P. 1
Analisa-Kombinatorika

Analisa-Kombinatorika

|Views: 406|Likes:
Published by Ibnu Cahyono

More info:

Published by: Ibnu Cahyono on Sep 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

KOMBINATORIK

• Merupakan cabang dari matematika yang
mempelajari pengaturan obyek-obyek.

• Cara primitif adalah enumerasi

• Peran kombinatorial yang disebut seni
berhitung dapat menyelesaikan masalah
tersebut dengan cepat.

KAIDAH DASAR MENGHITUNG :
• Kaidah Perkalian ( rule of product)
Misal percobaan pertama memiliki m hasil yang
mungkin, percobaan kedua memiliki n hasil yang
mungkin. Jika percobaan 1 dan percobaan 2 dilakukan
maka ada sejumlah m.n kemungkinan
jawaban.(percobaan dilakukan secara simultan)

• Kaidah Penjumlahan ( rule of sum )
Bila percobaan 1 memiliki m hasil yang mungkin,
percobaan 2 memiliki n hasil yang mungkin.Jika
percobaan 1 atau percobaan 2 dilakukan terdapat
(m+n) kemungkinan jawaban yang mungkin terjadi.
(percobaan tidak dilakukan secara simultan)

• Contoh 1 :
Beta Resto menyediakan 4 jenis makanan dan 3 jenis minuman. Jenis
makanan yang ditawarkan: Ayam Kriuk, Steak Salmond, Bandeng
Presto, Batagor. Adapun jenis minuman yang ditawarkan : Bajigur,
Dawet Ayu, Beras Kencur.
Hitung kemungkinan pasangan makanan dan minuman yang dapat
dipesan !

• Contoh 2 :
Untuk kelengkapan materi pelajaran, seorang pelajar akan membeli
tujuh buah buku sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang
ditempuhnya. Di toko buku yang dimasukinya terdapat 4 judul yang
berbeda untuk materi Matematika , 5 judul berbeda untuk materi
Biologi, 2 judul berbeda untuk materi Bahasa Indonesia, 6 judul
berbeda untuk masing-masing materi Bahasa Inggris dan PPKN, serta
masing-masing 3 judul berbeda untuk materi Fisika dan Kertaseni.
Bila dari masing-masing materi pelajaran dia akan membeli satu judul ,
berapa macam pilihan yang dimilikinya !

DEFINISI:
PRINSIP DASAR MENGHITUNG I
• Bila ada n obyek berbeda dan dipilih k obyek ( k s n) maka banyaknya susunan
yang mungkin dibuat dengan memperhatikan tata urutan obyek adalah :
Obyek 1 dipilih dari sejumlah n cara
Obyek 2 dipilih dari sejumlah (n-1) cara
Obyek 3 dipilih dari sejumlah (n-2) cara
.
.
.
Obyek k dipilih dari sejumlah (n-k+1)cara

Total banyaknya penyusunan adalah :




ini disebut sebagai permutasi.

( 1)( 2)...( 1)
n k
P n n n n k = ÷ ÷ ÷ +
!
( )!
n k
n
P
n k
=
÷
• Contoh 3 :
Ada 7 pemain bola volley. Tentukan banyaknya kemungkinan susunan 3 pemain untuk
kapten,pengumpan dan smasher jika dianggap setiap pemain mempunyai kemampuan
yang sama.

• Contoh 4 :
Suatu kelas mempunyai siswa putri sebanyak 4 dan siswa putra sebanyak 6. Jika pada
suatu hari diadakan tes dan nilai yang didapat diranking sesuai kemampuan setiap siswa
dengan ketentuan semua siswa mempunyai nilai yang berbeda.
a. Hitung berapa macam komposisi dari ranking yang mungkin !
b. Jika ranking pertama ditempati oleh siswa putra , hitung berapa macam komposisi
dari ranking yang mungkin !

• Contoh 5 :
Dalam berapa cara 8 orang dapat didudukkan dalam satu baris jika
a. Tidak ada batasan dalam penyusunan duduknya.
b. Orang A dan B harus duduk bersebelahan.
c. Ada 4 pria dan 4 wanita, dimana terdapat ketentuan bahwa tidak ada 2 pria atau 2
wanita yang duduk bersebelahan.
d. Terdapat 5 pria yang harus duduk bersebelahan.


• Diberikan n obyek yang tidak seluruhnya
berbeda (indistinguishable)dari n obyek
tersebut terdapat n
1
obyek sama, n
2
obyek
sama …,n
r
obyek sama dan n
1
+ n
2
+…+n
r

= n
1
= n
2
=…,n
r
maka banyaknya susunan
yang mungkin dibuat adalah :

1 2
1 2
!
( , , ,..., )
! !... !
r
r
n
P n n n n
n n n
=
• Contoh 6 :
12 lembar karton akan diwarnai sehingga 3 diantaranya
berwarna hijau, 2 berwarna merah, 2 berwarna kuning dan
sisanya berwarna biru.
Hitung jumlah cara pengecatan !

• Contoh 7 :
Berapa banyak cara membagikan 8 buku berbeda kepada 3
mahasiswa , bila Ani mendapat 4 buah buku , Ari dan Agus
masing – masing memperoleh 2 buah buku .

• Contoh 8 :
Suatu turnamen catur diikuti oleh 10 peserta, yang terdiri dari 4
orang R usia, 3 orang dari Amerika Serikat, 2 orang asal Inggris
dan 1 orang dari Indonesia. Jika pemenang dari turnamen itu
dipakai untuk menentukan negara tempat pertandingan catur
yang akan datang . Hitung berapa banyak kemungkinan yang
terjadi.
DEFINISI:
Permutasi Siklis
• A,B,C duduk berjajar; posisi duduk = ABC, ACB, BCA, BAC, CAB, CBA.

• A,B,C duduk mengelilingi meja bundar; maka posisi ABC = BCA = CAB; ACB =
CBA = BAC. Sehingga A, B, C yang duduk melingkar hanya ada 2 posisi duduk,
yaitu ABC dan ACB. Masalah seperti ini disebut Permutasi Siklis.

• Banyaknya permutasi siklis dari n unsur adalah



• Contoh 9:
Ada 5 pemuda dan 3 pemudi duduk mengelilingi meja bundar,jika
a. duduk bebas.
b. pemuda pertama dan pemudi pertama tidak duduk berdampingan.
c. pemuda pertama dan pemudi pertama duduk berdampingan
d. tidak ada pemudi duduk berdampingan.

!
( 1)!
n
siklis
n
P n
n
= = ÷
DEFINISI:
PRINSIP DASAR MENGHITUNG II
• Bila ada n obyek berbeda dan dipilih k obyek ( k s n) maka banyaknya
susunan yang mungkin dibuat tanpa memperhatikan tata urutan obyek
adalah



• Contoh 10:
Hitung berapa banyak cara menyusun menu nasi goreng sosis tiga kali
dalam satu minggu sebagai sarapan pagi!

• Contoh 11 :
Tiga unit griya A, B dan C disewakan untuk para mahasiswa yang
sedang melakukan studi banding . Tiap unit griya dapat menampung 3
atau 4 mahasiswa. Hitung berapa banyak cara menyewakan griya itu
kepada 10 mahasiswa !

!
!( )!
n k
n
n
C
k k n k
| |
= =
|
÷
\ .
disebut kombinasi
PERMUTASI DGN PENGEMBALIAN
• Suatu permutasi dengan n obyek berbeda diambil sejumlah k
obyek dengan pengembalian maka permutasi tersebut adalah :
P(n,k) = n
k


• Contoh 14 :
Jika ada 10 buah pertanyaan yang masing masing pertanyaan
mempunyai jawab a , b , c atau d. Berapa kemungkinan jawaban
yang bisa dibuat !

• Contoh 15 :
Berapa banyak fungsi yang dapat didefinisikan pada sejumlah n
titik jika masing masing nilai fungsi salah satu dari 0 atau 1 !


KOMBINASI DGN PENGEMBALIAN:
• Jumlah kombinasi yang membolehkan adanya pengulangan elemen yaitu dari n
obyek berbeda diambil k obyek dengan pengulangan adalah



• Contoh 16
Toko roti “Uenak “ menjual 8 jenis roti. Hitung berapa cara mengambil 1 lusin
roti!

• Contoh 17 :
20 apel dan 15 jeruk akan dibagikan kepada 5 orang anak . Tiap anak boleh
mendapatkan lebih dari 1 buah apel atau jeruk, atau tidak sama sekali.
Hitung berapa banyak cara pembagian yang dapat dilakukan !

• Contoh 18 :
Berapa banyak bilangan bulat tidak negatif yang memenuhi sistem persamaan
linier di bawah ini ?

1
( 1)!
( 1, )
!( 1)!
n k
n k
C n k k
k k n
+ ÷
| | + ÷
= + ÷ =
|
÷
\ .
1 2 3 4 5
1 2 3
20
7
x x x x x
x x x
+ + + + =
+ + =
LATIHAN:
1. Berapa banyak urutan yang dapat terjadi jika 5 bendera yang
berlainan warna dipancang pada tiang-tiang dalam satu baris,
sehingga bendera dengan warna putih ada di:
a. tengah-tengah?
b. salah satu ujung?

2. Dalam berapa cara 7 pas photo yang berbeda dapat disusun pada
mading dalam sebaris, sehingga:
a. 3 pas foto selalu bersama-sama?
b. 3 pas foto tidak pernah bersama-sama?

3. Diberikan 7 angka 0,1,2,3,4,5,6. Carilah banyaknya bilangan antara
2000 dan 6000 yang dapat dibentuk menggunakan angka-angka itu,
jika setiap angka pada bilangan itu tidak boleh diulang!
4. Dalam berapa cara 4 wanita dapat dipilih dari 10 wanita
apabila;
a. satu wanita dimasukkan dalam setiap pemilihan
b. tiga wanita dikeluarkan dalam setiap pemilihan
c. satu wanita selalu dimasukkan dan tiga wanita selalu
dikeluarkan

5. Kelas Ilkom-B terdiri dari 40 mahasiswa, 5 di antaranya adalah
anggota KSR. Dalam berapa cara sebuah panitia yang
beranggotakan 4 orang dengan syarat sekurang-kurangnya 1
orang anggota KSR menjadi panitia dapat dipilih?

6. Dinda memiliki 3 tas dan Laras memiliki 5 tas. Berapa banyak
cara yang dapat mereka lakukan untuk saling menukar tas
apabila masing-masing tetap memiliki tas sebanyak semula?

7. Dalam berapa cara 2 tas atau lebih dapat dipilih dari 6 tas..?

KOMBINATORIK • Merupakan cabang dari matematika yang mempelajari pengaturan obyek-obyek. . • Cara primitif adalah enumerasi • Peran kombinatorial yang disebut seni berhitung dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat.

Jika percobaan 1 atau percobaan 2 dilakukan terdapat (m+n) kemungkinan jawaban yang mungkin terjadi.n kemungkinan jawaban.(percobaan dilakukan secara simultan) • Kaidah Penjumlahan ( rule of sum ) Bila percobaan 1 memiliki m hasil yang mungkin. Jika percobaan 1 dan percobaan 2 dilakukan maka ada sejumlah m. percobaan 2 memiliki n hasil yang mungkin. (percobaan tidak dilakukan secara simultan) .KAIDAH DASAR MENGHITUNG : • Kaidah Perkalian ( rule of product) Misal percobaan pertama memiliki m hasil yang mungkin. percobaan kedua memiliki n hasil yang mungkin.

Adapun jenis minuman yang ditawarkan : Bajigur. 2 judul berbeda untuk materi Bahasa Indonesia. Jenis makanan yang ditawarkan: Ayam Kriuk.• Contoh 1 : Beta Resto menyediakan 4 jenis makanan dan 3 jenis minuman. berapa macam pilihan yang dimilikinya ! . seorang pelajar akan membeli tujuh buah buku sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang ditempuhnya. Bila dari masing-masing materi pelajaran dia akan membeli satu judul . 6 judul berbeda untuk masing-masing materi Bahasa Inggris dan PPKN. 5 judul berbeda untuk materi Biologi. Hitung kemungkinan pasangan makanan dan minuman yang dapat dipesan ! • Contoh 2 : Untuk kelengkapan materi pelajaran. Dawet Ayu. Steak Salmond. Di toko buku yang dimasukinya terdapat 4 judul yang berbeda untuk materi Matematika . Beras Kencur. serta masing-masing 3 judul berbeda untuk materi Fisika dan Kertaseni. Bandeng Presto. Batagor.

DEFINISI: PRINSIP DASAR MENGHITUNG I • Bila ada n obyek berbeda dan dipilih k obyek ( k  n) maka banyaknya susunan yang mungkin dibuat dengan memperhatikan tata urutan obyek adalah : Obyek 1 dipilih dari sejumlah n cara Obyek 2 dipilih dari sejumlah (n-1) cara Obyek 3 dipilih dari sejumlah (n-2) cara .. .. .(n  k  1) n! (n  k )! nP  k ini disebut sebagai permutasi. . Obyek k dipilih dari sejumlah (n-k+1)cara Total banyaknya penyusunan adalah : n Pk  n(n  1)(n  2).

• Contoh 3 : Ada 7 pemain bola volley. dimana terdapat ketentuan bahwa tidak ada 2 pria atau 2 wanita yang duduk bersebelahan. Tidak ada batasan dalam penyusunan duduknya. Jika ranking pertama ditempati oleh siswa putra . Orang A dan B harus duduk bersebelahan. Contoh 4 : Suatu kelas mempunyai siswa putri sebanyak 4 dan siswa putra sebanyak 6.pengumpan dan smasher jika dianggap setiap pemain mempunyai kemampuan yang sama. b. Hitung berapa macam komposisi dari ranking yang mungkin ! b. hitung berapa macam komposisi dari ranking yang mungkin ! Contoh 5 : Dalam berapa cara 8 orang dapat didudukkan dalam satu baris jika a. d. Terdapat 5 pria yang harus duduk bersebelahan. a. Jika pada suatu hari diadakan tes dan nilai yang didapat diranking sesuai kemampuan setiap siswa dengan ketentuan semua siswa mempunyai nilai yang berbeda. c. Ada 4 pria dan 4 wanita. Tentukan banyaknya kemungkinan susunan 3 pemain untuk kapten. • • .

n2 .. n2 obyek sama ….DEFINISI: • Diberikan n obyek yang tidak seluruhnya berbeda (indistinguishable)dari n obyek tersebut terdapat n1 obyek sama...nr maka banyaknya susunan yang mungkin dibuat adalah : n! P(n. nr )  n1 !n2 !. n1 .nr obyek sama dan n1 + n2 +…+nr = n1  n2 …..nr ! ...

Ari dan Agus masing – masing memperoleh 2 buah buku . bila Ani mendapat 4 buah buku . Hitung berapa banyak kemungkinan yang terjadi. 2 berwarna merah. Jika pemenang dari turnamen itu dipakai untuk menentukan negara tempat pertandingan catur yang akan datang . yang terdiri dari 4 orang R usia.• Contoh 6 : 12 lembar karton akan diwarnai sehingga 3 diantaranya berwarna hijau. 2 berwarna kuning dan sisanya berwarna biru. • Contoh 8 : Suatu turnamen catur diikuti oleh 10 peserta. . Hitung jumlah cara pengecatan ! • Contoh 7 : Berapa banyak cara membagikan 8 buku berbeda kepada 3 mahasiswa . 2 orang asal Inggris dan 1 orang dari Indonesia. 3 orang dari Amerika Serikat.

jika a. CAB. maka posisi ABC = BCA = CAB. Masalah seperti ini disebut Permutasi Siklis. yaitu ABC dan ACB. B. duduk bebas. BCA. CBA. c. pemuda pertama dan pemudi pertama tidak duduk berdampingan. C yang duduk melingkar hanya ada 2 posisi duduk.B. tidak ada pemudi duduk berdampingan. BAC. • Banyaknya permutasi siklis dari n unsur adalah P • n siklis n!   (n  1)! n Contoh 9: Ada 5 pemuda dan 3 pemudi duduk mengelilingi meja bundar. ACB.C duduk berjajar.DEFINISI: Permutasi Siklis • • A. .B.C duduk mengelilingi meja bundar. b. ACB = CBA = BAC. A. posisi duduk = ABC. Sehingga A. pemuda pertama dan pemudi pertama duduk berdampingan d.

Hitung berapa banyak cara menyewakan griya itu kepada 10 mahasiswa ! .DEFINISI: PRINSIP DASAR MENGHITUNG II • Bila ada n obyek berbeda dan dipilih k obyek ( k  n) maka banyaknya susunan yang mungkin dibuat tanpa memperhatikan tata urutan obyek adalah n n! disebut kombinasi Ck     n  k  k !(n  k )! • Contoh 10: Hitung berapa banyak cara menyusun menu nasi goreng sosis tiga kali dalam satu minggu sebagai sarapan pagi! • Contoh 11 : Tiga unit griya A. B dan C disewakan untuk para mahasiswa yang sedang melakukan studi banding . Tiap unit griya dapat menampung 3 atau 4 mahasiswa.

c atau d. b . Berapa kemungkinan jawaban yang bisa dibuat ! • Contoh 15 : Berapa banyak fungsi yang dapat didefinisikan pada sejumlah n titik jika masing masing nilai fungsi salah satu dari 0 atau 1 ! .PERMUTASI DGN PENGEMBALIAN • Suatu permutasi dengan n obyek berbeda diambil sejumlah k obyek dengan pengembalian maka permutasi tersebut adalah : P(n.k) = nk • Contoh 14 : Jika ada 10 buah pertanyaan yang masing masing pertanyaan mempunyai jawab a .

Hitung berapa banyak cara pembagian yang dapat dilakukan ! Contoh 18 : Berapa banyak bilangan bulat tidak negatif yang memenuhi sistem persamaan linier di bawah ini ? • x1  x2  x3  x4  x5  20 x1  x2  x3  7 . k )    k  k !(n  1)!  • Contoh 16 Toko roti “Uenak “ menjual 8 jenis roti.KOMBINASI DGN PENGEMBALIAN: • Jumlah kombinasi yang membolehkan adanya pengulangan elemen yaitu dari n obyek berbeda diambil k obyek dengan pengulangan adalah  n  k  1 (n  k  1)!  C (n  k  1. atau tidak sama sekali. Hitung berapa cara mengambil 1 lusin roti! • Contoh 17 : 20 apel dan 15 jeruk akan dibagikan kepada 5 orang anak . Tiap anak boleh mendapatkan lebih dari 1 buah apel atau jeruk.

2. Berapa banyak urutan yang dapat terjadi jika 5 bendera yang berlainan warna dipancang pada tiang-tiang dalam satu baris. 3. jika setiap angka pada bilangan itu tidak boleh diulang! .6. 3 pas foto selalu bersama-sama? b.1. Carilah banyaknya bilangan antara 2000 dan 6000 yang dapat dibentuk menggunakan angka-angka itu.5.LATIHAN: 1. salah satu ujung? Dalam berapa cara 7 pas photo yang berbeda dapat disusun pada mading dalam sebaris. sehingga bendera dengan warna putih ada di: a.4. sehingga: a. 3 pas foto tidak pernah bersama-sama? 2. Diberikan 7 angka 0. tengah-tengah? b.3.

a. 7. Kelas Ilkom-B terdiri dari 40 mahasiswa. Dalam berapa cara 4 wanita dapat dipilih dari 10 wanita apabila. Dalam berapa cara sebuah panitia yang beranggotakan 4 orang dengan syarat sekurang-kurangnya 1 orang anggota KSR menjadi panitia dapat dipilih? Dinda memiliki 3 tas dan Laras memiliki 5 tas.. satu wanita selalu dimasukkan dan tiga wanita selalu dikeluarkan 5.4. Berapa banyak cara yang dapat mereka lakukan untuk saling menukar tas apabila masing-masing tetap memiliki tas sebanyak semula? Dalam berapa cara 2 tas atau lebih dapat dipilih dari 6 tas. satu wanita dimasukkan dalam setiap pemilihan b. 5 di antaranya adalah anggota KSR.? 6. tiga wanita dikeluarkan dalam setiap pemilihan c. .

W [Z`[  WTS^ S^`[Z SSZVcS^ZS _WZYYS VSZ`S^SZ S TW^cS^ZS Sa TW^cS^ZS W^S TW^cS^ZS aZZY VSZ __SZ S TW^cS^ZS T^a `aZY aS US^S \WZYWUS`SZ  W [Z`[  W^S\S TSZ S US^S WTSYSZ %Taa TW^TWVS W\SVS  SS__cS TS Z WZVS\S` TaS Taa ^VSZ Ya_ S_ZY Ê S_ZY W\W^[W TaS Taa  W [Z`[ % aS`a `a^ZSWZ US`a^ Va` [W \W_W^`S SZY`W^V^ VS^  [^SZY a_S [^SZY VS^ W^S W^S` [^SZY S_S ZYY^_ VSZ [^SZY VS^ ZV[ZW_S S \WWZSZY VS^ `a^ZSWZ `a V\SS aZ`a WZWZ`aSZ ZWYS^S `W\S` \W^`SZVZYSZ US`a^ SZYSSZ VS`SZY  `aZY TW^S\S TSZ S WaZYZSZ SZY `W^SV .

   W^a`S_ _ W W  VaVa TW^SS^\[__ VaVa  VaVa WZYWZY WS TaZVS^SS \[__      WZYYS  SZYVaVa WZYS^ SZ S SVS \[__ VaVa S`a  VSZ  S_SS _W\W^` Z V_WTa` W^a`S_ _ SZ SZ S \W^a`S_ __ VS^ZaZ_a^ SVSS 3 !88  W 3  3   3 W [Z`[ % VS \WaVS VSZ \WaV VaVa WZYWZY WS TaZVS^S SVaVa TWTS_ T\WaVS \W^`SS VSZ \WaV \W^`SS `VS VaVa TW^VS\ZYSZ U\WaVS \W^`SS VSZ \WaV \W^`SS VaVa TW^VS\ZYSZ V`VS SVS \WaV VaVa TW^VS\ZYSZ .

       3  3     3   3   W S SVS Z[T W TW^TWVS VSZ V\ [T W {A Z{SS TSZ SZ S _a_aZSZ SZYaZYZ VTaS` `SZ\S W\W^S`SZ `S`S a^a`SZ [T W SVSS V_WTa` [TZS_ W [Z`[  `aZY TW^S\S TSZ S US^S WZ a_aZ WZaZS_ Y[^WZY _[__ `YS S VSS _S`a ZYYa _WTSYS _S^S\SZ \SY W [Z`[  YS aZ`Y^ S VSZ V_WcSSZ aZ`a \S^S SS__cS SZY _WVSZY WSaSZ _`aV TSZVZYS\ aZ`Y^ S VS\S` WZS\aZY  S`Sa SS__cS `aZY TW^S\S TSZ S US^S WZ WcSSZ Y^ S `a W\SVS SS__cS  .

        W aS`a \W^a`S_ VWZYSZ Z[T W TW^TWVS VST _WaS  [T W VWZYSZ \WZYWTSSZ SS \W^a`S_ `W^_WTa` SVSS  {Z{ Z W [Z`[  S SVS TaS \W^`SZ SSZ SZYS_ZY S_ZY \W^`SZ SSZ W\aZ S ScST STUS`Sa VW^S\S WaZYZSZ ScSTSZ SZYT_S VTaS`  W [Z`[  W^S\S TSZ S XaZY_ SZYVS\S` VVWXZ_SZ \SVS _WaS Z `` S S_ZY S_ZY ZS XaZY_ _SS _S`a VS^ S`Sa  .

.

         W aS [TZS_ SZYWT[WSZ SVSZ S \WZYaSZYSZ WWWZ S`a VS^ Z [T W TW^TWVS VST [T W VWZYSZ \WZYaSZYSZ SVSS 3    W   3     3      3   [Z`[ [[ ^[` WZS WZaS %WZ_ ^[` `aZY TW^S\S US^S WZYST a_Z ^[` [Z`[  S\W VSZ W^a SSZ VTSYSZ W\SVS [^SZY SZS S\ SZS T[W WZVS\S`SZ WT VS^ TaS S\W S`Sa W^aS`Sa `VS _SS _WS `aZY TW^S\S TSZ S US^S \WTSYSZ SZYVS\S` VSaSZ  [Z`[ % W^S\S TSZ S TSZYSZ TaS` `VS ZWYS`X SZYWWZa __`W \W^_SSSZ ZW^V TScS Z  W W             .

    W^S\S TSZ S a^a`SZ SZYVS\S` `W^SV S TWZVW^S SZY TW^SZSZ cS^ZS V\SZUSZY \SVS `SZY`SZY VSS _S`a TS^_ _WZYYS TWZVW^S VWZYSZ cS^ZS \a` SVS V S`WZYS`WZYS T_SS _S`a aaZY SS TW^S\S US^S \S_\[`[ SZYTW^TWVS VS\S` V_a_aZ \SVS SVZY VSS _WTS^__WZYYS S \S_X[`[ _WSa TW^_SS_SS T \S_X[`[ `VS \W^ZS TW^_SS_SS  TW^SZ SZYS       S^S TSZ SZ S TSZYSZ SZ`S^S VSZ  SZYVS\S` VTWZ`a WZYYaZSSZ SZYSSZYS `a S _W`S\ SZYS \SVS TSZYSZ `a `VS T[W VaSZY .

 SS TW^S\S US^S cSZ`S VS\S` V\ VS^ cSZ`S S\STS S_S`a cSZ`S VS_aSZ VSS _W`S\ \WSZ T`YS cSZ`S VWaS^SZ VSS _W`S\ \WSZ U_S`a cSZ`S _WSa VS_aSZ VSZ `YS cSZ`S _WSa VWaS^SZ WS_ [`W^V^ VS^ SS__cS V SZ`S^SZ S SVSS SZYY[`S SS TW^S\S US^S _WTaS \SZ`S SZY TW^SZYY[`SSZ [^SZY VWZYSZ _ S^S` _Wa^SZYa^SZYZ S  [^SZY SZYY[`S WZSV \SZ`S VS\S` V\ ZVS W `S_ VSZ S^S_ W `S_W^S\S TSZ S US^S SZYVS\S` W^WS SaSZ aZ`a _SZY WZaS^ `S_ S\STS S_ZYS_ZY `W`S\ W `S_ _WTSZ S _WaS   SS TW^S\S US^S `S_ S`Sa WT VS\S` V\ VS^ `S_ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->