SUMATERA UTARA A.

adat istiadat
1.pernikahan
Tahapan-tahapan Acara Adat Batak mulai dari Rencana Pernikahan sampai dengan stla Pernikahan Berlangsung!!!

1. Marhori-hori Dingding (Penjajakan Rencana Pernikahan) Marhori2 Dingding adlh pendekatan (lobby-ing) awal dr pihak utk menjajaki kemungkinan kesediaan Parboru menerima anaknya jd menantu. Namun blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg tdk hanya menjajaki namun sdh lgsung membicarakan hal2 pokok di antaranya mengenai besarnya nilai Mas Kawin (sinamot atau Tuhor) ni boru. Di samping itu mereka jg sdh membicarakan tmpt pesta, jmlh undangan, Panjuhuti (hewan kurban), jmlh ulos, asesoris pesta, dll yg resminya baru akan di bicarakan pd acara Patua hata. Hal ini terkesan praktis krn kedua calon pengantin sdh lgsung berperan mjd semacam mediator antara suhut Paranak & suhut Parboru yg dulu itu di anggap sbg sesuatu yg tabu. Utk melaksanakan acr ini baik Paranak maupun Parboru blm terlalu repot, krn Paranak cukup membawa buah/kue & Parboru hanya menyediakan kopi/teh/aqua. Memang, blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg, dmn Paranak sdh sering suka membawa makanan utk acara santap bersama, tp gak ada tudu2 ni Sipanganon. Hasil pembicaraan pd acr ini hrs di catat dgn baik utk di cetak sbg bahan bahasan pd acara Patua Hata. Yg di undang dlm acr ini adlh saudara dekat, Boru terdekat & kalo mungkin yaitu dongan sahuta.

2. Patua Hata (Melamar ato Meminang wanita) Acr ini adlh kunjungan rombongan klg Paranak ke rumah klg Parboru dlm jmlh yg lebih besar utk menyatakan keinginan melamar ank Parboru mjd menantu. Disebut Patua Hata krn semula keinginan & hubungan itu baru sebatas hubungan antara pemuda & pemudi (naposo) yg kemudian ingin di tingkatkan mjd di campuri olh pihak ortu. Krn sdh melibatkan ortu kedua belah pihak, pasti semua sdh hrs serba transparan, dmn utk itu Paranak akn bertanya apakah calon menantu sdh benar2 cinta pd anaknya. Pertanyaan itu tdk lgsung di tanyakan olh Paranak, ttp melalui ank perempuan yg sdh menikah, yg jwbnnya akn di umumkan kemudiam scr resmi olh Protokol/Parsinabul Parboru. Bila pengakuan Parboru sdh ada, mk acara akn di lanjutkan dgn membicarakan hasil pembicaraan ketika Marhorihori Dingding. Sbg penutup, kedua calon mempelai wajib di beri arahan agar mereka jgn sampai pernah lg membuat hubungan asmara dgn pihak lain, krn hal itu mrp sesuatu yg tdk boleh. Usai pengarahan, Suhut jgn lupa dgn uang ingot2 yaitu Rp. 50.000,- ato Rp. 100.000,- utk Parsinabul dan Rp. 2.000,- ato Rp. 3.000,- per org utk yg hadir krg-lbh 35org. Yg ikut serta di undang pd acr ini adlh kerabat (perwakilan marompu-ompu), boru-bere, dongan sahuta, aleale, & jg pariban. Dlm hal konsumsi, Paranak menyediakan 1ekor babi matang (lengkap dgn tudu2) berbobot sktr 20kg-30kg tergantung banyaknya undangan. Sedang Parboru wajib menyediakan Dekke adat/ikan mas sbg imbalan dr daging babi yg di bw Paranak. Ada baiknya paranak melengkapi makanan tsb dgn soft drinks/bir. Tdk ada pembagian jambar daging babi bg Paranak selain berharap tempat daging babinya di isi dgn ikan mas olh calon besan sbg tambahan utk di bagikan Paranak kpd kerabat stlh selesai acr. 3. Martumpol/Mangido Ting-ting (Pranikah) Artinya “bersaksi”, dmn kedua calon mempelai hrs bersaksi di dpn Majelis Grj (Pendeta/majelis) & khalayak ramai menyatakan sejujurnya bhw diri mereka sdh tdk punya hubungan cinta lg dgn org lain. Pernyataan ini akn di catat/dibukukan dlm formulir administrasi grj, lalu di bacakan ulang isinya olh pejabat grj. Apbl smua data sdh benar, mk kedua calon mempelai akn membubuhkan tanda tangan bersama ortu kedua calon mempelai & para saksi. Slanjutnya diadakan penggembalaan olh Majelis/Pendeta grj dlm sebuah kebaktian singkat dmn Pendeta/Majelis akn menjelaskan hakekat hidup berkeluarga seorg Kristen. Dlm acr ini kedua belah pihak hasuhuton (Paranak & Parboru) selain mengundang klrg yg hadir pd acr Patua Hata, jg dpt mengundang klompok hula2 masing2. Pd acr ini biasanya Parboru menyediakan snack (kopi/teh/aqua), apbl acr martumpol ini diadakan di grj/wilayah Parboru dgn volume sesuai dgn jmlh undangan. 4. Ria Raja (Paranak Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg scr sepihak yg diadakan olh Paranak brsama kerabatnya (dongan sabutuha), boru-bere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku.

Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” kpd pihak Parboru. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri. Selesai acr Ria Raja biasanya kerabat akan bertanya apakah tumpak/sumbangan/angpau akn diserahkan skr/nanti saja d gedung. Dulu, Hasuhuton cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di tempat Ria Raja. Namun kini Hasuhuton sdh cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di gedung utk lebih menyemarakkan suasana pesta. Utk acr ini Paranak memotong/memasak 1ekor ank babi berbobot 20kg-25kg & tambahan lainnya tergantung banyaknya undangan & kemampuan hasuhuton. 5. Tonggo Raja (Parboru Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg Parboru scr sepihak yg diadakan bersama kerabatnya (dongan sabutuha), borubere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta utk membicarakan persiapan pernikahan. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku. Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” dr pihak Paranak. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri Selesai acr Tonggo Raja biasanya kerabat akn bertanya apakah Hasuhuton lebih memilih menerima (utk pengantin) kado berupa ulos herbang ato berupa uang sj. Bahkan kini jambar yg diterimapun sdh ada yg di kurs dgn uang, dmn jambar yg diterima justru di tambah seakan Hasuhutonlah yg memesan dengke siuk. Ini mrp pemikiran baru dlm upaya para kerabat, membantu meringankan keuangan Hasuhuton, krn dengke/ikan adat yg dimasak “perusahaan catering” jmlhnya sdh ckp banyak. Utk acr ini Parboru akan memotong & memasak 1 ekor ank babi berbobot 20kg-25kg ditambah dgn makanan lainnya. Tp itu tergantung pd banyaknya undangan & kemampuan Hasuhuton. Usai acr, biasanya Hasuhuton akan membagi2 daging kpd kerabatnya. 6. Patiur Mata Ni Mual (Minta Restu Tulang & Nantulang) Ini mrp acr tunggal yg scr khusus meminta Restu & Doa berkat dr Tulang&Nantulang, yaitu Abang/Adik kandung dr Ibu pengantin pria dlm rangka rencana pernikahan ank sulung, sdgkn utk pernikahan adiknya sdh tdk menjalankan adat itu lg. Pd hakekatnya acr ini hanya sekedar memberi hormat kpd Tulang, dmn suasananya tdk terlalu formal ttpi justru terasa santai sj. Acr dimulai dgn lebih dulu menyerahkan daging adat (tudu-tudu) ni Sipanganon kpd pihak tulang pengantin dmn ortu pengantin akn didampingi oleh saudara2nya.

Pamasu-masuon Di Grj (Pemberkatan Nikah Grj) Pamasu-masuoan di grj adlh “Pengukuhan pernikahan” olh grj ats kedua mempelai. Pd akhir acr ini. mk Tulang & Nantulang akn memberikan dekke kpd berenya berikut sehelai ulos adat misalnya Ragi Hotang. seorg anggota klrg hrs naik mimbar utk mengucapkan terimakasih kpd Grj atas pelayanannya. Utk acr ini Paranak membawa 1ekor babi yg telah di masak lengkap dgn tudu-tudunya. Sdgkn Tulang menyiapkan dekke serta sehelai ulos Ragi Hotang ato sejenisnya. yaitu: 1. acr kemudian dilanjutkan dgn acr mkn bersama.Sbg bukti kesediaan Tulang merestui pernikahan keponakannya (berenya). Besarnya uang Piso-piso & Pasituak Na Tonggi tersebut tergantung kemampuan & pertimbangan dr pihak Paranak. mk hal itu tdk usah dipermasalahkan. Di samping itu. Soal tempat pelaksanaan acr ini tdk terlalu kaku ttpi masih bs di rundingkan/di negosiasi. Pd kesempatan tsb pembicara jg sekaligus mengundang pendeta & majelis utk dtg ke pesta bersama undangan lainnya. dmn doa mkn di pimpin olh pihak Paranak. Memberi kesempatan kpd klrg dekat/hasuhuton utk mengisi perut (makan) krn seharian mereka sdh sibuk baik pd acr Grj maupun acr di gedung & hanya sedikit waktu utk makan. pihak tulang bersama kerabatnya aknmemberi “kata2 berkat” & akn diterima (diampu) olh klrg pihak Paranak lalu dilanjutkan dgn pemberian uang Piso-piso utk Tulang & Pasituak Na Tonggi utk seluruh kerabatnya. sdgkn kalo bersifat “Taruhon Jual” maka akn berlangsung di rmh Paranak. . Dgn pengukuhan tsb mk “Resmilah” pernikahan itu sbg pernikahan yg sdh diberkati Tuhan terikat dgn janji yg tdk boleh cerai kecuali di ceraikan olh kematian. Maksud & tujuan acr ini yg paling pokok ada 2 hal. Tdk ada persiapan lain dlm acr ini kecuali mengingatkan klrg agar sesuai acr pemberkatan. Jd Marsibuha-buhai artinya mrp awal dr acr pemberkatan nikah & acr Marunjuk (Pesta Adat). 2. 7. tp bl kemudian ada permintaan Hula2 (Parboru) agar Sibuha-buhai dilangsungkan di rmh Parboru. Marsibuha-buhai (Acr Adat Jemput Pengantin) Berasal dr kt “buha” yaitu mula/mengawali. Selesai memberi restu. Artinya apbl pd acr Patua Hata sifat ulaon sdh disepakati Taruhon Jual. Memberi hormat kpd pengantin wanita sbg Boru Ni Raja yg sdh rela meninggalkan rmhnya menuju rmh suaminya. Paranak/Parboru jg jangan lupa menyediakan uang ucapan terimakasih kpd Pendeta&Majelis dlm jmlh/nilai sewajarnya tanpa hrs menunggu diminta. Utk acr ini kedua belah pihak wajib menyediakan makanan adat berupa 1ekor babi (martudu-tudu) disediakan oleh Paranak & dengke adat disediakan olh Parboru sdgkn banyaknya tergantung situasi & kondisi undangan. Acr ini bs berlangsung di rmh Parboru tp bs jg berlangsung di rmh Paranak tergantung pd sifat perkawinan yg dipilih/disepakati. 8. Bila sifat pesta adatnya adlh “Alapon Jual” maka berlangsung di rmh Parboru.

bhw “Tak seorgpun dpt menerima adat bila dirinya sendiri belum beradat”. Dgn acr ini. Konsumsi yg disediakan jg sdh pasti sesuai dgn jmlh undangan ato yg pantas menurut perkiraan perusahaan catering yg sdh berpengalaman menyediakan makanan “Marunjuk”. Utk sekedar diketahui. acr itu sdh disederhanakan dmn selesai pesta Marunjuk. Dgn pengukuhan tsb. . Inilah yg disebut dg “Paulahune”. Dizamannya acr ini baru akn dilaksanakan 1mggu stlh acr Marunjuk ato 1mggu stlh pengantin wanita berada d rmh suaminya. ttp diwajibkan melaksanakan adat pernikahan bila dia akn menyelanggarakan adat. Itu sebabnya seorg yg blm melaksanakan Nikah Adat. smntara Paranak menyediakan 1ekor babi utk di bw plg olh si Pengantar dan jg sejumlah uang. Dgn dukungan klrg tsb. baik dr pihak kerabat maupun pihak hula2. ari mu na so jadi sirang tondi mu ma antong Marsigomgoman”. walaupun sdh lanjut usianya. 9. bhw seorg klrg Batak yg blm melaksanakan pernikahan acr Adat. si pengantin sdh lgsung di antar ato diserahkan sj olh klrgnya kpd Paranak yg sdh menunggu di tmpat bersebelahan dgn Parboru. resmilah pernikahan tsb sbg pernikahan yg sdh memenuhi persyaratan Adat Batak. 10. 11. Paulahune (Pemberangkatan Pengantin) Stlh smua Hak & Kewajiban Adat berlangsung dgn baik. mk tibalah saatnya Parboru melepas anaknya menuju rmh suaminya. pihak Parboru akn membawa dengke & kue batak. Utk pengantar tsb Paranak jg menyediakan dana sbg Pasituak na Tonggi. mk kedua mempelai sdh berhak mdptkan fasilitas adat. dll.ada baiknya jk panitia mempersiapkan program “Foto Bersama” lengkap dgn nama kelompoknya agar fotografer dpt dgn mudah melakukan tgsnya. Dulu acr spt ini masih mrp bagian penting dr adat batak. Marsihol-sihol (Lepas Rindu Pengantin Wanita) Ini adlh acr kunjungan kangen dr pengantin wanita kpd ortu & sanak saudaranya. tp skr acrnya sdh lebih disederhanakan dmn acr itu sdh tdk ad lg ttpi lgsung sj diselesaikan di dlm gedung pd saat pesta itu jg. Bahkan melaksanakan adatpun dia tdk berhak sebelum yg bersangkutan menunaikan kewajiban adatnya. keculai olh krn kematian. Umpama Batak berkata “Diginjang Arirang di toru do anggo Panggonggonan. dalam hal misalnya suatu waktu dia akan mengawinkan ank/borunya. pd hakekatnya dia tdk berhak tampil dlm forum adat Batak baik di tengah kerabat maupun di tengah acara hula2. pernikahan kedua mempelai diharapkan mndptkan dukungan doa dr klrg & berkat yg melimpah dr Allah yg Maha Kuasa. dmn pengantin akn diarak ramai2 olh klrg perempuan menuju rmh suaminya. itu akn sulit disetujui kerabat/klrg krn dlm filosofi adt Batak. Tp belakangan ini. Pd penyerahan pengantin tsb. Utk acr ini sdh pasti pihak Hasuhuton menyediakan aneka macam konsumsi pesta dmn Paranak menyediakan hewan kurban (Panjuhuti Horbo ato Babi) sedang Parboru menyediakan Dengke (Ikan Adat). Marunjuk (Pemberkatan Nikah Adat Batak) Acr ini jg Pengukuhan Pernikahan oleh Raja-raja Adat atas kedua mempelai. Makna lebih jauh dr acr ini adlh dmn Paranak & Parboru sangat berharap agar acr ini di dukung oleh semua lapisan klrg mulai dr kerabat hula2. Adat Marunjuk jg punya relevansi dgn dogma theologis yg sangat “mengharamkan” perceraian. Dulu acr ini baru akn dilakukan sehari bahkan bbrp hari stlh adat Marunjuk selesai.

ttpi jg disertai olh sanak klrg dekatnya. Acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas.Pd kunjungan ini. 2. ttp ditemani/diantar olh rombongan sanak saudara lelaku terdekat. dan jg besannya. smntara Parboru jg menyiapkan dengke serta mengundang kerabatnya utk makan bersama. Maningkir Tangga (Mengunjungi Besan Olh Pihak Parboru) Acr ini hampir sm dg kunjungan kangen pengantin.kelahiran Sewaktu Mengandung Melenggang Perut Upacara ini dilakukan kepada wanita yang mengandung anak sulung ketika kandungan berusia tujuh atau delapan bulan. Dulu itu dilakuakn 1mggu stlh kunjungan besan besrta ank & menantunya. menantu. tradisi spt ini sdh tdk dilaksanakan lg seiring kesibukan & perkembangan zaman. 12. Di kota besar spt Jakarta & kota besar lainnya tradisi ini sdh tdk dilaksanakan lg dgn pertimbangan efisiensi & efektifitas jg akibat kesibukan smua pihak. dan Paranak membawa 1ekor babi/daging matang lengkap dgn tudu-tudunya. Pd kunjungan ini ortu perempuan tdk sendirian. Peralatan untuk upacara ini termasuk: (1) Tujuh helai kain dengan tujuh warna berlainan (2) Segantang beras (3) Sebiji kelapa (4) Beberapa urat benang mentah (5) Damar (6) Minyak kelapa atau minyak urut (7) Lilin (8) Tepak sirih yang lengkap isinya (9) Uang beberapa ribu rupiah Kelahiran . Upacara ini dijalankan oleh seorang bidan untuk membuang kecelakaan yang mungkin menimpa wanita hamil yang bakal bersalin dan untuk membetulkan kedudukan bayi di dalam perut. acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. Di kota besar spt Jakarta & kota lainnya. dalam hal ini Paranak jg mengundang kerabatnya utk makan bersama. pengantin tdk sendirian. Bedanya bhw yg merasa kangen adlh justru ortu pengantin perempuan ingin melihat dr dekat kondisi ank perempuan. ttpi membawa dengke yg di arsik dgn enak menggunakan bumbu yg kental. Disini pihak Parboru tdk hampa tangan.

Kemudian air bunga dijiruskan/disiramkan ke badannya jika telur tadi dilepaskan atau dijatuhkan dengan keyakinan ia akan memudahkan wanita tadi bersalin/melahirkan. Wanita itu didudukkan di atas kursi di mana pada kaki kursi itu ditambat seekor ayam. Baki tali pusat di perut bayi akan dibubuh kunyit dan kapur lalu dibungkus dengan daun sirih yang telah . Biasanya. Bidan mengambil buah kelapa yang telah dibersihkan lalu menggulingkannya perlahan-lahan di atas perut terus ke ujung kakinya sebanyak tujuh kali. Tepung tawar dicalit ke mukanya dan beras kunyit ditabur. Sebiji telur diselitkan di kain basahan yaitu di bagian perutnya dan sebuah cermin kecil dibawa bersama. Potong Tali Pusat Sejurus selepas bayi lahir. kain yang di bawah sekali diberikan kepada bidan beserta dengan peralatan upacara tadi. Bidan akan mengurut ibu yang hamil dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak urut.Pada permulaannya bidan akan membacakan doa dan mantra dan mengandam wanita hamil tadi. Dipercayai sekiranya kelapa berhenti bergolek dengan matanya ke atas. Setelah acara itu selesai bidan akan membentangkan ketujuh helai kain berbentuk melintang. bidan akan menyambutnya dengan jampi dan serapah lalu disemburkan dengan daun sirih. Tetapi adakalanya waktu kehamilan dapat mencapai sehingga sepuluh hingga dua belas bulan yang disebut bunting kerbau. Mengikut kepercayaannya juga daun mengkuang berduri akan digantung di bawah rumah dan kapur akan dipangkah pada tempattempat tertentu di dalam rumah wanita yang hendak bersalin tadi untuk mengelakkan gangguan makhluk halus. Akhirnya bidan akan melenggangkan setiap helai kain tersebut pada perut wanita hamil itu. kenduri doa selamat akan diadakan dan ibu yang menjalani upacara ini dipakaikan dengan pakaian baru. wanita itu bercermin muka dengan harapan anak yang bakal lahir nanti mempunyai rupa paras yang cantik. tali pusatnya akan dipotong dengan menggunakan sembilu buluh dan dialas di atas sekeping uang koin. Lazimnya pada hari tersebut. terdapat beberapa adat yang perlu dijalankan sewaktu menyambut kelahiran ini. persediaan akan diuruskan oleh keluarga berkenaan. Sewaktu Bersalin Apabila hampir tiba waktu bersalin. Seterusnya adat mandi air limau dan air bunga dilakukan. sehelai di atas sehelai yang lain. anak yang dikandungnya adalah lelaki dan perempuan jika sebaliknya. Mengikut kebiasaannya kandungan ketika itu sudah cukup sembilan bulan sepuluh hari. Setelah membersihkan badan. Ibu yang hamil dibaringkan di atas lapisan kain-kain tersebut. Di samping itu juga. Selepas bayi dibersihkan.

jampi mantra dibacakan. Kelahiran Ramuan asli untuk wanita lepas bersalin Dalam waktu ini wanita tersebut dilarang makan sembarang makanan mengikut kehendaknya atau berkerja yang memerlukan banyak pergerakan. Biasanya. . Waktu berpantang lazimnya berlangsung selama empat puluh empat hari dihitung dari hari awal bersalin dan ada juga yang berpantang selama seratus hari. bapak atau datuk bayi tersebut akan melakukan upacara ini. namun demikian ia juga terdapat dalam agama Islam yang sunat untuk berbuat demikian. sebaliknya lebih merupakan amalan berunsur keagamaan. Sebaliknya mereka dianjurkan memakan nasi dengan ikan haruan yang dibakar atau direbus dan dibenarkan minum air suam atau susu. wanita yang telah bersalin mesti menjalani masa berpantang yang bermaksud larangan. Sewaktu menjalankan upacara ini. Antara makanan yang dilarang keras ialah yang dapat mengakibatkan kegatalan di seluruh anggota badan seperti udang. Berpantang Dalam masyarakat Melayu. sembilang. Azan/Qamat Kelazimannya bayi lelaki akan diazankan di kedua belah telinganya jika bayi perempuan akan diqamatkan. Namun demikian. mereka akan mengalami bentan atau sakit sampingan. Upacara berawal dengan membacakan surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas. Sekiranya wanita tersebut melanggar pantang. Ia bukanlah satu adat. adat ini sudah tidak diamalkan lagi oleh masyarakat Melayu sekarang.dilayukan di atas bara api sehingga tali pusat itu tanggal sendiri. Membelah Mulut Adat ini mempunyai pengaruh budaya Hindu. Ia diikuti dengan langkah mencecap atau merasakan sedikit air madu atau kurma dan ada juga yang menggunakan emas yang dicelupkan ke dalam air pinang pada mulut bayi yang baru lahir tersebut. kerang. ketam. dan ikan pari serta memakan ikan yang mempunyai sengat seperti ikan lele (keli). dan baung karena ia dapat menyebabkan bisa-bisa pada badan.

Bahan-bahan yang digunakan untuk adat cuci lantai. Selepas Lahir Selepas kelahiran terdapat beberapa adat tertentu yang dijalankan. Adat ini seelok-eloknya dilakukan pada hari Senin atau Kamis. ia juga disebut adat naik buai karena selagi bayi itu belum tanggal pusatnya. (1) Nasi kunyit dan lauk-lauk (2) Seekor ayam hidup (3) Paku. Biasanya tungku dibuat dari batu yang dipanaskan di atas bara. garam dan sirih pinang (4) Hadiah untuk bidan sepersalinan pakaian . Tungku akan dituam pada bagian perut dan bagian lain bertujuan untuk mengatasi masalah kesakitan selepas bersalin. Kemudian tungku itu dibalut dengan kain yang dilapik dengan beberapa helai daun yang tebal seperti daun lengkuas yang dipercayai dapat mengimbangi kepanasan tungku di samping berfungsi sebagai obat. asam. adat cuci lantai akan diadakan. dia tidak dapat dibuaikan dan akan tidur di samping ibunya. Pada ketika itu. buah keras. Di beberapa tempat. si ibu akan menyapu perutnya dengan air limau yang dicampur dengan kapur sebelum memakai bengkung. Bertungku dipercayai dapat membantu perut wanita bersalin kembali normal. Amalan berbengkung ini bertujuan untuk mengatasi perut buncit atau pinggul yang turun selepas bersalin di samping memberi keselesaan kepada wanita selepas bersalin. Tanggal Pusat/Cuci Lantai Lazimnya bayi yang baru lahir akan tanggal pusatnya dalam waktu seminggu.Bengkung Selama berpantang mereka diberi makan obat-obat tradisi dan bertungku. Selesai bertungku.

Ia turut disebut adat potong jambul. adalah sunat memberi nama yang mempunyai maksud yang baik kepada bayi. Kemudian kelapa itu diletakkan di dalam sebiji batil. (1) Sebuah dulang berisi tiga mangkuk atau piring yang berisi air tepung tawar. Biasanya kelapa itu dihias. Seterusnya lantai itu akan dibersihkan. bahan yang digunakan tadi beserta sedikit uang akan dihadiahkan kepada bidan tersebut. Sebelum itu. (2) Sebiji kelapa muda dipotong bagian kepalanya dengan potongan berkelok-kelok siku seluang untuk dijadikan penutup. nama akan diberi mengikut nama para nabi jika untuk bayi perempuan. diurut dan dibedak. Airnya dibuang dan diganti dengan sedikit air sejuk. Untuk menjalankan upacara tersebut beberapa kelengkapan disediakan. Kebiasaannya jika bayi itu lelaki. Selepas itu bidan akan memulakan jampi serapahnya sambil memegang ayam dengan cara mengais-ngaiskan kaki ayam ke atas lantai tempat wanita itu bersalin. Memberi Nama Mengikut ajaran Islam. beras kunyit. Bidan akan menjalankan keseluruhan upacara ini.Upacara cuci lantai Kenduri doa selamat akan diadakan pada permulaan adat ini. Cukur Rambut/Potong Jambul Adat ini dilakukan pada hari ketujuh selepas dilahirkan. Selesai upacara tersebut. Kenduri nasi kunyit dan doa selamat diadakan pada hari tersebut. . dan bertih. nama istri-istri atau anak-anak nabi akan dipilih. si ibu dan si bayi akan dimandikan. umpamanya dengan melilitkan rantai emas atau perak di kelilingnya.

Setelah selesai pihak lelaki menjalankan acara menggunting. akikah membawa pengertian menyembelih ternakan pada . Lazimnya. Para hadirin secara bergilir-gilir akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam kelapa tadi. bayi dipakaikan dengan pakaian cantik dan diletakkan di atas talam yang dialas dengan tilam kecil atau didukung oleh bapak atau datuknya. Dari segi syarak. Si bayi akan ditepungtawari serta ditabur beras kunyit dan bertih. lima. dan seterusnya. Setelah selesai kedua-dua pihak menjalankan adat bercukur barulah kepala bayi tersebut dicukur sepenuhnya oleh bidan atau siapa saja yang dapat melakukannya. tujuh. pihak perempuan pula mengambil alih. semasa adat ini dijalankan akikah turut diadakan. yaitu tiga. Akhirnya kelapa tersebut ditanam di sekitar halaman rumah bersama sepohon anak kelapa atau seumpamanya sebagai memperingati masa anak itu dilahirkan. Si bayi seterusnya dibawa ke tengah pesta dan disambut oleh hadirin lelaki sambil berselawat. Bilangan orang yang menggunting rambut bayi tersebut hendaklah dalam bilangan yang ganjil.Alatan potong jambul Khazanah Melayu Sumatera Utara Pada hari itu. Kesemua rambut yang dicukur akan dimasukkan ke dalam kelapa.

Sewaktu upacara ini dijalankan bayi tersebut akan diletakkan di dalam buaian yang menggunakan kain songket dan dihias indah dengan bunga-bungaan. Selendang akan diikat di kiri kanan buaian dan ditarik perlahanlahan semasa upacara berlangsung. Sekarang masyarakat Melayu menjalankan adat ini serentak dengan adat memberi nama dan adat cukur rambut. Terdapat syarat-syarat tertentu dalam memilih hewan untuk akikah dan jumlah ternakan untuk akikah juga berbeda mengikut jenis kelamin bayi. Akikah sunat dilakukan pada hari ketujuh kelahiran yaitu dapat dijalankan serentak dengan adat mencukur rambut dan adat memberi nama. Seterusnya bunga telur dan bunga rampai akan dihadiahkan kepada kumpulan ini.hari ketujuh selepas anak dilahirkan. Antara hikmah akikah adalah sebagai permulaan kebajikan dan kebaikan bagi pihak bayi tersebut. Upacara ini dilangsungkan dalam suasana penuh meriah terutama sekali jika sesebuah keluarga itu baru mendapat anak atau cucu sulung. Ketika itu juga. Orang Islam yang berkemampuan disunatkan menyembelih ternakan seperti kambing. Upacara potong jambul Naik Buaian Adat ini merupakan satu-satunya pesta yang masih diamalkan dan mendapat sambutan di kalangan masyarakat Melayu hari ini. Seorang anak disunatkan berakikah sekali saja seumur hidup. lembu atau kerbau sebagai akikah anak yang baru lahir. Namun ia juga dapat dilakukan pada hari yang lain. marhaban akan dialunkan oleh sekumpulan lelaki atau wanita. Bagi bayi lelaki akikahnya ialah dua ekor kambing dan seekor kambing bagi bayi perempuan. .

sikat. cincin. Selepas kenduri selesai. Turun tanah bermakna seorang anak kecil dilepaskan untuk memijak tanah sebagai lambang meneruskan kehidupannya. termasuk makanan dan minuman. Menurut kepercayaan orang Melayu juga. air sejuk dan uang. jam tangan. Ia sebagai meraikan anak yang baru pandai berjalan.Bayi diletakkan di dalam buaian yang dihias indah Jejak Tanah/Turun Tanah Di beberapa tempat. rantai. kain. Upacara jejak tanah Lazimnya kenduri doa selamat diadakan untuk mengiringi upacara ini. bedak. kasut. adat ini dilakukan untuk meramal masa depan anak-anak itu berdasarkan bahan yang diambil. Adat ini dijalankan secara berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat yang lain baik dari segi cara maupun bahan yang digunakan. gunting. tikar dibentang di hadapan tangga sebagai alas anak-anak berkenaan berjalan. Umpamanya jika anak-anak itu mengambil . adat ini juga disebut adat memijak tanah. bubur. Lazimnya jumlah bahan yang diletakkan adalah ganjil. Di atas tikar disediakan beberapa dulang yang berisi pelbagai jenis barang. Anak-anak tersebut akan dibiarkan bergerak memilih barang tersebut dan dianjurkan mengambil tiga bahan saja. Antara bahan yang diletakkan di dalam dulang itu ialah cermin. gelang.

Namun demikian. Pesta bersunat anak-anak perempuan tidak semeriah pesta berkhitan anak-anak lelaki dan ada juga yang menjalankannya serentak dengan pesta perkawinan. Bagi anak-anak lelaki. . Adat ini akan dijalankan oleh bidan. tanah. dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh bidan. ia baik dari segi kesehatan. beras. Bersunat/Berkhitan Adat bersunat bagi bayi perempuan lazimnya dilakukan ketika bayi itu masih kecil yaitu beberapa hari selepas dilahirkan. Adat berkhitan akan dijalankan oleh Tuk Mudim. Seterusnya bayi itu dijejakkan ke tanah dan doa dibaca. kebanyakan anak-anak perempuan akan menjalani upacara ini sekurangkurangnya ketika berumur setahun atau lebih. Adat ini juga dapat dilakukan Upacara jejak tanah secara sederhana yaitu dengan memijakkan kaki anak-anak itu ke piringpiring kecil yang berisi dengan padi. kelak dia kuat bekerja atau pandai membuat kerja tangan. Di samping itu juga. mereka akan menjalani adat bersunat atau juga disebut berkhitan ketika umur mereka dalam lingkungan 8 hingga 12 tahun.gunting. bersunat atau berkhitan adalah wajib karena Islam menitikberatkan kesucian lahir dan batin. Di dalam ajaran Islam.

Anakanak mandi untuk berkhitan .

tulang. jika kelak dikemudian hari. Sebenarnya. senjata pamungkas berada ditangan Dongan Sahuta. di akhirat bangkitlah. dongan sahuta do raja panuturi dohot pengajari.” (semua tergantung suhut). manghirap sian nadao. tetapi ditinjau dari segi usia sudah sepantasnya berumah tangga.Mengacu kepada defenisi diatas. Status Sari Matua dinaikkan setingkat menjadi Saur Matua seperti ini ditemukan pada beberapa acara adat. semua orang harus mati. Tokoh adat diatas berkomentar. Faktor lain ujar mereka. permintaan hasuhuton itu sudah memplesetkan nilai adat yang diciptakan leluhur. Artinya. Benar ada umpasa yang mengatakan : “Tinallik landurung bontar gotana. karena mungkin pihak hasuhuton orang “terpandang”. Namun dalam prakteknya. “Mate Mangkar” (yang meninggal suami atau isteri.kematian Pendahuluan Berbicara tentang Sari Matua. nang pe asing-asing margana. didorong oleh umpasa yang disalah tafsirkan yakni: “Pitu lombu jonggi. sajongkal dua jari.3. agar yang meninggal Sari Matua itu ditolopi (disetujui) menjadi Saur Matua. dongan sahuta. Sari matua Tokoh adat yang dihubungi Ev H Simanjuntak.” Mereka harus menjelaskan dampak negatif dari peralihan status Sari Matua ke Saur Matua berkenaan dengan anak-anak almarhum yang belum hot ripe. “Matipul Ulu” (suami atau isteri meninggal dunia dengan anak yang masih kecil-kecil). bagai rumput yang kering. adanya “ambisi” pihak keluarga mengejar cita-cita orang Batak yakni hamoraon. Pengertian Sari Matua. anak tersebut resmi kawin. agar hidup disembuhkan.” Tetapi bukankah ada umpasa yang paling mengena: “Tinallik bulu duri. sisada sitaonon dohot las ni roha do namardongan sahuta. tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum kawin (hot ripe). masih ada jenis kematian lain seperti “Martilaha” (anak yang belum berumah tangga meninggal dunia). dan hal itu dibenarkan oleh semua agama. raja pinaraja-raja. anak kami inilah yang membelanjai orang tua kami yang tengah terbaring di rumah duka. Constan Pardede. Sering hasuhuton beralasan. apalagi anak-anak kami ini sudah bekerja dan sebenarnya. “Matompas Tataring” (isteri meninggal lebih dahulu juga meninggalkan anak yang masih kecil). tetapi belum berketurunan). Selanjutnya. karena dulu .”Selain yang disebutkan diatas. matua husuhuton do pandapotan. simarmiak-miak marhuling-hulinghon lombu. jabatan dan kekayaan. “benar masih ada anak kami yang belum hot ripe (kawin). BMT Pardede. sebelum tugasnya sebagai orang tua belum tuntas yakni mengawinkan anak-anaknya. Umpasa ini sasarannya adalah untuk “sibuaton” (parjuhutna-boan). Saur Matua dan Mauli Bulung adalah berbicara tentang kematian seseoang dalam konteks adat Batak. pangkat. karena bisa saja permintaan hadirin parjuhutna diusulkan lombu sitio-tio atau horbo. Makhluk hidup harus busuk. hasangapon. hagabeon. terjadinya peralihan status. Tubuh ini akan musnah. Bukankah pada Kidung Jemaat 334 disebut: “Tiap orang harus mati. simarmiak-miak marhuling-hulinghon horbo. agar lahir yang baru. marhulang-hulanghon hotang. Mereka memprediksi. manjou sian najonok). “Semoga dengan acara adat ini mereka secepatnya menemukan jodoh (asa tumibu dapotan sirongkap ni tondi. masuk sorga yang megah. hula-hula dan semua yang berhadir pada acara ria raja atau pangarapotan. Adalah aksioma. ketika hasuhuton “marpangidoan” (bermohon) kepada dongan sahuta. terkesan “tanggap mida bohi”. untuk meredam “ambisi” hasuhuton. Tidak diukur dari segi umur. tetapi karena kurang mampu. seseorang tidak bisa dinobatkan (dialihkan statusnya dari Sari Matua ke Saur Matua. RPS Janter Aruan SH membuat defenisi : “Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya. orang itu meninggal. atau sebaliknya jika mampu. hasuhuton menyembelih simarmiak-miak (B2).

Jika yang meninggal adalah suami. hal itu sudah melampaui ambang batas normal adat Batak. bisa saja simarmiakmiak. sebagai simbol duka cita dan jenis ulos itu adalah sibolang. Barangkali. Seandainya pesan yang tersirat pada ulos Sampe Tua ini dilanggar. Disinilah pemakaian umpasa “Pitu lombu jonggi. karena diantara anaknya sudah ada yang berumah tangga namun belum dikaruniai cucu. ada pula berstatus “Mate Mangkar” berubah menjadi Sari Matua. BMT Pardede. Dahulu. Tujung diberikan kepada perempuan balu atau pria duda karena “mate mangkar” atau Sari Matua. bila hal itu diutarakan. Lahir dulu. Saur Matua Seseorang disebut Saur Matua. dan suami atau isteri yang ditinggal almarhum dalam waktu relatif singkat sudah dapat kembali beraktifitas mencari nafkah.sudah dianggap kawin. Jenis ulos dimaksud juga bernama Sibolang. sambungnya. sekaligus hal ini mengembalikan citra adat leluhur. ketika meninggal dunia dalam posisi “Titir maranak. Kalau hanya mengharapkan manjalo tangiang menjadi partangiangan. Ulos Sampe Tua. melainkan diuloskan ke bahu oleh pihak hula-hula ataupun tulang.Saya kurang setuju menerima adat yang demikian”. Konsekwensi penerima ulos Sampe Tua adalah suami ataupun isteri tidak boleh kawin lagi. sebab kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan. namanya diperhalus dengan sebutan “lombu sitio-tio marhuling-hulinghon horbo”. Sebab kelak jika bapak yang meninggal. sering terlihat ulos yang seharusnya adalah tujung. karena faktor usia dan agar keluarga yang ditinggalkan beroleh tua. menurut Simanjuntak. Diminta tanggapannya apakah keharusan boan dari mereka yang Saur Matua lombu sitio-tio atau sigagat duhut.Khusus tentang parjuhutna. penerima tujung adalah suami yang diberikan tulangnya. adalah ulos yang ditujungkan (ditaruh diatas kepala) kepada mereka yang menghabaluhon (suami atau isteri yang ditinggalkan almarhum). berobah menjadi ulos sampe tua. Tetapi sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. “boan”-nya adalah horbo (sigagat duhut). hagabeon seperti diuraikan diatas. marhulang-hulanghon hotang. Alasannya cukup sederhana. karena suami atau isteri yang ditinggal sudah kurang pantas menerima tujung. Ulos Sampe Tua bermakna Sampe (sampailah) tua (ketuaanberumur panjang dan diberkati Tuhan) Akhir-akhir ini pada acara adat Sari Matua. marpahompu sian boru”. Toh tujung itu langsung dibuka sepulang dari kuburan. mungkin pihak hasuhuton akan berpikir dua kali. namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu. maka penerima tujung adalah isteri yang diberikan hula-hulanya. kemungkinan yang bersangkutan larut dalam duka (margudompong) yang eksesnya bisa negatif yakni semakin jauh dari Tuhan atau pesimis bahkan apatis. baru kita sebut Si Unsok atau Si Butet. Ev H Simanjuntak bersama rekannya senada mengatakan. adalah ulos yang diberikan kepada suami atau isteri almarhum yang sudah Saur Matua. tokoh adat ini menjelaskan. kawin lagi dan punya anak kecil lalu meninggal. kalau orang yang meninggal tadi dari Mate Mangkar menjadi Sari Matua. Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan. Soal boan sigagat duhut. Raja Partahi Sumurung Janter Aruan SH dan Constant Pardede berpendapat sebaiknya ulos yang diberikan adalah tujung. tentu dongan sahuta tidak ikut campur tangan dalam seluruh kegiatan/proses perkawinan. hal itu relatif tergantung kemampuan hasuhuton. Selanjutnya. sebab kedukaan itu akan lebih cepat sirna. tegasnya. Tetapi sebagai umat beragama. Seharusnya simarmiak-miak. Sebaliknya jika yang meninggal adalah isteri. Hasuhuton beralasan. parumaen (menantu) sudah mengandung (“manggora pamuro”). titir marboru. Jika tujung masih melekat di kepala. parjuhutna (boan) sigagat duhut (bukan simarmiak-miak merhuling-hulinghon horbo). lalu ompu si apa kita sebut? Ompu Sipaimaon?”. katanya memprotes. belum tentu dimiliki seseorang. kenapa kita sungkan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita. yang cocok kepada ina adalah lombu sitio-tio atau kalau harus horbo. yang terakhir ini lebih tepat. tetapi tidak ditujungkan diatas kepala. tujung itu tetap dipakai kemana saja pergi selama hari berkabung yang biasanya seminggu dan sesudahnya baru dilaksanakan “ungkap tujung” (melepas ulos dari kepala). sebab tujung tersebut langsung diungkap (dibuka) oleh tulang ataupun hula-hula sepulang dari kuburan (udean). karena kerbau adalah ternak yang paling tinggi dalam adat Batak. marpahompu sian anak. Hebatnya lagi. Secara ratio. . ujar mereka. Tokoh adat Ev H Simanjuntak. ulos apa pula namanya. raja pinaraja-raja. ujar Ev H Simanjuntak. Ulos tujung dan sampe tua Ulos tujung.

matua hasuhuton do pandapotan”. sesuai dengan defenisi yang dikemukakan diawal tulisan ini. 2. Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dilaksanakan: 1. Didalam adat istiadat Mandailing. maka pada horja siluluton bendera-bendera adat dibalik menghadap kerumah sebagai tanda duka cita. sada sitaonon do na mardongan sahuta nang pe pulik-pulik margana”. Jika dalam Horja Siriaon bendera-bendera adat yang dipasang di halaman menghadap keluar. kawin lagi dan punya keturunan. Kalangan hula-hula. Pelestarian Horja Mambulungi/ Horja Siluluton (Upacara Adat Kematian). Tidak ada lagi isak tangis. musik tiup. Jangan terjadi seperti cerita di Toba. berpesta tetapi bukan hura-hura. terutama dongan sahuta harus memaklumi kondisi dari hasuhuton agar benar-benar “tinallik landorung bontar gotana. Kelak jika bapak tersebut meninggal dunia. tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak. seorang yang pada waktu perkawinannya dilaksanakan dengan upacara adat perkawinan. adalah seseorang yang meninggal dunia dalam posisi titir maranak. menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. tidak dibenarkan mengadakan pesta adat perkawinanan (horja siriaon). meminta maaf atas perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja kepada seluruh keturunan Baitang dan masyarakat Mandailing. Masih seputar Saur Matua khususnya kepada kaum bapak. Dalam tradisi adat Batak. maka pada saat meninggalnya juga harus dilakukan dengan upacara adat kematian terutama dari garis keturunan Raja-Raja Mandailing. Jika belum mengadati seorang anak atau keluarganya tetap menjadi kewajiban /utang adat bagi keluarga yang disebut mandali di paradaton dan jika ada yang akan menikah. sang bapak menjadi Sari Matua. Pada hari lain yang akan ditentukanm kemudian sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keluarganya. predikat isteri tercinta. barangkali 90 tahun keatas. akibat termakan adat akhirnya mereka lari malam (bungkas) kata mereka. sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang. Kematian seseorang dengan status mauli bulung. memukul godang ogung sabangunan. lalu anak yang ditinggalkan berstatus lajang. Seorang anak keturunan Raja. Setelah beberapa tahun wafatnya Partomuan Lubis gelar Patuan Dolok III dan Suti Nasution gelar Na Duma I. . Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka. titir marboru. marpahompu sian boru sahat tu namar-nini. menari. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita. mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat). ditinjau dari segi generasi. apabila ayahnya meninggal dunia wajib mengadati (Horja Mambulungi). bercicit mungkin hingga ke buyut). sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke “marondok-ondok” yang selama hayatnya. Mauli Bulung Mauli Bulung. marpahompu sian anak. bercucu. maka diadakan upacara adat kematian (Horja Mambulungi) di Tamiang untuk mengucapkanbanyak terima kasih. Pada saat penguburan. umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang.Dapat diprediksi.

ia berharap agar orangtuanya dapat merestui semua keturunananya hingga beroleh umur yang panjang. . maka pada keturunannya beserta sanak famili lebih dahulu harus mengadakan musyawarah untuk menentukan berbagai persyaratan. dongan tubu. Dalam melaksanakan sesuatu upacara harus melalui fase-fase (tahapantahapan) yang harus dilalui oleh setiap yang melaksanakannya. seperti menentukan hari pelaksanaan adat panulangion itu. si anak tersebut menyatakan kepada orangtuanya bahwa mereka sebenarnya khawatir melihat penyakitnya. Lain halnya dengan orang yang meninggal sari matua. Saur matua adalah orang yang meninggal dunia telah beranak cucu baik darianak laki-laki maupun anak perempuan. Kemudian acara panulangion dimulai dengan sepiring makanan yang terdiri dari sepiring nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan. Adapun maksud dan tujuan masyarakat Batak Toba untuk mengadakan upacara kematian itu tentunya berlatar belakang kepercayaan tentang kehidupan . hal seperti itu belum tentu dilakukan karena masih ada dari keturunannya belum sempurna dalam hal kekerabatan. telah beranak cucu. Acara Sebelum Upacara di Mulai Dalam kehidupan ini. maka pada keturunanya beserta sanak famili biasanya melakukan acara adat khusus baginya. setiap manusia dalam suatu kebudayaan selalu berkeinginan dan berharap dapat menikmati isi dunia ini dalam jangka waktu yang lama.misalnya karena penyakit yang diderita dan tidak dapat disembuhkan lagi kecelakaan dan sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui secara pasti. Pada masyarakat Batak Toba.karena keterbatasan. bila ada orangtua yang menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Selain itu. Saur artinya lengkap/sempurna dalam kekerabatan. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut: 1. dan natua-tua ni huta (orang yang dituakan di kampung tersebut). Karena yang telah meninggal itu adalah sempurna dalam kekerabatan. dan jumlahnya serta biaya yang diperlukan untuk mempersiapkan makanan tersebut. Sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. maupun disebabkan penyakit. Pada waktu itu juga turut diundang hula-hula dari suhut. Tetapi usaha untuk mencapai keinginan tersebut adalah di luar jangkauan manusia. kemampuan dan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia. Sebelum diadakan acara manulangi ini. jenis ternak yang akan dipotong. yang disebut dengan Manulangi (memberi makan). Maka sebelum tiba waktunya.Upacara kematian pada masyarakat Batak Toba merupakan pengakuan bahwa masih ada kehidupan lain dibalik kehidupan di dunia ini. Kalaupun suhut membuat acara adat sempurna sesuai dengan Adat Dalihan Na Tolu. diberikan kepada orangtua tersebut oleh anak sulugnya. Batas akhir kehidupan manusia ini (mati) dapat terjadi dikarenakan berbagai hal. maka harus dilaksanakan dengan sempurna. berkumpullah semua keturunan dan sanak famili di rumah orangtua tersebut dan dipotonglah seekor ternak babi untuk kemudian dimasak lagi dengan baik sebagai makanan yang akan disuguhkan untuk dimakan bersama-sama. Pada waktu Eanulangi. setiap manusia juga sudah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing yang telah ditentukan batas akhir kehidupannya.

pihak laki-laki baik dari keturunan orangtua yang meninggal maupun sanak saudara berkumpul di rumah duka dan membicarakan bagaimana upacara yang akan dilaksanakan kepada orangtua yang sudah saur matua itu. dongan sabutuha. Setelah selesai kata mangampui. dongan sabutuha (yang terdiri dari teman semarga. Setelah selesai makan. semua keturunannya direstui dan diberi nasehat-nasehat. dongan tubu. Pihak suhut lainnya ada yang memesan peti mayat. Setelah anaknya yang sulung selesai memberikan makan. boru. maka selanjutnya keturunan dari orangtua itu harus manulangi hula-hulanya dengan makanan agar hula-hulanya juga memberkati mereka. Sambil makan. maka semua keluarga menangis dan ada yang meratap sebagai pertanda bahwa sudah tiba waktunya bagi mereka untuk berpisah. Setelah pembagian jambar maka mulailah kata-kata sambutan yang pertama oleh anak Sulung dari orangtua ini dilanjutkan dari pihak boru. Ia juga mendoakan agar orangtuanya dapat lekas sembuh. Setelah selesai memberi makan. Dan mulailah dihubungi pihak famili dan mengundang pihak hula-hula. Osang (mulut bagian bawah) untuk hula-hula. Sesudah mayat tersebut dibersihkan maka dikenakan pakaian yang rapi dan diselimuti dengan kain batak (ulos). Hasatan (ekor) untuk keluarga suhut. boru. Beberapa orang dari pihak hasuhuton pergi mengundang (Manggokkon hula-hula. diadakanlah pembagian”jambar (suku-suku daging). soit (perut bagian tengah) untuk dongan sabutuha (teman semarga) dan jambar (potongan daging-daging) untuk semua yang hadir). dan terakhir dari hula-hula. akhirnya orangtua yang gaur matua itu meninggal dunia. berumur panjang dan dapat membimbing semua keturunannya hingga selamat dan sejahtera di hari-hari mendatang. maka diadakanlah pembagian tugas bagi pihak hasuhuton. parsuhuton supaya hadir dalam musyawarah umum (Mangarapot). salah seorang dari pihak boru (suhut) memotong haliang (leher babi) dan dibagi-bagikan kepada hadirin. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersamasama. disitulah merka memberikan ulos naganjang kepada orangtua itu dengan meletakkannya di atas pundak (bahu) orangtua tersebut. teman sahuta. Setelah pemberian ikan dan ulos itu maka pihak boru brdoa dan menyuguhkan daging lengkap dengan suku-sukunya kepada pihak hula-hula. Sesudah acara mangarapot selesai. Setelah acara panulangion itu selesai. dongan sahuta. penentuan hari untuk musyawarah umum ini juga sudah ditentukan. teman satu kampung) serta sanak saudara yang ada di rantau. selanjutnya dibaringkan di ruang tengah yang kakinya mengarah ke jabu (bona rumah suhut). Dari musyawarah keluarga akan diperoleh hasil-hasil dari setiap hal yang dibicarakan. Gaor bontar (kepala baglan atas sebelah kiri untuk boru (anak perempuan). Pada waktu itu ada juga orangtua yang membagi harta warisannya walaupun belum resmi berlaku. maka dilanjutkan oleh adik-adiknya sampai kepada yang bungsu beserta cucu-cucunya. raja adat. maka pada hari berikutnya pihak hula-hula pergi menjenguk orangtua tadi dengan membawa dengke (ikan) dan sehelai ulos (kain adat batak) yang disebut ulos mangalohon ulos naganjang (memberikan kain adat). Tujuan dari pemberian ulos dan makanan ini adalah supaya orangtua tersebut cepat sembuh. Ketika hula-hula menyampaikan makanan itu kepada orangtua yang sakit. Pada saat yang bersamaan. Pada waktu yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Hasil-hasil ini dicatat oleh para suhut untuk kemudian untuk dipersiapkan ke musyawarah umum.murah rezeki dan tercapai kesatuan yang lebih mantap. maka acarapun selesai dan diadakanlah doa penutup. Sambil disuguhi makanan. membeli dan mempersiapkan beberapa ekor ternak (kerbau atau babi .

Upacara di jabu (di dalam rumah) termasuk di dalamnya upacara di jabu menuju maralaman (upacara di rumah menuju ke halaman).Acara Pelaksanaan Upacara Kematian Saur Matua Setelah keperluan upacara selesai dipersiapkan barulah upacara kematian Saur matua ini dapat dimulai. pemberian napuran tiar ini menunjukkan sikap hormat kepada pargonsi agar pargonsi bersedia menerima undangan tersebut dan tidak menerima undangan lain pada waktu yang bersamaan. Upacara di jabu ini biasanya di buka pada pagi hari (sekitar jam 10. merata atau beras yang ditumbuk dan disertai dengan napuran tiar (sirih). Anak perempuan dari orangtua yang meninggal. sagu-sagu. Mereka yang bekerja pada saat upacara adalah pihak boru yang disebut Parhobas. yaitu semua anak lakilakinya.atau yang lainnya) sebagai makanan pesta atau untuk borotan. Pihak boru lainnya pergi mengundang pargonsi dengan memberikan napuran tiar (sirih) yang diletakkan di atas sebuah piring beserta dengan uang honor dari pargonsi selama mereka memainkan gondang sabangunan dalam upacara saur matua. Letaknya berhadapan dengan kamar orangtua yang meninggal ataupun kamar anak-anaknya dan diselimuti dengan ulos sibolang. Kemudian diikuti oleh anak laki-laki mulai dari anak yang paling besar sampai anak yang paling kecil. Kemudian pargonsi disambut oleh suhut dan dipersilahkan duduk di jabu soding (sebelah kiri ruang rumah yang beralaskan tikar. Pelaksanaan upacara kematian saur matua ini terbagi atas dua bagian yaitu : 1. . 2.00 Wib) oleh pengurus gereja. Dan sebagian dari pihak suhut mempersiapkan pakaian adat untuk keturunan orangtua yang meninggal saur matua itu. 2. 1. Tempat untuk pargonsi sudah dipersiapkan lebih dahulu yaitu di bagian atas rumah (bonggar). Dan semua unsur dari dalihan natolu sudah hadir di rumah duka dengan mengenakan ulos. Ketika acara penyampaian kata-kata penghiburan oleh unsur-unsur dalihan natolu sedang berlangsung. Kemudian masingmasing unsur dalihan natolu mengadakan acara penyampaian kata-kata penghiburan kepada suhut. Lalu suhut menjamu makan para pargonsi dengan memberikan sepiring makanan yang berisi ikan (dengke) Batak. Upacara maralaman (di halaman) Kedua bentuk upacara inilah yang dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba sebelum mengantarkan jenazah ke liang kubur. Pakaian adat ini terdiri dari ulos yang diselempangkan di atas bahu dan topi adat yang dipakai di atas kepala.Upacara di jabu (di dalam rumah) Pada saat upacara di jabu akan dimulai. Sedangkan cucu dan cicitnya ada yang duduk di belakang atau di depan orangtua meeka masing-masing. duduk di sebelah kiri dari peti mayat. nasi. Pada saat yang bersamaan. datanglah pargonsi sesuai dengan undangan yang disampaikan pihak suhut kepada mereka. mayat dari orangtua yang meninggal dibaringkan di jabu bona (ruang tamu). diantara keturunan orangtua yang meninggal masih ada yang menangis. cucu lakilaki dari yang pertama (sulung) dan cucu laki-laki dari anaknya perempuan. Suami atau isteri yang ditinggalkan duduk . di sebelah kanan tepat di samping muka yang meninggal. rudang.

Gondang Liat-liat. Gondang yang terakhir. maka semua menari. Kemudian diaturlah posisi masing-masing unsur Dalihan Natolu. Kemudian pargonsi memainkan gondang Lae-lae atau gondang elek-elek. kekayaan dan kehormatan. Gondang ke dua yaitu gondang yang indah dan baik (tanpa ada menyebutkan nama gondangnya). Gondang ini juga dijadikan sebagai pengumuman kepada masyarakat bahwa ada orang tua yang meninggal saur matua. Gondang ini dibunyikan untuk menggambarkan bahwa segala yang ada di dunia ini ada mulanya. Gondang SOmba-sOmba maksudnya agar kita patut menghormati gereja. Maksud dari pemberian uang itu adalah sebagai penghormatan kepada pargonsi dan untuk memberi semangat kepada pargonsi dalam memainkan gondang sabangunan. Setelah gondang berbunyi. baik itu manusia. pargonsi pun sudah bersiap-siap untuk memainkan gondang sabangunan.Setelah acara makan bersama para pargonsi pun mengambil tempat mereka yang ada di atas rumah dan mempersiapkan instrumen-instrumen mereka masing-masing. Kemudian masing-masing unsur dari Dalihan Natolu meminta gondang kepada pargonsi. 2. mereka juga sering memberikan uang kepada pargonsi tetapi yang memberikan biasanya adalah pihak boru walaupun uang tersebut adalah dari pihak hula-hula atau dongan sabutuha. 5. Umumnya semua pemain duduk menghadap kepada yang meninggal. Dan pihak suhut menari mendatangi pengurus gereja satu persatu dan minta berkat dari mereka dengan Meletakkan ulos ke bahu Masing-masing pengurus gereja. Jika masih ada suami atau isteri yang meninggal maka mereka berdiri di sebelah kanan yang meninggal bersama dengan suhut hanya tapi mereka paling depan. Pihak suhut berdiri di sebelah kanan yang meninggal. Dan pada malam hari tiba. 3. pihak suhut juga bersiap-siap mengenakan ulos dan topi adat karena sebentar lagi kegiatan margondang saur matua akan dimulai. . Dan pada saat gondang tersebut berbunyi. para pengurus gereja menari mengelilingi mayat memberkati semua suhut dengan meletakkan tangan yang memegang ulos ke atas kepala suhut dan suhut membalasnya dengan meletakkan tangannya di wajah pengurus gereja. pengurus gereja berkata kepada pangonsi agar dimainkan gondang mula-mula. boru disebelah kiri yang meninggal dan hulahula berdiri di depan yang meninggal. sedangkan pada siang hari harinya dipergunakan pargonsi untuk istirahat. Kemudian kegiatan margondang dibuka oleh pengurus gereja (pangulani huria). yaitu gondang yang memeberitahukan danmengundang masyarakat sekitarnya supaya hadir di rumah duka untuk turut menari bersama-sama. Semua unsur Dalihan Natolu berdiri di tempatnya masingmasing. hasututon meminta gondang hasahatan dan sitio-tio agar semua mendapat hidup sejahtera bahagia dan penuh rejeki dan setelah selesai ditarikan rnereka semuanya mengucapkan horas sebanyak tiga kali. 4. Kegiatan margondang di dalam rumah biasanya dilakukan pada malam hari. Sedangkan pengurus gereja menaruh tangan mereka ke atas kepala suhut.

Kemudian dengan hati-hati sekali mayat dimasukkan ke dalam peti dan diselimuti dengan ulos sibolang. maka peti mayat dibawa rnasuk kedalam rumah dan mayat dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam peti. ulus sampe. Keesokan harinya. Tapi dibeberapa daerah Batak Toba. Setelah hula-hula selesai memberikan ulos-ulos tersebut kepada suhut. dongan sabutuha. Maka aktivitas selanjutnya adalah pemberian ulos tujung. pengganti dari ulos ini dapat diberikan sejumlah uang. maka sekarang giliran pihak suhut memberikan ulos atau yang lainnya sebagai pengganti dari ulos kepada semua pihak boru. hasuhutan yang menari kemudian dongan sabutuha. Sesudah semua rombongan selesai menari. sekaligus pernyataan turut berduka cita yang sedalamdalamnya dari pihak hula-hula. Semuanya menari diiringi gondang sabungan dan mereka sesuka hati meminta jenis gondang yang akan ditarikan. apabila peti mayat yang telah dipesan sebelumnya oleh suhut sudah selesai. kemudian tulang dari yang meninggal memberikan ulos saput (sejenis ulos ragihotang atau ragidup). maka kegiatan-kegiatan pada malam-malam hari tersebut diisi dengan menortor semua unsur Dalihan Na Tolu. Kemudian aktivitas selanjutnya setelah pemberian ulos atau uang kepada boru adalah kegiatan margondang. Dan ulos itu hanya diletakkan diatas bahu dan tidak diatas kepala. Ketika itu hadirlah dongan sabutuha. Pemberian ulos bermakna suatu pengakuan resmi dari kedudukan seorang yang telah menjadi janda atau duda dan berada dalam suatu keadaan duka yang terberat dalam hidup seseorang ditinggalkan oleh teman sehidup semati. Yang mengangkat mayat tersebut ke dalam peti biasanya adalah pihak hasuhutan yang dibantu dengan dongan sabutuha. hula-hula .lalu semua unsur Dalihan na Tolu kembali menari. ulus panggabei. hula-hula dan boru. Yang pertama sekali memberikan ulos adalah hula-hula yaitu ulos tujung sejenis ulos sibolang kepada yang ditinggalkan (janda atau duda) disertai isak tangis baik dari pihak suhut maupun hula-hula sendiri. boru dan ale-ale. Setelah pembagian harta warisan selesai dilaksanakan. Dan pada waktu pemberian ulos sampesampe itu semua anak keturunan yang meninggal berdiri di sebelah kanan dan golongan boru di sebelah kiri daeri peti mayat.Jika upacara ini berlangsung beberapa malam. maka semua hadirin diundang untuk makan bersama. Ulos itu disebut ulos sampe atau ulos tali-tali. dimulai dari pihak suhut. diadakanlah adat pandungoi yang biasanya dilakukan rada sore hari. boru. Sehari sebelumnya peti mayat dibawa ke halaman rumah orangtua yang saur matua tersebut. posisi peti diletakkan sarna dengan posisi mayat sebelumnya. Maksud dari pemberian ulos ini adalah menunjukkan hubungan yang baik dan akrab antara tulang dengan bere (kemenakannya). yang memasukkan mayat ke dalam peti adalah dongan sabutuha saja. Adat ini menunjukkan aktivitas memberi makan (sepiring nasi beserta lauknya) kepada orangtua yang saur matua dan kepada semua sanak famili. Dan bona tulang atau bona ni ari memberikan ulos sapot tetapi tidak langsung diletakkan di atas badan yang meninggal tetapi digerbangkan diatas mayat peti saja. Mulai dari pihak suhut. yang diletakkan pada mayat dengan digerbangkan (diherbangkan) diatas badannya. Setelah ulos tujung diberikan.

tepatnya pada waktu matahari akan naik (sekitar pukul 10.dan ale-ale. Pada upacara ini posisi dari semua unsur dalihan Na Tolu berbeda dengan posisi mereka ketika mengikuti upacara di dalam ruah. Setelah semua unsur Dalihan Na Tolu dan pargonsi berada pada tempatnya. bernyanyi lagi. Lalu peti mayat itu diletakkan di halaman rumah sebelah kanan dan di depannya diletakkan palang salib kristen yang bertuliskan nama orangtua yang meninggal. Kemudian acara dipimpin oleh pengurus gereja mengenakan pakaian resmi (jubah). lalu pembacaan firman Tuhan. Acara ini berlangsung sampai selesai (pagi hari). tetapi pada upacara maralaman mereka berada di bilik bonggar sebelah kanan). dan di belakang mereka berdiri parumaen (menantu perempuan dari yang meninggal) posisi dari suhut berdiri tepat di hadapan rumah duka. Lalu peti mayat ditutup (tetapi belum dipaku) dan diangkat secara hati-hati dan perlahan-lahan oleh pihak boru dibantu oleh hasuhuton juga dongan sabutuha ke halaman. kalau seseorang yang gaur matua meninggal maka harus diberangkatkan dari antaran bidang (halaman) ke kuburan (disebut Partuatna). Pada upacara ini. Semua unsur dalihan Na Tolu yang ada di dalam rumah kemudian berkumpul di halaman rumah untuk mengikuti acara selanjutnya. hula-hula bersama pengurus gereja berdiri di depan peti mayat dan dongan sabutuha berdiri di belakang boru.00 Wib). Di dalam adat Batak Toba. Sedangkan peti mayat diletakkan di sebelah kanan rumah duka dan agak jauh dari tiang kayu borotan Posisi pemain gondang sabangunan pun sudah berbeda dengan posisi mereka ketika di dalam rumah. Setelah acara gereja selesai maka pengurus gereja menyuruh pihak boru untuk mengangkat peti mayat ke halaman rumah sambil diiringi dengan nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin. kata sambutan . pihak suhut berbaris mulai dari kanan ke kiri (yang paling besar ke yang bungsu). 1. Ke semua posisi ini mengelilingi kayu borotan yang ada di tengahtengah halaman rumah. Kemudian pargonsi pun bersiap-siap dengan instrumennya masing-masing. Maka dalam upacara maralaman akan dilaksanakan adat partuatna. peti mayat tersebut masih tetap ditutup dengan ulos sibolang. peti mayat ditutup dan diletakkan di atas kayu sebagai penyanggahnya. Sesampainya di halaman. Setelah semuanya hadir di rumah duka. posisi mereka sudah menghadap ke halaman rumah (sebelumnya di bonggar rumah. maka upacara ini dimulai. Anak laki-laki berdiri di sebelah kanan peti mayat. Upacara Maralaman (di halaman rumah) Upacara maralaman adalah upacara teakhir sebelum penguburan mayat yang gaur matua. Semuanya mengenakan ulos yang disandang di atas bahu. Upacara di jabu menuju maralaman Keesokan harinya (tepat pada hari penguburan) semua suhut sudah bersiapsiap lengkap dengan pakaian adatnya untuk mengadakan upacara di jabu menuju maralaman. Anak perempuan dari yang meninggal beserta dengan pihak boru lainnya berdiri membelakangi rumah duka kemudian hula-hula berdiri di samping kanan rumah duka. anak perempuan (pihak boru) berdiri di sebelah kiri. lalu pengurus gereja membuka kembali upacara di halaman ini dengan bernyanyi lebih dahulu. 2.

Kegiatan margondang selanjutnya diisi oleh pihak hasuhutan yang meminta gondang Mangaliat kepada pargonsi. Setelah gondang ini selesai maka suhut mendatangi pihak boru dan memberkati mereka dengan memegang kepala boru atau meletakkan ulos di atas bahu boru. pengurus gereja kemudian meminta kepada pargonsi yaitu gondang liat-liat.dan penghiburan dari pengurus gereja. lalu mereka mengelilingi sekali lagi borotan. rombongan gereja menari mengelilingi borotan (yang diikatkan kepadanya seekor kuda) sebanyak tiga kali. Maksud dari gondang ini agar pengurus gereja dengan pihak suhut saling bekerja sama. Setelah mengelilingi borotan. Biasanya setelah keturunan yang meninggal ini menerima ulos yang diberikan hulahula. Setelah sitolu Gondang itu selesai dimainkan. Maksud dari gondang ini adalah agar semua keturunan dari yang meninggal saur matua ini selamat-selamat dan sejahtera. . Lagi giliran pihak hula-hula untuk mangaliat. Semua suhut berbaris menari mengelilingi kuda sebanyak 3 kali. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. Dan kegiatan gondang ini diakhiri dengan pihak parhobas dan naposobulung yang menari. Setelah gondang ini selesai. Kemudian rombongan dari pengurus gereja mengawali kegiatan margondang. Kemudian pengurus gereja meminta gondang Marolop-olopan. Semua unsur : Dalihan Na Tolu menari di tempat dan kemudian mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Pada jenis gondang ini. juga memberikan beras atau uang. Setelah hasuhutan selesai menari pada gondang Mangaliat. sedang suhut dan unsur Dalihan Na Tolu lainnya memegang wajah pengurus gereja. Gerak tari pada gondang ini ialah kedua tangan ditutup dan digerakkan menurut irama gondang. pada waktu menari pengurus gereja mendatangi suhut dan unsur Dalihan Natolu lainnya satu persatu dan memberkati mereka dengan meletakkan ulos di atas bahu atau saling memegang wajah. Pihak hula-hula selain memberikan beras atau liang. Pada akhir dari setiap kelompok yang menari selalu dimintakan gondang Hasahatan atau sitio-tio dan mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. maka pihak pengurus gereja memberkati semua boru dan suhut. yaitu gondang yang dipersembahkan kepada Debata (Tuhan) agar kiranya Yang Maha Kuasa berkenan memberkati upacara ini dari awal hingga akhirnya dan memberkati semua suhut agar beroleh hidup yang sejahtera di masa mendatang. koor dari ibu-ibu gereja dan terakhir doa penutup. dengan memberikan ‘beras si pir ni tondi’ kepada suhut. Lalu pargonsi memainkan sitolu Gondang itu secara berturut-turut tanpa ada yang menari. Kemudian mangaliatlah (mengelilingi borotan) pihak boru sambil memberikan beras atau uang. Gerakan tangan sama seperti gerak yang dilakukan oleh pengurus gereja pada waktu mereka menari gondang Mangaliat. Pertama sekali mereka meminta kepada pargonsi supaya memainkan sitolu Gondang (tanpa menyebut nama gondangnya) . mereka juga memberikan ulos kepada semua keturunan orangtua yang meninggal (baik anak laki-laki dan anak perempuan). maka menarilah dongan sabutuha juga dengan gondang Mangaliat. Ulos yang diberikan hula-hula kepada suhut itu merupakan ulos holong.Sedangkan boru memegang wajah suhut. maka pengurus gereja menutup kegiatan margondang mereka dengan meminta kepada pargonsi gondang Hasahatan tu sitiotio. Kemudian pihak ale-ale yang mangaliat.

Setelah selesai acara pemakaman. jumlahnya menurut kedudukan masing-masing dan keadaan. boru. Bilamana seorang ibu yang meninggal saur matua maka diadakan mangungkap hombung (buha hombung). kegiatan margondang terus berlanjut. Hombung ialah suatu tempat tersembunyi dalam rumah. dimana seorang ibu biasanya menyimpan harta keluarga . Acara Sesudah Upacara Kematian. 3. pusaka. Kemudian peti mayat dipakukan dan siap untuk dibawa ke tempat penguburannya yang terakhir yang telah dipersiapkan sebelumnya peti mayat diangkat oleh hasuhutan dibantu dengan boru dan dong an sahuta. Sesampainya pihak suhut . kata sambutan dari pengurus gereja. hula-hula di rumah duka. Beberapa hari setelah selesai upacara kematian saur matua. Pada saat itulah kuda yang diborotkan tadi sudah dapat dilepaskan dan ternak (babi) yang khusus untuk makanan pesta atau upacara yang dibagikan kepada semua yang hadir. maka acara diserahkan kepada pengurus gereja. hula-hula datang untuk mangapuli (memberikan penghiburan) kepada keluarga dari orang yang meninggal saur matua dengan membawa makanan . Buha Hombung artinya membuka simpanan dari ibu yang meninggal. yang dilakukan oleh hula-hula dari ibu yang meninggal. berdoa. emas dan uang. maka acara selanjutnya adalah makan bersama. ada juga yang mengadakan pembagian jambar. sambil diiringi nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin sampai ke tempat pemakamannya. Lalu semua unsur Dalihan Na Tolu mengelilingi peti mayat yang tertutup. bernyanyi. Setelah semuanya selesai menari. maka upacara ditutup oleh pengetua adat. dongan sabutuha. juga sebagai kesempatan terakhir untuk meminta sesuatu dari simpanan “borunya” setelah selesai mangungkap hombung. hasuhutan. kembalilah semua yang turut mengantar ke rumah duka. dengan memberikan sepotong daging yang diletakkan dalam sebuah piring dan diberikan kepada siapa yang berkepentingan. Sementara diadakan pembagian jambar. biasanya dijalankan oleh amana posona (anak dari ito atau abang adik yang meninggal). yaitu menyerahkan sejumlah uang kepada hula-hula. bernyanyi dan doa penutup. Salah satu uraian yang diberikan dalam pembagian jambar ini adalah sebagai berikut: Kepala untuk tulang Somba-somba untuk bona tulang satu tulang paha belakang untuk bona ni ari Satu tulang belakang lainnya untuk parbonaan Leher dan sekerat daging untuk boru Setelah pembagian jambar ini selesai dilaksanakan maka kepada setiap hulahula yang memberikan ulos karena meninggal saur matua orang tua ini. perhiasan. Harta kekayaan itu diminta oleh hula-hula sebagai kenang-kenangan. Acara pemakaman diserahkan sepenuhnya kepada pengurus gereja. Tetapi terdapat berbagai variasi pada beberapa tempat yang ada pada masyarakat batak toba. penyampaian firman Tuhan.Pada saat setiap kelompok Dalihan Na Tolu menari. akan diberikan piso yang disebut “pasahatkhon piso-piso”. Pembagian jambar ini dipimpin langsung oleh pengetua adat. karena merekalah yang akan menurup upacara ini. Di mulai acara gereja dengan bernyanyi.

Dengan menyebut dia saur matua. Acara mangapuli dimulai dengan bernyanyi. sudah bercucu. Sarimatua. i. berdoa. meninggal belum kawin. Adat sesuai paradaton saur matua. meninggal ada anak laki dan permpuan tetapi belum ada cucunya. Maka dalihan natolu inilah yang mengatur peranan tersebut sehingga prilaku setiap unsur khususnya dalam kegiatan adat maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak menyimpang dari adat yang sudah ada ADAT UNTUK ORANG MENINGGAL Tingkatan-tingkatan Orang Meninggal a. terkesan seolah kita tidak menrima apa yang ditetapkan Tuhan (takdir ). Latar belakang dari pelaksanaan upacara kematian saur matua ini adalah karena faktor adat. saur-matua jala dan belum ada keturunannnya yang meninggal mendahului dia. Saurmatua. Yang bekerja menyedikan keperluan acara adalah pihak boru. kata-kata penghiburan setelah itu dibalas (diapu) oleh suhut. maka selesailah pelaksanaan upacara kematian saur matua. . Setelah acara ini selesai. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia yang masih hidup dengan para kerabatnya yang sudah meninggal masih ada hubungan ini juga menentukan hidup manusia itu di dunia dan di akhirat. tetapi lebih banyak anaknya yang belum kawin. Maulibulung. Keterangan sama dengan b & c. yang harus dijalankan oleh para keturunan orang tua yang meninggal tersebut. Sebenarnya konsep berpikir seperti itu sangat keliru. Mate Pupur. Mate dakdanak/mati anak-anak. Status itu adalah keadaan sebnarnya ketika dia dipanggil Tuhan. meninggal tanapa ada keturunan . e. Adat sesuai dengan paradaton sari matua h. sudah mempunyai cucu dari anak lelaki dan anak perempuannya dan sudah semua anaknya menikah. d. CATATAN: Sering kita lihat seorang yang meninggal statusnya “mate mangkar” tetapi dengan berbagai alasan seolah ditingkatkan statusnya menjadi saur matua. Sebagai salah satu bentuk aktivitas adat. karena: 1. maka pelaksanaan upacara ini tidak terlepas dari kehadiran dari unsurunsur Dalihan Natolu yang memainkan peranan berupa hak dan kewajiban mereka. Tidak ada adat untuk ini b. Adat sama dengan paradaton sari matua. Beluma ada paradaton untuk ini. Sorimatua.berupa ikan mas. f. Pelaksanaan upacara ini juga diwujudkan sebagai penghormatan kepada orang tua yang meninggal. meninggal belum ada nak lelaki tetapi ada anak perempuan. meninggal sudah mempunyai cucu tetapi masih ada yang belum kawin. Mate Punu. dengan harapan agar orang tua tersebut dapat menghormati kelangsungan hidup dari para keturunannya yang sejahtera dan damai. Mate mangkar ( matompas tataring/matipul ulu) . agar dapat dibuat acara adat saur matua. Tidak ada adat untuk ini c.

akan lahir banyak anak. panen akan melimpah ruah. Mereka disebut sipelebegu = pemuja roh. Penjahat berusaha mengikat persetujuan dengan begu yang ditakuti. tetapi karena kemampuan khusus seoarang anak umur 3 tahun dapat mengikuti kelas 1 SD. Terutama mereka yang diwaktu hidupnya menjadi kaya. panen gagal. Menurut anggapan yang lazim. kekayaann bertambah-tambah. ingin disembah dan dihormati dengan sesajen agar terus bergiat dalam memajukan kesejahteraan keturunan leluhur itu. ternak jatuh sakit. dan yang keturunannya banyak. anak-anak akan mati. Mungkin kutipan dari buku Hukum dan Adat Mayarakat Batak Toba karangan ni JC. Kalau roh ini tidak dihormati akan menimbulkan bencana kepada keluarga dan hewan maupun pertanian. (Halak na begu). heiden/kafir) diresapi konsep religius yang bersifat magis (religius magis). begu. Seluruh kehidupan pribadi masyarakat Batak ketika masih animisme/tidak beragamama (pagan. sehingga tidak ada orang yang berani menentangnya. jika roh itu dilalaikan. Dengan demikian. sumangot ni ompu (roh leluhur yang dipuja). . acara adat sari matua bagi yang meninggal sari matua bukan persyaratan tetapi justru keharusan Religius Magis Orang Meninggal Jika melihat tingkatan-tingkatan orang meninggal ini “penghargaan” yang semakin tua dan banyak keturuan semakin kelihatan ada hubungan kepercayaan religius magis kepada pemujaan/penghargaan kepada sumangot atau roh natua-tua atau leluhur. Vergouwen halalamn 79-81 mungkin dapat membantu memahami religius magis acara adat orang meninggal ini. Istilah begu mencakup juga roh orang yang sudah mati.2. Analoginya persaratan masuk kelas 1 SD umur 7 tahun. Ia boleh duduk di kelas 1 SD bukan lantas umurnya dijadikan 7 tahun. Perlu dipahami dari religius magis. Roh-roh inilah yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. dan sebagian besar dari nasibnya tergantung daripadanya. ternak berkembang biak. Hampir tidak ada suatu lingkungan hidup dimana perilakunya tidak dibimbing konsep religius magis . tetapi secara terbalik Sumangot Di antara begu. Kalau acara adatnya dibuat acara saur matua dapat saja dilakukan atas kesepakatn dengan hula-hula tanpa merobah statusnya. dan pelbagai malapetaka lainnya datang menimpa. dan ke dalamnya termasuk semua roh yang jika disembah dan diberi sesajen bisa dibujuk untuk memberikan berkat duniawi. Roh mereka ini. tetapi juga roh-roh alam. dan pemikirannya dikuasai oleh konsep “adikodrati” seperti: Roh Pikiran orang Batak yang animistis lebih peka terhadap kegiatan roh. ketimbang semua dewata yang baru disebut tadi. hanya begu melakukan semua yang dilakukan manusia. para begu bersatu dalam perserikatan yang sama betul dengan perserikatan manusia. mempunyai kekuasaan. dan akan terhindar dari bencana (Sinur na pinahan gabe naniula) Tetapi. roh leluhur yang sudah meninggal menduduki tempat yang khusus.

bonaniari yang berperanan. dan sejumlah besar kerbau dan ternak lainnya pun dibantailah. karena itu adalah suatu peristiwa penting bagi galur keturunan yang beranggota banyak. harus diiringi dengan gondang. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . dimasa dulu bisa berbulan-bulan. bonaniari yang berperanan. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat kepadanya. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. dan tembakan bedil.Vergouwen di halaman 62 & 63: memberi gambaran mengenai hal ini “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan.Melalui penglihatan gaib datu akan menanyakan apakah ada bahaya yang datangnya dari roh leluhur yang murka. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. demikian kadang-kadang dikatakan. dan pengaruhnya bertambah dan vice versa (sebaliknya). Upacara bisa berjalan berhari-hari. dan penghormatan kepada mereka meningkat dengan bertambahnya keturunan leluhur itu. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat . tempat dulu leluhur hidup. pangumbari. Bona ni ari menyediakan kain pembungkus tulang-tulang sebelum dibawa pergi. sumangot na tarrimas. “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. dan dalam acara mangongkal holi.C. Di lingkungan galur keturunan yang besar dan kecil. Mengeluarkan tulang-tulang leluhur yang sudah meninggal dari tanah. ianakkon ? Dialah pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna = kelompok orang yang kepadanya boru secara khusus menghimbau agar mendapatkan berkat.” Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. dan memang dari dialah boru memperolehnya. dan gondang dipukul. Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala.Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. b. Jika para leluhur itu orang-orang penting dan berkuasa semasa hidup.Vergouwendi halaman 62 & 63 Ulos Saput & Ulos Tujung Pemahaman “Ulos Saput & Ulos Tujung” mungkin ada hubungannya dengan religius magis “ dan peranan hula-hula yang disebut diatas. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. dan tempat kepala kelompok mungkin masih bermukim. “ “Didunia fana ini. tetapi dalam pada itu. daya hidup bagi masing-masing borunya. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. begu mereka pun berkuasa dan penting di dunia roh. pasu-pasu jika diperlukan. Jika memang demikian halnya datu akan menentukan macam pengorbanan yang mesti dilakukan. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. dan boru yang tertua bertanggungjawab atas penyediaan makanan yang akan dipersembahkan.C. orang-orang secara teratur menyajikan persembahan kepada leluhur jika sedang ada perjamuan. dan dalam acara mangongkal holi. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. Intina adalah a. mangongkal holi . tetapi dalam pada itu. menurut kebiasaan ditempatkan di suatu bagian rumah. daya hidup bagi masing-masing borunya. Sesajen tibal-tibal. Pemahaman Peranan Hula-hula & Tulang Ulaon Sari/Saur Matua. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh).

Jika isteri yang meninggal . karena semenajk itu statusnya akan berobah naik satu tingkat. “ c. makna ulos tujung peranan hula-hula di diacara sarimatua dan saur matua yaitu memberikan ulos tujung boru atau helanya untuk meberi kekuatan dan berkat kepada yang ditinggalkan dan keturunan orang yang meninggal ini i (Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. 3) Acara Panangkok saring-saring. hula-hulalah sumber utama sumber permintaan pasupasu/berkat Jika merujuk pada huruf a & b siklus religius magis kehidupan orang batak . khususnya menghimbau agar mendapatkan berkat. dan memang dari dialah boru memperolehnya. demikian kadang-kadang dikatakan.” Jadi dari horong hula-hula dan tulang.Dialah (hula-hula) pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna . daya hidup bagi masing-masing borunya) Jadi peranan ni ”hula-hula” lebih dominan untuk menaungi yang hidup atau yang ditinggalkan orang yang meninggal itu Jadi kalau peranan hula-hula lebih dominan kepada yang hidup dialah yang meberikan ulos tujung. kepada suami/isteri yang ditinggalkan yang meninggal dan tulang memberikan saput kepada yang meninggal. cuculah yang menjadi hasuhuton makanya bona niari lah yang manampin Kesepakatan di Batam: 16 Januari 2004 a.kepadanya. Jika suami meninggal. “hasuhuton yang meminta ” dari siapa saput dan ulos tujung ( diserahkan kepada kesepakatn hula-hula dan tulang siapa diantara merek yang memberikan saput dan tujung Martonggo Raja/Maria Raja di Ulaon Sari Matua/Saur Matua . ianakkon ? d. ulos tujung dari hula-hula. * Dikatakan terahir karena selanjutna berobah fungsina (naik satu tingkat) di keluarga berenya i. Peranan Hula-hula & Tulang Menurut Religius Magis & Keseharian di Siklus Kehidupan Orang Batak No 1 2 3 4 5 6 7 Siklus Sorang/Lahir Tardidi/Baptis Sidi Kawin Monding Ina/isteri meninggal Suami meninggal Panangkok Saring-saring Borua/Ina Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Sian Tulang Saput sian Tulang2) Tujung sian Hula Bona ni ari manam pin3) Baoa/Ama Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Hela –>Hulahula Ulos sian Tulang ni baoa Tujung Hula-hula 2) Saput sian Tulang2) Bona ni ari manampin3) 1) Keterangan: 1) Ulos pertama diberikan “ tulang” dan “Hula-hula” 2) Ulos parpudi na dipasahat tulang dohot “hulahula”. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya .“Didunia fana ini. ulos saput dari tulang yang meninggal b. pasu-pasu jika diperlukan.

dan sekarang terutama di kota. sanggar. Parjuhut (hewan yang dipotong) tergantung status yang meninggal. Memasukkan yang meninggal ke batang/peti jenazahnya Sanggul Marata/Sijagaron. Dengan kondisi ini. Prinsip pokok jambar ni sarimatua/saurmatua pisah upasira dengan ulu. artinya salah satu ulu/kepala atau upasira ada di hasuhuton. Pengertian ini bisi dipahami jika kita membayanghon rumah adat yang berkolong/marbara sehingga ketika. dibawa dari rumah ke halaman memang harus turun ke halaman dalam pengertian yang sebenarnya. Mangarapot. walaupun ada acara panfarapoton tetapi sudah disatukan dengan acara adat partuatna. silinjuang. Parjambaran Parjuhut Lombu Ulaon Sarimatua/Saurmatua . berupa bakul yang berisi eme/padi . sehingga maralaman hanya namanya saja tetapi jenazah dan acara tetap di rumah tidak dibawa ke halaman. naung di alaman ma i ala ni kondisi masyarakat sekitar……dst. Ndang adong makna religius magis ni i. Memang ulaon i manutup batang/peti jenazah rapat-rapat dengan lem/rapot dan diikat dengan rotan. maka yang dipotong untuk pangarapoton berberda pula dengan partuatna. tetapi disebut dengan “maralaman” yang berarti dibawa/dipindahkan ke halaman. sehingga jenazah dapat 2 malam saja tidak seperti di bona pasogit yang bisa sampai 7 hari Partuatna/Tuat tu Alaman. Adat di Batam: Pelaksanaan terserah suhut diadakan atau tidak. sihilap dohot pilo-pilo dipeakkon di halangulu ni namonding. Tanda status hagabeon yang meinggal (sari matua atau saur matua).Memberitahukan kepergian/meninggalnya seoaran raja dan membicarakan serta mepersiapkan segala sesuatu untuk acara adat penguburannya. Karena kondisi halaman rumah diperkotaan yang padat khusunya di Jakarta yang umumnya terbatas. sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Yang paling tinggi adalah kerbau. gambiri/kemiri. Dengan kondisi rumah sekarang khusunya diperkotaan yang tidak pakai kolong lagi. Terjemahan bebas “ Diturunkan ke Halaman” (Maralaman). tidak disebut lagi partuatna. dan acara itu sendiri disebut acara paborhathon/ pemberangkatan jenazah. Boan/Parjuhut ni Namonding. Terjemahan bebas “Menutup Rapat”. serta kondisi lingkungi jenazah tidak memungkinkan dibawa kehalaman. pangarapoton sebenarnya tidak ada lagi. Parjambaran Parjambaran hombar sesuai parjuhutna. Catatan: Sebelum misi/kekristena datang parjhuht hanya lembu atau kerbau. Sesuai kondisi lingkungan . paradaton di luat Batam pangarapoton dan partuatna disatukan. hariara/beringin. Sekarang tidak seperti itu lagi peti jenazah tidak ditutup karena masih ada lagi acara agama. ompu-ompu. Jika pangarapoton beda hari dengan partuatna. Mompo.

Bona Tulang 4. 2…. D. D. Huhuasi Paidua Ni Suhut anjaha Jujur Ngolu (Riwayat Hidup) Hula-hula dan Tulang: 1.. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Ulaon AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D.Tubu .dst Hula-hula Anak Manjae (Hula-hulanaposo) 1…. Bona Niari 5. D.Tubu .NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 Soit Handang/Rusuk/ 5 Somba-somba 6 Upasira/Ihur Parjambaran Parjuhut Horbo NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 5 6 Soit Handang/Rusuk/ Somba-somba Upasira/Ihur HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang Hula-hula Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. 2…. D. Hula-hula 2.Tubu .Sahuta. Tulang 3.Tubu . D. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Sarimatua/Saurmatua HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas Dongan Tubu/Parhobas D.Sahuta. Tulang Rorobot Hula-hula Namarhahamaranggi 1….Sahuta. Pariban Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Acara Paborhathon. dst .Sahuta..

Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan, dan dalam acara mangongkal holi, bonaniari yang berperanan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J.C.Vergouwendi halaman 62 & 63 HATA PATUJOLO, Hinauli dohot “Nilai Luhur” Adat Batak, diangkui para ahli do na mansai bagas jala denggan , khususna songon na nidok sambutan ni mantan Ephorus HKBP Ds G Siahaan di Buku Ruhut-Ruhut Adat Batak Bily Situmorang 1986. Bidang do diranap dao ditatap di Adat Batak i. Uli idaon angka tujuanna, naeng maraturan na denggan sude ulaon: masiurupan, masiajaran, masipodaan, masitatapan, masihilalaan. Naeng maraturan na denggan sude panghataion, pangalaho dohot parange: masiantusan, masihormatan, masipasangapan. Naeng maraturan na denggan sude parsaoran: pardongan saripeon, parnatua-tuaon dohot paraniakhonon, parhaha-maranggion, parsahutaon, parsisolhoton, denggan mar-dongan tubu, marhulahula, marboru. Sian najolo, diakui roha ni halak Batak do, naso marguru dijolma sude namasa diportibi on Ala ni i mabiar do nasida mangulahon na so uhum, na so adat, mabiar do nasida mangulahon ginjang ni roha dohot lomo-lomo, sai haserepon do dipodahon dohot diparangehon. Ala ni i, naengma di namangulahon acara adat batak i hita, tajaga ma tongtong hinauli dohot nilai luhur adat Batak i asa tongtong lestari, unang asal-asal manang jagar-jagar sajo. Asa boi hita mangulahon adat Batak na sintong, ingkon tongtong jolo ta antusi aha do makna dohot maksud ni setiap tatanan paradaton i, “ndang asal maniru na asing hape naung sala apalagi mangarang sesua selera ” songon na nidok umpama : eme na masak digagat ursa, ia i namasa ima ni ula” alana molo na sala do namasa i, ba lam dao ma menyimpang sian nilai luhur Adat Batak i. Arti ni umpama i pe, sindiran do i tu sasahalak namangulahon adat alai ndang diboto boasa di ulahon songoni, gabe dialusima songon umpama i Molo rup tangkas mamboto makna dohot nilai luhur ni paradaton i (Adat Batak analogina UU hukum secara nasional, Paradaton/Solup analogina songon Perda namarlaku di satu daerah tertentu namambaen Perda i) gabe praktis, ekonomis jala uli idaon Adat Batak i, alana ndang porlu be adong na bersitegang leher martele-tele gabe kontra produktip naso sesuai be tu tuntutan ni masyarakat industri/modern khususna di Batam. I do alana di Pedoman Acara Adat Marhata Sinamot on dipatorang do aha do pemahaman marhata sinamot dohot ragam ni sinamot, pudun saut dohot nahombar.

Catatan: Molo adong pangantusion na asing na autentik, boi do sesuaihonon hon paradaton on, alai anggo holan alasanna “maniru namasa” manang na “niulahon di huta naasing” manang di “hutana asalna be “ ndang sihataan i

PEMAHAMAN N Pudun Ragam Goar ni Sinamot

PARADATON

ADAT

BATAK

PUDUN

SAUT Saut

pangamai, pamarai, simolohon dohot tulangjuhutsilatataibadah Pemahaman na deba sinamot sitombol ima godang ni sinamot naung disepakati , nunga disi sude (lump sump) kewajiban-kewajiban paranak asing ni panandaion di alaman tu suhi ni ampang na opat ni parboru (pangamai, pamarai, pariban, tulang), , alai di parboru ulaon. Sarupa dohot sinamot sitombol alai gondang dohot dengke sila dang diwajibkan jala alaman ulaon unjuk dang ingkon di alaman ni parboru, alai hombar tu kesepakatan nama. lapatanna masing-masing paranak dohot parboru masinangkohi tangga ni balatukna be.

Tekhnis mangulahon, dipatorang do anon di “Buku Pedoman Acara Perkawinana Adat Na Gok”

Na taripar sian Parboru tu Paranak Tolu (3) na taripar sian Parboru tu Paranak 1.Taripar sian Suhut Parboru tu Paranak a.Pauseang, ulos na so ra buruk; b.Ulos Pasamot/Pansamot dohot ulos hela2. Ulos herbang sian Partodoan ni Parboru tu Partodoan ni Paranak: a.Tu Pamarai, haha anggi ni natoras ni Pangoli. b.Tu Simanggokhon, haha/ anggi ni Pangoli c.Tu Namboru ni Pangoli d.Tu sihunti ampang, iboto ni Pangoli Partodoan ni Paranak on, didok do tong songon suhi ampang na opat ni Paranak.3. Ulos ulos, manang ulos tonunon sadari, tu tutur na asing na ginokkon ni Paranak. Tudu-tudu ni Sipanganon & Jambar.

2. Jambar Jambar, ima namargoar ditamba bagian naasing na sibagihonon songon hatorangan mengenai jambar, songon tanda penghargaan, pengakuan legitimasi kehadiran ni angka raja na ro hombar tu status manang fungsi ni nasida di ulaon i. Pedoman parjambaran naung disepakati di Batam (Solup Batam) ima: Onma sebagai pedoman, alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “” hombar paradaton di huta i, alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V Ala ni i di tingki Acara Adat Perkawinan, naengma holan “dengke ni hula-hula” napinasahat secara khusus/ dohot acara dung dipasahat paranak tudu-tudu ni sipanganon asa tangkas makna dohot nilai luhur ni adat i. Alana molo na asing sarupa dipasahat ndang gabe sarupa nama dohot na asing gabe mago nilai dohot makna ni dengke hula-hula i. Molo tung adong pe dengke naasing dipasahat ma i rup boras dpramasuk nasida, dicatat jala digorahon ma angka ise si usung dengka. Ulos Kepada Pengenten

No Uraian Yang Mangulosi A Dari Parboru/Partodoan 1 Pamarai 1 lembar, wajib 2 3 4 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Simandokkon Namborunya (Parorot) Pariban Hula-hula dan Tulang Parboru Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot Hula-hula dan Tulang Paranak Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot

Keterangan Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita Iboto dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek dari pengenten wanita 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib

Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng, songon na pinatorang. Songoni angka na asing na marholong ni roha.

PROSESI ACARA ADAT Ulaon di jabu/di alaman , manang inganan na pinatupa 1. Paradehon Sipanganon a. Paranak: Menyediakan jala mamboan sipanganon namargoar lengkap dohot minuman ( na jolo tuak tangkasan). 2. Parmasuk ni Paranak.Molo dung dibereng nunga singkop parboru dohot paranak, boi do Paranak manungkun manang Parboru.a. Molo Parboru Manggora:“ Boha amang boru, molo na so adong dope sipaimaon muna, nunga rade hami manjalo haroro mun”. Andorang so marsipanganon jolo dipasahat Paranak do tudu-tudu sipanganon tu Parboru suang songoni dengke sian Parboru tu Paranak Dung singkop sude hundul angka hula-hula dumulai ma ulaon, ima pasahathon tudu-tudu sipanganon dohot pasahat dengke. PR PARANAKNunga denggan Rajaja ni hula-hula nami…..Nunga denggan be ta mulai, anggo di hami ndang adong be sipaimaon. Mandapoti nama molo tung adong dope na so haru sahat. Mauliate ma rajanami.Molo dung mangarade hamu hula-hulannami, asa jolo ro ma hami pasahat tudu-tudu ni sipanganon, naung hupatupa hami diulaonta sadari on. Mangarade ma hamuna hula-hula nami. Dihamu hasuhutonnami, ro/rade ma hamu tu….asa tajangkon haroro ni parboruonta Raja……laho pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu hita hula-hulana.Laos songonima di hita namarhahamaranggi namardongan tubu, asa rup ma hita tu jolo on manjalo haroro ni parboruonta Raja……pasahathon tudu-tudu ni sipanganon. Dihamu hula-hulanami…….dison ro do hami Pamoruon muna marga ……, pasahathon tudu-tudu ni sipanganon na tabo, na marsiala do i ima na adong na solot di ate-ate nami, na gompang di pusu-pusu nami nanaeng pasahaton nami annon Raja nami, asa songon ni dok ni natua-tua ma : „Bagot na marhalto ma na tubu di robean, horas ma hamu na mangan hon tu tambana ma di hami na mangalehon, las ma roha muna manjalo Botima”Dung sae dipasahat dijalangma hula-hulan laos mulak tu hundulannabe. PR PARBORU.Dihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo tudu-tudu ni sipanganon sian parboruon Raja…….. Molo tung di jolo ni hasuhuton pe on nueang, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARANAK:Na uli Raja nami, nunga rade hami

PR PARANAKDihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo dengke si mudur-udur, dengke sitio-tio sian hual-hula Raja…….. Molo tung hasuhuton pe nuaeng napadop adop on, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARBORU.Nuaeng pe diparboruon nami, ala nunga singkpo sude na roha nami marsipangananon ma hita. Andoroang so marsipanganon hupasahat hami ma tu hamu mambaen tangiangg laho mangan.

Amanta raja dohot inanta soripada na liat na lolo; Sitiktik ma si gompa, golang-golang pangarahutna.Tung songon dia pe sipanganon na hupatupa hami onSai godangma pnasuna ! Marjomuk ma hita !

Dihamu angka raja dohot inanta soripada sian dongan tubu, dongan sahuta, boru, hula-hula, pariban, sudena tulang dohot ale-ale, nunga tajalo dison tudutudu manang panggoari ni sipanganon sian pamoruonta na rap mangadopi ma hita.Langsung ma digora rajani boruna, asa di irisiris menekmenek sian aliang-aliang dohot ate-ate laho dipiringkon (dipadalan) tu angka naginokhonna. (4). MARBAGI JAMBAR PR PARBORUNunga boi ra ta uduti ulaonta atik pe so haru singkop dope sude marsipanganon, ima taringot tu parjambaran.PR PARANAK.Naulima i Rajanmi !

PR PARANAKMauliatema Raja nami !Nunga tingkos nanidok muna rajanami, nungnga hupasahat hami tu hamu Rajanami tudu-tudu ni sipanganon i, jala dialaman muna do uloonta, huhut ni i, hombar tu uhum ni adatta, disi tano niinganhon, disi solup niparsuhathon, nauli ma i raja nami , sidapot solup ma hami na ro. Hamu angka raja namarloloan on, lumobi raja dongan huta; Sori manungkun do sori mandapot, sai jolo manungkun do naro tu nanidapot; disi tano ni inganhon, disi solup ni parsuhathon ; ai si dapot solup do naro. Ianggo parjambaron na masa di huta on , tarsongononma; …….. Dung dialusi nunga une, horas jala gabe, didokma muse: CATATAN:1. Umpama/Umpasa naasing nahombar di tingki marsipanganon boi dohonon. Bulung ni dapdap langkop sipanganon natupa ima taparhajob. 2. Mansai ringkotdo jala unang lupa hasuhuton paboahon tu angka tondongna na ro sian luat naasing na mungkin asing paradatonna /solupna asa unang anon adong na mangido adat namasa di luatna/hutana. Dung sidung marbagi jambar diudutima dohot manghatai adat. Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., bona tulang…., tulang rorobot……, bona niari….., hula-hula namarhaha maranggi……., hula-hula anak manjae/hula-hula naposo……. , nunga huparade hami hundulan di hamu Rajanami. Molo tung songonipe parhundul muna rajanami naung disiamun nami ma hamuna. Rajanami, ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Beha, nunga denggan be hundulan muna Raja nami? Mauliatema ! PR PARANAK.Mauliatema rajanami, udutanta ma hape panghataionta. Dihita namardongan tubu, Raja ni boru , Bere/ibabere raja ni dongan sahuta dohot ale-ale, tapadenggan ma parhundulta ala naeng mulaanta nama panghataion dohot hula-hulanta………… Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., Bona tulang…., Tulang rorobot……, Bona niari….., Hula-hula namarhaha maranggi……., Hula-hula anak manjae/ Hula-hula naposo……. , Pos do rohanmai naung renta hundulan muna Raja nami. Ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Nuaengpe hupasahat hami ma tingki panghataion on tu hamu Rajanami. Mauliataema ! Sise mulani hata, sungkun mulani uhum, jolo dinangnang do asa dinungnung, jolo dipangan do sipanganon asa disungkun. PR PARBORU: Parjolo sise lapatan ni Tubuma dingin-dingin diluatni janji matogu, Horas tondi madingin pir tondi matogu. sipanganon:

Nunga nihabosurhon indahan na las, hinasagathon lompan natabo, suang songoni minum mual sitiotio, tio ma antong parnidaanta tu joloan on. Pamurnas mai antong tu daging marsaudara tu bohi, sipasindak panaili mai, sipaneang holiholi jala sipadomu tahi. PR Olo tutu rajanami, alusanma PR PARBORUSise Paduahon, manungkun sintuhu ni ulaon PARANAK: raja i

sisesise

ni

Alai amangboru !, mardongan do na uli marangkup do na denggan, siangkupna songon na hundul siudurna songon na mardalan, dia ma siangkupna, dia ma lak-lak na dia ma unokna, dia ma hatana dia ma na ni dokna, tangkas ma di paboa amang boru ma . Adongma anak magodang dijolo nami, jinujuan ma ibana asa dilului donganna masihaholongandonganna gabe-donganna saurmatua-donganna hot ripe. Ia jus ma ninna hole-sar ninna tahutahu, purma barita, sahatma alualu sian anak nami. Tangkas do hutanda hami raja i, na hot diadat na ingot di uhum, raja ditongani mangajana, natardok hata indokna. Ai nunga pitu lilinami, paualu jugia nami, nunga uli nipi nami, olo borumu naeng gabe parumaen nami. parajahon panghataion diparhusipon

RP PARBORU Patni gaja tu patni hora, anakni raja do hamu pahompu ni namora. Sinur do di hamu horbo dibara, bun do dihamu eme disopo, gok do dihamu pansamotan dohot sere di hombung. Marbunga ma singkoru, dijulu ni tapian, tangkas binotodo, na marroha-naburju jala namora do hamu boru, huhut nabuas mangalean. PR PARANAK. (Mangelek) Toho do nunga tangkas sahat pasupasu sian Tuhanta sian najolo tu hami.Molo tung alani sibahenondo, songon nabiar do rohanami, alai pos do rohanami, ndang pailaonmu gellengmu, ai sian najolo hutanda hami hamu, songon pandohanni natuatua, Ba tung patuhukhonon muna ma tu gellengmu naso tartuhukna raja nami? Mauliate. Ba pasahat hamu ma sinamot tu suhut : horbo saadaran, mas saampang, hepeng rupiah singkat ni . ringgit sitio suaraPintor oloi hamu ma, ai namora do hamu sian hitaan, ba namora jala situnjang hepeng do hamu nang dipangarantaoan on. Raja nami! Ninna barita, manjangkit ulok dari, mangarpe di dangkani jabijabi, hamaraon namasa di ugari, turiturian namu saonari. Ndang songon dibonani pasogit be ditano pangarantoan on rajanami. Ndang adong be tuduon didia adaran ni horbo, so adong be barani jabu, ba mas pe nunga toko mas nampunasa Alai rajanami didok hamu nankin, sadasada hamu alusan nami, pangidon nami dohot elekelek nami sahali mangalusi ma hami di hamu, pinasadama sinamot tu suhut sihabolonan rap dohot angka partodoan, dohot namosok didokma nuaeng “ Sinamot Rambu Pinungu” jala dipasada ma i di uang rupia ni pamarentanta NKRI

5.b. Suhut naniamabangan (suhut na ro) sauduran/ rup masuk do rap dohot hulahula/tulangna. sipanolopi ma hami di hasadaan ni roha muna songon adat na hombar adat di huta on. alai panandaion tu suhi ampang na opat. Songoni angka na asing na marholong ni roha. tumpak sahalamu. paling lambat pkl 09. Pemberkatan Nikah. rambu pinungu. godangna Rp …. nean molo parnidaan nami sandiri.00. marniang do hami.00.juta. Alai anggo panandaion. alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “ulu dengek mulak” hombar paradaton di huta i. boru/bere nami.Mauliatema paniroion muna hula-hula nami raja. (Ndang khu sus manjalo hula-hulana di alaman ni halak). Mauliatema. Marsibuha-buhaic. paling lambat pkl 12.d. idaon togos molo tung tohoma songon nidok munai. songon na pinatorang. ba tariashon hamu si sombahonon muna i amang boru! . ndatung namangkolit hami. Idaon mokmok do hami. Ba nunga dipangido hamu asa rambu pinungu dipasada ma sudena di uang rupia NKRI . Parjoloma jolo hupangido hami panuturion sian dongan huta/natuatua ni huta Santabi godang ma dihamu angka amanta PR PARBORUMauliatema di paniroion ni dongan huta ! HULA-HULA & TULANG PR PARBORU. ai i do kebiasaan makan siang. pemberkatan nikah sebaiknya pkl 09. RP PARBORU Songoni ma di hamu amang boru. lumobi disuhut nadua NI PARBORU BORU/BEREDung hupaihut-ihut hami panghataion ni hula-hula nami parboruon muna pariban nami. Proses. Hombar tusi. ai hansitdo tangan mandanggurhon nasoada. Tohodo nahubaranihon hamido ro mandapothon hamu. tung tangkas do pasahaton nami tu opat partodoan / suhi ampang na opat ni raja I di alaman. Martumpol (kalau ada). Toho ma antong nalambas roha hamu jala marpanganju. rambu pinungu. alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V 4.00. jala asa tingkos songon tingki diundangan pkl 12. ima tutu tapareak. Alai rajanami andorang so hutariashon hami sisombahonon nami tu hamu. Raja nami. hula-hula/tulanng dohot hahaanggi. Waktu dan Tempat Pernikahana. ba tungido natarpatupa hami. asa saut mokmok jala togos muse hami tu joloan on. Catatan: Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng.30 asa boi marsipanganon di ulaon unjuk pkl 12.30. . Prosesi Masuk tu Alaman ni Suhut.. Mauliatema Songonima dihamu parboruon nami…. UnjukSian pengalaman. unang Tung mangido mangelekma hami di hamu raja nami. Onma sebagai pedoman. ba i naummuli. jado I raja nami Rp……juta ma sisombahonon nami sinamot nagok boru ni raja i. Tuat siputi nangkok sideak. Ba tumpakma tondimu. nunga tangkas nangkining binege sian hasuhuton. huoloi hami mai . loas hamu ma jolo hami mangido panuturion sian dongan sahuta.Holan suhut bolahan amak (suhut namangalamani) do manjalo hula-hulana di alamanna. sada di galangan. ba huundokhon hamima pangidoan muna ima sinamot na gok. tangkas dope pasahaton muna. paralangalangan. pantisni miak sapala namangasi hamu rajanami. nunga jolo nililit hian bolon nami. unang gabe targanggu kesehatan.sapala pantis raja nami.

b. ulos . satongama sian parboru. songon onma angka naung dihatai siingotonta: …… Sinamot godangna Rp …juta rambu pinungu. namartutur huhut masi pairingiringan. sai sautma hamu suhut nadua horas jala gabe jala maulibulung. PASIDUNG ULAON Jumlah (Godang) ni Ingot-ingot. lelengma hita mangolu jala rap tagomgomma parhorasan panggabean. jambar mangihut.7. bohi ni sinamot naung dipasahat Rp…. Tampuak ni sibagandingma didolokni pangiringan.. Dipasahatma tu natuatua ni huta Jongjongma natuatuani huta huhut maniop ingot-ingot di piring Andorang so hutariashon hami ingot-ingot. ulaon di alaman ni……. tu hita namardongan sahuta dohot dongan nasaparadaton. paranak do anggo namenyediahon i.. Songoni nang pasituak natonggi/panandaion nasipasahaton ni paranak tu parboru. Ulos tonunon sadari sipasahaton ni parboru tu paranak. ... Sahatsahatni solu ma sai sahat tu bontean nunga sahat simpul ulaontaon dibagasan dame. parboru do anggo namenyediahon i. Ulos-ulos dohot Pasituak Natonggi a.(songon tabel). sada ma sian paranak.…dst. asing ni panandaion tu suhi ampang na opat.

B. Druri Dana : Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala Faritia : Aramba kecil 5.musik 1. Druri dana.upacara adat. 1. Garantung : Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung .alat musik ProvinsiSumatera Utara / Sumut Alat Musik Tradisional : Aramba. Garantung. Faritia. doli – doli adalah alat musik yang seperti bambu yang ditiup atau di hasapi 3. Hapetan. alat musik aramba ini biasanya di gunakan oleh penduduk nias pada saat melakukan upacara. bentuknya pun agak sedikit tidak biasa dari alat musik lain. alat musik aramba menjadi sumber bunyi dalam upacara adat juga alat musik lainnya juga 2. Doli-doli. Gonrang. di bagian tengah pada alat musik ini ada semacam pemicu yang terletak di tengah bundaran yang membuat bunyi. alat musik aramba ini terbuat dari logam. 4.

2. 6. 7. 13. 15. 4. 10. Gonrang : Sejenis kendang 7.Lagu Daerah Lagu-lagu daerah Batak 1. 9. Hapetan : Sejenis kacapi B. 14. Inang Asing Sing So Pulo Samosir Butet Lisoi O Tano Batak Sinanggar Tullo Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita Lisoi Denggan Ni Lagu Mi Ketabo Na Sonang Do Hita Nadua Sik Sik Sibatu Manikam Sapata Ni Napuran Si Togol . 3. 11.6. 8. 5. 12.

23. itu yang dicari sebagian) Dinadeba asal ma tarbarita goarna tahe (Sebagian asalkan namanya tenar) Anggo di au tung asing do sitta-sitta asing pangidoanku (Kalau aku lain cita-cita dan permintaanku) Mansai ambal pe unang pola manisak hamu tahe di au . Doli O. hasangapon ido dilului na deba (Kekayaan.. Hoho Ninawuagö 10. Aek Sarulla 2. Erkata Bedil 8. Leleng Ma Hupaima Ima 13. 16. Alusi Au 3. 22. 17.16. Anju Ahu 4. 21. 15. pangkat. 19. 35. 20. Sing Sing So 14. 24. 25. 18. Sinanggar Tullo 30. Ramba Dia 17. Sigulempong 28. Dago Inang Sarge 6. hagabeon. Lisoi 26. Simalungun Rayat 29. Kulcapi 12. 31. 33. Dirondang Ni Bulani 7. Ketabo 11. 32. 34. Situmorang) Alusi au …. Madekdek Magambiri Mariam Tomong Modom Na Sonang Do Hita Nadua O. Pio Pinasa Si Dung-dungon Piso Surit Rura Silindung Say Selamat Masineger Sege Sege Sengko Sengko Sori Ya Katulla Taganing and Muzik Tiup Tarambe Tangan Tillo Tillo Tuan Ma Gunung Malelo ALUSI AU (Ciptaan N. Si Raya Katumba 27. alusi au Marragam-ragam do anggo sitta-sitta di hita manisia (Bermacam-macam cita-cita dalam diri kita manusia) Marasing-asing do anggo pangidoan di ganup-ganup jolma (Berlain-lainan permintaan setiap orang) Hamoraon. Gondang Si Monang-monang 9. Sirait nabolon Lagu rakyat Sumatera Utara 1. Butet 5.

Uning-Uningan Ditengah arus budaya global yang terus mengkristal sebagai budaya populer. uning-uningan kesenian tradisional Batak Toba mencoba tetap bertahan.(Biarpun lain permintaanku ini janganlah diejek) Sasude na nahugoari i indalai saut di au (Semua yang telah saya sebut bukanlah cita-citaku) Sitta-sitta di au tung asing situtu do tahe (Cita-citaku memang sangat lain) Tung holong ni roham i sambing do nahupar sitta-sitta (Kasih dan sayangmu. alusi au (Tolonglah katakan dan jawablah) C. uning-uningan digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati dan konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dan Sang Pencipta (Mula Jadi Na Bolon). Un berarti suara yang rendah (bongor) dan ing berarti suara yang tinggi (sihil). Bagi masyarakat Batak Toba. . itu saja yang aku cita-citakan) Tung denggan ni basam basami do nahupaima-ima (Kebaikan hatimu itu yang selalu aku tunggu) Asini roham daito unang loas au maila (Belas kasihmu jangan biarkan aku malu) Beha roham. Eksistensinya kini bisa dihitung dengan jari karena masih ada segelintir orang yang teguh mempertahankan seni tradisi ini.musik gabungan 1. Ende Batak Dohot Uning-uningan memaparkan kesenian ini berasal dari dua kata un dan ing. Kesenian ini terdiri dari unsur musik (musik instrumental) dengan alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba. dokma hatam. M Hutasoit dalam bukunya.

Ada beberapa jenis alat musik yang dipakai dalam uning-uningan. Jenis chordophone (alat musik yang dipetik) terdiri dari hasapi. bayangkan orang yang sedang sakit masih disuguhi alunan irama musik meski sebenarnya berisi doa. Yang penting dalam uninguningan harus ada paling sedikit satu jenis alat musik yang berfungsi sebagai pembawa melodi dari repertoar yang dimainkan. jenggong. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi. uning-uningan digunakan sebagai pelengkap pembacaan doa bagi kesembuhan orang sakit dan terbukti bisa menyembuhkan. beberapa perangkat uning-uningan bisa dimainkan sendiri-sendiri. ombun na sumorop. Untuk fungsi secara pribadi. anak pe antong riris. pengertian uninguningan berarti. Bacaan yang paling populer yakni. dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba tidak semua alat musik itu digabung dalam satu ensambel.Dengan demikian. “bintang na rumiris. Isi umpasa tersebut disesuaikan dengan keadaan orang yang akan didoakan. tanggetong atau mengmong dan sidideng. salung dan alongalong. untuk menguningkan dan terus panen kekhazanahan tradisi nenek moyangnya. uning-uningan pun dimainkan. Misalnya. tulila. Dalam hal mendekatkan dengan roh-roh para leluhur. tapi hasil yang ingin dicapai adalah rasional . saga-saga. tetapi dipilih beberapa jenis saja (biasanya tiga sampai enam jenis alat musik dalam satu ensambel). antara lain aerophone (alat musik yang ditiup) terdiri dari sarune na met-met. sordam. anak perempuan pun banyak. tidak selamanya proses tujuan hidup ini bisa dirasionalisasikan. Kemudian masyarakat yang hadir spontan menjawab umpama tersebut dengan seruan. Pengobatan Dalam masyarakat Batak Toba. Tidak hanya orang sakit yang menggantungkan diterimanya doanya pada tradisi ini. dan hesek. ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan datu (orang yang ahli yang biasa disebut dukun) sebelum upacara dimulai. adakalanya orang menentukan jalan hidupnya dengan tidak rasional. suara bongor dan sihil yang bersahut-sahutan. Lebih dari itu. Orang yang sudah lama menikah dan belum mendapatkan keturunan memanfaatkan tradisi ini sebagai pengantar doa permohonan untuk mendapatkan keturunan. boru pe antong torop” yang artinya: bintang yang bertabur. Sepintas memang lucu dan tidak masuk akal. embun yang berserakan. seperti menyediakan sesajen dan membatasi orang yang hadir. Dalam hal permohonan keturunan biasanya dilengkapi beberapa umpasa (umpama) yang di bacakan penatua kampung. tataloat. sebuah sarune na metmet seperangkat garantung. dua buah hasapi (hasapi ende dan hasapi doal). Jenis idiophone (alat musik yang dipukul) terdiri dari garantung. Di sinilah letak ketahanan tradisi ini. Keberlangsungan hidup dilalui dengan kadar alam yang ditempati. sebuah sulim dan sebuah hesek. sulim. Biasanya. tidak gelisah dengan alam sekitarnya. anak laki-laki pun banyak. Yang tetap tampak dalam masyarakat Batak Toba. Diakui atau tidak. uning-uningan tidak semata sebagai hiburan yang menggeliatkan alunan musik dan mempertontonkan lelucon-lelucon untuk menghibur masyarakat. “Imatutu‟ (semoga benarlah adanya). Kemudian jenis membranophone (alat musik yang terbuat dari kulit binatang) terdiri dari gardap. sebagai sarana refleksi diri dari perbuatannya di dunia dan digunakan untuk mendekatkan dengan roh-roh leluhur sebagai langkah keharmonisan dalam bermasyarakat menuju komunikasi antara manusia dan Mula Jadi na Bolon. Si dukun kemudian menari mengikuti irama musik dan biasanya kemasukan roh orang yang sudah mati yang sengaja diundang.

gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme). Ada dunia. akhirnya dapat direka pengertiannya ketika gondang itu dari awal tercipta.2. karena pada umumnya masyarakat batak lebih menginginkan irama modern seperti nyanyian bahkan dangdut. diminta dan diaplikasikan pada saat manortor. Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama. RAGAM-RAGAM GONDANG BATAK GONDANG MULA MULA Semula Dia sudah ada. tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini. Walau agak sulit. salah satu karya seni musik batak yang sangat kaya dan menjadi kekaguman bagi dunia. Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jaw. mi. Gondang batak. Mula Tempah. tersusun menjadi narasi singkat untuk memudahkan pemahaman kita akan makna dasar dari gondang itu dibuat dan digunakan. taganing (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb). Pargonsi. Ada bumi dengan manusia bersama mahluk pendampingnya. Seperti disebut di atas. Seniman tua gondang batak saat ini di toba pun sudah jarang memunculkan ragam gondang batak itu karena ketidakmampuan masyarakat mengenalinya. mula dari segala sesuatunya yang . dimainkan. Saat dimulai pendokumentasian gondang batak. Modernisasi telah menggempur sendi kebesaran Gondang Batak. repertoar gondang batak yang asli sudah jarang dimunculkan. fa. dan sejauh yang saya tahu. Cina. variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing. pemain gondang batak muda tidak lagi mementingkan penguasaan ragam gondang batak. sol. Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompik dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga. jagad raya beserta isinya. Dia Mula Jadi. taganing adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune. Repertoarnya yang beragam memenuhi segala kebutuhan seni yang digunakan untuk beragam kegiatan seperti pada upacara keagamaan. Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali. dsb.Gondang Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup-”obo). Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas. adat dan hiburan. Beberapa gondang yang dapat saya simpulkan atas kerjasama dengan para pargonsi. sebagian yang masih diingat nama gondang itu dilakukan pengkajian makna dan pengertian judulnya. Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik. India. Kita hanya bisa melihat alat kesenian itu dimainkan dengan versi modern. dan Dia memulai ada. re. Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do. sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel.

Dia adalah memulai selanjutnya untuk kreasi hidup di planet yang dihuni manusia ini) SIHARUNGGUAN Jadilah manusia yang dicinta. Dia memulai karya dan usaha.) SIBUNGKA PINGKIRAN Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan. harus diterima menjadi kewajaran. Dia yang pintar menuturkan ilmu pengetahuan “Deak boto-botoan”. Dia mengajarkan cinta sesama. Sebelum “hasuhuton meminta Mula-Mula. (Sibungka Pingkiran. ditengan dia dikerumuni. Larut dalam duka akan menenggelamkan semangat perjuangan. Pemimpin yang dulunya muncul berdasarkan karakter harajaon. Yang memberi tuntunan hingga diikuti. Dia diberi kewenangan mengelola bumi untuk pemenuhan kalangsungan hidupnya. tangis dan gembira. Mulai muncul rasa cemas. (Berdasarkan pengalaman Panuhari. Selagi masih memiliki kaki. bijak dan bestari. Dia yang pintar menuturkan sembah “Deak Marujar”. Dia menggambarkan gejolak antara semangat dan kecemasan mengawali penyertaannya. Kalah. (Gondang ini umumnya dimainkan saat mengawali acara “mamuhai ulaon” oleh hasuhuton. Ini merupakan idealismenya pemimpin batak) SIDABU PETEK Demokrasi baru muncul di tanah batak. Kehilangan akan menimbulkan kesedihan. Butuh kesiapan mental. kegelisahan. dia harus menerima kekalahan dengan berlapang dada walau diawali dengan rasa kecewa. Yang memberi pencerahan hingga didekati. begitulah kepercayaan batak dulunya. pemimpin alam. mari memulai. menang atau kalah. Mengajak bergerak . Selagi masih dapat berpikir. Siharungguan artinya yang dikerumuni. berobah dengan menjagokan diri dan siap untuk dilakukan voting. Yang melakukan pembelaan dengan keadilan hingga percayai. dia ditunggu. yang memberi kehidupan hingga ditemani. Mula Jadi yang maha besar. Dialah yang memohon dan mengkreasi planet earth ini diantara planet-planet yang sudah ada menjadi huniannya setelah memutuskan mmenisah diri dari dunia dewata. seorang pargonsi yang ikut pemilihan kepala kampung di salah satu wilayah di Samosir. Dibelakang. Hanya yang berjiwa besar yang dapat menerima kekalahan dan mengakui kemenangan kepada saingannya. pargonsi lebih dulu memainkan uantaian 7 gondang secara medley yang disebut “sipitulili”) MULA MULA II (Paidua ni mula2) Dia diberi anugerah oleh Mula Jadi. didepan dia dikejar. mari berdiri. Dia yang pertama memohon ampun kepada penciptanya. menerima kedua resiko. (Deak Parujar adalah Dewi pertama yang menjadi manusia pertama menghuni bumi. adalah tempat berkumpul. Ayunkan selangkah hingga kamu dapat berlari. Pekan disebut juga harungguan. (Harungguan. walau tidak dapat dipungkiri akan muncul rasa kecewa.semuanya harus tunduk kepadaNya. Dia yang pertama menuturkan sembah sujud kepada yang empu-nya. Dia yang pertama menghadapi tantangan. Fakta. adalah mengajak manusia untuk tidak tenggelam dalam kegagalan. pintar. Petek. merupakan koin suara yang dimasukkan kedalam kotak suara dan selanjutnya dihitung.

“siadap ari” bergantian memetik padi. Bila beban itu ada dalam pemikiran. Tak selamanya kebutuhan diukur dengan gemerlap. Kegentingan hidup selama “haleon” pacekelik mencair. diciptakan Aman Jabatan seorang pargonsi dari Samosir berdasarkan pengalamannya yang tersesat dalam perjalanan. Setiap persimpangan harus diingat dan dibuat tanda arah ke tujuan yang akan dicapai. menghabiskan waktu dan melelahkan. mampu menganalisa dan tepat membuat keputusan. dia tersesat selama satu hari. meninggalkan. istirahat adalah kesempatan pemulihan tenaga. Pada saat itu musim panen mulai marak di Toba. berkeliling. Kecemerlangan adalah idaman setiap orang. Ke depan adalah tujuan. Bila tidak memiliki hasil panen pada bulan ini disebutkan kelaparan di musim panen “anturaparon di sipahatolu. atau anturaparon di sipariama. (Hotang. Kebersamaan pun digalang untuk melakukan panen bersama. Kecemerlangan seseorang diibaratkan seperti bintang bersinar terang. Tak selamanya keinginan menjadi kebutuhan. (Alit-alit.) BINTANG SIPARIAMA Bintang Sipariama sudah muncul.dinamis dengan mengutamakan kecerdasan. Hati yang menjauh juga diharapkan akan kembali kepada untaian kasih yang sempat tertinggal dan terabaikan) ALIT-ALIT Hidup bagaikan melintasi hutan belantara. adalah pertanda dalam hitungan bulan batak “sipahatolu”. Tidak ada guna rebutan jadwal. ranting pohon lain. (Bintang Pari.) HOTANG MULAKULAK Hidup adalah perjalanan. Gemerlap Bintang Napurasa tidak abadi setiap malam. Bila gemerlap datang dan menghilang ingatlah kepada bintang dilangit. Namun dalam menempuh perjalanan itu tak pelak kadang harus melewati awal keberangkatan. Perjalanan jauh kemungkinan besar akan kembali ke asalanya. manusia sudah melakukan perjalanan menuju kedepan namun berulang melintasi titik keberangkatan. bila lelah. membelit berkeliling hingga melilit batang awalnya. Gemerlap bintang adalah kodratnya yang hanya bisa dilihat di saat kelam. Kelengahan membaca dan mengingat pertanda menentukan arah akan menyesatkan perjalanan. adalah rotan yang tumbuh menjalar melalui tanah. seraya mengucap syukur kepada Maha Kasih. namun ada sebagian masih dalam harapan sehingga lebih sering menjadi pengagum kecemerlangan orang lain) HATA SO PISIK Memikul muatan berat. Biasanya dilontarkan kepada yang malas bekerja dan selalu mengemis menyambung hidup. Semangat semakin bergelora. dibarengi kesibukan berbagai persiapan. Masa panen pun menjelang. Tanpa disadari. karena kematangan padi yang menentukan. (Bintang Napurasa adalah yang nampah jelas menjelang pagi hari. tanpa dilakukan penghitungan. karena akan selalu muncul tak beraturan menjadi beban dalam pemikiran. Yang seogianya ditempuh dalam 2 jam.) BINTANG NAPURASA Gemerlap cahaya bintang napurasa akan memerikan keindahan dalam hiasan langit malam. adalah mustahil dapat diringankan dengan istirahat fisik. .

Beliau terkejut. Keterpurukan wibawanya bukan karena kesalahan. dan tabutabu sitarapullang pun menghilang. Pinungu. (Gondang ini terinspirasi oleh Sisingamangaraja I ketika menerima amanah dari Raja Uti untuk tidak menyebutkan wujud fisik beliau. (Aling-aling Sahala.) RAMBU PINUNGU Kehidupan penuh dengan keanekaragaman. Keturunan mereka satu persatu mulai menjauh. Ibarat tanduk yang tercabut dari kepala. Semua demi keutuhan dan kebersamaan. Kewibawaan mereka dicabut.) ALING-ALING SAHALA Para Raja di kalangan Batak tempo dulu sangat menjaga etika moral. Kita bersama memadu pikir demi kepentingan kita dan mereka. Di tengah perjalanan saat Sisingamangaraja istirahat. waktu. sisi. semangat kita galang. Dalan semua sudut. Manusia memiliki pahala masing-masing dan sifat berbeda dalam menjalankan kehidupannya. hukum dan adat istiadat. Kamu tanpa aku apakah ada arti? Kamu. Kapasitasnya dalam menegakkan kebenaran di masyarakat adalah wujud dari kehormatan (hasangapon) dan menjunjung kewibawaan (sahala) pada diri mereka. Mereka butuh kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk mampu mengemban tugas mulia. Sahala mereka mulai menjauh. beliau terkenang dan dalam hati menyebut wujud dari raja Uti. Para Raja Batak dulu mengalami degradasi dengan masuknya peradaban modern melalui penjajahan dan missi agama. kerukunan dan ketaatan dalam hukum. Lindungi diri dari serangan penyakit yang membahayakan. Bagi seorang pemimpin adalah pekerjaan penuh kecermatan dalam mempersatukan masing-masing perbedaan karakter manusia. Duka dihatinya tak ditangiskan. Dari kain hitam yang kedua diujungnya ada rambu warna merah. Tanda dari perjanjian itu kepada Sisingamangaraja I diberi tabutabu siratapullang. Gondang ini lajim dipinta oleh para Raja untuk mengenang beban tugas mereka dan banyaknya rahasia yang harus dipendam namun harus diselesaikan dengan bijaksana. Karena bersama kita tegar “toga”. Lakukan kajian dimana sisi lemah yang dapat menghancurkan. aku dan dia adalah kita. artinya dihimpun. mempersatukan derap langkah masyarakat dalam kedamaian. Penyesalan tiada guna. Para raja dikalangan batak biasanya menggunakan “talitali” ikat kepala lambang kebesaran yang disebut “tumtuman”.Seorang pemimpin kadang harus menyimpan rahasia yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk mencegah konflik. sian i ro tusi sumuang molo diose padan. Selamatkan jiwa dari tindakan buruk orang yang tidak sejalan.) BINDU MATOGA Aku tanpa kamu tidak berarti. diartikan sebagai mengenang/memanggil kembali karisma diri mereka yang hilang dan permohonan maaf kepada Pencipta yang memberikan derajat kehormatan itu (dulu) kepada mereka. adalah untaian pada ujung ulos. apa yang sudah kita buat dan apa yang masih perlu dilakukan tindakan. Mereka berseru melalui gerakan tari diiringi irama. (Rambu. Bila nilai tak dapat dipertahankan maka “sahala” (karisma) akan ambruk. kita catat dalam “bindu” halaman kerja. “Mengapa ini harus terjadi?. setiap sisi kita hempang dari serangan. Hidup kita bangun. Kita adalah sama. perilaku mereka dipandang sesat. . Irama gondang ini sangat beda dengan gondang “Marhusip” yang sering disebut selama ini Hata So Pisik.

Lorong sempit yang disebut balubu atau bahal adalah lintasan segala ternak ke perkampungan. Nujum bindu matoga sering dilakukan peramal untuk mengetahui dari mana kemungkinan datangnya musuh. Orang tua batak biasanya makan sirih. Alat penumbuk dikenal setelah .(Bindu Matoga. Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi masalah demi kesejahteraan masyarakat. planologi perkampungan yang mereka ciptakan sebelum mengenal meter saat ini masih abadi. Dengan datangnya alat ukur “meter” mereka semakin terbekali dan mendapatkan keseragaman ukuran. Mulai memasuki area kompetisi menunjukkan eksistensi seorang perjaka. Pertanda dari kecerdasan mereka itu dapat kita lihat dengan bangunan rumah adat. mereka kebingungan saat mengukur diameter karena tidak dapat melilit seperti kebiasaan mereka.) SIDOLI NATIHAL Masa muda bagi seorang pria penuh dengan gairah. mereka butuh alat penumbuk sirih. Kadang. penyakit apa yang mungkin muncul. Mereka melakukan pengukuran dengan istilah “suhat” untuk panjang dan tinggi “lilit” untuk mengukur lingkaran. primitive” sebelum pendidikan formal hadir.) TANDUK NI HORBO PAUNG Seseorang yang memiliki kehormatan. adalah yang memegang teguh etika moral dan taat hukum. (Biasanya diperdengarkan saat Gondang Naposo dimana para pria menari menunjukkan kebolehannya penuh dengan gaya. Hingga mereka melakukan ukuran kepada tali kemudian mereka melakukan pengukuran dengan melilit. (Nama gondang ini dulunya disebut juga PARDALAN NI HORBO SISAPANG NAUALU. Digambarkan sebagai penguasaan semua system alam dengan mencegah hal buruk yang dapat merusak keutuhan dan kesehatan. Mereka berekspresi penuh dengan tingkah polah untuk mendapat perhatian publik dan lawan jenisnya. Lolos dalam perjalanan yang penuh tantangan dan godaan adalah kemenangan baginya. gorga dan ulos. mereka salah dalam tingkah laku kemudaannya. saluran irigasi. Dia terkontrol oleh penghormatan kepada dirinya itu dalam semua sikap dan perilakunya. Rambu ini membatasi kebebasan dirinya dalam setiap kesempatan. Ini membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus menyebut mereka “bodoh. Bila gigi sudah makin lemah hati mengeluh. tertinggal. petakan sawah. Ketika meter kayu digunakan.) LILIT TU METER Kecerdasan dan intelektual Batak sudah teruji sejak jaman dahulu kala. Digambarkan dengan garis segi empat bertajuk delapan sesuai dengan mata angin.) TUKTUK HOLING Beragam lambang kebanggaan manusia sejak muda hingga tua. Apa yang mereka hasilkan hanya dengan pengukuran “suhat” dan “lilit”? Apa perbedaan setelah menggunakan meter? Semua konstruksi. Dengan dorongan sifat dinamis untuk mendapat pengakuan. ibarat kerbau yang bertanduk panjang menjalani lorong sempit. Seekor kerbau yang bentang tanduknya panjang sekitar satu meter. (Pendidikan modern hanya penambahan bekal intelektual mereka. Kerbau itu kadang kesulitan akibat sempitnya lorong atau adanya dahan yang menjorok ke bahal.

Senang saat permainan dijalankan. adalah sampan besar yang muat sekitar 12 orang. Badan tersiksa. Perjuangan tidak luput dari tantangan. pengayuh akan kewalahan. Pemahaman makna gondang dan . maka pengayuh lainnya akan kelelahan dan pengemudi akan repot. Nause tidak mengandung pengertian “tumpah. Mereka menghayal akan menang.) SAPADANG NAUSE Panganan utama orang batak adalah nasi yang terbuat dari beras berasal dari padi. (Bedasarkan pengalaman penjudi kalangan masyarakat Batak jaman dulu yang selalu menghimbau agar terhindar dari ketagihan permainan itu dan bekerja dengan giat adalah yang terbaik.) SEKKIAN TALI MERA Judi kadang membahagiakan. Akselerasi potensi “parsolubolon” akan mampu menghindari bahaya dari serangan ombak.datangnya logam yang dibuat khusus menumbuk sirih. Bila kartu penentu warna merah muncul. (Sapadang adalah tumbuhan mirip gandum biasanya tanamn liar. hentakan kegembiraan muncul. Ada juga yang menempahkan dengan lilitan penghias dari emas. keluar dari” dalam kulitnya. lebih besar kesusahan daripada kebahagiaan dari permainan judi. (Solubolon. tapi kerugian bila menuai kekalahan. berhamburan” tapi “sesak. Sebaliknya bila pengayuh tidak pintar. Kesepahaman adalah akselerasi keragaman potensi diri dalam menjalankan misi bersama untuk sampai di tujuan. Mereka membanggakan peralatan itu layaknya seperti perhiasan. Mereka memiliki pedoman dasar “masihilalaan” tenggang rasa. Parsolubolon adalah mereka yang sedang mengarungi perairan dengan sampan besar itu. Pengalaman para penjudi selalu menyimpulkan. Tidak ada yang hina bila kenyang makan tanpa beras. Sapadang Nause adalah bijian yang bernas dan tua yang memberikan semangat bagi yang menemukannya. (Tutuk Holing. Bila bekal padi tidak mencukupi maka sapadang yang tumbuh liar di ladang pun dipetik. harta benda tergadai. pekerjaan terlantar. Sapadang diolah dengan telaten dan dimasak hingga nikmat dimakan sebagai pengganti nasi yang terbuat dari beras. namun lebih banyak berdampak kesusahan. Kadang alat penumbuk itu dibuat beragam variasi yang indah dengan material tembaga dan perak. Bila pengendali kemudi tidak pintar. Ubi dan Sapadang adalah jalan keluar dari kemelut ketersediaan bekal beras yang terbatas. Bila hasil panen mencukupi bekal satu tahun maka kekhawatiran pun sirna. padat. mengharap mendapat giliran “ceki” penentu kemenangan. Kebersamaan adalah pengumpulan kekuatan. Tidak ada kata kelaparan bila bijak mengolah hidup.) PARSOLUBOLON Hidup adalah perjuangan. adalah nama burung yang berparuh keras yang dapat melobangi batang kayu keras untuk membuat sarang dan dan mencari makanan. Alat penumbuknya dibuat dari besi tembaga keras yang kelak menghentak keras bagaikan patukan burung berparuh besi.) TORTOR Tortor adalah gerakan tubuh mengiringi atau diiringi irama gondang. bernas.

Bila seseorang merentangkan tangan kedepan dengan telapak tangan terbuka dan tangan kiri ditutupkan diperut. seiring dengan hilangnya pemaknaan gondang batak itu. merupakan ritual kehidupan menjadi persembahan kepada publik. KREASI TORTOR DAN GONDANG Ketika tortor telah menjadi hiburan. Bila seorang penari meletakkan kedua telapak tangan diatas kepala. Bila tangan kanan dijulurkan kedepan dan telapak tangan duarakan juga kedepan serta tangan kiri ditutupkan di dada artinya mohon dihentikan segala perbuatan yang mencemari merugikan kepada dirinya.untaian irama bagi yang pandai menggerakkan tubuh akan menghasilkan tortor yang indah. pemahaman gondang yang sebenarnya tidak lagi berkembang. Pernah (bahkan sampai saat ini) Gondang batak dirtuding sebagai ensambel untuk pemujaan berhala. Tortor batak semakin erosi. Bila kedua tangan dirapatkan dipinggang dan telapak tangan dikepal mengarah kebelakan. Alat untuk memanggil roh orang meninggal. Dari gerakan tortor. Kemudian diberi kelonggaran untuk pesta adat dengan perijinan yang ketat. seseorang dapat melakukan komunikasi dengan publik. Kebodohan menjadi peluru peluru penumpas kebenaran. gondang batak dilarang. Bila tangan kiri rapat didada dan telapak tangan terbuka artinya dia menghimbau dengan tebuka menciptakan persahabatan dan kerukunan. atas rekomendasi mission. artinya dia mohon perlindungan. Pakem tortor batak dan pemaknaannya akan kita ulas kemudian setelah penelitian yang lebih dalam. Ini memang menjadi bagian dalam seni pertunjukan. sering mendapat hambatan dan permasalahan lainnya. Generesi muda cenderung hanya melihat tortor hiburan dan tidak pernah lagi menyaksikan tortor yang sebenarnya yang dilakonkan para panortor yang sebenarnya. Panortor yang sering kesurupan. belas kasihan dari manusia dan penciptanya. pakem pun menjadi hilang. Penerapan ijin ini sempat berlangsung lama hingga masuknya . Jelas bukan merupakan hiburan. Kreasi tortor untuk hiburan diupayakan keseragaman gerak. Setelah maraknya musik eropah mengiringi tortor pada pesta adat batak. artinya masih banyak rahasia hidupnya yang belum duberitahukan kepada orang lain. artinya dia sering menjadi sasaran cemohan. artinya semua anaknya dan perilaku anaknya serta kehidupannya masih menjadi beban dan tanggungjawab yang masih dipikul. artinya menghimbau datangnya rejeki atau bantuan kerjasama untuk keberuntungan kepadanya. Ini baru sebagian dari apa yang dipahami para ibu tua yang memahami tortor batak. Manortor dengan benar kadang dituding kesurupan. kesantunan dan kehormatan. Bila seorang penari menyilangkan tangan di dada. artinya dia hanya memiliki seorang putra. Bila seorang penari meletakkan tangan keduanya diatas pundak. Tortor batak sangat individual. Bila seseorang penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan dengan telapak tangan terbuka kesamping artinya anak-anaknya semua atau sebagian besar sudah sudah mandiri dan menempati ruang yang luas di penjuru desa. Pada jaman Belanda. Kadang melampaui tata krama tradisi adat batak. Bila kedua tangan diarahkan kedepan dan telapak tangan terbuka keatas serta sering dilipat menutup artinya ajakan mari bersama-sama ajakan kepada semua untuk menari bersama. tentang kesopanan. bahkan sebaliknya yang terjadi. para penari dalam pesta adat pun tidak karuan lagi menunjukkan lenggak lenggoknya. lingkungan dan penciptanya. menjalin persahabatan dan mempererat persaudaraan. misalnya bila seseorang mengangkat tangan dan menunjukkan satu jari tangan kanan dan mengepal jari tangan kiri.

gondang batak justru tersudut karena melanjutkan perlakuan ijin dalam kurun waktu lama.musik barat. Banyak yang melakukan penelitian sebatas untuk tesis keilmuan. Begitu dalamnya penistaan terhadap gondang batak. Pada jaman kemerdekaan. tapi belum banyak yang menemukan “roh”nya karena dilatarbelakangi refrensi keberhalaan gondang batak itu . seiring itu pula keengganan orang batak untuk melakukan aksi penggalian nilai gondang batak itu. Musik barat untuk pesta adat tidak perlu mendapatkan ijin.

Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. 2009: 48). memendam cinta. balasan isyarat. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian.com. Menurut Tengku Mira Sinar.com/id. Menurut Tengku Mira Sinar. Kedua. Sumatra Utara A. masih belum percaya. http://cetak. Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas. seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang (Sinar. Berdasarkan hal tersebut. Sebelum bernama Serampang Duabelas. yaitu: pertemuan pertama.com). tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. 2009: 49-52. jawaban.D. menggila mabuk kepayang. Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu. cinta meresap. isyarat tanda cinta. pinang-meminang. mengantar pengantin. Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas.Tari Tradisional Serampang Duabelas: Tari Tradisional Melayu Kesultanan Serdang. nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba.com/id). Pertama. dapat kita lihat dari tarian . menduga.wisatamelayu. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960 (http://www. Sinar.kompas.com/id. yaitu lagu Pulau Sari (www. 2009: 48).kompas. penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12.wisatamelayu. www. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya. terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis. Asal-usul Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang. http://cetak.wisatamelayu. nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). tarian ini bernama Tari Pulau Sari. dan pertemuan kasih (Sinar.

sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu (Tengku Mira Sinar. Kedua. dan terjaganya kualitas teknik Tari Serampang Duabelas pada sisi yang lain. 1 Juli 2008). bangga. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini. Sulawesi. tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Artinya. yaitu lestarinya Tari Serampang Duabelas pada satu sisi. 1 Juli 2008).id). Namun demikian. setiap orang secara halus “dipaksa” untuk mempelajari Tari Serampang Duabelas secara baik dan benar. dan Hongkong (www.co. Akibatnya. Jambi. transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja. tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya.wisatamelayu. Diperbolehkannya perempuan memainkan Tari Serampang Duabelas ternyata berpengaruh positif terhadap perkembangan tarian ini. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai salah satu materi pengajaran muatan lokal. Thailand. Dalam perlombaan. menyelenggarakan perlombaan rutin Tari Serampang Duabelas. Bahkan. bahkan sampai ke Maluku. Singapura. Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. Kedua fenomena tersebut harus disikapi secara cepat dan tepat agar Tari Serampang Duabelas tidak saja lestari. persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya. Menyelenggarakan perlombaan tari artinya mencari orang yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menari. . maka anakanak sejak dini diajarkan untuk mengetahui sejarah keberadaannya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap geraknya. pada awal perkembangannya tarian ini hanya dibawakan oleh laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum. salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. setiap orang harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mempunyai kemampuan menari yang lebih baik dari orang lain. seperti Riau. gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. Pertama. terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya. Ketiga.Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. Melalui strategi ini. laki-laki dan perempuan. Untuk menjadi yang terbaik. seperti Malaysia.com/id). Kedua. Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang. hanya yang terbaiklah yang akan menjadi juara. menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai aset daerah. Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang. tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain (Kompas. Kalimantan. mendekatkan Tari Serampang Duabelas kepada anak-anak dan remaja. yaitu dengan mematenkan hak ciptanya. dan rasa memiliki terhadap Tari Serampang Duabelas. www. tarian ini sering dipentaskan di manca negara. bukan kepada tekniknya. dan sebagai puteri Melayu Serdang.com/id). Dengan cara ini. maka ada dua hal yang dicapai sekaligus. Dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai materi muatan lokal. apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya (www. Kekhawatiran tersebut muncul karena dua hal. maka kita telah berusaha menanamkan kepada generasi muda rasa cinta.waspada. Namun kecepatannya (2/4) digandakan. minimnya kepedulian generasi muda kepada Tari Serampang Duabelas. Artinya. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya. dan Sumatra Utara pada umumnya. pemerintah harus melakukan proteksi agar tarian ini tidak diklaim oleh pihak lain. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. Pertama. Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Tari Serampang Duabelas. maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan.wisatamelayu. Hal ini disebabkan oleh orangorang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar. dan Indonesia pada umumnya. Jika cara ini berjalan.

dan rezeki yang berlimpah ruah.“Alu-aluhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo. . Kembali juru bicara dari hasuhutan memintak jenis gondang.” 3.Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti :permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan. omputa paidua. na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion.“Alu-aluhon ma jolo tu omputa Debata Mulajadi Nabolon. Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan kata-kata yang sopan dan santun sbb: “Amang pardoal pargonci……. atau adu tenaga batin. Para stake holder. serta para undangan. Acara pesta adat yang membunyikan gondang sabangunan (dengan perangkat musik yang lengkap). kebahagiaan. yang waktu itu masih bernapaskan mistik (kesurupan). seperti tangan sipenari tidak boleh melewati batas setinggi bahu keatas. dapat hidup secara salayak. ( ada 7 jenis lagu Gondang) yang harus dilakukan Hasuhutan untuk memdapatka (tua ni gondang). sahat tu papituhon. erat hubungannya dengan pemujaan para Dewa dan roh-roh nenek moyang (leluhur) pada zaman dahulu. Para pelestari kebudayaan kebudayaan tentu akan terus bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya jika apa yang dilakukan tidak saja secara normatif menjaga kelestarian budaya.” 2. Seringkali warisan budaya dibiarkan terlantar karena “tidak memberikan” manfaat kepada pemiliknya. Tetapi itu dapat dilaksanakan dengan mengikuti tata cara dan persyaratan tertentu. atau adu pencak silat. perlu membuat terobosan agar para pelestari Tari Serampang Duabelas. sumangot ni omputa paisada. Para melakukan tarian dengan semangat dan sukacita. bila itu dilakukan berarti sipenari sudah siap menantang siapapun dalam bidang ilmu perdukunan. na Jumadihon nasa adong. Didalam Menari banyak pantangan yang tidak diperbolehkan. dan juga para pelestari warisan budaya lainnya. satu persatu jenis lagu gondang.umpamanya sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakna Tua ni Gondang. dan upacara adat yang akan dilaksanakan menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga. tetapi juga secara praktis menjadi penopang keberlangsungan hidupnya. sehingga berkat dari gondang sabangunan.” Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu dalam beberapa saat. khususnya pemerintah. 1.Keempat.Sedangkan gondang terakhir yang dimohonkan adalah gondang hasahatan. Dll.“Alu-aluhon ma muse tu sumangot ni omputa sijolo-jolo tubu. perkawinan. Setelah ketiga permintaan/ seruan tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk memulai menari. memberikan jaminan kesejahteraan hidup para pelestarinya. Juga menari dilakukan jug dalam acara gembira seperti sehabis panen. Seni Tari (Tor-tor) Batak Seni tari Batak pada zaman dahulu merupakan sarana utama pelaksanaan upacara ritual keagamaan.

tulang punggung sampai daun bahu/ sasap).Pandenggal (yang masuk pandenggal adalah tangan. daun tangan sampai jari-jari tangan).). Juga Menari dipergunakan oleh kalangan muda mudi menyampai hasrat hatinya dalam bentuka tarian. Kesimpulannya bahwa tarian ini dipergunaka sebagai sarana penyampaian batin baik kepada Roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat. Menari juga dapat menunjukkan sebagai pengejawantahan isi hati saat menghadapi keluarga atau orang tua yang meninggal. 4.Tarian (tor-tor) Batak ada lima gerakan (urdot) 1. . 2. Peralatannya cukup sederhan namun kalau dimainkan oleh yang sudah berpengalaman sangat mampu menghipnotis pendengar. Didalam menari orang Batak mempergunakan alat musik/ Gondang yaitu terdiri dari: Ogung sabangunan terdiri dari 4 ogung. Kalau kurang dari empat ogung maka dianggap tidak lengklap dan bukan Ogung sabangunan dan dianggap lebih lengkap lagi kalau ditambah dengan alat kelima yang dinakan Hesek.Pangurdot (yang termasuk pangurdot dari organ-organ tubuh ialah daun kaki. sering taruian ini dilakukan pada saat bulan Purnama. Didalam menari setiap penari harus memakai Ulos.Pangeal (yang termasuk pangeal dari organ tubuh adalah Pinggang. 3. Kemudian Tagading terdiri dari 5 buah.Siangkupna ( yangtermasuk Siangkupna adalah leher. tumit sampai bahu. tariannnya akan berkat-kata dalam bahasa seni tari tentang dan bagaimana hubungan batin sipenari dengan orang yang meninggal tersebut. Kemudian Sarune (sarunai harus memiliki 5 lobang diatas dan satu dibawah.

Toba. terdiri dari Batak Karo. Sebagaimana ciri khas orang Batak yang suka gotong royong. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Di daerah Samosir.D. dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan seharihari. poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. yaitu barisan Utara dan Selatan. mengerjakan ladang dan sawah. kemudian dibangunlah rumah dekat rumah leleuhur atau ayah yang pertama. dapat membuat berdirinya Huta lain. Lumban. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu. Demikian seterusnya bangunan rumah makin bertambah. Oleh karena Huta didiami oleh sekelompok orang yang semarga. Di sekitar Balige. Adanya usaha beberapa orang dari anggota masyarakat dalam satu kampung untuk memisahkan diri dan membentuk kampung sendiri. Pak-Pak. tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil. hanya dapat diresmikan kalau sudah ada ijin dari Huta yang lama (Huta induk) dan telah menjalankan suatu upacara tertentu yang bersifat membayar hutang kepada Huta induk. maka ikatan kekeluargaan sangat erat di Huta itu. poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat. meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. yang hanya dipisahkan pagar bambu yang ditanam dipinggiran kampung. secara bersama-sama memperbaiki pancuran tempat mandi. Mereka secara gotong royong membangun dan memperbaiki rumah. sehingga terbentuk perkampungan yang lebih ramai. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris. Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma.rumah adat balai batak toba Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Disebabkan oleh pertambahan penduduk. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat. dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) . Desa-desa di daerah Danau Toba. memperbaiki pengairan. Sering pula kampung itu terdiri dari beberapa kelompok kampung-kampung kecil. dan bersama-sama pula memetik hasilnya. Suatu Huta yang baru. demikianlah mereka membangun Huta. Jadi sejak mulanya Huta itu adalah milik bersama.Rumah Adat 1. kecuali didaerah yang berbukit. Biasanya Huta hanya didiami beberapa anggota keluarga yang berasal dari satu leluhur. Simalungun. Angkola dan Mandailing. Pada mulanya Huta. atau kampung itu hanya dihuni oleh satu klan atau marga dan Huta itu pun di bangun oleh klan itu sendiri.

sifat terbuka. Rumah melambangkan makrokosmos dan mikrokosmos yang terdiri dari adanya tritunggal benua. Pintu kolong rumah digunakan untuk jalannya kerbau supaya bisa masuk ke dalam kolong. Ruma Parsantian didirikan oleh sekeluarga dan siapa yang jadi anak bungsu itulah yang diberi hak untuk menempati dan merawatnya. antara keluarga bapak dan keluarga anak yang sudah menikah. lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. tangga betina (balatuk boru-boru). Pada umumnya dinding rumah merupakan center point. tangga jantan (balatuk tunggal). karena adanya ukir-ukiran yang berwarna merah. samping kanan dan kiri rumah dan dipegang oleh solong-solong (pengganti paku). rumah bagian tengah itu tidak mempunyai kamar-kamar dan naik ke rumah harus melalui tangga dari kolong rumah. Untuk mengukir digunakan pisau tajam dengan alat pemukulnya (pasak-pasak) dari kayu. Biasanya terbuat dari sejenis pohon besar yang batangnya kuat dan disebut sibagure. ornament-ornamen perang dan dan sebagainya. Tiang-tiang depan dan belakang rumah adat satu sama lain dihubungkan oleh papan yang agak tebal (tustus parbarat). terbuat dari beberapa potong kayu yang keras dan jumlah anak tangganya ganjil. dilambangkan dengan lantai dan dinding. Pak-Pak. Angkola dan Mandailing. Kedua. Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. yaitu dengan teknik ukir teknik lukis. Balok untuk menghubungkan semua tiang-tiang disebut rassang yang lebih tebal dari papan. terdiri dari Batak Karo. Biasanya orangtua tidur di bagian salah satu sudut rumah. Ruma Gorga Sarimunggu yaitu ruma gorga yang memiliki hiasan yang penuh makna dan arti. Ornamen-ornamen tersebut berupa orang yang menarik kerbau melambangkan kehidupan dan semangat kerja. Bersambung. sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. tepat di bawah tiang ditanam ijuk yang berisi ramuan obat-obatan dan telur ayam yang telah dipecah. Toba. Teknik ragam hias terdiri dari dua cara. dilambangkan dengan atap rumah. gotong royong.berjumlah lima atau tujuh buah. Benua Bawah sebagai tempat kematian dilambangkan dengan kolong. terdiri dari lima sampai tujuh buah anak tangga. seperti kerbau atau babi. asta dan langkah seperti ukuran-ukuran yang pada umumnya dipergunakan pada rumah-rumah tradisional di Jawa.disebut Sopo. arah motif dapat dicerminkan falsafah maupun pandangan hidup orang Batak yang suka musyawarah. yaitu : pertama. putih dan hitam yang merupakan warna tradisional Batak. Rumah adat Batak Toba pada bagian-bagian lainnya terdapat ornamen-ornamen yang penuh dengan makna dan simbolisme. Simalungun. yaitu : Benua Atas yang ditempati Dewa. Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh. menembus lubang pada tiang depan dan belakang. Di dalam satu rumah dapat tinggal beberapa keluarga . Dinding dari papan atau tepas. Pada waktu peletakannya. Sedangkan teknik lukis bahannya . suka berterus terang. Tujuannya supaya pemilik rumah selamat dan banyak rejeki di tempat yang baru. yang menggambarkan kewibawaan dan kharisma. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung. Seringkali keluarga menantu tinggal bersama orangtua dalam rumah yang sama. biasanya berupa hewan. bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari mara bahaya. Ada tiang yang dekat dengan pintu (basiha pandak) yang berfungsi untuk memikul bagian atas. belakang. khususnya landasan lantai rumah dan bentuknya bulat panjang. kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. Sebelum meletakkan pondasi lebih dahulu diadakan sesajen. Benua Tengah yang ditempati manusia. Sebagai ukuran dipakai depa. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau. dinamis dan kreatif. Caranya yaitu dengan meletakkan kepala binatang tersebut ke dalam lubang pondasi. Anak tangga adalah lobang pada batang itu sendiri. Bali dan daerah-daerah lain. terbuat dari potongan sebatang pohon atau tiang yang dibentuk menjadi anak tangga. juga darahnya di tuang kedalam lubang. Berfungsi untuk mempersatukan tiang-tiang depan. Tangga rumah terdiri dari dua macam. Dari segi bentuk. Pada jaman dulu. jengkal.

tampaknya telah menyimpang dari penggunaan aslinya dan terlihat pada tungku perapiannya. yaitu lalubaknya berupa ijuk yang langsung diambil dari pohon Enau dan masih padat. lukisan dan tulisan dan dengan dua kepala singa pada ambang pintu. Balai Buttu dicapai dengan anak tangga dari kayu. Sudah barang tentu memakan biaya banyak. Bangunan ini kira-kira luasnya 25 m2 dan tingginya 7m. di susun di atas empat buah batu kali dengan alas ijuk diantara batu dan papan . Bolon adat (rumah raja) dan Balai Bolon Adat (gedung pertemuan dan pengadilan). lebarnya 80 cm dan tingginya 1. Bagian depan (Timur) adalah pintu. Arsitektur tradisional dari suku Batak Simalungun masih dapat dipelajari dari empat jenis bangunan yang masih ada. Lapisan pertama disebut tuham-tuham ( satu golongan besar dari ijuk. dan sulit sekali untuk dimasuki kecuali melewati terowonganterowongan yang langsung dapat mencapai tengah-tengah desa. Sistem pembangunannya sama seperti Balai Buttu. tindakan berikutnya adalah peninjauan tempat. Sebelum mendirikan bangunan diadakan musyawarah terlebih dahulu. dikelilingi dengan ukiran. Lumbung digantungkan di atas tungku di tingkat atas. Lantai yang lebih rendah hanya 75 cm dari tanah dan ditopang tiga lapis palang balok. dalam bentuk Balai Buttu (pintu gerbang rumah). Jambur (gudang). Dasar dari tiang ini sangat penting dan ditutupi dengan ukiran. yang dahulunya merupakan sebuah desa yang besar sekali dikelilingi oleh pohon-pohon beracun. Daerah yang ditempati oleh suku Batak Simalungun terletak diantara daerah Karo dan Toba di Sumatera Utara. baik sebelum mendirikan bangunan (upacara mengusung bunti). Dasarnya adalah balok-balok horisontal yang dibangun dalam bentuk persegi. dimana penggunaan utama dari bangunan tersebut tetap sebagai tempat penyimpanan beras. yang disusun mulai dari jabu bona tebalnya 20 cm dan luasnya 1×1. Antara tuham yang satu dan dengan tuham lainnya diisi dengan ijuk agar permukaannya menjadi rata. untuk memenuhi syarat-syarat dan upacara-upacara yang diadakan. Toba. Perbedaan utamanya adalah pada tiang penyangga struktur atap yang diletakkan di atas balok lantai. pada waktu mendirikan bangunan (upacara parsik tiang) pada waktu memasang tiang. Bagian atas menunjukkan bahwa kegunaan utamanya telah menjadi tempat tinggal dan bukan dipergunakan sebagai tempat penyimpanan beras.diolah sendiri dari batu-batuan atau pun tanaga yang keras dan arang. diletakkan lapis ketiga.5 m2). Tahap pertama adalah pencarian pohon-pohon yang cocok kemudian ditebang dan dikumpulkan disekitar tempat-tempat yang akan didirikan rumah. tetapi dipakai juga sebagai tempat tinggal tamu laki-laki dan tempat dimana para bujangan tidur.5 m. yaitu upacara memasuki rumah baru (mangopoi jambu) dan upacara memestakan rumah (pamestahon jabu) Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Setelah diadakan musyawarah. Angkola dan Mandailing. Tiang berdiameter 35 cmdan dibuat dari kayu yang sangat keras. maka ditandai dengan mare-mare yakni daun pohon enau yang masih muda dan berwarna kuning. Balai Balon Adat semula digunakan untuk tempat pertemuan-pertemuan dan untuk membahas masalah penting dalam hukum adat. Simalungun. Hasil musyawarah dikonsultasikan kepada pengetua untuk memohon nasihat atau saran. Kemudian bahan-bahan tersebut ditumpuk ditempat tertentu agar terhindar dari hujan dan tidak cepat lapuk atau menjadi busuk. . lukisan dan tulisan yang berhubungan dengan hukum adat. Desa tersebut dibangun di atas sebuah bukit. yang merupakan pertanda atau pengumuman bagi penduduk disekitarnya bahwa tempat tersebut akan dijadikan bangunan. luasnya kira-kira 6m2 dan tingginya 6 m. Setiap lapisan diikat dengan jarum yang terbuat dari bambu dengan jarak 0. dan panaik uwur (pada waktu memasang uwur) maupun pada waktu bangunan telah selesai. karena banyaknya hewan yang dikorbankan.5 m. tetapi dalam skala lebih besar. Dalam mendirikan suatu rumah adat biasanya memakan waktu sampai lima tahun. jambur digunakan untuk menyimpan beras. Strukturnya di atas dua belas batu kali yang tiga menyilang ke depan dan empat dari depan ke belakang. Pada waktu ini sudah hampir tidak terdapat lagi desa-desa tradisional dari suku Batak Simalungun. Atap rumah terbuat dari ijuk yang terdiri dari tiga lapis. Apabila tempat tersebut memenuhi persyaratan. Lapisan kedua. Pak-Pak. Fungsi dari bangunan ini seperti yang ada di Pematang Purba. terdiri dari Batak Karo.

Hal ini sulit untuk membedakan yang mana pintu masuk utamanya. Pada bangunan Simalungun susunan strukturnya terdiri dari tiang-tiang bergaris tengah 40 sampai 50 cm. Pusat tiang terpenting dari gedung pertemuan diukir dari kayu keras yang tebal. sehingga pintu masuk pada kedua sisinya kelihatan sama. menopang pada sambungan dari bagian atap ke bagian depan bangunan. Paku tidak digunakan dalam konstruksi. Rumah adat Batak Karo berukuran 17×12 m2 dan tingginya 12m. Bagian luar dari kusen jendela dan pintu umumnya diukir dalam versi yang rumit dari susunan busur dan anak panah. Kedua pintumasuk dan kedelapan jendela dipasang di atas dinding yang miring. Pintu mempunyai daun pintu ganda sedangkan jendela mempunyai daun jendela tunggal. di atas lingkaran balok. Bumbungan atap terbuat dari jerami yang tebalnya 15 sampai 20 cm. Dinding-dindingnya juga merupakan penunjang atap. Tidak seperti bangunan lainnya. Fungsi utama dari ujung atap yang menonjol ini adalah untuk emmungkinkan asap keluar dari tungku dalam rumah. Anak-anak tidur dengan orangtua sampai menjelang usia dewasa. pada pria dewasa (bujangan) tidur di bale-bale lumbung dan para gadis bergabung dengan keluarga lain di rumah lainnya. sedangkan yang kecil disusun pada tumpukan balok horisontal.Potongan yang lebih rendah dari dinding yang miring pada setiap sisi pintunya dipenuhi dengan papan tiang jendela vertikal yang membiarkan masuknya cahaya dan angin. Konstruksi pada bagian bangunan ini sama dengan rumah pertemuan (Balai Balon adat) kecuali struktur lantainya sedikit rumit sebagai akibat dari tungku tersebut. yaitu yang besar dibangun pada tiang-tiang vertikal. . Di atas tungku dipasang ayunan dimana peralatan memasak disimpan dan bahan makanan dikeringkan serta diasapi. Bumbungan dikat dengan ijuk dengan hiasan kepala kerbau pada puncaknya. Rumah adat Batak Karo dibangun dengan enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar dari gunung atau sungai. pintu masuk pada sisi sebelah Timur diapit oleh balkon atas dan bawah. sebagai tempat pembuangan (kotoran hewan) dan sebagai ruang masuk utama. Sebagian besar adalah balok-balok dan tiang-tiang yang dibiarkan dalam potongan bundar yang ditebang dari hutan. Rumah adat Batak Karo dapat ditempati oleh dua puluh sampai enam puluh orang. Bangunan rumah adat Batak Karo merupakan sebuah bangunan yang sangat besar. Tiang-tiangnya ditanam di dalam tanah. Atap dijalin dengan ijuk hitam dan diikatkan kepada sebuah kerangka dari anyaman bambu yang menutupi bagian bawah kerangka dari pohon aren atau bambu. Jalan masuk menuju ture adalah tangga bambu atau kayu. menyiapkan makanan. Tungku perapian dibangun dari sisa pembakaran kayu dan dipenuhi dengan tanah. Tinggi pintu setinggi orang dewasa dan jendela ukurannya lebih kecil. Bangunan ini simetris pada kedua porosnya. istri dan tiga orang anak). Oleh karena itu antara empat sampai duabelas keluarga dapat tinggal di rumah tersebut dan dengan ukuran rata-rata keluarga besar terdiri dari lima orang (suami. dua puluh tiang yang menopang lantai dibentuk menjadi ortogal dan dicat dengan motifgeometris hitam putih. Pada bagian depan dan belakang rumah adalah panggung besar yang disebut ture. Ujung atapnya sederhana. satu untuk setiap unit keluarga besar (jabu) atau untuk dua jabu. kayu tongkang dan kadang-kadang keseluruhan bambu digunakan dalam jalinan ijuk yang diikat dengan rotan atau bambu belah. terdiri dari empat sampai enam tungku perapian.80 m dari tanah dan gang digantungkan dengan rota yang diikat pada dua pusat kayu. Delapan dari tiang-tiang ini menyangga lantai dan atap. hanya pasak dan tali ijuk baji (sentung). dilengkapi dengan kumpulan papan yang terbentuk dengan indah sebagai dekorasinya. Struktur tersebut ditata di atas batu-batu kali yang besar kecuali untuk rumah raja. Ujung dari atap yang menonjol ditutup dengan tikar bambu yang sangat indah. Bagian terendah dari atap pertama di bagian pangkalnya ditanami tanaman yang menjalar pada semua dinding dan berfungsi sebagai penahan hujan deras. Kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu keras. Rumah Balon Adat (rumah raja) terbagi menjadi dua bagian. konstruksinya sederhana dari potongan bambu melingkar dengan diameter 6 cm. Lantai yang rendah berada 2. Pintu pada ujung sebelah Timur kamar raja berisi ruangan tidur kecil dan dua tungku api. sedangkan yang delapan lagi hanya penyangga lantai saja. bangunan ini mempunyai lantai ganda dengan gang yang menurun ke pusat pada lantai yang lebih rendah. Penutup atap keseluruhan adalah jalinan ijuk pada kaso dan papan kecil dari bambu. Panggung ini dugunakan untuk tempat mencuci.

b. rumah adat karo dapat dibagi menjadi dua bagian.Bagian pokok dari tungku perapian adalah untuk memasak. Lau Buluh. Penempatan keluarga-keluarga itu dalam bagian rumah adat (jabu) dilakukan berdasarkan ketentuan adat Karo. Lumbung untuk menyimpan padi. Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. . Jabu dalam Rumah Adat Rumah adat biasanya dihuni oleh empat atau delapan keluarga. dan lain-lain. Lingga. Rumah-rumah adat empat ruang ini dahulunya terdapat di Kuta Buluh. Rumah adat secara garis besar dapat dibagi atas jabu jahe (hilir) dan jabu julu (hulu). Sisi-sisi dari bagian pokok tersebut dibuat dari sisa-sisa kayu bakar dan ditempatkan pada tanah yang keras. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo. itulah yang disebut dengan rumah adat Karo. yaitu : a. Demikian juga jabu kenjulu dibagi atas dua. Rumah sianjung-anjung Rumah sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih. dan sepanjang sisi-sisi dinding dibangun tempat tidur. Sepanjang pertengahan dari rumah adalah gang yang sempit setingkat dengan lantai dasar. dibuat antara dua lantai sehingga bagian dasarnya bersandar di atas bambu dan ujungnya adalah setingkat dengan lantai utama. dan karena itulah disebut rumah adat. Dalam nyanyian rumah ini sering juga disebut Rumah Sendi Gading Kurungen Manik. Perbesi. Rumah Sendi Rumah sendi adalah rumah yang tiang rumahnya dibuat berdiri dan satu sama lain dihubungkan dengan balok-balok sehingga bangunan menjadi sendi dan kokoh. didirikan dalam tiga tingkatan 2. Inilah yang sesungguhnya disebut sebagai jabu adat. b. dimana balok bulat yang menghubungkan tiang-tiang penunjang yang menembus lantai pada setiap sisi rumah dan menunjang struktur atap dan podium. Rumah Sangka Manuk Rumah sangka manuk yaitu rumah yang binangunnya dibuat dari balok tindih-menindih. Bentuknya sangat megah diberi tanduk. Rumah adat Karo didirikan berdasarkan arah kenjahe (hilir) dan kenjulu (hulu) sesuai aliran air pada suatu kampung. bermuka dua mempunyai sepasang tanduk. Peceren. Sementara menurut binangun. Interior dari rumah sangat gelap karena jendela-jendelanya yang kecil serta asap dari perapian yang telah menghitamkan seluruh papan dan kayu-kayu. Limang. Berdasarkan bentuk atap. Tempat penyimpanan makanan dan peralatan rumah tangga diletakkan dibagian atas rumah. Buah Raja. Rumah Mecu Rumah mecu adalah rumah yang bentuknya sederhana. yaitu jabu ujung kayu dan jabu rumah sendipar ujung kayu. yang dapat juga terdiri atas sat atau dua tersek dan diberi bertanduk. Jabu jahe terbagi atas jabu bena kayu dan jabu lepar benana kayu.Rumah Adat Karo Pada masyarakat Karo terdapat suatu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. rumah adat Karo pun dapat dibagi atas dua yaitu: a. yang dalam bahasa daerah Batak disebut jambur. yang penempatan jabu-nya didalam rumah tersebut diatur menurut ketentuan adat dan didalam rumah itu pun berlaku ketentuan adat.

dan jabu sedapuren lepar ujung kayu. sedapuren ujung kayu. Oleh karena itu. Penghuni jabu ini adalah sembuyak dari jabu benana kayu. Fungsinya untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi diluar rumah dan menyampaikan hal itu kepada jabu benana kayu. Oleh . Kalau kita masuk kerumah adat dari pintu kenjulu. Kalau kita kerumah dari pintu kenjahe letaknya disebelah kanan. Keempat jabu inilah yang disebut dengan jabu adat. adakalanya juga rumah adat itu terdiri dari delpan atau enam belas jabu. demikian juga yang menempatinya ditentukan menurut adat. Jabu ini ditempati oleh kalimbubu jabu benana kayu. Oleh karena itu. 4. sementara dapuar dalam rumah adat hanya ada empat. jabu ini disebut jabu sungkun berita (sumber informasi). yang sering juga disebut jabu arinteneng. jabu sidapuren ujung kayu (rintenteng) Ditempati oleh sembuyak dari ujung kayu. Fungsinya adalah sebagai juru bicara jabu bena kayu. Dalam hal rumah adat dihuni oleh delapan keluarga. Fungsinya adalah sebagai pemimpin rumah adat. 5. masing-masing jabu dibagi dua. letaknya sebelah kiri. Jabu lepar ujung kayu (mangan-minem) Letaknya dibagian kenjulu (hulu) rumah adat. 6. letaknya di sebelah kanan. Jabu Lepar Benana Kayu Jabu ini di arah kenjahe (hilir). Akan tetapi. Adapun susunan jabu dan yang menempatinya adalah sebagai berikut: 1. Malahan kampung Munte ada rumah adat yang dihuni oleh enam belas keluarga. 2. 3. Kalau kita kerumah dari ture jahe. Kalau kita masuk dari pintu kenjulu ke rumah adat. Dia ini adalah anak beru dari ujung kayu. sehingga terjadilah jabu-jabu sedapuren bena kayu. menyerahkan belo kinapur (persentabin) kepada tamu jabu benana kayu tersebut. letaknya disebelah kiri atau diagonal dengan letak jabu benana kayu. Jabu ujung Kayu (anak beru) jabu ini arahnya di arah kenjulu rumah adat. Jabu ini dihuni oleh para keturunen simantek kuta (golongan pendiri kampung) atau sembuyak-nya. karena penempatannya harus sesuai dengan adat. sedapuren lepar bena kayu. Jabu ini ditempati oleh anak beru kuta atau anak beru dari jabu benana Kayu. jabu ini disebut jabu si mangan-minem. Tugasnya adalah untuk engkapuri belo. dan sering pula disebut jabu peninggel-ninggel. Jabu Benana Kayu Terletak di jabu jahe.Ada kalanya suatu rumah adat terdiri dari delapan ruang dan dihuni oleh delapan keluarga. Jabu sedapuren benana kayu (peninggel-ninggel) Jabu ini ditempati oleh anak beru menteri dari rumah si mantek kuta (jabu benana kayu).

Namun. Rumah yang merupakan peninggalan kerajaan Purba ini sebenarnya telah disahkan sebagai objek wisata oleh Bupati Simalungun pada tahun 1961. Rumah Bolon menjadi salah satu contoh warisan budaya yang saat ini sedikit terlupakan keberadaannya. 3. Rumah Bolon di Simalungun adalah semacam istana yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII. masih ada sekitar 300 pengunjung. Di lahan seluas satu hektar lebih itu kini hanya terlihat rumput yang tumbuh memanjang. Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru) Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. tempat bersejarah itu kini membutuhkan penanganan yang serius. Kondisi negara yang tidak terjamin keamanannya beberapa waktu terakir membuat kawasan wisata itu sepi pengunjung. terutama pada penataan taman. jabu ini disebut juga jabu arinteneng. Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit. Pada tahun 1985. Tentu saja dengan publikasi ke luar negeri lokasi tersebut. Karena biasanya dalam runggun adat Karo persetujuan terakhir diberikan oleh puang kalimbubu. Bahkan karyawan yang semula berjumlah lima orang harus dikurangi untuk penghematan biaya. Rumah Bolon pernah direnovasi. Objek wisata tersebut masih bisa diselamatkan dengan penataan yang lebih baik. Tidak seperti beberapa waktu lalu yang ditata dengan baik. Pada tahun 1990-an atau awal ditetapkannya Rumah Bolon sebagai objek wisata. kini pengunjung dalam seminggu dapat dihitung dengan jari. Rumah yang terbuat dari kayu keras dan dinding papan itu dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku. 8. akan tetapi sekarang sudah mulai keropos dan memerlukan renovasi ulang . Melihat keadaan Rumah Bolon saat ini bukan tak mungkin lagi diselamatkan. Kondisi Rumah Bolon yang kini tak terurus disebabkan kurangnya dana untuk perawatan. 7.rumah adat BOLON Banyak warisan budaya di Indonesia yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. Sedangkan biaya perawatan dari Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Yayasan Museum Simalungun masih jauh dari cukup.karena itu. Menurut salah seorang penjaga Rumah Bolon. Tuan Rahalim. Jabu sedapuren lepar benana kayu Dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu disebut juga jabu pendungi ranan. Wanson.

Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan. Omo sebua adalah rumah yang khusus dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter. omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi.Rumah Adat Omo Sebua Omo Sebua adalah jenis rumah adat atau rumah tradisional dari Pulau Nias. Sumatera Utara. .4.

"Aku bersedia menjadi istri kakanda. Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara." "Baiklah. ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya. kakanda. kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan. Karena ia disentuh manusia. Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia. Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu. termasuk jatah makan kedua orang tuanya. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan." kata pemuda itu. sehingga mudah untuk dijangkau.E. Suatu hari. Sepulang dari ladang. Batu Gantung-Parapat. marahlah hatinya. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. Sumatera Utara. si Anak ini selalu merasa lapar. keluarlah kata-katanya yang kasar. ia tak pernah merasa kenyang. seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan. Selain sebagai objek wisata yang eksotis. "Namun aku punya satu permintaan. Ia tinggal seorang diri di bagian Utara Pulau Sumatra yang sangat kering. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Telah disuratkan. Tetapi saat tersentuh tangannya. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir. Tanpa bekas dan jejak. Ikan itu besar dan sangat indah. Dahulu. "Dasar anak keturunan ikan!" Ia tak menyadari. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus. cari Parapat atau Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun. bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan.Cerita Rakyat Legenda Danau Toba Sinopsis: Ada seorang pemuda yatim piatu yang miskin. Setelah ." katanya. berarti ia sudah membuka rahasia istrinya. Suatu hari. Adinda. jika ia tersentuh tangan. dengan ucapannya itu. tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Setelah petani mengucapkan kata-katanya. Indonesia. karena begitu laparnya. ia makan semua makanan yang ada di meja. maka ia juga berubah menjadi manusia. Dari bekas injakan kakinya. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Warnanya keemasan. Namun ketika beranjak besar. ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. Aku akan menjaga rahasia itu.

Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. gadis itu tidak bekerja. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya. Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya. ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya. “Ya.terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan. Sementara anjingnya. Sesampainya mereka di ladang. si Toki. mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. Dengan berderai air mata. Gadis cantik itu sangat ketakutan. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Sementara si Toki. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya..” sahut ibu Seruni. “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku. Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. “Parapat! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya. Ia sangat bingung. Sesampainya di ladang. ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya. “Ibu benar. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!. Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. namun ia tidak dapat berbuat apa-apa.di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara. Tak lama kemudian. Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. Beberapa saat kemudian. Sesampai di rumah majikannya. seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. Dalam peristiwa itu. Alkisah. tiba-tiba ia terperosokke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. Seruni pergi ke ladang seorang diri. dan hasilnya digunakan untuk mencukupikebutuhan sehari-hari. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Merasa tidak mampu menolong sang majikan. lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita. Menurut masyarakat setempat.” keluh Seruni. Pada suatu hari. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong. Akhirnya gadis itu semakin putus asa. “Pak. “Tapi hari sudah gelap. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya. Seruni beranjak dari tempat duduknya. “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga. tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat. Ia sangat sedih.” kata ayah Seruni. batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni. muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. Selain rupawan. ia pun mulai putus asa.” seru sang ayah. “Toki…. si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. Tanpa diduga. Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini.” pasrah Seruni. “Ah. Di dasar lubang yang gelap. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan. Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya. hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. Pak. mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu. namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya. Dengan pikiran yang terus berkecamuk. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk . tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba. namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba.

Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. “Jangan ayah. kenapa dia berteriak: parapat. sangat berbahaya!” cegah sang ibu. dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik.” jawabnya tegas. “Bu. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik. “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak. Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya. “Benar pak. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup. namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. pegang obor ini!” perintah sang ayah. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara. Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. Demikian cerita tentang asal-usul nama kota prapat. “Tapi.” sahut salah seorang warga. sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas. “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang. Salah seorang warga mengulurkan seutas tampar (tali) sampai ke dasar lubang. Sesaat kemudian. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya. cari Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Mereka meninggalkan mulut lubang batu. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!” “Pak. lubang itu sangat dalam dan gelap. Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. Beberapa saat setelah gempa itu berhenti. “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batu cadas di dalam lubang. tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Tebingtebing di pinggir Danau Toba pun berguguran.” jawab sang ayah cemas. parapatlah batu?” tanya sang ibu. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. namunia justru terperosok ke dalam lubang batu dan menghimpitnya hingga akhirnya meninggal dunia Hikayat Boru Napuan. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa hari kemudian. Beberapa kali mereka berteriak. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Seruni yang hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam. tiba-tiba terdengar suara gemuruh. namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor.memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu. Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. “Benar. tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. Indonesia. “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu. “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!” “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris. “Entahlah. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa atau lemah semangat. maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”. Pu . Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”.

putra kakanya tertinggal dan putrinya terbawa. Siulatahi menikah dengan marga Sitanggang Boru Nantiraja istri Raja Mangatur telah memiliki beberapa orang anak laki-laki dan adiknya Nantimalela yang menikah ke Tamba/Saragi telah memiliki beberapa orang anak perempuan. Tor-tor artinya tari. Nanti Malela menikah dengan marga Tamba/Saragi 3. Setelah puas melepas rindu dan kebahagiaan mereka. Boru Napuan menikah dengan Raja Parmata Manunggal Damanik dari Sipolha. Manurung bersaudara mendapatkan berupa barang pusaka dari mertua Napuan karena Raja Parmata Manunggal adalah turunan orang berada dan seorang raja yang dihormati di Sipolha Itor itor Galot. Nantiraja menikah dengan Raja Mangatur Manurung 2. Itor-tori berarti menari-nari.Lahang Mahua Rumapea Ketiga orang putranya itu adalah 1. dia menyadari bahwa bayi yang dipangkuannya adalah perempuan. beberapa hari kemudian. Guru Badia 3. dan Nantimalela juga memangku putra kakaknya. akhirnya disepakati akan mengembalikan pada waktu ada kesempatan. dan sudah pasti adalah bayi adiknya Nantimalela. Dan ketiga orang putrinya adalah : 1. Itor-tori galot berarti musang menari-menari. memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. Istilah itor-tori galot merupakan ungkapan didalam bahasa Simalungun untuk menggambarkan pekerjaan yang tidak pernah diselesaikan. Ketika Nantiraja baru melahirkan anak lakilaki. Nantimalela juga mengalami hal yang sama di Samosir. Setelah berita itu saling diketahui kedua belah pihak. mereka menyayangi bayi tersebut dan dianggap anak sendiri dan dibesarkan hingga dewasa. Puraja Naginjang. Nantiraja berangkat ke Samosir mengunjungi adiknya yang baru melahirkan. Putri Nantiraja yang dilahirkan Nantimalela diberi nama Boru Napuan dengan gelar Boru Inggal-inggal dan dimanjakan dan disayang semua keluarga Manurung dan tetap menggunakan marga Manurung. Marga yang mereka gunakan untuk anaknya itu adalah sesuai dengan marga suaminya masingmasing. cari Galot (dalam bahasa Indonesia artinya musang) merupakan binatang yang keluar mencari makan dimalam hari dan tidur di siang hari. . 2. Nantiraja memangku putri adiknya itu. Putra Nantimalela yang dilahirkan Nantiraja tetap menggunakan marga Tamba/Tamba dan tinggal di Samosir. saat mengganti popok bayinya. Nantiraja pulang ke Uluan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. adiknya Nantimalela melahirkan seorang putri di Pulau Samosir. Setelah dewasa. dan putranya yang baru lahir turut dibawa. Lama kelamaan. Raja Natota. Diperjalanan.

Setelah makan. Istilah itor-tori galot sering diberikan kepada pekerjaan yang tinggal sedikit lagi belum selesai. Seorang yang cacat yang tidak punya tangan. Atau mencangkul untuk membuka lahan baru. Setelah itu di potong lalu di cincang. Jika ditor-tori galot. Raja Biak-biak berkata kepada ibunya : ” O. Setelah asap datang. biasanya anak-anak sekolah janjian di sekolah agar pergi ke ladang bisa bersama-sama. si anak makan siang. padi. jahe. Kata MULAJADI NABOLON : ” Pegang kakinya!”. maka ada kompensasi untuk si anak untuk ikut kerja keladang setelah makan siang. akulah yang mau di bunuh. Jadi dipeganglah kakinya. jangan tunggu-tunggu. Ini hanya ungkapan. karena besok Anda sudah mempunyai/atau harus mengerjakaan pekerjaan lain lagi. Sebenarnya ini istilah saja. jika galot menari-nari berkeliling disitu. Perjalanan dari rumah ke ladang mungkin jauh. jahe dan tanaman palawija lainya. . maka kadang-kadang entah karena alasan apa. Dari sekian hektar tanah yang dikerjakan selama beberapa minggu ini. berserulah MULAJADI NABOLON katanya : ” Yang mau menjadi Sariburaja keluarlah dari situ. Setiap keluarga Simalungun pasti memiliki ladang yang luas. Inilah yang disebut dengan itor-tori galot. tapi pemiliknya tidak menyelesaikanya. seperti garugu yang satu menjadi tujuh puluh. mereka kembali bekerja diladang sampai sore. cabe. selesaikan sekarang juga Raja Raja Biak. jagung atau yang lainya. dalam hatiku. Setelah MULAJADI NABOLON naik ke atas. mungkin si anak sudah dintunggu oleh bapak atau ibuya agar bisa makan siang bersama.Sudah di sediakan api sebelumnya. jika si pemilik ladang tersebut kembali lagi ke esokan harinya untuk menyelesaikan nya. Jangan sampai pekerjaan Anda hari ini itor-tori galot. maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai karena pemilik ladang tersebut tidak pernah kembali mengerjakanya karena enggan atau mungkin sudah sibuk pekerjaan baru lagi. yang tinggal disana beraneka ragam binatang piaraan. cabe. atau menyiangi/membersihkan rumput-rumput liar diantara tanaman kopi. Dia berkecil hati di dalam hatinya karena adik-adiknya tidak cacat. ada kemungkinana beberapa meter persegi tanah pekerjaan tersebut yang belum selesai. Kabarnya: Pertama kali datang MULAJADI NABOLON. Setiap hari orang tua mengajak anak-anaknya untuk bekerja diladang mulai dari pagi hingga sore. si anak harus buru-buru pulang ke rumah. Akhirnya pekerjaan yang tertinggal tersebut tidak pernah selesai. selesaikanlah hari ini juga. Pekerjaan ini harus segera diselesaikan jika tidak akan ditor-tori galot. Apa pelajaran yang bisa ambil dari sini? Jika Anda memiliki pekerjaan dan Anda yakin mampu menyelesaikanya hari ini. Mendengar itu. Pekerjaan saat itu mungkin bisa saja mencangkul sebidang tanah. kopi. artinya setelah jam sekolah. apalah aku di bandingkan Sariburaja yang tidak cacat itu?. Mengikuti kata orang. mengganti pakaian sekolah dengan pakaian lusuh untuk siap ke ladang. Bukan berarti. mungkin harus membuka lahan baru atau ada lahan yang harus dibersihkan dari rumput-rumput liar. ibu! Kudengar bapak mengijinkan di bunuh Ompunta MULAJADI NABOLON si Sariburaja. atau menggemburkan tanah untuk persiapan menanam. kalau boleh permintaanku suruhlah bapak menyembunyikan aku. Pekerjaan itu pasti terselesaikan. kaki sehingga dia tidak bisa duduk. maka sisa pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. dengan nama raja Gumelenggeleng. atau dekat tergantung jarak ladang dengan rumah nya. diminta Sariburaja di bunuhnya.Sebagian besar masyarakat Simalungun hidup dari pertaninan.” Terserah Ompung! ” jawab Guru Tateabulan. Setelah selesai di cincang lalu di masak di atas api. biarpun kelahiranku begini akulah anak yang paling besar. Lalu di berikan ibunya. Begitu pulang sekolah. cari Raja Biak-biak. Bagi mereka yang memilik ladang yang jauh dari rumah. Setelah tiba diladang. Lalu terangkatlah sariburaja dari sana kemudian duduk. naik ke Sianjur Mulamula terus ke Guru Tateabulan mengetuk hati dan memina anaknya Sariburaja oli di potong. Diladang mereka menanam padi. Dia seperti Garaga. Mendengar perkataan Raja Biak-biak ibunya menyuruh Guru Tateabulan menyembunyikan Raja Biak-biak ke Bukit Pusukbuhit. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Jika si anak bersekolah.

pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak. bagaimana. karena selama ini ibu tidak pernah membahagiakanmu. kata Raja Biak-biak. Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. Sambil menikmati makan siang. Aku memohon kepada ibu supaya bapak mengantarkan aku kesini. Sampuraga! Kamu memang anak yang berbakti” puji sang Majikan. Akulah anak yang sulung ibu. Meskipun hidup miskin. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur. karena usia ibu sudah semakin tua. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang emas di sungai. tadi kudengar kau ancam ompung membunuh Sariburaja. mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. Sepulang dari bekerja di ladang majikannya. Ibu minta maaf. “Bu. jangan terlalu banyak bekerja keras!” saran Sampuraga kepada ibunya. Jadi di berkati MULAJADI NABOLONlah Raja Biak-biak di Bukit Pusukbuhit itu. karena tanah di sana memiliki kandungan emas. dia punya kaki. Sampuraga! Usiamu masih sangat muda. rata-rata penduduknya memiliki sawah dan ladang. “Negeri manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga penasaran. “Sebenarnya. mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik orang lain. Setelah mendapat doa restu dari ibunya.” jelas Sampuraga kepada ibunya. anakku! Meskipun ibu sangat khawatir kita tidak bisa bertemu lagi. hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. Doakan Raga. “Terima kasih. “Pergilah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.” kata Sampuraga kepada ibunya. “Ya. Pada suatu siang. Berhati-hatilah di jalan! Jangan lupa cepat kembali jika sudah berhasil!” harap sang ibu.” kata sang Majikan. mereka tetap saling menyayangi. “Ke negeri Mandailing. Di sana. raja yang takkan pernah mati. Raga ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. raja yang takkan pernah tua. “Tentu. aku ketakutan. sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka. tangan tetapi moncongnya seperti moncong babi. dia punya sayap makanya di sebut namanya Tuan Rajauti. Sampuraga kemudian mengutarakan keinginannya tersebut kepada ibunya. Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga. . tapi ibu tidak memiliki alasan untuk melarangmu pergi. Jadi. “Jadi maksudmu semua keturunan adikmu dan kakakmu bersembah sujud kepadamu”. maunya akulah kau bunuh karena aku cacat. aku mau. Keesokan harinya. Lalu bertemulah dengan Raja Biak-biak : ” Siapa membawa kamu kesini “. maukah kau ku ubah?” “Ya. “kalau begitu. anakku! Siapkanlah bekal yang akan kamu bawa!” seru sang ibu. akulah yang pantas raja mereka”. Pemilik ladang itu yang memberitahu Raga bahwa penduduk di sana hidup makmur dan sejahterta. Saya ingin membahagiakan ibu saya. karena aku paling besar. sebaiknya kamu pergi ke sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya hidup makmur.” kata Sampuraga dengan sungguh-sungguh. bu! Raga berjanji akan segera kembali jika Raga sudah berhasil. “Ke manakah engkau akan pergi merantau. Sebelum meninggalkan gubuk reotnya. kata MULAJADI NABOLON. kalau keturunan adik ku dan kakak ku mau bersembah kepada ku” kata Raja Biak-biak. “Negeri Mandailing namanya. Dari Bukit Pusukbuhit itu. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi.” jelas sang Majikan. Sampuraga segera mempersiapkan segala sesuatunya. kata MULAJADI NABOLON. “Wahai. Sampuraga berpamitan kepada ibunya. Seakan tidak ada jarak antara majikan dan buruh. “Bu. Sampuraga mencium tangan sang Ibu yang sangat disayanginya itu.Sebagian berkata. cari Alkisah. Raga berangkat! Jaga diri ibu baik-baik. anakku” kata ibu Sampuraga dengan rasa haru. “Cita-citamu sangat mulia.” Kalau di lihat Ompung. ya bu!“ Sampuraga meminta doa restu kepada ibunya. anakku?” tanya ibunya. Kalau boleh saya menyarankan. Raga ingin mengubah nasib kita yang sudah lama menderita ini. bu. saya sudah lama bercita-cita ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. diterbangkan MULAJADI NABOLONlah ia ke ujung Aceh Sampuraga. karena tanahnya sangat subur.Ketika MULAJADI NABOLON kembali keatas dari Bukit Pusukbuhit ia naik. takut di ketakutanku!.

Rangkullah Ibu.” jawab Sampuraga. usaha dagang Sampuraga berkembang dengan pesat. sampailah ia di kota Kerajaan Pidoli. termasuk ibu Sampuraga. Perempuan tua itu hampir tidak percaya jika anaknya akan menikah dengan seorang gadis bangsawan. “Dengan senang hati. engkau adalah anak yang baik dan rajin. air mata keluar dari kelopak mata sang Ibu. ternyata ia memang pemuda yang sangat jujur. Puluhan ekor kerbau dan kambing yang akan disembelih disediakan. Suatu hari. Algojo! Usir nenek tua ini!” Perintah . Berhari-hari sudah Sampuraga berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan melawati beberapa perkampungan. Setelah itu berangkatlah Sampuraga meninggalkan ibunya seorang diri. perempuan jelek! Enak saja kamu mengaku-ngaku sebagai ibuku. “Ah. Sampuraga pun tidak bisa membendung air matanya. tidak mungkin itu suara ibu. Aku tidak punya ibu jelek seperti kamu! Pergi dari sini! Jangan mengacaukan acaraku!”. Pemuda itu adalah Sampuraga. Ia berkeinginan menikahkan Sampuraga dengan putrinya yang terkenal paling cantik di wilayah kerajaan Pidoli. seakan terbakar api.” pikir Sampuraga sambil mencari-cari sumber suara itu di tengah-tengah keramaian. Ia kemudian merangkul ibunya. Oleh karena itu. Berita tentang pesta pernikahan yang meriah itu telah tersiar sampai ke pelosok-pelosok daerah. “Sampuragaaa…. “Ah. tiba-tiba seorang nenek tua berlari mendekatinya. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah membara. “Hei. “Sampuraga…Anakku! Ini aku ibumu. Ia bekerja pada seorang pedagang yang kaya-raya. ia tidak bisa menahan diri. Nak!” seru nenek tua itu sambil mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Sampuraga. sang Ibu pun membalasnya dengan pelukan yang erat. Dalam waktu singkat. ketika ia melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya sedang duduk bersanding dengan seorang putri yang cantik jelita. Sampuraga mencoba melamar pekerjaan. Penduduknya ramah-tamah. Barangkali namanya saja yang sama. berangkatlah ia ke negeri Mandailing dengan berjalan kaki untuk menyaksikan pernikahan anak satu-satunya itu. Keuntungan yang diperolehnya ia tabung untuk menambah modalnya. Tak lama kemudian. “Raga. masing-masing mempunyai rumah dengan bangunan yang indah beratapkan ijuk. Di kota itu. sehingga usahanya semakin lama semakin maju. Sang Majikan sangat percaya kepadanya. Semua itu menandakan bahwa penduduk di negeri itu hidup makmur dan sejahtera. Ia sangat terpesona melihat negeri itu. sedangkan ia adalah anak seorang janda yang miskin. ia pun terkenal sebagai pengusaha muda yang kaya-raya. Seluruh warga telah mengetahui berita itu. Pernikahan mereka diselenggarakan secara besar-besaran sesuai adat Mandailing.Suasana haru pun menyelimuti hati ibu dan anak yang akan berpisah itu. “Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal dunia. nenek tua itu mendekati keramaian. Sebuah istana berdiri megah di tengah-tengah keramaian kota. ibu tua itu ingin memastikan berita yang telah diterimanya.” demikian yang terlintas dalam pikiran janda tua itu. Setibanya di wilayah kerajaan Pidoli. Candi yang terbuat dari batu bata terdapat di setiap sudut kota. Ia sangat malu kepada para undangan yang hadir. Anakku! Aku ini ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu. Kenapa kamu melupakan ibu? Ibu sudah lama sekali merindukanmu. Tuan! Hamba bersedia menikah dengan putri Tuan yang cantik jelita itu. Maukah engkau aku jadikan menantuku?” tanya sang Majikan. Lamaran pertamanya pun langsung diterima. Oleh karena rindu yang sangat mendalam. tampaklah sebuah keramaian dan terdengar pula suara Gordang Sambilan bertalu-talu. Nak!” Iba perempuan tua itu. Mandailing. Tiba-tiba ia berteriak memanggil nama anaknya. sang Majikan ingin memberinya modal untuk membuka usaha sendiri. Persiapan mulai dilakukan satu bulan sebelum acara tersebut diselenggarakan. Sampuraga sangat terkejut mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya. Sampuraga yang sedang duduk bersanding dengan istrinya. Beberapa saat kemudian.” kata sang Ibu. Alangkah terkejutnya. Tak terasa. Setelah mempersiapkan bekal secukupnya. anak kandungnya sendiri. karena ia sangat rajin bekerja dan jujur. lalu berkata: “Sudahlah. hardik Sampuraga. Gordang Sambilan dan Gordang Boru yang terbaik juga telah dipersiapkan untuk menghibur para undangan. kita akan bertemu lagi. Walaupun masih ada keraguan dalam hatinya. Sudah beberapa kali sang Majikan menguji kejujuran Sampuraga. putri seorang pedagang yang kaya-raya. bagai disambar petir. Dengan langkah terseok-seok. karena nenek tua itu tiba-tiba mengakuinya sebagai anak. tidak mungkin anakku akan menikah dengan putri bangsawan yang kaya. Anakku! Jika Tuhan menghendaki. Sang Majikan sangat senang melihat keberhasilan Sampuraga.

Dalam waktu singkat. alai pintor dipangkulingi baoa par solu i ma ibana: “Boru nirajanami. sian huta na dao dht bariba ni tao pe ro do naeng patuduhon holong tu ibana. Lam jonok. Ia tega sekali mengingkari dan mengusir ibu kandungnya sendiri. marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan. Oleh masyarakat setempat. Hatopma boru Saroding mangalakka tu jabuna. Penduduk setempat menganggap bahwa semua itu adalah penjelmaan dari upacara pernikahan Sampuraga yang terkena kutukan. Alai dang adong manang sada naboi mambuat rohana. Bah…. Naburju do ibana marnatoras. Tung mansai bahat do ro baoa manopot ibana. inna rohana. Ai ise do nuaeng baoa on. sukkun-sukkun ma rohana. jala marpitonggam do rumangni baoa parsolu on. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Tikki martapian boru saroding huhut manganggiri obukna na ganjang jala mansai godang i di topi ni tao i. Semua undangan yang menyaksikan kejadian itu menjadi terharu. tiba-tiba langit diselimuti awan tebal dan hitam. ba sandok tahe tung mansai las do rohani natorasna mangida pangalahona. Marsitandaan ma nasida. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Dipahatop boru Saroding pasidungkon partapiananna. Tak lama kemudian. Ba tung si pilliton ma nian ibana gabe parsonduk bolon nang gabe parumaen. Perempuan tua yang malang itu kemudian diseret oleh dua orang sewaan Sampuraga untuk meninggalkan pesta itu. Namun. tempat itu kemudian diberi nama “Kolam Sampuraga”. Parsip do boru saroding on. ido umbahen hatop ibana mulak. tempat penyelenggaraan pesta itu tenggelam seketika. Solu i pe lam jonok ma attong tu paridianna. namora manang najogi. Pangisi ni solu on sahalak baoa. jongjong di solu na. berilah ia pelajaran! Ia telah mengingkari ibu kandungnya sendiri Seketika itu juga. hira na so partoba do ulaonna. huhut ditailihon tu lahi-lahi namanjou i. jala dipangido ibana ma asa dipantadahon tu natuatuani boru Saroding. tempat ini telah menjadi salah satu daerah pariwisata di daerah Mandailing yang ramai dikunjungi orang. ai boasa hamu humibu-hibu mulak?” Songgot ma rohani boru Saroding. dipaso ibana ma lakkana. Setidaknya ada tiga pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran dari cerita di atas. yaitu: sifat rajin bekerja. hujan deras pun turun diikuti suara guntur yang menggelegar seakan memecah gendang telinga. Ketiga sifat tersebut tercermin pada sifat dan perilaku Sampuraga Boru Saroding Pandiangan. ro ma sada solu manjonohi ibana. Mamereng rumangna dht paheanna ulos Batak namansai bagak. songonni nang mardongan. Dengan derai air mata. sifat jujur dan sifat durhaka terhadap orang tua. Selain itu.Sampuraga. malo martonun. jala somba marhula-hula. termasuk Sampuraga dan istrinya. las ma tutu rohana. jogi. Hati Sampuraga benar-benar sudah tertutup. Di sekitarnya terdapat beberapa batu kapur berukuran besar yang bentuknya menyerupai kerbau. di parnangkok ni mataniari. Tung mansai tongam. laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. Petir menyambar bersahut-sahutan. dipaboa lahi-lahi ima asalna sian dolok ni Rassang Bosi-Sabulan namargoar “Ulu Darat”. tung mansai jogi jala tongamma baoa on. juga terdapat dua unggukan tanah berpasir dan lumpur warna yang bentuknya menyerupai bahan makanan. Dipatorang baoa ima aha do sakkapna mandapothon boru Saroding. Tuhan! Jika benar pemuda itu adalah Sampuraga. lam mallobok ma tarottok ni boru Saroding. cari SADA TIKKI. Nauli do rupani boru Saroding on. tungpe dang dioloi ibana hata ni akka panopot i. Disi do inna ibana maringanan. ala maila ibana adong sada baoa naposo mamereng-mereng ibana. ringgas mangula ulaon. tempat itu telah berubah menjadi kolam air yang sangat panas. tak seorang pun yang berani menengahinya. Tak seorang pun penduduk yang selamat. mulak balging do sude. Seluruh penduduk yang hadir dalam pesta berlarian menyelamatkan diri. nasomal jala jotjot marhumaliang di tao i. Hingga kini. Natorasna. Alai dang adong namarhansit roha dibahen ibana. Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do. tung mansai longang do mamereng boruna nasasada on. rap mardalan . Guru Solandason. perempuan tua itu berdoa: “Ya. sementara ibu Sampuraga menghilang entah ke mana. Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. Didok ibana ma sidalianna nanaeng godang dope siulaon na di jabu. Ala pintor lomo rohani boru Saroding marnida baoa i. Beberapa hari kemudian.

dang di si amantanai. naeng pangido onna boru Saroding naeng gabe parsonduk bolon na. Dilehon do akka sipanganon natabo tu akka iboto nai. sombu jala puas do halahi namaribot manghata-hatai dht marsipanganon. pintor ditutuphon ibana ma pittu ni jabu i. nungnga mansai bagas be borngin. Dung sidung marsipanganon. Dang dipaloas loja mula ulaon. ala mabiar ibana murung annon ulok i. suansuaonon. “Dang adong halak na asing di jabutta on. nang akka jagal. Longang ma natoras dht akka iboto nang anggina ala ro sian tao boru Saroding mardongan sada baoa. Dung sidung ulaon parbogason. Alai sai sukkun-sukkun jala longang do boru Saroding marnida somal-somal ni tunggane doli nai di siapari. mengkel suping sambing do ibana tu lahi-lahi nai patudu holongna. Hinsat ma boru Saroding mambuka pittu jala pittor dihatahon ibana ma tu tunggane dolina i na adong sada ulok na mansai bolon di jolo ni jabu i. tarsongon ursa. na sipata gabe ulok sipata gabe jolma. Las dope rohani boru Saroding. pidong. diharingkothon do mangalului akka boras ni hau dohot suan-suanon naboi mambahen boru Saroding tontong uli. Tarpodom ma halahi sahat tu manogot na. Dibereng ibana tu pudi nang tu jolo. martabuni di toru ni bukkulan ni jabu. Manginsir ma ulok na bolon i haruar sian jabu manuju tombak. asa pintor dipatandahon baoa i tu natorasna. modom ma halahi. Pamatang na pe mansai togap. “Modom ma hita. Sahat ma halahi tu undung-undung ni lahi-lahi i. Sude do halahi pintor tarhatotong mamereng bohi dht pangkataionni lahi-lahi i. Dipaboa ibana ma ise do dirina: sombaon ni Ulu Darat. marluga solu tu Ransang Bosi. ai dang jolma biasa hape.” inna boru Saroding. ditogu-togu tunggane doli na i. asa unang dibereng tunggane doli na i. Mabiar ma ibana molo tarboto tu lahi-lahi na sombaon i na ro akka iboto na mandapothon halahi marsihol-sihol. alai uluna dang songon bohi dohot ulu ni ulok. Las hian ma rohani boru Saroding didalani akka hula-hulana hutana di dolok na timbo jala ikkon mangalosi tombak namansai jorbut.” inna tunggane dolina mangalusi. Dang pola dipataridahon boru Saroding songgop ni rohana. Sian nadao pe nungnga diboto ibana soara ni ulok i. Tung longang do boru Saroding alana mansai hatop do halahi sahat. Las ma tutu roha ni lahi-lahi i mamereng boru Saroding. Lam longang ma ibana ala di dok tunggane doli nai hutana di ginjang ni dolok. Tung mansai golap do tombak siboluson ni halahi. manghatai ma tunggane doli nai tu boru Saroding.ma halahi tu hutana. alai pintor songon na asing ma panganggona. Sada tikki tarbereng simalolongna ma lahi-lahi nai di para-para ni jabu marganti pamatang gabe ulok na bolon! Mansai bolon. tung pe di bagas rohana nungnga mansai biar jala manolsoli. Alai anggo mata dohot igung ni tunggane doli nai sai maos do momar jala dipasittak-sittak ala adong inna uap ni jolma di jabu i. songoni nang lahi-lahina. Dang sadia leleng. Malo do lahilahi nai mambahen si parengkelon. Dung sidung mangaloppa dht mangan halahi. Songon na hona dorma do halahi mamereng bagak ni rumang ni lahi-lahi i. dohot akka na asing. tung mansai hatop jala niang do lakkana. dang dibereng ibana tunggani dolina. Tung mansai naburju do tunggane doli nai marnioli. Ala nungnga lomo rohani boruna. Tarsonggot ma ibana ala dibereng ibana manginsir sada ulok namansai bolon di tonga-tonga ni hau di joloni alamanni jabu i. Alai paulak so diboto ibana ma. di tonga ni tombak Ulu Darat. Mabiar ma boru Saroding. ulok na burju doi. alana diboto ibana do siallang jolma do ibana molo tikki gabe ulok. Ai sai masihol do inna halahi marnida iboto hasian ni halahi. mardomu muse tikki namardalan halahi manganangkohi dolok natimbo i. asa dibukka pittu ni jabu. aili. Dang sadia leleng dibege ibana ma tunggane dolina manjou goarna. borhat ma boru Saroding mangihuthon lahi-lahi naung gabe tunggane doli na. alai dang maol didalani halahi nadua. dihatahon lahi-lahi ima sakkap na. Busisaon ma boru Saroding. humalaput ma ibana mambahen sipanganon ni lahi-lahi nai. dipasonang do roha ni boru Saroding di si ganup ari. “Dang pola boha i. dipasaut ma parbogasonni boru Saroding dht lahi-lahi i. songon ulok na hea diberengsa di jolo ni jabu i. Humalaput ma boru Saroding manabunihon ibotona natolu i tu ginjang ni para-para. Tikki dungo ibana di manogotna. tung so hir do hodok ni halahi. Mandapothon bot ni ari. Tung mansai biar jala manolsoli ma dirina napintor olo manjalo hata ni baoa i dang jolo manat dirimangi. boras ni hau. Hurang tibu nian didok rohana sahat tu huta. “Ai songon na adong uap ni pamatang ni manisia huanggo?” inna ibana manukkun boru Saroding. mardisir-disir do soarana. Sahat ma tu jabu amanta na i. tading ma boru Saroding di jabu. Ngongong ma ibana di tonga nijabu. Jeppet ni hata. diboto boru Saroding do parroni tunggane doli na sian tombak langa-langa. ai pintor sikkop do sude akka naniporluhon ni hasida nadua. ba rupani maradian ma boru Saroding.” Alai sai lulu do tunggane nai di uap ni . Sada tikki ro ma duatsa akka iboto ni boru Saroding mangebati halahi tu dolok ni Ulu Darat. pittor dioloi jala dipaboa Guru Solandason ma tu akka dongan tubuna. Botari nai mulak ma tunggane doli nai mamboan akka nalaho sipanganon ni halahi. Dang hea dope dibereng ibana songoni balga na ulok. Dang loja ibana namandalani dolok na rais i.

jala gabe godang ma tubu hotang di pudi dohot panimpisan ni jabu. markilo-kilo godangna. pinompar ni Pandingan on ma nahasea jala akka namora.” inna tunggane doli nai. Tek ma rupani. hotang. dohot akka gulok-gulok do isina. marjanji do ibana dang leleng di huta ni natorasna. Dilehon ibana ma sada-sada be gajut nagelleng naung marrahut tu akka hula-hula nai. Alai didok ibana ma: “Holan on do pe naboi tarpatu au raja nami. Pintor mulak pe au. Jai porsea do au ikkon hatop do ho mulak sian huta ni natorasmu. ba ujung na rupani. Alai didok ma hata na parpudi: “Boru Saroding nauli. hape nungnga loja halahi mangebati tu dolok Ulu Darat. Marsijalangan ma hasida.” inna ibana do mangelek. hunik. “paloas ma akka ibotokki mandulo hita. Ai so jolma ho…” Holan sae didok boru Saroding hatana.” Dungi didok lahi-lahi nai ma padan songon paborhathon boru Saroding naung hundul di solu: “Dekke ni Sabulan tu tonggina tu tabona.manisia i. dang bulan di dok. Tao ipe pintor timbo galumbangna.” inna boru Saroding mangelek.” Diundukhon akka iboto ni boru Saroding ma hatani lae nai. dung parsonduk bolonmu au. Songon na borat do diundukhon lahi-lahi nai pangidoanni boru Saroding. “Adong gorathu dang na laho mulak be ho tu Ulu darat on. ba dipaborhat lahi-lahi nai ma ibana sahat tu topi tao ni Ransang Bosi. dipatorang ma rupani tu inanta na be pardalananni nasida jala dipatuduhon ma boan-boan na nilehon ni lae nasida. manang ise si ose padan tu ripurna tumagona. Tung mansai godang do horbo dohot lombu i. Alai martahan do anggina i dang mambukka gajut i sampe pitu ari. Jadi porsea do au di hatam namandok tung mansai holong do roham tu au. sada Pandiangan on dang sabar paimahon pitu ari songon natinonahon ni lae nai. Tading ma lahi-lahi nai manatap sian topi ni tao. gabe mamora jong attong iboto ni boru Saroding nasasada on.” inna ibana mangelek. jala didok songon on: “Dok ma padan i tunggane dolikku naburju. ai dang jolma ho hape. Hata ni legenda. sarupa mai sabulan di saonari). manongnong ma ibana jala gabe dohot ma ibana sombaon pangisi ni tao i… . Sinur nang pinahan. Dang sadia leleng pintor balik ma solu na. dang adong umbak jala alogo pe mansai lambok. manaili ma ibana tu pudi. jala godang mas nang hotangna. Ai holan alani namasihol do hula-hulattai asa ro halahi tu tu dolok Ulu Darat on. “Nauli ma raja nami. Sada bulung do inna dibuat lahi-lahi nai dibahen gabe solu nalaho dalan ni boru Saroding. dilugahon ibana ma soluna–na sian bulung-bulung i. sarupa do isina manang dang. Tung mansai tonang do tao Toba. alai dang sadia leleng gabe horbo dohot lombu ma gulok-gulokhi. “Sombakku ma raja nami. alai unang pintor bukka hamu gajut on di dalan manang dung sahat hamu tu huta muna. holan dibukka ibotoni boru Saroding gajuti. didok ibana ma songon on: “Peh…! Bursik ma ho.” Borhat ma boru Saroding. Dung hira-hira piga bintang (najolo. Hunik nasian gajut i pe gabe mas.” Diundukhon boru Saroding ma. mardongan biar dipaboa boru Saroding ma naro do hula-hula ni halahi sian Samosir ala masihol mamereng halahi nadua. Songon na marungut-ungut ma sada Pandiangan on alana holan gajut nagelleng naso diboto isi na do di lehon lae nai tu hasida. gabe naniulana. Jeppet ma sarito. jai dang dibukka ibana gajut na ditiopna. sahat tu sadari on. Pintor haruar ma godang akka gulok-gulok. Somba on do ho! Ulok nabolon! Unang dirippu ho nalaho mulak be au tu ho! Palias mai. Mulak ma halahi tuat sian dolok Ulu Darat. Marsogot nai pintor di suru ma inanta be mambukka gajut i asa tarboto manang aha do isana. ala tung mansai masihol ibana inna. “Sombakku ma tunggane doli. langit pe mansai tiar. Dung binsar mataniari marsakkap ma borhat akka Pandiangan natolu i mulak tu Samosir. boru ni raja do ho. holan tano. Muruk ma ibana. Jadi sabintang. “Hatop pe au mulak. sampe do ponjot alamani ni huta i. bintang do. Hodo tungganekku. diburai ma tunggane doli ni ibotonai jolma nasomaradat. “Ai aha do lehononmu na lae tu hami songon boan-boan nami tandani naung niebatan huta muna boru nami?” inna sahalak Pandiangan iboto ni boru Saroding i. Alai molo anggina siampudan (molo so sala). palias ma i. Dung sahat halahi di huta nasida. Ala nungnga sai torus dipangido jala dielek boru Saroding. marsolu ma muse sahat tu Samosir. jala borngin i gabe holan namanghata-hatai ma sahat tu manogot. bohina tung lungun do ditadinghon parsonduk bolon na mansai dihaholongi rohana. sabar do paimahon pitu ari. pintor ro ma alogo halisunsung dht udan na marimpot-impot. Dang pola leleng. asa dipaloas tunggane na. dipangido boru Saroding ma tu tunggane na asa dipaloas ibana mandulo huta ni natorasna. Mabiar jala songgot ma rohani boru Saroding. Sai dielek-elek boru Saroding ma lahi-lahi nai. dibukka ma gajut i di alaman ni huta. Dibolokkon ma gajut i. Dang pola sadia dao dope boru Saroding marluga.” inna baoa i mangalusi. Sai dijujui ma asa anggina na sada nai mambukka gajut i. dipasonang-sonang ho do ahu saleleng on. “Ba hea do lak songon on ma lehonon na tu hula-hula na?” inna halahi mardongan rimas. Jai ikkon marpadan do hita diparborhathon songon mangarahut holong ni roham tu au.” Ujung na rupani didok baoa i ma asa dijou duatsa iboto ni boru Saroding i asa tuat tu bagas ni jabu sian partabunion nasida di toru ni tarup. Di ari papituhon. Sai dilugai ibana solu nai alai dang tolap mangalo umbaki. Dung pitu ari pe asa boi ungkapon muna gajut on.

Tapanuli Utara. Janji Raja. dang marsitijur.” Alani holong na tu boru Saroding. ketika hendak membagi harta warisan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. bolehkah aku pinjam tombak pusaka itu?” “Untuk keperluan apa. Namun. do turi-turian on–dohot nagabe boru Saroding pangisini tao i. semacam tanaman benalu. sebagai anak sulung. “Wah. karena dikiranya babi hutan itu sudah roboh. mereka menemukan kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau. Pada suatu hari. Sesampainya di hutan. Sang Ayah ingin kedua anaknya itu mewarisi keahlian yang dimilikinya. alana au sandiri pe mabiar do mardalan sandiri tusi. aku harus mengambilnya kembali. jala unang tuit-tuit molo pas marsolu. ia pun melihat seekor babi hutan yang sedang berjalan melintas di depannya. Datu Dalu dan adiknya memutuskan untuk mencari kedua orang tua mereka. Menurut adat yang berlaku di daerah itu. Mogang. pintor dabu do annon anggir i. hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit. (panuturi: Suhunan Situmorang. Yang sulung bernama Datu Dalu. Dolok Martahan. Percaya tidak percaya. “Bang. . Tanpa berpikir panjang. Dik?” “Aku ingin berburu babi hutan. Ayah mereka adalah seorang ahli pengobatan dan jago silat. namboru. keduanya baru menyadari bahwa orang tua mereka tidak memiliki harta benda. Tokka do inna molo dibuat. Ia hanya menemukan gagang tombaknya di semak-semak. “Duggg…!!!” Tombak pusaka itu tepat mengenai lambungnya.” Setelah itu. Pada suatu hari. Dengan sekuat tenaga.” Buni do inganan on. Hatoguan. Akan tetapi saat hari sudah menjelang sore. nungnga hudalani inganan on. Sangmaima mulai panik. asalkan kamu sanggup menjaganya jangan sampai hilang. sipata tuat do inna ibana sian Ulu Darat tu tao i. Sesampainya di hutan. kedua abang-adik itu membopong orang tua mereka pulang ke rumah. di huta Pandiangan. inangudakku. apabila orang tua meninggal. Di Sabulan pe. hiduplah sepasang suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. Simbolon. Alana sian na met-met nungnga manusia na sok ingin tahu au. dang boi mambolokhon akka na kotor tu taoi. bahat do inna halak naung hea mamereng: ulok na saganjang hau ni harambir/kalapa do inna marlange-lange di tao i. Usai acara penguburan. Alai molo maruntung do naro tu si. celaka! Tombak itu terbawa lari. dilemparkannya tombak pusaka itu ke arah binatang itu. Adong do sada hau nabolon di ginjang ni mual na diyakini akka jolma (kessuali akka pangula ni huria) songon inganan parpangiran ni boru Saroding. Jala lahi-lahi ni boru Saroding gabe dijouhon do i “Amangboru Saroding. kecuali sebuah tombak pusaka.” “Aku bersedia meminjamkan tombak itu. namun pengejarannya sia-sia. berangkatlah Sangmaima ke hutan. tombak pusaka itu diberikan kepada Datu Dalu. Ia pun meminta ijin kepada abangnya. hutogihon akka ito. ayah dan ibu mereka pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan. ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil. diboan ma i tu jabuna be. Oleh karena itu. pada zaman dahulu di daerah Silahan. Akhirnya.Sahat tu sadari on dihaporseai sabagian pangisini Rassang Bosi. Sesuai hukum adat tersebut. Tamba. Sementara mata tombaknya masih melekat pada lambung babi hutan yang melarikan diri itu. maka tombak pusaka jatuh kepada anak sulung. Ia pun segera mengejar babi hutan itu. Sai manat-manat do halak molo mangalewati tao i. Sabulan.” gumam Sangmaima dengan perasaan cemas. Bang! Aku akan merawat dan menjaganya dengan baik. apa yang terjadi? Ternyata babi hutan itu melarikan diri masuk ke dalam semak-semak. Sangmaima pun sangat senang. olo ro parmaraan. apala di topi ni dolok Ulu Darat i. di ranting ni hau i tubu utte pangir (jeruk purut).” “Baiklah. adong do sada inganan namargoar “Parpangiran ni Namboru boru Saroding. penulis novel „Sordam‟) Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan. markapal. Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi di hutan. sepasang suami-istri itu belum juga kembali. alai dang boi buaton i. sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima. cari Alkisah. Palipi. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. manang marbot. godang hian dope hau songon tombak.

pesta yang dilangsungkan di rumah Datu Dalu sangat sepi oleh pengunjung. Setelah mengetahui adiknya juga melaksanakan pesta dan sangat ramai pengunjungnya. Tombak itu terbawa lari oleh babi hutan. Sangmaima. ia pun berpamitan untuk mengembalikan mata tombak itu kepada abangnya. sehingga menyerupai seekor burung Ernga.” “Kenapa mata tombak itu berada di perutmu?” “Sebenarnya babi hutan yang kamu tombak itu adalah penjelmaanku. Bang! Hari ini juga aku akan mencarinya.” kata Sangmaima dalam hati. Wanita burung Ernga! Besok pagi-pagi sekali kau harus pergi dari sini tanpa sepengetahuan abangku.” “Baiklah. Akhirnya. karena tidak berhasil menjaga wanita . ia mengadakan pertunjukan dengan mendatangkan seorang wanita yang dihiasi dengan berbagai bulu burung. ia pun mengadakan selamatan. Kini aku hanya berharap Tuan bisa menyembuhkan lukaku. “Aku tidak mau tahu itu! Yang jelas kamu harus mengembalikan tombok itu. “Hai. sehingga adiknya memutuskan untuk mengadakan pesta sendiri di rumahnya dalam waktu yang bersamaan. Sangmaima mampu mengobati luka wanita itu dengan mudahnya. Pada saat pesta dilangsungkan. dalam pesta tersebut. “Maaf. Tuan!” jawab wanita itu. Pada malam harinya. Untuk memeriahkan pestanya.” ucap Sangmaima dengan takjub. Tuan! Semuanya sudah terlanjur.“Waduh. Namun. Untuk mewujudkan kegembiraan itu.” lapor Sangmaima. dan tampaklah sebuah mata tombak menempel di perut wanita cantik itu. “Tapi. babi hutan itu sudah melarikan diri masuk ke dalam hutan. Saat itu pula Sangmaima kembali ke hutan untuk mencari babi hutan itu. “Adikku! Bolehkah aku pinjam pertunjukanmu itu?” “Aku tidak keberatan meminjamkan pertunjukan ini. Setelah wanita itu sembuh dari sakitnya. “Aduhai. yaitu pesta adat secara besar-besaran. ternyata di dalam lubang itu ia menemukan sebuah istana yang sangat megah. Wanita burung Ernga sudah tidak di kamarnya. “Sudah. terlihat seorang wanita cantik sedang tergeletak merintih kesakitan di atas pembaringannya. ia pun bermaksud meminjam pertunjukan itu untuk memikat para tamu agar mau datang ke pestanya.” “Tidak apalah. Putri! Sungguh aku tidak tahu hal itu. Oleh karena penasaran. jangan banyak bicara! Cepat berangkat!” perintah Datu Dalu. “Sepertinya mata tombak itu milik Abangku. Bang! Aku tidak berhasil menjaga tombak pusaka milik Abang. ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada Abangnya. ia pun menyapa wanita cantik itu.” Baiklah. Sementara itu. Keesokan harinya.” “Baiklah.” “Maafkan aku. asalkan Abang bisa menjaga wanita burung Ernga ini jangan sampai hilang. siapa pula pemilik istana ini?” tanyanya dalam hati. ia tidak mengundang adiknya. ia tidak langsung pulang ke rumahnya. apa pun caranya. “Aku seorang putri raja yang berkuasa di istana ini. Setelah itu. Alangkah terkejutnya Sangmaima. indah sekali tempat ini. Sangmaima segera mengantar wanita burung Ernga itu ke rumah abangnya.” gumam Sangmaima. karena tombak pusaka kesayangannya telah kembali ke tangannya. Hal itu membuat adiknya merasa tersinggung. Ia kemudian menghampirinya. Ia bermaksud menemui wanita burung Ernga itu secara sembunyisembunyi pada saat pesta abangnya selesai. lalu berpamitan pulang. Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. sehingga ia mengira kamu hilang. Datu Dalu sangat terkejut. melainkan menyelinap dan bersembunyi di langit-langit rumah abangnya. Ia pun mulai cemas. ia pun memberanikan diri masuk lebih dalam lagi. Pencariannya kali ini ia lakukan dengan sangat hati-hati.” kata Datu Dalu kepada adiknya dengan nada kesal. ia menemukan sebuah lubang besar yang mirip seperti gua. Sangmaima berhasil menemui wanita itu dan berkata: “Hai. ia menyurusi lubang itu sampai ke dalam. Namun sayangnya. Tak jauh di depannya.” jawab Sangmaima. Abangnya sangat gembira. Adikku! Aku akan menjaganya dengan baik. Ia menelesuri jejak kaki babi hutan itu hingga ke tengah hutan.” Berbekal ilmu pengobatan yang diperoleh dari ayahnya ketika masih hidup. Namun. gawat! Abangku pasti akan marah kepadaku jika mengetahui hal ini. banyak orang yang datang untuk melihat pertunjukkan itu.” Setelah pestanya selesai. Sesampainya di tengah hutan. gadis cantik! Siapa kamu?” tanya Sangmaima. Dengan hati-hati.

danau tersebut diberi nama Danau Si Losung. semua tanam-tanaman tumbuh dengan segar sehingga guru Hatimbulan memotong seekor lembu untuk mendamaikan kekuasaan jahat itu. tiba-tiba adiknya sudah berada di depan rumahnya.” jawab Datu Dalu gugup.burung Ernga itu. cari Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pulau Samosir di desa si dugur-dugur tinggallah seorang laki-laki bernama guru Hatimbulan. Mereka sudah lama menikah tetapi belum juga di karuniai seorang anak. sehingga lesung itu melayang tinggi dan jatuh di kampung Sangmaima. tempat jatuhnya lesung itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah danau. Ia pun mengambil piring lalu dilemparkan ke arah abangnya. Namun. Ada dua pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran. tidak ada yang kalah dan menang. Karena kepala persatuan pemujaan roh-roh menjadi risau ia pergi menjumpai guru Hatimbulan dan mengatakan kepadanya : mengapa keadaan yang seperti ini tidak berubah-ubah karena kejadia belum pernah terjadi mereka pergi untuk mencari sebabnya dan mengajak kepada Debata atau dewa yang adil sehingga guru Hatimbulan menjawab :” semua bisa terjadi” lalu raja Bius mengatakan :” semua orang heran mengapa istrimu begitu lama hamil para bidan menerangkan bahwa kehamilan itu telah terlalu lama karena perkataan itu maka timbullah pertengkaran akan tetapi tidak ada yang cidera atau mati. Oleh masyarakat setempat. “Maaf Adikku! Aku telah lalai. kerah tanah menutupi hubangan-hubangan dan rawa-rawa. Namun sang Adik berhasil menghindar. Kabupaten Tapanuli Utara. Kecamatan Lintong Ni Huta. Lamakelamaan terbuktilah apa yang diungkapkan pengetua itu benar-benar. sehingga perkelahian itu tampak seimbang. sebab kelahiran kembar. Sementara itu. seorang anak laki-laki dan perempuan seketika itu juga maka hujan pun turun lebat. Sangmaima tidak bersedia menerima ganti rugi dengan bentuk apapun. si boru Tapinuansa ingin makan buah-buah itu karena . Tanpa diduga. Datu Dalu kemudian mengambil lesung lalu dilemparkan ke arah adiknya. Beliau adalah seorang si Baso atau pendeta namanya datu Arak ni pane. Sehabis pesta tamu-tamu telah menasehatkan supaya anak-anak itu jangan kiranya bersama-sama di asuh. saat itu juga terjadi kelaparan juga teriknya tak tertahankan. semua penduduk kampung itu menganggap keadaan itu hal yang gaib. sehingga piring itu jatuh di kampung Datu Dalu yang pada akhirnya juga menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Si Pinggan. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Gawat! Adikku pasti akan marah jika mengetahui hal ini. Demikianlah cerita tentang asal-mula terjadinya Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan di daerah Silahan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Saat itu juga perempuan itu melahirkan anak kembar. kemana dia membawa anak-anak itu. dan perkelahian antara adik dan abang itu tidak terelakkan lagi. Ia juga mengundang semua pengetua-pengetua dan kepala-kepala dalam perjamuan itu dimana nama anakanak itu akan di umumkan putra itu di beri nama Aji donda atahutan dan putri itu di bri nama Si boru Tapi nauasan. Sangmaima ingin membalas serangan abangnya. Datu Dalu pun berhasil menghindar dari lemparan adiknya. Sesudah perempuan itu hamil maka luar biasa lamanya barulah anak itu lahir. akan tetapi guru Hatimbulan tudak mengendalikan nasehat arif bijak sana dari pengetua-pengetua dan kepala itu. Guru Hatimbulan mendirikan gubuk kecil di bukit suci. “Dik! Bagaimana jika aku ganti dengan uang?” Datu Dalu menawarkan. Akhirnya pertengkaran pun terjadi.” seru Sangmaima. yaitu agar tidak bersifat curang dan egois Silinduat/ Kembar. Di mana dia?” tanya Sangmaima pura-pura tidak tahu. tidak bisa menjaganya. “Abang harus menemukan burung itu. istimewa yang berlainan jenis adalah satu masalah yang sangat tidak baik menurut pahamter. “Bang! Aku datang ingin membawa pulang wanita burung Ernga itu. Istrinya bernama Nansindak panaluan. Pohon itu mempunyai buah yang masak dan manis. belum ia mencarinya. Tiba-tiba saja dia menghilang dari kamarnya. “Aduh. Keduanya pun saling menyerang satu sama lain dengan jurus yang sama. seekor anjing kurus membawa mereka dalam setiap hari guru Hatimbulan membawa mereka setelah anak-anak itu menjadi dewasa maka putri atau gadis itu ketika berjalan-jalan kebetulan melihat sebuah pohon bernama pui-piu tanggu. yang satu kiranya di bawa ke barat dan yang satu lagi di bawa ke timur.” gumam Datu Dalu.

dan mengatakan. Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya.58 LU (Lintang Utara) dan 0. Walaupun peristiwa tersebut terjadi di daerah Tanjungbalai. berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas. akan tetapi ia juga lengket di pohon tersebut. melainkan di hulu Tanjungbalai. Abdul Hamid Marpaung. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Di antaranya. dia pergi ke tempat yang tergambar dalam mimpinya. Kedua anak itu menjerit minta tolong akan tetapi suara sedih hilang dalam gelap gulita itu. cari Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka. Berasal Dari Tapanuli Sebelum terjadinya peristiwa tersebut. Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya. terletak di 20. Donda memanjat pohon itu dengan maksud menolong saudaranya. Beberapa hari kemudian ia menemukan datu parponsa ginjang memperkenalkan dirinya.” tutur Marpaung. apa saja yang ia minta diberikan tetapi ia menjadi putus asa. mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya. Di pelabuhan. hanya saja kepalanya masih kecil dan kelihatan. Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim. guna mencari peruntungan.Daem. warga Jalan Mesjid P. Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai. dan memukan berbagai macam perhiasan yang banyak. di Jalan Sentosa Kelurahan Pulau Simardan Lingkungan IV Kota Tanjungbalai. kata Marpaung. wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. Simardan adalah anaknya. Bahagia anaknya telah kembali. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan. namun pendiriannya tetap tidak berubah. ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. “Simardan bermimpi lokasi harta karun. Besok paginya anjing mereka datang berlari-lari maka ia pun ikut juga tertelan di pohon itu hanya saja kepalanya kelihatan. Hal itu juga dikatakan tokoh masyarakat lainnya. Guru Hatimbulan mendengarnya ia menjawab janganlah kutuk saya. H. Anak Durhaka. Sedangkan luasnya sekitar 6.3 meter dari permukaan laut. yakni Pulau Simardan. . Lokasi berlabuhnya kapal tersebut. 80. tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh. dengan tujuan merubah nasib keluarga. Selain itu. akibat durhaka terhadap ibunya. Kemudian. Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu. Dekat pada pohon tersebut sehingga gadis tersebut menyahutinya. yaitu daerah Porsea Tapanuli. Ia menerangkan dengan pasti bahwa ia dapat melepaskan orang-orang itu.90 ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 144. Bahkan. kata tokoh masyarakat di P. tetapi kutuk lah dirimu sendiri lalu roh itu berkat ” jikalau begitu semestinya bapak pergunakanlah saya dari sekarang sebagai Simardan. Tidak diduga. Donda heran melihat kejadian itu dan menayakkan mengapa sampai terjadi hal ini. dia merantau ke Malaysia untuk menjual harta karun yang ditemukannya di sekitar rumahnya. Menurut keterangan masyarakat kepadanya.979 jiwa (sensus 2003-red). warga Jalan Binjai Semula Jadi Kota Tanjungbalai. “Daerah asal Simardan bukan Tanjungbalai. Guru Hatimbulan telah kehabisan akal ia telah banyak mengeluarkan uang untuk datudatu keperluan gondang dan kurban untuk roh-roh. Saudaranya menunggu sampai sore dalam kebimbangan mengenai nasib saudaranya kemudian dia pergi ke hutan untuk memeriksanya sambil memanggil-manggil namanya dengan suara yang nyaring.” jelasnya. suatu hari ibunya yang tua renta. dia pergi merantau ke negeri seberang. Karena. pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahuntahun tidak bertemu. Tanjungbalai. biasanya anak pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Pada suatu hari.itu ia memanjat buah pohon tersebut. Pulau Simardan masih sebuah perairan tempat kapal berlabuh. Menjual Harta Karun Dari berbagai cerita atau kisah tentang legenda anak durhaka. seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan. Berbeda dengan Simardan. ditepis Simardan. Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis. ia mengambil dan memakainya akan tetapi ia di telan pohon itu dan ia menjadi satu dengan pohon tersebut. Esoknya. Daem mengatakan. 75.052. Simardan sebenarnya berasal dari hulu Tanjungbalai atau sekitar daerah Tapanuli. Simardan berencana menjual harta karun yang ditemukannya itu. Simardan Kota Tanjungbalai. dan Tanjungbalai merupakan daerah yang ditujunya. pelukan kasih dan sayang seorang ibu. Di Kota Tanjungbalai. Simardan.

” tutur Marpaung. rantai dan jangkar kapal membuktikan bahwa dulu Pulau Simardan adalah perairan Legenda Sipiso Somalim. jelas Marpaung. untuk berdagang sekaligus mencari bahan-bahan kebutuhan. Gembira anak semata wayangnya kembali ke tanah air. “Karena miskin. sekitar tahun lima puluhan masyarakat menemukan tali kapal berukuran besar di daerah Jalan Utama Pulau Simardan. Setelah beberapa tahun di Malaysia. “Kalau dia adalah anakku. Setelah dewasa Sipiso Somalim sudah . Namun. Berbeda dengan keterangan Marpaung. Tapi dengan ditemukannya tali. Simardan tidak mengakui sebagai orangtuanya. Simardan akhirnya kembali ke Tanjungbalai bersama isterinya. Mereka diberikan tempat hidup di hutan Pulau Simardan.” jelas Marpaung. Di samping itu. sehingga dia terpaksa pergi ke Malaysia. Simardan juga mempersunting putri kerajaan itu. menurut H. akibat bertambahnya populasi manusia di Tanjungbalai khususnya di Pulau Simardan.Suatu saat Siboru sandebona mengandung seorang anak laki-laki. kera putih itu tidak pernah terlihat lagi. Usai berdoa. cari Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan. Akibatnya. Dusun sakti kemudian memberikan jawaban bahwa bayi ini akan menjadi seorang laki-laki yang memiliki kharisma dan kelebihan tersendiri. ternyata sikap dan perlakuan Simardan tidak seperti yang dibayangkannya. “Benar tidaknya legenda Simardan.Daem.” Sementara menurut H. Simardan datang ke Tanjungbalai dilandasi karena tidak memiliki keturunan. karena dia malu kepada isterinya ketika diketahui ibunya belum mengenal agama. Kalau menurut Marpaung. lalu menemui seorang dukun sakti untuk menanyakan apa yang bakal terjadi dengan anak yang ada di dalam kandungannya. masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan.jelas Marpaung. Para pelayan dan isterinya berubah menjadi kera putih. kemudian Siboru Sandebona kebingungan. Simardan membantah bahwa orang tua tersebut adalah wanita yang telah melahirkannya. berita kedatangan Simardan di Tanjungbalai disampaikan masyarakat kepada ibunya. kata Daem dan Marpaung. tidak satupun kerajaan yang mampu membayar harta karun temuan Simardan. Dengan sukacita. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. “Sekitar empat puluh tahun lalu. ibu Simardan kemudian berangkat menuju Tanjungbalai bersama beberapa kerabat dekatnya. Penemuan terjadi. Raja ini mempunyai seorang saudara putri yang bernama siboru Sandebona yang kemudian kawin dengan raja Panuasa dari kampung Uluan. perlakuan kasar Simardan karena malu melihat ibunya yang miskin. Malu Setelah berpuluh tahun merantau. Daem. sang ibu lalu mempersiapkan berbagai hidangan. “Makanan yang dibawa ibunya adalah bukti bahwa keyakinan mereka berbeda. Selain tali kapal ditemukan juga rantai dan jangkar. Begitulah setelah lahir. Simardan akhirnya berhasil menjadi orang kaya dan mempersunting putri bangsawan sebagai isterinya. berdiri kerajaan besar dan kaya di Tanjungbalai. Hal ini disebabkan para pelayan dan isterinya tidak ada kaitan dengan sikap durhaka Simardan kepada ibunya. tujuan Simardan pergi merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. wanita tua itu lalu berdoa sembari memegang payudaranya. Sedangkan tubuh Simardan.” begitulah kira-kira yang diucapkan ibu Simardan. tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan. “Hidangan yang disiapkan ibunya adalah makanan yang diharamkan dalam agama Islam. ibunya memakai pakaian compang-comping. ketika masyarakat menggali perigi (sumur). Sesampainya di Tanjungbalai. Jadi atas saran orang tua di Malaysia.” ungkapnya. bayi ini diberi nama Sipiso Somalim. “Salah satu kerajaan di Pulau Penang Malaysialah yang membeli harta karun tersebut. turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar. tergantung persepsi kita. akan tetapi setelah genap waktunya bayi ini tidak kunjung lahir.” Kera Putih dan Tali Kapal Setelah diperlakukan kasar oleh Simardan. menurut cerita Marpaung dan Daem. menurut Daem. Hal itu dilakukan Simardan. Tapi setibanya di Tanjungbalai. yang diduga berasal dari kapal Simardan. Kedatangannya ke Tanjungbalai. tunjukkanlah kebesaran-Mu. sehingga kapal tersebut hancur berantakan. Raja yang sangat makmur dan kaya raya. berupa makanan khas keyakinan mereka yang belum mengenal agama. pasangan suami isteri itu pergi ke Tanjungbalai. Bahkan. kata Marpaung. Lebih lanjut dikatakan Marpaung.

namun kerbau ini dapat disuruhnya bekerja sendiri untuk membajak sawah itu. Dalam sikapnya terhadap orang-orang sekitarnya. mengerti. suatu ketika dia menyampaikan hasrat tersebut kepada pamannya. Kemudian dia menanggalkan pakaian kebesarannya dan selanjutnya meminta Sipakpakhumal untuk menjaganya. Maka dengan diam-diam dia mengenakan pakaian kebesaran Sipiso Somalim seperti layaknya seorang raja.” . lalu kemudian dia kembali mengirimkan seekor kerbau yang bernama “Horbo Sisapang Naualu”. Mendengar semua ini Sipiso Somalim tidak dapat bebuat apa-apa kecuali hanya tunduk serta menerima apa yang terjadi. Bahkan semua tindak tanduknya mencerminkan sikap seorang anak-raja. Akan tetapi saat dia mendekat kerbau ini mengamuk dan hampir menanduk Sipakpakhumal. Kedatangan kerbau ini. Sehingga pada saat dia menggembalakan kerbau ini di sawah dia membuka tanduk . Rasa gelisah tetap menyelimuti hati ibu Sipiso Somalim. Dengan mengenakan pakaian kebesaran serta bekal secukupnya termasuk “Pungga Haomasan” (obat penangkal lapar dan haus). dan apabila hal ini kau ceritakan pada siapapun kau akan kubunuh. di kampung halaman. Pada suatu saat dia disuruh orangtuanya untuk membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau. Selama dalam perjalanan. Setelah berjalan beberapa hari akhirnya mereka tiba di Rura Silindung tempat Punsahang MataniariPunsahang Mata ni Bulan. dan suara lantang berkata. “sejak sekarang ini sayalah yang menjadi Sipiso Somalim dan kau menjadi Sipakpakhumal. Semua ini tentu karena pamannya makin hari makin curiga terhadap Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim. Kemudian Punsahang Mataniari memanggil Sipakpakhumal untuk mengiring kerbau tadi. Sipiso Somalim tetap saja pada pendiriannya untuk meminang putri pamannya. Karena asiknya Sipiso Somalim mandi. Sipakpakhumal yang sebelumnya adalah Sipiso Somalim tetapmenunjukkan sikap baik pada Sipiso Somalim. pamannya menolak dengan cara halus dengan alasan agar jangan terburu-buru dulu.menunjukkan kelebihan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Punsahang Mataniari semakin menyadari bahwa ada yang tidak beres diantara Sipiso Somalim dan Sipakpakhumal. Adapun Sipakpakhumal sejak keberangkatannya dengan Sipiso Somalim sudah memiliki niat jahat bagaimana agar dia dapat berperan sebagai Sipiso Somalim agar selanjutnya dapat memperistri putri Punsahang Mataniari. Ketika kerbau ini sampai Punsahang Mataniari memanggil Sipiso Somalim untuk mengiring kerbau ini kekandang. Adapun Sipakpakhumal yang merupakan Sipiso Somalim yang sebenarnya tetap diam dan tidak berani berbuat apaapa dan dia diperlakukan sebagai layaknya seorang pembantu. Sipiso Somalim berangkat menuju kampung pamannya Rura Silindungdn menelusuri hutan lebat. Sipakpakhumal kemudian dengan menghunus pedang. Lama kelamaan Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim makin menunjukkan sikap yang kurang baik terhadap keluarga pamannya maupun kepada Sipakpakhumal. dan sama sekali dia tidak dapat berbuat apa-apa. Lalu suatu ketika ibunya memberangkatkan Sipiso Somalim yang didampingi seorang pengawalnya yaitu Sipakpakhumal. Melihat sejuknya air pancuran ini. bagi Sipakpakhumal mengetahui bahwa itu sengaja dikirim oleh ibunya dari kampung halaman. Sipakpakhumal menjadi Sipiso Somalim. Sipiso Somalim meminta agar mereka berhenti dan mandi untuk melepas rasa letih. Sebagaimana tujuan keberangkatan Sipiso Somalim untuk meminang putri pamannya. Dengan kejadian ini. Sipiso Somalim dipanggil menjadi Sipakpakhumal dan demikian sebaliknya. Akan tetapi untuk sementara. Pada saat Sipakpakhumal mendekat. Setelah siap mandi betapa terkejutnya Sipiso Somalim menyaksikan Sipakpakhumal yang telah mengenakan pakainnya. kita akan terus menuju kampung Pusahang Mataniari dan jangan sekali-kali bicara pada siapapun bahwa aku telah menggantikanmu sebagai Sipiso Somalim. ibunya tidak kuasa lagi menolak permintaan Sipiso Somalim. Pada usia sudah matang. apabila pohon itu layu berarti dia mendapat kesulitan di tengah jalan. seperti ancaman dari binatang buas mereka pun berjalan hingga suatu hari tiba pada sebuah pancuran yang sangat sejuk. dia hanya duduk tenang. dengan jalan yang penuh resiko. kerbau ini langsung mendekat seperti bersujud. Lalu dengan langsung dia memeluk Sipiso Somalim meskipun sebenarnya dia memiliki firasat bahwa ada yang kurang beres dengan keponakannya itu. dia tidak menghiraukan apa yang telah diperbuat Sipakpakhumal tadi. tetapi mereka tidak menunjukkan bahkan memperlakukannya Sipiso Somalim seperti keluarganya sendiri. Meilhat Sipiso Somalim datang Punsahang Mataniari terus tahu bahwa dia adalah anak saudarinya yaitu Siboru Sandebona. karena dengan pakaian ini kharisma Sipiso Somalim langsung pindah Sipakpakhumal. dan apabila mati maka dia telah mati diperjalanan. Perjalananpun dilanjutkan dan sejak itu. dia sangat sopan dan berbudi baik. dan selama itu pula Sipakpakhumal tidak habis piker bagaimana perasaan ibu yang dia tinggalkan sebab sebelum berangkat dia berpesan kepada ibunya agar ibunya memperhatikan sebatang pohon yang dia tanam di dekat rumahnya.

Karena Punsahang Mataniari mengancam akan membunuh apabila dia bohong maka Si Piso Somalim mengaku dengan terus terang apa yang telah dia lakukan terhadap Sipakpakhumal sehingga Sipiso Somalim yang sebenarnya akhirnya dijadikan sebagai Sipakpakhumal dan demikian juga sebaliknya. dasar curiga. Kemudian Punsahang Mataniari menawarkan kepada anak perempuannya nomor dua dan ternyata putrinya itu mau. kembali digelar acara adat dengan membunyikan seperangkat alat musik. Pada siang hari. namun diluar dugaan. dan pada saat acara berakhir tiba-tiba seorang pemuda dengan menunggang kuda “Siapas Puli” kembali hadir setelah menari-nari sejenak akhirnya menghilang. Dengan kehadiran pemuda itu. Sehingga selama ini pun Punsahang Mataniari sebenarnya juga curiga karena pengetahuannya Sipakpakhumal tidak pernah makan tetapi tetap mengaku kenyang. sang putri mengatakan kepada ayahnya bahwa dia sangat tertarik kepada pemuda tersebut dan meminta kepada ayahnya agar dia menyuruh para pengawal untuk mencari asal pemuda tadi. pamannya mempertanyakan kepada putrinya yang paling sulung agar berkenan menerima Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim menjadi suaminya akan tetapi dia menolak permintaan itu. Para pengawalmya heran sebab ada tanda-tanda bahwa Sipakpakhumal lah lelaki yang baru saja hadir di pesta itu.kerbau ini ternyata di dalamnya terdapat berbagai jenis alat musik dan perhiasan kerajaan sementara kerbau ini membajak sawah. Setelah dekat. Baik Punsahang Mataniari maupun putri sulung menganggap bahwa yang datang itu adalah Sipiso Somalim yang . dan ayahnya pun semakin yakin bahwa Sipakpakhumal yang dijadikan pembantu adalah Sipiso Somalim yang sebenarnya. Lalu malalui upacara adat mereka dikawinkan. dia sangat terkejut mendengar musik yang sangat merdu yang diiringi oleh nyanyi ria yang banyak bertengger diatas dahan. Pada kedua kalinya. pakaian kebesaran itupun ditanggalkan dan memakai pakaian biasa. Sipakpakhumal yang mengaku Sipiso Somalim semakin mendesak pamannya agar dia dikawinkan dengan putri pamannya. karena sesaat setelah Sipakpakhumal berada di gubuknya lalu ia menukar pakaiannya seperti semula dan pakaian kebesaran itu adalah pemberian ibunya yang dikirimkan melalui kerbau itu dan setelah dia sampai dipondoknya. Punsahang Mataniari kemudian memangil si Piso Somalim serta bertanya apa yang pernah terjadi antara mereka berdua. Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengambil sebuah benda kecil yang disebut “pungga haomasan”. Acara sudah digelar akan tetapi tak satu orangpun dari pemuda itu berkenan di hati putrinya Punsahang Mataniari. pada saat dia memperhatikan bahwa kerbau tersebut membajak sawah tanpa digembalakan Sipakpakhumal. Pungga haomasan ini kemudian dicium dan dijilat lalu seketika itu dia kenyang sebagaimana layaknya makan nasi. dia memainkan alat-alat musik tadi sehingga karena merdunya segenap burung yang terbang diangkasa turut bernyanyi ria. tiba-tiba seorang pemuda menunggang kuda dan berpakaian kerajaan tibatiba muncul dipesta itu. Lebih terkejut lagi. Sipakpakhumal merasa bahwa putri Punsahang Mataniari sudah jauh lalu diambilnya nasi tersebut dan ditaburkannya untuk makanan burung yang semuanya mengelilingi Sipakpakhumal. datanglah putri Punsahang Mataniari untuk mengantar makanan Sipakpakhumal. Para pengawalnyapun mengikuti jejak pemuda tadi dan akhirnya mereka tiba pada suatu tempat yaitu tempatnya Sipakpakhumal untuk mengembalakan ternak tuannya. Menyaksikan semua apa yang terjadi putri Punsahang Mataniari cepat-cepat menemui dan memberitahukan apa yang dia saksikan kepada ayahnya Punsahang Mataniari. Hingga pada suatu ketika. Dengan rasa gugup dan ketakutan. Sementara itu. Untuk menari dan dia ingin memilih salah satu dari antara mereka untuk menjadi suaminya.Begitupun karena Sipakpakhumal menyadari kesalahannya dan merasa hidupnya akan terancam. Sipakpakhumal menerima makanan itu dari putri Punsahang Mataniari. Pungga haomasan ini diberikan ibunya saat dia berangkat dahulu dan sampai saat itu tetap berada ditangannya. ternyata yang memainkan musik ini adalah Sipapakhumal. putri Punsahang Mataniari pamit seolah-olah pulang ke rumah akan tetapi dia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar untuk mengamati dari dekat tindak tanduk Sipakpakhumal. Para pengawal kemudian kembali dan melaporkan kepada Punsahang Mataniari bahwa mereka telah tidak menemukan jejak pemuda itu. Dengan perasaan berang sebenarnya ingin menghukum Sipakpakhumal ini. Putri sulung Punsahang Mataniari meminta kepada ayahnya untuk menggelar upacara dengan membunyikan seperangkat musik dan mengundang semua pemuda yaitu anak raja-raja yang berada disekeliling kampungnya. Dengan hati tidak sabar. akan tetapi karena Punsahanng Mataniari sadar bahwa Sipakpakhumal telah terlanjur menantunya sehingga dia tidak dapat berbuat apaapa. besok harinya pada pagi-pagi buta dia melarikan diri beserta istrinya yang menurut cerita berangkat menuju Sumatera Timur. atas permintaan putri Punsahang Mataniari. semua orang tercengang dan seketika itu pula pemuda itu meninggalkan pesta itu.

ahli ramal menganjurkan agar mengganti patung-patung yang ada di rumahnya dengan yang lebih cantik. kerabu. Setelah selesai. Suatu saat ia (Baragas Tunggal) melihat di udara pohon melayanglayang tanpa cabang. Pakpakhumal sebenarnya apa yang terjadi dan sebelumnya dia menolak untuk menemui Punsahang Mataniari akan tetapi setelah dibujuk akhirnya diapun mau. matanya langsung berkedip. menolak bala. suatu saat pamannya mengutarakan bahwa mereka memiliki hasrat untuk menjadikan Sipiso Somalim sebagai menantunya. Pertemuan dengan Punsahang Mataniari beserta seluruh keluarganya sangat mengharukan. mengobati penyakit. tangga rumahnya dibuat dari pisau-pisau yang tajam. mencari dan menangkap pencuri.sebenarnya dan yang selama 7 tahun telah terlanjur mereka jadikan sebagai pembantu dan semua ini adalah atas ulah dari kebohongan Sipakpakhumal yang selama ini mengaku sebagai Sipiso Somalim. Pada awalnya Sipiso Somalim menolak akan tetapi setelah dia pertimbangkan masak-masak akhirnya dia terima dan pesta perkawinanpun dilaksanakan dengan menggelar upacara adat. Banyak pemuda yang simpati padanya tapi untuk bertemupun tidak bisa. Ketika hendak pulang barangbarang tersebut tidak dapat dibuka walau dengan cara apapun. cari Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk : meminta hujan. ke telinga lalu mendengar. Mereka menanyakan hal tersebut kepada ahli ramal. menahan hujan (manarang udan). Wabah. Tersiarlah berita sampai keseluruh negeri dan sampai pada dukun Nasumurung Datu Pangabang-abang Pangubung-ubung yaitu dukun yang dapat menghidupkan kembali yang mati atau menyegarkan yang busuk. lalu meneteskannya ke mata patung. Pada saat itu pamannya menyampaikan maaf yang sebenarnya atas apa yang terjadi selama 7 tahun ini. Datu Nasumurung membangun rumah untuk tempatnya bertenun yang dikawal harimau. Sipiso Somalim akhirnya menikah denngan putri pamannya sesuai dengan keberangkatannya untuk menemui pamannya Punsahang Mataniari 7 tahun yang silam dan pada suatu waktu dia beserta istrinya meninggalkan Rura Silindung dan kembali menemui Ibunya di kampung halamannya yaitu Kampung Uluan Tunggal Panaluan. gelang dan kancing emas. kepersendian. Pohon tersebut turun tepat ditempat peristirahatan (perberhentian) yang disebut Adian Naga Tolping. diteteskan ke bibir sehingga komatkamit. tetapi tidak dapat diangkatnya. Baragas mengambilnya serta mulai mengukir sehingga berbentuk seorang gadis disebut Jonjong Anian. Beberapa hari kemudian saudagar kain dan perhiasan lewat lalu beristirahat ditempat tersebut. sehingga motif yang terdapat pada tongkat Tongkat Tunggal Panaluan juga bervariasi. Salah satu kisahnya sebagai berikut : sepasang suami istri yaitu Datu Baragas Tunggal Pambarbar Na Sumurung (ahli ukir) dan istrinya Nan Sindak Panaluan. pergelangan tangan maupun kaki sehingga dapat bergerak dan berjalan sehingga patung tersebut menjadi seorang gadis cantik jelita. Punsahang Mataniari memerintahkan para pengawal untuk menjemput Sipakpakhumal dari tempatnya dan membawanya terhadap Punsahang Mataniari. selendang. Sang dukun pergi ketempat patung tersebut dengan membawa obat berkhasiat. Maka pergilah Datu Baragas kehutan untuk mencari kayu yang cocok dijadikan patung. diberi nama siboru Jonjong Anian Siboru Tibal Tudosan. ia bermaksud membawa pulang. babi dan anjing. daunnya kira-kira setinggi manusia. Berita itu tersebar luas diseluruh negeri dan sampai kepada . Ia kemudian mengenakan pakaian. membantu dalam peperangan dll. Suasanapun berobah. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Baragas memohon kepada Mulajadi agar pohon tersebut diturunkan ke bumi dan ternyata dikabulkan. Pada saat itu akhirnya Sipakpakhumal yang sebenarnya adalah Sipiso Somalim menceritakan semua yang terjadi sejak diberangkatkan Ibunya 7 tahun yang lalu akhirnya mendapat malapetaka atas ulah licik Sipakpakhumal yang sebenarnya. tetapi berhari-hari lamanya tidak ditemukan. Maka pada saat itu juga. ditetskan kehidung terus bersin. Saudagar melihat betapa cantiknya patung tersebut bila dikenakan pakaian dan perhiasan lengkap. Ada beberapa versi mengenai kisah terjadinya tongkat Tongkat Tunggal Panaluan yang memiliki persamaan dan perbedaan. sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. Lalu ia pulang dengan hati yang sangat kesal. diteteskan ke mulut terus dapat berbicara. kalung. namun seorang pemuda berhasil memikat hatinya yang bernama Guru Tatea Bulan dan sepakat untuk melaksanakan perkawinan.

Anak ini diperlakukan dengan sangat kejam. Selanjutnya sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di tepi pantai. Beberapa lama kemudian. Di tengah jalan Beru Ginting Sope Mbelin bertemu dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Pakciknya menyuruh pamannya untuk menjual Beru Ginting Sope Mbelin ke tempat lain di luar tanah Urung Galuh Simale. mengambil kayu api berikat-ikat dengan parang yang majal. datu yang menghidupkan dan saudagar yang masingmasing mengatakan bahwa siboru Jonjong Anian adalah putrinya. Empat hari setelah kematian Ginting Mergana. Keberhasilan Ginting Mergana ini menimbulkan cemburu adik kandungnya sendiri. yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. pisang. Selama hamil Guru Tatea Bulan senantiasa memenuhi permintaannya agar kelak tidak menjadi staknasi (halangan). laki-laki dan perempuan. Pamannya membawanya berjalan jauh untuk dijual kepada orang yang mau membelinya. Segala siasat dan tipu muslihat pakciknya bersama konco-konconya dapat ditangkis oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Adik kandungnya ini justru meracuni Ginting Mergana sehingga sakit keras. tiada berayah tiada beribu. Guru Tatea Bulan melaksanakan pesta pemberian nama (martutu aek). Ternyata kehamilannya diluar kebiasaan yaitu selama 12 bulan. lalu mendatangi datu Pangabang-abang yang menanyakan hal itu. anak wanita. Untuk mengambil hati makcik dan pakciknya. Lama kelamaan upayanya ini memang berhasil. Akhirnya meninggal dunia. Terjadilah perselisihan antara sipembuat patung (pengukir). saudagar menjadi pamannya dan datu Pangabang-abang menjadi kakeknya. Kalau Beru Ginting Sope Mbelin . ayam jantan. Pendapat itu disetujui dan perkawinanpun dilaksanakan. Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. cari Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri. Perselisihan itu ditengahi oleh Si Raja Bahir-bahir (seorang penyumpit) yang menyatakan : Baragas (pengukir) pantas menjadi ayahnya. mis : meminta hati elang. Ada-ada saja upaya dibuat oleh makcik dan pakciknya untuk mencari kesalahan Beru Ginting Sope Mbelin. nangka. yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu “judi rampah” dan dia mengutip cukai dari para penjudi untuk mendapatkan uang. Di pelabuhan itu sedang berlabuh sebuah kapal dari negeri jauh. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi.Baragas (sipembuat patung). bisalnya menumbuk padi yang berbakul-bakul. Kemudian sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di Tanah Alas di kampung Kejurun Batu Mbulan dan diterima serta diperlakukan dengan baik oleh Tengku Kejurun Batu Mbulan secara adat. Walau Beru Ginting Sope Mbelin dapat mengerjakannya dengan baik dan cepat – karena selalu dibantu oleh temannya Beru Sembiring Pandan toh dia tetap saja kena marah dan caci-maki oleh makcik dan pakciknya. Mesin kapal dihidupkan tetapi tidak jalan. yaitu Beru Ginting Sope Mbelin. walaupun permintaan tersebut terasa aneh. Tarigan Mergana dan Karo Mergana. Melaratlah hidup Beru Ginting Sope Mbelin bersama Beru Sembiring. Yang laki-laki dinamai Aji Donda Hatahutan Situan Parbaring dan adiknya si Tapi Nauasan Siboru Panaluan Turi-Turin Beru Ginting Sope Mbelin. Maka jadilah Beru Ginting sope Mbelin benar-benar anak yatim piatu. setelah lahir ternyata kembar dua (marporhas). Niat jahat makcik dan pakciknya tidak padam-padamnya. ikan lumba-lumba. menyusul pula beru Sembiring meninggal. selalu dicaci-maki walaupun sebenarnya pekerjaannya semua berres. dll. tetapi ternyata tidak berhasil. Nakhoda kapal itu sudah setuju membeli Beru Ginting Sope Mbelin dengan harga 250 uang logam perak. Siboru Jonjong Anian mulai mengandung (hamil). Kedua Sibayak ini memberi kain kepada Beru Ginting Sope Mbelin sebagai tanda mata dan berdoa agar selamat di perjalanan dan dapat bertemu lagi kelak. maka Beru Ginting Sope Mbelin membentuk “aron” atau “kerabat kerja tani gotong royong” yang beranggotakan empat orang. Pakciknya berupaya memperoleh semua harta pusaka ayah Beru Ginting Sope Mbelin. Berulang kali begitu. Anak mereka hanya seorang. Beru Sembiring Pandan. dll. Beru Ginting Sope Mbelin pun tinggal dan hidup bersama pakcik dan makciknya. Beru Ginting Sope Mbelin disuruh naik ke kapal untuk dibawa berlayar.

Jadinya. Pakciknya percaya bahwa Beru Ginting telah terjual. Oleh karena itu kepada setiap jejaka yang datang dia berkata : “tanya saja pada nenek saya itu”. Dia mengatakan bahwa Beru Ginting Sope Mbelin telah dijual dengan harga 250 perak serta menyerahkan uang itu kepada pakciknya Beru Ginting. Beru Ginting Sope Mbelin pun menjadi anak asuh nenek Datuk Rubia Gande. bahkan menolongnya menunjukkan jalan yang harus ditempuh. Dan disediakan pula pengiring yang mengantarkan Beru Ginting Sope Mbelin bersama Karo Mergana ke tanah Urung Galuh Simale. makanan yang cukup bahkan banyak sekali. yaitu seorang dukun besar atau “guru mbelin”. Sesampainya di sana. Nenek Uban ini pun tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin bahkan membantunya pula. kapal tidak dapat berjalan. berkat bantuan burung Danggur Dawa-Dawa.turun dari kapal. Mereka berjalan beberapa lama mengikuti rute perjalanan Beru Ginting Sope Mbelin dulu waktu meninggalkan tanah urung Galuh Simale. paman Beru Ginting Sope Mbelin pun melarikan diri pulang kembali ke kampung. Kedua Sibayak ini sangat bergembira karena dulu mereka pernah memberi kain masing-masing sehelai kepada Beru Ginting Sope Mbelin yang sangat menderita berhati sedih pada waktu itu. di pelabuhan di tepi pantai tempat berlabuh kapal nakhoda dulu. Neneknya pun setuju dengan hal itu. Atas petunjuk Nenek Uban ini maka secara agak gaib Beru Ginting Sope Mbelin pun sampailah di tempat nenek Datuk Rubia Gande. Ternyata antara Beru Ginting Sope Mbelin dan nenek Datuk Gande terdapar rasa saling menghargai. bahwa Beru Ginting mau dikawinkan asal dengan pemuda/pria yang sependeritaan dengan dia. Oleh karena itu pada saat tibanya Beru Ginting Sope Mbelin di kampungnya. jangan takut” dan Beru Ginting Sope Mbelin pun menceritakan segala riwayat hidupnya. di sana mereka pun berjumpa pula dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. nenek Datuk Rubia Gande pun dapat memenuhi permintaan cucunya. Pada suatu ketika dia bertemu dengan seekor induk harimau yang sedang mengajar anaknya. Beru Ginting Sope Mbelin dalam petualangannya sampai pada sebuah gua yang dalam. Akan tetapi akhrinya diketahui juga oleh Beru Ginting Sope Mbelin. keluarlah nenek Datuk Rubia Gande serta berkata: “Mari cucu. Ternyata pakcik Beru Ginting Sope Mbelin dulu – yang juga seorang dukun – mempunyai firasat yang kurang baik terhdapa dirinya. naik gunung turun lembah. tetapi kalau dia naik. Nenek Datuk Rubia Gande menyetujui usul itu serta merestui keberangkatan mereka. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya diantar dengan upacara yang meriah atas anjuran dan prakarsa Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi yang bijaksana dan baik hati. bermohonlah Karo Mergana kepada nenek Datuk Rubia Gande agar mereka diizinkan pulang ke tanah kelahiran Beru Ginting Sope Mbelin. dan kini mereka dapat pula bertemu dengan Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. Inilah sebabnya masing-masing memberi jawaban pada orang yang datang “tanya saja pada dia!” Akhirnya terdapat kata sepakat. Pakcik dan makciknya itu sangat malu dan tidak mengira . Ditengah jalan. Anehnya harimau tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin. karena begitulah keinginan cucunya Beru Ginting itu. Semuanya telah diatur dengan baik: perangkat gendang yang lengkap. Anehnya. jangan menangis. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. bermalam pula beberapa lama di Kuala dan Perbesi atas undangan kedua sibayak tersebut. Tetapi Beru Ginting Sope Mbelin tidak berani mengeluarkan isi hatinya karena yang memeliharanya adalah nenek Datuk Rubia Gande. Setelah beberapa hari. Perjalanan pun dilanjutkan. melalui simpang Perbesi dan Kuala bahkan berhenti sejenak di situ. pakciknya itu sekeluarga menyembunyikan diri di atas para-para rumah. Akhirnya. Nakhoda akhirnya tidak jadi membeli Beru Ginting Sope Mbelin dan uang yang 250 perak itu pun tidak dimintanya kembali. Dan neneknya pun berkata kepada setiap orang: “tanya saja pada cucu saya itu!”. dengan mempertemukan Beru Ginting Sope Mbelin dengan Karo Mergana penghulu Kacaribu. Nenek tua ini mengetahui riwayat hidup keluarga dan pribadi Beru Ginting Sope Mbelin ini. Mereka singgah di kampung Kejurun Batu Mbulan. Beru Ginting Sope Mbelin meneruskan perjalanan seorang diri tidak tahu arah tujuan entah ke mana. mari. Berangkatlah Beru Ginting Sope Mbelin dengan suaminya Karo Mergana memulai perjalanan. Konon kabarnya sudah ada jejaka yang ingin mempersuntingnya. Pakcik dan makcik Beru Ginting Sope Mbelin dibawa turun ke halaman untuk dijamu makan dan diberi pakaian baru oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Dan kedua insan ini pun dikawinkanlah oleh nenek Datuk Rubia Gande menjadi suami-istri. Pendeknya. Sampailah mereka di antara Perbesi dan Kuala. Beru Ginting pun sudah remaja dan rupa pun sungguh cantik pula. Penghuni gua – yang bernama Nenek Uban – pun keluar menjumpainya. Karena jawaban yang seperti itu jadinya orang bingung dan tak mau lagi datang melamar. kapal itu dapat berjalan.

b. meskipun tidak pernah memakai pupuk dan obat-obatan seperti sekarang ini. Sumatera Utara. sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah. Dan sebagai hukuman atas kekejaman dan kebusukan hati pakcik dan makciknya itu maka tubuh mereka ditanam sampai bahu masing-masing di beranda barat dan beranda timur. sehingga desa Kawar yang pada awalnya merupakan sebuah desa yang subur menjelma menjadi sebuah danau. cari Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo. gendang jumpa malem. gendang si ngarak-ngaraki. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam. mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. musik khas masyarakat Karo. seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut. ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. f. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Suatu waktu. Kabupaten Karo. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. gendang tungo-tungko. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17C dan tanah yang subur. Suatu waktu. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran „Gendang Guro-Guro Aron‟. Tuhan! Aku ingin sekali . gendang rakut. h. gendang mulih-mulih. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. terjadi malapetaka besar. sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. Dahulu. Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama „Kawar‟. daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. serta bunga-bunga anggrek yang indah. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar. Bukit Barisan. Apa sebenarnya yang terjadi dengan desa Kawar itu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini! Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. hanya kepalanya saja yang nampak.25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo. Sumatera Utara. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2. e. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi. Menurut masyarakat setempat. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut. yang terletak di Desa Kuta Gugung. menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu. Hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. gendang ujung perang. jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. Air yang bening dan tenang.127.bahwa Beru Ginting Sope Mbelin akan pulang kembali ke kampung apalagi bersama suaminya pula yaitu Karo Mergana. Kecamatan Simpang Empat. Itulah hukuman bagi orang yang tidak berperikemanusiaan yang berhati jahat terhadap saudara dan kakak serta anaknya sendiri. Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu. g. Maka tidak heran. “Ya. d. antara lain: a. Desa Kawar namanya. Desa Kawar tampak ramai dan semarak. i. Legenda Lau Kawar. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. gendan perang musuh. c. Berbagai bunyi-bunyian pun dimainkan. Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. terutama sekali “gendang tradisional” Karo serta diiringi dengan tarian. kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. gendang perang si perangen. yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. gendang morah-morah. Kepala mereka itulah yang merupakan anak tangga yang harus diinjak kalau orang mau masuk dan keluar rumah adat. hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tidak ketinggalan pula anak.

remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan. Ia kemudian segera menghampiri istrinya. Sesampainya di rumah. anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya. Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah. Maka. Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Jangankan berjalan. Namun. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa.” ratap si nenek tua dalam hati. menantu serta cucu-cucunya. Air matanya pun tak terbendung lagi. lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang!” perintah sang suami. dan ayam yang masih hangat. “Ya. Alangkah senangnya hati sang nenek. Akhirnya. sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. babi. Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa. kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. Ia sangat kecewa. Namun. . “Anakku! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah!” perintah sang ibu. termasuk anak dan menantu si nenek itu. Beberapa saat kemudian. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. “Ya. Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang. karena di tempat upacara tersedia banyak makanan. Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu. si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada. semua orang tidak ada yang peduli padanya. tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. sedang aku dibiarkan kelaparan. si nenek sudah merasa sangat lapar. tiba-tiba ada yang membawakan makanan. tolong bungkuskan makanan. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang. “Baiklah. ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan. di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan!!. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. Wanita itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya. berdiri pun aku sudah tak sanggup. karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. Tapi. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu. Langit pun menjadi mendung. Tapi. Pada saat-saat lapar seperti itu. “Kalau begitu. setelah ditunggu-tunggu. pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. teringatlah ketika ia masih remaja. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan. Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu. tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. Ketika tiba saatnya makan siang.” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal. Dalam keadaan demikian. “Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk ibu?” tanya sang suami kepada istrinya. Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. Sementara itu. Kini. kambing. suamiku!„ jawab sang istri. tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. ia mencoba mencari makanan di dapur. dengan perlakuan itu. “Belum?” jawab istrinya. ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua. Namun betapa kecewanya ia. “Baik. Dengan perasaan gembira. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang. apa dayaku ini. mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu.menghadiri pesta itu. ia merasa sangat sedih dan terhina. guntur menggelegar bagai memecah langit. karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. termasuk anak. sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. lalu berlari kembali ke tempat upacara. Rupanya. tak seorang pun yang datang. Di sana tersedia daging panggang lembu. “Ya. Kini. Namun. “Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang.

desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. Sumatera Utara. si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya. Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Pada upacara manuan ompu-ompu. ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur. menjauhi sifat durhaka kepada orang tua. pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. juk atau ijuk. Dalam tradisi orang Batak. tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan. Untungnya. sedangkan adiknya. Aku sebagai anak laki-laki . Sumatera Utara. hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. “Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Dalam sekejap. adik dari ayah mereka. Selain sebagai minuman sehari-hari. mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu. Sedikitnya ada tiga pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas. tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia. Sebagai seorang pemuda. sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. setelah menderita sakit beberapa lama. dan bagot‟. Bang!” jawab Beru. Maka sejak itu. kawah itu diberi nama „Lau Kawar‟. “Adikku. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara. biluluk. hanau. tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu. Namun. Apa yang menyebabkan Abangnya. Sementara dalam upacara manulangi. tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia. desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh. Oleh karena itu.Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria. sang istri-lah yang harus bekerja keras. di antaranya „nau. yaitu pandai mensyukuri nikmat. Beru Sibou. Waktu terus berjalan. dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. kabung. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu. terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut. tiba-tiba menjadi panik. setelah tumbuhan kelapa. Sepeninggal suaminya. yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna. ia mencoba untuk menolongnya. Demikianlah cerita tentang Asal Mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo. cari Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren. Namun. Di Sumatera. Tare Iluh. tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya. orang tua mereka masih memiliki sanaksaudara dekat. wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu. Oleh karena itu. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo. kini menjadi anak yatim piatu. karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya? Alkisah. Tare Iluh. Salah satunya adalah tuak(nira). dan menyia-nyiakan amanat. peluluk. Oleh karena setiap hari bekerja keras. karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya. “Ada apa. Oleh masyarakat setempat. tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara. Kita sekarang sudah dewasa. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak? Menurut cerita. Legenda Tuak. pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo. Sumatera Utara. membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil.

Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian. Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil. Barangkali ia bisa mendengarnya. Tak terasa. Setelah menyampaikan sarannya. Sesampainya di puncak. Tetapi sayangnya. ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. “Ya.” “Benar. kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. Sepeninggal abangnya. Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. Akhirnya. Sementara si Beru Sibou. Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon. Tare Iluh. Akibatnya. Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu.” Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou. Sudah berminggu-minggu. hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. “Tapi. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak. Kek!” “Tare Iluh…? Maaf. Setelah sampai di puncak.merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata. Suatu hari. langit . Apakah kakek tahu di mana negeri itu? “Maaf. Sementara itu. melainkan berjudi. Kakek ingin menyarankan sesuatu. ia pun pergi mencari abangnya. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian. Kalau tidak salah. Suatu ketika. sang Kakek pun segera pergi. bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang. Tuhan! Tolonglah hambamu ini. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. “Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. “Tentu. Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak. meskipun dengan berat hati. si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggilmanggil abangnya sambil menangis. rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku.” kata Beru mengizinkan abangnya. Dengan bekal secukupnya. Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan. yaitu ketika pertama kali main judi. Abangnya. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai. ia terus mengalami kekalahan. Tapi. si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu.” bujuk Tare kepada adiknya. Tapi. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya. tapi tak kunjung datang jua. si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. “Baiklah. Tapi kalau boleh. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya. berbulan-bulan. si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. bagaimana dengan aku. Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?” “Siapa nama abangmu?” “Tare Iluh. Beru Sibou sangat sedih. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?” “Iya. si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua. “Selamat sore. lagi-lagi ia mengalami kekalahan.” “Apakah saran Kakek itu?” “Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak. tanpa berpikir panjang lagi. ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. tiba-tiba angin bertiup kencang. Keesokan harinya. sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. aku akan segera kembali menemani adik di sini. bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. Setelah itu. hal itu tidak membuatnya putus asa. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. namun tak seorang pun yang mendengarnya. Bang! Tapi. ia adalah pemuda yang gemar berjudi. Tetapi. Bang?” Beru balik bertanya. bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya. maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. namun belum juga menemukan abangnya. Kek!” “Sore.

mereka menyanyikan lagu enau. sang putri menikah dengan seorang pemuda yang gagah perkasa. karena pada saat Panglima kerajaan suaminya melaksanakan tugas keluar daerah. dengan mata merah dan bulu berdiri. semakin lama pertarungan kedua jawara sakti ini bertambah sengit. Menurut kisahnya. serta akibat buruk dari suka bermain judi. Untuk mengenang peristiwa tersebut. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. Sisi lain dari kesaktian Burung raksasa ini adalah pantangan yang telah disumpahkannya sejak dahulu yakni paruhnya yang merupakan simbol kehormatannya tidak boleh dipegang. Suatu hari raja mengajak panglima untuk berburu di hutan yang lebat. burung Gurda Gurdi menyapa salam sang raja seraya menunjukkan rasa hormatnya. karena paruh Gurda Gurdi kembali dielus. padahal tindakan tersebut dianggap sang burung sebagai bentuk pelecehan yang sangat menyakitkan. sifat tenggang rasa. rombongan ini bertemu dengan seekor burung raksasa. Hingga kini. dia melakukan sambaran dan pukulan kearah Panglima. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. tanpa sengaja sang putri memegang paruh Gurda Gurdi yang membuat burung ini berang dan tidak menunjukkan sikap bersahabat. masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. selagi sang putri asyik bercanda dengan putri raja. Ketidaktahuan keluarga raja atas karakter dan sifat Gurda Gurdi membuat terjadinya kemarahan yang berulang. Setelah perkawinannya. Mengetahui keadaan ini. sang . termasuk ilmu santet. Gundala-gundala pada masa lampau ditampilkan dalam upacara "ndilo wari udan" (memanggil hujan) pada musim kemarau panjang (di beberapa desa masih dilaksanakan sampai sekarang). Suatu ketika. Gurda Gurdi menjadi marah besar. seorang pegawai istana yang saat itu bertugas sebagai kepala pengawal raja. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. sang pengawal raja diberi jabatan baru sebagai Panglima Kerajaan. Pada mulanya atraksi ini ditampilkan di Desa Seberaya mengisahkan legenda/dongeng si Gurda Gurdi. karena burung jelmaan pertapa sakti ini tidak hanya tangguh dalam dunia persilatan. Setelah dewasa. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. membuat panglima raja menaruh simpati dan mengajaknya pulang untuk tinggal di Istana Raja menemani istrinya sang putri raja. burung yang sangat sakti jelmaan seorang pertapa yang sakti mandraguna bernama Gurda Gurdi. hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. cari Gundala-gundala adalah atraksi kesenian pada Masyarakat Kabupaten Karo dengan menggunakan "topeng" kayu. mantra. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman. panglima raja suaminya berusaha membujuk Gurda Gurdi dengan "mengelus" paruh burung tersebut. gunaguna. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari Gundala-gundala. Di tengan hutan rimba. tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. Gurda Gurdi mampu menghibur sang putri sekaligus mampu memberikan perlindungan yang sempurna. Burung Gurda Gurdi tidak seperti hewan lainnya.menjadi mendung. Sesaat kemudian. di masa lampau di dataran tinggi Karo hidup masyarakat yang rukun dan damai dipimpin seorang raja yang disebut "Sibayak" Sang raja memiliki satu-satunya keturunan yaitu seorang anak perempuan. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan. namun juga ampuh menangkal semua jenis racun. Anak raja diperlakukan sebagai sorang putri yang yang sangat dimanjakan raja dengan sejumlah dayang-dayang yang senantiasa siap melayaninya. dia mampu berbicara seperti layaknya seorang manusia. Hari-hari kehidupan sang putri yang ditemani Gurda Gurdi bertambah ceria dan bahagia. Pada saat rombongan Raja dan panglimanya bertemu dengan burung ini.

Raja memerintahkan para pengawalnya untuk membantu panglima dengan menyalurkan tenaga dalam dari jarak jauh.. banyak kerbau mati terkena pukulan jarak jauh salah sasaran serta pohon-pohon bertumbangan akibat pertarungan kedua jawara dan belum ada tanda-tanda menunjukkan pihak yang lebih kuat atau yang lebih lemah. Si baroar Asal mula kolam sampuagar Kisah kelana sakti Kisah pohon enau Kisah putrid ular Asal mula pulau si kantan Dan lain-lain . Melihat bahwa pertarungan ini telah menimbulkan keresahan bagi raja dan seluruh istana. Demikianlah setiap kali atraksi atau tarian Gundala-gundala dilaksanakan dalam upacara Ndilo Wari Udan akan diahiri dengan suatu keadaan turunnya Hujan Deras. Pertarungan yang sengit terus berlangsung selama beberapa hari. seluruh Istana berkabung.panglima pun tidak kalah sigap.. Kematian Gurda Gurdi dihormati sebagai kematian seorang pahlawan Kerajaan.. hujan deraspun melanda seluruh negeri. rakyat ikut berkabung bahkan Hari tiba-tiba mendung dan menitikkan air tanda berkabung nya. akibatnya Gurda Gurdi terhempas ke tanah terkena pukulan mematikan dibagian kepalanya... sebagai pria sejati yang gagah perkasa dan sakti mandraguna dia tidak mau dipermalukan oleh seekor burung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful