P. 1
Modul PLPG Ilmu Pengetahuan Sosial

Modul PLPG Ilmu Pengetahuan Sosial

|Views: 577|Likes:
Published by Taufik Agus Tanto
Modul PLPG IPS
Modul PLPG IPS

More info:

Published by: Taufik Agus Tanto on Sep 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

Satu Untuk UNM

KOMPETENSI PEDAGOGIK 1. Menguasai keilmuan, kajian kritis dan pendalaman IPS dalam Konteks Kurikulum Sekolah A. Media dan Sumber Pembelajaran IPS Media Pembelajaran merupakan bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di kelas. Pemanfaatan media pembelajaran merupakan upaya kreatif dan sistematis untuk menciptakan pengalaman yang dapat membelajarkan peserta didik sehingga pada akhirnya tercipta suatu lulusan yang berkualitas. Istilah media berasal dari bahasa Latin, yaitu bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media itu lebih populer dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya adalah aplikasi komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Association for Education and Communication Technologi (AECT) mengartikan media sebagai segala sesuatu yang dipergunakan orang untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan Nation Education Association (NEA) mengartikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan dilihat, di dengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut. Di samping itu Brown (Modul Akta Mengajar VB, Nomor 15, 1982/1983, P.19) mengatakan bahwa media yang digunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas proses instruksional. pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemampuan anak didik sehingga dapat mendorog terjadinya proses belajar pada dirinya. Dari uraian di atas dapat ditarik suatu simpulan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan (massage), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Dan penggunaaan media secara kreatif dapa memungkinkan peserta didik untuk belajar lebih banyak, mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan performens mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dewasa ini, kadang membingunkan antara media dan alat praga. Karena pada alat atau benda yang sama kadang orang menyebutnya sebagai media dan bagi orang yang lain menyebutnya sebagai alat praga. Untuk mengetahui perbedaan antara media dan alat
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

1

Satu Untuk UNM
praga/alat bantu hanyalah pada fungsinya, bukan pada substansi. Suatu sumber belajar dikatakan alat praga jika hal tersebut digunakan untuk mempragakan fakta, konsep, prinsip, atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/konkret, misalnya dengan mengajar tumbuhan dengan membawa gambar tumbuhan atau benda aslinya tersebut ke kelas. Sebagai alat bantu jika alat/benda itu digunakan untuk mempermudah tugas mengajar, fungsinya hanya sebagai alat bantu saja, tidak terkandung pesan/isi/bahan pelajaran. Dalam pelajaran tentang kuman misalnya, bantuan mikroskop sebagai alat pengajaran sangat penting. Demikian pula dalam pelajaran menggambar, mistar atau kuas berfungsi sebagai alat pengajaran yang sering diperlukan. Lain halnya dengan media, yaitu, selalu mengandung pesan atau isi pelajaran didalamnya, merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan belajar dan ada pembagian tanggung jawab antara guru kelas atau dosen di satu pihak dan sumber lain di lain pihak. Dalam pola 1 sumber gambaran belajar anak didik atau peserta didik hanyalah berupa orang saja. Guru kelas atau dosen memegang kendali yang penuh atas terjadinya kegiatan belajar mengajar Dalam pola 2 sumber belajar berupa orang dibantu oleh sumber lain. Walaupun demikian dalam pola ini guru kelas atau dosen masih memegang kendali, hanya saja tidak mutlak, karena dia dibentu oleh sumber lain. Dalam pola instruksional ini sumber yang berfungsi sebagai alat bantu disebut alat praga

KURIKULUM
ALAT PRAGA

GURU KELAS

GURU KELAS

GURU KELAS

MEDIA

MEDIA

1

ANAK DIDIK
Gambar: Perbedaan Media dengan Alat Pembelajaran

4

Dalam pola 3 sumber berupa orang bersama-sama dengan sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggung jawab. Dalam hal ini kontrol terhadap kegiatan belajar mengajar dibagi bersama antara sumber manusia dan sumber lain. Dan

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
sumber lain tersebut merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan belajar. Dalam pola kegiatan ini sumber lain tersebut dinamakan media Dalam pola 4 anak didik belajar hanya dari satu sumber yang bukan manusia. Keadaan ini terjadi dalam suatu pengajaran melalui media. Dan, sumber bukan manusia tersebut dinamakan media. B. Jenis Media Pembelajaran Kemajuan teknologi masuk di dunia pendidikan (persekolahan) dan di dalam ruangan lingkup kelas sangat mengembangkan media pembelajaran. Aderson (Etin Solihatin, 2007:p.26) mengelompokkan media menjadi sepuluh golongan seperti tabel 1. Klasifikasi media yang dikemukakan oleh Anderson dalam tabel 1 pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu: media cetak, media elektronik, dan media objek nyata atau realita. 1) Media Cetak. Istilah “media cetak” biasanya diartikan sebagai bahan yang diproduksi melalui percetakan profesional, seperti buku, majalah, dan modul. Selain itu, tulisan/bagan/gambar yang difoto kopi ataupun hasil reproduksi sendiri, dapat juga dikategorikan sebagai media cetak. Ada beberapa keuntungan dan kelemahan dalam penggunaan media cetak ini, yaitu:

a) Keuntungan , di samping relatif murah pengadaannya, juga lebih mudah dalam
pengunaannya, dalam arti tidak memerlukan peralatan khusus, serta lebih luwes dalam pengertian mudah digunakan, dibawa agtau dipindahkan.

b) Kelemahan, jika kurang dirancang dengan baik, cenderung untuk membosankan. Di
samping itu, media ini kurang dapat memberikan suasana yang “hidup” bagi peserta didik. Tabel: Klasifikasi Media Menurut Anderson No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Golongan Media Audio Cetak Audio Cetak Proyeksi visual Diam Proyeksi Audiovisual Diam Visual gerak Audiovisual gerak Obyek fisik Manusia dan lingkungan Komputer Contoh dalam Pembelajaran Kaset audio, siaran radio, CD, telepon Buku Pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Overhead Transparancy (OHP), film bingkai (slide) Film bingkai (slide) bersuara Film bisu Film gerak bersuara, video/ved, televisi Benda nyata, model, specimen Guru, pustakawan, laboran CAI (pembelajaran berbantuan computer), CBI (pembelajaran berbasis computer)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

3

Satu Untuk UNM
2) Media Elektronik. Ada berbagai macam media elektronik yang lazim dipilih dan digunakan dalam pengajaran antara lain:

a) Perangkat Slide atau film bingkai b) Film strips c) Rekaman d) Overhead Transparansi e) Vidio Tape/Video Casette
Seperti halnya dengan media cetak, media elektronik juga mempunyai beberapa keuntungan dan kelemahan, yaitu:

a) Keuntungan. Pada umumnya ialah dapat memberikan suasana yang lebih “hidup”
penampilannya lebih menarik, dan di samping itu dapat pula digunaan untuk memperlihatkan suatu proses tertentu secara lebih nyata.

b) Kelemahan, terutama terletak dalam segi teknis dan juga biaya. Penggunaan media
ini memerlukaan dukungan sarana dan prasarana tertentu seperti listrik serta peralatan/bahan-bahan khusus yang tidak selamanya mudah diperoleh di tempattempat tertentu. Di samping itu, pengadaan maupun pemeliharaannya ceenderung menuntut biaya yang mahal. 3) Media Realita, adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Pemanfaatan media realita tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, melainkan dapat juga dengan cara mengajak peserta didik melihat langsung (observasi) benda nyata tersebut ke lokasinya. Media realita sangat bermanfaat terutama bagi peserta didik yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu. Misalnya untuk mempelajari binatang langka, peserta didik diajak melihat anoa, badak, harimau, yang ada di kebun binatang. Seperti dengan media lainnya, media realita juga memiliki keuntungan dan kerugian, yaitu:

a) Keuntungan,
Dapat memberikan kesempatan semaksimal mungkin pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu ataupun melaksanakan tugas-tugas dalam situasi nyata, juga Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami sendiri situasi yang sesungguhnya dan melatih keteampilan mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin alat indra

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

4

Satu Untuk UNM
b) Kelemahan,
Membawa peserta didik ke berabagai tempat di luar sekolah kadang-kadang mengandung risiko dalam bentuk kecelakaan dan sejenisnya Biaya yang diperlukan untuk mengadakan berbagai obyek nyata kadang-kadang tidak sedikit, apalagi ditambah dengan kemungkinan kerusakan dalam menggunakannya Tidak selalu dapat memberikan semua gambaran dari objek yang sebenarnya, seperti peembesaran, pemotongan, dan gambar bagian demi bagian, sehingga pengajaran harus didukung pula dengan media lain. C. Kriteria Kualitas Media Pembelajaran Media pembelajaran merupakan bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di sekolah. Pemanfaatan media pembelajaran merupakan upaya kreatif dan sistematis untuk mengefektifkan pembelajaran. Karena itu, kualitas media pembelajaran diperlukan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. 1) dapat menciptakan pengalaman yang bermakna 2) menfasilitasi interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan ahli lainnya 3) memperkaya pengalaman belajar siswa 4) mampu mengubah suasana belajar menjadi aktif mencari informasi melalui berbagai sumber D. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran IPS Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran, adalah: 1) Tujuan pembelajaran 2) Prinsip-prinsip IPS (integrated, scop, sequence) 3) Manfaat dan ketepatgunaan 4) Sasaran didik 5) Karakteristik media yang bersangkutan 6) Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media 7) Keluwesan atau fleksibilitas dalam penggunaannya 8) Kesesuaian dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada 9) Biaya 10) Ketersediaannya 11) Mutu teknis

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

5

Satu Untuk UNM
E. Prinsip Pemanfaatan Media Pembelajaran Etin Solihatin dan Raharjo (2007:32) mengemukakanp prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran IPS, yaitu: 1) Setiap jenis media memiliki kelebihan dan kelemahan. Tidak ada satu jenis media yang cocok untuk segala macam proses belajar dan dapat mencapai semua tujuan belajar. Ibaratnya, tidak ada satu jenis obat yang manjur untuk semua jenis penyakit 2) Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang perlu. Namun harap diingat, bahwa penggunaan media yang terlalu banyak sekaligus dalam suatu kegiatan pembelajaran, justru akan membingungkan siswa dan tidak akan meperjelas pelajaran. Oleh karena itu, gunakan media seperlunya, jangan berlebihan. 3) Penggunaan media harus dapat memperlakukan siswa secara aktif. Lebih baik menggunakan media sederhana yang dapat mengaktifkan seluruh siswa daripada media canggih, namun justru membuat siswa terheran-heran pasif. 4) Swebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan rencana pelajaran. Tentukan bagian materi mana saja yang akan disajikan dengan bantuan media. Rencanakan bagaimana strategi dan teknik penggunaannya. 5) Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar pengisi waktu kosong. Jika siswa sadsr bahwa media yang digunakan hanya untuk mengisi waktu kosong maka kesan ini akan selalu muncul setiap kali guru menggunakan media. 6) Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaan media. Kurangnya persiapan bukan saja membuat proses kegiatan belajar mengajar tidak efektif dan efisien, tetapi justru mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Hal ini terutama perlu diperhatikan ketika akan menggunakan media eletronik. Berkenaan dengan tahapan-tahapan pemanfaatan alat/media pembelajaran adalah sebagai berikut: pertama, membuat daftar kebutuhan melalui identifikasi alat pembelajaran yang diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas atau disekolah. Kedua, golongkan ketersediaan alat/media tersebut. Ketiga, bila alat/media tersebut tersedia, pikirkan kesesuaian penggunaannya, bila belum sesuai lakukan modifikasi bila diperlukan. Keempat, media/alat yang belum tersedia dapat dilakukan dengan jalan meminjam, membuat, atau membeli. Berkenaan dengan tahapan-tahapan pemanfaatan media/alat pembelajaran dapat dilihat pada gambar. Mengenai analisis kebutuhan media dengan tebel gambar berikut:

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

6

Satu Untuk UNM

Sesuai Tersedia Membuat daftar kebutuhan melalui identifikasi alat pembelajaran Tidak sesuai Pinjam Belum tersedia Buat Beli Disesuaikan dengan modifikasi Digunakan

Gambar: Tahapan Pemanfaatan Media Pembelajaran F. Sumber Belajar (learning resources) Sering didengar istilah sumber belajar (learning resources), guru juga dalam merencanakan pembelajarannya mencantumkan sumber belajarnya, namun yang dituliskan adalah sejumlah buku-buku perpustakaan sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar. Roestiyah (1982:59) mengartikan sumber-sumber belajar ialah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat atau asal untuk belajar seseorang. Dengan demikian tempat ini merupakan bahan untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal yang baru. Sebab belajar pada hakikatnya adalah mendapatkan hal-hal baru. Di mana-mana orang dapat belajar, dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan, sebab itu, sumber belajar pun ada di mana-mana, baik berupa manusia maupun non manusia, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Dengan perkataan lain sumber belajar itu merupakan apa saja, baik yang direncanakan maupun yang menurut sifatnya dapat dimanfaatkan untuk membantu proses belajar. Departemen P & K, Proyek PIPT (1981:163-164), mengatakan bahwa sumber-sumber belajar itu haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat berfungsi untuk: a. Meningkatkan produktivitas pendidikan, dengan jalan: mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah belajar siswa b. Memberi kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan: mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional memberikan kesempatan bagi siswa untukberkembang sesujai dengan kemampuannya
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

7

Satu Untuk UNM
c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran denganjalan: perencanaan program pendidikan yang lebih sistematis pengembangan materi pelajaran yang dilandasi oleh penelitian tentang perilaku meningkatkan kemampuan manusia dengan berbagai media komunikasi penyajian informasi dan data secara lebih konkrit mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifat konkrit f. memberikan peengetahuan yang sifatnya langsung Memungkinkan penyajian pendidikan yang lebih luas, terutama dengan adanya media massa, dengan jalan: pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga ataupun kejadian yang langka penyajian informasi yang mampu menembus batas geografi Selain itu, juga dapat dikatakan bahwa sumber-sumber belajar tu dapat berfungsi teoritis dan praktis. Secara teoritis sumber belajar dapat dimanfaatkan untuk: a. Perencanaan, sehinggga dapat diperoleh bahan sajian yang berdaya guna dan tepat guna yang dapat dipakai sebagai sumber belajar b. Penelitian, dengan maksud untuk menguji pengetahuan yang berhubungan dengan sumber belajar – siswa – kegiatan peembelajaran , yang kegiatannya meliputi juga pembahasans sumber pustaka, pemilihan informasi yang dapat diterapkan. Secara praktis dapat dimanfaatkan untuk: a. Kegiatan pengadaan (produktif), seperti misalnya membuat makalah, buku, film, grafis, slide dan sebagainya. Termasuk juga di dalamnya melaksanakan penataran, latihan. b. Pelayanan dan pemanfaatan, tidak saja pelayanan terhadap kegiatan peembelajaran di lembaga yang bersangkutan, tetapi juga pemanfaatan sumber belajar tersebut oleh masyarakat pemakai (eksponen lainnya). Abdul Majid (2007:170) mengkategorikan sumber belajar sebagai berikut: a. Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti belajar, misalnya: perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan, dan sebagainya. b. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8

d. Lebih memantafkan pengajaran dengan jalan: -

e. Memungkinkan belajar secara seketika, karena dapat: -

Satu Untuk UNM
c. Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikateggorikan sebagai sumber belajar. Misalnya: guru, ahli geologi, polisi, dokter, dan ahli-ahli lainnya. d. Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kaamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya e. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar G. Pelatihan Setelah mempelajari uraian kegiatan belajar keempat ”Sumber Belajar, Alat/Media Pembelajaran” tentukan sumber belajar, jenis media, dan alat pembelajaran yang sesuai untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran mengenai materi dalam rangka mencapai kompetensi disiapkan. FORMAT TUGAS PELATIHAN SUMBER DAN MEDIA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : ...................................................................................... : ...................................................................................... : ...................................................................................... : ...................................................................................... : …………………....……………………………………………………………. Indikator Materi Pokok dan tujuan pemelajaran. Gunakan formal perlatihan yang telah

A. .

TUJUAN PEMBELAJARAN: .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... ..........................................................................................................................

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

9

Satu Untuk UNM
B. PEMILIHAN ALAT/MEDIA PEMBELAJARAN Metode Bentuk layanan Jenis alat/media

Spesifiksi materi

C.

SUMBER BELAJAR ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... .........................................................................................................................

Pertanyaan Latihan
a. Tugas Individu Setelah mempelajari bahan tersebut di atas (materi bagian keempat), jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1) Deskripsikan pembelajaran.. Jawaban: Untuk mencapai kualitas pembelajaran dengan pemanfaatan media .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. 2) Kemukakan dengan kata-kata sendiri manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan media dalam pembelajaran IPS! Jawaban: Manfaat penggunaan media dalam pembelajaran IPS: .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. 3) Deskripsikan dengan singkat bahwa media dapat menghasilkan keseragaman dan pengalaman yang integral Jawaban: bahwa media merupakan bagian tak terpisahkan dari kualitas

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

10

Satu Untuk UNM
Media dapat menghasilkan keseragaman: .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. Media dapat memberikan pengalaman yang integral: .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. 4) Tidak semua media dapat menjamin keberhasilan pembelajaran jika guru tidak dapat menggunakannya dengan baik. Bagaimanakah agar media yang dipilih itu dapat digunakan dengan baik? Jawaban: Agar media yang sudah dipilih dapat digunakan dengan baik: .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. 5) Kemukakan pengertian dan fungsi sumber belajar! Jawaban: Pengertian sumber belajar: ............................................................................................................................. ............................................................................................................................... Fungsi sumber belajar: .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. ..............................................................................................................................

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

11

Satu Untuk UNM
II. Berbagai Model Pembelajaran IPS” A. Model Pembelajaran IPS Model pembelajaran merupakan skenario strategi dan metode dalam mewujudkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai pendekatan yang digunakan”. Model pengembangan disain sistem instruksional dari Vermon S. Gerlach, Donal F. Ely yang mengandung sepuluh unsur, yaitu: 1) pengkhususan tujuan pengajaran, 2) menyeleksi isi pelajaran, 3) mengakses kemampuan dasar murid, 4) strategi yang akan dilaksanakan, 5) mengorganisasikan murid ke dalam kelompok-kelompok, 6) alokasi waktu, 7) alokasi unit tempat-tempat belajar, 8) menyeleksi sumber-sumber belajar yang tepat, 9) mengevaluasi penampilan guru dan siswa dan, 10) suatu analisis bahan umpan balik oleh guru dan murid. PPSI merupakan singkatan dari Prosedur Peengembangan Sistem Instruksional. Istilah ”sistem instruksional” mengandung penegertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan sistem di mana pembelajaran adalah suatu kesatuan yang terorganisir, yang terdiri dari seperangkat komponen yang saling berhubungan dan kerja sama satu sama lain secara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Karena itu, model pembelajaran PPSI dapat disebut menggunakan pendekatan sistem yang berorientasikan pada tujuan. Masih banyak model pengembangan desain instruksional dari ahli seperti Model Kaufman, Model Jerrald E. Kempt, Model Malcoln dan Skilbeck, Model Hilda Taba, yang disajikan pada literatur yang lai . Determinatiof strategy Organization of Groups
Specification of Content Assesment of Entering Behavior

Allocation of Time Allocation of Space

Evaluation of Performance

Spesificatin of Objectives

Selection of Resources
Aanalyses of Feed back

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

12

Satu Untuk UNM
Selain model pembelajaran berdasarkan pengembangan desain sistem instruksional, terdapat pula model pembelajaran dengan pengutamaan pada kegiatan pembelajaran tertentu, misalnya: Model pembelajaran behavioral yang terdiri dari model belajar tuntas (masteri learning), belajar kontrol diri sendiri, dan simulasi; Model pembelajaran yurisprudensi yang sangat berguna bagi siswa yang sedang mengalami perubahan kebudayaan dan perubahan nilai; Model pembelajaran alam sekitar, Model pemrosesan informasi, Model pembelajaran sekolah kerja, model pembelajaran pemecahan masalah sosial, model pengembangan kepribadian individu, dan model pembelajaran Portofolio. Namun model pembelajaran yang diuraikan di sini adalah model pembelajaran yang bersifat inovatif dan partisipatif, yang dapat diterapkan pada bidang studi IPS, sepertinya: pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL), model kreatif dan produktif, model pembelajaran kooperatif, model
Langkah I Langkah IV MEMILIH MATERI
Sesuai dengan Sesuai dengan Sesuai dengan Sesuai dengan tersedia tujuan pokok bahasan (GBPP) kegiatan alokasi waktu yang

pembelajaran

berdasarkan masalah sosial atau problem based instruction (PBI), model pembelajaran

PERUMUSAN TUJUAN INSTRUKSIONAL - Merumuskan TIK berdasarkan TIU, pokok bahasan/sub pokok bahasan (GBPP) - TIK harus bersifat operasional, spesifik tunggal tingkah laku yang merupakan hasil belajar (dapat diukur) Langkah II

Langkah

V

MENGEMBANGKAN ALAT EVALUASI - Menyusun item-item test dari TIK - Bentuk items harus sesuai dengan tingkah laku yang dilukiskan dalam TIK: objective test, essay test,

MERENCANAKAN PROGRAM KEGIATAN - Menetapkan metode - Merumuskan langkah-langkah kegiatan BM - Menetapkan alat, media, dan sumber bahan - Menetapkan alokasi waktu pelaksanaannya

performance test, attitude test

Langkah

III

Langkah VI MELAKSANAKAN PROGRAM BELAJAR MENGAJAR Mengadakan pra-test Menyampaikan materi pelajaran Mengadakan post test Balikan (perbaikan pelajaran)

MENETAPKAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR - Menetapkan Jenis kegiatan atau BM yang perlu ditempuh; yang tidak perlu ditempuh

Gambar: Prosedur Pengembangan System Instruksional
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13

Satu Untuk UNM
1. Pendekatan Pembelajaran CTL
Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Pembelajaran CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Syaiful Sagala (2005:87) dan Masnur Muslich (2007:41) “Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Jadi, landasan filosofis CTL adalah konstruktivisme, yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, tetapi merekonstruksikan atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya. Banyak padanan istilah yang visi dan misinya hampir sama dengan CTL, yaitu:     

experiencial learning real world education active learning learner centered instruction learning-in-context
mendalam, kata-kata kunci (keywords) yang dapat dipakai

Untuk memahami secara

sebagai pengingat bagi guru ketika melaksanakan pembelajaran berbasis CTL, yaitu: a. Belajar pada hakikatnya real world learning b. Mengutamakan pengalaman nyata c. Berpikir tingkat tinggi d. Berpusat pada siswa e. Siswa aktif, kritis, dan kreatif f. Pengetahuan bermakna dalam kehidupan g. Dekat dengan kehidupan nyata h. Perubahan tingkah laku i. j. Siswa praktek bukan menghafal

Learning bukan teaching
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14

Satu Untuk UNM
k. Pendidikan (education) bukan pengajaran (instruction) l. Pembentukan manusia m. Memecahkan masalah John A. Zahorik dalam Masnur Muslich (2007:52) mengemukakan ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam pembelajaran CTL, yaitu: a. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge), b. Pemerolehan pengetahuan baru (acquiring knowledge) dengan cara mempelajari secara keseluruhan dulu, kemudian memerhatikan detailnya c. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), yaitu dengan cara menyusun: 1) konsep sementara, (hipotesis), 2) melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi), dan atas dasar tanggapan itu 3) konsep tersebut direvisi dan dikembangkan d. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge) e. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Di dalam melakukan pembelajaran CTL dengan melibatkan tujuh komponen utama, yaitu: a. Konstruktivisme (Constructivism) b. Bertanya (Questioning) c. Menemukan (Inquiry) d. Masyarakat belajar (Learning Community) e. Pemodelan (Modeling) f. Refleksi (Reflection) Prosedur, strategi, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran CTL secara g. Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) konstruktivisme, dideskripsikan secara visualisasi seperti gambar berikut:

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

15

Satu Untuk UNM

Penggalian ide Orientasi

Restrukturisasi ide Klarifiasi dan pertukaran

Membandingkan dengan ide sebelumnya

Ekspose pada situasi konflik Konstruksi ide baru

Reviu perubahan ide

Aplikasi ide

Evaluasi

Driver dalam Fraser dan Walberg, 1995 Gambar: Prosedur Pembelajaran Model Konstruktivisme (Direktorat ketenagaan Ditjen-Dikti, 2007:45)

2. Model Pembelajaran Keterampilan Pemecahan Masalah Sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat individu merupakan ”aktor sosial”. Salah satu kemampuan yang dituntut untuk menjadi seorang aktor sosial yang baik adalah mengambil putusan secara nalar atau well informed and reasoned decision making (Banks dalam Direktorat ketenagaan Ditjen Dikti, 2007:121). Kemampuan tersebut akan tercermin melalui proses pembelajaran yang memungkinkan individu terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan pemecahan masalah sosial baik secara individu maupun kelompok. Karena itu kemampuan pemecahan masalah sosial diperlukan. a. manusia sebagai mahluk sosial (homo sapiens) b. kecerdasan berkembang secara individual dalam konteks sosial budaya c. rasa ingin tahu (curiousity) sebagai bagian dari proses kecerdasan d. kemampuan memecahkan masalah merupakan sarana berpikir kritis-reflektif Selanjutnya, pembelajaran keterampilan pemecahan masalah sosial ini diperlukan: a. kebutuhan individu sebagai akator sosial b. kemampuan membuat putusan sebagai atribut personal aktor sosial c. partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan publik sebagai bentuk kontribusi aktor sosial terhadap masyarakat
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

16

Satu Untuk UNM
d. demokratis, cerdas dan bertanggungjawab sebagai watak aktor sosial Adapun sarana pengembangan kemampuan pemecahan sosial, yaitu: a. akses terhadap media massa b. studi pustaka c. berdialog dengan nara sumber d. pertemuan sosial, dan e. partisipasi sosial Materi Materi pokok yang cocok untuk dijadikan fokus pembelajaran model, adalah: a. Masalah-masalah sosial, politik, yuridis, ideologis, dan lain-lain masyarakat sekitar. b. Strategi komunikasi untuk mempengaruhi pejabat terkait c. Pemecaham masalah yang mencerminkan konsep dan prinsip demokratis d. Hubungan fungsional masalah dengan kebijakan publik Strategi Pembelajaran Model pembelajaran ini menerapkan pendekatan fungsional (functional approach) atau pendekatan berbasis masalah (problem based approach) dengan strategi instruksional yang digunakan pada dasarnya bertolak dari esensi strategi inquiry, discovery, problem yang ada dalam

solving, dan research-oriented yang dikemas dalam model ”proyect” dengan menggunakan
multi metode dan aneka media dan sumber. Sebagai multi metode, pembelajaran dilakukan secara kombinasi: presntasi dosen, diskusi umum, diskusi kelompok, survei lapangan, studi kepustakaan, workshop, dan simulasi dengar pendapat (simulated-shearing). Sebagai aneka media dan sumber seperti: media cetakan, media terekam, media tersiar, dan nara sumber (pakar, praktisi, manusia kunci, pelaku sejarah) Untuk kepentingan perekaman proses belajar dan pengemasan hasil belajar dikembangkan portofolio pembelajaran secara terpadu atau pengalaman belajar yang terpadu dialami oleh siswa dalam melakanakan tugas-tugas beelajarnya. Dalam hal ini ditetapkan langkah-langkah a. mengidentifikasi masalah kebijakan publik dalam masyarakat b. memilih suatu masalah untuk dikaji oleh kelas c. mengumpulkan informasi yang terkait pada masalah itu d. mengembangkan fortofolio kelas e. menyajikan portofolio f. melakukan refleksi pengalaman belajar.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17

Satu Untuk UNM
Implementasi model pembelajaran keterampilan pemecahan masalah sosial dalam

lingkungan persekolahan dapat mengikuti rambu-rambu seperti gambar berikut:
Tatap Muka Mandiri

Pendahuluan: Klasikal

 Orientasi  Penggalian ide
Inti: Klasikal
IDENTIFIKASI MASALAH MELALUI CURAH PENDAPAT, DISKUSI KLP KECIL

Tugas Terstruktur Individual, Kelompok: Pengumpulan data

Inti: Klasikal
PEMILIHAN MASALAH MELALUI VARIASI DISKUSI KELOMPOK, SIMULASI, GAMES

Tugas Mandiri Individual, Kelompok: Pengembangan Portofolio Kelas

Penutup: Klasikal Review dan refleksi

Penyajian Portofolio Dalam Simulasi Dengar Pendapat

Gambar: Implemetasi Model Pembelajaran KPMS dalam lingkungan persekolahan Evaluasi

Model pembelajaran ini menggunakan evaluasi melalui unjuk kerja, portofolio, dan kebijakan baik secara individu maupun dengan kelompok

Hasil Belajar a. Kepekaan dan ketanggapan terhadap masalah kebijakan publik dan implikasinya a. Keterampilan merumuskan alternatif kebijakan b. Melaksanakan proses demokrasi c. Kemampuan bernalar dan rasa tanggung jawab d. Keterampilan mensosialisasikan usulan kebijakan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18

Satu Untuk UNM
3. Model Pembelajaran Kooperatif Cooverative mengandung pengertian bekerja bersama dalam mencapai tujuan
bersama. Dalam kegiatan kooperatif, peserta didik secara individual mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompoknya. Jadi, dalam pembelajaran kooperatif terdapat saling ketergantungan positif di antara peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap peserta didik mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses. Kegiatan belajar berpusat pada peserta didik dalam bentuk diskusi, mengerjakan tugas bersama, saling membantu dan saling mendukung dalam memecahkan masalah. Melalui interaksi belajar yang efektif peserta didik termotivasi, percaya diri, mampu menggunakan strategi berpikir tingkat tinggi, serta mampu membangun hubungan interpersonal. Model pembelajaran kooperatif memungkinkan semua peserta didik dapat menguasai materi pada tingkat penguasaan yang relatif sama atau sejajar. Ciri-ciri model pembelajaran koperatif adalah: a. belajar bersama secara aktif dengan teman b. selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman, c. saling mendengarkan pendapat di antara anggota kelompok, d. belajar dari teman sendiri dalam kelompok e. belajar dalam kelompok kecil, (sebaiknya 3 – 6 orang) f. produktif berbicara atau saling mengemukakan pendapat, g. keputusan tergantung pada peserta didik sendiri, h. berbagi kepemimpinan dan tanggung jawab i. membentuk keterampilan sosial Dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif di dalam kelas, ada beberapa konsep mendasar yang perlu diperhatikan dan diupayakan oleh pendidik. Konsep dasar tersebut, yaitu: a. Perumusan tujuan belajar harus jelas b. Penerimaan secara menyeluruh oleh peserta didik tentang tujuan belajar c. Ketergantungan yang bersifat posistif d. Interaksi yang bersifat terbuka e. Tanggung jawab individu f. Kelompok bersifat heterogen g. Interaksi sikap dan perilaku sosial yang positif h. Tindak lanjut i. Kepuasan dalam belajar

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

19

Satu Untuk UNM
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu: a. hasil belajar akademik b. penerimaan keragaman c. pengembangan keterampilan sosial Mengenai prosedur pembelajaran kooperatif dapat ditempuh dalam empat langkah, yaitu: orientasi, bekerja kelompok, kuis, dan pemberian penghargaan. Setiap langkah dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para dosen, dengan berpegang pada hakikat setiap langkah, sebagai berikut: Orientasi Sebagaimana halnya dalam setiap pembelajaran , kegiatan diawali dengan orientasi untuk memahami dan menyepakati bersama tentang apa yang akan dipelajari serta bagaimana strategi pembelajarannya. Dosen/guru mengkomunikasikan tujuan, materi, waktu, langkah-langkah serta hasil akhir yang diharapkan dikuasai oleh mahasiswa/siswa, serta sistem penilaiannya. Pada langkah ini terjadi negosiasi dalam rangka memperoleh kesepakatan dalam implementasinya. Kerja Kelompok Pada tahap ini, dilakukan kerja kelompok sebagai inti kegiatan pembelajaran. Kerja kelompok dapat dalam bentuk kegiatan memecahkan masalah, atau memahami dan menerapkan suatu konsep yang dipelajari. Kerja kelompok dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berdiskusi, melakukan eksplorasi, observasi, percoban, browsing lewat internet, dan sebagainya. Waktu untuk bekerja kelompok disesuaikan dengan luas dan dalamnya materi yang harus dikerjakan. Kegiatan yang memerlukan waktu lama dapat dilakukan di luar jam pelajaran, sedangkan kegiatan yang memerlukan sedikit waktu dapat dilakukan pada jam pelajaran Agar kegiatan kelompok lebih terarah, perlu diberikan panduan singkat sebagai pedoman kegiatan yang memuat tentang tujuan, materi, waktu, cara kerja, dan hasil akhir yang diharapkan untuk dicapai. Pada saat kerja kelompok, dosen/guru berperan sebagai fasilitator, dinamisator bagi masing-masing kelompok dengan cara memantau terhadap pelaksanaan kegiatan kelompok, mengarahkan keterampilan kerja sama, dan memberikan bantuan pada saat diperlukan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

20

Satu Untuk UNM
Tes/Kuis Pada akhir kegiatan kelompok diharapkan semua mahasisw/siswa telah mampu memahami konsep/topik/masalah yang sudah dikaji bersama. Kemudian masing-masing mahasiswa/siswa menjawab tes atau kuis untuk mengetahui pemahaman merek terhadap konsep/topik/masalah yang dikaji. Penilaian individu ini mencakup penguasaan ranah kogitif, afektif , dan keterampilan. Misalnya, bagaimana melakukan analisis pembelajaran? Mengapa perlu melakukan analisis pembelajaran sebelum mengembangkan media? Mahasiswa/siswa dapat juga diminta membuat prototype media tepatguna yang memiliki tingkat interaktif tinggi dalam pembelajaran, dsb. Penghargaan Kelompok Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil memperoleh kenaikan skor dalam tes individu. Kenaikan skor dihitung dari selisih antara skor dasar dengan sekor tes individu. Menghitung skor yang didapat masing-masing kelompok dengan cara menjumlahkan skor yang didapat di dalam kelompok tersebut kemudian dihitung rata-ratanya. Selanjutnya berdasarkan skor rata-rata tersebut ditentukan penghargaan masing-masing kelompok. Misalnya, bagi kelompok yang mendapat rata-rata kenaikan skor sampai denga 15 mendapat penghargaan sebagai ”good team”. Keanaikan skor lebih dari 15 hinga 20 mendapat penghargaan ”great team”. Sedangkan kenaikan skor lebih dari 20 sampai 30 mendapat penghargaan sebagai ”super team”. Anggota kelompok pada priode tertentu dapat diputar, sehingga dalam satu satuan waktu pembelajaran anggota kelompok dapat diputar 2 – 3 kali putaran. Hal ini dimakssudan untuk meningkatkan dinamika kelompok di antara anggota kelompok dalam kelompok tersebut Di akhir tatap muka, dosen/guru memberikan kesimpulan terhadap materi yang lebih dibahas pada pertemuan itu, sehingga terdapat kesamaan pemahaman pada semua mahasiswa. Model pembelajaran kooperatif secara visualisasi seperti gambar berikut:

3. Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif
Pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai pendekatan pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Pendekatan tersebut antara lain: belajar aktif, kreatif, konstruktif, serta kolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap pendekatan tersebut diintegrasikan sehingga menghasilkan satu model yang memungkinkan peserta didik menegembangkan kreativitas untuk menghasilkan produk yang bersumber dari
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21

Satu Untuk UNM
pemahaman mereka terhadap konsep yang sedang dikaji. Beberapa karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:

Gambar: Visualisasi Pembelajaran Kooperatif (Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti, 2007 – power point) a. Keterlibatan peserta didik secara intelektual dan emosional dalam pembelajaran b. Peserta didik didorong untuk menemukan/mengkonstruksi sendiri konsep yang sedang dikaji melalui penafsiran yang dilakukan dengan berbagai cara, seperti observasi, diskusi, atau percobaan c. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanggungjawab menyelesaikan tugas bersama. Kesempatan ini diberikan melalui kegiatan eksplorasi, interpretasi, dan re-kreasi. d. Untuk menjadi kreatif, seseorang harus bekerja keras berdedikasi tinggi, antusias, serta percaya diri Tujuan (Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring). Dampak Instruksional yang dapat dicapai melalui model pembelajaran ini antara lain: a. pemahaman terhadap suatu nilai, konsep, atau masalah tertentu b. kemampuan menerapkan konsep/memecahkan masalah, serta c. kemampuan mengkreasikan sesuatu berdasarkan pemahaman tersebut. Dari segi dampak pengiring (nurturant effects), melalui model pembelajaran kreatif dan produktif diharapkan dapat dibentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif, bertanggung
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 22

Satu Untuk UNM
jawab, serta bekerja sama; yang semuanya merupakan tujuan pembelajaran jangka panjang. Tentu saja dampak pengiring hanya mungkin terbentuk, jika kesempatan untuk mencapai/menghayati berbagai kemampuan tersebut memang benar-benar disediakan secara memadai. Hal itu akan tercapai, jia model pembelajaran ini diterapkan secara benar dan memadai. Materi yang sesuai disajikan dengan model kreatif dan produktif merupakan materi yang menuntut pemahaman yang tinggi terhadap nilai, konsep, atau masalah aktual di masyarakat; serta keterampilan menerapkan pemahaman tersebut dalam bentuk karya nyata. Materi ini dapat berasal dari berbagai bidang studi, seperti masalah sosial ekonomi dari bidang studi IPS, masalah kehidupan demokrasi dari Pendidikan Kewarganegaraan, masalah apresiasi sastra dari Bahasa Indodnesia, atau masalah polusi dari IPA Mengenai prosedur pembelajaran kreatif dan produktif dapat dibagi menjadi empat langkah, yaitu orientasi, eksplorasi, interpretasi, dan re-kreasi. Setiap langkah dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para dosen, dengan berpegang pada hakikat setiap langkah, sebagai berikut.  Orientasi Seperti halnya dalam setiap pembelajaran, kegiatan diawali dengan orientasi untuk mengkomunikasikan garis besar tugas (termasuk tujuan, materi, kegiatan) dan penilaian yang akan diterapkan, serta terciptanya kesepakatan antara dosen dan mahasiswa dalam mengimplementasikannya.  Eksplorasi Pada tahap ini, dilakukan dengan berbagai cara seperti mencari dan membaca buku sumber, melakukan observasi, wawancara, percobaan dan sebagainya. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individu mapun kelompok sesuai kesepakatan pada orientasi. Waktunya disesuaikan dengan luasnya bidang yang harus dieksplorasi, jika memerlukan waktu lama dikerjakan di luar jam tatap muka (kuliah). Agar dapat lebih terarah sebaiknya ada panduan yang memuat tentang tujuan, materi, waktu, cara kerja, dan hasil akhir yang diharapkan.  Interpretasi Tahap interpretasi, hasil eksplorasi diinterpretasikan melalui kegiatan analisis, diskusi, tanya jawab, kemudian dirumuskan konsepnya dan disajikan pemahamannya di dapan kelas dan ditanggapi oleh mahasiswa dan dosen  Re-Kreasi Pada tahap re-kreasi, dibuat suatu simpulan sebagai hasil ciptaan dari pemahaman terhadap konsep/topik/masalah yang dikaji menurut kreasinya masing-masing. Re-kreasi dapat dilakukan secara individu atau kelompok sesuai pilihannya masing-masing. Hasil rePendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23

Satu Untuk UNM
kreasi merupakan produk kreatif yang dapat ditampilkan, dipresentasikan,

dipajang/dipamerkan/dipublikasikan, atau ditindaklanjuti Evaluasi belajar dilakukan selama proses pembelajaran dan pada akhir pelajaran. Evaluasi selama proses pembelajaran dilakukan secara observasi mengenai sikap, kemampuan berpikir, dan bekerja sama. Evaluasi pada akhir pelajaran dilakukan secara test pemahaman konsep sebagai hasil dari eksplorasi dan interpretasi, juga dengan produk kreatif yang dihasilkan. Model pembelajaran kreatif dan produktif tidak terlepas dari kelemahan di samping kekuatan yang dimilikinya. Kelemahan tersebut terkait pada masalah kesediaan guru berubah dari kebiasaan pembelajaran secara tradisional, membutuhkan waktu yang cukup panjang dan diburuh target penyelesaian materi yang relatif banyak.dan kelas yang besar. Terlepas dari kelemahannya, model pembelajaran kreatif dan produktif mempunyai kekuatan, yaitu adanya keterlibatan secara optimal peserta didik dalam belajar dan terbentuknya dampak pengiring berpikir kreatif, bekerja sama, berdisiplin, bertanggung jawab, dll.

4. Model Pembelajaran IPS
Model-model pembelajaran yang telah disebutkan terdahulu dapat digunakan dalam bidang studi IPS, hanya saja dengan penekanan tertentu sesuai dengan karakteristik bidang studi IPS. Dalam kurikulum sekolah, IPS termasuk dalam kelompok program pendidikan akademik, memiliki sifat yang berbeda dengan bidang pelajaran yang bersifat akademik lainnya, seperti matematika, IPA, dan Bahasa. Karena itu, uraian berikut ini merupakan hal yang perlu mendapat perhatian dalam skenario model pembelajaran IPS. Sudah disebutkan terdahulu bahwa IPS adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dalam lingkungan hidupnya, yaitu mempelajari kegiatan hidup manusia dalam kelompok yang disebut masyarakat dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu sosial, sepertinya: sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, antropologi, psikologi sosial, dan sebagainya, bahkan pada humaniora dan juga ilmu kealaman. Karena IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan (fusi) dari sejumlah mata pelajaran ilmu sosial, humaniora, dan ilmu kedalaman Sebagai program dalam kurikulum sekolah dikenal dua pendekatan, yaitu pendekatan

integrated dan pendekatan subject matter masing-msing cabang ilmu sosial (SD dan SMP integrated, SMA subject matter yaitu: sosiologi antropologi budaya, geografi dan
kependudukan, ekonomi dan akuntansi, dan sejarah) Program pembelajaran IPS mengembang dua fungsi utama, yaitu:

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

24

Satu Untuk UNM
a. membina pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan yang bermanfaat bagi

perkembangan dan kelanjutan pendidikan selanjutnya b. Membina sikap-sikap yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 Tujuan program pengajaran IPS meliputi 3 aspek yaitu: a. penyampaian pengetahuan dan pengertian b. pembentukan nilai dan sikap c. melatih keterampilan Bentuk pengajarannya berupa fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi menurut IPS yang penting untuk dapat memahami dan memecahkan masalah-masalah sosial. Misalnya di dalam geografi siswa perlu memahami sebab akibat erosi. Dalam ekonomi mengenal hubungan antara penawaran dan permintaan, dalam sejarah anak didik mengenal tentang pertanda-pertanda zaman dan sebagainya. Sesuai dengan bentuk dan sifat program pengajaran IPS yang multi dimensional, maka para guru IPS diharuskan berfikir lebih jauh dalam pengembangan program pembelajarannya. Secara teoritik, penerapan asas-asas di atas akan melahirkan a. Proses pembelajaran IPS yang manusiawi dan demokratis b. Prinsip dan teknik pengembangan materi IPS secara terintegrasi c. Penggunaan metode mengajar secara bervariasi d. Mengajar secara tim (team teching) Sumber-sumber materi pengajaran IPS ada tiga, yaitu: a. teori keilmuan (ilmu-ilmu sosial, humaniora, filsafat, pendidikan, dan juga ilmu-ilmu kealaman) b. masyarakat, dan c. pribadi anak didik Prinsip penyusunan materi pengajaran IPS seharusnya mempertimbangkan hal-hal berikut: a. kemanfaatan b. kesesuaian c. ketepatan, d. sikon masyarakat, dan e. kemampuan guru Pola pengorganisasian materi ada beberapa kemungkinan, yaitu: a. Pola pengorganisasian terpisah (separated) b. Pola pengorganisasian yang meluas (broadfild) dengan cara: korelasi, integrasi, fusi atau unifikasi – kompetensi profesional pengembangan IPS
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25

Satu Untuk UNM
c. Pola pengorganisasian lintas rumpun ilmu, misalnya ilmu kealaman, humaniora, agama, pendidikan dan sebagainya. Secara visualisasi dapat dilihat power point berikut ini

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

26

Satu Untuk UNM
III Metode Asesmen Pembelajaran IPS Asesmen adalah prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja seseorang yang hasilnya akan digunakan untuk evaluasi. Asesmen dilakukan untuk mengethui seberapa tinggi kinerja atau prestasi seseorang. Informasi tersebut diperoleh dari hasil pengolahan data pengukuran dan non pengukuran. Informasi disajikan dalam bentuk profil peserta didik untuk menetapkan apakah peserta didik dinyatakan sudah atau belum menguasai kompetensi yang ditargetkan. Pengukuran dan non pengukuran adalah proses untuk memperoleh deskripsi tentang karakteristik seseorang dengan aturan tertentu. Hasil pengukuran berupa data numerik atau kuantitatif, sedangkan hasil non pengukuran berupa data kualitatif. Contoh pengukuran antara lain memberikan ulangan dan tugas, sedangkan contoh nonpengukuran antara lain tentang tingkatan karakteristik yang dimiliki seseorang dengan aturan tertentu. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes dan/atau non tes. Tes adalah alat ukur berupa satu pertanyaan untuk mengukur sampel tingkah laku dan jawaban yang diberikan dapat dikategorikan menjadi benar dan salah. Non tes juga merupakan alat ukur untuk mengukur sampel tingkah laku, tetapi jawaban yang diberikan tidak dapat dikategorikan benar dan salah, misalnya kategori positif dan negatif, setuju dan tidak setuju, atau suka dan tidak suka. Pelaksanaan pengukuran dalam IPS harus menerapakan prinsip keseimbangan antara formal tes dan non formal tes dengan instrumen tes dan non tes Evaluasi merupakan tindakan untuk menetapkan keberhasilan suatu program pendidikan, termasuk menetapkan keberhasilan peserta didik dalam program atau kelompok peserta didik. Sebagai contoh guru harus mengevaluasi apakah program pembelajaran yang dirancang sudah menunjukkan hasil yang diharapkan. Demikian pula, suatu program studi harus mengevaluasi apakah seluruh peserta didik yang menempuh suatu program berhasil atau gagal, sehingga dapat untuk menyatakan tingkat keberhasilan program. Dalam proses asesmen, bagi peserta didik yang belum menguasai kompetensi ditindaklanjuti dengan program remedial atau mengulang, sedangkan yang sudah menguasai tetapi belum maksimal diberi program pengayaan. Gambar 5.1 mengilus-trasikan keterkaitan antara kegiatan pengumpulan data, proses asesmen beserta tindak lanjutnya.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM

Asesmen

Pengukuran Profil peserta didik

Non-pengukuran

Tindak lanjut hasil asesmen

Gambar: Proses Asesmen dan Tindak Lanjutnya a. Karakteristik Asesmen Berbasis Kompetensi 1) Berfokus pada hasil, sehingga anak didik yang mengalami kesulitan 2) Dilaksanakan untuk setiap individu dan untuk menentukan dia sudah menguasai atau belum menguasai kompetensi yang diajarkan 3) Mengacu kepada standar/kriteria dan tidak untuk membandingkan keberhasilan seseorang dengan orang lainnya. 4) Memberikan kesempatan mahasiswa dapat mengevaluasi diri sendiri sehingga hasil akan lebih bermakna, baik bagi pendidik, peserta didik, maupun administrator. 5) Bersifat autentik, terbuka, holistik, dan integratif. Autentik, terfokus kepada kompetensi yang didemonstrasikan. Terbuka, memberi peluang anak didik merespons secara kreatif. Holistik, mencakup semua kemampuan dan kompetensi; sehingga pendekatan integratif yaitu dari beberapa menjadi satu kesatuan 6) Kelulusan menurut ketercapaian standar yang ditentukan untuk semua kompetensi utama, dinyatakan kompeten atau tidak (lulus atau tidak lulus). Tidak kompeten atau tidak lulus apabila tingkat penguasaannya kurang dari 70 %

1. Metode dan Bentuk Instrumen Asesmen
a. Tes (Gradasi benar – salah) 1) Tes formal adalah tes yang dilakukan dalam waktu khusus, terpisah/di luar waktu untuk kegiatan pembelajaran, yaitu: a) tes tulis dengan bentuk instrumennya diklasifikasikan dalam tiga jenis soal, yaitu: (1) soal dengan memberi jawaban, meliputi    Item tes isian atau melengkapi Item tes jawaban singkat atau pendek Item tes uraian (tes uraian terbatas dan bebas)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

Satu Untuk UNM
(2) Soal dengan memilih jawaban, meliputi:             Item tes pilihan ganda Item tes dua pilihan (benar salah, ya - tidak) Item tes menjodohkan Item tes sebab akibat Item tes pilihan ganda beralasan Item tes dua pilihan beralasan Dll.

(3) Soal gabungan memilih dan memberi jawaban, sepertinya:

b) tes lisan, dengan bentuk instrumennya Daftar pertanyaan Item tes paper and pencil Item tes identifikasi Item tes simulasi Item tes uji petik kerja c) tes kinerja, dengan bentuk instrumennya

2) Tes non-formal adalah tes yang dilakukan menyatu dengan kegiatan pembelajaran atau dilaksanakan tidak khusus dalam suasana tes, yaitu: a) Observasi, dengan bentuk instrumennya     Lembar observasi Tugas proyek Tugas portofolio Tugs rumah b) Penugasan, dengan bentuk instrumennya

b. Non-tes (positif-negatif, setuju-tidak setuju, suka-tidak suka) 1) Observasi, dengan bentuk instrumen lembar observasi 2) Wawancara, dengan bentuk instrumen pedoman wawancara 3) Inveentori, dengan beentuk instrumen skala inventori 4) Self report, dengan bentuk kuesioner, ceklis, catatan harian (angket, daftar cek, daftar catatan harian) Rangkuman metode asesmen beserta bentuk instrumen asesmennya disajikan dalam Tabel berikut:

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

29

Satu Untuk UNM
2. Strategi Pengembangan Asesmen
Dalam mengembangkan sistem asesmen berbasis kompetensi meliputi langkahlangkah: a. menentukan kompetensi b. menjabarkan kompetensi menjadi sejumlah subkompetensi Tabel: Klasifikasi Metode dan Bentuk Instrumen Asesmen No. 1 a. Metode Asesmen Tehnik Penilaian                     Bentuk Instrumen Asesmen Tes isian (melengkapi) Tes jawaban pendek Tes uraia Tes pilihan ganda Tes dua pilihan (ya–tidak) Tes menjodohkan Dll. Daftar pertanyaan Tes tulis keterampilan Tes identifikasi Tes simulasi Uji petik kerja Tugas proyek Tugas portofolio Tugas rumah Lembar observasi Lembar observasi Pedoman wawancara Skala inventori Kuesioner

Tes (gradasi benar-salah) Tes formal (dilakukan  Tes tulis secara khusus seperti ujian sisipan/midsemester, ujian akhir, ujian responsi)

 Tes lisan  Tes kinerja

b.

Tes non formal (dilakukan menyatu dengan proses pembelajaran) Nontes (gradasi positifnegatif, setuju-tidak setuju, suka-tidak suka)

 Penugasan

2

    

Observasi Observasi Wawancara Inventori Self report

c. menjabarkan subkompetensi menjadi sejumlah indikator capaian d. menentukan metode asesmen dan bentuk instrumen sesuai dengan indikator e. menyusun profil hasil belajar anak didik Instrumen asesmen yang baik haruslah memenuhi persyaratan kesahihan dan keandalan. Untuk itu, kegiatan pengembangan instrumen perlu mengikuti langkah yang dapat dipertanggungjawabkan, yaitu: penyusunan kisi-kisi, pengembangan item, instrumen, telaah dan revisi item instrumen, uji coba instrumen, analisis empiris kualitas instrumen. a. Penyusunan Kisi-kisi Kisi-kisi digunakan untuk acuan pengembangan instrumen, baik bentuk maupun item instrumen. Dosen dalam penyusunan kisi-kisi perlu menelusuri dan mengacu pada pengembangan kurikulum, silabus, dan pengalaman belajar mahasiswa.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

30

Satu Untuk UNM
Kisi-kisi asesmen berbasis kompetensi digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian, dan strategi asesmen yang direncanakan (yang meliputi metode asesmen, bentuk asesmen, dan item instrumen). Kisikisi asesmen berbasis kompetensi tersebut dapat ditampilkan dalam bentuk Tabel 5.2 b. Pengembangan Instrumen Pengembangan item instrumen harus selalu mengacu pada kisi-kisi yang telah ditetapkan agar dihasilkan item instrumen yang sahih. Berikut ini disajikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan item instrumen tes maupun nontes. 1) Pengembangan item tes tulis Hal yang diperhatikan dalam mengembangkan tes tulis yaitu a) Memperhatikan persyaratan penyusunan instrumen, baik dari aspek materi/isi/konsep, konstruksi, maupun bahasa. b) Memilih bentuk instrumen yang sesuai dengan indikator, apakah bentuk tes isian, uraian, pilihan ganda atau lainnya. c) Membuat kunci jawaban atau pedoman penyekoran. 2) Pengembangan item tes keterampilan a) Hal yang diperhatikan dalam mengembangkan item tes keterampilan adalah sebagai berikut. (a) Persyaratan penyusunan instrumen keterampilan, baik dari aspek materi/isi/konsep, konstruksi, maupun bahasa. (b) Jenis tes keterampilan yang dipakai, apakah tes tulis keterampilan, tes identifikasi, tes simulasi, atau uji petik kerja/work sampel test. (c) Indikator kompetensi yang ditargetkan. (d) Pedoman penskoran atau rubrik. b) Langkah pengembangan item instrumen keterampilan adalah sebagai berikut. (1) Tes tulis keterampilan untuk menghasilkan desain/rangkaian, gambar, dll. (a) menentukan aspek produk yang akan dinilai. (b) menentukan cara penskoran secara holistik atau analitik. (c) menentukan bobot skor. (d) menentukan klasifikasi peringkat penilaian. (2) Tes identifikasi untuk mengukur kinerja seseorang atas dasar tanda-tanda atau sinyal yang diberikan saat diberikan tes. (a) menentukan jenis kemampuan kinerja yang akan diidentifikasi. (b) menentukan banyaknya hal/aspek yang akan diidentifikasi.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

31

Satu Untuk UNM
(c) membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi keberhasilan identifikasi. (3) Uji petik kerja untuk mengukur kinerja dalam situasi yang sebenarnya atau uji simulasi untuk mengukur kinerja dalam situasi yang mirip dengan situasi yang sebenarnya (a) mengidentifikasi aspek kinerja yang dinilai. (b) menentukan model skala yang dipakai untuk penskoran yaitu rating scale atau check list. (c) membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi keberhasilan kinerja. 3) Pengembangan instrumen observasi (a) mengacu indikator kompetensi yang dikembangkan. (b) mengidentifikasi langkah kerja yang diobservasi. (c) menentukan model skala yang dipakai untuk menskor, yakni rating scale atau

check list.
(d) membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi keberhasilan kompetensi yang dikembangkan. 4) Pengembangan instrumen penugasan (a) mengacu indikator kompetensi yang dikembangkan. (b) mengacu pada jenis tugas yang dikerjakan. (c) mengidentifikasi aspek tugas yang dikerjakan. (d) menentukan model skala yang dipakai untuk menskor, yakni rating scale atau

check list.
(e) membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi keberhasilan tugas. 5) Pengembangan item instrumen nontes Instrumen nontes yang mencakup observasi, wawancara, inventori, dan self report, antara lain digunakan untuk mengukur kompetensi yang berkait dengan ranah afektif seperti sikap terhadap mata kuliah. Observasi dan wawancara dapat dilaksanakan dengan pedoman observasi dan daftar wawancara, sedangkan self report berbentuk angket. Agar dapat mengases penguasaan kompetensi maka diperlukan sejumlah indikator pencapaian. Indikator ini digunakan sebagai dasar penulisan item pernyataan atau pertanyaan. Langkah-langkah pengembangan instrumen nontes yaitu:

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

32

Satu Untuk UNM
(a) mengacu pada bentuk instrumen/inventori yang akan dikembangkan (skala Thurstone, skala Likert, skala berdiferensi semantik, dll.), (b) mengacu pada indikator yang ditentukan, (c) memilih pernyataan/pernyataan yang tidak menuntut respon yang tidak mengandung sosial desirability yang tinggi, (d) tidak ada jawaban/pernyataan yang benar atau salah, dan (e) menentukan gradasi skala yang dipilih dan penskorannya. Instrumen asesmen untuk kinerja dapat menggunakan dua kemungkinan instrumen, yaitu (a) daftar cek (ya – tidak), (b) skala rentang (sangat kompeten, - kompoten – agak kompoten – tidak kompeten). Kemungkinan keduanya dapat digabungkan. c. Telaah dan Revisi Instrumen Setelah penyusunan instrumen asesmen selesai, hasilnya tidak langsung dapat digunakan atau diterapkan, melainkan perlu ditelaah lagi, dan atas hasil telaah itu dilakukan revisi untuk memperbaiki item instrumen yang kurang baik. Beberapa hal yang perlu ditelaan, yakni telaah dari segi: 1) substansi isi, konsep, dan bahasa, 2) persyaratan item sesuai bentuk instrumen, dan 3) indikator pencapaian ksompetensi. d. Uji Coba Instrumen Meski sudah ditelaah dan direvisi, belum berarti instrumen asesmen tersebut siap digunakan. Instrumen tersebut perlu diujicoba terlebih dulu sebelum digunakan. Uji coba bisa dilakukan sebelum instrumen dipakai untuk pengumpulan data penilaian yang disebut dengan ujicoba terpisah. Uji coba dapat pula dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data penilaian, yang disebut dengan uji coba terpakai. Dalam uji coba terpisah analisis didasarkan pada data uji coba yang digunakan untuk perbaikan instrumen. Pada uji coba terpakai analisis instrumen didasarkan pada data awal dan data penilaian didasarkan pada item instrumen yang memenuhi syarat. Hal yang diujicobakan selain berkait dengan aspek substansi juga menyangkut aspek keterbacaannya. e. Analisis Empiris Kualitas Instrumen Analisis data statistik terhadap data empiris hasil uji coba baik melalui uji coba terpisah maupun uji coba terpakai akan memberikan informasi tentang kesahihan dan keandalan instrumen sebagai indikator dari kualitas instrumen. Hasil analisis empiris digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki item instrumen yang kurang memenuhi syarat dan menggani item instrumen yang tidak memenuhi syarat.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

33

Satu Untuk UNM
Sesuai dengan karakteristik asesmen berbasis kompetensi yang mengacu pada acuan kriteria maka analisis keandalan item bukan didasarkan pada „indek kesukaran item“ dan „daya beda item“, karena kedua indeks tersebut digunakan untuk pemenuhan persyaratan keandalan item instrumen beracuan norma. Keandalan item instrumen beracuan kriteria diukur dengan menggunakan “persentase konsistensi” dan „indeks sensitivitas item“. Persentase konsistensi digunakan untuk mengetahui konsistensi mahasiswa yang menguasai (mastery) dan yang tidak menguasai (nonmastery) atas dasar konsistensinya dalam mengerjakan dua perangkat intsrumen yang ekuivalen. Indeks sensitivitas item yang dihitung berdasar hasil pengukuran suatu item yang diujikan pada peserta yang belum diajar dan yang telah diajar untuk mengetahui penguasaan (mastery) materi telah dipelajari.

3. Pelaporan Hasil dan Tindak Lanjut Asesmen
a. Pelaporan Hasil Asesmen Pelaporan hasil asesmen adalah putusan dari respon peserta didik pada instrumen yang diberikan, apakah dapat dikatakan telah menguasai kompetensi dengan dinyatakan lulus atau belum menguasai kompetensi yang dinyatakan tidak lulus. Pada setiap proses penyekoran, guru harus memanfaatkan rubrik/ pedoman penskoran atau kunci jawaban sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Hal ini dilakukan untuk menjamin objektivitas dan meminimalkan kesalahan pengukuran. Cara tradisional untuk memberikan skor pada tes pilihan ganda adalah menghitung jawaban yang benar untuk setiap mahasiswa. Pada instrumen lain, skor mentah untuk setiap mahasiswa dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan skor pada setiap soal atau tugas. Kadang-kadang, skor mentah ini dikonversikan ke dalam bentuk persentase. Sebagai contoh, peserta didik yang mendapat skor 30 dari 40 soal adalah 30/40 x 100% = 75%. Batas kelulusan dalam pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus ditentukan dengan mengacu pada pencapaian standar kompetensi. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas hasil pembelajaran. Batas kelulusan untuk kompetensi utama adalah 70% dari skor total dengan kualifikasi nilai B, sedangkan batas kelulusan untuk kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya boleh 60% dari skor total dengan kualifikasi nilai C. Untuk nilai A kalau mencapai kualifikasi penguasaan kompetensi utama mencapai 85 – 100 % b. Program Tindak Lanjut Asesmen Kegiatan belajar mengajar (pembelajaran) pada hakikatnya suatu upaya agar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dapat menguasai bahan-bahan belajarnya Tabel: Contoh Penjenjangan Nilai yang Dicapai dalam Penguasaan Kompetensi

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

34

Satu Untuk UNM

Simbol A: 85 − 100

B: 70 − 84

TL: 0 − 69

Kriteria 1. Menguasai hampir semua konsep yang diberikan 2. Memiliki keterampilan yang hampir sempurna 3. Sangat siap untuk belajar lanjut. Menguasai sebagian besar konsep yang diberikan Memiliki keterampilan di atas minimum Memenuhi syarat untuk belajar lanjut Menguasai sebagian kecil konsep yang diberikan Memiliki keterampilan di bawah batas minimum Kurang memenuhi syarat untuk belajar lanjut.

Keterangan

Jika ada kompetensi dasar yang belum lulus, mahasiswa dinyatakan TL kemudian mengikuti remedi dalam batas waktu yang ditentukan dan menempuh ujian lagi.

Sesuai tujuan-tujuan atau kompetensi yang telah ditetapkannya. Untuk itu, guru melakukan berbagai upaya mulai dari penyusunan rencana pelajaran, penggunaan strategi belajar mengajar yang relevan, sampai dengan pelaksanaan penilaian dan umpan balik. Namun demikian, kenyataannya setelah kegiatan belajar mengajar berakhir masih saja ada peserta didik yang tidak menguasai materi pelajaran dengan baik sebagaimana tercermin dalam nilai atau hasil belajar lebih rendah dari kebanyakan peserta didik lainnya. Mereka memerlukan pendekatan khusus untuk dapat mencapai hasil-hasil belajar yang diharapkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan hasil belajar dengan memberikan layanan bimbingan belajar. Berkenaan dengan masalah kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru, antara lain melaksanakan remedial dengan strategi dan pendekatan seperti apa yang disebut: perbaikan/pengulangan, pengayaan dan pengukuhan serta pencepatan (aceleration). Program pengayaan dan pengukuhan merupakan bentuk khusus dari pengajaran yang diberikan kepada peserta didik yang mempunyai kesulitan belajar ringan (penguasaan yang belum tuntas/masteri). Bentuk pengajaran pengayaan yang mungkin dapat ditempuh dengan cara mengerjakan soal-soal/tugas tambahan khususnya kompetensi yang belum tercapai secara tuntas, dilaksanakan di kelas atau di rumah. Tugas-tugas yang diberikan baik dalam bentuk pekerjaan ruamah maupun dikerjakan di kelas apabila ada peningkatan patut diberikan penghargaan dengan penambahan nilai yang menjadi insentif baginya.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

35

Satu Untuk UNM
Program pencepatan merupakan bentuk khusus dari pengajaran yang diberikan kepada peserta didik yang berbakat dan menunjukkan penguasaan kompetensi secara menyeluruh dari program studi yang ditempuhnya dengan luar biasa. Peserta didik yang demikian ini ada dua kemungkinan pelaksanaannya yaitu secara promosi status akademik ketingkat yang lebih tinggi atau program maju berkelanjutan tetap pada kelas yang diduki dan diangkat sebagai tutor sebaya. Sebagai tindak lanjut dari penggunaan hasil asesmen, selain untuk memperbaiki hasil dengan rencana program remedial bagi semua atau sebagian siswa seperti yang telah disebutkan di atas, juga dengan perbaikan program kegiatan pembelajaran, khususnya yang berkaitan dengan materi pelajaran yang sulit dipahami oleh sebagian besar atau semua siswa. Perbaikan program kegiatan dengan merubah strategi dan metode yang digunakan. Atau mungkin juga dengan memperbaiki tingkat kesulitan soal yang digunakan, yaitu soal yang tingkat kesulitannya kurang dari 40 % (soal terlalu sulit) sehingga tidak terjawab oleh peserta didik. Sebaliknya soal yang tingkat kesulitannya lebih dari 90 % juga perlu diperbaiki karena terlalu mudah. Dan pada akhirnya akan ditemukan soal yang standar. Menentukan tingkat kesulitan soal dapat digunakan rumus yaitu: jumlah peserta yang jawab benar dibagi jumlah peserta dikali seratus = prosentasi IV. Pengembangan Perangkat Kurikulum IPS

1. Pengembangan Silabus
Dalam kaitannya dengan desentralisasi pendidikan dalam bidang kurikulum menggunakan prinsip “Kesatuan dalam kebijakan dan keragaman dalam pelaksanaan”. Kesatuan dalam kebijakan terwujud dalam ketentuan umum, standard kompetensi bahan kajian, beserta pedoman pelaksanaannya yang disusun secara nasional (kurnas) terwujud dalam standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD). Keragaman dalam pelaksanaan terwujud dalam silabus dan RPP yang disusun oleh daerah dan sekolah (kurikulum implementatif). Sebagai kerangka dasarnya menyatakan bahwa pemerintah pusat (Depdiknas) bertanggungjawab dalam penyempurnaan dan pengembangan: a. Standar kompetensi anak didik dan warga/rombongan belajar b. Standar materi pokok c. Pembelajaran dan penilaian hasil belajar secara nasional d. Pengendalian mutu Pemerintah Daerah bertanggungjawab dalam penjabaran dan pelaksanaan kurikulum yang mencakup:
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36

Satu Untuk UNM
a. Pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus b. Rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian c. Pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran, serta pelaksanaan dan pengelompokan penilaian hasil belajar Jadi, silabus dikembangkan oleh guru melalui forum musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau kelompok kerja guru (KKG) sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, dalam hal tertentu (standar kompetensi dan kompetensi dasar) merupakan kesatuan dalam kebijakan, tetapi dalam hal komponen, bentuk dan pelaksanaan merupakan keragaman, memungkinkan setiap sekolah berbeda menurut karakteristiknya masingmasing. a. Pengertian Silabus Silabus dapat didefinisikan sebagai “garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokokpokok isi atau materi pelajaran”. Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu pokok pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari anak didik dalam rangka penncapaian SK dan KD yang dikembangkan oleh pusat (kurnas). Selanjutnya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Selain itu, silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkesinambungan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, hasil evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan hasil evaluasi rencana pembelajaran. Oleh karena itu, siklus pengembangan silabus diawali dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian, kemudian jadi balikan untuk perbaikan dan pemantapan selanjutnya. b. Isi Silabus Pada umumnya suatu silabus berisi uraian program yang mencantumkan: 1) bidang studi yang diajarkan, 2) jenjang pendidikan/sekolah, dan semester, 3) pengelompokan kompetensi dasar, 4) materi pokok, 5) indikator, 6) strategi pembelajaran, 7) alokasi waktu, dan 8) sumber bahan/alat/media. c. Manfaat Silabus Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pengelolaan kegiatan belajar mengajar (KBM), dan pengembangan sistem asesmen/penilaian. Artinya guru dalam membuat RPP, melaksakan KBM, dan asesmen/penilaian selalu mengacu pada silabus.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

37

Satu Untuk UNM
d. Pinsip Pengembangan Silabus Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran. Beberapa prinsip yang mendasari pengembangan silabus antara lain: ilmiah, memperhatikan perkembangan dan kebutuhan anak didik, sistematis, relevansi, konsisten, kecukupan, aktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh e. Langkah-langkah Pengembangan Silabus Langkah-langkah pengembangan silabus, dapat ditemukan berbagai pariasi dari yang menyusun silabus. Namun secara umum proses pengembangan silabus berbasis kompetensi terdiri atas tujuh langkah utama sebagaimana tercantum dalam Buku Pedoman Umum Pengembangan Silabus (Depdiknas 2004), yaitu: 1) penulisan identitas mata pelajaran; 2) perumusan standar kompetensi 3) penentuan komptensi dasar; 4) rumusan indikator pencapaian; 5) penentuan materi pokok dan uraiannya; 6) penentuan pengalaman belajar 7) penentuan alokasi waktu; dan 8) penentuan sumber bahan Penulisan identitas mata pelajaran, yang perlu diisi adalah nama sekolah, nama mata pelajaran, kelas dan semester. Dengan informasi tersebut guru akan mendapatkan kejelasan tentang tingkat pengetahuanprasyarat, pengetahuan awal dan karakteristik siswa yang akan diberi pelajaran Contoh: Penulisan Identitas Mata Pelajaran SILABUS Nama Sekolah : .......................................................................................... Mata Pelajaran : .......................................................................................... Kelas/Semester : .......................................................................................... Penentuan Standar Kompetensi. Standar kompetensi adalah standar

kompetensi mata pelajaran berupa pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dikuasai serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran”. Karena Standar kompetensi telah disusun secara nasional, maka dalam membuat silabus tinggal menyalin untuk mata pelajaran yang termuat

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

38

Satu Untuk UNM
dalam kurikulum (kurnas). Dan untuk mata pelajaran muatan lokal (mulok) disusun sendiri oleh sekolah yang bersangkutan. Penentuan kompetensi dasar. Kompetensi dasar merupakan perincian atau penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi. Kompetensi dasar adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang minimal harus dikuasai peserta didik untuk menunjukkan bahwa siswa telah menguasai standar kompetensi yang ditetapkan. Rumusan kompetensi dasar mengandung unsur pembentukan tercapainya standar kompetensi. Artinya dengan tercapainya semua kompetensi dasar, maka standar kompetensi akan terbentuk. Rumusan Indikator Pencapaian. Indikator adalah indikator kompetensi mata pelajaran yang menunjukkan tanda-tanda, perbuatan dan/atau respons yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik. Indikator, yaitu: a. sesuatu yang dapat menjadi petunjuk atau keterangan kompetensi dasar mata pelajaran b. merupakan jabaran dari kompetensi dasar mata pelajaran yaitu satu kompetensi dasar terdiri dari dua atau lebih indikator c. mengacu pada rumusan kompetensi dasar mata pelajaran d. dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi e. digunakan sebagai dasar menyusun instrumen asesmen Penentuan Materi Pokok. Materi pokok adalah pokok-pokok materi pembelajaran yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dan yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian belajar. Karena standar materi pokok telah ditetapkan secara nasional, maka materi pokok tinggal disalin dari buku standar Kompetensi mata pelajaran. Sementara tugas para pengembang silabus memberikan jabaran/materi pokok tersebut ke dalam uraian materi pokok yang biasa disebut dengan materi atau bahan yang akan dipelajari/diajarkan dan diharapkan dikuasai setelah pembelajaran. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bahan pelajaran tersebut, yaitu membentuk tercapainya kompetensi dasar mata pelajaran, merupakan materi yang esensial, dan dituangkan dalam bentuk pokok bahasan beserta sub pokok bahasan. Selain itu, perlu pula mempertimbangkan: tingkat perkembangan peserta didik, kebermanfaatan bagi peserta didik, struktur keilmuan, kedalaman dan keluasan materi, relevansi kebutuhan dan tuntutan lingkungan serta alokasi waktu. Penentuan pengalaman belajar. Pengalaman belajar adalah kegiatan fisik maupun mental yang perlu dilakukan oleh anak didik dalam mencapai standard kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pelajaran. Dapat diperoleh baik di dalam kelas secara

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

39

Satu Untuk UNM
teori tatap muka dan praktek maupun di luar kelas dengan kunjungan pada objek studi di lapang. Oleh karena itu, dosen/guru ketika akan menentukan strategi pembelajarannya seharusnya berpikir dari bawah ke atas, bukan sebaliknya dari atas ke bawah. Pilih strategi yang memberikan peluang siswa untuk melakukan dan melaporkan yaitu hasilnya 90 %. Apabila tidak memungkinkan, barulah berpikir kearah satu tingkat di atasnya yaitu mengatakan sesuatu baik secara lisan maupun tulis dengan hasilnya 70 %. Begitulah seterusnya sampai pada hanya menyuruh siswa untuk membaca dengan hasilnya hanya 10 %. Penentuan Alokasi Waktu. Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar. Penentuan Sumber Bahan Ajar. Sumber bahan ajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembelajaran. Sumber bahan ajar dapat berupa sumber primer (objek langsung) sekunder, dan tersier. Penentuan sumber bahan ajar yaitu secara fungsional mendukung pengalaman belajar yang dilakukan oleh siswa dan ketersediaan secara efisien dan efektif. Sumber bahan ajar akan terhindar dari kesalahan konsep dan plagiat. Teknik penulisannya, yaitu: nama pengarang, tahun terbit, judul buku, tempat dan nama penerbit, disusun secara abjad. f. Format Silabus Sudah disebutkan terdahulu bahwa pelaksanaan silabus merupakan ketentuan keragaman menurut karakteristik sekolah masing-masing, sehingga hasil pengembangan silabus dapat dikemas ke dalam beberapa jenis format. Klasifikasi format silabus pada hakikatnya ada dua bentuk, yaitu format silabus disusun dalam bentuk vertikal dan dalam bentuk horizontal.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

40

Satu Untuk UNM
KOMPETENSI PROFESIONAL 1. Menguasai Keilmuan , Kajian Kritis dan Pendalaman IPS dalam Konteks Kurikulum Sekolah A. PENDAHULUAN 1. Deskripsi Singkat 2. Standar Kompetensi dan Sub Kompetensi Standar Kompetensi Sub Kompetensi : : 1. Menguasai keilmuan, kajian kritis dan pendalaman IPS dalam konteks kurkulum sekolah a. Mensintesiskan keterkaitan manusia dan lingkungan dengan pendekatan IPS b. Mengevaluasi dampak pengelolaan lingkungan hidup terhadap pembangunan berkelanjutan B. KEGIATAN BELAJAR 1. Kegiatan Belajar 1 a. Judul: Lingkungan Hidup, dan Pengelolaannya b. Indikator:     c. Unsur-unsur Lingkungan Arti Penting Lingkungan bagi Kehidupan Bentuk-bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Uraian Materi dan Contoh

A. Unsur-unsur Lingkungan Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan. Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41

Satu Untuk UNM
di sekitar. Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang. Menurut Undang-Undang No. 4 Tahun 1982, lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Berdasarkan pengertian tersebut, lingkungan hidup tersusun dari berbagai unsur yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu unsur biotik, abiotik, dan sosial budaya. 1. Unsur Biotik Unsur biotik adalah unsur-unsur makhluk hidup atau benda yang dapat menunjukkan ciri-ciri kehidupan, seperti bernapas, memerlukan makanan, tumbuh, dan berkembang biak. Unsur biotic terdiri atas manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Secara umum, unsur biotik meliputi produsen, konsumen, dan pengurai. a. Produsen, yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri dari bahan anorganik sederhana. Produsen pada umumnya adalah tumbuhan hijau yang dapat membentuk bahan makanan (zat organik) melalui fotosintesis. b. Konsumen, yaitu organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri. Konsumen terdiri atas hewan dan manusia. Konsumen memperoleh makanan dari organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan. c. Pengurai atau perombak (dekomposer), yaitu organisme yang mampu menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas bahan-bahan yang sederhana yang dapat dipakai oleh produsen. Pengurai terdiri atas bakteri dan jamur.

Gambar: Persawahan merupakan Paduan unsur Biotik, Abiotik, dan Sosial Budaya
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

42

Satu Untuk UNM
2. Unsur Abiotik Unsur abiotik adalah unsur-unsur alam berupa benda mati yang dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Termasuk unsur abiotik adalah tanah, air, cuaca, angin, sinar matahari, dan berbagai bentuk bentang lahan. 3. Unsur Sosial Budaya Unsur sosial budaya merupakan bentuk penggabungan antara cipta, rasa, dan karsa manusia yang disesuaikan atau dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam setempat. Termasuk unsur sosial budaya adalah adat istiadat serta berbagai hasil penemuan manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. B. Arti Penting Lingkungan bagi Kehidupan Makhluk hidup tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Kalian tentu dapat membayangkan, apa yang terjadi jika seekor ikan dikeluarkan dari akuarium, kolam, atau sungai yang merupakan lingkungan hidupnya? Ikan tersebut akan mati, bukan? Hal itu terjadi karena tidak adanya unsur-unsur lingkungan yang mendukung kehidupan ikan tersebut. Meskipun lingkungan bersifat mendukung atau menyokong kehidupan makhluk hidup, namun perlu diingat bahwa tidak semua lingkungan di muka bumi ini memiliki keadaan yang ideal untuk kehidupan makhluk hidup. Dalam hal ini, makhluk hidup yang bersangkutan harus dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya. Sebagai contoh, manusia yang hidup di daerah dingin seperti di kutub harus mengenakan pakaian yang tebal agar dapat bertahan di hawa dingin; hewan onta mempunyai kemampuan tidak minum selama berhari-hari, hal ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan hidup onta, yaitu di padang pasir yang sulit menemukan air; beberapa jenis tumbuhan menggugurkan daunnya saat musim kemarau agar dapat mengurangi penguapan, sehingga pohon tersebut tidak mati karena kekurangan air. Hal-hal tersebut merupakan bentuk adaptasi makhluk hidup terhadap kondisi lingkungan yang beragam di muka bumi. Khusus bagi manusia, adaptasi yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menghasilkan berbagai bentuk hasil interaksi yang disebut dengan budaya. Budaya-budaya tersebut, antara lain, berupa bentuk rumah, model pakaian, pola mata pencaharian, dan pola kehidupan hariannya.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

43

Satu Untuk UNM

(a)

(b)

(c)

Gambar:. Beberapa Pola Permukiman di daerah Nusa Tenggara Barat (a), Bali (b), dan Kalimantan Timur (c) yang merupakan salah satu Bentuk Adaptasi Manusia terhadap Kondisi Alam Dengan kemampuan yang dimilikinya, manusia tidak hanya dapat menyesuaikan diri. Akan tetapi, manusia juga dapat memanfaatkan potensi lingkungan lingkungan hidup juga dapat dimanfaatkan sebagai: 1. Media penghasil bahan kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan papan; 2. Wahana bersosialisasi dan berinteraksi dengan makhluk hidup atau manusia lainnya; 3. Sumber energi; 4. Sumber bahan mineral yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan hidup manusia; serta 5. Media ekosistem dan pelestarian flora dan fauna serta sumber alam lain yang dapat dilindungi untuk dilestarikan. C. Bentuk-bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya Lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Dengan kata lain, lingkungan hidup dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan karena aktivitas manusia.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 44

untuk

lebih

mengembangkan kualitas kehidupannya. Bagi manusia, selain sebagai tempat tinggalnya,

Satu Untuk UNM
1. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain meliputi hal-hal berikut ini. a. Letusan Gunung Api Letusan gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, material-material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis. Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik. Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan. Uap belerang yang keluar dari pori-pori tanah dapat mencemari tanah dan air karena dapat meningkatkan kadar asam air dan tanah. Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup oleh makhluk hidup (khususnya manusia dan hewan), hal ini dikarenakan debu-debu vulkanis mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan debu-debu vulkanis yang menempel di dedaunan tidak dapat hilang dengan sendirinya. Hal ini menyebabkan tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis sehingga lambat laun akan mati. Dampak letusan gunung memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat kembali normal. Lama tidaknya waktu untuk kembali ke kondisi normal tergantung pada kekuatan ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Akan tetapi, setelah kembali ke kondisi normal, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang subur karena mengalami proses peremajaan tanah.

Gambar: Bentuk Kerusakan Lingkungan akibat Letusan Gunung Api b . Gempa Bumi Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah di
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 45

Satu Untuk UNM
muka bumi. Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak, dan sebagainya. Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air laut yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Masih ingatkah kalian dengan peristiwa tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam di penghujung tahun 2004 yang lalu? Contoh peristiwa gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain gempa bumi yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 9,0 skala richter. Peristiwa tersebut merupakan gempa paling dasyat yang menelan korban diperkirakan lebih dari 100.000 jiwa. Gempa bumi juga pernah melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada bulan Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 skala richter. c . Banjir Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik karena banjir dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang memengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai. Selain itu, banjir dapat juga disebabkan karena ulah manusia, misalnya karena penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran air, ataupun karena rusaknya dam atau pintu pengendali aliran air. Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur karena tererosi aliran air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia.

Gambar: Contoh Bencana Banjir yang melanda Solo Jawa Tengah, Februari 2008
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 46

Satu Untuk UNM
Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir adalah Jakarta. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga dilanda banjir akibat meluapnya DAS Bengawan Solo. d . Tanah Longsor Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi karena proses alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda beberapa wilayah Indonesia yang memiliki topografi agak miring atau berlereng curam. Sebagai contoh, peristiwa tanah longsor pernah melanda daerah Karanganyar (Jawa Tengah) pada bulan Desember 2007.

Gambar: Bencana Tanah Longsor dan Kerusakan Angin di Jawa Tengah e. Badai/Angin Topan Angin topan terjadi karena perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu daerah sehingga menyebabkan angin bertiup lebih kencang. Di beberapa belahan dunia, bahkan sering terjadi pusaran angin. Bencana alam ini pada umumnya merusakkan berbagai tumbuhan, memorak-porandakan berbagai bangunan, sarana infrastruktur dan dapat membahayakan penerbangan. Badai atau angin topan sering melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah dilanda gejala alam ini. Salah satu contoh adalah angin topan yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. f. Kemarau Panjang Bencana alam ini merupakan kebalikan dari bencana banjir. Bencana ini terjadi karena adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari biasanya. Bencana ini menimbulkan berbagai kerugian, seperti
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

47

Satu Untuk UNM
mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan berbagai upaya pertanian yang diusahakan penduduk. 2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia Manusia memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi untuk mengeksploitasi lingkungan sehingga kebutuhan hidupnya terpenuhi. Namun, ilmu dan teknologi yang dipergunakan oleh manusia telah mengakibatkan tekanan terhadap lingkungan hidup. Karena dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini. 1. Pencemaran Lingkungan Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Salah satunya adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh zat-zat polutan yang semakin menyesaki bumi akibat dari kemajuan teknologi. Disatu sisi, teknologi memang kita butuhkan tetapi disisi lain telah menyebabkan pencemaran yang sangat membahayakan kehidupan. Hasil dari sisa-sisa kemajuan teknologi itu kini telah meracuni tanah, air, serta udara. Jadi, teknologi hendaknya diciptakan sedemikian rupa sehingga tetap ramah terhadap lingkungan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara.

Gambar: Pencemaran Udara dari Cerobong Asap Pabrik

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

48

Satu Untuk UNM

Gambar: Pencemaran Udara dari Kendaraan Bermotor Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan.

Gambar: Pencemaran Penciuman dari Aroma Busuk Sampah Pencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan. Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

49

Satu Untuk UNM
adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut.

Gambar: Pencemaran Air yang memusnahkan Habitat Ikan Sesungguhnya antara pencemaran udara, tanah dan air ini satu sama lain saling berkaitan, seperti asap pabrik dan kendaraan bermotor melepaskan karbon monoksida ke udara, terjadilah pencemaran udara. Udara yang tercemar itu naik bercampur dengan uap air, terkondensasi dan turun sebagai hujan. Air hujan yang telah tercemar karbon monoksida itu bersifat asam sehingga sering disebut hujan asam. Hujan asam ini jika mengenai tanaman atau hewan secara langsung dapat memperlambat pertumbuhannya dan bahkan membunuhnya. Air hujan asam itu juga memasuki air permukaan seperti sungai atau danau dan meracuni tumbuhan serta hewan-hewan air. Sebagian hujan asam itu meresap ke tanah dan meracuni tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan dan hewan itu jika masih hidup akan menyimpan racun dalam tubuhnya, dan racun tersebut tanpa disadari akan masuk ke dalam tubuh manusia apabila manusia tersebut mengkonsumsi tumbuhan dan hewan yang sudah terkontaminasi racun tersebut. Pencemaran air pada akhirnya juga menyebabkan pencemaran udara dan tanah. Zatzat polutan dalam air yang tercemar akan terurai dan tercampur dalam udara ketika berlangsung proses penguapan. Sebagian air yang tercemar juga memasuki tanah sehingga tanah pun itu tercemar. Pencemaran tanah pun akhirnya juga menyebabkan pencemaran air dan udara. Zat-zat polutan yang ada di dalam tanah dapat menguap ke udara, menimbulkan bau yang tidak sedap dan menyesakkan pernafasan. Sebagian zat polutan itu juga memasuki air tanah dan mengisi air sumur, sungai, dan danau. Kalau sudah seperti itu, siapakah yang akan rugi? Tentu manusia-lah yang akan rugi dan menanggung semua akibatnya.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

50

Satu Untuk UNM

Gambar: Hujan Asam Dan selanjutnya adalah Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik. Dampak pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres. 2. Degradasi Lahan Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan, misalnya lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan. 1) Lahan kritis dapat terjadi karena praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang besar-besaran.

Gambar: lahan Kritis akibat Ladang Berpindah

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

51

Satu Untuk UNM
2) Rusaknya ekosistem laut terjadi karena bentuk eksploitasi hasil-hasil laut secara besarbesaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang.

Gambar: Rusaknya Ekosistem Terumbu Karang 3) Kerusakan hutan pada umumnya terjadi karena ulah manusia, antara lain, karena penebangan pohon secara besar-besaran, kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkan dari kerusakan hutan, misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya mata air, serta dapat menimbulkan bahaya banjir dan tanah longsor.

Gambar: Kebakaran Hutan salah satu Penyebab Kerusakan Hutan Degradasi lahan dapat berupa penggundulan hutan (deforestation) dan

penggersangan lahan (desertification). 1) Penggundulan hutan (deforestation)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

52

Satu Untuk UNM

Gambar: Penebangan Hutan secara Liar menyebabkan Hutan Gundul Perusakan dan penebangan hutan secara permanen merupakan tindakan yang menyebabkan hutan gundul. Penebangan hutan sudah dilakukan penduduk selama berabadabad. Hanya saja, dalam 50 tahun terakhir ini kerusakan mulai dirasakan. Diperkirakan hutan yang hilang setiap hari seluas 400.000 hektar. Sedang di Indonesia, setiap tahun luas hutan berkurang sebanyak 1,6 juta hektar. Seandainya 1 hektar = 1 lapangan sepak bola, dapat dibayangkan betapa cepat hutan hilang dari wilayah Indonesia. Yang lebih memprihatinkan, kebanyakan kerusakan hutan terjadi di wilayah hutan hujan tropis, termasuk hutan Papua, Sumatera, dan Kalimantan. Banyak faktor yang menyebabkan manusia melakukan penggundulan hutan. Dorongan ekonomi cukup berperan dalam hal ini. a. Pembangunan Permukiman Pembangunan permukiman baru sering dilakukan denga cara membuka lahan hutan. Daerah transmigrasi disiapkan untuk ditempati para transmigran agar dapat membangun kembali lingkungan barunya. Lahan transmigran disiapkan di daerah tertentu dengan cara membuka hutan. Selain disediakan rumah-rumah dan laha pekarangan, fasilitas prasarana transportasi juga disiapkan untuk para transmigran. Jalan-jalan dibuat untuk menghubungkan dengan daerah luar, di Indonesia, penyediaan lahan transmigran disiapkan untuk menempatkan jutaan penduduk dari Jawa atau wilayah lain yang berpenduduk padat.

Gambar: Pemakaian Kayu untuk Permukiman
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53

Satu Untuk UNM
b. Perluasan Lahan Pertanian Di Amerika Selatan, pertanian tanaman pangan dan penggembalaan ternak yang membutuhkan lahan luas menimbulkan banyak kerusakan hutan. Sebagai bukti, sekitar 2/3 luas hutan telah rusak. Kebanyakan lahan gundul di wilayah ini pada beberapa dekade terakhir disebabkan oleh pengembangan dan peternakan hewan besar serta perluasan lahan perkebunan. Lahan diwilayah ini tidak cocok untuk pertanian dan peternakan karena kurang subur. Lebih lanjut, lahan pertanian yang dikerjakan intensif tanpa periode jeda telah mempercepat proses degradsi tanah. Kandungan unsur hara dalam tanah menyusut secara cepat dalam beberapa tahun. Pengundulan lahan juga mempercepat degradasi lahan. Di Indonesia, kegiatan perladangan berpindah dituding turut menciptakan hutan gundul. c. Penggunaan Bahan Bakar Kayu Pohon-pohon hutan dapat dijadikan kayu bakar. Pemanfaatan kayu sebagai sumber energi terutama terjadi di Negara-negara berkembang seperti Etiopia dan Burkina Faso di Afrika. Di Negara tersebut bahan bakar kayu mengambil porsi lebih dari 90% dari seluruh energy yang digunakan. Diperkirakan kebutuhan bahan bakar kayu pada tahun 2025 menjadi dua kali lipat dari pasokan yang kini tersedia. Peningkatan jumlah penduduk menambah tekanan pada luas lahan hutan. Tekanan akibat peningkatan jumlah penduduk akan memperluas penggundulan hutan. Hal ini disebabkan karena kemampuan regenerasi hutan lebih lambat disbanding kerusakan hutan serta peningkatan kebutuhan penduduk.

Gambar: Pohon-pohon Hutan dijadikan Kayu Bakar d. Penambangan terbuka/ permukan Bahan tambang perlu dikeluarkan dari dalam bumi agar dapat bermanfaat bagi manusia. Sebagai contoh, batu bara di tambang untuk bahan bakar pembangkit listrik. Lahan yang bayak mengandung cadangan batu bara kebanyakan masih berupa hutan. Untuk

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

54

Satu Untuk UNM
mendapatkan batu bara, cara yang umum di lakukan di Indonesia adalah denagn penambangan terbuka/ permukaan (open-cut/ surface mining).

Gambar: Pembukaan Hutan Metode penambangan terbuka menyebabkan lahan hutan yang ditebangi semakin meluas. Akibatnya, hutan menjadi gundul dan permukaan lahan menjadi rusak. Kerusakan lahan hutan akibat kegiatan penambangan terbuka perlu perbaikan yang sungguh-sungguh, yaitu dengan reklamasi dan penghijauan kembali. Jika tidak, akan banyak lubang raksasa atau bopeng-bopeng di permukaan lahan bekas tamabang serta lahan gundul menimbulkan degradasi lingkungan yang serius. e. Pembalakan Pembalakan yang tidak terkendali menjadi penyebab utama kerusakan hutan. Kegiatan pembalakan atelah mengubah lahan hutan menjadi gundul secara cepat. Fungsi hutan sebagai penutup dan pelindung tanah menjadi hilang. Hujan dan angin mudah mengerosi tanah yang terbuka. Pohon-pohon yang tersisa akan tumbang oleh angin karena tanah tempat tumbuh akar sudah terkikis. Pada lahan yang terbuka, sinar matahari menyinari langsung sehingga tanah menjadi kerin, tidak subur, dan sulit diolah. Selanjutnya kayu-kayu gelondongan hasil pembalakan diangkat keluar dari hutan melalui jalan yang dibuat dengan melintasi tengah hutan. Pengankutan kayu-kayu gelondongan menyebabkan banyak kerusakan pohon-pohon pada jalur lintasan yang dilalui truk pengangkut. Alat-alat berat seperti traktor dan bulldozer juga menghancurkan vegetasi dan memadatkan tanah dilindasannya. Tanah yang padat sulit menyerap air hujan sehingga menghambat vegetasi untuk tumbuh kembali. Kerusakan hutan Indonesia termasuk yang tercepat di dunia. Dalam setahun hutan yang rusak mencapai 1,6 juta hektar atau seluas 3 hektar permenit. Ini berarti hutan yang gundul akibat penggalakan dalam satu menit sama denagn enam kali luas lapangan sepak bola. Dapat dibayangakan betapa hebat dampak pembalakan terhadap kerusakan hutan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

55

Satu Untuk UNM
2) Penggersangan Lahan (desertification) Penggersangan lahan banyak terjadi di wilayah iklim kering (arid) dan setengah semi kering (semiarid). Degradasi lahan di wilayah ini menyebabkan terbentuknya gurun. Ini berarti telah terjadi kerusakan lahan secara meluas yang menyebabkan vegetasi tidak dapat tumbuh. Seperti halnya penggundulan hutan, penggersangan lahan merupakan masalah lingkungan pada decade sekarang. Selama berabad-abad para penggembala ternak berpindah-pindah menjelajahi padang gembala bersama ternak-ternaknya. Cara hidup mereka member sedikit pengaruh terhadap kerusakan lahan. Akan tetapi, bila kegiatan ini digabung denagn kerusakan alam secara alami, maka akan berpengaruh besar terhadap pembentukan lahan gersang pada suatu wilayah. Beberapa penyebab penggersangan lahan sebagai berikut. a. Kegiatan Pertanian Pertumbuhan penduduk di wilayah semiarid biasanya diikiuti oleh kegiatan pertanian yang meningkat. Praktik-praktik pertanian yang buruk dengan menanami lahan secara terus menerus tanpa jeda memang mapu meningkatkan hasil panen. Hanya saja, keadaan ini akan mempercepat penurunan kesuburan lahan. Lahan yang sudah tidak subur kemudian di tinggalkan. Vegetasi alami tidak dapat tumbuh dan berkembang biak pada lahan gersang karena tanah kekurangan makanan (unsur hara). Jumlah dan ukuran hewan ternak memengaruhi kebutuhan pakan. Pertambahan jumlah hewan ternak telah meningkatkan kebutuhan lading penggembalaan untuk merumput. Hewan gembalaan juga menginjak-nginjak lahan dan memakan rumput yang tinggal sedikit. Lahan yang telah habis rumputnya akan kembali pulih setelah ditinggakan dan di beri cukup kesempatan untuk tumbuh. Akan tetapi, hal ini sulit terwujud karena hewan gembalaan yang telah meninggalkan lading penggembalaan digantikan oleh hewan gembalaan yang lain.

Gambar: Ternak yang sedang Merumput

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

56

Satu Untuk UNM
b. Penggunaan Teknologi Penggersangan di wilayah semiarid dapat ditimbulkan oleh pemanfaatan teknologi irigasi modern. Di wilayah Afrika banyak disediakan sumur bor untuk para penggembala dibuat untuk mendapatkan air tanah. Sumur-sumur ini telah menarik para penggembala dan hewan gembalaanya untuk minum dan merumput. Kemudahan mendapatkan air menyebabkan para penggembala tinggal di wilayah itu. Kaki-kaki hewan yang menginjak tanah turut menekan lahan dan memadatkan tanah. Degradasi lahan telah di perburuk oleh hewan-hewan gembala yang menginjak-nginjak lahan subur di lingkungan sekitar. Sebenarnya jika penggembala di lakukan dengan sistem rotasi seperti pada penanaman tanaman pertanian, resiko kerusakan tanah bias diperkecil. Lahan dibiarkan istirahat agar vegetasi alami bias tumbuh kembali, akhirnya pengembalian ketersediaan unsur hara dalam tanah berlangsung lebih cepat. c. Vegetasi Berkurang

Gambar: Hilangnya Vegetasi Peningkatan jumlah hewan dan manusia mempengaruhi penurunan jumlah vegetasi. Kegiatan pencarian kayu bakar dan hewan-hewan gembala yang merumput menyebabkan jumlah vegetasi berkurang dengan cepat. Ketika lahan menjadi gundul dan terbuka karena pertumbuhan penutupnya hilang, maka angin dan hujan mudah mengerosi lapisan tanah atas yang subur. Lahan yang tererosi tidak dapat menanam dan meresapkan air hujan ke dalam tanah. Kondidi ini menimbulkan lahan gersang sehingga vegetasi tidak dapat tumbuh subur dan lahan menjadi sepi dari kehidupan. D. Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

57

Satu Untuk UNM
Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hokum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup. Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut, antara lain meliputi hal-hal berikut ini. 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri. 3. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 4. Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991. Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan caracara berikut ini. 1. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang. 2. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan. 3. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga. 4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industry yang ramah lingkungan. 5. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran. Sementara itu, sebagai seorang pelajar apa upaya yang dapat kalian lakukan dalam usaha pelestarian lingkungan hidup? Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut: 1. Menghemat penggunaan kertas dan pensil 2. Membuang sampah pada tempatnya 3. Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang 4. Menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta 5. Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

58

Satu Untuk UNM
d. Rangkuman  Menurut Undang-Undang No. 4 Tahun 1982, lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.  Lingkungan hidup tersusun dari berbagai unsur yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu unsur biotik, abiotik, dan sosial budaya.  Arti penting lingkungan bagi kehidupan adalah lingkungan bersifat mendukung atau menyokong kehidupan makhluk hidup, akan tetapi makhluk hidup yang bersangkutan harus dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungannya.  Kerusakan lingkungan hidup berdasarkan penyebabnya, dapat dibedakan menjadi dua macam, kerusakan karena proses alam dan kerusakan karena aktivitas manusia. Kerusakan lingkungan akibat proses alam meliputi peristiwa gunung meletus, gempa bumi, banjir, tanah longsor, badai, dan kemarau panjang. Sedangkan kerusakan lingkungan karena aktivitas manusia berupa pencemaran lingkungan (polusi udara, polusi tanah, polusi air dan polusi suara) serta degradasi lahan (lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan).  Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. e. Latihan 1. Ruang yang ditempati makhluk hidup bersama benda tak hidup disebut ... a. Ekosistem b. Lingkungan 2. a. Unsur biotik b. Unsur manajemen lingkungan c. Unsur abiotik d. Unsur sosial budaya 3. Unsur-unsur berikut ini yang berupa komponen abiotik adalah ... a. Tanah, udara, dan mikroorganisme b. Mikroorganisme, cacing, dan serangga c. Flora, fauna, dan mikroorganisme d. Air, tanah, dan udara
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! c. Populasi d. Habitat

Berikut yang bukan merupakan unsur-unsur lingkungan adalah ...

Satu Untuk UNM
4. Berikut adalah proses alam yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, yaitu .. a. Tumpahan minyak di laut b. Jebolnya bendungan/dam 5. a. Kegiatan perladangan b. Erosi di bagian hulu 6. memiliki kekuatan ... a. < 80 desibel b. < 80 Mhz 7. pemerintah yang dituangkan malalui ... a. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 19 Tahun 1986 b. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 c. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 39 Tahun 1986 d. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 49 Tahun 1986 B. Kerjakanlan Soal-soal Berikut! 1. Sebut dan jelaskan unsur-unsur lingkungan dengan disertai contoh masing-masing! 2. Sebutkan beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh gejala alam! 3. Sebutkan beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh dampak aktivitas manusia! 2. Kegiatan Belajar 2 a. Judul: Pembangunan Berwawasan Lingkungan yang Berkelanjutan b. Indikator:      c. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Nasional Hakikat Pembangunan Berwawasan Lingkungan Ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam Pembangunan Berkelanjutan Asas Pengelolaan Lingkungan Hidup secara Berkelanjutan c. > 80 desibel d. > 80 Mhz c. Kemarau panjang d. Sampah c. Berkurangnya volume air sungai d. Buangan limbah industri

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya polusi air adalah ...

Tingkat kebisingan yang dapat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang

Pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup merupakan kebijakan

Uraian Materi dan Contoh

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

60

Satu Untuk UNM
A. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Nasional Setiap negara pasti memiliki tujuan dan sasaran pembangunan, tidak terkecuali negara Indonesia. Tujuan dan sasaran pembangunan ditetapkan sebagai arah dan prioritas yang diambil pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, sehingga alokasi dana dan berbagai kebijakan dapat ditetapkan untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional. Tujuan dan sasaran pembangunan Indonesia adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Tujuan dan sasaran pembangunan nasional sebagaimana tercantum dan tersirat dalam Pembukaan UUD 1945 adalah: 1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Memajukan kesejahteraan umum 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam pelaksanaannya, pembangunan nasional yang dilaksanakan bertumpu pada Trilogi Pembangunan, yaitu pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, serta stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Ketiga tumpuan pembangunan tersebut saat ini dilengkapi pula dengan upaya-upaya pelestarian lingkungan, sehingga pembangunan yang dilakukan sekarang diharapkan tidak mengganggu kelangsungan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh generasi penerus. Pola pembangunan yang demikian disebut dengan pembangunan berwawasan lingkungan atau pembangunan yang berkelanjutan.

Gambar: Proses pembangunan harus diupayakan seminimal mungkin menghasilkan pencemaran lingkungan

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

61

Satu Untuk UNM
B. Hakikat Pembangunan Berwawasan Lingkungan Pembangunan dapat dikatakan berhasil jika memenuhi beberapa kondisi, antara lain, dapat menyejahterakan kehidupan masyarakat, memiliki fungsi dan peruntukan yang tepat, serta memiliki dampak terhadap kerusakan lingkungan terendah. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pembangunan pasti menimbulkan dampak terhadap keseimbangan lingkungan hidup. Namun, kita harus mampu meminimalisasi dampak-dampak negatif tersebut. Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah pembangunan yang dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan memerhatikan analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL). Hal ini dimaksudkan agar generasi mendatang dapat pula menikmati kualitas dan kuantitas sumber daya alam sebagai-mana yang kita nikmati sekarang, sehingga kita tidak mewariskan kerusakan dan pencemaran kepada generasi penerus kita. Dasar hukum pelaksanaan AMDAL di Indonesia diatur dalam Pasal 16 UndangUndang Lingkungan Hidup yang berbunyi: “Setiap rencana yang diperkirakan mempunyai

dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah.” Makna yang tersirat
dari isi pasal tersebut adalah berikut ini. 1. Setiap kegiatan pembangunan pada dasarnya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup yang perlu diperkirakan pada perencanaan awal, sehingga sejak dini dapat diambil langkah pencegahan, penanggulangan dampak negatif, serta mengembangkan dampak positif dari kegiatan tersebut. 2. Analisis mengenai dampak lingkungan diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup. 3. Pembangunan perlu dilakukan secara bijaksana agar mutu kehidupan dapat dijaga secara berkesinambungan sehingga keserasian hubungan antarberbagai kegiatan perlu dijaga.

Gambar: Daur Ulang adalah salah satu Alternatif Pengolahan Sampah
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62

Satu Untuk UNM
Menjaga kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan merupakan usaha untuk mencapai pembangunan jangka panjang yang mencakup jangka waktu antargenerasi yaitu pembangunan yang terlanjutkan (sustainable development). Dengan mencakup jangka waktu antargenerasi berarti setiap pembangunan yang dilaksanakan bukan untuk generasi kita saja, melainkan juga untuk anak cucu kita. Agar pembangunan dapat berkelanjutan, pembangunan haruslah berwawasan lingkungan dengan menggunakan sumber daya secara bijaksana. C. Ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan Pembangunan yang akhir-akhir ini dikembangkan oleh pemerintah Indonesia adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan, yaitu suatu bentuk pembangunan yang tetap memerhatikan daya dukung lingkungan dan kelestarian sumber daya alam. Pembangunan berwawasan lingkungan akan menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan dan seimbang. Pembangunan yang berwawasan lingkungan harus memerhatikan dan melaksanakan konsep serta analisis SWOT (strenght, weakness, opportunity, and threats atau kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) sehingga mampu mengoptimalkan potensi dan peluang yang ada serta dapat meminimalisasi kelemahan dan ancaman serta dampak yang mungkin ditimbulkan. Untuk dapat mendukung pelaksanaan analisis SWOT, maka partisipasi segenap lapisan masyarakat sangat diperlukan sehingga hasil-hasil pembangunan dapat dipertanggungjawabkan dan dirasakan bersama. Berdasarkan uraian tersebut, secara ringkas ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan, antara lain: 1. dilakukan dengan perencanaan yang matang dengan mengetahui dan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki dan yang mungkin timbul di belakang hari. 2. memerhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat mendukung kesinambungan pembangunan 3. meminimalisasi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan 4. melibatkan partisipasi warga masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan. D. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja,
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63

Satu Untuk UNM
melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak. Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu: a. b. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang. Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut: a. b. c. d. Menjamin pemerataan dan keadilan. Menghargai keanekaragaman hayati. Menggunakan pendekatan integratif. Menggunakan pandangan jangka panjang. Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya: a. b. c. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. 1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

64

Satu Untuk UNM
a. b. c. d. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya: 1) Menanggulangi kasus pencemaran. 2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3). 3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon. Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masingmasing. Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain: a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan) Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan. b. Pelestarian Udara Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen. Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65

2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah

Satu Untuk UNM
Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain: 1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga. 2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik. 3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer. c. Pelestarian Hutan Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan: 1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul. 2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang. 3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon. 4) Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66

Satu Untuk UNM
5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan. d. Pelestarian laut dan pantai Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak. Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara: 1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai. 2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut. 3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan. 4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan. e. Pelestarian flora dan fauna Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah: 1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa. 2) Melarang kegiatan perburuan liar. 3) Menggalakkan kegiatan penghijauan. E. Asas Pengelolaan Lingkungan Hidup secara Berkelanjutan Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memerlukan sumberdaya alam, yang berupa tanah, air dan udara dan sumberdaya alam yang lain yang termasuk ke dalam sumberdaya alam yang terbarukan maupun yang tak terbarukan. Namun demikian harus disadari bahwa sumberdaya alam yang kita perlukan mempunyai keterbatasan di dalam banyak hal, yaitu keterbatasan tentang ketersediaan menurut kuantitas dan kualitasnya. Sumberdaya alam tertentu juga mempunyai keterbatasan menurut ruang dan waktu. Oleh
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67

Satu Untuk UNM
sebab itu diperlukan pengelolaan sumberdaya alam yang baik dan bijaksana. Antara lingkungan dan manusia saling mempunyai kaitan yang erat. Ada kalanya manusia sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan di sekitarnya, sehingga aktivitasnya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan di sekitarnya. Keberadaan sumberdaya alam, air, tanah dan sumberdaya yang lain menentukan aktivitas manusia sehari-hari. Kita tidak dapat hidup tanpa udara dan air. Sebaliknya ada pula aktivitas manusia yang sangat mempengaruhi keberadaan sumberdaya dan lingkungan di sekitarnya. Kerusakan sumberdaya alam banyak ditentukan oleh aktivitas manusia. Banyak contoh kasus-kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah serta kerusakan hutan yang kesemuanya tidak terlepas dari aktivitas manusia, yang pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri. Pembangunan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak dapat terhindarkan dari penggunaan sumberdaya alam; namun eksploitasi sumberdaya alam yang tidak mengindahkan kemampuan dan daya dukung lingkungan mengakibatkan merosotnya kualitas lingkungan. Banyak faktor yang menyebabkan kemerosotan kualitas lingkungan serta kerusakan lingkungan yang dapat diidentifikasi dari pengamatan di lapangan, oleh sebab itu dalam makalah ini dicoba diungkap secara umum sebagai gambaran potret lingkungan hidup, khususnya dalam hubungannya dengan pengelolaan lingkungan hidup di era otonomi daerah. 1. Pembangunan Nasional dan Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan Nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan Undangundang Dasar 1945. Dalam melaksanakan pembangunan nasional perlu memperhatikan tiga pilar pembangunan berkelanjutan secara seimbang, hal ini sesuai dengan hasil Konperensi PBB tentang Lingkungan Hidup yang diadakan di Stockholm Tahun 1972 dan suatu Deklarasi Lingkungan Hidup KTT Bumi di Rio de Janeiro Tahun 1992 yang menyepakati prinsip dalam pengambilan keputusan pembangunan harus memperhatikan dimensi lingkungan dan manusia serta KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg Tahun 2002 yang membahas dan mengatasi kemerosotan kualitas lingkungan hidup. Bagi Indonesia mengingat bahwa kontribusi yang dapat diandalkan dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi dan sumber devisa serta modal pembangunan adalah dari sumberdaya alam, dapat dikatakan bahwa sumberdaya alam mempunyai peranan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

68

Satu Untuk UNM
penting dalam perekonomian Indonesia baik pada masa lalu, saat ini maupun masa mendatang sehingga, dalam penerapannya harus memperhatikan apa yang telah disepakati dunia internasional. Namun demikian, selain sumberdaya alam mendatangkan kontribusi besar bagi pembangunan, di lain pihak keberlanjutan atas ketersediaannya sering diabaikan dan begitu juga aturan yang mestinya ditaati sebagai landasan melaksanakan pengelolaan suatu usaha dan atau kegiatan mendukung pembangunan dari sektor ekonomi kurang diperhatikan, sehingga ada kecenderungan terjadi penurunan daya dukung lingkungan dan menipisnya ketersediaan sumberdaya alam yang ada serta penurunan kualitas lingkungan hidup. Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang tidak dilakukan sesuai dengan daya dukungnya dapat menimbulkan adanya krisis pangan, krisis air, krisis energi dan lingkungan. Secara umum dapat dikatakan bahwa hampir seluruh jenis sumberdaya alam dan komponen lingkungan hidup di Indonesia cenderung mengalami penurunan kualitas dan kuantitasnya dari waktu ke waktu. Dalam pelaksanaan pembangunan di era Otonomi Daerah, pengelolaan lingkungan hidup tetap mengacu pada Undang-undang No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan juga Undang-undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-undang No 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Dalam melaksanakan kewenangannya diatur dengan Peraturan Pemerintah No 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom. Dalam pengelolaan lingkungan hidup Pemerintah Propinsi mempunyai 6 kewenangan terutama menangani lintas Kabupaten/Kota, sehingga titik berat penanganan pengelolaan lingkungan hidup ada di Kabupaten/ Kota. Dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri No 045/560 tanggal 24 Mei 2002 tentang pengakuan Kewenangan/Positif List terdapat 79 Kewenangan dalam bidang lingkungan hidup. Sejalan dengan lajunya pembangunan nasional yang dilaksanakan permasalahan lingkungan hidup yang saat ini sering dihadapi adalah kerusakan lingkungan di sekitar areal pertambangan yang berpotensi merusak bentang alam dan adanya tumpang tindih penggunaan lahan untuk pertambangan di hutan lindung. Kasus-kasus pencemaran lingkungan juga cenderung meningkat. Kemajuan transportasi dan industrialisasi yang tidak diiringi dengan penerapan teknologi bersih memberikan dampak negatif terutama pada lingkungan perkotaan.Sungai-sungai di perkotaan tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga. Kondisi tanah semakin tercemar oleh bahan kimia baik dari sampah padat, pupuk maupun pestisida. Masalah pencemaran ini disebabkan masih rendahnya kesadaran para
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69

Satu Untuk UNM
pelaku dunia usaha ataupun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan kualitas lingkungan yang baik. Dengan kata lain permasalahan lingkungan tidak semakin ringan namun justru akan semakin berat, apalagi mengingat sumberdaya alam dimanfaatkan untuk melaksanakan pembangunan yang bertujuan memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kondisi tersebut maka pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan ditingkatkan kualitasnya dengan dukungan penegakan hukum lingkungan yang adil dan tegas, sumberdaya manusia yang berkualitas, perluasan penerapan etika lingkungan serta asimilasi sosial budaya yang semakin mantap. Perlu segera didorong terjadinya perubahan cara pandang terhadap lingkungan hidup yang berwawasan etika lingkungan melalui internalisasi kedalam kegiatan/proses produksi dan konsumsi, dan menanamkan nilai dan etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari termasuk proses pembelajaran sosial serta pendidikan formal pada semua tingkatan. Dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan, sektor Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup perlu memperhatikan penjabaran lebih lanjut mandat yang terkandung dari Program Pembangunan Nasional, yaitu pada dasarnya merupakan upaya untuk mendayagunakan sumberdaya alam yang dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal sertapenataan ruang. Hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan (World Summit on Sustainable Development WSSD) di Johannesburg Tahun 2002, Indonesia aktif dalam membahas dan berupaya mengatasi kemerosotan kualitas lingkungan hidup, maka diputuskan untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan untuk kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan datang dengan bersendikan pada pembangunan ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup yang berimbang sebagai pilar-pilar yang saling tergantung dan memperkuat satu sama lain. Pembangunan berkelanjutan dirumuskan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutan mengandung makna jaminan mutu kehidupan manusia dan tidak melampaui kemampuan ekosistem untuk mendukungnya. Dengan demikian pengertian pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Konsep ini mengandung dua unsur:

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

70

Satu Untuk UNM
Yang pertama adalah kebutuhan, khususnya kebutuhan dasar bagi golongan masyarakat yang kurang beruntung, yang amat perlu mendapatkan prioritas tinggi dari semua negara.

Yang kedua adalah keterbatasan. Penguasaan teknologi dan organisasi sosial harus memperhatikan keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia pada saat ini dan di masa depan. Hal ini mengingat visi pembangunan berkelanjutan bertolak dari Pembukaan Undang

- Undang Dasar 1945 yaitu terlindunginya segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; tercapainya kesejahteraan umum dan kehidupan bangsa yang cerdas; dan dapat berperannya bangsa Indonesia dalam melaksankan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dengan demikian, visi pembangunan yang kita anut adalah pembangunan yang dapat memenuhi aspirasi dan kebutuhan masyarakat generasi saat ini tanpa mengurangi potensi pemenuhan aspirasi dan kebutuhan generasi mendatang. Oleh karena itu fungsi lingkungan hidup perlu terlestarikan. Kebijakan pembangunan Nasional menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan yang memadukan ketiga pilar pembangunan yaitu bidang ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Dalam penerapan prinsip Pembangunan Berkelanjutan tersebut pada Pembangunan Nasional memerlukan kesepakatan semua pihak untuk memadukan tiga pilar pembangunan secara proposional. Sejalan dengan itu telah diupayakan penyusunan Kesepakatan Nasional dan Rencana Tindak Pembangunan Berkelanjutan melalui serangkaian pertemuan yang diikuti oleh berbagai pihak. Konsep pembangunan berkelanjutan timbul dan berkembang karena timbulnya kesadaran bahwa pembangunan ekonomi dan sosial tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan hidup. 2. Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Otonomi Daerah Pengelolaan lingkungan termasuk pencegahan, penanggulangan kerusakan dan pencemaran serta pemulihan kualitas lingkungan telah menuntut dikembangkannya berbagai perangkat kebijaksanaan dan program serta kegiatan yang didukung oleh sistem pendukung pengelolaan lingkungan lainnya. Sistem tersebut mencakup kemantapan kelembagaan, sumberdaya manusia dan kemitraan lingkungan, disamping perangkat hukum dan perundangan,informasi serta pendanaan. Sifat keterkaitan (interdependensi) dan keseluruhan (holistik) dari esensi lingkungan telah membawa konsekuensi bahwa pengelolaan lingkungan, termasuk sistem pendukungnya tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi terintegrasikan dan menjadi roh dan bersenyawa dengan seluruh pelaksanaan pembangunan sektor dan daerah.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71

Satu Untuk UNM
3. Kebijakan Nasional dan Daerah dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Sesuai dengan Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom, dalam bidang lingkungan hidup memberikan pengakuan politis melalui transfer otoritas dari pemerintah pusat kepada daerah:
   

Meletakkan daerah pada posisi penting dalam pengelolaan lingkungan hidup. Memerlukan prakarsa lokal dalam mendesain kebijakan. Membangun hubungan interdependensi antar daerah. Menetapkan pendekatan kewilayahan. Dapat dikatakan bahwa konsekuensi pelaksanaan UU No. 32 Tahun 2004 dengan PP

No. 25 Tahun 2000, Pengelolaan Lingkungan Hidup titik tekannya ada di Daerah, maka kebijakan nasional dalam bidang lingkungan hidup secara eksplisit PROPENAS merumuskan program yang disebut sebagai pembangunan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Program itu mencakup: 1. Program Pengembangaan dan Peningkatan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Program ini bertujuan untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi yang lengkap mengenai potensi dan produktivitas sumberdaya alam dan lingkungan hidup melalui inventarisasi dan evaluasi, serta penguatan sistem informasi. Sasaran yang ingin dicapai melalui program ini adalah tersedia dan teraksesnya informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup, baik berupa infrastruktur data spasial, nilai dan neraca sumberdaya alam dan lingkungan hidup oleh masyarakat luas di setiap daerah. 2. Program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan, Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya Alam. Tujuan dari program ini adalah menjaga keseimbangan pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup hutan, laut, air udara dan mineral. Sasaran yang akan dicapai dalam program ini adalah termanfaatkannya, sumber daya alam untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri secara efisien dan berkelanjutan. Sasaran lain di program adalah terlindunginya kawasan-kawasan konservasi dari kerusakan akibat pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak terkendali dan eksploitatif. 3. Program Pencegahan dan Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Hidup. Tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas lingkungan hidup dalam upaya mencegah kerusakan dan/atau pencemaran lingkungan dan pemulihan kualitas lingkungan yang rusak akibat pemanfaatan sumberdaya alam yang berlebihan, serta kegiatan industri dan transportasi. Sasaran program ini adalah tercapainya kualitas
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72

Satu Untuk UNM
lingkungan hidup yang bersih dan sehat adalah tercapainya kualitas lingkungan hidup yang bersih dan sehat sesuai dengan baku mutu lingkungan yang ditetapkan. 4. Program Penataan Kelembagaan dan Penegakan Hukum, Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kelembagaan, menata sistem hukum, perangkat hukum dan kebijakan, serta menegakkan hukum untuk mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam dan pelestarian lingkungan hidup yang efektif dan berkeadilan. Sasaran program ini adalah tersedianya kelembagaan bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup yang kuat dengan didukung oleh perangkat hukum dan perundangan serta terlaksannya upaya penegakan hukum secara adil dan konsisten. 5. Progam Peningkatan Peranan Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya alam dan Pelestarian fungsi Lingkungan Hidup. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan peranan dan kepedulian pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. Sasaran program ini adalah tersediaanya sarana bagi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup sejak proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan. 4. Kebijakan Nasional dan Daerah dalam Penegakan Hukum Lingkungan Sisi lemah dalam pelaksanaan peraturan perundangan lingkungan hidup yang menonjol adalah penegakan hukum, oleh sebab itu dalam bagian ini akan dikemukakan hal yang terkait dengan penegakan hukum lingkungan. Dengan pesatnya pembangunan nasional ang dilaksanakan yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ada beberapa sisi lemah, yang menonjol antara lain adalah tidak diimbangi ketaatan aturan oleh pelaku pembangunan atau sering mengabaikan landasan aturan yang mestinya sebagai pegangan untuk dipedomani dalam melaksanakan dan mengelola usaha dan atau kegiatannya, khususnya menyangkut bidang sosial dan lingkungan hidup, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Oleh karena itu, sesuai dengan rencana Tindak Pembangunan Berkelanjutan dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dilakukan meningkatkan kualitas lingkungan melalui upaya pengembangan sistem hukum, instrumen hukum, penaatan dan penegakan hukum termasuk instrumen alternatif, serta upaya rehabilitasi lingkungan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

73

Satu Untuk UNM
Kebijakan daerah dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup khususnya permasalahan kebijakan dan penegakan hukum yang merupakan salah satu permasalahan lingkungan hidup di daerah dapat meliputi :
   

Regulasi Perda tentang Lingkungan. Penguatan Kelembagaan Lingkungan Hidup. Penerapan dokumen pengelolaan lingkungan hidup dalam proses perijinan Sosialisasi/pendidikan tentang peraturan perundangan dan pengetahuan lingkungan hidup. Meningkatkan kualitas dan kuantitas koordinasi dengan instansi terkait dan stakeholders Pengawasan terpadu tentang penegakan hukum lingkungan. Memformulasikan bentuk dan macam sanksi pelanggaran lingkungan hidup. Peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia. Peningkatan pendanaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi

 

lingkungan hidup yang meliputi kebijakan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup, sedangkan yang dimaksud lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Kondisi lingkungan hidup dari waktu ke waktu ada kecenderungan terjadi penurunan kualitasnya, penyebab utamanya yaitu karena pada tingkat pengambilan keputusan, kepentingan pelestarian sering diabaikan sehingga menimbulkan adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dengan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan ternyata juga menimbulkan konflik sosial maupun konflik lingkungan. Dengan berbagai permasalahan tersebut diperlukan perangkat hukum perlindungan terhadap lingkungan hidup, secara umum telah diatur dengan Undangundang No.4 Tahun 1982. Namun berdasarkan pengalaman dalam pelaksanaan berbagai ketentuan tentang penegakan hukum sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Lingkungan Hidup, maka dalam Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup diadakan berbagai perubahan untuk memudahkan penerapan ketentuan yang berkaitan dengan penegakan hukum lingkungan yaitu Undang-undang No 4 Tahun 1982 diganti dengan Undang-undang No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan kemudian diatur lebih lanjut dalam peraturan pelaksanaanya.Undang-undang ini merupakan salah satu alat yang kuat dalam melindungi
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

74

Satu Untuk UNM
lingkungan hidup. Dalam penerapannya ditunjang dengan peraturan perundang-undangan sektoral. Hal ini mengingat Pengelolaan Lingkungan hidup memerlukan koordinasi dan keterpaduan secara sektoral dilakukan oleh departemen dan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan bidang tugas dan tanggungjawab masing-masing, seperti Undang-undang No. 22 Th 2001 tentang Gas dan Bumi, UU No. 41 Th 1999 tentang kehutanan, UU No. 24 Th 1992 tentang Penataan Ruang dan diikuti pengaturan lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, Peraturan Daerah maupun Keputusan Gubernur. 5. Potret Lingkungan Hidup di Daerah Mengingat kompleksnya pengelolaan lingkungan hidup dan permasalahan yang bersifat lintas sektor dan wilayah, maka dalam pelaksanaan pembangunan diperlukan perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yaitu pembangunan ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup yang berimbang sebagai pilar-pilar yang saling tergantung dan saling memperkuat satu sama lain. Di dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai fihak, serta ketegasan dalam penaatan hukum lingkungan. Diharapkan dengan adanya partisipasi barbagai pihak dan pengawasan serta penaatan hukum yang betul-betul dapat ditegakkan, dapat dijadikan acuan bersama untuk mengelola lingkungan hidup dengan cara yang bijaksana sehingga tujuan pembangunan berkelanjutan betul-betul dapat diimplementasikan di lapangan dan tidak berhenti pada slogan semata. Namun demikian fakta di lapangan seringkali bertentangan dengan apa yang diharapkan. Hal ini terbukti dengan menurunnya kualitas lingkungan hidup dari waktu ke waktu, ditunjukkan beberapa fakta di lapangan yang dapat diamati. Hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup di daerah dalam era otonomi daerah antara lain sebagai berikut:

Ego sektoral dan daerah. Otonomi daerah yang diharapkan dapat melimbahkan sebagian kewenangan mengelola lingkungan hidup di daerah belum mampu dilaksanakan dengan baik. Ego kedaerahan masih sering nampak dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan, hidup, demikian juga ego sektor. Pengelolaan lingkungan hidup sering dilaksanakan overlaping antar sektor yang satu dengan sektor yang lain Tumpang tindih perencanaan antar sektor. Kenyataan menunjukkan bahwa dalam perencanaan program (termasuk pengelolaan lingkungan hidup) terjadi tumpang tindih antara satu sektor dan sektor lain

Pandanaan yang masih sangat kurang untuk bidang lingkungan hidup. Program dan kegiatan mesti didukung dengan dana yang memadai apabila mengharapkan

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

75

Satu Untuk UNM
keberhasilan dengan baik. Walaupun semua orang mengakui bahwa lingkungan hidup merupakan bidang yang penting dan sangat diperlukan, namun pada kenyataannya PAD masih terlalu rendah yang dialokasikan untuk program pengelolaan lingkungan hidup, diperparah lagi tidak adanya dana dari APBN yang dialokasikan langsung ke daerah untuk pengelolaan lingkungan hidup.

Keterbatasan sumberdaya manusia. Harus diakui bahwa didalam pengelolaan lingkungan hidup selain dana yang memadai juga harus didukung oleh sumberdaya yang mumpuni. Sumberdaya manusia seringkali masih belum mendukung. Personil yang seharusnya bertugas melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup (termasuk aparat pemda) banyak yang belum memahami secara baik tentang arti pentingnya lingkungan hidup.

Eksploitasi sumberdaya alam masih terlalu mengedepankan profit dari sisi ekonomi. Sumberdaya alam seharusnya digunakan untuk pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Walaupun kenyataannya tidak demikian; eksploitasi bahan tambang, logging hanya menguntungkan sebagian masyarakat, aspek lingkungan hidup yang seharusnya, kenyataannya banyak diabaikan. Fakta menunjukkan bahwa tidak terjadi keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup masih belum mendapatkan porsi yang semestinya.

Lemahnya implementasi paraturan perundangan. Peraturan perundangan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, cukup banyak, tetapi dalam implementasinya masih lemah. Ada beberapa pihak yang justru tidak melaksanakan peraturan perundangan dengan baik, bahkan mencari kelemahan dari peraturan perundangan tersebut untuk dimanfaatkan guna mencapai tujuannya.

Lemahnya penegakan hukum lingkungan khususnya dalam pengawasan. Berkaitan dengan implementasi peraturan perundangan adalah sisi pengawasan pelaksanaan peraturan perundangan. Banyak pelanggaran yang dilakukan (pencemaran lingkungan, perusakan lingkungan), namun sangat lemah didalam pemberian sanksi hukum.

Pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup. Pemahaman dan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup sebagian masyarakat masih lemah dan hal ini, perlu ditingkatkan. Tidak hanya masyarakat golongan bawah, tetapi dapat juga masyarakat golongan menegah ke atas, bahkan yang berpendidikan tinggi pun masih kurang kesadarannya tentang lingkungan hidup.

Penerapan teknologi yang tidak ramah lingkungan. Penerapan teknologi tidak ramah lingkungan dapat terjadi untuk mengharapkan hasil yang instant, cepat dapat dinikmati. Mungkin dari sisi ekonomi menguntungkan tetapi mengabaikan dampak lingkungan yang

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

76

Satu Untuk UNM
ditimbulkan. Penggunaan pupuk, pestisida, yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Perlu dicatat bahwa sebetulnya di tiap-tiap daerah terdapat kearifan lokal yang sering sudah menggunakan teknologi yang ramah lingkungan secara turun-temurun. Tentu saja masih banyak masalah-masalah lingkungan hidup yang terjadi di daerah-daerah otonom yang hampir tidak mungkin untuk diidentifakasi satu per satu, yang kesemuanya ini timbul akibat “pembangunan” di daerah yang pada intinya ingin mensejahterakan masyarakat, dengan segala dampak yang ditimbulkan. Dengan fakta di atas maka akan timbul pertanyaan, apakah sebetulnya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan masih diperhatikan dalam pembangunan kita. Apakah kondisi lingkungan kita dari waktu ke waktu bertambah baik, atau bertambah jelek? Hal ini sangat diperkuat dengan fakta seringnya terjadi bencana alam baik tsunami, gempabumi, banjir, kekeringan, tanah longsor, semburan lumpur dan bencana alam lain yang menyebabkan lingkungan kita menjadi turun kualitasnya. Tentu saja tidak ada yang mengharapkan itu semua terjadi. Sebagian bencana alam juga disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. d. Rangkuman   Tujuan dan Sasaran Pembangunan Nasional adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hakikat pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan pada saat sekarang tanpa mengorbankan kemampuan pemenuhan generasi yang akan datang.  Pembangunan berwawasan lingkungan secara umum dicirikan dengan pembangunan yang dapat mengoptimalkan potensi dan peluang yang ada serta dapat meminimalisasi ancaman serta dampak yang ditimbulkan.  Begitu banyaknya masalah yang terkait dengnan lingkungan hidup yang berkaitan dengan pembangunan. Masalah tersebut dapat timbul akibat proses pembangunan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan hidup. Di era otonomi ini tampak bahwa ada kecenderungan permasalahan lingkungan hidup semakin bertambah kompleks, yang seharusnya tidak demikian halnya. Ada sementara dugaan bahwa kemerosotan lingkungan hidup tekait dengan pelaksanaan otonomi daerah, di mana daerah ingin meningkatkan PAD dengan melakukan eksploitasi sumberdaya alam yang kurang memperhatikan aspek lingkungan hidup dengan semestinya.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

77

Satu Untuk UNM

Dengan cara seperti ini maka terjadi kemerosotan kualitas lingkungan di mana-mana, yang diikuti dengan timbulnya bencana alam. Terdapat banyak hal yang menyebabkan aspek lingkungan hidup menjadi kurang diperhatikan dalam proses pembangunan, yang bervariasi dari daerah satu dengan daerah yang lain, dari hal-hal yang bersifat lokal seperti ketersediaan SDM sampai kepada hal-hal yang berskala lebih luas seperti penerapan teknologi yang tidak ramah lingkungan.

Peraturan perundangan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup sudah cukup memadai, namun demikian didalam pelaksanaanya, termasuk dalam pengawasan, pelaksanaannya perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh. Hal ini sangat terkait dengan niat baik pemerintah termasuk pemerintah daerah, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengelola lingkungan hidup dengan sebaikbaiknya agar prinsip pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan dapat terselenggara dengan baik. Oleh karena pembangunan pada dasarnya untuk kesejahteraan masyarakat, maka aspirasi dari masyarakat perlu didengar dan programprogram kegiatan pembangunan betul-betul yang menyentuh kepentingan masyarakat.

e. 1.

Latihan Berikut merupakan usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup yang dapat dilakukan,

kecuali ...
a. Melakukan pengolahan tanah b. Mengatur sistem irigasi atau drainase c. Memberikan perlakuan khusus terhadap limbah sebelum dibuang d. Melakukan urbanisasi 2.

Bukan merupakan bagian dari Trilogi Pembangunan adalah ...
a. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya b. Ikut menjaga perdamaian dunia c. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis d. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi

3.

Dalam analisis SWOT, ancaman yang tidak lain adalah dampak negatif pembangunan disebut dengan istilah ... a. Threat b. Weakness c. Opportunity d. Strength

4.

Adaptasi yang dilakukan manusia terhadap lingkungannya akan menghasilkan berbagai bentuk hasil interaksi yang disebut dengan budaya. Berikut adalah hasil budidaya manusia, kecuali ... a. Pola aliran sungai
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78

Satu Untuk UNM
b. Pola mata pencaharian c. Pola pemukiman d. Pola penggunaan lahan 5. Selain sebagai tempat tinggalnya, lingkungan hidup juga dapat dimanfaatkan manusia untuk dikembangkan sebagai hal-hal berikut ini, kecuali ... a. Media penghasil bahan kebutuhan pokok b. Wahana bersosialisasi dan berinteraksi c. Sumber energi d. Potensi konflik 6. Berkurangnya kadar oksigen (O2), menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam merupakan dampak dari ... a. Polusi air b. Polusi udara 7. c. Polusi tanah d. Polusi suara

Lingkungan mempunyai arti penting dalam menyokong kehidupan makhluk hidup, sejauh makhluk hidup tersebut mampu beradaptasi dengan lingkungan. Berikut ini yang merupakan bentuk adaptasi manusia terhadap lingkungan-nya adalah ... a. Pola permukiman penduduk b. Pemakaian berbagai sumber daya alam c. Membangun PLTA dan sarana transportasi d. Kegiatan perladangan

8.

Usaha untuk mengurangi erosi di lahan pertanian yang miring antara lain bisa dilakukan dengan cara ... a. Menanami dengan tanaman semusim b. Menggunakan sistem terasiring c. Melaksanakan mekanisasi pertanian d. Menggunakan sistem tumpang sari

9.

Pembuangan sampah-sampah berikut ini dapat menimbulkan polusi tanah kecuali ... a. Plastik b. Daun-daunan c. Pecahan kaca d. Besi bekas

10. Peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang berlangsung cukup lama akan menyebabkan hal-hal di bawah ini, kecuali ... a. Perubahan iklim dunia b. Pemanasan global c. Hujan asam d. Pencairan es di kutub
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79

Satu Untuk UNM
11. Usaha menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak dilarang karena akan membawa dampak antara lain berupa ... a. Ikan menjadi tidak enak rasanya b. Harga ikan menjadi lebih murah c. Populasi ikan terancam cepat punah d. Berbagai jenis ikan tidak disukai konsumen 12. Menurut konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan, kegiatan pembangunan yang kita lakukan hendaknya ... a. Tidak usah dilakukan jika menimbulkan dampak positif b. Dilakukan jika menimbulkan dampak positif c. Boleh dilakukan jika tidak menimbulkan dampak negatif d. Kegiatan pembangunan dilakukan dengan cara menekan seminimal mungkin dampak yang terjadi 13. Salah satu ciri pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah ... a. Melakukan AMDAL setelah pembangunan dilakukan b. Melakukan AMDAL sebelum pembangunan dilaksanakan c. Setelah pembangunan dilakukan diteliti dampak yang terjadi d. Sebelum pembangunan dilaksanakan terlebih dulu diteliti potensi lingkungannya C. Kerjakan soal-soal berikut! 1. Sebutkan lima usaha-usaha yang dapat dilakukan manusia dalam melestarikan lingkungan hidup! 2. Sebutkan ciri-ciri pembangunan yang berwawasan lingkungan! 3. Mengapa setiap pembangunan suatu proyek wajib dilakukan AMDAL terlebih dahulu! 4. Bagaimanakah pengelolaan sampah yang baik agar tidak mencemari dan merusak lingkungan? 5. Deskripsikan proses terjadinya hujan asam sebagai akibat adanya polusi udara dengan disertai gambar atau bagan! 6. Bagaimanakah keterkaitan manusia, sumber daya alam, dan iptek dalam mendukung pembangunan? 7. Menurut pandapat kalian, sudahkah negara kita melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan? Berikan alasan-alasan kalian!

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

80

Satu Untuk UNM
3. Kegiatan Belajar 3 a. Judul: Permasalahan Kependudukan terhadap Lingkungan dan Kelangkaan Sumber Daya Alam b. Indikator:     Permasalahan Kependudukan di Indonesia Dampak Permasalahan Kependudukan terhadap Lingkungan Dampak Permasalahan Kependudukan terhadap Kelangkaan Sumber Daya Alam Upaya Mengatasi Permasalahan Kependudukan c. Uraian Materi dan Contoh A. Permasalahan Kependudukan Indonesia Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Secara umum, masalah kependudukan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dalam hal kuantitas dan kualitas penduduknya. Data tentang kualitas dan kuantitas penduduk tersebut dapat diketahui melalui beberapa cara, diantaranya melalui metode sensus, registrasi, dan survei penduduk.

Gambar: Penduduk merupakan Komponen penting dalam suatu Negara yang bersifat Dinamis 1. Sensus Penduduk Sensus adalah penghitungan jumlah penduduk, ekonomi, dan sebagainya yang dilakukan oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu, dilakukan secara serentak, dan bersifat menyeluruh dalam suatu batas negara untuk kepentingan demografi negara yang bersangkutan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

81

Satu Untuk UNM
Pada pelaksanaannya, metode pencatatan atau sensus yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metode householder dan metode canvaser. a. Metode Householder Pada metode ini, pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan diserahkan kepada penduduk atau responden, sehingga penduduk diberi daftar pertanyaan untuk diisi dan akan diambil kembali beberapa waktu kemudian. Metode semacam ini hanya dapat dilakukan pada daerah yang tingkat pendidikan penduduknya relatif tinggi, karena mereka mampu memahami dan menjawab setiap pertanyaan yang diserahkan kepada mereka. b . Metode Canvaser Pada metode ini, pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan dilakukan oleh petugas sensus dengan cara mendatangi dan mewawancarai penduduk atau responden secara langsung. Petugas sensus mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai daftar dan penduduk yang didatangi menjawab secara lisan sesuai dengan keadaan atau kondisi yang sebenarnya. Adapun berdasarkan status tempat tinggal penduduknya, sensus dapat dibedakan menjadi sensus de facto dan sensus de jure. e. Sensus De Facto Pada metode ini, pencatatan dilakukan oleh petugas pada setiap orang yang ada di daerah tersebut pada saat sensus diadakan. Metode sensus ini tidak membedakan antara penduduk asli yang menetap ataupun penduduk yang hanya tinggal sementara waktu. f. Sensus De Jure Pada metode ini, pencatatan penduduk dilakukan oleh petugas hanya untuk penduduk yang secara resmi tercatat dan tinggal sebagai penduduk di daerah tersebut pada saat dilakukannya sensus, sehingga dapat dibedakan antara penduduk asli yang menetap dan penduduk yang hanya tinggal untuk sementara waktu atau yang belum terdaftar sebagai penduduk setempat. Dengan menggunakan sensus de jure, penduduk yang belum secara resmi tercatat sebagai penduduk di daerah tersebut tidak disertakan dalam penghitungan. Di Indonesia, pada umumnya sensus penduduk dilakukan dengan metode canvasser dengan mengombinasikan antara sensus de facto dan sensus de jure. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure, sedangkan untuk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto. Sensus penduduk perlu dilakukan agar pemerintah memiliki data kependudukan yang up to date (sesuai perkembangan zaman), sehingga pemerintah dapat:
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82

Satu Untuk UNM
     

mengetahui perkembangan jumlah penduduk mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk mengetahui komposisi penduduk (berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, umur, mata pencaharian, dan sebagainya) mengetahui arus migrasi merencanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial sesuai dengan kondisi kependudukan daerah

2. Registrasi Penduduk Selain melalui sensus data kependudukan juga dapat diperoleh melalui registrasi. Sistem registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal atau perubahan pekerjaan. Tujuan registrasi penduduk yaitu sebagai suatu catatan resmi dari peristiwa tertentu dan sebagai sumber yang berharga bagi penyusunan yang langsung dapat digunakan dalam proses perencanaan kemasyarakatan. Di Indonesia, sistem registrasi tidak dilakukan oleh satu departemen tetapi oleh beberapa departemen. Misalnya peristiwa kelahiran dicatat oleh Departemen Dalam Negeri, kematian oleh Departemen Kesehatan, migrasi penduduk oleh Departemen Kehakiman. Data-data tersebut kemudian dihimpun oleh Badan Pusat Statistik dan diterbitkan dalam seri registrasi penduduk. 3. Survai Penduduk Hasil sensus dan registrasi penduduk masih mempunyai keterbatasan karena hanya menyediakan data statistik kependudukan dan kurang memberikan informasi, tentang sifat dan perilaku penduduk tersebut. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, maka perlu dilaksanakan survai penduduk yang sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan lebih mendalam. Pada umumnya survai kependudukan ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus. Mengingat pelaksanaan sensus yang dilakukan hanya tiap 10 tahun, maka untuk memperoleh data yang up to date dengan segera, pemerintah mengadakan penghitungan penduduk di luar jadwal sensus, misalnya dengan melakukan Survai Penduduk Antarsensus (Supas) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jenis-jenis pencatatan penduduk tersebut pada dasarnya untuk mengetahui permasalahan kependudukan dari segi kuantitas dan kualitas penduduk.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

83

Satu Untuk UNM
1. Kuantitas Penduduk Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kuantitas adalah masalah kependudukan dalam hal jumlah. Permasalahan yang terkait dengan kuantitas penduduk, dampak, dan upaya penanggulangannya, secara singkat diuraikan berikut ini. a. Jumlah Penduduk Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar (mencapai 203.456.000 berdasarkan sensus penduduk tahun 2000), maka tidak heran jika Indonesia dianggap sebagai pasar yang menjanjikan bagi kalangan dunia usaha. Sebenarnya, jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Akan tetapi, hal tersebut dapat terjadi jika sumber daya manusia yang ada merupakan sumber daya manusia yang berkualitas; namun jika sumber daya manusia yang berkualitas tersebut jumlahnya terbatas, maka banyaknya jumlah penduduk merupakan kendala dalam melaksanakan pembangunan. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat ketergantungan dari manusia yang tidak produktif terhadap manusia yang produktif. Indonesia telah mengadakan sensus sebanyak lima kali sejak tahun 1945 hingga tahun 2000. Perkembangan jumlah penduduk sejak sensus pertama hingga terakhir (2000) dapat dilihat pada tabel di samping. Saat ini, besarnya jumlah penduduk Indonesia menempati urutan pertama di antara negara-negara ASEAN, menempati urutan ke tiga di Benua Asia setelah RRC dan India, serta menempati urutan ke empat dunia setelah RRC, India, dan Amerika Serikat. Perhatikan Tabel berikut! Tabel: Banyaknya Jumlah Penduduk Indonesia Berdasarkan Sensus Penduduk

Sumber: Prof. Ida Bagoes Mantra, Ph.D dan BPS, 2001

Kenaikan jumlah penduduk di tiap negara tersebut secara otomatis memengaruhi banyaknya jumlah penduduk dunia. Kondisi ini merupakan bentuk dinamika penduduk dunia.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

84

Satu Untuk UNM
1 ) Dampak Jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak dari tahun ke tahun tentunya menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi Indonesia. Beberapa dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk, antara lain: a) Meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial; b) Meningkatnya persaingan dalam dunia kerja sehingga mempersempit lapangan dan peluang kerja; c) Meningkatnya angka pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu bersaing); serta d) Meningkatnya angka kriminalitas. 2 ) Upaya Penanggulangan Berikut ini beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi masalah jumlah penduduk. a) Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional, dengan cara memperkenalkan tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan, mengenalkan alat-alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur, dan menepis anggapan yang salah tentang anak. b) Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur serta menetapkan tentang batas usia nikah. c) Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua. b . Pertumbuhan Penduduk Seperti halnya negara-negara berkembang pada umumnya, negara kita senantiasa mengalami peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Perhatikan Tabel 3.2 berikut! Tabel: Perbandingan Jumlah Penduduk di Empat Negara Besar Dunia dari Tahun ke Tahun

Sumber: Hasil Olahan Data Kenaikan jumlah penduduk di tiap negara tersebut secara otomatis memengaruhi banyaknya jumlah penduduk dunia. Kondisi ini merupakan bentuk dinamika penduduk dunia.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

85

Satu Untuk UNM
1 ) Dampak Jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak dari tahun ke tahun tentunya menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi Indonesia. Beberapa dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk, antara lain: a) Meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial; b) Meningkatnya persaingan dalam dunia kerja sehingga mempersempit lapangan dan peluang kerja; c) Meningkatnya angka pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu bersaing); serta d) Meningkatnya angka kriminalitas. 2 ) Upaya Penanggulangan Berikut ini beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi masalah jumlah penduduk. a) Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional, dengan cara memperkenalkan tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan, mengenalkan alat-alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur, dan menepis anggapan yang salah tentang anak. b) Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur serta menetapkan tentang batas usia nikah. c) Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua. Hal ini berarti Indonesia mengalami laju pertumbuhan penduduk. Namun, jika diperhatikan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari periode ke periode cenderung mengalami penurunan. Perhatikan Tabel 3.3 berikut! Tabel: Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia

Sumber: Kumpulan Data Kependudukan - BKKBN Tahun 2001 1 ) Dampak Permasalahan kependudukan yang ditimbulkan dari pertumbuhan penduduk memiliki kesamaan dengan permasalahan yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk. 2 ) Upaya Penanggulangan Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi hal-hal berikut ini.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86

Satu Untuk UNM
a) Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana. b) Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat. c) Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 6 tahun menjadi 9 tahun. c . Persebaran/Kepadatan Penduduk Persebaran penduduk erat kaitannya dengan tingkat hunian atau kepadatan penduduk Indonesia yang tidak merata. Sekitar 60% penduduknya tinggal di Pulau Jawa yang hanya memiliki luas ± 6,9% dari luas wilayah daratan Indonesia. Secara umum, tingkat kepadatan penduduk atau population density dapat diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuan luas tertentu. Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi tiga macam, berikut ini. 1) Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan Pertanian Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian dapat dibedakan atas kepadatan penduduk agraris dan kepadatan penduduk fisiologis. a) Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian. b) Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk total (baik yang bermata pencaharian sebagai petani ataupun tidak) dengan luas lahan pertanian. 2) Kepadatan Penduduk Umum (Aritmatik) Kepadatan aritmatik merupakan perbandingan antara jumlah penduduk total (tanpa memandang mata pencaharian) dengan luas wilayah (baik lahan pertanian ataupun tidak). Untuk perhitungan kependudukan di Indonesia, kita menggunakan perhitungan kepadatan penduduk umum (aritmatik). 3) Kepadatan Penduduk Ekonomi Kepadatan penduduk ekonomi adalah besarnya jumlah penduduk pada suatu wilayah didasarkan atas kemampuan wilayah yang bersangkutan. Kepadatan penduduk di tiap-tiap wilayah Indonesia tidaklah sama, hal ini tentu saja menimbulkan permasalahan kependudukan. Permasalahan ini terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana sosial, kesempatan kerja, stabilitas keamanan, serta pemerataan pembangunan. Kepadatan penduduk berdasarkan provinsi dan pulau dapat dilihat pada Tabel 3.4 di samping!

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

87

Satu Untuk UNM
Tabel: Perbandingan Kepadatan Penduduk Tiap Pulau di Indonesia Tahun 2000 dan 2005

Sumber: BPS dan Hasil Sensus Penduduk 2005 dan SUPAS 2007 Informasi kepadatan penduduk tiap daerah perlu diketahui untuk mengetahui ada tidaknya gejala kelebihan penduduk (overpopulation), untuk mengetahui pusat-pusat aglomerasi penduduk, serta untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun budaya. Informasi-informasi tersebut pada akhirnya akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan di tiap-tiap daerah. 1 ) Dampak Pemusatan penduduk pada daerah tertentu (terutama di kawasan perkotaan dan pusatpusat kegiatan) akan menimbulkan berbagai permasalahan kependudukan, antara lain: a) Munculnya kawasan-kawasan kumuh kota dengan rumah-rumah yang tidak layak huni. b) Sulitnya persaingan di dunia kerja, sehingga menyebabkan merebaknya sektor-sektor informal, seperti pedagang kaki lima, pengamen, dan sebagainya yang terkadang keberadaannya dapat mengganggu ketertiban; c) Turunnya kualitas lingkungan; serta d) Terganggunya stabilitas keamanan.

Gambar: Bentuk Pemukiman Tidak Layak Huni

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

88

Satu Untuk UNM
2 ) Upaya Penanggulangannya Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi dampak ketidakmerataan penduduk meliputi hal-hal berikut ini. a) Melaksanakan program transmigrasi. b) Melaksanakan program pemerataan pembangunan dengan cara mendistribusikan perusahaan atau industri di pinggir kota (dekat kawasan pedesaan) di pulau-pulau selain Pulau Jawa. c) Melengkapi sarana dan prasarana sosial masyarakat hingga ke pelosok desa, sehingga pelayanan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat desa dapat dipenuhi sendiri dan dapat mencegah atau mengurangi arus urbanisasi.

Gambar: Peta Kepadatan Penduduk Indonesia Tahun 2000 2. Kualitas Penduduk Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kualitas adalah masalah kependudukan dalam hal mutu kehidupan dan kemampuan sumber daya manusianya. Di Indonesia, masalah kualitas penduduk yang terjadi, antara lain, dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, rendahnya taraf kesehatan sehingga kesemuanya itu pada akhirnya mengarah pada rendahnya pendapatan perkapita masyarakatnya. a. Masalah Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Secara umum, tingkat pendidikan penduduk Indonesia masih tergolong relatif rendah. Akan tetapi, tingkat pendidikan masyarakat tersebut senantiasa diupayakan untuk selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun. Perhatikan Tabel 3.5 berikut!
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

89

Satu Untuk UNM
Tabel: Persentase Tingkat Pendidikan Penduduk Indonesia

Sumber: BPS Tahun 2005 Hal-hal yang memengaruhi rendahnya tingkat pendidikan di negara Indonesia, antara lain meliputi hal-hal berikut ini. 1) Kurangnya kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan, sehingga mereka tidak perlu sekolah terlalu tinggi (khususnya untuk anak perempuan). 2) Rendahnya penerimaan pendapatan perkapita, sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya lebih lanjut atau bahkan tidak disekolahkan sama sekali. 3) Kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di pedesaan dan daerah-daerah terpencil. 4) Keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah dalam mengusahakan program pendidikan yang terjangkau masyarakat.

Gambar: Keterbatasan Sarana dan Prasarana Pendidikan 1 ) Dampak Rendahnya tingkat pendidikan penduduk akan berdampak pada kemampuan penduduk tersebut dalam memahami dan menghadapi kemajuan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Penduduk yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memahami dan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga mereka akan lebih produktif dan inovatif.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

90

Satu Untuk UNM
2 ) Upaya Penanggulangan Untuk menyikapi hal-hal tersebut, pemerintah telah mengambil beberapa upaya dalam memperluas dan meratakan kesempatan memperoleh pendidikan, diantaranya dengan jalan berikut ini. a) Menggalakkan program wajib belajar 9 tahun. b) Mendorong kesadaran masyarakat yang mampu atau badan-badan usaha untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu. c) Menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi, khususnya bagi siswa berprestasi yang kurang mampu. d) Membuka jalur-jalur pendidikan alternatif atau nonformal (seperti kursus-kursus keterampilan) sehingga dapat memperkaya kemampuan atau kualitas seseorang. e) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana belajar mengajar hingga ke pelosok daerah. Pengembangan sistem pendidikan nasional saat ini telah dipertegas dalam UndangUndang No 2 Tahun 1989, sehingga diharapkan mampu mempertegas arah pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam upaya mencerdaskan bangsa. b . Masalah Kesehatan Tingkat kesehatan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk suatu negara. Dalam hal ini, tingkat kesehatan dapat diindikasikan dari angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, ketercukupan gizi makanan, dan usia harapan hidup. 1) Angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi, meskipun terus menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 1971, angka kematian bayi mencapai 218 tiap 1.000 kelahiran, akan tetapi pada tahun 1990, angka kematian bayi telah menurun menjadi 8 tiap 1.000 kelahiran. Menurunnya angka kematian bayi ini didukung oleh meningkatnya derajat kesehatan dan gizi ibu. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap angka kematian ibu melahirkan yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. 2) Tingkat ketercukupan gizi masyarakat juga mulai meningkat. Saat ini, pemerintah melalui Departemen Kesehatan menetapkan standar ketercukupan gizi, yaitu 2.400 kalori/hari/kepala keluarga. Artinya, suatu keluarga dikatakan sejahtera jika mampu memenuhi angka ketercukupan kalori tersebut. 3) Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata umur yang dapat dicapai penduduk suatu negara. Angka ini di Indonesia cenderung mengalami peningkatan, dari 45,73 tahun pada tahun 1971 menjadi 65,43 tahun pada tahun 2000. Akan tetapi, angka

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

91

Satu Untuk UNM
tersebut masih tergolong relatif rendah, karena Negara-negara lain dapat mencapai 70 bahkan lebih dari 80 tahun.

Gambar: PIN merupakan Bentuk Pemerataan Kesehatan 1 ) Dampak Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat akan memunculkan serangkaian dampak yang berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia. Generasi yang tidak ketercukupan gizi tentu akan memiliki kondisi fisik dan psikis yang kurang bila dibandingkan dengan generasi yang terpenuhi gizinya. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada pola pikir, ketahanan belajar, dan kreatifitasnya. 2 ) Upaya Penanggulangan Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakatnya ditempuh melalui langkah-langkah, berikut ini. a) Menjalin kerja sama dengan badan kesehatan dunia (WHO) dalam mengadakan program kesehatan, misalnya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional, standarisasi obat dan makanan, serta peningkatan gizi masyarakat. b) Melaksanakan program peningkatan kualitas lingkungan, baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui kerja sama dengan luar negeri (misalnya dengan menjalin kerja sama dengan badan pembangunan dunia/UNDP). Salah satu contoh program peningkatan kualitas lingkungan yang telah dan masih dilakukan adalah Kampoong

Improvement Programme (KIP).
c) Menggiatkan program pemerataan kesehatan dengan cara melengkapi sarana dan prasarana kesehatan yang meliputi tenaga medis, obatobatan, dan alat-alat penunjang medis lainnya hingga ke pelosok desa. d) Menghimbau penggunaan dan penyediaan obat-obat generik bermutu sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

92

Satu Untuk UNM
e) Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, misalnya melalui program asuransi kesehatan keluarga miskin (Askeskin) untuk keluarga miskin (prasejahtera). c . Rendahnya Pendapatan Perkapita Pendapatan perkapita adalah banyaknya pendapatan kotor nasional dalam satu tahun dibagi jumlah penduduk. Pendapatan perkapita mencerminkan tingkat kemakmuran suatu negara. Pendapatan perkapita negara Indonesia masih tergolong rendah, data tahun 2002 menyebutkan pendapatan perkapita Indonesia mencapai 2.800 dollar Amerika Serikat. Di antara negara-negara anggota ASEAN saja, Indonesia menempati urutan keenam setelah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Keadaan ini menggambarkan bahwa tingkat kehidupan masyarakat Indonesia masih didominasi masyarakat miskin atau masyarakat prasejahtera dengan tingkat penghasilan yang relative rendah. Kondisi semacam ini dapat disebabkan keadaan sumber daya alam yang tidak merata di tiap daerah, ataupun karena ketidakseimbangan sumber daya manusia yang ada di tiap daerah. 1 ) Dampak Rendahnya pendapatan perkapita akan berdampak pada kelangsungan pelaksanaan pembangunan suatu negara. Beberapa rencana pembangunan akan sulit diwujudkan karena pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai pelaksanaan pembangunan. Akibatnya keadaan negara menjadi statis, tidak berkembang karena tidak mengalami kemajuan. 2 ) Upaya Penanggulangan Untuk mengatasi rendahnya tingkat pendapatan penduduk, pemerintah telah melakukan beberapa langkah, antara lain meliputi hal-hal berikut ini. a) Memberikan subsidi keluarga miskin melalui berbagai program sosial. b) Memberi keringanan biaya pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu. c) Meningkatkan standar upah buruh atau upah minimum kota. d) Memberikan modal atau pinjaman lunak dan pelatihan kepada para pengusaha mikro dan pengusaha kecil agar dapat bertahan atau dapat lebih berkembang. e) Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial, misalnya penyediaan air bersih, WC umum, perbaikan lingkungan, ataupun sarana sanitasi lainnya. Dari berbagai uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keadaan penduduk sangat memengaruhi dinamika pembangunan dalam suatu negara. Hal ini dikarenakan penduduk merupakan titik sentral dari seluruh kebijakan dan program pembangunan yang sedang dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

93

Satu Untuk UNM
akan dilakukan oleh pemerintah. Dengan kata lain, dalam konsep pembangunan, penduduk adalah subjek dan sekaligus objek pembangunan. Sebagai subjek pembangunan, manusia bertindak sebagai pelaku dan pelaksana pembangunan. Adapun sebagai objek pembangunan, penduduk merupakan sasaran pembangunan. Permasalahan penduduk di Indonesia baik dari jumlah penduduk (kuantitas) maupun mutu (kualitas) merupakan suatu masalah yang dilematis dan kontradiktif. Di satu sisi jumlah penduduk yang besar merupakan modal dan potensi yang dapat meningkatkan produksi nasional apabila dapat dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif sehingga sangat menguntungkan bagi usaha pembangunan di segala bidang. Sebaliknya penduduk dengan mutu dan kualitas yang rendah yang tidak mampu bersaing karena minimnya kesempatan kerja yang tersedia, akan menjadi beban dan penghambat pembangunan. Oleh karena itu, sebagai subjek pembangunan, penduduk harus terus dibina dan dikembangkan sehingga mampu menjadi motor penggerak dan modal dasar pembangunan. Selain itu, pembangunan juga harus dikembangkan dengan memperhitungkan kondisi dan kemampuan penduduk sehingga penduduk dapat berpartisipasi aktif dalam dinamika pembangunan. B. Dampak Permasalahan Kependudukan terhadap Kelangkaan Sumberdaya Alam Masalah sumber daya timbul karena adanya ketidakseimbangan antara sumber daya yang tersedia dengan kebutuhan manusia yang terus meningkat. Ada empat masalah yang berkaitan dengan keberadaan sumber daya, yaitu masalah kependudukan dengan lingkungan hidup, masalah produktivitas lahan dan manusia, masalah kualitas lingkungan dan masalah penyebaran sumber daya. Hukum kelangkaan merupakan landasan fundamental bagi keberadaan ekonomi sumber daya manusia dan ekonomi sumber daya alam. Ekonomi sumber daya manusia sebagai cabang khusus dari ilmu ekonomi pada dasarnya menjelaskan bagaimana memanfaatkan sumber daya manusia yang terbatas dalam rangka menghasilkan berbagai barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia seoptimal mungkin. Sejalan dengan itu, ekonomi sumber daya alam juga merupakan cabang khusus dari ilmu ekonomi yang kajiannya memfokuskan pada masalah pemanfaatan sumber daya alam yang ada, baik pada waktu sekarang maupun masa yang akan datang. Dalam membahas fokus kajiannya, ekonomi sumber daya manusia tidak hanya menggunakan teori ekonomi mikro tetapi juga teori ekonomi makro. Di lain pihak, ekonomi sumber daya alam lebih banyak menggunakan pendekatan teori ekonomi mikro. Ekonomi

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

94

Satu Untuk UNM
sumber daya manusia dan ekonomi sumber daya alam keduanya dapat dikategorikan sebagai ilmu ekonomi terapan atau ilmu ekonomi normatif. 1. Sumber Daya Manusia dan Alam serta Pembangunan Ekonomi Konsep pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang berbeda. Terjadinya pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi pertumbuhan ekonomi belum tentu mencerminkan terjadinya pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu kriteria. Keberhasilan pembangunan ekonomi. Keterkaitan antara sumber daya manusia dan alam dengan pembangunan ekonomi ditunjukkan oleh konsep fungsi produksi. Dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia mutlak diperlukan. Melalui pendekatan terpadu pengembangan sumber daya manusia, peranan sumber daya manusia dalam proses pembangunan ekonomi akan semakin penting. Ada hubungan tertentu antara pertumbuhan ekonomi dengan sumber daya alam dan dengan barang sumber daya alam. Hubungan negatif terjadi antara pertumbuhan ekonomi dengan sumber daya alam, sedang hubungan positif terjadi antara pertumbuhan ekonomi dengan barang sumber daya alam. Peranan sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi akan ditentukan oleh tingkat teknologi, modal dan juga kualitas sumber daya manusianya itu sendiri. Memacu pembangunan ekonomi berarti pula mengurangi persediaan sumber daya alam. Karena itu diperlukan pengertian pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana dan lestari, yang disertai pula dengan pengertian tentang pembangunan yang berwawasan lingkungan. 2. Persediaan Sumber Daya Alam Konsep persediaan sumber daya alam memiliki kesepadanan makna dengan kata “reserve” atau “stock” atau cadangan sumber daya alam. Sedangkan cadangan sumber daya merupakan sumber daya alam yang sudah kita ketahui jumlahnya dan bernilai ekonomis. Sejauh mana sumber daya alam itu dapat melayani kebutuhan manusia terdapat dua kelompok pemikiran yaitu kelompok pertama adalah kelompok pesimis dimana mereka menyatakan bahwa sumber daya alam terbatas adanya. Sedangkan kelompok lain adalah kelompok yang merasa optimis yang mengatakan bahwa sumber daya alam itu berlimpah persediannya dan tidak akan pernah habis. 3. Mengukur Kelangkaan Sumber Daya Alam Kebenaran dari seluruh alat pengukur masih perlu dikaji bagaimana ketelitian dari alat ukur tersebut. Pendekatan dengan biaya produksi, maupun scarcity rent harus dikaji ulang mengingat kondisi pasar yang ada, khususnya apakah mekanisme pasar dapat bekerja secara sempurna, tidak ada eksternalitas, dan tidak ada campur tangan pemerintah.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

95

Satu Untuk UNM
Pendekatan baik secara fisik maupun secara ekonomis sama-sama memiliki kelemahan. Pendekatan secara fisik tidak memiliki kepastian mengenai besarnya persediaan. Sedangkan pendekatan secara ekonomis memiliki kelemahan yaitu bila mekanisme pasar tidak dapat bekerja secara sempurna. Oleh karena itu masih sulit untuk memastikan kondisi dari sumber daya alam itu, apakah masih melimpah atau sudah langka adanya . 4. Klasifikasi Sumber Daya Alam Pada dasarnya sumber daya alam itu dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu sumber daya alam yang tak dapat pulih atau tak dapat diperbaharui, sumber daya alam yang pulih atau dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan antara yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Perbedaan antara sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan sumber daya yang tak dapat diperbaharui hanyalah tergantung pada derajat keberadaannya. Perubahan jumlah dan kualitas sumber daya alam sepanjang waktu, tanpa melihat penggunaan sumber daya tersebut, dapat berarti peningkatan atau pengurangan, membaik ataupun memburuk, terus menerus ataupun bertahap pada laju yang konstan ataupun laju yang berubah-rubah. 5. Beberapa Masalah Konservasi Sumber Daya Alam Konservasi adalah tindakan untuk mencegah pengurasan sumber daya alam dengan cara pengambilan yang tidak berlebihan sehingga dalam jangka panjang sumberdaya alam tetap tersedia. Di lain pihak deplisi menunjukkan pengurasan sumber daya alam yang ada. Ada dua pandangan terhadap konservasi sumber daya alam, yaitu kelompok optimisme dan kelompok pesimisme. Meskipun keduanya sama-sama mendukung konservasi sumber daya alam, tetapi keyakinan terhadap konservasi keduanya berbeda. Banyak faktor yang akan menentukan ketersediaan sumber daya alam di masa datang. Faktor-faktor tersebut tidak seluruhnya dapat dikendalikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam tertentu, yang dalam hal ini dikenal sebagai kebijakan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Permasalahan dalam konservasi sumber daya alam mencakup dua hal, yaitu pertimbangan konservasi dan masalah alokasi sumber daya alam antarwaktu. Masalah pertimbangan konservasi dicerminkan oleh tiga hal, yaitu apakah konservasi itu menguntungkan, apakah masyarakat menginginkan untuk mengadakan konservasi, dan bagaimana menanggulangi hambatan konservasi yang mungkin muncul. Di lain pihak, masalah alokasi sumber daya alam antarwaktu berkenaan dengan masalah periode waktu perencanaan yang sangat panjang serta adanya risiko dan ketidakpastian, baik dalam bentuk ketidakpastian teknologi maupun ketidakpastian permintaan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

96

Satu Untuk UNM
d. Rangkuman  Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dialami oleh setiap negara di dunia, yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi masalah yang berkaitan dengan kuantitas penduduk dan masalah yang berkaitan dengan kualitas penduduk.   Data tentang kependudukan dapat diperoleh dengan melalui metode sensus penduduk, registrasi penduduk, dan survai penduduk. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yang berkaitan dengan kuantitas penduduk antara lain jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta kepadatan dan persebaran penduduk yang tidak merata.  Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yang berkaitan dengan kualitas penduduk meliputi masalah pendidikan, masalah kesehatan, dan tingkat pendapatan perkapita yang masih rendah.  Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi pertumbuhan penduduk alami, pertumbuhan penduduk migrasi, dan pertumbuhan penduduk total. Sementara faktorfaktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk meliputi faktor demografi (kelahiran, kematian dan migrasi) serta faktor nondemografi (kesehatan dan tingkat pendidikan). e. Latihan Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Made adalah orang Bali asli, sudah dua tahun ia kuliah di Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Pada waktu pelaksanaan sensus ternyata Made ikut disensus di Jakarta. Pelaksanaan sensus seperti itu disebut ... a. Convasser b. House Holder 2. c. De Jure d. De Facto

Faktor-faktor yang memengaruhi dinamika penduduk adalah ... a. Migrasi, pendapatan, dan pertumbuhan penduduk b. Jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, dan migrasi c. Kelahiran, migrasi, dan keluarga berencana d. Kelahiran, kematian, dan migrasi

3.

Pendataan penduduk terhadap daerah tertentu untuk mendapatkan data tentang sifat dan perilaku penduduk yang dilakukan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus disebut ... a. Sensus Penduduk b. Pendataan Penduduk c. Regritasi Penduduk d. Survei Penduduk

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

97

Satu Untuk UNM
4. Transmigrasi dilakukan untuk tujuan-tujuan berikut, kecuali ... a. Menyeragamkan akar budaya daerah tertentu b. Meningkatkan kesejahteraan penduduk c. Meratakan jumlah penduduk d. Memperkukuh ketahanan nasional 5. Elemen-elemen pembentuk piramida penduduk adalah ... a. Jumlah penduduk dan pendapatan perkapita b. Kelompok umur dan beban ketergantungan c. Jenis kelamin dan mata pencaharian d. Kelompok umur dan jenis kelamin 6. Berikut adalah berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya mengatasi masalah jumlah penduduk, kecuali ... a. Mencanangkan program KB b. Menetapkan batas usia nikah yang diatur dalam undang-undang c. Membatasi tunjangan anak bagi PNS/ABRI d. Membangun berbagai sarana kesehatan 7. Rendahnya tingkat kesehatan penduduk di Indonesia dapat terlihat dari beberapa indikator berikut ini, kecuali ... a. Angka kematian bayi yang tinggi b. Angka harapan hidup yang rendah c. Banyaknya anak-anak gizi buruk d. Angka harapan hidup yang tinggi B. Kerjakan soal-soal berikut! 1. 2. 3. 4. 5. Mengapa dalam sebuah negara perlu dilakukan sensus penduduk? Apa kegunaan data hasil sensus bagi pemerintah? Sebutkan dampak positif dan dampak negatif transmigrasi! Sebutkan faktor pendorong dan faktor penarik timbulnya urbanisasi! Sebutkan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi dampak ledakan penduduk di bidang kependudukan dan ketenagakerjaan! Mengapa kepadatan penduduk Indonesia dikatakan tidak seimbang? Jelaskan menurut pendapat kalian!

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

98

Satu Untuk UNM
A. PENDAHULUAN 1. Kegiatan Belajar 1 a. Judul : Masuknya kolonialisme dan Imprealisme Barat b. Indikator 1. Proses masuknya kolonialisme dan imprealisme Belanda 2. Menguraikan perjuangan bangsa Indonesia menentang imperealisme Belanda 3. Menganalisis proses kelahiran dan perjalanan nasionalisme di Indonesia b. Strategi Pembelajaran Dilakukan strategi pelatihan model cooperative learning dengan jigsaw. Langkah-langkahnya: a. Peserta dibagi dalam kelompok kecil (6 kelompok) b. Setiap kelompok dibagi bahan atau summer belajar/media untuk didiskusikan sesuai msalah yang perlu dipecahkan, yakni: 1. Perkembangan kondisi sosial, ekonomi dan politik masyarakat Indonesia selama masa VOC hingga maa perjuangan menentng imperialisme Belanda 2. Dinamika nasionalisme dan pergerakan nasional Indonesia hingga pendudukan Jepang di Indonesia. c. Setelah selesai discusi kelompok, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya. d. kelompok lain memberikan respon, dan begitu seterusnya. e. Instruktur memberikan respon dan kesimpulan. c. Uraian Materi dan Contoh Kondisi kehidupan masyarakat di bidang sosial, budaya dan ekonom pada zaman VOC Perkembangan perkebunan-perkebunan besar yang dibuka di Nusantara disatu pihak memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pemerintahan Hindia Belanda. Tenaga kerja didatangkan dari Pulau Jawa yang dilakukan secara kontrak. Upahnya sangat murah. Praktek kolonial yang dijalankan pemerintah Hindia Belanda telah membawa kemerosotan kehidupan penduduk Indonesia, terutama di Jawa. Indonesia tetap hidup kesengsaraan, padahal mereka yang bekerja keras untuk menghasilkan keuntungan bagi negeri Belanda. Mereka tidak diperbaiki kehidupannya padahal telah berjasa.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99

Satu Untuk UNM
d. Kondisi kehidupan masyarakat dalam bidang sosial budaya dan ekonomi pada zaman Hindia Belanda VOC dibentuk pada tahun 1602, bertujuan untuk memonopoli perdagangan yang ada di Nusantara. Dengan aturan monopoli dan paksaan serta perampasan daerah maka VOC memperoleh keuntungan yang besar dari Nusantara yang menjadi koloninya. Salah satu hal yang sangat memberatkan rakyat nusantara pada masa VOC adalah adalah adanya wajib kerja bagi penduduk. VOC memanfaatkan pengaruh dan peranan para Bupati dan Bangsawan untuk mengerahkan tenaga rakyatnya wajib kerja. e. Garis besar daerah-daerah dan tokoh yang menentang imperalisme 1. Maluku 1) Sultan Nuku di Tidore 2) Thomas Matulessy Maluku/Ambon 2. Sumatera 1) Sultan Badaruddin di Palembang 2) Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat/Padang 3) Sultan Iskandar Muda di Kerajaan Aceh 4) Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Teuku Ci’ Di Tiro, Cut Meutia dan Panglima Polim di Aceh 5) Sisingamangaraja XII di Tapanuli 3. Jawa 1) Raden Patah di Kerajaan Demak(1518) 2) Sultan Trenggono di Kerajaan Demak 3) Sultan Ageng Tirtayasa di Kerajaan Banten 4) Sultan Agung Hanyokrokusumo di Kerakjaan Mataram Islam 5) Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah 4. Sulawesi 1) Sultan Hasanuddin di Kerajaan Gowa Tallo 5. Kalimantan 1) Pangeran Antasari di Banjarmasin f. Garis besar munculnya nasionalisme di Indonesia Faktor munculnya nasonalisme di indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yakni faktor internal dan eksternal. 1. Faktor internal i. Penderitaan akibat penjajahan; bangsa Indonesia merasa senasib sepenanggunggan, sama-sama dijajah Belanda.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100

Satu Untuk UNM
ii. iii. iv. Kesatuan Indonesia dibawah Pax Neerlandica memberi jalan ke arah kesatuan bangsa. Pembangunan komunikasi antara pulau menyebabkan makin mudah dan makin sering bertemunya rakyat dari berbagai kepulauan Pembatasan penggunaan atau penyebaran bahasa Belanda dikalangan pribumi di satu pihak, dan penggunaan bahasa Melayu yang dpopulerkan dilain pihak menyebabkan bahasa yang berasal dari sekitar Selat Malaka ini menjadi bahasa indonesia; bahasa ini kemudian menjadi tali pengikat kesatuan bangsa yang ampuh. v. Undang-undang desentralisasi 1903, yang antaranya mengatur pembentukan kotapraja (gemeente atau haminte) dan dewan-dewan kotapraja memperkenalkan rakyat indonesia akan tata cara demokrasi yang moderen vi. Pergerakan kebangsaan di indonesia dapat juga disebut sebagai reaksi terhadap semangat kedaerahan, yang tidak menguntungkan bagi perjuangan kemerdekaan (semanggat kedaerahan membuat kita terpecah belah dan lemah) vii. Inspirasi kejayaan Sriwijaya dan Majapahit

2. Faktor eksternal a. Ide-ide barat yang masuk lewat pendidikan barat yang moderen, yang menggantikan pendidikan tradisional (pondok, pesantren, wihara-wihara). b. Kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 mengembalikan kepercayaan bagsa Indonesia akan kemampuan diri sendiri c. Pergerakan dan perjuangan bangsa lain menentang penjajahan, misalnya Turki, rlandia dan lain-lain. g. Pelaksanaan pendidikan pada masa kolonial Belanda Sekolah pertama yang didirikan oleh VOC di Ambon pada tahun 1607. Pelajaranpelajaran yang dibertikan berupa, membaca, menulis dan sembahyang. Anak-anak kepala kampung dikirim ke negeri Belanda untuk mendapat pendidikan guru. Setelah John Fendell menggantikan Raffles, pengajaran mulai diperhatikan. Penyelenggaraan sekolah-sekolah diserahkan kepada CGC Reinwardt. Hal pertama yang dilakukannya adalah menghasilkan undang-undang pengajaran, yang dapat dianggap sebagai dasar bagi pendirian sekolah-sekolah. Akhirnya pada tahun 1818 keluarlah peraturan pemerintah, yang memuat peraturan umum menegnai persekolahan dan sekolah rendah. Pada tahun 1826 kegiatan dalam lapangan pendidikan dan pengajaran terganggu oleh
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

101

Satu Untuk UNM
adanya usaha-usaha penghematan. Urusan-urusan pengajaran sangat disederhanakan. Sekolah-sekolah yang ada tetap hanya bagi anak-anak belanda dan anak-anak Indonesia yang memeluk agama Nasrani. Penyelenggaraan pengajaran tersebut sangat merugikan bangsa Indonesia, karena: i. Penyebaran pengajaran bagi rakyat umum selalu ditunda-tunda. Usaha pengluasan sekolah-sekolah bagi anak-anak Indonesia selalu mendapat tantangan. Tampaknya pemerintah kolonial takut, bahwa pengluasan sekolah-sekolah yang terlalu cepat bagi orang Indonesia adapat merupakan bahaya besar bagi kedudukan kaum penjajah. ii. Tujuan sekolah bukan untuk mendidik rakyat, bukan untuk mempertinggi taraf penghidupan rakyat, melainkan untuk kepentingan kaum penjajah juga, yakni untuk menutupi kebutuhan akan pegawai-pegawai. h. Corak organisasi pergerakan nasional di indonesia 1. Organisasi awal pergerakan, yang meliputi:  Boedi Oetomo (kooperatif)  Sarekat Islam (kooperatif)  Indissche Partij (kooperatif)  Gerakan Pemuda (kooperatif) 2. Organisasi masa radikal (kooperatif)  Perhimpunan Indonesia (non kooperatif)  Partai komunis Indonesia (non kooperatif)  Partai nasional Indonesia (non kooperatif) 3. Organisasi masa bertahan  Fraksi Nasional (kooperatif)  Petisi Soetarjo (kooperatif)  Gabungan Politik Indonesia (kooperatif) i. Kondisi masyarakat Indonesia pada zaman pendudukan Jepang dalam bidang ekonomi Dibidang ekonomi Jepang beruaha menjadikan Indonesia sebagai sumber dana untuk membiayai perang dengan sekutu. Indonesia yang subur tanahnya, kaya umber alamnya, dan banyak penduduknya dimanfaatkan menjadi home front oleh Jepang. Hasil bumi, seperti beras, garam, ikan, gula, kopi, teh, dan lada, dan lain-lain diangkut untuk menyuplai kebutuhan tentara Jepan berperang di medan pertempuran. Pendudukan Jepang yan berlangsung 3,5 tahun dibidang ekonomi sangat menyengsarakan rakyat Indonesia. Produksi padi dan lain-lain harus disetorkan rakyat kepada Jepang, rakyat
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102

Satu Untuk UNM
terpaksa makan memakan keladi yang gatal, bekicot, dan memakan makanan yang tidak layak dimakan. Pakaian juga sukar diperoleh, karenanya rakyat terpaksa memakai pakaian dari bahan-ban karung beras, pakaian bekas, compang camping yang banyak kutu busuknya. Keadaan itu, menimbulkan wabah penyakit. Kepalaparan merajalela yang banyak merenggut nyawa bangsa Indonesia. j. Peran BPUPKI dalam mempersiapkan pembentukan negara Indonesia Maksud pembentukan badan tersebut adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang menyangkut pembentukan negara Indonesa merdeka yan diketuai oleh DR.K.R.T. Radjiman Woeodningrat. Peran BPUPKI dalam pembentukan negara Indonesia dapat terlihat dalam keputusan rapatnya pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 dan 10-16 Juli 1945. kedua rapat tersebut menghasilkan beberapa keputuan yang sangat penting bagi pembentukan negara Indonesia, misalnya; pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan UUD, pembentukan 8 propinsi di Indonesia. k. Proses pembentukan PPKI BPUPKI yang berhasil menyusun Rancangan Undang- Undang Dasar dianggap telah selesai melaksanakan tugasnya. Karena itu, pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dbubarkan oleh pemerntah pendudukan Jepang. Sebagai gantinya pemerintah pendudukan Jepang menyetujui pembentukan suatu Pantia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau dokurittsu unbi nkai. PPKI yang dibentuk pada tangal 7 Agustus 1945 itu beranggotakan 19 orang yang dketuai oleh ir.soekarno dan wakil ketua Drs.Moh.Hatta. PPKi sepenuhnya berada ditangan bangsa Indonesia sendiri, yang bertugas menyusun rencana kemerdekaan Indonesia. PPKI yang semula bertugas meneliti dan menyempurnakan hal kerja BPUPKI, kemudian berubah fungsi dan peranannya setelah terjadinya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak dibentuknya tanal 17 Agustsu 1945 belum banyak berbuat sesuatu dengan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Hal tu disebabkan oleh munculnya pergerakan pemuda yan mendesak, menamankan, dan melindungi kedua pucuk pimpinan PPKI, yatu Soekarno dan Hatta. l. Peranan PPKI dalam pembentukan Negara RI Peranan PPKI yan paln dominan adalah setelah proklamasi kemerdekaan, yang dalam rapatnya pada tangagl 18 Agustus 1945 berhasil merumuskan pancasila. Sélain itu berhasil mengambil keputusan penting, diantaranya mengesahkan UUD 1945, memilih dan mengangkat Soekarno sebagai predsien dan Drs.Moh.Hatta sebagai wakil presiden, membentuk uatu komite naosinal untuk membantu presiden sebelum DPR/MPR seperti yan dharapkan UUD 1945 terbentuk.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103

Satu Untuk UNM
m. Rangkaian peristiwa Rengasdengklok Pemilihan Rengasdengklok sebagai tempat mengamankan Soekarno-Hatta dengan alasan; daerah ini dilatarbelakang laut Jawa, sehingga jika ada serangan dapat segera pergi melalui laut, sebelah timur dibentengi oleh wilayah Purwakarta dengan satu Daidan PETA dan juga Cimalaya, sebelah selatan ada peta Kedun Gedeh, Sebelah barat ada tentara Peta di Bekasi. Peristiswa Rengasdengklok diawali dari keinginan singggih untuk mendesak Soekarno Hatta memproklamrkan kemerdekaan Indonesia secepatnya, agar lepas dar penaruh Jepang. n. Proses penyusunan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia Sekitar pukul 20.00 rombongan Bung Karno dan Bung Hatta yang dijemput Mr.Achmad Soebardo telah kembali ke Jakarta. Teks proklamasi selesai dibuat, tepat pukul 04.30 waktu Jepang atau pukul 04.00 WIB, Soekarno dan lainnya menemui tokohtokoh lainnya yang ikut dalam pertemuan tersebut. Soekarno kemudian membacakan konsep proklamasi dan menyerahkan agar semua yang hadir turut serta menandatanganinya, namun hadirin mengusulkan agar tetap Soekarno-Hatta yang menandatangani teks proklamasi tersebut atas nama bangsa Indonesia. Setelah diadakan perubahan redaksi, Ir. Soekarno meminta pemuda Sayuti Malik agar mengetik konsep proklamasi tersebut. Ada tiga perubahan redaksi pada naskah proklamasi yang disetujui yaitu kata ”tempoh” diganti dengan kata ”tempo”, wakil bangsa Indonesia” diganti dengan” atas nama bangsa Indonesia”, dan cara menulis tanggal ”Djakarta, 17-805” diganti menjadi ”Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05. d. Rangkuman Kondisi kehidupan masyarakat Indonesia baik pada masa VOC maupun pada masa pemerintahan Indonesia, sangat memperihatingkan. Hal tersebut dapat terlihat dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya. Bangsa Indonesia hanya dimanfaatkan sebagai tenaga kerja, sedangkan keuntungannya masuk pada kas penjajah. Hal tersebut menimbulkan perlawana dari berbagai wilayah di Indonesia, misalnya Pangeran Pattimura di Ambon, Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah, Sultan Hasanuddin di Kerajaan Gowa Tallo dan perlawanan-perlawanan lainnya yang menentang imperealisme. Munculnya kaum terpelajar pada awal abad XVIII adalah merupakan peralihan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dari perlawanan yang bersifat kedaerah dan mengandalkan senjata menjadi perjuangan yang bersifat diplomasi dan terorganisir. Organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia bersifat kooperatif dan non kooperatif. Perjuangan bangsa Indonesia akhirnya menemui hasil setelah pembentukan BPUPKI yang menhasilkan pernyataan Indonesia merdeka. Sebagai tindak lanjut dari BPUPKI,
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104

Satu Untuk UNM
maka pada tangal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI bertugas meneliti dan

menyempurnakan kerja BPUPKI, kemudian berubah fungsi dan peranannya setelah terjadinya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. salah satu peristiwa yang sangat penting dan bersejarah pada detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah peristiwa Rengasdengklok yang merupakan puncak pertentangan antara golongan tua dan golongan muda terhadap pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sekitar pukul 20.00 rombongan Bung Karno dan Bung Hatta yang dijemput Mr.Achmad Soebardjo telah kembali ke Jakarta. Teks proklamasi selesai dibuat, tepat pukul 04.00 WIB. Soekarno kemudian membacakan konsep proklamasi dan menyerahkan agar semua yang hadir turut serta menandatanganinya, namun hadirin mengusulkan agar tetap Soekarno-Hatta yang menandatangani teks proklamasi tersebut atas nama bangsa Indonesia. Setelah diadakan perubahan redaksi, Ir. Soekarno meminta pemuda Sayuti Malik agar mengetik konsep proklamasi tersebut. Tepat pukul 10.00 pagi pada hari Jumat atau 10 Ramadhan, di Jalan Pegangsaan Timur No 56 dibacakan. e. Latihan 1. Melalui diskusi peserta dapat menjelaskan perkembangan kondisi sosial, ekonomi dan politik masyarakat Indonesia selama masa VOC hingga masa perjuangan menentang imperialisme Belanda 2. Uraikan dinamika nasionalisme dan pergerakan nasional Indonesia hingga pendudukan Jepang di Indonesia. 3. Jelaskan proses pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan lahirnya proklamasi RI. teks proklamasi

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

105

Satu Untuk UNM
5. KEGIATAN BELAJAR 2 a. Judul: Perkembangan masyarakat Indonesia sejak proklamasi sampai masa reformasi b. Indikator 1. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan NKRI 2. Menguraikan perkembangan pemerintahan Orde Lama 3. Membedakan sistem pemerintahan Orde Baru dengan Reformasi. c. Strategi Pembelajaran Membaca dan melakukan resume terhadap modul sebagai diskusi kelompok. Dalam diskusi dilaksanakan metode Jigsaw yaitu diskusi kelompok yang melibatkan semua peserta pelatihan. Cara ini dimaksudkan untuk menciptakan belajar gotong royong (Cooperative Learning). Dengan Cooperative Learning diharapkan proses pelatihan tidak didominasi oleh peserta tertentu.Sebaliknya bagi peserta yang merasa kurang mampu tidak akan menyebabkan munculnya perasaan minder, dengan demikian akan tercipta proses pelatihan yang saling menguntungkan antar peserta pelatihan . d. Uraian Materi dan Contoh 1. Perjuangan Bangsa Indonesia Dalam Mempertahankan NKRI a. Bentuk-bentuk Perjuangan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Penyerahan kekuasaan Jepang kepada Sekutu dilakukan oleh Komando Asia Tenggara (South East Asia Command atau SEAC) di bawah pimpinan Laksamana Lord Louis Mounbatten. Pasukan Sekutu yang bertugas di Indonesia adalah Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison. AFNEI merupakan komando bawahan dari SEAC. Tugas AFNEI di Indonesia adalah: 1.Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang, 2.Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu, 3.Melucuti orang-orang Jepang dan kemudian dipulangkan ke negaranya, 4.Menjaga keamanan dan ketertiban (law and order), dan 5. Menghimpun keterangan guna menyelidiki pihak-pihak yang dianggap penjahat perang. Pada awalnya rakyat Indonesia menyambut kedatangan Sekutu dengan senang. Akan tetapi setelah diketahui NICA ikut di dalamnya, sikap rakyat Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan. Kedatangan NICA di Indonesia didorong oleh keinginan menegakkan kembali Hindia Belanda dan berkuasa lagi di Indonesia. Datangnya pasukan Sekutu yang diboncengi
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106

sebagai

Satu Untuk UNM
NICA mengundang perlawanan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan. Adapun bentuk-bentuk perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tersebut, terdiri dari: Perjuangan fisik dalam bentuk perlawanan bersenjata dan perlawanan dalam bentuk diplomasi berupa perundingan-perundingan. Bentuk-bentuk perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tersebut, berupa: A. Perlawanan Bersenjata, terdiri dari: 1. Pertempuran Surabaya 10 November 1945 Surabaya merupakan kota pahlawan. Surabaya menjadi ajang pertempuran yang paling hebat selama revolusi mempertahankan kemerdekaan, sehingga menjadi lambang perlawanan nasional. Peristiwa di Surabaya merupakan rangkaian kejadian yang diawali sejak kedatangan pasukan Sekutu tanggal 25 Oktober 1945 yang dipimpin oleh Brigjen A.W.S. Mallaby. Pada tanggal 30 Oktober 1945 terjadi pertempuran yang hebat di Gedung Bank Internatio di Jembatan Merah. Pertempuran itu menewaskan Brigjen Mallaby. Akibat meninggalnya Brigjen Mallaby, Inggris memberi ultimatum, isinya agar rakyat Surabaya menyerah kepada Sekutu. Secara resmi rakyat Surabaya, yang diwakili Gubernur Suryo menolak ultimatum Inggris. Akibatnya pada tanggal 10 November 1945 pagi hari, pasukan Inggris mengerahkan pasukan infantri dengan senjatasenjata berat dan menyerbu Surabaya dari darat, laut, maupun udara. Rakyat Surabaya tidak takut dengan gempuran Sekutu. Bung Tomo memimpin rakyat dengan berpidato membangkitkan semangat lewat radio. Pertempuran berlangsung selama tiga minggu. Akibat pertempuran tersebut 6.000 rakyat Surabaya gugur. Pengaruh pertempuran Surabaya berdampak luas di kalangan internasional, bahkan masuk dalam agenda sidang Dewan Keamanan PBB tanggal 7-13 Februari 1946. 2. Pertempuran Ambarawa Pertempuran Ambarawa terjadi tanggal 20 November sampai tanggal 15 Desember 1945, antara pasukan TKR dan Pemuda Indonesia melawan pasukan Sekutu (Inggris). Pertempuran Ambarawa dimulai dari insiden yang terjadi di Magelang pada tanggal 26 Oktober 1945. Pada tanggal 20 November 1945 di Ambarawa pecah pertempuran antara pasukan TKR di bawah pimpinan Mayor Sumarto melawan tentara Sekutu. Pertempuran Ambarawa mengakibatkan gugurnya Letkol Isdiman, Komandan Resimen Banyumas. Posisi Letkol Isdiman kemudian digantikan oleh Letkol Soedirman. Kota Ambarawa berhasil dikepung selama 4 hari 4 malam oleh pasukan RI. Mengingat posisi yang telah terjepit, maka pasukan Sekutu meninggalkan kota Ambarawa tanggal 15 Desember 1945 menuju Semarang. Keberhasilan TKR mengusir Sekutu dari

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

107

Satu Untuk UNM
Ambarawa menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. 3. Pertempuran Medan Area 1 Desember 1945 Pada tanggal 9 Oktober 1945 tentara Inggris yang diboncengi oleh NICA mendarat di Medan. Mereka dipimpin oleh Brigjen T.E.D Kelly. Awalnya mereka diterima secara baik oleh pemerintah RI di Sumatra Utara sehubungan dengan tugasnya untuk membebaskan tawanan perang (tentara Belanda). Sebuah insiden terjadi di hotel Jalan Bali, Medan pada tanggal 13 Oktober 1945. Saat itu seorang penghuni hotel (pasukan NICA) merampas dan menginjak-injak lencana Merah Putih yang dipakai pemuda Indonesia. Hal ini mengundang kemarahan para pemuda. Akibatnya terjadi perusakan dan penyerangan terhadap hotel yang banyak dihuni pasukan NICA. Pada tanggal 1 Desember 1945, pihak Sekutu memasang papanpapan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area di berbagai sudut kota Medan. Sejak saat itulah Medan Area menjadi terkenal. Pasukan Inggris dan NICA mengadakan pembersihan terhadap unsur Republik yang berada di kota Medan. Hal ini jelas menimbulkan reaksi para pemuda dan TKR untuk melawan kekuatan asing yang mencoba berkuasa kembali. Pada tanggal 10 Agustus 1946 di Tebingtinggi diadakan pertemuan antara komandan-komandan pasukan yang berjuang di Medan Area. Pertemuan tersebut memutuskan dibentuknya satu komando yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area. 4. Bandung Lautan Api Terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api diawali dari datangnya Sekutu pada bulan Oktober 1945. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh ultimatum Sekutu untuk mengosongkan kota Bandung. Pada tanggal 21 November 1945, Sekutu mengeluarkan ultimatum pertama isinya kota Bandung bagian Utara selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945 dikosongkan oleh para pejuang. Ultimatum tersebut tidak ditanggapi oleh para pejuang. Selanjutnya tanggal 23 Maret 1946 Sekutu mengeluarkan ultimatum kembali. Isinya hampir sama dengan ultimatum yang pertama. Menghadapi ultimatum tersebut para pejuang kebingungan karena mendapat dua perintah yang berbeda. Pemerintah RI di Jakarta memerintahkan agar TRI mengosongkan kota Bandung. Sementara markas TRI di Yogyakarta menginstruksikan agar Bandung tidak dikosongkan. Akhirnya para pejuang mematuhi perintah dari Jakarta. Pada tanggal 23-24 Maret 1946 para pejuang meninggalkan Bandung. Namun, sebelumnya mereka menyerang Sekutu dan membumihanguskan kota Bandung. Tujuannya agar Sekutu tidak dapat menduduki dan memanfaatkan sarana-sarana yang vital. Peristiwa ini dikenal

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

108

Satu Untuk UNM
dengan Bandung Lautan Api. Sementara itu para pejuang dan rakyat Bandung mengungsi ke luar kota. 5. Puputan Margarana 20 November 1946 Perang Puputan Margarana di Bali diawali dari keinginan Belanda mendirikan Negara Indonesia Timur (NIT). Letkol I Gusti Ngurah Rai, Komandan Resimen Nusa Tenggara, berusaha menggagalkan pembentukan NIT dengan mengadakan serangan ke tangsi NICA di Tabanan tanggal 18 Desember 1946. Konsolidasi dan pemusatan pasukan Ngurah Rai (yang dikenal dengan nama pasukan Ciung Wanara) ditempatkan di Desa Adeng Kecamatan Marga. Belanda menjadi gempar dan berusaha mencari pusat kedudukan pasukan Ciung Wanara. Pada tanggal 20 November 1946 dengan kekuatan besar Belanda melancarkan serangan dari udara terhadap kedudukan Ngurah Rai di desa Marga. Dalam keadaan kritis, Letkol I Gusti Ngurah Rai mengeluarkan perintah “Puputan” yang berarti bertempur sampai habis-habisan (fight to the end). Letkol I Gusti Ngurah Rai gugur beserta seluruh anggota pasukan dalam pertempuran tersebut. Jenazahnya dimakamkan di desa Marga. Pertempuran tersebut terkenal dengan nama Puputan Margarana. Gugurnya Letkol I Gusti Ngurah Rai telah melicinkan jalan bagi usaha Belanda untuk membentuk Negara Indonesia Timur. 6. Serangan Umum 1 Maret 1949 Dalam agresi militer II, Belanda berhasil menangkap para pemimpin politik dan menduduki ibukota RI di Yogyakarta. Belanda ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pemerintahan RI telah dihancurkan dan TNI tidak memiliki kekuatan lagi. Menghadapi tindakan Belanda tersebut, TNI menyusun kekuatan untuk melawan Belanda. Puncak serangan TNI adalah serangan umum terhadap kota Yogyakarta pada tanggal 1 Maret 1949, yang dipimpin oleh Letkol Soeharto. Sebelumnya, Letkol Soeharto mengadakan koordinasi terlebih dahulu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam serangan ini, TNI memakai sistem wehrkreise. Untuk memudahkan penyerangan, maka dibentuk beberapa sektor yaitu: a. sektor Barat dipimpin oleh Mayor Ventje Sumual, b. sektor Selatan dan Timur dipimpin oleh Mayor Sardjono, sektor Utara dipimpin oleh Mayor Kusno, c. sektor Kota dipimpin oleh Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki. Pada malam hari menjelang serangan umum, pasukan-pasukan telah merayap mendekati kota dan melakukan penyusupan-penyusupan. Pagi hari tanggal 1 Maret 1949
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109

Satu Untuk UNM
sekitar pukul 06.00 WIB tepat sirene berbunyi, serangan dilancarkan dari segala penjuru kota. Letkol Soeharto langsung memimpin penyerangan dari sektor Barat sampai batas Jalan Malioboro. Rakyat membantu memperlancar jalannya penyerangan dengan memberikan bantuan logistik. Dalam waktu enam jam kota Yogyakarta berhasil dikuasai TNI. Pada pukul 12.00 WIB tepat, pasukan TNI mengundurkan diri. Hal ini sesuai dengan rencana yang ditentukan sejak awal. Bersamaan dengan itu bantuan Belanda tiba dengan kendaraan lapis baja serta pesawat terbang. Belanda melakukan serangan balasan. Meskipun demikian, serangan umum telah mencapai tujuannya. Berikut ini tujuan Serangan Umum 1 Maret 1949. a. Ke dalam 1) Mendukung perjuangan yang dilakukan secara diplomasi. 2) Meninggikan moral rakyat dan TNI yang sedang bergerilya. b. Ke luar

1) Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa TNI mempunyai kekuatan mengadakan ofensif.

untuk

2) Mematahkan moral pasukan Belanda. Untuk mengenang para pejuang dan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 maka pemerintah Yogyakarta membangun “Monumen Yogya Kembali”.
B. Perlawanan Dalam Bentuk Diplomasi, seperti: Selain menggunakan perjuangan bersenjata, para pemimpin bangsa melakukan perjuangan diplomasi. Untuk lebih jelasnya, kalian pelajari beberapa contoh perjuangan diplomasi bangsa Indonesia dalam berbagai forum internasional di bawah ini. 1. Diplomasi Beras Tahun 1946 Antara India dengan Indonesia terdapat persamaan nasib dan sejarah. Keduanya samasama pernah dijajah dan menentang penjajahan. Oleh karenanya, ketika rakyat India mengalami kekurangan bahan makanan, pemerintah Indonesia menawarkan bantuan padi sejumlah 500.000 ton. Perjanjian bantuan Indonesia kepada India ditandatangani tanggal 18 Mei 1946. Perjanjian ini sebenarnya merupakan barter kedua negara, sebab India ternyata juga memberikan bantuan obat-obatan kepada Indonesia. Dampak yang ditimbulkan dari diplomasi beras adalah Indonesia semakin mendapat simpati dunia internasional dalam perjuangannya mengusir Belanda. 2. Perundingan Linggarjati Perundingan Linggarjati dilakukan pada tangga 10 November 1946 di Linggarjati, dekat Cirebon. Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110

Satu Untuk UNM
sedangkan Belanda diwakili oleh Prof. Scermerhorn. Perundingan tersebut dipimpin oleh Lord Killearn, seorang diplomat Inggris. Berikut ini beberapa keputusan Perundingan Linggarjati. a. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. b. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama Republik Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia. c. Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya. Dalam perkembangan selanjutnya, Belanda melanggar ketentuan perundingan tersebut dengan melakukan agresi militer I tanggal 21 Juli 1947. 4. Perundingan Renville Perundingan Renville dilaksanakan di atas Geladak Kapal Renville milik Amerika Serikat tanggal 17 Januari 1948. Dalam perundingan tersebut, pemerintah Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin. Sedangkan Belanda diwakili oleh Abdul Kadir Widjojoatmodjo. Hasil perundingan tersebut adalah: a. wilayah Indonesia diakui berdasarkan garis demarkasi (garis van Mook), b. Belanda tetap berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia sampai Republik Indonesia Serikat terbentuk, c. kedudukan RIS dan Belanda sejajar dalam Uni Indonesia-Belanda, d. RI merupakan bagian dari RIS, dan e. pasukan RI yang berada di daerah kantong harus ditarik ke daerah RI. Nasib dan kelanjutan Perundingan Renville relatif sama dengan Perundingan Linggarjati. Belanda kembali melanggar perjanjian dengan melakukan agresi militer II tanggal 19 Desember 1948. 5. Konferensi Asia di New Delhi Konferensi Asia di New Delhi di selenggarakan pada tanggal 20 - 25 Januari 1949. Dalam konferensi tersebut hadir 19 negara termasuk utusan dari Mesir, Italia, dan New Zealand. Wakil-wakil dari Indonesia antara lain Mr. Utoyo Ramelan, Sumitro Djoyohadikusumo, H. Rosyidi, dan lain-lain. Hasil konferensi meliputi: a. pengembalian Pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta, b. pembentukan pemerintahan ad interim sebelum tanggal 15 Maret 1949, c. penarikan tentara Belanda dari seluruh wilayah Indonesia, dan d. penyerahan kedaulatan kepada Pemerintah Indonesia Serikat paling lambat tanggal 1 Januari 1950.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111

Satu Untuk UNM
Menanggapi rekomendasi Konferensi New Delhi, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sebuah resolusi tanggal 28 Januari 1949 yang isinya a. penghentian operasi militer dan gerilya, b. pembebasan tahanan politik Indonesia oleh Belanda, c. pemerintah RI kembali ke Yogyakarta, dan akan diadakan perundingan secepatnya. Dampak Konferensi Asia di New Delhi sangat jelas. Indonesia semakin mendapat dukungan internasional dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda. 7. Perundingan Roem - Royen Terjadinya Agresi Militer Belanda menimbulkan reaksi yang cukup keras dari Amerika Serikat dan Inggris, bahkan PBB. Hal ini tidak lepas dari kemampuan pada diplomat Indonesia dalam memperjuangkan dan menjelaskan realita di PBB. Salah satunya adalah L.N. Palar. Sebagai reaksi dari Agresi Militer Belanda, PBB memperluas kewenangan KTN. Komisi Tiga Negara diubah menjadi UNCI. UNCI kependekan dari United Nations Commission for Indonesia. UNCI dipimpin oleh Merle Cochran (Amerika Serikat) dibantu Critchley (Australia) dan Harremans (Belgia). Hasil kerja UNCI di antaranya mengadakan Perjanjian Roem-Royen antara Indonesia Belanda. Perjanjian Roem-Royen diadakan tanggal 14 April 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Sebagai wakil dari PBB adalah Merle Cochran (Amerika Serikat), delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roem, sedangkan delegasi Belanda dipimpin oleh van Royen. Dalam perundingan Roem-Royen, masing-masing pihak mengajukan statement. Delegasi Indonesia menyatakan kesediaan pemerintah Republik Indonesia untuk: a. menghentikan perang gerilya, b. bekerja sama dalam mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan, c. ikut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag untuk mempercepat pengakuan kedaulatan kepada Negara Indonesia Serikat dengan tanpa syarat. Pernyataan dari delegasi Belanda, yaitu: a. menyetujui kembalinya pemerintah RI ke Yogyakarta, b. menjamin penghentian gerakan militer dan pembebasan semua tahanan politik, c. tidak akan mendirikan atau mengakui negara-negara yang ada di daerah yang dikuasai oleh RI sebelum 19 Desember 1948 d. menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari RIS, dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112

Satu Untuk UNM
e. berusaha agar KMB segera diadakan sesudah RI kembali ke Yogyakarta. Dari dua usulan tersebut akhirnya diperoleh kesepakatan yang ditandatangani tanggal 7 Mei 1949. Kesepakatan antara lain: a. b. c. Pemerintah RI dan Belanda sepakat untuk menghentikan tembak-menembak dan bekerja sama untuk menciptakan keamanan. Pemerintah Belanda akan segera mengembalikan pemerintah Indonesia ke Yogyakarta, dan kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. 8. Konferensi Meja Bundar (KMB) Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari Perundingan RoemRoyen. Sebelum KMB dilaksanakan, RI mengadakan pertemuan dengan BFO (Badan Permusyawaratan Federal). Pertemuan ini dikenal dengan dengan Konferensi InterIndonesia (KII) Tujuannya untuk menyamakan langkah dan sikap sesama bangsa Indonesia dalam menghadapi KMB. Konferensi Inter-Indonesia diadakan pada tanggal 19 - 22 Juli 1949 di Yogyakarta dan tanggal 31 Juli sampai 2 Agustus 1949 di Jakarta. Pembicaraan difokuskan pada pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Keputusan yang cukup penting adalah akan dilakukan pengakuan kedaulatan tanpa ikatan politik dan ekonomi. Pada bidang pertahanan diputuskan: a. Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) adalah Angkatan Perang Nasional, b. TNI menjadi inti APRIS, dan negara bagian tidak memiliki angkatan perang sendiri. KMB merupakan langkah nyata dalam diplomasi untuk mencari penyelesaian sengketa Indonesia – Belanda. Kegiatan KMB dilaksanakan di Den Haag, Belanda tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949. Dalam KMB tersebut dihadiri delegasi Indonesia, BFO, Belanda, dan perwakilan UNCI. Berikut ini para delegasi yang hadir dalam KMB: a. Indonesia terdiri dari Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh. Roem, Prof.Dr. Mr. Soepomo. b. BFO dipimpin Sultan Hamid II dari Pontianak. c. Belanda diwakili Mr. van Maarseveen. d. UNCI diwakili oleh Chritchley. Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, akhirnya KMB menghasilkan beberapa keputusan berikut.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

113

Satu Untuk UNM
a. b. Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

Pengakuan kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949. pengakuan kedaulatan RIS.

c. Masalah Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah d. Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia Belanda yang dikepalai Raja Belanda. e. Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa orvet akan diserahkan kepada RIS. f. Tentara Kerajaan Belanda selekas mungkin ditarik mundur, sedang Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) akan dibubarkan dengan catatan bahwa para Anggotanya yang diperlukan akan dimasukkan dalam kesatuan TNI. Pada tanggal 27 Desember 1949 dilaksanakan penandatanganan pengakuan kedaulatan secara bersamaan di Belanda dan di Indonesia. Di negeri Belanda, Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Dress, Menteri Seberang Lautan Mr. A.M.J. A. Sassen, dan Drs. Moh. Hatta, bersama menandatangani naskah pengakuan kedaulatan. Sedangkan di Jakarta Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Tinggi Mahkota Belanda A.H.J. Lovink menandatangani naskah pengakuan kedaulatan. Berikut ini dampak dan pengaruh KMB bagi rakyat Indonesia. a. Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. b. Konflik dengan Belanda dapat diakhiri dan pembangunan segera dapat dimulai. c. Irian Barat belum bisa diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat. d. Bentuk negara serikat tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. b. Bentuk Pergolakan Terhadap Eksistensi NKRI Usaha-usaha untuk kembali ke negara kesatuan dilancarkan di mana-mana. Di berbagai daerah timbul gerakan rakyat menuntut pembubaran negara-negara bagian. Rakyat menghendaki kembali bergabung dengan Republik Indonesia di Yogyakarta. Pasal 43 dan 44 dari Konstitusi RIS memungkinkan dilaksanakannya penggabungan daerah yang satu dengan daerah yang lain, maupun negara yang satu dengan negara yang lain. Syarat penggabungan adalah dikehendaki oleh rakyatnya dan diatur dengan Undang-Undang Federal. Pada tanggal 8 Maret 1950, pemerintah RIS menerbitkan Undang-Undang Darurat No. 11 Tahun 1950. Undang-Undang tersebut berisi tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS. Berdasarkan Undang-undang tersebut, beberapa negara bagian menggabungkan diri dengan Republik Indonesia di Yogyakarta. Pada tanggal 5 April 1950, RIS hanya tinggal tiga negara
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114

Satu Untuk UNM
bagian. Ketiga negara bagian itu adalah Republik Indonesia, Negara Sumatera Timur, dan Negara Indonesia Timur. Keinginan rakyat di negara-negara bagian untuk bergabung dengan Republik Indonesia semakin kuat. Oleh karena itu, pemerintah RI menganjurkan pemerintah RIS agar mengadakan perundingan dengan Negara Sumatera Timur dan Negara Indonesia Timur untuk membicarakan pembentukan kembali negara kesatuan. Pada bulan Mei 1950, dilangsungkan perundingan antara RIS dan RI. Perundingan membahas tentang pembentukan negara kesatuan. Pada tanggal 19 Mei 1950, tercapai persetujuan antara kedua pemerintah. Persetujuan itu dituangkan dalam suatu “Piagam Persetujuan”. Pada dasarnya pemerintah RI dan RIS sepakat untuk membentuk negara kesatuan. Kemudian, pemerintah RIS dan RI membentuk sebuah panitia bersama yang diberi tugas untuk melaksanakan Piagam Persetujuan 19 Mei 1950 tersebut. Panitia bersama ini secara khusus bertugas menyusun Rancangan UndangUndang Dasar Negara Kesatuan. Pada tanggal 14 Agustus 1950, parlemen dan senat RIS mengesahkan Rancangan Undang- Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Badan pekerja KNIP di Yogyakarta sudah menyetujui Rancangan UUDS tersebut pada tanggal 12 Agustus 1950. Dalam rapat parlemen dan senat RIS pada tanggal 15 Agustus 1950, Presiden RIS (Soekarno) membacakan iagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada hari itu juga, Presiden Soekarno menerima kembali jabatan Presiden Republik Indonesia dari Mr. Asaat (pemangku jabatan sementara Presiden Republik Indonesia). Dengan demikian berakhirlah Negara Indonesia Serikat. Negara kesatuan yang dicitacitakan bangsa Indonesia dan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 kembali terwujud. Dalam praktiknya, RIS hanya berumur delapan bulan. Konstitusi RIS diganti dengan Undang- Undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950). UUDS ini berlaku sampai Dekrit Presiden tahun 1959. Dengan terbentuknya NKRI terwujudlah cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, yaitu mendirikan Negara kesatuan. c. Proses Perubahan Bentuk Pemerintahan dari RI ke RIS dan dari RIS ke NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat dengan wilayah meliputi bekas daerah jajahan Belanda, telah terpecah-pecah oleh politik devide et impera Belanda. Untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan, maka langkah yang dilakukan Republik Indonesia adalah bergabung dengan RIS. Pada tanggal 14 Desember 1949 diadakan pertemuan permuswaratan federal di Jakarta, yang dihadiri oleh wakil-wakil dan negara-

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

115

Satu Untuk UNM
negara atau daerah yang akan menjadi bagian dari RIS. Wakil dari KNIP dan DPR juga hadir. Diputuskan untuk menyetujui naskah UUD yang akan menjadi UUD RIS. Berdasarkan UUD RIS atau biasa disebut juga dengan Konstitusi RIS, bentuk negara kita adalah federal, yang terdiri dari negara-negara bagian seperti : Negara Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara sumatera Timur, Negara Jawa Timur, Negara Madura, dan Negara Sumatera Selatan, ditambah beberapa otonom seperti Jawa Tengah, Bangka, dan Daerah Istimewa Kalimantan Barat. Dalam hal ini Geroge Mc. T. Kahim (1952 : 446) menyatakan bahwa :UUD RIS menetapkan satu federasi yang terdiri dari negaranegara bagian di wilayah Republik Indonesia, dimana 15 negara bagian yang lain adalah negara-negara boneka atau semi boneka yang didirikan oleh Belanda. Bentuk federalis bukanlah bentuk yang dicita-citakan bangsa Indonesia, melainkan bentuk yang diinginkan oleh Belanda melalui usaha Van Mook dengan politik untuk memecah belah daerah di Indonesia. Bentuk negara federasi di dalam RIS ternyata tidak memuaskan. Negara-negara atau daerah bagian merasakan bentuk federasi itu warisan dari kolonial Belanda yang ingin tetap menjajah Indonesia. Negara RIS itu juga tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mendasarkan pada persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping alasan tersebut negara-negara bagian di dalam RIS selain Republik Indonesia sedang mengalami berbagai kesulitan. Berbagai kesulitan itu menyangkut bidang politik pemerintahan maupun sosial ekonomi. Karena berbagai alasan tersebut maka timbullah pemikiran untuk menciptakan negara kesatuan kembali dan secara progresif mulai pecah karena banyaknya tekanan dari gerakan yang meluas ke arah bentuk pemerintahan kesatuan. Hal ini nampak jelas dengan timbulnya berbagai macam demonstrasi dan mosi, yang menginginkan agar negara-negara bagian RIS dilebur dan bergabung dengan Republik Indonesia guna membentuk negara kesatuan. Gerakan ke arah negara kesatuan ini mendorong semangat dari pemerintahan Republik Indonesia. Penyerahan kekuasaan Pemerintah Pasunda kepada Komisaris RIS Mas Sewaka dilakukan pada tanggal 10 Pebruari 1950. Pada tanggal 11 Maret 1950 wilayah Negara Pasundan dinyatakan kembali ke dalam status Republik Indonesia. Beberapa daerah juga terlanda adanya mosi untuk melepaskan diri dari RIS dan bergabung dengan Republik Indonesia ialah : - Pada tanggal 4 Januari 1950 DPR Malang mengajukan mosi untuk lepas dari Negara Jawa Timur dan masuk Republik Indonesia. - Pada tanggal 30 Januari 1950 Sukabumi minta lepas dari Pasundan dan masuk
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116

Satu Untuk UNM
bagian Republik Indonesia. - Pada tanggal 22 April 1950 Jakarta Raya menggabungkan diri pada Republik Indonesia. Sejak 22 April 1950 hanya tinggal tiga negara bagian saja dalam RIS yang masih bertahan, yaitu : RI, Negara Sumatera Timur dan Negara Indonesia Timur. Di Sumatera terjadi pergolakan politik dimana rakyat menuntut pembubaran Negara Sumatera Timur. Front Nasional Sumatera Timur dalam konferensinya pada tanggal 21 dan 22 Januari 1950 mengeluarkan resolusi yang antara lain menuntut supaya Negara Sumatera Timur selekaslekasnya digabungkan kepada Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Sementara Negara Sumatera Timur yang demokratis. Di Sulawesi timbul gerakan-gerakan rakyat yang menuntut pembubaran negara Indonesia Timur dan sebelum RIS dengan resmi membubarkan negara Indonesia Timur terlebih dahulu mereka menggabungkan diri dengan Republik Indonesia. Menilik dari berbagai pernyataan di atas, jelaskah bahwa kehendak untuk mendirikan negara kesatuan sudah tidak dapat dicegah lagi. Kemudian diadakan pertemuan antara Moh. Hatta (RIS) dengan Sukowati (dari negara Indonesia Timur) dan Mansur (dari negara Sumatera Timur). Ketiga tokoh itu sepakat untuk membentuk negara kesatuan. Caranya dengan menggabungkan diri pada Republik Indonesia. Akhirnya tercapailah persetujuan pada tanggal 19 Mei 1950, yang biasa disebut Piagam Persetujuan tentang kesediaan bersama untuk membentuk negara kesatuan yang isinya: 1. Kesediaan bersama untuk membentuk negara kesatuan sebagai penjelmaan dari negara RIS yang berdasarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945. 2. Penyempurnaan Konstitusi RIS, dengan memasukkan bagian-bagian penting dari UUD Republik Indonesia tahun 1945. untuk ini diserahkan kepada panitia bersama yang menyusun rencana UUD Negara Kestauan. Pihak KNIP menyetujui rencana tersebut menjadi UUD sementara. Maka pada tanggal 14 Agustus 1950, DPR dan Senat RIS mengesahkan rancangan UUDS tahun 1950. Diikuti pula dengan peristiwa pada tanggal 15 Agustus 1950 di mana dalam rapat gabungan DPR dan Senat RIS, Presiden Sukarno membacakan Piagam Persetujuan untuk kembali ke bentuk negara kesatuan selanjutnya Sukarno pergi ke Yogyakarta untuk menerima kembali jabatan Presiden Republik Indonesia dari Pejabat Presiden Mr. Asaat. Pada tanggal 17 Agustus 1950 RIS berakhir dan terbentuklah kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

117

Satu Untuk UNM
3. Perkembangan Pemerintahan Orde Lama 3.1. Faktor Penyebab Lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 a. Situasi Politik di Indonesia Menjelang Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Setelah pemilihan umum tahun 1955, terbentuk kabinet Ali Sastromidjojo II dari Maret 1956 – Maret 1957. dengan pembatalan Uni Indonesia-Belanda yang telah dirintis oleh Kabinet sebelumnya (Burhanuddin Harahap) maka tugas Kabinet Ali selanjutnya adalah pembatalan seluruh perjanjian KMB, dimana masalah ini menyangkut masalah IRian Barat. Kabinet Ali, sesuai programnya, membentuk propinsi Irian Barat dengan Ibu kotanya berkedudukan di Soa Siu. Peresmian pembentukannya dilakukan tepat dengan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus 1956. Propinsi Irian Barat tersebut meliputi wilayah Irian yang masih diduduki Belanda dan daerah Tidore, Zainal Abidin Syah, diangkat sebagai Gubernur Irian Barat yang pertama. Hal ini dilakukan sebab dalam sejarah tercatat bahwa sampai dengan akhir abad ke-19 Irian berada di bawah kekuasaan Sultan Tidore (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1984 : 100). Masalah serius yang dihadapi Kabinet Ali II adalah banyaknya peristiwa pemberontakan di daerah, seperti : Pemberontakan PRRI dan Permesta. Di samping itu terjadi pula percobaan Coup d’etat dari militer yang digerakkan oleh Zulkifli Lubis, namun gagal. Kabinet Ali II mulai goncang dengan banyaknya tuntutan dan protes yang dilancarkan oleh pihak militer di daerah itu. Adanya Dewan Banteng dan dewan-dewan yang lain menunjukkan bahwa para pemimpin militer daerah itu mulai berani menentang pusat. Sementara itu, Masyumi menghendaki Kabinet darurat di bawah pimpinan Hatta. Tetapi PNI, NU dan partai-partai kecil pendukung Kabinet menentang. Karena pertentangan maka pada tanggal 9 Januari 1957 Masyumi menarik menteri-menterinya dari Kabinet. Pusat belum bertindak tegas terhadap daerah-daerah yang melancarkan berbagai tuntutan. Hal itu mendorong Presiden Sukarno untuk mengemukakan gagasannya yang menandakan ketidakpuasannya terhadap sistem kabinet parlementer pada zaman demokrasi liberal itu. Maka pada tanggal 21 Pebruari 1957 Presiden Sukarno mengemukakan konsepnya yang terkenal sebagai “Konsepsi Presiden Sukarno atau Konsepsi Presiden”. Konsepsi itu berisi halhal sebagai berikut : a. Sistem demokrasi parlementer secara Barat tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia. Oleh karena itu, sistem itu harus diganti sistem demokrasi terpimpin. b. Untuk pelaksanaan sistem demokrasi terpimpin perlu dibentuk suatu kabinet gotong-royong yang anggotanya terdiri dari semua partai dan organisasi
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118

Satu Untuk UNM
berdasarkan pertimbangan kekuatan yang ada dalam masyarakat. Konsepsi presiden ini mengetengahkan pula perlunya pembentukan “Kabinet kaki empat” yang mengandung arti bahwa keempart partai besar, yakni PNI, Masyumi, NU dan PKI turut serta di dalamnya untuk menciptakan kegotongroyongan nasional. c. Pembentukan Dewan Nasional yang terdiri dari golongan-golongan fungsional dalam masyarakat. Tugas utama Dewan Nasional adalah memberi nasehat kepada Kabinet, baik diminta maupu tidak diminta (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1984 : 107). Dengan demikian rakyat, baik yang berpartai maupun yang tidak, dapat memperoleh saluran untuk memepengaruhi jalannya kemudi negara. Konsepsi itu menimbulkan tanggapan pro dan kontra. Pada tanggal 2 Maret 1957 Masyumi, NU, PSII, partai Katolik, dan PRI Bung Tomo menolak Konsepsi Presiden itu. b. Sidang-sidang Konstituante sampai Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Setelah Pemilihan Umum I tahun 1955 di Indonesia telah terbentuk Konstituante. Konsituante ini merupakan pembentuk UUD (Konstitusi). Pada waktu itu Indonesia masih menggunakan UUDS 1950, sehingga perlu disusun UUD yang tetap. Konstituante itu mengadakan sidangnya yang pertama pada tanggal 10 Nopember 1956 dengan pidato pembukaan oleh Presiden Sukarno. Upaya untuk mengusahakan berlakunya kembali UUD, juga dikehendaki oleh Pimpinan ABRI, dalam hal ini Mayor Jenderal A.H. Nasution. Kemudian pimpinan ABRI menggerakkan dewan Menteri untuk mendesak Dewan Konstituante agar menetapkan UUD 1945 secara konstitusional. Maka Dewan Menteri mengadakan sidang dan menghasilkan keputusan mengenai pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dalam rangka kembali ke UUD 1945 pada tanggal 19 Pebruari 1959. Dekrit Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Meskipun yang

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

119

Satu Untuk UNM
menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang, karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Pada tanggal 22 April 1959 dihadapan Konstituante, Presiden Sukarno berpidato yang isinya menganjurkan “untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945” (Sartono Kartodirdjo, 1975 : 259). Pemerintah, berdasarkan keputusan Dewan Menteri, menganjurkan Dewan Konstituante menetapkan UUD 1945 berlaku kembali. Sesuai pasal 137 UUDS diadakan pemungutan suara sampai tiga kali (30 Mei, 1 Juni dan 2 Juni 1957), tetapi tidak mencapai dua per tiga suara. Maka Konstituante batal menetapkan UUD 1945 berlaku kembali. Maka terjadi suasana yang tegang dan ada partai politik yang mengatakan tidak mau menghadiri sidang lagi, sehingga keadaan dianggap sebagai keadaan darurat. Maka Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 tentang kembali ke UUD 1945 (P.J. Suwarno, 1996 : 15). Dekrit ini diucapkan pada hari Minggu, sekitar pukul 17.00 WIB pada suatu upacara resmi di Istana Negara. Isi Dekrit Presiden antara lain : Pembubaran Konstituante Berlakunya kembali UUD 1945, dan tidak berlakunya UUDS 1950, serta Akan dibentuk DPRS, MPRS dan DPAS. Tindakan presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden adalah demi persatuan dan kesatuan bangsa dan negara dan sekaligus mengakhiri masa Demokrasi Liberal dan mendorong kepada pelaksanaan Demokrasi Terpimpin. c. Tindak lanjut Dekrit Presiden serta dampaknya Masa Dermokrasi Terpimpin diawali pada tanggal 5 Juli 1959, yaitu setelah dikeluarkannya dekrit oleh Presiden Sukarno. Isi dekrit itu antara lain negara Republik Indonesia kembali ke UUD 1945, dengan UUD 1945 maka Presiden Sukarno di samping sebagai kepala negara juga langsung berperan sebagai perdana menteri yang memimpin pemerintahan. Bila sebelumnya menurut UUDS 1950, kepala pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri, maka setelah Dekrit Presiden yang menyatakan kembali ke UUD 1945, kepala pemerintahan dipegang oleh presiden sendiri. Presiden kemudian menetapkan: 1. Pembentukan Kabinet Kerja 2 Penetapan DPR 3. Pembentukan MPRS dan DPAS 4. Pembentukan DPR-GR 5. Penetapan GBHN.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120

Satu Untuk UNM
3.2. Perkembangan Pemerintah Orde Lama Dalam Bidang Politik dan Ekonomi 1. Situasi Politik dan Ekonomi di Indonesia Sebelum Pemilihan Umum 1955 Tahun 1950, setelah Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, dilaksanakan kehidupan demokrasi Liberal. UUD RIS diganti dengan UUDS. Sesuai dengan kehidupan demokrasi Lliberal, maka di Indonesia terdapat banyak partai politik. Misalnya: PNI, Masyumi, NU, PRI, PSI, Murba, PSII, Partindo, Parlindo dan lain-lain. Dalam sistem pemerintahan dikembangkan sistem parlementer atau kabinet parlementer, dukungan mayoritas dalam Parlemen (DPR Pusat). Jadi kedudukan kabinet sangat tergantung dari dukungan mayoritas dalam parlemen. Indonesia dibagi menjadi 10 propinsi yang otonom. Dari tahun 1950-1955 terdapat empat buah kabinet yang berkuasa, berturut-turut adalah: a. c. Kabinet M. Natsir (September 1950 – Maret 1951) Kabinet Wilopo (April 1952 – Juni 1953) b. Kabinet Sukiman (April 1951 – Pebruari 1952) d. Kabinet Ali Sastromidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955) 2. Pemilihan Umum I Tahun 1955 Program pemilihan umum sudah dimulai sejak Kabinet Ali Sastromidjojo I, pada tanggal 4 Nopember 1953 telah terbentuk Panitia Pemilihan Indonesia (PPI). Panitia ini dipimpin oleh S. Hadikusumo. Waktu pemilihan umum sudah ditetapkan, yakni tanggal 29 September 1955 memilih anggota DPR dan tanggal 15 Desember 1955 memilih anggota Konstituante. Sebelum pemilihan umum dilaksanakan, Kabinet Ali Sastromidjojo I keburu jatuh, dan mengembalikan mandar kepada Wakil Presiden Moh. Hatta pada tanggal 24 Juli 1955 (Presiden Sukarno sedang beribadah haji). Wakil Presiden segera menunjuk tiga formatur untuk membentuk kabinet baru: yaitu Sukiman (Masyumi), Wilopo (PNI), dan Asaat (Non Partai). Usaha itu tidak berhasil, lalu ditunjuk Burhanuddin Harahap (Masyumi) sebagai formatur. Usaha untuk mengajak PNI tak berhasil. Akhirnya Kabinet dibentuk tanpa wakil dari PNI. Berdirilah Kabinet Burhanuddin Harahap. Kabinet inilah yang bertanggungjawab untuk melaksanakan pemilihan umum dengan waktu yang sudah ditetapkan. Pada tanggal 29 September 1955 diselenggarakan pemilihan umum untuk memilih anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pada tanggal 15 Desember 1955 untuk pemilihan anggota-anggota Konstituante (Sidang Pembuat Undang-undang Dasar). Puluhan partai, organisasi massa, dan perorangan ikut serta
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121

Satu Untuk UNM
mencalonkan diri dalam pemilihan umum pertama tersebut. Dalam pelaksanaannya, Indonesia dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang meliputi 208 Kabupaten, 2.139 Kecamatan, dan 43.429 desa. DPR hasil pemilihan umum beranggota 272 orang, yaitu dengan perhitungan bahwa satu orang anggota DPR mewakili 300.000 orang penduduk, sedangkan anggota Konstituante berjumlah 542 orang. Sebagai akibat banyaknya partai, baik yang bersifat organisasi maupun perseorangan yang ikut dalam pemilihan umum, maka DPR terbagi dalam banyak fraksi.Hasil pemilihan umum I, yang keluar sebagai partai besar adalah PNI (57 wakil), Masyumi (57 wakil), NU (45 wakil), dan PKI (39 wakil). Sisanya yang berjumlah 59 kursi dibagi oleh banyak partai kecil dengan memperoleh kursi masingmasing antara 1 dan 8. PSI dan PIR merosot. Meleset dari yang diharapkan jumlah partai tidak berkurang malahan bertambah dengan adanya pemilihan ini. Pelaksanaannya baik, tidak terjadi korban. Menurut Feith yang dikutip oleh PJ. Suwarno (1996 : 12), pemilihan umum ini merupakan pemilihan umum yang bersih pada bulan September 1955 dan Desember 1955, setelah didahului kampanye selama dua setengah tahun. Dalam pemilihan umum itu muncul empat besar : PNI mendapat 22,3%, Masyumi 209%, NU 18,4% dan PKI mendapat 16,4%. Sebagai hasil pemilihan umum, maka dibentuklah DPR dan Badan Konstituante. DPR dilantik pada tanggal 20 Maret 1956 dan Konstituante dilantik pada tanggal 10 Nopember 1956. Pelaksanaan pemilihan umum yang sukses itu merupakan hasil dari Kabinet Burhanuddin, walaupun kabinet ini harus menghadapi berbagai macam persoalan antara lain : persoalan dalam angkatan udara, dimana Kabinet bermaksud mengangkat Komodor H. Suyono menjadi Wakil Kepala Staf, mewakili KSAU Suryadarma. Tetapi Suryadarma tidak menyetujui pengangkatan tersebut, sehingga pengangkatan batal. Namun karena Suryadarman mendapat perlindungan dari Presiden Sukarno, maka pemboikotan yang dilakukan Suryadarma tidak mendapat tuntutan. Peristiwa itu merupakan pukulan bagi Kabinet Burhanuddin dan Wakil Presiden Moh. Hatta yang menandatangani pengangkatan Suyono (Moedjanto, 1988 : 94). Tetapi Kabinet Burhanuddin itu berani untuk membubarkan Uni IndonesiaBelanda secara sepihak pada tanggal 13 Pebruari 1956, serta akan mengadakan tindakan lebih lanjut yang berhubungan dengan persetujuan KMB. Parlemen menerima undang-undang pembatalan ini. Tetapi presiden tak bersedia menandatangani Undang-undang itu dengan alasan bahwa pembatalan persetujuan KMB hendaklah menyeluruh dan menanti Kabinet yang didukung oleh parlemen hasil
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122

Satu Untuk UNM
pemilihan umum. Dengan demikian Kabinet Burhanuddin jatuh mengembalikan mandate kepada Presiden pada tanggal 3 Maret 1956. Dengan demikian dapat dicari penyebab kejatuhannya pad permasalahan yang kompleks. Sebagaimana dikemukakan oleh Bernard Dahm (1971 : 160-161) : Sejak awal hingga akhir periode ini, pihak republik terbebani dengan permasalahanpermasalahan yang kompleks yang muncul dari warisan Undang-undang Kolonial Belanda, orientasi politik luar negeri, hubungan antara ABRI dan pemerintah serta persoalan isu yang akut tentang keamanan dalam negeri. B. Perubahan Ekonomi Indonesia dari Ekonomi Kolonial menjadi Ekonomi Nasional Sejak pengakuan kedaulatan, pemerintahan Indonesia dihadapkan dengan masalah gawat yang bertalian dengan dipertahankannya dominasi Belanda atas Ekonomi Indonesia. Sebagaimana diketahui, dalam persetujuan antara pihak Indonesia dengan Pihak Belanda pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag, pemerintah Indonesia telah setuju untuk tetap menghormati hak-hak dan kepentingan-kepentingan historis dunia usaha Belanda di Indonesia. Yang memang telah dijamin selama zaman penjajahan, meskipun hal ini ditentang keras oleh beberapa pemimpin revolusioner Indonesia. Jadi dapat dikatakan bahwa kemerdekaan ekonomi belum tercapai karena sektor modern ekonomi Indoensia masih tetap dikuasai dan dikendalikan perusahaan-perusahaan swasta Belanda. Mengingat keadaan tersebut, maka banyak orang Indonesia mendesak pemerintah Indonesia untuk sedikit-dikitnya mengurangi kekuasaan ekonomi perusahaan-perusahaan swasta Belanda dan sekaligus mendorong dan mendukung perkembangan usaha swasta pribumi Indonesia. Meskipun konsep ekonomi nasional, tidak pernah diberikan batasan yang jelas, namun aspirasi kuat untuk membangun suatu ekonomi nasional dimana bangsa Indonesia menjadi tuan rumah di rumah sendiri didasarkan atas kebanyakan orang Indonesia bahwa keterbelakangan ekonomi Indonesia adalah akibat penjajajah dan eksploitasi sumber-sumber daya alam dan sumber-sumber daya manusia Indonesia oleh para penjajah. Oleh karena itu maka kebanyakan orang Indonesia berpendapat bahwa kepemilikan orang asing dan non pribumi, khususnya orang belanda dan juga Cina, atas aset-aset produktif Indonesia dan pengendalian orang asing atas ekonomi Indonesia perlu dihapus dalam waktu sesingkat mungkin (The Kian Wie, 1996:2). Beberapa pemimpin nasional yang berpengaruh menganjurkan pengembangan ekonomi nasional menurut pola sosialis untuk menggantikan struktur ekonomi kapitalis yang
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 123

dan akhirnya

Satu Untuk UNM
eksploitatif yang telah diwarisi dari zaman kolonial. Menurut Dr. Sumitro Djojohadikusumo, pembangunan ekonomi Indonesia pada dasarnya adalah membangun ekonomi baru, yaitu dengan cara mengubah struktur ekonomi colonial ke ekonomi nasional. Hal ini dilakukan pada sektor perdagangan. Menurut pendapat Sumitro secepat mungkin Indonesia menumbuhkan kelas pengusaha dengan cara membuat kesempatan untuk ikut serta di dalam pembangunan ekonomi nasional. Cara yang dapat dilakukan pemerintah untuk menumbuhkan kelas menengah ini dengan membantu dan membimbing pengusaha yang lemah lewat bantuan pemberian kredit. Bila usaha ini berhasil, secara bertahap para pengusaha Indonesia akan berkembang dan pada gilirannya usaha untuk mengubah struktur ekonomi kolonial di bidang perdagangan akan terwujud. Pada tahun 1950 pemerintah Indonesia mengintrodusir Program benteng untuk mendorong perkembangan kewiraswastaan pribumi Indonesia dan menempatkan suatu kegiatan ekonomi yang penting, yaitu perdagangan impor, di bawah pengendalian nasional. Ide program ini dari Sumitro Djojohadikusumo, yang pada saat itu menjabat Menteri Perdagangan pada Kabinet Natsir Gerakan Benteng dimulai pada bulan April 1950 dan selama tiga tahun (1950-1953) kurang lebih 700 perusahaan diberi bantuan kredit dari Program Benteng ini. Program Benteng ini merupakan usaha pemerintah untuk melindungi usaha-usaha pribumi. Keadaan ekonomi negara Indonesia periode 1945-1949 buruk. Utang negara naik, sedang peredaran uang kertas terlalu besar dibandingkan dengan jumlah barang. Gejalagejala inflasi mulai tampak. Harga terus meningkat diikuti oleh kenaikan upah, sehingga kemungkinan ekspor berkurang. Keuangan di Indonesia kacau. Di dalam peredaran terdapat uang kertas sebelum perang, uang Jepang, uang ORI yang dikeluarkan di Yogyakarta, uang ORIS yang dikeluarkan di Sumatera dan uang NICA. Ahirnya daya beli berlebihan dan terjadi inflasi. Untuk mengatasi masalah ini (inflasi), pemerintah melakukan pemotongan uang pada tanggal 19 Maret 1950. uang yang ada di bank setengahnya diganti dengan obligasi Republik Indonesia 1950. Uang yang ada di peredaran digunting jadi dua: hanya bagian yang kiri yang berlaku, dengan harga setengahnya harga semula. Agar orang kecil tidak terlalu merugi, maka ditetapkan bahwa uang kertas di bawah lima Rupiah dikecualikan dari peraturan itu. Seiring dengan peraturan membagi dua uang kertas itu, diadakan pula peraturan Sertifikat dividen, suatu usaha untuk memberikan dasar yang sewajarnya bagi nilai Rupiah. Sertifikat-sertifikat itu tidak pernah diperjualbelikan sebagai kertas berharga yang sebenarnya. Nilainya ditentukan oleh bank dan uang yang diterimanya diberikan atau dibayarkan kepada mereka yang berhak menerimanya (Rumeksa, 1978: 46-47).
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 124

Satu Untuk UNM
Usaha pemerintah Indonesia untuk menuju ekonomi internasional, ternyata tidak mudah. Adanya peristiwa Tanjung Morawa (lihat di depan) yang menyebabkan Kabinet Wilopo jatuh. Peristiwa Tanjung Morawa menimbulkan menimbulkan heboh yang demikian besar. Jatuhnya Kabinet Wilopo dan munculnya kabinet baru di bawah Perdana Menteri Ali Sastromidjojo I menandakan suatu tahap baru dalam kebijaksanaan penanaman modal asing yang lebih militant. Hal ini antara lain terlihat dari usaha “Indonesiasi” yang lebih intensif, misalnya dengan bantuan pemerintah Indonesia kepada pengusaha-pengusaha pribumi untuk mengambil alih bagian yang lebih dari berbagai kegiatan ekonomi, seperti perdagangan impor, perbangkan, perkapalan dan pengiglingan beras, yang dikuasai kepentingan ekonomi Belanda dan Cina Mr. Iskaq Tjokrohadidisuryo selaku Menteri Perekonomian dalam Kabinet Ali Sastromidjojo I lebih mengendepankan kebijaksanaan Indonesia, dalam usaha untuk merombak ekonomi colonial menjadi ekonomi nasional. Tekanan pada “Indonesianisasi” juga dirasakan oleh perusahaan-perusahaan asing yang didesak, pemerintah Indonesia untuk memperluas usaha mereka untuk melatih tenaga kerja Indonesia mereka, sehingga dapat menduduki makin banyak jabatan teknis, manajerial, dan pengawas yang pada waktu itu masih banyak diduduki tenaga ahli asing. Sejak tahun 1951 penerimaan pemerintah mulai berkurang karena menurunnya volume perdagangan internasional. Indonesia belum memiliki barang-barang ekspor selain hasil perkebunan. Perkembangan ekonomi Indonesia cenderung merosot, padahal pengeluaran pemerintah justru makin meningkat akibat labilnya situasi politik, sehingga menjadi penyebab utama defisit. Usaha pemerintah untuk meningkatkan produksi dengan menggunakan sumber-sumber yang ada untuk meningkatkan pendapatan nasional mengalami kegagalan. Kelemahan pemerintah lainnya adalah politik keuangannya tidak dibuat di Indonesia, tetapi dirancang di negeri Belanda. Sebagai daerah bekas jajahan Belanda, Indonesia tidak memiliki banyak ahli, sehingga usaha mengganti sistem ekonomi colonial ke ekonomi nasional tidak menghasilkan perubahan yang berarti (B. Musidi, 2003 : 17). Hal tersebut mendorong lahirnya berbagai kebijakan pemerintah mengalami defisit keuangan, lalu ada kecenderungan untuk mencetak uang baru yang menimbulkan inflasi. Situasi politik yang kacau, dan terutama nasionalisasi semua perusahaan Belanda bertalian dengan konflik mengenai status Irian Barat, jelas tidak mengunrungkan usahausaha menarik arus PMA baru ke Indonesia. Malahan keadaan politik yang makin radikal dan makin anti kehadiran PMA di Indonesia, maka pada tahun 1959 Presiden Sukarno mencabut UU PMA tahun 1958. Usaha perjuangan pengembalian Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia, dilancarkan pula lewat bidang ekonomi. Pada tanggal 18 Nopember 1957
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 125

Satu Untuk UNM
diadakan rapat umum di Jakarta. Rapat umum ini kemudian diikuti dengan aksi aksi pemogokan total oleh kaum buruh yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. Setelah kampanye “Ganyang Malaysia” dilaksanakan pemerintah Indonesia pada awal tahun 1963, maka Indonesia mengambil sikap semakin bermusuhan dengan Inggris dan Amerika Serikat (AS), berkaitan dengan dukungan kuat mereka kepada Malaysia. Kampanye militan terhadap Inggris dan AS akhirnya berakhir dengan pengambilalihan perusahaanperusahaan Inggris, Amerika dan negara-negara Barat lainnya pada akhir tahun 1963. dengan pengambilalihan perusahaan-perusahaan negara-negara Barat ini, maka berakhirlah kehadiran usaha swasta asing di Indonesia yang telah mulai memasuki Indonesia pada tahun 1870 sewaktu pemerintah colonial Belanda membuka daerah jajahannya di Indonesia untuk modal swasta. 3.3. Faktor-faktor Penyebab Runtuhnya Pemerintahan Orde Lama Sejak gerakan PKI berhasil ditumpas, Presiden Soekarno belum bertindak tegas terhadap G 30 S/PKI. Hal ini menimbulkan ketidaksabaran di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Pada tanggal 26 Oktober 1965 berbagai kesatuan aksi seperti KAMI, KAPI, KAGI, KASI, dan lainnya mengadakan demonsrasi. Mereka membulatkan barisan dalam Front Pancasila. Dalam kondisi ekonomi yang parah, para demonstran menyuarakan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Pada tanggal 10 Januari 1966 para demonstran mendatangi DPR-GR dan mengajukan Tritura yang isinya: 1. pembubaran PKI, 2. pembubaran kabinet dari unsur-unsur G 30 S/PKI, dan 3. penurunan harga. Menghadapi aksi mahasiswa, Presiden Soekarno menyerukan pembentukan Barisan Soekarno kepada para pendukungnya. Pada tanggal 23 Februari 1966 kembali terjadi demonstrasi. Dalam demonsrasi tersebut, gugur seorang mahasiswa yang bernama Arif Rahman Hakim. Oleh para demonstran Arif dijadikan Pahlawan Ampera. Ketika terjadi demonsrasi, presiden merombak kabinet Dwikora menjadi kabinet Dwikora yang Disempurnakan. Oleh mahasiswa susunan kabinet yang baru ditentang karena banyak pendukung G 30 S/PKI yang duduk dalam kabinet, sehingga mahasiswa memberi nama kabinet Gestapu. Saat berpidato di depan sidang kabinet tanggal 11 Maret 1966, presiden diberitahu oleh Brigjen Subur. Isinya bahwa di luar istana terdapat pasukan tak dikenal. Presiden Soekarno merasa khawatir dan segera meninggalkan sidang. Presiden bersama Dr. Soebandrio dan Dr. Chaerul Saleh menuju Istana Bogor. Tiga perwira tinggi TNI AD yaitu Mayjen Basuki Rahmat, Brigjen M. Yusuf, dan Brigjen Amir Mahmud menyusul presiden ke
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 126

Satu Untuk UNM
Istana Bogor. Tujuannya agar Presiden Soekarno tidak merasa terpencil. Selain itu supaya yakin bahwa TNI AD bersedia mengatasi keadaan asal diberi kepercayaan penuh. Oleh karena itu presiden memberi mandat kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan keadaan dan kewibawaan pemerintah. Mandat itu dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Keluarnya Supersemar dianggap sebagai tonggak lahirnya Orde Baru dan menyudahi pemerintahan Orde Lama. 4. Sistem Pemerintahan Pada Masa Orde Baru dan Reformasi a.1. Perkembangan Pemerintahan Orde Baru bidang Politik dan Ekonomi Dengan dilantiknya Jenderal Soeharto sebagai presiden yangkedua (1967-1998), Indonesia memasuki masa Orde Baru. Selama pemerintahan Orde Baru, stabilitas politik nasional dapat terjaga. Lamanya pemerintahan Presiden Soeharto disebabkan oleh beberapa faktor berikut. 1. Presiden Soeharto mampu menjalin kerja sama dengan golongan militer dan cendekiawan. 2. Adanya kebijaksanaan pemerintah untuk memenangkan Golongan Karya (Golkar) dalam setiap pemilu. 3. Adanya penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) sebagai gerakan budaya yang ditujukan untuk membentuk manusia Pancasila, yang kemudian dikuatkan dengan ketetapan MPR No II/MPR/1978. Untuk mewujudkan kehidupan rakyat yang demokratis, maka diselenggarakan pemilihan umum. Pemilu pertama pada masa pemerintahan Orde Baru dilaksanakan tahun 1971, dan diikuti oleh sembilan partai politik dan satu Golongan karya. Sembilan partai peserta pemilu tahun 1971 tersebut adalah Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Murba, Nahdlatul Ulama (NU), Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islam (PI Perti), Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Organisasi golongan karya yang dapat ikut serta dalam pemilu adalah Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar). Di samping membina stabilitas politik dalam negeri, pemerintah Orde Baru juga mengadakan perubahanperubahan dalam politik luar negeri. Berikut ini upaya-upaya pembaruan dalam politik luar negeri: 1. Indonesia Kembali Menjadi Anggota PBB

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

127

Satu Untuk UNM
Pada tanggal 28 September 1966 Indonesia kembali menjadi anggota PBB. Sebelumnya pada masa Demokrasi Terpimpin Indonesia pernah keluar dari PBB sebab Malaysia diterima menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Keaktifan Indonesia dalam PBB ditunjukkan ketika Menteri Luar Negeri Adam Malik terpilih menjadi ketua Majelis Sidang Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. 2. Membekukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina (RRC) Sikap politik Indonesia yang membekukan hubungan diplomatik dengan RRC disebabkan pada masa G 30 S/PKI, RRC membantu PKI dalam melaksanakan kudeta tersebut. RRC dianggap terlalu mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. 3. Normalisasi hubungan dengan Malaysia Pada tanggal 11 Agustus 1966, Indonesia melaksanakan persetujuan normalisasi hubungan dengan Malaysia yang pernah putus sejak tanggal 17 September 1963. Persetujuan normalisasi ini merupakan hasil Persetujuan Bangkok tanggal 29 Mei sampai tanggal 1 Juni 1966. 4. Berperan dalam Pembentukan ASEAN Peran aktif Indonesia juga ditunjukkan dengan menjadi salah satu negara pelopor berdirinya ASEAN. Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik bersama menteri luar negeri/perdana menteri Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand menandatangi kesepakatan yang disebut Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967. Deklarasi tersebut menjadi awal berdirinya organisasi ASEAN. a.2. Kebijakan Ekonomi Orde Baru Pada masa Orde Baru, Indonesia melaksanakan pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan. Tujuannya adalah terciptanya masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila. Pelaksanaan pembangunan bertumpu pada Trilogi Pembangunan, yang isinya meliputi hal-hal berikut. 1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. 3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Pembangunan nasional pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Berdasarkan Pola Dasar Pembangunan Nasional disusun Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang yang meliputi kurun waktu 25-30 tahun. Pembangunan Jangka
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128

Satu Untuk UNM
Panjang (PJP) 25 tahun pertama dimulai tahun 1969 – 1994. Sasaran utama PJP I adalah terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat dan tercapainya struktur ekonomi yang seimbang antara industri dan pertanian. b. Proses Runtuhnya Pemerintahan Orde Baru Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia. Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu me-ninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian diberi gelar sebagai “Pahlawan Reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya, Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi. b. Sistem Politik, Pemerintahan, ekonomi dan Budaya Masa Reformasi Ketika Habibie mengganti Soeharto sebagai presiden tanggal 21 Mei 1998, ada lima isu terbesar yang harus dihadapinya, yaitu: a. masa depan Reformasi; b. masa depan ABRI; c. masa depan daerah-daerah yang ingin memisahkan diri dari Indonesia; d. masa depan Soeharto, keluarganya, kekayaannya dan kroni-kroninya; serta e. masa depan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

129

Satu Untuk UNM
Berikut ini beberapa kebijakan yang berhasil dikeluarkan B.J. Habibie dalam rangka menanggapi tuntutan reformasi dari masyarakat. a. Kebijakan dalam bidang politik Reformasi dalam bidang politik berhasil mengganti lima paket undangundang masa Orde Baru dengan tiga undang-undang politik yang lebih demokratis. Berikut ini tiga undang-undang tersebut. 1) UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik. 2) UU No. 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum. 3) UU No. 4 Tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan DPR/MPR. b. Kebijakan dalam bidang ekonomi Untuk memperbaiki perekonomian yang terpuruk, terutama dalam sektor perbankan, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Selanjutnya pemerintah mengeluarkan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat, serta UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. c. Kebebasan menyampaikan pendapat dan pers Kebebasan menyampaikan pendapat dalam masyarakat mulai terangkat kembali. Hal ini terlihat dari munculnya partai-partai politik dari berbagai golongan dan ideologi. Masyarakat bisa menyampaikan kritik secara terbuka kepada pemerintah. Di samping kebebasan dalam menyatakan pendapat, kebebasan juga diberikan kepada pers. Reformasi dalam pers dilakukan dengan cara menyederhanakan permohonan Surat Izin Usaha Penerbitan (SIUP). d. Pelaksanaan Pemilu Pada masa pemerintahan Habibie, berhasil diselenggarakan pemilu multipartai yang damai dan pemilihan presiden yang demokratis. Pemilu tersebut diikuti oleh 48 partai politik. Keberhasilan lain masa pemerintahan Habibie adalah penyelesaian masalah Timor Timur. Usaha Fretilin yang memisahkan diri dari Indonesia mendapat respon. Pemerintah Habibie mengambil kebijakan untuk melakukan jajak pendapat di Timor Timur. Referendum tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 1999 di bawah pengawasan UNAMET. Hasil jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Timor Timur lepas dari Indonesia. Sejak saat itu Timor Timur lepas dari Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 2002 Timor Timur mendapat kemerdekaan penuh dengan nama Republik Demokratik Timor Leste dengan presidennya yang pertama Xanana Gusmao dari Partai Fretilin.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 130

Satu Untuk UNM
d. Latar Belakang Penyusunan amandemen Undang-Undang Dasa 1945 Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan multitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. Di bawah ini dikemukakan secara rinci latar belakang dari penyusunan amandemen Undang-Undang Dasar 1945, sebagai berikut: 1. Undang-Undang Dasar 1945 membentuk struktur ketatanegaraan yang bertumpu pada kekuasaan tertinggi di tangan MPR yang sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat. Hal ini berakibat pada tidak terjadinya checks and balances pada institusiinstitusi ketatanegaraan. 2. Undang-Undang Dasar 1945 memberikan kekuasaan yang sangat besar kepada pemegang kekuasaan eksekutif (Presiden). Sistem yang dianut UUD 1945 adalah

executive heavy yakni kekuasaan dominan berada di tangan Presiden dilengkapi
dengan berbagai hak konstitusional yang lazim disebut hak prerogatif (antara lain: memberi grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi) dan kekuasaan legislatif karena memiliki kekuasan membentuk Undang-undang. 3. UUD 1945 mengandung pasal-pasal yang terlalu “luwes” dan “fleksibel” sehingga dapat menimbulkan lebih dari satu penafsiran (multitafsir), misalnya Pasal 7 UUD 1945 (sebelum di amandemen). 4. UUD 1945 terlalu banyak memberi kewenangan kepada kekuasaan Presiden untuk mengatur hal-hal penting dengan Undang-undang. Presiden juga memegang kekuasaan legislatif sehingga Presiden dapat merumuskan hal-hal penting sesuai kehendaknya dalam Undang-undang.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131

Satu Untuk UNM
5. Rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggaraan negara belum cukup didukung ketentuan konstitusi yang memuat aturan dasar tentang kehidupan yang demokratis, supremasi hukum, pemberdayaan rakyat, penghormatan hak asasi manusia dan otonomi daerah. Hal ini membuka peluang bagi berkembangnya praktek penyelengaraan negara yang tidak sesuai dengan Pembukaan UUD 1945, antara lain sebagai berikut: a. Tidak adanya check and balances antar lembaga negara dan kekuasaan terpusat pada presiden. b. Infra struktur yang dibentuk, antara lain partai politik dan organisasi masyarakat. c. Pemilihan Umum (Pemilu) diselenggarakan untuk memenuhi persyaratan demokrasi formal karena seluruh proses tahapan pelaksanaannya dikuasai oleh pemerintah. d. Kesejahteraan sosial berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 tidak tercapai, justru yang berkembang adalah sistem monopoli dan oligopoli. b. Perbedaan Sistem Politik, pemerintahan, ekonomi dan budaya antar Orde Baru dengan Reformasi Orde Baru lahir sebagai koreksi terhadap berbagai penyimpangan pada masa Orde Lama. Orde Baru merupakan tatanan kehidupan bangsa dan negara yang diletakkan pada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dalam bidang politik berbagai kebijakan dikeluarkan oleh penguasa Orde Baru sesuai dengan Tritura. Pembubaran PKI, pergantian kabinet, dan menurunkan harga, maupun perbaikan ekonomi merupakan langkah awal yang ditempuh Orde Baru. Di samping itu, pemerintah juga menata politik luar negeri dengan mengadakan normalisasi hubungan dengan Malaysia dan membentuk ASEAN. Untuk menjamin kehidupan demokrasi, mulai tahun 1971 dilaksanakan pemilu. Selanjutnya pemilu diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Sampai pemilu tahun 1997 Golkar mendominasi perolehan suara, sekaligus sebagai pemenang pemilu Pada pertengahan Mei 1998, Indonesia mengalami kejadian yang sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Setelah didera berbagai krisis multidimensional, baik krisis ekonomi, krisis moneter, sampai krisis kepercayaan, tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto meletakkan jabatan, kemudian diganti oleh B.J. Habibie. Pergantian tersebut menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan lahirlah era Reformasi. Berbagai perubahan dilakukan oleh Presiden Habibie untuk mewujudkan tuntutan rakyat yang menghendaki reformasi.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

132

Satu Untuk UNM
d. Rangkuman Pada awalnya rakyat Indonesia menyambut kedatangan Sekutu dengan senang. Akan tetapi setelah diketahui NICA ikut di dalamnya, sikap rakyat Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan. Kedatangan NICA di Indonesia didorong oleh keinginan menegakkan kembali kekuasaan penjajahan Hindia Belanda di Indonesia. Datangnya pasukan Sekutu yang diboncengi NICA mengundang perlawanan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan. Adapun bentuk-bentuk perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tersebut, terdiri dari: Perjuangan fisik dalam bentuk perlawanan bersenjata dan perlawanan dalam bentuk diplomasi berupa perundingan-perundingan. Usaha-usaha untuk kembali ke negara kesatuan dilancarkan di mana-mana. Di berbagai daerah timbul gerakan rakyat menuntut pembubaran negara-negara bagian. Rakyat menghendaki kembali bergabung dengan Republik Indonesia di Yogyakarta. Pada tanggal 19 Mei 1950, tercapai persetujuan antara kedua pemerintah. Persetujuan itu dituangkan dalam suatu “Piagam Persetujuan”. Pada dasarnya pemerintah RI dan RIS sepakat untuk membentuk negara kesatuan. Dengan demikian berakhirlah Negara Indonesia Serikat. Negara kesatuan yang dicita-citakan bangsa Indonesia dan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 kembali terwujud. Dalam praktiknya, RIS hanya berumur delapan bulan. Konstitusi RIS diganti dengan Undang- Undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950). UUDS ini berlaku sampai Dekrit Presiden tahun 1959. Dengan terbentuknya NKRI terwujudlah cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, yaitu mendirikan Negara kesatuan. Orde Baru lahir sebagai koreksi terhadap berbagai penyimpangan pada masa Orde Lama. Orde Baru merupakan tatanan kehidupan bangsa dan negara yang diletakkan pada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dalam bidang politik berbagai kebijakan dikeluarkan oleh penguasa Orde Baru sesuai dengan Tritura. Pembubaran PKI, pergantian kabinet, dan menurunkan harga, maupun perbaikan ekonomi merupakan langkah awal yang ditempuh Orde Baru. Di samping itu, pemerintah juga menata politik luar negeri dengan mengadakan normalisasi hubungan dengan Malaysia dan membentuk ASEAN. Untuk menjamin kehidupan demokrasi, mulai tahun 1971 dilaksanakan pemilu. Selanjutnya pemilu diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Sampai pemilu tahun 1997 Golkar mendominasi perolehan suara, sekaligus sebagai pemenang pemilu Pada pertengahan Mei 1998, Indonesia mengalami kejadian yang sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Setelah didera berbagai krisis multidimensional, baik krisis ekonomi, krisis moneter, sampai krisis kepercayaan, tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto meletakkan jabatan, kemudian diganti oleh B.J. Habibie. Pergantian tersebut menandai berakhirnya

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

133

Satu Untuk UNM
kekuasaan Orde Baru dan lahirlah era Reformasi. Berbagai perubahan dilakukan oleh Presiden Habibie untuk mewujudkan tuntutan rakyat yang menghendaki reformasi. Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan multitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. e. Latihan 1. Setiap kelompok diwajibkan menganalisis proses perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan NKRI dan masing-masing individu melaporkan hasilnya dalam bentuk tulisan pada kertas yang sudah disiapkan. 2. Peserta diskusi menguraikan perkembangan pemerintahan Orde Lama dalam bentuk laporan kelompok dan individu. 3. Peserta diskusi diwajibkan menyampaikan hasis analisis perbandingan antara sistem pemerintahan Orde Baru dengan Reformasi.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

134

Satu Untuk UNM
6. Kegiatan Belajar 3 a. Judul : Perubahan tatanan dunia pasca runtuhnya Uni Soviet b. Indikator Menguraikan perkembangan kapitalisme dunia pasca runtuhnya Uni Soviet c. Strategi Pembelajaran Dilakukan strategi pelatihan model cooperative learning dengan jigsaw. Langkah-langkahnya: a. Peserta dibagi dalam kelompok kecil (6 kelompok) b. Setiap kelompok dibagi bahan atau sumber belajar/media utuk didiskusikan sesuai masalah yang perlu dipecahkan, yakni: 1. Faktor pendukung perkembangan kapitalisme dunia 2. Perkembangan kapitalisme internasional dan lahirnya NAFTA 3. Pelaksanaan kebijakanperdagangan bebas Asean (AFTA). c. Setelah selesai discusi kelompok, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya. d. kelompok lain memberikan respon, dan begitu seterusnya. e. Instruktur memberikan respon dan kesimpulan. d. Uraian Materi dan Contoh Perkembangan Kapitalisme dunia Pasca Runtuhnya Uni Soviet a. Faktor Pendukung perkembangan Kapitalisme Dunia Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. b. Perkembangan Kapitalisme Internasional dan lahirnya NAFTA Perkembangan perdagangan internasional pada awalnya telah diwarnai denga pasar bebas. Pasar bebas pada awalnya membawa harapan tentang semakin mudahnya aliran barang dan jasa antar negara sehingga memicu peningkatan kualitas dan kualitas brang yang diperdagangkan karena terkait dengan persaingan yang tinggi.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 135

Satu Untuk UNM
Namun disisi lain, pasar bebas juga mendapatkan kritikan dari beberapa pihak terutama dari negara dunia ketiga. Negara dunia ketiga beranggapan bahwa pasar bebas justru membawa kesengsaraan karena “dipaksakan” kepada kondisi perekonomian mereka yang belum mamapu menerima arus peraingan bebeas yang bergulir dalam pasar bebas. Terapat kekhawatiran bahwa dengan adanya pasar bebas maka produksi atau industri didalam negeri akan mati akrena tergerus oleh masuknya barang dari luar negeri dengan kualitas yang lebih bagus dan harga yang bersaing. Oleh karena itu kemudian usulan pasar bebeas mendapatkan tentangan dari negaranegara dunia ketiga dan menganggap pasar bebas dalah bentuk dari imperialisme gaya baru dari negara-negara kaya. Ternyata kritikan dan ketakutan akan hancurnya produksi dalam negeri akibat dari perdagangan bebas tidak hanya dirasakan oleh negara dunia ketiga yang sebagian besar adalah negara-negara berkembang. Negara-negara maju pun ternyata memiliki kekhawatiran terhadap pasar bebas yang mereka gagas sendiri. Hal ini terkait dengan perkembangan yang ada dimana, taruhlah benar jika mereka menguasai teknologi dan informasi sebagai sebuah komoditas yang menjanjikan di era masyarakat moden, namun disisi lain produksi non teknologi seperti migas, barang pertanian dan manufktur, ternyata industri dalam negeri mereka tidak mencukupi untuk kebutuhan dalam negerinya. Dengan kata lain mereka harus impor dari negara lain. sebagain besar impor produk pertanian mereka berasal dari negara berkembang. Ketika negara berkembang sedang mengalami limpahan produksi pertanian maka muncul kekhawatirand ari engara maju tentang bahaya limpahan produk pertanian ini terhadap produk pertanian lokal mereka. Menghadapi fenomena yang demikian itu maka beberapa negara mencoba untuk melakukan penanggulangan dalam menghadapi dampak pasar bebas bagi perekonomian domestik mereka. Setidaknya mereka mengambil dua cara dari dalam dan dari luar : Dari dalam negeri, mereka melakukan berbagai hambatan dan prokteksi untuk beberapa produk dalam negeri. Dari luar negeri, dengan cara menggandeng beberapa negara untuk membentuk blok perdagngan untuk melindungi ekonomi domestik amsing-masing negara. Oleh karena itu beberapa negara akhirnya mengambil inisiatif untuk membentuk blok perdagangan dengan negara lain yaitu kerjasama intensif yang diarahkan pada perlindungan produksi dalam negeri. Beberapa yang terkenal yaitu blok perdagangan Amerika Utara (NAFTA), blok perdagangan Eropa (EFTA) dan mengusung pada blok perdagngan Asia (AFTA).
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 136

Satu Untuk UNM
NAFTA merupakan suatu bentuk organisasi kerjasama perdagangan bebas negara-negara Amerika Utara: Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Pada hakekatnya NAFTA telah terbentuk sejak tahun 1988, karena sejak tahun tersebut telah dimulai kerjasama pedagangan bebas antara Amerika Serikat dan Kanada. Pada saat itu kerjasama ekonomi antara Kanada dan Amerika tersebut masih bersifat bilateral, dalam rangka memperbaiki kondisi perekonomian Kanada yang semakin memburuk diakibatkan meningkatnya pengangguran dan banyaknya perusahaaan-perusahaan Kanada yang memindahkan investasi ke Amerika Serikat. Pada dasarnya NAFTA merupakan organisasi yang menjanjikan kemudahan bagi negara-negara persertanya di bidang ekonomi, mulai dari diberikannya pembebasan tarif bea masuk bagi komoditi-komoditi tertentu hingga adanya perlakuan adil terhadap penanam modal asing yang akan menanamkan modalnya di masingmasing negara peserta. NAFTA didirikan pada tanggal 12 Agustus 1992 di Washington DC oleh wakilwakil dari pemerintahan Kanada serta pemerintahan tuan rumah yaitu Amerika Serikat. Dan diresmikan pada tanggal 1 Januari 1994. Saat masih direncanakan, NAFTA adalah topik yang sering diperdebatkan diantara ketiga negara. Saat Presiden George Bush (yang berperan utama pada perencanaan) dan Presiden Bill Clinton (yang membantu mempromosikan dan mengimplementasikan NAFTA) mendukung perjanjian, milyuner Texas Roos Perot dan politikal Pat Buchanan menentangnya. Banyak yang berfikir NAFTA akan menyebabkan hilangnya pekerjaan di Amerika karena kebanyakan perusahan berpindah ke utara dengan alasan murahnya tenaga kerja dan deregulasi pasar. Dan juga meningkatnya ekploitasi tenaga kerja dan pelanggaran hak asasi manusia. Alasan lain adalah membantu menyelesaikan masalah ekonomi Meksiko dan ketiga negara akan mendapat keuntungan dengan meningkatnya perdagangan. Pakar lingkungan berpendapat dengan meningkatnya perdagangan akan berdampak pula pada berkembangnya industri di Rio Grande yang akan menyebabkan masalah polusi semakin bertambah. Pendukung NAFTA malah berpendapat bahwa dengan diimplementasikannya perjanjian ini akan lebih mudah mengatur dan memonitor polusi sepanjang perbatasan. NAFTA menghilangkan semua batas-batas nontarif bagi perdagangan sektor pertanian antara Amerika dan Meksiko. Ketentuan-ketentuan agrikultural AmerikaKanada (FTA, Free Trade Agreement) berdampak sejak 1989 digabungkan dengan NAFTA. Dengan ketentuan ini semua tarif pada perdagangan sektor pertanian antara

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

137

Satu Untuk UNM
Kanada dan Amerika dicakup oleh tariff-rate quotas (TRQ’s) dihapus sejak 1 Januari 1998. c. Pelaksanaan Kebijakan Perdagangan bebas Asen (AFTA) ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan negaranegara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan perdagangan bebas dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta lebih penduduknya. Pendirian AFTA diawali dengan kesepakatan negara anggota ASEAN tentang ASEAN Preferential Trade Association (PTA) pada tahun 1977 yang bertujuan untuk memberik keuntungan-keuntungan perdagangan bagi negara-negara yang berasal dari ASEAN. PTA ini merupakan kesepakatan untuk mengurangi hambatan perdagangan terhadap produk-produk tertentu. Pada awalnya, skema yang dibangun bersifat sukarela dimana negara anggota diberi pilihan untuk menunjuk produk-produk apa yang diberikan konsesi. Kelemahan PTA meneurut Adolf adalah penggunaan metode

positive list yaitu penyebutan produk-produkyang tercantum dalam liberalisasi. Metode
ini tidak memberikan manfaat yang banyak karena banyak produk yang tidak dimasukkan. ASEAN kemudian membentuk Framework Agreement on Enhancing Economic

Cooperation pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura
tahun 1992. Perjanjian ini kemudian melahirkan ASEAN Free Trade Area (AFTA) dalam jangka waktu 15 tahun. Pada KTT ASEAN di Bangkok tahun 1995, jangka waktu tersebut dikurangi menjadi 10 tahun, dengan ketetapan bahwa penghapusan rintangan dimulai tahun 1993. Tujuan strategis AFTA adalah meningkatkan keunggulan komparatif regional ASEAN sebagai suatu kesatuan unit produksi. Untuk mencapai tujujan tersebut maka negara anggota ASEAN berkomitmen untuk melakukan penghapusan tariff dan non-tarif untuk meningkatkan efisiensi ekonomi, produktivitas dan daya saing negara anggota ASEAN. Akibat kelemahan dari PTA untuk mencapai tujuan stategis tersebut maka dibuat Agreement on Common Effective Preferential Tariff Scheme (The CEPT-AFTA Agreement) pada tahun 1992 yang kemudian diamandemen pada tahun 1995 dalam bentuk protokol. Skema CEPT-AFTA merupakan suatu skema untuk mewujudkan AFTA melalui penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya. Pengurangan tarif atas produk-produk tertentu hingga kurang dari 20% dilakukan dalam kurun waktu 5 hingga 8 tahun.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 138

Satu Untuk UNM
Negara anggota diberi tambahan waktu tambahan selama 7 tahun untuk mengurangi tarif hingga 5% atau kurang. Meskipun negara-negara anggota didorong untuk mengurangi tingkat tarif tahunanya, namun mereka diberikan kebebasan untuk membuat rencana individualnya masing-masing untuk mengurangi bea masuk. Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015. d. Rangkuman Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Perkembangan perdagangan internasional pada awalnya telah diwarnai denga pasar bebas. Pasar bebas pada awalnya membawa harapan tentang semakin mudahnya aliran barang dan jasa antar negara sehingga memicu peningkatan kualitas dan kualitas brang yang diperdagangkan karena terkait dengan persaingan yang tinggi. NAFTA merupakan suatu bentuk organisasi kerjasama perdagangan bebas negaranegara Amerika Utara: Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Pada hakekatnya NAFTA telah terbentuk sejak tahun 1988, karena sejak tahun tersebut telah dimulai kerjasama pedagangan bebas antara Amerika Serikat dan Kanada. Pada saat itu kerjasama ekonomi antara Kanada dan Amerika tersebut masih bersifat bilateral, dalam rangka memperbaiki kondisi perekonomian Kanada yang semakin memburuk diakibatkan meningkatnya pengangguran dan banyaknya perusahaaan-perusahaan Kanada yang memindahkan investasi ke Amerika Serikat. Pada dasarnya NAFTA merupakan organisasi yang menjanjikan kemudahan bagi negara-negara persertanya di bidang ekonomi, mulai dari diberikannya pembebasan tarif bea masuk bagi komoditi-komoditi tertentu hingga adanya perlakuan adil terhadap penanam modal asing yang akan menanamkan modalnya di masing-masing negara peserta. NAFTA didirikan pada tanggal 12 Agustus 1992 di Washington DC oleh wakil-wakil dari pemerintahan Kanada serta pemerintahan tuan rumah yaitu Amerika Serikat. Dan diresmikan pada tanggal 1 Januari 1994. NAFTA menghilangkan semua batas-batas nontarif bagi perdagangan sektor pertanian antara Amerika dan Meksiko. Ketentuan-ketentuan agrikultural Amerika-Kanada (FTA, Free Trade Agreement) berdampak sejak 1989 digabungkan dengan NAFTA. Dengan ketentuan ini semua tarif pada perdagangan sektor
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 139

Satu Untuk UNM
pertanian antara Kanada dan Amerika dicakup oleh tariff-rate quotas (TRQ’s) dihapus sejak 1 Januari 1998. ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan perdagangan bebas dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta lebih penduduknya. Pendirian AFTA diawali dengan kesepakatan negara anggota ASEAN tentang ASEAN Preferential Trade Association (PTA) pada tahun 1977 yang bertujuan untuk memberik keuntungan-keuntungan perdagangan bagi negara-negara yang berasal dari ASEAN. PTA ini merupakan kesepakatan untuk mengurangi hambatan perdagangan terhadap produk-produk tertentu. Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015. e. Latihan 1. Melalui diskusi peserta dapat menjelaskan factor-faktor pendukung perkembangan kapitalisme dunia 2. Peserta dapat menguraikan dinamika perkembangan kapitalisme internasional dan lahirnya NAFTA 3. Peserta dapat menjelaskan proses pelaksanaan kebijakanperdagangan bebas Asean (AFTA). C. PENUTUP Materi di dalam modul ini merupakan kumpulan dari berbagai kompetensi dan sub kompetensi yang dianggap dapat mewakili berbagai materi yang ada di dalam materi sejarah. Dengan modul pelatihan ini diharapkan peserta atau guru sejarah yang ikut didalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dapat menambah wawasan keilmuan kesejarahan yang semakin bekembang seiring semakin berkembangnya metode dan metodologi sejarah, yang kemudian memunculkan penemuan-penemuan baru dari berbagai hasil penelitian dari para sejarawan. Kehadiran modul ini, selain merupakan tuntutan dari pelaksanaan PLPG juga merupakan tanggung jawab ilmiah untuk menyebarkan berbagai hasil penelitian yang kemudian dituangkan dalam bentuk materi sejarah, dengan maksud guru-guru peserta PLG dapat menjagi guru profesional di bidang kesejarahan. Semoga kehadiran modul ini dapat menjembatani kesenjangan materi sejarah yang dirasakan oleh guru-guru sejarah selama ini.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 140

Satu Untuk UNM
DAFTAR PUSTAKA Abdulgani, Ruslan. 1963. Penggunaan Ilmu Sejarah,, Jakarta: Prapanca. Abdullah, Taufik. 1985. Ilmu Sejarah dan Historiografi. Jakarta: Gramedia Ali, Muhammad. 1963. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, Jakarta: Bhatara. Anderson, McVey. 2001. Kudeta 1 Oktober 1965, Sebuah Analisis Awal, LKPSM/Syariat. Burke, Peter. 2001. Sejarah dan Teori Sosial.Terjemahan Mestika Zed. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Cribb, Robert and Brown Colin (1995) Modern History Indonesia A History Since 1945, London: Longman Dahm, Bernard (1971) History of Indonesia in The Twentieth Centryry, New York : Praeger Publisher. Djanwar. 1986. Mengungkap Penghianatan/Pemberontakan G30S/PKI. Bandung: Yrama Widya. Dinut,A. 1993. Dokumen Terpilih Sekitar Pemberontakan G 30S/PKI. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional. Feit, H.2001. Soekarno dan Militer Dalam Demokrasi Terpimpin. Jakarta: Sinar Harapan. Feith, Herbert (1968) The Decline of Cornell University Press. Gazalba, Sidi. 1966. Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu. Jakarta: Bharatara. Gottschalk. 1985. Mengerti Sejarah. Terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Harnoko, A.D. 1982. Munculnya Orde Baru 1966 dan Pengaruh Menjelan Pemilihan Umum Consititusional democracy Indonesia, New York: Yogyakarta:

1971. Yogyakarta: Skripsi Sarjana Sejarah Fakultas Sastra UGM.
Kahin, George Mc. Turnan (1952) Nationalisme and Revolution in Indonesia, London: Cornell University Press. Kansil, dkk. 1970. Kitab Himpunan Hasil Karya MPRS. Bagian I. Djakarta: Erlangga. Kartodirjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu-Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta. Bentara Budaya. __________. 2003. Metodologi Sejarah. (Edisi Kedua). Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya. Moedjanto, G (1981) Indonesia Abad Ke 20 Dari Perang Kemerdekaan I Sampai Pelita III A. Yogyakarta: Kanisius.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

141

Satu Untuk UNM
Ricklefs, MC (1995). Sejarah Indonesia Modern Pernejemah Drs. Dharmono Hardjowidjono: Yogykarta: Gajah Mada University Press. Reiner, G.J. 1997. Metode dan Manfaat Ilmu Sejarah. (Terjemahan Muin Umar). Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Rumeksa. (1978). Sejarah Perkembangan Ekonomi Indonesia, Yogyakarta: Institut Press Ikip Jogjakarta. Scot, P.D. 1998. Konspirasi Soeharto-CIA, penggulingan Soekarno 1965-1967. Surabaya: PMII Unair. Sartono Kartodirdjo (1975) Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI. Jakarta: Depdikbud. Sasono, A. 1997. Tri Tura dan HANURA. Perjuangan Menumbangkan Orde Lama dan

Menegakkan Orde Baru. Jakarta: Yenense Mitra Sejati.
Soetrisno, S. 2003. Kontroversi dan Rekonstruksi Sejarah. Yogyakarta: Media Pressindo. Soerojo,S. 1988. Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai. Jakarta: CV. Sri Tanpa Kota: Tanpa Penerbit. ---------------. 1969. Putusan-putusan Sidang Istimewa MPRS Pada Tahun 1967. Jakarta: Djakarta:Pradnja Paramita. ---------------. 1980. 30 Tahun Indonesia Merdeka. Jakarta. PT. Tira Pustaka. ---------------. 1994. Gerakan 30 September, Pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Latar Murni. Subagyo. Tanpa Tahun. Usaha Mengisi Kemerdekaan Indonesia Masa Orde Baru. Modul 17.

Belakang, aksi dan penumpasannya. Jakarta: Sekretariat Negara RI.
---------------. 1969. Rencana Pembangunan Lima Tahun 1969/70-1973/74. Jakarta: Percetakan Negara RI. ---------------. 1995. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Ketetapan MPR No.II/MPR/1978. Jakarta: BP-7 Pusat. ---------------. 1988. Rangakaian Pemberontakan Komunis di Indonesia. Jakarta: LSIK. ---------------. 1995. Bayang-Bayang PKI. Jakarta: ISAI. ---------------. 1994. Naskah Asli Supersemar tak akan Saya Serahkan. Jawa Pos, Minggu 27 Maret 1994. ---------------. 1994.

Supersemar

itu

Suatu

Mukjizat.

Forum

Keadilan

No.

24

Tahun II.31 Maret 1994, hal. 74-92. Tamburaka, Ruslam. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah Teori Filsafat dan IPTEK. Jakarta. Rineca Cipta The Kian Wie (1996) Penanaman Modal Asing Langsung di Indonesia Sejak Kemerdekaan, Jakarta : Pusat Penelitian dan Pengembangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PMB-LIPI)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 142

Kemasyarakat dan Kebudayaan

Satu Untuk UNM
B. KEGIATAN BELAJAR 1. Kegiatan Belajar a. Judul : Mensintensiskan keterkaitan antara perilaku ekonomi dengan kesejaheraan. b. Indikator : 1) Menganalisis konsep ekonomi mikro dalam kehidupan sehari-hari. 2) Menganalisis konsep ekonomi makro dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. 3) Menganalisis posisi indonesia dalam perkembangan. 4) Ekonomi internasional c. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan : Kontekstual yakni melakukan penilaian otentik (authentic

assessment)

yang

memungkinkan

siswa

untuk

menunjukkan

penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya, sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan pilar yakni 1) dan menemukan cara untuk peningkatan 2) Bertanya pengetahuannya. Pendekatan ini diharapkan dapat tercapai 7 (tujuh) kontruktivisme (contructivism); (questioning) ; 3) Menemukan (inquiry); 4) Masyarakat belajar (learning community); 5) Permodelan (modelling); 6) Refleksi (reflection); dan 7) Authentic (assessment), dan Kooperatif dengan

type JIGSAW.
2. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab dan penugasan dengan cara pemecahan-masalah yang up-to date d. Uraian Materi: 1. Ilmu Ekonomi, Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan Ilmu ekonomi adalah suatu bidang studi yang sudah cukup lama berkembang. Sebagai satu bidang ilmu pengetahuan, perkembangannya bermula sejak tahun 1776, yaitu setelah Adam Smith seorang pemikir dan ahli ekonomi Inggris menerbitkan bukunya yang berjudul: ”An inquiry the nature and causes of the wealth of nations.” beberapa pandangan dalam buku beliau masih tetap mendapat perhatian dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi pada masa kini. Adam Smith dapat dianggap sebagai ”Bapak ilmu Ekonomi”. Sebelum erah Adam Smith sebenarnya sudah banyak pemikiran-pemikiran yang dikemukakan mengenai persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi oleh suatu negara. Tetapi tulisan-tulisan itu tidak dikemukakan secara sistematik. Topik-topik yang dibahas masih terbatas dan belum ada analisis yang menyeluruh tentang berbagai aspek kegiatan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 143

Satu Untuk UNM
perekonomian dalam suatu masyarakat. Keterbatasan analisis itu menyebabkan pula pemikiran-pemikiran ekonomi masih belum dapat dipandang sebagai satu cabang ilmu yang berdiri sendiri. Dalam dua abad setelah zamannya Adam Smith dunia telah menjadi sangat berkembang. Dalam masa hidup Adam Smith, revolusi industri baru saja akan bermula. Sekarang ini kegiatan industri sudah sangat canggi dan teknologi yang digunakan sudah sangat berbeda dengan yang terdapat pada zamannya Adam Smith. Juga organisasi perusahaan sudah jauh lebih kompleks dengan sistem kegiatan memproduksi sudah jauh lebih rumit. Corak kegiatan ekonomi di berbagai negara sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran-pemikiran ekonomi sejak penerbitan buku Adam Smith seperti dinyatakan di atas. Pada masa ini berbagai analisis dalam ilmu ekonomi telah menjadi lebih kompleks dan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kegiatan suatu perekonomian. Secara garis besarnya analisis utama dalam ilmu ekonomi dapat dibedakan kepada dua bentuk teori mikroekonomi dan teori makroekonomi. Dalam usaha untuk memberikan gambaran ringkas mengenai bidang studi ilmu ekonomi, definisi ilmu tersebut selalu dihubungkan kepada keadaan ketidakseimbangan di antara (1) kemampuan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa, dan (2) keinginan masyarakat untuk mendapatkan barang dan jasa. Ketidakmampuan faktor-faktor produksi menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi semua kebutuhan yang wujud dalam perekonomian. Oleh sebab itu setiap individu, perusahaan atau masyarakat/negara harus selalu membuat pilihan-pilihan. Kebanyakan ahli ekonomi selalu mendefinisikan ilmu ekonomi berdasarkan kepada kenyataan tersebut. Sebagai contoh; Samuelson dalam Sadono Sukirno (2005:9) memberikan definisi ilmu ekonomi sebagai berikut: Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat. Dalam menganalisis cara-cara individu dan masyarakat membuat pilihan, dimisalkan bahwa pilihan-pilihan mereka dipertimbangkan secara rasional. Berdasarkan pemisalan ini, maka dalam menggunakan sumber-sumber daya, individu dan masyarakat akan berusaha memaksimumkan kepuasan dan kemakmurannya. Dengan demikian persoalan pokok yang diterangkan dalam analisis ekonomi pada hakikatnya bertujuan untuk menjawab
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 144

Satu Untuk UNM
pertanyaan berikut: ”Bagaimana caranya menggunakan sumber-sumber daya atau pendapatan tertentu agar penggunaan tersebut dapat memberikan kepuasan dan kemakmuran yang maksimum kepada individu dan masyarakat?”.  Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan

masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi, yaitu persoalan yang menghendaki seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat ”membuat keputusan tentang cara yang terbaik untuk melalukan suatu kegiatan ekonomi”. Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut. Dalam melakukan berbagai kegiatan ekonomi seorang individu, suatu perusahaan, atau masyarakat secara keseluruhannya, akan mempunyai beberapa pilihan atau alternatif untuk melakukannya. Berdasarkan kepada alternatif-alternatif yang tersedia tersebut mereka perlu mengambil keputusan untuk memilih alternatif yang terbaik. Mengapa individu-individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat perlu memikirkan ”cara yang terbaik untuk melakukan kegiatan ekonomi”?. Atau pertanyaan yang sama maksudnya: ”mengapa masyarakat harus membuat pilihan”?. Ahli-ahli ekonomi menjawab pertanyaan seperti itu dengan menerangkan tentang masalah ”scarcity” yaitu masalah ”kelangkaan” atau ”kekurangan”. a) Masalah Kelangkaan Kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara (1) kebutuhan masyarakat dengan (2) faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat. Di satu pihak, dalam setiap masyarakat selalu terdapat keinginan yang relatif tidak terbatas untuk menikmati berbagai jenis barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebaliknya dilain pihak, sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan, maka mereka perlu membuat pilihan. b) Kebutuhan Masyarakat Yang dimaksud dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa di import dari luar negeri. Tetapi

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

145

Satu Untuk UNM
kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk: Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli; Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.

Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan ”permintaan efektif”. c) Jenis-Jenis Barang Terdapat banyak cara untuk menggolongkan jenis-jenis barang dalam perekonomian, misalkan barang ekonomi dan barang cuma-cuma. Barang ekonomi adalah barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya (contoh: beras, makanan lain dan barang-barang produksi industri). Sedangkan barang cuma-cuma seperti; udara, oksigen, sinar matahari, air hujan, adalah barang yang dinikmati tanpa melakukan kegiatan memproduksi. Barang ekonomi dapat pula dibedakan kepada barang konsumsi (contoh: makanan, pakaian, dan sepeda motor) dan barang modal (contoh: mesin, peralatan, bengkel, dan bangunan perkantoran). Barang ekonomi juga dapat dibedakan antara barang akhir (contoh: roti, kursi dan mobil) dan barang setengah jadi (contoh: tepung gandum, karet dan minyak kelapa sawit). Selanjutnya, dalam teori ekonomi terdapat dua cara penggolongan lain yaitu: 1) Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin, dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas). 2) Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian, dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercusuar). d) Faktor-faktor Produksi Yang dimaksud dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Faktor-faktor produksi adakalanya dinyatakan dengan istilah lain, yaitu; ”sumbersumber daya”. Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian akan menentukan sampai di mana suatu negara dapat menghasilkan barang dan jasa. Faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dapat dibedakan atas empat jenis sebagai berikut: 1) Tanah dan sumber alam. Faktor produksi ini disediakan alam, meliputi; tanah, berbagai jenis barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

146

Satu Untuk UNM
2) Tenaga Kerja. Faktor produksi ini bukan saja berarti jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi juga keahlian dan keterampilan mereka miliki. Dari segi keahlian dan pendidikannya, tenaga kerja dibedakan atas tiga golongan berikut: Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah pendidikannya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan. Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dari pelatihan atau pengalaman kerja seperti; montir mobil, tukang kayu dan ahli mereparasi TV dan radion. Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan cukup tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter, akuntan, ahli ekonomi dan insinyur 3) Modal adalah faktor produksi yang merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang mereka butuhkan, contoh; sistem pengairan, jaringan jalan raya, bangunan pabrik dan pertokoan, mesinmesin dan peralatan pabrik atau alat-alat pengangkutan. 4) Keahlian keusahawanan. Faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Dalam menjalankan suatu kegiatan ekonomi, para pengusaha akan memerlukan ketiga faktor produksi yang lain yaitu; tanah, modal dan tenaga kerja. Keahlian keusahawanan meliputi kemahirannya mengorganisasi berbagai sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.  Membuat Pilihan untuk Memaksimumkan Kesejahteraan Dalam setiap kegiatan ekonomi, yaitu dalam kegiatan memproduksi mapun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa, setiap pelaku kegiatan ekonomi harus membuat pilihan-pilihan. Tujuannya adalah agar sumber daya yang tersedia akan digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kesejahteraan yang paling maksimum kepada individu dan dan masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pilihan antara lain: a) Pilihan dalam mengkonsumsi Dari segi penggunaan sumber-sumber daya yang dimiliki dan dari segi mengkonsumsi barang-barang yang dihasilkan. Setiap individu harus memikirkan cara terbaik dalam menggunakan sumber-sumber daya yang dimilikinya. Usaha ini bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan menggunakan sumberPendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 147

Satu Untuk UNM
sumber daya yang dimilikinya tersebut. Seterusnya dengan pendapatan yang diterima dari penggunaan sumber-sumber daya yang dimilikinya, setiap individu akan menentukan jenisjenis dan jumlah barang yang akan dibelinya. Dengan pendapatan yang diperolehnya, setiap individu tidak dapat memiliki semua barang yang diinginkannya. Oleh sebab itu mereka harus menentukan pilihan. Persoalan yang mereka selesaikan adalah: dengan menggunakan pendapatan mereka, ”barang-barang apakah yang perlu dibeli dan berapa jumlahnya agar pembeli dan penggunaan barangbarang tersebut akan memberi kepuasan yang maksimum bagi diri dan keluarganya?. b) Pilihan dalam memproduksi Dalam perekonomian, perusahaan-perusahaan dikembangkan untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan oleh individu, perusahaan lain dan pemerintah. Pemilikpemilik perusahaan menjalankan kegiatannya untuk mencari keuntungan, dan keuntungan yang maksimum hanya akan didapat apabila pemilik /pemimpin perusahaan membuat pilihan yang teliti ke atas jenis barang atau jasa yang akan dijualnya, dan jenis-jenis dan jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakannya. Dalam penjualan barang, para pengusaha akan menentukan tingkat produksi yang memberikan keuntungan paling banyak kepada kegiatannya. Sedangkan dalam penggunaan faktor-faktor produksi, yang perlu dipikirkan adalah menentukan kombinasi faktor produksi yang akan meminimumkan biaya produksi. c) Masalah membuat pilihan dalam kegiatan pemerintah Setiap negara juga harus menentukan pilihan. Setiap negara mempunyai banyak tujuan dalam mengatur maupun menjalankan kegiatan ekonomi. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan mantap,mengatasi masalah pengangguran, menaikkan taraf hidup penduduknya, dan menyemaratakan pendapatan adalah beberapa tujuan penting dari kegiatan pemerintah. Sumber-sumber daya yang dapat digunakan pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan ini secara sekaligus adalah terbatas. Maka, seperti individu dan perusahaan, pemerintah perlu membuat pilihan-pilihan. Sumber-sumber daya yang tersedia dan dapat digunakannya harus diatur penggunaannya sehingga dapat secara maksimal mencapai tujuan-tujuan dari menjalankan kegiatan ekonominya dan dalam mengatur kegiatan ekonomi individu-individu dan perusahaan-perusahaan. 2. Bentuk-Bentuk Badan Usaha Jenis badan usaha yang ada di Indonesia sangat beragam mulai dari perusahaan perseorangan, firma sampai kepada bentuk koperasi. Masing-masing badan usaha memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Kelebihan dan kekurangan dapat dilihat dari luasnya
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

148

Satu Untuk UNM
bidang usaha yang akan dijalankan, modal yang dimiliki, batas tanggung jawab dan kewajiban masing-masing pemilik, serta pembagian keuntungan masing-masing badan usaha. Dalam praktiknya jenis badan usaha yang ada di Indonesia sebagai berikut: a) Perseorangan Perusahaan perseorangan merupakan perusahaan yang dimiliki oleh perseorangan (hanya seorang). Untuk mendirikan perusahaan perseorangan sangatlah sederhana dan tidak memerlukan persyaratan khusus, sebagai mana bentuk badan usaha lainnya. Di samping itu, pendirian perusahaan perseorangan tidak memerlukan modal besar. Kelebihan perusahaan jenis ini di samping pendiriannya mudah adalah tidak diperlukan organisasi yang besar, tetapi cukup dengan organisasi dan manajemen yang sederhana. Pimpinan perusahaan perseorangan biasanya pemilik usaha tersebut yang sekaligus menjadi penanggung jawab terhadap segala aktivitas perusahaan, termasuk kewajiban terhadap pihak luar. Artinya, jika terjadi sesuatu terhadap kewajiban kepada pihak lain, misalnya dalam hal utang, maka sepenuhnya tanggung jawab pemilik sampai kepada harta pribadi. Kebutuhan modal hanyalah dari pemilik sendiri dan untuk mencari modal dari luar relatif lebih sulit. Tujuan utama didirikannya perusahaan perseorangan adalah sematamata hanya untuk mencari keuntungan. b) Firma (Fa) Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih dan menjalankan perusahaan atas nama perusahaan. Untuk mendirikan firma terdiri dari 2 cara. Pertama melalui akta resmi dan yang kedua akta di bawah tangan. Jika melalui akta resmi, maka proses selanjutnya harus sampai di berita negara. Namun, jika memilih akta di bawah tangan proses tersebut tidak perlu, cukup melalui kesepakatan pihak-pihak terlibat. Kepemimpinan firma berada sepenuhnya di tangan pemilik sekaligus bertanggung jawab terhadap segala resiko yang mungkin timbul, seperti masalah utang piutang. Modal firma diperoleh dari mereka yang terlibat dalam firma. Sama seperti halnya perusahaan perseorangan, tujuan firma adalah untuk mencari keuntungan. Perolehan dana dari pihak luar cukup memungkinkan dan relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan perusahaan perseorangan. c) Perseroan Komanditer (Comanditer Vennotschap) Perseroaan komanditer, atau lebih sering disingkat dengan CV, merupakan persekutuan yang didirikan atas dasar kepercayaan. Dalam perseroan komanditer terdapat beberapa sekutu yang secara penuh bertanggung jawab atas sekutu lainnya. Kemudian ada
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 149

Satu Untuk UNM
satu atau lebih sekutu yang bertindak sebagai pemberi modal. Tanggung jawab sekutu komanditer hanya terbatas pada sejumlah modal yang ditanamkan dalam perusahaan. Perusahaan berbadan hukum CV dijalankan oleh seorang sekutu aktif dan bertanggung jawab atas semua resiko atau kewajiban kepada pihak ketiga. Tanggung jawab ini juga sampai kepada penggunaan harta pribadi apabila harta perusahaan tidak cukup untuk menutupi kewajibannya. Tujuan pendirian CV guna memberikan peluang bagi perseorangan untuk ikut menanamkan modalnya dengan tanggung jawab terbatas. d) Perseroaan Terbatas (PT) Perseroan Terbatas (PT) adalah badan hukum perusahaan yang paling banyak digunakan dan dinikmati oleh para pengusaha. Penyebabnya adalah karena badan hukum jenis ini memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan badan hukum lainnya. Kelebihannya antara lain luasnya bidang usaha yang dimiliki, kewenangan, dan tanggung jawab yang dimiliki terbatas kepada modal yang disetor. Pengertian Perseroan Terbatas menurut undang-undang adalah: ”Badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian yang melakukan kegiatan usaha dengan modal tertentu, yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya”. Dari pengertian tersebut dapat dikemukakan hal-hal penting sebagai berikut: 1) Bahwa Perseroaan Terbatas merupakan suatu badan hukum perusahaan untuk melakukan suatu kegiatan. 2) Pendirian Perseroan Terbatas dilakukan atas dasar suatu perjanjian antara pihak-pihak yang ikut terlibat didalamnya. 3) Pendirian Perseroan Terbatas didasarkan atas kegiatan atau ada usaha tertentu yang akan dijalankan. 4) Pendirian Perseroan Terbatas dengan modal yang terbagi dalam bentuk saham. 5) Perseroan Terbatas harus mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam undangundang serta peraturan pemerintah lainnya. Dalam praktiknya jenis Perseroan Terbatas terdiri dari: 1) Dilihat dari segi kepemilikan: a) Perseroan Terbatas Biasa Merupakan PT di mana para pendiri, pemegang saham, dan pengurusnya adalah warga negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (dalam pengertian tidak ada modal asing).

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

150

Satu Untuk UNM
b) Perseroan Terbatas Terbuka Merupakan PT yang dirikan dalam rangka penanaman modal dan dimungkinkan warga negara asing dan/atau badan hukum asing menjadi pendiri, pemegang saham, dan/atau pengurusnya dari PT tersebut. c) Perseroan Terbatas PERSERO Merupakan PT yang dimiliki oleh pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perseroan Terbatas jenis ini sebagian besar pengaturannya tunduk pada ketentuan tentang Badan Usaha Milik Negara. Biasanya perusahaan jenis ini kata persero ditulis di belakang nama Perseroan Terbatas tersebut. Contohnya PT Telkom (Persero). 2) Dilihat dari segi status Perseroan Terbatas dibagi dalam: a) Perseroan Tertutup Perseroan Tertutup merupakan Perseroan Terbatas yang modal dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu atau perseroan dan tidak melakukan penawaran umum. b) Perseroan Terbuka Perseroan Terbuka maksudnya adalah perseroan yang modal dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu atau perseroan yang melakukan penawaran umum, sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Pemberian nama PT jenis ini biasanya disertai dengan singkatan “Tbk” dibelakan nama PT tersebut. Contoh: “PT Maju Mundur Tbk”. Perseroan Terbatas memiliki modal tertentu yang dipersyaratkan. Artinya, besarnya modal sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam praktiknya modal Perseroan Terbatas terdiri dari: 1) Modal Dasar (Authorized Capital) Merupakan modal pertama kali dan tertera dalam akta notaris pada saat PT tersebut didirikan. Misalnya PT Maju Mudur Tbk didirikan dengan modal dasar Rp 1.000.000.000,- (satu miliyar rupiah) yang tentunya dalam bentuk saham. 2) Modal Ditempatkan atau Dikeluarkan (Issued Capita) Merupakan modal yang telah ditetapkan atau dikeluarkan para pemegang saham. Besarnya modal ditempatkan minimal 25% dari modal dasar. Dari contoh di atas modal ditempatkan adalah sejumlah Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) yang diperoleh dari 25% dikalikan modal dasar (Rp 1.000.000.000,-).

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

151

Satu Untuk UNM
3) Modal Setor (Paid-up Capital) Merupakan modal yang harus sudah disetor oleh pemegang saham yang jumlahnya sebesar 50% dari modal ditempatkan. Dari contoh di atas besarnya modal setor adalah Rp 125.000.000,- (seratur dua puluh lima juta rupiah) yang diperoleh dari 50% dikalikan modal ditempatkan (Rp 250.000.000,-). Persyaratan untuk mendirikan Perseroan Terbatas adalah harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan melalui prosedur yang berlaku. Tata cara mendirikan Perseroan Terbatas dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pendirian tersebut adalah sebagai berikut: 1) PT didirikan sekurang-kurangnya oleh 2 orang 2) Pendirian PT dituangkan dalam akta Notaris 3) Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia 4) Mencantumkan perkataan ”PT” dalam Akta Notaris 5) Disahkan oleh Menteri Kehakiman 6) Didaftarkan berdasarkan Undang-undang Wajib Daftar Perusahaan 7) Diumumkan dalam Berita Negara 8) Memiliki modal dasar sekurang-kurangnya Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) 9) Modal ditempatkan sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar 10) Menyetor modal setor 50% dari modal ditempatkan pada saat perusahaan didirikan. Demikian pula bagi Perseroan Terbatas yang mengalami perubahan dipersyaratkan untuk: 1) Mencantumkan nama, maksud, dan tujuan kegiatan perseroan 2) Perpanjangan jangka waktu perseroan 3) Peningkatan atau penurunan modal 4) Perubahan status perseroan terbatas dari tertutup menjadi terbuka atau sebaliknya. Untuk perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas hal-hal yang perlu diteliti adalah keabsahaan dari Perseroan Terbatas tersebut. Pendirian suatu Perseroan Terbatas haruslah dibuatkan Akta Notaris, kemudian didaftarkan di Pengadilan Negeri untuk memperoleh pengesahan dan akan diberitakan dalam lembaran negara. Di dalam akta pendirian juga dicantumkan nama-nama pendiri, komisaris, direksi, bidang usaha, dan tujuan perusahaan didirikan. Tugas peneliti adalah dengan mengecek langsung ke pihak-pihak yang berwenang mengeluarkan dokumen atau ke departemen teknis untuk menilai keabsahan Perseroan Terbatas tersebut. Hal-hal yang perlu diteliti khususnya yang berkaitan dengan keabsahan Perseroan Terbatas adalah sebagai berikut:
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 152

Satu Untuk UNM
Akta Notaris Persetujuan Menteri Kehakiman Pendaftaran di pengadilan setempat Diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI)

-

e) Perusahaan Negara Perusahaan Negara (PN) adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan undangundang. Modal untuk mendirikan PN adalah atas kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak dipisahkan atas saham. Perusahaan Negara dipimpin oleh seorang kepala atau direksi yang diangkat oleh pemerintah. Perusahaan Negara di bagi kedalam beberapa jenis antara lain Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), Perusahaan Perseroaan (Persero). Perusahaan Jawatan (Perjan) merupakan Perusahaan Negara yang didirikan untuk pengabdian dan pelayanan terhadap masyarakan dengan tetap memegang teguh pada efisiensi, efektivitas, dan ekonomis. Perjan dipimpin oleh seorang kepala yang berada pada seuatu departemen. Modal diperoleh dari negara yang dimasukkan dalam anggaran belanja departemen yang membawahinya. Pegawai perusahaan Perjan merupakan pegawai negeri. Perusahaan Umum (Perum) adalah perusahaan yang melayani kepentingan umum. Berbeda dengan Perjan, Perum didirikan dengan tujuan untuk mencari keuntungan. Modal Perum berasal dari pemerintah atau pihak lain. Pegawainya adalah pegawai perusahaan negara yang diatur tersendiri. Perusahaan Perseroan (Persero) merupakan perusahaan negara yang didirikan dengan maksud untuk mencari keuntungan. Bentuk badan usaha perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas (PT). Modal diperoleh seluruh atau sebagian dari negara. Dengan demikian, dimungkinkan patungan antara swasta dengan negara. Peranan pemerintah adalah sebagai pemegang hak suara terbesar sesuai dengan mayoritas saham yang dipegangnya. f) Perusahaan Daerah Perusahaan Daerah merupakan perusahaan yang didirikan dengan suatu peraturan daerah. Modalnya seluruhnya atau sebagian besar milik pemerintah daerah yang dipisahkan kecuali dengan ketentuan lain dengan atau berdasarkan undang-undang. Tujuan didirikan untuk perusahaan daerah untuk turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan ekonomi nasional umumnya. Pimpinan perusahaan daerah diangkat oleh kepala daerah.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

153

Satu Untuk UNM
g) Yayasan Yayasan merupakan badan usaha yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan dan lebih menekankan usahanya pada tujuan sosial. Modal berasal dari sumbangan, wakaf, hibah, atau sumbangan lainnya. Yayasan memiliki pengurus dan harta milik pengurus dipisahkan dari harta yayasan. h) Koperasi Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 1995, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan. Pendirian koperasi melalui akta pendirian setelah memperoleh pengesahan pemerintah dan diumumkan dalam Berita Negara. Untuk mendirikan koperasi dibentuk melalui rapat anggota minimal 20 orang yang masing-masing memenuhi 3 syarat, yaitu: 1) Mampu melaksanakan tindakan hukum 2) Menerima landasar idiil, asas, dan sendi dasar koperasi 3) Sanggup dan bersedia melakukan kewajiban dan hak sebagai anggota koperasi. Dalam praktiknya jenis-jenis koperasi terdiri dari: 1) Koperasi produksi 2) Koperasi konsumsi 3) Koperasi jasa 4) Koperasi serbaguna usaha 5) Koperasi fungsional dan golongan masyarakat tertentu. Koperasi dikelola oleh pengurus yang diangkat oleh rapat anggota dan pembagian hasil usaha berdasarkan jasa/partisipasi masing-masing anggota. Prinsip koperasi adalah anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, atau hibah. Modal pinjaman berasal dari anggota koperasi lainnya dan anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya atau melalui penerbitan obligasi serta surat hutang lainnya. Tujuan koperasi adalah untuk membangun dan mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. 3. Pendapatan Nasional Dalam analisis makroekonomi selalu digunakan istilah ”Pendapatan Nasional” atau ”National Income”

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

154

Satu Untuk UNM
4. Perdagangan Luar Negeri a. Pengertian perdagangan luar negeri Perdagangan luar negeri adalah perdagangan yang terjadi di luar negeri, kegiatan perdagangan luar negeri ini tergantung pada keadaan pasar hasil produksi maupun pasar faktor produksi, masing-masing pasar yang saling berhubungan satu dengan lain yang dapat mempengaruhi pendapatan ataupun kesempatan kerja.selain itu, permintaan akan sesuatu barang ditentukan oleh pendapatan kita dapat menduga bahwa ada hubungan antara pendapatan satu Negara dengan pembelian barang luar negeri (impor). Jika pendapatan naik, maka pembelian barang-barang dan jasa (dari dalam Negeri maupun impor) dapat mengalami kenaikan ada 3 aspek dari peranan perdagangan luar negeri dalam perekonomian yaitu:  Keuntungan yang dapat di peroleh sesuatu Negara dari melakukan perdagangan luar negeri  Kebijakan membatasi perdagangan dan proteksi dalam perdagangan luar negeri  Mengenai globalisasi Berdagang dengan Negara lain kemungkinan dapat memperoleh keuntungan, yakni dapat membeli barang yang harganya lebih rendah dan mungkin dapat menjual keluar negeri dengan harga yang relative lebih tinggi. Perdagangan luar negeri sering timbul karena adanya perbedaan harga barang di berbagai Negara. Perbedaan harga inilah yang menjadi pangkal timbulnya perdagangan antar Negara. Dan perbedaan harga bukanlah hanya ditimbulkan oleh karena adanya perbedaan ongkos produksi, tetapi juga kaerna perbedaan dalam pendapatan serta selera permintaan akan sesuatu barang sangat ditentukan oleh selera dan pendapatan. Seleran dapat memainkan peranan penting dalam menentukan permintaan akan sesuatu barang antara berbagai Negara. Apabila persediaan suatu barang di satu Negara tidak cukup untuk memenuhi permintaan, Negara tersebut dapat mengimpor dari Negara lain. Untuk suatu barang tertentu faktor selera dapat memegang peranan penting. Misalnya: mobil, rokok, pakaian, meskipun satu Negara tertetu telah dapat menghasilkan barang-barang tersebut, namun kemungkinan besar impor dari Negara lain dapat terjadi. Hal ini dikarenakan faktor selera, dimana penduduk Negara tersebut lebih menyukai barangbarang buatan Negara lain. b. Keuntungan melakukan perdagangan Dua hal utama akan dijelaskan yakni pandangan para ahli ekonomi/mazhab di masa merkantalisme dan klasik mengenai sumbangan perdagangan luar negeri kepada masyarakat.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 155

Satu Untuk UNM
Ahli-ahli ekonomi yang tergolong dalam mazhab merkantilis yaitu ahli-ahli ekonomi yang hidup di sekitar abad keenam belas dan ketujuh belas, berpendapat bahwa perdagangan luar negeri merupakan sumber kekayaan untuk sesuatu Negara menurut mereka, suatu Negara dapat mempertinggi kekayaannya dengan cara menjual barang-barangnya keluar negeri. o Sesudah itu, ahli-ahli ekonomi klasik menganalisis dengan lebih mendalam lagi peranan perdagangan luar negeri dalam perekonomian. Misalnya, David Ricardo telah mengemukakan pandangan-pandangan yang lebih logis utuk menerangkan perluna perdagangan luar negeri dalam mengembangkan suatu perekonomian. Teori Ricardo, yang menerangkan mengenai keuntungan yang dapat diperoleh dari spesialisasi dan perdangangan, merupakan teori yang hingga sekarang menjadi dasar kepada teori perdagangan luar negeri. Berdasarkan kepada teori Ricardo tersebut, Negara-negara digalakkan menjalankan sistem perdagangan bebas/free trade. Yang dimaksudkan perdagangan bebas adalah sistem perdagangan luar negeri dimana setiap Negara melakukan perdagangan tanpa ada halangan perdagangan. 3. Keuntungan dari spesialisasi dengan menggunakan contoh angka Telah dinyatakan bahwa dengan mengadakan spesialisasi dan selanjutnya melakukan perdagangan luar negeri, dua kepentingan penting akan diperoleh oleh setiap Negara, keuntungan itu adalah: a. Faktor-faktor produksi akan dapat digunakan dengan lebih efisien. b. Penduduk Negara itu akan dapat menikmati lebih banyak barang-barang. Keuntungan itu terwujud akan diterangkan dalam bagian ini yaitu:  Asumsi-asumsi yang digunakan Di dalam menunjukkan keuntungan yang didapat dari perdagangan luar negeri biasanya digunakan dalam dua cara: yaitu dengan menggunakan angka-angka dan dengan menggunakan grafik.  Keuntungan mutlak dan keuntungan berbandingan Dalam menerangkan mengenai keuntungan yang diperoleh dari spesialisasi dan perdagangan luar negeri, dapat dibedakan diantara pengertian keuntungan mutlak dan keuntungan berbanding.  Keuntungan mutlak adalah keuntungan yang diperoleh oleh sesuatu Negara dari mengkhususkan kegiatannya kepada memproduksikan barang-barang dengan efisiensi yang lebih tinggi dari Negara-negara lain.

o

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

156

Satu Untuk UNM

Keuntungan berbanding dapat diartikan sebagai keuntungan yang diperoleh oleh suatu Negara dari mengkhususkan (melakukan spesialisasi) dalam memproduksikan barangbarang yang mempunyai harga relative yang lebih rendah dari Negara lain.

4.

Keuntungan perdagangan dalam grafik Gambaran secara grafik mengenai keuntungan dari perdagangan perlu diterangkan

secara dua tahap. Dalam tahap pertama ditunjukkan keadaan yang menunjukkan keadaan sebelum perdagangan. Pada tahap kedua ditunjukkan ke adaan sesudah dilakukan perdagangan. B. Proteksi dan Pembatasan Perdagangan 1. Pengertian proteksi Proteksi merupakan perlindungan dalam perdagangan atau industri. Tujuannya untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor. Hal ini, misalnya dapat dijalankan dengan tariff. Quota dan sebagainya. Pengertian tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadap barangbarang yang melewati batas suatu Negara. Tarif digolongkan menjadi: a. Bea ekspor adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut manusia ke Negara lain. b. Bea transito adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui wilayah suatu Negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut sebagai tujuan akhirnya adalah Negara lain. c. Bea impor adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam custom area suatu Negara dengan ketentuan bahwa Negara tersebut sebagai tujuan akhir. Pengertian Quota adalah pembatasan jumlah pisik terhadap barang yang masuk (Quota impor) dan keluar (Quota ekspor). Proteksi bisa berbentuk: a. Pengenaan tarif b. Quota c. Pelarangan impor Seandainya suatu Negara melarang impor barang A, maka industri dalam negeri yang memproduksikan atau merakit barang A akan memperoleh proteksi. Dalam hal ini proteksi bersifat mutlak bagi indiustri barang A dalam negeri.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

157

Satu Untuk UNM
d. Subsidi Dengan adanya subsidi, produsen dalam negeri bisa menjual barangnya lebih murah, sehingga bisa bersaing dengan barang impor. Supsidi yang diberikan bisa dalam berbagai bentuk, misalnya: 1) Subsidi langsung berupa sejumlah uang tertentu 2) Subsidi per unit produksi. 2. Faktor-faktor yang mendorong proteksi Dalam perdagangan luar negeri konsep proteksi berarti usaha-usaha pemerintah yang mematasi atau mengurangi jumlah barang yang diimpor dari Negara-negara lain denga tujuan untuk mencapai beberapa tujuan tertentu yang penting artinya dalam pembangunan Negara dan kemakmuran perekonomian Negara. Ada beberapa tujuan penting dari proteksi: a. Mengatasi masalah deflasi dan pengangguran. b. Mendorong perkembangan industri baru c. Mendiversifikasikan perekonomian d. Menghindari kemerosotan industri-industri tertentu e. Memperbaiki neraca pembayaran f. Menghindari neraca pembayaran g. Menghindari dumping h. Menambah pendapatan pemerintah 3. Alat pembatasan perdagangan Proteksi dan pembatasan perdagangan adalah kebijakan. Kebijakan pemerintah dalam membatasi atau mengurangi barang-barang yang di impor. Halangan perdagangan dapat dibedakan kepada empat jenis: tarif dan pajak impor, kuota pembatasan impor. Hambatan perdagangan bukan tarif dan pembatasan penggunaan valauta asing. C. Globalisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Adalah satu konsep yang sering dinyatakan orang pada masa ini, tetapi yang menyatakan dan membahasnya mempunyai pengertian yang berbeda mengenai konsep tersebut. Globalisasi dapat didefinisikan sebagai peningkatan dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi diantara berbagai Negara di Indonesia. Untuk lebih memahami makna definisi perhatikan dua contoh saling ketergantungan dalam aspek ekonomi berikut: pertama, efek dari berlakunya kemunduran ekonomi di Amerika Serikat, Jepang dan Negara-negara Eropa, perkembangan investasi asing yang
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

158

Satu Untuk UNM
pesat dalam beberapa tahun belakangan ini dinegeri cinta menimbulkan efek buruk kepada prosfek kerkembangan investasi asing dan pertumbuhan ekonomi di Negara-negara lain, seperti misalnya di Negara-negara Asia tenggara. faktor-faktor yang mewujudkan globalisasi Perkembangan politik dunia Semakin pentingnya praktek pasaran bebas Perkembangan perusahaan multinasional Berkembangnya investasi keuangan ke berbagai Negara  Kebaikan dan keburukan globalisasi

- Kemajuan teknologi dalam bidang teknologi informasi dan pengangkutan Kebaikan Globalisasi o Produksi dunia dapat ditingkatkan o Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara o Meluaskan pasa untuk hasil produksi dalam negeri o Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik o Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi Keburukan Globalisasi o Menghambat pertumbuhan sector industri manafaktur o Memperburuk keadaan neraca pembayaran o Sector keuangan semakin tidak stabil o Memperbudak prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. PENUTUP Kesimpulan Perdagangan luar negeri merupakan perdagangan yang kegiatannya benda diluar negeri. Dalam konteks ini cara umum akan ditunjukan beberapa keuntungan dari perdagangan luar negeri dan secara spesifik dan dengan lebih terperici akan ditunjukkan keuntungan yang akan diperoleh dari spesialisasi, yaitu apabila kegiatan ekonomi Negara dikhususkan kepada memproduksi barang yang dapat bersaing di pasaran luar negeri. Proteksi merupakan kebijakan perdagangan luar negeri yang dilakukan suatu Negara yang pada dasarnya menghambat kemasukan berbagai jenis barang impor dengan menggunakan berbagai alat untuk melaksanakan kebijakan perlindungan (proteksi) seperti pajak impor (tarif), kuota dan hambatan bukan tarif. Globalisasi merupakan pengertian dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi diantara berbagai Negara dari dunia.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 159

Satu Untuk UNM
e. Rangkuman Evolusi historis dari akuntansi akan memberikan petunjuk dan penjelasan mengenai sebagian besar kejadian-kejadian penting yang membentuk kemunculan dari pembukuan pencatatan berpasangan dan perkembangan dari akuntansi modern. Hal ini meningkatkan kemampuan orang yang berminat terhadap disiplin ilmu akuntansi dalam membuat pertimbangan dengan dasar yang lebih luas dan berdasarkan informasi. Disamping itu akan memungkinkan untuk menghubungkan masa lalu dengan apa yang telah dipraktikkan, atau dengan kata lain mata rantai antara kondisi historis dan kedua kondisi positif dan normatifnya, sebuah mata rantai yang mendukung pandangan dari sejarah sebagai suatu produk kultural yang diperoleh dari konteks penuh lingkungan sosial, politik, ekonomi dan temporal. Aturan dan teknik akuntansi yang ada didasarkan pada pondasi teori akuntansi. Pondasi ini dibentuk dari elemen-elemen hirarkhi yang berfungsi sebagai kerangka acuan atau struktur teoritis. Melihat pembentukan beberapa struktur teoritis seperti deduktif , proses interaktif yang secara berturut-turut terdiri dari penyusunan tujuan, postulat, konsep, prinsip dan teknik akuntansi. Pemahaman terhadap elemen-elemen tersebut dan hubungan teori akuntansi dan ilmu lain menjamin pemahaman terhadap alasan di balik praktik aktual dan masa mendatang. Laporan keuangan yang disajikan dalam laporan akuntansi formal semata-mata merupakan refleksi penerapan struktur teori akuntansi. Perbaikan isi dan format laporan keuangan pasti terkait dengan perbaikan struktur teoritis akuntansi. Agenda penting dari badan-badan akuntansi seharusnya adalah penyusunan elemen-elemen teori akuntansi yaitu tujuan akuntansi, postulat lingkungan, konsep teoritis, dan prinsip akuntansi. f. Latihan 1. Jelaskan sejarah awal akuntansi dan apa kontribusi Luca Pacioli? 2. Sebutkan perkembangan prinsip-prinsip akuntansi di USA?. 3. Sebutkan konsep dasar yang dimaksud oleh Paton and Littleton?. 4. Apa yang mendasari sehingga dalam perkembangan prinsip akuntansi di USA muncul fase kontribusi institusi pada tahun 1933-1959 jelaskan?. C. PENUTUP Mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap guru. Pertama, jadilah seorang guru yang profesional yang sangat paham, mengerti akan ilmu yang diajarkannya sehingga peserta didik merasakan sebuah kenikmatan tersendiri selama dan pascamateri diberikan oleh guru. Materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kognitif tapi juga afektik dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 160

Satu Untuk UNM
psikomotorik serta dapat dirasakan manfaatnya ketika berada di luar sekolah, semacam keterampilan life skill. Kedua, ciptakan suasana yang menarik, dan memiliki daya tarik dalam proses belajar mengajar dalam kelas sehingga siswa benar-benar dapat merasakan kenikmatan dan betah berlama-lama belajar dengan guru di sekolah terutama untuk mata pelajaran akuntansi, sehingga jika ada hari libur anak-anak justru kecewa, bukan malah sebaliknya seperti saat ini. Ciptakan dan gunakan berbagai model pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran yang tepat bagi siswa. Karena bisa jadi cocok bagi kita belum tentu baik untuk siswa, sehingga proses evaluasi menjadi penting untuk menilai kemampuan kita dalam menyampaikan materi, dan menggunakan berbagai metode, model dan strategi tersebut. Melalui modul ini, saya mengajak kepada semua guru untuk memaknai sertifikasi sebagai suatu tuntutan profesionalisme. Dengan adanya sertifikasi guru dan dosen, maka bukan hanya berarti kesejahteraan meningkat, akan tetapi, lebih jauh dari itu adalah dapat memaknai sebagai suatu tuntutan moral yakni dapat menjadi guru yang lebih profesional lagi, hari ini dan akan datang. Majulah guru, majulah bangsaku.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

161

Satu Untuk UNM
DAFTAR PUSTAKA Agus Sartono, R.. 1997. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi Edisi 3.Yogyakarta: BPFEUGM. Arens & Loebbecke. 2003. Auditing: Pendekatan Terpadu, Di adaptasi oleh Amir Abadi Jusuf. Edisi Indonesia, Jakarta: Salemba Empat. Bambang Riyanto, 1995. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi 4. Yogyakarta: BPFEUGM. Belkaoui, Ahmed Riahi. 2000. Accounting Theory: Teori Akuntansi Buku 1, Edisi 4. Diterjemahkan oleh Marwata, dkk. Jakarta: Salemba Empat. --------------------------. 2001. Accounting Theory: Teori Akuntansi Buku 1, Edisi 5. Diterjemahkan oleh Marwata, dkk. Jakarta: Salemba Empat. Brigham, Eugene F. And Gapensky, Louis C. 1993. Intermediate Financial Management. New York: The Dryden Press. Dwi Prastowo D. 1995. Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: UUP AMP YKPN. Halim, Abdul. 1997. Auditing I: Dasar-dasar Audit Laporan Keuangan, Edisi 2. Yogyakarta: UUP AMP YKPN. Jusuf, Al-Haryono. 2010. Auditing: Pengauditan. Buku I. Yogyakarta: Penerbit STIE YKPN. Mulyadi, 1992. Akuntansi Biaya Edisi 5. Yogyakarta: Penerbit STIE YKPN. -----------, 2002. Auditing Edisi 6. Jakarta: Salemba Empat ----------, 2005. Akuntansi Biaya Edisi 5. Yogyakarta: UUP AMP YKPN. Proyek Pengembangan Pendidikan Akuntansi. 1991. Sistem Akuntansi.. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Simamora, Henry. 2002. Auditing. Yogyakarta: UUP AMP YKPN. Suad Husnan dan Eny Pujiastuti. 1994. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UUP AMP YKPN. Sugiyarso G. & F. Winarni, 2005. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Media Pressindo. Suwardjono. 2006. Teori Akuntansi: Perekayasaan Laporan Keuangan Edisi 3. Yogyakarta: BPFE-UGM. Van Horne, James C. 1976. Financial Management and Policy. New Delhi: Prentice-Hall of India. Woelfel, Charles J.alih bahasa Susanto Limin. 1995. Memantau Kesehatan Perusahaan

Melalui Laporan Keuangan. Jakarta: Abdi Tandur.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

162

Satu Untuk UNM
A. PENDAHULUAN 1. Deskripsi Singkat Melalui kegiatan pelatihan dengan pendekatan diskusi kelompok, peserta pelatihan diharapkan dapat memahami konsep ilmu pengetahuan sosial. Mampu menganalisis dan mengorganisir bahan pembelajaran pengeathuan sosial, khususnya bidang kajian sosiologi dengan pendekatan terpadu dan terkait serta dapat menerapkan materi pemberlajaran pengetahuan sosial dalam melaksanakan pemebalajarn di sekolah. Kemampuan penguasaan bahan pelatihan tentang interkasi sosial, pranata sosial, konflik, penyimpangan dan pengendalian sosial me njadi teramat strategis bagi guru ilmu pengetahuan sosial, baik di SMP/MTs maupun guru di SD/MI yang sudah mennerapkan pembelajaran dengan sistem mata pelajaran. Tentu hal ini berkaitan dengan tujuan pembelajaran pengetahuan sosial yaitu mengembangkan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep sosiologi secara umum dan mata pelajaran sosial yang lainnya, seperti ekonomi, geografi dan sejarah. Selain itu melalui pembelajaran IPS ini, peserta akan mermgembangkan kemampuan berpikir, bernalar dan pemecahan masalah dan ketrampilan sosial, terutama dalam kajian pengendalian sosial. Banyak ahli sosiologi berpendapat bahwa sebagai ilmu pengetahuan yang bertugas menyelediki interkasi sosial, pendapat lain adalah konsep dasar sosiologi adalah pranata sosial yang akan dirinci dalam konformintas, penyimpangan sosial. Khusus materi IPS yang akan dikaji adalah interaksi sosial, syarat berinteraksi, pranata sosial, sosiologi ini

fungsi pranata sosial, sosialisasi, dan penyimpangan sosial. 1). Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar a. Standar Kompetensi; Menguasai keilmuan, kajian kritis dan pendalaman IPS dalam konteks kurikulum sekolah b. Kompetensi Dasar; Mengavaluasi perkembangan sistem sosial dan budaya masyarakat dengan pendekatan IPS KEGIATAN BELAJAR 2). Langkah-langkah 1). Mengimformasikan judul dan indikator materi 2). Secara Klasikal ditayangkan atau dibagikan wacana permasalahan Interkasi sosial dan konflik sosial

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

163

Satu Untuk UNM
3). Membuatlah pertanyaan agar peserta dapat merumuskan permasalahan sesuai dengan contoh kasus-kasus yang disajikan 4). Secara kelompok peserta diminta mengidentifikasi permasalahan dan membawa alternatif pemecahannya 5).Secara kelompok/individu peserta diminta mengidentifikasi permasalahan intrkasi dan konflik yang terdapat dilingkungan sekitar peserta dan cara permasalahanya. 6). Secra kelompok/individual peserta interaksi dan konflik 7).Secara kelompok/individual peserta diminta mengemukakan tindakan untuk mencegah terjadiya interkasi dan konflik sosial tersebut. 3. Bentuk-bentuk Interaksi dan Konflik Sosial Indikator 1). Menjelaskan proses interaksi sosial 2). Menguraikan syarat-syarat terjadinya interaksi sosial 3). Menguraikan bentuk-bentuk interaksi sosial 4). Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial 5). Menjelaskan tentang konflik sosial Contoh-contoh Kasus dalam Interaksi sosial Doddi adalah seorang pemuda Uraian materi dan Contoh 1). Proses interkasi sosial Interaksi merupakan kajian sosiologi yang selalu menarik untuk diamati. Para ahli sosiologi seperti Max Weber menyebut bahwa pokok kajian sosiologi adalah tindakan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan individu dapat terjadi jika ada proses interaksi. Menurut Herbert Blumer (Johnson; 1986) proses interaksi adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process. Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial. Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels (Seokanto;1982)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 164

diminta mencari penyebab terjadinya masalah

Satu Untuk UNM
menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana. Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas (Sunarto;2000). Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat. 2. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. Interaksi yang dijalankan oleh invidu dengan individu yang lainnya, harus memenuhi syarat (Sukanto;2005), yakni; 1. Adanya kontak sosial (sosial contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk.Yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarkelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung. 2. Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaanperassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (artinya bersama-sama) dan

tango (yang artinya menyentuh). Arti secara harafiah adalah bersama-sama menyentuh.
Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadinya hubungan badaniah. Sebagai gejala sosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah, karena dewasa ini dengan adanya perkembangan teknologi, orang dapat menyentuh berbagai pihak tanpa menyentuhnya. Dapat dikatakan bahwa hubungan badaniah bukanlah syarat untuk terjadinya suatu kontak. Kontak sosial berlangsung pula antara anak kecil yang mempelajari kebiasaan dalam keluarganya. Proses demikian terjadi melalui sosialisasi, yaitu suatu proses dimana anggota

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

165

Satu Untuk UNM
masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota, ada 2 pola kontak dalam masyarakat, yakni; a. ada orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya kontak sosial ini misalnya adalah seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat atau apabila suatu partai politik memkasa anggota-anggotanya menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya. b. Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. Umpamanya adalah dua partai politik mengadakan kerja sama untuk mengalahkan parpol yang ketiga di pemilihan umum. Terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan, tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak perimer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Sekunder dapat dilakukan secara langsung. Hubunganhubungan yang sekunder tersebut dapat dilakukan melalui alat-alat telepon, telegraf, radio, dst. Arti terpenting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gera-gerak badaniah atau sikap), perasaanperasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya. 3). Bentuk-bentuk interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dinamakan akomodasi. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. Keempat bentuk pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas, di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

166

Satu Untuk UNM
Gillin dan Gillin (Sunarto; 2000) mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. Menurutnya, ada dua macam bentuk interkasi sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial : 1. Proses-proses yang Asosiatif a. Kerja Sama (Cooperation) Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu

in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama akan
bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya. Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.Cooley (Johnson;1986) ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingankepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna”. Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan : 1. Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta 2. Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa 3. Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu 4. Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial. 5 bentuk kerjasama : 1. Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong 2. Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasajasa antara 2 organisasi atau lebih 3. Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 167

Satu Untuk UNM
untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang

bersangkutan. 4. Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan tetapi, karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnnya adalah kooperatif. 5. Joint venture, yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst. b. Akomodasi (Accomodation) Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti: menujukk pada suatu keadaan dan untuk menujuk pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan. Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu : 1. Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham 2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer 3. Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta. 4. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

168

Satu Untuk UNM
Bentuk-bentuk Akomodasi 1. Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan 2. Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. 3. Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri 4. Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. 5. Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. 6. Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. 7. Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan Hasil-hasil Akomodasi 1. Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat 2. Akomodasi dan intergrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindarkan masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru. 3. Menekankan Oposisi 4. Sering kali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu dan kerugian bagi pihak lain 5. Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda 6. Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah 7. Perubahan-perubahan dalam kedudukan 8. Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi Dengan adanya proses asimilasi, para pihak lebih saling mengenal dan dengan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati. Asimilasi (Assimilation) Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

169

Satu Untuk UNM
Proses Asimilasi timbul bila ada : 1. Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya 2. orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga dapat rukun 3. kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri Beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi (interaksi yang asimilatif) bila memilii syarat-syarat berikut ini 1. Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama 2. interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasanpembatasan 3. Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer 4. Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut. Artinya, stimulan dan tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangankan. Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah : 1. Toleransi 2. kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi 3. sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya 4. sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat 5. persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan 6. perkawinan campuran (amaigamation) 7. adanya musuh bersama dari luar Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi 1. Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat 2. kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga 3. perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi 4. perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya. 5. Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

170

Satu Untuk UNM
6. In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. In Group

Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada
kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan. 7. Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa 8. faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentanganpertentangan pribadi. Asimilasi menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan sosial dan dalam pola adat istiadat serta interaksi sosial. Proses yang disebut terakhir biasa dinamakan akulturasi. Perubahan-perubahan dalam pola adat istiadat dan interaksi sosial kadangkala tidak terlalu penting dan menonjol. 2). Proses Disosiatif Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proccesses, yang persis halnya dengan kerjasama, dapat ditemukan pada setiap masyarakat, walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk kepentingan analisis ilmu pengetahan, oposisi proses-proses yang disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk, yaitu: Persaingan (Competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunya dua tipe umum : 1. Bersifat Pribadi : Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan. Tipe ini dinamakan rivalry. 2. Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu. Bentuk-bentuk persaingan : 1. Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

171

Satu Untuk UNM
2. Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan, pendidikan, dst. 3. Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang. 4. Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya. Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi : 1. Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif 2. Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing. 3. Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya. 4. Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (”fungsional”) Hasil suatu persaingan terkait erat dengan pelbagai faktor berikut ini ” 1. Kerpibadian seseorang 2. Kemajuan : Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat. 3. Solidaritas kelompok : Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubungan-hubungan sosialnya hingga tercapai keserasian. 4. Disorganisasi : Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial. Kontraversi (Contravetion) Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Bentuk kontraversi menurut Sunarto (2000) adalah; 1. Yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan, keenganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguang-gangguan, kekerasan, pengacauan rencana 2. yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian pada pihak lain, dst. 3. yang intensif, penghasutan, menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 172

Satu Untuk UNM
4. yang rahasia, mengumumkan rahasian orang, berkhianat. 5. yang taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lain. Contoh lain adalah memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan kekerasan, provokasi, intimidasi, dst. Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker (Seokanto;1982) ada 3 tipe umum kontravensi : 1. Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat 2. Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. 3. Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif, keagamaan, pendidikan, dst. Tipe Kontravensi : 1. Kontravensi antarmasyarakat setempat, mempunyai dua bentuk : a. Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle) b. Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity

struggle)
2. Antagonisme keagamaan 3. Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya 4. Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan. Pertentangan (Pertikaian atau conflict) Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian. Sebab musabab pertentangan adalah : 1. Perbedaan antara individu 2. Perbedaan kebudayaan 3. perbedaan kepentingan 4. perubahan sosial. Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

173

Satu Untuk UNM
Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus: 1. Pertentangan pribadi 2. Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan 3. Pertentangan kepentingan 4. Pertentangan politik: menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat, maupun antara negara-negara yang berdaulat 5. Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara Akibat-akibat bentuk pertentangan 1. Tambahnya solidaritas in-group 2. Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. 3. Perubahan kepribadian para individu 4. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia 5. Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak Baik persaingan maupun pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang terdapat pada setiap masyarakat. Pertentangan merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan. Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses asosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, di mana terjadi keseimbangan dalam interaksi antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana pihakpihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan-kepentingan serta tujuan-tujuan kelompok. Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses disosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan Untuk tahapan proses-proses asosiatif dan disosiatif Mark L. Knapp
174

antara

kelas-kelas

sosial:

disebabkan

karena

adanya

perbedaan

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
(Sunarto;2000) menjelaskan tahapan interaksi sosial untuk mendekatkan dan untuk

merenggangkan. Tahapan untuk mendekatkan meliputi tahapan memulai (initiating), menjajaki (experimenting), meningkatkan (intensifying), menyatupadukan (integrating) dan mempertalikan (bonding). Sedangkan tahapan untuk merenggangkan meliputi membedabedakan (differentiating), membatasi (circumscribing), memacetkan (stagnating), menghindari (avoiding), dan memutuskan (terminating). Pendekatan interaksi lainnya adalah pendekatan dramaturgi menurut Erving Goffman. Melalui pendekatan ini Erving Goffman (Johnson;1986) menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. Konsepkonsepnya dalam pendekatan ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut dengan sosial establishment, tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut dengan back region/backstage, tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi sosial disebut front region, individu yang melihat interaksi tersebut disebut audience, penampilan dari pihakpihak yang melakukan interaksi disebut dengan team of performers, dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut dengan outsider. Erving Goffman juga menyampaikan konsep impression management untuk menunjukkan usaha individu dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. Konsep expression untuk individu yang membuat pernyataan dalam interaksi. Konsep ini terbagi atas expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk pernyataan yang terlepas. Serta konsep impression untuk individu lain yang memperoleh kesan dalam interaksi. 4). Faktor-faktor yang mempengaruhi interkasi sosial Faktor–Faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Interaksi sosial terbentuk oleh faktor – faktor berikut ini : a. Tindakan Sosial Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam – diam . Menurut MAX WEBER (Sunarto;2000) , tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat . Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu : 1. Tindakan Rasional Instrumental Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan . Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

175

Satu Untuk UNM
2. Tindakan Rasional Berorientasi nilai Tindakan – Tindakan yang berkaitan dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat . Contoh : Tindakan –Tindakan yang bersifat Religio – magis. 3. Tindakan Tradisional Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional . Contoh : Berbagai macam upacara/tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur 4. Tindakan afeksi Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang/kelompok orang berdasarkan perasaan/emosi b. Kontak Sosial Dalam kehidupan sehari-hari kontak sosial dapat dilakukan dengan cara : 1. Kontak Sosial yang dilakukan menurut cara pihak – pihak yang berkomunikasi . Cara kontak sosial itu ada 2 macam yaitu : a). Kontak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan b). Kontak Tidak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga. Pihak ketiga adalah kunci penyampaikan informasi tersebut. 2. Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi . Ada 2 macam kontak sosial yang sering dipahami, yakni; a) KontakPrimer b) Kontak Sekunder 3. Komunikasi Sosial Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator, orang yang menerima komunikasi disebut komunikan. Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif. Contoh: Pesan yang disampaikan tidak jelas, berbelit–belit, bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dipahami

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

176

Satu Untuk UNM
Rangkuman Interaksi adalah hubungan antara dua atau lebih individu atau kelompok masyarakat yang ditandai dengan kontak dan komunikasi. Bentuk interaksi dapat berupa kerjasama, persaingan maupun pertentangan. Pertentangan atau Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dinamakan akomodasi. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. Keempat bentuk pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas, di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Latihan Kerjakanlah soal-soal berikut ini dengan memilih 4 dari 5 butir soal yang tersedia. 1. Bagaimana proses interaksi sosial dilangsungkan dalam kehidupan sosial ? 2. Jelaskan bentuk-bentuk intraksi sosial dalam suatu kelompok masyarakat ? 3. Menguraikan tentang persyaratan intraksi sosial ? 4. Jelaskan tentang faktor-faktor yang mendong terjadinya interkasi sosial ? 5. Menguraikan proses terjadinya konflik

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

177

Satu Untuk UNM
Bagian Kedua 2 Manfaat Sosialisasi Sebagai Proses pembentukan Kepribadian sosial. Indikator 1). Menjelaskan dasar-dasar sosialisasi 2). Menguraikan agen-agen sosialisasi a. Uraian materi dan Contoh A. Dasar-Dasar Sosialisasi Perbedaan manusia dengan mahluk lain adalah terletak pada naluri dan akal. Sejak lahir manusia telah menunjukkan sebagai mahluk yang tak berdaya, karena nalurinya tidak dilengkapi. Beda dengan mahluk lain, seluruh perilakunya dikendalikan oleh naluri yang telah diperolehnya sejak lahir. Itulah sebabnya manusia kemudian mengembangkan kebudayaanya untuk mengisi kekosongan yang tidak disi oleh naluri. Hewan tidak perlu menentukan apa yang harus dimakannya, karena hal itu telah diatur naluri, manusia harus memutuskan sendiri apa yang haru dimakannya dan kebiasaan yang kemudian ditegakkanya menjadi bagian dari kebudayaaanya. Karena keputusan yang diambil suatu kelompok dapat berbeda dengan kelompok lainnya, maka kita menjumpai keaneragaman kebiasaan di bidang makanan. Ada kelompok yang kebiasaan makanannya nasi, ada yang sagu, ada yang roti. Kebiasaan yang berkembang dalam tiap kelompok tersebut kemudian menghasilkan bermacam-macam sistem dan cara. Keseluruhan kebiasaan yang dipunyai manusia tersebut dibidang ekonomi, kekeluargaan, pendidikan, agama, politik dan sebagainya harus dipelajari oleh setap anggota baru suatu masyarakat melalui suati proses yang dinamakan sosialisasi. Secara sederhana dapat didefeniskan bahwa sosialisasi adalah proses belajar. Menurrut Berger (Sunarto;2000), bahwa melalui sosialisasi masyarakat dimasukkan ke dalam manusia. Dalam ilmu sosiologi hal yang harus dipelajari manusia adalah peran-peran, sehingga beberapa ahli telah menguraikan hal tersebut, antara lain yakni Mead, Cooley, Pendapat Mead bahwa manusia dalam perkembangannnya harus melalui tahap play stage, game stage, dan generalisasi other. Setiap anggota masyarakat harus mempelajari peran-peran yang ada dalam masyarakat, suatu proses yang dinamakannya pengambilan peran. Pada tahap pertama dimulai pada usia balita, ia belajar mengambil peran orang disekitarnya, mulai menirukan peran yang jalankan orang tuanya, misalnya menjadi dokter, guru, polisi dan sebagainya, tetapi tahap ini manusia belum memahami sepenuhnya peran yang lakoni tersebut. Tahap ke dua adalah geme stage, dimana seorang anak tidak hanya telah mengetahui peran yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peran yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Misalnya dalam suatu
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 178

Satu Untuk UNM
pertandingan sepak bola, peran sebagai pemain tidak hanya bermain untuk dirinya, tetapi juga harus mengerti tentang peran teman lainnya agar mereka mencapai sasaran. Tahap ketiga adalah, dimana seorang anak telah mampu mengambil peran yang dijalankan orang lain dalam masyarakat. Seorang anak sekolah, tahu dirinya seb agai murid, dan mengerti tugas guru sebagai pengajar dan membimbing mereka. Pendapat Cooley tentang sosialisasi adalah melihat konsep diri, dimana seorang berkembang melalui interkasinya dengan orang lain. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini, dinamakan looking glass self, Cooley menganalogikan antara pembentukan diri seseorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin, kalau cermin memantulkan apa yang terdapat di depannya, maka diri seorangpun memantulkan apa yang dirasannnya sebagai tanggapan masyarakat terhadap dirinya. Terdapat juga tiga tahap perkembangan manusia, yakni tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya, pada tahap berikutnya seorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannnya sebegai penilaian orang lain terhadapnya itu (Sunarto;2000). B. Agen Sosialisasi Pertanyaan utama sosialisais, yakni ; yang harus dijawab adalah siapa yang melaksanakan proses Keluarga, teman bermain, Sekolah dan media massa. Keempat agen sosialisasi itu ?. Menurut Fuller dan Jacobs (Sunarto;2000) bahwa ada 4 orang agen tersebut satu persatu dapat diuraikan berikut ini; C. Keluarga Pada awal kehidupan manusia biasanya agen sosialisasi terdiri dari atas orang tua dan saudara kandung. Pada masyarakat yang mengenal sistem keluarga luas agen sosialisasi bisa berjumlah lebih banyak dan dapat mencakup pula nenek, kakek, paman, bibi dan sebagainya. Peran para agen sosialisasi pada tahap awal ini, terutama orang tua sangat penting. Sang anak pada masyarakat moderen sangat tergantung pada orang dan apa yang terjadi antara orang tua dan anak pada tahap ini jarang diketahui orang luar. Dengan demikian anak tidak terlindung terhadap penyalahgunaaan kekuasaaan yang sering dilakukan orang tua terhadap mereka seperti penganiayaan, perkosaaan dan sebagainya. D. Teman bermain Setelah mulai dari bepergian, seorang anak memperoleh agen sosialisasi lain; teman bermain, baik yang terdiri atas kerabat maupun
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

tetangga dan teman sekolah. Disini
179

Satu Untuk UNM
seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru. Kalau dalam keluarga interaksi yang dipelajarinya di rumah melibatkan hubungan yang tidak sederajat maka dalam kelompok bermain seorang anak belajar berinteraksi dengan orang yang sederajat karena sebaya. Pada tahap inilah seorang anak memasuki game stage, mempelajari aturan yang mengatur peran orang yang kedudukannya sederajat. E. Sekolah Agen sosialisasi melalui pendidikan formal adalah di lakukan pada saat anak bersekolah. Disini anak mempejari hal baru yang belum dipelajarinya di dalam keluarga ataupun di dalam kelompok bermain. Melalui pendidikan formal anak dipersiapkan untuk penguasaan peran-peran baru yang berguna untuk persiapan jka kelak tidak bergantung pada keluarg lagi. Di dalam sekolah, anak akan memperoleh pengetahuan baru, dapat membaca dan menilis serta berhitung. Anak mulai belajar mandiri, bahkan tidak sedikit yang memperoleh prestasi yang sangat tinggi baik dalam ilmu pengetahuan maupun dalam tehnologi. F. Media massa Media massa, baik eletronik maupun cetak telah menjadi agen sosialisasi yang paling banyak mempengaruhi perilaku anak-anak. Film Upin dan Ipin telah banyak ditiru anak, termasuk dari segi pakaian dan gaya hidup. Begitu pula tayangan sinetron, telah memberi inspirasi terutama pada remajua perempuan untuk berperilaku seperti dengan artis yang di idolakannya. Penampilan dan gaya hidup, misalnya rambut pirang, pakaian seksi. Rangkuman Perbedaan mendasar antara manusia dengan mahluk lain adalah terletak pada akal dan naluri. Mahluk lain, dalam memenuhi kebutuhsannya tidak perlu berpikir apa yang perlu dimakan, karena didorong oleh naluri mereka untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Berbeda dengan manusia, harus memutuskan sendiri apa yang harus dimakannya, karena hal itu telah diatur naluri, manusia harus memutuskan sendiri apa yang haru dimakannya dan kebiasaan yang kemudian ditegakkanya menjadi bagian dari kebudayaaanya. Karena keputusan yang diambil suatu kelompok dapat berbeda dengan kelompok lainnya, maka kita menjumpai keaneragaman kebiasaan di bidang makanan. Ada kelompok Kebiasaan yang kebiasaan makanannya nasi, ada yang sagu, ada yang roti. yang berkembang dalam tiap kelompok tersebut kemudian menghasilkan
180

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
bermacam-macam sistem dan cara. Keseluruhan kebiasaan yang dipunyai manusia

tersebut dibidang ekonomi, kekeluargaan, pendidikan, agama, politik dan sebagainya harus dipelajari oleh setap anggota baru suatu masyarakat melalui suati proses yang dinamakan sosialisasi. Secara sederhana dapat didefeniskan bahwa sosialisasi adalah proses belajar. Dalam sosiologi Mead dan Cooley melihat bahwa yang harus dipelajari manusia adalah peran-peran. Mead menjelaskan sosialisasi itu melalui beberapa tahap, tentang peran apa yang sosialisasi itu harus memandan mulai tahap permainan sampai kepada tahap menentukan akan dilakukan. Sementara Cooley melihat bahwa tentang diri. Latihan Diskusikan bersama dengan teman sejawat dalam suatu kelompok 3-4 orang mengenai topik berikut ini; 1. Apa yang dipelajari seorang dalam proses sosialisasi ? 2. Bandingkan antara pendapat Berger, Mead dan cooley tentang sosiallisasi ? Pranata Sosial Dalam Masyarakat Indikator 1). Menjelaskan pengertian pranata sosial 2). Menyebutkan kriteria prasnata sosial 3). Menguraikan Fungsi –fungsi pranata sosial Uraian materi dan Contoh a. Pengertian Pranata Sosial Pranata adalah suatu sistem aktivitas khas dari kelakuan berpola (wujud kedua dari kebudayaan) beserta komponen-komponennya, ialah sistem norma dan tata kelakuannya (wujud pertama dari kebudayaan) dan peralatannya (wujud ketiga dari kebudayaan) ditambah dengan manusia atau personel yang melaksanakan kelakuan berpola (Soekanto;1982). Pranata adalah suatu sistem pola-pola sosial yang tersusun rapi dan relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia (Cohen, 1992: 147). b. Kriteria Pranata sosial Baik Kuntjaraningrat maupun Cohen tidak menentukan berapa jumlah lembaga yang berkaitan dengan pranata ini. Namun demikian kiranya diperlukan suatu karakteristik dari suatu pola sosial yang dapat disebut sebagai pranata. Kriteria itu antara lain:
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 181

Satu Untuk UNM
1. Terdapat tujuan utama yang menjadi kebutuhan khusus dari masyarakat; 2. Mengandung nilai-nilai poko yang bersumber dari para anggotanya; 3. Lembaga yang diamksud relatif permanen, yang berkaitan dengan pola-pola perilaku yang ditetapkan dalam lembaga sehingga menjadi tradisi dalam kebudayaan yang ada; 4. Landasan lembaga hendaknya memiliki cakupan yang luas sehingga mampu mengakomodir kegiatan masyarakat. Tidak menutup kemungkinan perubahan yang terjadi pada pranata ini akan mengakibatkan perubahan pada banyak lembaga lainnya. 5. Secara organisasi disusun secara sempurna, walaupun tidak menutup kemungkina terdapat saling hubungan antara lembaga satu dengan yang lainnya; 6. Ide-ide lembaga hendaknya dapat diterima oleh sebagian besar anggota kalau tidak dapat dikatakan seluruh anggota menerima, terlepas apakah mereka turut aktif atau tidak dalam lembaga itu. c. Fungsi Pranata Sosial Sebagai sebuah lembaga tentunya memiliki fungsi, namun fungsi ini ada yang nyata dan ada juga yang terselubung. Seperti halnya partai politik, fungsinya adalah untuk menyalurkan aspirasi masyarakat melalui masyarakat melalui lembaga di mana mereka menjadi wakilnya. Dalam praktek politik di Indonesia, bahwa partai politik juga dapat sebagai untuk mencari rejeki (karena dengan dengan menjadi anggota dewan maka ada penghasilan yang dapat menunjang hidup mereka). Selain fungsi yang bersifat terselubung tersebut sebenarnya fungsi lembaga secara khusus dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Fungsi keluarga: a. Pengaturan perilaku seksual; b. Memelihara kelangsungan keturunan melalui kelahiran, c. Merawat dan melindungi anak-anak, d. Mensosialisasikan anak, e. Mengatur menempatkan status sebagai penerus warisan sosial, f. Mencukupi kebutuhan ekonomi sebagai unit pokok produksi dan konsumsi ekonomi. 2. Fungsi lembaga pendidikan: a. Memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan, b. Bertindak sebagai pranata pemindahan warisan kebudayaan, c. Memperkenalkan masyarakat, d. Mempersiapkan para individu dengan berbagai peranan sosial yang dikehendaki,
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 182

kepada

individu-individu

tentang

berbagai

peranan

dalam

Satu Untuk UNM
e. Memberikan landasan bagi penilaian dan pemahaman status relatif, f. Meningkatkan kemajuan melalui pengikutsertaan dalam riset-riset ilmiah, g. Memperkuat penyesuaian diri dan mengembangkan hubungan sosial. 3. Fungsi-fungsi lembaga keagamaa: a. Membantu terhadap pencarian identitas moral, b. Memberikan penafsiran-penafsiran untuk membantu memperjelaskan lingkungan fisik dan sosial seseorang, c. Peningkatan kadar keramahan bergaul,kohesi sosial dan solidaritas 4. Fungsi lembaga-lembaga ekonomi: a. Produksi barang dan jasa, b. Distribusi barang dan jasa serta pendistribusian sumber-sumber daya ekonomi (tenaga dan peralatan) c. Komsumsi barang dan jasa. 5. Fungsi lembaga-lembaga pemerintahan a. Membangun norma melalui undang-undang yang di sampaikan oleh badan-badan legislatif, b. Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui, c. Menyelesaikan konflik yang terjadi di antara para anggota masyarakat, d. Menyelenggarakan pelayanan-pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan lainnya, e. Melindungi para warga negara dari serangan bangsa-bangsa lain dan memelihara kesiapsiagaan menghadapi bahaya. Kunjaranigrat membedakan antara lembaga (institute) dengan pranata. Kuntjaraningrat membedakan antara lembaga (institute) dengan pranata (institution), yang dikatakan bahwa pranata telah lama berkembang dalam Sosiologi sedangkan dalam Antropologi pranat kurang digunakan.Kalau institut adalah lembaganya seperti Departemen Hankam, Departemen Pendidikan Nasional, sedangkan pranatanya dalam hal ini adalah keamanan Negara, pendidikan keguruan. Berdasarkan fungsi pranata dilihat dari aspek pemenuhan kebutuhan hidup manusia, pranata dapat dibedakan menjadi; 1. Pranata yang berfungsi untuk memenuhi keperluan kehidupan kekerabatan, yaitu yang sering disebut kinship atau domesticinstitutions. Contoh: perkawinan, tolong-menolong antar kerabat, sistem istilah kekerabatan, dan sebagainya. 2. Pranata-pranata yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia untuk mata pencaharian hidup, memproduksi, menimbun, menyimpan dan mendistribusi hasil
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 183

keadaan

kelompok.

Satu Untuk UNM
produksi dan harta adalah economic institutions. Contoh: pertanian, peternakan, pemburuan, feodalisme, industri, barter, koperasi penjualan, penggudangan, perbankan, dan sebagainya. 3. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keprluan penerangan dan pendidikan manusia supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna adalah educational

institutions. Contoh: pengasuhan kanak-kanak, pendidikan rakyat, pendidikan menengah,
pendidikan tinggi, pemberantasan buta huruf, pendidikan keamanan, pers, perpustakaan umum dan sebagainya. 4. Pranata-pranata yang berfungsi mempengaruhi keperluan ilmiah manusia, menyelami alam semesta sekelilingnya, adalah scientific institutions. Contoh: metodologi ilmiah, penelitian, pendidikan ilmiah, dan sebagainya. 5. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi kebutuhan manusia untuk menghayatkan rasa keindahannya dan untuk rekreasi adalah aesthetic and recreational institutions. Contoh: seni rupa, seni suara, seni gerak, seni drama, kesustrateraan, olahraga dan sebagainya. 6. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk berhubungan dengan dan berbakti kepada Tuhan atau dengan alam gaib, adalah religious institutions. Contoh: doa, kenduri, upacara, semadi, bertapa, penyiaran agama, ilmu gaib, ilmu dukun dan sebagainya. 7. Pranata-pranat yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk mengatur dan mengelola keseimbangan kekuasaan dalam kehidupan masyarakat adalah political

institutions. Contoh: pemerintahan, demokrasi, kehakiman, kepartaian, kepolisian,
ketentraman dan sebagainya. 8. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keperluan fisik dan kenyamanan hidup manusia adalah somatic institutions. Contoh: pemeliharaan kkecantikan, pemeliharaan kesehatan, kedokteran dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk sosial hidup dalam lingkungan masyarakat, berinteraksi antara satu dengan lainnya, baik itu anatara individu denagna individu, individu dengan kelompok maupun antar kelompok dalam masyarakat.Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa interaksi dengan lingkungan sosialnya yang dapat berbentu kesatuan-kesatuan sosial atau kelompok-kelompok sosial.Susunan tata hubungan dari berbagai macam hubungan antar individu dalam masyarakat itu disebut struktur sosial (Soekanto;).Struktur sosial adalah pola, hak dan kewajiban para pelaku dalam suatu sistem interaksi yang terwujud dari rangkaian hubungan sosial dalam jangka waktu tertentu.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

184

Satu Untuk UNM
Corak dan ragam struktur masyarakat sangat beragam, dari yang sederhana sampai kompleks.Sebagai contoh bahwa dalam masyarakat primitive yang biasanya hidup dalam kesatuan-kesatuan atau kelompok-kelompok sosial yang kecil, mereka miliki aturan untuk mengorganisasi kegiatan kelompoknya terutama didasarkan atas sistem kekerabatn.Denagn demikian dalam masyarakat seperti ini aturan yang berkaitan dengan sistem kekerabatan amatlah penting. Denagn demikian dalam masyarakat seperti ini tentu lebih mudah untuk mengetahui struktur sosial mereka sangat sederhana sesuai dengan status dan oeran yang bersumber dari pranata yang terbatas. Melalui struktur sosial masyarakat, tentunya akan dapat diketahui latar belakang seluruh kehidupan masyarakat baik yang berkaitan dengan hubungan kekerabatan, perekonomian, sistem religi maupun aktifitas kebudayaan lainnya. Dalam kaitannya dengan perubahan sosial bahwa struktur sosial masyarakat akan ikut menentukan penerimaan unsur-unsur baru dalam suatu proses perubahan. Rangkuman Pranata sosial merupakan suatu sistem pola-pola yang tersusun rapi dan relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok manusia. Berdasarkan fungsinya pranata sosial dapat meliputi; pemenuhan kebutuhan sosial, mata pencaharian hidup, penerangan pendidikan, keperluan ilmiah, keindahan, hubungannyan tuhan, keseimbangan kekuasaaan dan keperluan fisik. Latihan Diskusikan bersama teman sejawat anda dalam suatu kelompok 3-4 orang mengenai topik; 1. Apakah yang dimaksud dengan Pranata sosial 2. Bagaimana anda melihat tentang lingkungan anda fungsi –fungsi pranata sosial saat ini dalam

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

185

Satu Untuk UNM
Bagian Keempat Penyimpangan sosial dan upaya pengendaliannya Indikator 1). Menjelaskan Defenisi prilaku menyimpan 2). Menguraikan bentuk bentuk penyimpangan sosial 3). Menganalsis faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial 4). Menganalisis nilai-nilai kearifan lokal untuk pengendalian sosial. Uraian materi dan Contoh Defenisi Perilaku Menyimpan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Berikut ini beberapa definisi dari perilaku menyimpang yang dijelaskan oleh beberapa ahli sosiologi : 1. Menurut James Worker Van der Zaden. Penyimpangan sosial adalah prilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. 2. Menurut Paul Band Horton. Penyimpangan sosial adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyaraka. 3. Menurut Robert M. Z Lawang. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan menimbulkan usaha dari yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut. 4. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai- nilai masyarakat disebut deviasi sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan

(deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut
devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

186

Satu Untuk UNM
Ciri-ciri Perilaku Menyimpan Menurut Paul B. Horton perilaku menyimpang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Perilaku dikatakan menyimpang atau tidak harus bisa dinilai berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya. 2. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. Perilaku menyimpang tidak selamanya negatif, ada kalanya penyimpangan bisa diterima masyarakat, misalnya wanita karier. Adapun pembunuhan dan perampokan merupakan penyimpangan sosial yang ditolak masyarakat. 3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. Semua orang pernah melakukan perilaku menyimpang, akan tetapi pada batas-batas tertentu yang bersifat relatif untuk semua orang. Dikatakan relatif karena perbedaannya hanya pada frekuensi dan kadar penyimpangan. Jadi secara umum, penyimpangan yang dilakukan setiap orang cenderung relatif. Bahkan orang yang telah melakukan penyimpangan mutlak lambat laun harus berkompromi dengan lingkungannya. 4. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. Budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Akan tetapi pada kenyataannya tidak ada seorang pun yang patuh terhadap segenap peraturan resmi tersebut karena antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Artinya, peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum dalam kenyataan kehidupan sehari-hari cenderung banyak dilanggar. 5. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakukan secara terbuka. Jadi norma-norma penghindaran merupakan bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga. 6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan). Penyimpangan sosial tidak selamanya menjadi ancaman karena kadang-kadang dapat dianggap sebagai alat pemikiran stabilitas sosial. B. Faktor Penyebab Perilaku Menyimpan Menurut Wilnes dalam bukunya

Punishment and Reformation sebab-sebab

penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). 2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 187

Satu Untuk UNM
Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu 1. Ketidaksanggupan menyerap norma kebudayaan Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia 2. tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna, misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. 3. Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang prilaku menyimpang. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajar yang menyimpang. Misalnya, seorang anak yang melakukan tindakan kejahatan setelah melihat tayangan rekonstruksi cara melakukan kejahatan atau membaca artikel yang memuat tentang tindakan kriminal. Demikian halnya karir penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. Hal itu juga terjadi pada penjahat berdasi putih (white collar crime) yakni para koruptor kelas kakap yang merugikan uang negara bermilyar- milyar. Berawal dari kecurangankecurangan kecil semasa bekerja di kantor/mengelola uang negara, lama kelamaan makin berani dan menggunakan berbagai strategi yang sangat rapi dan tidak mengundang kecurigaan karena tertutup oleh penampilan sesaat. 4. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Terjadinya ketegangan antara kebuadyaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan prilaku yang menyimpang. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang, sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri, maka terjadilah perilaku menyimpang. Misalnya jika setiap penguasa terhadap rakyat makin menindas maka lama-kelamaan rakyat akan berani memberontak untuk melawan kesewenangan tersebut. Pemberontakan bisa dilakukan secara terbuka maupun tertutup dengan melakukan penipuan-penipuan/pemalsuan data agar dapat mencapai tujuannya meskipun dengan cara yang tidak benar. Penarikan pajak yang tinggi akan memunculkan keinginan memalsukan data, sehingga nilai pajak yang dikenakan menjadi rendah. Seseorang mencuri tersembunyi.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 188

arus listrik

untuk menghindari beban pajak

listrik yang tinggi. Hal ini merupakan bentuk pemberontakan/perlawanan yang

Satu Untuk UNM
5. Ikatan sosial yang berlainan. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. Jika pergaulan itu mempunyai pola perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang. 6. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. Seringnya media massa menampilkan berita atau tayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang) menyebabkan anak secara tidak sengaja menganggap bahwa perilaku menyimpang tersebut sesuatu yang wajar. Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang, sehingga terjadi proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan menyimpang pada diri anak dan anak menganggap perilaku menyimpang merupakan sesuatu yang wajar/biasa dan boleh dilakukan. C. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.

Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut. 1. Penyimpangan bersifat positif. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karir. 2. Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. Bobot penyimpangan negatif didasarkan pada kaidah sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat pada umumnya dinilai lebih berat dari pada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan santun. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: a. Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. Seseorang yang melakukan penyimpangan primer masih diterima di masyarakat karena hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang tersebut. Misalnya, siswa yang terlambat, pengemudi yang sesekali melanggar peraturan lalu lintas, dan orang yang terlambat membayar pajak.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 189

Satu Untuk UNM
b. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi, sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk, serta di seseorang yang melakukan tindakan pemerkosaan. Tindakan dan penyimpangan tersebut cukup meresahkan masyarakat dan mereka biasanya cap masyarakat sebagai “pencuri”, “pemabuk”, “penodong “pemerkosa”. Julukan itu makin melekat pada si pelaku setelah ia ditangkap polisi dan diganjar dengan hukuman.
 Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya, dapat dibedakan menjadi dua macam,

yaitu sebagai berikut : Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Misalnya, seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan, seperti: mencuri, menodong, dan memeras. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut. 1. Pembandel yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik. 2. Pembangkang yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak taat pada peringatan orang-orang. 3. Pelanggar yaitu penyimpangan yang terjadi karena melanggar norma-norma umum yang berlaku dalam masyarakat. 4. Perusuh atau penjahat yaitu penyimpangan yang terjadi karena mengabaikan norma-norma umum, sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya. 5. Munafik yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak menepati janji, berkata bohong, mengkhianati kepercayaan, dan berlagak membela. D. Nilai-nilai kearifan lokal sebagai upaya pengendalian penyimpangan sosial Berger (Sunarto;2000) mendefenisikan pengendalian sosial sebagai cara digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkan. yang Konsep

pengendalian sosial juga dikemukan oleh Roucek bahwa tidak hanya individu yang membangkan tetapi semua yang anggota yang back to line harus ditekr tidak berbuta lagi (Sunarto; 2000). Dari 2 pendapat tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa pengendalian
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 190

Satu Untuk UNM
sosial adalah upaya masyakat untuk menertibkan anggota-anggotanya. Cara apa saja yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggoata yang membangkan an agadalah Durkheim mengenai fakta sosial dapat tersebut? Ahli sosiologi menyebut bahwa perlu pentahapan, dimulai dengan membujuk dan mendekati, sampai kepada pemaksanaan dan kekerasan fisik. Cari ini menurut Berger adalah cara resmi dan sah, manakala semua cara telah gagal dilakukan (Sunarto; 2000). Dalam kehidupan sehari-hari, keadaan tersebut terussu menerus dijumpai dalam masyarakat. Dalam catatan sejarah, Socrates seorang ilmuan terkemuka dipaksa minum racun, karena dituduh telah menyimpan dalam ajaran masyarakat, dimana pikiran Socrates dianggap dapat meracuni kaum muda saat itu. Pada tahun 1989, Ribuan mahasiswa dan pemuda melakukan demonstrasi yang menuntut demokrasi dan kebebasan, dianggap oleh pemerintah adalah cara yang menyimpan dan telah di beri peringatan untuk membubarkan diri, tetapi tidak digubris pada pendemo, akibatnya tentara pembebesan Tiongkok dikerahkan untuk mengusir para demonstran secara paksa. Pengendalian sosial berupa paksaan fisik seringkali bahkan tidak bersifat resmi dan sah. Sering didengar dalam media massa bahwa seorang tersangka pelaku kejahatan seperti pencopet atau penodong meninggal dunia setelah secara beramai-ramai dianiaya sekerumunan orang ditempat kejadian. Telah beberapa kali juga informasi diperoleh melalui majalah, surat kabar bahwa orang yang diduga santet dibunuh oleh warga setempat. Di samping paksanaan fisik, mekanisme lain harus di lakukan, misalnya masyarakat Aceh yang melakuan penyimpangan diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Masyakat Sulawesi Selatan juga memiliki kearifan local untuk pengendalian sosial, misalnya dengan cara mappabaji untuk suku Makassar, ma’deceng untuk suku Bugis dan ma’piballo untuk suku Toraja dan Luwu. Mekanisme pengendalian sosial dapat pula diterapkan padal lingkup lingkup keluarga. pengendalian sosial mewakili yang lebih terbatas, yaitu dalam kelompok kecil misalnya dalam linglup pekerjaan, lingkup teman, Mekanisme tersebut ialah membujuk, memperoleok-olok, mendesas tersebut Berger (Sunarto;2000) pengendalian sosial. berpendapat bahwa setiap individu diantara kita tentu akan desus, mempermalukan dan menguculkan. Mengingat adanya berbagai mekanisme dalam masyararat berada di pusat seperangkat lingkaran konsentris yang masing-masing suatu system Maing-masing mengalami bahwa kita dikendalikan oleh system pengendalian sosial yang berlaku dalam berbagai kelompok seperti keluarga, sekolah, tempat kerja. Orang yang diduga melakukan hubungan seks di luar nikah penghadapi resiko desas desus, publikasi pers seperti yang dialami oleh Aril, luna Maya dan Cut Tari.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 191

Satu Untuk UNM
Rangkuman Vander Zanden mendefenisikan penyimpangan sosial mendefenisikan pengendalian sosial sebagai untuk menertibkan anggota yang pengendalian sosial adalah suatu istilah pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok. Cara pengendalian sosial yang tekahir dan tertua adalah paksanaan fisik. Ia pun menyebutkan sejumlah mekanisme lain yang digunakan masyarakat untuk mengendalikan anggotanya, yaitu membujuk, memperolok-olok, mendesa desus, mempermalukan dan mengucilkan. Latihan Diskusikan dengan teman sejawat anda dalam suatu kelompok 3-4 orang mengenai topik; 1. Mengapa terjadi perilaku menyimpan dalam masyarakat 2. Jelaskan berbagai pendapat tentang perilaku menyimpan, sehingga tersebut kadang diteloransi dalam mansyarakat. Hakekat dan Konsep IPS Haikatnya, perkembangan hidup seseorang mulai lahir sampai dewasa, tidak terlepas dari masyarakat. Oleh karena itu pengetahuan sosial dapat dikatakan tidaklah asing bagi setiap orang. Kehidupan sosial manusia di masyarakat beraspek majemuk yang meliputi aspek hubungan sosial, ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, geografi dan politik Karena tiap aspek kehidupan sosial sangatlah luas, maka untuk mempelajarinya menuntut bidang-bidang khusus, melalui ilmu-ilmu sosial dikembangkan bidang-bidang ilmu tertentu sesuai bidang aspek kehidupan sosial masing-masing. IPS sebagai bidang pendidikan, tidak hanya membekali peserta didik dengan PS, melainkan lebih dari itu, berupaya membina dan mengembangkan mereka menjadi manusia yang memiliki SDM dengan keterampilan sosial dan intelektual yang bertanggung jawab. Kehidupan sosial di masyarakat dan bermasyarakat yang terus berkembang, menjadi landasan bagi pengembangan IPS sebagai bidang pendidikan sesuai dengan tuntutan perubahan serta kemajuan kehidupan tersebut. perilaku sebagai perilaku yang oleh sejumlah besar orang mengangap sebagai hal yang tercela dan diluar batas teloransi. Berger berbagai cara yang digunakan masyarakat Roucek mengemukakan bahwa membangkan.

kolektif yang mengacu pada proses terencana

maupun tidak melalui individu diajarkan, dibujuk ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

192

Satu Untuk UNM
Ruang lingkup IPS adalah kehidupan manusia di masyarakat dalam konteks sosial. Hal ini sangat luas maka konteks pembelajarannya dilakukan secara bertahap, berkesinambungan sesuai perkembangan kemampuan peserta didik dalam objek forman IPS. Dibutuhkan 4 hal untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS: (1) mental-psikologis, (2) PS yang telah dimiliki, (3) Ruang lingkup IPS Modal yang strategis dalam mencapai tujuan intruksional pembelajaran IPS adalah pembinaan dan pengembangan minat peserta didik, penguasaan materi IPS, penciptaan suasana interaktif edukatif, yg serasi pada proses pembelajaran IPS Ragam pendekatan dan metode yang diterapkan disesuaikan dengan kondisi lingkup masyarakat serta aspek kehidupan sosial yg menjadi pokok bahasan

DAFTAR PUSTAKA Fisher, Simon, dkk, 2000, Mengelola Konflik, (di Indonesiakan Kartikasari dkk), The Britsh Council, Jakarta Johnson, Doyle P, 1986, Teori Sosiologi Klasik dan Moderen, (diIndonesiakan Robert, M.Z Lawang), Gramedia, Jakarta. Moore, Stephen, 1995, Sociology, Teach Yourself. Hodder Headline, London Soekanto, Soerjono, 1982, Sosiologi Suatu Pengantar,Grafindo Persada, Jakarta. Sunarto, Kamanto, 2000, Pengantar Sosiologi, LP FE, UI Jakarta. Turner, Jonathan, 1982, The Structure of Sociological Theory, the Dorsey Press, Homewood, iIlionis, Amerika.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

193

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->