SUMATERA UTARA A.

adat istiadat
1.pernikahan
Tahapan-tahapan Acara Adat Batak mulai dari Rencana Pernikahan sampai dengan stla Pernikahan Berlangsung!!!

1. Marhori-hori Dingding (Penjajakan Rencana Pernikahan) Marhori2 Dingding adlh pendekatan (lobby-ing) awal dr pihak utk menjajaki kemungkinan kesediaan Parboru menerima anaknya jd menantu. Namun blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg tdk hanya menjajaki namun sdh lgsung membicarakan hal2 pokok di antaranya mengenai besarnya nilai Mas Kawin (sinamot atau Tuhor) ni boru. Di samping itu mereka jg sdh membicarakan tmpt pesta, jmlh undangan, Panjuhuti (hewan kurban), jmlh ulos, asesoris pesta, dll yg resminya baru akan di bicarakan pd acara Patua hata. Hal ini terkesan praktis krn kedua calon pengantin sdh lgsung berperan mjd semacam mediator antara suhut Paranak & suhut Parboru yg dulu itu di anggap sbg sesuatu yg tabu. Utk melaksanakan acr ini baik Paranak maupun Parboru blm terlalu repot, krn Paranak cukup membawa buah/kue & Parboru hanya menyediakan kopi/teh/aqua. Memang, blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg, dmn Paranak sdh sering suka membawa makanan utk acara santap bersama, tp gak ada tudu2 ni Sipanganon. Hasil pembicaraan pd acr ini hrs di catat dgn baik utk di cetak sbg bahan bahasan pd acara Patua Hata. Yg di undang dlm acr ini adlh saudara dekat, Boru terdekat & kalo mungkin yaitu dongan sahuta.

2. Patua Hata (Melamar ato Meminang wanita) Acr ini adlh kunjungan rombongan klg Paranak ke rumah klg Parboru dlm jmlh yg lebih besar utk menyatakan keinginan melamar ank Parboru mjd menantu. Disebut Patua Hata krn semula keinginan & hubungan itu baru sebatas hubungan antara pemuda & pemudi (naposo) yg kemudian ingin di tingkatkan mjd di campuri olh pihak ortu. Krn sdh melibatkan ortu kedua belah pihak, pasti semua sdh hrs serba transparan, dmn utk itu Paranak akn bertanya apakah calon menantu sdh benar2 cinta pd anaknya. Pertanyaan itu tdk lgsung di tanyakan olh Paranak, ttp melalui ank perempuan yg sdh menikah, yg jwbnnya akn di umumkan kemudiam scr resmi olh Protokol/Parsinabul Parboru. Bila pengakuan Parboru sdh ada, mk acara akn di lanjutkan dgn membicarakan hasil pembicaraan ketika Marhorihori Dingding. Sbg penutup, kedua calon mempelai wajib di beri arahan agar mereka jgn sampai pernah lg membuat hubungan asmara dgn pihak lain, krn hal itu mrp sesuatu yg tdk boleh. Usai pengarahan, Suhut jgn lupa dgn uang ingot2 yaitu Rp. 50.000,- ato Rp. 100.000,- utk Parsinabul dan Rp. 2.000,- ato Rp. 3.000,- per org utk yg hadir krg-lbh 35org. Yg ikut serta di undang pd acr ini adlh kerabat (perwakilan marompu-ompu), boru-bere, dongan sahuta, aleale, & jg pariban. Dlm hal konsumsi, Paranak menyediakan 1ekor babi matang (lengkap dgn tudu2) berbobot sktr 20kg-30kg tergantung banyaknya undangan. Sedang Parboru wajib menyediakan Dekke adat/ikan mas sbg imbalan dr daging babi yg di bw Paranak. Ada baiknya paranak melengkapi makanan tsb dgn soft drinks/bir. Tdk ada pembagian jambar daging babi bg Paranak selain berharap tempat daging babinya di isi dgn ikan mas olh calon besan sbg tambahan utk di bagikan Paranak kpd kerabat stlh selesai acr. 3. Martumpol/Mangido Ting-ting (Pranikah) Artinya “bersaksi”, dmn kedua calon mempelai hrs bersaksi di dpn Majelis Grj (Pendeta/majelis) & khalayak ramai menyatakan sejujurnya bhw diri mereka sdh tdk punya hubungan cinta lg dgn org lain. Pernyataan ini akn di catat/dibukukan dlm formulir administrasi grj, lalu di bacakan ulang isinya olh pejabat grj. Apbl smua data sdh benar, mk kedua calon mempelai akn membubuhkan tanda tangan bersama ortu kedua calon mempelai & para saksi. Slanjutnya diadakan penggembalaan olh Majelis/Pendeta grj dlm sebuah kebaktian singkat dmn Pendeta/Majelis akn menjelaskan hakekat hidup berkeluarga seorg Kristen. Dlm acr ini kedua belah pihak hasuhuton (Paranak & Parboru) selain mengundang klrg yg hadir pd acr Patua Hata, jg dpt mengundang klompok hula2 masing2. Pd acr ini biasanya Parboru menyediakan snack (kopi/teh/aqua), apbl acr martumpol ini diadakan di grj/wilayah Parboru dgn volume sesuai dgn jmlh undangan. 4. Ria Raja (Paranak Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg scr sepihak yg diadakan olh Paranak brsama kerabatnya (dongan sabutuha), boru-bere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku.

Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” kpd pihak Parboru. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri. Selesai acr Ria Raja biasanya kerabat akan bertanya apakah tumpak/sumbangan/angpau akn diserahkan skr/nanti saja d gedung. Dulu, Hasuhuton cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di tempat Ria Raja. Namun kini Hasuhuton sdh cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di gedung utk lebih menyemarakkan suasana pesta. Utk acr ini Paranak memotong/memasak 1ekor ank babi berbobot 20kg-25kg & tambahan lainnya tergantung banyaknya undangan & kemampuan hasuhuton. 5. Tonggo Raja (Parboru Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg Parboru scr sepihak yg diadakan bersama kerabatnya (dongan sabutuha), borubere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta utk membicarakan persiapan pernikahan. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku. Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” dr pihak Paranak. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri Selesai acr Tonggo Raja biasanya kerabat akn bertanya apakah Hasuhuton lebih memilih menerima (utk pengantin) kado berupa ulos herbang ato berupa uang sj. Bahkan kini jambar yg diterimapun sdh ada yg di kurs dgn uang, dmn jambar yg diterima justru di tambah seakan Hasuhutonlah yg memesan dengke siuk. Ini mrp pemikiran baru dlm upaya para kerabat, membantu meringankan keuangan Hasuhuton, krn dengke/ikan adat yg dimasak “perusahaan catering” jmlhnya sdh ckp banyak. Utk acr ini Parboru akan memotong & memasak 1 ekor ank babi berbobot 20kg-25kg ditambah dgn makanan lainnya. Tp itu tergantung pd banyaknya undangan & kemampuan Hasuhuton. Usai acr, biasanya Hasuhuton akan membagi2 daging kpd kerabatnya. 6. Patiur Mata Ni Mual (Minta Restu Tulang & Nantulang) Ini mrp acr tunggal yg scr khusus meminta Restu & Doa berkat dr Tulang&Nantulang, yaitu Abang/Adik kandung dr Ibu pengantin pria dlm rangka rencana pernikahan ank sulung, sdgkn utk pernikahan adiknya sdh tdk menjalankan adat itu lg. Pd hakekatnya acr ini hanya sekedar memberi hormat kpd Tulang, dmn suasananya tdk terlalu formal ttpi justru terasa santai sj. Acr dimulai dgn lebih dulu menyerahkan daging adat (tudu-tudu) ni Sipanganon kpd pihak tulang pengantin dmn ortu pengantin akn didampingi oleh saudara2nya.

acr kemudian dilanjutkan dgn acr mkn bersama. pihak tulang bersama kerabatnya aknmemberi “kata2 berkat” & akn diterima (diampu) olh klrg pihak Paranak lalu dilanjutkan dgn pemberian uang Piso-piso utk Tulang & Pasituak Na Tonggi utk seluruh kerabatnya. mk hal itu tdk usah dipermasalahkan. dmn doa mkn di pimpin olh pihak Paranak. Utk acr ini kedua belah pihak wajib menyediakan makanan adat berupa 1ekor babi (martudu-tudu) disediakan oleh Paranak & dengke adat disediakan olh Parboru sdgkn banyaknya tergantung situasi & kondisi undangan. Pamasu-masuon Di Grj (Pemberkatan Nikah Grj) Pamasu-masuoan di grj adlh “Pengukuhan pernikahan” olh grj ats kedua mempelai. Bila sifat pesta adatnya adlh “Alapon Jual” maka berlangsung di rmh Parboru. Besarnya uang Piso-piso & Pasituak Na Tonggi tersebut tergantung kemampuan & pertimbangan dr pihak Paranak. Tdk ada persiapan lain dlm acr ini kecuali mengingatkan klrg agar sesuai acr pemberkatan. Memberi kesempatan kpd klrg dekat/hasuhuton utk mengisi perut (makan) krn seharian mereka sdh sibuk baik pd acr Grj maupun acr di gedung & hanya sedikit waktu utk makan. Maksud & tujuan acr ini yg paling pokok ada 2 hal. Marsibuha-buhai (Acr Adat Jemput Pengantin) Berasal dr kt “buha” yaitu mula/mengawali. Paranak/Parboru jg jangan lupa menyediakan uang ucapan terimakasih kpd Pendeta&Majelis dlm jmlh/nilai sewajarnya tanpa hrs menunggu diminta. 8. Selesai memberi restu. 7. Dgn pengukuhan tsb mk “Resmilah” pernikahan itu sbg pernikahan yg sdh diberkati Tuhan terikat dgn janji yg tdk boleh cerai kecuali di ceraikan olh kematian.Sbg bukti kesediaan Tulang merestui pernikahan keponakannya (berenya). Pd akhir acr ini. Memberi hormat kpd pengantin wanita sbg Boru Ni Raja yg sdh rela meninggalkan rmhnya menuju rmh suaminya. yaitu: 1. seorg anggota klrg hrs naik mimbar utk mengucapkan terimakasih kpd Grj atas pelayanannya. tp bl kemudian ada permintaan Hula2 (Parboru) agar Sibuha-buhai dilangsungkan di rmh Parboru. Acr ini bs berlangsung di rmh Parboru tp bs jg berlangsung di rmh Paranak tergantung pd sifat perkawinan yg dipilih/disepakati. . Di samping itu. 2. Pd kesempatan tsb pembicara jg sekaligus mengundang pendeta & majelis utk dtg ke pesta bersama undangan lainnya. Utk acr ini Paranak membawa 1ekor babi yg telah di masak lengkap dgn tudu-tudunya. Soal tempat pelaksanaan acr ini tdk terlalu kaku ttpi masih bs di rundingkan/di negosiasi. Artinya apbl pd acr Patua Hata sifat ulaon sdh disepakati Taruhon Jual. mk Tulang & Nantulang akn memberikan dekke kpd berenya berikut sehelai ulos adat misalnya Ragi Hotang. sdgkn kalo bersifat “Taruhon Jual” maka akn berlangsung di rmh Paranak. Jd Marsibuha-buhai artinya mrp awal dr acr pemberkatan nikah & acr Marunjuk (Pesta Adat). Sdgkn Tulang menyiapkan dekke serta sehelai ulos Ragi Hotang ato sejenisnya.

Pd penyerahan pengantin tsb. ari mu na so jadi sirang tondi mu ma antong Marsigomgoman”. Dgn dukungan klrg tsb. 9. Inilah yg disebut dg “Paulahune”. 11. Konsumsi yg disediakan jg sdh pasti sesuai dgn jmlh undangan ato yg pantas menurut perkiraan perusahaan catering yg sdh berpengalaman menyediakan makanan “Marunjuk”. dll. Utk acr ini sdh pasti pihak Hasuhuton menyediakan aneka macam konsumsi pesta dmn Paranak menyediakan hewan kurban (Panjuhuti Horbo ato Babi) sedang Parboru menyediakan Dengke (Ikan Adat). Marsihol-sihol (Lepas Rindu Pengantin Wanita) Ini adlh acr kunjungan kangen dr pengantin wanita kpd ortu & sanak saudaranya. pernikahan kedua mempelai diharapkan mndptkan dukungan doa dr klrg & berkat yg melimpah dr Allah yg Maha Kuasa. . Dizamannya acr ini baru akn dilaksanakan 1mggu stlh acr Marunjuk ato 1mggu stlh pengantin wanita berada d rmh suaminya. Bahkan melaksanakan adatpun dia tdk berhak sebelum yg bersangkutan menunaikan kewajiban adatnya. tp skr acrnya sdh lebih disederhanakan dmn acr itu sdh tdk ad lg ttpi lgsung sj diselesaikan di dlm gedung pd saat pesta itu jg. Tp belakangan ini. Itu sebabnya seorg yg blm melaksanakan Nikah Adat. smntara Paranak menyediakan 1ekor babi utk di bw plg olh si Pengantar dan jg sejumlah uang. Dgn acr ini. Dulu acr spt ini masih mrp bagian penting dr adat batak. bhw seorg klrg Batak yg blm melaksanakan pernikahan acr Adat. acr itu sdh disederhanakan dmn selesai pesta Marunjuk. resmilah pernikahan tsb sbg pernikahan yg sdh memenuhi persyaratan Adat Batak. walaupun sdh lanjut usianya. 10. Marunjuk (Pemberkatan Nikah Adat Batak) Acr ini jg Pengukuhan Pernikahan oleh Raja-raja Adat atas kedua mempelai. dalam hal misalnya suatu waktu dia akan mengawinkan ank/borunya. Utk sekedar diketahui. Umpama Batak berkata “Diginjang Arirang di toru do anggo Panggonggonan. mk tibalah saatnya Parboru melepas anaknya menuju rmh suaminya. Adat Marunjuk jg punya relevansi dgn dogma theologis yg sangat “mengharamkan” perceraian. pd hakekatnya dia tdk berhak tampil dlm forum adat Batak baik di tengah kerabat maupun di tengah acara hula2. pihak Parboru akn membawa dengke & kue batak. baik dr pihak kerabat maupun pihak hula2. ttp diwajibkan melaksanakan adat pernikahan bila dia akn menyelanggarakan adat. keculai olh krn kematian. Makna lebih jauh dr acr ini adlh dmn Paranak & Parboru sangat berharap agar acr ini di dukung oleh semua lapisan klrg mulai dr kerabat hula2. mk kedua mempelai sdh berhak mdptkan fasilitas adat. Utk pengantar tsb Paranak jg menyediakan dana sbg Pasituak na Tonggi. si pengantin sdh lgsung di antar ato diserahkan sj olh klrgnya kpd Paranak yg sdh menunggu di tmpat bersebelahan dgn Parboru. itu akn sulit disetujui kerabat/klrg krn dlm filosofi adt Batak. Dgn pengukuhan tsb. bhw “Tak seorgpun dpt menerima adat bila dirinya sendiri belum beradat”. dmn pengantin akn diarak ramai2 olh klrg perempuan menuju rmh suaminya. Paulahune (Pemberangkatan Pengantin) Stlh smua Hak & Kewajiban Adat berlangsung dgn baik. Dulu acr ini baru akn dilakukan sehari bahkan bbrp hari stlh adat Marunjuk selesai.ada baiknya jk panitia mempersiapkan program “Foto Bersama” lengkap dgn nama kelompoknya agar fotografer dpt dgn mudah melakukan tgsnya.

dan jg besannya. Disini pihak Parboru tdk hampa tangan. Dulu itu dilakuakn 1mggu stlh kunjungan besan besrta ank & menantunya.kelahiran Sewaktu Mengandung Melenggang Perut Upacara ini dilakukan kepada wanita yang mengandung anak sulung ketika kandungan berusia tujuh atau delapan bulan. menantu. dalam hal ini Paranak jg mengundang kerabatnya utk makan bersama. ttp ditemani/diantar olh rombongan sanak saudara lelaku terdekat. dan Paranak membawa 1ekor babi/daging matang lengkap dgn tudu-tudunya. tradisi spt ini sdh tdk dilaksanakan lg seiring kesibukan & perkembangan zaman. 2. ttpi membawa dengke yg di arsik dgn enak menggunakan bumbu yg kental.Pd kunjungan ini. ttpi jg disertai olh sanak klrg dekatnya. Di kota besar spt Jakarta & kota besar lainnya tradisi ini sdh tdk dilaksanakan lg dgn pertimbangan efisiensi & efektifitas jg akibat kesibukan smua pihak. Maningkir Tangga (Mengunjungi Besan Olh Pihak Parboru) Acr ini hampir sm dg kunjungan kangen pengantin. Peralatan untuk upacara ini termasuk: (1) Tujuh helai kain dengan tujuh warna berlainan (2) Segantang beras (3) Sebiji kelapa (4) Beberapa urat benang mentah (5) Damar (6) Minyak kelapa atau minyak urut (7) Lilin (8) Tepak sirih yang lengkap isinya (9) Uang beberapa ribu rupiah Kelahiran . acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. pengantin tdk sendirian. Di kota besar spt Jakarta & kota lainnya. Upacara ini dijalankan oleh seorang bidan untuk membuang kecelakaan yang mungkin menimpa wanita hamil yang bakal bersalin dan untuk membetulkan kedudukan bayi di dalam perut. Pd kunjungan ini ortu perempuan tdk sendirian. smntara Parboru jg menyiapkan dengke serta mengundang kerabatnya utk makan bersama. Bedanya bhw yg merasa kangen adlh justru ortu pengantin perempuan ingin melihat dr dekat kondisi ank perempuan. Acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. 12.

persediaan akan diuruskan oleh keluarga berkenaan. Selepas bayi dibersihkan. Tetapi adakalanya waktu kehamilan dapat mencapai sehingga sepuluh hingga dua belas bulan yang disebut bunting kerbau. wanita itu bercermin muka dengan harapan anak yang bakal lahir nanti mempunyai rupa paras yang cantik. sehelai di atas sehelai yang lain. Bidan akan mengurut ibu yang hamil dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak urut. Sebiji telur diselitkan di kain basahan yaitu di bagian perutnya dan sebuah cermin kecil dibawa bersama. Di samping itu juga. Sewaktu Bersalin Apabila hampir tiba waktu bersalin. terdapat beberapa adat yang perlu dijalankan sewaktu menyambut kelahiran ini. Bidan mengambil buah kelapa yang telah dibersihkan lalu menggulingkannya perlahan-lahan di atas perut terus ke ujung kakinya sebanyak tujuh kali. Akhirnya bidan akan melenggangkan setiap helai kain tersebut pada perut wanita hamil itu. Setelah acara itu selesai bidan akan membentangkan ketujuh helai kain berbentuk melintang. Lazimnya pada hari tersebut. Tepung tawar dicalit ke mukanya dan beras kunyit ditabur. kain yang di bawah sekali diberikan kepada bidan beserta dengan peralatan upacara tadi. Mengikut kepercayaannya juga daun mengkuang berduri akan digantung di bawah rumah dan kapur akan dipangkah pada tempattempat tertentu di dalam rumah wanita yang hendak bersalin tadi untuk mengelakkan gangguan makhluk halus. Setelah membersihkan badan.Pada permulaannya bidan akan membacakan doa dan mantra dan mengandam wanita hamil tadi. Mengikut kebiasaannya kandungan ketika itu sudah cukup sembilan bulan sepuluh hari. Dipercayai sekiranya kelapa berhenti bergolek dengan matanya ke atas. Baki tali pusat di perut bayi akan dibubuh kunyit dan kapur lalu dibungkus dengan daun sirih yang telah . bidan akan menyambutnya dengan jampi dan serapah lalu disemburkan dengan daun sirih. Seterusnya adat mandi air limau dan air bunga dilakukan. Biasanya. kenduri doa selamat akan diadakan dan ibu yang menjalani upacara ini dipakaikan dengan pakaian baru. tali pusatnya akan dipotong dengan menggunakan sembilu buluh dan dialas di atas sekeping uang koin. anak yang dikandungnya adalah lelaki dan perempuan jika sebaliknya. Ibu yang hamil dibaringkan di atas lapisan kain-kain tersebut. Wanita itu didudukkan di atas kursi di mana pada kaki kursi itu ditambat seekor ayam. Kemudian air bunga dijiruskan/disiramkan ke badannya jika telur tadi dilepaskan atau dijatuhkan dengan keyakinan ia akan memudahkan wanita tadi bersalin/melahirkan. Potong Tali Pusat Sejurus selepas bayi lahir.

adat ini sudah tidak diamalkan lagi oleh masyarakat Melayu sekarang. jampi mantra dibacakan. Azan/Qamat Kelazimannya bayi lelaki akan diazankan di kedua belah telinganya jika bayi perempuan akan diqamatkan. wanita yang telah bersalin mesti menjalani masa berpantang yang bermaksud larangan. dan ikan pari serta memakan ikan yang mempunyai sengat seperti ikan lele (keli). sembilang. Waktu berpantang lazimnya berlangsung selama empat puluh empat hari dihitung dari hari awal bersalin dan ada juga yang berpantang selama seratus hari. ketam. Berpantang Dalam masyarakat Melayu. namun demikian ia juga terdapat dalam agama Islam yang sunat untuk berbuat demikian. Sebaliknya mereka dianjurkan memakan nasi dengan ikan haruan yang dibakar atau direbus dan dibenarkan minum air suam atau susu. . Ia bukanlah satu adat. Antara makanan yang dilarang keras ialah yang dapat mengakibatkan kegatalan di seluruh anggota badan seperti udang. Upacara berawal dengan membacakan surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas. Membelah Mulut Adat ini mempunyai pengaruh budaya Hindu. Sewaktu menjalankan upacara ini. sebaliknya lebih merupakan amalan berunsur keagamaan. bapak atau datuk bayi tersebut akan melakukan upacara ini. kerang. Sekiranya wanita tersebut melanggar pantang.dilayukan di atas bara api sehingga tali pusat itu tanggal sendiri. Ia diikuti dengan langkah mencecap atau merasakan sedikit air madu atau kurma dan ada juga yang menggunakan emas yang dicelupkan ke dalam air pinang pada mulut bayi yang baru lahir tersebut. Namun demikian. dan baung karena ia dapat menyebabkan bisa-bisa pada badan. Kelahiran Ramuan asli untuk wanita lepas bersalin Dalam waktu ini wanita tersebut dilarang makan sembarang makanan mengikut kehendaknya atau berkerja yang memerlukan banyak pergerakan. Biasanya. mereka akan mengalami bentan atau sakit sampingan.

buah keras. dia tidak dapat dibuaikan dan akan tidur di samping ibunya. garam dan sirih pinang (4) Hadiah untuk bidan sepersalinan pakaian . Bertungku dipercayai dapat membantu perut wanita bersalin kembali normal. Tanggal Pusat/Cuci Lantai Lazimnya bayi yang baru lahir akan tanggal pusatnya dalam waktu seminggu. si ibu akan menyapu perutnya dengan air limau yang dicampur dengan kapur sebelum memakai bengkung. ia juga disebut adat naik buai karena selagi bayi itu belum tanggal pusatnya. Tungku akan dituam pada bagian perut dan bagian lain bertujuan untuk mengatasi masalah kesakitan selepas bersalin. Selesai bertungku. Adat ini seelok-eloknya dilakukan pada hari Senin atau Kamis. Amalan berbengkung ini bertujuan untuk mengatasi perut buncit atau pinggul yang turun selepas bersalin di samping memberi keselesaan kepada wanita selepas bersalin.Bengkung Selama berpantang mereka diberi makan obat-obat tradisi dan bertungku. asam. Selepas Lahir Selepas kelahiran terdapat beberapa adat tertentu yang dijalankan. Pada ketika itu. Di beberapa tempat. (1) Nasi kunyit dan lauk-lauk (2) Seekor ayam hidup (3) Paku. adat cuci lantai akan diadakan. Kemudian tungku itu dibalut dengan kain yang dilapik dengan beberapa helai daun yang tebal seperti daun lengkuas yang dipercayai dapat mengimbangi kepanasan tungku di samping berfungsi sebagai obat. Biasanya tungku dibuat dari batu yang dipanaskan di atas bara. Bahan-bahan yang digunakan untuk adat cuci lantai.

Selesai upacara tersebut. Airnya dibuang dan diganti dengan sedikit air sejuk. Untuk menjalankan upacara tersebut beberapa kelengkapan disediakan. diurut dan dibedak. Selepas itu bidan akan memulakan jampi serapahnya sambil memegang ayam dengan cara mengais-ngaiskan kaki ayam ke atas lantai tempat wanita itu bersalin.Upacara cuci lantai Kenduri doa selamat akan diadakan pada permulaan adat ini. Seterusnya lantai itu akan dibersihkan. Biasanya kelapa itu dihias. Bidan akan menjalankan keseluruhan upacara ini. (1) Sebuah dulang berisi tiga mangkuk atau piring yang berisi air tepung tawar. Ia turut disebut adat potong jambul. Kebiasaannya jika bayi itu lelaki. nama akan diberi mengikut nama para nabi jika untuk bayi perempuan. Sebelum itu. . Cukur Rambut/Potong Jambul Adat ini dilakukan pada hari ketujuh selepas dilahirkan. nama istri-istri atau anak-anak nabi akan dipilih. bahan yang digunakan tadi beserta sedikit uang akan dihadiahkan kepada bidan tersebut. Kenduri nasi kunyit dan doa selamat diadakan pada hari tersebut. beras kunyit. si ibu dan si bayi akan dimandikan. (2) Sebiji kelapa muda dipotong bagian kepalanya dengan potongan berkelok-kelok siku seluang untuk dijadikan penutup. Kemudian kelapa itu diletakkan di dalam sebiji batil. Memberi Nama Mengikut ajaran Islam. umpamanya dengan melilitkan rantai emas atau perak di kelilingnya. adalah sunat memberi nama yang mempunyai maksud yang baik kepada bayi. dan bertih.

Bilangan orang yang menggunting rambut bayi tersebut hendaklah dalam bilangan yang ganjil. pihak perempuan pula mengambil alih. Si bayi seterusnya dibawa ke tengah pesta dan disambut oleh hadirin lelaki sambil berselawat. Dari segi syarak. yaitu tiga. Akhirnya kelapa tersebut ditanam di sekitar halaman rumah bersama sepohon anak kelapa atau seumpamanya sebagai memperingati masa anak itu dilahirkan. bayi dipakaikan dengan pakaian cantik dan diletakkan di atas talam yang dialas dengan tilam kecil atau didukung oleh bapak atau datuknya. Lazimnya. akikah membawa pengertian menyembelih ternakan pada . Para hadirin secara bergilir-gilir akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam kelapa tadi. Setelah selesai kedua-dua pihak menjalankan adat bercukur barulah kepala bayi tersebut dicukur sepenuhnya oleh bidan atau siapa saja yang dapat melakukannya. Kesemua rambut yang dicukur akan dimasukkan ke dalam kelapa. Setelah selesai pihak lelaki menjalankan acara menggunting. Si bayi akan ditepungtawari serta ditabur beras kunyit dan bertih. tujuh. lima. semasa adat ini dijalankan akikah turut diadakan. dan seterusnya.Alatan potong jambul Khazanah Melayu Sumatera Utara Pada hari itu.

. Orang Islam yang berkemampuan disunatkan menyembelih ternakan seperti kambing. lembu atau kerbau sebagai akikah anak yang baru lahir. Akikah sunat dilakukan pada hari ketujuh kelahiran yaitu dapat dijalankan serentak dengan adat mencukur rambut dan adat memberi nama. Seterusnya bunga telur dan bunga rampai akan dihadiahkan kepada kumpulan ini. Bagi bayi lelaki akikahnya ialah dua ekor kambing dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Antara hikmah akikah adalah sebagai permulaan kebajikan dan kebaikan bagi pihak bayi tersebut. Upacara ini dilangsungkan dalam suasana penuh meriah terutama sekali jika sesebuah keluarga itu baru mendapat anak atau cucu sulung. marhaban akan dialunkan oleh sekumpulan lelaki atau wanita. Sewaktu upacara ini dijalankan bayi tersebut akan diletakkan di dalam buaian yang menggunakan kain songket dan dihias indah dengan bunga-bungaan. Terdapat syarat-syarat tertentu dalam memilih hewan untuk akikah dan jumlah ternakan untuk akikah juga berbeda mengikut jenis kelamin bayi. Selendang akan diikat di kiri kanan buaian dan ditarik perlahanlahan semasa upacara berlangsung.hari ketujuh selepas anak dilahirkan. Namun ia juga dapat dilakukan pada hari yang lain. Sekarang masyarakat Melayu menjalankan adat ini serentak dengan adat memberi nama dan adat cukur rambut. Ketika itu juga. Upacara potong jambul Naik Buaian Adat ini merupakan satu-satunya pesta yang masih diamalkan dan mendapat sambutan di kalangan masyarakat Melayu hari ini. Seorang anak disunatkan berakikah sekali saja seumur hidup.

Lazimnya jumlah bahan yang diletakkan adalah ganjil. jam tangan. bubur. kain. Menurut kepercayaan orang Melayu juga. adat ini juga disebut adat memijak tanah. sikat. Antara bahan yang diletakkan di dalam dulang itu ialah cermin. bedak. air sejuk dan uang. kasut.Bayi diletakkan di dalam buaian yang dihias indah Jejak Tanah/Turun Tanah Di beberapa tempat. rantai. Ia sebagai meraikan anak yang baru pandai berjalan. Adat ini dijalankan secara berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat yang lain baik dari segi cara maupun bahan yang digunakan. gelang. Upacara jejak tanah Lazimnya kenduri doa selamat diadakan untuk mengiringi upacara ini. cincin. Umpamanya jika anak-anak itu mengambil . Selepas kenduri selesai. termasuk makanan dan minuman. Anak-anak tersebut akan dibiarkan bergerak memilih barang tersebut dan dianjurkan mengambil tiga bahan saja. adat ini dilakukan untuk meramal masa depan anak-anak itu berdasarkan bahan yang diambil. tikar dibentang di hadapan tangga sebagai alas anak-anak berkenaan berjalan. Turun tanah bermakna seorang anak kecil dilepaskan untuk memijak tanah sebagai lambang meneruskan kehidupannya. Di atas tikar disediakan beberapa dulang yang berisi pelbagai jenis barang. gunting.

beras. tanah. Pesta bersunat anak-anak perempuan tidak semeriah pesta berkhitan anak-anak lelaki dan ada juga yang menjalankannya serentak dengan pesta perkawinan. Adat berkhitan akan dijalankan oleh Tuk Mudim. Namun demikian. Seterusnya bayi itu dijejakkan ke tanah dan doa dibaca. kebanyakan anak-anak perempuan akan menjalani upacara ini sekurangkurangnya ketika berumur setahun atau lebih. Bagi anak-anak lelaki. Di dalam ajaran Islam. Adat ini akan dijalankan oleh bidan. Adat ini juga dapat dilakukan Upacara jejak tanah secara sederhana yaitu dengan memijakkan kaki anak-anak itu ke piringpiring kecil yang berisi dengan padi.gunting. bersunat atau berkhitan adalah wajib karena Islam menitikberatkan kesucian lahir dan batin. Di samping itu juga. ia baik dari segi kesehatan. Bersunat/Berkhitan Adat bersunat bagi bayi perempuan lazimnya dilakukan ketika bayi itu masih kecil yaitu beberapa hari selepas dilahirkan. mereka akan menjalani adat bersunat atau juga disebut berkhitan ketika umur mereka dalam lingkungan 8 hingga 12 tahun. kelak dia kuat bekerja atau pandai membuat kerja tangan. . dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh bidan.

Anakanak mandi untuk berkhitan .

Umpasa ini sasarannya adalah untuk “sibuaton” (parjuhutna-boan). “Semoga dengan acara adat ini mereka secepatnya menemukan jodoh (asa tumibu dapotan sirongkap ni tondi. di akhirat bangkitlah. seseorang tidak bisa dinobatkan (dialihkan statusnya dari Sari Matua ke Saur Matua. raja pinaraja-raja. hasangapon.” Mereka harus menjelaskan dampak negatif dari peralihan status Sari Matua ke Saur Matua berkenaan dengan anak-anak almarhum yang belum hot ripe. Saur Matua dan Mauli Bulung adalah berbicara tentang kematian seseoang dalam konteks adat Batak. sajongkal dua jari. BMT Pardede. hasuhuton menyembelih simarmiak-miak (B2). karena bisa saja permintaan hadirin parjuhutna diusulkan lombu sitio-tio atau horbo. Adalah aksioma. simarmiak-miak marhuling-hulinghon lombu. jabatan dan kekayaan. terkesan “tanggap mida bohi”. tetapi ditinjau dari segi usia sudah sepantasnya berumah tangga. “benar masih ada anak kami yang belum hot ripe (kawin). Sari matua Tokoh adat yang dihubungi Ev H Simanjuntak.” Tetapi bukankah ada umpasa yang paling mengena: “Tinallik bulu duri.Mengacu kepada defenisi diatas. manghirap sian nadao. marhulang-hulanghon hotang. agar yang meninggal Sari Matua itu ditolopi (disetujui) menjadi Saur Matua. RPS Janter Aruan SH membuat defenisi : “Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya. bagai rumput yang kering. “Matompas Tataring” (isteri meninggal lebih dahulu juga meninggalkan anak yang masih kecil).”Selain yang disebutkan diatas. karena mungkin pihak hasuhuton orang “terpandang”. dongan sahuta do raja panuturi dohot pengajari. Namun dalam prakteknya. Tubuh ini akan musnah. masih ada jenis kematian lain seperti “Martilaha” (anak yang belum berumah tangga meninggal dunia). semua orang harus mati. Constan Pardede. tulang. Bukankah pada Kidung Jemaat 334 disebut: “Tiap orang harus mati. nang pe asing-asing margana. Artinya. atau sebaliknya jika mampu. terjadinya peralihan status. “Matipul Ulu” (suami atau isteri meninggal dunia dengan anak yang masih kecil-kecil). sisada sitaonon dohot las ni roha do namardongan sahuta. matua husuhuton do pandapotan. Sering hasuhuton beralasan. didorong oleh umpasa yang disalah tafsirkan yakni: “Pitu lombu jonggi. Selanjutnya. karena dulu . masuk sorga yang megah. agar lahir yang baru. ketika hasuhuton “marpangidoan” (bermohon) kepada dongan sahuta. “Mate Mangkar” (yang meninggal suami atau isteri. simarmiak-miak marhuling-hulinghon horbo. apalagi anak-anak kami ini sudah bekerja dan sebenarnya.kematian Pendahuluan Berbicara tentang Sari Matua. adanya “ambisi” pihak keluarga mengejar cita-cita orang Batak yakni hamoraon. tetapi karena kurang mampu. tetapi belum berketurunan). Sebenarnya. Status Sari Matua dinaikkan setingkat menjadi Saur Matua seperti ini ditemukan pada beberapa acara adat.” (semua tergantung suhut). permintaan hasuhuton itu sudah memplesetkan nilai adat yang diciptakan leluhur. dan hal itu dibenarkan oleh semua agama. pangkat. dongan sahuta. manjou sian najonok). Faktor lain ujar mereka. agar hidup disembuhkan. senjata pamungkas berada ditangan Dongan Sahuta. tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum kawin (hot ripe). Tidak diukur dari segi umur. sebelum tugasnya sebagai orang tua belum tuntas yakni mengawinkan anak-anaknya. Makhluk hidup harus busuk. orang itu meninggal.3. Pengertian Sari Matua. hula-hula dan semua yang berhadir pada acara ria raja atau pangarapotan. anak kami inilah yang membelanjai orang tua kami yang tengah terbaring di rumah duka. anak tersebut resmi kawin. Benar ada umpasa yang mengatakan : “Tinallik landurung bontar gotana. Tokoh adat diatas berkomentar. Mereka memprediksi. hagabeon. jika kelak dikemudian hari. untuk meredam “ambisi” hasuhuton.

katanya memprotes. karena faktor usia dan agar keluarga yang ditinggalkan beroleh tua. . ketika meninggal dunia dalam posisi “Titir maranak. ujar Ev H Simanjuntak. karena diantara anaknya sudah ada yang berumah tangga namun belum dikaruniai cucu. Ulos Sampe Tua bermakna Sampe (sampailah) tua (ketuaanberumur panjang dan diberkati Tuhan) Akhir-akhir ini pada acara adat Sari Matua. ada pula berstatus “Mate Mangkar” berubah menjadi Sari Matua. kalau orang yang meninggal tadi dari Mate Mangkar menjadi Sari Matua. Seharusnya simarmiak-miak. bila hal itu diutarakan. kawin lagi dan punya anak kecil lalu meninggal. penerima tujung adalah suami yang diberikan tulangnya. Lahir dulu. marhulang-hulanghon hotang. Tokoh adat Ev H Simanjuntak. yang cocok kepada ina adalah lombu sitio-tio atau kalau harus horbo. hal itu sudah melampaui ambang batas normal adat Batak. hal itu relatif tergantung kemampuan hasuhuton. tentu dongan sahuta tidak ikut campur tangan dalam seluruh kegiatan/proses perkawinan. Kalau hanya mengharapkan manjalo tangiang menjadi partangiangan. sebab kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan. sebagai simbol duka cita dan jenis ulos itu adalah sibolang. Diminta tanggapannya apakah keharusan boan dari mereka yang Saur Matua lombu sitio-tio atau sigagat duhut. maka penerima tujung adalah isteri yang diberikan hula-hulanya. Jika yang meninggal adalah suami. Alasannya cukup sederhana. marpahompu sian boru”. raja pinaraja-raja. belum tentu dimiliki seseorang. ujar mereka. Saur Matua Seseorang disebut Saur Matua. Barangkali. Disinilah pemakaian umpasa “Pitu lombu jonggi. lalu ompu si apa kita sebut? Ompu Sipaimaon?”. karena suami atau isteri yang ditinggal sudah kurang pantas menerima tujung. tujung itu tetap dipakai kemana saja pergi selama hari berkabung yang biasanya seminggu dan sesudahnya baru dilaksanakan “ungkap tujung” (melepas ulos dari kepala). Selanjutnya. kemungkinan yang bersangkutan larut dalam duka (margudompong) yang eksesnya bisa negatif yakni semakin jauh dari Tuhan atau pesimis bahkan apatis. titir marboru. sekaligus hal ini mengembalikan citra adat leluhur. Seandainya pesan yang tersirat pada ulos Sampe Tua ini dilanggar. Jenis ulos dimaksud juga bernama Sibolang. namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu.Saya kurang setuju menerima adat yang demikian”. Hasuhuton beralasan. Jika tujung masih melekat di kepala. Ev H Simanjuntak bersama rekannya senada mengatakan. Dahulu. Hebatnya lagi. mungkin pihak hasuhuton akan berpikir dua kali. hagabeon seperti diuraikan diatas. sebab tujung tersebut langsung diungkap (dibuka) oleh tulang ataupun hula-hula sepulang dari kuburan (udean). Sebaliknya jika yang meninggal adalah isteri. menurut Simanjuntak. namanya diperhalus dengan sebutan “lombu sitio-tio marhuling-hulinghon horbo”. tegasnya. baru kita sebut Si Unsok atau Si Butet. marpahompu sian anak. Sebab kelak jika bapak yang meninggal. ulos apa pula namanya. Ulos Sampe Tua. BMT Pardede. karena kerbau adalah ternak yang paling tinggi dalam adat Batak. sering terlihat ulos yang seharusnya adalah tujung. dan suami atau isteri yang ditinggal almarhum dalam waktu relatif singkat sudah dapat kembali beraktifitas mencari nafkah. bisa saja simarmiakmiak. Soal boan sigagat duhut. Konsekwensi penerima ulos Sampe Tua adalah suami ataupun isteri tidak boleh kawin lagi. adalah ulos yang ditujungkan (ditaruh diatas kepala) kepada mereka yang menghabaluhon (suami atau isteri yang ditinggalkan almarhum). parjuhutna (boan) sigagat duhut (bukan simarmiak-miak merhuling-hulinghon horbo). sambungnya. melainkan diuloskan ke bahu oleh pihak hula-hula ataupun tulang. Toh tujung itu langsung dibuka sepulang dari kuburan. Tujung diberikan kepada perempuan balu atau pria duda karena “mate mangkar” atau Sari Matua. parumaen (menantu) sudah mengandung (“manggora pamuro”). adalah ulos yang diberikan kepada suami atau isteri almarhum yang sudah Saur Matua. Tetapi sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. yang terakhir ini lebih tepat. Tetapi sebagai umat beragama. tetapi tidak ditujungkan diatas kepala. berobah menjadi ulos sampe tua.Khusus tentang parjuhutna. Secara ratio. sebab kedukaan itu akan lebih cepat sirna. Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan. tokoh adat ini menjelaskan. kenapa kita sungkan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita. Raja Partahi Sumurung Janter Aruan SH dan Constant Pardede berpendapat sebaiknya ulos yang diberikan adalah tujung.sudah dianggap kawin. “boan”-nya adalah horbo (sigagat duhut). Ulos tujung dan sampe tua Ulos tujung.

. Jika belum mengadati seorang anak atau keluarganya tetap menjadi kewajiban /utang adat bagi keluarga yang disebut mandali di paradaton dan jika ada yang akan menikah. Kematian seseorang dengan status mauli bulung. Dalam tradisi adat Batak. sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang. sada sitaonon do na mardongan sahuta nang pe pulik-pulik margana”. barangkali 90 tahun keatas. Didalam adat istiadat Mandailing.matua hasuhuton do pandapotan”. titir marboru. Pada saat penguburan. 2. menari. marpahompu sian boru sahat tu namar-nini. adalah seseorang yang meninggal dunia dalam posisi titir maranak. memukul godang ogung sabangunan. Seorang anak keturunan Raja. Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dilaksanakan: 1. sang bapak menjadi Sari Matua. terutama dongan sahuta harus memaklumi kondisi dari hasuhuton agar benar-benar “tinallik landorung bontar gotana. apabila ayahnya meninggal dunia wajib mengadati (Horja Mambulungi). mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat). maka pada saat meninggalnya juga harus dilakukan dengan upacara adat kematian terutama dari garis keturunan Raja-Raja Mandailing. Masih seputar Saur Matua khususnya kepada kaum bapak. maka diadakan upacara adat kematian (Horja Mambulungi) di Tamiang untuk mengucapkanbanyak terima kasih. lalu anak yang ditinggalkan berstatus lajang. sesuai dengan defenisi yang dikemukakan diawal tulisan ini. sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke “marondok-ondok” yang selama hayatnya. bercicit mungkin hingga ke buyut). Setelah beberapa tahun wafatnya Partomuan Lubis gelar Patuan Dolok III dan Suti Nasution gelar Na Duma I. Pelestarian Horja Mambulungi/ Horja Siluluton (Upacara Adat Kematian).Dapat diprediksi. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita. Mauli Bulung Mauli Bulung. menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. akibat termakan adat akhirnya mereka lari malam (bungkas) kata mereka. musik tiup. maka pada horja siluluton bendera-bendera adat dibalik menghadap kerumah sebagai tanda duka cita. marpahompu sian anak. tidak dibenarkan mengadakan pesta adat perkawinanan (horja siriaon). Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka. seorang yang pada waktu perkawinannya dilaksanakan dengan upacara adat perkawinan. Pada hari lain yang akan ditentukanm kemudian sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keluarganya. Tidak ada lagi isak tangis. Jangan terjadi seperti cerita di Toba. Kelak jika bapak tersebut meninggal dunia. tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak. Jika dalam Horja Siriaon bendera-bendera adat yang dipasang di halaman menghadap keluar. meminta maaf atas perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja kepada seluruh keturunan Baitang dan masyarakat Mandailing. berpesta tetapi bukan hura-hura. ditinjau dari segi generasi. bercucu. Kalangan hula-hula. umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang. predikat isteri tercinta. kawin lagi dan punya keturunan.

Pada waktu Eanulangi. dan natua-tua ni huta (orang yang dituakan di kampung tersebut). Adapun maksud dan tujuan masyarakat Batak Toba untuk mengadakan upacara kematian itu tentunya berlatar belakang kepercayaan tentang kehidupan . Karena yang telah meninggal itu adalah sempurna dalam kekerabatan. Sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. Batas akhir kehidupan manusia ini (mati) dapat terjadi dikarenakan berbagai hal. Lain halnya dengan orang yang meninggal sari matua. setiap manusia dalam suatu kebudayaan selalu berkeinginan dan berharap dapat menikmati isi dunia ini dalam jangka waktu yang lama. yang disebut dengan Manulangi (memberi makan).karena keterbatasan. Maka sebelum tiba waktunya.misalnya karena penyakit yang diderita dan tidak dapat disembuhkan lagi kecelakaan dan sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui secara pasti. . Kemudian acara panulangion dimulai dengan sepiring makanan yang terdiri dari sepiring nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan.Upacara kematian pada masyarakat Batak Toba merupakan pengakuan bahwa masih ada kehidupan lain dibalik kehidupan di dunia ini. seperti menentukan hari pelaksanaan adat panulangion itu. maka pada keturunannya beserta sanak famili lebih dahulu harus mengadakan musyawarah untuk menentukan berbagai persyaratan. setiap manusia juga sudah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing yang telah ditentukan batas akhir kehidupannya. bila ada orangtua yang menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan. berkumpullah semua keturunan dan sanak famili di rumah orangtua tersebut dan dipotonglah seekor ternak babi untuk kemudian dimasak lagi dengan baik sebagai makanan yang akan disuguhkan untuk dimakan bersama-sama. diberikan kepada orangtua tersebut oleh anak sulugnya. Selain itu. Dalam melaksanakan sesuatu upacara harus melalui fase-fase (tahapantahapan) yang harus dilalui oleh setiap yang melaksanakannya. hal seperti itu belum tentu dilakukan karena masih ada dari keturunannya belum sempurna dalam hal kekerabatan. Acara Sebelum Upacara di Mulai Dalam kehidupan ini. Sebelum diadakan acara manulangi ini. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut: 1. kemampuan dan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia. maka pada keturunanya beserta sanak famili biasanya melakukan acara adat khusus baginya. Pada waktu itu juga turut diundang hula-hula dari suhut. ia berharap agar orangtuanya dapat merestui semua keturunananya hingga beroleh umur yang panjang. Saur matua adalah orang yang meninggal dunia telah beranak cucu baik darianak laki-laki maupun anak perempuan. maka harus dilaksanakan dengan sempurna. dongan tubu. maupun disebabkan penyakit. Kalaupun suhut membuat acara adat sempurna sesuai dengan Adat Dalihan Na Tolu. Saur artinya lengkap/sempurna dalam kekerabatan. si anak tersebut menyatakan kepada orangtuanya bahwa mereka sebenarnya khawatir melihat penyakitnya. telah beranak cucu. Pada masyarakat Batak Toba. dan jumlahnya serta biaya yang diperlukan untuk mempersiapkan makanan tersebut. jenis ternak yang akan dipotong. Tetapi usaha untuk mencapai keinginan tersebut adalah di luar jangkauan manusia.

murah rezeki dan tercapai kesatuan yang lebih mantap. Pihak suhut lainnya ada yang memesan peti mayat. dongan tubu. Setelah selesai makan. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersamasama. Hasatan (ekor) untuk keluarga suhut. dongan sabutuha (yang terdiri dari teman semarga. Setelah pemberian ikan dan ulos itu maka pihak boru brdoa dan menyuguhkan daging lengkap dengan suku-sukunya kepada pihak hula-hula. Setelah acara panulangion itu selesai. Gaor bontar (kepala baglan atas sebelah kiri untuk boru (anak perempuan). membeli dan mempersiapkan beberapa ekor ternak (kerbau atau babi . diadakanlah pembagian”jambar (suku-suku daging). maka semua keluarga menangis dan ada yang meratap sebagai pertanda bahwa sudah tiba waktunya bagi mereka untuk berpisah. Sesudah acara mangarapot selesai. soit (perut bagian tengah) untuk dongan sabutuha (teman semarga) dan jambar (potongan daging-daging) untuk semua yang hadir). teman sahuta. Beberapa orang dari pihak hasuhuton pergi mengundang (Manggokkon hula-hula. maka selanjutnya keturunan dari orangtua itu harus manulangi hula-hulanya dengan makanan agar hula-hulanya juga memberkati mereka. parsuhuton supaya hadir dalam musyawarah umum (Mangarapot). dan terakhir dari hula-hula. Sambil disuguhi makanan. Ia juga mendoakan agar orangtuanya dapat lekas sembuh. Hasil-hasil ini dicatat oleh para suhut untuk kemudian untuk dipersiapkan ke musyawarah umum. Dan mulailah dihubungi pihak famili dan mengundang pihak hula-hula. salah seorang dari pihak boru (suhut) memotong haliang (leher babi) dan dibagi-bagikan kepada hadirin. raja adat. dongan sahuta. penentuan hari untuk musyawarah umum ini juga sudah ditentukan. maka pada hari berikutnya pihak hula-hula pergi menjenguk orangtua tadi dengan membawa dengke (ikan) dan sehelai ulos (kain adat batak) yang disebut ulos mangalohon ulos naganjang (memberikan kain adat). Setelah selesai kata mangampui. Setelah pembagian jambar maka mulailah kata-kata sambutan yang pertama oleh anak Sulung dari orangtua ini dilanjutkan dari pihak boru. maka dilanjutkan oleh adik-adiknya sampai kepada yang bungsu beserta cucu-cucunya. akhirnya orangtua yang gaur matua itu meninggal dunia. Setelah selesai memberi makan. disitulah merka memberikan ulos naganjang kepada orangtua itu dengan meletakkannya di atas pundak (bahu) orangtua tersebut. berumur panjang dan dapat membimbing semua keturunannya hingga selamat dan sejahtera di hari-hari mendatang. Setelah anaknya yang sulung selesai memberikan makan. Pada waktu itu ada juga orangtua yang membagi harta warisannya walaupun belum resmi berlaku. Osang (mulut bagian bawah) untuk hula-hula. selanjutnya dibaringkan di ruang tengah yang kakinya mengarah ke jabu (bona rumah suhut). Pada saat yang bersamaan. boru. Sesudah mayat tersebut dibersihkan maka dikenakan pakaian yang rapi dan diselimuti dengan kain batak (ulos). pihak laki-laki baik dari keturunan orangtua yang meninggal maupun sanak saudara berkumpul di rumah duka dan membicarakan bagaimana upacara yang akan dilaksanakan kepada orangtua yang sudah saur matua itu. teman satu kampung) serta sanak saudara yang ada di rantau. boru. semua keturunannya direstui dan diberi nasehat-nasehat. dongan sabutuha. maka acarapun selesai dan diadakanlah doa penutup. Dari musyawarah keluarga akan diperoleh hasil-hasil dari setiap hal yang dibicarakan. Pada waktu yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Ketika hula-hula menyampaikan makanan itu kepada orangtua yang sakit. maka diadakanlah pembagian tugas bagi pihak hasuhuton. Sambil makan. Tujuan dari pemberian ulos dan makanan ini adalah supaya orangtua tersebut cepat sembuh.

yaitu semua anak lakilakinya. 2. Anak perempuan dari orangtua yang meninggal.Upacara di jabu (di dalam rumah) Pada saat upacara di jabu akan dimulai. datanglah pargonsi sesuai dengan undangan yang disampaikan pihak suhut kepada mereka. Mereka yang bekerja pada saat upacara adalah pihak boru yang disebut Parhobas. Tempat untuk pargonsi sudah dipersiapkan lebih dahulu yaitu di bagian atas rumah (bonggar). di sebelah kanan tepat di samping muka yang meninggal. pemberian napuran tiar ini menunjukkan sikap hormat kepada pargonsi agar pargonsi bersedia menerima undangan tersebut dan tidak menerima undangan lain pada waktu yang bersamaan.00 Wib) oleh pengurus gereja. nasi. rudang. diantara keturunan orangtua yang meninggal masih ada yang menangis. 1. cucu lakilaki dari yang pertama (sulung) dan cucu laki-laki dari anaknya perempuan. Upacara di jabu ini biasanya di buka pada pagi hari (sekitar jam 10. Ketika acara penyampaian kata-kata penghiburan oleh unsur-unsur dalihan natolu sedang berlangsung. . Suami atau isteri yang ditinggalkan duduk . Pakaian adat ini terdiri dari ulos yang diselempangkan di atas bahu dan topi adat yang dipakai di atas kepala. 2. Upacara di jabu (di dalam rumah) termasuk di dalamnya upacara di jabu menuju maralaman (upacara di rumah menuju ke halaman). Pelaksanaan upacara kematian saur matua ini terbagi atas dua bagian yaitu : 1. Kemudian masingmasing unsur dalihan natolu mengadakan acara penyampaian kata-kata penghiburan kepada suhut. Kemudian diikuti oleh anak laki-laki mulai dari anak yang paling besar sampai anak yang paling kecil. sagu-sagu. Pihak boru lainnya pergi mengundang pargonsi dengan memberikan napuran tiar (sirih) yang diletakkan di atas sebuah piring beserta dengan uang honor dari pargonsi selama mereka memainkan gondang sabangunan dalam upacara saur matua. Upacara maralaman (di halaman) Kedua bentuk upacara inilah yang dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba sebelum mengantarkan jenazah ke liang kubur. duduk di sebelah kiri dari peti mayat. Dan sebagian dari pihak suhut mempersiapkan pakaian adat untuk keturunan orangtua yang meninggal saur matua itu. Pada saat yang bersamaan. mayat dari orangtua yang meninggal dibaringkan di jabu bona (ruang tamu). Sedangkan cucu dan cicitnya ada yang duduk di belakang atau di depan orangtua meeka masing-masing. merata atau beras yang ditumbuk dan disertai dengan napuran tiar (sirih).atau yang lainnya) sebagai makanan pesta atau untuk borotan. Kemudian pargonsi disambut oleh suhut dan dipersilahkan duduk di jabu soding (sebelah kiri ruang rumah yang beralaskan tikar. Letaknya berhadapan dengan kamar orangtua yang meninggal ataupun kamar anak-anaknya dan diselimuti dengan ulos sibolang. Dan semua unsur dari dalihan natolu sudah hadir di rumah duka dengan mengenakan ulos.Acara Pelaksanaan Upacara Kematian Saur Matua Setelah keperluan upacara selesai dipersiapkan barulah upacara kematian Saur matua ini dapat dimulai. Lalu suhut menjamu makan para pargonsi dengan memberikan sepiring makanan yang berisi ikan (dengke) Batak.

mereka juga sering memberikan uang kepada pargonsi tetapi yang memberikan biasanya adalah pihak boru walaupun uang tersebut adalah dari pihak hula-hula atau dongan sabutuha. kekayaan dan kehormatan. pengurus gereja berkata kepada pangonsi agar dimainkan gondang mula-mula. Dan pada saat gondang tersebut berbunyi. Setelah gondang berbunyi. Gondang Liat-liat. Gondang ini juga dijadikan sebagai pengumuman kepada masyarakat bahwa ada orang tua yang meninggal saur matua.Setelah acara makan bersama para pargonsi pun mengambil tempat mereka yang ada di atas rumah dan mempersiapkan instrumen-instrumen mereka masing-masing. Kemudian kegiatan margondang dibuka oleh pengurus gereja (pangulani huria). Dan pada malam hari tiba. para pengurus gereja menari mengelilingi mayat memberkati semua suhut dengan meletakkan tangan yang memegang ulos ke atas kepala suhut dan suhut membalasnya dengan meletakkan tangannya di wajah pengurus gereja. boru disebelah kiri yang meninggal dan hulahula berdiri di depan yang meninggal. Pihak suhut berdiri di sebelah kanan yang meninggal. Gondang SOmba-sOmba maksudnya agar kita patut menghormati gereja. Gondang ke dua yaitu gondang yang indah dan baik (tanpa ada menyebutkan nama gondangnya). . Sedangkan pengurus gereja menaruh tangan mereka ke atas kepala suhut. sedangkan pada siang hari harinya dipergunakan pargonsi untuk istirahat. pargonsi pun sudah bersiap-siap untuk memainkan gondang sabangunan. Kemudian pargonsi memainkan gondang Lae-lae atau gondang elek-elek. Umumnya semua pemain duduk menghadap kepada yang meninggal. Kegiatan margondang di dalam rumah biasanya dilakukan pada malam hari. Gondang ini dibunyikan untuk menggambarkan bahwa segala yang ada di dunia ini ada mulanya. Gondang yang terakhir. Jika masih ada suami atau isteri yang meninggal maka mereka berdiri di sebelah kanan yang meninggal bersama dengan suhut hanya tapi mereka paling depan. 4. Maksud dari pemberian uang itu adalah sebagai penghormatan kepada pargonsi dan untuk memberi semangat kepada pargonsi dalam memainkan gondang sabangunan. 3. Semua unsur Dalihan Natolu berdiri di tempatnya masingmasing. hasututon meminta gondang hasahatan dan sitio-tio agar semua mendapat hidup sejahtera bahagia dan penuh rejeki dan setelah selesai ditarikan rnereka semuanya mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Dan pihak suhut menari mendatangi pengurus gereja satu persatu dan minta berkat dari mereka dengan Meletakkan ulos ke bahu Masing-masing pengurus gereja. 2. 5. maka semua menari. pihak suhut juga bersiap-siap mengenakan ulos dan topi adat karena sebentar lagi kegiatan margondang saur matua akan dimulai. yaitu gondang yang memeberitahukan danmengundang masyarakat sekitarnya supaya hadir di rumah duka untuk turut menari bersama-sama. Kemudian diaturlah posisi masing-masing unsur Dalihan Natolu. Kemudian masing-masing unsur dari Dalihan Natolu meminta gondang kepada pargonsi. baik itu manusia.

Yang mengangkat mayat tersebut ke dalam peti biasanya adalah pihak hasuhutan yang dibantu dengan dongan sabutuha. Setelah hula-hula selesai memberikan ulos-ulos tersebut kepada suhut. hula-hula dan boru. ulus panggabei. apabila peti mayat yang telah dipesan sebelumnya oleh suhut sudah selesai. dongan sabutuha. ulus sampe. Adat ini menunjukkan aktivitas memberi makan (sepiring nasi beserta lauknya) kepada orangtua yang saur matua dan kepada semua sanak famili. maka semua hadirin diundang untuk makan bersama. dimulai dari pihak suhut. Yang pertama sekali memberikan ulos adalah hula-hula yaitu ulos tujung sejenis ulos sibolang kepada yang ditinggalkan (janda atau duda) disertai isak tangis baik dari pihak suhut maupun hula-hula sendiri. Pemberian ulos bermakna suatu pengakuan resmi dari kedudukan seorang yang telah menjadi janda atau duda dan berada dalam suatu keadaan duka yang terberat dalam hidup seseorang ditinggalkan oleh teman sehidup semati. boru dan ale-ale. Maksud dari pemberian ulos ini adalah menunjukkan hubungan yang baik dan akrab antara tulang dengan bere (kemenakannya). Ulos itu disebut ulos sampe atau ulos tali-tali. Sesudah semua rombongan selesai menari. Setelah pembagian harta warisan selesai dilaksanakan. Keesokan harinya. posisi peti diletakkan sarna dengan posisi mayat sebelumnya. Sehari sebelumnya peti mayat dibawa ke halaman rumah orangtua yang saur matua tersebut. maka kegiatan-kegiatan pada malam-malam hari tersebut diisi dengan menortor semua unsur Dalihan Na Tolu. Dan ulos itu hanya diletakkan diatas bahu dan tidak diatas kepala. Semuanya menari diiringi gondang sabungan dan mereka sesuka hati meminta jenis gondang yang akan ditarikan. kemudian tulang dari yang meninggal memberikan ulos saput (sejenis ulos ragihotang atau ragidup). Mulai dari pihak suhut. hasuhutan yang menari kemudian dongan sabutuha. diadakanlah adat pandungoi yang biasanya dilakukan rada sore hari. Maka aktivitas selanjutnya adalah pemberian ulos tujung. Setelah ulos tujung diberikan. Ketika itu hadirlah dongan sabutuha. Kemudian aktivitas selanjutnya setelah pemberian ulos atau uang kepada boru adalah kegiatan margondang. pengganti dari ulos ini dapat diberikan sejumlah uang. Dan bona tulang atau bona ni ari memberikan ulos sapot tetapi tidak langsung diletakkan di atas badan yang meninggal tetapi digerbangkan diatas mayat peti saja. Dan pada waktu pemberian ulos sampesampe itu semua anak keturunan yang meninggal berdiri di sebelah kanan dan golongan boru di sebelah kiri daeri peti mayat.lalu semua unsur Dalihan na Tolu kembali menari. maka peti mayat dibawa rnasuk kedalam rumah dan mayat dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam peti. sekaligus pernyataan turut berduka cita yang sedalamdalamnya dari pihak hula-hula. yang diletakkan pada mayat dengan digerbangkan (diherbangkan) diatas badannya. maka sekarang giliran pihak suhut memberikan ulos atau yang lainnya sebagai pengganti dari ulos kepada semua pihak boru. Tapi dibeberapa daerah Batak Toba. yang memasukkan mayat ke dalam peti adalah dongan sabutuha saja.Jika upacara ini berlangsung beberapa malam. hula-hula . Kemudian dengan hati-hati sekali mayat dimasukkan ke dalam peti dan diselimuti dengan ulos sibolang. boru.

Kemudian pargonsi pun bersiap-siap dengan instrumennya masing-masing. dan di belakang mereka berdiri parumaen (menantu perempuan dari yang meninggal) posisi dari suhut berdiri tepat di hadapan rumah duka. Setelah acara gereja selesai maka pengurus gereja menyuruh pihak boru untuk mengangkat peti mayat ke halaman rumah sambil diiringi dengan nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin.dan ale-ale. anak perempuan (pihak boru) berdiri di sebelah kiri. Di dalam adat Batak Toba. Maka dalam upacara maralaman akan dilaksanakan adat partuatna. tetapi pada upacara maralaman mereka berada di bilik bonggar sebelah kanan). Setelah semua unsur Dalihan Na Tolu dan pargonsi berada pada tempatnya. Upacara di jabu menuju maralaman Keesokan harinya (tepat pada hari penguburan) semua suhut sudah bersiapsiap lengkap dengan pakaian adatnya untuk mengadakan upacara di jabu menuju maralaman. Pada upacara ini posisi dari semua unsur dalihan Na Tolu berbeda dengan posisi mereka ketika mengikuti upacara di dalam ruah. Semuanya mengenakan ulos yang disandang di atas bahu. Kemudian acara dipimpin oleh pengurus gereja mengenakan pakaian resmi (jubah). Sedangkan peti mayat diletakkan di sebelah kanan rumah duka dan agak jauh dari tiang kayu borotan Posisi pemain gondang sabangunan pun sudah berbeda dengan posisi mereka ketika di dalam rumah. Semua unsur dalihan Na Tolu yang ada di dalam rumah kemudian berkumpul di halaman rumah untuk mengikuti acara selanjutnya. Pada upacara ini. Upacara Maralaman (di halaman rumah) Upacara maralaman adalah upacara teakhir sebelum penguburan mayat yang gaur matua. lalu pengurus gereja membuka kembali upacara di halaman ini dengan bernyanyi lebih dahulu. bernyanyi lagi. Ke semua posisi ini mengelilingi kayu borotan yang ada di tengahtengah halaman rumah. posisi mereka sudah menghadap ke halaman rumah (sebelumnya di bonggar rumah. Acara ini berlangsung sampai selesai (pagi hari). peti mayat tersebut masih tetap ditutup dengan ulos sibolang. Lalu peti mayat itu diletakkan di halaman rumah sebelah kanan dan di depannya diletakkan palang salib kristen yang bertuliskan nama orangtua yang meninggal. Anak laki-laki berdiri di sebelah kanan peti mayat. peti mayat ditutup dan diletakkan di atas kayu sebagai penyanggahnya. pihak suhut berbaris mulai dari kanan ke kiri (yang paling besar ke yang bungsu). tepatnya pada waktu matahari akan naik (sekitar pukul 10.00 Wib). Anak perempuan dari yang meninggal beserta dengan pihak boru lainnya berdiri membelakangi rumah duka kemudian hula-hula berdiri di samping kanan rumah duka. 1. Sesampainya di halaman. kalau seseorang yang gaur matua meninggal maka harus diberangkatkan dari antaran bidang (halaman) ke kuburan (disebut Partuatna). Setelah semuanya hadir di rumah duka. maka upacara ini dimulai. Lalu peti mayat ditutup (tetapi belum dipaku) dan diangkat secara hati-hati dan perlahan-lahan oleh pihak boru dibantu oleh hasuhuton juga dongan sabutuha ke halaman. kata sambutan . hula-hula bersama pengurus gereja berdiri di depan peti mayat dan dongan sabutuha berdiri di belakang boru. 2. lalu pembacaan firman Tuhan.

Kemudian rombongan dari pengurus gereja mengawali kegiatan margondang. Gerakan tangan sama seperti gerak yang dilakukan oleh pengurus gereja pada waktu mereka menari gondang Mangaliat. Semua suhut berbaris menari mengelilingi kuda sebanyak 3 kali. rombongan gereja menari mengelilingi borotan (yang diikatkan kepadanya seekor kuda) sebanyak tiga kali. Setelah gondang ini selesai maka suhut mendatangi pihak boru dan memberkati mereka dengan memegang kepala boru atau meletakkan ulos di atas bahu boru. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. Dan kegiatan gondang ini diakhiri dengan pihak parhobas dan naposobulung yang menari. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. Kemudian pengurus gereja meminta gondang Marolop-olopan. Pihak hula-hula selain memberikan beras atau liang. Gerak tari pada gondang ini ialah kedua tangan ditutup dan digerakkan menurut irama gondang.Sedangkan boru memegang wajah suhut. pada waktu menari pengurus gereja mendatangi suhut dan unsur Dalihan Natolu lainnya satu persatu dan memberkati mereka dengan meletakkan ulos di atas bahu atau saling memegang wajah.dan penghiburan dari pengurus gereja. maka pihak pengurus gereja memberkati semua boru dan suhut. juga memberikan beras atau uang. Kemudian mangaliatlah (mengelilingi borotan) pihak boru sambil memberikan beras atau uang. . Maksud dari gondang ini agar pengurus gereja dengan pihak suhut saling bekerja sama. Pada akhir dari setiap kelompok yang menari selalu dimintakan gondang Hasahatan atau sitio-tio dan mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. koor dari ibu-ibu gereja dan terakhir doa penutup. lalu mereka mengelilingi sekali lagi borotan. sedang suhut dan unsur Dalihan Na Tolu lainnya memegang wajah pengurus gereja. Ulos yang diberikan hula-hula kepada suhut itu merupakan ulos holong. mereka juga memberikan ulos kepada semua keturunan orangtua yang meninggal (baik anak laki-laki dan anak perempuan). Maksud dari gondang ini adalah agar semua keturunan dari yang meninggal saur matua ini selamat-selamat dan sejahtera. maka menarilah dongan sabutuha juga dengan gondang Mangaliat. Kegiatan margondang selanjutnya diisi oleh pihak hasuhutan yang meminta gondang Mangaliat kepada pargonsi. Setelah gondang ini selesai. dengan memberikan ‘beras si pir ni tondi’ kepada suhut. yaitu gondang yang dipersembahkan kepada Debata (Tuhan) agar kiranya Yang Maha Kuasa berkenan memberkati upacara ini dari awal hingga akhirnya dan memberkati semua suhut agar beroleh hidup yang sejahtera di masa mendatang. Setelah mengelilingi borotan. Pada jenis gondang ini. pengurus gereja kemudian meminta kepada pargonsi yaitu gondang liat-liat. Kemudian pihak ale-ale yang mangaliat. maka pengurus gereja menutup kegiatan margondang mereka dengan meminta kepada pargonsi gondang Hasahatan tu sitiotio. Semua unsur : Dalihan Na Tolu menari di tempat dan kemudian mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Pertama sekali mereka meminta kepada pargonsi supaya memainkan sitolu Gondang (tanpa menyebut nama gondangnya) . Lagi giliran pihak hula-hula untuk mangaliat. Setelah hasuhutan selesai menari pada gondang Mangaliat. Setelah sitolu Gondang itu selesai dimainkan. Biasanya setelah keturunan yang meninggal ini menerima ulos yang diberikan hulahula. Lalu pargonsi memainkan sitolu Gondang itu secara berturut-turut tanpa ada yang menari.

berdoa. hula-hula di rumah duka. Tetapi terdapat berbagai variasi pada beberapa tempat yang ada pada masyarakat batak toba. Setelah selesai acara pemakaman.Pada saat setiap kelompok Dalihan Na Tolu menari. kembalilah semua yang turut mengantar ke rumah duka. dengan memberikan sepotong daging yang diletakkan dalam sebuah piring dan diberikan kepada siapa yang berkepentingan. Buha Hombung artinya membuka simpanan dari ibu yang meninggal. kegiatan margondang terus berlanjut. bernyanyi. Harta kekayaan itu diminta oleh hula-hula sebagai kenang-kenangan. bernyanyi dan doa penutup. yang dilakukan oleh hula-hula dari ibu yang meninggal. Acara Sesudah Upacara Kematian. akan diberikan piso yang disebut “pasahatkhon piso-piso”. Kemudian peti mayat dipakukan dan siap untuk dibawa ke tempat penguburannya yang terakhir yang telah dipersiapkan sebelumnya peti mayat diangkat oleh hasuhutan dibantu dengan boru dan dong an sahuta. perhiasan. maka acara selanjutnya adalah makan bersama. maka acara diserahkan kepada pengurus gereja. ada juga yang mengadakan pembagian jambar. dongan sabutuha. karena merekalah yang akan menurup upacara ini. juga sebagai kesempatan terakhir untuk meminta sesuatu dari simpanan “borunya” setelah selesai mangungkap hombung. Di mulai acara gereja dengan bernyanyi. hasuhutan. dimana seorang ibu biasanya menyimpan harta keluarga . penyampaian firman Tuhan. Lalu semua unsur Dalihan Na Tolu mengelilingi peti mayat yang tertutup. jumlahnya menurut kedudukan masing-masing dan keadaan. biasanya dijalankan oleh amana posona (anak dari ito atau abang adik yang meninggal). 3. Pada saat itulah kuda yang diborotkan tadi sudah dapat dilepaskan dan ternak (babi) yang khusus untuk makanan pesta atau upacara yang dibagikan kepada semua yang hadir. boru. sambil diiringi nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin sampai ke tempat pemakamannya. Bilamana seorang ibu yang meninggal saur matua maka diadakan mangungkap hombung (buha hombung). hula-hula datang untuk mangapuli (memberikan penghiburan) kepada keluarga dari orang yang meninggal saur matua dengan membawa makanan . Sesampainya pihak suhut . kata sambutan dari pengurus gereja. Sementara diadakan pembagian jambar. Pembagian jambar ini dipimpin langsung oleh pengetua adat. pusaka. Acara pemakaman diserahkan sepenuhnya kepada pengurus gereja. Setelah semuanya selesai menari. maka upacara ditutup oleh pengetua adat. emas dan uang. Beberapa hari setelah selesai upacara kematian saur matua. Hombung ialah suatu tempat tersembunyi dalam rumah. Salah satu uraian yang diberikan dalam pembagian jambar ini adalah sebagai berikut: Kepala untuk tulang Somba-somba untuk bona tulang satu tulang paha belakang untuk bona ni ari Satu tulang belakang lainnya untuk parbonaan Leher dan sekerat daging untuk boru Setelah pembagian jambar ini selesai dilaksanakan maka kepada setiap hulahula yang memberikan ulos karena meninggal saur matua orang tua ini. yaitu menyerahkan sejumlah uang kepada hula-hula.

Mate Pupur. tetapi lebih banyak anaknya yang belum kawin. maka pelaksanaan upacara ini tidak terlepas dari kehadiran dari unsurunsur Dalihan Natolu yang memainkan peranan berupa hak dan kewajiban mereka. Adat sesuai paradaton saur matua. Keterangan sama dengan b & c. berdoa. f. Mate dakdanak/mati anak-anak. Pelaksanaan upacara ini juga diwujudkan sebagai penghormatan kepada orang tua yang meninggal. terkesan seolah kita tidak menrima apa yang ditetapkan Tuhan (takdir ). Adat sama dengan paradaton sari matua. Adat sesuai dengan paradaton sari matua h. agar dapat dibuat acara adat saur matua. maka selesailah pelaksanaan upacara kematian saur matua. Mate Punu. Yang bekerja menyedikan keperluan acara adalah pihak boru. meninggal sudah mempunyai cucu tetapi masih ada yang belum kawin. dengan harapan agar orang tua tersebut dapat menghormati kelangsungan hidup dari para keturunannya yang sejahtera dan damai. . Tidak ada adat untuk ini c. kata-kata penghiburan setelah itu dibalas (diapu) oleh suhut. e. Maka dalihan natolu inilah yang mengatur peranan tersebut sehingga prilaku setiap unsur khususnya dalam kegiatan adat maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak menyimpang dari adat yang sudah ada ADAT UNTUK ORANG MENINGGAL Tingkatan-tingkatan Orang Meninggal a. Status itu adalah keadaan sebnarnya ketika dia dipanggil Tuhan. meninggal ada anak laki dan permpuan tetapi belum ada cucunya. meninggal belum ada nak lelaki tetapi ada anak perempuan. Sebagai salah satu bentuk aktivitas adat. Tidak ada adat untuk ini b. sudah bercucu. Sorimatua. Mate mangkar ( matompas tataring/matipul ulu) . Saurmatua. meninggal belum kawin. CATATAN: Sering kita lihat seorang yang meninggal statusnya “mate mangkar” tetapi dengan berbagai alasan seolah ditingkatkan statusnya menjadi saur matua. i. Maulibulung. Sarimatua. yang harus dijalankan oleh para keturunan orang tua yang meninggal tersebut. meninggal tanapa ada keturunan . Setelah acara ini selesai. Dengan menyebut dia saur matua. d. Beluma ada paradaton untuk ini. Latar belakang dari pelaksanaan upacara kematian saur matua ini adalah karena faktor adat. Acara mangapuli dimulai dengan bernyanyi. karena: 1.berupa ikan mas. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia yang masih hidup dengan para kerabatnya yang sudah meninggal masih ada hubungan ini juga menentukan hidup manusia itu di dunia dan di akhirat. Sebenarnya konsep berpikir seperti itu sangat keliru. saur-matua jala dan belum ada keturunannnya yang meninggal mendahului dia. sudah mempunyai cucu dari anak lelaki dan anak perempuannya dan sudah semua anaknya menikah.

sehingga tidak ada orang yang berani menentangnya. roh leluhur yang sudah meninggal menduduki tempat yang khusus. akan lahir banyak anak. panen akan melimpah ruah. Kalau roh ini tidak dihormati akan menimbulkan bencana kepada keluarga dan hewan maupun pertanian. ternak jatuh sakit. dan pemikirannya dikuasai oleh konsep “adikodrati” seperti: Roh Pikiran orang Batak yang animistis lebih peka terhadap kegiatan roh. heiden/kafir) diresapi konsep religius yang bersifat magis (religius magis). Dengan demikian. Ia boleh duduk di kelas 1 SD bukan lantas umurnya dijadikan 7 tahun. anak-anak akan mati. . panen gagal. Hampir tidak ada suatu lingkungan hidup dimana perilakunya tidak dibimbing konsep religius magis . Analoginya persaratan masuk kelas 1 SD umur 7 tahun. dan ke dalamnya termasuk semua roh yang jika disembah dan diberi sesajen bisa dibujuk untuk memberikan berkat duniawi. dan pelbagai malapetaka lainnya datang menimpa. mempunyai kekuasaan. Istilah begu mencakup juga roh orang yang sudah mati. Seluruh kehidupan pribadi masyarakat Batak ketika masih animisme/tidak beragamama (pagan. hanya begu melakukan semua yang dilakukan manusia. tetapi karena kemampuan khusus seoarang anak umur 3 tahun dapat mengikuti kelas 1 SD. Penjahat berusaha mengikat persetujuan dengan begu yang ditakuti. tetapi juga roh-roh alam. sumangot ni ompu (roh leluhur yang dipuja). kekayaann bertambah-tambah. (Halak na begu). Mungkin kutipan dari buku Hukum dan Adat Mayarakat Batak Toba karangan ni JC. dan sebagian besar dari nasibnya tergantung daripadanya.2. dan akan terhindar dari bencana (Sinur na pinahan gabe naniula) Tetapi. Mereka disebut sipelebegu = pemuja roh. ingin disembah dan dihormati dengan sesajen agar terus bergiat dalam memajukan kesejahteraan keturunan leluhur itu. para begu bersatu dalam perserikatan yang sama betul dengan perserikatan manusia. Roh mereka ini. Roh-roh inilah yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. ternak berkembang biak. tetapi secara terbalik Sumangot Di antara begu. acara adat sari matua bagi yang meninggal sari matua bukan persyaratan tetapi justru keharusan Religius Magis Orang Meninggal Jika melihat tingkatan-tingkatan orang meninggal ini “penghargaan” yang semakin tua dan banyak keturuan semakin kelihatan ada hubungan kepercayaan religius magis kepada pemujaan/penghargaan kepada sumangot atau roh natua-tua atau leluhur. ketimbang semua dewata yang baru disebut tadi. Perlu dipahami dari religius magis. dan yang keturunannya banyak. Vergouwen halalamn 79-81 mungkin dapat membantu memahami religius magis acara adat orang meninggal ini. begu. Menurut anggapan yang lazim. jika roh itu dilalaikan. Terutama mereka yang diwaktu hidupnya menjadi kaya. Kalau acara adatnya dibuat acara saur matua dapat saja dilakukan atas kesepakatn dengan hula-hula tanpa merobah statusnya.

dan tempat kepala kelompok mungkin masih bermukim. dimasa dulu bisa berbulan-bulan. orang-orang secara teratur menyajikan persembahan kepada leluhur jika sedang ada perjamuan. tetapi dalam pada itu. tetapi dalam pada itu. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. Bona ni ari menyediakan kain pembungkus tulang-tulang sebelum dibawa pergi. Jika para leluhur itu orang-orang penting dan berkuasa semasa hidup. bonaniari yang berperanan. Pemahaman Peranan Hula-hula & Tulang Ulaon Sari/Saur Matua. dan tembakan bedil. demikian kadang-kadang dikatakan. “ “Didunia fana ini.Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. Jika memang demikian halnya datu akan menentukan macam pengorbanan yang mesti dilakukan. Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. Upacara bisa berjalan berhari-hari. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. daya hidup bagi masing-masing borunya. pangumbari. bonaniari yang berperanan. dan dalam acara mangongkal holi.Vergouwen di halaman 62 & 63: memberi gambaran mengenai hal ini “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. dan gondang dipukul.Vergouwendi halaman 62 & 63 Ulos Saput & Ulos Tujung Pemahaman “Ulos Saput & Ulos Tujung” mungkin ada hubungannya dengan religius magis “ dan peranan hula-hula yang disebut diatas.C. dan sejumlah besar kerbau dan ternak lainnya pun dibantailah.C. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat kepadanya. dan dalam acara mangongkal holi. mangongkal holi . kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat . b.” Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. dan memang dari dialah boru memperolehnya. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. pasu-pasu jika diperlukan. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. Mengeluarkan tulang-tulang leluhur yang sudah meninggal dari tanah. ianakkon ? Dialah pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna = kelompok orang yang kepadanya boru secara khusus menghimbau agar mendapatkan berkat. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. dan boru yang tertua bertanggungjawab atas penyediaan makanan yang akan dipersembahkan. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . karena itu adalah suatu peristiwa penting bagi galur keturunan yang beranggota banyak. “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati.Melalui penglihatan gaib datu akan menanyakan apakah ada bahaya yang datangnya dari roh leluhur yang murka. daya hidup bagi masing-masing borunya. Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. Sesajen tibal-tibal. tempat dulu leluhur hidup. Intina adalah a. menurut kebiasaan ditempatkan di suatu bagian rumah. Di lingkungan galur keturunan yang besar dan kecil. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). dan penghormatan kepada mereka meningkat dengan bertambahnya keturunan leluhur itu. sumangot na tarrimas. dan pengaruhnya bertambah dan vice versa (sebaliknya). harus diiringi dengan gondang. begu mereka pun berkuasa dan penting di dunia roh.

“ c. ulos tujung dari hula-hula. Peranan Hula-hula & Tulang Menurut Religius Magis & Keseharian di Siklus Kehidupan Orang Batak No 1 2 3 4 5 6 7 Siklus Sorang/Lahir Tardidi/Baptis Sidi Kawin Monding Ina/isteri meninggal Suami meninggal Panangkok Saring-saring Borua/Ina Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Sian Tulang Saput sian Tulang2) Tujung sian Hula Bona ni ari manam pin3) Baoa/Ama Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Hela –>Hulahula Ulos sian Tulang ni baoa Tujung Hula-hula 2) Saput sian Tulang2) Bona ni ari manampin3) 1) Keterangan: 1) Ulos pertama diberikan “ tulang” dan “Hula-hula” 2) Ulos parpudi na dipasahat tulang dohot “hulahula”. kepada suami/isteri yang ditinggalkan yang meninggal dan tulang memberikan saput kepada yang meninggal. ulos saput dari tulang yang meninggal b.kepadanya. ianakkon ? d. dan memang dari dialah boru memperolehnya. karena semenajk itu statusnya akan berobah naik satu tingkat. “hasuhuton yang meminta ” dari siapa saput dan ulos tujung ( diserahkan kepada kesepakatn hula-hula dan tulang siapa diantara merek yang memberikan saput dan tujung Martonggo Raja/Maria Raja di Ulaon Sari Matua/Saur Matua . * Dikatakan terahir karena selanjutna berobah fungsina (naik satu tingkat) di keluarga berenya i. Jika isteri yang meninggal . makna ulos tujung peranan hula-hula di diacara sarimatua dan saur matua yaitu memberikan ulos tujung boru atau helanya untuk meberi kekuatan dan berkat kepada yang ditinggalkan dan keturunan orang yang meninggal ini i (Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. daya hidup bagi masing-masing borunya) Jadi peranan ni ”hula-hula” lebih dominan untuk menaungi yang hidup atau yang ditinggalkan orang yang meninggal itu Jadi kalau peranan hula-hula lebih dominan kepada yang hidup dialah yang meberikan ulos tujung. demikian kadang-kadang dikatakan. 3) Acara Panangkok saring-saring. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . khususnya menghimbau agar mendapatkan berkat. pasu-pasu jika diperlukan. Jika suami meninggal.” Jadi dari horong hula-hula dan tulang.“Didunia fana ini. cuculah yang menjadi hasuhuton makanya bona niari lah yang manampin Kesepakatan di Batam: 16 Januari 2004 a. hula-hulalah sumber utama sumber permintaan pasupasu/berkat Jika merujuk pada huruf a & b siklus religius magis kehidupan orang batak .Dialah (hula-hula) pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna . hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah.

Terjemahan bebas “Menutup Rapat”. Yang paling tinggi adalah kerbau. Ndang adong makna religius magis ni i. berupa bakul yang berisi eme/padi . gambiri/kemiri. silinjuang. sehingga maralaman hanya namanya saja tetapi jenazah dan acara tetap di rumah tidak dibawa ke halaman. sihilap dohot pilo-pilo dipeakkon di halangulu ni namonding. Boan/Parjuhut ni Namonding. maka yang dipotong untuk pangarapoton berberda pula dengan partuatna. serta kondisi lingkungi jenazah tidak memungkinkan dibawa kehalaman. naung di alaman ma i ala ni kondisi masyarakat sekitar……dst. Memasukkan yang meninggal ke batang/peti jenazahnya Sanggul Marata/Sijagaron. Karena kondisi halaman rumah diperkotaan yang padat khusunya di Jakarta yang umumnya terbatas. Terjemahan bebas “ Diturunkan ke Halaman” (Maralaman). Adat di Batam: Pelaksanaan terserah suhut diadakan atau tidak. dan sekarang terutama di kota. Parjambaran Parjambaran hombar sesuai parjuhutna. Parjambaran Parjuhut Lombu Ulaon Sarimatua/Saurmatua . Sekarang tidak seperti itu lagi peti jenazah tidak ditutup karena masih ada lagi acara agama. sehingga jenazah dapat 2 malam saja tidak seperti di bona pasogit yang bisa sampai 7 hari Partuatna/Tuat tu Alaman. Pengertian ini bisi dipahami jika kita membayanghon rumah adat yang berkolong/marbara sehingga ketika. Catatan: Sebelum misi/kekristena datang parjhuht hanya lembu atau kerbau. dan acara itu sendiri disebut acara paborhathon/ pemberangkatan jenazah. walaupun ada acara panfarapoton tetapi sudah disatukan dengan acara adat partuatna. ompu-ompu. Parjuhut (hewan yang dipotong) tergantung status yang meninggal. tetapi disebut dengan “maralaman” yang berarti dibawa/dipindahkan ke halaman. paradaton di luat Batam pangarapoton dan partuatna disatukan. Dengan kondisi ini. dibawa dari rumah ke halaman memang harus turun ke halaman dalam pengertian yang sebenarnya. Dengan kondisi rumah sekarang khusunya diperkotaan yang tidak pakai kolong lagi.Memberitahukan kepergian/meninggalnya seoaran raja dan membicarakan serta mepersiapkan segala sesuatu untuk acara adat penguburannya. Sesuai kondisi lingkungan . sanggar. Mompo. hariara/beringin. sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Tanda status hagabeon yang meinggal (sari matua atau saur matua). artinya salah satu ulu/kepala atau upasira ada di hasuhuton. pangarapoton sebenarnya tidak ada lagi. Prinsip pokok jambar ni sarimatua/saurmatua pisah upasira dengan ulu. Memang ulaon i manutup batang/peti jenazah rapat-rapat dengan lem/rapot dan diikat dengan rotan. tidak disebut lagi partuatna. Jika pangarapoton beda hari dengan partuatna. Mangarapot.

Bona Tulang 4..Tubu . D.Tubu .. D. 2…. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Ulaon AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D.Sahuta. dst . D.Sahuta. D. D. Hula-hula 2. Bona Niari 5.Tubu . Pariban Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Acara Paborhathon. Tulang Rorobot Hula-hula Namarhahamaranggi 1…. Tulang 3.Tubu .NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 Soit Handang/Rusuk/ 5 Somba-somba 6 Upasira/Ihur Parjambaran Parjuhut Horbo NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 5 6 Soit Handang/Rusuk/ Somba-somba Upasira/Ihur HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang Hula-hula Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Sarimatua/Saurmatua HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas Dongan Tubu/Parhobas D.Sahuta.dst Hula-hula Anak Manjae (Hula-hulanaposo) 1…. Huhuasi Paidua Ni Suhut anjaha Jujur Ngolu (Riwayat Hidup) Hula-hula dan Tulang: 1.Sahuta. 2….

Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan, dan dalam acara mangongkal holi, bonaniari yang berperanan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J.C.Vergouwendi halaman 62 & 63 HATA PATUJOLO, Hinauli dohot “Nilai Luhur” Adat Batak, diangkui para ahli do na mansai bagas jala denggan , khususna songon na nidok sambutan ni mantan Ephorus HKBP Ds G Siahaan di Buku Ruhut-Ruhut Adat Batak Bily Situmorang 1986. Bidang do diranap dao ditatap di Adat Batak i. Uli idaon angka tujuanna, naeng maraturan na denggan sude ulaon: masiurupan, masiajaran, masipodaan, masitatapan, masihilalaan. Naeng maraturan na denggan sude panghataion, pangalaho dohot parange: masiantusan, masihormatan, masipasangapan. Naeng maraturan na denggan sude parsaoran: pardongan saripeon, parnatua-tuaon dohot paraniakhonon, parhaha-maranggion, parsahutaon, parsisolhoton, denggan mar-dongan tubu, marhulahula, marboru. Sian najolo, diakui roha ni halak Batak do, naso marguru dijolma sude namasa diportibi on Ala ni i mabiar do nasida mangulahon na so uhum, na so adat, mabiar do nasida mangulahon ginjang ni roha dohot lomo-lomo, sai haserepon do dipodahon dohot diparangehon. Ala ni i, naengma di namangulahon acara adat batak i hita, tajaga ma tongtong hinauli dohot nilai luhur adat Batak i asa tongtong lestari, unang asal-asal manang jagar-jagar sajo. Asa boi hita mangulahon adat Batak na sintong, ingkon tongtong jolo ta antusi aha do makna dohot maksud ni setiap tatanan paradaton i, “ndang asal maniru na asing hape naung sala apalagi mangarang sesua selera ” songon na nidok umpama : eme na masak digagat ursa, ia i namasa ima ni ula” alana molo na sala do namasa i, ba lam dao ma menyimpang sian nilai luhur Adat Batak i. Arti ni umpama i pe, sindiran do i tu sasahalak namangulahon adat alai ndang diboto boasa di ulahon songoni, gabe dialusima songon umpama i Molo rup tangkas mamboto makna dohot nilai luhur ni paradaton i (Adat Batak analogina UU hukum secara nasional, Paradaton/Solup analogina songon Perda namarlaku di satu daerah tertentu namambaen Perda i) gabe praktis, ekonomis jala uli idaon Adat Batak i, alana ndang porlu be adong na bersitegang leher martele-tele gabe kontra produktip naso sesuai be tu tuntutan ni masyarakat industri/modern khususna di Batam. I do alana di Pedoman Acara Adat Marhata Sinamot on dipatorang do aha do pemahaman marhata sinamot dohot ragam ni sinamot, pudun saut dohot nahombar.

Catatan: Molo adong pangantusion na asing na autentik, boi do sesuaihonon hon paradaton on, alai anggo holan alasanna “maniru namasa” manang na “niulahon di huta naasing” manang di “hutana asalna be “ ndang sihataan i

PEMAHAMAN N Pudun Ragam Goar ni Sinamot

PARADATON

ADAT

BATAK

PUDUN

SAUT Saut

pangamai, pamarai, simolohon dohot tulangjuhutsilatataibadah Pemahaman na deba sinamot sitombol ima godang ni sinamot naung disepakati , nunga disi sude (lump sump) kewajiban-kewajiban paranak asing ni panandaion di alaman tu suhi ni ampang na opat ni parboru (pangamai, pamarai, pariban, tulang), , alai di parboru ulaon. Sarupa dohot sinamot sitombol alai gondang dohot dengke sila dang diwajibkan jala alaman ulaon unjuk dang ingkon di alaman ni parboru, alai hombar tu kesepakatan nama. lapatanna masing-masing paranak dohot parboru masinangkohi tangga ni balatukna be.

Tekhnis mangulahon, dipatorang do anon di “Buku Pedoman Acara Perkawinana Adat Na Gok”

Na taripar sian Parboru tu Paranak Tolu (3) na taripar sian Parboru tu Paranak 1.Taripar sian Suhut Parboru tu Paranak a.Pauseang, ulos na so ra buruk; b.Ulos Pasamot/Pansamot dohot ulos hela2. Ulos herbang sian Partodoan ni Parboru tu Partodoan ni Paranak: a.Tu Pamarai, haha anggi ni natoras ni Pangoli. b.Tu Simanggokhon, haha/ anggi ni Pangoli c.Tu Namboru ni Pangoli d.Tu sihunti ampang, iboto ni Pangoli Partodoan ni Paranak on, didok do tong songon suhi ampang na opat ni Paranak.3. Ulos ulos, manang ulos tonunon sadari, tu tutur na asing na ginokkon ni Paranak. Tudu-tudu ni Sipanganon & Jambar.

2. Jambar Jambar, ima namargoar ditamba bagian naasing na sibagihonon songon hatorangan mengenai jambar, songon tanda penghargaan, pengakuan legitimasi kehadiran ni angka raja na ro hombar tu status manang fungsi ni nasida di ulaon i. Pedoman parjambaran naung disepakati di Batam (Solup Batam) ima: Onma sebagai pedoman, alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “” hombar paradaton di huta i, alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V Ala ni i di tingki Acara Adat Perkawinan, naengma holan “dengke ni hula-hula” napinasahat secara khusus/ dohot acara dung dipasahat paranak tudu-tudu ni sipanganon asa tangkas makna dohot nilai luhur ni adat i. Alana molo na asing sarupa dipasahat ndang gabe sarupa nama dohot na asing gabe mago nilai dohot makna ni dengke hula-hula i. Molo tung adong pe dengke naasing dipasahat ma i rup boras dpramasuk nasida, dicatat jala digorahon ma angka ise si usung dengka. Ulos Kepada Pengenten

No Uraian Yang Mangulosi A Dari Parboru/Partodoan 1 Pamarai 1 lembar, wajib 2 3 4 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Simandokkon Namborunya (Parorot) Pariban Hula-hula dan Tulang Parboru Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot Hula-hula dan Tulang Paranak Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot

Keterangan Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita Iboto dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek dari pengenten wanita 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib

Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng, songon na pinatorang. Songoni angka na asing na marholong ni roha.

PROSESI ACARA ADAT Ulaon di jabu/di alaman , manang inganan na pinatupa 1. Paradehon Sipanganon a. Paranak: Menyediakan jala mamboan sipanganon namargoar lengkap dohot minuman ( na jolo tuak tangkasan). 2. Parmasuk ni Paranak.Molo dung dibereng nunga singkop parboru dohot paranak, boi do Paranak manungkun manang Parboru.a. Molo Parboru Manggora:“ Boha amang boru, molo na so adong dope sipaimaon muna, nunga rade hami manjalo haroro mun”. Andorang so marsipanganon jolo dipasahat Paranak do tudu-tudu sipanganon tu Parboru suang songoni dengke sian Parboru tu Paranak Dung singkop sude hundul angka hula-hula dumulai ma ulaon, ima pasahathon tudu-tudu sipanganon dohot pasahat dengke. PR PARANAKNunga denggan Rajaja ni hula-hula nami…..Nunga denggan be ta mulai, anggo di hami ndang adong be sipaimaon. Mandapoti nama molo tung adong dope na so haru sahat. Mauliate ma rajanami.Molo dung mangarade hamu hula-hulannami, asa jolo ro ma hami pasahat tudu-tudu ni sipanganon, naung hupatupa hami diulaonta sadari on. Mangarade ma hamuna hula-hula nami. Dihamu hasuhutonnami, ro/rade ma hamu tu….asa tajangkon haroro ni parboruonta Raja……laho pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu hita hula-hulana.Laos songonima di hita namarhahamaranggi namardongan tubu, asa rup ma hita tu jolo on manjalo haroro ni parboruonta Raja……pasahathon tudu-tudu ni sipanganon. Dihamu hula-hulanami…….dison ro do hami Pamoruon muna marga ……, pasahathon tudu-tudu ni sipanganon na tabo, na marsiala do i ima na adong na solot di ate-ate nami, na gompang di pusu-pusu nami nanaeng pasahaton nami annon Raja nami, asa songon ni dok ni natua-tua ma : „Bagot na marhalto ma na tubu di robean, horas ma hamu na mangan hon tu tambana ma di hami na mangalehon, las ma roha muna manjalo Botima”Dung sae dipasahat dijalangma hula-hulan laos mulak tu hundulannabe. PR PARBORU.Dihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo tudu-tudu ni sipanganon sian parboruon Raja…….. Molo tung di jolo ni hasuhuton pe on nueang, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARANAK:Na uli Raja nami, nunga rade hami

PR PARANAKDihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo dengke si mudur-udur, dengke sitio-tio sian hual-hula Raja…….. Molo tung hasuhuton pe nuaeng napadop adop on, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARBORU.Nuaeng pe diparboruon nami, ala nunga singkpo sude na roha nami marsipangananon ma hita. Andoroang so marsipanganon hupasahat hami ma tu hamu mambaen tangiangg laho mangan.

Amanta raja dohot inanta soripada na liat na lolo; Sitiktik ma si gompa, golang-golang pangarahutna.Tung songon dia pe sipanganon na hupatupa hami onSai godangma pnasuna ! Marjomuk ma hita !

Dihamu angka raja dohot inanta soripada sian dongan tubu, dongan sahuta, boru, hula-hula, pariban, sudena tulang dohot ale-ale, nunga tajalo dison tudutudu manang panggoari ni sipanganon sian pamoruonta na rap mangadopi ma hita.Langsung ma digora rajani boruna, asa di irisiris menekmenek sian aliang-aliang dohot ate-ate laho dipiringkon (dipadalan) tu angka naginokhonna. (4). MARBAGI JAMBAR PR PARBORUNunga boi ra ta uduti ulaonta atik pe so haru singkop dope sude marsipanganon, ima taringot tu parjambaran.PR PARANAK.Naulima i Rajanmi !

PR PARANAKMauliatema Raja nami !Nunga tingkos nanidok muna rajanami, nungnga hupasahat hami tu hamu Rajanami tudu-tudu ni sipanganon i, jala dialaman muna do uloonta, huhut ni i, hombar tu uhum ni adatta, disi tano niinganhon, disi solup niparsuhathon, nauli ma i raja nami , sidapot solup ma hami na ro. Hamu angka raja namarloloan on, lumobi raja dongan huta; Sori manungkun do sori mandapot, sai jolo manungkun do naro tu nanidapot; disi tano ni inganhon, disi solup ni parsuhathon ; ai si dapot solup do naro. Ianggo parjambaron na masa di huta on , tarsongononma; …….. Dung dialusi nunga une, horas jala gabe, didokma muse: CATATAN:1. Umpama/Umpasa naasing nahombar di tingki marsipanganon boi dohonon. Bulung ni dapdap langkop sipanganon natupa ima taparhajob. 2. Mansai ringkotdo jala unang lupa hasuhuton paboahon tu angka tondongna na ro sian luat naasing na mungkin asing paradatonna /solupna asa unang anon adong na mangido adat namasa di luatna/hutana. Dung sidung marbagi jambar diudutima dohot manghatai adat. Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., bona tulang…., tulang rorobot……, bona niari….., hula-hula namarhaha maranggi……., hula-hula anak manjae/hula-hula naposo……. , nunga huparade hami hundulan di hamu Rajanami. Molo tung songonipe parhundul muna rajanami naung disiamun nami ma hamuna. Rajanami, ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Beha, nunga denggan be hundulan muna Raja nami? Mauliatema ! PR PARANAK.Mauliatema rajanami, udutanta ma hape panghataionta. Dihita namardongan tubu, Raja ni boru , Bere/ibabere raja ni dongan sahuta dohot ale-ale, tapadenggan ma parhundulta ala naeng mulaanta nama panghataion dohot hula-hulanta………… Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., Bona tulang…., Tulang rorobot……, Bona niari….., Hula-hula namarhaha maranggi……., Hula-hula anak manjae/ Hula-hula naposo……. , Pos do rohanmai naung renta hundulan muna Raja nami. Ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Nuaengpe hupasahat hami ma tingki panghataion on tu hamu Rajanami. Mauliataema ! Sise mulani hata, sungkun mulani uhum, jolo dinangnang do asa dinungnung, jolo dipangan do sipanganon asa disungkun. PR PARBORU: Parjolo sise lapatan ni Tubuma dingin-dingin diluatni janji matogu, Horas tondi madingin pir tondi matogu. sipanganon:

Nunga nihabosurhon indahan na las, hinasagathon lompan natabo, suang songoni minum mual sitiotio, tio ma antong parnidaanta tu joloan on. Pamurnas mai antong tu daging marsaudara tu bohi, sipasindak panaili mai, sipaneang holiholi jala sipadomu tahi. PR Olo tutu rajanami, alusanma PR PARBORUSise Paduahon, manungkun sintuhu ni ulaon PARANAK: raja i

sisesise

ni

Alai amangboru !, mardongan do na uli marangkup do na denggan, siangkupna songon na hundul siudurna songon na mardalan, dia ma siangkupna, dia ma lak-lak na dia ma unokna, dia ma hatana dia ma na ni dokna, tangkas ma di paboa amang boru ma . Adongma anak magodang dijolo nami, jinujuan ma ibana asa dilului donganna masihaholongandonganna gabe-donganna saurmatua-donganna hot ripe. Ia jus ma ninna hole-sar ninna tahutahu, purma barita, sahatma alualu sian anak nami. Tangkas do hutanda hami raja i, na hot diadat na ingot di uhum, raja ditongani mangajana, natardok hata indokna. Ai nunga pitu lilinami, paualu jugia nami, nunga uli nipi nami, olo borumu naeng gabe parumaen nami. parajahon panghataion diparhusipon

RP PARBORU Patni gaja tu patni hora, anakni raja do hamu pahompu ni namora. Sinur do di hamu horbo dibara, bun do dihamu eme disopo, gok do dihamu pansamotan dohot sere di hombung. Marbunga ma singkoru, dijulu ni tapian, tangkas binotodo, na marroha-naburju jala namora do hamu boru, huhut nabuas mangalean. PR PARANAK. (Mangelek) Toho do nunga tangkas sahat pasupasu sian Tuhanta sian najolo tu hami.Molo tung alani sibahenondo, songon nabiar do rohanami, alai pos do rohanami, ndang pailaonmu gellengmu, ai sian najolo hutanda hami hamu, songon pandohanni natuatua, Ba tung patuhukhonon muna ma tu gellengmu naso tartuhukna raja nami? Mauliate. Ba pasahat hamu ma sinamot tu suhut : horbo saadaran, mas saampang, hepeng rupiah singkat ni . ringgit sitio suaraPintor oloi hamu ma, ai namora do hamu sian hitaan, ba namora jala situnjang hepeng do hamu nang dipangarantaoan on. Raja nami! Ninna barita, manjangkit ulok dari, mangarpe di dangkani jabijabi, hamaraon namasa di ugari, turiturian namu saonari. Ndang songon dibonani pasogit be ditano pangarantoan on rajanami. Ndang adong be tuduon didia adaran ni horbo, so adong be barani jabu, ba mas pe nunga toko mas nampunasa Alai rajanami didok hamu nankin, sadasada hamu alusan nami, pangidon nami dohot elekelek nami sahali mangalusi ma hami di hamu, pinasadama sinamot tu suhut sihabolonan rap dohot angka partodoan, dohot namosok didokma nuaeng “ Sinamot Rambu Pinungu” jala dipasada ma i di uang rupia ni pamarentanta NKRI

rambu pinungu. Ba nunga dipangido hamu asa rambu pinungu dipasada ma sudena di uang rupia NKRI . Parjoloma jolo hupangido hami panuturion sian dongan huta/natuatua ni huta Santabi godang ma dihamu angka amanta PR PARBORUMauliatema di paniroion ni dongan huta ! HULA-HULA & TULANG PR PARBORU. idaon togos molo tung tohoma songon nidok munai. Catatan: Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng. Onma sebagai pedoman. Ba tumpakma tondimu. pantisni miak sapala namangasi hamu rajanami.00. RP PARBORU Songoni ma di hamu amang boru. unang Tung mangido mangelekma hami di hamu raja nami. jala asa tingkos songon tingki diundangan pkl 12. tung tangkas do pasahaton nami tu opat partodoan / suhi ampang na opat ni raja I di alaman.00. nean molo parnidaan nami sandiri. Alai anggo panandaion. ndatung namangkolit hami. huoloi hami mai . ba i naummuli. tumpak sahalamu. Proses. Tuat siputi nangkok sideak. jado I raja nami Rp……juta ma sisombahonon nami sinamot nagok boru ni raja i.d. sada di galangan. hula-hula/tulanng dohot hahaanggi. (Ndang khu sus manjalo hula-hulana di alaman ni halak). Martumpol (kalau ada).00. alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V 4. tangkas dope pasahaton muna. alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “ulu dengek mulak” hombar paradaton di huta i.b. ba huundokhon hamima pangidoan muna ima sinamot na gok. paling lambat pkl 12. lumobi disuhut nadua NI PARBORU BORU/BEREDung hupaihut-ihut hami panghataion ni hula-hula nami parboruon muna pariban nami. rambu pinungu. ba tungido natarpatupa hami. Toho ma antong nalambas roha hamu jala marpanganju. Songoni angka na asing na marholong ni roha. boru/bere nami. paralangalangan. asa saut mokmok jala togos muse hami tu joloan on. Alai rajanami andorang so hutariashon hami sisombahonon nami tu hamu. ai i do kebiasaan makan siang. songon na pinatorang.Holan suhut bolahan amak (suhut namangalamani) do manjalo hula-hulana di alamanna. godangna Rp ….30. nunga tangkas nangkining binege sian hasuhuton.sapala pantis raja nami. Suhut naniamabangan (suhut na ro) sauduran/ rup masuk do rap dohot hulahula/tulangna. Marsibuha-buhaic. Mauliatema Songonima dihamu parboruon nami…. Tohodo nahubaranihon hamido ro mandapothon hamu.Mauliatema paniroion muna hula-hula nami raja. ba tariashon hamu si sombahonon muna i amang boru! . alai panandaion tu suhi ampang na opat. Raja nami. Prosesi Masuk tu Alaman ni Suhut. marniang do hami. UnjukSian pengalaman. paling lambat pkl 09. .30 asa boi marsipanganon di ulaon unjuk pkl 12. sipanolopi ma hami di hasadaan ni roha muna songon adat na hombar adat di huta on. loas hamu ma jolo hami mangido panuturion sian dongan sahuta. Idaon mokmok do hami. nunga jolo nililit hian bolon nami. Hombar tusi. Pemberkatan Nikah. Waktu dan Tempat Pernikahana. pemberkatan nikah sebaiknya pkl 09. unang gabe targanggu kesehatan. ima tutu tapareak.juta.. Mauliatema.5. ai hansitdo tangan mandanggurhon nasoada.

satongama sian parboru.7. ulos .…dst. ulaon di alaman ni……. PASIDUNG ULAON Jumlah (Godang) ni Ingot-ingot. Sahatsahatni solu ma sai sahat tu bontean nunga sahat simpul ulaontaon dibagasan dame. paranak do anggo namenyediahon i. lelengma hita mangolu jala rap tagomgomma parhorasan panggabean. . Ulos tonunon sadari sipasahaton ni parboru tu paranak. Tampuak ni sibagandingma didolokni pangiringan. sai sautma hamu suhut nadua horas jala gabe jala maulibulung. songon onma angka naung dihatai siingotonta: …… Sinamot godangna Rp …juta rambu pinungu. parboru do anggo namenyediahon i. sada ma sian paranak. namartutur huhut masi pairingiringan.. Dipasahatma tu natuatua ni huta Jongjongma natuatuani huta huhut maniop ingot-ingot di piring Andorang so hutariashon hami ingot-ingot. Ulos-ulos dohot Pasituak Natonggi a. b.. Songoni nang pasituak natonggi/panandaion nasipasahaton ni paranak tu parboru. bohi ni sinamot naung dipasahat Rp…..(songon tabel). tu hita namardongan sahuta dohot dongan nasaparadaton. jambar mangihut.. asing ni panandaion tu suhi ampang na opat.

doli – doli adalah alat musik yang seperti bambu yang ditiup atau di hasapi 3.musik 1. Doli-doli. alat musik aramba menjadi sumber bunyi dalam upacara adat juga alat musik lainnya juga 2.B. di bagian tengah pada alat musik ini ada semacam pemicu yang terletak di tengah bundaran yang membuat bunyi. Druri Dana : Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala Faritia : Aramba kecil 5. Druri dana.alat musik ProvinsiSumatera Utara / Sumut Alat Musik Tradisional : Aramba. Garantung. Garantung : Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung . Gonrang. Faritia. alat musik aramba ini terbuat dari logam.upacara adat. bentuknya pun agak sedikit tidak biasa dari alat musik lain. Hapetan. alat musik aramba ini biasanya di gunakan oleh penduduk nias pada saat melakukan upacara. 1. 4.

15. 2. Inang Asing Sing So Pulo Samosir Butet Lisoi O Tano Batak Sinanggar Tullo Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita Lisoi Denggan Ni Lagu Mi Ketabo Na Sonang Do Hita Nadua Sik Sik Sibatu Manikam Sapata Ni Napuran Si Togol . 4. 11. 14.6. 6. 5.Lagu Daerah Lagu-lagu daerah Batak 1. Gonrang : Sejenis kendang 7. Hapetan : Sejenis kacapi B. 10. 9. 7. 3. 8. 12. 13.

31. Hoho Ninawuagö 10. Dirondang Ni Bulani 7. 34. 32. Sinanggar Tullo 30. Leleng Ma Hupaima Ima 13. Dago Inang Sarge 6. 19. Aek Sarulla 2. Sirait nabolon Lagu rakyat Sumatera Utara 1. Kulcapi 12. Doli O. Gondang Si Monang-monang 9. 33. 20. Erkata Bedil 8. 16. Situmorang) Alusi au …. 21. 35. 22. 23.. Alusi Au 3. Anju Ahu 4. Sigulempong 28. hasangapon ido dilului na deba (Kekayaan. 17. Sing Sing So 14. itu yang dicari sebagian) Dinadeba asal ma tarbarita goarna tahe (Sebagian asalkan namanya tenar) Anggo di au tung asing do sitta-sitta asing pangidoanku (Kalau aku lain cita-cita dan permintaanku) Mansai ambal pe unang pola manisak hamu tahe di au . Ketabo 11. Lisoi 26. 25. Butet 5. Pio Pinasa Si Dung-dungon Piso Surit Rura Silindung Say Selamat Masineger Sege Sege Sengko Sengko Sori Ya Katulla Taganing and Muzik Tiup Tarambe Tangan Tillo Tillo Tuan Ma Gunung Malelo ALUSI AU (Ciptaan N. hagabeon. 18. 15. Si Raya Katumba 27. Simalungun Rayat 29.16. Ramba Dia 17. 24. alusi au Marragam-ragam do anggo sitta-sitta di hita manisia (Bermacam-macam cita-cita dalam diri kita manusia) Marasing-asing do anggo pangidoan di ganup-ganup jolma (Berlain-lainan permintaan setiap orang) Hamoraon. pangkat. Madekdek Magambiri Mariam Tomong Modom Na Sonang Do Hita Nadua O.

Bagi masyarakat Batak Toba. Ende Batak Dohot Uning-uningan memaparkan kesenian ini berasal dari dua kata un dan ing.(Biarpun lain permintaanku ini janganlah diejek) Sasude na nahugoari i indalai saut di au (Semua yang telah saya sebut bukanlah cita-citaku) Sitta-sitta di au tung asing situtu do tahe (Cita-citaku memang sangat lain) Tung holong ni roham i sambing do nahupar sitta-sitta (Kasih dan sayangmu. Eksistensinya kini bisa dihitung dengan jari karena masih ada segelintir orang yang teguh mempertahankan seni tradisi ini. uning-uningan kesenian tradisional Batak Toba mencoba tetap bertahan. alusi au (Tolonglah katakan dan jawablah) C. Un berarti suara yang rendah (bongor) dan ing berarti suara yang tinggi (sihil). M Hutasoit dalam bukunya. uning-uningan digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati dan konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dan Sang Pencipta (Mula Jadi Na Bolon). itu saja yang aku cita-citakan) Tung denggan ni basam basami do nahupaima-ima (Kebaikan hatimu itu yang selalu aku tunggu) Asini roham daito unang loas au maila (Belas kasihmu jangan biarkan aku malu) Beha roham.musik gabungan 1. dokma hatam.Uning-Uningan Ditengah arus budaya global yang terus mengkristal sebagai budaya populer. Kesenian ini terdiri dari unsur musik (musik instrumental) dengan alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba. .

embun yang berserakan. Diakui atau tidak. jenggong. seperti menyediakan sesajen dan membatasi orang yang hadir. tidak gelisah dengan alam sekitarnya. Pengobatan Dalam masyarakat Batak Toba. uning-uningan pun dimainkan. ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan datu (orang yang ahli yang biasa disebut dukun) sebelum upacara dimulai. tataloat. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Tidak hanya orang sakit yang menggantungkan diterimanya doanya pada tradisi ini. “Imatutu‟ (semoga benarlah adanya). uning-uningan tidak semata sebagai hiburan yang menggeliatkan alunan musik dan mempertontonkan lelucon-lelucon untuk menghibur masyarakat.Dengan demikian. tapi hasil yang ingin dicapai adalah rasional . Keberlangsungan hidup dilalui dengan kadar alam yang ditempati. Di sinilah letak ketahanan tradisi ini. dan hesek. tanggetong atau mengmong dan sidideng. Kemudian masyarakat yang hadir spontan menjawab umpama tersebut dengan seruan. Misalnya. Lebih dari itu. bayangkan orang yang sedang sakit masih disuguhi alunan irama musik meski sebenarnya berisi doa. Isi umpasa tersebut disesuaikan dengan keadaan orang yang akan didoakan. Yang penting dalam uninguningan harus ada paling sedikit satu jenis alat musik yang berfungsi sebagai pembawa melodi dari repertoar yang dimainkan. untuk menguningkan dan terus panen kekhazanahan tradisi nenek moyangnya. salung dan alongalong. sebuah sarune na metmet seperangkat garantung. dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba tidak semua alat musik itu digabung dalam satu ensambel. Sepintas memang lucu dan tidak masuk akal. tulila. adakalanya orang menentukan jalan hidupnya dengan tidak rasional. anak laki-laki pun banyak. Untuk fungsi secara pribadi. Jenis chordophone (alat musik yang dipetik) terdiri dari hasapi. sordam. beberapa perangkat uning-uningan bisa dimainkan sendiri-sendiri. anak perempuan pun banyak. antara lain aerophone (alat musik yang ditiup) terdiri dari sarune na met-met. sulim. “bintang na rumiris. dua buah hasapi (hasapi ende dan hasapi doal). Ada beberapa jenis alat musik yang dipakai dalam uning-uningan. Dalam hal permohonan keturunan biasanya dilengkapi beberapa umpasa (umpama) yang di bacakan penatua kampung. sebuah sulim dan sebuah hesek. Kemudian jenis membranophone (alat musik yang terbuat dari kulit binatang) terdiri dari gardap. anak pe antong riris. Si dukun kemudian menari mengikuti irama musik dan biasanya kemasukan roh orang yang sudah mati yang sengaja diundang. uning-uningan digunakan sebagai pelengkap pembacaan doa bagi kesembuhan orang sakit dan terbukti bisa menyembuhkan. sebagai sarana refleksi diri dari perbuatannya di dunia dan digunakan untuk mendekatkan dengan roh-roh leluhur sebagai langkah keharmonisan dalam bermasyarakat menuju komunikasi antara manusia dan Mula Jadi na Bolon. pengertian uninguningan berarti. saga-saga. tidak selamanya proses tujuan hidup ini bisa dirasionalisasikan. boru pe antong torop” yang artinya: bintang yang bertabur. suara bongor dan sihil yang bersahut-sahutan. Bacaan yang paling populer yakni. Orang yang sudah lama menikah dan belum mendapatkan keturunan memanfaatkan tradisi ini sebagai pengantar doa permohonan untuk mendapatkan keturunan. Jenis idiophone (alat musik yang dipukul) terdiri dari garantung. Yang tetap tampak dalam masyarakat Batak Toba. tetapi dipilih beberapa jenis saja (biasanya tiga sampai enam jenis alat musik dalam satu ensambel). Dalam hal mendekatkan dengan roh-roh para leluhur. Biasanya. ombun na sumorop.

taganing adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune. Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik. Seperti disebut di atas. variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing. empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama. Modernisasi telah menggempur sendi kebesaran Gondang Batak. Seniman tua gondang batak saat ini di toba pun sudah jarang memunculkan ragam gondang batak itu karena ketidakmampuan masyarakat mengenalinya. sebagian yang masih diingat nama gondang itu dilakukan pengkajian makna dan pengertian judulnya. Saat dimulai pendokumentasian gondang batak. sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel. Pargonsi. gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme). Kita hanya bisa melihat alat kesenian itu dimainkan dengan versi modern. karena pada umumnya masyarakat batak lebih menginginkan irama modern seperti nyanyian bahkan dangdut. Ada bumi dengan manusia bersama mahluk pendampingnya. tersusun menjadi narasi singkat untuk memudahkan pemahaman kita akan makna dasar dari gondang itu dibuat dan digunakan. Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali. Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do. Mula Tempah. pemain gondang batak muda tidak lagi mementingkan penguasaan ragam gondang batak. repertoar gondang batak yang asli sudah jarang dimunculkan. Beberapa gondang yang dapat saya simpulkan atas kerjasama dengan para pargonsi. mi. re. Repertoarnya yang beragam memenuhi segala kebutuhan seni yang digunakan untuk beragam kegiatan seperti pada upacara keagamaan. RAGAM-RAGAM GONDANG BATAK GONDANG MULA MULA Semula Dia sudah ada. akhirnya dapat direka pengertiannya ketika gondang itu dari awal tercipta. dimainkan. salah satu karya seni musik batak yang sangat kaya dan menjadi kekaguman bagi dunia. Dia Mula Jadi. diminta dan diaplikasikan pada saat manortor. taganing (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb). dan Dia memulai ada. Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompik dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga. jagad raya beserta isinya. Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jaw. Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas. tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini. Walau agak sulit. India.2. dsb. mula dari segala sesuatunya yang . adat dan hiburan. Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. fa.Gondang Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup-”obo). Cina. Gondang batak. dan sejauh yang saya tahu. sol. Ada dunia.

Ayunkan selangkah hingga kamu dapat berlari. Dia yang pintar menuturkan ilmu pengetahuan “Deak boto-botoan”.) SIBUNGKA PINGKIRAN Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan. menerima kedua resiko. Dibelakang. Dia diberi kewenangan mengelola bumi untuk pemenuhan kalangsungan hidupnya. Siharungguan artinya yang dikerumuni. begitulah kepercayaan batak dulunya. harus diterima menjadi kewajaran.semuanya harus tunduk kepadaNya. adalah mengajak manusia untuk tidak tenggelam dalam kegagalan. mari berdiri. (Deak Parujar adalah Dewi pertama yang menjadi manusia pertama menghuni bumi. didepan dia dikejar. seorang pargonsi yang ikut pemilihan kepala kampung di salah satu wilayah di Samosir. Yang memberi pencerahan hingga didekati. Selagi masih dapat berpikir. kegelisahan. berobah dengan menjagokan diri dan siap untuk dilakukan voting. tangis dan gembira. Mula Jadi yang maha besar. Yang melakukan pembelaan dengan keadilan hingga percayai. (Sibungka Pingkiran. Dia yang pertama menuturkan sembah sujud kepada yang empu-nya. pargonsi lebih dulu memainkan uantaian 7 gondang secara medley yang disebut “sipitulili”) MULA MULA II (Paidua ni mula2) Dia diberi anugerah oleh Mula Jadi. Kalah. Kehilangan akan menimbulkan kesedihan. Dia mengajarkan cinta sesama. (Gondang ini umumnya dimainkan saat mengawali acara “mamuhai ulaon” oleh hasuhuton. pintar. Dia adalah memulai selanjutnya untuk kreasi hidup di planet yang dihuni manusia ini) SIHARUNGGUAN Jadilah manusia yang dicinta. Yang memberi tuntunan hingga diikuti. mari memulai. Dia yang pertama memohon ampun kepada penciptanya. (Harungguan. merupakan koin suara yang dimasukkan kedalam kotak suara dan selanjutnya dihitung. Selagi masih memiliki kaki. Dia menggambarkan gejolak antara semangat dan kecemasan mengawali penyertaannya. ditengan dia dikerumuni. Dialah yang memohon dan mengkreasi planet earth ini diantara planet-planet yang sudah ada menjadi huniannya setelah memutuskan mmenisah diri dari dunia dewata. Pekan disebut juga harungguan. Pemimpin yang dulunya muncul berdasarkan karakter harajaon. Butuh kesiapan mental. Hanya yang berjiwa besar yang dapat menerima kekalahan dan mengakui kemenangan kepada saingannya. Larut dalam duka akan menenggelamkan semangat perjuangan. (Berdasarkan pengalaman Panuhari. Ini merupakan idealismenya pemimpin batak) SIDABU PETEK Demokrasi baru muncul di tanah batak. Sebelum “hasuhuton meminta Mula-Mula. Mengajak bergerak . dia ditunggu. Dia memulai karya dan usaha. pemimpin alam. Mulai muncul rasa cemas. yang memberi kehidupan hingga ditemani. adalah tempat berkumpul. Petek. Dia yang pertama menghadapi tantangan. menang atau kalah. bijak dan bestari. walau tidak dapat dipungkiri akan muncul rasa kecewa. dia harus menerima kekalahan dengan berlapang dada walau diawali dengan rasa kecewa. Fakta. Dia yang pintar menuturkan sembah “Deak Marujar”.

“siadap ari” bergantian memetik padi.) HOTANG MULAKULAK Hidup adalah perjalanan. tanpa dilakukan penghitungan. namun ada sebagian masih dalam harapan sehingga lebih sering menjadi pengagum kecemerlangan orang lain) HATA SO PISIK Memikul muatan berat. Kelengahan membaca dan mengingat pertanda menentukan arah akan menyesatkan perjalanan. istirahat adalah kesempatan pemulihan tenaga. Tanpa disadari. Namun dalam menempuh perjalanan itu tak pelak kadang harus melewati awal keberangkatan.) BINTANG SIPARIAMA Bintang Sipariama sudah muncul. Kecemerlangan adalah idaman setiap orang. adalah pertanda dalam hitungan bulan batak “sipahatolu”. Bila gemerlap datang dan menghilang ingatlah kepada bintang dilangit.dinamis dengan mengutamakan kecerdasan. Tak selamanya kebutuhan diukur dengan gemerlap. Bila tidak memiliki hasil panen pada bulan ini disebutkan kelaparan di musim panen “anturaparon di sipahatolu. meninggalkan.) BINTANG NAPURASA Gemerlap cahaya bintang napurasa akan memerikan keindahan dalam hiasan langit malam. Pada saat itu musim panen mulai marak di Toba. Setiap persimpangan harus diingat dan dibuat tanda arah ke tujuan yang akan dicapai. Yang seogianya ditempuh dalam 2 jam. ranting pohon lain. Ke depan adalah tujuan. (Bintang Napurasa adalah yang nampah jelas menjelang pagi hari. dibarengi kesibukan berbagai persiapan. (Alit-alit. Hati yang menjauh juga diharapkan akan kembali kepada untaian kasih yang sempat tertinggal dan terabaikan) ALIT-ALIT Hidup bagaikan melintasi hutan belantara. mampu menganalisa dan tepat membuat keputusan. (Bintang Pari. Biasanya dilontarkan kepada yang malas bekerja dan selalu mengemis menyambung hidup. Perjalanan jauh kemungkinan besar akan kembali ke asalanya. seraya mengucap syukur kepada Maha Kasih. Bila beban itu ada dalam pemikiran. karena akan selalu muncul tak beraturan menjadi beban dalam pemikiran. Tidak ada guna rebutan jadwal. Semangat semakin bergelora. Kegentingan hidup selama “haleon” pacekelik mencair. Kebersamaan pun digalang untuk melakukan panen bersama. Tak selamanya keinginan menjadi kebutuhan. Gemerlap bintang adalah kodratnya yang hanya bisa dilihat di saat kelam. bila lelah. karena kematangan padi yang menentukan. (Hotang. menghabiskan waktu dan melelahkan. adalah mustahil dapat diringankan dengan istirahat fisik. dia tersesat selama satu hari. . berkeliling. Kecemerlangan seseorang diibaratkan seperti bintang bersinar terang. Masa panen pun menjelang. Gemerlap Bintang Napurasa tidak abadi setiap malam. manusia sudah melakukan perjalanan menuju kedepan namun berulang melintasi titik keberangkatan. membelit berkeliling hingga melilit batang awalnya. adalah rotan yang tumbuh menjalar melalui tanah. diciptakan Aman Jabatan seorang pargonsi dari Samosir berdasarkan pengalamannya yang tersesat dalam perjalanan. atau anturaparon di sipariama.

Selamatkan jiwa dari tindakan buruk orang yang tidak sejalan. Hidup kita bangun. kita catat dalam “bindu” halaman kerja. Kita bersama memadu pikir demi kepentingan kita dan mereka. artinya dihimpun. Manusia memiliki pahala masing-masing dan sifat berbeda dalam menjalankan kehidupannya. Para raja dikalangan batak biasanya menggunakan “talitali” ikat kepala lambang kebesaran yang disebut “tumtuman”. Pinungu. setiap sisi kita hempang dari serangan. Lakukan kajian dimana sisi lemah yang dapat menghancurkan. Keturunan mereka satu persatu mulai menjauh. Di tengah perjalanan saat Sisingamangaraja istirahat. Kapasitasnya dalam menegakkan kebenaran di masyarakat adalah wujud dari kehormatan (hasangapon) dan menjunjung kewibawaan (sahala) pada diri mereka. Beliau terkejut. Para Raja Batak dulu mengalami degradasi dengan masuknya peradaban modern melalui penjajahan dan missi agama. Kita adalah sama. Dalan semua sudut. Penyesalan tiada guna.) BINDU MATOGA Aku tanpa kamu tidak berarti. Irama gondang ini sangat beda dengan gondang “Marhusip” yang sering disebut selama ini Hata So Pisik.) ALING-ALING SAHALA Para Raja di kalangan Batak tempo dulu sangat menjaga etika moral. mempersatukan derap langkah masyarakat dalam kedamaian. sisi. adalah untaian pada ujung ulos. diartikan sebagai mengenang/memanggil kembali karisma diri mereka yang hilang dan permohonan maaf kepada Pencipta yang memberikan derajat kehormatan itu (dulu) kepada mereka. kerukunan dan ketaatan dalam hukum. (Rambu. aku dan dia adalah kita. sian i ro tusi sumuang molo diose padan. Gondang ini lajim dipinta oleh para Raja untuk mengenang beban tugas mereka dan banyaknya rahasia yang harus dipendam namun harus diselesaikan dengan bijaksana. Mereka berseru melalui gerakan tari diiringi irama. (Gondang ini terinspirasi oleh Sisingamangaraja I ketika menerima amanah dari Raja Uti untuk tidak menyebutkan wujud fisik beliau. waktu. (Aling-aling Sahala.Seorang pemimpin kadang harus menyimpan rahasia yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk mencegah konflik. Karena bersama kita tegar “toga”. Bila nilai tak dapat dipertahankan maka “sahala” (karisma) akan ambruk. perilaku mereka dipandang sesat. Kamu tanpa aku apakah ada arti? Kamu. Kewibawaan mereka dicabut. Mereka butuh kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk mampu mengemban tugas mulia. apa yang sudah kita buat dan apa yang masih perlu dilakukan tindakan. beliau terkenang dan dalam hati menyebut wujud dari raja Uti. Dari kain hitam yang kedua diujungnya ada rambu warna merah. Semua demi keutuhan dan kebersamaan. Bagi seorang pemimpin adalah pekerjaan penuh kecermatan dalam mempersatukan masing-masing perbedaan karakter manusia. Ibarat tanduk yang tercabut dari kepala. semangat kita galang. Sahala mereka mulai menjauh. . Tanda dari perjanjian itu kepada Sisingamangaraja I diberi tabutabu siratapullang. hukum dan adat istiadat. Lindungi diri dari serangan penyakit yang membahayakan. dan tabutabu sitarapullang pun menghilang. Keterpurukan wibawanya bukan karena kesalahan.) RAMBU PINUNGU Kehidupan penuh dengan keanekaragaman. “Mengapa ini harus terjadi?. Duka dihatinya tak ditangiskan.

(Nama gondang ini dulunya disebut juga PARDALAN NI HORBO SISAPANG NAUALU. mereka butuh alat penumbuk sirih. Digambarkan sebagai penguasaan semua system alam dengan mencegah hal buruk yang dapat merusak keutuhan dan kesehatan. Lolos dalam perjalanan yang penuh tantangan dan godaan adalah kemenangan baginya. Kadang. mereka kebingungan saat mengukur diameter karena tidak dapat melilit seperti kebiasaan mereka. Orang tua batak biasanya makan sirih. ibarat kerbau yang bertanduk panjang menjalani lorong sempit. Apa yang mereka hasilkan hanya dengan pengukuran “suhat” dan “lilit”? Apa perbedaan setelah menggunakan meter? Semua konstruksi. Seekor kerbau yang bentang tanduknya panjang sekitar satu meter. Bila gigi sudah makin lemah hati mengeluh. Mereka melakukan pengukuran dengan istilah “suhat” untuk panjang dan tinggi “lilit” untuk mengukur lingkaran. (Pendidikan modern hanya penambahan bekal intelektual mereka. Rambu ini membatasi kebebasan dirinya dalam setiap kesempatan. Nujum bindu matoga sering dilakukan peramal untuk mengetahui dari mana kemungkinan datangnya musuh. primitive” sebelum pendidikan formal hadir.(Bindu Matoga. Ketika meter kayu digunakan.) TANDUK NI HORBO PAUNG Seseorang yang memiliki kehormatan.) LILIT TU METER Kecerdasan dan intelektual Batak sudah teruji sejak jaman dahulu kala.) SIDOLI NATIHAL Masa muda bagi seorang pria penuh dengan gairah. mereka salah dalam tingkah laku kemudaannya. tertinggal. Dengan dorongan sifat dinamis untuk mendapat pengakuan. (Biasanya diperdengarkan saat Gondang Naposo dimana para pria menari menunjukkan kebolehannya penuh dengan gaya. gorga dan ulos. Ini membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus menyebut mereka “bodoh. Dengan datangnya alat ukur “meter” mereka semakin terbekali dan mendapatkan keseragaman ukuran. Mulai memasuki area kompetisi menunjukkan eksistensi seorang perjaka. Dia terkontrol oleh penghormatan kepada dirinya itu dalam semua sikap dan perilakunya. saluran irigasi. Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi masalah demi kesejahteraan masyarakat. Digambarkan dengan garis segi empat bertajuk delapan sesuai dengan mata angin.) TUKTUK HOLING Beragam lambang kebanggaan manusia sejak muda hingga tua. Mereka berekspresi penuh dengan tingkah polah untuk mendapat perhatian publik dan lawan jenisnya. penyakit apa yang mungkin muncul. Kerbau itu kadang kesulitan akibat sempitnya lorong atau adanya dahan yang menjorok ke bahal. Hingga mereka melakukan ukuran kepada tali kemudian mereka melakukan pengukuran dengan melilit. planologi perkampungan yang mereka ciptakan sebelum mengenal meter saat ini masih abadi. petakan sawah. Alat penumbuk dikenal setelah . Lorong sempit yang disebut balubu atau bahal adalah lintasan segala ternak ke perkampungan. Pertanda dari kecerdasan mereka itu dapat kita lihat dengan bangunan rumah adat. adalah yang memegang teguh etika moral dan taat hukum.

Ubi dan Sapadang adalah jalan keluar dari kemelut ketersediaan bekal beras yang terbatas. namun lebih banyak berdampak kesusahan. Kesepahaman adalah akselerasi keragaman potensi diri dalam menjalankan misi bersama untuk sampai di tujuan. Mereka membanggakan peralatan itu layaknya seperti perhiasan. Nause tidak mengandung pengertian “tumpah. hentakan kegembiraan muncul. Pengalaman para penjudi selalu menyimpulkan.) PARSOLUBOLON Hidup adalah perjuangan. (Sapadang adalah tumbuhan mirip gandum biasanya tanamn liar. maka pengayuh lainnya akan kelelahan dan pengemudi akan repot. Bila pengendali kemudi tidak pintar. Alat penumbuknya dibuat dari besi tembaga keras yang kelak menghentak keras bagaikan patukan burung berparuh besi.) SAPADANG NAUSE Panganan utama orang batak adalah nasi yang terbuat dari beras berasal dari padi. Senang saat permainan dijalankan. adalah sampan besar yang muat sekitar 12 orang. Kadang alat penumbuk itu dibuat beragam variasi yang indah dengan material tembaga dan perak. Akselerasi potensi “parsolubolon” akan mampu menghindari bahaya dari serangan ombak. Bila hasil panen mencukupi bekal satu tahun maka kekhawatiran pun sirna. tapi kerugian bila menuai kekalahan. Ada juga yang menempahkan dengan lilitan penghias dari emas. Sapadang Nause adalah bijian yang bernas dan tua yang memberikan semangat bagi yang menemukannya. Mereka menghayal akan menang. Perjuangan tidak luput dari tantangan.) SEKKIAN TALI MERA Judi kadang membahagiakan. Kebersamaan adalah pengumpulan kekuatan. padat. Parsolubolon adalah mereka yang sedang mengarungi perairan dengan sampan besar itu. harta benda tergadai. Sapadang diolah dengan telaten dan dimasak hingga nikmat dimakan sebagai pengganti nasi yang terbuat dari beras. Bila kartu penentu warna merah muncul. pengayuh akan kewalahan. Mereka memiliki pedoman dasar “masihilalaan” tenggang rasa. pekerjaan terlantar. Bila bekal padi tidak mencukupi maka sapadang yang tumbuh liar di ladang pun dipetik. bernas. Sebaliknya bila pengayuh tidak pintar. Tidak ada yang hina bila kenyang makan tanpa beras. lebih besar kesusahan daripada kebahagiaan dari permainan judi. adalah nama burung yang berparuh keras yang dapat melobangi batang kayu keras untuk membuat sarang dan dan mencari makanan. (Solubolon.) TORTOR Tortor adalah gerakan tubuh mengiringi atau diiringi irama gondang. Pemahaman makna gondang dan . mengharap mendapat giliran “ceki” penentu kemenangan. (Bedasarkan pengalaman penjudi kalangan masyarakat Batak jaman dulu yang selalu menghimbau agar terhindar dari ketagihan permainan itu dan bekerja dengan giat adalah yang terbaik. Badan tersiksa. (Tutuk Holing. keluar dari” dalam kulitnya.datangnya logam yang dibuat khusus menumbuk sirih. berhamburan” tapi “sesak. Tidak ada kata kelaparan bila bijak mengolah hidup.

merupakan ritual kehidupan menjadi persembahan kepada publik. belas kasihan dari manusia dan penciptanya. Ini memang menjadi bagian dalam seni pertunjukan. Bila kedua tangan dirapatkan dipinggang dan telapak tangan dikepal mengarah kebelakan. misalnya bila seseorang mengangkat tangan dan menunjukkan satu jari tangan kanan dan mengepal jari tangan kiri. artinya dia hanya memiliki seorang putra. seseorang dapat melakukan komunikasi dengan publik. Bila seseorang penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan dengan telapak tangan terbuka kesamping artinya anak-anaknya semua atau sebagian besar sudah sudah mandiri dan menempati ruang yang luas di penjuru desa. pemahaman gondang yang sebenarnya tidak lagi berkembang. artinya dia sering menjadi sasaran cemohan. Bila kedua tangan diarahkan kedepan dan telapak tangan terbuka keatas serta sering dilipat menutup artinya ajakan mari bersama-sama ajakan kepada semua untuk menari bersama. Pakem tortor batak dan pemaknaannya akan kita ulas kemudian setelah penelitian yang lebih dalam. menjalin persahabatan dan mempererat persaudaraan. KREASI TORTOR DAN GONDANG Ketika tortor telah menjadi hiburan. Bila seorang penari meletakkan kedua telapak tangan diatas kepala. Kreasi tortor untuk hiburan diupayakan keseragaman gerak. Bila seorang penari meletakkan tangan keduanya diatas pundak. seiring dengan hilangnya pemaknaan gondang batak itu. artinya masih banyak rahasia hidupnya yang belum duberitahukan kepada orang lain. Bila seorang penari menyilangkan tangan di dada. Bila tangan kiri rapat didada dan telapak tangan terbuka artinya dia menghimbau dengan tebuka menciptakan persahabatan dan kerukunan. kesantunan dan kehormatan. sering mendapat hambatan dan permasalahan lainnya. Jelas bukan merupakan hiburan. artinya semua anaknya dan perilaku anaknya serta kehidupannya masih menjadi beban dan tanggungjawab yang masih dipikul. Tortor batak semakin erosi. Pernah (bahkan sampai saat ini) Gondang batak dirtuding sebagai ensambel untuk pemujaan berhala. pakem pun menjadi hilang. tentang kesopanan. Ini baru sebagian dari apa yang dipahami para ibu tua yang memahami tortor batak. bahkan sebaliknya yang terjadi. gondang batak dilarang. Penerapan ijin ini sempat berlangsung lama hingga masuknya . Kebodohan menjadi peluru peluru penumpas kebenaran. Generesi muda cenderung hanya melihat tortor hiburan dan tidak pernah lagi menyaksikan tortor yang sebenarnya yang dilakonkan para panortor yang sebenarnya. Kemudian diberi kelonggaran untuk pesta adat dengan perijinan yang ketat.untaian irama bagi yang pandai menggerakkan tubuh akan menghasilkan tortor yang indah. Tortor batak sangat individual. artinya menghimbau datangnya rejeki atau bantuan kerjasama untuk keberuntungan kepadanya. Alat untuk memanggil roh orang meninggal. lingkungan dan penciptanya. atas rekomendasi mission. Bila seseorang merentangkan tangan kedepan dengan telapak tangan terbuka dan tangan kiri ditutupkan diperut. para penari dalam pesta adat pun tidak karuan lagi menunjukkan lenggak lenggoknya. artinya dia mohon perlindungan. Kadang melampaui tata krama tradisi adat batak. Setelah maraknya musik eropah mengiringi tortor pada pesta adat batak. Panortor yang sering kesurupan. Dari gerakan tortor. Manortor dengan benar kadang dituding kesurupan. Pada jaman Belanda. Bila tangan kanan dijulurkan kedepan dan telapak tangan duarakan juga kedepan serta tangan kiri ditutupkan di dada artinya mohon dihentikan segala perbuatan yang mencemari merugikan kepada dirinya.

gondang batak justru tersudut karena melanjutkan perlakuan ijin dalam kurun waktu lama.musik barat. Begitu dalamnya penistaan terhadap gondang batak. Banyak yang melakukan penelitian sebatas untuk tesis keilmuan. tapi belum banyak yang menemukan “roh”nya karena dilatarbelakangi refrensi keberhalaan gondang batak itu . seiring itu pula keengganan orang batak untuk melakukan aksi penggalian nilai gondang batak itu. Musik barat untuk pesta adat tidak perlu mendapatkan ijin. Pada jaman kemerdekaan.

Kedua. 2009: 48). 2009: 48). yaitu lagu Pulau Sari (www. jawaban. balasan isyarat.com/id. Pertama. cinta meresap. dapat kita lihat dari tarian .com). Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu. Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas. http://cetak. menggila mabuk kepayang. menduga. Menurut Tengku Mira Sinar. memendam cinta. Berdasarkan hal tersebut. Sebelum bernama Serampang Duabelas. seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12. Sumatra Utara A. terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut.wisatamelayu. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960 (http://www.Tari Tradisional Serampang Duabelas: Tari Tradisional Melayu Kesultanan Serdang. nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang (Sinar. mengantar pengantin.kompas.wisatamelayu. 2009: 49-52.com/id.com/id). Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. masih belum percaya. pinang-meminang. http://cetak. yaitu: pertemuan pertama. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya. www. tarian ini bernama Tari Pulau Sari. tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. Menurut Tengku Mira Sinar. dan pertemuan kasih (Sinar. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian. Sinar.kompas. sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini. isyarat tanda cinta. nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step).wisatamelayu. Asal-usul Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang.D.com.

tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain (Kompas. persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya. Dalam perlombaan. Sulawesi. Kedua fenomena tersebut harus disikapi secara cepat dan tepat agar Tari Serampang Duabelas tidak saja lestari. gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. dan Hongkong (www. apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya (www. Kedua. 1 Juli 2008). minimnya kepedulian generasi muda kepada Tari Serampang Duabelas. Hal ini disebabkan oleh orangorang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar. Jambi. tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Ketiga. Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya.Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. Akibatnya.id). dan Indonesia pada umumnya. bangga.waspada. Melalui strategi ini. Diperbolehkannya perempuan memainkan Tari Serampang Duabelas ternyata berpengaruh positif terhadap perkembangan tarian ini. seperti Riau. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai salah satu materi pengajaran muatan lokal. dan terjaganya kualitas teknik Tari Serampang Duabelas pada sisi yang lain. maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan. laki-laki dan perempuan. Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas. . Namun kecepatannya (2/4) digandakan. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang. Dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai materi muatan lokal. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya. sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu (Tengku Mira Sinar. menyelenggarakan perlombaan rutin Tari Serampang Duabelas. dan rasa memiliki terhadap Tari Serampang Duabelas. setiap orang secara halus “dipaksa” untuk mempelajari Tari Serampang Duabelas secara baik dan benar. tarian ini sering dipentaskan di manca negara. maka anakanak sejak dini diajarkan untuk mengetahui sejarah keberadaannya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap geraknya. maka kita telah berusaha menanamkan kepada generasi muda rasa cinta. Thailand. pada awal perkembangannya tarian ini hanya dibawakan oleh laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum. terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya. Artinya. menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai aset daerah. Namun demikian. bukan kepada tekniknya. seperti Malaysia. Singapura. bahkan sampai ke Maluku. dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini. mendekatkan Tari Serampang Duabelas kepada anak-anak dan remaja.com/id). Jika cara ini berjalan. Kalimantan. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. pemerintah harus melakukan proteksi agar tarian ini tidak diklaim oleh pihak lain. Dengan cara ini. hanya yang terbaiklah yang akan menjadi juara.wisatamelayu.com/id). tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja. maka ada dua hal yang dicapai sekaligus. www. Untuk menjadi yang terbaik. Kekhawatiran tersebut muncul karena dua hal.wisatamelayu. salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. Kedua. Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. Artinya.co. 1 Juli 2008). Menyelenggarakan perlombaan tari artinya mencari orang yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menari. Pertama. dan Sumatra Utara pada umumnya. dan sebagai puteri Melayu Serdang. Bahkan. Pertama. Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Tari Serampang Duabelas. yaitu dengan mematenkan hak ciptanya. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang. setiap orang harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mempunyai kemampuan menari yang lebih baik dari orang lain. yaitu lestarinya Tari Serampang Duabelas pada satu sisi.

Keempat. na Jumadihon nasa adong. perkawinan. omputa paidua. Seni Tari (Tor-tor) Batak Seni tari Batak pada zaman dahulu merupakan sarana utama pelaksanaan upacara ritual keagamaan. tetapi juga secara praktis menjadi penopang keberlangsungan hidupnya.Sedangkan gondang terakhir yang dimohonkan adalah gondang hasahatan.“Alu-aluhon ma jolo tu omputa Debata Mulajadi Nabolon.Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti :permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan. Para melakukan tarian dengan semangat dan sukacita. ( ada 7 jenis lagu Gondang) yang harus dilakukan Hasuhutan untuk memdapatka (tua ni gondang). dan rezeki yang berlimpah ruah. erat hubungannya dengan pemujaan para Dewa dan roh-roh nenek moyang (leluhur) pada zaman dahulu. satu persatu jenis lagu gondang. Didalam Menari banyak pantangan yang tidak diperbolehkan. bila itu dilakukan berarti sipenari sudah siap menantang siapapun dalam bidang ilmu perdukunan. Kembali juru bicara dari hasuhutan memintak jenis gondang. yang waktu itu masih bernapaskan mistik (kesurupan). Seringkali warisan budaya dibiarkan terlantar karena “tidak memberikan” manfaat kepada pemiliknya. atau adu tenaga batin.“Alu-aluhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo. perlu membuat terobosan agar para pelestari Tari Serampang Duabelas. sahat tu papituhon. Tetapi itu dapat dilaksanakan dengan mengikuti tata cara dan persyaratan tertentu. Acara pesta adat yang membunyikan gondang sabangunan (dengan perangkat musik yang lengkap). dapat hidup secara salayak. serta para undangan. Juga menari dilakukan jug dalam acara gembira seperti sehabis panen. . Setelah ketiga permintaan/ seruan tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk memulai menari.umpamanya sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakna Tua ni Gondang. Para stake holder.” 2. Dll. dan upacara adat yang akan dilaksanakan menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga.“Alu-aluhon ma muse tu sumangot ni omputa sijolo-jolo tubu. dan juga para pelestari warisan budaya lainnya. 1. na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion. seperti tangan sipenari tidak boleh melewati batas setinggi bahu keatas.” Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu dalam beberapa saat. memberikan jaminan kesejahteraan hidup para pelestarinya. sumangot ni omputa paisada. Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan kata-kata yang sopan dan santun sbb: “Amang pardoal pargonci……. Para pelestari kebudayaan kebudayaan tentu akan terus bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya jika apa yang dilakukan tidak saja secara normatif menjaga kelestarian budaya. atau adu pencak silat. sehingga berkat dari gondang sabangunan.” 3. kebahagiaan. khususnya pemerintah.

Didalam menari orang Batak mempergunakan alat musik/ Gondang yaitu terdiri dari: Ogung sabangunan terdiri dari 4 ogung.Tarian (tor-tor) Batak ada lima gerakan (urdot) 1. sering taruian ini dilakukan pada saat bulan Purnama. Peralatannya cukup sederhan namun kalau dimainkan oleh yang sudah berpengalaman sangat mampu menghipnotis pendengar. . Juga Menari dipergunakan oleh kalangan muda mudi menyampai hasrat hatinya dalam bentuka tarian. 3. Didalam menari setiap penari harus memakai Ulos. 4.).Pangurdot (yang termasuk pangurdot dari organ-organ tubuh ialah daun kaki. Menari juga dapat menunjukkan sebagai pengejawantahan isi hati saat menghadapi keluarga atau orang tua yang meninggal. Kemudian Sarune (sarunai harus memiliki 5 lobang diatas dan satu dibawah. 2.Pangeal (yang termasuk pangeal dari organ tubuh adalah Pinggang.Siangkupna ( yangtermasuk Siangkupna adalah leher. Kalau kurang dari empat ogung maka dianggap tidak lengklap dan bukan Ogung sabangunan dan dianggap lebih lengkap lagi kalau ditambah dengan alat kelima yang dinakan Hesek. tumit sampai bahu. Kemudian Tagading terdiri dari 5 buah. tulang punggung sampai daun bahu/ sasap). Kesimpulannya bahwa tarian ini dipergunaka sebagai sarana penyampaian batin baik kepada Roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat. daun tangan sampai jari-jari tangan).Pandenggal (yang masuk pandenggal adalah tangan. tariannnya akan berkat-kata dalam bahasa seni tari tentang dan bagaimana hubungan batin sipenari dengan orang yang meninggal tersebut.

Suatu Huta yang baru. Oleh karena Huta didiami oleh sekelompok orang yang semarga. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Toba. Jadi sejak mulanya Huta itu adalah milik bersama. atau kampung itu hanya dihuni oleh satu klan atau marga dan Huta itu pun di bangun oleh klan itu sendiri. terdiri dari Batak Karo.D. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat. Desa-desa di daerah Danau Toba. Pak-Pak. dapat membuat berdirinya Huta lain. memperbaiki pengairan. kecuali didaerah yang berbukit. secara bersama-sama memperbaiki pancuran tempat mandi. dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan seharihari. yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. Sering pula kampung itu terdiri dari beberapa kelompok kampung-kampung kecil. dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) . Di daerah Samosir. yang hanya dipisahkan pagar bambu yang ditanam dipinggiran kampung. Angkola dan Mandailing. Adanya usaha beberapa orang dari anggota masyarakat dalam satu kampung untuk memisahkan diri dan membentuk kampung sendiri. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris. yaitu barisan Utara dan Selatan. Lumban. Pada mulanya Huta. Sebagaimana ciri khas orang Batak yang suka gotong royong. poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat. meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau.rumah adat balai batak toba Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Di sekitar Balige. dan bersama-sama pula memetik hasilnya. Simalungun. mengerjakan ladang dan sawah. kemudian dibangunlah rumah dekat rumah leleuhur atau ayah yang pertama. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok.Rumah Adat 1. Biasanya Huta hanya didiami beberapa anggota keluarga yang berasal dari satu leluhur. Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma. Mereka secara gotong royong membangun dan memperbaiki rumah. maka ikatan kekeluargaan sangat erat di Huta itu. hanya dapat diresmikan kalau sudah ada ijin dari Huta yang lama (Huta induk) dan telah menjalankan suatu upacara tertentu yang bersifat membayar hutang kepada Huta induk. sehingga terbentuk perkampungan yang lebih ramai. Demikian seterusnya bangunan rumah makin bertambah. demikianlah mereka membangun Huta. Disebabkan oleh pertambahan penduduk. poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu. tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil.

Berfungsi untuk mempersatukan tiang-tiang depan. Pada waktu peletakannya. jengkal. belakang. terdiri dari Batak Karo. Di dalam satu rumah dapat tinggal beberapa keluarga . Bali dan daerah-daerah lain. Tiang-tiang depan dan belakang rumah adat satu sama lain dihubungkan oleh papan yang agak tebal (tustus parbarat). dilambangkan dengan lantai dan dinding. kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. samping kanan dan kiri rumah dan dipegang oleh solong-solong (pengganti paku). Biasanya orangtua tidur di bagian salah satu sudut rumah. seperti kerbau atau babi. bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari mara bahaya. yaitu : Benua Atas yang ditempati Dewa.disebut Sopo. sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. Simalungun. biasanya berupa hewan. yaitu : pertama. khususnya landasan lantai rumah dan bentuknya bulat panjang.berjumlah lima atau tujuh buah. sifat terbuka. Untuk mengukir digunakan pisau tajam dengan alat pemukulnya (pasak-pasak) dari kayu. Sebagai ukuran dipakai depa. Bersambung. Sedangkan teknik lukis bahannya . terdiri dari lima sampai tujuh buah anak tangga. Rumah melambangkan makrokosmos dan mikrokosmos yang terdiri dari adanya tritunggal benua. asta dan langkah seperti ukuran-ukuran yang pada umumnya dipergunakan pada rumah-rumah tradisional di Jawa. putih dan hitam yang merupakan warna tradisional Batak. Benua Bawah sebagai tempat kematian dilambangkan dengan kolong. Toba. Tangga rumah terdiri dari dua macam. Ruma Gorga Sarimunggu yaitu ruma gorga yang memiliki hiasan yang penuh makna dan arti. dilambangkan dengan atap rumah. gotong royong. arah motif dapat dicerminkan falsafah maupun pandangan hidup orang Batak yang suka musyawarah. Benua Tengah yang ditempati manusia. Pada umumnya dinding rumah merupakan center point. Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh. yaitu dengan teknik ukir teknik lukis. terbuat dari beberapa potong kayu yang keras dan jumlah anak tangganya ganjil. Pak-Pak. tangga jantan (balatuk tunggal). Angkola dan Mandailing. suka berterus terang. Pintu kolong rumah digunakan untuk jalannya kerbau supaya bisa masuk ke dalam kolong. Sebelum meletakkan pondasi lebih dahulu diadakan sesajen. ornament-ornamen perang dan dan sebagainya. terbuat dari potongan sebatang pohon atau tiang yang dibentuk menjadi anak tangga. yang menggambarkan kewibawaan dan kharisma. Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. rumah bagian tengah itu tidak mempunyai kamar-kamar dan naik ke rumah harus melalui tangga dari kolong rumah. Ruma Parsantian didirikan oleh sekeluarga dan siapa yang jadi anak bungsu itulah yang diberi hak untuk menempati dan merawatnya. Pada jaman dulu. Dinding dari papan atau tepas. dinamis dan kreatif. karena adanya ukir-ukiran yang berwarna merah. Biasanya terbuat dari sejenis pohon besar yang batangnya kuat dan disebut sibagure. Ornamen-ornamen tersebut berupa orang yang menarik kerbau melambangkan kehidupan dan semangat kerja. Caranya yaitu dengan meletakkan kepala binatang tersebut ke dalam lubang pondasi. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung. Ada tiang yang dekat dengan pintu (basiha pandak) yang berfungsi untuk memikul bagian atas. lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. Rumah adat Batak Toba pada bagian-bagian lainnya terdapat ornamen-ornamen yang penuh dengan makna dan simbolisme. Dari segi bentuk. Anak tangga adalah lobang pada batang itu sendiri. juga darahnya di tuang kedalam lubang. menembus lubang pada tiang depan dan belakang. tepat di bawah tiang ditanam ijuk yang berisi ramuan obat-obatan dan telur ayam yang telah dipecah. Balok untuk menghubungkan semua tiang-tiang disebut rassang yang lebih tebal dari papan. Tujuannya supaya pemilik rumah selamat dan banyak rejeki di tempat yang baru. tangga betina (balatuk boru-boru). Seringkali keluarga menantu tinggal bersama orangtua dalam rumah yang sama. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau. antara keluarga bapak dan keluarga anak yang sudah menikah. Kedua. Teknik ragam hias terdiri dari dua cara.

dimana penggunaan utama dari bangunan tersebut tetap sebagai tempat penyimpanan beras. tampaknya telah menyimpang dari penggunaan aslinya dan terlihat pada tungku perapiannya. tetapi dalam skala lebih besar. tetapi dipakai juga sebagai tempat tinggal tamu laki-laki dan tempat dimana para bujangan tidur. Dasarnya adalah balok-balok horisontal yang dibangun dalam bentuk persegi. dan sulit sekali untuk dimasuki kecuali melewati terowonganterowongan yang langsung dapat mencapai tengah-tengah desa. diletakkan lapis ketiga. Dalam mendirikan suatu rumah adat biasanya memakan waktu sampai lima tahun. di susun di atas empat buah batu kali dengan alas ijuk diantara batu dan papan .5 m2). jambur digunakan untuk menyimpan beras. lukisan dan tulisan yang berhubungan dengan hukum adat. Desa tersebut dibangun di atas sebuah bukit. Lapisan kedua. yaitu lalubaknya berupa ijuk yang langsung diambil dari pohon Enau dan masih padat. dan panaik uwur (pada waktu memasang uwur) maupun pada waktu bangunan telah selesai. Arsitektur tradisional dari suku Batak Simalungun masih dapat dipelajari dari empat jenis bangunan yang masih ada. Bangunan ini kira-kira luasnya 25 m2 dan tingginya 7m. Balai Buttu dicapai dengan anak tangga dari kayu. Simalungun. Bagian atas menunjukkan bahwa kegunaan utamanya telah menjadi tempat tinggal dan bukan dipergunakan sebagai tempat penyimpanan beras. Tahap pertama adalah pencarian pohon-pohon yang cocok kemudian ditebang dan dikumpulkan disekitar tempat-tempat yang akan didirikan rumah. baik sebelum mendirikan bangunan (upacara mengusung bunti). pada waktu mendirikan bangunan (upacara parsik tiang) pada waktu memasang tiang. Bagian depan (Timur) adalah pintu. Angkola dan Mandailing. Sebelum mendirikan bangunan diadakan musyawarah terlebih dahulu. Tiang berdiameter 35 cmdan dibuat dari kayu yang sangat keras. Sistem pembangunannya sama seperti Balai Buttu. Dasar dari tiang ini sangat penting dan ditutupi dengan ukiran. yang disusun mulai dari jabu bona tebalnya 20 cm dan luasnya 1×1. Fungsi dari bangunan ini seperti yang ada di Pematang Purba. lebarnya 80 cm dan tingginya 1. yang dahulunya merupakan sebuah desa yang besar sekali dikelilingi oleh pohon-pohon beracun. lukisan dan tulisan dan dengan dua kepala singa pada ambang pintu. Lumbung digantungkan di atas tungku di tingkat atas. Strukturnya di atas dua belas batu kali yang tiga menyilang ke depan dan empat dari depan ke belakang. Hasil musyawarah dikonsultasikan kepada pengetua untuk memohon nasihat atau saran. Lapisan pertama disebut tuham-tuham ( satu golongan besar dari ijuk. . luasnya kira-kira 6m2 dan tingginya 6 m. Perbedaan utamanya adalah pada tiang penyangga struktur atap yang diletakkan di atas balok lantai. yaitu upacara memasuki rumah baru (mangopoi jambu) dan upacara memestakan rumah (pamestahon jabu) Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. maka ditandai dengan mare-mare yakni daun pohon enau yang masih muda dan berwarna kuning. Setelah diadakan musyawarah. Toba. terdiri dari Batak Karo. Apabila tempat tersebut memenuhi persyaratan. Pak-Pak.5 m. Pada waktu ini sudah hampir tidak terdapat lagi desa-desa tradisional dari suku Batak Simalungun. Antara tuham yang satu dan dengan tuham lainnya diisi dengan ijuk agar permukaannya menjadi rata. Bolon adat (rumah raja) dan Balai Bolon Adat (gedung pertemuan dan pengadilan). dalam bentuk Balai Buttu (pintu gerbang rumah). Lantai yang lebih rendah hanya 75 cm dari tanah dan ditopang tiga lapis palang balok. Atap rumah terbuat dari ijuk yang terdiri dari tiga lapis. yang merupakan pertanda atau pengumuman bagi penduduk disekitarnya bahwa tempat tersebut akan dijadikan bangunan. Jambur (gudang). tindakan berikutnya adalah peninjauan tempat. Balai Balon Adat semula digunakan untuk tempat pertemuan-pertemuan dan untuk membahas masalah penting dalam hukum adat. karena banyaknya hewan yang dikorbankan. Sudah barang tentu memakan biaya banyak.5 m. dikelilingi dengan ukiran. untuk memenuhi syarat-syarat dan upacara-upacara yang diadakan. Setiap lapisan diikat dengan jarum yang terbuat dari bambu dengan jarak 0. Daerah yang ditempati oleh suku Batak Simalungun terletak diantara daerah Karo dan Toba di Sumatera Utara. Kemudian bahan-bahan tersebut ditumpuk ditempat tertentu agar terhindar dari hujan dan tidak cepat lapuk atau menjadi busuk.diolah sendiri dari batu-batuan atau pun tanaga yang keras dan arang.

Penutup atap keseluruhan adalah jalinan ijuk pada kaso dan papan kecil dari bambu. menopang pada sambungan dari bagian atap ke bagian depan bangunan. Bumbungan atap terbuat dari jerami yang tebalnya 15 sampai 20 cm.Potongan yang lebih rendah dari dinding yang miring pada setiap sisi pintunya dipenuhi dengan papan tiang jendela vertikal yang membiarkan masuknya cahaya dan angin. Ujung atapnya sederhana. Bumbungan dikat dengan ijuk dengan hiasan kepala kerbau pada puncaknya. sebagai tempat pembuangan (kotoran hewan) dan sebagai ruang masuk utama. Pada bagian depan dan belakang rumah adalah panggung besar yang disebut ture. istri dan tiga orang anak). konstruksinya sederhana dari potongan bambu melingkar dengan diameter 6 cm. hanya pasak dan tali ijuk baji (sentung). Bangunan ini simetris pada kedua porosnya. di atas lingkaran balok. Oleh karena itu antara empat sampai duabelas keluarga dapat tinggal di rumah tersebut dan dengan ukuran rata-rata keluarga besar terdiri dari lima orang (suami. terdiri dari empat sampai enam tungku perapian. Kedua pintumasuk dan kedelapan jendela dipasang di atas dinding yang miring. pada pria dewasa (bujangan) tidur di bale-bale lumbung dan para gadis bergabung dengan keluarga lain di rumah lainnya. sehingga pintu masuk pada kedua sisinya kelihatan sama. Lantai yang rendah berada 2. pintu masuk pada sisi sebelah Timur diapit oleh balkon atas dan bawah. Rumah adat Batak Karo berukuran 17×12 m2 dan tingginya 12m. Tidak seperti bangunan lainnya. Atap dijalin dengan ijuk hitam dan diikatkan kepada sebuah kerangka dari anyaman bambu yang menutupi bagian bawah kerangka dari pohon aren atau bambu. yaitu yang besar dibangun pada tiang-tiang vertikal. Pintu pada ujung sebelah Timur kamar raja berisi ruangan tidur kecil dan dua tungku api. . bangunan ini mempunyai lantai ganda dengan gang yang menurun ke pusat pada lantai yang lebih rendah. Kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu keras.80 m dari tanah dan gang digantungkan dengan rota yang diikat pada dua pusat kayu. satu untuk setiap unit keluarga besar (jabu) atau untuk dua jabu. Dinding-dindingnya juga merupakan penunjang atap. Bagian terendah dari atap pertama di bagian pangkalnya ditanami tanaman yang menjalar pada semua dinding dan berfungsi sebagai penahan hujan deras. Pada bangunan Simalungun susunan strukturnya terdiri dari tiang-tiang bergaris tengah 40 sampai 50 cm. Bagian luar dari kusen jendela dan pintu umumnya diukir dalam versi yang rumit dari susunan busur dan anak panah. Di atas tungku dipasang ayunan dimana peralatan memasak disimpan dan bahan makanan dikeringkan serta diasapi. Pintu mempunyai daun pintu ganda sedangkan jendela mempunyai daun jendela tunggal. kayu tongkang dan kadang-kadang keseluruhan bambu digunakan dalam jalinan ijuk yang diikat dengan rotan atau bambu belah. Bangunan rumah adat Batak Karo merupakan sebuah bangunan yang sangat besar. Struktur tersebut ditata di atas batu-batu kali yang besar kecuali untuk rumah raja. sedangkan yang kecil disusun pada tumpukan balok horisontal. Paku tidak digunakan dalam konstruksi. dua puluh tiang yang menopang lantai dibentuk menjadi ortogal dan dicat dengan motifgeometris hitam putih. Panggung ini dugunakan untuk tempat mencuci. menyiapkan makanan. Fungsi utama dari ujung atap yang menonjol ini adalah untuk emmungkinkan asap keluar dari tungku dalam rumah. dilengkapi dengan kumpulan papan yang terbentuk dengan indah sebagai dekorasinya. Tinggi pintu setinggi orang dewasa dan jendela ukurannya lebih kecil. Rumah adat Batak Karo dibangun dengan enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar dari gunung atau sungai. Anak-anak tidur dengan orangtua sampai menjelang usia dewasa. Konstruksi pada bagian bangunan ini sama dengan rumah pertemuan (Balai Balon adat) kecuali struktur lantainya sedikit rumit sebagai akibat dari tungku tersebut. Tiang-tiangnya ditanam di dalam tanah. sedangkan yang delapan lagi hanya penyangga lantai saja. Ujung dari atap yang menonjol ditutup dengan tikar bambu yang sangat indah. Delapan dari tiang-tiang ini menyangga lantai dan atap. Jalan masuk menuju ture adalah tangga bambu atau kayu. Tungku perapian dibangun dari sisa pembakaran kayu dan dipenuhi dengan tanah. Sebagian besar adalah balok-balok dan tiang-tiang yang dibiarkan dalam potongan bundar yang ditebang dari hutan. Hal ini sulit untuk membedakan yang mana pintu masuk utamanya. Rumah Balon Adat (rumah raja) terbagi menjadi dua bagian. Rumah adat Batak Karo dapat ditempati oleh dua puluh sampai enam puluh orang. Pusat tiang terpenting dari gedung pertemuan diukir dari kayu keras yang tebal.

Tempat penyimpanan makanan dan peralatan rumah tangga diletakkan dibagian atas rumah. Peceren. dan karena itulah disebut rumah adat. dimana balok bulat yang menghubungkan tiang-tiang penunjang yang menembus lantai pada setiap sisi rumah dan menunjang struktur atap dan podium. dan sepanjang sisi-sisi dinding dibangun tempat tidur. Rumah-rumah adat empat ruang ini dahulunya terdapat di Kuta Buluh. rumah adat Karo pun dapat dibagi atas dua yaitu: a. Jabu jahe terbagi atas jabu bena kayu dan jabu lepar benana kayu. Interior dari rumah sangat gelap karena jendela-jendelanya yang kecil serta asap dari perapian yang telah menghitamkan seluruh papan dan kayu-kayu. Berdasarkan bentuk atap. Sisi-sisi dari bagian pokok tersebut dibuat dari sisa-sisa kayu bakar dan ditempatkan pada tanah yang keras. Rumah Sendi Rumah sendi adalah rumah yang tiang rumahnya dibuat berdiri dan satu sama lain dihubungkan dengan balok-balok sehingga bangunan menjadi sendi dan kokoh. didirikan dalam tiga tingkatan 2. yaitu jabu ujung kayu dan jabu rumah sendipar ujung kayu. yang penempatan jabu-nya didalam rumah tersebut diatur menurut ketentuan adat dan didalam rumah itu pun berlaku ketentuan adat.Bagian pokok dari tungku perapian adalah untuk memasak. Rumah adat secara garis besar dapat dibagi atas jabu jahe (hilir) dan jabu julu (hulu). b. yaitu : a. Sepanjang pertengahan dari rumah adalah gang yang sempit setingkat dengan lantai dasar. Rumah Mecu Rumah mecu adalah rumah yang bentuknya sederhana. dan lain-lain. Rumah sianjung-anjung Rumah sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih.Rumah Adat Karo Pada masyarakat Karo terdapat suatu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. Perbesi. Inilah yang sesungguhnya disebut sebagai jabu adat. Sementara menurut binangun. Jabu dalam Rumah Adat Rumah adat biasanya dihuni oleh empat atau delapan keluarga. Buah Raja. bermuka dua mempunyai sepasang tanduk. Rumah Sangka Manuk Rumah sangka manuk yaitu rumah yang binangunnya dibuat dari balok tindih-menindih. Dalam nyanyian rumah ini sering juga disebut Rumah Sendi Gading Kurungen Manik. Lumbung untuk menyimpan padi. Demikian juga jabu kenjulu dibagi atas dua. Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. Lingga. dibuat antara dua lantai sehingga bagian dasarnya bersandar di atas bambu dan ujungnya adalah setingkat dengan lantai utama. . rumah adat karo dapat dibagi menjadi dua bagian. itulah yang disebut dengan rumah adat Karo. Lau Buluh. yang dalam bahasa daerah Batak disebut jambur. Rumah adat Karo didirikan berdasarkan arah kenjahe (hilir) dan kenjulu (hulu) sesuai aliran air pada suatu kampung. Penempatan keluarga-keluarga itu dalam bagian rumah adat (jabu) dilakukan berdasarkan ketentuan adat Karo. Limang. b. yang dapat juga terdiri atas sat atau dua tersek dan diberi bertanduk. Bentuknya sangat megah diberi tanduk. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo.

letaknya sebelah kiri. Keempat jabu inilah yang disebut dengan jabu adat. 6. Kalau kita kerumah dari pintu kenjahe letaknya disebelah kanan. jabu ini disebut jabu si mangan-minem. Jabu Benana Kayu Terletak di jabu jahe. 2. Fungsinya adalah sebagai pemimpin rumah adat. Dalam hal rumah adat dihuni oleh delapan keluarga. Dia ini adalah anak beru dari ujung kayu. dan jabu sedapuren lepar ujung kayu. Malahan kampung Munte ada rumah adat yang dihuni oleh enam belas keluarga. demikian juga yang menempatinya ditentukan menurut adat. karena penempatannya harus sesuai dengan adat. jabu sidapuren ujung kayu (rintenteng) Ditempati oleh sembuyak dari ujung kayu. Kalau kita masuk dari pintu kenjulu ke rumah adat. masing-masing jabu dibagi dua. dan sering pula disebut jabu peninggel-ninggel. Jabu lepar ujung kayu (mangan-minem) Letaknya dibagian kenjulu (hulu) rumah adat. sementara dapuar dalam rumah adat hanya ada empat. Jabu ini ditempati oleh kalimbubu jabu benana kayu. Adapun susunan jabu dan yang menempatinya adalah sebagai berikut: 1. sedapuren lepar bena kayu. menyerahkan belo kinapur (persentabin) kepada tamu jabu benana kayu tersebut. Jabu sedapuren benana kayu (peninggel-ninggel) Jabu ini ditempati oleh anak beru menteri dari rumah si mantek kuta (jabu benana kayu). Jabu ini dihuni oleh para keturunen simantek kuta (golongan pendiri kampung) atau sembuyak-nya.Ada kalanya suatu rumah adat terdiri dari delapan ruang dan dihuni oleh delapan keluarga. 5. jabu ini disebut jabu sungkun berita (sumber informasi). Penghuni jabu ini adalah sembuyak dari jabu benana kayu. Jabu ujung Kayu (anak beru) jabu ini arahnya di arah kenjulu rumah adat. adakalanya juga rumah adat itu terdiri dari delpan atau enam belas jabu. Oleh . 3. letaknya di sebelah kanan. 4. Oleh karena itu. Kalau kita masuk kerumah adat dari pintu kenjulu. Jabu Lepar Benana Kayu Jabu ini di arah kenjahe (hilir). Kalau kita kerumah dari ture jahe. Oleh karena itu. letaknya disebelah kiri atau diagonal dengan letak jabu benana kayu. Tugasnya adalah untuk engkapuri belo. Akan tetapi. sehingga terjadilah jabu-jabu sedapuren bena kayu. yang sering juga disebut jabu arinteneng. sedapuren ujung kayu. Jabu ini ditempati oleh anak beru kuta atau anak beru dari jabu benana Kayu. Fungsinya untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi diluar rumah dan menyampaikan hal itu kepada jabu benana kayu. Fungsinya adalah sebagai juru bicara jabu bena kayu.

Wanson. Pada tahun 1990-an atau awal ditetapkannya Rumah Bolon sebagai objek wisata. Objek wisata tersebut masih bisa diselamatkan dengan penataan yang lebih baik. Tuan Rahalim. Di lahan seluas satu hektar lebih itu kini hanya terlihat rumput yang tumbuh memanjang. 8. Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit. Karena biasanya dalam runggun adat Karo persetujuan terakhir diberikan oleh puang kalimbubu. Tentu saja dengan publikasi ke luar negeri lokasi tersebut.rumah adat BOLON Banyak warisan budaya di Indonesia yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. akan tetapi sekarang sudah mulai keropos dan memerlukan renovasi ulang . kini pengunjung dalam seminggu dapat dihitung dengan jari. Rumah Bolon pernah direnovasi. Melihat keadaan Rumah Bolon saat ini bukan tak mungkin lagi diselamatkan. 7. masih ada sekitar 300 pengunjung. Kondisi Rumah Bolon yang kini tak terurus disebabkan kurangnya dana untuk perawatan. Tidak seperti beberapa waktu lalu yang ditata dengan baik. Kondisi negara yang tidak terjamin keamanannya beberapa waktu terakir membuat kawasan wisata itu sepi pengunjung. terutama pada penataan taman. Jabu sedapuren lepar benana kayu Dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu disebut juga jabu pendungi ranan. Namun. Pada tahun 1985. 3. Sedangkan biaya perawatan dari Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Yayasan Museum Simalungun masih jauh dari cukup. Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru) Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. Menurut salah seorang penjaga Rumah Bolon. tempat bersejarah itu kini membutuhkan penanganan yang serius. Rumah yang merupakan peninggalan kerajaan Purba ini sebenarnya telah disahkan sebagai objek wisata oleh Bupati Simalungun pada tahun 1961. Rumah Bolon di Simalungun adalah semacam istana yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII.karena itu. Rumah Bolon menjadi salah satu contoh warisan budaya yang saat ini sedikit terlupakan keberadaannya. Bahkan karyawan yang semula berjumlah lima orang harus dikurangi untuk penghematan biaya. jabu ini disebut juga jabu arinteneng. Rumah yang terbuat dari kayu keras dan dinding papan itu dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku.

omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi.4. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan.Rumah Adat Omo Sebua Omo Sebua adalah jenis rumah adat atau rumah tradisional dari Pulau Nias. Sumatera Utara. Omo sebua adalah rumah yang khusus dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. . Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh.

Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. ia makan semua makanan yang ada di meja. cari Parapat atau Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun. Selain sebagai objek wisata yang eksotis. Suatu hari. Aku akan menjaga rahasia itu. keluarlah kata-katanya yang kasar. Sumatera Utara. Adinda. Suatu hari. Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara. Ia tinggal seorang diri di bagian Utara Pulau Sumatra yang sangat kering. "Aku bersedia menjadi istri kakanda. sehingga mudah untuk dijangkau. Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu. termasuk jatah makan kedua orang tuanya.Cerita Rakyat Legenda Danau Toba Sinopsis: Ada seorang pemuda yatim piatu yang miskin. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. Batu Gantung-Parapat. maka ia juga berubah menjadi manusia. Sepulang dari ladang. ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. si Anak ini selalu merasa lapar. Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia. Dan akhirnya membentuk sebuah danau." kata pemuda itu. marahlah hatinya. jika ia tersentuh tangan. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir. Ikan itu besar dan sangat indah. ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan. tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Karena ia disentuh manusia. kakanda. Setelah . Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. "Namun aku punya satu permintaan. Telah disuratkan. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri. berarti ia sudah membuka rahasia istrinya. asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan. ia tak pernah merasa kenyang. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya. karena begitu laparnya. seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Namun ketika beranjak besar. Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. Dahulu. Dari bekas injakan kakinya.E. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus. Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang." katanya. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. "Dasar anak keturunan ikan!" Ia tak menyadari. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan." "Baiklah. Indonesia. Tanpa bekas dan jejak. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. Warnanya keemasan. kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Setelah petani mengucapkan kata-katanya. ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya. Tetapi saat tersentuh tangannya. dengan ucapannya itu.

Sesampainya mereka di ladang. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba. dan hasilnya digunakan untuk mencukupikebutuhan sehari-hari. si Toki. Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya. namun ia tidak dapat berbuat apa-apa. “Ibu benar. Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan. mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu. Sesampai di rumah majikannya. Seruni pergi ke ladang seorang diri. “Ya. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk . Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni. Ia sangat sedih. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. tiba-tiba ia terperosokke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. Merasa tidak mampu menolong sang majikan. namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya. Tak lama kemudian. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Tanpa diduga.” seru sang ayah. Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat. “Toki…. Dalam peristiwa itu. si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. Dengan berderai air mata. Selain rupawan. ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. “Pak. Ia sangat bingung. Seruni beranjak dari tempat duduknya. kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong. Dengan pikiran yang terus berkecamuk.” pasrah Seruni. ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya.di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara. Sementara anjingnya. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia.. “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga. dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya.terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan. ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Pada suatu hari. Sesampainya di ladang. tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku. ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya. Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya. “Parapat! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya. Di dasar lubang yang gelap. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu. batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni. ia pun mulai putus asa.” sahut ibu Seruni. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Sementara si Toki. Menurut masyarakat setempat. gadis itu tidak bekerja. Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita. “Ah. “Tapi hari sudah gelap. Akhirnya gadis itu semakin putus asa. Pak. si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya. Alkisah. Beberapa saat kemudian. Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung.” kata ayah Seruni. Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat. Gadis cantik itu sangat ketakutan. seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya. muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang.” keluh Seruni. karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga.

lubang itu sangat dalam dan gelap. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. cari Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”. “Entahlah. “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung. “Benar.memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu. namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. “Benar pak. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Seruni yang hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup. kenapa dia berteriak: parapat. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. tiba-tiba terdengar suara gemuruh. bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik. namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor. “Tapi. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu. Indonesia. Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak. Demikian cerita tentang asal-usul nama kota prapat. namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batu cadas di dalam lubang. tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!” “Pak. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa atau lemah semangat. “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni. maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”. “Bu. Tebingtebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. namunia justru terperosok ke dalam lubang batu dan menghimpitnya hingga akhirnya meninggal dunia Hikayat Boru Napuan. Mereka meninggalkan mulut lubang batu. Beberapa kali mereka berteriak. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu.” jawabnya tegas. Beberapa hari kemudian. parapatlah batu?” tanya sang ibu. Beberapa saat setelah gempa itu berhenti. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang.” jawab sang ayah cemas. Salah seorang warga mengulurkan seutas tampar (tali) sampai ke dasar lubang. Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya. “Jangan ayah. bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana. dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik. tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.” sahut salah seorang warga. Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya. “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu. “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!” “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris. Sesaat kemudian. sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. sangat berbahaya!” cegah sang ibu. Pu . pegang obor ini!” perintah sang ayah.

Putra Nantimalela yang dilahirkan Nantiraja tetap menggunakan marga Tamba/Tamba dan tinggal di Samosir. adiknya Nantimalela melahirkan seorang putri di Pulau Samosir. cari Galot (dalam bahasa Indonesia artinya musang) merupakan binatang yang keluar mencari makan dimalam hari dan tidur di siang hari. Guru Badia 3. 2. saat mengganti popok bayinya. Raja Natota.Lahang Mahua Rumapea Ketiga orang putranya itu adalah 1. dan sudah pasti adalah bayi adiknya Nantimalela. Nantimalela juga mengalami hal yang sama di Samosir. beberapa hari kemudian. memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. Nantiraja memangku putri adiknya itu. Tor-tor artinya tari. dan Nantimalela juga memangku putra kakaknya. akhirnya disepakati akan mengembalikan pada waktu ada kesempatan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. putra kakanya tertinggal dan putrinya terbawa. Nantiraja pulang ke Uluan. Ketika Nantiraja baru melahirkan anak lakilaki. Itor-tori berarti menari-nari. Itor-tori galot berarti musang menari-menari. Boru Napuan menikah dengan Raja Parmata Manunggal Damanik dari Sipolha. dan putranya yang baru lahir turut dibawa. . Istilah itor-tori galot merupakan ungkapan didalam bahasa Simalungun untuk menggambarkan pekerjaan yang tidak pernah diselesaikan. mereka menyayangi bayi tersebut dan dianggap anak sendiri dan dibesarkan hingga dewasa. Marga yang mereka gunakan untuk anaknya itu adalah sesuai dengan marga suaminya masingmasing. Nantiraja menikah dengan Raja Mangatur Manurung 2. Diperjalanan. Setelah dewasa. Nantiraja berangkat ke Samosir mengunjungi adiknya yang baru melahirkan. Puraja Naginjang. Setelah berita itu saling diketahui kedua belah pihak. Dan ketiga orang putrinya adalah : 1. Siulatahi menikah dengan marga Sitanggang Boru Nantiraja istri Raja Mangatur telah memiliki beberapa orang anak laki-laki dan adiknya Nantimalela yang menikah ke Tamba/Saragi telah memiliki beberapa orang anak perempuan. Putri Nantiraja yang dilahirkan Nantimalela diberi nama Boru Napuan dengan gelar Boru Inggal-inggal dan dimanjakan dan disayang semua keluarga Manurung dan tetap menggunakan marga Manurung. Setelah puas melepas rindu dan kebahagiaan mereka. Manurung bersaudara mendapatkan berupa barang pusaka dari mertua Napuan karena Raja Parmata Manunggal adalah turunan orang berada dan seorang raja yang dihormati di Sipolha Itor itor Galot. Lama kelamaan. dia menyadari bahwa bayi yang dipangkuannya adalah perempuan. Nanti Malela menikah dengan marga Tamba/Saragi 3.

yang tinggal disana beraneka ragam binatang piaraan. atau dekat tergantung jarak ladang dengan rumah nya. ada kemungkinana beberapa meter persegi tanah pekerjaan tersebut yang belum selesai. maka sisa pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. atau menyiangi/membersihkan rumput-rumput liar diantara tanaman kopi. Setiap hari orang tua mengajak anak-anaknya untuk bekerja diladang mulai dari pagi hingga sore. Kata MULAJADI NABOLON : ” Pegang kakinya!”. Pekerjaan itu pasti terselesaikan. biarpun kelahiranku begini akulah anak yang paling besar. selesaikan sekarang juga Raja Raja Biak. si anak makan siang. mereka kembali bekerja diladang sampai sore. Lalu terangkatlah sariburaja dari sana kemudian duduk. apalah aku di bandingkan Sariburaja yang tidak cacat itu?. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Setelah selesai di cincang lalu di masak di atas api. berserulah MULAJADI NABOLON katanya : ” Yang mau menjadi Sariburaja keluarlah dari situ. Setelah itu di potong lalu di cincang. Dia berkecil hati di dalam hatinya karena adik-adiknya tidak cacat. Jika ditor-tori galot. Apa pelajaran yang bisa ambil dari sini? Jika Anda memiliki pekerjaan dan Anda yakin mampu menyelesaikanya hari ini. Pekerjaan saat itu mungkin bisa saja mencangkul sebidang tanah. maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai karena pemilik ladang tersebut tidak pernah kembali mengerjakanya karena enggan atau mungkin sudah sibuk pekerjaan baru lagi. Setiap keluarga Simalungun pasti memiliki ladang yang luas. Begitu pulang sekolah. Mendengar itu. tapi pemiliknya tidak menyelesaikanya. cabe. Setelah makan. Seorang yang cacat yang tidak punya tangan. Setelah asap datang.Sebagian besar masyarakat Simalungun hidup dari pertaninan. Jadi dipeganglah kakinya. selesaikanlah hari ini juga. . cari Raja Biak-biak. Kabarnya: Pertama kali datang MULAJADI NABOLON. Raja Biak-biak berkata kepada ibunya : ” O. kaki sehingga dia tidak bisa duduk. jangan tunggu-tunggu. mengganti pakaian sekolah dengan pakaian lusuh untuk siap ke ladang. Dari sekian hektar tanah yang dikerjakan selama beberapa minggu ini. mungkin si anak sudah dintunggu oleh bapak atau ibuya agar bisa makan siang bersama. ibu! Kudengar bapak mengijinkan di bunuh Ompunta MULAJADI NABOLON si Sariburaja. jahe dan tanaman palawija lainya. seperti garugu yang satu menjadi tujuh puluh. naik ke Sianjur Mulamula terus ke Guru Tateabulan mengetuk hati dan memina anaknya Sariburaja oli di potong. jahe. maka kadang-kadang entah karena alasan apa.Sudah di sediakan api sebelumnya. padi. Mengikuti kata orang. jika si pemilik ladang tersebut kembali lagi ke esokan harinya untuk menyelesaikan nya. Sebenarnya ini istilah saja. Perjalanan dari rumah ke ladang mungkin jauh. akulah yang mau di bunuh. Atau mencangkul untuk membuka lahan baru. maka ada kompensasi untuk si anak untuk ikut kerja keladang setelah makan siang. dengan nama raja Gumelenggeleng. kalau boleh permintaanku suruhlah bapak menyembunyikan aku. Dia seperti Garaga. Setelah tiba diladang. karena besok Anda sudah mempunyai/atau harus mengerjakaan pekerjaan lain lagi. Akhirnya pekerjaan yang tertinggal tersebut tidak pernah selesai. Pekerjaan ini harus segera diselesaikan jika tidak akan ditor-tori galot. mungkin harus membuka lahan baru atau ada lahan yang harus dibersihkan dari rumput-rumput liar. Jangan sampai pekerjaan Anda hari ini itor-tori galot. Diladang mereka menanam padi. artinya setelah jam sekolah. si anak harus buru-buru pulang ke rumah. diminta Sariburaja di bunuhnya. atau menggemburkan tanah untuk persiapan menanam. Jika si anak bersekolah. jagung atau yang lainya. Ini hanya ungkapan. Setelah MULAJADI NABOLON naik ke atas. dalam hatiku. Inilah yang disebut dengan itor-tori galot. Bukan berarti. kopi. Bagi mereka yang memilik ladang yang jauh dari rumah. Lalu di berikan ibunya.” Terserah Ompung! ” jawab Guru Tateabulan. cabe. Istilah itor-tori galot sering diberikan kepada pekerjaan yang tinggal sedikit lagi belum selesai. jika galot menari-nari berkeliling disitu. Mendengar perkataan Raja Biak-biak ibunya menyuruh Guru Tateabulan menyembunyikan Raja Biak-biak ke Bukit Pusukbuhit. biasanya anak-anak sekolah janjian di sekolah agar pergi ke ladang bisa bersama-sama.

Sampuraga berpamitan kepada ibunya. Di sana. “Ke negeri Mandailing. saya sudah lama bercita-cita ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. “Wahai. sebaiknya kamu pergi ke sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya hidup makmur. Kalau boleh saya menyarankan. Sampuraga! Kamu memang anak yang berbakti” puji sang Majikan. “Ya. Ibu minta maaf. karena aku paling besar.Sebagian berkata. Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga. karena tanah di sana memiliki kandungan emas.Ketika MULAJADI NABOLON kembali keatas dari Bukit Pusukbuhit ia naik. Jadi. dia punya kaki. dia punya sayap makanya di sebut namanya Tuan Rajauti. anakku! Siapkanlah bekal yang akan kamu bawa!” seru sang ibu. “Negeri Mandailing namanya. mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. Sepulang dari bekerja di ladang majikannya. cari Alkisah. Pada suatu siang. rata-rata penduduknya memiliki sawah dan ladang. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang emas di sungai. sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka.” jelas Sampuraga kepada ibunya.” jelas sang Majikan. “Bu. Raga ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Raga ingin mengubah nasib kita yang sudah lama menderita ini. Sampuraga segera mempersiapkan segala sesuatunya. maukah kau ku ubah?” “Ya.” kata Sampuraga kepada ibunya. Akulah anak yang sulung ibu. diterbangkan MULAJADI NABOLONlah ia ke ujung Aceh Sampuraga. “Cita-citamu sangat mulia. Sampuraga kemudian mengutarakan keinginannya tersebut kepada ibunya. Sebelum meninggalkan gubuk reotnya.” kata Sampuraga dengan sungguh-sungguh. anakku! Meskipun ibu sangat khawatir kita tidak bisa bertemu lagi. Seakan tidak ada jarak antara majikan dan buruh. anakku?” tanya ibunya. “Sebenarnya. karena usia ibu sudah semakin tua. raja yang takkan pernah mati. Jadi di berkati MULAJADI NABOLONlah Raja Biak-biak di Bukit Pusukbuhit itu. “Bu. . mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik orang lain. mereka tetap saling menyayangi. anakku” kata ibu Sampuraga dengan rasa haru.” Kalau di lihat Ompung. bagaimana. Setelah mendapat doa restu dari ibunya. Saya ingin membahagiakan ibu saya. akulah yang pantas raja mereka”. “Jadi maksudmu semua keturunan adikmu dan kakakmu bersembah sujud kepadamu”. tapi ibu tidak memiliki alasan untuk melarangmu pergi. tangan tetapi moncongnya seperti moncong babi. Sampuraga! Usiamu masih sangat muda. Berhati-hatilah di jalan! Jangan lupa cepat kembali jika sudah berhasil!” harap sang ibu. Sampuraga mencium tangan sang Ibu yang sangat disayanginya itu. ya bu!“ Sampuraga meminta doa restu kepada ibunya. aku ketakutan. jangan terlalu banyak bekerja keras!” saran Sampuraga kepada ibunya. Dari Bukit Pusukbuhit itu. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur.” kata sang Majikan. karena tanahnya sangat subur. Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. Sambil menikmati makan siang. Lalu bertemulah dengan Raja Biak-biak : ” Siapa membawa kamu kesini “. pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak. karena selama ini ibu tidak pernah membahagiakanmu. tadi kudengar kau ancam ompung membunuh Sariburaja. kata Raja Biak-biak. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Aku memohon kepada ibu supaya bapak mengantarkan aku kesini. Meskipun hidup miskin. Pemilik ladang itu yang memberitahu Raga bahwa penduduk di sana hidup makmur dan sejahterta. bu. “Pergilah. “Terima kasih. maunya akulah kau bunuh karena aku cacat. raja yang takkan pernah tua. kata MULAJADI NABOLON. “Ke manakah engkau akan pergi merantau. takut di ketakutanku!. kalau keturunan adik ku dan kakak ku mau bersembah kepada ku” kata Raja Biak-biak. Doakan Raga. “Negeri manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga penasaran. kata MULAJADI NABOLON. Keesokan harinya. “kalau begitu. “Tentu. aku mau. bu! Raga berjanji akan segera kembali jika Raga sudah berhasil. Raga berangkat! Jaga diri ibu baik-baik.

Di kota itu. Sang Majikan sangat senang melihat keberhasilan Sampuraga. tiba-tiba seorang nenek tua berlari mendekatinya. Sampuraga sangat terkejut mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya. Ia kemudian merangkul ibunya. Alangkah terkejutnya. Ia sangat terpesona melihat negeri itu. Tak lama kemudian. Algojo! Usir nenek tua ini!” Perintah . Seluruh warga telah mengetahui berita itu. lalu berkata: “Sudahlah. Sudah beberapa kali sang Majikan menguji kejujuran Sampuraga. tampaklah sebuah keramaian dan terdengar pula suara Gordang Sambilan bertalu-talu. “Sampuragaaa….Suasana haru pun menyelimuti hati ibu dan anak yang akan berpisah itu.” pikir Sampuraga sambil mencari-cari sumber suara itu di tengah-tengah keramaian. ibu tua itu ingin memastikan berita yang telah diterimanya. Berita tentang pesta pernikahan yang meriah itu telah tersiar sampai ke pelosok-pelosok daerah. nenek tua itu mendekati keramaian. putri seorang pedagang yang kaya-raya. bagai disambar petir. Ia sangat malu kepada para undangan yang hadir. Setelah mempersiapkan bekal secukupnya. Setibanya di wilayah kerajaan Pidoli. ia tidak bisa menahan diri. Beberapa saat kemudian. Persiapan mulai dilakukan satu bulan sebelum acara tersebut diselenggarakan. Tak terasa. Pernikahan mereka diselenggarakan secara besar-besaran sesuai adat Mandailing. anak kandungnya sendiri. Anakku! Jika Tuhan menghendaki.” demikian yang terlintas dalam pikiran janda tua itu. Berhari-hari sudah Sampuraga berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan melawati beberapa perkampungan. tidak mungkin anakku akan menikah dengan putri bangsawan yang kaya. “Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal dunia. sang Ibu pun membalasnya dengan pelukan yang erat. karena nenek tua itu tiba-tiba mengakuinya sebagai anak. Puluhan ekor kerbau dan kambing yang akan disembelih disediakan. “Ah. Setelah itu berangkatlah Sampuraga meninggalkan ibunya seorang diri. Sebuah istana berdiri megah di tengah-tengah keramaian kota. Oleh karena itu. Dengan langkah terseok-seok. Semua itu menandakan bahwa penduduk di negeri itu hidup makmur dan sejahtera. karena ia sangat rajin bekerja dan jujur. “Raga. tidak mungkin itu suara ibu. “Ah. Aku tidak punya ibu jelek seperti kamu! Pergi dari sini! Jangan mengacaukan acaraku!”. Sampuraga yang sedang duduk bersanding dengan istrinya. masing-masing mempunyai rumah dengan bangunan yang indah beratapkan ijuk. Sampuraga pun tidak bisa membendung air matanya. Lamaran pertamanya pun langsung diterima. Keuntungan yang diperolehnya ia tabung untuk menambah modalnya. sehingga usahanya semakin lama semakin maju. perempuan jelek! Enak saja kamu mengaku-ngaku sebagai ibuku. Candi yang terbuat dari batu bata terdapat di setiap sudut kota. Kenapa kamu melupakan ibu? Ibu sudah lama sekali merindukanmu. Tuan! Hamba bersedia menikah dengan putri Tuan yang cantik jelita itu. ternyata ia memang pemuda yang sangat jujur. “Dengan senang hati. sampailah ia di kota Kerajaan Pidoli. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah membara. Pemuda itu adalah Sampuraga. Dalam waktu singkat. Ia berkeinginan menikahkan Sampuraga dengan putrinya yang terkenal paling cantik di wilayah kerajaan Pidoli. Nak!” Iba perempuan tua itu. hardik Sampuraga.” jawab Sampuraga. berangkatlah ia ke negeri Mandailing dengan berjalan kaki untuk menyaksikan pernikahan anak satu-satunya itu. Sampuraga mencoba melamar pekerjaan. sang Majikan ingin memberinya modal untuk membuka usaha sendiri. Barangkali namanya saja yang sama. ia pun terkenal sebagai pengusaha muda yang kaya-raya. Ia bekerja pada seorang pedagang yang kaya-raya. engkau adalah anak yang baik dan rajin. termasuk ibu Sampuraga. Mandailing. Nak!” seru nenek tua itu sambil mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Sampuraga. usaha dagang Sampuraga berkembang dengan pesat. Sang Majikan sangat percaya kepadanya. Penduduknya ramah-tamah. “Hei. Rangkullah Ibu. Tiba-tiba ia berteriak memanggil nama anaknya. Maukah engkau aku jadikan menantuku?” tanya sang Majikan. ketika ia melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya sedang duduk bersanding dengan seorang putri yang cantik jelita. Gordang Sambilan dan Gordang Boru yang terbaik juga telah dipersiapkan untuk menghibur para undangan. air mata keluar dari kelopak mata sang Ibu. kita akan bertemu lagi. “Sampuraga…Anakku! Ini aku ibumu.” kata sang Ibu. sedangkan ia adalah anak seorang janda yang miskin. Walaupun masih ada keraguan dalam hatinya. Anakku! Aku ini ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu. Oleh karena rindu yang sangat mendalam. Perempuan tua itu hampir tidak percaya jika anaknya akan menikah dengan seorang gadis bangsawan. seakan terbakar api. Suatu hari.

ido umbahen hatop ibana mulak. malo martonun. Ai ise do nuaeng baoa on. las ma tutu rohana. tung mansai longang do mamereng boruna nasasada on. Didok ibana ma sidalianna nanaeng godang dope siulaon na di jabu. cari SADA TIKKI. Naburju do ibana marnatoras. Beberapa hari kemudian. Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do. tempat ini telah menjadi salah satu daerah pariwisata di daerah Mandailing yang ramai dikunjungi orang. Ba tung si pilliton ma nian ibana gabe parsonduk bolon nang gabe parumaen. Seluruh penduduk yang hadir dalam pesta berlarian menyelamatkan diri. sian huta na dao dht bariba ni tao pe ro do naeng patuduhon holong tu ibana. Pangisi ni solu on sahalak baoa. rap mardalan . tak seorang pun yang berani menengahinya. hujan deras pun turun diikuti suara guntur yang menggelegar seakan memecah gendang telinga. Tung mansai bahat do ro baoa manopot ibana. hira na so partoba do ulaonna. sementara ibu Sampuraga menghilang entah ke mana. ro ma sada solu manjonohi ibana. Nauli do rupani boru Saroding on. di parnangkok ni mataniari. Hingga kini. jala dipangido ibana ma asa dipantadahon tu natuatuani boru Saroding. Alai dang adong namarhansit roha dibahen ibana. Guru Solandason. tempat itu kemudian diberi nama “Kolam Sampuraga”. dipaso ibana ma lakkana. Petir menyambar bersahut-sahutan. Mamereng rumangna dht paheanna ulos Batak namansai bagak. Setidaknya ada tiga pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran dari cerita di atas. Perempuan tua yang malang itu kemudian diseret oleh dua orang sewaan Sampuraga untuk meninggalkan pesta itu. Parsip do boru saroding on. Dengan derai air mata. jogi. sifat jujur dan sifat durhaka terhadap orang tua. nasomal jala jotjot marhumaliang di tao i. dipaboa lahi-lahi ima asalna sian dolok ni Rassang Bosi-Sabulan namargoar “Ulu Darat”. Disi do inna ibana maringanan. ala maila ibana adong sada baoa naposo mamereng-mereng ibana. Semua undangan yang menyaksikan kejadian itu menjadi terharu. Hati Sampuraga benar-benar sudah tertutup. Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. Tuhan! Jika benar pemuda itu adalah Sampuraga. Solu i pe lam jonok ma attong tu paridianna. ai boasa hamu humibu-hibu mulak?” Songgot ma rohani boru Saroding. Dalam waktu singkat. Selain itu. huhut ditailihon tu lahi-lahi namanjou i. tempat penyelenggaraan pesta itu tenggelam seketika. laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. jala somba marhula-hula. ba sandok tahe tung mansai las do rohani natorasna mangida pangalahona. tungpe dang dioloi ibana hata ni akka panopot i. Tak lama kemudian. marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan.Sampuraga. Hatopma boru Saroding mangalakka tu jabuna. tung mansai jogi jala tongamma baoa on. Marsitandaan ma nasida. Bah…. Ala pintor lomo rohani boru Saroding marnida baoa i. Tak seorang pun penduduk yang selamat. Penduduk setempat menganggap bahwa semua itu adalah penjelmaan dari upacara pernikahan Sampuraga yang terkena kutukan. Dipahatop boru Saroding pasidungkon partapiananna. mulak balging do sude. songonni nang mardongan. inna rohana. ringgas mangula ulaon. Ketiga sifat tersebut tercermin pada sifat dan perilaku Sampuraga Boru Saroding Pandiangan. Lam jonok. tempat itu telah berubah menjadi kolam air yang sangat panas. Tung mansai tongam. jongjong di solu na. Ia tega sekali mengingkari dan mengusir ibu kandungnya sendiri. Oleh masyarakat setempat. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. jala marpitonggam do rumangni baoa parsolu on. Alai dang adong manang sada naboi mambuat rohana. juga terdapat dua unggukan tanah berpasir dan lumpur warna yang bentuknya menyerupai bahan makanan. alai pintor dipangkulingi baoa par solu i ma ibana: “Boru nirajanami. namora manang najogi. termasuk Sampuraga dan istrinya. yaitu: sifat rajin bekerja. tiba-tiba langit diselimuti awan tebal dan hitam. Di sekitarnya terdapat beberapa batu kapur berukuran besar yang bentuknya menyerupai kerbau. Natorasna. Tikki martapian boru saroding huhut manganggiri obukna na ganjang jala mansai godang i di topi ni tao i. lam mallobok ma tarottok ni boru Saroding. sukkun-sukkun ma rohana. perempuan tua itu berdoa: “Ya. berilah ia pelajaran! Ia telah mengingkari ibu kandungnya sendiri Seketika itu juga. Dipatorang baoa ima aha do sakkapna mandapothon boru Saroding. Namun. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi.

Dang pola dipataridahon boru Saroding songgop ni rohana. Malo do lahilahi nai mambahen si parengkelon. dihatahon lahi-lahi ima sakkap na. modom ma halahi. Dang loja ibana namandalani dolok na rais i. tarsongon ursa. pintor ditutuphon ibana ma pittu ni jabu i. Dipaboa ibana ma ise do dirina: sombaon ni Ulu Darat. Songon na hona dorma do halahi mamereng bagak ni rumang ni lahi-lahi i. Longang ma natoras dht akka iboto nang anggina ala ro sian tao boru Saroding mardongan sada baoa. dang dibereng ibana tunggani dolina. Jeppet ni hata. alana diboto ibana do siallang jolma do ibana molo tikki gabe ulok. Dang sadia leleng dibege ibana ma tunggane dolina manjou goarna. Botari nai mulak ma tunggane doli nai mamboan akka nalaho sipanganon ni halahi. Sian nadao pe nungnga diboto ibana soara ni ulok i. Busisaon ma boru Saroding. Tung mansai naburju do tunggane doli nai marnioli. Manginsir ma ulok na bolon i haruar sian jabu manuju tombak.” Alai sai lulu do tunggane nai di uap ni . Sahat ma tu jabu amanta na i. Alai paulak so diboto ibana ma. asa unang dibereng tunggane doli na i. Dang hea dope dibereng ibana songoni balga na ulok. Sude do halahi pintor tarhatotong mamereng bohi dht pangkataionni lahi-lahi i. Sada tikki ro ma duatsa akka iboto ni boru Saroding mangebati halahi tu dolok ni Ulu Darat.” inna boru Saroding. Las dope rohani boru Saroding. Dung sidung marsipanganon. martabuni di toru ni bukkulan ni jabu. tading ma boru Saroding di jabu. Hinsat ma boru Saroding mambuka pittu jala pittor dihatahon ibana ma tu tunggane dolina i na adong sada ulok na mansai bolon di jolo ni jabu i. diboto boru Saroding do parroni tunggane doli na sian tombak langa-langa. Tung longang do boru Saroding alana mansai hatop do halahi sahat. diharingkothon do mangalului akka boras ni hau dohot suan-suanon naboi mambahen boru Saroding tontong uli. “Dang adong halak na asing di jabutta on. Tarsonggot ma ibana ala dibereng ibana manginsir sada ulok namansai bolon di tonga-tonga ni hau di joloni alamanni jabu i. asa pintor dipatandahon baoa i tu natorasna. Sahat ma halahi tu undung-undung ni lahi-lahi i. aili. “Modom ma hita. Alai sai sukkun-sukkun jala longang do boru Saroding marnida somal-somal ni tunggane doli nai di siapari. Tikki dungo ibana di manogotna. alai pintor songon na asing ma panganggona. na sipata gabe ulok sipata gabe jolma. Tarpodom ma halahi sahat tu manogot na. pittor dioloi jala dipaboa Guru Solandason ma tu akka dongan tubuna. Mabiar ma ibana molo tarboto tu lahi-lahi na sombaon i na ro akka iboto na mandapothon halahi marsihol-sihol. Lam longang ma ibana ala di dok tunggane doli nai hutana di ginjang ni dolok. Las hian ma rohani boru Saroding didalani akka hula-hulana hutana di dolok na timbo jala ikkon mangalosi tombak namansai jorbut. Dibereng ibana tu pudi nang tu jolo. asa dibukka pittu ni jabu. “Dang pola boha i. ala mabiar ibana murung annon ulok i. tung so hir do hodok ni halahi. manghatai ma tunggane doli nai tu boru Saroding. boras ni hau. ba rupani maradian ma boru Saroding.ma halahi tu hutana. di tonga ni tombak Ulu Darat. Ai sai masihol do inna halahi marnida iboto hasian ni halahi. pidong.” inna tunggane dolina mangalusi. suansuaonon. Dang sadia leleng. Ala nungnga lomo rohani boruna. Hurang tibu nian didok rohana sahat tu huta. tung mansai hatop jala niang do lakkana. dohot akka na asing. dipasaut ma parbogasonni boru Saroding dht lahi-lahi i. Ngongong ma ibana di tonga nijabu. naeng pangido onna boru Saroding naeng gabe parsonduk bolon na. tung pe di bagas rohana nungnga mansai biar jala manolsoli. Dung sidung ulaon parbogason. songoni nang lahi-lahina. ditogu-togu tunggane doli na i. Tung mansai golap do tombak siboluson ni halahi. borhat ma boru Saroding mangihuthon lahi-lahi naung gabe tunggane doli na. sombu jala puas do halahi namaribot manghata-hatai dht marsipanganon. dipasonang do roha ni boru Saroding di si ganup ari. “Ai songon na adong uap ni pamatang ni manisia huanggo?” inna ibana manukkun boru Saroding. alai uluna dang songon bohi dohot ulu ni ulok. Mabiar ma boru Saroding. Alai anggo mata dohot igung ni tunggane doli nai sai maos do momar jala dipasittak-sittak ala adong inna uap ni jolma di jabu i. Sada tikki tarbereng simalolongna ma lahi-lahi nai di para-para ni jabu marganti pamatang gabe ulok na bolon! Mansai bolon. marluga solu tu Ransang Bosi. Mandapothon bot ni ari. mardomu muse tikki namardalan halahi manganangkohi dolok natimbo i. Humalaput ma boru Saroding manabunihon ibotona natolu i tu ginjang ni para-para. Tung mansai biar jala manolsoli ma dirina napintor olo manjalo hata ni baoa i dang jolo manat dirimangi. Dilehon do akka sipanganon natabo tu akka iboto nai. nang akka jagal. mengkel suping sambing do ibana tu lahi-lahi nai patudu holongna. songon ulok na hea diberengsa di jolo ni jabu i. Dang dipaloas loja mula ulaon. humalaput ma ibana mambahen sipanganon ni lahi-lahi nai. ulok na burju doi. alai dang maol didalani halahi nadua. nungnga mansai bagas be borngin. Las ma tutu roha ni lahi-lahi i mamereng boru Saroding. ai dang jolma biasa hape. Dung sidung mangaloppa dht mangan halahi. mardisir-disir do soarana. Pamatang na pe mansai togap. ai pintor sikkop do sude akka naniporluhon ni hasida nadua. dang di si amantanai.

” inna ibana do mangelek. Ai holan alani namasihol do hula-hulattai asa ro halahi tu tu dolok Ulu Darat on. Dung sahat halahi di huta nasida. langit pe mansai tiar. palias ma i. Alai martahan do anggina i dang mambukka gajut i sampe pitu ari. Alai didok ibana ma: “Holan on do pe naboi tarpatu au raja nami. jala borngin i gabe holan namanghata-hatai ma sahat tu manogot. Songon na marungut-ungut ma sada Pandiangan on alana holan gajut nagelleng naso diboto isi na do di lehon lae nai tu hasida. sada Pandiangan on dang sabar paimahon pitu ari songon natinonahon ni lae nai. Jeppet ma sarito. dung parsonduk bolonmu au. hunik. Dibolokkon ma gajut i.” inna tunggane doli nai.” Borhat ma boru Saroding. “Ai aha do lehononmu na lae tu hami songon boan-boan nami tandani naung niebatan huta muna boru nami?” inna sahalak Pandiangan iboto ni boru Saroding i. “Ba hea do lak songon on ma lehonon na tu hula-hula na?” inna halahi mardongan rimas. jala didok songon on: “Dok ma padan i tunggane dolikku naburju. sarupa do isina manang dang. pinompar ni Pandingan on ma nahasea jala akka namora. Dung pitu ari pe asa boi ungkapon muna gajut on. Songon na borat do diundukhon lahi-lahi nai pangidoanni boru Saroding. dang adong umbak jala alogo pe mansai lambok. Hata ni legenda. Dang pola leleng. ba ujung na rupani.” Diundukhon boru Saroding ma. Alai molo anggina siampudan (molo so sala). sampe do ponjot alamani ni huta i. holan dibukka ibotoni boru Saroding gajuti. “Sombakku ma tunggane doli. Pintor mulak pe au. Jai porsea do au ikkon hatop do ho mulak sian huta ni natorasmu. Tao ipe pintor timbo galumbangna. markilo-kilo godangna. “Sombakku ma raja nami. Sai dijujui ma asa anggina na sada nai mambukka gajut i.manisia i.” Diundukhon akka iboto ni boru Saroding ma hatani lae nai. asa dipaloas tunggane na. jala godang mas nang hotangna. Tek ma rupani. Sai dilugai ibana solu nai alai dang tolap mangalo umbaki. Somba on do ho! Ulok nabolon! Unang dirippu ho nalaho mulak be au tu ho! Palias mai. “paloas ma akka ibotokki mandulo hita. Hodo tungganekku. dohot akka gulok-gulok do isina. Pintor haruar ma godang akka gulok-gulok. bohina tung lungun do ditadinghon parsonduk bolon na mansai dihaholongi rohana. jai dang dibukka ibana gajut na ditiopna. dibukka ma gajut i di alaman ni huta. Ala nungnga sai torus dipangido jala dielek boru Saroding. marsolu ma muse sahat tu Samosir. ai dang jolma ho hape. Sinur nang pinahan. sabar do paimahon pitu ari. manaili ma ibana tu pudi. gabe naniulana. Dung binsar mataniari marsakkap ma borhat akka Pandiangan natolu i mulak tu Samosir.” Ujung na rupani didok baoa i ma asa dijou duatsa iboto ni boru Saroding i asa tuat tu bagas ni jabu sian partabunion nasida di toru ni tarup. alai dang sadia leleng gabe horbo dohot lombu ma gulok-gulokhi. Ai so jolma ho…” Holan sae didok boru Saroding hatana. Dang sadia leleng pintor balik ma solu na. sahat tu sadari on. hape nungnga loja halahi mangebati tu dolok Ulu Darat. diburai ma tunggane doli ni ibotonai jolma nasomaradat. manang ise si ose padan tu ripurna tumagona. Dang pola sadia dao dope boru Saroding marluga. marjanji do ibana dang leleng di huta ni natorasna. dipatorang ma rupani tu inanta na be pardalananni nasida jala dipatuduhon ma boan-boan na nilehon ni lae nasida. Jadi sabintang. ala tung mansai masihol ibana inna. Di ari papituhon. Jai ikkon marpadan do hita diparborhathon songon mangarahut holong ni roham tu au. alai unang pintor bukka hamu gajut on di dalan manang dung sahat hamu tu huta muna. didok ibana ma songon on: “Peh…! Bursik ma ho. Hunik nasian gajut i pe gabe mas. Muruk ma ibana. Mulak ma halahi tuat sian dolok Ulu Darat. Tung mansai godang do horbo dohot lombu i. “Nauli ma raja nami.” inna baoa i mangalusi. dipasonang-sonang ho do ahu saleleng on. Marsogot nai pintor di suru ma inanta be mambukka gajut i asa tarboto manang aha do isana. dilugahon ibana ma soluna–na sian bulung-bulung i. dang bulan di dok. “Hatop pe au mulak. hotang. “Adong gorathu dang na laho mulak be ho tu Ulu darat on. Jadi porsea do au di hatam namandok tung mansai holong do roham tu au. Mabiar jala songgot ma rohani boru Saroding. pintor ro ma alogo halisunsung dht udan na marimpot-impot. Tading ma lahi-lahi nai manatap sian topi ni tao. jala gabe godang ma tubu hotang di pudi dohot panimpisan ni jabu. Dung hira-hira piga bintang (najolo. holan tano. gabe mamora jong attong iboto ni boru Saroding nasasada on. bintang do. Sai dielek-elek boru Saroding ma lahi-lahi nai. mardongan biar dipaboa boru Saroding ma naro do hula-hula ni halahi sian Samosir ala masihol mamereng halahi nadua. ba dipaborhat lahi-lahi nai ma ibana sahat tu topi tao ni Ransang Bosi. Dilehon ibana ma sada-sada be gajut nagelleng naung marrahut tu akka hula-hula nai. dipangido boru Saroding ma tu tunggane na asa dipaloas ibana mandulo huta ni natorasna. manongnong ma ibana jala gabe dohot ma ibana sombaon pangisi ni tao i… . Marsijalangan ma hasida. Alai didok ma hata na parpudi: “Boru Saroding nauli.” inna ibana mangelek.” Dungi didok lahi-lahi nai ma padan songon paborhathon boru Saroding naung hundul di solu: “Dekke ni Sabulan tu tonggina tu tabona. sarupa mai sabulan di saonari). boru ni raja do ho.” inna boru Saroding mangelek. Tung mansai tonang do tao Toba. Sada bulung do inna dibuat lahi-lahi nai dibahen gabe solu nalaho dalan ni boru Saroding.

Alai molo maruntung do naro tu si. “Bang. Dolok Martahan. Namun. alai dang boi buaton i. inangudakku. “Duggg…!!!” Tombak pusaka itu tepat mengenai lambungnya. Datu Dalu dan adiknya memutuskan untuk mencari kedua orang tua mereka. tombak pusaka itu diberikan kepada Datu Dalu. asalkan kamu sanggup menjaganya jangan sampai hilang. Tokka do inna molo dibuat. Sementara mata tombaknya masih melekat pada lambung babi hutan yang melarikan diri itu. Akhirnya. Ayah mereka adalah seorang ahli pengobatan dan jago silat. Sangmaima mulai panik. berangkatlah Sangmaima ke hutan. Ia pun segera mengejar babi hutan itu. dang marsitijur. Sangmaima pun sangat senang. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. olo ro parmaraan. Usai acara penguburan. Alana sian na met-met nungnga manusia na sok ingin tahu au. Yang sulung bernama Datu Dalu. alana au sandiri pe mabiar do mardalan sandiri tusi. keduanya baru menyadari bahwa orang tua mereka tidak memiliki harta benda. kedua abang-adik itu membopong orang tua mereka pulang ke rumah. ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil. hiduplah sepasang suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. dilemparkannya tombak pusaka itu ke arah binatang itu. bolehkah aku pinjam tombak pusaka itu?” “Untuk keperluan apa. Sesampainya di hutan. Pada suatu hari. celaka! Tombak itu terbawa lari. Tapanuli Utara. apala di topi ni dolok Ulu Darat i. karena dikiranya babi hutan itu sudah roboh. namboru. “Wah. Dik?” “Aku ingin berburu babi hutan.” gumam Sangmaima dengan perasaan cemas. cari Alkisah. Sabulan. Jala lahi-lahi ni boru Saroding gabe dijouhon do i “Amangboru Saroding. Palipi. Simbolon. ia pun melihat seekor babi hutan yang sedang berjalan melintas di depannya. Sesampainya di hutan.” Buni do inganan on. hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit. sipata tuat do inna ibana sian Ulu Darat tu tao i. godang hian dope hau songon tombak. apabila orang tua meninggal. Hatoguan. bahat do inna halak naung hea mamereng: ulok na saganjang hau ni harambir/kalapa do inna marlange-lange di tao i. aku harus mengambilnya kembali. Ia hanya menemukan gagang tombaknya di semak-semak.” “Baiklah.” Setelah itu. sepasang suami-istri itu belum juga kembali. nungnga hudalani inganan on. Oleh karena itu. Sesuai hukum adat tersebut. Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi di hutan. adong do sada inganan namargoar “Parpangiran ni Namboru boru Saroding. Tamba. . mereka menemukan kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau. apa yang terjadi? Ternyata babi hutan itu melarikan diri masuk ke dalam semak-semak. Mogang.” “Aku bersedia meminjamkan tombak itu. kecuali sebuah tombak pusaka. Sai manat-manat do halak molo mangalewati tao i. Percaya tidak percaya. jala unang tuit-tuit molo pas marsolu. Bang! Aku akan merawat dan menjaganya dengan baik. Dengan sekuat tenaga. namun pengejarannya sia-sia. ketika hendak membagi harta warisan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. dang boi mambolokhon akka na kotor tu taoi. sebagai anak sulung. (panuturi: Suhunan Situmorang. Di Sabulan pe. Menurut adat yang berlaku di daerah itu. semacam tanaman benalu.” Alani holong na tu boru Saroding. markapal. sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima. hutogihon akka ito.Sahat tu sadari on dihaporseai sabagian pangisini Rassang Bosi. di ranting ni hau i tubu utte pangir (jeruk purut). Adong do sada hau nabolon di ginjang ni mual na diyakini akka jolma (kessuali akka pangula ni huria) songon inganan parpangiran ni boru Saroding. maka tombak pusaka jatuh kepada anak sulung. Ia pun meminta ijin kepada abangnya. pada zaman dahulu di daerah Silahan. Tanpa berpikir panjang. Janji Raja. penulis novel „Sordam‟) Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan. pintor dabu do annon anggir i. Pada suatu hari. do turi-turian on–dohot nagabe boru Saroding pangisini tao i. manang marbot. di huta Pandiangan. Sang Ayah ingin kedua anaknya itu mewarisi keahlian yang dimilikinya. ayah dan ibu mereka pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan. Akan tetapi saat hari sudah menjelang sore. diboan ma i tu jabuna be.

Tuan!” jawab wanita itu. Kini aku hanya berharap Tuan bisa menyembuhkan lukaku. Wanita burung Ernga! Besok pagi-pagi sekali kau harus pergi dari sini tanpa sepengetahuan abangku. Putri! Sungguh aku tidak tahu hal itu. ia pun bermaksud meminjam pertunjukan itu untuk memikat para tamu agar mau datang ke pestanya. Bang! Hari ini juga aku akan mencarinya. Setelah itu.” lapor Sangmaima. Abangnya sangat gembira. dan tampaklah sebuah mata tombak menempel di perut wanita cantik itu. apa pun caranya. ternyata di dalam lubang itu ia menemukan sebuah istana yang sangat megah. Pada malam harinya.” “Kenapa mata tombak itu berada di perutmu?” “Sebenarnya babi hutan yang kamu tombak itu adalah penjelmaanku. ia pun menyapa wanita cantik itu. sehingga adiknya memutuskan untuk mengadakan pesta sendiri di rumahnya dalam waktu yang bersamaan.” kata Sangmaima dalam hati. “Aku seorang putri raja yang berkuasa di istana ini. Akhirnya. Tombak itu terbawa lari oleh babi hutan.” “Maafkan aku. Ia pun mulai cemas. karena tidak berhasil menjaga wanita . Tak jauh di depannya. Namun sayangnya. babi hutan itu sudah melarikan diri masuk ke dalam hutan. ia pun memberanikan diri masuk lebih dalam lagi. ia mengadakan pertunjukan dengan mendatangkan seorang wanita yang dihiasi dengan berbagai bulu burung. Sangmaima mampu mengobati luka wanita itu dengan mudahnya. Sesampainya di tengah hutan. Wanita burung Ernga sudah tidak di kamarnya.” ucap Sangmaima dengan takjub. pesta yang dilangsungkan di rumah Datu Dalu sangat sepi oleh pengunjung. “Sudah.” “Tidak apalah. ia tidak mengundang adiknya. Ia kemudian menghampirinya. gadis cantik! Siapa kamu?” tanya Sangmaima. Datu Dalu sangat terkejut. sehingga ia mengira kamu hilang.” kata Datu Dalu kepada adiknya dengan nada kesal. Keesokan harinya.” Berbekal ilmu pengobatan yang diperoleh dari ayahnya ketika masih hidup. siapa pula pemilik istana ini?” tanyanya dalam hati. indah sekali tempat ini. Alangkah terkejutnya Sangmaima. Sangmaima. dalam pesta tersebut. Pencariannya kali ini ia lakukan dengan sangat hati-hati. “Aduhai. “Tapi. Bang! Aku tidak berhasil menjaga tombak pusaka milik Abang. melainkan menyelinap dan bersembunyi di langit-langit rumah abangnya. sehingga menyerupai seekor burung Ernga.” Setelah pestanya selesai. Ia menelesuri jejak kaki babi hutan itu hingga ke tengah hutan. Setelah mengetahui adiknya juga melaksanakan pesta dan sangat ramai pengunjungnya.” “Baiklah. Sangmaima segera mengantar wanita burung Ernga itu ke rumah abangnya. “Sepertinya mata tombak itu milik Abangku. Tuan! Semuanya sudah terlanjur. jangan banyak bicara! Cepat berangkat!” perintah Datu Dalu. ia menemukan sebuah lubang besar yang mirip seperti gua. Saat itu pula Sangmaima kembali ke hutan untuk mencari babi hutan itu. ia menyurusi lubang itu sampai ke dalam. Sangmaima berhasil menemui wanita itu dan berkata: “Hai. terlihat seorang wanita cantik sedang tergeletak merintih kesakitan di atas pembaringannya.” “Baiklah. “Aku tidak mau tahu itu! Yang jelas kamu harus mengembalikan tombok itu. Untuk memeriahkan pestanya. Setelah wanita itu sembuh dari sakitnya. Namun.” Baiklah.“Waduh. Adikku! Aku akan menjaganya dengan baik. Untuk mewujudkan kegembiraan itu. ia pun mengadakan selamatan. Namun. Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. “Adikku! Bolehkah aku pinjam pertunjukanmu itu?” “Aku tidak keberatan meminjamkan pertunjukan ini.” jawab Sangmaima. ia tidak langsung pulang ke rumahnya. lalu berpamitan pulang.” gumam Sangmaima. Pada saat pesta dilangsungkan. Oleh karena penasaran. ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada Abangnya. Sementara itu. karena tombak pusaka kesayangannya telah kembali ke tangannya. Ia bermaksud menemui wanita burung Ernga itu secara sembunyisembunyi pada saat pesta abangnya selesai. “Maaf. Hal itu membuat adiknya merasa tersinggung. yaitu pesta adat secara besar-besaran. “Hai. Dengan hati-hati. banyak orang yang datang untuk melihat pertunjukkan itu. gawat! Abangku pasti akan marah kepadaku jika mengetahui hal ini. asalkan Abang bisa menjaga wanita burung Ernga ini jangan sampai hilang. ia pun berpamitan untuk mengembalikan mata tombak itu kepada abangnya.

Guru Hatimbulan mendirikan gubuk kecil di bukit suci. Kecamatan Lintong Ni Huta. belum ia mencarinya. Kabupaten Tapanuli Utara. “Aduh. Demikianlah cerita tentang asal-mula terjadinya Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan di daerah Silahan. Saat itu juga perempuan itu melahirkan anak kembar. Ada dua pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran. Istrinya bernama Nansindak panaluan. semua tanam-tanaman tumbuh dengan segar sehingga guru Hatimbulan memotong seekor lembu untuk mendamaikan kekuasaan jahat itu.burung Ernga itu. Keduanya pun saling menyerang satu sama lain dengan jurus yang sama. Tanpa diduga. Karena kepala persatuan pemujaan roh-roh menjadi risau ia pergi menjumpai guru Hatimbulan dan mengatakan kepadanya : mengapa keadaan yang seperti ini tidak berubah-ubah karena kejadia belum pernah terjadi mereka pergi untuk mencari sebabnya dan mengajak kepada Debata atau dewa yang adil sehingga guru Hatimbulan menjawab :” semua bisa terjadi” lalu raja Bius mengatakan :” semua orang heran mengapa istrimu begitu lama hamil para bidan menerangkan bahwa kehamilan itu telah terlalu lama karena perkataan itu maka timbullah pertengkaran akan tetapi tidak ada yang cidera atau mati. Ia pun mengambil piring lalu dilemparkan ke arah abangnya. yang satu kiranya di bawa ke barat dan yang satu lagi di bawa ke timur. tiba-tiba adiknya sudah berada di depan rumahnya. Tiba-tiba saja dia menghilang dari kamarnya. Pohon itu mempunyai buah yang masak dan manis. Gawat! Adikku pasti akan marah jika mengetahui hal ini. akan tetapi guru Hatimbulan tudak mengendalikan nasehat arif bijak sana dari pengetua-pengetua dan kepala itu. kerah tanah menutupi hubangan-hubangan dan rawa-rawa.” seru Sangmaima. Akhirnya pertengkaran pun terjadi. tidak bisa menjaganya. tempat jatuhnya lesung itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah danau. Sehabis pesta tamu-tamu telah menasehatkan supaya anak-anak itu jangan kiranya bersama-sama di asuh. “Bang! Aku datang ingin membawa pulang wanita burung Ernga itu. dan perkelahian antara adik dan abang itu tidak terelakkan lagi. tidak ada yang kalah dan menang. si boru Tapinuansa ingin makan buah-buah itu karena . Datu Dalu kemudian mengambil lesung lalu dilemparkan ke arah adiknya. Sangmaima ingin membalas serangan abangnya. kemana dia membawa anak-anak itu. seorang anak laki-laki dan perempuan seketika itu juga maka hujan pun turun lebat. istimewa yang berlainan jenis adalah satu masalah yang sangat tidak baik menurut pahamter. semua penduduk kampung itu menganggap keadaan itu hal yang gaib. sebab kelahiran kembar. sehingga piring itu jatuh di kampung Datu Dalu yang pada akhirnya juga menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Si Pinggan. “Abang harus menemukan burung itu. Lamakelamaan terbuktilah apa yang diungkapkan pengetua itu benar-benar. seekor anjing kurus membawa mereka dalam setiap hari guru Hatimbulan membawa mereka setelah anak-anak itu menjadi dewasa maka putri atau gadis itu ketika berjalan-jalan kebetulan melihat sebuah pohon bernama pui-piu tanggu. Oleh masyarakat setempat. Sementara itu. cari Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pulau Samosir di desa si dugur-dugur tinggallah seorang laki-laki bernama guru Hatimbulan. Namun sang Adik berhasil menghindar.” jawab Datu Dalu gugup. yaitu agar tidak bersifat curang dan egois Silinduat/ Kembar. “Maaf Adikku! Aku telah lalai. sehingga lesung itu melayang tinggi dan jatuh di kampung Sangmaima. Sangmaima tidak bersedia menerima ganti rugi dengan bentuk apapun.” gumam Datu Dalu. Beliau adalah seorang si Baso atau pendeta namanya datu Arak ni pane. Ia juga mengundang semua pengetua-pengetua dan kepala-kepala dalam perjamuan itu dimana nama anakanak itu akan di umumkan putra itu di beri nama Aji donda atahutan dan putri itu di bri nama Si boru Tapi nauasan. saat itu juga terjadi kelaparan juga teriknya tak tertahankan. danau tersebut diberi nama Danau Si Losung. Mereka sudah lama menikah tetapi belum juga di karuniai seorang anak. Namun. sehingga perkelahian itu tampak seimbang. Sesudah perempuan itu hamil maka luar biasa lamanya barulah anak itu lahir. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Di mana dia?” tanya Sangmaima pura-pura tidak tahu. Datu Dalu pun berhasil menghindar dari lemparan adiknya. “Dik! Bagaimana jika aku ganti dengan uang?” Datu Dalu menawarkan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi.

Pulau Simardan masih sebuah perairan tempat kapal berlabuh. Menurut keterangan masyarakat kepadanya. yaitu daerah Porsea Tapanuli. Pada suatu hari. namun pendiriannya tetap tidak berubah. Lokasi berlabuhnya kapal tersebut. terletak di 20. Esoknya. dan Tanjungbalai merupakan daerah yang ditujunya. Simardan sebenarnya berasal dari hulu Tanjungbalai atau sekitar daerah Tapanuli. melainkan di hulu Tanjungbalai.” jelasnya. hanya saja kepalanya masih kecil dan kelihatan. kata tokoh masyarakat di P. Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim. ditepis Simardan. Anak Durhaka. Di Kota Tanjungbalai. mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahuntahun tidak bertemu. Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya. Donda memanjat pohon itu dengan maksud menolong saudaranya.itu ia memanjat buah pohon tersebut. Simardan Kota Tanjungbalai. Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis. suatu hari ibunya yang tua renta. wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan. dia merantau ke Malaysia untuk menjual harta karun yang ditemukannya di sekitar rumahnya. Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai. Kemudian. apa saja yang ia minta diberikan tetapi ia menjadi putus asa.052. Di pelabuhan.” tutur Marpaung. Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya. Daem mengatakan. Guru Hatimbulan telah kehabisan akal ia telah banyak mengeluarkan uang untuk datudatu keperluan gondang dan kurban untuk roh-roh. Simardan adalah anaknya. 80. dan memukan berbagai macam perhiasan yang banyak. Ia menerangkan dengan pasti bahwa ia dapat melepaskan orang-orang itu. kata Marpaung. Tanjungbalai. dia pergi merantau ke negeri seberang.979 jiwa (sensus 2003-red). 75. Di antaranya. Simardan. Berbeda dengan Simardan.58 LU (Lintang Utara) dan 0. Kedua anak itu menjerit minta tolong akan tetapi suara sedih hilang dalam gelap gulita itu. Abdul Hamid Marpaung. Tidak diduga. “Simardan bermimpi lokasi harta karun. tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh. ia mengambil dan memakainya akan tetapi ia di telan pohon itu dan ia menjadi satu dengan pohon tersebut. akan tetapi ia juga lengket di pohon tersebut.Daem. Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya. cari Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka. Berasal Dari Tapanuli Sebelum terjadinya peristiwa tersebut. Sedangkan luasnya sekitar 6. guna mencari peruntungan. dan mengatakan. Karena. Donda heran melihat kejadian itu dan menayakkan mengapa sampai terjadi hal ini. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. pelukan kasih dan sayang seorang ibu. “Daerah asal Simardan bukan Tanjungbalai. akibat durhaka terhadap ibunya. Bahagia anaknya telah kembali. berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas.90 ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 144. warga Jalan Mesjid P. yakni Pulau Simardan. tetapi kutuk lah dirimu sendiri lalu roh itu berkat ” jikalau begitu semestinya bapak pergunakanlah saya dari sekarang sebagai Simardan. Walaupun peristiwa tersebut terjadi di daerah Tanjungbalai. H. Besok paginya anjing mereka datang berlari-lari maka ia pun ikut juga tertelan di pohon itu hanya saja kepalanya kelihatan. di Jalan Sentosa Kelurahan Pulau Simardan Lingkungan IV Kota Tanjungbalai. dia pergi ke tempat yang tergambar dalam mimpinya. warga Jalan Binjai Semula Jadi Kota Tanjungbalai. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan. Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu. Bahkan. Simardan berencana menjual harta karun yang ditemukannya itu. . dengan tujuan merubah nasib keluarga. Saudaranya menunggu sampai sore dalam kebimbangan mengenai nasib saudaranya kemudian dia pergi ke hutan untuk memeriksanya sambil memanggil-manggil namanya dengan suara yang nyaring. Beberapa hari kemudian ia menemukan datu parponsa ginjang memperkenalkan dirinya. ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan.3 meter dari permukaan laut. Selain itu. Menjual Harta Karun Dari berbagai cerita atau kisah tentang legenda anak durhaka. Guru Hatimbulan mendengarnya ia menjawab janganlah kutuk saya. Dekat pada pohon tersebut sehingga gadis tersebut menyahutinya. biasanya anak pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Hal itu juga dikatakan tokoh masyarakat lainnya.

pasangan suami isteri itu pergi ke Tanjungbalai. sehingga kapal tersebut hancur berantakan. menurut Daem. Simardan membantah bahwa orang tua tersebut adalah wanita yang telah melahirkannya. Bahkan. berupa makanan khas keyakinan mereka yang belum mengenal agama. tidak satupun kerajaan yang mampu membayar harta karun temuan Simardan. Hal itu dilakukan Simardan. Dusun sakti kemudian memberikan jawaban bahwa bayi ini akan menjadi seorang laki-laki yang memiliki kharisma dan kelebihan tersendiri. Usai berdoa. menurut cerita Marpaung dan Daem. Simardan akhirnya kembali ke Tanjungbalai bersama isterinya. perlakuan kasar Simardan karena malu melihat ibunya yang miskin. “Sekitar empat puluh tahun lalu. Malu Setelah berpuluh tahun merantau. “Karena miskin. Kedatangannya ke Tanjungbalai. tujuan Simardan pergi merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Akibatnya. Namun. Dengan sukacita. masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan. tunjukkanlah kebesaran-Mu. berita kedatangan Simardan di Tanjungbalai disampaikan masyarakat kepada ibunya. ternyata sikap dan perlakuan Simardan tidak seperti yang dibayangkannya. Kalau menurut Marpaung. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar. Lebih lanjut dikatakan Marpaung. tergantung persepsi kita. Setelah dewasa Sipiso Somalim sudah . Berbeda dengan keterangan Marpaung. Jadi atas saran orang tua di Malaysia. “Hidangan yang disiapkan ibunya adalah makanan yang diharamkan dalam agama Islam.” jelas Marpaung. jelas Marpaung. Raja ini mempunyai seorang saudara putri yang bernama siboru Sandebona yang kemudian kawin dengan raja Panuasa dari kampung Uluan. karena dia malu kepada isterinya ketika diketahui ibunya belum mengenal agama. kera putih itu tidak pernah terlihat lagi. tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan. ibu Simardan kemudian berangkat menuju Tanjungbalai bersama beberapa kerabat dekatnya. bayi ini diberi nama Sipiso Somalim.jelas Marpaung.” Sementara menurut H. akan tetapi setelah genap waktunya bayi ini tidak kunjung lahir. sehingga dia terpaksa pergi ke Malaysia.Daem. Sedangkan tubuh Simardan. Simardan tidak mengakui sebagai orangtuanya. “Benar tidaknya legenda Simardan. Tapi setibanya di Tanjungbalai. untuk berdagang sekaligus mencari bahan-bahan kebutuhan. Daem. Raja yang sangat makmur dan kaya raya.” Kera Putih dan Tali Kapal Setelah diperlakukan kasar oleh Simardan.” tutur Marpaung. kemudian Siboru Sandebona kebingungan. “Makanan yang dibawa ibunya adalah bukti bahwa keyakinan mereka berbeda. akibat bertambahnya populasi manusia di Tanjungbalai khususnya di Pulau Simardan. lalu menemui seorang dukun sakti untuk menanyakan apa yang bakal terjadi dengan anak yang ada di dalam kandungannya. “Kalau dia adalah anakku. Selain tali kapal ditemukan juga rantai dan jangkar. Simardan datang ke Tanjungbalai dilandasi karena tidak memiliki keturunan. Mereka diberikan tempat hidup di hutan Pulau Simardan. Para pelayan dan isterinya berubah menjadi kera putih. Penemuan terjadi. ibunya memakai pakaian compang-comping. ketika masyarakat menggali perigi (sumur). Di samping itu. menurut H. Setelah beberapa tahun di Malaysia. “Salah satu kerajaan di Pulau Penang Malaysialah yang membeli harta karun tersebut.Suatu saat Siboru sandebona mengandung seorang anak laki-laki. sekitar tahun lima puluhan masyarakat menemukan tali kapal berukuran besar di daerah Jalan Utama Pulau Simardan. rantai dan jangkar kapal membuktikan bahwa dulu Pulau Simardan adalah perairan Legenda Sipiso Somalim. Begitulah setelah lahir. Simardan juga mempersunting putri kerajaan itu. Simardan akhirnya berhasil menjadi orang kaya dan mempersunting putri bangsawan sebagai isterinya. Hal ini disebabkan para pelayan dan isterinya tidak ada kaitan dengan sikap durhaka Simardan kepada ibunya. kata Daem dan Marpaung. Tapi dengan ditemukannya tali. cari Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan. kata Marpaung. yang diduga berasal dari kapal Simardan.” begitulah kira-kira yang diucapkan ibu Simardan. berdiri kerajaan besar dan kaya di Tanjungbalai. sang ibu lalu mempersiapkan berbagai hidangan. wanita tua itu lalu berdoa sembari memegang payudaranya.” ungkapnya. Gembira anak semata wayangnya kembali ke tanah air. Sesampainya di Tanjungbalai.

Sipakpakhumal yang sebelumnya adalah Sipiso Somalim tetapmenunjukkan sikap baik pada Sipiso Somalim. Lama kelamaan Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim makin menunjukkan sikap yang kurang baik terhadap keluarga pamannya maupun kepada Sipakpakhumal. Kedatangan kerbau ini. tetapi mereka tidak menunjukkan bahkan memperlakukannya Sipiso Somalim seperti keluarganya sendiri. Sipiso Somalim dipanggil menjadi Sipakpakhumal dan demikian sebaliknya. Punsahang Mataniari semakin menyadari bahwa ada yang tidak beres diantara Sipiso Somalim dan Sipakpakhumal. Sipiso Somalim tetap saja pada pendiriannya untuk meminang putri pamannya. dan selama itu pula Sipakpakhumal tidak habis piker bagaimana perasaan ibu yang dia tinggalkan sebab sebelum berangkat dia berpesan kepada ibunya agar ibunya memperhatikan sebatang pohon yang dia tanam di dekat rumahnya. Kemudian dia menanggalkan pakaian kebesarannya dan selanjutnya meminta Sipakpakhumal untuk menjaganya. Akan tetapi untuk sementara. lalu kemudian dia kembali mengirimkan seekor kerbau yang bernama “Horbo Sisapang Naualu”. Perjalananpun dilanjutkan dan sejak itu. Ketika kerbau ini sampai Punsahang Mataniari memanggil Sipiso Somalim untuk mengiring kerbau ini kekandang.” . Setelah siap mandi betapa terkejutnya Sipiso Somalim menyaksikan Sipakpakhumal yang telah mengenakan pakainnya. Meilhat Sipiso Somalim datang Punsahang Mataniari terus tahu bahwa dia adalah anak saudarinya yaitu Siboru Sandebona. dia hanya duduk tenang. Akan tetapi saat dia mendekat kerbau ini mengamuk dan hampir menanduk Sipakpakhumal. dan sama sekali dia tidak dapat berbuat apa-apa. Sipiso Somalim meminta agar mereka berhenti dan mandi untuk melepas rasa letih. Rasa gelisah tetap menyelimuti hati ibu Sipiso Somalim. Sipakpakhumal kemudian dengan menghunus pedang. seperti ancaman dari binatang buas mereka pun berjalan hingga suatu hari tiba pada sebuah pancuran yang sangat sejuk. Dengan mengenakan pakaian kebesaran serta bekal secukupnya termasuk “Pungga Haomasan” (obat penangkal lapar dan haus). Lalu suatu ketika ibunya memberangkatkan Sipiso Somalim yang didampingi seorang pengawalnya yaitu Sipakpakhumal. Selama dalam perjalanan. suatu ketika dia menyampaikan hasrat tersebut kepada pamannya. Dengan kejadian ini. dan apabila mati maka dia telah mati diperjalanan. kita akan terus menuju kampung Pusahang Mataniari dan jangan sekali-kali bicara pada siapapun bahwa aku telah menggantikanmu sebagai Sipiso Somalim. dia sangat sopan dan berbudi baik. Sebagaimana tujuan keberangkatan Sipiso Somalim untuk meminang putri pamannya. “sejak sekarang ini sayalah yang menjadi Sipiso Somalim dan kau menjadi Sipakpakhumal. Dalam sikapnya terhadap orang-orang sekitarnya. ibunya tidak kuasa lagi menolak permintaan Sipiso Somalim. dengan jalan yang penuh resiko. Mendengar semua ini Sipiso Somalim tidak dapat bebuat apa-apa kecuali hanya tunduk serta menerima apa yang terjadi. Maka dengan diam-diam dia mengenakan pakaian kebesaran Sipiso Somalim seperti layaknya seorang raja. Semua ini tentu karena pamannya makin hari makin curiga terhadap Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim. Pada usia sudah matang.menunjukkan kelebihan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. di kampung halaman. namun kerbau ini dapat disuruhnya bekerja sendiri untuk membajak sawah itu. dan apabila hal ini kau ceritakan pada siapapun kau akan kubunuh. pamannya menolak dengan cara halus dengan alasan agar jangan terburu-buru dulu. bagi Sipakpakhumal mengetahui bahwa itu sengaja dikirim oleh ibunya dari kampung halaman. karena dengan pakaian ini kharisma Sipiso Somalim langsung pindah Sipakpakhumal. kerbau ini langsung mendekat seperti bersujud. Kemudian Punsahang Mataniari memanggil Sipakpakhumal untuk mengiring kerbau tadi. apabila pohon itu layu berarti dia mendapat kesulitan di tengah jalan. Setelah berjalan beberapa hari akhirnya mereka tiba di Rura Silindung tempat Punsahang MataniariPunsahang Mata ni Bulan. Karena asiknya Sipiso Somalim mandi. Bahkan semua tindak tanduknya mencerminkan sikap seorang anak-raja. dia tidak menghiraukan apa yang telah diperbuat Sipakpakhumal tadi. Adapun Sipakpakhumal yang merupakan Sipiso Somalim yang sebenarnya tetap diam dan tidak berani berbuat apaapa dan dia diperlakukan sebagai layaknya seorang pembantu. Sehingga pada saat dia menggembalakan kerbau ini di sawah dia membuka tanduk . Adapun Sipakpakhumal sejak keberangkatannya dengan Sipiso Somalim sudah memiliki niat jahat bagaimana agar dia dapat berperan sebagai Sipiso Somalim agar selanjutnya dapat memperistri putri Punsahang Mataniari. Sipakpakhumal menjadi Sipiso Somalim. dan suara lantang berkata. Pada saat Sipakpakhumal mendekat. mengerti. Sipiso Somalim berangkat menuju kampung pamannya Rura Silindungdn menelusuri hutan lebat. Pada suatu saat dia disuruh orangtuanya untuk membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau. Melihat sejuknya air pancuran ini. Lalu dengan langsung dia memeluk Sipiso Somalim meskipun sebenarnya dia memiliki firasat bahwa ada yang kurang beres dengan keponakannya itu.

Para pengawal kemudian kembali dan melaporkan kepada Punsahang Mataniari bahwa mereka telah tidak menemukan jejak pemuda itu. Menyaksikan semua apa yang terjadi putri Punsahang Mataniari cepat-cepat menemui dan memberitahukan apa yang dia saksikan kepada ayahnya Punsahang Mataniari. dan ayahnya pun semakin yakin bahwa Sipakpakhumal yang dijadikan pembantu adalah Sipiso Somalim yang sebenarnya. besok harinya pada pagi-pagi buta dia melarikan diri beserta istrinya yang menurut cerita berangkat menuju Sumatera Timur. Sipakpakhumal menerima makanan itu dari putri Punsahang Mataniari. dasar curiga. Sehingga selama ini pun Punsahang Mataniari sebenarnya juga curiga karena pengetahuannya Sipakpakhumal tidak pernah makan tetapi tetap mengaku kenyang. Lebih terkejut lagi. atas permintaan putri Punsahang Mataniari.kerbau ini ternyata di dalamnya terdapat berbagai jenis alat musik dan perhiasan kerajaan sementara kerbau ini membajak sawah. datanglah putri Punsahang Mataniari untuk mengantar makanan Sipakpakhumal. Punsahang Mataniari kemudian memangil si Piso Somalim serta bertanya apa yang pernah terjadi antara mereka berdua. Pungga haomasan ini diberikan ibunya saat dia berangkat dahulu dan sampai saat itu tetap berada ditangannya. Acara sudah digelar akan tetapi tak satu orangpun dari pemuda itu berkenan di hati putrinya Punsahang Mataniari. Sipakpakhumal merasa bahwa putri Punsahang Mataniari sudah jauh lalu diambilnya nasi tersebut dan ditaburkannya untuk makanan burung yang semuanya mengelilingi Sipakpakhumal. Pada kedua kalinya. Baik Punsahang Mataniari maupun putri sulung menganggap bahwa yang datang itu adalah Sipiso Somalim yang .Begitupun karena Sipakpakhumal menyadari kesalahannya dan merasa hidupnya akan terancam. Dengan rasa gugup dan ketakutan. Kemudian Punsahang Mataniari menawarkan kepada anak perempuannya nomor dua dan ternyata putrinya itu mau. Untuk menari dan dia ingin memilih salah satu dari antara mereka untuk menjadi suaminya. dia sangat terkejut mendengar musik yang sangat merdu yang diiringi oleh nyanyi ria yang banyak bertengger diatas dahan. pamannya mempertanyakan kepada putrinya yang paling sulung agar berkenan menerima Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim menjadi suaminya akan tetapi dia menolak permintaan itu. Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengambil sebuah benda kecil yang disebut “pungga haomasan”. pada saat dia memperhatikan bahwa kerbau tersebut membajak sawah tanpa digembalakan Sipakpakhumal. Lalu malalui upacara adat mereka dikawinkan. Putri sulung Punsahang Mataniari meminta kepada ayahnya untuk menggelar upacara dengan membunyikan seperangkat musik dan mengundang semua pemuda yaitu anak raja-raja yang berada disekeliling kampungnya. Hingga pada suatu ketika. Sipakpakhumal yang mengaku Sipiso Somalim semakin mendesak pamannya agar dia dikawinkan dengan putri pamannya. dia memainkan alat-alat musik tadi sehingga karena merdunya segenap burung yang terbang diangkasa turut bernyanyi ria. Dengan perasaan berang sebenarnya ingin menghukum Sipakpakhumal ini. namun diluar dugaan. Pada siang hari. Dengan kehadiran pemuda itu. tiba-tiba seorang pemuda menunggang kuda dan berpakaian kerajaan tibatiba muncul dipesta itu. ternyata yang memainkan musik ini adalah Sipapakhumal. sang putri mengatakan kepada ayahnya bahwa dia sangat tertarik kepada pemuda tersebut dan meminta kepada ayahnya agar dia menyuruh para pengawal untuk mencari asal pemuda tadi. Pungga haomasan ini kemudian dicium dan dijilat lalu seketika itu dia kenyang sebagaimana layaknya makan nasi. Para pengawalmya heran sebab ada tanda-tanda bahwa Sipakpakhumal lah lelaki yang baru saja hadir di pesta itu. Dengan hati tidak sabar. karena sesaat setelah Sipakpakhumal berada di gubuknya lalu ia menukar pakaiannya seperti semula dan pakaian kebesaran itu adalah pemberian ibunya yang dikirimkan melalui kerbau itu dan setelah dia sampai dipondoknya. dan pada saat acara berakhir tiba-tiba seorang pemuda dengan menunggang kuda “Siapas Puli” kembali hadir setelah menari-nari sejenak akhirnya menghilang. Sementara itu. akan tetapi karena Punsahanng Mataniari sadar bahwa Sipakpakhumal telah terlanjur menantunya sehingga dia tidak dapat berbuat apaapa. pakaian kebesaran itupun ditanggalkan dan memakai pakaian biasa. kembali digelar acara adat dengan membunyikan seperangkat alat musik. putri Punsahang Mataniari pamit seolah-olah pulang ke rumah akan tetapi dia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar untuk mengamati dari dekat tindak tanduk Sipakpakhumal. Karena Punsahang Mataniari mengancam akan membunuh apabila dia bohong maka Si Piso Somalim mengaku dengan terus terang apa yang telah dia lakukan terhadap Sipakpakhumal sehingga Sipiso Somalim yang sebenarnya akhirnya dijadikan sebagai Sipakpakhumal dan demikian juga sebaliknya. Para pengawalnyapun mengikuti jejak pemuda tadi dan akhirnya mereka tiba pada suatu tempat yaitu tempatnya Sipakpakhumal untuk mengembalakan ternak tuannya. semua orang tercengang dan seketika itu pula pemuda itu meninggalkan pesta itu. Setelah dekat.

Tersiarlah berita sampai keseluruh negeri dan sampai pada dukun Nasumurung Datu Pangabang-abang Pangubung-ubung yaitu dukun yang dapat menghidupkan kembali yang mati atau menyegarkan yang busuk. Setelah selesai. Punsahang Mataniari memerintahkan para pengawal untuk menjemput Sipakpakhumal dari tempatnya dan membawanya terhadap Punsahang Mataniari. kepersendian. Saudagar melihat betapa cantiknya patung tersebut bila dikenakan pakaian dan perhiasan lengkap. Ia kemudian mengenakan pakaian. diteteskan ke bibir sehingga komatkamit. kalung. matanya langsung berkedip. menahan hujan (manarang udan). mencari dan menangkap pencuri. daunnya kira-kira setinggi manusia. diteteskan ke mulut terus dapat berbicara. Suatu saat ia (Baragas Tunggal) melihat di udara pohon melayanglayang tanpa cabang. Ketika hendak pulang barangbarang tersebut tidak dapat dibuka walau dengan cara apapun. Baragas mengambilnya serta mulai mengukir sehingga berbentuk seorang gadis disebut Jonjong Anian. Suasanapun berobah. Beberapa hari kemudian saudagar kain dan perhiasan lewat lalu beristirahat ditempat tersebut. Datu Nasumurung membangun rumah untuk tempatnya bertenun yang dikawal harimau. cari Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk : meminta hujan. Sang dukun pergi ketempat patung tersebut dengan membawa obat berkhasiat. gelang dan kancing emas. pergelangan tangan maupun kaki sehingga dapat bergerak dan berjalan sehingga patung tersebut menjadi seorang gadis cantik jelita. Berita itu tersebar luas diseluruh negeri dan sampai kepada . Pada saat itu akhirnya Sipakpakhumal yang sebenarnya adalah Sipiso Somalim menceritakan semua yang terjadi sejak diberangkatkan Ibunya 7 tahun yang lalu akhirnya mendapat malapetaka atas ulah licik Sipakpakhumal yang sebenarnya. sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. Ada beberapa versi mengenai kisah terjadinya tongkat Tongkat Tunggal Panaluan yang memiliki persamaan dan perbedaan. Pada saat itu pamannya menyampaikan maaf yang sebenarnya atas apa yang terjadi selama 7 tahun ini. Mereka menanyakan hal tersebut kepada ahli ramal. namun seorang pemuda berhasil memikat hatinya yang bernama Guru Tatea Bulan dan sepakat untuk melaksanakan perkawinan. Pertemuan dengan Punsahang Mataniari beserta seluruh keluarganya sangat mengharukan. membantu dalam peperangan dll. Maka pergilah Datu Baragas kehutan untuk mencari kayu yang cocok dijadikan patung. tetapi berhari-hari lamanya tidak ditemukan. diberi nama siboru Jonjong Anian Siboru Tibal Tudosan. suatu saat pamannya mengutarakan bahwa mereka memiliki hasrat untuk menjadikan Sipiso Somalim sebagai menantunya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. tangga rumahnya dibuat dari pisau-pisau yang tajam. Sipiso Somalim akhirnya menikah denngan putri pamannya sesuai dengan keberangkatannya untuk menemui pamannya Punsahang Mataniari 7 tahun yang silam dan pada suatu waktu dia beserta istrinya meninggalkan Rura Silindung dan kembali menemui Ibunya di kampung halamannya yaitu Kampung Uluan Tunggal Panaluan. ke telinga lalu mendengar. mengobati penyakit. ditetskan kehidung terus bersin. Pohon tersebut turun tepat ditempat peristirahatan (perberhentian) yang disebut Adian Naga Tolping. ahli ramal menganjurkan agar mengganti patung-patung yang ada di rumahnya dengan yang lebih cantik. Baragas memohon kepada Mulajadi agar pohon tersebut diturunkan ke bumi dan ternyata dikabulkan. babi dan anjing. tetapi tidak dapat diangkatnya. menolak bala. selendang. kerabu. Lalu ia pulang dengan hati yang sangat kesal. sehingga motif yang terdapat pada tongkat Tongkat Tunggal Panaluan juga bervariasi. lalu meneteskannya ke mata patung. Banyak pemuda yang simpati padanya tapi untuk bertemupun tidak bisa. Maka pada saat itu juga. Salah satu kisahnya sebagai berikut : sepasang suami istri yaitu Datu Baragas Tunggal Pambarbar Na Sumurung (ahli ukir) dan istrinya Nan Sindak Panaluan. Wabah. Pakpakhumal sebenarnya apa yang terjadi dan sebelumnya dia menolak untuk menemui Punsahang Mataniari akan tetapi setelah dibujuk akhirnya diapun mau. Pada awalnya Sipiso Somalim menolak akan tetapi setelah dia pertimbangkan masak-masak akhirnya dia terima dan pesta perkawinanpun dilaksanakan dengan menggelar upacara adat. ia bermaksud membawa pulang.sebenarnya dan yang selama 7 tahun telah terlanjur mereka jadikan sebagai pembantu dan semua ini adalah atas ulah dari kebohongan Sipakpakhumal yang selama ini mengaku sebagai Sipiso Somalim.

selalu dicaci-maki walaupun sebenarnya pekerjaannya semua berres. Yang laki-laki dinamai Aji Donda Hatahutan Situan Parbaring dan adiknya si Tapi Nauasan Siboru Panaluan Turi-Turin Beru Ginting Sope Mbelin. Anak ini diperlakukan dengan sangat kejam. Walau Beru Ginting Sope Mbelin dapat mengerjakannya dengan baik dan cepat – karena selalu dibantu oleh temannya Beru Sembiring Pandan toh dia tetap saja kena marah dan caci-maki oleh makcik dan pakciknya. tiada berayah tiada beribu. mis : meminta hati elang. Ternyata kehamilannya diluar kebiasaan yaitu selama 12 bulan. Anak mereka hanya seorang. dll. Beru Sembiring Pandan. maka Beru Ginting Sope Mbelin membentuk “aron” atau “kerabat kerja tani gotong royong” yang beranggotakan empat orang. dll. anak wanita. Maka jadilah Beru Ginting sope Mbelin benar-benar anak yatim piatu. ikan lumba-lumba. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu “judi rampah” dan dia mengutip cukai dari para penjudi untuk mendapatkan uang. bisalnya menumbuk padi yang berbakul-bakul. Selanjutnya sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di tepi pantai. Siboru Jonjong Anian mulai mengandung (hamil). Beberapa lama kemudian. ayam jantan. tetapi ternyata tidak berhasil. Segala siasat dan tipu muslihat pakciknya bersama konco-konconya dapat ditangkis oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Kedua Sibayak ini memberi kain kepada Beru Ginting Sope Mbelin sebagai tanda mata dan berdoa agar selamat di perjalanan dan dapat bertemu lagi kelak. Kalau Beru Ginting Sope Mbelin . setelah lahir ternyata kembar dua (marporhas). saudagar menjadi pamannya dan datu Pangabang-abang menjadi kakeknya. Di tengah jalan Beru Ginting Sope Mbelin bertemu dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Kemudian sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di Tanah Alas di kampung Kejurun Batu Mbulan dan diterima serta diperlakukan dengan baik oleh Tengku Kejurun Batu Mbulan secara adat. Lama kelamaan upayanya ini memang berhasil. Empat hari setelah kematian Ginting Mergana.Baragas (sipembuat patung). Keberhasilan Ginting Mergana ini menimbulkan cemburu adik kandungnya sendiri. Di pelabuhan itu sedang berlabuh sebuah kapal dari negeri jauh. yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. mengambil kayu api berikat-ikat dengan parang yang majal. Adik kandungnya ini justru meracuni Ginting Mergana sehingga sakit keras. Terjadilah perselisihan antara sipembuat patung (pengukir). Tarigan Mergana dan Karo Mergana. Mesin kapal dihidupkan tetapi tidak jalan. Akhirnya meninggal dunia. yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. lalu mendatangi datu Pangabang-abang yang menanyakan hal itu. laki-laki dan perempuan. Pamannya membawanya berjalan jauh untuk dijual kepada orang yang mau membelinya. cari Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri. menyusul pula beru Sembiring meninggal. Perselisihan itu ditengahi oleh Si Raja Bahir-bahir (seorang penyumpit) yang menyatakan : Baragas (pengukir) pantas menjadi ayahnya. Melaratlah hidup Beru Ginting Sope Mbelin bersama Beru Sembiring. pisang. Pakciknya berupaya memperoleh semua harta pusaka ayah Beru Ginting Sope Mbelin. yaitu Beru Ginting Sope Mbelin. walaupun permintaan tersebut terasa aneh. Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. nangka. Niat jahat makcik dan pakciknya tidak padam-padamnya. Beru Ginting Sope Mbelin disuruh naik ke kapal untuk dibawa berlayar. Pendapat itu disetujui dan perkawinanpun dilaksanakan. Selama hamil Guru Tatea Bulan senantiasa memenuhi permintaannya agar kelak tidak menjadi staknasi (halangan). Nakhoda kapal itu sudah setuju membeli Beru Ginting Sope Mbelin dengan harga 250 uang logam perak. Guru Tatea Bulan melaksanakan pesta pemberian nama (martutu aek). Untuk mengambil hati makcik dan pakciknya. datu yang menghidupkan dan saudagar yang masingmasing mengatakan bahwa siboru Jonjong Anian adalah putrinya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Pakciknya menyuruh pamannya untuk menjual Beru Ginting Sope Mbelin ke tempat lain di luar tanah Urung Galuh Simale. Beru Ginting Sope Mbelin pun tinggal dan hidup bersama pakcik dan makciknya. Berulang kali begitu. Ada-ada saja upaya dibuat oleh makcik dan pakciknya untuk mencari kesalahan Beru Ginting Sope Mbelin.

Sesampainya di sana. kapal tidak dapat berjalan. yaitu seorang dukun besar atau “guru mbelin”. Beru Ginting Sope Mbelin meneruskan perjalanan seorang diri tidak tahu arah tujuan entah ke mana. di sana mereka pun berjumpa pula dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Nakhoda akhirnya tidak jadi membeli Beru Ginting Sope Mbelin dan uang yang 250 perak itu pun tidak dimintanya kembali. Nenek Datuk Rubia Gande menyetujui usul itu serta merestui keberangkatan mereka. Atas petunjuk Nenek Uban ini maka secara agak gaib Beru Ginting Sope Mbelin pun sampailah di tempat nenek Datuk Rubia Gande. Berangkatlah Beru Ginting Sope Mbelin dengan suaminya Karo Mergana memulai perjalanan. Pakciknya percaya bahwa Beru Ginting telah terjual. Penghuni gua – yang bernama Nenek Uban – pun keluar menjumpainya. Nenek tua ini mengetahui riwayat hidup keluarga dan pribadi Beru Ginting Sope Mbelin ini. bahkan menolongnya menunjukkan jalan yang harus ditempuh. Beru Ginting Sope Mbelin pun menjadi anak asuh nenek Datuk Rubia Gande. Mereka berjalan beberapa lama mengikuti rute perjalanan Beru Ginting Sope Mbelin dulu waktu meninggalkan tanah urung Galuh Simale. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya diantar dengan upacara yang meriah atas anjuran dan prakarsa Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi yang bijaksana dan baik hati. Anehnya harimau tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin. keluarlah nenek Datuk Rubia Gande serta berkata: “Mari cucu. karena begitulah keinginan cucunya Beru Ginting itu. dan kini mereka dapat pula bertemu dengan Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. Beru Ginting pun sudah remaja dan rupa pun sungguh cantik pula. Karena jawaban yang seperti itu jadinya orang bingung dan tak mau lagi datang melamar. Jadinya. kapal itu dapat berjalan. Ternyata antara Beru Ginting Sope Mbelin dan nenek Datuk Gande terdapar rasa saling menghargai. Akhirnya. jangan takut” dan Beru Ginting Sope Mbelin pun menceritakan segala riwayat hidupnya. Konon kabarnya sudah ada jejaka yang ingin mempersuntingnya. Semuanya telah diatur dengan baik: perangkat gendang yang lengkap.turun dari kapal. Pakcik dan makcik Beru Ginting Sope Mbelin dibawa turun ke halaman untuk dijamu makan dan diberi pakaian baru oleh Beru Ginting Sope Mbelin. bermalam pula beberapa lama di Kuala dan Perbesi atas undangan kedua sibayak tersebut. Pendeknya. naik gunung turun lembah. pakciknya itu sekeluarga menyembunyikan diri di atas para-para rumah. Dan kedua insan ini pun dikawinkanlah oleh nenek Datuk Rubia Gande menjadi suami-istri. Inilah sebabnya masing-masing memberi jawaban pada orang yang datang “tanya saja pada dia!” Akhirnya terdapat kata sepakat. Oleh karena itu kepada setiap jejaka yang datang dia berkata : “tanya saja pada nenek saya itu”. Oleh karena itu pada saat tibanya Beru Ginting Sope Mbelin di kampungnya. Ditengah jalan. Sampailah mereka di antara Perbesi dan Kuala. bermohonlah Karo Mergana kepada nenek Datuk Rubia Gande agar mereka diizinkan pulang ke tanah kelahiran Beru Ginting Sope Mbelin. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. jangan menangis. nenek Datuk Rubia Gande pun dapat memenuhi permintaan cucunya. makanan yang cukup bahkan banyak sekali. tetapi kalau dia naik. Pakcik dan makciknya itu sangat malu dan tidak mengira . di pelabuhan di tepi pantai tempat berlabuh kapal nakhoda dulu. Dan disediakan pula pengiring yang mengantarkan Beru Ginting Sope Mbelin bersama Karo Mergana ke tanah Urung Galuh Simale. Ternyata pakcik Beru Ginting Sope Mbelin dulu – yang juga seorang dukun – mempunyai firasat yang kurang baik terhdapa dirinya. Dia mengatakan bahwa Beru Ginting Sope Mbelin telah dijual dengan harga 250 perak serta menyerahkan uang itu kepada pakciknya Beru Ginting. Tetapi Beru Ginting Sope Mbelin tidak berani mengeluarkan isi hatinya karena yang memeliharanya adalah nenek Datuk Rubia Gande. bahwa Beru Ginting mau dikawinkan asal dengan pemuda/pria yang sependeritaan dengan dia. Mereka singgah di kampung Kejurun Batu Mbulan. mari. paman Beru Ginting Sope Mbelin pun melarikan diri pulang kembali ke kampung. Setelah beberapa hari. dengan mempertemukan Beru Ginting Sope Mbelin dengan Karo Mergana penghulu Kacaribu. Perjalanan pun dilanjutkan. Anehnya. berkat bantuan burung Danggur Dawa-Dawa. Nenek Uban ini pun tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin bahkan membantunya pula. Beru Ginting Sope Mbelin dalam petualangannya sampai pada sebuah gua yang dalam. melalui simpang Perbesi dan Kuala bahkan berhenti sejenak di situ. Dan neneknya pun berkata kepada setiap orang: “tanya saja pada cucu saya itu!”. Neneknya pun setuju dengan hal itu. Kedua Sibayak ini sangat bergembira karena dulu mereka pernah memberi kain masing-masing sehelai kepada Beru Ginting Sope Mbelin yang sangat menderita berhati sedih pada waktu itu. Akan tetapi akhrinya diketahui juga oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Pada suatu ketika dia bertemu dengan seekor induk harimau yang sedang mengajar anaknya.

yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. gendang si ngarak-ngaraki. serta bunga-bunga anggrek yang indah. Kecamatan Simpang Empat. Berbagai bunyi-bunyian pun dimainkan. Menurut masyarakat setempat. g. Sumatera Utara. e. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17C dan tanah yang subur. Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama „Kawar‟. sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah. terjadi malapetaka besar. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar. Sumatera Utara. b. i. Itulah hukuman bagi orang yang tidak berperikemanusiaan yang berhati jahat terhadap saudara dan kakak serta anaknya sendiri.127. jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. cari Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo. Air yang bening dan tenang. gendang ujung perang. mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. Dahulu. daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. hanya kepalanya saja yang nampak. gendang tungo-tungko. c. d. sehingga desa Kawar yang pada awalnya merupakan sebuah desa yang subur menjelma menjadi sebuah danau. Dan sebagai hukuman atas kekejaman dan kebusukan hati pakcik dan makciknya itu maka tubuh mereka ditanam sampai bahu masing-masing di beranda barat dan beranda timur. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Kabupaten Karo. meskipun tidak pernah memakai pupuk dan obat-obatan seperti sekarang ini. ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. f. “Ya. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut. sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2. Tuhan! Aku ingin sekali . gendang rakut. yang terletak di Desa Kuta Gugung. Suatu waktu. Desa Kawar namanya. Bukit Barisan. seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut. menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu. terutama sekali “gendang tradisional” Karo serta diiringi dengan tarian. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam. Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Apa sebenarnya yang terjadi dengan desa Kawar itu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini! Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah. kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. antara lain: a. gendang mulih-mulih. musik khas masyarakat Karo. Hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. Kepala mereka itulah yang merupakan anak tangga yang harus diinjak kalau orang mau masuk dan keluar rumah adat. Suatu waktu. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani.25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo. Maka tidak heran. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. Tidak ketinggalan pula anak. gendang morah-morah. Legenda Lau Kawar. gendang jumpa malem. hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. h. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran „Gendang Guro-Guro Aron‟. gendang perang si perangen. Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen.bahwa Beru Ginting Sope Mbelin akan pulang kembali ke kampung apalagi bersama suaminya pula yaitu Karo Mergana. gendan perang musuh.

Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang.” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal. tiba-tiba ada yang membawakan makanan. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada. termasuk anak dan menantu si nenek itu. berdiri pun aku sudah tak sanggup. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. Namun betapa kecewanya ia. . semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu. suamiku!„ jawab sang istri. Namun. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu. tolong bungkuskan makanan. tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Dengan perasaan gembira. Sementara itu. remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan. Ketika tiba saatnya makan siang. menantu serta cucu-cucunya. tak seorang pun yang datang. Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. karena di tempat upacara tersedia banyak makanan. “Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk ibu?” tanya sang suami kepada istrinya. Tapi. dengan perlakuan itu. karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang. semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. Ia sangat kecewa. di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu. sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang. Akhirnya. si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. “Ya. Alangkah senangnya hati sang nenek. Tapi. “Kalau begitu. Beberapa saat kemudian. Sesampainya di rumah. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang. babi. si nenek sudah merasa sangat lapar. Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa. Di sana tersedia daging panggang lembu. Kini. Dalam keadaan demikian. “Baiklah. ia mencoba mencari makanan di dapur. pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. Pada saat-saat lapar seperti itu. ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan!!. Wanita itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya. guntur menggelegar bagai memecah langit. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna. semua orang tidak ada yang peduli padanya. tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. apa dayaku ini. sedang aku dibiarkan kelaparan. lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang!” perintah sang suami. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan. termasuk anak. Namun. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. “Anakku! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah!” perintah sang ibu. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah. Ia kemudian segera menghampiri istrinya. Kini. Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. ia merasa sangat sedih dan terhina. setelah ditunggu-tunggu. Rupanya. kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. Namun. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu. dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya.menghadiri pesta itu. Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah. Air matanya pun tak terbendung lagi. teringatlah ketika ia masih remaja. “Belum?” jawab istrinya. karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. Jangankan berjalan.” ratap si nenek tua dalam hati. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. “Ya. ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua. Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. dan ayam yang masih hangat. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri. lalu berlari kembali ke tempat upacara. sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu. Langit pun menjadi mendung. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. kambing. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa. Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. “Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. Maka. “Baik. “Ya. ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan.

Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu. Sedikitnya ada tiga pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas. setelah menderita sakit beberapa lama. Di Sumatera. tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Sumatera Utara. Beberapa hari kemudian. Aku sebagai anak laki-laki . karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia. ia mencoba untuk menolongnya. kabung. di antaranya „nau. Tare Iluh. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu. Maka sejak itu. tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia. Demikianlah cerita tentang Asal Mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo. sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. Namun. karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya. Sumatera Utara. hanau. kawah itu diberi nama „Lau Kawar‟. adik dari ayah mereka. Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya. Oleh karena itu. pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo. yaitu pandai mensyukuri nikmat. Dalam tradisi orang Batak. orang tua mereka masih memiliki sanaksaudara dekat. sedangkan adiknya. Sepeninggal suaminya. tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo. kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Kita sekarang sudah dewasa. Legenda Tuak. cari Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren. Oleh karena itu. biluluk. wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Oleh masyarakat setempat. Pada upacara manuan ompu-ompu. sang istri-lah yang harus bekerja keras. Oleh karena setiap hari bekerja keras. Salah satunya adalah tuak(nira). menjauhi sifat durhaka kepada orang tua. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh. tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara. setelah tumbuhan kelapa. “Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. juk atau ijuk. Apa yang menyebabkan Abangnya. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. Dalam sekejap. “Adikku. dan bagot‟. tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan. “Ada apa. Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal. Bang!” jawab Beru. Tare Iluh. yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna. hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu. Namun. misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia. dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya? Alkisah. Sementara dalam upacara manulangi. Waktu terus berjalan. membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak? Menurut cerita. Beru Sibou. dan menyia-nyiakan amanat. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur. Selain sebagai minuman sehari-hari. terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. tiba-tiba menjadi panik.Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria. peluluk. Sumatera Utara. seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. kini menjadi anak yatim piatu. si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya. Untungnya. mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu. desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. Sebagai seorang pemuda.

sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. “Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya. sang Kakek pun segera pergi. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai. Tapi kalau boleh. Sepeninggal abangnya. Beru Sibou sangat sedih. rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. langit . Dengan bekal secukupnya. maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak. Apakah kakek tahu di mana negeri itu? “Maaf. hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. Suatu hari.merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. “Selamat sore.” kata Beru mengizinkan abangnya. ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan. si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua. si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. “Tapi. Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?” “Siapa nama abangmu?” “Tare Iluh.” “Benar. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak. Akibatnya. Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil. Sudah berminggu-minggu. Abangnya. si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang.” Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou. Tapi. si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggilmanggil abangnya sambil menangis. ia pun pergi mencari abangnya. “Tentu. Setelah menyampaikan sarannya. yaitu ketika pertama kali main judi. “Ya. Bang! Tapi. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. Tapi. Kek!” “Sore. Kakek ingin menyarankan sesuatu. Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon. tanpa berpikir panjang lagi. ia terus mengalami kekalahan. ia adalah pemuda yang gemar berjudi. Tetapi. si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu. bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya. Tak terasa. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. namun tak seorang pun yang mendengarnya. namun belum juga menemukan abangnya. meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. Keesokan harinya. ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak. Setelah sampai di puncak. Tetapi sayangnya. tapi tak kunjung datang jua. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. Barangkali ia bisa mendengarnya. Setelah itu. Sesampainya di puncak. Sementara si Beru Sibou. sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. hal itu tidak membuatnya putus asa. setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian. Bang?” Beru balik bertanya.” bujuk Tare kepada adiknya. Tuhan! Tolonglah hambamu ini. melainkan berjudi. lagi-lagi ia mengalami kekalahan. bagaimana dengan aku. Kek!” “Tare Iluh…? Maaf. aku akan segera kembali menemani adik di sini. bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu. kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. Suatu ketika. tiba-tiba angin bertiup kencang. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya. “Baiklah. Tare Iluh. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. Sementara itu. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata. Akhirnya. meskipun dengan berat hati. bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang.” “Apakah saran Kakek itu?” “Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?” “Iya. Kalau tidak salah. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian. berbulan-bulan.

burung Gurda Gurdi menyapa salam sang raja seraya menunjukkan rasa hormatnya. Gundala-gundala pada masa lampau ditampilkan dalam upacara "ndilo wari udan" (memanggil hujan) pada musim kemarau panjang (di beberapa desa masih dilaksanakan sampai sekarang). mantra. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari Gundala-gundala. padahal tindakan tersebut dianggap sang burung sebagai bentuk pelecehan yang sangat menyakitkan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. selagi sang putri asyik bercanda dengan putri raja. sifat tenggang rasa. masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. Burung Gurda Gurdi tidak seperti hewan lainnya. Pada saat rombongan Raja dan panglimanya bertemu dengan burung ini. Sisi lain dari kesaktian Burung raksasa ini adalah pantangan yang telah disumpahkannya sejak dahulu yakni paruhnya yang merupakan simbol kehormatannya tidak boleh dipegang. membuat panglima raja menaruh simpati dan mengajaknya pulang untuk tinggal di Istana Raja menemani istrinya sang putri raja. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. Untuk mengenang peristiwa tersebut. Setelah perkawinannya. karena burung jelmaan pertapa sakti ini tidak hanya tangguh dalam dunia persilatan. Suatu hari raja mengajak panglima untuk berburu di hutan yang lebat. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. Hari-hari kehidupan sang putri yang ditemani Gurda Gurdi bertambah ceria dan bahagia. dengan mata merah dan bulu berdiri. karena pada saat Panglima kerajaan suaminya melaksanakan tugas keluar daerah. Hingga kini. Menurut kisahnya. Gurda Gurdi mampu menghibur sang putri sekaligus mampu memberikan perlindungan yang sempurna. karena paruh Gurda Gurdi kembali dielus. Di tengan hutan rimba. rombongan ini bertemu dengan seekor burung raksasa. dia mampu berbicara seperti layaknya seorang manusia. semakin lama pertarungan kedua jawara sakti ini bertambah sengit. Ketidaktahuan keluarga raja atas karakter dan sifat Gurda Gurdi membuat terjadinya kemarahan yang berulang. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. cari Gundala-gundala adalah atraksi kesenian pada Masyarakat Kabupaten Karo dengan menggunakan "topeng" kayu.menjadi mendung. Mengetahui keadaan ini. Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara. tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. Gurda Gurdi menjadi marah besar. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. panglima raja suaminya berusaha membujuk Gurda Gurdi dengan "mengelus" paruh burung tersebut. Sesaat kemudian. sang . gunaguna. di masa lampau di dataran tinggi Karo hidup masyarakat yang rukun dan damai dipimpin seorang raja yang disebut "Sibayak" Sang raja memiliki satu-satunya keturunan yaitu seorang anak perempuan. Pada mulanya atraksi ini ditampilkan di Desa Seberaya mengisahkan legenda/dongeng si Gurda Gurdi. termasuk ilmu santet. penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira. Anak raja diperlakukan sebagai sorang putri yang yang sangat dimanjakan raja dengan sejumlah dayang-dayang yang senantiasa siap melayaninya. mereka menyanyikan lagu enau. sang putri menikah dengan seorang pemuda yang gagah perkasa. serta akibat buruk dari suka bermain judi. Suatu ketika. namun juga ampuh menangkal semua jenis racun. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan. dia melakukan sambaran dan pukulan kearah Panglima. Setelah dewasa. sang pengawal raja diberi jabatan baru sebagai Panglima Kerajaan. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman. seorang pegawai istana yang saat itu bertugas sebagai kepala pengawal raja. tanpa sengaja sang putri memegang paruh Gurda Gurdi yang membuat burung ini berang dan tidak menunjukkan sikap bersahabat. hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. burung yang sangat sakti jelmaan seorang pertapa yang sakti mandraguna bernama Gurda Gurdi.

. hujan deraspun melanda seluruh negeri.. akibatnya Gurda Gurdi terhempas ke tanah terkena pukulan mematikan dibagian kepalanya.. Pertarungan yang sengit terus berlangsung selama beberapa hari. sebagai pria sejati yang gagah perkasa dan sakti mandraguna dia tidak mau dipermalukan oleh seekor burung.panglima pun tidak kalah sigap... seluruh Istana berkabung. rakyat ikut berkabung bahkan Hari tiba-tiba mendung dan menitikkan air tanda berkabung nya. Demikianlah setiap kali atraksi atau tarian Gundala-gundala dilaksanakan dalam upacara Ndilo Wari Udan akan diahiri dengan suatu keadaan turunnya Hujan Deras. Raja memerintahkan para pengawalnya untuk membantu panglima dengan menyalurkan tenaga dalam dari jarak jauh. Melihat bahwa pertarungan ini telah menimbulkan keresahan bagi raja dan seluruh istana. banyak kerbau mati terkena pukulan jarak jauh salah sasaran serta pohon-pohon bertumbangan akibat pertarungan kedua jawara dan belum ada tanda-tanda menunjukkan pihak yang lebih kuat atau yang lebih lemah. Si baroar Asal mula kolam sampuagar Kisah kelana sakti Kisah pohon enau Kisah putrid ular Asal mula pulau si kantan Dan lain-lain . Kematian Gurda Gurdi dihormati sebagai kematian seorang pahlawan Kerajaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful