TUGAS FILSAFAT ILMU

Pengertian, Ilmu, Filsafat ilmu

OLEH IRYASMAN SYAMDANI LIZA HUSNITA

DOSEN PEMBIMBING DR. SYAFRI ANWAR, M.SI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPS KONSENTRASI PENDIDIKAN SEJARAH/PPKN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2009

Seorang ahli pikir disebut filosof. Ilmu. Filsafat ilmu Pengertian Filsafat Secara etimologis istilah ”filsafat“ atau dalam bahasa Inggrisnya “philosophi” adalah berasal dari bahasa Yunani “philosophia” yang secara lazim diterjemahkan sebagai “cinta kearifan” kata philosophia tersebut berakar pada kata “philos” (pilia. yang mencintai pengetahuan bijaksana.M).) Tugas utama fisafat adalah menetapkan dasar-dasar yang dapat diandalkan. orang. Filsafat merupakan identik ilmu pengetahuan. filosof mempergunakan cara dengan berpikir sedalam-dalamnya (merenung). Berdasarkan makna kata tersebut maka mempelajari filsafat berarti merupakan upaya manusia untuk mencari kebijaksanaan hidup yang nantinya bisa menjadi konsep kebijakan hidup yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Filsafat sebagai hasil berpikir sedalamdalamnya diharapkan merupakan suatu yang paling bijaksana atau setidak-tidaknya mendekati kesempurnaan. cinta) dan “sophia” (kearifan). filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguhsungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Kata kearifan bisa juga berarti “wisdom” atau kebijaksanaan sehingga filsafat bisa juga berarti cinta kebijaksanaan. Di dalam mencari kebijaksanaan itu.Pengertian. M. Tentang mencintai kebenaran adalah karakteristik dari setiap filosof dari dahulu sampai sekarang. Plato (472 – 347 s. Gredt dalam bukunya "Elementa Philosophiae". karena itu yang mencarinya adalah orang yang mencintai kebenaran. Hasil filsafat (berpikir sedalam-dalamnya) disebut filsafat atau falsafah. Menurut J. . Berdasarkan pengertian bahasa tersebut filsafat berarti cinta kearifan. Beberapa tokoh-tokoh filsafat diantaranya: Socrates (469-399 s. Pengetahuan bijaksana memberikan kebenaran. Dengan demikian. kata ini mula-mula dipakai oleh Herakleitos. filsafat sebagai "Ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsipprinsip mencari sebab musababnya yang terdalam. Apakah yang disebutdi benar logis? Apa yang sahih? Dll.

metafisik dan positif. Hal ini jelas terlihat. Ilmu merupakan pengetahuan yang kita gumuli sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi. kedokteran. Dalam taraf peralihan ini maka bidang penjelajahan filsafat menajadi lebih sempit. Ilmu Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan dan objektif. Demikian juga berfilsafat berarti mengoreksi diri. bioteknologi. semacam keberanian untuk beterus tersarang. Auguste Comte (1798-1857) membagi tiga tingkat perkembangan pengetahuan tersebut dibagi ke dalam tahap religius. rekayasa. makro dan mikro. dan sebagainya Ilmu berasal dari bahasa Arab : alima. Dalam perkembangan filsafat menjadi ilmu maka terdapa taraf peralihan. kimia. seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau.Jadi Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. misalnya pada ilmu-ilmu: fisika. Pengertian Ilmu Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. mencakup persoalan yang sifatnya supermakro. tidak lagi menyeluruh. ya’lamu. umpamanya berkembang ilmu ekonomi. kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. logik dan konsisten. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang kita belum tahu. Di sini orang tidak lagi mempermasalahkan moral secara keseluruhan melainkan dikaitkan dengan kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis amat luas. ‘ilman yang berarti . pertanian. sistimatik.

Ralph Ross dan Ernest Vanden Haag mengatakan bahwa ilmu ádalah yang empiris. maupun menurut kedudukannya tampak dari luar.Karl Pearson mengatakan bahwa ilmu ádalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta . 6. umum dan sistematik. 5. 4.Mohammad Hatta mendefinisikan bahwa ilmu ádalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. Ilmu tidak memerlukan kepastian lengkap berkenaan dengan masing-masing penalaran perorangan. Berbeda dengan pengetahuan. Dalam bahasa Inggris disebut science. yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. . di antaranya adalah: . Adapun ciri-ciri utama ilmu menurut terminologi. Ilmu menuntut pengalaman dan berpikir metodis. rasional. antara lain adalah: 1. . Ilmu adalah sebagian pengetahuan yang bersifat koheren. Kesatuan setiap ilmu bersumber di dalam kesatuan objeknya. ilmu tidak pernah mengartikan kepingan pengetahuan satu putusan tersendiri. 2. memahami benar benar. dan keempatnya serentak. sebaliknya ilmu menandakan seluruh kesatuan ide yang mengacu ke objek yang sama dan saling berkaitan secara logis. dapat diukur dan dibuktikan.mengerti. sebab ilmu dapat memuat di dalamnya dirinya sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang belum sepenuhnya dimantapkan. sistematis. Yang sering kali berkaitan dengan konsep ilmu adalah ide bahwa metode-metode yang berhasil dan hasil-hasil yang terbukti pada dasarnya harus terbuka kepada semua pencari ilmu. maupun menurut bangunannya dari dalam. Jadi pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu. Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli. 3. empiris.

Afanasyef seorang pemikir marxist bangsa Rusia mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan manusia tentang alam.pengalaman dengan istilah yang sederhana.. . dapat disimpulkan bahwa ilmu adalah sebagian pengetahuan yang mempunyai ciri.maka. masyarakat dan pikiran. sekarang . syarat tertentu. kategori dan hukum-hukum yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.T. serta mengubah masa depan.. Ilmu merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Jacob mengatakan bahwa ilmu merupakan suatu sistem eksplanasi yang paling dapat diandalkan dibandingkan dengan sistem lainnya dalam memahami masa lampau. . Meskipun secara metodologis ilmu tidak membedakan antara . objektif. Suatu cara menganalisis yang mengizinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : Jika. studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang dikaji.. yaitu sistematik. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep. Harsojo Merupakan menerangkan akumulasi bahwa yang ilmu ádalah: pengetahuan disistemasikan. dapat diukur.. 3... 2. Dari keterangan para ahli tentang ilmu di atas. tanda.Ashley Montagu. rasional.. terbuka dan kumulatif. empiris. Pengertian filsafat ilmu Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistimologi (filsafat pengetahuan yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indra manusia. . universal.. menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu sistem yang berasal dari pengamatan. Suatu pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu suatu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. 1.

dimana keduanya mempunyai ciri-ciri keilmuwan yang sama. practical methodology and metaphysics”. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak. the philosophy of science attempts. dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal. dan metafisika). Pembagian ini lebih merupakan pembatasan masing-masing bidang yang telah ditelaah. namun karena permasalahanpermasalahan teknis yang bersifat khas. Sebenarnya tdak terdapat perbedaan yang prinsipil antara ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial. methods of representation and calculation.ilmu-ilmu alam dengan ilmu-ilmu sosial. termasuk teori-teorinya sendiri. di lain pihak. (Sebagai suatu cabang ilmu. patens of argument. maka filsafat ilmu ini sering dibagi menjadi filsafat ilmu-ilmu alam dan filsafat ilmu-ilmu sosial. and so on and then to veluate the grounds of their validity from the points of view of formal logic. Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat. first. Berdasarkan pendapat di atas kita memperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab . * Stephen R. yakni ilmu-ilmu alam atau ilmu-ilmu sosial. yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. pra-anggapan-pra-anggapan metafisis. dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan. filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan. dan pola-pola perbinacangan. to elucidate the elements involved in the process of scientific inquiry observational procedures. filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur metode pengamatan. ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta. dengan harapan pada penghapusan ketidakjelasan dan kesalahan. Toulmin “As a discipline. dan tidak mencirikan cabang filsafat yang bersifat otonom. metodepenggantian perhitungan. metaphysical presuppositions. metodologi praktis.

Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu.pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Suriasumantri. epistemelogis maupun aksiologisnya. 1982) pengetahuan yang berupa ilmu? (Landasan . (Jujun S. yang ditinjau dari segi ontologis. seperti : • Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis) • Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendapatkan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan epistemologis) • Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ? (Landasan aksiologis).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful