Ghibah adalah salah satu perbuatan yang tercela dan memiliki kesan negatif yang cukup besar.

Ghibah dapat mencerai-beraikan ikatan kasih sayang dan ukhwah sesama manusia. Seseorang yang berbuat ghibah bererti dia telah menebarkan kedengkian dan kejahatan dalam masyarakat. Definisi Ghibah Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini: “Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya ?” Rasulullah SAW menjawab, “Kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada).” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad). definisi ghibah yaitu menceritakan tentang diri saudara kita sesuatu yang ia benci meskipun hal itu benar. Ini berarti kita menceritakan dan menyebarluaskan keburukan dan aib saudara kita kepada orang lain. Allah sangat membenci perbuatan ini dan mengibaratkan pelaku ghibah seperti seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Allah I berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12) Bentuk-Bentuk Ghibah yang Diperbolehkan Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim dan Riyadhu As-Shalihin, menyatakan bahwa ghibah hanya diperbolehkan untuk tujuan syara’ yaitu yang disebabkan oleh enam hal, yaitu: 1. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 148: “Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa’ : 148). Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang teraniaya boleh menceritakan keburukan perbuatan orang yang menzhaliminya kepada seseorang yang mempunyai kekuasaan, kekuatan, dan wewenang

untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, seperti seorang pemimpin atau hakim, dengan tujuan mengharapkan bantuan atau keadilan, maka sudah jelas boleh hukumnya. Tetapi walaupun kita boleh mengghibah orang yang menzhalimi kita, pemberian maaf atau menyembunyikan suatu keburukan adalah lebih baik. Hal ini ditegaskan pada ayat berikutnya, yaitu Surat An-Nisa ayat 149: “Jika kamu menyatakan kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (QS. An-Nisa: 149) 2. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar. Pembolehan ini dalam rangka isti’anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang berma’siat ke jalan yang haq. Selain itu, hal ini juga merupakan kewajiban manusia untuk beramar ma’ruf nahi munkar. Setiap muslim harus saling bahu-membahu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang-orang yang menyimpang dari hukum-hukum Allah, hingga nyata garis perbedaan antara yang haq dan yang bathil. 3. Istifta’ (meminta fatwa) akan sesuatu hal. Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa, untuk lebih berhati-hati, ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain sesuai yang ingin kita adukan, tidak lebih. 4. Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan seperti: a. Apabila ada perawi, saksi, atau pengarang yang cacat sifat atau kelakuannya, menurut ijma’ ulama kita boleh bahkan wajib memberitahukannya kepada kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk memelihara kebersihan syariat. Ghibah dengan tujuan seperti ini jelas diperbolehkan, bahkan diwajibkan untuk menjaga kesucian hadits. Apalagi hadits merupakan sumber hukum kedua bagi kaum muslimin setelah Al-Qur’an. b. Apabila kita melihat seseorang membeli barang yang cacat atau membeli budak (untuk masa sekarang bisa dianalogikan dengan mencari seorang pembantu rumah tangga) yang pencuri, peminum, dan sejenisnya, sedangkan si pembelinya tidak mengetahui. Maka memberitahu perihal budak tersebut kepada pembelinya adalah boleh. Hal ini dilakukan untuk memberi nasihat atau mencegah kejahatan terhadap saudara kita, bukan untuk menyakiti salah satu pihak. c. Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid’ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata. 5. Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid’ah seperti, minumminuman keras, menyita harta orang secara paksa, memungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya. Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan agar menghindari pergaulan dengan orang tersebut. Karena bergaul dengan orang fasik atau pun ahli bid’ah dapat membahayakan agama kita. 6. Bila seseorang telah dikenal dengan julukan si pincang, si pendek, si bisu, si buta, atau sebagainya, maka kita boleh memanggilnya dengan julukan di atas agar orang lain langsung mengerti. Tetapi jika tujuannya untuk menghina, maka haram hukumnya. Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik, maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain tersebut.

jauhilah kebanyakan prasangka . alcohol dll. Allohumma sholli ala Muhammad. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. 2 atau 1kah 3 dalam sehari????? Astaghfirullohaladziem. Terkadang kitaberpikira bahwa kita sudah berusaha membebaskan diri dari makanan haram. Amiin. . Tapi sungguh kadang dengan “ringan”nya kita seolah sedang memakan daging bangkai saudara kita sendiri!!!! berapa daging bangkai?. yang artinya sebagai berikut: “Hai orang-orang yang beriman. karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan bertakwalah kepada Allah. Baiklah. bahwa kita berkumpul di majelis ini semata-mata dalam rangka mengharapkan ridho-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang . wa‟alaa alihi washhbihi ajma‟iin. Marilah kita sama-sama luruskan niat kita terlebih dahulu. (QS Al-Hujurat:12) Demikianlah ……. Assalamu‟alaikum warohmatullohi wabarokatuh Alhamdulillahirobbil alamin. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. seperti daging babi.Ghibah Bismillahirrohmaanirrohiim. Kenapa? Marilah kita simak firman Alloh dalam QS Al Hujurot ayat 12.Alloh mengumpamakan antara menggunjing (ghibah) dengan orang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri. disini saya ingin berbagi pengalaman seputar masalah Ghibah (mengumpat/ngrasani/backbiting).

bahkan lewat bahasa tubuh-pun bisa. baik berkaitan kondisi badan. harta.Lalu Apakah ghibah itu ? Sesuai apa yang diterangkan Nabi SAW: pada Hadits Riwayat Muslim. agama. adalah menyebutkan hal-hal yang tidak disukai orang lain. Ghibah dikatakan mempunyai dosa ganda. maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu. meng-ghibah (bukan hibah loh…) dapat dilakukan dengan tulisan. rasa duka dan sebainya. belum bisa disebut ghibah. gaya ekspresi rasa senang. Dalam QS Al Hujurat ayat 12 tadi disebutkan bahwa ber-prasangka pun kita sebaiknya berhati-hati. perawakan. pembantu. ini yang terkadang menjadi sulit bagi diri kita. nabi Muhammad SAW bersabda : . dunia. meskipun hal ini juga termasuk prasangka. Dalam hal ini adalah prasangka yang buruk (su‟u dzon). Imam AnNawawy memberikan definisi : 'Ghibah. Dalam Sebuah hadit dari abu hurairoh. maka itulah ghibah. Adapun kalau sekedar membathin. karena sebagian dari prasangka adalah dosa. Namun. kita juga harus meminta maaf kepada orang kita gunjing tersebut. jiwa. Dalam kitab al adzkar . dan alloh maha pengampun atas dosa-dosa kita. istri. isyarat maupun kode. Di era sekarang ini. sms. naudzubillahi min dzaalik. baik dengan kata-kata yang gamblang. email. Lalu Sahabat bertanya: Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu ? Jawab Nabi SAW : "Jika benar yang kau ceritakan itu. fitnah) dan itu lebih besar dosanya". akhlak. Karena selain kita harus memohon ampun kepada Alloh. Kemudian Nabi SAW bersabda: Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain. Sebaliknya kita dianjurkan untuk selalu berkhusnudzon atau prasangka yang baik. tetapi jika tidak benar ceritamu itu. Abu Daud : Nabi SAW bersabda : "Tahukah kamu apa ghibah itu ? Jawab sahabat : Allahu warasuluhu a'lam (Allah dan Rasulullah yang lebih tahu). Apalagi jika yang kita gunjing jumlahnya banyak sekali.

Selain itu ini juga merupakan kewajiban manusia untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar. Na‟udzubillahimindzaalik. maka kita boleh memanggilnya dengan julukan di atas agar orang lain langsung . Istifta' (meminta fatwa) akan sesuatu hal. 3. kita diperbolehkan untuk ber-ghibah. menyita harta orang secara paksa. yaitu: 1. (He should secure pardon in this life) before some of his good deeds are taken and paid to this (his brother). Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid'ah seperti.” (Reported by Al-Bukhari and Muslim) Maaf ya textnya masih asli dalam bahasa inggris…tapi kurang lebihnya maksudnya begini: barangsiapa bersalah kepada saudaranya maka kita harus minta maaf kepada dia sebelum meninggal. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar. atau jika kita tak memiliki amal. Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa.Whoever has wronged his brother with regard to wealth or honor. or (if he has no good deeds) some of the bad deeds of this (his brother) are taken to be loaded on him. 4. minum-minuman keras. si bisu. 5. Setiap muslim harus saling bantu membantu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang-orang yang menyimpang dari hukum-hukum Allah. tidak lebih. Bila seseorang telah dikenal dengan julukan si pincang. untuk lebih berhati-hati. Pembolehan ini dalam rangka isti'anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak. ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain sesuai yang ingin kita adukan. maka amal kita akan dilimpahkan kepadanya. before he pays for it (in the Hereafter) when he will have neither a Dinar nor a Dirham. si buta. should ask for his pardon (before his death). Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan contohnya: Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid'ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya. Apakah ghibah haram 100 persen? Untuk beberapa kondisi. atau sebagainya. si pendek. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata. Lalu. 2. Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambahnambahinya dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan 6. memungut pajak liar atau perkaraperkara bathil lainnya. maka amal buruk dia akan dilimpahkan kepada kita. hingga nyata garis perbedaan antara yang haq dan yang bathil. karena jika tidak.

b. Tetapi jika tujuannya untuk menghina. Orang yang didzalimi itu boleh mengatakan si fulan itu telah mendzalimi/menganiaya diriku. Sering kita mendengar celotehan sebagian orang jika dia menyaksikan seseorang membantah/menyingkap kesesatan kelompok-kelompok/dai-dai yang menyelisihi alQur‟an dan Sunnah serta manhaj salaf (ahli sunnah wal jama‟ah). Imam Nawawi v (salah seorang ulama madzhab Syafi‟i yang meninggal tahun 676 H) mengatakan dalam kitabnya “Riyadhus Shalihin” bab “penjelasan ghibah yang dibolehkan” : “Ketahuilah bahwa ghibah dibolehkan untuk tujuan yang benar dan disyariatkan. Al-Hujurat : 12). Mengajukan kedzaliman orang lain. janganlah engkau mengghibah (ngrasani) saudaramu sendiri sesama muslim. Apakah benar celotehan mereka ini??? Mari kita simak bersama sebagian ucapanucapan emas para ulama ahlus sunnah dalam masalah ini. Seseorang boleh mengatakan kepada yang memiliki kekuatan yang ia harapkan bisa merubah kemungkaran: si fulan itu berbuat kejahatan . Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik. Mungkin itu aja dulu ya. Marilah kita berdo‟a dan berusaha agar lebihdapat menjaga lidah dan hati kita.: 1. yang tidak mungkin tujuan itu tercapai kecuali dengan ghibah tersebut. Selamat menikmati -semoga Allah menampakkan yang benar itu benar dan memberi kita kekuatan untuk mengikutinya dan semoga Allah menampakkan yang batil itu batil serta memberi kita kekuatan untuk menjauhinya. amiiin. (QS. Meminta pertolongan untuk merubah kemungkaran dan mengembalikan orang yang berbuat dosa kepada kebenaran. Hal ini ada dalam enam perkara : a. bukankah Allah berfirman : „Janganlah sebagian kamu menghibah (menggunjing) sebagian yang lain sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?‟”. maka haram hukumnya. maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain tersebut.mengerti. Dibolehkan bagi orang yang didzalimi untuk mengajukan yang mendzaliminya kepada penguasa atau hakim dan selain keduanya dari orang-orang yang memiliki kekuasaan atau kemampuan untuk mengadili sidzalim itu. dia mengatakan (entah dimimbar-mimbar jum‟at atau dimajlis-majlisnya) : “Jagalah lisanmu.

Seseorang yang memiliki tanggung jawab/tugas tapi dia tidak menjalankannya dengan baik atau dia itu fasik dan lalai dll. Tapi menyebutkan nama/personnya dalam hal ini hukumnya boleh seperti yang akan disebutkan dalam hasits Hindun -insya Allahd. apakah hal ini boleh? Bagaimana jalan keluarnya? dll. jika tidak bermaksud seperti ini maka ghibah tersebut haram. yang telah dihiasi oleh syaitan seolah-olah dia menasehati tapi hakekatnya dia hasad dan dengki. Tapi yang lebih utama tidak disebutkan (personnya/namanya) semisal: Bagaimana pendapat Syaikh tentang seorang suami atau ayah yang begini dan begitu? Hal ini juga bisa dilakukan dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan meskipun tanpa menyebut nama/personnya. Yang demikian itu mencakup beberapa hal: . Orang itu mengatakan kepada sang pemberi fatwa : ayahku atau saudaraku atau suamiku telah mendzalimi diriku. Memperingatkan kaum Muslimin dari bahaya kesesatan (seseorang/kelompok-pent) dan sekaligus dalam rangka saling menasehati.Mencela para perawi-perawi (hadits) atau para saksi yang tidak memenuhi syarat. .ini dan itu. . Hal ini dibolehkan secara ijma‟ kaum muslimin bahkan bisa jadi hal tersebut wajib hukumnya. maka nasehati dia/dan larang dia berbuat jahat. c. dia tujuannya bukan untuk menasehati tapi karena hasad/dengki dengan orang yang ditahdzir (dighibahi itu).Meminta pendapat/musyawarah orang lain dalam hal menikahi seseorang atau bergaul dengannya atau meninggalkannya atau dalam hal bermuamalah dengannya dll. Dalam hal ini ada sebagian orang yang salah mempraktekkannya. Maksud ghibah disini adalah merubah kemungkaran/kejahatan. .Apabila seseorang melihat penuntut ilmu sering berkunjung kepada ahli bid‟ah (dai penyesat-pent) atau fasik untuk mengambil ilmu darinya dan dia khawatir si penuntut ilmu itu akan terkena racun kesesatan orang tersebut maka wajib baginya untuk menasehati si penuntut ilmu dengan menjelaskan hakekat (kesesatan) sang guru/dai penyesat itu dengan syarat tujuannya untuk menasehati. Ghibah seperti ini boleh karena suatu kebutuhan/tujuan (yang syar‟i-pent). Maka boleh bagi yang mengetahuinya untuk menyebutkan keadaan orang tersebut kepada atasannya agar memecatnya dan . Meminta fatwa. Maka wajib bagi yang diajak bermusyawarah untuk tidak menyembunyikan sesuatupun tentang keadaan orang tersebut bahkan dia harus menyebutkan semua kejelekannya dengan niat saling menasehati.

Boleh mengenalkan dengan julukan-julukan diatas tapi tidak untuk mencela/mengejeknya dan seandainya mengenalkan tanpa menyebutkan julukanjulukan tersebut ini lebih baik. Bukhari 6067). Imam Bukhari berdalil dengan hadits ini dalam membolehkan ghibah terhadap para perusak (penyesat)  Dan dari beliau juga x bahwa Rasulullah r pernah bersabda : “Aku kira fulan dan fulan itu tidak mengetahui sesuatupun dari agama kita” (HR. Laits bin Sa‟ad (salah seorang perawi hadits ini) mengatakan : dua orang tersebut termasuk orang-orang munafik. Al-A‟raj (yang pincang). dia adalah sejelek-jeleknya kerabat”.” (HR. maka beliau mengatakan : Ijinkanlah dia.  Dari Fatimah binti Qois x dia berkata : “Aku pernah mendatangi Nabi r lalu aku berkata : Sesungguhnya Abu Jahm dan Mu‟awiyah telah melamarku? Maka Rasulullah r mengatakan : “Adapun Mu‟awiyah dia itu miskin tidak punya harta dan adapun Abu Jahm maka dia itu tidak pernah menaruh tongkat dari pundaknya. Menyebutkan aib orang yang menampakkan kefasikan dan bid‟ahnya seperti orang yang bangga meminum khomer. Al-Ashom (yang tuli) dan selainnya. menganiaya orang lain.menggantinya dengan yang lebih baik atau agar hanya diketahui keadaannya saja lalu diambil tindakan hingga atasannya tidak tertipu dengannya atau agar atasannya tersebut menasehatinya kepada kebaikan e. Muslim 1480). merampas harta dan melakukan halhal yang batil. Inilah keenam perkara yang disebutkan oleh para ulama (dalam membolehkan ghibahpent) kebanyakannya telah disepakati dan dalil-dalil keenam perkara tersebut ada dalam hadits-hadits shohih yang sudah masyhur/terkenal. Boleh bagi orang yang mengetahui keadaan orang diatas untuk menyebutkan aib-aibnya (agar orang lain berhati-hati darinya-pent) f. . Mengenalkan orang lain dengan menyebut gelar (laqob) nya yang sudah terkenal misalnya Al-A‟masy (yang cacat matanya). (HR. diantaranya:  Dari Aisyah x beliau berkata : “Bahwa ada seorang yang meminta ijin untuk (menemui) Nabi r. Bukhari 6054 dan Muslim 2591).

mengkhawatirkan fitnah mereka serta . Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah yang terkenal dengan sebutan Ibnu Abi Zamanain v (meninggal tahun 399 H) berkata : “Senantiasa ahlus sunnah mencela ahlul ahwa/bid‟ah yang menyesatkan (umat). Ucapan beliau ini sangat baik sekali. semuanya benar dan baik” kemudian beliau menjelaskan hadits pertama yang dibawakan oleh Imam Nawawi v : Sabda Nabi r : (ijinkanlah dia. Maka hal ini menjelaskan bolehnya mengghibah para penyesat umat agar manusia lari dari kesesatannya dan agar mereka tidak tertipu. mereka melarang bermajlis dengan ahli bid‟ah.” 3. Bukhari 5359 dan Muslim 1714) 2. Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin -Rahimahullah.Didalam riwayat Muslim yang lain disebutkan: “Adapun Abu Jahm maka dia sering memukul perempuan” ini adalah penjelasan atas ucapan beliau (dia itu tidak pernah menaruh tongkat dari pundaknya). Ada juga yang menjelaskan bahwa maksudnya adalah sering berpergian jauh/safar. Maka yang wajib adalah menyingkap hakekat dan kedoknya.mengatakan dalam Syarah Riyadhus Shalihin 4/99-101 ketika menjelaskan ucapan Imam Nawawi diatas : “Imam Nawawi v menyebutkan dalam bab ini hal-hal yang dibolehkan ghibah didalamnya yaitu ada enam perkara.  Dari Aisyah x beliau berkata : Hindun (istri Abu Sufyan) berkata kepada Nabi r : Sesungguhnya Abu Sufyan seorang lelaki yang bakhil dia tidak memberiku dan anak-anakku nafkah yang cukup melainkan jika aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya? Maka beliau bersabda : “Ambillah apa yang mencukupimu dan anak-anakmu dengan cara yang baik” (HR. jika anda melihatnya anda akan terpesona dan jika dia berbicara anda akan dengan seksama mendengarkannya akan tetapi dia itu hakekatnya (penyesat umat). dia itu sejelek-jeleknya kerabat) orang tersebut memang perusak dan penyesat. Jika anda mengetahui ada seseorang yang sesat (dan menyesatkan) tapi dia memiliki keistimewaan gaya bahasa dan retorika dalam menyampaikan (ceramah) serta menarik manusia hingga mereka tidak sadar sudah terjerumus kedalam jaring-jaring kesesatan maka wajib bagimu untuk menjelaskan hakekat orang yang sesat tersebut dan sebutkan kejelekannya (saja) agar manusia tidak tertipu dengannya. Berapa banyak para daidai/penceramah-penceramah yang sangat indah dan fasih bahasanya.

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali v mengatakan dalam kitab “Syarh „ilal At-Tirmidzi” 1/43-44 : (Imam Abu Isa (At-Tirmidzi) v berkata: “Sebagian orang yang tidak paham akan (agama ini) mencela para ahli hadits dalam ucapan mereka tentang perawi-perawi hadits. Sa‟id bin Jubeir membicarakan Tholq bin Habib. Waki‟ bin Jarrah. al-‟Auza‟i. Syu‟bah bin Hajjaj. orang yang meminta fatwa Dan orang yang meminta bantuan untuk memberantas kemungkaran (Keenam hal ini sama dengan apa yang dijelaskan oleh Imam Nawawi diatas. Malik bin Anas. Abdurrohman bin . Ibrahim an-Nakho‟i dan Amir asy-Sya‟bi membicarakan a l-Harits al-A‟war. seperti yang dikatakan dalam bait-bait ini: Mencela bukan termasuk ghibah dalam 6 perkara Orang yang terdholimi. Sulaiman at-Taimi. Sufyan ats-Tsauri. Ahlu sunnah menganggap bahwa menyingkap kedok mereka bukanlah ghibah yang haram.” (Ushulus Sunnah oleh Ibnu Abi Zamanain hal. Abdullah bin Mubarak. Demikian pula yang diriwayatkan dari Ayyub as-Sakhtiyani. Para ulama telah mengecualikan 6 perkara dari ghibah yang diharamkan. Sungguh kita telah mendapati banyak dari para Imam dari kalangan tabi‟in membicarakan (menggunjing/mencela) para perowi diantara mereka adalah Hasan AlBashri & Thowus mereka berdua mencela Ma‟bad al-Juhani. Yahya bin Sa‟id al-Qoththon.menjelaskan balasan mereka. Ahlussunnah tidak menganggap hal tersebut sebagai suatu ghibah. yang memperingatkan Orang yang terang-terangan berbuat kefasikan. Yang demikian itu dengan mencela dan memperingatkan umat akan bahaya mereka serta memboikot dan melarang bermajlis dengan mereka dalam rangka membendung bahaya dan fitnah para ahli bid‟ah tersebut. 293) Sungguh ahlus sunnah telah sepakat dari dahulu maupun sekarang dalam menyikapi ahli bid‟ah (para penyesat umat-pent). yang memperkenalkan. “Ijma ulama „ala hajr wat tahdzir min ahlil ahwa‟” oleh Kholid bin Dhohawi hal. 121) 4. Imam Ahmad v (Imam Ahlu sunnah) mengatakan : “Tidak ada istilah ghibah untuk (membantah) ahli bid‟ah” (Thobaqoh Al-Hanabilah 2/274) 5. Abdullah bin „Aun.

Ibnu Rajab berkata: “Disini Imam Tirmidzi ingin menjelaskan bahwa membicarakan/mengunjing para perowi (Jarh wa Ta‟dil) itu boleh. Pernah seseorang berkata kepada Imam Ahmad v : “Aku merasa berat jika mengatakan . diantaranya: dalam rangka menasehati kaum muslimin tentang agama dan dunia mereka. dalam rangka menjaga agama ini dan menjelaskan hakekat sebenarnya. maka kalau maslahatnya umum untuk muslimin ini lebih dibolehkan lagi” 6. akan tetapi mereka ingin menjelaskan kelemahan para perawi tersebut agar diketahui kaum muslimin. padahal tidak demikian. Demikian itu untuk membedakan mana perowi/hadits yang bisa diterima dan mana yang tidak. Hal ini telah disepakati oleh para salaf/pendahulu umat ini dan para imam-imam mereka. Maka para imam-imam tersebut ingin menjelaskan hakekat mereka (para perawi) dengan sebenarnya. Tidaklah yang mendorong mereka dalam hal ini (membicarakan/menghibah para perawi) melainkan untuk menasehati kaum muslimin. Menasehati umat dalam kemaslahatan agama yang khusus dan umum adalah suatu kewajiban. Karena persaksian dalam agama (tentang hadits-pent) lebih utama untuk diteliti dari pada persaksian dalam masalah hak pribadi dan harta”. Seperti menjelaskan perowi hadits yang salah atau berdusta sebagaimana yang dikatakan oleh Yahya bin Said serta Al-Auza‟I tentang seseorang yang tertuduh (memalsukan) hadits dan dia tidak hafal. sebab membicarakan aib seseorang jika ada maslahatnya meskipun pribadi.Mahdi dan selain mereka dari para ahli ilmu. Menyebut jenis (golongan). setiap golongan yang dicela Allah dan Rasul-Nya maka wajib untuk mencela mereka. hal ini bukan termasuk ghibah.dibolehkan (dalam agama) tanpa ada perselisihan lagi seperti mencela para saksi yang dusta. sebagian lagi tertuduh memalsukan hadits dan sebagian lagi ada yang banyak kesalahannya. maka mereka mengatakan: “jelaskan hakekat dan jati dirinya!”. mereka semua pernah membicarakan para perawi-perawi dan mendhoifkannya. karena sebagian perawi yang lemah tersebut adalah ahli bid‟ah. tidak mungkin mereka hanya ingin mencela dan menghibah saja. 2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v berkata dalam “majmu‟ fatawa” 28/225-232 : Menyebut manusia dengan apa-apa yang mereka benci ada dua macam : 1. Menyebut perorangan baik yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia. Sebagian orang yang tidak memiliki ilmu mengira itu adalah ghibah (yang diharamkan). Boleh menyebutkan kejelekan orang tersebut dalam beberapa keadaan.

Karena mereka (para penjajah) jika merusak tidaklah merusak hati pertama kali tapi mereka (ahli bid‟ah) pertama kali yang dilakukan adalah merusak hati 7. Beliau menjelaskan bahwa manfaatnya lebih luas bagi kaum muslimin di dalam agama mereka.538) . manakah yang lebih anda sukai? Beliau menjawab : apabila orang itu sholat. Sufyan bin Uyainah v berkata : “Pengekor hawa nafsu dalam agama ini tidak ada larangan dalam mengghibahnya” (lihat “Mukhtashor Hujjah” oleh Nashr Al-Maqdisy hal. Dan kerusakan yang ditumbuhkan nya (bid‟ah) lebih dahsyat daripada penjajahan. manhaj serta syari‟at-Nya dari kesesatan dan permusuhan mereka (ahli bid‟ah) merupakan suatu kewajiban yang kifayah menurut kesepakatan kaum muslimin Seandainya tidak ada yang menolak/membantah bahaya (bid‟ah) nya mereka maka akan rusaklah agama ini. I‟tikaf dan ada orang lain yang membantah ahli bid‟ah. Ibrahim An-Nakho‟i v mengatakan : “Tidak ada ghibah dalam membantah ahli bid‟ah” (lihat Sunan Darimi 1/120) 9. (ucapan-ucapan ini diriwayatkan oleh Al-Lalika‟I dalam “Syarh Ushul I‟tiqod Ahlis Sunnah” 1/140) 8. Beliau mengatakan : “Tiga golongan manusia yang tidak ada larangan dalam mengghibah mereka. i‟tikaf maka hal itu manfaatnya untuk dia sendiri tapi apabila dia membantah ahli bid‟ah maka manfaatnya bagi kaum muslimin dan inilah yang lebih afdhol/lebih utama. yang hal tersebut termasuk jihad fi sabilillah.si fulan itu demikian dan demikian (dari kesesatannya-pent). Beliau juga pernah berkata: “tidak ada istilah ghibah dalam mencela pelaku bid‟ah dan orang fasik yang menampakkan kefasikannya”. agama. Menjernihkan jalan Allah. sholat. Imam Hasan Al-Bashri v mengatakan : “Tidak ada istilah ghibah dalam membantah ahli bid‟ah”. Sampai-sampai pernah ditanyakan kepada Imam Ahmad v : “Ada seseorang yang puasa. Maka Imam Ahmad mengatakan: “jika engkau diam dan akupun juga diam maka kapan orang bodoh/awam tahu mana yang benar dan mana yang salah!!! Seperti imam-imam ahli bid‟ah yang memiliki pendapat-pendapat yang menyelisihi alQur‟an dan Sunnah atau beribadah tapi menyelisihi al-Qur‟an dan Sunnah maka mereka ini wajib (menurut ijma kaum muslimin) dijelaskan kesesatannya dan diperingatkan umat dari bahayanya. salah satunya adalah ahli bid‟ah yang extrim dalam bid‟ahnya”.

Jadi bentuk kata kerjanya “Ngegosip” yang berarti menggunjing.10. Ahli bid‟ah tersebut masih hidup dan belum meninggal. kecuali jika dia memiliki buku-buku (tulisan-tulisan) dan pengikut yang memuat dan menyebarkan bid‟ahnya maka wajib untuk memperingatkan umat darinya. 4. Ibrahim Ar-Ruhaily 2/506-509) Sumber : Majalah adz-Dzakhiirah baitijannati – Gosip yang berasal dari bahasa inggris dari kata gossip artinya gunjing. Yakni suatu aktivitas menyebarkan atau menceritakan sesuatu yang ada pada diri seseorang (biasanya sesuatu yang jelek/rahasia) kepada orang lain. Selain untuk tujuan ini maka ghibah itu diharamkan. Bahkan bisa jadi hal tersebut wajib. Hal tersebut ada pada 6 keadaan”. atau menyebarkan kabar angin. maka tidak ada dosa didalamnya. (Ihya‟ Ulumuddin 3/152) Dari ucapan para ulama salaf ahli sunnah diatas telah jelas bagi kita akan bolehnya mengghibah para penyesat umat dengan tujuan menjelaskan/menyikap hakekat kesesatan mereka kepada umat ini. Ikhlas karena Allah dan tujuan dari mencela/membantah ahli bid‟ah adalah menasehati kaum muslimin dan memperingatkan mereka akan bahaya bid‟ah mereka. Jika pelaku bid‟ah tersebut menyembunyikan/tidak menyebarkan bid‟ahnya maka tidak boleh mengghibahnya. ketika seseorang tadi itu tidak ada dalam forum yang sama. menjelaskan kesesatan/kebid‟ahannya tanpa berdusta/tanpa mengada-ada. Karena mengghibah pelaku bid‟ah (penyesat umat) tujuannya untuk amar ma‟ruf nahi mungkar dan hal ini tidak bisa dilakukan kecuali kalau bid‟ahnya itu ditampakkan/disebarkan ditengah masyarakat 3. Bersikap adil dalam membantah ahli bid‟ah. Jika orang tersebut (penyesat umat) sudah meninggal dunia maka tidak boleh mengghibahnya. Pelaku bid‟ah tersebut menyebarkan bid‟ahnya. seperti karena permusuhan pribadi. . (Lihat “Mauqif ahlis sunnah wal jama‟ah min ahlil ahwa‟ wal bid‟ah” oleh DR. hasad terhadap ahli bid‟ah dll 2. buah mulut. Abu Hamid Al-Ghozali setelah membahas masalah ghibah dalam kitabnya “Ihya‟ Ulumuddin” beliau berkata : “Ketahuilah bahwa ghibah itu dibolehkan selama untuk tujuan yang disyari‟atkan yang tidak mungkin sampai kepadanya kecuali dengan ghibah tersebut. kabar angin. tapi perlu diketahui bahwa mengghibah ahli bid‟ah itu dibolehkan dengan syarat-syarat berikut ini : 1.

Ghibah tentang akhlaq seseorang.Dan ternyata sejak berabad-abad yang lalu pun Rosulullah telah mengatakan ada aktivitas semacam ngeghosip ini yang namanya ghibah. para sahabat menjawab.” (Q. Ghibah tentang hal-hal yang terkait dengan persoalan agama seseorang. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (malaikan Raqib dan Atid)” (Q.” (Q. yaitu: Ghibah tentang jasad seseorang. berarti kamu telah mengada-ada tentangnya (menfitnahnya)” (H. karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan Ghibah berkaitan dengan yang dipakai seseorang Hukum Ghibah Dalam Islam Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.S Qaaf[50]:18) Lebih spesifik lagi Allah Berfirman dalam Surat yang lain: “Hai orang-orang yang beriman. Ghibah tentang nasab seseorang . Ghibah tentang menganggap rendah pekerjaan seseorang (padahal halal dan dia tetap orang yang beriman). semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. penglihatan dan hati. Rosulullah saw bersabda: “Tahukah kalian apakah ghibah itu?. Dan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada pada diri saudaramu.R Muslim] Dan kalau kita lihat ghibah ini banyak macemnya.S Al Hujuraat[49]: 12) . jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan).S Al Israa[17]:36) “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. Sesungguhnya pendengaran. maka kamu telah melakukan ghibah terhadapnya. Dan bertakwalah kepada Allah. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. “Allah dan RasulNya yang lebih tahu” Lalu beliau melanjutkan “Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan hal-hal yang ia tidak suka untuk disebut” lalu seseorang bertanya “ Bagaimana pendapatmu bila apa yang aku katakan itu ada pada diri saudaraku yang aku ceritakan? Beliau menjawab “ Bila apa yang kamu ceritakan itu ada pada diri saudaramu.

Rasulullah bersabda: “Barang siapa mencegah ghibah yang menyinggung kehormatan saudaranya. Allah SWT berfirman: “Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami. dan hukumnya adalah Haram.) “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau (kalau tidak) hendaklah ia diam” (Mutafaq‟alaih) Orang yang bermuka dua. disisi Allah. yang mengadu domba orang lain Dari Abu Hurairah. Begitu juga halnya ketika kita hanya sebagai pendengar setia saja. ia berkata: “Nabi SAW berkata: Kelak dihari kiamat.R At Tirmidzi) Dan kalau memang Orang yang kita peringati tersebut tidak mau menerima.R Abu Dawud dari Anas ra. seharusnya kita mengingatkan saudara kita yang sedang khilaf tersebut dan bukannnya malah nimbrung dan bikin suasana tambah panas . Karena diamnya kita disitu berarti kita juga setuju dan mendukung akan aktivitas ghibah tersebut. maka saya bertanya kepada Jibril: Siapakah mereka itu? Jawabnya: Mereka yang makan daging orang dan mencela kehormatan orang (yakni Ghibah)” (H.R Imam Ahmad) “Barang siapa mencegah ghibah yang dilakukan oleh saudaranya. yang mendatangi satu golongan orang dengan satu wajah dan mendatangi satu golongan yang lainnya dengan wajah yang lain pula”(HR Muslim dan Abu Dawud) Dari beberapa dalil diatas jadi jelaslah bahwa aktivitas ghibah secara umum dilarang dalam Islam. Engkau akan mendapati orang yang bermuka dua diantara orang-orang yang berbuat keji itu. Yang harus kita lakukan ketika kita tahu bahwasannya ghibah itu haram. maka jangan segansegan untuk meninggalkan forum tersebut. Hal ini kita ketahui dari adanya celaan dan Ancaman Allah terhadap pelaku ghibah tersebut.Rasulullah SAW bersabda: “Ketika saya di Mi‟rajkan saya telah melihat suatu kaum yang berkuku tembaga digunakan untuk mencakar muka dan dada mereka sendiri. Dan jika syaitan . maka Allah akan mencegahnya dari neraka pada hari kiamat” (H. maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. maka Allah akan membebaskannya dari neraka” (H.

bisa juga tentang pengkhianatan atau uang suap yang dilakukan orang tersebut.R Bukhari Muslim) <!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Memperingatkan kaum muslimin dari kejahatan seseorang. Misalkan seorang istri yang menceritakan suaminya yang super bakhil sampai menelantarkan keluarganya. maka sang istri tersebut mengambil harta suaminya secara diam-diam. soalnya dikhawatirka akan menimpa kaum muslimin. namun ada pengkhususan. Ada beberapa ghibah yang diperbolehkan. Misalkan. Blair itu ternyata seorang Musuh Islam sejati. <!–[if !supportLists]–>· Tidak berdosa kalau kita menceritakan seseorang yang terang-terangan berbuat fasik/dosa.S Al An‟am[6]: 68) Ghibah Yang di Perbolehkan Meskipun Ghibah itu haram. Jawab Nabi saw: Ambillah secukupmu dan anak-anakmu dengan tidak berlebihan (sederhana)” (H. maka kita boleh menceritakan kepada orang tua anak tersebut agar bisa memberhentikan pemakaian narkobanya. maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).menjadikan kamu lupa (akan larangan ini). <!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Cerita kepada Mufti (ahli hukum) untuk meminta fatwa. <!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Orang yang didzalimi boleh menceritakan kepada Seorang Hakim tentang kedzaliman seseorang tersebut.” (Q. Sistem Sekarang Berperan dan Mendukung Program “Ayo Nggosip!” . antara lain: <!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Minta pertolongan untuk mengubah kemungkaran dengan cara menceritakan kepada seseorang yang dirasa mampu merubahnya agar jadi kebenaran. dan tidak memberi cukup belanja untukku dan anak-anakku kecuali jika saya mengambil diluar tahunya. So kita bisa menjelaskan kepada umat tentang kejelakan dan konspiransi yang mereka ciptakan terhadap kaum muslimim. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Hindun binti Utbah yang berkata kepada Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Abu Sofyan adalah seseorang yang kikir. Misalkan kita tahu bahwasannya Laknatullah Bush. Ada seorang anak yang terkena narkoba. Howard.

dia harus punya empati dengan saudaranya yang lain: “Barang siapa yang bangun dipagi hari dan ia hanya memikirkan masalah dunianya. tapi ini bener-bener menjadi contoh nyata bagi kita betapa peraturan yang diberlakukan kepada masyarakat dengan negara sebagai penjamin terlaksananya peraturan tadi itu sangatlah berperan penting dalam mendidik masyarakat menjadi model masyarakat yang gimana. dan barang siapa yang meringankan beban kesedihan orang muslim maka Allah akan meringankan beban kesedihannya dihari kiamat. Seseorang bertanya. tidak mendzaliminya dan tidak membiarkannya. dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin. X-File dll. Abu Daud. Bagaimana Seharusnya Kaum Muslimin? Sebagaimana disebutkan dalam banyak Nash. Demi Allah tidak beriman. Kaum muslimin tidak boleh cuek dan egois. gosip saat ini sudah dijadikan lahan komersiel. Kiss. „Siapa lagi Rosulullah?‟ Rasulullah menjawab: „Orang yang tetangganya merasa terganggu dengan ulahnya‟” (HR Bukhari. . belum lagi majalah Nyata. Muslim. ”Orang muslim itu saudara muslim lainnya. dia akan mencintai saudaranya seperti dirinya sendiri. Bukannya saling membuka Aib dan saling mencaci maki. Demi Allah tidak beriman. Sehingga saat ini ngomongin orang sudah menjadi hal yang biasa. Bintang. harusnya kaum muslimin itu saling membantu dan saling berkasih sayang. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupinya (aibnya) kelak pada hari kiamat” (HR Bukhari. maka orang tersebut tidak berguna apa-apa disisi Allah. Meski sepertinya masalah gosip ini hal yang remeh. An-Nasay dan At-Tirmidzi) At Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih. Muslim dan Ahmad) Orang muslim itu bersaudara. “Demi Allah tidak beriman. Dan barang siapa yang mencukupi kebutuhan saudaranya maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya pula.Kita bisa melihat tayangan-tayangan TV Indonesia dan majalah-majalah yang ada. maka ia tidaklah termasuk golongan mereka (kaum muslimin)” (HR Thabari dan Abu Dzar Al Ghiffari) Kaum muslimin harus menghormati hak orang lain dan tidak menyakiti hatinya. Cek and ricek.

Contohnya. Apakah alasan syarak itu. mereka bersepakat mengatakan bahawa inilah dia definasi ghibah. definasi ini adalah yang telah diijma‟kan oleh kaum muslimin (tiada seorang pun membangkang). “Adabun Nabi” karya Abdul Qadir Ahmad „Atha‟ hibah (Mengumpat) Apakah ghibah atau mengumpat ? Iaitu mengucapkan perkataan (atau dengan gerak badan. agamanya dan sebagainya. mata. sedangkan saudara tahu siapa yang mencuri. Iaitu menceritakan keburukan orang lain di belakangnya. Maksudnya. Ghibah. tulisan dan sebagainya) sesuatu yang tidak disukai pada diri orang lain. dalam bahasa Melayu kita disebut mengumpat. Iaitu mahu mencapai satu-satu tujuan yang benar menurut pertimbangan syarak. Ini biasa berlaku di mahkamah. saudara telah dituduh mencuri.Orang Muslim itu saling tolong menolong. di mana jika tidak melalui cara itu tujuan itu tak mungkin akan tercapai. Atas alasan-alasan syarak ia diperbolehkan. “Orang mukmin itu bagi orang mukmin lainnya seperti sebuah bangunan yang saling memperkokoh lainnya” Kemudian Rasulullah mengenyamkan jari jemarinya (HR Bukhari dan At Tirmidzi) Reference: Buku penjelasan Hadits. Tidak kira samada yang tidak disenangi itu ada pada tubuh badannya. Adalah dibenarkan jika: a) atas tujuan yang dibenarkan oleh syarak b) Jika tiada jalan lain melainkan dengan membuka aib orang lain. gerak lakunya. Di bawah ini saya senaraikan enam tempat yang dibenarkan Ghibah. . iaitu membuktikan benar atau salahnya orang yang dituduh (mencari penjenayah). Hukum Ghibah (Mengumpat) Umat Islam seluruhnya juga telah ijma‟ mengatakan bahawa hukum ghibah adalah haram. Mahkamah terpaksa membuka aib mereka yang terbabit untuk tujuan yang dibenarkan oleh syarak. Elakkan ghibah Untuk membela diri. Walaubagaimanapun. jika ada cara lain seboleh-bolehnya gunakan cara berkenaan. Saudara terpaksa mempertahankan diri dengan berkata benar. Namun Imam Al-Ghazali telah menggariskan beberapa jenis Ghibah yang dibenarkan dalam Islam. Menurut Imam al-Ghazali.

Seperti kita melihat sebahagian anak-anak muda di kawasan kita membawa perempuan ajnabi balik ke rumahnya (berkhalwat). imam. Apakah yang harus saya lakukan?” Keempat: Memberi peringatan (agar berhati-hati) dan nasihat kepada kaum muslimin tentang kejahatan seseorang. boleh saudara menyebutkan jolokkan itu dengan niat mengenalkan. ketua kampung dsbnya kerana teraniaya. atau melaksanakan projek-projek batil.. apabila seseorang datang kepada kita meminta nasihat tentang perkahwinan anak perempuannya. Jika memadai dengan kata „JANGAN‟. ayat 148) . Ketiga: Meminta fatwa dari alim-ulamak. Contoh. Walaubagaimanapun selagi boleh mengelakkan menyebut julukkan itu. Keenam: Untuk mengenalkan seseorang. Dan diharamkan menyebutkan aib-aib lain. Jika seseorang itu memang dikenali dengan julukkan si tempang. jika si suami melakukan sesuatu yang tidak baik kepada isterinya (contoh: tidak beri nafkah). dia boleh mengadu hal kepada ulamak/mufti meminta fatwa. Keburukan pelaku maksiat itu boleh diceritakan kepada seseorang yang dapat diharapkan boleh menghindarkan kemungkaran itu. Ketika mengadu tidak boleh tidak kita terpaksa membuka kezaliman yang telah dilakukan terhadap kita. Kedua: Mahu mencegah kemungkaran dan kemaksiatan yang berlaku. barulah pengadilan dapat dilaksanakan.Kita hendaklah mencari seseorang yang boleh diharapkan dapat menghalang perkara berkenaan. Haram jika dengan niat mencemuh. Apa hukumnya dia melakukan demikian. polis. Yang dibenarkan hanyalah menyebutkan kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan itu sahaja. si buta dan sebagainya. hendaklah kita mengatakan begitu sahaja. wajiblah kita membuka aibnya. Contohnya dalam masalah rumahtangga. Bahkan jika dapat memberi mudarat kepada seseorang. atau berjudi. Kelima: Mencela orang yang secara terang-terangan melakukan kefasikan. Dalil: Firman Allah Taala: “Allah tidak suka kepada perkataan yang tidak baik diperdengarkan. kecuali dari orang-orang yang teraniaya…” (al-Nisaa‟.Pertama: Mahu mengadu kepada qadhi. wajib kita jelaskan keburukannya. Jika dirasakan tidak cukup. “Suami saya tidak memberi saya nafkah selama sekian lama. bid‟ah dan kezaliman. elakkan. seorang yang secara terang-terangan meminum arak. Contoh. Kita dibenarkan menceritakan perihal anak-anak muda itu kepadanya. Dengan membuka keburukan orang berkenaan. Apakah wajar dikahwinkan dengan si fulan? Sedangkan kita tahu bahawa si fulan itu adalah seorang yang buruk akhlaknya dan lemah agamanya.

manakala Abu Jahm.w. Dia adalah sejahat-jahat orang di kalangan kaumnya.a. bersabda: Adapun Muawiyah. berkata: Seseorang datang minta izin kepada nabi s.w.w.” (Riwayat Bukhari & Muslim) Hadis di atas menunjukkan bahawa Nabi s.: Sesungguhnya Abu Sufian seorang yang kedekut dan tidak memberi cukup belanja kepada ku dan anak-anakku. bersabda: Izinkanlah. . Lalu nabi s. Untuk mereka yang tidak dapat membaca kitab asalnya yang berbahasa Arab.w.a. bertanya tentang dua orang yang meminang saya. ada menceritakan keburukan orang lain untuk mencapai maksud yang dibenarkan oleh syarak.w. Maka Nabi s.a. Nabi s.” (riwayat Bukhari & Muslim) Hadis: “Aisyah r. Dan tiada pilihan lain melainkan memberitahu aib orang berkenaan. bolehlah dapatkan terjemahan kedua-duanya.Hadis: “Aisyah r.a. Wallahu‟alam. dia adalah seorang yang suka memukul isteri.” (Riwayat Bukhari & Muslim) Hadis: “Fatimah binti Qais berkata: Saya datang kepada Nabi s.a. dia adalah seorang yang miskin. (masuk ke rumah).a.a.a. kecuali kalau saya ambil di luar pengetahuannya.w. menjawab: Ambillah secukupmu dan ank-anakmu dengan sederhana. berkata: Hindun binti Uthbah (isteri Abu Sufian) berkata kepada nabi s.. iaitu Abu Jahm dan Muawiyah.a. Rujukan: Untuk mengetahui lebih lanjut dan terprinci lagi mengenai ghibah sila rujuk al-Ihya‟ Ulumuddin – al-Ghazali & al-Azkar – Imam al-Nawawi.w.

7.99.33.80..5..3..347.9 .38.3:39: 203.33.-:.703. /.90.99:/03././.:39:203.9::.99::.38. 80-.2.20257.33.8.80.3./.50308..

/.347.3804.3:3.93.390..3.203./03/03.3.9.32029./ /.80.3/03  $08047.9:  ./.-.99.3/9.8.0./..8408. 4./7 /-.5.

../..5/.:39: 2030-:9.320309..3 -.3./03.9:..93.203.33..3 ./.30.390780-:905./.8/../ ..89.3.9/.:3.72020.9:1.9.9.-40-...:/.8.33.347.

3.0.747..73.347. 90780-:9203.9 40-.25.  2.- .3.33.92.3.3-/ .9..47.3.64.:/.3/03.39:  /...203.90795:/03.320309.79. 5039  1 0303.9/.320.3/.:39: 203./.3./.3-07.8 ./09.30--.90703.3...   7.3203.347.80507947.9.:.33.05..3..3.3.33.32030-:90. 4020303.8..3.393.3... .7.380.38:/. .9.2023:24207 203..3. .:.3 0 030-:9../.9.80..7 .. .9..3/.3 ::.3.8.33..9/.-47.3::.9.47.3 -..-3.3.7.0-.25.3  842 .3.8:39: 2030-:9..3.59/.3/03.8.9 ./.3.8.:0.93.3.:0.89.9./03.3 207..3-.3/.2-93/.33.301.8.353.33.:.. 28.

3405.3/80-:9.390780-:930--.9/. 5039 0-.33./.203003.90.90780-:9.3::..2507.3.2.3-. /.3/.  3.2030-:9.7.. /.:./../805./98 .2507.39.003.2./9884..7.38:/./..3..7.003.2 .8:7.380.3 ::.3/.20303.2202-40.35.

-078.9:9/.7-07/.9.3:39: 20302: .3.3/:.78.$08:3:3.7.75:3/.79.9.7-0.-.-..1  4.:-07.8000 003.9.39:9/.90703.-7 2.3 : .-0.  #  :.#..2.5:3.320239.2/.3 47.2202-40..8047..7.:.-39"48/.20309.7203.-07.31:./.. :7.9: 2839/.33.1:.203..39../ 8.2.55. .8:47.  # :82  ./.:-07.9..75073.7:.22../983 203.8::.7  . 4.7. /./.9  4./.3./03.3507.3.8047.-0.203/.2:.20.3.8::.47.9.5:3: ..3 /.#.3 90780-:99072.-/.7 /.. :5073.07.7: 943.9/.3-./.-7.907.5073.9  # :.3/.3./983/.5:3-:...9:5:3/..::. 507:8.-:.:808:. .3/.7..98-3$.9.3./.3 :82  2./. /.3./..: 203.92.9. 50308..9.90.32:3..

.5.3.8.9.32030.3-0.3..22.5:3-:.7:943.8....8:/3./..5030.: /. 8073-07507.3 /..8073 202::507025:.8:.75:3/.27.:.3-.9:82./.2..5073.3. /.9:9/.3/80-:9.9/.3.././.3 3.:. 203.

:-078.3.::520...33.3.2:/03.:-07.3203. .:203.:.202-07:/..1..38047.2$.3. 2-.3.3.:3../-3$40 &98.:.3 :82   $.7.-7$08:3:3. ...35..3 -07.2-:.23 #.3.7  4.3.9. 203.3.05.3/. #.3.5.9.22.-:$:1.::52:/. ./:8$.1.-/.33.3 .3 0.:.9/..8..8050309.9.9.7/.  # :./.78..3.7.-0.3-.3-.-0.2. 3/:3 897-:$:1./.

9.5.-..202 08920.203. . .-./.2.3:8.33.20309.90795:/03. -03.2::39:2030.7.78:/.3-. 07.3.3.2.370947.9:2.9 /..9 47..5.2070.3.3 2.3 9.2507.:2030./.:.-3. /.2.73 ../.8..3-0.32.-/./985079..32030.2.5.8./.3.3/-.3.990780-:9/.25.3507:8.8 2.3/..9/.5.3.9.0.808047. &.7/.../..  09.380-:9. 802:../.7/...-7 3..390780-:9 202...80.90795: .5./..3:.3808.3 000.9.3808. .3.3.3-403.72070.947.2030-:9..9:8000 003.3:8.3-..2-.7 2..3-0..3/...5/.2030./.. /.2 .$.2.33.350308.8. 8079./.3:8.03.:38.8.72.--.8.72.9.3.320308.70808...07. 02:/..2203.23.3402. 8.3/-40.203-..9.3.8.3.730808.07.7./.33.9 .. //.9/..90707:2:80/.9-.9:.-..3 .9/. 50308.7.

93/...3..3/.3/.0.7.3.93.0..2. $03.:.31. .2033.203.7.30/43.5/.8.3-3:- .3..8-.:88:33..5.07.3909..9:.. 50308./-3-/.:./.3...2-:-/.3..33. 503./.38.380-:9.39.503.93.0.:3 -07.2.9/.3/03.9 .. 203/03.3/.22.3808.-07-. 2033..8.   2..390703..3..9.07.9:2.390750843.2.. 20.- ./03././..2..9.

.3.320308.7.-/ .3-072.20. .8079.3 :2.8/03. 203..97.-/ .9.3193.9  2070.2070.

/.    2.  &8::8$:33.3.32025073.3507.:5:380. 404/-34.2 !.5 .8:./03..8079.5.3193.7.7..32070.-/ .. .202-03/:3-.2030.3/0.203..3 2025073.3 907.0.7.27. 7../.3. .7.3.3 ..3.2030.3907/42 .8.3-.8:-..9.50/42070.:88:33.-.-:.7.8 /03.39:.38.3907.9.:39: 202-.9 -.39:/03.39072.9.3 003.9.5.-./.22..2.90780-:9  :8:33.7/..50308..347.40-3:-..3.7.9.2.. :88:33.:. .7.:.-/ . .8.3-072.7-.7.2.3 %/..3.-.-/ .7.90././.2./723 .9/.202-449/.3 .320250703.203..3/02.39.901.5.  %4-.7..3/...32070.2507.2033.3402.. 2.9 5039 .2:8:33.805.2-.8...802:3./.3/.3:2.3.93 03...2.5-.90780-:980-.64 .3 .3.2.90.8.3/.320239.99.3/.-:.8  2.0.7.3-.2070.320239.39.3 805079 .2203.3.3203.1. 203.:.3:39:202-07.....3-07-:.3././.9.3.2.89.-.9.3. 5..::2.9:2.320..   $:3:.9: -.3 7.3 47.9/.

2-3:#.9..3/.29.2-...   2.9 %72/  .203.7 .- .- $..

. 507.5.39./.7.5.-07.5.32070.3..7..3507..... 9 %72/ .3 203:33.7.9./98  $:3:9.. $0-.0.39/.5.9039.2/.- 3 202-.347.2.203/..9-.90.2:../98/.3 .3.2.7.  2..2..3. 3 203.2-:8.75.

798.-3$./.9 %.77. "49943 .4 /.5074/.203.9.39.203. :./..2.3 .-3 :3 $:.3 $.3/. 5..-3:-.98 %8.7.3.7....7 02..-3...0.7.-.7. :.  .-07/:..3 -/:..8 .-7. .3-3 .8 $.8.87 %4:82070.3.3 .   -/:. -3.35:.  .3%46-3..3. $:1.9. -/:7742. /-3:-07 202-.0.3/7.2070.7.8 $..7:-.2.:7 .2 $: -. /.327.-33. -202-. -.

/.  %/.32070.3 202-.7..//.3.3203/41../...75. 507.5073..35.380.202-.802:..33./.7. 507.7..2: 2070..2..7.3203/47432070.

..22.3..3.3203-..57-. 507. 90780-:9.8.980-03. 5.....2.203.2:332070.33.0.:39:/909/.380-.7./98/.. /03../98 5039  0-:9.2. 202-.0.3.703.08.//. 80-. 832.3909.332030..-/ ... 507.5078. .8:..3/.3.7.7.0.73..--07.8.507.703.8.3.3-.75.8.8.3.9.80-.9..290780-:9332030.3 2030.././.9079:/:202..2.3:39:203.2%72/332030.203-.79.5./.3 .:22:823 9/.:22:823 .92070.35. /.3002.8.73.3./... . 20.33 203. .302.2.3.3507.7/09.3/..3..2 2.52070. ...380-03..80..  -3:#..7.3.:.2.7.5078..3.3-.27.8.90780-:9.8.3/.5. 9039.

%.9405.7.8. / 9:-40 .5074 ... /805.390.1.203:335.7.7.

5074.:::2.. 02.35.32.3.503/.93/.39: :39:202-0/.2 2.2.7.22070.

:2.3.:8.2.2.3/..93...2.. ./.507808.93.2./02..3 .3. 5.-808047./.2.805079203....:2:2:39:2:82330-/-40.0..2: 1.8.3..9:.3  5.8.3-8./ /-40..32.2-3:%.3.39/..2 2..39/.  $0-.3 /.././9072./.8..-202-.7.347.3. .7..   $.-07. 2.35.9/.-.3/:89... 9./.9.7.. 2085:357-.9./98.2022:2037./.3 80-.8.

.9/73.3:8. 9039.2 7.8.9..9.3:2:2. 40 2030-:9.203...8.5.39..9.9:2.3.3.  !073.:22:8239039.3-.8/:5..9:0.0.80.:-07/:89.3808047. 03.- :39:203.3.3 /.203./..2.8:-././.2070..3/:3./.7.3/.8: .3. ..5443.9 /.22./98 /.3:8:8/.3/.347.:../:3../:./. :207.3 $05079 2030./8079.80.340 .203.9.. 2.2033.9..3.32.-07.   030-:950747.3...0./.3-:..9/.35074.38.202.39079:/: 202.390780-:9/.0.8.32070./..9.5. .-3$.2.. :.3 .05.9/.390.3-07..3..-.80-.9..2..808047.2070.8.8:.0..3 .3 809./98.3..3000.1.8:.39072./03.3#.9.9.-03./.3 0.5.2070.3.3.3/.2.3.2-0-07.  030-:92...2..2.2  030-:9038 443.

5039 .9.70808.81:./ 203./.:/.2.9.5.33.3 .347.:5:3:.22.03.2/...3/02.3-4/4.3/..22..39:/02.3 /.3.

.2 9. ":7 .9.1/.9  9.2070.47.2.25.3202-.:203.33..-/ .3-03.3..-.:-07-..8.-.3/.2. 2.-/ ./..9.2 2.1/4.:22:823 /0..:39:/.3:2.7/.5.3.3/5073...803/79.5.0. $..3.32.39.9 503/.25.30-../.- 203:7:92.38.3..3.9  9.3202503/.. .3$:33.5073.39:84.-..-/ .35:.-.2. 8./..3.  2.30808..9 /.9:2.9.5. /.31.93./.31.47.:2. ":7 ..202-./.5...3/.93.:22:823/..39./9./.. 84.3 . $050792. 808047.2.7-.5..30-..320308.22.12.3$:33.9.3.520308.8:.8.3..305.3.3/.9.33.

2.7 .35072:8:.8-...  2.-/ .38:. .:22:823 $0.70808..:22:823//.9:0.2. 2070.3.9.  0.3-..:2030.3.93.8:.2...3.32034.8..3/.3.31.9/.3.203:7:90805.0-:9.2..  207:5.31.9.2.0-:.3.3.8079. .-.90780-:99072.../18.. ./.8.32070..-.3/./. 03073.9 ..

5.3.. -/ .-/ .3203..503...2070.52070...9.3 %. ..8.-..31.8..-..9.703. 0..3 %/.50.2-/ .3 .2.3/.207:8..89.30972/.9.-/ .37:8.:.207:8./...9. 8....33../..340 . -/ . 89..87. 0-/.3/9:2-:.207:8.2203.3 01.0.2..25.7.3.5073...9 /.33/7.9  2.-/ .5.2202-.347.9:3./.3.8.-.-07.202-.. 9/.3 .. 443. 3./.:203.39.2././.7...2203-.75.32...2070.3 :./.3 .7&8:  964/8$:33.  :..39.2 $./....33.2.9/.39/.503.8.3:8.2070. .307:8.::..3.. /.2....8.9 5079. ./. 5.3/. ..203.9. .:-/ . 0. 5079..

2202-.9.9$:3./.-.  ...39.203.3.23 ..-/ .72.4 .   -7../.3 %/.

.847:.2.  ...3/.39/.2203-.6/8.7.3.3. !03047.   .18:/..3-3&..9 :9../.-07.3.3..87 .2. 40.9.   $:1.

. .0.2/ 4.3-.90780-:9.25.8090.05.23.5.2.. //.:39:9::./.-.3  ..380.3 9/.7 .9.-3./.  &:2://3 -0./48.:./.-.:. 09.3.:-07.8.9/. -:.9:/-40..3..-./.9.82./03.0. &:2://3.3/8.3.90780-:9 2./.2:338./... .29.202-..

0.890.32030.  .50308.9..7.1.7:.8..8-.8.7../..8:33.9:2.5.39::.:.3. 203-.3-403.5.35.2.9/03.9.

203.703.7203.9-07:93  .5507:/09.9./.:2. 203-../.7..5.3/03..9:/-40.8..3/.90808.9.90780-:9.7.05.93 ..0.3-8.38.-/ .:-..3 2070.39::.9 8.0./.

90780-:92030-.9..332.3:39: 9::.-.50.3 805079..:-/ .3-. .9:/.202-.3.:-/ ./  !0... $0.80.:22:823/.8./.-/ .2070..203.2.5.7.3.7.3-/ ./..703.39.32070.9 ./ .90780-:9 20302-:3.32025073.-/ ..-/ .5072:8:.357-./ 907..

7/.9/.72.9/.3.25.9 9::.:39:.:.33.3.9: /9..2030-. 50308.-8.39/.703.203-.3-/ .7.. 7:13.:-/ .2. 2:3.30.50..:-/ .9:2.3.-40203-.2./.:.3.  .3..

-40203-.3 -/ .7.30808.:.2033..3./80-.2202-.   078. 0.73.3503:9.3 /./:3.//..9/.7.9.9/.. 202-:: -:: 9:8.47.3202:..2.9 8:/.90780-:92.9  -/ .5.3-0:22033.3.8/:5/.3/903.3:2.39.3.2./.-:39:2025073.8.9.9/..8.. . 2030.3 9:8.7.-/ .390780-:9 50308..9 :2.32030-.2.

.0-/ .35. 9.33.-07/:89.

2./.88:33../.203.. .  .27 #:. . . .23..-/ . 40# -7.9 .35..9.:61.

3 .-.33  .33  -:.5.3 -./.7.8.7.9 485 .9.9:..79 203:33  .8 2030-.8.3.-.300.9..     $:2-07.3 -07.. 2::9  .3 8:.7./7808047. :33  .8.7 ./ -039: .793.9.33. /.9: .9. 378 /.079.3 .7 . 07.3 808:.9: .: 2030-.3. 0485  .9./ .: 203..9..7 -./.9.3 .808:.7 . 4885 .3 -07. -.

808047./..7.3 9.47.2.38.  .3. 05.8.2147:2./..././9:9/.3 09.

-. 2025:3.9. %.203.3 ./..2: 90.33.3#...9203.5.380.33..3 /239..-.. 9: /48.. 503/.8.7.3.3 ././.3 -079.3 /.-07.3.2: .9.6-/.3.5./7  2..3 /..3.7.9:8.39:...2: 2.33.3.3-.:.5.3 9: .93.9..-/..3 .3 .8.3/03.: .3 /.9039.3.3 -.3 808047.8:.-.3 ././ .39073..8.92: -..3 8.: .2: 207.3 .:.5.2:.079.3 .3203..  .(  %.9:.:5:3#48::.-078..7.3 9039.39. 203.3 5.2.3:9.3 /.33. #48::.3.  . 5.3/.3.9 503..3  -.-07.3.9: :.079.. 5079./.2:.3. .3 -079. .2:90.3 -072.  $08:3:3. 9: .3  ./.3 .2.7..38:.  05.9.3. !03.  ./.2:2030-:98.202.07172. 8:.:/.3 -.9.7 0-:7:.3.3 ../.6 808047.90.:./. 2.703.2 .3  /.5.9 ./../808047.7 5:7-.7.: .2.3 . . . 50309. . . 0-.2..3 5:7-.9/.2: 203:9 ./. . 05.2304853..3 8:/.38.2: 9/.9.9.3.: 808047. .3 -.-  . 203193.3. !03072.3 /:.8.9: 5.-07172.5 703/.:7.2:  -07.:-./...3..3 .:/..9 . 20./.39/  " $". :39: /80-:9  . %..9(  .3.: ..80.8 .:/.. 8.3 ..8.. .3-...808047.3 -072..3  503.907.7.:/.023.. 2.203:33.3 50784.3:3.3  -.8047...3 0. .3/5. 80-. .9039. 5007..3. . . .9.33.3.79 .3.3  " $::7.3 ..9 /03.3 ..3.3/.2$:7.. . 0.:/.-3.3.. .3 ..53. 203.7.-.3 47./. /.5.1 (  0-85081..20.3 /.:20. 47.7./78.8 802. .. 8:.5..3 47. /7 8.3.3 .5 47.3 .3 /. 9039:.9.  $08:3:3.:. 9039..3..3..3 -.  ..3 907.  " $87.28.3 ::2-.30- 9./. . 8.3 9: 9/.9  802:.9: -.3..3.3#. .9039. 808047.5.3 ..2:/03. /7 8..7 ..3.. .:-0. 5.3.2.-.35:3 .3  .-808047.: 203. 503/03. .:../.. . / /0. 9039.3 .   #:82( . 909..5.:9.9039..9-../.

3 8.9.  7.9   #9%72/  .3.9...0. /..09. 8.7..3.2  2.0.9  /88 .0.:/  . .3 8.3./.3.#.:/..-078.9..  ./.3 203/.3 . 93..32-7:3/.3:39:2033.9: 443.:/.:9/.202-. .2: 20.0.3 .7.../03...://.3 /.3.7. 90780-:9  09: :..3 .3. .3 47.0.3 203/::3 .-..79 9.38..   #-:.  3.33.9.: -.8. 0.2 8.3 8.2 ..9 ..5. /. 2.9 8:.  2.3 /03..7.38.7...3 47./.8  #.3 202-0-..8.7307.3. 9. 907.:203072.7.-/.3 . :.3 2.23.7307.8.7.3147:290780-:9 .3.9.7 809./:.333..33.:2 .5 50.9...7. 80.9.   #2.2070.. 203. /..2033.3 47.3 203.7./  .3.3.803.:.3 /. -07.47.38. 8. .- $ -07.3 47. ..7.2.72.3 ..:202. 9.: -. 09.3 .39. 20.3.3 :39: 203.9 0 9:  .7 2:. -7 $. 80-. ..: .7.3 8.5.8.87. . 2070...9 .2. 09.1./..39.990780-:99/.9.:.3 -38:. 2.3.. 803/7  2.3 /. -.5.3.33.3 . -.7.3 .3 . 2070.. #:82/. 9./.3 -07-:.9.:/.$-078..5.7. -.9.9 47.2  :9.9.22.3 .5..3502-. 90780-:9  ..7.-/..3 ./.3. 9.../. .5.190780-:9/.3 7.3 .-.33..: .3 -072:...3 20250744 44.3::23./.9.3 8..  .3-:.2. .3 40 8...35:. /:.3-.8.. 9.9. .3.703./:/42-./.03/.3203. . 47.3 -07:: 902-. /  7.3.39.  .9: .3.380/..3.2.5.7.203. /89: -07.9: 443.2 /.3. /.5. 070.3 203/. 8.3 203/.3 /.8 -.7:83. 9: ./.2-..7:8 9./.8::.7 .. 05..2.9 47.. /. 9: .3 203.9.3 47. :2:2 /.5.3-072:.3.. /.2  80.-3.6 . 809:: /.-072.2070..9.8 -.9.:/. 03/..7..-07.3/.3-:./ 0.3.3. 503/03..9.3 /.32033:30472..3-.$%-07172.3 09.3.3 . -079. .9: . 90.7.73..380.7 -: :7.5073.8 .38. /:3. 0472... /.8::.3 80....305.7 -0-07.

 9: .7.99039. 9.3 9/.7. .2 80...3897.3 90703.9:.37 /..3 89790780-:9203.. 3..9.3 05.2 .3.3808047. -8..3907.79.9..:.8::.2(  -.7-8.. .  2.32070..:2 2:823/.  8.3.390780-:9   1 8:55479898(   03/1( 079.3.2 /.3./. ..2. 8.7.38047.::5-0.3 05.:./..7.3  1 8:55479898(   03/1( 39.3 . 8047. 8047. -. 203.300.8.808047. -40 203..3 9. -070-.70.3 0/. .3.3 0:.079. 203.202-07.203.2- .3.#.8:.9.3 20325.3 085:3 -.7.7.3-07.3.3/!07-40.3.9. :8  4.3 808047.3 80/07.33 2.:.3.3 808047. ::2  :39: 20239.3  8.39:.- 8.90780-:9.9.7..3.7 9.3 /7.7:82   1 8:55479898(   03/1( 025073..3 . .3.3.3.3 47.:3. .: :..9.202-07039./.3  /.3 05.3. 203.: -. 808047.59.23.47.38:. 47.079.- ..91. :.33.3203..3 8:././. 2.3 .3403/:3-39&9-..3.3 503.7.8.3 :8: 8.74-.3 907.3  /.3 -07-:.25.7.:2.3. ..9  $4 9.7.343857.9.3 .3 .079.23.2.347.9073.2  3..29:808:/.39/.8.. .3 907.39:  " $3 .2: /03.:22:822   1 8:55479898(  %/.079.3.3 .39../.3 . -07/48.3502.2 9039. .. 80.   1 8:55479898(   03/1(  7. $047.3 90780-:9  -8.74-.38:507-. 9.3. 1.3 /03.05.3 .3 :39: 203:-.: 0. /.2::5./.2:3 . 02:3. 9039.$ $08:3:3.. -0-07.3/.97.3.3/...   # :. 2030.2- /:. .33.8. 5079443././.: 9.3 //.3.3. 05..079.25: 207:-.5.. :19 .2:/:/:-078..8.3./ 0-03.3 .3 ./. 503:8:8.5 .38..  2.305.9 ./.2030.3  84.3.:2 2:823  8.3 ..39. 80.3.3/..7 9: 9073..5.3.2 -40 203. 2-.-:$41. . 3 805079.  .3 /507-40.::52: /.7/  . :39:: /.3.....8.7 .

3/.7.2 4485  ./48.303/::3!747.307507.  $8902$0.

347..:22:823.38.3-. -07507.99...38:/.. .93.3 .3 9./ ..:/ 3 .3  0 / $03. 203:9:5 . -072. 2:82 .5...7.-3.3/7.390780-:99/.3.5.2.3.3.8.5 3 -0307 -0307 203.3  $08047.23 907../.3 203.3420780 0..3 7020  9.3 -0-.:/.3-..3.3.7..5. /:3..5. 9072.7:83.3 .  02 .3. 503.33. .8..9.3 2070.2..  #:..3. .8.5. 4858.3-. 2.-07:3. 80-.9:7..3:/03.3-0-. ./.7/.3.3 909.::5.7.9203.3 -.7.3.9./.3 9/. 0.:/...:2:823 $0-.9.3-07..32. 2..9.3:. .3 8..3 8.8. 39./24/02.7:8 5:3.33.3.7.93 8:/.9. 9/.3 -...:2 2:823  2..8: 443..7  :82 -:.7:83.3 50393 /. 202-.3080/. 9/.9.3203:9:53.32:829:-078. /.3 ./ 9: 8.7.. 9.9.9  .3.2-. .33.8 ./.711.202507.- 7.7 /. 2. -072.8.7. 2027.8.8.2.  2.32073. .:/. ..2 203// 2.3 203.39/. .8.  #.5.3.3 8.3 8. 203.3. -072.2.:/.:0 /.3 048 /.::5 0-:9:.88.7.47.805079/73. . 9/.8. /...32.32:822../.  08 8050793.3.3 30.33. -.7.3 :7:8.. .. ...3  02 .3 .5.$0.5:.3 2.3 8.9 /03..39 %72/ 9%72/203.8. 507.  . -40 .. 8047./.3-:.. /. 507.3.7.3202-:.7.9:7.3 2073.39/.3.8.3 0-:9:.  ..:22:8239:8.7.2. 47.203.7 .3 .203.:/.. -09..3..  .9.3 .38.3:3 /5.3.3  02 .803/7  7.3 9.3.4394 3.3 05.3 -. 907.32:822.9./88...7.3202-. 2.0 88 -0:2.3 /-07.8.3./. 025.3 :.5. /.39.3 8..3/..3. #48::.7.8::.:2 2:823 9/./80-:9.8.9  #:.3/./  7.3./983.5..3 080/. .  $.:2 2:823  # %.33.3. .5..3 2:82 9: 8..3 8. .32.7.7 :82/..3 -079.  9/.7.  . /..7  .20.3203. 9/. 485 3 .39:/.9334243347.2.23. 203/.3%'3/4308.-8.:.9 /03.3.3203. 207.-/./. .38.7:8203472.-.

7.3-07./9:/:203.7.-2070.3./013.8...3-.7.. ..9/.3 203..079.:3.7.83.3.89::..78.39/.9.. .9075.20.9 203../.3 .7 3-./.-47.9:..3.35:3202-. 9:8..3 2:23 9: -.7/. -.803.2 9.0 ::5030..038-.3.9.380-.9:9::.. .29025.-:3.3-03. .8.7..9:202-:9..5.3.3 8..7.3.38.390.2./98  /..9.9.33.9: 8.9. /.3907./.8../8:.3/-0.8.3 .9:-:-.-0703./.3 .2.30-:7:./ 9.:8.8-.3.8.203.9..5.7.3.3..7./.2 .:2 2:823 9...3/.. -.3408.  03:7:92..39/.3-0-07..7. 07.3.90.  -.3 .::2-.3-03.. . .-/:"..3 2..7.3 5.:7 $..7.  ..... .2.33.33.5:3 ..3..38.3.8047.3  .20303./..- ..2.-.7.73.-9:39: 9::..3/-03.8. .-03..3-./-03.  ..:.3:3.3907-...380-..  ::2-.9:203.7203:7:950792-./. 03:25.90...3  43943. 03:25.7.380-40 -403. 02:/.7.9.:8.2:33.38. 808:./.3 20250744.5.8..3.39443203443  7...9  &2.9:203:. /013.3 8. 805079 80-:.:-.340.9:9::.39:9. 8.3 .3..7.3..9  5./.2-.-07805..2.5.3/-03.3 8.9..:203. &39:202-0.9: .2.  .0.../.3.2 ./72.202-:.303..8::.3/-03.3.347.:/03.3/7/03.9.3 2:23 .:/2.8.33./747.3:829:8.3 9%72/  #010703.280:7:3.2:32.28.9075. 2070.:3.3.9:2.3  %/.9./.3.320.3202-:../803.3/03./.9 .47..3#.98.7...:/...3/9:/: 203.7.3.3-.3.:9.:203:25.3/.8.8./7 /.7. 203.3-..8.:/.:.2025079.3.9.3507. -07.3408.7. /80-:9203:25./507-40. /2..2.3 /-03.702.. 47.:7 80/.7. -.90.7.8:/3.  -.5./2.:/.3.5..7./. #:..750303.2.5..9.39:.307.9.

:203./.: 0-:7:.203./. -0703..39/. .980-.--.8.3. 503.5.99:-40/. 907.3.3.3907.3./.3-07.3.220.3....07:2.  .3/./.3 9.3808:.5.079.:./ 548 2.2 09:.:.7808047.9.3507.6.8.9 9.7.8.7.302:3.39./ .02:3.7:..3.-.3203.507025:..39: $050799.7.:203. 03/..89073.7.43949/.3.07./.3.2:/.9:05.2./:9/.7..3-40 2033/.3.2.203..0-:7:. 43943.202-.59.9203.88:.7. 03.3202-:.3/.-40203.9:..808047..7:2.2:/.9.3/.3..:2..05.9./:05..  09.9/.. 09.3.8.8.302.305.0239. ././. .2 :.3. /.347.079.3 -.9075..9/.3507.3 50.3 90.7.7..0.-07 3..1.. -07.:.5.-409/.22.2..25:3/8-3./:.3.5.8..202-:.3-0703.3./.0.3.3/./.3-40/.20././-03.!079.2.3.1.3  0/:.05.9.5.

3.7 /.7:88..507025:.301.-9.8:.3  .8.:.9 ..9 /.9.3/.203.3/./.9.  02.7.3.9.9...32023:2. .39:8..03..3 8-:9.3 0.3..80.33../03.3...39:202.8.2.:20.99039.3 .. 20239.:.3. -408.80.39/.3  003.:-07:/  .3 .389025.9.:.30-:7:.907.3././.3.380.3.7.  .3 2030-:9..808047..3 -/ .9.- .7.380.30.2030-:9.3 5.39. .3..9.3.1..9.3 907.:/.-402030.3 4394 8047.3907.32030-:9::.905.7 47.33.3 .907..907.2&39:20303.3507./03../.-.3..3.35740 5740-.9203.3.3808047.:./..202./.39: 0.920303..33.3/03.380-.3 ::.3.3/.905.7-07../7.3.3 /02.2:1920239.3.3808047.%./507/03.9..3-:7:.3/03.::5 ..2..:22:823 9039. 72.8.305.3. 8.902-075073.2.-.3.:-..3/-03../.3..2.::23. ..3.9./.5:3 80.../.3$0/.9 .02: ...7..:.3 907.3 907.7.8. .3 02.8.3 .-.39/.9.7.28.05./.2030-:9..7.9202-072:/../.-3.3.5.9.344.3. 5.3 0..33.3..2.. .33.320.  $:. 9.3  .3.3 47.3  0025.. 5.0.0.3.202-:.9  .2.808047...:-.8.47.507.808047.1.3-09:8.3./.202-078.8.3 .3.20. 4394 .2.7..81:.8047.7.380.3. 9/.9.39:...302.381:./03.9/.7. .3.39: /03.5.   03/..-..

7.$08047..203. .5..3. /..3.3.3/:3-39&9-.3. -07./.39/.7 :82  .. .8:/..5. ./.- 8 .8-07.3283 2. .9..-8 . /:.:.3.:.-39".7::.3-.8./8 8.. .38.3-0703..-8 .: ..3:.    ..7 :82  ....5.5:3:.  -078.3.. /.:0-.9.7 .9039.3..  -079.  .9 .  $08:3:3./8 ..39/..3 20.3.-.3/:.  7./.3408.-8 .7 .3.39.3..33.:8..2:/03.:3.-8 .3/.3 -07.3..-:$:1.9:.32023.8203:3:.3:39:203.9.9.9:.2/..-/..38047. .3 &39:20309. .::52:/.:.3-07-..-47.-2-.3907573.20303.9:.  .3.-.2  #::.7.7 2.05. &39:2070.9202-.3/-03.3.8047./.9.3 .305.-8 .9.-8 .-:.3.  #.947.  203..7.:23.202::8907  #.3202-079././8/..   -078.. .30/0:9/..3.3.3/ .8. -07. ...3.3.202-07./..5..9:-:.. 8907-:$:1.380/07.8:0 7:2.80.3 .3 0/:./.::5 -0.30-:7:.347.-/.92../8 8...: 0.3  ..3239.$.2..3:9/..2  /.9.079.3.8047.390702.3.38:.3.80.3. .7 :82  .2-/:..9.8.-40./.05..:/../.2.750309..   2.9../. 47.305./.. ../.3.  &:2://3 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful