SUMATERA UTARA A.

adat istiadat
1.pernikahan
Tahapan-tahapan Acara Adat Batak mulai dari Rencana Pernikahan sampai dengan stla Pernikahan Berlangsung!!!

1. Marhori-hori Dingding (Penjajakan Rencana Pernikahan) Marhori2 Dingding adlh pendekatan (lobby-ing) awal dr pihak utk menjajaki kemungkinan kesediaan Parboru menerima anaknya jd menantu. Namun blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg tdk hanya menjajaki namun sdh lgsung membicarakan hal2 pokok di antaranya mengenai besarnya nilai Mas Kawin (sinamot atau Tuhor) ni boru. Di samping itu mereka jg sdh membicarakan tmpt pesta, jmlh undangan, Panjuhuti (hewan kurban), jmlh ulos, asesoris pesta, dll yg resminya baru akan di bicarakan pd acara Patua hata. Hal ini terkesan praktis krn kedua calon pengantin sdh lgsung berperan mjd semacam mediator antara suhut Paranak & suhut Parboru yg dulu itu di anggap sbg sesuatu yg tabu. Utk melaksanakan acr ini baik Paranak maupun Parboru blm terlalu repot, krn Paranak cukup membawa buah/kue & Parboru hanya menyediakan kopi/teh/aqua. Memang, blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg, dmn Paranak sdh sering suka membawa makanan utk acara santap bersama, tp gak ada tudu2 ni Sipanganon. Hasil pembicaraan pd acr ini hrs di catat dgn baik utk di cetak sbg bahan bahasan pd acara Patua Hata. Yg di undang dlm acr ini adlh saudara dekat, Boru terdekat & kalo mungkin yaitu dongan sahuta.

2. Patua Hata (Melamar ato Meminang wanita) Acr ini adlh kunjungan rombongan klg Paranak ke rumah klg Parboru dlm jmlh yg lebih besar utk menyatakan keinginan melamar ank Parboru mjd menantu. Disebut Patua Hata krn semula keinginan & hubungan itu baru sebatas hubungan antara pemuda & pemudi (naposo) yg kemudian ingin di tingkatkan mjd di campuri olh pihak ortu. Krn sdh melibatkan ortu kedua belah pihak, pasti semua sdh hrs serba transparan, dmn utk itu Paranak akn bertanya apakah calon menantu sdh benar2 cinta pd anaknya. Pertanyaan itu tdk lgsung di tanyakan olh Paranak, ttp melalui ank perempuan yg sdh menikah, yg jwbnnya akn di umumkan kemudiam scr resmi olh Protokol/Parsinabul Parboru. Bila pengakuan Parboru sdh ada, mk acara akn di lanjutkan dgn membicarakan hasil pembicaraan ketika Marhorihori Dingding. Sbg penutup, kedua calon mempelai wajib di beri arahan agar mereka jgn sampai pernah lg membuat hubungan asmara dgn pihak lain, krn hal itu mrp sesuatu yg tdk boleh. Usai pengarahan, Suhut jgn lupa dgn uang ingot2 yaitu Rp. 50.000,- ato Rp. 100.000,- utk Parsinabul dan Rp. 2.000,- ato Rp. 3.000,- per org utk yg hadir krg-lbh 35org. Yg ikut serta di undang pd acr ini adlh kerabat (perwakilan marompu-ompu), boru-bere, dongan sahuta, aleale, & jg pariban. Dlm hal konsumsi, Paranak menyediakan 1ekor babi matang (lengkap dgn tudu2) berbobot sktr 20kg-30kg tergantung banyaknya undangan. Sedang Parboru wajib menyediakan Dekke adat/ikan mas sbg imbalan dr daging babi yg di bw Paranak. Ada baiknya paranak melengkapi makanan tsb dgn soft drinks/bir. Tdk ada pembagian jambar daging babi bg Paranak selain berharap tempat daging babinya di isi dgn ikan mas olh calon besan sbg tambahan utk di bagikan Paranak kpd kerabat stlh selesai acr. 3. Martumpol/Mangido Ting-ting (Pranikah) Artinya “bersaksi”, dmn kedua calon mempelai hrs bersaksi di dpn Majelis Grj (Pendeta/majelis) & khalayak ramai menyatakan sejujurnya bhw diri mereka sdh tdk punya hubungan cinta lg dgn org lain. Pernyataan ini akn di catat/dibukukan dlm formulir administrasi grj, lalu di bacakan ulang isinya olh pejabat grj. Apbl smua data sdh benar, mk kedua calon mempelai akn membubuhkan tanda tangan bersama ortu kedua calon mempelai & para saksi. Slanjutnya diadakan penggembalaan olh Majelis/Pendeta grj dlm sebuah kebaktian singkat dmn Pendeta/Majelis akn menjelaskan hakekat hidup berkeluarga seorg Kristen. Dlm acr ini kedua belah pihak hasuhuton (Paranak & Parboru) selain mengundang klrg yg hadir pd acr Patua Hata, jg dpt mengundang klompok hula2 masing2. Pd acr ini biasanya Parboru menyediakan snack (kopi/teh/aqua), apbl acr martumpol ini diadakan di grj/wilayah Parboru dgn volume sesuai dgn jmlh undangan. 4. Ria Raja (Paranak Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg scr sepihak yg diadakan olh Paranak brsama kerabatnya (dongan sabutuha), boru-bere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku.

Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” kpd pihak Parboru. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri. Selesai acr Ria Raja biasanya kerabat akan bertanya apakah tumpak/sumbangan/angpau akn diserahkan skr/nanti saja d gedung. Dulu, Hasuhuton cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di tempat Ria Raja. Namun kini Hasuhuton sdh cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di gedung utk lebih menyemarakkan suasana pesta. Utk acr ini Paranak memotong/memasak 1ekor ank babi berbobot 20kg-25kg & tambahan lainnya tergantung banyaknya undangan & kemampuan hasuhuton. 5. Tonggo Raja (Parboru Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg Parboru scr sepihak yg diadakan bersama kerabatnya (dongan sabutuha), borubere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta utk membicarakan persiapan pernikahan. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku. Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” dr pihak Paranak. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri Selesai acr Tonggo Raja biasanya kerabat akn bertanya apakah Hasuhuton lebih memilih menerima (utk pengantin) kado berupa ulos herbang ato berupa uang sj. Bahkan kini jambar yg diterimapun sdh ada yg di kurs dgn uang, dmn jambar yg diterima justru di tambah seakan Hasuhutonlah yg memesan dengke siuk. Ini mrp pemikiran baru dlm upaya para kerabat, membantu meringankan keuangan Hasuhuton, krn dengke/ikan adat yg dimasak “perusahaan catering” jmlhnya sdh ckp banyak. Utk acr ini Parboru akan memotong & memasak 1 ekor ank babi berbobot 20kg-25kg ditambah dgn makanan lainnya. Tp itu tergantung pd banyaknya undangan & kemampuan Hasuhuton. Usai acr, biasanya Hasuhuton akan membagi2 daging kpd kerabatnya. 6. Patiur Mata Ni Mual (Minta Restu Tulang & Nantulang) Ini mrp acr tunggal yg scr khusus meminta Restu & Doa berkat dr Tulang&Nantulang, yaitu Abang/Adik kandung dr Ibu pengantin pria dlm rangka rencana pernikahan ank sulung, sdgkn utk pernikahan adiknya sdh tdk menjalankan adat itu lg. Pd hakekatnya acr ini hanya sekedar memberi hormat kpd Tulang, dmn suasananya tdk terlalu formal ttpi justru terasa santai sj. Acr dimulai dgn lebih dulu menyerahkan daging adat (tudu-tudu) ni Sipanganon kpd pihak tulang pengantin dmn ortu pengantin akn didampingi oleh saudara2nya.

Tdk ada persiapan lain dlm acr ini kecuali mengingatkan klrg agar sesuai acr pemberkatan. Maksud & tujuan acr ini yg paling pokok ada 2 hal. Pd akhir acr ini. Pd kesempatan tsb pembicara jg sekaligus mengundang pendeta & majelis utk dtg ke pesta bersama undangan lainnya. 2. Memberi hormat kpd pengantin wanita sbg Boru Ni Raja yg sdh rela meninggalkan rmhnya menuju rmh suaminya. seorg anggota klrg hrs naik mimbar utk mengucapkan terimakasih kpd Grj atas pelayanannya. tp bl kemudian ada permintaan Hula2 (Parboru) agar Sibuha-buhai dilangsungkan di rmh Parboru. Sdgkn Tulang menyiapkan dekke serta sehelai ulos Ragi Hotang ato sejenisnya. Utk acr ini kedua belah pihak wajib menyediakan makanan adat berupa 1ekor babi (martudu-tudu) disediakan oleh Paranak & dengke adat disediakan olh Parboru sdgkn banyaknya tergantung situasi & kondisi undangan. mk hal itu tdk usah dipermasalahkan. mk Tulang & Nantulang akn memberikan dekke kpd berenya berikut sehelai ulos adat misalnya Ragi Hotang. Dgn pengukuhan tsb mk “Resmilah” pernikahan itu sbg pernikahan yg sdh diberkati Tuhan terikat dgn janji yg tdk boleh cerai kecuali di ceraikan olh kematian. Jd Marsibuha-buhai artinya mrp awal dr acr pemberkatan nikah & acr Marunjuk (Pesta Adat). Selesai memberi restu.Sbg bukti kesediaan Tulang merestui pernikahan keponakannya (berenya). pihak tulang bersama kerabatnya aknmemberi “kata2 berkat” & akn diterima (diampu) olh klrg pihak Paranak lalu dilanjutkan dgn pemberian uang Piso-piso utk Tulang & Pasituak Na Tonggi utk seluruh kerabatnya. Pamasu-masuon Di Grj (Pemberkatan Nikah Grj) Pamasu-masuoan di grj adlh “Pengukuhan pernikahan” olh grj ats kedua mempelai. Bila sifat pesta adatnya adlh “Alapon Jual” maka berlangsung di rmh Parboru. 8. Artinya apbl pd acr Patua Hata sifat ulaon sdh disepakati Taruhon Jual. Di samping itu. acr kemudian dilanjutkan dgn acr mkn bersama. yaitu: 1. Soal tempat pelaksanaan acr ini tdk terlalu kaku ttpi masih bs di rundingkan/di negosiasi. Paranak/Parboru jg jangan lupa menyediakan uang ucapan terimakasih kpd Pendeta&Majelis dlm jmlh/nilai sewajarnya tanpa hrs menunggu diminta. Acr ini bs berlangsung di rmh Parboru tp bs jg berlangsung di rmh Paranak tergantung pd sifat perkawinan yg dipilih/disepakati. Besarnya uang Piso-piso & Pasituak Na Tonggi tersebut tergantung kemampuan & pertimbangan dr pihak Paranak. . 7. Marsibuha-buhai (Acr Adat Jemput Pengantin) Berasal dr kt “buha” yaitu mula/mengawali. sdgkn kalo bersifat “Taruhon Jual” maka akn berlangsung di rmh Paranak. Memberi kesempatan kpd klrg dekat/hasuhuton utk mengisi perut (makan) krn seharian mereka sdh sibuk baik pd acr Grj maupun acr di gedung & hanya sedikit waktu utk makan. dmn doa mkn di pimpin olh pihak Paranak. Utk acr ini Paranak membawa 1ekor babi yg telah di masak lengkap dgn tudu-tudunya.

keculai olh krn kematian. ttp diwajibkan melaksanakan adat pernikahan bila dia akn menyelanggarakan adat. Utk pengantar tsb Paranak jg menyediakan dana sbg Pasituak na Tonggi. Dgn pengukuhan tsb. Inilah yg disebut dg “Paulahune”. pihak Parboru akn membawa dengke & kue batak. Dulu acr ini baru akn dilakukan sehari bahkan bbrp hari stlh adat Marunjuk selesai. Makna lebih jauh dr acr ini adlh dmn Paranak & Parboru sangat berharap agar acr ini di dukung oleh semua lapisan klrg mulai dr kerabat hula2. resmilah pernikahan tsb sbg pernikahan yg sdh memenuhi persyaratan Adat Batak. pd hakekatnya dia tdk berhak tampil dlm forum adat Batak baik di tengah kerabat maupun di tengah acara hula2. dmn pengantin akn diarak ramai2 olh klrg perempuan menuju rmh suaminya. Utk sekedar diketahui. ari mu na so jadi sirang tondi mu ma antong Marsigomgoman”. Dulu acr spt ini masih mrp bagian penting dr adat batak. Marsihol-sihol (Lepas Rindu Pengantin Wanita) Ini adlh acr kunjungan kangen dr pengantin wanita kpd ortu & sanak saudaranya. Paulahune (Pemberangkatan Pengantin) Stlh smua Hak & Kewajiban Adat berlangsung dgn baik. pernikahan kedua mempelai diharapkan mndptkan dukungan doa dr klrg & berkat yg melimpah dr Allah yg Maha Kuasa. Pd penyerahan pengantin tsb. walaupun sdh lanjut usianya. Dizamannya acr ini baru akn dilaksanakan 1mggu stlh acr Marunjuk ato 1mggu stlh pengantin wanita berada d rmh suaminya. 11. smntara Paranak menyediakan 1ekor babi utk di bw plg olh si Pengantar dan jg sejumlah uang. mk kedua mempelai sdh berhak mdptkan fasilitas adat. bhw seorg klrg Batak yg blm melaksanakan pernikahan acr Adat. dalam hal misalnya suatu waktu dia akan mengawinkan ank/borunya. itu akn sulit disetujui kerabat/klrg krn dlm filosofi adt Batak. Marunjuk (Pemberkatan Nikah Adat Batak) Acr ini jg Pengukuhan Pernikahan oleh Raja-raja Adat atas kedua mempelai. Dgn acr ini. si pengantin sdh lgsung di antar ato diserahkan sj olh klrgnya kpd Paranak yg sdh menunggu di tmpat bersebelahan dgn Parboru. mk tibalah saatnya Parboru melepas anaknya menuju rmh suaminya. 10. dll. Konsumsi yg disediakan jg sdh pasti sesuai dgn jmlh undangan ato yg pantas menurut perkiraan perusahaan catering yg sdh berpengalaman menyediakan makanan “Marunjuk”. Utk acr ini sdh pasti pihak Hasuhuton menyediakan aneka macam konsumsi pesta dmn Paranak menyediakan hewan kurban (Panjuhuti Horbo ato Babi) sedang Parboru menyediakan Dengke (Ikan Adat). Dgn dukungan klrg tsb.ada baiknya jk panitia mempersiapkan program “Foto Bersama” lengkap dgn nama kelompoknya agar fotografer dpt dgn mudah melakukan tgsnya. tp skr acrnya sdh lebih disederhanakan dmn acr itu sdh tdk ad lg ttpi lgsung sj diselesaikan di dlm gedung pd saat pesta itu jg. baik dr pihak kerabat maupun pihak hula2. 9. . Bahkan melaksanakan adatpun dia tdk berhak sebelum yg bersangkutan menunaikan kewajiban adatnya. acr itu sdh disederhanakan dmn selesai pesta Marunjuk. Itu sebabnya seorg yg blm melaksanakan Nikah Adat. bhw “Tak seorgpun dpt menerima adat bila dirinya sendiri belum beradat”. Adat Marunjuk jg punya relevansi dgn dogma theologis yg sangat “mengharamkan” perceraian. Umpama Batak berkata “Diginjang Arirang di toru do anggo Panggonggonan. Tp belakangan ini.

kelahiran Sewaktu Mengandung Melenggang Perut Upacara ini dilakukan kepada wanita yang mengandung anak sulung ketika kandungan berusia tujuh atau delapan bulan. acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. Peralatan untuk upacara ini termasuk: (1) Tujuh helai kain dengan tujuh warna berlainan (2) Segantang beras (3) Sebiji kelapa (4) Beberapa urat benang mentah (5) Damar (6) Minyak kelapa atau minyak urut (7) Lilin (8) Tepak sirih yang lengkap isinya (9) Uang beberapa ribu rupiah Kelahiran . Di kota besar spt Jakarta & kota lainnya. Maningkir Tangga (Mengunjungi Besan Olh Pihak Parboru) Acr ini hampir sm dg kunjungan kangen pengantin. pengantin tdk sendirian. dan Paranak membawa 1ekor babi/daging matang lengkap dgn tudu-tudunya. 2. Pd kunjungan ini ortu perempuan tdk sendirian. Upacara ini dijalankan oleh seorang bidan untuk membuang kecelakaan yang mungkin menimpa wanita hamil yang bakal bersalin dan untuk membetulkan kedudukan bayi di dalam perut. ttp ditemani/diantar olh rombongan sanak saudara lelaku terdekat. Di kota besar spt Jakarta & kota besar lainnya tradisi ini sdh tdk dilaksanakan lg dgn pertimbangan efisiensi & efektifitas jg akibat kesibukan smua pihak. Bedanya bhw yg merasa kangen adlh justru ortu pengantin perempuan ingin melihat dr dekat kondisi ank perempuan. Acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. 12. Dulu itu dilakuakn 1mggu stlh kunjungan besan besrta ank & menantunya. ttpi membawa dengke yg di arsik dgn enak menggunakan bumbu yg kental. Disini pihak Parboru tdk hampa tangan. dalam hal ini Paranak jg mengundang kerabatnya utk makan bersama. ttpi jg disertai olh sanak klrg dekatnya.Pd kunjungan ini. tradisi spt ini sdh tdk dilaksanakan lg seiring kesibukan & perkembangan zaman. dan jg besannya. menantu. smntara Parboru jg menyiapkan dengke serta mengundang kerabatnya utk makan bersama.

Seterusnya adat mandi air limau dan air bunga dilakukan. terdapat beberapa adat yang perlu dijalankan sewaktu menyambut kelahiran ini. Dipercayai sekiranya kelapa berhenti bergolek dengan matanya ke atas. anak yang dikandungnya adalah lelaki dan perempuan jika sebaliknya. wanita itu bercermin muka dengan harapan anak yang bakal lahir nanti mempunyai rupa paras yang cantik. Akhirnya bidan akan melenggangkan setiap helai kain tersebut pada perut wanita hamil itu. Setelah membersihkan badan. Biasanya. kain yang di bawah sekali diberikan kepada bidan beserta dengan peralatan upacara tadi. kenduri doa selamat akan diadakan dan ibu yang menjalani upacara ini dipakaikan dengan pakaian baru.Pada permulaannya bidan akan membacakan doa dan mantra dan mengandam wanita hamil tadi. Tetapi adakalanya waktu kehamilan dapat mencapai sehingga sepuluh hingga dua belas bulan yang disebut bunting kerbau. Setelah acara itu selesai bidan akan membentangkan ketujuh helai kain berbentuk melintang. Mengikut kepercayaannya juga daun mengkuang berduri akan digantung di bawah rumah dan kapur akan dipangkah pada tempattempat tertentu di dalam rumah wanita yang hendak bersalin tadi untuk mengelakkan gangguan makhluk halus. Bidan akan mengurut ibu yang hamil dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak urut. Potong Tali Pusat Sejurus selepas bayi lahir. Baki tali pusat di perut bayi akan dibubuh kunyit dan kapur lalu dibungkus dengan daun sirih yang telah . Wanita itu didudukkan di atas kursi di mana pada kaki kursi itu ditambat seekor ayam. Mengikut kebiasaannya kandungan ketika itu sudah cukup sembilan bulan sepuluh hari. Sewaktu Bersalin Apabila hampir tiba waktu bersalin. bidan akan menyambutnya dengan jampi dan serapah lalu disemburkan dengan daun sirih. Ibu yang hamil dibaringkan di atas lapisan kain-kain tersebut. Sebiji telur diselitkan di kain basahan yaitu di bagian perutnya dan sebuah cermin kecil dibawa bersama. Lazimnya pada hari tersebut. Selepas bayi dibersihkan. persediaan akan diuruskan oleh keluarga berkenaan. Tepung tawar dicalit ke mukanya dan beras kunyit ditabur. Kemudian air bunga dijiruskan/disiramkan ke badannya jika telur tadi dilepaskan atau dijatuhkan dengan keyakinan ia akan memudahkan wanita tadi bersalin/melahirkan. Bidan mengambil buah kelapa yang telah dibersihkan lalu menggulingkannya perlahan-lahan di atas perut terus ke ujung kakinya sebanyak tujuh kali. tali pusatnya akan dipotong dengan menggunakan sembilu buluh dan dialas di atas sekeping uang koin. sehelai di atas sehelai yang lain. Di samping itu juga.

Sekiranya wanita tersebut melanggar pantang. Ia bukanlah satu adat. namun demikian ia juga terdapat dalam agama Islam yang sunat untuk berbuat demikian. mereka akan mengalami bentan atau sakit sampingan. jampi mantra dibacakan. bapak atau datuk bayi tersebut akan melakukan upacara ini. dan baung karena ia dapat menyebabkan bisa-bisa pada badan. sembilang. Sebaliknya mereka dianjurkan memakan nasi dengan ikan haruan yang dibakar atau direbus dan dibenarkan minum air suam atau susu. kerang. ketam.dilayukan di atas bara api sehingga tali pusat itu tanggal sendiri. Azan/Qamat Kelazimannya bayi lelaki akan diazankan di kedua belah telinganya jika bayi perempuan akan diqamatkan. Waktu berpantang lazimnya berlangsung selama empat puluh empat hari dihitung dari hari awal bersalin dan ada juga yang berpantang selama seratus hari. Namun demikian. . Kelahiran Ramuan asli untuk wanita lepas bersalin Dalam waktu ini wanita tersebut dilarang makan sembarang makanan mengikut kehendaknya atau berkerja yang memerlukan banyak pergerakan. Upacara berawal dengan membacakan surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas. Sewaktu menjalankan upacara ini. wanita yang telah bersalin mesti menjalani masa berpantang yang bermaksud larangan. Antara makanan yang dilarang keras ialah yang dapat mengakibatkan kegatalan di seluruh anggota badan seperti udang. Membelah Mulut Adat ini mempunyai pengaruh budaya Hindu. sebaliknya lebih merupakan amalan berunsur keagamaan. Biasanya. adat ini sudah tidak diamalkan lagi oleh masyarakat Melayu sekarang. dan ikan pari serta memakan ikan yang mempunyai sengat seperti ikan lele (keli). Ia diikuti dengan langkah mencecap atau merasakan sedikit air madu atau kurma dan ada juga yang menggunakan emas yang dicelupkan ke dalam air pinang pada mulut bayi yang baru lahir tersebut. Berpantang Dalam masyarakat Melayu.

(1) Nasi kunyit dan lauk-lauk (2) Seekor ayam hidup (3) Paku. Tanggal Pusat/Cuci Lantai Lazimnya bayi yang baru lahir akan tanggal pusatnya dalam waktu seminggu. Selesai bertungku. Selepas Lahir Selepas kelahiran terdapat beberapa adat tertentu yang dijalankan. Bahan-bahan yang digunakan untuk adat cuci lantai. asam. garam dan sirih pinang (4) Hadiah untuk bidan sepersalinan pakaian . dia tidak dapat dibuaikan dan akan tidur di samping ibunya. Pada ketika itu. Kemudian tungku itu dibalut dengan kain yang dilapik dengan beberapa helai daun yang tebal seperti daun lengkuas yang dipercayai dapat mengimbangi kepanasan tungku di samping berfungsi sebagai obat. Amalan berbengkung ini bertujuan untuk mengatasi perut buncit atau pinggul yang turun selepas bersalin di samping memberi keselesaan kepada wanita selepas bersalin. si ibu akan menyapu perutnya dengan air limau yang dicampur dengan kapur sebelum memakai bengkung. Biasanya tungku dibuat dari batu yang dipanaskan di atas bara. Adat ini seelok-eloknya dilakukan pada hari Senin atau Kamis. adat cuci lantai akan diadakan. buah keras.Bengkung Selama berpantang mereka diberi makan obat-obat tradisi dan bertungku. Di beberapa tempat. ia juga disebut adat naik buai karena selagi bayi itu belum tanggal pusatnya. Tungku akan dituam pada bagian perut dan bagian lain bertujuan untuk mengatasi masalah kesakitan selepas bersalin. Bertungku dipercayai dapat membantu perut wanita bersalin kembali normal.

nama istri-istri atau anak-anak nabi akan dipilih. nama akan diberi mengikut nama para nabi jika untuk bayi perempuan. Kemudian kelapa itu diletakkan di dalam sebiji batil. diurut dan dibedak. Bidan akan menjalankan keseluruhan upacara ini. Memberi Nama Mengikut ajaran Islam. Seterusnya lantai itu akan dibersihkan. Untuk menjalankan upacara tersebut beberapa kelengkapan disediakan. Ia turut disebut adat potong jambul. Biasanya kelapa itu dihias.Upacara cuci lantai Kenduri doa selamat akan diadakan pada permulaan adat ini. umpamanya dengan melilitkan rantai emas atau perak di kelilingnya. bahan yang digunakan tadi beserta sedikit uang akan dihadiahkan kepada bidan tersebut. Sebelum itu. Kenduri nasi kunyit dan doa selamat diadakan pada hari tersebut. beras kunyit. Airnya dibuang dan diganti dengan sedikit air sejuk. Kebiasaannya jika bayi itu lelaki. Selesai upacara tersebut. Cukur Rambut/Potong Jambul Adat ini dilakukan pada hari ketujuh selepas dilahirkan. adalah sunat memberi nama yang mempunyai maksud yang baik kepada bayi. (2) Sebiji kelapa muda dipotong bagian kepalanya dengan potongan berkelok-kelok siku seluang untuk dijadikan penutup. si ibu dan si bayi akan dimandikan. Selepas itu bidan akan memulakan jampi serapahnya sambil memegang ayam dengan cara mengais-ngaiskan kaki ayam ke atas lantai tempat wanita itu bersalin. dan bertih. (1) Sebuah dulang berisi tiga mangkuk atau piring yang berisi air tepung tawar. .

Setelah selesai pihak lelaki menjalankan acara menggunting. Kesemua rambut yang dicukur akan dimasukkan ke dalam kelapa. Lazimnya. bayi dipakaikan dengan pakaian cantik dan diletakkan di atas talam yang dialas dengan tilam kecil atau didukung oleh bapak atau datuknya. lima. pihak perempuan pula mengambil alih. tujuh. Dari segi syarak. Bilangan orang yang menggunting rambut bayi tersebut hendaklah dalam bilangan yang ganjil.Alatan potong jambul Khazanah Melayu Sumatera Utara Pada hari itu. Si bayi akan ditepungtawari serta ditabur beras kunyit dan bertih. Setelah selesai kedua-dua pihak menjalankan adat bercukur barulah kepala bayi tersebut dicukur sepenuhnya oleh bidan atau siapa saja yang dapat melakukannya. Para hadirin secara bergilir-gilir akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam kelapa tadi. Si bayi seterusnya dibawa ke tengah pesta dan disambut oleh hadirin lelaki sambil berselawat. yaitu tiga. akikah membawa pengertian menyembelih ternakan pada . Akhirnya kelapa tersebut ditanam di sekitar halaman rumah bersama sepohon anak kelapa atau seumpamanya sebagai memperingati masa anak itu dilahirkan. semasa adat ini dijalankan akikah turut diadakan. dan seterusnya.

Seorang anak disunatkan berakikah sekali saja seumur hidup. Akikah sunat dilakukan pada hari ketujuh kelahiran yaitu dapat dijalankan serentak dengan adat mencukur rambut dan adat memberi nama. Terdapat syarat-syarat tertentu dalam memilih hewan untuk akikah dan jumlah ternakan untuk akikah juga berbeda mengikut jenis kelamin bayi. . Namun ia juga dapat dilakukan pada hari yang lain. marhaban akan dialunkan oleh sekumpulan lelaki atau wanita.hari ketujuh selepas anak dilahirkan. Orang Islam yang berkemampuan disunatkan menyembelih ternakan seperti kambing. Antara hikmah akikah adalah sebagai permulaan kebajikan dan kebaikan bagi pihak bayi tersebut. Sewaktu upacara ini dijalankan bayi tersebut akan diletakkan di dalam buaian yang menggunakan kain songket dan dihias indah dengan bunga-bungaan. lembu atau kerbau sebagai akikah anak yang baru lahir. Upacara potong jambul Naik Buaian Adat ini merupakan satu-satunya pesta yang masih diamalkan dan mendapat sambutan di kalangan masyarakat Melayu hari ini. Seterusnya bunga telur dan bunga rampai akan dihadiahkan kepada kumpulan ini. Ketika itu juga. Sekarang masyarakat Melayu menjalankan adat ini serentak dengan adat memberi nama dan adat cukur rambut. Bagi bayi lelaki akikahnya ialah dua ekor kambing dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Selendang akan diikat di kiri kanan buaian dan ditarik perlahanlahan semasa upacara berlangsung. Upacara ini dilangsungkan dalam suasana penuh meriah terutama sekali jika sesebuah keluarga itu baru mendapat anak atau cucu sulung.

Antara bahan yang diletakkan di dalam dulang itu ialah cermin. bedak. tikar dibentang di hadapan tangga sebagai alas anak-anak berkenaan berjalan. Selepas kenduri selesai. adat ini dilakukan untuk meramal masa depan anak-anak itu berdasarkan bahan yang diambil. air sejuk dan uang. Menurut kepercayaan orang Melayu juga. kasut. Upacara jejak tanah Lazimnya kenduri doa selamat diadakan untuk mengiringi upacara ini. Di atas tikar disediakan beberapa dulang yang berisi pelbagai jenis barang. Umpamanya jika anak-anak itu mengambil . gelang. gunting. rantai. Anak-anak tersebut akan dibiarkan bergerak memilih barang tersebut dan dianjurkan mengambil tiga bahan saja. bubur. jam tangan. sikat. Adat ini dijalankan secara berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat yang lain baik dari segi cara maupun bahan yang digunakan. Lazimnya jumlah bahan yang diletakkan adalah ganjil. termasuk makanan dan minuman. Turun tanah bermakna seorang anak kecil dilepaskan untuk memijak tanah sebagai lambang meneruskan kehidupannya. cincin. kain. Ia sebagai meraikan anak yang baru pandai berjalan. adat ini juga disebut adat memijak tanah.Bayi diletakkan di dalam buaian yang dihias indah Jejak Tanah/Turun Tanah Di beberapa tempat.

Pesta bersunat anak-anak perempuan tidak semeriah pesta berkhitan anak-anak lelaki dan ada juga yang menjalankannya serentak dengan pesta perkawinan. kelak dia kuat bekerja atau pandai membuat kerja tangan. beras. mereka akan menjalani adat bersunat atau juga disebut berkhitan ketika umur mereka dalam lingkungan 8 hingga 12 tahun.gunting. kebanyakan anak-anak perempuan akan menjalani upacara ini sekurangkurangnya ketika berumur setahun atau lebih. Adat ini akan dijalankan oleh bidan. tanah. Namun demikian. bersunat atau berkhitan adalah wajib karena Islam menitikberatkan kesucian lahir dan batin. Bagi anak-anak lelaki. Adat berkhitan akan dijalankan oleh Tuk Mudim. Adat ini juga dapat dilakukan Upacara jejak tanah secara sederhana yaitu dengan memijakkan kaki anak-anak itu ke piringpiring kecil yang berisi dengan padi. Di samping itu juga. Bersunat/Berkhitan Adat bersunat bagi bayi perempuan lazimnya dilakukan ketika bayi itu masih kecil yaitu beberapa hari selepas dilahirkan. ia baik dari segi kesehatan. dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh bidan. . Di dalam ajaran Islam. Seterusnya bayi itu dijejakkan ke tanah dan doa dibaca.

Anakanak mandi untuk berkhitan .

seseorang tidak bisa dinobatkan (dialihkan statusnya dari Sari Matua ke Saur Matua. marhulang-hulanghon hotang. sebelum tugasnya sebagai orang tua belum tuntas yakni mengawinkan anak-anaknya. “Semoga dengan acara adat ini mereka secepatnya menemukan jodoh (asa tumibu dapotan sirongkap ni tondi.Mengacu kepada defenisi diatas. dan hal itu dibenarkan oleh semua agama. masuk sorga yang megah. agar lahir yang baru. Tokoh adat diatas berkomentar. anak kami inilah yang membelanjai orang tua kami yang tengah terbaring di rumah duka. simarmiak-miak marhuling-hulinghon lombu. Sari matua Tokoh adat yang dihubungi Ev H Simanjuntak. BMT Pardede. karena dulu . Artinya. Pengertian Sari Matua. semua orang harus mati. Umpasa ini sasarannya adalah untuk “sibuaton” (parjuhutna-boan). atau sebaliknya jika mampu. apalagi anak-anak kami ini sudah bekerja dan sebenarnya. dongan sahuta do raja panuturi dohot pengajari. agar yang meninggal Sari Matua itu ditolopi (disetujui) menjadi Saur Matua. tulang. Constan Pardede. terkesan “tanggap mida bohi”. didorong oleh umpasa yang disalah tafsirkan yakni: “Pitu lombu jonggi. senjata pamungkas berada ditangan Dongan Sahuta. manghirap sian nadao. anak tersebut resmi kawin. sajongkal dua jari. karena mungkin pihak hasuhuton orang “terpandang”.3. pangkat. Tidak diukur dari segi umur. Sering hasuhuton beralasan. hasangapon. matua husuhuton do pandapotan. bagai rumput yang kering. hagabeon. raja pinaraja-raja. tetapi belum berketurunan). Namun dalam prakteknya. agar hidup disembuhkan. “Matipul Ulu” (suami atau isteri meninggal dunia dengan anak yang masih kecil-kecil). Status Sari Matua dinaikkan setingkat menjadi Saur Matua seperti ini ditemukan pada beberapa acara adat. simarmiak-miak marhuling-hulinghon horbo. sisada sitaonon dohot las ni roha do namardongan sahuta. tetapi ditinjau dari segi usia sudah sepantasnya berumah tangga. permintaan hasuhuton itu sudah memplesetkan nilai adat yang diciptakan leluhur. orang itu meninggal. hula-hula dan semua yang berhadir pada acara ria raja atau pangarapotan.” Mereka harus menjelaskan dampak negatif dari peralihan status Sari Matua ke Saur Matua berkenaan dengan anak-anak almarhum yang belum hot ripe. Sebenarnya. Adalah aksioma. tetapi karena kurang mampu. di akhirat bangkitlah. jabatan dan kekayaan. Mereka memprediksi. jika kelak dikemudian hari.”Selain yang disebutkan diatas.” Tetapi bukankah ada umpasa yang paling mengena: “Tinallik bulu duri. Selanjutnya. “benar masih ada anak kami yang belum hot ripe (kawin).” (semua tergantung suhut).kematian Pendahuluan Berbicara tentang Sari Matua. hasuhuton menyembelih simarmiak-miak (B2). Tubuh ini akan musnah. manjou sian najonok). Benar ada umpasa yang mengatakan : “Tinallik landurung bontar gotana. “Mate Mangkar” (yang meninggal suami atau isteri. Saur Matua dan Mauli Bulung adalah berbicara tentang kematian seseoang dalam konteks adat Batak. terjadinya peralihan status. Bukankah pada Kidung Jemaat 334 disebut: “Tiap orang harus mati. nang pe asing-asing margana. dongan sahuta. Faktor lain ujar mereka. adanya “ambisi” pihak keluarga mengejar cita-cita orang Batak yakni hamoraon. untuk meredam “ambisi” hasuhuton. masih ada jenis kematian lain seperti “Martilaha” (anak yang belum berumah tangga meninggal dunia). karena bisa saja permintaan hadirin parjuhutna diusulkan lombu sitio-tio atau horbo. “Matompas Tataring” (isteri meninggal lebih dahulu juga meninggalkan anak yang masih kecil). ketika hasuhuton “marpangidoan” (bermohon) kepada dongan sahuta. RPS Janter Aruan SH membuat defenisi : “Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya. tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum kawin (hot ripe). Makhluk hidup harus busuk.

ketika meninggal dunia dalam posisi “Titir maranak. sebagai simbol duka cita dan jenis ulos itu adalah sibolang. Konsekwensi penerima ulos Sampe Tua adalah suami ataupun isteri tidak boleh kawin lagi. Ev H Simanjuntak bersama rekannya senada mengatakan. . ujar mereka. tegasnya. “boan”-nya adalah horbo (sigagat duhut). adalah ulos yang diberikan kepada suami atau isteri almarhum yang sudah Saur Matua. sambungnya. Jika tujung masih melekat di kepala. yang cocok kepada ina adalah lombu sitio-tio atau kalau harus horbo. Seandainya pesan yang tersirat pada ulos Sampe Tua ini dilanggar. dan suami atau isteri yang ditinggal almarhum dalam waktu relatif singkat sudah dapat kembali beraktifitas mencari nafkah. Seharusnya simarmiak-miak. Jenis ulos dimaksud juga bernama Sibolang.Khusus tentang parjuhutna. marhulang-hulanghon hotang. menurut Simanjuntak. parjuhutna (boan) sigagat duhut (bukan simarmiak-miak merhuling-hulinghon horbo). tentu dongan sahuta tidak ikut campur tangan dalam seluruh kegiatan/proses perkawinan. tokoh adat ini menjelaskan. kawin lagi dan punya anak kecil lalu meninggal. Ulos Sampe Tua bermakna Sampe (sampailah) tua (ketuaanberumur panjang dan diberkati Tuhan) Akhir-akhir ini pada acara adat Sari Matua. ulos apa pula namanya. bila hal itu diutarakan. Toh tujung itu langsung dibuka sepulang dari kuburan. Barangkali. marpahompu sian anak. kenapa kita sungkan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita. mungkin pihak hasuhuton akan berpikir dua kali. Sebab kelak jika bapak yang meninggal. melainkan diuloskan ke bahu oleh pihak hula-hula ataupun tulang. ujar Ev H Simanjuntak. Dahulu. Tetapi sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. tujung itu tetap dipakai kemana saja pergi selama hari berkabung yang biasanya seminggu dan sesudahnya baru dilaksanakan “ungkap tujung” (melepas ulos dari kepala). Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan. titir marboru. Raja Partahi Sumurung Janter Aruan SH dan Constant Pardede berpendapat sebaiknya ulos yang diberikan adalah tujung. namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu. ada pula berstatus “Mate Mangkar” berubah menjadi Sari Matua. lalu ompu si apa kita sebut? Ompu Sipaimaon?”. Alasannya cukup sederhana. Disinilah pemakaian umpasa “Pitu lombu jonggi. karena diantara anaknya sudah ada yang berumah tangga namun belum dikaruniai cucu. adalah ulos yang ditujungkan (ditaruh diatas kepala) kepada mereka yang menghabaluhon (suami atau isteri yang ditinggalkan almarhum). Hebatnya lagi. Tokoh adat Ev H Simanjuntak. berobah menjadi ulos sampe tua. hal itu sudah melampaui ambang batas normal adat Batak. Tetapi sebagai umat beragama. Secara ratio. Diminta tanggapannya apakah keharusan boan dari mereka yang Saur Matua lombu sitio-tio atau sigagat duhut. katanya memprotes. marpahompu sian boru”. kalau orang yang meninggal tadi dari Mate Mangkar menjadi Sari Matua. sebab kedukaan itu akan lebih cepat sirna. baru kita sebut Si Unsok atau Si Butet. raja pinaraja-raja. Hasuhuton beralasan. Ulos tujung dan sampe tua Ulos tujung. sebab kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan. Saur Matua Seseorang disebut Saur Matua. sekaligus hal ini mengembalikan citra adat leluhur. Soal boan sigagat duhut. penerima tujung adalah suami yang diberikan tulangnya. Lahir dulu. sering terlihat ulos yang seharusnya adalah tujung. Selanjutnya. hagabeon seperti diuraikan diatas. tetapi tidak ditujungkan diatas kepala. belum tentu dimiliki seseorang. parumaen (menantu) sudah mengandung (“manggora pamuro”). BMT Pardede. maka penerima tujung adalah isteri yang diberikan hula-hulanya. karena kerbau adalah ternak yang paling tinggi dalam adat Batak. Tujung diberikan kepada perempuan balu atau pria duda karena “mate mangkar” atau Sari Matua. namanya diperhalus dengan sebutan “lombu sitio-tio marhuling-hulinghon horbo”. Jika yang meninggal adalah suami. Ulos Sampe Tua. karena faktor usia dan agar keluarga yang ditinggalkan beroleh tua. Sebaliknya jika yang meninggal adalah isteri. yang terakhir ini lebih tepat.sudah dianggap kawin. kemungkinan yang bersangkutan larut dalam duka (margudompong) yang eksesnya bisa negatif yakni semakin jauh dari Tuhan atau pesimis bahkan apatis. bisa saja simarmiakmiak. sebab tujung tersebut langsung diungkap (dibuka) oleh tulang ataupun hula-hula sepulang dari kuburan (udean). hal itu relatif tergantung kemampuan hasuhuton.Saya kurang setuju menerima adat yang demikian”. Kalau hanya mengharapkan manjalo tangiang menjadi partangiangan. karena suami atau isteri yang ditinggal sudah kurang pantas menerima tujung.

sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke “marondok-ondok” yang selama hayatnya. Setelah beberapa tahun wafatnya Partomuan Lubis gelar Patuan Dolok III dan Suti Nasution gelar Na Duma I. Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dilaksanakan: 1. kawin lagi dan punya keturunan. maka pada horja siluluton bendera-bendera adat dibalik menghadap kerumah sebagai tanda duka cita. akibat termakan adat akhirnya mereka lari malam (bungkas) kata mereka. mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat). seorang yang pada waktu perkawinannya dilaksanakan dengan upacara adat perkawinan. ditinjau dari segi generasi. terutama dongan sahuta harus memaklumi kondisi dari hasuhuton agar benar-benar “tinallik landorung bontar gotana. meminta maaf atas perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja kepada seluruh keturunan Baitang dan masyarakat Mandailing. predikat isteri tercinta. . maka diadakan upacara adat kematian (Horja Mambulungi) di Tamiang untuk mengucapkanbanyak terima kasih. Masih seputar Saur Matua khususnya kepada kaum bapak. sada sitaonon do na mardongan sahuta nang pe pulik-pulik margana”. Pelestarian Horja Mambulungi/ Horja Siluluton (Upacara Adat Kematian). menari. Jangan terjadi seperti cerita di Toba. marpahompu sian boru sahat tu namar-nini. tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak. barangkali 90 tahun keatas. adalah seseorang yang meninggal dunia dalam posisi titir maranak. Pada saat penguburan. tidak dibenarkan mengadakan pesta adat perkawinanan (horja siriaon). Tidak ada lagi isak tangis. Jika belum mengadati seorang anak atau keluarganya tetap menjadi kewajiban /utang adat bagi keluarga yang disebut mandali di paradaton dan jika ada yang akan menikah. Mauli Bulung Mauli Bulung. sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang. memukul godang ogung sabangunan. Jika dalam Horja Siriaon bendera-bendera adat yang dipasang di halaman menghadap keluar. berpesta tetapi bukan hura-hura. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita. Pada hari lain yang akan ditentukanm kemudian sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keluarganya. marpahompu sian anak. bercicit mungkin hingga ke buyut). menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. maka pada saat meninggalnya juga harus dilakukan dengan upacara adat kematian terutama dari garis keturunan Raja-Raja Mandailing. lalu anak yang ditinggalkan berstatus lajang. Kalangan hula-hula. titir marboru. Didalam adat istiadat Mandailing.matua hasuhuton do pandapotan”. Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka. musik tiup. sesuai dengan defenisi yang dikemukakan diawal tulisan ini. umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang. sang bapak menjadi Sari Matua. Dalam tradisi adat Batak. Kelak jika bapak tersebut meninggal dunia.Dapat diprediksi. apabila ayahnya meninggal dunia wajib mengadati (Horja Mambulungi). Seorang anak keturunan Raja. 2. Kematian seseorang dengan status mauli bulung. bercucu.

setiap manusia juga sudah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing yang telah ditentukan batas akhir kehidupannya. Kemudian acara panulangion dimulai dengan sepiring makanan yang terdiri dari sepiring nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan. dan jumlahnya serta biaya yang diperlukan untuk mempersiapkan makanan tersebut. Adapun maksud dan tujuan masyarakat Batak Toba untuk mengadakan upacara kematian itu tentunya berlatar belakang kepercayaan tentang kehidupan .misalnya karena penyakit yang diderita dan tidak dapat disembuhkan lagi kecelakaan dan sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui secara pasti. diberikan kepada orangtua tersebut oleh anak sulugnya.karena keterbatasan. maka harus dilaksanakan dengan sempurna. telah beranak cucu. jenis ternak yang akan dipotong. maka pada keturunannya beserta sanak famili lebih dahulu harus mengadakan musyawarah untuk menentukan berbagai persyaratan. bila ada orangtua yang menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan. yang disebut dengan Manulangi (memberi makan). maupun disebabkan penyakit. kemampuan dan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia. Selain itu.Upacara kematian pada masyarakat Batak Toba merupakan pengakuan bahwa masih ada kehidupan lain dibalik kehidupan di dunia ini. Dalam melaksanakan sesuatu upacara harus melalui fase-fase (tahapantahapan) yang harus dilalui oleh setiap yang melaksanakannya. Pada waktu itu juga turut diundang hula-hula dari suhut. dongan tubu. Pada masyarakat Batak Toba. berkumpullah semua keturunan dan sanak famili di rumah orangtua tersebut dan dipotonglah seekor ternak babi untuk kemudian dimasak lagi dengan baik sebagai makanan yang akan disuguhkan untuk dimakan bersama-sama. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut: 1. Kalaupun suhut membuat acara adat sempurna sesuai dengan Adat Dalihan Na Tolu. . Saur artinya lengkap/sempurna dalam kekerabatan. Sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. Pada waktu Eanulangi. Acara Sebelum Upacara di Mulai Dalam kehidupan ini. Saur matua adalah orang yang meninggal dunia telah beranak cucu baik darianak laki-laki maupun anak perempuan. Lain halnya dengan orang yang meninggal sari matua. ia berharap agar orangtuanya dapat merestui semua keturunananya hingga beroleh umur yang panjang. Batas akhir kehidupan manusia ini (mati) dapat terjadi dikarenakan berbagai hal. maka pada keturunanya beserta sanak famili biasanya melakukan acara adat khusus baginya. Karena yang telah meninggal itu adalah sempurna dalam kekerabatan. seperti menentukan hari pelaksanaan adat panulangion itu. hal seperti itu belum tentu dilakukan karena masih ada dari keturunannya belum sempurna dalam hal kekerabatan. si anak tersebut menyatakan kepada orangtuanya bahwa mereka sebenarnya khawatir melihat penyakitnya. dan natua-tua ni huta (orang yang dituakan di kampung tersebut). Maka sebelum tiba waktunya. Tetapi usaha untuk mencapai keinginan tersebut adalah di luar jangkauan manusia. Sebelum diadakan acara manulangi ini. setiap manusia dalam suatu kebudayaan selalu berkeinginan dan berharap dapat menikmati isi dunia ini dalam jangka waktu yang lama.

Hasil-hasil ini dicatat oleh para suhut untuk kemudian untuk dipersiapkan ke musyawarah umum. maka acarapun selesai dan diadakanlah doa penutup. boru. Pada waktu itu ada juga orangtua yang membagi harta warisannya walaupun belum resmi berlaku. raja adat. Pada saat yang bersamaan. penentuan hari untuk musyawarah umum ini juga sudah ditentukan. berumur panjang dan dapat membimbing semua keturunannya hingga selamat dan sejahtera di hari-hari mendatang. Setelah pemberian ikan dan ulos itu maka pihak boru brdoa dan menyuguhkan daging lengkap dengan suku-sukunya kepada pihak hula-hula. maka diadakanlah pembagian tugas bagi pihak hasuhuton. Setelah selesai makan. Dan mulailah dihubungi pihak famili dan mengundang pihak hula-hula. Beberapa orang dari pihak hasuhuton pergi mengundang (Manggokkon hula-hula. maka dilanjutkan oleh adik-adiknya sampai kepada yang bungsu beserta cucu-cucunya. salah seorang dari pihak boru (suhut) memotong haliang (leher babi) dan dibagi-bagikan kepada hadirin. diadakanlah pembagian”jambar (suku-suku daging). Setelah selesai memberi makan. dongan sabutuha (yang terdiri dari teman semarga. teman sahuta. boru. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersamasama. Setelah pembagian jambar maka mulailah kata-kata sambutan yang pertama oleh anak Sulung dari orangtua ini dilanjutkan dari pihak boru. Setelah anaknya yang sulung selesai memberikan makan. disitulah merka memberikan ulos naganjang kepada orangtua itu dengan meletakkannya di atas pundak (bahu) orangtua tersebut. maka selanjutnya keturunan dari orangtua itu harus manulangi hula-hulanya dengan makanan agar hula-hulanya juga memberkati mereka. Sesudah mayat tersebut dibersihkan maka dikenakan pakaian yang rapi dan diselimuti dengan kain batak (ulos). Setelah acara panulangion itu selesai. maka semua keluarga menangis dan ada yang meratap sebagai pertanda bahwa sudah tiba waktunya bagi mereka untuk berpisah. dongan sahuta. Osang (mulut bagian bawah) untuk hula-hula. Setelah selesai kata mangampui. Sesudah acara mangarapot selesai. semua keturunannya direstui dan diberi nasehat-nasehat. Ketika hula-hula menyampaikan makanan itu kepada orangtua yang sakit. Dari musyawarah keluarga akan diperoleh hasil-hasil dari setiap hal yang dibicarakan.murah rezeki dan tercapai kesatuan yang lebih mantap. Pada waktu yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Ia juga mendoakan agar orangtuanya dapat lekas sembuh. parsuhuton supaya hadir dalam musyawarah umum (Mangarapot). Hasatan (ekor) untuk keluarga suhut. Gaor bontar (kepala baglan atas sebelah kiri untuk boru (anak perempuan). Sambil disuguhi makanan. soit (perut bagian tengah) untuk dongan sabutuha (teman semarga) dan jambar (potongan daging-daging) untuk semua yang hadir). Pihak suhut lainnya ada yang memesan peti mayat. membeli dan mempersiapkan beberapa ekor ternak (kerbau atau babi . dan terakhir dari hula-hula. akhirnya orangtua yang gaur matua itu meninggal dunia. teman satu kampung) serta sanak saudara yang ada di rantau. Sambil makan. Tujuan dari pemberian ulos dan makanan ini adalah supaya orangtua tersebut cepat sembuh. selanjutnya dibaringkan di ruang tengah yang kakinya mengarah ke jabu (bona rumah suhut). dongan tubu. maka pada hari berikutnya pihak hula-hula pergi menjenguk orangtua tadi dengan membawa dengke (ikan) dan sehelai ulos (kain adat batak) yang disebut ulos mangalohon ulos naganjang (memberikan kain adat). dongan sabutuha. pihak laki-laki baik dari keturunan orangtua yang meninggal maupun sanak saudara berkumpul di rumah duka dan membicarakan bagaimana upacara yang akan dilaksanakan kepada orangtua yang sudah saur matua itu.

Lalu suhut menjamu makan para pargonsi dengan memberikan sepiring makanan yang berisi ikan (dengke) Batak. . Pihak boru lainnya pergi mengundang pargonsi dengan memberikan napuran tiar (sirih) yang diletakkan di atas sebuah piring beserta dengan uang honor dari pargonsi selama mereka memainkan gondang sabangunan dalam upacara saur matua. datanglah pargonsi sesuai dengan undangan yang disampaikan pihak suhut kepada mereka.Acara Pelaksanaan Upacara Kematian Saur Matua Setelah keperluan upacara selesai dipersiapkan barulah upacara kematian Saur matua ini dapat dimulai. Upacara di jabu ini biasanya di buka pada pagi hari (sekitar jam 10. Suami atau isteri yang ditinggalkan duduk . rudang. Dan sebagian dari pihak suhut mempersiapkan pakaian adat untuk keturunan orangtua yang meninggal saur matua itu. 2. Upacara di jabu (di dalam rumah) termasuk di dalamnya upacara di jabu menuju maralaman (upacara di rumah menuju ke halaman). diantara keturunan orangtua yang meninggal masih ada yang menangis. Mereka yang bekerja pada saat upacara adalah pihak boru yang disebut Parhobas.Upacara di jabu (di dalam rumah) Pada saat upacara di jabu akan dimulai. Pada saat yang bersamaan. Pelaksanaan upacara kematian saur matua ini terbagi atas dua bagian yaitu : 1. di sebelah kanan tepat di samping muka yang meninggal. Tempat untuk pargonsi sudah dipersiapkan lebih dahulu yaitu di bagian atas rumah (bonggar). Dan semua unsur dari dalihan natolu sudah hadir di rumah duka dengan mengenakan ulos. duduk di sebelah kiri dari peti mayat. nasi. Anak perempuan dari orangtua yang meninggal. Pakaian adat ini terdiri dari ulos yang diselempangkan di atas bahu dan topi adat yang dipakai di atas kepala. merata atau beras yang ditumbuk dan disertai dengan napuran tiar (sirih). Upacara maralaman (di halaman) Kedua bentuk upacara inilah yang dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba sebelum mengantarkan jenazah ke liang kubur. 1. Kemudian diikuti oleh anak laki-laki mulai dari anak yang paling besar sampai anak yang paling kecil.00 Wib) oleh pengurus gereja. sagu-sagu.atau yang lainnya) sebagai makanan pesta atau untuk borotan. 2. yaitu semua anak lakilakinya. Letaknya berhadapan dengan kamar orangtua yang meninggal ataupun kamar anak-anaknya dan diselimuti dengan ulos sibolang. pemberian napuran tiar ini menunjukkan sikap hormat kepada pargonsi agar pargonsi bersedia menerima undangan tersebut dan tidak menerima undangan lain pada waktu yang bersamaan. mayat dari orangtua yang meninggal dibaringkan di jabu bona (ruang tamu). Sedangkan cucu dan cicitnya ada yang duduk di belakang atau di depan orangtua meeka masing-masing. Ketika acara penyampaian kata-kata penghiburan oleh unsur-unsur dalihan natolu sedang berlangsung. cucu lakilaki dari yang pertama (sulung) dan cucu laki-laki dari anaknya perempuan. Kemudian pargonsi disambut oleh suhut dan dipersilahkan duduk di jabu soding (sebelah kiri ruang rumah yang beralaskan tikar. Kemudian masingmasing unsur dalihan natolu mengadakan acara penyampaian kata-kata penghiburan kepada suhut.

Kemudian pargonsi memainkan gondang Lae-lae atau gondang elek-elek. Kemudian masing-masing unsur dari Dalihan Natolu meminta gondang kepada pargonsi. Gondang SOmba-sOmba maksudnya agar kita patut menghormati gereja. kekayaan dan kehormatan.Setelah acara makan bersama para pargonsi pun mengambil tempat mereka yang ada di atas rumah dan mempersiapkan instrumen-instrumen mereka masing-masing. Semua unsur Dalihan Natolu berdiri di tempatnya masingmasing. . Setelah gondang berbunyi. Dan pada malam hari tiba. Gondang ini dibunyikan untuk menggambarkan bahwa segala yang ada di dunia ini ada mulanya. Gondang yang terakhir. Kemudian diaturlah posisi masing-masing unsur Dalihan Natolu. Kegiatan margondang di dalam rumah biasanya dilakukan pada malam hari. Jika masih ada suami atau isteri yang meninggal maka mereka berdiri di sebelah kanan yang meninggal bersama dengan suhut hanya tapi mereka paling depan. 4. hasututon meminta gondang hasahatan dan sitio-tio agar semua mendapat hidup sejahtera bahagia dan penuh rejeki dan setelah selesai ditarikan rnereka semuanya mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Maksud dari pemberian uang itu adalah sebagai penghormatan kepada pargonsi dan untuk memberi semangat kepada pargonsi dalam memainkan gondang sabangunan. Gondang ini juga dijadikan sebagai pengumuman kepada masyarakat bahwa ada orang tua yang meninggal saur matua. Gondang Liat-liat. boru disebelah kiri yang meninggal dan hulahula berdiri di depan yang meninggal. maka semua menari. para pengurus gereja menari mengelilingi mayat memberkati semua suhut dengan meletakkan tangan yang memegang ulos ke atas kepala suhut dan suhut membalasnya dengan meletakkan tangannya di wajah pengurus gereja. yaitu gondang yang memeberitahukan danmengundang masyarakat sekitarnya supaya hadir di rumah duka untuk turut menari bersama-sama. Umumnya semua pemain duduk menghadap kepada yang meninggal. Sedangkan pengurus gereja menaruh tangan mereka ke atas kepala suhut. 3. pengurus gereja berkata kepada pangonsi agar dimainkan gondang mula-mula. Kemudian kegiatan margondang dibuka oleh pengurus gereja (pangulani huria). baik itu manusia. pargonsi pun sudah bersiap-siap untuk memainkan gondang sabangunan. mereka juga sering memberikan uang kepada pargonsi tetapi yang memberikan biasanya adalah pihak boru walaupun uang tersebut adalah dari pihak hula-hula atau dongan sabutuha. Gondang ke dua yaitu gondang yang indah dan baik (tanpa ada menyebutkan nama gondangnya). Pihak suhut berdiri di sebelah kanan yang meninggal. Dan pihak suhut menari mendatangi pengurus gereja satu persatu dan minta berkat dari mereka dengan Meletakkan ulos ke bahu Masing-masing pengurus gereja. 5. sedangkan pada siang hari harinya dipergunakan pargonsi untuk istirahat. 2. pihak suhut juga bersiap-siap mengenakan ulos dan topi adat karena sebentar lagi kegiatan margondang saur matua akan dimulai. Dan pada saat gondang tersebut berbunyi.

Jika upacara ini berlangsung beberapa malam. diadakanlah adat pandungoi yang biasanya dilakukan rada sore hari. Dan ulos itu hanya diletakkan diatas bahu dan tidak diatas kepala. Setelah ulos tujung diberikan. Pemberian ulos bermakna suatu pengakuan resmi dari kedudukan seorang yang telah menjadi janda atau duda dan berada dalam suatu keadaan duka yang terberat dalam hidup seseorang ditinggalkan oleh teman sehidup semati. maka peti mayat dibawa rnasuk kedalam rumah dan mayat dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam peti. Setelah pembagian harta warisan selesai dilaksanakan. maka semua hadirin diundang untuk makan bersama. kemudian tulang dari yang meninggal memberikan ulos saput (sejenis ulos ragihotang atau ragidup). boru. Yang mengangkat mayat tersebut ke dalam peti biasanya adalah pihak hasuhutan yang dibantu dengan dongan sabutuha. pengganti dari ulos ini dapat diberikan sejumlah uang. Kemudian dengan hati-hati sekali mayat dimasukkan ke dalam peti dan diselimuti dengan ulos sibolang. Kemudian aktivitas selanjutnya setelah pemberian ulos atau uang kepada boru adalah kegiatan margondang.lalu semua unsur Dalihan na Tolu kembali menari. hula-hula dan boru. Dan pada waktu pemberian ulos sampesampe itu semua anak keturunan yang meninggal berdiri di sebelah kanan dan golongan boru di sebelah kiri daeri peti mayat. boru dan ale-ale. yang memasukkan mayat ke dalam peti adalah dongan sabutuha saja. maka sekarang giliran pihak suhut memberikan ulos atau yang lainnya sebagai pengganti dari ulos kepada semua pihak boru. Dan bona tulang atau bona ni ari memberikan ulos sapot tetapi tidak langsung diletakkan di atas badan yang meninggal tetapi digerbangkan diatas mayat peti saja. Ulos itu disebut ulos sampe atau ulos tali-tali. hula-hula . Maksud dari pemberian ulos ini adalah menunjukkan hubungan yang baik dan akrab antara tulang dengan bere (kemenakannya). Sesudah semua rombongan selesai menari. Ketika itu hadirlah dongan sabutuha. sekaligus pernyataan turut berduka cita yang sedalamdalamnya dari pihak hula-hula. Yang pertama sekali memberikan ulos adalah hula-hula yaitu ulos tujung sejenis ulos sibolang kepada yang ditinggalkan (janda atau duda) disertai isak tangis baik dari pihak suhut maupun hula-hula sendiri. ulus sampe. Sehari sebelumnya peti mayat dibawa ke halaman rumah orangtua yang saur matua tersebut. hasuhutan yang menari kemudian dongan sabutuha. dongan sabutuha. maka kegiatan-kegiatan pada malam-malam hari tersebut diisi dengan menortor semua unsur Dalihan Na Tolu. Semuanya menari diiringi gondang sabungan dan mereka sesuka hati meminta jenis gondang yang akan ditarikan. Setelah hula-hula selesai memberikan ulos-ulos tersebut kepada suhut. Maka aktivitas selanjutnya adalah pemberian ulos tujung. yang diletakkan pada mayat dengan digerbangkan (diherbangkan) diatas badannya. dimulai dari pihak suhut. apabila peti mayat yang telah dipesan sebelumnya oleh suhut sudah selesai. Tapi dibeberapa daerah Batak Toba. Mulai dari pihak suhut. Adat ini menunjukkan aktivitas memberi makan (sepiring nasi beserta lauknya) kepada orangtua yang saur matua dan kepada semua sanak famili. Keesokan harinya. posisi peti diletakkan sarna dengan posisi mayat sebelumnya. ulus panggabei.

Acara ini berlangsung sampai selesai (pagi hari). lalu pembacaan firman Tuhan. Maka dalam upacara maralaman akan dilaksanakan adat partuatna. 2. Anak perempuan dari yang meninggal beserta dengan pihak boru lainnya berdiri membelakangi rumah duka kemudian hula-hula berdiri di samping kanan rumah duka. Anak laki-laki berdiri di sebelah kanan peti mayat. Setelah acara gereja selesai maka pengurus gereja menyuruh pihak boru untuk mengangkat peti mayat ke halaman rumah sambil diiringi dengan nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin. posisi mereka sudah menghadap ke halaman rumah (sebelumnya di bonggar rumah. Setelah semuanya hadir di rumah duka. kata sambutan . Setelah semua unsur Dalihan Na Tolu dan pargonsi berada pada tempatnya. anak perempuan (pihak boru) berdiri di sebelah kiri. Pada upacara ini. Di dalam adat Batak Toba. Ke semua posisi ini mengelilingi kayu borotan yang ada di tengahtengah halaman rumah. Kemudian pargonsi pun bersiap-siap dengan instrumennya masing-masing. lalu pengurus gereja membuka kembali upacara di halaman ini dengan bernyanyi lebih dahulu. Upacara Maralaman (di halaman rumah) Upacara maralaman adalah upacara teakhir sebelum penguburan mayat yang gaur matua. bernyanyi lagi. Kemudian acara dipimpin oleh pengurus gereja mengenakan pakaian resmi (jubah). peti mayat tersebut masih tetap ditutup dengan ulos sibolang. kalau seseorang yang gaur matua meninggal maka harus diberangkatkan dari antaran bidang (halaman) ke kuburan (disebut Partuatna). Semuanya mengenakan ulos yang disandang di atas bahu. peti mayat ditutup dan diletakkan di atas kayu sebagai penyanggahnya.00 Wib). hula-hula bersama pengurus gereja berdiri di depan peti mayat dan dongan sabutuha berdiri di belakang boru. Pada upacara ini posisi dari semua unsur dalihan Na Tolu berbeda dengan posisi mereka ketika mengikuti upacara di dalam ruah.dan ale-ale. Lalu peti mayat itu diletakkan di halaman rumah sebelah kanan dan di depannya diletakkan palang salib kristen yang bertuliskan nama orangtua yang meninggal. Upacara di jabu menuju maralaman Keesokan harinya (tepat pada hari penguburan) semua suhut sudah bersiapsiap lengkap dengan pakaian adatnya untuk mengadakan upacara di jabu menuju maralaman. Sesampainya di halaman. 1. Sedangkan peti mayat diletakkan di sebelah kanan rumah duka dan agak jauh dari tiang kayu borotan Posisi pemain gondang sabangunan pun sudah berbeda dengan posisi mereka ketika di dalam rumah. dan di belakang mereka berdiri parumaen (menantu perempuan dari yang meninggal) posisi dari suhut berdiri tepat di hadapan rumah duka. maka upacara ini dimulai. Lalu peti mayat ditutup (tetapi belum dipaku) dan diangkat secara hati-hati dan perlahan-lahan oleh pihak boru dibantu oleh hasuhuton juga dongan sabutuha ke halaman. tetapi pada upacara maralaman mereka berada di bilik bonggar sebelah kanan). pihak suhut berbaris mulai dari kanan ke kiri (yang paling besar ke yang bungsu). Semua unsur dalihan Na Tolu yang ada di dalam rumah kemudian berkumpul di halaman rumah untuk mengikuti acara selanjutnya. tepatnya pada waktu matahari akan naik (sekitar pukul 10.

sedang suhut dan unsur Dalihan Na Tolu lainnya memegang wajah pengurus gereja. Setelah mengelilingi borotan. Dan kegiatan gondang ini diakhiri dengan pihak parhobas dan naposobulung yang menari. maka menarilah dongan sabutuha juga dengan gondang Mangaliat. maka pihak pengurus gereja memberkati semua boru dan suhut. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. dengan memberikan ‘beras si pir ni tondi’ kepada suhut. yaitu gondang yang dipersembahkan kepada Debata (Tuhan) agar kiranya Yang Maha Kuasa berkenan memberkati upacara ini dari awal hingga akhirnya dan memberkati semua suhut agar beroleh hidup yang sejahtera di masa mendatang.dan penghiburan dari pengurus gereja. mereka juga memberikan ulos kepada semua keturunan orangtua yang meninggal (baik anak laki-laki dan anak perempuan). Kemudian rombongan dari pengurus gereja mengawali kegiatan margondang. lalu mereka mengelilingi sekali lagi borotan. Semua suhut berbaris menari mengelilingi kuda sebanyak 3 kali. Setelah gondang ini selesai maka suhut mendatangi pihak boru dan memberkati mereka dengan memegang kepala boru atau meletakkan ulos di atas bahu boru. Biasanya setelah keturunan yang meninggal ini menerima ulos yang diberikan hulahula. Setelah sitolu Gondang itu selesai dimainkan. Pertama sekali mereka meminta kepada pargonsi supaya memainkan sitolu Gondang (tanpa menyebut nama gondangnya) . rombongan gereja menari mengelilingi borotan (yang diikatkan kepadanya seekor kuda) sebanyak tiga kali. pengurus gereja kemudian meminta kepada pargonsi yaitu gondang liat-liat. Setelah hasuhutan selesai menari pada gondang Mangaliat.Sedangkan boru memegang wajah suhut. Gerak tari pada gondang ini ialah kedua tangan ditutup dan digerakkan menurut irama gondang. Kemudian mangaliatlah (mengelilingi borotan) pihak boru sambil memberikan beras atau uang. Lalu pargonsi memainkan sitolu Gondang itu secara berturut-turut tanpa ada yang menari. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. juga memberikan beras atau uang. Ulos yang diberikan hula-hula kepada suhut itu merupakan ulos holong. Maksud dari gondang ini agar pengurus gereja dengan pihak suhut saling bekerja sama. maka pengurus gereja menutup kegiatan margondang mereka dengan meminta kepada pargonsi gondang Hasahatan tu sitiotio. Kegiatan margondang selanjutnya diisi oleh pihak hasuhutan yang meminta gondang Mangaliat kepada pargonsi. Semua unsur : Dalihan Na Tolu menari di tempat dan kemudian mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Pihak hula-hula selain memberikan beras atau liang. Gerakan tangan sama seperti gerak yang dilakukan oleh pengurus gereja pada waktu mereka menari gondang Mangaliat. Kemudian pengurus gereja meminta gondang Marolop-olopan. Setelah gondang ini selesai. Pada akhir dari setiap kelompok yang menari selalu dimintakan gondang Hasahatan atau sitio-tio dan mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. . Maksud dari gondang ini adalah agar semua keturunan dari yang meninggal saur matua ini selamat-selamat dan sejahtera. Kemudian pihak ale-ale yang mangaliat. Lagi giliran pihak hula-hula untuk mangaliat. pada waktu menari pengurus gereja mendatangi suhut dan unsur Dalihan Natolu lainnya satu persatu dan memberkati mereka dengan meletakkan ulos di atas bahu atau saling memegang wajah. Pada jenis gondang ini. koor dari ibu-ibu gereja dan terakhir doa penutup.

maka upacara ditutup oleh pengetua adat. akan diberikan piso yang disebut “pasahatkhon piso-piso”. Lalu semua unsur Dalihan Na Tolu mengelilingi peti mayat yang tertutup. hula-hula di rumah duka. Acara pemakaman diserahkan sepenuhnya kepada pengurus gereja. bernyanyi. boru. Kemudian peti mayat dipakukan dan siap untuk dibawa ke tempat penguburannya yang terakhir yang telah dipersiapkan sebelumnya peti mayat diangkat oleh hasuhutan dibantu dengan boru dan dong an sahuta. yaitu menyerahkan sejumlah uang kepada hula-hula. dengan memberikan sepotong daging yang diletakkan dalam sebuah piring dan diberikan kepada siapa yang berkepentingan. ada juga yang mengadakan pembagian jambar. Pada saat itulah kuda yang diborotkan tadi sudah dapat dilepaskan dan ternak (babi) yang khusus untuk makanan pesta atau upacara yang dibagikan kepada semua yang hadir. kata sambutan dari pengurus gereja. biasanya dijalankan oleh amana posona (anak dari ito atau abang adik yang meninggal). hula-hula datang untuk mangapuli (memberikan penghiburan) kepada keluarga dari orang yang meninggal saur matua dengan membawa makanan . jumlahnya menurut kedudukan masing-masing dan keadaan. Acara Sesudah Upacara Kematian. Setelah semuanya selesai menari. yang dilakukan oleh hula-hula dari ibu yang meninggal. maka acara diserahkan kepada pengurus gereja. emas dan uang. 3. Harta kekayaan itu diminta oleh hula-hula sebagai kenang-kenangan. Hombung ialah suatu tempat tersembunyi dalam rumah. dongan sabutuha. perhiasan.Pada saat setiap kelompok Dalihan Na Tolu menari. kegiatan margondang terus berlanjut. Di mulai acara gereja dengan bernyanyi. sambil diiringi nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin sampai ke tempat pemakamannya. penyampaian firman Tuhan. pusaka. Buha Hombung artinya membuka simpanan dari ibu yang meninggal. Tetapi terdapat berbagai variasi pada beberapa tempat yang ada pada masyarakat batak toba. karena merekalah yang akan menurup upacara ini. berdoa. Beberapa hari setelah selesai upacara kematian saur matua. maka acara selanjutnya adalah makan bersama. kembalilah semua yang turut mengantar ke rumah duka. Bilamana seorang ibu yang meninggal saur matua maka diadakan mangungkap hombung (buha hombung). Salah satu uraian yang diberikan dalam pembagian jambar ini adalah sebagai berikut: Kepala untuk tulang Somba-somba untuk bona tulang satu tulang paha belakang untuk bona ni ari Satu tulang belakang lainnya untuk parbonaan Leher dan sekerat daging untuk boru Setelah pembagian jambar ini selesai dilaksanakan maka kepada setiap hulahula yang memberikan ulos karena meninggal saur matua orang tua ini. juga sebagai kesempatan terakhir untuk meminta sesuatu dari simpanan “borunya” setelah selesai mangungkap hombung. Setelah selesai acara pemakaman. hasuhutan. Pembagian jambar ini dipimpin langsung oleh pengetua adat. Sesampainya pihak suhut . dimana seorang ibu biasanya menyimpan harta keluarga . bernyanyi dan doa penutup. Sementara diadakan pembagian jambar.

saur-matua jala dan belum ada keturunannnya yang meninggal mendahului dia. Tidak ada adat untuk ini b. Adat sesuai dengan paradaton sari matua h. yang harus dijalankan oleh para keturunan orang tua yang meninggal tersebut. Acara mangapuli dimulai dengan bernyanyi. Yang bekerja menyedikan keperluan acara adalah pihak boru. Status itu adalah keadaan sebnarnya ketika dia dipanggil Tuhan. maka selesailah pelaksanaan upacara kematian saur matua. maka pelaksanaan upacara ini tidak terlepas dari kehadiran dari unsurunsur Dalihan Natolu yang memainkan peranan berupa hak dan kewajiban mereka. CATATAN: Sering kita lihat seorang yang meninggal statusnya “mate mangkar” tetapi dengan berbagai alasan seolah ditingkatkan statusnya menjadi saur matua. meninggal tanapa ada keturunan . Adat sama dengan paradaton sari matua. meninggal sudah mempunyai cucu tetapi masih ada yang belum kawin. sudah mempunyai cucu dari anak lelaki dan anak perempuannya dan sudah semua anaknya menikah. agar dapat dibuat acara adat saur matua. sudah bercucu. Maka dalihan natolu inilah yang mengatur peranan tersebut sehingga prilaku setiap unsur khususnya dalam kegiatan adat maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak menyimpang dari adat yang sudah ada ADAT UNTUK ORANG MENINGGAL Tingkatan-tingkatan Orang Meninggal a. d. Mate mangkar ( matompas tataring/matipul ulu) . Mate Pupur. Sarimatua. Dengan menyebut dia saur matua. Keterangan sama dengan b & c. kata-kata penghiburan setelah itu dibalas (diapu) oleh suhut. Tidak ada adat untuk ini c. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia yang masih hidup dengan para kerabatnya yang sudah meninggal masih ada hubungan ini juga menentukan hidup manusia itu di dunia dan di akhirat. terkesan seolah kita tidak menrima apa yang ditetapkan Tuhan (takdir ). meninggal belum kawin. meninggal belum ada nak lelaki tetapi ada anak perempuan. f. dengan harapan agar orang tua tersebut dapat menghormati kelangsungan hidup dari para keturunannya yang sejahtera dan damai. meninggal ada anak laki dan permpuan tetapi belum ada cucunya. berdoa. Adat sesuai paradaton saur matua. . Pelaksanaan upacara ini juga diwujudkan sebagai penghormatan kepada orang tua yang meninggal. i. Beluma ada paradaton untuk ini. Latar belakang dari pelaksanaan upacara kematian saur matua ini adalah karena faktor adat. Mate Punu. Sebagai salah satu bentuk aktivitas adat. tetapi lebih banyak anaknya yang belum kawin. Saurmatua. karena: 1. Sorimatua.berupa ikan mas. e. Maulibulung. Mate dakdanak/mati anak-anak. Sebenarnya konsep berpikir seperti itu sangat keliru. Setelah acara ini selesai.

panen akan melimpah ruah. Mungkin kutipan dari buku Hukum dan Adat Mayarakat Batak Toba karangan ni JC. roh leluhur yang sudah meninggal menduduki tempat yang khusus. dan akan terhindar dari bencana (Sinur na pinahan gabe naniula) Tetapi. begu. dan yang keturunannya banyak. dan pemikirannya dikuasai oleh konsep “adikodrati” seperti: Roh Pikiran orang Batak yang animistis lebih peka terhadap kegiatan roh. Vergouwen halalamn 79-81 mungkin dapat membantu memahami religius magis acara adat orang meninggal ini. sumangot ni ompu (roh leluhur yang dipuja). akan lahir banyak anak. tetapi secara terbalik Sumangot Di antara begu. Penjahat berusaha mengikat persetujuan dengan begu yang ditakuti. Perlu dipahami dari religius magis. tetapi juga roh-roh alam. Ia boleh duduk di kelas 1 SD bukan lantas umurnya dijadikan 7 tahun. tetapi karena kemampuan khusus seoarang anak umur 3 tahun dapat mengikuti kelas 1 SD. kekayaann bertambah-tambah. Menurut anggapan yang lazim. Terutama mereka yang diwaktu hidupnya menjadi kaya. Hampir tidak ada suatu lingkungan hidup dimana perilakunya tidak dibimbing konsep religius magis .2. ternak jatuh sakit. anak-anak akan mati. jika roh itu dilalaikan. hanya begu melakukan semua yang dilakukan manusia. Istilah begu mencakup juga roh orang yang sudah mati. acara adat sari matua bagi yang meninggal sari matua bukan persyaratan tetapi justru keharusan Religius Magis Orang Meninggal Jika melihat tingkatan-tingkatan orang meninggal ini “penghargaan” yang semakin tua dan banyak keturuan semakin kelihatan ada hubungan kepercayaan religius magis kepada pemujaan/penghargaan kepada sumangot atau roh natua-tua atau leluhur. ingin disembah dan dihormati dengan sesajen agar terus bergiat dalam memajukan kesejahteraan keturunan leluhur itu. dan sebagian besar dari nasibnya tergantung daripadanya. Roh mereka ini. Analoginya persaratan masuk kelas 1 SD umur 7 tahun. mempunyai kekuasaan. para begu bersatu dalam perserikatan yang sama betul dengan perserikatan manusia. Dengan demikian. ketimbang semua dewata yang baru disebut tadi. Roh-roh inilah yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. dan ke dalamnya termasuk semua roh yang jika disembah dan diberi sesajen bisa dibujuk untuk memberikan berkat duniawi. heiden/kafir) diresapi konsep religius yang bersifat magis (religius magis). Kalau acara adatnya dibuat acara saur matua dapat saja dilakukan atas kesepakatn dengan hula-hula tanpa merobah statusnya. Seluruh kehidupan pribadi masyarakat Batak ketika masih animisme/tidak beragamama (pagan. sehingga tidak ada orang yang berani menentangnya. panen gagal. (Halak na begu). Kalau roh ini tidak dihormati akan menimbulkan bencana kepada keluarga dan hewan maupun pertanian. dan pelbagai malapetaka lainnya datang menimpa. Mereka disebut sipelebegu = pemuja roh. . ternak berkembang biak.

pasu-pasu jika diperlukan. Upacara bisa berjalan berhari-hari. “ “Didunia fana ini. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. Di lingkungan galur keturunan yang besar dan kecil.C. Mengeluarkan tulang-tulang leluhur yang sudah meninggal dari tanah. Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. dimasa dulu bisa berbulan-bulan. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. Pemahaman Peranan Hula-hula & Tulang Ulaon Sari/Saur Matua. sumangot na tarrimas. b. Jika memang demikian halnya datu akan menentukan macam pengorbanan yang mesti dilakukan. dan dalam acara mangongkal holi. tetapi dalam pada itu.Vergouwen di halaman 62 & 63: memberi gambaran mengenai hal ini “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. orang-orang secara teratur menyajikan persembahan kepada leluhur jika sedang ada perjamuan. ianakkon ? Dialah pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna = kelompok orang yang kepadanya boru secara khusus menghimbau agar mendapatkan berkat. begu mereka pun berkuasa dan penting di dunia roh.C. bonaniari yang berperanan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat .Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. Bona ni ari menyediakan kain pembungkus tulang-tulang sebelum dibawa pergi. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat kepadanya. dan boru yang tertua bertanggungjawab atas penyediaan makanan yang akan dipersembahkan. bonaniari yang berperanan. Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. Sesajen tibal-tibal. harus diiringi dengan gondang.Melalui penglihatan gaib datu akan menanyakan apakah ada bahaya yang datangnya dari roh leluhur yang murka. Intina adalah a. menurut kebiasaan ditempatkan di suatu bagian rumah. daya hidup bagi masing-masing borunya. dan sejumlah besar kerbau dan ternak lainnya pun dibantailah. dan pengaruhnya bertambah dan vice versa (sebaliknya). “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. dan tempat kepala kelompok mungkin masih bermukim. karena itu adalah suatu peristiwa penting bagi galur keturunan yang beranggota banyak. Jika para leluhur itu orang-orang penting dan berkuasa semasa hidup. dan gondang dipukul. tetapi dalam pada itu. dan memang dari dialah boru memperolehnya. mangongkal holi . daya hidup bagi masing-masing borunya. dan tembakan bedil. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). dan dalam acara mangongkal holi. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru.Vergouwendi halaman 62 & 63 Ulos Saput & Ulos Tujung Pemahaman “Ulos Saput & Ulos Tujung” mungkin ada hubungannya dengan religius magis “ dan peranan hula-hula yang disebut diatas. tempat dulu leluhur hidup. dan penghormatan kepada mereka meningkat dengan bertambahnya keturunan leluhur itu.” Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. pangumbari. demikian kadang-kadang dikatakan.

demikian kadang-kadang dikatakan.“Didunia fana ini. Jika isteri yang meninggal .” Jadi dari horong hula-hula dan tulang. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . dan memang dari dialah boru memperolehnya. ulos tujung dari hula-hula. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah.Dialah (hula-hula) pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna . daya hidup bagi masing-masing borunya) Jadi peranan ni ”hula-hula” lebih dominan untuk menaungi yang hidup atau yang ditinggalkan orang yang meninggal itu Jadi kalau peranan hula-hula lebih dominan kepada yang hidup dialah yang meberikan ulos tujung. “ c.kepadanya. hula-hulalah sumber utama sumber permintaan pasupasu/berkat Jika merujuk pada huruf a & b siklus religius magis kehidupan orang batak . pasu-pasu jika diperlukan. karena semenajk itu statusnya akan berobah naik satu tingkat. khususnya menghimbau agar mendapatkan berkat. kepada suami/isteri yang ditinggalkan yang meninggal dan tulang memberikan saput kepada yang meninggal. Jika suami meninggal. makna ulos tujung peranan hula-hula di diacara sarimatua dan saur matua yaitu memberikan ulos tujung boru atau helanya untuk meberi kekuatan dan berkat kepada yang ditinggalkan dan keturunan orang yang meninggal ini i (Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. Peranan Hula-hula & Tulang Menurut Religius Magis & Keseharian di Siklus Kehidupan Orang Batak No 1 2 3 4 5 6 7 Siklus Sorang/Lahir Tardidi/Baptis Sidi Kawin Monding Ina/isteri meninggal Suami meninggal Panangkok Saring-saring Borua/Ina Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Sian Tulang Saput sian Tulang2) Tujung sian Hula Bona ni ari manam pin3) Baoa/Ama Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Hela –>Hulahula Ulos sian Tulang ni baoa Tujung Hula-hula 2) Saput sian Tulang2) Bona ni ari manampin3) 1) Keterangan: 1) Ulos pertama diberikan “ tulang” dan “Hula-hula” 2) Ulos parpudi na dipasahat tulang dohot “hulahula”. ianakkon ? d. ulos saput dari tulang yang meninggal b. cuculah yang menjadi hasuhuton makanya bona niari lah yang manampin Kesepakatan di Batam: 16 Januari 2004 a. 3) Acara Panangkok saring-saring. * Dikatakan terahir karena selanjutna berobah fungsina (naik satu tingkat) di keluarga berenya i. “hasuhuton yang meminta ” dari siapa saput dan ulos tujung ( diserahkan kepada kesepakatn hula-hula dan tulang siapa diantara merek yang memberikan saput dan tujung Martonggo Raja/Maria Raja di Ulaon Sari Matua/Saur Matua .

tidak disebut lagi partuatna. Catatan: Sebelum misi/kekristena datang parjhuht hanya lembu atau kerbau. Dengan kondisi rumah sekarang khusunya diperkotaan yang tidak pakai kolong lagi. paradaton di luat Batam pangarapoton dan partuatna disatukan. Parjuhut (hewan yang dipotong) tergantung status yang meninggal. Memang ulaon i manutup batang/peti jenazah rapat-rapat dengan lem/rapot dan diikat dengan rotan. Sesuai kondisi lingkungan . sanggar. dan acara itu sendiri disebut acara paborhathon/ pemberangkatan jenazah. Dengan kondisi ini. Tanda status hagabeon yang meinggal (sari matua atau saur matua). berupa bakul yang berisi eme/padi . Parjambaran Parjambaran hombar sesuai parjuhutna. Karena kondisi halaman rumah diperkotaan yang padat khusunya di Jakarta yang umumnya terbatas. gambiri/kemiri. walaupun ada acara panfarapoton tetapi sudah disatukan dengan acara adat partuatna. artinya salah satu ulu/kepala atau upasira ada di hasuhuton. serta kondisi lingkungi jenazah tidak memungkinkan dibawa kehalaman. Ndang adong makna religius magis ni i. naung di alaman ma i ala ni kondisi masyarakat sekitar……dst. Mangarapot. Parjambaran Parjuhut Lombu Ulaon Sarimatua/Saurmatua . hariara/beringin. Boan/Parjuhut ni Namonding. Yang paling tinggi adalah kerbau. pangarapoton sebenarnya tidak ada lagi. maka yang dipotong untuk pangarapoton berberda pula dengan partuatna.Memberitahukan kepergian/meninggalnya seoaran raja dan membicarakan serta mepersiapkan segala sesuatu untuk acara adat penguburannya. dan sekarang terutama di kota. Adat di Batam: Pelaksanaan terserah suhut diadakan atau tidak. sehingga jenazah dapat 2 malam saja tidak seperti di bona pasogit yang bisa sampai 7 hari Partuatna/Tuat tu Alaman. Jika pangarapoton beda hari dengan partuatna. Sekarang tidak seperti itu lagi peti jenazah tidak ditutup karena masih ada lagi acara agama. Terjemahan bebas “ Diturunkan ke Halaman” (Maralaman). Mompo. Prinsip pokok jambar ni sarimatua/saurmatua pisah upasira dengan ulu. dibawa dari rumah ke halaman memang harus turun ke halaman dalam pengertian yang sebenarnya. Pengertian ini bisi dipahami jika kita membayanghon rumah adat yang berkolong/marbara sehingga ketika. Memasukkan yang meninggal ke batang/peti jenazahnya Sanggul Marata/Sijagaron. silinjuang. sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. sehingga maralaman hanya namanya saja tetapi jenazah dan acara tetap di rumah tidak dibawa ke halaman. tetapi disebut dengan “maralaman” yang berarti dibawa/dipindahkan ke halaman. ompu-ompu. sihilap dohot pilo-pilo dipeakkon di halangulu ni namonding. Terjemahan bebas “Menutup Rapat”.

Tubu . Hula-hula 2. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Ulaon AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. 2…. D. D.dst Hula-hula Anak Manjae (Hula-hulanaposo) 1…. D.Sahuta. Huhuasi Paidua Ni Suhut anjaha Jujur Ngolu (Riwayat Hidup) Hula-hula dan Tulang: 1.Tubu . Bona Tulang 4.Sahuta.Sahuta. D.. Bona Niari 5. dst .Tubu .. Tulang Rorobot Hula-hula Namarhahamaranggi 1….NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 Soit Handang/Rusuk/ 5 Somba-somba 6 Upasira/Ihur Parjambaran Parjuhut Horbo NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 5 6 Soit Handang/Rusuk/ Somba-somba Upasira/Ihur HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang Hula-hula Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D.Sahuta. 2…. Pariban Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Acara Paborhathon. D. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Sarimatua/Saurmatua HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas Dongan Tubu/Parhobas D. Tulang 3.Tubu .

Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan, dan dalam acara mangongkal holi, bonaniari yang berperanan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J.C.Vergouwendi halaman 62 & 63 HATA PATUJOLO, Hinauli dohot “Nilai Luhur” Adat Batak, diangkui para ahli do na mansai bagas jala denggan , khususna songon na nidok sambutan ni mantan Ephorus HKBP Ds G Siahaan di Buku Ruhut-Ruhut Adat Batak Bily Situmorang 1986. Bidang do diranap dao ditatap di Adat Batak i. Uli idaon angka tujuanna, naeng maraturan na denggan sude ulaon: masiurupan, masiajaran, masipodaan, masitatapan, masihilalaan. Naeng maraturan na denggan sude panghataion, pangalaho dohot parange: masiantusan, masihormatan, masipasangapan. Naeng maraturan na denggan sude parsaoran: pardongan saripeon, parnatua-tuaon dohot paraniakhonon, parhaha-maranggion, parsahutaon, parsisolhoton, denggan mar-dongan tubu, marhulahula, marboru. Sian najolo, diakui roha ni halak Batak do, naso marguru dijolma sude namasa diportibi on Ala ni i mabiar do nasida mangulahon na so uhum, na so adat, mabiar do nasida mangulahon ginjang ni roha dohot lomo-lomo, sai haserepon do dipodahon dohot diparangehon. Ala ni i, naengma di namangulahon acara adat batak i hita, tajaga ma tongtong hinauli dohot nilai luhur adat Batak i asa tongtong lestari, unang asal-asal manang jagar-jagar sajo. Asa boi hita mangulahon adat Batak na sintong, ingkon tongtong jolo ta antusi aha do makna dohot maksud ni setiap tatanan paradaton i, “ndang asal maniru na asing hape naung sala apalagi mangarang sesua selera ” songon na nidok umpama : eme na masak digagat ursa, ia i namasa ima ni ula” alana molo na sala do namasa i, ba lam dao ma menyimpang sian nilai luhur Adat Batak i. Arti ni umpama i pe, sindiran do i tu sasahalak namangulahon adat alai ndang diboto boasa di ulahon songoni, gabe dialusima songon umpama i Molo rup tangkas mamboto makna dohot nilai luhur ni paradaton i (Adat Batak analogina UU hukum secara nasional, Paradaton/Solup analogina songon Perda namarlaku di satu daerah tertentu namambaen Perda i) gabe praktis, ekonomis jala uli idaon Adat Batak i, alana ndang porlu be adong na bersitegang leher martele-tele gabe kontra produktip naso sesuai be tu tuntutan ni masyarakat industri/modern khususna di Batam. I do alana di Pedoman Acara Adat Marhata Sinamot on dipatorang do aha do pemahaman marhata sinamot dohot ragam ni sinamot, pudun saut dohot nahombar.

Catatan: Molo adong pangantusion na asing na autentik, boi do sesuaihonon hon paradaton on, alai anggo holan alasanna “maniru namasa” manang na “niulahon di huta naasing” manang di “hutana asalna be “ ndang sihataan i

PEMAHAMAN N Pudun Ragam Goar ni Sinamot

PARADATON

ADAT

BATAK

PUDUN

SAUT Saut

pangamai, pamarai, simolohon dohot tulangjuhutsilatataibadah Pemahaman na deba sinamot sitombol ima godang ni sinamot naung disepakati , nunga disi sude (lump sump) kewajiban-kewajiban paranak asing ni panandaion di alaman tu suhi ni ampang na opat ni parboru (pangamai, pamarai, pariban, tulang), , alai di parboru ulaon. Sarupa dohot sinamot sitombol alai gondang dohot dengke sila dang diwajibkan jala alaman ulaon unjuk dang ingkon di alaman ni parboru, alai hombar tu kesepakatan nama. lapatanna masing-masing paranak dohot parboru masinangkohi tangga ni balatukna be.

Tekhnis mangulahon, dipatorang do anon di “Buku Pedoman Acara Perkawinana Adat Na Gok”

Na taripar sian Parboru tu Paranak Tolu (3) na taripar sian Parboru tu Paranak 1.Taripar sian Suhut Parboru tu Paranak a.Pauseang, ulos na so ra buruk; b.Ulos Pasamot/Pansamot dohot ulos hela2. Ulos herbang sian Partodoan ni Parboru tu Partodoan ni Paranak: a.Tu Pamarai, haha anggi ni natoras ni Pangoli. b.Tu Simanggokhon, haha/ anggi ni Pangoli c.Tu Namboru ni Pangoli d.Tu sihunti ampang, iboto ni Pangoli Partodoan ni Paranak on, didok do tong songon suhi ampang na opat ni Paranak.3. Ulos ulos, manang ulos tonunon sadari, tu tutur na asing na ginokkon ni Paranak. Tudu-tudu ni Sipanganon & Jambar.

2. Jambar Jambar, ima namargoar ditamba bagian naasing na sibagihonon songon hatorangan mengenai jambar, songon tanda penghargaan, pengakuan legitimasi kehadiran ni angka raja na ro hombar tu status manang fungsi ni nasida di ulaon i. Pedoman parjambaran naung disepakati di Batam (Solup Batam) ima: Onma sebagai pedoman, alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “” hombar paradaton di huta i, alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V Ala ni i di tingki Acara Adat Perkawinan, naengma holan “dengke ni hula-hula” napinasahat secara khusus/ dohot acara dung dipasahat paranak tudu-tudu ni sipanganon asa tangkas makna dohot nilai luhur ni adat i. Alana molo na asing sarupa dipasahat ndang gabe sarupa nama dohot na asing gabe mago nilai dohot makna ni dengke hula-hula i. Molo tung adong pe dengke naasing dipasahat ma i rup boras dpramasuk nasida, dicatat jala digorahon ma angka ise si usung dengka. Ulos Kepada Pengenten

No Uraian Yang Mangulosi A Dari Parboru/Partodoan 1 Pamarai 1 lembar, wajib 2 3 4 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Simandokkon Namborunya (Parorot) Pariban Hula-hula dan Tulang Parboru Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot Hula-hula dan Tulang Paranak Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot

Keterangan Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita Iboto dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek dari pengenten wanita 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib

Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng, songon na pinatorang. Songoni angka na asing na marholong ni roha.

PROSESI ACARA ADAT Ulaon di jabu/di alaman , manang inganan na pinatupa 1. Paradehon Sipanganon a. Paranak: Menyediakan jala mamboan sipanganon namargoar lengkap dohot minuman ( na jolo tuak tangkasan). 2. Parmasuk ni Paranak.Molo dung dibereng nunga singkop parboru dohot paranak, boi do Paranak manungkun manang Parboru.a. Molo Parboru Manggora:“ Boha amang boru, molo na so adong dope sipaimaon muna, nunga rade hami manjalo haroro mun”. Andorang so marsipanganon jolo dipasahat Paranak do tudu-tudu sipanganon tu Parboru suang songoni dengke sian Parboru tu Paranak Dung singkop sude hundul angka hula-hula dumulai ma ulaon, ima pasahathon tudu-tudu sipanganon dohot pasahat dengke. PR PARANAKNunga denggan Rajaja ni hula-hula nami…..Nunga denggan be ta mulai, anggo di hami ndang adong be sipaimaon. Mandapoti nama molo tung adong dope na so haru sahat. Mauliate ma rajanami.Molo dung mangarade hamu hula-hulannami, asa jolo ro ma hami pasahat tudu-tudu ni sipanganon, naung hupatupa hami diulaonta sadari on. Mangarade ma hamuna hula-hula nami. Dihamu hasuhutonnami, ro/rade ma hamu tu….asa tajangkon haroro ni parboruonta Raja……laho pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu hita hula-hulana.Laos songonima di hita namarhahamaranggi namardongan tubu, asa rup ma hita tu jolo on manjalo haroro ni parboruonta Raja……pasahathon tudu-tudu ni sipanganon. Dihamu hula-hulanami…….dison ro do hami Pamoruon muna marga ……, pasahathon tudu-tudu ni sipanganon na tabo, na marsiala do i ima na adong na solot di ate-ate nami, na gompang di pusu-pusu nami nanaeng pasahaton nami annon Raja nami, asa songon ni dok ni natua-tua ma : „Bagot na marhalto ma na tubu di robean, horas ma hamu na mangan hon tu tambana ma di hami na mangalehon, las ma roha muna manjalo Botima”Dung sae dipasahat dijalangma hula-hulan laos mulak tu hundulannabe. PR PARBORU.Dihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo tudu-tudu ni sipanganon sian parboruon Raja…….. Molo tung di jolo ni hasuhuton pe on nueang, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARANAK:Na uli Raja nami, nunga rade hami

PR PARANAKDihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo dengke si mudur-udur, dengke sitio-tio sian hual-hula Raja…….. Molo tung hasuhuton pe nuaeng napadop adop on, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARBORU.Nuaeng pe diparboruon nami, ala nunga singkpo sude na roha nami marsipangananon ma hita. Andoroang so marsipanganon hupasahat hami ma tu hamu mambaen tangiangg laho mangan.

Amanta raja dohot inanta soripada na liat na lolo; Sitiktik ma si gompa, golang-golang pangarahutna.Tung songon dia pe sipanganon na hupatupa hami onSai godangma pnasuna ! Marjomuk ma hita !

Dihamu angka raja dohot inanta soripada sian dongan tubu, dongan sahuta, boru, hula-hula, pariban, sudena tulang dohot ale-ale, nunga tajalo dison tudutudu manang panggoari ni sipanganon sian pamoruonta na rap mangadopi ma hita.Langsung ma digora rajani boruna, asa di irisiris menekmenek sian aliang-aliang dohot ate-ate laho dipiringkon (dipadalan) tu angka naginokhonna. (4). MARBAGI JAMBAR PR PARBORUNunga boi ra ta uduti ulaonta atik pe so haru singkop dope sude marsipanganon, ima taringot tu parjambaran.PR PARANAK.Naulima i Rajanmi !

PR PARANAKMauliatema Raja nami !Nunga tingkos nanidok muna rajanami, nungnga hupasahat hami tu hamu Rajanami tudu-tudu ni sipanganon i, jala dialaman muna do uloonta, huhut ni i, hombar tu uhum ni adatta, disi tano niinganhon, disi solup niparsuhathon, nauli ma i raja nami , sidapot solup ma hami na ro. Hamu angka raja namarloloan on, lumobi raja dongan huta; Sori manungkun do sori mandapot, sai jolo manungkun do naro tu nanidapot; disi tano ni inganhon, disi solup ni parsuhathon ; ai si dapot solup do naro. Ianggo parjambaron na masa di huta on , tarsongononma; …….. Dung dialusi nunga une, horas jala gabe, didokma muse: CATATAN:1. Umpama/Umpasa naasing nahombar di tingki marsipanganon boi dohonon. Bulung ni dapdap langkop sipanganon natupa ima taparhajob. 2. Mansai ringkotdo jala unang lupa hasuhuton paboahon tu angka tondongna na ro sian luat naasing na mungkin asing paradatonna /solupna asa unang anon adong na mangido adat namasa di luatna/hutana. Dung sidung marbagi jambar diudutima dohot manghatai adat. Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., bona tulang…., tulang rorobot……, bona niari….., hula-hula namarhaha maranggi……., hula-hula anak manjae/hula-hula naposo……. , nunga huparade hami hundulan di hamu Rajanami. Molo tung songonipe parhundul muna rajanami naung disiamun nami ma hamuna. Rajanami, ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Beha, nunga denggan be hundulan muna Raja nami? Mauliatema ! PR PARANAK.Mauliatema rajanami, udutanta ma hape panghataionta. Dihita namardongan tubu, Raja ni boru , Bere/ibabere raja ni dongan sahuta dohot ale-ale, tapadenggan ma parhundulta ala naeng mulaanta nama panghataion dohot hula-hulanta………… Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., Bona tulang…., Tulang rorobot……, Bona niari….., Hula-hula namarhaha maranggi……., Hula-hula anak manjae/ Hula-hula naposo……. , Pos do rohanmai naung renta hundulan muna Raja nami. Ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Nuaengpe hupasahat hami ma tingki panghataion on tu hamu Rajanami. Mauliataema ! Sise mulani hata, sungkun mulani uhum, jolo dinangnang do asa dinungnung, jolo dipangan do sipanganon asa disungkun. PR PARBORU: Parjolo sise lapatan ni Tubuma dingin-dingin diluatni janji matogu, Horas tondi madingin pir tondi matogu. sipanganon:

Nunga nihabosurhon indahan na las, hinasagathon lompan natabo, suang songoni minum mual sitiotio, tio ma antong parnidaanta tu joloan on. Pamurnas mai antong tu daging marsaudara tu bohi, sipasindak panaili mai, sipaneang holiholi jala sipadomu tahi. PR Olo tutu rajanami, alusanma PR PARBORUSise Paduahon, manungkun sintuhu ni ulaon PARANAK: raja i

sisesise

ni

Alai amangboru !, mardongan do na uli marangkup do na denggan, siangkupna songon na hundul siudurna songon na mardalan, dia ma siangkupna, dia ma lak-lak na dia ma unokna, dia ma hatana dia ma na ni dokna, tangkas ma di paboa amang boru ma . Adongma anak magodang dijolo nami, jinujuan ma ibana asa dilului donganna masihaholongandonganna gabe-donganna saurmatua-donganna hot ripe. Ia jus ma ninna hole-sar ninna tahutahu, purma barita, sahatma alualu sian anak nami. Tangkas do hutanda hami raja i, na hot diadat na ingot di uhum, raja ditongani mangajana, natardok hata indokna. Ai nunga pitu lilinami, paualu jugia nami, nunga uli nipi nami, olo borumu naeng gabe parumaen nami. parajahon panghataion diparhusipon

RP PARBORU Patni gaja tu patni hora, anakni raja do hamu pahompu ni namora. Sinur do di hamu horbo dibara, bun do dihamu eme disopo, gok do dihamu pansamotan dohot sere di hombung. Marbunga ma singkoru, dijulu ni tapian, tangkas binotodo, na marroha-naburju jala namora do hamu boru, huhut nabuas mangalean. PR PARANAK. (Mangelek) Toho do nunga tangkas sahat pasupasu sian Tuhanta sian najolo tu hami.Molo tung alani sibahenondo, songon nabiar do rohanami, alai pos do rohanami, ndang pailaonmu gellengmu, ai sian najolo hutanda hami hamu, songon pandohanni natuatua, Ba tung patuhukhonon muna ma tu gellengmu naso tartuhukna raja nami? Mauliate. Ba pasahat hamu ma sinamot tu suhut : horbo saadaran, mas saampang, hepeng rupiah singkat ni . ringgit sitio suaraPintor oloi hamu ma, ai namora do hamu sian hitaan, ba namora jala situnjang hepeng do hamu nang dipangarantaoan on. Raja nami! Ninna barita, manjangkit ulok dari, mangarpe di dangkani jabijabi, hamaraon namasa di ugari, turiturian namu saonari. Ndang songon dibonani pasogit be ditano pangarantoan on rajanami. Ndang adong be tuduon didia adaran ni horbo, so adong be barani jabu, ba mas pe nunga toko mas nampunasa Alai rajanami didok hamu nankin, sadasada hamu alusan nami, pangidon nami dohot elekelek nami sahali mangalusi ma hami di hamu, pinasadama sinamot tu suhut sihabolonan rap dohot angka partodoan, dohot namosok didokma nuaeng “ Sinamot Rambu Pinungu” jala dipasada ma i di uang rupia ni pamarentanta NKRI

UnjukSian pengalaman. Alai anggo panandaion. . Mauliatema. pantisni miak sapala namangasi hamu rajanami. unang gabe targanggu kesehatan.juta. nean molo parnidaan nami sandiri. lumobi disuhut nadua NI PARBORU BORU/BEREDung hupaihut-ihut hami panghataion ni hula-hula nami parboruon muna pariban nami. paling lambat pkl 12. Tuat siputi nangkok sideak. nunga jolo nililit hian bolon nami. alai panandaion tu suhi ampang na opat. pemberkatan nikah sebaiknya pkl 09. songon na pinatorang. marniang do hami. loas hamu ma jolo hami mangido panuturion sian dongan sahuta. Marsibuha-buhaic. rambu pinungu. paralangalangan. Waktu dan Tempat Pernikahana. Ba tumpakma tondimu.00. Mauliatema Songonima dihamu parboruon nami….. Tohodo nahubaranihon hamido ro mandapothon hamu. idaon togos molo tung tohoma songon nidok munai. ai hansitdo tangan mandanggurhon nasoada. Onma sebagai pedoman. Parjoloma jolo hupangido hami panuturion sian dongan huta/natuatua ni huta Santabi godang ma dihamu angka amanta PR PARBORUMauliatema di paniroion ni dongan huta ! HULA-HULA & TULANG PR PARBORU. ima tutu tapareak. unang Tung mangido mangelekma hami di hamu raja nami.30. ba tariashon hamu si sombahonon muna i amang boru! . paling lambat pkl 09. (Ndang khu sus manjalo hula-hulana di alaman ni halak). godangna Rp ….b. jado I raja nami Rp……juta ma sisombahonon nami sinamot nagok boru ni raja i.Mauliatema paniroion muna hula-hula nami raja. Alai rajanami andorang so hutariashon hami sisombahonon nami tu hamu. ba tungido natarpatupa hami.sapala pantis raja nami. Raja nami. ndatung namangkolit hami. ba i naummuli. sipanolopi ma hami di hasadaan ni roha muna songon adat na hombar adat di huta on. Songoni angka na asing na marholong ni roha. Martumpol (kalau ada). tumpak sahalamu. ai i do kebiasaan makan siang. Hombar tusi. tangkas dope pasahaton muna. Suhut naniamabangan (suhut na ro) sauduran/ rup masuk do rap dohot hulahula/tulangna. boru/bere nami. Toho ma antong nalambas roha hamu jala marpanganju.00.30 asa boi marsipanganon di ulaon unjuk pkl 12. Proses. rambu pinungu. tung tangkas do pasahaton nami tu opat partodoan / suhi ampang na opat ni raja I di alaman. asa saut mokmok jala togos muse hami tu joloan on. sada di galangan. Prosesi Masuk tu Alaman ni Suhut. Ba nunga dipangido hamu asa rambu pinungu dipasada ma sudena di uang rupia NKRI . nunga tangkas nangkining binege sian hasuhuton.d. huoloi hami mai . alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “ulu dengek mulak” hombar paradaton di huta i. Pemberkatan Nikah.5. Catatan: Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng. hula-hula/tulanng dohot hahaanggi.00. jala asa tingkos songon tingki diundangan pkl 12.Holan suhut bolahan amak (suhut namangalamani) do manjalo hula-hulana di alamanna. alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V 4. RP PARBORU Songoni ma di hamu amang boru. Idaon mokmok do hami. ba huundokhon hamima pangidoan muna ima sinamot na gok.

parboru do anggo namenyediahon i. Ulos tonunon sadari sipasahaton ni parboru tu paranak.. bohi ni sinamot naung dipasahat Rp…. Ulos-ulos dohot Pasituak Natonggi a. Sahatsahatni solu ma sai sahat tu bontean nunga sahat simpul ulaontaon dibagasan dame. sai sautma hamu suhut nadua horas jala gabe jala maulibulung.(songon tabel).…dst. . ulos . ulaon di alaman ni…….. satongama sian parboru.. paranak do anggo namenyediahon i. Songoni nang pasituak natonggi/panandaion nasipasahaton ni paranak tu parboru. PASIDUNG ULAON Jumlah (Godang) ni Ingot-ingot. lelengma hita mangolu jala rap tagomgomma parhorasan panggabean.. b. asing ni panandaion tu suhi ampang na opat. songon onma angka naung dihatai siingotonta: …… Sinamot godangna Rp …juta rambu pinungu. Dipasahatma tu natuatua ni huta Jongjongma natuatuani huta huhut maniop ingot-ingot di piring Andorang so hutariashon hami ingot-ingot. tu hita namardongan sahuta dohot dongan nasaparadaton. namartutur huhut masi pairingiringan. sada ma sian paranak.7. jambar mangihut. Tampuak ni sibagandingma didolokni pangiringan.

alat musik aramba ini biasanya di gunakan oleh penduduk nias pada saat melakukan upacara. Druri dana. alat musik aramba menjadi sumber bunyi dalam upacara adat juga alat musik lainnya juga 2. Doli-doli.musik 1. Hapetan. Druri Dana : Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala Faritia : Aramba kecil 5.upacara adat. Faritia. 4. di bagian tengah pada alat musik ini ada semacam pemicu yang terletak di tengah bundaran yang membuat bunyi. Garantung.B. Gonrang. alat musik aramba ini terbuat dari logam. doli – doli adalah alat musik yang seperti bambu yang ditiup atau di hasapi 3.alat musik ProvinsiSumatera Utara / Sumut Alat Musik Tradisional : Aramba. bentuknya pun agak sedikit tidak biasa dari alat musik lain. Garantung : Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung . 1.

Hapetan : Sejenis kacapi B. 4. 3. 6. 12. 14. 8. Gonrang : Sejenis kendang 7. 13. Inang Asing Sing So Pulo Samosir Butet Lisoi O Tano Batak Sinanggar Tullo Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita Lisoi Denggan Ni Lagu Mi Ketabo Na Sonang Do Hita Nadua Sik Sik Sibatu Manikam Sapata Ni Napuran Si Togol . 2. 7. 9. 5. 10. 11.6.Lagu Daerah Lagu-lagu daerah Batak 1. 15.

16. 18. Anju Ahu 4. Pio Pinasa Si Dung-dungon Piso Surit Rura Silindung Say Selamat Masineger Sege Sege Sengko Sengko Sori Ya Katulla Taganing and Muzik Tiup Tarambe Tangan Tillo Tillo Tuan Ma Gunung Malelo ALUSI AU (Ciptaan N. hagabeon. Kulcapi 12. Dirondang Ni Bulani 7. 32. Dago Inang Sarge 6. 22. 15. itu yang dicari sebagian) Dinadeba asal ma tarbarita goarna tahe (Sebagian asalkan namanya tenar) Anggo di au tung asing do sitta-sitta asing pangidoanku (Kalau aku lain cita-cita dan permintaanku) Mansai ambal pe unang pola manisak hamu tahe di au . hasangapon ido dilului na deba (Kekayaan. Leleng Ma Hupaima Ima 13. Butet 5. Sirait nabolon Lagu rakyat Sumatera Utara 1. Lisoi 26. Erkata Bedil 8. 21. 20. Hoho Ninawuagö 10. pangkat. 33. 35. Si Raya Katumba 27. Madekdek Magambiri Mariam Tomong Modom Na Sonang Do Hita Nadua O. 34.. Ketabo 11. Situmorang) Alusi au …. 23. Alusi Au 3. 19. Gondang Si Monang-monang 9. 31. Simalungun Rayat 29. Aek Sarulla 2. 25. Sinanggar Tullo 30. Ramba Dia 17. 17. Sigulempong 28. alusi au Marragam-ragam do anggo sitta-sitta di hita manisia (Bermacam-macam cita-cita dalam diri kita manusia) Marasing-asing do anggo pangidoan di ganup-ganup jolma (Berlain-lainan permintaan setiap orang) Hamoraon. Sing Sing So 14. 24.16. Doli O.

. Eksistensinya kini bisa dihitung dengan jari karena masih ada segelintir orang yang teguh mempertahankan seni tradisi ini. dokma hatam. M Hutasoit dalam bukunya. alusi au (Tolonglah katakan dan jawablah) C. Kesenian ini terdiri dari unsur musik (musik instrumental) dengan alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba. Ende Batak Dohot Uning-uningan memaparkan kesenian ini berasal dari dua kata un dan ing. itu saja yang aku cita-citakan) Tung denggan ni basam basami do nahupaima-ima (Kebaikan hatimu itu yang selalu aku tunggu) Asini roham daito unang loas au maila (Belas kasihmu jangan biarkan aku malu) Beha roham.musik gabungan 1. Un berarti suara yang rendah (bongor) dan ing berarti suara yang tinggi (sihil). uning-uningan digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati dan konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dan Sang Pencipta (Mula Jadi Na Bolon). uning-uningan kesenian tradisional Batak Toba mencoba tetap bertahan.(Biarpun lain permintaanku ini janganlah diejek) Sasude na nahugoari i indalai saut di au (Semua yang telah saya sebut bukanlah cita-citaku) Sitta-sitta di au tung asing situtu do tahe (Cita-citaku memang sangat lain) Tung holong ni roham i sambing do nahupar sitta-sitta (Kasih dan sayangmu. Bagi masyarakat Batak Toba.Uning-Uningan Ditengah arus budaya global yang terus mengkristal sebagai budaya populer.

Di sinilah letak ketahanan tradisi ini. “Imatutu‟ (semoga benarlah adanya). uning-uningan tidak semata sebagai hiburan yang menggeliatkan alunan musik dan mempertontonkan lelucon-lelucon untuk menghibur masyarakat. tataloat. Dalam hal permohonan keturunan biasanya dilengkapi beberapa umpasa (umpama) yang di bacakan penatua kampung. Jenis chordophone (alat musik yang dipetik) terdiri dari hasapi. uning-uningan digunakan sebagai pelengkap pembacaan doa bagi kesembuhan orang sakit dan terbukti bisa menyembuhkan. adakalanya orang menentukan jalan hidupnya dengan tidak rasional. dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba tidak semua alat musik itu digabung dalam satu ensambel. boru pe antong torop” yang artinya: bintang yang bertabur. anak pe antong riris. tidak selamanya proses tujuan hidup ini bisa dirasionalisasikan. Yang penting dalam uninguningan harus ada paling sedikit satu jenis alat musik yang berfungsi sebagai pembawa melodi dari repertoar yang dimainkan. sulim. pengertian uninguningan berarti. Isi umpasa tersebut disesuaikan dengan keadaan orang yang akan didoakan. dua buah hasapi (hasapi ende dan hasapi doal). jenggong. Dalam hal mendekatkan dengan roh-roh para leluhur. Keberlangsungan hidup dilalui dengan kadar alam yang ditempati. dan hesek. untuk menguningkan dan terus panen kekhazanahan tradisi nenek moyangnya. Misalnya. sebagai sarana refleksi diri dari perbuatannya di dunia dan digunakan untuk mendekatkan dengan roh-roh leluhur sebagai langkah keharmonisan dalam bermasyarakat menuju komunikasi antara manusia dan Mula Jadi na Bolon. Ada beberapa jenis alat musik yang dipakai dalam uning-uningan. tanggetong atau mengmong dan sidideng. Kemudian jenis membranophone (alat musik yang terbuat dari kulit binatang) terdiri dari gardap. anak laki-laki pun banyak. Biasanya. Pengobatan Dalam masyarakat Batak Toba. sebuah sulim dan sebuah hesek. tapi hasil yang ingin dicapai adalah rasional . Yang tetap tampak dalam masyarakat Batak Toba. Tidak hanya orang sakit yang menggantungkan diterimanya doanya pada tradisi ini. embun yang berserakan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi. sordam. Untuk fungsi secara pribadi. “bintang na rumiris. uning-uningan pun dimainkan. sebuah sarune na metmet seperangkat garantung. salung dan alongalong. saga-saga. Lebih dari itu. tulila. Sepintas memang lucu dan tidak masuk akal. ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan datu (orang yang ahli yang biasa disebut dukun) sebelum upacara dimulai. Jenis idiophone (alat musik yang dipukul) terdiri dari garantung. anak perempuan pun banyak. bayangkan orang yang sedang sakit masih disuguhi alunan irama musik meski sebenarnya berisi doa. Diakui atau tidak. suara bongor dan sihil yang bersahut-sahutan. tidak gelisah dengan alam sekitarnya. beberapa perangkat uning-uningan bisa dimainkan sendiri-sendiri.Dengan demikian. Bacaan yang paling populer yakni. Kemudian masyarakat yang hadir spontan menjawab umpama tersebut dengan seruan. antara lain aerophone (alat musik yang ditiup) terdiri dari sarune na met-met. tetapi dipilih beberapa jenis saja (biasanya tiga sampai enam jenis alat musik dalam satu ensambel). ombun na sumorop. seperti menyediakan sesajen dan membatasi orang yang hadir. Orang yang sudah lama menikah dan belum mendapatkan keturunan memanfaatkan tradisi ini sebagai pengantar doa permohonan untuk mendapatkan keturunan. Si dukun kemudian menari mengikuti irama musik dan biasanya kemasukan roh orang yang sudah mati yang sengaja diundang.

adat dan hiburan. Gondang batak. dan Dia memulai ada. Beberapa gondang yang dapat saya simpulkan atas kerjasama dengan para pargonsi. Saat dimulai pendokumentasian gondang batak. Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali. Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompik dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga. mi. Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas. Ada bumi dengan manusia bersama mahluk pendampingnya. Repertoarnya yang beragam memenuhi segala kebutuhan seni yang digunakan untuk beragam kegiatan seperti pada upacara keagamaan. Seperti disebut di atas. sol. RAGAM-RAGAM GONDANG BATAK GONDANG MULA MULA Semula Dia sudah ada. sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel. dsb. variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing. diminta dan diaplikasikan pada saat manortor. Kita hanya bisa melihat alat kesenian itu dimainkan dengan versi modern. taganing (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb). tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini. Ada dunia. fa. Walau agak sulit.Gondang Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup-”obo). gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme). dimainkan. salah satu karya seni musik batak yang sangat kaya dan menjadi kekaguman bagi dunia. Mula Tempah. Dia Mula Jadi. Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik. taganing adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune. Cina. empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama. pemain gondang batak muda tidak lagi mementingkan penguasaan ragam gondang batak. karena pada umumnya masyarakat batak lebih menginginkan irama modern seperti nyanyian bahkan dangdut. mula dari segala sesuatunya yang . Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jaw. jagad raya beserta isinya.2. Pargonsi. Modernisasi telah menggempur sendi kebesaran Gondang Batak. Seniman tua gondang batak saat ini di toba pun sudah jarang memunculkan ragam gondang batak itu karena ketidakmampuan masyarakat mengenalinya. re. sebagian yang masih diingat nama gondang itu dilakukan pengkajian makna dan pengertian judulnya. dan sejauh yang saya tahu. India. akhirnya dapat direka pengertiannya ketika gondang itu dari awal tercipta. Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do. tersusun menjadi narasi singkat untuk memudahkan pemahaman kita akan makna dasar dari gondang itu dibuat dan digunakan. Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. repertoar gondang batak yang asli sudah jarang dimunculkan.

harus diterima menjadi kewajaran. menang atau kalah. Dia yang pertama menghadapi tantangan. Dia yang pintar menuturkan ilmu pengetahuan “Deak boto-botoan”. (Gondang ini umumnya dimainkan saat mengawali acara “mamuhai ulaon” oleh hasuhuton. dia ditunggu. mari memulai.) SIBUNGKA PINGKIRAN Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan. (Harungguan. yang memberi kehidupan hingga ditemani. merupakan koin suara yang dimasukkan kedalam kotak suara dan selanjutnya dihitung. didepan dia dikejar. kegelisahan. walau tidak dapat dipungkiri akan muncul rasa kecewa. Petek. Dia memulai karya dan usaha. (Berdasarkan pengalaman Panuhari. Yang memberi pencerahan hingga didekati. Mula Jadi yang maha besar. Dibelakang. Siharungguan artinya yang dikerumuni. Kalah. Dia mengajarkan cinta sesama. Yang melakukan pembelaan dengan keadilan hingga percayai. berobah dengan menjagokan diri dan siap untuk dilakukan voting. seorang pargonsi yang ikut pemilihan kepala kampung di salah satu wilayah di Samosir. Dia yang pertama menuturkan sembah sujud kepada yang empu-nya. dia harus menerima kekalahan dengan berlapang dada walau diawali dengan rasa kecewa. menerima kedua resiko. Ayunkan selangkah hingga kamu dapat berlari. pemimpin alam. Yang memberi tuntunan hingga diikuti. Dia adalah memulai selanjutnya untuk kreasi hidup di planet yang dihuni manusia ini) SIHARUNGGUAN Jadilah manusia yang dicinta. Sebelum “hasuhuton meminta Mula-Mula. Mulai muncul rasa cemas. begitulah kepercayaan batak dulunya. pintar. Larut dalam duka akan menenggelamkan semangat perjuangan. Selagi masih memiliki kaki. adalah mengajak manusia untuk tidak tenggelam dalam kegagalan. ditengan dia dikerumuni. Fakta. bijak dan bestari. Butuh kesiapan mental. Ini merupakan idealismenya pemimpin batak) SIDABU PETEK Demokrasi baru muncul di tanah batak. Selagi masih dapat berpikir. Dialah yang memohon dan mengkreasi planet earth ini diantara planet-planet yang sudah ada menjadi huniannya setelah memutuskan mmenisah diri dari dunia dewata. Mengajak bergerak . (Sibungka Pingkiran.semuanya harus tunduk kepadaNya. adalah tempat berkumpul. Dia menggambarkan gejolak antara semangat dan kecemasan mengawali penyertaannya. Dia diberi kewenangan mengelola bumi untuk pemenuhan kalangsungan hidupnya. mari berdiri. Dia yang pintar menuturkan sembah “Deak Marujar”. Kehilangan akan menimbulkan kesedihan. tangis dan gembira. (Deak Parujar adalah Dewi pertama yang menjadi manusia pertama menghuni bumi. pargonsi lebih dulu memainkan uantaian 7 gondang secara medley yang disebut “sipitulili”) MULA MULA II (Paidua ni mula2) Dia diberi anugerah oleh Mula Jadi. Hanya yang berjiwa besar yang dapat menerima kekalahan dan mengakui kemenangan kepada saingannya. Dia yang pertama memohon ampun kepada penciptanya. Pekan disebut juga harungguan. Pemimpin yang dulunya muncul berdasarkan karakter harajaon.

) BINTANG SIPARIAMA Bintang Sipariama sudah muncul. Hati yang menjauh juga diharapkan akan kembali kepada untaian kasih yang sempat tertinggal dan terabaikan) ALIT-ALIT Hidup bagaikan melintasi hutan belantara. Gemerlap bintang adalah kodratnya yang hanya bisa dilihat di saat kelam. Tak selamanya keinginan menjadi kebutuhan. tanpa dilakukan penghitungan. Kebersamaan pun digalang untuk melakukan panen bersama. diciptakan Aman Jabatan seorang pargonsi dari Samosir berdasarkan pengalamannya yang tersesat dalam perjalanan. adalah rotan yang tumbuh menjalar melalui tanah. Biasanya dilontarkan kepada yang malas bekerja dan selalu mengemis menyambung hidup. (Bintang Pari. Kegentingan hidup selama “haleon” pacekelik mencair. karena akan selalu muncul tak beraturan menjadi beban dalam pemikiran. (Bintang Napurasa adalah yang nampah jelas menjelang pagi hari. meninggalkan.) HOTANG MULAKULAK Hidup adalah perjalanan. Pada saat itu musim panen mulai marak di Toba. dibarengi kesibukan berbagai persiapan. manusia sudah melakukan perjalanan menuju kedepan namun berulang melintasi titik keberangkatan.) BINTANG NAPURASA Gemerlap cahaya bintang napurasa akan memerikan keindahan dalam hiasan langit malam. Tidak ada guna rebutan jadwal. Bila beban itu ada dalam pemikiran. Tak selamanya kebutuhan diukur dengan gemerlap. dia tersesat selama satu hari. Bila gemerlap datang dan menghilang ingatlah kepada bintang dilangit.dinamis dengan mengutamakan kecerdasan. seraya mengucap syukur kepada Maha Kasih. Kecemerlangan seseorang diibaratkan seperti bintang bersinar terang. membelit berkeliling hingga melilit batang awalnya. Yang seogianya ditempuh dalam 2 jam. Ke depan adalah tujuan. Kelengahan membaca dan mengingat pertanda menentukan arah akan menyesatkan perjalanan. Setiap persimpangan harus diingat dan dibuat tanda arah ke tujuan yang akan dicapai. atau anturaparon di sipariama. (Hotang. Semangat semakin bergelora. namun ada sebagian masih dalam harapan sehingga lebih sering menjadi pengagum kecemerlangan orang lain) HATA SO PISIK Memikul muatan berat. adalah mustahil dapat diringankan dengan istirahat fisik. adalah pertanda dalam hitungan bulan batak “sipahatolu”. . Gemerlap Bintang Napurasa tidak abadi setiap malam. Tanpa disadari. “siadap ari” bergantian memetik padi. menghabiskan waktu dan melelahkan. (Alit-alit. ranting pohon lain. Kecemerlangan adalah idaman setiap orang. berkeliling. Bila tidak memiliki hasil panen pada bulan ini disebutkan kelaparan di musim panen “anturaparon di sipahatolu. Perjalanan jauh kemungkinan besar akan kembali ke asalanya. mampu menganalisa dan tepat membuat keputusan. Masa panen pun menjelang. istirahat adalah kesempatan pemulihan tenaga. Namun dalam menempuh perjalanan itu tak pelak kadang harus melewati awal keberangkatan. karena kematangan padi yang menentukan. bila lelah.

kerukunan dan ketaatan dalam hukum. beliau terkenang dan dalam hati menyebut wujud dari raja Uti. mempersatukan derap langkah masyarakat dalam kedamaian. Gondang ini lajim dipinta oleh para Raja untuk mengenang beban tugas mereka dan banyaknya rahasia yang harus dipendam namun harus diselesaikan dengan bijaksana. Keturunan mereka satu persatu mulai menjauh. Dalan semua sudut. Penyesalan tiada guna. artinya dihimpun. Kapasitasnya dalam menegakkan kebenaran di masyarakat adalah wujud dari kehormatan (hasangapon) dan menjunjung kewibawaan (sahala) pada diri mereka. (Rambu. Sahala mereka mulai menjauh. semangat kita galang. Kewibawaan mereka dicabut. Di tengah perjalanan saat Sisingamangaraja istirahat. aku dan dia adalah kita. Bila nilai tak dapat dipertahankan maka “sahala” (karisma) akan ambruk. Semua demi keutuhan dan kebersamaan. dan tabutabu sitarapullang pun menghilang. (Aling-aling Sahala. Mereka butuh kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk mampu mengemban tugas mulia. Lindungi diri dari serangan penyakit yang membahayakan. diartikan sebagai mengenang/memanggil kembali karisma diri mereka yang hilang dan permohonan maaf kepada Pencipta yang memberikan derajat kehormatan itu (dulu) kepada mereka.) ALING-ALING SAHALA Para Raja di kalangan Batak tempo dulu sangat menjaga etika moral. Pinungu. Kamu tanpa aku apakah ada arti? Kamu. setiap sisi kita hempang dari serangan. kita catat dalam “bindu” halaman kerja. Selamatkan jiwa dari tindakan buruk orang yang tidak sejalan. Duka dihatinya tak ditangiskan. Beliau terkejut. Kita bersama memadu pikir demi kepentingan kita dan mereka. Bagi seorang pemimpin adalah pekerjaan penuh kecermatan dalam mempersatukan masing-masing perbedaan karakter manusia. apa yang sudah kita buat dan apa yang masih perlu dilakukan tindakan. Dari kain hitam yang kedua diujungnya ada rambu warna merah. Mereka berseru melalui gerakan tari diiringi irama. Keterpurukan wibawanya bukan karena kesalahan. sian i ro tusi sumuang molo diose padan. Hidup kita bangun. perilaku mereka dipandang sesat. Para raja dikalangan batak biasanya menggunakan “talitali” ikat kepala lambang kebesaran yang disebut “tumtuman”. sisi. adalah untaian pada ujung ulos. Ibarat tanduk yang tercabut dari kepala.) BINDU MATOGA Aku tanpa kamu tidak berarti. Manusia memiliki pahala masing-masing dan sifat berbeda dalam menjalankan kehidupannya. Karena bersama kita tegar “toga”. Para Raja Batak dulu mengalami degradasi dengan masuknya peradaban modern melalui penjajahan dan missi agama.Seorang pemimpin kadang harus menyimpan rahasia yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk mencegah konflik. Irama gondang ini sangat beda dengan gondang “Marhusip” yang sering disebut selama ini Hata So Pisik. Tanda dari perjanjian itu kepada Sisingamangaraja I diberi tabutabu siratapullang. (Gondang ini terinspirasi oleh Sisingamangaraja I ketika menerima amanah dari Raja Uti untuk tidak menyebutkan wujud fisik beliau.) RAMBU PINUNGU Kehidupan penuh dengan keanekaragaman. Lakukan kajian dimana sisi lemah yang dapat menghancurkan. waktu. hukum dan adat istiadat. “Mengapa ini harus terjadi?. Kita adalah sama. .

Digambarkan dengan garis segi empat bertajuk delapan sesuai dengan mata angin. penyakit apa yang mungkin muncul.) TANDUK NI HORBO PAUNG Seseorang yang memiliki kehormatan.) LILIT TU METER Kecerdasan dan intelektual Batak sudah teruji sejak jaman dahulu kala. planologi perkampungan yang mereka ciptakan sebelum mengenal meter saat ini masih abadi. adalah yang memegang teguh etika moral dan taat hukum. Lorong sempit yang disebut balubu atau bahal adalah lintasan segala ternak ke perkampungan. gorga dan ulos. Dengan datangnya alat ukur “meter” mereka semakin terbekali dan mendapatkan keseragaman ukuran. (Pendidikan modern hanya penambahan bekal intelektual mereka. tertinggal. Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi masalah demi kesejahteraan masyarakat. Mulai memasuki area kompetisi menunjukkan eksistensi seorang perjaka. Ketika meter kayu digunakan. petakan sawah. Alat penumbuk dikenal setelah . Rambu ini membatasi kebebasan dirinya dalam setiap kesempatan. Kerbau itu kadang kesulitan akibat sempitnya lorong atau adanya dahan yang menjorok ke bahal. Ini membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus menyebut mereka “bodoh. (Biasanya diperdengarkan saat Gondang Naposo dimana para pria menari menunjukkan kebolehannya penuh dengan gaya. Digambarkan sebagai penguasaan semua system alam dengan mencegah hal buruk yang dapat merusak keutuhan dan kesehatan. Dia terkontrol oleh penghormatan kepada dirinya itu dalam semua sikap dan perilakunya. Hingga mereka melakukan ukuran kepada tali kemudian mereka melakukan pengukuran dengan melilit. mereka salah dalam tingkah laku kemudaannya.(Bindu Matoga.) TUKTUK HOLING Beragam lambang kebanggaan manusia sejak muda hingga tua. Orang tua batak biasanya makan sirih. saluran irigasi. Dengan dorongan sifat dinamis untuk mendapat pengakuan. Pertanda dari kecerdasan mereka itu dapat kita lihat dengan bangunan rumah adat.) SIDOLI NATIHAL Masa muda bagi seorang pria penuh dengan gairah. Mereka melakukan pengukuran dengan istilah “suhat” untuk panjang dan tinggi “lilit” untuk mengukur lingkaran. Bila gigi sudah makin lemah hati mengeluh. Apa yang mereka hasilkan hanya dengan pengukuran “suhat” dan “lilit”? Apa perbedaan setelah menggunakan meter? Semua konstruksi. Seekor kerbau yang bentang tanduknya panjang sekitar satu meter. Lolos dalam perjalanan yang penuh tantangan dan godaan adalah kemenangan baginya. Kadang. mereka kebingungan saat mengukur diameter karena tidak dapat melilit seperti kebiasaan mereka. primitive” sebelum pendidikan formal hadir. Mereka berekspresi penuh dengan tingkah polah untuk mendapat perhatian publik dan lawan jenisnya. mereka butuh alat penumbuk sirih. ibarat kerbau yang bertanduk panjang menjalani lorong sempit. Nujum bindu matoga sering dilakukan peramal untuk mengetahui dari mana kemungkinan datangnya musuh. (Nama gondang ini dulunya disebut juga PARDALAN NI HORBO SISAPANG NAUALU.

Sapadang diolah dengan telaten dan dimasak hingga nikmat dimakan sebagai pengganti nasi yang terbuat dari beras. (Bedasarkan pengalaman penjudi kalangan masyarakat Batak jaman dulu yang selalu menghimbau agar terhindar dari ketagihan permainan itu dan bekerja dengan giat adalah yang terbaik. Alat penumbuknya dibuat dari besi tembaga keras yang kelak menghentak keras bagaikan patukan burung berparuh besi. Sapadang Nause adalah bijian yang bernas dan tua yang memberikan semangat bagi yang menemukannya. keluar dari” dalam kulitnya. hentakan kegembiraan muncul. (Sapadang adalah tumbuhan mirip gandum biasanya tanamn liar. padat. tapi kerugian bila menuai kekalahan. Badan tersiksa. Ubi dan Sapadang adalah jalan keluar dari kemelut ketersediaan bekal beras yang terbatas. Senang saat permainan dijalankan. namun lebih banyak berdampak kesusahan. Pengalaman para penjudi selalu menyimpulkan. Ada juga yang menempahkan dengan lilitan penghias dari emas. Mereka menghayal akan menang. Nause tidak mengandung pengertian “tumpah. Kadang alat penumbuk itu dibuat beragam variasi yang indah dengan material tembaga dan perak. harta benda tergadai. berhamburan” tapi “sesak.datangnya logam yang dibuat khusus menumbuk sirih. Bila hasil panen mencukupi bekal satu tahun maka kekhawatiran pun sirna. Tidak ada yang hina bila kenyang makan tanpa beras. Bila kartu penentu warna merah muncul. Tidak ada kata kelaparan bila bijak mengolah hidup. pengayuh akan kewalahan. adalah sampan besar yang muat sekitar 12 orang. bernas. Mereka membanggakan peralatan itu layaknya seperti perhiasan. Mereka memiliki pedoman dasar “masihilalaan” tenggang rasa. adalah nama burung yang berparuh keras yang dapat melobangi batang kayu keras untuk membuat sarang dan dan mencari makanan. (Solubolon. Akselerasi potensi “parsolubolon” akan mampu menghindari bahaya dari serangan ombak. mengharap mendapat giliran “ceki” penentu kemenangan. Parsolubolon adalah mereka yang sedang mengarungi perairan dengan sampan besar itu. Kebersamaan adalah pengumpulan kekuatan.) PARSOLUBOLON Hidup adalah perjuangan. Pemahaman makna gondang dan . Kesepahaman adalah akselerasi keragaman potensi diri dalam menjalankan misi bersama untuk sampai di tujuan. (Tutuk Holing. Perjuangan tidak luput dari tantangan.) SAPADANG NAUSE Panganan utama orang batak adalah nasi yang terbuat dari beras berasal dari padi.) TORTOR Tortor adalah gerakan tubuh mengiringi atau diiringi irama gondang. lebih besar kesusahan daripada kebahagiaan dari permainan judi. Bila bekal padi tidak mencukupi maka sapadang yang tumbuh liar di ladang pun dipetik. Sebaliknya bila pengayuh tidak pintar. maka pengayuh lainnya akan kelelahan dan pengemudi akan repot. Bila pengendali kemudi tidak pintar. pekerjaan terlantar.) SEKKIAN TALI MERA Judi kadang membahagiakan.

Tortor batak semakin erosi. Bila kedua tangan diarahkan kedepan dan telapak tangan terbuka keatas serta sering dilipat menutup artinya ajakan mari bersama-sama ajakan kepada semua untuk menari bersama. bahkan sebaliknya yang terjadi. pemahaman gondang yang sebenarnya tidak lagi berkembang. artinya masih banyak rahasia hidupnya yang belum duberitahukan kepada orang lain. seseorang dapat melakukan komunikasi dengan publik. Generesi muda cenderung hanya melihat tortor hiburan dan tidak pernah lagi menyaksikan tortor yang sebenarnya yang dilakonkan para panortor yang sebenarnya. seiring dengan hilangnya pemaknaan gondang batak itu.untaian irama bagi yang pandai menggerakkan tubuh akan menghasilkan tortor yang indah. Ini baru sebagian dari apa yang dipahami para ibu tua yang memahami tortor batak. pakem pun menjadi hilang. artinya menghimbau datangnya rejeki atau bantuan kerjasama untuk keberuntungan kepadanya. Kebodohan menjadi peluru peluru penumpas kebenaran. Bila seseorang merentangkan tangan kedepan dengan telapak tangan terbuka dan tangan kiri ditutupkan diperut. Pernah (bahkan sampai saat ini) Gondang batak dirtuding sebagai ensambel untuk pemujaan berhala. kesantunan dan kehormatan. Manortor dengan benar kadang dituding kesurupan. Ini memang menjadi bagian dalam seni pertunjukan. tentang kesopanan. Panortor yang sering kesurupan. Bila kedua tangan dirapatkan dipinggang dan telapak tangan dikepal mengarah kebelakan. sering mendapat hambatan dan permasalahan lainnya. Pada jaman Belanda. Penerapan ijin ini sempat berlangsung lama hingga masuknya . Bila tangan kiri rapat didada dan telapak tangan terbuka artinya dia menghimbau dengan tebuka menciptakan persahabatan dan kerukunan. Kreasi tortor untuk hiburan diupayakan keseragaman gerak. artinya semua anaknya dan perilaku anaknya serta kehidupannya masih menjadi beban dan tanggungjawab yang masih dipikul. Jelas bukan merupakan hiburan. Dari gerakan tortor. artinya dia mohon perlindungan. merupakan ritual kehidupan menjadi persembahan kepada publik. Bila seorang penari meletakkan tangan keduanya diatas pundak. artinya dia sering menjadi sasaran cemohan. atas rekomendasi mission. menjalin persahabatan dan mempererat persaudaraan. Bila tangan kanan dijulurkan kedepan dan telapak tangan duarakan juga kedepan serta tangan kiri ditutupkan di dada artinya mohon dihentikan segala perbuatan yang mencemari merugikan kepada dirinya. Setelah maraknya musik eropah mengiringi tortor pada pesta adat batak. belas kasihan dari manusia dan penciptanya. Tortor batak sangat individual. artinya dia hanya memiliki seorang putra. Bila seorang penari meletakkan kedua telapak tangan diatas kepala. misalnya bila seseorang mengangkat tangan dan menunjukkan satu jari tangan kanan dan mengepal jari tangan kiri. para penari dalam pesta adat pun tidak karuan lagi menunjukkan lenggak lenggoknya. Kemudian diberi kelonggaran untuk pesta adat dengan perijinan yang ketat. Kadang melampaui tata krama tradisi adat batak. lingkungan dan penciptanya. Bila seseorang penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan dengan telapak tangan terbuka kesamping artinya anak-anaknya semua atau sebagian besar sudah sudah mandiri dan menempati ruang yang luas di penjuru desa. Alat untuk memanggil roh orang meninggal. gondang batak dilarang. Bila seorang penari menyilangkan tangan di dada. KREASI TORTOR DAN GONDANG Ketika tortor telah menjadi hiburan. Pakem tortor batak dan pemaknaannya akan kita ulas kemudian setelah penelitian yang lebih dalam.

tapi belum banyak yang menemukan “roh”nya karena dilatarbelakangi refrensi keberhalaan gondang batak itu . Musik barat untuk pesta adat tidak perlu mendapatkan ijin.musik barat. gondang batak justru tersudut karena melanjutkan perlakuan ijin dalam kurun waktu lama. Banyak yang melakukan penelitian sebatas untuk tesis keilmuan. seiring itu pula keengganan orang batak untuk melakukan aksi penggalian nilai gondang batak itu. Begitu dalamnya penistaan terhadap gondang batak. Pada jaman kemerdekaan.

Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960 (http://www. nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba. menggila mabuk kepayang. Pertama.kompas.kompas. menduga. Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu. balasan isyarat.com/id). 2009: 48). cinta meresap. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian. mengantar pengantin. Menurut Tengku Mira Sinar. tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas. Menurut Tengku Mira Sinar. pinang-meminang.Tari Tradisional Serampang Duabelas: Tari Tradisional Melayu Kesultanan Serdang. tarian ini bernama Tari Pulau Sari.com). dapat kita lihat dari tarian .D.com. Sinar. sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini. isyarat tanda cinta. 2009: 48). http://cetak. yaitu lagu Pulau Sari (www. masih belum percaya. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang (Sinar. memendam cinta. 2009: 49-52. Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. Kedua.wisatamelayu. seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. Berdasarkan hal tersebut.wisatamelayu. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. yaitu: pertemuan pertama. Asal-usul Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang.com/id. jawaban. Sumatra Utara A. www. nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis.wisatamelayu. penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12. Sebelum bernama Serampang Duabelas. http://cetak.com/id. dan pertemuan kasih (Sinar.

Artinya. Pertama. gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. Namun kecepatannya (2/4) digandakan. Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. laki-laki dan perempuan. setiap orang harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mempunyai kemampuan menari yang lebih baik dari orang lain. Akibatnya. dan rasa memiliki terhadap Tari Serampang Duabelas.wisatamelayu. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai salah satu materi pengajaran muatan lokal. Jika cara ini berjalan. seperti Malaysia. bahkan sampai ke Maluku. Namun demikian. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya. Kedua. pemerintah harus melakukan proteksi agar tarian ini tidak diklaim oleh pihak lain.wisatamelayu. persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya. maka ada dua hal yang dicapai sekaligus. Thailand. hanya yang terbaiklah yang akan menjadi juara. 1 Juli 2008). bangga. setiap orang secara halus “dipaksa” untuk mempelajari Tari Serampang Duabelas secara baik dan benar. maka anakanak sejak dini diajarkan untuk mengetahui sejarah keberadaannya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap geraknya. dan Sumatra Utara pada umumnya. www. transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja. Melalui strategi ini. Sulawesi. terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang. menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai aset daerah. menyelenggarakan perlombaan rutin Tari Serampang Duabelas. Dengan cara ini. Pertama.id). . dan sebagai puteri Melayu Serdang. yaitu lestarinya Tari Serampang Duabelas pada satu sisi. Bahkan. pada awal perkembangannya tarian ini hanya dibawakan oleh laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum. tarian ini sering dipentaskan di manca negara.co. Kedua fenomena tersebut harus disikapi secara cepat dan tepat agar Tari Serampang Duabelas tidak saja lestari. maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan.com/id). tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain (Kompas. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang. Dalam perlombaan. Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Tari Serampang Duabelas.com/id). Kedua. Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya (www. bukan kepada tekniknya. sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu (Tengku Mira Sinar. Singapura. Untuk menjadi yang terbaik. Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas. Dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai materi muatan lokal. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. minimnya kepedulian generasi muda kepada Tari Serampang Duabelas. seperti Riau. dan Hongkong (www. yaitu dengan mematenkan hak ciptanya. tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. Diperbolehkannya perempuan memainkan Tari Serampang Duabelas ternyata berpengaruh positif terhadap perkembangan tarian ini. Artinya.Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. Kalimantan.waspada. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini. Ketiga. Hal ini disebabkan oleh orangorang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar. Kekhawatiran tersebut muncul karena dua hal. dan Indonesia pada umumnya. tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. maka kita telah berusaha menanamkan kepada generasi muda rasa cinta. Menyelenggarakan perlombaan tari artinya mencari orang yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menari. mendekatkan Tari Serampang Duabelas kepada anak-anak dan remaja. salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. dan terjaganya kualitas teknik Tari Serampang Duabelas pada sisi yang lain. Jambi. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut. 1 Juli 2008). dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan.

perkawinan. Seni Tari (Tor-tor) Batak Seni tari Batak pada zaman dahulu merupakan sarana utama pelaksanaan upacara ritual keagamaan. dapat hidup secara salayak. .” 3. seperti tangan sipenari tidak boleh melewati batas setinggi bahu keatas. khususnya pemerintah.“Alu-aluhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo.Keempat. Acara pesta adat yang membunyikan gondang sabangunan (dengan perangkat musik yang lengkap). yang waktu itu masih bernapaskan mistik (kesurupan). sumangot ni omputa paisada. perlu membuat terobosan agar para pelestari Tari Serampang Duabelas. sahat tu papituhon.“Alu-aluhon ma jolo tu omputa Debata Mulajadi Nabolon. Setelah ketiga permintaan/ seruan tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk memulai menari. erat hubungannya dengan pemujaan para Dewa dan roh-roh nenek moyang (leluhur) pada zaman dahulu. Juga menari dilakukan jug dalam acara gembira seperti sehabis panen.Sedangkan gondang terakhir yang dimohonkan adalah gondang hasahatan. ( ada 7 jenis lagu Gondang) yang harus dilakukan Hasuhutan untuk memdapatka (tua ni gondang). atau adu pencak silat.” Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu dalam beberapa saat. dan upacara adat yang akan dilaksanakan menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga. serta para undangan. Para pelestari kebudayaan kebudayaan tentu akan terus bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya jika apa yang dilakukan tidak saja secara normatif menjaga kelestarian budaya. tetapi juga secara praktis menjadi penopang keberlangsungan hidupnya. 1. Para melakukan tarian dengan semangat dan sukacita. Kembali juru bicara dari hasuhutan memintak jenis gondang. memberikan jaminan kesejahteraan hidup para pelestarinya. na Jumadihon nasa adong. na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion.umpamanya sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakna Tua ni Gondang. kebahagiaan. Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan kata-kata yang sopan dan santun sbb: “Amang pardoal pargonci……. Didalam Menari banyak pantangan yang tidak diperbolehkan. dan rezeki yang berlimpah ruah. Seringkali warisan budaya dibiarkan terlantar karena “tidak memberikan” manfaat kepada pemiliknya.” 2.Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti :permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan. Dll. sehingga berkat dari gondang sabangunan. Tetapi itu dapat dilaksanakan dengan mengikuti tata cara dan persyaratan tertentu. Para stake holder. omputa paidua. bila itu dilakukan berarti sipenari sudah siap menantang siapapun dalam bidang ilmu perdukunan. atau adu tenaga batin. satu persatu jenis lagu gondang.“Alu-aluhon ma muse tu sumangot ni omputa sijolo-jolo tubu. dan juga para pelestari warisan budaya lainnya.

sering taruian ini dilakukan pada saat bulan Purnama. Kemudian Tagading terdiri dari 5 buah. . Didalam menari orang Batak mempergunakan alat musik/ Gondang yaitu terdiri dari: Ogung sabangunan terdiri dari 4 ogung. 2. Didalam menari setiap penari harus memakai Ulos. Menari juga dapat menunjukkan sebagai pengejawantahan isi hati saat menghadapi keluarga atau orang tua yang meninggal.Pandenggal (yang masuk pandenggal adalah tangan. Kemudian Sarune (sarunai harus memiliki 5 lobang diatas dan satu dibawah. 4. tulang punggung sampai daun bahu/ sasap). daun tangan sampai jari-jari tangan). Juga Menari dipergunakan oleh kalangan muda mudi menyampai hasrat hatinya dalam bentuka tarian. Peralatannya cukup sederhan namun kalau dimainkan oleh yang sudah berpengalaman sangat mampu menghipnotis pendengar.Tarian (tor-tor) Batak ada lima gerakan (urdot) 1.).Pangurdot (yang termasuk pangurdot dari organ-organ tubuh ialah daun kaki.Siangkupna ( yangtermasuk Siangkupna adalah leher.Pangeal (yang termasuk pangeal dari organ tubuh adalah Pinggang. 3. tumit sampai bahu. tariannnya akan berkat-kata dalam bahasa seni tari tentang dan bagaimana hubungan batin sipenari dengan orang yang meninggal tersebut. Kesimpulannya bahwa tarian ini dipergunaka sebagai sarana penyampaian batin baik kepada Roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat. Kalau kurang dari empat ogung maka dianggap tidak lengklap dan bukan Ogung sabangunan dan dianggap lebih lengkap lagi kalau ditambah dengan alat kelima yang dinakan Hesek.

Jadi sejak mulanya Huta itu adalah milik bersama. Disebabkan oleh pertambahan penduduk.Rumah Adat 1. Simalungun. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu. Mereka secara gotong royong membangun dan memperbaiki rumah. poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. terdiri dari Batak Karo. Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma. dapat membuat berdirinya Huta lain. mengerjakan ladang dan sawah. memperbaiki pengairan. demikianlah mereka membangun Huta. Desa-desa di daerah Danau Toba. Suatu Huta yang baru. Demikian seterusnya bangunan rumah makin bertambah. dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan seharihari. Di daerah Samosir. Pada mulanya Huta. maka ikatan kekeluargaan sangat erat di Huta itu.D. dan bersama-sama pula memetik hasilnya. dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) . Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Oleh karena Huta didiami oleh sekelompok orang yang semarga. poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat. Sering pula kampung itu terdiri dari beberapa kelompok kampung-kampung kecil. meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau. sehingga terbentuk perkampungan yang lebih ramai. Sebagaimana ciri khas orang Batak yang suka gotong royong. Lumban. tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil. Toba.rumah adat balai batak toba Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. kecuali didaerah yang berbukit. yang hanya dipisahkan pagar bambu yang ditanam dipinggiran kampung. yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. Adanya usaha beberapa orang dari anggota masyarakat dalam satu kampung untuk memisahkan diri dan membentuk kampung sendiri. atau kampung itu hanya dihuni oleh satu klan atau marga dan Huta itu pun di bangun oleh klan itu sendiri. kemudian dibangunlah rumah dekat rumah leleuhur atau ayah yang pertama. yaitu barisan Utara dan Selatan. Angkola dan Mandailing. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. Di sekitar Balige. hanya dapat diresmikan kalau sudah ada ijin dari Huta yang lama (Huta induk) dan telah menjalankan suatu upacara tertentu yang bersifat membayar hutang kepada Huta induk. Biasanya Huta hanya didiami beberapa anggota keluarga yang berasal dari satu leluhur. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat. secara bersama-sama memperbaiki pancuran tempat mandi. Pak-Pak.

juga darahnya di tuang kedalam lubang. yaitu : pertama. Ornamen-ornamen tersebut berupa orang yang menarik kerbau melambangkan kehidupan dan semangat kerja. dilambangkan dengan atap rumah. Rumah melambangkan makrokosmos dan mikrokosmos yang terdiri dari adanya tritunggal benua. dilambangkan dengan lantai dan dinding. arah motif dapat dicerminkan falsafah maupun pandangan hidup orang Batak yang suka musyawarah. dinamis dan kreatif. Ruma Parsantian didirikan oleh sekeluarga dan siapa yang jadi anak bungsu itulah yang diberi hak untuk menempati dan merawatnya. antara keluarga bapak dan keluarga anak yang sudah menikah. Pak-Pak. Pada waktu peletakannya. Ruma Gorga Sarimunggu yaitu ruma gorga yang memiliki hiasan yang penuh makna dan arti. Bali dan daerah-daerah lain. Benua Tengah yang ditempati manusia. jengkal. menembus lubang pada tiang depan dan belakang. Anak tangga adalah lobang pada batang itu sendiri. Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh.berjumlah lima atau tujuh buah. Berfungsi untuk mempersatukan tiang-tiang depan. yang menggambarkan kewibawaan dan kharisma. belakang. Tujuannya supaya pemilik rumah selamat dan banyak rejeki di tempat yang baru. asta dan langkah seperti ukuran-ukuran yang pada umumnya dipergunakan pada rumah-rumah tradisional di Jawa. yaitu : Benua Atas yang ditempati Dewa. khususnya landasan lantai rumah dan bentuknya bulat panjang. putih dan hitam yang merupakan warna tradisional Batak. karena adanya ukir-ukiran yang berwarna merah. Dari segi bentuk. Sebelum meletakkan pondasi lebih dahulu diadakan sesajen. Angkola dan Mandailing. Pada umumnya dinding rumah merupakan center point. suka berterus terang. tepat di bawah tiang ditanam ijuk yang berisi ramuan obat-obatan dan telur ayam yang telah dipecah. Seringkali keluarga menantu tinggal bersama orangtua dalam rumah yang sama. Benua Bawah sebagai tempat kematian dilambangkan dengan kolong.disebut Sopo. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau. terdiri dari lima sampai tujuh buah anak tangga. Tiang-tiang depan dan belakang rumah adat satu sama lain dihubungkan oleh papan yang agak tebal (tustus parbarat). Rumah adat Batak Toba pada bagian-bagian lainnya terdapat ornamen-ornamen yang penuh dengan makna dan simbolisme. seperti kerbau atau babi. Untuk mengukir digunakan pisau tajam dengan alat pemukulnya (pasak-pasak) dari kayu. samping kanan dan kiri rumah dan dipegang oleh solong-solong (pengganti paku). Pada jaman dulu. sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. rumah bagian tengah itu tidak mempunyai kamar-kamar dan naik ke rumah harus melalui tangga dari kolong rumah. lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. terbuat dari potongan sebatang pohon atau tiang yang dibentuk menjadi anak tangga. Caranya yaitu dengan meletakkan kepala binatang tersebut ke dalam lubang pondasi. Balok untuk menghubungkan semua tiang-tiang disebut rassang yang lebih tebal dari papan. biasanya berupa hewan. bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari mara bahaya. Biasanya orangtua tidur di bagian salah satu sudut rumah. Ada tiang yang dekat dengan pintu (basiha pandak) yang berfungsi untuk memikul bagian atas. Simalungun. Sebagai ukuran dipakai depa. Sedangkan teknik lukis bahannya . gotong royong. tangga jantan (balatuk tunggal). Teknik ragam hias terdiri dari dua cara. ornament-ornamen perang dan dan sebagainya. Biasanya terbuat dari sejenis pohon besar yang batangnya kuat dan disebut sibagure. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung. Bersambung. terbuat dari beberapa potong kayu yang keras dan jumlah anak tangganya ganjil. yaitu dengan teknik ukir teknik lukis. sifat terbuka. Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Pintu kolong rumah digunakan untuk jalannya kerbau supaya bisa masuk ke dalam kolong. terdiri dari Batak Karo. Dinding dari papan atau tepas. kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. tangga betina (balatuk boru-boru). Kedua. Toba. Tangga rumah terdiri dari dua macam. Di dalam satu rumah dapat tinggal beberapa keluarga .

Dasar dari tiang ini sangat penting dan ditutupi dengan ukiran. lukisan dan tulisan yang berhubungan dengan hukum adat. tindakan berikutnya adalah peninjauan tempat. Sudah barang tentu memakan biaya banyak. dalam bentuk Balai Buttu (pintu gerbang rumah). lukisan dan tulisan dan dengan dua kepala singa pada ambang pintu. Sebelum mendirikan bangunan diadakan musyawarah terlebih dahulu. yang merupakan pertanda atau pengumuman bagi penduduk disekitarnya bahwa tempat tersebut akan dijadikan bangunan. dikelilingi dengan ukiran. Balai Balon Adat semula digunakan untuk tempat pertemuan-pertemuan dan untuk membahas masalah penting dalam hukum adat.diolah sendiri dari batu-batuan atau pun tanaga yang keras dan arang. Simalungun. tetapi dalam skala lebih besar. Dasarnya adalah balok-balok horisontal yang dibangun dalam bentuk persegi.5 m. Pak-Pak. yaitu upacara memasuki rumah baru (mangopoi jambu) dan upacara memestakan rumah (pamestahon jabu) Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Balai Buttu dicapai dengan anak tangga dari kayu. maka ditandai dengan mare-mare yakni daun pohon enau yang masih muda dan berwarna kuning. Pada waktu ini sudah hampir tidak terdapat lagi desa-desa tradisional dari suku Batak Simalungun. Bolon adat (rumah raja) dan Balai Bolon Adat (gedung pertemuan dan pengadilan).5 m2). Angkola dan Mandailing. Lantai yang lebih rendah hanya 75 cm dari tanah dan ditopang tiga lapis palang balok. diletakkan lapis ketiga. Bangunan ini kira-kira luasnya 25 m2 dan tingginya 7m. tampaknya telah menyimpang dari penggunaan aslinya dan terlihat pada tungku perapiannya. lebarnya 80 cm dan tingginya 1. Arsitektur tradisional dari suku Batak Simalungun masih dapat dipelajari dari empat jenis bangunan yang masih ada. karena banyaknya hewan yang dikorbankan. yang dahulunya merupakan sebuah desa yang besar sekali dikelilingi oleh pohon-pohon beracun. Tahap pertama adalah pencarian pohon-pohon yang cocok kemudian ditebang dan dikumpulkan disekitar tempat-tempat yang akan didirikan rumah. Jambur (gudang). Bagian atas menunjukkan bahwa kegunaan utamanya telah menjadi tempat tinggal dan bukan dipergunakan sebagai tempat penyimpanan beras. tetapi dipakai juga sebagai tempat tinggal tamu laki-laki dan tempat dimana para bujangan tidur. Tiang berdiameter 35 cmdan dibuat dari kayu yang sangat keras. Lapisan pertama disebut tuham-tuham ( satu golongan besar dari ijuk. Perbedaan utamanya adalah pada tiang penyangga struktur atap yang diletakkan di atas balok lantai. pada waktu mendirikan bangunan (upacara parsik tiang) pada waktu memasang tiang. luasnya kira-kira 6m2 dan tingginya 6 m. jambur digunakan untuk menyimpan beras. Atap rumah terbuat dari ijuk yang terdiri dari tiga lapis. Bagian depan (Timur) adalah pintu. Setelah diadakan musyawarah. dimana penggunaan utama dari bangunan tersebut tetap sebagai tempat penyimpanan beras. Toba. Dalam mendirikan suatu rumah adat biasanya memakan waktu sampai lima tahun. Setiap lapisan diikat dengan jarum yang terbuat dari bambu dengan jarak 0. Desa tersebut dibangun di atas sebuah bukit. yang disusun mulai dari jabu bona tebalnya 20 cm dan luasnya 1×1. Sistem pembangunannya sama seperti Balai Buttu. Lumbung digantungkan di atas tungku di tingkat atas.5 m. Apabila tempat tersebut memenuhi persyaratan. Hasil musyawarah dikonsultasikan kepada pengetua untuk memohon nasihat atau saran. dan panaik uwur (pada waktu memasang uwur) maupun pada waktu bangunan telah selesai. Kemudian bahan-bahan tersebut ditumpuk ditempat tertentu agar terhindar dari hujan dan tidak cepat lapuk atau menjadi busuk. Daerah yang ditempati oleh suku Batak Simalungun terletak diantara daerah Karo dan Toba di Sumatera Utara. terdiri dari Batak Karo. . Antara tuham yang satu dan dengan tuham lainnya diisi dengan ijuk agar permukaannya menjadi rata. di susun di atas empat buah batu kali dengan alas ijuk diantara batu dan papan . yaitu lalubaknya berupa ijuk yang langsung diambil dari pohon Enau dan masih padat. Strukturnya di atas dua belas batu kali yang tiga menyilang ke depan dan empat dari depan ke belakang. baik sebelum mendirikan bangunan (upacara mengusung bunti). untuk memenuhi syarat-syarat dan upacara-upacara yang diadakan. Lapisan kedua. dan sulit sekali untuk dimasuki kecuali melewati terowonganterowongan yang langsung dapat mencapai tengah-tengah desa. Fungsi dari bangunan ini seperti yang ada di Pematang Purba.

Rumah adat Batak Karo dapat ditempati oleh dua puluh sampai enam puluh orang. Di atas tungku dipasang ayunan dimana peralatan memasak disimpan dan bahan makanan dikeringkan serta diasapi. bangunan ini mempunyai lantai ganda dengan gang yang menurun ke pusat pada lantai yang lebih rendah. Jalan masuk menuju ture adalah tangga bambu atau kayu. Tinggi pintu setinggi orang dewasa dan jendela ukurannya lebih kecil. yaitu yang besar dibangun pada tiang-tiang vertikal. Tidak seperti bangunan lainnya. satu untuk setiap unit keluarga besar (jabu) atau untuk dua jabu. Sebagian besar adalah balok-balok dan tiang-tiang yang dibiarkan dalam potongan bundar yang ditebang dari hutan. dilengkapi dengan kumpulan papan yang terbentuk dengan indah sebagai dekorasinya. sehingga pintu masuk pada kedua sisinya kelihatan sama. sedangkan yang delapan lagi hanya penyangga lantai saja. Delapan dari tiang-tiang ini menyangga lantai dan atap. Rumah adat Batak Karo dibangun dengan enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar dari gunung atau sungai. menyiapkan makanan. Oleh karena itu antara empat sampai duabelas keluarga dapat tinggal di rumah tersebut dan dengan ukuran rata-rata keluarga besar terdiri dari lima orang (suami. . Lantai yang rendah berada 2. Pada bangunan Simalungun susunan strukturnya terdiri dari tiang-tiang bergaris tengah 40 sampai 50 cm. istri dan tiga orang anak). di atas lingkaran balok. Rumah adat Batak Karo berukuran 17×12 m2 dan tingginya 12m. Bagian terendah dari atap pertama di bagian pangkalnya ditanami tanaman yang menjalar pada semua dinding dan berfungsi sebagai penahan hujan deras. konstruksinya sederhana dari potongan bambu melingkar dengan diameter 6 cm. Kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu keras. Tiang-tiangnya ditanam di dalam tanah. Anak-anak tidur dengan orangtua sampai menjelang usia dewasa. pintu masuk pada sisi sebelah Timur diapit oleh balkon atas dan bawah. terdiri dari empat sampai enam tungku perapian. Bangunan ini simetris pada kedua porosnya. Bangunan rumah adat Batak Karo merupakan sebuah bangunan yang sangat besar. Pada bagian depan dan belakang rumah adalah panggung besar yang disebut ture. Struktur tersebut ditata di atas batu-batu kali yang besar kecuali untuk rumah raja. Bumbungan atap terbuat dari jerami yang tebalnya 15 sampai 20 cm. sebagai tempat pembuangan (kotoran hewan) dan sebagai ruang masuk utama. Pintu pada ujung sebelah Timur kamar raja berisi ruangan tidur kecil dan dua tungku api. Bumbungan dikat dengan ijuk dengan hiasan kepala kerbau pada puncaknya. Paku tidak digunakan dalam konstruksi. Hal ini sulit untuk membedakan yang mana pintu masuk utamanya. Pintu mempunyai daun pintu ganda sedangkan jendela mempunyai daun jendela tunggal. Rumah Balon Adat (rumah raja) terbagi menjadi dua bagian. Atap dijalin dengan ijuk hitam dan diikatkan kepada sebuah kerangka dari anyaman bambu yang menutupi bagian bawah kerangka dari pohon aren atau bambu. pada pria dewasa (bujangan) tidur di bale-bale lumbung dan para gadis bergabung dengan keluarga lain di rumah lainnya. Dinding-dindingnya juga merupakan penunjang atap. menopang pada sambungan dari bagian atap ke bagian depan bangunan. Bagian luar dari kusen jendela dan pintu umumnya diukir dalam versi yang rumit dari susunan busur dan anak panah. Konstruksi pada bagian bangunan ini sama dengan rumah pertemuan (Balai Balon adat) kecuali struktur lantainya sedikit rumit sebagai akibat dari tungku tersebut. dua puluh tiang yang menopang lantai dibentuk menjadi ortogal dan dicat dengan motifgeometris hitam putih. Panggung ini dugunakan untuk tempat mencuci.Potongan yang lebih rendah dari dinding yang miring pada setiap sisi pintunya dipenuhi dengan papan tiang jendela vertikal yang membiarkan masuknya cahaya dan angin. Pusat tiang terpenting dari gedung pertemuan diukir dari kayu keras yang tebal. Penutup atap keseluruhan adalah jalinan ijuk pada kaso dan papan kecil dari bambu. sedangkan yang kecil disusun pada tumpukan balok horisontal.80 m dari tanah dan gang digantungkan dengan rota yang diikat pada dua pusat kayu. Fungsi utama dari ujung atap yang menonjol ini adalah untuk emmungkinkan asap keluar dari tungku dalam rumah. Tungku perapian dibangun dari sisa pembakaran kayu dan dipenuhi dengan tanah. Ujung dari atap yang menonjol ditutup dengan tikar bambu yang sangat indah. Ujung atapnya sederhana. hanya pasak dan tali ijuk baji (sentung). kayu tongkang dan kadang-kadang keseluruhan bambu digunakan dalam jalinan ijuk yang diikat dengan rotan atau bambu belah. Kedua pintumasuk dan kedelapan jendela dipasang di atas dinding yang miring.

Perbesi. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo. Dalam nyanyian rumah ini sering juga disebut Rumah Sendi Gading Kurungen Manik. dan lain-lain. Rumah-rumah adat empat ruang ini dahulunya terdapat di Kuta Buluh.Bagian pokok dari tungku perapian adalah untuk memasak. Demikian juga jabu kenjulu dibagi atas dua. dimana balok bulat yang menghubungkan tiang-tiang penunjang yang menembus lantai pada setiap sisi rumah dan menunjang struktur atap dan podium. Sepanjang pertengahan dari rumah adalah gang yang sempit setingkat dengan lantai dasar. Limang. Penempatan keluarga-keluarga itu dalam bagian rumah adat (jabu) dilakukan berdasarkan ketentuan adat Karo. Lingga. dan karena itulah disebut rumah adat. Lau Buluh. Peceren. Rumah adat Karo didirikan berdasarkan arah kenjahe (hilir) dan kenjulu (hulu) sesuai aliran air pada suatu kampung.Rumah Adat Karo Pada masyarakat Karo terdapat suatu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. rumah adat karo dapat dibagi menjadi dua bagian. Rumah adat secara garis besar dapat dibagi atas jabu jahe (hilir) dan jabu julu (hulu). Jabu dalam Rumah Adat Rumah adat biasanya dihuni oleh empat atau delapan keluarga. Rumah sianjung-anjung Rumah sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih. Sisi-sisi dari bagian pokok tersebut dibuat dari sisa-sisa kayu bakar dan ditempatkan pada tanah yang keras. b. Rumah Sendi Rumah sendi adalah rumah yang tiang rumahnya dibuat berdiri dan satu sama lain dihubungkan dengan balok-balok sehingga bangunan menjadi sendi dan kokoh. bermuka dua mempunyai sepasang tanduk. Tempat penyimpanan makanan dan peralatan rumah tangga diletakkan dibagian atas rumah. yaitu jabu ujung kayu dan jabu rumah sendipar ujung kayu. Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. didirikan dalam tiga tingkatan 2. dibuat antara dua lantai sehingga bagian dasarnya bersandar di atas bambu dan ujungnya adalah setingkat dengan lantai utama. Berdasarkan bentuk atap. Sementara menurut binangun. yang penempatan jabu-nya didalam rumah tersebut diatur menurut ketentuan adat dan didalam rumah itu pun berlaku ketentuan adat. Lumbung untuk menyimpan padi. Interior dari rumah sangat gelap karena jendela-jendelanya yang kecil serta asap dari perapian yang telah menghitamkan seluruh papan dan kayu-kayu. yaitu : a. rumah adat Karo pun dapat dibagi atas dua yaitu: a. yang dapat juga terdiri atas sat atau dua tersek dan diberi bertanduk. dan sepanjang sisi-sisi dinding dibangun tempat tidur. yang dalam bahasa daerah Batak disebut jambur. Rumah Sangka Manuk Rumah sangka manuk yaitu rumah yang binangunnya dibuat dari balok tindih-menindih. b. Rumah Mecu Rumah mecu adalah rumah yang bentuknya sederhana. Jabu jahe terbagi atas jabu bena kayu dan jabu lepar benana kayu. Inilah yang sesungguhnya disebut sebagai jabu adat. Buah Raja. Bentuknya sangat megah diberi tanduk. . itulah yang disebut dengan rumah adat Karo.

yang sering juga disebut jabu arinteneng. Oleh . dan jabu sedapuren lepar ujung kayu. Jabu ujung Kayu (anak beru) jabu ini arahnya di arah kenjulu rumah adat. menyerahkan belo kinapur (persentabin) kepada tamu jabu benana kayu tersebut. Kalau kita kerumah dari pintu kenjahe letaknya disebelah kanan. Oleh karena itu. sedapuren lepar bena kayu. letaknya sebelah kiri. jabu sidapuren ujung kayu (rintenteng) Ditempati oleh sembuyak dari ujung kayu. Jabu ini dihuni oleh para keturunen simantek kuta (golongan pendiri kampung) atau sembuyak-nya. Kalau kita masuk dari pintu kenjulu ke rumah adat. sementara dapuar dalam rumah adat hanya ada empat. Kalau kita masuk kerumah adat dari pintu kenjulu. 6. Tugasnya adalah untuk engkapuri belo. letaknya di sebelah kanan. 2. Akan tetapi. Fungsinya adalah sebagai pemimpin rumah adat. Malahan kampung Munte ada rumah adat yang dihuni oleh enam belas keluarga. jabu ini disebut jabu si mangan-minem. Jabu ini ditempati oleh kalimbubu jabu benana kayu. Jabu ini ditempati oleh anak beru kuta atau anak beru dari jabu benana Kayu. dan sering pula disebut jabu peninggel-ninggel. letaknya disebelah kiri atau diagonal dengan letak jabu benana kayu. demikian juga yang menempatinya ditentukan menurut adat. Dia ini adalah anak beru dari ujung kayu. 5. sedapuren ujung kayu. 4. Fungsinya adalah sebagai juru bicara jabu bena kayu. Jabu sedapuren benana kayu (peninggel-ninggel) Jabu ini ditempati oleh anak beru menteri dari rumah si mantek kuta (jabu benana kayu). Adapun susunan jabu dan yang menempatinya adalah sebagai berikut: 1. Jabu lepar ujung kayu (mangan-minem) Letaknya dibagian kenjulu (hulu) rumah adat. karena penempatannya harus sesuai dengan adat. Keempat jabu inilah yang disebut dengan jabu adat. masing-masing jabu dibagi dua. Penghuni jabu ini adalah sembuyak dari jabu benana kayu. jabu ini disebut jabu sungkun berita (sumber informasi). Oleh karena itu. 3. Fungsinya untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi diluar rumah dan menyampaikan hal itu kepada jabu benana kayu. Jabu Benana Kayu Terletak di jabu jahe. adakalanya juga rumah adat itu terdiri dari delpan atau enam belas jabu. Kalau kita kerumah dari ture jahe. sehingga terjadilah jabu-jabu sedapuren bena kayu.Ada kalanya suatu rumah adat terdiri dari delapan ruang dan dihuni oleh delapan keluarga. Dalam hal rumah adat dihuni oleh delapan keluarga. Jabu Lepar Benana Kayu Jabu ini di arah kenjahe (hilir).

Rumah yang terbuat dari kayu keras dan dinding papan itu dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku.rumah adat BOLON Banyak warisan budaya di Indonesia yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. Kondisi negara yang tidak terjamin keamanannya beberapa waktu terakir membuat kawasan wisata itu sepi pengunjung. Rumah Bolon di Simalungun adalah semacam istana yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII. Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru) Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. Melihat keadaan Rumah Bolon saat ini bukan tak mungkin lagi diselamatkan. Rumah yang merupakan peninggalan kerajaan Purba ini sebenarnya telah disahkan sebagai objek wisata oleh Bupati Simalungun pada tahun 1961. Pada tahun 1990-an atau awal ditetapkannya Rumah Bolon sebagai objek wisata. Di lahan seluas satu hektar lebih itu kini hanya terlihat rumput yang tumbuh memanjang. jabu ini disebut juga jabu arinteneng. 8. Tidak seperti beberapa waktu lalu yang ditata dengan baik. terutama pada penataan taman. akan tetapi sekarang sudah mulai keropos dan memerlukan renovasi ulang . Sedangkan biaya perawatan dari Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Yayasan Museum Simalungun masih jauh dari cukup. kini pengunjung dalam seminggu dapat dihitung dengan jari. Pada tahun 1985. Rumah Bolon menjadi salah satu contoh warisan budaya yang saat ini sedikit terlupakan keberadaannya. Jabu sedapuren lepar benana kayu Dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu disebut juga jabu pendungi ranan. Objek wisata tersebut masih bisa diselamatkan dengan penataan yang lebih baik. Kondisi Rumah Bolon yang kini tak terurus disebabkan kurangnya dana untuk perawatan.karena itu. Tentu saja dengan publikasi ke luar negeri lokasi tersebut. Tuan Rahalim. tempat bersejarah itu kini membutuhkan penanganan yang serius. masih ada sekitar 300 pengunjung. Namun. Karena biasanya dalam runggun adat Karo persetujuan terakhir diberikan oleh puang kalimbubu. 7. Rumah Bolon pernah direnovasi. Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit. Bahkan karyawan yang semula berjumlah lima orang harus dikurangi untuk penghematan biaya. Menurut salah seorang penjaga Rumah Bolon. Wanson. 3.

Omo sebua adalah rumah yang khusus dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter.4. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. . Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh. Sumatera Utara.Rumah Adat Omo Sebua Omo Sebua adalah jenis rumah adat atau rumah tradisional dari Pulau Nias. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan. omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi.

Indonesia. "Namun aku punya satu permintaan. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir. Sumatera Utara. Warnanya keemasan. Tetapi saat tersentuh tangannya. ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan. Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia. Adinda. Suatu hari. Suatu hari. Ia tinggal seorang diri di bagian Utara Pulau Sumatra yang sangat kering. Tanpa bekas dan jejak. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. si Anak ini selalu merasa lapar. Setelah petani mengucapkan kata-katanya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. ia tak pernah merasa kenyang. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan. maka ia juga berubah menjadi manusia. Telah disuratkan. Sepulang dari ladang. Setelah . Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus. kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara. jika ia tersentuh tangan. Karena ia disentuh manusia. Dahulu." "Baiklah. Dari bekas injakan kakinya. "Aku bersedia menjadi istri kakanda." katanya.Cerita Rakyat Legenda Danau Toba Sinopsis: Ada seorang pemuda yatim piatu yang miskin. kakanda. asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan. cari Parapat atau Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun. karena begitu laparnya." kata pemuda itu. seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. ia makan semua makanan yang ada di meja. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. keluarlah kata-katanya yang kasar. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri. marahlah hatinya. Aku akan menjaga rahasia itu. Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang. termasuk jatah makan kedua orang tuanya. bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. "Dasar anak keturunan ikan!" Ia tak menyadari. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Ikan itu besar dan sangat indah. sehingga mudah untuk dijangkau. tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Selain sebagai objek wisata yang eksotis. ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. dengan ucapannya itu. Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu. Batu Gantung-Parapat. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya. berarti ia sudah membuka rahasia istrinya.E. Namun ketika beranjak besar.

tiba-tiba ia terperosokke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang.” keluh Seruni. Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong. karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk . Alkisah. tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat. seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. Seruni beranjak dari tempat duduknya. muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya.” kata ayah Seruni. “Toki…. Selain rupawan. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. “Ibu benar. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki.” seru sang ayah. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya. “Ah.. si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya. namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Pada suatu hari. Tak lama kemudian. lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita. “Tapi hari sudah gelap. ia pun mulai putus asa. ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampainya di ladang. batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni. Akhirnya gadis itu semakin putus asa. Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya. Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat. Sementara si Toki. hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni. “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga. kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya. gadis itu tidak bekerja. si Toki. Sesampainya mereka di ladang.” pasrah Seruni. Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. dan hasilnya digunakan untuk mencukupikebutuhan sehari-hari. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan. karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya.di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara. Sesampai di rumah majikannya. ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya. ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya.terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan. namun ia tidak dapat berbuat apa-apa. Tanpa diduga. mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. Sementara anjingnya. Seruni pergi ke ladang seorang diri. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Menurut masyarakat setempat. Dalam peristiwa itu. ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Merasa tidak mampu menolong sang majikan. Dengan pikiran yang terus berkecamuk. Beberapa saat kemudian. Ia sangat bingung. Gadis cantik itu sangat ketakutan. Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat. tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya. Pak. Di dasar lubang yang gelap.” sahut ibu Seruni. “Pak. si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu. Ia sangat sedih. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. Dengan berderai air mata. “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku. “Parapat! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba. Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. “Ya.

tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba.” sahut salah seorang warga. sangat berbahaya!” cegah sang ibu. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. “Bu. “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu. tiba-tiba terdengar suara gemuruh. “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang. “Jangan ayah. namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya. namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Pu . “Benar pak. “Tapi. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara. Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas. pegang obor ini!” perintah sang ayah. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.” jawabnya tegas. Beberapa saat setelah gempa itu berhenti. “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!” “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris. Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya. parapatlah batu?” tanya sang ibu. lubang itu sangat dalam dan gelap.memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu. kenapa dia berteriak: parapat. namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor. Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. Sesaat kemudian. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!” “Pak. Tebingtebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. Beberapa hari kemudian. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. cari Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu. tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. “Entahlah. “Benar. bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana.” jawab sang ayah cemas. namunia justru terperosok ke dalam lubang batu dan menghimpitnya hingga akhirnya meninggal dunia Hikayat Boru Napuan. Beberapa kali mereka berteriak. Demikian cerita tentang asal-usul nama kota prapat. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. Indonesia. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batu cadas di dalam lubang. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Seruni yang hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup. bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa atau lemah semangat. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya. Mereka meninggalkan mulut lubang batu. Salah seorang warga mengulurkan seutas tampar (tali) sampai ke dasar lubang. dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik. “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak. maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”.

. Raja Natota. Putri Nantiraja yang dilahirkan Nantimalela diberi nama Boru Napuan dengan gelar Boru Inggal-inggal dan dimanjakan dan disayang semua keluarga Manurung dan tetap menggunakan marga Manurung. beberapa hari kemudian. Nantimalela juga mengalami hal yang sama di Samosir. akhirnya disepakati akan mengembalikan pada waktu ada kesempatan. Itor-tori galot berarti musang menari-menari. Manurung bersaudara mendapatkan berupa barang pusaka dari mertua Napuan karena Raja Parmata Manunggal adalah turunan orang berada dan seorang raja yang dihormati di Sipolha Itor itor Galot. Tor-tor artinya tari. dan putranya yang baru lahir turut dibawa. memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. Nanti Malela menikah dengan marga Tamba/Saragi 3. dan sudah pasti adalah bayi adiknya Nantimalela. Nantiraja berangkat ke Samosir mengunjungi adiknya yang baru melahirkan. saat mengganti popok bayinya. 2. Itor-tori berarti menari-nari. Dan ketiga orang putrinya adalah : 1. Putra Nantimalela yang dilahirkan Nantiraja tetap menggunakan marga Tamba/Tamba dan tinggal di Samosir. dan Nantimalela juga memangku putra kakaknya. Diperjalanan. Setelah berita itu saling diketahui kedua belah pihak. mereka menyayangi bayi tersebut dan dianggap anak sendiri dan dibesarkan hingga dewasa. Ketika Nantiraja baru melahirkan anak lakilaki. Nantiraja pulang ke Uluan. cari Galot (dalam bahasa Indonesia artinya musang) merupakan binatang yang keluar mencari makan dimalam hari dan tidur di siang hari. dia menyadari bahwa bayi yang dipangkuannya adalah perempuan. Setelah puas melepas rindu dan kebahagiaan mereka. Lama kelamaan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Siulatahi menikah dengan marga Sitanggang Boru Nantiraja istri Raja Mangatur telah memiliki beberapa orang anak laki-laki dan adiknya Nantimalela yang menikah ke Tamba/Saragi telah memiliki beberapa orang anak perempuan. putra kakanya tertinggal dan putrinya terbawa.Lahang Mahua Rumapea Ketiga orang putranya itu adalah 1. Nantiraja menikah dengan Raja Mangatur Manurung 2. Boru Napuan menikah dengan Raja Parmata Manunggal Damanik dari Sipolha. Nantiraja memangku putri adiknya itu. Guru Badia 3. Puraja Naginjang. Marga yang mereka gunakan untuk anaknya itu adalah sesuai dengan marga suaminya masingmasing. Setelah dewasa. Istilah itor-tori galot merupakan ungkapan didalam bahasa Simalungun untuk menggambarkan pekerjaan yang tidak pernah diselesaikan. adiknya Nantimalela melahirkan seorang putri di Pulau Samosir.

akulah yang mau di bunuh. jika galot menari-nari berkeliling disitu. Ini hanya ungkapan. mungkin si anak sudah dintunggu oleh bapak atau ibuya agar bisa makan siang bersama. cabe. Perjalanan dari rumah ke ladang mungkin jauh. Dari sekian hektar tanah yang dikerjakan selama beberapa minggu ini. Jika si anak bersekolah. Dia seperti Garaga. artinya setelah jam sekolah. Pekerjaan itu pasti terselesaikan. biarpun kelahiranku begini akulah anak yang paling besar. atau menggemburkan tanah untuk persiapan menanam. ada kemungkinana beberapa meter persegi tanah pekerjaan tersebut yang belum selesai. Seorang yang cacat yang tidak punya tangan. Setelah selesai di cincang lalu di masak di atas api. Pekerjaan saat itu mungkin bisa saja mencangkul sebidang tanah. Setelah makan. Jangan sampai pekerjaan Anda hari ini itor-tori galot. maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai karena pemilik ladang tersebut tidak pernah kembali mengerjakanya karena enggan atau mungkin sudah sibuk pekerjaan baru lagi. berserulah MULAJADI NABOLON katanya : ” Yang mau menjadi Sariburaja keluarlah dari situ. jahe dan tanaman palawija lainya. Mendengar perkataan Raja Biak-biak ibunya menyuruh Guru Tateabulan menyembunyikan Raja Biak-biak ke Bukit Pusukbuhit. Setiap hari orang tua mengajak anak-anaknya untuk bekerja diladang mulai dari pagi hingga sore. padi. selesaikan sekarang juga Raja Raja Biak. selesaikanlah hari ini juga. maka kadang-kadang entah karena alasan apa. yang tinggal disana beraneka ragam binatang piaraan. mengganti pakaian sekolah dengan pakaian lusuh untuk siap ke ladang. karena besok Anda sudah mempunyai/atau harus mengerjakaan pekerjaan lain lagi. Setelah itu di potong lalu di cincang. Setiap keluarga Simalungun pasti memiliki ladang yang luas. Raja Biak-biak berkata kepada ibunya : ” O. Setelah asap datang. Bukan berarti. Istilah itor-tori galot sering diberikan kepada pekerjaan yang tinggal sedikit lagi belum selesai. diminta Sariburaja di bunuhnya. Apa pelajaran yang bisa ambil dari sini? Jika Anda memiliki pekerjaan dan Anda yakin mampu menyelesaikanya hari ini. Lalu terangkatlah sariburaja dari sana kemudian duduk. Pekerjaan ini harus segera diselesaikan jika tidak akan ditor-tori galot. jangan tunggu-tunggu. si anak makan siang. Sebenarnya ini istilah saja. Setelah MULAJADI NABOLON naik ke atas. Lalu di berikan ibunya. Setelah tiba diladang. Atau mencangkul untuk membuka lahan baru. biasanya anak-anak sekolah janjian di sekolah agar pergi ke ladang bisa bersama-sama. jahe. kaki sehingga dia tidak bisa duduk. kalau boleh permintaanku suruhlah bapak menyembunyikan aku. mereka kembali bekerja diladang sampai sore. Dia berkecil hati di dalam hatinya karena adik-adiknya tidak cacat. dengan nama raja Gumelenggeleng. Diladang mereka menanam padi. atau dekat tergantung jarak ladang dengan rumah nya. Begitu pulang sekolah. . atau menyiangi/membersihkan rumput-rumput liar diantara tanaman kopi.Sudah di sediakan api sebelumnya. dalam hatiku. cari Raja Biak-biak.Sebagian besar masyarakat Simalungun hidup dari pertaninan. ibu! Kudengar bapak mengijinkan di bunuh Ompunta MULAJADI NABOLON si Sariburaja. Jika ditor-tori galot. jagung atau yang lainya. Mendengar itu. Bagi mereka yang memilik ladang yang jauh dari rumah. Akhirnya pekerjaan yang tertinggal tersebut tidak pernah selesai. kopi. jika si pemilik ladang tersebut kembali lagi ke esokan harinya untuk menyelesaikan nya. Kata MULAJADI NABOLON : ” Pegang kakinya!”. Kabarnya: Pertama kali datang MULAJADI NABOLON.” Terserah Ompung! ” jawab Guru Tateabulan. maka sisa pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. mungkin harus membuka lahan baru atau ada lahan yang harus dibersihkan dari rumput-rumput liar. seperti garugu yang satu menjadi tujuh puluh. tapi pemiliknya tidak menyelesaikanya. apalah aku di bandingkan Sariburaja yang tidak cacat itu?. Inilah yang disebut dengan itor-tori galot. cabe. Mengikuti kata orang. Jadi dipeganglah kakinya. naik ke Sianjur Mulamula terus ke Guru Tateabulan mengetuk hati dan memina anaknya Sariburaja oli di potong. maka ada kompensasi untuk si anak untuk ikut kerja keladang setelah makan siang. si anak harus buru-buru pulang ke rumah. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi.

“Tentu. Sambil menikmati makan siang. bu! Raga berjanji akan segera kembali jika Raga sudah berhasil. Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga. karena tanahnya sangat subur. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang emas di sungai.” kata Sampuraga dengan sungguh-sungguh. Meskipun hidup miskin. sebaiknya kamu pergi ke sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya hidup makmur. Raga ingin mengubah nasib kita yang sudah lama menderita ini. ya bu!“ Sampuraga meminta doa restu kepada ibunya. Saya ingin membahagiakan ibu saya. mereka tetap saling menyayangi. rata-rata penduduknya memiliki sawah dan ladang. “Ya. dia punya sayap makanya di sebut namanya Tuan Rajauti. “Negeri manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga penasaran. mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. anakku! Siapkanlah bekal yang akan kamu bawa!” seru sang ibu. “Ke negeri Mandailing. bu. Lalu bertemulah dengan Raja Biak-biak : ” Siapa membawa kamu kesini “. Di sana. raja yang takkan pernah tua. Sepulang dari bekerja di ladang majikannya.Ketika MULAJADI NABOLON kembali keatas dari Bukit Pusukbuhit ia naik. Pemilik ladang itu yang memberitahu Raga bahwa penduduk di sana hidup makmur dan sejahterta. “Ke manakah engkau akan pergi merantau.” jelas sang Majikan. Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur. karena usia ibu sudah semakin tua. anakku” kata ibu Sampuraga dengan rasa haru. Sampuraga! Usiamu masih sangat muda. Berhati-hatilah di jalan! Jangan lupa cepat kembali jika sudah berhasil!” harap sang ibu. “Negeri Mandailing namanya. sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka. Keesokan harinya. Dari Bukit Pusukbuhit itu. “kalau begitu. Doakan Raga. “Cita-citamu sangat mulia. “Bu.” Kalau di lihat Ompung. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. karena tanah di sana memiliki kandungan emas. kata MULAJADI NABOLON. anakku?” tanya ibunya. Jadi. Seakan tidak ada jarak antara majikan dan buruh. kata MULAJADI NABOLON. karena aku paling besar. aku mau. Sampuraga kemudian mengutarakan keinginannya tersebut kepada ibunya. takut di ketakutanku!. Sampuraga berpamitan kepada ibunya. raja yang takkan pernah mati. kata Raja Biak-biak. “Terima kasih. jangan terlalu banyak bekerja keras!” saran Sampuraga kepada ibunya. Raga berangkat! Jaga diri ibu baik-baik. tangan tetapi moncongnya seperti moncong babi. kalau keturunan adik ku dan kakak ku mau bersembah kepada ku” kata Raja Biak-biak. cari Alkisah. “Pergilah.” kata Sampuraga kepada ibunya. maukah kau ku ubah?” “Ya. Raga ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.Sebagian berkata. Akulah anak yang sulung ibu.” kata sang Majikan. Pada suatu siang. Aku memohon kepada ibu supaya bapak mengantarkan aku kesini. tadi kudengar kau ancam ompung membunuh Sariburaja.” jelas Sampuraga kepada ibunya. saya sudah lama bercita-cita ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. “Sebenarnya. Sebelum meninggalkan gubuk reotnya. diterbangkan MULAJADI NABOLONlah ia ke ujung Aceh Sampuraga. Setelah mendapat doa restu dari ibunya. mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik orang lain. karena selama ini ibu tidak pernah membahagiakanmu. Kalau boleh saya menyarankan. anakku! Meskipun ibu sangat khawatir kita tidak bisa bertemu lagi. akulah yang pantas raja mereka”. Sampuraga mencium tangan sang Ibu yang sangat disayanginya itu. . “Wahai. pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak. bagaimana. tapi ibu tidak memiliki alasan untuk melarangmu pergi. “Jadi maksudmu semua keturunan adikmu dan kakakmu bersembah sujud kepadamu”. Jadi di berkati MULAJADI NABOLONlah Raja Biak-biak di Bukit Pusukbuhit itu. Sampuraga! Kamu memang anak yang berbakti” puji sang Majikan. Sampuraga segera mempersiapkan segala sesuatunya. dia punya kaki. aku ketakutan. hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. Ibu minta maaf. maunya akulah kau bunuh karena aku cacat. “Bu.

Barangkali namanya saja yang sama. Walaupun masih ada keraguan dalam hatinya. usaha dagang Sampuraga berkembang dengan pesat. Anakku! Jika Tuhan menghendaki. sedangkan ia adalah anak seorang janda yang miskin. Tak terasa. Ia berkeinginan menikahkan Sampuraga dengan putrinya yang terkenal paling cantik di wilayah kerajaan Pidoli. Setelah itu berangkatlah Sampuraga meninggalkan ibunya seorang diri. Pernikahan mereka diselenggarakan secara besar-besaran sesuai adat Mandailing. karena nenek tua itu tiba-tiba mengakuinya sebagai anak. tampaklah sebuah keramaian dan terdengar pula suara Gordang Sambilan bertalu-talu. Sang Majikan sangat senang melihat keberhasilan Sampuraga. Seluruh warga telah mengetahui berita itu. Sebuah istana berdiri megah di tengah-tengah keramaian kota. Tiba-tiba ia berteriak memanggil nama anaknya. Tak lama kemudian. Lamaran pertamanya pun langsung diterima. Sampuraga sangat terkejut mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya. ia pun terkenal sebagai pengusaha muda yang kaya-raya. air mata keluar dari kelopak mata sang Ibu. Beberapa saat kemudian. tidak mungkin itu suara ibu. engkau adalah anak yang baik dan rajin. termasuk ibu Sampuraga. ketika ia melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya sedang duduk bersanding dengan seorang putri yang cantik jelita. Maukah engkau aku jadikan menantuku?” tanya sang Majikan. hardik Sampuraga. “Sampuraga…Anakku! Ini aku ibumu. Berita tentang pesta pernikahan yang meriah itu telah tersiar sampai ke pelosok-pelosok daerah. Sampuraga mencoba melamar pekerjaan. tiba-tiba seorang nenek tua berlari mendekatinya. Mandailing. putri seorang pedagang yang kaya-raya.” demikian yang terlintas dalam pikiran janda tua itu.” pikir Sampuraga sambil mencari-cari sumber suara itu di tengah-tengah keramaian. Perempuan tua itu hampir tidak percaya jika anaknya akan menikah dengan seorang gadis bangsawan. sampailah ia di kota Kerajaan Pidoli. “Ah. Algojo! Usir nenek tua ini!” Perintah . sang Ibu pun membalasnya dengan pelukan yang erat. Dengan langkah terseok-seok. sang Majikan ingin memberinya modal untuk membuka usaha sendiri. Di kota itu. Ia sangat terpesona melihat negeri itu. Tuan! Hamba bersedia menikah dengan putri Tuan yang cantik jelita itu. anak kandungnya sendiri. seakan terbakar api. “Ah. Keuntungan yang diperolehnya ia tabung untuk menambah modalnya. Rangkullah Ibu. perempuan jelek! Enak saja kamu mengaku-ngaku sebagai ibuku. bagai disambar petir. Gordang Sambilan dan Gordang Boru yang terbaik juga telah dipersiapkan untuk menghibur para undangan. “Dengan senang hati. Berhari-hari sudah Sampuraga berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan melawati beberapa perkampungan. “Sampuragaaa…. Sampuraga pun tidak bisa membendung air matanya. Semua itu menandakan bahwa penduduk di negeri itu hidup makmur dan sejahtera. kita akan bertemu lagi. nenek tua itu mendekati keramaian. Ia sangat malu kepada para undangan yang hadir. Puluhan ekor kerbau dan kambing yang akan disembelih disediakan. Suatu hari. Sudah beberapa kali sang Majikan menguji kejujuran Sampuraga. Sang Majikan sangat percaya kepadanya. berangkatlah ia ke negeri Mandailing dengan berjalan kaki untuk menyaksikan pernikahan anak satu-satunya itu. Pemuda itu adalah Sampuraga. Setibanya di wilayah kerajaan Pidoli. ibu tua itu ingin memastikan berita yang telah diterimanya. Setelah mempersiapkan bekal secukupnya.” jawab Sampuraga. Oleh karena itu. ternyata ia memang pemuda yang sangat jujur. sehingga usahanya semakin lama semakin maju. tidak mungkin anakku akan menikah dengan putri bangsawan yang kaya. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah membara. Ia bekerja pada seorang pedagang yang kaya-raya. Oleh karena rindu yang sangat mendalam. “Hei. Persiapan mulai dilakukan satu bulan sebelum acara tersebut diselenggarakan. karena ia sangat rajin bekerja dan jujur. Penduduknya ramah-tamah. “Raga. Dalam waktu singkat. Nak!” seru nenek tua itu sambil mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Sampuraga. Ia kemudian merangkul ibunya.” kata sang Ibu. Alangkah terkejutnya. Sampuraga yang sedang duduk bersanding dengan istrinya.Suasana haru pun menyelimuti hati ibu dan anak yang akan berpisah itu. ia tidak bisa menahan diri. “Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal dunia. masing-masing mempunyai rumah dengan bangunan yang indah beratapkan ijuk. lalu berkata: “Sudahlah. Anakku! Aku ini ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu. Kenapa kamu melupakan ibu? Ibu sudah lama sekali merindukanmu. Nak!” Iba perempuan tua itu. Aku tidak punya ibu jelek seperti kamu! Pergi dari sini! Jangan mengacaukan acaraku!”. Candi yang terbuat dari batu bata terdapat di setiap sudut kota.

Sampuraga. Tung mansai bahat do ro baoa manopot ibana. tempat itu telah berubah menjadi kolam air yang sangat panas. Seluruh penduduk yang hadir dalam pesta berlarian menyelamatkan diri. alai pintor dipangkulingi baoa par solu i ma ibana: “Boru nirajanami. Tikki martapian boru saroding huhut manganggiri obukna na ganjang jala mansai godang i di topi ni tao i. Parsip do boru saroding on. Nauli do rupani boru Saroding on. ba sandok tahe tung mansai las do rohani natorasna mangida pangalahona. Penduduk setempat menganggap bahwa semua itu adalah penjelmaan dari upacara pernikahan Sampuraga yang terkena kutukan. Semua undangan yang menyaksikan kejadian itu menjadi terharu. rap mardalan . Hingga kini. Hatopma boru Saroding mangalakka tu jabuna. Tak lama kemudian. ringgas mangula ulaon. tiba-tiba langit diselimuti awan tebal dan hitam. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Hati Sampuraga benar-benar sudah tertutup. Pangisi ni solu on sahalak baoa. Ketiga sifat tersebut tercermin pada sifat dan perilaku Sampuraga Boru Saroding Pandiangan. Mamereng rumangna dht paheanna ulos Batak namansai bagak. mulak balging do sude. sian huta na dao dht bariba ni tao pe ro do naeng patuduhon holong tu ibana. Disi do inna ibana maringanan. Didok ibana ma sidalianna nanaeng godang dope siulaon na di jabu. inna rohana. Ia tega sekali mengingkari dan mengusir ibu kandungnya sendiri. Ala pintor lomo rohani boru Saroding marnida baoa i. jogi. tak seorang pun yang berani menengahinya. Marsitandaan ma nasida. Dipatorang baoa ima aha do sakkapna mandapothon boru Saroding. Solu i pe lam jonok ma attong tu paridianna. Setidaknya ada tiga pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran dari cerita di atas. jongjong di solu na. di parnangkok ni mataniari. sifat jujur dan sifat durhaka terhadap orang tua. Naburju do ibana marnatoras. tempat penyelenggaraan pesta itu tenggelam seketika. cari SADA TIKKI. Di sekitarnya terdapat beberapa batu kapur berukuran besar yang bentuknya menyerupai kerbau. Ba tung si pilliton ma nian ibana gabe parsonduk bolon nang gabe parumaen. hira na so partoba do ulaonna. marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan. tung mansai longang do mamereng boruna nasasada on. hujan deras pun turun diikuti suara guntur yang menggelegar seakan memecah gendang telinga. lam mallobok ma tarottok ni boru Saroding. Dengan derai air mata. Alai dang adong namarhansit roha dibahen ibana. yaitu: sifat rajin bekerja. Petir menyambar bersahut-sahutan. jala somba marhula-hula. Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. perempuan tua itu berdoa: “Ya. berilah ia pelajaran! Ia telah mengingkari ibu kandungnya sendiri Seketika itu juga. Dalam waktu singkat. tempat itu kemudian diberi nama “Kolam Sampuraga”. jala marpitonggam do rumangni baoa parsolu on. las ma tutu rohana. Namun. juga terdapat dua unggukan tanah berpasir dan lumpur warna yang bentuknya menyerupai bahan makanan. tungpe dang dioloi ibana hata ni akka panopot i. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. Guru Solandason. termasuk Sampuraga dan istrinya. Tuhan! Jika benar pemuda itu adalah Sampuraga. Ai ise do nuaeng baoa on. tung mansai jogi jala tongamma baoa on. Lam jonok. tempat ini telah menjadi salah satu daerah pariwisata di daerah Mandailing yang ramai dikunjungi orang. sementara ibu Sampuraga menghilang entah ke mana. ai boasa hamu humibu-hibu mulak?” Songgot ma rohani boru Saroding. namora manang najogi. sukkun-sukkun ma rohana. Selain itu. ala maila ibana adong sada baoa naposo mamereng-mereng ibana. huhut ditailihon tu lahi-lahi namanjou i. Dipahatop boru Saroding pasidungkon partapiananna. Tak seorang pun penduduk yang selamat. Alai dang adong manang sada naboi mambuat rohana. malo martonun. Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do. ido umbahen hatop ibana mulak. songonni nang mardongan. Natorasna. Beberapa hari kemudian. Perempuan tua yang malang itu kemudian diseret oleh dua orang sewaan Sampuraga untuk meninggalkan pesta itu. dipaso ibana ma lakkana. nasomal jala jotjot marhumaliang di tao i. Oleh masyarakat setempat. ro ma sada solu manjonohi ibana. jala dipangido ibana ma asa dipantadahon tu natuatuani boru Saroding. Tung mansai tongam. dipaboa lahi-lahi ima asalna sian dolok ni Rassang Bosi-Sabulan namargoar “Ulu Darat”. Bah….

borhat ma boru Saroding mangihuthon lahi-lahi naung gabe tunggane doli na. tung mansai hatop jala niang do lakkana. “Dang adong halak na asing di jabutta on. Ngongong ma ibana di tonga nijabu. nang akka jagal. dipasonang do roha ni boru Saroding di si ganup ari. ba rupani maradian ma boru Saroding. nungnga mansai bagas be borngin. tung pe di bagas rohana nungnga mansai biar jala manolsoli. Dipaboa ibana ma ise do dirina: sombaon ni Ulu Darat. di tonga ni tombak Ulu Darat. Dang hea dope dibereng ibana songoni balga na ulok. tarsongon ursa. Sada tikki tarbereng simalolongna ma lahi-lahi nai di para-para ni jabu marganti pamatang gabe ulok na bolon! Mansai bolon.ma halahi tu hutana. Tung mansai golap do tombak siboluson ni halahi. diharingkothon do mangalului akka boras ni hau dohot suan-suanon naboi mambahen boru Saroding tontong uli. Alai sai sukkun-sukkun jala longang do boru Saroding marnida somal-somal ni tunggane doli nai di siapari. Las hian ma rohani boru Saroding didalani akka hula-hulana hutana di dolok na timbo jala ikkon mangalosi tombak namansai jorbut. marluga solu tu Ransang Bosi. songoni nang lahi-lahina. Tung longang do boru Saroding alana mansai hatop do halahi sahat. Manginsir ma ulok na bolon i haruar sian jabu manuju tombak. Dung sidung mangaloppa dht mangan halahi. suansuaonon. Dang sadia leleng. ditogu-togu tunggane doli na i. tung so hir do hodok ni halahi. Humalaput ma boru Saroding manabunihon ibotona natolu i tu ginjang ni para-para. dang di si amantanai. dihatahon lahi-lahi ima sakkap na. Sada tikki ro ma duatsa akka iboto ni boru Saroding mangebati halahi tu dolok ni Ulu Darat. alai uluna dang songon bohi dohot ulu ni ulok. mardisir-disir do soarana. diboto boru Saroding do parroni tunggane doli na sian tombak langa-langa. “Modom ma hita. pidong. asa unang dibereng tunggane doli na i. ai dang jolma biasa hape. Ai sai masihol do inna halahi marnida iboto hasian ni halahi. Pamatang na pe mansai togap. Lam longang ma ibana ala di dok tunggane doli nai hutana di ginjang ni dolok. Busisaon ma boru Saroding. Tikki dungo ibana di manogotna. Dang loja ibana namandalani dolok na rais i.” Alai sai lulu do tunggane nai di uap ni . “Ai songon na adong uap ni pamatang ni manisia huanggo?” inna ibana manukkun boru Saroding. alana diboto ibana do siallang jolma do ibana molo tikki gabe ulok. Mandapothon bot ni ari. Tarpodom ma halahi sahat tu manogot na. dipasaut ma parbogasonni boru Saroding dht lahi-lahi i. Sian nadao pe nungnga diboto ibana soara ni ulok i.” inna boru Saroding. Dung sidung ulaon parbogason. humalaput ma ibana mambahen sipanganon ni lahi-lahi nai. Ala nungnga lomo rohani boruna. Longang ma natoras dht akka iboto nang anggina ala ro sian tao boru Saroding mardongan sada baoa. mengkel suping sambing do ibana tu lahi-lahi nai patudu holongna. alai dang maol didalani halahi nadua. Las dope rohani boru Saroding. Sude do halahi pintor tarhatotong mamereng bohi dht pangkataionni lahi-lahi i. dang dibereng ibana tunggani dolina. Dang pola dipataridahon boru Saroding songgop ni rohana. sombu jala puas do halahi namaribot manghata-hatai dht marsipanganon. Alai paulak so diboto ibana ma. Dang sadia leleng dibege ibana ma tunggane dolina manjou goarna. Alai anggo mata dohot igung ni tunggane doli nai sai maos do momar jala dipasittak-sittak ala adong inna uap ni jolma di jabu i. naeng pangido onna boru Saroding naeng gabe parsonduk bolon na. aili. Mabiar ma ibana molo tarboto tu lahi-lahi na sombaon i na ro akka iboto na mandapothon halahi marsihol-sihol. Dilehon do akka sipanganon natabo tu akka iboto nai. asa dibukka pittu ni jabu. boras ni hau. Sahat ma halahi tu undung-undung ni lahi-lahi i. asa pintor dipatandahon baoa i tu natorasna. “Dang pola boha i. Botari nai mulak ma tunggane doli nai mamboan akka nalaho sipanganon ni halahi. tading ma boru Saroding di jabu. Dang dipaloas loja mula ulaon. dohot akka na asing. alai pintor songon na asing ma panganggona. Dibereng ibana tu pudi nang tu jolo. martabuni di toru ni bukkulan ni jabu. Songon na hona dorma do halahi mamereng bagak ni rumang ni lahi-lahi i. ai pintor sikkop do sude akka naniporluhon ni hasida nadua. Jeppet ni hata.” inna tunggane dolina mangalusi. pintor ditutuphon ibana ma pittu ni jabu i. manghatai ma tunggane doli nai tu boru Saroding. Malo do lahilahi nai mambahen si parengkelon. Hinsat ma boru Saroding mambuka pittu jala pittor dihatahon ibana ma tu tunggane dolina i na adong sada ulok na mansai bolon di jolo ni jabu i. na sipata gabe ulok sipata gabe jolma. Tung mansai biar jala manolsoli ma dirina napintor olo manjalo hata ni baoa i dang jolo manat dirimangi. Dung sidung marsipanganon. Las ma tutu roha ni lahi-lahi i mamereng boru Saroding. Hurang tibu nian didok rohana sahat tu huta. ulok na burju doi. modom ma halahi. songon ulok na hea diberengsa di jolo ni jabu i. Tung mansai naburju do tunggane doli nai marnioli. pittor dioloi jala dipaboa Guru Solandason ma tu akka dongan tubuna. mardomu muse tikki namardalan halahi manganangkohi dolok natimbo i. Tarsonggot ma ibana ala dibereng ibana manginsir sada ulok namansai bolon di tonga-tonga ni hau di joloni alamanni jabu i. Mabiar ma boru Saroding. ala mabiar ibana murung annon ulok i. Sahat ma tu jabu amanta na i.

” Diundukhon boru Saroding ma. dipasonang-sonang ho do ahu saleleng on. Marsijalangan ma hasida. jala godang mas nang hotangna. Alai didok ma hata na parpudi: “Boru Saroding nauli. dung parsonduk bolonmu au.” Dungi didok lahi-lahi nai ma padan songon paborhathon boru Saroding naung hundul di solu: “Dekke ni Sabulan tu tonggina tu tabona. Tung mansai tonang do tao Toba. “Ba hea do lak songon on ma lehonon na tu hula-hula na?” inna halahi mardongan rimas. markilo-kilo godangna. sarupa mai sabulan di saonari). gabe mamora jong attong iboto ni boru Saroding nasasada on. dang adong umbak jala alogo pe mansai lambok. “Sombakku ma tunggane doli. gabe naniulana. Hodo tungganekku.” Borhat ma boru Saroding.” inna baoa i mangalusi. Songon na borat do diundukhon lahi-lahi nai pangidoanni boru Saroding. Dung sahat halahi di huta nasida. ala tung mansai masihol ibana inna. Dung binsar mataniari marsakkap ma borhat akka Pandiangan natolu i mulak tu Samosir. Hata ni legenda. dipangido boru Saroding ma tu tunggane na asa dipaloas ibana mandulo huta ni natorasna. Jadi sabintang. Tao ipe pintor timbo galumbangna. Marsogot nai pintor di suru ma inanta be mambukka gajut i asa tarboto manang aha do isana. palias ma i. pinompar ni Pandingan on ma nahasea jala akka namora. pintor ro ma alogo halisunsung dht udan na marimpot-impot. bintang do. Alai martahan do anggina i dang mambukka gajut i sampe pitu ari. “Adong gorathu dang na laho mulak be ho tu Ulu darat on. manang ise si ose padan tu ripurna tumagona. Pintor mulak pe au.” inna boru Saroding mangelek. Dang pola leleng. Dilehon ibana ma sada-sada be gajut nagelleng naung marrahut tu akka hula-hula nai. Sai dilugai ibana solu nai alai dang tolap mangalo umbaki. alai dang sadia leleng gabe horbo dohot lombu ma gulok-gulokhi. langit pe mansai tiar. Mabiar jala songgot ma rohani boru Saroding. Ala nungnga sai torus dipangido jala dielek boru Saroding. Dibolokkon ma gajut i. ba dipaborhat lahi-lahi nai ma ibana sahat tu topi tao ni Ransang Bosi. Mulak ma halahi tuat sian dolok Ulu Darat. Jeppet ma sarito. hunik. hotang. Dung hira-hira piga bintang (najolo. “Sombakku ma raja nami. “paloas ma akka ibotokki mandulo hita.” Ujung na rupani didok baoa i ma asa dijou duatsa iboto ni boru Saroding i asa tuat tu bagas ni jabu sian partabunion nasida di toru ni tarup. mardongan biar dipaboa boru Saroding ma naro do hula-hula ni halahi sian Samosir ala masihol mamereng halahi nadua. sabar do paimahon pitu ari. Dang pola sadia dao dope boru Saroding marluga. Jadi porsea do au di hatam namandok tung mansai holong do roham tu au. jala gabe godang ma tubu hotang di pudi dohot panimpisan ni jabu. jai dang dibukka ibana gajut na ditiopna. jala borngin i gabe holan namanghata-hatai ma sahat tu manogot. dang bulan di dok. Jai ikkon marpadan do hita diparborhathon songon mangarahut holong ni roham tu au. Tek ma rupani. Di ari papituhon. jala didok songon on: “Dok ma padan i tunggane dolikku naburju. hape nungnga loja halahi mangebati tu dolok Ulu Darat. Tung mansai godang do horbo dohot lombu i. marsolu ma muse sahat tu Samosir. Somba on do ho! Ulok nabolon! Unang dirippu ho nalaho mulak be au tu ho! Palias mai. dipatorang ma rupani tu inanta na be pardalananni nasida jala dipatuduhon ma boan-boan na nilehon ni lae nasida. Sada bulung do inna dibuat lahi-lahi nai dibahen gabe solu nalaho dalan ni boru Saroding. alai unang pintor bukka hamu gajut on di dalan manang dung sahat hamu tu huta muna. sada Pandiangan on dang sabar paimahon pitu ari songon natinonahon ni lae nai. marjanji do ibana dang leleng di huta ni natorasna. ba ujung na rupani. Alai molo anggina siampudan (molo so sala). sampe do ponjot alamani ni huta i. Sinur nang pinahan. Tading ma lahi-lahi nai manatap sian topi ni tao. “Nauli ma raja nami. Ai holan alani namasihol do hula-hulattai asa ro halahi tu tu dolok Ulu Darat on. asa dipaloas tunggane na. bohina tung lungun do ditadinghon parsonduk bolon na mansai dihaholongi rohana. “Hatop pe au mulak. dohot akka gulok-gulok do isina. manaili ma ibana tu pudi. Pintor haruar ma godang akka gulok-gulok. dilugahon ibana ma soluna–na sian bulung-bulung i. holan dibukka ibotoni boru Saroding gajuti. Sai dielek-elek boru Saroding ma lahi-lahi nai. Songon na marungut-ungut ma sada Pandiangan on alana holan gajut nagelleng naso diboto isi na do di lehon lae nai tu hasida. sahat tu sadari on.” inna ibana mangelek. holan tano.manisia i. Ai so jolma ho…” Holan sae didok boru Saroding hatana. “Ai aha do lehononmu na lae tu hami songon boan-boan nami tandani naung niebatan huta muna boru nami?” inna sahalak Pandiangan iboto ni boru Saroding i. dibukka ma gajut i di alaman ni huta.” inna ibana do mangelek. sarupa do isina manang dang. ai dang jolma ho hape. Dang sadia leleng pintor balik ma solu na.” Diundukhon akka iboto ni boru Saroding ma hatani lae nai. Hunik nasian gajut i pe gabe mas. manongnong ma ibana jala gabe dohot ma ibana sombaon pangisi ni tao i… . didok ibana ma songon on: “Peh…! Bursik ma ho. Alai didok ibana ma: “Holan on do pe naboi tarpatu au raja nami. Jai porsea do au ikkon hatop do ho mulak sian huta ni natorasmu. boru ni raja do ho. Sai dijujui ma asa anggina na sada nai mambukka gajut i.” inna tunggane doli nai. Dung pitu ari pe asa boi ungkapon muna gajut on. Muruk ma ibana. diburai ma tunggane doli ni ibotonai jolma nasomaradat.

ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil. ayah dan ibu mereka pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan. maka tombak pusaka jatuh kepada anak sulung.” Alani holong na tu boru Saroding. pintor dabu do annon anggir i. pada zaman dahulu di daerah Silahan. sepasang suami-istri itu belum juga kembali. ketika hendak membagi harta warisan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. tombak pusaka itu diberikan kepada Datu Dalu. nungnga hudalani inganan on. Janji Raja. Pada suatu hari. Dengan sekuat tenaga.” “Baiklah. “Wah. Dolok Martahan. Sesuai hukum adat tersebut. Hatoguan. asalkan kamu sanggup menjaganya jangan sampai hilang. Tapanuli Utara. Akan tetapi saat hari sudah menjelang sore. sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima. “Duggg…!!!” Tombak pusaka itu tepat mengenai lambungnya. godang hian dope hau songon tombak. Mogang. Alai molo maruntung do naro tu si. inangudakku. . Sangmaima pun sangat senang. berangkatlah Sangmaima ke hutan. hutogihon akka ito. alai dang boi buaton i. Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi di hutan. kedua abang-adik itu membopong orang tua mereka pulang ke rumah. Yang sulung bernama Datu Dalu. Ayah mereka adalah seorang ahli pengobatan dan jago silat. Ia hanya menemukan gagang tombaknya di semak-semak. mereka menemukan kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau. adong do sada inganan namargoar “Parpangiran ni Namboru boru Saroding. Dik?” “Aku ingin berburu babi hutan. namboru. celaka! Tombak itu terbawa lari. Menurut adat yang berlaku di daerah itu. dang boi mambolokhon akka na kotor tu taoi. Tamba. dang marsitijur. Di Sabulan pe.” “Aku bersedia meminjamkan tombak itu. hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit. di huta Pandiangan. Sesampainya di hutan. Namun. semacam tanaman benalu. Usai acara penguburan. Oleh karena itu.Sahat tu sadari on dihaporseai sabagian pangisini Rassang Bosi. manang marbot. Simbolon. diboan ma i tu jabuna be.” Setelah itu. Ia pun meminta ijin kepada abangnya. sebagai anak sulung. “Bang. namun pengejarannya sia-sia. dilemparkannya tombak pusaka itu ke arah binatang itu. apala di topi ni dolok Ulu Darat i. apa yang terjadi? Ternyata babi hutan itu melarikan diri masuk ke dalam semak-semak. Sangmaima mulai panik. do turi-turian on–dohot nagabe boru Saroding pangisini tao i. keduanya baru menyadari bahwa orang tua mereka tidak memiliki harta benda. apabila orang tua meninggal. Jala lahi-lahi ni boru Saroding gabe dijouhon do i “Amangboru Saroding. Bang! Aku akan merawat dan menjaganya dengan baik. Tanpa berpikir panjang. bolehkah aku pinjam tombak pusaka itu?” “Untuk keperluan apa. karena dikiranya babi hutan itu sudah roboh.” gumam Sangmaima dengan perasaan cemas. Sang Ayah ingin kedua anaknya itu mewarisi keahlian yang dimilikinya. Ia pun segera mengejar babi hutan itu. ia pun melihat seekor babi hutan yang sedang berjalan melintas di depannya. Sesampainya di hutan. Sabulan. Percaya tidak percaya. Sai manat-manat do halak molo mangalewati tao i. kecuali sebuah tombak pusaka. Pada suatu hari. Sementara mata tombaknya masih melekat pada lambung babi hutan yang melarikan diri itu. jala unang tuit-tuit molo pas marsolu. di ranting ni hau i tubu utte pangir (jeruk purut). Palipi. Adong do sada hau nabolon di ginjang ni mual na diyakini akka jolma (kessuali akka pangula ni huria) songon inganan parpangiran ni boru Saroding. aku harus mengambilnya kembali. markapal. (panuturi: Suhunan Situmorang. hiduplah sepasang suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Tokka do inna molo dibuat. cari Alkisah. Akhirnya. penulis novel „Sordam‟) Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan. Datu Dalu dan adiknya memutuskan untuk mencari kedua orang tua mereka.” Buni do inganan on. olo ro parmaraan. bahat do inna halak naung hea mamereng: ulok na saganjang hau ni harambir/kalapa do inna marlange-lange di tao i. Alana sian na met-met nungnga manusia na sok ingin tahu au. sipata tuat do inna ibana sian Ulu Darat tu tao i. alana au sandiri pe mabiar do mardalan sandiri tusi.

“Aku seorang putri raja yang berkuasa di istana ini. dan tampaklah sebuah mata tombak menempel di perut wanita cantik itu.” Baiklah. Tak jauh di depannya. ia tidak langsung pulang ke rumahnya. ia menemukan sebuah lubang besar yang mirip seperti gua. siapa pula pemilik istana ini?” tanyanya dalam hati.” kata Datu Dalu kepada adiknya dengan nada kesal. Bang! Aku tidak berhasil menjaga tombak pusaka milik Abang. ia pun mengadakan selamatan. Wanita burung Ernga! Besok pagi-pagi sekali kau harus pergi dari sini tanpa sepengetahuan abangku.” kata Sangmaima dalam hati. Kini aku hanya berharap Tuan bisa menyembuhkan lukaku.” “Baiklah. Setelah mengetahui adiknya juga melaksanakan pesta dan sangat ramai pengunjungnya. Pada malam harinya. lalu berpamitan pulang. Adikku! Aku akan menjaganya dengan baik. apa pun caranya. “Sudah. Sesampainya di tengah hutan.” Berbekal ilmu pengobatan yang diperoleh dari ayahnya ketika masih hidup. sehingga ia mengira kamu hilang. “Aduhai.” ucap Sangmaima dengan takjub. ia pun bermaksud meminjam pertunjukan itu untuk memikat para tamu agar mau datang ke pestanya.” jawab Sangmaima. “Tapi. ia pun memberanikan diri masuk lebih dalam lagi. Ia bermaksud menemui wanita burung Ernga itu secara sembunyisembunyi pada saat pesta abangnya selesai. Alangkah terkejutnya Sangmaima. ia tidak mengundang adiknya.” “Baiklah. terlihat seorang wanita cantik sedang tergeletak merintih kesakitan di atas pembaringannya.” lapor Sangmaima. Sangmaima berhasil menemui wanita itu dan berkata: “Hai. Pencariannya kali ini ia lakukan dengan sangat hati-hati. Wanita burung Ernga sudah tidak di kamarnya. Namun sayangnya. Sangmaima mampu mengobati luka wanita itu dengan mudahnya. “Sepertinya mata tombak itu milik Abangku.” “Tidak apalah. Ia kemudian menghampirinya. Namun. “Hai. pesta yang dilangsungkan di rumah Datu Dalu sangat sepi oleh pengunjung. yaitu pesta adat secara besar-besaran. jangan banyak bicara! Cepat berangkat!” perintah Datu Dalu. ia pun menyapa wanita cantik itu. Sementara itu. Saat itu pula Sangmaima kembali ke hutan untuk mencari babi hutan itu.” gumam Sangmaima. melainkan menyelinap dan bersembunyi di langit-langit rumah abangnya. sehingga adiknya memutuskan untuk mengadakan pesta sendiri di rumahnya dalam waktu yang bersamaan. karena tidak berhasil menjaga wanita . Oleh karena penasaran. Ia pun mulai cemas. Tuan!” jawab wanita itu. Hal itu membuat adiknya merasa tersinggung. Keesokan harinya. “Maaf. gawat! Abangku pasti akan marah kepadaku jika mengetahui hal ini. Sangmaima. sehingga menyerupai seekor burung Ernga.” “Kenapa mata tombak itu berada di perutmu?” “Sebenarnya babi hutan yang kamu tombak itu adalah penjelmaanku. ia mengadakan pertunjukan dengan mendatangkan seorang wanita yang dihiasi dengan berbagai bulu burung. ia menyurusi lubang itu sampai ke dalam. Pada saat pesta dilangsungkan. asalkan Abang bisa menjaga wanita burung Ernga ini jangan sampai hilang. Untuk memeriahkan pestanya. “Aku tidak mau tahu itu! Yang jelas kamu harus mengembalikan tombok itu. ia pun berpamitan untuk mengembalikan mata tombak itu kepada abangnya. babi hutan itu sudah melarikan diri masuk ke dalam hutan. dalam pesta tersebut. ternyata di dalam lubang itu ia menemukan sebuah istana yang sangat megah. Abangnya sangat gembira. Putri! Sungguh aku tidak tahu hal itu. Tombak itu terbawa lari oleh babi hutan. Ia menelesuri jejak kaki babi hutan itu hingga ke tengah hutan. gadis cantik! Siapa kamu?” tanya Sangmaima. Bang! Hari ini juga aku akan mencarinya. indah sekali tempat ini. ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada Abangnya. Akhirnya. Sangmaima segera mengantar wanita burung Ernga itu ke rumah abangnya. Namun. Dengan hati-hati. Tuan! Semuanya sudah terlanjur. banyak orang yang datang untuk melihat pertunjukkan itu. Setelah itu.” Setelah pestanya selesai.“Waduh. karena tombak pusaka kesayangannya telah kembali ke tangannya. “Adikku! Bolehkah aku pinjam pertunjukanmu itu?” “Aku tidak keberatan meminjamkan pertunjukan ini.” “Maafkan aku. Datu Dalu sangat terkejut. Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Untuk mewujudkan kegembiraan itu. Setelah wanita itu sembuh dari sakitnya.

“Maaf Adikku! Aku telah lalai. sehingga piring itu jatuh di kampung Datu Dalu yang pada akhirnya juga menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Si Pinggan. semua tanam-tanaman tumbuh dengan segar sehingga guru Hatimbulan memotong seekor lembu untuk mendamaikan kekuasaan jahat itu. cari Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pulau Samosir di desa si dugur-dugur tinggallah seorang laki-laki bernama guru Hatimbulan. Datu Dalu kemudian mengambil lesung lalu dilemparkan ke arah adiknya. Karena kepala persatuan pemujaan roh-roh menjadi risau ia pergi menjumpai guru Hatimbulan dan mengatakan kepadanya : mengapa keadaan yang seperti ini tidak berubah-ubah karena kejadia belum pernah terjadi mereka pergi untuk mencari sebabnya dan mengajak kepada Debata atau dewa yang adil sehingga guru Hatimbulan menjawab :” semua bisa terjadi” lalu raja Bius mengatakan :” semua orang heran mengapa istrimu begitu lama hamil para bidan menerangkan bahwa kehamilan itu telah terlalu lama karena perkataan itu maka timbullah pertengkaran akan tetapi tidak ada yang cidera atau mati. “Abang harus menemukan burung itu. Beliau adalah seorang si Baso atau pendeta namanya datu Arak ni pane. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral.” seru Sangmaima. sehingga lesung itu melayang tinggi dan jatuh di kampung Sangmaima. Di mana dia?” tanya Sangmaima pura-pura tidak tahu. Keduanya pun saling menyerang satu sama lain dengan jurus yang sama. yang satu kiranya di bawa ke barat dan yang satu lagi di bawa ke timur. semua penduduk kampung itu menganggap keadaan itu hal yang gaib. Sesudah perempuan itu hamil maka luar biasa lamanya barulah anak itu lahir. Sehabis pesta tamu-tamu telah menasehatkan supaya anak-anak itu jangan kiranya bersama-sama di asuh. danau tersebut diberi nama Danau Si Losung. Tanpa diduga.burung Ernga itu. Demikianlah cerita tentang asal-mula terjadinya Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan di daerah Silahan. tidak bisa menjaganya. seekor anjing kurus membawa mereka dalam setiap hari guru Hatimbulan membawa mereka setelah anak-anak itu menjadi dewasa maka putri atau gadis itu ketika berjalan-jalan kebetulan melihat sebuah pohon bernama pui-piu tanggu. tidak ada yang kalah dan menang. Ada dua pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran. Tiba-tiba saja dia menghilang dari kamarnya. “Dik! Bagaimana jika aku ganti dengan uang?” Datu Dalu menawarkan. yaitu agar tidak bersifat curang dan egois Silinduat/ Kembar. akan tetapi guru Hatimbulan tudak mengendalikan nasehat arif bijak sana dari pengetua-pengetua dan kepala itu. Sangmaima ingin membalas serangan abangnya. sehingga perkelahian itu tampak seimbang. Pohon itu mempunyai buah yang masak dan manis. Ia pun mengambil piring lalu dilemparkan ke arah abangnya. si boru Tapinuansa ingin makan buah-buah itu karena . Kabupaten Tapanuli Utara. Saat itu juga perempuan itu melahirkan anak kembar. Mereka sudah lama menikah tetapi belum juga di karuniai seorang anak. Sementara itu. saat itu juga terjadi kelaparan juga teriknya tak tertahankan. tempat jatuhnya lesung itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah danau. Guru Hatimbulan mendirikan gubuk kecil di bukit suci. Namun sang Adik berhasil menghindar. belum ia mencarinya. Sangmaima tidak bersedia menerima ganti rugi dengan bentuk apapun.” gumam Datu Dalu. Namun. Gawat! Adikku pasti akan marah jika mengetahui hal ini.” jawab Datu Dalu gugup. Kecamatan Lintong Ni Huta. istimewa yang berlainan jenis adalah satu masalah yang sangat tidak baik menurut pahamter. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. “Aduh. Oleh masyarakat setempat. Istrinya bernama Nansindak panaluan. seorang anak laki-laki dan perempuan seketika itu juga maka hujan pun turun lebat. Akhirnya pertengkaran pun terjadi. kemana dia membawa anak-anak itu. sebab kelahiran kembar. “Bang! Aku datang ingin membawa pulang wanita burung Ernga itu. tiba-tiba adiknya sudah berada di depan rumahnya. dan perkelahian antara adik dan abang itu tidak terelakkan lagi. Lamakelamaan terbuktilah apa yang diungkapkan pengetua itu benar-benar. kerah tanah menutupi hubangan-hubangan dan rawa-rawa. Ia juga mengundang semua pengetua-pengetua dan kepala-kepala dalam perjamuan itu dimana nama anakanak itu akan di umumkan putra itu di beri nama Aji donda atahutan dan putri itu di bri nama Si boru Tapi nauasan. Datu Dalu pun berhasil menghindar dari lemparan adiknya.

Simardan Kota Tanjungbalai. cari Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka.” jelasnya. Kedua anak itu menjerit minta tolong akan tetapi suara sedih hilang dalam gelap gulita itu. dan Tanjungbalai merupakan daerah yang ditujunya. warga Jalan Mesjid P. Di pelabuhan. Pada suatu hari.58 LU (Lintang Utara) dan 0. Berasal Dari Tapanuli Sebelum terjadinya peristiwa tersebut. Donda heran melihat kejadian itu dan menayakkan mengapa sampai terjadi hal ini. Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu. pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahuntahun tidak bertemu. Donda memanjat pohon itu dengan maksud menolong saudaranya. Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya. melainkan di hulu Tanjungbalai. Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis.3 meter dari permukaan laut. “Daerah asal Simardan bukan Tanjungbalai. Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya. Pulau Simardan masih sebuah perairan tempat kapal berlabuh. Lokasi berlabuhnya kapal tersebut. Di antaranya. dia pergi ke tempat yang tergambar dalam mimpinya. Simardan sebenarnya berasal dari hulu Tanjungbalai atau sekitar daerah Tapanuli. berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas. Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim.Daem. suatu hari ibunya yang tua renta. Beberapa hari kemudian ia menemukan datu parponsa ginjang memperkenalkan dirinya. tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh. akibat durhaka terhadap ibunya. Ia menerangkan dengan pasti bahwa ia dapat melepaskan orang-orang itu. Bahagia anaknya telah kembali. ia mengambil dan memakainya akan tetapi ia di telan pohon itu dan ia menjadi satu dengan pohon tersebut. . 75. apa saja yang ia minta diberikan tetapi ia menjadi putus asa. kata Marpaung. warga Jalan Binjai Semula Jadi Kota Tanjungbalai. Bahkan.90 ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 144. dengan tujuan merubah nasib keluarga. tetapi kutuk lah dirimu sendiri lalu roh itu berkat ” jikalau begitu semestinya bapak pergunakanlah saya dari sekarang sebagai Simardan. Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai. Menurut keterangan masyarakat kepadanya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. dia pergi merantau ke negeri seberang. Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya. wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. Guru Hatimbulan mendengarnya ia menjawab janganlah kutuk saya. Walaupun peristiwa tersebut terjadi di daerah Tanjungbalai. Berbeda dengan Simardan. ditepis Simardan. Esoknya. H. Menjual Harta Karun Dari berbagai cerita atau kisah tentang legenda anak durhaka. namun pendiriannya tetap tidak berubah. guna mencari peruntungan. mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. Guru Hatimbulan telah kehabisan akal ia telah banyak mengeluarkan uang untuk datudatu keperluan gondang dan kurban untuk roh-roh. Dekat pada pohon tersebut sehingga gadis tersebut menyahutinya. Tanjungbalai. Tidak diduga. Selain itu. hanya saja kepalanya masih kecil dan kelihatan. akan tetapi ia juga lengket di pohon tersebut.” tutur Marpaung. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan. Saudaranya menunggu sampai sore dalam kebimbangan mengenai nasib saudaranya kemudian dia pergi ke hutan untuk memeriksanya sambil memanggil-manggil namanya dengan suara yang nyaring. Simardan berencana menjual harta karun yang ditemukannya itu. Simardan adalah anaknya. Di Kota Tanjungbalai. di Jalan Sentosa Kelurahan Pulau Simardan Lingkungan IV Kota Tanjungbalai. kata tokoh masyarakat di P. dia merantau ke Malaysia untuk menjual harta karun yang ditemukannya di sekitar rumahnya. 80. Daem mengatakan. Sedangkan luasnya sekitar 6.979 jiwa (sensus 2003-red).itu ia memanjat buah pohon tersebut. Besok paginya anjing mereka datang berlari-lari maka ia pun ikut juga tertelan di pohon itu hanya saja kepalanya kelihatan. terletak di 20. pelukan kasih dan sayang seorang ibu. Simardan. ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. yakni Pulau Simardan. Karena. dan memukan berbagai macam perhiasan yang banyak. Hal itu juga dikatakan tokoh masyarakat lainnya. Kemudian.052. biasanya anak pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Anak Durhaka. “Simardan bermimpi lokasi harta karun. seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan. Abdul Hamid Marpaung. dan mengatakan. yaitu daerah Porsea Tapanuli.

wanita tua itu lalu berdoa sembari memegang payudaranya. menurut H. tidak satupun kerajaan yang mampu membayar harta karun temuan Simardan. Mereka diberikan tempat hidup di hutan Pulau Simardan.” tutur Marpaung. “Karena miskin. Akibatnya. ternyata sikap dan perlakuan Simardan tidak seperti yang dibayangkannya. Usai berdoa. lalu menemui seorang dukun sakti untuk menanyakan apa yang bakal terjadi dengan anak yang ada di dalam kandungannya. Tapi setibanya di Tanjungbalai. Raja ini mempunyai seorang saudara putri yang bernama siboru Sandebona yang kemudian kawin dengan raja Panuasa dari kampung Uluan.Daem. kata Daem dan Marpaung. sehingga kapal tersebut hancur berantakan. Begitulah setelah lahir. Dusun sakti kemudian memberikan jawaban bahwa bayi ini akan menjadi seorang laki-laki yang memiliki kharisma dan kelebihan tersendiri. tujuan Simardan pergi merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Kalau menurut Marpaung. Simardan juga mempersunting putri kerajaan itu. jelas Marpaung. Penemuan terjadi. Hal ini disebabkan para pelayan dan isterinya tidak ada kaitan dengan sikap durhaka Simardan kepada ibunya. masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan. Berbeda dengan keterangan Marpaung. Simardan datang ke Tanjungbalai dilandasi karena tidak memiliki keturunan. Hal itu dilakukan Simardan. karena dia malu kepada isterinya ketika diketahui ibunya belum mengenal agama. Namun. Di samping itu. ibu Simardan kemudian berangkat menuju Tanjungbalai bersama beberapa kerabat dekatnya. tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan.Suatu saat Siboru sandebona mengandung seorang anak laki-laki. kemudian Siboru Sandebona kebingungan. “Sekitar empat puluh tahun lalu.” jelas Marpaung. berupa makanan khas keyakinan mereka yang belum mengenal agama. Sedangkan tubuh Simardan. menurut cerita Marpaung dan Daem. Dengan sukacita. tunjukkanlah kebesaran-Mu. Gembira anak semata wayangnya kembali ke tanah air. bayi ini diberi nama Sipiso Somalim. Setelah dewasa Sipiso Somalim sudah . Setelah beberapa tahun di Malaysia. Malu Setelah berpuluh tahun merantau. Kedatangannya ke Tanjungbalai. Daem. berdiri kerajaan besar dan kaya di Tanjungbalai. cari Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan. yang diduga berasal dari kapal Simardan. Bahkan. ketika masyarakat menggali perigi (sumur). Raja yang sangat makmur dan kaya raya.” Kera Putih dan Tali Kapal Setelah diperlakukan kasar oleh Simardan. Sesampainya di Tanjungbalai.” begitulah kira-kira yang diucapkan ibu Simardan. berita kedatangan Simardan di Tanjungbalai disampaikan masyarakat kepada ibunya.” ungkapnya. Selain tali kapal ditemukan juga rantai dan jangkar.” Sementara menurut H. Lebih lanjut dikatakan Marpaung. Jadi atas saran orang tua di Malaysia. Simardan tidak mengakui sebagai orangtuanya. “Hidangan yang disiapkan ibunya adalah makanan yang diharamkan dalam agama Islam. pasangan suami isteri itu pergi ke Tanjungbalai. akan tetapi setelah genap waktunya bayi ini tidak kunjung lahir. Simardan akhirnya kembali ke Tanjungbalai bersama isterinya. akibat bertambahnya populasi manusia di Tanjungbalai khususnya di Pulau Simardan. kata Marpaung.jelas Marpaung. sang ibu lalu mempersiapkan berbagai hidangan. sehingga dia terpaksa pergi ke Malaysia. Para pelayan dan isterinya berubah menjadi kera putih. “Kalau dia adalah anakku. ibunya memakai pakaian compang-comping. untuk berdagang sekaligus mencari bahan-bahan kebutuhan. Tapi dengan ditemukannya tali. menurut Daem. rantai dan jangkar kapal membuktikan bahwa dulu Pulau Simardan adalah perairan Legenda Sipiso Somalim. tergantung persepsi kita. Simardan membantah bahwa orang tua tersebut adalah wanita yang telah melahirkannya. kera putih itu tidak pernah terlihat lagi. turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar. “Benar tidaknya legenda Simardan. “Salah satu kerajaan di Pulau Penang Malaysialah yang membeli harta karun tersebut. sekitar tahun lima puluhan masyarakat menemukan tali kapal berukuran besar di daerah Jalan Utama Pulau Simardan. perlakuan kasar Simardan karena malu melihat ibunya yang miskin. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Simardan akhirnya berhasil menjadi orang kaya dan mempersunting putri bangsawan sebagai isterinya. “Makanan yang dibawa ibunya adalah bukti bahwa keyakinan mereka berbeda.

karena dengan pakaian ini kharisma Sipiso Somalim langsung pindah Sipakpakhumal. dia tidak menghiraukan apa yang telah diperbuat Sipakpakhumal tadi. “sejak sekarang ini sayalah yang menjadi Sipiso Somalim dan kau menjadi Sipakpakhumal. Setelah berjalan beberapa hari akhirnya mereka tiba di Rura Silindung tempat Punsahang MataniariPunsahang Mata ni Bulan. Melihat sejuknya air pancuran ini. Adapun Sipakpakhumal sejak keberangkatannya dengan Sipiso Somalim sudah memiliki niat jahat bagaimana agar dia dapat berperan sebagai Sipiso Somalim agar selanjutnya dapat memperistri putri Punsahang Mataniari. Selama dalam perjalanan. suatu ketika dia menyampaikan hasrat tersebut kepada pamannya. Punsahang Mataniari semakin menyadari bahwa ada yang tidak beres diantara Sipiso Somalim dan Sipakpakhumal. Pada usia sudah matang. dan selama itu pula Sipakpakhumal tidak habis piker bagaimana perasaan ibu yang dia tinggalkan sebab sebelum berangkat dia berpesan kepada ibunya agar ibunya memperhatikan sebatang pohon yang dia tanam di dekat rumahnya. Kedatangan kerbau ini. Mendengar semua ini Sipiso Somalim tidak dapat bebuat apa-apa kecuali hanya tunduk serta menerima apa yang terjadi. Kemudian Punsahang Mataniari memanggil Sipakpakhumal untuk mengiring kerbau tadi. namun kerbau ini dapat disuruhnya bekerja sendiri untuk membajak sawah itu. dengan jalan yang penuh resiko. Lalu suatu ketika ibunya memberangkatkan Sipiso Somalim yang didampingi seorang pengawalnya yaitu Sipakpakhumal. Akan tetapi untuk sementara. kita akan terus menuju kampung Pusahang Mataniari dan jangan sekali-kali bicara pada siapapun bahwa aku telah menggantikanmu sebagai Sipiso Somalim. Dengan kejadian ini. Akan tetapi saat dia mendekat kerbau ini mengamuk dan hampir menanduk Sipakpakhumal. tetapi mereka tidak menunjukkan bahkan memperlakukannya Sipiso Somalim seperti keluarganya sendiri. Maka dengan diam-diam dia mengenakan pakaian kebesaran Sipiso Somalim seperti layaknya seorang raja. Sipiso Somalim berangkat menuju kampung pamannya Rura Silindungdn menelusuri hutan lebat. dia hanya duduk tenang.” . Dalam sikapnya terhadap orang-orang sekitarnya. Bahkan semua tindak tanduknya mencerminkan sikap seorang anak-raja. dan sama sekali dia tidak dapat berbuat apa-apa. Kemudian dia menanggalkan pakaian kebesarannya dan selanjutnya meminta Sipakpakhumal untuk menjaganya. Lama kelamaan Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim makin menunjukkan sikap yang kurang baik terhadap keluarga pamannya maupun kepada Sipakpakhumal. Dengan mengenakan pakaian kebesaran serta bekal secukupnya termasuk “Pungga Haomasan” (obat penangkal lapar dan haus). Sehingga pada saat dia menggembalakan kerbau ini di sawah dia membuka tanduk . Pada suatu saat dia disuruh orangtuanya untuk membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau. Karena asiknya Sipiso Somalim mandi. Sipakpakhumal yang sebelumnya adalah Sipiso Somalim tetapmenunjukkan sikap baik pada Sipiso Somalim. Setelah siap mandi betapa terkejutnya Sipiso Somalim menyaksikan Sipakpakhumal yang telah mengenakan pakainnya. Adapun Sipakpakhumal yang merupakan Sipiso Somalim yang sebenarnya tetap diam dan tidak berani berbuat apaapa dan dia diperlakukan sebagai layaknya seorang pembantu. apabila pohon itu layu berarti dia mendapat kesulitan di tengah jalan. dan apabila mati maka dia telah mati diperjalanan. Meilhat Sipiso Somalim datang Punsahang Mataniari terus tahu bahwa dia adalah anak saudarinya yaitu Siboru Sandebona. kerbau ini langsung mendekat seperti bersujud. Ketika kerbau ini sampai Punsahang Mataniari memanggil Sipiso Somalim untuk mengiring kerbau ini kekandang. seperti ancaman dari binatang buas mereka pun berjalan hingga suatu hari tiba pada sebuah pancuran yang sangat sejuk. Sipiso Somalim dipanggil menjadi Sipakpakhumal dan demikian sebaliknya.menunjukkan kelebihan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Lalu dengan langsung dia memeluk Sipiso Somalim meskipun sebenarnya dia memiliki firasat bahwa ada yang kurang beres dengan keponakannya itu. Sipakpakhumal kemudian dengan menghunus pedang. Sipiso Somalim tetap saja pada pendiriannya untuk meminang putri pamannya. Semua ini tentu karena pamannya makin hari makin curiga terhadap Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim. Sipiso Somalim meminta agar mereka berhenti dan mandi untuk melepas rasa letih. bagi Sipakpakhumal mengetahui bahwa itu sengaja dikirim oleh ibunya dari kampung halaman. Sipakpakhumal menjadi Sipiso Somalim. mengerti. ibunya tidak kuasa lagi menolak permintaan Sipiso Somalim. dia sangat sopan dan berbudi baik. di kampung halaman. Perjalananpun dilanjutkan dan sejak itu. dan suara lantang berkata. Sebagaimana tujuan keberangkatan Sipiso Somalim untuk meminang putri pamannya. Pada saat Sipakpakhumal mendekat. lalu kemudian dia kembali mengirimkan seekor kerbau yang bernama “Horbo Sisapang Naualu”. pamannya menolak dengan cara halus dengan alasan agar jangan terburu-buru dulu. Rasa gelisah tetap menyelimuti hati ibu Sipiso Somalim. dan apabila hal ini kau ceritakan pada siapapun kau akan kubunuh.

Baik Punsahang Mataniari maupun putri sulung menganggap bahwa yang datang itu adalah Sipiso Somalim yang . Dengan perasaan berang sebenarnya ingin menghukum Sipakpakhumal ini. Acara sudah digelar akan tetapi tak satu orangpun dari pemuda itu berkenan di hati putrinya Punsahang Mataniari. Para pengawalnyapun mengikuti jejak pemuda tadi dan akhirnya mereka tiba pada suatu tempat yaitu tempatnya Sipakpakhumal untuk mengembalakan ternak tuannya. besok harinya pada pagi-pagi buta dia melarikan diri beserta istrinya yang menurut cerita berangkat menuju Sumatera Timur. Kemudian Punsahang Mataniari menawarkan kepada anak perempuannya nomor dua dan ternyata putrinya itu mau. putri Punsahang Mataniari pamit seolah-olah pulang ke rumah akan tetapi dia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar untuk mengamati dari dekat tindak tanduk Sipakpakhumal. Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengambil sebuah benda kecil yang disebut “pungga haomasan”. Pada siang hari. sang putri mengatakan kepada ayahnya bahwa dia sangat tertarik kepada pemuda tersebut dan meminta kepada ayahnya agar dia menyuruh para pengawal untuk mencari asal pemuda tadi. Lebih terkejut lagi. Dengan rasa gugup dan ketakutan. ternyata yang memainkan musik ini adalah Sipapakhumal. Sipakpakhumal menerima makanan itu dari putri Punsahang Mataniari. Pada kedua kalinya. Karena Punsahang Mataniari mengancam akan membunuh apabila dia bohong maka Si Piso Somalim mengaku dengan terus terang apa yang telah dia lakukan terhadap Sipakpakhumal sehingga Sipiso Somalim yang sebenarnya akhirnya dijadikan sebagai Sipakpakhumal dan demikian juga sebaliknya. dan pada saat acara berakhir tiba-tiba seorang pemuda dengan menunggang kuda “Siapas Puli” kembali hadir setelah menari-nari sejenak akhirnya menghilang.kerbau ini ternyata di dalamnya terdapat berbagai jenis alat musik dan perhiasan kerajaan sementara kerbau ini membajak sawah. dan ayahnya pun semakin yakin bahwa Sipakpakhumal yang dijadikan pembantu adalah Sipiso Somalim yang sebenarnya. Sipakpakhumal merasa bahwa putri Punsahang Mataniari sudah jauh lalu diambilnya nasi tersebut dan ditaburkannya untuk makanan burung yang semuanya mengelilingi Sipakpakhumal. datanglah putri Punsahang Mataniari untuk mengantar makanan Sipakpakhumal. kembali digelar acara adat dengan membunyikan seperangkat alat musik. dia memainkan alat-alat musik tadi sehingga karena merdunya segenap burung yang terbang diangkasa turut bernyanyi ria. Sehingga selama ini pun Punsahang Mataniari sebenarnya juga curiga karena pengetahuannya Sipakpakhumal tidak pernah makan tetapi tetap mengaku kenyang. dia sangat terkejut mendengar musik yang sangat merdu yang diiringi oleh nyanyi ria yang banyak bertengger diatas dahan. Para pengawalmya heran sebab ada tanda-tanda bahwa Sipakpakhumal lah lelaki yang baru saja hadir di pesta itu. karena sesaat setelah Sipakpakhumal berada di gubuknya lalu ia menukar pakaiannya seperti semula dan pakaian kebesaran itu adalah pemberian ibunya yang dikirimkan melalui kerbau itu dan setelah dia sampai dipondoknya. Menyaksikan semua apa yang terjadi putri Punsahang Mataniari cepat-cepat menemui dan memberitahukan apa yang dia saksikan kepada ayahnya Punsahang Mataniari. Pungga haomasan ini diberikan ibunya saat dia berangkat dahulu dan sampai saat itu tetap berada ditangannya. Sementara itu. dasar curiga. atas permintaan putri Punsahang Mataniari. Hingga pada suatu ketika. pada saat dia memperhatikan bahwa kerbau tersebut membajak sawah tanpa digembalakan Sipakpakhumal. Lalu malalui upacara adat mereka dikawinkan. Sipakpakhumal yang mengaku Sipiso Somalim semakin mendesak pamannya agar dia dikawinkan dengan putri pamannya. Punsahang Mataniari kemudian memangil si Piso Somalim serta bertanya apa yang pernah terjadi antara mereka berdua. namun diluar dugaan. Putri sulung Punsahang Mataniari meminta kepada ayahnya untuk menggelar upacara dengan membunyikan seperangkat musik dan mengundang semua pemuda yaitu anak raja-raja yang berada disekeliling kampungnya.Begitupun karena Sipakpakhumal menyadari kesalahannya dan merasa hidupnya akan terancam. Dengan hati tidak sabar. tiba-tiba seorang pemuda menunggang kuda dan berpakaian kerajaan tibatiba muncul dipesta itu. Pungga haomasan ini kemudian dicium dan dijilat lalu seketika itu dia kenyang sebagaimana layaknya makan nasi. Untuk menari dan dia ingin memilih salah satu dari antara mereka untuk menjadi suaminya. Setelah dekat. Para pengawal kemudian kembali dan melaporkan kepada Punsahang Mataniari bahwa mereka telah tidak menemukan jejak pemuda itu. Dengan kehadiran pemuda itu. semua orang tercengang dan seketika itu pula pemuda itu meninggalkan pesta itu. pakaian kebesaran itupun ditanggalkan dan memakai pakaian biasa. pamannya mempertanyakan kepada putrinya yang paling sulung agar berkenan menerima Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim menjadi suaminya akan tetapi dia menolak permintaan itu. akan tetapi karena Punsahanng Mataniari sadar bahwa Sipakpakhumal telah terlanjur menantunya sehingga dia tidak dapat berbuat apaapa.

cari Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk : meminta hujan. pergelangan tangan maupun kaki sehingga dapat bergerak dan berjalan sehingga patung tersebut menjadi seorang gadis cantik jelita. Wabah. mengobati penyakit. Suatu saat ia (Baragas Tunggal) melihat di udara pohon melayanglayang tanpa cabang. Baragas memohon kepada Mulajadi agar pohon tersebut diturunkan ke bumi dan ternyata dikabulkan. Beberapa hari kemudian saudagar kain dan perhiasan lewat lalu beristirahat ditempat tersebut. tetapi berhari-hari lamanya tidak ditemukan. sehingga motif yang terdapat pada tongkat Tongkat Tunggal Panaluan juga bervariasi. diteteskan ke bibir sehingga komatkamit. babi dan anjing. Pada saat itu pamannya menyampaikan maaf yang sebenarnya atas apa yang terjadi selama 7 tahun ini. Maka pergilah Datu Baragas kehutan untuk mencari kayu yang cocok dijadikan patung. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Saudagar melihat betapa cantiknya patung tersebut bila dikenakan pakaian dan perhiasan lengkap. diberi nama siboru Jonjong Anian Siboru Tibal Tudosan. Setelah selesai. suatu saat pamannya mengutarakan bahwa mereka memiliki hasrat untuk menjadikan Sipiso Somalim sebagai menantunya. kepersendian. Pertemuan dengan Punsahang Mataniari beserta seluruh keluarganya sangat mengharukan. tangga rumahnya dibuat dari pisau-pisau yang tajam. lalu meneteskannya ke mata patung. Sipiso Somalim akhirnya menikah denngan putri pamannya sesuai dengan keberangkatannya untuk menemui pamannya Punsahang Mataniari 7 tahun yang silam dan pada suatu waktu dia beserta istrinya meninggalkan Rura Silindung dan kembali menemui Ibunya di kampung halamannya yaitu Kampung Uluan Tunggal Panaluan. Tersiarlah berita sampai keseluruh negeri dan sampai pada dukun Nasumurung Datu Pangabang-abang Pangubung-ubung yaitu dukun yang dapat menghidupkan kembali yang mati atau menyegarkan yang busuk. selendang. ke telinga lalu mendengar. Lalu ia pulang dengan hati yang sangat kesal. Ketika hendak pulang barangbarang tersebut tidak dapat dibuka walau dengan cara apapun. gelang dan kancing emas. Ia kemudian mengenakan pakaian. daunnya kira-kira setinggi manusia. Pakpakhumal sebenarnya apa yang terjadi dan sebelumnya dia menolak untuk menemui Punsahang Mataniari akan tetapi setelah dibujuk akhirnya diapun mau. Punsahang Mataniari memerintahkan para pengawal untuk menjemput Sipakpakhumal dari tempatnya dan membawanya terhadap Punsahang Mataniari. membantu dalam peperangan dll. tetapi tidak dapat diangkatnya. Datu Nasumurung membangun rumah untuk tempatnya bertenun yang dikawal harimau. diteteskan ke mulut terus dapat berbicara. Sang dukun pergi ketempat patung tersebut dengan membawa obat berkhasiat. Pohon tersebut turun tepat ditempat peristirahatan (perberhentian) yang disebut Adian Naga Tolping. kalung. Banyak pemuda yang simpati padanya tapi untuk bertemupun tidak bisa. namun seorang pemuda berhasil memikat hatinya yang bernama Guru Tatea Bulan dan sepakat untuk melaksanakan perkawinan. ia bermaksud membawa pulang.sebenarnya dan yang selama 7 tahun telah terlanjur mereka jadikan sebagai pembantu dan semua ini adalah atas ulah dari kebohongan Sipakpakhumal yang selama ini mengaku sebagai Sipiso Somalim. Suasanapun berobah. ahli ramal menganjurkan agar mengganti patung-patung yang ada di rumahnya dengan yang lebih cantik. kerabu. Baragas mengambilnya serta mulai mengukir sehingga berbentuk seorang gadis disebut Jonjong Anian. menahan hujan (manarang udan). Ada beberapa versi mengenai kisah terjadinya tongkat Tongkat Tunggal Panaluan yang memiliki persamaan dan perbedaan. Maka pada saat itu juga. ditetskan kehidung terus bersin. Mereka menanyakan hal tersebut kepada ahli ramal. sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. Berita itu tersebar luas diseluruh negeri dan sampai kepada . Pada saat itu akhirnya Sipakpakhumal yang sebenarnya adalah Sipiso Somalim menceritakan semua yang terjadi sejak diberangkatkan Ibunya 7 tahun yang lalu akhirnya mendapat malapetaka atas ulah licik Sipakpakhumal yang sebenarnya. Salah satu kisahnya sebagai berikut : sepasang suami istri yaitu Datu Baragas Tunggal Pambarbar Na Sumurung (ahli ukir) dan istrinya Nan Sindak Panaluan. mencari dan menangkap pencuri. matanya langsung berkedip. menolak bala. Pada awalnya Sipiso Somalim menolak akan tetapi setelah dia pertimbangkan masak-masak akhirnya dia terima dan pesta perkawinanpun dilaksanakan dengan menggelar upacara adat.

Baragas (sipembuat patung). ikan lumba-lumba. Pakciknya berupaya memperoleh semua harta pusaka ayah Beru Ginting Sope Mbelin. Ada-ada saja upaya dibuat oleh makcik dan pakciknya untuk mencari kesalahan Beru Ginting Sope Mbelin. datu yang menghidupkan dan saudagar yang masingmasing mengatakan bahwa siboru Jonjong Anian adalah putrinya. Selama hamil Guru Tatea Bulan senantiasa memenuhi permintaannya agar kelak tidak menjadi staknasi (halangan). Maka jadilah Beru Ginting sope Mbelin benar-benar anak yatim piatu. laki-laki dan perempuan. Untuk mengambil hati makcik dan pakciknya. Pamannya membawanya berjalan jauh untuk dijual kepada orang yang mau membelinya. Kemudian sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di Tanah Alas di kampung Kejurun Batu Mbulan dan diterima serta diperlakukan dengan baik oleh Tengku Kejurun Batu Mbulan secara adat. anak wanita. menyusul pula beru Sembiring meninggal. Nakhoda kapal itu sudah setuju membeli Beru Ginting Sope Mbelin dengan harga 250 uang logam perak. Pakciknya menyuruh pamannya untuk menjual Beru Ginting Sope Mbelin ke tempat lain di luar tanah Urung Galuh Simale. maka Beru Ginting Sope Mbelin membentuk “aron” atau “kerabat kerja tani gotong royong” yang beranggotakan empat orang. mis : meminta hati elang. Anak ini diperlakukan dengan sangat kejam. Pendapat itu disetujui dan perkawinanpun dilaksanakan. saudagar menjadi pamannya dan datu Pangabang-abang menjadi kakeknya. setelah lahir ternyata kembar dua (marporhas). Terjadilah perselisihan antara sipembuat patung (pengukir). cari Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri. nangka. yaitu Beru Ginting Sope Mbelin. walaupun permintaan tersebut terasa aneh. Guru Tatea Bulan melaksanakan pesta pemberian nama (martutu aek). Akhirnya meninggal dunia. Segala siasat dan tipu muslihat pakciknya bersama konco-konconya dapat ditangkis oleh Beru Ginting Sope Mbelin. lalu mendatangi datu Pangabang-abang yang menanyakan hal itu. Siboru Jonjong Anian mulai mengandung (hamil). Selanjutnya sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di tepi pantai. pisang. Perselisihan itu ditengahi oleh Si Raja Bahir-bahir (seorang penyumpit) yang menyatakan : Baragas (pengukir) pantas menjadi ayahnya. Walau Beru Ginting Sope Mbelin dapat mengerjakannya dengan baik dan cepat – karena selalu dibantu oleh temannya Beru Sembiring Pandan toh dia tetap saja kena marah dan caci-maki oleh makcik dan pakciknya. Kalau Beru Ginting Sope Mbelin . mengambil kayu api berikat-ikat dengan parang yang majal. Melaratlah hidup Beru Ginting Sope Mbelin bersama Beru Sembiring. dll. Beru Ginting Sope Mbelin pun tinggal dan hidup bersama pakcik dan makciknya. Berulang kali begitu. Lama kelamaan upayanya ini memang berhasil. Ternyata kehamilannya diluar kebiasaan yaitu selama 12 bulan. Keberhasilan Ginting Mergana ini menimbulkan cemburu adik kandungnya sendiri. yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. Mesin kapal dihidupkan tetapi tidak jalan. Anak mereka hanya seorang. Beru Sembiring Pandan. Di pelabuhan itu sedang berlabuh sebuah kapal dari negeri jauh. Di tengah jalan Beru Ginting Sope Mbelin bertemu dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. dll. Kedua Sibayak ini memberi kain kepada Beru Ginting Sope Mbelin sebagai tanda mata dan berdoa agar selamat di perjalanan dan dapat bertemu lagi kelak. Yang laki-laki dinamai Aji Donda Hatahutan Situan Parbaring dan adiknya si Tapi Nauasan Siboru Panaluan Turi-Turin Beru Ginting Sope Mbelin. tiada berayah tiada beribu. yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. Niat jahat makcik dan pakciknya tidak padam-padamnya. Beberapa lama kemudian. Beru Ginting Sope Mbelin disuruh naik ke kapal untuk dibawa berlayar. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu “judi rampah” dan dia mengutip cukai dari para penjudi untuk mendapatkan uang. tetapi ternyata tidak berhasil. Empat hari setelah kematian Ginting Mergana. Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. bisalnya menumbuk padi yang berbakul-bakul. Tarigan Mergana dan Karo Mergana. Adik kandungnya ini justru meracuni Ginting Mergana sehingga sakit keras. selalu dicaci-maki walaupun sebenarnya pekerjaannya semua berres. ayam jantan.

Mereka berjalan beberapa lama mengikuti rute perjalanan Beru Ginting Sope Mbelin dulu waktu meninggalkan tanah urung Galuh Simale. Beru Ginting Sope Mbelin dalam petualangannya sampai pada sebuah gua yang dalam. Anehnya. bahwa Beru Ginting mau dikawinkan asal dengan pemuda/pria yang sependeritaan dengan dia. dengan mempertemukan Beru Ginting Sope Mbelin dengan Karo Mergana penghulu Kacaribu. Beru Ginting Sope Mbelin pun menjadi anak asuh nenek Datuk Rubia Gande.turun dari kapal. Atas petunjuk Nenek Uban ini maka secara agak gaib Beru Ginting Sope Mbelin pun sampailah di tempat nenek Datuk Rubia Gande. Akan tetapi akhrinya diketahui juga oleh Beru Ginting Sope Mbelin. dan kini mereka dapat pula bertemu dengan Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. Oleh karena itu kepada setiap jejaka yang datang dia berkata : “tanya saja pada nenek saya itu”. naik gunung turun lembah. Tetapi Beru Ginting Sope Mbelin tidak berani mengeluarkan isi hatinya karena yang memeliharanya adalah nenek Datuk Rubia Gande. berkat bantuan burung Danggur Dawa-Dawa. Nakhoda akhirnya tidak jadi membeli Beru Ginting Sope Mbelin dan uang yang 250 perak itu pun tidak dimintanya kembali. Inilah sebabnya masing-masing memberi jawaban pada orang yang datang “tanya saja pada dia!” Akhirnya terdapat kata sepakat. makanan yang cukup bahkan banyak sekali. Pakcik dan makcik Beru Ginting Sope Mbelin dibawa turun ke halaman untuk dijamu makan dan diberi pakaian baru oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Ternyata antara Beru Ginting Sope Mbelin dan nenek Datuk Gande terdapar rasa saling menghargai. karena begitulah keinginan cucunya Beru Ginting itu. Pakcik dan makciknya itu sangat malu dan tidak mengira . Dan disediakan pula pengiring yang mengantarkan Beru Ginting Sope Mbelin bersama Karo Mergana ke tanah Urung Galuh Simale. Dia mengatakan bahwa Beru Ginting Sope Mbelin telah dijual dengan harga 250 perak serta menyerahkan uang itu kepada pakciknya Beru Ginting. yaitu seorang dukun besar atau “guru mbelin”. Perjalanan pun dilanjutkan. Sesampainya di sana. Semuanya telah diatur dengan baik: perangkat gendang yang lengkap. pakciknya itu sekeluarga menyembunyikan diri di atas para-para rumah. melalui simpang Perbesi dan Kuala bahkan berhenti sejenak di situ. jangan takut” dan Beru Ginting Sope Mbelin pun menceritakan segala riwayat hidupnya. tetapi kalau dia naik. Neneknya pun setuju dengan hal itu. Ditengah jalan. Pakciknya percaya bahwa Beru Ginting telah terjual. bermalam pula beberapa lama di Kuala dan Perbesi atas undangan kedua sibayak tersebut. Karena jawaban yang seperti itu jadinya orang bingung dan tak mau lagi datang melamar. keluarlah nenek Datuk Rubia Gande serta berkata: “Mari cucu. mari. bahkan menolongnya menunjukkan jalan yang harus ditempuh. Pendeknya. Akhirnya. bermohonlah Karo Mergana kepada nenek Datuk Rubia Gande agar mereka diizinkan pulang ke tanah kelahiran Beru Ginting Sope Mbelin. Oleh karena itu pada saat tibanya Beru Ginting Sope Mbelin di kampungnya. Setelah beberapa hari. Nenek Datuk Rubia Gande menyetujui usul itu serta merestui keberangkatan mereka. Kedua Sibayak ini sangat bergembira karena dulu mereka pernah memberi kain masing-masing sehelai kepada Beru Ginting Sope Mbelin yang sangat menderita berhati sedih pada waktu itu. Beru Ginting Sope Mbelin meneruskan perjalanan seorang diri tidak tahu arah tujuan entah ke mana. di sana mereka pun berjumpa pula dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. di pelabuhan di tepi pantai tempat berlabuh kapal nakhoda dulu. Sampailah mereka di antara Perbesi dan Kuala. paman Beru Ginting Sope Mbelin pun melarikan diri pulang kembali ke kampung. Beru Ginting pun sudah remaja dan rupa pun sungguh cantik pula. Nenek tua ini mengetahui riwayat hidup keluarga dan pribadi Beru Ginting Sope Mbelin ini. Dan kedua insan ini pun dikawinkanlah oleh nenek Datuk Rubia Gande menjadi suami-istri. kapal itu dapat berjalan. Anehnya harimau tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin. Ternyata pakcik Beru Ginting Sope Mbelin dulu – yang juga seorang dukun – mempunyai firasat yang kurang baik terhdapa dirinya. Jadinya. Nenek Uban ini pun tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin bahkan membantunya pula. nenek Datuk Rubia Gande pun dapat memenuhi permintaan cucunya. kapal tidak dapat berjalan. Penghuni gua – yang bernama Nenek Uban – pun keluar menjumpainya. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya diantar dengan upacara yang meriah atas anjuran dan prakarsa Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi yang bijaksana dan baik hati. jangan menangis. Mereka singgah di kampung Kejurun Batu Mbulan. Berangkatlah Beru Ginting Sope Mbelin dengan suaminya Karo Mergana memulai perjalanan. Dan neneknya pun berkata kepada setiap orang: “tanya saja pada cucu saya itu!”. Konon kabarnya sudah ada jejaka yang ingin mempersuntingnya. Pada suatu ketika dia bertemu dengan seekor induk harimau yang sedang mengajar anaknya.

mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. i. Desa Kawar namanya. seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut. gendang mulih-mulih. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi. yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. serta bunga-bunga anggrek yang indah. d. Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu. e. Legenda Lau Kawar. terutama sekali “gendang tradisional” Karo serta diiringi dengan tarian. Dahulu. menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu. Kecamatan Simpang Empat. Air yang bening dan tenang. Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. Berbagai bunyi-bunyian pun dimainkan. h. Suatu waktu. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. gendan perang musuh. gendang si ngarak-ngaraki. hanya kepalanya saja yang nampak.127. Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama „Kawar‟. gendang jumpa malem. ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. gendang rakut. terjadi malapetaka besar. gendang tungo-tungko. Kepala mereka itulah yang merupakan anak tangga yang harus diinjak kalau orang mau masuk dan keluar rumah adat. Sumatera Utara. musik khas masyarakat Karo. Kabupaten Karo. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2. daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Sumatera Utara. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut. “Ya. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17C dan tanah yang subur. Dan sebagai hukuman atas kekejaman dan kebusukan hati pakcik dan makciknya itu maka tubuh mereka ditanam sampai bahu masing-masing di beranda barat dan beranda timur. Apa sebenarnya yang terjadi dengan desa Kawar itu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini! Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah. sehingga desa Kawar yang pada awalnya merupakan sebuah desa yang subur menjelma menjadi sebuah danau. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. gendang ujung perang. meskipun tidak pernah memakai pupuk dan obat-obatan seperti sekarang ini. Maka tidak heran. Hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. Suatu waktu. Bukit Barisan. hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. gendang morah-morah. f. g. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. c. jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya.25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Tuhan! Aku ingin sekali . gendang perang si perangen. yang terletak di Desa Kuta Gugung. sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah. Itulah hukuman bagi orang yang tidak berperikemanusiaan yang berhati jahat terhadap saudara dan kakak serta anaknya sendiri. antara lain: a. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam. Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Tidak ketinggalan pula anak. Menurut masyarakat setempat. b.bahwa Beru Ginting Sope Mbelin akan pulang kembali ke kampung apalagi bersama suaminya pula yaitu Karo Mergana. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran „Gendang Guro-Guro Aron‟. cari Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut.

“Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk ibu?” tanya sang suami kepada istrinya. Ketika tiba saatnya makan siang. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. “Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Rupanya. Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua. “Belum?” jawab istrinya. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna.menghadiri pesta itu. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang. tiba-tiba ada yang membawakan makanan. semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang. semua orang tidak ada yang peduli padanya. apa dayaku ini. Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa. “Anakku! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah!” perintah sang ibu. Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. babi. kambing. Tapi. Namun. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. Akhirnya. karena di tempat upacara tersedia banyak makanan. tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang. remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan. ia mencoba mencari makanan di dapur. lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang!” perintah sang suami. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri. Namun betapa kecewanya ia. sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu. “Baik. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. setelah ditunggu-tunggu. si nenek sudah merasa sangat lapar. Jangankan berjalan. Langit pun menjadi mendung. suamiku!„ jawab sang istri. Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. Maka. tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah. teringatlah ketika ia masih remaja. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada. tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya. Ia kemudian segera menghampiri istrinya. Tapi. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. Wanita itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya. karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu.” ratap si nenek tua dalam hati. sedang aku dibiarkan kelaparan. Kini. Sesampainya di rumah. “Ya. berdiri pun aku sudah tak sanggup. termasuk anak. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. Di sana tersedia daging panggang lembu. dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Alangkah senangnya hati sang nenek. Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. Air matanya pun tak terbendung lagi. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. termasuk anak dan menantu si nenek itu. “Kalau begitu. ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. Ia sangat kecewa. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu. “Ya. dengan perlakuan itu. sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. tolong bungkuskan makanan. guntur menggelegar bagai memecah langit. Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan!!. lalu berlari kembali ke tempat upacara. Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. tak seorang pun yang datang. Sementara itu. Dalam keadaan demikian. kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. Namun.” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal. Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang. pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. ia merasa sangat sedih dan terhina. dan ayam yang masih hangat. “Baiklah. Kini. Beberapa saat kemudian. “Ya. di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu. menantu serta cucu-cucunya. Pada saat-saat lapar seperti itu. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa. Dengan perasaan gembira. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang. Namun. mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu. .

Oleh karena itu. Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal. karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya. adik dari ayah mereka. Sumatera Utara. cari Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren.Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria. Di Sumatera. Namun. Tare Iluh. Sumatera Utara. Apa yang menyebabkan Abangnya. Sementara dalam upacara manulangi. setelah menderita sakit beberapa lama. desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. Salah satunya adalah tuak(nira). kawah itu diberi nama „Lau Kawar‟. Demikianlah cerita tentang Asal Mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia. Sedikitnya ada tiga pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas. karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia. desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara. Kita sekarang sudah dewasa. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu. wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. peluluk. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah. hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. juk atau ijuk. Pada upacara manuan ompu-ompu. Beberapa hari kemudian. dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara. Sebagai seorang pemuda. tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu. sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. Oleh masyarakat setempat. Sumatera Utara. dan menyia-nyiakan amanat. tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. hanau. tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. “Adikku. dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya? Alkisah. orang tua mereka masih memiliki sanaksaudara dekat. Maka sejak itu. tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan. seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Beru Sibou. pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. Dalam tradisi orang Batak. kini menjadi anak yatim piatu. yaitu pandai mensyukuri nikmat. si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya. membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya. Sepeninggal suaminya. Tare Iluh. Dalam sekejap. ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu. Oleh karena itu. Bang!” jawab Beru. tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia. pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo. yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna. menjauhi sifat durhaka kepada orang tua. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Waktu terus berjalan. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. “Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. Untungnya. terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut. dan bagot‟. Legenda Tuak. kabung. Namun. mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu. kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. sedangkan adiknya. tiba-tiba menjadi panik. sang istri-lah yang harus bekerja keras. “Ada apa. Aku sebagai anak laki-laki . setelah tumbuhan kelapa. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. di antaranya „nau. ia mencoba untuk menolongnya. Oleh karena setiap hari bekerja keras. tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. biluluk. Selain sebagai minuman sehari-hari. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak? Menurut cerita.

langit .” “Benar. Tapi kalau boleh. namun tak seorang pun yang mendengarnya. Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil.” Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou. tapi tak kunjung datang jua. Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. “Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. Tetapi sayangnya. Keesokan harinya. Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?” “Iya. lagi-lagi ia mengalami kekalahan. sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. sang Kakek pun segera pergi. Kakek ingin menyarankan sesuatu. Barangkali ia bisa mendengarnya. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai. bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian. bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. melainkan berjudi. tanpa berpikir panjang lagi. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya. ia adalah pemuda yang gemar berjudi. Akibatnya. kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. Tetapi. si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. ia pun pergi mencari abangnya. Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon.” kata Beru mengizinkan abangnya. sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. meskipun dengan berat hati. hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. Tuhan! Tolonglah hambamu ini. Tapi. Setelah sampai di puncak. aku akan segera kembali menemani adik di sini. berbulan-bulan. rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku. Sementara si Beru Sibou. ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata. Bang! Tapi. Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. ia terus mengalami kekalahan. Kek!” “Tare Iluh…? Maaf. Abangnya. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak. Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan. si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggilmanggil abangnya sambil menangis. Tare Iluh. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak. ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa.merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya. “Selamat sore. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua. hal itu tidak membuatnya putus asa. Beru Sibou sangat sedih. Setelah itu. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. Kek!” “Sore. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. “Baiklah. namun belum juga menemukan abangnya. si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. Dengan bekal secukupnya. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. bagaimana dengan aku. Setelah menyampaikan sarannya.” “Apakah saran Kakek itu?” “Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. Apakah kakek tahu di mana negeri itu? “Maaf. “Ya.” bujuk Tare kepada adiknya. Akhirnya. Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?” “Siapa nama abangmu?” “Tare Iluh. “Tapi. Suatu ketika. Sementara itu. yaitu ketika pertama kali main judi. si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu. ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak. Tak terasa. Kalau tidak salah. Sudah berminggu-minggu. setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya. Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu. tiba-tiba angin bertiup kencang. Suatu hari. Sesampainya di puncak. Tapi. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian. bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang. “Tentu. Bang?” Beru balik bertanya. Sepeninggal abangnya.

sang putri menikah dengan seorang pemuda yang gagah perkasa. sang . namun juga ampuh menangkal semua jenis racun. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman. membuat panglima raja menaruh simpati dan mengajaknya pulang untuk tinggal di Istana Raja menemani istrinya sang putri raja. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. Gurda Gurdi mampu menghibur sang putri sekaligus mampu memberikan perlindungan yang sempurna. hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. mereka menyanyikan lagu enau. dia melakukan sambaran dan pukulan kearah Panglima. rombongan ini bertemu dengan seekor burung raksasa. dengan mata merah dan bulu berdiri. sifat tenggang rasa. Suatu hari raja mengajak panglima untuk berburu di hutan yang lebat. Di tengan hutan rimba. cari Gundala-gundala adalah atraksi kesenian pada Masyarakat Kabupaten Karo dengan menggunakan "topeng" kayu. Gurda Gurdi menjadi marah besar. gunaguna. dia mampu berbicara seperti layaknya seorang manusia. penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira. Pada saat rombongan Raja dan panglimanya bertemu dengan burung ini. Sisi lain dari kesaktian Burung raksasa ini adalah pantangan yang telah disumpahkannya sejak dahulu yakni paruhnya yang merupakan simbol kehormatannya tidak boleh dipegang. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. burung yang sangat sakti jelmaan seorang pertapa yang sakti mandraguna bernama Gurda Gurdi. termasuk ilmu santet. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral.menjadi mendung. serta akibat buruk dari suka bermain judi. Anak raja diperlakukan sebagai sorang putri yang yang sangat dimanjakan raja dengan sejumlah dayang-dayang yang senantiasa siap melayaninya. Mengetahui keadaan ini. panglima raja suaminya berusaha membujuk Gurda Gurdi dengan "mengelus" paruh burung tersebut. Setelah dewasa. selagi sang putri asyik bercanda dengan putri raja. burung Gurda Gurdi menyapa salam sang raja seraya menunjukkan rasa hormatnya. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. semakin lama pertarungan kedua jawara sakti ini bertambah sengit. Pada mulanya atraksi ini ditampilkan di Desa Seberaya mengisahkan legenda/dongeng si Gurda Gurdi. Gundala-gundala pada masa lampau ditampilkan dalam upacara "ndilo wari udan" (memanggil hujan) pada musim kemarau panjang (di beberapa desa masih dilaksanakan sampai sekarang). Burung Gurda Gurdi tidak seperti hewan lainnya. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. di masa lampau di dataran tinggi Karo hidup masyarakat yang rukun dan damai dipimpin seorang raja yang disebut "Sibayak" Sang raja memiliki satu-satunya keturunan yaitu seorang anak perempuan. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari Gundala-gundala. Menurut kisahnya. tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara. karena pada saat Panglima kerajaan suaminya melaksanakan tugas keluar daerah. Ketidaktahuan keluarga raja atas karakter dan sifat Gurda Gurdi membuat terjadinya kemarahan yang berulang. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Suatu ketika. Sesaat kemudian. karena paruh Gurda Gurdi kembali dielus. padahal tindakan tersebut dianggap sang burung sebagai bentuk pelecehan yang sangat menyakitkan. karena burung jelmaan pertapa sakti ini tidak hanya tangguh dalam dunia persilatan. masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. Hari-hari kehidupan sang putri yang ditemani Gurda Gurdi bertambah ceria dan bahagia. Setelah perkawinannya. seorang pegawai istana yang saat itu bertugas sebagai kepala pengawal raja. Untuk mengenang peristiwa tersebut. Hingga kini. mantra. sang pengawal raja diberi jabatan baru sebagai Panglima Kerajaan. tanpa sengaja sang putri memegang paruh Gurda Gurdi yang membuat burung ini berang dan tidak menunjukkan sikap bersahabat.

panglima pun tidak kalah sigap. Melihat bahwa pertarungan ini telah menimbulkan keresahan bagi raja dan seluruh istana. rakyat ikut berkabung bahkan Hari tiba-tiba mendung dan menitikkan air tanda berkabung nya.. Si baroar Asal mula kolam sampuagar Kisah kelana sakti Kisah pohon enau Kisah putrid ular Asal mula pulau si kantan Dan lain-lain . seluruh Istana berkabung. hujan deraspun melanda seluruh negeri. akibatnya Gurda Gurdi terhempas ke tanah terkena pukulan mematikan dibagian kepalanya. sebagai pria sejati yang gagah perkasa dan sakti mandraguna dia tidak mau dipermalukan oleh seekor burung.. Pertarungan yang sengit terus berlangsung selama beberapa hari. Demikianlah setiap kali atraksi atau tarian Gundala-gundala dilaksanakan dalam upacara Ndilo Wari Udan akan diahiri dengan suatu keadaan turunnya Hujan Deras. banyak kerbau mati terkena pukulan jarak jauh salah sasaran serta pohon-pohon bertumbangan akibat pertarungan kedua jawara dan belum ada tanda-tanda menunjukkan pihak yang lebih kuat atau yang lebih lemah.... Raja memerintahkan para pengawalnya untuk membantu panglima dengan menyalurkan tenaga dalam dari jarak jauh. Kematian Gurda Gurdi dihormati sebagai kematian seorang pahlawan Kerajaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful