SUMATERA UTARA A.

adat istiadat
1.pernikahan
Tahapan-tahapan Acara Adat Batak mulai dari Rencana Pernikahan sampai dengan stla Pernikahan Berlangsung!!!

1. Marhori-hori Dingding (Penjajakan Rencana Pernikahan) Marhori2 Dingding adlh pendekatan (lobby-ing) awal dr pihak utk menjajaki kemungkinan kesediaan Parboru menerima anaknya jd menantu. Namun blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg tdk hanya menjajaki namun sdh lgsung membicarakan hal2 pokok di antaranya mengenai besarnya nilai Mas Kawin (sinamot atau Tuhor) ni boru. Di samping itu mereka jg sdh membicarakan tmpt pesta, jmlh undangan, Panjuhuti (hewan kurban), jmlh ulos, asesoris pesta, dll yg resminya baru akan di bicarakan pd acara Patua hata. Hal ini terkesan praktis krn kedua calon pengantin sdh lgsung berperan mjd semacam mediator antara suhut Paranak & suhut Parboru yg dulu itu di anggap sbg sesuatu yg tabu. Utk melaksanakan acr ini baik Paranak maupun Parboru blm terlalu repot, krn Paranak cukup membawa buah/kue & Parboru hanya menyediakan kopi/teh/aqua. Memang, blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg, dmn Paranak sdh sering suka membawa makanan utk acara santap bersama, tp gak ada tudu2 ni Sipanganon. Hasil pembicaraan pd acr ini hrs di catat dgn baik utk di cetak sbg bahan bahasan pd acara Patua Hata. Yg di undang dlm acr ini adlh saudara dekat, Boru terdekat & kalo mungkin yaitu dongan sahuta.

2. Patua Hata (Melamar ato Meminang wanita) Acr ini adlh kunjungan rombongan klg Paranak ke rumah klg Parboru dlm jmlh yg lebih besar utk menyatakan keinginan melamar ank Parboru mjd menantu. Disebut Patua Hata krn semula keinginan & hubungan itu baru sebatas hubungan antara pemuda & pemudi (naposo) yg kemudian ingin di tingkatkan mjd di campuri olh pihak ortu. Krn sdh melibatkan ortu kedua belah pihak, pasti semua sdh hrs serba transparan, dmn utk itu Paranak akn bertanya apakah calon menantu sdh benar2 cinta pd anaknya. Pertanyaan itu tdk lgsung di tanyakan olh Paranak, ttp melalui ank perempuan yg sdh menikah, yg jwbnnya akn di umumkan kemudiam scr resmi olh Protokol/Parsinabul Parboru. Bila pengakuan Parboru sdh ada, mk acara akn di lanjutkan dgn membicarakan hasil pembicaraan ketika Marhorihori Dingding. Sbg penutup, kedua calon mempelai wajib di beri arahan agar mereka jgn sampai pernah lg membuat hubungan asmara dgn pihak lain, krn hal itu mrp sesuatu yg tdk boleh. Usai pengarahan, Suhut jgn lupa dgn uang ingot2 yaitu Rp. 50.000,- ato Rp. 100.000,- utk Parsinabul dan Rp. 2.000,- ato Rp. 3.000,- per org utk yg hadir krg-lbh 35org. Yg ikut serta di undang pd acr ini adlh kerabat (perwakilan marompu-ompu), boru-bere, dongan sahuta, aleale, & jg pariban. Dlm hal konsumsi, Paranak menyediakan 1ekor babi matang (lengkap dgn tudu2) berbobot sktr 20kg-30kg tergantung banyaknya undangan. Sedang Parboru wajib menyediakan Dekke adat/ikan mas sbg imbalan dr daging babi yg di bw Paranak. Ada baiknya paranak melengkapi makanan tsb dgn soft drinks/bir. Tdk ada pembagian jambar daging babi bg Paranak selain berharap tempat daging babinya di isi dgn ikan mas olh calon besan sbg tambahan utk di bagikan Paranak kpd kerabat stlh selesai acr. 3. Martumpol/Mangido Ting-ting (Pranikah) Artinya “bersaksi”, dmn kedua calon mempelai hrs bersaksi di dpn Majelis Grj (Pendeta/majelis) & khalayak ramai menyatakan sejujurnya bhw diri mereka sdh tdk punya hubungan cinta lg dgn org lain. Pernyataan ini akn di catat/dibukukan dlm formulir administrasi grj, lalu di bacakan ulang isinya olh pejabat grj. Apbl smua data sdh benar, mk kedua calon mempelai akn membubuhkan tanda tangan bersama ortu kedua calon mempelai & para saksi. Slanjutnya diadakan penggembalaan olh Majelis/Pendeta grj dlm sebuah kebaktian singkat dmn Pendeta/Majelis akn menjelaskan hakekat hidup berkeluarga seorg Kristen. Dlm acr ini kedua belah pihak hasuhuton (Paranak & Parboru) selain mengundang klrg yg hadir pd acr Patua Hata, jg dpt mengundang klompok hula2 masing2. Pd acr ini biasanya Parboru menyediakan snack (kopi/teh/aqua), apbl acr martumpol ini diadakan di grj/wilayah Parboru dgn volume sesuai dgn jmlh undangan. 4. Ria Raja (Paranak Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg scr sepihak yg diadakan olh Paranak brsama kerabatnya (dongan sabutuha), boru-bere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku.

Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” kpd pihak Parboru. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri. Selesai acr Ria Raja biasanya kerabat akan bertanya apakah tumpak/sumbangan/angpau akn diserahkan skr/nanti saja d gedung. Dulu, Hasuhuton cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di tempat Ria Raja. Namun kini Hasuhuton sdh cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di gedung utk lebih menyemarakkan suasana pesta. Utk acr ini Paranak memotong/memasak 1ekor ank babi berbobot 20kg-25kg & tambahan lainnya tergantung banyaknya undangan & kemampuan hasuhuton. 5. Tonggo Raja (Parboru Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg Parboru scr sepihak yg diadakan bersama kerabatnya (dongan sabutuha), borubere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta utk membicarakan persiapan pernikahan. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku. Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” dr pihak Paranak. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri Selesai acr Tonggo Raja biasanya kerabat akn bertanya apakah Hasuhuton lebih memilih menerima (utk pengantin) kado berupa ulos herbang ato berupa uang sj. Bahkan kini jambar yg diterimapun sdh ada yg di kurs dgn uang, dmn jambar yg diterima justru di tambah seakan Hasuhutonlah yg memesan dengke siuk. Ini mrp pemikiran baru dlm upaya para kerabat, membantu meringankan keuangan Hasuhuton, krn dengke/ikan adat yg dimasak “perusahaan catering” jmlhnya sdh ckp banyak. Utk acr ini Parboru akan memotong & memasak 1 ekor ank babi berbobot 20kg-25kg ditambah dgn makanan lainnya. Tp itu tergantung pd banyaknya undangan & kemampuan Hasuhuton. Usai acr, biasanya Hasuhuton akan membagi2 daging kpd kerabatnya. 6. Patiur Mata Ni Mual (Minta Restu Tulang & Nantulang) Ini mrp acr tunggal yg scr khusus meminta Restu & Doa berkat dr Tulang&Nantulang, yaitu Abang/Adik kandung dr Ibu pengantin pria dlm rangka rencana pernikahan ank sulung, sdgkn utk pernikahan adiknya sdh tdk menjalankan adat itu lg. Pd hakekatnya acr ini hanya sekedar memberi hormat kpd Tulang, dmn suasananya tdk terlalu formal ttpi justru terasa santai sj. Acr dimulai dgn lebih dulu menyerahkan daging adat (tudu-tudu) ni Sipanganon kpd pihak tulang pengantin dmn ortu pengantin akn didampingi oleh saudara2nya.

Marsibuha-buhai (Acr Adat Jemput Pengantin) Berasal dr kt “buha” yaitu mula/mengawali. Memberi hormat kpd pengantin wanita sbg Boru Ni Raja yg sdh rela meninggalkan rmhnya menuju rmh suaminya. yaitu: 1. Acr ini bs berlangsung di rmh Parboru tp bs jg berlangsung di rmh Paranak tergantung pd sifat perkawinan yg dipilih/disepakati. Jd Marsibuha-buhai artinya mrp awal dr acr pemberkatan nikah & acr Marunjuk (Pesta Adat). Bila sifat pesta adatnya adlh “Alapon Jual” maka berlangsung di rmh Parboru. dmn doa mkn di pimpin olh pihak Paranak. pihak tulang bersama kerabatnya aknmemberi “kata2 berkat” & akn diterima (diampu) olh klrg pihak Paranak lalu dilanjutkan dgn pemberian uang Piso-piso utk Tulang & Pasituak Na Tonggi utk seluruh kerabatnya. Tdk ada persiapan lain dlm acr ini kecuali mengingatkan klrg agar sesuai acr pemberkatan. seorg anggota klrg hrs naik mimbar utk mengucapkan terimakasih kpd Grj atas pelayanannya. Maksud & tujuan acr ini yg paling pokok ada 2 hal. 8. mk hal itu tdk usah dipermasalahkan. Artinya apbl pd acr Patua Hata sifat ulaon sdh disepakati Taruhon Jual. acr kemudian dilanjutkan dgn acr mkn bersama. tp bl kemudian ada permintaan Hula2 (Parboru) agar Sibuha-buhai dilangsungkan di rmh Parboru. . 2. Memberi kesempatan kpd klrg dekat/hasuhuton utk mengisi perut (makan) krn seharian mereka sdh sibuk baik pd acr Grj maupun acr di gedung & hanya sedikit waktu utk makan. Pamasu-masuon Di Grj (Pemberkatan Nikah Grj) Pamasu-masuoan di grj adlh “Pengukuhan pernikahan” olh grj ats kedua mempelai. Sdgkn Tulang menyiapkan dekke serta sehelai ulos Ragi Hotang ato sejenisnya. Paranak/Parboru jg jangan lupa menyediakan uang ucapan terimakasih kpd Pendeta&Majelis dlm jmlh/nilai sewajarnya tanpa hrs menunggu diminta. Selesai memberi restu. Besarnya uang Piso-piso & Pasituak Na Tonggi tersebut tergantung kemampuan & pertimbangan dr pihak Paranak. Pd akhir acr ini. Dgn pengukuhan tsb mk “Resmilah” pernikahan itu sbg pernikahan yg sdh diberkati Tuhan terikat dgn janji yg tdk boleh cerai kecuali di ceraikan olh kematian. Utk acr ini Paranak membawa 1ekor babi yg telah di masak lengkap dgn tudu-tudunya. Utk acr ini kedua belah pihak wajib menyediakan makanan adat berupa 1ekor babi (martudu-tudu) disediakan oleh Paranak & dengke adat disediakan olh Parboru sdgkn banyaknya tergantung situasi & kondisi undangan. sdgkn kalo bersifat “Taruhon Jual” maka akn berlangsung di rmh Paranak. Soal tempat pelaksanaan acr ini tdk terlalu kaku ttpi masih bs di rundingkan/di negosiasi.Sbg bukti kesediaan Tulang merestui pernikahan keponakannya (berenya). 7. Pd kesempatan tsb pembicara jg sekaligus mengundang pendeta & majelis utk dtg ke pesta bersama undangan lainnya. mk Tulang & Nantulang akn memberikan dekke kpd berenya berikut sehelai ulos adat misalnya Ragi Hotang. Di samping itu.

Marunjuk (Pemberkatan Nikah Adat Batak) Acr ini jg Pengukuhan Pernikahan oleh Raja-raja Adat atas kedua mempelai. ari mu na so jadi sirang tondi mu ma antong Marsigomgoman”. baik dr pihak kerabat maupun pihak hula2. Adat Marunjuk jg punya relevansi dgn dogma theologis yg sangat “mengharamkan” perceraian. Utk pengantar tsb Paranak jg menyediakan dana sbg Pasituak na Tonggi. bhw “Tak seorgpun dpt menerima adat bila dirinya sendiri belum beradat”. Dizamannya acr ini baru akn dilaksanakan 1mggu stlh acr Marunjuk ato 1mggu stlh pengantin wanita berada d rmh suaminya. resmilah pernikahan tsb sbg pernikahan yg sdh memenuhi persyaratan Adat Batak. keculai olh krn kematian. Tp belakangan ini. Konsumsi yg disediakan jg sdh pasti sesuai dgn jmlh undangan ato yg pantas menurut perkiraan perusahaan catering yg sdh berpengalaman menyediakan makanan “Marunjuk”. mk tibalah saatnya Parboru melepas anaknya menuju rmh suaminya. Inilah yg disebut dg “Paulahune”. dmn pengantin akn diarak ramai2 olh klrg perempuan menuju rmh suaminya. 11. Utk sekedar diketahui. acr itu sdh disederhanakan dmn selesai pesta Marunjuk. bhw seorg klrg Batak yg blm melaksanakan pernikahan acr Adat. Dulu acr spt ini masih mrp bagian penting dr adat batak. ttp diwajibkan melaksanakan adat pernikahan bila dia akn menyelanggarakan adat. Dulu acr ini baru akn dilakukan sehari bahkan bbrp hari stlh adat Marunjuk selesai. pernikahan kedua mempelai diharapkan mndptkan dukungan doa dr klrg & berkat yg melimpah dr Allah yg Maha Kuasa. itu akn sulit disetujui kerabat/klrg krn dlm filosofi adt Batak. Dgn pengukuhan tsb. pd hakekatnya dia tdk berhak tampil dlm forum adat Batak baik di tengah kerabat maupun di tengah acara hula2. Paulahune (Pemberangkatan Pengantin) Stlh smua Hak & Kewajiban Adat berlangsung dgn baik. 10. Dgn acr ini. tp skr acrnya sdh lebih disederhanakan dmn acr itu sdh tdk ad lg ttpi lgsung sj diselesaikan di dlm gedung pd saat pesta itu jg. . Bahkan melaksanakan adatpun dia tdk berhak sebelum yg bersangkutan menunaikan kewajiban adatnya. Itu sebabnya seorg yg blm melaksanakan Nikah Adat. Pd penyerahan pengantin tsb. dalam hal misalnya suatu waktu dia akan mengawinkan ank/borunya. walaupun sdh lanjut usianya. Makna lebih jauh dr acr ini adlh dmn Paranak & Parboru sangat berharap agar acr ini di dukung oleh semua lapisan klrg mulai dr kerabat hula2. Umpama Batak berkata “Diginjang Arirang di toru do anggo Panggonggonan. dll. 9. Marsihol-sihol (Lepas Rindu Pengantin Wanita) Ini adlh acr kunjungan kangen dr pengantin wanita kpd ortu & sanak saudaranya. si pengantin sdh lgsung di antar ato diserahkan sj olh klrgnya kpd Paranak yg sdh menunggu di tmpat bersebelahan dgn Parboru. pihak Parboru akn membawa dengke & kue batak. smntara Paranak menyediakan 1ekor babi utk di bw plg olh si Pengantar dan jg sejumlah uang. mk kedua mempelai sdh berhak mdptkan fasilitas adat. Dgn dukungan klrg tsb. Utk acr ini sdh pasti pihak Hasuhuton menyediakan aneka macam konsumsi pesta dmn Paranak menyediakan hewan kurban (Panjuhuti Horbo ato Babi) sedang Parboru menyediakan Dengke (Ikan Adat).ada baiknya jk panitia mempersiapkan program “Foto Bersama” lengkap dgn nama kelompoknya agar fotografer dpt dgn mudah melakukan tgsnya.

Pd kunjungan ini. Pd kunjungan ini ortu perempuan tdk sendirian. pengantin tdk sendirian. Peralatan untuk upacara ini termasuk: (1) Tujuh helai kain dengan tujuh warna berlainan (2) Segantang beras (3) Sebiji kelapa (4) Beberapa urat benang mentah (5) Damar (6) Minyak kelapa atau minyak urut (7) Lilin (8) Tepak sirih yang lengkap isinya (9) Uang beberapa ribu rupiah Kelahiran . menantu. dan jg besannya. 2. ttp ditemani/diantar olh rombongan sanak saudara lelaku terdekat. dalam hal ini Paranak jg mengundang kerabatnya utk makan bersama. Di kota besar spt Jakarta & kota lainnya. Upacara ini dijalankan oleh seorang bidan untuk membuang kecelakaan yang mungkin menimpa wanita hamil yang bakal bersalin dan untuk membetulkan kedudukan bayi di dalam perut. tradisi spt ini sdh tdk dilaksanakan lg seiring kesibukan & perkembangan zaman. Acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. ttpi jg disertai olh sanak klrg dekatnya. Maningkir Tangga (Mengunjungi Besan Olh Pihak Parboru) Acr ini hampir sm dg kunjungan kangen pengantin. Di kota besar spt Jakarta & kota besar lainnya tradisi ini sdh tdk dilaksanakan lg dgn pertimbangan efisiensi & efektifitas jg akibat kesibukan smua pihak. Disini pihak Parboru tdk hampa tangan. 12. Bedanya bhw yg merasa kangen adlh justru ortu pengantin perempuan ingin melihat dr dekat kondisi ank perempuan. smntara Parboru jg menyiapkan dengke serta mengundang kerabatnya utk makan bersama. dan Paranak membawa 1ekor babi/daging matang lengkap dgn tudu-tudunya. acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. ttpi membawa dengke yg di arsik dgn enak menggunakan bumbu yg kental. Dulu itu dilakuakn 1mggu stlh kunjungan besan besrta ank & menantunya.kelahiran Sewaktu Mengandung Melenggang Perut Upacara ini dilakukan kepada wanita yang mengandung anak sulung ketika kandungan berusia tujuh atau delapan bulan.

Bidan akan mengurut ibu yang hamil dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak urut. Dipercayai sekiranya kelapa berhenti bergolek dengan matanya ke atas. Biasanya. Mengikut kepercayaannya juga daun mengkuang berduri akan digantung di bawah rumah dan kapur akan dipangkah pada tempattempat tertentu di dalam rumah wanita yang hendak bersalin tadi untuk mengelakkan gangguan makhluk halus. anak yang dikandungnya adalah lelaki dan perempuan jika sebaliknya. sehelai di atas sehelai yang lain. Tetapi adakalanya waktu kehamilan dapat mencapai sehingga sepuluh hingga dua belas bulan yang disebut bunting kerbau. Di samping itu juga. Selepas bayi dibersihkan. Sebiji telur diselitkan di kain basahan yaitu di bagian perutnya dan sebuah cermin kecil dibawa bersama. Wanita itu didudukkan di atas kursi di mana pada kaki kursi itu ditambat seekor ayam. Setelah membersihkan badan. terdapat beberapa adat yang perlu dijalankan sewaktu menyambut kelahiran ini. Sewaktu Bersalin Apabila hampir tiba waktu bersalin. wanita itu bercermin muka dengan harapan anak yang bakal lahir nanti mempunyai rupa paras yang cantik. Ibu yang hamil dibaringkan di atas lapisan kain-kain tersebut. Potong Tali Pusat Sejurus selepas bayi lahir. persediaan akan diuruskan oleh keluarga berkenaan. Bidan mengambil buah kelapa yang telah dibersihkan lalu menggulingkannya perlahan-lahan di atas perut terus ke ujung kakinya sebanyak tujuh kali. tali pusatnya akan dipotong dengan menggunakan sembilu buluh dan dialas di atas sekeping uang koin. Baki tali pusat di perut bayi akan dibubuh kunyit dan kapur lalu dibungkus dengan daun sirih yang telah .Pada permulaannya bidan akan membacakan doa dan mantra dan mengandam wanita hamil tadi. Tepung tawar dicalit ke mukanya dan beras kunyit ditabur. Akhirnya bidan akan melenggangkan setiap helai kain tersebut pada perut wanita hamil itu. Setelah acara itu selesai bidan akan membentangkan ketujuh helai kain berbentuk melintang. Seterusnya adat mandi air limau dan air bunga dilakukan. kain yang di bawah sekali diberikan kepada bidan beserta dengan peralatan upacara tadi. kenduri doa selamat akan diadakan dan ibu yang menjalani upacara ini dipakaikan dengan pakaian baru. Lazimnya pada hari tersebut. bidan akan menyambutnya dengan jampi dan serapah lalu disemburkan dengan daun sirih. Mengikut kebiasaannya kandungan ketika itu sudah cukup sembilan bulan sepuluh hari. Kemudian air bunga dijiruskan/disiramkan ke badannya jika telur tadi dilepaskan atau dijatuhkan dengan keyakinan ia akan memudahkan wanita tadi bersalin/melahirkan.

Azan/Qamat Kelazimannya bayi lelaki akan diazankan di kedua belah telinganya jika bayi perempuan akan diqamatkan. Sewaktu menjalankan upacara ini. Sebaliknya mereka dianjurkan memakan nasi dengan ikan haruan yang dibakar atau direbus dan dibenarkan minum air suam atau susu. adat ini sudah tidak diamalkan lagi oleh masyarakat Melayu sekarang. Ia diikuti dengan langkah mencecap atau merasakan sedikit air madu atau kurma dan ada juga yang menggunakan emas yang dicelupkan ke dalam air pinang pada mulut bayi yang baru lahir tersebut. mereka akan mengalami bentan atau sakit sampingan. dan ikan pari serta memakan ikan yang mempunyai sengat seperti ikan lele (keli). Antara makanan yang dilarang keras ialah yang dapat mengakibatkan kegatalan di seluruh anggota badan seperti udang. Kelahiran Ramuan asli untuk wanita lepas bersalin Dalam waktu ini wanita tersebut dilarang makan sembarang makanan mengikut kehendaknya atau berkerja yang memerlukan banyak pergerakan. sebaliknya lebih merupakan amalan berunsur keagamaan. ketam. dan baung karena ia dapat menyebabkan bisa-bisa pada badan. Waktu berpantang lazimnya berlangsung selama empat puluh empat hari dihitung dari hari awal bersalin dan ada juga yang berpantang selama seratus hari. . jampi mantra dibacakan. Sekiranya wanita tersebut melanggar pantang. bapak atau datuk bayi tersebut akan melakukan upacara ini. Namun demikian. Upacara berawal dengan membacakan surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas. namun demikian ia juga terdapat dalam agama Islam yang sunat untuk berbuat demikian. kerang. wanita yang telah bersalin mesti menjalani masa berpantang yang bermaksud larangan. Membelah Mulut Adat ini mempunyai pengaruh budaya Hindu. Biasanya. Ia bukanlah satu adat.dilayukan di atas bara api sehingga tali pusat itu tanggal sendiri. sembilang. Berpantang Dalam masyarakat Melayu.

ia juga disebut adat naik buai karena selagi bayi itu belum tanggal pusatnya. (1) Nasi kunyit dan lauk-lauk (2) Seekor ayam hidup (3) Paku. buah keras. garam dan sirih pinang (4) Hadiah untuk bidan sepersalinan pakaian . Bertungku dipercayai dapat membantu perut wanita bersalin kembali normal. dia tidak dapat dibuaikan dan akan tidur di samping ibunya. Pada ketika itu. Selepas Lahir Selepas kelahiran terdapat beberapa adat tertentu yang dijalankan. asam. Tanggal Pusat/Cuci Lantai Lazimnya bayi yang baru lahir akan tanggal pusatnya dalam waktu seminggu.Bengkung Selama berpantang mereka diberi makan obat-obat tradisi dan bertungku. Di beberapa tempat. si ibu akan menyapu perutnya dengan air limau yang dicampur dengan kapur sebelum memakai bengkung. adat cuci lantai akan diadakan. Adat ini seelok-eloknya dilakukan pada hari Senin atau Kamis. Tungku akan dituam pada bagian perut dan bagian lain bertujuan untuk mengatasi masalah kesakitan selepas bersalin. Selesai bertungku. Amalan berbengkung ini bertujuan untuk mengatasi perut buncit atau pinggul yang turun selepas bersalin di samping memberi keselesaan kepada wanita selepas bersalin. Biasanya tungku dibuat dari batu yang dipanaskan di atas bara. Bahan-bahan yang digunakan untuk adat cuci lantai. Kemudian tungku itu dibalut dengan kain yang dilapik dengan beberapa helai daun yang tebal seperti daun lengkuas yang dipercayai dapat mengimbangi kepanasan tungku di samping berfungsi sebagai obat.

Airnya dibuang dan diganti dengan sedikit air sejuk. nama istri-istri atau anak-anak nabi akan dipilih. Untuk menjalankan upacara tersebut beberapa kelengkapan disediakan. . nama akan diberi mengikut nama para nabi jika untuk bayi perempuan. Selesai upacara tersebut. si ibu dan si bayi akan dimandikan. Selepas itu bidan akan memulakan jampi serapahnya sambil memegang ayam dengan cara mengais-ngaiskan kaki ayam ke atas lantai tempat wanita itu bersalin. umpamanya dengan melilitkan rantai emas atau perak di kelilingnya. diurut dan dibedak.Upacara cuci lantai Kenduri doa selamat akan diadakan pada permulaan adat ini. Cukur Rambut/Potong Jambul Adat ini dilakukan pada hari ketujuh selepas dilahirkan. Kemudian kelapa itu diletakkan di dalam sebiji batil. Bidan akan menjalankan keseluruhan upacara ini. (1) Sebuah dulang berisi tiga mangkuk atau piring yang berisi air tepung tawar. (2) Sebiji kelapa muda dipotong bagian kepalanya dengan potongan berkelok-kelok siku seluang untuk dijadikan penutup. Biasanya kelapa itu dihias. bahan yang digunakan tadi beserta sedikit uang akan dihadiahkan kepada bidan tersebut. Kenduri nasi kunyit dan doa selamat diadakan pada hari tersebut. adalah sunat memberi nama yang mempunyai maksud yang baik kepada bayi. Seterusnya lantai itu akan dibersihkan. dan bertih. Memberi Nama Mengikut ajaran Islam. Sebelum itu. beras kunyit. Kebiasaannya jika bayi itu lelaki. Ia turut disebut adat potong jambul.

dan seterusnya. tujuh. Dari segi syarak. Akhirnya kelapa tersebut ditanam di sekitar halaman rumah bersama sepohon anak kelapa atau seumpamanya sebagai memperingati masa anak itu dilahirkan. semasa adat ini dijalankan akikah turut diadakan. pihak perempuan pula mengambil alih. yaitu tiga. bayi dipakaikan dengan pakaian cantik dan diletakkan di atas talam yang dialas dengan tilam kecil atau didukung oleh bapak atau datuknya. lima. Para hadirin secara bergilir-gilir akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam kelapa tadi. Setelah selesai kedua-dua pihak menjalankan adat bercukur barulah kepala bayi tersebut dicukur sepenuhnya oleh bidan atau siapa saja yang dapat melakukannya.Alatan potong jambul Khazanah Melayu Sumatera Utara Pada hari itu. Si bayi seterusnya dibawa ke tengah pesta dan disambut oleh hadirin lelaki sambil berselawat. Bilangan orang yang menggunting rambut bayi tersebut hendaklah dalam bilangan yang ganjil. Lazimnya. Kesemua rambut yang dicukur akan dimasukkan ke dalam kelapa. Si bayi akan ditepungtawari serta ditabur beras kunyit dan bertih. akikah membawa pengertian menyembelih ternakan pada . Setelah selesai pihak lelaki menjalankan acara menggunting.

Sewaktu upacara ini dijalankan bayi tersebut akan diletakkan di dalam buaian yang menggunakan kain songket dan dihias indah dengan bunga-bungaan. Upacara ini dilangsungkan dalam suasana penuh meriah terutama sekali jika sesebuah keluarga itu baru mendapat anak atau cucu sulung.hari ketujuh selepas anak dilahirkan. . Namun ia juga dapat dilakukan pada hari yang lain. Akikah sunat dilakukan pada hari ketujuh kelahiran yaitu dapat dijalankan serentak dengan adat mencukur rambut dan adat memberi nama. Upacara potong jambul Naik Buaian Adat ini merupakan satu-satunya pesta yang masih diamalkan dan mendapat sambutan di kalangan masyarakat Melayu hari ini. Seorang anak disunatkan berakikah sekali saja seumur hidup. Bagi bayi lelaki akikahnya ialah dua ekor kambing dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Antara hikmah akikah adalah sebagai permulaan kebajikan dan kebaikan bagi pihak bayi tersebut. Ketika itu juga. Selendang akan diikat di kiri kanan buaian dan ditarik perlahanlahan semasa upacara berlangsung. Seterusnya bunga telur dan bunga rampai akan dihadiahkan kepada kumpulan ini. Orang Islam yang berkemampuan disunatkan menyembelih ternakan seperti kambing. marhaban akan dialunkan oleh sekumpulan lelaki atau wanita. Sekarang masyarakat Melayu menjalankan adat ini serentak dengan adat memberi nama dan adat cukur rambut. Terdapat syarat-syarat tertentu dalam memilih hewan untuk akikah dan jumlah ternakan untuk akikah juga berbeda mengikut jenis kelamin bayi. lembu atau kerbau sebagai akikah anak yang baru lahir.

gunting. tikar dibentang di hadapan tangga sebagai alas anak-anak berkenaan berjalan. Turun tanah bermakna seorang anak kecil dilepaskan untuk memijak tanah sebagai lambang meneruskan kehidupannya. Upacara jejak tanah Lazimnya kenduri doa selamat diadakan untuk mengiringi upacara ini. rantai. bedak. Umpamanya jika anak-anak itu mengambil . adat ini dilakukan untuk meramal masa depan anak-anak itu berdasarkan bahan yang diambil. Ia sebagai meraikan anak yang baru pandai berjalan. Di atas tikar disediakan beberapa dulang yang berisi pelbagai jenis barang. Adat ini dijalankan secara berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat yang lain baik dari segi cara maupun bahan yang digunakan. Selepas kenduri selesai. sikat. bubur. air sejuk dan uang. adat ini juga disebut adat memijak tanah. gelang. kasut.Bayi diletakkan di dalam buaian yang dihias indah Jejak Tanah/Turun Tanah Di beberapa tempat. Lazimnya jumlah bahan yang diletakkan adalah ganjil. termasuk makanan dan minuman. kain. Anak-anak tersebut akan dibiarkan bergerak memilih barang tersebut dan dianjurkan mengambil tiga bahan saja. cincin. jam tangan. Antara bahan yang diletakkan di dalam dulang itu ialah cermin. Menurut kepercayaan orang Melayu juga.

mereka akan menjalani adat bersunat atau juga disebut berkhitan ketika umur mereka dalam lingkungan 8 hingga 12 tahun. dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh bidan. kelak dia kuat bekerja atau pandai membuat kerja tangan. Di dalam ajaran Islam. tanah. Pesta bersunat anak-anak perempuan tidak semeriah pesta berkhitan anak-anak lelaki dan ada juga yang menjalankannya serentak dengan pesta perkawinan.gunting. Adat ini juga dapat dilakukan Upacara jejak tanah secara sederhana yaitu dengan memijakkan kaki anak-anak itu ke piringpiring kecil yang berisi dengan padi. kebanyakan anak-anak perempuan akan menjalani upacara ini sekurangkurangnya ketika berumur setahun atau lebih. Adat berkhitan akan dijalankan oleh Tuk Mudim. beras. Seterusnya bayi itu dijejakkan ke tanah dan doa dibaca. bersunat atau berkhitan adalah wajib karena Islam menitikberatkan kesucian lahir dan batin. Adat ini akan dijalankan oleh bidan. Di samping itu juga. ia baik dari segi kesehatan. Bersunat/Berkhitan Adat bersunat bagi bayi perempuan lazimnya dilakukan ketika bayi itu masih kecil yaitu beberapa hari selepas dilahirkan. Bagi anak-anak lelaki. . Namun demikian.

Anakanak mandi untuk berkhitan .

Mengacu kepada defenisi diatas. semua orang harus mati. manjou sian najonok). didorong oleh umpasa yang disalah tafsirkan yakni: “Pitu lombu jonggi. “Matipul Ulu” (suami atau isteri meninggal dunia dengan anak yang masih kecil-kecil). orang itu meninggal. Umpasa ini sasarannya adalah untuk “sibuaton” (parjuhutna-boan). senjata pamungkas berada ditangan Dongan Sahuta. atau sebaliknya jika mampu. hula-hula dan semua yang berhadir pada acara ria raja atau pangarapotan. seseorang tidak bisa dinobatkan (dialihkan statusnya dari Sari Matua ke Saur Matua. Sering hasuhuton beralasan. Constan Pardede. hasuhuton menyembelih simarmiak-miak (B2). Tubuh ini akan musnah. ketika hasuhuton “marpangidoan” (bermohon) kepada dongan sahuta. Faktor lain ujar mereka. dongan sahuta. “Semoga dengan acara adat ini mereka secepatnya menemukan jodoh (asa tumibu dapotan sirongkap ni tondi. Tokoh adat diatas berkomentar. Mereka memprediksi. apalagi anak-anak kami ini sudah bekerja dan sebenarnya. Pengertian Sari Matua. adanya “ambisi” pihak keluarga mengejar cita-cita orang Batak yakni hamoraon.3. hasangapon. karena dulu . marhulang-hulanghon hotang. terjadinya peralihan status. Benar ada umpasa yang mengatakan : “Tinallik landurung bontar gotana. sebelum tugasnya sebagai orang tua belum tuntas yakni mengawinkan anak-anaknya.” (semua tergantung suhut).”Selain yang disebutkan diatas. dongan sahuta do raja panuturi dohot pengajari. tulang. karena bisa saja permintaan hadirin parjuhutna diusulkan lombu sitio-tio atau horbo. untuk meredam “ambisi” hasuhuton.kematian Pendahuluan Berbicara tentang Sari Matua. Sebenarnya. nang pe asing-asing margana. Makhluk hidup harus busuk.” Mereka harus menjelaskan dampak negatif dari peralihan status Sari Matua ke Saur Matua berkenaan dengan anak-anak almarhum yang belum hot ripe. agar hidup disembuhkan. di akhirat bangkitlah. Artinya. Status Sari Matua dinaikkan setingkat menjadi Saur Matua seperti ini ditemukan pada beberapa acara adat. bagai rumput yang kering. anak kami inilah yang membelanjai orang tua kami yang tengah terbaring di rumah duka. Adalah aksioma. matua husuhuton do pandapotan. sajongkal dua jari.” Tetapi bukankah ada umpasa yang paling mengena: “Tinallik bulu duri. permintaan hasuhuton itu sudah memplesetkan nilai adat yang diciptakan leluhur. hagabeon. BMT Pardede. sisada sitaonon dohot las ni roha do namardongan sahuta. tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum kawin (hot ripe). simarmiak-miak marhuling-hulinghon lombu. tetapi belum berketurunan). manghirap sian nadao. masuk sorga yang megah. tetapi ditinjau dari segi usia sudah sepantasnya berumah tangga. Sari matua Tokoh adat yang dihubungi Ev H Simanjuntak. Selanjutnya. karena mungkin pihak hasuhuton orang “terpandang”. “benar masih ada anak kami yang belum hot ripe (kawin). masih ada jenis kematian lain seperti “Martilaha” (anak yang belum berumah tangga meninggal dunia). terkesan “tanggap mida bohi”. dan hal itu dibenarkan oleh semua agama. raja pinaraja-raja. “Matompas Tataring” (isteri meninggal lebih dahulu juga meninggalkan anak yang masih kecil). RPS Janter Aruan SH membuat defenisi : “Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya. jika kelak dikemudian hari. jabatan dan kekayaan. Namun dalam prakteknya. Tidak diukur dari segi umur. “Mate Mangkar” (yang meninggal suami atau isteri. agar yang meninggal Sari Matua itu ditolopi (disetujui) menjadi Saur Matua. Saur Matua dan Mauli Bulung adalah berbicara tentang kematian seseoang dalam konteks adat Batak. agar lahir yang baru. simarmiak-miak marhuling-hulinghon horbo. anak tersebut resmi kawin. Bukankah pada Kidung Jemaat 334 disebut: “Tiap orang harus mati. pangkat. tetapi karena kurang mampu.

sebagai simbol duka cita dan jenis ulos itu adalah sibolang. Ulos Sampe Tua bermakna Sampe (sampailah) tua (ketuaanberumur panjang dan diberkati Tuhan) Akhir-akhir ini pada acara adat Sari Matua. mungkin pihak hasuhuton akan berpikir dua kali. sebab tujung tersebut langsung diungkap (dibuka) oleh tulang ataupun hula-hula sepulang dari kuburan (udean). sekaligus hal ini mengembalikan citra adat leluhur.sudah dianggap kawin. karena kerbau adalah ternak yang paling tinggi dalam adat Batak. Soal boan sigagat duhut. ujar mereka. karena faktor usia dan agar keluarga yang ditinggalkan beroleh tua. Saur Matua Seseorang disebut Saur Matua. Jika yang meninggal adalah suami. ujar Ev H Simanjuntak. Tetapi sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. Raja Partahi Sumurung Janter Aruan SH dan Constant Pardede berpendapat sebaiknya ulos yang diberikan adalah tujung. Seharusnya simarmiak-miak. Disinilah pemakaian umpasa “Pitu lombu jonggi. Ev H Simanjuntak bersama rekannya senada mengatakan. kemungkinan yang bersangkutan larut dalam duka (margudompong) yang eksesnya bisa negatif yakni semakin jauh dari Tuhan atau pesimis bahkan apatis. Sebaliknya jika yang meninggal adalah isteri. Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan. baru kita sebut Si Unsok atau Si Butet. Kalau hanya mengharapkan manjalo tangiang menjadi partangiangan. belum tentu dimiliki seseorang. tegasnya. Barangkali. Toh tujung itu langsung dibuka sepulang dari kuburan. Diminta tanggapannya apakah keharusan boan dari mereka yang Saur Matua lombu sitio-tio atau sigagat duhut. Ulos Sampe Tua. hagabeon seperti diuraikan diatas. “boan”-nya adalah horbo (sigagat duhut).Khusus tentang parjuhutna. bila hal itu diutarakan. hal itu sudah melampaui ambang batas normal adat Batak. ketika meninggal dunia dalam posisi “Titir maranak. tentu dongan sahuta tidak ikut campur tangan dalam seluruh kegiatan/proses perkawinan. Ulos tujung dan sampe tua Ulos tujung. lalu ompu si apa kita sebut? Ompu Sipaimaon?”. Jenis ulos dimaksud juga bernama Sibolang. yang cocok kepada ina adalah lombu sitio-tio atau kalau harus horbo. sebab kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan. penerima tujung adalah suami yang diberikan tulangnya. Tujung diberikan kepada perempuan balu atau pria duda karena “mate mangkar” atau Sari Matua. Sebab kelak jika bapak yang meninggal. BMT Pardede. hal itu relatif tergantung kemampuan hasuhuton. kawin lagi dan punya anak kecil lalu meninggal. kalau orang yang meninggal tadi dari Mate Mangkar menjadi Sari Matua. Secara ratio. tetapi tidak ditujungkan diatas kepala. sebab kedukaan itu akan lebih cepat sirna. karena diantara anaknya sudah ada yang berumah tangga namun belum dikaruniai cucu. Dahulu. kenapa kita sungkan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita. karena suami atau isteri yang ditinggal sudah kurang pantas menerima tujung. Seandainya pesan yang tersirat pada ulos Sampe Tua ini dilanggar. tujung itu tetap dipakai kemana saja pergi selama hari berkabung yang biasanya seminggu dan sesudahnya baru dilaksanakan “ungkap tujung” (melepas ulos dari kepala). Tetapi sebagai umat beragama. katanya memprotes.Saya kurang setuju menerima adat yang demikian”. Hebatnya lagi. Jika tujung masih melekat di kepala. marhulang-hulanghon hotang. Hasuhuton beralasan. adalah ulos yang diberikan kepada suami atau isteri almarhum yang sudah Saur Matua. dan suami atau isteri yang ditinggal almarhum dalam waktu relatif singkat sudah dapat kembali beraktifitas mencari nafkah. titir marboru. parjuhutna (boan) sigagat duhut (bukan simarmiak-miak merhuling-hulinghon horbo). . menurut Simanjuntak. Selanjutnya. bisa saja simarmiakmiak. parumaen (menantu) sudah mengandung (“manggora pamuro”). berobah menjadi ulos sampe tua. maka penerima tujung adalah isteri yang diberikan hula-hulanya. adalah ulos yang ditujungkan (ditaruh diatas kepala) kepada mereka yang menghabaluhon (suami atau isteri yang ditinggalkan almarhum). Konsekwensi penerima ulos Sampe Tua adalah suami ataupun isteri tidak boleh kawin lagi. ulos apa pula namanya. marpahompu sian boru”. namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu. Alasannya cukup sederhana. sering terlihat ulos yang seharusnya adalah tujung. Lahir dulu. Tokoh adat Ev H Simanjuntak. yang terakhir ini lebih tepat. namanya diperhalus dengan sebutan “lombu sitio-tio marhuling-hulinghon horbo”. sambungnya. melainkan diuloskan ke bahu oleh pihak hula-hula ataupun tulang. marpahompu sian anak. tokoh adat ini menjelaskan. raja pinaraja-raja. ada pula berstatus “Mate Mangkar” berubah menjadi Sari Matua.

titir marboru. Jika dalam Horja Siriaon bendera-bendera adat yang dipasang di halaman menghadap keluar. Mauli Bulung Mauli Bulung. apabila ayahnya meninggal dunia wajib mengadati (Horja Mambulungi). sada sitaonon do na mardongan sahuta nang pe pulik-pulik margana”. Seorang anak keturunan Raja. tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak. Masih seputar Saur Matua khususnya kepada kaum bapak. lalu anak yang ditinggalkan berstatus lajang. marpahompu sian anak. predikat isteri tercinta. Tidak ada lagi isak tangis. menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. musik tiup. Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dilaksanakan: 1. bercicit mungkin hingga ke buyut). berpesta tetapi bukan hura-hura. Kelak jika bapak tersebut meninggal dunia. Didalam adat istiadat Mandailing.Dapat diprediksi. marpahompu sian boru sahat tu namar-nini. maka pada horja siluluton bendera-bendera adat dibalik menghadap kerumah sebagai tanda duka cita. Kalangan hula-hula. sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang. Setelah beberapa tahun wafatnya Partomuan Lubis gelar Patuan Dolok III dan Suti Nasution gelar Na Duma I. adalah seseorang yang meninggal dunia dalam posisi titir maranak. . Pelestarian Horja Mambulungi/ Horja Siluluton (Upacara Adat Kematian). Pada saat penguburan. Jangan terjadi seperti cerita di Toba. kawin lagi dan punya keturunan. maka diadakan upacara adat kematian (Horja Mambulungi) di Tamiang untuk mengucapkanbanyak terima kasih. sesuai dengan defenisi yang dikemukakan diawal tulisan ini.matua hasuhuton do pandapotan”. Pada hari lain yang akan ditentukanm kemudian sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keluarganya. meminta maaf atas perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja kepada seluruh keturunan Baitang dan masyarakat Mandailing. sang bapak menjadi Sari Matua. menari. seorang yang pada waktu perkawinannya dilaksanakan dengan upacara adat perkawinan. Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka. maka pada saat meninggalnya juga harus dilakukan dengan upacara adat kematian terutama dari garis keturunan Raja-Raja Mandailing. Kematian seseorang dengan status mauli bulung. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita. Jika belum mengadati seorang anak atau keluarganya tetap menjadi kewajiban /utang adat bagi keluarga yang disebut mandali di paradaton dan jika ada yang akan menikah. Dalam tradisi adat Batak. ditinjau dari segi generasi. tidak dibenarkan mengadakan pesta adat perkawinanan (horja siriaon). mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat). 2. terutama dongan sahuta harus memaklumi kondisi dari hasuhuton agar benar-benar “tinallik landorung bontar gotana. barangkali 90 tahun keatas. sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke “marondok-ondok” yang selama hayatnya. akibat termakan adat akhirnya mereka lari malam (bungkas) kata mereka. bercucu. memukul godang ogung sabangunan. umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang.

bila ada orangtua yang menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan. setiap manusia dalam suatu kebudayaan selalu berkeinginan dan berharap dapat menikmati isi dunia ini dalam jangka waktu yang lama. Saur matua adalah orang yang meninggal dunia telah beranak cucu baik darianak laki-laki maupun anak perempuan. Sebelum diadakan acara manulangi ini. jenis ternak yang akan dipotong. Sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. Adapun maksud dan tujuan masyarakat Batak Toba untuk mengadakan upacara kematian itu tentunya berlatar belakang kepercayaan tentang kehidupan . ia berharap agar orangtuanya dapat merestui semua keturunananya hingga beroleh umur yang panjang. dongan tubu. maka harus dilaksanakan dengan sempurna. Pada waktu Eanulangi. si anak tersebut menyatakan kepada orangtuanya bahwa mereka sebenarnya khawatir melihat penyakitnya. Selain itu. hal seperti itu belum tentu dilakukan karena masih ada dari keturunannya belum sempurna dalam hal kekerabatan. Lain halnya dengan orang yang meninggal sari matua. Karena yang telah meninggal itu adalah sempurna dalam kekerabatan. . seperti menentukan hari pelaksanaan adat panulangion itu. Batas akhir kehidupan manusia ini (mati) dapat terjadi dikarenakan berbagai hal. dan natua-tua ni huta (orang yang dituakan di kampung tersebut). diberikan kepada orangtua tersebut oleh anak sulugnya. setiap manusia juga sudah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing yang telah ditentukan batas akhir kehidupannya. maupun disebabkan penyakit. maka pada keturunannya beserta sanak famili lebih dahulu harus mengadakan musyawarah untuk menentukan berbagai persyaratan. telah beranak cucu. yang disebut dengan Manulangi (memberi makan). Pada waktu itu juga turut diundang hula-hula dari suhut. kemampuan dan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia. Pada masyarakat Batak Toba. berkumpullah semua keturunan dan sanak famili di rumah orangtua tersebut dan dipotonglah seekor ternak babi untuk kemudian dimasak lagi dengan baik sebagai makanan yang akan disuguhkan untuk dimakan bersama-sama. Acara Sebelum Upacara di Mulai Dalam kehidupan ini. dan jumlahnya serta biaya yang diperlukan untuk mempersiapkan makanan tersebut.karena keterbatasan. Kalaupun suhut membuat acara adat sempurna sesuai dengan Adat Dalihan Na Tolu. Dalam melaksanakan sesuatu upacara harus melalui fase-fase (tahapantahapan) yang harus dilalui oleh setiap yang melaksanakannya. Saur artinya lengkap/sempurna dalam kekerabatan.Upacara kematian pada masyarakat Batak Toba merupakan pengakuan bahwa masih ada kehidupan lain dibalik kehidupan di dunia ini.misalnya karena penyakit yang diderita dan tidak dapat disembuhkan lagi kecelakaan dan sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui secara pasti. Maka sebelum tiba waktunya. Kemudian acara panulangion dimulai dengan sepiring makanan yang terdiri dari sepiring nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan. Tetapi usaha untuk mencapai keinginan tersebut adalah di luar jangkauan manusia. maka pada keturunanya beserta sanak famili biasanya melakukan acara adat khusus baginya. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut: 1.

Tujuan dari pemberian ulos dan makanan ini adalah supaya orangtua tersebut cepat sembuh. selanjutnya dibaringkan di ruang tengah yang kakinya mengarah ke jabu (bona rumah suhut). teman sahuta. maka semua keluarga menangis dan ada yang meratap sebagai pertanda bahwa sudah tiba waktunya bagi mereka untuk berpisah. Setelah selesai kata mangampui. Setelah acara panulangion itu selesai. teman satu kampung) serta sanak saudara yang ada di rantau. semua keturunannya direstui dan diberi nasehat-nasehat. Osang (mulut bagian bawah) untuk hula-hula. Sambil makan. dongan tubu. Hasatan (ekor) untuk keluarga suhut. disitulah merka memberikan ulos naganjang kepada orangtua itu dengan meletakkannya di atas pundak (bahu) orangtua tersebut. Gaor bontar (kepala baglan atas sebelah kiri untuk boru (anak perempuan). Ketika hula-hula menyampaikan makanan itu kepada orangtua yang sakit. Sesudah mayat tersebut dibersihkan maka dikenakan pakaian yang rapi dan diselimuti dengan kain batak (ulos). penentuan hari untuk musyawarah umum ini juga sudah ditentukan. maka dilanjutkan oleh adik-adiknya sampai kepada yang bungsu beserta cucu-cucunya. maka selanjutnya keturunan dari orangtua itu harus manulangi hula-hulanya dengan makanan agar hula-hulanya juga memberkati mereka. dongan sabutuha (yang terdiri dari teman semarga. Beberapa orang dari pihak hasuhuton pergi mengundang (Manggokkon hula-hula. Sambil disuguhi makanan. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersamasama. boru. boru. Setelah pembagian jambar maka mulailah kata-kata sambutan yang pertama oleh anak Sulung dari orangtua ini dilanjutkan dari pihak boru. Setelah selesai makan. maka diadakanlah pembagian tugas bagi pihak hasuhuton. Hasil-hasil ini dicatat oleh para suhut untuk kemudian untuk dipersiapkan ke musyawarah umum. maka acarapun selesai dan diadakanlah doa penutup. maka pada hari berikutnya pihak hula-hula pergi menjenguk orangtua tadi dengan membawa dengke (ikan) dan sehelai ulos (kain adat batak) yang disebut ulos mangalohon ulos naganjang (memberikan kain adat). Ia juga mendoakan agar orangtuanya dapat lekas sembuh. Sesudah acara mangarapot selesai. dongan sahuta. Dari musyawarah keluarga akan diperoleh hasil-hasil dari setiap hal yang dibicarakan. Setelah pemberian ikan dan ulos itu maka pihak boru brdoa dan menyuguhkan daging lengkap dengan suku-sukunya kepada pihak hula-hula. dan terakhir dari hula-hula. parsuhuton supaya hadir dalam musyawarah umum (Mangarapot). berumur panjang dan dapat membimbing semua keturunannya hingga selamat dan sejahtera di hari-hari mendatang. Pada waktu itu ada juga orangtua yang membagi harta warisannya walaupun belum resmi berlaku.murah rezeki dan tercapai kesatuan yang lebih mantap. Setelah selesai memberi makan. akhirnya orangtua yang gaur matua itu meninggal dunia. dongan sabutuha. Setelah anaknya yang sulung selesai memberikan makan. pihak laki-laki baik dari keturunan orangtua yang meninggal maupun sanak saudara berkumpul di rumah duka dan membicarakan bagaimana upacara yang akan dilaksanakan kepada orangtua yang sudah saur matua itu. diadakanlah pembagian”jambar (suku-suku daging). salah seorang dari pihak boru (suhut) memotong haliang (leher babi) dan dibagi-bagikan kepada hadirin. raja adat. Pada waktu yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Pada saat yang bersamaan. membeli dan mempersiapkan beberapa ekor ternak (kerbau atau babi . Dan mulailah dihubungi pihak famili dan mengundang pihak hula-hula. Pihak suhut lainnya ada yang memesan peti mayat. soit (perut bagian tengah) untuk dongan sabutuha (teman semarga) dan jambar (potongan daging-daging) untuk semua yang hadir).

Kemudian diikuti oleh anak laki-laki mulai dari anak yang paling besar sampai anak yang paling kecil.atau yang lainnya) sebagai makanan pesta atau untuk borotan. Pakaian adat ini terdiri dari ulos yang diselempangkan di atas bahu dan topi adat yang dipakai di atas kepala.Acara Pelaksanaan Upacara Kematian Saur Matua Setelah keperluan upacara selesai dipersiapkan barulah upacara kematian Saur matua ini dapat dimulai. duduk di sebelah kiri dari peti mayat. nasi. Lalu suhut menjamu makan para pargonsi dengan memberikan sepiring makanan yang berisi ikan (dengke) Batak.Upacara di jabu (di dalam rumah) Pada saat upacara di jabu akan dimulai. merata atau beras yang ditumbuk dan disertai dengan napuran tiar (sirih). Kemudian masingmasing unsur dalihan natolu mengadakan acara penyampaian kata-kata penghiburan kepada suhut. Tempat untuk pargonsi sudah dipersiapkan lebih dahulu yaitu di bagian atas rumah (bonggar). sagu-sagu. Upacara di jabu ini biasanya di buka pada pagi hari (sekitar jam 10. Sedangkan cucu dan cicitnya ada yang duduk di belakang atau di depan orangtua meeka masing-masing. mayat dari orangtua yang meninggal dibaringkan di jabu bona (ruang tamu). Mereka yang bekerja pada saat upacara adalah pihak boru yang disebut Parhobas.00 Wib) oleh pengurus gereja. Upacara di jabu (di dalam rumah) termasuk di dalamnya upacara di jabu menuju maralaman (upacara di rumah menuju ke halaman). Ketika acara penyampaian kata-kata penghiburan oleh unsur-unsur dalihan natolu sedang berlangsung. di sebelah kanan tepat di samping muka yang meninggal. Upacara maralaman (di halaman) Kedua bentuk upacara inilah yang dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba sebelum mengantarkan jenazah ke liang kubur. pemberian napuran tiar ini menunjukkan sikap hormat kepada pargonsi agar pargonsi bersedia menerima undangan tersebut dan tidak menerima undangan lain pada waktu yang bersamaan. rudang. . 2. Pihak boru lainnya pergi mengundang pargonsi dengan memberikan napuran tiar (sirih) yang diletakkan di atas sebuah piring beserta dengan uang honor dari pargonsi selama mereka memainkan gondang sabangunan dalam upacara saur matua. Suami atau isteri yang ditinggalkan duduk . Letaknya berhadapan dengan kamar orangtua yang meninggal ataupun kamar anak-anaknya dan diselimuti dengan ulos sibolang. 1. datanglah pargonsi sesuai dengan undangan yang disampaikan pihak suhut kepada mereka. yaitu semua anak lakilakinya. Pada saat yang bersamaan. cucu lakilaki dari yang pertama (sulung) dan cucu laki-laki dari anaknya perempuan. Dan sebagian dari pihak suhut mempersiapkan pakaian adat untuk keturunan orangtua yang meninggal saur matua itu. Pelaksanaan upacara kematian saur matua ini terbagi atas dua bagian yaitu : 1. Anak perempuan dari orangtua yang meninggal. 2. Kemudian pargonsi disambut oleh suhut dan dipersilahkan duduk di jabu soding (sebelah kiri ruang rumah yang beralaskan tikar. diantara keturunan orangtua yang meninggal masih ada yang menangis. Dan semua unsur dari dalihan natolu sudah hadir di rumah duka dengan mengenakan ulos.

pargonsi pun sudah bersiap-siap untuk memainkan gondang sabangunan. Dan pada saat gondang tersebut berbunyi. Kemudian diaturlah posisi masing-masing unsur Dalihan Natolu. sedangkan pada siang hari harinya dipergunakan pargonsi untuk istirahat. 5. Gondang ke dua yaitu gondang yang indah dan baik (tanpa ada menyebutkan nama gondangnya). maka semua menari. Pihak suhut berdiri di sebelah kanan yang meninggal. Gondang ini juga dijadikan sebagai pengumuman kepada masyarakat bahwa ada orang tua yang meninggal saur matua.Setelah acara makan bersama para pargonsi pun mengambil tempat mereka yang ada di atas rumah dan mempersiapkan instrumen-instrumen mereka masing-masing. Umumnya semua pemain duduk menghadap kepada yang meninggal. Kemudian masing-masing unsur dari Dalihan Natolu meminta gondang kepada pargonsi. Dan pihak suhut menari mendatangi pengurus gereja satu persatu dan minta berkat dari mereka dengan Meletakkan ulos ke bahu Masing-masing pengurus gereja. . boru disebelah kiri yang meninggal dan hulahula berdiri di depan yang meninggal. pihak suhut juga bersiap-siap mengenakan ulos dan topi adat karena sebentar lagi kegiatan margondang saur matua akan dimulai. 2. mereka juga sering memberikan uang kepada pargonsi tetapi yang memberikan biasanya adalah pihak boru walaupun uang tersebut adalah dari pihak hula-hula atau dongan sabutuha. Gondang ini dibunyikan untuk menggambarkan bahwa segala yang ada di dunia ini ada mulanya. Gondang SOmba-sOmba maksudnya agar kita patut menghormati gereja. 3. kekayaan dan kehormatan. Kegiatan margondang di dalam rumah biasanya dilakukan pada malam hari. Jika masih ada suami atau isteri yang meninggal maka mereka berdiri di sebelah kanan yang meninggal bersama dengan suhut hanya tapi mereka paling depan. Kemudian pargonsi memainkan gondang Lae-lae atau gondang elek-elek. Gondang yang terakhir. para pengurus gereja menari mengelilingi mayat memberkati semua suhut dengan meletakkan tangan yang memegang ulos ke atas kepala suhut dan suhut membalasnya dengan meletakkan tangannya di wajah pengurus gereja. hasututon meminta gondang hasahatan dan sitio-tio agar semua mendapat hidup sejahtera bahagia dan penuh rejeki dan setelah selesai ditarikan rnereka semuanya mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Semua unsur Dalihan Natolu berdiri di tempatnya masingmasing. Dan pada malam hari tiba. Gondang Liat-liat. Setelah gondang berbunyi. baik itu manusia. Sedangkan pengurus gereja menaruh tangan mereka ke atas kepala suhut. 4. Maksud dari pemberian uang itu adalah sebagai penghormatan kepada pargonsi dan untuk memberi semangat kepada pargonsi dalam memainkan gondang sabangunan. pengurus gereja berkata kepada pangonsi agar dimainkan gondang mula-mula. Kemudian kegiatan margondang dibuka oleh pengurus gereja (pangulani huria). yaitu gondang yang memeberitahukan danmengundang masyarakat sekitarnya supaya hadir di rumah duka untuk turut menari bersama-sama.

lalu semua unsur Dalihan na Tolu kembali menari. yang diletakkan pada mayat dengan digerbangkan (diherbangkan) diatas badannya. Maksud dari pemberian ulos ini adalah menunjukkan hubungan yang baik dan akrab antara tulang dengan bere (kemenakannya). ulus sampe. hula-hula . yang memasukkan mayat ke dalam peti adalah dongan sabutuha saja. ulus panggabei. maka peti mayat dibawa rnasuk kedalam rumah dan mayat dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam peti. Dan bona tulang atau bona ni ari memberikan ulos sapot tetapi tidak langsung diletakkan di atas badan yang meninggal tetapi digerbangkan diatas mayat peti saja. Dan pada waktu pemberian ulos sampesampe itu semua anak keturunan yang meninggal berdiri di sebelah kanan dan golongan boru di sebelah kiri daeri peti mayat. Sesudah semua rombongan selesai menari. boru dan ale-ale. boru. Adat ini menunjukkan aktivitas memberi makan (sepiring nasi beserta lauknya) kepada orangtua yang saur matua dan kepada semua sanak famili. Setelah pembagian harta warisan selesai dilaksanakan. Keesokan harinya.Jika upacara ini berlangsung beberapa malam. Yang pertama sekali memberikan ulos adalah hula-hula yaitu ulos tujung sejenis ulos sibolang kepada yang ditinggalkan (janda atau duda) disertai isak tangis baik dari pihak suhut maupun hula-hula sendiri. Semuanya menari diiringi gondang sabungan dan mereka sesuka hati meminta jenis gondang yang akan ditarikan. posisi peti diletakkan sarna dengan posisi mayat sebelumnya. Yang mengangkat mayat tersebut ke dalam peti biasanya adalah pihak hasuhutan yang dibantu dengan dongan sabutuha. maka sekarang giliran pihak suhut memberikan ulos atau yang lainnya sebagai pengganti dari ulos kepada semua pihak boru. maka kegiatan-kegiatan pada malam-malam hari tersebut diisi dengan menortor semua unsur Dalihan Na Tolu. apabila peti mayat yang telah dipesan sebelumnya oleh suhut sudah selesai. Mulai dari pihak suhut. Setelah ulos tujung diberikan. Setelah hula-hula selesai memberikan ulos-ulos tersebut kepada suhut. maka semua hadirin diundang untuk makan bersama. Kemudian dengan hati-hati sekali mayat dimasukkan ke dalam peti dan diselimuti dengan ulos sibolang. pengganti dari ulos ini dapat diberikan sejumlah uang. Sehari sebelumnya peti mayat dibawa ke halaman rumah orangtua yang saur matua tersebut. Maka aktivitas selanjutnya adalah pemberian ulos tujung. Dan ulos itu hanya diletakkan diatas bahu dan tidak diatas kepala. hula-hula dan boru. Tapi dibeberapa daerah Batak Toba. dimulai dari pihak suhut. Ulos itu disebut ulos sampe atau ulos tali-tali. hasuhutan yang menari kemudian dongan sabutuha. dongan sabutuha. Pemberian ulos bermakna suatu pengakuan resmi dari kedudukan seorang yang telah menjadi janda atau duda dan berada dalam suatu keadaan duka yang terberat dalam hidup seseorang ditinggalkan oleh teman sehidup semati. diadakanlah adat pandungoi yang biasanya dilakukan rada sore hari. Kemudian aktivitas selanjutnya setelah pemberian ulos atau uang kepada boru adalah kegiatan margondang. Ketika itu hadirlah dongan sabutuha. kemudian tulang dari yang meninggal memberikan ulos saput (sejenis ulos ragihotang atau ragidup). sekaligus pernyataan turut berduka cita yang sedalamdalamnya dari pihak hula-hula.

dan ale-ale. dan di belakang mereka berdiri parumaen (menantu perempuan dari yang meninggal) posisi dari suhut berdiri tepat di hadapan rumah duka. bernyanyi lagi. Semua unsur dalihan Na Tolu yang ada di dalam rumah kemudian berkumpul di halaman rumah untuk mengikuti acara selanjutnya. Lalu peti mayat ditutup (tetapi belum dipaku) dan diangkat secara hati-hati dan perlahan-lahan oleh pihak boru dibantu oleh hasuhuton juga dongan sabutuha ke halaman. Ke semua posisi ini mengelilingi kayu borotan yang ada di tengahtengah halaman rumah. Upacara Maralaman (di halaman rumah) Upacara maralaman adalah upacara teakhir sebelum penguburan mayat yang gaur matua. kalau seseorang yang gaur matua meninggal maka harus diberangkatkan dari antaran bidang (halaman) ke kuburan (disebut Partuatna). anak perempuan (pihak boru) berdiri di sebelah kiri. Pada upacara ini. Di dalam adat Batak Toba. Acara ini berlangsung sampai selesai (pagi hari). Semuanya mengenakan ulos yang disandang di atas bahu. posisi mereka sudah menghadap ke halaman rumah (sebelumnya di bonggar rumah. kata sambutan . lalu pembacaan firman Tuhan. Sedangkan peti mayat diletakkan di sebelah kanan rumah duka dan agak jauh dari tiang kayu borotan Posisi pemain gondang sabangunan pun sudah berbeda dengan posisi mereka ketika di dalam rumah. 2. pihak suhut berbaris mulai dari kanan ke kiri (yang paling besar ke yang bungsu). Setelah semuanya hadir di rumah duka. Anak laki-laki berdiri di sebelah kanan peti mayat. peti mayat tersebut masih tetap ditutup dengan ulos sibolang. Kemudian pargonsi pun bersiap-siap dengan instrumennya masing-masing. Kemudian acara dipimpin oleh pengurus gereja mengenakan pakaian resmi (jubah). maka upacara ini dimulai.00 Wib). Setelah semua unsur Dalihan Na Tolu dan pargonsi berada pada tempatnya. Maka dalam upacara maralaman akan dilaksanakan adat partuatna. peti mayat ditutup dan diletakkan di atas kayu sebagai penyanggahnya. tepatnya pada waktu matahari akan naik (sekitar pukul 10. tetapi pada upacara maralaman mereka berada di bilik bonggar sebelah kanan). Anak perempuan dari yang meninggal beserta dengan pihak boru lainnya berdiri membelakangi rumah duka kemudian hula-hula berdiri di samping kanan rumah duka. Lalu peti mayat itu diletakkan di halaman rumah sebelah kanan dan di depannya diletakkan palang salib kristen yang bertuliskan nama orangtua yang meninggal. lalu pengurus gereja membuka kembali upacara di halaman ini dengan bernyanyi lebih dahulu. hula-hula bersama pengurus gereja berdiri di depan peti mayat dan dongan sabutuha berdiri di belakang boru. Setelah acara gereja selesai maka pengurus gereja menyuruh pihak boru untuk mengangkat peti mayat ke halaman rumah sambil diiringi dengan nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin. 1. Upacara di jabu menuju maralaman Keesokan harinya (tepat pada hari penguburan) semua suhut sudah bersiapsiap lengkap dengan pakaian adatnya untuk mengadakan upacara di jabu menuju maralaman. Pada upacara ini posisi dari semua unsur dalihan Na Tolu berbeda dengan posisi mereka ketika mengikuti upacara di dalam ruah. Sesampainya di halaman.

yaitu gondang yang dipersembahkan kepada Debata (Tuhan) agar kiranya Yang Maha Kuasa berkenan memberkati upacara ini dari awal hingga akhirnya dan memberkati semua suhut agar beroleh hidup yang sejahtera di masa mendatang. Pihak hula-hula selain memberikan beras atau liang. Gerak tari pada gondang ini ialah kedua tangan ditutup dan digerakkan menurut irama gondang.Sedangkan boru memegang wajah suhut. maka pihak pengurus gereja memberkati semua boru dan suhut. Pada akhir dari setiap kelompok yang menari selalu dimintakan gondang Hasahatan atau sitio-tio dan mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Maksud dari gondang ini agar pengurus gereja dengan pihak suhut saling bekerja sama. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. sedang suhut dan unsur Dalihan Na Tolu lainnya memegang wajah pengurus gereja. Semua suhut berbaris menari mengelilingi kuda sebanyak 3 kali. pada waktu menari pengurus gereja mendatangi suhut dan unsur Dalihan Natolu lainnya satu persatu dan memberkati mereka dengan meletakkan ulos di atas bahu atau saling memegang wajah. Maksud dari gondang ini adalah agar semua keturunan dari yang meninggal saur matua ini selamat-selamat dan sejahtera. Lalu pargonsi memainkan sitolu Gondang itu secara berturut-turut tanpa ada yang menari. Setelah hasuhutan selesai menari pada gondang Mangaliat. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. Kemudian mangaliatlah (mengelilingi borotan) pihak boru sambil memberikan beras atau uang. Setelah sitolu Gondang itu selesai dimainkan. Setelah mengelilingi borotan. Kemudian pihak ale-ale yang mangaliat. Pada jenis gondang ini. rombongan gereja menari mengelilingi borotan (yang diikatkan kepadanya seekor kuda) sebanyak tiga kali. Lagi giliran pihak hula-hula untuk mangaliat. Gerakan tangan sama seperti gerak yang dilakukan oleh pengurus gereja pada waktu mereka menari gondang Mangaliat. Semua unsur : Dalihan Na Tolu menari di tempat dan kemudian mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Setelah gondang ini selesai. Dan kegiatan gondang ini diakhiri dengan pihak parhobas dan naposobulung yang menari. mereka juga memberikan ulos kepada semua keturunan orangtua yang meninggal (baik anak laki-laki dan anak perempuan). . maka pengurus gereja menutup kegiatan margondang mereka dengan meminta kepada pargonsi gondang Hasahatan tu sitiotio. lalu mereka mengelilingi sekali lagi borotan. dengan memberikan ‘beras si pir ni tondi’ kepada suhut. juga memberikan beras atau uang. Setelah gondang ini selesai maka suhut mendatangi pihak boru dan memberkati mereka dengan memegang kepala boru atau meletakkan ulos di atas bahu boru.dan penghiburan dari pengurus gereja. Kemudian rombongan dari pengurus gereja mengawali kegiatan margondang. pengurus gereja kemudian meminta kepada pargonsi yaitu gondang liat-liat. Kegiatan margondang selanjutnya diisi oleh pihak hasuhutan yang meminta gondang Mangaliat kepada pargonsi. Pertama sekali mereka meminta kepada pargonsi supaya memainkan sitolu Gondang (tanpa menyebut nama gondangnya) . Kemudian pengurus gereja meminta gondang Marolop-olopan. Biasanya setelah keturunan yang meninggal ini menerima ulos yang diberikan hulahula. koor dari ibu-ibu gereja dan terakhir doa penutup. Ulos yang diberikan hula-hula kepada suhut itu merupakan ulos holong. maka menarilah dongan sabutuha juga dengan gondang Mangaliat.

boru. akan diberikan piso yang disebut “pasahatkhon piso-piso”. hula-hula di rumah duka. yaitu menyerahkan sejumlah uang kepada hula-hula. Pembagian jambar ini dipimpin langsung oleh pengetua adat. dongan sabutuha. pusaka. sambil diiringi nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin sampai ke tempat pemakamannya.Pada saat setiap kelompok Dalihan Na Tolu menari. kembalilah semua yang turut mengantar ke rumah duka. Kemudian peti mayat dipakukan dan siap untuk dibawa ke tempat penguburannya yang terakhir yang telah dipersiapkan sebelumnya peti mayat diangkat oleh hasuhutan dibantu dengan boru dan dong an sahuta. dengan memberikan sepotong daging yang diletakkan dalam sebuah piring dan diberikan kepada siapa yang berkepentingan. biasanya dijalankan oleh amana posona (anak dari ito atau abang adik yang meninggal). Acara pemakaman diserahkan sepenuhnya kepada pengurus gereja. bernyanyi. Buha Hombung artinya membuka simpanan dari ibu yang meninggal. kegiatan margondang terus berlanjut. bernyanyi dan doa penutup. jumlahnya menurut kedudukan masing-masing dan keadaan. maka acara diserahkan kepada pengurus gereja. maka upacara ditutup oleh pengetua adat. Beberapa hari setelah selesai upacara kematian saur matua. maka acara selanjutnya adalah makan bersama. Acara Sesudah Upacara Kematian. Lalu semua unsur Dalihan Na Tolu mengelilingi peti mayat yang tertutup. kata sambutan dari pengurus gereja. Setelah semuanya selesai menari. emas dan uang. dimana seorang ibu biasanya menyimpan harta keluarga . Harta kekayaan itu diminta oleh hula-hula sebagai kenang-kenangan. hula-hula datang untuk mangapuli (memberikan penghiburan) kepada keluarga dari orang yang meninggal saur matua dengan membawa makanan . 3. Sesampainya pihak suhut . Sementara diadakan pembagian jambar. hasuhutan. karena merekalah yang akan menurup upacara ini. yang dilakukan oleh hula-hula dari ibu yang meninggal. Salah satu uraian yang diberikan dalam pembagian jambar ini adalah sebagai berikut: Kepala untuk tulang Somba-somba untuk bona tulang satu tulang paha belakang untuk bona ni ari Satu tulang belakang lainnya untuk parbonaan Leher dan sekerat daging untuk boru Setelah pembagian jambar ini selesai dilaksanakan maka kepada setiap hulahula yang memberikan ulos karena meninggal saur matua orang tua ini. Pada saat itulah kuda yang diborotkan tadi sudah dapat dilepaskan dan ternak (babi) yang khusus untuk makanan pesta atau upacara yang dibagikan kepada semua yang hadir. berdoa. Di mulai acara gereja dengan bernyanyi. penyampaian firman Tuhan. Tetapi terdapat berbagai variasi pada beberapa tempat yang ada pada masyarakat batak toba. Bilamana seorang ibu yang meninggal saur matua maka diadakan mangungkap hombung (buha hombung). Hombung ialah suatu tempat tersembunyi dalam rumah. ada juga yang mengadakan pembagian jambar. Setelah selesai acara pemakaman. perhiasan. juga sebagai kesempatan terakhir untuk meminta sesuatu dari simpanan “borunya” setelah selesai mangungkap hombung.

Maka dalihan natolu inilah yang mengatur peranan tersebut sehingga prilaku setiap unsur khususnya dalam kegiatan adat maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak menyimpang dari adat yang sudah ada ADAT UNTUK ORANG MENINGGAL Tingkatan-tingkatan Orang Meninggal a. Latar belakang dari pelaksanaan upacara kematian saur matua ini adalah karena faktor adat. saur-matua jala dan belum ada keturunannnya yang meninggal mendahului dia. Mate dakdanak/mati anak-anak. Maulibulung. CATATAN: Sering kita lihat seorang yang meninggal statusnya “mate mangkar” tetapi dengan berbagai alasan seolah ditingkatkan statusnya menjadi saur matua. Dengan menyebut dia saur matua. Sarimatua. karena: 1. tetapi lebih banyak anaknya yang belum kawin. yang harus dijalankan oleh para keturunan orang tua yang meninggal tersebut.berupa ikan mas. meninggal tanapa ada keturunan . Keterangan sama dengan b & c. berdoa. sudah mempunyai cucu dari anak lelaki dan anak perempuannya dan sudah semua anaknya menikah. Sorimatua. meninggal belum kawin. maka selesailah pelaksanaan upacara kematian saur matua. dengan harapan agar orang tua tersebut dapat menghormati kelangsungan hidup dari para keturunannya yang sejahtera dan damai. kata-kata penghiburan setelah itu dibalas (diapu) oleh suhut. Tidak ada adat untuk ini b. Tidak ada adat untuk ini c. meninggal belum ada nak lelaki tetapi ada anak perempuan. meninggal ada anak laki dan permpuan tetapi belum ada cucunya. Mate Pupur. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia yang masih hidup dengan para kerabatnya yang sudah meninggal masih ada hubungan ini juga menentukan hidup manusia itu di dunia dan di akhirat. Saurmatua. sudah bercucu. f. e. d. Adat sama dengan paradaton sari matua. maka pelaksanaan upacara ini tidak terlepas dari kehadiran dari unsurunsur Dalihan Natolu yang memainkan peranan berupa hak dan kewajiban mereka. i. agar dapat dibuat acara adat saur matua. Mate mangkar ( matompas tataring/matipul ulu) . Yang bekerja menyedikan keperluan acara adalah pihak boru. meninggal sudah mempunyai cucu tetapi masih ada yang belum kawin. Setelah acara ini selesai. Mate Punu. Sebagai salah satu bentuk aktivitas adat. Adat sesuai paradaton saur matua. terkesan seolah kita tidak menrima apa yang ditetapkan Tuhan (takdir ). Status itu adalah keadaan sebnarnya ketika dia dipanggil Tuhan. Adat sesuai dengan paradaton sari matua h. . Beluma ada paradaton untuk ini. Pelaksanaan upacara ini juga diwujudkan sebagai penghormatan kepada orang tua yang meninggal. Sebenarnya konsep berpikir seperti itu sangat keliru. Acara mangapuli dimulai dengan bernyanyi.

anak-anak akan mati. ternak berkembang biak. Roh mereka ini. Hampir tidak ada suatu lingkungan hidup dimana perilakunya tidak dibimbing konsep religius magis . dan pelbagai malapetaka lainnya datang menimpa. tetapi secara terbalik Sumangot Di antara begu. dan ke dalamnya termasuk semua roh yang jika disembah dan diberi sesajen bisa dibujuk untuk memberikan berkat duniawi. sumangot ni ompu (roh leluhur yang dipuja). Penjahat berusaha mengikat persetujuan dengan begu yang ditakuti. para begu bersatu dalam perserikatan yang sama betul dengan perserikatan manusia. dan pemikirannya dikuasai oleh konsep “adikodrati” seperti: Roh Pikiran orang Batak yang animistis lebih peka terhadap kegiatan roh. mempunyai kekuasaan. tetapi juga roh-roh alam. roh leluhur yang sudah meninggal menduduki tempat yang khusus. Kalau acara adatnya dibuat acara saur matua dapat saja dilakukan atas kesepakatn dengan hula-hula tanpa merobah statusnya. Terutama mereka yang diwaktu hidupnya menjadi kaya. begu. (Halak na begu). Kalau roh ini tidak dihormati akan menimbulkan bencana kepada keluarga dan hewan maupun pertanian. hanya begu melakukan semua yang dilakukan manusia.2. heiden/kafir) diresapi konsep religius yang bersifat magis (religius magis). Dengan demikian. kekayaann bertambah-tambah. Mereka disebut sipelebegu = pemuja roh. Roh-roh inilah yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. ketimbang semua dewata yang baru disebut tadi. Istilah begu mencakup juga roh orang yang sudah mati. Vergouwen halalamn 79-81 mungkin dapat membantu memahami religius magis acara adat orang meninggal ini. panen gagal. ternak jatuh sakit. Menurut anggapan yang lazim. Analoginya persaratan masuk kelas 1 SD umur 7 tahun. ingin disembah dan dihormati dengan sesajen agar terus bergiat dalam memajukan kesejahteraan keturunan leluhur itu. Seluruh kehidupan pribadi masyarakat Batak ketika masih animisme/tidak beragamama (pagan. dan akan terhindar dari bencana (Sinur na pinahan gabe naniula) Tetapi. tetapi karena kemampuan khusus seoarang anak umur 3 tahun dapat mengikuti kelas 1 SD. jika roh itu dilalaikan. panen akan melimpah ruah. Ia boleh duduk di kelas 1 SD bukan lantas umurnya dijadikan 7 tahun. Mungkin kutipan dari buku Hukum dan Adat Mayarakat Batak Toba karangan ni JC. sehingga tidak ada orang yang berani menentangnya. dan yang keturunannya banyak. Perlu dipahami dari religius magis. akan lahir banyak anak. acara adat sari matua bagi yang meninggal sari matua bukan persyaratan tetapi justru keharusan Religius Magis Orang Meninggal Jika melihat tingkatan-tingkatan orang meninggal ini “penghargaan” yang semakin tua dan banyak keturuan semakin kelihatan ada hubungan kepercayaan religius magis kepada pemujaan/penghargaan kepada sumangot atau roh natua-tua atau leluhur. dan sebagian besar dari nasibnya tergantung daripadanya. .

kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat kepadanya. bonaniari yang berperanan. begu mereka pun berkuasa dan penting di dunia roh. daya hidup bagi masing-masing borunya. dan tempat kepala kelompok mungkin masih bermukim. b. pangumbari. Mengeluarkan tulang-tulang leluhur yang sudah meninggal dari tanah. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. dan memang dari dialah boru memperolehnya. tetapi dalam pada itu. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan.Vergouwendi halaman 62 & 63 Ulos Saput & Ulos Tujung Pemahaman “Ulos Saput & Ulos Tujung” mungkin ada hubungannya dengan religius magis “ dan peranan hula-hula yang disebut diatas. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. tetapi dalam pada itu. “ “Didunia fana ini. Jika para leluhur itu orang-orang penting dan berkuasa semasa hidup. dan pengaruhnya bertambah dan vice versa (sebaliknya).” Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). harus diiringi dengan gondang. Di lingkungan galur keturunan yang besar dan kecil. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. menurut kebiasaan ditempatkan di suatu bagian rumah. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya .Vergouwen di halaman 62 & 63: memberi gambaran mengenai hal ini “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. orang-orang secara teratur menyajikan persembahan kepada leluhur jika sedang ada perjamuan. ianakkon ? Dialah pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna = kelompok orang yang kepadanya boru secara khusus menghimbau agar mendapatkan berkat. bonaniari yang berperanan.Melalui penglihatan gaib datu akan menanyakan apakah ada bahaya yang datangnya dari roh leluhur yang murka. “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. tempat dulu leluhur hidup. dimasa dulu bisa berbulan-bulan. pasu-pasu jika diperlukan. dan tembakan bedil. Upacara bisa berjalan berhari-hari. dan gondang dipukul. dan boru yang tertua bertanggungjawab atas penyediaan makanan yang akan dipersembahkan. dan penghormatan kepada mereka meningkat dengan bertambahnya keturunan leluhur itu. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. karena itu adalah suatu peristiwa penting bagi galur keturunan yang beranggota banyak. dan dalam acara mangongkal holi. Bona ni ari menyediakan kain pembungkus tulang-tulang sebelum dibawa pergi. daya hidup bagi masing-masing borunya. dan dalam acara mangongkal holi. mangongkal holi .C. Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala.Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala.C. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat . Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. demikian kadang-kadang dikatakan. Jika memang demikian halnya datu akan menentukan macam pengorbanan yang mesti dilakukan. Sesajen tibal-tibal. sumangot na tarrimas. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. Pemahaman Peranan Hula-hula & Tulang Ulaon Sari/Saur Matua. Intina adalah a. dan sejumlah besar kerbau dan ternak lainnya pun dibantailah. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh).

khususnya menghimbau agar mendapatkan berkat.“Didunia fana ini. * Dikatakan terahir karena selanjutna berobah fungsina (naik satu tingkat) di keluarga berenya i. Jika isteri yang meninggal . ulos saput dari tulang yang meninggal b. demikian kadang-kadang dikatakan. kepada suami/isteri yang ditinggalkan yang meninggal dan tulang memberikan saput kepada yang meninggal. daya hidup bagi masing-masing borunya) Jadi peranan ni ”hula-hula” lebih dominan untuk menaungi yang hidup atau yang ditinggalkan orang yang meninggal itu Jadi kalau peranan hula-hula lebih dominan kepada yang hidup dialah yang meberikan ulos tujung.” Jadi dari horong hula-hula dan tulang. Jika suami meninggal. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . Peranan Hula-hula & Tulang Menurut Religius Magis & Keseharian di Siklus Kehidupan Orang Batak No 1 2 3 4 5 6 7 Siklus Sorang/Lahir Tardidi/Baptis Sidi Kawin Monding Ina/isteri meninggal Suami meninggal Panangkok Saring-saring Borua/Ina Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Sian Tulang Saput sian Tulang2) Tujung sian Hula Bona ni ari manam pin3) Baoa/Ama Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Hela –>Hulahula Ulos sian Tulang ni baoa Tujung Hula-hula 2) Saput sian Tulang2) Bona ni ari manampin3) 1) Keterangan: 1) Ulos pertama diberikan “ tulang” dan “Hula-hula” 2) Ulos parpudi na dipasahat tulang dohot “hulahula”. “hasuhuton yang meminta ” dari siapa saput dan ulos tujung ( diserahkan kepada kesepakatn hula-hula dan tulang siapa diantara merek yang memberikan saput dan tujung Martonggo Raja/Maria Raja di Ulaon Sari Matua/Saur Matua .Dialah (hula-hula) pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna . pasu-pasu jika diperlukan.kepadanya. “ c. hula-hulalah sumber utama sumber permintaan pasupasu/berkat Jika merujuk pada huruf a & b siklus religius magis kehidupan orang batak . makna ulos tujung peranan hula-hula di diacara sarimatua dan saur matua yaitu memberikan ulos tujung boru atau helanya untuk meberi kekuatan dan berkat kepada yang ditinggalkan dan keturunan orang yang meninggal ini i (Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. cuculah yang menjadi hasuhuton makanya bona niari lah yang manampin Kesepakatan di Batam: 16 Januari 2004 a. 3) Acara Panangkok saring-saring. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. karena semenajk itu statusnya akan berobah naik satu tingkat. dan memang dari dialah boru memperolehnya. ianakkon ? d. ulos tujung dari hula-hula.

Sekarang tidak seperti itu lagi peti jenazah tidak ditutup karena masih ada lagi acara agama. dibawa dari rumah ke halaman memang harus turun ke halaman dalam pengertian yang sebenarnya. sehingga maralaman hanya namanya saja tetapi jenazah dan acara tetap di rumah tidak dibawa ke halaman. tetapi disebut dengan “maralaman” yang berarti dibawa/dipindahkan ke halaman. serta kondisi lingkungi jenazah tidak memungkinkan dibawa kehalaman. maka yang dipotong untuk pangarapoton berberda pula dengan partuatna. Terjemahan bebas “Menutup Rapat”. gambiri/kemiri. hariara/beringin. Memang ulaon i manutup batang/peti jenazah rapat-rapat dengan lem/rapot dan diikat dengan rotan. Parjambaran Parjambaran hombar sesuai parjuhutna. artinya salah satu ulu/kepala atau upasira ada di hasuhuton. Dengan kondisi ini. Prinsip pokok jambar ni sarimatua/saurmatua pisah upasira dengan ulu. Ndang adong makna religius magis ni i. Pengertian ini bisi dipahami jika kita membayanghon rumah adat yang berkolong/marbara sehingga ketika. dan acara itu sendiri disebut acara paborhathon/ pemberangkatan jenazah. Memasukkan yang meninggal ke batang/peti jenazahnya Sanggul Marata/Sijagaron. naung di alaman ma i ala ni kondisi masyarakat sekitar……dst. dan sekarang terutama di kota. Jika pangarapoton beda hari dengan partuatna. paradaton di luat Batam pangarapoton dan partuatna disatukan. Sesuai kondisi lingkungan . Catatan: Sebelum misi/kekristena datang parjhuht hanya lembu atau kerbau. sihilap dohot pilo-pilo dipeakkon di halangulu ni namonding. sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Karena kondisi halaman rumah diperkotaan yang padat khusunya di Jakarta yang umumnya terbatas. walaupun ada acara panfarapoton tetapi sudah disatukan dengan acara adat partuatna. Tanda status hagabeon yang meinggal (sari matua atau saur matua). silinjuang. tidak disebut lagi partuatna. Terjemahan bebas “ Diturunkan ke Halaman” (Maralaman). pangarapoton sebenarnya tidak ada lagi. Parjuhut (hewan yang dipotong) tergantung status yang meninggal. sehingga jenazah dapat 2 malam saja tidak seperti di bona pasogit yang bisa sampai 7 hari Partuatna/Tuat tu Alaman. Yang paling tinggi adalah kerbau. berupa bakul yang berisi eme/padi . Adat di Batam: Pelaksanaan terserah suhut diadakan atau tidak. sanggar. Boan/Parjuhut ni Namonding. Mompo. Mangarapot. ompu-ompu.Memberitahukan kepergian/meninggalnya seoaran raja dan membicarakan serta mepersiapkan segala sesuatu untuk acara adat penguburannya. Parjambaran Parjuhut Lombu Ulaon Sarimatua/Saurmatua . Dengan kondisi rumah sekarang khusunya diperkotaan yang tidak pakai kolong lagi.

Tubu . Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Sarimatua/Saurmatua HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas Dongan Tubu/Parhobas D.Tubu .NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 Soit Handang/Rusuk/ 5 Somba-somba 6 Upasira/Ihur Parjambaran Parjuhut Horbo NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 5 6 Soit Handang/Rusuk/ Somba-somba Upasira/Ihur HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang Hula-hula Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. 2…. Bona Tulang 4. Tulang 3..Tubu . D.Tubu . D. Hula-hula 2. Pariban Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Acara Paborhathon. D. D. Huhuasi Paidua Ni Suhut anjaha Jujur Ngolu (Riwayat Hidup) Hula-hula dan Tulang: 1.Sahuta. 2…. dst .Sahuta. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Ulaon AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. D.Sahuta..Sahuta. Bona Niari 5. Tulang Rorobot Hula-hula Namarhahamaranggi 1….dst Hula-hula Anak Manjae (Hula-hulanaposo) 1….

Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan, dan dalam acara mangongkal holi, bonaniari yang berperanan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J.C.Vergouwendi halaman 62 & 63 HATA PATUJOLO, Hinauli dohot “Nilai Luhur” Adat Batak, diangkui para ahli do na mansai bagas jala denggan , khususna songon na nidok sambutan ni mantan Ephorus HKBP Ds G Siahaan di Buku Ruhut-Ruhut Adat Batak Bily Situmorang 1986. Bidang do diranap dao ditatap di Adat Batak i. Uli idaon angka tujuanna, naeng maraturan na denggan sude ulaon: masiurupan, masiajaran, masipodaan, masitatapan, masihilalaan. Naeng maraturan na denggan sude panghataion, pangalaho dohot parange: masiantusan, masihormatan, masipasangapan. Naeng maraturan na denggan sude parsaoran: pardongan saripeon, parnatua-tuaon dohot paraniakhonon, parhaha-maranggion, parsahutaon, parsisolhoton, denggan mar-dongan tubu, marhulahula, marboru. Sian najolo, diakui roha ni halak Batak do, naso marguru dijolma sude namasa diportibi on Ala ni i mabiar do nasida mangulahon na so uhum, na so adat, mabiar do nasida mangulahon ginjang ni roha dohot lomo-lomo, sai haserepon do dipodahon dohot diparangehon. Ala ni i, naengma di namangulahon acara adat batak i hita, tajaga ma tongtong hinauli dohot nilai luhur adat Batak i asa tongtong lestari, unang asal-asal manang jagar-jagar sajo. Asa boi hita mangulahon adat Batak na sintong, ingkon tongtong jolo ta antusi aha do makna dohot maksud ni setiap tatanan paradaton i, “ndang asal maniru na asing hape naung sala apalagi mangarang sesua selera ” songon na nidok umpama : eme na masak digagat ursa, ia i namasa ima ni ula” alana molo na sala do namasa i, ba lam dao ma menyimpang sian nilai luhur Adat Batak i. Arti ni umpama i pe, sindiran do i tu sasahalak namangulahon adat alai ndang diboto boasa di ulahon songoni, gabe dialusima songon umpama i Molo rup tangkas mamboto makna dohot nilai luhur ni paradaton i (Adat Batak analogina UU hukum secara nasional, Paradaton/Solup analogina songon Perda namarlaku di satu daerah tertentu namambaen Perda i) gabe praktis, ekonomis jala uli idaon Adat Batak i, alana ndang porlu be adong na bersitegang leher martele-tele gabe kontra produktip naso sesuai be tu tuntutan ni masyarakat industri/modern khususna di Batam. I do alana di Pedoman Acara Adat Marhata Sinamot on dipatorang do aha do pemahaman marhata sinamot dohot ragam ni sinamot, pudun saut dohot nahombar.

Catatan: Molo adong pangantusion na asing na autentik, boi do sesuaihonon hon paradaton on, alai anggo holan alasanna “maniru namasa” manang na “niulahon di huta naasing” manang di “hutana asalna be “ ndang sihataan i

PEMAHAMAN N Pudun Ragam Goar ni Sinamot

PARADATON

ADAT

BATAK

PUDUN

SAUT Saut

pangamai, pamarai, simolohon dohot tulangjuhutsilatataibadah Pemahaman na deba sinamot sitombol ima godang ni sinamot naung disepakati , nunga disi sude (lump sump) kewajiban-kewajiban paranak asing ni panandaion di alaman tu suhi ni ampang na opat ni parboru (pangamai, pamarai, pariban, tulang), , alai di parboru ulaon. Sarupa dohot sinamot sitombol alai gondang dohot dengke sila dang diwajibkan jala alaman ulaon unjuk dang ingkon di alaman ni parboru, alai hombar tu kesepakatan nama. lapatanna masing-masing paranak dohot parboru masinangkohi tangga ni balatukna be.

Tekhnis mangulahon, dipatorang do anon di “Buku Pedoman Acara Perkawinana Adat Na Gok”

Na taripar sian Parboru tu Paranak Tolu (3) na taripar sian Parboru tu Paranak 1.Taripar sian Suhut Parboru tu Paranak a.Pauseang, ulos na so ra buruk; b.Ulos Pasamot/Pansamot dohot ulos hela2. Ulos herbang sian Partodoan ni Parboru tu Partodoan ni Paranak: a.Tu Pamarai, haha anggi ni natoras ni Pangoli. b.Tu Simanggokhon, haha/ anggi ni Pangoli c.Tu Namboru ni Pangoli d.Tu sihunti ampang, iboto ni Pangoli Partodoan ni Paranak on, didok do tong songon suhi ampang na opat ni Paranak.3. Ulos ulos, manang ulos tonunon sadari, tu tutur na asing na ginokkon ni Paranak. Tudu-tudu ni Sipanganon & Jambar.

2. Jambar Jambar, ima namargoar ditamba bagian naasing na sibagihonon songon hatorangan mengenai jambar, songon tanda penghargaan, pengakuan legitimasi kehadiran ni angka raja na ro hombar tu status manang fungsi ni nasida di ulaon i. Pedoman parjambaran naung disepakati di Batam (Solup Batam) ima: Onma sebagai pedoman, alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “” hombar paradaton di huta i, alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V Ala ni i di tingki Acara Adat Perkawinan, naengma holan “dengke ni hula-hula” napinasahat secara khusus/ dohot acara dung dipasahat paranak tudu-tudu ni sipanganon asa tangkas makna dohot nilai luhur ni adat i. Alana molo na asing sarupa dipasahat ndang gabe sarupa nama dohot na asing gabe mago nilai dohot makna ni dengke hula-hula i. Molo tung adong pe dengke naasing dipasahat ma i rup boras dpramasuk nasida, dicatat jala digorahon ma angka ise si usung dengka. Ulos Kepada Pengenten

No Uraian Yang Mangulosi A Dari Parboru/Partodoan 1 Pamarai 1 lembar, wajib 2 3 4 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Simandokkon Namborunya (Parorot) Pariban Hula-hula dan Tulang Parboru Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot Hula-hula dan Tulang Paranak Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot

Keterangan Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita Iboto dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek dari pengenten wanita 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib

Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng, songon na pinatorang. Songoni angka na asing na marholong ni roha.

PROSESI ACARA ADAT Ulaon di jabu/di alaman , manang inganan na pinatupa 1. Paradehon Sipanganon a. Paranak: Menyediakan jala mamboan sipanganon namargoar lengkap dohot minuman ( na jolo tuak tangkasan). 2. Parmasuk ni Paranak.Molo dung dibereng nunga singkop parboru dohot paranak, boi do Paranak manungkun manang Parboru.a. Molo Parboru Manggora:“ Boha amang boru, molo na so adong dope sipaimaon muna, nunga rade hami manjalo haroro mun”. Andorang so marsipanganon jolo dipasahat Paranak do tudu-tudu sipanganon tu Parboru suang songoni dengke sian Parboru tu Paranak Dung singkop sude hundul angka hula-hula dumulai ma ulaon, ima pasahathon tudu-tudu sipanganon dohot pasahat dengke. PR PARANAKNunga denggan Rajaja ni hula-hula nami…..Nunga denggan be ta mulai, anggo di hami ndang adong be sipaimaon. Mandapoti nama molo tung adong dope na so haru sahat. Mauliate ma rajanami.Molo dung mangarade hamu hula-hulannami, asa jolo ro ma hami pasahat tudu-tudu ni sipanganon, naung hupatupa hami diulaonta sadari on. Mangarade ma hamuna hula-hula nami. Dihamu hasuhutonnami, ro/rade ma hamu tu….asa tajangkon haroro ni parboruonta Raja……laho pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu hita hula-hulana.Laos songonima di hita namarhahamaranggi namardongan tubu, asa rup ma hita tu jolo on manjalo haroro ni parboruonta Raja……pasahathon tudu-tudu ni sipanganon. Dihamu hula-hulanami…….dison ro do hami Pamoruon muna marga ……, pasahathon tudu-tudu ni sipanganon na tabo, na marsiala do i ima na adong na solot di ate-ate nami, na gompang di pusu-pusu nami nanaeng pasahaton nami annon Raja nami, asa songon ni dok ni natua-tua ma : „Bagot na marhalto ma na tubu di robean, horas ma hamu na mangan hon tu tambana ma di hami na mangalehon, las ma roha muna manjalo Botima”Dung sae dipasahat dijalangma hula-hulan laos mulak tu hundulannabe. PR PARBORU.Dihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo tudu-tudu ni sipanganon sian parboruon Raja…….. Molo tung di jolo ni hasuhuton pe on nueang, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARANAK:Na uli Raja nami, nunga rade hami

PR PARANAKDihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo dengke si mudur-udur, dengke sitio-tio sian hual-hula Raja…….. Molo tung hasuhuton pe nuaeng napadop adop on, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARBORU.Nuaeng pe diparboruon nami, ala nunga singkpo sude na roha nami marsipangananon ma hita. Andoroang so marsipanganon hupasahat hami ma tu hamu mambaen tangiangg laho mangan.

Amanta raja dohot inanta soripada na liat na lolo; Sitiktik ma si gompa, golang-golang pangarahutna.Tung songon dia pe sipanganon na hupatupa hami onSai godangma pnasuna ! Marjomuk ma hita !

Dihamu angka raja dohot inanta soripada sian dongan tubu, dongan sahuta, boru, hula-hula, pariban, sudena tulang dohot ale-ale, nunga tajalo dison tudutudu manang panggoari ni sipanganon sian pamoruonta na rap mangadopi ma hita.Langsung ma digora rajani boruna, asa di irisiris menekmenek sian aliang-aliang dohot ate-ate laho dipiringkon (dipadalan) tu angka naginokhonna. (4). MARBAGI JAMBAR PR PARBORUNunga boi ra ta uduti ulaonta atik pe so haru singkop dope sude marsipanganon, ima taringot tu parjambaran.PR PARANAK.Naulima i Rajanmi !

PR PARANAKMauliatema Raja nami !Nunga tingkos nanidok muna rajanami, nungnga hupasahat hami tu hamu Rajanami tudu-tudu ni sipanganon i, jala dialaman muna do uloonta, huhut ni i, hombar tu uhum ni adatta, disi tano niinganhon, disi solup niparsuhathon, nauli ma i raja nami , sidapot solup ma hami na ro. Hamu angka raja namarloloan on, lumobi raja dongan huta; Sori manungkun do sori mandapot, sai jolo manungkun do naro tu nanidapot; disi tano ni inganhon, disi solup ni parsuhathon ; ai si dapot solup do naro. Ianggo parjambaron na masa di huta on , tarsongononma; …….. Dung dialusi nunga une, horas jala gabe, didokma muse: CATATAN:1. Umpama/Umpasa naasing nahombar di tingki marsipanganon boi dohonon. Bulung ni dapdap langkop sipanganon natupa ima taparhajob. 2. Mansai ringkotdo jala unang lupa hasuhuton paboahon tu angka tondongna na ro sian luat naasing na mungkin asing paradatonna /solupna asa unang anon adong na mangido adat namasa di luatna/hutana. Dung sidung marbagi jambar diudutima dohot manghatai adat. Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., bona tulang…., tulang rorobot……, bona niari….., hula-hula namarhaha maranggi……., hula-hula anak manjae/hula-hula naposo……. , nunga huparade hami hundulan di hamu Rajanami. Molo tung songonipe parhundul muna rajanami naung disiamun nami ma hamuna. Rajanami, ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Beha, nunga denggan be hundulan muna Raja nami? Mauliatema ! PR PARANAK.Mauliatema rajanami, udutanta ma hape panghataionta. Dihita namardongan tubu, Raja ni boru , Bere/ibabere raja ni dongan sahuta dohot ale-ale, tapadenggan ma parhundulta ala naeng mulaanta nama panghataion dohot hula-hulanta………… Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., Bona tulang…., Tulang rorobot……, Bona niari….., Hula-hula namarhaha maranggi……., Hula-hula anak manjae/ Hula-hula naposo……. , Pos do rohanmai naung renta hundulan muna Raja nami. Ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Nuaengpe hupasahat hami ma tingki panghataion on tu hamu Rajanami. Mauliataema ! Sise mulani hata, sungkun mulani uhum, jolo dinangnang do asa dinungnung, jolo dipangan do sipanganon asa disungkun. PR PARBORU: Parjolo sise lapatan ni Tubuma dingin-dingin diluatni janji matogu, Horas tondi madingin pir tondi matogu. sipanganon:

Nunga nihabosurhon indahan na las, hinasagathon lompan natabo, suang songoni minum mual sitiotio, tio ma antong parnidaanta tu joloan on. Pamurnas mai antong tu daging marsaudara tu bohi, sipasindak panaili mai, sipaneang holiholi jala sipadomu tahi. PR Olo tutu rajanami, alusanma PR PARBORUSise Paduahon, manungkun sintuhu ni ulaon PARANAK: raja i

sisesise

ni

Alai amangboru !, mardongan do na uli marangkup do na denggan, siangkupna songon na hundul siudurna songon na mardalan, dia ma siangkupna, dia ma lak-lak na dia ma unokna, dia ma hatana dia ma na ni dokna, tangkas ma di paboa amang boru ma . Adongma anak magodang dijolo nami, jinujuan ma ibana asa dilului donganna masihaholongandonganna gabe-donganna saurmatua-donganna hot ripe. Ia jus ma ninna hole-sar ninna tahutahu, purma barita, sahatma alualu sian anak nami. Tangkas do hutanda hami raja i, na hot diadat na ingot di uhum, raja ditongani mangajana, natardok hata indokna. Ai nunga pitu lilinami, paualu jugia nami, nunga uli nipi nami, olo borumu naeng gabe parumaen nami. parajahon panghataion diparhusipon

RP PARBORU Patni gaja tu patni hora, anakni raja do hamu pahompu ni namora. Sinur do di hamu horbo dibara, bun do dihamu eme disopo, gok do dihamu pansamotan dohot sere di hombung. Marbunga ma singkoru, dijulu ni tapian, tangkas binotodo, na marroha-naburju jala namora do hamu boru, huhut nabuas mangalean. PR PARANAK. (Mangelek) Toho do nunga tangkas sahat pasupasu sian Tuhanta sian najolo tu hami.Molo tung alani sibahenondo, songon nabiar do rohanami, alai pos do rohanami, ndang pailaonmu gellengmu, ai sian najolo hutanda hami hamu, songon pandohanni natuatua, Ba tung patuhukhonon muna ma tu gellengmu naso tartuhukna raja nami? Mauliate. Ba pasahat hamu ma sinamot tu suhut : horbo saadaran, mas saampang, hepeng rupiah singkat ni . ringgit sitio suaraPintor oloi hamu ma, ai namora do hamu sian hitaan, ba namora jala situnjang hepeng do hamu nang dipangarantaoan on. Raja nami! Ninna barita, manjangkit ulok dari, mangarpe di dangkani jabijabi, hamaraon namasa di ugari, turiturian namu saonari. Ndang songon dibonani pasogit be ditano pangarantoan on rajanami. Ndang adong be tuduon didia adaran ni horbo, so adong be barani jabu, ba mas pe nunga toko mas nampunasa Alai rajanami didok hamu nankin, sadasada hamu alusan nami, pangidon nami dohot elekelek nami sahali mangalusi ma hami di hamu, pinasadama sinamot tu suhut sihabolonan rap dohot angka partodoan, dohot namosok didokma nuaeng “ Sinamot Rambu Pinungu” jala dipasada ma i di uang rupia ni pamarentanta NKRI

Marsibuha-buhaic.30. Tuat siputi nangkok sideak. Proses.b. sipanolopi ma hami di hasadaan ni roha muna songon adat na hombar adat di huta on. Catatan: Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng. UnjukSian pengalaman. ba tariashon hamu si sombahonon muna i amang boru! . Mauliatema Songonima dihamu parboruon nami…. marniang do hami. Alai rajanami andorang so hutariashon hami sisombahonon nami tu hamu.30 asa boi marsipanganon di ulaon unjuk pkl 12. idaon togos molo tung tohoma songon nidok munai.. Prosesi Masuk tu Alaman ni Suhut.00. Parjoloma jolo hupangido hami panuturion sian dongan huta/natuatua ni huta Santabi godang ma dihamu angka amanta PR PARBORUMauliatema di paniroion ni dongan huta ! HULA-HULA & TULANG PR PARBORU. pemberkatan nikah sebaiknya pkl 09. Onma sebagai pedoman.Mauliatema paniroion muna hula-hula nami raja. lumobi disuhut nadua NI PARBORU BORU/BEREDung hupaihut-ihut hami panghataion ni hula-hula nami parboruon muna pariban nami. godangna Rp …. Raja nami. rambu pinungu. boru/bere nami.5. Pemberkatan Nikah. pantisni miak sapala namangasi hamu rajanami. paralangalangan. Alai anggo panandaion. Mauliatema. paling lambat pkl 12. ba tungido natarpatupa hami. Toho ma antong nalambas roha hamu jala marpanganju. songon na pinatorang. Suhut naniamabangan (suhut na ro) sauduran/ rup masuk do rap dohot hulahula/tulangna. tangkas dope pasahaton muna. Waktu dan Tempat Pernikahana. hula-hula/tulanng dohot hahaanggi. tung tangkas do pasahaton nami tu opat partodoan / suhi ampang na opat ni raja I di alaman. ai hansitdo tangan mandanggurhon nasoada. nean molo parnidaan nami sandiri.00. unang gabe targanggu kesehatan. . ba huundokhon hamima pangidoan muna ima sinamot na gok. ai i do kebiasaan makan siang. (Ndang khu sus manjalo hula-hulana di alaman ni halak). nunga tangkas nangkining binege sian hasuhuton. alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “ulu dengek mulak” hombar paradaton di huta i. ima tutu tapareak. jala asa tingkos songon tingki diundangan pkl 12. Ba nunga dipangido hamu asa rambu pinungu dipasada ma sudena di uang rupia NKRI . ndatung namangkolit hami. Ba tumpakma tondimu. rambu pinungu.d. paling lambat pkl 09. Songoni angka na asing na marholong ni roha. Idaon mokmok do hami. Tohodo nahubaranihon hamido ro mandapothon hamu. RP PARBORU Songoni ma di hamu amang boru. jado I raja nami Rp……juta ma sisombahonon nami sinamot nagok boru ni raja i. Hombar tusi. alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V 4. sada di galangan. huoloi hami mai . Martumpol (kalau ada).Holan suhut bolahan amak (suhut namangalamani) do manjalo hula-hulana di alamanna.00. asa saut mokmok jala togos muse hami tu joloan on.sapala pantis raja nami. loas hamu ma jolo hami mangido panuturion sian dongan sahuta. tumpak sahalamu. unang Tung mangido mangelekma hami di hamu raja nami. alai panandaion tu suhi ampang na opat. ba i naummuli.juta. nunga jolo nililit hian bolon nami.

lelengma hita mangolu jala rap tagomgomma parhorasan panggabean. songon onma angka naung dihatai siingotonta: …… Sinamot godangna Rp …juta rambu pinungu. Tampuak ni sibagandingma didolokni pangiringan. ulaon di alaman ni…….…dst. tu hita namardongan sahuta dohot dongan nasaparadaton. . PASIDUNG ULAON Jumlah (Godang) ni Ingot-ingot. asing ni panandaion tu suhi ampang na opat... Dipasahatma tu natuatua ni huta Jongjongma natuatuani huta huhut maniop ingot-ingot di piring Andorang so hutariashon hami ingot-ingot. Ulos-ulos dohot Pasituak Natonggi a. parboru do anggo namenyediahon i. Songoni nang pasituak natonggi/panandaion nasipasahaton ni paranak tu parboru. Ulos tonunon sadari sipasahaton ni parboru tu paranak. paranak do anggo namenyediahon i. satongama sian parboru.. namartutur huhut masi pairingiringan. ulos .(songon tabel).7.. sada ma sian paranak. sai sautma hamu suhut nadua horas jala gabe jala maulibulung. b. jambar mangihut. bohi ni sinamot naung dipasahat Rp…. Sahatsahatni solu ma sai sahat tu bontean nunga sahat simpul ulaontaon dibagasan dame.

musik 1. bentuknya pun agak sedikit tidak biasa dari alat musik lain.upacara adat. alat musik aramba ini biasanya di gunakan oleh penduduk nias pada saat melakukan upacara. Doli-doli. alat musik aramba ini terbuat dari logam. 1. Hapetan. Druri Dana : Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala Faritia : Aramba kecil 5. Garantung : Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung . Faritia. Garantung. di bagian tengah pada alat musik ini ada semacam pemicu yang terletak di tengah bundaran yang membuat bunyi. Gonrang. doli – doli adalah alat musik yang seperti bambu yang ditiup atau di hasapi 3.alat musik ProvinsiSumatera Utara / Sumut Alat Musik Tradisional : Aramba. Druri dana.B. alat musik aramba menjadi sumber bunyi dalam upacara adat juga alat musik lainnya juga 2. 4.

7. 6.6. 14. 2. 13. Inang Asing Sing So Pulo Samosir Butet Lisoi O Tano Batak Sinanggar Tullo Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita Lisoi Denggan Ni Lagu Mi Ketabo Na Sonang Do Hita Nadua Sik Sik Sibatu Manikam Sapata Ni Napuran Si Togol . 10. 15. 3.Lagu Daerah Lagu-lagu daerah Batak 1. Gonrang : Sejenis kendang 7. 4. 8. 12. Hapetan : Sejenis kacapi B. 5. 9. 11.

21. 25.16. Si Raya Katumba 27. Pio Pinasa Si Dung-dungon Piso Surit Rura Silindung Say Selamat Masineger Sege Sege Sengko Sengko Sori Ya Katulla Taganing and Muzik Tiup Tarambe Tangan Tillo Tillo Tuan Ma Gunung Malelo ALUSI AU (Ciptaan N. 22. pangkat. Dirondang Ni Bulani 7. Gondang Si Monang-monang 9. Situmorang) Alusi au …. Leleng Ma Hupaima Ima 13. 32. Butet 5. Doli O. 19. Ketabo 11. Alusi Au 3. hasangapon ido dilului na deba (Kekayaan. Madekdek Magambiri Mariam Tomong Modom Na Sonang Do Hita Nadua O. 34. 24. 23. 33. Sing Sing So 14. Aek Sarulla 2. Hoho Ninawuagö 10. 35. Sirait nabolon Lagu rakyat Sumatera Utara 1. Sinanggar Tullo 30. 31. Kulcapi 12. alusi au Marragam-ragam do anggo sitta-sitta di hita manisia (Bermacam-macam cita-cita dalam diri kita manusia) Marasing-asing do anggo pangidoan di ganup-ganup jolma (Berlain-lainan permintaan setiap orang) Hamoraon. itu yang dicari sebagian) Dinadeba asal ma tarbarita goarna tahe (Sebagian asalkan namanya tenar) Anggo di au tung asing do sitta-sitta asing pangidoanku (Kalau aku lain cita-cita dan permintaanku) Mansai ambal pe unang pola manisak hamu tahe di au . 16. 15. Erkata Bedil 8. Anju Ahu 4. Dago Inang Sarge 6. 18. Ramba Dia 17.. Lisoi 26. 17. hagabeon. Sigulempong 28. Simalungun Rayat 29. 20.

Kesenian ini terdiri dari unsur musik (musik instrumental) dengan alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba. Un berarti suara yang rendah (bongor) dan ing berarti suara yang tinggi (sihil).Uning-Uningan Ditengah arus budaya global yang terus mengkristal sebagai budaya populer. itu saja yang aku cita-citakan) Tung denggan ni basam basami do nahupaima-ima (Kebaikan hatimu itu yang selalu aku tunggu) Asini roham daito unang loas au maila (Belas kasihmu jangan biarkan aku malu) Beha roham. Eksistensinya kini bisa dihitung dengan jari karena masih ada segelintir orang yang teguh mempertahankan seni tradisi ini.musik gabungan 1. uning-uningan digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati dan konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dan Sang Pencipta (Mula Jadi Na Bolon). M Hutasoit dalam bukunya.(Biarpun lain permintaanku ini janganlah diejek) Sasude na nahugoari i indalai saut di au (Semua yang telah saya sebut bukanlah cita-citaku) Sitta-sitta di au tung asing situtu do tahe (Cita-citaku memang sangat lain) Tung holong ni roham i sambing do nahupar sitta-sitta (Kasih dan sayangmu. Bagi masyarakat Batak Toba. dokma hatam. alusi au (Tolonglah katakan dan jawablah) C. . Ende Batak Dohot Uning-uningan memaparkan kesenian ini berasal dari dua kata un dan ing. uning-uningan kesenian tradisional Batak Toba mencoba tetap bertahan.

Di sinilah letak ketahanan tradisi ini. anak perempuan pun banyak. Yang tetap tampak dalam masyarakat Batak Toba. “Imatutu‟ (semoga benarlah adanya). uning-uningan tidak semata sebagai hiburan yang menggeliatkan alunan musik dan mempertontonkan lelucon-lelucon untuk menghibur masyarakat. ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan datu (orang yang ahli yang biasa disebut dukun) sebelum upacara dimulai. tetapi dipilih beberapa jenis saja (biasanya tiga sampai enam jenis alat musik dalam satu ensambel). Biasanya. dua buah hasapi (hasapi ende dan hasapi doal). ombun na sumorop. jenggong. antara lain aerophone (alat musik yang ditiup) terdiri dari sarune na met-met. Dalam hal permohonan keturunan biasanya dilengkapi beberapa umpasa (umpama) yang di bacakan penatua kampung. tapi hasil yang ingin dicapai adalah rasional .Dengan demikian. Jenis idiophone (alat musik yang dipukul) terdiri dari garantung. saga-saga. boru pe antong torop” yang artinya: bintang yang bertabur. Keberlangsungan hidup dilalui dengan kadar alam yang ditempati. Yang penting dalam uninguningan harus ada paling sedikit satu jenis alat musik yang berfungsi sebagai pembawa melodi dari repertoar yang dimainkan. sebuah sarune na metmet seperangkat garantung. sulim. adakalanya orang menentukan jalan hidupnya dengan tidak rasional. Orang yang sudah lama menikah dan belum mendapatkan keturunan memanfaatkan tradisi ini sebagai pengantar doa permohonan untuk mendapatkan keturunan. sebagai sarana refleksi diri dari perbuatannya di dunia dan digunakan untuk mendekatkan dengan roh-roh leluhur sebagai langkah keharmonisan dalam bermasyarakat menuju komunikasi antara manusia dan Mula Jadi na Bolon. tanggetong atau mengmong dan sidideng. Dalam hal mendekatkan dengan roh-roh para leluhur. Ada beberapa jenis alat musik yang dipakai dalam uning-uningan. embun yang berserakan. Kemudian masyarakat yang hadir spontan menjawab umpama tersebut dengan seruan. bayangkan orang yang sedang sakit masih disuguhi alunan irama musik meski sebenarnya berisi doa. Si dukun kemudian menari mengikuti irama musik dan biasanya kemasukan roh orang yang sudah mati yang sengaja diundang. untuk menguningkan dan terus panen kekhazanahan tradisi nenek moyangnya. tidak selamanya proses tujuan hidup ini bisa dirasionalisasikan. anak pe antong riris. seperti menyediakan sesajen dan membatasi orang yang hadir. tataloat. beberapa perangkat uning-uningan bisa dimainkan sendiri-sendiri. uning-uningan pun dimainkan. uning-uningan digunakan sebagai pelengkap pembacaan doa bagi kesembuhan orang sakit dan terbukti bisa menyembuhkan. tulila. tidak gelisah dengan alam sekitarnya. Isi umpasa tersebut disesuaikan dengan keadaan orang yang akan didoakan. Misalnya. salung dan alongalong. pengertian uninguningan berarti. sebuah sulim dan sebuah hesek. dan hesek. Sepintas memang lucu dan tidak masuk akal. Untuk fungsi secara pribadi. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi. “bintang na rumiris. dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba tidak semua alat musik itu digabung dalam satu ensambel. Pengobatan Dalam masyarakat Batak Toba. Diakui atau tidak. anak laki-laki pun banyak. Lebih dari itu. suara bongor dan sihil yang bersahut-sahutan. Kemudian jenis membranophone (alat musik yang terbuat dari kulit binatang) terdiri dari gardap. Tidak hanya orang sakit yang menggantungkan diterimanya doanya pada tradisi ini. Jenis chordophone (alat musik yang dipetik) terdiri dari hasapi. sordam. Bacaan yang paling populer yakni.

adat dan hiburan. Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas. Pargonsi. Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali. tersusun menjadi narasi singkat untuk memudahkan pemahaman kita akan makna dasar dari gondang itu dibuat dan digunakan. Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompik dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga. pemain gondang batak muda tidak lagi mementingkan penguasaan ragam gondang batak. RAGAM-RAGAM GONDANG BATAK GONDANG MULA MULA Semula Dia sudah ada. Seperti disebut di atas. Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jaw. tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini. sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel. Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik. gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme). variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing. karena pada umumnya masyarakat batak lebih menginginkan irama modern seperti nyanyian bahkan dangdut. Walau agak sulit. salah satu karya seni musik batak yang sangat kaya dan menjadi kekaguman bagi dunia. Repertoarnya yang beragam memenuhi segala kebutuhan seni yang digunakan untuk beragam kegiatan seperti pada upacara keagamaan. re. taganing (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb). repertoar gondang batak yang asli sudah jarang dimunculkan. dan Dia memulai ada. Mula Tempah. Kita hanya bisa melihat alat kesenian itu dimainkan dengan versi modern. Seniman tua gondang batak saat ini di toba pun sudah jarang memunculkan ragam gondang batak itu karena ketidakmampuan masyarakat mengenalinya. Gondang batak. Beberapa gondang yang dapat saya simpulkan atas kerjasama dengan para pargonsi. dimainkan. fa. dsb. jagad raya beserta isinya. Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. Ada dunia. sol.Gondang Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup-”obo). taganing adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune. dan sejauh yang saya tahu. mula dari segala sesuatunya yang . empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama. Saat dimulai pendokumentasian gondang batak.2. Modernisasi telah menggempur sendi kebesaran Gondang Batak. Dia Mula Jadi. sebagian yang masih diingat nama gondang itu dilakukan pengkajian makna dan pengertian judulnya. Ada bumi dengan manusia bersama mahluk pendampingnya. diminta dan diaplikasikan pada saat manortor. India. Cina. mi. Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do. akhirnya dapat direka pengertiannya ketika gondang itu dari awal tercipta.

Dia diberi kewenangan mengelola bumi untuk pemenuhan kalangsungan hidupnya. Kehilangan akan menimbulkan kesedihan. Mengajak bergerak . (Gondang ini umumnya dimainkan saat mengawali acara “mamuhai ulaon” oleh hasuhuton. merupakan koin suara yang dimasukkan kedalam kotak suara dan selanjutnya dihitung. adalah tempat berkumpul. Larut dalam duka akan menenggelamkan semangat perjuangan. ditengan dia dikerumuni. Selagi masih dapat berpikir. didepan dia dikejar. (Sibungka Pingkiran. Ayunkan selangkah hingga kamu dapat berlari. Dia mengajarkan cinta sesama. Pekan disebut juga harungguan.) SIBUNGKA PINGKIRAN Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan. Yang memberi tuntunan hingga diikuti. Dia yang pintar menuturkan sembah “Deak Marujar”. tangis dan gembira.semuanya harus tunduk kepadaNya. (Harungguan. begitulah kepercayaan batak dulunya. menerima kedua resiko. Dia yang pintar menuturkan ilmu pengetahuan “Deak boto-botoan”. Dialah yang memohon dan mengkreasi planet earth ini diantara planet-planet yang sudah ada menjadi huniannya setelah memutuskan mmenisah diri dari dunia dewata. walau tidak dapat dipungkiri akan muncul rasa kecewa. menang atau kalah. dia ditunggu. Dia yang pertama menghadapi tantangan. Sebelum “hasuhuton meminta Mula-Mula. Siharungguan artinya yang dikerumuni. berobah dengan menjagokan diri dan siap untuk dilakukan voting. pargonsi lebih dulu memainkan uantaian 7 gondang secara medley yang disebut “sipitulili”) MULA MULA II (Paidua ni mula2) Dia diberi anugerah oleh Mula Jadi. Kalah. Petek. Dia yang pertama memohon ampun kepada penciptanya. Pemimpin yang dulunya muncul berdasarkan karakter harajaon. dia harus menerima kekalahan dengan berlapang dada walau diawali dengan rasa kecewa. Dia yang pertama menuturkan sembah sujud kepada yang empu-nya. (Deak Parujar adalah Dewi pertama yang menjadi manusia pertama menghuni bumi. Mula Jadi yang maha besar. Yang melakukan pembelaan dengan keadilan hingga percayai. pintar. Mulai muncul rasa cemas. Ini merupakan idealismenya pemimpin batak) SIDABU PETEK Demokrasi baru muncul di tanah batak. seorang pargonsi yang ikut pemilihan kepala kampung di salah satu wilayah di Samosir. Dia adalah memulai selanjutnya untuk kreasi hidup di planet yang dihuni manusia ini) SIHARUNGGUAN Jadilah manusia yang dicinta. Dia memulai karya dan usaha. Yang memberi pencerahan hingga didekati. (Berdasarkan pengalaman Panuhari. pemimpin alam. kegelisahan. Selagi masih memiliki kaki. mari berdiri. bijak dan bestari. mari memulai. Fakta. harus diterima menjadi kewajaran. Dibelakang. Butuh kesiapan mental. Dia menggambarkan gejolak antara semangat dan kecemasan mengawali penyertaannya. yang memberi kehidupan hingga ditemani. Hanya yang berjiwa besar yang dapat menerima kekalahan dan mengakui kemenangan kepada saingannya. adalah mengajak manusia untuk tidak tenggelam dalam kegagalan.

Masa panen pun menjelang. karena akan selalu muncul tak beraturan menjadi beban dalam pemikiran. karena kematangan padi yang menentukan. Perjalanan jauh kemungkinan besar akan kembali ke asalanya.) HOTANG MULAKULAK Hidup adalah perjalanan. Kegentingan hidup selama “haleon” pacekelik mencair. Kecemerlangan seseorang diibaratkan seperti bintang bersinar terang. mampu menganalisa dan tepat membuat keputusan. dia tersesat selama satu hari. bila lelah. ranting pohon lain.) BINTANG NAPURASA Gemerlap cahaya bintang napurasa akan memerikan keindahan dalam hiasan langit malam. adalah mustahil dapat diringankan dengan istirahat fisik. (Alit-alit. Kecemerlangan adalah idaman setiap orang.dinamis dengan mengutamakan kecerdasan. Gemerlap bintang adalah kodratnya yang hanya bisa dilihat di saat kelam. Kelengahan membaca dan mengingat pertanda menentukan arah akan menyesatkan perjalanan. adalah rotan yang tumbuh menjalar melalui tanah. Tak selamanya kebutuhan diukur dengan gemerlap. Tak selamanya keinginan menjadi kebutuhan. Gemerlap Bintang Napurasa tidak abadi setiap malam. Kebersamaan pun digalang untuk melakukan panen bersama. menghabiskan waktu dan melelahkan.) BINTANG SIPARIAMA Bintang Sipariama sudah muncul. Semangat semakin bergelora. Tidak ada guna rebutan jadwal. Yang seogianya ditempuh dalam 2 jam. (Hotang. “siadap ari” bergantian memetik padi. diciptakan Aman Jabatan seorang pargonsi dari Samosir berdasarkan pengalamannya yang tersesat dalam perjalanan. seraya mengucap syukur kepada Maha Kasih. namun ada sebagian masih dalam harapan sehingga lebih sering menjadi pengagum kecemerlangan orang lain) HATA SO PISIK Memikul muatan berat. Bila tidak memiliki hasil panen pada bulan ini disebutkan kelaparan di musim panen “anturaparon di sipahatolu. Pada saat itu musim panen mulai marak di Toba. adalah pertanda dalam hitungan bulan batak “sipahatolu”. manusia sudah melakukan perjalanan menuju kedepan namun berulang melintasi titik keberangkatan. meninggalkan. Ke depan adalah tujuan. dibarengi kesibukan berbagai persiapan. Setiap persimpangan harus diingat dan dibuat tanda arah ke tujuan yang akan dicapai. istirahat adalah kesempatan pemulihan tenaga. Biasanya dilontarkan kepada yang malas bekerja dan selalu mengemis menyambung hidup. Bila beban itu ada dalam pemikiran. . membelit berkeliling hingga melilit batang awalnya. berkeliling. Tanpa disadari. Hati yang menjauh juga diharapkan akan kembali kepada untaian kasih yang sempat tertinggal dan terabaikan) ALIT-ALIT Hidup bagaikan melintasi hutan belantara. atau anturaparon di sipariama. Namun dalam menempuh perjalanan itu tak pelak kadang harus melewati awal keberangkatan. (Bintang Napurasa adalah yang nampah jelas menjelang pagi hari. (Bintang Pari. Bila gemerlap datang dan menghilang ingatlah kepada bintang dilangit. tanpa dilakukan penghitungan.

Penyesalan tiada guna. Dari kain hitam yang kedua diujungnya ada rambu warna merah. Para raja dikalangan batak biasanya menggunakan “talitali” ikat kepala lambang kebesaran yang disebut “tumtuman”. kita catat dalam “bindu” halaman kerja. beliau terkenang dan dalam hati menyebut wujud dari raja Uti. Keturunan mereka satu persatu mulai menjauh. kerukunan dan ketaatan dalam hukum. . hukum dan adat istiadat. Kita adalah sama. (Aling-aling Sahala. sian i ro tusi sumuang molo diose padan. diartikan sebagai mengenang/memanggil kembali karisma diri mereka yang hilang dan permohonan maaf kepada Pencipta yang memberikan derajat kehormatan itu (dulu) kepada mereka. Ibarat tanduk yang tercabut dari kepala. Kapasitasnya dalam menegakkan kebenaran di masyarakat adalah wujud dari kehormatan (hasangapon) dan menjunjung kewibawaan (sahala) pada diri mereka. Keterpurukan wibawanya bukan karena kesalahan. Mereka berseru melalui gerakan tari diiringi irama. Duka dihatinya tak ditangiskan. (Gondang ini terinspirasi oleh Sisingamangaraja I ketika menerima amanah dari Raja Uti untuk tidak menyebutkan wujud fisik beliau. Sahala mereka mulai menjauh. Bagi seorang pemimpin adalah pekerjaan penuh kecermatan dalam mempersatukan masing-masing perbedaan karakter manusia. Di tengah perjalanan saat Sisingamangaraja istirahat. Manusia memiliki pahala masing-masing dan sifat berbeda dalam menjalankan kehidupannya. sisi. perilaku mereka dipandang sesat. Para Raja Batak dulu mengalami degradasi dengan masuknya peradaban modern melalui penjajahan dan missi agama.Seorang pemimpin kadang harus menyimpan rahasia yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk mencegah konflik. Gondang ini lajim dipinta oleh para Raja untuk mengenang beban tugas mereka dan banyaknya rahasia yang harus dipendam namun harus diselesaikan dengan bijaksana. Beliau terkejut. Lakukan kajian dimana sisi lemah yang dapat menghancurkan. Kewibawaan mereka dicabut. waktu. Kita bersama memadu pikir demi kepentingan kita dan mereka.) BINDU MATOGA Aku tanpa kamu tidak berarti. setiap sisi kita hempang dari serangan. Semua demi keutuhan dan kebersamaan. semangat kita galang. Hidup kita bangun. adalah untaian pada ujung ulos. Kamu tanpa aku apakah ada arti? Kamu. apa yang sudah kita buat dan apa yang masih perlu dilakukan tindakan. artinya dihimpun. Tanda dari perjanjian itu kepada Sisingamangaraja I diberi tabutabu siratapullang. aku dan dia adalah kita. (Rambu.) RAMBU PINUNGU Kehidupan penuh dengan keanekaragaman. Bila nilai tak dapat dipertahankan maka “sahala” (karisma) akan ambruk. mempersatukan derap langkah masyarakat dalam kedamaian.) ALING-ALING SAHALA Para Raja di kalangan Batak tempo dulu sangat menjaga etika moral. Karena bersama kita tegar “toga”. Lindungi diri dari serangan penyakit yang membahayakan. Dalan semua sudut. Irama gondang ini sangat beda dengan gondang “Marhusip” yang sering disebut selama ini Hata So Pisik. Mereka butuh kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk mampu mengemban tugas mulia. dan tabutabu sitarapullang pun menghilang. Selamatkan jiwa dari tindakan buruk orang yang tidak sejalan. Pinungu. “Mengapa ini harus terjadi?.

Dia terkontrol oleh penghormatan kepada dirinya itu dalam semua sikap dan perilakunya. Apa yang mereka hasilkan hanya dengan pengukuran “suhat” dan “lilit”? Apa perbedaan setelah menggunakan meter? Semua konstruksi.) TUKTUK HOLING Beragam lambang kebanggaan manusia sejak muda hingga tua. ibarat kerbau yang bertanduk panjang menjalani lorong sempit. Orang tua batak biasanya makan sirih. Bila gigi sudah makin lemah hati mengeluh. gorga dan ulos.) SIDOLI NATIHAL Masa muda bagi seorang pria penuh dengan gairah. petakan sawah. Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi masalah demi kesejahteraan masyarakat. Dengan datangnya alat ukur “meter” mereka semakin terbekali dan mendapatkan keseragaman ukuran. Kerbau itu kadang kesulitan akibat sempitnya lorong atau adanya dahan yang menjorok ke bahal. (Pendidikan modern hanya penambahan bekal intelektual mereka. Mereka berekspresi penuh dengan tingkah polah untuk mendapat perhatian publik dan lawan jenisnya. mereka butuh alat penumbuk sirih. saluran irigasi. primitive” sebelum pendidikan formal hadir. Mereka melakukan pengukuran dengan istilah “suhat” untuk panjang dan tinggi “lilit” untuk mengukur lingkaran. Lorong sempit yang disebut balubu atau bahal adalah lintasan segala ternak ke perkampungan. Kadang. Mulai memasuki area kompetisi menunjukkan eksistensi seorang perjaka. penyakit apa yang mungkin muncul. tertinggal. Seekor kerbau yang bentang tanduknya panjang sekitar satu meter. Digambarkan sebagai penguasaan semua system alam dengan mencegah hal buruk yang dapat merusak keutuhan dan kesehatan. Ketika meter kayu digunakan. Alat penumbuk dikenal setelah . (Nama gondang ini dulunya disebut juga PARDALAN NI HORBO SISAPANG NAUALU. Nujum bindu matoga sering dilakukan peramal untuk mengetahui dari mana kemungkinan datangnya musuh. Pertanda dari kecerdasan mereka itu dapat kita lihat dengan bangunan rumah adat.(Bindu Matoga. Lolos dalam perjalanan yang penuh tantangan dan godaan adalah kemenangan baginya. Dengan dorongan sifat dinamis untuk mendapat pengakuan. Ini membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus menyebut mereka “bodoh.) LILIT TU METER Kecerdasan dan intelektual Batak sudah teruji sejak jaman dahulu kala. Rambu ini membatasi kebebasan dirinya dalam setiap kesempatan. mereka salah dalam tingkah laku kemudaannya. Digambarkan dengan garis segi empat bertajuk delapan sesuai dengan mata angin. planologi perkampungan yang mereka ciptakan sebelum mengenal meter saat ini masih abadi. mereka kebingungan saat mengukur diameter karena tidak dapat melilit seperti kebiasaan mereka. Hingga mereka melakukan ukuran kepada tali kemudian mereka melakukan pengukuran dengan melilit. (Biasanya diperdengarkan saat Gondang Naposo dimana para pria menari menunjukkan kebolehannya penuh dengan gaya.) TANDUK NI HORBO PAUNG Seseorang yang memiliki kehormatan. adalah yang memegang teguh etika moral dan taat hukum.

Perjuangan tidak luput dari tantangan. Sapadang Nause adalah bijian yang bernas dan tua yang memberikan semangat bagi yang menemukannya. Bila bekal padi tidak mencukupi maka sapadang yang tumbuh liar di ladang pun dipetik. keluar dari” dalam kulitnya. Kadang alat penumbuk itu dibuat beragam variasi yang indah dengan material tembaga dan perak. lebih besar kesusahan daripada kebahagiaan dari permainan judi.) SAPADANG NAUSE Panganan utama orang batak adalah nasi yang terbuat dari beras berasal dari padi. Ada juga yang menempahkan dengan lilitan penghias dari emas. (Solubolon. adalah nama burung yang berparuh keras yang dapat melobangi batang kayu keras untuk membuat sarang dan dan mencari makanan. Bila hasil panen mencukupi bekal satu tahun maka kekhawatiran pun sirna. Tidak ada kata kelaparan bila bijak mengolah hidup. Parsolubolon adalah mereka yang sedang mengarungi perairan dengan sampan besar itu. Mereka membanggakan peralatan itu layaknya seperti perhiasan. pengayuh akan kewalahan. (Sapadang adalah tumbuhan mirip gandum biasanya tanamn liar. tapi kerugian bila menuai kekalahan. maka pengayuh lainnya akan kelelahan dan pengemudi akan repot. Sebaliknya bila pengayuh tidak pintar.) TORTOR Tortor adalah gerakan tubuh mengiringi atau diiringi irama gondang. padat. Senang saat permainan dijalankan. Bila kartu penentu warna merah muncul. Bila pengendali kemudi tidak pintar. Tidak ada yang hina bila kenyang makan tanpa beras. Kebersamaan adalah pengumpulan kekuatan. adalah sampan besar yang muat sekitar 12 orang. Alat penumbuknya dibuat dari besi tembaga keras yang kelak menghentak keras bagaikan patukan burung berparuh besi. berhamburan” tapi “sesak. mengharap mendapat giliran “ceki” penentu kemenangan. bernas. Mereka menghayal akan menang. Akselerasi potensi “parsolubolon” akan mampu menghindari bahaya dari serangan ombak. Mereka memiliki pedoman dasar “masihilalaan” tenggang rasa. namun lebih banyak berdampak kesusahan. Sapadang diolah dengan telaten dan dimasak hingga nikmat dimakan sebagai pengganti nasi yang terbuat dari beras. Badan tersiksa.) PARSOLUBOLON Hidup adalah perjuangan. Pemahaman makna gondang dan . (Tutuk Holing. (Bedasarkan pengalaman penjudi kalangan masyarakat Batak jaman dulu yang selalu menghimbau agar terhindar dari ketagihan permainan itu dan bekerja dengan giat adalah yang terbaik. harta benda tergadai. pekerjaan terlantar.datangnya logam yang dibuat khusus menumbuk sirih. Pengalaman para penjudi selalu menyimpulkan. Nause tidak mengandung pengertian “tumpah.) SEKKIAN TALI MERA Judi kadang membahagiakan. Ubi dan Sapadang adalah jalan keluar dari kemelut ketersediaan bekal beras yang terbatas. hentakan kegembiraan muncul. Kesepahaman adalah akselerasi keragaman potensi diri dalam menjalankan misi bersama untuk sampai di tujuan.

Pernah (bahkan sampai saat ini) Gondang batak dirtuding sebagai ensambel untuk pemujaan berhala. KREASI TORTOR DAN GONDANG Ketika tortor telah menjadi hiburan. misalnya bila seseorang mengangkat tangan dan menunjukkan satu jari tangan kanan dan mengepal jari tangan kiri. artinya menghimbau datangnya rejeki atau bantuan kerjasama untuk keberuntungan kepadanya. Ini baru sebagian dari apa yang dipahami para ibu tua yang memahami tortor batak. Setelah maraknya musik eropah mengiringi tortor pada pesta adat batak. Kreasi tortor untuk hiburan diupayakan keseragaman gerak.untaian irama bagi yang pandai menggerakkan tubuh akan menghasilkan tortor yang indah. lingkungan dan penciptanya. Bila seseorang penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan dengan telapak tangan terbuka kesamping artinya anak-anaknya semua atau sebagian besar sudah sudah mandiri dan menempati ruang yang luas di penjuru desa. artinya dia mohon perlindungan. kesantunan dan kehormatan. Bila seorang penari meletakkan kedua telapak tangan diatas kepala. Kemudian diberi kelonggaran untuk pesta adat dengan perijinan yang ketat. Bila seseorang merentangkan tangan kedepan dengan telapak tangan terbuka dan tangan kiri ditutupkan diperut. sering mendapat hambatan dan permasalahan lainnya. tentang kesopanan. Bila tangan kiri rapat didada dan telapak tangan terbuka artinya dia menghimbau dengan tebuka menciptakan persahabatan dan kerukunan. Bila seorang penari meletakkan tangan keduanya diatas pundak. Kebodohan menjadi peluru peluru penumpas kebenaran. artinya semua anaknya dan perilaku anaknya serta kehidupannya masih menjadi beban dan tanggungjawab yang masih dipikul. Penerapan ijin ini sempat berlangsung lama hingga masuknya . para penari dalam pesta adat pun tidak karuan lagi menunjukkan lenggak lenggoknya. Dari gerakan tortor. Bila tangan kanan dijulurkan kedepan dan telapak tangan duarakan juga kedepan serta tangan kiri ditutupkan di dada artinya mohon dihentikan segala perbuatan yang mencemari merugikan kepada dirinya. Bila kedua tangan diarahkan kedepan dan telapak tangan terbuka keatas serta sering dilipat menutup artinya ajakan mari bersama-sama ajakan kepada semua untuk menari bersama. Pada jaman Belanda. Bila kedua tangan dirapatkan dipinggang dan telapak tangan dikepal mengarah kebelakan. gondang batak dilarang. Ini memang menjadi bagian dalam seni pertunjukan. Manortor dengan benar kadang dituding kesurupan. Kadang melampaui tata krama tradisi adat batak. belas kasihan dari manusia dan penciptanya. atas rekomendasi mission. pemahaman gondang yang sebenarnya tidak lagi berkembang. menjalin persahabatan dan mempererat persaudaraan. Tortor batak sangat individual. seseorang dapat melakukan komunikasi dengan publik. Pakem tortor batak dan pemaknaannya akan kita ulas kemudian setelah penelitian yang lebih dalam. bahkan sebaliknya yang terjadi. merupakan ritual kehidupan menjadi persembahan kepada publik. Bila seorang penari menyilangkan tangan di dada. artinya dia sering menjadi sasaran cemohan. Generesi muda cenderung hanya melihat tortor hiburan dan tidak pernah lagi menyaksikan tortor yang sebenarnya yang dilakonkan para panortor yang sebenarnya. seiring dengan hilangnya pemaknaan gondang batak itu. pakem pun menjadi hilang. artinya masih banyak rahasia hidupnya yang belum duberitahukan kepada orang lain. Tortor batak semakin erosi. Alat untuk memanggil roh orang meninggal. Panortor yang sering kesurupan. artinya dia hanya memiliki seorang putra. Jelas bukan merupakan hiburan.

tapi belum banyak yang menemukan “roh”nya karena dilatarbelakangi refrensi keberhalaan gondang batak itu . seiring itu pula keengganan orang batak untuk melakukan aksi penggalian nilai gondang batak itu. gondang batak justru tersudut karena melanjutkan perlakuan ijin dalam kurun waktu lama. Musik barat untuk pesta adat tidak perlu mendapatkan ijin. Banyak yang melakukan penelitian sebatas untuk tesis keilmuan.musik barat. Pada jaman kemerdekaan. Begitu dalamnya penistaan terhadap gondang batak.

http://cetak. Sumatra Utara A. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang (Sinar. Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu. isyarat tanda cinta. Berdasarkan hal tersebut. yaitu lagu Pulau Sari (www.com). tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. Kedua. memendam cinta. seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. jawaban. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian. tarian ini bernama Tari Pulau Sari. menggila mabuk kepayang. Pertama.wisatamelayu. nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step).Tari Tradisional Serampang Duabelas: Tari Tradisional Melayu Kesultanan Serdang. www. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. 2009: 49-52. Asal-usul Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang. sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini. http://cetak. Menurut Tengku Mira Sinar.kompas. Sinar. terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis.com/id.com/id). Sebelum bernama Serampang Duabelas. nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba.kompas. balasan isyarat. 2009: 48). 2009: 48).wisatamelayu.com/id. dan pertemuan kasih (Sinar. menduga. dapat kita lihat dari tarian . masih belum percaya. penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12. pinang-meminang.wisatamelayu. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya. yaitu: pertemuan pertama. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960 (http://www. Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas.com. Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas.D. Menurut Tengku Mira Sinar. mengantar pengantin. cinta meresap.

com/id). pemerintah harus melakukan proteksi agar tarian ini tidak diklaim oleh pihak lain. Singapura. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. 1 Juli 2008). Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Tari Serampang Duabelas. Artinya. salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. Kedua fenomena tersebut harus disikapi secara cepat dan tepat agar Tari Serampang Duabelas tidak saja lestari. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang. laki-laki dan perempuan. Artinya. dan terjaganya kualitas teknik Tari Serampang Duabelas pada sisi yang lain. sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu (Tengku Mira Sinar. terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya. Dengan cara ini. dan rasa memiliki terhadap Tari Serampang Duabelas. Pertama. mendekatkan Tari Serampang Duabelas kepada anak-anak dan remaja. hanya yang terbaiklah yang akan menjadi juara. 1 Juli 2008). seperti Malaysia. Namun demikian. menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai aset daerah.wisatamelayu. pada awal perkembangannya tarian ini hanya dibawakan oleh laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum. maka anakanak sejak dini diajarkan untuk mengetahui sejarah keberadaannya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap geraknya. Dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai materi muatan lokal. Melalui strategi ini. Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas. Kedua. dan Sumatra Utara pada umumnya. Diperbolehkannya perempuan memainkan Tari Serampang Duabelas ternyata berpengaruh positif terhadap perkembangan tarian ini.Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. bahkan sampai ke Maluku. Jambi. dan Hongkong (www. Jika cara ini berjalan. setiap orang secara halus “dipaksa” untuk mempelajari Tari Serampang Duabelas secara baik dan benar. Pertama. . yaitu lestarinya Tari Serampang Duabelas pada satu sisi. maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan. gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. maka ada dua hal yang dicapai sekaligus. Dalam perlombaan. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini. Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan. Ketiga.com/id). Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. Kedua.wisatamelayu. Menyelenggarakan perlombaan tari artinya mencari orang yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menari. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut. Thailand.co. seperti Riau. Sulawesi. dan Indonesia pada umumnya. Kekhawatiran tersebut muncul karena dua hal. Akibatnya. Untuk menjadi yang terbaik. setiap orang harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mempunyai kemampuan menari yang lebih baik dari orang lain. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai salah satu materi pengajaran muatan lokal. Namun kecepatannya (2/4) digandakan. minimnya kepedulian generasi muda kepada Tari Serampang Duabelas.waspada. apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya (www. bangga. tarian ini sering dipentaskan di manca negara. Hal ini disebabkan oleh orangorang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar. dan sebagai puteri Melayu Serdang.id). maka kita telah berusaha menanamkan kepada generasi muda rasa cinta. Bahkan. menyelenggarakan perlombaan rutin Tari Serampang Duabelas. tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. bukan kepada tekniknya. www. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya. tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain (Kompas. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang. yaitu dengan mematenkan hak ciptanya. transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja. Kalimantan. persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya.

memberikan jaminan kesejahteraan hidup para pelestarinya. Tetapi itu dapat dilaksanakan dengan mengikuti tata cara dan persyaratan tertentu. omputa paidua. 1. tetapi juga secara praktis menjadi penopang keberlangsungan hidupnya. Acara pesta adat yang membunyikan gondang sabangunan (dengan perangkat musik yang lengkap). serta para undangan. sehingga berkat dari gondang sabangunan. . kebahagiaan. erat hubungannya dengan pemujaan para Dewa dan roh-roh nenek moyang (leluhur) pada zaman dahulu. Para stake holder. atau adu pencak silat.Sedangkan gondang terakhir yang dimohonkan adalah gondang hasahatan. perkawinan. sumangot ni omputa paisada.umpamanya sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakna Tua ni Gondang. Dll. perlu membuat terobosan agar para pelestari Tari Serampang Duabelas. dapat hidup secara salayak.“Alu-aluhon ma muse tu sumangot ni omputa sijolo-jolo tubu. atau adu tenaga batin. dan rezeki yang berlimpah ruah.Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti :permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan.” 3. yang waktu itu masih bernapaskan mistik (kesurupan). sahat tu papituhon. Setelah ketiga permintaan/ seruan tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk memulai menari. Seni Tari (Tor-tor) Batak Seni tari Batak pada zaman dahulu merupakan sarana utama pelaksanaan upacara ritual keagamaan. na Jumadihon nasa adong.“Alu-aluhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo. Didalam Menari banyak pantangan yang tidak diperbolehkan. dan juga para pelestari warisan budaya lainnya. Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan kata-kata yang sopan dan santun sbb: “Amang pardoal pargonci…….“Alu-aluhon ma jolo tu omputa Debata Mulajadi Nabolon. dan upacara adat yang akan dilaksanakan menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga.Keempat. bila itu dilakukan berarti sipenari sudah siap menantang siapapun dalam bidang ilmu perdukunan. Para pelestari kebudayaan kebudayaan tentu akan terus bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya jika apa yang dilakukan tidak saja secara normatif menjaga kelestarian budaya. seperti tangan sipenari tidak boleh melewati batas setinggi bahu keatas. Seringkali warisan budaya dibiarkan terlantar karena “tidak memberikan” manfaat kepada pemiliknya. Juga menari dilakukan jug dalam acara gembira seperti sehabis panen. Para melakukan tarian dengan semangat dan sukacita.” Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu dalam beberapa saat.” 2. na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion. ( ada 7 jenis lagu Gondang) yang harus dilakukan Hasuhutan untuk memdapatka (tua ni gondang). satu persatu jenis lagu gondang. Kembali juru bicara dari hasuhutan memintak jenis gondang. khususnya pemerintah.

sering taruian ini dilakukan pada saat bulan Purnama.Pandenggal (yang masuk pandenggal adalah tangan.Tarian (tor-tor) Batak ada lima gerakan (urdot) 1. 2. Kemudian Tagading terdiri dari 5 buah. Kalau kurang dari empat ogung maka dianggap tidak lengklap dan bukan Ogung sabangunan dan dianggap lebih lengkap lagi kalau ditambah dengan alat kelima yang dinakan Hesek.Pangeal (yang termasuk pangeal dari organ tubuh adalah Pinggang.Pangurdot (yang termasuk pangurdot dari organ-organ tubuh ialah daun kaki. daun tangan sampai jari-jari tangan). 3. Kemudian Sarune (sarunai harus memiliki 5 lobang diatas dan satu dibawah. . tumit sampai bahu. Didalam menari setiap penari harus memakai Ulos. Juga Menari dipergunakan oleh kalangan muda mudi menyampai hasrat hatinya dalam bentuka tarian. Menari juga dapat menunjukkan sebagai pengejawantahan isi hati saat menghadapi keluarga atau orang tua yang meninggal. Kesimpulannya bahwa tarian ini dipergunaka sebagai sarana penyampaian batin baik kepada Roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat.Siangkupna ( yangtermasuk Siangkupna adalah leher. Didalam menari orang Batak mempergunakan alat musik/ Gondang yaitu terdiri dari: Ogung sabangunan terdiri dari 4 ogung. tulang punggung sampai daun bahu/ sasap). 4.). Peralatannya cukup sederhan namun kalau dimainkan oleh yang sudah berpengalaman sangat mampu menghipnotis pendengar. tariannnya akan berkat-kata dalam bahasa seni tari tentang dan bagaimana hubungan batin sipenari dengan orang yang meninggal tersebut.

D. Pada mulanya Huta. dapat membuat berdirinya Huta lain. poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. Adanya usaha beberapa orang dari anggota masyarakat dalam satu kampung untuk memisahkan diri dan membentuk kampung sendiri. Lumban. Angkola dan Mandailing. yaitu barisan Utara dan Selatan. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat. kemudian dibangunlah rumah dekat rumah leleuhur atau ayah yang pertama. Oleh karena Huta didiami oleh sekelompok orang yang semarga. Desa-desa di daerah Danau Toba. Di sekitar Balige. dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) . Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma. dan bersama-sama pula memetik hasilnya. Pak-Pak. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Jadi sejak mulanya Huta itu adalah milik bersama.rumah adat balai batak toba Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. kecuali didaerah yang berbukit. meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau. memperbaiki pengairan. terdiri dari Batak Karo. yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. Disebabkan oleh pertambahan penduduk. yang hanya dipisahkan pagar bambu yang ditanam dipinggiran kampung. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu. demikianlah mereka membangun Huta. poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris. atau kampung itu hanya dihuni oleh satu klan atau marga dan Huta itu pun di bangun oleh klan itu sendiri. maka ikatan kekeluargaan sangat erat di Huta itu. Di daerah Samosir. dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan seharihari. hanya dapat diresmikan kalau sudah ada ijin dari Huta yang lama (Huta induk) dan telah menjalankan suatu upacara tertentu yang bersifat membayar hutang kepada Huta induk.Rumah Adat 1. Simalungun. Mereka secara gotong royong membangun dan memperbaiki rumah. secara bersama-sama memperbaiki pancuran tempat mandi. Sebagaimana ciri khas orang Batak yang suka gotong royong. mengerjakan ladang dan sawah. Toba. Demikian seterusnya bangunan rumah makin bertambah. Sering pula kampung itu terdiri dari beberapa kelompok kampung-kampung kecil. Biasanya Huta hanya didiami beberapa anggota keluarga yang berasal dari satu leluhur. sehingga terbentuk perkampungan yang lebih ramai. Suatu Huta yang baru.

Teknik ragam hias terdiri dari dua cara. Bali dan daerah-daerah lain.berjumlah lima atau tujuh buah. yaitu : Benua Atas yang ditempati Dewa. Pada jaman dulu. Pak-Pak. terdiri dari lima sampai tujuh buah anak tangga. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung. karena adanya ukir-ukiran yang berwarna merah. Di dalam satu rumah dapat tinggal beberapa keluarga . Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh. yaitu dengan teknik ukir teknik lukis. samping kanan dan kiri rumah dan dipegang oleh solong-solong (pengganti paku). Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. rumah bagian tengah itu tidak mempunyai kamar-kamar dan naik ke rumah harus melalui tangga dari kolong rumah. Pada umumnya dinding rumah merupakan center point. tangga jantan (balatuk tunggal). Dinding dari papan atau tepas. kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. Angkola dan Mandailing. tangga betina (balatuk boru-boru). Tangga rumah terdiri dari dua macam. sifat terbuka. dinamis dan kreatif. sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. Tiang-tiang depan dan belakang rumah adat satu sama lain dihubungkan oleh papan yang agak tebal (tustus parbarat). putih dan hitam yang merupakan warna tradisional Batak. Simalungun. Dari segi bentuk. Seringkali keluarga menantu tinggal bersama orangtua dalam rumah yang sama. Rumah adat Batak Toba pada bagian-bagian lainnya terdapat ornamen-ornamen yang penuh dengan makna dan simbolisme. Sebagai ukuran dipakai depa. Rumah melambangkan makrokosmos dan mikrokosmos yang terdiri dari adanya tritunggal benua. terbuat dari potongan sebatang pohon atau tiang yang dibentuk menjadi anak tangga. antara keluarga bapak dan keluarga anak yang sudah menikah. juga darahnya di tuang kedalam lubang. Tujuannya supaya pemilik rumah selamat dan banyak rejeki di tempat yang baru. gotong royong. Bersambung. jengkal. tepat di bawah tiang ditanam ijuk yang berisi ramuan obat-obatan dan telur ayam yang telah dipecah. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau. arah motif dapat dicerminkan falsafah maupun pandangan hidup orang Batak yang suka musyawarah. Biasanya orangtua tidur di bagian salah satu sudut rumah. menembus lubang pada tiang depan dan belakang. belakang. Berfungsi untuk mempersatukan tiang-tiang depan. Benua Bawah sebagai tempat kematian dilambangkan dengan kolong. Ada tiang yang dekat dengan pintu (basiha pandak) yang berfungsi untuk memikul bagian atas. Ruma Parsantian didirikan oleh sekeluarga dan siapa yang jadi anak bungsu itulah yang diberi hak untuk menempati dan merawatnya. asta dan langkah seperti ukuran-ukuran yang pada umumnya dipergunakan pada rumah-rumah tradisional di Jawa. Balok untuk menghubungkan semua tiang-tiang disebut rassang yang lebih tebal dari papan. Sedangkan teknik lukis bahannya . Untuk mengukir digunakan pisau tajam dengan alat pemukulnya (pasak-pasak) dari kayu. Anak tangga adalah lobang pada batang itu sendiri. bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari mara bahaya. Pada waktu peletakannya. Benua Tengah yang ditempati manusia. khususnya landasan lantai rumah dan bentuknya bulat panjang. Toba. seperti kerbau atau babi. Biasanya terbuat dari sejenis pohon besar yang batangnya kuat dan disebut sibagure. dilambangkan dengan lantai dan dinding. Caranya yaitu dengan meletakkan kepala binatang tersebut ke dalam lubang pondasi. dilambangkan dengan atap rumah. Ornamen-ornamen tersebut berupa orang yang menarik kerbau melambangkan kehidupan dan semangat kerja. terbuat dari beberapa potong kayu yang keras dan jumlah anak tangganya ganjil. yaitu : pertama. Kedua. Sebelum meletakkan pondasi lebih dahulu diadakan sesajen. terdiri dari Batak Karo. Ruma Gorga Sarimunggu yaitu ruma gorga yang memiliki hiasan yang penuh makna dan arti. Pintu kolong rumah digunakan untuk jalannya kerbau supaya bisa masuk ke dalam kolong.disebut Sopo. yang menggambarkan kewibawaan dan kharisma. biasanya berupa hewan. suka berterus terang. ornament-ornamen perang dan dan sebagainya.

Daerah yang ditempati oleh suku Batak Simalungun terletak diantara daerah Karo dan Toba di Sumatera Utara. lukisan dan tulisan yang berhubungan dengan hukum adat. Tiang berdiameter 35 cmdan dibuat dari kayu yang sangat keras. pada waktu mendirikan bangunan (upacara parsik tiang) pada waktu memasang tiang. tindakan berikutnya adalah peninjauan tempat. karena banyaknya hewan yang dikorbankan. di susun di atas empat buah batu kali dengan alas ijuk diantara batu dan papan . Lantai yang lebih rendah hanya 75 cm dari tanah dan ditopang tiga lapis palang balok. Bagian depan (Timur) adalah pintu. Bolon adat (rumah raja) dan Balai Bolon Adat (gedung pertemuan dan pengadilan). jambur digunakan untuk menyimpan beras.diolah sendiri dari batu-batuan atau pun tanaga yang keras dan arang. . tetapi dalam skala lebih besar.5 m. Sebelum mendirikan bangunan diadakan musyawarah terlebih dahulu. Balai Balon Adat semula digunakan untuk tempat pertemuan-pertemuan dan untuk membahas masalah penting dalam hukum adat. tetapi dipakai juga sebagai tempat tinggal tamu laki-laki dan tempat dimana para bujangan tidur. Desa tersebut dibangun di atas sebuah bukit. Sudah barang tentu memakan biaya banyak. maka ditandai dengan mare-mare yakni daun pohon enau yang masih muda dan berwarna kuning. terdiri dari Batak Karo. tampaknya telah menyimpang dari penggunaan aslinya dan terlihat pada tungku perapiannya. Hasil musyawarah dikonsultasikan kepada pengetua untuk memohon nasihat atau saran. Kemudian bahan-bahan tersebut ditumpuk ditempat tertentu agar terhindar dari hujan dan tidak cepat lapuk atau menjadi busuk. Lapisan kedua. untuk memenuhi syarat-syarat dan upacara-upacara yang diadakan. Sistem pembangunannya sama seperti Balai Buttu. yang disusun mulai dari jabu bona tebalnya 20 cm dan luasnya 1×1. Dalam mendirikan suatu rumah adat biasanya memakan waktu sampai lima tahun. Antara tuham yang satu dan dengan tuham lainnya diisi dengan ijuk agar permukaannya menjadi rata. yang dahulunya merupakan sebuah desa yang besar sekali dikelilingi oleh pohon-pohon beracun. Lumbung digantungkan di atas tungku di tingkat atas. Jambur (gudang). lebarnya 80 cm dan tingginya 1. Lapisan pertama disebut tuham-tuham ( satu golongan besar dari ijuk. dalam bentuk Balai Buttu (pintu gerbang rumah). Arsitektur tradisional dari suku Batak Simalungun masih dapat dipelajari dari empat jenis bangunan yang masih ada. Setiap lapisan diikat dengan jarum yang terbuat dari bambu dengan jarak 0. Toba. yang merupakan pertanda atau pengumuman bagi penduduk disekitarnya bahwa tempat tersebut akan dijadikan bangunan.5 m. Dasarnya adalah balok-balok horisontal yang dibangun dalam bentuk persegi. luasnya kira-kira 6m2 dan tingginya 6 m. Dasar dari tiang ini sangat penting dan ditutupi dengan ukiran. Setelah diadakan musyawarah. Strukturnya di atas dua belas batu kali yang tiga menyilang ke depan dan empat dari depan ke belakang. Tahap pertama adalah pencarian pohon-pohon yang cocok kemudian ditebang dan dikumpulkan disekitar tempat-tempat yang akan didirikan rumah. Perbedaan utamanya adalah pada tiang penyangga struktur atap yang diletakkan di atas balok lantai. yaitu upacara memasuki rumah baru (mangopoi jambu) dan upacara memestakan rumah (pamestahon jabu) Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. dan sulit sekali untuk dimasuki kecuali melewati terowonganterowongan yang langsung dapat mencapai tengah-tengah desa. Balai Buttu dicapai dengan anak tangga dari kayu. Fungsi dari bangunan ini seperti yang ada di Pematang Purba. baik sebelum mendirikan bangunan (upacara mengusung bunti). yaitu lalubaknya berupa ijuk yang langsung diambil dari pohon Enau dan masih padat. Bangunan ini kira-kira luasnya 25 m2 dan tingginya 7m. Atap rumah terbuat dari ijuk yang terdiri dari tiga lapis. Angkola dan Mandailing. lukisan dan tulisan dan dengan dua kepala singa pada ambang pintu. Simalungun. dan panaik uwur (pada waktu memasang uwur) maupun pada waktu bangunan telah selesai.5 m2). Apabila tempat tersebut memenuhi persyaratan. dikelilingi dengan ukiran. diletakkan lapis ketiga. Pada waktu ini sudah hampir tidak terdapat lagi desa-desa tradisional dari suku Batak Simalungun. Pak-Pak. dimana penggunaan utama dari bangunan tersebut tetap sebagai tempat penyimpanan beras. Bagian atas menunjukkan bahwa kegunaan utamanya telah menjadi tempat tinggal dan bukan dipergunakan sebagai tempat penyimpanan beras.

Atap dijalin dengan ijuk hitam dan diikatkan kepada sebuah kerangka dari anyaman bambu yang menutupi bagian bawah kerangka dari pohon aren atau bambu. Rumah Balon Adat (rumah raja) terbagi menjadi dua bagian. terdiri dari empat sampai enam tungku perapian. di atas lingkaran balok. . Bagian luar dari kusen jendela dan pintu umumnya diukir dalam versi yang rumit dari susunan busur dan anak panah. Rumah adat Batak Karo dibangun dengan enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar dari gunung atau sungai. Konstruksi pada bagian bangunan ini sama dengan rumah pertemuan (Balai Balon adat) kecuali struktur lantainya sedikit rumit sebagai akibat dari tungku tersebut. Pintu mempunyai daun pintu ganda sedangkan jendela mempunyai daun jendela tunggal. Dinding-dindingnya juga merupakan penunjang atap. Bangunan ini simetris pada kedua porosnya. Kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu keras. menyiapkan makanan. sedangkan yang delapan lagi hanya penyangga lantai saja. satu untuk setiap unit keluarga besar (jabu) atau untuk dua jabu. Ujung dari atap yang menonjol ditutup dengan tikar bambu yang sangat indah. Oleh karena itu antara empat sampai duabelas keluarga dapat tinggal di rumah tersebut dan dengan ukuran rata-rata keluarga besar terdiri dari lima orang (suami.80 m dari tanah dan gang digantungkan dengan rota yang diikat pada dua pusat kayu. Tiang-tiangnya ditanam di dalam tanah. Anak-anak tidur dengan orangtua sampai menjelang usia dewasa. konstruksinya sederhana dari potongan bambu melingkar dengan diameter 6 cm. pada pria dewasa (bujangan) tidur di bale-bale lumbung dan para gadis bergabung dengan keluarga lain di rumah lainnya. sebagai tempat pembuangan (kotoran hewan) dan sebagai ruang masuk utama. Tinggi pintu setinggi orang dewasa dan jendela ukurannya lebih kecil. Struktur tersebut ditata di atas batu-batu kali yang besar kecuali untuk rumah raja. Delapan dari tiang-tiang ini menyangga lantai dan atap. istri dan tiga orang anak). sehingga pintu masuk pada kedua sisinya kelihatan sama.Potongan yang lebih rendah dari dinding yang miring pada setiap sisi pintunya dipenuhi dengan papan tiang jendela vertikal yang membiarkan masuknya cahaya dan angin. Di atas tungku dipasang ayunan dimana peralatan memasak disimpan dan bahan makanan dikeringkan serta diasapi. Bangunan rumah adat Batak Karo merupakan sebuah bangunan yang sangat besar. Rumah adat Batak Karo dapat ditempati oleh dua puluh sampai enam puluh orang. Fungsi utama dari ujung atap yang menonjol ini adalah untuk emmungkinkan asap keluar dari tungku dalam rumah. Tungku perapian dibangun dari sisa pembakaran kayu dan dipenuhi dengan tanah. dilengkapi dengan kumpulan papan yang terbentuk dengan indah sebagai dekorasinya. Bagian terendah dari atap pertama di bagian pangkalnya ditanami tanaman yang menjalar pada semua dinding dan berfungsi sebagai penahan hujan deras. Pintu pada ujung sebelah Timur kamar raja berisi ruangan tidur kecil dan dua tungku api. Bumbungan dikat dengan ijuk dengan hiasan kepala kerbau pada puncaknya. Ujung atapnya sederhana. sedangkan yang kecil disusun pada tumpukan balok horisontal. Pusat tiang terpenting dari gedung pertemuan diukir dari kayu keras yang tebal. Paku tidak digunakan dalam konstruksi. Hal ini sulit untuk membedakan yang mana pintu masuk utamanya. Tidak seperti bangunan lainnya. Bumbungan atap terbuat dari jerami yang tebalnya 15 sampai 20 cm. kayu tongkang dan kadang-kadang keseluruhan bambu digunakan dalam jalinan ijuk yang diikat dengan rotan atau bambu belah. Sebagian besar adalah balok-balok dan tiang-tiang yang dibiarkan dalam potongan bundar yang ditebang dari hutan. Panggung ini dugunakan untuk tempat mencuci. Penutup atap keseluruhan adalah jalinan ijuk pada kaso dan papan kecil dari bambu. Lantai yang rendah berada 2. pintu masuk pada sisi sebelah Timur diapit oleh balkon atas dan bawah. dua puluh tiang yang menopang lantai dibentuk menjadi ortogal dan dicat dengan motifgeometris hitam putih. yaitu yang besar dibangun pada tiang-tiang vertikal. Rumah adat Batak Karo berukuran 17×12 m2 dan tingginya 12m. Pada bangunan Simalungun susunan strukturnya terdiri dari tiang-tiang bergaris tengah 40 sampai 50 cm. Jalan masuk menuju ture adalah tangga bambu atau kayu. hanya pasak dan tali ijuk baji (sentung). Kedua pintumasuk dan kedelapan jendela dipasang di atas dinding yang miring. bangunan ini mempunyai lantai ganda dengan gang yang menurun ke pusat pada lantai yang lebih rendah. menopang pada sambungan dari bagian atap ke bagian depan bangunan. Pada bagian depan dan belakang rumah adalah panggung besar yang disebut ture.

yang dapat juga terdiri atas sat atau dua tersek dan diberi bertanduk. rumah adat Karo pun dapat dibagi atas dua yaitu: a. Rumah adat Karo didirikan berdasarkan arah kenjahe (hilir) dan kenjulu (hulu) sesuai aliran air pada suatu kampung. Interior dari rumah sangat gelap karena jendela-jendelanya yang kecil serta asap dari perapian yang telah menghitamkan seluruh papan dan kayu-kayu. dan sepanjang sisi-sisi dinding dibangun tempat tidur. Jabu jahe terbagi atas jabu bena kayu dan jabu lepar benana kayu. Rumah-rumah adat empat ruang ini dahulunya terdapat di Kuta Buluh. Rumah Mecu Rumah mecu adalah rumah yang bentuknya sederhana. Rumah Sendi Rumah sendi adalah rumah yang tiang rumahnya dibuat berdiri dan satu sama lain dihubungkan dengan balok-balok sehingga bangunan menjadi sendi dan kokoh. Lumbung untuk menyimpan padi. Sepanjang pertengahan dari rumah adalah gang yang sempit setingkat dengan lantai dasar. Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. Penempatan keluarga-keluarga itu dalam bagian rumah adat (jabu) dilakukan berdasarkan ketentuan adat Karo. b. Rumah Sangka Manuk Rumah sangka manuk yaitu rumah yang binangunnya dibuat dari balok tindih-menindih. Sisi-sisi dari bagian pokok tersebut dibuat dari sisa-sisa kayu bakar dan ditempatkan pada tanah yang keras. b. Rumah sianjung-anjung Rumah sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih. Limang. bermuka dua mempunyai sepasang tanduk. Dalam nyanyian rumah ini sering juga disebut Rumah Sendi Gading Kurungen Manik. Tempat penyimpanan makanan dan peralatan rumah tangga diletakkan dibagian atas rumah. yang dalam bahasa daerah Batak disebut jambur. Rumah adat secara garis besar dapat dibagi atas jabu jahe (hilir) dan jabu julu (hulu). dibuat antara dua lantai sehingga bagian dasarnya bersandar di atas bambu dan ujungnya adalah setingkat dengan lantai utama. yaitu : a. Demikian juga jabu kenjulu dibagi atas dua. . Peceren. Jabu dalam Rumah Adat Rumah adat biasanya dihuni oleh empat atau delapan keluarga. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo. Lingga.Rumah Adat Karo Pada masyarakat Karo terdapat suatu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. Buah Raja. itulah yang disebut dengan rumah adat Karo. Lau Buluh. Perbesi. dimana balok bulat yang menghubungkan tiang-tiang penunjang yang menembus lantai pada setiap sisi rumah dan menunjang struktur atap dan podium. Sementara menurut binangun.Bagian pokok dari tungku perapian adalah untuk memasak. didirikan dalam tiga tingkatan 2. rumah adat karo dapat dibagi menjadi dua bagian. yang penempatan jabu-nya didalam rumah tersebut diatur menurut ketentuan adat dan didalam rumah itu pun berlaku ketentuan adat. yaitu jabu ujung kayu dan jabu rumah sendipar ujung kayu. Inilah yang sesungguhnya disebut sebagai jabu adat. Bentuknya sangat megah diberi tanduk. dan karena itulah disebut rumah adat. Berdasarkan bentuk atap. dan lain-lain.

Dia ini adalah anak beru dari ujung kayu. letaknya disebelah kiri atau diagonal dengan letak jabu benana kayu. sehingga terjadilah jabu-jabu sedapuren bena kayu. demikian juga yang menempatinya ditentukan menurut adat. Jabu ujung Kayu (anak beru) jabu ini arahnya di arah kenjulu rumah adat.Ada kalanya suatu rumah adat terdiri dari delapan ruang dan dihuni oleh delapan keluarga. Jabu lepar ujung kayu (mangan-minem) Letaknya dibagian kenjulu (hulu) rumah adat. 6. Kalau kita masuk kerumah adat dari pintu kenjulu. Akan tetapi. dan sering pula disebut jabu peninggel-ninggel. Fungsinya adalah sebagai juru bicara jabu bena kayu. Jabu Lepar Benana Kayu Jabu ini di arah kenjahe (hilir). Adapun susunan jabu dan yang menempatinya adalah sebagai berikut: 1. Kalau kita kerumah dari ture jahe. jabu sidapuren ujung kayu (rintenteng) Ditempati oleh sembuyak dari ujung kayu. Dalam hal rumah adat dihuni oleh delapan keluarga. sementara dapuar dalam rumah adat hanya ada empat. dan jabu sedapuren lepar ujung kayu. 2. Oleh karena itu. Fungsinya untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi diluar rumah dan menyampaikan hal itu kepada jabu benana kayu. menyerahkan belo kinapur (persentabin) kepada tamu jabu benana kayu tersebut. Jabu ini dihuni oleh para keturunen simantek kuta (golongan pendiri kampung) atau sembuyak-nya. 5. masing-masing jabu dibagi dua. 4. Oleh karena itu. Keempat jabu inilah yang disebut dengan jabu adat. Oleh . jabu ini disebut jabu si mangan-minem. Fungsinya adalah sebagai pemimpin rumah adat. karena penempatannya harus sesuai dengan adat. Kalau kita masuk dari pintu kenjulu ke rumah adat. Tugasnya adalah untuk engkapuri belo. Jabu sedapuren benana kayu (peninggel-ninggel) Jabu ini ditempati oleh anak beru menteri dari rumah si mantek kuta (jabu benana kayu). Jabu Benana Kayu Terletak di jabu jahe. letaknya sebelah kiri. yang sering juga disebut jabu arinteneng. 3. sedapuren ujung kayu. jabu ini disebut jabu sungkun berita (sumber informasi). Jabu ini ditempati oleh anak beru kuta atau anak beru dari jabu benana Kayu. Kalau kita kerumah dari pintu kenjahe letaknya disebelah kanan. sedapuren lepar bena kayu. Penghuni jabu ini adalah sembuyak dari jabu benana kayu. letaknya di sebelah kanan. adakalanya juga rumah adat itu terdiri dari delpan atau enam belas jabu. Malahan kampung Munte ada rumah adat yang dihuni oleh enam belas keluarga. Jabu ini ditempati oleh kalimbubu jabu benana kayu.

akan tetapi sekarang sudah mulai keropos dan memerlukan renovasi ulang . Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit. jabu ini disebut juga jabu arinteneng. Rumah yang terbuat dari kayu keras dan dinding papan itu dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku. Tidak seperti beberapa waktu lalu yang ditata dengan baik. masih ada sekitar 300 pengunjung.karena itu. Karena biasanya dalam runggun adat Karo persetujuan terakhir diberikan oleh puang kalimbubu. Bahkan karyawan yang semula berjumlah lima orang harus dikurangi untuk penghematan biaya. Rumah yang merupakan peninggalan kerajaan Purba ini sebenarnya telah disahkan sebagai objek wisata oleh Bupati Simalungun pada tahun 1961. Wanson. Sedangkan biaya perawatan dari Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Yayasan Museum Simalungun masih jauh dari cukup. terutama pada penataan taman. 8. Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru) Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. 7. Objek wisata tersebut masih bisa diselamatkan dengan penataan yang lebih baik. Rumah Bolon menjadi salah satu contoh warisan budaya yang saat ini sedikit terlupakan keberadaannya. Pada tahun 1985. Tuan Rahalim. Pada tahun 1990-an atau awal ditetapkannya Rumah Bolon sebagai objek wisata. Kondisi negara yang tidak terjamin keamanannya beberapa waktu terakir membuat kawasan wisata itu sepi pengunjung. Menurut salah seorang penjaga Rumah Bolon. Melihat keadaan Rumah Bolon saat ini bukan tak mungkin lagi diselamatkan. Jabu sedapuren lepar benana kayu Dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu disebut juga jabu pendungi ranan. Rumah Bolon di Simalungun adalah semacam istana yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII. kini pengunjung dalam seminggu dapat dihitung dengan jari. Namun. Rumah Bolon pernah direnovasi.rumah adat BOLON Banyak warisan budaya di Indonesia yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. Di lahan seluas satu hektar lebih itu kini hanya terlihat rumput yang tumbuh memanjang. Tentu saja dengan publikasi ke luar negeri lokasi tersebut. tempat bersejarah itu kini membutuhkan penanganan yang serius. Kondisi Rumah Bolon yang kini tak terurus disebabkan kurangnya dana untuk perawatan. 3.

Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh. Omo sebua adalah rumah yang khusus dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter.4.Rumah Adat Omo Sebua Omo Sebua adalah jenis rumah adat atau rumah tradisional dari Pulau Nias. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. Sumatera Utara. .

Indonesia. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir. karena begitu laparnya. Tanpa bekas dan jejak. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. Sepulang dari ladang. Warnanya keemasan. Suatu hari. kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Namun ketika beranjak besar. termasuk jatah makan kedua orang tuanya. Sumatera Utara. cari Parapat atau Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun. seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Telah disuratkan. maka ia juga berubah menjadi manusia. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Dahulu. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. kakanda. dengan ucapannya itu. bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang. Adinda. Suatu hari." katanya. Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu. keluarlah kata-katanya yang kasar. "Aku bersedia menjadi istri kakanda. Dari bekas injakan kakinya. Ia tinggal seorang diri di bagian Utara Pulau Sumatra yang sangat kering. ia makan semua makanan yang ada di meja. Setelah . Tetapi saat tersentuh tangannya. Setelah petani mengucapkan kata-katanya. marahlah hatinya. jika ia tersentuh tangan. Aku akan menjaga rahasia itu. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya. ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. Karena ia disentuh manusia. "Namun aku punya satu permintaan. Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara.Cerita Rakyat Legenda Danau Toba Sinopsis: Ada seorang pemuda yatim piatu yang miskin. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. si Anak ini selalu merasa lapar. Ikan itu besar dan sangat indah. berarti ia sudah membuka rahasia istrinya. asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan. ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya. Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia." "Baiklah. ia tak pernah merasa kenyang. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain sebagai objek wisata yang eksotis. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan." kata pemuda itu. ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan.E. sehingga mudah untuk dijangkau. Batu Gantung-Parapat. "Dasar anak keturunan ikan!" Ia tak menyadari.

Di dasar lubang yang gelap. “Ibu benar. Tanpa diduga. Dengan pikiran yang terus berkecamuk. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!. “Parapat! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya. gadis itu tidak bekerja. Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong. hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. “Tapi hari sudah gelap. Seruni beranjak dari tempat duduknya. “Ah. Sesampai di rumah majikannya. batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni. tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya. si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. Dalam peristiwa itu. seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. Seruni pergi ke ladang seorang diri. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. si Toki. Sesampainya mereka di ladang. Sementara si Toki. Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini. ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu. ia pun mulai putus asa. muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. Menurut masyarakat setempat. Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. Alkisah. “Toki…. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat. Dengan berderai air mata. namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya. Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya. Merasa tidak mampu menolong sang majikan.” seru sang ayah. Ia sangat sedih. namun ia tidak dapat berbuat apa-apa. “Pak. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba. lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita. dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya. Akhirnya gadis itu semakin putus asa. “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku.” keluh Seruni.. si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya. Beberapa saat kemudian. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni. dan hasilnya digunakan untuk mencukupikebutuhan sehari-hari. “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga. “Ya. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. Pak. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya. mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya. Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk . Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang.” kata ayah Seruni.terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan. Sesampainya di ladang. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Selain rupawan. Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat. karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. Sementara anjingnya. tiba-tiba ia terperosokke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu. Tak lama kemudian. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan. Gadis cantik itu sangat ketakutan. ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya.di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara.” pasrah Seruni. karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Ia sangat bingung.” sahut ibu Seruni. Pada suatu hari. kecuali hanya menggonggong di mulut lubang.

Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. Beberapa hari kemudian. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Seruni yang hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara. tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni. Sesaat kemudian.” jawab sang ayah cemas. cari Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. Salah seorang warga mengulurkan seutas tampar (tali) sampai ke dasar lubang. sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas. “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu. parapatlah batu?” tanya sang ibu. namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik. “Benar. sangat berbahaya!” cegah sang ibu. Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. namunia justru terperosok ke dalam lubang batu dan menghimpitnya hingga akhirnya meninggal dunia Hikayat Boru Napuan. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya.” jawabnya tegas. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”. Indonesia. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung. namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. “Bu. “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!” “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris. kenapa dia berteriak: parapat. bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. “Tapi. “Entahlah.memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu. Demikian cerita tentang asal-usul nama kota prapat. maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!” “Pak. Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik. Pu . Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa atau lemah semangat. Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu. Beberapa kali mereka berteriak.” sahut salah seorang warga. “Benar pak. “Jangan ayah. namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Mereka meninggalkan mulut lubang batu. Tebingtebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang. lubang itu sangat dalam dan gelap. Beberapa saat setelah gempa itu berhenti. terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batu cadas di dalam lubang. pegang obor ini!” perintah sang ayah. Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya. tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba.

Setelah dewasa. Guru Badia 3. Putri Nantiraja yang dilahirkan Nantimalela diberi nama Boru Napuan dengan gelar Boru Inggal-inggal dan dimanjakan dan disayang semua keluarga Manurung dan tetap menggunakan marga Manurung. Itor-tori galot berarti musang menari-menari. dan Nantimalela juga memangku putra kakaknya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Nantiraja menikah dengan Raja Mangatur Manurung 2. Lama kelamaan. dan sudah pasti adalah bayi adiknya Nantimalela. Nantiraja memangku putri adiknya itu. . Manurung bersaudara mendapatkan berupa barang pusaka dari mertua Napuan karena Raja Parmata Manunggal adalah turunan orang berada dan seorang raja yang dihormati di Sipolha Itor itor Galot. saat mengganti popok bayinya. mereka menyayangi bayi tersebut dan dianggap anak sendiri dan dibesarkan hingga dewasa. memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. Raja Natota. Nantimalela juga mengalami hal yang sama di Samosir. Nanti Malela menikah dengan marga Tamba/Saragi 3. Puraja Naginjang. beberapa hari kemudian. Itor-tori berarti menari-nari. akhirnya disepakati akan mengembalikan pada waktu ada kesempatan. dan putranya yang baru lahir turut dibawa.Lahang Mahua Rumapea Ketiga orang putranya itu adalah 1. Setelah berita itu saling diketahui kedua belah pihak. Nantiraja pulang ke Uluan. Boru Napuan menikah dengan Raja Parmata Manunggal Damanik dari Sipolha. adiknya Nantimalela melahirkan seorang putri di Pulau Samosir. 2. Ketika Nantiraja baru melahirkan anak lakilaki. Marga yang mereka gunakan untuk anaknya itu adalah sesuai dengan marga suaminya masingmasing. putra kakanya tertinggal dan putrinya terbawa. Diperjalanan. dia menyadari bahwa bayi yang dipangkuannya adalah perempuan. cari Galot (dalam bahasa Indonesia artinya musang) merupakan binatang yang keluar mencari makan dimalam hari dan tidur di siang hari. Putra Nantimalela yang dilahirkan Nantiraja tetap menggunakan marga Tamba/Tamba dan tinggal di Samosir. Siulatahi menikah dengan marga Sitanggang Boru Nantiraja istri Raja Mangatur telah memiliki beberapa orang anak laki-laki dan adiknya Nantimalela yang menikah ke Tamba/Saragi telah memiliki beberapa orang anak perempuan. Setelah puas melepas rindu dan kebahagiaan mereka. Tor-tor artinya tari. Nantiraja berangkat ke Samosir mengunjungi adiknya yang baru melahirkan. Istilah itor-tori galot merupakan ungkapan didalam bahasa Simalungun untuk menggambarkan pekerjaan yang tidak pernah diselesaikan. Dan ketiga orang putrinya adalah : 1.

Seorang yang cacat yang tidak punya tangan. Setelah makan. biarpun kelahiranku begini akulah anak yang paling besar. jahe dan tanaman palawija lainya. Jangan sampai pekerjaan Anda hari ini itor-tori galot. seperti garugu yang satu menjadi tujuh puluh. padi. yang tinggal disana beraneka ragam binatang piaraan. mungkin si anak sudah dintunggu oleh bapak atau ibuya agar bisa makan siang bersama. biasanya anak-anak sekolah janjian di sekolah agar pergi ke ladang bisa bersama-sama. cabe. Dari sekian hektar tanah yang dikerjakan selama beberapa minggu ini. Pekerjaan saat itu mungkin bisa saja mencangkul sebidang tanah. Begitu pulang sekolah. Setelah selesai di cincang lalu di masak di atas api. maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai karena pemilik ladang tersebut tidak pernah kembali mengerjakanya karena enggan atau mungkin sudah sibuk pekerjaan baru lagi. Mendengar perkataan Raja Biak-biak ibunya menyuruh Guru Tateabulan menyembunyikan Raja Biak-biak ke Bukit Pusukbuhit. Lalu di berikan ibunya. si anak makan siang. naik ke Sianjur Mulamula terus ke Guru Tateabulan mengetuk hati dan memina anaknya Sariburaja oli di potong. Dia seperti Garaga. Setelah tiba diladang. apalah aku di bandingkan Sariburaja yang tidak cacat itu?.Sebagian besar masyarakat Simalungun hidup dari pertaninan. Kata MULAJADI NABOLON : ” Pegang kakinya!”. Setiap hari orang tua mengajak anak-anaknya untuk bekerja diladang mulai dari pagi hingga sore. karena besok Anda sudah mempunyai/atau harus mengerjakaan pekerjaan lain lagi. Sebenarnya ini istilah saja. mungkin harus membuka lahan baru atau ada lahan yang harus dibersihkan dari rumput-rumput liar. Mengikuti kata orang. Akhirnya pekerjaan yang tertinggal tersebut tidak pernah selesai. Istilah itor-tori galot sering diberikan kepada pekerjaan yang tinggal sedikit lagi belum selesai. Setiap keluarga Simalungun pasti memiliki ladang yang luas. selesaikan sekarang juga Raja Raja Biak. Pekerjaan itu pasti terselesaikan.Sudah di sediakan api sebelumnya. jahe. Inilah yang disebut dengan itor-tori galot. Jadi dipeganglah kakinya. Atau mencangkul untuk membuka lahan baru. jika galot menari-nari berkeliling disitu. akulah yang mau di bunuh. maka kadang-kadang entah karena alasan apa. jika si pemilik ladang tersebut kembali lagi ke esokan harinya untuk menyelesaikan nya. cari Raja Biak-biak. Bagi mereka yang memilik ladang yang jauh dari rumah. Pekerjaan ini harus segera diselesaikan jika tidak akan ditor-tori galot. Ini hanya ungkapan. tapi pemiliknya tidak menyelesaikanya. jagung atau yang lainya. Dia berkecil hati di dalam hatinya karena adik-adiknya tidak cacat. diminta Sariburaja di bunuhnya. Diladang mereka menanam padi.” Terserah Ompung! ” jawab Guru Tateabulan. Jika ditor-tori galot. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Setelah itu di potong lalu di cincang. maka ada kompensasi untuk si anak untuk ikut kerja keladang setelah makan siang. Raja Biak-biak berkata kepada ibunya : ” O. dalam hatiku. . Setelah asap datang. atau menyiangi/membersihkan rumput-rumput liar diantara tanaman kopi. artinya setelah jam sekolah. Jika si anak bersekolah. mengganti pakaian sekolah dengan pakaian lusuh untuk siap ke ladang. maka sisa pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. si anak harus buru-buru pulang ke rumah. Bukan berarti. Kabarnya: Pertama kali datang MULAJADI NABOLON. Apa pelajaran yang bisa ambil dari sini? Jika Anda memiliki pekerjaan dan Anda yakin mampu menyelesaikanya hari ini. Perjalanan dari rumah ke ladang mungkin jauh. atau menggemburkan tanah untuk persiapan menanam. selesaikanlah hari ini juga. ibu! Kudengar bapak mengijinkan di bunuh Ompunta MULAJADI NABOLON si Sariburaja. cabe. kopi. mereka kembali bekerja diladang sampai sore. ada kemungkinana beberapa meter persegi tanah pekerjaan tersebut yang belum selesai. berserulah MULAJADI NABOLON katanya : ” Yang mau menjadi Sariburaja keluarlah dari situ. dengan nama raja Gumelenggeleng. jangan tunggu-tunggu. kaki sehingga dia tidak bisa duduk. Mendengar itu. Lalu terangkatlah sariburaja dari sana kemudian duduk. kalau boleh permintaanku suruhlah bapak menyembunyikan aku. atau dekat tergantung jarak ladang dengan rumah nya. Setelah MULAJADI NABOLON naik ke atas.

saya sudah lama bercita-cita ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Doakan Raga. anakku! Meskipun ibu sangat khawatir kita tidak bisa bertemu lagi. Raga ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. aku mau. “Bu. hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. Keesokan harinya. karena tanah di sana memiliki kandungan emas. Di sana.” jelas sang Majikan. “Wahai. “Negeri manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga penasaran. mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik orang lain. kata MULAJADI NABOLON. Pada suatu siang. tapi ibu tidak memiliki alasan untuk melarangmu pergi. “Terima kasih. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. kalau keturunan adik ku dan kakak ku mau bersembah kepada ku” kata Raja Biak-biak.Ketika MULAJADI NABOLON kembali keatas dari Bukit Pusukbuhit ia naik. akulah yang pantas raja mereka”. Sebelum meninggalkan gubuk reotnya. dia punya kaki. cari Alkisah. Sampuraga mencium tangan sang Ibu yang sangat disayanginya itu. dia punya sayap makanya di sebut namanya Tuan Rajauti.” kata Sampuraga kepada ibunya. Lalu bertemulah dengan Raja Biak-biak : ” Siapa membawa kamu kesini “. diterbangkan MULAJADI NABOLONlah ia ke ujung Aceh Sampuraga. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur. “Ke manakah engkau akan pergi merantau. Akulah anak yang sulung ibu. Jadi di berkati MULAJADI NABOLONlah Raja Biak-biak di Bukit Pusukbuhit itu. Sampuraga segera mempersiapkan segala sesuatunya. “Bu. pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak. kata MULAJADI NABOLON. karena usia ibu sudah semakin tua. Raga ingin mengubah nasib kita yang sudah lama menderita ini. Berhati-hatilah di jalan! Jangan lupa cepat kembali jika sudah berhasil!” harap sang ibu. sebaiknya kamu pergi ke sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya hidup makmur. karena aku paling besar. karena selama ini ibu tidak pernah membahagiakanmu. Dari Bukit Pusukbuhit itu. maunya akulah kau bunuh karena aku cacat. Seakan tidak ada jarak antara majikan dan buruh. tadi kudengar kau ancam ompung membunuh Sariburaja. Aku memohon kepada ibu supaya bapak mengantarkan aku kesini. Sambil menikmati makan siang. Setelah mendapat doa restu dari ibunya. . Kalau boleh saya menyarankan. aku ketakutan. “Cita-citamu sangat mulia. Saya ingin membahagiakan ibu saya. Sampuraga! Usiamu masih sangat muda. rata-rata penduduknya memiliki sawah dan ladang.” Kalau di lihat Ompung. raja yang takkan pernah tua. Raga berangkat! Jaga diri ibu baik-baik. bu.” kata Sampuraga dengan sungguh-sungguh. mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. Pemilik ladang itu yang memberitahu Raga bahwa penduduk di sana hidup makmur dan sejahterta. maukah kau ku ubah?” “Ya.” kata sang Majikan.” jelas Sampuraga kepada ibunya. “kalau begitu. raja yang takkan pernah mati. Sampuraga kemudian mengutarakan keinginannya tersebut kepada ibunya. karena tanahnya sangat subur. Sepulang dari bekerja di ladang majikannya. anakku! Siapkanlah bekal yang akan kamu bawa!” seru sang ibu. ya bu!“ Sampuraga meminta doa restu kepada ibunya. jangan terlalu banyak bekerja keras!” saran Sampuraga kepada ibunya. Jadi. “Ya. “Ke negeri Mandailing. Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga. Ibu minta maaf. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. anakku” kata ibu Sampuraga dengan rasa haru. tangan tetapi moncongnya seperti moncong babi. “Tentu. “Jadi maksudmu semua keturunan adikmu dan kakakmu bersembah sujud kepadamu”. bu! Raga berjanji akan segera kembali jika Raga sudah berhasil. mereka tetap saling menyayangi. Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. anakku?” tanya ibunya. “Negeri Mandailing namanya. Sampuraga! Kamu memang anak yang berbakti” puji sang Majikan. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang emas di sungai. Sampuraga berpamitan kepada ibunya. Meskipun hidup miskin. “Pergilah.Sebagian berkata. kata Raja Biak-biak. bagaimana. sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka. “Sebenarnya. takut di ketakutanku!.

Perempuan tua itu hampir tidak percaya jika anaknya akan menikah dengan seorang gadis bangsawan. “Hei. ternyata ia memang pemuda yang sangat jujur. Sampuraga mencoba melamar pekerjaan. Oleh karena rindu yang sangat mendalam. Sebuah istana berdiri megah di tengah-tengah keramaian kota. Sampuraga pun tidak bisa membendung air matanya. Anakku! Aku ini ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu. sedangkan ia adalah anak seorang janda yang miskin. usaha dagang Sampuraga berkembang dengan pesat. Ia bekerja pada seorang pedagang yang kaya-raya. Ia sangat malu kepada para undangan yang hadir. ibu tua itu ingin memastikan berita yang telah diterimanya. sehingga usahanya semakin lama semakin maju. tidak mungkin itu suara ibu. Setibanya di wilayah kerajaan Pidoli. seakan terbakar api. Semua itu menandakan bahwa penduduk di negeri itu hidup makmur dan sejahtera. Anakku! Jika Tuhan menghendaki. sang Majikan ingin memberinya modal untuk membuka usaha sendiri. bagai disambar petir. termasuk ibu Sampuraga.Suasana haru pun menyelimuti hati ibu dan anak yang akan berpisah itu. “Raga. Penduduknya ramah-tamah. Berhari-hari sudah Sampuraga berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan melawati beberapa perkampungan. Nak!” seru nenek tua itu sambil mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Sampuraga. Puluhan ekor kerbau dan kambing yang akan disembelih disediakan. Candi yang terbuat dari batu bata terdapat di setiap sudut kota. Tuan! Hamba bersedia menikah dengan putri Tuan yang cantik jelita itu. Walaupun masih ada keraguan dalam hatinya. sampailah ia di kota Kerajaan Pidoli. nenek tua itu mendekati keramaian. Tak lama kemudian. karena ia sangat rajin bekerja dan jujur. Setelah itu berangkatlah Sampuraga meninggalkan ibunya seorang diri. Persiapan mulai dilakukan satu bulan sebelum acara tersebut diselenggarakan. anak kandungnya sendiri. Alangkah terkejutnya. Pernikahan mereka diselenggarakan secara besar-besaran sesuai adat Mandailing. Keuntungan yang diperolehnya ia tabung untuk menambah modalnya. Sang Majikan sangat senang melihat keberhasilan Sampuraga. “Ah. putri seorang pedagang yang kaya-raya. Setelah mempersiapkan bekal secukupnya. Tiba-tiba ia berteriak memanggil nama anaknya. ketika ia melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya sedang duduk bersanding dengan seorang putri yang cantik jelita. Sampuraga sangat terkejut mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya. “Sampuraga…Anakku! Ini aku ibumu. kita akan bertemu lagi. Di kota itu. “Dengan senang hati. Kenapa kamu melupakan ibu? Ibu sudah lama sekali merindukanmu. air mata keluar dari kelopak mata sang Ibu. Mandailing. “Ah. tiba-tiba seorang nenek tua berlari mendekatinya. tidak mungkin anakku akan menikah dengan putri bangsawan yang kaya. Dengan langkah terseok-seok.” demikian yang terlintas dalam pikiran janda tua itu. perempuan jelek! Enak saja kamu mengaku-ngaku sebagai ibuku. karena nenek tua itu tiba-tiba mengakuinya sebagai anak. ia pun terkenal sebagai pengusaha muda yang kaya-raya. “Sampuragaaa…. Aku tidak punya ibu jelek seperti kamu! Pergi dari sini! Jangan mengacaukan acaraku!”. Barangkali namanya saja yang sama. ia tidak bisa menahan diri. Berita tentang pesta pernikahan yang meriah itu telah tersiar sampai ke pelosok-pelosok daerah. Ia sangat terpesona melihat negeri itu. Maukah engkau aku jadikan menantuku?” tanya sang Majikan. Ia berkeinginan menikahkan Sampuraga dengan putrinya yang terkenal paling cantik di wilayah kerajaan Pidoli. berangkatlah ia ke negeri Mandailing dengan berjalan kaki untuk menyaksikan pernikahan anak satu-satunya itu. Sampuraga yang sedang duduk bersanding dengan istrinya. Suatu hari. engkau adalah anak yang baik dan rajin. Lamaran pertamanya pun langsung diterima. lalu berkata: “Sudahlah. Nak!” Iba perempuan tua itu. sang Ibu pun membalasnya dengan pelukan yang erat.” jawab Sampuraga. Gordang Sambilan dan Gordang Boru yang terbaik juga telah dipersiapkan untuk menghibur para undangan. Pemuda itu adalah Sampuraga. Rangkullah Ibu. Sudah beberapa kali sang Majikan menguji kejujuran Sampuraga. masing-masing mempunyai rumah dengan bangunan yang indah beratapkan ijuk. Oleh karena itu.” pikir Sampuraga sambil mencari-cari sumber suara itu di tengah-tengah keramaian. “Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal dunia. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah membara.” kata sang Ibu. Ia kemudian merangkul ibunya. Algojo! Usir nenek tua ini!” Perintah . Beberapa saat kemudian. tampaklah sebuah keramaian dan terdengar pula suara Gordang Sambilan bertalu-talu. Tak terasa. Sang Majikan sangat percaya kepadanya. Dalam waktu singkat. Seluruh warga telah mengetahui berita itu. hardik Sampuraga.

Dipahatop boru Saroding pasidungkon partapiananna. dipaboa lahi-lahi ima asalna sian dolok ni Rassang Bosi-Sabulan namargoar “Ulu Darat”. Hati Sampuraga benar-benar sudah tertutup. Seluruh penduduk yang hadir dalam pesta berlarian menyelamatkan diri. laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. Oleh masyarakat setempat. Mamereng rumangna dht paheanna ulos Batak namansai bagak. rap mardalan . jala somba marhula-hula. termasuk Sampuraga dan istrinya. Guru Solandason. Beberapa hari kemudian. las ma tutu rohana. tiba-tiba langit diselimuti awan tebal dan hitam. Namun. Marsitandaan ma nasida. Bah…. Tikki martapian boru saroding huhut manganggiri obukna na ganjang jala mansai godang i di topi ni tao i. huhut ditailihon tu lahi-lahi namanjou i. tung mansai longang do mamereng boruna nasasada on. Alai dang adong manang sada naboi mambuat rohana. Tung mansai bahat do ro baoa manopot ibana. songonni nang mardongan. ba sandok tahe tung mansai las do rohani natorasna mangida pangalahona. Ba tung si pilliton ma nian ibana gabe parsonduk bolon nang gabe parumaen. berilah ia pelajaran! Ia telah mengingkari ibu kandungnya sendiri Seketika itu juga. Lam jonok. Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. Semua undangan yang menyaksikan kejadian itu menjadi terharu. Ketiga sifat tersebut tercermin pada sifat dan perilaku Sampuraga Boru Saroding Pandiangan. tempat itu telah berubah menjadi kolam air yang sangat panas. tempat itu kemudian diberi nama “Kolam Sampuraga”. Disi do inna ibana maringanan. jogi. ido umbahen hatop ibana mulak. Tak lama kemudian. ringgas mangula ulaon. mulak balging do sude. ro ma sada solu manjonohi ibana. Perempuan tua yang malang itu kemudian diseret oleh dua orang sewaan Sampuraga untuk meninggalkan pesta itu. inna rohana. hira na so partoba do ulaonna. sementara ibu Sampuraga menghilang entah ke mana. Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do. jala dipangido ibana ma asa dipantadahon tu natuatuani boru Saroding. Tak seorang pun penduduk yang selamat. Dengan derai air mata. Hingga kini. Nauli do rupani boru Saroding on. perempuan tua itu berdoa: “Ya. sian huta na dao dht bariba ni tao pe ro do naeng patuduhon holong tu ibana. Ia tega sekali mengingkari dan mengusir ibu kandungnya sendiri. lam mallobok ma tarottok ni boru Saroding. namora manang najogi. Setidaknya ada tiga pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran dari cerita di atas. tung mansai jogi jala tongamma baoa on. Di sekitarnya terdapat beberapa batu kapur berukuran besar yang bentuknya menyerupai kerbau. tempat penyelenggaraan pesta itu tenggelam seketika.Sampuraga. ai boasa hamu humibu-hibu mulak?” Songgot ma rohani boru Saroding. jala marpitonggam do rumangni baoa parsolu on. Petir menyambar bersahut-sahutan. Tung mansai tongam. yaitu: sifat rajin bekerja. Penduduk setempat menganggap bahwa semua itu adalah penjelmaan dari upacara pernikahan Sampuraga yang terkena kutukan. Hatopma boru Saroding mangalakka tu jabuna. di parnangkok ni mataniari. ala maila ibana adong sada baoa naposo mamereng-mereng ibana. juga terdapat dua unggukan tanah berpasir dan lumpur warna yang bentuknya menyerupai bahan makanan. Selain itu. jongjong di solu na. Ala pintor lomo rohani boru Saroding marnida baoa i. Pangisi ni solu on sahalak baoa. Natorasna. dipaso ibana ma lakkana. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Naburju do ibana marnatoras. sifat jujur dan sifat durhaka terhadap orang tua. Didok ibana ma sidalianna nanaeng godang dope siulaon na di jabu. alai pintor dipangkulingi baoa par solu i ma ibana: “Boru nirajanami. Alai dang adong namarhansit roha dibahen ibana. malo martonun. Solu i pe lam jonok ma attong tu paridianna. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. tempat ini telah menjadi salah satu daerah pariwisata di daerah Mandailing yang ramai dikunjungi orang. hujan deras pun turun diikuti suara guntur yang menggelegar seakan memecah gendang telinga. tak seorang pun yang berani menengahinya. cari SADA TIKKI. Parsip do boru saroding on. tungpe dang dioloi ibana hata ni akka panopot i. Dalam waktu singkat. Ai ise do nuaeng baoa on. Tuhan! Jika benar pemuda itu adalah Sampuraga. sukkun-sukkun ma rohana. nasomal jala jotjot marhumaliang di tao i. marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan. Dipatorang baoa ima aha do sakkapna mandapothon boru Saroding.

” Alai sai lulu do tunggane nai di uap ni . nang akka jagal. diboto boru Saroding do parroni tunggane doli na sian tombak langa-langa. Dang sadia leleng. alai pintor songon na asing ma panganggona. ai pintor sikkop do sude akka naniporluhon ni hasida nadua. pintor ditutuphon ibana ma pittu ni jabu i. pittor dioloi jala dipaboa Guru Solandason ma tu akka dongan tubuna. diharingkothon do mangalului akka boras ni hau dohot suan-suanon naboi mambahen boru Saroding tontong uli. Dilehon do akka sipanganon natabo tu akka iboto nai. Tung longang do boru Saroding alana mansai hatop do halahi sahat. Tarsonggot ma ibana ala dibereng ibana manginsir sada ulok namansai bolon di tonga-tonga ni hau di joloni alamanni jabu i. Botari nai mulak ma tunggane doli nai mamboan akka nalaho sipanganon ni halahi. songon ulok na hea diberengsa di jolo ni jabu i. Dung sidung mangaloppa dht mangan halahi. Dung sidung marsipanganon. sombu jala puas do halahi namaribot manghata-hatai dht marsipanganon. Dang hea dope dibereng ibana songoni balga na ulok. Mabiar ma boru Saroding. dohot akka na asing. Jeppet ni hata. suansuaonon. Sada tikki tarbereng simalolongna ma lahi-lahi nai di para-para ni jabu marganti pamatang gabe ulok na bolon! Mansai bolon.ma halahi tu hutana. di tonga ni tombak Ulu Darat. Mabiar ma ibana molo tarboto tu lahi-lahi na sombaon i na ro akka iboto na mandapothon halahi marsihol-sihol. Ai sai masihol do inna halahi marnida iboto hasian ni halahi.” inna boru Saroding. alai dang maol didalani halahi nadua. marluga solu tu Ransang Bosi. Tung mansai naburju do tunggane doli nai marnioli. Dang sadia leleng dibege ibana ma tunggane dolina manjou goarna. ba rupani maradian ma boru Saroding. Sian nadao pe nungnga diboto ibana soara ni ulok i. Manginsir ma ulok na bolon i haruar sian jabu manuju tombak. aili. asa unang dibereng tunggane doli na i. modom ma halahi. Dibereng ibana tu pudi nang tu jolo. martabuni di toru ni bukkulan ni jabu. Alai anggo mata dohot igung ni tunggane doli nai sai maos do momar jala dipasittak-sittak ala adong inna uap ni jolma di jabu i. ala mabiar ibana murung annon ulok i. Dang loja ibana namandalani dolok na rais i. dipasonang do roha ni boru Saroding di si ganup ari. asa dibukka pittu ni jabu. Sude do halahi pintor tarhatotong mamereng bohi dht pangkataionni lahi-lahi i. naeng pangido onna boru Saroding naeng gabe parsonduk bolon na. tading ma boru Saroding di jabu. alana diboto ibana do siallang jolma do ibana molo tikki gabe ulok. tung so hir do hodok ni halahi. Dung sidung ulaon parbogason. Hinsat ma boru Saroding mambuka pittu jala pittor dihatahon ibana ma tu tunggane dolina i na adong sada ulok na mansai bolon di jolo ni jabu i. songoni nang lahi-lahina. “Ai songon na adong uap ni pamatang ni manisia huanggo?” inna ibana manukkun boru Saroding. Dang dipaloas loja mula ulaon. dang dibereng ibana tunggani dolina. Las hian ma rohani boru Saroding didalani akka hula-hulana hutana di dolok na timbo jala ikkon mangalosi tombak namansai jorbut. Ala nungnga lomo rohani boruna. Tung mansai golap do tombak siboluson ni halahi. Alai sai sukkun-sukkun jala longang do boru Saroding marnida somal-somal ni tunggane doli nai di siapari. Longang ma natoras dht akka iboto nang anggina ala ro sian tao boru Saroding mardongan sada baoa.” inna tunggane dolina mangalusi. Tarpodom ma halahi sahat tu manogot na. Ngongong ma ibana di tonga nijabu. alai uluna dang songon bohi dohot ulu ni ulok. na sipata gabe ulok sipata gabe jolma. mardisir-disir do soarana. asa pintor dipatandahon baoa i tu natorasna. boras ni hau. Alai paulak so diboto ibana ma. ditogu-togu tunggane doli na i. pidong. borhat ma boru Saroding mangihuthon lahi-lahi naung gabe tunggane doli na. Tung mansai biar jala manolsoli ma dirina napintor olo manjalo hata ni baoa i dang jolo manat dirimangi. Sahat ma halahi tu undung-undung ni lahi-lahi i. “Modom ma hita. dang di si amantanai. tarsongon ursa. Humalaput ma boru Saroding manabunihon ibotona natolu i tu ginjang ni para-para. Sada tikki ro ma duatsa akka iboto ni boru Saroding mangebati halahi tu dolok ni Ulu Darat. Songon na hona dorma do halahi mamereng bagak ni rumang ni lahi-lahi i. tung pe di bagas rohana nungnga mansai biar jala manolsoli. Lam longang ma ibana ala di dok tunggane doli nai hutana di ginjang ni dolok. Las ma tutu roha ni lahi-lahi i mamereng boru Saroding. Tikki dungo ibana di manogotna. ulok na burju doi. dipasaut ma parbogasonni boru Saroding dht lahi-lahi i. Busisaon ma boru Saroding. Hurang tibu nian didok rohana sahat tu huta. Malo do lahilahi nai mambahen si parengkelon. “Dang adong halak na asing di jabutta on. ai dang jolma biasa hape. mengkel suping sambing do ibana tu lahi-lahi nai patudu holongna. Las dope rohani boru Saroding. dihatahon lahi-lahi ima sakkap na. Dang pola dipataridahon boru Saroding songgop ni rohana. Pamatang na pe mansai togap. Sahat ma tu jabu amanta na i. tung mansai hatop jala niang do lakkana. “Dang pola boha i. humalaput ma ibana mambahen sipanganon ni lahi-lahi nai. Dipaboa ibana ma ise do dirina: sombaon ni Ulu Darat. Mandapothon bot ni ari. manghatai ma tunggane doli nai tu boru Saroding. nungnga mansai bagas be borngin. mardomu muse tikki namardalan halahi manganangkohi dolok natimbo i.

Dang sadia leleng pintor balik ma solu na. Sai dilugai ibana solu nai alai dang tolap mangalo umbaki. manongnong ma ibana jala gabe dohot ma ibana sombaon pangisi ni tao i… . alai dang sadia leleng gabe horbo dohot lombu ma gulok-gulokhi.” inna baoa i mangalusi. Pintor mulak pe au. ba ujung na rupani. ala tung mansai masihol ibana inna. Alai molo anggina siampudan (molo so sala).manisia i. Jai ikkon marpadan do hita diparborhathon songon mangarahut holong ni roham tu au. langit pe mansai tiar. Songon na borat do diundukhon lahi-lahi nai pangidoanni boru Saroding. sarupa mai sabulan di saonari). sarupa do isina manang dang. Jai porsea do au ikkon hatop do ho mulak sian huta ni natorasmu. manang ise si ose padan tu ripurna tumagona. Tading ma lahi-lahi nai manatap sian topi ni tao. holan dibukka ibotoni boru Saroding gajuti. Di ari papituhon. dipangido boru Saroding ma tu tunggane na asa dipaloas ibana mandulo huta ni natorasna. Alai didok ibana ma: “Holan on do pe naboi tarpatu au raja nami. asa dipaloas tunggane na.” inna ibana mangelek. “Nauli ma raja nami. dipatorang ma rupani tu inanta na be pardalananni nasida jala dipatuduhon ma boan-boan na nilehon ni lae nasida. Hodo tungganekku.” inna boru Saroding mangelek. mardongan biar dipaboa boru Saroding ma naro do hula-hula ni halahi sian Samosir ala masihol mamereng halahi nadua. Dang pola sadia dao dope boru Saroding marluga.” inna ibana do mangelek. “paloas ma akka ibotokki mandulo hita. Dung sahat halahi di huta nasida. Alai martahan do anggina i dang mambukka gajut i sampe pitu ari.” inna tunggane doli nai. “Sombakku ma raja nami. dang bulan di dok. “Adong gorathu dang na laho mulak be ho tu Ulu darat on.” Diundukhon akka iboto ni boru Saroding ma hatani lae nai. Ai so jolma ho…” Holan sae didok boru Saroding hatana. palias ma i. hotang. Tung mansai tonang do tao Toba. holan tano. markilo-kilo godangna. didok ibana ma songon on: “Peh…! Bursik ma ho. gabe mamora jong attong iboto ni boru Saroding nasasada on. Mabiar jala songgot ma rohani boru Saroding. Dung hira-hira piga bintang (najolo. Mulak ma halahi tuat sian dolok Ulu Darat. dohot akka gulok-gulok do isina. sada Pandiangan on dang sabar paimahon pitu ari songon natinonahon ni lae nai. jala borngin i gabe holan namanghata-hatai ma sahat tu manogot. “Ba hea do lak songon on ma lehonon na tu hula-hula na?” inna halahi mardongan rimas. manaili ma ibana tu pudi. ai dang jolma ho hape. boru ni raja do ho. hunik. Songon na marungut-ungut ma sada Pandiangan on alana holan gajut nagelleng naso diboto isi na do di lehon lae nai tu hasida.” Ujung na rupani didok baoa i ma asa dijou duatsa iboto ni boru Saroding i asa tuat tu bagas ni jabu sian partabunion nasida di toru ni tarup.” Borhat ma boru Saroding. marsolu ma muse sahat tu Samosir. sabar do paimahon pitu ari. “Hatop pe au mulak. Dung pitu ari pe asa boi ungkapon muna gajut on. Pintor haruar ma godang akka gulok-gulok. jala gabe godang ma tubu hotang di pudi dohot panimpisan ni jabu. jala didok songon on: “Dok ma padan i tunggane dolikku naburju. Marsijalangan ma hasida. ba dipaborhat lahi-lahi nai ma ibana sahat tu topi tao ni Ransang Bosi. Marsogot nai pintor di suru ma inanta be mambukka gajut i asa tarboto manang aha do isana. “Sombakku ma tunggane doli. sahat tu sadari on. Tek ma rupani. Sinur nang pinahan. Ala nungnga sai torus dipangido jala dielek boru Saroding. Muruk ma ibana. pinompar ni Pandingan on ma nahasea jala akka namora. dilugahon ibana ma soluna–na sian bulung-bulung i. hape nungnga loja halahi mangebati tu dolok Ulu Darat. Sada bulung do inna dibuat lahi-lahi nai dibahen gabe solu nalaho dalan ni boru Saroding. alai unang pintor bukka hamu gajut on di dalan manang dung sahat hamu tu huta muna. bohina tung lungun do ditadinghon parsonduk bolon na mansai dihaholongi rohana. Dilehon ibana ma sada-sada be gajut nagelleng naung marrahut tu akka hula-hula nai. Hunik nasian gajut i pe gabe mas. Tung mansai godang do horbo dohot lombu i. Hata ni legenda. dibukka ma gajut i di alaman ni huta. bintang do. Alai didok ma hata na parpudi: “Boru Saroding nauli. gabe naniulana. Dung binsar mataniari marsakkap ma borhat akka Pandiangan natolu i mulak tu Samosir. “Ai aha do lehononmu na lae tu hami songon boan-boan nami tandani naung niebatan huta muna boru nami?” inna sahalak Pandiangan iboto ni boru Saroding i.” Dungi didok lahi-lahi nai ma padan songon paborhathon boru Saroding naung hundul di solu: “Dekke ni Sabulan tu tonggina tu tabona. Dibolokkon ma gajut i. Dang pola leleng. Tao ipe pintor timbo galumbangna. sampe do ponjot alamani ni huta i. Jadi porsea do au di hatam namandok tung mansai holong do roham tu au. Sai dielek-elek boru Saroding ma lahi-lahi nai.” Diundukhon boru Saroding ma. Somba on do ho! Ulok nabolon! Unang dirippu ho nalaho mulak be au tu ho! Palias mai. dang adong umbak jala alogo pe mansai lambok. Jadi sabintang. pintor ro ma alogo halisunsung dht udan na marimpot-impot. dipasonang-sonang ho do ahu saleleng on. marjanji do ibana dang leleng di huta ni natorasna. Sai dijujui ma asa anggina na sada nai mambukka gajut i. dung parsonduk bolonmu au. jala godang mas nang hotangna. Jeppet ma sarito. jai dang dibukka ibana gajut na ditiopna. diburai ma tunggane doli ni ibotonai jolma nasomaradat. Ai holan alani namasihol do hula-hulattai asa ro halahi tu tu dolok Ulu Darat on.

” “Aku bersedia meminjamkan tombak itu.Sahat tu sadari on dihaporseai sabagian pangisini Rassang Bosi. apala di topi ni dolok Ulu Darat i. Datu Dalu dan adiknya memutuskan untuk mencari kedua orang tua mereka. dang marsitijur. hutogihon akka ito. asalkan kamu sanggup menjaganya jangan sampai hilang. Sesampainya di hutan. alai dang boi buaton i. Menurut adat yang berlaku di daerah itu. Janji Raja. Sesampainya di hutan. Sangmaima mulai panik. dilemparkannya tombak pusaka itu ke arah binatang itu. pintor dabu do annon anggir i. cari Alkisah. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. “Bang. Oleh karena itu. namboru. Ia pun meminta ijin kepada abangnya. Usai acara penguburan. Alana sian na met-met nungnga manusia na sok ingin tahu au. Alai molo maruntung do naro tu si. Dolok Martahan. alana au sandiri pe mabiar do mardalan sandiri tusi. adong do sada inganan namargoar “Parpangiran ni Namboru boru Saroding. sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima.” Alani holong na tu boru Saroding. olo ro parmaraan. mereka menemukan kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau.” gumam Sangmaima dengan perasaan cemas. kecuali sebuah tombak pusaka. Ia hanya menemukan gagang tombaknya di semak-semak. Simbolon. dang boi mambolokhon akka na kotor tu taoi. Hatoguan. “Duggg…!!!” Tombak pusaka itu tepat mengenai lambungnya. bolehkah aku pinjam tombak pusaka itu?” “Untuk keperluan apa. pada zaman dahulu di daerah Silahan. Ayah mereka adalah seorang ahli pengobatan dan jago silat. diboan ma i tu jabuna be. sebagai anak sulung. Sai manat-manat do halak molo mangalewati tao i. Bang! Aku akan merawat dan menjaganya dengan baik. Tanpa berpikir panjang. celaka! Tombak itu terbawa lari. di huta Pandiangan. inangudakku. markapal. ayah dan ibu mereka pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan. Sesuai hukum adat tersebut. apabila orang tua meninggal. Sabulan. jala unang tuit-tuit molo pas marsolu. penulis novel „Sordam‟) Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan. tombak pusaka itu diberikan kepada Datu Dalu. hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit. . Sementara mata tombaknya masih melekat pada lambung babi hutan yang melarikan diri itu. Dik?” “Aku ingin berburu babi hutan. Yang sulung bernama Datu Dalu. Pada suatu hari. keduanya baru menyadari bahwa orang tua mereka tidak memiliki harta benda. Sangmaima pun sangat senang. ia pun melihat seekor babi hutan yang sedang berjalan melintas di depannya. semacam tanaman benalu.” Setelah itu. Ia pun segera mengejar babi hutan itu. sepasang suami-istri itu belum juga kembali. Dengan sekuat tenaga. aku harus mengambilnya kembali. kedua abang-adik itu membopong orang tua mereka pulang ke rumah. manang marbot. di ranting ni hau i tubu utte pangir (jeruk purut). bahat do inna halak naung hea mamereng: ulok na saganjang hau ni harambir/kalapa do inna marlange-lange di tao i. Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi di hutan. berangkatlah Sangmaima ke hutan. Mogang. hiduplah sepasang suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. do turi-turian on–dohot nagabe boru Saroding pangisini tao i. Jala lahi-lahi ni boru Saroding gabe dijouhon do i “Amangboru Saroding. sipata tuat do inna ibana sian Ulu Darat tu tao i. Palipi. Namun. ketika hendak membagi harta warisan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. apa yang terjadi? Ternyata babi hutan itu melarikan diri masuk ke dalam semak-semak. godang hian dope hau songon tombak. Di Sabulan pe. Akhirnya. Sang Ayah ingin kedua anaknya itu mewarisi keahlian yang dimilikinya. karena dikiranya babi hutan itu sudah roboh. ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil. Percaya tidak percaya. Adong do sada hau nabolon di ginjang ni mual na diyakini akka jolma (kessuali akka pangula ni huria) songon inganan parpangiran ni boru Saroding. maka tombak pusaka jatuh kepada anak sulung. Akan tetapi saat hari sudah menjelang sore. Tokka do inna molo dibuat. “Wah. nungnga hudalani inganan on. Pada suatu hari.” Buni do inganan on. Tapanuli Utara.” “Baiklah. Tamba. (panuturi: Suhunan Situmorang. namun pengejarannya sia-sia.

Adikku! Aku akan menjaganya dengan baik. Abangnya sangat gembira. babi hutan itu sudah melarikan diri masuk ke dalam hutan. “Adikku! Bolehkah aku pinjam pertunjukanmu itu?” “Aku tidak keberatan meminjamkan pertunjukan ini. ternyata di dalam lubang itu ia menemukan sebuah istana yang sangat megah.” jawab Sangmaima. Setelah wanita itu sembuh dari sakitnya. Datu Dalu sangat terkejut. Dengan hati-hati. sehingga menyerupai seekor burung Ernga. ia pun berpamitan untuk mengembalikan mata tombak itu kepada abangnya. Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Kini aku hanya berharap Tuan bisa menyembuhkan lukaku. Namun sayangnya. lalu berpamitan pulang. Wanita burung Ernga! Besok pagi-pagi sekali kau harus pergi dari sini tanpa sepengetahuan abangku. “Aku seorang putri raja yang berkuasa di istana ini. Tuan! Semuanya sudah terlanjur. gadis cantik! Siapa kamu?” tanya Sangmaima. Sangmaima. “Tapi. Tuan!” jawab wanita itu. ia pun mengadakan selamatan.” Setelah pestanya selesai. Ia pun mulai cemas. ia pun memberanikan diri masuk lebih dalam lagi. Pencariannya kali ini ia lakukan dengan sangat hati-hati. terlihat seorang wanita cantik sedang tergeletak merintih kesakitan di atas pembaringannya. Alangkah terkejutnya Sangmaima. pesta yang dilangsungkan di rumah Datu Dalu sangat sepi oleh pengunjung. Wanita burung Ernga sudah tidak di kamarnya. Sangmaima mampu mengobati luka wanita itu dengan mudahnya. Akhirnya. “Sudah. Sangmaima segera mengantar wanita burung Ernga itu ke rumah abangnya. indah sekali tempat ini. banyak orang yang datang untuk melihat pertunjukkan itu. Tombak itu terbawa lari oleh babi hutan. “Hai. apa pun caranya. yaitu pesta adat secara besar-besaran. ia menyurusi lubang itu sampai ke dalam. ia mengadakan pertunjukan dengan mendatangkan seorang wanita yang dihiasi dengan berbagai bulu burung. Ia bermaksud menemui wanita burung Ernga itu secara sembunyisembunyi pada saat pesta abangnya selesai. Untuk memeriahkan pestanya.” “Maafkan aku.” ucap Sangmaima dengan takjub. Sesampainya di tengah hutan. Namun.“Waduh. ia tidak langsung pulang ke rumahnya.” kata Datu Dalu kepada adiknya dengan nada kesal. “Sepertinya mata tombak itu milik Abangku. “Aku tidak mau tahu itu! Yang jelas kamu harus mengembalikan tombok itu. dan tampaklah sebuah mata tombak menempel di perut wanita cantik itu. sehingga ia mengira kamu hilang. Sangmaima berhasil menemui wanita itu dan berkata: “Hai.” gumam Sangmaima. karena tidak berhasil menjaga wanita . ia tidak mengundang adiknya. Pada saat pesta dilangsungkan. Saat itu pula Sangmaima kembali ke hutan untuk mencari babi hutan itu.” Berbekal ilmu pengobatan yang diperoleh dari ayahnya ketika masih hidup. asalkan Abang bisa menjaga wanita burung Ernga ini jangan sampai hilang. Keesokan harinya. gawat! Abangku pasti akan marah kepadaku jika mengetahui hal ini. jangan banyak bicara! Cepat berangkat!” perintah Datu Dalu. sehingga adiknya memutuskan untuk mengadakan pesta sendiri di rumahnya dalam waktu yang bersamaan. Ia kemudian menghampirinya. “Aduhai. Bang! Hari ini juga aku akan mencarinya. Oleh karena penasaran.” lapor Sangmaima. karena tombak pusaka kesayangannya telah kembali ke tangannya.” “Kenapa mata tombak itu berada di perutmu?” “Sebenarnya babi hutan yang kamu tombak itu adalah penjelmaanku. ia pun bermaksud meminjam pertunjukan itu untuk memikat para tamu agar mau datang ke pestanya. “Maaf.” “Baiklah.” kata Sangmaima dalam hati.” “Tidak apalah. Ia menelesuri jejak kaki babi hutan itu hingga ke tengah hutan. Setelah mengetahui adiknya juga melaksanakan pesta dan sangat ramai pengunjungnya. Putri! Sungguh aku tidak tahu hal itu. Namun. Pada malam harinya. dalam pesta tersebut. melainkan menyelinap dan bersembunyi di langit-langit rumah abangnya. Untuk mewujudkan kegembiraan itu. Tak jauh di depannya. siapa pula pemilik istana ini?” tanyanya dalam hati. Sementara itu. ia pun menyapa wanita cantik itu. ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada Abangnya.” “Baiklah. Hal itu membuat adiknya merasa tersinggung. Setelah itu. ia menemukan sebuah lubang besar yang mirip seperti gua.” Baiklah. Bang! Aku tidak berhasil menjaga tombak pusaka milik Abang.

” seru Sangmaima. Istrinya bernama Nansindak panaluan. “Aduh. sehingga lesung itu melayang tinggi dan jatuh di kampung Sangmaima. semua tanam-tanaman tumbuh dengan segar sehingga guru Hatimbulan memotong seekor lembu untuk mendamaikan kekuasaan jahat itu. sehingga perkelahian itu tampak seimbang. Akhirnya pertengkaran pun terjadi. dan perkelahian antara adik dan abang itu tidak terelakkan lagi. Guru Hatimbulan mendirikan gubuk kecil di bukit suci. seorang anak laki-laki dan perempuan seketika itu juga maka hujan pun turun lebat. Mereka sudah lama menikah tetapi belum juga di karuniai seorang anak. yaitu agar tidak bersifat curang dan egois Silinduat/ Kembar. Datu Dalu pun berhasil menghindar dari lemparan adiknya. Saat itu juga perempuan itu melahirkan anak kembar. Ia juga mengundang semua pengetua-pengetua dan kepala-kepala dalam perjamuan itu dimana nama anakanak itu akan di umumkan putra itu di beri nama Aji donda atahutan dan putri itu di bri nama Si boru Tapi nauasan. Namun sang Adik berhasil menghindar. Tiba-tiba saja dia menghilang dari kamarnya. Pohon itu mempunyai buah yang masak dan manis. Di mana dia?” tanya Sangmaima pura-pura tidak tahu. “Bang! Aku datang ingin membawa pulang wanita burung Ernga itu. kerah tanah menutupi hubangan-hubangan dan rawa-rawa. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. “Maaf Adikku! Aku telah lalai. Kabupaten Tapanuli Utara. Keduanya pun saling menyerang satu sama lain dengan jurus yang sama. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Sesudah perempuan itu hamil maka luar biasa lamanya barulah anak itu lahir. Demikianlah cerita tentang asal-mula terjadinya Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan di daerah Silahan. Karena kepala persatuan pemujaan roh-roh menjadi risau ia pergi menjumpai guru Hatimbulan dan mengatakan kepadanya : mengapa keadaan yang seperti ini tidak berubah-ubah karena kejadia belum pernah terjadi mereka pergi untuk mencari sebabnya dan mengajak kepada Debata atau dewa yang adil sehingga guru Hatimbulan menjawab :” semua bisa terjadi” lalu raja Bius mengatakan :” semua orang heran mengapa istrimu begitu lama hamil para bidan menerangkan bahwa kehamilan itu telah terlalu lama karena perkataan itu maka timbullah pertengkaran akan tetapi tidak ada yang cidera atau mati. Sementara itu. tempat jatuhnya lesung itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah danau. Ada dua pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran.burung Ernga itu. “Abang harus menemukan burung itu. kemana dia membawa anak-anak itu. Kecamatan Lintong Ni Huta. saat itu juga terjadi kelaparan juga teriknya tak tertahankan. danau tersebut diberi nama Danau Si Losung. “Dik! Bagaimana jika aku ganti dengan uang?” Datu Dalu menawarkan. cari Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pulau Samosir di desa si dugur-dugur tinggallah seorang laki-laki bernama guru Hatimbulan.” jawab Datu Dalu gugup. Tanpa diduga. Sehabis pesta tamu-tamu telah menasehatkan supaya anak-anak itu jangan kiranya bersama-sama di asuh. tidak bisa menjaganya. si boru Tapinuansa ingin makan buah-buah itu karena . yang satu kiranya di bawa ke barat dan yang satu lagi di bawa ke timur. Namun. sebab kelahiran kembar. Sangmaima ingin membalas serangan abangnya. tidak ada yang kalah dan menang. Sangmaima tidak bersedia menerima ganti rugi dengan bentuk apapun. Datu Dalu kemudian mengambil lesung lalu dilemparkan ke arah adiknya. seekor anjing kurus membawa mereka dalam setiap hari guru Hatimbulan membawa mereka setelah anak-anak itu menjadi dewasa maka putri atau gadis itu ketika berjalan-jalan kebetulan melihat sebuah pohon bernama pui-piu tanggu. istimewa yang berlainan jenis adalah satu masalah yang sangat tidak baik menurut pahamter. sehingga piring itu jatuh di kampung Datu Dalu yang pada akhirnya juga menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Si Pinggan. Lamakelamaan terbuktilah apa yang diungkapkan pengetua itu benar-benar.” gumam Datu Dalu. belum ia mencarinya. tiba-tiba adiknya sudah berada di depan rumahnya. Gawat! Adikku pasti akan marah jika mengetahui hal ini. akan tetapi guru Hatimbulan tudak mengendalikan nasehat arif bijak sana dari pengetua-pengetua dan kepala itu. semua penduduk kampung itu menganggap keadaan itu hal yang gaib. Oleh masyarakat setempat. Ia pun mengambil piring lalu dilemparkan ke arah abangnya. Beliau adalah seorang si Baso atau pendeta namanya datu Arak ni pane.

guna mencari peruntungan. Donda heran melihat kejadian itu dan menayakkan mengapa sampai terjadi hal ini. ia mengambil dan memakainya akan tetapi ia di telan pohon itu dan ia menjadi satu dengan pohon tersebut. Simardan sebenarnya berasal dari hulu Tanjungbalai atau sekitar daerah Tapanuli. dia pergi merantau ke negeri seberang. pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahuntahun tidak bertemu. di Jalan Sentosa Kelurahan Pulau Simardan Lingkungan IV Kota Tanjungbalai. melainkan di hulu Tanjungbalai.” tutur Marpaung. Beberapa hari kemudian ia menemukan datu parponsa ginjang memperkenalkan dirinya. dan mengatakan. Walaupun peristiwa tersebut terjadi di daerah Tanjungbalai. warga Jalan Binjai Semula Jadi Kota Tanjungbalai. . wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya.3 meter dari permukaan laut. Anak Durhaka. biasanya anak pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Hal itu juga dikatakan tokoh masyarakat lainnya. Besok paginya anjing mereka datang berlari-lari maka ia pun ikut juga tertelan di pohon itu hanya saja kepalanya kelihatan. Lokasi berlabuhnya kapal tersebut. ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan. namun pendiriannya tetap tidak berubah. tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh.979 jiwa (sensus 2003-red). Dekat pada pohon tersebut sehingga gadis tersebut menyahutinya. Simardan. Bahagia anaknya telah kembali. “Simardan bermimpi lokasi harta karun. ditepis Simardan. Pada suatu hari. Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu. kata tokoh masyarakat di P. Kemudian. Di Kota Tanjungbalai. Guru Hatimbulan telah kehabisan akal ia telah banyak mengeluarkan uang untuk datudatu keperluan gondang dan kurban untuk roh-roh. Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai. Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya. pelukan kasih dan sayang seorang ibu. Simardan adalah anaknya. mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya. Donda memanjat pohon itu dengan maksud menolong saudaranya. Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis. Menjual Harta Karun Dari berbagai cerita atau kisah tentang legenda anak durhaka. Simardan Kota Tanjungbalai. Berasal Dari Tapanuli Sebelum terjadinya peristiwa tersebut. akibat durhaka terhadap ibunya. dia pergi ke tempat yang tergambar dalam mimpinya.” jelasnya. Tidak diduga. tetapi kutuk lah dirimu sendiri lalu roh itu berkat ” jikalau begitu semestinya bapak pergunakanlah saya dari sekarang sebagai Simardan. Di pelabuhan. Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim.Daem. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan. Tanjungbalai. Abdul Hamid Marpaung. Karena. Selain itu.90 ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 144. “Daerah asal Simardan bukan Tanjungbalai. Kedua anak itu menjerit minta tolong akan tetapi suara sedih hilang dalam gelap gulita itu. warga Jalan Mesjid P. cari Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka. Esoknya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Sedangkan luasnya sekitar 6. 75. dan memukan berbagai macam perhiasan yang banyak. Pulau Simardan masih sebuah perairan tempat kapal berlabuh. Menurut keterangan masyarakat kepadanya. dan Tanjungbalai merupakan daerah yang ditujunya. akan tetapi ia juga lengket di pohon tersebut. Di antaranya.58 LU (Lintang Utara) dan 0. kata Marpaung. terletak di 20. berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas. Bahkan. Guru Hatimbulan mendengarnya ia menjawab janganlah kutuk saya. Saudaranya menunggu sampai sore dalam kebimbangan mengenai nasib saudaranya kemudian dia pergi ke hutan untuk memeriksanya sambil memanggil-manggil namanya dengan suara yang nyaring. yaitu daerah Porsea Tapanuli. H. Daem mengatakan.052. dia merantau ke Malaysia untuk menjual harta karun yang ditemukannya di sekitar rumahnya. Simardan berencana menjual harta karun yang ditemukannya itu. Ia menerangkan dengan pasti bahwa ia dapat melepaskan orang-orang itu. apa saja yang ia minta diberikan tetapi ia menjadi putus asa. yakni Pulau Simardan. hanya saja kepalanya masih kecil dan kelihatan. Berbeda dengan Simardan. dengan tujuan merubah nasib keluarga. Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya. suatu hari ibunya yang tua renta.itu ia memanjat buah pohon tersebut. 80.

jelas Marpaung. Hal itu dilakukan Simardan.” tutur Marpaung. ketika masyarakat menggali perigi (sumur). sehingga kapal tersebut hancur berantakan. kemudian Siboru Sandebona kebingungan. pasangan suami isteri itu pergi ke Tanjungbalai. tunjukkanlah kebesaran-Mu. tujuan Simardan pergi merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. untuk berdagang sekaligus mencari bahan-bahan kebutuhan.” ungkapnya. cari Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan. kata Marpaung. “Salah satu kerajaan di Pulau Penang Malaysialah yang membeli harta karun tersebut. menurut H. kata Daem dan Marpaung. tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan. jelas Marpaung. Berbeda dengan keterangan Marpaung. “Makanan yang dibawa ibunya adalah bukti bahwa keyakinan mereka berbeda. akibat bertambahnya populasi manusia di Tanjungbalai khususnya di Pulau Simardan. Kedatangannya ke Tanjungbalai. karena dia malu kepada isterinya ketika diketahui ibunya belum mengenal agama. berdiri kerajaan besar dan kaya di Tanjungbalai. “Hidangan yang disiapkan ibunya adalah makanan yang diharamkan dalam agama Islam. Dengan sukacita.Daem. yang diduga berasal dari kapal Simardan. berita kedatangan Simardan di Tanjungbalai disampaikan masyarakat kepada ibunya. kera putih itu tidak pernah terlihat lagi. Hal ini disebabkan para pelayan dan isterinya tidak ada kaitan dengan sikap durhaka Simardan kepada ibunya. tergantung persepsi kita. sehingga dia terpaksa pergi ke Malaysia. Simardan akhirnya berhasil menjadi orang kaya dan mempersunting putri bangsawan sebagai isterinya.” jelas Marpaung. wanita tua itu lalu berdoa sembari memegang payudaranya. “Karena miskin. Akibatnya. “Benar tidaknya legenda Simardan. Simardan tidak mengakui sebagai orangtuanya. tidak satupun kerajaan yang mampu membayar harta karun temuan Simardan. Lebih lanjut dikatakan Marpaung. Selain tali kapal ditemukan juga rantai dan jangkar. akan tetapi setelah genap waktunya bayi ini tidak kunjung lahir. sang ibu lalu mempersiapkan berbagai hidangan. Begitulah setelah lahir. “Kalau dia adalah anakku. perlakuan kasar Simardan karena malu melihat ibunya yang miskin. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Simardan akhirnya kembali ke Tanjungbalai bersama isterinya. Simardan datang ke Tanjungbalai dilandasi karena tidak memiliki keturunan.” Kera Putih dan Tali Kapal Setelah diperlakukan kasar oleh Simardan. Daem. Simardan membantah bahwa orang tua tersebut adalah wanita yang telah melahirkannya. Penemuan terjadi. Tapi dengan ditemukannya tali. lalu menemui seorang dukun sakti untuk menanyakan apa yang bakal terjadi dengan anak yang ada di dalam kandungannya. Sedangkan tubuh Simardan. ibu Simardan kemudian berangkat menuju Tanjungbalai bersama beberapa kerabat dekatnya. Mereka diberikan tempat hidup di hutan Pulau Simardan. ibunya memakai pakaian compang-comping. Kalau menurut Marpaung.” begitulah kira-kira yang diucapkan ibu Simardan. Simardan juga mempersunting putri kerajaan itu. menurut Daem. Sesampainya di Tanjungbalai. masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan. ternyata sikap dan perlakuan Simardan tidak seperti yang dibayangkannya. Malu Setelah berpuluh tahun merantau.” Sementara menurut H. sekitar tahun lima puluhan masyarakat menemukan tali kapal berukuran besar di daerah Jalan Utama Pulau Simardan. turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar. Raja ini mempunyai seorang saudara putri yang bernama siboru Sandebona yang kemudian kawin dengan raja Panuasa dari kampung Uluan. Para pelayan dan isterinya berubah menjadi kera putih. Dusun sakti kemudian memberikan jawaban bahwa bayi ini akan menjadi seorang laki-laki yang memiliki kharisma dan kelebihan tersendiri. Tapi setibanya di Tanjungbalai. menurut cerita Marpaung dan Daem. Setelah beberapa tahun di Malaysia. Raja yang sangat makmur dan kaya raya. berupa makanan khas keyakinan mereka yang belum mengenal agama. Setelah dewasa Sipiso Somalim sudah . Jadi atas saran orang tua di Malaysia. Di samping itu. Usai berdoa. Namun. “Sekitar empat puluh tahun lalu. Gembira anak semata wayangnya kembali ke tanah air. bayi ini diberi nama Sipiso Somalim. Bahkan. rantai dan jangkar kapal membuktikan bahwa dulu Pulau Simardan adalah perairan Legenda Sipiso Somalim.Suatu saat Siboru sandebona mengandung seorang anak laki-laki.

Sipakpakhumal yang sebelumnya adalah Sipiso Somalim tetapmenunjukkan sikap baik pada Sipiso Somalim. Sipakpakhumal kemudian dengan menghunus pedang. suatu ketika dia menyampaikan hasrat tersebut kepada pamannya. Sipiso Somalim meminta agar mereka berhenti dan mandi untuk melepas rasa letih. bagi Sipakpakhumal mengetahui bahwa itu sengaja dikirim oleh ibunya dari kampung halaman. dia sangat sopan dan berbudi baik. Mendengar semua ini Sipiso Somalim tidak dapat bebuat apa-apa kecuali hanya tunduk serta menerima apa yang terjadi. Sebagaimana tujuan keberangkatan Sipiso Somalim untuk meminang putri pamannya. Semua ini tentu karena pamannya makin hari makin curiga terhadap Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim. namun kerbau ini dapat disuruhnya bekerja sendiri untuk membajak sawah itu. mengerti. dia hanya duduk tenang. Rasa gelisah tetap menyelimuti hati ibu Sipiso Somalim. karena dengan pakaian ini kharisma Sipiso Somalim langsung pindah Sipakpakhumal. Adapun Sipakpakhumal sejak keberangkatannya dengan Sipiso Somalim sudah memiliki niat jahat bagaimana agar dia dapat berperan sebagai Sipiso Somalim agar selanjutnya dapat memperistri putri Punsahang Mataniari.menunjukkan kelebihan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Akan tetapi saat dia mendekat kerbau ini mengamuk dan hampir menanduk Sipakpakhumal. kerbau ini langsung mendekat seperti bersujud. Setelah berjalan beberapa hari akhirnya mereka tiba di Rura Silindung tempat Punsahang MataniariPunsahang Mata ni Bulan. ibunya tidak kuasa lagi menolak permintaan Sipiso Somalim. Dengan kejadian ini. Meilhat Sipiso Somalim datang Punsahang Mataniari terus tahu bahwa dia adalah anak saudarinya yaitu Siboru Sandebona. Dengan mengenakan pakaian kebesaran serta bekal secukupnya termasuk “Pungga Haomasan” (obat penangkal lapar dan haus). tetapi mereka tidak menunjukkan bahkan memperlakukannya Sipiso Somalim seperti keluarganya sendiri. dan suara lantang berkata. Maka dengan diam-diam dia mengenakan pakaian kebesaran Sipiso Somalim seperti layaknya seorang raja. Punsahang Mataniari semakin menyadari bahwa ada yang tidak beres diantara Sipiso Somalim dan Sipakpakhumal. Kedatangan kerbau ini. Sipiso Somalim dipanggil menjadi Sipakpakhumal dan demikian sebaliknya.” . di kampung halaman. dan sama sekali dia tidak dapat berbuat apa-apa. Lalu suatu ketika ibunya memberangkatkan Sipiso Somalim yang didampingi seorang pengawalnya yaitu Sipakpakhumal. apabila pohon itu layu berarti dia mendapat kesulitan di tengah jalan. Kemudian dia menanggalkan pakaian kebesarannya dan selanjutnya meminta Sipakpakhumal untuk menjaganya. Sipakpakhumal menjadi Sipiso Somalim. Sipiso Somalim tetap saja pada pendiriannya untuk meminang putri pamannya. Pada suatu saat dia disuruh orangtuanya untuk membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau. Akan tetapi untuk sementara. Perjalananpun dilanjutkan dan sejak itu. pamannya menolak dengan cara halus dengan alasan agar jangan terburu-buru dulu. dan selama itu pula Sipakpakhumal tidak habis piker bagaimana perasaan ibu yang dia tinggalkan sebab sebelum berangkat dia berpesan kepada ibunya agar ibunya memperhatikan sebatang pohon yang dia tanam di dekat rumahnya. Ketika kerbau ini sampai Punsahang Mataniari memanggil Sipiso Somalim untuk mengiring kerbau ini kekandang. Sipiso Somalim berangkat menuju kampung pamannya Rura Silindungdn menelusuri hutan lebat. Setelah siap mandi betapa terkejutnya Sipiso Somalim menyaksikan Sipakpakhumal yang telah mengenakan pakainnya. lalu kemudian dia kembali mengirimkan seekor kerbau yang bernama “Horbo Sisapang Naualu”. Melihat sejuknya air pancuran ini. Pada usia sudah matang. Adapun Sipakpakhumal yang merupakan Sipiso Somalim yang sebenarnya tetap diam dan tidak berani berbuat apaapa dan dia diperlakukan sebagai layaknya seorang pembantu. Lalu dengan langsung dia memeluk Sipiso Somalim meskipun sebenarnya dia memiliki firasat bahwa ada yang kurang beres dengan keponakannya itu. Kemudian Punsahang Mataniari memanggil Sipakpakhumal untuk mengiring kerbau tadi. “sejak sekarang ini sayalah yang menjadi Sipiso Somalim dan kau menjadi Sipakpakhumal. Lama kelamaan Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim makin menunjukkan sikap yang kurang baik terhadap keluarga pamannya maupun kepada Sipakpakhumal. Pada saat Sipakpakhumal mendekat. dan apabila hal ini kau ceritakan pada siapapun kau akan kubunuh. Sehingga pada saat dia menggembalakan kerbau ini di sawah dia membuka tanduk . Dalam sikapnya terhadap orang-orang sekitarnya. Selama dalam perjalanan. seperti ancaman dari binatang buas mereka pun berjalan hingga suatu hari tiba pada sebuah pancuran yang sangat sejuk. Karena asiknya Sipiso Somalim mandi. dengan jalan yang penuh resiko. dia tidak menghiraukan apa yang telah diperbuat Sipakpakhumal tadi. dan apabila mati maka dia telah mati diperjalanan. Bahkan semua tindak tanduknya mencerminkan sikap seorang anak-raja. kita akan terus menuju kampung Pusahang Mataniari dan jangan sekali-kali bicara pada siapapun bahwa aku telah menggantikanmu sebagai Sipiso Somalim.

besok harinya pada pagi-pagi buta dia melarikan diri beserta istrinya yang menurut cerita berangkat menuju Sumatera Timur. karena sesaat setelah Sipakpakhumal berada di gubuknya lalu ia menukar pakaiannya seperti semula dan pakaian kebesaran itu adalah pemberian ibunya yang dikirimkan melalui kerbau itu dan setelah dia sampai dipondoknya. Dengan rasa gugup dan ketakutan. dia sangat terkejut mendengar musik yang sangat merdu yang diiringi oleh nyanyi ria yang banyak bertengger diatas dahan. Sehingga selama ini pun Punsahang Mataniari sebenarnya juga curiga karena pengetahuannya Sipakpakhumal tidak pernah makan tetapi tetap mengaku kenyang. Punsahang Mataniari kemudian memangil si Piso Somalim serta bertanya apa yang pernah terjadi antara mereka berdua. Para pengawalmya heran sebab ada tanda-tanda bahwa Sipakpakhumal lah lelaki yang baru saja hadir di pesta itu. putri Punsahang Mataniari pamit seolah-olah pulang ke rumah akan tetapi dia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar untuk mengamati dari dekat tindak tanduk Sipakpakhumal. dia memainkan alat-alat musik tadi sehingga karena merdunya segenap burung yang terbang diangkasa turut bernyanyi ria.Begitupun karena Sipakpakhumal menyadari kesalahannya dan merasa hidupnya akan terancam. Untuk menari dan dia ingin memilih salah satu dari antara mereka untuk menjadi suaminya. tiba-tiba seorang pemuda menunggang kuda dan berpakaian kerajaan tibatiba muncul dipesta itu. Lebih terkejut lagi. Dengan hati tidak sabar. Sementara itu. Acara sudah digelar akan tetapi tak satu orangpun dari pemuda itu berkenan di hati putrinya Punsahang Mataniari. Putri sulung Punsahang Mataniari meminta kepada ayahnya untuk menggelar upacara dengan membunyikan seperangkat musik dan mengundang semua pemuda yaitu anak raja-raja yang berada disekeliling kampungnya. Pungga haomasan ini diberikan ibunya saat dia berangkat dahulu dan sampai saat itu tetap berada ditangannya. Lalu malalui upacara adat mereka dikawinkan. Sipakpakhumal merasa bahwa putri Punsahang Mataniari sudah jauh lalu diambilnya nasi tersebut dan ditaburkannya untuk makanan burung yang semuanya mengelilingi Sipakpakhumal. Menyaksikan semua apa yang terjadi putri Punsahang Mataniari cepat-cepat menemui dan memberitahukan apa yang dia saksikan kepada ayahnya Punsahang Mataniari. atas permintaan putri Punsahang Mataniari. Pungga haomasan ini kemudian dicium dan dijilat lalu seketika itu dia kenyang sebagaimana layaknya makan nasi. dan pada saat acara berakhir tiba-tiba seorang pemuda dengan menunggang kuda “Siapas Puli” kembali hadir setelah menari-nari sejenak akhirnya menghilang. Dengan perasaan berang sebenarnya ingin menghukum Sipakpakhumal ini. Pada siang hari. pamannya mempertanyakan kepada putrinya yang paling sulung agar berkenan menerima Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim menjadi suaminya akan tetapi dia menolak permintaan itu. Kemudian Punsahang Mataniari menawarkan kepada anak perempuannya nomor dua dan ternyata putrinya itu mau. pada saat dia memperhatikan bahwa kerbau tersebut membajak sawah tanpa digembalakan Sipakpakhumal. namun diluar dugaan. dasar curiga. Baik Punsahang Mataniari maupun putri sulung menganggap bahwa yang datang itu adalah Sipiso Somalim yang . Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengambil sebuah benda kecil yang disebut “pungga haomasan”. Setelah dekat. Para pengawal kemudian kembali dan melaporkan kepada Punsahang Mataniari bahwa mereka telah tidak menemukan jejak pemuda itu. Sipakpakhumal menerima makanan itu dari putri Punsahang Mataniari.kerbau ini ternyata di dalamnya terdapat berbagai jenis alat musik dan perhiasan kerajaan sementara kerbau ini membajak sawah. Karena Punsahang Mataniari mengancam akan membunuh apabila dia bohong maka Si Piso Somalim mengaku dengan terus terang apa yang telah dia lakukan terhadap Sipakpakhumal sehingga Sipiso Somalim yang sebenarnya akhirnya dijadikan sebagai Sipakpakhumal dan demikian juga sebaliknya. kembali digelar acara adat dengan membunyikan seperangkat alat musik. Pada kedua kalinya. akan tetapi karena Punsahanng Mataniari sadar bahwa Sipakpakhumal telah terlanjur menantunya sehingga dia tidak dapat berbuat apaapa. sang putri mengatakan kepada ayahnya bahwa dia sangat tertarik kepada pemuda tersebut dan meminta kepada ayahnya agar dia menyuruh para pengawal untuk mencari asal pemuda tadi. dan ayahnya pun semakin yakin bahwa Sipakpakhumal yang dijadikan pembantu adalah Sipiso Somalim yang sebenarnya. Hingga pada suatu ketika. Sipakpakhumal yang mengaku Sipiso Somalim semakin mendesak pamannya agar dia dikawinkan dengan putri pamannya. ternyata yang memainkan musik ini adalah Sipapakhumal. semua orang tercengang dan seketika itu pula pemuda itu meninggalkan pesta itu. Dengan kehadiran pemuda itu. Para pengawalnyapun mengikuti jejak pemuda tadi dan akhirnya mereka tiba pada suatu tempat yaitu tempatnya Sipakpakhumal untuk mengembalakan ternak tuannya. pakaian kebesaran itupun ditanggalkan dan memakai pakaian biasa. datanglah putri Punsahang Mataniari untuk mengantar makanan Sipakpakhumal.

diberi nama siboru Jonjong Anian Siboru Tibal Tudosan. sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. Wabah. Saudagar melihat betapa cantiknya patung tersebut bila dikenakan pakaian dan perhiasan lengkap. Pada awalnya Sipiso Somalim menolak akan tetapi setelah dia pertimbangkan masak-masak akhirnya dia terima dan pesta perkawinanpun dilaksanakan dengan menggelar upacara adat. Setelah selesai. mencari dan menangkap pencuri. menolak bala. tetapi berhari-hari lamanya tidak ditemukan. babi dan anjing. lalu meneteskannya ke mata patung. Ada beberapa versi mengenai kisah terjadinya tongkat Tongkat Tunggal Panaluan yang memiliki persamaan dan perbedaan. Datu Nasumurung membangun rumah untuk tempatnya bertenun yang dikawal harimau. ke telinga lalu mendengar. Baragas memohon kepada Mulajadi agar pohon tersebut diturunkan ke bumi dan ternyata dikabulkan. namun seorang pemuda berhasil memikat hatinya yang bernama Guru Tatea Bulan dan sepakat untuk melaksanakan perkawinan. Salah satu kisahnya sebagai berikut : sepasang suami istri yaitu Datu Baragas Tunggal Pambarbar Na Sumurung (ahli ukir) dan istrinya Nan Sindak Panaluan. Pada saat itu akhirnya Sipakpakhumal yang sebenarnya adalah Sipiso Somalim menceritakan semua yang terjadi sejak diberangkatkan Ibunya 7 tahun yang lalu akhirnya mendapat malapetaka atas ulah licik Sipakpakhumal yang sebenarnya. membantu dalam peperangan dll. Beberapa hari kemudian saudagar kain dan perhiasan lewat lalu beristirahat ditempat tersebut. ahli ramal menganjurkan agar mengganti patung-patung yang ada di rumahnya dengan yang lebih cantik. tangga rumahnya dibuat dari pisau-pisau yang tajam. Suatu saat ia (Baragas Tunggal) melihat di udara pohon melayanglayang tanpa cabang. cari Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk : meminta hujan. Ia kemudian mengenakan pakaian. kepersendian. Sang dukun pergi ketempat patung tersebut dengan membawa obat berkhasiat. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Lalu ia pulang dengan hati yang sangat kesal. kalung. Sipiso Somalim akhirnya menikah denngan putri pamannya sesuai dengan keberangkatannya untuk menemui pamannya Punsahang Mataniari 7 tahun yang silam dan pada suatu waktu dia beserta istrinya meninggalkan Rura Silindung dan kembali menemui Ibunya di kampung halamannya yaitu Kampung Uluan Tunggal Panaluan.sebenarnya dan yang selama 7 tahun telah terlanjur mereka jadikan sebagai pembantu dan semua ini adalah atas ulah dari kebohongan Sipakpakhumal yang selama ini mengaku sebagai Sipiso Somalim. diteteskan ke mulut terus dapat berbicara. diteteskan ke bibir sehingga komatkamit. Pakpakhumal sebenarnya apa yang terjadi dan sebelumnya dia menolak untuk menemui Punsahang Mataniari akan tetapi setelah dibujuk akhirnya diapun mau. Punsahang Mataniari memerintahkan para pengawal untuk menjemput Sipakpakhumal dari tempatnya dan membawanya terhadap Punsahang Mataniari. Maka pada saat itu juga. Pohon tersebut turun tepat ditempat peristirahatan (perberhentian) yang disebut Adian Naga Tolping. gelang dan kancing emas. matanya langsung berkedip. sehingga motif yang terdapat pada tongkat Tongkat Tunggal Panaluan juga bervariasi. daunnya kira-kira setinggi manusia. mengobati penyakit. Berita itu tersebar luas diseluruh negeri dan sampai kepada . kerabu. suatu saat pamannya mengutarakan bahwa mereka memiliki hasrat untuk menjadikan Sipiso Somalim sebagai menantunya. Mereka menanyakan hal tersebut kepada ahli ramal. ditetskan kehidung terus bersin. Pertemuan dengan Punsahang Mataniari beserta seluruh keluarganya sangat mengharukan. menahan hujan (manarang udan). Suasanapun berobah. Banyak pemuda yang simpati padanya tapi untuk bertemupun tidak bisa. tetapi tidak dapat diangkatnya. ia bermaksud membawa pulang. pergelangan tangan maupun kaki sehingga dapat bergerak dan berjalan sehingga patung tersebut menjadi seorang gadis cantik jelita. Maka pergilah Datu Baragas kehutan untuk mencari kayu yang cocok dijadikan patung. Tersiarlah berita sampai keseluruh negeri dan sampai pada dukun Nasumurung Datu Pangabang-abang Pangubung-ubung yaitu dukun yang dapat menghidupkan kembali yang mati atau menyegarkan yang busuk. Ketika hendak pulang barangbarang tersebut tidak dapat dibuka walau dengan cara apapun. selendang. Pada saat itu pamannya menyampaikan maaf yang sebenarnya atas apa yang terjadi selama 7 tahun ini. Baragas mengambilnya serta mulai mengukir sehingga berbentuk seorang gadis disebut Jonjong Anian.

Pakciknya menyuruh pamannya untuk menjual Beru Ginting Sope Mbelin ke tempat lain di luar tanah Urung Galuh Simale. Guru Tatea Bulan melaksanakan pesta pemberian nama (martutu aek). Terjadilah perselisihan antara sipembuat patung (pengukir). Mesin kapal dihidupkan tetapi tidak jalan. Pendapat itu disetujui dan perkawinanpun dilaksanakan. Tarigan Mergana dan Karo Mergana. mis : meminta hati elang. Akhirnya meninggal dunia. Perselisihan itu ditengahi oleh Si Raja Bahir-bahir (seorang penyumpit) yang menyatakan : Baragas (pengukir) pantas menjadi ayahnya. selalu dicaci-maki walaupun sebenarnya pekerjaannya semua berres. Untuk mengambil hati makcik dan pakciknya. Beru Ginting Sope Mbelin disuruh naik ke kapal untuk dibawa berlayar. cari Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri. Kalau Beru Ginting Sope Mbelin . yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. Selanjutnya sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di tepi pantai. Di tengah jalan Beru Ginting Sope Mbelin bertemu dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. bisalnya menumbuk padi yang berbakul-bakul. saudagar menjadi pamannya dan datu Pangabang-abang menjadi kakeknya. tetapi ternyata tidak berhasil. Yang laki-laki dinamai Aji Donda Hatahutan Situan Parbaring dan adiknya si Tapi Nauasan Siboru Panaluan Turi-Turin Beru Ginting Sope Mbelin. Di pelabuhan itu sedang berlabuh sebuah kapal dari negeri jauh. lalu mendatangi datu Pangabang-abang yang menanyakan hal itu. ikan lumba-lumba. setelah lahir ternyata kembar dua (marporhas). Berulang kali begitu. Lama kelamaan upayanya ini memang berhasil. pisang. ayam jantan. Selama hamil Guru Tatea Bulan senantiasa memenuhi permintaannya agar kelak tidak menjadi staknasi (halangan). Pamannya membawanya berjalan jauh untuk dijual kepada orang yang mau membelinya. Niat jahat makcik dan pakciknya tidak padam-padamnya. laki-laki dan perempuan. Anak mereka hanya seorang. Maka jadilah Beru Ginting sope Mbelin benar-benar anak yatim piatu. Beru Sembiring Pandan. Pakciknya berupaya memperoleh semua harta pusaka ayah Beru Ginting Sope Mbelin. Nakhoda kapal itu sudah setuju membeli Beru Ginting Sope Mbelin dengan harga 250 uang logam perak. tiada berayah tiada beribu. anak wanita. yaitu Beru Ginting Sope Mbelin. Beru Ginting Sope Mbelin pun tinggal dan hidup bersama pakcik dan makciknya. dll. Ternyata kehamilannya diluar kebiasaan yaitu selama 12 bulan. Siboru Jonjong Anian mulai mengandung (hamil).Baragas (sipembuat patung). nangka. Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. Kemudian sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di Tanah Alas di kampung Kejurun Batu Mbulan dan diterima serta diperlakukan dengan baik oleh Tengku Kejurun Batu Mbulan secara adat. Segala siasat dan tipu muslihat pakciknya bersama konco-konconya dapat ditangkis oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu “judi rampah” dan dia mengutip cukai dari para penjudi untuk mendapatkan uang. Empat hari setelah kematian Ginting Mergana. Beberapa lama kemudian. Kedua Sibayak ini memberi kain kepada Beru Ginting Sope Mbelin sebagai tanda mata dan berdoa agar selamat di perjalanan dan dapat bertemu lagi kelak. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Keberhasilan Ginting Mergana ini menimbulkan cemburu adik kandungnya sendiri. Ada-ada saja upaya dibuat oleh makcik dan pakciknya untuk mencari kesalahan Beru Ginting Sope Mbelin. mengambil kayu api berikat-ikat dengan parang yang majal. dll. menyusul pula beru Sembiring meninggal. yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. Melaratlah hidup Beru Ginting Sope Mbelin bersama Beru Sembiring. Adik kandungnya ini justru meracuni Ginting Mergana sehingga sakit keras. walaupun permintaan tersebut terasa aneh. maka Beru Ginting Sope Mbelin membentuk “aron” atau “kerabat kerja tani gotong royong” yang beranggotakan empat orang. Walau Beru Ginting Sope Mbelin dapat mengerjakannya dengan baik dan cepat – karena selalu dibantu oleh temannya Beru Sembiring Pandan toh dia tetap saja kena marah dan caci-maki oleh makcik dan pakciknya. Anak ini diperlakukan dengan sangat kejam. datu yang menghidupkan dan saudagar yang masingmasing mengatakan bahwa siboru Jonjong Anian adalah putrinya.

Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. Dan neneknya pun berkata kepada setiap orang: “tanya saja pada cucu saya itu!”. dan kini mereka dapat pula bertemu dengan Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. jangan takut” dan Beru Ginting Sope Mbelin pun menceritakan segala riwayat hidupnya. Ternyata pakcik Beru Ginting Sope Mbelin dulu – yang juga seorang dukun – mempunyai firasat yang kurang baik terhdapa dirinya. Dia mengatakan bahwa Beru Ginting Sope Mbelin telah dijual dengan harga 250 perak serta menyerahkan uang itu kepada pakciknya Beru Ginting. Mereka berjalan beberapa lama mengikuti rute perjalanan Beru Ginting Sope Mbelin dulu waktu meninggalkan tanah urung Galuh Simale. bahkan menolongnya menunjukkan jalan yang harus ditempuh. mari. Nenek Uban ini pun tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin bahkan membantunya pula. yaitu seorang dukun besar atau “guru mbelin”. Pendeknya. Beru Ginting pun sudah remaja dan rupa pun sungguh cantik pula. karena begitulah keinginan cucunya Beru Ginting itu. Nakhoda akhirnya tidak jadi membeli Beru Ginting Sope Mbelin dan uang yang 250 perak itu pun tidak dimintanya kembali. Semuanya telah diatur dengan baik: perangkat gendang yang lengkap. Akan tetapi akhrinya diketahui juga oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Perjalanan pun dilanjutkan. Pada suatu ketika dia bertemu dengan seekor induk harimau yang sedang mengajar anaknya. dengan mempertemukan Beru Ginting Sope Mbelin dengan Karo Mergana penghulu Kacaribu. Anehnya harimau tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin. berkat bantuan burung Danggur Dawa-Dawa. Ditengah jalan. Setelah beberapa hari. Oleh karena itu pada saat tibanya Beru Ginting Sope Mbelin di kampungnya. kapal tidak dapat berjalan. Pakcik dan makciknya itu sangat malu dan tidak mengira . Penghuni gua – yang bernama Nenek Uban – pun keluar menjumpainya. jangan menangis. makanan yang cukup bahkan banyak sekali. Berangkatlah Beru Ginting Sope Mbelin dengan suaminya Karo Mergana memulai perjalanan. pakciknya itu sekeluarga menyembunyikan diri di atas para-para rumah. Ternyata antara Beru Ginting Sope Mbelin dan nenek Datuk Gande terdapar rasa saling menghargai. Beru Ginting Sope Mbelin meneruskan perjalanan seorang diri tidak tahu arah tujuan entah ke mana. di sana mereka pun berjumpa pula dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Nenek tua ini mengetahui riwayat hidup keluarga dan pribadi Beru Ginting Sope Mbelin ini. di pelabuhan di tepi pantai tempat berlabuh kapal nakhoda dulu. Oleh karena itu kepada setiap jejaka yang datang dia berkata : “tanya saja pada nenek saya itu”. Sesampainya di sana. Konon kabarnya sudah ada jejaka yang ingin mempersuntingnya. Atas petunjuk Nenek Uban ini maka secara agak gaib Beru Ginting Sope Mbelin pun sampailah di tempat nenek Datuk Rubia Gande. Nenek Datuk Rubia Gande menyetujui usul itu serta merestui keberangkatan mereka. Pakciknya percaya bahwa Beru Ginting telah terjual.turun dari kapal. nenek Datuk Rubia Gande pun dapat memenuhi permintaan cucunya. bermohonlah Karo Mergana kepada nenek Datuk Rubia Gande agar mereka diizinkan pulang ke tanah kelahiran Beru Ginting Sope Mbelin. Beru Ginting Sope Mbelin dalam petualangannya sampai pada sebuah gua yang dalam. Tetapi Beru Ginting Sope Mbelin tidak berani mengeluarkan isi hatinya karena yang memeliharanya adalah nenek Datuk Rubia Gande. Dan kedua insan ini pun dikawinkanlah oleh nenek Datuk Rubia Gande menjadi suami-istri. Akhirnya. Anehnya. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya diantar dengan upacara yang meriah atas anjuran dan prakarsa Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi yang bijaksana dan baik hati. keluarlah nenek Datuk Rubia Gande serta berkata: “Mari cucu. Jadinya. paman Beru Ginting Sope Mbelin pun melarikan diri pulang kembali ke kampung. Dan disediakan pula pengiring yang mengantarkan Beru Ginting Sope Mbelin bersama Karo Mergana ke tanah Urung Galuh Simale. bahwa Beru Ginting mau dikawinkan asal dengan pemuda/pria yang sependeritaan dengan dia. Pakcik dan makcik Beru Ginting Sope Mbelin dibawa turun ke halaman untuk dijamu makan dan diberi pakaian baru oleh Beru Ginting Sope Mbelin. bermalam pula beberapa lama di Kuala dan Perbesi atas undangan kedua sibayak tersebut. Beru Ginting Sope Mbelin pun menjadi anak asuh nenek Datuk Rubia Gande. tetapi kalau dia naik. Karena jawaban yang seperti itu jadinya orang bingung dan tak mau lagi datang melamar. naik gunung turun lembah. melalui simpang Perbesi dan Kuala bahkan berhenti sejenak di situ. Neneknya pun setuju dengan hal itu. Mereka singgah di kampung Kejurun Batu Mbulan. Kedua Sibayak ini sangat bergembira karena dulu mereka pernah memberi kain masing-masing sehelai kepada Beru Ginting Sope Mbelin yang sangat menderita berhati sedih pada waktu itu. kapal itu dapat berjalan. Inilah sebabnya masing-masing memberi jawaban pada orang yang datang “tanya saja pada dia!” Akhirnya terdapat kata sepakat. Sampailah mereka di antara Perbesi dan Kuala.

Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu. Tuhan! Aku ingin sekali . d. menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu. Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Apa sebenarnya yang terjadi dengan desa Kawar itu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini! Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah. seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut. Kepala mereka itulah yang merupakan anak tangga yang harus diinjak kalau orang mau masuk dan keluar rumah adat. Legenda Lau Kawar. daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. gendang tungo-tungko. h. yang terletak di Desa Kuta Gugung. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran „Gendang Guro-Guro Aron‟. Menurut masyarakat setempat. Sumatera Utara. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2. gendang mulih-mulih. gendang si ngarak-ngaraki. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut. Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama „Kawar‟. c. g. kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Suatu waktu. Dan sebagai hukuman atas kekejaman dan kebusukan hati pakcik dan makciknya itu maka tubuh mereka ditanam sampai bahu masing-masing di beranda barat dan beranda timur. meskipun tidak pernah memakai pupuk dan obat-obatan seperti sekarang ini. ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Maka tidak heran. Tidak ketinggalan pula anak. hanya kepalanya saja yang nampak. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. gendang ujung perang. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut. cari Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo. b. Kabupaten Karo.127. Suatu waktu. Kecamatan Simpang Empat. sehingga desa Kawar yang pada awalnya merupakan sebuah desa yang subur menjelma menjadi sebuah danau. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. e. serta bunga-bunga anggrek yang indah. Desa Kawar namanya. hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. “Ya. antara lain: a. gendan perang musuh. sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. Bukit Barisan. gendang jumpa malem. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17C dan tanah yang subur. Berbagai bunyi-bunyian pun dimainkan. Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. Itulah hukuman bagi orang yang tidak berperikemanusiaan yang berhati jahat terhadap saudara dan kakak serta anaknya sendiri. gendang perang si perangen.bahwa Beru Ginting Sope Mbelin akan pulang kembali ke kampung apalagi bersama suaminya pula yaitu Karo Mergana.25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo. Dahulu. musik khas masyarakat Karo. jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam. terjadi malapetaka besar. terutama sekali “gendang tradisional” Karo serta diiringi dengan tarian. gendang rakut. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. i. f. gendang morah-morah. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar. Air yang bening dan tenang. Hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. Sumatera Utara. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi.

karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang. Tapi. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan. Wanita itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya. Namun. “Anakku! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah!” perintah sang ibu. Langit pun menjadi mendung. suamiku!„ jawab sang istri. Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. teringatlah ketika ia masih remaja. Tapi. guntur menggelegar bagai memecah langit. lalu berlari kembali ke tempat upacara. Kini. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah. menantu serta cucu-cucunya. Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu. tak seorang pun yang datang. “Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk ibu?” tanya sang suami kepada istrinya. Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang. babi. semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada. semua orang tidak ada yang peduli padanya. tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu. pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. dengan perlakuan itu. sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. “Baik. lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang!” perintah sang suami. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu.” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal. tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. kambing. Sementara itu. Dengan perasaan gembira. . karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. “Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan!!. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang. kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. si nenek sudah merasa sangat lapar. remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan. setelah ditunggu-tunggu. Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Namun. tolong bungkuskan makanan.menghadiri pesta itu. “Ya. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. dan ayam yang masih hangat. tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa. Kini. anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya. apa dayaku ini. Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. Air matanya pun tak terbendung lagi. Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang. ia mencoba mencari makanan di dapur. “Ya. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna. Sesampainya di rumah. Ia sangat kecewa. karena di tempat upacara tersedia banyak makanan. berdiri pun aku sudah tak sanggup. di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu. Namun betapa kecewanya ia. Namun. “Ya. Rupanya. sedang aku dibiarkan kelaparan. termasuk anak dan menantu si nenek itu. “Kalau begitu. “Baiklah. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri. Dalam keadaan demikian. Pada saat-saat lapar seperti itu. Maka. Jangankan berjalan.” ratap si nenek tua dalam hati. Ia kemudian segera menghampiri istrinya. dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Ketika tiba saatnya makan siang. Akhirnya. “Belum?” jawab istrinya. Di sana tersedia daging panggang lembu. Alangkah senangnya hati sang nenek. Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah. termasuk anak. Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua. ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan. semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. Beberapa saat kemudian. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu. tiba-tiba ada yang membawakan makanan. tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. ia merasa sangat sedih dan terhina. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa.

Sepeninggal suaminya. dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara. sedangkan adiknya. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh. desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia. orang tua mereka masih memiliki sanaksaudara dekat. sang istri-lah yang harus bekerja keras. Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya. peluluk. dan menyia-nyiakan amanat. yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia. “Ada apa. karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya. Sementara dalam upacara manulangi. tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Sumatera Utara. “Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. “Adikku. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak? Menurut cerita. seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut. cari Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren. pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo. Di Sumatera. dan bagot‟. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu. kabung. Oleh karena setiap hari bekerja keras. Namun. terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. Bang!” jawab Beru. membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Kita sekarang sudah dewasa. Maka sejak itu. tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia. hanau. ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri. Dalam sekejap. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo. Sumatera Utara. Oleh karena itu. juk atau ijuk. Tare Iluh.Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria. biluluk. sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. Selain sebagai minuman sehari-hari. Aku sebagai anak laki-laki . wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. setelah menderita sakit beberapa lama. Beru Sibou. Oleh karena itu. Pada upacara manuan ompu-ompu. kawah itu diberi nama „Lau Kawar‟. Demikianlah cerita tentang Asal Mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo. Apa yang menyebabkan Abangnya. Tare Iluh. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur. Oleh masyarakat setempat. kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya? Alkisah. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. Untungnya. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu. kini menjadi anak yatim piatu. si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya. Salah satunya adalah tuak(nira). menjauhi sifat durhaka kepada orang tua. tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya. Sebagai seorang pemuda. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah. tiba-tiba menjadi panik. Dalam tradisi orang Batak. adik dari ayah mereka. mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu. tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. ia mencoba untuk menolongnya. Sedikitnya ada tiga pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas. Waktu terus berjalan. tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara. Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal. di antaranya „nau. Sumatera Utara. tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan. Legenda Tuak. Beberapa hari kemudian. pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. Namun. setelah tumbuhan kelapa. yaitu pandai mensyukuri nikmat.

Akhirnya. Setelah sampai di puncak. kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. Apakah kakek tahu di mana negeri itu? “Maaf. namun belum juga menemukan abangnya. Sepeninggal abangnya. Sementara si Beru Sibou. melainkan berjudi. Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?” “Siapa nama abangmu?” “Tare Iluh. berbulan-bulan. langit . “Baiklah. Kalau tidak salah. Tapi. Beru Sibou sangat sedih. Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu. Setelah menyampaikan sarannya. aku akan segera kembali menemani adik di sini. tiba-tiba angin bertiup kencang. Suatu hari. ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata. Suatu ketika. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya. si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. ia adalah pemuda yang gemar berjudi. Akibatnya. tanpa berpikir panjang lagi. Bang?” Beru balik bertanya. ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. ia pun pergi mencari abangnya. Sudah berminggu-minggu. Keesokan harinya. Dengan bekal secukupnya. rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku. Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya. “Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. Tuhan! Tolonglah hambamu ini. ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras.” kata Beru mengizinkan abangnya. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian. Barangkali ia bisa mendengarnya. maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. namun tak seorang pun yang mendengarnya. si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua. Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu. Sementara itu.merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. Abangnya. Tare Iluh. bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak. Kek!” “Sore. lagi-lagi ia mengalami kekalahan. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. “Ya. meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. Tak terasa. Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?” “Iya. Tapi kalau boleh. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai. ia terus mengalami kekalahan. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga.” bujuk Tare kepada adiknya. Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon. Setelah itu. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya. tapi tak kunjung datang jua. “Selamat sore. “Tapi. Tetapi sayangnya. Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak. “Tentu. Kek!” “Tare Iluh…? Maaf.” “Benar.” “Apakah saran Kakek itu?” “Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggilmanggil abangnya sambil menangis.” Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou. hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. bagaimana dengan aku. meskipun dengan berat hati. Tapi. Bang! Tapi. bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang. bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya. yaitu ketika pertama kali main judi. Tetapi. sang Kakek pun segera pergi. Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak. Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan. sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. hal itu tidak membuatnya putus asa. Kakek ingin menyarankan sesuatu. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. Sesampainya di puncak.

burung Gurda Gurdi menyapa salam sang raja seraya menunjukkan rasa hormatnya. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. Hari-hari kehidupan sang putri yang ditemani Gurda Gurdi bertambah ceria dan bahagia. Hingga kini. cari Gundala-gundala adalah atraksi kesenian pada Masyarakat Kabupaten Karo dengan menggunakan "topeng" kayu. karena burung jelmaan pertapa sakti ini tidak hanya tangguh dalam dunia persilatan. seorang pegawai istana yang saat itu bertugas sebagai kepala pengawal raja. namun juga ampuh menangkal semua jenis racun. membuat panglima raja menaruh simpati dan mengajaknya pulang untuk tinggal di Istana Raja menemani istrinya sang putri raja. sang . dia mampu berbicara seperti layaknya seorang manusia. Pada saat rombongan Raja dan panglimanya bertemu dengan burung ini. Sisi lain dari kesaktian Burung raksasa ini adalah pantangan yang telah disumpahkannya sejak dahulu yakni paruhnya yang merupakan simbol kehormatannya tidak boleh dipegang. sang putri menikah dengan seorang pemuda yang gagah perkasa. burung yang sangat sakti jelmaan seorang pertapa yang sakti mandraguna bernama Gurda Gurdi. mantra. Ketidaktahuan keluarga raja atas karakter dan sifat Gurda Gurdi membuat terjadinya kemarahan yang berulang. karena paruh Gurda Gurdi kembali dielus. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari Gundala-gundala. masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. Menurut kisahnya. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. Burung Gurda Gurdi tidak seperti hewan lainnya. termasuk ilmu santet. Mengetahui keadaan ini. dia melakukan sambaran dan pukulan kearah Panglima. di masa lampau di dataran tinggi Karo hidup masyarakat yang rukun dan damai dipimpin seorang raja yang disebut "Sibayak" Sang raja memiliki satu-satunya keturunan yaitu seorang anak perempuan. Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara. rombongan ini bertemu dengan seekor burung raksasa. penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira. hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. Sesaat kemudian.menjadi mendung. tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. Gurda Gurdi mampu menghibur sang putri sekaligus mampu memberikan perlindungan yang sempurna. dengan mata merah dan bulu berdiri. semakin lama pertarungan kedua jawara sakti ini bertambah sengit. sang pengawal raja diberi jabatan baru sebagai Panglima Kerajaan. sifat tenggang rasa. Pada mulanya atraksi ini ditampilkan di Desa Seberaya mengisahkan legenda/dongeng si Gurda Gurdi. serta akibat buruk dari suka bermain judi. Untuk mengenang peristiwa tersebut. selagi sang putri asyik bercanda dengan putri raja. Setelah dewasa. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Anak raja diperlakukan sebagai sorang putri yang yang sangat dimanjakan raja dengan sejumlah dayang-dayang yang senantiasa siap melayaninya. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. Suatu hari raja mengajak panglima untuk berburu di hutan yang lebat. karena pada saat Panglima kerajaan suaminya melaksanakan tugas keluar daerah. panglima raja suaminya berusaha membujuk Gurda Gurdi dengan "mengelus" paruh burung tersebut. Di tengan hutan rimba. padahal tindakan tersebut dianggap sang burung sebagai bentuk pelecehan yang sangat menyakitkan. Gurda Gurdi menjadi marah besar. gunaguna. Suatu ketika. mereka menyanyikan lagu enau. tanpa sengaja sang putri memegang paruh Gurda Gurdi yang membuat burung ini berang dan tidak menunjukkan sikap bersahabat. Gundala-gundala pada masa lampau ditampilkan dalam upacara "ndilo wari udan" (memanggil hujan) pada musim kemarau panjang (di beberapa desa masih dilaksanakan sampai sekarang). Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Setelah perkawinannya.

seluruh Istana berkabung. hujan deraspun melanda seluruh negeri.... Pertarungan yang sengit terus berlangsung selama beberapa hari. Raja memerintahkan para pengawalnya untuk membantu panglima dengan menyalurkan tenaga dalam dari jarak jauh. rakyat ikut berkabung bahkan Hari tiba-tiba mendung dan menitikkan air tanda berkabung nya.. Kematian Gurda Gurdi dihormati sebagai kematian seorang pahlawan Kerajaan. Si baroar Asal mula kolam sampuagar Kisah kelana sakti Kisah pohon enau Kisah putrid ular Asal mula pulau si kantan Dan lain-lain . sebagai pria sejati yang gagah perkasa dan sakti mandraguna dia tidak mau dipermalukan oleh seekor burung.. akibatnya Gurda Gurdi terhempas ke tanah terkena pukulan mematikan dibagian kepalanya. Demikianlah setiap kali atraksi atau tarian Gundala-gundala dilaksanakan dalam upacara Ndilo Wari Udan akan diahiri dengan suatu keadaan turunnya Hujan Deras. banyak kerbau mati terkena pukulan jarak jauh salah sasaran serta pohon-pohon bertumbangan akibat pertarungan kedua jawara dan belum ada tanda-tanda menunjukkan pihak yang lebih kuat atau yang lebih lemah.panglima pun tidak kalah sigap. Melihat bahwa pertarungan ini telah menimbulkan keresahan bagi raja dan seluruh istana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful