BIOLOGI MOLEKULER

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI MOLEKULER P2 ANALISIS GEN DAN HEMOLOGI PROTEIN
Tujuan

1. Mampu melakukan analisis terhadap ekspresi gen dan dapat mendeteksi hasil ekspresi gen. 2. Dapat mencari homologi gen penghasil protein tertentu dari manusia dengan gen beberapa organisme lain. Dasar teori Ekspresi gen pada dasarnya merupakan suatu proses sintesis protein. Proses ekspresi gen ditentukan oleh sel itu sendiri, jika sel tersebut membutuhkan suatu protein, maka gen tertentu akan diekspresikan, namun jika gen tersebut tidak membutuhkan protein maka gen tersebut tidak diekspresikan. Jadi tidak semua gen akan diekspresikan pada saat yang bersamaan namun tergantung dari kebutuhan sel tersebut. Reaksi dasar dari sintesis protein adalah pembentukan ikatan polipeptida antara gugus karboksil dari asam amino yang akan tumbuh dengan gugus amina dari asam amino bebas. Reaksi sintesis ini membutuhkan cetakan atau template yaitu mRNA yang diperoleh dari ahsil transkripsi DNA. Sintesis protein diawali dari proses inisiasi, yaitu berikatanya dua sub unit ribosom dengan mRNA pada daerah spesifik, yaitu 10-30 nukleotida pada daerah upstream dan star kodon. Proses inisiasi memerlukan suatu kodon spesifik yaitu AUG ( menyandi asam amino metionin ) Setelah proses inisiasi selesai maka dilanjutkan dengan terjadinya proses perpanjangan ( elongasi ). Pada proses perpanjangan rantai polipeptida ini dapat dikatakan melewati siklus yang terdiri dari tiga tahap. Pertama molekul amina asil tRNA akan terikat pada A-site yang kosong dengan jalan berikatan dengan kodon dari mRNA yang terdapat pada A-site. Kedua, gugus karboksil akhir dari rantai polipeptida akan taerlepas dari molekul tRNA yang ada pada P-site dan membentuk ikatan polipeptida dengan gugus amino dari asam amino yang terikat pada tRNA dalam A-site. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim peptidil transferase. Ketiga, peptidil transferase yang baru terbentuk dalam A-site tersebut kemudian dipindahkan ke P-site saat ribosom bergerak kedepan sepanjang tiga nukleotida dari mRNA. Pada saat proses translokasi tahap tiga tersebut, tRNA bebas yang semula menduduki P-site akan terlepas dari ribosom dan siap menerima molekul tRNA yang baru dan mulailah siklus seperti tadi lagi, proses perpanjangan ini akan terus berlangsung sampai ahirnya ribosom mengenal salah satu dari tiga stop kodon yakni UAA, UAG, UGA sehingga sintesis protein akan mengalami terminasi dan rantai polipeptida yang sudah terbentuk tadi akan lepas dari ribosom. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, protein merupakan polipeptida yang tersusun atas asam amino. Sekuens asam amino dari masing-masing protein tertentu oleh gen yang mengkodenya. Gen ditranskripsi menjadi mRNA dan kemudian mRNA ditranslasikan menjadi protein oleh ribosom. mRNA merupakan nukleotida yang terdiri atas fosfat, gula deoksi dan basa. Urutan basa yang berbeda akan menghasilkan asam amino dan protein yang sama, misalnya insulin terdapat pada manusia, babi, kera, kuda, dan beberapa hewan mamalia lainya. Meskipun fungsi insulin pada masing-masing organism tersebut sama, namun ternyata memiliki struktur primer yang berbeda, sehingga manusia tidak dapat dengan mudah memakai produk insulin dari berbagai organisme untuk terapi karena dapat menimbulkan reaksi antigen antibody. Oleh sebab itu diperlukan penelitian mengenai homologi protein antar organisme sehingga dapat dibandingkan kemiripan asam amino yang menyusun protein. Melalui program blastp yang terdapat pada situs NCBI, kita dapat mencari protein sehomolog dari berbagai macam organisme. Homologi bukan berarti sama persis, namun terdapat kemiripan antara satu dengan yang lainnya dengan persen kemiripan tertentu. Untuk tujuan terapi, misalnya diinginkan suatu protein pengganti dari hewan tertentu, tentu akan dipilih protein yang memiliki persen kemiripan yang paling tinggi

tetapi hanya 2 nukleotida dalam DNA. dan merupakan bagian spesifik dari setiap reseptor protein sel Tβ. 1990 ). mereka adalah V28 dan V29-1. Walaupun gen-gen tidak berhubungan. Kandungan genom inti manusia (Segmen 50-kb pada kromosom 7) Untuk memulai mengungkapkan tentang komposisi dari genom inti manusia akan dipelajari mengenai segmen 50-kb pada kromosom 7.. Dasar dari pencarian homologi ini adalah dengan membandingkan gen-gen yang memiliki kemiripan atau sama sehingga gen baru dapat ditemukan dengan kemiripan dengan gen-gen yang lain. dengan membandingkan rangkaian DNA dengan rangkaian DNA lainya. Segmen 50kb mengandung informasi genetic sebagai berikut : Satu gen. tujuanya adalah untuk pencarian homologi. gen ini dinamakan TRY4 dan mengandung iformasi untuk sintesis protein bernama tripsinogen. Kenyataanya. wilayah yang lebih besar (685 kb) pada genom yang mempunya protein spesifik dalam respon imun. V28 dan V29-1 merupakan gen diskontinyu. Pseudogen ini dinamakan TRY5 dan pseudogen ini berhubungan dengan anggota fungsional dari kelompok gen tripsinogen. Hasil yang cocok atau positif pada gen yang sudah ada pada database dapat memberikan indikasi yang jelas tentang fungsi dari gen yang baru atau implikasi dari gen-gen yang cocok untuk gen lebih halus atau licin. TRY4 merupakan salah satu anggota dari kelompok gen tripsinogen yang mengandung dua kluster pada kesemua bagian ahir dari lokus reseptor sel-Tβ. dan dipisahkan oleh 4 intron non koding. homoles pada protein ancestor A-kinase pada manusia (AKAPI149) yang berperan dalam metabolism RNA. sebuah pseudogen merupakan salinan nonfungsional dari sebuah gen. mereka harus terhubung dengan segmen gen lainya dari lokus manapun. tetapi titik utamanya adalah tipe dari percobaan itu harus diselesaikan untuk menghasilkan data lebih jelas lagi tentang fungsi dari tudor domain tersebut. Di bawah ini adalah struktur dari tudor protein D. V28 dan V29-1 merupakan gen tidak lengkap. tetapi protein-proteinya memiliki fungsi yang sama. Software computer yang biasa digunakan untuk analisis homologi gen adalah blast (basic local alighment search tool ) ( Altshul et al. Alasanya adalah karena asam amino memiliki 20 asam amino yang berbedadalam protein. 52 gen sekuens panjang berulang. yang merupakan prekusor inaktif dalam enzim digesti tripsin. domain ini ditemukan pada protein kedua Drosophila. Informasi yang berasal dari analisis computer tidak lengkap. sekuens terdapat di berbagai tempat pada genom. Gen ini tidak berhubungan dengan respon imun. melanogaster. gen-gen secara tidak langsung memiliki segmen-segmen yang pendek yang sama antara yang satu dengan yang lain. Homologi dapat dicari dengan rangkaian DNA tetapi biasanya rangkaian gen tentative ini dimasukan oleh rangkaian asam amino sebelum pencarian dilakukan. hanya satu segmen dari sebuah gen. memiliki 120 asam amino yang diidentifikasi pertama kali pada gen Drosophila melonogaster. dinamakan LINEs ( elemen nuclear panjang yang berselang-seling . Analisis computer sangat penting bagi penentuan lokasi gen dalam rangkaian DNA. Informasinya digunakan untuk sintesis protein tripsinogen yang terpisah menjadi 5 ekson. Dua segmen gen. Hal ini terjadi pada limfosit T dan merupakan contoh perubahan permanen dalam aktifitas genom yang muncul sepanjang diferensial sel. Terdapat 4 tipe utama genom panjang berulang. Homologi gen merupakan salah satu dari revolusioner ancestor yang dibuka oleh rangkaian yang mirip antara gen-gen. Satu pseudoen. Analisis ini lebih mudah atau dengan masuk ke salah satu jaringan DNA database dang kemudian rangkaiannya dapat dilihat secara langsung. biasanya satu sekuens nukleotida dapat berubah sehingga infotmasi biologi di dalamnya menjadi tidak dapat dibaca. yang di dalamnya terdapat 10 kopian dari tudor domain. dan aktifitas pada masing-masing protein melibatkan RNA. dan merupakan contoh gen diskontinyu. Protein ini memiliki kesamaan struktur dengan lainya dan lebih tampak dari tudor domain. dan sebelumnya diekspresikan. persamaan ini dapat dilihat dari molekuler filogeni sebagai dasarnya.dengan protein yang kita miliki. jadi gen-gen itu biasanya tidak berhubungan dengan lebih dari satu asam amino yang lainya. sehingga diharapkan reaksi alergi tidak terjadi dan protein tersebut dapat bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan. Contoh dari analisis computer adalah tudor domain. segmen ini membentuk bagia dari reseptor lokus selTβ.

sebutan di atas merupakan sekuens dimana sebuah motif pendek berulang dalam tandem.spektokrofi NMR dan mikroskopi electron). dan basis data struktur untuk menyimpan data struktur protein maupun asam nukleat. Algoritma yang mendasari kerja BLAST adalah penyejajaran sekuens. tidak berulang. sementara metode-metode klastering digunakan untuk mempartisi data tersebut berdasarkan kesamaan ekspresi gen. Basis data sekuens biologis Sesuai dengan jenis informasi biologis yang disimpannya. dan DDBJ(en) (DNA Data Bank of Japan. bahkan genom dan menghasilkan data skala besar. basis data sekunder untuk menyimpan motif sekuens protein. Entri dalam UniProt mengandung informasi tentang sekuens protein. satu salinan DNA yang belum diketahui fungsinya atau signifikan.USA). PDB menyimpan data struktur sebagai koordinat tiga dimensi yang menggambarkan posisi atom-atom dalam protein ataupun asam nukleat.). basis data sekuens biologis dapat berupa basis data primer untuk menyimpan sekuens primer asam nukleat maupun protein. dan pustaka yang berkaitan dengan sekuens asam amino nukleat. Sumber utama data sekuens asam nukleat adalah submisi langsung dari pariset individual. Terakhir.dan DDBJ(Dna Data Bank of japan). nama organism sumber protein. elemen LTR ( ujung panjang yang berulang ) dan tranpor DNA. BLAST merupakan perkakas bioinformatika yang berkaitan erat dengan penggunaan basis data sekuens biologis. EMBL (Eropa). Selain berisi sekuens asam nukleat. basis data sekuens biologis dapat berupa basis data primer untuk menyimpan sekuens primer asam nukleat maupun protein. Ketiga basis data tersebut bekerja sama dan bertutur data secara harian untuk menjaga keluasan kecakupan masing-masing basis data. dan pendaftaran paten. sepanjang sekuens : 5. PDB adalah basis data tunggal yang menyimpan model structural tiga dimensi protein dan asam nukleat hasil penentuan eksperimental (dengan kristalografi-X. contoh beberapa basis data penting yang menyimpan sekuens primer protein adalah PIR (protein informasi resource. Penelusuran BLAST pada basis data sekuens memungkinkan gen sejenis pada beberapa organisme atau untuk memeriksa keabsahan hasil sekuensing maupun untuk memeriksa fungsi gen hasil sekuensing. Sementara itu.GAGAGAGAGAGAGAGAGAGAGAGAGAGAGAGA 3. Sebagai contoh. Basis data utama untuk sekuens asam nukleat saat ini adalang GenBank (Amerika Serikat). Satu dari mikro satelit dapat dilihat di bawah ini yang mempunyai motif GA berulang sebanyak 16 kali. dan komentar yang umumnya berisi penjelasan mengenai fungsi protein tersebut. Jepang). pustaka yang berkaitan. proyek sekuens genom. Sesuai dengan informasi biologis yang disimpanya.EMBL(Eropa). Dua mikrosatelit. Metode-metode pengalian data diterapkan pada data tersebut untuk memperoleh pola-pola informative. dan basis data struktur untuk menyimpan data struktur protein maupun asam nukleat. entri dalam basis data sekuens asam nukleat umumnya mengandung informasi tentang jenis asam nukleat (DNA atau RNA). Ketiga basis data tersebut telah digabungkan dalam UniProt yang didanai sebagian besar oleh AS. Swiss-Prot(EUR). kira-kira 50% dari segmen 50kb pada genom manusia terbuat dari peregangan non gen.CTCTCTCTCTCTCTCTCTCTCTCTCTCTCTCT Mikrosatelit kedua meliputi 6 motif TATT berulang. metode-metode komprasi digunakan untuk membandingkan ekspresi diantara gen-gen. basis data sekunder untuk menyimpan motif sekuens protein. nama organism sumber asam nukleat tersebut. Ketiga basis data . dan TrEMBEL(EUR). Basis data utama untuk sekuens asam nukleat saat ini adalah GenBank (Amerika Serikat). Analisis ekspresi gen Analisis klastering ekspresi gen pada kangker payudara Ekspresi gen dapat ditentukan dengan mengukur kadar mRNA dengan berbagai macam teknik. Teknik-teknik tersebut umumnya diterapkan pada analisis ekspresi gen skala besar yang mengukur ekspresi banyak gen.

Baris sekuens dalam suatu alignment diberi sisipan (umumnya dengan tanda "–") sedemikian rupa sehingga kolomkolomnya memuat karakter yang identik atau sama di antara sekuens-sekuens tersebut. nama organisme sumber asam nukleat tersebut. nama organisme sumber protein. entri dalam basis data sekuens asam nukleat umumnya mengandung informasi tentang jenis asam nukleat (DNA atau RNA). dan pendaftaran paten. Berikut adalah contoh alignment DNA dari dua sekuens pendek DNA yang berbeda. Entri dalam UniProt mengandung informasi tentang sekuens protein. Algoritmayang mendasari kerja BLAST adalah penyejajaran sekuens. Hal ini berguna misalnya untuk menemukan gen sejenis pada beberapa organisme atau untuk memeriksa keabsahan hasil sekuensing maupun untuk memeriksa fungsi gen hasil sekuensing. "ccatcaac" dan "caatgggcaac" (tanda "|" menunjukkan kecocokan atau match di antara kedua sekuens). contoh beberapa basis data penting yang menyimpan sekuens primer protein adalah PIR (Protein Information Resource. Ketidakcocokan (mismatch) dalam alignment diasosiasikan dengan proses mutasi. ccat---caac | || |||| caatgggcaac Sequence alignment merupakan metode dasar dalam analisis sekuens. Bank Data Protein) adalah basis data tunggal yang menyimpan model struktural tiga dimensi protein dan asam nukleat hasil penentuan eksperimental (dengan kristalografi sinar-X. dan komentar yang umumnya berisi penjelasan mengenai fungsi protein tersebut. Sequence . Ketiga basis data tersebut telah digabungkan dalam UniProt (yang didanai terutama oleh Amerika Serikat). Amerika Serikat). Hasil dari proses tersebut juga disebut sebagai sequence alignment atau alignment saja. PDB (Protein Data Bank. Swiss-Prot (Eropa). Sementara itu. BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) merupakan perkakas bioinformatika yang berkaitan erat dengan penggunaan basis data sekuens biologis.tersebut bekerja sama dan bertukar data secara harian untuk menjaga keluasan cakupan masingmasing basis data. dan TrEMBL (Eropa). proyek sekuensinggenom. Penelusuran BLAST (BLAST search) pada basis data sekuens memungkinkan ilmuwan untuk mencari sekuens asam nukleat maupun protein yang mirip dengan sekuens tertentu yang dimilikinya. Metode ini digunakan untuk mempelajari evolusi sekuens-sekuens dari leluhur yang sama (common ancestor). dan pustaka yang berkaitan dengan sekuens asam nukleat tersebut. tanda "–") diasosiasikan dengan proses insersi atau delesi. spektroskopi NMR dan mikroskopi elektron). Selain berisi sekuens asam nukleat. sedangkan kesenjangan (gap. pustaka yang berkaitan. Penyejajaran sekuens Penyejajaran sekuens (sequence alignment) adalah proses penyusunan/pengaturan dua atau lebih sekuens sehingga persamaan sekuens-sekuens tersebut tampak nyata. Sumber utama data sekuens asam nukleat adalah submisi langsung dari periset individual. PDB menyimpan data struktur sebagai koordinat tiga dimensi yang menggambarkan posisi atom-atom dalam protein ataupun asam nukleat.

kedua sekuens dalam contoh alignment di atas bisa jadi berevolusi dari sekuens yang sama "ccatgggcaac". BLAST adalah salah satu metode alignment yang sering digunakan dalam penelusuran basis data sekuens. namun kedua metode tersebut sangat memakan waktu dan relatif mahal. HMM). Misalnya. Selain itu. HMM merupakan model statistika yang mulanya digunakan dalam ilmu komputer untuk mengenali pembicaraan manusia (speech recognition). yaitu alignment atas bagian-bagian dalam sekuens. BLAST menggunakan algoritma heuristikdalam penyusunan alignment. seperti prediksi daerah pengkode protein dalam genom dan prediksi struktur sekunder protein. Kedua metode tersebut menerapkan pemrograman dinamik (dynamic programming) dan hanya efektif untuk alignment dua sekuens (pairwise alignment) Clustal adalah program bioinformatika untuk alignment multipel (multiple alignment). meramalkan struktur tersier dan struktur sekunder berdasarkan struktur primer protein). Selain digunakan untuk alignment.alignment memberikan hipotesis atas prosesevolusi yang terjadi dalam sekuens-sekuens tersebut. yaitu alignment beberapa sekuens sekaligus. Beberapa metode alignment lain yang merupakan pendahulu BLAST adalah metode "NeedlemanWunsch" dan "Smith-Waterman". Metode Smith-Waterman menghasilkan alignment lokal. Dalam kaitannya dengan hal ini. Metode Needleman-Wunsch digunakan untuk menyusun alignment global di antara dua atau lebih sekuens. yaitu alignment atas keseluruhan panjang sekuens tersebut. bentuk struktur protein diungkap dengan kristalografi sinarX ataupunspektroskopi NMR. Metode lain yang dapat diterapkan untuk alignment sekuens adalah metode yang berhubungan dengan Hidden Markov Model ("Model Markov Tersembunyi". Dua varian utama Clustal adalah ClustalW dan ClustalX. yaitu prediksi struktur tersier protein . Secara umum. metode sekuensing protein relatif lebih mudah mengungkapkan sekuens asam amino protein. HMM juga digunakan dalam metodemetode analisis sekuens lainnya. Sementara itu. sequence alignment juga digunakan untuk mencari sekuens yang mirip atau sama dalam basis data sekuens. metode prediksi struktur protein yang ada saat ini dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok. alignment juga dapat menunjukkan posisiposisi yang dipertahankan (conserved) selama evolusi dalam sekuens-sekuens protein. yang menunjukkan bahwa posisi-posisi tersebut bisa jadi penting bagi struktur atau fungsi protein tersebut. Salah satu penerapan metode ini adalah pemodelan homologi (homology modelling). Prediksi struktur protein Secara kimia/fisika. yaitu metode pemodelan protein komparatif dan metode pemodelan de novo. Pemodelan protein komparatif (comparative protein modelling) meramalkan struktur suatu protein berdasarkan struktur protein lain yang sudah diketahui. Prediksi struktur protein berusaha meramalkan struktur tiga dimensi protein berdasarkan sekuens asam aminonya (dengan kata lain.

Analisis ekspresi gen Ekspresi gen dapat ditentukan dengan mengukur kadar mRNA dengan berbagai macam teknik (misalnya dengan microarray ataupun Serial Analysis of Gene Expression ["Analisis Serial Ekspresi Gen". Analisis Ekspresi Gen Buka situs NCBI ↓ Isi kotak search nucleotide for dengan nama gen yang akan dianalisis (kode keterangan homosapiens) ↓ Pilih gen yang akan dianalisis ↓ Copy sekuens dalam region CDS ↓ Buka situs NCBI lagi kemudian klik OFR Finder ↓ . misalnya proyek Folding@home) maupun komputasi grid. SAGE]). daerah-daerah yang penting bagi fungsi protein dipertahankan strukturnya. Metode-metode yang tergolong dalam protein threading berusaha menentukan tingkat kompatibilitas tersebut. sementara metode-metode klastering (clustering) digunakan untuk mempartisi data tersebut berdasarkan kesamaan ekspresi gen. Latar belakang protein threading adalah bahwa struktur protein lebih dikonservasi daripada sekuens protein selama evolusi. Pada pendekatan ini. misalnya dengan menirukan proses pelipatan (folding) protein dari sekuens primernya menjadi struktur tersiernya (misalnya dengan simulasi dinamika molekular). Dalam pendekatan de novo atau ab initio. Sebagai contoh. sehingga saat ini hanya digunakan dalam menentukan struktur protein-protein kecil.berdasarkan kesamaan struktur primer protein. Cara Kerja A. Terdapat banyak kemungkinan dalam pendekatan ini. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kekurangan sumber daya komputasi tersebut. Metode-metode penggalian data (data mining) diterapkan pada data tersebut untuk memperoleh pola-pola informatif. struktur protein ditentukan dari sekuens primernya tanpa membandingkan dengan struktur protein lain. misalnya dengan superkomputer (misalnya superkomputer Blue Gene [1] dari IBM) atau komputasi terdistribusi (distributed computing. struktur yang paling kompatibel untuk suatu sekuens asam amino dipilih dari semua jenis struktur tiga dimensi protein yang ada. Pemodelan homologi didasarkan pada teori bahwa dua protein yang homolog memiliki struktur yang sangat mirip satu sama lain. atau dengan optimisasi global fungsi energi protein. Selain itu. Pada metode ini. struktur suatu protein (disebut protein target) ditentukan berdasarkan struktur protein lain (protein templat) yang sudah diketahui dan memiliki kemiripan sekuens dengan protein target tersebut. Teknik-teknik tersebut umumnya diterapkan pada analisis ekspresi gen skala besar yang mengukur ekspresi banyak gen (bahkan genom) dan menghasilkan data skala besar. Prosedur-prosedur ini cenderung membutuhkan proses komputasi yang intens. metode-metode komparasi digunakan untuk membandingkan ekspresi di antara gen-gen. penerapan lain pemodelan komparatif adalah protein threading yang didasarkan pada kemiripan struktur tanpa kemiripan sekuens primer.

Carilah frame mana yang merupakan sekuens gen pengkode protein target dengan mencocokan sekuens asam amino yang didapat dengan sekuens asam amino pada tampilan awal identitas gen (features) Ekspresi Gen Hasil Pengamatan Kode gen : Nama Gen : CDS : frame +1 +2 Kode gen NM_002692 NM_002692 NM_002692 Homosapiens G-rich RNAsequens binding factor 1 (GRSF1) 283-4002 Nama gen Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA CDS 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 Length AA 1239 35 60 63 33 241 59 35 88 95 64 lenght 3720 108 183 192 102 180 108 267 279 195 ORF 1 4 4 4 4 1 5 5 5 5 5 Star 34 2 2 5 2 1 2 1 Stop 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 +3 -1 NM_002692 NM_002692 -2 NM_002692 -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 35 65 73 64 73 107 198 222 195 222 10 10 10 10 10 1 6 3 2 1 1 1 1 . akan muncul 6 frame ↓ Klik frame tersebut satu-persatu maka akanmuncul sekuens asam amino hasil transkripsi CDS yang telah dimasukan tadi.Masukan sekuens CDS yang telah di-copy (langkah 4) ke kolom FASTA Format-V ↓ Klik Orf Find.

1 AAC.1 XP.1 Homosapiens tumor protein SPESIES Pan troglodytes Macaca mulatta Callithrix jacchus Bos Taurus Sus scrofa Ailuropoda melanoleuca Mus musculus Rattus norvegicus Danio rerio Xenopus laevis SCORE BIT 764 737 739 711 615 610 607 515 - Keterangan : Pan troglodytes Macaca mulatta Callithrix jacchus Bos Taurus Sus scrofa Ailuropoda melanoleuca Mus musculus Rattus norvegicus Danio rerio Xenopus laevis : : : : : : : : : : Simpanse afrika Monyet reshus Monyet kecil Sapi tanduk panjang Babi Hutan Panda Tikus Tikus gede Ikan gubby garis zebra Katak Hutan .2 XP.413344.1 NP.001912188.1 BAA78379.91535.002747994.1 XP.-Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -3 NM_002692 -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA -Homosapiens G-Rich RNA 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 283-4002 63 38 40 57 124 210 65 4 75 192 117 123 174 375 631 198 126 228 10 10 10 10 10 4 4 4 4 2 2 3 2 3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Homologi protein Organisme : Kode mRNA XP_523149.511957.2 AAB.601040616.53040.1 AAB.

8./ .# 4248.# 4248.5038  #.5038  #.9/03.7 $945   *  *  4248.#                                                           *  *                                                                                        *  4248..947 #$  $   17.5038  #.8.380:038035034/05749039.#806:038-3/31.# 4248.# 4248.390.03 $ 039 039 # $9.380:038.202..8:.# 4248.9:708             8570803 ./.034248.38758$.2.709 /03.2.39. 0442$%472.9.# 4248.5038  #.2.17.234.3.3203.380:038$.2.3.8!03.3 ...5038  #.5038  #.9.5038  #.4.45 .2090780-:98..5038  #.5038  #.7.32:3.# 4248.3207:5.# 4248.5038  #.3 4/003*  .5038  #.9 '   713/ .5038  #.9: 5078.8.9:2.# 4248.3//..2345./0399.:17.# 4248.2..# 4248.2.8:.25.:80:038.5038  #.3 90.5038 7.5038  #.# 4248.5.5038  #.# 4248.#                                                                    .# 4248.32:3.20 4/003 .5038  #.803 10..234.380:038./ ..897.4.20  17./2.

.2:.# 4248.:8  !      48%..:7:8$.5038  #.0.741.2:..4309708:8 .5038  #.3 $:88.:7:8  !   $:88.     . 48%.     :7454/.#  *  4248.# 4248.741.3 !.0.3   ...3 :7454/...347074. 4248.5038  #.97.5038  #..!.0..99:8347.# 4248.# 4248.5038  #.      :82:8.5038  #.8..3.39744/908$25...:843090.99:8347.3:--.3.99.0.59..5038  #.:8%:80/0 .::8     #.20.17.99.::8%:8 #. .340:.9. 0345:8.3/:5.#                                                                                                                                 4244574903 7.50389:247574903 4/02# $!$$ $ #% !*  !.# 4248.5038  #.347074   0345:8..# 4248.39744/908  !   .97.20.340:.780-7.3/.:9.-:9. :82:8.5038  #.8   0907.# 4248.380.:8   !   ..38204248.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful