak ada orang yang menjadi cukup baik ketika memuja Shang-di daripada memuja Kaisar, dan memuja Shang-di banyak orang meninggal. Beberapa abad lalu, umat Kristen di Cina tidak setuju tentang apakah Alkitab Cina harus menggunakan term local untuk dewa sheng, atau juga menggunakan kata kuno Shang-di. Dan kelompok berikutnya berlaku, dan Alkitab bahasa Cina menggunakan Shang-di sama halnya dengan Sheng. Kekaisaran Cina memuja Shang-di dengan mengorbankan seekor sapi jantan diatas mezbah batu marmer putih selama ―Pembatasan Pengorbanan‖ yang direkam oleh Konfusius dalam Shu Jing (Buku Sejarah), dimana ia mengatakan Kaisar Shun (2256-2205 B.C.)

melakukannya. Dan berhenti pada tahun 1911. Dibawah ini adalah bagian yang dikatakan selama melakukan pengorbanan. ―Sebuah permulaan yang kuno, dan terdapat kekacauan yang hebat, tanpa adanya bentuk dan gelahal. Lima elemen atau planet belum melakukann perputaran, begitu pula matahari dan bulan yang belum bersinar. Engkau, oh Roh yang Berkuasa, yang pertama kali memisahkan bagian yang kotor dari yang murni. Kau yang menciptakan surga. Kau yang menciptakan bumi. Kau yang menciptakan manusia. Segala sesuatu dengan kekuatan mereka untuk berkembang biak dan mereka akan mendapat keturunan dari mereka.‖ Untuk informasi tentang Shang-di, lihatlah sebuah artikel yang ditulis oleh Ethel Nelson dalam Creation ex Nihilo vol.20 no.3 Juni-Agustus 1998 hal.50-53. Lihat juga The Notions of the Chinese Concerning God and Spirits hal.24-25 oleh James Legge (Kantor Registrasi Hong Kong 1852), dan God’s Promise to the Chinese (baca pada volume, 1997). Bangsa Korea mempunyai sebuah tradisi kuno yang sama tentang seorang Shang-di, yang mereka sebut Hananim. Sebuah tradisi kuno Korea Tan-gun mengatakan bahwa Hananim mempunyai seorang putra yang ingin hidup diantara banyak orang. Anda dapat membaca lebih lengkap tentang Shang-di, Hananim, dan hal-hal yang berhubungan dari zaman dahulu yang sekiranya tentang berhubungan dengan Tuhan yang sejati dalam buku Eternity in Their Hearts. P: Dalam Kejadian 12:1-3,7 bagaimana Tuhan menjaga janjiNya pada Abraham? J: Tuhan menjaga mereka tanpa syarat, tanpa menghiraukan apa yang Abraham lakukan. Tuhan membuat Abraham menjadi bangsa yang besar. Sebenarnya Abraham merupakan nenek moyang baik dari bangsa Israel juga bangsa Arab. (Kejadian 12:2) Tuhan memberkati Abraham. Abraham hidup dan meninggal sebagai seorang yang kaya, sama halnya karena keturunannya yang banyak. (Kejadian 12:2) Tuhan membuat nama Abraham menjadi besar. Namanya berada dalam posisi tertinggi dimanapun umat Kristen, dan Islam ditemukan. (Kejadian 12:2) Tuhan akan memberkati orang yang memberkati Abraham, dan mengutuk orang yang mengutuk Abraham. Negri yang bersikap baik atas kedatangan bangsa Yahudi akan melihat berkat yang besar, dan bangsa yang mengutuk mereka, seperti kelompok Nazi di Jerman akan menderita sangat parah. (Kejadian 12:3) Keturunan Abraham telah memiliki negri Palestina. (Kejadian 12:7) P: Dalam Kejadian 12:1-5 apakah disini Tuhan berbicara pada Abraham, atau apakah ini sebuah tiruan ketika Tuhan berbicara pada Abram dalam Kejadian 12:4b-9? (seorang Kristen liberalis melihat hal ini sebagai bukti banyak penulis dalam kitab Kejadian) J: Ini tidaklah sebuah penggandaan. Dalam Kejadian 12:1-4a Tuhan memerintahkan Abram untuk melakukan sesuatu tanpa mengatakan apakah Abram tidak melakukannya. Kejadian 12:4b-9 berkata pada kita bahwa Abram melakukan apa yang Tuhan katakan, kecuali bahwa Abram membawa Lut juga. P: Dalam Kejadian 12, dapatkah Abraham menulis apa yang Mormon lihat sebagai injil, yang disebut Buku Abraham? J: Tidak. Pertama beberapa latar belakang dalam aliran Mormon ―Buku Abraham‖, dan kepentingan penipu, dan membuktikan bahwa hal ini memang penipuan. Hal-hal dibawah ini diambil dari tulisan zaman dahulu dalam aliran Mormonisme. Latar Belakang: Buku Abraham milik Mormon merupakan bagian dari Injil Mormon yaitu Pearl of Great Price. Ini merupakan dasar bagi doktrin Mormon anti-kulit hitam, yang mejauhi kulit hitam

untuk menjadi pendeta Mormon. Doktrin anti-kulit hitam dirubah (oleh tuhannya Mormon) di tahun 1978. Volume of Abraham atau Buku Abraham milik Mormon ditulis dari lembaran tulisan bangsa Mesir kuno yang ditemukan oleh Joseph Smith di bulan Juli 1835, yang ia katakan berisi tulisan Abraham dan Joseph. Ia tidak mengetahui nenek moyang bangsa Mesir, yang beberapa lembarnya dapat dibaca saat itu. Ia menyatakan bahwa Tuhan secara hebat mengilhaminya untuk menterjemahkan beberapa dari gulungan lembaran itu ke dalam bahasa Inggris, dan inilah bagaimana Buku Abraham atau Volume of Abraham dapat ada. Gulungan tulisan bangsa Mesir ini pernah sekali hilang dan dirusak, tapi sebelas lembar dari itu ditemukan di Museum Metropolitan di New York dan diberikan pada gereja Mormon tahun 1868. Kepentingan dari Penipu: Buku Mormon dikatakan diterjemahkan dari bahasa yang sama seperti dalam Volume of Abraham. Jika Joseph Smith tidak dapat menterjemahkan satu halaman maka iapun tidak dapat menterjemahkan yang lainnya, dan oleh karena itu tak ada satupun dalam injilnya yang dapat dipercaya. Apalagi, jika lembaran itu merupakan injil berhala terhadap seorang dewa, dan Jospeh Smith adalah seorang nabinya, ahli peramal, dan pembuka petunjuknya, adalah lembaran tulisan berhala itu. Ini adalah apa yang dinyatakan Joseph Smith tentang terjemahan: ―Sebuah terjemahan dari beberapa rekaman atau catatan nenek moyang, yang telah berada dalam tangan kita dari kuburan bangsa Mesir. – Tulisan tentang Abraham ditulis dengan tangannya sendiri, dengan lontar.‖ Pearl of Great Price hal.29. Bukti dari Penipuan: Terdapat tiga cara yang kita ketahui bahwa ini adalah lembaran tulisan bangsa Mesir yang Joseph Smith coba untuk terjemahkan. 1. Tiga dari empat tulisan tangan asli dalam naskah Volume of Abraham mempunyai huruf hiroglif Mesir di pinggiran halamannya. Pada delapan puluh-huruf hiroglif yang ganjil dalam gulungan tersebut, 20, 13, dan 10 huruf hiroglif ditambahkan dalam tiga naskah. Dari hal ini kita dapat mempercayai bahwa memang lembaran milik bangsa Mesir ini yang digunakan oleh Joseph Smith. 2. Joseph menemukan sebuah bahasa dari bahasa Mesir. Yang melewati batas, hingga 34 halaman buku, yang disebut Egyptian Alphabet and Grammar, masih dalam kepemilikan gereja. Buku bahasa ini membuat ilustrasi banyak huruf hiroglif Mesir yang ada dalam lembaran. ―Terjemahan‖ yang sangat mirip dengan bahasa Inggris berada dalam Egyptian Alphabet and Grammar seperti dalam Volume of Abraham. Beberapa orang melihat ini sebagai satu dari sekian banyak fakta yang berbahaya melawan inspirasi yang dinyatakan Joseph. 3. Gambar di depan buku baik lembaran bangsa Mesir dan buku Smith Volume of Abraham itu sama. Perbedaannya hanya adalah sebuah bintik atau bolongan pencil dalam gambar bangsa Mesir itu yang telah penuhi atau ditutupi oleh gambar Mormon. Tidak hanya salinan gambar yang sama, tapi judul dalam gambar #2 dan #3 yang mengarahkan pada dewa bangsa Mesir juga disalin ke dalam gambar Mormon. Terjemahan yang sebenarnya: Smith berpikir ia menterjemahkan huruf hiroglif ini. Bacalah terjemahan aslinya oleh Dr. Klaus Baer pada wacana berikut. (Dialogue: A Journal of Mormon Thought: Autumn 1968 hal.119-120.) ―Osiris akan dibawa ke dalam Kolam Besar Khons – dan layaknya Osiris Hor, membenarkan kelahiran Tikhebyt, membenarkan –setelah tangannya diletakan dijantungnya dan Izin Bernapas (yang Isis ciptakan dan ditulis baik di dalam ataupun diluar) telah di bungkus dalam linan yang bagus dan ditempatkan dibawah sebelah kiri tangannya di dekat dadanya; seluruh tubuh mumi yang diperban harus dibungkus seperti itu. Orang yang ada dalam salinan buku

ini akan bernapas selamanya seperti jiwa dewa-dewa.‖ Pada halaman 111 Dr. Baer menyatakan, ―Joseph Smith berpikir bahwa lontarnya berisi Volume of Abraham.‖ Smith menterjemahkan dalam ribuan kata bahasa Inggris dari huruf hiroglif ini. Joseph mengatakan ini merupakan tulisan tentang Abraham dan tentang firman dari Tuhannya. Sebenarnya ini merupakan beberapa variasi dari jilid-jilid dari sebuah buku sihir bangsa Mesir yang menjadi penyembah berhala yang berisi pemujaan terhadap dewa dan dewi, seringkali dikubur bersama dengan mumi. Dr. Richard Parker dari Brown University dalam surat pribadinya pada Marvin Cowen tertanggal Jan. 9 1968 mengatakan, ― Aku melihat huruf abjad bangsa Mesir yang dibuat oleh Joseph Smith beserta tatabahasanya. Interpretasi dari beberapa petunjuk yang mempunyai isi yang sama dengan bahasa Mesir ternyata tidak mirip sama sekali dengan makna yang mereka anggap dari para ilmuwan Mesir.‖ Lima puluh tahun lalu Dr. A.B. Mercer mengatakan, ―beberapa muridku yang menunjukkan beberapa hal yang sama yang dilakukan oleh Smith tentang Mesir, tidak dapat mengharapkan nilai yang lebih dari angka nol dalam ujian tentang pengetahuan tentang Mesir.‖ (Improvement Era, vol. 16, p 615.) sampai sekarang itu masih dibenarkan. Dr. John A. Wilson mengatakan, ―...sejauh yang saya perhatikan saya melihat satu dari dua lontar atau bahkan tiga lontar yang berbeda dan tiap dari itu sepertinya sebuah buku tradisional tentang kematian.‖ (surat, 5 Jan 1968.)

Detil dari Gambar
Coba kita lihat tiga gambar yang ada dalam buku Volume of Abraham dan judul halaman yang menyertai dari salah satu lembaran dan Times and Seasons volume 3. Tulisan dan gambar merupakan tipe penggambaran bangsa Mesir dalam suasana pemakaman dari dewa-dewa Mesir. Joseph mengajarkan bahwa gambar-gambar ini merupakan penggambaran Abraham dan Tuhan yang sebenarnya. Gambar #1: Hor memberikan gelar yang sama pada anak laki-lakinya. Gambar #2 Mengakui bahwa jiwa Osiris Sheshonk tetap hiduhal. Saya mencampurkan sapi jantan tanpa adanya pertimbangan kesamaan. Semoga kuburan ini tidak pernah dinajiskan. Gambar #3 Oh dewa…yang berada di gua besar, dewa dari selatan, barat, dan timur, berikanlah kehidupan yang layak bagi Osiris Hor. Kesimpulan: Tuhannya Smith telah menipunya. Dan terjemahan milik Joseph Smith tidak berharga lagi. Jika anda mencari Tuhan, orang-orang Mormon yang kekasih, segeralah kau tinggalkan gereja Mormon dan tolak segala tipu daya dari Joseph Smith, dan berikan hidupmu pada Tuhan Yang Maha Tinggi melalui PutraNya yang kudus Yesus Kristus. P: Dalam Kejadian 12:4, bagaimana Abram berusia 75 tahun ketika ia meninggalkan kota Haran setelah Terah meninggal? Dalam Kejadian 11:26, karena Terah berusia 70 tahun ketika ia mempunyai tiga anak laki-laki, Kis 7:4 mengatakan Abram meninggalkan Haran setelah Terah meninggal, dan Terah meninggal di usia 205 (Kej 11:32), lalu tiga anak laki-lakinya berusia 135 tahun. J: Kalau Abrah, Nahor, dan Haran adalah anak kembar tiga (yang mana tidak mungkin), Kejadian 11:26 mengarahkan pada usia Terah saat usia 70 tahun ketika ia mempunyai anak. Abram belum lahir sampai Terah sekiranya berusia 130 tahun.

P: Dalam Kejadian 12:8 pernahkah para ahli arkeologi menggali atau menemukan kota Ai? J: Tidak. Mereka tidak pernah menemukan sisa dari kota kecil itu yang dikatakan memang sudah dihancurkan. P: Dalam Kejadian 12:10-19, apakah ada bukti alkitabiah tambahan tentang orang Kanaan atau bagian lain tentang bangsa Timur Tengah yang datang ke Mesir? J: Ya ada. Sebuah lukisan kuburan di Beni Hasan di Mesir menunjukkan ―Asiatic‖. Kuburan ketiga, Khnumhotep, menunjukkan 37 bangsa Semit datang ke Mesir untuk berdagang. Mereka berambur hitam, berjenggot panjang, berjubah panjang, membungkuk dan bertongkat. Wycliffe Dictionary of Biblical Archaeology hal.139 mengatakan ini terjadi pada tahun 1892 B.C. Huruf abjad pertama kali diketahui oleh bangsa Semit di Mesir pada tahun1800 B.C. atau lebih dahulu dari daerah Luksor bagian utara. (lihatlah BAR Jan/Feb 2000 hal.12) Unta yang ada di gambar tembok di kuil Hatsheput dekat Thebes juga menandakan pada zaman Abraham. P: Dalam Kejadian 12:10-19 apakah Abraham mengatakan istrinya adalah saudara perempuannya di Mesir, atau Ishak melakukan hal yang sama di Gerar dalam Kejadian 26:2-11? (seorang Kristen Liberalis mengangkat hal ini sebagai hal yang berganda, menunjukkan bahwa penulis kitab Kejadian adalah banyak orang) J: Ini bukanlah tiruan; terdapat dua peristiwa yang terpisah. Ishak mungkin memiliki pemikiran yang buruk dari contoh tentang ayahnya. P: Dalam Kejadian 12:10-20 dan Kejadian 20:1-18 apakah Tuhan mengampuni kebohongan Abram? J: Tidak. Alkitab secara jujur mencatat, tapi tidak pernah menyetujui kebohongan Abram karena kekurangannya dalam kepercayaan terhadap perlindungan Tuhan. Orang yang begitu percaya dalam Tuhan pun berdosa, maka hati kita pun tidak boleh kalah karena kita berdosa. Tuhan memberkati Abraham karena kepercayaannya, bukan karena ia tidak berdosa, tetapi disamping dari dosa itu. Hanya Tuhanlah yang sempurna. Tujuan kita adalah untuk mencapai kesempurnaan, yang bisa kita dapat di dalam Surga. Lihat pembahasannya dalam Kejadian 19:30-36. P: Dalam Kejadian 13, apakah Lut memilih tempat dimana Abraham tinggal, atau Tuhan memberikan Abraham sebuah tanah perjanjian? J: Dua-duanya. ―Persetujuan‖ adalah doktrin Tuhan yang menggunakan peristiwa dan manusia, walau terdapat kesesatan dan orang jahat, untuk menyempurnakan kehendakNya dan menjaga janjiNya. Abram (Abraham) membolehkan Lut untuk memilih apakah itu sebelah timur atau barat dari Yordan, dan Lut memilih daerah sebelah timur. Sementara Tuhan menyuruh Abraham pindah ke daerah yang ramai, Tuhan juga secara spesifik merencanakan bahwa Abram akan memiliki daerah sebelah barat sungai Yordan. Tuhan menggunakan pilihan Lut untuk menyempurnakan kehendakNya. P: Dalam Kejadian 13:8,29:15, bagaimana kedua orang ini adalah bersaudara? J: Dalam Kejadian 13:8 Abram dipanggil oleh Lot saudaranya, sementara di Kejadian 29:15, Laban dipanggil oleh Yakub juga saudaranya. Alkitab mencatat bahwa Abram dan Laban

diungkapkan bahwa keduanya memiliki pertalian darah dan perasaan yang dekat, tapi mereka sebenarnya bukan saudara kandung. P: Dalam Kejadian 13:12, apakah Lut berkemah di dekat Sodom, atau Lut tinggal di Sodom seperti dalam Kejadian 14:12? J: Keduanya kebanyakan benar, diwaktu yang berbeda. Menjadi seorang yang nomaden berarti bahwa anda dapat dengan mudah pindah kemana saja. Lut tentunya mempunyai kemahnya sendiri jauh dari Sodom sebelum berpisah dari kelompok Abraham. Lalu ia tentunya memiliki kemah di dekat Sodom, yang berada disekitar Sodom dan dibawah kekuasaan Sodom nantinya. Mereka tinggal di Sodom (dikemah atau rumah). Kemudian dalam Kejadian 19:3, Lut memiliki sebuah rumah di Sodom. P: Dalam Kejadian 14:1-2, siapakah raja-raja ini? J: Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2000 B.C., maka ini tidaklah mengejutkan bahwa kita tidak menemukan beberapa dari para pemerintahan ini. Namun, Elam merupakan sebuah kekuatan yang besar yang telah mengalahkan kota Abraham Ur sekitar tahun 2004 B.C. Shinar adalah kata yang digunakan baik dalam Perjanjian Lama dan bahasa Mesir untuk Babilonia. Chederlaomer berbunyi seperti kudur (pembantu bangsa Elam) dan Lagamar (dewi bangsa Elam). Cheder (=Kudur) merupakan nama pertama dari banyak raja bangsa Elam. Tidal terlihat berhubungan dengan bangsa Hittie bernama Tudhaliya, dan disana terdapat setidaknya lima raja-raja Hittie nantinya bernama Tudhaliya. Kota Si-da-mu (Sodom) dan I-ma-ar (Gomorra) disebutkan dalam lembaran Ebla, ditulis sekitar tahun 24002250 B.C. Kita tidak mempunyai catatan tentang Ariokh dari Ellasar, tapi terdapat bukti sejarah yang independent tentang seorang raja Ariokhu dari Larsa, sebuah kota besar di Sumeria. Juga, History of Israel hal.61 mengatakan bahwa Arriyuk(ki) atau Arriwuk(ki) diketahui baik dalam Mari dan Nuzi sebagai sebuah nama Hurrian. Menurut John Warwick Montgomery dalam Evidence for Faith hal.157, manusia zaman dahulu mengidentifikasi Amraphel dengan Hammurabi, tetapi ini tidaklah benar. Ia juga mengatakan bahwa Ariokh disamakan dengan Ariokhu, karena Ariokh merupakan sebuah nama yang biasa saat itu. Itu merupakan sebuah nama Hurrian, juga sebuah nama dari raja Mari (sekitar tahun 1750 B.C.). Sejak nama itu adalah nama yang biasa, banyak raja-raja dari banyak daerah terpencil tidak dikenal di dunia modern. Ringkasannya, nama-nama ini sangatlah aneh; nama-nama itu umumnya tidak pernah digunakan sama sekali, - kecuali pada waktu yang pendek ini. Nama-nama ini sepertinya tidak disukai untuk dijadikan nama, kecuali kalau mereka mengetahui secara detil pengetahuan dari sejarah saat ini. P: Dalam Kejadian 14:1-2, bagaimana anda dapat “menyetujui” adanya peperangan dari raja-raja ini? J: Terdapat banyak persekongkolan terhadap para raja itu sebelum jatuhnya kota yang kuat, Ur di tahun 2004 B.C. Terdapat banyak juga terdapat persekongkolan setelah adanya Hammurabi pada zaman Babilonia kuno sekitar tahun 1700 B.C. Namun, antara waktu bangsa Elam menghancurkan kota Ur tahun 2004 B.C., dan bangsa Elam menyerang Babilonia tahun 1725 B.C., Montgomery mencatat bahwa persekongkolan itu sudah biasa. Tak ada seorangpun pada zaman Musa yang mencoba untuk membuat sebuah sejarah persekongkolan yang dapat dipercaya dari para raja itu, karena saat itu kerajaan yang berkuasa menganut paham monolitik. Bagi seseorang yang berani menyebutkan sebuah persekongkolan seperti ini menunjukkan bahwa orang itu memang mempunyai pengetahuan yang sangat detil tentang sejarah pada saat itu. Menurut Evidence for Faith hal.157-164,

sebuah surat ditemukan di Mari menyebutkan terdapat koalisi sekitar sepuluh, lima belas, dan dua puluh raja. Tambahan, setidaknya lima koalisi lain telah diketahui. P: Dalam Kejadian 14:1-17, apakah terdapat bukti alkitabiah lain tentang Sodom, Gomora, dan kota-kota lain? J: Ya. Tadinya tidak ada bukti lain sampai para arkeolog menemukan lembaran Ebla. Mereka menyebutkan si-da-mu (Sodom) dan sa-ba-im (Zeboim). (Julius Africanus tahun 200-245 A.D.) menyebut ini sebagai Seboim.) Untuk pembahasan lebih lanjut tentang lembaran Ebla anda dapat melihat Ready with an Answer : For the Tough Questions About God hal.282-286. P: Dalam Kejadian 14:5, apakah arti dari Asteroth-Karnaim? J: Terdapat dua kemungkinan menurut dua buku yaitu Wycliffe Bible Dictionary hal.160 dan New Bible Dictionary (Eerdman, 1962) hal.97. 1. Itu mungkin berarti Ashtarte pada dua tanduk, sejak diketahui bahwa dewi ditunjukan dengan menggunakan dua tanduk di Gezer dan Beth-Shan. 2. Itu mungkin saja sebuah kota bernama Ashterot yang dekat denga Karnaim, yang digunakan untuk membedakannya dari nama kota-kota lain, yang mirip nama dewi-dewi. P: Dalam Kejadian 14:5-6, 36:20 dan Ulangan 2:12,22, siapakah orang Hori? J: Bangsa Hori berasal dari negri Armenia-modern, menurut Archaeological Encyclopedia of the Holy Land hal.176. Mereka pertama kali disebutkan pada zaman Sargon di Akkad pada abad ke-24 B.C. P: Dalam Kejadian 14:14, bagaimana bisa Abram dan teman-temannya, yang hanya berjumlah 318 orang laki-laki, menaklukan sebuah serangan tentara dari 4 raja yang bersekutu? J: Kejadian 14:15 menjelaskan ini bukan merupakan perang yang puncak. Itu hanya sebuah serangan malam yang mengejutkan dari pasukan berkuda yang berlum dipersiapkan. Tentunya, Tuhan menolong mereka. P: Dalam Kejadian 14:14, bagaimana serangan Abram dibandingkan dengan serangan lain yang ada dalam sejarah? J: Pasukan Abram barangkali mundur sejenak dari Dan ke Damaskus, sekitar 40 mil (64km), maka pasukan Abram memenangkan ―medan perang itu‖. Mari lihat pada sebuah serangan yang mendadak, serangan melawan pasukan yang lebih besar, dan akhirnya lihatlah dari pandangan musuh. Beberapa perang ini diambil dari Encyclopedia Britannica. Pertama kali kita akan melihat serangan-serangan apa saja yang dilakukan secara mendadak. Dalam Perang di San Jacinto tahun 1836, Sam Houston dan 743 pasukannya melakukan serangan di siang hari melawan 1,800 pasukan Meksiko dan menang. Dalam Perang di Trenton, Washington menyeberangi Delaware di malam hari mengejutkan prajurit bangsa Hessia dan menangkap 1000 pasukan mereka. Di Teutoberg Wald, Arminius seorang Jerman membunuh 14,000 pasukan Roma dalam sebuah serangan dadakan. Sekarang mari kita lihat sebuah kemenangan yang didapat dari melawan pasukan yang lebih besar jumlahnya. Di Perang Marathon tahun 490 B.C., 10,000 pasukan Yunani mengalahkan 20,000 pasukan Persia. Di Canae tahun 216 B.C., 56,000 pasukan Kartagania (dengan penggunaan pasukan berkuda yang efektif) mengalahkan 86,000 pasukan Roma.

Di al-Qadissiyat tahun 636/7 A.D., 30,000 pasukan Islam mengalahkan 120,000 tentara Persia. Di Pharsalus tahun 48 B.C., Julius Caesar dan 20,000 tentaranya mengalahkan Pompey dan 45,000 pasukannya. Di Dorylaeum tahun 1091, 70,000 pasukan perang salib mengalahkan 250,000 pasukan Islam, membunuh sekitar 30,000 orang dari mereka. (pasukan perang salib itu memakai baju baja, tapi sekali lagi pasukan Abram mungkin juga menggunakan baju baja ketika terjadi serangan pada mereka saat mereka sedang beristirahat) Aleksander Agung melawan bangsa Persia, Julius Caesar melawan bangsa Gaul dan bangsa Helvetia, Belisarius, Napoleon, dan yang lainnya juga mengalahkan dengan serangan yang dilakukan secara besar-besaran, dalam jumlah yang besar. Kita tidak mengetahui jumlah pastinya untuk tentara ini, kecuali bahwa Julius hanya menggunakan 10.000 orang ketika menyerang Inggris. Pandangan dari musuh: seandainya anda adalah pasukan Elam, dipilih untuk menjadi bagian dari pasukan khusus dalam sebuahn misi untuk menghukum kota Sodom. Anda tahu bahwa musuh anda dalam jumlah yang besar sudah menunggu anda diluar kemah, tapi mereka adalah tawanan, tidak dipersenjatai dan tidak dijaga. Di tengah malam anda dibangunkan oleh pasukan berkuda dengan sambaran pedangnya dan membunuh saudara anda. Tidak hanya itu yang mereka lakukan, mereka juga membawa ternak dan binatangbinatang, atau membebaskan para tahanan, lalu anda akan mati. Anda pastinya akan berpikir logis dan melarikan diri dari serangan itu, dan akan kembali lagi bersama saudara anda nanti. Tentunya, jauh dari faktor-faktor ini, Tuhan sepertinya membantu pasukan Abram untuk membuat musuh panik. Untuk melihat lagi contoh yang lebih hebat bagaimana Tuhan membantu sebuah serangan yang dadakan dengan sukses, lihatlah dalam perang Gideon dan bangsa Midian dalam Hakim-Hakim 7:6-25. P: Dalam Kejadian 14:18-19, bagaimana bisa Melkisedek, rupanya seorang Kanaan yang dikutuk, berada dalam posisi yang memberkati Abraham? J: Melkisedek adalah seorang yang misterius dalam Alkitab. Beberapa orang berpikir Melkisedek merupakan pra-inkarnasi dari Kristus. Yang lain mengatakan Melkisedek adalah orang yang suci (mungkin bangsa Kanaan mungkin juga bukan) yang sederhananya mirip dengan Kristus. Walaupun Melkisedek merupakan seorang Kanaan, Tuhan tidak terbatas untuk mengajarkan dan menguduskan manusia dari berbagai bangsa. Sebagai tambahan, bangsa Yahudi di Qumran menempatkan sebagai orang yang hebat terhadap Melkisedek sebagai yang dikirim dari surga, yang akan menyatakan keselamatan Tuhan. P: Dalam Kejadian 14:18, berapa usia kota Yerusalem? J: Kita mengira kota itu ditemukan sekitar tahun 3.000 B.C. sejarah bangsa Mesir kuno menyebut kota itu dengan ―Urusalim‖, yang menyatakan bahwa bagian ―salem‖ dari Yerusalem kembali sedikitnya sejauh dari bagian ―Jebus‖. P: Apakah Kejadian 14:18 mengajarkan sebuah “keimaman Melkisedek” terhadap manusia seperti yang dikatakan aliran Mormon? J: Tidak. Kejadian 14 hanya menyebutkan satu orang bernama Melkisedek. Ibrani 7:23-24 mengatakan Melkisedek ini merupakan seperti Yesus. Tidak ada dalam Alkitab yang menjelaskan kita membutuhkan banyak imam saat ini selain Yesus. P: Dalam Kejadian 15, apa yan sebenarnya sebuah perjanjian itu, dan bagaimana perjanjian antara Tuhan dan Abraham adalah perjanjian yang tidak biasa?

J: Sebuah perjanjian adalah persetujuan yang menuntungkan antara pihak-pihaknya; pihakpihaknya dapat saja sejajar, seperti sebuah perjanjian penjualan, atau terhadap seorang raja yang tinggi dan seorang budak yang rendah. Selain sebagai sebuah perjanjian antara Tuhan dan manusia, perjanjian ini tidak biasa karena ini merupakan janji yang unilateral dari Tuhan; Abraham tidak harus melakukan apa-apa. P: Dalam Kejadian 15, apakah disini Tuhan membuat perjanjian dengan Abram, atau dalam Kejadian 17 setelah Ismail lahir? (seorang Kristen liberalis melihat ini sebagai bukti bahwa yang menulis kitab Kejadian adalah banyak orang) J: Baik dalam perjanjian yang asli di Kejadian 15 dan penegasannya dalam Kejadian 17 keduanya benar. Dalam Kejadian 15, Tuhan membuat sebuah perjanjian yang resmi dengan Abram, lengkap dengan sebuah korban, dan menjanjikannya seorang anak. Dalam Kejadian 17:2, setelah Ismail lahir, Tuhan menegaskan janjinya dengan Abram, dan sebuah tanda itu adalah melakukan ritual penyunatan. Penegasan perjanjian sangat penting dalam hal ini, karena Tuhan harus membenarkan pikiran Abram. Abram salah paham, ia mengira janji dari perjanjian itu terjadi melalui Ismail. Untuk contoh kedua dalam menegaskan sebuah perjanjian, setelah Tuhan membolehkan bangsa Israel untuk dikalahkan di kota Ai, mereka menegaskan perjanjian yang dibuat di Gunung Ebal dalam Yosua 8: 30-35. Terkadang beberapa umat Kristen, yang telah membuat perjanjian dengan Tuhan, seharunya menegaskan kembali janjiNya juga. P: Dalam Kejadian 15:2, apa yang tidak biasa tentang nama Eliezar? J: Mungkin tidak ada, tapi The Expositor’s Bible Commentary volume 2 hal.131-132 mengatakan itu ― sulit untuk dibilang kejadian yang kebetulan‖ yang nilai atau makna kata dari nama Eliezer dalam Ibrani 3:18, sama dengan prajurit Abraham yang ada dalam Kejadian 14:14. P: Dalam Kejadian 15:12, apakah Abraham salah burung itu tidak dipotong menjadi dua, seperti yang dikatakan “Rev. Moon” dalam Divine Principle edisi ke-5. 1977 hal.269,507? J: Tidak. Imam tidak pernah memotong burung dengan dibagi dua dalam Imamat 1:17 dan 5:9. P: Dalam Kejadian 15:13, apakah bangsa Israel di Mesir selama 430 tahun, atau ditindas selama 400 tahun? J: Keduanya benar. Lihat pembahasan dalam Kisah Rasul 7:6 tentang bagaimana bangsa Israel hidup di Mesir selama 30 tahun sebelum mereka akhirnya dijadikan budak selama 400 tahun. P: Dalam Kejadian 15:16, bagaimana bisa bangsa Israel diperbudak hanya selama empat Kejerasi, karena mereka diperbudak selama 400 tahun dalam Kejadian 15:13? J: Dalam Kejadian 15:13,16, Abraham, yang sepertinya mengerti sebuah Kejerasi itu sama dengan 100 tahun, dan dikatakan 400 tahhun, 4 Kejerasi. Musa contohnya, hidup sampai usia 120 tahun. P: Dalam Kejadian 15:16 apakah kitab Keluran terjadi pada Kejerasi keempat, atau Kejerasi keenam seperti yang dinyatakan dalam 1 Tawarikh 2:1-9 dan Matius 1:3-4? J: Dua hal yang diperhatikan dalam menjawab.

Semua itu tergantung berapa lama anda menganggap sebuah Kejerasi. Abraham dan Sarah memiliki Ishak ketika mereka berusia 101 dan 91 tahun. Tuhan disini berbicara dengan Abraham. 2. Secara hipotesis, tidak terdapat kesalahan walaupun Alkitab telah mengatakan itu mempunyai banyak pasal, selama kalimat yang sama mendefinisikan sebuah Kejerasi dengan tepat. Sebenarnya, ―empat Kejerasi‖ dalam Kejadian 15:16 didefinisikan sebagai zaman ketika mereka menjadi budak tepatnya ―400 tahun‖ dalam Kejadian 15:13.
1.

P: Dalam Kejadian 15:17 dan Kejadian 19:23, mengapa Alkitab menyatakan matahari “terbenam “dan “terbit”? J: Saya akan mengatakan pada anda setelah terbenamnya matahari. Dengan serius, seperti ketika kita menggunakan idiom umum dan kata popular untuk mengungkapkan diri kita, Alkitab menggunakan idiom bahasa Ibrani dan Yunani juga. P: Dalalm Kejadian 15:18, apakah Sungai Mesir itu? J: Ini bukanlah sungai Nil, tapi sebuah sungai kecil yang disebut Wadi el-Arish, yang berada di bagian timur pegunungan Sinai. The New Kejeva Study Bible hal.35 dan The Nelson Study Bible hal.33 mengatakan itu bisa saja Wadi el-Arish atau anak sungai dari Sungai Nil yang berada di bagian timur. P: Dalam Kejadian 15:18, karena Tuhan memberikan keturunan Abram seluruh bidang tanah sampai ke sungai Efrat, mengapa mereka tidak menerima tanah itu? J: Kerajaan Daud dan Salomo berdiri didataran Efrat. Juga, mereka memiliki tanah pada millennium masa depan. P: Dalam Kejadian 16:1, karena Abraham dan Sarah tidak mempunyai anak, bagaimana bisa Abraham memiliki banyak anak setelah Ishak? (seorang Islam bertanya ini) J: Kejadian 16:1 menunjukkan itu adalah Sarah, bukan Abraham, yang telah mandul. Abraham memiliki banyak anak, tapi Sarah tidak. P: Dalam Kejadian 16:1-4, apakah Abraham berzinah dengan Hagar? J: Tidak, Ismail bukan hasil dari perzinahan; ia bukan anak haram. Empat hal yang diperhatikan Dalam menjawab ini. Selir itu sah: poligami diperbolehkan dalam Perjanjian Lama, dan Sarah memberikan Hagar pada Abraham sebagai selir. Maka apa yang Abraham perbuat itu‖sah‖ menurut Tuhan yang telah menyatakan padanya dan ―Mozaic Law‖, sama halnya hukum Mesopotamia saat itu. Contoh yang sama: Lebih lanjut ini bukanlah hal yang tidak biasa yang terlihat oleh pembaca zaman sekarang. Contoh yang sama seorang pembantu menggantikan istri yang mandul ditemukan dalam Kode Hamurrabi, lembaran Nuzi, lembaran Alalakh, dan lembaran Mari. Namun, jika sesuatu yang umumnya dilakukan dan ―sah‖, tapi tidak selalu itu berarti menyenangkan Tuhan. Kejadian 16:4-5 menunjukkan bahwa Sarah segera menyesali tindakannya. Hagar bangga dengan statusnya: apalagi, ketika Hagar menjadi istri Abraham, ia tidak berkeberatan. Sebenarnya, Hagar bangga karena kehamilannya dan mencela Sarah. (Kejadian 16:4-5). Dalam Perjanjian Lama, walaupun menikahi seorang budak diperbolehkan, tak ada dimanapun ada hubungan intim diluar pernikahan dibenarkan tetap justru merupakan perbuatan tidak bermoral yang jahat.

Sebaliknya, umat Islam diperbolehkan untuk memaksa budaknya untuk berhubungan intim dengan majikan mereka, walaupun mereka tidak dinikahinya. Lihat Bukhari vol.3 no.113,432; vol.9 buku 93 bag.18 no.506 hal.372; Sahih Muslim vol.2 no.3371-3374; Abu Dawud vol.2 no.2150,2167 untuk informasi selanjutnya. Kesimpulannya, Tuhan adalah suci, Abraham tidak berzinah, dan umat Kristen mempunyai standar yang lebih tinggi terhadap kesucian daripada yang dibuat Muhamad untuk pengikutnya dalam Hadist. P: Dalam Kejadian 16:1-8, karena Hagar adalah seorang budak, apakah hubungan seksual yang dilakukan Abraham terhadapnya melalui paksaan atau perkosaan, seperti yang diperbolehkan beberapa umat Islam dalam agamanya? (Lihat Bukhari Hadiths vol.3 no.113,432) J: Kejadian 16:4 mengatakan Hagar menjadi istri Abram dan ia tidak berkeberatan pastinya. Sebenarnya, Hagar bangga akan kehamilannya dan mencela Sarah (Kejadian 16:4,5). Dalam Perjanjian Lama, walaupun menikahi seorang budak diperbolehkan, tak ada dimanapun ada hubungan intim diluar pernikahan dibenarkan tetap justru merupakan perbuatan tidak bermoral yang jahat. P: Dalam Kejadian 16:3; 17:20; 21:13 apakah Hagar menjadi ibu dari Ismail yang mengarahkan pada Muhamad? J: Hagar gundik dari Abraham dan anak laki-lakinya Ismail disebutkan dalam Alkitab. Terdapat beberapa ketidakjelasan tentang Adnan (nenek moyang Muhamad) apakah keturunan Ismail. Sejarawan Islam kuno mencatat dalam al-Tabari vol.6 hal.37 mengatakan, ―ahli Kejeolog tidak berkonsentrasi dalam membedakan nenek moyang dari nabi kita Muhamad sejauh Ma‘add bin Adnan, … mereka fokus dalam membedakan apa yang terjadi setelah itu.‖ Namun, diakhir ini merupakan sebuah ikan haring, karena Ismail ada dalam Alkitab namun tidak menunjukkan Muhamad berasal dari Tuhan. P: Dalam Kejadian 17:1; 28:3; 35:11; 43:14; 48:3; Keluaran 6:3, apakah arti sebenarnya dari nama El Shaddai? J: El-Shaddai adalah sebuah nama untuk Tuhan yang dalam banyak literature berarti El ―Tuhan‖ Shaddai ―Maha Kuasa‖. Nama ini merupakan salah satu nama utama untuk Tuhan yang Abraham, Ishak dan Yakub ketahui. Walaupun mereka telah diajarkan nama ―kepemilikan‖ Tuhan Yahweh (yang mereka mungkin tidak tahu), Tuhan sendiri tidak menyatakan diriNya pada mereka sebagai Yahweh seperti ketika Ia melakukannya pada Musa menurut Keluaran 6:2,3. Nama-nama untuk Tuhhan berlaku untuk Yesus sebagai anggota dari Trinitas yang Kudus, tapi tidak terdapat penjelasan bahwa El Shaddai berlaku untuk Yesus lebih dari pada Bapa atau Roh Kudus. Kata el dalam bahasa Ibrani digunakan sama dengan ketika menggunakan bahasa Inggris yaitu kata ―God/god‖ saat ini. Kita mengarah pada Pencipta yang Esa dan Maha Kuasa sebagai Tuhan, kita juga menyatakan dewa-dewa dengan ―tuhan‖, dan sebagainya. Kata shaddai (Maha Kuasa) tanpa el digunakan dalam Kejadian 49:25; Bilangan 24:4,16; Rut 1:20,21; 31 kali dalam Ayub 5:17-40:2; dan Mazmur 68:14; 91:1. Beberapa kritik liberalis menyatakan bahwa El-Shaddai diturunkan dari sebuah kata berhala untuk ―tuhan penguasa gunung‖, tapi tidak ada bukti bahwa Alkitab mengartikan demikian. El Shaddai digunakan dalam Kejadian pada Abraham dalam 17:1; pada Yakub dalam Kejadian 28:3; 35:11; 43:14; 48:3; dan Musa dalam Keluaran 6:3. Nama yang sama dengan Tuhan yaitu El Elyon ―Tuhan Maha Tinggi‖ digunakan oleh Melkisedek dalam Kejadian 14:18; Bilangan 24:16; Ulangan 32:8; 2 Samuel 22:14; Mzm 9:2;

Yesaya 14:14; Ratapan 3:35,38), El Hai ―Tuhan yang Hidup‖ Yosua 3:10, atau yang paling sederhana El ―Tuhan‖ dalam banyak pasal. P: Dalam Kejadian 17:5 apakah yang signifikan dari perubahan dari Abram ke Abraham? J: Ini mungkin dapat dianggap sebagai ―lelucon yang jadi kenyataan‖. Sementara Abram berarti ―bapa‖, sebuah nama yang ironis untuk seorang yang tidak anak-anak lagi, Abraham berarti ―bapa sejumlah bangsa yang besar‖. Seperti tulisan dalam 735 Baffling Bible Questions Answers hal.39 ―kita dapat saja mendengar tertawaan seperti ketika Abram yang sudah tua mengumumkan pada teman-temannya dan keluarga mereka bahwa dari saat itu ia dipanggil Abraham.‖ Mempunyai anak adalah hal yang sangat penting dalam masyarakat kuno, tapi sebelumnya anda dapat melihat bagaimana kepercayaan Abraham pada Tuhan membuatnya ingin tertawa. Dimana Tuhan memenuhi janjiNya, dan Abraham di surga dapat tersenyum atas ―sebuah lelucon yang dibuat Tuhan untuk memenuhi keinginan hati Abraham‖. P: Dalam Kejadian 17:12, mengapa Tuhan memerintahkan penyunatan pada hari kedelapan? J: Injil tidak mengatakan demikian. Namun, bayi yang baru lahir tidak mempunyai darah yang membeku seperti orang dewasa. Setelah mereka makan dan mengkonsumsi vitamin K, darah mereka mempunyai banyak protombin, yang digunakan dalam pembekuan darah. Untuk bayi-bayi yang tidak diberikan vitamin K, protombin akan mencapai tahap puncak pada hari kedelapan. Sebagai catatan tambahan, Wycliffe Bible Dictionary hal.354 mencatat bahwa bangsa Mesir melakukan penyunatan pada laki-laki; suatu gambar menunjukan itu dilakukan pada anak laki-laki berusia 13 tahun. Dikatakan bahwa kebanyakan bangsa Semit rupanya juga melakukan penyunatan, kecuali bagi bangsa Filistin, Babilonia, Asyiria, dan nantinya bangsa Edom. Bangsa Arab, yang merupakan keturunan dari Ismail, juga melakukan penyunatan sebelum adanya agama Islam. P: Dalam Kejadian 17:12, apakah bangsa lain juga melakukan penyunatan ? J: Sejarawan Yunani Herodotus, dalam bukunya History vol.2 bag.104 hal.69 mengatakan bahwa bangsa hanya Mesir, Etiopia, dan Kolsia yang melakukan penyunatan. Ia membuat alasan bahwa bangsa Kolsia bermigrasi dari Mesir. Ia juga mengatakan beberapa bangsa Punisia dan Siria melakukan penyunatan ini, mereka sendiri yang menyatakan mereka mempelajari dari bangsa Mesir. Penulis Kristen zaman dahulu Bardesan (154-224-232 A.D.) mengatakan bahwa orang yang tinggal di provinsi Roma yang ada di Arab melakukan ritual ini, tapi bangsa Roma menghentikan mereka ketika mereka mengalahkan bangsa Arab. Ini ada dalam buku The Book of the Laws of Diverse Countries hal.730 P: Dalam Kejadian 17:17 dan Kejadian 18:12, apakah Abraham dan Sarah tertawa karena tidak percaya, atau apakah Sarah tertawa dengan gembira seperti dalam Kejadian 21:6? J: Kedua pasal ini saling melengkapi. Abraham dan Sarah tertawa dengan tidak percaya sebelum Ishak berada dalam kandungan. Terkadang ketika seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan seseorang menawarkan memberikannya pada mereka, manusia pada dasarnya menjadi akan menjadi tidak percaya dan tertawa akan hal itu karena takut dikecewakan. Namun, Sarah tertawa lagi dengan gembiranya ketika Ishak lahir.

P: Dalam Kejadian 17:17 dan Kejadian 18:12-15, mengapa Tuhan memarahi Sarah karena tertawa dan bukan memarahi Abraham? J: Tertawa dengan terkejut pada pertama kali kamu mempelajari sesuatu pastinya berbeda dengan tertawa dalam sebuah keraguan dari apa yang telah dikatakan padamu. Kata Ibrani untuk tertawa, sahaq, berarti keduanya. P: Dalam Kejadian 17:19, apakah anak yang dijanjikan untuk Abram disini bernama Ishak, atau sama seperti dalam Kejadian 21:3? J: Sebelum kelahiran Ishak, Tuhan mengatakan ia akan dipanggil Ishak dalam Kejadian 17:19. Dalam ayat itu tidak dikatakan apakah mereka menamakannya Ishak atau tidak. Dalam Kejadian 21:3, setelah Ishak lahir, mereka menamakannya Ishak. Pasal itu seperti apa yang dikatakan oleh malaikat Gabriel pada Maria untuk menamakan anaknya Yesus, dan setelah kelahirannya, mereka menuruti apa yang dikatakan oleh malaikat. P: Dalam Kejadian 17:27, mengapa Abraham menyunat semua anak laki-laki yang lahir dirumahnya, entah anak budak atau bukan? J: Abraham tidak hanya tertarik pada keturunannya sendiri untuk menjadi bagian dari keluarga perjanjian Tuhan di bumi, tetapi semuanya. Ini menandakan bahwa anak-anak mereka juga akan membagian yang berarti keturunan mereka akan menjadi bagian dari bangsa perjanjian Tuhan. Philo seorang Yahudi (tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D.) pada intinya juga memberikan jawaban yang sama dalam Questions and Answers on Kejadian, III (62) hal.863. P: Dalam Kejadian 18, apakah kata “Kristopanis” dan “Teophanis” dalam Perjanjian Lama? J: Term Kristophani menggambarkan sebuah keberadaan Kristus di bumi, sebelum Ia dilahirkan dari rahim Maria. Kata Teophanis merupakan keberadaan Tuhan, entah itu Bapa, Putra, dan Roh Kudus, atau Trinitas. Karena beberapa orang tidak setuju dengan sebuah kontra antara Kristopanis dan Teophanis, dan terkadang tidak jelas apakah seorang malaikat merupakan keberadaan Kristus atau hanya seorang malaikat saja, dibawah ini terdapat daftar Teophanis yang mungkin dalam Perjanjian Lama. Di Taman Eden sebelum manusia jatuh dalam dosa. Kej 1:29-3:24) Mungkin Melkisedek (Kej 14:18-20) Tiga orang yang mengunjungi Abraham (Kej 18:1-33) Tuhan yang menampakan diri pada Abram (Kej 17:1-2) Mungkin bukan tangga milik Yakub, yang sepertinya hanya dalam mimpi. (Kej 28:12-15) Mungkin bukan karena pergulatan Yakub dengan malaikat. (Kej 32:30) Tuhan menampakkan diri pada Yakub di Betel (Kej 35:9-15) Musa dan semak-semak yang terbakar (Kel3:2-22) Tiang awan (Kel 19:9) Di gunung Sinai (Kel 19:11-12; 24:10) Musa melihat punggung Tuhan (Kel 33:19-20) Yosua dan Panglima Tertinggi dalam pasukan Tuhan (Yosua 5:13-15) Gideon melihat seorang malaikat (Hakim-Hakim 6:11-24) Malaikat menampakan diri pada ibu Samson. (Hakim-Hakim 13:3-5) Awan dalam bahtera Tuhan. (1 Raja-Raja 8:11-13) Elia di dalam gua berbatu (1 Raja-Raja 19:9-18) Meninggalkan bait suci (Yehezkiel 10:3-18), dan Yesaya 6 mungkin tidak menceritakan, karena ini hanya penglihatan.

P: Dalam Kejadian 18:2, karena Abraham menunduk dihadapan raja-raja, apakah ini mendukung Ortodok melakukan sujud dihadapan gambar? J: Tidak, pemujaan terhadap gambar merupakan hal yang tidak alkitabiah karena kita tidak harus memuja gambar kuburan menurut Hukum Perkara Kedua. Namun, diluar dari kepercayaan seseorang tentang pemujaan dari gambar, ayat ini tidak digunakan untuk mendukung tindakan bersujud pada gambar. Berseberangan dengan gambar, 1. Abraham menunduk atau bersujud untuk menghormati orang tersebut. 2. Abraham menunjukan rasa penghormatan pada raja berhala, tidak ada pemujaan atau penghargaan pada agama lainnya. 3. Abraham tidak berdoa pada raja-raja ini. Ia juga tidak berdoa pada Tuhan melalui raja-raja ini, seperti yang dikatakan aliran Ortodok yang berdoa melalui gambar Tuhan. Seorang pembaca menyatakan bahwa pemujaan tidak berbeda dengan penghormatan dalam aliran Kristen Ortodok. Namun, itu tidak benar, karena umat ortodoks berdoa melalui tepatnya, gambar Tuhan dan beberapa orang suci. Yang mana mereka tidak membawa istri, anak-anak, orang tua mereka, atau seseorang yang mereka hormati, berada di depan mereka, dan berdoa pada mereka. P: Dalam Kejadian 18:10,14 dan Kej 21:1,2, apakah ini mengajarkan bahwa Tuhan menyuburkan Sarah, seperti yang dikatakan oleh Born Again Skeptic hal.217? J: Tidak. Kaum ateis melupakan hal penting bahwa Tuhan tidak kembali untuk menyuburi Sarah, tapi Tuhan kembali setelah anak laki-laki itu lahir. Tuhan hanya berkata tiga hal tentang anak laki-laki Sarah. 1. Tuhan akan mengunjungi mereka tahun depan seperti yang dikatakan dalam Kejadian 18:10,14 2. Tuhan akan memenuhi janjiNya tentang bahwa Sarah akan mempunyai anak laki-laki seperti yang dikatakan dalam Kejadian 21:1 . 3. Paling penting, anak laki-laki akan berasal dari Abraham (Kejadian 17:15,17). Untuk meyakinkan, putranya berasal dari darah Abraham sendiri seperti yang ada dalam Kejadian 15:4. P: Dalam Kejadian 19, apakah dosa Sodom dan Gomora adalah karena mereka kurang membantu sesame seperti dalam Yehezkiel 16:49? J: Banyak kaum homo mengutip Yehezkiel 16:49 tetapi mengabaikkan Yehezkiel 16:50, yang menyebutkan ―melakukan kekejian‖. Kejadian 19:5-7 menekankan pada homoseksual. Yudas 7 juga berbicara tentang ―perbuatan seksual yang tidak bermoral dan murtad‖. Kejadian 13:13 menunjukkan bahwa kejahatan bangsa Sodom ini sudah ada sebelum Lot datang. P: Dalam Kejadian 19:8, mengapa Lot menawarkan anak perempuannya yang masih perawan untuk dibawa keluar? (seorang ateis menanyakan ini) J: Injil tidak berkata pada kita tentang motif Lot untuk tindakan yang jahat, tapi kita dapat melihat tiga hal. 1. Lot berada dalam situasi yang putus asa, dan mungkin ia juga panik. 2. laki-laki di Sodom tidak tertarik dengan anak perempuannya. 3. Lot tinggal di Sodom sudah lama sekali, dan Lot mungkin mengetahui orang-orang ini tidak tertarik pada anak gadisnya. Lot mungkin hanya berdalih saja. Alkitab tidak menghukum tindakan Lut disini; itu hanyalah mencatat. Jika Alkitab hanya ingin ―melakukan propaganda‖, anda akan berharap Alkitab mencatat setiap hal-hal yang baik dan tidak pernah menyebutkan yang negatif. Namun, Alkitab bukan propaganda,

melainkan firman Tuhan yang sejati, dan itu dengan jujur menceritakan kehidupan manusia, hal aneh dari manusia dan semuanya. P: Dalam Kejadian 19:24-26, tepatnya bagaimana Sodom dan Gomora dihancurkan? J: Alkitab sederhananya mengatakan TUHAN memberikan hujan belerang yang panas, dan bahwa istri Lot yang akan melihat ke belakang menjadi tiang garam. Sementara kita tidak mempunyai hal-hal yang detil, kita mengetahui bahwa daerah itu adalah daerah yang kaya dengan gas petroleum dan aspal di dasar buminya. Menggambarkan sebuah badai, angin, dan cahaya yang membakar lubang yang besar. Menghasilkan api yang besar yang menyebabkan angin itu sendiri, dan seluruh area itu bukanlah beberapa tempat yang ingin anda tempati pastinya. P: Dalam kejadian 19:26, apakah kita mengetahui hal-hal lain selain kejadian istri Lot yang menjadi “tiang garam”? J: Secara fisik, manusia dan anjing akan mati dengan cepat dan ditutupi oleh abu di Pompei ketika gunung Vesuvius meletus. Tanpa ragu, ini terjadi selama letusan yang besar juga. Secara kiasan, istri Lot tanpa sadar dikeraskan hatinya dengan kecintaannya terhadap hidup yang telah ia jalani. Banyak orang saat itu, juga dikeraskan oleh cinta mereka terhadap dunia ini. Sebagai contoh yang jelas, para pecandu obat-obatan terlarang, ketika mencari penyembuhan, para alkoholik, ketika mencari minuman, tidak waspada terhadap kesengan dunia yang ada disekeliling mereka. Dosa pada umumnya, atau menginginkan segala sesuatu diatas Tuhan, dapat membuat anda tidak memikirkan tentang hal-hal baik yang telah Tuhan telah berikan pada kita. Clemen dari Aleksandria (menulis tahun193 – tahun 217/220 A.D.), merupakan yang pertama melihat aplikasi ini dalam Exhortation to the Heathen bag.10 hal.201. P: Dalam Kejadian 19:30-36, mengapa Alkitab mengajarkan bahwa Lot berhubungan seks dengan anak perempuannya? Saya hanya tidak percaya seandainya ini adalah benar. J: Baik. Alkitab tidak mengatakan bahwa itu adalah benar. Incest dan perbuatan zinah adalah kejahatan, dan Alkitab hanya ingin jujur dalam mencatat apa yang Lot lakukan. Dalam pembelaan Lot, Irenaeus dalam buku Against Heresies bag.31 (ditulis tahun 182 – tahun 188 A.D.) membela dari apa yang Alkitab tunjukkan tentang Lot, yaitu bahwa Lot tidak melakukan hal itu karena nafsu birahinya, tapi karena tanpa sengaja sehabis ia banyak minum dan ia mabuk. Origen (225-254 A.D.) mengatakan bahwa suatu cerita seperti halnya cerita Lot dan anak perempuannya yang berada dalam injil yang suci dalam Alkitab ini hanya ingin menunjukkan cinta akan kebenaran yang diungkapkan oleh penulis Alkitab, dimana tidak akan menyembunyikan sesuatu hal, walaupun itu akan mencemarkan nama mereka. Origen in Against Celsus vol. 4 bag.45 hal.518 P: Dalam Kejadian 20 dan Keluaran 23:31, bagaimana bangsa Filistin berada di Israel pada zaman Abraham, sekitar tahun 2.000 B.C.? J: Dimana dahulu terdapat perpindahan penduduk besar-besaran tahun 1200 B.C., dataran Ashdod terdahulu ditempati kembali sekitar abad ke-17 (H.F. Vos, Archaeology in Bible Lands). Beberapa orang menempati kembali negri yang subur itu, dan tidak ada bukti sejarah yang mengatakan bahwa itu bukan bangsa Filistin. Setelah bangsa Mesir mengalahkan bangsa Filistin tahun 1190 B.C., mereka datang ke Palestina dengan memaksan, dan mereka menginginkan adanya pembangunan kembali di tempat mereka di kota yang mereka miliki itu.

P: Dalam Kejadian 20:3,6, mengapa Tuhan bertentangan mengatakan Abimelekh merupakan orang mati, yang padahal ia masih hidup? J: Tuhan tidak berubah (Maleakhi 3:6; Yakobus 1:17; Ibrani 13:8). Namun, Yeheskiel 33:1220 menunjukan bahwa penyataan Tuhan akan berubah ketika mereka juga berubah. Lihat pembahasannya dalam Keluaran 33:5-6; Ulangan 20:17; Yeremia 15:6; Yohanes 3-4; Yohanes 3:10; dan Yohanes 4:1-2 untuk informasi lebih lanjut. P: Dalam Kejadian 20:3,8-10, Kej 26:1, Hakim-Hakim 8:31, dan Hakim-Hakim 9:1, apa yang dimaksud dengan Abimelek? J: ―Ab‖ berarti bapa, dan ―melekh‖ berarti raja atau penguasa. Nama itu berarti juga bapa dari raja, atau bapa adalah raja. Disamping menjadi nama dari dua raja dari Gerar, dan putra Gideon, Cyril Aldred dalam Akhenaten King of Egypt hal.186 mencatat bahwa Abimelekh adalah seorang penguasa dari Tyre disebutkan dalam surat Amarrna. Gambar dari sepasang lembaran surat Arrmana terdapat dalam The New International Dictionary of the Bible hal.80 dan The Wycliffe Bible Dictionary hal.1828. P: Dalam Kejadian 20:12, mengapa Abram menikahi saudaranya sendiri yang satu ayah, yaitu Sarah? J: Incest secara tegas ditentang. Juga pada saat itu, namun ketika itu Abram bukanlah seorang yang percaya pada Tuhan bukan seorang beriman ketika ia menikah. P: Dalam Kejadian 21:14, apakah Abraham dapat dinilai benar untuk menyuruh Hagar pergi? J: Normalnya, hal itu adalah salah ketika menyuruh Hagar pergi dan anak laki-lakinya sendiri tanpa perlindungan dan pula dengan persediaan air yang sedikit, dan ini merupakan permintaan Sarah yang membuat Abraham menderita, diceritakan dalam Kej 21:11. Namun, dalam hal yang khusus, Tuhan mengatakan pada Abraham untuk terus maju, dan segalanya akan baik-baik saja. Tuhan sendiri yang memberikan Hagar dan Ishmail air (Kej 12:17-19), dan Tuhan berada bersama Ismail sampai ia tumbuh dewasa. (Kej 21:20). Sebagai catatan tambahan, Hagar sebenarnya adalah sebuah nama dari bangsa Semit menurut The Expositor’s Bible Commentary vol.2 catatan kaki 15 hal.307. Terdapat banyak orang Semit yang tinggal di bagian utara Mesir. P: Dalam Kejadian 21:14, jika anda membaca Perjanjian Lama, terlihat jelas bahwa dalam Kejadian anak laki-laki pertama yang lahir (yang berarti pilihan Tuhan, pewaris ayahnya), adalah ISMAIL dan kebohongan disisipkan oleh bangsa Yahudi ke dalam Perjanjian Lama untuk tidak mnjadikan ia pewaris (mengapa? Karena mereka tidak menerima seseorang dari luar bangsa mereka) dengan jelas menjadi terlihat ketika mereka menulis bahwa ISMAIL dengan ibunya HAGAR dibuang dari bangsanya ABRAHAM selamanya?, tapi ketika kita membaca lebih lanjut dalam Kejadian kita menemukan bahwa cerita yang sebenarnya adalah bahwa “ISMAIL meninggal ditengah adanya saudara-saudaranya” (keluarga) dan lebih lanjut “ISHAK” meninggal di tengah hadirat saudara-saudaranya”. Pernyataan ini yang berasal dari Alkitab secara jelas menunjukkan tambahan sisipan dari bangsa Yahudi yang mana mereka harus membuat sebuah insiden tentang pembuangan HAGAR dan ISMAIL yang bukan sementara, sehingga mereka dapat mengganti ISMAIL yang aslinya “anak satusatunya dari ABRAHAM” saat itu ketika ABRAHAM ingin mengorbankan apapun demi cinta dan kemenurutannya pada kehendak Tuhan, pernyataan itu juga menunjukan bahwa janji akan juruselamat bagi manusia diciptakan melalui ISMAIL (anak pertama) dan bukan ISHAK (anak kedua). (Seorang Islam menanyakan ini).

J: Pertama-tama, beberapa umat Islam mungkin tidak perhatikan bahwa Qur‘an tidak menyebutkan secara spesifik apakah anak yang dikorbankan adalah Ismail atau Ishak. Pernyataan anda bahwa Ismail meninggal dalam keberadaannya ―bersama keluarganya‖tidak berarti ia tidak dibuang. Satu hal yang Alkitab katakan dalam Kejadian 25:17b ―Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya‖. Ini merupakan hal yang ungkapan yang biasa untuk mengatakan ia meninggal. Ini tidak membuktikan ia dikuburkan dengan leluhurnya, karena Abraham juga merupakan ―yang dikumpulkan kepada kaumnya‖ dalam Kejadian 25:8, dan tidak berarti ia dikubur kembali di Ur di daerah Kaldea. Bertentangan dengan pertanyaan ini, ayat ini tidak pernah mengatakan, Abraham mengorbankan anak pertamanya. Lebih lagi, Abraham mengorbankan anak laki-laki satusatunya, karena Ismail telah disurh pergi dan Ishak memang anak perjanjian itu. Saya mempunyai sebuah pertanyaan untuk anda juga, dapatkan Qur‘an itu salah? 1. Sura 32:23 ―Kami memang ketika itu memberikan kitab pada Musa. Yang tanpa ragu akan pencapaianya (manusia): dan Kami membuat itu sebagai petunjuk untuk bangsa Israel.‖ Maka apakah anda setuju bahwa kitab Taurat, sebagaimana diberikan semula, adalah benar dan berasal dari Tuhan yang sejati? 2. Sura 5:46 ―Dan dalam jejak langkah [nabi-nabi] mereka Kami mengirimkan Yesus putra Maria, menggenapi kitab Hukum Taurat yang ada sebelum Dia: Kami mengirimkan Ia injil; yang didalamnya adalah petunjuk dan pencerahan. Dan penggenapan kitab Taurat yang ada sebelum Ia datang: sebuah pedoman dan peringatan bagi manusia yang takut akan Tuhan.‖ Maka anda setuju bahwa Taurat pada zaman Yesus, sebagaimana yang Ia genapkan, merupakan firman Allah yang benar? 3. Lembaran ―Dead Sea Scrolls‖ berisi salinan dari Perjanjian Lama dari zaman adanya Kristus dan sebelumnya. Tiga hal mana yang menurut anda Alkitab mengalami kesalahan: 3.1. Ishak merupakan anak perjanjian, sebuah perjanjian. Kejadian 17:19,21 3.2. Ishmael dan Hagar dibuang Kejadian 21:8-19 3.3. Abraham mengorbankan Ishak bukan Ishmail Kejadian 22:1-18 Lembaran ―Dead Sea scrolls‖ menyebutkan bahwa Ishak adalah anak perjanjian. Philo seorang Yahudi, seorang cendekia yang tinggal di Aleksandria Mesir, meninggal tahun 50 A.D. Ia menulis sebuah pendapat tentang Kejadian, dan pendapatnya, tentang kitab Kejadian saat itu, menunjukan hal yang sama seperti yang kita ketahui saat ini. Clement seorang Roma adalah uskup Kristen terdahulu, mungkin Clement disebutkan oleh Paulus, yang menulis sebuah surat untuk orang Korintus tahun 97/98 A.D. Ia meyebutkan bahwa anak laki-laki Abraham yang dikorbankan adalah anak laki-laki dimana ketika Abraham berusia tua. [ia tidak secara jelas juga mengatakan bahwa itu adalah Ishak]. 4. Anda tidak dapat menyalahkan orang Kristen yang menghakimi tuduhan anda melawan Injil, di zaman Yesus dan zaman Muhamad karena Sura 5:47. mengatakan, ― Marilah semua orang mendalami injil dimana Allah telah menyatakan di dalamnya…‖ ? maka, apakah anda setuju bahwa umat Kristen harus menyalahi Injil, yang mana kita telah menyalin lama sebelum zaman Muhamad? Jika tidak, maka apakah Qur‘an yang salah? Sura 5:48 mengatakan, ―Untuk engkau (manusia yang ada dalam kitab suci) Kami mengirim injil dalam kebenaran, menggenapkan injil yang ada sebelumnya, dan menjaganya dengan aman: maka menghakimi diantara mereka yang Allah telah nyatakan, dan mengikut tidak dengan keinginan mereka yang sia-sia, menyimpang dari kebenaran yang telah datang pada kamu…‖ Jika anda seorang Islam yang tidak setuju dengan firman ini, lalu bagaimana Allah dibedakan dengan FirmanNya, yang mana Ia perbolehkan umatNya yang beriman belajar hanya dalam bentuk yang telah diubah, dan firmanNya yang tersisa yang tidak diubah? Kebanyakan umat Islam percaya pada hadist, yang merupakan kumpulan dari perkataan dan tindakan yang hanya milik kewenangan Muhamad, sebagai kitab kewenangan tertinggi

setelah Qur‘an. Terdapat enam buku yang mengetahui kumpulan hadist itu, Bukhari adalah yang tertinggi. Saya berpikir anda sepertinya lebih suka membaca apa yang dikatakan tentang Hajar [Hagar] dan Ismail. Bukhari vol.4 buku 55 bag.9 no.583 hal.373 ―Abraham membawanya [Hagar] dan anak laki-lakinya Ismail sementara ia menyusuinya, ke sebuah tempat di Ka‘ba dibawah pohon yang berposisi mengarah ke Zam-zam, tempat tertinggi di mesjid. Selama beberapa hari tidak ada orang di Mekah, tidak ada juga air. Maka ia menyuruh mereka duduk disana dan menempatkan mereka di atas tas kulit berisi buah kurma, dan sebuah kantong air kecil berisi sedikit air, dan membangun rumah sakit. Ibu dari Ismail mengikutinya dan berkata. ―Oh Abraham!‖ kemana kau pergi, meninggalkan kita dilembah ini dimana tidak ada orang yang memberikan kita kenikmatan, tidak juga ada sesuatu yang menyenangkan(untuk dinikmati)?‖ ia mengulangi itu beberapa kali, tapi ia tidak melihat ke belakang. Lalu ia bertanya padanya, ―Pernahkah Allah menyuruhmu untuk demikian?‖ ia mengatakan, ―Ya‖… (hal.374 dalam hadist yang sama) ―Nabi berkata, ― ini adalah sumber tradisi bagi perjalanan manusia diantara mereka (contohnya safa dan marwa). Ketika ia sampai pada Marwa (pada akhirnya), ia mendengar suara dan ia bertanya pada dirinya sendiri untuk diam dan mendengarkannya dengan penuh perhatian… ia melihat seorang malaikat di tempat Zam-zam digali dari bumi oleh malaikat dengan tumitnya (atau sayapnya), sampai air keluar dari tempat itu.‖ Sejarawan Islam terkenal al-Tabari (839-923 A.D.), menyelidiki apakah itu adalah Ismail atau Ishak yang hampir dikorbankan, dan ia berkata itu adalah Ishak, bukan Ismail (al-Tabari vol.2 hal.68). Ia mempunyai sepuluh halaman pembahasan tentang kewenangan umat Islam yang mengatakan orang itu adalah Ishak dan yang mengatakan juga itu adalah Ismail (alTabari vol.2 hal.82-92), yang mana disimpulkan bahwa itu adalah Ishak. Namun, saya berpikir bahwa masalah ini, tentang siapa anak laki-laki Abraham yang dikorbankan, adalah hal kecil dibandingkan dengan menjawab pertanyaan dari Amsal 30:4f ―Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!‖ P: Dalam Kejadiaan 22, mengapa Tuhan menyetujui pengorbanan manusia dengan Abraham dan Ishak? J: Empat hal yang perlu diperhatikan. 1. Abraham telah menunjukkan bahwa ia mencintai Tuhan lebih dari umat dan tradisinya, tapi Tuhan menguji Abraham untuk melihat apakah ia mencintai Tuhan lebih dari anak kesayangannya. 2. Walau pada permulaan peristiwa ini Tuhan menyuruh adanya pengorbanan, tapi Tuhan menghentikan itu. Dan tak ada manusia yang mati. 3. Tuhan yang adalah Bapa tidak meminta Abraham untuk sesuatu yang Ia tidak lakukan sendiri, dalam pengorbanan Yesus untuk kita. 4. Kesepuluh perintah Tuhan (jangan membunuh, dan sebagainya.) tidak diberikan sampai Musa pergi ke Gunung Sinai. P: Dalam kejadian 22:1-18, dapatkah anak laki-laki yang Abraham ingin korbankan adalah Ismail, bukan Ishak, seperti yang dinyatakan umat Islam? Sebaliknya, bagaimana Ishak menjadi “anak satu-satunya” milik Abraham? J: Itu adalah Ishak yang dikorbankan dan bukan Ismail, yang mana terdapat empat alasan untuk itu: Walau Qur’an tidak mengatakan bahwa itu bukan Ismail: Kejadian 22:2 mengatakan itu adalah Ishak. Bagi umat Islam, sementara umat Islam Qur’an membahas ini dalam Sura 37:99-111, tak satupun dalam seluruh Qur’an apakah kitab itu mengatakan apakah itu adalah Ismail dan Ishak.

Hanya satu anak laki-laki yang dimiliki Abram saat itu: Ismail berusia 14 tahun ketika Ishak dilahirkan berdasarkan Kejadian 21:8-10. Abraham diuji ―dalam waktu yang lama‖ setelah ini berdasarkan Kejadian 21:34, dan seorang ―anak laki-laki‖ telah berada diatas mesbah penyembahan, dalam Kejadian 22:12. Hanya satu anak laki-laki yang diakui oleh Tuhan: Tuhan menyatakan bahwa itu melalui Ishak bukan Ismail yang dijadikan keturunan yang diperhitungkan dalam Kejadian 21:12. Abraham tidak menyuruh Ismail karena Ismail dan ibunya ―telah dibuang‖ dengan mengirimkan mereka jauh dari Abraham menurut Kejadian 21:10-12. Hanya ada satu pewaris di dunia ini: Ishaklah satu-satunya pewaris itu, dan hanya anak satu-satunya yang menjadi ―anak kesayangan‖. Sementara budaya saat itu menerima hal mengenai mempunyai gundik untuk menjadi ayah atau mempunyai anak, warisan dan hak sebagai anak pertama hanya berada pada anak dari istri yang sah, bukan dari anak gundik atau selir. Hanya ada satu anak perjanjian: Kejadian 21:12 mengatakan, ―melalui Ishak keturunanmu akan diperhitungkan‖. Abraham mempunyai anak laki-laki yang lain juga, tapi mereka lahir setelah Ishak. P: Dalam Kejadian 22:2, bagaimana Ishak adalah “anak laki-laki satu-satunya” milik Abram? J: Walau Ismail lahir lebih dulu, ia telah disuruh pergi saat itu, dan Ishak menjadi anak satusatunya milik Abram yang tetap tinggal dengannya. Ishak adalah pewaris satu-satunya, dan anak laki-laki satu-satunyalah yang menjadi anak lelaki kesayangan. Kejadian 21:12 mengatakan, ―melalui Ishak keturunanmu akan diperhitungkan.‖ Abraham mempunyai anak laki-laki yang lain juga, tapi mereka lahir setelah Ishak. Sementara budaya saat itu menerima hal mengenai mempunyai gundik untuk menjadi ayah atau mempunyai anak, warisan dan hak sebagai anak pertama hanya berada pada anak dari istri yang sah, bukan dari anak gundik atau selir. P: Dalam Kejadian 22:2, apakah Roh Kudus pernah memimpin manusia untuk tidak menurut akan apa yang telah dinyatakan dalam Alkitab? J: Tidak. Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab. 1. Tentunya, Tuhan tidak meyuruh Abraham untuk melakukan hal-hal yang melawan apa yang dinyatakan Injil, karena tidak ada Injil yang ditulis pada zaman Abraham. 2. Karena injil telah dinyatakan, Tuhan tidak mengatakan pada manusia untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah yang telah dinyatakanNya. Walau ketika Roh Kudus juga memimpin Yesus untuk masuk ke hutan belantara, dimana Yesus sedang digoda oleh Setan, Roh Kudus tidak menggoda Yesus atau mengatakan pada Yesus untuk melakukan hal yang salah. 3. Tuhan tidak menginginkan manusia menunjukan perilaku yang bertentangan dengan keinginanNya. Walau ketika Tuhan memerintahkan Abraham untuk membawa Isahk sebagai korban persembahan, Tuhan tidak mengijinkan Abraham untuk membunuh Ishak. P: Dalam Kejadian 22:12, sejak Tuhan mengatakan “sekarang Aku tahu bahwa engkau percaya pada Tuhan”, apakah Tuhan mengetahui apa yang Abraham lakukan? J: Tentunya Tuhan tahu, tapi ungkapan itu berarti bahwa sikap Abraham merupakan hal yang penting saat itu bahwa Abraham membuktikan apa yang ia ucapkan. P: Dalam Kejadian 23, apakah bengsa Hitti itu benar ada? J: Para arkeolog modern menemukan tentang bangsa Hittie sekitar tahun 1892. Namun, beberapa cendikia sekitar sepuluh tahun kemudian tetap meragukan keberadaan mereka

(1902, E.A.W. Budge). Sekarang ini seluruh buku ditulis oleh bangsa Hitti. Salah satu buku yang terbaik dan sangat kredibel sebagai bacaan yaitu The Secret of the Hittites oleh C.W. Ceram (Dorset Press 1955). P: Dalam Kejadian 23, bagaimana bisa bangsa Hittie berada di Palestina? J: Bangsa Hitti merupakan sebuah bangsa yang luas dan besar, dan sebuah daerah jajahan di pegunungan Palestina. Bangsa Indo-Eropa Hitti merampok kota Babilonia tahun 1590 B.C. Yang lain percaya ini menjelaskan tentang bangsa Hatti, sebuah bangsa yang bukan IndoEropa yang dikalahkan sebelum tahun 2.000 B.C. Bangsa Hatti dan Hitti ditulis dalam kata yang sama dalam bahasa Ibrani. P: Dalam Kejadian 23:2, mengapa disebutkan bahwa Kiryat-Arba juga disebut Hebron? J: Terdapat dua kemungkinan alasan pelengkap mengapa Hebron disebutkan disini. Ingatlah bahwa ketika Abraham hidup sekitar tahun 2000 B.C., kitab Kejadian ditulis di zaman Musa, tahun 1447-1407 B.C., maka dari itu kota ini disebut Hebron oleh bangsa Israel dan oleh bangsa Kanaan pada zaman Musa. Bangsa Israel melihat dan mengetahui geografis dari kota Kanaan dan mungkin menggunakan nama ini untuk kota tersebut pada zaman Musa. Bagaimanapun juga, bangsa Israel menyebut kota itu hanya dengan Hebron, bukan dengan Kiryat-Arba, segera setelah ditaklukan oleh Yosua. Penjelasan yang sederhana ini mengatakan Kiryat Arba sekarang adalah Hebron, mungkin telah ditambahkan segera setelah itu. P: Dalam Kejadian 23:5, mengapa bangsa Hitti menganggap Abraham seorang pangeran yang hebat diantara mereka? J:: Abraham adalah orang yang sangat kaya. Abraham juga barangkali membangun hubungan yang dekat dengan mereka dan mereka menceritakan tentang dia bukan hanya sebagai seorang teman, tapi juga salah satu dari milik mereka. P: Dalam Kejadian 23:15-16, mengapa Abraham harus menimbang perak? J: Syikel merupakan salah satu satuan untuk berat, dan tidak lama kenudian menjadi satuan dari mata uang juga. Abraham harus ―menimbang‖ perak karena koin tidak digunakan sampai kira-kira tahun 800 B.C. menurut Can Archaeology Prove the Old Testament? hal.27. Demikian juga Achan yang mencuri emas dan perak dengan ―berat‖ 50 dan 200 syekel. Wycliffe Bible Dictionary hal.1798 mengatakan orang pertama yang mengetahui koin berasal dari Lidia yaitu sekitar tahun 700 B.C. Buku itu juga mencatat bahwa kata Latin pecunia (dari kata bahasa Inggris yaitu kata ―pecuniary‖ yang berarti moneter atau keuangan) berasal dari kata bahasa Latin pecus yang berarti ternak. P: Dalam Kejadian 24:1, mengapa Tuhan mengijinkan beberapa anak-anakNya untuk menderita di usia tua? J: Kita tidak menderita di usia tua di dalam Surga, dan kebahagiaan yang abadi di Surga akan membuat waktu kesusahan kita yang singkat sangat pendek. Lihat pembahasan dalam Yosua 13:1 untuk jawabannya. P: Dalam Kejadian 24:15, hubungan apa antara Ishak dan Ribka? J: Ribka merupakan anak perempuan dari keponakan Abraham, yang menjadikan ia, anak perempuan dari sepupu Ishak.

Ishak dan Ribka tidak dapat membantah Imamat 18, karena tidak ditulis sebelumnya. Namun, pasal itu membuat pernikahan mereka tetap dalam garis petunjuk tentang peraturan masa depan dalam Imamat. P: Dalam Kejadian 25:1 apakah Ketura seorang istri atau selir? J: Seorang selir dianggap seperti halnya istri. Kejadian 25:1 dapat mengartikannya entah itu istri atau selir. P: Dalam Kejadian 25:2, apa yang terjadi pada anak laki-laki Ketura? J: Abraham dan Ketura mempunyai enam anak laki-laki yang diketahui. Zimron kemungkinan adalah leluhur dari bangsa Arab, raja Zimri dalam Yeremia 25:25. Saat ini terdapat sebuah kota Zambran di sebelah barat Laut Merah di Mekah. Yoksan, tidak pernah terdengar lagi, kecuali bahwa ia adalah nenek moyang dari bangsa Seba dan dan Dedan. Bangsa Seba merupakan sebuah bangsa di barat daya dari semenanjung Arab. Bangsa Dedanim dalam Yesaya 21:13 adalah bangsa Arab yang mungkin keturunan dari Yoksan dan Ham melalui Kush (Kejadian 10:7; 1 Taw 1:9). Kota Dedan berada 100 mil (160 km) sebelah barat daya dari Tema di oasis el-‘Ula, 175 mil (280 km) sebelah utara Medina. Dedan juga disebutkan dalam prasasti proto-Arab Sabean dan Minean. Medan mungkin disebutkan diluar dari Alkitab. Wycliffe Bible Dictionary hal.1093 mengatakan bahwa huruf konsonan ―m‖ dan ―b‖ saling merubah sering kali di Arab, maka ini mungkin bangsa Bedana, yang mengalahkan raja Asiria Tiglath-pileser III. Midian merupakan bangsa yang terkenal yang menindas bangsa Israel dalam Hakim-Hakim 8. Ishbak memulai sebuah bangsa yang tinggal di sebelah utara Siria dan disebutkan dalam sejarah bangsa Asiria dari Shalmaneser III (858-824 B.C.). Suah barangkali bangsa yang berasal dari Bildad dan Shuhite dalam Ayub 2:11. P: Dalam Kejadian 25:6, berapa istri dan gundik yang Abraham miliki? J: Walaupun ini tidak terlalu penting, kita tidak mengetahui jumlah yang pasti. Setelah Sarah meninggal, Abraham memiliki Ketura sebagai seorang istri dalam Kejadian 25:1. Hagar merupakan salah satu dari gundiknya, tetapi Kejadian 25:6 menyatakan bahwa Abraham mempunyai lebih dari satu gundik. P: Dalam Kejadian 25:8,17 dan Kejadian 49:33, bagaimana kepala keluarga “menyerah pada hantu”? J: Ini merupakan terjemahan yang masih kasar dari kata Ibrani gâva’, yang secara tata bahasa berarti bernafas terakhir atau meninggal. Terjemahan yang lebih pasti lagi yaitu ―menghembuskan nafas terakhir‖. P: Dalam Kejadian 25:8,17 dan Kejadian 49:33, Abraham dan Yakub merupakan “kaum leluhurnya”, maka apakah ada kehidupan setelah kematian? J: Ini merupakan ungkapan yang berarti orang mati, dan ini lebih baik dari pada ―menendang keranjangnya‖ yang berarti membuang leluhurnya. . P: Dalam Kejadian 25:13, apakah keterangan tentang Kedar berhubungan dengan Muhamad? J: Kejadian 25:13 menyebutkan Kedar, anak dari Ismail, tapi terdapat sebuah keraguan tentang nenek moyang Muhamad adalah Ismail dan Kedar. Bagaimanapun juga, Kejadian 25:13 menyebutkan dua belas anak laki-laki dari Ismail, termasuk Kedar, dan tidak

mengatakan sesuatu yang baik atau buruk tentang mereka. al-Tabari vol.6 hal.6, mencatat tiga hal: 1) terdapat perbedaan antara para geneolog tentang nenek moyang Muhamad setelah Adnan. (hal.37) 2) banyak geneolog namun tidak semuanya yang memasukan Muhammad…Adnan…Nabt b. Qaydhar [Kedar?], b. Isma‘il [Ishmael] 3) ―perbedaan ini muncul karena ini merupakan ilmu pengetahuan kuno, yang diambil dari orang dari injil pertama (Perjanjian Lama). Maka jika al-Tabari mengetahui bahwa mereka mengambil nama geneologi dari bangsa Yahudi dan Perjanjian Lama, ini bukanlah kesaksian yang berdiri sendiri. P: Dalam Kejadian 25:22-23. pertanyaan Ribka berpusat pada masa sekarang dan masa depan jangka pendek, yang mana Tuhan sebelumnya telah mengatakan tentang masa depan dalam jangka panjang. Mengapa Tuhan melakukan itu? J: Lima hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab. 1. Tuhan barangkali menginginkan untuk menyatakan kebenaran dari nubuat tentang Yakub dan Esau. 2. seperti halnya guru yang baik bagi manusia, Tuhan mengetahui bahwa sebuah hal penting akan diingat lebih baik jika dijawab melalui sebuah pertanyaan dari muridnya. 3. mungkin Ribka tidak berpikir jangka panjang tentang hal ini, tapi disini pertanyaan merupakan sebuah pertanyaan yang cukup terbuka yang mana wahyu Tuhan tetap dapat menjawab pertanyaannya. 4. tanpa menghiraukan apakah Tuhan menyebabkan bayi semata-mata mendesak untuk mendorong Ribka untuk bertanya, desakan itu disini untuk bertanya pertanyaan. 5. ketika kita bertanya hal-hal tentang Tuhan, kita harus bertanya dalam bentuk yang ―terbuka‖ dan hanya ada dalam term kita. Kita harus bersiap-siap untuk Tuhan untuk menunjukkan kita kebenaran yang kita tidak harapkan dan yang kita tidak tanyakan secara langsung. P: Dalam Kejadian 25:31-33, apakah hak kesulungan Yakub didapat dari membeli atau berbohong? J: Keduanya. 1. Yakub ―membeli‖ itu dari Esau dengan semangkuk bubur kacang merah. (Kejadian 25:2934). 2. Yakub lalu menipu Ishak tentang hak kesulungan yang telah dipilih Esau untuk melepaskan. (Kejadian 27:19) Haley’s Alleged Discrepancies of the Bible hal.345 menandakan bahwa Yakub membeli hanya hak kesulungan, tapi berbohong untuk mendapatkan berkat. Secara bebas tentang pembelian dan penipuan, Tuhan memilih untuk memiliki umatNya, bangsa Yahudi, datang melalui Yakub. (Kejadian 26:24-24). P: Dalam Kejadian 26:2, apakah bangsa Israel pergi ke Mesir, atau tidak? J: Ishak dikatakan jangan pergi ke Mesir dalam Kejadian 26:2. Yakub, bukan Ishak, dikatakan untuk pergi kesana dalam Kejadian 46:3. Dalam sebuah pandangan yang sama, dalam 2 Samuel 7:5,12-13 Daud dikatakan bahwa itu bukan dia, tapi anak lelakinya yang membangun Bait Allah di Yerusalem. Pelajaran yang ada disini bukanlah pergi ke Mesir bagus atau tidak, tapi bahwa kita harus pergi kemana Tuhan menginginkan kita untuk pergi, ketika Tuhan menginginkan kita untuk pergi.

P: Dalam Kejadian 26:3-5, Kejadian 12:1, Kej 17:1, 9-14; dan Kej 22:16 apakah Tuhan memberkati Abraham karena pekerjaan Abraham? J: Tidak. Bagi Abraham ataupun orang-orang pada umumnya, terdapat dua perbedaan masalah disini. Keselamatan dan berkat. Keselamatan: pekerjaan Abraham tidaklah penting, dengan pemikiran bahwa mereka tidak menyuruh dia ke surga. Pekerjaan Abraham sangatlah penting dalam menjadi ungkapan yang terlihat terhadap kepercayaannya akan Tuhan. Berkat: Karena pekerjaan itu, baik Abraham dan kita seringkali menerima baik berkat sebuah kehidupan dan pahala pada masa berikutnya. Perjanjian Tuhan mempunyai sebuah dasar yang sama dan kondisi yang sama. Imamat 26:44-45 menunjukka bahwa walau umat Tuhan gagal dalam kondisi itu, dasar itu tetap sama. P: Dalam Kejadian 26:6-7, mengapa Ishak merupakan teladan bagi kita, karena disini Ishak berbohong? J: Tidak. Lihat jawabannya dalam Kejadian12:10-20. P: Dalam Kejadian 26:8-9, apakah ini adalah seorang Abimelek yang sama yang berasal dari Gerar seperti dalam Kejadian 20:2-3? J: Berdasarkan namma, mungkin tidak. Abimelek berarti ―Bapa adalah raja‖, dan ini mungkin sebuah gelar. Di lain hal, terdapat banyak contoh tentang seorang bapa dan anak atau keturunan yang mempunyai nama yang sama, nama itu mungkin adalah sebuah gelar. P: Dalam Kejadian 26:33, apakah Abraham yang menamakan kota Beerseba, atau Ishak? J: Dalam Kejadian 21:31, disebutkan Beerseba dalam masa Abraham karena sumpah yang ada antara Abraham dan Abimelek. Ishak tentunya mengetahui ini dari ketika ia tinggal di Beerseba dengan ayahnya dalam Kejadian 22:19. Dengan tujuan untuk mengingat akan Abimelek, orang yang mungkin anak laki-laki Abimelek pada masa Abraham dari perjanjian sebelumnya, maka ia menamakan sebuah nama yang baru, ―Siba‖. P: Dalam Kejadian 26:34 dan Kej 36:2-3, siapakah keempat istri Esau? J: Istri 1-2: diusia 40 tahun, Esau menikahi dua orang Hitti, Yudit dan Basmat, anak perempuan Elon (Kej 26:34-35). Adah, anak perempuan Elon, bangsa Hittie (Kejadian 36:2), yang mungkin nama lain untuk Basmat. Istri ke-3: setelah Yakub pergi, Esau menikahi anak Ismail bernama Mahalat, saudara kandung dari Nebaiot (Kejadian 28:8-9) Basmat, anak perempuan Ismail dan saudara perempuan dari Nebayot (Kejadian 36:3), mungkin nama lain dari Mahalat. Istri ke-4: Esau menikahi Oholibama anak perempuan dari Anah (Kejadian 36:3). Judith mungkin tidak disebutkan dalam silsilah dalam Kejadian 36, karena ia tidak melahirkan seorang anak bagi Esau. P: Dalam Kejadian 27, mengapa Tuhan dengan mudah menyetujui tentang penipuan Yakub terhadap Ishak, dan mengelabui Laban dalam Kejadian 31:20? J: Tuhan tidak mendukung kebohongan Yakub. Pertama, Alkitab secara teliti dan jujur mencatat hal-hal jahat sama halnya dengan mencatat tentang hal-hal baik dari yang dilakukan manusia. Kedua, walau umat Tuhan dalam Alkitab juga melakukan hal-hal yang salah.

P: Dalam Kejadian 27, mengapa berkat itu penting? J: Normalnya, anak pertamalah yang mendapat berkat, yang berarti adalah mendapat dua kali bagian harta warisan, yang juga menjadi kepala keluarga. Sebuah jilidan buku dari abad ke15 B.C. dari Nuzi mengatakan perkara hukum antara tiga bersaudara, yang ingin menikahi seorang perempuan bernama Zuhulistar. Seorang saudara itu menang karena ia dapat menunjukkan bahwa ayahnya memberi wewenang ketika ayahnya akan meninggal. P: Dalam Kejadian 27:29, apa arti secara tata bahasa dalam bahasa Ibrani tentang kata “lord/Tuhan”? J: Kata dalam bahasa Ibrani disini, gebiyr (dilafalkan gheb-EER) dapat diterjemahkan dalam dua hal: pemilik atau pahlawan. Dalam hal Esau dan keturunannya itu berarti seorang pemilik [yang tidak diinginkan]. Dalam kehidupan kita, jika Tuhan telah menempatkkan seseorang diantara kamu yang tidak kamu suka, kamu akan memilih untuk menganggap mereka sebagai seorang pemilik atau pahlawan yang tidak diinginkan. P: Dalam Kejadian 27:39-40, mengapa tidak bisa Ishak memberkati Esau seperti ia memberkati Yakub? J: Alkitab tidak mengatakan mengapa Ishak mempercayai (entah itu salah atau benar) bahwa ia tidak dapat memberkati mereka berdua. Namun, Evidence That Demands a Verdict vol. 2 hal.328-329 mengatakan bahwa menurut silsilah saat itu ditemukan di sebuah kota bernama Nuzi, kehendak seseorang yang akan meninggal akan dianggap sah dan tidak dapat diganggu gugat. Lihat jawabannya dalam pertanyaan berikut. P: Dalam Kejadian 27:39-40, mengapa Tuhan tidak memberkati Esau seperti Ia memberkati Yakub? J: Terdapat tiga alasan yang melengkapi. 1. Roma 9:10-15 menunjukan bahwa Tuhan dapat melakukan apa yang Ia inginkan tanpa harus berkata pada kita alasannya. 2. Esau sudah kafir(tidak suci) (Ibrani 12:16), dan Yakub adalah seorang penipu; Tuhan telah mengutuk keduanya. Justru memberkati mereka berdua (Ibrani 11:20). 3. Tuhan mempunyai hak untuk memilih untuk memberikan kemurahan yang khusus dan cinta hanya pada beberapa orang yang Ia anggap tepat. – sepertihalnya Paulus. P: Dalam Kejadian 27:42-44 apakah Yakub pergi ke kota Haran untuk melarikan diri dari Esau, atau untuk mencari istri? J: Dua-duanya. Terkadang terdapat beberapa alasan untuk melakukan sesuatu. Ribka berkata pada Yakub untuk melarikan diri dari Esau dalam Kejadian 27:42-46, tapi ia berkata pada Ishak bahwa alasannya adalah untuk mencari istri dalam Kejadian 27:46. Alasan Ishak untuk mengirim Yakub adalah untuk menemukan seorang istri dalam Kejadian 28:1-6. P: Dalam Kejadian 27:45, apakah “keduanya” mengarah pada Yakub dan Ishak atau Yakub dan Esau? J: Bisa saja keduanya juga. Namun, lebih mengarah pada Ishak dan bukan Esau karena Ishak akan mati, Esau ingin membunuh Yakub setelah itu, dan tidak ada ketakutan pada Esau. P: Dalam Kejadian 27:46, apakah istri Esau orang Hitti atau Kanaan? J: Dapatkah seseorang menjadi seorang warga Texas sekaligus warga Amerika? Bangsa Hitti yang ada di Kanaan adalah bangsa Kanaan.

P: Dalam Kejadian 28, apakah Ribka dan Yakub sukses dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan? J: Kelihatan dari luar sepertinya iya, tapi sebenarnya tidak. Mereka menginginkan Yakub untuk mempunyai hak kesulungan, dan dengan maksud yang salah, berbohong dan menipu, mereka mendapatkan itu, maka mereka pun berhasil. Namun, anak laki-laki dengan hak kesulungan biasanya memiliki sebuah tempat yang berharga dalam keluarga setelah itu; namun, Yakub justru harus melarikan diri dalam hidupnya. Ribka berhasil menolong anak laki-lakinya itu; namun ia tidak pernah melihat Yakub lagi di dunia sejak saat itu. Seperti dalam Women in the Bible, Ribka harus hidup dengan anak laki-laki yang bersalah sepanjang hidupnya. P: Dalam Kejadian 29:15-25, mengapa kita harus mengagumi Laban dalam Alkitab, karena ia menipu dan berbohong pada Yakub? J: Siapa saja yang mengatakan bahwa kita harus mengagumi Laban? Pertanyaan ini mengisyaratkan Alkitab hanya dapat mengatakan yang umat Tuhan bicarakan dalam sebuah kehampaan, dan hal ini tidak dapat menyebutkan bahwa terdapat manusia dengan beberapa orang yang setuju dengan mereka. Tentunya, Alkitab berbicara tentang orang jahat seperti juga membicarakan orang yang baik. Lebih lanjut, Alkitab menunjukkan kita bahwa tak ada orang yang selalu baik sepanjang waktu. Sebuah analogi mungkin dapat membantu disini. Seseorang berkata ―kamu tidak dapat mengagumi pahlawan Amerika. Untuk contohnya pada John Wilks Booth, yang menembak Abraham Lincoln.‖ Ya, kita dapat membaca bagaimana John Wilkes Booth memainkan sebuah peran yang sangat signifikan dalam sejarah Amerika, tapi dia bukan pahlawan Amerika. Laban memainkan sebuah peran dalam sejarah Israel, tapi dia bukan pahlawan juga. Analogi tentang Booth mungkin terlihat agak bodoh, karena tak seorangpun melihat Booth sebagai pahlawan, tapi mengangkat Laban untuk membuat orang bersifat kritis tentang siapakah yang harus dilihat dalam Alkitab (seperti yang dilakukan oleh alairan ateis), terlihat seperti hal bodoh juga. P: Dalam Kejadian 29:21-30, kapan Rahel diberikan pada Yakub? J: Yakub bekerja selama tujuh tahun, dan diberikan Lea, menunggu selama seminggu, dan lalu ia diberikan Rahel saat itu sesuai dengan janji dari tujuh tahun itu. P: Dalam Kejadian 29:28, mengapa Yakub menikahi dua orang saudara, dimana Imamat 18:18 melarang menikahi dua orang saudara jika keduanya masih hidup? J: Imamat 18:18 merupakan bagian dari Hukum Kesepuluh perkara, yang diberikan sekitar 400 tahun setelah Yakub menikahi istr-istrinya. Tentunya tak ada seorangpun yang meminta Yakub untuk menuruti sebuah hukum yang belum pernah ia dengar, dan Tuhan pun tidak memrintahkan mereka juga. P: Dalam Kejadian 29:31, mengapa Tuhan tidak hanya mengatakan pada Yakub untuk mencintai Lea juga, justru membuat Rahel mandul? J: Terkadang manusia hanya dapat mempelajari pelajaran dari hal yang susah. Apakah kita berbeda? P: Dalam Kejadian 30:14-15, tidak menggunakan buah dudam seperti sebuah tahayul? J: Banyak pengobatan masyarakat tidak bekerja. Sudah lama Rahel tidak memiliki anak setelah dengan jelas menyatakan bahwa buah dudam tidak bekerja supaya Tuhan membuka

rahimnya. Pasal ini menunjukkan bahwa walaupun ia seorang yang beriman namun membuat kesalahan dan percaya akan pengobatan yang bodoh. P: Dalam Kejadian 30:27, bagaimana bisa Laban menggunakan ramalan untuk menemukan Yakub? J: Menganggap Laban disini berkata benar, terkadang manusia mendapat jawaban yang benar dengan ramalan. Namun, walau ramalan memberikan semua kebenaran tidak hanya kebenaran saja tapi juga kesalahan, orang beriman tidak seharusnya mengikuti contoh dari Laban karena Tuhan mengatakan tidak melakukan peramalan dalam Ulangan 18:10,14. Namun juga, ramalan Laban tidak memberinya hasil dari apa yang ia inginkan dalam Kejadian 31:1-2,9. P: Dalam Kejadian 30:37-43, apakah Yakub “menyebabkan” domba dan kambing menjadi memiliki bintik/coreng yang terdengar seperti sebuah tahayul? J: Tidak ada petunjuk yang mengarah pada tahayul, hanya sebuah kesalahan pemikiran tentang genetik binatang. Tuhan memberkati Yakub tanpa memandang hal ini, seperti yang Yakub sendiri, dalam Kejadian 31:17-13. P: Dalam Kejadian 31:23 dan Kejadian 37:25, apakah Gilead adalah sebuah peninggalan, karena Bilangan 26:26 mengatakan bahwa Manaseh merupakan kakek dari Gilead? J: Tidak semuanya. Pertama-pertama terdapat jawaban yang tidak nyambung dengan pertanyaan, tapi juga ada jawaban yang benar tentang itu. Bukan bagian dari jawaban: Gilead merupakan sebuah nama biasa. Gilead tidak hanya seorang keturunan Manaseh (Bilangan 26:29-30 dan Yosua 17:1), tapi Gilead lain yang beda adalah ayah dari Jepath (Hakim-Hakim 11:1), dan Gilead ketiga berasal dari Gad ( 1 Taw 5:14). Jawabannya adalah bahwa kata ―Gilead‖ menunjukan waktu penulisan. Yakub dan Yusuf tidak akan menyebut daerah bernama Gilead, dan tak ada seorangpun yang menyatakan bahwa Kitab Kejadian ditulis pada zaman Yakub dan Yusuf. Lebih lanjut, Kejadian ditulis di zaman Musa. Dua setengah dari bangsa TransYordan sudah menerima tanah mereka sebelum Musa meninggal. Sebuah peninggalan adalah ketika sebuah dokumentasi yang menyatakan ditulis pada suatu waktu menggunakan kata-kata atau beberapa term yang hanya digunakan untuk masa yang akan datang. Ini bukanlah sebuah peninggalan dengan menggunakan kata-kata di masa penulisan itu untuk menggambarkan zaman sebelumnya. Contohnya, ini bukanlah sebuah peninggalan, ketika seseorang di abad kedua puluh mengatakan daerah Gilead adalah negeri Yordania. Yakub , Yusuf, dan Musa tidak mengetahui tentang negri Yordan yang modern, dan juga tak seorangpun menyatakan bahwa mereka membuat negri itu. P: Dalam Kejadian 31:32,34, bagaimana bisa Alkitab dengan mudah menyetujui Rahel untuk mencuri terafim milik ayahnya? J: Dewa-dewa yang ada dirumah itu tidak hanya memiliki nilai religius, tapi juga memiliki mereka berarti merupakan sebuah hak dari warisan menurut catatan yang ada, ditulis sekitar zamannya Musa ditemukan di kota Nuzi, dan kedekatan religius Rahel terhadap benda ini juga termasuk. Ketika beberapa orang bersimpati dengan sikap iri hati Rahel, Alkitab tidak menghukumnya, Alkitab hanya mencatatnya. Rahel meninggal ketika melahirkan hanya beberapa tahun setelah ia mempercayai Tuhan dalam Kejadian 35:17-19, maka dewa-dewa itu tidak menjadikan hal baik lagi untuknya. Alkitab bukanlah sebuah kitab yang berisi tentang

pahlawan yang hebat dan sempurna, tapi bercerita tentang manusia yang sebenarnya yang memiliki kesalahan, -- seperti kita juga. P: Dalam Kejadian 31:47, karena Kejadian ditulis pada zaman dahulu, mengapa terdapat dua kata Aramik dalam ayat ini? J: Ini menunjukkan bahwa bahasa Aramik sudah ada bersampingan dengan bahasa Ibrani pada zaman dahulu. Ingatlah, bangsa Aram tinggal di Siria dimana Laban tinggal. Istri Yakub berasal dari sana juga. Atau bisa juga, kata dalam bahasa ini sudah menjadi kata yang umum dalam bahasa Ibrani kuno. P: Dalam Kejadian 32:22-32, apakah disini Yakub diberi nama Israel, atau hal itu dilakukan dalam Kejadian 35:9-10? (seorang Kristen menyebutkan ini sebagai bukti bahwa banyak penulis yang menulis Kejadian) A: Kejadian 32:22-32 sangatlah detil, dan mengatakan pada kita bagaimana Yakub bergulat dengan Tuhan, dan diberi nama Israel. Kejadian 35 memberi sebuah rangkuman tentang kehidupan Yakub, dan dua ayat seperti, 35:9-10 menyebutkan Yakub mempunyai nama baru sehingga kita dapat mengetahui tempat dimana Kejadian 35 terjadi. Ya, terdapat dua ayat yang merupakan pengulangan, tapi ini sangat membantu dalam penceritaannya, bukanlah sebuah penambahan karena kurang hati-hati sehingga terdapat dua kali penceritaan. Saat ini, ketika seseorang menulis, mereka seringkali mengulang apa yang mereka katakan dalam isi dari sebuah karangan ditulis kembali dalam kesimpulan, tapi tidak mempunyai maksud bahwa bagian dari karangan itu ditulis oleh beberapa penulis. P: Dalam Kejadian 32:27-28, mengapa Yakub diberinama Israel? J: Sementara Alkitab tidak mengatakannya, terdapat dua kemungkinan, dan mungkin ini adalah benar. Kejadian pemberian nama kembali menunjukan bahwa Tuhan mengawasi dalam setiap kehidupan mereka, begitu juga dengan nama, dan bahwa mereka merupakan orang yang berbeda, dengan sebuah tujuan yang berbedam karena Tuhan. saya mengandaikan, seandainya kita sampai ke surga kita hanya dapat menanyakan ini pada Abraham, Petrus, dan Saulus dari Tarsus tentang ini. Nama mempunyai arti yang penting dalam masa itu, dan Israel barangkali mempunyai arti ―Tuhan bertekun‖ atau lainnya ―Ia bertekun dalam Tuhan‖, dan terdapat pula arti ―kamu yang berperang dalam Tuhan‖. P: Dalam Kejadian 32:24,27, karena Yakub bergulat dengan seseorang, siapa yang berubah menjadi malaikat atau Tuhan, apakah Tuhan yang menjadi seorang malaikat atau manusia? J: Tuhan dapat menampakan diri sebagai semak yang terbakar, tapi juga hal itu tidak membuat suatu pengakuan bahwa Tuhan adalah tanaman. Dimana Ia dapat berada dimanamana, Tuhan dapat juga mempunyai sebuah tempat untuk menampakan diri sebagai sesuatu yang Ia inginkan. Lihat jawabannya dalam Kejadian 3:8 untuk informasi lebih lanjut. P: Dalam Kejadian 32:24-32, apakah Yakub bergulat dengan seorang malaikat secara harfiah, atau memang ia sedang ada masalah? J: Tak ada satupun yang menjelaskan itu, kita dapat menambah dalam Injil bahwa ini bukanlah malaikat yang sebenarnya. Lihat buku Now That’s A Good Question hal.571-572 untuk beberapa hal penting seperti dibawah ini:

1. Menggunakan Alkitab secara harfiah merupakan satu-satunya cara terjujur untuk menginterpretasikan ini. 2. Menggunakan Alkitab secara harfiah tidak berarti menjatuhkan sebuah kayu, merupakan pengertian yang konkret. 3. Menggunakan Alkitab secara harfiah berarti menafsirkan kitab seperti apa yang ditulis. Dimana seorang Yahudi Josephus dan Philo menafsirkan pergulatan Yakub itu sebagai mimpi, mimpi tidak meninggalkan otot pinggul secara permanen mejadi melekuk. P: Dalam Kejadian 32:24-30, apakah Allah [Tuhan] dari kekristenan sangat lemah dimana Ia harus bergulat semalaman dengan Yakub, seperti yang dikatakan oleh umat Islam? J: Pertama-tama itu bukanlah malaikat Tuhan [yang Yakub sebut sebagai manusia] bukan Tuhan sendiri yang bergulat. Yakub berkata ia melihat Tuhan secara langsung, tapi Yakub hanya bertemu melalui malaikat. Tanpa melihat itu, Tuhan mengirimkan malaikatNya, yang mempunyai kekuatan untuk mengalahkan Yakub. Jika seorang bapa bergulat dengan anak usia dua tahun yang mempunyai tenaga yang masih baik, dan membiarkan anak itu untuk memenangkannya, tidak berarti membuatnya menjadi bapa yang lemah. Sikap seperti ini, kecenderungan Tuhan adalah untuk mengalahkan sikap keras kepala Yakub, bukan untuk menghancurkan Yakub dan keuletannya. Tuhan ingin membawa Yakub pada sebuah pemahaman tentang siapakah dia, bukan untuk membunuhnya. Bayangkan bagaimana hebatnya jika tubuh anda mempunyai berat yang sama atau bahkan anda mempunyai berat 100 kali lebih berat. Anda dapat mahir di bidang Atletik, melompati tembok dan berlari sangat ceat. Namun, setiap kali anda mencoba untuk mengambil setangkai bunga, anda menghancurkannya, setiap kali anda melihat bahwa tangan anak anda patah, dan pasangan anda masuk rumah sakit. Mungkin mempunyai otot yang begitu luar biasa 100 kali lebih kuat tidak selamanya baik. Tuhan adalah Maha Kuasa dan sangat kuat, tapi Tuhan juga lembut dan ramah. Tuhan sangat jauh lebih kuat dibandingkan kita, tapi Tuhan mempunyai pengendalian yang begitu besar dalam kekuatanNya itu daripada kita. Zefanya 3:17 memberikan contoh bagaimana Tuhan Yang Mahakuasa itu lembut: ―TUHAN, Tuhanmu adalah kamu, dia yang dengan kuasanya menjaga. Ia akan memberikan kegembiraan padamu, ia akan menenangkanmu dengan kasihnya, ia akan memberikan kegembiraan dengan bernyanyi.‖ Dalam 1 Raja-Raja19:11-13 Tuhan berkata pada Elia ia akan mengalami penampakan dari Tuhan. Ini bukanlah melalaui kekuatan anagin, gempa bumi, atau api, tapi dalam sebuah bisikan angina. Maka untuk merangkumnya, umat Kristen memuja Tuhan yang lembut tanpa kekurangan kemahakuasaanNya. P: Dalam Kejadian 32:30, dapatkah seseorang melihat muka Tuhan, karena dalam Keluaran 33:20 mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat dan tetap hidup? J: Yakub melihat sebuah perwujudan seorang malaikat, ia pertama kali berpikir itu adalah manusia, dan pastinya ia tidak melihat Tuhan dalam kemuliaan, secara langsung. P: Dalam Kej 33 dan Kej 36:7 apakah Esau Yakub terpisah karena kepemilikan mereka terlalu besar, atau karena Yakub takut pada Esau? J: Keduanya benar.. P: Dalam Kejadian 33:18-19 dan Yosua 24:32, apakah Yakub membeli tanah di Sekhem, atau apakah Abraham yang membelinya seperti yang dikatakan dalam Kisah Rasul 7:15-16 dan Kejadian 23:16-20?

J: Abraham membeli tanah di Mamre dekat dengan Hebron untuk Sarah, dalam Kejadian 23:16-20, tetapi itu bukan ditempat yang sama. Sebagaimana tanah yang telah dibeli di Shekhem, terdapat dua kemungkinan jawaban. Yakub dan Abraham yang membelinya: BaikYosua 24:32 dan Kejadian 33:18-19 mengatakan Yakub, cucu Abraham, orang yang membeli tanah dekat Shekhem. Tanpa melihat apakah Abraham datang untuk menyaksikan pembelian itu untuk Ishak atau tidak, pastinya yang membeli itu adalah keturunana dari Abraham. Walau saat ini, seorang remaja, dengan persetujuan ayahnya, dapat membeli sebuah mobil atas nama ayahnya. Stevanus mungkin disalahkan: karena Yakub membeli tanah tempat anak laki-lakinya dikubur, yang mana Yakub pun dikubur di Mamre dengan Abraham, Stevanus mungkin tidak sengaja menggabungkan dua peristiwa berbeda ini. Walau Stevanus salah, Alkitab tidak akan pernah salah. Alkitab secara singkat mencatat, dengan tidak ada kesalahan, apa yang Stevanus katakan, baik itu salah dan sebagainya. Lihat pembahasannya dalam Kejadian 50:13 untuk informasi lebih lengkap. P: Dalam Kejadian 33:18-19 apa lagi yang dapat kita ketahui tentang kota Shekhem? J: Walau kota itu telah hancur pada zaman Abraham, letak dari kota itu masih diketahui, seperti yang dikatakan dalam Can Archaeology prove the Old Testament? hal.26. Abraham tidak membeli kota itu, tetapi tanah yang berada dekat kota Shekhem itu. Wycliffe Dictionary of Biblical Archaeology hal.518-522 memberikan beberapa detil tentang Shekhem. Kota itu selalu dibangun kembali karena kota itu berada di bukit yang dapat dibentengi dan mempunyai sebuah sumber air yang baik. Shekhem dibangun kembali sekitar tahun 1900 B.C., tapi Pharaoh Senusert III (ca.1880-1840 B.C.) menaklukannya. Shekhem dihancurkan lagi sekitar tahun 1750 B.C. kota itu dibangun kembali oleh bangsa Mesir tahun 1550 B.C.. Kota itu dibangun pada zaman surat Amarna (1500-1200 B.C.) yang menyebutkan kota itu sebagai pusat raja Lab‘ayu yang bersekutu dengan segerombolan ―Habiru‖. Kota itu dibangun kembali, tapi dihancurkan oleh bangsa Asiria oleh bangsa Aram, Raja Menaham dari Israel, dan bangsa Asiria tahun 723 B.C. P: Dalam Kejadian 34:13-17, bagaimana bisa Tuhan menghukum anak laki-laki Yakub yang berkata bohong tentang Dina? J: Tuhan tidak menghukumnya, dan dua anak laki-laki Yakub yang membunuh bangsa Sikhem dikutuk untuk itu. P: Dalam Kejadian 34:25-30, bagaimana bisa Simeon dan Lewi, hanya berdua menghancurkan seluruh kota itu? J: Mereka memimpin penyerbuan, tapi mereka mempunyai pasukan yang lain, prajurit siap perang, dan beberapa teman mereka dalam kelompok mereka. P: Dalam Kejadian 35:1-5, bagaimana urutan peristiwa ini? J: Dibawah ini merupakan urutannya. 1. Yakub barangkali lalai ketika membolehkan berhala asing ada dalam kehidupan lingkungannya. 2. Tuhan berkata pada Yakub Ia ingin Yakub untuk tinggal di Betel dan membangun sebuah mezbah untukNya. 3. Yakub dengan benar melihat bahwa mereka membangun mezbah Tuhan, dan tidak dilakukan agar mereka mempunyai tuhan yang lain. 4. sekali mereka mempersembahkan diri mereka pada Tuhan, mereka tidak akan merasa takut dari orang disekeliling mereka.

P: Dalam Kejadian 35:21, apakah semua anak laki-laki Yakub lahir di Migdal Eber, atau mereka lahir lebih dulu seperti yang dikatakan dalam pasal lain dalam Kejadian? (seorang Kristen liberalis melihat ini sebagai sebuah pertentangan) J: Kejadian 35:21-26 tidak mengatakan setiap anak Yakub lahir di Migdal Eber, terutama karena dalam Kejadian 35:19-20, Rahel telah meninggal sebelum mereka pindah kesana. Kejadian 35:21-26 secara singkat mendaftar anak laki-laki, berikut dengan cerita dimana Israel (Yakub) memasang kemahnya diseberang Migdal Eber. P: Dalam Kejadian 36, mengapa orang-orang harus berkonsentrasi dengan silsilah dari keturunan Esau? J: Sebenarnya ini bukan pasal yang terlalu penting dalam Alkitab. Namun, pasal ini menunjukkan pernyataan keakuratan sejarah dan perhatian pada sejarah secara detil. P: Dalam Kejadian 36:2 apakah Zibeon merupakan kota Hivit, atau kota Horit seperti yang dibaca dalam Kejadian 36:20? J: Terdapat dua kemungkinan. Kesalahan pengucapan: banyak cendikia mengasumsikan ini karena kesalahan pelafalan dalam tulisan Msoretik, karena dalam bahasa Ubrani Hivit adalah h[i]wwt, dan Horit adalah h[o]rrt. Tulisan Septuagint menggunakan kata Horit dalam Kejadian 34:2 dan Yosua 9:7. Dua nama dalam satu kelaompok atau dua kelompok yang bergabung: bangsa Horit (bangsa Hurria) juga tinggal di Palestina di daerah bangsa Hivit tinggal, sebagaimana dibuktikan dengan nama orang dari bangsa Hurria. Walau pangeran Yerusalem di abad ke-14 mempunyai nama Huria yaitu Abdi-Hepa. P: Dalam Kejadian 36:31, apakah kalimat “sebelum raja Israel memerintah” menunjukkan tahun penulisan sebagai masa dari Saulus atau kemudian? J: Tidak. Tidak hanya Musa yang mudah mengetahui terdapat seorang raja di Israel (Ulangan 17:14-15), tapi semua bangsa Israel yang ada pada zaman Yakub, mengetahui Israel akan mempunyai seorang raja dari Yehuda, karena nubuat Yakub dalam Kejadian 49:10. P: Dalam Kejadian 37:3,23,32, apakah terdapat bukti alkitabiah lain tentang jubah berwarna itu? J: Ya, bukan jubah Yusuf yang sebenarnya, para arkeolog menemukan ―Asiatik‖, dengan jubah berwarna tenggelam dibawah kuburan dari seorang bangsawan Mesir bernama Khnumhotehal. Lihat Pharaohs and Kings : A Biblical Quest hal.332,360 untuk gambar dan informasinya. P: Dalam Kejadian 37:17, apakah terdapat bukti alkitabiah lain tentang membuat orang “menghilang” dengan membuangnya ke dalam sumur? J: Ya. Saudara-saudara Yusuf melakukannya dekat denga Dothan, dan buku Can Archaeology Prove the Old Testament? hal.29 mengatakan waduk di Dothan ditemukan dengan beberapa kerangka dari itu. P: Dalam Kejadian 37:17, apakah saudara-saudara Yusuf merencanakan untuk membunuhnya, atau mereka memutuskan untuk menjual Yusuf ke saudagar Median seperti dalam Kejadian 37:28-29? J: Keduanya benar, karena orang dapat merubah rencana mereka. Awalnya mereka berencana membunuh Yusuf, tapi Ruben berencana untuk menolongnya. Namun, ketika melihat pedagang Midian, mereka melihat bahwa mereka akan mendapat uang dari Yusuf dan merekapun merubah niat mereka. Umumnya orang akan berpikir bahwa Yusuf akan

―mempunyai hak‖ untuk marah. Namun, Yusuf mengikut pada Tuhan, saat yang berat tidak membuatnya marah, tetapi membuatnya menjadi seorang yang lebih baik. P: Dalam Kejadian 37:25, apakah pedagang itu keturunan Ismail atau bangsa Midian seperti dalam Kej 37:28? J: Dari kejauhan saudara-saudaranya tidak mengetahui siapa yang datang itu, atau mungkin ada diantara mereka yang merupakan bangsa itu. Tapi itu tidak penting dalam pemikiran saudaranya itu, mereka hanya menginginkan uang. Entah kata keturunan Ismail atau kata bangsa Midian mungkin merupakan kesalahan penyalin. Atau, saudaranya itu berpikir mereka adalah keturunan Ismail, tapi mereka sebenarnya adalah bangsa Midian. P: Dalam Kejadian 37:28, apakah 20 syikel perak merupakan harga yang tepat untuk seorang budak seperti Yusuf? J:Ya. Menurut K.A. Kitchen dalam Ancient Orient and Old Testament Introduction hal.5253, ini harga yang sesuai pada sekitar tahun 1800 B.C. beberapa abad sebelumnya mereka berharga 10 sampai 15 syikel perak, mereka berharga 30 syikel perak pada zaman Musa, dan kemudian mereka menjadi mahal dan lebih mahal. Lihat dalam Biblical Archaeology Review volume 21 no.2 hal.53 untuk grafik dari harga budak dengan masanya. P: Dalam Kejadian 38:1-21, mengapa cerita Yehuda dan Tamar ada dalam Alkitab? J: Dalam sebuah skala dari 1 sampai 10, dengan 10 merupakan perilaku seksual yang tidak bermoral, apa yang anda sebutkan mengenai sikap disengaja tidak pernah menjanjikan kepada seseorang yang selalu bergantung pada dirinya? – pastinya lebih dari sekedar skala 1, dimana perbuatan ini merupakan perbuatan yang tidak bermoral. Setidaknya dari hal ini kita dapat belajar tiga hal. 1. Kalau kita berpikir bahwa Yehuda dan beberapa kaum laki-laki lain merupakan orangorang yang budiman dibandingkan yang lainnya, cerita ini dan cerita lain juga memperlihatkan kita kembali akan sebuah kenyataan bahwa sebenarnya mereka itu juga tidak sepenuhnya sebagai orang yang budiman. 2. Alkitab memberikan kita cerita yang terang-terangan, mendetil, tentang bagaimana orang zaman dahulu hidup. Alkitab tidak ―menutup-nutupi‖ cerita sejarah yang ada setidaknya. Kita dapat belajar dari apa kesalahan yang mereka perbuat begitu pula kebaikan yang mereka perbuat. 3. Ini menunjukkan sebuah tipe dosa yang ada sekarang tapi jarang dibahas: melalaikan tanggung jawab. Hal ini dianggap sebagai dosa yang paling serius di mata Tuhan, karena Onan dibunuh karena perkara itu. Yehuda juga melakukannya. Ia melalaikan tanggung jawab terhadap menantu perempuannya, dan dia melanggar janjinya. Yehuda tidak memberikan restu pada anak laki-lakinya untuk menikahi Tamar, karena ia takut akan kehidupan anaknya nanti karena ia tidak percaya akan kebaikan Tuhan. secara jelas, Yakub tidak berpikir bahwa Onan yang menolak memenuhi tanggung jawabnya, ternyata berakibat kematian. P: Dalam Kejadian 38:29-30, apa yang dimaksud dari yang dilakukan Zerah dan Peres? J: Pertama, apa yang mereka maksudkan dan dua aplikasinya. Strong’s, sebuah kamus Alkitab, dan penjelasan-penjelasan yang ada semuanya setuju bahwa Peres berarti pemecahan atau sebuah pecahan. Ia memecahkan atau membuka kandungan. Terdapat perbedaan yang tipis terhadap arti Zerah juga. Merah Tua: Karena sesuatu yang berwarna merah tua melekat ditangannya, ―Zerah oleh karena itu diartikan sebagai ‗merah tua‘‖ menurut Wycliffe Bible Dictionary hal.1844.

Arti itu berarti terang atau merah terang menurut New International Bible Commentary hal.139. Arti itu berarti ―merah tua‖ menurut The Bible Knowledge Commentary : Old Testament hal.89. Naik: Zerah berasal dari bahasa Ibrani Zerah, ‗naik‘ menurut The New International Dictionary of the Bible hal.1085. Sebuah alasan terhadap perbedaan dari penejelasan tersebut dapat ditemukan dalam Strong’s Exhaustive Concordance (kata 2226). Dalam buku itu ditulis sama dengan yang ada dalam kata ke- 2225 ―zerakh, zeh’-rakh dari kata ke-2224; sebuah cahaya yang naik:- naik.‖ Kata ke-2224 mengatakan ―zarakh, zaw-rakh’; sebuah bentuk kata yang formal. akar; batang, untuk menyinari (atau tunas seterusnya tumbuh menjadi batang), contohnya; untuk naik (seperti matahari); secara spesifik. Untuk memunculkan (sebagai gejala leprosi): - naik, naik (keatas), sesegera ke uhal. Maka kata Zerah berasal dari matahari terbit, dan itu dapat mengarah pada naiknya matahari yang sesungguhnya, atau mengarah pada warna merah tua di kala fajar. Garis keturunan Mesias dalam Matius 1:3 secara singkat menyebutkan kedua kelahiran ini. Dalam kedatangan pertamaNya, Yesus berkata bahwa Ia akan membawa suatu pemisahan dalam Lukas 12:51. Paulus berbicara tentang terangnya kedatangan Kristus yang kedua dalam 2 Tes 2:8. Maka anak kembar berada dalam urutan kedatanganNya yang kedua. Namun, dilain hal, Yoh 1:5,9 menyebutkan bahwa Yesus merupakan terang yang sejati yang memberikan terang pada setiap manusia dan bahwa Ia datang ke dunia. Akhan, yang dihukum mati dalam Yosua 7 merupakan keturunan dari Zerah. Maka setiap orang mempunyai keistimewaan atau leluhur yang suci tidak menjamin mereka juga akan berbudi baik seterusnya, atau dapat lolos dari pengadilan. P: Dalam Kejadian 39:7-10, karena Hukum Kesepuluh Perkara ditulis sebelumnya, apa yang mungkin saja salah dengan peristiwa Yusuf tidur dengan istri majikannya? J: Yusuf tidak butuh Hukum Sepuluh Perkara untuk mengetahui bahwa melakukan hal ini merupakan sebuah penghianatan terhadap tuannya padanya. Yusuf juga mengatakan ini merupakan dosa yang melawan Tuhan. Beberapa orang hanya mencoba menbedah apa yang ada dalam hukum tersebut. Namun, hal itu bukanlah yang sebenarnya terjadi pada Yusuf, dan hal itu juga bukan yang diinginkan untuk umat Kristen lakukan. Justru bertanya ―dapatkah saya menikmati ini‖ atau ―apakah terdapat larangan diatas kertas hitam diatas putih tentang hal ini‖, sebagai seorang Kristen justru harus bertanya ―apa yang dapat menyenangkan hati Tuhan‖. Terdapat sebuah dongeng Arab yang menarik yang mengilustrasikan suatu pemikiran yang hanya menuruti perintah dalam hukum itu. Dimana seseorang membuat sebuah persetujuan dengan roh jahat bernama Kejie. Mereka berdua menandatangani sebuah perjanjian diatas kertas, dimana bagian Kejie dalam perjanjian itu adalah untuk menyediakan perempuan cantik yang ia harapkan sebagai istrinya dan Kejie tidak akan merugikannya. Kejie menghilang, dan kemudian seorang perempuan cantik datang dan menjadi istrinya. Yang mana tidak diketahui oleh lelaki itu, bahwa yang menjadi perempuan itu adalah Kejie itu sendiri yang menjijikan. Suatu malam ―perempuan itu‖ bertanya pada lelaki itu untuk melihat persetujuannya. Ketika lelaki itu mengambil surat perjanjian itu, Kejie mencairkan lilin di ruangan untuk menutupi kata-kata ―tidak‖ dalam ―tidak merugikan laki-laki itu‖, dan Kejie membunuh lelaki itu. Ini menarik, bahwa untuk beberapa orang, sebuah lilin kecil yang mencairkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membenarkan membatalkan perjanjian diantara kedua pihak tersebut. Sekarang ini beberapa orang berpikir hal tersebut sah-sah saja dan tepat untuk mengingkari sebuah perjanjian dengan alasan bahwa hampir banyak penggantinya. Bagi orang yang

percaya pada Tuhan, tidak hanya menyimpan perkataan kita dalam sebuah perjanjian, tapi kita juga menyimpan perkataan kita dengan sungguh-sungguh, dan jangan biarkan alasanalasan yang tipis atau dibuat-dibuar dijadikan sebuagai sebuah permintaan maaf terhadap perbuatan yang tidak jujur. P: Dalam Kejadian 40:15, bagaimana Yusuf diculik dari negri orang Ibrani? J: Kita berpikir bangsa Ibrani sama artinya dengan bangsa Yahudi, tapi sebenarnya itu berbeda. Seorang Ibrani, atau Apiru berarti seorang yang hidup sebagai nomaden, dan Abram disebut sebagai bangsa Ibrani. Oleh karena itu, Yusuf juga disebut sebagai keturunan Abraham dan hidup di tanah yang baru, atau dia berasal dari negri orang nomaden, atau keduanya. P: Dalam Kejadian 40:20-22, Mat 14:6 dan Markus 6:21, apakah perayaan ulang tahun merupakan perayaan yang tidak baik karena satu-satunya hari ulang tahun dalam Alkitab adalah ketika Firaun menghukum mati juru masaknya dan Herodes menghukum mati Yohanes Pembabtis? J: Tidak. Saksi Yehova mencoba untuk menggunakan sebuah argumentasi secara diam-diam untuk melarang adanya perayaan ulang tahun. Baik Firaun dan Herodes adalah seorang penguasa yang kejam, sewenang-wenang yang bisa saja membunuh orang saat hari ulang tahunnya, tapi terdapat dua alasan kuat mengapa merayakan sebuah hari yang khusus untuk kelahiran orang adalah hal yang baik. Ayub merupakan orang yang suci, dan setiap anak laki-lakinya merayakan pesta perjamuan di rumahnya ―pada hari jadi mereka‖ (dalam Ayub 1:4). Kalimat ―hari mereka‖ berarti hari kelahiran mereka ditunjukkan dengan Ayub mengutuki ―hari kelahirannya‖ yang mana itu merupakan hari kelahirannya dalam Ayub 3:1-3. Juga, malaikat Gabriel mengumumkan bahwa banyak orang akan bersuka akan kelahiran Yohanes Pembabtis (Luk 1:14) dan jika malaikat dapat merayakan kelahiran dari Yesus, ini merupakan hal yang sah untuk kita merayakan kelahiranNya juga. Lihat Jehovah’s Witnesses Answered Verse by Verse hal.24-26 untuk sebuah pembahasan yang lebih luas. P: Dalam Kejadian 41:32, mengapa Firaun mengangkat bangsa bukan Mesir sebagai wakil? J: Dimana para raja terkadang dapat melakukan hal yang aneh, dalam hal ini hal tersebut merupakan pemikiran yang baik. Jika Yusuf mencoba untuk membantah, bangsa Mesir akan mengikutinya. Ini tercatat bahwa bangsa Kanaan, seperti Meri-ra, Ben-Mat-Ana, dan sebuah bangsa Semite Yanhamu merupakan wakil dari Amenhotep III yang mempunyai posisi tinggi dalam pengadilan Mesir. (Amenhotep III menjadi Firaun setelah bangsa Israel meninggalkan Mesir) P: Dalam Kejadian 41:45, apakah nama Mesir Yusuf, Zafnat-Paaneah, sebuah gelar atau sbeuah nama Mesir? J: Nama itu mungkin berarti ―ia yang disebut kehidupan‖ atau miripnya. Tidak terdapat bukti bahwa bangsa Mesir mempunyai nama seperti ini, maka mungkin nama ini merupakan sebuah nama. Firaun mungkin menginginkan Yusuf untuk menjadi lebih dikenal sebagai orang Mesir dihadapan pejabat-pejabatnya. Tidak berarti Yusuf melepaskan nama aslinya. Ini seperti halnya ketika seorang Cina pergi ke Negara Barat, seringkali mereka menggunakan nama barat, dan ketika orang Barat pergi ke Cina, merekapun juga menggunakan sebuah nama Cina.

P: Dalam Kejadian 41:45, apakah terdapat bukti alkitabiah lain tentang nama Mesir Yusuf, Zafnat-Paaneah? J: Ya. Dimana para cendikia tidak mengetahui banyak nama asli bangsa Mesir selama beberapa abad sekitar zamannya Yusuf, namun para arkeolog menemukannya. Zafnat: nama Mesir Yusuf dalam Kejadian 41:45 mungkin disebarkan pada kita dengan pertukaran ―t‖ dan ―p‖. Zat-en-aph berarti ―ia yang disebut‖ yang merupakan sebuah kalimat biasa. Banyak dari nama ini mempunyai ―ia yang disebut sebagai nama depan. Paneah: ―Pa‖ atau ―Pe mewakili bangsa Mesir Ipi atau Ipu. ―aneah‖ mirip dengan nama Mesir ankh, yang berarti ―kehidupan‖ atau ankhu yang berarti ―yang hidup‖. Pharaohs and Kings : A Biblical Quest hal.350 menyimpulkan dengan mengatakan nama Ipiankhu dan variasinya sudah biasa di zaman Yuusf tapi tidak biasa di zaman sebelum dan sesudahnya. P: Dalam Kejadian 41:57, karena orang kelaparan menderita di dunia, mengapa setiap tempat di dunia ini tidak mengalami kelaparan? J: Kalimat ini mengungkapkan bahwa kelaparan merupakan sebuah hal yang berat bagi bangsa Mesir zaman dahulu juga. P: Dalam Kejadian 42:6-20, mengapa Yusuf memperlakukan saudara-saudaranya sebagai orang asing? J: Dimana Alkitab tidak menyetujui ataupun mengkritik trik ini, ini membuktikan bagian kecerdasan Yusuf. Yusuf ingin tahu sikap mereka terhadap saudaranya yang lain dari lain ibu, dan apa yang mereka pelajari selama ini. Ia ingin melihat apa yang ada dalam hati mereka sebelum membuka hatinya untuk mereka. Sementara tak seorang pun saat ini ingin berada dalam situasi yang sama, dasar yang umum adalah selalu benar yaitu mengetahui sesuatu sesuatu hal yang ada dalam hati orang tersebut sebelum mengakui mereka. Dalam situasi yang berbeda, Yesus mengatakan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi dalam Mat 7:6. P: Dalam Kejadian 44:5, bagaimana bisa Yusuf, seorang yang suci, menyatakan menggunakan peramalan? J: Tidak mengatakan bahwa Yusuf pernah menggunakan piala itu, hanya saja ia mengatakan pada saudaranya bahwa ia menggunakan piala itu untuk peramalan. Menurut Kejadian 44:15, Yusuf barangkali tidak berfokus pada cuhal itu. Kita harus menghindari munculnya kejahatan (2 Kor 8:22; 1 Tes 5:22), dan kita juga mengetahui bahwa Yusuf pun bukan orang yang sempurna. P: Dalam Kejadian 45:6 dan Kejadian 47:28, apakah bangsa Israel menjadi budak sementara Yusuf masih hidup saat itu? J: Ya. Lihatlah dalam Kejadian 37:2; 41:1; 41:29-39; 45:6; 47:28, Yusuf berada di Mesirselama 71 tahun dalam usia hidup 110 tahunnya, maka bangsa Ibrani menjadi budak lagi ketika Yusuf masih hidup, karena mereka menjadi budak di Mesir selama 400 tahun, dan di Mesir selama totalnya 430 tahun. P: Dalam Kejadian 45:8, 50:19, apakah Tuhan memperbudak orang yang beriman? Apakah Tuhan memperbudak Yusuf, atau saudara-saudara Yusuf? J: Ini merupakan sebuah contoh dari konsep teologi yang disebut konkuren. Tuhan tidak hanya mengetahui kejahatan yang mereka secara bebas putuskan atau lakukan dalam situasi seperti ini, Tuhan memudahkan mereka untuk berada dalam situasi tersebut dan memperhatikan maksud hati mereka. Lebih lanjut, Tuhan merencanakan demi dan menggunakan kejahatan mereka tetaplah untuk kebaikan. Seperti yang dikatakan Roma 8:28,

―...dalam segala hal Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi manusia yang mengasihiNya…‖ segala sesuatu termasuk hal yang jahat. P: Dalam Kejadian 46:3-4, apakah Tuhan berbicara pada Yusuf sebagai manusia atau sebagai keturunannya? J: Keduanya benar. Tuhan menjadi satu ketika ia berkata pada Yakub bahwa ―kamu‖ akan diciptakan menjadi bangsa yang besar. Ketika Yakub meninggal di Mesir, tubuhnya dibawa kembali ke Palestina untuk dikuburkan. Ini merupakan sebuah tanda bahwa ―kamu‖ itu jamak akan keluar dari Mesir 430 tahun kemudian. P: Dalam Kejadian 46:4, mengapa Yakub meninggal di Mesir, karena Tuhan menjanjikan Ia akan membawanya keluar dari sana? J: Manusia berpikir dalam hal bahwa keturunan mereka sama halnya dengan diri mereka sendiri. Keturunan Yakub dikeluarkan dari Mesir. Tambahan, tubuh Yakub dibawa keluar dari Mesir dalam Kejadian 50:13-14. P: Dalam Kejadian 46:8-27, apakah terdapat 12,13,14 suku bangsa? J: Terdapat 12 keturunan Israel (10 + Lewi+Yusuf) Terdapat 12 perkelahian terhadap pemisahan dan bangsa akan negri mereka (10 + dua anak lelaki Yusuf Manaseh dan Efraim dan bukan Lewi) P: Dalam Kejadian 46:33, apakah terdapat bukti alkitabiah lain bahwa gembala merupakan pekerjaan yang menjijikan bagi bangsa Mesir? J: Kita tidak dapat membuktikan secara langsung, tapi kita mempunyai sepasang informasi. 1. Ketika seorang Hykos yang asing menguasai Mesir, kemudian bangsa Mesir menyebut pemimpin asing itu dengan rendah sebagai ―raja gembala‖. 2. Selama zaman Yusuf, para arkeolog mengatakan sebuah kelompok besar bernama Asiatik hidup di delta Nil. Menurut Pharaohs and Kings: A Biblical Quest hal.354 menganalisis engkorak yang tersisa dari domba ditunjukan bahwa kelompok hunian pertama Asiatik membawa domba berbulu panjang ke dalam Delta Nil di Mesir. P: Dalam Kejadian 47:20-21, bagaimana bisa Tuhan menyetujui Yusuf memperbudak orang Mesir bagi Firaun? J: Tuhan tidak berkomentar akan hal ini, tapi memperbolehkan pajak 20 % dari hasil kerja mereka. Dalam Kejadian 47:23-26. P: Dalam Kejadian 47:31, apakah Yakub meninggal disebelah kepala tempat tidurnya, atau bersandar pada kepala tongkatnya dalam Ibrani 11:21? J: Ketika seseorang dapat berada bersandar di tempat tidur dan berpegang dengan tongkat untuk berbicara, maka terdapat penjelasan yang lebih sederhana. Kata mati dari ―tempat tidur/bed‖ dan ―tongkat/staff ― sama dalam bahasa Ibrani, dan Perjanjian Lama merupakan asli ditulis hanya dengan huruf mati. Tulisan Masoretik menaruh huruf hidup dalam membuat ―tempat tidur‖ini, sementara Septuagin menterjemahkan ini sebagai ―tongkat‖. Seperti dalam Ibrani 11:21 dalam bahasa Yunani mengatakan itu adalah tongkat, dan umat Kristen mempercayai bahasa Ibrani diilhami oleh roh surgawi, maka itu pasti tongkat. P: Dalam Kejadian 48:5, apa yang signifikan tentang perkataan Yakub bahwa Manaseh dan Efraim miliknya? J: Mungkin di masa depan membagi dua negri, Manaseh dan Efraim dianggap dalam golongan yang sama sebagai anak-anak laki-laki Yakub secara langsung. Oleh karena itu,

keturunan Yusuf menerima dua bidang tanah, bukan satu. Seringkali anak pertama menerima pembagian yang dua kalli lipat. Sementara Yusuf bukan anak pertama secara kronologis, tapi ia mempunyai hak sebagai anak pertama. P: Dalam Kejadian 49 dan Ulangan 33, bagaimana nubuat itu digenapi? J: Untuk setiap anaknya, sebuah rangkuman dari nubuat ini diberikan, dan tergenapi. Secara umum, Kejadian 49 memberikan banyak nubuat, dan Ulangan hanya mempunyai beberapa tanda atau petunjuk tentang masa depan dalam permohonan Musa. Ruben, walaupun anak pertama, hidup tidak lama. Ruben tinggal di sebelah timur sungai Yordan, dan tidak pernah menjadi bangsa yang besar. Menurut buku Encyclopedia of Bible Difficulties hal.103, Moab menaklukan Ruben dalam abad kesembilan, menurut prasasti pada batu Moab. (850 B.C.). Simeon akan bubar di Israel. Simeon tinggal di tengah kota Yehuda (Hakim-Hakim 1:3), dan mereka kehilangan identitas bangsa mereka dimana mereka sudah melebur menjadi bangsa Yehuda. Lewi juga berpecah di Israel. Bangsa Lewi tidak diberikan tanah, hanya sebuah kota untuk hidup di sepanjang Israel. Mereka menjadi guru-guru di Israel. Selama hari pemisahan kerejaan, banyak dari mereka pindah ke selatan Yehuda. Yehuda akan dipuja oleh saudaranya, tangannya akan menepuk pundak dari musuhnya, dan anak laki-lakinya yang lain akan menunduk padanya. Yehuda akan seperti singa. Tongkat kekuasaan tidak akan berpindah sampai Shiloh datang. Daud dan penguasa berikutnya dari kerajaan selatan berasal semuanya dari bangsa Yehuda. Yesus merupakan keturunan dari Daud, keduanya secara biologis bersaudara melalui Maria, dan ―secara hukum‖ oleh ayah adopsiNya, Yusuf. Kejadian 49-10-12 merupakan zaman mesias.. Zebulon akan hidup di pinggir laut dan batas wilayahnya melebar sampai ke Sidon di Punicia. Nubuat dari lokasi mereka sudah tergenapi. Issakhar akan berada dalam tempat yang enak dan nyaman, dan akan melakukan pekerjaan kerja paksa. Isakhar merupakan bangsa asing sama dengan bangsa yang berasal dari selatan dibawah Asiria tahun 732 B.C. Dan akan mengadili, seperti ular yang ganas. Seperti anak singa, ia akan menggemparkan Bashan. Warisan Dan berada di ditengah (jauh dari Bashan), tapi ketika dengan ganas menyerang Laish dalam Hakim-Hakim 18, mereka pindah ke sebalah utara dekat Bashan. Gad akan diserang, tapi akan menyerang kembali. Barangsiapa akan diberkati bila membuat daerah bangsa Gad menjadi luas. Ini mungkin nubuat yang mengarah pada Yefat bangsa Gad, yanh mengalahkan bangsa Amon. Aser akan menjadi kaya dan mempunyai makanan yang enak. Aser akan menjadi kuat disepanjang harinya. Aser mempunyai beberapa kesulitan dalam berperang, walaupun mereka sudah bergabung menjadi budaya bangsa Punisia. Naftali akan seperti seekor rusa betina yang mengemban anak rusa yang cantik. Naftali akan mewariskan danau yang ada di selatan. Naftali tidak berperan besar dalam banyak perang, dan mereka hidup di sungai Galilea. Yusuf akan menjadi buah yang tumbuh merambat, yang cabangnya memanjat tembok. Pemanah akan memanahnya, tapi pundaknya akan tetap kuat. Seperti seorang pangeran diantara saudara-saudaranya. Yusuf akan mempunyai kelimpahan. Dua setengah bagian bangsa Yusuf, Efraim dan Manaseh, merupakan bangsa yang terkenal setelah Yehuda. Tentu saja Efraim nantinya menjadi sama dengan kerajaan selatan, seperti dengan Yehuda yang menjadi sama dengan kerajaan selatan. Benjamin menjadi srigala yang lembut. Ehud seorang bangsa Benjamin merupakan hakim yang membunuh Eglon orang Moab. Benjamin, walau bangsa yang kecil, secara dasyat melawan bangsa lain, dalam Hakim-Hakim 20.

P: Dalam Kejadian 49:5-7, bagaimana bisa Yakub mengutuk Lewi, karena Musa nantinya akan memberkati Lewi dalam Ulangan 33:8-11? J: Keturunan Lewi berpencar sepanjang Israel karena tindakan mereka yang bengis. Keturunan Lewi diberkati dengan diberikan suatu keistimewaan untuk mengajar di Israel. Terdapat sebuah pelajaran disini. Sebuah kutukan, ketika mengatasi dibawah sebuah kutukan dan mengikut Tuhan, dapat berubah menjadi sebuah berkat. P: Sejak Kejadian 49:10 mengatakan tongkat kekuasaan tidak akan berpindah sampai “Shiloh” datang, bagaimana hal ini dapat diartikan sebagai Mesias? J: Terjemahan bahasa Yunani dan Latin mempunyai arti ―seseorang yang memilikinya‖. Ini dipahami sebagai Mesias oleh sejarawan penafsir Yahudi, seperti terjemahan targum Aram yang menterjemahkan ―Mesias‖ ini. Ini juga merupakan Mesiasnik menurut targum Yonatan dan targum semi- Yonatan (=Targum Yerushalmi I, = Targum Ezez). Bangsa Yahudi kehilangan haknya untuk hukuman yang besar tahun 11 A.D., seperti yang disebutkan dalam Babylonian Talmud Sanhedrin bagian 4 diikuti 51b; bagian 4 diikuti oleh bagian 37; rekto. Yehezkiel 21:27 mempunyai konstruk yang pararel seperti dalam Kejadian 49:10. Yang lain akan melihat ini sebagai penguasa yang resmi di Palestina. Dibawah kekuasaan Roma, raja Yahudi Arcelaus dibunuh dan digantikan oleh penemu Roma yaitu Coponius. Sebagai tambahan, The Expositor’s Bible Commentary vol.1 hal.224 mengatakan bahwa Babylonian Talmud menyatakan targum Yonatan ditulis oleh Yonatan bin Uzzi, yang hidup di abad pertama sebelum Masehi dan merupakan murid Hillel yang terkemuka. Dalam buku penejelasan ―Dead Sea Scroll‖ tentang Kejadian (4Q252 [=4QpKeja), penggalan ke-2 dalam pembahasan tentang Kejadian 49:10, mengatakan ―kapanpun Israel berkuasa, tidak akan ada sebuah keturunan Daud yang naik tahta. Yang mana tongkat kekuasaan perjanjian kerajaan, [dan sukunya] dari bangsa Israel di bagi, sampai Mesias yang Bijakasana datang, yaitu keturunan Daud. The Dead Sea Scrolls in English 4th ed. hal.300302 juga menandakan bahwa penjelasan ini melihat pada raja Yahudi Hasmonean sebagai penguasa yang tidak sah, karena mereka tidak berasal dari bangsa Yehuda. Josephus dalam bukunya, Wars of Jews (93-94 A.D) vol.2 bag 8 mengatakan ―dan sekarang bagian Archelaus di Yudea berkurang menjadi sebuah provinsi, dan Coponius, seorang penunggang kuda dari Roma, dikirim sebagai seorang yang mendapatkan Yudea, mempunyai kekuatan kehidupan dan kematian dalam tangannya yang diberikan oleh Cesar.‖ Josephus juga menyebutkan bahwa Snhedrin kehilangan kekuatannya dalam masalah yang besar dalam Antiquetis of Jews 20:9. (ditulis sekitar tahun 93-94 A.D) Bangsa Yahudi sendiri memahami ini sebagai sebuah nubuat Mesias. Dalam Babylonian Talmud, Sanhedrin, bag. 4 diikuti 37, rekto. Rabbi Rachman mengatakan, ―ketika anggota dari Sanhedrin menemukan diri mereka kehilangan haknya atas kehidupan dan kematian, sebuah ketakutan yang besar mendekati mereka; mereka menutupi tangan mereka dengan abu, dan tubuh mereka denganbaju karung goni, menyatakan ―terkutuklah yang ada pada kita, bagi tongkat kekuasaan yang datang dari Yehuda, dan Mesias belum datang!‖ ini terjadi sekitar abad ke-7 A.D. (diambil dari buku Jos McDwell Evidence That Demands a Verdict vol.1 hal.169., dan Jesus Before the Sanhedrin oleh Augustin Lemann, 1886 diterjemahkan oleh Julius Magath, NL#0239683, Library of Congress # 15-24973. Lihat juga Pugio Fidei, Martini, Raymundus, diterbitkan oleh De Vosin tahun 1651. (hal.148) Babylonian Talmud, Sanhedrin 98b, Rabbi Johanan menulis, ―dunia diciptakan untuk kepentingan Mesias, apakah ini nama Mesias‖ sekolah Rabbi Shila berkata ‗namanya adalah Shiloh‘, dimana ditulis, sampai Shiloh datang.‖ (hal.147)

Talmud ―sebuah peristiwa sekitar lebih dari empat puluh tahun lalu sebelum kehancuran Bait Allah, kekuatan dari melafalkan kalimat penting diambil dari bangsa Yahudi.‖ Jerusalem Talmud, Sanhedrin folio no.24. (hal.147) Targum Onkelos mengatakan, ―perpindahan kekuasaan tidak akan berhenti dalam istana Yehdua, juga tulisan dari anak-anaknya, selamanya, sampai Mesias datang‖. (The Messiah: An Aramaic Interpretation; The Messianic Exegesis of the Targum, Samson H. Levy (Cincinnati: Hebrew Union College Jewish Institute of Religion 1974) hal.2 (hal.146) Targum Pseudo-Jonathan tentang Kejadian 49:11a, ―Raja-raja dan penguasa tidak akan berhenti dari istana Yehuda…sampai Raja Mesias datang‖ ibid hal.7 Sebuah sumber tambahan dari bangsa Yahudi yang menunjukkan bangsa Yahudi memahami ini adalah sebuah nubuat Mesias, sumber tersebut adalah Targum Jonathan tentang Kejadian 49:10,11a. Justin Martyr (ditulis sekitar tahun 138-165 A.D.) menyebutkan ini sebagai pengarahan pada Kristus dalam bukunya First Apology bag.32. P: Dalam Kejadian 49:10 mengatakan tongkat keuasaan, sampai “Shiloh” datang. Bagaimana bisa nubuat yang seperti nubuat perang menjelaskan tentang Yesus? J: Yesus secara rohani suka perang dalam mengalahkan setan dalam kedatangannya yang pertama. Tambahan, Yesus akan berperang dan membunuh banyak setan dalam kedatangan yang Kedua dalam Wahyu 19:11-16. P: Dalam Kejadian 49:10, karena tongkat kekuasaan tidak akan lepas dari Yehuda sampai Mesias datang, mengapa tidak ada raja dari Yehuda setelah pengasingan kecuali Makabe? J: Kejadian 49:10 tidak menjamin akan terdapat raja yang berdiri sendiri. Itu hanya mengatakan akan ada seorang penguasa, dan Gedalia dan banyak lainnya berperan sebagai pemerintah dibawah Babilonia, Persia, dan pemerintahan lainnya. P: Dalam Kejadian 49:10, karena Yehuda menguasai sampai Mesias datang, megapa Saul dari keturunan Benjamin? J: Tidak ada raja-raja ketika nubuat itu diberikan. Saul ditolak sebagai raja, tapi Daud (keturunan Yehuda) menjadi raja, ini diketahui bahwa bangsa Yehuda merupakan garis keturunan raja sampai Mesias datang. Yesus berasal dari bangsa Yehuda ―secara hukum‖ dari ayah adopsinya Yusuf, dan secara biologis dari ibunya Maria yang juga merupakan orang Yehuda. P: Dalam Kejadin 49:14-15, mengapa Yakub bernubuat tentang perbudakan pada Isakhar, tapi Ulangan 33:18-19 bernubuat memberkatinya? J: Isakhar mempunyai berkat yang besar dalam tanah mereka yang subur. Namun, dalam masa bangsa Asiria, mereka menjadi budak dan keturunan mereka pun tersisa dengan menjadi budak. Berkat Tuhan, ketika didapat dengan mudah, dapat menjadikan sebuah kemalasan dan kemudahan untuk jatuh dalam dosa. Lihat Hakim-Hakim 8:27,33 untuk contoh lain yang menyedihkan pada Gideon. P: Dalam Kejadian 50:3, mengapa mereka mengambil 40 hari untuk membalsami jasad Yusuf, dan tidak lebih dan tidak kurang? J: Tidak terlalu penting untuk membaca sebuah makna yang allegori disini, ketika Alkitab memberikan alasan-alasan. Kejadian 50:3 mengatakan bahwa itu merupakan waktu yang dibutuhkan dalam pembalseman. Majalah KMT : A Modern Journal of Ancient Egypt vol.3 no.3 musim gugur tahun 1993 hal.7 mengatakan bahwa eksperimen dalam pemumian tikus menunjukkkan bahwa empat puluh hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi

pengeringan tubuh dengan menggunakan garam natron. Hal ini disebutkan bahwa 40 hari tetaplah menjadi waktu perkabungan di Mesir modern. P: Dalam Kejadian 50:13, apakah Yakub dikuburkan dalam gua yang Abraham beli di dekat Mamre, atau beberapa kepala keluarga dikuburkan di dekat Shekhem sebagaimana diceritakan dalam Kis 7:15-16? J: Pertama terdapat tiga hal yang berhubungan dalam menjawab ini, juga dua kemungkinan jawaban. Pertama, dua tempat itu adalah tempat yang berbeda, dimana jarak antara Mamre dan Shekhem itu sekitar 45 mil (72 kilometer). Sebelum Keluaran, Kejadian 50:13 mengatakan Yakub dikuburkan dekat Mamre. Kejadian 50:24-26, mengatakan tubuh Yusuf dibalsem dan dibungkus dengan kain kafan di Mesir, dengan anatisipasi jasad itu akan dikuburkan di Tanah Perjanjian. Setelah Keluaran, sekitar 477 tahun kemudian, anak laki-laki Yakub dikuburkan di dekat Shekhem seperti yang dikatakan dalam Kis 7:15-16. Yosua 24:32 juga menambahkan bahwa tulang-belulang Yusuf dikuburkan di sebidang tanah di dekat Shekhem. Ini merupakan dua jawaban yang terpisah.. “mereka”: Kis 7:15 mengatakan ―baik ia [Yakub] dan bapa kita meninggal‖. ―Mereka‖ dalam Kis 7:16 mengarah pada dua belas keturunan Yakub (bapa kita) yang dikuburkan setelah Keluaran, dan bukan Yakub yang dikuburkan 477 tahun lalu. Kesalahan Stevanus: Jika Stevanus dengan salah ―menggabungkan‖ dua peristiwa ini menjadi satu bagian ketika ia berbicara. Namun Kis 7:15-16 tetap tidak salah. Kis 7:15-16 dengan tidak salah mencatat sebuah kesalahan yang sepele yang Stevanus buat. Tidak ada yang menunjukkan Stevanus melakukan kesalahan dalam semua hal yang ia bicarakan. Namun, memberikan jejak perjalanan Stevanus dalam hal lain di Kis 7, dan orang menganggap sebagai jawaban pertama.. Namun, walau jawaban kedua merupakan jawaban yang benar, terdapat sebuah pelajaran bagi kita. Ketika orang percaya saat ini berada dalam kehendak Tuhan, dan berbicara pada orang lain sebagaimana Tuhan inginkan dari kita, Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa semua perkataan kita dan doktrin itu salah. Tapi itu sah-sah saja. Tuhan bekerja dalam kita meskipun juga terdapat kesalahan pada kita, dan yang mana kesalahan kita itu untuk mencari kebenaran akan Dia. Meskipun demikian, apakah Stevanus tidak menggunakan ketelitian modern dengan pelafalannya atau apakah Yakub termasuk dalam ―mereka‖ dikuburkan di Shekhem atau tidak. Pesan Tuhan adalah bahwa Tuhan mengarahkan bangsa Israel dalam hubungan Perjanjian denganNya, dan Tuhan menggunakan bangsa Israel selama beribu-ribu tahun untuk menyiapkan sebuah latar belakang untuk sebuah peristiwa yang sangat hebat dalam kehidupan, yaitu kedatangan Putra Tuhan sendiri, Yesus Kristus. Lihat juga penjelasan lain dalam Kejadian 33:18-19 untuk informasi yang lebih lengkap. P: Dalam Kejadian 50:16, apakah saudara laki-laki Yusuf berbohong ketika mereka mengatakan Yakub memerintahkan Yusuf untuk tidak menghukum mereka? J: Alkitab tidak mengatakan apakah Yakub benar-benar memerintahkan ini, sehingga saudara-saudara laki-lakinya mungkin saja tidak mengatakan yang sebenarnya. Dilain hal, secara pasti Yakub dalam hati ingin agar Yusuf tidak dendam pada saudara-saudaranya itu. Saat ini, kita mendengar banyak hal dari orang-orang tanpa mengetahui secara pasti apakah orang itu berkata jujur atau tidak. Kita tetap perlu menangkap apa yang kita dengar secara bijak, dan itulah yang diinginkan Tuhan dari kita untuk lakukan, dimana walau ketika kita tidak dapat membuktikan atau menyangkal kebenaran dari apa yang dikatakan.

P: Dalam Kejadian 50:19-20, bagaimana kita dapat membuat pilihan sendiri, karena Tuhan “memaksudkan” bahwa kita membuat pilihan yang kita buat? J: Terdapat tiga poin yang sederhana yang adapat menjelaskan persetujuan ini. Tuhan tidak pernah memaksa manusia untuk berbuat dosa atau membuat mereka memilih hal yang jahat. Tuhan tidak menggoda siapapun, berdasar pada Yakobus 1:13. Tuhan telah mengetahui sebelumnya pilihan mereka dan membiarkan mereka untuk melakukan pilihannya. Charles Hodge mengarahkan konsep ini sebagai ―firman yang permisif‖. Tuhan menggunakan pilihan jahat mereka sebagai bagian dari rencanaNya. Tentu saja, segala sesuatu termasuk dalam rencana Tuhan, seperti yang dikatakan dalam Efesus 1:11 dan Amsal 16:4. Louis Berkhof menandakan kata ―persetujuan‖ dalam konsep ini. P: Dalam Kejadian, mengapa kata “Elohim” disebutkan 33 kali dalam 34 ayat yang ada, diikuti dengan “ Yahwe-Elohim” sebanyak 20 kali dalam 45 ayat, lalu “Yahweh” 10 kali dalam 25 ayat (Evidence That Demands a Verdict volume 2 hal.121). Apakah ini mengindikasikan terdapat banyak orang yang menulis? J: Iini bukanlah hal yang kebetulan, tapi telah diatur untuk pertama kali menyatakan tentang alam semesta, Tuhan yang transeden, diikuti oleh aspek personal dari Tuhan. Ada situasi yang sangat mirip dalam Quran. Kata ―Allah‖ menonjol pada waktu kemudian, sura Medina, sementara ―Tuhan‖, bukan ―Allah‖ digunakan terlebih dahulu, sura Mekah. Berikut ini penghitungan saya dalam sura Medina. 4(~211x), 9(~152x), 24(75x), 33, 48, 49, 57(33x), 58(37x), 59(29x), 60-66. berikut ini pula penghitungan saya pada kata Tuhan dalam sura Mekah, diikuti oleh perkiraan jumlah berapa kali kata Allah digunakan.15(3x), 32(1x), 50-53, 54-55(0x), 56(2x), 67(4x), 68(0x), 75(0x), 78(0x), 85-96(9x), 100-109(1x), 110-112(6x), 113-114(0x). Ini tidak menunjukkan bahwa Quran mempunyai penulis yang banyak, banyak hal, namun dari bukti yang jarang menunjukkan Kejadian mempunyai banyak penulis. Lebih lagi, ini menunjukkan ketidakseragaman penggunaan nama bukanlah hal yang asing dalam literature Timur tengah. P: Dalam Kejadian, kapan kitab ini ditulis? J: Tulisan yang tidak bernama dari umat Kristen awal dan kaum Yahudi zaman dahulu mengatakan itu ditulis oleh Musa. Apakah Musa memang yang menulis itu, atau seorang penulis yang ia perintahkan, kejadian itu ada pada masa Musa hiduhal. Seorang liberalis Julius Wellhausen pada tahun 1885 mengatakan mereka diciptakan selama atau setelah pengasingan bangsa Babilonia (598-539 B.C.). Tak seorangpun yang percaya hingga saat ini, walaupun para liberalis sendiri. P: Dalam Kejadian, bagaimana kita mengetahui bahwa apa yang kita miliki sekarang merupakan sesuatu yang ditulis secara asli? J: Sebagai seorang Kristen kita percaya bahwa Perjanjian Lama adalah Perjanjian Lama yang kita miliki telah diKejapkan oleh Kristus. Untuk hal itu, bagi orang Islam Qur‘an mereka mengatakan bahwa Yesus diberikan kitab Taurat dalam Sura 5:46. Kita mempunyai naskah atau salinan zaman dahulu dari zaman Kristus ada, yang mana ditujukan pada pertanyaan selanjutnya. Namun, terdapat sebuah tambahan bukti. Philo dari Aleksandria yang merupakan seorang cendikiawan Yahudi yang hidup tahun 15/20 B.C. sampai 50 A.D. Ia menulis sebuah komentar dalam Kejadian, dan menjawab pertanyaan dalam Perjanjian Lama. Ia menulis dalam bahasa Yunani, tapi ini menjadi suatu keingintahuan terhadap bahwa kutipan dalam bahasa Yunaninya tentang Perjanjian Lama mirip dengan tulisan dalam bahasa Ibrani Massoretic dibandingkan dengan bahasa Yunani Septuagin. Ia mencoba lebih detail

dalam melihat perbedaan arti dari setiap ayat. Ini merupakan ayat-ayat yang ia tunjukkan dalam Kejadian. 1:1-2,4,26,27,31 2:1-10,13-25 3:1-24 4:1-12,14,25-26 5:1,3,23-24,29,32 6:1-12,14-17 7:1-2,4-5,10-11,16-17,19,21-24 8:1-18,20-22 9:1,3-8,10-11,13,18,20-28 10:1,6,8 11:1-2,4,6-8,10,29 12:1-4,6-7 13:1,9 14:1,3,7,17,18,20-24 15:1-3,5,20 16:1-9,11-16 17:16,8,10-22,24,26,27,32 18:1,3,6,7,9-11,15-17,22,23,27,32,33 19:4,11,20,20,32,33,35 20:7,12 21:1-2,5-7,11-12,14,19-20,33 22:1-2,4,6,7,9,16,22,62-63,67 25:5,8,11,17,21,23-25,27,29,33 26:2,3,5,9,12,32-33 27:1,20,28,30,33,36,40-43,45 28:1-2,7,11-17,21-22 29:4,13,26,31,35 30:1,2,13,16,18,24,30,36,37,42 31:3-5,10-14,20,27-28,33,35,43 32:10,25,28-29,31 33:5,11 34:1,3 35:2,4,16,18,25 36:12 37:2-3,7-9,12-13,15,33,36 38:7,9,11,20,25 39:1,3,7,21 40:8-10,15-17,20 41:17,28,45,49 42:1,11,16,18,36 43:9 45:5,11,16,18,22,26,28 46:1,4,2733-34 47:3,9,24 48:1,5,13,15-16,22 49:2,15-18,22,33 50:7-8,19,24

Namun, terdapat empat pasal yang berbeda dalam referensi ayat yang ia tunjukkan, semuanya dalam Kejadian. Ayat Ibrani Massoretic Bahasa Yunani Philo Kej. Hukumanku lebih Kejahatanku terlalu 4:13 besar daripada yang besar untuk diampuni. dapat kutanggung. (3 kali) Kej. Henokh hidup 65 Henokh hidup 165 5:22 tahun sebelum tahun sebelum masa Metusalah, dan pertobatan, dan 200 bergaul dengan tahun setelah itu. Tuhan selama 300 tahun. Kej. Peristiwa itu Tuhan sangat cemas, 6:13 membuat Tuhan karena ia telah menyesal telah menciptakan manusia menciptakan diatas bumi; dan ia manusia di bumi. akhirnya memutuskan sendiri kecemasanNya. Kej. Ia adalah pemburu Mulai menjadi seorang 10:29 yang hebat sebelum raksasa diatas bumi. Tuhan ada. Seperti yang anda dapat lihat dari daftar diatas, ia menjelaskan beberapa pasal dari Kejadian dan membuat lebih jelas di pasal berikutnya. Untuk banyak orang Islam yang membaca ini, dalam Kejadian 22 Philo mengatakan bahwa itu adalah Iskak, bukan Ismail yang dikurbankan, seperti halnya salinan dari Kejadian dalam buku ―Dead Sea Scrolls‖ dan Perjanjian Lama yang kita miliki saat ini. P: Dalam Kejadian, apa saja dari beberapa naskah zaman dahulu yang masih tetap ada hingga sekarang? J: ―Dead Sea Scrolls”: (sebelum zaman Kristus) 20 salinan atau penggalan dalam (The Dead Sea Scrolls Translated : The Qumran Texts in English 2nd ed.), diperkirakan terdapat 15 salinan yang terpisah (The Dead Sea Scrolls Today hal.30) atau 18 salinan dalam The Dead Sea Scrolls in English 4th ed.. Dalam Wycliffe Bible Dictionary hal.436-438 mengatakan terdapat 15 salinan. Naskah-naskah ini disebut 1Q1 – penggalan dari Kejadian 2Q1 Kejadian 4Q1 Kejadian + Keluaran 4Q2 Kejadian, identik dengan bahasa Massoretik 4Q3 Kejadian 40-41 4Q4 Kejadian 1 4Q5 Kejadian, sama dengan bahasa Massoretik dan bahasa Sumeria. 4Q6 – bagian dari Kejadian 48 4Q7 penggalan dari Kejadian 1 dan 2 4Q8a Kejadian 2:17-18 4Q8b tafsiran dari Kejadian 12:4-5 4Q8c judul dari sebuah salinan kitab Kejadian (4Q8a, b, dan c berasal dari tiga naskah yang berbeda) 4Q9 Kejadian, sama dengan tulisan bahasa Sumeria 4Q10 Kejadian 1-3 4Q11 Kejadian 50:26 melalui Keluaran 36

4Q12 Kejadian 26 huruf Ibrani palaeo. 6Q1 sebuah penggalan dari Kejadian 5 8Q1 dua buah penggalan dari Kejadian 17:12-19 dan 18:20-25. ―Dead Sea Scrolls‖ berisi ayat-ayat dari Kejadian dibawah ini. 1:1-28; 2:1-3,6-7,14-19; 3:1-2,11-14; 4:2-11; 5:13/14; 6:13-21; 8:21; 10:6; 12:4-5; 17:12-19; 18:20-25; 19:27-28; 22:13-15; 23:17-19; 24:22-24; 26:21-28; 27:38-39,42-43; 32:4-5,30,33; 33:1,18-20; 34:1-3,5-10,17-21,30-31; 35:1,4-10,25-29; 36:1-17,19-27;35-37,43; 37:1-2,56,22-30; 39:11-23; 40:1,12-13,18-23; 41:1-11,15-18,23-27,29-44;p 42:15-22,38; 43:1-2,5-14; 45:14-22,26-28; 46:7-11?; 47:13-14; 48:1-11,15-17,18-22; 49:1-8; 50:3,26? Penjelasan Dead Sea scroll tentang Kejadian dalam pasal 4. Septuagin merupakan sebuah terjemahan bahasa Yunani tentang Perjanjian Lama dan kitab Apokrif. Greek Manuscripts of the Bible hal.62-63 menunjukkan sebuah penggalan gambaran, Kejadian 14:12-15, dari kira-kira dua setengah tahun pada abad kedua setelah Masehi. Anda dapat melihat sebuah gambar lembaran dari kitab Kejadian 42:7-19 pada ―Chester Beatty Papyrus V‖, dalam Greek Manuscripts of the Bible hal.72-73. The Complete Text of the Earliest New Testament Manuscripts hal.369 mengatakan bahwa sebuah salinan Yunani tentang Kejadian, menyebutkan meliputi 319 salinan yang ada sebelum tahun 100 sesudah Masehi. Ini tidak jelas apakah ini sama seperti yang disebutkan dalam naskah atau tidak. Pada hal.72 disebutkan bahwa Kejadian 1:1-5 dalam Septuagin ditulis dalam hal. 12 (Papyrus Amherst 3b). Ini tertanggal sekitar tahun 264-282 A.D. Naskah Vienna ditulis dalam abad kelima atua keenam setelah Masehi dan 24 halaman dari Kejadian telah dilindungi. Anda dapat melihat satu halaman dari Kejadian 39:9-18, dalam Greek Manuscripts of the Bible hal.92-93. Naskah bahasa Yunani yang lain termasuk Papyrus Oxyrynchus 656 yang merupakan naskah yang ada pada abad kedua setelah Masehi yang berisi tentang Kejadian dalam bahasa Yunani. Disebutkan dalam The Complete Text of the Earliest Manuscripts of the Greek Bible hal.73. Papyrus Oxyrynchus 1007 merupakan sebuah penggalan dari abad ketiga sesudah Masehi. Seorang ahli tulis mempunyai penggandaan kata yod yang tidak biasa dalam Tetragrammaton menurut dalam Manuscripts of the Greek Bible hal.34. Ini tidak jelas apakah ini merupakan salinan dari Septuagin atau bukan. Chester Beatty Papyrus 5 berisi tentang kitab Kejadian 42:7-19. Tertanggal tahun 350-400 A.D. Vaticanus (325-350 A.D.) pada Kejadian 46:29-50:26. Vaticanus mempunyai seluruh naskah Perjanjian Lama. Alexandrinus (tahun 450 A.D.) terhadap semua salinan dalam kitab Kejadian kecuali pada Kejadian 14:14-17; 15:1-5, 16-19; 16:6-9, yang telah dipotong. Sinaiticus (340-350 A.D.) Kejadian 23:19-24:26 (dengan adanya gap) Bahasa Samaria membuat salinan mereka sendiri terhadap kitab Taurat pada abad kedua sebelum Masehi, walaupun salinan terdahulu milik bangsa Samaria berasal dari abad pertengahan. Sebuah gambar dari gulungan salinan bahasa Sameria berada dalam The Bible Almanac hal.390. Naskah milik umat Kristen awal: menurut Encyclopedia of Religious Knowledge hal.746, ―Chester Beatty Papyrii (pada abad kedua sampai keempat sesudah Masehi) berisi kitab Kejadian. The Syriac Peshitta terjemahan kitab Kejadian dari abad kelima sesudah Masehi. (New Bible Dictionary 1978 hal.1262)

Sebuah terjemahan bahasa Siria dari zaman Septuagin dibuat oleh Uskup Paul dari Tella (616-617 A.D.), yang sampai sekarang masih kita miliki, menurut dari catatan kaki Manuscripts of the Greek Bible hal.35. Philo seorang Yahudi (15/20 B.C. sampai 50 A.D.) mengutip secara menyeluruh dari kitab Kejadian dalam Allegorial Interpretation, I. Para penulis gereja awal mengetahui kitab Kejadian sebagai bagian dari Alkitab. 1 Clement (tahun 97/98 A.D.) mengutip atau menyetujui isi dalam Kejadian 1:26-28; 2:23; 4:3-8 (Septuagin); 5:24; 9:6; 12:1-3; 13:14-16; 15:5,6; 18:27; 19:24; 21:22; 22:17; 27:41; 37:6. Justin Martyr (menulis tahun 138-165 A.D.) mengutip isi dalam Kejadian 1:26,28; 2:3; 3:15; 3:22; 6:16; 8:10,12; 9:24-27; 11:5,4; 15:6; 18:1,2,10,13f,14,16,17,20-23,23; 19:1,10,1625,27,28; 21:9-12; 226:4; 18:10-19; 31:10-13; 32:22-30; 35:6-10; 49:5,8-12,18,24; Irenaeus (menulis tahun 182-188 A.D.) mengutip dari banyak pasal dalam Kejadian. Cyprian (tahun 248-258 A.D.). Ia mengutip dari kitab Kejadian, menyebutkan yang ia kutip berasal dari Kejadian dalam Treatise 12 The Third Volume 20,32 dalam banyak pasal. Beberapa penulis zaman gereja awal pada zaman pra-Nicene yang mengutip dari kitab Kejadian termasuk Surat Barnabas, Meleto orang Sardis, Athenagoras, Tertullian, Clement orang Alexandria, Hippolytus, OriKej, Novatian, Archelaus, Alexander orang Alexandria dan Methodius. P: Dalam Kejadian, bagaimana kutipan Philo dapat dikatakan tepat? J: Ini adalah kutipan Philo yang menggunakan urutan dalam On the Creation: ―Pada awalnya Tuhan menciptakan surga dan bumi‖… ―kegelapan mengitari jurang yang begitu dalam.‖…‖disebut ‗hari‘‖…‖Mari kita menciptakan manusian seperti citra kita, dan serupa dengan kita‖… ―mereka diciptakan laki-laki dan perempuan‖…‖ini adalah kitab penciptaan surga dan bumi, dimana diambil, pada hari Tuhan menciptakan surga dan bumi, dan setiap tumbuhan yang hijau tumbuh di atas bumi, dan rerumputan di padang semuanya bersemi‖…‖dan sebuah sumber air muncul ke permukaan bumi dan menyirami seluruh lapisan bumi‖… ―Tuhan menciptakan manusia, dengan menggunakan tanah liat yang berasal dari bumi, dan meniupkan nafasnya kedalam hidup mereka‖… ―Tuhan memberikan seluruh binatang yang ada pada manusia, dimana menginginkan agar manusia yang menamakan binatang-binatang tersebut‖… Dibawah ini kutipan yang ia gunakan secara tidak berurutan dalam Allegorical Interpretation, I dan sebuah bagian kecil dari bagian II. ―Dan surga dan bumi dan seluruh isi dunia telah dilengkapi.‖… ―Dan pada hari keenam Tuhan menyelesaikan pekerjaanNya dimana Ia menciptakan manusia‖… ―Tuhan melengkapi pekerjaanNya pada hari keenam‖… ―Ia menginginkan sebuah istirahat dari apa yang telah Ia lakukan pada awal‖… ―Sesuai dengan itu, pada hari ketujuh, Tuhan berhenti sejenak untuk beristirahat dari pekerjaanNya‖… ―Dan Tuhan memberkati hari ketujuh itu, dan menyucikan hari itu‖… ―ini adalah kitab penciptaan surga dan bumi, ketika mereka diciptakan‖… ―Di hari Tuhan menciptakan surga dan bumi, dan setiap tumbuhan yang hijau di ladang, yang sebelumnya telah ada di bumi, dan rerumputan di ladang yang sebelumnya telah bersemi. Dimana Tuhan tidak menurunkan hujan dan diatas bumi, dan manusia belum ada untuk mengolah bumi.‖… ―tapi terdapat sebuah mata air yang muncul dipermukaan bumi dan menyirami segala lapisan bumi‖… ―Dan Tuhan menciptakan manusia, mengambil segumpal tanah liat dari bumi, dan meniupkan nafasNya nafas kehidupan: dan manusia menjadi jiwa yang hidup‖… ―Dan Tuhan membuat sebuah firdaus di Eden, dan di sebelah timur: dan disana Ia menempatkan manusia yang ia telah ciptakan‖… ―Dan manusia yang diciptakan itu‖… ―Tuhan menempatkan mereka dalam firdaus‖ … ―Tuhan menumbuhkan setiap pohon yang ada di bumi yang baik dipandang dan baik untuk dimakan, dan pohon kehidupan Ia

tumbuhkan di tengah-tengah firdaus, dan juga pohon pengetahuan yang baik dan jahat.‖… ―Dan sebuah sungai yang mengalir keluar dari Eden untuk menyirami firdaus. Dari itu kemudian sungai itu dipisahkan menjadi empat hulu sungai: namanya adalah Phison, sungai yang mengitari tanah Evilat. Disana terdapat sebuah tanah yang mana tempat emas berasal, dan emas dari tanah itu sangatlah bagus. Ada pula batu delima jingga dan batu safir yang indah. Dan nama sungai kedua adalah Gihon; sungai ini mengitari tanah Etiopia. Dan sungai ketiga adalah Tigris. Sungai ini mengalir di pinggiran tanah Asyiria. Dan sungai keempat adalah Eufrat‖… ―dan Tuhan Allah mengambil manusia yang telah diciptakan dan menempatkannya di firdaus, untuk mengolah dan manjaga bumi‖… ―dan Tuhan Allah memerintahkan Adam, berkata, setiap pohon yang ada di firdaus bebas untuk dimakan; tapi pohon pengetahuan baik dan jahat kamu tidak boleh makan; jikalau kamu memakannya maka kamu akan mati hari itu juga‖ (II) ― Dan Tuhan Allah berkata‖ ini tidak baik bagi manusia untuk hidup sendiri; maka kita akan membantunya‖ … ―dan Tuhan berkata, biarlah bumi seterusnya akan memberikan makhluk hidup dalam jenis mereka, hewan berkaki empat, dan hewan yang menjilat, dan binatang buas.‖ (Ia melanjutkan ini melalui Abraham). Membandingkan dua bagian itu menunjukkan Philo tidak selalu menggunakan kata yang sama persis dalam kutipannya pada halaman yang sama. P: Dalam Kejadian, apakah beberapa terjemahan berbeda antara bahasa Ibrani dan Yunani Septuagin? J: Utamanya pusatkan pada pasal 1, disini terdapat beberapa terjemahan yang berbeda dalam 1.533 ayat dalam kitab Kejadian. Kej 1:1 ―langit‖ vs. ―surga‖ Kej 1:2 ―belum berbentuk dan kosong‖ vs. ―gelap gulita dan belum dilengkapi‖ (Septuagin) vs. ―kosong dan hampa‖ (Aquila) vs. ―kosong dan gelap gulita‖ (Simakus) vs. ―sepi tanpa manusia atau binatang buas dan kosong tanpa adanya olahan tanaman dan pohon‖ (tafsiran Neophyti I) vs. ―hampa dan kosong‖ (versi Vulgate) Kej 1:2 ―permukaan air‖ vs. ―samudra yang dalam‖ Kej 1:2 ―permukaan air‖ vs. ―air‖ Kej 1:5 ―hari pertama‖ (bahasa Massoretik, Septuagin) vs. ―siang dan malam‖ (―Dead Sea Scroll‖ 4QKej) Kej 1:6 ―segala air‖ vs. ―air‖ (3 kali) Kej 1:7 ―Dan jadilah demikian‖ vs. (tidak ada) (2 kata Ibrani, 3 kata Yunani) Kej 1:8 ―langit‖ vs. ―surga‖ Kej 1:9 ―jadilah demikian‖ vs. ―jadilah demikian. Dan air dibawah langit dikumpulkan dalam suatu tempat, dan yang kering terlihat‖ (17 kata bahasa Yunani) Kej 1:11-12 ―tunas muda‖ vs. ―tumbuhan‖ (dua kali) Kej 1:14 ―cakrawala, untuk memisahkan‖ vs. ―cakrawala, untuk menerangi bumi, untuk memisahkan‖ Kej 1:16 ―menguasai‖ vs. ―mengatur‖ (dua kali) Kej 1:16 ―dan bintang untuk menguasai malam.‖ vs. ―menguasai malam, menjadikan bintang-bintang juga.‖ Kej 1:20 ―lebah-lebah‖ vs. ―reptil‖ (reptilia dalam bahasa Yunani) (perlu dicatat bahwa dalam Kej 1:20,21 terjemahan harfiah dari Green secara salah menamai itu burung, dimana itu memang seharusnya makhluk hidup yang dapat terbang yang mana pada kata Ibrani yang sama mengarahkan pada kelelawar dan serangga yang bersayap dalam Imamat 11:19-22 dan Ulangan 14:18-20.) Kej 1:21 ―dan seluruh yang berkeriapan‖ vs. ―dan setiap binatang yang melata‖ Kej 1:21-25 ―yang atau makhluk hidup‖ vs. ―mereka‖ (banyak sekali) (ini merupakan masalah pemilihan kata)

Kej 1:22 ―berkembangbiak‖ vs. ―bertambah banyak‖ Kej 1:24 ―ternak dan binatang yang menjilat‖ vs. ―binatang berkaki empat dan binatang melata‖ Kej 1:26 ―dalam gambar kita, serupa dengan kita‖ vs. ―menurut gambar dan rupa kita‖ Kej 1:26 ―binatang liar dan seluruh yang ada di bumi‖ (bahasa Massoretik, Septuagin) vs. ―binatang liar yang ada di bumi‖ (bahasa Syria) Kej 1:26 ―hewan penjilat yang berkeriapan‖ vs. ―binatang melata yang berkeriapan‖ Kej 1:27 ―dalam rupaNya sendiri; dalam gambar Tuhan‖ vs. ―menurut gambar Tuhan‖ Kej 1:28 ―Dan Tuhan memberkati mereka, dan Tuhan berkata pada mereka‖ vs. ―Dan Tuhan memberkati mereka lalu berkata‖ Kej 1:30 ―segala yang hidup‖ vs. ―segala binatang buas‖ Kej 2:1 ―mereka pemiliknya‖ vs. ―seluruh isi dunia‖ Kej 4:8 ―Habil‖ vs. ―Habil, mari kita pergi ke padang‖ (Samaritan Pentateuch, Septuagint, Neophyti I targum, Syria, dibandingkan dengan Vulgate) Kej 4:15 ―Oleh karena itu‖ (tulisan Massoretik, Targum) vs. ―Tidak demikian, oleh karena itu‖ (Septuagin, Syria, Vulgate) (tidak ada perubahan arti) Tabel Kejeologi dalam Kejadian 5 dan 11:10-26 merupakan sebuah perbedaan kecil dalam bahasa Samarita Pentateuch (The Anchor Bible Dictionary vol.5) Kej 6:5 ―TUHAN‖ (tulisan Massoreti, Targum) vs. ―TUHAN Allah‖ (Septuagin) vs. ―Tuhan‖ (Vulgate) Kej 7:22 ―nafas roh yang hidup‖ vs. ―nafas kehidupan‖ (Septuagin, Vulgate) Kej 9:25 Beberapa salinan bahasa Septuagin dan bahasa Arab mengatakan kutukan bukan ditujukan untuk ―Kanaan‖ tapi ―Ham, bapa Kanaan‖ Kej 10:4 ―Dodanim‖ vs. ―Rodanim‖ (dalam beberapa bahasa Ibrani, Samaritan Pentateuch, Septuagin) Kej 10:23 ―Mas‖ (tulisan Massoretik) vs. ―Mesekh‖ (Septuagin dan 1 Tawarikh 1:27 tulisan Massoretik) Kej 11:12 mempunyai anak bernaman Kenan, diantara Arphasad dan Selah dalam bahasa Septuagin seperti juga dalam Lukas 3:36. Kej 14:1,9 ―Ariokh orang Ellesar‖ (dalam naskah Ibrani) vs. ―raja Ariokh, raja Ellasar‖ terjemahan dalam Theophilus to Autolycus volume 2 bag. 31 hal.107. Arkeologi Sumeria telah menemukan ―Raja Ariokhu dari Larsa‖ Kej 18:22 ―orang yang masih bertahan dibelakang Tuhan‖ vs. ―Tuhan berada dibelakang Abraham‖ (tradisi tulisan Ibrani kuno) Kej 19:17 ―ia berkata‖ vs. ―mereka berkata‖ (Septuagin, Syria, Vulgate) Kej 20:13; 31:53; 35:7 ―Elohim‖ vs. ―El‖ (Samarita Pentateuch) (The Anchor Bible Dictionary vol.5). Juga dalam Keluaran 22:8. Kej 21:9 ―dengan Ishak‖ vs. ―dengan anak laki-lakinya Ishak‖ (Septuagin, Vulgate) Kej 22:2 ―anak laki-lakimu, Ishak, satu-satunya, yang kamu kasihi‖ vs. ―bawalah anak lakilakimu, yang terkasih, yang telah lama kamu kasihi, Ishak‖ Kej 22:19 ―Ram dibelakang [nya]‖ (kebanyakan dari tulisan Massoretic) vs. ―Ram‖ (beberapa tulisan Massoretik, Samarita Pentateuch, Septuagin, Syria) Kej 23:1 ―lamanya, itulah usia hidup Sarah‖ vs. ―lamanya‖ (Septuagin, Vulgate) Kej 24:62 ―datang dari‖ vs. ―dari‖ (Syria Targum) Kej 30:36 tidak ada perbandingan vs. ―dan seorang malaikat muncul dihadapan Yakub dalam sbeuah mimpi menyatakan bagiannya dalam penggembalaan Laban‖ (Samaritan Pentateuch) Kej 30:11 ―dengan keberuntungan‖ (tulisan Massoretik, Kethib, Septuagin, Vulgate) vs. ―seorang pasukan‖ (Qere. Syria, Targum) (Qere tentunya merupakan kata dalam bahasa Aramaik, berbeda dengan yang ditulis dalam tulisan Massoretik. Kethib (ditulis dalam bahasa Aramaik) adalah tulisan dari bahasa Ibrani dalam Perjanjian Lama)

Kej 31:49 ―Mizpa‖ vs. ―tauladan kesaksian‖ (Septuagin) vs. ―penyangga Mizpa‖ (Samaritan Pentateuch) Kej 33:4 ―dan ia menciumnya‖ (ditunjukkan namun dengan tanda titik dalam tulisan Massoretik) vs. tidak ada (Septuagin) Kej 36:2,14 ―anak perempuan dari ― vs. ―anak laki-laki dari ― [Zibeon/Sebegon] (Pentateuch, Syria) Kej 36:3 ―Basmat‖ (dalam tulisan Massoretik, Septuagin) vs. ―Mahalat‖ (Samaritan Pentateuch) (The Expositor’s Bible Commentary hal.195) Kej 36:16 ―Korah‖ (dalam tulisan Massoretik dan Septuagin) vs. (tidak ada) (Samaritan Pentateuch, 1 Tawarikh 1:36) Kej 36:24 ―air‖ (tulisan Massoretic, Vulgate) vs. ―mata air panas‖ (Septuagin) Kej 36:39 ―Hadar‖ (kebanyakan dalam tulisan Massoretik) vs. ―Barad‖ (Septuagin) vs. ―Hadad‖ (beberapa dalam tulisan Massoretik, Samaritan Pentateuch, Syriac) Kej 37:36 ―orang Medan‖ vs. ―orang Midian‖ (Septuagin, Samaritan Pentateuch, Vulgate, Syria) Kej 41:22 ―dan aku melihat‖ vs. ―aku tertidur untuk kedua kali, dan aku melihat‖ (Septuagin, Syria, Vulgate) Kej 41:48 ―zaman kemakmuran selama tujuh tahun lamanya di tanah ini‖ vs. ―makanan selama tujuh tahun, yang akan menjadi zaman kemakmuran di negri ini‖ (Septuagin, Samaritan Pentateuch) Kej 41:56 ―membuka lumbung itu kepada mereka‖ vs. ―seluruh gudang (Septuagin, Vulgate, Syria) Kej 44:4 ―baik?‖ vs. ―baik? Mengapa engkau mencuri piala perak milikku?‖ (Septuagin, Vulgate) Kej 46:13 ―Pua‖ vs. ―Phua‖ (Septuagin) vs. ―Puva‖ (Samaritan Pentateuch, Syria, 1 Tawarikh 7:1) Kej 46:13 ―Ayub‖ vs. ―Jasub‖ (beberapa dalam tulisan Septuagin, Samaritan Pentateuch) Kej 46:16 ―Zifion‖ vs. ―Zevon‖ (Septuagin, Samaritan Pentateuch, Bilangan 26:15) Kej 46:20 ―dia‖ vs. ―dia, [walaupun] Manasye dan Efraim. Dan terdapat anak laki-laki yang lahir dari Manasye, yang mana dari gundik Siria, [walau] Machir dan Machir memperanakan Galad. Dan anak laki-laki dari Efraim, saudara laki-laki Manasye, Sutalam, dan Taam. Dan anak laki-laki dari Sutalam: Edom.‖(Septuagin, bandingkan dengan ―Dead Sea Scroll‖ kitab Keluaran 4Qa) (The Expositor’s Bible Commentary volume 2 hal.262.) Kej 46:23 ―Hushim‖ vs. ―Hashum‖ Kej 46:27 ―di Mesir, dua orang. Semua milik Yakub datang ke Mesir berjumlah tujuh puluh‖ (tulisan Massoretik) vs. ―di tanah Mesir, ada sembilan orang; semua yang merupakan milik Yakub, yang datang bersama dengan Yusuf ke Mesir, berjumlah tujuh puluh jiwa.‖ (Septuagin) Kej 47:21 ―ia menjauhkan mereka dari kota‖ vs. ―ia menjadikan mereka hamba‖ (Septuagin, Samaritan Pentateuch) Kej 49:4 ―mengotori- dia‖ vs. ―mengotori - kamu‖ (Septuagin, Syria, Targum) Kej 49:5 ―Yusuf‖ vs. ―mereka‖ Kej 49:7 ―kemarahan mereka dikutuk‖ vs. ―kemarahan mereka baik‖ (Samaritan Pentateuch) (The Anchor Bible Dictionary vol.5) Kej 49:20 ―dari Asyer‖ vs. ―Asyer‖ (tulisan Septuagin, Vulgate, Syria) Kej 50:16 ―mereka memerintahkan Yusuf‖ vs. ―mereka mendekati Yusuf‖ (Septuagin, Syria) Kej 50:23 ―berlutut pada Yusuf‖ vs. ―harinya Yusuf‖ (Samaritan Pentateuch) (The Anchor Bible Dictionary vol.5) Penggunaan kata Elohim dan Yehova tersebar secara berbeda dalam tulisan Septuagin vs. tulisan Massoretik. Julius Wellhausen melihat hal ini sebagai hal yang paling lemah dalam

hipotesis teori yang ada. Bibliografi untuk pertanyaan ini: terjemahan Ibrani berasal dari Jay HAL. Green‘s Literal Translation dan tulisan Septuagin merupakan sumbangan dari Sir Lancelot C.L. terjemahan Brenton tentang The Septuagint : Greek and English. The Expositor’s Bible Commentary, The Anchor Bible Dictionary vol.5, dan beberapa catatan kaki dalam Alkitab versi NASB, NIV, NKJV, dan NRSV juga digunakan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->