MATERI PENYULUHAN SKABIES

A. Pengertian Skabies Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabei, yang termasuk dalam kelas Arachnida. Tungau ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau bersifat mikroskopis. Penyakit ini juga mudah menular dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Penyakit skabies sering disebut kutu badan. Skabies dalam bahasa Indonesia sering disebut kudis. Orang jawa menyebutnya gudig, sedangkan orang sunda menyebutnya budug. B. Epidemiologi Di beberapa negara berkembang, prevalensi skabies adalah 6- 27%. Penyakit ini banyak di jumpai pada anak-anak dan orang dewasa tetapi dapat mengenai semua umur walaupun akhir-akhir ini juga sering didapatkan pada orang berusia lanjut, biasanya di lingkungan rumah jompo. Frekuensi tertinggi terdapat pada kelompok umur 1-14 tahun (51,51%). Insiden sama antara pria dan wanita, insidensi skabies di negara berkembang menunjukkan siklus fluktuasi yang sampai saat ini belum dapat dijelaskan interval antara akhir dari suatu epidemi dan permulaan epidemi berikutnya kurang lebih 10-15 tahun.

C. Etiologi
Sarcoptes scabiei termasuk filum Arthopoda , kelas Arachnida, ordo Ackarina, superfamili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes scabiei var. hominis. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih, kotor, dan tidak bermata. Ukurannya yang betina berkisar antara 330 – 450 mikron x 250 – 350 mikron, sedangkan yang jantan lebih kecil, yakni 200 – 240 mikron x 150 – 200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang kaki di depan sebagai alat-alat untuk melekat dan 2 pasang kaki kedua pada betina berakhir dengan rambut, sedangkan pada yang jantan pasangan kaki ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat

perekat. Siklus hidup tungau ini sebagai berikut, setelah kopulasi (perkawinan) yang terjadi di atas kulit, yang jantan akan mati, kadang-kadang masih dapat hidup dalam terowongan yang digali oleh yang betina. Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum, dengan kecepatan 2 -3 milimeter sehari dan sambil meletakkan telurnya 2 atau 4 butir sehari sampai mencapai jumlah 40 atau 50. Bentuk betina yang telah dibuahi ini

serta kegagalan pelaksanaan program kesehatan yang masih sering kita jumpai. biasanya dalam waktu 3-5 hari. kurangnya pemantauan kesehatan oleh pemerintah. Setelah 2 -3 hari larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk.dapat hidup sebulan lamanya. tetapi dapat juga keluar. dengan 4 pasang kaki. sekolah-sekolah yang menyediakan fasilitas asrama dan pemondokan. debilitas. D. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8 – 12 hari. Yang paling sering adalah kontak langsung yang saling bersentuhan. Skabies juga bisa menular melalui penggunaan handuk bersamaan. hiegenitas yang buruk. sebagai akibat kontak langsung maupun tak langsung seperti tidur bersama. dan perkembangan demografik serta ekologi yang buruk merupakan hal-hal yang erat kaitannya dengan perkembangan penyakit ini. antara lain: keadaan sosial ekonomi yang rendah. hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas (tidak memilih-milih). akan menambah panjang permasalahan kesehatan lingkungan yang telah ada. Apabila tingkat kesadaran yang dimiliki oleh banyak kalangan masyarakat masih cukup rendah. E. Banyak faktor yang menunjang perkembangan penyakit skabies. Faktor lainnya fasilitas umum yang dipakai secara bersama-sama di lingkungan padat penduduk. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan perseorangan dan lingkungan. sprei tempat tidur. dan orang-orang jompo (terutama yang berada di institusi dan yang terbaring lama di tempat tidur) merupakan populasi yang beresiko terkena skabies. jantan dan betina. Cara Penularan Penyakit skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung maupun kontak tak langsung. pasien imunokompromais. Gejala Gejala-gejala dari skabies adalah: . derajat keterlibatan penduduk dalam melayani kebutuhan akan kesehatan yang masih kurang. faktor lingkungan terutama masalah penyediaan air bersih. dan segala hal yang dimiliki pasien skabies. Orang-orang yang sering melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Telurnya akan menetas. Larva ini dapat tinggal dalam terowongan. Penularan skabies terjadi ketika orang-orang tidur bersama di satu tempat tidur yang sama di lingkungan rumah tangga. serta fasiltas-fasilitas kesehatan yang dipakai oleh masyarakat luas. Di Jerman terjadi peningkatan insidensi. atau apabila banyak orang yang tinggal secara bersama-sama di satu tempat yang relatif sempit.

(4). kecuali pada penderita imunosupresif. siku bagian luar. iritasi dan rasa gatal pada kulit yang umumnya muncul di sela-sela jari. bawah ketiak. 5. artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. yang seluruh anggota keluarganya terkena. Pada orang dewasa jarang terdapat di muka dan kepala. lipat ketiak bagian depan. umbilicus. sekeliling siku. merupakan hal yang paling diagnostik dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini. rata-rata panjang satu cm. papula. Penderita ini bersifat sebagai pembawa (carrier). lipat ketiak bagian depan. genetalia eksterna (pria). umbilicus. Dikenal keadaan hiposensitisasi. berbentuk garis lurus atau berkelok. Gejala yang ditunjukkan adalah warna merah. bokong. aerola mame (wanita). siku bagian luar. Pruritus nokturna. atau pustula. Diagnosis Diagnosis ditegakkan atas dasar: (1). 2. yaitu sela-sela jari tangan. sedangkan pada bayi. ekskoriasi. areola (area sekeliling puting susu. panjangnya beberapa millimeter sampai 1 cm. lesi dapat terjadi diseluruh permukaan kulit. dan lain-lain). dan lipatan paha. Tempat predileksinya biasanya merupakan tempat dengan stratum korneum yang tipis. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki. F. aerola mame (wanita). permukaan depan pergelangan. (3). 3. Adanya terowongan yang sedikit meninggi. bokong. sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. Menemukan tungau. Bila lebih dari satu . Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustul.1. Penyembuhan cepat setelah pemberian obat antiskabies topikal yang efektif. pergelangan tangan. Adanya gatal hebat pada malam hari. serta kehidupan di pondok pesantren. berbentuk garis lurus atau kelok-kelok. selangkangan. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang bewarna putih keabu-abuan. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya. Tempat predileksi yang khas adalah sela jari. genetalia eksterna (pria). dan perut bagian bawah. dan pada ujungnya tampak vesikula. (2). dan muncul gelembung berair pada kulit. misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. pergelangan tangan bagian volar. pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok. tetapi tidak memberikan gejala. 4.

2. harus dicurigai adanya scabies. Ivermectin oral (200 mcg/kgBB dosis tunggal dan dapat diulang 2 minggu kemudian) sebagai terapi yang ekuivalen dengan permetrin topikal. Pengobatan Mempertimbangkan toksisitas dan efikasi dari berbagai terapi. Kekurangannya yang lain ialah berbau dan mengotori pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi. Kerokan yang dilakukan sebaiknya dilakukan agak dalam hingga kulit mengeluarkan darah karena sarcoptes betina bermukim agak dalam di kulit dengan membuat terowongan. Garukan tangan dapat timbul erosi. 30 gram biasanya cukup untuk dosis dewasa. dapat dipakai pada bayi berumur kurang dari 2 tahun. Diagnosa skabies dilakukan dengan membuat kerokan kulit pada daerah yang berwarna kemerahan dan terasa gatal. 1. maka penggunaannya tidak boleh kurang dari 3 hari.anggota keluarga menderita gatal. dan anak dengan berat kurang dari 15 kg. dengan disertai papula. krim permetrin 5% topikal dan ivermectin oral merupakan terapi lini pertama. hampir setiap kasus scabies terinfeksi sekunder oleh streptococcus aureus atau staphylococcus pyogenes. Kelainan kulit menyerupai dermatitis. Permetrin 5% aman digunakan pada bayi usia kurang dari 1 bulan yang terinfeksi oleh neonatal skabies. vesikula. dan infeksi sekunder. Krim harus dibersihkan dengan cara mandi setelah 8-14 jam. G. Untuk melarutkan kerak digunakan larutan KOH 10 persen selanjutnya hasil kerokan tersebut diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 1040 kali. Belerang endap (sulfur presipitatum) dengan kadar 4-20% dalam bentuk salep atau krim. Di daerah tropis. Biasanya sekali pemakaian sudah cukup. Ivermectin jangan digunakan pada wanita hamil ataupun menyusui. Preparat ini karena tidak efektif terhadap stadium telur. Agen-agen lain yang dapat digunakan sebagai alternatif adalah: 1. Cara lain adalah dengan meneteskan minyak immesi pada lesi. Permetrin 5% dalam krim digunakan secara menyeluruh mulai dari leher hingga telapak kaki. krusta. dan lain-lain. Dioleskan di seluruh tubuh dan dibersihkan setiap setelah 24 jam. urtika. dan epidermis diatasnya dikerok secara perlahan-lahan. . Gatal pada malam hari disebabkan oleh temperatur tubuh menjadi lebih tinggi sehingga aktivitas kutu meningkat. ekskoriasi. namun dapat diulangi seminggu kemudian jika belum sembuh.

dan uretra. H. karena toksis terhadap susunan saraf pusat. 2. Obat ini tidak dianjurkan pada anak di bawah 5 tahun dan wanita hamil. Suci hamakan sisir. Emulsi benzyl-benzoas (20-25%). sprei. 3. 3. sikat rambut. . tidak menjamin terbebas dari infeksi ulang. dan perhiasan rambut dengan cara merendam di cairan antiseptik. Obat ini sulit diperoleh. 2. dan lainnya secara teratur minimal 2 kali dalam seminggu. 4. Krotamiton 10 % dalam krim atau losio juga merupakan obat pilihan. sprei dalam air sabun hangat dan gunakan seterika panas untuk membunuh semua telurnya. Bila pengobatan sudah dilakukan secara tuntas. Untuk memutuskan rantai penularan.2. Hindari kontak dengan orang-orang atau kain serta pakaian yang dicurigai terinfeksi tungau skabies. atau dicuci kering (dry cleaned). 6. mempunyai dua efek sebagai antiskabies dan antigatal. dan jarang memberi iritasi. Mencuci pakaian. mudah digunakan. Langkah yang dapat diambil adalah sebagai berikut: 1. kecuali jika masih ada gejala diulangi seminggu kemudian. Pakaian-pakaian harus dicuci bersih dan handuk dan peralatan tidur dijemur dibawah sinar matahari selama minimal 3 kali seminggu. pakaian. Keringkan topi yang bersih. Mandi secara teratur menggunakan sabun. Menjaga kebersihan rumah dan berventilasi cukup. Cuci semua handuk. 3. dan kadangkadang makin gatal setelah dipakai. sering memberi iritasi. selimut. mulut. Menjemur kasur dan bantal minimal 2 minggu sekali. 4. Pencegahan Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan lingkungan yang kurang baik oleh sebab itu untuk mencegah penyebaran penyakit ini dapat dilakukan dengan cara: 1. Gamma benzene heksa klorida (gameksan = gammexane) kadarnya 1% dalam krim atau losio. harus dijauhkan dari mata. Pemberiannya cukup sekali. Tidak saling bertukar pakaian dan handuk dengan orang lain. sarung bantal. kerudung dan jaket. efektif terhadap semua stadium. diberikan setiap malam selama 3 hari. 5. termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium. seluruh individu yang memiliki riwayat kontak atau tinggal dengan penderita harus diobati secara bersamaan.

memberikan beberapa cara pencegahan yang dilakukan penyuluhan kepada masyarakat dan komunitas kesehatan tentang cara penularan. Hindari pemakaian bersama sisir. 2002. di dalam unit. Penderita yang dirawat di Rumah Sakit diisolasi sampai 24 jam setelah dilakukan pengobatan yang efektif. Departemen Kesehatan RI. Laporan kepada Dinas Kesehatan setempat namun laporan resmi jarang dilakukan. dan pencucian umum. mukena atau jilbab. 3. Pengobatan dilakukan secara massal. 2.4. atau institusi militer. Berikan pengobatan dan penyuluhan kepada penderita dan orang yang berisiko. Penemuan kasus dilakukan secara serentak baik di dalam keluarga. Mencuci sprei. sarung bantal dan pakaian pada penderita Penanggulangan wabah yang terjadi dapat dilakukan dengan beberapa cara di antaranya: 1. . sarana pemandian. Pengawasan penderita. Sediakan sabun. jika ada sangat membantu dalam pencegahan infeksi. jika memungkinkan penderita dipindahkan. diagnosis dini dan cara pengobatan pencerita skabies dan orang-orang kontak meliputi: 1. Diinfeksi serentak yaitu pakaian dalam dan sprei yang digunakan oleh penderita dalam 48 jam pertama sebelum pengobatan dicuci dengan menggunakan sistem pemanasan pada proses pencucian dan pengeringan. 2. kontak dan lingkungan sekitarnya. Isolasi santri yang terinfeksi dilarang masuk ke dalam pondok sampai dilakukan pengobatan. 4. hal ini membunuh kutu dan telur. Tindakan ini tidak dibutuhkan pada infestasi yang berat. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful