P. 1
Makalah PLH - Cara Memperbanyak Tanaman

Makalah PLH - Cara Memperbanyak Tanaman

|Views: 1,052|Likes:
KELOMPOK : FELIANA VALENTINE S. NADYA BELGINTA M. SRI MULYATI WAFI AKHLAQIL K. YOSYE KHOERUNISa KELAS : VIII-A SMPN 1 TASIKMALAYA

Terimakasih kami ucapkan sebanyak-banyaknya kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena Dialah kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dewi Alita, karena beliaulah kami dapat belajar membuat makalah dan karena beliau juga kami telah diberikan kesempatan kepada kami untuk berkarya tentang cara memeperbanyak
KELOMPOK : FELIANA VALENTINE S. NADYA BELGINTA M. SRI MULYATI WAFI AKHLAQIL K. YOSYE KHOERUNISa KELAS : VIII-A SMPN 1 TASIKMALAYA

Terimakasih kami ucapkan sebanyak-banyaknya kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena Dialah kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dewi Alita, karena beliaulah kami dapat belajar membuat makalah dan karena beliau juga kami telah diberikan kesempatan kepada kami untuk berkarya tentang cara memeperbanyak

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nadya Belginta Mutiara on Sep 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

KELOMPOK : fELIANA VALENTINE S. NADYA BELGINTA M. SRI MULYATI WAFI AKHLAQIL K.

YOSYE KHOERUNISa KELAS : VIII-A SMPN 1 TASIKMALAYA

Terimakasih kami ucapkan sebanyak-banyaknya kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena Dialah kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dewi Alita, karena beliaulah kami dapat belajar membuat makalah dan karena beliau juga kami telah diberikan kesempatan kepada kami untuk berkarya tentang cara memeperbanyak tumbuhan. Tujuan kami membuat makalah ini agar kita dapat belajar bagaimana cara agar tumbuhan dapat diperbanyak dengan baik dan sesuai dengan yang seharusnya. Sehingga bila kita mencintai akan memelihara tanaman, ini dapat membantu dalam hal memeperbanyak tumbuhan agar tanaman itu dapat menghasilkan buah yang baik dan tumbuh menjadi tumbuhan yang baik dan subur. Selamat membaca makalah yang telah kami buat sebagaimana kami ketahui dan semoga dengan membaca makalah ini pengetahuan kita tentang cara memeperbanyak tanaman ini terus berkembang dan memotivasi kita agar belajar lebih banyak tentang memelihara tanaman. Kami sangat mengetahui bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kami mohon maaf apabila banyak kesalahan, baik penulisan atau pembahasan yang tidak seharusnya kami tuliskan dalam makalah ini. Terimakasih.

Penulis,

Anggota Kelompok

ii
2

Preface ...………………………………………………………… ii Table of Contents …………………………………………….…. iii
BAB I
A. B. C. D. E.

Penghijauan Lingkungan

1 ………………………………….. Concept Map ………………………………………………….. 1 2 Penataan Lingkungan …………………………………….….. 2 Pengelolaan Lingkungan …………...………….. ……………. 3 Pembibitan Lingkungan ……………………………………… 4
Pemeliharaan Lingkungan …………………………………… Memperbanyak dengan biji

BAB II
A. B.

Cara Memperbanyak Tanaman “ADENIUM”
…….. ......... ... Memperbanyak dengan stek

…………………………... …………………………. C. ………………………… Memperbanyak dengan sambung

5 ………. 6 7 8

5

BAB III BAB IV
A. B. C. D.

Cara Memperbanyak Tanaman “AGLAONEMA“… Cara Memperbanyak Tanaman “FLORIDA BEAUTY” …………………………………………………

9 9 9 10 10

Media Tanam ………………………………………………….. 12 Menyiapkan Tanaman ……………………………………….. Fenomena Umur 2-3 Bulan ………………………………….. Lebih Berhasil Menyertakan Daun-daunnya ……………..

Bibliography

……………………………………………………….

iii

3

Penataan lingkungan

Pengelolaan lingkungan

Penghijauan lingkungan Pembibitan tanaman

Pemeliharaan lingkungan

B. penataan lingkungan 1

Pencemaran adalah masuknya suatu unsur atau zat yang berbahaya yang sulit diuraikan oleh lingkungan, sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan dan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesejahteraan manusia.

4

Suatu zat dikatakan dapat menyebabkan pencemaran apabila : 1). Kadarnya melebihi batas normal 2). Berada pada tempat yang tidak semestinya 3). Berada pada waktu yang tepat Eksploitasi berlebihan terhadap sebuah ekosistem juga dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan alam dan pencemaran. Seperti penebangan hutan secara liar, penangkapan ikan denganracun atau bahan peledak, pembuangan limbah industri dan limbah rumah tangga secara sembarangan, degrasi hutan dan lahan, pencemaran tanah, sumber air, dan udara, dll.

C. Penelolaan lahan
Lahan adalah sarana untuk penanaman atau penghijauan lingkungan. Lahan yang hanya ditanami oleh suatu jenis tanaman disebut monokultur. Penanaman tanpa melalui tanah disebut dengan hidroponik. Medianya bisa berupa abu, sekam bakar, atau kerikil. Untuk membuka lahan yang baru (land clearing), kita memperhatikan kondisinya berupa kualitas tanah. Lahan yang baik untuk ditanami adalah yang mengandung lahan organik. Bahan organik akan mempengaruhi kesuburan tanah di suatu lahan, karena berisi sumber hara tanaman. Humus dan pupuk merupakan beberapa jenisnya. Humus biasanya terletak dibagian atas tanah. Tanah yang dipengaruhi oleh suhu dan curah hujan yang cukup, sangat baik digunakan untuk lahan tanam. Tekstur tanah juga sangat penting untuk diperhatikan. Stuktur tanah yang agak liat dan berpasir adalah yang banyak mengandung bahan organik. Tanah yang mengandung kebanyakan air kurang cocok karena akan menghambat proses pertukaran oksigen.

2
5

D. pembibitan tanaman
Benih tanaman adalah benih dari bibit tanaman atau bagiannya, digunakan untuk mengembangbiakkan tanaman. Semua jenis tanaman dapat dikembangbiakkan dengan pembibitan. Tanaman juga bisa dikembangbiakkan dengan stek, mencangkok dan menempel. Beberapa cara dalam membantu perbanyakan tanaman disesuaikan dengan karakteristik masing-masing tanaman. Beberapa cara yang mudah dilakukan adalah : a. Stek Batang Cara yang paling mudah dan sederhana. Cara stek batang biasanya dilakukan untuk tanaman berzat kayu atau tanaman yang tangkainya berkadar air banyak, salah satu contoh adalah Cordelyn. b. Stek daun Untuk jenis tanaman tertentu. Paling cocok dilakukan pada tanaman yang memiliki daun yang kandungan Picture 1.1 Begonia airnya tinggi, seperti contoh : Begonia, Sancivera, Lidah Mertua, Siclantus, Cocor bebek, dan Violces. c. Membelah Untuk tanaman yang memiliki umbi akar atau rimpang. Hanya diterapkan pada tanaman yang memiliki daun yang berhubungan langsung dengan pangkal akar. Dan biasanya, akarnya Picture 1.2 Caladium membentuk umbi atau rimpang, contohnya : Aglonema tak berbatang, Calathea rejeki, Caladium, Costus, Heliconia, Honje, dan sebagainya. d. Memisahkan anak. Untuk jenis tanaman yang memiliki anakan yang tumbuh dengan tangkai penghubung
Picture 1.3 Bromelia
6

dari induknya, seperti Spider Lily (Lili Paris), Episcia (daun tembaga), beberapa jenis Bromelia. e. Mencangkok batang Hanya cocok dipakai untuk tanaman berzat kayu, agak sulit dilakukan, namun cara perbanyakan ini tidak akan mengubah bentuk dan struktur tanaman. 3

E. Pemeliharaan tanaman
Tiap tanaman memerlukan pemeliharaan seperti penyiraman, pemupukan, pemberantasan hama atau gulma. Penggunaan pupuk yang berlebihan meningkatkan kerentanan tanaman terhadap serangan hama. Penggunaan pupuk yang berlebihan dapat menyuburkan perairan (eutrophication). Di Indonesia dan negara berkembang pada umumnya, masalah penyuburan pengairan diperburuk dengan pencemaran oleh limbah domestik. Proses industrilialisasi juga memberi konstribusi pada masalah ini. Eutrofikasi ditandai dengan pertumbuhan eksplosif ganggang. Pupuk ada bermacam-macam, yaitu pupuk buatan dan pupuk alami. Pupuk alami dibagi lagi menjadi: a. Pupuk hijau, terbuat dari tanaman atau komponen tanaman yang masih muda dan dibenamkan dalam tanah. Biasanya berupa jenis kacangkacangan dan rerumputan. b. Pupuk serasah, terbuat dari limbah tanaman berupa daun-daun kering dan macam-macam bagian tanaman yang lain. c. Pupuk kompos adalah bahan organik yang telah mengalami pelapukan. Misalnya akar yang sudah lapuk dan sampah dapur yang diolah secara khusus. d. Pupuk kandang meruoakan kotoran ternak yang dimanfaatkan karena mengandung bahan-bahan yang diperlukan bagi tanaman.

7

e. Pupuk giano adalah kotoran burung, biasanya kotoran burung laut dan kelelawar yang telah lama. f. Asam humus adalah senyawa campuran dari sisa mikroorganisme yang sudah terurai dan mengandung bahan-bahan organik pada tanah.

4

Perbanyakan Adenium umumnya dilakukan dengan dua cara , yaitu dengan menyilangkan (generatif) dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif dilakukan melaluii biji. Sementara perbanyakan vegetatif dilakukan dengan teknik stek , cangkok , okulasi , sambung (grafting) , sisip , atau pemecahan akar. Yang perlu diperhatikan didalam melakukan perbanyakan Adenium secara generatif (persilangan) akan dihasilkan anakan yang berbeda dengan induknya. Sementara anakan hasil perbanyakan vegetatif mewarisi sifat-sifat unggul induknya. Dibawah ini akan ditunjukkan macam-macam cara untuk memperbanyak Adenium koleksi anda.

A. MEMPERBANYAK DENGAN BIJI
Warna bunga yang cerah saat mekar mengundang serangga seperti lebah untuk mengisap madu. Saat hinggap di bunga secara tidak sengaja , kaki lebah menyentuh benang sari , lalu menempel pada putik bunga lain. Dengan menempelnya serbuk sari ke kepala putik maka terjadilah penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil maka bakal buah akan membesar dan berkembang menjadi buah. Buah adenium berbentuk panjang dan terdiri dari dua buah.
8

. . . . .

Setelah dua bulan kemudian , buah adenium akan matang. Menjelang buah matang ditandai warna buah hijau kecokelatan. Pada saat itu , buah sebaiknya diikat dengan tali. Pengikatan bertujuan agar biji-biji yang berumbai tidak beterbangan saat buah matang dan pecah. Saat buah matang , biji diambil dan bulu-bulu yang menempel di biji dibuang. Selanjutnya , biji dijemur hingga kering atau sekitar 2 jam. Setelah itu biji siap disemai. Media sekam bakar dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 adalah media semai paling baik digunakan untuk menyemai biji adenium. Adapun tahap penyemaian adalah sebagai berikut: 1. Siapkan tray atau pot berdiameter 5 cm sebagai wadah penyemaian. Selanjutnya , masukkan media semai ke dalam wadah tersebut setinggi 3/4 wadah. 2. Buat lubang tanam dengan jari telunjuk atau kayu di tengah pot. 5 3. Masukkan biji yang telah kering dengan posisi miring atau horisontal. Dalam satu pot ditanam satu biji. Tutupi biji dengan media. 4. Siram media semai secukupnya dengan air yang sudah dicampur obat anticendawan. 5. Letakkan pot di tempat teduh atau dinaungi. Biji akan mulai bertunas pada umur 12-14 hari. Setelah tanaman tumbuh setinggi 4-5 cm (umur 2-3 bulan) , bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jangan memindahkan bibit yang masih kecil karena dikhawatirkan belum kuat beradaptasi dengan media baru.

B. MEMPERBANYAK DENGAN STEK
Sa mo mei guei , julikan adenium di Taiwan , termasuk tanaman yang mudah diperbanyak dengan setek. Bahan setek dipilih dari induk yang sehat dan cukup tua. Cirinya batang berukuran besar , sehat , dan berdiameter minimal 2 cm. Batang yang terlalu kecil dan muda mempunyai tingkat resiko kegagalan yang cukup besar. Setek jangan diambil dari batang utama karena sulit bertunas. Tahapan perbanyakan dengan setek dijelaskan sebagai berikut:

9

. .

.

.

1. Potong batang sepanjang 10-15 cm. Sisakan 2-3 helai daun untuk mengurangi penguapan. Gunakan pisau yang tajam dan steril agar tanaman tidak terinfeksi. 2. Setelah dipotong , kering anginkan batang ditempat yang teduh selama 1-2 jam agar luka bekas pemotongan kering. Bahan setek tersebut tidak boleh terkena air dan sinar matahari langsung. 3. Celupkan bagian yang terpotong dengan zat perangsang akar , lalu kering anginkan dengan selama 1-2 jam. Setelah itu , tancapkan batang setek pada media tanam sedalam 4-5 cm. 4. Siram air secukupnya secara merata. Selanjutnya , letakkan tanaman di tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari rendah , sekitar 60-70%. Setelah 6-7 hari , tanaman dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih panas. Pada saat itu , tanaman mulai segar. Jika 12-14 hari kemudian tanaman belum mengeluarkan tunas dan batang terlihat kurus mk perbanyakan dengan setek dianggap gagal. Pekebun di Indonesia jarang menggunakan cara setek untuk memperbanyak tanaman karena relatif sulit dan membutuhkan waktu 6 lama untuk mendapatkan bonggol.
C.

MEMPERBANYAK DENGAN SAMBUNG
Perbanyakan dengan sambung atau grafting paling banyak dilakukan oleh pekebun adenium. Cara grafting dilakukan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas dari jenis tanaman yang berbeda. Keunggulan cara ini adalah dihasilkan tanaman yang lebih unggul dibandingkan dengan induknya karena diambil dari jenis yang berbeda. Selain itu , cara ini lebih cepat dan tingkat kegagalannya rendah. Secara lengkap , teknik sambung dijelaskan pada bab berikutnya.

10

7

Ada beberapa cara perbanyakkan Aglaonema, baik secara generatif maupun vegetatif. Cara generatif yaitu dengan menanam biji, sangat berguna bila anda hendak bereksperimen untuk mendapatkan silangan-silangan baru dan tentunya anda harus memiliki kesabaran dan ketelatenan karena biasanya membutuhkan waktu yang lama. Cara yang

11

sering digunakan oleh para hobbiest Aglaonema adalah cara vegetatif, yaitu pemisahan anakan/tunas, cangkok batang, dan cangkok akar. Pemisahan anakan/tunas adalah cara yang paling tinggi tingkat keberhasilannya, yang perlu diperhatikan adalah usia anakan/tunas yang akan dipisahkan. Usia anakan/tunas dapat dilihat dari jumlah daun dan serabut akar(perlu dibongkar dari tanah terlebih dahulu), usahakan jumlah daun sudah lebih dari 2(dua) serta memiliki serabut akar yang cukup banyak untuk menjamin kelangsungan hidupnya pasca pemisahan dengan induknya. Pemisahan anakan/tunas, bongkar tanaman dari pot kemudian bersihkan tanah-tanah yang masih menempel pada akar-akarnya. Gunakan pisau tajam yang steril(harus benarbenar steril) untuk memotong anakan/tunas setelah itu olesi bekas luka dengan fungisida untuk mencegah serangan jamur-jamur berbahaya. Lalu tanam kembali pada pot yang baru dengan media yang baru, basahkan media dengan air secukupnya jangan sampai mengenang karena dapat mengakibatkan akar bekas potongan membusuk.

8

Florida beauty adalah sosok yang cocok difungsikan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor) lan-taran daundaunnya yang memikat memiliki kekuatan bertahan hidup kehdati hanya mendapat sentuhan sinar matahari terbatas.

12

Akan tambah cantik lagi jika ia disandingkan dengan aglaonema di teras atau dalam ruangan. Singkat kata, nuansa dalam rumah berubah sejuk, asri, dan nyaman. Cara memperbanyak florida Beauty hanya dengan teknik stek batang dan cabang. Batang dan cabang-cabang florida beauty, potensi dikembangkan jadi bibit bermutu. Dengan cara demikian, tanaman dewasa memiliki tampilan sesuai dengan induknya, tambahnya.

A. Media Tanam

Sebelum menyetek florida beauty, awalnya menyiapkan media tanam yang berupa oplosan antara arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 2:1. Artinya, komposisi media tanam itu terdiri dari arang sekam (sekam bakar) 2 bagian dan cocopeat 1 bagian. Lalu oploskan dan aduk hingga merata. Kemudian media tersebut masukkan ke dalam pot yang telah disiapkan. Jumlah pot bebas tergantung dari selera. Bisa 10, 20 atau berapa pun banyaknya. Pot berukuran bebas semisal berisi media 0,5 - 2 kiloan, papar pria yang kini juga getol membikin aglaonema silangan itu.

B. Menyiapkan Tanaman
Setelah media tenam beres, tanaman florida beauty yang telah dewasa dengan ciri memiliki banyak percabangan kemudian disiapkan. Florida beauty yang akan dijadikan indukan untuk diperbanyak jadi bibit, minimal berumur 1 tahunan. Saat itu florida beauty memiliki percabangan yang amat banyak dan berukuran besar-besar. Diameter cabang masingmasing bisa menembus 0,5 cm. 9 Tiap-tiap cabang yang ada kemudian dipotong-potong dengan arah miring. Hal ini dimaksudkan supaya permukaan potongan yang bakal menjadi tempat tumbuhnya akar itu lebih luas dan lebar. Semakin lebar permukaan potongan, dipastikan tempat tumbuhnya akar kian banyak. Dan akar yang tumbuh dipastikan banyak

13

dan tentu berpengaruh terhadap kualitas bibit florida beauty sendiri.

C. Fenomena Umur 2-3 Tahun
Setelah tanaman dewasa, pot tidak usah diganti atau florida beauty tidak pindah pot melainkan tetap ada di pot pembibitan. Sebab itu, upayakan pot harus agak besar dengan banyaknya media tanam minimal 0,5 kilogram. Terhitung 1 - 2 bulan dari persemaian, florida beauty sudah tumbuh akar dan daun-daunnya dengan sempurna. Daun-daunnya sudah ada yang lebar dan lebat yang disertai pembesaran batangnya. Saat itu pula, cabang-cabang baru mulau bermuncaulan yang mengindikasikan florida beauty akan membentuk tajuk yang sempurna dan indah. Baru, setelah florida beauty berumur 2-3 bulan, daun-daunnya yang menghijau mulai memancarkan bintik-bintik putih. Saat itu bintik-bintik putih semakin keluar dari permukaan daun florida beauty. Semakin lama, bintikbintik yang jadi khas di florida beauty semakin banyak saja. Hal ini menandakan florida beauty bakal tampil cantik lantaran keluarnya warna putih itu justru yang jadi daya tarik florida beauty.

D. Lebih Berhasil Menyertakan Daun-Daunnya
Pemotongan percabangan itu sebaiknya disertakan dengan daun-daunnya. Artinya, pada tiap-tiap cabang yang dipotong, daun-daun di atasnya jangan dibuang melainkan harus tetap ada. Saat pemotongan itu, cabangcabang florida beauty harus disertai daun-daunnya yang rimbun. Dan panjang tiahan stek bisa mencapai 15-20 cm. Kalau potongan cabang sudah siap, baru langsung disemaikan pada .media tanam yang sudah dimasukkan dalam pot. Tiap-tiap pot hanya berisi 1 bibit florida beauty saja. Awas bibit stek yang disemaikan tadi harus disertai daundaunnya.
10
14

Langkah berikutnya hanya menyiram bibit stek tersebut 2-3 hari sekali. Tujuan menyiram ini hanya menciptakan media tanam tetap terjaga kelembabannya. Kira-kira umur 1 - 2 mingguan, bibit stek tersebut sudah tumbuh perarakannya yang disusul tunas-tunasnya, kalau sudah demikian berarti stek florida beauty dinyatakan berhasil. Sejak itulah florida beauty dipelihara sampai dewasa di pot bersangkutan.

11

15

http://journalvertise.blogspot.com/2008/03/cara-mudahmemperbanyak-tanaman.html http://www.myadenium.com// http://www.google.com// Asmara, Adi. (2007). ARMAN, Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SMP/MTs Kelas VIII semester 1. Bandung: CV Atikan Mandiri.

12
16

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->