SUMATERA UTARA A.

adat istiadat
1.pernikahan
Tahapan-tahapan Acara Adat Batak mulai dari Rencana Pernikahan sampai dengan stla Pernikahan Berlangsung!!!

1. Marhori-hori Dingding (Penjajakan Rencana Pernikahan) Marhori2 Dingding adlh pendekatan (lobby-ing) awal dr pihak utk menjajaki kemungkinan kesediaan Parboru menerima anaknya jd menantu. Namun blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg tdk hanya menjajaki namun sdh lgsung membicarakan hal2 pokok di antaranya mengenai besarnya nilai Mas Kawin (sinamot atau Tuhor) ni boru. Di samping itu mereka jg sdh membicarakan tmpt pesta, jmlh undangan, Panjuhuti (hewan kurban), jmlh ulos, asesoris pesta, dll yg resminya baru akan di bicarakan pd acara Patua hata. Hal ini terkesan praktis krn kedua calon pengantin sdh lgsung berperan mjd semacam mediator antara suhut Paranak & suhut Parboru yg dulu itu di anggap sbg sesuatu yg tabu. Utk melaksanakan acr ini baik Paranak maupun Parboru blm terlalu repot, krn Paranak cukup membawa buah/kue & Parboru hanya menyediakan kopi/teh/aqua. Memang, blakangan ini acr tsb sdh lebih maju lg, dmn Paranak sdh sering suka membawa makanan utk acara santap bersama, tp gak ada tudu2 ni Sipanganon. Hasil pembicaraan pd acr ini hrs di catat dgn baik utk di cetak sbg bahan bahasan pd acara Patua Hata. Yg di undang dlm acr ini adlh saudara dekat, Boru terdekat & kalo mungkin yaitu dongan sahuta.

2. Patua Hata (Melamar ato Meminang wanita) Acr ini adlh kunjungan rombongan klg Paranak ke rumah klg Parboru dlm jmlh yg lebih besar utk menyatakan keinginan melamar ank Parboru mjd menantu. Disebut Patua Hata krn semula keinginan & hubungan itu baru sebatas hubungan antara pemuda & pemudi (naposo) yg kemudian ingin di tingkatkan mjd di campuri olh pihak ortu. Krn sdh melibatkan ortu kedua belah pihak, pasti semua sdh hrs serba transparan, dmn utk itu Paranak akn bertanya apakah calon menantu sdh benar2 cinta pd anaknya. Pertanyaan itu tdk lgsung di tanyakan olh Paranak, ttp melalui ank perempuan yg sdh menikah, yg jwbnnya akn di umumkan kemudiam scr resmi olh Protokol/Parsinabul Parboru. Bila pengakuan Parboru sdh ada, mk acara akn di lanjutkan dgn membicarakan hasil pembicaraan ketika Marhorihori Dingding. Sbg penutup, kedua calon mempelai wajib di beri arahan agar mereka jgn sampai pernah lg membuat hubungan asmara dgn pihak lain, krn hal itu mrp sesuatu yg tdk boleh. Usai pengarahan, Suhut jgn lupa dgn uang ingot2 yaitu Rp. 50.000,- ato Rp. 100.000,- utk Parsinabul dan Rp. 2.000,- ato Rp. 3.000,- per org utk yg hadir krg-lbh 35org. Yg ikut serta di undang pd acr ini adlh kerabat (perwakilan marompu-ompu), boru-bere, dongan sahuta, aleale, & jg pariban. Dlm hal konsumsi, Paranak menyediakan 1ekor babi matang (lengkap dgn tudu2) berbobot sktr 20kg-30kg tergantung banyaknya undangan. Sedang Parboru wajib menyediakan Dekke adat/ikan mas sbg imbalan dr daging babi yg di bw Paranak. Ada baiknya paranak melengkapi makanan tsb dgn soft drinks/bir. Tdk ada pembagian jambar daging babi bg Paranak selain berharap tempat daging babinya di isi dgn ikan mas olh calon besan sbg tambahan utk di bagikan Paranak kpd kerabat stlh selesai acr. 3. Martumpol/Mangido Ting-ting (Pranikah) Artinya “bersaksi”, dmn kedua calon mempelai hrs bersaksi di dpn Majelis Grj (Pendeta/majelis) & khalayak ramai menyatakan sejujurnya bhw diri mereka sdh tdk punya hubungan cinta lg dgn org lain. Pernyataan ini akn di catat/dibukukan dlm formulir administrasi grj, lalu di bacakan ulang isinya olh pejabat grj. Apbl smua data sdh benar, mk kedua calon mempelai akn membubuhkan tanda tangan bersama ortu kedua calon mempelai & para saksi. Slanjutnya diadakan penggembalaan olh Majelis/Pendeta grj dlm sebuah kebaktian singkat dmn Pendeta/Majelis akn menjelaskan hakekat hidup berkeluarga seorg Kristen. Dlm acr ini kedua belah pihak hasuhuton (Paranak & Parboru) selain mengundang klrg yg hadir pd acr Patua Hata, jg dpt mengundang klompok hula2 masing2. Pd acr ini biasanya Parboru menyediakan snack (kopi/teh/aqua), apbl acr martumpol ini diadakan di grj/wilayah Parboru dgn volume sesuai dgn jmlh undangan. 4. Ria Raja (Paranak Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg scr sepihak yg diadakan olh Paranak brsama kerabatnya (dongan sabutuha), boru-bere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku.

Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” kpd pihak Parboru. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri. Selesai acr Ria Raja biasanya kerabat akan bertanya apakah tumpak/sumbangan/angpau akn diserahkan skr/nanti saja d gedung. Dulu, Hasuhuton cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di tempat Ria Raja. Namun kini Hasuhuton sdh cenderung memilih penerimaan tumpak dilakukan di gedung utk lebih menyemarakkan suasana pesta. Utk acr ini Paranak memotong/memasak 1ekor ank babi berbobot 20kg-25kg & tambahan lainnya tergantung banyaknya undangan & kemampuan hasuhuton. 5. Tonggo Raja (Parboru Membicarakan Acr Pernikahan) Acr ini mrp pertemuan klrg Parboru scr sepihak yg diadakan bersama kerabatnya (dongan sabutuha), borubere, pariban, ale-ale, & dongan sahuta utk membicarakan persiapan pernikahan. Sdgkn pihak hula2 blm diikutsertakan sesuai aturan adat batak yg berlaku. Acr ini sifatnya membahas persiapan menghadapi pesta pernikahan yg akan diselenggarakan Hasuhuton. Hal pertama yg di bicarakan menyangkut pembentukan Panitia Parhobas mulai dr penerima tamu, penerima beras, penerima tamu khusus, yg mengatur tmpt hula2. Lalu dilanjutkan dgn membicarakan penetapan personal yg akan menyerahkan jambar “Panandaion” dr pihak Paranak. Stlh selesai membagi tgs tsb, acr dilanjutkan dgn membicarakan pembagian Ulos Herbang, dmn masing2 marga sdh punya aturan main tersendiri Selesai acr Tonggo Raja biasanya kerabat akn bertanya apakah Hasuhuton lebih memilih menerima (utk pengantin) kado berupa ulos herbang ato berupa uang sj. Bahkan kini jambar yg diterimapun sdh ada yg di kurs dgn uang, dmn jambar yg diterima justru di tambah seakan Hasuhutonlah yg memesan dengke siuk. Ini mrp pemikiran baru dlm upaya para kerabat, membantu meringankan keuangan Hasuhuton, krn dengke/ikan adat yg dimasak “perusahaan catering” jmlhnya sdh ckp banyak. Utk acr ini Parboru akan memotong & memasak 1 ekor ank babi berbobot 20kg-25kg ditambah dgn makanan lainnya. Tp itu tergantung pd banyaknya undangan & kemampuan Hasuhuton. Usai acr, biasanya Hasuhuton akan membagi2 daging kpd kerabatnya. 6. Patiur Mata Ni Mual (Minta Restu Tulang & Nantulang) Ini mrp acr tunggal yg scr khusus meminta Restu & Doa berkat dr Tulang&Nantulang, yaitu Abang/Adik kandung dr Ibu pengantin pria dlm rangka rencana pernikahan ank sulung, sdgkn utk pernikahan adiknya sdh tdk menjalankan adat itu lg. Pd hakekatnya acr ini hanya sekedar memberi hormat kpd Tulang, dmn suasananya tdk terlalu formal ttpi justru terasa santai sj. Acr dimulai dgn lebih dulu menyerahkan daging adat (tudu-tudu) ni Sipanganon kpd pihak tulang pengantin dmn ortu pengantin akn didampingi oleh saudara2nya.

sdgkn kalo bersifat “Taruhon Jual” maka akn berlangsung di rmh Paranak. Tdk ada persiapan lain dlm acr ini kecuali mengingatkan klrg agar sesuai acr pemberkatan. Sdgkn Tulang menyiapkan dekke serta sehelai ulos Ragi Hotang ato sejenisnya. yaitu: 1. Soal tempat pelaksanaan acr ini tdk terlalu kaku ttpi masih bs di rundingkan/di negosiasi. Pd kesempatan tsb pembicara jg sekaligus mengundang pendeta & majelis utk dtg ke pesta bersama undangan lainnya. pihak tulang bersama kerabatnya aknmemberi “kata2 berkat” & akn diterima (diampu) olh klrg pihak Paranak lalu dilanjutkan dgn pemberian uang Piso-piso utk Tulang & Pasituak Na Tonggi utk seluruh kerabatnya. 2. Acr ini bs berlangsung di rmh Parboru tp bs jg berlangsung di rmh Paranak tergantung pd sifat perkawinan yg dipilih/disepakati. seorg anggota klrg hrs naik mimbar utk mengucapkan terimakasih kpd Grj atas pelayanannya. Jd Marsibuha-buhai artinya mrp awal dr acr pemberkatan nikah & acr Marunjuk (Pesta Adat). Memberi hormat kpd pengantin wanita sbg Boru Ni Raja yg sdh rela meninggalkan rmhnya menuju rmh suaminya. mk Tulang & Nantulang akn memberikan dekke kpd berenya berikut sehelai ulos adat misalnya Ragi Hotang. mk hal itu tdk usah dipermasalahkan. Selesai memberi restu. Artinya apbl pd acr Patua Hata sifat ulaon sdh disepakati Taruhon Jual. Besarnya uang Piso-piso & Pasituak Na Tonggi tersebut tergantung kemampuan & pertimbangan dr pihak Paranak. Bila sifat pesta adatnya adlh “Alapon Jual” maka berlangsung di rmh Parboru. Utk acr ini kedua belah pihak wajib menyediakan makanan adat berupa 1ekor babi (martudu-tudu) disediakan oleh Paranak & dengke adat disediakan olh Parboru sdgkn banyaknya tergantung situasi & kondisi undangan. Pamasu-masuon Di Grj (Pemberkatan Nikah Grj) Pamasu-masuoan di grj adlh “Pengukuhan pernikahan” olh grj ats kedua mempelai. Di samping itu. Utk acr ini Paranak membawa 1ekor babi yg telah di masak lengkap dgn tudu-tudunya. tp bl kemudian ada permintaan Hula2 (Parboru) agar Sibuha-buhai dilangsungkan di rmh Parboru. Dgn pengukuhan tsb mk “Resmilah” pernikahan itu sbg pernikahan yg sdh diberkati Tuhan terikat dgn janji yg tdk boleh cerai kecuali di ceraikan olh kematian. . Memberi kesempatan kpd klrg dekat/hasuhuton utk mengisi perut (makan) krn seharian mereka sdh sibuk baik pd acr Grj maupun acr di gedung & hanya sedikit waktu utk makan. dmn doa mkn di pimpin olh pihak Paranak. Paranak/Parboru jg jangan lupa menyediakan uang ucapan terimakasih kpd Pendeta&Majelis dlm jmlh/nilai sewajarnya tanpa hrs menunggu diminta.Sbg bukti kesediaan Tulang merestui pernikahan keponakannya (berenya). Maksud & tujuan acr ini yg paling pokok ada 2 hal. Pd akhir acr ini. acr kemudian dilanjutkan dgn acr mkn bersama. 8. Marsibuha-buhai (Acr Adat Jemput Pengantin) Berasal dr kt “buha” yaitu mula/mengawali. 7.

walaupun sdh lanjut usianya. pd hakekatnya dia tdk berhak tampil dlm forum adat Batak baik di tengah kerabat maupun di tengah acara hula2. Marsihol-sihol (Lepas Rindu Pengantin Wanita) Ini adlh acr kunjungan kangen dr pengantin wanita kpd ortu & sanak saudaranya. Bahkan melaksanakan adatpun dia tdk berhak sebelum yg bersangkutan menunaikan kewajiban adatnya. smntara Paranak menyediakan 1ekor babi utk di bw plg olh si Pengantar dan jg sejumlah uang. si pengantin sdh lgsung di antar ato diserahkan sj olh klrgnya kpd Paranak yg sdh menunggu di tmpat bersebelahan dgn Parboru. Umpama Batak berkata “Diginjang Arirang di toru do anggo Panggonggonan. mk tibalah saatnya Parboru melepas anaknya menuju rmh suaminya. Dgn dukungan klrg tsb. Dizamannya acr ini baru akn dilaksanakan 1mggu stlh acr Marunjuk ato 1mggu stlh pengantin wanita berada d rmh suaminya. ttp diwajibkan melaksanakan adat pernikahan bila dia akn menyelanggarakan adat. Pd penyerahan pengantin tsb. keculai olh krn kematian. Paulahune (Pemberangkatan Pengantin) Stlh smua Hak & Kewajiban Adat berlangsung dgn baik. Makna lebih jauh dr acr ini adlh dmn Paranak & Parboru sangat berharap agar acr ini di dukung oleh semua lapisan klrg mulai dr kerabat hula2. ari mu na so jadi sirang tondi mu ma antong Marsigomgoman”. dmn pengantin akn diarak ramai2 olh klrg perempuan menuju rmh suaminya. itu akn sulit disetujui kerabat/klrg krn dlm filosofi adt Batak. 9. 10. Dulu acr ini baru akn dilakukan sehari bahkan bbrp hari stlh adat Marunjuk selesai. tp skr acrnya sdh lebih disederhanakan dmn acr itu sdh tdk ad lg ttpi lgsung sj diselesaikan di dlm gedung pd saat pesta itu jg. Konsumsi yg disediakan jg sdh pasti sesuai dgn jmlh undangan ato yg pantas menurut perkiraan perusahaan catering yg sdh berpengalaman menyediakan makanan “Marunjuk”. pihak Parboru akn membawa dengke & kue batak. baik dr pihak kerabat maupun pihak hula2.ada baiknya jk panitia mempersiapkan program “Foto Bersama” lengkap dgn nama kelompoknya agar fotografer dpt dgn mudah melakukan tgsnya. bhw “Tak seorgpun dpt menerima adat bila dirinya sendiri belum beradat”. dalam hal misalnya suatu waktu dia akan mengawinkan ank/borunya. 11. mk kedua mempelai sdh berhak mdptkan fasilitas adat. acr itu sdh disederhanakan dmn selesai pesta Marunjuk. dll. Itu sebabnya seorg yg blm melaksanakan Nikah Adat. . bhw seorg klrg Batak yg blm melaksanakan pernikahan acr Adat. resmilah pernikahan tsb sbg pernikahan yg sdh memenuhi persyaratan Adat Batak. Utk sekedar diketahui. Utk acr ini sdh pasti pihak Hasuhuton menyediakan aneka macam konsumsi pesta dmn Paranak menyediakan hewan kurban (Panjuhuti Horbo ato Babi) sedang Parboru menyediakan Dengke (Ikan Adat). Adat Marunjuk jg punya relevansi dgn dogma theologis yg sangat “mengharamkan” perceraian. Inilah yg disebut dg “Paulahune”. Dgn pengukuhan tsb. Utk pengantar tsb Paranak jg menyediakan dana sbg Pasituak na Tonggi. Marunjuk (Pemberkatan Nikah Adat Batak) Acr ini jg Pengukuhan Pernikahan oleh Raja-raja Adat atas kedua mempelai. pernikahan kedua mempelai diharapkan mndptkan dukungan doa dr klrg & berkat yg melimpah dr Allah yg Maha Kuasa. Dulu acr spt ini masih mrp bagian penting dr adat batak. Dgn acr ini. Tp belakangan ini.

Pd kunjungan ini ortu perempuan tdk sendirian. tradisi spt ini sdh tdk dilaksanakan lg seiring kesibukan & perkembangan zaman. ttpi jg disertai olh sanak klrg dekatnya. Bedanya bhw yg merasa kangen adlh justru ortu pengantin perempuan ingin melihat dr dekat kondisi ank perempuan.Pd kunjungan ini. acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. ttp ditemani/diantar olh rombongan sanak saudara lelaku terdekat. Disini pihak Parboru tdk hampa tangan. ttpi membawa dengke yg di arsik dgn enak menggunakan bumbu yg kental. menantu. Peralatan untuk upacara ini termasuk: (1) Tujuh helai kain dengan tujuh warna berlainan (2) Segantang beras (3) Sebiji kelapa (4) Beberapa urat benang mentah (5) Damar (6) Minyak kelapa atau minyak urut (7) Lilin (8) Tepak sirih yang lengkap isinya (9) Uang beberapa ribu rupiah Kelahiran . Maningkir Tangga (Mengunjungi Besan Olh Pihak Parboru) Acr ini hampir sm dg kunjungan kangen pengantin. dan Paranak membawa 1ekor babi/daging matang lengkap dgn tudu-tudunya. Dulu itu dilakuakn 1mggu stlh kunjungan besan besrta ank & menantunya.kelahiran Sewaktu Mengandung Melenggang Perut Upacara ini dilakukan kepada wanita yang mengandung anak sulung ketika kandungan berusia tujuh atau delapan bulan. Acr spt ini hanya dihadiri anggota klrg dlm jmlh terbatas. Upacara ini dijalankan oleh seorang bidan untuk membuang kecelakaan yang mungkin menimpa wanita hamil yang bakal bersalin dan untuk membetulkan kedudukan bayi di dalam perut. Di kota besar spt Jakarta & kota lainnya. 12. smntara Parboru jg menyiapkan dengke serta mengundang kerabatnya utk makan bersama. dan jg besannya. pengantin tdk sendirian. Di kota besar spt Jakarta & kota besar lainnya tradisi ini sdh tdk dilaksanakan lg dgn pertimbangan efisiensi & efektifitas jg akibat kesibukan smua pihak. dalam hal ini Paranak jg mengundang kerabatnya utk makan bersama. 2.

Kemudian air bunga dijiruskan/disiramkan ke badannya jika telur tadi dilepaskan atau dijatuhkan dengan keyakinan ia akan memudahkan wanita tadi bersalin/melahirkan. Dipercayai sekiranya kelapa berhenti bergolek dengan matanya ke atas. Potong Tali Pusat Sejurus selepas bayi lahir. Tetapi adakalanya waktu kehamilan dapat mencapai sehingga sepuluh hingga dua belas bulan yang disebut bunting kerbau. Mengikut kebiasaannya kandungan ketika itu sudah cukup sembilan bulan sepuluh hari. Wanita itu didudukkan di atas kursi di mana pada kaki kursi itu ditambat seekor ayam. bidan akan menyambutnya dengan jampi dan serapah lalu disemburkan dengan daun sirih. Ibu yang hamil dibaringkan di atas lapisan kain-kain tersebut. Bidan mengambil buah kelapa yang telah dibersihkan lalu menggulingkannya perlahan-lahan di atas perut terus ke ujung kakinya sebanyak tujuh kali. Setelah membersihkan badan. Mengikut kepercayaannya juga daun mengkuang berduri akan digantung di bawah rumah dan kapur akan dipangkah pada tempattempat tertentu di dalam rumah wanita yang hendak bersalin tadi untuk mengelakkan gangguan makhluk halus. Lazimnya pada hari tersebut. Seterusnya adat mandi air limau dan air bunga dilakukan. kain yang di bawah sekali diberikan kepada bidan beserta dengan peralatan upacara tadi. sehelai di atas sehelai yang lain. persediaan akan diuruskan oleh keluarga berkenaan. anak yang dikandungnya adalah lelaki dan perempuan jika sebaliknya. wanita itu bercermin muka dengan harapan anak yang bakal lahir nanti mempunyai rupa paras yang cantik. Akhirnya bidan akan melenggangkan setiap helai kain tersebut pada perut wanita hamil itu. tali pusatnya akan dipotong dengan menggunakan sembilu buluh dan dialas di atas sekeping uang koin. Setelah acara itu selesai bidan akan membentangkan ketujuh helai kain berbentuk melintang. Di samping itu juga. kenduri doa selamat akan diadakan dan ibu yang menjalani upacara ini dipakaikan dengan pakaian baru. Biasanya. Bidan akan mengurut ibu yang hamil dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak urut. Sewaktu Bersalin Apabila hampir tiba waktu bersalin. Tepung tawar dicalit ke mukanya dan beras kunyit ditabur.Pada permulaannya bidan akan membacakan doa dan mantra dan mengandam wanita hamil tadi. terdapat beberapa adat yang perlu dijalankan sewaktu menyambut kelahiran ini. Baki tali pusat di perut bayi akan dibubuh kunyit dan kapur lalu dibungkus dengan daun sirih yang telah . Sebiji telur diselitkan di kain basahan yaitu di bagian perutnya dan sebuah cermin kecil dibawa bersama. Selepas bayi dibersihkan.

wanita yang telah bersalin mesti menjalani masa berpantang yang bermaksud larangan. Upacara berawal dengan membacakan surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas. mereka akan mengalami bentan atau sakit sampingan. ketam. sebaliknya lebih merupakan amalan berunsur keagamaan. Sekiranya wanita tersebut melanggar pantang. Waktu berpantang lazimnya berlangsung selama empat puluh empat hari dihitung dari hari awal bersalin dan ada juga yang berpantang selama seratus hari.dilayukan di atas bara api sehingga tali pusat itu tanggal sendiri. kerang. Biasanya. namun demikian ia juga terdapat dalam agama Islam yang sunat untuk berbuat demikian. adat ini sudah tidak diamalkan lagi oleh masyarakat Melayu sekarang. jampi mantra dibacakan. Namun demikian. dan ikan pari serta memakan ikan yang mempunyai sengat seperti ikan lele (keli). Azan/Qamat Kelazimannya bayi lelaki akan diazankan di kedua belah telinganya jika bayi perempuan akan diqamatkan. Kelahiran Ramuan asli untuk wanita lepas bersalin Dalam waktu ini wanita tersebut dilarang makan sembarang makanan mengikut kehendaknya atau berkerja yang memerlukan banyak pergerakan. Ia bukanlah satu adat. Ia diikuti dengan langkah mencecap atau merasakan sedikit air madu atau kurma dan ada juga yang menggunakan emas yang dicelupkan ke dalam air pinang pada mulut bayi yang baru lahir tersebut. Antara makanan yang dilarang keras ialah yang dapat mengakibatkan kegatalan di seluruh anggota badan seperti udang. Sewaktu menjalankan upacara ini. dan baung karena ia dapat menyebabkan bisa-bisa pada badan. Sebaliknya mereka dianjurkan memakan nasi dengan ikan haruan yang dibakar atau direbus dan dibenarkan minum air suam atau susu. sembilang. Berpantang Dalam masyarakat Melayu. bapak atau datuk bayi tersebut akan melakukan upacara ini. Membelah Mulut Adat ini mempunyai pengaruh budaya Hindu. .

ia juga disebut adat naik buai karena selagi bayi itu belum tanggal pusatnya. garam dan sirih pinang (4) Hadiah untuk bidan sepersalinan pakaian . si ibu akan menyapu perutnya dengan air limau yang dicampur dengan kapur sebelum memakai bengkung.Bengkung Selama berpantang mereka diberi makan obat-obat tradisi dan bertungku. Bahan-bahan yang digunakan untuk adat cuci lantai. buah keras. Biasanya tungku dibuat dari batu yang dipanaskan di atas bara. Amalan berbengkung ini bertujuan untuk mengatasi perut buncit atau pinggul yang turun selepas bersalin di samping memberi keselesaan kepada wanita selepas bersalin. dia tidak dapat dibuaikan dan akan tidur di samping ibunya. asam. adat cuci lantai akan diadakan. Selesai bertungku. Kemudian tungku itu dibalut dengan kain yang dilapik dengan beberapa helai daun yang tebal seperti daun lengkuas yang dipercayai dapat mengimbangi kepanasan tungku di samping berfungsi sebagai obat. (1) Nasi kunyit dan lauk-lauk (2) Seekor ayam hidup (3) Paku. Tungku akan dituam pada bagian perut dan bagian lain bertujuan untuk mengatasi masalah kesakitan selepas bersalin. Bertungku dipercayai dapat membantu perut wanita bersalin kembali normal. Di beberapa tempat. Pada ketika itu. Adat ini seelok-eloknya dilakukan pada hari Senin atau Kamis. Selepas Lahir Selepas kelahiran terdapat beberapa adat tertentu yang dijalankan. Tanggal Pusat/Cuci Lantai Lazimnya bayi yang baru lahir akan tanggal pusatnya dalam waktu seminggu.

Kebiasaannya jika bayi itu lelaki. adalah sunat memberi nama yang mempunyai maksud yang baik kepada bayi. Seterusnya lantai itu akan dibersihkan. Untuk menjalankan upacara tersebut beberapa kelengkapan disediakan. Selesai upacara tersebut. Biasanya kelapa itu dihias. . Airnya dibuang dan diganti dengan sedikit air sejuk. si ibu dan si bayi akan dimandikan. nama istri-istri atau anak-anak nabi akan dipilih. umpamanya dengan melilitkan rantai emas atau perak di kelilingnya. diurut dan dibedak. Kemudian kelapa itu diletakkan di dalam sebiji batil. (2) Sebiji kelapa muda dipotong bagian kepalanya dengan potongan berkelok-kelok siku seluang untuk dijadikan penutup. beras kunyit. bahan yang digunakan tadi beserta sedikit uang akan dihadiahkan kepada bidan tersebut. Memberi Nama Mengikut ajaran Islam. dan bertih. Ia turut disebut adat potong jambul. Cukur Rambut/Potong Jambul Adat ini dilakukan pada hari ketujuh selepas dilahirkan. Selepas itu bidan akan memulakan jampi serapahnya sambil memegang ayam dengan cara mengais-ngaiskan kaki ayam ke atas lantai tempat wanita itu bersalin. (1) Sebuah dulang berisi tiga mangkuk atau piring yang berisi air tepung tawar.Upacara cuci lantai Kenduri doa selamat akan diadakan pada permulaan adat ini. Bidan akan menjalankan keseluruhan upacara ini. Sebelum itu. nama akan diberi mengikut nama para nabi jika untuk bayi perempuan. Kenduri nasi kunyit dan doa selamat diadakan pada hari tersebut.

semasa adat ini dijalankan akikah turut diadakan. Para hadirin secara bergilir-gilir akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam kelapa tadi. Si bayi seterusnya dibawa ke tengah pesta dan disambut oleh hadirin lelaki sambil berselawat. yaitu tiga. Si bayi akan ditepungtawari serta ditabur beras kunyit dan bertih. Dari segi syarak. tujuh. Lazimnya. Akhirnya kelapa tersebut ditanam di sekitar halaman rumah bersama sepohon anak kelapa atau seumpamanya sebagai memperingati masa anak itu dilahirkan. Setelah selesai kedua-dua pihak menjalankan adat bercukur barulah kepala bayi tersebut dicukur sepenuhnya oleh bidan atau siapa saja yang dapat melakukannya. pihak perempuan pula mengambil alih. akikah membawa pengertian menyembelih ternakan pada .Alatan potong jambul Khazanah Melayu Sumatera Utara Pada hari itu. Bilangan orang yang menggunting rambut bayi tersebut hendaklah dalam bilangan yang ganjil. Kesemua rambut yang dicukur akan dimasukkan ke dalam kelapa. Setelah selesai pihak lelaki menjalankan acara menggunting. lima. dan seterusnya. bayi dipakaikan dengan pakaian cantik dan diletakkan di atas talam yang dialas dengan tilam kecil atau didukung oleh bapak atau datuknya.

Akikah sunat dilakukan pada hari ketujuh kelahiran yaitu dapat dijalankan serentak dengan adat mencukur rambut dan adat memberi nama. Namun ia juga dapat dilakukan pada hari yang lain. Seorang anak disunatkan berakikah sekali saja seumur hidup. Upacara ini dilangsungkan dalam suasana penuh meriah terutama sekali jika sesebuah keluarga itu baru mendapat anak atau cucu sulung. . Seterusnya bunga telur dan bunga rampai akan dihadiahkan kepada kumpulan ini. Selendang akan diikat di kiri kanan buaian dan ditarik perlahanlahan semasa upacara berlangsung. Ketika itu juga. Antara hikmah akikah adalah sebagai permulaan kebajikan dan kebaikan bagi pihak bayi tersebut. marhaban akan dialunkan oleh sekumpulan lelaki atau wanita.hari ketujuh selepas anak dilahirkan. Sekarang masyarakat Melayu menjalankan adat ini serentak dengan adat memberi nama dan adat cukur rambut. lembu atau kerbau sebagai akikah anak yang baru lahir. Sewaktu upacara ini dijalankan bayi tersebut akan diletakkan di dalam buaian yang menggunakan kain songket dan dihias indah dengan bunga-bungaan. Upacara potong jambul Naik Buaian Adat ini merupakan satu-satunya pesta yang masih diamalkan dan mendapat sambutan di kalangan masyarakat Melayu hari ini. Bagi bayi lelaki akikahnya ialah dua ekor kambing dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Terdapat syarat-syarat tertentu dalam memilih hewan untuk akikah dan jumlah ternakan untuk akikah juga berbeda mengikut jenis kelamin bayi. Orang Islam yang berkemampuan disunatkan menyembelih ternakan seperti kambing.

gelang. Upacara jejak tanah Lazimnya kenduri doa selamat diadakan untuk mengiringi upacara ini. Menurut kepercayaan orang Melayu juga. sikat. rantai. Anak-anak tersebut akan dibiarkan bergerak memilih barang tersebut dan dianjurkan mengambil tiga bahan saja. kasut. Umpamanya jika anak-anak itu mengambil . cincin. adat ini juga disebut adat memijak tanah. termasuk makanan dan minuman. bubur.Bayi diletakkan di dalam buaian yang dihias indah Jejak Tanah/Turun Tanah Di beberapa tempat. Lazimnya jumlah bahan yang diletakkan adalah ganjil. jam tangan. gunting. air sejuk dan uang. adat ini dilakukan untuk meramal masa depan anak-anak itu berdasarkan bahan yang diambil. bedak. tikar dibentang di hadapan tangga sebagai alas anak-anak berkenaan berjalan. Di atas tikar disediakan beberapa dulang yang berisi pelbagai jenis barang. kain. Adat ini dijalankan secara berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat yang lain baik dari segi cara maupun bahan yang digunakan. Selepas kenduri selesai. Antara bahan yang diletakkan di dalam dulang itu ialah cermin. Ia sebagai meraikan anak yang baru pandai berjalan. Turun tanah bermakna seorang anak kecil dilepaskan untuk memijak tanah sebagai lambang meneruskan kehidupannya.

mereka akan menjalani adat bersunat atau juga disebut berkhitan ketika umur mereka dalam lingkungan 8 hingga 12 tahun. kelak dia kuat bekerja atau pandai membuat kerja tangan. Bersunat/Berkhitan Adat bersunat bagi bayi perempuan lazimnya dilakukan ketika bayi itu masih kecil yaitu beberapa hari selepas dilahirkan. ia baik dari segi kesehatan. Namun demikian. Di dalam ajaran Islam.gunting. Bagi anak-anak lelaki. Adat ini akan dijalankan oleh bidan. Adat berkhitan akan dijalankan oleh Tuk Mudim. beras. Pesta bersunat anak-anak perempuan tidak semeriah pesta berkhitan anak-anak lelaki dan ada juga yang menjalankannya serentak dengan pesta perkawinan. kebanyakan anak-anak perempuan akan menjalani upacara ini sekurangkurangnya ketika berumur setahun atau lebih. Seterusnya bayi itu dijejakkan ke tanah dan doa dibaca. . Adat ini juga dapat dilakukan Upacara jejak tanah secara sederhana yaitu dengan memijakkan kaki anak-anak itu ke piringpiring kecil yang berisi dengan padi. tanah. Di samping itu juga. bersunat atau berkhitan adalah wajib karena Islam menitikberatkan kesucian lahir dan batin. dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh bidan.

Anakanak mandi untuk berkhitan .

tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum kawin (hot ripe).” (semua tergantung suhut). jika kelak dikemudian hari. hula-hula dan semua yang berhadir pada acara ria raja atau pangarapotan. Tidak diukur dari segi umur.Mengacu kepada defenisi diatas. Makhluk hidup harus busuk. Adalah aksioma. Bukankah pada Kidung Jemaat 334 disebut: “Tiap orang harus mati. Saur Matua dan Mauli Bulung adalah berbicara tentang kematian seseoang dalam konteks adat Batak. karena bisa saja permintaan hadirin parjuhutna diusulkan lombu sitio-tio atau horbo. anak kami inilah yang membelanjai orang tua kami yang tengah terbaring di rumah duka.”Selain yang disebutkan diatas. Umpasa ini sasarannya adalah untuk “sibuaton” (parjuhutna-boan). hasangapon. raja pinaraja-raja. seseorang tidak bisa dinobatkan (dialihkan statusnya dari Sari Matua ke Saur Matua. apalagi anak-anak kami ini sudah bekerja dan sebenarnya. “Matompas Tataring” (isteri meninggal lebih dahulu juga meninggalkan anak yang masih kecil). Sari matua Tokoh adat yang dihubungi Ev H Simanjuntak. hagabeon. Mereka memprediksi. Sering hasuhuton beralasan. atau sebaliknya jika mampu. Artinya. sajongkal dua jari.kematian Pendahuluan Berbicara tentang Sari Matua. agar lahir yang baru. “Semoga dengan acara adat ini mereka secepatnya menemukan jodoh (asa tumibu dapotan sirongkap ni tondi. tetapi belum berketurunan). “benar masih ada anak kami yang belum hot ripe (kawin). adanya “ambisi” pihak keluarga mengejar cita-cita orang Batak yakni hamoraon. tetapi ditinjau dari segi usia sudah sepantasnya berumah tangga. untuk meredam “ambisi” hasuhuton. semua orang harus mati. Faktor lain ujar mereka. dongan sahuta. RPS Janter Aruan SH membuat defenisi : “Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya. “Mate Mangkar” (yang meninggal suami atau isteri. dongan sahuta do raja panuturi dohot pengajari. hasuhuton menyembelih simarmiak-miak (B2). Benar ada umpasa yang mengatakan : “Tinallik landurung bontar gotana. terjadinya peralihan status. didorong oleh umpasa yang disalah tafsirkan yakni: “Pitu lombu jonggi. marhulang-hulanghon hotang. ketika hasuhuton “marpangidoan” (bermohon) kepada dongan sahuta. manghirap sian nadao. Constan Pardede. sebelum tugasnya sebagai orang tua belum tuntas yakni mengawinkan anak-anaknya. jabatan dan kekayaan. agar yang meninggal Sari Matua itu ditolopi (disetujui) menjadi Saur Matua.” Mereka harus menjelaskan dampak negatif dari peralihan status Sari Matua ke Saur Matua berkenaan dengan anak-anak almarhum yang belum hot ripe. BMT Pardede. orang itu meninggal. di akhirat bangkitlah. “Matipul Ulu” (suami atau isteri meninggal dunia dengan anak yang masih kecil-kecil). Pengertian Sari Matua. tetapi karena kurang mampu. tulang. bagai rumput yang kering.3. Tubuh ini akan musnah. anak tersebut resmi kawin. karena mungkin pihak hasuhuton orang “terpandang”. dan hal itu dibenarkan oleh semua agama. masuk sorga yang megah. matua husuhuton do pandapotan. Tokoh adat diatas berkomentar. senjata pamungkas berada ditangan Dongan Sahuta. simarmiak-miak marhuling-hulinghon lombu. simarmiak-miak marhuling-hulinghon horbo. karena dulu . pangkat. terkesan “tanggap mida bohi”.” Tetapi bukankah ada umpasa yang paling mengena: “Tinallik bulu duri. Selanjutnya. sisada sitaonon dohot las ni roha do namardongan sahuta. agar hidup disembuhkan. Namun dalam prakteknya. masih ada jenis kematian lain seperti “Martilaha” (anak yang belum berumah tangga meninggal dunia). permintaan hasuhuton itu sudah memplesetkan nilai adat yang diciptakan leluhur. manjou sian najonok). Sebenarnya. Status Sari Matua dinaikkan setingkat menjadi Saur Matua seperti ini ditemukan pada beberapa acara adat. nang pe asing-asing margana.

karena kerbau adalah ternak yang paling tinggi dalam adat Batak. Soal boan sigagat duhut. Selanjutnya. Ulos tujung dan sampe tua Ulos tujung. Tujung diberikan kepada perempuan balu atau pria duda karena “mate mangkar” atau Sari Matua. Raja Partahi Sumurung Janter Aruan SH dan Constant Pardede berpendapat sebaiknya ulos yang diberikan adalah tujung. ketika meninggal dunia dalam posisi “Titir maranak. Ulos Sampe Tua. katanya memprotes. titir marboru. Seandainya pesan yang tersirat pada ulos Sampe Tua ini dilanggar.Khusus tentang parjuhutna. hal itu sudah melampaui ambang batas normal adat Batak. maka penerima tujung adalah isteri yang diberikan hula-hulanya. lalu ompu si apa kita sebut? Ompu Sipaimaon?”. yang terakhir ini lebih tepat. Jenis ulos dimaksud juga bernama Sibolang. Jika yang meninggal adalah suami. mungkin pihak hasuhuton akan berpikir dua kali. Konsekwensi penerima ulos Sampe Tua adalah suami ataupun isteri tidak boleh kawin lagi. Ev H Simanjuntak bersama rekannya senada mengatakan. adalah ulos yang ditujungkan (ditaruh diatas kepala) kepada mereka yang menghabaluhon (suami atau isteri yang ditinggalkan almarhum). marhulang-hulanghon hotang. Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan. ujar Ev H Simanjuntak. Hasuhuton beralasan. kemungkinan yang bersangkutan larut dalam duka (margudompong) yang eksesnya bisa negatif yakni semakin jauh dari Tuhan atau pesimis bahkan apatis. parumaen (menantu) sudah mengandung (“manggora pamuro”). belum tentu dimiliki seseorang. adalah ulos yang diberikan kepada suami atau isteri almarhum yang sudah Saur Matua. BMT Pardede. karena diantara anaknya sudah ada yang berumah tangga namun belum dikaruniai cucu. sambungnya. sebagai simbol duka cita dan jenis ulos itu adalah sibolang. tentu dongan sahuta tidak ikut campur tangan dalam seluruh kegiatan/proses perkawinan. Kalau hanya mengharapkan manjalo tangiang menjadi partangiangan. yang cocok kepada ina adalah lombu sitio-tio atau kalau harus horbo. marpahompu sian boru”. Ulos Sampe Tua bermakna Sampe (sampailah) tua (ketuaanberumur panjang dan diberkati Tuhan) Akhir-akhir ini pada acara adat Sari Matua. tujung itu tetap dipakai kemana saja pergi selama hari berkabung yang biasanya seminggu dan sesudahnya baru dilaksanakan “ungkap tujung” (melepas ulos dari kepala). sekaligus hal ini mengembalikan citra adat leluhur. sebab tujung tersebut langsung diungkap (dibuka) oleh tulang ataupun hula-hula sepulang dari kuburan (udean). hal itu relatif tergantung kemampuan hasuhuton. melainkan diuloskan ke bahu oleh pihak hula-hula ataupun tulang. ujar mereka. Barangkali. berobah menjadi ulos sampe tua. Sebab kelak jika bapak yang meninggal. Diminta tanggapannya apakah keharusan boan dari mereka yang Saur Matua lombu sitio-tio atau sigagat duhut. raja pinaraja-raja. ulos apa pula namanya. Saur Matua Seseorang disebut Saur Matua. sebab kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan. Lahir dulu. hagabeon seperti diuraikan diatas. Disinilah pemakaian umpasa “Pitu lombu jonggi.Saya kurang setuju menerima adat yang demikian”. tokoh adat ini menjelaskan. tetapi tidak ditujungkan diatas kepala. karena suami atau isteri yang ditinggal sudah kurang pantas menerima tujung. . ada pula berstatus “Mate Mangkar” berubah menjadi Sari Matua. Sebaliknya jika yang meninggal adalah isteri. kalau orang yang meninggal tadi dari Mate Mangkar menjadi Sari Matua. Dahulu. baru kita sebut Si Unsok atau Si Butet. Hebatnya lagi. tegasnya. karena faktor usia dan agar keluarga yang ditinggalkan beroleh tua. Toh tujung itu langsung dibuka sepulang dari kuburan. sering terlihat ulos yang seharusnya adalah tujung. dan suami atau isteri yang ditinggal almarhum dalam waktu relatif singkat sudah dapat kembali beraktifitas mencari nafkah. marpahompu sian anak. Tokoh adat Ev H Simanjuntak.sudah dianggap kawin. Secara ratio. parjuhutna (boan) sigagat duhut (bukan simarmiak-miak merhuling-hulinghon horbo). Alasannya cukup sederhana. namanya diperhalus dengan sebutan “lombu sitio-tio marhuling-hulinghon horbo”. Tetapi sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. Tetapi sebagai umat beragama. kenapa kita sungkan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita. bisa saja simarmiakmiak. menurut Simanjuntak. sebab kedukaan itu akan lebih cepat sirna. Seharusnya simarmiak-miak. namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu. Jika tujung masih melekat di kepala. “boan”-nya adalah horbo (sigagat duhut). penerima tujung adalah suami yang diberikan tulangnya. kawin lagi dan punya anak kecil lalu meninggal. bila hal itu diutarakan.

mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat). musik tiup. bercicit mungkin hingga ke buyut). Jika dalam Horja Siriaon bendera-bendera adat yang dipasang di halaman menghadap keluar. tidak dibenarkan mengadakan pesta adat perkawinanan (horja siriaon). meminta maaf atas perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja kepada seluruh keturunan Baitang dan masyarakat Mandailing. predikat isteri tercinta. marpahompu sian boru sahat tu namar-nini. adalah seseorang yang meninggal dunia dalam posisi titir maranak.matua hasuhuton do pandapotan”. marpahompu sian anak. sesuai dengan defenisi yang dikemukakan diawal tulisan ini. lalu anak yang ditinggalkan berstatus lajang. Kelak jika bapak tersebut meninggal dunia. sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke “marondok-ondok” yang selama hayatnya.Dapat diprediksi. terutama dongan sahuta harus memaklumi kondisi dari hasuhuton agar benar-benar “tinallik landorung bontar gotana. maka diadakan upacara adat kematian (Horja Mambulungi) di Tamiang untuk mengucapkanbanyak terima kasih. barangkali 90 tahun keatas. memukul godang ogung sabangunan. ditinjau dari segi generasi. Didalam adat istiadat Mandailing. Pada saat penguburan. umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang. Kalangan hula-hula. Seorang anak keturunan Raja. akibat termakan adat akhirnya mereka lari malam (bungkas) kata mereka. sada sitaonon do na mardongan sahuta nang pe pulik-pulik margana”. maka pada horja siluluton bendera-bendera adat dibalik menghadap kerumah sebagai tanda duka cita. Jika belum mengadati seorang anak atau keluarganya tetap menjadi kewajiban /utang adat bagi keluarga yang disebut mandali di paradaton dan jika ada yang akan menikah. Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka. Tidak ada lagi isak tangis. Pelestarian Horja Mambulungi/ Horja Siluluton (Upacara Adat Kematian). Jangan terjadi seperti cerita di Toba. menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. . Setelah beberapa tahun wafatnya Partomuan Lubis gelar Patuan Dolok III dan Suti Nasution gelar Na Duma I. tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak. sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang. seorang yang pada waktu perkawinannya dilaksanakan dengan upacara adat perkawinan. maka pada saat meninggalnya juga harus dilakukan dengan upacara adat kematian terutama dari garis keturunan Raja-Raja Mandailing. Mauli Bulung Mauli Bulung. Dalam tradisi adat Batak. menari. Masih seputar Saur Matua khususnya kepada kaum bapak. Kematian seseorang dengan status mauli bulung. Pada hari lain yang akan ditentukanm kemudian sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keluarganya. berpesta tetapi bukan hura-hura. Pelaksanaan Upacara Adat Kematian dilaksanakan: 1. kawin lagi dan punya keturunan. titir marboru. sang bapak menjadi Sari Matua. bercucu. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita. apabila ayahnya meninggal dunia wajib mengadati (Horja Mambulungi). 2.

kemampuan dan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia. ia berharap agar orangtuanya dapat merestui semua keturunananya hingga beroleh umur yang panjang. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut: 1.misalnya karena penyakit yang diderita dan tidak dapat disembuhkan lagi kecelakaan dan sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui secara pasti. maka pada keturunanya beserta sanak famili biasanya melakukan acara adat khusus baginya. dan jumlahnya serta biaya yang diperlukan untuk mempersiapkan makanan tersebut. seperti menentukan hari pelaksanaan adat panulangion itu. Pada masyarakat Batak Toba. Dalam melaksanakan sesuatu upacara harus melalui fase-fase (tahapantahapan) yang harus dilalui oleh setiap yang melaksanakannya. dan natua-tua ni huta (orang yang dituakan di kampung tersebut). Kemudian acara panulangion dimulai dengan sepiring makanan yang terdiri dari sepiring nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan. maka harus dilaksanakan dengan sempurna. Adapun maksud dan tujuan masyarakat Batak Toba untuk mengadakan upacara kematian itu tentunya berlatar belakang kepercayaan tentang kehidupan . maupun disebabkan penyakit. Pada waktu itu juga turut diundang hula-hula dari suhut. Sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. berkumpullah semua keturunan dan sanak famili di rumah orangtua tersebut dan dipotonglah seekor ternak babi untuk kemudian dimasak lagi dengan baik sebagai makanan yang akan disuguhkan untuk dimakan bersama-sama. Saur matua adalah orang yang meninggal dunia telah beranak cucu baik darianak laki-laki maupun anak perempuan. Lain halnya dengan orang yang meninggal sari matua. maka pada keturunannya beserta sanak famili lebih dahulu harus mengadakan musyawarah untuk menentukan berbagai persyaratan. jenis ternak yang akan dipotong. telah beranak cucu. Selain itu. Sebelum diadakan acara manulangi ini. Saur artinya lengkap/sempurna dalam kekerabatan. Tetapi usaha untuk mencapai keinginan tersebut adalah di luar jangkauan manusia.Upacara kematian pada masyarakat Batak Toba merupakan pengakuan bahwa masih ada kehidupan lain dibalik kehidupan di dunia ini. setiap manusia dalam suatu kebudayaan selalu berkeinginan dan berharap dapat menikmati isi dunia ini dalam jangka waktu yang lama. yang disebut dengan Manulangi (memberi makan). Acara Sebelum Upacara di Mulai Dalam kehidupan ini. dongan tubu. Batas akhir kehidupan manusia ini (mati) dapat terjadi dikarenakan berbagai hal. hal seperti itu belum tentu dilakukan karena masih ada dari keturunannya belum sempurna dalam hal kekerabatan.karena keterbatasan. bila ada orangtua yang menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan. . setiap manusia juga sudah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing yang telah ditentukan batas akhir kehidupannya. diberikan kepada orangtua tersebut oleh anak sulugnya. Pada waktu Eanulangi. Maka sebelum tiba waktunya. Karena yang telah meninggal itu adalah sempurna dalam kekerabatan. si anak tersebut menyatakan kepada orangtuanya bahwa mereka sebenarnya khawatir melihat penyakitnya. Kalaupun suhut membuat acara adat sempurna sesuai dengan Adat Dalihan Na Tolu.

maka selanjutnya keturunan dari orangtua itu harus manulangi hula-hulanya dengan makanan agar hula-hulanya juga memberkati mereka. dongan sabutuha (yang terdiri dari teman semarga. Ketika hula-hula menyampaikan makanan itu kepada orangtua yang sakit. Dari musyawarah keluarga akan diperoleh hasil-hasil dari setiap hal yang dibicarakan. Pada saat yang bersamaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersamasama. Setelah selesai kata mangampui. pihak laki-laki baik dari keturunan orangtua yang meninggal maupun sanak saudara berkumpul di rumah duka dan membicarakan bagaimana upacara yang akan dilaksanakan kepada orangtua yang sudah saur matua itu. membeli dan mempersiapkan beberapa ekor ternak (kerbau atau babi . Setelah pembagian jambar maka mulailah kata-kata sambutan yang pertama oleh anak Sulung dari orangtua ini dilanjutkan dari pihak boru. disitulah merka memberikan ulos naganjang kepada orangtua itu dengan meletakkannya di atas pundak (bahu) orangtua tersebut. maka acarapun selesai dan diadakanlah doa penutup. boru. maka diadakanlah pembagian tugas bagi pihak hasuhuton. dongan sahuta.murah rezeki dan tercapai kesatuan yang lebih mantap. Sesudah acara mangarapot selesai. teman satu kampung) serta sanak saudara yang ada di rantau. Setelah acara panulangion itu selesai. salah seorang dari pihak boru (suhut) memotong haliang (leher babi) dan dibagi-bagikan kepada hadirin. Gaor bontar (kepala baglan atas sebelah kiri untuk boru (anak perempuan). Dan mulailah dihubungi pihak famili dan mengundang pihak hula-hula. dan terakhir dari hula-hula. berumur panjang dan dapat membimbing semua keturunannya hingga selamat dan sejahtera di hari-hari mendatang. Setelah anaknya yang sulung selesai memberikan makan. parsuhuton supaya hadir dalam musyawarah umum (Mangarapot). maka pada hari berikutnya pihak hula-hula pergi menjenguk orangtua tadi dengan membawa dengke (ikan) dan sehelai ulos (kain adat batak) yang disebut ulos mangalohon ulos naganjang (memberikan kain adat). maka semua keluarga menangis dan ada yang meratap sebagai pertanda bahwa sudah tiba waktunya bagi mereka untuk berpisah. akhirnya orangtua yang gaur matua itu meninggal dunia. Hasatan (ekor) untuk keluarga suhut. Setelah selesai memberi makan. soit (perut bagian tengah) untuk dongan sabutuha (teman semarga) dan jambar (potongan daging-daging) untuk semua yang hadir). selanjutnya dibaringkan di ruang tengah yang kakinya mengarah ke jabu (bona rumah suhut). dongan sabutuha. penentuan hari untuk musyawarah umum ini juga sudah ditentukan. Sambil makan. Ia juga mendoakan agar orangtuanya dapat lekas sembuh. Beberapa orang dari pihak hasuhuton pergi mengundang (Manggokkon hula-hula. Hasil-hasil ini dicatat oleh para suhut untuk kemudian untuk dipersiapkan ke musyawarah umum. dongan tubu. Setelah pemberian ikan dan ulos itu maka pihak boru brdoa dan menyuguhkan daging lengkap dengan suku-sukunya kepada pihak hula-hula. Pada waktu itu ada juga orangtua yang membagi harta warisannya walaupun belum resmi berlaku. raja adat. Pada waktu yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Tujuan dari pemberian ulos dan makanan ini adalah supaya orangtua tersebut cepat sembuh. Sambil disuguhi makanan. maka dilanjutkan oleh adik-adiknya sampai kepada yang bungsu beserta cucu-cucunya. Osang (mulut bagian bawah) untuk hula-hula. semua keturunannya direstui dan diberi nasehat-nasehat. Setelah selesai makan. boru. diadakanlah pembagian”jambar (suku-suku daging). Pihak suhut lainnya ada yang memesan peti mayat. teman sahuta. Sesudah mayat tersebut dibersihkan maka dikenakan pakaian yang rapi dan diselimuti dengan kain batak (ulos).

yaitu semua anak lakilakinya.Upacara di jabu (di dalam rumah) Pada saat upacara di jabu akan dimulai. Kemudian masingmasing unsur dalihan natolu mengadakan acara penyampaian kata-kata penghiburan kepada suhut. . Ketika acara penyampaian kata-kata penghiburan oleh unsur-unsur dalihan natolu sedang berlangsung. Pada saat yang bersamaan. Upacara maralaman (di halaman) Kedua bentuk upacara inilah yang dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba sebelum mengantarkan jenazah ke liang kubur. mayat dari orangtua yang meninggal dibaringkan di jabu bona (ruang tamu). Lalu suhut menjamu makan para pargonsi dengan memberikan sepiring makanan yang berisi ikan (dengke) Batak. Kemudian diikuti oleh anak laki-laki mulai dari anak yang paling besar sampai anak yang paling kecil. Tempat untuk pargonsi sudah dipersiapkan lebih dahulu yaitu di bagian atas rumah (bonggar). sagu-sagu. rudang. Pelaksanaan upacara kematian saur matua ini terbagi atas dua bagian yaitu : 1. Letaknya berhadapan dengan kamar orangtua yang meninggal ataupun kamar anak-anaknya dan diselimuti dengan ulos sibolang. nasi.Acara Pelaksanaan Upacara Kematian Saur Matua Setelah keperluan upacara selesai dipersiapkan barulah upacara kematian Saur matua ini dapat dimulai. Dan semua unsur dari dalihan natolu sudah hadir di rumah duka dengan mengenakan ulos. Upacara di jabu (di dalam rumah) termasuk di dalamnya upacara di jabu menuju maralaman (upacara di rumah menuju ke halaman). 2. Sedangkan cucu dan cicitnya ada yang duduk di belakang atau di depan orangtua meeka masing-masing. 1. cucu lakilaki dari yang pertama (sulung) dan cucu laki-laki dari anaknya perempuan. Suami atau isteri yang ditinggalkan duduk . duduk di sebelah kiri dari peti mayat.atau yang lainnya) sebagai makanan pesta atau untuk borotan. diantara keturunan orangtua yang meninggal masih ada yang menangis. Anak perempuan dari orangtua yang meninggal. pemberian napuran tiar ini menunjukkan sikap hormat kepada pargonsi agar pargonsi bersedia menerima undangan tersebut dan tidak menerima undangan lain pada waktu yang bersamaan. Pihak boru lainnya pergi mengundang pargonsi dengan memberikan napuran tiar (sirih) yang diletakkan di atas sebuah piring beserta dengan uang honor dari pargonsi selama mereka memainkan gondang sabangunan dalam upacara saur matua. 2. Kemudian pargonsi disambut oleh suhut dan dipersilahkan duduk di jabu soding (sebelah kiri ruang rumah yang beralaskan tikar. Mereka yang bekerja pada saat upacara adalah pihak boru yang disebut Parhobas. Pakaian adat ini terdiri dari ulos yang diselempangkan di atas bahu dan topi adat yang dipakai di atas kepala. datanglah pargonsi sesuai dengan undangan yang disampaikan pihak suhut kepada mereka. Upacara di jabu ini biasanya di buka pada pagi hari (sekitar jam 10. Dan sebagian dari pihak suhut mempersiapkan pakaian adat untuk keturunan orangtua yang meninggal saur matua itu.00 Wib) oleh pengurus gereja. merata atau beras yang ditumbuk dan disertai dengan napuran tiar (sirih). di sebelah kanan tepat di samping muka yang meninggal.

2. Pihak suhut berdiri di sebelah kanan yang meninggal. Dan pihak suhut menari mendatangi pengurus gereja satu persatu dan minta berkat dari mereka dengan Meletakkan ulos ke bahu Masing-masing pengurus gereja. para pengurus gereja menari mengelilingi mayat memberkati semua suhut dengan meletakkan tangan yang memegang ulos ke atas kepala suhut dan suhut membalasnya dengan meletakkan tangannya di wajah pengurus gereja. Gondang ini juga dijadikan sebagai pengumuman kepada masyarakat bahwa ada orang tua yang meninggal saur matua. Dan pada malam hari tiba. Gondang yang terakhir. Gondang ke dua yaitu gondang yang indah dan baik (tanpa ada menyebutkan nama gondangnya). boru disebelah kiri yang meninggal dan hulahula berdiri di depan yang meninggal. Semua unsur Dalihan Natolu berdiri di tempatnya masingmasing. Gondang SOmba-sOmba maksudnya agar kita patut menghormati gereja. Maksud dari pemberian uang itu adalah sebagai penghormatan kepada pargonsi dan untuk memberi semangat kepada pargonsi dalam memainkan gondang sabangunan. Kegiatan margondang di dalam rumah biasanya dilakukan pada malam hari. mereka juga sering memberikan uang kepada pargonsi tetapi yang memberikan biasanya adalah pihak boru walaupun uang tersebut adalah dari pihak hula-hula atau dongan sabutuha. Gondang ini dibunyikan untuk menggambarkan bahwa segala yang ada di dunia ini ada mulanya. kekayaan dan kehormatan. Jika masih ada suami atau isteri yang meninggal maka mereka berdiri di sebelah kanan yang meninggal bersama dengan suhut hanya tapi mereka paling depan. Kemudian diaturlah posisi masing-masing unsur Dalihan Natolu. maka semua menari. Setelah gondang berbunyi. pargonsi pun sudah bersiap-siap untuk memainkan gondang sabangunan. yaitu gondang yang memeberitahukan danmengundang masyarakat sekitarnya supaya hadir di rumah duka untuk turut menari bersama-sama. 4. 5. Kemudian pargonsi memainkan gondang Lae-lae atau gondang elek-elek. . sedangkan pada siang hari harinya dipergunakan pargonsi untuk istirahat. Kemudian masing-masing unsur dari Dalihan Natolu meminta gondang kepada pargonsi. 3. baik itu manusia. Umumnya semua pemain duduk menghadap kepada yang meninggal. Gondang Liat-liat. pihak suhut juga bersiap-siap mengenakan ulos dan topi adat karena sebentar lagi kegiatan margondang saur matua akan dimulai. Kemudian kegiatan margondang dibuka oleh pengurus gereja (pangulani huria). pengurus gereja berkata kepada pangonsi agar dimainkan gondang mula-mula.Setelah acara makan bersama para pargonsi pun mengambil tempat mereka yang ada di atas rumah dan mempersiapkan instrumen-instrumen mereka masing-masing. hasututon meminta gondang hasahatan dan sitio-tio agar semua mendapat hidup sejahtera bahagia dan penuh rejeki dan setelah selesai ditarikan rnereka semuanya mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Sedangkan pengurus gereja menaruh tangan mereka ke atas kepala suhut. Dan pada saat gondang tersebut berbunyi.

ulus sampe. kemudian tulang dari yang meninggal memberikan ulos saput (sejenis ulos ragihotang atau ragidup). sekaligus pernyataan turut berduka cita yang sedalamdalamnya dari pihak hula-hula. Kemudian dengan hati-hati sekali mayat dimasukkan ke dalam peti dan diselimuti dengan ulos sibolang. diadakanlah adat pandungoi yang biasanya dilakukan rada sore hari. Pemberian ulos bermakna suatu pengakuan resmi dari kedudukan seorang yang telah menjadi janda atau duda dan berada dalam suatu keadaan duka yang terberat dalam hidup seseorang ditinggalkan oleh teman sehidup semati. yang memasukkan mayat ke dalam peti adalah dongan sabutuha saja. Tapi dibeberapa daerah Batak Toba. maka peti mayat dibawa rnasuk kedalam rumah dan mayat dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam peti. Yang mengangkat mayat tersebut ke dalam peti biasanya adalah pihak hasuhutan yang dibantu dengan dongan sabutuha. hula-hula . maka kegiatan-kegiatan pada malam-malam hari tersebut diisi dengan menortor semua unsur Dalihan Na Tolu. dimulai dari pihak suhut. hula-hula dan boru. Ulos itu disebut ulos sampe atau ulos tali-tali. Dan ulos itu hanya diletakkan diatas bahu dan tidak diatas kepala. hasuhutan yang menari kemudian dongan sabutuha. Adat ini menunjukkan aktivitas memberi makan (sepiring nasi beserta lauknya) kepada orangtua yang saur matua dan kepada semua sanak famili. Semuanya menari diiringi gondang sabungan dan mereka sesuka hati meminta jenis gondang yang akan ditarikan. Sesudah semua rombongan selesai menari. Mulai dari pihak suhut. boru. Maksud dari pemberian ulos ini adalah menunjukkan hubungan yang baik dan akrab antara tulang dengan bere (kemenakannya). maka semua hadirin diundang untuk makan bersama. boru dan ale-ale. Maka aktivitas selanjutnya adalah pemberian ulos tujung. Setelah ulos tujung diberikan.lalu semua unsur Dalihan na Tolu kembali menari. dongan sabutuha. pengganti dari ulos ini dapat diberikan sejumlah uang. Dan pada waktu pemberian ulos sampesampe itu semua anak keturunan yang meninggal berdiri di sebelah kanan dan golongan boru di sebelah kiri daeri peti mayat. Sehari sebelumnya peti mayat dibawa ke halaman rumah orangtua yang saur matua tersebut. apabila peti mayat yang telah dipesan sebelumnya oleh suhut sudah selesai. Ketika itu hadirlah dongan sabutuha. yang diletakkan pada mayat dengan digerbangkan (diherbangkan) diatas badannya. Yang pertama sekali memberikan ulos adalah hula-hula yaitu ulos tujung sejenis ulos sibolang kepada yang ditinggalkan (janda atau duda) disertai isak tangis baik dari pihak suhut maupun hula-hula sendiri. Setelah hula-hula selesai memberikan ulos-ulos tersebut kepada suhut. Setelah pembagian harta warisan selesai dilaksanakan. Kemudian aktivitas selanjutnya setelah pemberian ulos atau uang kepada boru adalah kegiatan margondang. ulus panggabei. Dan bona tulang atau bona ni ari memberikan ulos sapot tetapi tidak langsung diletakkan di atas badan yang meninggal tetapi digerbangkan diatas mayat peti saja. Keesokan harinya. maka sekarang giliran pihak suhut memberikan ulos atau yang lainnya sebagai pengganti dari ulos kepada semua pihak boru.Jika upacara ini berlangsung beberapa malam. posisi peti diletakkan sarna dengan posisi mayat sebelumnya.

Sesampainya di halaman. Pada upacara ini posisi dari semua unsur dalihan Na Tolu berbeda dengan posisi mereka ketika mengikuti upacara di dalam ruah. Setelah semua unsur Dalihan Na Tolu dan pargonsi berada pada tempatnya. Anak laki-laki berdiri di sebelah kanan peti mayat. Lalu peti mayat ditutup (tetapi belum dipaku) dan diangkat secara hati-hati dan perlahan-lahan oleh pihak boru dibantu oleh hasuhuton juga dongan sabutuha ke halaman. anak perempuan (pihak boru) berdiri di sebelah kiri. Kemudian pargonsi pun bersiap-siap dengan instrumennya masing-masing. lalu pengurus gereja membuka kembali upacara di halaman ini dengan bernyanyi lebih dahulu. bernyanyi lagi. peti mayat tersebut masih tetap ditutup dengan ulos sibolang. Sedangkan peti mayat diletakkan di sebelah kanan rumah duka dan agak jauh dari tiang kayu borotan Posisi pemain gondang sabangunan pun sudah berbeda dengan posisi mereka ketika di dalam rumah. Upacara Maralaman (di halaman rumah) Upacara maralaman adalah upacara teakhir sebelum penguburan mayat yang gaur matua. lalu pembacaan firman Tuhan. Ke semua posisi ini mengelilingi kayu borotan yang ada di tengahtengah halaman rumah. 1. Kemudian acara dipimpin oleh pengurus gereja mengenakan pakaian resmi (jubah).00 Wib). dan di belakang mereka berdiri parumaen (menantu perempuan dari yang meninggal) posisi dari suhut berdiri tepat di hadapan rumah duka. Di dalam adat Batak Toba. kalau seseorang yang gaur matua meninggal maka harus diberangkatkan dari antaran bidang (halaman) ke kuburan (disebut Partuatna). Lalu peti mayat itu diletakkan di halaman rumah sebelah kanan dan di depannya diletakkan palang salib kristen yang bertuliskan nama orangtua yang meninggal. Anak perempuan dari yang meninggal beserta dengan pihak boru lainnya berdiri membelakangi rumah duka kemudian hula-hula berdiri di samping kanan rumah duka. kata sambutan . tetapi pada upacara maralaman mereka berada di bilik bonggar sebelah kanan). Pada upacara ini.dan ale-ale. Maka dalam upacara maralaman akan dilaksanakan adat partuatna. hula-hula bersama pengurus gereja berdiri di depan peti mayat dan dongan sabutuha berdiri di belakang boru. Upacara di jabu menuju maralaman Keesokan harinya (tepat pada hari penguburan) semua suhut sudah bersiapsiap lengkap dengan pakaian adatnya untuk mengadakan upacara di jabu menuju maralaman. Acara ini berlangsung sampai selesai (pagi hari). Setelah acara gereja selesai maka pengurus gereja menyuruh pihak boru untuk mengangkat peti mayat ke halaman rumah sambil diiringi dengan nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin. tepatnya pada waktu matahari akan naik (sekitar pukul 10. peti mayat ditutup dan diletakkan di atas kayu sebagai penyanggahnya. maka upacara ini dimulai. posisi mereka sudah menghadap ke halaman rumah (sebelumnya di bonggar rumah. Semuanya mengenakan ulos yang disandang di atas bahu. 2. Setelah semuanya hadir di rumah duka. pihak suhut berbaris mulai dari kanan ke kiri (yang paling besar ke yang bungsu). Semua unsur dalihan Na Tolu yang ada di dalam rumah kemudian berkumpul di halaman rumah untuk mengikuti acara selanjutnya.

Kegiatan margondang selanjutnya diisi oleh pihak hasuhutan yang meminta gondang Mangaliat kepada pargonsi. rombongan gereja menari mengelilingi borotan (yang diikatkan kepadanya seekor kuda) sebanyak tiga kali. yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. Semua suhut berbaris menari mengelilingi kuda sebanyak 3 kali. juga memberikan beras atau uang. Setelah gondang ini selesai maka suhut mendatangi pihak boru dan memberkati mereka dengan memegang kepala boru atau meletakkan ulos di atas bahu boru. Semua unsur : Dalihan Na Tolu menari di tempat dan kemudian mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali. Lagi giliran pihak hula-hula untuk mangaliat. maka menarilah dongan sabutuha juga dengan gondang Mangaliat. Maksud dari gondang ini agar pengurus gereja dengan pihak suhut saling bekerja sama. Biasanya setelah keturunan yang meninggal ini menerima ulos yang diberikan hulahula. Pada jenis gondang ini. Kemudian mangaliatlah (mengelilingi borotan) pihak boru sambil memberikan beras atau uang. Gerak tari pada gondang ini ialah kedua tangan ditutup dan digerakkan menurut irama gondang. Gerakan tangan sama seperti gerak yang dilakukan oleh pengurus gereja pada waktu mereka menari gondang Mangaliat. . yang disambut oleh pihak boru dengan gerakan mundur. mereka juga memberikan ulos kepada semua keturunan orangtua yang meninggal (baik anak laki-laki dan anak perempuan). Kemudian rombongan dari pengurus gereja mengawali kegiatan margondang. koor dari ibu-ibu gereja dan terakhir doa penutup. Kemudian pengurus gereja meminta gondang Marolop-olopan. dengan memberikan ‘beras si pir ni tondi’ kepada suhut. Lalu pargonsi memainkan sitolu Gondang itu secara berturut-turut tanpa ada yang menari. Pertama sekali mereka meminta kepada pargonsi supaya memainkan sitolu Gondang (tanpa menyebut nama gondangnya) . Setelah mengelilingi borotan. Setelah hasuhutan selesai menari pada gondang Mangaliat. maka pihak pengurus gereja memberkati semua boru dan suhut.dan penghiburan dari pengurus gereja. Kemudian pihak ale-ale yang mangaliat. yaitu gondang yang dipersembahkan kepada Debata (Tuhan) agar kiranya Yang Maha Kuasa berkenan memberkati upacara ini dari awal hingga akhirnya dan memberkati semua suhut agar beroleh hidup yang sejahtera di masa mendatang. pada waktu menari pengurus gereja mendatangi suhut dan unsur Dalihan Natolu lainnya satu persatu dan memberkati mereka dengan meletakkan ulos di atas bahu atau saling memegang wajah.Sedangkan boru memegang wajah suhut. lalu mereka mengelilingi sekali lagi borotan. Dan kegiatan gondang ini diakhiri dengan pihak parhobas dan naposobulung yang menari. Ulos yang diberikan hula-hula kepada suhut itu merupakan ulos holong. Setelah gondang ini selesai. Maksud dari gondang ini adalah agar semua keturunan dari yang meninggal saur matua ini selamat-selamat dan sejahtera. pengurus gereja kemudian meminta kepada pargonsi yaitu gondang liat-liat. maka pengurus gereja menutup kegiatan margondang mereka dengan meminta kepada pargonsi gondang Hasahatan tu sitiotio. Pihak hula-hula selain memberikan beras atau liang. Setelah sitolu Gondang itu selesai dimainkan. sedang suhut dan unsur Dalihan Na Tolu lainnya memegang wajah pengurus gereja. Pada akhir dari setiap kelompok yang menari selalu dimintakan gondang Hasahatan atau sitio-tio dan mengucapkan ‘horas’ sebanyak 3 kali.

Pada saat setiap kelompok Dalihan Na Tolu menari. akan diberikan piso yang disebut “pasahatkhon piso-piso”. Setelah semuanya selesai menari. hasuhutan. Acara Sesudah Upacara Kematian. emas dan uang. Pembagian jambar ini dipimpin langsung oleh pengetua adat. boru. Hombung ialah suatu tempat tersembunyi dalam rumah. Harta kekayaan itu diminta oleh hula-hula sebagai kenang-kenangan. maka acara diserahkan kepada pengurus gereja. Bilamana seorang ibu yang meninggal saur matua maka diadakan mangungkap hombung (buha hombung). Tetapi terdapat berbagai variasi pada beberapa tempat yang ada pada masyarakat batak toba. maka upacara ditutup oleh pengetua adat. Buha Hombung artinya membuka simpanan dari ibu yang meninggal. bernyanyi dan doa penutup. dengan memberikan sepotong daging yang diletakkan dalam sebuah piring dan diberikan kepada siapa yang berkepentingan. Di mulai acara gereja dengan bernyanyi. hula-hula di rumah duka. kata sambutan dari pengurus gereja. Setelah selesai acara pemakaman. yang dilakukan oleh hula-hula dari ibu yang meninggal. Beberapa hari setelah selesai upacara kematian saur matua. perhiasan. jumlahnya menurut kedudukan masing-masing dan keadaan. berdoa. hula-hula datang untuk mangapuli (memberikan penghiburan) kepada keluarga dari orang yang meninggal saur matua dengan membawa makanan . Acara pemakaman diserahkan sepenuhnya kepada pengurus gereja. Pada saat itulah kuda yang diborotkan tadi sudah dapat dilepaskan dan ternak (babi) yang khusus untuk makanan pesta atau upacara yang dibagikan kepada semua yang hadir. biasanya dijalankan oleh amana posona (anak dari ito atau abang adik yang meninggal). sambil diiringi nyanyian gereja yang dinyanyikan oleh hadirin sampai ke tempat pemakamannya. Sesampainya pihak suhut . pusaka. bernyanyi. Salah satu uraian yang diberikan dalam pembagian jambar ini adalah sebagai berikut: Kepala untuk tulang Somba-somba untuk bona tulang satu tulang paha belakang untuk bona ni ari Satu tulang belakang lainnya untuk parbonaan Leher dan sekerat daging untuk boru Setelah pembagian jambar ini selesai dilaksanakan maka kepada setiap hulahula yang memberikan ulos karena meninggal saur matua orang tua ini. 3. yaitu menyerahkan sejumlah uang kepada hula-hula. karena merekalah yang akan menurup upacara ini. dimana seorang ibu biasanya menyimpan harta keluarga . dongan sabutuha. kembalilah semua yang turut mengantar ke rumah duka. penyampaian firman Tuhan. Kemudian peti mayat dipakukan dan siap untuk dibawa ke tempat penguburannya yang terakhir yang telah dipersiapkan sebelumnya peti mayat diangkat oleh hasuhutan dibantu dengan boru dan dong an sahuta. Sementara diadakan pembagian jambar. maka acara selanjutnya adalah makan bersama. ada juga yang mengadakan pembagian jambar. kegiatan margondang terus berlanjut. Lalu semua unsur Dalihan Na Tolu mengelilingi peti mayat yang tertutup. juga sebagai kesempatan terakhir untuk meminta sesuatu dari simpanan “borunya” setelah selesai mangungkap hombung.

Status itu adalah keadaan sebnarnya ketika dia dipanggil Tuhan. berdoa. Tidak ada adat untuk ini b. Adat sesuai dengan paradaton sari matua h. Maulibulung. Beluma ada paradaton untuk ini. Sebenarnya konsep berpikir seperti itu sangat keliru. sudah mempunyai cucu dari anak lelaki dan anak perempuannya dan sudah semua anaknya menikah. Acara mangapuli dimulai dengan bernyanyi. Yang bekerja menyedikan keperluan acara adalah pihak boru. Sebagai salah satu bentuk aktivitas adat. Keterangan sama dengan b & c. d. meninggal ada anak laki dan permpuan tetapi belum ada cucunya. yang harus dijalankan oleh para keturunan orang tua yang meninggal tersebut. Adat sama dengan paradaton sari matua. saur-matua jala dan belum ada keturunannnya yang meninggal mendahului dia. Sarimatua. agar dapat dibuat acara adat saur matua. sudah bercucu. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia yang masih hidup dengan para kerabatnya yang sudah meninggal masih ada hubungan ini juga menentukan hidup manusia itu di dunia dan di akhirat. terkesan seolah kita tidak menrima apa yang ditetapkan Tuhan (takdir ). Latar belakang dari pelaksanaan upacara kematian saur matua ini adalah karena faktor adat. karena: 1. i.berupa ikan mas. Tidak ada adat untuk ini c. meninggal belum ada nak lelaki tetapi ada anak perempuan. meninggal sudah mempunyai cucu tetapi masih ada yang belum kawin. Pelaksanaan upacara ini juga diwujudkan sebagai penghormatan kepada orang tua yang meninggal. tetapi lebih banyak anaknya yang belum kawin. maka pelaksanaan upacara ini tidak terlepas dari kehadiran dari unsurunsur Dalihan Natolu yang memainkan peranan berupa hak dan kewajiban mereka. meninggal tanapa ada keturunan . Adat sesuai paradaton saur matua. f. Mate Pupur. Dengan menyebut dia saur matua. Saurmatua. dengan harapan agar orang tua tersebut dapat menghormati kelangsungan hidup dari para keturunannya yang sejahtera dan damai. Setelah acara ini selesai. kata-kata penghiburan setelah itu dibalas (diapu) oleh suhut. Mate Punu. Sorimatua. meninggal belum kawin. maka selesailah pelaksanaan upacara kematian saur matua. Maka dalihan natolu inilah yang mengatur peranan tersebut sehingga prilaku setiap unsur khususnya dalam kegiatan adat maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak menyimpang dari adat yang sudah ada ADAT UNTUK ORANG MENINGGAL Tingkatan-tingkatan Orang Meninggal a. . e. Mate mangkar ( matompas tataring/matipul ulu) . Mate dakdanak/mati anak-anak. CATATAN: Sering kita lihat seorang yang meninggal statusnya “mate mangkar” tetapi dengan berbagai alasan seolah ditingkatkan statusnya menjadi saur matua.

acara adat sari matua bagi yang meninggal sari matua bukan persyaratan tetapi justru keharusan Religius Magis Orang Meninggal Jika melihat tingkatan-tingkatan orang meninggal ini “penghargaan” yang semakin tua dan banyak keturuan semakin kelihatan ada hubungan kepercayaan religius magis kepada pemujaan/penghargaan kepada sumangot atau roh natua-tua atau leluhur. akan lahir banyak anak. tetapi karena kemampuan khusus seoarang anak umur 3 tahun dapat mengikuti kelas 1 SD. dan yang keturunannya banyak. mempunyai kekuasaan. . panen gagal. begu. ternak berkembang biak. para begu bersatu dalam perserikatan yang sama betul dengan perserikatan manusia. Seluruh kehidupan pribadi masyarakat Batak ketika masih animisme/tidak beragamama (pagan. Terutama mereka yang diwaktu hidupnya menjadi kaya. Kalau roh ini tidak dihormati akan menimbulkan bencana kepada keluarga dan hewan maupun pertanian. (Halak na begu). Kalau acara adatnya dibuat acara saur matua dapat saja dilakukan atas kesepakatn dengan hula-hula tanpa merobah statusnya. Dengan demikian. Menurut anggapan yang lazim. Vergouwen halalamn 79-81 mungkin dapat membantu memahami religius magis acara adat orang meninggal ini. hanya begu melakukan semua yang dilakukan manusia. dan sebagian besar dari nasibnya tergantung daripadanya. dan pelbagai malapetaka lainnya datang menimpa. Hampir tidak ada suatu lingkungan hidup dimana perilakunya tidak dibimbing konsep religius magis . sumangot ni ompu (roh leluhur yang dipuja). Roh mereka ini. tetapi secara terbalik Sumangot Di antara begu. Penjahat berusaha mengikat persetujuan dengan begu yang ditakuti. Perlu dipahami dari religius magis. kekayaann bertambah-tambah. Analoginya persaratan masuk kelas 1 SD umur 7 tahun. ternak jatuh sakit. tetapi juga roh-roh alam.2. anak-anak akan mati. heiden/kafir) diresapi konsep religius yang bersifat magis (religius magis). dan pemikirannya dikuasai oleh konsep “adikodrati” seperti: Roh Pikiran orang Batak yang animistis lebih peka terhadap kegiatan roh. Roh-roh inilah yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Istilah begu mencakup juga roh orang yang sudah mati. roh leluhur yang sudah meninggal menduduki tempat yang khusus. Mungkin kutipan dari buku Hukum dan Adat Mayarakat Batak Toba karangan ni JC. dan ke dalamnya termasuk semua roh yang jika disembah dan diberi sesajen bisa dibujuk untuk memberikan berkat duniawi. Mereka disebut sipelebegu = pemuja roh. dan akan terhindar dari bencana (Sinur na pinahan gabe naniula) Tetapi. panen akan melimpah ruah. ketimbang semua dewata yang baru disebut tadi. Ia boleh duduk di kelas 1 SD bukan lantas umurnya dijadikan 7 tahun. jika roh itu dilalaikan. ingin disembah dan dihormati dengan sesajen agar terus bergiat dalam memajukan kesejahteraan keturunan leluhur itu. sehingga tidak ada orang yang berani menentangnya.

yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. ianakkon ? Dialah pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna = kelompok orang yang kepadanya boru secara khusus menghimbau agar mendapatkan berkat.” Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan.Melalui penglihatan gaib datu akan menanyakan apakah ada bahaya yang datangnya dari roh leluhur yang murka. dan dalam acara mangongkal holi. Intina adalah a.C. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. dan gondang dipukul. dan tempat kepala kelompok mungkin masih bermukim. b. “ “Didunia fana ini. “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J. Jika memang demikian halnya datu akan menentukan macam pengorbanan yang mesti dilakukan.Vergouwendi halaman 62 & 63 Ulos Saput & Ulos Tujung Pemahaman “Ulos Saput & Ulos Tujung” mungkin ada hubungannya dengan religius magis “ dan peranan hula-hula yang disebut diatas. pasu-pasu jika diperlukan. bonaniari yang berperanan. bonaniari yang berperanan. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . dan memang dari dialah boru memperolehnya. karena itu adalah suatu peristiwa penting bagi galur keturunan yang beranggota banyak. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. dimasa dulu bisa berbulan-bulan. yaitu kekuasaan istimewa yang dapat dianggap sebagai suatu daya yang dahsyat. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. daya hidup bagi masing-masing borunya. menurut kebiasaan ditempatkan di suatu bagian rumah. Upacara bisa berjalan berhari-hari.C. dan penghormatan kepada mereka meningkat dengan bertambahnya keturunan leluhur itu. Bona ni ari menyediakan kain pembungkus tulang-tulang sebelum dibawa pergi. mangongkal holi . dan pengaruhnya bertambah dan vice versa (sebaliknya). Pemahaman Peranan Hula-hula & Tulang Ulaon Sari/Saur Matua. melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). Jika para leluhur itu orang-orang penting dan berkuasa semasa hidup. harus diiringi dengan gondang. tempat dulu leluhur hidup. pangumbari. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat . melebihi kekuatan terpendam biasa yang ada pada tondi (roh). demikian kadang-kadang dikatakan. dan boru yang tertua bertanggungjawab atas penyediaan makanan yang akan dipersembahkan. dan dalam acara mangongkal holi. Sahala ini dapat memancarkan pengaruh yang berfaedah dan menyelamatkan bagi boru. tetapi dalam pada itu. orang-orang secara teratur menyajikan persembahan kepada leluhur jika sedang ada perjamuan. Di lingkungan galur keturunan yang besar dan kecil. Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan. dan sejumlah besar kerbau dan ternak lainnya pun dibantailah. daya hidup bagi masing-masing borunya. kekuasaannya menciptakan rasa takut dan hormat kepadanya. Sesajen tibal-tibal. dan tembakan bedil. Mengeluarkan tulang-tulang leluhur yang sudah meninggal dari tanah. sumangot na tarrimas. Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala.Boru memandang anggota hula-hulanya sebagai orang yang dikaruniai sahala. tetapi dalam pada itu. begu mereka pun berkuasa dan penting di dunia roh.Vergouwen di halaman 62 & 63: memberi gambaran mengenai hal ini “Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati.

hula-hulalah sumber utama sumber permintaan pasupasu/berkat Jika merujuk pada huruf a & b siklus religius magis kehidupan orang batak . Peranan Hula-hula & Tulang Menurut Religius Magis & Keseharian di Siklus Kehidupan Orang Batak No 1 2 3 4 5 6 7 Siklus Sorang/Lahir Tardidi/Baptis Sidi Kawin Monding Ina/isteri meninggal Suami meninggal Panangkok Saring-saring Borua/Ina Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Sian Tulang Saput sian Tulang2) Tujung sian Hula Bona ni ari manam pin3) Baoa/Ama Ulos sian Tulang1) Ulos sian Tulang Ulos sian Tulang Ulos Hela –>Hulahula Ulos sian Tulang ni baoa Tujung Hula-hula 2) Saput sian Tulang2) Bona ni ari manampin3) 1) Keterangan: 1) Ulos pertama diberikan “ tulang” dan “Hula-hula” 2) Ulos parpudi na dipasahat tulang dohot “hulahula”. khususnya menghimbau agar mendapatkan berkat. makna ulos tujung peranan hula-hula di diacara sarimatua dan saur matua yaitu memberikan ulos tujung boru atau helanya untuk meberi kekuatan dan berkat kepada yang ditinggalkan dan keturunan orang yang meninggal ini i (Hula-hula adalah sumber kekuatan adikodrati. kepada suami/isteri yang ditinggalkan yang meninggal dan tulang memberikan saput kepada yang meninggal. “hasuhuton yang meminta ” dari siapa saput dan ulos tujung ( diserahkan kepada kesepakatn hula-hula dan tulang siapa diantara merek yang memberikan saput dan tujung Martonggo Raja/Maria Raja di Ulaon Sari Matua/Saur Matua .“Didunia fana ini. pasu-pasu jika diperlukan. Jika suami meninggal.” Jadi dari horong hula-hula dan tulang. hula-hula itulah wakil ni Debata = Kalifatullah. daya hidup bagi masing-masing borunya) Jadi peranan ni ”hula-hula” lebih dominan untuk menaungi yang hidup atau yang ditinggalkan orang yang meninggal itu Jadi kalau peranan hula-hula lebih dominan kepada yang hidup dialah yang meberikan ulos tujung. Jika isteri yang meninggal . * Dikatakan terahir karena selanjutna berobah fungsina (naik satu tingkat) di keluarga berenya i. dan memang dari dialah boru memperolehnya. ulos tujung dari hula-hula. ianakkon ? d. demikian kadang-kadang dikatakan. ulos saput dari tulang yang meninggal b.Dialah (hula-hula) pangidoan dohot panjaloan pasu-pasu di boruna .kepadanya. bukankah dia yang telah menyerahkan anak gadisnya . karena semenajk itu statusnya akan berobah naik satu tingkat. “ c. 3) Acara Panangkok saring-saring. cuculah yang menjadi hasuhuton makanya bona niari lah yang manampin Kesepakatan di Batam: 16 Januari 2004 a.

Parjambaran Parjuhut Lombu Ulaon Sarimatua/Saurmatua . dibawa dari rumah ke halaman memang harus turun ke halaman dalam pengertian yang sebenarnya. Prinsip pokok jambar ni sarimatua/saurmatua pisah upasira dengan ulu. walaupun ada acara panfarapoton tetapi sudah disatukan dengan acara adat partuatna. Sekarang tidak seperti itu lagi peti jenazah tidak ditutup karena masih ada lagi acara agama.Memberitahukan kepergian/meninggalnya seoaran raja dan membicarakan serta mepersiapkan segala sesuatu untuk acara adat penguburannya. Jika pangarapoton beda hari dengan partuatna. maka yang dipotong untuk pangarapoton berberda pula dengan partuatna. Mangarapot. artinya salah satu ulu/kepala atau upasira ada di hasuhuton. gambiri/kemiri. sehingga maralaman hanya namanya saja tetapi jenazah dan acara tetap di rumah tidak dibawa ke halaman. Ndang adong makna religius magis ni i. Parjuhut (hewan yang dipotong) tergantung status yang meninggal. Terjemahan bebas “Menutup Rapat”. Sesuai kondisi lingkungan . Boan/Parjuhut ni Namonding. hariara/beringin. Memasukkan yang meninggal ke batang/peti jenazahnya Sanggul Marata/Sijagaron. Pengertian ini bisi dipahami jika kita membayanghon rumah adat yang berkolong/marbara sehingga ketika. Adat di Batam: Pelaksanaan terserah suhut diadakan atau tidak. Memang ulaon i manutup batang/peti jenazah rapat-rapat dengan lem/rapot dan diikat dengan rotan. Catatan: Sebelum misi/kekristena datang parjhuht hanya lembu atau kerbau. sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Dengan kondisi rumah sekarang khusunya diperkotaan yang tidak pakai kolong lagi. sihilap dohot pilo-pilo dipeakkon di halangulu ni namonding. naung di alaman ma i ala ni kondisi masyarakat sekitar……dst. tidak disebut lagi partuatna. Karena kondisi halaman rumah diperkotaan yang padat khusunya di Jakarta yang umumnya terbatas. dan acara itu sendiri disebut acara paborhathon/ pemberangkatan jenazah. berupa bakul yang berisi eme/padi . Terjemahan bebas “ Diturunkan ke Halaman” (Maralaman). silinjuang. sehingga jenazah dapat 2 malam saja tidak seperti di bona pasogit yang bisa sampai 7 hari Partuatna/Tuat tu Alaman. Tanda status hagabeon yang meinggal (sari matua atau saur matua). sanggar. pangarapoton sebenarnya tidak ada lagi. Mompo. serta kondisi lingkungi jenazah tidak memungkinkan dibawa kehalaman. paradaton di luat Batam pangarapoton dan partuatna disatukan. tetapi disebut dengan “maralaman” yang berarti dibawa/dipindahkan ke halaman. dan sekarang terutama di kota. Parjambaran Parjambaran hombar sesuai parjuhutna. ompu-ompu. Yang paling tinggi adalah kerbau. Dengan kondisi ini.

Bona Niari 5. D. dst . D.. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Sarimatua/Saurmatua HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas Dongan Tubu/Parhobas D..Tubu . Hula-hula 2. 2…. D. Bona Tulang 4.Sahuta. 2….Tubu .Sahuta.Sahuta. Tulang 3. Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Ulaon AMA MONDING Hula-hula Hula-hula Tulang Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D.NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 Soit Handang/Rusuk/ 5 Somba-somba 6 Upasira/Ihur Parjambaran Parjuhut Horbo NO GOAR NI JAMABAR 1 Ulu Namarngingi a parhambirang Namarngingi b parsiamun c Osang 2 Rungkung/ Tanggalan 3 Panamboli 4 5 6 Soit Handang/Rusuk/ Somba-somba Upasira/Ihur HASAHATANNA INA MONDING Tulang Tulang Hula-hula Boru Tubu Dongan Tubu/Parhobas D. Tulang Rorobot Hula-hula Namarhahamaranggi 1…. Pariban Pariban Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Bona Tulang/ Bonaniari Suhut Acara Paborhathon. Huhuasi Paidua Ni Suhut anjaha Jujur Ngolu (Riwayat Hidup) Hula-hula dan Tulang: 1.Tubu .Tubu . D. D.dst Hula-hula Anak Manjae (Hula-hulanaposo) 1….Sahuta.

Peranan hula-hula dan tulang dalam acara adat orang meninggal sangat dominan, dan dalam acara mangongkal holi, bonaniari yang berperanan. Kutipan dari buku “Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba” karangan J.C.Vergouwendi halaman 62 & 63 HATA PATUJOLO, Hinauli dohot “Nilai Luhur” Adat Batak, diangkui para ahli do na mansai bagas jala denggan , khususna songon na nidok sambutan ni mantan Ephorus HKBP Ds G Siahaan di Buku Ruhut-Ruhut Adat Batak Bily Situmorang 1986. Bidang do diranap dao ditatap di Adat Batak i. Uli idaon angka tujuanna, naeng maraturan na denggan sude ulaon: masiurupan, masiajaran, masipodaan, masitatapan, masihilalaan. Naeng maraturan na denggan sude panghataion, pangalaho dohot parange: masiantusan, masihormatan, masipasangapan. Naeng maraturan na denggan sude parsaoran: pardongan saripeon, parnatua-tuaon dohot paraniakhonon, parhaha-maranggion, parsahutaon, parsisolhoton, denggan mar-dongan tubu, marhulahula, marboru. Sian najolo, diakui roha ni halak Batak do, naso marguru dijolma sude namasa diportibi on Ala ni i mabiar do nasida mangulahon na so uhum, na so adat, mabiar do nasida mangulahon ginjang ni roha dohot lomo-lomo, sai haserepon do dipodahon dohot diparangehon. Ala ni i, naengma di namangulahon acara adat batak i hita, tajaga ma tongtong hinauli dohot nilai luhur adat Batak i asa tongtong lestari, unang asal-asal manang jagar-jagar sajo. Asa boi hita mangulahon adat Batak na sintong, ingkon tongtong jolo ta antusi aha do makna dohot maksud ni setiap tatanan paradaton i, “ndang asal maniru na asing hape naung sala apalagi mangarang sesua selera ” songon na nidok umpama : eme na masak digagat ursa, ia i namasa ima ni ula” alana molo na sala do namasa i, ba lam dao ma menyimpang sian nilai luhur Adat Batak i. Arti ni umpama i pe, sindiran do i tu sasahalak namangulahon adat alai ndang diboto boasa di ulahon songoni, gabe dialusima songon umpama i Molo rup tangkas mamboto makna dohot nilai luhur ni paradaton i (Adat Batak analogina UU hukum secara nasional, Paradaton/Solup analogina songon Perda namarlaku di satu daerah tertentu namambaen Perda i) gabe praktis, ekonomis jala uli idaon Adat Batak i, alana ndang porlu be adong na bersitegang leher martele-tele gabe kontra produktip naso sesuai be tu tuntutan ni masyarakat industri/modern khususna di Batam. I do alana di Pedoman Acara Adat Marhata Sinamot on dipatorang do aha do pemahaman marhata sinamot dohot ragam ni sinamot, pudun saut dohot nahombar.

Catatan: Molo adong pangantusion na asing na autentik, boi do sesuaihonon hon paradaton on, alai anggo holan alasanna “maniru namasa” manang na “niulahon di huta naasing” manang di “hutana asalna be “ ndang sihataan i

PEMAHAMAN N Pudun Ragam Goar ni Sinamot

PARADATON

ADAT

BATAK

PUDUN

SAUT Saut

pangamai, pamarai, simolohon dohot tulangjuhutsilatataibadah Pemahaman na deba sinamot sitombol ima godang ni sinamot naung disepakati , nunga disi sude (lump sump) kewajiban-kewajiban paranak asing ni panandaion di alaman tu suhi ni ampang na opat ni parboru (pangamai, pamarai, pariban, tulang), , alai di parboru ulaon. Sarupa dohot sinamot sitombol alai gondang dohot dengke sila dang diwajibkan jala alaman ulaon unjuk dang ingkon di alaman ni parboru, alai hombar tu kesepakatan nama. lapatanna masing-masing paranak dohot parboru masinangkohi tangga ni balatukna be.

Tekhnis mangulahon, dipatorang do anon di “Buku Pedoman Acara Perkawinana Adat Na Gok”

Na taripar sian Parboru tu Paranak Tolu (3) na taripar sian Parboru tu Paranak 1.Taripar sian Suhut Parboru tu Paranak a.Pauseang, ulos na so ra buruk; b.Ulos Pasamot/Pansamot dohot ulos hela2. Ulos herbang sian Partodoan ni Parboru tu Partodoan ni Paranak: a.Tu Pamarai, haha anggi ni natoras ni Pangoli. b.Tu Simanggokhon, haha/ anggi ni Pangoli c.Tu Namboru ni Pangoli d.Tu sihunti ampang, iboto ni Pangoli Partodoan ni Paranak on, didok do tong songon suhi ampang na opat ni Paranak.3. Ulos ulos, manang ulos tonunon sadari, tu tutur na asing na ginokkon ni Paranak. Tudu-tudu ni Sipanganon & Jambar.

2. Jambar Jambar, ima namargoar ditamba bagian naasing na sibagihonon songon hatorangan mengenai jambar, songon tanda penghargaan, pengakuan legitimasi kehadiran ni angka raja na ro hombar tu status manang fungsi ni nasida di ulaon i. Pedoman parjambaran naung disepakati di Batam (Solup Batam) ima: Onma sebagai pedoman, alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “” hombar paradaton di huta i, alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V Ala ni i di tingki Acara Adat Perkawinan, naengma holan “dengke ni hula-hula” napinasahat secara khusus/ dohot acara dung dipasahat paranak tudu-tudu ni sipanganon asa tangkas makna dohot nilai luhur ni adat i. Alana molo na asing sarupa dipasahat ndang gabe sarupa nama dohot na asing gabe mago nilai dohot makna ni dengke hula-hula i. Molo tung adong pe dengke naasing dipasahat ma i rup boras dpramasuk nasida, dicatat jala digorahon ma angka ise si usung dengka. Ulos Kepada Pengenten

No Uraian Yang Mangulosi A Dari Parboru/Partodoan 1 Pamarai 1 lembar, wajib 2 3 4 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Simandokkon Namborunya (Parorot) Pariban Hula-hula dan Tulang Parboru Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot Hula-hula dan Tulang Paranak Hula-hula Tulang Bona Tulang Tulang Rorobot

Keterangan Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita Iboto dari ayah pengenten wanita Kakak/Adek dari pengenten wanita 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, wajib 1 lembar, tidak wajib

Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng, songon na pinatorang. Songoni angka na asing na marholong ni roha.

PROSESI ACARA ADAT Ulaon di jabu/di alaman , manang inganan na pinatupa 1. Paradehon Sipanganon a. Paranak: Menyediakan jala mamboan sipanganon namargoar lengkap dohot minuman ( na jolo tuak tangkasan). 2. Parmasuk ni Paranak.Molo dung dibereng nunga singkop parboru dohot paranak, boi do Paranak manungkun manang Parboru.a. Molo Parboru Manggora:“ Boha amang boru, molo na so adong dope sipaimaon muna, nunga rade hami manjalo haroro mun”. Andorang so marsipanganon jolo dipasahat Paranak do tudu-tudu sipanganon tu Parboru suang songoni dengke sian Parboru tu Paranak Dung singkop sude hundul angka hula-hula dumulai ma ulaon, ima pasahathon tudu-tudu sipanganon dohot pasahat dengke. PR PARANAKNunga denggan Rajaja ni hula-hula nami…..Nunga denggan be ta mulai, anggo di hami ndang adong be sipaimaon. Mandapoti nama molo tung adong dope na so haru sahat. Mauliate ma rajanami.Molo dung mangarade hamu hula-hulannami, asa jolo ro ma hami pasahat tudu-tudu ni sipanganon, naung hupatupa hami diulaonta sadari on. Mangarade ma hamuna hula-hula nami. Dihamu hasuhutonnami, ro/rade ma hamu tu….asa tajangkon haroro ni parboruonta Raja……laho pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu hita hula-hulana.Laos songonima di hita namarhahamaranggi namardongan tubu, asa rup ma hita tu jolo on manjalo haroro ni parboruonta Raja……pasahathon tudu-tudu ni sipanganon. Dihamu hula-hulanami…….dison ro do hami Pamoruon muna marga ……, pasahathon tudu-tudu ni sipanganon na tabo, na marsiala do i ima na adong na solot di ate-ate nami, na gompang di pusu-pusu nami nanaeng pasahaton nami annon Raja nami, asa songon ni dok ni natua-tua ma : „Bagot na marhalto ma na tubu di robean, horas ma hamu na mangan hon tu tambana ma di hami na mangalehon, las ma roha muna manjalo Botima”Dung sae dipasahat dijalangma hula-hulan laos mulak tu hundulannabe. PR PARBORU.Dihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo tudu-tudu ni sipanganon sian parboruon Raja…….. Molo tung di jolo ni hasuhuton pe on nueang, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARANAK:Na uli Raja nami, nunga rade hami

PR PARANAKDihita namardongan tubu, raja ni boru/bere dohot saluhut raja na ginokkon, dison nunga tangkas jinalo dengke si mudur-udur, dengke sitio-tio sian hual-hula Raja…….. Molo tung hasuhuton pe nuaeng napadop adop on, na rup manjalo ma hita disi . Botima. PR PARBORU.Nuaeng pe diparboruon nami, ala nunga singkpo sude na roha nami marsipangananon ma hita. Andoroang so marsipanganon hupasahat hami ma tu hamu mambaen tangiangg laho mangan.

Amanta raja dohot inanta soripada na liat na lolo; Sitiktik ma si gompa, golang-golang pangarahutna.Tung songon dia pe sipanganon na hupatupa hami onSai godangma pnasuna ! Marjomuk ma hita !

Dihamu angka raja dohot inanta soripada sian dongan tubu, dongan sahuta, boru, hula-hula, pariban, sudena tulang dohot ale-ale, nunga tajalo dison tudutudu manang panggoari ni sipanganon sian pamoruonta na rap mangadopi ma hita.Langsung ma digora rajani boruna, asa di irisiris menekmenek sian aliang-aliang dohot ate-ate laho dipiringkon (dipadalan) tu angka naginokhonna. (4). MARBAGI JAMBAR PR PARBORUNunga boi ra ta uduti ulaonta atik pe so haru singkop dope sude marsipanganon, ima taringot tu parjambaran.PR PARANAK.Naulima i Rajanmi !

PR PARANAKMauliatema Raja nami !Nunga tingkos nanidok muna rajanami, nungnga hupasahat hami tu hamu Rajanami tudu-tudu ni sipanganon i, jala dialaman muna do uloonta, huhut ni i, hombar tu uhum ni adatta, disi tano niinganhon, disi solup niparsuhathon, nauli ma i raja nami , sidapot solup ma hami na ro. Hamu angka raja namarloloan on, lumobi raja dongan huta; Sori manungkun do sori mandapot, sai jolo manungkun do naro tu nanidapot; disi tano ni inganhon, disi solup ni parsuhathon ; ai si dapot solup do naro. Ianggo parjambaron na masa di huta on , tarsongononma; …….. Dung dialusi nunga une, horas jala gabe, didokma muse: CATATAN:1. Umpama/Umpasa naasing nahombar di tingki marsipanganon boi dohonon. Bulung ni dapdap langkop sipanganon natupa ima taparhajob. 2. Mansai ringkotdo jala unang lupa hasuhuton paboahon tu angka tondongna na ro sian luat naasing na mungkin asing paradatonna /solupna asa unang anon adong na mangido adat namasa di luatna/hutana. Dung sidung marbagi jambar diudutima dohot manghatai adat. Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., bona tulang…., tulang rorobot……, bona niari….., hula-hula namarhaha maranggi……., hula-hula anak manjae/hula-hula naposo……. , nunga huparade hami hundulan di hamu Rajanami. Molo tung songonipe parhundul muna rajanami naung disiamun nami ma hamuna. Rajanami, ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Beha, nunga denggan be hundulan muna Raja nami? Mauliatema ! PR PARANAK.Mauliatema rajanami, udutanta ma hape panghataionta. Dihita namardongan tubu, Raja ni boru , Bere/ibabere raja ni dongan sahuta dohot ale-ale, tapadenggan ma parhundulta ala naeng mulaanta nama panghataion dohot hula-hulanta………… Songoni ma nang dihamu horong hula-hula, tulang…., Bona tulang…., Tulang rorobot……, Bona niari….., Hula-hula namarhaha maranggi……., Hula-hula anak manjae/ Hula-hula naposo……. , Pos do rohanmai naung renta hundulan muna Raja nami. Ia di pudi hamu Rajanami sipaimaon, ia dijolo hamu siaduon, ai hamu do pangidoan paniroion dohot panuturion di hami ianakkon muna, di panghataionnami maradophon hula-hula i, Raja…… Nuaengpe hupasahat hami ma tingki panghataion on tu hamu Rajanami. Mauliataema ! Sise mulani hata, sungkun mulani uhum, jolo dinangnang do asa dinungnung, jolo dipangan do sipanganon asa disungkun. PR PARBORU: Parjolo sise lapatan ni Tubuma dingin-dingin diluatni janji matogu, Horas tondi madingin pir tondi matogu. sipanganon:

Nunga nihabosurhon indahan na las, hinasagathon lompan natabo, suang songoni minum mual sitiotio, tio ma antong parnidaanta tu joloan on. Pamurnas mai antong tu daging marsaudara tu bohi, sipasindak panaili mai, sipaneang holiholi jala sipadomu tahi. PR Olo tutu rajanami, alusanma PR PARBORUSise Paduahon, manungkun sintuhu ni ulaon PARANAK: raja i

sisesise

ni

Alai amangboru !, mardongan do na uli marangkup do na denggan, siangkupna songon na hundul siudurna songon na mardalan, dia ma siangkupna, dia ma lak-lak na dia ma unokna, dia ma hatana dia ma na ni dokna, tangkas ma di paboa amang boru ma . Adongma anak magodang dijolo nami, jinujuan ma ibana asa dilului donganna masihaholongandonganna gabe-donganna saurmatua-donganna hot ripe. Ia jus ma ninna hole-sar ninna tahutahu, purma barita, sahatma alualu sian anak nami. Tangkas do hutanda hami raja i, na hot diadat na ingot di uhum, raja ditongani mangajana, natardok hata indokna. Ai nunga pitu lilinami, paualu jugia nami, nunga uli nipi nami, olo borumu naeng gabe parumaen nami. parajahon panghataion diparhusipon

RP PARBORU Patni gaja tu patni hora, anakni raja do hamu pahompu ni namora. Sinur do di hamu horbo dibara, bun do dihamu eme disopo, gok do dihamu pansamotan dohot sere di hombung. Marbunga ma singkoru, dijulu ni tapian, tangkas binotodo, na marroha-naburju jala namora do hamu boru, huhut nabuas mangalean. PR PARANAK. (Mangelek) Toho do nunga tangkas sahat pasupasu sian Tuhanta sian najolo tu hami.Molo tung alani sibahenondo, songon nabiar do rohanami, alai pos do rohanami, ndang pailaonmu gellengmu, ai sian najolo hutanda hami hamu, songon pandohanni natuatua, Ba tung patuhukhonon muna ma tu gellengmu naso tartuhukna raja nami? Mauliate. Ba pasahat hamu ma sinamot tu suhut : horbo saadaran, mas saampang, hepeng rupiah singkat ni . ringgit sitio suaraPintor oloi hamu ma, ai namora do hamu sian hitaan, ba namora jala situnjang hepeng do hamu nang dipangarantaoan on. Raja nami! Ninna barita, manjangkit ulok dari, mangarpe di dangkani jabijabi, hamaraon namasa di ugari, turiturian namu saonari. Ndang songon dibonani pasogit be ditano pangarantoan on rajanami. Ndang adong be tuduon didia adaran ni horbo, so adong be barani jabu, ba mas pe nunga toko mas nampunasa Alai rajanami didok hamu nankin, sadasada hamu alusan nami, pangidon nami dohot elekelek nami sahali mangalusi ma hami di hamu, pinasadama sinamot tu suhut sihabolonan rap dohot angka partodoan, dohot namosok didokma nuaeng “ Sinamot Rambu Pinungu” jala dipasada ma i di uang rupia ni pamarentanta NKRI

jado I raja nami Rp……juta ma sisombahonon nami sinamot nagok boru ni raja i.00. paling lambat pkl 12. ndatung namangkolit hami. Hombar tusi. hula-hula/tulanng dohot hahaanggi. . nunga jolo nililit hian bolon nami. Tohodo nahubaranihon hamido ro mandapothon hamu. Marsibuha-buhaic. Toho ma antong nalambas roha hamu jala marpanganju. jala asa tingkos songon tingki diundangan pkl 12. lumobi disuhut nadua NI PARBORU BORU/BEREDung hupaihut-ihut hami panghataion ni hula-hula nami parboruon muna pariban nami.00. RP PARBORU Songoni ma di hamu amang boru.30 asa boi marsipanganon di ulaon unjuk pkl 12.sapala pantis raja nami. Suhut naniamabangan (suhut na ro) sauduran/ rup masuk do rap dohot hulahula/tulangna. boru/bere nami. Mauliatema. paralangalangan.b. alai panandaion tu suhi ampang na opat. Parjoloma jolo hupangido hami panuturion sian dongan huta/natuatua ni huta Santabi godang ma dihamu angka amanta PR PARBORUMauliatema di paniroion ni dongan huta ! HULA-HULA & TULANG PR PARBORU.juta. ba tariashon hamu si sombahonon muna i amang boru! . rambu pinungu. Proses. alai na mengikat hula-hula ma namangalehon tu paranak jambar songon “ulu dengek mulak” hombar paradaton di huta i. paling lambat pkl 09. Alai anggo panandaion. Waktu dan Tempat Pernikahana. ba i naummuli. tumpak sahalamu.00. alana paranak nunga menyerahkan “ tudu-tudu ni sipanganon /panggoari ni sipanganon” tu parboru hombar tu mkana juhut & parjuhut naung pinatorang di bagian V 4. UnjukSian pengalaman. Pemberkatan Nikah. ai hansitdo tangan mandanggurhon nasoada. huoloi hami mai . Songoni angka na asing na marholong ni roha. Ba nunga dipangido hamu asa rambu pinungu dipasada ma sudena di uang rupia NKRI . ima tutu tapareak. Prosesi Masuk tu Alaman ni Suhut. tung tangkas do pasahaton nami tu opat partodoan / suhi ampang na opat ni raja I di alaman. (Ndang khu sus manjalo hula-hulana di alaman ni halak). godangna Rp …. Raja nami. pantisni miak sapala namangasi hamu rajanami.. tangkas dope pasahaton muna. Idaon mokmok do hami. asa saut mokmok jala togos muse hami tu joloan on. Catatan: Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng. nunga tangkas nangkining binege sian hasuhuton. ba tungido natarpatupa hami.d. idaon togos molo tung tohoma songon nidok munai. unang Tung mangido mangelekma hami di hamu raja nami. sada di galangan. ai i do kebiasaan makan siang. Alai rajanami andorang so hutariashon hami sisombahonon nami tu hamu. unang gabe targanggu kesehatan.30. rambu pinungu. loas hamu ma jolo hami mangido panuturion sian dongan sahuta. pemberkatan nikah sebaiknya pkl 09. Martumpol (kalau ada).Mauliatema paniroion muna hula-hula nami raja.5.Holan suhut bolahan amak (suhut namangalamani) do manjalo hula-hulana di alamanna. songon na pinatorang. sipanolopi ma hami di hasadaan ni roha muna songon adat na hombar adat di huta on. Onma sebagai pedoman. nean molo parnidaan nami sandiri. Mauliatema Songonima dihamu parboruon nami…. ba huundokhon hamima pangidoan muna ima sinamot na gok. Tuat siputi nangkok sideak. marniang do hami. Ba tumpakma tondimu.

jambar mangihut. Ulos-ulos dohot Pasituak Natonggi a. asing ni panandaion tu suhi ampang na opat.. tu hita namardongan sahuta dohot dongan nasaparadaton. namartutur huhut masi pairingiringan. songon onma angka naung dihatai siingotonta: …… Sinamot godangna Rp …juta rambu pinungu. .. parboru do anggo namenyediahon i. Ulos tonunon sadari sipasahaton ni parboru tu paranak.(songon tabel). Tampuak ni sibagandingma didolokni pangiringan. paranak do anggo namenyediahon i. satongama sian parboru. sada ma sian paranak.. ulaon di alaman ni……. bohi ni sinamot naung dipasahat Rp…. b..7. ulos . lelengma hita mangolu jala rap tagomgomma parhorasan panggabean. PASIDUNG ULAON Jumlah (Godang) ni Ingot-ingot. sai sautma hamu suhut nadua horas jala gabe jala maulibulung. Sahatsahatni solu ma sai sahat tu bontean nunga sahat simpul ulaontaon dibagasan dame. Dipasahatma tu natuatua ni huta Jongjongma natuatuani huta huhut maniop ingot-ingot di piring Andorang so hutariashon hami ingot-ingot. Songoni nang pasituak natonggi/panandaion nasipasahaton ni paranak tu parboru.…dst.

alat musik aramba menjadi sumber bunyi dalam upacara adat juga alat musik lainnya juga 2. 1. doli – doli adalah alat musik yang seperti bambu yang ditiup atau di hasapi 3.alat musik ProvinsiSumatera Utara / Sumut Alat Musik Tradisional : Aramba. 4. Garantung : Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung . bentuknya pun agak sedikit tidak biasa dari alat musik lain. Druri dana. di bagian tengah pada alat musik ini ada semacam pemicu yang terletak di tengah bundaran yang membuat bunyi. alat musik aramba ini biasanya di gunakan oleh penduduk nias pada saat melakukan upacara. Doli-doli.B. Hapetan. Gonrang.musik 1. Druri Dana : Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala Faritia : Aramba kecil 5. Garantung.upacara adat. Faritia. alat musik aramba ini terbuat dari logam.

10. 11. 15. 13. Gonrang : Sejenis kendang 7. 3. 2. 12.6. 14. Inang Asing Sing So Pulo Samosir Butet Lisoi O Tano Batak Sinanggar Tullo Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita Lisoi Denggan Ni Lagu Mi Ketabo Na Sonang Do Hita Nadua Sik Sik Sibatu Manikam Sapata Ni Napuran Si Togol . Hapetan : Sejenis kacapi B.Lagu Daerah Lagu-lagu daerah Batak 1. 6. 8. 4. 7. 9. 5.

24. Doli O. 32. Hoho Ninawuagö 10. 31. Ramba Dia 17. 23. Pio Pinasa Si Dung-dungon Piso Surit Rura Silindung Say Selamat Masineger Sege Sege Sengko Sengko Sori Ya Katulla Taganing and Muzik Tiup Tarambe Tangan Tillo Tillo Tuan Ma Gunung Malelo ALUSI AU (Ciptaan N.. Lisoi 26. Sigulempong 28. Kulcapi 12. 15. 33. Situmorang) Alusi au …. Dago Inang Sarge 6. Sinanggar Tullo 30. 21. Ketabo 11.16. alusi au Marragam-ragam do anggo sitta-sitta di hita manisia (Bermacam-macam cita-cita dalam diri kita manusia) Marasing-asing do anggo pangidoan di ganup-ganup jolma (Berlain-lainan permintaan setiap orang) Hamoraon. 35. Erkata Bedil 8. pangkat. Butet 5. Si Raya Katumba 27. 20. 18. 16. Dirondang Ni Bulani 7. Gondang Si Monang-monang 9. Madekdek Magambiri Mariam Tomong Modom Na Sonang Do Hita Nadua O. Alusi Au 3. 17. 25. Leleng Ma Hupaima Ima 13. Aek Sarulla 2. 34. 19. Anju Ahu 4. 22. hagabeon. itu yang dicari sebagian) Dinadeba asal ma tarbarita goarna tahe (Sebagian asalkan namanya tenar) Anggo di au tung asing do sitta-sitta asing pangidoanku (Kalau aku lain cita-cita dan permintaanku) Mansai ambal pe unang pola manisak hamu tahe di au . Simalungun Rayat 29. hasangapon ido dilului na deba (Kekayaan. Sing Sing So 14. Sirait nabolon Lagu rakyat Sumatera Utara 1.

dokma hatam. Ende Batak Dohot Uning-uningan memaparkan kesenian ini berasal dari dua kata un dan ing. Kesenian ini terdiri dari unsur musik (musik instrumental) dengan alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba. M Hutasoit dalam bukunya.Uning-Uningan Ditengah arus budaya global yang terus mengkristal sebagai budaya populer. Bagi masyarakat Batak Toba. itu saja yang aku cita-citakan) Tung denggan ni basam basami do nahupaima-ima (Kebaikan hatimu itu yang selalu aku tunggu) Asini roham daito unang loas au maila (Belas kasihmu jangan biarkan aku malu) Beha roham. uning-uningan kesenian tradisional Batak Toba mencoba tetap bertahan.(Biarpun lain permintaanku ini janganlah diejek) Sasude na nahugoari i indalai saut di au (Semua yang telah saya sebut bukanlah cita-citaku) Sitta-sitta di au tung asing situtu do tahe (Cita-citaku memang sangat lain) Tung holong ni roham i sambing do nahupar sitta-sitta (Kasih dan sayangmu. Eksistensinya kini bisa dihitung dengan jari karena masih ada segelintir orang yang teguh mempertahankan seni tradisi ini. uning-uningan digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati dan konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dan Sang Pencipta (Mula Jadi Na Bolon). Un berarti suara yang rendah (bongor) dan ing berarti suara yang tinggi (sihil). alusi au (Tolonglah katakan dan jawablah) C. .musik gabungan 1.

sulim. Tidak hanya orang sakit yang menggantungkan diterimanya doanya pada tradisi ini. Ada beberapa jenis alat musik yang dipakai dalam uning-uningan. seperti menyediakan sesajen dan membatasi orang yang hadir. beberapa perangkat uning-uningan bisa dimainkan sendiri-sendiri. Kemudian jenis membranophone (alat musik yang terbuat dari kulit binatang) terdiri dari gardap. sebagai sarana refleksi diri dari perbuatannya di dunia dan digunakan untuk mendekatkan dengan roh-roh leluhur sebagai langkah keharmonisan dalam bermasyarakat menuju komunikasi antara manusia dan Mula Jadi na Bolon. dan hesek. Lebih dari itu. Bacaan yang paling populer yakni. tataloat. suara bongor dan sihil yang bersahut-sahutan. embun yang berserakan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi. adakalanya orang menentukan jalan hidupnya dengan tidak rasional. Dalam hal mendekatkan dengan roh-roh para leluhur. tanggetong atau mengmong dan sidideng. boru pe antong torop” yang artinya: bintang yang bertabur. “Imatutu‟ (semoga benarlah adanya). Yang penting dalam uninguningan harus ada paling sedikit satu jenis alat musik yang berfungsi sebagai pembawa melodi dari repertoar yang dimainkan. Diakui atau tidak. “bintang na rumiris. anak pe antong riris. tidak selamanya proses tujuan hidup ini bisa dirasionalisasikan. Untuk fungsi secara pribadi. dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba tidak semua alat musik itu digabung dalam satu ensambel. salung dan alongalong. dua buah hasapi (hasapi ende dan hasapi doal). sebuah sarune na metmet seperangkat garantung. Jenis chordophone (alat musik yang dipetik) terdiri dari hasapi. tidak gelisah dengan alam sekitarnya. tetapi dipilih beberapa jenis saja (biasanya tiga sampai enam jenis alat musik dalam satu ensambel). jenggong. Si dukun kemudian menari mengikuti irama musik dan biasanya kemasukan roh orang yang sudah mati yang sengaja diundang.Dengan demikian. uning-uningan digunakan sebagai pelengkap pembacaan doa bagi kesembuhan orang sakit dan terbukti bisa menyembuhkan. uning-uningan pun dimainkan. ombun na sumorop. Biasanya. ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan datu (orang yang ahli yang biasa disebut dukun) sebelum upacara dimulai. Yang tetap tampak dalam masyarakat Batak Toba. sebuah sulim dan sebuah hesek. anak laki-laki pun banyak. anak perempuan pun banyak. Keberlangsungan hidup dilalui dengan kadar alam yang ditempati. Jenis idiophone (alat musik yang dipukul) terdiri dari garantung. Di sinilah letak ketahanan tradisi ini. Misalnya. Isi umpasa tersebut disesuaikan dengan keadaan orang yang akan didoakan. tapi hasil yang ingin dicapai adalah rasional . Sepintas memang lucu dan tidak masuk akal. untuk menguningkan dan terus panen kekhazanahan tradisi nenek moyangnya. Kemudian masyarakat yang hadir spontan menjawab umpama tersebut dengan seruan. Dalam hal permohonan keturunan biasanya dilengkapi beberapa umpasa (umpama) yang di bacakan penatua kampung. Pengobatan Dalam masyarakat Batak Toba. Orang yang sudah lama menikah dan belum mendapatkan keturunan memanfaatkan tradisi ini sebagai pengantar doa permohonan untuk mendapatkan keturunan. uning-uningan tidak semata sebagai hiburan yang menggeliatkan alunan musik dan mempertontonkan lelucon-lelucon untuk menghibur masyarakat. saga-saga. sordam. tulila. bayangkan orang yang sedang sakit masih disuguhi alunan irama musik meski sebenarnya berisi doa. antara lain aerophone (alat musik yang ditiup) terdiri dari sarune na met-met. pengertian uninguningan berarti.

Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik. India. sebagian yang masih diingat nama gondang itu dilakukan pengkajian makna dan pengertian judulnya. fa. dsb. akhirnya dapat direka pengertiannya ketika gondang itu dari awal tercipta. mula dari segala sesuatunya yang . empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama. adat dan hiburan. Seniman tua gondang batak saat ini di toba pun sudah jarang memunculkan ragam gondang batak itu karena ketidakmampuan masyarakat mengenalinya. Saat dimulai pendokumentasian gondang batak. Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali. sol.Gondang Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup-”obo). variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing.2. Seperti disebut di atas. tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini. Ada dunia. Mula Tempah. Pargonsi. Repertoarnya yang beragam memenuhi segala kebutuhan seni yang digunakan untuk beragam kegiatan seperti pada upacara keagamaan. repertoar gondang batak yang asli sudah jarang dimunculkan. dan sejauh yang saya tahu. tersusun menjadi narasi singkat untuk memudahkan pemahaman kita akan makna dasar dari gondang itu dibuat dan digunakan. salah satu karya seni musik batak yang sangat kaya dan menjadi kekaguman bagi dunia. sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel. jagad raya beserta isinya. Ada bumi dengan manusia bersama mahluk pendampingnya. karena pada umumnya masyarakat batak lebih menginginkan irama modern seperti nyanyian bahkan dangdut. Dia Mula Jadi. Beberapa gondang yang dapat saya simpulkan atas kerjasama dengan para pargonsi. Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. Gondang batak. Modernisasi telah menggempur sendi kebesaran Gondang Batak. Kita hanya bisa melihat alat kesenian itu dimainkan dengan versi modern. Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas. Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do. mi. re. Cina. gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme). dimainkan. Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jaw. dan Dia memulai ada. taganing (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb). Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompik dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga. diminta dan diaplikasikan pada saat manortor. pemain gondang batak muda tidak lagi mementingkan penguasaan ragam gondang batak. taganing adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune. Walau agak sulit. RAGAM-RAGAM GONDANG BATAK GONDANG MULA MULA Semula Dia sudah ada.

Yang melakukan pembelaan dengan keadilan hingga percayai. kegelisahan. Dia yang pertama menuturkan sembah sujud kepada yang empu-nya. Selagi masih memiliki kaki.) SIBUNGKA PINGKIRAN Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan. Dia menggambarkan gejolak antara semangat dan kecemasan mengawali penyertaannya. Mengajak bergerak . Dia mengajarkan cinta sesama. (Gondang ini umumnya dimainkan saat mengawali acara “mamuhai ulaon” oleh hasuhuton. yang memberi kehidupan hingga ditemani. berobah dengan menjagokan diri dan siap untuk dilakukan voting. adalah mengajak manusia untuk tidak tenggelam dalam kegagalan. Dialah yang memohon dan mengkreasi planet earth ini diantara planet-planet yang sudah ada menjadi huniannya setelah memutuskan mmenisah diri dari dunia dewata. Pemimpin yang dulunya muncul berdasarkan karakter harajaon.semuanya harus tunduk kepadaNya. bijak dan bestari. adalah tempat berkumpul. Dia yang pintar menuturkan ilmu pengetahuan “Deak boto-botoan”. menerima kedua resiko. menang atau kalah. Sebelum “hasuhuton meminta Mula-Mula. mari berdiri. (Sibungka Pingkiran. Yang memberi pencerahan hingga didekati. pargonsi lebih dulu memainkan uantaian 7 gondang secara medley yang disebut “sipitulili”) MULA MULA II (Paidua ni mula2) Dia diberi anugerah oleh Mula Jadi. Ayunkan selangkah hingga kamu dapat berlari. Selagi masih dapat berpikir. dia ditunggu. pemimpin alam. Mulai muncul rasa cemas. mari memulai. Dia yang pintar menuturkan sembah “Deak Marujar”. Ini merupakan idealismenya pemimpin batak) SIDABU PETEK Demokrasi baru muncul di tanah batak. Dibelakang. Dia memulai karya dan usaha. Kehilangan akan menimbulkan kesedihan. (Berdasarkan pengalaman Panuhari. seorang pargonsi yang ikut pemilihan kepala kampung di salah satu wilayah di Samosir. Petek. (Harungguan. merupakan koin suara yang dimasukkan kedalam kotak suara dan selanjutnya dihitung. Mula Jadi yang maha besar. tangis dan gembira. walau tidak dapat dipungkiri akan muncul rasa kecewa. Dia yang pertama menghadapi tantangan. Hanya yang berjiwa besar yang dapat menerima kekalahan dan mengakui kemenangan kepada saingannya. ditengan dia dikerumuni. didepan dia dikejar. Siharungguan artinya yang dikerumuni. dia harus menerima kekalahan dengan berlapang dada walau diawali dengan rasa kecewa. Yang memberi tuntunan hingga diikuti. Dia adalah memulai selanjutnya untuk kreasi hidup di planet yang dihuni manusia ini) SIHARUNGGUAN Jadilah manusia yang dicinta. pintar. Kalah. Pekan disebut juga harungguan. begitulah kepercayaan batak dulunya. Dia yang pertama memohon ampun kepada penciptanya. Dia diberi kewenangan mengelola bumi untuk pemenuhan kalangsungan hidupnya. Fakta. Butuh kesiapan mental. Larut dalam duka akan menenggelamkan semangat perjuangan. harus diterima menjadi kewajaran. (Deak Parujar adalah Dewi pertama yang menjadi manusia pertama menghuni bumi.

Tak selamanya keinginan menjadi kebutuhan. (Bintang Pari. karena kematangan padi yang menentukan. membelit berkeliling hingga melilit batang awalnya. Kecemerlangan seseorang diibaratkan seperti bintang bersinar terang. berkeliling.) BINTANG NAPURASA Gemerlap cahaya bintang napurasa akan memerikan keindahan dalam hiasan langit malam. Perjalanan jauh kemungkinan besar akan kembali ke asalanya. Bila beban itu ada dalam pemikiran. dibarengi kesibukan berbagai persiapan. Kegentingan hidup selama “haleon” pacekelik mencair.) BINTANG SIPARIAMA Bintang Sipariama sudah muncul. Kebersamaan pun digalang untuk melakukan panen bersama. mampu menganalisa dan tepat membuat keputusan. Namun dalam menempuh perjalanan itu tak pelak kadang harus melewati awal keberangkatan. diciptakan Aman Jabatan seorang pargonsi dari Samosir berdasarkan pengalamannya yang tersesat dalam perjalanan. adalah rotan yang tumbuh menjalar melalui tanah. Bila gemerlap datang dan menghilang ingatlah kepada bintang dilangit. Gemerlap Bintang Napurasa tidak abadi setiap malam. Tidak ada guna rebutan jadwal. Kecemerlangan adalah idaman setiap orang. Hati yang menjauh juga diharapkan akan kembali kepada untaian kasih yang sempat tertinggal dan terabaikan) ALIT-ALIT Hidup bagaikan melintasi hutan belantara. Pada saat itu musim panen mulai marak di Toba. ranting pohon lain. (Hotang. adalah pertanda dalam hitungan bulan batak “sipahatolu”. tanpa dilakukan penghitungan. Tanpa disadari. Bila tidak memiliki hasil panen pada bulan ini disebutkan kelaparan di musim panen “anturaparon di sipahatolu. karena akan selalu muncul tak beraturan menjadi beban dalam pemikiran. Yang seogianya ditempuh dalam 2 jam. istirahat adalah kesempatan pemulihan tenaga.) HOTANG MULAKULAK Hidup adalah perjalanan. adalah mustahil dapat diringankan dengan istirahat fisik. menghabiskan waktu dan melelahkan.dinamis dengan mengutamakan kecerdasan. dia tersesat selama satu hari. . Setiap persimpangan harus diingat dan dibuat tanda arah ke tujuan yang akan dicapai. atau anturaparon di sipariama. Kelengahan membaca dan mengingat pertanda menentukan arah akan menyesatkan perjalanan. Gemerlap bintang adalah kodratnya yang hanya bisa dilihat di saat kelam. meninggalkan. Ke depan adalah tujuan. (Alit-alit. (Bintang Napurasa adalah yang nampah jelas menjelang pagi hari. bila lelah. “siadap ari” bergantian memetik padi. Masa panen pun menjelang. Biasanya dilontarkan kepada yang malas bekerja dan selalu mengemis menyambung hidup. namun ada sebagian masih dalam harapan sehingga lebih sering menjadi pengagum kecemerlangan orang lain) HATA SO PISIK Memikul muatan berat. Semangat semakin bergelora. Tak selamanya kebutuhan diukur dengan gemerlap. seraya mengucap syukur kepada Maha Kasih. manusia sudah melakukan perjalanan menuju kedepan namun berulang melintasi titik keberangkatan.

Hidup kita bangun. Para raja dikalangan batak biasanya menggunakan “talitali” ikat kepala lambang kebesaran yang disebut “tumtuman”. Dalan semua sudut. perilaku mereka dipandang sesat. Bila nilai tak dapat dipertahankan maka “sahala” (karisma) akan ambruk. sisi.) ALING-ALING SAHALA Para Raja di kalangan Batak tempo dulu sangat menjaga etika moral. apa yang sudah kita buat dan apa yang masih perlu dilakukan tindakan. aku dan dia adalah kita. Sahala mereka mulai menjauh. Selamatkan jiwa dari tindakan buruk orang yang tidak sejalan. artinya dihimpun.) BINDU MATOGA Aku tanpa kamu tidak berarti. Penyesalan tiada guna. (Rambu. dan tabutabu sitarapullang pun menghilang. Karena bersama kita tegar “toga”.) RAMBU PINUNGU Kehidupan penuh dengan keanekaragaman. Keturunan mereka satu persatu mulai menjauh. diartikan sebagai mengenang/memanggil kembali karisma diri mereka yang hilang dan permohonan maaf kepada Pencipta yang memberikan derajat kehormatan itu (dulu) kepada mereka. waktu. sian i ro tusi sumuang molo diose padan. Irama gondang ini sangat beda dengan gondang “Marhusip” yang sering disebut selama ini Hata So Pisik. Gondang ini lajim dipinta oleh para Raja untuk mengenang beban tugas mereka dan banyaknya rahasia yang harus dipendam namun harus diselesaikan dengan bijaksana. Semua demi keutuhan dan kebersamaan. kita catat dalam “bindu” halaman kerja. Kita bersama memadu pikir demi kepentingan kita dan mereka. setiap sisi kita hempang dari serangan. Mereka butuh kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk mampu mengemban tugas mulia. Lakukan kajian dimana sisi lemah yang dapat menghancurkan. hukum dan adat istiadat. Para Raja Batak dulu mengalami degradasi dengan masuknya peradaban modern melalui penjajahan dan missi agama. Kapasitasnya dalam menegakkan kebenaran di masyarakat adalah wujud dari kehormatan (hasangapon) dan menjunjung kewibawaan (sahala) pada diri mereka. Di tengah perjalanan saat Sisingamangaraja istirahat. Mereka berseru melalui gerakan tari diiringi irama. (Gondang ini terinspirasi oleh Sisingamangaraja I ketika menerima amanah dari Raja Uti untuk tidak menyebutkan wujud fisik beliau. Beliau terkejut. Kewibawaan mereka dicabut. Keterpurukan wibawanya bukan karena kesalahan. beliau terkenang dan dalam hati menyebut wujud dari raja Uti. Ibarat tanduk yang tercabut dari kepala. Kita adalah sama. Pinungu. . (Aling-aling Sahala. adalah untaian pada ujung ulos. Manusia memiliki pahala masing-masing dan sifat berbeda dalam menjalankan kehidupannya. semangat kita galang. kerukunan dan ketaatan dalam hukum. Lindungi diri dari serangan penyakit yang membahayakan. Tanda dari perjanjian itu kepada Sisingamangaraja I diberi tabutabu siratapullang. Kamu tanpa aku apakah ada arti? Kamu. Duka dihatinya tak ditangiskan. Bagi seorang pemimpin adalah pekerjaan penuh kecermatan dalam mempersatukan masing-masing perbedaan karakter manusia. mempersatukan derap langkah masyarakat dalam kedamaian.Seorang pemimpin kadang harus menyimpan rahasia yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk mencegah konflik. “Mengapa ini harus terjadi?. Dari kain hitam yang kedua diujungnya ada rambu warna merah.

Digambarkan dengan garis segi empat bertajuk delapan sesuai dengan mata angin. Dia terkontrol oleh penghormatan kepada dirinya itu dalam semua sikap dan perilakunya. saluran irigasi. Seekor kerbau yang bentang tanduknya panjang sekitar satu meter. Kerbau itu kadang kesulitan akibat sempitnya lorong atau adanya dahan yang menjorok ke bahal. gorga dan ulos.(Bindu Matoga. Ini membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus menyebut mereka “bodoh. mereka kebingungan saat mengukur diameter karena tidak dapat melilit seperti kebiasaan mereka. Hingga mereka melakukan ukuran kepada tali kemudian mereka melakukan pengukuran dengan melilit.) SIDOLI NATIHAL Masa muda bagi seorang pria penuh dengan gairah. Alat penumbuk dikenal setelah . penyakit apa yang mungkin muncul. Ketika meter kayu digunakan. Digambarkan sebagai penguasaan semua system alam dengan mencegah hal buruk yang dapat merusak keutuhan dan kesehatan. Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi masalah demi kesejahteraan masyarakat. Mereka melakukan pengukuran dengan istilah “suhat” untuk panjang dan tinggi “lilit” untuk mengukur lingkaran. primitive” sebelum pendidikan formal hadir. (Pendidikan modern hanya penambahan bekal intelektual mereka. mereka salah dalam tingkah laku kemudaannya. (Biasanya diperdengarkan saat Gondang Naposo dimana para pria menari menunjukkan kebolehannya penuh dengan gaya. Kadang. Bila gigi sudah makin lemah hati mengeluh. Lorong sempit yang disebut balubu atau bahal adalah lintasan segala ternak ke perkampungan. Dengan datangnya alat ukur “meter” mereka semakin terbekali dan mendapatkan keseragaman ukuran. Mereka berekspresi penuh dengan tingkah polah untuk mendapat perhatian publik dan lawan jenisnya. ibarat kerbau yang bertanduk panjang menjalani lorong sempit. Mulai memasuki area kompetisi menunjukkan eksistensi seorang perjaka. Dengan dorongan sifat dinamis untuk mendapat pengakuan. Apa yang mereka hasilkan hanya dengan pengukuran “suhat” dan “lilit”? Apa perbedaan setelah menggunakan meter? Semua konstruksi. planologi perkampungan yang mereka ciptakan sebelum mengenal meter saat ini masih abadi. Rambu ini membatasi kebebasan dirinya dalam setiap kesempatan.) TUKTUK HOLING Beragam lambang kebanggaan manusia sejak muda hingga tua. Lolos dalam perjalanan yang penuh tantangan dan godaan adalah kemenangan baginya. Orang tua batak biasanya makan sirih.) LILIT TU METER Kecerdasan dan intelektual Batak sudah teruji sejak jaman dahulu kala. (Nama gondang ini dulunya disebut juga PARDALAN NI HORBO SISAPANG NAUALU. petakan sawah. tertinggal. Pertanda dari kecerdasan mereka itu dapat kita lihat dengan bangunan rumah adat. Nujum bindu matoga sering dilakukan peramal untuk mengetahui dari mana kemungkinan datangnya musuh. adalah yang memegang teguh etika moral dan taat hukum. mereka butuh alat penumbuk sirih.) TANDUK NI HORBO PAUNG Seseorang yang memiliki kehormatan.

Perjuangan tidak luput dari tantangan. bernas. Mereka memiliki pedoman dasar “masihilalaan” tenggang rasa. Mereka menghayal akan menang. lebih besar kesusahan daripada kebahagiaan dari permainan judi. adalah nama burung yang berparuh keras yang dapat melobangi batang kayu keras untuk membuat sarang dan dan mencari makanan. Tidak ada yang hina bila kenyang makan tanpa beras. Pemahaman makna gondang dan . Bila kartu penentu warna merah muncul. adalah sampan besar yang muat sekitar 12 orang. Tidak ada kata kelaparan bila bijak mengolah hidup.) TORTOR Tortor adalah gerakan tubuh mengiringi atau diiringi irama gondang. Mereka membanggakan peralatan itu layaknya seperti perhiasan. Pengalaman para penjudi selalu menyimpulkan. Sapadang Nause adalah bijian yang bernas dan tua yang memberikan semangat bagi yang menemukannya. tapi kerugian bila menuai kekalahan. Sebaliknya bila pengayuh tidak pintar. Badan tersiksa. Bila pengendali kemudi tidak pintar. berhamburan” tapi “sesak. Parsolubolon adalah mereka yang sedang mengarungi perairan dengan sampan besar itu. Kesepahaman adalah akselerasi keragaman potensi diri dalam menjalankan misi bersama untuk sampai di tujuan. namun lebih banyak berdampak kesusahan. (Tutuk Holing. Kadang alat penumbuk itu dibuat beragam variasi yang indah dengan material tembaga dan perak. padat.) PARSOLUBOLON Hidup adalah perjuangan. Bila hasil panen mencukupi bekal satu tahun maka kekhawatiran pun sirna. Nause tidak mengandung pengertian “tumpah.) SEKKIAN TALI MERA Judi kadang membahagiakan. Sapadang diolah dengan telaten dan dimasak hingga nikmat dimakan sebagai pengganti nasi yang terbuat dari beras. Akselerasi potensi “parsolubolon” akan mampu menghindari bahaya dari serangan ombak. Senang saat permainan dijalankan. pengayuh akan kewalahan. mengharap mendapat giliran “ceki” penentu kemenangan. Ada juga yang menempahkan dengan lilitan penghias dari emas. (Sapadang adalah tumbuhan mirip gandum biasanya tanamn liar. Bila bekal padi tidak mencukupi maka sapadang yang tumbuh liar di ladang pun dipetik. maka pengayuh lainnya akan kelelahan dan pengemudi akan repot. Ubi dan Sapadang adalah jalan keluar dari kemelut ketersediaan bekal beras yang terbatas. (Solubolon. Alat penumbuknya dibuat dari besi tembaga keras yang kelak menghentak keras bagaikan patukan burung berparuh besi.) SAPADANG NAUSE Panganan utama orang batak adalah nasi yang terbuat dari beras berasal dari padi. (Bedasarkan pengalaman penjudi kalangan masyarakat Batak jaman dulu yang selalu menghimbau agar terhindar dari ketagihan permainan itu dan bekerja dengan giat adalah yang terbaik. Kebersamaan adalah pengumpulan kekuatan. keluar dari” dalam kulitnya. harta benda tergadai.datangnya logam yang dibuat khusus menumbuk sirih. pekerjaan terlantar. hentakan kegembiraan muncul.

Dari gerakan tortor. lingkungan dan penciptanya. Bila seorang penari meletakkan tangan keduanya diatas pundak. menjalin persahabatan dan mempererat persaudaraan. artinya semua anaknya dan perilaku anaknya serta kehidupannya masih menjadi beban dan tanggungjawab yang masih dipikul. seseorang dapat melakukan komunikasi dengan publik. Panortor yang sering kesurupan. Bila seseorang merentangkan tangan kedepan dengan telapak tangan terbuka dan tangan kiri ditutupkan diperut. artinya dia mohon perlindungan. belas kasihan dari manusia dan penciptanya. Bila seorang penari menyilangkan tangan di dada. artinya menghimbau datangnya rejeki atau bantuan kerjasama untuk keberuntungan kepadanya. seiring dengan hilangnya pemaknaan gondang batak itu. Setelah maraknya musik eropah mengiringi tortor pada pesta adat batak. sering mendapat hambatan dan permasalahan lainnya. kesantunan dan kehormatan. KREASI TORTOR DAN GONDANG Ketika tortor telah menjadi hiburan. merupakan ritual kehidupan menjadi persembahan kepada publik. Kadang melampaui tata krama tradisi adat batak. artinya masih banyak rahasia hidupnya yang belum duberitahukan kepada orang lain. gondang batak dilarang. Bila seorang penari meletakkan kedua telapak tangan diatas kepala.untaian irama bagi yang pandai menggerakkan tubuh akan menghasilkan tortor yang indah. Bila kedua tangan diarahkan kedepan dan telapak tangan terbuka keatas serta sering dilipat menutup artinya ajakan mari bersama-sama ajakan kepada semua untuk menari bersama. pemahaman gondang yang sebenarnya tidak lagi berkembang. Ini baru sebagian dari apa yang dipahami para ibu tua yang memahami tortor batak. atas rekomendasi mission. Tortor batak semakin erosi. Bila kedua tangan dirapatkan dipinggang dan telapak tangan dikepal mengarah kebelakan. Bila tangan kanan dijulurkan kedepan dan telapak tangan duarakan juga kedepan serta tangan kiri ditutupkan di dada artinya mohon dihentikan segala perbuatan yang mencemari merugikan kepada dirinya. Bila tangan kiri rapat didada dan telapak tangan terbuka artinya dia menghimbau dengan tebuka menciptakan persahabatan dan kerukunan. Bila seseorang penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan dengan telapak tangan terbuka kesamping artinya anak-anaknya semua atau sebagian besar sudah sudah mandiri dan menempati ruang yang luas di penjuru desa. tentang kesopanan. Generesi muda cenderung hanya melihat tortor hiburan dan tidak pernah lagi menyaksikan tortor yang sebenarnya yang dilakonkan para panortor yang sebenarnya. Alat untuk memanggil roh orang meninggal. Pada jaman Belanda. bahkan sebaliknya yang terjadi. Tortor batak sangat individual. Kemudian diberi kelonggaran untuk pesta adat dengan perijinan yang ketat. Kreasi tortor untuk hiburan diupayakan keseragaman gerak. Ini memang menjadi bagian dalam seni pertunjukan. Pernah (bahkan sampai saat ini) Gondang batak dirtuding sebagai ensambel untuk pemujaan berhala. Penerapan ijin ini sempat berlangsung lama hingga masuknya . Pakem tortor batak dan pemaknaannya akan kita ulas kemudian setelah penelitian yang lebih dalam. para penari dalam pesta adat pun tidak karuan lagi menunjukkan lenggak lenggoknya. Jelas bukan merupakan hiburan. artinya dia hanya memiliki seorang putra. Kebodohan menjadi peluru peluru penumpas kebenaran. pakem pun menjadi hilang. artinya dia sering menjadi sasaran cemohan. Manortor dengan benar kadang dituding kesurupan. misalnya bila seseorang mengangkat tangan dan menunjukkan satu jari tangan kanan dan mengepal jari tangan kiri.

gondang batak justru tersudut karena melanjutkan perlakuan ijin dalam kurun waktu lama. Banyak yang melakukan penelitian sebatas untuk tesis keilmuan. Pada jaman kemerdekaan. seiring itu pula keengganan orang batak untuk melakukan aksi penggalian nilai gondang batak itu. tapi belum banyak yang menemukan “roh”nya karena dilatarbelakangi refrensi keberhalaan gondang batak itu . Musik barat untuk pesta adat tidak perlu mendapatkan ijin. Begitu dalamnya penistaan terhadap gondang batak.musik barat.

Sinar. Menurut Tengku Mira Sinar. 2009: 48). sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini. masih belum percaya. seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). Pertama. balasan isyarat. jawaban. Berdasarkan hal tersebut. terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis.Tari Tradisional Serampang Duabelas: Tari Tradisional Melayu Kesultanan Serdang. Kedua.kompas. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian. http://cetak. Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. 2009: 48).wisatamelayu. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12.D.kompas. yaitu lagu Pulau Sari (www. http://cetak. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960 (http://www. memendam cinta. Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu. dan pertemuan kasih (Sinar.wisatamelayu.com/id). menduga.com. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya. tarian ini bernama Tari Pulau Sari.com). pinang-meminang.com/id. mengantar pengantin. yaitu: pertemuan pertama. isyarat tanda cinta. Sebelum bernama Serampang Duabelas. Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas.com/id. dapat kita lihat dari tarian . Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang (Sinar. Sumatra Utara A. 2009: 49-52.wisatamelayu. Menurut Tengku Mira Sinar. menggila mabuk kepayang. Asal-usul Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang. cinta meresap. tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. www. nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba.

Jika cara ini berjalan. sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu (Tengku Mira Sinar. gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. Namun kecepatannya (2/4) digandakan. Artinya. maka anakanak sejak dini diajarkan untuk mengetahui sejarah keberadaannya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap geraknya.waspada. dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan. apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya (www. bukan kepada tekniknya. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. Akibatnya. terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya. minimnya kepedulian generasi muda kepada Tari Serampang Duabelas.Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. dan sebagai puteri Melayu Serdang. setiap orang harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mempunyai kemampuan menari yang lebih baik dari orang lain. Menyelenggarakan perlombaan tari artinya mencari orang yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menari. transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang. Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas. Pertama. seperti Riau.co. Bahkan. tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain (Kompas. laki-laki dan perempuan. Dengan cara ini.wisatamelayu.com/id). Dalam perlombaan. Melalui strategi ini. tarian ini sering dipentaskan di manca negara. Namun demikian. Kekhawatiran tersebut muncul karena dua hal. Kedua. hanya yang terbaiklah yang akan menjadi juara. dan Sumatra Utara pada umumnya. seperti Malaysia. Artinya. Hal ini disebabkan oleh orangorang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar. bangga. persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya. Untuk menjadi yang terbaik.wisatamelayu. maka ada dua hal yang dicapai sekaligus. Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. 1 Juli 2008). Jambi. setiap orang secara halus “dipaksa” untuk mempelajari Tari Serampang Duabelas secara baik dan benar. dan Hongkong (www. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai salah satu materi pengajaran muatan lokal. menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai aset daerah. Diperbolehkannya perempuan memainkan Tari Serampang Duabelas ternyata berpengaruh positif terhadap perkembangan tarian ini. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya. Singapura. Dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai materi muatan lokal.id). Sulawesi. Kalimantan. Kedua fenomena tersebut harus disikapi secara cepat dan tepat agar Tari Serampang Duabelas tidak saja lestari. dan Indonesia pada umumnya. Ketiga. maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan. Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. bahkan sampai ke Maluku. menyelenggarakan perlombaan rutin Tari Serampang Duabelas. dan rasa memiliki terhadap Tari Serampang Duabelas. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut. Kedua. www. dan terjaganya kualitas teknik Tari Serampang Duabelas pada sisi yang lain.com/id). yaitu dengan mematenkan hak ciptanya. 1 Juli 2008). Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Tari Serampang Duabelas. Pertama. . maka kita telah berusaha menanamkan kepada generasi muda rasa cinta. yaitu lestarinya Tari Serampang Duabelas pada satu sisi. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang. mendekatkan Tari Serampang Duabelas kepada anak-anak dan remaja. Thailand. pemerintah harus melakukan proteksi agar tarian ini tidak diklaim oleh pihak lain. tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya. tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. pada awal perkembangannya tarian ini hanya dibawakan oleh laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum.

“Alu-aluhon ma muse tu sumangot ni omputa sijolo-jolo tubu. memberikan jaminan kesejahteraan hidup para pelestarinya. Kembali juru bicara dari hasuhutan memintak jenis gondang. yang waktu itu masih bernapaskan mistik (kesurupan). Para stake holder. tetapi juga secara praktis menjadi penopang keberlangsungan hidupnya. khususnya pemerintah. dan upacara adat yang akan dilaksanakan menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga. perkawinan. seperti tangan sipenari tidak boleh melewati batas setinggi bahu keatas. satu persatu jenis lagu gondang.” Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu dalam beberapa saat. Seni Tari (Tor-tor) Batak Seni tari Batak pada zaman dahulu merupakan sarana utama pelaksanaan upacara ritual keagamaan. .” 3. Para pelestari kebudayaan kebudayaan tentu akan terus bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya jika apa yang dilakukan tidak saja secara normatif menjaga kelestarian budaya. erat hubungannya dengan pemujaan para Dewa dan roh-roh nenek moyang (leluhur) pada zaman dahulu. Acara pesta adat yang membunyikan gondang sabangunan (dengan perangkat musik yang lengkap). dan rezeki yang berlimpah ruah. sahat tu papituhon. sehingga berkat dari gondang sabangunan. Didalam Menari banyak pantangan yang tidak diperbolehkan. na Jumadihon nasa adong. dan juga para pelestari warisan budaya lainnya. Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan kata-kata yang sopan dan santun sbb: “Amang pardoal pargonci……. perlu membuat terobosan agar para pelestari Tari Serampang Duabelas.Keempat. sumangot ni omputa paisada. omputa paidua. Setelah ketiga permintaan/ seruan tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk memulai menari.Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti :permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan. atau adu pencak silat.Sedangkan gondang terakhir yang dimohonkan adalah gondang hasahatan. Para melakukan tarian dengan semangat dan sukacita.umpamanya sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakna Tua ni Gondang. Dll. kebahagiaan. atau adu tenaga batin. serta para undangan. ( ada 7 jenis lagu Gondang) yang harus dilakukan Hasuhutan untuk memdapatka (tua ni gondang). Juga menari dilakukan jug dalam acara gembira seperti sehabis panen. dapat hidup secara salayak.” 2. 1. Seringkali warisan budaya dibiarkan terlantar karena “tidak memberikan” manfaat kepada pemiliknya. bila itu dilakukan berarti sipenari sudah siap menantang siapapun dalam bidang ilmu perdukunan.“Alu-aluhon ma jolo tu omputa Debata Mulajadi Nabolon. na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion.“Alu-aluhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo. Tetapi itu dapat dilaksanakan dengan mengikuti tata cara dan persyaratan tertentu.

Pangeal (yang termasuk pangeal dari organ tubuh adalah Pinggang. 3. Didalam menari orang Batak mempergunakan alat musik/ Gondang yaitu terdiri dari: Ogung sabangunan terdiri dari 4 ogung. daun tangan sampai jari-jari tangan). Kesimpulannya bahwa tarian ini dipergunaka sebagai sarana penyampaian batin baik kepada Roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat. Kemudian Tagading terdiri dari 5 buah.Tarian (tor-tor) Batak ada lima gerakan (urdot) 1.Pangurdot (yang termasuk pangurdot dari organ-organ tubuh ialah daun kaki. 2. Kalau kurang dari empat ogung maka dianggap tidak lengklap dan bukan Ogung sabangunan dan dianggap lebih lengkap lagi kalau ditambah dengan alat kelima yang dinakan Hesek. Didalam menari setiap penari harus memakai Ulos. Kemudian Sarune (sarunai harus memiliki 5 lobang diatas dan satu dibawah. Menari juga dapat menunjukkan sebagai pengejawantahan isi hati saat menghadapi keluarga atau orang tua yang meninggal.Pandenggal (yang masuk pandenggal adalah tangan. tulang punggung sampai daun bahu/ sasap). tariannnya akan berkat-kata dalam bahasa seni tari tentang dan bagaimana hubungan batin sipenari dengan orang yang meninggal tersebut. Peralatannya cukup sederhan namun kalau dimainkan oleh yang sudah berpengalaman sangat mampu menghipnotis pendengar. Juga Menari dipergunakan oleh kalangan muda mudi menyampai hasrat hatinya dalam bentuka tarian.Siangkupna ( yangtermasuk Siangkupna adalah leher.). sering taruian ini dilakukan pada saat bulan Purnama. 4. tumit sampai bahu. .

Sebagaimana ciri khas orang Batak yang suka gotong royong. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu. Oleh karena Huta didiami oleh sekelompok orang yang semarga. Jadi sejak mulanya Huta itu adalah milik bersama. atau kampung itu hanya dihuni oleh satu klan atau marga dan Huta itu pun di bangun oleh klan itu sendiri. Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma. Di sekitar Balige. dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan seharihari.D. Mereka secara gotong royong membangun dan memperbaiki rumah.Rumah Adat 1. Pak-Pak. Disebabkan oleh pertambahan penduduk. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. secara bersama-sama memperbaiki pancuran tempat mandi. Adanya usaha beberapa orang dari anggota masyarakat dalam satu kampung untuk memisahkan diri dan membentuk kampung sendiri. meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau. terdiri dari Batak Karo. demikianlah mereka membangun Huta.rumah adat balai batak toba Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Angkola dan Mandailing. Suatu Huta yang baru. kemudian dibangunlah rumah dekat rumah leleuhur atau ayah yang pertama. Sering pula kampung itu terdiri dari beberapa kelompok kampung-kampung kecil. maka ikatan kekeluargaan sangat erat di Huta itu. poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat. yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil. mengerjakan ladang dan sawah. Lumban. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. kecuali didaerah yang berbukit. dan bersama-sama pula memetik hasilnya. dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) . yang hanya dipisahkan pagar bambu yang ditanam dipinggiran kampung. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat. Simalungun. yaitu barisan Utara dan Selatan. Biasanya Huta hanya didiami beberapa anggota keluarga yang berasal dari satu leluhur. dapat membuat berdirinya Huta lain. memperbaiki pengairan. hanya dapat diresmikan kalau sudah ada ijin dari Huta yang lama (Huta induk) dan telah menjalankan suatu upacara tertentu yang bersifat membayar hutang kepada Huta induk. Demikian seterusnya bangunan rumah makin bertambah. Pada mulanya Huta. Toba. sehingga terbentuk perkampungan yang lebih ramai. Di daerah Samosir. Desa-desa di daerah Danau Toba.

dilambangkan dengan atap rumah. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung. ornament-ornamen perang dan dan sebagainya. yaitu : Benua Atas yang ditempati Dewa. gotong royong. terdiri dari Batak Karo. Ruma Parsantian didirikan oleh sekeluarga dan siapa yang jadi anak bungsu itulah yang diberi hak untuk menempati dan merawatnya. arah motif dapat dicerminkan falsafah maupun pandangan hidup orang Batak yang suka musyawarah. Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh. karena adanya ukir-ukiran yang berwarna merah. Biasanya orangtua tidur di bagian salah satu sudut rumah. biasanya berupa hewan. rumah bagian tengah itu tidak mempunyai kamar-kamar dan naik ke rumah harus melalui tangga dari kolong rumah.disebut Sopo. Sebelum meletakkan pondasi lebih dahulu diadakan sesajen. Sebagai ukuran dipakai depa. Tiang-tiang depan dan belakang rumah adat satu sama lain dihubungkan oleh papan yang agak tebal (tustus parbarat). Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Tangga rumah terdiri dari dua macam. sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. sifat terbuka. yaitu : pertama.berjumlah lima atau tujuh buah. Untuk mengukir digunakan pisau tajam dengan alat pemukulnya (pasak-pasak) dari kayu. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau. Pada waktu peletakannya. Biasanya terbuat dari sejenis pohon besar yang batangnya kuat dan disebut sibagure. kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari mara bahaya. Pintu kolong rumah digunakan untuk jalannya kerbau supaya bisa masuk ke dalam kolong. Anak tangga adalah lobang pada batang itu sendiri. Teknik ragam hias terdiri dari dua cara. khususnya landasan lantai rumah dan bentuknya bulat panjang. putih dan hitam yang merupakan warna tradisional Batak. suka berterus terang. menembus lubang pada tiang depan dan belakang. asta dan langkah seperti ukuran-ukuran yang pada umumnya dipergunakan pada rumah-rumah tradisional di Jawa. dilambangkan dengan lantai dan dinding. tepat di bawah tiang ditanam ijuk yang berisi ramuan obat-obatan dan telur ayam yang telah dipecah. Dinding dari papan atau tepas. Di dalam satu rumah dapat tinggal beberapa keluarga . Dari segi bentuk. yang menggambarkan kewibawaan dan kharisma. Seringkali keluarga menantu tinggal bersama orangtua dalam rumah yang sama. Benua Bawah sebagai tempat kematian dilambangkan dengan kolong. yaitu dengan teknik ukir teknik lukis. Pada umumnya dinding rumah merupakan center point. lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. Berfungsi untuk mempersatukan tiang-tiang depan. antara keluarga bapak dan keluarga anak yang sudah menikah. Pak-Pak. terbuat dari potongan sebatang pohon atau tiang yang dibentuk menjadi anak tangga. Kedua. Tujuannya supaya pemilik rumah selamat dan banyak rejeki di tempat yang baru. Ornamen-ornamen tersebut berupa orang yang menarik kerbau melambangkan kehidupan dan semangat kerja. seperti kerbau atau babi. terdiri dari lima sampai tujuh buah anak tangga. Angkola dan Mandailing. Ada tiang yang dekat dengan pintu (basiha pandak) yang berfungsi untuk memikul bagian atas. Rumah adat Batak Toba pada bagian-bagian lainnya terdapat ornamen-ornamen yang penuh dengan makna dan simbolisme. Toba. Sedangkan teknik lukis bahannya . dinamis dan kreatif. terbuat dari beberapa potong kayu yang keras dan jumlah anak tangganya ganjil. Simalungun. Pada jaman dulu. Bali dan daerah-daerah lain. Ruma Gorga Sarimunggu yaitu ruma gorga yang memiliki hiasan yang penuh makna dan arti. samping kanan dan kiri rumah dan dipegang oleh solong-solong (pengganti paku). Caranya yaitu dengan meletakkan kepala binatang tersebut ke dalam lubang pondasi. Bersambung. Balok untuk menghubungkan semua tiang-tiang disebut rassang yang lebih tebal dari papan. tangga betina (balatuk boru-boru). juga darahnya di tuang kedalam lubang. Rumah melambangkan makrokosmos dan mikrokosmos yang terdiri dari adanya tritunggal benua. tangga jantan (balatuk tunggal). belakang. jengkal. Benua Tengah yang ditempati manusia.

tindakan berikutnya adalah peninjauan tempat. Jambur (gudang). Dasar dari tiang ini sangat penting dan ditutupi dengan ukiran. Pak-Pak. Fungsi dari bangunan ini seperti yang ada di Pematang Purba. Perbedaan utamanya adalah pada tiang penyangga struktur atap yang diletakkan di atas balok lantai. dimana penggunaan utama dari bangunan tersebut tetap sebagai tempat penyimpanan beras. Strukturnya di atas dua belas batu kali yang tiga menyilang ke depan dan empat dari depan ke belakang.diolah sendiri dari batu-batuan atau pun tanaga yang keras dan arang. Lapisan pertama disebut tuham-tuham ( satu golongan besar dari ijuk. Angkola dan Mandailing. Bagian depan (Timur) adalah pintu.5 m. Lantai yang lebih rendah hanya 75 cm dari tanah dan ditopang tiga lapis palang balok. Simalungun. yang dahulunya merupakan sebuah desa yang besar sekali dikelilingi oleh pohon-pohon beracun. Dasarnya adalah balok-balok horisontal yang dibangun dalam bentuk persegi. jambur digunakan untuk menyimpan beras. dikelilingi dengan ukiran. Daerah yang ditempati oleh suku Batak Simalungun terletak diantara daerah Karo dan Toba di Sumatera Utara. .5 m2). Arsitektur tradisional dari suku Batak Simalungun masih dapat dipelajari dari empat jenis bangunan yang masih ada. Hasil musyawarah dikonsultasikan kepada pengetua untuk memohon nasihat atau saran. Kemudian bahan-bahan tersebut ditumpuk ditempat tertentu agar terhindar dari hujan dan tidak cepat lapuk atau menjadi busuk. lebarnya 80 cm dan tingginya 1. tampaknya telah menyimpang dari penggunaan aslinya dan terlihat pada tungku perapiannya. tetapi dipakai juga sebagai tempat tinggal tamu laki-laki dan tempat dimana para bujangan tidur. diletakkan lapis ketiga. Tahap pertama adalah pencarian pohon-pohon yang cocok kemudian ditebang dan dikumpulkan disekitar tempat-tempat yang akan didirikan rumah. maka ditandai dengan mare-mare yakni daun pohon enau yang masih muda dan berwarna kuning. Tiang berdiameter 35 cmdan dibuat dari kayu yang sangat keras. dan panaik uwur (pada waktu memasang uwur) maupun pada waktu bangunan telah selesai. Bagian atas menunjukkan bahwa kegunaan utamanya telah menjadi tempat tinggal dan bukan dipergunakan sebagai tempat penyimpanan beras. Pada waktu ini sudah hampir tidak terdapat lagi desa-desa tradisional dari suku Batak Simalungun. Sudah barang tentu memakan biaya banyak. dan sulit sekali untuk dimasuki kecuali melewati terowonganterowongan yang langsung dapat mencapai tengah-tengah desa. Lapisan kedua. tetapi dalam skala lebih besar. yaitu upacara memasuki rumah baru (mangopoi jambu) dan upacara memestakan rumah (pamestahon jabu) Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara. Bangunan ini kira-kira luasnya 25 m2 dan tingginya 7m. yang disusun mulai dari jabu bona tebalnya 20 cm dan luasnya 1×1. yang merupakan pertanda atau pengumuman bagi penduduk disekitarnya bahwa tempat tersebut akan dijadikan bangunan. baik sebelum mendirikan bangunan (upacara mengusung bunti). untuk memenuhi syarat-syarat dan upacara-upacara yang diadakan. Lumbung digantungkan di atas tungku di tingkat atas. Sistem pembangunannya sama seperti Balai Buttu. Balai Buttu dicapai dengan anak tangga dari kayu.5 m. Atap rumah terbuat dari ijuk yang terdiri dari tiga lapis. Balai Balon Adat semula digunakan untuk tempat pertemuan-pertemuan dan untuk membahas masalah penting dalam hukum adat. karena banyaknya hewan yang dikorbankan. Toba. Setelah diadakan musyawarah. Apabila tempat tersebut memenuhi persyaratan. luasnya kira-kira 6m2 dan tingginya 6 m. di susun di atas empat buah batu kali dengan alas ijuk diantara batu dan papan . lukisan dan tulisan dan dengan dua kepala singa pada ambang pintu. yaitu lalubaknya berupa ijuk yang langsung diambil dari pohon Enau dan masih padat. pada waktu mendirikan bangunan (upacara parsik tiang) pada waktu memasang tiang. Desa tersebut dibangun di atas sebuah bukit. dalam bentuk Balai Buttu (pintu gerbang rumah). Antara tuham yang satu dan dengan tuham lainnya diisi dengan ijuk agar permukaannya menjadi rata. Setiap lapisan diikat dengan jarum yang terbuat dari bambu dengan jarak 0. Dalam mendirikan suatu rumah adat biasanya memakan waktu sampai lima tahun. Bolon adat (rumah raja) dan Balai Bolon Adat (gedung pertemuan dan pengadilan). lukisan dan tulisan yang berhubungan dengan hukum adat. Sebelum mendirikan bangunan diadakan musyawarah terlebih dahulu. terdiri dari Batak Karo.

Rumah adat Batak Karo dibangun dengan enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar dari gunung atau sungai. yaitu yang besar dibangun pada tiang-tiang vertikal. sedangkan yang delapan lagi hanya penyangga lantai saja. Di atas tungku dipasang ayunan dimana peralatan memasak disimpan dan bahan makanan dikeringkan serta diasapi. Konstruksi pada bagian bangunan ini sama dengan rumah pertemuan (Balai Balon adat) kecuali struktur lantainya sedikit rumit sebagai akibat dari tungku tersebut. istri dan tiga orang anak). Anak-anak tidur dengan orangtua sampai menjelang usia dewasa. Bangunan rumah adat Batak Karo merupakan sebuah bangunan yang sangat besar. Bagian luar dari kusen jendela dan pintu umumnya diukir dalam versi yang rumit dari susunan busur dan anak panah. hanya pasak dan tali ijuk baji (sentung). Panggung ini dugunakan untuk tempat mencuci. Pada bangunan Simalungun susunan strukturnya terdiri dari tiang-tiang bergaris tengah 40 sampai 50 cm. Bangunan ini simetris pada kedua porosnya. Bagian terendah dari atap pertama di bagian pangkalnya ditanami tanaman yang menjalar pada semua dinding dan berfungsi sebagai penahan hujan deras. bangunan ini mempunyai lantai ganda dengan gang yang menurun ke pusat pada lantai yang lebih rendah. Rumah Balon Adat (rumah raja) terbagi menjadi dua bagian. sebagai tempat pembuangan (kotoran hewan) dan sebagai ruang masuk utama. Bumbungan dikat dengan ijuk dengan hiasan kepala kerbau pada puncaknya. Paku tidak digunakan dalam konstruksi. terdiri dari empat sampai enam tungku perapian. Rumah adat Batak Karo dapat ditempati oleh dua puluh sampai enam puluh orang. menyiapkan makanan. Kedua pintumasuk dan kedelapan jendela dipasang di atas dinding yang miring. Ujung dari atap yang menonjol ditutup dengan tikar bambu yang sangat indah. satu untuk setiap unit keluarga besar (jabu) atau untuk dua jabu. Pintu mempunyai daun pintu ganda sedangkan jendela mempunyai daun jendela tunggal. Pusat tiang terpenting dari gedung pertemuan diukir dari kayu keras yang tebal.80 m dari tanah dan gang digantungkan dengan rota yang diikat pada dua pusat kayu. Sebagian besar adalah balok-balok dan tiang-tiang yang dibiarkan dalam potongan bundar yang ditebang dari hutan. Tinggi pintu setinggi orang dewasa dan jendela ukurannya lebih kecil. Tidak seperti bangunan lainnya. Penutup atap keseluruhan adalah jalinan ijuk pada kaso dan papan kecil dari bambu. Kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu keras.Potongan yang lebih rendah dari dinding yang miring pada setiap sisi pintunya dipenuhi dengan papan tiang jendela vertikal yang membiarkan masuknya cahaya dan angin. pada pria dewasa (bujangan) tidur di bale-bale lumbung dan para gadis bergabung dengan keluarga lain di rumah lainnya. Tiang-tiangnya ditanam di dalam tanah. dilengkapi dengan kumpulan papan yang terbentuk dengan indah sebagai dekorasinya. Oleh karena itu antara empat sampai duabelas keluarga dapat tinggal di rumah tersebut dan dengan ukuran rata-rata keluarga besar terdiri dari lima orang (suami. Rumah adat Batak Karo berukuran 17×12 m2 dan tingginya 12m. Hal ini sulit untuk membedakan yang mana pintu masuk utamanya. Ujung atapnya sederhana. sedangkan yang kecil disusun pada tumpukan balok horisontal. kayu tongkang dan kadang-kadang keseluruhan bambu digunakan dalam jalinan ijuk yang diikat dengan rotan atau bambu belah. dua puluh tiang yang menopang lantai dibentuk menjadi ortogal dan dicat dengan motifgeometris hitam putih. sehingga pintu masuk pada kedua sisinya kelihatan sama. Bumbungan atap terbuat dari jerami yang tebalnya 15 sampai 20 cm. konstruksinya sederhana dari potongan bambu melingkar dengan diameter 6 cm. Pintu pada ujung sebelah Timur kamar raja berisi ruangan tidur kecil dan dua tungku api. di atas lingkaran balok. Lantai yang rendah berada 2. Atap dijalin dengan ijuk hitam dan diikatkan kepada sebuah kerangka dari anyaman bambu yang menutupi bagian bawah kerangka dari pohon aren atau bambu. . Tungku perapian dibangun dari sisa pembakaran kayu dan dipenuhi dengan tanah. Struktur tersebut ditata di atas batu-batu kali yang besar kecuali untuk rumah raja. pintu masuk pada sisi sebelah Timur diapit oleh balkon atas dan bawah. Pada bagian depan dan belakang rumah adalah panggung besar yang disebut ture. Jalan masuk menuju ture adalah tangga bambu atau kayu. menopang pada sambungan dari bagian atap ke bagian depan bangunan. Fungsi utama dari ujung atap yang menonjol ini adalah untuk emmungkinkan asap keluar dari tungku dalam rumah. Dinding-dindingnya juga merupakan penunjang atap. Delapan dari tiang-tiang ini menyangga lantai dan atap.

Berdasarkan bentuk atap. Lau Buluh. Jabu jahe terbagi atas jabu bena kayu dan jabu lepar benana kayu. Peceren. Rumah adat Karo didirikan berdasarkan arah kenjahe (hilir) dan kenjulu (hulu) sesuai aliran air pada suatu kampung. Rumah adat secara garis besar dapat dibagi atas jabu jahe (hilir) dan jabu julu (hulu). Jabu dalam Rumah Adat Rumah adat biasanya dihuni oleh empat atau delapan keluarga. dan karena itulah disebut rumah adat. dan lain-lain. Tempat penyimpanan makanan dan peralatan rumah tangga diletakkan dibagian atas rumah. yang dapat juga terdiri atas sat atau dua tersek dan diberi bertanduk. Rumah Sangka Manuk Rumah sangka manuk yaitu rumah yang binangunnya dibuat dari balok tindih-menindih. dan sepanjang sisi-sisi dinding dibangun tempat tidur. rumah adat Karo pun dapat dibagi atas dua yaitu: a. Sisi-sisi dari bagian pokok tersebut dibuat dari sisa-sisa kayu bakar dan ditempatkan pada tanah yang keras. Demikian juga jabu kenjulu dibagi atas dua. Rumah sianjung-anjung Rumah sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih. Inilah yang sesungguhnya disebut sebagai jabu adat. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo. Bentuknya sangat megah diberi tanduk.Bagian pokok dari tungku perapian adalah untuk memasak. bermuka dua mempunyai sepasang tanduk. Penempatan keluarga-keluarga itu dalam bagian rumah adat (jabu) dilakukan berdasarkan ketentuan adat Karo. Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. Rumah Mecu Rumah mecu adalah rumah yang bentuknya sederhana. Lumbung untuk menyimpan padi. Lingga. yang dalam bahasa daerah Batak disebut jambur.Rumah Adat Karo Pada masyarakat Karo terdapat suatu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga. Dalam nyanyian rumah ini sering juga disebut Rumah Sendi Gading Kurungen Manik. Buah Raja. yaitu : a. itulah yang disebut dengan rumah adat Karo. b. dibuat antara dua lantai sehingga bagian dasarnya bersandar di atas bambu dan ujungnya adalah setingkat dengan lantai utama. b. . Limang. didirikan dalam tiga tingkatan 2. Interior dari rumah sangat gelap karena jendela-jendelanya yang kecil serta asap dari perapian yang telah menghitamkan seluruh papan dan kayu-kayu. Sementara menurut binangun. Rumah Sendi Rumah sendi adalah rumah yang tiang rumahnya dibuat berdiri dan satu sama lain dihubungkan dengan balok-balok sehingga bangunan menjadi sendi dan kokoh. yaitu jabu ujung kayu dan jabu rumah sendipar ujung kayu. Perbesi. yang penempatan jabu-nya didalam rumah tersebut diatur menurut ketentuan adat dan didalam rumah itu pun berlaku ketentuan adat. rumah adat karo dapat dibagi menjadi dua bagian. Rumah-rumah adat empat ruang ini dahulunya terdapat di Kuta Buluh. Sepanjang pertengahan dari rumah adalah gang yang sempit setingkat dengan lantai dasar. dimana balok bulat yang menghubungkan tiang-tiang penunjang yang menembus lantai pada setiap sisi rumah dan menunjang struktur atap dan podium.

masing-masing jabu dibagi dua. Akan tetapi. adakalanya juga rumah adat itu terdiri dari delpan atau enam belas jabu. Jabu Benana Kayu Terletak di jabu jahe. jabu ini disebut jabu si mangan-minem. letaknya sebelah kiri. Dalam hal rumah adat dihuni oleh delapan keluarga. Oleh karena itu. Fungsinya untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi diluar rumah dan menyampaikan hal itu kepada jabu benana kayu. sedapuren lepar bena kayu. Kalau kita kerumah dari ture jahe. Kalau kita kerumah dari pintu kenjahe letaknya disebelah kanan. Jabu ujung Kayu (anak beru) jabu ini arahnya di arah kenjulu rumah adat. Jabu ini dihuni oleh para keturunen simantek kuta (golongan pendiri kampung) atau sembuyak-nya. Dia ini adalah anak beru dari ujung kayu. Jabu ini ditempati oleh anak beru kuta atau anak beru dari jabu benana Kayu. Jabu Lepar Benana Kayu Jabu ini di arah kenjahe (hilir). letaknya di sebelah kanan. Adapun susunan jabu dan yang menempatinya adalah sebagai berikut: 1. yang sering juga disebut jabu arinteneng. menyerahkan belo kinapur (persentabin) kepada tamu jabu benana kayu tersebut. Jabu sedapuren benana kayu (peninggel-ninggel) Jabu ini ditempati oleh anak beru menteri dari rumah si mantek kuta (jabu benana kayu). 3. jabu sidapuren ujung kayu (rintenteng) Ditempati oleh sembuyak dari ujung kayu. sehingga terjadilah jabu-jabu sedapuren bena kayu. Jabu ini ditempati oleh kalimbubu jabu benana kayu.Ada kalanya suatu rumah adat terdiri dari delapan ruang dan dihuni oleh delapan keluarga. Oleh . Kalau kita masuk kerumah adat dari pintu kenjulu. Malahan kampung Munte ada rumah adat yang dihuni oleh enam belas keluarga. Oleh karena itu. Fungsinya adalah sebagai juru bicara jabu bena kayu. Keempat jabu inilah yang disebut dengan jabu adat. 2. 6. Kalau kita masuk dari pintu kenjulu ke rumah adat. 4. Fungsinya adalah sebagai pemimpin rumah adat. sementara dapuar dalam rumah adat hanya ada empat. 5. dan sering pula disebut jabu peninggel-ninggel. dan jabu sedapuren lepar ujung kayu. karena penempatannya harus sesuai dengan adat. letaknya disebelah kiri atau diagonal dengan letak jabu benana kayu. Jabu lepar ujung kayu (mangan-minem) Letaknya dibagian kenjulu (hulu) rumah adat. jabu ini disebut jabu sungkun berita (sumber informasi). demikian juga yang menempatinya ditentukan menurut adat. sedapuren ujung kayu. Tugasnya adalah untuk engkapuri belo. Penghuni jabu ini adalah sembuyak dari jabu benana kayu.

Tentu saja dengan publikasi ke luar negeri lokasi tersebut. Kondisi Rumah Bolon yang kini tak terurus disebabkan kurangnya dana untuk perawatan. Wanson. 8. Rumah Bolon pernah direnovasi. 3. Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru) Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. Tuan Rahalim.karena itu. Tidak seperti beberapa waktu lalu yang ditata dengan baik. Jabu sedapuren lepar benana kayu Dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu disebut juga jabu pendungi ranan. Melihat keadaan Rumah Bolon saat ini bukan tak mungkin lagi diselamatkan. Rumah yang merupakan peninggalan kerajaan Purba ini sebenarnya telah disahkan sebagai objek wisata oleh Bupati Simalungun pada tahun 1961. Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit. Rumah yang terbuat dari kayu keras dan dinding papan itu dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku. akan tetapi sekarang sudah mulai keropos dan memerlukan renovasi ulang . 7. Pada tahun 1985. kini pengunjung dalam seminggu dapat dihitung dengan jari. Menurut salah seorang penjaga Rumah Bolon. Rumah Bolon menjadi salah satu contoh warisan budaya yang saat ini sedikit terlupakan keberadaannya. Rumah Bolon di Simalungun adalah semacam istana yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII. Pada tahun 1990-an atau awal ditetapkannya Rumah Bolon sebagai objek wisata.rumah adat BOLON Banyak warisan budaya di Indonesia yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. tempat bersejarah itu kini membutuhkan penanganan yang serius. masih ada sekitar 300 pengunjung. Karena biasanya dalam runggun adat Karo persetujuan terakhir diberikan oleh puang kalimbubu. terutama pada penataan taman. jabu ini disebut juga jabu arinteneng. Sedangkan biaya perawatan dari Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Yayasan Museum Simalungun masih jauh dari cukup. Bahkan karyawan yang semula berjumlah lima orang harus dikurangi untuk penghematan biaya. Kondisi negara yang tidak terjamin keamanannya beberapa waktu terakir membuat kawasan wisata itu sepi pengunjung. Namun. Objek wisata tersebut masih bisa diselamatkan dengan penataan yang lebih baik. Di lahan seluas satu hektar lebih itu kini hanya terlihat rumput yang tumbuh memanjang.

. Omo sebua adalah rumah yang khusus dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter. Sumatera Utara. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh.4.Rumah Adat Omo Sebua Omo Sebua adalah jenis rumah adat atau rumah tradisional dari Pulau Nias. omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan.

Tanpa bekas dan jejak. maka ia juga berubah menjadi manusia. Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. ia makan semua makanan yang ada di meja. Dahulu. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus. Warnanya keemasan. "Namun aku punya satu permintaan. "Aku bersedia menjadi istri kakanda. Aku akan menjaga rahasia itu. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Selain sebagai objek wisata yang eksotis. Sumatera Utara. Karena ia disentuh manusia. kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara." "Baiklah. Namun ketika beranjak besar." katanya. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir. "Dasar anak keturunan ikan!" Ia tak menyadari. sehingga mudah untuk dijangkau. marahlah hatinya. Setelah petani mengucapkan kata-katanya. Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu.E. berarti ia sudah membuka rahasia istrinya. cari Parapat atau Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Ia tinggal seorang diri di bagian Utara Pulau Sumatra yang sangat kering. tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. ia tak pernah merasa kenyang. seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. si Anak ini selalu merasa lapar. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. Ikan itu besar dan sangat indah. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya. ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan. Suatu hari. asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan. Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara. Telah disuratkan. termasuk jatah makan kedua orang tuanya. Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang. Tetapi saat tersentuh tangannya. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri. Setelah . Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia. karena begitu laparnya. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sepulang dari ladang. Suatu hari. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Dari bekas injakan kakinya. dengan ucapannya itu. Indonesia. keluarlah kata-katanya yang kasar. bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Batu Gantung-Parapat. jika ia tersentuh tangan." kata pemuda itu. Adinda. kakanda.Cerita Rakyat Legenda Danau Toba Sinopsis: Ada seorang pemuda yatim piatu yang miskin. ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya.

Merasa tidak mampu menolong sang majikan. tiba-tiba ia terperosokke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. Alkisah. “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga. ia pun mulai putus asa.terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan. batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni. Sementara anjingnya. sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya. Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya. “Tapi hari sudah gelap. “Toki…. Di dasar lubang yang gelap. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. “Pak. Tanpa diduga. hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong. Tak lama kemudian. “Parapat! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya. Sesampainya di ladang. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan. Beberapa saat kemudian. Menurut masyarakat setempat. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat. seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu. gadis itu tidak bekerja.” kata ayah Seruni. tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat. Akhirnya gadis itu semakin putus asa. Dalam peristiwa itu. Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini. ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya. Sesampainya mereka di ladang. karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Dengan berderai air mata. lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita. ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni.. si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. Seruni pergi ke ladang seorang diri.di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara. Gadis cantik itu sangat ketakutan. Pada suatu hari. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk .” seru sang ayah. Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya. “Ya. Sesampai di rumah majikannya. “Ah.” keluh Seruni. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. si Toki. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya. mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya. Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. Ia sangat bingung. Sementara si Toki. kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!. Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat.” sahut ibu Seruni. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya. Selain rupawan. Seruni beranjak dari tempat duduknya. ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku. Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang.” pasrah Seruni. Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya. namun ia tidak dapat berbuat apa-apa. karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Pak. namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Dengan pikiran yang terus berkecamuk. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. “Ibu benar. namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya. mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. dan hasilnya digunakan untuk mencukupikebutuhan sehari-hari. Ia sangat sedih. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu.

” sahut salah seorang warga. “Tapi.” jawab sang ayah cemas. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”. pegang obor ini!” perintah sang ayah. Tebingtebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batu cadas di dalam lubang. “Bu. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa atau lemah semangat. maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”. cari Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. lubang itu sangat dalam dan gelap. namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali.” jawabnya tegas. Beberapa kali mereka berteriak. “Benar pak. dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik. sangat berbahaya!” cegah sang ibu. Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup. parapatlah batu?” tanya sang ibu. tiba-tiba terdengar suara gemuruh.memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu. Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!” “Pak. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. Indonesia. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Seruni yang hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam. bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana. namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya. namunia justru terperosok ke dalam lubang batu dan menghimpitnya hingga akhirnya meninggal dunia Hikayat Boru Napuan. Demikian cerita tentang asal-usul nama kota prapat. Beberapa saat setelah gempa itu berhenti. “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni. “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu. “Entahlah. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik. tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Mereka meninggalkan mulut lubang batu. namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung. Sesaat kemudian. terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas. Beberapa hari kemudian. Salah seorang warga mengulurkan seutas tampar (tali) sampai ke dasar lubang. “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang. Pu . “Benar. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!” “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu. kenapa dia berteriak: parapat. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. “Jangan ayah. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak.

Tor-tor artinya tari. Nantiraja pulang ke Uluan. Nantiraja menikah dengan Raja Mangatur Manurung 2. Lama kelamaan. Itor-tori berarti menari-nari. Manurung bersaudara mendapatkan berupa barang pusaka dari mertua Napuan karena Raja Parmata Manunggal adalah turunan orang berada dan seorang raja yang dihormati di Sipolha Itor itor Galot. cari Galot (dalam bahasa Indonesia artinya musang) merupakan binatang yang keluar mencari makan dimalam hari dan tidur di siang hari. Siulatahi menikah dengan marga Sitanggang Boru Nantiraja istri Raja Mangatur telah memiliki beberapa orang anak laki-laki dan adiknya Nantimalela yang menikah ke Tamba/Saragi telah memiliki beberapa orang anak perempuan. 2. Istilah itor-tori galot merupakan ungkapan didalam bahasa Simalungun untuk menggambarkan pekerjaan yang tidak pernah diselesaikan. adiknya Nantimalela melahirkan seorang putri di Pulau Samosir. saat mengganti popok bayinya. mereka menyayangi bayi tersebut dan dianggap anak sendiri dan dibesarkan hingga dewasa. Itor-tori galot berarti musang menari-menari. Nanti Malela menikah dengan marga Tamba/Saragi 3. Setelah dewasa. putra kakanya tertinggal dan putrinya terbawa. Diperjalanan. Ketika Nantiraja baru melahirkan anak lakilaki. Puraja Naginjang. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Nantimalela juga mengalami hal yang sama di Samosir. Nantiraja berangkat ke Samosir mengunjungi adiknya yang baru melahirkan. Nantiraja memangku putri adiknya itu. beberapa hari kemudian. Putra Nantimalela yang dilahirkan Nantiraja tetap menggunakan marga Tamba/Tamba dan tinggal di Samosir. Setelah berita itu saling diketahui kedua belah pihak. . Guru Badia 3. Marga yang mereka gunakan untuk anaknya itu adalah sesuai dengan marga suaminya masingmasing. akhirnya disepakati akan mengembalikan pada waktu ada kesempatan. memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. dan sudah pasti adalah bayi adiknya Nantimalela. dia menyadari bahwa bayi yang dipangkuannya adalah perempuan.Lahang Mahua Rumapea Ketiga orang putranya itu adalah 1. Raja Natota. dan putranya yang baru lahir turut dibawa. Boru Napuan menikah dengan Raja Parmata Manunggal Damanik dari Sipolha. dan Nantimalela juga memangku putra kakaknya. Putri Nantiraja yang dilahirkan Nantimalela diberi nama Boru Napuan dengan gelar Boru Inggal-inggal dan dimanjakan dan disayang semua keluarga Manurung dan tetap menggunakan marga Manurung. Dan ketiga orang putrinya adalah : 1. Setelah puas melepas rindu dan kebahagiaan mereka.

naik ke Sianjur Mulamula terus ke Guru Tateabulan mengetuk hati dan memina anaknya Sariburaja oli di potong. cabe. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Kabarnya: Pertama kali datang MULAJADI NABOLON. Setelah selesai di cincang lalu di masak di atas api. tapi pemiliknya tidak menyelesaikanya. jika galot menari-nari berkeliling disitu. Mengikuti kata orang. Akhirnya pekerjaan yang tertinggal tersebut tidak pernah selesai.Sebagian besar masyarakat Simalungun hidup dari pertaninan. jika si pemilik ladang tersebut kembali lagi ke esokan harinya untuk menyelesaikan nya. Perjalanan dari rumah ke ladang mungkin jauh. Raja Biak-biak berkata kepada ibunya : ” O. Kata MULAJADI NABOLON : ” Pegang kakinya!”. Jika si anak bersekolah. Pekerjaan itu pasti terselesaikan. kaki sehingga dia tidak bisa duduk. atau menggemburkan tanah untuk persiapan menanam. Bukan berarti. Mendengar itu. Inilah yang disebut dengan itor-tori galot. Jika ditor-tori galot. Atau mencangkul untuk membuka lahan baru. Diladang mereka menanam padi. diminta Sariburaja di bunuhnya. atau menyiangi/membersihkan rumput-rumput liar diantara tanaman kopi. Jangan sampai pekerjaan Anda hari ini itor-tori galot. . Setelah itu di potong lalu di cincang.Sudah di sediakan api sebelumnya. padi. Pekerjaan saat itu mungkin bisa saja mencangkul sebidang tanah. ibu! Kudengar bapak mengijinkan di bunuh Ompunta MULAJADI NABOLON si Sariburaja. Sebenarnya ini istilah saja. Setelah tiba diladang. Dari sekian hektar tanah yang dikerjakan selama beberapa minggu ini. maka ada kompensasi untuk si anak untuk ikut kerja keladang setelah makan siang.” Terserah Ompung! ” jawab Guru Tateabulan. cari Raja Biak-biak. selesaikan sekarang juga Raja Raja Biak. seperti garugu yang satu menjadi tujuh puluh. jangan tunggu-tunggu. jahe. biasanya anak-anak sekolah janjian di sekolah agar pergi ke ladang bisa bersama-sama. artinya setelah jam sekolah. Setelah makan. akulah yang mau di bunuh. Bagi mereka yang memilik ladang yang jauh dari rumah. berserulah MULAJADI NABOLON katanya : ” Yang mau menjadi Sariburaja keluarlah dari situ. kopi. mereka kembali bekerja diladang sampai sore. yang tinggal disana beraneka ragam binatang piaraan. Ini hanya ungkapan. Istilah itor-tori galot sering diberikan kepada pekerjaan yang tinggal sedikit lagi belum selesai. Mendengar perkataan Raja Biak-biak ibunya menyuruh Guru Tateabulan menyembunyikan Raja Biak-biak ke Bukit Pusukbuhit. si anak harus buru-buru pulang ke rumah. selesaikanlah hari ini juga. Pekerjaan ini harus segera diselesaikan jika tidak akan ditor-tori galot. Dia berkecil hati di dalam hatinya karena adik-adiknya tidak cacat. Apa pelajaran yang bisa ambil dari sini? Jika Anda memiliki pekerjaan dan Anda yakin mampu menyelesaikanya hari ini. kalau boleh permintaanku suruhlah bapak menyembunyikan aku. maka kadang-kadang entah karena alasan apa. mengganti pakaian sekolah dengan pakaian lusuh untuk siap ke ladang. Setelah MULAJADI NABOLON naik ke atas. mungkin si anak sudah dintunggu oleh bapak atau ibuya agar bisa makan siang bersama. jagung atau yang lainya. Jadi dipeganglah kakinya. Seorang yang cacat yang tidak punya tangan. cabe. ada kemungkinana beberapa meter persegi tanah pekerjaan tersebut yang belum selesai. dalam hatiku. Lalu di berikan ibunya. Setiap keluarga Simalungun pasti memiliki ladang yang luas. maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai karena pemilik ladang tersebut tidak pernah kembali mengerjakanya karena enggan atau mungkin sudah sibuk pekerjaan baru lagi. biarpun kelahiranku begini akulah anak yang paling besar. Dia seperti Garaga. Setelah asap datang. atau dekat tergantung jarak ladang dengan rumah nya. apalah aku di bandingkan Sariburaja yang tidak cacat itu?. Lalu terangkatlah sariburaja dari sana kemudian duduk. karena besok Anda sudah mempunyai/atau harus mengerjakaan pekerjaan lain lagi. dengan nama raja Gumelenggeleng. Begitu pulang sekolah. mungkin harus membuka lahan baru atau ada lahan yang harus dibersihkan dari rumput-rumput liar. si anak makan siang. Setiap hari orang tua mengajak anak-anaknya untuk bekerja diladang mulai dari pagi hingga sore. maka sisa pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. jahe dan tanaman palawija lainya.

“Negeri manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga penasaran. “Pergilah. Raga ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. rata-rata penduduknya memiliki sawah dan ladang.Ketika MULAJADI NABOLON kembali keatas dari Bukit Pusukbuhit ia naik. mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik orang lain. karena selama ini ibu tidak pernah membahagiakanmu. Sepulang dari bekerja di ladang majikannya. Doakan Raga. “kalau begitu. “Jadi maksudmu semua keturunan adikmu dan kakakmu bersembah sujud kepadamu”. Sampuraga berpamitan kepada ibunya. “Ya. “Ke manakah engkau akan pergi merantau. saya sudah lama bercita-cita ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Berhati-hatilah di jalan! Jangan lupa cepat kembali jika sudah berhasil!” harap sang ibu. bu! Raga berjanji akan segera kembali jika Raga sudah berhasil.” kata sang Majikan. “Bu. Ibu minta maaf. Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga. “Tentu. jangan terlalu banyak bekerja keras!” saran Sampuraga kepada ibunya. cari Alkisah. maunya akulah kau bunuh karena aku cacat. “Ke negeri Mandailing. “Cita-citamu sangat mulia. kata Raja Biak-biak. aku mau. akulah yang pantas raja mereka”. “Sebenarnya. Saya ingin membahagiakan ibu saya. kalau keturunan adik ku dan kakak ku mau bersembah kepada ku” kata Raja Biak-biak.” Kalau di lihat Ompung. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur. bu. mereka tetap saling menyayangi. dia punya kaki. raja yang takkan pernah mati. Keesokan harinya. Kalau boleh saya menyarankan. Dari Bukit Pusukbuhit itu. Jadi di berkati MULAJADI NABOLONlah Raja Biak-biak di Bukit Pusukbuhit itu. kata MULAJADI NABOLON. Sampuraga! Usiamu masih sangat muda. anakku! Siapkanlah bekal yang akan kamu bawa!” seru sang ibu. Sampuraga mencium tangan sang Ibu yang sangat disayanginya itu. tapi ibu tidak memiliki alasan untuk melarangmu pergi.” kata Sampuraga kepada ibunya. Di sana. Sambil menikmati makan siang.” jelas sang Majikan. Aku memohon kepada ibu supaya bapak mengantarkan aku kesini. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang emas di sungai. diterbangkan MULAJADI NABOLONlah ia ke ujung Aceh Sampuraga.” jelas Sampuraga kepada ibunya. “Wahai. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. anakku?” tanya ibunya. pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak. karena usia ibu sudah semakin tua. tangan tetapi moncongnya seperti moncong babi. karena tanahnya sangat subur. takut di ketakutanku!. Sebelum meninggalkan gubuk reotnya.” kata Sampuraga dengan sungguh-sungguh. “Terima kasih. Raga berangkat! Jaga diri ibu baik-baik. sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka. Pada suatu siang. dia punya sayap makanya di sebut namanya Tuan Rajauti. Pemilik ladang itu yang memberitahu Raga bahwa penduduk di sana hidup makmur dan sejahterta. sebaiknya kamu pergi ke sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya hidup makmur. Sampuraga kemudian mengutarakan keinginannya tersebut kepada ibunya. Setelah mendapat doa restu dari ibunya. “Bu. maukah kau ku ubah?” “Ya. Sampuraga segera mempersiapkan segala sesuatunya. anakku” kata ibu Sampuraga dengan rasa haru. “Negeri Mandailing namanya. mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. Sampuraga! Kamu memang anak yang berbakti” puji sang Majikan. Seakan tidak ada jarak antara majikan dan buruh. Lalu bertemulah dengan Raja Biak-biak : ” Siapa membawa kamu kesini “. Meskipun hidup miskin. raja yang takkan pernah tua. . kata MULAJADI NABOLON. bagaimana. Akulah anak yang sulung ibu. ya bu!“ Sampuraga meminta doa restu kepada ibunya. aku ketakutan. tadi kudengar kau ancam ompung membunuh Sariburaja. Jadi. karena aku paling besar. karena tanah di sana memiliki kandungan emas. Raga ingin mengubah nasib kita yang sudah lama menderita ini. anakku! Meskipun ibu sangat khawatir kita tidak bisa bertemu lagi.Sebagian berkata.

nenek tua itu mendekati keramaian. Ia sangat terpesona melihat negeri itu. bagai disambar petir. Sang Majikan sangat senang melihat keberhasilan Sampuraga. Ia sangat malu kepada para undangan yang hadir. kita akan bertemu lagi. Kenapa kamu melupakan ibu? Ibu sudah lama sekali merindukanmu. “Sampuraga…Anakku! Ini aku ibumu. sang Ibu pun membalasnya dengan pelukan yang erat. “Ah. sedangkan ia adalah anak seorang janda yang miskin. Algojo! Usir nenek tua ini!” Perintah . tiba-tiba seorang nenek tua berlari mendekatinya. Nak!” seru nenek tua itu sambil mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Sampuraga. Anakku! Aku ini ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu.” pikir Sampuraga sambil mencari-cari sumber suara itu di tengah-tengah keramaian. Candi yang terbuat dari batu bata terdapat di setiap sudut kota. sehingga usahanya semakin lama semakin maju. “Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal dunia. Tak terasa. Berhari-hari sudah Sampuraga berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan melawati beberapa perkampungan. Rangkullah Ibu. Maukah engkau aku jadikan menantuku?” tanya sang Majikan. putri seorang pedagang yang kaya-raya. Perempuan tua itu hampir tidak percaya jika anaknya akan menikah dengan seorang gadis bangsawan. Alangkah terkejutnya. Sampuraga sangat terkejut mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya. termasuk ibu Sampuraga. Persiapan mulai dilakukan satu bulan sebelum acara tersebut diselenggarakan. perempuan jelek! Enak saja kamu mengaku-ngaku sebagai ibuku. Aku tidak punya ibu jelek seperti kamu! Pergi dari sini! Jangan mengacaukan acaraku!”. Sampuraga pun tidak bisa membendung air matanya. sampailah ia di kota Kerajaan Pidoli.” demikian yang terlintas dalam pikiran janda tua itu. tidak mungkin anakku akan menikah dengan putri bangsawan yang kaya. Keuntungan yang diperolehnya ia tabung untuk menambah modalnya. Dalam waktu singkat. ternyata ia memang pemuda yang sangat jujur. Setelah mempersiapkan bekal secukupnya. “Raga. ia pun terkenal sebagai pengusaha muda yang kaya-raya. sang Majikan ingin memberinya modal untuk membuka usaha sendiri. Ia berkeinginan menikahkan Sampuraga dengan putrinya yang terkenal paling cantik di wilayah kerajaan Pidoli. Seluruh warga telah mengetahui berita itu. karena ia sangat rajin bekerja dan jujur. Puluhan ekor kerbau dan kambing yang akan disembelih disediakan. engkau adalah anak yang baik dan rajin. “Hei. Sudah beberapa kali sang Majikan menguji kejujuran Sampuraga. Oleh karena itu. tidak mungkin itu suara ibu. Penduduknya ramah-tamah. Gordang Sambilan dan Gordang Boru yang terbaik juga telah dipersiapkan untuk menghibur para undangan. lalu berkata: “Sudahlah. Mandailing. Di kota itu. Sebuah istana berdiri megah di tengah-tengah keramaian kota. Nak!” Iba perempuan tua itu. Setibanya di wilayah kerajaan Pidoli. “Dengan senang hati. usaha dagang Sampuraga berkembang dengan pesat. karena nenek tua itu tiba-tiba mengakuinya sebagai anak. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah membara. Suatu hari.” kata sang Ibu. Ia kemudian merangkul ibunya. “Sampuragaaa…. Walaupun masih ada keraguan dalam hatinya. tampaklah sebuah keramaian dan terdengar pula suara Gordang Sambilan bertalu-talu. Dengan langkah terseok-seok. Ia bekerja pada seorang pedagang yang kaya-raya. Beberapa saat kemudian. Lamaran pertamanya pun langsung diterima. Tiba-tiba ia berteriak memanggil nama anaknya. Anakku! Jika Tuhan menghendaki. ia tidak bisa menahan diri.” jawab Sampuraga. Setelah itu berangkatlah Sampuraga meninggalkan ibunya seorang diri. Semua itu menandakan bahwa penduduk di negeri itu hidup makmur dan sejahtera. hardik Sampuraga.Suasana haru pun menyelimuti hati ibu dan anak yang akan berpisah itu. Tuan! Hamba bersedia menikah dengan putri Tuan yang cantik jelita itu. Sampuraga mencoba melamar pekerjaan. Oleh karena rindu yang sangat mendalam. seakan terbakar api. Sang Majikan sangat percaya kepadanya. Pemuda itu adalah Sampuraga. anak kandungnya sendiri. masing-masing mempunyai rumah dengan bangunan yang indah beratapkan ijuk. Tak lama kemudian. berangkatlah ia ke negeri Mandailing dengan berjalan kaki untuk menyaksikan pernikahan anak satu-satunya itu. ketika ia melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya sedang duduk bersanding dengan seorang putri yang cantik jelita. “Ah. air mata keluar dari kelopak mata sang Ibu. ibu tua itu ingin memastikan berita yang telah diterimanya. Sampuraga yang sedang duduk bersanding dengan istrinya. Pernikahan mereka diselenggarakan secara besar-besaran sesuai adat Mandailing. Berita tentang pesta pernikahan yang meriah itu telah tersiar sampai ke pelosok-pelosok daerah. Barangkali namanya saja yang sama.

Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. Ala pintor lomo rohani boru Saroding marnida baoa i. Mamereng rumangna dht paheanna ulos Batak namansai bagak. Ba tung si pilliton ma nian ibana gabe parsonduk bolon nang gabe parumaen. Hati Sampuraga benar-benar sudah tertutup. dipaboa lahi-lahi ima asalna sian dolok ni Rassang Bosi-Sabulan namargoar “Ulu Darat”. Bah…. ro ma sada solu manjonohi ibana. laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. tak seorang pun yang berani menengahinya. jala dipangido ibana ma asa dipantadahon tu natuatuani boru Saroding. ringgas mangula ulaon. jala marpitonggam do rumangni baoa parsolu on. jala somba marhula-hula. huhut ditailihon tu lahi-lahi namanjou i. Tung mansai bahat do ro baoa manopot ibana. tempat itu telah berubah menjadi kolam air yang sangat panas. yaitu: sifat rajin bekerja.Sampuraga. namora manang najogi. juga terdapat dua unggukan tanah berpasir dan lumpur warna yang bentuknya menyerupai bahan makanan. alai pintor dipangkulingi baoa par solu i ma ibana: “Boru nirajanami. tung mansai jogi jala tongamma baoa on. hujan deras pun turun diikuti suara guntur yang menggelegar seakan memecah gendang telinga. rap mardalan . tungpe dang dioloi ibana hata ni akka panopot i. marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan. Perempuan tua yang malang itu kemudian diseret oleh dua orang sewaan Sampuraga untuk meninggalkan pesta itu. Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do. tung mansai longang do mamereng boruna nasasada on. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Namun. tiba-tiba langit diselimuti awan tebal dan hitam. tempat ini telah menjadi salah satu daerah pariwisata di daerah Mandailing yang ramai dikunjungi orang. Tak lama kemudian. di parnangkok ni mataniari. Oleh masyarakat setempat. Natorasna. Dipatorang baoa ima aha do sakkapna mandapothon boru Saroding. Guru Solandason. Tak seorang pun penduduk yang selamat. Ia tega sekali mengingkari dan mengusir ibu kandungnya sendiri. jongjong di solu na. sementara ibu Sampuraga menghilang entah ke mana. ai boasa hamu humibu-hibu mulak?” Songgot ma rohani boru Saroding. sifat jujur dan sifat durhaka terhadap orang tua. malo martonun. Di sekitarnya terdapat beberapa batu kapur berukuran besar yang bentuknya menyerupai kerbau. ido umbahen hatop ibana mulak. Selain itu. las ma tutu rohana. Dalam waktu singkat. hira na so partoba do ulaonna. Disi do inna ibana maringanan. Alai dang adong namarhansit roha dibahen ibana. sukkun-sukkun ma rohana. lam mallobok ma tarottok ni boru Saroding. Didok ibana ma sidalianna nanaeng godang dope siulaon na di jabu. Semua undangan yang menyaksikan kejadian itu menjadi terharu. termasuk Sampuraga dan istrinya. perempuan tua itu berdoa: “Ya. Alai dang adong manang sada naboi mambuat rohana. dipaso ibana ma lakkana. Dipahatop boru Saroding pasidungkon partapiananna. Pangisi ni solu on sahalak baoa. Dengan derai air mata. tempat itu kemudian diberi nama “Kolam Sampuraga”. Lam jonok. nasomal jala jotjot marhumaliang di tao i. Petir menyambar bersahut-sahutan. Penduduk setempat menganggap bahwa semua itu adalah penjelmaan dari upacara pernikahan Sampuraga yang terkena kutukan. ala maila ibana adong sada baoa naposo mamereng-mereng ibana. Ai ise do nuaeng baoa on. mulak balging do sude. ba sandok tahe tung mansai las do rohani natorasna mangida pangalahona. Hatopma boru Saroding mangalakka tu jabuna. Tung mansai tongam. Solu i pe lam jonok ma attong tu paridianna. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. berilah ia pelajaran! Ia telah mengingkari ibu kandungnya sendiri Seketika itu juga. jogi. cari SADA TIKKI. Hingga kini. Seluruh penduduk yang hadir dalam pesta berlarian menyelamatkan diri. Setidaknya ada tiga pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran dari cerita di atas. Ketiga sifat tersebut tercermin pada sifat dan perilaku Sampuraga Boru Saroding Pandiangan. tempat penyelenggaraan pesta itu tenggelam seketika. Tikki martapian boru saroding huhut manganggiri obukna na ganjang jala mansai godang i di topi ni tao i. inna rohana. Tuhan! Jika benar pemuda itu adalah Sampuraga. Beberapa hari kemudian. Nauli do rupani boru Saroding on. sian huta na dao dht bariba ni tao pe ro do naeng patuduhon holong tu ibana. Parsip do boru saroding on. songonni nang mardongan. Marsitandaan ma nasida. Naburju do ibana marnatoras.

asa pintor dipatandahon baoa i tu natorasna. asa dibukka pittu ni jabu. asa unang dibereng tunggane doli na i. Humalaput ma boru Saroding manabunihon ibotona natolu i tu ginjang ni para-para. humalaput ma ibana mambahen sipanganon ni lahi-lahi nai. pintor ditutuphon ibana ma pittu ni jabu i. Dibereng ibana tu pudi nang tu jolo. Pamatang na pe mansai togap. Manginsir ma ulok na bolon i haruar sian jabu manuju tombak. tading ma boru Saroding di jabu. nungnga mansai bagas be borngin. Dipaboa ibana ma ise do dirina: sombaon ni Ulu Darat. borhat ma boru Saroding mangihuthon lahi-lahi naung gabe tunggane doli na. Alai anggo mata dohot igung ni tunggane doli nai sai maos do momar jala dipasittak-sittak ala adong inna uap ni jolma di jabu i. modom ma halahi. Las hian ma rohani boru Saroding didalani akka hula-hulana hutana di dolok na timbo jala ikkon mangalosi tombak namansai jorbut. Lam longang ma ibana ala di dok tunggane doli nai hutana di ginjang ni dolok. Hurang tibu nian didok rohana sahat tu huta. Tikki dungo ibana di manogotna. dipasonang do roha ni boru Saroding di si ganup ari. Malo do lahilahi nai mambahen si parengkelon. Dang loja ibana namandalani dolok na rais i. Ai sai masihol do inna halahi marnida iboto hasian ni halahi. Sian nadao pe nungnga diboto ibana soara ni ulok i. ulok na burju doi. Dang dipaloas loja mula ulaon.” inna tunggane dolina mangalusi. Botari nai mulak ma tunggane doli nai mamboan akka nalaho sipanganon ni halahi. Dung sidung ulaon parbogason. “Dang pola boha i. Dang sadia leleng dibege ibana ma tunggane dolina manjou goarna. alai uluna dang songon bohi dohot ulu ni ulok. Sahat ma halahi tu undung-undung ni lahi-lahi i. Mandapothon bot ni ari. dang di si amantanai. di tonga ni tombak Ulu Darat. Alai paulak so diboto ibana ma.ma halahi tu hutana. sombu jala puas do halahi namaribot manghata-hatai dht marsipanganon. Las dope rohani boru Saroding. dang dibereng ibana tunggani dolina. ai pintor sikkop do sude akka naniporluhon ni hasida nadua. Busisaon ma boru Saroding. Dang hea dope dibereng ibana songoni balga na ulok. Tung longang do boru Saroding alana mansai hatop do halahi sahat. “Dang adong halak na asing di jabutta on. diharingkothon do mangalului akka boras ni hau dohot suan-suanon naboi mambahen boru Saroding tontong uli. na sipata gabe ulok sipata gabe jolma. martabuni di toru ni bukkulan ni jabu. dohot akka na asing. ai dang jolma biasa hape. Ala nungnga lomo rohani boruna. tung mansai hatop jala niang do lakkana. dipasaut ma parbogasonni boru Saroding dht lahi-lahi i. pidong. Sude do halahi pintor tarhatotong mamereng bohi dht pangkataionni lahi-lahi i. Tarsonggot ma ibana ala dibereng ibana manginsir sada ulok namansai bolon di tonga-tonga ni hau di joloni alamanni jabu i. marluga solu tu Ransang Bosi. manghatai ma tunggane doli nai tu boru Saroding. tung pe di bagas rohana nungnga mansai biar jala manolsoli. Tarpodom ma halahi sahat tu manogot na. ba rupani maradian ma boru Saroding. Sahat ma tu jabu amanta na i. Dang sadia leleng. Hinsat ma boru Saroding mambuka pittu jala pittor dihatahon ibana ma tu tunggane dolina i na adong sada ulok na mansai bolon di jolo ni jabu i. Tung mansai biar jala manolsoli ma dirina napintor olo manjalo hata ni baoa i dang jolo manat dirimangi. Sada tikki ro ma duatsa akka iboto ni boru Saroding mangebati halahi tu dolok ni Ulu Darat. ala mabiar ibana murung annon ulok i. “Ai songon na adong uap ni pamatang ni manisia huanggo?” inna ibana manukkun boru Saroding. Dang pola dipataridahon boru Saroding songgop ni rohana. suansuaonon. Mabiar ma boru Saroding. dihatahon lahi-lahi ima sakkap na. nang akka jagal. alana diboto ibana do siallang jolma do ibana molo tikki gabe ulok. songoni nang lahi-lahina. Tung mansai golap do tombak siboluson ni halahi. Ngongong ma ibana di tonga nijabu. Mabiar ma ibana molo tarboto tu lahi-lahi na sombaon i na ro akka iboto na mandapothon halahi marsihol-sihol. “Modom ma hita. alai pintor songon na asing ma panganggona. Tung mansai naburju do tunggane doli nai marnioli. Las ma tutu roha ni lahi-lahi i mamereng boru Saroding. tung so hir do hodok ni halahi. mardomu muse tikki namardalan halahi manganangkohi dolok natimbo i. songon ulok na hea diberengsa di jolo ni jabu i. Jeppet ni hata. naeng pangido onna boru Saroding naeng gabe parsonduk bolon na. Songon na hona dorma do halahi mamereng bagak ni rumang ni lahi-lahi i. Sada tikki tarbereng simalolongna ma lahi-lahi nai di para-para ni jabu marganti pamatang gabe ulok na bolon! Mansai bolon.” inna boru Saroding. mengkel suping sambing do ibana tu lahi-lahi nai patudu holongna. tarsongon ursa. Longang ma natoras dht akka iboto nang anggina ala ro sian tao boru Saroding mardongan sada baoa. Dung sidung mangaloppa dht mangan halahi. Dilehon do akka sipanganon natabo tu akka iboto nai. alai dang maol didalani halahi nadua. aili. Dung sidung marsipanganon. boras ni hau. mardisir-disir do soarana. diboto boru Saroding do parroni tunggane doli na sian tombak langa-langa. Alai sai sukkun-sukkun jala longang do boru Saroding marnida somal-somal ni tunggane doli nai di siapari.” Alai sai lulu do tunggane nai di uap ni . ditogu-togu tunggane doli na i. pittor dioloi jala dipaboa Guru Solandason ma tu akka dongan tubuna.

pintor ro ma alogo halisunsung dht udan na marimpot-impot. markilo-kilo godangna. “Nauli ma raja nami. alai dang sadia leleng gabe horbo dohot lombu ma gulok-gulokhi. ala tung mansai masihol ibana inna. langit pe mansai tiar. didok ibana ma songon on: “Peh…! Bursik ma ho. Dang sadia leleng pintor balik ma solu na. Alai didok ibana ma: “Holan on do pe naboi tarpatu au raja nami. jala didok songon on: “Dok ma padan i tunggane dolikku naburju. “Hatop pe au mulak.” inna boru Saroding mangelek. Dilehon ibana ma sada-sada be gajut nagelleng naung marrahut tu akka hula-hula nai. Di ari papituhon. dung parsonduk bolonmu au.” Diundukhon boru Saroding ma. manaili ma ibana tu pudi. hunik. Jeppet ma sarito. “Sombakku ma tunggane doli. Ai so jolma ho…” Holan sae didok boru Saroding hatana. “Adong gorathu dang na laho mulak be ho tu Ulu darat on. sampe do ponjot alamani ni huta i. marsolu ma muse sahat tu Samosir. dohot akka gulok-gulok do isina. Tek ma rupani. palias ma i. dipatorang ma rupani tu inanta na be pardalananni nasida jala dipatuduhon ma boan-boan na nilehon ni lae nasida.” Ujung na rupani didok baoa i ma asa dijou duatsa iboto ni boru Saroding i asa tuat tu bagas ni jabu sian partabunion nasida di toru ni tarup. Jadi porsea do au di hatam namandok tung mansai holong do roham tu au. “Sombakku ma raja nami. dipangido boru Saroding ma tu tunggane na asa dipaloas ibana mandulo huta ni natorasna.” inna ibana do mangelek. Alai martahan do anggina i dang mambukka gajut i sampe pitu ari. diburai ma tunggane doli ni ibotonai jolma nasomaradat. Dung pitu ari pe asa boi ungkapon muna gajut on. Tading ma lahi-lahi nai manatap sian topi ni tao. Dung binsar mataniari marsakkap ma borhat akka Pandiangan natolu i mulak tu Samosir. Marsogot nai pintor di suru ma inanta be mambukka gajut i asa tarboto manang aha do isana. sada Pandiangan on dang sabar paimahon pitu ari songon natinonahon ni lae nai. jala borngin i gabe holan namanghata-hatai ma sahat tu manogot. Sai dilugai ibana solu nai alai dang tolap mangalo umbaki. Alai molo anggina siampudan (molo so sala). Mulak ma halahi tuat sian dolok Ulu Darat. Muruk ma ibana. Songon na borat do diundukhon lahi-lahi nai pangidoanni boru Saroding. pinompar ni Pandingan on ma nahasea jala akka namora. Dibolokkon ma gajut i.” inna tunggane doli nai. Tung mansai tonang do tao Toba. dibukka ma gajut i di alaman ni huta. Hata ni legenda. hotang. dilugahon ibana ma soluna–na sian bulung-bulung i. Sinur nang pinahan. Pintor mulak pe au. Dang pola leleng.” inna ibana mangelek. dang bulan di dok. holan dibukka ibotoni boru Saroding gajuti.” Diundukhon akka iboto ni boru Saroding ma hatani lae nai. jala godang mas nang hotangna. sarupa do isina manang dang. sabar do paimahon pitu ari. Ai holan alani namasihol do hula-hulattai asa ro halahi tu tu dolok Ulu Darat on. Pintor haruar ma godang akka gulok-gulok. “paloas ma akka ibotokki mandulo hita.” inna baoa i mangalusi. dipasonang-sonang ho do ahu saleleng on. ai dang jolma ho hape. Jai porsea do au ikkon hatop do ho mulak sian huta ni natorasmu. Dang pola sadia dao dope boru Saroding marluga. sahat tu sadari on. Dung sahat halahi di huta nasida. “Ai aha do lehononmu na lae tu hami songon boan-boan nami tandani naung niebatan huta muna boru nami?” inna sahalak Pandiangan iboto ni boru Saroding i. boru ni raja do ho. bintang do. jai dang dibukka ibana gajut na ditiopna. “Ba hea do lak songon on ma lehonon na tu hula-hula na?” inna halahi mardongan rimas. bohina tung lungun do ditadinghon parsonduk bolon na mansai dihaholongi rohana.manisia i. manang ise si ose padan tu ripurna tumagona. Tung mansai godang do horbo dohot lombu i. Alai didok ma hata na parpudi: “Boru Saroding nauli. mardongan biar dipaboa boru Saroding ma naro do hula-hula ni halahi sian Samosir ala masihol mamereng halahi nadua. alai unang pintor bukka hamu gajut on di dalan manang dung sahat hamu tu huta muna. Mabiar jala songgot ma rohani boru Saroding. Sai dijujui ma asa anggina na sada nai mambukka gajut i. Hunik nasian gajut i pe gabe mas. ba ujung na rupani. hape nungnga loja halahi mangebati tu dolok Ulu Darat. Sada bulung do inna dibuat lahi-lahi nai dibahen gabe solu nalaho dalan ni boru Saroding.” Borhat ma boru Saroding. Jadi sabintang. asa dipaloas tunggane na. manongnong ma ibana jala gabe dohot ma ibana sombaon pangisi ni tao i… . jala gabe godang ma tubu hotang di pudi dohot panimpisan ni jabu. Tao ipe pintor timbo galumbangna. Somba on do ho! Ulok nabolon! Unang dirippu ho nalaho mulak be au tu ho! Palias mai. Ala nungnga sai torus dipangido jala dielek boru Saroding. sarupa mai sabulan di saonari). Jai ikkon marpadan do hita diparborhathon songon mangarahut holong ni roham tu au. Dung hira-hira piga bintang (najolo. Marsijalangan ma hasida. holan tano. Hodo tungganekku. marjanji do ibana dang leleng di huta ni natorasna.” Dungi didok lahi-lahi nai ma padan songon paborhathon boru Saroding naung hundul di solu: “Dekke ni Sabulan tu tonggina tu tabona. Songon na marungut-ungut ma sada Pandiangan on alana holan gajut nagelleng naso diboto isi na do di lehon lae nai tu hasida. gabe mamora jong attong iboto ni boru Saroding nasasada on. dang adong umbak jala alogo pe mansai lambok. Sai dielek-elek boru Saroding ma lahi-lahi nai. gabe naniulana. ba dipaborhat lahi-lahi nai ma ibana sahat tu topi tao ni Ransang Bosi.

Ia pun meminta ijin kepada abangnya. keduanya baru menyadari bahwa orang tua mereka tidak memiliki harta benda. sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima. di ranting ni hau i tubu utte pangir (jeruk purut). adong do sada inganan namargoar “Parpangiran ni Namboru boru Saroding. Akhirnya.Sahat tu sadari on dihaporseai sabagian pangisini Rassang Bosi. namun pengejarannya sia-sia.” “Baiklah.” “Aku bersedia meminjamkan tombak itu. Simbolon. Sabulan. Usai acara penguburan. penulis novel „Sordam‟) Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan. alana au sandiri pe mabiar do mardalan sandiri tusi.” Alani holong na tu boru Saroding. aku harus mengambilnya kembali. ia pun melihat seekor babi hutan yang sedang berjalan melintas di depannya. tombak pusaka itu diberikan kepada Datu Dalu. olo ro parmaraan. Bang! Aku akan merawat dan menjaganya dengan baik. hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit. berangkatlah Sangmaima ke hutan. pada zaman dahulu di daerah Silahan. Jala lahi-lahi ni boru Saroding gabe dijouhon do i “Amangboru Saroding. Sai manat-manat do halak molo mangalewati tao i. “Bang. ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil. pintor dabu do annon anggir i. cari Alkisah. apala di topi ni dolok Ulu Darat i. Sesampainya di hutan. Dolok Martahan. Datu Dalu dan adiknya memutuskan untuk mencari kedua orang tua mereka. Hatoguan. ketika hendak membagi harta warisan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. Tanpa berpikir panjang. sepasang suami-istri itu belum juga kembali. Sesampainya di hutan. manang marbot. Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi di hutan. apa yang terjadi? Ternyata babi hutan itu melarikan diri masuk ke dalam semak-semak. Sangmaima mulai panik. Alai molo maruntung do naro tu si. Yang sulung bernama Datu Dalu. Janji Raja. nungnga hudalani inganan on. sipata tuat do inna ibana sian Ulu Darat tu tao i. Ia pun segera mengejar babi hutan itu. kedua abang-adik itu membopong orang tua mereka pulang ke rumah. apabila orang tua meninggal. kecuali sebuah tombak pusaka. Palipi. do turi-turian on–dohot nagabe boru Saroding pangisini tao i. dilemparkannya tombak pusaka itu ke arah binatang itu. Pada suatu hari. Tamba. Akan tetapi saat hari sudah menjelang sore. Percaya tidak percaya.” Setelah itu. ayah dan ibu mereka pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan.” Buni do inganan on. Sangmaima pun sangat senang. alai dang boi buaton i. Menurut adat yang berlaku di daerah itu. . Sesuai hukum adat tersebut. Mogang. “Wah. maka tombak pusaka jatuh kepada anak sulung. Pada suatu hari. Alana sian na met-met nungnga manusia na sok ingin tahu au. Sang Ayah ingin kedua anaknya itu mewarisi keahlian yang dimilikinya. bolehkah aku pinjam tombak pusaka itu?” “Untuk keperluan apa. Sementara mata tombaknya masih melekat pada lambung babi hutan yang melarikan diri itu. diboan ma i tu jabuna be. “Duggg…!!!” Tombak pusaka itu tepat mengenai lambungnya. mereka menemukan kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau. Dengan sekuat tenaga. godang hian dope hau songon tombak. Tapanuli Utara. dang marsitijur. hiduplah sepasang suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. jala unang tuit-tuit molo pas marsolu. hutogihon akka ito. semacam tanaman benalu. Oleh karena itu. di huta Pandiangan. Namun. (panuturi: Suhunan Situmorang. celaka! Tombak itu terbawa lari. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. markapal. Ayah mereka adalah seorang ahli pengobatan dan jago silat.” gumam Sangmaima dengan perasaan cemas. inangudakku. Adong do sada hau nabolon di ginjang ni mual na diyakini akka jolma (kessuali akka pangula ni huria) songon inganan parpangiran ni boru Saroding. Dik?” “Aku ingin berburu babi hutan. sebagai anak sulung. Tokka do inna molo dibuat. Ia hanya menemukan gagang tombaknya di semak-semak. namboru. dang boi mambolokhon akka na kotor tu taoi. asalkan kamu sanggup menjaganya jangan sampai hilang. karena dikiranya babi hutan itu sudah roboh. bahat do inna halak naung hea mamereng: ulok na saganjang hau ni harambir/kalapa do inna marlange-lange di tao i. Di Sabulan pe.

Sangmaima berhasil menemui wanita itu dan berkata: “Hai. Bang! Aku tidak berhasil menjaga tombak pusaka milik Abang. Datu Dalu sangat terkejut. “Aku tidak mau tahu itu! Yang jelas kamu harus mengembalikan tombok itu. sehingga adiknya memutuskan untuk mengadakan pesta sendiri di rumahnya dalam waktu yang bersamaan. Pada malam harinya. apa pun caranya.“Waduh. Abangnya sangat gembira. Setelah mengetahui adiknya juga melaksanakan pesta dan sangat ramai pengunjungnya. “Tapi. ia menyurusi lubang itu sampai ke dalam. Putri! Sungguh aku tidak tahu hal itu. Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. lalu berpamitan pulang. “Hai. indah sekali tempat ini. Wanita burung Ernga sudah tidak di kamarnya. Wanita burung Ernga! Besok pagi-pagi sekali kau harus pergi dari sini tanpa sepengetahuan abangku. Sangmaima segera mengantar wanita burung Ernga itu ke rumah abangnya. Keesokan harinya. babi hutan itu sudah melarikan diri masuk ke dalam hutan.” Berbekal ilmu pengobatan yang diperoleh dari ayahnya ketika masih hidup. terlihat seorang wanita cantik sedang tergeletak merintih kesakitan di atas pembaringannya. pesta yang dilangsungkan di rumah Datu Dalu sangat sepi oleh pengunjung. Tak jauh di depannya. Tuan!” jawab wanita itu. Dengan hati-hati. karena tombak pusaka kesayangannya telah kembali ke tangannya.” lapor Sangmaima. ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada Abangnya. Ia menelesuri jejak kaki babi hutan itu hingga ke tengah hutan. Sementara itu. Namun. Hal itu membuat adiknya merasa tersinggung. Adikku! Aku akan menjaganya dengan baik. Ia bermaksud menemui wanita burung Ernga itu secara sembunyisembunyi pada saat pesta abangnya selesai. Tombak itu terbawa lari oleh babi hutan. Setelah itu. yaitu pesta adat secara besar-besaran.” jawab Sangmaima. Sesampainya di tengah hutan.” “Baiklah. ia menemukan sebuah lubang besar yang mirip seperti gua. sehingga menyerupai seekor burung Ernga. “Adikku! Bolehkah aku pinjam pertunjukanmu itu?” “Aku tidak keberatan meminjamkan pertunjukan ini. ia tidak mengundang adiknya. Bang! Hari ini juga aku akan mencarinya. ia pun berpamitan untuk mengembalikan mata tombak itu kepada abangnya.” “Tidak apalah. ia pun memberanikan diri masuk lebih dalam lagi. ia pun mengadakan selamatan. ternyata di dalam lubang itu ia menemukan sebuah istana yang sangat megah. “Sudah. Alangkah terkejutnya Sangmaima. sehingga ia mengira kamu hilang. Pada saat pesta dilangsungkan. Kini aku hanya berharap Tuan bisa menyembuhkan lukaku.” “Kenapa mata tombak itu berada di perutmu?” “Sebenarnya babi hutan yang kamu tombak itu adalah penjelmaanku. Sangmaima mampu mengobati luka wanita itu dengan mudahnya. Namun sayangnya. banyak orang yang datang untuk melihat pertunjukkan itu. melainkan menyelinap dan bersembunyi di langit-langit rumah abangnya. “Sepertinya mata tombak itu milik Abangku. Namun.” “Maafkan aku. jangan banyak bicara! Cepat berangkat!” perintah Datu Dalu. Ia kemudian menghampirinya.” gumam Sangmaima. Saat itu pula Sangmaima kembali ke hutan untuk mencari babi hutan itu.” Setelah pestanya selesai.” ucap Sangmaima dengan takjub. ia pun menyapa wanita cantik itu. “Aku seorang putri raja yang berkuasa di istana ini. siapa pula pemilik istana ini?” tanyanya dalam hati. Sangmaima. gawat! Abangku pasti akan marah kepadaku jika mengetahui hal ini. ia tidak langsung pulang ke rumahnya. dalam pesta tersebut. Ia pun mulai cemas. Setelah wanita itu sembuh dari sakitnya. “Aduhai. gadis cantik! Siapa kamu?” tanya Sangmaima.” “Baiklah. Untuk mewujudkan kegembiraan itu.” kata Sangmaima dalam hati. Akhirnya. “Maaf. Oleh karena penasaran. Tuan! Semuanya sudah terlanjur. Untuk memeriahkan pestanya. ia pun bermaksud meminjam pertunjukan itu untuk memikat para tamu agar mau datang ke pestanya. karena tidak berhasil menjaga wanita .” Baiklah. dan tampaklah sebuah mata tombak menempel di perut wanita cantik itu.” kata Datu Dalu kepada adiknya dengan nada kesal. asalkan Abang bisa menjaga wanita burung Ernga ini jangan sampai hilang. ia mengadakan pertunjukan dengan mendatangkan seorang wanita yang dihiasi dengan berbagai bulu burung. Pencariannya kali ini ia lakukan dengan sangat hati-hati.

Ada dua pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran. Mereka sudah lama menikah tetapi belum juga di karuniai seorang anak. Kabupaten Tapanuli Utara. danau tersebut diberi nama Danau Si Losung.burung Ernga itu. Pohon itu mempunyai buah yang masak dan manis. sehingga perkelahian itu tampak seimbang. belum ia mencarinya. kemana dia membawa anak-anak itu. Lamakelamaan terbuktilah apa yang diungkapkan pengetua itu benar-benar. saat itu juga terjadi kelaparan juga teriknya tak tertahankan. sehingga piring itu jatuh di kampung Datu Dalu yang pada akhirnya juga menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Si Pinggan. Sehabis pesta tamu-tamu telah menasehatkan supaya anak-anak itu jangan kiranya bersama-sama di asuh.” jawab Datu Dalu gugup. Saat itu juga perempuan itu melahirkan anak kembar. Sementara itu. Demikianlah cerita tentang asal-mula terjadinya Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan di daerah Silahan. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Sangmaima ingin membalas serangan abangnya. Beliau adalah seorang si Baso atau pendeta namanya datu Arak ni pane. “Aduh. Sesudah perempuan itu hamil maka luar biasa lamanya barulah anak itu lahir. Tiba-tiba saja dia menghilang dari kamarnya. Namun. Ia pun mengambil piring lalu dilemparkan ke arah abangnya. tiba-tiba adiknya sudah berada di depan rumahnya. Karena kepala persatuan pemujaan roh-roh menjadi risau ia pergi menjumpai guru Hatimbulan dan mengatakan kepadanya : mengapa keadaan yang seperti ini tidak berubah-ubah karena kejadia belum pernah terjadi mereka pergi untuk mencari sebabnya dan mengajak kepada Debata atau dewa yang adil sehingga guru Hatimbulan menjawab :” semua bisa terjadi” lalu raja Bius mengatakan :” semua orang heran mengapa istrimu begitu lama hamil para bidan menerangkan bahwa kehamilan itu telah terlalu lama karena perkataan itu maka timbullah pertengkaran akan tetapi tidak ada yang cidera atau mati. “Dik! Bagaimana jika aku ganti dengan uang?” Datu Dalu menawarkan. kerah tanah menutupi hubangan-hubangan dan rawa-rawa. semua tanam-tanaman tumbuh dengan segar sehingga guru Hatimbulan memotong seekor lembu untuk mendamaikan kekuasaan jahat itu. dan perkelahian antara adik dan abang itu tidak terelakkan lagi. Namun sang Adik berhasil menghindar.” gumam Datu Dalu. Tanpa diduga. Kecamatan Lintong Ni Huta. cari Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pulau Samosir di desa si dugur-dugur tinggallah seorang laki-laki bernama guru Hatimbulan. si boru Tapinuansa ingin makan buah-buah itu karena . Akhirnya pertengkaran pun terjadi. tidak ada yang kalah dan menang. Istrinya bernama Nansindak panaluan. seorang anak laki-laki dan perempuan seketika itu juga maka hujan pun turun lebat. “Bang! Aku datang ingin membawa pulang wanita burung Ernga itu. Ia juga mengundang semua pengetua-pengetua dan kepala-kepala dalam perjamuan itu dimana nama anakanak itu akan di umumkan putra itu di beri nama Aji donda atahutan dan putri itu di bri nama Si boru Tapi nauasan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. istimewa yang berlainan jenis adalah satu masalah yang sangat tidak baik menurut pahamter. Di mana dia?” tanya Sangmaima pura-pura tidak tahu. semua penduduk kampung itu menganggap keadaan itu hal yang gaib. sehingga lesung itu melayang tinggi dan jatuh di kampung Sangmaima. seekor anjing kurus membawa mereka dalam setiap hari guru Hatimbulan membawa mereka setelah anak-anak itu menjadi dewasa maka putri atau gadis itu ketika berjalan-jalan kebetulan melihat sebuah pohon bernama pui-piu tanggu. tidak bisa menjaganya.” seru Sangmaima. yaitu agar tidak bersifat curang dan egois Silinduat/ Kembar. akan tetapi guru Hatimbulan tudak mengendalikan nasehat arif bijak sana dari pengetua-pengetua dan kepala itu. sebab kelahiran kembar. Datu Dalu pun berhasil menghindar dari lemparan adiknya. Gawat! Adikku pasti akan marah jika mengetahui hal ini. Oleh masyarakat setempat. “Abang harus menemukan burung itu. Guru Hatimbulan mendirikan gubuk kecil di bukit suci. tempat jatuhnya lesung itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah danau. yang satu kiranya di bawa ke barat dan yang satu lagi di bawa ke timur. Datu Dalu kemudian mengambil lesung lalu dilemparkan ke arah adiknya. Sangmaima tidak bersedia menerima ganti rugi dengan bentuk apapun. Keduanya pun saling menyerang satu sama lain dengan jurus yang sama. “Maaf Adikku! Aku telah lalai.

Daem. Guru Hatimbulan telah kehabisan akal ia telah banyak mengeluarkan uang untuk datudatu keperluan gondang dan kurban untuk roh-roh. Tidak diduga. ia mengambil dan memakainya akan tetapi ia di telan pohon itu dan ia menjadi satu dengan pohon tersebut. Donda memanjat pohon itu dengan maksud menolong saudaranya. kata tokoh masyarakat di P. Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya. terletak di 20. cari Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka. di Jalan Sentosa Kelurahan Pulau Simardan Lingkungan IV Kota Tanjungbalai. seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan. Simardan berencana menjual harta karun yang ditemukannya itu.58 LU (Lintang Utara) dan 0. hanya saja kepalanya masih kecil dan kelihatan. mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. Donda heran melihat kejadian itu dan menayakkan mengapa sampai terjadi hal ini. Simardan Kota Tanjungbalai. Simardan sebenarnya berasal dari hulu Tanjungbalai atau sekitar daerah Tapanuli. Berbeda dengan Simardan. pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahuntahun tidak bertemu. namun pendiriannya tetap tidak berubah. Bahagia anaknya telah kembali. Besok paginya anjing mereka datang berlari-lari maka ia pun ikut juga tertelan di pohon itu hanya saja kepalanya kelihatan. tetapi kutuk lah dirimu sendiri lalu roh itu berkat ” jikalau begitu semestinya bapak pergunakanlah saya dari sekarang sebagai Simardan. Simardan adalah anaknya. Walaupun peristiwa tersebut terjadi di daerah Tanjungbalai. Anak Durhaka. guna mencari peruntungan.979 jiwa (sensus 2003-red). dia merantau ke Malaysia untuk menjual harta karun yang ditemukannya di sekitar rumahnya. Simardan. dan mengatakan. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan. wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya. kata Marpaung.90 ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 144. dia pergi merantau ke negeri seberang. berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas. Tanjungbalai. warga Jalan Mesjid P. Di Kota Tanjungbalai. Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim. Esoknya. Selain itu. Menurut keterangan masyarakat kepadanya. akan tetapi ia juga lengket di pohon tersebut. tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh. suatu hari ibunya yang tua renta. . Abdul Hamid Marpaung. Dekat pada pohon tersebut sehingga gadis tersebut menyahutinya. ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. Guru Hatimbulan mendengarnya ia menjawab janganlah kutuk saya. Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya. Kemudian. Di antaranya. Daem mengatakan. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. akibat durhaka terhadap ibunya.052. Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu. dia pergi ke tempat yang tergambar dalam mimpinya. 75. 80. dengan tujuan merubah nasib keluarga. yaitu daerah Porsea Tapanuli. Berasal Dari Tapanuli Sebelum terjadinya peristiwa tersebut. apa saja yang ia minta diberikan tetapi ia menjadi putus asa. warga Jalan Binjai Semula Jadi Kota Tanjungbalai.” jelasnya.” tutur Marpaung. Lokasi berlabuhnya kapal tersebut. melainkan di hulu Tanjungbalai. “Daerah asal Simardan bukan Tanjungbalai. Di pelabuhan. Hal itu juga dikatakan tokoh masyarakat lainnya. pelukan kasih dan sayang seorang ibu. dan Tanjungbalai merupakan daerah yang ditujunya. “Simardan bermimpi lokasi harta karun. Karena. biasanya anak pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai.itu ia memanjat buah pohon tersebut. Pada suatu hari. Bahkan. Pulau Simardan masih sebuah perairan tempat kapal berlabuh. Saudaranya menunggu sampai sore dalam kebimbangan mengenai nasib saudaranya kemudian dia pergi ke hutan untuk memeriksanya sambil memanggil-manggil namanya dengan suara yang nyaring. Menjual Harta Karun Dari berbagai cerita atau kisah tentang legenda anak durhaka.3 meter dari permukaan laut. Beberapa hari kemudian ia menemukan datu parponsa ginjang memperkenalkan dirinya. yakni Pulau Simardan. Ia menerangkan dengan pasti bahwa ia dapat melepaskan orang-orang itu. Kedua anak itu menjerit minta tolong akan tetapi suara sedih hilang dalam gelap gulita itu. H. ditepis Simardan. dan memukan berbagai macam perhiasan yang banyak. Sedangkan luasnya sekitar 6. Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis.

ibunya memakai pakaian compang-comping. berdiri kerajaan besar dan kaya di Tanjungbalai. Tapi dengan ditemukannya tali. Berbeda dengan keterangan Marpaung. “Salah satu kerajaan di Pulau Penang Malaysialah yang membeli harta karun tersebut. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. rantai dan jangkar kapal membuktikan bahwa dulu Pulau Simardan adalah perairan Legenda Sipiso Somalim. Gembira anak semata wayangnya kembali ke tanah air. “Makanan yang dibawa ibunya adalah bukti bahwa keyakinan mereka berbeda. turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar. berita kedatangan Simardan di Tanjungbalai disampaikan masyarakat kepada ibunya. Bahkan. Jadi atas saran orang tua di Malaysia. akibat bertambahnya populasi manusia di Tanjungbalai khususnya di Pulau Simardan. “Benar tidaknya legenda Simardan. Malu Setelah berpuluh tahun merantau. Selain tali kapal ditemukan juga rantai dan jangkar. wanita tua itu lalu berdoa sembari memegang payudaranya. Akibatnya. Para pelayan dan isterinya berubah menjadi kera putih. lalu menemui seorang dukun sakti untuk menanyakan apa yang bakal terjadi dengan anak yang ada di dalam kandungannya. Begitulah setelah lahir. cari Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan. Setelah dewasa Sipiso Somalim sudah . Lebih lanjut dikatakan Marpaung. ternyata sikap dan perlakuan Simardan tidak seperti yang dibayangkannya. berupa makanan khas keyakinan mereka yang belum mengenal agama. Simardan akhirnya kembali ke Tanjungbalai bersama isterinya. Raja yang sangat makmur dan kaya raya. Simardan datang ke Tanjungbalai dilandasi karena tidak memiliki keturunan. Penemuan terjadi. pasangan suami isteri itu pergi ke Tanjungbalai. perlakuan kasar Simardan karena malu melihat ibunya yang miskin. yang diduga berasal dari kapal Simardan. sehingga kapal tersebut hancur berantakan. Kedatangannya ke Tanjungbalai. Hal ini disebabkan para pelayan dan isterinya tidak ada kaitan dengan sikap durhaka Simardan kepada ibunya. menurut cerita Marpaung dan Daem. “Karena miskin. Dusun sakti kemudian memberikan jawaban bahwa bayi ini akan menjadi seorang laki-laki yang memiliki kharisma dan kelebihan tersendiri.” begitulah kira-kira yang diucapkan ibu Simardan. karena dia malu kepada isterinya ketika diketahui ibunya belum mengenal agama. akan tetapi setelah genap waktunya bayi ini tidak kunjung lahir. Sedangkan tubuh Simardan. kemudian Siboru Sandebona kebingungan. ibu Simardan kemudian berangkat menuju Tanjungbalai bersama beberapa kerabat dekatnya. Simardan membantah bahwa orang tua tersebut adalah wanita yang telah melahirkannya. ketika masyarakat menggali perigi (sumur). sang ibu lalu mempersiapkan berbagai hidangan. Kalau menurut Marpaung. Mereka diberikan tempat hidup di hutan Pulau Simardan.” Kera Putih dan Tali Kapal Setelah diperlakukan kasar oleh Simardan. Dengan sukacita.” tutur Marpaung. Setelah beberapa tahun di Malaysia.Suatu saat Siboru sandebona mengandung seorang anak laki-laki. sekitar tahun lima puluhan masyarakat menemukan tali kapal berukuran besar di daerah Jalan Utama Pulau Simardan. tujuan Simardan pergi merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Usai berdoa. tergantung persepsi kita. sehingga dia terpaksa pergi ke Malaysia. kata Marpaung. kera putih itu tidak pernah terlihat lagi. jelas Marpaung.” Sementara menurut H.” jelas Marpaung.Daem. Di samping itu. “Kalau dia adalah anakku. Raja ini mempunyai seorang saudara putri yang bernama siboru Sandebona yang kemudian kawin dengan raja Panuasa dari kampung Uluan. Simardan tidak mengakui sebagai orangtuanya. Simardan juga mempersunting putri kerajaan itu. Hal itu dilakukan Simardan. tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan. masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan. tunjukkanlah kebesaran-Mu. Sesampainya di Tanjungbalai. tidak satupun kerajaan yang mampu membayar harta karun temuan Simardan.” ungkapnya. Daem. Simardan akhirnya berhasil menjadi orang kaya dan mempersunting putri bangsawan sebagai isterinya. “Sekitar empat puluh tahun lalu. kata Daem dan Marpaung. bayi ini diberi nama Sipiso Somalim. menurut Daem. Namun. Tapi setibanya di Tanjungbalai. “Hidangan yang disiapkan ibunya adalah makanan yang diharamkan dalam agama Islam. menurut H. untuk berdagang sekaligus mencari bahan-bahan kebutuhan.jelas Marpaung.

dan suara lantang berkata. Sipiso Somalim tetap saja pada pendiriannya untuk meminang putri pamannya. Semua ini tentu karena pamannya makin hari makin curiga terhadap Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim. Karena asiknya Sipiso Somalim mandi. Sebagaimana tujuan keberangkatan Sipiso Somalim untuk meminang putri pamannya. Akan tetapi untuk sementara. Perjalananpun dilanjutkan dan sejak itu. Kemudian Punsahang Mataniari memanggil Sipakpakhumal untuk mengiring kerbau tadi. Rasa gelisah tetap menyelimuti hati ibu Sipiso Somalim. Setelah berjalan beberapa hari akhirnya mereka tiba di Rura Silindung tempat Punsahang MataniariPunsahang Mata ni Bulan. dia sangat sopan dan berbudi baik. Mendengar semua ini Sipiso Somalim tidak dapat bebuat apa-apa kecuali hanya tunduk serta menerima apa yang terjadi. apabila pohon itu layu berarti dia mendapat kesulitan di tengah jalan.menunjukkan kelebihan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. ibunya tidak kuasa lagi menolak permintaan Sipiso Somalim. bagi Sipakpakhumal mengetahui bahwa itu sengaja dikirim oleh ibunya dari kampung halaman. Kedatangan kerbau ini. Adapun Sipakpakhumal yang merupakan Sipiso Somalim yang sebenarnya tetap diam dan tidak berani berbuat apaapa dan dia diperlakukan sebagai layaknya seorang pembantu. Sipakpakhumal yang sebelumnya adalah Sipiso Somalim tetapmenunjukkan sikap baik pada Sipiso Somalim. Setelah siap mandi betapa terkejutnya Sipiso Somalim menyaksikan Sipakpakhumal yang telah mengenakan pakainnya. Punsahang Mataniari semakin menyadari bahwa ada yang tidak beres diantara Sipiso Somalim dan Sipakpakhumal. di kampung halaman. Akan tetapi saat dia mendekat kerbau ini mengamuk dan hampir menanduk Sipakpakhumal. suatu ketika dia menyampaikan hasrat tersebut kepada pamannya. Kemudian dia menanggalkan pakaian kebesarannya dan selanjutnya meminta Sipakpakhumal untuk menjaganya. dia hanya duduk tenang. mengerti. Dengan mengenakan pakaian kebesaran serta bekal secukupnya termasuk “Pungga Haomasan” (obat penangkal lapar dan haus). dengan jalan yang penuh resiko. “sejak sekarang ini sayalah yang menjadi Sipiso Somalim dan kau menjadi Sipakpakhumal. namun kerbau ini dapat disuruhnya bekerja sendiri untuk membajak sawah itu. Ketika kerbau ini sampai Punsahang Mataniari memanggil Sipiso Somalim untuk mengiring kerbau ini kekandang. Sipiso Somalim berangkat menuju kampung pamannya Rura Silindungdn menelusuri hutan lebat. dan sama sekali dia tidak dapat berbuat apa-apa. Sipakpakhumal menjadi Sipiso Somalim. seperti ancaman dari binatang buas mereka pun berjalan hingga suatu hari tiba pada sebuah pancuran yang sangat sejuk. tetapi mereka tidak menunjukkan bahkan memperlakukannya Sipiso Somalim seperti keluarganya sendiri. Sipakpakhumal kemudian dengan menghunus pedang. Sipiso Somalim dipanggil menjadi Sipakpakhumal dan demikian sebaliknya. dan selama itu pula Sipakpakhumal tidak habis piker bagaimana perasaan ibu yang dia tinggalkan sebab sebelum berangkat dia berpesan kepada ibunya agar ibunya memperhatikan sebatang pohon yang dia tanam di dekat rumahnya. Dalam sikapnya terhadap orang-orang sekitarnya. dia tidak menghiraukan apa yang telah diperbuat Sipakpakhumal tadi.” . Pada usia sudah matang. Melihat sejuknya air pancuran ini. Lama kelamaan Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim makin menunjukkan sikap yang kurang baik terhadap keluarga pamannya maupun kepada Sipakpakhumal. dan apabila mati maka dia telah mati diperjalanan. Sipiso Somalim meminta agar mereka berhenti dan mandi untuk melepas rasa letih. Lalu suatu ketika ibunya memberangkatkan Sipiso Somalim yang didampingi seorang pengawalnya yaitu Sipakpakhumal. kerbau ini langsung mendekat seperti bersujud. karena dengan pakaian ini kharisma Sipiso Somalim langsung pindah Sipakpakhumal. pamannya menolak dengan cara halus dengan alasan agar jangan terburu-buru dulu. dan apabila hal ini kau ceritakan pada siapapun kau akan kubunuh. Sehingga pada saat dia menggembalakan kerbau ini di sawah dia membuka tanduk . Dengan kejadian ini. Pada suatu saat dia disuruh orangtuanya untuk membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau. Meilhat Sipiso Somalim datang Punsahang Mataniari terus tahu bahwa dia adalah anak saudarinya yaitu Siboru Sandebona. kita akan terus menuju kampung Pusahang Mataniari dan jangan sekali-kali bicara pada siapapun bahwa aku telah menggantikanmu sebagai Sipiso Somalim. Maka dengan diam-diam dia mengenakan pakaian kebesaran Sipiso Somalim seperti layaknya seorang raja. Selama dalam perjalanan. Bahkan semua tindak tanduknya mencerminkan sikap seorang anak-raja. Pada saat Sipakpakhumal mendekat. Adapun Sipakpakhumal sejak keberangkatannya dengan Sipiso Somalim sudah memiliki niat jahat bagaimana agar dia dapat berperan sebagai Sipiso Somalim agar selanjutnya dapat memperistri putri Punsahang Mataniari. Lalu dengan langsung dia memeluk Sipiso Somalim meskipun sebenarnya dia memiliki firasat bahwa ada yang kurang beres dengan keponakannya itu. lalu kemudian dia kembali mengirimkan seekor kerbau yang bernama “Horbo Sisapang Naualu”.

Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengambil sebuah benda kecil yang disebut “pungga haomasan”. Putri sulung Punsahang Mataniari meminta kepada ayahnya untuk menggelar upacara dengan membunyikan seperangkat musik dan mengundang semua pemuda yaitu anak raja-raja yang berada disekeliling kampungnya. Baik Punsahang Mataniari maupun putri sulung menganggap bahwa yang datang itu adalah Sipiso Somalim yang . dan pada saat acara berakhir tiba-tiba seorang pemuda dengan menunggang kuda “Siapas Puli” kembali hadir setelah menari-nari sejenak akhirnya menghilang. Para pengawal kemudian kembali dan melaporkan kepada Punsahang Mataniari bahwa mereka telah tidak menemukan jejak pemuda itu. Dengan rasa gugup dan ketakutan. Kemudian Punsahang Mataniari menawarkan kepada anak perempuannya nomor dua dan ternyata putrinya itu mau. akan tetapi karena Punsahanng Mataniari sadar bahwa Sipakpakhumal telah terlanjur menantunya sehingga dia tidak dapat berbuat apaapa. Pungga haomasan ini diberikan ibunya saat dia berangkat dahulu dan sampai saat itu tetap berada ditangannya. pamannya mempertanyakan kepada putrinya yang paling sulung agar berkenan menerima Sipakpakhumal yang mengaku sebagai Sipiso Somalim menjadi suaminya akan tetapi dia menolak permintaan itu. sang putri mengatakan kepada ayahnya bahwa dia sangat tertarik kepada pemuda tersebut dan meminta kepada ayahnya agar dia menyuruh para pengawal untuk mencari asal pemuda tadi. Karena Punsahang Mataniari mengancam akan membunuh apabila dia bohong maka Si Piso Somalim mengaku dengan terus terang apa yang telah dia lakukan terhadap Sipakpakhumal sehingga Sipiso Somalim yang sebenarnya akhirnya dijadikan sebagai Sipakpakhumal dan demikian juga sebaliknya. atas permintaan putri Punsahang Mataniari. Sipakpakhumal merasa bahwa putri Punsahang Mataniari sudah jauh lalu diambilnya nasi tersebut dan ditaburkannya untuk makanan burung yang semuanya mengelilingi Sipakpakhumal. Para pengawalmya heran sebab ada tanda-tanda bahwa Sipakpakhumal lah lelaki yang baru saja hadir di pesta itu. kembali digelar acara adat dengan membunyikan seperangkat alat musik. Dengan kehadiran pemuda itu. besok harinya pada pagi-pagi buta dia melarikan diri beserta istrinya yang menurut cerita berangkat menuju Sumatera Timur. Para pengawalnyapun mengikuti jejak pemuda tadi dan akhirnya mereka tiba pada suatu tempat yaitu tempatnya Sipakpakhumal untuk mengembalakan ternak tuannya. Pada kedua kalinya. Dengan perasaan berang sebenarnya ingin menghukum Sipakpakhumal ini. Punsahang Mataniari kemudian memangil si Piso Somalim serta bertanya apa yang pernah terjadi antara mereka berdua. dia sangat terkejut mendengar musik yang sangat merdu yang diiringi oleh nyanyi ria yang banyak bertengger diatas dahan. namun diluar dugaan. Hingga pada suatu ketika. datanglah putri Punsahang Mataniari untuk mengantar makanan Sipakpakhumal. Acara sudah digelar akan tetapi tak satu orangpun dari pemuda itu berkenan di hati putrinya Punsahang Mataniari.Begitupun karena Sipakpakhumal menyadari kesalahannya dan merasa hidupnya akan terancam. Pada siang hari. Menyaksikan semua apa yang terjadi putri Punsahang Mataniari cepat-cepat menemui dan memberitahukan apa yang dia saksikan kepada ayahnya Punsahang Mataniari. Sementara itu. Pungga haomasan ini kemudian dicium dan dijilat lalu seketika itu dia kenyang sebagaimana layaknya makan nasi. dan ayahnya pun semakin yakin bahwa Sipakpakhumal yang dijadikan pembantu adalah Sipiso Somalim yang sebenarnya. pakaian kebesaran itupun ditanggalkan dan memakai pakaian biasa. Sehingga selama ini pun Punsahang Mataniari sebenarnya juga curiga karena pengetahuannya Sipakpakhumal tidak pernah makan tetapi tetap mengaku kenyang. Sipakpakhumal yang mengaku Sipiso Somalim semakin mendesak pamannya agar dia dikawinkan dengan putri pamannya. Lebih terkejut lagi. Lalu malalui upacara adat mereka dikawinkan. dasar curiga. putri Punsahang Mataniari pamit seolah-olah pulang ke rumah akan tetapi dia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar untuk mengamati dari dekat tindak tanduk Sipakpakhumal. Untuk menari dan dia ingin memilih salah satu dari antara mereka untuk menjadi suaminya.kerbau ini ternyata di dalamnya terdapat berbagai jenis alat musik dan perhiasan kerajaan sementara kerbau ini membajak sawah. Dengan hati tidak sabar. pada saat dia memperhatikan bahwa kerbau tersebut membajak sawah tanpa digembalakan Sipakpakhumal. Sipakpakhumal menerima makanan itu dari putri Punsahang Mataniari. dia memainkan alat-alat musik tadi sehingga karena merdunya segenap burung yang terbang diangkasa turut bernyanyi ria. karena sesaat setelah Sipakpakhumal berada di gubuknya lalu ia menukar pakaiannya seperti semula dan pakaian kebesaran itu adalah pemberian ibunya yang dikirimkan melalui kerbau itu dan setelah dia sampai dipondoknya. tiba-tiba seorang pemuda menunggang kuda dan berpakaian kerajaan tibatiba muncul dipesta itu. ternyata yang memainkan musik ini adalah Sipapakhumal. Setelah dekat. semua orang tercengang dan seketika itu pula pemuda itu meninggalkan pesta itu.

Suasanapun berobah. tangga rumahnya dibuat dari pisau-pisau yang tajam. Pada awalnya Sipiso Somalim menolak akan tetapi setelah dia pertimbangkan masak-masak akhirnya dia terima dan pesta perkawinanpun dilaksanakan dengan menggelar upacara adat. Sang dukun pergi ketempat patung tersebut dengan membawa obat berkhasiat. Pohon tersebut turun tepat ditempat peristirahatan (perberhentian) yang disebut Adian Naga Tolping. Punsahang Mataniari memerintahkan para pengawal untuk menjemput Sipakpakhumal dari tempatnya dan membawanya terhadap Punsahang Mataniari. membantu dalam peperangan dll.sebenarnya dan yang selama 7 tahun telah terlanjur mereka jadikan sebagai pembantu dan semua ini adalah atas ulah dari kebohongan Sipakpakhumal yang selama ini mengaku sebagai Sipiso Somalim. Sipiso Somalim akhirnya menikah denngan putri pamannya sesuai dengan keberangkatannya untuk menemui pamannya Punsahang Mataniari 7 tahun yang silam dan pada suatu waktu dia beserta istrinya meninggalkan Rura Silindung dan kembali menemui Ibunya di kampung halamannya yaitu Kampung Uluan Tunggal Panaluan. Ketika hendak pulang barangbarang tersebut tidak dapat dibuka walau dengan cara apapun. Saudagar melihat betapa cantiknya patung tersebut bila dikenakan pakaian dan perhiasan lengkap. Suatu saat ia (Baragas Tunggal) melihat di udara pohon melayanglayang tanpa cabang. Datu Nasumurung membangun rumah untuk tempatnya bertenun yang dikawal harimau. sehingga motif yang terdapat pada tongkat Tongkat Tunggal Panaluan juga bervariasi. diteteskan ke mulut terus dapat berbicara. lalu meneteskannya ke mata patung. namun seorang pemuda berhasil memikat hatinya yang bernama Guru Tatea Bulan dan sepakat untuk melaksanakan perkawinan. kalung. daunnya kira-kira setinggi manusia. ia bermaksud membawa pulang. ke telinga lalu mendengar. suatu saat pamannya mengutarakan bahwa mereka memiliki hasrat untuk menjadikan Sipiso Somalim sebagai menantunya. Pertemuan dengan Punsahang Mataniari beserta seluruh keluarganya sangat mengharukan. Maka pergilah Datu Baragas kehutan untuk mencari kayu yang cocok dijadikan patung. matanya langsung berkedip. Berita itu tersebar luas diseluruh negeri dan sampai kepada . Baragas memohon kepada Mulajadi agar pohon tersebut diturunkan ke bumi dan ternyata dikabulkan. ahli ramal menganjurkan agar mengganti patung-patung yang ada di rumahnya dengan yang lebih cantik. Setelah selesai. diberi nama siboru Jonjong Anian Siboru Tibal Tudosan. Baragas mengambilnya serta mulai mengukir sehingga berbentuk seorang gadis disebut Jonjong Anian. cari Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk : meminta hujan. mencari dan menangkap pencuri. Pada saat itu pamannya menyampaikan maaf yang sebenarnya atas apa yang terjadi selama 7 tahun ini. gelang dan kancing emas. tetapi tidak dapat diangkatnya. Beberapa hari kemudian saudagar kain dan perhiasan lewat lalu beristirahat ditempat tersebut. selendang. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. ditetskan kehidung terus bersin. sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. mengobati penyakit. babi dan anjing. Pakpakhumal sebenarnya apa yang terjadi dan sebelumnya dia menolak untuk menemui Punsahang Mataniari akan tetapi setelah dibujuk akhirnya diapun mau. Tersiarlah berita sampai keseluruh negeri dan sampai pada dukun Nasumurung Datu Pangabang-abang Pangubung-ubung yaitu dukun yang dapat menghidupkan kembali yang mati atau menyegarkan yang busuk. Ia kemudian mengenakan pakaian. diteteskan ke bibir sehingga komatkamit. menolak bala. Ada beberapa versi mengenai kisah terjadinya tongkat Tongkat Tunggal Panaluan yang memiliki persamaan dan perbedaan. Lalu ia pulang dengan hati yang sangat kesal. pergelangan tangan maupun kaki sehingga dapat bergerak dan berjalan sehingga patung tersebut menjadi seorang gadis cantik jelita. Mereka menanyakan hal tersebut kepada ahli ramal. Banyak pemuda yang simpati padanya tapi untuk bertemupun tidak bisa. kepersendian. Wabah. menahan hujan (manarang udan). Pada saat itu akhirnya Sipakpakhumal yang sebenarnya adalah Sipiso Somalim menceritakan semua yang terjadi sejak diberangkatkan Ibunya 7 tahun yang lalu akhirnya mendapat malapetaka atas ulah licik Sipakpakhumal yang sebenarnya. tetapi berhari-hari lamanya tidak ditemukan. Salah satu kisahnya sebagai berikut : sepasang suami istri yaitu Datu Baragas Tunggal Pambarbar Na Sumurung (ahli ukir) dan istrinya Nan Sindak Panaluan. Maka pada saat itu juga. kerabu.

pisang. maka Beru Ginting Sope Mbelin membentuk “aron” atau “kerabat kerja tani gotong royong” yang beranggotakan empat orang. Yang laki-laki dinamai Aji Donda Hatahutan Situan Parbaring dan adiknya si Tapi Nauasan Siboru Panaluan Turi-Turin Beru Ginting Sope Mbelin. Anak ini diperlakukan dengan sangat kejam. Tarigan Mergana dan Karo Mergana. Berulang kali begitu. Pendapat itu disetujui dan perkawinanpun dilaksanakan. mis : meminta hati elang. Beru Ginting Sope Mbelin disuruh naik ke kapal untuk dibawa berlayar. Melaratlah hidup Beru Ginting Sope Mbelin bersama Beru Sembiring. lalu mendatangi datu Pangabang-abang yang menanyakan hal itu. tiada berayah tiada beribu. Untuk mengambil hati makcik dan pakciknya. Mesin kapal dihidupkan tetapi tidak jalan. saudagar menjadi pamannya dan datu Pangabang-abang menjadi kakeknya. Lama kelamaan upayanya ini memang berhasil. Beberapa lama kemudian. walaupun permintaan tersebut terasa aneh. Perselisihan itu ditengahi oleh Si Raja Bahir-bahir (seorang penyumpit) yang menyatakan : Baragas (pengukir) pantas menjadi ayahnya. bisalnya menumbuk padi yang berbakul-bakul. Niat jahat makcik dan pakciknya tidak padam-padamnya. mengambil kayu api berikat-ikat dengan parang yang majal. Kedua Sibayak ini memberi kain kepada Beru Ginting Sope Mbelin sebagai tanda mata dan berdoa agar selamat di perjalanan dan dapat bertemu lagi kelak. selalu dicaci-maki walaupun sebenarnya pekerjaannya semua berres. Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. Nakhoda kapal itu sudah setuju membeli Beru Ginting Sope Mbelin dengan harga 250 uang logam perak. dll. Selanjutnya sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di tepi pantai. Pakciknya menyuruh pamannya untuk menjual Beru Ginting Sope Mbelin ke tempat lain di luar tanah Urung Galuh Simale. setelah lahir ternyata kembar dua (marporhas). Maka jadilah Beru Ginting sope Mbelin benar-benar anak yatim piatu. menyusul pula beru Sembiring meninggal. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Akhirnya meninggal dunia. Beru Sembiring Pandan. Ternyata kehamilannya diluar kebiasaan yaitu selama 12 bulan. Pakciknya berupaya memperoleh semua harta pusaka ayah Beru Ginting Sope Mbelin. datu yang menghidupkan dan saudagar yang masingmasing mengatakan bahwa siboru Jonjong Anian adalah putrinya. Keberhasilan Ginting Mergana ini menimbulkan cemburu adik kandungnya sendiri. Empat hari setelah kematian Ginting Mergana. yaitu Beru Ginting Sope Mbelin. anak wanita. Pamannya membawanya berjalan jauh untuk dijual kepada orang yang mau membelinya. Di pelabuhan itu sedang berlabuh sebuah kapal dari negeri jauh. Adik kandungnya ini justru meracuni Ginting Mergana sehingga sakit keras. tetapi ternyata tidak berhasil. Di tengah jalan Beru Ginting Sope Mbelin bertemu dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Ada-ada saja upaya dibuat oleh makcik dan pakciknya untuk mencari kesalahan Beru Ginting Sope Mbelin. Kemudian sampailah Beru Ginting Sope Mbelin bersama pamannya di Tanah Alas di kampung Kejurun Batu Mbulan dan diterima serta diperlakukan dengan baik oleh Tengku Kejurun Batu Mbulan secara adat. yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. Siboru Jonjong Anian mulai mengandung (hamil). nangka. Beru Ginting Sope Mbelin pun tinggal dan hidup bersama pakcik dan makciknya. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu “judi rampah” dan dia mengutip cukai dari para penjudi untuk mendapatkan uang. Anak mereka hanya seorang. Segala siasat dan tipu muslihat pakciknya bersama konco-konconya dapat ditangkis oleh Beru Ginting Sope Mbelin. ikan lumba-lumba. Walau Beru Ginting Sope Mbelin dapat mengerjakannya dengan baik dan cepat – karena selalu dibantu oleh temannya Beru Sembiring Pandan toh dia tetap saja kena marah dan caci-maki oleh makcik dan pakciknya. laki-laki dan perempuan. yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. Kalau Beru Ginting Sope Mbelin . ayam jantan.Baragas (sipembuat patung). dll. cari Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri. Terjadilah perselisihan antara sipembuat patung (pengukir). Selama hamil Guru Tatea Bulan senantiasa memenuhi permintaannya agar kelak tidak menjadi staknasi (halangan). Guru Tatea Bulan melaksanakan pesta pemberian nama (martutu aek).

Pakcik dan makcik Beru Ginting Sope Mbelin dibawa turun ke halaman untuk dijamu makan dan diberi pakaian baru oleh Beru Ginting Sope Mbelin. keluarlah nenek Datuk Rubia Gande serta berkata: “Mari cucu. Nakhoda akhirnya tidak jadi membeli Beru Ginting Sope Mbelin dan uang yang 250 perak itu pun tidak dimintanya kembali. karena begitulah keinginan cucunya Beru Ginting itu. bermalam pula beberapa lama di Kuala dan Perbesi atas undangan kedua sibayak tersebut. Akhirnya. Sampailah mereka di antara Perbesi dan Kuala. bahkan menolongnya menunjukkan jalan yang harus ditempuh. Pendeknya. Ditengah jalan. Dan disediakan pula pengiring yang mengantarkan Beru Ginting Sope Mbelin bersama Karo Mergana ke tanah Urung Galuh Simale. Beru Ginting Sope Mbelin pun menjadi anak asuh nenek Datuk Rubia Gande. Neneknya pun setuju dengan hal itu. yaitu seorang dukun besar atau “guru mbelin”. Perjalanan pun dilanjutkan.turun dari kapal. makanan yang cukup bahkan banyak sekali. Ternyata antara Beru Ginting Sope Mbelin dan nenek Datuk Gande terdapar rasa saling menghargai. jangan menangis. Semuanya telah diatur dengan baik: perangkat gendang yang lengkap. mari. nenek Datuk Rubia Gande pun dapat memenuhi permintaan cucunya. Sesampainya di sana. berkat bantuan burung Danggur Dawa-Dawa. Oleh karena itu kepada setiap jejaka yang datang dia berkata : “tanya saja pada nenek saya itu”. Jadinya. kapal itu dapat berjalan. Dan neneknya pun berkata kepada setiap orang: “tanya saja pada cucu saya itu!”. Anehnya harimau tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin. Beru Ginting Sope Mbelin meneruskan perjalanan seorang diri tidak tahu arah tujuan entah ke mana. bermohonlah Karo Mergana kepada nenek Datuk Rubia Gande agar mereka diizinkan pulang ke tanah kelahiran Beru Ginting Sope Mbelin. tetapi kalau dia naik. Berangkatlah Beru Ginting Sope Mbelin dengan suaminya Karo Mergana memulai perjalanan. dengan mempertemukan Beru Ginting Sope Mbelin dengan Karo Mergana penghulu Kacaribu. Kedua Sibayak ini sangat bergembira karena dulu mereka pernah memberi kain masing-masing sehelai kepada Beru Ginting Sope Mbelin yang sangat menderita berhati sedih pada waktu itu. paman Beru Ginting Sope Mbelin pun melarikan diri pulang kembali ke kampung. Dia mengatakan bahwa Beru Ginting Sope Mbelin telah dijual dengan harga 250 perak serta menyerahkan uang itu kepada pakciknya Beru Ginting. Oleh karena itu pada saat tibanya Beru Ginting Sope Mbelin di kampungnya. Mereka berjalan beberapa lama mengikuti rute perjalanan Beru Ginting Sope Mbelin dulu waktu meninggalkan tanah urung Galuh Simale. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya diantar dengan upacara yang meriah atas anjuran dan prakarsa Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi yang bijaksana dan baik hati. Pakcik dan makciknya itu sangat malu dan tidak mengira . di sana mereka pun berjumpa pula dengan Sibayak Kuala dan Sibayak Perbesi. Setelah beberapa hari. Pada suatu ketika dia bertemu dengan seekor induk harimau yang sedang mengajar anaknya. Anehnya. melalui simpang Perbesi dan Kuala bahkan berhenti sejenak di situ. kapal tidak dapat berjalan. pakciknya itu sekeluarga menyembunyikan diri di atas para-para rumah. Nenek Datuk Rubia Gande menyetujui usul itu serta merestui keberangkatan mereka. Akan tetapi akhrinya diketahui juga oleh Beru Ginting Sope Mbelin. Beru Ginting pun sudah remaja dan rupa pun sungguh cantik pula. di pelabuhan di tepi pantai tempat berlabuh kapal nakhoda dulu. Pakciknya percaya bahwa Beru Ginting telah terjual. Tetapi Beru Ginting Sope Mbelin tidak berani mengeluarkan isi hatinya karena yang memeliharanya adalah nenek Datuk Rubia Gande. Atas petunjuk Nenek Uban ini maka secara agak gaib Beru Ginting Sope Mbelin pun sampailah di tempat nenek Datuk Rubia Gande. bahwa Beru Ginting mau dikawinkan asal dengan pemuda/pria yang sependeritaan dengan dia. dan kini mereka dapat pula bertemu dengan Beru Ginting Sope Mbelin bersama suaminya Karo Mergana. Dan kedua insan ini pun dikawinkanlah oleh nenek Datuk Rubia Gande menjadi suami-istri. Penghuni gua – yang bernama Nenek Uban – pun keluar menjumpainya. Konon kabarnya sudah ada jejaka yang ingin mempersuntingnya. jangan takut” dan Beru Ginting Sope Mbelin pun menceritakan segala riwayat hidupnya. Ternyata pakcik Beru Ginting Sope Mbelin dulu – yang juga seorang dukun – mempunyai firasat yang kurang baik terhdapa dirinya. Beru Ginting Sope Mbelin dalam petualangannya sampai pada sebuah gua yang dalam. naik gunung turun lembah. Nenek tua ini mengetahui riwayat hidup keluarga dan pribadi Beru Ginting Sope Mbelin ini. Inilah sebabnya masing-masing memberi jawaban pada orang yang datang “tanya saja pada dia!” Akhirnya terdapat kata sepakat. Karena jawaban yang seperti itu jadinya orang bingung dan tak mau lagi datang melamar. Mereka singgah di kampung Kejurun Batu Mbulan. Nenek Uban ini pun tidak mau memakan Beru Ginting Sope Mbelin bahkan membantunya pula.

gendang si ngarak-ngaraki. menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu. Air yang bening dan tenang. meskipun tidak pernah memakai pupuk dan obat-obatan seperti sekarang ini. Kepala mereka itulah yang merupakan anak tangga yang harus diinjak kalau orang mau masuk dan keluar rumah adat. Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu. h. “Ya. Menurut masyarakat setempat. Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut. g. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2. jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. Tidak ketinggalan pula anak. i. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. gendang morah-morah. c. Desa Kawar namanya. sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. gendang ujung perang. d. hanya kepalanya saja yang nampak. Apa sebenarnya yang terjadi dengan desa Kawar itu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini! Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah. gendang tungo-tungko. Sumatera Utara. sehingga desa Kawar yang pada awalnya merupakan sebuah desa yang subur menjelma menjadi sebuah danau. Maka tidak heran. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam.127. sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah. Hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Dan sebagai hukuman atas kekejaman dan kebusukan hati pakcik dan makciknya itu maka tubuh mereka ditanam sampai bahu masing-masing di beranda barat dan beranda timur. e. Tuhan! Aku ingin sekali . serta bunga-bunga anggrek yang indah. Legenda Lau Kawar. daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. Suatu waktu. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. gendang mulih-mulih. Berbagai bunyi-bunyian pun dimainkan. b. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17C dan tanah yang subur. Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama „Kawar‟. Kabupaten Karo. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut. mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. antara lain: a. gendang rakut. hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. yang terletak di Desa Kuta Gugung. Suatu waktu.25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran „Gendang Guro-Guro Aron‟. Bukit Barisan. yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. terjadi malapetaka besar. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut. gendang jumpa malem. f. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar. terutama sekali “gendang tradisional” Karo serta diiringi dengan tarian. gendan perang musuh. gendang perang si perangen. cari Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo. Kecamatan Simpang Empat. musik khas masyarakat Karo. Dahulu. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi. Itulah hukuman bagi orang yang tidak berperikemanusiaan yang berhati jahat terhadap saudara dan kakak serta anaknya sendiri. ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut.bahwa Beru Ginting Sope Mbelin akan pulang kembali ke kampung apalagi bersama suaminya pula yaitu Karo Mergana. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Sumatera Utara.

Akhirnya. semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. “Baiklah. “Baik. setelah ditunggu-tunggu. “Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk ibu?” tanya sang suami kepada istrinya. pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. sedang aku dibiarkan kelaparan. sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu. Dengan perasaan gembira. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan. si nenek sudah merasa sangat lapar. lalu berlari kembali ke tempat upacara. Ketika tiba saatnya makan siang. “Kalau begitu. remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan. Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang. “Ya. berdiri pun aku sudah tak sanggup. “Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. ia mencoba mencari makanan di dapur. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah. Rupanya. Langit pun menjadi mendung. Maka. “Anakku! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah!” perintah sang ibu. Air matanya pun tak terbendung lagi. sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. teringatlah ketika ia masih remaja. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang. Namun. Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Sesampainya di rumah. Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa. Tapi. apa dayaku ini. “Ya. karena di tempat upacara tersedia banyak makanan. . “Ya. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna. semua orang tidak ada yang peduli padanya. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri. tolong bungkuskan makanan. kambing. menantu serta cucu-cucunya. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang. lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang!” perintah sang suami. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang. Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua. karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. Pada saat-saat lapar seperti itu. suamiku!„ jawab sang istri. Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah. Ia sangat kecewa. Sementara itu. Kini. mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu. tiba-tiba ada yang membawakan makanan. Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. Dalam keadaan demikian. semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. Ia kemudian segera menghampiri istrinya. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu. Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. guntur menggelegar bagai memecah langit.” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal.” ratap si nenek tua dalam hati. Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. babi. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa. ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. Namun. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang. Wanita itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. ia merasa sangat sedih dan terhina. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu. tak seorang pun yang datang. si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. Alangkah senangnya hati sang nenek. Beberapa saat kemudian. Tapi. Jangankan berjalan. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada.menghadiri pesta itu. anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya. dan ayam yang masih hangat. karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. dengan perlakuan itu. ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan!!. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. Kini. ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan. di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu. Namun. Namun betapa kecewanya ia. dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. termasuk anak. termasuk anak dan menantu si nenek itu. “Belum?” jawab istrinya. Di sana tersedia daging panggang lembu.

peluluk. tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia. Sedikitnya ada tiga pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas. Sebagai seorang pemuda. di antaranya „nau. sang istri-lah yang harus bekerja keras. tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal. juk atau ijuk. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri.Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria. hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. sedangkan adiknya. Di Sumatera. Dalam tradisi orang Batak. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh. terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. Sumatera Utara. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia. pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. Kita sekarang sudah dewasa. tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Namun. tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak? Menurut cerita. setelah menderita sakit beberapa lama. kini menjadi anak yatim piatu. Oleh karena itu. Sumatera Utara. Beru Sibou. Untungnya. misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara. dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya? Alkisah. “Adikku. desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. hanau. Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah. karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya. tiba-tiba menjadi panik. desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. Legenda Tuak. Beberapa hari kemudian. Dalam sekejap. Tare Iluh. Pada upacara manuan ompu-ompu. yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna. “Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo. adik dari ayah mereka. dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. Bang!” jawab Beru. seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. menjauhi sifat durhaka kepada orang tua. mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu. dan menyia-nyiakan amanat. sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. yaitu pandai mensyukuri nikmat. si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya. Tare Iluh. kabung. cari Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren. Salah satunya adalah tuak(nira). Oleh karena itu. pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo. Apa yang menyebabkan Abangnya. kawah itu diberi nama „Lau Kawar‟. Sumatera Utara. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya. terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut. biluluk. Demikianlah cerita tentang Asal Mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo. Sementara dalam upacara manulangi. tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara. Sepeninggal suaminya. ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri. Oleh masyarakat setempat. kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Maka sejak itu. ia mencoba untuk menolongnya. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur. orang tua mereka masih memiliki sanaksaudara dekat. wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Aku sebagai anak laki-laki . Namun. karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia. “Ada apa. Oleh karena setiap hari bekerja keras. setelah tumbuhan kelapa. Waktu terus berjalan. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu. Selain sebagai minuman sehari-hari. dan bagot‟. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu.

Sudah berminggu-minggu. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai. si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. Kakek ingin menyarankan sesuatu. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian. Tapi. “Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak. Bang! Tapi. Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon. Abangnya. berbulan-bulan. namun belum juga menemukan abangnya. Tapi kalau boleh. aku akan segera kembali menemani adik di sini. “Baiklah. Beru Sibou sangat sedih. Kek!” “Tare Iluh…? Maaf. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. Setelah itu. Sementara itu. meskipun dengan berat hati. Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak.” “Benar. tanpa berpikir panjang lagi. Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?” “Iya.merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. langit . Tetapi sayangnya. Sepeninggal abangnya. ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak. bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya. namun tak seorang pun yang mendengarnya. si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua. si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu. lagi-lagi ia mengalami kekalahan. Suatu hari. tapi tak kunjung datang jua. bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. sang Kakek pun segera pergi. sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. ia pun pergi mencari abangnya. Tapi. Setelah sampai di puncak. Tetapi. Akibatnya. melainkan berjudi. ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. Tuhan! Tolonglah hambamu ini.” Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou. yaitu ketika pertama kali main judi. Kek!” “Sore. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata. ia adalah pemuda yang gemar berjudi. ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. “Tentu. Setelah menyampaikan sarannya. sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. Kalau tidak salah. hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. ia terus mengalami kekalahan. meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. Keesokan harinya. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. Apakah kakek tahu di mana negeri itu? “Maaf. Barangkali ia bisa mendengarnya. sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. Tak terasa. Sementara si Beru Sibou. “Ya. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya. bagaimana dengan aku. Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil. Bang?” Beru balik bertanya. Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu. hal itu tidak membuatnya putus asa. Tare Iluh. Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan. setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya. Dengan bekal secukupnya. Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. tiba-tiba angin bertiup kencang. si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian.” “Apakah saran Kakek itu?” “Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?” “Siapa nama abangmu?” “Tare Iluh.” kata Beru mengizinkan abangnya. Suatu ketika. si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggilmanggil abangnya sambil menangis. bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. “Selamat sore. Sesampainya di puncak. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang.” bujuk Tare kepada adiknya. rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku. Akhirnya. “Tapi.

Suatu hari raja mengajak panglima untuk berburu di hutan yang lebat. dia mampu berbicara seperti layaknya seorang manusia. burung Gurda Gurdi menyapa salam sang raja seraya menunjukkan rasa hormatnya. Setelah perkawinannya. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari Gundala-gundala. termasuk ilmu santet. semakin lama pertarungan kedua jawara sakti ini bertambah sengit. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. mantra. gunaguna. Anak raja diperlakukan sebagai sorang putri yang yang sangat dimanjakan raja dengan sejumlah dayang-dayang yang senantiasa siap melayaninya. namun juga ampuh menangkal semua jenis racun. Di tengan hutan rimba. tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. seorang pegawai istana yang saat itu bertugas sebagai kepala pengawal raja. dengan mata merah dan bulu berdiri. Hingga kini. masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. dia melakukan sambaran dan pukulan kearah Panglima. Sesaat kemudian. sang putri menikah dengan seorang pemuda yang gagah perkasa. karena paruh Gurda Gurdi kembali dielus. Ketidaktahuan keluarga raja atas karakter dan sifat Gurda Gurdi membuat terjadinya kemarahan yang berulang. Menurut kisahnya.menjadi mendung. Setelah dewasa. mereka menyanyikan lagu enau. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. sang pengawal raja diberi jabatan baru sebagai Panglima Kerajaan. hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan. padahal tindakan tersebut dianggap sang burung sebagai bentuk pelecehan yang sangat menyakitkan. sang . Hari-hari kehidupan sang putri yang ditemani Gurda Gurdi bertambah ceria dan bahagia. karena burung jelmaan pertapa sakti ini tidak hanya tangguh dalam dunia persilatan. Pada mulanya atraksi ini ditampilkan di Desa Seberaya mengisahkan legenda/dongeng si Gurda Gurdi. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman. Mengetahui keadaan ini. Pada saat rombongan Raja dan panglimanya bertemu dengan burung ini. karena pada saat Panglima kerajaan suaminya melaksanakan tugas keluar daerah. Burung Gurda Gurdi tidak seperti hewan lainnya. Gurda Gurdi mampu menghibur sang putri sekaligus mampu memberikan perlindungan yang sempurna. burung yang sangat sakti jelmaan seorang pertapa yang sakti mandraguna bernama Gurda Gurdi. Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara. Gundala-gundala pada masa lampau ditampilkan dalam upacara "ndilo wari udan" (memanggil hujan) pada musim kemarau panjang (di beberapa desa masih dilaksanakan sampai sekarang). rombongan ini bertemu dengan seekor burung raksasa. sifat tenggang rasa. panglima raja suaminya berusaha membujuk Gurda Gurdi dengan "mengelus" paruh burung tersebut. serta akibat buruk dari suka bermain judi. Gurda Gurdi menjadi marah besar. Sisi lain dari kesaktian Burung raksasa ini adalah pantangan yang telah disumpahkannya sejak dahulu yakni paruhnya yang merupakan simbol kehormatannya tidak boleh dipegang. cari Gundala-gundala adalah atraksi kesenian pada Masyarakat Kabupaten Karo dengan menggunakan "topeng" kayu. Untuk mengenang peristiwa tersebut. Cerita Rakyat Sumut Dari BudayaIndonesia Langsung ke: navigasi. selagi sang putri asyik bercanda dengan putri raja. Suatu ketika. penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. tanpa sengaja sang putri memegang paruh Gurda Gurdi yang membuat burung ini berang dan tidak menunjukkan sikap bersahabat. di masa lampau di dataran tinggi Karo hidup masyarakat yang rukun dan damai dipimpin seorang raja yang disebut "Sibayak" Sang raja memiliki satu-satunya keturunan yaitu seorang anak perempuan. membuat panglima raja menaruh simpati dan mengajaknya pulang untuk tinggal di Istana Raja menemani istrinya sang putri raja. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya.

hujan deraspun melanda seluruh negeri. Kematian Gurda Gurdi dihormati sebagai kematian seorang pahlawan Kerajaan... seluruh Istana berkabung. Melihat bahwa pertarungan ini telah menimbulkan keresahan bagi raja dan seluruh istana.. akibatnya Gurda Gurdi terhempas ke tanah terkena pukulan mematikan dibagian kepalanya. sebagai pria sejati yang gagah perkasa dan sakti mandraguna dia tidak mau dipermalukan oleh seekor burung. Demikianlah setiap kali atraksi atau tarian Gundala-gundala dilaksanakan dalam upacara Ndilo Wari Udan akan diahiri dengan suatu keadaan turunnya Hujan Deras. Si baroar Asal mula kolam sampuagar Kisah kelana sakti Kisah pohon enau Kisah putrid ular Asal mula pulau si kantan Dan lain-lain .. banyak kerbau mati terkena pukulan jarak jauh salah sasaran serta pohon-pohon bertumbangan akibat pertarungan kedua jawara dan belum ada tanda-tanda menunjukkan pihak yang lebih kuat atau yang lebih lemah. Raja memerintahkan para pengawalnya untuk membantu panglima dengan menyalurkan tenaga dalam dari jarak jauh. Pertarungan yang sengit terus berlangsung selama beberapa hari.panglima pun tidak kalah sigap.. rakyat ikut berkabung bahkan Hari tiba-tiba mendung dan menitikkan air tanda berkabung nya.