P. 1
TEORI PERKEMBANGAN

TEORI PERKEMBANGAN

|Views: 616|Likes:
Published by Suar Z Magnon

More info:

Published by: Suar Z Magnon on Sep 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

1

PERKEMBANGAN ANAK-ANAK DAN DEWASA

Tugas Dalam Mata Kuliah Psikologi Pendidikan

Oleh : I NENGAH SUARTIKA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA DESEMBER 2009

2

A. PENGERTIAN PERKEMBANGAN Istilah menyesuaikan perkembangan diri dan merujuk pada bagaimana perjalanan orang hidup tumbuh, mereka. berubah sepanjang

Perkembangan manusia memiliki pola yang kompleks karena merupakan hasil dari beberapa proses yaitu proses biologis, kognitif, dan sosioemosional. Untuk mempersempit ruang lingkup pembahasan, perkembangan itu dipilah menjadi: perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional, perkembangan kognitif (pemikiran), dan perkembangan moral. Disamping itu perkembangan juga dapat dideskripsikan berdasarkan periodenya. Proses biologis adalah perubahan dalam tubuh anak. Warisan genetic memegang peranan penting. Proses biologis melandasi perkembangan otak, berat, dan tinggi badan, perubahan dalam kemampuan bergerak, dan perubahan hormonal di masa puber. Proses kognitif adalah perubahan dalam penikiran, kecerdasan, dan bahasa. Proses perkembangan kognitif memampukan anak untuk mengingat puisi, membayangkan bagaimana cara memecahkan soal matematika, menyusun strategi kreatif, atau menghubungkan kalimat menjadi pembicaraan yang bermakna. Proses sosioemosional adalah perubahan dalam hubungan anak dengan orang lain, perubahan dalam emosi, dan perubahan dalam kepribadian. Pengasuhan anak, perkelahian anak, perkembangan ketegasan anak perempuan, dan perasaan gembira remaja saat mendapatkan nilai yang baik semuanya itu mencerminkan proses perkembangan sosioemosional. Perkembangan moral terkait dengan sikap manusia terhadap aturan-aturan yang berlaku dan diterima pada masyarakat social. Pandangan manusia tentang moral terkait dengan kemampuan manusia dalam menganalisis situasi social. Periode perkembangan yang umum digunakan meliputi periode infancy (bayi), early childhood (usia balita), middle and late childhood (periode sekolah dasar), adolescence (masa remaja), early adulthood (dewasa awal), middle adulthood (dewasa pertengahan), dan late adulthood (dewasa akhir). Gambaran singkat mengenai periode perkembangan manusia ditampilkan dalam table berikut.

termasuk bertambahnya tinggi dan berat remaja) atau 20 badan.30 Ini adalah masa ketika kerja dan cinta menjadi adulthood tema utama dalam kehidupan mereka. logis. Late 60 . Prestasi menjadi tema childhood utama dari kehidupan anak dan mereka semakin ( periode mampu mengendalikan diri. kegagalan. Adolescence 10 atau Remaja mulai mengalami perubahan fisik yang (masa 12 – 18 cepat. Penerimaan. dan menghitung. Pada (dewasa tahap ini manusia terus mengalami proses pertengahan) pematangan. suatu kesadaran bahwa kehidupan seseorang telah menjadi tanggung jawab sendiri Periode 3 4 5 6 7 . dan perkembangan fungsi seksual. Selepas masa taman kanakkanak biasanya dianggap sebagai akhir dari periode ini Middle and 6 – 11 Anal mulai menguasai keterampilan membaca. late tahun menulis. Semua aktivitas perkembangan baru dimulai Early 2 – 5 Selama periode ini anak menjadimakin mandiri.Pada masa ini manusia melakukan refleksi adulthood akhir terhadap kehidupan mereka dan memecahkan (dewasa krisis identitas terakhir mereka. 1 2 Umur Karakteristik Individu (tahun) Infancy 0 – 2 Ini adalah masa ketika anak sangat tergantung tahun kepada orang tuanya. Mereka juga sekolah berinteraksi dengan lingkungan social yang dasar) lebih luas dari keluarganya. dan keterbatasan tertinggi membawa suatu rasa integritas atau keutuhan. Pemikiran mereka menjadi semakin abstrak. Di masa ini individu ingin semakin bebas dan mencari jati diri. childhood atau 6 siap untuk bersekolah seperti mulai belajar (usia untuk mengikuti perintah dan mengidentifikasi prasekolah) huruf. dan idealistis Early 20 .60 Pada masa ini umumnya adalah membina rumah adulthood tangga dan dimulainya proses regenerasi. serta banyak menghabiskan waktu bersama teman.3 Tabel 1 Periode Perkembangan Manusia No. akhir) pencapaian. Individu (dewasa mulai menentukan karir dan pasangan intim awal) untuk berpacaran atau bahkan membangun rumah tangga Middle 30 .

umumnya anak perempuan lebih tinggi. Kesalingterkaitan proses-proses melahirkan periodeperiode perkembangan manusia. atau terlalu mudah dan menjemukan. PERKEMBANGAN FISIK Perkembangan fisik mencakup perkembangan biologis yang dapat diamati seperti perubahan bentuk dan ukuran tubuh. PROSES PERKEMBANG AN Biological Processes SocioCognitive emotional Processes Processes Early Adulthood Adolescence Middle and Late Childhood Early Childhood Infancy Gambar 1: Proses dan Periode Perkembangan Sebagai seorang guru mempelajari perkembangan peserta didik sangat penting untuk mengetahui karakteristik peserta didik sehingga guru mengetahui cara yang tepat untuk mengajari mereka.4 Periode perkembangan manusia beserta proses perkembangannya ditunjukkan dalam gambar 1. Perubahan fisik anak relative kecil pada masa sekolah dasar. Pada akhir kelas empat sekolah dasar. B. Lengan dan kaki mulai tumbuh cepat. Anak laki-laki mulai . Pengajaran untuk anak-anak harus dilakukan pada tingkat yang tidak terlalu sulit dan terlalu menegangkan. Pada usia Sembilan tahun tinggi dan berat badan anak lakilaki dan perempuan relative sama. berat. pada umumnya anak perempuan mulai mengalami lonjakan pertumbuhan. Anak-anak kelas satu sekolah dasar berada dalam periode peralihan dari pertumbuhan cepat masa anak-anak awal ke fase perkembangan yang lebih lambat. Sebelum usia Sembilan tahun fisik anak perempuan lebih pendek dan langsing dibandingkan dengan anak laki-laki. dan kuat dibandingkan dengan anak-laki-laki. Pada akhir kelas lima sekolah dasar.

5 .14 10 – 13.5 Penyemburan pertama air mani 10 .5 10.7 12. Perkembangan fisik semasa remaja dimulai dari masa pubertas. Anak pubertas awal dan remaja pubertas akhir berbeda dalam tampakan luar kareana perubahan-perubahan dalam tinggi dan proporsi badan serta perkembangan cirri-ciri seks primer dan sekunder.5 – 15.14 9. Tabel 2 Rata-rata Usia dan Perubahan Pubertas Utama Anak Laki-laki dan Perempuan Perempuan Usia Ratarata (Tahun) dada 10 10 10.5 12 – 16 12.13 8 .16 Suara mulai terdengar dalam .5 Buah mulai berpucuk Lonjakan tinggi badan mulai Rambut kemaluan muncul Puncak lonjakan kekuatan Puncak lonjakan tinggi badan Menstruasi pertama Buah mulai membesar Lonjakan tinggi badan mulai Rambut kemaluan muncul Penis mulai membesar Tinggi badan dewasa tercapai Pertumbuhan buah dada tuntas Puncak lonjakan tinggi badan 10. Masa ini ditandai dengan kematangan organ reproduksi.5 – 15.5 – 13.5 – 15.6 11.5 – 14. Hampir semua organ atau fungsi tubuh dipengaruhi oleh perubahan-perubahan ini.5 – 16 10 – 15 10.13 8 .5 12. Anak laki-laki memasuki masa pubertas dengan ejakulasi yang terjadi pada usia tiga belas sampai enam belas tahun. kebanyakan anak perempuan mendekati puncak tertinggi pertumbuhan mereka.16 Rambut wajah mulai tumbuh 10 .5 12.5 Laki-laki Usia Ratarata (Tahun) Zakar 11.5 – 15.5 mengalami lonjakan pertumbuhan pada umur sebelas tahun.5 12.8 13 14 Rentang Usia (Tahun) 8 .5 11. Periode pubertas yang ditandai dengan menstruasi umumnya dimulai pada usia dua belas sampai tiga belas tahun. Menjelang awal kelas enam.5 12 12 14 13 14 14 Rentang Usia (Tahun) 9.

Asimilasi terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada.3 15.5 12 – 16 15. dan mungkin apakah benda itu berguling atau mengeluarkan suara ketika dijatuhkan.5 – 17. Atau dengan kata lain anak mengasimilasikan lingkungan ke dalam suatu skema.5 13 – 17 13.5 14 . mereka secara aktif menggunakan skema. seperti apa rasanya. Skema merupakan konsep atau kerangka yang eksis di dalam pikiran individu yang digunakan untuk mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi. TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET Piaget percaya bahwa anak-anak dilahirkan dengan kecenderungan bawaan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan memahaminya. Rata-rata anak perempuan memulai perubahan pubertas satu setengah hingga dua tahun lebih cepat dari anak laki-laki. tetapi ada yang memerlukan waktu enam tahun C. Akomodasi terjadi ketika .3 15.5 14 -17 Meskipun urutan kejadian pubertas itu umumnya sama untuk tiap orang. Dalam memahami dunia. Sebagai contoh seorang bayi yang menemukan benda akan menggunakan skema yang telah dikembangkannya dan akan mengetahui apakah benda tersebut menghasilkan suara yang keras atau lembut ketika dibanting. Kecepatan perubahan itu juga bervariasi ada yang memerlukan waktu satu setengah sampai dua tahun untuk mencapai kematangan reproduksi. Ketika anak memberikan tanggapan terhadap lingkungannya skema anak tersebut mengalami adaptasi atau penyesuaian.6 Pertumbuhan rambut kemaluan tuntas 14. Penyesuaian itu berupa asimilasi dan akomodasi.15 Pertumbuhan penis tuntas Puncak lonjakan kekuatan Tinggi badan dewasa tercapai Pertumbuhan rambut kemaluan tuntas 14. waktu terjadinya dan kecepatan berlangsungnya kejadian itu bervariasi.

yakni anak menyesuaikn skema mereka dengan lingkungannya. Organisasi adalah konsep Piaget yang berarti usaha mengelompokkan perilaku yang terpisah-pisah ke dalam urutan yang lebih teratur ke dalam system fungsi kognitif. Setelah mempelajari cara penggunaan masing-masing alat anak mengaitkan setiap cara ini atau dengan kata lain mengorganisasikan pengetahuannya agar mereka menguasai keahlian menggunakan alat tersebut. Dalam teori Piaget hal ini menciptakan keadaan disekuilibrium atau ketidakseimbangan antara apa yang dipahami dengan apa yang ditemukan. Setiap level pemikiran akan diorganisasikan. khususnya melalui diskusi atau perdebatan membantu untuk memperjelas pemikiran dan pada akhirnya menjadikannya lebih logis. Menurut Piaget pembelajaran tergantung pada proses ini. Piaget juga menyatakan bahwa untuk memahami dunianya. Proses pemulihan keseimbangan ini disebut ekuilibrasi. anak-anak secara kognitif mengorganisasikan pengalaman mereka. Piaget percaya bahwa pengalaman fisik dan manipulasi lingkungan sangat berperan penting agar terjadi perubahan perkembangan. Namun dia juga percaya bahwa interaksi sosial dengan teman sebaya. Pada akhirnya muncul cara baru dalam berpikir mengenai dunia ini dan anak-anak melangkah pada tahap perkembangan baru. mungkin juga akan mempunyai gagasan yang tidak jelas dalam menggunakan alat yang lain. Ketika ekuilibrium terganggu anak-anak mempunyai kesempatan untuk tunbuh dan berkembang. Pada dasarnya orang berusaha menguranngi disekuilibrium itu dengan memfokuskan perhatian pada stimulus yang menyebabkanhal itu dan mengembangkan skema baru atau menyesuaikan skema lama hingga ekuilibrium pulih kembali. Dalam kasus lain.Anak yang mempunyai gagasan tidak jelas dalam hal menggunakan palu. .7 seorang anak menyesuaikan diri pada informasi baru. siswa yang mencoba menghafal sesuatu yang baru harus berhadapan dengan situasi yang tidak dapat sepenuhnya ditangani dengan skema yang ada. Dengan cara yang sama anak-anak terus mengintegrasikan dan mengoordinasikan banyak cabang pengetahuan lainnya yang sering kali berkembang secara independen. Perbaikan terus-menerus terhadap organisasi ini adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan.

praoperasional. Pemikiran abstrak tidak mungkin. tahun Kemampuan-kemampuan baru meliputi penggunaan operasi yang dapat dibalik. 7 . dan pemecahan masalah kurang dibatasi oleh egosentrisme. Dia percaya bahwa semua anak melewati semua tahapan dalam urutan ini. Secara ringkas tahaptahap perkembangan menurut Jean Piaget dapat digambarkan dalam table berikut. pemikiran tidak terpusat. Letakkan jari anda ditelapak tangan bayi dan bayi tersebut akan memegangnya. Semua anak dilahirkan dengan kecenderungan bawaan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan memahaminya. masalah dapat dipecahkan melalui penggunaan eksperimentasi sistematik. dan bayi itupun akan mulai menghisap. Pada awalnya semua bayi mempunyai perilaku bawaan yang disebut gerak reflek. walaupun setiap anak mempunyai kecepatan yang berbeda dalam setiap tahapan. 2 . Sentuhlah bibir anak yang baru lahir. Perilaku ini dan perilaku lainnya adalah bawaan dan merupakan landasan yang menjadi muasal skema pertama bayi tersebut terbentuk.2 Pembentukan konsep object permanence dan tahun kemajuan bertahap dari perilaku refleksif ke perilaku yang diarahkan tujuan. Tidak seorangpun dari anak yang melompati satu tahapan. operasional konkret. . 11 tahun .8 Tahap-tahap Perkembangan Menurut Piaget Piaget membagi perkembangan kognitif anak-anak dan remaja menjadi empat tahap: sensorimotor. dan operasional formal. Operasional Formal Tahap Sensorimotor (pada saat lahir hingga usia 2 tahun) Tahapan awal kehidupan manusia disebut sensorimotor karena selama tahap ini bayi dan anak kecil menjajaki dunia mereka dengan menggunakan indera dan kemampuan motor mereka.11 Perbaikan kemampuan berpikir logis. Pemikiran tetap egosentris dan terpusat.7 tahun Perkembangan kemampuan menggunakan simbolsimbol untuk melambangkan objek di dunia ini. Tabel 3 Tahap-tahap Perkembangan Menurut Piaget Tahap Sensorimotor Praoperasional Operasional Konkret Perkiraan Pencapaian Utama Usia Lahir .Pemikiran abstrak dan semata-mata simbolik dewasa dimungkinkan.

Misalnya ketika kita menuangkan air dari wadah yang tinggi dan sempit ke dalam wadah yang pendek dan lebar. Pencapaian penting lain perkembangan kognitif pada tahap ini adalah object permanence. Salah satu penemuan piaget yang paling awal dan terpenting adalah bahwa anak kecil tidak mempunyai pemahaman tentang prinsip konservasi. namun banyak pemikiran mereka tetap sangat primitive. Pembelajaran ini pada awalnya terjadi secara kebetulan dan kemudian melalui uji coba yang lebih intensional. pada akhir tahap sensorimotor anak-anak telah melangkah dari pendekatan uji coba mereka sebelumnya ke pendekatan yang lebih terencana terhdap pemecahan masalah. gambar mereka tampak aneh dan tampak khayal. . Walaupun banyak kemajuan yang dicapai oleh anak. Ini artinya objek kejadian terus eksis bahkan ketika objek kejadian itu tidak dapat dilihat. Ini adalah kemajuan besar karena itu berarti anak tersebut dapat memikirkan dan merencanakan perilaku. Tahap Praoperasional (Usia 2 hingga 7 tahun) Anak-anak prasekolah mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk memikirkan segala sesuatu dibandingkan dengan masa sensorimotor dan dapat menggunakan symbol untuk melambangkan objek dalam pikiran. Menurut Piaget. Untuk pertama kali mereka dapat melambangkan objek dan peristiwa dalam pikiran. Mungkin karena tidak peduli terhadap realitas. rumah. anak praoperasional akan yakin bahwa wadah yang tinggi itu akan berisi lebih banyak susu dibandingkan dengan wadah yang pendek dan lebar. rapi. Prinsip konservasi maksudnya beberapa karakteristik objek tidak akan berubah meskipun objek tersebut berubah penampilannya. Dalam imajinasi mereka. matahari warnanya biru. Anak itu hanya terpusat (centration) pada satu aspek yaitu ketinggian dan mengabaikan aspek yang lain. dan banyak benda lain di alam. awan. mobil.Selama tahap praoperasional. langit berwarna hijau.9 Bayi segera menggunakan perilaku refleksi untuk menghasilkan pola-pola perilaku yang lebih menarik dan intensional. dan persis seperti kenyataan. Dalam perkembangannya dimasa sekolah dasar lukisan anak menjadi semakin realistis. dan mobil melayang di awan. didengar atau disentuh. Anak kecil mulai mencorat-coret gambar orang. bahasa dan konsep anak-anak berkembang dengan kecepatan luar biasa.

tetapi tidak menyadari bagaimana mereka bisa mengetahui apa-apa yang ingin mereka ketahui. anak-anak jarang sekali mampu menggunakan bentuk dan ukuran itu secara konsisten untuk menilainya ke dalam kelompok yang sesuai. Sebagai orang dewasa tentu kita paham bahwa 5 + 7 adalah 12. mereka dalam pikiran dapat membalik proses menuang air tadi dan menyadari bahwa kalau air itu dituang kembali ke wadah yang tinggi jumlahnya tidak akan berubah. Anak-anak praoperasional bersifat egosentris dan animisme.10 dan tidak dapat diyakinkan bahwa jumlah air tersebut tidak berbeda. maka 12 – 5 adalah 7. Ciri lain dari anak praoperasional adalah ireversibel (tidak dapat balik). Atau dengan kata lain. Anak anak mungkin berpendapat air sudah berkurang setelah dituangkan karena mereka terpusat pada ketinggian dan mengabaikan lebar wadah. Andai anak praoperasional mampu berpikir seperti itu. Seorang anak kecil mungkin menunjukkan animism dengan mengatakan “Pohon itu mendorong daun dan membuatnya gugur” atau “Trotoar itu membuatku jatuh”. Reversibilitas adalah aspek pemikiran yang berarti mengubah arah pemikiran seseorang sehingga orang dapat kembali ke titik semula. Animisme juga merupakan cirri pemikiran praoperasional. anak-anakk ini tidak bisa mengambil sudut pandang orang lain dan sering mereka menafsirkan perristiwa seluruhnya dengan merujuk pada diri sendiri. Anak-anak pada tahap ini percaya bahwa setiap orang dalam melihat dunia ini persis seperti yang mereka lihat. Animisme adalah kepercayaan bahwa benda yang tidak bernyawa punya kualitas kehidupan dan bisa bergerak. pada anak praoperasional anak mulai menggunakan penalaran primitive dan ingin tahu jawaban dari semua pertanyaan. Egosentris adalah ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif milik sendiri dengan perspektif orang lain. Ketika dihadapkan pada sekumpulan objek yang sama dan bisa dikelompokkan berdasarkan bentuk dan ukuran. Pada masa empat sampai tujuh tahun. . Piaget menyebut tahap ini sebagai intuitif karena anak-anak merasa yakin dengan kemampuan dan pemahaman mereka. Artinya mereka tahu sesuatu tidak dengan pemikiran rasional. Anak-anak tidak bisa mengklasifikasi objek dengan pas.

Sebagai contoh. atau menyusun sesuatudalam deret logis. dengan sedikit kemampuan untuk menyimpulkan makna dibalik apa yang mereka lihat. tetapi belum bisa memcahkan problem-problem abstrak. Misalnya menjajarkan batang dari yang terkecil hingga yang terbesar. Perbedaan mendasar lainnya antara anak praoperasional dan operasional konkret adalah bahwa anak-anak yang berada pada tahap praoperasional. tetapi hanya pada situasi konkret. saudara. anak dapat memahami bahwa seorang anak laki-laki pada saat yang sama dapat menjadi ayah. jadi bukan hanya focus pada satu karakteristik dari objek. Salah satu tugas penting yang dipelajari anak-anak selama tahap operasional konkret ialah pengurutan (seriation). Ketika ditanya apa warna mobil tersebut. Kemampuan tahap operasional konkret lainnya adalah pengklasifikasian atau membagi sesuatu menjadi sub yang berbeda-beda dan memahami hubungannya. anak-anak yang berumur tiga tahun menjawab hitam dan anak-anak yang berumur 6 tahun menjawab merah. Operasi konkret membuat anak bisa mengoordinasikan beberapa karakteristik. Sebuah mobil merah yang sedang anakanak amati ditutupi dengan filter yang membuatnya tampak hitam. Anak-anak secara mental bisa melakukan sesuatu yang sebelumnya hanya bisa mereka lakukan secara fisik. Anak operasional konkret mampu menanggapi realitas yang disimpulkan dengan melihat segala sesuatu dalam konteks makna lain. Hal ini belum dapat dilakukan oleh anak praoperasional. dan cucu. sedangkan anak operasional konkret menanggapi realitas yang disimpulkan. yang sebelumnya tidak dapat dilakukan oleh anak praoperasional. . dan mereka dapat membalikkan operasi konkret ini. Kemampuan untuk menggolong-golongkan sudah ada.11 Tahap Operasional Konkret (Usia 7 – 11 tahun) Pemikiran operasional konkret mencakup penggunaan operasi. Operasi konkret adalah tindakan mental yang bisa dibalikkan yang berkaitan dengan objek konkret nyata. Sebagai contoh dalam diagram silsilah keluarga. Anak-anak prasekolah melihat apa yang mereka lihat. menanggapi penampakan yang dipahami. anak dapat menyatakan bahwa air dalam wadah yang tinggi jumlahnya sama dengan air dalam wadah yang pendek. Penalaran logika menggantikan penalaran intuitif.

Penyertaan kelas adalah kemampuan kognisi dimana orang-orang dapat berpikir sekaligus tentang seluruh kelompok objek dan tentang hubungan diantara kelompok-kelompok bawahannya.12 Untuk dapat melakukan itu mereka harus sanggup mengurutkan atau menggolongkan objek sesuai dengan criteria atau dimensi. dan C untuk menarik kesimpulan logis bahwa memikirkan . dalam hal ini panjang. panjang B menengah. yaitu kemampuan menyimpulkan hubungan antara dua objek berdasarkan pengetahuan hubungannya masing-masing dengan objek ke tiga. Kemampuan terakhir yang diperoleh pada masa operasional konkret adalah penyertaan kelas (class inclusion). dan C paling pendek. Lidi A paling panjang. Pemikiran anak-anak operasional konkret. Anak operasional konkret dapat memahami kalau A>B. beralih dari pemikiran egosentris ke pemikiran yang tidak terpusat. Sebagai contoh anak-anak praoperasional percaya bahwa terdapat lebih banyak anak laki-laki daripada anak-anak dalam kelompok bermainnya. maka A>C. Pemikir operasional konkret perlu melihat elemen A. Tahap Operasional Formal (Usia 11 tahun hingga dewasa) Kadang-kadang disekitar awal pubertas. dan anak perempuan).B. tetapi anak praoperasional tidak dapat memahaminya. Kualitas abstrak dari pemikir operasional formal tampak jelas dalam pemecahan problem yang dikemukakan secara verbal. Orang pra remaja mulai sanggup berpikir abstrak. B>C. memungkinkan anak-anak untuk melihat bahwa orang lain mempunyai persepsi yang berbeda dengan mereka. Kemampuan lain yang terkait dengan kemampuan seriation adalah transitivitas (transitivity). idealis. B. Ini disebabkan karena anakanak praoperasional tidak mempunyai kemampuan berpikir sekaligus tentang seluruh kelompok tersebut (anak-anak) dan kelompok di bawahnya (anak lakilaki. Sebagai contoh adalah kasus batang lidi. Misalkan tiga batang lidi yaitu A. pemikiran anak-anak mulai berkembang menjadi bentuk yang merupakan cirri khas orang dewasa. dan C mempunyai panjang yang berbeda. dan logis atau pengalaman di luar pengalaman konkret.

Egosentrisme masa remaja (adolescent egocentrism) adalah kesadaran diri yang tinggi yang tercermin dalam keyakinan remaja bahwa orang lain tertarik pada dirinya sebagaimana dia tertarik pada dirinya. Egosentrisme remaja juga mencakup perasaan bahwa dirinya adalah unik atau berbeda dari orang lain. Piaget mengistilahkan hal ini dengan Hipotesis – Deduktif (hypothetical-deductive reasoning) mengandung makna bahwa remaja dapat menyusun hipotesis tentang cara untuk memecahkan problem dan mencapai simpulan secara sistematis. Pemikiran idealis ini bisa menjadi khayalan. Mereka juga tidak sabar menghadapi problem untuk mewujudkan cita-citanya itu. penyalahgunaan obat terlarang. Egosentrisme adalah kejadian yang normal dalam massa remaja dan lebih sering terjadi pada masa sekolah menengah pertama ketimbang masa sekolah menengah atas. Egosentrisitas juga membuat beberapa remaja berpikir bahwa mereka tidak terkalahkan. . Pada tahap ini remaja mulai melakukan pemikiran spekulasi tentang kualitas ideal yang mereka inginkan dalam diri mereka dan diri orang lain. dan terkenal. dan melakukan seks bebas tanpa alat kontrasepsi. termasuk pemikiran untuk bunuh diri. Sebaliknya. Banyak remaja tidak sabr dengan cita-cita mereka sendiri. Sebentuk egosentrisme juga muncul pada masa remaja. Selain memiliki kemampuan abstraksi. Ia ingin dilihat. egosentrisme remaja bisa meninmbulkan perilaku nekat. Akan tetapi bagi beberapa individu. Mereka menyusun rencana untuk pemecahan masalah dan secara sistematis menguji solusinya. Sebagai pemikir operasional formal remaja mulai berpikir seperti ilmuwan. diperhatikan. pemikir operasional formal dapat memecahkan persoalan ini walauproblem ini hanya disajikan secara verbal. pemikir operasional formal juga punya kemampuan untuk melakukan idealisasi dan membayangkan kemungkinankemungkinan.13 jika A=B dan B=C maka A=C.

Ke dua dia percaya bahwa perkembangan tergantung pada system tanda yang ada bersama-sama masingmasing orang ketika mereka bertumbuh. TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF VYGOTSKY Karya Lev Semionovich Vygotsky didasarkan pada dua gagasan utama. pembelajaran melibatkan perolehan tanda-tanda melalui pengajaran dan informasi dari orangorang lain. Anak-anak prasekolah akan memasuki percakapan dengan orang-orang lain untuk menguasai bahasa.14 D. Sama seperti Piaget. anak-anak belajar menghubungkan suara-suara tertentu dengan makna. Pertama ia berpendapat bahwa perkembangan intelektual dapat dipahami dari konteks historis dan budaya yang dialami anak-anak. system menulis. Langkah terakhir . Vygotsky berpendapat bahwa perkembangan kognisi sangat terkait dengan masukan dari orang-orang lain. berkomunikasi. artinya struktur kognisi tertentu perlu berkembang sebelum jenis-jenis pembelajaran tertentu dapat terjadi. System tanda merupakan symbol-simbol yang diciptakan budaya untuk membantu orang berpikir. vygotsky percaya bahwa perolehan system-sistem tanda terjadi dalam urutan langkah-langkah tetap yang sama untuk semua anak. Proses Perkembangan Kognitif Piaget mengatakan bahwa perkembangan mendahului pembelajaran. Langkah ke dua dalam mengembangkan struktur internal dan kemandirian melibatkan praktik. Praktik bayi memberikan isyarat yang akan memperoleh perhatian. Pembelajaran melibatkan internalisasi anak terhadap tanda-tanda ini sehingga sanggup berpikir dan memecahkan masalah tanpa bantuan orang-orang lain. dan memecahkan masalah Contoh dari system tanda adalah bahasa. Misalnya seorang bayi belajar bahwa proses menjangkau suatu objek ditafsirkan oleh orang-orang lain sebagai isyarat bahwa bayi tersebut menginginkan objek tersebut. Bagi Vygotsky. Langkah pertama dalam perkembangan kemandirian dan pemikiran independen adalah belajar bahwa tindakan dan suara mempunyai makna. Kemampuan ini disebut pengaturan diri (self – regulation). Teori Vygotsky mengatakan bahwa pembelajaran mendahului perkembangan.atau system berhitung suatu budaya. Dalam kasus perolehan bahasa.

Tugas-tugas dalam ZPD adalah sesuatu yang masih belum dapat dikerjakan seorang anak sendirian tetapi benar-benar dapat dikerjakan dengan bantuan teman atau orang dewasa yang lebih kompeten. Vygotsky sendiri mengakui nilai interaksi sesame teman dalam memajukan anak-anak dalam pemikiran mereka. Vygotsky berpendapat bahwa anak-anak menyerap percakapan orang lain kemudian menggunakan percakapan itu untuk membantu diri sendiri untuk memecahkan masalah. Teori Vygotsky mendukung penggunaan strategi pembelajaran kerja sama dimana anak-anak bekerja sama untuk saling membantu belajar.15 melibatkan penggunaan tanda untuk berpikir dan memecahkan masalah tanpa bantuan orang-orang lain. sehingga mereka dapat memperoleh pemahaman tentang proses penalaran satu sama lain. Karena biasanya teman-teman bekerja dalam ZPD satu sama lain. mereka menyediakan contoh bagi satu sama lain tentang pemikiran yang sedikit lebih maju. Vygotsky percaya bahwa anak-anak bekerja dalam Zone of Proximal development (ZPD). sarana. penguraian persoalan menjadi langkahlangkah. atau semua hal yang memungkinkan semua siswa tumbuh secara mandiri sebagai pelajar. Selain itu pembelajaran kerja sama memungkinkan percakapan batin anak-anak tersedia bagi anak-anak lain. pada tahapan berikutnya. Mekanisme ini dapat dilihat pada anak-anak yang sering bercakap-cakap dengan dirinya sendiri ketika dihadapkan pada tugas-tugas yang sulit. Pada tahap ini akhirnya anak-anak mengatur diri sendiri (self regulating) dan system makna tersebut telah diinternalisasi. sehingga disebut dengan mekanisme percakapan pribadi. Seiring dengan pertamabahan usia. percakapan pribadi menjadi tidak terdengar tetapi sangat berperan penting. Gagasan ZPD ini menjelaskan pentingnya peranan lingkungan sosial dalam perkembangan kognitif. sedikit demi sedikit dikurangi kemudian meminta anakuntuk memikul tanggung jawab yang semakin besar begitu dia sanggup. Bantuan diberikan oleh teman atau orang dewasa yang lebih kompeten pada awal pembelajaran. . Dukungan untuk pembelajaran dan pemecahan masalah dapat berupa petunjuk. motivasi. penyediaan contoh. Gagasan lain dari vygotsky tentang pembelajaran adalah perancahan (scaffolding).

antara keluarga dengan teman sebaya. Eksosistem terjadi ketika pengalaman pada seting lain mempengaruhi pengalaman murid dan guru dalam konteks mereka. Sebuah Mesosistem adalah kaitan antar mikrosistem. menunjukkan inisiatif atau nilai yang lebih baik. Makrosistem adalah kultur yang lebih luas. Teori Ekologi Bronfenbrenner terdiri dari lima system lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang lebih luas. Contohnya. Kultur adalah konteks terluas tempat murid dan guru tinggal. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan factor sosioekonomi dalam perkembangan anak.Beberepa konteks dalam system ini adalah: keluarga. teman sebaya. Salah satu aspek dari status sosioekonomi murid adalah factor perkembangan dalam kemiskinan. Anak bukan penerima pengalaman secara pasif tetapi anak melakukan interaksi timbale balik dengan orang lain dan membantu mengkonstruksi seting itu. Contohnya adalah hubungan antara pengalaman dalam keluarga dengan pengalaman di sekolah. Sistem-sistem itu adalah: mikrosistem. sekolah. eksosistem. Salah satu contoh kaitannya adalah Murid yang diberi kesempatan untuk berkomunikasi dan mengambil keputusan. termasuk nilai dan adatistiadat masyarakat. dan orang lain. anak berinteraksi langsung dengan orang tua. murid-murid sekarang termasuk golongan generasi pertama yang mendapat . meskipun beberapa anak di lingkungan yang miskin sangat ulet. Kronosistem adalah kondisi sosiohistoris perkembangan anak. entah itu di rumah atau di kelas. Keputusan mereka bisa membantu atau menghambat perkembangan anak. makrosistem. Mikrosistem adalah seting dimana individu menghabiskan banyak waktu. dan kronosistem. TEORI PERKEMBANGAN PRIBADI DAN SOSIAL BRONFENBRENNER (TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER) Teori Ekologi dikembangkan oleh Urie Bronfenbrenner yang focus utamanya adalah pada konteks sosial dimana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan anak. Kemiskinan dapat merusak perkembangan anak dan merusak kemampuan anak dalam belajar. Contohnya komite sekolah memegang peranan kuat dalam menentukan kualitas sekolah. dan tetangga.16 E. mesosistem. guru. Dalam system ini. teman sebaya.

Tahap I: Kepercayaan versus Ketidakpercayaan (Sejak lahir hingga 18 bulan) Perkembangan kepercayaan memerlukan pengasuhan yang hangat dan bersahabat. F. karena menceritakan prinsip-prinsip perkembangan psikologis dan sosial. generasi pertama yang tumbuh di dalam kota yang semrawut dan tidak terpusat dimana tidak jelas antara batas kota. dan berinteraksi dengan berbagai tingkatan usia murid. mereka juga mengembangkan konsep diri. Erikson mempunyai hipotesis bahwa orang melewati delapan tahapan psikososial dalam hidupnya. generasi pertama yang tumbuh dalam revolusi seksual. Karya Erikson sering disebut teori Psikososial. Ketidakpercayaan akan muncul kalau bayi diperlakukan negative atau diabaikan. tetapi beberapa orang tidak mampu mengatasi krisis seluruhnya dan terus menghadapinya kemudian dalam hidupnya. banyaknya anak yang hidup dalam kemiskinan. Dia memperhatikan dua masalah penting.17 perhatian setiap hari. Pada masing-masing tahap terdapat krisis atau masalah-masalah penting yang harus diatasi. Pertama. yang merupakan adaptasi dari adaptasi teori-teori perkembangan dari psikiater besar. Ke dua. terutama dalam keluarga orang tua tunggal. penurunan nilai-nilai. . Sigmund Freud. dan cara berinteraksi dengan orang-orang lain. Kebanyakan orang mampu mengatasi dan meninggalkan krisis sosial untuk menghadapi tantangan baru pada tahapan berikutnya. generasi pertama yang tumbuh dalam lingkungan elektronik. TEORI PERKEMBANGAN PRIBADI DAN SOSIAL ERIKSON (TEORI PERKEMBANGAN RENTANG HIDUP (LIFE-SPAN)) Pada saat anak-anak mengembangkan kemampuan kognitif. mengajar. Erik Erikson mengembangkan teori perkembangan pribadi dan sosial melalui tahapan-tahapan. Hasil positifnya adalah rasa nyaman dan berkurangnya ketakutan sampai titik minimal. Bronfenbrenner banyak member perhatian pada kronosistem sebagai system lingkungan yang penting. sub kota dan desa. dan sikap terhadap dunia ini. Pemahaman tentang perkembangan pribadi dan sosial ini sangat penting bagi guru untuk memotivasi.

mereka mendapatkan lebih banyak tantangan dibandingkan dengan saat bayi. sang bayi mulai menemukan bahwa tindakannya adalah tindakannya sendiri. ketidakproduktivan. mereka bisa tetap bingung akan identitas diri mereka. saat imajinasi mereka berkembang.18 Tahap II: Otonomi versus Malu dan Ragu (18 bulan hingga 3 tahun) Setelah mempercayai pengasuhnya. Apabila remaja tidak cukup mengeksplorasi peran yang berbeda dan tidak merancang jalan ke masa depan yang positif. Masa kanak-kanak akhir adalah masa pada saat anak paling bersemangat untuk belajar. apa makna dirinya. Dalam tahap ini orang dewasa berharap anak semakin bertanggung jawab dan menyuruh anak untuk bertanggung jawab menjaga tubuh dan milik mereka. dan inkompetensi. Remaja perlu diberi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai cara untuk memahami identitas dirinya. Tahap V: Identitas versus Kebingungan Peran (12 hingga 18 tahun) Remaja berusaha untuk mencari jati dirinya. Tahap IV: Upaya versus Inferioritas (6 hingga 12 tahun) Inisiatif anak membuat mereka banyak berhubungan dengan pengalaman baru. Untuk mengatasi tantangan ini mereka harus aktif dan tindakannya mempunyai tujuan. Mereka berhadapan dengan banyak peran baru dan status dewasa seperti pekerjaan dan pacaran. . Jika bayi dibatasi terlalu banyak atau dihukum terlalu keras. Mereka menegaskan independensi dan menyadari kehendaknya sendiri. Tahap III: Inisiatif versus Rasa Bersalah (3 hingga 6 tahun) Saat anak merasakan dunia sosial yang lebih luas. Bahaya pada masa ini adalah munculnya rasa rendah diri (inferioritas). Saat masuk sekolah dasar mereka menggunakan energinya untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan intelektual. Memunculkan rasa tanggung jawab memerlukan inisiatif. Anak mengembangkan rasa bersalah apabila mereka tidak bertanggung jawab atau merasa terlalu cemas. dan kemana mereka akan menuju. mereka akan mengembangkan rasa malu dan ragu.

Erikson mendeskripsikan stagnasi sebagi perasaan tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu generasi selanjutnya. Anak usia tujuh sampai sepuluh tahun berada pada masa transisi antara . Sebaliknya. Tahap VIII: Integritas versus Putus Asa (Dewasa Akhir) Orang tua merenungi kembali hidupnya. memikirkan apa-apa yang telah mereka lakukan. niat pelaku dan konsekuensinya harus dipikirkan. yakni mereka meemandang hidup mereka sebagai hidup yang utuh dan positif dan layak dijalani. G. Pada tahap ini aturan dianggap sebagai bagian dari dunia tak bisa diubah tidak bisa dikontrol oleh orang. Dalam menilai perbuatan. Ini bisa dikaitkan dengan peran sebagai orang tua dan pengajar.19 Tahap VI: Intimasi versus Isolasi (Dewasa Awal) Tugas perkembangannya adalah membentuk hubungan positif dengan orang lain. Bahaya pada tahapan ini adalah orang bisa gagal dalam menjalin hubungan dekat dengan pacar atau kawannya dan terisolasi secara sosial. Pada tahap ini anak mulai mengetahui bahwa aturan dan hukum adalah buatan manusia. Jika evaluasi retrospektif ini positif mereka akan mengembangkan rasa integritas. Erikson mendeskripsikan intimasi sebagai penemuan diri sendiri tetapi kehilangan diri sendir dalam diri orang lain. TEORI PERKEMBANGAN MORAL PIAGET Piaget membagi perkembangan moral dalam dua tahapan. Perkembangan ini berlangsung dari usia empat sampai tujuh tahun. orang tua akan putus asa jika renungan mereka kebanyakan negative. Moralitas Heteronom adalah tahap perkembangan moral pertama. Tahap VII: Generativitas versus Stagnasi (Dewasa Pertengahan) Generativitas berarti mentransmisikan sesuatu yang positif kepada generasi berikutnya. Moralitas Autonom adalah tahapan ke dua yang tercapai pada usia sepuluh tahun atau lebih. Bagi individu ini kesepian bisa membayangi seluruh kehidupannya. Melalui peran itu orang dewasa membantu generasi selanjutnya untuk mengembangkan hidup yang berguna.

tetapi pada dasarnya standar itu ditetapkan oleh orang lain. Anak patuh secara internal terhadap standar tertentu. Dalam kelompok teman sebaya dimana teman dan anggota lain mempunyai status dan kekuasaan yang setara aturan akan dinegosiasikan dan perselisihan akan dibahas kemudian diselesaikan. Penalaran postkonvensional adalah level tertinggi. Anak yang telah mencapai tahapan autonom mengetahui bahwa hukuman dikenakan melalui medium sosial dan terjadi jika ada orang yang menyaksikan pelanggaran itu.20 dua tahapan tersebut. Pada level ini moralitas telah sepenuhnya diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar eksternal. yang berarti perubahan perkembangan dari perilaku yang dikontrol secara eksternal ke perilaku yang dikontrol secara internal. Anak kecil percaya bahwa pelanggaran secara otomatis akan menyebabkan jatuhnya hukuman. seperti oleh orang tua atauaturan sosial. yakni konsep bahwa jika satu aturan dilanggar maka hukuman akan segera dijatuhkan. Konsep penting dalam teori ini adalah internalisasi. Pada level ini anak tidak menunjukkan internalisasi nilai-nilai moral. Penalaran konvensional adalah tahapan kedua atau menengah dalam teori ini. Pemikir heteronom juga percaya kepada keadilan yang imanen (selalu ada). TEORI PERKEMBANGAN MORAL KOHLBERG Menurut Lawrence Kohlberg perkembangan moral melibatkan penalaran (reasoning) moral dan berlangsung dalam tahapan-tahapan. dan bahkan hukuman itu bisa dihindari. Tahapan dalam teori perkembangan Kohlberg terdiri dari tiga level utama dengan dua tahap pada setiap level. Pada level ini internalisasi masih setengah-setengah. Penalaran moral dikontrol oleh ganjaran eksternal. . Penalaran prakonvensional adalah level terbawah. H. dan karenanya mereka menunjukkan kedua cirri tahapan tersebut. Piaget mengatakan bahwa perkembangan moral terjadi melalui hubungan timbale balik dengan rekan seusia. Orang tua tidak memegang peranan penting dalam perkembangan moral anak karena mereka mempunyai kekuasaan yang lebih besar dibandingkan anak danmenentukan aturan secara otoriter.

Ketika berhadapan dengan dilemma antara hukum dan kesadaran.21 Murid mengetahui aturan-aturan moral alternative. Orang mendasarkan keputusan moralnya karena takut pada hukuman. dan Konformitas Interpersonal Individu menggunakan rasa percaya. yang akan diikuti adalah kesadaran individual seseorang Anak patuh karena orang dewasa menyuruh mereka untuk patuh. mengeksplorasi pilihan dan kemudian memutuskan kode moral apa yang paling baik bagi dirinya. Hubungan. hukum. keadilan dan kewajiban DAFTAR PUSTAKA . Ringkasan tiga level perkembangan dan tahapannya disajikan dalam table berikut. dan prinsip mendasari atau mengatasi hukum Orang telah mengembang kan penilaian moral berdasarkan hak asasi manusia yang universal. dan loyalitas kepada orang lain sebagai basis untuk penilaian moral Tahap 4 Moralitas Sistem Sosial Level 3 Tahap 5 Tahap 6 Kontrak Prinsip Etika Sosial atau Universal Utilitas dan Hak Individual Individu memahami bahwa nilai. Heteronom Tujuan. tetapi membiarkan orang lain melakukan hal yang sama. hak. Individu mengejar kepentingannya sendiri. Apa-apa yang benar melibatkan pertukaran yang seimbang. perhatian. Penilaian moral didasarkan pada pemahaman dan aturan sosial. dan Pertukaran Level 2 Tahap 3 Ekspektasi Interpersonal Mutual. Tabel 4 Level Perkembangan Moral Menurut Kohlberg Level 1 Tahap 1 Tahap 2 Moralitas Individualisme.

Jakarta: Direktorat PLP. 2008.22 Anonim. Jakarta: Kencana Slavin. 2008. Psikologi Pendidikan: Teori dan Praktik Edisi Ke-8 Jilid I (terjemahan Marianto Samosir). 2005. W. Jakarta: Indeks DAFTAR ISI . J.). Dirjen Dikdasmen. Depdiknas Santrock. R. S. Psikologi Pendidikan Edisi Ke-2 (terjemahan Tri Wibowo B. E. Materi Pelatihan Terintegrasi: Ilmu Pengetahuan Alam Buku 3.

...............................18 H.......................................................5 D.. PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET..................................13 E....................21 ............. PENGERTIAN PERKEMBANGAN................. PERKEMBANGAN FISIK....................................................23 Hal A.......................................................15 F.......19 DAFTAR PUSTAKA.....................................3 C..................................................... PERKEMBANGAN MORAL KOHLBERG............... PERKEMBANGAN PRIBADI DAN SOSIAL ERIKSON..................... PERKEMBANGAN KOGNITIF VYGOTSKY.... PERKEMBANGAN MORAL PIAGET...............................16 G.. PERKEMBANGAN PRIBADI DAN SOSIAL BRONFENBRENNER..............................................1 B......

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->