P. 1
sumatera utara

sumatera utara

|Views: 1,342|Likes:
Published by Dody Afriady Katili

More info:

Published by: Dody Afriady Katili on Sep 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

SUMATERA UTARA A.

adat istiadat
1.pernikahan
Tahapan-tahapan Acara Adat Batak mulai dari Rencana Pernikahan sampai dengan stla Pernikahan Berlangsung!!!

1. Marhori-hori Dingding (Penjajakan Rencana Pernikahan) Marhori2 Dingding adlh pendekatan (lobby-ing) awal dr pihak utk menjajaki kemungkinan kesediaan Parboru menerima anaknya jd menantu. Namun blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg tdk hanya menjajaki namun sdh lgsung membicarakan hal2 pokok di antaranya mengenai besarnya nilai Mas Kawin (sinamot atau Tuhor) ni boru. Di samping itu mereka jg sdh membicarakan tmpt pesta, jmlh undangan, Panjuhuti (hewan kurban), jmlh ulos, asesoris pesta, dll yg resminya baru akan di bicarakan pd acara Patua hata. Hal ini terkesan praktis krn kedua calon pengantin sdh lgsung berperan mjd semacam mediator antara suhut Paranak & suhut Parboru yg dulu itu di anggap sbg sesuatu yg tabu. Utk melaksanakan acr ini baik Paranak maupun Parboru blm terlalu repot, krn Paranak cukup membawa buah/kue & Parboru hanya menyediakan kopi/teh/aqua. Memang, blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg, dmn Paranak sdh sering suka membawa makanan utk acara santap bersama, tp gak ada tudu2 ni Sipanganon. Hasil pembicaraan pd acr ini hrs di catat dgn baik utk di cetak sbg bahan bahasan pd acara Patua Hata. Yg di undang dlm acr ini adlh saudara dekat, Boru terdekat & kalo mungkin yaitu dongan sahuta.

2. Patua Hata (Melamar ato Meminang wanita) Acr ini adlh kunjungan rombongan klg Paranak ke rumah klg Parboru dlm jmlh yg lebih besar utk menyatakan keinginan melamar ank Parboru mjd menantu. Disebut Patua Hata krn semula keinginan & hubungan itu baru sebatas hubungan antara pemuda & pemudi (naposo) yg kemudian ingin di tingkatkan mjd di campuri olh pihak ortu. Krn sdh melibatkan ortu kedua belah pihak, pasti semua sdh hrs serba transparan, dmn utk itu Paranak akn bertanya apakah calon menantu sdh benar2 cinta pd anaknya. Pertanyaan itu tdk lgsung di tanyakan olh Paranak, ttp melalui ank perempuan yg sdh menikah, yg jwbnnya akn di umumkan kemudiam scr resmi olh Protokol/Parsinabul Parboru. Bila pengakuan Parboru sdh ada, mk acara akn di lanjutkan dgn membicarakan hasil pembicaraan ketika Marhorihori Dingding. Sbg penutup, kedua calon mempelai wajib di beri arahan agar mereka jgn sampai pernah lg membuat hubungan asmara dgn pihak lain, krn hal itu mrp sesuatu yg tdk boleh. Usai pengarahan, Suhut jgn lupa dgn uang ingot2 yaitu Rp. 50.000,- ato Rp. 100.000,- utk Parsinabul dan Rp. 2.000,- ato Rp. 3.000,- per org utk yg hadir krg-lbh 35org. Yg ikut serta di undang pd acr ini adlh kerabat (perwakilan marompu-ompu), boru-bere, dongan sahuta, aleale, & jg pariban. Dlm hal konsumsi, Paranak menyediakan 1ekor babi matang (lengkap dgn tudu2) berbobot sktr 20kg-30kg tergantung banyaknya undangan. Sedang Parboru wajib menyediakan Dekke adat/ikan mas sbg imbalan dr daging babi yg di bw Paranak. Ada baiknya paranak melengkapi makanan tsb dgn soft drinks/bir. Tdk ada pembagian jambar daging babi bg Paranak selain berharap tempat daging babinya di isi dgn ikan mas olh calon besan sbg tambahan utk di bagikan Paranak kpd kerabat stlh selesai acr. 3. Martumpol/Mangido Ting-ting (Pranikah) Artinya “bersaksi”, dmn kedua calon mempelai hrs bersaksi di dpn Majelis Grj (Pendeta/majelis) & khalayak ramai menyatakan sejujurnya bhw diri mereka sdh tdk punya hubungan cinta lg dgn org lain. Pernyataan ini akn di catat/dibukukan dlm formulir administrasi grj, lalu di bacakan ulang isinya olh pejabat grj. Apbl smua data sdh benar, mk kedua calon mempelai akn membubuhkan tanda tangan bersama ortu kedua calon mempelai & para saksi. Slanjutnya diadakan penggembalaan olh Majelis/Pendeta grj dlm sebuah kebaktian singkat dmn Pendeta/Majelis akn menjelaskan hakekat hidup berkeluarga seorg Kristen. Dlm acr ini kedua belah pihak hasuhuton (Paranak & Parboru) selain mengundang klrg yg hadir pd acr Patua Hata, jg dpt mengundang klompok hula2 masing2. Pd acr ini biasanya Parboru menyediakan snack (kopi/teh/aqua), apbl acr martumpol ini diadakan di grj/wilayah Parboru dgn volume sesuai dgn jmlh undangan. 4. Ria Raja (Paranak Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg scr sepihak yg diadakan olh Paranak brsama kerabatnya (dongan sabutuha), boru-bere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku.

Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” kpd pihak Parboru. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri. Selesai acr Ria Raja biasanya kerabat akan bertanya apakah tumpak/sumbangan/angpau akn diserahkan skr/nanti saja d gedung. Dulu, Hasuhuton cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di tempat Ria Raja. Namun kini Hasuhuton sdh cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di gedung utk lebih menyemarakkan suasana pesta. Utk acr ini Paranak memotong/memasak 1ekor ank babi berbobot 20kg-25kg & tambahan lainnya tergantung banyaknya undangan & kemampuan hasuhuton. 5. Tonggo Raja (Parboru Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg Parboru scr sepihak yg diadakan bersama kerabatnya (dongan sabutuha), borubere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta utk membicarakan persiapan pernikahan. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku. Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” dr pihak Paranak. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri Selesai acr Tonggo Raja biasanya kerabat akn bertanya apakah Hasuhuton lebih memilih menerima (utk pengantin) kado berupa ulos herbang ato berupa uang sj. Bahkan kini jambar yg diterimapun sdh ada yg di kurs dgn uang, dmn jambar yg diterima justru di tambah seakan Hasuhutonlah yg memesan dengke siuk. Ini mrp pemikiran baru dlm upaya para kerabat, membantu meringankan keuangan Hasuhuton, krn dengke/ikan adat yg dimasak “perusahaan catering” jmlhnya sdh ckp banyak. Utk acr ini Parboru akan memotong & memasak 1 ekor ank babi berbobot 20kg-25kg ditambah dgn makanan lainnya. Tp itu tergantung pd banyaknya undangan & kemampuan Hasuhuton. Usai acr, biasanya Hasuhuton akan membagi2 daging kpd kerabatnya. 6. Patiur Mata Ni Mual (Minta Restu Tulang & Nantulang) Ini mrp acr tunggal yg scr khusus meminta Restu & Doa berkat dr Tulang&Nantulang, yaitu Abang/Adik kandung dr Ibu pengantin pria dlm rangka rencana pernikahan ank sulung, sdgkn utk pernikahan adiknya sdh tdk menjalankan adat itu lg. Pd hakekatnya acr ini hanya sekedar memberi hormat kpd Tulang, dmn suasananya tdk terlalu formal ttpi justru terasa santai sj. Acr dimulai dgn lebih dulu menyerahkan daging adat (tudu-tudu) ni Sipanganon kpd pihak tulang pengantin dmn ortu pengantin akn didampingi oleh saudara2nya.

Di samping itu. mk hal itu tdk usah dipermasalahkan. 8. 2. Maksud & tujuan acr ini yg paling pokok ada 2 hal. Paranak/Parboru jg jangan lupa menyediakan uang ucapan terimakasih kpd Pendeta&Majelis dlm jmlh/nilai sewajarnya tanpa hrs menunggu diminta. Utk acr ini kedua belah pihak wajib menyediakan makanan adat berupa 1ekor babi (martudu-tudu) disediakan oleh Paranak & dengke adat disediakan olh Parboru sdgkn banyaknya tergantung situasi & kondisi undangan. Memberi kesempatan kpd klrg dekat/hasuhuton utk mengisi perut (makan) krn seharian mereka sdh sibuk baik pd acr Grj maupun acr di gedung & hanya sedikit waktu utk makan. acr kemudian dilanjutkan dgn acr mkn bersama. pihak tulang bersama kerabatnya aknmemberi “kata2 berkat” & akn diterima (diampu) olh klrg pihak Paranak lalu dilanjutkan dgn pemberian uang Piso-piso utk Tulang & Pasituak Na Tonggi utk seluruh kerabatnya. Jd Marsibuha-buhai artinya mrp awal dr acr pemberkatan nikah & acr Marunjuk (Pesta Adat). . Besarnya uang Piso-piso & Pasituak Na Tonggi tersebut tergantung kemampuan & pertimbangan dr pihak Paranak. Memberi hormat kpd pengantin wanita sbg Boru Ni Raja yg sdh rela meninggalkan rmhnya menuju rmh suaminya. Bila sifat pesta adatnya adlh “Alapon Jual” maka berlangsung di rmh Parboru. Artinya apbl pd acr Patua Hata sifat ulaon sdh disepakati Taruhon Jual. Tdk ada persiapan lain dlm acr ini kecuali mengingatkan klrg agar sesuai acr pemberkatan. yaitu: 1. dmn doa mkn di pimpin olh pihak Paranak. Pd kesempatan tsb pembicara jg sekaligus mengundang pendeta & majelis utk dtg ke pesta bersama undangan lainnya. sdgkn kalo bersifat “Taruhon Jual” maka akn berlangsung di rmh Paranak. Sdgkn Tulang menyiapkan dekke serta sehelai ulos Ragi Hotang ato sejenisnya. Utk acr ini Paranak membawa 1ekor babi yg telah di masak lengkap dgn tudu-tudunya. Selesai memberi restu. mk Tulang & Nantulang akn memberikan dekke kpd berenya berikut sehelai ulos adat misalnya Ragi Hotang. 7. tp bl kemudian ada permintaan Hula2 (Parboru) agar Sibuha-buhai dilangsungkan di rmh Parboru. seorg anggota klrg hrs naik mimbar utk mengucapkan terimakasih kpd Grj atas pelayanannya. Pd akhir acr ini. Marsibuha-buhai (Acr Adat Jemput Pengantin) Berasal dr kt “buha” yaitu mula/mengawali. Pamasu-masuon Di Grj (Pemberkatan Nikah Grj) Pamasu-masuoan di grj adlh “Pengukuhan pernikahan” olh grj ats kedua mempelai. Dgn pengukuhan tsb mk “Resmilah” pernikahan itu sbg pernikahan yg sdh diberkati Tuhan terikat dgn janji yg tdk boleh cerai kecuali di ceraikan olh kematian. Soal tempat pelaksanaan acr ini tdk terlalu kaku ttpi masih bs di rundingkan/di negosiasi.Sbg bukti kesediaan Tulang merestui pernikahan keponakannya (berenya). Acr ini bs berlangsung di rmh Parboru tp bs jg berlangsung di rmh Paranak tergantung pd sifat perkawinan yg dipilih/disepakati.

Inilah yg disebut dg “Paulahune”. Utk pengantar tsb Paranak jg menyediakan dana sbg Pasituak na Tonggi. dalam hal misalnya suatu waktu dia akan mengawinkan ank/borunya. resmilah pernikahan tsb sbg pernikahan yg sdh memenuhi persyaratan Adat Batak. keculai olh krn kematian. Dgn pengukuhan tsb. dll. Itu sebabnya seorg yg blm melaksanakan Nikah Adat. Pd penyerahan pengantin tsb. Dgn acr ini. Umpama Batak berkata “Diginjang Arirang di toru do anggo Panggonggonan. 11. Marsihol-sihol (Lepas Rindu Pengantin Wanita) Ini adlh acr kunjungan kangen dr pengantin wanita kpd ortu & sanak saudaranya.ada baiknya jk panitia mempersiapkan program “Foto Bersama” lengkap dgn nama kelompoknya agar fotografer dpt dgn mudah melakukan tgsnya. acr itu sdh disederhanakan dmn selesai pesta Marunjuk. mk kedua mempelai sdh berhak mdptkan fasilitas adat. pernikahan kedua mempelai diharapkan mndptkan dukungan doa dr klrg & berkat yg melimpah dr Allah yg Maha Kuasa. Tp belakangan ini. baik dr pihak kerabat maupun pihak hula2. ttp diwajibkan melaksanakan adat pernikahan bila dia akn menyelanggarakan adat. Marunjuk (Pemberkatan Nikah Adat Batak) Acr ini jg Pengukuhan Pernikahan oleh Raja-raja Adat atas kedua mempelai. Dgn dukungan klrg tsb. Dizamannya acr ini baru akn dilaksanakan 1mggu stlh acr Marunjuk ato 1mggu stlh pengantin wanita berada d rmh suaminya. pd hakekatnya dia tdk berhak tampil dlm forum adat Batak baik di tengah kerabat maupun di tengah acara hula2. Adat Marunjuk jg punya relevansi dgn dogma theologis yg sangat “mengharamkan” perceraian. ari mu na so jadi sirang tondi mu ma antong Marsigomgoman”. si pengantin sdh lgsung di antar ato diserahkan sj olh klrgnya kpd Paranak yg sdh menunggu di tmpat bersebelahan dgn Parboru. pihak Parboru akn membawa dengke & kue batak. smntara Paranak menyediakan 1ekor babi utk di bw plg olh si Pengantar dan jg sejumlah uang. bhw seorg klrg Batak yg blm melaksanakan pernikahan acr Adat. . Dulu acr spt ini masih mrp bagian penting dr adat batak. Dulu acr ini baru akn dilakukan sehari bahkan bbrp hari stlh adat Marunjuk selesai. Bahkan melaksanakan adatpun dia tdk berhak sebelum yg bersangkutan menunaikan kewajiban adatnya. Makna lebih jauh dr acr ini adlh dmn Paranak & Parboru sangat berharap agar acr ini di dukung oleh semua lapisan klrg mulai dr kerabat hula2. Konsumsi yg disediakan jg sdh pasti sesuai dgn jmlh undangan ato yg pantas menurut perkiraan perusahaan catering yg sdh berpengalaman menyediakan makanan “Marunjuk”. bhw “Tak seorgpun dpt menerima adat bila dirinya sendiri belum beradat”. 10. dmn pengantin akn diarak ramai2 olh klrg perempuan menuju rmh suaminya. Paulahune (Pemberangkatan Pengantin) Stlh smua Hak & Kewajiban Adat berlangsung dgn baik. walaupun sdh lanjut usianya. 9. Utk acr ini sdh pasti pihak Hasuhuton menyediakan aneka macam konsumsi pesta dmn Paranak menyediakan hewan kurban (Panjuhuti Horbo ato Babi) sedang Parboru menyediakan Dengke (Ikan Adat). itu akn sulit disetujui kerabat/klrg krn dlm filosofi adt Batak. mk tibalah saatnya Parboru melepas anaknya menuju rmh suaminya. Utk sekedar diketahui. tp skr acrnya sdh lebih disederhanakan dmn acr itu sdh tdk ad lg ttpi lgsung sj diselesaikan di dlm gedung pd saat pesta itu jg.

12.Pd kunjungan ini. pengantin tdk sendirian. ttpi membawa dengke yg di arsik dgn enak menggunakan bumbu yg kental. dalam hal ini Paranak jg mengundang kerabatnya utk makan bersama. Bedanya bhw yg merasa kangen adlh justru ortu pengantin perempuan ingin melihat dr dekat kondisi ank perempuan. acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. Di kota besar spt Jakarta & kota besar lainnya tradisi ini sdh tdk dilaksanakan lg dgn pertimbangan efisiensi & efektifitas jg akibat kesibukan smua pihak. 2. Peralatan untuk upacara ini termasuk: (1) Tujuh helai kain dengan tujuh warna berlainan (2) Segantang beras (3) Sebiji kelapa (4) Beberapa urat benang mentah (5) Damar (6) Minyak kelapa atau minyak urut (7) Lilin (8) Tepak sirih yang lengkap isinya (9) Uang beberapa ribu rupiah Kelahiran . Upacara ini dijalankan oleh seorang bidan untuk membuang kecelakaan yang mungkin menimpa wanita hamil yang bakal bersalin dan untuk membetulkan kedudukan bayi di dalam perut. dan Paranak membawa 1ekor babi/daging matang lengkap dgn tudu-tudunya. Disini pihak Parboru tdk hampa tangan. Pd kunjungan ini ortu perempuan tdk sendirian. ttp ditemani/diantar olh rombongan sanak saudara lelaku terdekat. tradisi spt ini sdh tdk dilaksanakan lg seiring kesibukan & perkembangan zaman. Dulu itu dilakuakn 1mggu stlh kunjungan besan besrta ank & menantunya. Maningkir Tangga (Mengunjungi Besan Olh Pihak Parboru) Acr ini hampir sm dg kunjungan kangen pengantin. smntara Parboru jg menyiapkan dengke serta mengundang kerabatnya utk makan bersama. dan jg besannya. ttpi jg disertai olh sanak klrg dekatnya. Acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas.kelahiran Sewaktu Mengandung Melenggang Perut Upacara ini dilakukan kepada wanita yang mengandung anak sulung ketika kandungan berusia tujuh atau delapan bulan. menantu. Di kota besar spt Jakarta & kota lainnya.

tali pusatnya akan dipotong dengan menggunakan sembilu buluh dan dialas di atas sekeping uang koin. Baki tali pusat di perut bayi akan dibubuh kunyit dan kapur lalu dibungkus dengan daun sirih yang telah . Sebiji telur diselitkan di kain basahan yaitu di bagian perutnya dan sebuah cermin kecil dibawa bersama. bidan akan menyambutnya dengan jampi dan serapah lalu disemburkan dengan daun sirih. Ibu yang hamil dibaringkan di atas lapisan kain-kain tersebut. Wanita itu didudukkan di atas kursi di mana pada kaki kursi itu ditambat seekor ayam. sehelai di atas sehelai yang lain. Tepung tawar dicalit ke mukanya dan beras kunyit ditabur. Setelah acara itu selesai bidan akan membentangkan ketujuh helai kain berbentuk melintang. Biasanya. Dipercayai sekiranya kelapa berhenti bergolek dengan matanya ke atas. Bidan mengambil buah kelapa yang telah dibersihkan lalu menggulingkannya perlahan-lahan di atas perut terus ke ujung kakinya sebanyak tujuh kali. Setelah membersihkan badan. terdapat beberapa adat yang perlu dijalankan sewaktu menyambut kelahiran ini. kenduri doa selamat akan diadakan dan ibu yang menjalani upacara ini dipakaikan dengan pakaian baru. Seterusnya adat mandi air limau dan air bunga dilakukan. Kemudian air bunga dijiruskan/disiramkan ke badannya jika telur tadi dilepaskan atau dijatuhkan dengan keyakinan ia akan memudahkan wanita tadi bersalin/melahirkan. Akhirnya bidan akan melenggangkan setiap helai kain tersebut pada perut wanita hamil itu. Mengikut kepercayaannya juga daun mengkuang berduri akan digantung di bawah rumah dan kapur akan dipangkah pada tempattempat tertentu di dalam rumah wanita yang hendak bersalin tadi untuk mengelakkan gangguan makhluk halus. Potong Tali Pusat Sejurus selepas bayi lahir. wanita itu bercermin muka dengan harapan anak yang bakal lahir nanti mempunyai rupa paras yang cantik. persediaan akan diuruskan oleh keluarga berkenaan. Bidan akan mengurut ibu yang hamil dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak urut. Lazimnya pada hari tersebut. Mengikut kebiasaannya kandungan ketika itu sudah cukup sembilan bulan sepuluh hari. kain yang di bawah sekali diberikan kepada bidan beserta dengan peralatan upacara tadi. Di samping itu juga. Sewaktu Bersalin Apabila hampir tiba waktu bersalin. Selepas bayi dibersihkan. anak yang dikandungnya adalah lelaki dan perempuan jika sebaliknya. Tetapi adakalanya waktu kehamilan dapat mencapai sehingga sepuluh hingga dua belas bulan yang disebut bunting kerbau.Pada permulaannya bidan akan membacakan doa dan mantra dan mengandam wanita hamil tadi.

Ia diikuti dengan langkah mencecap atau merasakan sedikit air madu atau kurma dan ada juga yang menggunakan emas yang dicelupkan ke dalam air pinang pada mulut bayi yang baru lahir tersebut. Sewaktu menjalankan upacara ini. sembilang. jampi mantra dibacakan. Kelahiran Ramuan asli untuk wanita lepas bersalin Dalam waktu ini wanita tersebut dilarang makan sembarang makanan mengikut kehendaknya atau berkerja yang memerlukan banyak pergerakan. . Namun demikian. Waktu berpantang lazimnya berlangsung selama empat puluh empat hari dihitung dari hari awal bersalin dan ada juga yang berpantang selama seratus hari. Azan/Qamat Kelazimannya bayi lelaki akan diazankan di kedua belah telinganya jika bayi perempuan akan diqamatkan. wanita yang telah bersalin mesti menjalani masa berpantang yang bermaksud larangan. dan baung karena ia dapat menyebabkan bisa-bisa pada badan. mereka akan mengalami bentan atau sakit sampingan. Berpantang Dalam masyarakat Melayu. Biasanya. sebaliknya lebih merupakan amalan berunsur keagamaan. adat ini sudah tidak diamalkan lagi oleh masyarakat Melayu sekarang. Membelah Mulut Adat ini mempunyai pengaruh budaya Hindu. Upacara berawal dengan membacakan surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas. kerang. Ia bukanlah satu adat. Sekiranya wanita tersebut melanggar pantang. namun demikian ia juga terdapat dalam agama Islam yang sunat untuk berbuat demikian. Antara makanan yang dilarang keras ialah yang dapat mengakibatkan kegatalan di seluruh anggota badan seperti udang. bapak atau datuk bayi tersebut akan melakukan upacara ini. dan ikan pari serta memakan ikan yang mempunyai sengat seperti ikan lele (keli). Sebaliknya mereka dianjurkan memakan nasi dengan ikan haruan yang dibakar atau direbus dan dibenarkan minum air suam atau susu. ketam.dilayukan di atas bara api sehingga tali pusat itu tanggal sendiri.

buah keras. adat cuci lantai akan diadakan. Selepas Lahir Selepas kelahiran terdapat beberapa adat tertentu yang dijalankan. Pada ketika itu. si ibu akan menyapu perutnya dengan air limau yang dicampur dengan kapur sebelum memakai bengkung. garam dan sirih pinang (4) Hadiah untuk bidan sepersalinan pakaian . Bertungku dipercayai dapat membantu perut wanita bersalin kembali normal. Selesai bertungku. Biasanya tungku dibuat dari batu yang dipanaskan di atas bara. asam. Bahan-bahan yang digunakan untuk adat cuci lantai. (1) Nasi kunyit dan lauk-lauk (2) Seekor ayam hidup (3) Paku. ia juga disebut adat naik buai karena selagi bayi itu belum tanggal pusatnya. Tanggal Pusat/Cuci Lantai Lazimnya bayi yang baru lahir akan tanggal pusatnya dalam waktu seminggu. Adat ini seelok-eloknya dilakukan pada hari Senin atau Kamis. dia tidak dapat dibuaikan dan akan tidur di samping ibunya. Amalan berbengkung ini bertujuan untuk mengatasi perut buncit atau pinggul yang turun selepas bersalin di samping memberi keselesaan kepada wanita selepas bersalin.Bengkung Selama berpantang mereka diberi makan obat-obat tradisi dan bertungku. Di beberapa tempat. Kemudian tungku itu dibalut dengan kain yang dilapik dengan beberapa helai daun yang tebal seperti daun lengkuas yang dipercayai dapat mengimbangi kepanasan tungku di samping berfungsi sebagai obat. Tungku akan dituam pada bagian perut dan bagian lain bertujuan untuk mengatasi masalah kesakitan selepas bersalin.

(1) Sebuah dulang berisi tiga mangkuk atau piring yang berisi air tepung tawar. Kemudian kelapa itu diletakkan di dalam sebiji batil. nama akan diberi mengikut nama para nabi jika untuk bayi perempuan. Seterusnya lantai itu akan dibersihkan. Selesai upacara tersebut. . Kenduri nasi kunyit dan doa selamat diadakan pada hari tersebut. diurut dan dibedak. dan bertih. Airnya dibuang dan diganti dengan sedikit air sejuk. Memberi Nama Mengikut ajaran Islam. Ia turut disebut adat potong jambul.Upacara cuci lantai Kenduri doa selamat akan diadakan pada permulaan adat ini. Kebiasaannya jika bayi itu lelaki. Untuk menjalankan upacara tersebut beberapa kelengkapan disediakan. Sebelum itu. adalah sunat memberi nama yang mempunyai maksud yang baik kepada bayi. nama istri-istri atau anak-anak nabi akan dipilih. beras kunyit. Bidan akan menjalankan keseluruhan upacara ini. Cukur Rambut/Potong Jambul Adat ini dilakukan pada hari ketujuh selepas dilahirkan. (2) Sebiji kelapa muda dipotong bagian kepalanya dengan potongan berkelok-kelok siku seluang untuk dijadikan penutup. Selepas itu bidan akan memulakan jampi serapahnya sambil memegang ayam dengan cara mengais-ngaiskan kaki ayam ke atas lantai tempat wanita itu bersalin. bahan yang digunakan tadi beserta sedikit uang akan dihadiahkan kepada bidan tersebut. Biasanya kelapa itu dihias. umpamanya dengan melilitkan rantai emas atau perak di kelilingnya. si ibu dan si bayi akan dimandikan.

akikah membawa pengertian menyembelih ternakan pada . Setelah selesai kedua-dua pihak menjalankan adat bercukur barulah kepala bayi tersebut dicukur sepenuhnya oleh bidan atau siapa saja yang dapat melakukannya. Lazimnya. yaitu tiga. Kesemua rambut yang dicukur akan dimasukkan ke dalam kelapa. semasa adat ini dijalankan akikah turut diadakan. dan seterusnya. Bilangan orang yang menggunting rambut bayi tersebut hendaklah dalam bilangan yang ganjil.Alatan potong jambul Khazanah Melayu Sumatera Utara Pada hari itu. lima. Si bayi akan ditepungtawari serta ditabur beras kunyit dan bertih. Si bayi seterusnya dibawa ke tengah pesta dan disambut oleh hadirin lelaki sambil berselawat. Setelah selesai pihak lelaki menjalankan acara menggunting. Akhirnya kelapa tersebut ditanam di sekitar halaman rumah bersama sepohon anak kelapa atau seumpamanya sebagai memperingati masa anak itu dilahirkan. Para hadirin secara bergilir-gilir akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam kelapa tadi. Dari segi syarak. bayi dipakaikan dengan pakaian cantik dan diletakkan di atas talam yang dialas dengan tilam kecil atau didukung oleh bapak atau datuknya. tujuh. pihak perempuan pula mengambil alih.

Terdapat syarat-syarat tertentu dalam memilih hewan untuk akikah dan jumlah ternakan untuk akikah juga berbeda mengikut jenis kelamin bayi. Orang Islam yang berkemampuan disunatkan menyembelih ternakan seperti kambing. Bagi bayi lelaki akikahnya ialah dua ekor kambing dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Selendang akan diikat di kiri kanan buaian dan ditarik perlahanlahan semasa upacara berlangsung. Akikah sunat dilakukan pada hari ketujuh kelahiran yaitu dapat dijalankan serentak dengan adat mencukur rambut dan adat memberi nama. Namun ia juga dapat dilakukan pada hari yang lain. Sewaktu upacara ini dijalankan bayi tersebut akan diletakkan di dalam buaian yang menggunakan kain songket dan dihias indah dengan bunga-bungaan. Seterusnya bunga telur dan bunga rampai akan dihadiahkan kepada kumpulan ini. Upacara potong jambul Naik Buaian Adat ini merupakan satu-satunya pesta yang masih diamalkan dan mendapat sambutan di kalangan masyarakat Melayu hari ini.hari ketujuh selepas anak dilahirkan. . marhaban akan dialunkan oleh sekumpulan lelaki atau wanita. Seorang anak disunatkan berakikah sekali saja seumur hidup. Upacara ini dilangsungkan dalam suasana penuh meriah terutama sekali jika sesebuah keluarga itu baru mendapat anak atau cucu sulung. lembu atau kerbau sebagai akikah anak yang baru lahir. Sekarang masyarakat Melayu menjalankan adat ini serentak dengan adat memberi nama dan adat cukur rambut. Antara hikmah akikah adalah sebagai permulaan kebajikan dan kebaikan bagi pihak bayi tersebut. Ketika itu juga.

sikat. Selepas kenduri selesai. bedak. jam tangan. adat ini dilakukan untuk meramal masa depan anak-anak itu berdasarkan bahan yang diambil. tikar dibentang di hadapan tangga sebagai alas anak-anak berkenaan berjalan. kain. Ia sebagai meraikan anak yang baru pandai berjalan. termasuk makanan dan minuman. Lazimnya jumlah bahan yang diletakkan adalah ganjil. Menurut kepercayaan orang Melayu juga. Di atas tikar disediakan beberapa dulang yang berisi pelbagai jenis barang. Umpamanya jika anak-anak itu mengambil . gunting. Adat ini dijalankan secara berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat yang lain baik dari segi cara maupun bahan yang digunakan. adat ini juga disebut adat memijak tanah. Antara bahan yang diletakkan di dalam dulang itu ialah cermin. rantai. cincin. kasut. Anak-anak tersebut akan dibiarkan bergerak memilih barang tersebut dan dianjurkan mengambil tiga bahan saja. Turun tanah bermakna seorang anak kecil dilepaskan untuk memijak tanah sebagai lambang meneruskan kehidupannya. bubur. air sejuk dan uang.Bayi diletakkan di dalam buaian yang dihias indah Jejak Tanah/Turun Tanah Di beberapa tempat. gelang. Upacara jejak tanah Lazimnya kenduri doa selamat diadakan untuk mengiringi upacara ini.

Adat ini akan dijalankan oleh bidan. Bagi anak-anak lelaki. Bersunat/Berkhitan Adat bersunat bagi bayi perempuan lazimnya dilakukan ketika bayi itu masih kecil yaitu beberapa hari selepas dilahirkan. Di samping itu juga. tanah. mereka akan menjalani adat bersunat atau juga disebut berkhitan ketika umur mereka dalam lingkungan 8 hingga 12 tahun. kelak dia kuat bekerja atau pandai membuat kerja tangan. Pesta bersunat anak-anak perempuan tidak semeriah pesta berkhitan anak-anak lelaki dan ada juga yang menjalankannya serentak dengan pesta perkawinan. Di dalam ajaran Islam. Seterusnya bayi itu dijejakkan ke tanah dan doa dibaca.gunting. . kebanyakan anak-anak perempuan akan menjalani upacara ini sekurangkurangnya ketika berumur setahun atau lebih. ia baik dari segi kesehatan. Namun demikian. Adat berkhitan akan dijalankan oleh Tuk Mudim. beras. Adat ini juga dapat dilakukan Upacara jejak tanah secara sederhana yaitu dengan memijakkan kaki anak-anak itu ke piringpiring kecil yang berisi dengan padi. dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh bidan. bersunat atau berkhitan adalah wajib karena Islam menitikberatkan kesucian lahir dan batin.

Anakanak mandi untuk berkhitan .

Mereka memprediksi. di akhirat bangkitlah. Namun dalam prakteknya. senjata pamungkas berada ditangan Dongan Sahuta. tetapi ditinjau dari segi usia sudah sepantasnya berumah tangga. tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum kawin (hot ripe). RPS Janter Aruan SH membuat defenisi : “Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya. sebelum tugasnya sebagai orang tua belum tuntas yakni mengawinkan anak-anaknya. matua husuhuton do pandapotan. masuk sorga yang megah. manghirap sian nadao. pangkat. apalagi anak-anak kami ini sudah bekerja dan sebenarnya. karena bisa saja permintaan hadirin parjuhutna diusulkan lombu sitio-tio atau horbo. jabatan dan kekayaan. Tidak diukur dari segi umur. Tokoh adat diatas berkomentar. Sari matua Tokoh adat yang dihubungi Ev H Simanjuntak. manjou sian najonok). Bukankah pada Kidung Jemaat 334 disebut: “Tiap orang harus mati. nang pe asing-asing margana. Selanjutnya. tetapi karena kurang mampu. terkesan “tanggap mida bohi”. marhulang-hulanghon hotang. hagabeon. dongan sahuta. agar lahir yang baru. Umpasa ini sasarannya adalah untuk “sibuaton” (parjuhutna-boan). hasuhuton menyembelih simarmiak-miak (B2). Constan Pardede.” Mereka harus menjelaskan dampak negatif dari peralihan status Sari Matua ke Saur Matua berkenaan dengan anak-anak almarhum yang belum hot ripe. semua orang harus mati. Pengertian Sari Matua.” (semua tergantung suhut). “Mate Mangkar” (yang meninggal suami atau isteri. agar hidup disembuhkan.3. hula-hula dan semua yang berhadir pada acara ria raja atau pangarapotan. Sebenarnya. dongan sahuta do raja panuturi dohot pengajari. atau sebaliknya jika mampu. tulang. dan hal itu dibenarkan oleh semua agama. Status Sari Matua dinaikkan setingkat menjadi Saur Matua seperti ini ditemukan pada beberapa acara adat. sajongkal dua jari. “benar masih ada anak kami yang belum hot ripe (kawin).” Tetapi bukankah ada umpasa yang paling mengena: “Tinallik bulu duri.”Selain yang disebutkan diatas. “Matompas Tataring” (isteri meninggal lebih dahulu juga meninggalkan anak yang masih kecil). “Matipul Ulu” (suami atau isteri meninggal dunia dengan anak yang masih kecil-kecil). anak tersebut resmi kawin. BMT Pardede. ketika hasuhuton “marpangidoan” (bermohon) kepada dongan sahuta. masih ada jenis kematian lain seperti “Martilaha” (anak yang belum berumah tangga meninggal dunia).kematian Pendahuluan Berbicara tentang Sari Matua. anak kami inilah yang membelanjai orang tua kami yang tengah terbaring di rumah duka. permintaan hasuhuton itu sudah memplesetkan nilai adat yang diciptakan leluhur. bagai rumput yang kering. Makhluk hidup harus busuk. tetapi belum berketurunan). Adalah aksioma. “Semoga dengan acara adat ini mereka secepatnya menemukan jodoh (asa tumibu dapotan sirongkap ni tondi. Tubuh ini akan musnah. Saur Matua dan Mauli Bulung adalah berbicara tentang kematian seseoang dalam konteks adat Batak. sisada sitaonon dohot las ni roha do namardongan sahuta. agar yang meninggal Sari Matua itu ditolopi (disetujui) menjadi Saur Matua. karena dulu . Sering hasuhuton beralasan.Mengacu kepada defenisi diatas. simarmiak-miak marhuling-hulinghon horbo. orang itu meninggal. Artinya. raja pinaraja-raja. simarmiak-miak marhuling-hulinghon lombu. hasangapon. Benar ada umpasa yang mengatakan : “Tinallik landurung bontar gotana. terjadinya peralihan status. untuk meredam “ambisi” hasuhuton. jika kelak dikemudian hari. Faktor lain ujar mereka. didorong oleh umpasa yang disalah tafsirkan yakni: “Pitu lombu jonggi. adanya “ambisi” pihak keluarga mengejar cita-cita orang Batak yakni hamoraon. karena mungkin pihak hasuhuton orang “terpandang”. seseorang tidak bisa dinobatkan (dialihkan statusnya dari Sari Matua ke Saur Matua.

Barangkali. bisa saja simarmiakmiak. Diminta tanggapannya apakah keharusan boan dari mereka yang Saur Matua lombu sitio-tio atau sigagat duhut. Jenis ulos dimaksud juga bernama Sibolang. karena faktor usia dan agar keluarga yang ditinggalkan beroleh tua. karena suami atau isteri yang ditinggal sudah kurang pantas menerima tujung. sering terlihat ulos yang seharusnya adalah tujung. Hebatnya lagi. katanya memprotes. hagabeon seperti diuraikan diatas. parumaen (menantu) sudah mengandung (“manggora pamuro”). yang cocok kepada ina adalah lombu sitio-tio atau kalau harus horbo. Tujung diberikan kepada perempuan balu atau pria duda karena “mate mangkar” atau Sari Matua. Selanjutnya. melainkan diuloskan ke bahu oleh pihak hula-hula ataupun tulang. Raja Partahi Sumurung Janter Aruan SH dan Constant Pardede berpendapat sebaiknya ulos yang diberikan adalah tujung. tentu dongan sahuta tidak ikut campur tangan dalam seluruh kegiatan/proses perkawinan. belum tentu dimiliki seseorang. titir marboru. tegasnya. Secara ratio. kawin lagi dan punya anak kecil lalu meninggal. sebab kedukaan itu akan lebih cepat sirna. Saur Matua Seseorang disebut Saur Matua. Ulos Sampe Tua bermakna Sampe (sampailah) tua (ketuaanberumur panjang dan diberkati Tuhan) Akhir-akhir ini pada acara adat Sari Matua. Sebab kelak jika bapak yang meninggal. karena diantara anaknya sudah ada yang berumah tangga namun belum dikaruniai cucu. Konsekwensi penerima ulos Sampe Tua adalah suami ataupun isteri tidak boleh kawin lagi. BMT Pardede. sebab kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan. Ulos Sampe Tua. ujar Ev H Simanjuntak. Tetapi sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. baru kita sebut Si Unsok atau Si Butet. namanya diperhalus dengan sebutan “lombu sitio-tio marhuling-hulinghon horbo”. Sebaliknya jika yang meninggal adalah isteri. Kalau hanya mengharapkan manjalo tangiang menjadi partangiangan. Disinilah pemakaian umpasa “Pitu lombu jonggi. ketika meninggal dunia dalam posisi “Titir maranak. Hasuhuton beralasan. kenapa kita sungkan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita. sekaligus hal ini mengembalikan citra adat leluhur. maka penerima tujung adalah isteri yang diberikan hula-hulanya. kalau orang yang meninggal tadi dari Mate Mangkar menjadi Sari Matua. bila hal itu diutarakan. marpahompu sian boru”. karena kerbau adalah ternak yang paling tinggi dalam adat Batak. mungkin pihak hasuhuton akan berpikir dua kali. adalah ulos yang diberikan kepada suami atau isteri almarhum yang sudah Saur Matua. . marhulang-hulanghon hotang.sudah dianggap kawin. tokoh adat ini menjelaskan. parjuhutna (boan) sigagat duhut (bukan simarmiak-miak merhuling-hulinghon horbo). Dahulu. namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu. ujar mereka. kemungkinan yang bersangkutan larut dalam duka (margudompong) yang eksesnya bisa negatif yakni semakin jauh dari Tuhan atau pesimis bahkan apatis. Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan. Soal boan sigagat duhut. dan suami atau isteri yang ditinggal almarhum dalam waktu relatif singkat sudah dapat kembali beraktifitas mencari nafkah. yang terakhir ini lebih tepat. sambungnya. Jika yang meninggal adalah suami. sebab tujung tersebut langsung diungkap (dibuka) oleh tulang ataupun hula-hula sepulang dari kuburan (udean). berobah menjadi ulos sampe tua. penerima tujung adalah suami yang diberikan tulangnya. Tetapi sebagai umat beragama. Ev H Simanjuntak bersama rekannya senada mengatakan. raja pinaraja-raja. Tokoh adat Ev H Simanjuntak. hal itu sudah melampaui ambang batas normal adat Batak. sebagai simbol duka cita dan jenis ulos itu adalah sibolang. Lahir dulu. Ulos tujung dan sampe tua Ulos tujung. Alasannya cukup sederhana. lalu ompu si apa kita sebut? Ompu Sipaimaon?”. Toh tujung itu langsung dibuka sepulang dari kuburan. hal itu relatif tergantung kemampuan hasuhuton. Jika tujung masih melekat di kepala. menurut Simanjuntak. Seandainya pesan yang tersirat pada ulos Sampe Tua ini dilanggar.Khusus tentang parjuhutna. adalah ulos yang ditujungkan (ditaruh diatas kepala) kepada mereka yang menghabaluhon (suami atau isteri yang ditinggalkan almarhum). Seharusnya simarmiak-miak.Saya kurang setuju menerima adat yang demikian”. tujung itu tetap dipakai kemana saja pergi selama hari berkabung yang biasanya seminggu dan sesudahnya baru dilaksanakan “ungkap tujung” (melepas ulos dari kepala). “boan”-nya adalah horbo (sigagat duhut). tetapi tidak ditujungkan diatas kepala. marpahompu sian anak. ada pula berstatus “Mate Mangkar” berubah menjadi Sari Matua. ulos apa pula namanya.

Kelak jika bapak tersebut meninggal dunia. Jika belum mengadati seorang anak atau keluarganya tetap menjadi kewajiban /utang adat bagi keluarga yang disebut mandali di paradaton dan jika ada yang akan menikah.Dapat diprediksi. Masih seputar Saur Matua khususnya kepada kaum bapak. Didalam adat istiadat Mandailing. Dalam tradisi adat Batak. sada sitaonon do na mardongan sahuta nang pe pulik-pulik margana”. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita. . Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dilaksanakan: 1.matua hasuhuton do pandapotan”. terutama dongan sahuta harus memaklumi kondisi dari hasuhuton agar benar-benar “tinallik landorung bontar gotana. bercucu. Setelah beberapa tahun wafatnya Partomuan Lubis gelar Patuan Dolok III dan Suti Nasution gelar Na Duma I. Jangan terjadi seperti cerita di Toba. menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. maka diadakan upacara adat kematian (Horja Mambulungi) di Tamiang untuk mengucapkanbanyak terima kasih. akibat termakan adat akhirnya mereka lari malam (bungkas) kata mereka. maka pada horja siluluton bendera-bendera adat dibalik menghadap kerumah sebagai tanda duka cita. tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak. sang bapak menjadi Sari Matua. sesuai dengan defenisi yang dikemukakan diawal tulisan ini. 2. Mauli Bulung Mauli Bulung. Pada saat penguburan. mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat). tidak dibenarkan mengadakan pesta adat perkawinanan (horja siriaon). Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka. marpahompu sian anak. adalah seseorang yang meninggal dunia dalam posisi titir maranak. umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang. Kematian seseorang dengan status mauli bulung. Tidak ada lagi isak tangis. Seorang anak keturunan Raja. Pada hari lain yang akan ditentukanm kemudian sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keluarganya. Kalangan hula-hula. menari. maka pada saat meninggalnya juga harus dilakukan dengan upacara adat kematian terutama dari garis keturunan Raja-Raja Mandailing. lalu anak yang ditinggalkan berstatus lajang. bercicit mungkin hingga ke buyut). sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke “marondok-ondok” yang selama hayatnya. barangkali 90 tahun keatas. seorang yang pada waktu perkawinannya dilaksanakan dengan upacara adat perkawinan. meminta maaf atas perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja kepada seluruh keturunan Baitang dan masyarakat Mandailing. musik tiup. memukul godang ogung sabangunan. berpesta tetapi bukan hura-hura. predikat isteri tercinta. marpahompu sian boru sahat tu namar-nini. Jika dalam Horja Siriaon bendera-bendera adat yang dipasang di halaman menghadap keluar. apabila ayahnya meninggal dunia wajib mengadati (Horja Mambulungi). titir marboru. Pelestarian Horja Mambulungi/ Horja Siluluton (Upacara Adat Kematian). kawin lagi dan punya keturunan. ditinjau dari segi generasi. sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang.

Kalaupun suhut membuat acara adat sempurna sesuai dengan Adat Dalihan Na Tolu. seperti menentukan hari pelaksanaan adat panulangion itu. Selain itu. . maka pada keturunannya beserta sanak famili lebih dahulu harus mengadakan musyawarah untuk menentukan berbagai persyaratan. berkumpullah semua keturunan dan sanak famili di rumah orangtua tersebut dan dipotonglah seekor ternak babi untuk kemudian dimasak lagi dengan baik sebagai makanan yang akan disuguhkan untuk dimakan bersama-sama. Adapun maksud dan tujuan masyarakat Batak Toba untuk mengadakan upacara kematian itu tentunya berlatar belakang kepercayaan tentang kehidupan .Upacara kematian pada masyarakat Batak Toba merupakan pengakuan bahwa masih ada kehidupan lain dibalik kehidupan di dunia ini. diberikan kepada orangtua tersebut oleh anak sulugnya. dan jumlahnya serta biaya yang diperlukan untuk mempersiapkan makanan tersebut. maka harus dilaksanakan dengan sempurna. kemampuan dan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia. Pada masyarakat Batak Toba. jenis ternak yang akan dipotong. Saur matua adalah orang yang meninggal dunia telah beranak cucu baik darianak laki-laki maupun anak perempuan. Pada waktu itu juga turut diundang hula-hula dari suhut. Lain halnya dengan orang yang meninggal sari matua. maka pada keturunanya beserta sanak famili biasanya melakukan acara adat khusus baginya. yang disebut dengan Manulangi (memberi makan).misalnya karena penyakit yang diderita dan tidak dapat disembuhkan lagi kecelakaan dan sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui secara pasti. dan natua-tua ni huta (orang yang dituakan di kampung tersebut). Karena yang telah meninggal itu adalah sempurna dalam kekerabatan. Acara Sebelum Upacara di Mulai Dalam kehidupan ini. ia berharap agar orangtuanya dapat merestui semua keturunananya hingga beroleh umur yang panjang. Batas akhir kehidupan manusia ini (mati) dapat terjadi dikarenakan berbagai hal. Sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. Sebelum diadakan acara manulangi ini. Tetapi usaha untuk mencapai keinginan tersebut adalah di luar jangkauan manusia. dongan tubu. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut: 1. Dalam melaksanakan sesuatu upacara harus melalui fase-fase (tahapantahapan) yang harus dilalui oleh setiap yang melaksanakannya. hal seperti itu belum tentu dilakukan karena masih ada dari keturunannya belum sempurna dalam hal kekerabatan. maupun disebabkan penyakit. Kemudian acara panulangion dimulai dengan sepiring makanan yang terdiri dari sepiring nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan. Pada waktu Eanulangi. bila ada orangtua yang menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan.karena keterbatasan. setiap manusia juga sudah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing yang telah ditentukan batas akhir kehidupannya. telah beranak cucu. si anak tersebut menyatakan kepada orangtuanya bahwa mereka sebenarnya khawatir melihat penyakitnya. Maka sebelum tiba waktunya. Saur artinya lengkap/sempurna dalam kekerabatan. setiap manusia dalam suatu kebudayaan selalu berkeinginan dan berharap dapat menikmati isi dunia ini dalam jangka waktu yang lama.

Hasatan (ekor) untuk keluarga suhut. Setelah pemberian ikan dan ulos itu maka pihak boru brdoa dan menyuguhkan daging lengkap dengan suku-sukunya kepada pihak hula-hula. maka acarapun selesai dan diadakanlah doa penutup. Ia juga mendoakan agar orangtuanya dapat lekas sembuh. Sambil disuguhi makanan. Ketika hula-hula menyampaikan makanan itu kepada orangtua yang sakit. penentuan hari untuk musyawarah umum ini juga sudah ditentukan. dongan tubu. Beberapa orang dari pihak hasuhuton pergi mengundang (Manggokkon hula-hula. boru. dan terakhir dari hula-hula. selanjutnya dibaringkan di ruang tengah yang kakinya mengarah ke jabu (bona rumah suhut). Tujuan dari pemberian ulos dan makanan ini adalah supaya orangtua tersebut cepat sembuh. membeli dan mempersiapkan beberapa ekor ternak (kerbau atau babi . akhirnya orangtua yang gaur matua itu meninggal dunia. semua keturunannya direstui dan diberi nasehat-nasehat. Setelah acara panulangion itu selesai. raja adat. Setelah selesai kata mangampui. Gaor bontar (kepala baglan atas sebelah kiri untuk boru (anak perempuan). parsuhuton supaya hadir dalam musyawarah umum (Mangarapot). Dan mulailah dihubungi pihak famili dan mengundang pihak hula-hula. Pihak suhut lainnya ada yang memesan peti mayat. Pada waktu itu ada juga orangtua yang membagi harta warisannya walaupun belum resmi berlaku. dongan sabutuha. berumur panjang dan dapat membimbing semua keturunannya hingga selamat dan sejahtera di hari-hari mendatang. disitulah merka memberikan ulos naganjang kepada orangtua itu dengan meletakkannya di atas pundak (bahu) orangtua tersebut. boru. maka pada hari berikutnya pihak hula-hula pergi menjenguk orangtua tadi dengan membawa dengke (ikan) dan sehelai ulos (kain adat batak) yang disebut ulos mangalohon ulos naganjang (memberikan kain adat). Sesudah mayat tersebut dibersihkan maka dikenakan pakaian yang rapi dan diselimuti dengan kain batak (ulos). soit (perut bagian tengah) untuk dongan sabutuha (teman semarga) dan jambar (potongan daging-daging) untuk semua yang hadir). Hasil-hasil ini dicatat oleh para suhut untuk kemudian untuk dipersiapkan ke musyawarah umum. Setelah pembagian jambar maka mulailah kata-kata sambutan yang pertama oleh anak Sulung dari orangtua ini dilanjutkan dari pihak boru. diadakanlah pembagian”jambar (suku-suku daging). dongan sabutuha (yang terdiri dari teman semarga. Sesudah acara mangarapot selesai.murah rezeki dan tercapai kesatuan yang lebih mantap. dongan sahuta. Osang (mulut bagian bawah) untuk hula-hula. teman satu kampung) serta sanak saudara yang ada di rantau. Pada waktu yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Dari musyawarah keluarga akan diperoleh hasil-hasil dari setiap hal yang dibicarakan. teman sahuta. maka dilanjutkan oleh adik-adiknya sampai kepada yang bungsu beserta cucu-cucunya. Sambil makan. pihak laki-laki baik dari keturunan orangtua yang meninggal maupun sanak saudara berkumpul di rumah duka dan membicarakan bagaimana upacara yang akan dilaksanakan kepada orangtua yang sudah saur matua itu. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersamasama. maka diadakanlah pembagian tugas bagi pihak hasuhuton. maka semua keluarga menangis dan ada yang meratap sebagai pertanda bahwa sudah tiba waktunya bagi mereka untuk berpisah. salah seorang dari pihak boru (suhut) memotong haliang (leher babi) dan dibagi-bagikan kepada hadirin. Pada saat yang bersamaan. maka selanjutnya keturunan dari orangtua itu harus manulangi hula-hulanya dengan makanan agar hula-hulanya juga memberkati mereka. Setelah anaknya yang sulung selesai memberikan makan. Setelah selesai makan. Setelah selesai memberi makan.

cucu lakilaki dari yang pertama (sulung) dan cucu laki-laki dari anaknya perempuan. Tempat untuk pargonsi sudah dipersiapkan lebih dahulu yaitu di bagian atas rumah (bonggar). merata atau beras yang ditumbuk dan disertai dengan napuran tiar (sirih). Anak perempuan dari orangtua yang meninggal. 1. rudang. Sedangkan cucu dan cicitnya ada yang duduk di belakang atau di depan orangtua meeka masing-masing. Kemudian masingmasing unsur dalihan natolu mengadakan acara penyampaian kata-kata penghiburan kepada suhut.atau yang lainnya) sebagai makanan pesta atau untuk borotan. mayat dari orangtua yang meninggal dibaringkan di jabu bona (ruang tamu). Letaknya berhadapan dengan kamar orangtua yang meninggal ataupun kamar anak-anaknya dan diselimuti dengan ulos sibolang. Pihak boru lainnya pergi mengundang pargonsi dengan memberikan napuran tiar (sirih) yang diletakkan di atas sebuah piring beserta dengan uang honor dari pargonsi selama mereka memainkan gondang sabangunan dalam upacara saur matua. yaitu semua anak lakilakinya. . Lalu suhut menjamu makan para pargonsi dengan memberikan sepiring makanan yang berisi ikan (dengke) Batak. datanglah pargonsi sesuai dengan undangan yang disampaikan pihak suhut kepada mereka. Ketika acara penyampaian kata-kata penghiburan oleh unsur-unsur dalihan natolu sedang berlangsung. Upacara di jabu (di dalam rumah) termasuk di dalamnya upacara di jabu menuju maralaman (upacara di rumah menuju ke halaman). sagu-sagu. Pada saat yang bersamaan. pemberian napuran tiar ini menunjukkan sikap hormat kepada pargonsi agar pargonsi bersedia menerima undangan tersebut dan tidak menerima undangan lain pada waktu yang bersamaan. 2. Pakaian adat ini terdiri dari ulos yang diselempangkan di atas bahu dan topi adat yang dipakai di atas kepala. nasi. 2. duduk di sebelah kiri dari peti mayat.Acara Pelaksanaan Upacara Kematian Saur Matua Setelah keperluan upacara selesai dipersiapkan barulah upacara kematian Saur matua ini dapat dimulai. Kemudian diikuti oleh anak laki-laki mulai dari anak yang paling besar sampai anak yang paling kecil. Pelaksanaan upacara kematian saur matua ini terbagi atas dua bagian yaitu : 1. Dan sebagian dari pihak suhut mempersiapkan pakaian adat untuk keturunan orangtua yang meninggal saur matua itu. Upacara di jabu ini biasanya di buka pada pagi hari (sekitar jam 10. Upacara maralaman (di halaman) Kedua bentuk upacara inilah yang dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba sebelum mengantarkan jenazah ke liang kubur.Upacara di jabu (di dalam rumah) Pada saat upacara di jabu akan dimulai. Suami atau isteri yang ditinggalkan duduk . diantara keturunan orangtua yang meninggal masih ada yang menangis.00 Wib) oleh pengurus gereja. Dan semua unsur dari dalihan natolu sudah hadir di rumah duka dengan mengenakan ulos. di sebelah kanan tepat di samping muka yang meninggal. Kemudian pargonsi disambut oleh suhut dan dipersilahkan duduk di jabu soding (sebelah kiri ruang rumah yang beralaskan tikar. Mereka yang bekerja pada saat upacara adalah pihak boru yang disebut Parhobas.

Gondang yang terakhir. Dan pada saat gondang tersebut berbunyi. Kemudian pargonsi memainkan gondang Lae-lae atau gondang elek-elek. kekayaan dan kehormatan. Gondang ini juga dijadikan sebagai pengumuman kepada masyarakat bahwa ada orang tua yang meninggal saur matua. pihak suhut juga bersiap-siap mengenakan ulos dan topi adat karena sebentar lagi kegiatan margondang saur matua akan dimulai. para pengurus gereja menari mengelilingi mayat memberkati semua suhut dengan meletakkan tangan yang memegang ulos ke atas kepala suhut dan suhut membalasnya dengan meletakkan tangannya di wajah pengurus gereja. Sedangkan pengurus gereja menaruh tangan mereka ke atas kepala suhut. 3. Dan pihak suhut menari mendatangi pengurus gereja satu persatu dan minta berkat dari mereka dengan Meletakkan ulos ke bahu Masing-masing pengurus gereja. Kemudian masing-masing unsur dari Dalihan Natolu meminta gondang kepada pargonsi. Pihak suhut berdiri di sebelah kanan yang meninggal. Dan pada malam hari tiba. 4. Umumnya semua pemain duduk menghadap kepada yang meninggal. Kegiatan margondang di dalam rumah biasanya dilakukan pada malam hari. Kemudian kegiatan margondang dibuka oleh pengurus gereja (pangulani huria). . sedangkan pada siang hari harinya dipergunakan pargonsi untuk istirahat. boru disebelah kiri yang meninggal dan hulahula berdiri di depan yang meninggal. maka semua menari. Maksud dari pemberian uang itu adalah sebagai penghormatan kepada pargonsi dan untuk memberi semangat kepada pargonsi dalam memainkan gondang sabangunan. Gondang SOmba-sOmba maksudnya agar kita patut menghormati gereja. 5. Jika masih ada suami atau isteri yang meninggal maka mereka berdiri di sebelah kanan yang meninggal bersama dengan suhut hanya tapi mereka paling depan.Setelah acara makan bersama para pargonsi pun mengambil tempat mereka yang ada di atas rumah dan mempersiapkan instrumen-instrumen mereka masing-masing. baik itu manusia. Gondang ini dibunyikan untuk menggambarkan bahwa segala yang ada di dunia ini ada mulanya. Setelah gondang berbunyi. Gondang ke dua yaitu gondang yang indah dan baik (tanpa ada menyebutkan nama gondangnya). hasututon meminta gondang hasahatan dan sitio-tio agar semua mendapat hidup sejahtera bahagia dan penuh rejeki dan setelah selesai ditarikan rnereka semuanya mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Semua unsur Dalihan Natolu berdiri di tempatnya masingmasing. pargonsi pun sudah bersiap-siap untuk memainkan gondang sabangunan. Gondang Liat-liat. pengurus gereja berkata kepada pangonsi agar dimainkan gondang mula-mula. mereka juga sering memberikan uang kepada pargonsi tetapi yang memberikan biasanya adalah pihak boru walaupun uang tersebut adalah dari pihak hula-hula atau dongan sabutuha. 2. Kemudian diaturlah posisi masing-masing unsur Dalihan Natolu. yaitu gondang yang memeberitahukan danmengundang masyarakat sekitarnya supaya hadir di rumah duka untuk turut menari bersama-sama.

Mulai dari pihak suhut. maka semua hadirin diundang untuk makan bersama. dimulai dari pihak suhut. diadakanlah adat pandungoi yang biasanya dilakukan rada sore hari. maka peti mayat dibawa rnasuk kedalam rumah dan mayat dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam peti. Ketika itu hadirlah dongan sabutuha. boru. sekaligus pernyataan turut berduka cita yang sedalamdalamnya dari pihak hula-hula. dongan sabutuha.lalu semua unsur Dalihan na Tolu kembali menari. Setelah pembagian harta warisan selesai dilaksanakan. Dan ulos itu hanya diletakkan diatas bahu dan tidak diatas kepala. Maksud dari pemberian ulos ini adalah menunjukkan hubungan yang baik dan akrab antara tulang dengan bere (kemenakannya). Keesokan harinya. Tapi dibeberapa daerah Batak Toba. hasuhutan yang menari kemudian dongan sabutuha. Yang pertama sekali memberikan ulos adalah hula-hula yaitu ulos tujung sejenis ulos sibolang kepada yang ditinggalkan (janda atau duda) disertai isak tangis baik dari pihak suhut maupun hula-hula sendiri. Setelah hula-hula selesai memberikan ulos-ulos tersebut kepada suhut. Kemudian aktivitas selanjutnya setelah pemberian ulos atau uang kepada boru adalah kegiatan margondang. boru dan ale-ale. maka kegiatan-kegiatan pada malam-malam hari tersebut diisi dengan menortor semua unsur Dalihan Na Tolu. Adat ini menunjukkan aktivitas memberi makan (sepiring nasi beserta lauknya) kepada orangtua yang saur matua dan kepada semua sanak famili. Yang mengangkat mayat tersebut ke dalam peti biasanya adalah pihak hasuhutan yang dibantu dengan dongan sabutuha. ulus panggabei. Dan bona tulang atau bona ni ari memberikan ulos sapot tetapi tidak langsung diletakkan di atas badan yang meninggal tetapi digerbangkan diatas mayat peti saja. yang diletakkan pada mayat dengan digerbangkan (diherbangkan) diatas badannya. Sehari sebelumnya peti mayat dibawa ke halaman rumah orangtua yang saur matua tersebut. Dan pada waktu pemberian ulos sampesampe itu semua anak keturunan yang meninggal berdiri di sebelah kanan dan golongan boru di sebelah kiri daeri peti mayat. Pemberian ulos bermakna suatu pengakuan resmi dari kedudukan seorang yang telah menjadi janda atau duda dan berada dalam suatu keadaan duka yang terberat dalam hidup seseorang ditinggalkan oleh teman sehidup semati. Kemudian dengan hati-hati sekali mayat dimasukkan ke dalam peti dan diselimuti dengan ulos sibolang.Jika upacara ini berlangsung beberapa malam. hula-hula dan boru. pengganti dari ulos ini dapat diberikan sejumlah uang. posisi peti diletakkan sarna dengan posisi mayat sebelumnya. Setelah ulos tujung diberikan. Sesudah semua rombongan selesai menari. hula-hula . ulus sampe. maka sekarang giliran pihak suhut memberikan ulos atau yang lainnya sebagai pengganti dari ulos kepada semua pihak boru. Maka aktivitas selanjutnya adalah pemberian ulos tujung. Ulos itu disebut ulos sampe atau ulos tali-tali. yang memasukkan mayat ke dalam peti adalah dongan sabutuha saja. apabila peti mayat yang telah dipesan sebelumnya oleh suhut sudah selesai. kemudian tulang dari yang meninggal memberikan ulos saput (sejenis ulos ragihotang atau ragidup). Semuanya menari diiringi gondang sabungan dan mereka sesuka hati meminta jenis gondang yang akan ditarikan.

Sedangkan peti mayat diletakkan di sebelah kanan rumah duka dan agak jauh dari tiang kayu borotan Posisi pemain gondang sabangunan pun sudah berbeda dengan posisi mereka ketika di dalam rumah. Acara ini berlangsung sampai selesai (pagi hari).00 Wib). kalau seseorang yang gaur matua meninggal maka harus diberangkatkan dari antaran bidang (halaman) ke kuburan (disebut Partuatna). peti mayat ditutup dan diletakkan di atas kayu sebagai penyanggahnya. pihak suhut berbaris mulai dari kanan ke kiri (yang paling besar ke yang bungsu). Lalu peti mayat ditutup (tetapi belum dipaku) dan diangkat secara hati-hati dan perlahan-lahan oleh pihak boru dibantu oleh hasuhuton juga dongan sabutuha ke halaman. Ke semua posisi ini mengelilingi kayu borotan yang ada di tengahtengah halaman rumah. Upacara Maralaman (di halaman rumah) Upacara maralaman adalah upacara teakhir sebelum penguburan mayat yang gaur matua. Di dalam adat Batak Toba. Sesampainya di halaman. Setelah acara gereja selesai maka pengurus gereja menyuruh pihak boru untuk mengangkat peti mayat ke halaman rumah sambil diiringi dengan nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin. 1. peti mayat tersebut masih tetap ditutup dengan ulos sibolang. posisi mereka sudah menghadap ke halaman rumah (sebelumnya di bonggar rumah. Setelah semua unsur Dalihan Na Tolu dan pargonsi berada pada tempatnya. Anak perempuan dari yang meninggal beserta dengan pihak boru lainnya berdiri membelakangi rumah duka kemudian hula-hula berdiri di samping kanan rumah duka. Kemudian pargonsi pun bersiap-siap dengan instrumennya masing-masing. hula-hula bersama pengurus gereja berdiri di depan peti mayat dan dongan sabutuha berdiri di belakang boru. Semuanya mengenakan ulos yang disandang di atas bahu. Semua unsur dalihan Na Tolu yang ada di dalam rumah kemudian berkumpul di halaman rumah untuk mengikuti acara selanjutnya. bernyanyi lagi. Pada upacara ini posisi dari semua unsur dalihan Na Tolu berbeda dengan posisi mereka ketika mengikuti upacara di dalam ruah. tetapi pada upacara maralaman mereka berada di bilik bonggar sebelah kanan). Kemudian acara dipimpin oleh pengurus gereja mengenakan pakaian resmi (jubah). kata sambutan . lalu pengurus gereja membuka kembali upacara di halaman ini dengan bernyanyi lebih dahulu.dan ale-ale. maka upacara ini dimulai. lalu pembacaan firman Tuhan. Upacara di jabu menuju maralaman Keesokan harinya (tepat pada hari penguburan) semua suhut sudah bersiapsiap lengkap dengan pakaian adatnya untuk mengadakan upacara di jabu menuju maralaman. dan di belakang mereka berdiri parumaen (menantu perempuan dari yang meninggal) posisi dari suhut berdiri tepat di hadapan rumah duka. tepatnya pada waktu matahari akan naik (sekitar pukul 10. Pada upacara ini. Lalu peti mayat itu diletakkan di halaman rumah sebelah kanan dan di depannya diletakkan palang salib kristen yang bertuliskan nama orangtua yang meninggal. Anak laki-laki berdiri di sebelah kanan peti mayat. anak perempuan (pihak boru) berdiri di sebelah kiri. 2. Setelah semuanya hadir di rumah duka. Maka dalam upacara maralaman akan dilaksanakan adat partuatna.

pada waktu menari pengurus gereja mendatangi suhut dan unsur Dalihan Natolu lainnya satu persatu dan memberkati mereka dengan meletakkan ulos di atas bahu atau saling memegang wajah. pengurus gereja kemudian meminta kepada pargonsi yaitu gondang liat-liat. sedang suhut dan unsur Dalihan Na Tolu lainnya memegang wajah pengurus gereja. juga memberikan beras atau uang. yaitu gondang yang dipersembahkan kepada Debata (Tuhan) agar kiranya Yang Maha Kuasa berkenan memberkati upacara ini dari awal hingga akhirnya dan memberkati semua suhut agar beroleh hidup yang sejahtera di masa mendatang. Dan kegiatan gondang ini diakhiri dengan pihak parhobas dan naposobulung yang menari.dan penghiburan dari pengurus gereja. Kegiatan margondang selanjutnya diisi oleh pihak hasuhutan yang meminta gondang Mangaliat kepada pargonsi. Gerakan tangan sama seperti gerak yang dilakukan oleh pengurus gereja pada waktu mereka menari gondang Mangaliat. . Kemudian pihak ale-ale yang mangaliat. Semua suhut berbaris menari mengelilingi kuda sebanyak 3 kali. Setelah mengelilingi borotan. Setelah hasuhutan selesai menari pada gondang Mangaliat. Maksud dari gondang ini adalah agar semua keturunan dari yang meninggal saur matua ini selamat-selamat dan sejahtera. Lagi giliran pihak hula-hula untuk mangaliat. Pertama sekali mereka meminta kepada pargonsi supaya memainkan sitolu Gondang (tanpa menyebut nama gondangnya) . Kemudian pengurus gereja meminta gondang Marolop-olopan. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. Setelah gondang ini selesai. Pada jenis gondang ini. Gerak tari pada gondang ini ialah kedua tangan ditutup dan digerakkan menurut irama gondang. Kemudian mangaliatlah (mengelilingi borotan) pihak boru sambil memberikan beras atau uang. Maksud dari gondang ini agar pengurus gereja dengan pihak suhut saling bekerja sama. maka menarilah dongan sabutuha juga dengan gondang Mangaliat. Setelah sitolu Gondang itu selesai dimainkan. Pada akhir dari setiap kelompok yang menari selalu dimintakan gondang Hasahatan atau sitio-tio dan mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Pihak hula-hula selain memberikan beras atau liang.Sedangkan boru memegang wajah suhut. Kemudian rombongan dari pengurus gereja mengawali kegiatan margondang. maka pengurus gereja menutup kegiatan margondang mereka dengan meminta kepada pargonsi gondang Hasahatan tu sitiotio. dengan memberikan ‘beras si pir ni tondi’ kepada suhut. maka pihak pengurus gereja memberkati semua boru dan suhut. Biasanya setelah keturunan yang meninggal ini menerima ulos yang diberikan hulahula. Setelah gondang ini selesai maka suhut mendatangi pihak boru dan memberkati mereka dengan memegang kepala boru atau meletakkan ulos di atas bahu boru. rombongan gereja menari mengelilingi borotan (yang diikatkan kepadanya seekor kuda) sebanyak tiga kali. koor dari ibu-ibu gereja dan terakhir doa penutup. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. Lalu pargonsi memainkan sitolu Gondang itu secara berturut-turut tanpa ada yang menari. lalu mereka mengelilingi sekali lagi borotan. Semua unsur : Dalihan Na Tolu menari di tempat dan kemudian mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Ulos yang diberikan hula-hula kepada suhut itu merupakan ulos holong. mereka juga memberikan ulos kepada semua keturunan orangtua yang meninggal (baik anak laki-laki dan anak perempuan).

Sesampainya pihak suhut . Buha Hombung artinya membuka simpanan dari ibu yang meninggal. hasuhutan. sambil diiringi nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin sampai ke tempat pemakamannya. Salah satu uraian yang diberikan dalam pembagian jambar ini adalah sebagai berikut: Kepala untuk tulang Somba-somba untuk bona tulang satu tulang paha belakang untuk bona ni ari Satu tulang belakang lainnya untuk parbonaan Leher dan sekerat daging untuk boru Setelah pembagian jambar ini selesai dilaksanakan maka kepada setiap hulahula yang memberikan ulos karena meninggal saur matua orang tua ini. 3. maka acara selanjutnya adalah makan bersama. yaitu menyerahkan sejumlah uang kepada hula-hula. kata sambutan dari pengurus gereja. maka upacara ditutup oleh pengetua adat. kegiatan margondang terus berlanjut. yang dilakukan oleh hula-hula dari ibu yang meninggal. kembalilah semua yang turut mengantar ke rumah duka. jumlahnya menurut kedudukan masing-masing dan keadaan. emas dan uang.Pada saat setiap kelompok Dalihan Na Tolu menari. hula-hula di rumah duka. Tetapi terdapat berbagai variasi pada beberapa tempat yang ada pada masyarakat batak toba. bernyanyi. Hombung ialah suatu tempat tersembunyi dalam rumah. dimana seorang ibu biasanya menyimpan harta keluarga . hula-hula datang untuk mangapuli (memberikan penghiburan) kepada keluarga dari orang yang meninggal saur matua dengan membawa makanan . dongan sabutuha. akan diberikan piso yang disebut “pasahatkhon piso-piso”. Sementara diadakan pembagian jambar. Acara Sesudah Upacara Kematian. Pada saat itulah kuda yang diborotkan tadi sudah dapat dilepaskan dan ternak (babi) yang khusus untuk makanan pesta atau upacara yang dibagikan kepada semua yang hadir. dengan memberikan sepotong daging yang diletakkan dalam sebuah piring dan diberikan kepada siapa yang berkepentingan. pusaka. ada juga yang mengadakan pembagian jambar. karena merekalah yang akan menurup upacara ini. Pembagian jambar ini dipimpin langsung oleh pengetua adat. Kemudian peti mayat dipakukan dan siap untuk dibawa ke tempat penguburannya yang terakhir yang telah dipersiapkan sebelumnya peti mayat diangkat oleh hasuhutan dibantu dengan boru dan dong an sahuta. Setelah semuanya selesai menari. Beberapa hari setelah selesai upacara kematian saur matua. Acara pemakaman diserahkan sepenuhnya kepada pengurus gereja. perhiasan. juga sebagai kesempatan terakhir untuk meminta sesuatu dari simpanan “borunya” setelah selesai mangungkap hombung. Bilamana seorang ibu yang meninggal saur matua maka diadakan mangungkap hombung (buha hombung). maka acara diserahkan kepada pengurus gereja. penyampaian firman Tuhan. biasanya dijalankan oleh amana posona (anak dari ito atau abang adik yang meninggal). Setelah selesai acara pemakaman. Lalu semua unsur Dalihan Na Tolu mengelilingi peti mayat yang tertutup. Harta kekayaan itu diminta oleh hula-hula sebagai kenang-kenangan. Di mulai acara gereja dengan bernyanyi. bernyanyi dan doa penutup. berdoa. boru.

Adat sesuai dengan paradaton sari matua h. Adat sama dengan paradaton sari matua. meninggal belum kawin. maka pelaksanaan upacara ini tidak terlepas dari kehadiran dari unsurunsur Dalihan Natolu yang memainkan peranan berupa hak dan kewajiban mereka. kata-kata penghiburan setelah itu dibalas (diapu) oleh suhut. tetapi lebih banyak anaknya yang belum kawin. Dengan menyebut dia saur matua. d. Maulibulung. Latar belakang dari pelaksanaan upacara kematian saur matua ini adalah karena faktor adat. Setelah acara ini selesai. Saurmatua. Mate Punu. Tidak ada adat untuk ini c. agar dapat dibuat acara adat saur matua. Mate mangkar ( matompas tataring/matipul ulu) . maka selesailah pelaksanaan upacara kematian saur matua. Status itu adalah keadaan sebnarnya ketika dia dipanggil Tuhan. meninggal tanapa ada keturunan . dengan harapan agar orang tua tersebut dapat menghormati kelangsungan hidup dari para keturunannya yang sejahtera dan damai. Mate Pupur. sudah bercucu. meninggal ada anak laki dan permpuan tetapi belum ada cucunya.berupa ikan mas. i. sudah mempunyai cucu dari anak lelaki dan anak perempuannya dan sudah semua anaknya menikah. Keterangan sama dengan b & c. Mate dakdanak/mati anak-anak. f. meninggal sudah mempunyai cucu tetapi masih ada yang belum kawin. Beluma ada paradaton untuk ini. Sebenarnya konsep berpikir seperti itu sangat keliru. Sarimatua. terkesan seolah kita tidak menrima apa yang ditetapkan Tuhan (takdir ). Adat sesuai paradaton saur matua. meninggal belum ada nak lelaki tetapi ada anak perempuan. Sorimatua. . Pelaksanaan upacara ini juga diwujudkan sebagai penghormatan kepada orang tua yang meninggal. Tidak ada adat untuk ini b. Yang bekerja menyedikan keperluan acara adalah pihak boru. CATATAN: Sering kita lihat seorang yang meninggal statusnya “mate mangkar” tetapi dengan berbagai alasan seolah ditingkatkan statusnya menjadi saur matua. Sebagai salah satu bentuk aktivitas adat. berdoa. saur-matua jala dan belum ada keturunannnya yang meninggal mendahului dia. karena: 1. Maka dalihan natolu inilah yang mengatur peranan tersebut sehingga prilaku setiap unsur khususnya dalam kegiatan adat maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak menyimpang dari adat yang sudah ada ADAT UNTUK ORANG MENINGGAL Tingkatan-tingkatan Orang Meninggal a. Acara mangapuli dimulai dengan bernyanyi. yang harus dijalankan oleh para keturunan orang tua yang meninggal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia yang masih hidup dengan para kerabatnya yang sudah meninggal masih ada hubungan ini juga menentukan hidup manusia itu di dunia dan di akhirat. e.

. dan pemikirannya dikuasai oleh konsep “adikodrati” seperti: Roh Pikiran orang Batak yang animistis lebih peka terhadap kegiatan roh. hanya begu melakukan semua yang dilakukan manusia. para begu bersatu dalam perserikatan yang sama betul dengan perserikatan manusia. Ia boleh duduk di kelas 1 SD bukan lantas umurnya dijadikan 7 tahun. Mungkin kutipan dari buku Hukum dan Adat Mayarakat Batak Toba karangan ni JC. Istilah begu mencakup juga roh orang yang sudah mati. sehingga tidak ada orang yang berani menentangnya. Dengan demikian. sumangot ni ompu (roh leluhur yang dipuja). begu. Penjahat berusaha mengikat persetujuan dengan begu yang ditakuti. dan sebagian besar dari nasibnya tergantung daripadanya. kekayaann bertambah-tambah. akan lahir banyak anak. Mereka disebut sipelebegu = pemuja roh. dan yang keturunannya banyak. jika roh itu dilalaikan. panen akan melimpah ruah. (Halak na begu). tetapi karena kemampuan khusus seoarang anak umur 3 tahun dapat mengikuti kelas 1 SD. Seluruh kehidupan pribadi masyarakat Batak ketika masih animisme/tidak beragamama (pagan. dan pelbagai malapetaka lainnya datang menimpa. Perlu dipahami dari religius magis. anak-anak akan mati. ketimbang semua dewata yang baru disebut tadi. heiden/kafir) diresapi konsep religius yang bersifat magis (religius magis). roh leluhur yang sudah meninggal menduduki tempat yang khusus. Kalau roh ini tidak dihormati akan menimbulkan bencana kepada keluarga dan hewan maupun pertanian. panen gagal. dan akan terhindar dari bencana (Sinur na pinahan gabe naniula) Tetapi. Terutama mereka yang diwaktu hidupnya menjadi kaya. Hampir tidak ada suatu lingkungan hidup dimana perilakunya tidak dibimbing konsep religius magis . Menurut anggapan yang lazim. tetapi secara terbalik Sumangot Di antara begu. ternak jatuh sakit. Roh-roh inilah yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. ternak berkembang biak. ingin disembah dan dihormati dengan sesajen agar terus bergiat dalam memajukan kesejahteraan keturunan leluhur itu. dan ke dalamnya termasuk semua roh yang jika disembah dan diberi sesajen bisa dibujuk untuk memberikan berkat duniawi.2. mempunyai kekuasaan. Analoginya persaratan masuk kelas 1 SD umur 7 tahun. acara adat sari matua bagi yang meninggal sari matua bukan persyaratan tetapi justru keharusan Religius Magis Orang Meninggal Jika melihat tingkatan-tingkatan orang meninggal ini “penghargaan” yang semakin tua dan banyak keturuan semakin kelihatan ada hubungan kepercayaan religius magis kepada pemujaan/penghargaan kepada sumangot atau roh natua-tua atau leluhur. Kalau acara adatnya dibuat acara saur matua dapat saja dilakukan atas kesepakatn dengan hula-hula tanpa merobah statusnya. tetapi juga roh-roh alam. Vergouwen halalamn 79-81 mungkin dapat membantu memahami religius magis acara adat orang meninggal ini. Roh mereka ini.

melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh).Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. dan penghormatan kepada mereka meningkat dengan bertambahnya keturunan leluhur itu.C. Sesajen tibal-tibal. Di lingkungan galur keturunan yang besar dan kecil. dimasa dulu bisa berbulan-bulan. tetapi dalam pada itu. bonaniari yang berperanan. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat kepadanya. Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. dan memang dari dialah boru memperolehnya. dan gondang dipukul. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. orang-orang secara teratur menyajikan persembahan kepada leluhur jika sedang ada perjamuan. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat . daya hidup bagi masing-masing borunya. menurut kebiasaan ditempatkan di suatu bagian rumah.” Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. “ “Didunia fana ini. Jika memang demikian halnya datu akan menentukan macam pengorbanan yang mesti dilakukan. demikian kadang-kadang dikatakan. tetapi dalam pada itu. pangumbari. dan dalam acara mangongkal holi. tempat dulu leluhur hidup. daya hidup bagi masing-masing borunya. Pemahaman Peranan Hula-hula & Tulang Ulaon Sari/Saur Matua.Vergouwen di halaman 62 & 63: memberi gambaran mengenai hal ini “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. Mengeluarkan tulang-tulang leluhur yang sudah meninggal dari tanah. mangongkal holi . dan boru yang tertua bertanggungjawab atas penyediaan makanan yang akan dipersembahkan. sumangot na tarrimas. “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. dan tempat kepala kelompok mungkin masih bermukim. bonaniari yang berperanan. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. dan pengaruhnya bertambah dan vice versa (sebaliknya). Jika para leluhur itu orang-orang penting dan berkuasa semasa hidup. dan sejumlah besar kerbau dan ternak lainnya pun dibantailah. dan tembakan bedil. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J.Vergouwendi halaman 62 & 63 Ulos Saput & Ulos Tujung Pemahaman “Ulos Saput & Ulos Tujung” mungkin ada hubungannya dengan religius magis “ dan peranan hula-hula yang disebut diatas. Intina adalah a.Melalui penglihatan gaib datu akan menanyakan apakah ada bahaya yang datangnya dari roh leluhur yang murka. Upacara bisa berjalan berhari-hari. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. begu mereka pun berkuasa dan penting di dunia roh. ianakkon ? Dialah pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna = kelompok orang yang kepadanya boru secara khusus menghimbau agar mendapatkan berkat. b. Bona ni ari menyediakan kain pembungkus tulang-tulang sebelum dibawa pergi.C. karena itu adalah suatu peristiwa penting bagi galur keturunan yang beranggota banyak. Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. dan dalam acara mangongkal holi. harus diiringi dengan gondang. pasu-pasu jika diperlukan.

” Jadi dari horong hula-hula dan tulang. “ c. dan memang dari dialah boru memperolehnya. demikian kadang-kadang dikatakan. Peranan Hula-hula & Tulang Menurut Religius Magis & Keseharian di Siklus Kehidupan Orang Batak No 1 2 3 4 5 6 7 Siklus Sorang/Lahir Tardidi/Baptis Sidi Kawin Monding Ina/isteri meninggal Suami meninggal Panangkok Saring-saring Borua/Ina Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Sian Tulang Saput sian Tulang2) Tujung sian Hula Bona ni ari manam pin3) Baoa/Ama Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Hela –>Hulahula Ulos sian Tulang ni baoa Tujung Hula-hula 2) Saput sian Tulang2) Bona ni ari manampin3) 1) Keterangan: 1) Ulos pertama diberikan “ tulang” dan “Hula-hula” 2) Ulos parpudi na dipasahat tulang dohot “hulahula”. 3) Acara Panangkok saring-saring. hula-hulalah sumber utama sumber permintaan pasupasu/berkat Jika merujuk pada huruf a & b siklus religius magis kehidupan orang batak . kepada suami/isteri yang ditinggalkan yang meninggal dan tulang memberikan saput kepada yang meninggal. pasu-pasu jika diperlukan. Jika isteri yang meninggal . khususnya menghimbau agar mendapatkan berkat. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . makna ulos tujung peranan hula-hula di diacara sarimatua dan saur matua yaitu memberikan ulos tujung boru atau helanya untuk meberi kekuatan dan berkat kepada yang ditinggalkan dan keturunan orang yang meninggal ini i (Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. * Dikatakan terahir karena selanjutna berobah fungsina (naik satu tingkat) di keluarga berenya i. cuculah yang menjadi hasuhuton makanya bona niari lah yang manampin Kesepakatan di Batam: 16 Januari 2004 a.Dialah (hula-hula) pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna . “hasuhuton yang meminta ” dari siapa saput dan ulos tujung ( diserahkan kepada kesepakatn hula-hula dan tulang siapa diantara merek yang memberikan saput dan tujung Martonggo Raja/Maria Raja di Ulaon Sari Matua/Saur Matua . Jika suami meninggal. daya hidup bagi masing-masing borunya) Jadi peranan ni ”hula-hula” lebih dominan untuk menaungi yang hidup atau yang ditinggalkan orang yang meninggal itu Jadi kalau peranan hula-hula lebih dominan kepada yang hidup dialah yang meberikan ulos tujung. ulos saput dari tulang yang meninggal b. karena semenajk itu statusnya akan berobah naik satu tingkat.“Didunia fana ini. ianakkon ? d.kepadanya. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. ulos tujung dari hula-hula.

naung di alaman ma i ala ni kondisi masyarakat sekitar……dst. sehingga maralaman hanya namanya saja tetapi jenazah dan acara tetap di rumah tidak dibawa ke halaman.Memberitahukan kepergian/meninggalnya seoaran raja dan membicarakan serta mepersiapkan segala sesuatu untuk acara adat penguburannya. sehingga jenazah dapat 2 malam saja tidak seperti di bona pasogit yang bisa sampai 7 hari Partuatna/Tuat tu Alaman. Memang ulaon i manutup batang/peti jenazah rapat-rapat dengan lem/rapot dan diikat dengan rotan. hariara/beringin. Jika pangarapoton beda hari dengan partuatna. berupa bakul yang berisi eme/padi . Memasukkan yang meninggal ke batang/peti jenazahnya Sanggul Marata/Sijagaron. Parjuhut (hewan yang dipotong) tergantung status yang meninggal. dan sekarang terutama di kota. Adat di Batam: Pelaksanaan terserah suhut diadakan atau tidak. serta kondisi lingkungi jenazah tidak memungkinkan dibawa kehalaman. tetapi disebut dengan “maralaman” yang berarti dibawa/dipindahkan ke halaman. gambiri/kemiri. Prinsip pokok jambar ni sarimatua/saurmatua pisah upasira dengan ulu. Sesuai kondisi lingkungan . pangarapoton sebenarnya tidak ada lagi. Sekarang tidak seperti itu lagi peti jenazah tidak ditutup karena masih ada lagi acara agama. dan acara itu sendiri disebut acara paborhathon/ pemberangkatan jenazah. artinya salah satu ulu/kepala atau upasira ada di hasuhuton. sihilap dohot pilo-pilo dipeakkon di halangulu ni namonding. Parjambaran Parjambaran hombar sesuai parjuhutna. silinjuang. Tanda status hagabeon yang meinggal (sari matua atau saur matua). dibawa dari rumah ke halaman memang harus turun ke halaman dalam pengertian yang sebenarnya. maka yang dipotong untuk pangarapoton berberda pula dengan partuatna. Pengertian ini bisi dipahami jika kita membayanghon rumah adat yang berkolong/marbara sehingga ketika. Dengan kondisi ini. paradaton di luat Batam pangarapoton dan partuatna disatukan. Terjemahan bebas “ Diturunkan ke Halaman” (Maralaman). Ndang adong makna religius magis ni i. Parjambaran Parjuhut Lombu Ulaon Sarimatua/Saurmatua . ompu-ompu. Yang paling tinggi adalah kerbau. Mangarapot. Dengan kondisi rumah sekarang khusunya diperkotaan yang tidak pakai kolong lagi. sanggar. tidak disebut lagi partuatna. Catatan: Sebelum misi/kekristena datang parjhuht hanya lembu atau kerbau. Terjemahan bebas “Menutup Rapat”. sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Boan/Parjuhut ni Namonding. walaupun ada acara panfarapoton tetapi sudah disatukan dengan acara adat partuatna. Mompo. Karena kondisi halaman rumah diperkotaan yang padat khusunya di Jakarta yang umumnya terbatas.

Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Ulaon AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. D. Huhuasi Paidua Ni Suhut anjaha Jujur Ngolu (Riwayat Hidup) Hula-hula dan Tulang: 1. Tulang Rorobot Hula-hula Namarhahamaranggi 1…. D. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Sarimatua/Saurmatua HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas Dongan Tubu/Parhobas D.Sahuta.Sahuta. Bona Niari 5.dst Hula-hula Anak Manjae (Hula-hulanaposo) 1…. D. 2….Tubu .. D.NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 Soit Handang/Rusuk/ 5 Somba-somba 6 Upasira/Ihur Parjambaran Parjuhut Horbo NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 5 6 Soit Handang/Rusuk/ Somba-somba Upasira/Ihur HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang Hula-hula Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. Bona Tulang 4. Hula-hula 2. Pariban Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Acara Paborhathon.. dst .Tubu .Tubu . D.Sahuta. 2….Sahuta.Tubu . Tulang 3.

Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan, dan dalam acara mangongkal holi, bonaniari yang berperanan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J.C.Vergouwendi halaman 62 & 63 HATA PATUJOLO, Hinauli dohot “Nilai Luhur” Adat Batak, diangkui para ahli do na mansai bagas jala denggan , khususna songon na nidok sambutan ni mantan Ephorus HKBP Ds G Siahaan di Buku Ruhut-Ruhut Adat Batak Bily Situmorang 1986. Bidang do diranap dao ditatap di Adat Batak i. Uli idaon angka tujuanna, naeng maraturan na denggan sude ulaon: masiurupan, masiajaran, masipodaan, masitatapan, masihilalaan. Naeng maraturan na denggan sude panghataion, pangalaho dohot parange: masiantusan, masihormatan, masipasangapan. Naeng maraturan na denggan sude parsaoran: pardongan saripeon, parnatua-tuaon dohot paraniakhonon, parhaha-maranggion, parsahutaon, parsisolhoton, denggan mar-dongan tubu, marhulahula, marboru. Sian najolo, diakui roha ni halak Batak do, naso marguru dijolma sude namasa diportibi on Ala ni i mabiar do nasida mangulahon na so uhum, na so adat, mabiar do nasida mangulahon ginjang ni roha dohot lomo-lomo, sai haserepon do dipodahon dohot diparangehon. Ala ni i, naengma di namangulahon acara adat batak i hita, tajaga ma tongtong hinauli dohot nilai luhur adat Batak i asa tongtong lestari, unang asal-asal manang jagar-jagar sajo. Asa boi hita mangulahon adat Batak na sintong, ingkon tongtong jolo ta antusi aha do makna dohot maksud ni setiap tatanan paradaton i, “ndang asal maniru na asing hape naung sala apalagi mangarang sesua selera ” songon na nidok umpama : eme na masak digagat ursa, ia i namasa ima ni ula” alana molo na sala do namasa i, ba lam dao ma menyimpang sian nilai luhur Adat Batak i. Arti ni umpama i pe, sindiran do i tu sasahalak namangulahon adat alai ndang diboto boasa di ulahon songoni, gabe dialusima songon umpama i Molo rup tangkas mamboto makna dohot nilai luhur ni paradaton i (Adat Batak analogina UU hukum secara nasional, Paradaton/Solup analogina songon Perda namarlaku di satu daerah tertentu namambaen Perda i) gabe praktis, ekonomis jala uli idaon Adat Batak i, alana ndang porlu be adong na bersitegang leher martele-tele gabe kontra produktip naso sesuai be tu tuntutan ni masyarakat industri/modern khususna di Batam. I do alana di Pedoman Acara Adat Marhata Sinamot on dipatorang do aha do pemahaman marhata sinamot dohot ragam ni sinamot, pudun saut dohot nahombar.

Catatan: Molo adong pangantusion na asing na autentik, boi do sesuaihonon hon paradaton on, alai anggo holan alasanna “maniru namasa” manang na “niulahon di huta naasing” manang di “hutana asalna be “ ndang sihataan i

PEMAHAMAN N Pudun Ragam Goar ni Sinamot

PARADATON

ADAT

BATAK

PUDUN

SAUT Saut

pangamai, pamarai, simolohon dohot tulangjuhutsilatataibadah Pemahaman na deba sinamot sitombol ima godang ni sinamot naung disepakati , nunga disi sude (lump sump) kewajiban-kewajiban paranak asing ni panandaion di alaman tu suhi ni ampang na opat ni parboru (pangamai, pamarai, pariban, tulang), , alai di parboru ulaon. Sarupa dohot sinamot sitombol alai gondang dohot dengke sila dang diwajibkan jala alaman ulaon unjuk dang ingkon di alaman ni parboru, alai hombar tu kesepakatan nama. lapatanna masing-masing paranak dohot parboru masinangkohi tangga ni balatukna be.

Tekhnis mangulahon, dipatorang do anon di “Buku Pedoman Acara Perkawinana Adat Na Gok”

Na taripar sian Parboru tu Paranak Tolu (3) na taripar sian Parboru tu Paranak 1.Taripar sian Suhut Parboru tu Paranak a.Pauseang, ulos na so ra buruk; b.Ulos Pasamot/Pansamot dohot ulos hela2. Ulos herbang sian Partodoan ni Parboru tu Partodoan ni Paranak: a.Tu Pamarai, haha anggi ni natoras ni Pangoli. b.Tu Simanggokhon, haha/ anggi ni Pangoli c.Tu Namboru ni Pangoli d.Tu sihunti ampang, iboto ni Pangoli Partodoan ni Paranak on, didok do tong songon suhi ampang na opat ni Paranak.3. Ulos ulos, manang ulos tonunon sadari, tu tutur na asing na ginokkon ni Paranak. Tudu-tudu ni Sipanganon & Jambar.

2. Jambar Jambar, ima namargoar ditamba bagian naasing na sibagihonon songon hatorangan mengenai jambar, songon tanda penghargaan, pengakuan legitimasi kehadiran ni angka raja na ro hombar tu status manang fungsi ni nasida di ulaon i. Pedoman parjambaran naung disepakati di Batam (Solup Batam) ima: Onma sebagai pedoman, alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “” hombar paradaton di huta i, alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V Ala ni i di tingki Acara Adat Perkawinan, naengma holan “dengke ni hula-hula” napinasahat secara khusus/ dohot acara dung dipasahat paranak tudu-tudu ni sipanganon asa tangkas makna dohot nilai luhur ni adat i. Alana molo na asing sarupa dipasahat ndang gabe sarupa nama dohot na asing gabe mago nilai dohot makna ni dengke hula-hula i. Molo tung adong pe dengke naasing dipasahat ma i rup boras dpramasuk nasida, dicatat jala digorahon ma angka ise si usung dengka. Ulos Kepada Pengenten

No Uraian Yang Mangulosi A Dari Parboru/Partodoan 1 Pamarai 1 lembar, wajib 2 3 4 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Simandokkon Namborunya (Parorot) Pariban Hula-hula dan Tulang Parboru Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot Hula-hula dan Tulang Paranak Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot

Keterangan Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita Iboto dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek dari pengenten wanita 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib

Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng, songon na pinatorang. Songoni angka na asing na marholong ni roha.

PROSESI ACARA ADAT Ulaon di jabu/di alaman , manang inganan na pinatupa 1. Paradehon Sipanganon a. Paranak: Menyediakan jala mamboan sipanganon namargoar lengkap dohot minuman ( na jolo tuak tangkasan). 2. Parmasuk ni Paranak.Molo dung dibereng nunga singkop parboru dohot paranak, boi do Paranak manungkun manang Parboru.a. Molo Parboru Manggora:“ Boha amang boru, molo na so adong dope sipaimaon muna, nunga rade hami manjalo haroro mun”. Andorang so marsipanganon jolo dipasahat Paranak do tudu-tudu sipanganon tu Parboru suang songoni dengke sian Parboru tu Paranak Dung singkop sude hundul angka hula-hula dumulai ma ulaon, ima pasahathon tudu-tudu sipanganon dohot pasahat dengke. PR PARANAKNunga denggan Rajaja ni hula-hula nami…..Nunga denggan be ta mulai, anggo di hami ndang adong be sipaimaon. Mandapoti nama molo tung adong dope na so haru sahat. Mauliate ma rajanami.Molo dung mangarade hamu hula-hulannami, asa jolo ro ma hami pasahat tudu-tudu ni sipanganon, naung hupatupa hami diulaonta sadari on. Mangarade ma hamuna hula-hula nami. Dihamu hasuhutonnami, ro/rade ma hamu tu….asa tajangkon haroro ni parboruonta Raja……laho pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu hita hula-hulana.Laos songonima di hita namarhahamaranggi namardongan tubu, asa rup ma hita tu jolo on manjalo haroro ni parboruonta Raja……pasahathon tudu-tudu ni sipanganon. Dihamu hula-hulanami…….dison ro do hami Pamoruon muna marga ……, pasahathon tudu-tudu ni sipanganon na tabo, na marsiala do i ima na adong na solot di ate-ate nami, na gompang di pusu-pusu nami nanaeng pasahaton nami annon Raja nami, asa songon ni dok ni natua-tua ma : „Bagot na marhalto ma na tubu di robean, horas ma hamu na mangan hon tu tambana ma di hami na mangalehon, las ma roha muna manjalo Botima”Dung sae dipasahat dijalangma hula-hulan laos mulak tu hundulannabe. PR PARBORU.Dihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo tudu-tudu ni sipanganon sian parboruon Raja…….. Molo tung di jolo ni hasuhuton pe on nueang, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARANAK:Na uli Raja nami, nunga rade hami

PR PARANAKDihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo dengke si mudur-udur, dengke sitio-tio sian hual-hula Raja…….. Molo tung hasuhuton pe nuaeng napadop adop on, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARBORU.Nuaeng pe diparboruon nami, ala nunga singkpo sude na roha nami marsipangananon ma hita. Andoroang so marsipanganon hupasahat hami ma tu hamu mambaen tangiangg laho mangan.

Amanta raja dohot inanta soripada na liat na lolo; Sitiktik ma si gompa, golang-golang pangarahutna.Tung songon dia pe sipanganon na hupatupa hami onSai godangma pnasuna ! Marjomuk ma hita !

Dihamu angka raja dohot inanta soripada sian dongan tubu, dongan sahuta, boru, hula-hula, pariban, sudena tulang dohot ale-ale, nunga tajalo dison tudutudu manang panggoari ni sipanganon sian pamoruonta na rap mangadopi ma hita.Langsung ma digora rajani boruna, asa di irisiris menekmenek sian aliang-aliang dohot ate-ate laho dipiringkon (dipadalan) tu angka naginokhonna. (4). MARBAGI JAMBAR PR PARBORUNunga boi ra ta uduti ulaonta atik pe so haru singkop dope sude marsipanganon, ima taringot tu parjambaran.PR PARANAK.Naulima i Rajanmi !

PR PARANAKMauliatema Raja nami !Nunga tingkos nanidok muna rajanami, nungnga hupasahat hami tu hamu Rajanami tudu-tudu ni sipanganon i, jala dialaman muna do uloonta, huhut ni i, hombar tu uhum ni adatta, disi tano niinganhon, disi solup niparsuhathon, nauli ma i raja nami , sidapot solup ma hami na ro. Hamu angka raja namarloloan on, lumobi raja dongan huta; Sori manungkun do sori mandapot, sai jolo manungkun do naro tu nanidapot; disi tano ni inganhon, disi solup ni parsuhathon ; ai si dapot solup do naro. Ianggo parjambaron na masa di huta on , tarsongononma; …….. Dung dialusi nunga une, horas jala gabe, didokma muse: CATATAN:1. Umpama/Umpasa naasing nahombar di tingki marsipanganon boi dohonon. Bulung ni dapdap langkop sipanganon natupa ima taparhajob. 2. Mansai ringkotdo jala unang lupa hasuhuton paboahon tu angka tondongna na ro sian luat naasing na mungkin asing paradatonna /solupna asa unang anon adong na mangido adat namasa di luatna/hutana. Dung sidung marbagi jambar diudutima dohot manghatai adat. Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., bona tulang…., tulang rorobot……, bona niari….., hula-hula namarhaha maranggi……., hula-hula anak manjae/hula-hula naposo……. , nunga huparade hami hundulan di hamu Rajanami. Molo tung songonipe parhundul muna rajanami naung disiamun nami ma hamuna. Rajanami, ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Beha, nunga denggan be hundulan muna Raja nami? Mauliatema ! PR PARANAK.Mauliatema rajanami, udutanta ma hape panghataionta. Dihita namardongan tubu, Raja ni boru , Bere/ibabere raja ni dongan sahuta dohot ale-ale, tapadenggan ma parhundulta ala naeng mulaanta nama panghataion dohot hula-hulanta………… Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., Bona tulang…., Tulang rorobot……, Bona niari….., Hula-hula namarhaha maranggi……., Hula-hula anak manjae/ Hula-hula naposo……. , Pos do rohanmai naung renta hundulan muna Raja nami. Ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Nuaengpe hupasahat hami ma tingki panghataion on tu hamu Rajanami. Mauliataema ! Sise mulani hata, sungkun mulani uhum, jolo dinangnang do asa dinungnung, jolo dipangan do sipanganon asa disungkun. PR PARBORU: Parjolo sise lapatan ni Tubuma dingin-dingin diluatni janji matogu, Horas tondi madingin pir tondi matogu. sipanganon:

Nunga nihabosurhon indahan na las, hinasagathon lompan natabo, suang songoni minum mual sitiotio, tio ma antong parnidaanta tu joloan on. Pamurnas mai antong tu daging marsaudara tu bohi, sipasindak panaili mai, sipaneang holiholi jala sipadomu tahi. PR Olo tutu rajanami, alusanma PR PARBORUSise Paduahon, manungkun sintuhu ni ulaon PARANAK: raja i

sisesise

ni

Alai amangboru !, mardongan do na uli marangkup do na denggan, siangkupna songon na hundul siudurna songon na mardalan, dia ma siangkupna, dia ma lak-lak na dia ma unokna, dia ma hatana dia ma na ni dokna, tangkas ma di paboa amang boru ma . Adongma anak magodang dijolo nami, jinujuan ma ibana asa dilului donganna masihaholongandonganna gabe-donganna saurmatua-donganna hot ripe. Ia jus ma ninna hole-sar ninna tahutahu, purma barita, sahatma alualu sian anak nami. Tangkas do hutanda hami raja i, na hot diadat na ingot di uhum, raja ditongani mangajana, natardok hata indokna. Ai nunga pitu lilinami, paualu jugia nami, nunga uli nipi nami, olo borumu naeng gabe parumaen nami. parajahon panghataion diparhusipon

RP PARBORU Patni gaja tu patni hora, anakni raja do hamu pahompu ni namora. Sinur do di hamu horbo dibara, bun do dihamu eme disopo, gok do dihamu pansamotan dohot sere di hombung. Marbunga ma singkoru, dijulu ni tapian, tangkas binotodo, na marroha-naburju jala namora do hamu boru, huhut nabuas mangalean. PR PARANAK. (Mangelek) Toho do nunga tangkas sahat pasupasu sian Tuhanta sian najolo tu hami.Molo tung alani sibahenondo, songon nabiar do rohanami, alai pos do rohanami, ndang pailaonmu gellengmu, ai sian najolo hutanda hami hamu, songon pandohanni natuatua, Ba tung patuhukhonon muna ma tu gellengmu naso tartuhukna raja nami? Mauliate. Ba pasahat hamu ma sinamot tu suhut : horbo saadaran, mas saampang, hepeng rupiah singkat ni . ringgit sitio suaraPintor oloi hamu ma, ai namora do hamu sian hitaan, ba namora jala situnjang hepeng do hamu nang dipangarantaoan on. Raja nami! Ninna barita, manjangkit ulok dari, mangarpe di dangkani jabijabi, hamaraon namasa di ugari, turiturian namu saonari. Ndang songon dibonani pasogit be ditano pangarantoan on rajanami. Ndang adong be tuduon didia adaran ni horbo, so adong be barani jabu, ba mas pe nunga toko mas nampunasa Alai rajanami didok hamu nankin, sadasada hamu alusan nami, pangidon nami dohot elekelek nami sahali mangalusi ma hami di hamu, pinasadama sinamot tu suhut sihabolonan rap dohot angka partodoan, dohot namosok didokma nuaeng “ Sinamot Rambu Pinungu” jala dipasada ma i di uang rupia ni pamarentanta NKRI

Proses. sipanolopi ma hami di hasadaan ni roha muna songon adat na hombar adat di huta on. Toho ma antong nalambas roha hamu jala marpanganju. ba huundokhon hamima pangidoan muna ima sinamot na gok. tung tangkas do pasahaton nami tu opat partodoan / suhi ampang na opat ni raja I di alaman. huoloi hami mai . ba i naummuli. hula-hula/tulanng dohot hahaanggi. Martumpol (kalau ada). Alai rajanami andorang so hutariashon hami sisombahonon nami tu hamu.b. ai hansitdo tangan mandanggurhon nasoada. . paling lambat pkl 09. Raja nami.30. sada di galangan. pemberkatan nikah sebaiknya pkl 09. ima tutu tapareak. RP PARBORU Songoni ma di hamu amang boru. alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “ulu dengek mulak” hombar paradaton di huta i. loas hamu ma jolo hami mangido panuturion sian dongan sahuta. (Ndang khu sus manjalo hula-hulana di alaman ni halak). Pemberkatan Nikah. UnjukSian pengalaman.5. Tohodo nahubaranihon hamido ro mandapothon hamu. Onma sebagai pedoman. Parjoloma jolo hupangido hami panuturion sian dongan huta/natuatua ni huta Santabi godang ma dihamu angka amanta PR PARBORUMauliatema di paniroion ni dongan huta ! HULA-HULA & TULANG PR PARBORU. ai i do kebiasaan makan siang. rambu pinungu. Catatan: Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng.Mauliatema paniroion muna hula-hula nami raja. Mauliatema Songonima dihamu parboruon nami…. nunga tangkas nangkining binege sian hasuhuton.00. Prosesi Masuk tu Alaman ni Suhut. jado I raja nami Rp……juta ma sisombahonon nami sinamot nagok boru ni raja i. Alai anggo panandaion.00. ba tungido natarpatupa hami. pantisni miak sapala namangasi hamu rajanami. Mauliatema. Songoni angka na asing na marholong ni roha. Tuat siputi nangkok sideak. Waktu dan Tempat Pernikahana. nunga jolo nililit hian bolon nami. tumpak sahalamu. boru/bere nami. rambu pinungu.Holan suhut bolahan amak (suhut namangalamani) do manjalo hula-hulana di alamanna. tangkas dope pasahaton muna. alai panandaion tu suhi ampang na opat. paralangalangan. ba tariashon hamu si sombahonon muna i amang boru! . ndatung namangkolit hami. Idaon mokmok do hami. nean molo parnidaan nami sandiri. unang gabe targanggu kesehatan.. unang Tung mangido mangelekma hami di hamu raja nami. Hombar tusi. lumobi disuhut nadua NI PARBORU BORU/BEREDung hupaihut-ihut hami panghataion ni hula-hula nami parboruon muna pariban nami.sapala pantis raja nami. jala asa tingkos songon tingki diundangan pkl 12. Ba nunga dipangido hamu asa rambu pinungu dipasada ma sudena di uang rupia NKRI . paling lambat pkl 12.juta. Marsibuha-buhaic. asa saut mokmok jala togos muse hami tu joloan on.d. songon na pinatorang. idaon togos molo tung tohoma songon nidok munai.30 asa boi marsipanganon di ulaon unjuk pkl 12. godangna Rp …. Suhut naniamabangan (suhut na ro) sauduran/ rup masuk do rap dohot hulahula/tulangna. marniang do hami.00. alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V 4. Ba tumpakma tondimu.

ulaon di alaman ni……. Dipasahatma tu natuatua ni huta Jongjongma natuatuani huta huhut maniop ingot-ingot di piring Andorang so hutariashon hami ingot-ingot. asing ni panandaion tu suhi ampang na opat. paranak do anggo namenyediahon i. satongama sian parboru. bohi ni sinamot naung dipasahat Rp…. songon onma angka naung dihatai siingotonta: …… Sinamot godangna Rp …juta rambu pinungu. sada ma sian paranak. tu hita namardongan sahuta dohot dongan nasaparadaton. Ulos tonunon sadari sipasahaton ni parboru tu paranak. Tampuak ni sibagandingma didolokni pangiringan... . PASIDUNG ULAON Jumlah (Godang) ni Ingot-ingot.. Ulos-ulos dohot Pasituak Natonggi a. jambar mangihut. lelengma hita mangolu jala rap tagomgomma parhorasan panggabean. Songoni nang pasituak natonggi/panandaion nasipasahaton ni paranak tu parboru. sai sautma hamu suhut nadua horas jala gabe jala maulibulung.(songon tabel). Sahatsahatni solu ma sai sahat tu bontean nunga sahat simpul ulaontaon dibagasan dame. parboru do anggo namenyediahon i. namartutur huhut masi pairingiringan.7. ulos .. b.…dst.

upacara adat. Gonrang.alat musik ProvinsiSumatera Utara / Sumut Alat Musik Tradisional : Aramba. Druri dana. doli – doli adalah alat musik yang seperti bambu yang ditiup atau di hasapi 3.B.musik 1. alat musik aramba ini biasanya di gunakan oleh penduduk nias pada saat melakukan upacara. 4. 1. Faritia. Garantung. bentuknya pun agak sedikit tidak biasa dari alat musik lain. Doli-doli. alat musik aramba ini terbuat dari logam. Hapetan. alat musik aramba menjadi sumber bunyi dalam upacara adat juga alat musik lainnya juga 2. di bagian tengah pada alat musik ini ada semacam pemicu yang terletak di tengah bundaran yang membuat bunyi. Garantung : Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung . Druri Dana : Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala Faritia : Aramba kecil 5.

6. 9. 13. Inang Asing Sing So Pulo Samosir Butet Lisoi O Tano Batak Sinanggar Tullo Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita Lisoi Denggan Ni Lagu Mi Ketabo Na Sonang Do Hita Nadua Sik Sik Sibatu Manikam Sapata Ni Napuran Si Togol . 14. 12. 11. 10. Gonrang : Sejenis kendang 7. 7.6. 5. 2. Hapetan : Sejenis kacapi B. 4. 8. 15.Lagu Daerah Lagu-lagu daerah Batak 1. 3.

22. 18. 34. 20. Ketabo 11. Sinanggar Tullo 30. 19. Butet 5. pangkat. Dirondang Ni Bulani 7. Dago Inang Sarge 6. Doli O. 31. Situmorang) Alusi au …. Erkata Bedil 8.16. Kulcapi 12. 17. hasangapon ido dilului na deba (Kekayaan. Gondang Si Monang-monang 9. Anju Ahu 4. Aek Sarulla 2. Sing Sing So 14. 16. Lisoi 26. 15. hagabeon. Hoho Ninawuagö 10. 25. Leleng Ma Hupaima Ima 13. Madekdek Magambiri Mariam Tomong Modom Na Sonang Do Hita Nadua O. 23. Si Raya Katumba 27. 35. alusi au Marragam-ragam do anggo sitta-sitta di hita manisia (Bermacam-macam cita-cita dalam diri kita manusia) Marasing-asing do anggo pangidoan di ganup-ganup jolma (Berlain-lainan permintaan setiap orang) Hamoraon. Sirait nabolon Lagu rakyat Sumatera Utara 1. Alusi Au 3. 32. Pio Pinasa Si Dung-dungon Piso Surit Rura Silindung Say Selamat Masineger Sege Sege Sengko Sengko Sori Ya Katulla Taganing and Muzik Tiup Tarambe Tangan Tillo Tillo Tuan Ma Gunung Malelo ALUSI AU (Ciptaan N. Ramba Dia 17. Sigulempong 28. 24. Simalungun Rayat 29. 33.. 21. itu yang dicari sebagian) Dinadeba asal ma tarbarita goarna tahe (Sebagian asalkan namanya tenar) Anggo di au tung asing do sitta-sitta asing pangidoanku (Kalau aku lain cita-cita dan permintaanku) Mansai ambal pe unang pola manisak hamu tahe di au .

uning-uningan digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati dan konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dan Sang Pencipta (Mula Jadi Na Bolon). Bagi masyarakat Batak Toba. dokma hatam. Kesenian ini terdiri dari unsur musik (musik instrumental) dengan alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba. uning-uningan kesenian tradisional Batak Toba mencoba tetap bertahan.Uning-Uningan Ditengah arus budaya global yang terus mengkristal sebagai budaya populer. Eksistensinya kini bisa dihitung dengan jari karena masih ada segelintir orang yang teguh mempertahankan seni tradisi ini. . Ende Batak Dohot Uning-uningan memaparkan kesenian ini berasal dari dua kata un dan ing. Un berarti suara yang rendah (bongor) dan ing berarti suara yang tinggi (sihil). itu saja yang aku cita-citakan) Tung denggan ni basam basami do nahupaima-ima (Kebaikan hatimu itu yang selalu aku tunggu) Asini roham daito unang loas au maila (Belas kasihmu jangan biarkan aku malu) Beha roham.(Biarpun lain permintaanku ini janganlah diejek) Sasude na nahugoari i indalai saut di au (Semua yang telah saya sebut bukanlah cita-citaku) Sitta-sitta di au tung asing situtu do tahe (Cita-citaku memang sangat lain) Tung holong ni roham i sambing do nahupar sitta-sitta (Kasih dan sayangmu. alusi au (Tolonglah katakan dan jawablah) C.musik gabungan 1. M Hutasoit dalam bukunya.

antara lain aerophone (alat musik yang ditiup) terdiri dari sarune na met-met. boru pe antong torop” yang artinya: bintang yang bertabur. tetapi dipilih beberapa jenis saja (biasanya tiga sampai enam jenis alat musik dalam satu ensambel). Tidak hanya orang sakit yang menggantungkan diterimanya doanya pada tradisi ini. anak laki-laki pun banyak. ombun na sumorop. “bintang na rumiris. adakalanya orang menentukan jalan hidupnya dengan tidak rasional. Pengobatan Dalam masyarakat Batak Toba. sebuah sulim dan sebuah hesek. pengertian uninguningan berarti. tulila. Si dukun kemudian menari mengikuti irama musik dan biasanya kemasukan roh orang yang sudah mati yang sengaja diundang. sordam. bayangkan orang yang sedang sakit masih disuguhi alunan irama musik meski sebenarnya berisi doa. Dalam hal mendekatkan dengan roh-roh para leluhur. Orang yang sudah lama menikah dan belum mendapatkan keturunan memanfaatkan tradisi ini sebagai pengantar doa permohonan untuk mendapatkan keturunan. Lebih dari itu. dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba tidak semua alat musik itu digabung dalam satu ensambel. Sepintas memang lucu dan tidak masuk akal. ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan datu (orang yang ahli yang biasa disebut dukun) sebelum upacara dimulai. embun yang berserakan. beberapa perangkat uning-uningan bisa dimainkan sendiri-sendiri. sulim. untuk menguningkan dan terus panen kekhazanahan tradisi nenek moyangnya. uning-uningan tidak semata sebagai hiburan yang menggeliatkan alunan musik dan mempertontonkan lelucon-lelucon untuk menghibur masyarakat. tataloat. Kemudian masyarakat yang hadir spontan menjawab umpama tersebut dengan seruan. Untuk fungsi secara pribadi. suara bongor dan sihil yang bersahut-sahutan. Jenis idiophone (alat musik yang dipukul) terdiri dari garantung. tanggetong atau mengmong dan sidideng. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Yang tetap tampak dalam masyarakat Batak Toba. dua buah hasapi (hasapi ende dan hasapi doal). Yang penting dalam uninguningan harus ada paling sedikit satu jenis alat musik yang berfungsi sebagai pembawa melodi dari repertoar yang dimainkan. Keberlangsungan hidup dilalui dengan kadar alam yang ditempati. salung dan alongalong. jenggong. tapi hasil yang ingin dicapai adalah rasional . saga-saga. Bacaan yang paling populer yakni. tidak selamanya proses tujuan hidup ini bisa dirasionalisasikan. uning-uningan digunakan sebagai pelengkap pembacaan doa bagi kesembuhan orang sakit dan terbukti bisa menyembuhkan. “Imatutu‟ (semoga benarlah adanya). anak perempuan pun banyak. dan hesek.Dengan demikian. Kemudian jenis membranophone (alat musik yang terbuat dari kulit binatang) terdiri dari gardap. Ada beberapa jenis alat musik yang dipakai dalam uning-uningan. Dalam hal permohonan keturunan biasanya dilengkapi beberapa umpasa (umpama) yang di bacakan penatua kampung. Jenis chordophone (alat musik yang dipetik) terdiri dari hasapi. Isi umpasa tersebut disesuaikan dengan keadaan orang yang akan didoakan. anak pe antong riris. Misalnya. Diakui atau tidak. sebagai sarana refleksi diri dari perbuatannya di dunia dan digunakan untuk mendekatkan dengan roh-roh leluhur sebagai langkah keharmonisan dalam bermasyarakat menuju komunikasi antara manusia dan Mula Jadi na Bolon. seperti menyediakan sesajen dan membatasi orang yang hadir. Biasanya. uning-uningan pun dimainkan. sebuah sarune na metmet seperangkat garantung. tidak gelisah dengan alam sekitarnya. Di sinilah letak ketahanan tradisi ini.

Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do. Saat dimulai pendokumentasian gondang batak. Ada bumi dengan manusia bersama mahluk pendampingnya. Ada dunia. fa. Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompik dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga. dan Dia memulai ada. Pargonsi. Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas. sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel. India. pemain gondang batak muda tidak lagi mementingkan penguasaan ragam gondang batak. empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama. taganing (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb). Seperti disebut di atas. jagad raya beserta isinya. diminta dan diaplikasikan pada saat manortor. adat dan hiburan. mi. dsb. tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini. Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jaw. Walau agak sulit.Gondang Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup-”obo). karena pada umumnya masyarakat batak lebih menginginkan irama modern seperti nyanyian bahkan dangdut. sol. tersusun menjadi narasi singkat untuk memudahkan pemahaman kita akan makna dasar dari gondang itu dibuat dan digunakan. Seniman tua gondang batak saat ini di toba pun sudah jarang memunculkan ragam gondang batak itu karena ketidakmampuan masyarakat mengenalinya. mula dari segala sesuatunya yang . akhirnya dapat direka pengertiannya ketika gondang itu dari awal tercipta. Mula Tempah. Repertoarnya yang beragam memenuhi segala kebutuhan seni yang digunakan untuk beragam kegiatan seperti pada upacara keagamaan. sebagian yang masih diingat nama gondang itu dilakukan pengkajian makna dan pengertian judulnya. Modernisasi telah menggempur sendi kebesaran Gondang Batak. Cina. taganing adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune. Gondang batak. Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik. salah satu karya seni musik batak yang sangat kaya dan menjadi kekaguman bagi dunia. re. Beberapa gondang yang dapat saya simpulkan atas kerjasama dengan para pargonsi. repertoar gondang batak yang asli sudah jarang dimunculkan.2. variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing. RAGAM-RAGAM GONDANG BATAK GONDANG MULA MULA Semula Dia sudah ada. Kita hanya bisa melihat alat kesenian itu dimainkan dengan versi modern. Dia Mula Jadi. Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali. dan sejauh yang saya tahu. gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme). dimainkan.

Yang memberi tuntunan hingga diikuti. Fakta. Hanya yang berjiwa besar yang dapat menerima kekalahan dan mengakui kemenangan kepada saingannya. Yang memberi pencerahan hingga didekati. tangis dan gembira. Dia diberi kewenangan mengelola bumi untuk pemenuhan kalangsungan hidupnya. didepan dia dikejar. seorang pargonsi yang ikut pemilihan kepala kampung di salah satu wilayah di Samosir. ditengan dia dikerumuni. Dia adalah memulai selanjutnya untuk kreasi hidup di planet yang dihuni manusia ini) SIHARUNGGUAN Jadilah manusia yang dicinta. (Sibungka Pingkiran. Dia memulai karya dan usaha. Siharungguan artinya yang dikerumuni. berobah dengan menjagokan diri dan siap untuk dilakukan voting. kegelisahan. (Gondang ini umumnya dimainkan saat mengawali acara “mamuhai ulaon” oleh hasuhuton. (Harungguan. adalah tempat berkumpul. dia ditunggu. Petek. Dia yang pertama menuturkan sembah sujud kepada yang empu-nya. mari memulai. Mengajak bergerak . Selagi masih memiliki kaki. menang atau kalah. menerima kedua resiko. Dibelakang. Pemimpin yang dulunya muncul berdasarkan karakter harajaon. Dia yang pintar menuturkan sembah “Deak Marujar”. merupakan koin suara yang dimasukkan kedalam kotak suara dan selanjutnya dihitung. walau tidak dapat dipungkiri akan muncul rasa kecewa. Pekan disebut juga harungguan. dia harus menerima kekalahan dengan berlapang dada walau diawali dengan rasa kecewa. harus diterima menjadi kewajaran. Yang melakukan pembelaan dengan keadilan hingga percayai. yang memberi kehidupan hingga ditemani. Dia yang pertama memohon ampun kepada penciptanya.semuanya harus tunduk kepadaNya. Dia yang pintar menuturkan ilmu pengetahuan “Deak boto-botoan”. Dia yang pertama menghadapi tantangan. Mulai muncul rasa cemas. (Berdasarkan pengalaman Panuhari. Kehilangan akan menimbulkan kesedihan. (Deak Parujar adalah Dewi pertama yang menjadi manusia pertama menghuni bumi. pintar. Butuh kesiapan mental. Sebelum “hasuhuton meminta Mula-Mula. begitulah kepercayaan batak dulunya. Larut dalam duka akan menenggelamkan semangat perjuangan. Ayunkan selangkah hingga kamu dapat berlari. Ini merupakan idealismenya pemimpin batak) SIDABU PETEK Demokrasi baru muncul di tanah batak. Selagi masih dapat berpikir. Dia mengajarkan cinta sesama. bijak dan bestari. adalah mengajak manusia untuk tidak tenggelam dalam kegagalan. Mula Jadi yang maha besar. Kalah. Dia menggambarkan gejolak antara semangat dan kecemasan mengawali penyertaannya. pargonsi lebih dulu memainkan uantaian 7 gondang secara medley yang disebut “sipitulili”) MULA MULA II (Paidua ni mula2) Dia diberi anugerah oleh Mula Jadi. pemimpin alam. mari berdiri.) SIBUNGKA PINGKIRAN Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan. Dialah yang memohon dan mengkreasi planet earth ini diantara planet-planet yang sudah ada menjadi huniannya setelah memutuskan mmenisah diri dari dunia dewata.

) HOTANG MULAKULAK Hidup adalah perjalanan. (Hotang. (Alit-alit. Gemerlap bintang adalah kodratnya yang hanya bisa dilihat di saat kelam. adalah pertanda dalam hitungan bulan batak “sipahatolu”. tanpa dilakukan penghitungan. Bila tidak memiliki hasil panen pada bulan ini disebutkan kelaparan di musim panen “anturaparon di sipahatolu. manusia sudah melakukan perjalanan menuju kedepan namun berulang melintasi titik keberangkatan. Pada saat itu musim panen mulai marak di Toba. diciptakan Aman Jabatan seorang pargonsi dari Samosir berdasarkan pengalamannya yang tersesat dalam perjalanan.dinamis dengan mengutamakan kecerdasan. Masa panen pun menjelang. seraya mengucap syukur kepada Maha Kasih. dibarengi kesibukan berbagai persiapan.) BINTANG SIPARIAMA Bintang Sipariama sudah muncul. karena kematangan padi yang menentukan. (Bintang Napurasa adalah yang nampah jelas menjelang pagi hari. Tak selamanya keinginan menjadi kebutuhan. Ke depan adalah tujuan. adalah rotan yang tumbuh menjalar melalui tanah. . Kebersamaan pun digalang untuk melakukan panen bersama. membelit berkeliling hingga melilit batang awalnya. karena akan selalu muncul tak beraturan menjadi beban dalam pemikiran. namun ada sebagian masih dalam harapan sehingga lebih sering menjadi pengagum kecemerlangan orang lain) HATA SO PISIK Memikul muatan berat. Kecemerlangan seseorang diibaratkan seperti bintang bersinar terang. istirahat adalah kesempatan pemulihan tenaga. menghabiskan waktu dan melelahkan. “siadap ari” bergantian memetik padi. Bila gemerlap datang dan menghilang ingatlah kepada bintang dilangit. Yang seogianya ditempuh dalam 2 jam. mampu menganalisa dan tepat membuat keputusan. Bila beban itu ada dalam pemikiran. ranting pohon lain. Kelengahan membaca dan mengingat pertanda menentukan arah akan menyesatkan perjalanan. Namun dalam menempuh perjalanan itu tak pelak kadang harus melewati awal keberangkatan. adalah mustahil dapat diringankan dengan istirahat fisik. Biasanya dilontarkan kepada yang malas bekerja dan selalu mengemis menyambung hidup. Kecemerlangan adalah idaman setiap orang. Gemerlap Bintang Napurasa tidak abadi setiap malam. Perjalanan jauh kemungkinan besar akan kembali ke asalanya. Hati yang menjauh juga diharapkan akan kembali kepada untaian kasih yang sempat tertinggal dan terabaikan) ALIT-ALIT Hidup bagaikan melintasi hutan belantara. Tak selamanya kebutuhan diukur dengan gemerlap. Tanpa disadari. dia tersesat selama satu hari. bila lelah.) BINTANG NAPURASA Gemerlap cahaya bintang napurasa akan memerikan keindahan dalam hiasan langit malam. berkeliling. Setiap persimpangan harus diingat dan dibuat tanda arah ke tujuan yang akan dicapai. Semangat semakin bergelora. Kegentingan hidup selama “haleon” pacekelik mencair. atau anturaparon di sipariama. (Bintang Pari. meninggalkan. Tidak ada guna rebutan jadwal.

kita catat dalam “bindu” halaman kerja. Kita adalah sama.Seorang pemimpin kadang harus menyimpan rahasia yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk mencegah konflik. Mereka berseru melalui gerakan tari diiringi irama. Lindungi diri dari serangan penyakit yang membahayakan. perilaku mereka dipandang sesat. Kita bersama memadu pikir demi kepentingan kita dan mereka. Lakukan kajian dimana sisi lemah yang dapat menghancurkan. mempersatukan derap langkah masyarakat dalam kedamaian. sisi. Beliau terkejut. Pinungu. Bagi seorang pemimpin adalah pekerjaan penuh kecermatan dalam mempersatukan masing-masing perbedaan karakter manusia. Irama gondang ini sangat beda dengan gondang “Marhusip” yang sering disebut selama ini Hata So Pisik. waktu. Kamu tanpa aku apakah ada arti? Kamu.) ALING-ALING SAHALA Para Raja di kalangan Batak tempo dulu sangat menjaga etika moral. “Mengapa ini harus terjadi?. Hidup kita bangun. Dalan semua sudut. hukum dan adat istiadat. (Rambu. Manusia memiliki pahala masing-masing dan sifat berbeda dalam menjalankan kehidupannya. Ibarat tanduk yang tercabut dari kepala. Karena bersama kita tegar “toga”. . Para Raja Batak dulu mengalami degradasi dengan masuknya peradaban modern melalui penjajahan dan missi agama. Keterpurukan wibawanya bukan karena kesalahan. Semua demi keutuhan dan kebersamaan. (Aling-aling Sahala. Sahala mereka mulai menjauh. beliau terkenang dan dalam hati menyebut wujud dari raja Uti. sian i ro tusi sumuang molo diose padan. apa yang sudah kita buat dan apa yang masih perlu dilakukan tindakan. Kewibawaan mereka dicabut. Duka dihatinya tak ditangiskan. Dari kain hitam yang kedua diujungnya ada rambu warna merah. dan tabutabu sitarapullang pun menghilang. Penyesalan tiada guna. Kapasitasnya dalam menegakkan kebenaran di masyarakat adalah wujud dari kehormatan (hasangapon) dan menjunjung kewibawaan (sahala) pada diri mereka. Di tengah perjalanan saat Sisingamangaraja istirahat. Keturunan mereka satu persatu mulai menjauh.) BINDU MATOGA Aku tanpa kamu tidak berarti. Mereka butuh kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk mampu mengemban tugas mulia. semangat kita galang. Tanda dari perjanjian itu kepada Sisingamangaraja I diberi tabutabu siratapullang. Para raja dikalangan batak biasanya menggunakan “talitali” ikat kepala lambang kebesaran yang disebut “tumtuman”. Gondang ini lajim dipinta oleh para Raja untuk mengenang beban tugas mereka dan banyaknya rahasia yang harus dipendam namun harus diselesaikan dengan bijaksana. diartikan sebagai mengenang/memanggil kembali karisma diri mereka yang hilang dan permohonan maaf kepada Pencipta yang memberikan derajat kehormatan itu (dulu) kepada mereka. kerukunan dan ketaatan dalam hukum. aku dan dia adalah kita. (Gondang ini terinspirasi oleh Sisingamangaraja I ketika menerima amanah dari Raja Uti untuk tidak menyebutkan wujud fisik beliau. Bila nilai tak dapat dipertahankan maka “sahala” (karisma) akan ambruk. adalah untaian pada ujung ulos. Selamatkan jiwa dari tindakan buruk orang yang tidak sejalan. artinya dihimpun.) RAMBU PINUNGU Kehidupan penuh dengan keanekaragaman. setiap sisi kita hempang dari serangan.

Lolos dalam perjalanan yang penuh tantangan dan godaan adalah kemenangan baginya. planologi perkampungan yang mereka ciptakan sebelum mengenal meter saat ini masih abadi. Digambarkan sebagai penguasaan semua system alam dengan mencegah hal buruk yang dapat merusak keutuhan dan kesehatan.(Bindu Matoga.) TUKTUK HOLING Beragam lambang kebanggaan manusia sejak muda hingga tua. Alat penumbuk dikenal setelah . Apa yang mereka hasilkan hanya dengan pengukuran “suhat” dan “lilit”? Apa perbedaan setelah menggunakan meter? Semua konstruksi. adalah yang memegang teguh etika moral dan taat hukum. petakan sawah. Hingga mereka melakukan ukuran kepada tali kemudian mereka melakukan pengukuran dengan melilit. Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi masalah demi kesejahteraan masyarakat. ibarat kerbau yang bertanduk panjang menjalani lorong sempit. Lorong sempit yang disebut balubu atau bahal adalah lintasan segala ternak ke perkampungan. Ketika meter kayu digunakan. Mulai memasuki area kompetisi menunjukkan eksistensi seorang perjaka. Pertanda dari kecerdasan mereka itu dapat kita lihat dengan bangunan rumah adat. Dengan datangnya alat ukur “meter” mereka semakin terbekali dan mendapatkan keseragaman ukuran. Seekor kerbau yang bentang tanduknya panjang sekitar satu meter.) TANDUK NI HORBO PAUNG Seseorang yang memiliki kehormatan. tertinggal. gorga dan ulos.) SIDOLI NATIHAL Masa muda bagi seorang pria penuh dengan gairah. Ini membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus menyebut mereka “bodoh. mereka salah dalam tingkah laku kemudaannya. mereka kebingungan saat mengukur diameter karena tidak dapat melilit seperti kebiasaan mereka.) LILIT TU METER Kecerdasan dan intelektual Batak sudah teruji sejak jaman dahulu kala. penyakit apa yang mungkin muncul. Mereka berekspresi penuh dengan tingkah polah untuk mendapat perhatian publik dan lawan jenisnya. (Biasanya diperdengarkan saat Gondang Naposo dimana para pria menari menunjukkan kebolehannya penuh dengan gaya. Mereka melakukan pengukuran dengan istilah “suhat” untuk panjang dan tinggi “lilit” untuk mengukur lingkaran. Dia terkontrol oleh penghormatan kepada dirinya itu dalam semua sikap dan perilakunya. Kerbau itu kadang kesulitan akibat sempitnya lorong atau adanya dahan yang menjorok ke bahal. Orang tua batak biasanya makan sirih. mereka butuh alat penumbuk sirih. saluran irigasi. Rambu ini membatasi kebebasan dirinya dalam setiap kesempatan. (Nama gondang ini dulunya disebut juga PARDALAN NI HORBO SISAPANG NAUALU. Dengan dorongan sifat dinamis untuk mendapat pengakuan. Kadang. Digambarkan dengan garis segi empat bertajuk delapan sesuai dengan mata angin. Nujum bindu matoga sering dilakukan peramal untuk mengetahui dari mana kemungkinan datangnya musuh. Bila gigi sudah makin lemah hati mengeluh. (Pendidikan modern hanya penambahan bekal intelektual mereka. primitive” sebelum pendidikan formal hadir.

Kadang alat penumbuk itu dibuat beragam variasi yang indah dengan material tembaga dan perak. Tidak ada kata kelaparan bila bijak mengolah hidup. namun lebih banyak berdampak kesusahan. hentakan kegembiraan muncul. Badan tersiksa. (Bedasarkan pengalaman penjudi kalangan masyarakat Batak jaman dulu yang selalu menghimbau agar terhindar dari ketagihan permainan itu dan bekerja dengan giat adalah yang terbaik. adalah nama burung yang berparuh keras yang dapat melobangi batang kayu keras untuk membuat sarang dan dan mencari makanan. padat. Sapadang diolah dengan telaten dan dimasak hingga nikmat dimakan sebagai pengganti nasi yang terbuat dari beras. Ubi dan Sapadang adalah jalan keluar dari kemelut ketersediaan bekal beras yang terbatas. Bila hasil panen mencukupi bekal satu tahun maka kekhawatiran pun sirna. (Sapadang adalah tumbuhan mirip gandum biasanya tanamn liar.) TORTOR Tortor adalah gerakan tubuh mengiringi atau diiringi irama gondang. Kebersamaan adalah pengumpulan kekuatan. mengharap mendapat giliran “ceki” penentu kemenangan. maka pengayuh lainnya akan kelelahan dan pengemudi akan repot. Nause tidak mengandung pengertian “tumpah. Parsolubolon adalah mereka yang sedang mengarungi perairan dengan sampan besar itu. Sebaliknya bila pengayuh tidak pintar.) PARSOLUBOLON Hidup adalah perjuangan. Tidak ada yang hina bila kenyang makan tanpa beras. pengayuh akan kewalahan.datangnya logam yang dibuat khusus menumbuk sirih. Kesepahaman adalah akselerasi keragaman potensi diri dalam menjalankan misi bersama untuk sampai di tujuan. Ada juga yang menempahkan dengan lilitan penghias dari emas. Mereka membanggakan peralatan itu layaknya seperti perhiasan. berhamburan” tapi “sesak. lebih besar kesusahan daripada kebahagiaan dari permainan judi. Sapadang Nause adalah bijian yang bernas dan tua yang memberikan semangat bagi yang menemukannya. Bila pengendali kemudi tidak pintar. Alat penumbuknya dibuat dari besi tembaga keras yang kelak menghentak keras bagaikan patukan burung berparuh besi. Mereka menghayal akan menang. (Solubolon. (Tutuk Holing. harta benda tergadai. keluar dari” dalam kulitnya. Pemahaman makna gondang dan . bernas.) SEKKIAN TALI MERA Judi kadang membahagiakan. Senang saat permainan dijalankan.) SAPADANG NAUSE Panganan utama orang batak adalah nasi yang terbuat dari beras berasal dari padi. pekerjaan terlantar. Akselerasi potensi “parsolubolon” akan mampu menghindari bahaya dari serangan ombak. Pengalaman para penjudi selalu menyimpulkan. Bila bekal padi tidak mencukupi maka sapadang yang tumbuh liar di ladang pun dipetik. Bila kartu penentu warna merah muncul. Mereka memiliki pedoman dasar “masihilalaan” tenggang rasa. Perjuangan tidak luput dari tantangan. tapi kerugian bila menuai kekalahan. adalah sampan besar yang muat sekitar 12 orang.

Jelas bukan merupakan hiburan. Pakem tortor batak dan pemaknaannya akan kita ulas kemudian setelah penelitian yang lebih dalam. Penerapan ijin ini sempat berlangsung lama hingga masuknya . artinya dia mohon perlindungan. Panortor yang sering kesurupan. Bila seseorang merentangkan tangan kedepan dengan telapak tangan terbuka dan tangan kiri ditutupkan diperut. kesantunan dan kehormatan. Kreasi tortor untuk hiburan diupayakan keseragaman gerak. Tortor batak sangat individual. Tortor batak semakin erosi. menjalin persahabatan dan mempererat persaudaraan. tentang kesopanan. merupakan ritual kehidupan menjadi persembahan kepada publik. Setelah maraknya musik eropah mengiringi tortor pada pesta adat batak. sering mendapat hambatan dan permasalahan lainnya. Kemudian diberi kelonggaran untuk pesta adat dengan perijinan yang ketat. misalnya bila seseorang mengangkat tangan dan menunjukkan satu jari tangan kanan dan mengepal jari tangan kiri. Bila tangan kiri rapat didada dan telapak tangan terbuka artinya dia menghimbau dengan tebuka menciptakan persahabatan dan kerukunan. Bila kedua tangan diarahkan kedepan dan telapak tangan terbuka keatas serta sering dilipat menutup artinya ajakan mari bersama-sama ajakan kepada semua untuk menari bersama. Dari gerakan tortor. Bila tangan kanan dijulurkan kedepan dan telapak tangan duarakan juga kedepan serta tangan kiri ditutupkan di dada artinya mohon dihentikan segala perbuatan yang mencemari merugikan kepada dirinya. bahkan sebaliknya yang terjadi. para penari dalam pesta adat pun tidak karuan lagi menunjukkan lenggak lenggoknya. lingkungan dan penciptanya. atas rekomendasi mission. Ini baru sebagian dari apa yang dipahami para ibu tua yang memahami tortor batak. artinya semua anaknya dan perilaku anaknya serta kehidupannya masih menjadi beban dan tanggungjawab yang masih dipikul. Bila seorang penari meletakkan kedua telapak tangan diatas kepala. artinya masih banyak rahasia hidupnya yang belum duberitahukan kepada orang lain. seseorang dapat melakukan komunikasi dengan publik. artinya dia sering menjadi sasaran cemohan. Bila seorang penari menyilangkan tangan di dada. Bila kedua tangan dirapatkan dipinggang dan telapak tangan dikepal mengarah kebelakan. Kebodohan menjadi peluru peluru penumpas kebenaran. pemahaman gondang yang sebenarnya tidak lagi berkembang. Ini memang menjadi bagian dalam seni pertunjukan. seiring dengan hilangnya pemaknaan gondang batak itu. Bila seseorang penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan dengan telapak tangan terbuka kesamping artinya anak-anaknya semua atau sebagian besar sudah sudah mandiri dan menempati ruang yang luas di penjuru desa. belas kasihan dari manusia dan penciptanya. pakem pun menjadi hilang.untaian irama bagi yang pandai menggerakkan tubuh akan menghasilkan tortor yang indah. Bila seorang penari meletakkan tangan keduanya diatas pundak. Pernah (bahkan sampai saat ini) Gondang batak dirtuding sebagai ensambel untuk pemujaan berhala. Kadang melampaui tata krama tradisi adat batak. gondang batak dilarang. Pada jaman Belanda. KREASI TORTOR DAN GONDANG Ketika tortor telah menjadi hiburan. artinya dia hanya memiliki seorang putra. Generesi muda cenderung hanya melihat tortor hiburan dan tidak pernah lagi menyaksikan tortor yang sebenarnya yang dilakonkan para panortor yang sebenarnya. Manortor dengan benar kadang dituding kesurupan. Alat untuk memanggil roh orang meninggal. artinya menghimbau datangnya rejeki atau bantuan kerjasama untuk keberuntungan kepadanya.

Banyak yang melakukan penelitian sebatas untuk tesis keilmuan. Begitu dalamnya penistaan terhadap gondang batak. Pada jaman kemerdekaan. tapi belum banyak yang menemukan “roh”nya karena dilatarbelakangi refrensi keberhalaan gondang batak itu .musik barat. gondang batak justru tersudut karena melanjutkan perlakuan ijin dalam kurun waktu lama. seiring itu pula keengganan orang batak untuk melakukan aksi penggalian nilai gondang batak itu. Musik barat untuk pesta adat tidak perlu mendapatkan ijin.

Kedua. Menurut Tengku Mira Sinar. http://cetak. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut.kompas.com/id).com/id. nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). pinang-meminang. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang (Sinar. mengantar pengantin. www. Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas. balasan isyarat. Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. Sumatra Utara A. dan pertemuan kasih (Sinar. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960 (http://www.com). nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba. 2009: 48). Sinar. tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. Asal-usul Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang. isyarat tanda cinta. yaitu lagu Pulau Sari (www. dapat kita lihat dari tarian . memendam cinta.D. menduga. seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri.wisatamelayu. tarian ini bernama Tari Pulau Sari. yaitu: pertemuan pertama. http://cetak. Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu. 2009: 48).wisatamelayu. penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12. masih belum percaya. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya.kompas.com/id. Berdasarkan hal tersebut. cinta meresap. terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis. Pertama. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian.Tari Tradisional Serampang Duabelas: Tari Tradisional Melayu Kesultanan Serdang. 2009: 49-52. jawaban. Sebelum bernama Serampang Duabelas. Menurut Tengku Mira Sinar. sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini.wisatamelayu. menggila mabuk kepayang.com.

tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain (Kompas. Jika cara ini berjalan.co. dan Hongkong (www. Bahkan. dan rasa memiliki terhadap Tari Serampang Duabelas.waspada. Menyelenggarakan perlombaan tari artinya mencari orang yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menari. setiap orang harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mempunyai kemampuan menari yang lebih baik dari orang lain. Dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai materi muatan lokal. Dalam perlombaan. www. Namun kecepatannya (2/4) digandakan. yaitu lestarinya Tari Serampang Duabelas pada satu sisi. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini. Kedua fenomena tersebut harus disikapi secara cepat dan tepat agar Tari Serampang Duabelas tidak saja lestari. maka kita telah berusaha menanamkan kepada generasi muda rasa cinta. Sulawesi. Namun demikian. Untuk menjadi yang terbaik.com/id). 1 Juli 2008). bangga.id). apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya (www. Hal ini disebabkan oleh orangorang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar. Kedua. Ketiga. pada awal perkembangannya tarian ini hanya dibawakan oleh laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum. Jambi. dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan. bahkan sampai ke Maluku. tarian ini sering dipentaskan di manca negara. setiap orang secara halus “dipaksa” untuk mempelajari Tari Serampang Duabelas secara baik dan benar. Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Tari Serampang Duabelas. Artinya. maka anakanak sejak dini diajarkan untuk mengetahui sejarah keberadaannya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap geraknya. dan Sumatra Utara pada umumnya. seperti Riau. Artinya. tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. mendekatkan Tari Serampang Duabelas kepada anak-anak dan remaja. Singapura. Melalui strategi ini. Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas. persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya. Kekhawatiran tersebut muncul karena dua hal. Diperbolehkannya perempuan memainkan Tari Serampang Duabelas ternyata berpengaruh positif terhadap perkembangan tarian ini. Pertama. maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang.Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang.wisatamelayu. dan sebagai puteri Melayu Serdang. Dengan cara ini. menyelenggarakan perlombaan rutin Tari Serampang Duabelas. dan Indonesia pada umumnya. transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai salah satu materi pengajaran muatan lokal. hanya yang terbaiklah yang akan menjadi juara. dan terjaganya kualitas teknik Tari Serampang Duabelas pada sisi yang lain.com/id). Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut. Kalimantan. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya. menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai aset daerah. yaitu dengan mematenkan hak ciptanya. laki-laki dan perempuan. tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. 1 Juli 2008).wisatamelayu. maka ada dua hal yang dicapai sekaligus. salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. Kedua. Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. minimnya kepedulian generasi muda kepada Tari Serampang Duabelas. pemerintah harus melakukan proteksi agar tarian ini tidak diklaim oleh pihak lain. Akibatnya. bukan kepada tekniknya. seperti Malaysia. . gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu (Tengku Mira Sinar. Pertama. terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya. Thailand.

Para melakukan tarian dengan semangat dan sukacita. bila itu dilakukan berarti sipenari sudah siap menantang siapapun dalam bidang ilmu perdukunan. atau adu pencak silat. Acara pesta adat yang membunyikan gondang sabangunan (dengan perangkat musik yang lengkap). khususnya pemerintah. Tetapi itu dapat dilaksanakan dengan mengikuti tata cara dan persyaratan tertentu. Dll.Sedangkan gondang terakhir yang dimohonkan adalah gondang hasahatan. tetapi juga secara praktis menjadi penopang keberlangsungan hidupnya. Para pelestari kebudayaan kebudayaan tentu akan terus bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya jika apa yang dilakukan tidak saja secara normatif menjaga kelestarian budaya. . Seringkali warisan budaya dibiarkan terlantar karena “tidak memberikan” manfaat kepada pemiliknya. Para stake holder. Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan kata-kata yang sopan dan santun sbb: “Amang pardoal pargonci……. na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion. erat hubungannya dengan pemujaan para Dewa dan roh-roh nenek moyang (leluhur) pada zaman dahulu.” 3.“Alu-aluhon ma muse tu sumangot ni omputa sijolo-jolo tubu. atau adu tenaga batin.Keempat. memberikan jaminan kesejahteraan hidup para pelestarinya. Kembali juru bicara dari hasuhutan memintak jenis gondang.umpamanya sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakna Tua ni Gondang. satu persatu jenis lagu gondang. Setelah ketiga permintaan/ seruan tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk memulai menari. Juga menari dilakukan jug dalam acara gembira seperti sehabis panen. perlu membuat terobosan agar para pelestari Tari Serampang Duabelas. dan juga para pelestari warisan budaya lainnya. dan upacara adat yang akan dilaksanakan menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga.“Alu-aluhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo. sumangot ni omputa paisada. ( ada 7 jenis lagu Gondang) yang harus dilakukan Hasuhutan untuk memdapatka (tua ni gondang). yang waktu itu masih bernapaskan mistik (kesurupan).” Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu dalam beberapa saat. seperti tangan sipenari tidak boleh melewati batas setinggi bahu keatas. 1. sahat tu papituhon. serta para undangan. Didalam Menari banyak pantangan yang tidak diperbolehkan. omputa paidua. kebahagiaan. dapat hidup secara salayak.Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti :permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan. sehingga berkat dari gondang sabangunan. na Jumadihon nasa adong. Seni Tari (Tor-tor) Batak Seni tari Batak pada zaman dahulu merupakan sarana utama pelaksanaan upacara ritual keagamaan.“Alu-aluhon ma jolo tu omputa Debata Mulajadi Nabolon. dan rezeki yang berlimpah ruah.” 2. perkawinan.

sering taruian ini dilakukan pada saat bulan Purnama.Pangeal (yang termasuk pangeal dari organ tubuh adalah Pinggang. 3. daun tangan sampai jari-jari tangan). tumit sampai bahu. . Kalau kurang dari empat ogung maka dianggap tidak lengklap dan bukan Ogung sabangunan dan dianggap lebih lengkap lagi kalau ditambah dengan alat kelima yang dinakan Hesek.Tarian (tor-tor) Batak ada lima gerakan (urdot) 1. Juga Menari dipergunakan oleh kalangan muda mudi menyampai hasrat hatinya dalam bentuka tarian. Peralatannya cukup sederhan namun kalau dimainkan oleh yang sudah berpengalaman sangat mampu menghipnotis pendengar. tulang punggung sampai daun bahu/ sasap). Didalam menari orang Batak mempergunakan alat musik/ Gondang yaitu terdiri dari: Ogung sabangunan terdiri dari 4 ogung. Didalam menari setiap penari harus memakai Ulos. tariannnya akan berkat-kata dalam bahasa seni tari tentang dan bagaimana hubungan batin sipenari dengan orang yang meninggal tersebut.). 2. 4. Kemudian Tagading terdiri dari 5 buah. Kemudian Sarune (sarunai harus memiliki 5 lobang diatas dan satu dibawah.Siangkupna ( yangtermasuk Siangkupna adalah leher.Pandenggal (yang masuk pandenggal adalah tangan.Pangurdot (yang termasuk pangurdot dari organ-organ tubuh ialah daun kaki. Menari juga dapat menunjukkan sebagai pengejawantahan isi hati saat menghadapi keluarga atau orang tua yang meninggal. Kesimpulannya bahwa tarian ini dipergunaka sebagai sarana penyampaian batin baik kepada Roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat.

yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu. Demikian seterusnya bangunan rumah makin bertambah. Angkola dan Mandailing. Suatu Huta yang baru. Toba. kemudian dibangunlah rumah dekat rumah leleuhur atau ayah yang pertama. mengerjakan ladang dan sawah. Pada mulanya Huta. memperbaiki pengairan. Pak-Pak. poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil. secara bersama-sama memperbaiki pancuran tempat mandi. dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) . demikianlah mereka membangun Huta.D. Simalungun. terdiri dari Batak Karo. sehingga terbentuk perkampungan yang lebih ramai. dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan seharihari. dapat membuat berdirinya Huta lain. Adanya usaha beberapa orang dari anggota masyarakat dalam satu kampung untuk memisahkan diri dan membentuk kampung sendiri. meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau. yaitu barisan Utara dan Selatan. Jadi sejak mulanya Huta itu adalah milik bersama. maka ikatan kekeluargaan sangat erat di Huta itu. kecuali didaerah yang berbukit. hanya dapat diresmikan kalau sudah ada ijin dari Huta yang lama (Huta induk) dan telah menjalankan suatu upacara tertentu yang bersifat membayar hutang kepada Huta induk. Desa-desa di daerah Danau Toba. Sering pula kampung itu terdiri dari beberapa kelompok kampung-kampung kecil. dan bersama-sama pula memetik hasilnya. Biasanya Huta hanya didiami beberapa anggota keluarga yang berasal dari satu leluhur. Disebabkan oleh pertambahan penduduk. Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma. Sebagaimana ciri khas orang Batak yang suka gotong royong. yang hanya dipisahkan pagar bambu yang ditanam dipinggiran kampung. poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat. Mereka secara gotong royong membangun dan memperbaiki rumah. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. Lumban. Oleh karena Huta didiami oleh sekelompok orang yang semarga. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris.Rumah Adat 1. Di sekitar Balige.rumah adat balai batak toba Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat. atau kampung itu hanya dihuni oleh satu klan atau marga dan Huta itu pun di bangun oleh klan itu sendiri. Di daerah Samosir.

suka berterus terang. yaitu : Benua Atas yang ditempati Dewa. Dinding dari papan atau tepas. tangga betina (balatuk boru-boru). lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. yaitu : pertama. Tangga rumah terdiri dari dua macam. yang menggambarkan kewibawaan dan kharisma. jengkal. Pada waktu peletakannya. Caranya yaitu dengan meletakkan kepala binatang tersebut ke dalam lubang pondasi. Sebelum meletakkan pondasi lebih dahulu diadakan sesajen. Ruma Gorga Sarimunggu yaitu ruma gorga yang memiliki hiasan yang penuh makna dan arti. Pada jaman dulu. Anak tangga adalah lobang pada batang itu sendiri. arah motif dapat dicerminkan falsafah maupun pandangan hidup orang Batak yang suka musyawarah. Benua Tengah yang ditempati manusia. Pak-Pak. putih dan hitam yang merupakan warna tradisional Batak. Dari segi bentuk. terbuat dari beberapa potong kayu yang keras dan jumlah anak tangganya ganjil. karena adanya ukir-ukiran yang berwarna merah. ornament-ornamen perang dan dan sebagainya. Biasanya terbuat dari sejenis pohon besar yang batangnya kuat dan disebut sibagure. terdiri dari Batak Karo. seperti kerbau atau babi. kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari mara bahaya. Biasanya orangtua tidur di bagian salah satu sudut rumah. Pada umumnya dinding rumah merupakan center point. Pintu kolong rumah digunakan untuk jalannya kerbau supaya bisa masuk ke dalam kolong. sifat terbuka. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung. Sebagai ukuran dipakai depa. Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh. Tiang-tiang depan dan belakang rumah adat satu sama lain dihubungkan oleh papan yang agak tebal (tustus parbarat). Untuk mengukir digunakan pisau tajam dengan alat pemukulnya (pasak-pasak) dari kayu. yaitu dengan teknik ukir teknik lukis. Balok untuk menghubungkan semua tiang-tiang disebut rassang yang lebih tebal dari papan. Sedangkan teknik lukis bahannya . Berfungsi untuk mempersatukan tiang-tiang depan. tepat di bawah tiang ditanam ijuk yang berisi ramuan obat-obatan dan telur ayam yang telah dipecah. biasanya berupa hewan. Seringkali keluarga menantu tinggal bersama orangtua dalam rumah yang sama.berjumlah lima atau tujuh buah. antara keluarga bapak dan keluarga anak yang sudah menikah. Ruma Parsantian didirikan oleh sekeluarga dan siapa yang jadi anak bungsu itulah yang diberi hak untuk menempati dan merawatnya. samping kanan dan kiri rumah dan dipegang oleh solong-solong (pengganti paku). Rumah adat Batak Toba pada bagian-bagian lainnya terdapat ornamen-ornamen yang penuh dengan makna dan simbolisme. Toba. Ornamen-ornamen tersebut berupa orang yang menarik kerbau melambangkan kehidupan dan semangat kerja. dinamis dan kreatif. gotong royong. Kedua. terbuat dari potongan sebatang pohon atau tiang yang dibentuk menjadi anak tangga. khususnya landasan lantai rumah dan bentuknya bulat panjang. menembus lubang pada tiang depan dan belakang. Tujuannya supaya pemilik rumah selamat dan banyak rejeki di tempat yang baru. asta dan langkah seperti ukuran-ukuran yang pada umumnya dipergunakan pada rumah-rumah tradisional di Jawa. Benua Bawah sebagai tempat kematian dilambangkan dengan kolong. Teknik ragam hias terdiri dari dua cara. Bersambung. tangga jantan (balatuk tunggal). terdiri dari lima sampai tujuh buah anak tangga. Ada tiang yang dekat dengan pintu (basiha pandak) yang berfungsi untuk memikul bagian atas. sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. dilambangkan dengan atap rumah. Simalungun. juga darahnya di tuang kedalam lubang. dilambangkan dengan lantai dan dinding. Rumah melambangkan makrokosmos dan mikrokosmos yang terdiri dari adanya tritunggal benua. Di dalam satu rumah dapat tinggal beberapa keluarga . Bali dan daerah-daerah lain. rumah bagian tengah itu tidak mempunyai kamar-kamar dan naik ke rumah harus melalui tangga dari kolong rumah.disebut Sopo. Angkola dan Mandailing. Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. belakang.

baik sebelum mendirikan bangunan (upacara mengusung bunti). Bagian depan (Timur) adalah pintu. Tahap pertama adalah pencarian pohon-pohon yang cocok kemudian ditebang dan dikumpulkan disekitar tempat-tempat yang akan didirikan rumah. di susun di atas empat buah batu kali dengan alas ijuk diantara batu dan papan . tetapi dipakai juga sebagai tempat tinggal tamu laki-laki dan tempat dimana para bujangan tidur. lukisan dan tulisan dan dengan dua kepala singa pada ambang pintu. Lumbung digantungkan di atas tungku di tingkat atas. Daerah yang ditempati oleh suku Batak Simalungun terletak diantara daerah Karo dan Toba di Sumatera Utara. Apabila tempat tersebut memenuhi persyaratan. Toba. Jambur (gudang). yaitu upacara memasuki rumah baru (mangopoi jambu) dan upacara memestakan rumah (pamestahon jabu) Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. yang dahulunya merupakan sebuah desa yang besar sekali dikelilingi oleh pohon-pohon beracun. Atap rumah terbuat dari ijuk yang terdiri dari tiga lapis. dan panaik uwur (pada waktu memasang uwur) maupun pada waktu bangunan telah selesai. Balai Buttu dicapai dengan anak tangga dari kayu. Angkola dan Mandailing. yang disusun mulai dari jabu bona tebalnya 20 cm dan luasnya 1×1. lebarnya 80 cm dan tingginya 1. Kemudian bahan-bahan tersebut ditumpuk ditempat tertentu agar terhindar dari hujan dan tidak cepat lapuk atau menjadi busuk. . Sistem pembangunannya sama seperti Balai Buttu. Balai Balon Adat semula digunakan untuk tempat pertemuan-pertemuan dan untuk membahas masalah penting dalam hukum adat. yang merupakan pertanda atau pengumuman bagi penduduk disekitarnya bahwa tempat tersebut akan dijadikan bangunan. terdiri dari Batak Karo. untuk memenuhi syarat-syarat dan upacara-upacara yang diadakan. maka ditandai dengan mare-mare yakni daun pohon enau yang masih muda dan berwarna kuning. Lantai yang lebih rendah hanya 75 cm dari tanah dan ditopang tiga lapis palang balok. Lapisan pertama disebut tuham-tuham ( satu golongan besar dari ijuk. Bagian atas menunjukkan bahwa kegunaan utamanya telah menjadi tempat tinggal dan bukan dipergunakan sebagai tempat penyimpanan beras. lukisan dan tulisan yang berhubungan dengan hukum adat. tindakan berikutnya adalah peninjauan tempat. karena banyaknya hewan yang dikorbankan. Sudah barang tentu memakan biaya banyak. dikelilingi dengan ukiran. Fungsi dari bangunan ini seperti yang ada di Pematang Purba. luasnya kira-kira 6m2 dan tingginya 6 m.5 m2). Arsitektur tradisional dari suku Batak Simalungun masih dapat dipelajari dari empat jenis bangunan yang masih ada. dan sulit sekali untuk dimasuki kecuali melewati terowonganterowongan yang langsung dapat mencapai tengah-tengah desa. Lapisan kedua. jambur digunakan untuk menyimpan beras. Sebelum mendirikan bangunan diadakan musyawarah terlebih dahulu. Hasil musyawarah dikonsultasikan kepada pengetua untuk memohon nasihat atau saran. Antara tuham yang satu dan dengan tuham lainnya diisi dengan ijuk agar permukaannya menjadi rata. Bolon adat (rumah raja) dan Balai Bolon Adat (gedung pertemuan dan pengadilan). tetapi dalam skala lebih besar. Bangunan ini kira-kira luasnya 25 m2 dan tingginya 7m. pada waktu mendirikan bangunan (upacara parsik tiang) pada waktu memasang tiang.diolah sendiri dari batu-batuan atau pun tanaga yang keras dan arang. yaitu lalubaknya berupa ijuk yang langsung diambil dari pohon Enau dan masih padat. Simalungun. Setiap lapisan diikat dengan jarum yang terbuat dari bambu dengan jarak 0. Desa tersebut dibangun di atas sebuah bukit. dalam bentuk Balai Buttu (pintu gerbang rumah). Setelah diadakan musyawarah. Perbedaan utamanya adalah pada tiang penyangga struktur atap yang diletakkan di atas balok lantai. Dalam mendirikan suatu rumah adat biasanya memakan waktu sampai lima tahun. Pada waktu ini sudah hampir tidak terdapat lagi desa-desa tradisional dari suku Batak Simalungun. Dasarnya adalah balok-balok horisontal yang dibangun dalam bentuk persegi. diletakkan lapis ketiga.5 m. Pak-Pak.5 m. Dasar dari tiang ini sangat penting dan ditutupi dengan ukiran. dimana penggunaan utama dari bangunan tersebut tetap sebagai tempat penyimpanan beras. Strukturnya di atas dua belas batu kali yang tiga menyilang ke depan dan empat dari depan ke belakang. tampaknya telah menyimpang dari penggunaan aslinya dan terlihat pada tungku perapiannya. Tiang berdiameter 35 cmdan dibuat dari kayu yang sangat keras.

Ujung atapnya sederhana. Bagian luar dari kusen jendela dan pintu umumnya diukir dalam versi yang rumit dari susunan busur dan anak panah. Dinding-dindingnya juga merupakan penunjang atap. pada pria dewasa (bujangan) tidur di bale-bale lumbung dan para gadis bergabung dengan keluarga lain di rumah lainnya. sedangkan yang kecil disusun pada tumpukan balok horisontal. Tidak seperti bangunan lainnya. kayu tongkang dan kadang-kadang keseluruhan bambu digunakan dalam jalinan ijuk yang diikat dengan rotan atau bambu belah. Di atas tungku dipasang ayunan dimana peralatan memasak disimpan dan bahan makanan dikeringkan serta diasapi. Anak-anak tidur dengan orangtua sampai menjelang usia dewasa. Jalan masuk menuju ture adalah tangga bambu atau kayu. Bangunan rumah adat Batak Karo merupakan sebuah bangunan yang sangat besar. Pintu pada ujung sebelah Timur kamar raja berisi ruangan tidur kecil dan dua tungku api. dua puluh tiang yang menopang lantai dibentuk menjadi ortogal dan dicat dengan motifgeometris hitam putih. Rumah adat Batak Karo dibangun dengan enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar dari gunung atau sungai. Pintu mempunyai daun pintu ganda sedangkan jendela mempunyai daun jendela tunggal.Potongan yang lebih rendah dari dinding yang miring pada setiap sisi pintunya dipenuhi dengan papan tiang jendela vertikal yang membiarkan masuknya cahaya dan angin. Delapan dari tiang-tiang ini menyangga lantai dan atap. Tinggi pintu setinggi orang dewasa dan jendela ukurannya lebih kecil. Bumbungan dikat dengan ijuk dengan hiasan kepala kerbau pada puncaknya. sehingga pintu masuk pada kedua sisinya kelihatan sama. Pada bagian depan dan belakang rumah adalah panggung besar yang disebut ture.80 m dari tanah dan gang digantungkan dengan rota yang diikat pada dua pusat kayu. yaitu yang besar dibangun pada tiang-tiang vertikal. Hal ini sulit untuk membedakan yang mana pintu masuk utamanya. Fungsi utama dari ujung atap yang menonjol ini adalah untuk emmungkinkan asap keluar dari tungku dalam rumah. Tiang-tiangnya ditanam di dalam tanah. Rumah adat Batak Karo berukuran 17×12 m2 dan tingginya 12m. bangunan ini mempunyai lantai ganda dengan gang yang menurun ke pusat pada lantai yang lebih rendah. Panggung ini dugunakan untuk tempat mencuci. Bagian terendah dari atap pertama di bagian pangkalnya ditanami tanaman yang menjalar pada semua dinding dan berfungsi sebagai penahan hujan deras. Ujung dari atap yang menonjol ditutup dengan tikar bambu yang sangat indah. Struktur tersebut ditata di atas batu-batu kali yang besar kecuali untuk rumah raja. satu untuk setiap unit keluarga besar (jabu) atau untuk dua jabu. Paku tidak digunakan dalam konstruksi. Kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu keras. menopang pada sambungan dari bagian atap ke bagian depan bangunan. Oleh karena itu antara empat sampai duabelas keluarga dapat tinggal di rumah tersebut dan dengan ukuran rata-rata keluarga besar terdiri dari lima orang (suami. Tungku perapian dibangun dari sisa pembakaran kayu dan dipenuhi dengan tanah. Kedua pintumasuk dan kedelapan jendela dipasang di atas dinding yang miring. hanya pasak dan tali ijuk baji (sentung). Konstruksi pada bagian bangunan ini sama dengan rumah pertemuan (Balai Balon adat) kecuali struktur lantainya sedikit rumit sebagai akibat dari tungku tersebut. Atap dijalin dengan ijuk hitam dan diikatkan kepada sebuah kerangka dari anyaman bambu yang menutupi bagian bawah kerangka dari pohon aren atau bambu. sebagai tempat pembuangan (kotoran hewan) dan sebagai ruang masuk utama. Bumbungan atap terbuat dari jerami yang tebalnya 15 sampai 20 cm. Sebagian besar adalah balok-balok dan tiang-tiang yang dibiarkan dalam potongan bundar yang ditebang dari hutan. Rumah adat Batak Karo dapat ditempati oleh dua puluh sampai enam puluh orang. dilengkapi dengan kumpulan papan yang terbentuk dengan indah sebagai dekorasinya. Pada bangunan Simalungun susunan strukturnya terdiri dari tiang-tiang bergaris tengah 40 sampai 50 cm. Lantai yang rendah berada 2. Pusat tiang terpenting dari gedung pertemuan diukir dari kayu keras yang tebal. Penutup atap keseluruhan adalah jalinan ijuk pada kaso dan papan kecil dari bambu. istri dan tiga orang anak). . Bangunan ini simetris pada kedua porosnya. pintu masuk pada sisi sebelah Timur diapit oleh balkon atas dan bawah. menyiapkan makanan. sedangkan yang delapan lagi hanya penyangga lantai saja. terdiri dari empat sampai enam tungku perapian. konstruksinya sederhana dari potongan bambu melingkar dengan diameter 6 cm. Rumah Balon Adat (rumah raja) terbagi menjadi dua bagian. di atas lingkaran balok.

Peceren. b. dimana balok bulat yang menghubungkan tiang-tiang penunjang yang menembus lantai pada setiap sisi rumah dan menunjang struktur atap dan podium. dan sepanjang sisi-sisi dinding dibangun tempat tidur. b. Penempatan keluarga-keluarga itu dalam bagian rumah adat (jabu) dilakukan berdasarkan ketentuan adat Karo. Lau Buluh. Perbesi. rumah adat karo dapat dibagi menjadi dua bagian. Rumah Mecu Rumah mecu adalah rumah yang bentuknya sederhana. yang penempatan jabu-nya didalam rumah tersebut diatur menurut ketentuan adat dan didalam rumah itu pun berlaku ketentuan adat. Lumbung untuk menyimpan padi. Demikian juga jabu kenjulu dibagi atas dua. Interior dari rumah sangat gelap karena jendela-jendelanya yang kecil serta asap dari perapian yang telah menghitamkan seluruh papan dan kayu-kayu. Inilah yang sesungguhnya disebut sebagai jabu adat. Sementara menurut binangun. Jabu dalam Rumah Adat Rumah adat biasanya dihuni oleh empat atau delapan keluarga. Rumah Sangka Manuk Rumah sangka manuk yaitu rumah yang binangunnya dibuat dari balok tindih-menindih. Lingga. Bentuknya sangat megah diberi tanduk. Rumah-rumah adat empat ruang ini dahulunya terdapat di Kuta Buluh. bermuka dua mempunyai sepasang tanduk. dibuat antara dua lantai sehingga bagian dasarnya bersandar di atas bambu dan ujungnya adalah setingkat dengan lantai utama. Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. Berdasarkan bentuk atap. itulah yang disebut dengan rumah adat Karo. Buah Raja. Limang. Rumah Sendi Rumah sendi adalah rumah yang tiang rumahnya dibuat berdiri dan satu sama lain dihubungkan dengan balok-balok sehingga bangunan menjadi sendi dan kokoh. . yaitu jabu ujung kayu dan jabu rumah sendipar ujung kayu. dan lain-lain. yang dapat juga terdiri atas sat atau dua tersek dan diberi bertanduk. Rumah adat secara garis besar dapat dibagi atas jabu jahe (hilir) dan jabu julu (hulu). Sisi-sisi dari bagian pokok tersebut dibuat dari sisa-sisa kayu bakar dan ditempatkan pada tanah yang keras.Bagian pokok dari tungku perapian adalah untuk memasak. rumah adat Karo pun dapat dibagi atas dua yaitu: a. Jabu jahe terbagi atas jabu bena kayu dan jabu lepar benana kayu.Rumah Adat Karo Pada masyarakat Karo terdapat suatu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. Rumah adat Karo didirikan berdasarkan arah kenjahe (hilir) dan kenjulu (hulu) sesuai aliran air pada suatu kampung. didirikan dalam tiga tingkatan 2. Rumah sianjung-anjung Rumah sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih. yang dalam bahasa daerah Batak disebut jambur. dan karena itulah disebut rumah adat. Dalam nyanyian rumah ini sering juga disebut Rumah Sendi Gading Kurungen Manik. Tempat penyimpanan makanan dan peralatan rumah tangga diletakkan dibagian atas rumah. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo. yaitu : a. Sepanjang pertengahan dari rumah adalah gang yang sempit setingkat dengan lantai dasar.

Fungsinya adalah sebagai juru bicara jabu bena kayu. letaknya sebelah kiri. Jabu ini ditempati oleh anak beru kuta atau anak beru dari jabu benana Kayu. Oleh karena itu. Penghuni jabu ini adalah sembuyak dari jabu benana kayu. Keempat jabu inilah yang disebut dengan jabu adat. Jabu Lepar Benana Kayu Jabu ini di arah kenjahe (hilir). Oleh . Kalau kita kerumah dari pintu kenjahe letaknya disebelah kanan. letaknya disebelah kiri atau diagonal dengan letak jabu benana kayu. Dalam hal rumah adat dihuni oleh delapan keluarga. Kalau kita masuk dari pintu kenjulu ke rumah adat. jabu ini disebut jabu si mangan-minem. sedapuren ujung kayu. 2. 6. sedapuren lepar bena kayu. Oleh karena itu. Jabu sedapuren benana kayu (peninggel-ninggel) Jabu ini ditempati oleh anak beru menteri dari rumah si mantek kuta (jabu benana kayu). 4. jabu sidapuren ujung kayu (rintenteng) Ditempati oleh sembuyak dari ujung kayu. demikian juga yang menempatinya ditentukan menurut adat. menyerahkan belo kinapur (persentabin) kepada tamu jabu benana kayu tersebut. Malahan kampung Munte ada rumah adat yang dihuni oleh enam belas keluarga. Jabu ini dihuni oleh para keturunen simantek kuta (golongan pendiri kampung) atau sembuyak-nya. letaknya di sebelah kanan. dan jabu sedapuren lepar ujung kayu. adakalanya juga rumah adat itu terdiri dari delpan atau enam belas jabu. Fungsinya untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi diluar rumah dan menyampaikan hal itu kepada jabu benana kayu. masing-masing jabu dibagi dua. yang sering juga disebut jabu arinteneng. 3. Jabu ujung Kayu (anak beru) jabu ini arahnya di arah kenjulu rumah adat. karena penempatannya harus sesuai dengan adat. Adapun susunan jabu dan yang menempatinya adalah sebagai berikut: 1. Kalau kita kerumah dari ture jahe. dan sering pula disebut jabu peninggel-ninggel. Jabu ini ditempati oleh kalimbubu jabu benana kayu. Dia ini adalah anak beru dari ujung kayu. Jabu Benana Kayu Terletak di jabu jahe. sementara dapuar dalam rumah adat hanya ada empat. sehingga terjadilah jabu-jabu sedapuren bena kayu. Jabu lepar ujung kayu (mangan-minem) Letaknya dibagian kenjulu (hulu) rumah adat. 5. Tugasnya adalah untuk engkapuri belo. jabu ini disebut jabu sungkun berita (sumber informasi). Fungsinya adalah sebagai pemimpin rumah adat.Ada kalanya suatu rumah adat terdiri dari delapan ruang dan dihuni oleh delapan keluarga. Akan tetapi. Kalau kita masuk kerumah adat dari pintu kenjulu.

terutama pada penataan taman. Rumah yang merupakan peninggalan kerajaan Purba ini sebenarnya telah disahkan sebagai objek wisata oleh Bupati Simalungun pada tahun 1961. Menurut salah seorang penjaga Rumah Bolon. Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit. Pada tahun 1985. Melihat keadaan Rumah Bolon saat ini bukan tak mungkin lagi diselamatkan. Rumah Bolon menjadi salah satu contoh warisan budaya yang saat ini sedikit terlupakan keberadaannya.karena itu. Tidak seperti beberapa waktu lalu yang ditata dengan baik. Rumah yang terbuat dari kayu keras dan dinding papan itu dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku. Karena biasanya dalam runggun adat Karo persetujuan terakhir diberikan oleh puang kalimbubu. tempat bersejarah itu kini membutuhkan penanganan yang serius. Jabu sedapuren lepar benana kayu Dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu disebut juga jabu pendungi ranan. Kondisi negara yang tidak terjamin keamanannya beberapa waktu terakir membuat kawasan wisata itu sepi pengunjung. 3. Sedangkan biaya perawatan dari Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Yayasan Museum Simalungun masih jauh dari cukup. Rumah Bolon pernah direnovasi. Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru) Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. kini pengunjung dalam seminggu dapat dihitung dengan jari. Di lahan seluas satu hektar lebih itu kini hanya terlihat rumput yang tumbuh memanjang. jabu ini disebut juga jabu arinteneng. Objek wisata tersebut masih bisa diselamatkan dengan penataan yang lebih baik. akan tetapi sekarang sudah mulai keropos dan memerlukan renovasi ulang . Tuan Rahalim. 8. Wanson. Kondisi Rumah Bolon yang kini tak terurus disebabkan kurangnya dana untuk perawatan. Tentu saja dengan publikasi ke luar negeri lokasi tersebut. 7. Pada tahun 1990-an atau awal ditetapkannya Rumah Bolon sebagai objek wisata. Rumah Bolon di Simalungun adalah semacam istana yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII. masih ada sekitar 300 pengunjung.rumah adat BOLON Banyak warisan budaya di Indonesia yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. Namun. Bahkan karyawan yang semula berjumlah lima orang harus dikurangi untuk penghematan biaya.

Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter.4. .Rumah Adat Omo Sebua Omo Sebua adalah jenis rumah adat atau rumah tradisional dari Pulau Nias. Omo sebua adalah rumah yang khusus dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh. Sumatera Utara. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan.

Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu." "Baiklah. si Anak ini selalu merasa lapar. ia tak pernah merasa kenyang. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Adinda. Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. maka ia juga berubah menjadi manusia. kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang. "Dasar anak keturunan ikan!" Ia tak menyadari. termasuk jatah makan kedua orang tuanya. Dari bekas injakan kakinya. Setelah . Selain sebagai objek wisata yang eksotis. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus. karena begitu laparnya. Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. keluarlah kata-katanya yang kasar. cari Parapat atau Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun. Sepulang dari ladang. ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya. Indonesia. "Aku bersedia menjadi istri kakanda. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan. Setelah petani mengucapkan kata-katanya. marahlah hatinya. ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan. Aku akan menjaga rahasia itu. dengan ucapannya itu. Karena ia disentuh manusia. Sumatera Utara. Ikan itu besar dan sangat indah. kakanda. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri. Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia. Ia tinggal seorang diri di bagian Utara Pulau Sumatra yang sangat kering. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. jika ia tersentuh tangan.E. Telah disuratkan. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga.Cerita Rakyat Legenda Danau Toba Sinopsis: Ada seorang pemuda yatim piatu yang miskin. Suatu hari. Warnanya keemasan. Batu Gantung-Parapat. sehingga mudah untuk dijangkau. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Namun ketika beranjak besar. bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. Dahulu." katanya. berarti ia sudah membuka rahasia istrinya. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan. seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. "Namun aku punya satu permintaan. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir. Suatu hari. Tetapi saat tersentuh tangannya." kata pemuda itu. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya. ia makan semua makanan yang ada di meja. Tanpa bekas dan jejak. tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras.

Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. “Pak. Pada suatu hari. dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya. Dalam peristiwa itu. Sementara anjingnya. gadis itu tidak bekerja. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni. sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya. ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya. Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat. tiba-tiba ia terperosokke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. “Ah. karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. ia pun mulai putus asa. Dengan pikiran yang terus berkecamuk. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. Menurut masyarakat setempat. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba. ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. Sementara si Toki. “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya.” pasrah Seruni. seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita. Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini. Tanpa diduga. Beberapa saat kemudian. Seruni beranjak dari tempat duduknya. Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan. Ia sangat sedih. hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya. “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga.terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan. muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. Ia sangat bingung.” sahut ibu Seruni. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat. “Ya. si Toki. “Ibu benar. “Parapat! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk . “Tapi hari sudah gelap. Selain rupawan. mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu.” kata ayah Seruni. Sesampai di rumah majikannya. Seruni pergi ke ladang seorang diri. Merasa tidak mampu menolong sang majikan. si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya. Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya.. Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya. “Toki…. Sesampainya mereka di ladang. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Dengan berderai air mata. Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!. Alkisah. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni. si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat. Sesampainya di ladang. Pak. Akhirnya gadis itu semakin putus asa. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. Tak lama kemudian. Gadis cantik itu sangat ketakutan. namun ia tidak dapat berbuat apa-apa.” keluh Seruni.di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara. dan hasilnya digunakan untuk mencukupikebutuhan sehari-hari.” seru sang ayah. namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Di dasar lubang yang gelap. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu.

Indonesia. namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor. “Jangan ayah. namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. “Benar. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”. “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup. Tebingtebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak. Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Sesaat kemudian. tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Mereka meninggalkan mulut lubang batu. tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!” “Pak. “Benar pak. Beberapa hari kemudian. Demikian cerita tentang asal-usul nama kota prapat. Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang.” jawabnya tegas. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. Pu . Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu. parapatlah batu?” tanya sang ibu. bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik.memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu. Salah seorang warga mengulurkan seutas tampar (tali) sampai ke dasar lubang. kenapa dia berteriak: parapat. lubang itu sangat dalam dan gelap. namunia justru terperosok ke dalam lubang batu dan menghimpitnya hingga akhirnya meninggal dunia Hikayat Boru Napuan. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung. “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa atau lemah semangat. “Entahlah. Beberapa saat setelah gempa itu berhenti. dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batu cadas di dalam lubang. cari Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. sangat berbahaya!” cegah sang ibu. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya. “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!” “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris. “Bu. pegang obor ini!” perintah sang ayah. “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu.” sahut salah seorang warga. sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas.” jawab sang ayah cemas. tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Seruni yang hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam. Beberapa kali mereka berteriak. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya. “Tapi. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya. maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”.

Setelah puas melepas rindu dan kebahagiaan mereka. Nantiraja menikah dengan Raja Mangatur Manurung 2. Nantiraja pulang ke Uluan. dia menyadari bahwa bayi yang dipangkuannya adalah perempuan. Itor-tori berarti menari-nari. dan Nantimalela juga memangku putra kakaknya. akhirnya disepakati akan mengembalikan pada waktu ada kesempatan. saat mengganti popok bayinya. Ketika Nantiraja baru melahirkan anak lakilaki. dan putranya yang baru lahir turut dibawa. Marga yang mereka gunakan untuk anaknya itu adalah sesuai dengan marga suaminya masingmasing. Nantiraja berangkat ke Samosir mengunjungi adiknya yang baru melahirkan. Diperjalanan. cari Galot (dalam bahasa Indonesia artinya musang) merupakan binatang yang keluar mencari makan dimalam hari dan tidur di siang hari. memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. Putra Nantimalela yang dilahirkan Nantiraja tetap menggunakan marga Tamba/Tamba dan tinggal di Samosir. beberapa hari kemudian. Istilah itor-tori galot merupakan ungkapan didalam bahasa Simalungun untuk menggambarkan pekerjaan yang tidak pernah diselesaikan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Puraja Naginjang. Raja Natota. adiknya Nantimalela melahirkan seorang putri di Pulau Samosir. Lama kelamaan. 2.Lahang Mahua Rumapea Ketiga orang putranya itu adalah 1. putra kakanya tertinggal dan putrinya terbawa. . Boru Napuan menikah dengan Raja Parmata Manunggal Damanik dari Sipolha. Dan ketiga orang putrinya adalah : 1. Itor-tori galot berarti musang menari-menari. Guru Badia 3. Putri Nantiraja yang dilahirkan Nantimalela diberi nama Boru Napuan dengan gelar Boru Inggal-inggal dan dimanjakan dan disayang semua keluarga Manurung dan tetap menggunakan marga Manurung. Nantiraja memangku putri adiknya itu. Setelah dewasa. Nantimalela juga mengalami hal yang sama di Samosir. dan sudah pasti adalah bayi adiknya Nantimalela. Siulatahi menikah dengan marga Sitanggang Boru Nantiraja istri Raja Mangatur telah memiliki beberapa orang anak laki-laki dan adiknya Nantimalela yang menikah ke Tamba/Saragi telah memiliki beberapa orang anak perempuan. Setelah berita itu saling diketahui kedua belah pihak. Manurung bersaudara mendapatkan berupa barang pusaka dari mertua Napuan karena Raja Parmata Manunggal adalah turunan orang berada dan seorang raja yang dihormati di Sipolha Itor itor Galot. mereka menyayangi bayi tersebut dan dianggap anak sendiri dan dibesarkan hingga dewasa. Nanti Malela menikah dengan marga Tamba/Saragi 3. Tor-tor artinya tari.

artinya setelah jam sekolah. biarpun kelahiranku begini akulah anak yang paling besar. Seorang yang cacat yang tidak punya tangan. biasanya anak-anak sekolah janjian di sekolah agar pergi ke ladang bisa bersama-sama. jika si pemilik ladang tersebut kembali lagi ke esokan harinya untuk menyelesaikan nya. seperti garugu yang satu menjadi tujuh puluh. si anak makan siang. Setiap hari orang tua mengajak anak-anaknya untuk bekerja diladang mulai dari pagi hingga sore. Sebenarnya ini istilah saja. Setelah tiba diladang. Pekerjaan itu pasti terselesaikan. maka kadang-kadang entah karena alasan apa. Apa pelajaran yang bisa ambil dari sini? Jika Anda memiliki pekerjaan dan Anda yakin mampu menyelesaikanya hari ini. dalam hatiku. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Bukan berarti. Inilah yang disebut dengan itor-tori galot. selesaikanlah hari ini juga. Jika si anak bersekolah. karena besok Anda sudah mempunyai/atau harus mengerjakaan pekerjaan lain lagi. jagung atau yang lainya. kopi. mungkin si anak sudah dintunggu oleh bapak atau ibuya agar bisa makan siang bersama. berserulah MULAJADI NABOLON katanya : ” Yang mau menjadi Sariburaja keluarlah dari situ. Mendengar itu. Lalu di berikan ibunya. Dia seperti Garaga. maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai karena pemilik ladang tersebut tidak pernah kembali mengerjakanya karena enggan atau mungkin sudah sibuk pekerjaan baru lagi. naik ke Sianjur Mulamula terus ke Guru Tateabulan mengetuk hati dan memina anaknya Sariburaja oli di potong. jika galot menari-nari berkeliling disitu.Sudah di sediakan api sebelumnya. maka sisa pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. Mengikuti kata orang. Setelah asap datang.Sebagian besar masyarakat Simalungun hidup dari pertaninan. ada kemungkinana beberapa meter persegi tanah pekerjaan tersebut yang belum selesai. kalau boleh permintaanku suruhlah bapak menyembunyikan aku. atau menyiangi/membersihkan rumput-rumput liar diantara tanaman kopi. tapi pemiliknya tidak menyelesaikanya. diminta Sariburaja di bunuhnya. Ini hanya ungkapan. maka ada kompensasi untuk si anak untuk ikut kerja keladang setelah makan siang. jahe dan tanaman palawija lainya. cabe.” Terserah Ompung! ” jawab Guru Tateabulan. Setelah MULAJADI NABOLON naik ke atas. Jadi dipeganglah kakinya. Setelah makan. Pekerjaan saat itu mungkin bisa saja mencangkul sebidang tanah. dengan nama raja Gumelenggeleng. Istilah itor-tori galot sering diberikan kepada pekerjaan yang tinggal sedikit lagi belum selesai. cabe. Kabarnya: Pertama kali datang MULAJADI NABOLON. Dia berkecil hati di dalam hatinya karena adik-adiknya tidak cacat. Jika ditor-tori galot. mungkin harus membuka lahan baru atau ada lahan yang harus dibersihkan dari rumput-rumput liar. Dari sekian hektar tanah yang dikerjakan selama beberapa minggu ini. Bagi mereka yang memilik ladang yang jauh dari rumah. apalah aku di bandingkan Sariburaja yang tidak cacat itu?. Raja Biak-biak berkata kepada ibunya : ” O. Setelah selesai di cincang lalu di masak di atas api. Perjalanan dari rumah ke ladang mungkin jauh. mereka kembali bekerja diladang sampai sore. Diladang mereka menanam padi. si anak harus buru-buru pulang ke rumah. selesaikan sekarang juga Raja Raja Biak. Kata MULAJADI NABOLON : ” Pegang kakinya!”. ibu! Kudengar bapak mengijinkan di bunuh Ompunta MULAJADI NABOLON si Sariburaja. jangan tunggu-tunggu. Setelah itu di potong lalu di cincang. padi. yang tinggal disana beraneka ragam binatang piaraan. Akhirnya pekerjaan yang tertinggal tersebut tidak pernah selesai. atau dekat tergantung jarak ladang dengan rumah nya. Lalu terangkatlah sariburaja dari sana kemudian duduk. Atau mencangkul untuk membuka lahan baru. Pekerjaan ini harus segera diselesaikan jika tidak akan ditor-tori galot. kaki sehingga dia tidak bisa duduk. Mendengar perkataan Raja Biak-biak ibunya menyuruh Guru Tateabulan menyembunyikan Raja Biak-biak ke Bukit Pusukbuhit. mengganti pakaian sekolah dengan pakaian lusuh untuk siap ke ladang. Setiap keluarga Simalungun pasti memiliki ladang yang luas. Jangan sampai pekerjaan Anda hari ini itor-tori galot. akulah yang mau di bunuh. Begitu pulang sekolah. cari Raja Biak-biak. jahe. . atau menggemburkan tanah untuk persiapan menanam.

” kata sang Majikan. kalau keturunan adik ku dan kakak ku mau bersembah kepada ku” kata Raja Biak-biak. Ibu minta maaf. “Tentu. aku ketakutan. raja yang takkan pernah tua. “Negeri manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga penasaran. Keesokan harinya. “Cita-citamu sangat mulia.” jelas sang Majikan. “Ke manakah engkau akan pergi merantau.Ketika MULAJADI NABOLON kembali keatas dari Bukit Pusukbuhit ia naik. Jadi. takut di ketakutanku!. bu! Raga berjanji akan segera kembali jika Raga sudah berhasil. bagaimana. “Ya. hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. “Ke negeri Mandailing. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. maukah kau ku ubah?” “Ya. “Pergilah. sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka. anakku! Meskipun ibu sangat khawatir kita tidak bisa bertemu lagi. kata Raja Biak-biak. tadi kudengar kau ancam ompung membunuh Sariburaja. tapi ibu tidak memiliki alasan untuk melarangmu pergi. sebaiknya kamu pergi ke sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya hidup makmur. karena usia ibu sudah semakin tua. Doakan Raga. karena tanahnya sangat subur.” kata Sampuraga dengan sungguh-sungguh. mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. Pada suatu siang. Seakan tidak ada jarak antara majikan dan buruh. kata MULAJADI NABOLON. Saya ingin membahagiakan ibu saya. anakku?” tanya ibunya. . “Sebenarnya. Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga. saya sudah lama bercita-cita ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. karena aku paling besar. Akulah anak yang sulung ibu. karena selama ini ibu tidak pernah membahagiakanmu. Sampuraga kemudian mengutarakan keinginannya tersebut kepada ibunya. Sampuraga berpamitan kepada ibunya. Sampuraga mencium tangan sang Ibu yang sangat disayanginya itu. bu. “Terima kasih. Berhati-hatilah di jalan! Jangan lupa cepat kembali jika sudah berhasil!” harap sang ibu.” kata Sampuraga kepada ibunya. dia punya sayap makanya di sebut namanya Tuan Rajauti. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang emas di sungai. Sepulang dari bekerja di ladang majikannya. cari Alkisah. “Negeri Mandailing namanya. mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik orang lain. akulah yang pantas raja mereka”. Dari Bukit Pusukbuhit itu. Sampuraga! Usiamu masih sangat muda.” jelas Sampuraga kepada ibunya. raja yang takkan pernah mati. Raga berangkat! Jaga diri ibu baik-baik. Raga ingin mengubah nasib kita yang sudah lama menderita ini. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur. “Bu. aku mau. rata-rata penduduknya memiliki sawah dan ladang.Sebagian berkata. Sebelum meninggalkan gubuk reotnya. anakku” kata ibu Sampuraga dengan rasa haru. Di sana. Meskipun hidup miskin. maunya akulah kau bunuh karena aku cacat. karena tanah di sana memiliki kandungan emas. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. “kalau begitu.” Kalau di lihat Ompung. Aku memohon kepada ibu supaya bapak mengantarkan aku kesini. Lalu bertemulah dengan Raja Biak-biak : ” Siapa membawa kamu kesini “. anakku! Siapkanlah bekal yang akan kamu bawa!” seru sang ibu. kata MULAJADI NABOLON. pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak. Raga ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. “Jadi maksudmu semua keturunan adikmu dan kakakmu bersembah sujud kepadamu”. tangan tetapi moncongnya seperti moncong babi. Setelah mendapat doa restu dari ibunya. ya bu!“ Sampuraga meminta doa restu kepada ibunya. “Wahai. diterbangkan MULAJADI NABOLONlah ia ke ujung Aceh Sampuraga. “Bu. Sambil menikmati makan siang. dia punya kaki. Sampuraga! Kamu memang anak yang berbakti” puji sang Majikan. Jadi di berkati MULAJADI NABOLONlah Raja Biak-biak di Bukit Pusukbuhit itu. Kalau boleh saya menyarankan. Sampuraga segera mempersiapkan segala sesuatunya. Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. jangan terlalu banyak bekerja keras!” saran Sampuraga kepada ibunya. mereka tetap saling menyayangi. Pemilik ladang itu yang memberitahu Raga bahwa penduduk di sana hidup makmur dan sejahterta.

Ia berkeinginan menikahkan Sampuraga dengan putrinya yang terkenal paling cantik di wilayah kerajaan Pidoli. Ia bekerja pada seorang pedagang yang kaya-raya. sehingga usahanya semakin lama semakin maju. karena ia sangat rajin bekerja dan jujur. kita akan bertemu lagi. Tuan! Hamba bersedia menikah dengan putri Tuan yang cantik jelita itu. hardik Sampuraga. Anakku! Aku ini ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu. usaha dagang Sampuraga berkembang dengan pesat. “Sampuragaaa…. Setibanya di wilayah kerajaan Pidoli. engkau adalah anak yang baik dan rajin. sampailah ia di kota Kerajaan Pidoli. Berita tentang pesta pernikahan yang meriah itu telah tersiar sampai ke pelosok-pelosok daerah. Anakku! Jika Tuhan menghendaki. sang Majikan ingin memberinya modal untuk membuka usaha sendiri. tiba-tiba seorang nenek tua berlari mendekatinya. tidak mungkin itu suara ibu. “Hei. Nak!” seru nenek tua itu sambil mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Sampuraga. “Ah. “Ah. Pernikahan mereka diselenggarakan secara besar-besaran sesuai adat Mandailing. Oleh karena itu. Maukah engkau aku jadikan menantuku?” tanya sang Majikan. Sebuah istana berdiri megah di tengah-tengah keramaian kota. Tiba-tiba ia berteriak memanggil nama anaknya. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah membara. “Dengan senang hati. ia tidak bisa menahan diri. seakan terbakar api. “Sampuraga…Anakku! Ini aku ibumu. Mandailing. Beberapa saat kemudian. perempuan jelek! Enak saja kamu mengaku-ngaku sebagai ibuku.” pikir Sampuraga sambil mencari-cari sumber suara itu di tengah-tengah keramaian.” kata sang Ibu. Sang Majikan sangat senang melihat keberhasilan Sampuraga. ketika ia melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya sedang duduk bersanding dengan seorang putri yang cantik jelita. ternyata ia memang pemuda yang sangat jujur. anak kandungnya sendiri. Sampuraga mencoba melamar pekerjaan. Candi yang terbuat dari batu bata terdapat di setiap sudut kota. Gordang Sambilan dan Gordang Boru yang terbaik juga telah dipersiapkan untuk menghibur para undangan. Tak lama kemudian. Penduduknya ramah-tamah. termasuk ibu Sampuraga. Sampuraga pun tidak bisa membendung air matanya. Keuntungan yang diperolehnya ia tabung untuk menambah modalnya. Semua itu menandakan bahwa penduduk di negeri itu hidup makmur dan sejahtera. Puluhan ekor kerbau dan kambing yang akan disembelih disediakan. Oleh karena rindu yang sangat mendalam. berangkatlah ia ke negeri Mandailing dengan berjalan kaki untuk menyaksikan pernikahan anak satu-satunya itu. Berhari-hari sudah Sampuraga berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan melawati beberapa perkampungan. masing-masing mempunyai rumah dengan bangunan yang indah beratapkan ijuk. tampaklah sebuah keramaian dan terdengar pula suara Gordang Sambilan bertalu-talu. Tak terasa. Dengan langkah terseok-seok. Algojo! Usir nenek tua ini!” Perintah . Di kota itu. Aku tidak punya ibu jelek seperti kamu! Pergi dari sini! Jangan mengacaukan acaraku!”. Persiapan mulai dilakukan satu bulan sebelum acara tersebut diselenggarakan. bagai disambar petir. sedangkan ia adalah anak seorang janda yang miskin. Setelah mempersiapkan bekal secukupnya. sang Ibu pun membalasnya dengan pelukan yang erat. Lamaran pertamanya pun langsung diterima. Perempuan tua itu hampir tidak percaya jika anaknya akan menikah dengan seorang gadis bangsawan. tidak mungkin anakku akan menikah dengan putri bangsawan yang kaya. Sudah beberapa kali sang Majikan menguji kejujuran Sampuraga. air mata keluar dari kelopak mata sang Ibu. “Raga. Setelah itu berangkatlah Sampuraga meninggalkan ibunya seorang diri.” demikian yang terlintas dalam pikiran janda tua itu. Dalam waktu singkat. Sampuraga sangat terkejut mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya. karena nenek tua itu tiba-tiba mengakuinya sebagai anak. Ia sangat malu kepada para undangan yang hadir.” jawab Sampuraga.Suasana haru pun menyelimuti hati ibu dan anak yang akan berpisah itu. “Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal dunia. Ia sangat terpesona melihat negeri itu. nenek tua itu mendekati keramaian. lalu berkata: “Sudahlah. Walaupun masih ada keraguan dalam hatinya. Nak!” Iba perempuan tua itu. Kenapa kamu melupakan ibu? Ibu sudah lama sekali merindukanmu. Rangkullah Ibu. Alangkah terkejutnya. putri seorang pedagang yang kaya-raya. Sampuraga yang sedang duduk bersanding dengan istrinya. Ia kemudian merangkul ibunya. ia pun terkenal sebagai pengusaha muda yang kaya-raya. Barangkali namanya saja yang sama. Seluruh warga telah mengetahui berita itu. Suatu hari. Sang Majikan sangat percaya kepadanya. Pemuda itu adalah Sampuraga. ibu tua itu ingin memastikan berita yang telah diterimanya.

Ia tega sekali mengingkari dan mengusir ibu kandungnya sendiri. Hati Sampuraga benar-benar sudah tertutup. jala somba marhula-hula. namora manang najogi. tempat penyelenggaraan pesta itu tenggelam seketika. nasomal jala jotjot marhumaliang di tao i. jala marpitonggam do rumangni baoa parsolu on. Lam jonok. Tak seorang pun penduduk yang selamat. ai boasa hamu humibu-hibu mulak?” Songgot ma rohani boru Saroding. Beberapa hari kemudian. Ala pintor lomo rohani boru Saroding marnida baoa i. Tikki martapian boru saroding huhut manganggiri obukna na ganjang jala mansai godang i di topi ni tao i. Semua undangan yang menyaksikan kejadian itu menjadi terharu. Marsitandaan ma nasida. Tuhan! Jika benar pemuda itu adalah Sampuraga. Alai dang adong namarhansit roha dibahen ibana. Setidaknya ada tiga pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran dari cerita di atas. Selain itu. Di sekitarnya terdapat beberapa batu kapur berukuran besar yang bentuknya menyerupai kerbau. tempat itu kemudian diberi nama “Kolam Sampuraga”. jongjong di solu na. Natorasna. Ketiga sifat tersebut tercermin pada sifat dan perilaku Sampuraga Boru Saroding Pandiangan. Disi do inna ibana maringanan. Oleh masyarakat setempat. Dipatorang baoa ima aha do sakkapna mandapothon boru Saroding. tung mansai jogi jala tongamma baoa on. perempuan tua itu berdoa: “Ya. tempat ini telah menjadi salah satu daerah pariwisata di daerah Mandailing yang ramai dikunjungi orang. Dipahatop boru Saroding pasidungkon partapiananna. Penduduk setempat menganggap bahwa semua itu adalah penjelmaan dari upacara pernikahan Sampuraga yang terkena kutukan. Hingga kini. mulak balging do sude. Naburju do ibana marnatoras. huhut ditailihon tu lahi-lahi namanjou i. laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. hujan deras pun turun diikuti suara guntur yang menggelegar seakan memecah gendang telinga. Nauli do rupani boru Saroding on. las ma tutu rohana. berilah ia pelajaran! Ia telah mengingkari ibu kandungnya sendiri Seketika itu juga. sian huta na dao dht bariba ni tao pe ro do naeng patuduhon holong tu ibana. ba sandok tahe tung mansai las do rohani natorasna mangida pangalahona. jogi. Tung mansai bahat do ro baoa manopot ibana. ala maila ibana adong sada baoa naposo mamereng-mereng ibana. Hatopma boru Saroding mangalakka tu jabuna. tungpe dang dioloi ibana hata ni akka panopot i. ringgas mangula ulaon. Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. rap mardalan . Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do. lam mallobok ma tarottok ni boru Saroding. juga terdapat dua unggukan tanah berpasir dan lumpur warna yang bentuknya menyerupai bahan makanan. Perempuan tua yang malang itu kemudian diseret oleh dua orang sewaan Sampuraga untuk meninggalkan pesta itu. sukkun-sukkun ma rohana. marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan.Sampuraga. Pangisi ni solu on sahalak baoa. Mamereng rumangna dht paheanna ulos Batak namansai bagak. Petir menyambar bersahut-sahutan. tung mansai longang do mamereng boruna nasasada on. Tak lama kemudian. Seluruh penduduk yang hadir dalam pesta berlarian menyelamatkan diri. cari SADA TIKKI. Guru Solandason. Tung mansai tongam. jala dipangido ibana ma asa dipantadahon tu natuatuani boru Saroding. Dengan derai air mata. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. ro ma sada solu manjonohi ibana. yaitu: sifat rajin bekerja. sementara ibu Sampuraga menghilang entah ke mana. songonni nang mardongan. dipaso ibana ma lakkana. inna rohana. termasuk Sampuraga dan istrinya. Alai dang adong manang sada naboi mambuat rohana. tempat itu telah berubah menjadi kolam air yang sangat panas. Didok ibana ma sidalianna nanaeng godang dope siulaon na di jabu. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. dipaboa lahi-lahi ima asalna sian dolok ni Rassang Bosi-Sabulan namargoar “Ulu Darat”. Ba tung si pilliton ma nian ibana gabe parsonduk bolon nang gabe parumaen. sifat jujur dan sifat durhaka terhadap orang tua. Solu i pe lam jonok ma attong tu paridianna. di parnangkok ni mataniari. ido umbahen hatop ibana mulak. alai pintor dipangkulingi baoa par solu i ma ibana: “Boru nirajanami. tak seorang pun yang berani menengahinya. Dalam waktu singkat. Parsip do boru saroding on. Namun. tiba-tiba langit diselimuti awan tebal dan hitam. Bah…. Ai ise do nuaeng baoa on. hira na so partoba do ulaonna. malo martonun.

Ai sai masihol do inna halahi marnida iboto hasian ni halahi. Sada tikki tarbereng simalolongna ma lahi-lahi nai di para-para ni jabu marganti pamatang gabe ulok na bolon! Mansai bolon. Dang dipaloas loja mula ulaon. dang dibereng ibana tunggani dolina. manghatai ma tunggane doli nai tu boru Saroding. songon ulok na hea diberengsa di jolo ni jabu i. suansuaonon. Humalaput ma boru Saroding manabunihon ibotona natolu i tu ginjang ni para-para. Sian nadao pe nungnga diboto ibana soara ni ulok i. Ala nungnga lomo rohani boruna. Manginsir ma ulok na bolon i haruar sian jabu manuju tombak. dipasaut ma parbogasonni boru Saroding dht lahi-lahi i. ala mabiar ibana murung annon ulok i. tarsongon ursa. Tung mansai biar jala manolsoli ma dirina napintor olo manjalo hata ni baoa i dang jolo manat dirimangi. songoni nang lahi-lahina. ulok na burju doi. pittor dioloi jala dipaboa Guru Solandason ma tu akka dongan tubuna. ai dang jolma biasa hape. mardisir-disir do soarana. tading ma boru Saroding di jabu. ba rupani maradian ma boru Saroding. martabuni di toru ni bukkulan ni jabu. “Dang pola boha i. “Dang adong halak na asing di jabutta on. Las dope rohani boru Saroding. Dang sadia leleng dibege ibana ma tunggane dolina manjou goarna. diboto boru Saroding do parroni tunggane doli na sian tombak langa-langa. asa unang dibereng tunggane doli na i. marluga solu tu Ransang Bosi.” inna tunggane dolina mangalusi. alai uluna dang songon bohi dohot ulu ni ulok. nang akka jagal. Tung mansai golap do tombak siboluson ni halahi. na sipata gabe ulok sipata gabe jolma. Dung sidung ulaon parbogason. Dang hea dope dibereng ibana songoni balga na ulok.ma halahi tu hutana. asa dibukka pittu ni jabu.” inna boru Saroding. dang di si amantanai. Hurang tibu nian didok rohana sahat tu huta. Botari nai mulak ma tunggane doli nai mamboan akka nalaho sipanganon ni halahi. alana diboto ibana do siallang jolma do ibana molo tikki gabe ulok. diharingkothon do mangalului akka boras ni hau dohot suan-suanon naboi mambahen boru Saroding tontong uli. Dibereng ibana tu pudi nang tu jolo. alai dang maol didalani halahi nadua. Sahat ma halahi tu undung-undung ni lahi-lahi i. Pamatang na pe mansai togap. Sahat ma tu jabu amanta na i. naeng pangido onna boru Saroding naeng gabe parsonduk bolon na. Alai anggo mata dohot igung ni tunggane doli nai sai maos do momar jala dipasittak-sittak ala adong inna uap ni jolma di jabu i. ditogu-togu tunggane doli na i.” Alai sai lulu do tunggane nai di uap ni . Dipaboa ibana ma ise do dirina: sombaon ni Ulu Darat. dipasonang do roha ni boru Saroding di si ganup ari. “Modom ma hita. Malo do lahilahi nai mambahen si parengkelon. pintor ditutuphon ibana ma pittu ni jabu i. sombu jala puas do halahi namaribot manghata-hatai dht marsipanganon. Mabiar ma boru Saroding. Tung longang do boru Saroding alana mansai hatop do halahi sahat. “Ai songon na adong uap ni pamatang ni manisia huanggo?” inna ibana manukkun boru Saroding. Busisaon ma boru Saroding. Sude do halahi pintor tarhatotong mamereng bohi dht pangkataionni lahi-lahi i. Alai paulak so diboto ibana ma. Tarpodom ma halahi sahat tu manogot na. Las ma tutu roha ni lahi-lahi i mamereng boru Saroding. tung pe di bagas rohana nungnga mansai biar jala manolsoli. aili. Dang loja ibana namandalani dolok na rais i. tung mansai hatop jala niang do lakkana. Tikki dungo ibana di manogotna. mengkel suping sambing do ibana tu lahi-lahi nai patudu holongna. Lam longang ma ibana ala di dok tunggane doli nai hutana di ginjang ni dolok. Mabiar ma ibana molo tarboto tu lahi-lahi na sombaon i na ro akka iboto na mandapothon halahi marsihol-sihol. Tarsonggot ma ibana ala dibereng ibana manginsir sada ulok namansai bolon di tonga-tonga ni hau di joloni alamanni jabu i. asa pintor dipatandahon baoa i tu natorasna. Dung sidung marsipanganon. Jeppet ni hata. Las hian ma rohani boru Saroding didalani akka hula-hulana hutana di dolok na timbo jala ikkon mangalosi tombak namansai jorbut. dihatahon lahi-lahi ima sakkap na. Alai sai sukkun-sukkun jala longang do boru Saroding marnida somal-somal ni tunggane doli nai di siapari. modom ma halahi. borhat ma boru Saroding mangihuthon lahi-lahi naung gabe tunggane doli na. alai pintor songon na asing ma panganggona. Ngongong ma ibana di tonga nijabu. Songon na hona dorma do halahi mamereng bagak ni rumang ni lahi-lahi i. mardomu muse tikki namardalan halahi manganangkohi dolok natimbo i. Dang pola dipataridahon boru Saroding songgop ni rohana. ai pintor sikkop do sude akka naniporluhon ni hasida nadua. Mandapothon bot ni ari. pidong. boras ni hau. Hinsat ma boru Saroding mambuka pittu jala pittor dihatahon ibana ma tu tunggane dolina i na adong sada ulok na mansai bolon di jolo ni jabu i. Dung sidung mangaloppa dht mangan halahi. humalaput ma ibana mambahen sipanganon ni lahi-lahi nai. Longang ma natoras dht akka iboto nang anggina ala ro sian tao boru Saroding mardongan sada baoa. Tung mansai naburju do tunggane doli nai marnioli. tung so hir do hodok ni halahi. di tonga ni tombak Ulu Darat. Dang sadia leleng. Dilehon do akka sipanganon natabo tu akka iboto nai. dohot akka na asing. nungnga mansai bagas be borngin. Sada tikki ro ma duatsa akka iboto ni boru Saroding mangebati halahi tu dolok ni Ulu Darat.

Dang sadia leleng pintor balik ma solu na. jala didok songon on: “Dok ma padan i tunggane dolikku naburju.” inna ibana mangelek. holan tano. “paloas ma akka ibotokki mandulo hita. pintor ro ma alogo halisunsung dht udan na marimpot-impot. Mabiar jala songgot ma rohani boru Saroding. Ai holan alani namasihol do hula-hulattai asa ro halahi tu tu dolok Ulu Darat on. Tung mansai godang do horbo dohot lombu i. dibukka ma gajut i di alaman ni huta. sarupa mai sabulan di saonari). Somba on do ho! Ulok nabolon! Unang dirippu ho nalaho mulak be au tu ho! Palias mai. Alai molo anggina siampudan (molo so sala). hunik. mardongan biar dipaboa boru Saroding ma naro do hula-hula ni halahi sian Samosir ala masihol mamereng halahi nadua.” Ujung na rupani didok baoa i ma asa dijou duatsa iboto ni boru Saroding i asa tuat tu bagas ni jabu sian partabunion nasida di toru ni tarup.” Dungi didok lahi-lahi nai ma padan songon paborhathon boru Saroding naung hundul di solu: “Dekke ni Sabulan tu tonggina tu tabona. markilo-kilo godangna. dung parsonduk bolonmu au. Marsogot nai pintor di suru ma inanta be mambukka gajut i asa tarboto manang aha do isana. Songon na marungut-ungut ma sada Pandiangan on alana holan gajut nagelleng naso diboto isi na do di lehon lae nai tu hasida. jai dang dibukka ibana gajut na ditiopna. Hodo tungganekku. Jadi porsea do au di hatam namandok tung mansai holong do roham tu au. manaili ma ibana tu pudi.manisia i. gabe naniulana.” inna ibana do mangelek.” inna boru Saroding mangelek. sahat tu sadari on. sampe do ponjot alamani ni huta i. Pintor mulak pe au. Alai martahan do anggina i dang mambukka gajut i sampe pitu ari. Muruk ma ibana. “Sombakku ma raja nami. manang ise si ose padan tu ripurna tumagona.” inna tunggane doli nai. Alai didok ma hata na parpudi: “Boru Saroding nauli. jala gabe godang ma tubu hotang di pudi dohot panimpisan ni jabu. dohot akka gulok-gulok do isina. Ala nungnga sai torus dipangido jala dielek boru Saroding. Ai so jolma ho…” Holan sae didok boru Saroding hatana. Tading ma lahi-lahi nai manatap sian topi ni tao. dipangido boru Saroding ma tu tunggane na asa dipaloas ibana mandulo huta ni natorasna. diburai ma tunggane doli ni ibotonai jolma nasomaradat. Hunik nasian gajut i pe gabe mas. manongnong ma ibana jala gabe dohot ma ibana sombaon pangisi ni tao i… . hotang. hape nungnga loja halahi mangebati tu dolok Ulu Darat. Sai dijujui ma asa anggina na sada nai mambukka gajut i. Sinur nang pinahan. Tek ma rupani. dipasonang-sonang ho do ahu saleleng on. Hata ni legenda. alai dang sadia leleng gabe horbo dohot lombu ma gulok-gulokhi. Sai dilugai ibana solu nai alai dang tolap mangalo umbaki. sada Pandiangan on dang sabar paimahon pitu ari songon natinonahon ni lae nai. jala borngin i gabe holan namanghata-hatai ma sahat tu manogot. dang adong umbak jala alogo pe mansai lambok. dilugahon ibana ma soluna–na sian bulung-bulung i.” inna baoa i mangalusi. marjanji do ibana dang leleng di huta ni natorasna. Dung hira-hira piga bintang (najolo. pinompar ni Pandingan on ma nahasea jala akka namora. Songon na borat do diundukhon lahi-lahi nai pangidoanni boru Saroding. Tao ipe pintor timbo galumbangna. “Adong gorathu dang na laho mulak be ho tu Ulu darat on. Dang pola sadia dao dope boru Saroding marluga. dang bulan di dok. Sai dielek-elek boru Saroding ma lahi-lahi nai. langit pe mansai tiar. gabe mamora jong attong iboto ni boru Saroding nasasada on. Jeppet ma sarito. boru ni raja do ho. “Sombakku ma tunggane doli. ai dang jolma ho hape. Jai porsea do au ikkon hatop do ho mulak sian huta ni natorasmu.” Borhat ma boru Saroding. Alai didok ibana ma: “Holan on do pe naboi tarpatu au raja nami. “Hatop pe au mulak. “Nauli ma raja nami. Tung mansai tonang do tao Toba. Jadi sabintang. bintang do.” Diundukhon akka iboto ni boru Saroding ma hatani lae nai. ba ujung na rupani. Dung sahat halahi di huta nasida. Marsijalangan ma hasida. Sada bulung do inna dibuat lahi-lahi nai dibahen gabe solu nalaho dalan ni boru Saroding. alai unang pintor bukka hamu gajut on di dalan manang dung sahat hamu tu huta muna. sarupa do isina manang dang. jala godang mas nang hotangna. ala tung mansai masihol ibana inna. Mulak ma halahi tuat sian dolok Ulu Darat. sabar do paimahon pitu ari. Dang pola leleng. Dung binsar mataniari marsakkap ma borhat akka Pandiangan natolu i mulak tu Samosir. Dibolokkon ma gajut i. bohina tung lungun do ditadinghon parsonduk bolon na mansai dihaholongi rohana. holan dibukka ibotoni boru Saroding gajuti. Dilehon ibana ma sada-sada be gajut nagelleng naung marrahut tu akka hula-hula nai. marsolu ma muse sahat tu Samosir.” Diundukhon boru Saroding ma. “Ai aha do lehononmu na lae tu hami songon boan-boan nami tandani naung niebatan huta muna boru nami?” inna sahalak Pandiangan iboto ni boru Saroding i. Di ari papituhon. Pintor haruar ma godang akka gulok-gulok. didok ibana ma songon on: “Peh…! Bursik ma ho. asa dipaloas tunggane na. dipatorang ma rupani tu inanta na be pardalananni nasida jala dipatuduhon ma boan-boan na nilehon ni lae nasida. ba dipaborhat lahi-lahi nai ma ibana sahat tu topi tao ni Ransang Bosi. “Ba hea do lak songon on ma lehonon na tu hula-hula na?” inna halahi mardongan rimas. Dung pitu ari pe asa boi ungkapon muna gajut on. Jai ikkon marpadan do hita diparborhathon songon mangarahut holong ni roham tu au. palias ma i.

Tokka do inna molo dibuat. Sesuai hukum adat tersebut. Pada suatu hari. celaka! Tombak itu terbawa lari. . ayah dan ibu mereka pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan. inangudakku. Jala lahi-lahi ni boru Saroding gabe dijouhon do i “Amangboru Saroding. asalkan kamu sanggup menjaganya jangan sampai hilang. hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit. Palipi. kecuali sebuah tombak pusaka. di huta Pandiangan. keduanya baru menyadari bahwa orang tua mereka tidak memiliki harta benda. hutogihon akka ito. Ia hanya menemukan gagang tombaknya di semak-semak. apa yang terjadi? Ternyata babi hutan itu melarikan diri masuk ke dalam semak-semak. namboru. Menurut adat yang berlaku di daerah itu. Sesampainya di hutan. Sangmaima pun sangat senang. Di Sabulan pe. “Wah. Ia pun segera mengejar babi hutan itu.” gumam Sangmaima dengan perasaan cemas. diboan ma i tu jabuna be. Sang Ayah ingin kedua anaknya itu mewarisi keahlian yang dimilikinya. sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima. Percaya tidak percaya. hiduplah sepasang suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. olo ro parmaraan. Tanpa berpikir panjang. do turi-turian on–dohot nagabe boru Saroding pangisini tao i. Dolok Martahan. manang marbot. Akan tetapi saat hari sudah menjelang sore.” “Baiklah. Usai acara penguburan. penulis novel „Sordam‟) Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan. di ranting ni hau i tubu utte pangir (jeruk purut). Oleh karena itu.” Setelah itu. Ia pun meminta ijin kepada abangnya. Dik?” “Aku ingin berburu babi hutan. Datu Dalu dan adiknya memutuskan untuk mencari kedua orang tua mereka. Ayah mereka adalah seorang ahli pengobatan dan jago silat. markapal. aku harus mengambilnya kembali. pada zaman dahulu di daerah Silahan. Alai molo maruntung do naro tu si. Bang! Aku akan merawat dan menjaganya dengan baik. Simbolon. semacam tanaman benalu.” Buni do inganan on. Alana sian na met-met nungnga manusia na sok ingin tahu au. alai dang boi buaton i. bahat do inna halak naung hea mamereng: ulok na saganjang hau ni harambir/kalapa do inna marlange-lange di tao i. sipata tuat do inna ibana sian Ulu Darat tu tao i. pintor dabu do annon anggir i. Namun. tombak pusaka itu diberikan kepada Datu Dalu. Sesampainya di hutan. Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi di hutan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Akhirnya.” “Aku bersedia meminjamkan tombak itu. ketika hendak membagi harta warisan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. Yang sulung bernama Datu Dalu. Sangmaima mulai panik. ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil. cari Alkisah. mereka menemukan kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau. “Duggg…!!!” Tombak pusaka itu tepat mengenai lambungnya. Tapanuli Utara.Sahat tu sadari on dihaporseai sabagian pangisini Rassang Bosi. Sai manat-manat do halak molo mangalewati tao i. dang boi mambolokhon akka na kotor tu taoi. bolehkah aku pinjam tombak pusaka itu?” “Untuk keperluan apa. dang marsitijur. Dengan sekuat tenaga. Adong do sada hau nabolon di ginjang ni mual na diyakini akka jolma (kessuali akka pangula ni huria) songon inganan parpangiran ni boru Saroding. jala unang tuit-tuit molo pas marsolu. ia pun melihat seekor babi hutan yang sedang berjalan melintas di depannya. maka tombak pusaka jatuh kepada anak sulung. adong do sada inganan namargoar “Parpangiran ni Namboru boru Saroding. godang hian dope hau songon tombak. “Bang. Sementara mata tombaknya masih melekat pada lambung babi hutan yang melarikan diri itu. alana au sandiri pe mabiar do mardalan sandiri tusi. apabila orang tua meninggal. kedua abang-adik itu membopong orang tua mereka pulang ke rumah. Mogang. nungnga hudalani inganan on. namun pengejarannya sia-sia. Pada suatu hari.” Alani holong na tu boru Saroding. sebagai anak sulung. (panuturi: Suhunan Situmorang. apala di topi ni dolok Ulu Darat i. dilemparkannya tombak pusaka itu ke arah binatang itu. Janji Raja. karena dikiranya babi hutan itu sudah roboh. berangkatlah Sangmaima ke hutan. sepasang suami-istri itu belum juga kembali. Hatoguan. Sabulan. Tamba.

ia tidak mengundang adiknya. Akhirnya. Ia kemudian menghampirinya. Sangmaima mampu mengobati luka wanita itu dengan mudahnya. Adikku! Aku akan menjaganya dengan baik. gawat! Abangku pasti akan marah kepadaku jika mengetahui hal ini. Wanita burung Ernga! Besok pagi-pagi sekali kau harus pergi dari sini tanpa sepengetahuan abangku. “Tapi.” Setelah pestanya selesai. Saat itu pula Sangmaima kembali ke hutan untuk mencari babi hutan itu. Sementara itu.” lapor Sangmaima.” “Tidak apalah.” “Kenapa mata tombak itu berada di perutmu?” “Sebenarnya babi hutan yang kamu tombak itu adalah penjelmaanku. Wanita burung Ernga sudah tidak di kamarnya. Hal itu membuat adiknya merasa tersinggung.” “Maafkan aku. Ia pun mulai cemas. ia menyurusi lubang itu sampai ke dalam.“Waduh. ia pun memberanikan diri masuk lebih dalam lagi. karena tombak pusaka kesayangannya telah kembali ke tangannya.” kata Sangmaima dalam hati. Oleh karena penasaran. Namun. Dengan hati-hati. Tak jauh di depannya. ia pun berpamitan untuk mengembalikan mata tombak itu kepada abangnya. Sesampainya di tengah hutan. karena tidak berhasil menjaga wanita . pesta yang dilangsungkan di rumah Datu Dalu sangat sepi oleh pengunjung. Bang! Hari ini juga aku akan mencarinya. asalkan Abang bisa menjaga wanita burung Ernga ini jangan sampai hilang. gadis cantik! Siapa kamu?” tanya Sangmaima. Setelah itu. Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. dalam pesta tersebut. ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada Abangnya. Tombak itu terbawa lari oleh babi hutan. Pada saat pesta dilangsungkan. yaitu pesta adat secara besar-besaran.” “Baiklah. Keesokan harinya. Namun. apa pun caranya. Abangnya sangat gembira. terlihat seorang wanita cantik sedang tergeletak merintih kesakitan di atas pembaringannya. “Aku tidak mau tahu itu! Yang jelas kamu harus mengembalikan tombok itu.” ucap Sangmaima dengan takjub. Sangmaima segera mengantar wanita burung Ernga itu ke rumah abangnya. “Hai. Tuan! Semuanya sudah terlanjur.” Berbekal ilmu pengobatan yang diperoleh dari ayahnya ketika masih hidup. Untuk mewujudkan kegembiraan itu. Untuk memeriahkan pestanya. Tuan!” jawab wanita itu. jangan banyak bicara! Cepat berangkat!” perintah Datu Dalu. “Aku seorang putri raja yang berkuasa di istana ini.” “Baiklah. Setelah wanita itu sembuh dari sakitnya. ternyata di dalam lubang itu ia menemukan sebuah istana yang sangat megah. Sangmaima berhasil menemui wanita itu dan berkata: “Hai. Kini aku hanya berharap Tuan bisa menyembuhkan lukaku. “Aduhai. Pada malam harinya. Putri! Sungguh aku tidak tahu hal itu. Bang! Aku tidak berhasil menjaga tombak pusaka milik Abang. banyak orang yang datang untuk melihat pertunjukkan itu. ia pun menyapa wanita cantik itu.” kata Datu Dalu kepada adiknya dengan nada kesal. sehingga adiknya memutuskan untuk mengadakan pesta sendiri di rumahnya dalam waktu yang bersamaan. lalu berpamitan pulang. ia pun bermaksud meminjam pertunjukan itu untuk memikat para tamu agar mau datang ke pestanya. dan tampaklah sebuah mata tombak menempel di perut wanita cantik itu. Ia menelesuri jejak kaki babi hutan itu hingga ke tengah hutan. ia tidak langsung pulang ke rumahnya.” jawab Sangmaima. Ia bermaksud menemui wanita burung Ernga itu secara sembunyisembunyi pada saat pesta abangnya selesai. babi hutan itu sudah melarikan diri masuk ke dalam hutan. ia menemukan sebuah lubang besar yang mirip seperti gua. indah sekali tempat ini. siapa pula pemilik istana ini?” tanyanya dalam hati. Pencariannya kali ini ia lakukan dengan sangat hati-hati. Datu Dalu sangat terkejut. “Maaf. Alangkah terkejutnya Sangmaima. sehingga ia mengira kamu hilang. Setelah mengetahui adiknya juga melaksanakan pesta dan sangat ramai pengunjungnya. Sangmaima. “Sudah. Namun sayangnya. sehingga menyerupai seekor burung Ernga. melainkan menyelinap dan bersembunyi di langit-langit rumah abangnya. “Adikku! Bolehkah aku pinjam pertunjukanmu itu?” “Aku tidak keberatan meminjamkan pertunjukan ini. ia pun mengadakan selamatan.” Baiklah. “Sepertinya mata tombak itu milik Abangku.” gumam Sangmaima. ia mengadakan pertunjukan dengan mendatangkan seorang wanita yang dihiasi dengan berbagai bulu burung.

Sesudah perempuan itu hamil maka luar biasa lamanya barulah anak itu lahir. tidak bisa menjaganya.” gumam Datu Dalu. Istrinya bernama Nansindak panaluan. Di mana dia?” tanya Sangmaima pura-pura tidak tahu. Tanpa diduga. Beliau adalah seorang si Baso atau pendeta namanya datu Arak ni pane. Gawat! Adikku pasti akan marah jika mengetahui hal ini. Datu Dalu kemudian mengambil lesung lalu dilemparkan ke arah adiknya. Namun sang Adik berhasil menghindar. sehingga piring itu jatuh di kampung Datu Dalu yang pada akhirnya juga menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Si Pinggan. Keduanya pun saling menyerang satu sama lain dengan jurus yang sama. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. si boru Tapinuansa ingin makan buah-buah itu karena . seekor anjing kurus membawa mereka dalam setiap hari guru Hatimbulan membawa mereka setelah anak-anak itu menjadi dewasa maka putri atau gadis itu ketika berjalan-jalan kebetulan melihat sebuah pohon bernama pui-piu tanggu. Guru Hatimbulan mendirikan gubuk kecil di bukit suci. Lamakelamaan terbuktilah apa yang diungkapkan pengetua itu benar-benar. sebab kelahiran kembar. “Aduh. tempat jatuhnya lesung itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah danau. Ada dua pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran. Mereka sudah lama menikah tetapi belum juga di karuniai seorang anak. Ia pun mengambil piring lalu dilemparkan ke arah abangnya. Pohon itu mempunyai buah yang masak dan manis. yang satu kiranya di bawa ke barat dan yang satu lagi di bawa ke timur. Tiba-tiba saja dia menghilang dari kamarnya. kerah tanah menutupi hubangan-hubangan dan rawa-rawa.” seru Sangmaima. Demikianlah cerita tentang asal-mula terjadinya Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan di daerah Silahan. istimewa yang berlainan jenis adalah satu masalah yang sangat tidak baik menurut pahamter. dan perkelahian antara adik dan abang itu tidak terelakkan lagi. seorang anak laki-laki dan perempuan seketika itu juga maka hujan pun turun lebat. Kabupaten Tapanuli Utara. Sementara itu. “Abang harus menemukan burung itu. Sehabis pesta tamu-tamu telah menasehatkan supaya anak-anak itu jangan kiranya bersama-sama di asuh. Kecamatan Lintong Ni Huta. yaitu agar tidak bersifat curang dan egois Silinduat/ Kembar. saat itu juga terjadi kelaparan juga teriknya tak tertahankan. kemana dia membawa anak-anak itu. Akhirnya pertengkaran pun terjadi. Saat itu juga perempuan itu melahirkan anak kembar. Namun. semua penduduk kampung itu menganggap keadaan itu hal yang gaib.” jawab Datu Dalu gugup. sehingga perkelahian itu tampak seimbang. tidak ada yang kalah dan menang. Sangmaima ingin membalas serangan abangnya. Datu Dalu pun berhasil menghindar dari lemparan adiknya. Sangmaima tidak bersedia menerima ganti rugi dengan bentuk apapun. danau tersebut diberi nama Danau Si Losung. Karena kepala persatuan pemujaan roh-roh menjadi risau ia pergi menjumpai guru Hatimbulan dan mengatakan kepadanya : mengapa keadaan yang seperti ini tidak berubah-ubah karena kejadia belum pernah terjadi mereka pergi untuk mencari sebabnya dan mengajak kepada Debata atau dewa yang adil sehingga guru Hatimbulan menjawab :” semua bisa terjadi” lalu raja Bius mengatakan :” semua orang heran mengapa istrimu begitu lama hamil para bidan menerangkan bahwa kehamilan itu telah terlalu lama karena perkataan itu maka timbullah pertengkaran akan tetapi tidak ada yang cidera atau mati. “Maaf Adikku! Aku telah lalai.burung Ernga itu. cari Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pulau Samosir di desa si dugur-dugur tinggallah seorang laki-laki bernama guru Hatimbulan. Ia juga mengundang semua pengetua-pengetua dan kepala-kepala dalam perjamuan itu dimana nama anakanak itu akan di umumkan putra itu di beri nama Aji donda atahutan dan putri itu di bri nama Si boru Tapi nauasan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. “Bang! Aku datang ingin membawa pulang wanita burung Ernga itu. belum ia mencarinya. “Dik! Bagaimana jika aku ganti dengan uang?” Datu Dalu menawarkan. semua tanam-tanaman tumbuh dengan segar sehingga guru Hatimbulan memotong seekor lembu untuk mendamaikan kekuasaan jahat itu. akan tetapi guru Hatimbulan tudak mengendalikan nasehat arif bijak sana dari pengetua-pengetua dan kepala itu. Oleh masyarakat setempat. tiba-tiba adiknya sudah berada di depan rumahnya. sehingga lesung itu melayang tinggi dan jatuh di kampung Sangmaima.

yakni Pulau Simardan.58 LU (Lintang Utara) dan 0. Donda heran melihat kejadian itu dan menayakkan mengapa sampai terjadi hal ini. Hal itu juga dikatakan tokoh masyarakat lainnya. yaitu daerah Porsea Tapanuli. Di Kota Tanjungbalai. terletak di 20. berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas. Guru Hatimbulan mendengarnya ia menjawab janganlah kutuk saya. 75. ia mengambil dan memakainya akan tetapi ia di telan pohon itu dan ia menjadi satu dengan pohon tersebut. kata Marpaung.” jelasnya. warga Jalan Binjai Semula Jadi Kota Tanjungbalai. Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya. seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan. Kedua anak itu menjerit minta tolong akan tetapi suara sedih hilang dalam gelap gulita itu.Daem. Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis. Simardan berencana menjual harta karun yang ditemukannya itu. suatu hari ibunya yang tua renta. akibat durhaka terhadap ibunya. Berbeda dengan Simardan. Di pelabuhan. biasanya anak pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Selain itu. dengan tujuan merubah nasib keluarga. Menurut keterangan masyarakat kepadanya. Berasal Dari Tapanuli Sebelum terjadinya peristiwa tersebut. . Pada suatu hari. Simardan. Karena. pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahuntahun tidak bertemu.052. Anak Durhaka. dia pergi merantau ke negeri seberang. apa saja yang ia minta diberikan tetapi ia menjadi putus asa. Sedangkan luasnya sekitar 6. melainkan di hulu Tanjungbalai. Dekat pada pohon tersebut sehingga gadis tersebut menyahutinya. “Simardan bermimpi lokasi harta karun. Pulau Simardan masih sebuah perairan tempat kapal berlabuh. tetapi kutuk lah dirimu sendiri lalu roh itu berkat ” jikalau begitu semestinya bapak pergunakanlah saya dari sekarang sebagai Simardan. Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya. Bahagia anaknya telah kembali.3 meter dari permukaan laut. Tidak diduga. namun pendiriannya tetap tidak berubah. cari Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka. “Daerah asal Simardan bukan Tanjungbalai. 80. pelukan kasih dan sayang seorang ibu. guna mencari peruntungan. Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu.90 ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 144. Besok paginya anjing mereka datang berlari-lari maka ia pun ikut juga tertelan di pohon itu hanya saja kepalanya kelihatan.979 jiwa (sensus 2003-red). Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai. ditepis Simardan. Kemudian. Lokasi berlabuhnya kapal tersebut. Beberapa hari kemudian ia menemukan datu parponsa ginjang memperkenalkan dirinya. Walaupun peristiwa tersebut terjadi di daerah Tanjungbalai. Di antaranya. kata tokoh masyarakat di P. Simardan adalah anaknya. Tanjungbalai. Esoknya. Bahkan. warga Jalan Mesjid P. mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. Saudaranya menunggu sampai sore dalam kebimbangan mengenai nasib saudaranya kemudian dia pergi ke hutan untuk memeriksanya sambil memanggil-manggil namanya dengan suara yang nyaring. wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim. Daem mengatakan. dan memukan berbagai macam perhiasan yang banyak.itu ia memanjat buah pohon tersebut. Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya. Ia menerangkan dengan pasti bahwa ia dapat melepaskan orang-orang itu. di Jalan Sentosa Kelurahan Pulau Simardan Lingkungan IV Kota Tanjungbalai. hanya saja kepalanya masih kecil dan kelihatan. Abdul Hamid Marpaung.” tutur Marpaung. ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. Simardan Kota Tanjungbalai. dan Tanjungbalai merupakan daerah yang ditujunya. Simardan sebenarnya berasal dari hulu Tanjungbalai atau sekitar daerah Tapanuli. Menjual Harta Karun Dari berbagai cerita atau kisah tentang legenda anak durhaka. tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh. Guru Hatimbulan telah kehabisan akal ia telah banyak mengeluarkan uang untuk datudatu keperluan gondang dan kurban untuk roh-roh. dia pergi ke tempat yang tergambar dalam mimpinya. akan tetapi ia juga lengket di pohon tersebut. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. H. Donda memanjat pohon itu dengan maksud menolong saudaranya. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan. dia merantau ke Malaysia untuk menjual harta karun yang ditemukannya di sekitar rumahnya. dan mengatakan.

jelas Marpaung. ketika masyarakat menggali perigi (sumur). rantai dan jangkar kapal membuktikan bahwa dulu Pulau Simardan adalah perairan Legenda Sipiso Somalim. ibunya memakai pakaian compang-comping. Jadi atas saran orang tua di Malaysia. Setelah dewasa Sipiso Somalim sudah .” Sementara menurut H. turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar. Lebih lanjut dikatakan Marpaung. sehingga dia terpaksa pergi ke Malaysia. lalu menemui seorang dukun sakti untuk menanyakan apa yang bakal terjadi dengan anak yang ada di dalam kandungannya.Suatu saat Siboru sandebona mengandung seorang anak laki-laki. “Salah satu kerajaan di Pulau Penang Malaysialah yang membeli harta karun tersebut. berita kedatangan Simardan di Tanjungbalai disampaikan masyarakat kepada ibunya. karena dia malu kepada isterinya ketika diketahui ibunya belum mengenal agama. Simardan akhirnya kembali ke Tanjungbalai bersama isterinya. Daem. berupa makanan khas keyakinan mereka yang belum mengenal agama. Sedangkan tubuh Simardan. bayi ini diberi nama Sipiso Somalim.Daem. sehingga kapal tersebut hancur berantakan. Akibatnya.” ungkapnya. Simardan membantah bahwa orang tua tersebut adalah wanita yang telah melahirkannya. “Kalau dia adalah anakku. Gembira anak semata wayangnya kembali ke tanah air. tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan. kata Daem dan Marpaung. Selain tali kapal ditemukan juga rantai dan jangkar. Setelah beberapa tahun di Malaysia. tergantung persepsi kita. menurut cerita Marpaung dan Daem. Tapi setibanya di Tanjungbalai. berdiri kerajaan besar dan kaya di Tanjungbalai. Dusun sakti kemudian memberikan jawaban bahwa bayi ini akan menjadi seorang laki-laki yang memiliki kharisma dan kelebihan tersendiri.” tutur Marpaung. Kalau menurut Marpaung. “Hidangan yang disiapkan ibunya adalah makanan yang diharamkan dalam agama Islam. Simardan tidak mengakui sebagai orangtuanya. Raja yang sangat makmur dan kaya raya. Berbeda dengan keterangan Marpaung. Simardan datang ke Tanjungbalai dilandasi karena tidak memiliki keturunan. Tapi dengan ditemukannya tali.” jelas Marpaung. Penemuan terjadi.” begitulah kira-kira yang diucapkan ibu Simardan. Hal ini disebabkan para pelayan dan isterinya tidak ada kaitan dengan sikap durhaka Simardan kepada ibunya. Namun. “Benar tidaknya legenda Simardan. ternyata sikap dan perlakuan Simardan tidak seperti yang dibayangkannya. Kedatangannya ke Tanjungbalai. kemudian Siboru Sandebona kebingungan. “Karena miskin. kera putih itu tidak pernah terlihat lagi. kata Marpaung. ibu Simardan kemudian berangkat menuju Tanjungbalai bersama beberapa kerabat dekatnya. sekitar tahun lima puluhan masyarakat menemukan tali kapal berukuran besar di daerah Jalan Utama Pulau Simardan. menurut Daem. Hal itu dilakukan Simardan. Raja ini mempunyai seorang saudara putri yang bernama siboru Sandebona yang kemudian kawin dengan raja Panuasa dari kampung Uluan. Simardan akhirnya berhasil menjadi orang kaya dan mempersunting putri bangsawan sebagai isterinya. sang ibu lalu mempersiapkan berbagai hidangan.” Kera Putih dan Tali Kapal Setelah diperlakukan kasar oleh Simardan. akibat bertambahnya populasi manusia di Tanjungbalai khususnya di Pulau Simardan. Simardan juga mempersunting putri kerajaan itu. Para pelayan dan isterinya berubah menjadi kera putih. masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan. perlakuan kasar Simardan karena malu melihat ibunya yang miskin. tunjukkanlah kebesaran-Mu. wanita tua itu lalu berdoa sembari memegang payudaranya. tujuan Simardan pergi merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Mereka diberikan tempat hidup di hutan Pulau Simardan. Malu Setelah berpuluh tahun merantau. akan tetapi setelah genap waktunya bayi ini tidak kunjung lahir. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. untuk berdagang sekaligus mencari bahan-bahan kebutuhan. “Sekitar empat puluh tahun lalu. Dengan sukacita. Di samping itu. Begitulah setelah lahir. Usai berdoa. “Makanan yang dibawa ibunya adalah bukti bahwa keyakinan mereka berbeda. pasangan suami isteri itu pergi ke Tanjungbalai. jelas Marpaung. menurut H. Bahkan. yang diduga berasal dari kapal Simardan. tidak satupun kerajaan yang mampu membayar harta karun temuan Simardan. cari Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan. Sesampainya di Tanjungbalai.

Adapun Sipakpakhumal yang merupakan Sipiso Somalim yang sebenarnya tetap diam dan tidak berani berbuat apaapa dan dia diperlakukan sebagai layaknya seorang pembantu. Pada suatu saat dia disuruh orangtuanya untuk membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau. Kemudian Punsahang Mataniari memanggil Sipakpakhumal untuk mengiring kerbau tadi. Sipakpakhumal yang sebelumnya adalah Sipiso Somalim tetapmenunjukkan sikap baik pada Sipiso Somalim. Dalam sikapnya terhadap orang-orang sekitarnya. Sehingga pada saat dia menggembalakan kerbau ini di sawah dia membuka tanduk . Semua ini tentu karena pamannya makin hari makin curiga terhadap Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim. kerbau ini langsung mendekat seperti bersujud. Lama kelamaan Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim makin menunjukkan sikap yang kurang baik terhadap keluarga pamannya maupun kepada Sipakpakhumal. Sipiso Somalim tetap saja pada pendiriannya untuk meminang putri pamannya. Adapun Sipakpakhumal sejak keberangkatannya dengan Sipiso Somalim sudah memiliki niat jahat bagaimana agar dia dapat berperan sebagai Sipiso Somalim agar selanjutnya dapat memperistri putri Punsahang Mataniari. karena dengan pakaian ini kharisma Sipiso Somalim langsung pindah Sipakpakhumal. Selama dalam perjalanan. Punsahang Mataniari semakin menyadari bahwa ada yang tidak beres diantara Sipiso Somalim dan Sipakpakhumal. dia hanya duduk tenang. Mendengar semua ini Sipiso Somalim tidak dapat bebuat apa-apa kecuali hanya tunduk serta menerima apa yang terjadi. dan suara lantang berkata. Akan tetapi saat dia mendekat kerbau ini mengamuk dan hampir menanduk Sipakpakhumal. Sipakpakhumal menjadi Sipiso Somalim. Sipiso Somalim berangkat menuju kampung pamannya Rura Silindungdn menelusuri hutan lebat. Lalu suatu ketika ibunya memberangkatkan Sipiso Somalim yang didampingi seorang pengawalnya yaitu Sipakpakhumal. Sipiso Somalim dipanggil menjadi Sipakpakhumal dan demikian sebaliknya. kita akan terus menuju kampung Pusahang Mataniari dan jangan sekali-kali bicara pada siapapun bahwa aku telah menggantikanmu sebagai Sipiso Somalim. Kedatangan kerbau ini.menunjukkan kelebihan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. pamannya menolak dengan cara halus dengan alasan agar jangan terburu-buru dulu. dan apabila mati maka dia telah mati diperjalanan. Setelah berjalan beberapa hari akhirnya mereka tiba di Rura Silindung tempat Punsahang MataniariPunsahang Mata ni Bulan. Pada usia sudah matang. Kemudian dia menanggalkan pakaian kebesarannya dan selanjutnya meminta Sipakpakhumal untuk menjaganya. suatu ketika dia menyampaikan hasrat tersebut kepada pamannya. dan sama sekali dia tidak dapat berbuat apa-apa. Dengan mengenakan pakaian kebesaran serta bekal secukupnya termasuk “Pungga Haomasan” (obat penangkal lapar dan haus). Meilhat Sipiso Somalim datang Punsahang Mataniari terus tahu bahwa dia adalah anak saudarinya yaitu Siboru Sandebona. seperti ancaman dari binatang buas mereka pun berjalan hingga suatu hari tiba pada sebuah pancuran yang sangat sejuk. namun kerbau ini dapat disuruhnya bekerja sendiri untuk membajak sawah itu. dan apabila hal ini kau ceritakan pada siapapun kau akan kubunuh. di kampung halaman. Akan tetapi untuk sementara. Ketika kerbau ini sampai Punsahang Mataniari memanggil Sipiso Somalim untuk mengiring kerbau ini kekandang. Setelah siap mandi betapa terkejutnya Sipiso Somalim menyaksikan Sipakpakhumal yang telah mengenakan pakainnya. Dengan kejadian ini.” . mengerti. bagi Sipakpakhumal mengetahui bahwa itu sengaja dikirim oleh ibunya dari kampung halaman. dia tidak menghiraukan apa yang telah diperbuat Sipakpakhumal tadi. Sipakpakhumal kemudian dengan menghunus pedang. Perjalananpun dilanjutkan dan sejak itu. Melihat sejuknya air pancuran ini. dia sangat sopan dan berbudi baik. Pada saat Sipakpakhumal mendekat. ibunya tidak kuasa lagi menolak permintaan Sipiso Somalim. dan selama itu pula Sipakpakhumal tidak habis piker bagaimana perasaan ibu yang dia tinggalkan sebab sebelum berangkat dia berpesan kepada ibunya agar ibunya memperhatikan sebatang pohon yang dia tanam di dekat rumahnya. apabila pohon itu layu berarti dia mendapat kesulitan di tengah jalan. Sebagaimana tujuan keberangkatan Sipiso Somalim untuk meminang putri pamannya. dengan jalan yang penuh resiko. Rasa gelisah tetap menyelimuti hati ibu Sipiso Somalim. lalu kemudian dia kembali mengirimkan seekor kerbau yang bernama “Horbo Sisapang Naualu”. Sipiso Somalim meminta agar mereka berhenti dan mandi untuk melepas rasa letih. Maka dengan diam-diam dia mengenakan pakaian kebesaran Sipiso Somalim seperti layaknya seorang raja. tetapi mereka tidak menunjukkan bahkan memperlakukannya Sipiso Somalim seperti keluarganya sendiri. Karena asiknya Sipiso Somalim mandi. “sejak sekarang ini sayalah yang menjadi Sipiso Somalim dan kau menjadi Sipakpakhumal. Bahkan semua tindak tanduknya mencerminkan sikap seorang anak-raja. Lalu dengan langsung dia memeluk Sipiso Somalim meskipun sebenarnya dia memiliki firasat bahwa ada yang kurang beres dengan keponakannya itu.

Sementara itu. kembali digelar acara adat dengan membunyikan seperangkat alat musik. Dengan rasa gugup dan ketakutan. Setelah dekat. tiba-tiba seorang pemuda menunggang kuda dan berpakaian kerajaan tibatiba muncul dipesta itu. akan tetapi karena Punsahanng Mataniari sadar bahwa Sipakpakhumal telah terlanjur menantunya sehingga dia tidak dapat berbuat apaapa. Sehingga selama ini pun Punsahang Mataniari sebenarnya juga curiga karena pengetahuannya Sipakpakhumal tidak pernah makan tetapi tetap mengaku kenyang. semua orang tercengang dan seketika itu pula pemuda itu meninggalkan pesta itu. atas permintaan putri Punsahang Mataniari. Putri sulung Punsahang Mataniari meminta kepada ayahnya untuk menggelar upacara dengan membunyikan seperangkat musik dan mengundang semua pemuda yaitu anak raja-raja yang berada disekeliling kampungnya. dasar curiga. dan ayahnya pun semakin yakin bahwa Sipakpakhumal yang dijadikan pembantu adalah Sipiso Somalim yang sebenarnya. Dengan hati tidak sabar. Lalu malalui upacara adat mereka dikawinkan. pada saat dia memperhatikan bahwa kerbau tersebut membajak sawah tanpa digembalakan Sipakpakhumal. Para pengawal kemudian kembali dan melaporkan kepada Punsahang Mataniari bahwa mereka telah tidak menemukan jejak pemuda itu. pakaian kebesaran itupun ditanggalkan dan memakai pakaian biasa. Para pengawalmya heran sebab ada tanda-tanda bahwa Sipakpakhumal lah lelaki yang baru saja hadir di pesta itu. Pungga haomasan ini kemudian dicium dan dijilat lalu seketika itu dia kenyang sebagaimana layaknya makan nasi. Para pengawalnyapun mengikuti jejak pemuda tadi dan akhirnya mereka tiba pada suatu tempat yaitu tempatnya Sipakpakhumal untuk mengembalakan ternak tuannya. Menyaksikan semua apa yang terjadi putri Punsahang Mataniari cepat-cepat menemui dan memberitahukan apa yang dia saksikan kepada ayahnya Punsahang Mataniari. Acara sudah digelar akan tetapi tak satu orangpun dari pemuda itu berkenan di hati putrinya Punsahang Mataniari. Pada siang hari. Pada kedua kalinya. sang putri mengatakan kepada ayahnya bahwa dia sangat tertarik kepada pemuda tersebut dan meminta kepada ayahnya agar dia menyuruh para pengawal untuk mencari asal pemuda tadi. Punsahang Mataniari kemudian memangil si Piso Somalim serta bertanya apa yang pernah terjadi antara mereka berdua. putri Punsahang Mataniari pamit seolah-olah pulang ke rumah akan tetapi dia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar untuk mengamati dari dekat tindak tanduk Sipakpakhumal.kerbau ini ternyata di dalamnya terdapat berbagai jenis alat musik dan perhiasan kerajaan sementara kerbau ini membajak sawah. Baik Punsahang Mataniari maupun putri sulung menganggap bahwa yang datang itu adalah Sipiso Somalim yang . pamannya mempertanyakan kepada putrinya yang paling sulung agar berkenan menerima Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim menjadi suaminya akan tetapi dia menolak permintaan itu. Untuk menari dan dia ingin memilih salah satu dari antara mereka untuk menjadi suaminya. Sipakpakhumal yang mengaku Sipiso Somalim semakin mendesak pamannya agar dia dikawinkan dengan putri pamannya. karena sesaat setelah Sipakpakhumal berada di gubuknya lalu ia menukar pakaiannya seperti semula dan pakaian kebesaran itu adalah pemberian ibunya yang dikirimkan melalui kerbau itu dan setelah dia sampai dipondoknya. Sipakpakhumal menerima makanan itu dari putri Punsahang Mataniari. Hingga pada suatu ketika. besok harinya pada pagi-pagi buta dia melarikan diri beserta istrinya yang menurut cerita berangkat menuju Sumatera Timur. Kemudian Punsahang Mataniari menawarkan kepada anak perempuannya nomor dua dan ternyata putrinya itu mau. Sipakpakhumal merasa bahwa putri Punsahang Mataniari sudah jauh lalu diambilnya nasi tersebut dan ditaburkannya untuk makanan burung yang semuanya mengelilingi Sipakpakhumal. dia memainkan alat-alat musik tadi sehingga karena merdunya segenap burung yang terbang diangkasa turut bernyanyi ria. Dengan kehadiran pemuda itu. namun diluar dugaan. Lebih terkejut lagi. Karena Punsahang Mataniari mengancam akan membunuh apabila dia bohong maka Si Piso Somalim mengaku dengan terus terang apa yang telah dia lakukan terhadap Sipakpakhumal sehingga Sipiso Somalim yang sebenarnya akhirnya dijadikan sebagai Sipakpakhumal dan demikian juga sebaliknya. dia sangat terkejut mendengar musik yang sangat merdu yang diiringi oleh nyanyi ria yang banyak bertengger diatas dahan. Pungga haomasan ini diberikan ibunya saat dia berangkat dahulu dan sampai saat itu tetap berada ditangannya. datanglah putri Punsahang Mataniari untuk mengantar makanan Sipakpakhumal. Dengan perasaan berang sebenarnya ingin menghukum Sipakpakhumal ini.Begitupun karena Sipakpakhumal menyadari kesalahannya dan merasa hidupnya akan terancam. Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengambil sebuah benda kecil yang disebut “pungga haomasan”. ternyata yang memainkan musik ini adalah Sipapakhumal. dan pada saat acara berakhir tiba-tiba seorang pemuda dengan menunggang kuda “Siapas Puli” kembali hadir setelah menari-nari sejenak akhirnya menghilang.

Maka pergilah Datu Baragas kehutan untuk mencari kayu yang cocok dijadikan patung. Baragas mengambilnya serta mulai mengukir sehingga berbentuk seorang gadis disebut Jonjong Anian. sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. pergelangan tangan maupun kaki sehingga dapat bergerak dan berjalan sehingga patung tersebut menjadi seorang gadis cantik jelita. Salah satu kisahnya sebagai berikut : sepasang suami istri yaitu Datu Baragas Tunggal Pambarbar Na Sumurung (ahli ukir) dan istrinya Nan Sindak Panaluan. Setelah selesai. tangga rumahnya dibuat dari pisau-pisau yang tajam. kerabu. Wabah. mengobati penyakit. suatu saat pamannya mengutarakan bahwa mereka memiliki hasrat untuk menjadikan Sipiso Somalim sebagai menantunya. babi dan anjing. kepersendian. Beberapa hari kemudian saudagar kain dan perhiasan lewat lalu beristirahat ditempat tersebut. Pakpakhumal sebenarnya apa yang terjadi dan sebelumnya dia menolak untuk menemui Punsahang Mataniari akan tetapi setelah dibujuk akhirnya diapun mau. sehingga motif yang terdapat pada tongkat Tongkat Tunggal Panaluan juga bervariasi. Berita itu tersebar luas diseluruh negeri dan sampai kepada . Pada saat itu pamannya menyampaikan maaf yang sebenarnya atas apa yang terjadi selama 7 tahun ini. Punsahang Mataniari memerintahkan para pengawal untuk menjemput Sipakpakhumal dari tempatnya dan membawanya terhadap Punsahang Mataniari. Sipiso Somalim akhirnya menikah denngan putri pamannya sesuai dengan keberangkatannya untuk menemui pamannya Punsahang Mataniari 7 tahun yang silam dan pada suatu waktu dia beserta istrinya meninggalkan Rura Silindung dan kembali menemui Ibunya di kampung halamannya yaitu Kampung Uluan Tunggal Panaluan. Pada awalnya Sipiso Somalim menolak akan tetapi setelah dia pertimbangkan masak-masak akhirnya dia terima dan pesta perkawinanpun dilaksanakan dengan menggelar upacara adat. tetapi tidak dapat diangkatnya. Ia kemudian mengenakan pakaian. matanya langsung berkedip. Banyak pemuda yang simpati padanya tapi untuk bertemupun tidak bisa. cari Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk : meminta hujan. diberi nama siboru Jonjong Anian Siboru Tibal Tudosan. gelang dan kancing emas. ahli ramal menganjurkan agar mengganti patung-patung yang ada di rumahnya dengan yang lebih cantik. menahan hujan (manarang udan). kalung. selendang. Pada saat itu akhirnya Sipakpakhumal yang sebenarnya adalah Sipiso Somalim menceritakan semua yang terjadi sejak diberangkatkan Ibunya 7 tahun yang lalu akhirnya mendapat malapetaka atas ulah licik Sipakpakhumal yang sebenarnya. Suatu saat ia (Baragas Tunggal) melihat di udara pohon melayanglayang tanpa cabang. diteteskan ke mulut terus dapat berbicara. tetapi berhari-hari lamanya tidak ditemukan. Tersiarlah berita sampai keseluruh negeri dan sampai pada dukun Nasumurung Datu Pangabang-abang Pangubung-ubung yaitu dukun yang dapat menghidupkan kembali yang mati atau menyegarkan yang busuk. Lalu ia pulang dengan hati yang sangat kesal. Sang dukun pergi ketempat patung tersebut dengan membawa obat berkhasiat. Pertemuan dengan Punsahang Mataniari beserta seluruh keluarganya sangat mengharukan. mencari dan menangkap pencuri. Baragas memohon kepada Mulajadi agar pohon tersebut diturunkan ke bumi dan ternyata dikabulkan. Mereka menanyakan hal tersebut kepada ahli ramal. menolak bala. Saudagar melihat betapa cantiknya patung tersebut bila dikenakan pakaian dan perhiasan lengkap. membantu dalam peperangan dll. ditetskan kehidung terus bersin. namun seorang pemuda berhasil memikat hatinya yang bernama Guru Tatea Bulan dan sepakat untuk melaksanakan perkawinan. daunnya kira-kira setinggi manusia. ia bermaksud membawa pulang. diteteskan ke bibir sehingga komatkamit. lalu meneteskannya ke mata patung. Suasanapun berobah. Maka pada saat itu juga. Ada beberapa versi mengenai kisah terjadinya tongkat Tongkat Tunggal Panaluan yang memiliki persamaan dan perbedaan.sebenarnya dan yang selama 7 tahun telah terlanjur mereka jadikan sebagai pembantu dan semua ini adalah atas ulah dari kebohongan Sipakpakhumal yang selama ini mengaku sebagai Sipiso Somalim. Datu Nasumurung membangun rumah untuk tempatnya bertenun yang dikawal harimau. Pohon tersebut turun tepat ditempat peristirahatan (perberhentian) yang disebut Adian Naga Tolping. Ketika hendak pulang barangbarang tersebut tidak dapat dibuka walau dengan cara apapun. ke telinga lalu mendengar.

Kalau Beru Ginting Sope Mbelin . tiada berayah tiada beribu. Selama hamil Guru Tatea Bulan senantiasa memenuhi permintaannya agar kelak tidak menjadi staknasi (halangan). Di tengah jalan Beru Ginting Sope Mbelin bertemu dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. selalu dicaci-maki walaupun sebenarnya pekerjaannya semua berres. maka Beru Ginting Sope Mbelin membentuk “aron” atau “kerabat kerja tani gotong royong” yang beranggotakan empat orang. Berulang kali begitu. yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. Perselisihan itu ditengahi oleh Si Raja Bahir-bahir (seorang penyumpit) yang menyatakan : Baragas (pengukir) pantas menjadi ayahnya. Beru Sembiring Pandan. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu “judi rampah” dan dia mengutip cukai dari para penjudi untuk mendapatkan uang.Baragas (sipembuat patung). dll. Pakciknya menyuruh pamannya untuk menjual Beru Ginting Sope Mbelin ke tempat lain di luar tanah Urung Galuh Simale. Di pelabuhan itu sedang berlabuh sebuah kapal dari negeri jauh. Adik kandungnya ini justru meracuni Ginting Mergana sehingga sakit keras. Maka jadilah Beru Ginting sope Mbelin benar-benar anak yatim piatu. Keberhasilan Ginting Mergana ini menimbulkan cemburu adik kandungnya sendiri. mengambil kayu api berikat-ikat dengan parang yang majal. Mesin kapal dihidupkan tetapi tidak jalan. cari Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri. lalu mendatangi datu Pangabang-abang yang menanyakan hal itu. Selanjutnya sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di tepi pantai. Beru Ginting Sope Mbelin disuruh naik ke kapal untuk dibawa berlayar. Yang laki-laki dinamai Aji Donda Hatahutan Situan Parbaring dan adiknya si Tapi Nauasan Siboru Panaluan Turi-Turin Beru Ginting Sope Mbelin. Walau Beru Ginting Sope Mbelin dapat mengerjakannya dengan baik dan cepat – karena selalu dibantu oleh temannya Beru Sembiring Pandan toh dia tetap saja kena marah dan caci-maki oleh makcik dan pakciknya. pisang. Ternyata kehamilannya diluar kebiasaan yaitu selama 12 bulan. Pendapat itu disetujui dan perkawinanpun dilaksanakan. Segala siasat dan tipu muslihat pakciknya bersama konco-konconya dapat ditangkis oleh Beru Ginting Sope Mbelin. bisalnya menumbuk padi yang berbakul-bakul. Pamannya membawanya berjalan jauh untuk dijual kepada orang yang mau membelinya. Empat hari setelah kematian Ginting Mergana. yaitu Beru Ginting Sope Mbelin. Melaratlah hidup Beru Ginting Sope Mbelin bersama Beru Sembiring. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. ikan lumba-lumba. walaupun permintaan tersebut terasa aneh. Guru Tatea Bulan melaksanakan pesta pemberian nama (martutu aek). Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. setelah lahir ternyata kembar dua (marporhas). Beru Ginting Sope Mbelin pun tinggal dan hidup bersama pakcik dan makciknya. Akhirnya meninggal dunia. Siboru Jonjong Anian mulai mengandung (hamil). Nakhoda kapal itu sudah setuju membeli Beru Ginting Sope Mbelin dengan harga 250 uang logam perak. Beberapa lama kemudian. mis : meminta hati elang. Untuk mengambil hati makcik dan pakciknya. Kedua Sibayak ini memberi kain kepada Beru Ginting Sope Mbelin sebagai tanda mata dan berdoa agar selamat di perjalanan dan dapat bertemu lagi kelak. ayam jantan. Anak mereka hanya seorang. Pakciknya berupaya memperoleh semua harta pusaka ayah Beru Ginting Sope Mbelin. laki-laki dan perempuan. Lama kelamaan upayanya ini memang berhasil. Kemudian sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di Tanah Alas di kampung Kejurun Batu Mbulan dan diterima serta diperlakukan dengan baik oleh Tengku Kejurun Batu Mbulan secara adat. dll. Anak ini diperlakukan dengan sangat kejam. Niat jahat makcik dan pakciknya tidak padam-padamnya. yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. menyusul pula beru Sembiring meninggal. datu yang menghidupkan dan saudagar yang masingmasing mengatakan bahwa siboru Jonjong Anian adalah putrinya. nangka. Tarigan Mergana dan Karo Mergana. anak wanita. tetapi ternyata tidak berhasil. saudagar menjadi pamannya dan datu Pangabang-abang menjadi kakeknya. Terjadilah perselisihan antara sipembuat patung (pengukir). Ada-ada saja upaya dibuat oleh makcik dan pakciknya untuk mencari kesalahan Beru Ginting Sope Mbelin.

Berangkatlah Beru Ginting Sope Mbelin dengan suaminya Karo Mergana memulai perjalanan. di pelabuhan di tepi pantai tempat berlabuh kapal nakhoda dulu. Akan tetapi akhrinya diketahui juga oleh Beru Ginting Sope Mbelin. karena begitulah keinginan cucunya Beru Ginting itu. Dia mengatakan bahwa Beru Ginting Sope Mbelin telah dijual dengan harga 250 perak serta menyerahkan uang itu kepada pakciknya Beru Ginting. Mereka berjalan beberapa lama mengikuti rute perjalanan Beru Ginting Sope Mbelin dulu waktu meninggalkan tanah urung Galuh Simale. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya diantar dengan upacara yang meriah atas anjuran dan prakarsa Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi yang bijaksana dan baik hati. mari. pakciknya itu sekeluarga menyembunyikan diri di atas para-para rumah. Beru Ginting Sope Mbelin dalam petualangannya sampai pada sebuah gua yang dalam. Pada suatu ketika dia bertemu dengan seekor induk harimau yang sedang mengajar anaknya. Atas petunjuk Nenek Uban ini maka secara agak gaib Beru Ginting Sope Mbelin pun sampailah di tempat nenek Datuk Rubia Gande. Anehnya. di sana mereka pun berjumpa pula dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. jangan takut” dan Beru Ginting Sope Mbelin pun menceritakan segala riwayat hidupnya. Pakcik dan makciknya itu sangat malu dan tidak mengira . Inilah sebabnya masing-masing memberi jawaban pada orang yang datang “tanya saja pada dia!” Akhirnya terdapat kata sepakat. makanan yang cukup bahkan banyak sekali. Sampailah mereka di antara Perbesi dan Kuala. Anehnya harimau tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin. bahkan menolongnya menunjukkan jalan yang harus ditempuh. Beru Ginting Sope Mbelin meneruskan perjalanan seorang diri tidak tahu arah tujuan entah ke mana. Nakhoda akhirnya tidak jadi membeli Beru Ginting Sope Mbelin dan uang yang 250 perak itu pun tidak dimintanya kembali. Pendeknya. Nenek Uban ini pun tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin bahkan membantunya pula. yaitu seorang dukun besar atau “guru mbelin”. melalui simpang Perbesi dan Kuala bahkan berhenti sejenak di situ. Dan neneknya pun berkata kepada setiap orang: “tanya saja pada cucu saya itu!”. bermohonlah Karo Mergana kepada nenek Datuk Rubia Gande agar mereka diizinkan pulang ke tanah kelahiran Beru Ginting Sope Mbelin. Sesampainya di sana.turun dari kapal. Ternyata antara Beru Ginting Sope Mbelin dan nenek Datuk Gande terdapar rasa saling menghargai. tetapi kalau dia naik. Dan disediakan pula pengiring yang mengantarkan Beru Ginting Sope Mbelin bersama Karo Mergana ke tanah Urung Galuh Simale. nenek Datuk Rubia Gande pun dapat memenuhi permintaan cucunya. Semuanya telah diatur dengan baik: perangkat gendang yang lengkap. Beru Ginting pun sudah remaja dan rupa pun sungguh cantik pula. Oleh karena itu pada saat tibanya Beru Ginting Sope Mbelin di kampungnya. Penghuni gua – yang bernama Nenek Uban – pun keluar menjumpainya. Setelah beberapa hari. Perjalanan pun dilanjutkan. Ternyata pakcik Beru Ginting Sope Mbelin dulu – yang juga seorang dukun – mempunyai firasat yang kurang baik terhdapa dirinya. Kedua Sibayak ini sangat bergembira karena dulu mereka pernah memberi kain masing-masing sehelai kepada Beru Ginting Sope Mbelin yang sangat menderita berhati sedih pada waktu itu. Karena jawaban yang seperti itu jadinya orang bingung dan tak mau lagi datang melamar. Mereka singgah di kampung Kejurun Batu Mbulan. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. jangan menangis. bermalam pula beberapa lama di Kuala dan Perbesi atas undangan kedua sibayak tersebut. dengan mempertemukan Beru Ginting Sope Mbelin dengan Karo Mergana penghulu Kacaribu. bahwa Beru Ginting mau dikawinkan asal dengan pemuda/pria yang sependeritaan dengan dia. Nenek tua ini mengetahui riwayat hidup keluarga dan pribadi Beru Ginting Sope Mbelin ini. kapal itu dapat berjalan. Nenek Datuk Rubia Gande menyetujui usul itu serta merestui keberangkatan mereka. dan kini mereka dapat pula bertemu dengan Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. naik gunung turun lembah. Tetapi Beru Ginting Sope Mbelin tidak berani mengeluarkan isi hatinya karena yang memeliharanya adalah nenek Datuk Rubia Gande. Pakciknya percaya bahwa Beru Ginting telah terjual. Ditengah jalan. paman Beru Ginting Sope Mbelin pun melarikan diri pulang kembali ke kampung. Neneknya pun setuju dengan hal itu. Oleh karena itu kepada setiap jejaka yang datang dia berkata : “tanya saja pada nenek saya itu”. Konon kabarnya sudah ada jejaka yang ingin mempersuntingnya. berkat bantuan burung Danggur Dawa-Dawa. Dan kedua insan ini pun dikawinkanlah oleh nenek Datuk Rubia Gande menjadi suami-istri. Pakcik dan makcik Beru Ginting Sope Mbelin dibawa turun ke halaman untuk dijamu makan dan diberi pakaian baru oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Akhirnya. Beru Ginting Sope Mbelin pun menjadi anak asuh nenek Datuk Rubia Gande. kapal tidak dapat berjalan. Jadinya. keluarlah nenek Datuk Rubia Gande serta berkata: “Mari cucu.

gendang mulih-mulih. Itulah hukuman bagi orang yang tidak berperikemanusiaan yang berhati jahat terhadap saudara dan kakak serta anaknya sendiri. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. meskipun tidak pernah memakai pupuk dan obat-obatan seperti sekarang ini.bahwa Beru Ginting Sope Mbelin akan pulang kembali ke kampung apalagi bersama suaminya pula yaitu Karo Mergana.127. antara lain: a. daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Sumatera Utara. menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu. terutama sekali “gendang tradisional” Karo serta diiringi dengan tarian. Menurut masyarakat setempat. Dahulu. Bukit Barisan. serta bunga-bunga anggrek yang indah. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. sehingga desa Kawar yang pada awalnya merupakan sebuah desa yang subur menjelma menjadi sebuah danau. Apa sebenarnya yang terjadi dengan desa Kawar itu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini! Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. Legenda Lau Kawar. “Ya. Suatu waktu. gendan perang musuh. Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama „Kawar‟. d. gendang ujung perang. jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. gendang rakut. Desa Kawar namanya. terjadi malapetaka besar. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut. gendang morah-morah. hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. f. c. e. seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17C dan tanah yang subur. hanya kepalanya saja yang nampak. Kecamatan Simpang Empat. b. Maka tidak heran. Desa Kawar tampak ramai dan semarak. i.25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo. ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. Hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. gendang tungo-tungko. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi. sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. gendang perang si perangen. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut. Air yang bening dan tenang. gendang jumpa malem. Berbagai bunyi-bunyian pun dimainkan. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam. Dan sebagai hukuman atas kekejaman dan kebusukan hati pakcik dan makciknya itu maka tubuh mereka ditanam sampai bahu masing-masing di beranda barat dan beranda timur. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran „Gendang Guro-Guro Aron‟. Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. gendang si ngarak-ngaraki. Sumatera Utara. Kabupaten Karo. Kepala mereka itulah yang merupakan anak tangga yang harus diinjak kalau orang mau masuk dan keluar rumah adat. yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. cari Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo. h. Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu. Suatu waktu. Tuhan! Aku ingin sekali . sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah. g. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar. Tidak ketinggalan pula anak. yang terletak di Desa Kuta Gugung. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. musik khas masyarakat Karo. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah.

Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Sesampainya di rumah. suamiku!„ jawab sang istri. si nenek sudah merasa sangat lapar. Kini. Di sana tersedia daging panggang lembu.” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. “Baik. Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang. termasuk anak. Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang. remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan. Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah. Dengan perasaan gembira. Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. menantu serta cucu-cucunya. . Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan. Air matanya pun tak terbendung lagi. ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan!!. Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa. Kini. Ia kemudian segera menghampiri istrinya. babi. dengan perlakuan itu. “Ya. tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. “Ya. tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu. karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. Tapi. “Ya. apa dayaku ini. “Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk ibu?” tanya sang suami kepada istrinya. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa. Pada saat-saat lapar seperti itu. dan ayam yang masih hangat. Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya. kambing. guntur menggelegar bagai memecah langit. tiba-tiba ada yang membawakan makanan. Beberapa saat kemudian. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. sedang aku dibiarkan kelaparan. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu. termasuk anak dan menantu si nenek itu. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri. Maka. tak seorang pun yang datang. lalu berlari kembali ke tempat upacara. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang. teringatlah ketika ia masih remaja. Dalam keadaan demikian. ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan.” ratap si nenek tua dalam hati. “Kalau begitu. Namun betapa kecewanya ia. Ia sangat kecewa. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. Tapi. Alangkah senangnya hati sang nenek. “Baiklah. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah. sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang.menghadiri pesta itu. dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. “Belum?” jawab istrinya. Rupanya. ia merasa sangat sedih dan terhina. semua orang tidak ada yang peduli padanya. Namun. Akhirnya. semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang!” perintah sang suami. karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. “Anakku! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah!” perintah sang ibu. setelah ditunggu-tunggu. ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. Namun. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang. Namun. di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu. sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu. berdiri pun aku sudah tak sanggup. Ketika tiba saatnya makan siang. tolong bungkuskan makanan. ia mencoba mencari makanan di dapur. Jangankan berjalan. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada. tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. Wanita itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya. sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu. Langit pun menjadi mendung. “Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. karena di tempat upacara tersedia banyak makanan. Sementara itu.

Sepeninggal suaminya. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Beru Sibou. setelah menderita sakit beberapa lama. desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu. Sumatera Utara. desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. Sementara dalam upacara manulangi. Bang!” jawab Beru. kini menjadi anak yatim piatu. dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo. tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu. Tare Iluh. Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal. juk atau ijuk. Legenda Tuak. tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya. hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur. Namun. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya. cari Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren. mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu. Waktu terus berjalan. Sebagai seorang pemuda. tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia. Sumatera Utara. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. Oleh karena itu. Selain sebagai minuman sehari-hari. Aku sebagai anak laki-laki . Oleh karena setiap hari bekerja keras. Apa yang menyebabkan Abangnya. Salah satunya adalah tuak(nira). sedangkan adiknya. ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri. Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya. tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Dalam sekejap. peluluk. tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Kita sekarang sudah dewasa. “Adikku. Dalam tradisi orang Batak. ia mencoba untuk menolongnya. Pada upacara manuan ompu-ompu. dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya? Alkisah. “Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. adik dari ayah mereka.Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria. biluluk. Tare Iluh. menjauhi sifat durhaka kepada orang tua. kawah itu diberi nama „Lau Kawar‟. Namun. tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak? Menurut cerita. yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna. “Ada apa. Di Sumatera. setelah tumbuhan kelapa. membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Sedikitnya ada tiga pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas. sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. Untungnya. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. sang istri-lah yang harus bekerja keras. terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut. Demikianlah cerita tentang Asal Mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo. yaitu pandai mensyukuri nikmat. Maka sejak itu. tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan. Sumatera Utara. di antaranya „nau. Beberapa hari kemudian. seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. Oleh karena itu. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu. dan bagot‟. tiba-tiba menjadi panik. kabung. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara. hanau. Oleh masyarakat setempat. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo. dan menyia-nyiakan amanat. orang tua mereka masih memiliki sanaksaudara dekat. karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya. karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia. terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi.

sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. Abangnya. Setelah itu. bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang. Kalau tidak salah. melainkan berjudi. Kek!” “Tare Iluh…? Maaf. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. “Tapi. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. Tak terasa. aku akan segera kembali menemani adik di sini. meskipun dengan berat hati. maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. Sesampainya di puncak. bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?” “Siapa nama abangmu?” “Tare Iluh. Bang?” Beru balik bertanya. Sepeninggal abangnya. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata. Tuhan! Tolonglah hambamu ini. Sementara si Beru Sibou. Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan. Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai. si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya. Kek!” “Sore. si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu. Bang! Tapi. sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. lagi-lagi ia mengalami kekalahan. Suatu hari. ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. Tapi kalau boleh. Keesokan harinya. Apakah kakek tahu di mana negeri itu? “Maaf. Tapi. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak. bagaimana dengan aku. hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. namun belum juga menemukan abangnya.merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. Setelah sampai di puncak. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya. si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggilmanggil abangnya sambil menangis. ia pun pergi mencari abangnya. rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. yaitu ketika pertama kali main judi. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. Sudah berminggu-minggu. “Selamat sore. Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil. hal itu tidak membuatnya putus asa. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian. Kakek ingin menyarankan sesuatu.” “Benar. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya.” kata Beru mengizinkan abangnya. berbulan-bulan. meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. tanpa berpikir panjang lagi. Tetapi sayangnya. Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. “Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. sang Kakek pun segera pergi. Dengan bekal secukupnya. Tare Iluh. si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua. Suatu ketika. “Ya. Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu. tapi tak kunjung datang jua. si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. Beru Sibou sangat sedih. kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Tapi. sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. Setelah menyampaikan sarannya.” Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian. langit . “Baiklah. ia adalah pemuda yang gemar berjudi. ia terus mengalami kekalahan. tiba-tiba angin bertiup kencang. Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak. Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?” “Iya.” “Apakah saran Kakek itu?” “Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya. Akibatnya. Barangkali ia bisa mendengarnya. namun tak seorang pun yang mendengarnya. “Tentu. ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Akhirnya. Sementara itu. Tetapi.” bujuk Tare kepada adiknya.

mereka menyanyikan lagu enau. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. mantra. burung yang sangat sakti jelmaan seorang pertapa yang sakti mandraguna bernama Gurda Gurdi. sang putri menikah dengan seorang pemuda yang gagah perkasa. termasuk ilmu santet. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan. membuat panglima raja menaruh simpati dan mengajaknya pulang untuk tinggal di Istana Raja menemani istrinya sang putri raja. tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari Gundala-gundala. dia melakukan sambaran dan pukulan kearah Panglima. sang pengawal raja diberi jabatan baru sebagai Panglima Kerajaan. dengan mata merah dan bulu berdiri. Hari-hari kehidupan sang putri yang ditemani Gurda Gurdi bertambah ceria dan bahagia. Ketidaktahuan keluarga raja atas karakter dan sifat Gurda Gurdi membuat terjadinya kemarahan yang berulang. Burung Gurda Gurdi tidak seperti hewan lainnya. Setelah dewasa. padahal tindakan tersebut dianggap sang burung sebagai bentuk pelecehan yang sangat menyakitkan. Setelah perkawinannya. Gurda Gurdi menjadi marah besar. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. gunaguna. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. karena pada saat Panglima kerajaan suaminya melaksanakan tugas keluar daerah. dia mampu berbicara seperti layaknya seorang manusia. Hingga kini. karena burung jelmaan pertapa sakti ini tidak hanya tangguh dalam dunia persilatan. semakin lama pertarungan kedua jawara sakti ini bertambah sengit. Gurda Gurdi mampu menghibur sang putri sekaligus mampu memberikan perlindungan yang sempurna. Untuk mengenang peristiwa tersebut. cari Gundala-gundala adalah atraksi kesenian pada Masyarakat Kabupaten Karo dengan menggunakan "topeng" kayu. masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. Sesaat kemudian. rombongan ini bertemu dengan seekor burung raksasa. burung Gurda Gurdi menyapa salam sang raja seraya menunjukkan rasa hormatnya. penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira. sang . serta akibat buruk dari suka bermain judi. Pada mulanya atraksi ini ditampilkan di Desa Seberaya mengisahkan legenda/dongeng si Gurda Gurdi. tanpa sengaja sang putri memegang paruh Gurda Gurdi yang membuat burung ini berang dan tidak menunjukkan sikap bersahabat. Suatu ketika. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman. selagi sang putri asyik bercanda dengan putri raja. Pada saat rombongan Raja dan panglimanya bertemu dengan burung ini. di masa lampau di dataran tinggi Karo hidup masyarakat yang rukun dan damai dipimpin seorang raja yang disebut "Sibayak" Sang raja memiliki satu-satunya keturunan yaitu seorang anak perempuan. karena paruh Gurda Gurdi kembali dielus. Di tengan hutan rimba.menjadi mendung. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. seorang pegawai istana yang saat itu bertugas sebagai kepala pengawal raja. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. namun juga ampuh menangkal semua jenis racun. panglima raja suaminya berusaha membujuk Gurda Gurdi dengan "mengelus" paruh burung tersebut. Suatu hari raja mengajak panglima untuk berburu di hutan yang lebat. Menurut kisahnya. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. sifat tenggang rasa. Sisi lain dari kesaktian Burung raksasa ini adalah pantangan yang telah disumpahkannya sejak dahulu yakni paruhnya yang merupakan simbol kehormatannya tidak boleh dipegang. Mengetahui keadaan ini. Gundala-gundala pada masa lampau ditampilkan dalam upacara "ndilo wari udan" (memanggil hujan) pada musim kemarau panjang (di beberapa desa masih dilaksanakan sampai sekarang). Anak raja diperlakukan sebagai sorang putri yang yang sangat dimanjakan raja dengan sejumlah dayang-dayang yang senantiasa siap melayaninya. Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara.

banyak kerbau mati terkena pukulan jarak jauh salah sasaran serta pohon-pohon bertumbangan akibat pertarungan kedua jawara dan belum ada tanda-tanda menunjukkan pihak yang lebih kuat atau yang lebih lemah. Pertarungan yang sengit terus berlangsung selama beberapa hari. hujan deraspun melanda seluruh negeri. Demikianlah setiap kali atraksi atau tarian Gundala-gundala dilaksanakan dalam upacara Ndilo Wari Udan akan diahiri dengan suatu keadaan turunnya Hujan Deras. Si baroar Asal mula kolam sampuagar Kisah kelana sakti Kisah pohon enau Kisah putrid ular Asal mula pulau si kantan Dan lain-lain .. akibatnya Gurda Gurdi terhempas ke tanah terkena pukulan mematikan dibagian kepalanya.. Raja memerintahkan para pengawalnya untuk membantu panglima dengan menyalurkan tenaga dalam dari jarak jauh.. rakyat ikut berkabung bahkan Hari tiba-tiba mendung dan menitikkan air tanda berkabung nya. Melihat bahwa pertarungan ini telah menimbulkan keresahan bagi raja dan seluruh istana.. seluruh Istana berkabung. sebagai pria sejati yang gagah perkasa dan sakti mandraguna dia tidak mau dipermalukan oleh seekor burung. Kematian Gurda Gurdi dihormati sebagai kematian seorang pahlawan Kerajaan..panglima pun tidak kalah sigap.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->