SUMATERA UTARA A.

adat istiadat
1.pernikahan
Tahapan-tahapan Acara Adat Batak mulai dari Rencana Pernikahan sampai dengan stla Pernikahan Berlangsung!!!

1. Marhori-hori Dingding (Penjajakan Rencana Pernikahan) Marhori2 Dingding adlh pendekatan (lobby-ing) awal dr pihak utk menjajaki kemungkinan kesediaan Parboru menerima anaknya jd menantu. Namun blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg tdk hanya menjajaki namun sdh lgsung membicarakan hal2 pokok di antaranya mengenai besarnya nilai Mas Kawin (sinamot atau Tuhor) ni boru. Di samping itu mereka jg sdh membicarakan tmpt pesta, jmlh undangan, Panjuhuti (hewan kurban), jmlh ulos, asesoris pesta, dll yg resminya baru akan di bicarakan pd acara Patua hata. Hal ini terkesan praktis krn kedua calon pengantin sdh lgsung berperan mjd semacam mediator antara suhut Paranak & suhut Parboru yg dulu itu di anggap sbg sesuatu yg tabu. Utk melaksanakan acr ini baik Paranak maupun Parboru blm terlalu repot, krn Paranak cukup membawa buah/kue & Parboru hanya menyediakan kopi/teh/aqua. Memang, blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg, dmn Paranak sdh sering suka membawa makanan utk acara santap bersama, tp gak ada tudu2 ni Sipanganon. Hasil pembicaraan pd acr ini hrs di catat dgn baik utk di cetak sbg bahan bahasan pd acara Patua Hata. Yg di undang dlm acr ini adlh saudara dekat, Boru terdekat & kalo mungkin yaitu dongan sahuta.

2. Patua Hata (Melamar ato Meminang wanita) Acr ini adlh kunjungan rombongan klg Paranak ke rumah klg Parboru dlm jmlh yg lebih besar utk menyatakan keinginan melamar ank Parboru mjd menantu. Disebut Patua Hata krn semula keinginan & hubungan itu baru sebatas hubungan antara pemuda & pemudi (naposo) yg kemudian ingin di tingkatkan mjd di campuri olh pihak ortu. Krn sdh melibatkan ortu kedua belah pihak, pasti semua sdh hrs serba transparan, dmn utk itu Paranak akn bertanya apakah calon menantu sdh benar2 cinta pd anaknya. Pertanyaan itu tdk lgsung di tanyakan olh Paranak, ttp melalui ank perempuan yg sdh menikah, yg jwbnnya akn di umumkan kemudiam scr resmi olh Protokol/Parsinabul Parboru. Bila pengakuan Parboru sdh ada, mk acara akn di lanjutkan dgn membicarakan hasil pembicaraan ketika Marhorihori Dingding. Sbg penutup, kedua calon mempelai wajib di beri arahan agar mereka jgn sampai pernah lg membuat hubungan asmara dgn pihak lain, krn hal itu mrp sesuatu yg tdk boleh. Usai pengarahan, Suhut jgn lupa dgn uang ingot2 yaitu Rp. 50.000,- ato Rp. 100.000,- utk Parsinabul dan Rp. 2.000,- ato Rp. 3.000,- per org utk yg hadir krg-lbh 35org. Yg ikut serta di undang pd acr ini adlh kerabat (perwakilan marompu-ompu), boru-bere, dongan sahuta, aleale, & jg pariban. Dlm hal konsumsi, Paranak menyediakan 1ekor babi matang (lengkap dgn tudu2) berbobot sktr 20kg-30kg tergantung banyaknya undangan. Sedang Parboru wajib menyediakan Dekke adat/ikan mas sbg imbalan dr daging babi yg di bw Paranak. Ada baiknya paranak melengkapi makanan tsb dgn soft drinks/bir. Tdk ada pembagian jambar daging babi bg Paranak selain berharap tempat daging babinya di isi dgn ikan mas olh calon besan sbg tambahan utk di bagikan Paranak kpd kerabat stlh selesai acr. 3. Martumpol/Mangido Ting-ting (Pranikah) Artinya “bersaksi”, dmn kedua calon mempelai hrs bersaksi di dpn Majelis Grj (Pendeta/majelis) & khalayak ramai menyatakan sejujurnya bhw diri mereka sdh tdk punya hubungan cinta lg dgn org lain. Pernyataan ini akn di catat/dibukukan dlm formulir administrasi grj, lalu di bacakan ulang isinya olh pejabat grj. Apbl smua data sdh benar, mk kedua calon mempelai akn membubuhkan tanda tangan bersama ortu kedua calon mempelai & para saksi. Slanjutnya diadakan penggembalaan olh Majelis/Pendeta grj dlm sebuah kebaktian singkat dmn Pendeta/Majelis akn menjelaskan hakekat hidup berkeluarga seorg Kristen. Dlm acr ini kedua belah pihak hasuhuton (Paranak & Parboru) selain mengundang klrg yg hadir pd acr Patua Hata, jg dpt mengundang klompok hula2 masing2. Pd acr ini biasanya Parboru menyediakan snack (kopi/teh/aqua), apbl acr martumpol ini diadakan di grj/wilayah Parboru dgn volume sesuai dgn jmlh undangan. 4. Ria Raja (Paranak Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg scr sepihak yg diadakan olh Paranak brsama kerabatnya (dongan sabutuha), boru-bere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku.

Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” kpd pihak Parboru. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri. Selesai acr Ria Raja biasanya kerabat akan bertanya apakah tumpak/sumbangan/angpau akn diserahkan skr/nanti saja d gedung. Dulu, Hasuhuton cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di tempat Ria Raja. Namun kini Hasuhuton sdh cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di gedung utk lebih menyemarakkan suasana pesta. Utk acr ini Paranak memotong/memasak 1ekor ank babi berbobot 20kg-25kg & tambahan lainnya tergantung banyaknya undangan & kemampuan hasuhuton. 5. Tonggo Raja (Parboru Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg Parboru scr sepihak yg diadakan bersama kerabatnya (dongan sabutuha), borubere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta utk membicarakan persiapan pernikahan. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku. Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” dr pihak Paranak. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri Selesai acr Tonggo Raja biasanya kerabat akn bertanya apakah Hasuhuton lebih memilih menerima (utk pengantin) kado berupa ulos herbang ato berupa uang sj. Bahkan kini jambar yg diterimapun sdh ada yg di kurs dgn uang, dmn jambar yg diterima justru di tambah seakan Hasuhutonlah yg memesan dengke siuk. Ini mrp pemikiran baru dlm upaya para kerabat, membantu meringankan keuangan Hasuhuton, krn dengke/ikan adat yg dimasak “perusahaan catering” jmlhnya sdh ckp banyak. Utk acr ini Parboru akan memotong & memasak 1 ekor ank babi berbobot 20kg-25kg ditambah dgn makanan lainnya. Tp itu tergantung pd banyaknya undangan & kemampuan Hasuhuton. Usai acr, biasanya Hasuhuton akan membagi2 daging kpd kerabatnya. 6. Patiur Mata Ni Mual (Minta Restu Tulang & Nantulang) Ini mrp acr tunggal yg scr khusus meminta Restu & Doa berkat dr Tulang&Nantulang, yaitu Abang/Adik kandung dr Ibu pengantin pria dlm rangka rencana pernikahan ank sulung, sdgkn utk pernikahan adiknya sdh tdk menjalankan adat itu lg. Pd hakekatnya acr ini hanya sekedar memberi hormat kpd Tulang, dmn suasananya tdk terlalu formal ttpi justru terasa santai sj. Acr dimulai dgn lebih dulu menyerahkan daging adat (tudu-tudu) ni Sipanganon kpd pihak tulang pengantin dmn ortu pengantin akn didampingi oleh saudara2nya.

Sbg bukti kesediaan Tulang merestui pernikahan keponakannya (berenya). Memberi hormat kpd pengantin wanita sbg Boru Ni Raja yg sdh rela meninggalkan rmhnya menuju rmh suaminya. Besarnya uang Piso-piso & Pasituak Na Tonggi tersebut tergantung kemampuan & pertimbangan dr pihak Paranak. Utk acr ini Paranak membawa 1ekor babi yg telah di masak lengkap dgn tudu-tudunya. Dgn pengukuhan tsb mk “Resmilah” pernikahan itu sbg pernikahan yg sdh diberkati Tuhan terikat dgn janji yg tdk boleh cerai kecuali di ceraikan olh kematian. tp bl kemudian ada permintaan Hula2 (Parboru) agar Sibuha-buhai dilangsungkan di rmh Parboru. mk hal itu tdk usah dipermasalahkan. 7. 2. . Maksud & tujuan acr ini yg paling pokok ada 2 hal. Utk acr ini kedua belah pihak wajib menyediakan makanan adat berupa 1ekor babi (martudu-tudu) disediakan oleh Paranak & dengke adat disediakan olh Parboru sdgkn banyaknya tergantung situasi & kondisi undangan. Jd Marsibuha-buhai artinya mrp awal dr acr pemberkatan nikah & acr Marunjuk (Pesta Adat). Acr ini bs berlangsung di rmh Parboru tp bs jg berlangsung di rmh Paranak tergantung pd sifat perkawinan yg dipilih/disepakati. pihak tulang bersama kerabatnya aknmemberi “kata2 berkat” & akn diterima (diampu) olh klrg pihak Paranak lalu dilanjutkan dgn pemberian uang Piso-piso utk Tulang & Pasituak Na Tonggi utk seluruh kerabatnya. Pd akhir acr ini. Bila sifat pesta adatnya adlh “Alapon Jual” maka berlangsung di rmh Parboru. yaitu: 1. Paranak/Parboru jg jangan lupa menyediakan uang ucapan terimakasih kpd Pendeta&Majelis dlm jmlh/nilai sewajarnya tanpa hrs menunggu diminta. Artinya apbl pd acr Patua Hata sifat ulaon sdh disepakati Taruhon Jual. sdgkn kalo bersifat “Taruhon Jual” maka akn berlangsung di rmh Paranak. Pamasu-masuon Di Grj (Pemberkatan Nikah Grj) Pamasu-masuoan di grj adlh “Pengukuhan pernikahan” olh grj ats kedua mempelai. dmn doa mkn di pimpin olh pihak Paranak. Marsibuha-buhai (Acr Adat Jemput Pengantin) Berasal dr kt “buha” yaitu mula/mengawali. Soal tempat pelaksanaan acr ini tdk terlalu kaku ttpi masih bs di rundingkan/di negosiasi. mk Tulang & Nantulang akn memberikan dekke kpd berenya berikut sehelai ulos adat misalnya Ragi Hotang. Sdgkn Tulang menyiapkan dekke serta sehelai ulos Ragi Hotang ato sejenisnya. Di samping itu. acr kemudian dilanjutkan dgn acr mkn bersama. 8. Pd kesempatan tsb pembicara jg sekaligus mengundang pendeta & majelis utk dtg ke pesta bersama undangan lainnya. seorg anggota klrg hrs naik mimbar utk mengucapkan terimakasih kpd Grj atas pelayanannya. Selesai memberi restu. Memberi kesempatan kpd klrg dekat/hasuhuton utk mengisi perut (makan) krn seharian mereka sdh sibuk baik pd acr Grj maupun acr di gedung & hanya sedikit waktu utk makan. Tdk ada persiapan lain dlm acr ini kecuali mengingatkan klrg agar sesuai acr pemberkatan.

Marsihol-sihol (Lepas Rindu Pengantin Wanita) Ini adlh acr kunjungan kangen dr pengantin wanita kpd ortu & sanak saudaranya. Dulu acr ini baru akn dilakukan sehari bahkan bbrp hari stlh adat Marunjuk selesai. baik dr pihak kerabat maupun pihak hula2. smntara Paranak menyediakan 1ekor babi utk di bw plg olh si Pengantar dan jg sejumlah uang. Umpama Batak berkata “Diginjang Arirang di toru do anggo Panggonggonan. mk kedua mempelai sdh berhak mdptkan fasilitas adat. 9. ari mu na so jadi sirang tondi mu ma antong Marsigomgoman”. Dgn acr ini. Dgn dukungan klrg tsb. Itu sebabnya seorg yg blm melaksanakan Nikah Adat. ttp diwajibkan melaksanakan adat pernikahan bila dia akn menyelanggarakan adat. resmilah pernikahan tsb sbg pernikahan yg sdh memenuhi persyaratan Adat Batak. tp skr acrnya sdh lebih disederhanakan dmn acr itu sdh tdk ad lg ttpi lgsung sj diselesaikan di dlm gedung pd saat pesta itu jg. bhw seorg klrg Batak yg blm melaksanakan pernikahan acr Adat. Dulu acr spt ini masih mrp bagian penting dr adat batak. Dizamannya acr ini baru akn dilaksanakan 1mggu stlh acr Marunjuk ato 1mggu stlh pengantin wanita berada d rmh suaminya. walaupun sdh lanjut usianya. dll. Adat Marunjuk jg punya relevansi dgn dogma theologis yg sangat “mengharamkan” perceraian. Marunjuk (Pemberkatan Nikah Adat Batak) Acr ini jg Pengukuhan Pernikahan oleh Raja-raja Adat atas kedua mempelai. pihak Parboru akn membawa dengke & kue batak. pernikahan kedua mempelai diharapkan mndptkan dukungan doa dr klrg & berkat yg melimpah dr Allah yg Maha Kuasa. Dgn pengukuhan tsb. pd hakekatnya dia tdk berhak tampil dlm forum adat Batak baik di tengah kerabat maupun di tengah acara hula2. Bahkan melaksanakan adatpun dia tdk berhak sebelum yg bersangkutan menunaikan kewajiban adatnya. . dmn pengantin akn diarak ramai2 olh klrg perempuan menuju rmh suaminya. Inilah yg disebut dg “Paulahune”. Konsumsi yg disediakan jg sdh pasti sesuai dgn jmlh undangan ato yg pantas menurut perkiraan perusahaan catering yg sdh berpengalaman menyediakan makanan “Marunjuk”. 10. bhw “Tak seorgpun dpt menerima adat bila dirinya sendiri belum beradat”. itu akn sulit disetujui kerabat/klrg krn dlm filosofi adt Batak. Utk sekedar diketahui. Tp belakangan ini. keculai olh krn kematian. Makna lebih jauh dr acr ini adlh dmn Paranak & Parboru sangat berharap agar acr ini di dukung oleh semua lapisan klrg mulai dr kerabat hula2. Pd penyerahan pengantin tsb. acr itu sdh disederhanakan dmn selesai pesta Marunjuk. dalam hal misalnya suatu waktu dia akan mengawinkan ank/borunya.ada baiknya jk panitia mempersiapkan program “Foto Bersama” lengkap dgn nama kelompoknya agar fotografer dpt dgn mudah melakukan tgsnya. Utk acr ini sdh pasti pihak Hasuhuton menyediakan aneka macam konsumsi pesta dmn Paranak menyediakan hewan kurban (Panjuhuti Horbo ato Babi) sedang Parboru menyediakan Dengke (Ikan Adat). mk tibalah saatnya Parboru melepas anaknya menuju rmh suaminya. si pengantin sdh lgsung di antar ato diserahkan sj olh klrgnya kpd Paranak yg sdh menunggu di tmpat bersebelahan dgn Parboru. Utk pengantar tsb Paranak jg menyediakan dana sbg Pasituak na Tonggi. Paulahune (Pemberangkatan Pengantin) Stlh smua Hak & Kewajiban Adat berlangsung dgn baik. 11.

tradisi spt ini sdh tdk dilaksanakan lg seiring kesibukan & perkembangan zaman. ttpi membawa dengke yg di arsik dgn enak menggunakan bumbu yg kental. smntara Parboru jg menyiapkan dengke serta mengundang kerabatnya utk makan bersama. Upacara ini dijalankan oleh seorang bidan untuk membuang kecelakaan yang mungkin menimpa wanita hamil yang bakal bersalin dan untuk membetulkan kedudukan bayi di dalam perut. Bedanya bhw yg merasa kangen adlh justru ortu pengantin perempuan ingin melihat dr dekat kondisi ank perempuan. pengantin tdk sendirian. Maningkir Tangga (Mengunjungi Besan Olh Pihak Parboru) Acr ini hampir sm dg kunjungan kangen pengantin. Acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. Peralatan untuk upacara ini termasuk: (1) Tujuh helai kain dengan tujuh warna berlainan (2) Segantang beras (3) Sebiji kelapa (4) Beberapa urat benang mentah (5) Damar (6) Minyak kelapa atau minyak urut (7) Lilin (8) Tepak sirih yang lengkap isinya (9) Uang beberapa ribu rupiah Kelahiran . Disini pihak Parboru tdk hampa tangan. dalam hal ini Paranak jg mengundang kerabatnya utk makan bersama. dan jg besannya. menantu. Pd kunjungan ini ortu perempuan tdk sendirian. Di kota besar spt Jakarta & kota lainnya. Di kota besar spt Jakarta & kota besar lainnya tradisi ini sdh tdk dilaksanakan lg dgn pertimbangan efisiensi & efektifitas jg akibat kesibukan smua pihak.Pd kunjungan ini. acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. ttp ditemani/diantar olh rombongan sanak saudara lelaku terdekat. 2. 12.kelahiran Sewaktu Mengandung Melenggang Perut Upacara ini dilakukan kepada wanita yang mengandung anak sulung ketika kandungan berusia tujuh atau delapan bulan. Dulu itu dilakuakn 1mggu stlh kunjungan besan besrta ank & menantunya. dan Paranak membawa 1ekor babi/daging matang lengkap dgn tudu-tudunya. ttpi jg disertai olh sanak klrg dekatnya.

bidan akan menyambutnya dengan jampi dan serapah lalu disemburkan dengan daun sirih. kain yang di bawah sekali diberikan kepada bidan beserta dengan peralatan upacara tadi. Kemudian air bunga dijiruskan/disiramkan ke badannya jika telur tadi dilepaskan atau dijatuhkan dengan keyakinan ia akan memudahkan wanita tadi bersalin/melahirkan. Wanita itu didudukkan di atas kursi di mana pada kaki kursi itu ditambat seekor ayam. Bidan akan mengurut ibu yang hamil dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak urut. tali pusatnya akan dipotong dengan menggunakan sembilu buluh dan dialas di atas sekeping uang koin. Potong Tali Pusat Sejurus selepas bayi lahir. Biasanya. Baki tali pusat di perut bayi akan dibubuh kunyit dan kapur lalu dibungkus dengan daun sirih yang telah . anak yang dikandungnya adalah lelaki dan perempuan jika sebaliknya. Mengikut kepercayaannya juga daun mengkuang berduri akan digantung di bawah rumah dan kapur akan dipangkah pada tempattempat tertentu di dalam rumah wanita yang hendak bersalin tadi untuk mengelakkan gangguan makhluk halus. Ibu yang hamil dibaringkan di atas lapisan kain-kain tersebut. Tepung tawar dicalit ke mukanya dan beras kunyit ditabur. Setelah acara itu selesai bidan akan membentangkan ketujuh helai kain berbentuk melintang. Tetapi adakalanya waktu kehamilan dapat mencapai sehingga sepuluh hingga dua belas bulan yang disebut bunting kerbau. Sewaktu Bersalin Apabila hampir tiba waktu bersalin. Selepas bayi dibersihkan. Akhirnya bidan akan melenggangkan setiap helai kain tersebut pada perut wanita hamil itu. Seterusnya adat mandi air limau dan air bunga dilakukan. Lazimnya pada hari tersebut. Sebiji telur diselitkan di kain basahan yaitu di bagian perutnya dan sebuah cermin kecil dibawa bersama. Bidan mengambil buah kelapa yang telah dibersihkan lalu menggulingkannya perlahan-lahan di atas perut terus ke ujung kakinya sebanyak tujuh kali.Pada permulaannya bidan akan membacakan doa dan mantra dan mengandam wanita hamil tadi. Setelah membersihkan badan. terdapat beberapa adat yang perlu dijalankan sewaktu menyambut kelahiran ini. Di samping itu juga. persediaan akan diuruskan oleh keluarga berkenaan. sehelai di atas sehelai yang lain. Dipercayai sekiranya kelapa berhenti bergolek dengan matanya ke atas. kenduri doa selamat akan diadakan dan ibu yang menjalani upacara ini dipakaikan dengan pakaian baru. wanita itu bercermin muka dengan harapan anak yang bakal lahir nanti mempunyai rupa paras yang cantik. Mengikut kebiasaannya kandungan ketika itu sudah cukup sembilan bulan sepuluh hari.

jampi mantra dibacakan. sembilang. ketam. . Biasanya. Sebaliknya mereka dianjurkan memakan nasi dengan ikan haruan yang dibakar atau direbus dan dibenarkan minum air suam atau susu. sebaliknya lebih merupakan amalan berunsur keagamaan. mereka akan mengalami bentan atau sakit sampingan. Sekiranya wanita tersebut melanggar pantang.dilayukan di atas bara api sehingga tali pusat itu tanggal sendiri. Ia bukanlah satu adat. Kelahiran Ramuan asli untuk wanita lepas bersalin Dalam waktu ini wanita tersebut dilarang makan sembarang makanan mengikut kehendaknya atau berkerja yang memerlukan banyak pergerakan. wanita yang telah bersalin mesti menjalani masa berpantang yang bermaksud larangan. namun demikian ia juga terdapat dalam agama Islam yang sunat untuk berbuat demikian. Waktu berpantang lazimnya berlangsung selama empat puluh empat hari dihitung dari hari awal bersalin dan ada juga yang berpantang selama seratus hari. Ia diikuti dengan langkah mencecap atau merasakan sedikit air madu atau kurma dan ada juga yang menggunakan emas yang dicelupkan ke dalam air pinang pada mulut bayi yang baru lahir tersebut. bapak atau datuk bayi tersebut akan melakukan upacara ini. Berpantang Dalam masyarakat Melayu. Azan/Qamat Kelazimannya bayi lelaki akan diazankan di kedua belah telinganya jika bayi perempuan akan diqamatkan. dan ikan pari serta memakan ikan yang mempunyai sengat seperti ikan lele (keli). kerang. Namun demikian. adat ini sudah tidak diamalkan lagi oleh masyarakat Melayu sekarang. Upacara berawal dengan membacakan surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas. Sewaktu menjalankan upacara ini. dan baung karena ia dapat menyebabkan bisa-bisa pada badan. Antara makanan yang dilarang keras ialah yang dapat mengakibatkan kegatalan di seluruh anggota badan seperti udang. Membelah Mulut Adat ini mempunyai pengaruh budaya Hindu.

Biasanya tungku dibuat dari batu yang dipanaskan di atas bara. Amalan berbengkung ini bertujuan untuk mengatasi perut buncit atau pinggul yang turun selepas bersalin di samping memberi keselesaan kepada wanita selepas bersalin.Bengkung Selama berpantang mereka diberi makan obat-obat tradisi dan bertungku. Kemudian tungku itu dibalut dengan kain yang dilapik dengan beberapa helai daun yang tebal seperti daun lengkuas yang dipercayai dapat mengimbangi kepanasan tungku di samping berfungsi sebagai obat. Di beberapa tempat. Tungku akan dituam pada bagian perut dan bagian lain bertujuan untuk mengatasi masalah kesakitan selepas bersalin. dia tidak dapat dibuaikan dan akan tidur di samping ibunya. asam. adat cuci lantai akan diadakan. ia juga disebut adat naik buai karena selagi bayi itu belum tanggal pusatnya. Pada ketika itu. garam dan sirih pinang (4) Hadiah untuk bidan sepersalinan pakaian . Bertungku dipercayai dapat membantu perut wanita bersalin kembali normal. Adat ini seelok-eloknya dilakukan pada hari Senin atau Kamis. Bahan-bahan yang digunakan untuk adat cuci lantai. si ibu akan menyapu perutnya dengan air limau yang dicampur dengan kapur sebelum memakai bengkung. (1) Nasi kunyit dan lauk-lauk (2) Seekor ayam hidup (3) Paku. buah keras. Selepas Lahir Selepas kelahiran terdapat beberapa adat tertentu yang dijalankan. Selesai bertungku. Tanggal Pusat/Cuci Lantai Lazimnya bayi yang baru lahir akan tanggal pusatnya dalam waktu seminggu.

(2) Sebiji kelapa muda dipotong bagian kepalanya dengan potongan berkelok-kelok siku seluang untuk dijadikan penutup. (1) Sebuah dulang berisi tiga mangkuk atau piring yang berisi air tepung tawar. Seterusnya lantai itu akan dibersihkan. nama akan diberi mengikut nama para nabi jika untuk bayi perempuan. Untuk menjalankan upacara tersebut beberapa kelengkapan disediakan. Selesai upacara tersebut. si ibu dan si bayi akan dimandikan. nama istri-istri atau anak-anak nabi akan dipilih.Upacara cuci lantai Kenduri doa selamat akan diadakan pada permulaan adat ini. diurut dan dibedak. Airnya dibuang dan diganti dengan sedikit air sejuk. Kemudian kelapa itu diletakkan di dalam sebiji batil. Bidan akan menjalankan keseluruhan upacara ini. beras kunyit. Kebiasaannya jika bayi itu lelaki. Memberi Nama Mengikut ajaran Islam. bahan yang digunakan tadi beserta sedikit uang akan dihadiahkan kepada bidan tersebut. Cukur Rambut/Potong Jambul Adat ini dilakukan pada hari ketujuh selepas dilahirkan. Sebelum itu. umpamanya dengan melilitkan rantai emas atau perak di kelilingnya. Biasanya kelapa itu dihias. . Selepas itu bidan akan memulakan jampi serapahnya sambil memegang ayam dengan cara mengais-ngaiskan kaki ayam ke atas lantai tempat wanita itu bersalin. Kenduri nasi kunyit dan doa selamat diadakan pada hari tersebut. dan bertih. adalah sunat memberi nama yang mempunyai maksud yang baik kepada bayi. Ia turut disebut adat potong jambul.

pihak perempuan pula mengambil alih. Dari segi syarak. Kesemua rambut yang dicukur akan dimasukkan ke dalam kelapa. Si bayi akan ditepungtawari serta ditabur beras kunyit dan bertih.Alatan potong jambul Khazanah Melayu Sumatera Utara Pada hari itu. semasa adat ini dijalankan akikah turut diadakan. Akhirnya kelapa tersebut ditanam di sekitar halaman rumah bersama sepohon anak kelapa atau seumpamanya sebagai memperingati masa anak itu dilahirkan. Setelah selesai pihak lelaki menjalankan acara menggunting. Bilangan orang yang menggunting rambut bayi tersebut hendaklah dalam bilangan yang ganjil. Si bayi seterusnya dibawa ke tengah pesta dan disambut oleh hadirin lelaki sambil berselawat. yaitu tiga. dan seterusnya. lima. Setelah selesai kedua-dua pihak menjalankan adat bercukur barulah kepala bayi tersebut dicukur sepenuhnya oleh bidan atau siapa saja yang dapat melakukannya. bayi dipakaikan dengan pakaian cantik dan diletakkan di atas talam yang dialas dengan tilam kecil atau didukung oleh bapak atau datuknya. akikah membawa pengertian menyembelih ternakan pada . Lazimnya. tujuh. Para hadirin secara bergilir-gilir akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam kelapa tadi.

. Seterusnya bunga telur dan bunga rampai akan dihadiahkan kepada kumpulan ini. Akikah sunat dilakukan pada hari ketujuh kelahiran yaitu dapat dijalankan serentak dengan adat mencukur rambut dan adat memberi nama. marhaban akan dialunkan oleh sekumpulan lelaki atau wanita. Selendang akan diikat di kiri kanan buaian dan ditarik perlahanlahan semasa upacara berlangsung. Antara hikmah akikah adalah sebagai permulaan kebajikan dan kebaikan bagi pihak bayi tersebut. Upacara ini dilangsungkan dalam suasana penuh meriah terutama sekali jika sesebuah keluarga itu baru mendapat anak atau cucu sulung. Sekarang masyarakat Melayu menjalankan adat ini serentak dengan adat memberi nama dan adat cukur rambut. Upacara potong jambul Naik Buaian Adat ini merupakan satu-satunya pesta yang masih diamalkan dan mendapat sambutan di kalangan masyarakat Melayu hari ini. Terdapat syarat-syarat tertentu dalam memilih hewan untuk akikah dan jumlah ternakan untuk akikah juga berbeda mengikut jenis kelamin bayi. Ketika itu juga. Bagi bayi lelaki akikahnya ialah dua ekor kambing dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Sewaktu upacara ini dijalankan bayi tersebut akan diletakkan di dalam buaian yang menggunakan kain songket dan dihias indah dengan bunga-bungaan. lembu atau kerbau sebagai akikah anak yang baru lahir. Orang Islam yang berkemampuan disunatkan menyembelih ternakan seperti kambing. Seorang anak disunatkan berakikah sekali saja seumur hidup.hari ketujuh selepas anak dilahirkan. Namun ia juga dapat dilakukan pada hari yang lain.

kasut. air sejuk dan uang. adat ini dilakukan untuk meramal masa depan anak-anak itu berdasarkan bahan yang diambil. gunting. termasuk makanan dan minuman. Selepas kenduri selesai. sikat. Menurut kepercayaan orang Melayu juga. kain.Bayi diletakkan di dalam buaian yang dihias indah Jejak Tanah/Turun Tanah Di beberapa tempat. Adat ini dijalankan secara berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat yang lain baik dari segi cara maupun bahan yang digunakan. Lazimnya jumlah bahan yang diletakkan adalah ganjil. Anak-anak tersebut akan dibiarkan bergerak memilih barang tersebut dan dianjurkan mengambil tiga bahan saja. Di atas tikar disediakan beberapa dulang yang berisi pelbagai jenis barang. Umpamanya jika anak-anak itu mengambil . Antara bahan yang diletakkan di dalam dulang itu ialah cermin. Turun tanah bermakna seorang anak kecil dilepaskan untuk memijak tanah sebagai lambang meneruskan kehidupannya. tikar dibentang di hadapan tangga sebagai alas anak-anak berkenaan berjalan. gelang. bedak. jam tangan. rantai. Upacara jejak tanah Lazimnya kenduri doa selamat diadakan untuk mengiringi upacara ini. cincin. adat ini juga disebut adat memijak tanah. bubur. Ia sebagai meraikan anak yang baru pandai berjalan.

gunting. mereka akan menjalani adat bersunat atau juga disebut berkhitan ketika umur mereka dalam lingkungan 8 hingga 12 tahun. Pesta bersunat anak-anak perempuan tidak semeriah pesta berkhitan anak-anak lelaki dan ada juga yang menjalankannya serentak dengan pesta perkawinan. Seterusnya bayi itu dijejakkan ke tanah dan doa dibaca. Namun demikian. Adat ini akan dijalankan oleh bidan. . dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh bidan. bersunat atau berkhitan adalah wajib karena Islam menitikberatkan kesucian lahir dan batin. kelak dia kuat bekerja atau pandai membuat kerja tangan. Bersunat/Berkhitan Adat bersunat bagi bayi perempuan lazimnya dilakukan ketika bayi itu masih kecil yaitu beberapa hari selepas dilahirkan. Di dalam ajaran Islam. Adat berkhitan akan dijalankan oleh Tuk Mudim. Di samping itu juga. beras. kebanyakan anak-anak perempuan akan menjalani upacara ini sekurangkurangnya ketika berumur setahun atau lebih. tanah. ia baik dari segi kesehatan. Bagi anak-anak lelaki. Adat ini juga dapat dilakukan Upacara jejak tanah secara sederhana yaitu dengan memijakkan kaki anak-anak itu ke piringpiring kecil yang berisi dengan padi.

Anakanak mandi untuk berkhitan .

sebelum tugasnya sebagai orang tua belum tuntas yakni mengawinkan anak-anaknya. matua husuhuton do pandapotan. anak kami inilah yang membelanjai orang tua kami yang tengah terbaring di rumah duka.” (semua tergantung suhut). Tidak diukur dari segi umur. “Semoga dengan acara adat ini mereka secepatnya menemukan jodoh (asa tumibu dapotan sirongkap ni tondi. Mereka memprediksi. “benar masih ada anak kami yang belum hot ripe (kawin). hula-hula dan semua yang berhadir pada acara ria raja atau pangarapotan. didorong oleh umpasa yang disalah tafsirkan yakni: “Pitu lombu jonggi. manjou sian najonok). orang itu meninggal. agar yang meninggal Sari Matua itu ditolopi (disetujui) menjadi Saur Matua. anak tersebut resmi kawin. Adalah aksioma. pangkat. apalagi anak-anak kami ini sudah bekerja dan sebenarnya. atau sebaliknya jika mampu. “Mate Mangkar” (yang meninggal suami atau isteri. Saur Matua dan Mauli Bulung adalah berbicara tentang kematian seseoang dalam konteks adat Batak. dongan sahuta. bagai rumput yang kering. Selanjutnya. sajongkal dua jari. dan hal itu dibenarkan oleh semua agama. Pengertian Sari Matua. tetapi ditinjau dari segi usia sudah sepantasnya berumah tangga. adanya “ambisi” pihak keluarga mengejar cita-cita orang Batak yakni hamoraon. di akhirat bangkitlah.3. BMT Pardede. jika kelak dikemudian hari. Sebenarnya. karena bisa saja permintaan hadirin parjuhutna diusulkan lombu sitio-tio atau horbo. sisada sitaonon dohot las ni roha do namardongan sahuta. terjadinya peralihan status. Umpasa ini sasarannya adalah untuk “sibuaton” (parjuhutna-boan). masih ada jenis kematian lain seperti “Martilaha” (anak yang belum berumah tangga meninggal dunia).” Tetapi bukankah ada umpasa yang paling mengena: “Tinallik bulu duri. “Matompas Tataring” (isteri meninggal lebih dahulu juga meninggalkan anak yang masih kecil). nang pe asing-asing margana.kematian Pendahuluan Berbicara tentang Sari Matua. hasuhuton menyembelih simarmiak-miak (B2). tetapi karena kurang mampu. Faktor lain ujar mereka. jabatan dan kekayaan. senjata pamungkas berada ditangan Dongan Sahuta. semua orang harus mati. dongan sahuta do raja panuturi dohot pengajari. Tubuh ini akan musnah. tulang. hasangapon. ketika hasuhuton “marpangidoan” (bermohon) kepada dongan sahuta. “Matipul Ulu” (suami atau isteri meninggal dunia dengan anak yang masih kecil-kecil). tetapi belum berketurunan). Benar ada umpasa yang mengatakan : “Tinallik landurung bontar gotana. Makhluk hidup harus busuk. terkesan “tanggap mida bohi”. Bukankah pada Kidung Jemaat 334 disebut: “Tiap orang harus mati.”Selain yang disebutkan diatas. Constan Pardede.Mengacu kepada defenisi diatas. permintaan hasuhuton itu sudah memplesetkan nilai adat yang diciptakan leluhur. manghirap sian nadao. untuk meredam “ambisi” hasuhuton. simarmiak-miak marhuling-hulinghon lombu. karena dulu . simarmiak-miak marhuling-hulinghon horbo. raja pinaraja-raja. marhulang-hulanghon hotang. seseorang tidak bisa dinobatkan (dialihkan statusnya dari Sari Matua ke Saur Matua. Artinya. RPS Janter Aruan SH membuat defenisi : “Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya. agar lahir yang baru. hagabeon. Tokoh adat diatas berkomentar. karena mungkin pihak hasuhuton orang “terpandang”. Status Sari Matua dinaikkan setingkat menjadi Saur Matua seperti ini ditemukan pada beberapa acara adat. Namun dalam prakteknya. agar hidup disembuhkan. masuk sorga yang megah. Sari matua Tokoh adat yang dihubungi Ev H Simanjuntak. Sering hasuhuton beralasan.” Mereka harus menjelaskan dampak negatif dari peralihan status Sari Matua ke Saur Matua berkenaan dengan anak-anak almarhum yang belum hot ripe. tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum kawin (hot ripe).

Tetapi sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. Jenis ulos dimaksud juga bernama Sibolang.Saya kurang setuju menerima adat yang demikian”. belum tentu dimiliki seseorang. penerima tujung adalah suami yang diberikan tulangnya. maka penerima tujung adalah isteri yang diberikan hula-hulanya. Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan. mungkin pihak hasuhuton akan berpikir dua kali. Konsekwensi penerima ulos Sampe Tua adalah suami ataupun isteri tidak boleh kawin lagi. katanya memprotes. kemungkinan yang bersangkutan larut dalam duka (margudompong) yang eksesnya bisa negatif yakni semakin jauh dari Tuhan atau pesimis bahkan apatis. raja pinaraja-raja. ulos apa pula namanya. parumaen (menantu) sudah mengandung (“manggora pamuro”). “boan”-nya adalah horbo (sigagat duhut). karena suami atau isteri yang ditinggal sudah kurang pantas menerima tujung. Ulos Sampe Tua bermakna Sampe (sampailah) tua (ketuaanberumur panjang dan diberkati Tuhan) Akhir-akhir ini pada acara adat Sari Matua.sudah dianggap kawin. sebagai simbol duka cita dan jenis ulos itu adalah sibolang. . adalah ulos yang ditujungkan (ditaruh diatas kepala) kepada mereka yang menghabaluhon (suami atau isteri yang ditinggalkan almarhum). Jika yang meninggal adalah suami. yang terakhir ini lebih tepat. sebab kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan. tokoh adat ini menjelaskan. ketika meninggal dunia dalam posisi “Titir maranak. menurut Simanjuntak. Tokoh adat Ev H Simanjuntak. Tujung diberikan kepada perempuan balu atau pria duda karena “mate mangkar” atau Sari Matua. Raja Partahi Sumurung Janter Aruan SH dan Constant Pardede berpendapat sebaiknya ulos yang diberikan adalah tujung. Sebab kelak jika bapak yang meninggal. Sebaliknya jika yang meninggal adalah isteri. sebab kedukaan itu akan lebih cepat sirna. Soal boan sigagat duhut. sambungnya. lalu ompu si apa kita sebut? Ompu Sipaimaon?”. parjuhutna (boan) sigagat duhut (bukan simarmiak-miak merhuling-hulinghon horbo). Diminta tanggapannya apakah keharusan boan dari mereka yang Saur Matua lombu sitio-tio atau sigagat duhut. kenapa kita sungkan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita.Khusus tentang parjuhutna. karena kerbau adalah ternak yang paling tinggi dalam adat Batak. Ev H Simanjuntak bersama rekannya senada mengatakan. karena faktor usia dan agar keluarga yang ditinggalkan beroleh tua. kalau orang yang meninggal tadi dari Mate Mangkar menjadi Sari Matua. marpahompu sian anak. Secara ratio. hagabeon seperti diuraikan diatas. namanya diperhalus dengan sebutan “lombu sitio-tio marhuling-hulinghon horbo”. Dahulu. Toh tujung itu langsung dibuka sepulang dari kuburan. tetapi tidak ditujungkan diatas kepala. bisa saja simarmiakmiak. ujar mereka. Hebatnya lagi. BMT Pardede. Selanjutnya. Tetapi sebagai umat beragama. Hasuhuton beralasan. kawin lagi dan punya anak kecil lalu meninggal. Disinilah pemakaian umpasa “Pitu lombu jonggi. marpahompu sian boru”. Seandainya pesan yang tersirat pada ulos Sampe Tua ini dilanggar. Ulos tujung dan sampe tua Ulos tujung. ujar Ev H Simanjuntak. berobah menjadi ulos sampe tua. Kalau hanya mengharapkan manjalo tangiang menjadi partangiangan. sering terlihat ulos yang seharusnya adalah tujung. Saur Matua Seseorang disebut Saur Matua. titir marboru. sekaligus hal ini mengembalikan citra adat leluhur. ada pula berstatus “Mate Mangkar” berubah menjadi Sari Matua. Barangkali. Lahir dulu. Alasannya cukup sederhana. yang cocok kepada ina adalah lombu sitio-tio atau kalau harus horbo. tentu dongan sahuta tidak ikut campur tangan dalam seluruh kegiatan/proses perkawinan. hal itu relatif tergantung kemampuan hasuhuton. marhulang-hulanghon hotang. baru kita sebut Si Unsok atau Si Butet. karena diantara anaknya sudah ada yang berumah tangga namun belum dikaruniai cucu. bila hal itu diutarakan. namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu. Ulos Sampe Tua. sebab tujung tersebut langsung diungkap (dibuka) oleh tulang ataupun hula-hula sepulang dari kuburan (udean). hal itu sudah melampaui ambang batas normal adat Batak. tegasnya. Seharusnya simarmiak-miak. Jika tujung masih melekat di kepala. tujung itu tetap dipakai kemana saja pergi selama hari berkabung yang biasanya seminggu dan sesudahnya baru dilaksanakan “ungkap tujung” (melepas ulos dari kepala). adalah ulos yang diberikan kepada suami atau isteri almarhum yang sudah Saur Matua. melainkan diuloskan ke bahu oleh pihak hula-hula ataupun tulang. dan suami atau isteri yang ditinggal almarhum dalam waktu relatif singkat sudah dapat kembali beraktifitas mencari nafkah.

Pada hari lain yang akan ditentukanm kemudian sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keluarganya. Masih seputar Saur Matua khususnya kepada kaum bapak. maka pada saat meninggalnya juga harus dilakukan dengan upacara adat kematian terutama dari garis keturunan Raja-Raja Mandailing. berpesta tetapi bukan hura-hura. memukul godang ogung sabangunan. bercicit mungkin hingga ke buyut). sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke “marondok-ondok” yang selama hayatnya. sang bapak menjadi Sari Matua. titir marboru. Kematian seseorang dengan status mauli bulung. Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka.Dapat diprediksi. marpahompu sian boru sahat tu namar-nini. Jika belum mengadati seorang anak atau keluarganya tetap menjadi kewajiban /utang adat bagi keluarga yang disebut mandali di paradaton dan jika ada yang akan menikah. musik tiup. Kelak jika bapak tersebut meninggal dunia. marpahompu sian anak. sada sitaonon do na mardongan sahuta nang pe pulik-pulik margana”.matua hasuhuton do pandapotan”. kawin lagi dan punya keturunan. . Jika dalam Horja Siriaon bendera-bendera adat yang dipasang di halaman menghadap keluar. adalah seseorang yang meninggal dunia dalam posisi titir maranak. lalu anak yang ditinggalkan berstatus lajang. mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat). seorang yang pada waktu perkawinannya dilaksanakan dengan upacara adat perkawinan. maka pada horja siluluton bendera-bendera adat dibalik menghadap kerumah sebagai tanda duka cita. Pada saat penguburan. 2. umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang. sesuai dengan defenisi yang dikemukakan diawal tulisan ini. meminta maaf atas perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja kepada seluruh keturunan Baitang dan masyarakat Mandailing. bercucu. apabila ayahnya meninggal dunia wajib mengadati (Horja Mambulungi). terutama dongan sahuta harus memaklumi kondisi dari hasuhuton agar benar-benar “tinallik landorung bontar gotana. Tidak ada lagi isak tangis. barangkali 90 tahun keatas. tidak dibenarkan mengadakan pesta adat perkawinanan (horja siriaon). sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang. Seorang anak keturunan Raja. Pelestarian Horja Mambulungi/ Horja Siluluton (Upacara Adat Kematian). predikat isteri tercinta. menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita. tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak. Jangan terjadi seperti cerita di Toba. akibat termakan adat akhirnya mereka lari malam (bungkas) kata mereka. maka diadakan upacara adat kematian (Horja Mambulungi) di Tamiang untuk mengucapkanbanyak terima kasih. Setelah beberapa tahun wafatnya Partomuan Lubis gelar Patuan Dolok III dan Suti Nasution gelar Na Duma I. Kalangan hula-hula. ditinjau dari segi generasi. menari. Mauli Bulung Mauli Bulung. Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dilaksanakan: 1. Didalam adat istiadat Mandailing. Dalam tradisi adat Batak.

Upacara kematian pada masyarakat Batak Toba merupakan pengakuan bahwa masih ada kehidupan lain dibalik kehidupan di dunia ini. setiap manusia dalam suatu kebudayaan selalu berkeinginan dan berharap dapat menikmati isi dunia ini dalam jangka waktu yang lama. yang disebut dengan Manulangi (memberi makan). Saur artinya lengkap/sempurna dalam kekerabatan. kemampuan dan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia. jenis ternak yang akan dipotong. maka pada keturunannya beserta sanak famili lebih dahulu harus mengadakan musyawarah untuk menentukan berbagai persyaratan. bila ada orangtua yang menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan. maka harus dilaksanakan dengan sempurna. maupun disebabkan penyakit. Adapun maksud dan tujuan masyarakat Batak Toba untuk mengadakan upacara kematian itu tentunya berlatar belakang kepercayaan tentang kehidupan .misalnya karena penyakit yang diderita dan tidak dapat disembuhkan lagi kecelakaan dan sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui secara pasti. dan jumlahnya serta biaya yang diperlukan untuk mempersiapkan makanan tersebut. Batas akhir kehidupan manusia ini (mati) dapat terjadi dikarenakan berbagai hal. Pada waktu Eanulangi. berkumpullah semua keturunan dan sanak famili di rumah orangtua tersebut dan dipotonglah seekor ternak babi untuk kemudian dimasak lagi dengan baik sebagai makanan yang akan disuguhkan untuk dimakan bersama-sama. si anak tersebut menyatakan kepada orangtuanya bahwa mereka sebenarnya khawatir melihat penyakitnya. telah beranak cucu. setiap manusia juga sudah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing yang telah ditentukan batas akhir kehidupannya. dongan tubu. Pada masyarakat Batak Toba. Kalaupun suhut membuat acara adat sempurna sesuai dengan Adat Dalihan Na Tolu. Sebelum diadakan acara manulangi ini. hal seperti itu belum tentu dilakukan karena masih ada dari keturunannya belum sempurna dalam hal kekerabatan. Tetapi usaha untuk mencapai keinginan tersebut adalah di luar jangkauan manusia. Dalam melaksanakan sesuatu upacara harus melalui fase-fase (tahapantahapan) yang harus dilalui oleh setiap yang melaksanakannya. Maka sebelum tiba waktunya. Lain halnya dengan orang yang meninggal sari matua. seperti menentukan hari pelaksanaan adat panulangion itu. ia berharap agar orangtuanya dapat merestui semua keturunananya hingga beroleh umur yang panjang. Sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. dan natua-tua ni huta (orang yang dituakan di kampung tersebut). Pada waktu itu juga turut diundang hula-hula dari suhut. Saur matua adalah orang yang meninggal dunia telah beranak cucu baik darianak laki-laki maupun anak perempuan.karena keterbatasan. Karena yang telah meninggal itu adalah sempurna dalam kekerabatan. Kemudian acara panulangion dimulai dengan sepiring makanan yang terdiri dari sepiring nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan. diberikan kepada orangtua tersebut oleh anak sulugnya. Selain itu. Acara Sebelum Upacara di Mulai Dalam kehidupan ini. maka pada keturunanya beserta sanak famili biasanya melakukan acara adat khusus baginya. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut: 1. .

Sambil makan. Pada waktu yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Osang (mulut bagian bawah) untuk hula-hula. maka dilanjutkan oleh adik-adiknya sampai kepada yang bungsu beserta cucu-cucunya. parsuhuton supaya hadir dalam musyawarah umum (Mangarapot). boru. soit (perut bagian tengah) untuk dongan sabutuha (teman semarga) dan jambar (potongan daging-daging) untuk semua yang hadir). dongan sabutuha. dongan sahuta. penentuan hari untuk musyawarah umum ini juga sudah ditentukan. maka semua keluarga menangis dan ada yang meratap sebagai pertanda bahwa sudah tiba waktunya bagi mereka untuk berpisah. Hasatan (ekor) untuk keluarga suhut.murah rezeki dan tercapai kesatuan yang lebih mantap. Pada waktu itu ada juga orangtua yang membagi harta warisannya walaupun belum resmi berlaku. Hasil-hasil ini dicatat oleh para suhut untuk kemudian untuk dipersiapkan ke musyawarah umum. Sesudah mayat tersebut dibersihkan maka dikenakan pakaian yang rapi dan diselimuti dengan kain batak (ulos). Setelah anaknya yang sulung selesai memberikan makan. Sambil disuguhi makanan. dan terakhir dari hula-hula. maka diadakanlah pembagian tugas bagi pihak hasuhuton. Setelah pembagian jambar maka mulailah kata-kata sambutan yang pertama oleh anak Sulung dari orangtua ini dilanjutkan dari pihak boru. Gaor bontar (kepala baglan atas sebelah kiri untuk boru (anak perempuan). Pada saat yang bersamaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersamasama. raja adat. teman sahuta. Ia juga mendoakan agar orangtuanya dapat lekas sembuh. disitulah merka memberikan ulos naganjang kepada orangtua itu dengan meletakkannya di atas pundak (bahu) orangtua tersebut. Setelah selesai makan. maka selanjutnya keturunan dari orangtua itu harus manulangi hula-hulanya dengan makanan agar hula-hulanya juga memberkati mereka. maka acarapun selesai dan diadakanlah doa penutup. teman satu kampung) serta sanak saudara yang ada di rantau. akhirnya orangtua yang gaur matua itu meninggal dunia. Tujuan dari pemberian ulos dan makanan ini adalah supaya orangtua tersebut cepat sembuh. Sesudah acara mangarapot selesai. diadakanlah pembagian”jambar (suku-suku daging). selanjutnya dibaringkan di ruang tengah yang kakinya mengarah ke jabu (bona rumah suhut). Ketika hula-hula menyampaikan makanan itu kepada orangtua yang sakit. Setelah pemberian ikan dan ulos itu maka pihak boru brdoa dan menyuguhkan daging lengkap dengan suku-sukunya kepada pihak hula-hula. Setelah selesai kata mangampui. Pihak suhut lainnya ada yang memesan peti mayat. Setelah acara panulangion itu selesai. berumur panjang dan dapat membimbing semua keturunannya hingga selamat dan sejahtera di hari-hari mendatang. boru. Beberapa orang dari pihak hasuhuton pergi mengundang (Manggokkon hula-hula. dongan sabutuha (yang terdiri dari teman semarga. salah seorang dari pihak boru (suhut) memotong haliang (leher babi) dan dibagi-bagikan kepada hadirin. Dari musyawarah keluarga akan diperoleh hasil-hasil dari setiap hal yang dibicarakan. dongan tubu. maka pada hari berikutnya pihak hula-hula pergi menjenguk orangtua tadi dengan membawa dengke (ikan) dan sehelai ulos (kain adat batak) yang disebut ulos mangalohon ulos naganjang (memberikan kain adat). semua keturunannya direstui dan diberi nasehat-nasehat. pihak laki-laki baik dari keturunan orangtua yang meninggal maupun sanak saudara berkumpul di rumah duka dan membicarakan bagaimana upacara yang akan dilaksanakan kepada orangtua yang sudah saur matua itu. Setelah selesai memberi makan. Dan mulailah dihubungi pihak famili dan mengundang pihak hula-hula. membeli dan mempersiapkan beberapa ekor ternak (kerbau atau babi .

Pakaian adat ini terdiri dari ulos yang diselempangkan di atas bahu dan topi adat yang dipakai di atas kepala. 2. Lalu suhut menjamu makan para pargonsi dengan memberikan sepiring makanan yang berisi ikan (dengke) Batak. . Pelaksanaan upacara kematian saur matua ini terbagi atas dua bagian yaitu : 1. di sebelah kanan tepat di samping muka yang meninggal. Dan semua unsur dari dalihan natolu sudah hadir di rumah duka dengan mengenakan ulos.Acara Pelaksanaan Upacara Kematian Saur Matua Setelah keperluan upacara selesai dipersiapkan barulah upacara kematian Saur matua ini dapat dimulai. Tempat untuk pargonsi sudah dipersiapkan lebih dahulu yaitu di bagian atas rumah (bonggar). 2. Sedangkan cucu dan cicitnya ada yang duduk di belakang atau di depan orangtua meeka masing-masing. diantara keturunan orangtua yang meninggal masih ada yang menangis. 1. Pada saat yang bersamaan. duduk di sebelah kiri dari peti mayat. Pihak boru lainnya pergi mengundang pargonsi dengan memberikan napuran tiar (sirih) yang diletakkan di atas sebuah piring beserta dengan uang honor dari pargonsi selama mereka memainkan gondang sabangunan dalam upacara saur matua. Kemudian diikuti oleh anak laki-laki mulai dari anak yang paling besar sampai anak yang paling kecil. nasi. Kemudian pargonsi disambut oleh suhut dan dipersilahkan duduk di jabu soding (sebelah kiri ruang rumah yang beralaskan tikar. rudang. Upacara di jabu ini biasanya di buka pada pagi hari (sekitar jam 10. mayat dari orangtua yang meninggal dibaringkan di jabu bona (ruang tamu).00 Wib) oleh pengurus gereja. Upacara di jabu (di dalam rumah) termasuk di dalamnya upacara di jabu menuju maralaman (upacara di rumah menuju ke halaman). Kemudian masingmasing unsur dalihan natolu mengadakan acara penyampaian kata-kata penghiburan kepada suhut. Anak perempuan dari orangtua yang meninggal. pemberian napuran tiar ini menunjukkan sikap hormat kepada pargonsi agar pargonsi bersedia menerima undangan tersebut dan tidak menerima undangan lain pada waktu yang bersamaan. datanglah pargonsi sesuai dengan undangan yang disampaikan pihak suhut kepada mereka. merata atau beras yang ditumbuk dan disertai dengan napuran tiar (sirih). Suami atau isteri yang ditinggalkan duduk . Upacara maralaman (di halaman) Kedua bentuk upacara inilah yang dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba sebelum mengantarkan jenazah ke liang kubur.Upacara di jabu (di dalam rumah) Pada saat upacara di jabu akan dimulai. Mereka yang bekerja pada saat upacara adalah pihak boru yang disebut Parhobas. Letaknya berhadapan dengan kamar orangtua yang meninggal ataupun kamar anak-anaknya dan diselimuti dengan ulos sibolang. cucu lakilaki dari yang pertama (sulung) dan cucu laki-laki dari anaknya perempuan. yaitu semua anak lakilakinya. Dan sebagian dari pihak suhut mempersiapkan pakaian adat untuk keturunan orangtua yang meninggal saur matua itu. Ketika acara penyampaian kata-kata penghiburan oleh unsur-unsur dalihan natolu sedang berlangsung.atau yang lainnya) sebagai makanan pesta atau untuk borotan. sagu-sagu.

kekayaan dan kehormatan. . 2. 5. pengurus gereja berkata kepada pangonsi agar dimainkan gondang mula-mula. hasututon meminta gondang hasahatan dan sitio-tio agar semua mendapat hidup sejahtera bahagia dan penuh rejeki dan setelah selesai ditarikan rnereka semuanya mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Gondang ini juga dijadikan sebagai pengumuman kepada masyarakat bahwa ada orang tua yang meninggal saur matua. Dan pada saat gondang tersebut berbunyi. pihak suhut juga bersiap-siap mengenakan ulos dan topi adat karena sebentar lagi kegiatan margondang saur matua akan dimulai. Semua unsur Dalihan Natolu berdiri di tempatnya masingmasing. Gondang yang terakhir. 3. 4. Kemudian masing-masing unsur dari Dalihan Natolu meminta gondang kepada pargonsi.Setelah acara makan bersama para pargonsi pun mengambil tempat mereka yang ada di atas rumah dan mempersiapkan instrumen-instrumen mereka masing-masing. Kegiatan margondang di dalam rumah biasanya dilakukan pada malam hari. Maksud dari pemberian uang itu adalah sebagai penghormatan kepada pargonsi dan untuk memberi semangat kepada pargonsi dalam memainkan gondang sabangunan. Gondang Liat-liat. pargonsi pun sudah bersiap-siap untuk memainkan gondang sabangunan. Dan pihak suhut menari mendatangi pengurus gereja satu persatu dan minta berkat dari mereka dengan Meletakkan ulos ke bahu Masing-masing pengurus gereja. Sedangkan pengurus gereja menaruh tangan mereka ke atas kepala suhut. maka semua menari. Jika masih ada suami atau isteri yang meninggal maka mereka berdiri di sebelah kanan yang meninggal bersama dengan suhut hanya tapi mereka paling depan. Kemudian pargonsi memainkan gondang Lae-lae atau gondang elek-elek. Setelah gondang berbunyi. sedangkan pada siang hari harinya dipergunakan pargonsi untuk istirahat. Gondang SOmba-sOmba maksudnya agar kita patut menghormati gereja. Kemudian kegiatan margondang dibuka oleh pengurus gereja (pangulani huria). Gondang ini dibunyikan untuk menggambarkan bahwa segala yang ada di dunia ini ada mulanya. Umumnya semua pemain duduk menghadap kepada yang meninggal. mereka juga sering memberikan uang kepada pargonsi tetapi yang memberikan biasanya adalah pihak boru walaupun uang tersebut adalah dari pihak hula-hula atau dongan sabutuha. baik itu manusia. yaitu gondang yang memeberitahukan danmengundang masyarakat sekitarnya supaya hadir di rumah duka untuk turut menari bersama-sama. Kemudian diaturlah posisi masing-masing unsur Dalihan Natolu. Pihak suhut berdiri di sebelah kanan yang meninggal. Dan pada malam hari tiba. para pengurus gereja menari mengelilingi mayat memberkati semua suhut dengan meletakkan tangan yang memegang ulos ke atas kepala suhut dan suhut membalasnya dengan meletakkan tangannya di wajah pengurus gereja. boru disebelah kiri yang meninggal dan hulahula berdiri di depan yang meninggal. Gondang ke dua yaitu gondang yang indah dan baik (tanpa ada menyebutkan nama gondangnya).

ulus sampe. Adat ini menunjukkan aktivitas memberi makan (sepiring nasi beserta lauknya) kepada orangtua yang saur matua dan kepada semua sanak famili. Setelah ulos tujung diberikan. diadakanlah adat pandungoi yang biasanya dilakukan rada sore hari. hula-hula . apabila peti mayat yang telah dipesan sebelumnya oleh suhut sudah selesai. Dan bona tulang atau bona ni ari memberikan ulos sapot tetapi tidak langsung diletakkan di atas badan yang meninggal tetapi digerbangkan diatas mayat peti saja. hula-hula dan boru. maka sekarang giliran pihak suhut memberikan ulos atau yang lainnya sebagai pengganti dari ulos kepada semua pihak boru. Tapi dibeberapa daerah Batak Toba. Keesokan harinya. yang diletakkan pada mayat dengan digerbangkan (diherbangkan) diatas badannya. boru. Yang mengangkat mayat tersebut ke dalam peti biasanya adalah pihak hasuhutan yang dibantu dengan dongan sabutuha. Kemudian dengan hati-hati sekali mayat dimasukkan ke dalam peti dan diselimuti dengan ulos sibolang. Kemudian aktivitas selanjutnya setelah pemberian ulos atau uang kepada boru adalah kegiatan margondang. Dan ulos itu hanya diletakkan diatas bahu dan tidak diatas kepala. ulus panggabei. Sehari sebelumnya peti mayat dibawa ke halaman rumah orangtua yang saur matua tersebut. Ulos itu disebut ulos sampe atau ulos tali-tali. maka peti mayat dibawa rnasuk kedalam rumah dan mayat dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam peti.Jika upacara ini berlangsung beberapa malam. Semuanya menari diiringi gondang sabungan dan mereka sesuka hati meminta jenis gondang yang akan ditarikan. boru dan ale-ale. hasuhutan yang menari kemudian dongan sabutuha. sekaligus pernyataan turut berduka cita yang sedalamdalamnya dari pihak hula-hula.lalu semua unsur Dalihan na Tolu kembali menari. Pemberian ulos bermakna suatu pengakuan resmi dari kedudukan seorang yang telah menjadi janda atau duda dan berada dalam suatu keadaan duka yang terberat dalam hidup seseorang ditinggalkan oleh teman sehidup semati. Maksud dari pemberian ulos ini adalah menunjukkan hubungan yang baik dan akrab antara tulang dengan bere (kemenakannya). Setelah hula-hula selesai memberikan ulos-ulos tersebut kepada suhut. maka semua hadirin diundang untuk makan bersama. posisi peti diletakkan sarna dengan posisi mayat sebelumnya. dongan sabutuha. kemudian tulang dari yang meninggal memberikan ulos saput (sejenis ulos ragihotang atau ragidup). Setelah pembagian harta warisan selesai dilaksanakan. yang memasukkan mayat ke dalam peti adalah dongan sabutuha saja. maka kegiatan-kegiatan pada malam-malam hari tersebut diisi dengan menortor semua unsur Dalihan Na Tolu. Sesudah semua rombongan selesai menari. Dan pada waktu pemberian ulos sampesampe itu semua anak keturunan yang meninggal berdiri di sebelah kanan dan golongan boru di sebelah kiri daeri peti mayat. Yang pertama sekali memberikan ulos adalah hula-hula yaitu ulos tujung sejenis ulos sibolang kepada yang ditinggalkan (janda atau duda) disertai isak tangis baik dari pihak suhut maupun hula-hula sendiri. dimulai dari pihak suhut. Mulai dari pihak suhut. Ketika itu hadirlah dongan sabutuha. Maka aktivitas selanjutnya adalah pemberian ulos tujung. pengganti dari ulos ini dapat diberikan sejumlah uang.

Pada upacara ini. pihak suhut berbaris mulai dari kanan ke kiri (yang paling besar ke yang bungsu). Setelah acara gereja selesai maka pengurus gereja menyuruh pihak boru untuk mengangkat peti mayat ke halaman rumah sambil diiringi dengan nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin. kalau seseorang yang gaur matua meninggal maka harus diberangkatkan dari antaran bidang (halaman) ke kuburan (disebut Partuatna). Semua unsur dalihan Na Tolu yang ada di dalam rumah kemudian berkumpul di halaman rumah untuk mengikuti acara selanjutnya. lalu pengurus gereja membuka kembali upacara di halaman ini dengan bernyanyi lebih dahulu. Kemudian pargonsi pun bersiap-siap dengan instrumennya masing-masing. Sesampainya di halaman. anak perempuan (pihak boru) berdiri di sebelah kiri. Anak perempuan dari yang meninggal beserta dengan pihak boru lainnya berdiri membelakangi rumah duka kemudian hula-hula berdiri di samping kanan rumah duka. Pada upacara ini posisi dari semua unsur dalihan Na Tolu berbeda dengan posisi mereka ketika mengikuti upacara di dalam ruah. Semuanya mengenakan ulos yang disandang di atas bahu. kata sambutan . Ke semua posisi ini mengelilingi kayu borotan yang ada di tengahtengah halaman rumah. tepatnya pada waktu matahari akan naik (sekitar pukul 10. Kemudian acara dipimpin oleh pengurus gereja mengenakan pakaian resmi (jubah). Lalu peti mayat itu diletakkan di halaman rumah sebelah kanan dan di depannya diletakkan palang salib kristen yang bertuliskan nama orangtua yang meninggal. maka upacara ini dimulai. 1. Setelah semua unsur Dalihan Na Tolu dan pargonsi berada pada tempatnya. tetapi pada upacara maralaman mereka berada di bilik bonggar sebelah kanan). Lalu peti mayat ditutup (tetapi belum dipaku) dan diangkat secara hati-hati dan perlahan-lahan oleh pihak boru dibantu oleh hasuhuton juga dongan sabutuha ke halaman. posisi mereka sudah menghadap ke halaman rumah (sebelumnya di bonggar rumah.dan ale-ale. Upacara di jabu menuju maralaman Keesokan harinya (tepat pada hari penguburan) semua suhut sudah bersiapsiap lengkap dengan pakaian adatnya untuk mengadakan upacara di jabu menuju maralaman. 2. peti mayat ditutup dan diletakkan di atas kayu sebagai penyanggahnya. Di dalam adat Batak Toba. Upacara Maralaman (di halaman rumah) Upacara maralaman adalah upacara teakhir sebelum penguburan mayat yang gaur matua. hula-hula bersama pengurus gereja berdiri di depan peti mayat dan dongan sabutuha berdiri di belakang boru. Maka dalam upacara maralaman akan dilaksanakan adat partuatna. bernyanyi lagi. Anak laki-laki berdiri di sebelah kanan peti mayat. Sedangkan peti mayat diletakkan di sebelah kanan rumah duka dan agak jauh dari tiang kayu borotan Posisi pemain gondang sabangunan pun sudah berbeda dengan posisi mereka ketika di dalam rumah. peti mayat tersebut masih tetap ditutup dengan ulos sibolang. Setelah semuanya hadir di rumah duka. dan di belakang mereka berdiri parumaen (menantu perempuan dari yang meninggal) posisi dari suhut berdiri tepat di hadapan rumah duka. Acara ini berlangsung sampai selesai (pagi hari). lalu pembacaan firman Tuhan.00 Wib).

rombongan gereja menari mengelilingi borotan (yang diikatkan kepadanya seekor kuda) sebanyak tiga kali. Maksud dari gondang ini agar pengurus gereja dengan pihak suhut saling bekerja sama. . yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. Kegiatan margondang selanjutnya diisi oleh pihak hasuhutan yang meminta gondang Mangaliat kepada pargonsi.Sedangkan boru memegang wajah suhut. koor dari ibu-ibu gereja dan terakhir doa penutup. Setelah gondang ini selesai maka suhut mendatangi pihak boru dan memberkati mereka dengan memegang kepala boru atau meletakkan ulos di atas bahu boru. lalu mereka mengelilingi sekali lagi borotan. maka pengurus gereja menutup kegiatan margondang mereka dengan meminta kepada pargonsi gondang Hasahatan tu sitiotio. Maksud dari gondang ini adalah agar semua keturunan dari yang meninggal saur matua ini selamat-selamat dan sejahtera. Setelah gondang ini selesai. Biasanya setelah keturunan yang meninggal ini menerima ulos yang diberikan hulahula. dengan memberikan ‘beras si pir ni tondi’ kepada suhut. Kemudian pengurus gereja meminta gondang Marolop-olopan. Pertama sekali mereka meminta kepada pargonsi supaya memainkan sitolu Gondang (tanpa menyebut nama gondangnya) . Lalu pargonsi memainkan sitolu Gondang itu secara berturut-turut tanpa ada yang menari. juga memberikan beras atau uang. maka pihak pengurus gereja memberkati semua boru dan suhut. Gerak tari pada gondang ini ialah kedua tangan ditutup dan digerakkan menurut irama gondang. Lagi giliran pihak hula-hula untuk mangaliat. Pada akhir dari setiap kelompok yang menari selalu dimintakan gondang Hasahatan atau sitio-tio dan mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Pihak hula-hula selain memberikan beras atau liang.dan penghiburan dari pengurus gereja. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. mereka juga memberikan ulos kepada semua keturunan orangtua yang meninggal (baik anak laki-laki dan anak perempuan). Semua suhut berbaris menari mengelilingi kuda sebanyak 3 kali. yaitu gondang yang dipersembahkan kepada Debata (Tuhan) agar kiranya Yang Maha Kuasa berkenan memberkati upacara ini dari awal hingga akhirnya dan memberkati semua suhut agar beroleh hidup yang sejahtera di masa mendatang. Gerakan tangan sama seperti gerak yang dilakukan oleh pengurus gereja pada waktu mereka menari gondang Mangaliat. Ulos yang diberikan hula-hula kepada suhut itu merupakan ulos holong. Semua unsur : Dalihan Na Tolu menari di tempat dan kemudian mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Kemudian rombongan dari pengurus gereja mengawali kegiatan margondang. Dan kegiatan gondang ini diakhiri dengan pihak parhobas dan naposobulung yang menari. pada waktu menari pengurus gereja mendatangi suhut dan unsur Dalihan Natolu lainnya satu persatu dan memberkati mereka dengan meletakkan ulos di atas bahu atau saling memegang wajah. maka menarilah dongan sabutuha juga dengan gondang Mangaliat. Setelah hasuhutan selesai menari pada gondang Mangaliat. Setelah sitolu Gondang itu selesai dimainkan. Setelah mengelilingi borotan. Pada jenis gondang ini. Kemudian pihak ale-ale yang mangaliat. pengurus gereja kemudian meminta kepada pargonsi yaitu gondang liat-liat. sedang suhut dan unsur Dalihan Na Tolu lainnya memegang wajah pengurus gereja. Kemudian mangaliatlah (mengelilingi borotan) pihak boru sambil memberikan beras atau uang.

emas dan uang. Bilamana seorang ibu yang meninggal saur matua maka diadakan mangungkap hombung (buha hombung). Setelah selesai acara pemakaman. karena merekalah yang akan menurup upacara ini. dongan sabutuha. jumlahnya menurut kedudukan masing-masing dan keadaan. hula-hula di rumah duka. Sementara diadakan pembagian jambar. pusaka. dimana seorang ibu biasanya menyimpan harta keluarga . bernyanyi dan doa penutup. Di mulai acara gereja dengan bernyanyi. Sesampainya pihak suhut . dengan memberikan sepotong daging yang diletakkan dalam sebuah piring dan diberikan kepada siapa yang berkepentingan. Tetapi terdapat berbagai variasi pada beberapa tempat yang ada pada masyarakat batak toba. ada juga yang mengadakan pembagian jambar. Pembagian jambar ini dipimpin langsung oleh pengetua adat. boru. kembalilah semua yang turut mengantar ke rumah duka. kegiatan margondang terus berlanjut. Buha Hombung artinya membuka simpanan dari ibu yang meninggal. hasuhutan. yang dilakukan oleh hula-hula dari ibu yang meninggal. Setelah semuanya selesai menari. bernyanyi. Pada saat itulah kuda yang diborotkan tadi sudah dapat dilepaskan dan ternak (babi) yang khusus untuk makanan pesta atau upacara yang dibagikan kepada semua yang hadir. maka acara diserahkan kepada pengurus gereja. juga sebagai kesempatan terakhir untuk meminta sesuatu dari simpanan “borunya” setelah selesai mangungkap hombung. Kemudian peti mayat dipakukan dan siap untuk dibawa ke tempat penguburannya yang terakhir yang telah dipersiapkan sebelumnya peti mayat diangkat oleh hasuhutan dibantu dengan boru dan dong an sahuta. perhiasan. hula-hula datang untuk mangapuli (memberikan penghiburan) kepada keluarga dari orang yang meninggal saur matua dengan membawa makanan . berdoa. maka acara selanjutnya adalah makan bersama. 3. biasanya dijalankan oleh amana posona (anak dari ito atau abang adik yang meninggal). penyampaian firman Tuhan. akan diberikan piso yang disebut “pasahatkhon piso-piso”. Salah satu uraian yang diberikan dalam pembagian jambar ini adalah sebagai berikut: Kepala untuk tulang Somba-somba untuk bona tulang satu tulang paha belakang untuk bona ni ari Satu tulang belakang lainnya untuk parbonaan Leher dan sekerat daging untuk boru Setelah pembagian jambar ini selesai dilaksanakan maka kepada setiap hulahula yang memberikan ulos karena meninggal saur matua orang tua ini. Beberapa hari setelah selesai upacara kematian saur matua. sambil diiringi nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin sampai ke tempat pemakamannya. Acara Sesudah Upacara Kematian. Lalu semua unsur Dalihan Na Tolu mengelilingi peti mayat yang tertutup. Acara pemakaman diserahkan sepenuhnya kepada pengurus gereja. Hombung ialah suatu tempat tersembunyi dalam rumah.Pada saat setiap kelompok Dalihan Na Tolu menari. yaitu menyerahkan sejumlah uang kepada hula-hula. Harta kekayaan itu diminta oleh hula-hula sebagai kenang-kenangan. kata sambutan dari pengurus gereja. maka upacara ditutup oleh pengetua adat.

Mate Pupur. Dengan menyebut dia saur matua. Sarimatua. Tidak ada adat untuk ini c. d. e. Sebagai salah satu bentuk aktivitas adat. Yang bekerja menyedikan keperluan acara adalah pihak boru. Setelah acara ini selesai. sudah bercucu. meninggal ada anak laki dan permpuan tetapi belum ada cucunya. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia yang masih hidup dengan para kerabatnya yang sudah meninggal masih ada hubungan ini juga menentukan hidup manusia itu di dunia dan di akhirat. karena: 1. saur-matua jala dan belum ada keturunannnya yang meninggal mendahului dia. berdoa. Mate dakdanak/mati anak-anak. Mate Punu. Pelaksanaan upacara ini juga diwujudkan sebagai penghormatan kepada orang tua yang meninggal. Sorimatua. terkesan seolah kita tidak menrima apa yang ditetapkan Tuhan (takdir ). .berupa ikan mas. Maulibulung. kata-kata penghiburan setelah itu dibalas (diapu) oleh suhut. maka selesailah pelaksanaan upacara kematian saur matua. Acara mangapuli dimulai dengan bernyanyi. Adat sesuai paradaton saur matua. Mate mangkar ( matompas tataring/matipul ulu) . maka pelaksanaan upacara ini tidak terlepas dari kehadiran dari unsurunsur Dalihan Natolu yang memainkan peranan berupa hak dan kewajiban mereka. Maka dalihan natolu inilah yang mengatur peranan tersebut sehingga prilaku setiap unsur khususnya dalam kegiatan adat maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak menyimpang dari adat yang sudah ada ADAT UNTUK ORANG MENINGGAL Tingkatan-tingkatan Orang Meninggal a. sudah mempunyai cucu dari anak lelaki dan anak perempuannya dan sudah semua anaknya menikah. Saurmatua. CATATAN: Sering kita lihat seorang yang meninggal statusnya “mate mangkar” tetapi dengan berbagai alasan seolah ditingkatkan statusnya menjadi saur matua. Beluma ada paradaton untuk ini. meninggal sudah mempunyai cucu tetapi masih ada yang belum kawin. meninggal belum ada nak lelaki tetapi ada anak perempuan. Status itu adalah keadaan sebnarnya ketika dia dipanggil Tuhan. Latar belakang dari pelaksanaan upacara kematian saur matua ini adalah karena faktor adat. meninggal tanapa ada keturunan . Tidak ada adat untuk ini b. agar dapat dibuat acara adat saur matua. f. Keterangan sama dengan b & c. Adat sama dengan paradaton sari matua. tetapi lebih banyak anaknya yang belum kawin. meninggal belum kawin. dengan harapan agar orang tua tersebut dapat menghormati kelangsungan hidup dari para keturunannya yang sejahtera dan damai. yang harus dijalankan oleh para keturunan orang tua yang meninggal tersebut. i. Adat sesuai dengan paradaton sari matua h. Sebenarnya konsep berpikir seperti itu sangat keliru.

begu. Menurut anggapan yang lazim. panen akan melimpah ruah. Kalau roh ini tidak dihormati akan menimbulkan bencana kepada keluarga dan hewan maupun pertanian. hanya begu melakukan semua yang dilakukan manusia. dan akan terhindar dari bencana (Sinur na pinahan gabe naniula) Tetapi. tetapi karena kemampuan khusus seoarang anak umur 3 tahun dapat mengikuti kelas 1 SD. panen gagal. heiden/kafir) diresapi konsep religius yang bersifat magis (religius magis). tetapi secara terbalik Sumangot Di antara begu. Seluruh kehidupan pribadi masyarakat Batak ketika masih animisme/tidak beragamama (pagan. sehingga tidak ada orang yang berani menentangnya. Vergouwen halalamn 79-81 mungkin dapat membantu memahami religius magis acara adat orang meninggal ini. ternak jatuh sakit. (Halak na begu). Terutama mereka yang diwaktu hidupnya menjadi kaya. Perlu dipahami dari religius magis. Mereka disebut sipelebegu = pemuja roh. dan pemikirannya dikuasai oleh konsep “adikodrati” seperti: Roh Pikiran orang Batak yang animistis lebih peka terhadap kegiatan roh. dan ke dalamnya termasuk semua roh yang jika disembah dan diberi sesajen bisa dibujuk untuk memberikan berkat duniawi. Dengan demikian. anak-anak akan mati. mempunyai kekuasaan. dan yang keturunannya banyak. Analoginya persaratan masuk kelas 1 SD umur 7 tahun. ternak berkembang biak. dan sebagian besar dari nasibnya tergantung daripadanya. acara adat sari matua bagi yang meninggal sari matua bukan persyaratan tetapi justru keharusan Religius Magis Orang Meninggal Jika melihat tingkatan-tingkatan orang meninggal ini “penghargaan” yang semakin tua dan banyak keturuan semakin kelihatan ada hubungan kepercayaan religius magis kepada pemujaan/penghargaan kepada sumangot atau roh natua-tua atau leluhur. Kalau acara adatnya dibuat acara saur matua dapat saja dilakukan atas kesepakatn dengan hula-hula tanpa merobah statusnya. Istilah begu mencakup juga roh orang yang sudah mati. Ia boleh duduk di kelas 1 SD bukan lantas umurnya dijadikan 7 tahun. kekayaann bertambah-tambah. roh leluhur yang sudah meninggal menduduki tempat yang khusus. Mungkin kutipan dari buku Hukum dan Adat Mayarakat Batak Toba karangan ni JC. akan lahir banyak anak. Roh mereka ini. ingin disembah dan dihormati dengan sesajen agar terus bergiat dalam memajukan kesejahteraan keturunan leluhur itu. Hampir tidak ada suatu lingkungan hidup dimana perilakunya tidak dibimbing konsep religius magis . dan pelbagai malapetaka lainnya datang menimpa. ketimbang semua dewata yang baru disebut tadi. jika roh itu dilalaikan. tetapi juga roh-roh alam. para begu bersatu dalam perserikatan yang sama betul dengan perserikatan manusia. Penjahat berusaha mengikat persetujuan dengan begu yang ditakuti. sumangot ni ompu (roh leluhur yang dipuja). Roh-roh inilah yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari.2. .

Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. Jika para leluhur itu orang-orang penting dan berkuasa semasa hidup.Vergouwendi halaman 62 & 63 Ulos Saput & Ulos Tujung Pemahaman “Ulos Saput & Ulos Tujung” mungkin ada hubungannya dengan religius magis “ dan peranan hula-hula yang disebut diatas.Melalui penglihatan gaib datu akan menanyakan apakah ada bahaya yang datangnya dari roh leluhur yang murka.Vergouwen di halaman 62 & 63: memberi gambaran mengenai hal ini “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. sumangot na tarrimas. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat kepadanya. dan sejumlah besar kerbau dan ternak lainnya pun dibantailah. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru.C. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . harus diiringi dengan gondang. Pemahaman Peranan Hula-hula & Tulang Ulaon Sari/Saur Matua. dan dalam acara mangongkal holi. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. dimasa dulu bisa berbulan-bulan. dan boru yang tertua bertanggungjawab atas penyediaan makanan yang akan dipersembahkan.” Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. dan memang dari dialah boru memperolehnya. Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. bonaniari yang berperanan. Di lingkungan galur keturunan yang besar dan kecil. Upacara bisa berjalan berhari-hari. pasu-pasu jika diperlukan. dan penghormatan kepada mereka meningkat dengan bertambahnya keturunan leluhur itu. Intina adalah a. Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. “ “Didunia fana ini. tetapi dalam pada itu. demikian kadang-kadang dikatakan. tetapi dalam pada itu. Sesajen tibal-tibal. begu mereka pun berkuasa dan penting di dunia roh. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh).C. Bona ni ari menyediakan kain pembungkus tulang-tulang sebelum dibawa pergi. orang-orang secara teratur menyajikan persembahan kepada leluhur jika sedang ada perjamuan. bonaniari yang berperanan. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat . daya hidup bagi masing-masing borunya. dan pengaruhnya bertambah dan vice versa (sebaliknya). Mengeluarkan tulang-tulang leluhur yang sudah meninggal dari tanah. karena itu adalah suatu peristiwa penting bagi galur keturunan yang beranggota banyak. dan gondang dipukul. dan dalam acara mangongkal holi.Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. menurut kebiasaan ditempatkan di suatu bagian rumah. b. Jika memang demikian halnya datu akan menentukan macam pengorbanan yang mesti dilakukan. dan tempat kepala kelompok mungkin masih bermukim. tempat dulu leluhur hidup. “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). mangongkal holi . dan tembakan bedil. ianakkon ? Dialah pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna = kelompok orang yang kepadanya boru secara khusus menghimbau agar mendapatkan berkat. daya hidup bagi masing-masing borunya. pangumbari.

Dialah (hula-hula) pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna . hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. Jika isteri yang meninggal . daya hidup bagi masing-masing borunya) Jadi peranan ni ”hula-hula” lebih dominan untuk menaungi yang hidup atau yang ditinggalkan orang yang meninggal itu Jadi kalau peranan hula-hula lebih dominan kepada yang hidup dialah yang meberikan ulos tujung. Peranan Hula-hula & Tulang Menurut Religius Magis & Keseharian di Siklus Kehidupan Orang Batak No 1 2 3 4 5 6 7 Siklus Sorang/Lahir Tardidi/Baptis Sidi Kawin Monding Ina/isteri meninggal Suami meninggal Panangkok Saring-saring Borua/Ina Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Sian Tulang Saput sian Tulang2) Tujung sian Hula Bona ni ari manam pin3) Baoa/Ama Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Hela –>Hulahula Ulos sian Tulang ni baoa Tujung Hula-hula 2) Saput sian Tulang2) Bona ni ari manampin3) 1) Keterangan: 1) Ulos pertama diberikan “ tulang” dan “Hula-hula” 2) Ulos parpudi na dipasahat tulang dohot “hulahula”. ulos saput dari tulang yang meninggal b. “hasuhuton yang meminta ” dari siapa saput dan ulos tujung ( diserahkan kepada kesepakatn hula-hula dan tulang siapa diantara merek yang memberikan saput dan tujung Martonggo Raja/Maria Raja di Ulaon Sari Matua/Saur Matua . cuculah yang menjadi hasuhuton makanya bona niari lah yang manampin Kesepakatan di Batam: 16 Januari 2004 a. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . ianakkon ? d. kepada suami/isteri yang ditinggalkan yang meninggal dan tulang memberikan saput kepada yang meninggal.kepadanya.” Jadi dari horong hula-hula dan tulang. khususnya menghimbau agar mendapatkan berkat. demikian kadang-kadang dikatakan. “ c.“Didunia fana ini. karena semenajk itu statusnya akan berobah naik satu tingkat. Jika suami meninggal. * Dikatakan terahir karena selanjutna berobah fungsina (naik satu tingkat) di keluarga berenya i. hula-hulalah sumber utama sumber permintaan pasupasu/berkat Jika merujuk pada huruf a & b siklus religius magis kehidupan orang batak . 3) Acara Panangkok saring-saring. ulos tujung dari hula-hula. makna ulos tujung peranan hula-hula di diacara sarimatua dan saur matua yaitu memberikan ulos tujung boru atau helanya untuk meberi kekuatan dan berkat kepada yang ditinggalkan dan keturunan orang yang meninggal ini i (Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. dan memang dari dialah boru memperolehnya. pasu-pasu jika diperlukan.

gambiri/kemiri. Dengan kondisi rumah sekarang khusunya diperkotaan yang tidak pakai kolong lagi. silinjuang. sehingga maralaman hanya namanya saja tetapi jenazah dan acara tetap di rumah tidak dibawa ke halaman. Tanda status hagabeon yang meinggal (sari matua atau saur matua). serta kondisi lingkungi jenazah tidak memungkinkan dibawa kehalaman. Adat di Batam: Pelaksanaan terserah suhut diadakan atau tidak. sihilap dohot pilo-pilo dipeakkon di halangulu ni namonding. Boan/Parjuhut ni Namonding. Prinsip pokok jambar ni sarimatua/saurmatua pisah upasira dengan ulu. sehingga jenazah dapat 2 malam saja tidak seperti di bona pasogit yang bisa sampai 7 hari Partuatna/Tuat tu Alaman. Mangarapot. Karena kondisi halaman rumah diperkotaan yang padat khusunya di Jakarta yang umumnya terbatas. Dengan kondisi ini. dibawa dari rumah ke halaman memang harus turun ke halaman dalam pengertian yang sebenarnya.Memberitahukan kepergian/meninggalnya seoaran raja dan membicarakan serta mepersiapkan segala sesuatu untuk acara adat penguburannya. sanggar. Parjambaran Parjambaran hombar sesuai parjuhutna. Terjemahan bebas “Menutup Rapat”. tetapi disebut dengan “maralaman” yang berarti dibawa/dipindahkan ke halaman. tidak disebut lagi partuatna. Ndang adong makna religius magis ni i. Yang paling tinggi adalah kerbau. maka yang dipotong untuk pangarapoton berberda pula dengan partuatna. Jika pangarapoton beda hari dengan partuatna. dan sekarang terutama di kota. Parjambaran Parjuhut Lombu Ulaon Sarimatua/Saurmatua . Mompo. sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Parjuhut (hewan yang dipotong) tergantung status yang meninggal. Catatan: Sebelum misi/kekristena datang parjhuht hanya lembu atau kerbau. paradaton di luat Batam pangarapoton dan partuatna disatukan. dan acara itu sendiri disebut acara paborhathon/ pemberangkatan jenazah. naung di alaman ma i ala ni kondisi masyarakat sekitar……dst. hariara/beringin. Pengertian ini bisi dipahami jika kita membayanghon rumah adat yang berkolong/marbara sehingga ketika. Terjemahan bebas “ Diturunkan ke Halaman” (Maralaman). ompu-ompu. pangarapoton sebenarnya tidak ada lagi. artinya salah satu ulu/kepala atau upasira ada di hasuhuton. Memang ulaon i manutup batang/peti jenazah rapat-rapat dengan lem/rapot dan diikat dengan rotan. Memasukkan yang meninggal ke batang/peti jenazahnya Sanggul Marata/Sijagaron. Sesuai kondisi lingkungan . walaupun ada acara panfarapoton tetapi sudah disatukan dengan acara adat partuatna. Sekarang tidak seperti itu lagi peti jenazah tidak ditutup karena masih ada lagi acara agama. berupa bakul yang berisi eme/padi .

Tulang Rorobot Hula-hula Namarhahamaranggi 1….NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 Soit Handang/Rusuk/ 5 Somba-somba 6 Upasira/Ihur Parjambaran Parjuhut Horbo NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 5 6 Soit Handang/Rusuk/ Somba-somba Upasira/Ihur HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang Hula-hula Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. Pariban Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Acara Paborhathon. D. 2…. D. dst .Sahuta.Sahuta. D. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Ulaon AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. Bona Niari 5.Tubu . Tulang 3. D. Huhuasi Paidua Ni Suhut anjaha Jujur Ngolu (Riwayat Hidup) Hula-hula dan Tulang: 1.Sahuta. D.Sahuta.Tubu .dst Hula-hula Anak Manjae (Hula-hulanaposo) 1…. Hula-hula 2..Tubu .. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Sarimatua/Saurmatua HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas Dongan Tubu/Parhobas D. Bona Tulang 4.Tubu . 2….

Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan, dan dalam acara mangongkal holi, bonaniari yang berperanan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J.C.Vergouwendi halaman 62 & 63 HATA PATUJOLO, Hinauli dohot “Nilai Luhur” Adat Batak, diangkui para ahli do na mansai bagas jala denggan , khususna songon na nidok sambutan ni mantan Ephorus HKBP Ds G Siahaan di Buku Ruhut-Ruhut Adat Batak Bily Situmorang 1986. Bidang do diranap dao ditatap di Adat Batak i. Uli idaon angka tujuanna, naeng maraturan na denggan sude ulaon: masiurupan, masiajaran, masipodaan, masitatapan, masihilalaan. Naeng maraturan na denggan sude panghataion, pangalaho dohot parange: masiantusan, masihormatan, masipasangapan. Naeng maraturan na denggan sude parsaoran: pardongan saripeon, parnatua-tuaon dohot paraniakhonon, parhaha-maranggion, parsahutaon, parsisolhoton, denggan mar-dongan tubu, marhulahula, marboru. Sian najolo, diakui roha ni halak Batak do, naso marguru dijolma sude namasa diportibi on Ala ni i mabiar do nasida mangulahon na so uhum, na so adat, mabiar do nasida mangulahon ginjang ni roha dohot lomo-lomo, sai haserepon do dipodahon dohot diparangehon. Ala ni i, naengma di namangulahon acara adat batak i hita, tajaga ma tongtong hinauli dohot nilai luhur adat Batak i asa tongtong lestari, unang asal-asal manang jagar-jagar sajo. Asa boi hita mangulahon adat Batak na sintong, ingkon tongtong jolo ta antusi aha do makna dohot maksud ni setiap tatanan paradaton i, “ndang asal maniru na asing hape naung sala apalagi mangarang sesua selera ” songon na nidok umpama : eme na masak digagat ursa, ia i namasa ima ni ula” alana molo na sala do namasa i, ba lam dao ma menyimpang sian nilai luhur Adat Batak i. Arti ni umpama i pe, sindiran do i tu sasahalak namangulahon adat alai ndang diboto boasa di ulahon songoni, gabe dialusima songon umpama i Molo rup tangkas mamboto makna dohot nilai luhur ni paradaton i (Adat Batak analogina UU hukum secara nasional, Paradaton/Solup analogina songon Perda namarlaku di satu daerah tertentu namambaen Perda i) gabe praktis, ekonomis jala uli idaon Adat Batak i, alana ndang porlu be adong na bersitegang leher martele-tele gabe kontra produktip naso sesuai be tu tuntutan ni masyarakat industri/modern khususna di Batam. I do alana di Pedoman Acara Adat Marhata Sinamot on dipatorang do aha do pemahaman marhata sinamot dohot ragam ni sinamot, pudun saut dohot nahombar.

Catatan: Molo adong pangantusion na asing na autentik, boi do sesuaihonon hon paradaton on, alai anggo holan alasanna “maniru namasa” manang na “niulahon di huta naasing” manang di “hutana asalna be “ ndang sihataan i

PEMAHAMAN N Pudun Ragam Goar ni Sinamot

PARADATON

ADAT

BATAK

PUDUN

SAUT Saut

pangamai, pamarai, simolohon dohot tulangjuhutsilatataibadah Pemahaman na deba sinamot sitombol ima godang ni sinamot naung disepakati , nunga disi sude (lump sump) kewajiban-kewajiban paranak asing ni panandaion di alaman tu suhi ni ampang na opat ni parboru (pangamai, pamarai, pariban, tulang), , alai di parboru ulaon. Sarupa dohot sinamot sitombol alai gondang dohot dengke sila dang diwajibkan jala alaman ulaon unjuk dang ingkon di alaman ni parboru, alai hombar tu kesepakatan nama. lapatanna masing-masing paranak dohot parboru masinangkohi tangga ni balatukna be.

Tekhnis mangulahon, dipatorang do anon di “Buku Pedoman Acara Perkawinana Adat Na Gok”

Na taripar sian Parboru tu Paranak Tolu (3) na taripar sian Parboru tu Paranak 1.Taripar sian Suhut Parboru tu Paranak a.Pauseang, ulos na so ra buruk; b.Ulos Pasamot/Pansamot dohot ulos hela2. Ulos herbang sian Partodoan ni Parboru tu Partodoan ni Paranak: a.Tu Pamarai, haha anggi ni natoras ni Pangoli. b.Tu Simanggokhon, haha/ anggi ni Pangoli c.Tu Namboru ni Pangoli d.Tu sihunti ampang, iboto ni Pangoli Partodoan ni Paranak on, didok do tong songon suhi ampang na opat ni Paranak.3. Ulos ulos, manang ulos tonunon sadari, tu tutur na asing na ginokkon ni Paranak. Tudu-tudu ni Sipanganon & Jambar.

2. Jambar Jambar, ima namargoar ditamba bagian naasing na sibagihonon songon hatorangan mengenai jambar, songon tanda penghargaan, pengakuan legitimasi kehadiran ni angka raja na ro hombar tu status manang fungsi ni nasida di ulaon i. Pedoman parjambaran naung disepakati di Batam (Solup Batam) ima: Onma sebagai pedoman, alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “” hombar paradaton di huta i, alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V Ala ni i di tingki Acara Adat Perkawinan, naengma holan “dengke ni hula-hula” napinasahat secara khusus/ dohot acara dung dipasahat paranak tudu-tudu ni sipanganon asa tangkas makna dohot nilai luhur ni adat i. Alana molo na asing sarupa dipasahat ndang gabe sarupa nama dohot na asing gabe mago nilai dohot makna ni dengke hula-hula i. Molo tung adong pe dengke naasing dipasahat ma i rup boras dpramasuk nasida, dicatat jala digorahon ma angka ise si usung dengka. Ulos Kepada Pengenten

No Uraian Yang Mangulosi A Dari Parboru/Partodoan 1 Pamarai 1 lembar, wajib 2 3 4 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Simandokkon Namborunya (Parorot) Pariban Hula-hula dan Tulang Parboru Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot Hula-hula dan Tulang Paranak Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot

Keterangan Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita Iboto dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek dari pengenten wanita 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib

Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng, songon na pinatorang. Songoni angka na asing na marholong ni roha.

PROSESI ACARA ADAT Ulaon di jabu/di alaman , manang inganan na pinatupa 1. Paradehon Sipanganon a. Paranak: Menyediakan jala mamboan sipanganon namargoar lengkap dohot minuman ( na jolo tuak tangkasan). 2. Parmasuk ni Paranak.Molo dung dibereng nunga singkop parboru dohot paranak, boi do Paranak manungkun manang Parboru.a. Molo Parboru Manggora:“ Boha amang boru, molo na so adong dope sipaimaon muna, nunga rade hami manjalo haroro mun”. Andorang so marsipanganon jolo dipasahat Paranak do tudu-tudu sipanganon tu Parboru suang songoni dengke sian Parboru tu Paranak Dung singkop sude hundul angka hula-hula dumulai ma ulaon, ima pasahathon tudu-tudu sipanganon dohot pasahat dengke. PR PARANAKNunga denggan Rajaja ni hula-hula nami…..Nunga denggan be ta mulai, anggo di hami ndang adong be sipaimaon. Mandapoti nama molo tung adong dope na so haru sahat. Mauliate ma rajanami.Molo dung mangarade hamu hula-hulannami, asa jolo ro ma hami pasahat tudu-tudu ni sipanganon, naung hupatupa hami diulaonta sadari on. Mangarade ma hamuna hula-hula nami. Dihamu hasuhutonnami, ro/rade ma hamu tu….asa tajangkon haroro ni parboruonta Raja……laho pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu hita hula-hulana.Laos songonima di hita namarhahamaranggi namardongan tubu, asa rup ma hita tu jolo on manjalo haroro ni parboruonta Raja……pasahathon tudu-tudu ni sipanganon. Dihamu hula-hulanami…….dison ro do hami Pamoruon muna marga ……, pasahathon tudu-tudu ni sipanganon na tabo, na marsiala do i ima na adong na solot di ate-ate nami, na gompang di pusu-pusu nami nanaeng pasahaton nami annon Raja nami, asa songon ni dok ni natua-tua ma : „Bagot na marhalto ma na tubu di robean, horas ma hamu na mangan hon tu tambana ma di hami na mangalehon, las ma roha muna manjalo Botima”Dung sae dipasahat dijalangma hula-hulan laos mulak tu hundulannabe. PR PARBORU.Dihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo tudu-tudu ni sipanganon sian parboruon Raja…….. Molo tung di jolo ni hasuhuton pe on nueang, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARANAK:Na uli Raja nami, nunga rade hami

PR PARANAKDihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo dengke si mudur-udur, dengke sitio-tio sian hual-hula Raja…….. Molo tung hasuhuton pe nuaeng napadop adop on, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARBORU.Nuaeng pe diparboruon nami, ala nunga singkpo sude na roha nami marsipangananon ma hita. Andoroang so marsipanganon hupasahat hami ma tu hamu mambaen tangiangg laho mangan.

Amanta raja dohot inanta soripada na liat na lolo; Sitiktik ma si gompa, golang-golang pangarahutna.Tung songon dia pe sipanganon na hupatupa hami onSai godangma pnasuna ! Marjomuk ma hita !

Dihamu angka raja dohot inanta soripada sian dongan tubu, dongan sahuta, boru, hula-hula, pariban, sudena tulang dohot ale-ale, nunga tajalo dison tudutudu manang panggoari ni sipanganon sian pamoruonta na rap mangadopi ma hita.Langsung ma digora rajani boruna, asa di irisiris menekmenek sian aliang-aliang dohot ate-ate laho dipiringkon (dipadalan) tu angka naginokhonna. (4). MARBAGI JAMBAR PR PARBORUNunga boi ra ta uduti ulaonta atik pe so haru singkop dope sude marsipanganon, ima taringot tu parjambaran.PR PARANAK.Naulima i Rajanmi !

PR PARANAKMauliatema Raja nami !Nunga tingkos nanidok muna rajanami, nungnga hupasahat hami tu hamu Rajanami tudu-tudu ni sipanganon i, jala dialaman muna do uloonta, huhut ni i, hombar tu uhum ni adatta, disi tano niinganhon, disi solup niparsuhathon, nauli ma i raja nami , sidapot solup ma hami na ro. Hamu angka raja namarloloan on, lumobi raja dongan huta; Sori manungkun do sori mandapot, sai jolo manungkun do naro tu nanidapot; disi tano ni inganhon, disi solup ni parsuhathon ; ai si dapot solup do naro. Ianggo parjambaron na masa di huta on , tarsongononma; …….. Dung dialusi nunga une, horas jala gabe, didokma muse: CATATAN:1. Umpama/Umpasa naasing nahombar di tingki marsipanganon boi dohonon. Bulung ni dapdap langkop sipanganon natupa ima taparhajob. 2. Mansai ringkotdo jala unang lupa hasuhuton paboahon tu angka tondongna na ro sian luat naasing na mungkin asing paradatonna /solupna asa unang anon adong na mangido adat namasa di luatna/hutana. Dung sidung marbagi jambar diudutima dohot manghatai adat. Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., bona tulang…., tulang rorobot……, bona niari….., hula-hula namarhaha maranggi……., hula-hula anak manjae/hula-hula naposo……. , nunga huparade hami hundulan di hamu Rajanami. Molo tung songonipe parhundul muna rajanami naung disiamun nami ma hamuna. Rajanami, ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Beha, nunga denggan be hundulan muna Raja nami? Mauliatema ! PR PARANAK.Mauliatema rajanami, udutanta ma hape panghataionta. Dihita namardongan tubu, Raja ni boru , Bere/ibabere raja ni dongan sahuta dohot ale-ale, tapadenggan ma parhundulta ala naeng mulaanta nama panghataion dohot hula-hulanta………… Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., Bona tulang…., Tulang rorobot……, Bona niari….., Hula-hula namarhaha maranggi……., Hula-hula anak manjae/ Hula-hula naposo……. , Pos do rohanmai naung renta hundulan muna Raja nami. Ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Nuaengpe hupasahat hami ma tingki panghataion on tu hamu Rajanami. Mauliataema ! Sise mulani hata, sungkun mulani uhum, jolo dinangnang do asa dinungnung, jolo dipangan do sipanganon asa disungkun. PR PARBORU: Parjolo sise lapatan ni Tubuma dingin-dingin diluatni janji matogu, Horas tondi madingin pir tondi matogu. sipanganon:

Nunga nihabosurhon indahan na las, hinasagathon lompan natabo, suang songoni minum mual sitiotio, tio ma antong parnidaanta tu joloan on. Pamurnas mai antong tu daging marsaudara tu bohi, sipasindak panaili mai, sipaneang holiholi jala sipadomu tahi. PR Olo tutu rajanami, alusanma PR PARBORUSise Paduahon, manungkun sintuhu ni ulaon PARANAK: raja i

sisesise

ni

Alai amangboru !, mardongan do na uli marangkup do na denggan, siangkupna songon na hundul siudurna songon na mardalan, dia ma siangkupna, dia ma lak-lak na dia ma unokna, dia ma hatana dia ma na ni dokna, tangkas ma di paboa amang boru ma . Adongma anak magodang dijolo nami, jinujuan ma ibana asa dilului donganna masihaholongandonganna gabe-donganna saurmatua-donganna hot ripe. Ia jus ma ninna hole-sar ninna tahutahu, purma barita, sahatma alualu sian anak nami. Tangkas do hutanda hami raja i, na hot diadat na ingot di uhum, raja ditongani mangajana, natardok hata indokna. Ai nunga pitu lilinami, paualu jugia nami, nunga uli nipi nami, olo borumu naeng gabe parumaen nami. parajahon panghataion diparhusipon

RP PARBORU Patni gaja tu patni hora, anakni raja do hamu pahompu ni namora. Sinur do di hamu horbo dibara, bun do dihamu eme disopo, gok do dihamu pansamotan dohot sere di hombung. Marbunga ma singkoru, dijulu ni tapian, tangkas binotodo, na marroha-naburju jala namora do hamu boru, huhut nabuas mangalean. PR PARANAK. (Mangelek) Toho do nunga tangkas sahat pasupasu sian Tuhanta sian najolo tu hami.Molo tung alani sibahenondo, songon nabiar do rohanami, alai pos do rohanami, ndang pailaonmu gellengmu, ai sian najolo hutanda hami hamu, songon pandohanni natuatua, Ba tung patuhukhonon muna ma tu gellengmu naso tartuhukna raja nami? Mauliate. Ba pasahat hamu ma sinamot tu suhut : horbo saadaran, mas saampang, hepeng rupiah singkat ni . ringgit sitio suaraPintor oloi hamu ma, ai namora do hamu sian hitaan, ba namora jala situnjang hepeng do hamu nang dipangarantaoan on. Raja nami! Ninna barita, manjangkit ulok dari, mangarpe di dangkani jabijabi, hamaraon namasa di ugari, turiturian namu saonari. Ndang songon dibonani pasogit be ditano pangarantoan on rajanami. Ndang adong be tuduon didia adaran ni horbo, so adong be barani jabu, ba mas pe nunga toko mas nampunasa Alai rajanami didok hamu nankin, sadasada hamu alusan nami, pangidon nami dohot elekelek nami sahali mangalusi ma hami di hamu, pinasadama sinamot tu suhut sihabolonan rap dohot angka partodoan, dohot namosok didokma nuaeng “ Sinamot Rambu Pinungu” jala dipasada ma i di uang rupia ni pamarentanta NKRI

rambu pinungu. Alai anggo panandaion. tangkas dope pasahaton muna. Ba nunga dipangido hamu asa rambu pinungu dipasada ma sudena di uang rupia NKRI .30. paling lambat pkl 12. ba tungido natarpatupa hami. boru/bere nami. tung tangkas do pasahaton nami tu opat partodoan / suhi ampang na opat ni raja I di alaman.Mauliatema paniroion muna hula-hula nami raja. idaon togos molo tung tohoma songon nidok munai. UnjukSian pengalaman. Hombar tusi. Toho ma antong nalambas roha hamu jala marpanganju. rambu pinungu.5. huoloi hami mai . pemberkatan nikah sebaiknya pkl 09. lumobi disuhut nadua NI PARBORU BORU/BEREDung hupaihut-ihut hami panghataion ni hula-hula nami parboruon muna pariban nami. Songoni angka na asing na marholong ni roha. alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V 4.d.30 asa boi marsipanganon di ulaon unjuk pkl 12. ba huundokhon hamima pangidoan muna ima sinamot na gok. unang Tung mangido mangelekma hami di hamu raja nami. marniang do hami. Parjoloma jolo hupangido hami panuturion sian dongan huta/natuatua ni huta Santabi godang ma dihamu angka amanta PR PARBORUMauliatema di paniroion ni dongan huta ! HULA-HULA & TULANG PR PARBORU. jado I raja nami Rp……juta ma sisombahonon nami sinamot nagok boru ni raja i. ndatung namangkolit hami. Catatan: Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng. Raja nami.b. Ba tumpakma tondimu. Marsibuha-buhaic. Mauliatema Songonima dihamu parboruon nami…. ima tutu tapareak. nunga tangkas nangkining binege sian hasuhuton. Suhut naniamabangan (suhut na ro) sauduran/ rup masuk do rap dohot hulahula/tulangna. (Ndang khu sus manjalo hula-hulana di alaman ni halak). . ba i naummuli. paralangalangan.00. ba tariashon hamu si sombahonon muna i amang boru! .Holan suhut bolahan amak (suhut namangalamani) do manjalo hula-hulana di alamanna. pantisni miak sapala namangasi hamu rajanami. ai i do kebiasaan makan siang. loas hamu ma jolo hami mangido panuturion sian dongan sahuta.sapala pantis raja nami. Mauliatema. Tohodo nahubaranihon hamido ro mandapothon hamu. ai hansitdo tangan mandanggurhon nasoada. asa saut mokmok jala togos muse hami tu joloan on.juta. Tuat siputi nangkok sideak. sipanolopi ma hami di hasadaan ni roha muna songon adat na hombar adat di huta on. nean molo parnidaan nami sandiri. Idaon mokmok do hami. jala asa tingkos songon tingki diundangan pkl 12. Prosesi Masuk tu Alaman ni Suhut.. godangna Rp …. RP PARBORU Songoni ma di hamu amang boru. tumpak sahalamu. Alai rajanami andorang so hutariashon hami sisombahonon nami tu hamu. sada di galangan.00. nunga jolo nililit hian bolon nami. hula-hula/tulanng dohot hahaanggi. Martumpol (kalau ada). Onma sebagai pedoman. Pemberkatan Nikah. alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “ulu dengek mulak” hombar paradaton di huta i.00. alai panandaion tu suhi ampang na opat. paling lambat pkl 09. Proses. songon na pinatorang. Waktu dan Tempat Pernikahana. unang gabe targanggu kesehatan.

PASIDUNG ULAON Jumlah (Godang) ni Ingot-ingot. sai sautma hamu suhut nadua horas jala gabe jala maulibulung. jambar mangihut. paranak do anggo namenyediahon i. b. bohi ni sinamot naung dipasahat Rp…. Tampuak ni sibagandingma didolokni pangiringan.. ulaon di alaman ni……. satongama sian parboru. songon onma angka naung dihatai siingotonta: …… Sinamot godangna Rp …juta rambu pinungu. lelengma hita mangolu jala rap tagomgomma parhorasan panggabean. parboru do anggo namenyediahon i. Ulos-ulos dohot Pasituak Natonggi a. Songoni nang pasituak natonggi/panandaion nasipasahaton ni paranak tu parboru.. Sahatsahatni solu ma sai sahat tu bontean nunga sahat simpul ulaontaon dibagasan dame.. asing ni panandaion tu suhi ampang na opat. Ulos tonunon sadari sipasahaton ni parboru tu paranak. Dipasahatma tu natuatua ni huta Jongjongma natuatuani huta huhut maniop ingot-ingot di piring Andorang so hutariashon hami ingot-ingot. tu hita namardongan sahuta dohot dongan nasaparadaton.…dst.. namartutur huhut masi pairingiringan. ulos .(songon tabel). .7. sada ma sian paranak.

Druri dana.alat musik ProvinsiSumatera Utara / Sumut Alat Musik Tradisional : Aramba. Druri Dana : Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala Faritia : Aramba kecil 5. 1. bentuknya pun agak sedikit tidak biasa dari alat musik lain.upacara adat. di bagian tengah pada alat musik ini ada semacam pemicu yang terletak di tengah bundaran yang membuat bunyi. doli – doli adalah alat musik yang seperti bambu yang ditiup atau di hasapi 3. Doli-doli. Garantung : Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung .B. Gonrang. alat musik aramba menjadi sumber bunyi dalam upacara adat juga alat musik lainnya juga 2. alat musik aramba ini biasanya di gunakan oleh penduduk nias pada saat melakukan upacara. Faritia. Garantung.musik 1. 4. alat musik aramba ini terbuat dari logam. Hapetan.

10. 11. 14. Inang Asing Sing So Pulo Samosir Butet Lisoi O Tano Batak Sinanggar Tullo Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita Lisoi Denggan Ni Lagu Mi Ketabo Na Sonang Do Hita Nadua Sik Sik Sibatu Manikam Sapata Ni Napuran Si Togol .Lagu Daerah Lagu-lagu daerah Batak 1. 12. 2. 8. Gonrang : Sejenis kendang 7. 7. Hapetan : Sejenis kacapi B. 13. 4. 5. 3. 15. 6. 9.6.

25. 21. 18. Anju Ahu 4. Aek Sarulla 2. Gondang Si Monang-monang 9. Dirondang Ni Bulani 7. 20. Alusi Au 3. Pio Pinasa Si Dung-dungon Piso Surit Rura Silindung Say Selamat Masineger Sege Sege Sengko Sengko Sori Ya Katulla Taganing and Muzik Tiup Tarambe Tangan Tillo Tillo Tuan Ma Gunung Malelo ALUSI AU (Ciptaan N. alusi au Marragam-ragam do anggo sitta-sitta di hita manisia (Bermacam-macam cita-cita dalam diri kita manusia) Marasing-asing do anggo pangidoan di ganup-ganup jolma (Berlain-lainan permintaan setiap orang) Hamoraon. 17. Simalungun Rayat 29. itu yang dicari sebagian) Dinadeba asal ma tarbarita goarna tahe (Sebagian asalkan namanya tenar) Anggo di au tung asing do sitta-sitta asing pangidoanku (Kalau aku lain cita-cita dan permintaanku) Mansai ambal pe unang pola manisak hamu tahe di au . Doli O. Lisoi 26. 24. Sigulempong 28. Sirait nabolon Lagu rakyat Sumatera Utara 1. 31. Ketabo 11. Leleng Ma Hupaima Ima 13. 35. Butet 5. 15. Hoho Ninawuagö 10. Sinanggar Tullo 30. Erkata Bedil 8. Situmorang) Alusi au …. Ramba Dia 17. 33.16. hasangapon ido dilului na deba (Kekayaan. 23. 16. Si Raya Katumba 27. 19. Kulcapi 12. pangkat.. Dago Inang Sarge 6. 34. 22. 32. hagabeon. Sing Sing So 14. Madekdek Magambiri Mariam Tomong Modom Na Sonang Do Hita Nadua O.

uning-uningan digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati dan konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dan Sang Pencipta (Mula Jadi Na Bolon). itu saja yang aku cita-citakan) Tung denggan ni basam basami do nahupaima-ima (Kebaikan hatimu itu yang selalu aku tunggu) Asini roham daito unang loas au maila (Belas kasihmu jangan biarkan aku malu) Beha roham.Uning-Uningan Ditengah arus budaya global yang terus mengkristal sebagai budaya populer. Eksistensinya kini bisa dihitung dengan jari karena masih ada segelintir orang yang teguh mempertahankan seni tradisi ini. . Un berarti suara yang rendah (bongor) dan ing berarti suara yang tinggi (sihil). dokma hatam. Bagi masyarakat Batak Toba.musik gabungan 1. Ende Batak Dohot Uning-uningan memaparkan kesenian ini berasal dari dua kata un dan ing. alusi au (Tolonglah katakan dan jawablah) C.(Biarpun lain permintaanku ini janganlah diejek) Sasude na nahugoari i indalai saut di au (Semua yang telah saya sebut bukanlah cita-citaku) Sitta-sitta di au tung asing situtu do tahe (Cita-citaku memang sangat lain) Tung holong ni roham i sambing do nahupar sitta-sitta (Kasih dan sayangmu. Kesenian ini terdiri dari unsur musik (musik instrumental) dengan alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba. uning-uningan kesenian tradisional Batak Toba mencoba tetap bertahan. M Hutasoit dalam bukunya.

sordam. Kemudian masyarakat yang hadir spontan menjawab umpama tersebut dengan seruan. Yang penting dalam uninguningan harus ada paling sedikit satu jenis alat musik yang berfungsi sebagai pembawa melodi dari repertoar yang dimainkan. Jenis chordophone (alat musik yang dipetik) terdiri dari hasapi. Yang tetap tampak dalam masyarakat Batak Toba. jenggong. saga-saga. antara lain aerophone (alat musik yang ditiup) terdiri dari sarune na met-met. Isi umpasa tersebut disesuaikan dengan keadaan orang yang akan didoakan. suara bongor dan sihil yang bersahut-sahutan. anak pe antong riris. Tidak hanya orang sakit yang menggantungkan diterimanya doanya pada tradisi ini. untuk menguningkan dan terus panen kekhazanahan tradisi nenek moyangnya. Di sinilah letak ketahanan tradisi ini. Orang yang sudah lama menikah dan belum mendapatkan keturunan memanfaatkan tradisi ini sebagai pengantar doa permohonan untuk mendapatkan keturunan. “Imatutu‟ (semoga benarlah adanya). Bacaan yang paling populer yakni. bayangkan orang yang sedang sakit masih disuguhi alunan irama musik meski sebenarnya berisi doa. anak laki-laki pun banyak. seperti menyediakan sesajen dan membatasi orang yang hadir. embun yang berserakan. boru pe antong torop” yang artinya: bintang yang bertabur. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi. sebagai sarana refleksi diri dari perbuatannya di dunia dan digunakan untuk mendekatkan dengan roh-roh leluhur sebagai langkah keharmonisan dalam bermasyarakat menuju komunikasi antara manusia dan Mula Jadi na Bolon. uning-uningan tidak semata sebagai hiburan yang menggeliatkan alunan musik dan mempertontonkan lelucon-lelucon untuk menghibur masyarakat. sebuah sarune na metmet seperangkat garantung. Si dukun kemudian menari mengikuti irama musik dan biasanya kemasukan roh orang yang sudah mati yang sengaja diundang. tidak gelisah dengan alam sekitarnya. sebuah sulim dan sebuah hesek. ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan datu (orang yang ahli yang biasa disebut dukun) sebelum upacara dimulai. tetapi dipilih beberapa jenis saja (biasanya tiga sampai enam jenis alat musik dalam satu ensambel). Dalam hal permohonan keturunan biasanya dilengkapi beberapa umpasa (umpama) yang di bacakan penatua kampung. tulila. Misalnya. dua buah hasapi (hasapi ende dan hasapi doal). adakalanya orang menentukan jalan hidupnya dengan tidak rasional. Diakui atau tidak. tanggetong atau mengmong dan sidideng. pengertian uninguningan berarti. uning-uningan pun dimainkan. Pengobatan Dalam masyarakat Batak Toba. “bintang na rumiris. Keberlangsungan hidup dilalui dengan kadar alam yang ditempati. Jenis idiophone (alat musik yang dipukul) terdiri dari garantung. dan hesek. tapi hasil yang ingin dicapai adalah rasional . uning-uningan digunakan sebagai pelengkap pembacaan doa bagi kesembuhan orang sakit dan terbukti bisa menyembuhkan. ombun na sumorop. sulim. Kemudian jenis membranophone (alat musik yang terbuat dari kulit binatang) terdiri dari gardap. tataloat. Untuk fungsi secara pribadi. Biasanya. beberapa perangkat uning-uningan bisa dimainkan sendiri-sendiri. Sepintas memang lucu dan tidak masuk akal. Ada beberapa jenis alat musik yang dipakai dalam uning-uningan. Dalam hal mendekatkan dengan roh-roh para leluhur. Lebih dari itu.Dengan demikian. anak perempuan pun banyak. tidak selamanya proses tujuan hidup ini bisa dirasionalisasikan. dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba tidak semua alat musik itu digabung dalam satu ensambel. salung dan alongalong.

tersusun menjadi narasi singkat untuk memudahkan pemahaman kita akan makna dasar dari gondang itu dibuat dan digunakan. Pargonsi. Ada bumi dengan manusia bersama mahluk pendampingnya. Ada dunia. dan sejauh yang saya tahu. jagad raya beserta isinya. fa. tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini. empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama. sebagian yang masih diingat nama gondang itu dilakukan pengkajian makna dan pengertian judulnya. Beberapa gondang yang dapat saya simpulkan atas kerjasama dengan para pargonsi. repertoar gondang batak yang asli sudah jarang dimunculkan. Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik. sol. re. Kita hanya bisa melihat alat kesenian itu dimainkan dengan versi modern. mi. Walau agak sulit. pemain gondang batak muda tidak lagi mementingkan penguasaan ragam gondang batak. adat dan hiburan. RAGAM-RAGAM GONDANG BATAK GONDANG MULA MULA Semula Dia sudah ada. Saat dimulai pendokumentasian gondang batak. taganing adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune. Repertoarnya yang beragam memenuhi segala kebutuhan seni yang digunakan untuk beragam kegiatan seperti pada upacara keagamaan. Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. mula dari segala sesuatunya yang . dsb. Modernisasi telah menggempur sendi kebesaran Gondang Batak. akhirnya dapat direka pengertiannya ketika gondang itu dari awal tercipta.Gondang Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup-”obo). Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali. diminta dan diaplikasikan pada saat manortor. karena pada umumnya masyarakat batak lebih menginginkan irama modern seperti nyanyian bahkan dangdut. sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel. taganing (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb). India.2. dimainkan. Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jaw. Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do. salah satu karya seni musik batak yang sangat kaya dan menjadi kekaguman bagi dunia. dan Dia memulai ada. variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing. Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas. Dia Mula Jadi. Mula Tempah. gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme). Seperti disebut di atas. Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompik dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga. Seniman tua gondang batak saat ini di toba pun sudah jarang memunculkan ragam gondang batak itu karena ketidakmampuan masyarakat mengenalinya. Gondang batak. Cina.

dia harus menerima kekalahan dengan berlapang dada walau diawali dengan rasa kecewa. (Berdasarkan pengalaman Panuhari. (Deak Parujar adalah Dewi pertama yang menjadi manusia pertama menghuni bumi. Dia memulai karya dan usaha. Dibelakang. didepan dia dikejar. pargonsi lebih dulu memainkan uantaian 7 gondang secara medley yang disebut “sipitulili”) MULA MULA II (Paidua ni mula2) Dia diberi anugerah oleh Mula Jadi. mari berdiri. pemimpin alam. Ini merupakan idealismenya pemimpin batak) SIDABU PETEK Demokrasi baru muncul di tanah batak.) SIBUNGKA PINGKIRAN Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan. bijak dan bestari. merupakan koin suara yang dimasukkan kedalam kotak suara dan selanjutnya dihitung.semuanya harus tunduk kepadaNya. Yang memberi tuntunan hingga diikuti. Petek. yang memberi kehidupan hingga ditemani. begitulah kepercayaan batak dulunya. (Gondang ini umumnya dimainkan saat mengawali acara “mamuhai ulaon” oleh hasuhuton. Yang melakukan pembelaan dengan keadilan hingga percayai. Kehilangan akan menimbulkan kesedihan. menerima kedua resiko. adalah mengajak manusia untuk tidak tenggelam dalam kegagalan. Dialah yang memohon dan mengkreasi planet earth ini diantara planet-planet yang sudah ada menjadi huniannya setelah memutuskan mmenisah diri dari dunia dewata. Yang memberi pencerahan hingga didekati. kegelisahan. Mulai muncul rasa cemas. Selagi masih dapat berpikir. Dia diberi kewenangan mengelola bumi untuk pemenuhan kalangsungan hidupnya. Siharungguan artinya yang dikerumuni. berobah dengan menjagokan diri dan siap untuk dilakukan voting. adalah tempat berkumpul. Dia adalah memulai selanjutnya untuk kreasi hidup di planet yang dihuni manusia ini) SIHARUNGGUAN Jadilah manusia yang dicinta. Ayunkan selangkah hingga kamu dapat berlari. mari memulai. Dia yang pertama memohon ampun kepada penciptanya. tangis dan gembira. Dia yang pertama menghadapi tantangan. Mula Jadi yang maha besar. Dia yang pintar menuturkan ilmu pengetahuan “Deak boto-botoan”. Dia yang pintar menuturkan sembah “Deak Marujar”. menang atau kalah. Dia yang pertama menuturkan sembah sujud kepada yang empu-nya. Kalah. Larut dalam duka akan menenggelamkan semangat perjuangan. pintar. Sebelum “hasuhuton meminta Mula-Mula. Hanya yang berjiwa besar yang dapat menerima kekalahan dan mengakui kemenangan kepada saingannya. Pekan disebut juga harungguan. Mengajak bergerak . Dia menggambarkan gejolak antara semangat dan kecemasan mengawali penyertaannya. (Sibungka Pingkiran. walau tidak dapat dipungkiri akan muncul rasa kecewa. ditengan dia dikerumuni. seorang pargonsi yang ikut pemilihan kepala kampung di salah satu wilayah di Samosir. Selagi masih memiliki kaki. (Harungguan. Dia mengajarkan cinta sesama. harus diterima menjadi kewajaran. dia ditunggu. Fakta. Pemimpin yang dulunya muncul berdasarkan karakter harajaon. Butuh kesiapan mental.

Masa panen pun menjelang. Hati yang menjauh juga diharapkan akan kembali kepada untaian kasih yang sempat tertinggal dan terabaikan) ALIT-ALIT Hidup bagaikan melintasi hutan belantara. adalah pertanda dalam hitungan bulan batak “sipahatolu”. Kegentingan hidup selama “haleon” pacekelik mencair. Ke depan adalah tujuan. (Bintang Napurasa adalah yang nampah jelas menjelang pagi hari. Pada saat itu musim panen mulai marak di Toba. mampu menganalisa dan tepat membuat keputusan. Semangat semakin bergelora. Kecemerlangan seseorang diibaratkan seperti bintang bersinar terang. diciptakan Aman Jabatan seorang pargonsi dari Samosir berdasarkan pengalamannya yang tersesat dalam perjalanan. membelit berkeliling hingga melilit batang awalnya. dia tersesat selama satu hari. Tak selamanya kebutuhan diukur dengan gemerlap. “siadap ari” bergantian memetik padi. atau anturaparon di sipariama. manusia sudah melakukan perjalanan menuju kedepan namun berulang melintasi titik keberangkatan. berkeliling. Kelengahan membaca dan mengingat pertanda menentukan arah akan menyesatkan perjalanan. Tanpa disadari. (Alit-alit. karena akan selalu muncul tak beraturan menjadi beban dalam pemikiran. Setiap persimpangan harus diingat dan dibuat tanda arah ke tujuan yang akan dicapai. . Perjalanan jauh kemungkinan besar akan kembali ke asalanya. Namun dalam menempuh perjalanan itu tak pelak kadang harus melewati awal keberangkatan. Kebersamaan pun digalang untuk melakukan panen bersama.) HOTANG MULAKULAK Hidup adalah perjalanan. Kecemerlangan adalah idaman setiap orang. namun ada sebagian masih dalam harapan sehingga lebih sering menjadi pengagum kecemerlangan orang lain) HATA SO PISIK Memikul muatan berat. Gemerlap Bintang Napurasa tidak abadi setiap malam. karena kematangan padi yang menentukan. (Hotang. menghabiskan waktu dan melelahkan. meninggalkan. (Bintang Pari. Tidak ada guna rebutan jadwal. ranting pohon lain. Gemerlap bintang adalah kodratnya yang hanya bisa dilihat di saat kelam. dibarengi kesibukan berbagai persiapan.) BINTANG SIPARIAMA Bintang Sipariama sudah muncul. bila lelah. istirahat adalah kesempatan pemulihan tenaga. Bila tidak memiliki hasil panen pada bulan ini disebutkan kelaparan di musim panen “anturaparon di sipahatolu.) BINTANG NAPURASA Gemerlap cahaya bintang napurasa akan memerikan keindahan dalam hiasan langit malam. Bila beban itu ada dalam pemikiran. Bila gemerlap datang dan menghilang ingatlah kepada bintang dilangit. adalah rotan yang tumbuh menjalar melalui tanah. Tak selamanya keinginan menjadi kebutuhan. adalah mustahil dapat diringankan dengan istirahat fisik. seraya mengucap syukur kepada Maha Kasih. Biasanya dilontarkan kepada yang malas bekerja dan selalu mengemis menyambung hidup.dinamis dengan mengutamakan kecerdasan. Yang seogianya ditempuh dalam 2 jam. tanpa dilakukan penghitungan.

perilaku mereka dipandang sesat. Kewibawaan mereka dicabut. Keturunan mereka satu persatu mulai menjauh.) BINDU MATOGA Aku tanpa kamu tidak berarti. dan tabutabu sitarapullang pun menghilang. aku dan dia adalah kita. Bagi seorang pemimpin adalah pekerjaan penuh kecermatan dalam mempersatukan masing-masing perbedaan karakter manusia. Kita adalah sama. Kita bersama memadu pikir demi kepentingan kita dan mereka. (Rambu. Para raja dikalangan batak biasanya menggunakan “talitali” ikat kepala lambang kebesaran yang disebut “tumtuman”. diartikan sebagai mengenang/memanggil kembali karisma diri mereka yang hilang dan permohonan maaf kepada Pencipta yang memberikan derajat kehormatan itu (dulu) kepada mereka. waktu. Dari kain hitam yang kedua diujungnya ada rambu warna merah. kerukunan dan ketaatan dalam hukum. Semua demi keutuhan dan kebersamaan. kita catat dalam “bindu” halaman kerja.Seorang pemimpin kadang harus menyimpan rahasia yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk mencegah konflik. (Aling-aling Sahala. Mereka berseru melalui gerakan tari diiringi irama.) ALING-ALING SAHALA Para Raja di kalangan Batak tempo dulu sangat menjaga etika moral. Gondang ini lajim dipinta oleh para Raja untuk mengenang beban tugas mereka dan banyaknya rahasia yang harus dipendam namun harus diselesaikan dengan bijaksana. semangat kita galang. . Tanda dari perjanjian itu kepada Sisingamangaraja I diberi tabutabu siratapullang. mempersatukan derap langkah masyarakat dalam kedamaian. adalah untaian pada ujung ulos. Penyesalan tiada guna. “Mengapa ini harus terjadi?. Kapasitasnya dalam menegakkan kebenaran di masyarakat adalah wujud dari kehormatan (hasangapon) dan menjunjung kewibawaan (sahala) pada diri mereka. Sahala mereka mulai menjauh. (Gondang ini terinspirasi oleh Sisingamangaraja I ketika menerima amanah dari Raja Uti untuk tidak menyebutkan wujud fisik beliau. hukum dan adat istiadat. Ibarat tanduk yang tercabut dari kepala. Manusia memiliki pahala masing-masing dan sifat berbeda dalam menjalankan kehidupannya. Keterpurukan wibawanya bukan karena kesalahan. Beliau terkejut. Selamatkan jiwa dari tindakan buruk orang yang tidak sejalan. Para Raja Batak dulu mengalami degradasi dengan masuknya peradaban modern melalui penjajahan dan missi agama. sian i ro tusi sumuang molo diose padan. Karena bersama kita tegar “toga”. Lindungi diri dari serangan penyakit yang membahayakan. Hidup kita bangun. Irama gondang ini sangat beda dengan gondang “Marhusip” yang sering disebut selama ini Hata So Pisik. Dalan semua sudut. artinya dihimpun. Di tengah perjalanan saat Sisingamangaraja istirahat. setiap sisi kita hempang dari serangan. beliau terkenang dan dalam hati menyebut wujud dari raja Uti. sisi. Pinungu. Mereka butuh kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk mampu mengemban tugas mulia. Bila nilai tak dapat dipertahankan maka “sahala” (karisma) akan ambruk.) RAMBU PINUNGU Kehidupan penuh dengan keanekaragaman. Lakukan kajian dimana sisi lemah yang dapat menghancurkan. Kamu tanpa aku apakah ada arti? Kamu. apa yang sudah kita buat dan apa yang masih perlu dilakukan tindakan. Duka dihatinya tak ditangiskan.

(Bindu Matoga. Rambu ini membatasi kebebasan dirinya dalam setiap kesempatan.) LILIT TU METER Kecerdasan dan intelektual Batak sudah teruji sejak jaman dahulu kala. Hingga mereka melakukan ukuran kepada tali kemudian mereka melakukan pengukuran dengan melilit. Dengan datangnya alat ukur “meter” mereka semakin terbekali dan mendapatkan keseragaman ukuran. (Biasanya diperdengarkan saat Gondang Naposo dimana para pria menari menunjukkan kebolehannya penuh dengan gaya. Orang tua batak biasanya makan sirih. Dengan dorongan sifat dinamis untuk mendapat pengakuan. Ketika meter kayu digunakan. saluran irigasi.) TUKTUK HOLING Beragam lambang kebanggaan manusia sejak muda hingga tua. petakan sawah.) SIDOLI NATIHAL Masa muda bagi seorang pria penuh dengan gairah. Pertanda dari kecerdasan mereka itu dapat kita lihat dengan bangunan rumah adat. planologi perkampungan yang mereka ciptakan sebelum mengenal meter saat ini masih abadi. Mereka berekspresi penuh dengan tingkah polah untuk mendapat perhatian publik dan lawan jenisnya. adalah yang memegang teguh etika moral dan taat hukum. Mulai memasuki area kompetisi menunjukkan eksistensi seorang perjaka. Dia terkontrol oleh penghormatan kepada dirinya itu dalam semua sikap dan perilakunya. (Nama gondang ini dulunya disebut juga PARDALAN NI HORBO SISAPANG NAUALU. gorga dan ulos.) TANDUK NI HORBO PAUNG Seseorang yang memiliki kehormatan. penyakit apa yang mungkin muncul. Alat penumbuk dikenal setelah . tertinggal. Digambarkan sebagai penguasaan semua system alam dengan mencegah hal buruk yang dapat merusak keutuhan dan kesehatan. Ini membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus menyebut mereka “bodoh. Nujum bindu matoga sering dilakukan peramal untuk mengetahui dari mana kemungkinan datangnya musuh. Kadang. Mereka melakukan pengukuran dengan istilah “suhat” untuk panjang dan tinggi “lilit” untuk mengukur lingkaran. Lorong sempit yang disebut balubu atau bahal adalah lintasan segala ternak ke perkampungan. Bila gigi sudah makin lemah hati mengeluh. (Pendidikan modern hanya penambahan bekal intelektual mereka. Digambarkan dengan garis segi empat bertajuk delapan sesuai dengan mata angin. Seekor kerbau yang bentang tanduknya panjang sekitar satu meter. mereka salah dalam tingkah laku kemudaannya. primitive” sebelum pendidikan formal hadir. mereka butuh alat penumbuk sirih. ibarat kerbau yang bertanduk panjang menjalani lorong sempit. Lolos dalam perjalanan yang penuh tantangan dan godaan adalah kemenangan baginya. Kerbau itu kadang kesulitan akibat sempitnya lorong atau adanya dahan yang menjorok ke bahal. mereka kebingungan saat mengukur diameter karena tidak dapat melilit seperti kebiasaan mereka. Apa yang mereka hasilkan hanya dengan pengukuran “suhat” dan “lilit”? Apa perbedaan setelah menggunakan meter? Semua konstruksi. Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi masalah demi kesejahteraan masyarakat.

Badan tersiksa. pekerjaan terlantar. lebih besar kesusahan daripada kebahagiaan dari permainan judi.) SEKKIAN TALI MERA Judi kadang membahagiakan.) TORTOR Tortor adalah gerakan tubuh mengiringi atau diiringi irama gondang. Kadang alat penumbuk itu dibuat beragam variasi yang indah dengan material tembaga dan perak. Tidak ada kata kelaparan bila bijak mengolah hidup. Bila kartu penentu warna merah muncul.) PARSOLUBOLON Hidup adalah perjuangan. berhamburan” tapi “sesak. Tidak ada yang hina bila kenyang makan tanpa beras. Perjuangan tidak luput dari tantangan. Kesepahaman adalah akselerasi keragaman potensi diri dalam menjalankan misi bersama untuk sampai di tujuan. Ada juga yang menempahkan dengan lilitan penghias dari emas. (Solubolon. pengayuh akan kewalahan. Parsolubolon adalah mereka yang sedang mengarungi perairan dengan sampan besar itu. Akselerasi potensi “parsolubolon” akan mampu menghindari bahaya dari serangan ombak. hentakan kegembiraan muncul. Sebaliknya bila pengayuh tidak pintar. Kebersamaan adalah pengumpulan kekuatan. Alat penumbuknya dibuat dari besi tembaga keras yang kelak menghentak keras bagaikan patukan burung berparuh besi. keluar dari” dalam kulitnya. harta benda tergadai. Pemahaman makna gondang dan . Bila bekal padi tidak mencukupi maka sapadang yang tumbuh liar di ladang pun dipetik. bernas. Bila pengendali kemudi tidak pintar. maka pengayuh lainnya akan kelelahan dan pengemudi akan repot. mengharap mendapat giliran “ceki” penentu kemenangan. Mereka membanggakan peralatan itu layaknya seperti perhiasan. adalah nama burung yang berparuh keras yang dapat melobangi batang kayu keras untuk membuat sarang dan dan mencari makanan.) SAPADANG NAUSE Panganan utama orang batak adalah nasi yang terbuat dari beras berasal dari padi. Senang saat permainan dijalankan. tapi kerugian bila menuai kekalahan. Mereka menghayal akan menang. (Tutuk Holing. namun lebih banyak berdampak kesusahan. adalah sampan besar yang muat sekitar 12 orang. Sapadang Nause adalah bijian yang bernas dan tua yang memberikan semangat bagi yang menemukannya.datangnya logam yang dibuat khusus menumbuk sirih. padat. Ubi dan Sapadang adalah jalan keluar dari kemelut ketersediaan bekal beras yang terbatas. (Sapadang adalah tumbuhan mirip gandum biasanya tanamn liar. Pengalaman para penjudi selalu menyimpulkan. Nause tidak mengandung pengertian “tumpah. Mereka memiliki pedoman dasar “masihilalaan” tenggang rasa. (Bedasarkan pengalaman penjudi kalangan masyarakat Batak jaman dulu yang selalu menghimbau agar terhindar dari ketagihan permainan itu dan bekerja dengan giat adalah yang terbaik. Sapadang diolah dengan telaten dan dimasak hingga nikmat dimakan sebagai pengganti nasi yang terbuat dari beras. Bila hasil panen mencukupi bekal satu tahun maka kekhawatiran pun sirna.

menjalin persahabatan dan mempererat persaudaraan. Pada jaman Belanda. Bila tangan kiri rapat didada dan telapak tangan terbuka artinya dia menghimbau dengan tebuka menciptakan persahabatan dan kerukunan. Bila seorang penari meletakkan tangan keduanya diatas pundak. artinya menghimbau datangnya rejeki atau bantuan kerjasama untuk keberuntungan kepadanya. Bila seorang penari meletakkan kedua telapak tangan diatas kepala. Dari gerakan tortor. Manortor dengan benar kadang dituding kesurupan. misalnya bila seseorang mengangkat tangan dan menunjukkan satu jari tangan kanan dan mengepal jari tangan kiri. artinya dia sering menjadi sasaran cemohan. Kemudian diberi kelonggaran untuk pesta adat dengan perijinan yang ketat. tentang kesopanan. Panortor yang sering kesurupan. Bila tangan kanan dijulurkan kedepan dan telapak tangan duarakan juga kedepan serta tangan kiri ditutupkan di dada artinya mohon dihentikan segala perbuatan yang mencemari merugikan kepada dirinya. para penari dalam pesta adat pun tidak karuan lagi menunjukkan lenggak lenggoknya. merupakan ritual kehidupan menjadi persembahan kepada publik. Penerapan ijin ini sempat berlangsung lama hingga masuknya . Alat untuk memanggil roh orang meninggal. belas kasihan dari manusia dan penciptanya. Generesi muda cenderung hanya melihat tortor hiburan dan tidak pernah lagi menyaksikan tortor yang sebenarnya yang dilakonkan para panortor yang sebenarnya. seiring dengan hilangnya pemaknaan gondang batak itu. lingkungan dan penciptanya. artinya masih banyak rahasia hidupnya yang belum duberitahukan kepada orang lain. atas rekomendasi mission. Setelah maraknya musik eropah mengiringi tortor pada pesta adat batak. Bila seseorang penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan dengan telapak tangan terbuka kesamping artinya anak-anaknya semua atau sebagian besar sudah sudah mandiri dan menempati ruang yang luas di penjuru desa. Bila seorang penari menyilangkan tangan di dada. Bila kedua tangan dirapatkan dipinggang dan telapak tangan dikepal mengarah kebelakan. seseorang dapat melakukan komunikasi dengan publik. Ini memang menjadi bagian dalam seni pertunjukan. artinya dia hanya memiliki seorang putra. Bila kedua tangan diarahkan kedepan dan telapak tangan terbuka keatas serta sering dilipat menutup artinya ajakan mari bersama-sama ajakan kepada semua untuk menari bersama. kesantunan dan kehormatan. Pakem tortor batak dan pemaknaannya akan kita ulas kemudian setelah penelitian yang lebih dalam. sering mendapat hambatan dan permasalahan lainnya. artinya dia mohon perlindungan. pemahaman gondang yang sebenarnya tidak lagi berkembang. Jelas bukan merupakan hiburan. KREASI TORTOR DAN GONDANG Ketika tortor telah menjadi hiburan.untaian irama bagi yang pandai menggerakkan tubuh akan menghasilkan tortor yang indah. pakem pun menjadi hilang. Pernah (bahkan sampai saat ini) Gondang batak dirtuding sebagai ensambel untuk pemujaan berhala. Ini baru sebagian dari apa yang dipahami para ibu tua yang memahami tortor batak. artinya semua anaknya dan perilaku anaknya serta kehidupannya masih menjadi beban dan tanggungjawab yang masih dipikul. Bila seseorang merentangkan tangan kedepan dengan telapak tangan terbuka dan tangan kiri ditutupkan diperut. Kadang melampaui tata krama tradisi adat batak. Kreasi tortor untuk hiburan diupayakan keseragaman gerak. Kebodohan menjadi peluru peluru penumpas kebenaran. gondang batak dilarang. bahkan sebaliknya yang terjadi. Tortor batak sangat individual. Tortor batak semakin erosi.

gondang batak justru tersudut karena melanjutkan perlakuan ijin dalam kurun waktu lama. seiring itu pula keengganan orang batak untuk melakukan aksi penggalian nilai gondang batak itu. Banyak yang melakukan penelitian sebatas untuk tesis keilmuan. Musik barat untuk pesta adat tidak perlu mendapatkan ijin. Begitu dalamnya penistaan terhadap gondang batak. Pada jaman kemerdekaan.musik barat. tapi belum banyak yang menemukan “roh”nya karena dilatarbelakangi refrensi keberhalaan gondang batak itu .

jawaban. menduga.kompas. Pertama. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya.D.com).com/id). 2009: 49-52. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang (Sinar. 2009: 48). menggila mabuk kepayang.com/id. Menurut Tengku Mira Sinar. Sumatra Utara A. nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). dapat kita lihat dari tarian . Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. mengantar pengantin. tarian ini bernama Tari Pulau Sari. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian. masih belum percaya. tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. Sebelum bernama Serampang Duabelas. yaitu: pertemuan pertama. dan pertemuan kasih (Sinar. seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba. Sinar. 2009: 48). Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas.com. http://cetak.Tari Tradisional Serampang Duabelas: Tari Tradisional Melayu Kesultanan Serdang. memendam cinta. Menurut Tengku Mira Sinar. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960 (http://www.wisatamelayu. balasan isyarat.wisatamelayu. terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis. cinta meresap.com/id. http://cetak. isyarat tanda cinta. Berdasarkan hal tersebut. pinang-meminang. Asal-usul Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Kedua. sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini. yaitu lagu Pulau Sari (www. Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu. penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12.kompas.wisatamelayu. www.

1 Juli 2008). maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan. Jambi. Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas.co. Artinya. setiap orang harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mempunyai kemampuan menari yang lebih baik dari orang lain. dan terjaganya kualitas teknik Tari Serampang Duabelas pada sisi yang lain. maka ada dua hal yang dicapai sekaligus. www. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya. Thailand. hanya yang terbaiklah yang akan menjadi juara. setiap orang secara halus “dipaksa” untuk mempelajari Tari Serampang Duabelas secara baik dan benar. Dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai materi muatan lokal. pemerintah harus melakukan proteksi agar tarian ini tidak diklaim oleh pihak lain. tarian ini sering dipentaskan di manca negara. Kedua fenomena tersebut harus disikapi secara cepat dan tepat agar Tari Serampang Duabelas tidak saja lestari. yaitu lestarinya Tari Serampang Duabelas pada satu sisi. laki-laki dan perempuan. Kedua. apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya (www. Namun demikian. Pertama. transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja. Kalimantan. yaitu dengan mematenkan hak ciptanya.waspada. . dan sebagai puteri Melayu Serdang. gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. pada awal perkembangannya tarian ini hanya dibawakan oleh laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum. Jika cara ini berjalan. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai salah satu materi pengajaran muatan lokal. tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Ketiga. sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu (Tengku Mira Sinar. dan Sumatra Utara pada umumnya. tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain (Kompas. Dengan cara ini. Dalam perlombaan. Namun kecepatannya (2/4) digandakan. Untuk menjadi yang terbaik. dan rasa memiliki terhadap Tari Serampang Duabelas. Akibatnya.wisatamelayu. Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Tari Serampang Duabelas. mendekatkan Tari Serampang Duabelas kepada anak-anak dan remaja. seperti Riau. bukan kepada tekniknya. bangga. Kedua. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut. dan Indonesia pada umumnya. Sulawesi.com/id). Melalui strategi ini. dan Hongkong (www. seperti Malaysia. bahkan sampai ke Maluku.Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. Kekhawatiran tersebut muncul karena dua hal.id). Artinya. minimnya kepedulian generasi muda kepada Tari Serampang Duabelas. Menyelenggarakan perlombaan tari artinya mencari orang yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menari. Pertama. Singapura. maka anakanak sejak dini diajarkan untuk mengetahui sejarah keberadaannya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap geraknya. terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya. Diperbolehkannya perempuan memainkan Tari Serampang Duabelas ternyata berpengaruh positif terhadap perkembangan tarian ini.wisatamelayu. Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. maka kita telah berusaha menanamkan kepada generasi muda rasa cinta. Bahkan. menyelenggarakan perlombaan rutin Tari Serampang Duabelas. salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang. Hal ini disebabkan oleh orangorang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar.com/id). persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya. 1 Juli 2008). dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan. menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai aset daerah.

memberikan jaminan kesejahteraan hidup para pelestarinya. perkawinan. dan rezeki yang berlimpah ruah.Sedangkan gondang terakhir yang dimohonkan adalah gondang hasahatan. Para stake holder. perlu membuat terobosan agar para pelestari Tari Serampang Duabelas.” 2. dan upacara adat yang akan dilaksanakan menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga. na Jumadihon nasa adong. na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion. tetapi juga secara praktis menjadi penopang keberlangsungan hidupnya. kebahagiaan. bila itu dilakukan berarti sipenari sudah siap menantang siapapun dalam bidang ilmu perdukunan. omputa paidua. Acara pesta adat yang membunyikan gondang sabangunan (dengan perangkat musik yang lengkap). Juga menari dilakukan jug dalam acara gembira seperti sehabis panen. sumangot ni omputa paisada. Setelah ketiga permintaan/ seruan tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk memulai menari. Seringkali warisan budaya dibiarkan terlantar karena “tidak memberikan” manfaat kepada pemiliknya. atau adu pencak silat. seperti tangan sipenari tidak boleh melewati batas setinggi bahu keatas.” 3.Keempat. dan juga para pelestari warisan budaya lainnya. Seni Tari (Tor-tor) Batak Seni tari Batak pada zaman dahulu merupakan sarana utama pelaksanaan upacara ritual keagamaan. serta para undangan. satu persatu jenis lagu gondang. Para pelestari kebudayaan kebudayaan tentu akan terus bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya jika apa yang dilakukan tidak saja secara normatif menjaga kelestarian budaya. Tetapi itu dapat dilaksanakan dengan mengikuti tata cara dan persyaratan tertentu. khususnya pemerintah. ( ada 7 jenis lagu Gondang) yang harus dilakukan Hasuhutan untuk memdapatka (tua ni gondang). Para melakukan tarian dengan semangat dan sukacita. erat hubungannya dengan pemujaan para Dewa dan roh-roh nenek moyang (leluhur) pada zaman dahulu.“Alu-aluhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo. sehingga berkat dari gondang sabangunan. Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan kata-kata yang sopan dan santun sbb: “Amang pardoal pargonci……. Dll. yang waktu itu masih bernapaskan mistik (kesurupan). Kembali juru bicara dari hasuhutan memintak jenis gondang. atau adu tenaga batin. dapat hidup secara salayak. 1. sahat tu papituhon.” Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu dalam beberapa saat. Didalam Menari banyak pantangan yang tidak diperbolehkan.“Alu-aluhon ma jolo tu omputa Debata Mulajadi Nabolon. .“Alu-aluhon ma muse tu sumangot ni omputa sijolo-jolo tubu.Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti :permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan.umpamanya sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakna Tua ni Gondang.

Pandenggal (yang masuk pandenggal adalah tangan.Tarian (tor-tor) Batak ada lima gerakan (urdot) 1.Pangeal (yang termasuk pangeal dari organ tubuh adalah Pinggang. daun tangan sampai jari-jari tangan). 2. Kesimpulannya bahwa tarian ini dipergunaka sebagai sarana penyampaian batin baik kepada Roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat. 3. Kemudian Tagading terdiri dari 5 buah.). Didalam menari setiap penari harus memakai Ulos. . sering taruian ini dilakukan pada saat bulan Purnama. Kalau kurang dari empat ogung maka dianggap tidak lengklap dan bukan Ogung sabangunan dan dianggap lebih lengkap lagi kalau ditambah dengan alat kelima yang dinakan Hesek. Juga Menari dipergunakan oleh kalangan muda mudi menyampai hasrat hatinya dalam bentuka tarian.Siangkupna ( yangtermasuk Siangkupna adalah leher. tumit sampai bahu. tariannnya akan berkat-kata dalam bahasa seni tari tentang dan bagaimana hubungan batin sipenari dengan orang yang meninggal tersebut. Peralatannya cukup sederhan namun kalau dimainkan oleh yang sudah berpengalaman sangat mampu menghipnotis pendengar. 4. Menari juga dapat menunjukkan sebagai pengejawantahan isi hati saat menghadapi keluarga atau orang tua yang meninggal.Pangurdot (yang termasuk pangurdot dari organ-organ tubuh ialah daun kaki. Didalam menari orang Batak mempergunakan alat musik/ Gondang yaitu terdiri dari: Ogung sabangunan terdiri dari 4 ogung. tulang punggung sampai daun bahu/ sasap). Kemudian Sarune (sarunai harus memiliki 5 lobang diatas dan satu dibawah.

kemudian dibangunlah rumah dekat rumah leleuhur atau ayah yang pertama. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu. dapat membuat berdirinya Huta lain. Angkola dan Mandailing. Lumban. poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. yaitu barisan Utara dan Selatan. yang hanya dipisahkan pagar bambu yang ditanam dipinggiran kampung. sehingga terbentuk perkampungan yang lebih ramai. Desa-desa di daerah Danau Toba. Demikian seterusnya bangunan rumah makin bertambah. Suatu Huta yang baru. Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma. secara bersama-sama memperbaiki pancuran tempat mandi. terdiri dari Batak Karo.D. Pada mulanya Huta. Di daerah Samosir. Pak-Pak. yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. kecuali didaerah yang berbukit. maka ikatan kekeluargaan sangat erat di Huta itu. memperbaiki pengairan. Sebagaimana ciri khas orang Batak yang suka gotong royong. dan bersama-sama pula memetik hasilnya.rumah adat balai batak toba Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara.Rumah Adat 1. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat. Toba. dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) . tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil. Jadi sejak mulanya Huta itu adalah milik bersama. dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan seharihari. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Biasanya Huta hanya didiami beberapa anggota keluarga yang berasal dari satu leluhur. atau kampung itu hanya dihuni oleh satu klan atau marga dan Huta itu pun di bangun oleh klan itu sendiri. demikianlah mereka membangun Huta. Simalungun. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau. hanya dapat diresmikan kalau sudah ada ijin dari Huta yang lama (Huta induk) dan telah menjalankan suatu upacara tertentu yang bersifat membayar hutang kepada Huta induk. Mereka secara gotong royong membangun dan memperbaiki rumah. mengerjakan ladang dan sawah. Adanya usaha beberapa orang dari anggota masyarakat dalam satu kampung untuk memisahkan diri dan membentuk kampung sendiri. Disebabkan oleh pertambahan penduduk. Sering pula kampung itu terdiri dari beberapa kelompok kampung-kampung kecil. Oleh karena Huta didiami oleh sekelompok orang yang semarga. Di sekitar Balige. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris. poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat.

Berfungsi untuk mempersatukan tiang-tiang depan. Bali dan daerah-daerah lain. ornament-ornamen perang dan dan sebagainya. jengkal. Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh. khususnya landasan lantai rumah dan bentuknya bulat panjang. lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. Pada waktu peletakannya. seperti kerbau atau babi. tepat di bawah tiang ditanam ijuk yang berisi ramuan obat-obatan dan telur ayam yang telah dipecah. dinamis dan kreatif. bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari mara bahaya. tangga jantan (balatuk tunggal).berjumlah lima atau tujuh buah. dilambangkan dengan lantai dan dinding. sifat terbuka. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung. Ada tiang yang dekat dengan pintu (basiha pandak) yang berfungsi untuk memikul bagian atas. Teknik ragam hias terdiri dari dua cara. belakang. Tangga rumah terdiri dari dua macam. menembus lubang pada tiang depan dan belakang. Ornamen-ornamen tersebut berupa orang yang menarik kerbau melambangkan kehidupan dan semangat kerja. Anak tangga adalah lobang pada batang itu sendiri. Pintu kolong rumah digunakan untuk jalannya kerbau supaya bisa masuk ke dalam kolong. antara keluarga bapak dan keluarga anak yang sudah menikah. kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. Biasanya orangtua tidur di bagian salah satu sudut rumah. Pak-Pak. terbuat dari potongan sebatang pohon atau tiang yang dibentuk menjadi anak tangga. Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Ruma Parsantian didirikan oleh sekeluarga dan siapa yang jadi anak bungsu itulah yang diberi hak untuk menempati dan merawatnya. Bersambung. Rumah adat Batak Toba pada bagian-bagian lainnya terdapat ornamen-ornamen yang penuh dengan makna dan simbolisme. suka berterus terang. Angkola dan Mandailing. samping kanan dan kiri rumah dan dipegang oleh solong-solong (pengganti paku). dilambangkan dengan atap rumah. terbuat dari beberapa potong kayu yang keras dan jumlah anak tangganya ganjil. Pada umumnya dinding rumah merupakan center point. yaitu dengan teknik ukir teknik lukis. Di dalam satu rumah dapat tinggal beberapa keluarga . Pada jaman dulu.disebut Sopo. Kedua. terdiri dari Batak Karo. terdiri dari lima sampai tujuh buah anak tangga. Dinding dari papan atau tepas. putih dan hitam yang merupakan warna tradisional Batak. Sedangkan teknik lukis bahannya . arah motif dapat dicerminkan falsafah maupun pandangan hidup orang Batak yang suka musyawarah. karena adanya ukir-ukiran yang berwarna merah. Biasanya terbuat dari sejenis pohon besar yang batangnya kuat dan disebut sibagure. Benua Bawah sebagai tempat kematian dilambangkan dengan kolong. Sebagai ukuran dipakai depa. gotong royong. Rumah melambangkan makrokosmos dan mikrokosmos yang terdiri dari adanya tritunggal benua. juga darahnya di tuang kedalam lubang. Dari segi bentuk. Untuk mengukir digunakan pisau tajam dengan alat pemukulnya (pasak-pasak) dari kayu. asta dan langkah seperti ukuran-ukuran yang pada umumnya dipergunakan pada rumah-rumah tradisional di Jawa. sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. tangga betina (balatuk boru-boru). biasanya berupa hewan. Balok untuk menghubungkan semua tiang-tiang disebut rassang yang lebih tebal dari papan. yaitu : pertama. yang menggambarkan kewibawaan dan kharisma. Caranya yaitu dengan meletakkan kepala binatang tersebut ke dalam lubang pondasi. yaitu : Benua Atas yang ditempati Dewa. Toba. Seringkali keluarga menantu tinggal bersama orangtua dalam rumah yang sama. rumah bagian tengah itu tidak mempunyai kamar-kamar dan naik ke rumah harus melalui tangga dari kolong rumah. Sebelum meletakkan pondasi lebih dahulu diadakan sesajen. Ruma Gorga Sarimunggu yaitu ruma gorga yang memiliki hiasan yang penuh makna dan arti. Simalungun. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau. Tujuannya supaya pemilik rumah selamat dan banyak rejeki di tempat yang baru. Benua Tengah yang ditempati manusia. Tiang-tiang depan dan belakang rumah adat satu sama lain dihubungkan oleh papan yang agak tebal (tustus parbarat).

dan panaik uwur (pada waktu memasang uwur) maupun pada waktu bangunan telah selesai. Desa tersebut dibangun di atas sebuah bukit. tampaknya telah menyimpang dari penggunaan aslinya dan terlihat pada tungku perapiannya. Strukturnya di atas dua belas batu kali yang tiga menyilang ke depan dan empat dari depan ke belakang. Simalungun. di susun di atas empat buah batu kali dengan alas ijuk diantara batu dan papan . Bagian atas menunjukkan bahwa kegunaan utamanya telah menjadi tempat tinggal dan bukan dipergunakan sebagai tempat penyimpanan beras. yang merupakan pertanda atau pengumuman bagi penduduk disekitarnya bahwa tempat tersebut akan dijadikan bangunan. pada waktu mendirikan bangunan (upacara parsik tiang) pada waktu memasang tiang. maka ditandai dengan mare-mare yakni daun pohon enau yang masih muda dan berwarna kuning. yaitu lalubaknya berupa ijuk yang langsung diambil dari pohon Enau dan masih padat.5 m. Lapisan kedua. Jambur (gudang). tindakan berikutnya adalah peninjauan tempat. lebarnya 80 cm dan tingginya 1. Bagian depan (Timur) adalah pintu. Daerah yang ditempati oleh suku Batak Simalungun terletak diantara daerah Karo dan Toba di Sumatera Utara. Setelah diadakan musyawarah. Bangunan ini kira-kira luasnya 25 m2 dan tingginya 7m. Lumbung digantungkan di atas tungku di tingkat atas. lukisan dan tulisan dan dengan dua kepala singa pada ambang pintu. dikelilingi dengan ukiran. jambur digunakan untuk menyimpan beras. Angkola dan Mandailing.5 m. Bolon adat (rumah raja) dan Balai Bolon Adat (gedung pertemuan dan pengadilan). Sebelum mendirikan bangunan diadakan musyawarah terlebih dahulu. Dalam mendirikan suatu rumah adat biasanya memakan waktu sampai lima tahun. Apabila tempat tersebut memenuhi persyaratan.5 m2). Hasil musyawarah dikonsultasikan kepada pengetua untuk memohon nasihat atau saran. Sudah barang tentu memakan biaya banyak.diolah sendiri dari batu-batuan atau pun tanaga yang keras dan arang. Tiang berdiameter 35 cmdan dibuat dari kayu yang sangat keras. diletakkan lapis ketiga. Tahap pertama adalah pencarian pohon-pohon yang cocok kemudian ditebang dan dikumpulkan disekitar tempat-tempat yang akan didirikan rumah. Setiap lapisan diikat dengan jarum yang terbuat dari bambu dengan jarak 0. yaitu upacara memasuki rumah baru (mangopoi jambu) dan upacara memestakan rumah (pamestahon jabu) Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. yang disusun mulai dari jabu bona tebalnya 20 cm dan luasnya 1×1. dan sulit sekali untuk dimasuki kecuali melewati terowonganterowongan yang langsung dapat mencapai tengah-tengah desa. Antara tuham yang satu dan dengan tuham lainnya diisi dengan ijuk agar permukaannya menjadi rata. Balai Balon Adat semula digunakan untuk tempat pertemuan-pertemuan dan untuk membahas masalah penting dalam hukum adat. untuk memenuhi syarat-syarat dan upacara-upacara yang diadakan. Dasarnya adalah balok-balok horisontal yang dibangun dalam bentuk persegi. Sistem pembangunannya sama seperti Balai Buttu. Dasar dari tiang ini sangat penting dan ditutupi dengan ukiran. Toba. Balai Buttu dicapai dengan anak tangga dari kayu. Lantai yang lebih rendah hanya 75 cm dari tanah dan ditopang tiga lapis palang balok. Atap rumah terbuat dari ijuk yang terdiri dari tiga lapis. yang dahulunya merupakan sebuah desa yang besar sekali dikelilingi oleh pohon-pohon beracun. Kemudian bahan-bahan tersebut ditumpuk ditempat tertentu agar terhindar dari hujan dan tidak cepat lapuk atau menjadi busuk. baik sebelum mendirikan bangunan (upacara mengusung bunti). Pak-Pak. Perbedaan utamanya adalah pada tiang penyangga struktur atap yang diletakkan di atas balok lantai. lukisan dan tulisan yang berhubungan dengan hukum adat. Fungsi dari bangunan ini seperti yang ada di Pematang Purba. . dimana penggunaan utama dari bangunan tersebut tetap sebagai tempat penyimpanan beras. tetapi dalam skala lebih besar. Arsitektur tradisional dari suku Batak Simalungun masih dapat dipelajari dari empat jenis bangunan yang masih ada. terdiri dari Batak Karo. Lapisan pertama disebut tuham-tuham ( satu golongan besar dari ijuk. Pada waktu ini sudah hampir tidak terdapat lagi desa-desa tradisional dari suku Batak Simalungun. karena banyaknya hewan yang dikorbankan. tetapi dipakai juga sebagai tempat tinggal tamu laki-laki dan tempat dimana para bujangan tidur. dalam bentuk Balai Buttu (pintu gerbang rumah). luasnya kira-kira 6m2 dan tingginya 6 m.

Hal ini sulit untuk membedakan yang mana pintu masuk utamanya. di atas lingkaran balok. Oleh karena itu antara empat sampai duabelas keluarga dapat tinggal di rumah tersebut dan dengan ukuran rata-rata keluarga besar terdiri dari lima orang (suami. Pusat tiang terpenting dari gedung pertemuan diukir dari kayu keras yang tebal. sedangkan yang delapan lagi hanya penyangga lantai saja. Atap dijalin dengan ijuk hitam dan diikatkan kepada sebuah kerangka dari anyaman bambu yang menutupi bagian bawah kerangka dari pohon aren atau bambu. Pada bangunan Simalungun susunan strukturnya terdiri dari tiang-tiang bergaris tengah 40 sampai 50 cm. Delapan dari tiang-tiang ini menyangga lantai dan atap.80 m dari tanah dan gang digantungkan dengan rota yang diikat pada dua pusat kayu. sehingga pintu masuk pada kedua sisinya kelihatan sama. Penutup atap keseluruhan adalah jalinan ijuk pada kaso dan papan kecil dari bambu. Rumah adat Batak Karo dibangun dengan enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar dari gunung atau sungai. Bumbungan dikat dengan ijuk dengan hiasan kepala kerbau pada puncaknya. Bagian terendah dari atap pertama di bagian pangkalnya ditanami tanaman yang menjalar pada semua dinding dan berfungsi sebagai penahan hujan deras. Rumah adat Batak Karo dapat ditempati oleh dua puluh sampai enam puluh orang. istri dan tiga orang anak). Ujung atapnya sederhana. Pintu pada ujung sebelah Timur kamar raja berisi ruangan tidur kecil dan dua tungku api. Bagian luar dari kusen jendela dan pintu umumnya diukir dalam versi yang rumit dari susunan busur dan anak panah. hanya pasak dan tali ijuk baji (sentung). Tiang-tiangnya ditanam di dalam tanah. pada pria dewasa (bujangan) tidur di bale-bale lumbung dan para gadis bergabung dengan keluarga lain di rumah lainnya. Di atas tungku dipasang ayunan dimana peralatan memasak disimpan dan bahan makanan dikeringkan serta diasapi. pintu masuk pada sisi sebelah Timur diapit oleh balkon atas dan bawah. dua puluh tiang yang menopang lantai dibentuk menjadi ortogal dan dicat dengan motifgeometris hitam putih. konstruksinya sederhana dari potongan bambu melingkar dengan diameter 6 cm. Konstruksi pada bagian bangunan ini sama dengan rumah pertemuan (Balai Balon adat) kecuali struktur lantainya sedikit rumit sebagai akibat dari tungku tersebut. Panggung ini dugunakan untuk tempat mencuci. Kedua pintumasuk dan kedelapan jendela dipasang di atas dinding yang miring. Jalan masuk menuju ture adalah tangga bambu atau kayu. Bangunan ini simetris pada kedua porosnya. yaitu yang besar dibangun pada tiang-tiang vertikal. Rumah adat Batak Karo berukuran 17×12 m2 dan tingginya 12m. Anak-anak tidur dengan orangtua sampai menjelang usia dewasa. menopang pada sambungan dari bagian atap ke bagian depan bangunan. terdiri dari empat sampai enam tungku perapian. Fungsi utama dari ujung atap yang menonjol ini adalah untuk emmungkinkan asap keluar dari tungku dalam rumah. Pada bagian depan dan belakang rumah adalah panggung besar yang disebut ture. Sebagian besar adalah balok-balok dan tiang-tiang yang dibiarkan dalam potongan bundar yang ditebang dari hutan. Pintu mempunyai daun pintu ganda sedangkan jendela mempunyai daun jendela tunggal. Kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu keras.Potongan yang lebih rendah dari dinding yang miring pada setiap sisi pintunya dipenuhi dengan papan tiang jendela vertikal yang membiarkan masuknya cahaya dan angin. Ujung dari atap yang menonjol ditutup dengan tikar bambu yang sangat indah. Tidak seperti bangunan lainnya. sebagai tempat pembuangan (kotoran hewan) dan sebagai ruang masuk utama. kayu tongkang dan kadang-kadang keseluruhan bambu digunakan dalam jalinan ijuk yang diikat dengan rotan atau bambu belah. Tinggi pintu setinggi orang dewasa dan jendela ukurannya lebih kecil. bangunan ini mempunyai lantai ganda dengan gang yang menurun ke pusat pada lantai yang lebih rendah. Rumah Balon Adat (rumah raja) terbagi menjadi dua bagian. . dilengkapi dengan kumpulan papan yang terbentuk dengan indah sebagai dekorasinya. Bumbungan atap terbuat dari jerami yang tebalnya 15 sampai 20 cm. Tungku perapian dibangun dari sisa pembakaran kayu dan dipenuhi dengan tanah. sedangkan yang kecil disusun pada tumpukan balok horisontal. satu untuk setiap unit keluarga besar (jabu) atau untuk dua jabu. Paku tidak digunakan dalam konstruksi. menyiapkan makanan. Bangunan rumah adat Batak Karo merupakan sebuah bangunan yang sangat besar. Lantai yang rendah berada 2. Struktur tersebut ditata di atas batu-batu kali yang besar kecuali untuk rumah raja. Dinding-dindingnya juga merupakan penunjang atap.

Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. Rumah Sendi Rumah sendi adalah rumah yang tiang rumahnya dibuat berdiri dan satu sama lain dihubungkan dengan balok-balok sehingga bangunan menjadi sendi dan kokoh. dan karena itulah disebut rumah adat. Buah Raja. b. Lingga. Inilah yang sesungguhnya disebut sebagai jabu adat.Rumah Adat Karo Pada masyarakat Karo terdapat suatu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. bermuka dua mempunyai sepasang tanduk. Peceren. Rumah Mecu Rumah mecu adalah rumah yang bentuknya sederhana. yang dapat juga terdiri atas sat atau dua tersek dan diberi bertanduk. yang dalam bahasa daerah Batak disebut jambur. dibuat antara dua lantai sehingga bagian dasarnya bersandar di atas bambu dan ujungnya adalah setingkat dengan lantai utama. dan sepanjang sisi-sisi dinding dibangun tempat tidur. Rumah sianjung-anjung Rumah sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih. Rumah adat Karo didirikan berdasarkan arah kenjahe (hilir) dan kenjulu (hulu) sesuai aliran air pada suatu kampung. Jabu jahe terbagi atas jabu bena kayu dan jabu lepar benana kayu. dan lain-lain. Rumah adat secara garis besar dapat dibagi atas jabu jahe (hilir) dan jabu julu (hulu). Lau Buluh. Rumah Sangka Manuk Rumah sangka manuk yaitu rumah yang binangunnya dibuat dari balok tindih-menindih. itulah yang disebut dengan rumah adat Karo. yaitu : a. Dalam nyanyian rumah ini sering juga disebut Rumah Sendi Gading Kurungen Manik. yang penempatan jabu-nya didalam rumah tersebut diatur menurut ketentuan adat dan didalam rumah itu pun berlaku ketentuan adat. Sementara menurut binangun. dimana balok bulat yang menghubungkan tiang-tiang penunjang yang menembus lantai pada setiap sisi rumah dan menunjang struktur atap dan podium. Bentuknya sangat megah diberi tanduk. yaitu jabu ujung kayu dan jabu rumah sendipar ujung kayu. Sepanjang pertengahan dari rumah adalah gang yang sempit setingkat dengan lantai dasar. didirikan dalam tiga tingkatan 2. Rumah-rumah adat empat ruang ini dahulunya terdapat di Kuta Buluh. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo. Lumbung untuk menyimpan padi. b. Berdasarkan bentuk atap.Bagian pokok dari tungku perapian adalah untuk memasak. Jabu dalam Rumah Adat Rumah adat biasanya dihuni oleh empat atau delapan keluarga. rumah adat Karo pun dapat dibagi atas dua yaitu: a. . Perbesi. Tempat penyimpanan makanan dan peralatan rumah tangga diletakkan dibagian atas rumah. Sisi-sisi dari bagian pokok tersebut dibuat dari sisa-sisa kayu bakar dan ditempatkan pada tanah yang keras. rumah adat karo dapat dibagi menjadi dua bagian. Limang. Penempatan keluarga-keluarga itu dalam bagian rumah adat (jabu) dilakukan berdasarkan ketentuan adat Karo. Demikian juga jabu kenjulu dibagi atas dua. Interior dari rumah sangat gelap karena jendela-jendelanya yang kecil serta asap dari perapian yang telah menghitamkan seluruh papan dan kayu-kayu.

Jabu ini dihuni oleh para keturunen simantek kuta (golongan pendiri kampung) atau sembuyak-nya. dan sering pula disebut jabu peninggel-ninggel. jabu ini disebut jabu si mangan-minem. letaknya disebelah kiri atau diagonal dengan letak jabu benana kayu. Jabu sedapuren benana kayu (peninggel-ninggel) Jabu ini ditempati oleh anak beru menteri dari rumah si mantek kuta (jabu benana kayu). 5. 2. Keempat jabu inilah yang disebut dengan jabu adat. Penghuni jabu ini adalah sembuyak dari jabu benana kayu. Kalau kita kerumah dari ture jahe. dan jabu sedapuren lepar ujung kayu. 4. Akan tetapi. jabu sidapuren ujung kayu (rintenteng) Ditempati oleh sembuyak dari ujung kayu. Oleh . Dalam hal rumah adat dihuni oleh delapan keluarga. 6. sedapuren lepar bena kayu. Fungsinya adalah sebagai pemimpin rumah adat. Fungsinya adalah sebagai juru bicara jabu bena kayu. sedapuren ujung kayu. jabu ini disebut jabu sungkun berita (sumber informasi). letaknya di sebelah kanan. Oleh karena itu. yang sering juga disebut jabu arinteneng. sehingga terjadilah jabu-jabu sedapuren bena kayu. Jabu Lepar Benana Kayu Jabu ini di arah kenjahe (hilir). Kalau kita kerumah dari pintu kenjahe letaknya disebelah kanan. Fungsinya untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi diluar rumah dan menyampaikan hal itu kepada jabu benana kayu. Tugasnya adalah untuk engkapuri belo. sementara dapuar dalam rumah adat hanya ada empat. 3. masing-masing jabu dibagi dua. Jabu ini ditempati oleh kalimbubu jabu benana kayu. Jabu ini ditempati oleh anak beru kuta atau anak beru dari jabu benana Kayu. adakalanya juga rumah adat itu terdiri dari delpan atau enam belas jabu. Oleh karena itu. Jabu Benana Kayu Terletak di jabu jahe. Jabu ujung Kayu (anak beru) jabu ini arahnya di arah kenjulu rumah adat. karena penempatannya harus sesuai dengan adat. Adapun susunan jabu dan yang menempatinya adalah sebagai berikut: 1. demikian juga yang menempatinya ditentukan menurut adat. letaknya sebelah kiri. Jabu lepar ujung kayu (mangan-minem) Letaknya dibagian kenjulu (hulu) rumah adat. Dia ini adalah anak beru dari ujung kayu. Malahan kampung Munte ada rumah adat yang dihuni oleh enam belas keluarga.Ada kalanya suatu rumah adat terdiri dari delapan ruang dan dihuni oleh delapan keluarga. Kalau kita masuk dari pintu kenjulu ke rumah adat. Kalau kita masuk kerumah adat dari pintu kenjulu. menyerahkan belo kinapur (persentabin) kepada tamu jabu benana kayu tersebut.

terutama pada penataan taman. Objek wisata tersebut masih bisa diselamatkan dengan penataan yang lebih baik. Pada tahun 1990-an atau awal ditetapkannya Rumah Bolon sebagai objek wisata.karena itu. akan tetapi sekarang sudah mulai keropos dan memerlukan renovasi ulang . Tidak seperti beberapa waktu lalu yang ditata dengan baik. jabu ini disebut juga jabu arinteneng. Tuan Rahalim. Rumah Bolon di Simalungun adalah semacam istana yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII. Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru) Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. 7. Rumah yang merupakan peninggalan kerajaan Purba ini sebenarnya telah disahkan sebagai objek wisata oleh Bupati Simalungun pada tahun 1961. kini pengunjung dalam seminggu dapat dihitung dengan jari. 3. Sedangkan biaya perawatan dari Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Yayasan Museum Simalungun masih jauh dari cukup. Menurut salah seorang penjaga Rumah Bolon. masih ada sekitar 300 pengunjung. tempat bersejarah itu kini membutuhkan penanganan yang serius. Namun. Pada tahun 1985. Jabu sedapuren lepar benana kayu Dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu disebut juga jabu pendungi ranan. Di lahan seluas satu hektar lebih itu kini hanya terlihat rumput yang tumbuh memanjang. Rumah yang terbuat dari kayu keras dan dinding papan itu dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku.rumah adat BOLON Banyak warisan budaya di Indonesia yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit. Kondisi negara yang tidak terjamin keamanannya beberapa waktu terakir membuat kawasan wisata itu sepi pengunjung. Wanson. Kondisi Rumah Bolon yang kini tak terurus disebabkan kurangnya dana untuk perawatan. Melihat keadaan Rumah Bolon saat ini bukan tak mungkin lagi diselamatkan. 8. Bahkan karyawan yang semula berjumlah lima orang harus dikurangi untuk penghematan biaya. Karena biasanya dalam runggun adat Karo persetujuan terakhir diberikan oleh puang kalimbubu. Tentu saja dengan publikasi ke luar negeri lokasi tersebut. Rumah Bolon menjadi salah satu contoh warisan budaya yang saat ini sedikit terlupakan keberadaannya. Rumah Bolon pernah direnovasi.

omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi.Rumah Adat Omo Sebua Omo Sebua adalah jenis rumah adat atau rumah tradisional dari Pulau Nias. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. . Sumatera Utara. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh.4. Omo sebua adalah rumah yang khusus dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi.

" katanya. sehingga mudah untuk dijangkau. Warnanya keemasan.E. asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan. Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara. Aku akan menjaga rahasia itu. Batu Gantung-Parapat. termasuk jatah makan kedua orang tuanya. Ia tinggal seorang diri di bagian Utara Pulau Sumatra yang sangat kering. Karena ia disentuh manusia. Dari bekas injakan kakinya." kata pemuda itu. "Aku bersedia menjadi istri kakanda. keluarlah kata-katanya yang kasar. Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Tetapi saat tersentuh tangannya. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus. ia makan semua makanan yang ada di meja. jika ia tersentuh tangan. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara." "Baiklah. Dahulu. ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan.Cerita Rakyat Legenda Danau Toba Sinopsis: Ada seorang pemuda yatim piatu yang miskin. kakanda. bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. Sepulang dari ladang. tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. cari Parapat atau Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun. Suatu hari. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri. marahlah hatinya. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. dengan ucapannya itu. Adinda. Setelah petani mengucapkan kata-katanya. maka ia juga berubah menjadi manusia. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir. berarti ia sudah membuka rahasia istrinya. Tanpa bekas dan jejak. ia tak pernah merasa kenyang. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. si Anak ini selalu merasa lapar. Indonesia. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya. "Namun aku punya satu permintaan. Sumatera Utara. Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan. Selain sebagai objek wisata yang eksotis. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. karena begitu laparnya. seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. "Dasar anak keturunan ikan!" Ia tak menyadari. Suatu hari. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya. Ikan itu besar dan sangat indah. Setelah . Namun ketika beranjak besar. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang. kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Telah disuratkan.

Pada suatu hari. “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga. Alkisah. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Sesampainya mereka di ladang. Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan. Dengan berderai air mata. mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu. dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya. Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini. “Toki…. “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku. ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu.” sahut ibu Seruni. Sesampainya di ladang. “Parapat! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya. “Pak.” seru sang ayah. Beberapa saat kemudian. tiba-tiba ia terperosokke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. namun ia tidak dapat berbuat apa-apa. dan hasilnya digunakan untuk mencukupikebutuhan sehari-hari. “Ah.. namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. Di dasar lubang yang gelap. Menurut masyarakat setempat. kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. “Ya. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat. sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya. si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya.di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara. ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya. Merasa tidak mampu menolong sang majikan. Tak lama kemudian. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu. seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. “Ibu benar. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Sesampai di rumah majikannya. Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya. Gadis cantik itu sangat ketakutan. ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Sementara anjingnya.” keluh Seruni. Tanpa diduga. Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!.” kata ayah Seruni. ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. Ia sangat bingung. gadis itu tidak bekerja. tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Seruni beranjak dari tempat duduknya. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong. Akhirnya gadis itu semakin putus asa. Dalam peristiwa itu. si Toki. Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat. Dengan pikiran yang terus berkecamuk. Seruni pergi ke ladang seorang diri. muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. Sementara si Toki. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. Ia sangat sedih.terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan. Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya. “Tapi hari sudah gelap. ia pun mulai putus asa. Selain rupawan. Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Pak. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk . si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya.” pasrah Seruni. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba. batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni.

Sesaat kemudian. Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya. “Bu. maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”. “Benar. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya. tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya. Mereka meninggalkan mulut lubang batu. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu. namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!” “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris. “Jangan ayah. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. tiba-tiba terdengar suara gemuruh. lubang itu sangat dalam dan gelap. “Entahlah. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”. Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik. bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik.memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu.” jawab sang ayah cemas. Salah seorang warga mengulurkan seutas tampar (tali) sampai ke dasar lubang. “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang. “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak. pegang obor ini!” perintah sang ayah. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa atau lemah semangat. parapatlah batu?” tanya sang ibu. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Seruni yang hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam. namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor. “Benar pak. cari Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. Beberapa hari kemudian. Beberapa kali mereka berteriak. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!” “Pak. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup.” jawabnya tegas. bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. kenapa dia berteriak: parapat. Demikian cerita tentang asal-usul nama kota prapat. Tebingtebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni. Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. sangat berbahaya!” cegah sang ibu. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung. “Tapi. Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batu cadas di dalam lubang. namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. namunia justru terperosok ke dalam lubang batu dan menghimpitnya hingga akhirnya meninggal dunia Hikayat Boru Napuan. “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu. sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. Pu . Beberapa saat setelah gempa itu berhenti. Indonesia.” sahut salah seorang warga. tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba.

Nantiraja memangku putri adiknya itu. Putra Nantimalela yang dilahirkan Nantiraja tetap menggunakan marga Tamba/Tamba dan tinggal di Samosir. Raja Natota. Istilah itor-tori galot merupakan ungkapan didalam bahasa Simalungun untuk menggambarkan pekerjaan yang tidak pernah diselesaikan. dan sudah pasti adalah bayi adiknya Nantimalela. adiknya Nantimalela melahirkan seorang putri di Pulau Samosir. Setelah puas melepas rindu dan kebahagiaan mereka. beberapa hari kemudian. Siulatahi menikah dengan marga Sitanggang Boru Nantiraja istri Raja Mangatur telah memiliki beberapa orang anak laki-laki dan adiknya Nantimalela yang menikah ke Tamba/Saragi telah memiliki beberapa orang anak perempuan.Lahang Mahua Rumapea Ketiga orang putranya itu adalah 1. Tor-tor artinya tari. putra kakanya tertinggal dan putrinya terbawa. Marga yang mereka gunakan untuk anaknya itu adalah sesuai dengan marga suaminya masingmasing. Guru Badia 3. dan putranya yang baru lahir turut dibawa. Lama kelamaan. Nantiraja menikah dengan Raja Mangatur Manurung 2. dan Nantimalela juga memangku putra kakaknya. Nantiraja pulang ke Uluan. 2. Dan ketiga orang putrinya adalah : 1. Manurung bersaudara mendapatkan berupa barang pusaka dari mertua Napuan karena Raja Parmata Manunggal adalah turunan orang berada dan seorang raja yang dihormati di Sipolha Itor itor Galot. memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. Ketika Nantiraja baru melahirkan anak lakilaki. cari Galot (dalam bahasa Indonesia artinya musang) merupakan binatang yang keluar mencari makan dimalam hari dan tidur di siang hari. saat mengganti popok bayinya. . Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Setelah dewasa. Setelah berita itu saling diketahui kedua belah pihak. Nantimalela juga mengalami hal yang sama di Samosir. Nanti Malela menikah dengan marga Tamba/Saragi 3. dia menyadari bahwa bayi yang dipangkuannya adalah perempuan. akhirnya disepakati akan mengembalikan pada waktu ada kesempatan. Boru Napuan menikah dengan Raja Parmata Manunggal Damanik dari Sipolha. mereka menyayangi bayi tersebut dan dianggap anak sendiri dan dibesarkan hingga dewasa. Puraja Naginjang. Putri Nantiraja yang dilahirkan Nantimalela diberi nama Boru Napuan dengan gelar Boru Inggal-inggal dan dimanjakan dan disayang semua keluarga Manurung dan tetap menggunakan marga Manurung. Itor-tori galot berarti musang menari-menari. Itor-tori berarti menari-nari. Nantiraja berangkat ke Samosir mengunjungi adiknya yang baru melahirkan. Diperjalanan.

Mengikuti kata orang. Atau mencangkul untuk membuka lahan baru. selesaikan sekarang juga Raja Raja Biak. apalah aku di bandingkan Sariburaja yang tidak cacat itu?. yang tinggal disana beraneka ragam binatang piaraan. Mendengar perkataan Raja Biak-biak ibunya menyuruh Guru Tateabulan menyembunyikan Raja Biak-biak ke Bukit Pusukbuhit. . seperti garugu yang satu menjadi tujuh puluh.Sebagian besar masyarakat Simalungun hidup dari pertaninan. Pekerjaan ini harus segera diselesaikan jika tidak akan ditor-tori galot. Setelah makan.Sudah di sediakan api sebelumnya. Akhirnya pekerjaan yang tertinggal tersebut tidak pernah selesai. Dari sekian hektar tanah yang dikerjakan selama beberapa minggu ini. biasanya anak-anak sekolah janjian di sekolah agar pergi ke ladang bisa bersama-sama. Bagi mereka yang memilik ladang yang jauh dari rumah. Setelah tiba diladang. mungkin harus membuka lahan baru atau ada lahan yang harus dibersihkan dari rumput-rumput liar. Bukan berarti. kalau boleh permintaanku suruhlah bapak menyembunyikan aku. ibu! Kudengar bapak mengijinkan di bunuh Ompunta MULAJADI NABOLON si Sariburaja. Setelah MULAJADI NABOLON naik ke atas. naik ke Sianjur Mulamula terus ke Guru Tateabulan mengetuk hati dan memina anaknya Sariburaja oli di potong. Dia berkecil hati di dalam hatinya karena adik-adiknya tidak cacat. jahe dan tanaman palawija lainya. jika galot menari-nari berkeliling disitu. akulah yang mau di bunuh. Jadi dipeganglah kakinya. maka sisa pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. atau menggemburkan tanah untuk persiapan menanam. Jangan sampai pekerjaan Anda hari ini itor-tori galot. tapi pemiliknya tidak menyelesaikanya. Dia seperti Garaga. karena besok Anda sudah mempunyai/atau harus mengerjakaan pekerjaan lain lagi.” Terserah Ompung! ” jawab Guru Tateabulan. Diladang mereka menanam padi. atau dekat tergantung jarak ladang dengan rumah nya. biarpun kelahiranku begini akulah anak yang paling besar. Seorang yang cacat yang tidak punya tangan. Kabarnya: Pertama kali datang MULAJADI NABOLON. si anak harus buru-buru pulang ke rumah. mengganti pakaian sekolah dengan pakaian lusuh untuk siap ke ladang. Setelah asap datang. Mendengar itu. mereka kembali bekerja diladang sampai sore. dalam hatiku. Raja Biak-biak berkata kepada ibunya : ” O. cabe. Kata MULAJADI NABOLON : ” Pegang kakinya!”. artinya setelah jam sekolah. cari Raja Biak-biak. si anak makan siang. Lalu terangkatlah sariburaja dari sana kemudian duduk. Setelah itu di potong lalu di cincang. Begitu pulang sekolah. cabe. Jika si anak bersekolah. maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai karena pemilik ladang tersebut tidak pernah kembali mengerjakanya karena enggan atau mungkin sudah sibuk pekerjaan baru lagi. Setiap keluarga Simalungun pasti memiliki ladang yang luas. jagung atau yang lainya. jangan tunggu-tunggu. atau menyiangi/membersihkan rumput-rumput liar diantara tanaman kopi. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Pekerjaan itu pasti terselesaikan. Inilah yang disebut dengan itor-tori galot. berserulah MULAJADI NABOLON katanya : ” Yang mau menjadi Sariburaja keluarlah dari situ. kopi. Setelah selesai di cincang lalu di masak di atas api. ada kemungkinana beberapa meter persegi tanah pekerjaan tersebut yang belum selesai. selesaikanlah hari ini juga. Lalu di berikan ibunya. Perjalanan dari rumah ke ladang mungkin jauh. dengan nama raja Gumelenggeleng. padi. maka kadang-kadang entah karena alasan apa. mungkin si anak sudah dintunggu oleh bapak atau ibuya agar bisa makan siang bersama. Sebenarnya ini istilah saja. Jika ditor-tori galot. diminta Sariburaja di bunuhnya. Apa pelajaran yang bisa ambil dari sini? Jika Anda memiliki pekerjaan dan Anda yakin mampu menyelesaikanya hari ini. maka ada kompensasi untuk si anak untuk ikut kerja keladang setelah makan siang. Istilah itor-tori galot sering diberikan kepada pekerjaan yang tinggal sedikit lagi belum selesai. Setiap hari orang tua mengajak anak-anaknya untuk bekerja diladang mulai dari pagi hingga sore. jahe. Ini hanya ungkapan. jika si pemilik ladang tersebut kembali lagi ke esokan harinya untuk menyelesaikan nya. kaki sehingga dia tidak bisa duduk. Pekerjaan saat itu mungkin bisa saja mencangkul sebidang tanah.

Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga. “Wahai. aku mau. karena aku paling besar.” Kalau di lihat Ompung. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang emas di sungai. Raga ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. “Negeri manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga penasaran. takut di ketakutanku!. maunya akulah kau bunuh karena aku cacat. Keesokan harinya.” kata Sampuraga kepada ibunya.Sebagian berkata. Sebelum meninggalkan gubuk reotnya.” kata Sampuraga dengan sungguh-sungguh. maukah kau ku ubah?” “Ya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sepulang dari bekerja di ladang majikannya. Setelah mendapat doa restu dari ibunya. Lalu bertemulah dengan Raja Biak-biak : ” Siapa membawa kamu kesini “. kata Raja Biak-biak. anakku” kata ibu Sampuraga dengan rasa haru. tangan tetapi moncongnya seperti moncong babi. “Jadi maksudmu semua keturunan adikmu dan kakakmu bersembah sujud kepadamu”. mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. cari Alkisah. “Pergilah. bu! Raga berjanji akan segera kembali jika Raga sudah berhasil. Doakan Raga. jangan terlalu banyak bekerja keras!” saran Sampuraga kepada ibunya. Pemilik ladang itu yang memberitahu Raga bahwa penduduk di sana hidup makmur dan sejahterta. Kalau boleh saya menyarankan. Berhati-hatilah di jalan! Jangan lupa cepat kembali jika sudah berhasil!” harap sang ibu. Akulah anak yang sulung ibu. ya bu!“ Sampuraga meminta doa restu kepada ibunya. karena usia ibu sudah semakin tua. “Bu. Sampuraga! Kamu memang anak yang berbakti” puji sang Majikan. “Ke negeri Mandailing. Sampuraga berpamitan kepada ibunya. anakku! Meskipun ibu sangat khawatir kita tidak bisa bertemu lagi. “Ya. anakku! Siapkanlah bekal yang akan kamu bawa!” seru sang ibu. diterbangkan MULAJADI NABOLONlah ia ke ujung Aceh Sampuraga. “Tentu. Raga berangkat! Jaga diri ibu baik-baik. hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. Saya ingin membahagiakan ibu saya.Ketika MULAJADI NABOLON kembali keatas dari Bukit Pusukbuhit ia naik. Jadi di berkati MULAJADI NABOLONlah Raja Biak-biak di Bukit Pusukbuhit itu. karena selama ini ibu tidak pernah membahagiakanmu. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur. “Terima kasih. Sambil menikmati makan siang. Pada suatu siang. “Ke manakah engkau akan pergi merantau. tadi kudengar kau ancam ompung membunuh Sariburaja. Aku memohon kepada ibu supaya bapak mengantarkan aku kesini.” kata sang Majikan. Jadi. dia punya kaki. kata MULAJADI NABOLON. “Negeri Mandailing namanya. rata-rata penduduknya memiliki sawah dan ladang. kalau keturunan adik ku dan kakak ku mau bersembah kepada ku” kata Raja Biak-biak. Raga ingin mengubah nasib kita yang sudah lama menderita ini. bu. “Cita-citamu sangat mulia. raja yang takkan pernah tua. “Sebenarnya. Sampuraga mencium tangan sang Ibu yang sangat disayanginya itu. dia punya sayap makanya di sebut namanya Tuan Rajauti. Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. saya sudah lama bercita-cita ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. kata MULAJADI NABOLON. sebaiknya kamu pergi ke sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya hidup makmur. tapi ibu tidak memiliki alasan untuk melarangmu pergi. bagaimana. akulah yang pantas raja mereka”. . aku ketakutan.” jelas Sampuraga kepada ibunya. Sampuraga! Usiamu masih sangat muda. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Meskipun hidup miskin. Seakan tidak ada jarak antara majikan dan buruh. pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak. Di sana. “Bu. Ibu minta maaf. Dari Bukit Pusukbuhit itu. karena tanah di sana memiliki kandungan emas. sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka. Sampuraga kemudian mengutarakan keinginannya tersebut kepada ibunya. mereka tetap saling menyayangi. Sampuraga segera mempersiapkan segala sesuatunya. anakku?” tanya ibunya. “kalau begitu. mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik orang lain. karena tanahnya sangat subur. raja yang takkan pernah mati.” jelas sang Majikan.

Lamaran pertamanya pun langsung diterima. Setibanya di wilayah kerajaan Pidoli. termasuk ibu Sampuraga. Sampuraga sangat terkejut mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya. air mata keluar dari kelopak mata sang Ibu. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah membara. Anakku! Jika Tuhan menghendaki. Berhari-hari sudah Sampuraga berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan melawati beberapa perkampungan. “Dengan senang hati. sang Ibu pun membalasnya dengan pelukan yang erat. Keuntungan yang diperolehnya ia tabung untuk menambah modalnya. Sebuah istana berdiri megah di tengah-tengah keramaian kota. Dengan langkah terseok-seok. lalu berkata: “Sudahlah. Persiapan mulai dilakukan satu bulan sebelum acara tersebut diselenggarakan. ternyata ia memang pemuda yang sangat jujur. berangkatlah ia ke negeri Mandailing dengan berjalan kaki untuk menyaksikan pernikahan anak satu-satunya itu. Ia sangat terpesona melihat negeri itu. tidak mungkin itu suara ibu. Sampuraga mencoba melamar pekerjaan. hardik Sampuraga.” demikian yang terlintas dalam pikiran janda tua itu. Maukah engkau aku jadikan menantuku?” tanya sang Majikan. Pernikahan mereka diselenggarakan secara besar-besaran sesuai adat Mandailing. Berita tentang pesta pernikahan yang meriah itu telah tersiar sampai ke pelosok-pelosok daerah. karena nenek tua itu tiba-tiba mengakuinya sebagai anak. tampaklah sebuah keramaian dan terdengar pula suara Gordang Sambilan bertalu-talu. Pemuda itu adalah Sampuraga. Alangkah terkejutnya. ketika ia melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya sedang duduk bersanding dengan seorang putri yang cantik jelita. “Raga. Dalam waktu singkat. ia pun terkenal sebagai pengusaha muda yang kaya-raya. “Sampuragaaa…. “Hei. usaha dagang Sampuraga berkembang dengan pesat. ibu tua itu ingin memastikan berita yang telah diterimanya. Sampuraga yang sedang duduk bersanding dengan istrinya. Ia sangat malu kepada para undangan yang hadir. bagai disambar petir. Penduduknya ramah-tamah. Setelah mempersiapkan bekal secukupnya.” jawab Sampuraga. Candi yang terbuat dari batu bata terdapat di setiap sudut kota. “Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal dunia. Rangkullah Ibu. nenek tua itu mendekati keramaian. Semua itu menandakan bahwa penduduk di negeri itu hidup makmur dan sejahtera. Perempuan tua itu hampir tidak percaya jika anaknya akan menikah dengan seorang gadis bangsawan. Oleh karena rindu yang sangat mendalam. Sudah beberapa kali sang Majikan menguji kejujuran Sampuraga. Gordang Sambilan dan Gordang Boru yang terbaik juga telah dipersiapkan untuk menghibur para undangan. Suatu hari. “Ah.” kata sang Ibu. engkau adalah anak yang baik dan rajin. Nak!” seru nenek tua itu sambil mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Sampuraga. Tiba-tiba ia berteriak memanggil nama anaknya. Sang Majikan sangat senang melihat keberhasilan Sampuraga. Sang Majikan sangat percaya kepadanya. perempuan jelek! Enak saja kamu mengaku-ngaku sebagai ibuku. Tak lama kemudian. putri seorang pedagang yang kaya-raya. Di kota itu. masing-masing mempunyai rumah dengan bangunan yang indah beratapkan ijuk. sehingga usahanya semakin lama semakin maju.” pikir Sampuraga sambil mencari-cari sumber suara itu di tengah-tengah keramaian. Beberapa saat kemudian. karena ia sangat rajin bekerja dan jujur. seakan terbakar api. Algojo! Usir nenek tua ini!” Perintah . tidak mungkin anakku akan menikah dengan putri bangsawan yang kaya. Seluruh warga telah mengetahui berita itu. Ia bekerja pada seorang pedagang yang kaya-raya. kita akan bertemu lagi. Nak!” Iba perempuan tua itu. Aku tidak punya ibu jelek seperti kamu! Pergi dari sini! Jangan mengacaukan acaraku!”. Tak terasa. Ia kemudian merangkul ibunya. sang Majikan ingin memberinya modal untuk membuka usaha sendiri. Setelah itu berangkatlah Sampuraga meninggalkan ibunya seorang diri. “Sampuraga…Anakku! Ini aku ibumu. Tuan! Hamba bersedia menikah dengan putri Tuan yang cantik jelita itu. Sampuraga pun tidak bisa membendung air matanya. sedangkan ia adalah anak seorang janda yang miskin. Walaupun masih ada keraguan dalam hatinya. sampailah ia di kota Kerajaan Pidoli. “Ah. Puluhan ekor kerbau dan kambing yang akan disembelih disediakan. Kenapa kamu melupakan ibu? Ibu sudah lama sekali merindukanmu. tiba-tiba seorang nenek tua berlari mendekatinya. Oleh karena itu. Barangkali namanya saja yang sama. Ia berkeinginan menikahkan Sampuraga dengan putrinya yang terkenal paling cantik di wilayah kerajaan Pidoli. Anakku! Aku ini ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu.Suasana haru pun menyelimuti hati ibu dan anak yang akan berpisah itu. Mandailing. anak kandungnya sendiri. ia tidak bisa menahan diri.

songonni nang mardongan. Selain itu. Marsitandaan ma nasida. marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan. Perempuan tua yang malang itu kemudian diseret oleh dua orang sewaan Sampuraga untuk meninggalkan pesta itu. jala somba marhula-hula. Tung mansai bahat do ro baoa manopot ibana. dipaso ibana ma lakkana. Di sekitarnya terdapat beberapa batu kapur berukuran besar yang bentuknya menyerupai kerbau. Pangisi ni solu on sahalak baoa. Guru Solandason. Bah…. Beberapa hari kemudian. perempuan tua itu berdoa: “Ya. inna rohana. tiba-tiba langit diselimuti awan tebal dan hitam. Tak lama kemudian. tung mansai jogi jala tongamma baoa on. di parnangkok ni mataniari. mulak balging do sude. Hatopma boru Saroding mangalakka tu jabuna. Hingga kini. Seluruh penduduk yang hadir dalam pesta berlarian menyelamatkan diri. berilah ia pelajaran! Ia telah mengingkari ibu kandungnya sendiri Seketika itu juga. Solu i pe lam jonok ma attong tu paridianna. lam mallobok ma tarottok ni boru Saroding. cari SADA TIKKI. sian huta na dao dht bariba ni tao pe ro do naeng patuduhon holong tu ibana. tempat penyelenggaraan pesta itu tenggelam seketika. yaitu: sifat rajin bekerja. Ala pintor lomo rohani boru Saroding marnida baoa i. Alai dang adong namarhansit roha dibahen ibana. tungpe dang dioloi ibana hata ni akka panopot i. hujan deras pun turun diikuti suara guntur yang menggelegar seakan memecah gendang telinga. tempat itu kemudian diberi nama “Kolam Sampuraga”. termasuk Sampuraga dan istrinya. Dipahatop boru Saroding pasidungkon partapiananna. sukkun-sukkun ma rohana. ba sandok tahe tung mansai las do rohani natorasna mangida pangalahona. Alai dang adong manang sada naboi mambuat rohana. Dalam waktu singkat. Mamereng rumangna dht paheanna ulos Batak namansai bagak. las ma tutu rohana. Oleh masyarakat setempat. Ketiga sifat tersebut tercermin pada sifat dan perilaku Sampuraga Boru Saroding Pandiangan. tempat ini telah menjadi salah satu daerah pariwisata di daerah Mandailing yang ramai dikunjungi orang. Dipatorang baoa ima aha do sakkapna mandapothon boru Saroding. Tikki martapian boru saroding huhut manganggiri obukna na ganjang jala mansai godang i di topi ni tao i. tak seorang pun yang berani menengahinya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Tuhan! Jika benar pemuda itu adalah Sampuraga. Tak seorang pun penduduk yang selamat. Tung mansai tongam. Semua undangan yang menyaksikan kejadian itu menjadi terharu. juga terdapat dua unggukan tanah berpasir dan lumpur warna yang bentuknya menyerupai bahan makanan. ala maila ibana adong sada baoa naposo mamereng-mereng ibana. alai pintor dipangkulingi baoa par solu i ma ibana: “Boru nirajanami. rap mardalan . tempat itu telah berubah menjadi kolam air yang sangat panas. Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Lam jonok. Setidaknya ada tiga pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran dari cerita di atas. Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. jala dipangido ibana ma asa dipantadahon tu natuatuani boru Saroding.Sampuraga. Natorasna. jogi. namora manang najogi. jongjong di solu na. ro ma sada solu manjonohi ibana. Ai ise do nuaeng baoa on. Dengan derai air mata. Nauli do rupani boru Saroding on. Penduduk setempat menganggap bahwa semua itu adalah penjelmaan dari upacara pernikahan Sampuraga yang terkena kutukan. laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. ido umbahen hatop ibana mulak. tung mansai longang do mamereng boruna nasasada on. Petir menyambar bersahut-sahutan. Hati Sampuraga benar-benar sudah tertutup. jala marpitonggam do rumangni baoa parsolu on. dipaboa lahi-lahi ima asalna sian dolok ni Rassang Bosi-Sabulan namargoar “Ulu Darat”. hira na so partoba do ulaonna. nasomal jala jotjot marhumaliang di tao i. malo martonun. sementara ibu Sampuraga menghilang entah ke mana. sifat jujur dan sifat durhaka terhadap orang tua. Didok ibana ma sidalianna nanaeng godang dope siulaon na di jabu. ai boasa hamu humibu-hibu mulak?” Songgot ma rohani boru Saroding. huhut ditailihon tu lahi-lahi namanjou i. Namun. Naburju do ibana marnatoras. ringgas mangula ulaon. Parsip do boru saroding on. Ia tega sekali mengingkari dan mengusir ibu kandungnya sendiri. Ba tung si pilliton ma nian ibana gabe parsonduk bolon nang gabe parumaen. Disi do inna ibana maringanan.

Longang ma natoras dht akka iboto nang anggina ala ro sian tao boru Saroding mardongan sada baoa. Sude do halahi pintor tarhatotong mamereng bohi dht pangkataionni lahi-lahi i. nang akka jagal. Dang sadia leleng. songoni nang lahi-lahina. Dilehon do akka sipanganon natabo tu akka iboto nai. Busisaon ma boru Saroding. suansuaonon. tading ma boru Saroding di jabu. Mandapothon bot ni ari. asa pintor dipatandahon baoa i tu natorasna. ai dang jolma biasa hape. Mabiar ma ibana molo tarboto tu lahi-lahi na sombaon i na ro akka iboto na mandapothon halahi marsihol-sihol. Dung sidung marsipanganon. Sada tikki tarbereng simalolongna ma lahi-lahi nai di para-para ni jabu marganti pamatang gabe ulok na bolon! Mansai bolon. Sian nadao pe nungnga diboto ibana soara ni ulok i. Las hian ma rohani boru Saroding didalani akka hula-hulana hutana di dolok na timbo jala ikkon mangalosi tombak namansai jorbut. martabuni di toru ni bukkulan ni jabu. “Modom ma hita. “Ai songon na adong uap ni pamatang ni manisia huanggo?” inna ibana manukkun boru Saroding. sombu jala puas do halahi namaribot manghata-hatai dht marsipanganon. Alai sai sukkun-sukkun jala longang do boru Saroding marnida somal-somal ni tunggane doli nai di siapari. Las dope rohani boru Saroding. aili. Humalaput ma boru Saroding manabunihon ibotona natolu i tu ginjang ni para-para. mardisir-disir do soarana. dipasonang do roha ni boru Saroding di si ganup ari. Botari nai mulak ma tunggane doli nai mamboan akka nalaho sipanganon ni halahi. Las ma tutu roha ni lahi-lahi i mamereng boru Saroding. Tarsonggot ma ibana ala dibereng ibana manginsir sada ulok namansai bolon di tonga-tonga ni hau di joloni alamanni jabu i. Mabiar ma boru Saroding. Dibereng ibana tu pudi nang tu jolo. dang dibereng ibana tunggani dolina. Ala nungnga lomo rohani boruna. Dang pola dipataridahon boru Saroding songgop ni rohana. Jeppet ni hata. di tonga ni tombak Ulu Darat. Pamatang na pe mansai togap. tung so hir do hodok ni halahi. na sipata gabe ulok sipata gabe jolma. diharingkothon do mangalului akka boras ni hau dohot suan-suanon naboi mambahen boru Saroding tontong uli. modom ma halahi. Dang loja ibana namandalani dolok na rais i. manghatai ma tunggane doli nai tu boru Saroding. “Dang pola boha i. Alai anggo mata dohot igung ni tunggane doli nai sai maos do momar jala dipasittak-sittak ala adong inna uap ni jolma di jabu i. Alai paulak so diboto ibana ma. mardomu muse tikki namardalan halahi manganangkohi dolok natimbo i. marluga solu tu Ransang Bosi. Songon na hona dorma do halahi mamereng bagak ni rumang ni lahi-lahi i. Dipaboa ibana ma ise do dirina: sombaon ni Ulu Darat. ulok na burju doi. tung mansai hatop jala niang do lakkana. Ngongong ma ibana di tonga nijabu. Tung mansai golap do tombak siboluson ni halahi. “Dang adong halak na asing di jabutta on. Dung sidung mangaloppa dht mangan halahi. alai dang maol didalani halahi nadua. alai pintor songon na asing ma panganggona. tung pe di bagas rohana nungnga mansai biar jala manolsoli. Tikki dungo ibana di manogotna. Dang hea dope dibereng ibana songoni balga na ulok. ditogu-togu tunggane doli na i. Tung mansai biar jala manolsoli ma dirina napintor olo manjalo hata ni baoa i dang jolo manat dirimangi. naeng pangido onna boru Saroding naeng gabe parsonduk bolon na. Manginsir ma ulok na bolon i haruar sian jabu manuju tombak. nungnga mansai bagas be borngin. dihatahon lahi-lahi ima sakkap na. mengkel suping sambing do ibana tu lahi-lahi nai patudu holongna. tarsongon ursa. diboto boru Saroding do parroni tunggane doli na sian tombak langa-langa. humalaput ma ibana mambahen sipanganon ni lahi-lahi nai. asa unang dibereng tunggane doli na i. Sada tikki ro ma duatsa akka iboto ni boru Saroding mangebati halahi tu dolok ni Ulu Darat. Tarpodom ma halahi sahat tu manogot na.” Alai sai lulu do tunggane nai di uap ni . ai pintor sikkop do sude akka naniporluhon ni hasida nadua. Lam longang ma ibana ala di dok tunggane doli nai hutana di ginjang ni dolok. dang di si amantanai. Malo do lahilahi nai mambahen si parengkelon. Dung sidung ulaon parbogason. Tung longang do boru Saroding alana mansai hatop do halahi sahat. boras ni hau. alai uluna dang songon bohi dohot ulu ni ulok. Sahat ma halahi tu undung-undung ni lahi-lahi i. borhat ma boru Saroding mangihuthon lahi-lahi naung gabe tunggane doli na. ala mabiar ibana murung annon ulok i. Dang dipaloas loja mula ulaon. Hinsat ma boru Saroding mambuka pittu jala pittor dihatahon ibana ma tu tunggane dolina i na adong sada ulok na mansai bolon di jolo ni jabu i. Tung mansai naburju do tunggane doli nai marnioli. dipasaut ma parbogasonni boru Saroding dht lahi-lahi i.” inna tunggane dolina mangalusi. songon ulok na hea diberengsa di jolo ni jabu i. pidong. pittor dioloi jala dipaboa Guru Solandason ma tu akka dongan tubuna. Ai sai masihol do inna halahi marnida iboto hasian ni halahi. dohot akka na asing. Dang sadia leleng dibege ibana ma tunggane dolina manjou goarna. ba rupani maradian ma boru Saroding.” inna boru Saroding. asa dibukka pittu ni jabu. Hurang tibu nian didok rohana sahat tu huta. Sahat ma tu jabu amanta na i. alana diboto ibana do siallang jolma do ibana molo tikki gabe ulok.ma halahi tu hutana. pintor ditutuphon ibana ma pittu ni jabu i.

sarupa mai sabulan di saonari). dang bulan di dok. sahat tu sadari on.” inna ibana mangelek. sampe do ponjot alamani ni huta i. Marsijalangan ma hasida. hunik. Hata ni legenda. gabe mamora jong attong iboto ni boru Saroding nasasada on. “Sombakku ma raja nami. Pintor haruar ma godang akka gulok-gulok. jala borngin i gabe holan namanghata-hatai ma sahat tu manogot. holan tano. Mulak ma halahi tuat sian dolok Ulu Darat. bintang do. dang adong umbak jala alogo pe mansai lambok. Alai molo anggina siampudan (molo so sala). dung parsonduk bolonmu au. “Ai aha do lehononmu na lae tu hami songon boan-boan nami tandani naung niebatan huta muna boru nami?” inna sahalak Pandiangan iboto ni boru Saroding i. palias ma i. Ai holan alani namasihol do hula-hulattai asa ro halahi tu tu dolok Ulu Darat on. dipatorang ma rupani tu inanta na be pardalananni nasida jala dipatuduhon ma boan-boan na nilehon ni lae nasida.” Diundukhon akka iboto ni boru Saroding ma hatani lae nai. dipasonang-sonang ho do ahu saleleng on. Songon na marungut-ungut ma sada Pandiangan on alana holan gajut nagelleng naso diboto isi na do di lehon lae nai tu hasida. Dung hira-hira piga bintang (najolo. manaili ma ibana tu pudi. “Hatop pe au mulak. dohot akka gulok-gulok do isina. langit pe mansai tiar. Dibolokkon ma gajut i. Muruk ma ibana. Tek ma rupani. “Ba hea do lak songon on ma lehonon na tu hula-hula na?” inna halahi mardongan rimas. mardongan biar dipaboa boru Saroding ma naro do hula-hula ni halahi sian Samosir ala masihol mamereng halahi nadua. alai dang sadia leleng gabe horbo dohot lombu ma gulok-gulokhi. Sinur nang pinahan. markilo-kilo godangna. manang ise si ose padan tu ripurna tumagona.” inna baoa i mangalusi. pintor ro ma alogo halisunsung dht udan na marimpot-impot. Dang pola sadia dao dope boru Saroding marluga. Mabiar jala songgot ma rohani boru Saroding. Tao ipe pintor timbo galumbangna. Pintor mulak pe au. gabe naniulana. sada Pandiangan on dang sabar paimahon pitu ari songon natinonahon ni lae nai. Jai ikkon marpadan do hita diparborhathon songon mangarahut holong ni roham tu au. Jai porsea do au ikkon hatop do ho mulak sian huta ni natorasmu. Alai didok ma hata na parpudi: “Boru Saroding nauli. Jadi sabintang. Songon na borat do diundukhon lahi-lahi nai pangidoanni boru Saroding. Di ari papituhon. diburai ma tunggane doli ni ibotonai jolma nasomaradat.” inna boru Saroding mangelek. hape nungnga loja halahi mangebati tu dolok Ulu Darat. jala godang mas nang hotangna. “paloas ma akka ibotokki mandulo hita. Ala nungnga sai torus dipangido jala dielek boru Saroding. ba dipaborhat lahi-lahi nai ma ibana sahat tu topi tao ni Ransang Bosi. ai dang jolma ho hape. dipangido boru Saroding ma tu tunggane na asa dipaloas ibana mandulo huta ni natorasna. Jadi porsea do au di hatam namandok tung mansai holong do roham tu au. Tung mansai tonang do tao Toba. Sai dielek-elek boru Saroding ma lahi-lahi nai.” inna ibana do mangelek. jai dang dibukka ibana gajut na ditiopna. Alai martahan do anggina i dang mambukka gajut i sampe pitu ari. sarupa do isina manang dang.” Diundukhon boru Saroding ma. Dang pola leleng. marjanji do ibana dang leleng di huta ni natorasna. Hodo tungganekku.” inna tunggane doli nai. Tung mansai godang do horbo dohot lombu i. Somba on do ho! Ulok nabolon! Unang dirippu ho nalaho mulak be au tu ho! Palias mai. Dang sadia leleng pintor balik ma solu na. Alai didok ibana ma: “Holan on do pe naboi tarpatu au raja nami. ba ujung na rupani. Dung sahat halahi di huta nasida.manisia i. Hunik nasian gajut i pe gabe mas. hotang. pinompar ni Pandingan on ma nahasea jala akka namora. Sai dilugai ibana solu nai alai dang tolap mangalo umbaki. asa dipaloas tunggane na. boru ni raja do ho. didok ibana ma songon on: “Peh…! Bursik ma ho. Sai dijujui ma asa anggina na sada nai mambukka gajut i. Dung binsar mataniari marsakkap ma borhat akka Pandiangan natolu i mulak tu Samosir. “Nauli ma raja nami. ala tung mansai masihol ibana inna.” Dungi didok lahi-lahi nai ma padan songon paborhathon boru Saroding naung hundul di solu: “Dekke ni Sabulan tu tonggina tu tabona. holan dibukka ibotoni boru Saroding gajuti. Dung pitu ari pe asa boi ungkapon muna gajut on. sabar do paimahon pitu ari. marsolu ma muse sahat tu Samosir. Ai so jolma ho…” Holan sae didok boru Saroding hatana. “Adong gorathu dang na laho mulak be ho tu Ulu darat on. dibukka ma gajut i di alaman ni huta. alai unang pintor bukka hamu gajut on di dalan manang dung sahat hamu tu huta muna.” Borhat ma boru Saroding. bohina tung lungun do ditadinghon parsonduk bolon na mansai dihaholongi rohana. Sada bulung do inna dibuat lahi-lahi nai dibahen gabe solu nalaho dalan ni boru Saroding. dilugahon ibana ma soluna–na sian bulung-bulung i. “Sombakku ma tunggane doli. manongnong ma ibana jala gabe dohot ma ibana sombaon pangisi ni tao i… . Marsogot nai pintor di suru ma inanta be mambukka gajut i asa tarboto manang aha do isana.” Ujung na rupani didok baoa i ma asa dijou duatsa iboto ni boru Saroding i asa tuat tu bagas ni jabu sian partabunion nasida di toru ni tarup. Dilehon ibana ma sada-sada be gajut nagelleng naung marrahut tu akka hula-hula nai. jala gabe godang ma tubu hotang di pudi dohot panimpisan ni jabu. Jeppet ma sarito. jala didok songon on: “Dok ma padan i tunggane dolikku naburju. Tading ma lahi-lahi nai manatap sian topi ni tao.

Akan tetapi saat hari sudah menjelang sore. apala di topi ni dolok Ulu Darat i. sebagai anak sulung. dang boi mambolokhon akka na kotor tu taoi. hutogihon akka ito. di ranting ni hau i tubu utte pangir (jeruk purut). Mogang. pintor dabu do annon anggir i. ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil. alana au sandiri pe mabiar do mardalan sandiri tusi. alai dang boi buaton i.” Alani holong na tu boru Saroding. mereka menemukan kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau. Sangmaima pun sangat senang. markapal. namun pengejarannya sia-sia. Sementara mata tombaknya masih melekat pada lambung babi hutan yang melarikan diri itu. berangkatlah Sangmaima ke hutan. ia pun melihat seekor babi hutan yang sedang berjalan melintas di depannya. Tamba. sepasang suami-istri itu belum juga kembali.” “Baiklah. celaka! Tombak itu terbawa lari. “Wah. Adong do sada hau nabolon di ginjang ni mual na diyakini akka jolma (kessuali akka pangula ni huria) songon inganan parpangiran ni boru Saroding. Dengan sekuat tenaga. Bang! Aku akan merawat dan menjaganya dengan baik. kedua abang-adik itu membopong orang tua mereka pulang ke rumah. “Duggg…!!!” Tombak pusaka itu tepat mengenai lambungnya. cari Alkisah. nungnga hudalani inganan on. Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi di hutan. Ia pun segera mengejar babi hutan itu. ketika hendak membagi harta warisan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. apabila orang tua meninggal. Pada suatu hari. Sabulan. karena dikiranya babi hutan itu sudah roboh. pada zaman dahulu di daerah Silahan. namboru. Ia pun meminta ijin kepada abangnya.” Buni do inganan on. Percaya tidak percaya. Yang sulung bernama Datu Dalu. asalkan kamu sanggup menjaganya jangan sampai hilang. (panuturi: Suhunan Situmorang. Dolok Martahan. penulis novel „Sordam‟) Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan. Alana sian na met-met nungnga manusia na sok ingin tahu au. sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima. Oleh karena itu. Tokka do inna molo dibuat. jala unang tuit-tuit molo pas marsolu. Datu Dalu dan adiknya memutuskan untuk mencari kedua orang tua mereka. Tapanuli Utara. tombak pusaka itu diberikan kepada Datu Dalu. “Bang. Dik?” “Aku ingin berburu babi hutan. hiduplah sepasang suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. godang hian dope hau songon tombak. Ia hanya menemukan gagang tombaknya di semak-semak. hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit. Pada suatu hari. Sai manat-manat do halak molo mangalewati tao i. Sangmaima mulai panik. Sang Ayah ingin kedua anaknya itu mewarisi keahlian yang dimilikinya.” gumam Sangmaima dengan perasaan cemas. Sesampainya di hutan. Jala lahi-lahi ni boru Saroding gabe dijouhon do i “Amangboru Saroding. Tanpa berpikir panjang. Alai molo maruntung do naro tu si. Usai acara penguburan. diboan ma i tu jabuna be. Sesuai hukum adat tersebut. keduanya baru menyadari bahwa orang tua mereka tidak memiliki harta benda. manang marbot. di huta Pandiangan. inangudakku. do turi-turian on–dohot nagabe boru Saroding pangisini tao i. bahat do inna halak naung hea mamereng: ulok na saganjang hau ni harambir/kalapa do inna marlange-lange di tao i. apa yang terjadi? Ternyata babi hutan itu melarikan diri masuk ke dalam semak-semak. kecuali sebuah tombak pusaka. Janji Raja. ayah dan ibu mereka pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan. dang marsitijur. Hatoguan.Sahat tu sadari on dihaporseai sabagian pangisini Rassang Bosi. aku harus mengambilnya kembali. Akhirnya.” “Aku bersedia meminjamkan tombak itu. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Namun.” Setelah itu. sipata tuat do inna ibana sian Ulu Darat tu tao i. Sesampainya di hutan. bolehkah aku pinjam tombak pusaka itu?” “Untuk keperluan apa. . semacam tanaman benalu. adong do sada inganan namargoar “Parpangiran ni Namboru boru Saroding. maka tombak pusaka jatuh kepada anak sulung. Di Sabulan pe. Simbolon. Palipi. olo ro parmaraan. Ayah mereka adalah seorang ahli pengobatan dan jago silat. Menurut adat yang berlaku di daerah itu. dilemparkannya tombak pusaka itu ke arah binatang itu.

Wanita burung Ernga! Besok pagi-pagi sekali kau harus pergi dari sini tanpa sepengetahuan abangku.” ucap Sangmaima dengan takjub. indah sekali tempat ini. Bang! Hari ini juga aku akan mencarinya. Putri! Sungguh aku tidak tahu hal itu. “Maaf. ia mengadakan pertunjukan dengan mendatangkan seorang wanita yang dihiasi dengan berbagai bulu burung. Setelah itu. Pencariannya kali ini ia lakukan dengan sangat hati-hati. Pada saat pesta dilangsungkan. Ia menelesuri jejak kaki babi hutan itu hingga ke tengah hutan. Setelah wanita itu sembuh dari sakitnya. ternyata di dalam lubang itu ia menemukan sebuah istana yang sangat megah. Tuan! Semuanya sudah terlanjur. Namun. babi hutan itu sudah melarikan diri masuk ke dalam hutan. Keesokan harinya. ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada Abangnya. Abangnya sangat gembira. ia tidak mengundang adiknya.” Baiklah. Datu Dalu sangat terkejut. Sementara itu. gadis cantik! Siapa kamu?” tanya Sangmaima. Untuk memeriahkan pestanya. ia pun mengadakan selamatan. sehingga menyerupai seekor burung Ernga. Sesampainya di tengah hutan. “Tapi. “Hai. Sangmaima segera mengantar wanita burung Ernga itu ke rumah abangnya.” “Baiklah. Pada malam harinya.” “Maafkan aku. Namun. Tuan!” jawab wanita itu.” kata Datu Dalu kepada adiknya dengan nada kesal. Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Adikku! Aku akan menjaganya dengan baik. ia pun menyapa wanita cantik itu. Oleh karena penasaran. ia pun memberanikan diri masuk lebih dalam lagi. Ia pun mulai cemas. karena tombak pusaka kesayangannya telah kembali ke tangannya. “Aku tidak mau tahu itu! Yang jelas kamu harus mengembalikan tombok itu. Sangmaima mampu mengobati luka wanita itu dengan mudahnya. apa pun caranya. jangan banyak bicara! Cepat berangkat!” perintah Datu Dalu. ia menemukan sebuah lubang besar yang mirip seperti gua. Sangmaima berhasil menemui wanita itu dan berkata: “Hai. Untuk mewujudkan kegembiraan itu.” jawab Sangmaima.” Berbekal ilmu pengobatan yang diperoleh dari ayahnya ketika masih hidup. “Aku seorang putri raja yang berkuasa di istana ini. dan tampaklah sebuah mata tombak menempel di perut wanita cantik itu. ia pun berpamitan untuk mengembalikan mata tombak itu kepada abangnya. dalam pesta tersebut. Kini aku hanya berharap Tuan bisa menyembuhkan lukaku.” gumam Sangmaima. Dengan hati-hati. Hal itu membuat adiknya merasa tersinggung. banyak orang yang datang untuk melihat pertunjukkan itu. Ia bermaksud menemui wanita burung Ernga itu secara sembunyisembunyi pada saat pesta abangnya selesai. sehingga ia mengira kamu hilang. “Aduhai. Sangmaima.” Setelah pestanya selesai. Namun sayangnya. ia menyurusi lubang itu sampai ke dalam. gawat! Abangku pasti akan marah kepadaku jika mengetahui hal ini. karena tidak berhasil menjaga wanita . terlihat seorang wanita cantik sedang tergeletak merintih kesakitan di atas pembaringannya. yaitu pesta adat secara besar-besaran. “Sepertinya mata tombak itu milik Abangku. Saat itu pula Sangmaima kembali ke hutan untuk mencari babi hutan itu. Ia kemudian menghampirinya.” “Kenapa mata tombak itu berada di perutmu?” “Sebenarnya babi hutan yang kamu tombak itu adalah penjelmaanku. ia tidak langsung pulang ke rumahnya. Alangkah terkejutnya Sangmaima.” “Tidak apalah. melainkan menyelinap dan bersembunyi di langit-langit rumah abangnya.” lapor Sangmaima. pesta yang dilangsungkan di rumah Datu Dalu sangat sepi oleh pengunjung. asalkan Abang bisa menjaga wanita burung Ernga ini jangan sampai hilang. ia pun bermaksud meminjam pertunjukan itu untuk memikat para tamu agar mau datang ke pestanya.“Waduh.” kata Sangmaima dalam hati.” “Baiklah. lalu berpamitan pulang. siapa pula pemilik istana ini?” tanyanya dalam hati. Bang! Aku tidak berhasil menjaga tombak pusaka milik Abang. Tombak itu terbawa lari oleh babi hutan. “Adikku! Bolehkah aku pinjam pertunjukanmu itu?” “Aku tidak keberatan meminjamkan pertunjukan ini. “Sudah. Setelah mengetahui adiknya juga melaksanakan pesta dan sangat ramai pengunjungnya. Tak jauh di depannya. Akhirnya. Wanita burung Ernga sudah tidak di kamarnya. sehingga adiknya memutuskan untuk mengadakan pesta sendiri di rumahnya dalam waktu yang bersamaan.

Sangmaima ingin membalas serangan abangnya. Ada dua pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran. Demikianlah cerita tentang asal-mula terjadinya Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan di daerah Silahan. Datu Dalu pun berhasil menghindar dari lemparan adiknya. tidak ada yang kalah dan menang. Lamakelamaan terbuktilah apa yang diungkapkan pengetua itu benar-benar. cari Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pulau Samosir di desa si dugur-dugur tinggallah seorang laki-laki bernama guru Hatimbulan. Datu Dalu kemudian mengambil lesung lalu dilemparkan ke arah adiknya. si boru Tapinuansa ingin makan buah-buah itu karena . seekor anjing kurus membawa mereka dalam setiap hari guru Hatimbulan membawa mereka setelah anak-anak itu menjadi dewasa maka putri atau gadis itu ketika berjalan-jalan kebetulan melihat sebuah pohon bernama pui-piu tanggu. kemana dia membawa anak-anak itu. tiba-tiba adiknya sudah berada di depan rumahnya. “Abang harus menemukan burung itu.” jawab Datu Dalu gugup.burung Ernga itu. “Dik! Bagaimana jika aku ganti dengan uang?” Datu Dalu menawarkan. Keduanya pun saling menyerang satu sama lain dengan jurus yang sama. Namun. tempat jatuhnya lesung itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah danau. sehingga perkelahian itu tampak seimbang. sehingga lesung itu melayang tinggi dan jatuh di kampung Sangmaima. Mereka sudah lama menikah tetapi belum juga di karuniai seorang anak. saat itu juga terjadi kelaparan juga teriknya tak tertahankan. Di mana dia?” tanya Sangmaima pura-pura tidak tahu. “Maaf Adikku! Aku telah lalai. Oleh masyarakat setempat. belum ia mencarinya. Sehabis pesta tamu-tamu telah menasehatkan supaya anak-anak itu jangan kiranya bersama-sama di asuh. dan perkelahian antara adik dan abang itu tidak terelakkan lagi. Beliau adalah seorang si Baso atau pendeta namanya datu Arak ni pane. Sementara itu. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. seorang anak laki-laki dan perempuan seketika itu juga maka hujan pun turun lebat. Ia pun mengambil piring lalu dilemparkan ke arah abangnya. danau tersebut diberi nama Danau Si Losung.” seru Sangmaima. “Aduh. Kabupaten Tapanuli Utara. sehingga piring itu jatuh di kampung Datu Dalu yang pada akhirnya juga menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Si Pinggan. yang satu kiranya di bawa ke barat dan yang satu lagi di bawa ke timur. yaitu agar tidak bersifat curang dan egois Silinduat/ Kembar. akan tetapi guru Hatimbulan tudak mengendalikan nasehat arif bijak sana dari pengetua-pengetua dan kepala itu. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Gawat! Adikku pasti akan marah jika mengetahui hal ini. Akhirnya pertengkaran pun terjadi. Ia juga mengundang semua pengetua-pengetua dan kepala-kepala dalam perjamuan itu dimana nama anakanak itu akan di umumkan putra itu di beri nama Aji donda atahutan dan putri itu di bri nama Si boru Tapi nauasan. Sangmaima tidak bersedia menerima ganti rugi dengan bentuk apapun. Kecamatan Lintong Ni Huta. Pohon itu mempunyai buah yang masak dan manis. istimewa yang berlainan jenis adalah satu masalah yang sangat tidak baik menurut pahamter. Tiba-tiba saja dia menghilang dari kamarnya. semua penduduk kampung itu menganggap keadaan itu hal yang gaib. Tanpa diduga. Karena kepala persatuan pemujaan roh-roh menjadi risau ia pergi menjumpai guru Hatimbulan dan mengatakan kepadanya : mengapa keadaan yang seperti ini tidak berubah-ubah karena kejadia belum pernah terjadi mereka pergi untuk mencari sebabnya dan mengajak kepada Debata atau dewa yang adil sehingga guru Hatimbulan menjawab :” semua bisa terjadi” lalu raja Bius mengatakan :” semua orang heran mengapa istrimu begitu lama hamil para bidan menerangkan bahwa kehamilan itu telah terlalu lama karena perkataan itu maka timbullah pertengkaran akan tetapi tidak ada yang cidera atau mati.” gumam Datu Dalu. Istrinya bernama Nansindak panaluan. Saat itu juga perempuan itu melahirkan anak kembar. sebab kelahiran kembar. semua tanam-tanaman tumbuh dengan segar sehingga guru Hatimbulan memotong seekor lembu untuk mendamaikan kekuasaan jahat itu. tidak bisa menjaganya. Guru Hatimbulan mendirikan gubuk kecil di bukit suci. Sesudah perempuan itu hamil maka luar biasa lamanya barulah anak itu lahir. “Bang! Aku datang ingin membawa pulang wanita burung Ernga itu. kerah tanah menutupi hubangan-hubangan dan rawa-rawa. Namun sang Adik berhasil menghindar.

kata tokoh masyarakat di P. Beberapa hari kemudian ia menemukan datu parponsa ginjang memperkenalkan dirinya.” tutur Marpaung. pelukan kasih dan sayang seorang ibu. tetapi kutuk lah dirimu sendiri lalu roh itu berkat ” jikalau begitu semestinya bapak pergunakanlah saya dari sekarang sebagai Simardan. dan mengatakan. ia mengambil dan memakainya akan tetapi ia di telan pohon itu dan ia menjadi satu dengan pohon tersebut. mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. biasanya anak pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Pulau Simardan masih sebuah perairan tempat kapal berlabuh. warga Jalan Mesjid P. Besok paginya anjing mereka datang berlari-lari maka ia pun ikut juga tertelan di pohon itu hanya saja kepalanya kelihatan.” jelasnya. Bahagia anaknya telah kembali. Simardan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Berbeda dengan Simardan. Sedangkan luasnya sekitar 6. Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis. Berasal Dari Tapanuli Sebelum terjadinya peristiwa tersebut. “Simardan bermimpi lokasi harta karun. Pada suatu hari. pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahuntahun tidak bertemu. apa saja yang ia minta diberikan tetapi ia menjadi putus asa. melainkan di hulu Tanjungbalai. Simardan adalah anaknya. Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya. Donda heran melihat kejadian itu dan menayakkan mengapa sampai terjadi hal ini. ditepis Simardan. dia merantau ke Malaysia untuk menjual harta karun yang ditemukannya di sekitar rumahnya. suatu hari ibunya yang tua renta. dia pergi merantau ke negeri seberang. Menurut keterangan masyarakat kepadanya.Daem. Hal itu juga dikatakan tokoh masyarakat lainnya. Kemudian. Tanjungbalai. Di Kota Tanjungbalai. Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya. Karena. Lokasi berlabuhnya kapal tersebut. Ia menerangkan dengan pasti bahwa ia dapat melepaskan orang-orang itu.3 meter dari permukaan laut. yakni Pulau Simardan. Simardan sebenarnya berasal dari hulu Tanjungbalai atau sekitar daerah Tapanuli. dan Tanjungbalai merupakan daerah yang ditujunya. wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas. Walaupun peristiwa tersebut terjadi di daerah Tanjungbalai. Menjual Harta Karun Dari berbagai cerita atau kisah tentang legenda anak durhaka. dan memukan berbagai macam perhiasan yang banyak. di Jalan Sentosa Kelurahan Pulau Simardan Lingkungan IV Kota Tanjungbalai. “Daerah asal Simardan bukan Tanjungbalai. yaitu daerah Porsea Tapanuli. ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan. Abdul Hamid Marpaung. Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya. Esoknya. akibat durhaka terhadap ibunya.58 LU (Lintang Utara) dan 0.979 jiwa (sensus 2003-red). dengan tujuan merubah nasib keluarga. Dekat pada pohon tersebut sehingga gadis tersebut menyahutinya. Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu. Anak Durhaka. H. Kedua anak itu menjerit minta tolong akan tetapi suara sedih hilang dalam gelap gulita itu. dia pergi ke tempat yang tergambar dalam mimpinya. Daem mengatakan. Bahkan. hanya saja kepalanya masih kecil dan kelihatan.itu ia memanjat buah pohon tersebut. Selain itu.90 ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 144. Donda memanjat pohon itu dengan maksud menolong saudaranya. 75. Di pelabuhan. akan tetapi ia juga lengket di pohon tersebut. 80. Guru Hatimbulan telah kehabisan akal ia telah banyak mengeluarkan uang untuk datudatu keperluan gondang dan kurban untuk roh-roh.052. terletak di 20. warga Jalan Binjai Semula Jadi Kota Tanjungbalai. kata Marpaung. cari Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka. . guna mencari peruntungan. Di antaranya. Saudaranya menunggu sampai sore dalam kebimbangan mengenai nasib saudaranya kemudian dia pergi ke hutan untuk memeriksanya sambil memanggil-manggil namanya dengan suara yang nyaring. Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim. Simardan berencana menjual harta karun yang ditemukannya itu. Simardan Kota Tanjungbalai. Guru Hatimbulan mendengarnya ia menjawab janganlah kutuk saya. tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh. namun pendiriannya tetap tidak berubah. Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai. Tidak diduga. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan.

tidak satupun kerajaan yang mampu membayar harta karun temuan Simardan. akibat bertambahnya populasi manusia di Tanjungbalai khususnya di Pulau Simardan. Raja ini mempunyai seorang saudara putri yang bernama siboru Sandebona yang kemudian kawin dengan raja Panuasa dari kampung Uluan.Suatu saat Siboru sandebona mengandung seorang anak laki-laki. Kalau menurut Marpaung. tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan. Simardan juga mempersunting putri kerajaan itu. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Kedatangannya ke Tanjungbalai. Jadi atas saran orang tua di Malaysia. Sesampainya di Tanjungbalai. bayi ini diberi nama Sipiso Somalim.jelas Marpaung. pasangan suami isteri itu pergi ke Tanjungbalai. “Hidangan yang disiapkan ibunya adalah makanan yang diharamkan dalam agama Islam. turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar. Bahkan.” ungkapnya. ibunya memakai pakaian compang-comping. Namun. Berbeda dengan keterangan Marpaung. sekitar tahun lima puluhan masyarakat menemukan tali kapal berukuran besar di daerah Jalan Utama Pulau Simardan. sehingga kapal tersebut hancur berantakan. jelas Marpaung. Simardan akhirnya berhasil menjadi orang kaya dan mempersunting putri bangsawan sebagai isterinya. untuk berdagang sekaligus mencari bahan-bahan kebutuhan. kera putih itu tidak pernah terlihat lagi. ibu Simardan kemudian berangkat menuju Tanjungbalai bersama beberapa kerabat dekatnya.” begitulah kira-kira yang diucapkan ibu Simardan. Setelah beberapa tahun di Malaysia. “Sekitar empat puluh tahun lalu. tunjukkanlah kebesaran-Mu. berdiri kerajaan besar dan kaya di Tanjungbalai. Usai berdoa. Gembira anak semata wayangnya kembali ke tanah air. tergantung persepsi kita. Akibatnya. Penemuan terjadi. menurut Daem. cari Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan.” tutur Marpaung. Simardan tidak mengakui sebagai orangtuanya. kata Daem dan Marpaung. Para pelayan dan isterinya berubah menjadi kera putih. Simardan akhirnya kembali ke Tanjungbalai bersama isterinya. sang ibu lalu mempersiapkan berbagai hidangan. “Kalau dia adalah anakku. akan tetapi setelah genap waktunya bayi ini tidak kunjung lahir. Di samping itu. berupa makanan khas keyakinan mereka yang belum mengenal agama. Hal itu dilakukan Simardan. Sedangkan tubuh Simardan. Simardan datang ke Tanjungbalai dilandasi karena tidak memiliki keturunan. ternyata sikap dan perlakuan Simardan tidak seperti yang dibayangkannya. Daem. ketika masyarakat menggali perigi (sumur). Tapi setibanya di Tanjungbalai. menurut H. Malu Setelah berpuluh tahun merantau. berita kedatangan Simardan di Tanjungbalai disampaikan masyarakat kepada ibunya.” Sementara menurut H. Dusun sakti kemudian memberikan jawaban bahwa bayi ini akan menjadi seorang laki-laki yang memiliki kharisma dan kelebihan tersendiri. menurut cerita Marpaung dan Daem. karena dia malu kepada isterinya ketika diketahui ibunya belum mengenal agama. wanita tua itu lalu berdoa sembari memegang payudaranya. rantai dan jangkar kapal membuktikan bahwa dulu Pulau Simardan adalah perairan Legenda Sipiso Somalim. “Karena miskin. Dengan sukacita. “Benar tidaknya legenda Simardan. kemudian Siboru Sandebona kebingungan. tujuan Simardan pergi merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. perlakuan kasar Simardan karena malu melihat ibunya yang miskin. kata Marpaung. “Makanan yang dibawa ibunya adalah bukti bahwa keyakinan mereka berbeda. yang diduga berasal dari kapal Simardan. Hal ini disebabkan para pelayan dan isterinya tidak ada kaitan dengan sikap durhaka Simardan kepada ibunya.” Kera Putih dan Tali Kapal Setelah diperlakukan kasar oleh Simardan. lalu menemui seorang dukun sakti untuk menanyakan apa yang bakal terjadi dengan anak yang ada di dalam kandungannya. Tapi dengan ditemukannya tali. “Salah satu kerajaan di Pulau Penang Malaysialah yang membeli harta karun tersebut. Simardan membantah bahwa orang tua tersebut adalah wanita yang telah melahirkannya. masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan.” jelas Marpaung. Selain tali kapal ditemukan juga rantai dan jangkar. Lebih lanjut dikatakan Marpaung. Begitulah setelah lahir. Raja yang sangat makmur dan kaya raya.Daem. Setelah dewasa Sipiso Somalim sudah . Mereka diberikan tempat hidup di hutan Pulau Simardan. sehingga dia terpaksa pergi ke Malaysia.

suatu ketika dia menyampaikan hasrat tersebut kepada pamannya. dan apabila mati maka dia telah mati diperjalanan. Semua ini tentu karena pamannya makin hari makin curiga terhadap Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim. Perjalananpun dilanjutkan dan sejak itu. Meilhat Sipiso Somalim datang Punsahang Mataniari terus tahu bahwa dia adalah anak saudarinya yaitu Siboru Sandebona. Kedatangan kerbau ini. Akan tetapi untuk sementara. Sipiso Somalim meminta agar mereka berhenti dan mandi untuk melepas rasa letih. namun kerbau ini dapat disuruhnya bekerja sendiri untuk membajak sawah itu. dengan jalan yang penuh resiko. Melihat sejuknya air pancuran ini. Sipakpakhumal kemudian dengan menghunus pedang.” . dia sangat sopan dan berbudi baik. Sipakpakhumal menjadi Sipiso Somalim. ibunya tidak kuasa lagi menolak permintaan Sipiso Somalim. Karena asiknya Sipiso Somalim mandi. Kemudian Punsahang Mataniari memanggil Sipakpakhumal untuk mengiring kerbau tadi. karena dengan pakaian ini kharisma Sipiso Somalim langsung pindah Sipakpakhumal. Sipakpakhumal yang sebelumnya adalah Sipiso Somalim tetapmenunjukkan sikap baik pada Sipiso Somalim. dia tidak menghiraukan apa yang telah diperbuat Sipakpakhumal tadi. Sipiso Somalim berangkat menuju kampung pamannya Rura Silindungdn menelusuri hutan lebat. dan apabila hal ini kau ceritakan pada siapapun kau akan kubunuh. Pada suatu saat dia disuruh orangtuanya untuk membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau. Setelah berjalan beberapa hari akhirnya mereka tiba di Rura Silindung tempat Punsahang MataniariPunsahang Mata ni Bulan. di kampung halaman. Pada usia sudah matang. Mendengar semua ini Sipiso Somalim tidak dapat bebuat apa-apa kecuali hanya tunduk serta menerima apa yang terjadi. bagi Sipakpakhumal mengetahui bahwa itu sengaja dikirim oleh ibunya dari kampung halaman. dan selama itu pula Sipakpakhumal tidak habis piker bagaimana perasaan ibu yang dia tinggalkan sebab sebelum berangkat dia berpesan kepada ibunya agar ibunya memperhatikan sebatang pohon yang dia tanam di dekat rumahnya. Lalu suatu ketika ibunya memberangkatkan Sipiso Somalim yang didampingi seorang pengawalnya yaitu Sipakpakhumal. Ketika kerbau ini sampai Punsahang Mataniari memanggil Sipiso Somalim untuk mengiring kerbau ini kekandang. tetapi mereka tidak menunjukkan bahkan memperlakukannya Sipiso Somalim seperti keluarganya sendiri. Adapun Sipakpakhumal yang merupakan Sipiso Somalim yang sebenarnya tetap diam dan tidak berani berbuat apaapa dan dia diperlakukan sebagai layaknya seorang pembantu. Bahkan semua tindak tanduknya mencerminkan sikap seorang anak-raja. Setelah siap mandi betapa terkejutnya Sipiso Somalim menyaksikan Sipakpakhumal yang telah mengenakan pakainnya. Dengan kejadian ini. Lalu dengan langsung dia memeluk Sipiso Somalim meskipun sebenarnya dia memiliki firasat bahwa ada yang kurang beres dengan keponakannya itu. pamannya menolak dengan cara halus dengan alasan agar jangan terburu-buru dulu. Maka dengan diam-diam dia mengenakan pakaian kebesaran Sipiso Somalim seperti layaknya seorang raja. mengerti. Sebagaimana tujuan keberangkatan Sipiso Somalim untuk meminang putri pamannya. dia hanya duduk tenang. kita akan terus menuju kampung Pusahang Mataniari dan jangan sekali-kali bicara pada siapapun bahwa aku telah menggantikanmu sebagai Sipiso Somalim. lalu kemudian dia kembali mengirimkan seekor kerbau yang bernama “Horbo Sisapang Naualu”. Sipiso Somalim tetap saja pada pendiriannya untuk meminang putri pamannya.menunjukkan kelebihan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga pada saat dia menggembalakan kerbau ini di sawah dia membuka tanduk . apabila pohon itu layu berarti dia mendapat kesulitan di tengah jalan. Dalam sikapnya terhadap orang-orang sekitarnya. Lama kelamaan Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim makin menunjukkan sikap yang kurang baik terhadap keluarga pamannya maupun kepada Sipakpakhumal. Kemudian dia menanggalkan pakaian kebesarannya dan selanjutnya meminta Sipakpakhumal untuk menjaganya. Adapun Sipakpakhumal sejak keberangkatannya dengan Sipiso Somalim sudah memiliki niat jahat bagaimana agar dia dapat berperan sebagai Sipiso Somalim agar selanjutnya dapat memperistri putri Punsahang Mataniari. Pada saat Sipakpakhumal mendekat. “sejak sekarang ini sayalah yang menjadi Sipiso Somalim dan kau menjadi Sipakpakhumal. Dengan mengenakan pakaian kebesaran serta bekal secukupnya termasuk “Pungga Haomasan” (obat penangkal lapar dan haus). dan suara lantang berkata. Akan tetapi saat dia mendekat kerbau ini mengamuk dan hampir menanduk Sipakpakhumal. kerbau ini langsung mendekat seperti bersujud. Selama dalam perjalanan. seperti ancaman dari binatang buas mereka pun berjalan hingga suatu hari tiba pada sebuah pancuran yang sangat sejuk. Rasa gelisah tetap menyelimuti hati ibu Sipiso Somalim. Sipiso Somalim dipanggil menjadi Sipakpakhumal dan demikian sebaliknya. dan sama sekali dia tidak dapat berbuat apa-apa. Punsahang Mataniari semakin menyadari bahwa ada yang tidak beres diantara Sipiso Somalim dan Sipakpakhumal.

Pada kedua kalinya. Hingga pada suatu ketika. besok harinya pada pagi-pagi buta dia melarikan diri beserta istrinya yang menurut cerita berangkat menuju Sumatera Timur. Para pengawal kemudian kembali dan melaporkan kepada Punsahang Mataniari bahwa mereka telah tidak menemukan jejak pemuda itu. Menyaksikan semua apa yang terjadi putri Punsahang Mataniari cepat-cepat menemui dan memberitahukan apa yang dia saksikan kepada ayahnya Punsahang Mataniari. Kemudian Punsahang Mataniari menawarkan kepada anak perempuannya nomor dua dan ternyata putrinya itu mau. Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengambil sebuah benda kecil yang disebut “pungga haomasan”. sang putri mengatakan kepada ayahnya bahwa dia sangat tertarik kepada pemuda tersebut dan meminta kepada ayahnya agar dia menyuruh para pengawal untuk mencari asal pemuda tadi. dan pada saat acara berakhir tiba-tiba seorang pemuda dengan menunggang kuda “Siapas Puli” kembali hadir setelah menari-nari sejenak akhirnya menghilang. dan ayahnya pun semakin yakin bahwa Sipakpakhumal yang dijadikan pembantu adalah Sipiso Somalim yang sebenarnya. Lalu malalui upacara adat mereka dikawinkan. Pada siang hari. atas permintaan putri Punsahang Mataniari. Punsahang Mataniari kemudian memangil si Piso Somalim serta bertanya apa yang pernah terjadi antara mereka berdua. Putri sulung Punsahang Mataniari meminta kepada ayahnya untuk menggelar upacara dengan membunyikan seperangkat musik dan mengundang semua pemuda yaitu anak raja-raja yang berada disekeliling kampungnya. Sementara itu. karena sesaat setelah Sipakpakhumal berada di gubuknya lalu ia menukar pakaiannya seperti semula dan pakaian kebesaran itu adalah pemberian ibunya yang dikirimkan melalui kerbau itu dan setelah dia sampai dipondoknya. pamannya mempertanyakan kepada putrinya yang paling sulung agar berkenan menerima Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim menjadi suaminya akan tetapi dia menolak permintaan itu. Lebih terkejut lagi. Pungga haomasan ini diberikan ibunya saat dia berangkat dahulu dan sampai saat itu tetap berada ditangannya. Sipakpakhumal menerima makanan itu dari putri Punsahang Mataniari. putri Punsahang Mataniari pamit seolah-olah pulang ke rumah akan tetapi dia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar untuk mengamati dari dekat tindak tanduk Sipakpakhumal. datanglah putri Punsahang Mataniari untuk mengantar makanan Sipakpakhumal. Karena Punsahang Mataniari mengancam akan membunuh apabila dia bohong maka Si Piso Somalim mengaku dengan terus terang apa yang telah dia lakukan terhadap Sipakpakhumal sehingga Sipiso Somalim yang sebenarnya akhirnya dijadikan sebagai Sipakpakhumal dan demikian juga sebaliknya. Dengan rasa gugup dan ketakutan. ternyata yang memainkan musik ini adalah Sipapakhumal. Para pengawalmya heran sebab ada tanda-tanda bahwa Sipakpakhumal lah lelaki yang baru saja hadir di pesta itu. Baik Punsahang Mataniari maupun putri sulung menganggap bahwa yang datang itu adalah Sipiso Somalim yang . Pungga haomasan ini kemudian dicium dan dijilat lalu seketika itu dia kenyang sebagaimana layaknya makan nasi. akan tetapi karena Punsahanng Mataniari sadar bahwa Sipakpakhumal telah terlanjur menantunya sehingga dia tidak dapat berbuat apaapa. Sipakpakhumal yang mengaku Sipiso Somalim semakin mendesak pamannya agar dia dikawinkan dengan putri pamannya. namun diluar dugaan. Setelah dekat. pada saat dia memperhatikan bahwa kerbau tersebut membajak sawah tanpa digembalakan Sipakpakhumal. dia sangat terkejut mendengar musik yang sangat merdu yang diiringi oleh nyanyi ria yang banyak bertengger diatas dahan. Acara sudah digelar akan tetapi tak satu orangpun dari pemuda itu berkenan di hati putrinya Punsahang Mataniari.kerbau ini ternyata di dalamnya terdapat berbagai jenis alat musik dan perhiasan kerajaan sementara kerbau ini membajak sawah. Dengan hati tidak sabar. dia memainkan alat-alat musik tadi sehingga karena merdunya segenap burung yang terbang diangkasa turut bernyanyi ria. dasar curiga. Para pengawalnyapun mengikuti jejak pemuda tadi dan akhirnya mereka tiba pada suatu tempat yaitu tempatnya Sipakpakhumal untuk mengembalakan ternak tuannya. Dengan kehadiran pemuda itu. Sipakpakhumal merasa bahwa putri Punsahang Mataniari sudah jauh lalu diambilnya nasi tersebut dan ditaburkannya untuk makanan burung yang semuanya mengelilingi Sipakpakhumal. Sehingga selama ini pun Punsahang Mataniari sebenarnya juga curiga karena pengetahuannya Sipakpakhumal tidak pernah makan tetapi tetap mengaku kenyang. Dengan perasaan berang sebenarnya ingin menghukum Sipakpakhumal ini. kembali digelar acara adat dengan membunyikan seperangkat alat musik. semua orang tercengang dan seketika itu pula pemuda itu meninggalkan pesta itu. pakaian kebesaran itupun ditanggalkan dan memakai pakaian biasa. Untuk menari dan dia ingin memilih salah satu dari antara mereka untuk menjadi suaminya. tiba-tiba seorang pemuda menunggang kuda dan berpakaian kerajaan tibatiba muncul dipesta itu.Begitupun karena Sipakpakhumal menyadari kesalahannya dan merasa hidupnya akan terancam.

sehingga motif yang terdapat pada tongkat Tongkat Tunggal Panaluan juga bervariasi. diteteskan ke bibir sehingga komatkamit. pergelangan tangan maupun kaki sehingga dapat bergerak dan berjalan sehingga patung tersebut menjadi seorang gadis cantik jelita. ditetskan kehidung terus bersin. Baragas mengambilnya serta mulai mengukir sehingga berbentuk seorang gadis disebut Jonjong Anian. Punsahang Mataniari memerintahkan para pengawal untuk menjemput Sipakpakhumal dari tempatnya dan membawanya terhadap Punsahang Mataniari. Saudagar melihat betapa cantiknya patung tersebut bila dikenakan pakaian dan perhiasan lengkap. Pertemuan dengan Punsahang Mataniari beserta seluruh keluarganya sangat mengharukan. Ia kemudian mengenakan pakaian. cari Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk : meminta hujan. diteteskan ke mulut terus dapat berbicara. Ketika hendak pulang barangbarang tersebut tidak dapat dibuka walau dengan cara apapun. Maka pergilah Datu Baragas kehutan untuk mencari kayu yang cocok dijadikan patung. Datu Nasumurung membangun rumah untuk tempatnya bertenun yang dikawal harimau.sebenarnya dan yang selama 7 tahun telah terlanjur mereka jadikan sebagai pembantu dan semua ini adalah atas ulah dari kebohongan Sipakpakhumal yang selama ini mengaku sebagai Sipiso Somalim. Tersiarlah berita sampai keseluruh negeri dan sampai pada dukun Nasumurung Datu Pangabang-abang Pangubung-ubung yaitu dukun yang dapat menghidupkan kembali yang mati atau menyegarkan yang busuk. selendang. ia bermaksud membawa pulang. Mereka menanyakan hal tersebut kepada ahli ramal. Setelah selesai. kepersendian. Suasanapun berobah. Pada saat itu pamannya menyampaikan maaf yang sebenarnya atas apa yang terjadi selama 7 tahun ini. Sipiso Somalim akhirnya menikah denngan putri pamannya sesuai dengan keberangkatannya untuk menemui pamannya Punsahang Mataniari 7 tahun yang silam dan pada suatu waktu dia beserta istrinya meninggalkan Rura Silindung dan kembali menemui Ibunya di kampung halamannya yaitu Kampung Uluan Tunggal Panaluan. lalu meneteskannya ke mata patung. menolak bala. Lalu ia pulang dengan hati yang sangat kesal. suatu saat pamannya mengutarakan bahwa mereka memiliki hasrat untuk menjadikan Sipiso Somalim sebagai menantunya. Berita itu tersebar luas diseluruh negeri dan sampai kepada . Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. diberi nama siboru Jonjong Anian Siboru Tibal Tudosan. sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. babi dan anjing. Salah satu kisahnya sebagai berikut : sepasang suami istri yaitu Datu Baragas Tunggal Pambarbar Na Sumurung (ahli ukir) dan istrinya Nan Sindak Panaluan. membantu dalam peperangan dll. tetapi berhari-hari lamanya tidak ditemukan. ke telinga lalu mendengar. tetapi tidak dapat diangkatnya. kalung. menahan hujan (manarang udan). Wabah. matanya langsung berkedip. tangga rumahnya dibuat dari pisau-pisau yang tajam. mencari dan menangkap pencuri. Maka pada saat itu juga. Pada saat itu akhirnya Sipakpakhumal yang sebenarnya adalah Sipiso Somalim menceritakan semua yang terjadi sejak diberangkatkan Ibunya 7 tahun yang lalu akhirnya mendapat malapetaka atas ulah licik Sipakpakhumal yang sebenarnya. Suatu saat ia (Baragas Tunggal) melihat di udara pohon melayanglayang tanpa cabang. Pohon tersebut turun tepat ditempat peristirahatan (perberhentian) yang disebut Adian Naga Tolping. namun seorang pemuda berhasil memikat hatinya yang bernama Guru Tatea Bulan dan sepakat untuk melaksanakan perkawinan. Ada beberapa versi mengenai kisah terjadinya tongkat Tongkat Tunggal Panaluan yang memiliki persamaan dan perbedaan. mengobati penyakit. Banyak pemuda yang simpati padanya tapi untuk bertemupun tidak bisa. Pada awalnya Sipiso Somalim menolak akan tetapi setelah dia pertimbangkan masak-masak akhirnya dia terima dan pesta perkawinanpun dilaksanakan dengan menggelar upacara adat. Sang dukun pergi ketempat patung tersebut dengan membawa obat berkhasiat. daunnya kira-kira setinggi manusia. gelang dan kancing emas. kerabu. Beberapa hari kemudian saudagar kain dan perhiasan lewat lalu beristirahat ditempat tersebut. ahli ramal menganjurkan agar mengganti patung-patung yang ada di rumahnya dengan yang lebih cantik. Pakpakhumal sebenarnya apa yang terjadi dan sebelumnya dia menolak untuk menemui Punsahang Mataniari akan tetapi setelah dibujuk akhirnya diapun mau. Baragas memohon kepada Mulajadi agar pohon tersebut diturunkan ke bumi dan ternyata dikabulkan.

maka Beru Ginting Sope Mbelin membentuk “aron” atau “kerabat kerja tani gotong royong” yang beranggotakan empat orang. Selama hamil Guru Tatea Bulan senantiasa memenuhi permintaannya agar kelak tidak menjadi staknasi (halangan). Ada-ada saja upaya dibuat oleh makcik dan pakciknya untuk mencari kesalahan Beru Ginting Sope Mbelin. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Pamannya membawanya berjalan jauh untuk dijual kepada orang yang mau membelinya. Empat hari setelah kematian Ginting Mergana. Mesin kapal dihidupkan tetapi tidak jalan. Anak ini diperlakukan dengan sangat kejam. walaupun permintaan tersebut terasa aneh. Akhirnya meninggal dunia. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu “judi rampah” dan dia mengutip cukai dari para penjudi untuk mendapatkan uang. Kalau Beru Ginting Sope Mbelin . Kedua Sibayak ini memberi kain kepada Beru Ginting Sope Mbelin sebagai tanda mata dan berdoa agar selamat di perjalanan dan dapat bertemu lagi kelak. Pakciknya berupaya memperoleh semua harta pusaka ayah Beru Ginting Sope Mbelin. Perselisihan itu ditengahi oleh Si Raja Bahir-bahir (seorang penyumpit) yang menyatakan : Baragas (pengukir) pantas menjadi ayahnya. Kemudian sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di Tanah Alas di kampung Kejurun Batu Mbulan dan diterima serta diperlakukan dengan baik oleh Tengku Kejurun Batu Mbulan secara adat. Segala siasat dan tipu muslihat pakciknya bersama konco-konconya dapat ditangkis oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Untuk mengambil hati makcik dan pakciknya. Pakciknya menyuruh pamannya untuk menjual Beru Ginting Sope Mbelin ke tempat lain di luar tanah Urung Galuh Simale. mis : meminta hati elang. Berulang kali begitu. yaitu Beru Ginting Sope Mbelin. Di pelabuhan itu sedang berlabuh sebuah kapal dari negeri jauh. Niat jahat makcik dan pakciknya tidak padam-padamnya. tiada berayah tiada beribu. lalu mendatangi datu Pangabang-abang yang menanyakan hal itu. dll. selalu dicaci-maki walaupun sebenarnya pekerjaannya semua berres. Anak mereka hanya seorang. Beru Sembiring Pandan. Lama kelamaan upayanya ini memang berhasil. laki-laki dan perempuan. Maka jadilah Beru Ginting sope Mbelin benar-benar anak yatim piatu. setelah lahir ternyata kembar dua (marporhas). bisalnya menumbuk padi yang berbakul-bakul. anak wanita. Beru Ginting Sope Mbelin pun tinggal dan hidup bersama pakcik dan makciknya. Selanjutnya sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di tepi pantai. Guru Tatea Bulan melaksanakan pesta pemberian nama (martutu aek). dll. Walau Beru Ginting Sope Mbelin dapat mengerjakannya dengan baik dan cepat – karena selalu dibantu oleh temannya Beru Sembiring Pandan toh dia tetap saja kena marah dan caci-maki oleh makcik dan pakciknya. yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. Nakhoda kapal itu sudah setuju membeli Beru Ginting Sope Mbelin dengan harga 250 uang logam perak. datu yang menghidupkan dan saudagar yang masingmasing mengatakan bahwa siboru Jonjong Anian adalah putrinya. pisang. Pendapat itu disetujui dan perkawinanpun dilaksanakan. saudagar menjadi pamannya dan datu Pangabang-abang menjadi kakeknya. Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. menyusul pula beru Sembiring meninggal. Siboru Jonjong Anian mulai mengandung (hamil). nangka. Keberhasilan Ginting Mergana ini menimbulkan cemburu adik kandungnya sendiri. Beru Ginting Sope Mbelin disuruh naik ke kapal untuk dibawa berlayar. Terjadilah perselisihan antara sipembuat patung (pengukir).Baragas (sipembuat patung). mengambil kayu api berikat-ikat dengan parang yang majal. Beberapa lama kemudian. cari Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri. Adik kandungnya ini justru meracuni Ginting Mergana sehingga sakit keras. Di tengah jalan Beru Ginting Sope Mbelin bertemu dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Melaratlah hidup Beru Ginting Sope Mbelin bersama Beru Sembiring. ikan lumba-lumba. Yang laki-laki dinamai Aji Donda Hatahutan Situan Parbaring dan adiknya si Tapi Nauasan Siboru Panaluan Turi-Turin Beru Ginting Sope Mbelin. Ternyata kehamilannya diluar kebiasaan yaitu selama 12 bulan. tetapi ternyata tidak berhasil. ayam jantan. Tarigan Mergana dan Karo Mergana.

keluarlah nenek Datuk Rubia Gande serta berkata: “Mari cucu. Ternyata pakcik Beru Ginting Sope Mbelin dulu – yang juga seorang dukun – mempunyai firasat yang kurang baik terhdapa dirinya. Pendeknya. Oleh karena itu pada saat tibanya Beru Ginting Sope Mbelin di kampungnya. Mereka singgah di kampung Kejurun Batu Mbulan. Pada suatu ketika dia bertemu dengan seekor induk harimau yang sedang mengajar anaknya. karena begitulah keinginan cucunya Beru Ginting itu. kapal tidak dapat berjalan. Anehnya harimau tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya diantar dengan upacara yang meriah atas anjuran dan prakarsa Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi yang bijaksana dan baik hati. Oleh karena itu kepada setiap jejaka yang datang dia berkata : “tanya saja pada nenek saya itu”. jangan menangis. Nenek tua ini mengetahui riwayat hidup keluarga dan pribadi Beru Ginting Sope Mbelin ini. Konon kabarnya sudah ada jejaka yang ingin mempersuntingnya. Nenek Datuk Rubia Gande menyetujui usul itu serta merestui keberangkatan mereka. Dan kedua insan ini pun dikawinkanlah oleh nenek Datuk Rubia Gande menjadi suami-istri. Inilah sebabnya masing-masing memberi jawaban pada orang yang datang “tanya saja pada dia!” Akhirnya terdapat kata sepakat. Karena jawaban yang seperti itu jadinya orang bingung dan tak mau lagi datang melamar. Setelah beberapa hari. mari. Pakcik dan makcik Beru Ginting Sope Mbelin dibawa turun ke halaman untuk dijamu makan dan diberi pakaian baru oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Pakcik dan makciknya itu sangat malu dan tidak mengira . Nakhoda akhirnya tidak jadi membeli Beru Ginting Sope Mbelin dan uang yang 250 perak itu pun tidak dimintanya kembali. Nenek Uban ini pun tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin bahkan membantunya pula. Ditengah jalan. bahkan menolongnya menunjukkan jalan yang harus ditempuh. dengan mempertemukan Beru Ginting Sope Mbelin dengan Karo Mergana penghulu Kacaribu. bahwa Beru Ginting mau dikawinkan asal dengan pemuda/pria yang sependeritaan dengan dia. makanan yang cukup bahkan banyak sekali. Akhirnya. Anehnya. Jadinya. Mereka berjalan beberapa lama mengikuti rute perjalanan Beru Ginting Sope Mbelin dulu waktu meninggalkan tanah urung Galuh Simale. naik gunung turun lembah. Pakciknya percaya bahwa Beru Ginting telah terjual. melalui simpang Perbesi dan Kuala bahkan berhenti sejenak di situ. Neneknya pun setuju dengan hal itu. di pelabuhan di tepi pantai tempat berlabuh kapal nakhoda dulu. nenek Datuk Rubia Gande pun dapat memenuhi permintaan cucunya. yaitu seorang dukun besar atau “guru mbelin”. Dan disediakan pula pengiring yang mengantarkan Beru Ginting Sope Mbelin bersama Karo Mergana ke tanah Urung Galuh Simale. kapal itu dapat berjalan. Beru Ginting Sope Mbelin meneruskan perjalanan seorang diri tidak tahu arah tujuan entah ke mana. jangan takut” dan Beru Ginting Sope Mbelin pun menceritakan segala riwayat hidupnya. bermalam pula beberapa lama di Kuala dan Perbesi atas undangan kedua sibayak tersebut. Dia mengatakan bahwa Beru Ginting Sope Mbelin telah dijual dengan harga 250 perak serta menyerahkan uang itu kepada pakciknya Beru Ginting. Beru Ginting pun sudah remaja dan rupa pun sungguh cantik pula. dan kini mereka dapat pula bertemu dengan Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. di sana mereka pun berjumpa pula dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Kedua Sibayak ini sangat bergembira karena dulu mereka pernah memberi kain masing-masing sehelai kepada Beru Ginting Sope Mbelin yang sangat menderita berhati sedih pada waktu itu. berkat bantuan burung Danggur Dawa-Dawa. Dan neneknya pun berkata kepada setiap orang: “tanya saja pada cucu saya itu!”. Berangkatlah Beru Ginting Sope Mbelin dengan suaminya Karo Mergana memulai perjalanan. Atas petunjuk Nenek Uban ini maka secara agak gaib Beru Ginting Sope Mbelin pun sampailah di tempat nenek Datuk Rubia Gande. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. Ternyata antara Beru Ginting Sope Mbelin dan nenek Datuk Gande terdapar rasa saling menghargai.turun dari kapal. Beru Ginting Sope Mbelin pun menjadi anak asuh nenek Datuk Rubia Gande. paman Beru Ginting Sope Mbelin pun melarikan diri pulang kembali ke kampung. Penghuni gua – yang bernama Nenek Uban – pun keluar menjumpainya. Sampailah mereka di antara Perbesi dan Kuala. Sesampainya di sana. tetapi kalau dia naik. Tetapi Beru Ginting Sope Mbelin tidak berani mengeluarkan isi hatinya karena yang memeliharanya adalah nenek Datuk Rubia Gande. Beru Ginting Sope Mbelin dalam petualangannya sampai pada sebuah gua yang dalam. pakciknya itu sekeluarga menyembunyikan diri di atas para-para rumah. Semuanya telah diatur dengan baik: perangkat gendang yang lengkap. bermohonlah Karo Mergana kepada nenek Datuk Rubia Gande agar mereka diizinkan pulang ke tanah kelahiran Beru Ginting Sope Mbelin. Perjalanan pun dilanjutkan. Akan tetapi akhrinya diketahui juga oleh Beru Ginting Sope Mbelin.

daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. Air yang bening dan tenang. gendang tungo-tungko. sehingga desa Kawar yang pada awalnya merupakan sebuah desa yang subur menjelma menjadi sebuah danau. kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. “Ya. menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu. serta bunga-bunga anggrek yang indah. meskipun tidak pernah memakai pupuk dan obat-obatan seperti sekarang ini. Legenda Lau Kawar. e. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. gendang ujung perang. Dahulu. yang terletak di Desa Kuta Gugung. h. Itulah hukuman bagi orang yang tidak berperikemanusiaan yang berhati jahat terhadap saudara dan kakak serta anaknya sendiri. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi. gendang mulih-mulih. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. gendang rakut.25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo. hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17C dan tanah yang subur. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam. terjadi malapetaka besar. Hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. hanya kepalanya saja yang nampak. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut. i. Desa Kawar tampak ramai dan semarak.127. f. Maka tidak heran. gendang perang si perangen. musik khas masyarakat Karo. gendang si ngarak-ngaraki. Tidak ketinggalan pula anak. Suatu waktu. b. d. Sumatera Utara. Kecamatan Simpang Empat. Menurut masyarakat setempat. Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah.bahwa Beru Ginting Sope Mbelin akan pulang kembali ke kampung apalagi bersama suaminya pula yaitu Karo Mergana. Dan sebagai hukuman atas kekejaman dan kebusukan hati pakcik dan makciknya itu maka tubuh mereka ditanam sampai bahu masing-masing di beranda barat dan beranda timur. Kabupaten Karo. sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. Sumatera Utara. mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut. antara lain: a. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran „Gendang Guro-Guro Aron‟. Tuhan! Aku ingin sekali . jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu. gendang morah-morah. gendang jumpa malem. Berbagai bunyi-bunyian pun dimainkan. cari Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. terutama sekali “gendang tradisional” Karo serta diiringi dengan tarian. Suatu waktu. g. Kepala mereka itulah yang merupakan anak tangga yang harus diinjak kalau orang mau masuk dan keluar rumah adat. Desa Kawar namanya. c. Bukit Barisan. ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama „Kawar‟. yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. gendan perang musuh. Apa sebenarnya yang terjadi dengan desa Kawar itu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini! Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah.

kambing. mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. Rupanya. suamiku!„ jawab sang istri. dan ayam yang masih hangat. Ketika tiba saatnya makan siang. “Baiklah. Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah.menghadiri pesta itu. “Ya. karena di tempat upacara tersedia banyak makanan. termasuk anak. Namun betapa kecewanya ia. pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. . Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. sedang aku dibiarkan kelaparan. semua orang tidak ada yang peduli padanya. Air matanya pun tak terbendung lagi. “Kalau begitu. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri. setelah ditunggu-tunggu. apa dayaku ini. dengan perlakuan itu. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang. teringatlah ketika ia masih remaja. berdiri pun aku sudah tak sanggup. “Ya. semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan!!. tak seorang pun yang datang.” ratap si nenek tua dalam hati. tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. ia mencoba mencari makanan di dapur. menantu serta cucu-cucunya. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna. Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa. tolong bungkuskan makanan. Namun. karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang. si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. Sesampainya di rumah. “Belum?” jawab istrinya. tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. Pada saat-saat lapar seperti itu. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan. Di sana tersedia daging panggang lembu.” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal. Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua. Sementara itu. Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. lalu berlari kembali ke tempat upacara. Dalam keadaan demikian. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. Namun. tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. Alangkah senangnya hati sang nenek. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. “Baik. “Ya. Kini. Beberapa saat kemudian. Jangankan berjalan. si nenek sudah merasa sangat lapar. “Anakku! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah!” perintah sang ibu. Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. Wanita itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya. anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. babi. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang. sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang. Dengan perasaan gembira. sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. “Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk ibu?” tanya sang suami kepada istrinya. termasuk anak dan menantu si nenek itu. tiba-tiba ada yang membawakan makanan. ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. Langit pun menjadi mendung. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. Ia kemudian segera menghampiri istrinya. Maka. Kini. dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah. sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu. guntur menggelegar bagai memecah langit. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa. Tapi. Akhirnya. di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu. lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang!” perintah sang suami. Namun. ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan. Ia sangat kecewa. Tapi. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu. “Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu. ia merasa sangat sedih dan terhina. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang. remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan.

tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara. hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. Sepeninggal suaminya. Bang!” jawab Beru. kabung. kawah itu diberi nama „Lau Kawar‟. membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya. Demikianlah cerita tentang Asal Mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo. pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. Sumatera Utara. karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia. “Adikku. hanau. peluluk. “Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. Beberapa hari kemudian. cari Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren. Dalam tradisi orang Batak. tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia. Namun. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. Sumatera Utara. Maka sejak itu. Namun. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Tare Iluh. Beru Sibou. ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri. Oleh masyarakat setempat. yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna. sang istri-lah yang harus bekerja keras. biluluk. misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara. Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal. dan menyia-nyiakan amanat. sedangkan adiknya. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu. seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. adik dari ayah mereka. desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. ia mencoba untuk menolongnya. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak? Menurut cerita. Dalam sekejap. Pada upacara manuan ompu-ompu. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan. Aku sebagai anak laki-laki . Apa yang menyebabkan Abangnya. tiba-tiba menjadi panik. Oleh karena setiap hari bekerja keras. terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut. tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu. “Ada apa. wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur. orang tua mereka masih memiliki sanaksaudara dekat. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh. Salah satunya adalah tuak(nira). tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. Waktu terus berjalan. tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Oleh karena itu. Kita sekarang sudah dewasa. Tare Iluh. si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya. Oleh karena itu. pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo. Di Sumatera. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo. tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. setelah menderita sakit beberapa lama. Selain sebagai minuman sehari-hari. Sementara dalam upacara manulangi. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia. Legenda Tuak. kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. kini menjadi anak yatim piatu. yaitu pandai mensyukuri nikmat. Sebagai seorang pemuda. juk atau ijuk. karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya. dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya? Alkisah. Sumatera Utara. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. di antaranya „nau. menjauhi sifat durhaka kepada orang tua. setelah tumbuhan kelapa. Sedikitnya ada tiga pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas.Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria. dan bagot‟. Untungnya. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah. mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu.

Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata. Tapi. Tapi. Keesokan harinya. Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?” “Iya. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya. Kakek ingin menyarankan sesuatu. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. Kek!” “Tare Iluh…? Maaf. Abangnya. Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu. tanpa berpikir panjang lagi.” bujuk Tare kepada adiknya. “Baiklah. sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. ia pun pergi mencari abangnya. Sudah berminggu-minggu. rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku. Barangkali ia bisa mendengarnya.merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah.” kata Beru mengizinkan abangnya. “Tapi. si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggilmanggil abangnya sambil menangis. Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian. Akhirnya.” “Apakah saran Kakek itu?” “Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. Sementara itu. ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Tetapi sayangnya. Suatu ketika. namun belum juga menemukan abangnya. Sesampainya di puncak. si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. Akibatnya. Setelah sampai di puncak. sang Kakek pun segera pergi. si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua. ia adalah pemuda yang gemar berjudi. Kalau tidak salah. melainkan berjudi. Sementara si Beru Sibou. si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu. Dengan bekal secukupnya. tapi tak kunjung datang jua. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian. Suatu hari. Sepeninggal abangnya. sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. hal itu tidak membuatnya putus asa. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. “Tentu. Setelah itu. yaitu ketika pertama kali main judi. si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?” “Siapa nama abangmu?” “Tare Iluh. Bang?” Beru balik bertanya. Setelah menyampaikan sarannya. Beru Sibou sangat sedih. langit . bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. aku akan segera kembali menemani adik di sini. kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou.” “Benar. Tuhan! Tolonglah hambamu ini. sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak. Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan. “Selamat sore. Bang! Tapi. tiba-tiba angin bertiup kencang. bagaimana dengan aku.” Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. berbulan-bulan. “Ya. Tare Iluh. Tetapi. ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. ia terus mengalami kekalahan. setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya. Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak. bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang. lagi-lagi ia mengalami kekalahan. Kek!” “Sore. namun tak seorang pun yang mendengarnya. “Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak. Tak terasa. meskipun dengan berat hati. meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai. maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. Apakah kakek tahu di mana negeri itu? “Maaf. Tapi kalau boleh. Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya.

Gurda Gurdi mampu menghibur sang putri sekaligus mampu memberikan perlindungan yang sempurna. membuat panglima raja menaruh simpati dan mengajaknya pulang untuk tinggal di Istana Raja menemani istrinya sang putri raja. Setelah dewasa. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. gunaguna.menjadi mendung. sang . karena pada saat Panglima kerajaan suaminya melaksanakan tugas keluar daerah. dia melakukan sambaran dan pukulan kearah Panglima. masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Sesaat kemudian. Untuk mengenang peristiwa tersebut. karena paruh Gurda Gurdi kembali dielus. Anak raja diperlakukan sebagai sorang putri yang yang sangat dimanjakan raja dengan sejumlah dayang-dayang yang senantiasa siap melayaninya. dia mampu berbicara seperti layaknya seorang manusia. burung yang sangat sakti jelmaan seorang pertapa yang sakti mandraguna bernama Gurda Gurdi. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. seorang pegawai istana yang saat itu bertugas sebagai kepala pengawal raja. Ketidaktahuan keluarga raja atas karakter dan sifat Gurda Gurdi membuat terjadinya kemarahan yang berulang. sifat tenggang rasa. Mengetahui keadaan ini. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. sang pengawal raja diberi jabatan baru sebagai Panglima Kerajaan. Gurda Gurdi menjadi marah besar. Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara. sang putri menikah dengan seorang pemuda yang gagah perkasa. Gundala-gundala pada masa lampau ditampilkan dalam upacara "ndilo wari udan" (memanggil hujan) pada musim kemarau panjang (di beberapa desa masih dilaksanakan sampai sekarang). dengan mata merah dan bulu berdiri. Di tengan hutan rimba. serta akibat buruk dari suka bermain judi. hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. tanpa sengaja sang putri memegang paruh Gurda Gurdi yang membuat burung ini berang dan tidak menunjukkan sikap bersahabat. Pada mulanya atraksi ini ditampilkan di Desa Seberaya mengisahkan legenda/dongeng si Gurda Gurdi. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari Gundala-gundala. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman. Suatu hari raja mengajak panglima untuk berburu di hutan yang lebat. Setelah perkawinannya. selagi sang putri asyik bercanda dengan putri raja. Sisi lain dari kesaktian Burung raksasa ini adalah pantangan yang telah disumpahkannya sejak dahulu yakni paruhnya yang merupakan simbol kehormatannya tidak boleh dipegang. Suatu ketika. semakin lama pertarungan kedua jawara sakti ini bertambah sengit. rombongan ini bertemu dengan seekor burung raksasa. cari Gundala-gundala adalah atraksi kesenian pada Masyarakat Kabupaten Karo dengan menggunakan "topeng" kayu. Pada saat rombongan Raja dan panglimanya bertemu dengan burung ini. Burung Gurda Gurdi tidak seperti hewan lainnya. tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. Hingga kini. burung Gurda Gurdi menyapa salam sang raja seraya menunjukkan rasa hormatnya. penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira. termasuk ilmu santet. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan. karena burung jelmaan pertapa sakti ini tidak hanya tangguh dalam dunia persilatan. Hari-hari kehidupan sang putri yang ditemani Gurda Gurdi bertambah ceria dan bahagia. mereka menyanyikan lagu enau. Menurut kisahnya. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. namun juga ampuh menangkal semua jenis racun. panglima raja suaminya berusaha membujuk Gurda Gurdi dengan "mengelus" paruh burung tersebut. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. di masa lampau di dataran tinggi Karo hidup masyarakat yang rukun dan damai dipimpin seorang raja yang disebut "Sibayak" Sang raja memiliki satu-satunya keturunan yaitu seorang anak perempuan. mantra. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. padahal tindakan tersebut dianggap sang burung sebagai bentuk pelecehan yang sangat menyakitkan.

. Kematian Gurda Gurdi dihormati sebagai kematian seorang pahlawan Kerajaan. Melihat bahwa pertarungan ini telah menimbulkan keresahan bagi raja dan seluruh istana. rakyat ikut berkabung bahkan Hari tiba-tiba mendung dan menitikkan air tanda berkabung nya. sebagai pria sejati yang gagah perkasa dan sakti mandraguna dia tidak mau dipermalukan oleh seekor burung. Pertarungan yang sengit terus berlangsung selama beberapa hari.panglima pun tidak kalah sigap.. Demikianlah setiap kali atraksi atau tarian Gundala-gundala dilaksanakan dalam upacara Ndilo Wari Udan akan diahiri dengan suatu keadaan turunnya Hujan Deras. akibatnya Gurda Gurdi terhempas ke tanah terkena pukulan mematikan dibagian kepalanya.. banyak kerbau mati terkena pukulan jarak jauh salah sasaran serta pohon-pohon bertumbangan akibat pertarungan kedua jawara dan belum ada tanda-tanda menunjukkan pihak yang lebih kuat atau yang lebih lemah. seluruh Istana berkabung. Raja memerintahkan para pengawalnya untuk membantu panglima dengan menyalurkan tenaga dalam dari jarak jauh.. hujan deraspun melanda seluruh negeri.. Si baroar Asal mula kolam sampuagar Kisah kelana sakti Kisah pohon enau Kisah putrid ular Asal mula pulau si kantan Dan lain-lain .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful