P. 1
Teknologi Reverse Osmosis Untuk Desalinasi Air Laut Menjadi Air

Teknologi Reverse Osmosis Untuk Desalinasi Air Laut Menjadi Air

|Views: 196|Likes:
Published by Ade Esa Nur'asiah
TEKNOLOGI REVERSE OSMOSIS UNTUK DESALINASI AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR
Ade Esa Nurasaiah (208 700 622) Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2011 Desalinasi dalam bahasa sederhananya dapat diartikan sebagai proses pengurangan kadar garam berlebih yang terlarut di dalam air sehingga diharapkan akan diperoleh kadar air yang lebih bebas garam. Proses Desalinasi Air laut ada bermacam macam, tapi yang paling sering digunakan adalah: 1. Proses Evaporasi proses ini m
TEKNOLOGI REVERSE OSMOSIS UNTUK DESALINASI AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR
Ade Esa Nurasaiah (208 700 622) Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2011 Desalinasi dalam bahasa sederhananya dapat diartikan sebagai proses pengurangan kadar garam berlebih yang terlarut di dalam air sehingga diharapkan akan diperoleh kadar air yang lebih bebas garam. Proses Desalinasi Air laut ada bermacam macam, tapi yang paling sering digunakan adalah: 1. Proses Evaporasi proses ini m

More info:

Published by: Ade Esa Nur'asiah on Sep 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2015

pdf

text

original

TEKNOLOGI REVERSE OSMOSIS UNTUK DESALINASI AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR

Ade Esa Nurasaiah (208 700 622) Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2011 Desalinasi dalam bahasa sederhananya dapat diartikan sebagai proses pengurangan kadar garam berlebih yang terlarut di dalam air sehingga diharapkan akan diperoleh kadar air yang lebih bebas garam. Proses Desalinasi Air laut ada bermacam macam, tapi yang paling sering digunakan adalah: 1. Proses Evaporasi proses ini menggunakan evaporator untuk dipekatkan atau bisa juga menggunakan flash drum, diuapakn, uap ditampung kemudian dikondesasi lagi menghasilkan air agak tawar. 2. Proses Reverse Osmosis proses ini menggunakan membran sebagai unit pemisah. Biasanya digunakan membran nanofiltrasi. Dua metode diatas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seperti di Timur Tengah, kondisi di sana memang banyak memiliki sumber energi sehingga digunakan proses RO. Sedangkan di Industri digunakan proses evaporasi karena penggunaannya tidak banyak mengacu ke air minum, lebih ke bagian utilitas. R.O atau Reverse Osmosis atau osmosis balik adalah kebalikan dari proses Osmosis itu sendiri. Osmosis adalah perpindahan massa cairan dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi melalui membran. Sehingga nantinya pada proses reverse osmosis ini terjadi perpindahan massa dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah melalui membran dengan cara ditekan. Dengan proses RO diharapkan ion-ion Natrium akan tertahan di membran, dan hanya airnya saja yang akan melewati celah-celah di membran itu. Makanya di RO memakai membran dengan diameter hingga ukuran nano. Dan beberapa unsur mineral juga tertahan di membran sehingga nantinya didapat produk pure water. Didal pure water ini sudah tidak menagndung unsur mineral yang tersisa, tidak ada bakteri dan virus karena sudah tertahan di membran. Sebagian orang-orang tidak terlalu suka dengan pure water karena rasanya yang tidak enak di

lidah. Kecuali di daerah tertentu misal di Australi, atau daerah lain yang sudah terbiasa menggunakan pure water.

Gambar 1. Ilustrasi metode RO

Berkut ini adalah Proses Desalinasi Air Laut, alat yang biasa dipakai adalah: a. Filter Digunakan untuk menyaring tumbuhan atau hewan atau semua beda asing agar tidak masuk ke pipa. b. Pipa Digunakan pipa anti korosif untuk mengalirkan air laut. c. Unit Pretreatmen Digunakan untuk mematikan senyawa berbahaya dengan cara mengatur pH, memurnikan air laut dari suspended solid dengan cara sedimentasi, dan sebagainya. d. Pompa Pompa di sini sangat berperan penting dalam proses desalinasi. Bisa bisa pada nantinya ongkos untuk beli pompanya lebih malah dari membrannya karena untuk menekan air laut ke membran dibutuhkan tekanan yang tinggi. e. Membran Membran berperan penting dalam proses pemisahan air dari garam garamnya… f. Unit post treatment Unit ini digunakan untuk memproses produk air yang sudah berkurang kadar garamnya agar diperoleh air yang lebih bebas dari bakteri dan sebagainya. g. Unit bypass dan adjustmen

Unit ini digunakan kalau hasil olahan yang diinginkan bukan pure water. Caranya dengan diinjeksi pH, ditambahi mineral dari bebatuan gunung. Sehingga hasilnya bisa

memenuhi standar air minum yang berlakumodul (rumah) membrannya.

Untuk memahami proses reverse osmosis, sebaiknya kita mengkaji terlebih dahulu proses osmosis. Proses osmosis dapat dijelaskan dengan menggunakan ilustrasi di bawah ini.

Gambar 2. Proses terjadinya RO

Terdapat dua jenis larutan yang berbeda diletakkan secara berdampingan dan diantara kedua jenis larutan itu diletakan membrane semi permeable sebagai pembatas. Pada wadah sebelah kiri disebut concentrated solution, yaitu larutan dengan kadar garam tinggi. Sedangkan pada wadah sebelah kanan disebut dilute solution, yaitu larutan dengan kadar garam rendah. Fungsi membrane semi permeable diletakkan ditengah kedua larutan tersebut untuk mencegah terjadinya percampuran diantara kedua larutan tersebut. Membrane semi permeable adalah membrane yang bisa dilewati oleh molekul air tetapi tidak bisa dilewati molekul garam. Proses osmosis adalah proses mengalirnya molekul air dari larutan berkadar garam rendah (dilute solution) menuju ke larutan berkadar garam tinggi (concentrated solution). Proses osmosis merupakan proses alamiah yang terjadi sebagai upaya untuk menyeimbangkan konsentrasi garam pada kedua sisi. Proses osmosis ini akan menyebabkan ketinggian permukaan air pada concentrated solution akan menjadi. lebih tinggi daripada permukaan pada dilute solution. Secara alamiah air

akanmemberikan tekanan dari permukaan air yang lebih tinggi ( concentrated solution ) menuju ke permukaan air yang lebih rendah ( dilute solution ). Tekanan yang terjadi inilah biasa kita

disebut sebagai osmotic pressure. Pada ketinggian air tertentu di concentrated solution), besarnya osmotic pressure ini akan menyebabkan proses osmosis berhenti. Proses reverse osmosis pada prinsipnya adalah kebalikan proses osmosis. Dengan memberikan tekanan larutan dengan kadar garam tinggi (concentrated solution) supaya terjadi aliran molekul air yang menuju larutan dengan kadar garam rendah ( dilute solution ). Pada proses ini molekul garam tidak dapat menembus membrane semipermeable, sehingga yang terjadi hanyalah aliran molekul air saja. Melalui proses ini, kita akan mendapatkan air murni yang dihasilkan dari larutan berkadar garam tinggi. Inilah prinsip dasar reverse osmosis. Berdasarkan penjelasan sederhana diatas, dalam proses reverse osmosis minimal selalu membutuhkan dua komponen yaitu adanya tekanan tinggi ( high pressure ) dan membrane semi permeable. Itulah alasan kenapa pada mesin reverse Osmosis modern, membrane semi permeable dan pompa tekanan tinggi ( high pressure pump ) menjadi komponen utama yang harus ada. Jika kita perhatikan ilustrasi gambar diatas, saat kita memberikan tekanan pada sisi larutan kadar garam tinggi (concentrated solution), maka terjadilah proses yang disebut reverse osmosis terjadi. Pada saat proses reverse osmosis molekul air mengalir menembus membrane semi permeable, akan tetapi pada saat yang bersamaan molekul garam tertahan di wadah sebelah kiri karena molekul garam tidak mampu melewati membran semi permeable. Sehingga setelah beberapa waktu, terjadi pengurangan vlolume air yang ada di wadah sebelah kiri, sementara itu jumlah garam tetap sama. Hal ini mengakibatkan konsentrasi garam menjadi meningkat tajam. Peningkatan konsentrasi ini akan terus berlanjut seiring berkurangnya jumlah air. Peningkatan konsentrasi garam inilah yang akan menjadi penyebab utama “scaling” di membrane semi permeable. Scaling sendiri merupakan peristiwa dimana terbentuknya padatan / endapan yang disebabkan pertemuan antara ion positif dan ion negatif. Misalnya ion Calsium yang bereaksi dengan ion karbonat, akan menghasilkan padatan Calsium Carbonat. Pada saat konsentrasi ion Calsium dan Carbonate di air masih sangat rendah, kedua ion ini tidak bisa bereaksi membentuk padatan. Tetapi pada saat konsentrasinya meningkat tajam ( karena semakin berkurangnya jumlah molekul air ), maka terbentuklah endapan. Endapan yang terbentuk ini bisa menempel pada permukaan membrane, dan menjadi penyebab terjadinya kebuntuan pada membrane. Pada sistem Reverse Osmosis masalah utama yang sering terjadi adalah kebuntuan membrane ( membrane blocked ). Secara umum penyebab terjadinya kebuntuan membrane dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu Scaling dan Fouling. Fouling sendiri terjadi disebabkan karena

adanya beberapa zat tertentu di dalam air yang memiliki kecenderungan dapat menempel di permukaan membrane. Misalnya zat organik, zat besi, silika, dan masih banyak lagi. Untuk mengantisipasi serta mengatasi permasalahan ini, maka aspek desain system Reverse Osmosis menjadi sangat penting. Secara keseluruhan proses RO sangat sangat efisien bila digunakan pada daerah yang kelebihan energinya seperti di Timur Tengah. Bahkan produk yang dihasilkan bisa sampe 99,9 % atau kandungan garamnya 300 ppm (mgr/liter) dari 30000 miligram per satu liter air laut.

referensi http://www.oas.org/DSD/publications/Unit/oea59e/ch20.htm http://www.lenntech.com/nanofiltration-and-rosmosis.htm[/URL]

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->