P. 1
Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Berdasarkan Jangka Waktu Terhadap Dana Deposito Berjangka Pada PT

Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Berdasarkan Jangka Waktu Terhadap Dana Deposito Berjangka Pada PT

4.75

|Views: 7,032|Likes:
Published by 14n

More info:

Published by: 14n on Oct 05, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Berdasarkan Jangka Waktu Terhadap Dana Deposito Berjangka Pada PT.

Bank Jatim Cabang Kediri ... (68) Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa faktor tingkat bunga deposito berjangka sangat berpengaruh terhadap jumlah dana deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri. Sehubungan dengan itu, maka perusahaan (PT. Bank Jatim Cabang Kediri) harus membuat suatu kebijakan mengenai faktor-faktor tersebut, agar para calon debitur atau nasabah lebih tertarik didalam mendepositokan uangnya ke PT. Bank Jatim Cabang Kediri. Adapun tujuan daripada penelitian ini adalah : untuk menganalisis apakah faktor tingkat bunga deposito berjangka berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah dana deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri. Dalam penelitian ini penulis memberikan hipotesis yang akan digunakan dalam analisis selanjutnya, yaitu : “ diduga bahwa tingkat bunga deposito, berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah dana deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri “ Adapun metode dan teknik pengumpulan data, yaitu studi lapangan yang terdiri dari observasi, interview, dokumenter dan studi kepustakaan. Untuk mendapatkan datanya dari dua sumber data, yaitu : data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik analisis data yang penulis gunakan dalam peneltian ini adalah : analisis kualitatif dan analisis kuantitatif (dengan menggunakan analsis korelasi dan analisis regresi) dengan soft wear SPSS for Windows 10.5. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis korelasi bahwa hubungan antara tingkat bunga deposito jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan kesemuanya berhubungan secara signifikan terhadap jumlah dana deposito berjangka. Sedangkan berdasarkan analisis regresi menunjukkan, bahwa semua tingkat bunga deposito mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap jumlah dana deposito berjangka. Dari hasil analisis tersebut yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap jumlah dana deposito adalah tingkat bunga deposito jangka waktu 12 bulan. Sedangkan yang mempunyai pengaruh paling kecil adalah tingkat bunga deposito jangka waktu 6 bulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa dengan menggunakan analisis secara kuantitatif, tingkat bunga deposito berdasarkan jangka waktu secara bersama-sama maupun secara parsial mempunyai pengaruh secara siknifikan terhadap dana deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri.

Faktor-Faktor Yang Menjadi Pertimbangan Deposan Untuk Mendepositokan Dananya Pada Bank Mandiri Cabang Probolinggo … (85)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis pengaruh faktor yang menjadi pertimbangan nasabah dalam pengambilan keputusan menempatkan deposito pada Bank Mandiri cabang Probolinggo. 2) Menganalisis pengaruh di antara faktor yang menjadi prioritas utama di dalam pengambilan keputusan menempatkan deposito pada Bank Mandiri cabang Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanatoris (explanatory research) yaitu jenis penelitian yang berupaya menjelaskan pengaruh antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Variabel bebas adalah X1:Suku Bunga; X2 :Keamanan; X3 :Keunggulan Deposito; X4: Kenyamanan; X5 : Pelayanan; X6: Promosi; X7: Jarak dan variabel terikat adalah Keputusan mendepositokan uangnya (Y). teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik Kuesioner dan Dokumenter, yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif, yaitu dengan menggunakan model statistik dalam program komputer ( SPSS 10.0 ), dengan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dari hasil analisis pengaruh, ternyata factor tingkat suku bunga, factor pelayanan yang terdiri dari keramahan customer service, kecepatan pelayanan oleh petugas, frekuensi antrian yang relatif kecil, dan sikap professional dari petugas Bank Mandiri, factor keamanan, yang terdiri dari likuiditas suatu perbankan, deposito yang dijamin oleh pemerintah, satuan pengamanan kantor yang handal dan berwibawa serta keamanan di sekitar kantor Bank, promosi, factor keunggulan deposito, kenyamanan dan factor jarak memberi pengaruh sangat kuat terhadap keputusan deposan untuk mendepositokan uangnya di Bank Mandiri. Hal ini dibuktikan dengan analisis R multiple: 69.40 %. Sehingga keputusan deposan untuk mendepositokan uangnya di Bank Mandiri dapat dijelaskan oleh factor-faktor tersebut di atas; 2) Memperhatikan koefisien faktor dari masing-masing sub variabel, maka secara berturut-turut koefisien faktor yang berimplikasi positif sangat baik terhadap keputusan deposan untuk mendepositokan uangnya di Bank Mandiri adalah tingkat suku bunga yang menarik, kompetitif dan tinggi, Peningkatan pelayanan yang terdiri dari keramahan customer service, kecepatan pelayanan oleh petugas, frekuensi antrian yang relatif kecil, dan sikap professional dari petugas Bank Mandiri, factor keamanan, yang terdiri dari likuiditas suatu perbankan, deposito yang dijamin oleh pemerintah, satuan pengamanan kantor yang handal dan berwibawa serta keamanan di sekitar kantor Bank. Sedangkan yang terakhir factor promosi, ada pengaruh signifikan negatif.

KREDIT
1. Pengertian Kredit Kata kredit berasal dari bahasa latin Credere berarti kepercayaan. Jadi kredit yaitu memberikan benda, jasa, uang, sekarang dengan pembayaran atau balas jasa di kemudian hari. Rollin G. Thomas mendefinisikan bahwa kredit adalah kepercayaan atas kemampuan si peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang. Jadi dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kredit mencakup dua pihak yaitu pihak yang memberi dan pihak yang menerima. Apa yang diserahkan sekarang merupakan prestasi, sedang pembayaran, pengembalian maupun balas jasa di masa yang akan datang merupakan kontra prestasi. 2. Syarat Kredit Sesuai dengan asal kata kredit yang berarti kepercayaan maka kredit dapat berlangsung bila ada kepercayaan terhadap penerima kredit. Kepercayaan tersebut banyak tergantung kepada kelayakan seseorang atau badan usaha. Kelayakan seseorang atau badan usaha penerima kredit dipengaruhi oleh 5C yaitu: a. Character atau tabiat serta kemauan pemohon untuk memenuhi kewajiban. Perlu diteliti tentang kebiasaan kepribadian, cara hidup dan keadaan keluarga serta moral. b. Capacity yaitu kemampuan, kepandaian dan ketrampilan menggunakan kredit yang diterima sehingga memperoleh kemajuan, keuntungan serta mampu melunasi kewajiban atau utangnya. c. Capital yaitu modal seseorang atau badan usaha penerima kredit. Tidak semua modal harus bersumber dari kredit. d. Collateral, yaitu kepastian berupa jaminan yang dapat diberikan oleh penerima kredit. Anggunan atau jaminan sebagai alat pengaman dari ketidakpastian pada waktu yang akan datang pada saat kredit harus dilunasi. e. Condition of economies yaitu dalam rencana pelepasan kredit harus mampu melihat ke depan, yaitu bagaimana keadaan perekonomian masa yang akan datang. 3. Peranan Kredit Dalam Perekonomian Dalam kehidupan perekonomian, fungsi kredit makin lama makin memegang peranan yang sangat penting karena dengan adanya kredit dapat a. meningkatkan daya guna uang; b. meningkatkan peredaran dan lalu-lintas uang; c. meningkatkan daya guna dan peredaran barang; d. menjadi salah satu alat stabilitas ekonomi; e. meningkatkan kegairahan berusaha; f. meningkatkan pemerataan pendapatan; dan g. menjadi alat untuk meningkatkan hubungan internasional. 4. Kebaikan dan Keburukan Kredit

Kredit selain mempunyai peranan kehidupan perekonomian tentunya akan menimbulkan dampak yang bersifat positif dan negatif, hal ini tentunya wajar saja dalam kehidupan masyarakat. Memang mengenai baik buruknya kredit bagi semua orang menyebabkan kita harus berhati-hati baik memberi kredit maupun menerima kredit. Adapun kebaikan dan keburukan kredit akan kita jabarkan di bawah ini. Kebaikan kredit: a. menambah produktivitas modal uang; b. memajukan urusan tukar-menukar seperti wesel, promes dan lain-lain; c. mempercepat peredaran barang-barang; d. dapat membuka usaha baru. Keburukan kredit: a. memberikan kemungkinan untuk berspekulasi; b. memberikan kesempatan para konsumen meminjam melebihi daya kemampuan (besar pasak daripada tiang); c. menyebabkan produksi yang sangat berlebihan; d. perluasan kredit akan menimbulkan inflasi; dan e. mendorong masyarakat mengarah pada sifat konsumtif. Apakah dengan kredit orang akan lebih maju. Hal ini sekali lagi tergantung pada pemanfaatan dan ketrampilan menggunakan kredit dalam berusaha.

Dalam syarat kredit dikenal 5C. Coba Anda telaah aspek-aspek yang tercantum di bawah ini merupakan aspek penilaian kredit yang mana!

Giro
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun mereka. Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem 'dorong dan tarik' (push and pull). Suatu cek adalah transaksi 'tarik': menunjukkan cek akan menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak tersedia, cek akan "terpental" dan dikembalikan dengan pesan bahwa dana tak mencukupi. Sebaliknya, giro adalah transaksi 'dorong': pembayar memerintahkan banknya untuk mengambil dana dari akun yang ada dan mengirimkannya ke bank penerima pembayaran sehingga penerima pembayaran dapat mengambil uang tersebut. Karenanya, suatu giro tidak dapat "terpental", karena bank hanya akan memproses perintah jika pihak pembayar memiliki daya yang cukup untuk melakukan pembayaran tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayar tidak mendapatkan keuntungan dari "float".

[sunting] Sejarah dan Konsepsi
Surat Giro atau Postgiro memiliki sejarah yang panjang dan membanggakan dalam sejarah finansial Eropa. Konsep dasar adalah sistem perbankan tidak berdasarkan cek, tetapi dengan transfer langsung diantara rekening. Jika kantor akuntan di sentralisasi, maka transfer diantara akun akan terjadi secara simultan. Uang bisa dibayarkan atau ditarik dari sistem dari kantor pos manapun, dan nantinya koneksi ke sistem perbankan komersial dibuat, seringnya dengan keyakinan dari bank lokal membuat akun sendiri di Postgiro. Pada pertengahan abad 20, kebanyakan negara di benua Eropa memiliki layanan pos giro. Sistem posgiro pertama ada di Austria di awal abad 19. Pada saat Posgiro Inggris diadakan, Posgiro Belanda telah distabilkan dengan baik dengan setiap orang dewasa memiliki akun posgiro dengan operasi posgiro yng besar dan digunakan dengan baik di negara Eropa lain kebanyakan dan Skandinavia. Istilah "bank" tidak digunakan pada saat itu juga untuk mendeskripsikan layanan tersebut. Instrumen pembayaran utama bank didasarkan dengan cek dimana memiliki perbedaan keseluruhan dengan model remiten "giro". Dalam model perbankan, cek ditulis oleh remiten dan diserahkan atau dipos kepada pihak penerima pembayaran, yang nantinya akan mengunjungi bank atau pos ceknya ke bank. Cek tersebut harus di clearing, proses kompleks dimana cek disortir menjadi satu, dipos ke lokasi pusat clearing, disortir lagi, dan dipos balik ke cabang pembayaran dimana cek tersebut akan dicek ulang terakhir kalinya dan akhirnya akan dibayarkan. Dalam model Pos Giro, Transfer Giro dikirim melalui pos surat oleh remiter ke pusat Giro. Dalam pengembaliannya, transfer tersebut dicek dan akun transfer mengambil tempat. Jika transfer berjalan lancar, dokumen transfer dikirim ke penerima, bersama pernyataan pemutakhiran dari akun yang dikreditkan. Remitter juga dikirimkan pernyataan pemutakhiran. Pada kasus dimana fasilitas publik yang menerima ratusan trnasaksi per hari, pernyataan akan dikirim secara elektronik dan menggunakan angka rujukan yang unik untuk mengenali remiten untuk keperluan rekonsiliasi. maraknya clearing cek elektronik (dan kartu debet yang dirujuk sebagai alat pembayaran) membuat perbedaan ini menjadi tidak begitu penting seperti

dulu. Contohnya di beberapa toko di Amerika Serikat cek di pindai dan pendaftaran tunai dikembalikan ke pelanggan sementara dana dia,nil dari akun para pelanggan.

KHARAKTERISTIK BILYET GIRO YANG DITERBITKAN PERBANKAN

** Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran contoh BG dalam Ketentuan SE Warkat No 8/35/DASP tgl 22 Des 2006 perihal Warkat Debet dan Dokumen Kliring serta Percetakannya pada Perusahaan Percetakan Warkat dan Dokumen Kliring (PPWDK) dalam Penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional. SE Warkat ini mencabut SE sebelumnya tahun 2004 perihal yang sama

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran contoh BG dalam Ketentuan SE Warkat No 8/35/DASP tgl 22 Des 2006 perihal Warkat Debet dan Dokumen Kliring serta Percetakannya pada Perusahaan Percetakan Warkat dan Dokumen Kliring (PPWDK) dalam Penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional. SE Warkat ini mencabut SE sebelumnya tahun 2004 perihal yang sama

HUBUNGAN ANTARA BIAYA BUNGA DARI TABUNGAN DAN DEPOSITO DENGAN PENDAPATAN BANK

Skripsi-Tesis.com™

Layanan Referensi untuk Penelitian dan Pengkajian lebih lanjut »»

• •

Home Layanan dan Harga

Did You Know? You can pick your friends, you can pick your nose, but you cant pick your friends nose. RSS Feeds: Posts Comments

HUBUNGAN ANTARA BIAYA BUNGA DARI TABUNGAN DAN DEPOSITO DENGAN PENDAPATAN BANK (STUDI KASUS DI BANK BPD DIY CABANG UTAMA TAHUN 1999-2000)
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Bank dalam perkembangannya, selain melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana, juga berusaha mengembangkan berbagai produk dan dan jasa pelayanan yang lain. Produk perbankan yang ditawarkan bisa berupa produk penyimpanan dana (dalam bentuk tabungan, deposito, giro) maupun peminjaman dana (dalam bentuk kredit). Sedangkan jasa perbankan yang bisa dinikmati antara lain jasa transfer, inkaso, referensi, dan lain-lain. Jasa pelayanan tersebut diciptakan dalam dunia perbankan, di samping untuk menarik nasabah juga untuk menambah pendapatan Bank dari perolehan provisi (untuk kredit) dan komisi yang dibebankan pada setiap pengguna jasa perbankan. Pendapatan diantaranya : 1. Hasil bunga a. Dari bank-bank lainnya b. Dari kredit yang diberikan 2. Keuntungan transaksi valuta asing 3. Provisi dan komisi a. Dari kredit 1) 2) Provisi Administrasi bank diperoleh melalui beberapa komponen,

b. Dari lainnya 1) Provisi kiriman uang

2) 3) 4) 5) 6)

Provisi pemberian jaminan Provisi asuransi Provisi pensiunan Administrasi Lainnya

4. Deviden atas saham 5. Pendapatan operasional lainnya a. Penerima ganti cetak b. Perbedaan kas c. Bunga denda tunggakan kredit d. Lain-lain pendapatan operasional 6. Pendapatan nonoperasional 1) Bunga antar kantor 2) Lainnya Peningkatan penggunaan jasa perbankan tersebut tumbuh secara proporsional dengan meningkatnya aktivitas keuangan dan perdagangan serta kecenderungan tumbuhnya bank minded di masyarakat. Kecenderungan ini tentunya akan berdampak positif terhadap bank, yaitu meningkatnya pendapatan yang diterima. Sebagaimana diketahui bahwa bank menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito. Dana tersebut kemudian dipinjamkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini karena bank menggunakan dana yang dihimpun dari masyarakat, maka masyarakat penabung diberi balas jasa berupa bunga. Balas jasa kepada penabung ini merupakan sumber pengeluaran bank. Di lain pihak, karena bank memberikan jasa peminjaman uang kepada

masyarakat peminjam, maka masyarakat yang meminjam tersebut dikenakan jasa berupa bunga yang harus dibayarkan kepada pihak bank. Sebagai bukti bahwa suatu bank layak dipercaya tentunya apabila pihak bank dapat melaksanakan peranannya di atas dengan baik. Adapun cara menilai apakah bank dapat melaksanakan peranannya dengan baik atau tidak dapat dilihat dari nilai spread, yang merupakan selisih antara bunga yang dibayarkan kepada nasabah dengan bunga kredit. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang spread di Bank BPD DIY Cabang Utama dan memilih judul penelitian : “HUBUNGAN ANTARA BIAYA BUNGA DARI TABUNGAN DAN DEPOSITO DENGAN PENDAPATAN BANK (Studi Kasus di Bank BPD DIY Cabang Utama Tahun 1999-2000)”.

B. Batasan Masalah Untuk memfokuskan penelitian maka pemasalahan yang diteliti dibatasi pada pengeluaran Bank BPD DIY Cabang Utama dari sektor tabungan dan deposito serta pendapatan Bank BPD DIY Cabang Utama. Dalam hal ini karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka data yang dianalisis adalah data tahun 1999-2000 dalam bentuk laporan bulanan.

C. Rumusan Masalah Dalam penelitian ini masalah yang akan diteliti adalah : 1. Apakah ada hubungan antara biaya bunga dari tabungan dan deposito dengan pendapatan bank BPD DIY Cabang Utama tahun 1999-2000? 2. Faktor biaya bunga mana yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank?

D. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah : 1. Untuk mengetahui hubungan antara biaya bunga dari tabungan dan deposito dengan pendapatan bank BPD DIY Cabang Utama tahun 1999-2000. 2. Untuk mengetahui faktor biaya bunga yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank.

E. Manfaat Penelitian Dalam penelitian ini manfaat yang dapat diperoleh adalah : 1. Dapat memberikan masukan kepada BPD DIY Cabang Utama mengenai kebijakan biaya bunga dari tabungan dan deposito. 2. Dapat memberikan masukan kepada BPD DIY Cabang Utama mengenai faktor biaya bunga yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank.

F. Hipotesa Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dalam penelitian ini penulis mengambil hipotesis sebagai berikut : 1. Diduga ada korelasi yang signifikan antara biaya bunga dari tabungan dan deposito dengan pendapatan bank. 2. Diduga faktor biaya bunga tabungan berpengaruh terhadap pendapatan bank.

G. Metode Penelitian Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian sebagai berikut : 1. Obyek Penelitian

Obyek penelitian ini adalah hubungan antara biaya bunga dari tabungan dan deposito dengan pendapatan bank di Bank BPD DIY Cabang Utama tahun 1999-2000. 2. Tipe Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksplanatif (explanatory research), yaitu penelitian yang berusaha menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. 3. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Bank BPD DIY Cabang Utama. 4. Sumber Data a. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung di lapangan. b. Data sekunder, yaitu data yang telah ada sebelumnya pada BPD Cabang Utama DIY. 5. Teknik Pengambilan Data a. Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab secara langsung dengan Kepala Bank BPD DIY Cabang Utama. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data primer. Dokumentasi, yaitu pengambilan data dengan meminta arsip yang telah dimiliki oleh BPD Cabang Utama DIY. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data sekunder.

b.

6. Metode Analisis Dalam penelitian ini digunakan metode analisis statistik inferensial, yaitu penggunaan analisis statistik untuk membantu mengambil kesimpulan terhadap permasalahan yang dihadapi. Dalam penelitian ini digunakan alat analisis rank correlation product moment dengan menggunakan alat bantu program SPSS (Statistical Package for Social Science).

nSxy – (Sx)(Sy) rxy = Ö[nSx2 – (Sx)2] [nSy2 - (Sy)2]

Keterangan : r = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y n = Jumlah sampel X = Jumlah biaya bunga Y = Jumlah pendapatan bank Dalam statistik, angka korelasi yang diperoleh harus diuji terlebih dahulu untuk dinyatakan apakah nilai korelasi yang didapat signifikan atau tidak. a. Pengujian Hipotesis 1 Untuk menguji hipotesis 1 maka dilakukan uji korelasi, dimana nilai korelasi berkisar antara –1 £ r £ 1, semakin mendekati 1 (satu) berarti hubungan yang terjadi antar variabel adalah hubungan yang kuat dan positif (searah), sedangkan semakin mendekati –1 (minus satu) berarti hubungan yang terjadi antar variabel adalah hubungan yang kuat tetapi negatif (berlawanan). b. Pengujian Hipotesis 2 Untuk menguji hipotesis 2 digunakan uji t. Uji t merupakan uji statistik yang bertujuan menguji secara parsial hubungan antara dua variabel. Uji t dilakukan dengan membandingkan thitung / th dengan ttabel / tt pada a = 0,05 bila hasil perhitungan menunjukkan : th ³ tt maka Ho ditolak, Ha diterima.

-th < -tt Artinya :

maka Ho ditolak, Ha diterima.

Faktor biaya bunga tabungan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank. -tt £ th £ tt Artinya : Faktor biaya bunga tabungan bukan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bank. maka Ho diterima, Ha ditolak.

Tulisan terkait

• •

PENGARUH BIAYA BUNGA, KREDIT DAN DANA PIHAK KETIGA TERHADAP PENDAPATAN BANK BPD DIY CABANG UTAMA TAHUN 2001-2003 PENGARUH BIAYA BUNGA, KREDIT DAN DANA PIHAK KETIGA TERHADAP PENDAPATAN BANK BPD PROPINSI DIY TRIWULAN I 1998 – TRIWULAN IV 2002 ASPEK HUKUM PENANGANAN KREDIT MACET PADA BANK RAKYAT INDONESIA CABANG MOJOKERTO JAWA TIMUR ANALISIS PERILAKU NASABAH DI PT. BANK BPD JATENG CAPEM PASAR REJOWINANGUN MAGELANG

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->