9

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)
Al i Ma hmudi ( Jur usa n Pen di di ka n Ma tema ti ka FMI PA UNY)





















KOMPETENSI
Kompetensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa setelah mempelajari Bab ini adalah
sebagai berikut.
- Menjelaskan pengertian lingkaran.
- Menentukan persamaan umum lingkaran.
- Menentukan persamaan garis singgung pada lingkaran dengan titik singgung tertentu,
dengan gradien tertentu, dan dari suatu titik di luar lingkaran.
- Menentukan persamaan garis kutub pada lingkaran.
- Menentukan titik kutub jika diketahui suatu garis dan lingkaran.
- Menentukan kuasa suatu titik terhadap suatu lingkaran.
- Menentukan persamaan garis kuasa dua buah lingkaran.
- Menentukan titik kuasa pada lingkaran.
- Menentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik potong dua buah lingkaran
dengan menggunakan konsep berkas lingkaran.
- Menentukan syarat analitik dari relasi dua buah lingkaran yang berpotongan (tegak lurus
dan membagi dua sama besar).



10
A. Pengertian Lingkaran
Lingkaran didefinisikan sebagai himpunan titik-titik yang berjarak sama terhadap
suatu titik tertentu. Dapat juga dikatakan, lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik
yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu. Jarak yang sama itu disebut jari-jari
lingkaran dan titik tertentu itu disebut titik pusat lingkaran. Berdasarkan definisi itu, dapat
ditentukan persamaan lingkaran.
Koordinat titik P(x
1
, y
1
) yang berjarak r terhadap titik P(a, b) akan memenuhi
persamaan berikut ini.
2
1
2
1
) ( ) ( b y a x ÷ + ÷ = r
atau
( ) ( )
2 2
1
2
1
r b y a x = ÷ + ÷
Dengan demikian, tempat kedudukan titik-titik yang berjarak r terhadap titik P(a, b)
mempunyai persamaan sebagai berikut.


Ini adalah persamaan lingkaran dengan titik pusat P(a, b) dan berjari-jari r. Lingkaran
dengan pusat P dan berjari-jari r sering ditulis dengan L(P, r).
Dapat mudah dipahami bahwa persamaan lingkaran yang berpusat di O(0, 0) dan
berjari-jari r adalah:


Ini sering disebut persamaan pusat lingkaran.
L: ( ) ( )
2 2 2
r b y a x = ÷ + ÷
L: x
2
+ y
2
= r
2



11
B. Bentuk Umum Persamaan Lingkaran
Dari persamaan lingkaran dengan pusat P(a,b) dan berjari-jari r, yakni
L: ( ) ( )
2 2 2
r b y a x = ÷ + ÷
diperoleh
x
2
+ y
2
– 2ax – 2by + a
2
+ b
2
– r
2
= 0
yang dapat ditulis:


Ini adalah bentuk umum persamaan lingkaran. Persamaan ini dapat juga ditulis sebagai
berikut.
C B A B y A x ÷ + = |
.
|

\
|
+ + |
.
|

\
|
+
2 2
2 2
4
1
4
1
2
1
2
1
.
Perhatikan bahwa ini adalah persamaan lingkaran dengan pusat P( |
.
|

\
|
÷ ÷ B A
2
1
,
2
1
dan
berjari-jari C B A r ÷ + =
2 2
4
1
4
1
.
Dengan memperhatikan nilai r ini, maka akan terdapat beberapa kemungkinan jenis
lingkaran sebagai berikut.
Jika 0
4
1
4
1
2 2
> ÷ + C B A , maka lingkarannya nyata
Jika 0
4
1
4
1
2 2
< ÷ + C B A , maka lingkarannya imajiner
Jika 0
4
1
4
1
2 2
= ÷ + C B A , maka lingkarannya adalah lingkaran titik yang berjari-jari nol.

L: x
2
+ y
2
+ Ax + By + C = 0


12
C. Persamaan Parameter Suatu Lingkaran


T(x, y)






Gambar IV.1

Pada gambar di atas, koordinat titik T(x, y) yang terletak pada lingkaran dengan pusat
P(a, b) dan berjari-jari r akan memenuhi persamaan berikut ini.



Dalam hal ini, o adalah suatu parameter. Dikatakan, persamaan di atas adalah
persamaan parameter suatu lingkaran. Secara lebih jelas, dengan mengeliminasi parameter o
akan diperoleh persamaan sebagai berikut.
( ) ( )
2 2 2
r b y a x = ÷ + ÷




P(a, b)
o
X
Y
O
r
x = a + r cos o
y = b + r sin o
-
-
-
-


13
D. Garis Singgung
1. Garis Singgung Pada Lingkaran dengan Titik Singgung Tertentu
g
Y


O X
2 2 2
r y x = +


Gambar IV.2
Misal ) , (
1 1
y x T adalah titik singgung pada lingkaran. Garis singgung g yang melalui
) , (
1 1
y x T berbentuk y – y
1
= m(x – x
1
). Karena garis singgung ini tegak lurus dengan jari-
jari OT , maka nilai gradien garis singgung ini adalah
1
1
y
x
m ÷ = . Sehingga persamaan garis
singgung yang dimaksud adalah
( )
1
1
1
1
x x
y
x
y y ÷ ÷ = ÷ atau
2
1
2
1 1 1
y x yy xx + = + ………………….(*)
Karena titik ) , (
1 1
y x T terletak pada lingkaran, maka dipenuhi
2 2
1
2
1
r y x = + . Dengan
demikian persamaan garis singgung pada lingkaran
2 2 2
r y x = + dengan titik singgung
) , (
1 1
y x T adalah:

Sebagai latihan, dengan cara serupa, tunjukkan bahwa persamaan garis singgung pada
lingkaran ( ) ( )
2 2 2
r b y a x = ÷ + ÷ dengan titik singgung T( )
1 1
, y x adalah:

( )( ) ( )( )
2
1 1
r b y b y a x a x = ÷ ÷ + ÷ ÷
2
1 1
r yy xx = +
T(x
1
,y
1
) -
-


14
2. Garis Singgung Pada lingkaran dengan Gradien yang telah ditentukan.
Persamaan garis lurus dengan gradien m dinyatakan dengan g: y = mx + n. Jika garis
ini dipotongkan dengan lingkaran L:
2 2 2
r y x = + , didapat
x
2
+ (mx + n)
2
= r
2

atau
(m
2
+ 1)x
2
+ 2mnx + n
2
– r
2
= 0…………….. (*)
Ini adalah persamaan kuadrat dalam x. Garis g akan menyinggung lingkaran
L:
2 2 2
r y x = + bila diskriminan persamaan (*) adalah nol, yakni
D = ) )( 1 ( 4 4
2 2 2 2 2
r n m n m ÷ + ÷
= ) ( 4
2 2 2 2
r m r n ÷ ÷ ÷ = 0
atau
n = 1
2
+ ± m r
atau
2
1 m
n
r
+
=
Dengan mensubtitusikan nilai r ini ke persamaan garis g, akan diperoleh persamaan
garis singgung pada lingkaran L:
2 2 2
r y x = + dengan gradien m, yakni:


Sebagai latihan, dengan cara serupa, tunjukkan bahwa persamaan garis singgung pada
lingkaran ( ) ( )
2 2 2
r b y a x = ÷ + ÷ dengan gradien m adalah:

1
2
+ ± = m r mx y
1 ) (
2
+ ± ÷ = ÷ m r a x m a y


15
3. Garis Singgung dari Suatu Titik di luar lingkaran






Gambar IV.3

Misal titik ) , (
1 1
y x T adalah titik di luar lingkaran dan ) , (
0 0
y x S adalah titik singgung pada
lingkaran. Persamaan garis singgung yang elalui ) , (
0 0
y x S adalah:
2
0 0
r yy xx = + ……………………. (i)
Garis singgung ini melalui ) , (
1 1
y x T , sehingga berlaku

2
0 1 0 1
r y y x x = + ………………….. (ii)
Karena ) , (
0 0
y x S terletak pada lingkaran
2 2 2
r y x = + , maka dipenuhi

2 2
0
2
0
r y x = + ……………………. (iii)
Dengan menyelesaikan persamaan (ii) dan (iii) akan didapat nilai
0
x dan
0
y . Setelah
nilai
0
x dan
0
y ini disubtitusikan ke persamaan (i), akan diperoleh persamaan garis singgung
pada lingkaran
2 2 2
r y x = + yang melalui titik ) , (
1 1
y x T . Ada berapa garis singgung yang
diperoleh?

) , (
1 1
y x T
2 2 2
r y x = +
) , (
0 0
y x S
-


16
E. Garis Kutub










Gambar IV. 4
Dari titik ) , (
1 1
y x T dibuat garis-garis singgung pada lingkaran L: x
2
+ y
2
= r
2
. Misal
titik-titik singgung pada lingkaran itu adalah S
1
(x
0
, y
0
) dan S
2 ( ) ' , '
0
y x
o
.
Persamaan garis
singgung pada lingkaran L dengan titik-titik singgung S
1
dan S
2
adalah

1
g :
2
0 0
r yy xx = +
dan

2
g :
2
0 0
' ' r yy xx = +
Garis-garis singgung
1
g dan
2
g melalui ) , (
1 1
y x T , sehingga berlaku persamaan berikut.

2
0 1 0 1
r y y x x = + ……………………. (i)

2
0 1 0 1
' ' r y y x x = + ………………….. (ii)
Pada persamaan (i) dan (ii), tampak bahwa koordinat titik-titik S
1
dan S
2
memenuhi
persamaan berikut.
g :
2
1 1
r y y x x = +
2 2 2
r y x = +
) , (
1 1
y x T
) , (
0 0 1
y x S
) ' , ' (
0 0 2
y x S
g
1
g
2
g
O
-
-


17
Ini adalah persamaan garis yang melalui titik-titik singgung S
1
dan S
2
dan disebut tali
busur singgung. Perhatikan bahwa persamaan tali busur singgung g bentuknya sama
dengan persamaan garis singgung pada lingkaran L dengan titik singgung T. Oleh karena
itu, tanpa melihat letak titik T (di dalam, diluar, atau pada lingkaran), maka persamaan
persamaan garis kutub titik ) , (
1 1
y x T terhadap lingkaran L: x
2
+ y
2
= r
2
adalah:


Dari uraian di atas, didapat, jika ) , (
1 1
y x T di luar lingkaran, maka garis kutub g
merupakan tali busur singgung. Coba selidiki bagaimana kedudukan garis kutub ini jika
) , (
1 1
y x T terletak pada lingkaran atau di dalam lingkaran.
Sebagai latihan, dengan cara serupa, coba tunjukkan bahwa persamaan garis kutub
P(x
1
,y
1
) terhadap lingkaran ( ) ( )
2 2 2
r b y a x = ÷ + ÷ adalah
( )( ) ( )( )
2
1 1
r b y b y a x a x = ÷ ÷ + ÷ ÷
Tunjukkan juga bahwa persamaan garis kutub dari titik ) , (
1 1
y x T terhadap lingkaran
L: x
2
+ y
2
+ Ax + By + C = 0 adalah


F. Menentukan Kutub dari Suatu Garis Lurus
Misal diketahui sebuah lingkaran L: x
2
+ y
2
+ Ax + By + C = 0 dan sebuah garis
g: Px + Qy + R = 0. Misal kutub garis g adalah ) , (
1 1
y x T , maka persamaan garis kutub
) , (
1 1
y x T terhadap lingkaran L adalah
h: 0 ) (
2
1
) (
2
1
1 1 1 1
= + + + + + + C y y B x x A yy xx
g:
2
1 1
r y y x x = +
0 ) (
2
1
) (
2
1
1 1 1 1
= + + + + + + C y y B x x A yy xx


18
Garis h ini berimpit dengan garis g, sehingga haruslah dipenuhi persamaan berikut.

R
C By Ax
Q
B y
P
A x + +
=
+
=
+
1 1 1 1
2
1
2
1
2
1
2
1

Dari persamaan ini, nilai
1
x dan
1
y dapat ditentukan, sehingga kutub dari garis g
terhadap lingkaran L dapat ditentukan pula.
G. Kuasa Suatu Titik
Pada gambar berikut, titik ) , (
1 1
y x T terletak di luar lingkaran L.


A
1

B
2
A
2

B
3
P A
3
) , (
1 1
y x T
A
4



Gambar IV.5

Melalui ) , (
1 1
y x T ditarik garis-garis yang memotong lingkaran. Misal titik-titik potong
ini adalah A
i
dan B
i
. Berdasarkan teorema pada geometri, berlaku

4 4 3 3 2 2
2
1
xTB TA xTB TA xTB TA TA = = = , dan seterusnya.
Perhatikan bahwa
2 2
3 3
r TP r) r)(TP (TP xTB TA ÷ = + ÷ =
Nilai
2 2
r TP ÷ didefinisikan sebagai kuasa titik ) , (
1 1
y x T terhadap lingkaran L(P, r).

-
-
-
-
-
- -
-
-
4
B


19
Jika persamaan lingkaran L (P, r) itu adalah L: x
2
+ y
2
+ Ax + By + C = 0
dengan pusat P |
.
|

\
|
÷ ÷ B A
2
1
,
2
1
dan kuadrat jari-jari C B A r ÷ + =
2 2 2
4
1
4
1
. Kuasa titik
) , (
1 1
y x T terhadap lingkaran L(P, r) adalah

2 2
r TP ÷ =
2
2
1
2
1
2
1
2
1
r B y A x ÷ |
.
|

\
|
+ + |
.
|

\
|
+ atau
.

Perhatikan bahwa kuasa titik ) , (
1 1
y x T terhadap lingkaran L: x
2
+ y
2
+ Ax + By + C = 0
dapat diperoleh dengan cara menggantikan x dan y pada persamaan lingkaran itu dengan
1
x dan
1
y .
Dengan memperhatikan definisinya, coba selidiki bagaimanakah nilai (tanda) kuasa
titik T pada lingkaran jika T di luar lingkaran, terletak pada lingkaran, atau di dalam
lingkaran.
H. Garis Kuasa
Misal diketahui dua buah lingkaran. Pikirkan suatu titik yang mempunyai kuasa sama
terhadap dua lingkaran tersebut. Himpunan (tempat kedudukan) titik-titik yang demikian,
yakni mempunyai kuasa yang sama terhadap dua lingkaran tertentu disebut garis kuasa
kedua lingkaran itu. Misal diketahui dua lingkaran sebagai berikut.
:
1
L 0
1 1 1
2 2
= + + + + C y B x A y x
dan
:
2
L 0
2 2 2
2 2
= + + + + C y B x A y x
C By Ax y x + + + +
1 1
2
1
2
1



20
Jika titik ) , (
1 1
y x T mempunyai kuasa yang sama terhadap lingkaran
1
L dan
2
L , maka
dipenuhi persamaan berikut.

1 1 1 1 1
2
1
2
1
C y B x A y x + + + + =
2 1 2 1 2
2
1
2
1
C y B x A y x + + + +
atau
( ) ( ) 0
2 1 1 2 1 1 2 1
= ÷ + ÷ + ÷ C C y B B x A A
Hal ini akan berlaku pada setiap titik yang kuasanya terhadap kedua lingkaran itu
sama. Dengan demikian, garis kuasa yang merupakan tempat kedudukan titik-titik yang
mempunyai kuasa yang sama terhadap lingkaran
1
L dan
2
L adalah sebagai berikut.


Karena secara simbolis lingkaran dapat dinyatakan sebagai L (x, y) = 0 atau
L(x, y) = 0
2 2 2
2 2
= + + + + C y B x A y x , maka kuasa titik ) , (
1 1
y x T terhadap lingkaran
L(x, y) dapat ditulis dengan L(x
1
, y
1
). Jadi persamaan garis kuasa lingkaran L
1
(x, y) = 0
dan L
2
(x, y) = 0 dapat ditulis sebagai berikut.


Perhatikan bahwa garis kuasa mempunyai gradien m
1
=
2 1
2 1
B B
A A
÷
÷
÷ . Titik pusat
lingkaran
1
L dan
2
L berturut-turut adalah P
1 |
.
|

\
|
÷ ÷
1 1
2
1
,
2
1
B A dan P
2
|
.
|

\
|
÷ ÷
2 2
2
1
,
2
1
B A .
Gradien garis sentral atau garis penghubung kedua pusat lingkaran ini adalah
m
2
=
2 1
2 1
A A
B B
÷
÷
. Karena m
1
.m
2
= -1, maka garis kuasa dua buah lingkaran akan tegak lurus
dengan garis sentral (penghubung titik-titik pusat) kedua lingkaran tersebut.
g: ( ) ( ) 0
2 1 2 1 2 1
= ÷ + ÷ + ÷ C C y B B x A A
L
1
(x, y) – L
2
(x, y) = 0 atau L
1
– L
2
= 0


21





Gambar IV.6
Bagaimana kedudukan garis kuasa dua buah lingkaran jika kedua lingkaran tersebut
berpotongan atau bersinggunga? Apakah garis kuasanya memotong kedua lingkaran?
I. Titik Kuasa
Tempat kedudukan titik-titik yang mempunyai kuasa yang sama terhadap dua
lingkaran adalah suatu garis lurus. Jadi kalau ada tiga buah lingkaran, akan terdapat sebuah
titik yang mempunyai kuasa yang sama terhadap ketiga lingkaran tersebut. Titik yang
demikian disebut titik kuasa. Perhatikan Gambar IV.7 berikut ini.












Gambar IV.7
1
P 2
P
g: L
1
– L
2
= 0
L
1

L
2

L
1
– L
2
= 0
L
1
– L
3
= 0
L
2
– L
3
= 0
K
-
-
M
1

-
M
2

-
M
3



22
Titik K adalah suatu titik yang kuasanya terhadap L
1
= 0 dan L
2
= 0 sama, karena K
terletak pada L
1
– L
2
= 0. K mempunyai kuasa yang sama pula terhadap L
2
= 0 dan L
3
= 0,
karena K terletak pada L
2
– L
3
= 0.
Jadi K mempunyai kuasa yang sama terhadap L
1
= 0, L
2
= 0, dan L
3
= 0 dan
disebut titik kuasa ketiga lingkaran tersebut. Persamaan titik kuasa dapat ditulis secara
simbolis sebagai berikut.


Contoh
Tentukan koordinat-koordinat dari titik kuasa lingkaran-lingkaran berikut ini.
L
1
= x
2
+ y
2
+ x + y – 14 = 0,
L
2
= x
2
+ y
2
= 13, dan
L
3
= x
2
+ y
2
+ 3x – 2y – 26 = 0.
Penyelesaian
L
1
– L
2
= 0, didapat x + y – 1 = 0
L
3
– L
2
= 0, didapat 3x – 2y – 13 = 0
Dari kedua persamaan itu didapat x = 3 dan y = -2. Sehingga titik kuasa ketiga
lingkaran itu adalah K(3, -2).
J. Dua Lingkaran yang Berpotongan
Sudut antara dua buah lingkaran didefinisikan sebagai sudut yang dibentuk oleh
garis-garis singgung pada kedua lingkaran itu di titik potongnya. Dua lingkaran dikatakan
saling memotong tegak lurus jika sudut antara garis-garis singgung di titik potongnya
adalah 90°. Perhatikan gambar berikut.
L
1
= L
2
= L
3



23












Gambar IV.8
Misal diketahui dua lingkaran sebagai berikut ini.
L
1
: 0
1 1 1
2 2
= + + + + C y B x A y x
L
2
: 0
2 2 2
2 2
= + + + + C y B x A y x
Kedua lingkaran itu akan berpotongan tegak lurus apabila garis-garis singgung
berimpit dengan jari-jari kedua lingkaran.









Gambar IV.9

-
M
1

-
M
2

o
- P
M
1
M
2

r
1

r
2

P
L
1
= 0
L
2
= 0


24
Perhatikan bahwa r
1
tegak lurus r
2
, sehingga AM
1
M
2
P adalah segitiga siku-siku.
Diketahui: ,
2
1
,
2
1
1 1 1
|
.
|

\
|
÷ ÷ B A M ,
2
1
,
2
1
2 2 2
|
.
|

\
|
÷ ÷ B A M
1
2
1
2
1 1
4
1
4
1
C B A r ÷ + = dan
2
2
2
2
2 2
4
1
4
1
C B A r ÷ + =
Sehingga berlaku:

2
2
2
1
2
2 1
) ( r r M M + = atau
( ) ( )
2
2
2
2
2 1
2
1
2
1
2
1 2
2
1 2
C B A C B A A A B B ÷ + + ÷ + = ÷ + ÷
atau



Inilah syarat dua lingkaran saling tegak lurus.
Sebuah lingkaran dapat juga memotong lingkaran lain sedemikian sehingga
membagi dua sama besar lingkaran tersebut. Perhatikan gambar berikut.


P







Gambar IV.10
2A
1
A
2
+ 2 B
1
B
2
= C
1
+ C
2

M
1

M
2

r
1
r
2

L
1
= 0
L
2
= 0


25
Jika lingkaran L
2
membagi dua sama besar lingkaran L
1
, maka dalam AM
1
PM
2

berlaku

Jadi, supaya suatu lingkaran membagi dua sama besar lingkaran lain, haruslah kuadrat
jarak titik-titik pusatnya sama dengan selisih kuadrat jari-jarinya.
K. Berkas Lingkaran
Misal diketahui dua buah lingkaran:
L
1
: 0
1 1 1
2 2
= + + + + C y B x A y x
L
2
: 0
2 2 2
2 2
= + + + + C y B x A y x
Kita dapat membentuk persamaan
L
1
+ ìL
2
= 0 atau (1+ì)x
2
+ (1+ì)y
2
+ (A
1
+ìA
2
)x + (B
1
+ ìB
2
)y + (C
1
+ ìC
2
) = 0
Nilai ì dapat kita beri nilai yang bermacam-macam dan untuk setiap nilai ì persamaan
di atas menunjukkan persamaan lingkaran. Jika ì = 0, maka L
1
= 0 dan jika ì = ·, maka
L
2
= 0. Persamaan L
1
+ ìL
2
= 0 disebut persamaan berkas lingkaran dengan anggota
dasar L
1
= 0 dan L
2
= 0.
Jika ì = -1, akan terdapat suatu garis lurus yang dapat dianggap sebagai suatu
lingkaran anggota berkas dengan jari-jari tak terhingga.
Jika suatu titik terletak pada lingkaran L
1
= 0 dan juga pada L
2
= 0, maka titik itu
tentu juga terletak pada setiap anggota dari berkas itu.
Semua anggota berkas lingkaran melalui titik-titik potong (nyata atau imajiner) L
1
= 0
dan L
2
= 0. Titik-titik ini disebut titik-titik dasar atau titik-titik basis. Jadi setiap lingkaran
yang melalui titik-titik potong L
1
= 0 dan L
2
= 0 persamaanya berbentuk L
1
+ ìL
2
= 0.
2
1
2
2
2
2 1
) ( r r M M ÷ =


26
L. Soal Latihan
1. Tentukan persamaan lingkaran yang
a. berpusat P(4, 3) dan melalui O
b. melalui titik-titik A(3, 1) dan B(-1, 3) serta titik pusatnya terletak pada garis
g: 3x – y – 2 = 0.
2. Carilah titik pusat dan jari-jari lingkaran-lingkaran dengan persamaan:
a. L
1
: 0 1 2 5
2 2
= ÷ + + + y x y x
b. L
2
: 0 14 4 2
2 2
= + + ÷ + y x y x
3. Tentukan persamaan lingkaran yang titik pusatnya terletak pada garis 2x – y = 0,
melalui titik (2, 2), dan menyinggung sumbu X
4. Tentukan persamaan parameter lingkaran yang berpusat P(-2, 3) dan berjari-jari 5.
Tenukan pula persamaannya dalam sistem koordinat Kartesius.
5. Tentukan persamaan lingkaran luar suatu segitiga yang terbentuk oleh garis-garis
g: x + 2y – 5 = 0; h: 2x + y – 7 = 0; dan k: x – y + 1 = 0.
6. Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat C (1, -1) dan menyinggung garis
g: 5x–12y + 9 = 0.
7. Diketahui lingkaran L: 0 16 10
2 2
= ÷ ÷ + x y x . Tentukan harga-harga k sedemikian
hingga garis y = kx
a. memotong lingkaran
b. menyinggung lingkaran itu
c. tidak memotong lingkaran itu


27
8. Tentukan persamaan-persamaan garis singgung dengan gradient -2 pada lingkaran
L: 0 2 6 10
2 2
= ÷ ÷ + + y x y x
9. Tentukan persamaan-persamaan garis singgung dari titik O(0, 0) pada lingkaran
L: 0 8 2 6
2 2
= + ÷ ÷ + y x y x
10. Tentukan apakah titik-titik berikut ini terletak di dalam, di luar, atau pada lingkaran
L: 0 10 3
2 2
= ÷ + ÷ + y x y x
A(3, 1); B(-5, 2); C(3, -4) D(6, -1)
11. Tentukan persamaan garis kutub dari titik T(-1, 3) terhadap lingkaran L
1
:
20 6 2
2 2
= ÷ ÷ + y x y x . Tentukan pula kutub dari garis g: 3x – 5y – 1 = 0 terhadap
lingkaran L
2
: 0 1
2 2
= ÷ + ÷ + y x y x
12. Tentukan besar sudut antara lingkaran L
1
: 8 ) 1 ( ) 3 (
2 2
= ÷ + ÷ y x dan L
2
:
2 ) 2 ( ) 2 (
2 2
= + + ÷ y x
13. Tentukan koordinat titik kuasa lingkaran-lingkaran berikut.
L
1
: 25
2 2
= + y x ; L
2
: 0 8 2 3
2 2
= ÷ ÷ ÷ + y x y x ; dan L
3
: 0 17 5 4
2 2
= ÷ ÷ + + y x y x
14. Tentukan persamaan garis kuasa lingkaran-lingkaran berikut.
L
1
: 0 4 2 3
2 2
= + ÷ ÷ + y x y x dan L
2
: 0 2 3 3
2 2
= + + + y x y x
15. Tentukan koordinat suatu titik pada garis g: x – y – 2 = 0 yang mempunyai kuasa yang
sama terhadap lingkaran L
1
: 2 ) 2 (
2 2
= + ÷ y x dan L
2
: 5 ) 3 (
2 2
= ÷ + y x
16. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui A(1, -1) dan melalui titik-titik potong
lingkaran-lingkaran L
1
: 0 23 2 2
2 2
= ÷ ÷ + + y x y x dan L
2
: 0 35 12 6
2 2
= ÷ + ÷ + y x y x


28
17. Tentukan persamaan garis-garis kuasa lingkaran-lingkaran L
1
: 0
2 2
= + + x y x ;
L
2
: 0 7 4
2 2
= + + + y y x , dan L
3
: 0 9 3 5 2 2
2 2
= + + + + y x y x . Tentukan pula titik
kuasanya.
18. Tentukan persamaan lingkaran yang memotong tegak lurus lingkaran
L: 0 5 5 2
2 2
= ÷ + ÷ + y x y x , melalui titik (6, 1), dan pusatnya terletak pada garis
g: 9x + 4y = 47.
19. Buktikan bahwa kedua lingkaran L
1
: 0 17 2 10
2 2
= + ÷ + + y x y x dan
L
2
: 0 7 22 8
2 2
= ÷ + ÷ + y x y x saling bersinggungan. Tentukan titik singgungnya.

10

A. Pengertian Lingkaran Lingkaran didefinisikan sebagai himpunan titik-titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu. Dapat juga dikatakan, lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu. Jarak yang sama itu disebut jari-jari lingkaran dan titik tertentu itu disebut titik pusat lingkaran. Berdasarkan definisi itu, dapat ditentukan persamaan lingkaran. Koordinat titik P(x1, y1) yang berjarak r terhadap titik P(a, b) akan memenuhi persamaan berikut ini.
( x1  a ) 2  ( y1  b) 2 = r

atau

x1  a 2   y1  b 2  r 2
Dengan demikian, tempat kedudukan titik-titik yang berjarak r terhadap titik P(a, b) mempunyai persamaan sebagai berikut. L:  x  a 2  y  b 2  r 2 Ini adalah persamaan lingkaran dengan titik pusat P(a, b) dan berjari-jari r. Lingkaran dengan pusat P dan berjari-jari r sering ditulis dengan L(P, r). Dapat mudah dipahami bahwa persamaan lingkaran yang berpusat di O(0, 0) dan berjari-jari r adalah: L: x2 + y2 = r2 Ini sering disebut persamaan pusat lingkaran.

maka lingkarannya adalah lingkaran titik yang berjari-jari nol. 1   1  1 2 1 2   x  A   y  B   A  B  C . Persamaan ini dapat juga ditulis sebagai berikut. maka lingkarannya nyata 4 4 1 2 1 2 A  B  C  0 . maka akan terdapat beberapa kemungkinan jenis lingkaran sebagai berikut. Jika 1 2 1 2 A  B  C  0 .  B  dan 2   2 berjari-jari r  1 2 1 2 A  B C .11 B. 2   2  4 4  2 2 1   1 Perhatikan bahwa ini adalah persamaan lingkaran dengan pusat P(   A. 4 4 Dengan memperhatikan nilai r ini. yakni L:  x  a    y  b   r 2 diperoleh x2 + y2 – 2ax – 2by + a2 + b2 – r2 = 0 yang dapat ditulis: L: x2 + y2 + Ax + By + C = 0 Ini adalah bentuk umum persamaan lingkaran. Bentuk Umum Persamaan Lingkaran Dari persamaan 2 lingkaran 2 dengan pusat P(a. maka lingkarannya imajiner 4 4 1 2 1 2 A  B  C  0 . 4 4 Jika Jika .b) dan berjari-jari r.

koordinat titik T(x. b) dan berjari-jari r akan memenuhi persamaan berikut ini. dengan mengeliminasi parameter  akan diperoleh persamaan sebagai berikut. Dikatakan. x  a 2  y  b  r 2 2 . persamaan di atas adalah persamaan parameter suatu lingkaran. b)    O  X Gambar IV.1 Pada gambar di atas.12 C.  adalah suatu parameter. y) yang terletak pada lingkaran dengan pusat P(a. x = a + r cos  y = b + r sin  Dalam hal ini. Persamaan Parameter Suatu Lingkaran Y T(x. Secara lebih jelas. y) r P(a.

y1 ) adalah: xx 1  yy 1  r 2 Sebagai latihan. y1 ) adalah titik singgung pada lingkaran. Garis Singgung 1. y1 ) berbentuk y – y1 = m(x – x1). Dengan demikian persamaan garis singgung pada lingkaran x 2  y 2  r 2 dengan titik singgung T ( x1 . y1 ) terletak pada lingkaran. Garis singgung g yang melalui T ( x1 . Sehingga persamaan garis y1 y  y1   x1 x  x1  atau xx1  yy1  x1 2  y1 2 …………………. dengan cara serupa.y1)  O x2  y2  r 2 X Gambar IV. tunjukkan bahwa persamaan garis singgung pada lingkaran  x  a 2   y  b 2  r 2 dengan titik singgung T  x1 . maka dipenuhi x12  y12  r 2 . y1  adalah: x  a x 1  a   y  b y 1  b   r 2 .2 Misal T ( x1 . Karena garis singgung ini tegak lurus dengan jarijari OT .13 D. Garis Singgung Pada Lingkaran dengan Titik Singgung Tertentu g Y  T(x1.(*) y1 Karena titik T ( x1 . maka nilai gradien garis singgung ini adalah m   singgung yang dimaksud adalah x1 .

akan diperoleh persamaan garis singgung pada lingkaran L: x 2  y 2  r 2 dengan gradien m. dengan cara serupa. Garis g akan menyinggung lingkaran L: x 2  y 2  r 2 bila diskriminan persamaan (*) adalah nol. Jika garis ini dipotongkan dengan lingkaran L: x 2  y 2  r 2 .14 2. tunjukkan bahwa persamaan garis singgung pada lingkaran  x  a 2   y  b 2  r 2 dengan gradien m adalah: y  a  m( x  a )  r m 2  1 .. Garis Singgung Pada lingkaran dengan Gradien yang telah ditentukan. Persamaan garis lurus dengan gradien m dinyatakan dengan g: y = mx + n. yakni: y  mx  r m 2  1 Sebagai latihan. didapat x2 + (mx + n)2 = r2 atau (m2 + 1)x2 + 2mnx + n2 – r2 = 0……………. yakni D = 4m 2 n 2  4(1  m 2 )(n 2  r 2 ) =  4( n 2  r 2  m 2 r 2 ) = 0 atau n =  r m2  1 atau r n 1  m2 Dengan mensubtitusikan nilai r ini ke persamaan garis g. (*) Ini adalah persamaan kuadrat dalam x.

y1) Gambar IV. sehingga berlaku x1 x0  y1 y 0  r 2 …………………. y0 ) adalah: xx0  yy 0  r 2 ……………………. Setelah nilai x 0 dan y 0 ini disubtitusikan ke persamaan (i). (ii) Karena S(x0 . Persamaan garis singgung yang elalui S(x0 . akan diperoleh persamaan garis singgung pada lingkaran x 2  y 2  r 2 yang melalui titik T(x1. y0 ) adalah titik singgung pada lingkaran. (i) Garis singgung ini melalui T(x1. y0 ) terletak pada lingkaran x 2  y 2  r 2 .15 3. y1) . y0 )  x2  y2  r 2 T(x1. y1) . Garis Singgung dari Suatu Titik di luar lingkaran S(x0 . (iii) Dengan menyelesaikan persamaan (ii) dan (iii) akan didapat nilai x 0 dan y 0 . y1) adalah titik di luar lingkaran dan S(x0 ..3 Misal titik T(x1. Ada berapa garis singgung yang diperoleh? 2 2 . maka dipenuhi x 0  y 0  r 2 …………………….

y1) x2  y2  r 2 S ( x ' . Misal titik-titik singgung pada lingkaran itu adalah S1(x0. y 0 ) O T(x1. y 0 ' . (ii) Pada persamaan (i) dan (ii). tampak bahwa koordinat titik-titik S1 dan S2 memenuhi persamaan berikut. Persamaan garis singgung pada lingkaran L dengan titik-titik singgung S1 dan S2 adalah g 1 : xx0  yy 0  r 2 dan g 2 : xx0 ' yy 0 '  r 2 Garis-garis singgung g 1 dan g 2 melalui T(x1. 4 Dari titik T(x1. y1) . y ' ) 2 0 0 g2 Gambar IV. Garis Kutub g g1  S1 ( x 0 .. (i) x1 x 0 '  y1 y 0 '  r 2 …………………. x1 x0  y1 y 0  r 2 ……………………. sehingga berlaku persamaan berikut. y1) dibuat garis-garis singgung pada lingkaran L: x2 + y2 = r2. g : x1 x  y1 y  r 2 .16 E. y0) dan S2  xo ' .

y1) terhadap lingkaran L adalah h: xx1  yy1  1 1 A( x  x1 )  B ( y  y1 )  C  0 2 2 . y1) di luar lingkaran. tanpa melihat letak titik T (di dalam. Perhatikan bahwa persamaan tali busur singgung g bentuknya sama dengan persamaan garis singgung pada lingkaran L dengan titik singgung T. maka persamaan persamaan garis kutub titik T(x1. dengan cara serupa. didapat.y1) terhadap lingkaran  x  a 2   y  b 2  r 2 adalah x  a x 1  a   y  b y1  b   r 2 Tunjukkan juga bahwa persamaan garis kutub dari titik T(x1. coba tunjukkan bahwa persamaan garis kutub P(x1. Menentukan Kutub dari Suatu Garis Lurus Misal diketahui sebuah lingkaran L: x2 + y2 + Ax + By + C = 0 dan sebuah garis g: Px + Qy + R = 0. diluar. y1) . atau pada lingkaran). y1) terhadap lingkaran L: x2 + y2 + Ax + By + C = 0 adalah 1 1 xx1  yy1  A(x  x1)  B(y  y1)  C  0 2 2 F. maka persamaan garis kutub T(x1. maka garis kutub g merupakan tali busur singgung. Coba selidiki bagaimana kedudukan garis kutub ini jika T(x1. y1) terletak pada lingkaran atau di dalam lingkaran. Sebagai latihan. y1) terhadap lingkaran L: x2 + y2 = r2 adalah: g: x1 x  y1 y  r 2 Dari uraian di atas. jika T(x1.17 Ini adalah persamaan garis yang melalui titik-titik singgung S1 dan S2 dan disebut tali busur singgung. Misal kutub garis g adalah T(x1. Oleh karena itu.

y1) ditarik garis-garis yang memotong lingkaran.5 Melalui T(x1. y1) terhadap lingkaran L(P. Perhatikan bahwa TA 3 xTB 3  (TP  r)(TP  r)  TP 2  r 2 2 Nilai TP 2  r 2 didefinisikan sebagai kuasa titik T(x1. y1) terletak di luar lingkaran L. . Kuasa Suatu Titik Pada gambar berikut. dan seterusnya. Berdasarkan teorema pada geometri. G. Misal titik-titik potong ini adalah Ai dan Bi. y1) x B4  Gambar IV. sehingga kutub dari garis g terhadap lingkaran L dapat ditentukan pula.18 Garis h ini berimpit dengan garis g. sehingga haruslah dipenuhi persamaan berikut. titik T(x1. A1 B2  B3  P   A2   A3  A4 T(1. berlaku TA 1  TA 2 xTB 2  TA 3 xTB 3  TA 4 xTB 4 . x1  1 1 1 1 A y1  B Ax1  By1  C 2  2  2 2 P Q R Dari persamaan ini. r). nilai x1 dan y1 dapat ditentukan.

yakni mempunyai kuasa yang sama terhadap dua lingkaran tertentu disebut garis kuasa kedua lingkaran itu. Kuasa titik 2  4 4  2 T(x1. atau di dalam lingkaran.19 L: x2 + y2 + Ax + By + C = 0 Jika persamaan lingkaran L (P. L1 : x 2  y 2  A1 x  B1 y  C1  0 dan L2 : x 2  y 2  A2 x  B2 y  C 2  0 . Pikirkan suatu titik yang mempunyai kuasa sama terhadap dua lingkaran tersebut. Himpunan (tempat kedudukan) titik-titik yang demikian. r) adalah 1   1   TP  r =  x1  A    y1  B   r 2 atau 2   2   2 2 2 2 x1  y1  Ax1  By1  C Perhatikan bahwa kuasa titik T(x1. B  dan kuadrat jari-jari r 2  A 2  B 2  C . H. terletak pada lingkaran. y1) terhadap lingkaran L(P. Garis Kuasa Misal diketahui dua buah lingkaran. Misal diketahui dua lingkaran sebagai berikut. y1) terhadap lingkaran L: x2 + y2 + Ax + By + C = 0 dapat diperoleh dengan cara menggantikan x dan y pada persamaan lingkaran itu dengan 2 . r) itu adalah 1  1 1  1 dengan pusat P   A. Dengan memperhatikan definisinya. coba selidiki bagaimanakah nilai (tanda) kuasa titik T pada lingkaran jika T di luar lingkaran.2 x1 dan y1 .

y1). 2  2   2  2 Gradien garis sentral atau garis penghubung kedua pusat lingkaran ini adalah m2 = B1  B2 . Dengan demikian. y1) terhadap lingkaran L(x. Titik pusat B1  B2 1  1   1  1 lingkaran L1 dan L2 berturut-turut adalah P1   A1 .  B1  dan P2   A2 . y) = 0 dan L2 (x. y) – L2 (x.  B2  . Jadi persamaan garis kuasa lingkaran L1(x. y) dapat ditulis dengan L(x1. . y1) mempunyai kuasa yang sama terhadap lingkaran L1 dan L2 . x1  y1  A1 x1  B1 y1  C1 = x1  y1  A2 x1  B2 y1  C 2 2 2 2 2 atau  A1  A2 x1  B1  B2 y1  C1  C 2  0 Hal ini akan berlaku pada setiap titik yang kuasanya terhadap kedua lingkaran itu sama. y) = x 2  y 2  A2 x  B2 y  C 2  0 . maka kuasa titik T(x1. maka garis kuasa dua buah lingkaran akan tegak lurus A1  A2 dengan garis sentral (penghubung titik-titik pusat) kedua lingkaran tersebut.m2 = -1. maka dipenuhi persamaan berikut. g:  A1  A2 x  B1  B2  y  C1  C 2  0 Karena secara simbolis lingkaran dapat dinyatakan sebagai L (x.20 Jika titik T(x1. y) = 0 atau L1 – L2 = 0 Perhatikan bahwa garis kuasa mempunyai gradien m1 =  A1  A2 . y) = 0 atau L(x. L1 (x. garis kuasa yang merupakan tempat kedudukan titik-titik yang mempunyai kuasa yang sama terhadap lingkaran L1 dan L2 adalah sebagai berikut. y) = 0 dapat ditulis sebagai berikut. Karena m1.

6 Bagaimana kedudukan garis kuasa dua buah lingkaran jika kedua lingkaran tersebut berpotongan atau bersinggunga? Apakah garis kuasanya memotong kedua lingkaran? I. Titik Kuasa Tempat kedudukan titik-titik yang mempunyai kuasa yang sama terhadap dua lingkaran adalah suatu garis lurus. akan terdapat sebuah titik yang mempunyai kuasa yang sama terhadap ketiga lingkaran tersebut.21 g: L1 – L2 = 0 L1 L2 P1 P2 Gambar IV. Titik yang demikian disebut titik kuasa. Jadi kalau ada tiga buah lingkaran. Perhatikan Gambar IV.7 berikut ini.7 . L1 – L2 = 0  M1   M2 K L1 – L3 = 0  M3 L2 – L3 = 0 Gambar IV.

J. Dua lingkaran dikatakan saling memotong tegak lurus jika sudut antara garis-garis singgung di titik potongnya adalah 90. Perhatikan gambar berikut. Persamaan titik kuasa dapat ditulis secara simbolis sebagai berikut. L1 = x2 + y2 + x + y – 14 = 0. Penyelesaian L1 – L2 = 0. karena K terletak pada L2 – L3 = 0.22 Titik K adalah suatu titik yang kuasanya terhadap L1 = 0 dan L2 = 0 sama. . L1 = L2 = L3 Contoh Tentukan koordinat-koordinat dari titik kuasa lingkaran-lingkaran berikut ini. dan L3 = x2 + y2 + 3x – 2y – 26 = 0. Jadi K mempunyai kuasa yang sama terhadap L1 = 0. -2). dan L3 = 0 dan disebut titik kuasa ketiga lingkaran tersebut. L2 = x2 + y2 = 13. didapat 3x – 2y – 13 = 0 Dari kedua persamaan itu didapat x = 3 dan y = -2. L2 = 0. Sehingga titik kuasa ketiga lingkaran itu adalah K(3. didapat x + y – 1 = 0 L3 – L2 = 0. karena K terletak pada L1 – L2 = 0. Dua Lingkaran yang Berpotongan Sudut antara dua buah lingkaran didefinisikan sebagai sudut yang dibentuk oleh garis-garis singgung pada kedua lingkaran itu di titik potongnya. K mempunyai kuasa yang sama pula terhadap L2 = 0 dan L3 = 0.

9 .23  P   M1 M2 Gambar IV.8 Misal diketahui dua lingkaran sebagai berikut ini. L1 : x 2  y 2  A1 x  B1 y  C1  0 L2 : x 2  y 2  A2 x  B2 y C 2 0 Kedua lingkaran itu akan berpotongan tegak lurus apabila garis-garis singgung berimpit dengan jari-jari kedua lingkaran. P r1 M1 r2 L2 = 0 M2 L1 = 0 Gambar IV.

Sebuah lingkaran dapat juga memotong lingkaran lain sedemikian sehingga membagi dua sama besar lingkaran tersebut. 1  1   1  1 Diketahui: M 1   A1 . sehingga M1M2P adalah segitiga siku-siku. P r1 M1 r2 M2 L1 = 0 L2 = 0 Gambar IV. Perhatikan gambar berikut. M 2   A2 . r1  2  2   2  2 1 2 1 2 A1  B1  C1 dan 4 4 r2  1 2 1 2 A2  B2  C2 4 4 Sehingga berlaku: ( M 1M 2 )2  r12  r22 atau B2  B1 2   A2  A1 2  A12  B12  C1  A22  B22  C2 atau 2A1 A2 + 2 B1B2 = C1 + C2 Inilah syarat dua lingkaran saling tegak lurus. B2 .24 Perhatikan bahwa r1 tegak lurus r2.10 .  B1 .

25 Jika lingkaran L2 membagi dua sama besar lingkaran L1. Persamaan L1 + L2 = 0 disebut persamaan berkas lingkaran dengan anggota dasar L1 = 0 dan L2 = 0. haruslah kuadrat jarak titik-titik pusatnya sama dengan selisih kuadrat jari-jarinya. akan terdapat suatu garis lurus yang dapat dianggap sebagai suatu lingkaran anggota berkas dengan jari-jari tak terhingga. maka L2 = 0. Jadi setiap lingkaran yang melalui titik-titik potong L1 = 0 dan L2 = 0 persamaanya berbentuk L1 + L2 = 0. Jika  = -1. maka L1 = 0 dan jika  = . maka titik itu tentu juga terletak pada setiap anggota dari berkas itu. maka dalam M1PM2 berlaku ( M 1 M 2 ) 2  r2  r1 2 2 Jadi. Titik-titik ini disebut titik-titik dasar atau titik-titik basis. Jika  = 0. Berkas Lingkaran Misal diketahui dua buah lingkaran: L1 : x 2  y 2  A1 x  B1 y  C1  0 L2 : x 2  y 2  A2 x  B2 y C 2 0 Kita dapat membentuk persamaan L1 + L2 = 0 atau (1+)x2 + (1+)y2 + (A1+A2)x + (B1 + B2)y + (C1 + C2) = 0 Nilai  dapat kita beri nilai yang bermacam-macam dan untuk setiap nilai  persamaan di atas menunjukkan persamaan lingkaran. K. . Semua anggota berkas lingkaran melalui titik-titik potong (nyata atau imajiner) L1 = 0 dan L2 = 0. Jika suatu titik terletak pada lingkaran L1 = 0 dan juga pada L2 = 0. supaya suatu lingkaran membagi dua sama besar lingkaran lain.

1) dan B(-1. Tentukan persamaan lingkaran luar suatu segitiga yang terbentuk oleh garis-garis g: x + 2y – 5 = 0. Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat C (1. -1) dan menyinggung garis g: 5x–12y + 9 = 0.26 L. 7. Tentukan persamaan lingkaran yang a. h: 2x + y – 7 = 0. 5. dan k: x – y + 1 = 0. berpusat P(4. 2. Tenukan pula persamaannya dalam sistem koordinat Kartesius. Tentukan persamaan parameter lingkaran yang berpusat P(-2. Tentukan harga-harga k sedemikian hingga garis y = kx a. melalui titik-titik A(3. tidak memotong lingkaran itu . L2: x 2  y 2  2 x  4 y  14  0 3. melalui titik (2. menyinggung lingkaran itu c. 3) dan melalui O b. Carilah titik pusat dan jari-jari lingkaran-lingkaran dengan persamaan: a. 3) serta titik pusatnya terletak pada garis g: 3x – y – 2 = 0. dan menyinggung sumbu X 4. 2). 6. Tentukan persamaan lingkaran yang titik pusatnya terletak pada garis 2x – y = 0. 3) dan berjari-jari 5. L1: x 2  y 2  5 x  2 y  1  0 b. Soal Latihan 1. Diketahui lingkaran L: x 2  y 2  10 x  16  0 . memotong lingkaran b.

B(-5. atau pada lingkaran L: x 2  y 2  x  3 y  10  0 A(3. di luar. C(3. Tentukan koordinat titik kuasa lingkaran-lingkaran berikut. L1: x 2  y 2  25 .27 8. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui A(1. 0) pada lingkaran L: x 2  y 2  6 x  2 y  8  0 10. Tentukan persamaan-persamaan garis singgung dengan gradient -2 pada lingkaran L: x 2  y 2  10 x  6 y  2  0 9. Tentukan koordinat suatu titik pada garis g: x – y – 2 = 0 yang mempunyai kuasa yang sama terhadap lingkaran L1: ( x  2) 2  y 2  2 dan L2: x 2  ( y  3) 2  5 16. L1: x 2  y 2  3x  2 y  4  0 dan L2: 3 x 2  3 y 2  2 x  y  0 15. 2). -1) dan melalui titik-titik potong lingkaran-lingkaran L1: x 2  y 2  2 x  2 y  23  0 dan L2: x 2  y 2  6 x  12 y  35  0 . Tentukan persamaan-persamaan garis singgung dari titik O(0. L2: x 2  y 2  3 x  2 y  8  0 . Tentukan besar sudut antara lingkaran L1: ( x  3) 2  ( y  1) 2  8 dan L2: ( x  2) 2  ( y  2) 2  2 13. 1). 3) terhadap lingkaran L1: x 2  y 2  2 x  6 y  20 . -4) D(6. -1) 11. Tentukan pula kutub dari garis g: 3x – 5y – 1 = 0 terhadap lingkaran L2: x 2  y 2  x  y  1  0 12. dan L3: x 2  y 2  4 x  5 y  17  0 14. Tentukan apakah titik-titik berikut ini terletak di dalam. Tentukan persamaan garis kutub dari titik T(-1. Tentukan persamaan garis kuasa lingkaran-lingkaran berikut.

28 17. Tentukan persamaan garis-garis kuasa lingkaran-lingkaran L1: x 2  y 2  x  0 . . 19. 1). dan pusatnya terletak pada garis g: 9x + 4y = 47. Buktikan bahwa kedua lingkaran L1: x 2  y 2  10 x  2 y  17  0 dan L2: x 2  y 2  8 x  22 y  7  0 saling bersinggungan. Tentukan pula titik kuasanya. melalui titik (6. Tentukan titik singgungnya. 18. dan L3: 2 x 2  2 y 2  5 x  3 y  9  0 . L2: x 2  y 2  4 y  7  0 . Tentukan persamaan lingkaran yang memotong tegak lurus lingkaran L: x 2  y 2  2 x  5 y  5  0 .