P. 1
MAKALAH

MAKALAH

|Views: 2,243|Likes:

More info:

Published by: Alkanet Subterminalnogosari on Sep 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

SOPAN SANTUN

MAKALAH

Disusun oleh : Nama : Mesiana Listiawati No. : 06 Kelas : VIII E

SMP BATIK SURAKARTA

PENGERTIAN

Norma sopan santun adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok itu. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau waktu. Contoh-contoh norma kesopanan ialah: 1. 2. 3. 4. Menghormati orang yang lebih tua. Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan. Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan sombong. Tidak meludah di sembarang tempat.

Norma kesopanan sangat penting untuk diterapkan, terutama dalam bermasyarakat, karena norma ini sangat erat kaitannya terhadap masyarakat. Sekali saja ada pelanggaran terhadap norma kesopanan, pelanggar akan mendapat sanki dari masyarakat, semisal cemoohan. kesopanan merupakan tuntutan dalam hidup bersama. Ada norma yang harus dipenuhi supaya diterima secara sosial. Sanksi bagi pelanggar norma kesopanan adalah tidak tegas, tetapi dapat diberikan oleh masyarakat, yang berupa cemoohan, celaan, hinaan, atau dikucilkan dan diasingkan dari pergaulan serta di permalukan.

JENIS & MACAM NORMA - NORMA SOPAN SANTUN, AGAMA & HUKUM - KEBIASAAN YANG BERLAKU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI - ILMU PMP DAN PPKN Berikut di bawah ini adalah beberapa norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Norma memiliki fungsi sebagai pedoman dan pengatur dasar kehidupan seseorang dalam bermasyarakat untuk mewujudkan kehidupan antara manusia yang aman, tentram dan sejahtera. 1. Norma Sopan Santun Norma sopan santun adalah norma yang mengatur tata pergaulan sesama manusia di dalam masyarakat. Contoh : - Hormat terhadap orang tua dan guru - Berbicara dengan bahasa yang sopan kepada semua orang - Tidak suka berbohong - Berteman dengan siapa saja - Memberikan tempat duduk di bis umum pada lansia dan wanita hamil

2. Norma Agama

Norma agama adalah norma yang mengatur kehidupan manusia yang berasal dari peraturan kitab suci melalui wahyu yang diturunkan nabi berdasarkan atas agama atau kepercayaannya masing-masing. Agama adalah sesuatu hal yang pribadi yang tidak dapat dipaksakan yang tercantum dalam undang-undang dasar '45 pasal 29. Contoh : - Membayar zakat tepat pada waktunya bagi penganut agama islam - Menjalankan perintah Tuhan YME - Menjauhi apa-apa yang dilarang oleh agama 3. Norma Hukum Norma hukum adalah norma yang mengatur kehidupan sosial kemasyarakatan yang berasal dari kitab undang-undang hukum yang berlaku di negara kesatuan republik indonesia untuk menciptakan kondisi negara yang damai, tertib, aman, sejahtera, makmur dan sebagainya. Contoh : - Tidak melanggar rambu lalu-lintas walaupun tidak ada polantas - Menghormati pengadilan dan peradilan di Indonesia - Taat membayar pajak - Menghindari KKN / korupsi kolusi dan nepotisme

Pengertian Adat Sopan Santun Adat sopan santun, tata krama dan sering juga disebut sebagai etiket telah menjadi bahagian dalam kehidupan manusia. Sopan santun sudah merupakan persyaratan dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun dalam waktu apapun juga. Dalam proses sosialisasi seseorang itu sejak kecil telah diajarkan, umpamanya kalau seseorang memberikan sesuatu hendaklah diterima dengan tangan kanan dan mengucapkan terimakasih. Orang tua sejak kecil telah mengajarkan cara minum, menyapa, memberi hormat, berbicara, berpakaian, bersikap dan lain-lain. Akhirnya prilaku seseorang terbentuk menjadi kebiasaan, tanpa disadari mengapa berbuat demikian. Adat sopan santun lahir, karena adanya interaksi antara individu maupun dengan masyarakat. Adat sopan santun yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas, lamakelamaan merambat kelingkungan masyarakat yang lebih luas dan akhirnya diterima sebagai sesuatu kesepakatan bersama tanpa tertulis. Sesuai dengan perkembangan waktu tanpa disadari muncul kesepakatan yang tersaring dari lingkungan masyarakat setempat dan masyarakat pada wilayah tertentu. Orang Minangkabau sebagai lingkungan masyarakat tertentu dan punya wilayah adat tersendiri, maka tatakrama atau adat sopan santun yang mempunyai ciri-ciri tersendiri yang dapat membedakan dengan tatakrama masyarakat pada daerah lainnya. Adat sopan santun yang berlaku pada masyarakat tertentu belum tentu diterima pula oleh masyarakat lainnya, karena adat sopan santun tersebut didukung oleh masyarakat yang saling berbeda kondisi dan

latar belakang kehidupan sosial budayanya. Oleh karena itu, harus disadari suatu sikap yang mengatakan orang lain atau adat lain tidak sopan adalah hal yang keliru.

Sopan Santun dalam Keluarga
Pada dasarnya anak akan mencontohkan dari setiap prilaku orangtuanya. Untuk itu, pihak orangtua jangan membiarkan hal yang buruk dilihat oleh sang anak. Ini akan mengakibatkan anak jadi tidak sopan jika berinteraksi dengan teman sebayanya. Aura dalam rumah sangat mempengaruhi anak dalam menyerap pendidikan, khususnya yang diterima dari anggota-anggota keluarganya. Ada anak yang sangat hafal memperagakan bagaimana berkelahi dengan teman. Ini sudah pasti salah didikan. Salah mendapatkan pengajaran berbasis pengembangan estetika dan moralitas. Perlu diketahui, keluarga yang kurang harmonis akan menjerumuskan anak pada tindakan yang tidak terpuji. Tentu tayangan televisi juga mendorong anak berprilaku tidak baik. Adegan perkelahian atau ucapan yang tidak sopan akan terserap dalam ingatannya lalu diaplikasikan dalam interaksi sosialnya. Ini yang patut perhatiakan oleh para orangtua. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa anak mudah sekali mengingat sesuatu yang dilihat dan didengarnya. Sayangnya, orang yang lebih dewasa tidak memperhatikannya lantaran sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Nah bagi orangtua, jangan sia-siakan masa manis anak dengan tidak menyuguhi kesopansantunan sedari dini.

SOPAN SANTUN DALAM BERINTERNET Dalam kamus internet (www.wikipedia.org) disebutkan bahwa secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan 'inter-network') ialah rangkaian komputer yang berhubung menerusi beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Perkembangan internet berikutnya disesuaikan dengan kebutuhan akan internet tersebut. Ada istilah e-commerce, e-learning (e-education), e-government, ebanking, dan lain-lainya. E-commerce adalah transaksi jual beli yang dilakukan dengan menggunakan internet. Cara ini menggantikan cara konvensional, dimana jual-beli harus dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon). E-learning adalah cara belajar menggunakan internet. Dengan cara ini materi pelajaran (dan mungkin evaluasi) di upload di internet, yang menyebabkan materi tersebut dapat diakses oleh banyak orang. Dengan adanya e-learning maka proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, waktu dan golongan. E-government adalah informasi dan layanan yang diberikan oleh pihak pemerintah melalui internet. Dengan e-govenrment, masyarakat dapat mengetahui programprogram pemerintah dan sekaligus memberikan saran dan tanggapan terhadap program-program tersebut. Dengan adanya e-government, diharapkan akan muncul transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pemerintahan. E-banking adalah proses transaksi perbankan yang menggunakan internet. Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari (search engine) seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran (decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim. Dengan semakin dikenalnya internet, dan semakin dirasakan manfaatnya, maka jumlah pengguna internet yang besar tersebut perlu adanya sebuah etika (Netiquette). Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Netiquette merupakan Etika dalam menggunakan Internet. Internet sebagai sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet. Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama halnya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka. Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini adalah (wikipedia.org): Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, mungkin dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall. Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu

gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengupload data pribadi anda. ada baiknya anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL (Uniform Resource Locator) yang anda tuju adalah dijamin keamanannya. Hati-hati dengan URL yang hampir mirip, apalagi kalau keperluan kita dengan internet terkait dengan uang. Maka Anda harus yakin betul dengan URL yang akan Anda akses. Hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu,: Jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat. Apabila kita mengambil sumber informasi dari internet, maka sebaiknya kita cantumkan sumber URL dan tanggal aksesnya. Hal ini dalam rangka untuk menghargai hasil karya orang lain. Jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalnya melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit. Kejahatan internet (cyber crime) di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia dengan berbagai modus operandi. Kita tidak boleh mengggunakan internet untuk melakukan penipuan. Misalnya membuat website seakan-akan merupakan website suatu lembaga tertentu. Dengan website tersebut apabila seseorang salah mengakses, maka data dari orang tersebut dijebak, dan dengan data tersebut dapat dilakukan sebuah kejahatan. Contoh lain, perdagangan melalui internet (e-commerce) sangatlah mengandalkan kepercayaan kedua belah pihak (penjual dan pembeli). Biasanya penjual mengiklankan barang dagangannya, dan apabila ada pembeli yang berminat maka dapat membeli dengan cara menstransfer sejumlah uang, baru setelah uang diterima barang dikirim. Semisal, penjual tidak fair, maka setelah uang diterima maka barang tidak dikirim. Jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas. Disamping hah-hal tersebut di atas, maka etika berinternet dapat disesuaikan dengan muatan-muatan etika lokal (kalau bangsa Indonesia adalah budaya ketimuran) seperti : Diharapkan tidak mengakses hal-hal yang berbau pornografi. Tidak dipungkiri di internet juga terdapat hal-hal yang berbau pornografi baik berbasis teks maupun audio visual. Untuk itu diperlukan kearifan tersendiri, terutama agar hal tersebut tidak menjadi wabah yang dapat merusak mental siswa-siswi kita. Mengingat sekarang sangat mudahnya mencari warnet yang dapat digunakan untuk mengaskses internet. Diharapkan tidak menggunakan ucapan-ucapan kotor, ucapan-ucapan kebencian (hate speech). Karena komunitas internet sangat banyak dan beragam tingkat pendidikan, maka diharapkan pengguna internet menggunakan ucapan-ucapan yang baik dan sopan. Hal ini untuk menunjukkan tingkat etika dan kematangan dari pengguna internet itu sendiri Diharapkan tidak mengangkat hal-hal yang berbau kesukuan dan agama (sara). Hal ini sangat penting, mengingat Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa dan agama. Jangan sampai terjadi perpecahan diantara anak bangsa karena mengangkat topik yang terkait dengan sara. Dengan adanya etika dalam ber internet, maka internet akan dapat diambil manfaatnya semaksimal mungkin. Karena bagaimanapun juga internet ibarat dua sisi

mata uang, ada baik ada buruk, ada manfaat ada madlarat, maka tergantung kitalah yang menggunakan internet tersebut. Mari berinternet dengan etika.

SOPAN SANTUN SISWA Sopan santun adalah sikap perilaku seseorang yang merupakan kebiasaan yang disepakati dan diterima dalam lingkungan pergaulan. Bagi siswa, sopan santun merupakan wujud budi pekerti luhur yang dperoleh melalui pendidikan dan latihan dari berbagai orang dalam kedudukan masing-masing, seperti orang tua dan guru, para pemuka agama dan masyarakat dan tulisan-tulisan atau hasil karya para bijak (cerdik pandai) yang merupakan bagian dari ajaran moral. Dari pendidikan dan latihan tersebut, diharapkan siswa dapat mewujudkannya dalam sikap bentuk dan perilaku yang selaras dan serasi dengan kodrat, tempat waktu dan kondisi lingkungan dimana siswa berada sehari-hari. PERWUJUDAN Siswa sebagai insan pribadi (individual), insan pendidikan, insan pembanguan nasional baik secara individu maupun secara kelompok sebagai makhluk sosial yang hidup dalam lingkungan sosial harus dapat mewujudkan sikap dan perilaku yang dapat mencerminkan norma nilai sopan santun yang dimilikinya sesuai dengan kondisi dan situasi secara pribadi (individual) maupun secara kelompok. a. Secara Pribadi Siswa sebagai pribadi (individu) terlepas dalam hubungan dengan pribadi lain atau kelompok harus dapat meujudkan tata krama dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari sesuai denga nilai sopan santun sebagai pencerminan kepribadian dan budi pekerti luhur. Sikap dan perilaku tersebut harus diwujudkan dalam: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. sikap berbicara sikap duduk sikap berdiri sikap berjalan sikap berpakaian sikap makan dan minum sikap pergaulan sikap penghormatan sikap mengggunakan fasilitas umum

b. Secara Kelompok Siswa Sebagai insan dalam kodratnya sebagai makhluk sosial yang memiliki norma nilai sopan santun, berkepribadian, dan berbudi pekerti luhur harus dapat

mewujudkan sikap dan perilaku kelompok sehari-hari sesuai dengan norma nilai sopan santun dilingkungan sosialnya sebagai berikut: 1. Di Sekolah

Pencerminan sikap dan perilaku di sekolah antara lain:
• • • • • • •

Sikap memasuki ruangan (kelas, guru, kepala sekolah) Sikap duduk di kelas Sikap terhadap guru, kepala sekolah, Tata Usaha Sikap terhadap sesama teman Sikap berpakaian seragam sekolah Sikap pada waktu mengikuti upacara di sekolah Sikap dilapangan olahraga, dsb.

2.

Di Keluarga

Pencerminan sikap dan perilaku di keluarga sesuai dengan norma dan kebiasaan yang berlaku, antara lain:
• • • • • • •

Sikap memasuki rumah Sikap terhadap orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua Sikap terhadap saudara-saudara Sikap makan dan minum Sikap menerima telephone Sikap berpakaian Sikap melakukan ibadah dan sebagainya

3.

Di Masyarakat

Pencerminan sikap dan perilaku siswa di masyarakat dituntut untuk sesuai dengan norma dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat, antara lain:
• • • • • • • • • •

Sikap terhadap orang yang lebih tua, tokoh masyarakat Sikap terhadap sesama teman Sikap menelephone Sikap perkenalan Sikap berteman Sikap mengikuti upacara Sikap pada jamuan makan/ pesta Sikap pada waktu bepergian Sikap mengunjungi orang sakit Sikap di tempat kost

PERMASALAHAN DAN SUMBER PENYEBAB Banyak keluhan yang dikemukakan para orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat mengenai sikap dan perilaku siswa yang menyimpang ataupun tidak sesuai denagn nilai/ norma sopan santun, misalnya pergi atau masuk tidak pamit pada orang tua atau mengetuk pintu, disekolah duduk di kelas seenaknya atau memasuki rumah orang

(bertamu) tanpa mengetuk pintu, serta banyak lagi contoh ditemukan dalam kehidupan siswa. Siswa hidup dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, jika berperilaku menyimpang ataupun tidak sesuai dengan nilai/ norma sopan santun, tidak dapat diletakkan kesalahan pada satu pihak saja. Kesemuanya itu harus ditinjau juga dari dimensi orang tua yaitu bagaimana pola asuh keluarga dan penanaman nilai-nilai keagamaan dari kecil, kemudian disekolah bagaimana lingkungan pergaulan dengan teman-temannya, sikap dan perilaku para guru sebagai panutan mereka adalah tokoh pimpinan dalam masyarakat. Dapat disimpulkansebagai sumber penyebab dari penyimpangan perilaku siswa ataupun sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma sopan santun adalah: a. Keluarga
• • •

Didalam keluarga, hendaklah sedini mungkin ditanamkan budi pekerti luhur, disiplin dan nilai-nilai kegamaan. Orang tua harus memberi contoh-contoh yang baik dan memberikan perhatian cukup kepada anaknya. Orang tua yang keduanya sibuk sehingga tidak sempat bergaul dengan anakanaknya, maka siswa tidak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari kedua orang tuanya. Sekolah, masyarakat dan lingkungan

b.
• • •

Lingkungan pergaulan dengan teman-teman di sekolah atau di masyarakat dapat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku seorang siswa. Sikap dan perilaku para pendidik serta tokoh masyarakat merupakan panutan. Tontonan, film-film di bioskop atau video.

BENTUK-BENTUK SOPAN SANTUN YANG DIINGINKAN Sopan santun sebagai perwujudan budi pekerti luhur yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan sejak seseorang lahir, terwujud dalam bentuk sikap dan perilaku yang selaras dan serasi dengan kodrat, tempat, waktu, dan kondisi lingkungan. Bentuk sopan santun siswa yang diinginkan dan diterapkan dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari sesuai dengan perwujudannya dapat digolongkan menjadi: 1. 2. 3. 4. 5. Sikap motorik Sikap dan cara penghormatan Sikap dan cara berpakaian dan berdandan Sikap perilaku pergaulan Sikap dan tata cara makan dan minum

Dari anak umur Taman Kanak-kanak sampai remaja dapat dikatakan berlaku pembinaan yang semakin lama semakin berkualitas dari terarah, berlanjut, konsekuen, bertahap dan meningkat. Baik tata cara bicara instruktif sampai kepada cara melatih akan meningkat sesuai dengan dorongan psikologik masing-masing dari balita ke remaja. a. Sikap duduk 1. Duduk sebaiknya tegak dan rileks. Usahakan tersenyum sedikit, sikap yang penting bagi perkembangan fisik tulang punggung anak, disamping memberikan penampilan yang baik. Bila tidak mampu, diperkirakan ada sesuatu yang harus diperiksakan. Kesalahan mungkin pada tempat duduk yang terlalu tinggi atau terlalu rendah 2. Perhatian pada satu arah, bila ada yang berbicara didepan perhatikan orang tersebut jangan ngobrol, bisik-bisik atau tengok-tengok. 3. Jarak pandang dengan meja sekitar 30 cm, lebih pendek dari jarak itu kemungkinan ada gangguan kesehatan mata. 4. Menempatkan kaki di meja tidak dibenarkan, karena ada kesan tidak menghargai, menantang, meremehkan pemilik meja atau menempati. 5. Sikap duduk jigang hanya dilaksanakan ditempat yang selaras dengan lingkungan adatnya, tetapi di sekolah atau tempat lainnya yang resmi secara daerah ataupun nasional maupun internasional sebaiknya duduk jigang tidak dilaksanakan. 6. Sikap duduk sila akan selaras dan serasi sesuai dengan lingkungan misalnya kenduri di atas tikar. Sesuai adat tertentu jigang pun masih diterima, tetapi pada umumnya duduk sila lebih bisa dihargai. 7. Khusus untuk wanita sebaiknya tidak jigang, apalagi kaki di atas meja. Kaki di atas meja kadang bisa dilaksanakan dalam keadaan benar-benar sendiri dan tidak dilihat orang lain. 8. Sikap dudu kaki menyilang, paha di atas paha, sebaiknya dihindari, sekalipun memakai kulot, rok mini ataupun celana panjang. Kadang-kadang kaki, sepatu yang kotor menyerempet pakaian tetangganya yang dapat menimbulkan konflik. 9. Dalam kendaraan umum atau dalm perjalanan, anak dan remaja dilatih untuk memberikan tempat duduk terlebih dahulu kepada wanita atau orang tua. 10. Duduk-duduk ditengah jalan, diberanda sekolah ataupun diberanda kantor sering membuat orang lewat merasa tidak enak. Disamping mengganggu orang lain juga mudah menimbulkan kemarahan. 11. Duduk-duduk ditengah jalan dan membuang rokok atau benda-benda lain secara sembarangan, di samping tidak sopan juga sangat berbahaya. 12. Duduk menempatkan kaki ke kursi didepannya akan mengganggu siapa pun yang duduk didepan dan bisa menimbulkan kemarahan. 13. Tidak menghalangi orang lain, carilah tempat yang baik bagi mereka yang mempergunakan pakaian dinas (PDU, PDL, PDH, PSAS) dilarang keras untuk jongkok. 14. Kaki tidak disilangkan, bagi putri kaki kanan bisa diajukan.

b. Sikap berdiri 1. Badan tegak, punggung dan pinggang lurus, kepala tegak dengan pandangan lurus kedepan, rileks, luwes, usahakan tersenyum sedikit. Bagi laki-laki mungkin kaki terbuka sekaki kelihatan lebih selaras. Untuk wanita satu kaki selangkah didepan mungkin memberikan penampilan yang serasi. 2. Dalam berbicara dan berdiri tidak memasukkan tangan ke dalam saku, kecuali dalam keadaan dingin. 3. Sikap berdiri dengan tangan terkatup didepan akan memberikan penampilan simpatik dan menghormati orang lain. 4. Berdiri dengan berkacak pinggang, tampak angkuh dan sombong. 5. Berdiri dengan tangan terkatup dibelakang, mirip tentara dalam keadaan istirahat, bila disertai santai dan tersenyum memberikan kesan rendah diri. Bila berdiri sambil menerangkan suatu materi atau memberikan instruksi biasakanlah satu tangan dibelakang, tangan lain bergerak bebas, pandangan kesegenap penjuru, kakim terbuka tidak terlalu lebar. 6. Kaki tidak bersandar ke tembok. c. Sikap berjalan 1. Apabila wanita dan pria berjalan bersama-sama hendaknya ada penyesuaian langkah, yang wanita mempercepat langkah dan pria memperlambat langkah. 2. Lenggang tangan yang selaras dan serasi, kurang lebih 30 derajat. 3. Berjalan ditengah jalan, bergandengan dan terseok-seok pelan sering mengganggu lalu lintas. 4. Bila mengantar seorang wanita atau orang tua seyogyanya siswa berada di sebelah kanan belakang setengah langkah. 5. Seorang pria harus berjalan pada bagian yang dapat melindungi keselamatan wanita. Bila menyebrang, pria harus mengambil posisi dari araha datangnya kendaraan. 6. Hindari berjalan dengan tangan didalam saku atau merokok. 7. Tidak terlalu banyak bicara (ngobrol sambil jalan) dan perhatikan keadaan disekitar kita.Dilarang Keras: MAKAN SAMBIL JALAN !!! 8. Bila melewati kerumunan orang jangan membungkuk-bungkuk. d. Sikap dan cara berbicara 1. Berbicara dengan suara jelas, tidak dengan mulut hampir tertutup, tidak berbisik-bisik, tidak berteriak atau membentak. Tenang, sekali-kali ditegaskan dengan gerakan tangan. 2. Berbicara dengan memandang yang di ajak berbicara, tidak mendelik dan tidak mengantuk tetapi penuh kesabaran dan perhatian. Hendaklah memperhatikan dengan siapa anda berbicara dan seberapa akrabkah dengan orang tersebut. 3. Berbicara teratur, dengan isi tidak meloncat kesana kemari. 4. Jadilah pembicara yang baik bila diberi kesempatan tetapi jadilah pendengar yang baik bila harus mendengar. 5. Bila pandangan berbeda, hindari perdebatan, alihkan atau hentikan pembicaraan, kecuali kalau memang ada forum untuk berdialog. 6. Hindari pertanyaan yang bersifat pribadi.

7. Hindari sikap mendominasi. 8. Jangan mengeluarkan kata-kata kotor. 9. Jangan menggunjingkan oarang lain karena merugikan diri sendiri. 10. Bedakan cara bicara anda dari usianya, lingkungan kehidupannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->