I. A.

PENDAHULUAN

Pengertian Ekologi Hutan Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel

(1869), yang mana ekologi ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu : Oikos Logos = Tempat tinggal (rumah) = ilmu, telaah.

Oleh karena itu, Ekologi adalah ilrnu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya. Hubungan tersebut demikian komplek dan eratnya sehingga Odum (1959) menyatakan bahwa ekologi adalah Enviromental Ecology. Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohonan dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan antara di luar hutan. Didalam suatu hutan, alam

hubungan

tumbuh-tumbuhan,

margasatwa,

dan

lingkungannya demikian eratnya, sehingga hutan dipandang sebagai suatu sistem ekologi atau ekosistem. Ekologi Hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistim hutan. B. Bidang Kajian Ekologi Kutan Didalam Ekologi ada dua bidang kajian, yaitu 1. Autekologi : Ekologi yang mempelajari suatu jenis organisma yang berinteraksi dengan 1ingkungannya atau ekologi sesuatu

jenis

atau

bagian

ekologi

yang

mempela jari faktor

pengaruh

sesuatu satu

lingkungan

terhadap

atau lebih jenis-jenis organisme.

2. Sinekologi : Bagian ekologi yang mempelajari berbagai kelompok organisme

sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi dan dengan antar sesamanya dalam

lingkungannya

suatu daerah.

Dalam pengaruh tumbuhnya

ekologi suatu satu faktor atau

hutan,

autekologi terhadap

mempelajari hidup dan

lingkungan lebih

jenis-jenis

pohon.

Jadi,

penyelidikannya

mirip

fisiologi

tumbuh-tumbuhan,

sehingga aspek-aspek tertentu dari autekologi, seperti penelitian fisioekologi tentang pertumbuhan pohon serir.g disebut

(phisiological

ecology).

Contoh

penelitian

autekologi adalah : 1) Pengaruh intensitas Shorea cahaya leprosula N terhadap terhadap

pertumbuhan jenis 2) Pengaruh dosis

pupuk sengon.

pertumbuhan jenis

Sedangkan Sinekologi mempelajari hutan sebagai suatu ekosistem. Contoh kajian sinekologi adalah pengaruh

keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi, struktur dan produktivitas hutan. Dalam maupun ekologi hutan baik penge tahuan autekologi kita

sinekologi

bersama-sama

diperlukan,

karena

memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat berbagai jenis pohon yang membentuk hutan dan pengetahuan tentang hutan sebagai suatu ekosistem.

C. Sangkut Paut Ekologi Hutan dengan Bidang Ilmu Lain Berhubung di dalam ekologi hutan yang dipelajari

adalah tumbuh-tumbuhan hutan dan keadaan tempat tumbuhnya, maka semua bidang ilmu yang mempelajari kedua komponen ekosistem hutan tersebut sangat diperlukan, yakni: (1). Taksonomi tumbuh-tumbuhan (terutama Dendrologi). Bidang ilmu ini sangat diperlukan untuk pengenalan jenis-jenis tumbuhan di hutan. Untuk pengenalan jenis ini diperlukan buku-buku pengenalan jenis yang praktis, selain buku-buku flora yang sudah ada yang bersifat komprehensif. Cara pengenalan jenis pohon dalam buku-buku itu

dititikberatkan pada sifat-sifat generatif (reproduktif), yaitu berdasarkan sifat-sifat bunga dan buah. Padahal

menurut pengalaman di lapangan seringkali dijumpai pohonpohon yang sedang tidak berbunga atau berbuah, atau sukar sekali untuk mendapatkan contoh-contoh bunga dan buah. Karena itu, untuk keperluan di lapangan dibutuhkan cara pengenalan jenis pohon yang terutama didasarkan pada sifat-sifat vegetatif, yaitu sifat-sifat batang pohon

(kulit, getah dan kayu) , daun dan kuncup, kemudian baru sifat-sifat generative. Cara pengenalan ini tidak terikat pada sistem taksonomi tumbuh-tumbuhan. Di Filipina cara pengenalan demikian telah dirintis oleh Tamolang (1959), di Malaysia oleh Kochummen (1963), di Indonesia oleh

Endert (1928, 1956) dan Verteegh (1971) dan di Pantai Gading, Afrika, oleh den Outer (1972) . Kepulauan Indonesia, sebagai bagian dari daerah flora Malesia, terkenal sebagai daerah flora hutan yang kaya. tetapi pengetahuan kita tentang jenis tumbuh-tumbuhan di daerah ini masih amat kurang. Banyaknya jenis tumbuhtumbuhan di daerah inipun belum diketahui dengan pasti (Van Steenis, 1948). Menurut taksiran Van Steenis (op.cit) di daerah Malesia terdapat kira-kira 3000 jenis pohon. Menurut Lembaga Penelitian Hutan di Indonesia terdapat lebih kurang 4000 jenis pohon. Dari sekian banyak jenis itu baru sebagian kecil tercakup dalam buku-buku flora yang tersedia. Akibatnya, pengenalan masih tergantung pada jasa para pengenal pohon setempat. Dengan bantuan koleksi contoh dapatlah tumbuh-tumbuhan disusun daftar yang nama kemudian pohon-pohon dideterminasi, untuk daerah

tertentu, yang dapat mempermudah inventarisasi hutan.

(2). Geologi dan Geomorfologi Ilmu-ilmu ini diperlukan dalam ekologi hutan, karena keadaan geologi dan geomorfologi mempengaruhi pembentukan dan sifat-sifat tanah serta penyebaran dan hidup tumbuh-

curah hujan. jenis-jenis batuan yang berbeda berlainan.tumbuhan. kelembaban. seperti akan Pada menghasilkan jenis dan jenis-jenis keadaan dan tanah tanah yang yang khusus. vegetasi serta mempengaruhi kesuburan dan produktivitas hutan. berlainan. Pada keadaan iklim yang sama. melalui perbedaan iklim yang ditimbulkannya. Faktor-faktor suhu (temperatur). akan tanah pasir kuarsa tanah serpentin. Iklim mikro dari sesuatu ternpat yang dipengaruhi keadaan . Disamping itu. (4). Ilmu Tanah Ilmu tanah yang murni seringkali disebut pedologi tetapi sebagai faktor tempat tumbuh disebut edafologi. sifat-sifat serta keadaan tanah seringkali menyebabkan mempengaruhi terbentuknya penyebaran tipe-tipe tumbuh-tumbuhan. Klimatologi Iklim penyebaran adalah faktor terpenting yang mempengaruhi iklim seperti tumbuh-tumbuhan. perbedaan letak tinggi mempengaruhi penyebaran tumbuh-tumbuhan. Perbedaan jenis tanah. dan defisit tekanan uap air besar pengaruhnya pada pertumbuhan pohon. (3). Keadaan topografi juga mempengaruhi komposisi dan kesuburan tegakan hutan. melalui perbedaan pada kesuburan dan keadaan air tanah. terbentuk tipe hutan yang khusus pula.

Jadi pada akan hidup umumnya sangat informasi berguna fisiologi mempelajari tumbuh-tumbuhan proses-proses untuk tumbuh-tumbuhan. inilah berkembang sosiologi tumbuh-tumbuhan (phytososiologi) dan ekologi tumbuh-tumbuhan. yang mana memerlukan pengetahuan tentang proses-proses kimia yang berhubungan dengan aktivitas biologis yang terjadi.topografi dapat mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan pohon. Informasi tersebut bisa diperoleh dari ilmu biokimia. (6). untuk dapat mempelajari . dan akan sangat membantu dalam mempelajari susunan serta penyebaran £ormasi-formasi hutan. Pada taraf kemajuan sekarang ekologi hutan masih memerlukan informasi dari geografi tumbuh-tumbuhan untuk mengerti pola penyebaran berbagai jenis pohon dalam hubungannya dengan keadaan fisik bumi. Fisiologi Tumbuh-tumbuhan dan Biokimia Telah dikemukakan bahwa autekolcgi mempunyai kegiatan yang mendekati fisiologi dari tumbuh-tumbuhan. (5). Geografi tumbuh-tumbuhan Pada tumbuhan permulaan merupakan perkembangannya dari ekologi tumbuh- cabang geografi pengaruh tumbuh-tumbuan faktor-faktor Dari (phytogeografi) lingkungan cabang yang membahas penyebaran terhadap tumbuh-tumbuhan. Misalnya. terutama iklim dan geomorfologi atau fisiografi.

maka pada tempat itu terjadi timbul hybridisasi jenis pohon antara baru kedua yang jenis itu. pada keadaan-keadaan tertentu. untuk mengerti sifat-sifat ekologis sesuatu jenis atau beberapa jenis pohon diperlukan pula pengatahuan tentang genetika. sehingga berada sifat-sifatnya diantara sifat-sifat kedua jenis induknya. Perbedaan ini bukan hanya dalam bentuk pertumbuhannya tetapi seringkali pula dalam hal adaptasi dan persyaratan terhadap keadaan tempat tumbuhnya. Genetika Tumbuh-tumbuhan Suatu jenis tumbuh-tumbuhan yang penyebarannya luas seringkali memperlihatkan perbedaan menurut letak geografi dan keadaan lingkungan-nya. Demikianlah. melalui penggunaan kedua bidang ilmu ini .pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap produksi getah karet atau getah pinus perlu pula pengetahuan tentang proses pembentukan getah dan proses-proses biokimia lainnya yang mempengaruhi atau berkaitan dengannya. Oleh karena itu. sebagai akibat dari mutasi dan polyploidy. yang berakar pada sifat-sifat genetis. Matematika dan Statistika Kedua ilmu ini sangatlah kuantitatif penting terhadap untuk berbagai memformulasikan dugaan proses ekologis yang terjadi pada ekosistem hutan. (8). (7). Adakalanya apabila daerah penyebaran dari dua jenis pohon berimpitan pada suatu tempat.

aspek-aspuk ekologi hutan yang penting dipelajari adalah : (1). permudaan pohon atau permudaan hutan d. Status Ekologi Hutan dalam Ilmu Pengetahuan Kehutanan Ekologi Hutan merupakan ilmu dasar yang bersifat integratif (mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar lain) yang merupakan ilmu dasar penting bagi silvikultur. riap (pertumbuhan) pohon/hutan . sehingga hutan ditingkatkan baik kualita rnaupun kuantitanya. yakni ekologi hutan mempelajari hutan sebagai ekosistem (jadi lawasannya lebih luas). mempelajari komposisi dan struktur hutan alam (2). D. Perbedaan ekologi hutan dengan silvika hanyalah pada lawasan kajiannya. Aspek-aspek Ekologi Hutan yang renting Dalam ilmu kehutanan. penyebaran jenis-jenis pohon c. sedangkan silvika lebih terarah pada silvikultur dan lebih mendekati autekologi. ekologi hutan hampir sama dengan silvika. E. Dengan pengetahuan ekologi hutan dan fisiologi silvikultur pohon yang yang tepat bisa ditentukan produksi tindakan dapat tepat. mempelajari hubungan tempat tumbuh denyan: a. komposisi dan struktur hutan b.faktor lingkungan terhadap yang berperan dan seberapa suatu jauh hutan peranannya penelitian kelestarian dapat diperkirakan. dalam terminologi kehutanan.

(5). fenologi pohon (musim berbunga. (3). mempelajari siklus hara mineral. dan metabolisme. . mempelajari hubungan antara kesuburan tanah. pergantian daun). siklus air. berbuah. mempelajari suksesi vegetasi hutan secara alam dan setelah terjadi kerusakan.e. mempelajari syarat-syarat keadaan tempat tumbuh penanaman atau permudaan alam (4). iklim dan faktor-faktor lain dengan produktivitas hutan (6).

yaitu organisme yang mampu mensitesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun. EKOSISTEM A. ekosistem terdiri atas: 1) Komponen autotrofik. Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar ekologi. yaitu organisme yang sumber makanannya diperoleh dari bahan-bahan organik yang dibentuk kembali oleh dan komponen menguraikan aututrofik. Komponen Ekosistem Dari Segi "trophic level". Pengertian Ekosistem adalah suatu sistem di alam yang mengandung komponen hayati (organisme} dan komponen nonhayati (abiotik).II. Pencetus istilah ekosistem adalah A. B. beberapa dan kepustakaan. dimana antara kedua komponen tersebut terjadi hubungan timbal balik untuk mempertukarkan zat-zat yang perlu untuk mempertahankan kehidupan. abiotik dan ekosistem.G. Dalam geocoenosis. Tarisley pada tahun 1935. bahan-bahan penyusun organik . 2) Komponen heterotrofik. karena ekosistem mencakup organisme dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi. secara biogeocoenosis (geobiocoenosis) berurutan digunakan untuk komponen biotik. 1. istilah biocoenosis. seorang ekolog Inggeris.

udara. sinar matahari. Untuk tujuan deskripsif. komponen ekosistem terdiri atas : 1) Komponen abiotik yaitu komponen fisik dan kirnia seperti tanah. Dari segi penyusunnya (struktur). dll. mampu umumnya berklorofil. lemak. 2) Produsen tumbuhan yaitu organisme yang autotrofik.' yang merupakan medium untuk berlangsungnya kehidupan. yaitu .kompleks yang telah mati kedalam senyawa anorganik sederhana. karbohidrat. organisme lain atau bahan organik. N. H20. dan menyerap melepas sebagian bahan-bahan penguraian sederhana tersebut yang dapat dipakai oleh produsen. dan faktor fisik lainnya) 4) Produser 5) Konsumer makro ("phagotroph" umumnya hewan) yaitu yang organisme memakan heterotrofik. yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organik yang berasal hasil yang dari organisme mati. 6) Konsumer mikro (saprotroph. dll) 2) Senyawa organik (protein. Co2. dll) 3) Iklim fsuhu. komponen-komponen ekosistem seyogyanya diperinci sebagai berikut : 1) Bahan-bahan anorganik (C. air. osmotroph). mensintesis makanannya sendiri dari bahan anorganik 3) 4) Konsumen yaitu organisme heterotrofik Pengurai.

yaitu organisme yang mengkonsumsi organisme lainnya. Point (1) s/d (3) adalah Komponen abiotik. organik yang yaitu telah organisme mati. (3). hLjau). dll. membebaskan bahan-bahan anorganik sederhana yang berguna bagi produser. (5). daratan). konsumer dapat juga dibedakan kedalam: 1) Konsumer I (konsumer primer) adalah hewan-hewan herbivora yang makanannya bergantung pada produser (tumbuhan kelinci. yang menghancurkan hasil bahan organik mati.organisme heterotrofik. Dari suatu ekoisist em sebaiknya dianalisis menurut : (1). Rantai pangan Pola keanekaragaman dalam ruang dan wakcu Siklus nutrien Pengembangan dan evolusi Kontrol (sibernetik) Dalam hal konsumer. (ekosistem krustacea. dan menyerap sebagian perombakannya. Point (4) s/d (6) adalah komponen biotik. moluska. Aliran energi (2). umumnya jamur dan bakteri. rodentia. (4}. (6). contoh : insekta. Organisme heterotrofik dapat juga dibedakan kedalam : 1) Biophage. pengurai segi bahan-bahan fungsional. selain pembagian di atas. dll (ekosistem akuatik) 2) Konsumer II (konsumer sekunder)adalah karnivora . 2) Saprophage.

dll. Scavenger dan saprobe C. 3) Konsumer III (konsumer tertier) adalah karnivora dan omnivora. Macam dan Ukuran Ekosistem Berdasarkan ekosistem. dll.dan burung omnivora yang memakan herbivora. karena: 1) Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan. ular. lembah sungai) 3) Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir. hutan tanaman. basah. lempung. seluas danau. Ukuran ekosistem bervariasi dari sebetsar kultur dalam botol di laboratorium. 2) Ekosistem buatan: sawah. misal singa. rubah. proses terjadinya ada dua macam tambak. kering) D. kucing. sungai. sungai. all. . disebut juga Top-Konsumer 4) Parasit. lautan sampai biosfir ini. dll. Faktor Penyebab Perbedaan Ekosistem Ekosistem yang satu berbeda dengan ekosistem yang lain. hari-mau. hutan savana) 2) Perbedaan letak dari permukaan laut. hutan alam. topografi dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan. kebun. danau alam. yaitu: 1) Ekosistem alam: laut. hutan musim. lereng pegunungan yang curam. contoh: gagak..

Tahap-tahap Dasar Operasi pada Ekosistem 1) Penerimaan energi radiasi 2) Pembuatan bahsn-bahan organik dari bahan anorganik oleh produser 3) Pemanfaatan produser oleh konsumer dan lebih jauh lagi pada bahan-bahan terkonsumsi 4) Perombakan yang mati bahan-bahan oleh organik dari organisme bentuk dekomposer kedalam anorganik sederhana untuk penggunaan ulang oleh produser.Kolam . Ekosistem air tawar .Secara umum. Ekologi Niche Niche adalah peranan suatu mahkluk hidup dalam suatu habitat. dll.Sungai . Dengan demikian ekologi niche adalah peran .Danau . yaitu: 1) Ekosistem terestris − Ekosistem hutan − Ekosistem padang rumuput − Ekosistem gurun − Ekosistem anthropogen (sawah. Ekosistem lautan E. kebun. (b). ada dua tipe ekosistem. F. Sedangkan habitat adalah tempat hidup organisme.} 2) Ekosistem akuatik (a).dll.

Misal. dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk tetapi energy tak pernah dapat diciptakan atau dimusnahkan. .85% . Energi dalam Ekosistem .15% dipantulkan. 57% energi surya diserap atmosfir. 80 . Ekologi niche mencakup species organisme. 5% ditransmit.Perilaku energi di alam mengikuti Hukum Thermodinamika.total dari suatu species dalam komunitas. G. Dari sekitar ±3% energi surya yang mengenai permukaan tumbuhan. . spesialisasi dari populasi species dalam suatu komunicas. kimia. tidak ada transformasi menjadi secara energi spontan potensial dari suatu bentuk dengan energi berlangsung efisien 100%. yaitu: Hukum Thermodinamika I: Energi lainnya.Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Hukum Thermodinamika II: Setiap terjadi perobahan bentuk energi pasti terjadi degradasi menjadi energi bentuk dari energi bentuk yang energi terpencar yang atau terpusat karena berbagai energi selalu memencar menjadi panas. 10 .Bentuk energi yang berperan penting pada mahkluk hidup adalah energi mekanik. areal tempat hidup. dan 35 % disebarkan untuk memanaskan air dan daratan. radiasi dan panas. faktor lingkungan.

5%) dari total energi cahaya digunakan fotosintesis serta sisanya dirubah menjadi bentuk panas. berawal dari organisme mati ke mikroorganisme. 2) Rantai parasit. berawal dari organisme besar ke organisme kecil. 3)Rantai saprofit.Berbagai makanan organisme melalui yang memperoleh yang sama sumber dianggap langkah termasuk pada tingkat tropik yang sama.5 -3. H. . . Semakin pendek rantai pangan semakin besar energi yang dapat disimpan dalam bentuk tubuh organisme di ujung rantai pangan. Dalam suatu ekosistem. . dimulai dari hewan kecil sebagi mata rantai pertama ke hewan yang lebih besar dan berakhir pada hewan terbesar dimana landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. Rantai Pangan pangan ada1ah pengalihan energi dari Rantai sumberdaya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. Rantai pangan terdiri atas tiga tipe: 1) Rantai pemangsa. rantai-rantai pangan berkaitan satu sama lain membentuk suatu jaring-jaring pangan (food web).diserap dan ±2% (0. dikenal juga sebagai rantai pangan detritus.Dalam suatu ekosistem dikenal adanya tingkat tropik dari suatu kelompok organisme.

Semakin kecil ukuran organisme.. yang menggambarkan biomassa dalam setiap tingkat tropik. semakin kecil organisme semakin kecil biomassa yang dapat ditunjang pada suatu tingkat tropik dalam ekosistemnya. semakin besar rnetabolisrne per gram biomassa. . yang menggambarkan besarnya . yang menggambarkan jumlah individu dalam produser dan konsumer suatu ekosistem b) Piramida biomassa.Ukuran individu menentukan besarnya metabolisms suatu organisme.Fenomena interaksi antara rantai-rantai makanan dan hubungan metabolisme dengan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas mempunyai struktur tropik tertentu.Struktur tropik dapat diukur dan dipertelakan. Struktur Tropik dan Piramida Ekologi . . c) Piramida energi. baik dengan biomassa per satuan luas maupun dengan banyaknya energi yang ditambat per satuan luas per satuan waktu pada tingkat tropik yang berurutan. .Piramida ekologi dapat menggambarkan struktur dan fungsi tropic: Ada tiga tipe paramida ekologi yaitu : a) Piramida jumlah individu.Berdasarkan tingkat tropik : Tumbuhan hijau Herbivora Karnivora : tingkat tropik I : tingkat tropik II : tingkat tropik III Karnivora sekunder : tingkat tropik IV I. Oleh karena itu.

Istilah ini sama dengan bersih./ha/th. Semakin tinggi tingkat tropik. primer dibagi dua macam: Produktivitas (1). J. . Weight Ton/ha/th. semakin efisien dalam penggunaan energi. Produktivitas primer kotor: Kecepatan bahan selama asimilasi total fotosintesis.energi pada setiap tingkat tropik. primer bersih: (2).Produktivitas penyimpanan primer energi adalah oleh kecepatan organisme potensial produsen melalui proses fotosintesis dalam bentuk bahan-bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan pangan. . Unit satuannya: 1) 2) Ash Dry Free Dry Weight Kal. Produktivitas Kecepatan penyimpanan bahan-bahan organik dalam jaringan tumbuhan sebagai kelebihan bahan yang dipakai selama asimilasi untuk respirasi oleh tumbuh-tumbuhan pengukuran.Produktivitas sekunder adalah kecepatan penyimpanan energi potensial pada tingkat tropik konsumen dan pengurai. Produktivitas . mencakup pula organic yang dipakai untuk respliasi pengukuran. Istilah ini sama dengan total.

Siklus Biogeokimia . . kimia.000 20 .000 K.000 6. 4. 2. Sedangkan. termasuk untuk unsur utama dari dalam cenderung bersirkulasi biosfir dengan pola tertentu dari 1ingkungannya ke organisme dan kembali lagi ke lingkungan. Gurun dan tundra Padang rumput Hut an lahan kering Hutan konifer Hutan temperate basah Pertanian Hutan tropik dan subtropik Kcal/m2/th 200 2. .000 20. 6. 5.000 8.000 2. Ekosistem 1. 4.500 2.000 Produktlvitas Primer Kotor pada Ekosistem Terestris No.Unsur-unsur protoplasma.40 unsur yang sangat diperlukan oleh mahkluk hidup. 3.000 12.Produktivitas Primer kotor pada Ekosistem Akuatik Ho.500 3. 2. Ekosistem Prod . 7.Di alam telah diketahui ada ±100 unsur kimia. Laut terbuka Pesisir Upwelling Zone Estuari dan reefs 1. Primer Kotor Kcal/m2/th 1. tetapi hanya 30 . siklus ini disebut siklus biogeokimia. 3.

pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa anorganik yang penting untuk menunjang kehidupan disebut siklus hara. 2) Exchange atau Cycling pool : kecil. yaitu : 1) Reservoir poo_l : besar. misal siklus Posfor . lambat bergerak. dimana reservoir adalah di atmosfir atau hidrosfir {lautan). misal siklus Karbon (CO2) dan siklus Nitrogen (N) b) Tipe sedimen. tapi lebih aktif bertukar dengan cepat antara organisme dengan lingkungannya. siklus biogeokimia terdiri atas : a) Tipe gas. Kedua siklus tersebut masing-masing terdiri atas dua kompartemen atau dua pool. umumnya bukan komponen ekologi. Dilihat dari sudut biosfir secara keseluruhan. dimana reservoir adalah di kerak bumi.

di luar hutan. atau "abundance" (kerapatan.Struktur horizontal (distribusi spatial jenis) . lingkungan Sedangkan berbeda masyarakat Komunitas adalah tegakan.Kelimpahan biomasa).HUTAN SEBAGAI KOMUNITAS TUMBUHAN Hutan dikuasai adalah masyarakat yang tumbuh-tumbuhan suatu yang satuan yang tempat pohon-pohon menempati dan mempunyai sadaan dengan hutan Tumbuhan 1. Fungsi Komunitas adalah dan pola laju metabolisme. Perkembangan pembentukan tahap suksesi. Karakteristik Komunitas adalah sejarah dan evolusi komunitas atau tahap- 2.Struktur vertikal (stratifikasi) . produktivitas serasah siklus hara. Organisasi Komunitas adalah struktur. aliran energi.III. komposisi jenis dan organisasi tropic suatu komunitas. Struktur Komunitas terdiri atas: . 3. pembusukannya. .

Data Kualitatif a.keaneragaman jenis . dominansi DATA ANALITIK ORGANISASI KOMUNITAS • Struktur • Komposisi • Organisasi tropik DATA SINTETIK • Kehadiran dan konstansi • Kesetiaan • Dominansi • Indeks dominansi • Indeks asosiasi 1. rantai makanan DATA KUANTITATIF • Pola disttribusi • Frekuensi • Kerapatan • Penutupan tajuk.pengelompokkan secara kuantitatiif: species .Komposisi Flora Komposisi flora adalah daftar jenis tumbuhan dalam komunitas.B. yang berguna untuk mengetahui : .struktur tiap unit vegetasi . Jenis Data Vegetasi DATA KUALIFIKATIF • Komposisi flora • Stratifikasi dan aspection • Fenology • Vitalitas • Sosiabilitas • Life-form & fisiognomy • Organisasi tropic.kondisi lingkungan/habitat .tahap suksesi .

Tanda proses fenologi Masa kecambah Masa berbunga Masa berbuah :/ :/ : / / / / Masa penyebaran biji : .peningkatan pemanfaatan energi solar . atau studi tentang fase-frase pertumbuhan penting dalam sejarah hidup suatu tumbuhan. frequent (daya adaptasi luas).optimalisasi ruang tumbuh . seperti: saat biji berkecambah.optimalisasi pemanfaaCan unsur hara tanah.dominan. Stratifikasi terdiri : .akar Manfaat Stratifikasi : . berbunga. b. c. berbuah dan tersebarnya biji. jenis yang jarang (indikator habitat). gugur daun. Fenologi Fenologi adalah kalender fase-fase pertumbuhan yang dilalui oleh suatu tumbuhan selama sejarah hidupnya.pucuk . Aspect ion adalah perubahan per:ampakan vegetasi dalam kaitannya dengan musim. Stratifikasi dan "aspection" Stratifikasi adalah lapisan vertikal komunitas tumbuhan.

Sosiabilitas bergantung pada : . tetapi jumlahnya tak bertambah. .kemampuan bersaing.kondisi habitat . Sedangkan vigor adalah keadaan kesehatan tumbuhan. Klasifikasi vitalitas : yang siklus yang berkembang hidupnya.life-form .Vitalitas dan Vigor Vitalitas adalah kondisi dan kapasitas tumbuhan untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Klas 2 : Agak mengelompok. tumbuh sehat yang baik dan Klas 1 : Tumbuhan dapat menyelesaikan Klas 2 : Tumbuhan tersebar secara vegetatif. Klas 3 : Tumbuhan yang lemah yang tersebar secara vegetatif hidupnya. 1932): Klas 1 : Hidup menyendiri. dan tak pernah menyelesaikan siklus Sosiabilitas Sosiabiiitas masing adalah hubungan antara masing- jenis dan menunjukkan cara tumbuhan tersebar. Klas 4 : Tumbuhan yang jarang tumbuh dari biji. Klas Sosiabilitas (Brown-Blanquet.vigor .

bisa menggunakan klas-klas life-form dari Raunkaier (1934). herba. . lumut. terus ke herbivora dan karnivora. liana.Persentase Life-form adalah Σ species dalam suatu life-form —————————————————————————————— X 100% Σ species dalam semua life-form .Species dari life-form yang berbeda dapat hidup berasosiasi. Life-form (bentuk hidup) tumbuhan . Klas 5 : Membentuk hamparan yang luas dan rapat. Klas 4 : Mengelompok dalam kelompok yang besar dan kelompok terputus-putus. Brawn-Blanquet (1951).Klas 3 : Mengelompok dalam kelompok-kelompok yang tersebar. b) "Detritus food chain" : . Backer (1968) : pohon. epifit. karena mereka memanfaatkan sumberdaya alam pada waktu/ruang yang berbeda. Ada dua tipe rantai makanan : a) "Grazing food chain" : Rantai pangan yang dimulai dari tumbuhan. pakuan . dll. semak. Organisasi tropik dan rantai pangan Rantai pangan ada1ah pengalihan energi dari sumbernya berupa tumbuhan melalui sederetan organisma yang memakan dan yang dimakan.

dll. Faktor yang mempengaruhi pola sebaran spatial individu: a) Faktor vektorial dari aksi berbagai tekanan lingkungan luar (angin. Studi food chain dalam komunitas sangat berguna untuk mengetahui sistem transfer energi dalam komunitas. . 3) Beraturan (reguler.Rantai pangan yang dimulai dari organisme mati ke mikroorgnisme. intensitas cahaya). Species diversity meningkat maka "food chain" makin panjang. uniform) Mencerminkan adanya interaksi negatif antara individu seperti persaingan untuk ruang dan unsur hara atau cahaya. Jaring-jaring pangan ("food web") adalah keterkaitan antara berbagai rantai makanan dalam suatu komunitas. aliran air. mode reproduktif. behavior berkelompok. Data Kuantitatif a. detrivor dan predatornya. 2) Mengelompok ('clumped') Mencerminkan habitat yang heterogen. 2. Distribusi Spasial Individu tumbuhan Tiga tipe Pola Distribusi 1) Random (acak) Pola ini mencerminkan homogenitas habitat dan/atau pola behavior yang tidak selektif.

digunakan uji X2 dengan derajat bebas (q . dimana q = Σ frekuensi klas. c) Faktor sosial akibat pembawaan behavior (misal. Beberapa indeks penentuan poia Distribusi Spasial individu (1). 5%.2) . Variance Mean Ratio V/M = 1 (random) V/M > 1 (clumped) V/M < 1 (regular) Untuk menguj i apakah V/M < 1 atau > 1.. 5) Faktor stokastik akibat dari variasi acak dari berbagai faktor tersebut di atas. behavior teritorial) 4) Faktor koaktif akibat dari interaksi intraspecific (misal kompetisi). Contoh : .b) Faktor reproduksi sebagai akibat dari mode reproduktif organisme (cloning dan regenerasi progeni). yaitu : a) faktor intrinsik species (mis. koaktif) b) Faktor extrinsic (vector). pada tingkat peluang 1%. reproduktif. sosial.

9 = (n)p(1) = (100)(0.4493 x 100 0.3 individu Є(0) = (n)p(0) = (100)p(0) = (100)e-0.3594 = 0.01 100 .3594 = m e-m x n = 0.808/0.1 Pengujian V/M = 1? 1).8 ΣX2 – (ΣX)2/n n-1 Variance = [12(34)+22(14)+32(6)+02(46)] – (80)2/100 = = 0.808 V/M = 0.4493 x 100 = 0. Sp-X dalam masingmasing kuadrat Frekuensi 100 petak 0(46)+1(34)+2(14)+3(6) 100 kehadiran dalam 46 34 14 6 0 1 2 3 Mean (M)= = 0.8/1)(p(0)) = 100 x 0.1.Ada 100 petak Σ Ind.8 x e-0.2.8 x 100 = 0.82/2! x e-m x 100 = 0.4493 = 0.8 x 0.8/1 x 0.1438 x 100 = 14. Menghitung banyaknya petak yang mengandung 0.4 Є(1) Є(1) Є(2) .64/2 x 0.8 = 44.800 = 1.

386 = 1.2 1 2 3 4 Σ individu/petak Σ petak terobservasi Σ petak harapan Perbedaan Σ petaj antara terobservasi dan harapan X2 hitung = (Obs – є)2/є (1. Indeks Morisita (IS)   random IS = ∑1 1 2 Xi ( Xi −1) T (T − 1) Dimana : Xi = jumlah individu species X dalam petak ke-I (i=1.8 2. dimana q = Σ klas frekuensi = 4 X2 (α=0.1 1 34 35.9 35.9 1.2) = 1.1)2 + (1.4493 x 100 3.8 0 46 44.83/3! x e-m x 100 0.8 x 100 0.9)2 + (2.512/6 x e-0.3.4 Sehingga X2 hitung = X2 tabel 2).4123 X2 tabel(q-2).Є(3) = = = = 0.4 3 6 3.2)2 = 44.512/6 x 0.4 0.5.q) q T = jumlah seluruh petak = jumlah petak Kriteria : IS = 1 (random) IS > 1 (clumped) IS < 1 (regular) total individu dalam semua .9 3.9 1.8 = 1.9 2 14 14.2.……….

b.01) 3). Kerapatan Adalah jumlah suatu spesies dalam suatu unit area. 1 = clumping. .Pengujian IS = 1? IS (T-1)+ q – T Fo = Q – 1 Bila Fo ≥ Fαq-1 Clumped (α = 0.05 atau 0.Frekuensi Frekuensi adalah derajat penyebaran suatu jenis di dalam komunitas antara yang diekspresikan petak yang sebagai oleh perbandingan banyaknya diisi suatu jenis terhadap jumlah petak contoh seluruhnya. 0 = random. c. Frekuensi Relatif : persentase frekuensi suatu species terhadap jumlah frekuensi semua species. Satuan : ind/m2 (tumbuhan bawah) Ind/ha (pohon) Kerapatan relative: persentase kerapatan suatu spesies terhapdap jumlah kerapatan semua spesies. Kerapatan menunjukkan kelimpahan suatu spesies dalam suatu komunitas. Green’s Index ⎛ Variance ⎞ ⎜ ⎟ −1 ⎝ Means ⎠ GI = n −1 GI bervariasi dari: 0 sampai maximum.

cover digambarkan dalam "graph paper" dengan bantuan kuadrat (misal.100% "Law of Frequency" > A>B>C=D<E < (Persentase Frekuensi berdistribusi normal) Jika : (1) E > D : Komunitas Homogen (2) E < D : Komunitas terganggu (3) A. Di dalam hutan. 1934} : Klas A: species dengan frekuensi 1 . Di dalam komunitas rumput. E tinggi : Komunitas buatan (4) B.40% Klas C: species dengan frekuensi 41 .20% Klas B: species dengan frekuensi 21 . Tajuk adalah semua bagian tanaman yang terdapat di atas permukaan tanah.60% Klas D: species dengan frekuensi 61 .C. sehingga cover bisa > 100 %.D tinggi: komunitas heterogen 4.Cover (Penuntupan Tajuk) Cover adalah proyeksi vertikal tajuk terhadap permukaan tanah. Klas Penutupan Tajuk . 25 X 25 cm)atau menggunakan plantigraph. cover harus ditentukan untuk setiap strata vegetasi.80% Klas E: species dengan frekuensi 81 .Frekuensi Klas (Raun kaier.

100 % petak contoh adalah suatu kehadiran species dalam Constance (Kontansi) Constance adalah derajat/tingkat kehadiran suatu species dalam komunitas. Klas Konstansi Klas 1 : 1 .Banyak terdapat : 61 .Jarang : 1 .Sering terdapat: 41 – 60% terisi spesies . 3.80 terisi species. . . Data Sintetik Presence Presence komunitas.Klas A : Species dengan cover 5% Klas B : Species dengan cover 6 .25% Klas C : Species dengan cover 26 .20 % Frekuensi . Klas Kehadiran .75% Klas E : Species dengan cover 76 .40 petak contoh terisi species. : 81 .Selalu ada terisi species. Ibds). Naungan meningkat Pengukuran foliage cover bisa diganti dengan "basal area" (luas bidang dasar.100% Foliage cover meningkat ————-> Intercepting solar energi meningkat .Kadang terdapat : 21 .20 % petak contoh terisi species.50% Klas D : Species dengan cover 51 . .

Volume .species tersebut mempunyai toleransi tinggi .Indeks Nilai Penting (INP) INP = Kerapatan Relatif + Frekuensi Relatif + Dominansi Relatif INP maksimal 300%.Kerapatan .. Dominansi Relatif adalah persentase dominansi suatu species terhadap jumlah dominansi seluruh jenis.100 % Frekuensi c.Klas 2 : 21 .60 % Frekuensi Klas 4 : 61 .species tersebut berhasil beradaptasi .terhadap habitat . Konsep dominansi jenis sebagai petunjuk : .80 % Frekuensi Klas 5 : 81 .Luas Bidang Dasar . . Satuannya: M/ha. Dominansi adalah luas penutupan tajuk atau luas bidang dasar suatu species dalam satuan unit area tertentu.40 % Frekuensi Klas 3 : 41 . Parameter Penentu Dominansi Jenis .i :\sa dan mencirikan suatu komunitas.Foliage Cover (penutupan tajuk) . Dominansi Jenis Jenis dominan adalah jenis yang bei k.species tersebut menang dalam persaingan .Biomasa .

Nilai C bisa digunakan apakah suatu komunitas itu asosiasi atau konsosiasi. Hilai C ini bersifat relatif.tetapi tidak pada komunitas lain). Fidelity {Kesetiaan) adalah tingkat kesetiaan suatu species Fidelity dalam suatu komunitas. Klas 3 : Preferensial {berada pada beberapa habitat. . Nilai ID tinggi dominansi jenis dipusatkan pada satu dominansi jenis atau beberapa jenis. Nilai ID rendah dipusatkan pada banyak jenis.d. Indeks of Dominance (ID) Indeks of dominance adalah indeks untuk memeriksa tingkat dominansi suatu species dalam komunitas. Klas 4 : Indifferent/masa bodoh (berada secara teratur pada semua habitat). Klas Kesetiaan Jenis: Klas 1: Ekslusif Klas 2: terhadap (sering suatu jenis komunitas. Kals 5 : Strange/aneh (jarang dan secara kebetulan berada dalam komunitas). pada satu macam Selektif berada komunitas. tetapi tumbuh banyak pada beberapa habitat saja). N = Total INP atau total kerapatan . Simpson (1949) ID = C = E (ni/N)2 C = indeks of dominance ni = INP atau kerapatan atau biomasa suatu species.atau biomasa dari semua species. e.

Metode mendeteksi interspesif ic asosiasi. . db = 1) Bila X2hit ≥ X2tab ada asosiasi .bila salah satu species hidupnya bergan-tung pada yang lain. . bila datanya kualitatif (hadir atau tidak).bila salah satu species menyediakan per lindungan terhadap yang lain.kedua serupa. Interspecific Assosiation terjadi bila : .f.05. . 2x2 contingency table.>erupa dan species tumbuhan pada lingkungan yang keduanya hidup di daerah yang sama.kedua jenis berbeda life-form. Data Kualitatif (a). . Interspecific Assosiation Interspecific assosiation ada1ah suatu asosiasi/kekariban antara dua species dalam komuninas. S P E S I E S B Spesies A Hadir Tidak 0 + + 0 E a c a+b=r (ad-bc)2 X N m X n X r X s b d b+d=r m=a+b n=c+d N=a+b+c+d X hit = 2 nilai X2 ini bandingkan dengan X2tab (α = 0. ion (1).distribusi geografi kedua species .

sp. gangguan dan suksesi membandingkan mempelajari mengetahui stabilitas komunitas pada komunitas klimak. JACCARD INDEX (JI) JI = a a+b+c (2). A ada. A dan B tak ada N = Σ total petak contoh (b). sp. spesies diversity meningkat food chain meningkat • Ecological turnover = R/B rendah Biomassa komunitas komunitas diversity meningkat komunitas stabil Respirasi komunitas . A tak ada. sp. B tak ada c = Σ petak.01 g. Untuk p = 0. sp. sp. Data Kuantitatif Koefisien Korelasi Σ[(X1-X1)(X2-X2)] R hit = √[Σ(X1-X1)2 x (Σ(X2-X2)2] R hit. Index of Diversity • keanekaragaman penting terutama biotic • dalam untuk atau jenis adalah suatu dua pengaruh tahap parameter komunitas.a = Σ petak dimana 2 spesies ada b = Σ petak. ≥ R tab. B ada d = Σ petak.05 atau p = 0.

Koefisien Kesamaan Komunitas (Index of Similarity) • • Index ini sangat berguna untuk membandingkan kesamaan jenis dua komunitas Caranya: 1). Jaccard’s presence-community coefficient ISJ = [C/(A+B+C)] x 100% A = Σ jenis di komunitas 1 B = Σ jenis di komunitas 2 C = Σ jenis di dua komunitas 2). h. Motyka’s Index of Similarity IS = [2 Mw/(Ma + Mb)] x 100% Mw = Σ nilai kuantitatif ≤ dari spesies yang ada di dua komunitas .• Metode/cara penentuan spesies diversity 1) Shanon-Weiner Diversity Index H = -Σ[(ni/N) log (ni/N)] ni = Nilai kuantitatif suatu spesies N = jumlah nilai kuantitatif semua spesies dalam komunitas Variasi nilai H 0 = satu spesies tak terhingga nilai yang tinggi (banyak spesies) 2) Simpson’s Diversity Index D = 1 − ∑ ( ni / N ) 2 i =1 s S = Σ jenis Variasi nilai D: 0 = satu spesies tak terhingga 1 – 1/s = diversity spesies max.

• Biomassa menunjukkan net production • Biomassa production rate adalah laju akumulasi biomassa dalam kurun waktu tertentu (Kg/ha/yr) • Biomassa dinyatakan dalam “dry weight” (berat kering) oven pada suhu 105o selama 12 jam atau 800C selama 48 jam.Ma Mb = = Σ Σ nilai nilai kuantitatif kuantitatif semua semua spesies spesies di di komunitas 1 komunitas 2 Nilai IS : 0 – 100 C. Biomassa Biomassa diproduksi adalah oleh jumlah organism bahan per 2 organic unit yang area satuan pada suatu saat. Fungsi Komunitas 1. Satuan lain adalah berat kering bebas abu (“ash free dry weight”) • Biomassa komunitas • Akumulasi biomassa di tropic lebih rendah daripada di temperate karena laju respirasi di tropic lebih tinggi 2. komunitas adalah unit thermodinamika profil menunjukkan jumlah bahan organic kering pada tingkat yang berbeda dari . Satuannya g/m atau Kg/ha. Aliran Energi • Dari sudut energy.

90% hilang sebagai panas • Persediaan dengan energy dalam komunitas meningkat vegetasi biomassa meningkatnya Akumulasi perkembangan energy dalam (suksesi). efisiensi konversi energy hingga 10%. maksimal pada komunitas klimaks. • Efisiensi energy Energy yang ditangkap tumbuhan (Kcal/m2/t) = Energy solar yang datang sampai di komunitas (Kcal/m2/t) x 100% adalah suatu rasio antara output (kalori yang . karena adanya stratifikasi dan spesies diversitas yang tinggi • Estimasi energy dalam bahan organic tumbuhan bisa diduga dengan alat Bomb calori meter.Matahari Tumbuhan refleksi absorpsi panas ditangkap Energi makanan biomas Proses metabolisme pertumbuhan Dimakan konsumer • Dalam setiap transfer energy dari tanaman ke tingkat tropic yang berbdea.

Siklus N . dari lingkungan ke organism dan kembali lagi ke lingkungan dalam biosfir • Siklus hara adalah pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang penting bagi kehidupan Siklus Biogeokimia hara. Produktivitas dan Dekomposisi x 100% Tipe Gas .Siklus fosfor . satuannya %.dimanfaatkan tumbuhan) terhadap input (energy solar sampai di komunitas) adalah dalam suatu unit area dalam periode waktu tertentu.Siklus CO2 Tipe batuan . 3. termasuk unsure-unsur utama dari protoplasma. Gross Ecological Effisiency (GEE) Kalori mangsa yang dikonsumsi pemangsa = Kalori makanan yang dikonsumsi mangsa • Siklus Serasah • Siklus Biogeokimia. • Efisiensi energy di energy setiap rasio antara yang aliran berbeda titik/tahap sepanjang rantai makanan.

sedang individu (2) tak terpengaruh Individu spesies yang satu dirugikan oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu dimangsa oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu mendapat keuntungan tapi individu spesies dua tak terpengaruh Interaksi yang menguntungkan kedua spesies dan tak merupakan kewajiban berinteraksi Interaksi yang menguntungkan kedua spesies. bukan interaksi 2) Persaingan (1) (2) (3) Persaingan Persaingan antar antar jenis jenis yang berbeda sama (interspesifik) (intraspesifik) Persaingan relung ekologis (tempat) . interaksinya mutlak harus terjadi 2 3 Kompetisi Amensalisme - 0 4 Parasitisme + - 5 Predasi + - 6 Komensalisme + 0 7 Protokooperasi + + 8 Mutualisme + + 1) Netralisme : sebenarnya hanya asosiasi saja. 1 Tipe Interaksi Netralisme Spesies 1 2 0 0 Sifat Umum Interaksi Tak satupun individu populasi yang satu mempengaruhi yang lainnya Penghambatan terhadap semua jenis Individu (1) menghambat individu (2).Tipe-tipe interaksi antara dua spesies dalam komunitas No.

. Amensalisme merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah. Competitif Ability Ditentukan secara sederhana dengan rumus: GA/B = MA/MB atau GB/A = MB/MA G = kemampuan pertumbuhan M = bobot kering tanaman A. Σ individu. adalah hubungan antara individu yang mana individu yang satu dirugikan (tetapi sesaat) tetapi individu lain tidak dirugikan (netral). Antitoxic (bahan penghambat) terhadap individu lain jenis berbeda.Produksi berkurang.B = spesies A dan B 3) Amensalisme.(4) Persaingan sumberdaya (makanan) Akibat persaingan: . Contoh : allelopathy yaitu pengaruh merugikan baik langsung maupun tak langsung dari suatu tumbuhan terhadap tumbuhan lain melalui produksi senyawa kimia. Dalam hal ini. bahan kimia dapat dikategorikan sebagai : (a). Autotoxic (bahan penghambat) terhadap : . jumlah biji sedikit .Pertumbuhan tewrganggu .Komposisi jenis berubah (Σ jenis. life-form). merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah.individu lain sejenis (b).Menstimulasi .anakan sendiri .Terjadi serangan hama-penyakit jenis dan kekurangan unsure hara stratifikasi dimana tertentu lebih berkuasa .

gas yang menguap dari permukaan tanaman . Daun 2. Gas jenis tanaman Camelina Eucalyptus globulus Apel.layu. sulfida.laju pertumbuhan terhambat .eksudat akar Media pengeluaran zat alelopatik 1. Setelah mati 4. Pengaruh allelopathy terhadap pertumbuhan tumbuhan : .asam benzoat.klorosis . Akar 3. mati . Aster Bahan kimia allelopathic diantaranya adalah .bahan tanaman yang jatuh sebagai aerasah yang menjadi humus dalarn tanah. terpeties. .perlambatan perkecambahan biji .Cara tanaman melepaskan bahan kimia (bahan allelopati)adalah melalui : .pencucian daun/batang oleh air hujan .perpanjangan/perbanyakan sel terhambat .penyerapan hara mineral berkurang . nitrit difenol.laju fotosintesa dan respirasi terganggu . alkaloids.phenolic. sereh Reliant bus.gangguan sistem perakaran . . fenin.

hanya punya benang-benang yang tumbuh di bagian dalam batang dan akar pohon.besar ukuran bunga . Rafflesia -» paling khas diantara parasit lain . arnoldi .Rafflesia patma. Host seringkali mengeluarkan antibodi Parasit yang heterofog lebih bertahan daripada monoloq. daun dan akar . Interaksi parasitisme memungkinkan adanya tumbuhan inang (host) dan tumbuhan parasit. tergantung ukuran R.-) Suatu organisme untuk hidupnya mengambil makanan dari organisme lainnya.Rafflesia hasseltii .tidak punya batang.Parasitisme (+.Mitrastemon Di Sumatera 4 jenis : .Rafflesia arnoldi . Rafflesia -» bunga liar (famili Rafflesiaceae) Genus lain : .Rhizanthes .kuncup terbuka mekar (19-21 bulan)0 10 cm .Rafflesia atjehensis . famili vitaceae) . Inang (Tetrastigma. Parasit meliputi parasit akar -» Rafflesia.waktu bunga lama. semipara-sit {yang tumbuh di cabang-cabang di pohon -> benalu (famili horuntuceae).

liana (tumbuhan merambat suka cahaya = pada dapat batang sinar atau matahari daun akan (epifit) menutupi heliophyta) . Merupakan hubungan (+) yang mendasari protokoperasi. Menurunkan 3. . (5). misalnya jenis-jenis anggota . Commensalisme ( + . dll.pengaruh negatif liana 1. Menutupi mengurangi 2. kayu sehingga tumbuhan pohon yang dipanjati 4.Anggrek. Contoh Epifit: paling banyak terdapat di hutan hujan tropika (10% pohon hutan hujan tropika ditumbuhi epifit). diantaranya adalah berpengaruh baik pada pertumbuhan anakan yang suka naungan (schyophyta. Mengganggu daerah proses kualitas tajuk fotosintesis. . . 0) Interaksi antara individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu individu jenis populasi sementara yang lain tak memperoleh keuntungan apa-apa (netral).Menempel Setelah tajuk.H. paku-pakuan. 5 bulan 0 15 cm -» 2 bulan 0 25 cm -* 20-30 hari. Berpengaruh negatif terhadap anakan yang suka cahaya (heliophyta) .pengaruh positif.

Jenis mikoriza adalah: a) Ektotropik: di luar akar mis: Basidiomycetes b) Endotropik: di dalam akar mis: Phycomycetes c) Peritropik: sebagai mantel.+) Memberikan keuntungan kepada masing-masing jenis yang berinteraksi dan merupakan suatu keharusan untuk hidupnya. Protocoperasi (+. tersedia : asosiasi Jamur dan antara jamur dengan akar merubah dihisap unsur-unsur oleh akar sehingga tumbuhan. Mutualisme (+.sistem silvikultur (tropical shelter-wood system) penangkaran liana (pembebasan)/tebang penerang (6). contoh: Mikoriza .Mikoriza tumbuhan. merupakan awal evolusi (7). Contoh : . jika dipisahkan akan rugi. dapat jamur mendapatkan makanan dari hasil fotosintesa inang.-) Kedua jenis individu yang berinteraksi mendapat keuntungan saling tetapi bukan merupakan : keharusan lumut untuk dengan berhubungan.Dipterocarpaceae) . contoh Asosiasi keong air tawar Lumut menggunakan zat hara sebagai dari keong Keong ditumbuhi lumut perlindungan sebelum Protocoperasi mutualisme. .

.Nodul Akar : gejala pembengkakan akar berupa bintil akar sebagai akibat sirnbiosis mutualisme antara bakteri (rhizobium/aktinomisetes) dengan suatu akar tumbuhan tertentu.ekstra material Ektotropik : Micorhyza di bagian luar sel akar micelia fungi.Manfaat mengeluarkan enzim phosphatase mikoriza a) penyerapan unsur hara meningkat terutama Phospor b) mencegah tahan infeksi perakaran mempertinggi lebih lama daya hidup kekeringan akar (memproduksi hormon penumbuh). misal pada anakan spruce (Picea pungens). . yakni hampir semua tanaman kecuali tanaman air. .Mikoriza .Karena tanah Imtan Indonesia relatif miskin hara. misal pada Pinus strobus. Eucalyptus. Dipterocarpaceae.Di hutan Cibodas 32% pohon-pohon yang ada mengandung mikoriza. . . maka banyak pohon-pohon hutan alam yang mengandung mikoriza. Endotropik: Micorhyza di bagian dalam sel akar micelia fungi. Peritropik: Micorhyza membentuk selubung mantel rongga yang mengelilingi akar.

Non Legume. (rhizobium) (Albizia. 2. dll. misal beberapa jenis pohon dalam pembuahan dan tanaman tumbuh setelah tanaman penyerbukan biji/benih tergantung pada hewan tertentu : serangga. rhizobium mendapatkan karbohidrat berdasarkan jenis tanaman dengan mikroba pembentuk nodul. berperan besar dalam pembiakan tanaman. burung. Leucoem -» Leguminosae) tidak dengan rhizobium berasosiasi Leguminosae Mimosaceae Caesalpiniaceae Papilionaceae Jarang 2. babi hutan. semua legum Akasia. maka ada tiga bentuk simbiosa: 1. musang. Tetapi hewan juga bisa merusak tanaman (hama) dan penular penyakit pada tanaman. (Aktinomisetes) (Frankia) (Casuarina. Podocarpus) . Legume. . Tanaman inang bisa hidup pada tanah miskin N Dapat meningkatkan kesuburan tanah Memungkinkan legume Hewan Hutan. Non Legume. (rhizobium) (Trema.Bakteri rhizobium adalah pengikat N tumbuhan mendapatkan Nitrogen. kelelawar.Keuntungan adanya nodul akar: 1. pnrasponia} 3. 3.

tingkat 1970. keadaaan ini berlangsung (Clements.97G. klimaks tercapai (Whittaker. tanah dan iklim dimana proses ini terjadi.IV. hingga halle. Pengertian Suksesi (Sere) Spurr (1964). DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN (SUKSESI) A. dinyatakan terus 1923. kimia dan lain-lain. demikian seterusnya 1970. mengatakan bahwa suksesi merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus yang ditandai oleh perubahan vegetasi. bahwa komunitas pertama akan merubah keadaan tanah dan iklim mikro. sampai Odurn. Perubahan masyarakat tumbuhan dimulai dari tingkat pionir sederhana sampai pada tingkat klimaks. air. 1980). Sedangkan Costing (1956). tingkat klimak tercapai Ewuse. dalam hal ini tumbuhan pioner merubah habitatnya sendiri sehingga cocok untuk species baru. Dengan demikian memungkinkan masuknya species kedua yang menjadi dominan dan mengubah keadaan lingkungan dengan cara mengalahkan species yang pertama dan hal ini memungkinkan masuknya species yang ketiga. Whitmore. Tentang adanya perubahan habitat. 1. menyatakan bahwa perubahan-perubahan bertahap atau proses suksesi ini berlangsung tumbuhan karena habitat tempat tumbuh masyarakat daya mengalami modifikasi oleh beberapa kekuatan alam dan aktivitas organisme berupa perubahanperubahan terhadap tanah.1975) . Clark. 1954.

Secara perubahan

singkat

suksesi

adalah

suatu secara

proses teratur

komunitas

tumbuh-tumbuhan

mulai dari tingkat pionir sampai pada tingkat klimaks di suatu tempat tertentu Komunitas klimaks adalah komunitas yang berada dalam keadaan keseimbangan tingkat dan dinamis sere adalah sere dengan setiap adalah

lingkungannya. tingkat/tahap

Sedangkan dari sere,

komunitas

setiap komunitas tumbuhan yang mewakili setiap tingkat sere. Species klimak adalah suatu species yang berhasil beradaptasi terhadap suatu habitat sehingga species

tersebut menjadi dominan di habitat yang bersangkutan.

S. Faktor Penyebab Suksesi 1. Faktor Iklim

- fluktuasi kondisi iklim yang tidak konsisten - kekeringan - radiasi yang kuat - dan lain-lain yang merusak vegetasi sehingga

terjadi suksesi.

2. Faktor Topografi/Edafis Faktor ini berkaitan dengan perobahan dalam

tanah. Ada 2 faktor penting yang berkaitan dengan tanah yang membawa perobahan habitat, yaitu: a. Erosi tanah, yaitu suatu proses hilangnya lapisan

permukaan tanah oleh angin, aliran air dan hujan. b. Deposisi tanah, yaitu proses pengendapan/

penimbunan tanah oleh angin, longsor, glacier atau turunya salju di suatu tempat.

3.

Faktor

biotik

penyebab

rusaknya

vegetasi

yang

mengakibatkan suksesi adalah : - penggembalaan - penebangan - deforestasi - hama dan penyakit - perladangan - dan lain-lain

C. Tipe-tipe Suksesi 1. Hidrosere Hidrosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat air atau basah". 2. Halosere Halosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di tanah/air masin. 3. Xerosere Xerosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat kering. Tumbuhan pionirnya berupa lumut kerak,bakteria,dan ganggang. 4. Psammosere Psammosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi

di habitat berpasir. 5. Lithosere Lithosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di permukaan batuan. 6. Serule Serule adalah miniatur suksesi mikroorganisme

bakteri, jamur, dll) pada pohon yang mati, kulit pohon, dll.

D.

Tahab-tahab Suksesi Shukla dan Chandel tahapan (1932) dalam proses mengemukakan suksesi,

sembilan macam yaitu: 1. Nudation

: terbukanya vegetasi penutup tanah (terbentuknya tanah kosong).

2. Migrasi

: cara-cara dimana tumbuhan sampai pada daerah tersebut di atas. pada

Biji-biji

tumbuhan

sampai

daerah tersebut di atas mungkin terbawa angin, aliran air,

mungkin pula melalui tubuh hewan tertentu. 3. Ecesis : proses perkecambahan, pertumbuhan, berkembang biak dan menetapnya tumbuhan baru tersebut. Sebagai hasil ecesis individu-individu species tumbuh

mapan di suatu tempat (established). 4. Agregation : sebagai hasil dari ecesis, individu-individu dari suatu jenis berkembang dan menghasilkan biji, maka biji-biji tersebut akan tersebar pada areal yang te rbuka di sekelilingnya sehingga tuinbuh berkelompok (beragregasi).Ecesis dan agregasi merupakan invasi species tersebut. 5. Evolution of community relationship : merupakan suatu proses apabila daerah yang kosong ditempati species-species

yang berkoloni. Species tersebut akan berhubungan satu sama lainnya. Bentuk hubungan ini kemungkinan akan mengikuti salah satu dari tipe eksploitasi, mutualisme dan co-existance. 6. Invation : dalam proses koloni, biji tumbuhan telah beradaptasi dalam waktu yang relatif panjang pada tempat tersebut. Biji tumbuh dan menetap (penguasaan lahan oleh tumbuh-tumbuhan yang bersifat

Merubah sifat dan reaksi tanah b. proses Dengan menjadi perkataan lain. Dengan demikian reaksi memegang peranan penting dalam pergantian species.agresif dan adaptif). Reaction : terjadinya perubahan oleh habitat tumbuhan merubah dengan yang disebabkan tersebut lingkungannya cara: dengan terutama a. Dalam jangka waktu lama akan terbentuk dan individu perubahan relatif yang yang kecil dominan terjadipun disamping iklim mempunyai peranan penting ini dalam membatasi stabil. stabilisasi . 7. Merubah Reaksi terus iklim mikro proses yang merupakan menerus dan menyebabkan kondisi yang cocok bagi species yang telah ada dan lebih cocok pada individu yang baru.Stabilization: kompetisi dan reaksi berlangsung terus menerus ditandai dengan yang vegetasi perubahan mengakibatkan lingkungan struktur berubah. 8.

Macam Suksesi Berdasarkan suksesi. perladangan. E. Sukesesi primer (prisere) Suksesi primer adalah perkembangan vegetasi mulai dari hingga habitat mencapai tak bervegetasi yang proses terjadinya terdapat dua macam masyarakat stabil dan klimaks. 9. 2. normal terganggu oleh misalnya kebakaran. Klimaks :setelah stabilisasi.merupakan suatu proses dimana individu-individu tumbuhan mantap tumbuh banyak di suatu habitat tanpa oleh dipengaruhi perobahan-perobahan dalam habitat tersebat. . dan struktur koristan karena pertumbuhan jenis dominan telah mencapai batas. 1. pada tahap ini species yang dominan dengan habitat relatif mempunyai keseimbangan keadaan vegetasi 1ingkungannya. Suksesi sekunder (subsere) Suksesi sekunder terjadi apabila klimaks atau suksesi atau yang dirusak.

apabila pembentukan klimaks menyimpang dari tipe yang sewajarnya. biotis dan fisiografi. sebagai Keadaan akibat yang dari lebih keadaan dan lembab lebih baik menghasilkan posklimaks. b. Faham-fahara tentang Klimaks 1. faktor-faktor atau profaktor-profaktor. Profaktor-profaktor ini menyebab-kan terbentuknya proklimaks-proklimaks sebagai berikut : a. misalnya karena keadaan geografi seperti keadaan di Pulau Krakatau. . Disamping itu iklim sebagai faktor terdapat yang pula paling stabil dan lain berpengaruh. dan kerusakan-kerusakan lainnya. seperti faktor tanah.penebangan. sebagai akibat faktor-faktor bukan iklim. Proklimaks Posklimaks. Subklimaks terjadi apabila perkembangan vegetasi terhenti di bawah tingkat terakhir. misalnya fisiografi. Faham Monoklimaks (Costing. dibawah klimaks. penggembalaan. sedangkan keadaan yang lebih kering dan kurang baik menghasilkan proklimaks. 1956) Beranggapan bahwa pada suatu daerah iklim hanya ada satu macam klimaks yaitu suatu formasi yang paling metaphysic. F. Jadi klimaks boleh dikatakan suatu pencerminan keadaan iklim.

3. klimaks kebakaran dan sebagainya. Disklimaks. Enthrophy adalah jumlah energy yang tidak terpakai dalam suatu sistem ekologi Menurut faham monoklimaks misalnya dapat dibuat bagan suksesi primer sebagai berukut: . gangguan terjadi sebagai akibat beberapa tak dapat sekunder yang menyebabkan berkembang lagi ke arah klimaks karena keadaan tempat tumbuh amat berubah menjadi buruk. Bagi penganut faham kedua ini ada beberapa macam kilmaks: klimaks iklim. tersebut mempunyai informasi maksimum dan entrophy maksimum. Faham Polyklimaks(Braun-Blanquet. klimaks fisiografis. Teori Informasi Merupakan margalef klimaks faham (1968) komunitas terbaru dan yang dikembangkan Pada oleh tahap Odum (1969). misalnya terhenti pada tingkat semak belukar 2.c. klimaks edafis. 1932) Beranggapan bahwa tidak hanya iklim yang dapat menumbuhkan klimaks.

dapat dibuat bagan sebagai berikut: Vegetasi klimaks hutan Vegetasi perdu pohon Gangguan Vegetasi semak belukar Vegetasi rumput-herba semak kecil Vegetasi cryptogamae P R I S E R E S U B S E R E Vegetasi Permukaan “tanah telanjang” terganggu .KLIMAKS HUTAN HUJAN TANAH RENDAH Hutan payau Bruguiera-Xylocarpus Hutan Neonauclea-Ficus Hutan payau Rhizopora-Bruguiera Hutan Ficus .Macaranga Hutan payau Avicennia Vegetasi rumput Neyraudia-Saccaharum Vegetasi cryptogamae HYDROSERE PADA LUMPUR PAYAU XEROSERE PADA TUF BATU KEMBANG Kalau kita bandingkan keadaan umum jalannya suksesi primer (prisere) dengan suksesi sekunder (subsere).

3. Subspecies.Suksesinya. Asosiasi hutan yang berlainan komposisinya tetapi memiliki fisiognomi yang sama. Beberapa Pengertian Klasifikasi yang Harus Dipahami dalam 1. Asosiasi konkrit adalah bagian dari asosiasi hutan yang betul-betul diselidiki dan diketahui komposisi jenis pohonnya. Asosiasi hutan adalah satuan-satuan nama di dalam pohon formasi jenis formasi hutan di trcpika disebabkan yang diberi menurut dominan.Perbedaan habitat . Vegetasi adalah Masyarakat tumbuh-tumbuhan dalam arti luas. digolongkan menjadi formasi hutan. Oleh karena itu.i (struktur) hutan . Perbedaan oleh: . .Perbedaan iklim. Formasi hutan adalah satuan vegetasi hutan yang terbesar. Asosiasi adalah satuan dasar dalam klasifikasi. 2. Asosies adalah istilah lain untuk asosiasi.V. 5. dimana satuan ini berada dalam hutan yang mengalami suksesi sekunder. varietas. .Fisiognom. ekotype merupakan variasivariasi dalam species dalam taksonomi tumbuhan. KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN A. 4.

Contoh : klasifikasi Schimper(1898) dan Burtt Davy (1938). 10. 9.6. kemudian menggolongkan ke dalam satuan yang lebih . Varian adalah variasi-variasi di dalam asosiasi hutan.Losiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan edafis. SISTEM-SISTEM KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN TROPIKA Ada dua cara pendekatan di dalam klasifikasi vegetasi: 1. Konsosiasi adalah varian yang dikuasai oleh satu jenis pohon saja. Dimulai dengan memisahkan satuan yang kecil. Menetapkan dahulu satuan yang besar.Ekoton dijumpai adalah apabila daerah ada peralihan atau yang sering atau dua lebih type asosiasi vegetasi yang letaknya berbatasan. 2. 8. Sedangkan konsosies adalah varian di dalam suatu hutan yang mengalami subsere/suksesi sekunder. 7. 11. 3. Asosiasi segregat adalah varian-varian di dalam hutan campuran yang disebabkan oleh adanya jenisjenis pohon yang lebih berkuasa (dominan) daripada yang lain. Fasiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan topografi. kemudian mengadakan pemisahan berdasarkan sifat-sifat yang berbeda.

Ekologis. Fisiognomis-Floristis. Floristis. syngenesisi. dan Richard et. Menurut Fosberg (1958). FisiognomisEkologis. (3) Fungsi (sifat-sifat phenothypik yang menyatakan adaptasi terhadap keadaan lingkungan). stratifikasi. Contoh : klasifikasi oleh Beard (1944). tumbuhan. Menurut kriteria Aichinger. ekologi. Adanya disebabkan : karena perbedaan kriteria yang digunakan. bentuk umum vegetasi) . bermacam-macam sistem klasifikasi pertama digunakan geografi selanjutnya floristik. (2) Struktur vegetasi (susunan komponen di dalam ruang. fisiognomi. klasifikasi vegetasi yang rasional harus didasarkan kepada kriteria : (1) Fisiognomi (rupa vegetasi. (1933) . jarak. antara lain: "Sistem Klasifikasi Fisiognomis. dimcnsi). (4) Komposisi susunan floristik (5) Dinamika suksesi atau perubahan dengan perbedaan lingkungan.besar. yang pada klasifikasi adalah vegetasi. . GeografisEkologis. al. (6) Riwayat vegetasi. dan pengaruh manusia.

... sungai) .... di sistem atas didasarkan perbedaan basah bermusim............. 2. 3............. dipengaruhi pasang surut : ........ Hutan rawa oligotropik ... Cara penetapan dalam dan pembagian ini.... IKLIM BASAH Kadang-kadang selalu tergenang Air asin (laut)..... yang formasi-formasi disebut iklim sistem dan hutan alami...Vegetasi Rheofit Tanah Kering Pantai ... 1.. telah mengemukakan dan membahas tipetipe dan vegetasi yang dijumpai di Kepulauan Indonesia wilayah sekitarnya.. Klasifikasi Ekosistem Menurut Van Steenis Van Steenis (1957) dalam Soerianegara dan Indrawan (1934).. perbedaan edafis...... Berbagai Macam Sistem Klasifikasi Vegetasi Hutan C. diam : Eutrofik . Vegetasi pantai .. 5...... Mangrove Air tawar (hujan........... Forrnasi-formasi sistem ini adalah : hutan yang ditentukan dalam I....C..... Hutan gambut Air tawar (tepi sungai)...... 4.I.... deras: ...... dan perbedaan altitudinal.

9.... telah melakukan klasifikasi dan peta vegetasi secara menyeluruh... 6 ......... 11 .. Hutan Hujan Subalpin II.. IKLIM BERMUSIM Elevasi di bawah 1000 m . Hutan Musim (monsoon) Dataran Rendah Elevasi di atas 1000 m ... Vegetasi tanah kapur Jenis...2...... Kategori klasifikasi adalah unit-unit vegetasi. dataran rendah : ..... Dasar umum klasifikasi vegetasi dunia ini memakai sistem . Hutan Hujan Tropika Elevasi 1000-2400 m .. termasuk formasi zonal dan azonal serta formasi-formasi yang telah berubah lainnya.jenis tanah lain Elevasi 2 ...... Vegetasi tanah kuarsa Tanah kapur. C. 7 ...... Klasifikasi Vegetasi Dunia Menurut Unesco Unesco pembuatan (1973).......... dataran rendah : ...... 12 .. Hutan Hujan Pegunungan Elevasi 2400-4150 m ... Hutan Musim Pegunungan ....... 10. 8.1000 m .......Pedalarnan hingga batas pohon (timber line) Tanah podsol kuarsa.....

yaitu : Kelas Formasi (Formation Class).floristik. Tinggi untuk pohon. dimana tajuk-tajuk pohon pohon paling rendah 5 m. kecuali saling mengisi. yang belum dewasa atau masa reproduksi kurang dari 5 m. dari tingkatan tertinggi sampai kelas terendah. dan habitus veqetasi (berkayu atau herba). tinggi antara 0. Menurut klasifikasi ini. Kelas Formasi Scrub (semak belukar) kebanyakan dari jenis-jenis phanerophytes berkayu. penutupan tajuk paling rendah 40%.5 m sampai 5 m. Penutupan tajuk dikatakan 40% jika jarak antara dua tajuk pohon sama dengan jari-jari sebuah tajuk pohon. Formasi (Formation). Sub-kelas Formasi (Formation Subclass). Kelas Formasi Woodland (tegakan terbuka) terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian paling rendah 5 m. membagi vegetasi menjadi lima bagian. dan Subdivisi (Subdivisions). tingkatan vegetasi (pohon atau semak belukar). Kelompok Formasi (Group Formation). vegetasi dunia dibedakan menjadi enam tingkatan. Kelas Formasi sebagai tingkatan tertinggi. dalam hal ini penutupan kanopi tegakan (tajuk-tajuk pohon). klasifikasi selanjutnya didasarkan terutama pada sifat-sifat fisiognomi struktural dan sifat-sifat ekologi yang digabungkan dengan vegetasi natural dan semi natural sebagai tambahan. Dibedakan atas semak individu-individunya tidak saling . Kelas formasi pertama adalah Closed forest tertutup) adalah hutan-hutan yang mempunyai (hutan kanopi tertutup. Pembagian ini berdasarkan kepada struktur tegakan.

Berdasarkan kepadatannya dibedakan atas Dwart Shrub thicket (cabang-cabangnya saling bertautan). pohonpohon decidous menggugurkan daun secara simultan apabila berhubungan dengan musim yang tidak menguntungkan. Kelas Formasi dwart-scrub dan Related Communities (semak-semak kecil dan komunitas kerabat lainnya). walaupun ada pohon-pohon secara individu mungkin menggugurkan daun. Pengertian evergreen adalah kanopi hutan tidak pernah tanpa daun hijau (selalu hijau). . yaitu graminoid dan forbs. Dasar pembagian kelas formasi menjadi subkelas formasi adalah keadaan daun (evergreen. Kelas Formasi terakhir adalah Herbaceous vegetation (vegetasi herba). Termasuk graininoid adalah semua rumput herba dan tanaman rumput-rumputan seperti Carex sejenis alangalang). sedangkan xeromorphic adalah vegetasi yang khas daerah kering. Forbs adalah tanaman herba daun lebar seperti Helianthus (bunga matahari). dan Formasi Cryptogamic dengan semak-semak kecil.bertautan. dan xeromorphic). dan tempat hidup (habitat). Ada dua tipe besar dari vegetasi ini. decidous. Juncus (sejenis tebu) dan sebagainya. ukuran vegetasi. hemicytophties. Dwart Shrubland (individu-individu saling terpisah atau dalam rumpun-rumpun). Kebalikan dari evergreen. tinggi jarang yang melebihi 50 cm. sering disebut formasi rumput-rumputan. dengan daun atau batang kadang-kadang sukulen. geophyties. seperti phanerophyties. Trifolium dan sebagainya. sedangkan belukar saling bertautan. misalnya rumput-rumputan.

dan lain-lain). Mangrove Forest 6. Tropical and Subtropical Semi Decidous Purest 4. EVERGREEN 1. bentuk tajuk. Sedangkan formasi-formasi hutan dibentuk berdasarkan antara lain : ketinggian tempat (lowland dan montane). bentuk daun (daun jarum atau lebar). dan kombinasi sifat-sifat di atas. Tropical Forest 3. Di bawah ini diberikan bagan klasifikasi menurut Unesco (1973) secara global. Tropical Forest and Subtropical Evergreen Needle-Leaved Evergreen Seasonal Broad heaved and Subpolar Evergreen Ombropuilous and Subtropical Evergreen Seasonal Ombrophilous Forest (Tropical Rain vegetasi .Selanjutnya. jenis tanah (alluvia). semi decidous). Tropical Forest) 2. I. bog. dan sebagainya. subpolar. Subkelas Formasi dibagi menjadi kelompokkelompok formasi (Group Formation) berdasarkan antara lain : tempat atau garis 1intang (tropik. Temperate Forest 8. desert). keadaan daun (evergreen. keadaan habitat (swamp. decidous. Temperate Forest 7. sub-tropik. Winter-Rain Evergreen Sclerophykous Forest 9. bentuk daun. temperate. Subtropical Ombrophilous Forest 5. CLOSED FOREST A.

WOODLAND A. EVERGREEN 1. Cold-Deciduous Forest without Evergreen Trees Forest with Evergreen Trees (or and Subtropical Drought-Deciduous C.10. Evergreen Needle-Leaved Woodland 3. Mainly Succulent Forest Extremely Xero-morphic II.Temperate Forest and Subpolar Evergreen Needle-Leaved B. Sclerophyllous-Dominated Forest 2. Cold-Deciduous Shrubs) Admixed 3. Thorn-Forest 3 . Thorn-Woodland . XEROMORPHIC 1. DECIDUOUS 1. Tropical Forest 2. Evergreen Broad-Leaved Woodland 2. XEROMORPHIC 1. Sclerophyllous-Dominated Extremely Xeromorphic Woodland 2. Cold-Deciduous Trees Woodland without Evergreen B.

DECIDUOUS 1.3. Deciduous Subdesert Shrubland IV. Evergreen Dwarf-Shurb Thicket 2. Evergreen Dwarf-Shrubland 3. DWARF-SCRUB AND RELATED COMMUNITIES A. Cold-Deciduous Scrub Scrub eithout Evergreen Scrub with Evergreen Woody C. EVERGREEN 1. Drought-Deciduous Plants Admixed 2. Mainly Evergreen Subdesert Shrubland 2. XEROMORPHIC 1. Mixed Evergreen Dwarf-Shrub and Herbaceous Formation. . Evergreen Shrubland Needle-Leaved and Microphylous B. Evergreen Broad-Leaved Shrubland 2. Mainly Succulent Woodland III. Drought-Deciduous Woody Plant Admixed 3. SCRUB A. EVERGREEN 1.

SHORT GRASSLAND D. TAIL GRAMINOID VEGETATION B. Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 3. Facultatively Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 2. TUNDRA 1. XEROMORPHIC 1. Mainly Evergreen Subdesert Dwart-scrub 2. Raised Bog 2. Mainly Lichen Tundra E. FORB VEGETATION E. MEDIUM TALL GRASSLAND C. MOSSY BOG FORMATIONS WITH DWARF-SHRUB 1. Mainly Bryophyte Tundra 2.B. Obligatory. Deciduous Subdesert Dwarf-Scrub D. Klasifikasi Ekosistem Menurut Kartawinata Kartawinata telah membuat bagan unit-unit ekosistem atau tipe-tipe ekosistem darat dan rawa yang . HERBACEOUS VEGETATION A. Cold-Deciduous Dwarf-Thicket C. HYDROMORPHIC FRESH-WATER GRASSLAND C. Non-Raised Bog V.3. DECIDUOUS 1.

yang dapat baik masin yang dalam sudah fase mencapai klimaks Di maupun perkembangan. lagipula perincian ekositem dengan ciri-ciri vegetasi dan lingkungan dapat dianggap cukup. yang dikombinasikan dari tidak dengan faktor-faktor laut serta dan ketinggian permukaan Faktor-faktor dimasukkan karena datanya kurang. yaitu : (a) Hutan Hujan. Bioma dapat pula disebut sebuah ekosistem yang merupakan unit komunitas terbesar yang mudah dikenal dan terdiri atas forrnasi vegetasi dan hewan serta fase mahluk hidup lainnya. (c) Savana. yaitu : Bioma.ada di Indonesia. Menurut Klasifikasi Kartawinata (1976) ini. misalnya. Indonesia dikenal beberapa bioma. ada tiga tingkatan klasifikasi. Pembagian Bioma menjadi Subbioma didasarkan kepada . (b) Hutan Musim. sehingga memerlukan pembagian yang lebih kecil lagi. Tipe ekosistem dianggap unit-unit yang paling kecil dan dibentuk berdasarkan fisiognomi (kenampakan) struktur dan takson (unit taksonomi) yang khas atau dominan dari vegetasi iklim tanah. untuk Unit-unit digunakan ekosistem dengan ini terlalu maksud- maksud khusus. mungkin tersusun dari unit komunitas CombretocarpusDactylocladus dan Tristania-Cratoxylum. dan Tipe Ekosistem. Subbioma. Berdasarkan komposisi jenis masing- masing tipe ekosistem dapat saja terdiri dari unit-unit yang lebih kecil. Ekosistem hutan kerangas. masih (d) Padang besar Rumput.

berikut. faktor-faktor iklim.keadaan antara Rawa iklim. . Klasifikasi Ekosistem menurut Kartawinata tertera dalam Tabel 1. ketinggian dari permukaan laut. untuk Hutan Hujan dibedakan Tanah Hutan Hujan Tanah Kering dan Hutan Hujan (permanen atau musiman). sebagai unit Sedangkan yang pembagian kecil Tipe-tipe Ekosistem paling dibentuk berdasarkan struktur fisiognomi. misalnya. dan jenis tanah.

Vitex. Vatica) Agathis sp 2. hutan nonDipterocarp aceae Ketinggian dpl (m) < 1000 Suhu ratarata (0) 26-21 Tipe Ekosistem Q <33. Satuan . Trema.0 Subbioma Nama 1. Terminalia catappa. dsb Macaranga. Hutan Pantai < 1000 26-21 <33. Leguminosae. regosol pada abu gunung 7. Ebenaceae. Hutan Casuarina 1000-2000 21-11 <60. Sapindaceae. Quercus. Lithocarpus.Tabel 1.latosol. Shorea. Annonaceae. Altingia.latosol. Sterculiaceae. Engel hardia. Hutan Hujan Iklim Selalu basah sampai kering tengah-tahun Q < 60.0 Podsolik merah kuning. Muristicaceae.0 Barringtonia asiatica. dsb Castanopsis. Phyllociadus. Mallotus.Magnoliaceae. Casuarina equisetifolia.Regosol. dsb Dipeterocarpaceae (Dipterocarpus.satuan Ekosistem di Indonesia Bioma Nama 1. Burseraceae. Hutan Dipterocarp aceae campuran 3. Podocarpus. Hutan hujan tanah kering Nama 1. Guettarda speciosa. Moraceae.Latosol Takson/khas/umum/dominan Anacardiaceae.0 <14.latosol < 2500 26-13 <60.Euphorbiaceae. Lauraceae.p odsol Regosol < 5 ± 6 <60. Pandanus tectorius.Dacrydium Casuarina junghuhniana 5. Hernandia peltata. palmae.3 Podsolik merah kuning. Litosol . Dryobalanops. Gutiferae.3 Tanah Podsolik merah kuning. enduspermum. Hutan Fagaceae < 1000 1000-2000 26-21 21-26 <60.0 Andosol. Hutan Agathis campuran 4. Melastoma.p odsol Andosol. Hopea. Calophylum inophylum.3 Podsolik merah kuning. Belukar 6.

3 Tanah Andosol.Cocceras. dsb Araucaria cuninghamii Podocarpus papuanus. Pandanus Calophylum.Pholidocarpus .3 Organosol.Pandanus.3 Organosol. Hutan Hujan tanah rawa (permanen atau musiman) 14.dsb Dactyloccladus.Hutan rawa gambut < 1000 26-23 <60.Hutan Melaleuca < 100 ± 26 < 60. Litosol Regosol. Dacrydium. Anaphalia.Gluta rengas.Cratoxylum glucum.3 - Regosol.0 <14. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subbioma Nama Nama 8.Durio carinatus.Hutan Nothofagus 10. Styphella coprosma. Hutan pinus 9. Vaccinium.0 Podsol 17.Dacridium clatum.Metroxylon. Hutan Ericaceae 11.0 Organosol 16.tetramerista glabra. dsb Barringtonia asiatica.Agathis. Phyllocladus Rhodendron.Shorea belangeran. regosol 4000 < 6 - Litosol 2.Pentaspadon metleui. Anaphalia.3 <14.Hutan rawa gambut < 100 ± 26 <60.Hutan Araucaria 12. Litosol Andosol. Alstonia.Combretocarpu rotundus.Camnosperma.Lophopetalum.Calophylum.Aluvial . Styphella coprosma. Mangifera gedebe. Rhodendron. semak Ketinggian dpl (m) 700-1000 1000-3000 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 23-18 21-11 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.Shorea belangeran.Cratoxylon glaucum. Vaccinium.dsb Melaleuca leucadendron 1500-3000 2400-4000 18-11 13-6 <14.Tristania. Regosol. Hutan rawa < 100 ± 26 <33. regosol Takson/khas/umum/dominan Pinus merkusii Nothofagus spp.Melanorrhoea. Litosol Litosol.Paraste mon. Libocedrus.Tabel 1.aluvial 15.Combretocarpus rotundatus. Hutan konifer 13.Tristania obovata.

Schoutenia ovate.Monocho ria ischaemum. Rawa rumput dan terna tanah rendah 25. Padang rumput Selalu basah samapai sangat kering tengah tahun. Hutan Musim 19. dsb 1500-2400 18-23 <60. Cymbopogon.Tectona grandis. Pennistum.Pterocarpus Garuga floribunda.0 <60. Savana Selalu basah sampaisangat kering tengah tahun. dsb Schleicera oleaosa. Hutan Payau (Mangrove) II.Phragintes karka. Themeda vilosa.dsb Protium javanicum.Swietenia macrophylla. Fimbristylis. Hutan Musim Sangat kering tengah tahun: Q>60.Cladium.Litosol < 900 >22 >60. Eucalyptus.Latosol.curah hujan per tahun 700-7100 mm 4.0 Mediteran merah kuning.0 Tanah Aluvial Takson/Khas/Umum/Dominan Rhizophora. Avicennia.0 Mediteran merah kuning. Padang rumput tanah rendah 1500-2400 < 1000 18-13 26-21 <60. Q=0-300 (tipe A-F). Litosol Podsolik merah kuning.Sonneratia. dsb < 800 >22 >60. Heterophagon 22.Q=0-300 (tipe A-F). Litosol Casuarina. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 18.0 Andosol.Litosol 20.Tabel 1.Themeda.0 Organosol. curah hujan per tahun. Sabana 21.0 Andosol. Saccharum spontaneum. Padang rumput Iklim basah 23.Renzina Regosol. Acacia cophioea. Bruguiera.0 Mediteran merah kuning. Hutan musim gugur Ketinggian dpl (m) < 5 Suhu ratarata ( 0) ± 26 Tipe Ekosistem Q <60.Acacia.Tamarindus indica. dsb 24.Cyperus.Regosol.curah hujan per tahun 700-7100 mm 5.7002900 mm 3.Padang rumput pegunungan < 100 ± 26 <60. Eucalyptus.Eguisetum. dsb Festuca. Eichornia crassipes.dsb Imperata cylindrical.0 (tipe DF). Imperata cylindrica.Sabana pohon-pohon dan palma < 1200 >20 >60.Albizia chinensis.Renzina Regosol. Litosol .Casuarina.Renzina Regosol.Scirpus.Regosol. Aluvial Panicumstangineum. Hutan Musim selalu hijau (Dryevergreen) III.Corypha.Sabana Casuarina IV.Agrostis.Ischeum.Litosol Borassus.

0 Tanah Regosol.Panicum.dsb .Epilobium. Padang rumput alpin Ketinggian dpl (m) 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.0 Mediteran merah kuning. Litosol. Padang rumput iklim kering 29.Komunitas dan lumut kerak 6.Regosol.Ranyneo lus.Agrastis.Rensina Themedia.Scirpus.dsb 4000-4500 (batas salju) >4500 < 6 - Litosol 28. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 26.Aulacolepis. Cares. Manostachya.Machelina schipus.Padang rumput berawa gunung 27.Spagnum.Padang rumput iklim kering 6 - Litosol < 900 < 22 < 60.Heteropogon.Potentilia. dsb Lumut-lumut kerak.Tabel 1.Oreobo lus. dsb Deschamsia. Pesluca. Litosol Takson/Khas/Umum/Dominan Pragmites karka.

FORMASI KLIMATIS 1. Schimidt dan J. Faktor iklim menurut pembagian F. yaitu persentase perbandingan dan antara jumlah bulan kering dan jumlah Q bulan yang yang basah. Ferguson yang didasarkan pada nilai Q. Hutan suatu Nipa [Nipa dari Formation) Hutan rawa Payau (Palm dianggap atau sebagai Rawa konsosiasi Hutan dimana Palma Hutan tergantung kepada faktor edafis yang ada. dan komposisi tegakan. B. edafis. drainase pantai. dan regosol. tanah swamp forest. a. dari baik. sehingga diperoleh tipe-tipe iklim A. yaitu : Hutan Hujan (Tropical Rain Forest).4.) atau banyak terdapat diberikan jenis-jenis bagan Phoenix Oncosperma dianggap sebagai suatu konsosiasi.H. Termasuk kedalamnya. Hutan Hujan (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : iklim A atau B. Hutan Hujan Bawah (0-1000 m dpl) Jenis pohon yanq dominan : famini latosol. jenis tanah aluvial.Klasifikasi Tipe-tipe Hutan di Indonesia oleh Departemen Kehutanan Departemen Kehutanan dalam Vademecum (1976) telah mengklasifikasikan hutan di Indonesia berdasarkan keadaan iklim. Berikut klasifikasi tipe-tipe hutan di Indonesia menurut Departemen Kehutanan : I.C. kelembaban. D seterusnya sampai berturut-turut terbesar. Tipe hutan yang pembentukannya sangat dipengaruhi oleh faktor iklim disebut Formasi Klimatis (Klimatic Formation).H. Hutan Musim (Monsoon Forest). dan tegakan selalu hijau.jauh . dari Faktor nilai iklim terkecil mempengaruhi pernbentukan vegetasi adalah temperatur. intensitas cahaya dan kecepatan angin. C. dan Hutan Gambut (Peat Forest).

dan (Jawa Sumatera). junghuhniana (Jawa Tengah dan Pinus Eucalyptus (Indonesia Timur). (Indonesia Timur) b. kelompok-kelompok pohon: yang terpisahPodocarpus. Ficus.. 3. 2. Podocarpus imbricatus (Indonesia Timur) c.. Albizia chinensis (Jawa). Hutan Hujan Tengah (1000-3300 m dpl) Quercus. tanah dan organosol. b. dan Albizia montana. spp. Hutan Musim Bawah (0-1000 m dpl) Jenis-jenis pohon : Tectona grandis. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : iklim C atau D. JenisDacrydium. a. hutan hujan spp. dan banyak herba dan tumbuhan bawah. (Irian Jaya). Nothofagus. spp. Hutan Gambut (Peat Forest) Ciri-ciri: terletak Jenis-jenis iklim anatar : A atau B. Hutan Hujan Atas (3300-4100 m dpl) Merupakan jenis Phyllocladus Calophyl1um. terdapat 2 lapisan tajuk yang berbeda. Hutan Musim Tengah-Atas (1000-4100 m dpl) Casuarina Timur). Acacia leucophloea. Alstonia Palaquium Dactylocladus.Dipterocarpaceae Agathis. selalu hijau dan banyak lapisan tajuk. dan Husa pinnata. Casuarina jenis(Jawa).Eugenia. Castanopsis.. Eucalyptus. (Aceh). jenis dari famili Magnoliaceae. (Kalimantan Castanopsis spp. Pinus merkusii Trema. Tenggara). dan pisah oleh padang rumput atau belukar. gugur daun musim kemarau. hutan rawa. merkusii (Sumatera).. Gonystylus .Palaquium Pometia Diospyros spp. Eugenia spp. Santalum album (Nusa Tenggara).

surut. Pisonia grandis... Campnoserma spp. Jenis-jenis : Baringtonia speciosa. Terminalia catappa... 2. Rhizophora spp. terletak pada garis pasang tertinggi. terpengaruh : daerah pantai dan terpengaruh iklim. Hutan Payau (Mangrove Forest) Ciri-ciri air laut. Xylocarpus spp. Hibiscus tiliaceua. hijau. Jenis-jenis pioner pada pantai berpasir diantaranya Coccoloba. jenis tidak tanah pohon: terpengaruh aluvial. Hutan Pantai (Littoral Forest) Ciri-ciri : di daerah kering pantai. dan banyak epifit. tanah pasir dan berbatu. Jenis-jenis leiocarpu/n. terletak di belakang hutan selalu spp. FORMASI EDAFIS 1. tanah selalu tergenang tidak dan pasang pasir. lumpur berpasir. Xylopia iklim.. II.. banyak lapisan tajuk. hanya satu stratum tajuk. adalah Ipomea pescaprae dan . Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: payau. Casuarina equisetifolia.. spp. Bruguiera spp.(khusus di Kalimantan dan beberapa daerah di Sumatera). Palaquium Garcinia dan spp. Koompassia Canarium Calophyllum spp.. Sonneratia spp. Calophyllum inophyllum. tidak terpengaruh iklim. macrophylla. lumpur. Disamping ini banyak terdapat Pandanus tectorius.. Lumnitzera 3. selalu dan tergenang air tawar. Banyak terdapat epifit terutama paku-pakuan dan anggrek.. Jenisjenis Avicennia spp.

000. Klasifikasi Djamhuri Djamhuri Ekosistem Makro di Sumatera Menurut et (1988) mengklasifikasikan al. iklim dan keadaan vegetasi. Purnadjaja. Dengan demikian Djamhuri makro : et ini al (1988) mengklasifikasikan beberapa parameter.000 oleh Direktorat Geologi Bandung (1965).000.000 oleh Lembaga Penelitian Tanah Bogor (1979) 3.000. Peta 2.000. ekosistem makro di Sumatera bersumber pada empat jenis data hasdl penelitian oleh pihak lain. (batu-batuan). 4.000.C. Peta Agroklimat Pulau Sumatera skala 1 : 1. Hasil klasifikasi ekosistem makro ini disajikan dalam tiga buah peta tipe ekosistem makro di Sumatera berskala 1 : 1. ekosistem yaitu berdasarkan arah keadaan geologi habitat. yaitu : 1. Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Tengah.000 Pulau Sumatera skala 1: oleh Laumunier. yaitu Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Utara. dan Setiabudi (198S). Peta Geologi Pulau Sumatera skala 1 : 1. Eksploitasi 2.000 oleh Oldeman (1973). fisiografi. dan Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Selatan.5. .500. ketinggian tanah. Peta Vegetasi Tanah di Sumatera berskala 1 : 1.

diam Air tawar (sungai. danau) Tanah Kering Pantai Pantai Pedalaman HUTAN PANTAI SABANA Keterangan: 1) 2) 3) 4) 5) termasuk termasuk termasuk termasuk termasuk hutan hutan hutan hutan hutan Nipa (Nypa fruticans) dan Nibung (Oncosperma filamentosa) sagu (Metroxylon sago) kerangas (Heath Forest). sungai). diam Air tawar (sungai. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan. diam Air tawar (sungai.Tabel Hasil Klasifikasi Ekosistem Makro di Indonesia IKLIM I. sungai). danau) KETINGGIAN TIPE EKOSISTEM MAKRO HUTAN MANGROVE1) Eutropik Oligotropik HUTAN RAWA2) HUTAN GAMBUT AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m 1000–3000 m > 3000 m HUTAN PANTAI HUTAN HUJAN BAWAH3) HUTAN HUJAN TENGAH4) HUTAN HUJAN BAWAH5) HUTAN MANGROVE1) II. sungai). BASAH (A. vegetasi tanah kapur (Limestone) dan hutan Riparian (Riparian forest) tegakan murni Pinus merkusii di Aceh sub-alpin dan Alpin .B) KEADAAN TANAH Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan.F) Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin. Danau Eutropik HUTAN RAWA2) AKUATIK HUTAN PANTAI HUTAN MUSIM BAWAH HUTAN MUSIM TENGAH ATAS HUTAN MANGROVE HUTAN RAWA AKUATIK AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m > 1000 m III.BERMUSIM Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan.KERING (E.

Salah ukuran/jumlah berikut: satu petak cara/metoda contoh adalah untuk menentukan kurva menggunakan species area. PETAK CONTOH VEGETASI Untuk mempelajari komposisi jenis dan struktur komunitas tumbuhan umumnya dilakukan dengan sampling. TEKNIK ANALISIS VEGETASI RUANG LINGKUP Dalam analisis vegetasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang surveyor agar survey vegetasi yang dilakukan dapat memberikan data/informasi yang teliti dan dapat: dipertanggung jawabkan. kerapatan tumbuhan dan keragaman jenis serta keheterogenan life-formnya. tetapi harus cukup kecil agar individu yang ada dapat dipisahkan. Ukuran. dan teknik analisa harus digunakan. tiang. jumlah dan bentuk petak contoh yang akan dipilih. pancang. Dalam hal ini ada tiga hal yang harus diperhatikan. dan akhirnya teknik analisis vegetasi yang akan digunakan. pohon). vegetasi cara yang meletakkan petak. yaitu ukuran bentuk dan jumlah petak contoh.VI. obyek yang akan diamati. Hal-hal tersebut adalah ukuran. parameter vegetasi yang akan diukur. Dalam penentuan ukuran petak prinsipnya adalah bahwa petak harus cukup besar agar individu species yang ada dalam contoh dapat mewakili komunitas. Cara membuat kurva ini adalah sebagai . A. cara meletakkan petak contoh. dihitung dan diukur tanpa duplikasi atau pengabaian. Jumlah dan Bentuk Petak Ukuran petak bergantung pada ukuran tumbuhan (semai.

(3) Buat pc kedua yang besarnya dua kali lipat pc pertama. 10% jumlah jenis). diproyeksikan Titik pada persinggungan contoh. Catat jumlah jenis pada pc kedua. Ada tiga bentuk petak contoh yaitu lingkaran. (2) Catat jumlah jenis dalam pc tersebut. tersebut surnbu-X.0) dan titik A dengan koordinat (10% luas petak contoh. dan empat persegi panjang. (8) Buat suatu garis (misal garis n) yang sejajar m yang menyinggung kurva species-area. Diantara bentuk-bentuk petak tersebut. Catat jumlah jenis masing-masing pc tersebut.56 m. Untuk menentukan jumlah petak contoh minimal.(1) Buat sebuah petak contoh (pc) berukuran 1 X 1 m atau sebuah lingkaran beradius 0. Petak bentuk lingkaran akan praktis kalau digunakan untuk komunitas rumput. (7) Buat suatu garis (misal garis m) yang melewati titik 0 (0. Bentuk petak contoh sangat penting dalam memudahkan letak petak dan efisiensi sampling. sehingga didapat luas minimum petak prose durnya sama dengan di atas. tetapi sebagai sumbuX (absis) adalah jumlah petak contoh. (6) Buat sumbu-X (luas petak contoh) dan sumbu-Y (jumlah jenis). Sedangkan petak berbentuk persegi panjang akan lebih efisien daripada . bujur sangkar. herba dan semak-belukar. (4) Buat pc ketiga dan seterusnya lipat yang pc ukurannya masing-masing dua kali sebelumnya. (5) Pembuatan pc dihentikan kalau penambahan jumlah jenis sekitar 10%. bentuk lingkaran mempunyai ketelitian yang cukup tinggi dalam proses pernbuatannya.

Cara Meletakkan Petak Contoh Pada contoh. kurang dari 20 cm. Untuk keperluan a) Semai b) Pancang c) Tiang d) Pohon lebih. B. C. apabila hutan random lapangan tanaman dan sampling dan padang digunakan misalnya untuk vegetasinya Sedangkan keperluan survey vegetasi yang lebih teliti sistematik sampling dianjurkan. pancang. dalam tertentu terkait dengan keterbatasan biaya.5 m sampai : Pohon muda berdiameter 10 cm sampai : Pohon dewasa berdiameter 20 cm dan anakan setinggi kurang dari 1. bahkan tumbuhan bawah.petak berbentuk bujur sangkar dalam jumlah dan luasan yang sama. sampling) mungkin homogen. bila sumbu panjang petak sejajar perubahan gradient lingkungan. tenaga dan waktu. anakan berdiameter kurang dari 10 cm. ini kriteria yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : : Permudaan mulai dari kecambah sampai : Permudaan dengan tinggi 1. purposive sampling pun dapat digunakan dalam analisis vegetasi.5 m. Dari segi floristisekologis. sistematik (systematic sampling). dasarnya cara ada acak dua cara peletakan dan petak cara yaitu (random hanya rumput. tiang dan pohon. . karena mudah dalam pelaksanaannya dan data yang dihasilkan Bahkan akan dapat keadaan lebih bersifat yang representative. Kriteria Stadium Pertumbuhan Secara ekologis cukup penting untuk membedabedakan tumbuhan ke dalam stadium pertumbuhan semai.

diameter at breast-height). diameter pohon ketinggian atas (Rhizophora. yaitu : a) Nama species (lokal dan ilmiah). herba. Bagi pohon-pohon tidak berakar tunjang dan berbanir.3 m di atas permukaan tanah (DBH. D. e) Tinggi pohon baik tinggi pohon bebas cabang maupun tinggi pohon total. f) Pemetaaan lokasi individu pohon untuk mendeteksi spatial distribution pattern pada berbagai luasan areal yang berbeda. Parameter Vegetasi yang Diukur di Lapangan Dalam analisis vegetasi ada beberapa parameter vegetasi yang diukur secara langsung di lapangan.e) Tumbuhan bawah : Tumbuhan selain permudaan pohon. misal rumput. spp. b) Jumlah individu untuk menghitung kerapatan.) dan keting¬gian 20 cm di atas banir untuk jenis non-Rhizophora spp. d) Diameter batarig untuk mengetahui luas bidang dasar yang diantaranya sangat berguna untuk memprediksi volume pohon dan tegakan. c) Penutupan tajuk (covering) untuk mengetahui prosentase penutupan vegetasi terhadap lahan. dan sernak belukar. Selain itu. Khusus ditiadakan. diukur pada untuk mangrove stadium 20 cm stadium pohon di tiang biasanya pohon tunjang sehingga meliputi akar berdiameter 10 cm ke atas. hampir semua kegiatan survey vegetasi mengadakan pengukuran terhadap jumlah individu . Dalam prakteknya. Tinggi pohon ini cukup penting untuk mengetahui stratifikasi dan menduga volume pohon serta volume tegakan. pengukuran diameter pohon dilakukan pada ketinggian 1.

E. Semai dan tumbuhan bawah : 2 X 2 m atau 1 X 1 m atau 2 X 5 m. Tiang d. yaitu sub-plot yang berukuran lebih besar mengandung sub-plot yang berukuran lebih kecil. Pancang c.I.I. saja diameter vegetasi batang. yang akan dan tinggi pohon serta tentu identifikasi jenis. Pohon : 5 X 5 m : 10 X 10 m : 20 x 20 m atau 20 X 50 m. F.per jenis. Teknik pembuatan sub-plot-sub-plot tersebut biasanya dilakukan secara nested sampling. Dalam hal ini ukuran sub-plot untuk berbagai stadium pertumbuhan adalah : a. . dengan Metoda dengan petak Metode kuadrat Petak tunggal Di dalam metoda ini dibuat satu petak sampling ukuran tertentu yang mewakili suatu tegakan hutan. b. Walaupun demikian tergantung parameter diobservasi pada informasi yang diinginkan oleh surveyor/peneliti. Ukuran petak ini dapat ditentukan dengan kurva species-area. Ukuran Sub-plot untuk Berbagai Stadium Pertumbuhan Untuk keperluan risalah tumbuhan bawah. permudaan dan pohon di dalam petak contoh seyogyanya dilakukan di dalam subplot-subplot contoh agar memudahkan dalam risalahnya dan tidak terjadi duplikasi penghitungannya.I. (1) . F. Untuk lebih jelasnya suatu contoh petak tunggal dapat dilihat gambar 1. Metoda Analisis Vegetasi F.

40 m 40 cm 2 m 5 m 10 m 20 m Gambar 1. Suatu Petak tunggal dalam analisis vegetasi Adapun parameter vegetasi yang dihitung adalah : a. suatu species Luas petak contoh b. Kerapatan suatu species (K) Σ ind. Kerapatan relatif suatu species (KR) Kerapatan suatu species X 100% Kerapatan seluruh species .

Pancang Luas bidang dasar suatu species Luas petak contoh d.l. Semai. Tiang. Pohon. Frekuensi suatu species (F) Σ Sub-petak ditemukan suatu sp.c. Σ Seluruh sub-petak contoh d. Tumbuhan bawah Luas penutupan tajuk Luas petak contoh Kadang-kadang untuk semai dominansi tidak dihitung. Dominansi relatif suatu species (DR) Dominansi suatu species X 100 Dominansi seluruh species f. Dominansi suatu species (D) d.2. e. Frekuensi relatif suatu species (FR) Frekuensi suatu species Frekuensi seluruh species X 100 g. Indeks Nilai Penting (INP) INP = KR + FR + DR Kadang-kadang untuk semai INP = KR + FR .

Desain Petak Ganda di Lapangan Cara kuantitatif petak tunggal. Petak ganda Di dalam metoda ini pengambilan contoh vegetasi dengan tersebar dapat menggunakan merata. cara ilustrasi disajikan peletakan petak contoh pada metoda petak ganda. menghitung parameter vegetasi besarnya sama nilai dengan metoda . Random Sistematik Gambar 2. Untuk menentukan banyaknya contoh digunakan pada gambar species-area.(2) . banyak petak petak contoh contoh dilakukan letaknya petak Sebagai Peletakan kurva 2 sebaiknya secara sistematis.

berbentuk jalur ini dapat dilihat Gambar 3. Metoda perubahan tanah. menurun sampling garis-garis vegetasi dibuat tegak dan jelasnya. Desain jalur contoh di lapangan Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metoda petak tunggal. Metoda ini keadaan topografi harus misal sungai. F.I. A rintis Arah D C B Gambar 3.F.2. lebih jalur paling efektif untuk mempelajari menurut memotong lurus menaik contoh kondisi contoh pantai. dan elevasi.3.I. Metoda Metoda garis ini berpetak dianggap sebagai modifikasi dapat . Jalur-jalur garis atau petak lereng gunung. ini memotong Untuk topografi.

I. F. A Arah rintis D C B Jarak tertentu sama Gambar 4. .4. petak-petak terdapat Gambar 4 dalam jalur pada sepanjang rintis petak-petak tertentu memperlihatkan pelaksanaan metoda garis berpetak di lapangan. Desain metoda garis berpetak Perhitungan bersama nilai kuntitatif parameter vegetatif sama dengan metoda petak tunggal. yakni dengan cara melompati sehingga jarak satu atau yang lebih sama. Metoda Kombinasi antara metoda jalur dan metoda garis berpetak Di dalam metoda ini risalah pohon dilakukan dengan metoda jalur dan permudaan dengan metoda garis berpetak.metoda petak ganda atau metoda jalur. Untuk lebih jelasnya desain metoda ini dapat dilihat Gambar 5.

Metoda tanpa petak Di dalam metoda ini terlebih dahulu dibuat garisgaris rintis dengan arah azimuth tertentu.A 10 m 2 m 5 m Arah rintis D C B 20 m Gambar 5. plot seng diarahkan ke pohon-pohon yang ada di sekelilingnya.2. Dengan jarak tertentu gatis (secara sistematis dibuat atau acak) di sepanjang di mana tersebut titik pengukuran dilakukan pendaftaran dan pengukuran pohon. F.2. . Tongkat Metoda Bitterlich Bitterlich (tongkat sepanjang 66 cm yang Di dalam metoda ini pengukuran dilakukan dengan ujungnya dipasangi alat seng berbentuk bujur sangkar berukuran 2 X 2 cm).1. Desain Kombinasi Metoda Jalur dan Metoda garis Berpetak Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metode petak tunggal. F. Dengan mengangkat tongkat setinggi mata.

sehingga di setiap titik pengukuran terdapat 4 buah quadran.Pohon sama dengan Sedangkan yang plot tampak seng yang berdiameter didaftar lebih besar dan namanya dan diukur. Untuk N n dimana : N = banyaknya banyaknya pohon dari jenis yang setiap dasarnya dengan rumus: B = X 2. n = titik-titik pengamatan dimana jenis itu ditemukan. Metoda titik guadran (point quarter method) Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran dibuat garis absis dan ordinat khayalan.3 m2/ha bersangkutan. Pilih satu pohon di setiap kuadran yang letaknya paling dekat dengan titik pengukuran dan ukur jarak dari masing-masing pohon tersebut ke titik pengukuran. F. Gambar 6. 2. Pengukuran dimensi pohon hanya dilakukan terhadap keempat pohon yang terpilih.2. Desain Point quarter method di lapangan . kecil bidang pohon tampak jenis berdiameter ditentukan lebih luas dari sisi plot seng tidak masuk hitungan.3 = faktor bidang dasar untuk alat. Gambar 6 memperlihatkan pelaksanaan metoda ini di lapangan.2.

Kerapatan total semua jenis Unit area (d)2 (d)2 adalah rata-rata unit area/ind.. + dn n dimana: d = jarak ind.. Dominansi suatu jenis Kerapatan jenis suatu jenis X dominansi rata-rata per . pohon ke titik pengukuran di setiap kuadran n = banyaknya pohon b. yaitu ratarata luasan permukaan tanah yang diokupasi oleh satu ind. Kerapatan suatu jenis Kerapatan relatif suatu jenis ——————————————————————————— X 100 Kerapatan total semua jenis e.Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi adalah sebagai berikut : a.. tumbuhan. c..X 100% Jumlah individu semua jenis d.. Jarak rata-rata individu pohon ke titik pengukuran d = dl + d2 + .... Kerapatan relatif suatu jenis Jumlah individu suatu jenis —————————————————————————...

f.

Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis Dominansi seluruh jenis X 100%

g. Frekuensi Suatu jenis =

Jumlah titik ditemukannya suatu jenis Jumlah semua titik pengukuran

h. Frekuensi relative Frekuensi suatu jenis Frekuensi semua jenis i . INP = KR + FR + DR Metoda berpasangan acak (random pair method) X 100%

F.2.3.

Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran pilih-lah salah satu pohon yang terdekat dengan titik pengamatan tersebut. Kemudian hubungkan pohon tersebut dengan sebuah garis ke titik pengukuran. Buat sebuah garis yang tegak lurus garis pertma dan pilihlah sebuah pohon yang terdekat dengan pohon pertama tapi letaknya di dalam sektor lain yang dibatasi oleh garis yang ditarik tadi. Setelah jarak antara pohon pertama dan kedua dicatat. Untuk lebih jelasnya pelaksanaan metoda ini di lapangan dapat dilihat Gambar 7.

900

900

Gambar 7. Ilustrasi metoda berpasangan acak dalam analisis vegetasi

Besarnya

nilai

parameter

vegetasi

dihitung

dengan

rumus-rumus sebagai berikut: a. Kerapatan seluruh jenis Unit area (Luas) 0.8 X jarak pohon rata-rata

b. Rumus lainnya sama dengan cara kuadran. F.2.4. Metoda titik intersept (point intercept method)

Metoda ini cocok untuk komunitas tumbuhan bawah seperti rumput, herba dan semak. Dalam pelaksanaannya di lapangan dapat digunakan alat pembantu seperti terlihat pada Gambar 8.

Dengan yang apa yang

mengangkat

dan

menyentuhkan dominansi dari

pin jenis

terbuat dari kawat yang tersentuh suatu sehingga jenis

maka kita catat jenis

tersebut dapat dihitung dengan rumus : a. Dominansi Σ sentuhan suatu jenis Σ seluruh sentuhan b. Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis X100% Dominansi seluruh jenis c. Rumus-rumus lainnya sama dengan metoda dengan petak. Hal yang sama dapat dilakukan dengan alat b dengan cara memindahkan alat tersebut pada plot contoh tiap 10 cm, sehingga didapatkan dominansi dari jenisjenis yang tersentuh.

F.2.5.

Metoda garis intersep (line intercept method)

Cara ini digunakan untuk komunitas padang rumput, semak/belukar. Prosedure pelaksanaan di lapangan: - salah satu sisi areal dibuat garis dasar - garis dasar tersebut menjadi intersep tempat secara titik random tolak atau garis intersep. - letakan garis-garis sitema-tik pada areal yang akan diteliti. Garis intersep sebaiknya berupa : - pita ukur dengan panjang 50 - 100 kaki (1 kaki = 30.48 cm) . - tambang, tali

Alat tersebut dibagi ke dalam interval-interval jarak tertentu. Hanya tumbuh-tumbuhan yang tersentuh, di atas atau di bawah garis intersep yang diinventarisir. Jenis data yang diinventarisir adalah : (1) panjang garis yang tersentuh oleh setiap individu tumbuhan. (2) panjang segmen garis yang berupa tanah kosong. (3) jumlah interval yang diisi oleh setiap species. (4) lebar maksimum turnbuhan yang disentuh garis intersep. Sebaiknya, beberapa strata, kalau komunitas tumbuhan terdiri atas secara

penarikan

contoh

dilaksanakan

terpisah-pisah untuk setiap strata. Besaran/parameter vegetasi yang dihitung adalah : (1) jumlah individu setiap jenis (N). (2) Total panjang intersep setiap jenis (I). (3) Jumlah interval transek/garis ditemukannya suatu jenis (G). (4) Total dari kebalikan dari lebar tumbuhan maksimum (X 1/m). (5) Kerapatan suatu jenis (E 1/m) = unit area (——————————————————————————) total panjang garis intersep

(6) Kerapatan Relatif suatu jenis kerapatan suatu jenis X 100% kerapatan seluruh jenis

.Frekuensi Relatif suatu jenis Frekuensi yang dipertimbangkan untuk suatu jenis Total frekuensi yang dipertimbangkan untuk semua jenis Frekuensi yang dipertimbangkan = F = Σ 1/m N X100% X 100% (ll). INP = KR + FR + DR.(7). Dominansi Relatif suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis X100% Total panjang garis intersep semua jenis (9). Frekuensi suatu jenis Σ interval ditemukannya suatu jenis Σ semua interval transek (10). Dominansi suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis Total panjang garis intersep (8).

Satu atau beberapa organism/tumbuhan. Eury (lebar) Setiap organism kemungkinan hidupnya dibatasi oleh: 1. Steno (sempit) 2). populasi dan komunitas tumbuhan pengamatan/analisa factor-faktor factor lingkungan di dalam kajian ekologis adalah: mana yang operasionil minimum. merumuskan penting 2. HUBUNGAN MASYARAKAT TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGAN A. menentukan bagaimana pengaruh factor-faktor itu terhadap individu. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu sistem yang kompleks di mana sama berbagai lain factor berpengaruh timbale balik satu dan dengan komunitas organism hidup. yaitu: 1). jumlah dan variabilitas zat-zat tertentu yang ada. batas-batas toleransi dari masing-masing organism terhadap factor-faktor itu dan factor-faktor lainnya B.VII. Factor penghambat adalah setiap keadaan jumlah sesuatu berada zat dekat atau atau derajat sesuatu factor fisik yang melampaui batas-batas toleransi. maksimal dan optimal menurut batas toleransi dari tumbuh-tumbuhan sehingga factorfaktor tersebut sangat mempengaruhi tumbih dan hidupnya tumbuh-tumbuhan. kebutuhan kritis 2. dan factor-faktor fisik yang . Kisaran toleransi organism terhadap lingkungan ada dua macam. Satu/beberapa factor lingkungan dikatakan penting bila berada pada taraf minimal. Tujuan Pengamatan Faktor Lingkungan Tujuan 1.

jarak dari pantai . batuan dan bahan induk . penyebaran buah . pembakaran.Kelembaban udara Kelembaban nisbi. mineral tanah. tekstur. kualitas. suhu . cacing. sifat-sifat base-exchange . lama dan periodisitas . rayap. macam bahan organic. fauna tanah. humus. mekanisme dan kimia 3.Sifat-sifat kimia pH. Faktor Geografis .Topografi Lereng. struktur.Suhu Derajat.Letak geografis Derajat lintang. infiltrasi. Hewan Penyerbukan. aktivitas tanam-menana dan pengolahan tanah 2.Sifat-sifat fisik Profil.Jenis tanah . Faktor-Faktor Lingkungan b. aerasi. dan deficit tekanan uap .Geologi Sejarah geologi. Faktor Lingkungan Biotik 1. pengaruh kimia dan fisik. bakteri. porositas.Angin Kecepatan.Gas udara Oksigen.2. Faktor Lingkungan Abiotik 1.Vulkanisme Pengaruh panas. Faktor Edafis . pencemaran air/udara. serasah .Curah hujan Banyaknya dan intensitas.Erosi C. pulau atau benua.Cahaya Intensitas. bentuk lapangan . Faktor Iklim . distribusi dan musim . Komponen-komponen Lingkungan Faktor Lingkungan Abiotik Aspek-Aspek yg Penting C. CO2. kadar air. macamnya . lama dan periodisitas . drainase. Manusia Penebangan.1. kekuatan dan arah. derajat dpl. jamur. gas-gas lain 2. derajat bujur. frekuensi. kandungan hara mineral.C.Sifat-sifat biotis Flora tanah. permeabilitas. kandungan senyawa organic. frekuensi. tekanan uap. dan bulk density.

pengaruh kotoran. hutan hujan tropika selalu hijau Tanpa musim kering.600 – 1. Tumbuh-tumbuhan dan biji.000 E F G H 1. padang pasir Daerah kering.000 3. setiap tipe iklim mempunyai tipe-tipe hujan sebagai berikut: Tipe Iklim A B C Nilai Q 0 – 0.000 > 7.143 0. zona iklim. pengaruh toksis D. Iklim mikro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk tempat/ruang yang terbatas (habitat mikro) b.600 Keadaan Ikllim Tanpa musim kering. Pengertian iklim dapat dikategorikan ke dalam: a.143 – 0.670 1. padang pasir D 0.3. Iklim 1. hutan savanna Daerah kering. memakan dan merusak bagianbagian tumbuh-tumbuhan.000 – 7. hutan savanna Musim kering keras. simbiosis.670 – 3. zona vegetasi 2.000 – 1.333 – 0. hutan musim yang pohon-pohonnya gugur daun Musim kering keras. parasitisme. transmisi penyakit Persaingan. Iklim makro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk daerah yang luas. Klasifikasi iklim yang paling banyak dipergunakan di Indonesia adalah klasifikasi tipe hujan oleh Schmidt dan Fergusson (1951). Nilai-nilai iklim makro dipergunakan untuk menetapkan tipe iklim.000 . hutan hujan tropika selalu hijau Musim kering nyata. peralihan hutan hujan tropika ke hutan musim Musim kering agak keras.333 0. Dimana: Q = Jumlah rata-rata bulan kering (< 60 mm) Jumlah rata-rata bulan kering (> 100 mm) Berdasarkan nilai Q.

bagai tanaman cahaya merangsang proses tanaman. < 1000 jumlah curah Di hujan daerah antara 1600-4000 mm/tahun. 3. energy fotosintesis kompensasi . Sedangkan sekitar cahaya 400-750 tersebut yang 40% kasat mu. Dari spectrum cahaya kasat mata terutama diabsorbsi . Intensitas cahaya. energy cahaya melalui butir-butir daun diserap dan dirubah menjadi energy kimia dalam bentuk mineral molekul gula yang sederhana. dari mata Dari radiasi dengan energy yang total panjang cahaya merupakan gelombang mata untuk untuk kasat dapat mengimbangi energy tersebut oleh respirasi disebut titik hanya 1-4% digunakan daun fotosintesis. antara melalui penggunaan pertumbuhan keseimbangan tumbuhan fotosintesis dan respirasi. sedangkan daerah gurun curah hujannya ≤ 300 mm/tahun. Bagi tumbuhan. minimal dimana diferensiasi Untuk harus masukan ada jaringan dan yang sel-sel normal.Umumnya berkisar dengan di curah hutan hujan hujan. CO2 + 2 H20 Cahaya Klorofil CH20 + H20 + 02 + Energi Selain itu. mm/tahun ditemukan komunitas savanna. Cahaya a. Fotosintesis Cahaya matahari merupakan sumber utama energy yang diperlukan bagi kehidupan.Radiasi matahari yang diterima permukaan bumi berpanjang gelombang 300-10000 mu.

Tumbuhan 2000 vegetasi sedang penguapannya kuat: belukar. c.Transpirasi a. . sebesar tersedia untuk fotosintesis daun. Samanea samans. Menurut Galston energy diterima cal/cm2/th permukaan bumi. panas yang matahari 100 selebihnya besar dipantulkan. Bambu. Lantana camara. keadaan tempat tumbuh terutama iklim. Transpirasi . penguapannya Tectona mm/th). grandis. yang Tipe falcataria. galuca.Hanya sebagian kecil saja energy yang tersedia digunakan manjadi (1961). villaosa. b. kesuburan komunitas tumbuhan. Di dalam huutan. untuk energy dari fotosintesis.fotosintesis adalah sinar biru (panjang gelombang 450 mu) dan sinar merah (670 mu) . dan lalu 60-90% diabsorbsi lalu sebagian yang 000 digunakan untuk transpirasi. Kedudukan tumbuh-tumbuhan dalam komunitas. Penguapan daun semakin banyak bila kadar air tanah semakin tinggi b. strata pohon penguapannya lebih tinggi dari strata semak .Besarnya transpirasi bergantung pada: a. berbagai yang jenis tumbuhan kuat menurut (> 2000 Coster (1937): penguapannya Albizia Leucaena dll. Tegakan yang lebih subur di areal beriklim basah mempunyai transpirasi yang lebih tinggi daripada tegakan yang kurang subur. Tumbuhan mm/th). Acacia Eupatorium yang (1000Hevea palescens. b.

brasiliensis, Artocarpus c. Tumbuhan mm/th). Casuarina Garcinia Tipe - Selain merah efek

Imperata integra,

cylindrical, robusta, (<1000 elastic, merkusii, lemah: infra Secara proses

Coffea lemah

Eucalyptus alba, dll. yang Thea penguapannya sinensis, Cocoa Ficus Pinus nucifera,

equisetifolia, mangostana, yang

Agathis alba, Lagerstroemia speciosa, dll. vegetasi cahaya yang penguapannya ada cahaya hutan pegunungan. kasat tidak dan mata, dapat dilihat. pada

ekologis, cahaya ini penting karena memberikan pemanasan berpengaruh perkecambahan dan pertumbuhan batang. Selain itu ada juga sinar ultra violet yang sebagian besar diserap oleh lapisan ini ozon di luar atmosfir. protoplasma. - Factor cahaya yang penting diketahui adalah: 1). Intensitas cahaya atau jumlah radiasi per satuan atau luas per satuan panjang waktu, 2). Kualitas dan 3) komposisi gelombang, tumbuhan Sinar dapat mematikan

lamanya penyinaran dalam sehari. - Berdasarkan perbedaan adaptasi terhadap intensitas toleran cahaya, tumbuh-tumbuhan plant)

dikategorikan ke dalam: a. Tumbuhan naungan excelsa, (shade-adapted missal: noronhae, yaitu tumbuhan yang tahan hidup di bawah (scyophyt), Schima Altingia Swietenia

mahagoni, Dypterocarpus spp., Dryobalanops aromatic, Shorea accuminatisima, Vatica

rassak, Eusyderoxylon zwageri. b. Tumbuhan intoleran (sun-adapted atau light demanding plant) yaitu tumbuhan yang untuk hidupnya memerlukan banyak cahaya matahari (Heliophyt), Gmelina - Warna merah atau missal: Pinus Acacia mangium, Paraserianthes falcataria, Eucalyptus alba, arborea, merkusii, Tectona

grandis, Pterospermum javanicum cahaya Dalam lebih mempengaruhi hal ini warna Lamanya sangat kecepatan biru dan penyinaran berpengaruh panjang fotosintesis.

berpengaruh. cahaya

periodisitas fase reaksi

terhadap Berdasarkan yaitu:

generative tanaman

(pembungaan).

terhadap

hari, tumbuhan dibagi menjadi tiga vegetasi, a. Tumbuhan hari pendek, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari < 12 jam, missal ubi jalar, arbei, aster, semai, dll. b. Tumbuhan berhaari panjang, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari > 12 jam, misal: kentang, lobak, dll c. Tanaman netral, yaitu tanaman yang tidak dipengaruhi oleh panjang hari, misal: tomat, nenas, kapas, ubi kayu. Bayangan hutan merupakan bayangan merah karena cahaya yang telah melalui daun-daun hijau tersaring dan chaya ada yang diteruskan banyak mengandung hutan yang sinar-sinar banyak bagi Karenanya hijau, merah dan infra merah. Bila hutan terlau rapat, kemungkinan sinar bayangan infra merah pohon terlalu tidak mengandung pertumbuhan baik

jenis-jenis

tertentu.

permudaan

banyak

terdapat

di

tempat-tempat

terbuka

dalam hutan sehingga di hutan yang rapat perlu ada tindakan seeding cutting. D. ADAPTASI TUMBUHAN Warming (1895) mengklasifikasikan tumbuhan kedalam bebera-pa grup ekologi berdasarkan persaratan tumbuh terhadap air dan macam subtrat/tanah dimana tumbuhan hidup. A. Grup Ekologi Tumbuhan berdasarkan Jenis Tanah

sebagai Media Tumbuh : 1. Tumbuhan tanah asam (Oxylophytes) 2. Tumbuhan tanah basa (Halophytes) 3. Tumbuhan tanah pasir (Psammophytes) 4. Tumbuhan pada permukaan batu-batuan (Lithophytes). Epifit tidak termasuk, karena tidak mempunyai hubungan yang permanen dengan tanah. B. Grup Ekologi : Tumbuhan tumbuhan berdasarkan yang hidup kebutuhannya didalam atau

terhadap air : 1. Hydrophytes dekat air. 2. Xerophytes : tumbuhan yang hidup di habitat kering (kurang suplai air). 3. Mesophytes : tumbuhan yang hidup di habitat yang tidak kering juga tidak basah (lembab). HYDROPHYTES

A. Asal Kata Bahasa Yunani : Hudor = air Phyton = tumbuhan

B. Pengertian Hydrophytes : tumbuhan yang hidup ditempat basah atau dalam air baik sebagian maupun seluruh tubuhnya terendam Contoh : Hydrilla, Utricularia, Eichornia, dll

C. Klasifikasi Hydrophytes Berdasarkan hubungan dengan air dan udara, hydrophytes dibagi kedalam: 1. Submerged hydrophytes Tumbuhan yang tumbuh di bawah permukaan air (tanpa adanya kontak dengan atmosfir). Contoh : Hydrilla, Vallisneria, Nitella, dll. 2. Floating Hydrophytes Tumbuhan yang terapung di permukaan atau sedikit di bawah permukaan air. Tumbuhan ini ada kontak baik dengan air maupun udara, serta tumbuhan tersebut mungkin berakar atau tidak dalam tanah. Floating hydrophytes dibagi kedalam dua grup, yaitu : a. Free floating hydrophytes Tumbuhan yang terapung bebas di permukaan air tanpa berakar di lumpur. Contoh: Wolffia arhiza Wolffia microscopic Azolla Eichornia crassipes b. Floating but rooted hydrophytes Tumbuhan yang berakar dalam lumpur di dasar perairan, tapi daun dan bunganya terapung di atau di atas permukaan air. Contoh : Victoria regia (water lily) Nymphaea Ceratopteris thaiictroides

Amphibious hydrophytes Tumbuhan yang beradaptasi terhadap lingkungan perairan dan daratan. mesophytik berkarakter seperti hydrophytic. .3. Contoh : Oryza sativa (padi) Enhydra flutuars Marsilea Sagittaria Phragmites Scirpus Alisma Jussiaea Neptunia Commelina Polygonum Typha Ranunculus aquatilis. dll. "Amphibious plants" bebernpa yang bagian hidup batang di tempat oleh pasangAkar air dan atau surut/payau digolongkan halophytes. Tumbuhan ini bisa tumbuh di saluran air atau di subtrat lumpur. Bagian aerial tapi dari penampilan bagian tumbuhan yang tersebut atau terendam memperlihat-kan xerophytic. cabang. karena air merupakan konduktor panas yang buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhan di lingkungan perairan a. dan bunga di atas permukaan air atau bahkan tersebar di daratan. tapi sebagian pucuk daun. terendam terkubur oleh lumpur. Suhu air Tumbuhan air jarang dipengaruhi oleh suhu yang ekstrim.

tetapi sebagian tergantung akarnya mineral. . Dalam Jussiaea repens berkembang dua macam akar bila tumbuh dipermukaan air. Akar - Tumbuhan air mempunyai akar yang berkembang kurang baik. Beberapa hydrophytes berakar dari tanah tidak seperti air dalam Hydrilla melalui hal unsur dalam - memperoleh pada - makanan dalara permukaan tubuhnya. - Akar terapung membantu tumbuhan air dalam kestabilan posisi terapung. warna hijau/kuning. Utricularia. Batang - Batang bersifat lunak. b. Konsentrasi osmotik dan toksisitas air Keadaan ini bergantung pada jumlah dan komposisi bahan kimia yang terlarut dalam air. Adaptasi Hydrophytic Beberapa penampilan adaptif dari tumbuhan air dalam: a. Fisiologis tumbuhan air sangat dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi osmotik air. sebagai perraukaan penyerap air dan - - Akar pada tumbuhan air yang terapunq miskin akan rambut akar. yaitu akar normal dan akar "negatively geotrophic" yang mempunyai struktur sponge. Akar kadang-kadang air ditemukan tumbuhan - seperti: Azolla. Ceratophyylurn.b. Salvinia. C. Bagian akar yang berhubungan langsung dengan air berfungsi mineral.

. tapi bulat. 2. dan daun yang terapung atau di atas permukaan air berbentuk bulat atau seperti telinga. yaitu daun yang terendam air dan daun di atau di atas permukaan air. permukaan atas berhubungan dibawahnya bersentuhan dengan air. bagian warna hijau bebas pucat/gelap. . Daun yang lebar dipermukaan air bertranspirasi secara aktif dan mengatur tekanan hidrostatik di dalam tubuh tanaman. Daun - Umumnya dengan berbulu. Daun tumbuhan air yang terapung bebas adalah bersifat halus dan sering dilindungi oleh "wax". e. Tumbuhan air kurang menunjukkan respon terhadap karena kekurangan air dapat kekeringan. Azolla.Daun yang terendam umumnya berbentuk pita linier atau sedikit terpotong. .Heterophyly adalah suatu penomena dimana beberapa tumbuhan air mengembangkan dua tipe daun yang berbeda. Salvinnia.c. atmosfir. air. Daun lebar di/diatas permukaan air yang terendam beradaptasi menaungi terhadap daun intensitas cahaya yang rendah. panjang.Heterophylly berkaitan dengan karakteristik fisiologi tumbuhan air sbb: a. Pengurangan jumlah transpirasi b. Contoh : Sagittaria. dikompensasi oleh daun yang terendam dalam d. c. 3. Variasi dalam life-form dan habitat. Heterophylly .

Pada Alga. . modifikasi anatomi berperan sebagai : 1. ditemukan dibagian tanaman terendam .Lapisan "wax" ini berfungsi sebagai pelindung daun dari luka kemis-fisis dan menghalangi penyumbatan stomata oleh air. panjang.penyerbukan dilakukan yang hidup memperlihatkan tersebut penampilan Daun-daun dan di daripada daun dari grup hydrophytes lainnya. 4. terendam air. Cuticle .tidak air. Modifikasi Anatomi Dalam tumbuhan hydrofit. Dalam relatif yang sedikit berperan kecil dan "bouyancy" dari tanaman tersebut. Dalam beberapa tumbuhan air. D. dipersal air Buah buah termasuk dan oleh media air). organisme ringan. umumnya Dengan plants". Hal ini berguna untuk melawan/beradaptasi aliran demikian. . Daun dengan 6. petiol (daun penumpu) menj adi bengkak dan berkembang yang dengan susunan sebagai sempit tumbuhan berada keras biji sponga 5.beberapa lapisan tipis di permukaan tubuh tumbuhan di permukaan air. Pengurangan struktur pelindung a.Tumbuhan air umumnya bereproduksi vegetatif. daun yang lebih dan tersebut dipengaruhi sedikit tekanan mekanik air. . "amphibious air dipermukaan mesophytic. secara biji sehingga mudah terapung di air. reproduksi dilakukan o]eh Zoospore dan motile/non-motile spora.

misal Hydrilla. Lubang udara ("air chamber") Aerenchyma dalam daun yang terendam dan batang berkembang dengan baik. Hypodermis .b. pada dengan tumbuhan jumlah tumbuhan bagian dalam terapung yang yang terendam berkembang permukaan di - stomata pada terbatas sebelah atas. secara langsung lingkungan air. Peningkatan Aerasi a. d. “Air Chamber” diisi oleh gas dan air CO2 dalam “Air dan dan Chamber” O2 O2 yang dalam digunakan dihasilkan “Air dalam oleh fotosintesis fotosintesis Chamber” . sehingga sel tersebut berfungsi sebagai alat fotosintesis. c. terutama daun dan batang sangat tipis. Sel epidermal mengandung kloroplas. Epidermis .berfungsi sebagai dan gas alat penyerap air.kurang berkembang . Stomata - tidak dijumpai pada tanaman air. - pada amphibia tumbuhan jumlah stomata yang yang tersebar lebih seluruh kontak dengan besar atmosfir daripada tumbuhan terapung. b. 2.beberapa sel yang berdinding sangat tipis. hara dari mineral.

Jaringan phloem umumnya tidak berkembang dengan baik. Pengurangan jaringan penunjang mekanik a. karena gaya bouyant air memungkinkan tumbuhan terlindung dari luka fisik. asterosclereid (sel berlignin berbentuk bintang) berkembang untuk menunjang tubuh tanaman. tapi endodermis kadangkadang tak dapat dibedakan secara jelas. .digunakan dalam proses respirasi “Air chamber” mengembangkan “septa-cross” perforasi yang halus: disphragma. permukaan makan tubuh tumbuhan yang terendam jaringan pembuluh tidak begitu diperlukan - Dalam tumbuhan air berjaringan pembuluh. Lacuna berperan sebagai "air . Dalam terutama beberapa bagian berhubungan dengan atmosfir teratai tanaman lainnya. tetapi dalam beberapa kasus phloem berkembang dengan baik. Jaringan mekanik sangat minim/tidak ada pada tumbuhan yang terendam air. Pengurangan Jaringan Pembuluh - Karena absorbs air dan hara mineral dilakukan oleh seluruh air. yang berguna bagi peningkatan aerasi dan mengontrol ekses air. xylem tidak berkembang dengan baik. Aeranchyma berperan untuk buoyancy dan penunjang mekanik tumbuhan air 3. 4. Jaringan amfibi dan ini berkembang di dalam korteks yang tumbuhan b. Beberapa tumbuhan air inemperlihatkan lacuna dipusat tempat xylem terbentuk. chamber" .

Xerophytes adalah tumbuhan karakteristik gurun dan semigurun.. XEROPHYTES A. misal lereng gunung. . gurun. dll. kelembaban pada sifat rendah suhu tinggi. dimana kkapasitas menahan air dari tanah adalah rendah beriklim yang permukaan (daerah tersebut atau batuan. Habitat xeric adalah habitat dimana ketersediaan. Habitat yang fisiologi air. Pengertian Tumbuhan yang tumbuh di habitat kering atau xeric. air sangat terbatas. . tumbuhan tersebut mengembangkan karakteristik . Sedangkan pertumbuhan sekunder tidak terjadi dalam tumbuhan air (batang dan akar).Xerophytes kurang yang tumbuh maka suatu kondisi sesuai. Tipe-tipe Habitat Xeric 1. Habitat tersebut mungkin terlalu masin. kering air banyak tapi sukar diserap oleh tumbuhan). secara kelebihan fisik misal kering. terlalu dingin terlalu asam. B. Habitat yang secara fisik dan fisiologis kerng. 3.Kumpulan pembuluh umurnnya berkelompok ke arah pusat. 2. . lahan kritis. tapi tumbuhan tersebut dapat tumbuh dikondisi mesophytic dimana air yang tersedia jumlahnya sedikit.Xerophytes yang dapat beradaptasi dengan kondisi dan yang ekstrem kering. Habitat dan yang secara kering.

Boaginaceae.Tumbuhan tersebut tumbuh dimana curah hujan periodenya pendek.Biji yang masak bersiklus mendekati (beberapa minggu).fisiologi dan struktur khusus yang berfungsi untuk : a.Dalam kondisi yang sebelum yang memungkinkan. 1. Mengurangi transpirasi serninimal mungkin. Tumbuhan yang tahan kekeringan . b. disebut semiarid. 2. tumbuhan berada dalam fase buah dan biji dengan kulit biji dan pericarp yang keras. Artemesia.Tumbuhan berukuran kecil yang berkapasitas untuk mentolerir atau menderita kekeringan. . berkecambah .Tumbuhan ini membentuk organ adaptif untuk . c.Contoh : Astragalus.Selama periode kering yang ekstrirn. rumput. Tumbuhan terhindar dari kekeringan . d. Tumbuhan yang menderita kekeringan .Bersiklus hidup pendek . Mengabsorpsi lingkungannya. . 3. hidup musim biji pendek kering. C. sehingga tanaman selamat dari kondisi kering ekstrim. Menahan air dalam organ untuk periode waktu yang lama. Mengontrol penggunaan konsumsi air. Klasifikasi Xerophytic Berdasarkan Ketahanannya air sebanyak mungkin dari terhadap Kekeringan. . Tumbuhan umum demikian di EPHEMERAL.

b.Tanah marginal (Eremophytes) Beberapa tumbuhan habitat kering mempunyai organ penyimpanan air. Karakter xeromorphic . Succulent xerophytes : Adalah yang Air tumbuhan bengkak yang yang mempunyai organ-organ secara tersebut dan berdaging dalam akibat organ aktif mengakumulasi air dalam organ tersebut. Adaptasi Xerophytes 1. . dan akan hilang kalau faktor lingkungan memungkinkannya selalu memperlihatkan xeromorphic characters.Karakter xeroplastik : karakter yang disebabkan oleh kekeringan dan selalu berasosiasi dengan kondisi kering.Karakter xerofitik yang dapat diwariskan (bersi-fat genetik) disebut xeromorhic. D. Dalam hal ini.bertahan ekstrim. xerophytes dibagi dua kelompok : a.Pasir dan kerikil (Psamrnophytes) .Tanah berbatu (Lithophytes) . disimpan dikonsumsi tumbuhan pada saat musim kering yang ekstrim. Non-succulent atau xerophytes sejati. terhadap kondisi kekeringan yang Xerophytes tumbuh di habitat yang berbeda : . Contoh : halophytic mangrove dan beberapa pchon selalu-hijau 2.Gurun . Karakter xeroplastic . Karakter ini tidak menurun.

. hijau dan kokoloba (Maehlenbeckia). Ulex. golongan lapisan tanah yang banyak air.. dari keras banyak lilin beberapa dan xerophytic baik oleh (misal menjadi b) Batang berkayu batang yang aerial maupun sub-terranean diselimuti yang tebal lapisan Equisetum). sering dan menjadi nampaknya umbi daun dan pada secara berdaging tersebut dalam muncul langsung dari bagian atas akar. Selain itu.Penampilan xerophytic yang penting adalah sebagai berikut : a. ada juga batang yang diselimuti bulu-bulu yang rapat (misal Calotropis) c) Dalam beberapa xerophytic. batang menjadi mungkin termodifikasi duri. misal Duranta. Batang a) Batang mempunyai dari yang sistem ini untuk perakaran Banyak mempunyai mencapai berkembang dengan dalam baik. Adaptasi morfologi (1). d) Dalam batang yang berdaging. Akar Xerophyte yang tumbuhan perakaran (2). beberapa menjadi dan dengan Contohnya: xerophytic daun yang berdaging. istilah kaktus termodifikasi yang terkenal phylloclades. dll. batang utama tanaman e) Batang datar.

dll. misal Pinus. .(3). dll. f) Trichophylly Beberapa xerophytic yang tumbuh di daerah yang berangin kencang. (gugur daun seperti daun "caducous" mayoritas menjadi daun cepat). c) Dalam daun berdaging yang berfungsi sebagai penyimpan kelebihan air dan getah. Kadang-kadang (kaktus) e) Umumnya daun daun xerophytic dengan mempunyai semacam yang kecil daunnya tereduksi menjadi duri seperti pada Opuntia jarum/duri dan berurat yang rapat. Xerophytic yang daun dan batangnya tertutupi oleh bulu disebut "trichophy1lous plants". umumnya mempunyai batang yang tereduksi. g) Daun tergulung (Rolling of leaves). d) Umumnya xerophytes mempunyai daun yang tereduksi (ukurannya mengecil) dan terlapisi oleh silika lilin dan mengandung cuticle yang tebal. misal Nerium. permukaan bawah daun untuk melindungi stomata. b) Beberapa xerophytes mempunyai daun seperti jarum. Daun a) Dalam sering tetapi tereduksi rnisal beberapa xerophytes. Asparagus. Casuarina. umumnya sisik Ruacus. Contoh: Sedum acre. Aloe spinossissima.

secara dll. suatu adalah kecil dan atas kompak. . 1) Adanya deposisi lilin. lilin. hanya dan dipermukaan karena daun tergulung ke arah atas dengan sendirinya stomata tertutup dari atraosfir. 2) Epidermis Sel dua pada atau xerophytes tiga Sel tanin. b. diselimuti melawan saringan intensitas cahaya yang tinggi. membentuk 3) Rambut Rambut-rambut rnelindungi kehilangan air ini stomata yang berperan dan berlebihan.Dalam tersebar hal ini stomata atas. lapisan epidermis resin. adaptasi anatomi ditujukan untuk mengefisienkan penggunaan air. keras. buah dan biji Bunga kondisi memungkinkan. lignifikasi. pasir. radial. dan kutinisasi pada perraukaan epidermis dan bahkan di hipodermis. untuk mencegah Rambut Umumnya epidermis terdiri selalu berkembang Buah dan pada yang biji lingkungan yang efektif air di rumput untuk bagi gurun hilangnya Contoh: terlindungi oleh kulit yang cukup memanjang ini selulose. (4). Adaptasi Anatomi Bagi xerophytes. Bunga. Cara ini merupakan modifikasi mengurangi tanaman.

Kadangkadang hipodermis diisi oleh tanin dan mucilage (lendir). di bawah strukturnya. Dalam batang. sangat bila atau reduksi Hal transpirasi ini dapat area pada penting. terisi . sebagian besar bagian tubuh dibentuk oleh sklerenkim. jaringan Pertukaran b. xerophytes. 5) Hypodermis. jumlah Umumnya stomata stomata/unit stomata termodifikasi tenggelam. uni atau multiseluler. Dalam kasus dimana daun tereduksi (ukurannya kecil) atau daun dilakukan dengan secara daun oleh gugur oleh cepat.tersebut 4) Stomata Dalam adalah terjadi berkurang bisa sederhana atau kompleks. xerophytes daun bertipe cekung dan Stomata ini bisa berada di atas permukaan (rolled leave) permukaan daun (dorsiventral leave). Dalam ground batang tissue dilakukan oleh batang. teratur berdaging. dapat berasal dari epidermis atau korteks (batang) atau mesophyll (daun). Dalam xerophytes. terdapat langsung satu atau di bawah epidermis yang beberapa Hypodermis lapisan kompak grup sel berdinding tebal membentuk hydrodermis. 6) Ground tissue a. kortek fotosintesis oleh klorenkimatis terluar yang dihubungkan stomata gas dan atmosfir.

daun. penyimpan air. dan membuat xerophyte oleh mesofilnya dari semua dikelilingi sisi hipodermal yang tebal dari sklerenkim kecuali dari Lembaran ini membentuk diafragma untuk melawan xerophyte berkembang sklerofilous. melingkar. berdinding tebal. penelitian yang menunjukkan bahwa kecuali sukulen. bengkak dll. c. dan Ada mesofil ruang beberapa adalah sel sangat semakin yang lembaran bawah.parenkimatis berdinding yang menyimpan kelebihan Hal ini berdaging. d. berkembang kuboid. c. intensitas yang ektensif Dalam cahaya. xerophyt menunjukkan transpirasi . Selsel dalam tubuh xerophytes adalah dan sangat kecil. Jenis tumbuhan antar air. batang lateks. Conducting phloem xerophytes. xylem dalam dan tubuh yaitu baik Semula para ahli berasumsi bahwa adaptasi dalam saat pengurangan hasil-hasil laju transpirasi. Sel tersebut mungkin sperikal. lendir. Ruang antar sel semakin sempit. Dalam kompak sempit. disebut daun skhlerenkimanya berdaging. Adaptasi struktural berguna Tetapi sejati Fisiologi dalam ini tubuh xerophytes sangat tissue. parenkim berkembang ekstensif sebagai kompak. atau bentuk e.

Pada malam hari. (1) Sukulen pentosan berperan Modifikasi mengandung dan sejumlah sebagai polisakarida. Di siang hari. (2) Pada tanaman sukulen. stomata terbuka. secara dikonversi Misalnya. masam dari yang panas. karena konversi polisakarida menjadi pentosan menyebabkan akumulasi jumlah air berlebihan dalam sel. tumbuhan berespirasi dan menghasilkan masam. dalam Begitu laju pula transpirasi per xerofit mesofit. komposisi aktif sel. lebih Dalam besar kondisi unit dari yang area serupa. sukulen penahan struktural xerofit diatur oleh proses fisiologi. sel dalam fotosintesis dari akibat yang tekanan/konsentrasi osmotik sel. jumlah stomata/unit area daun dalam xerofit lebih besar dari mesofit. masam-masam terurai menghasilkan C02 dan (getah) (3) Dalam cairan kedalam yang digunakan sebagai menurun xerofit. air osmotik dalam Saat yang sel sel menyebabkan pelindung pelindung membengkak. Akumulasi masam dalam sel pelindung akan meningkatkan konsentrasi aliran tersebut. serupa menyebabkan kimia dari stomata tertutup. dinding perobahan polisakarida terhadap bentuk . Sukulen terbentuk dengan baik. stomata terbuka dimalam hari dan tertutup disiang hari.tinggi.

tetapi resistensi protoplasma terhadap panas dan kekeringan. (4) Beberapa peroxidases xerofit xerophytes. menghidrolisis pati secara aktif. Mesofit yang sederhana terdiri atas rumput dan herba.anhidruous seperti selulosa. dan mesofit terkaya . bertekanan ini akan osmotik tinggi meningkatkan sel cekung permukaan kompak stomata yang dan untuk dilindungi pembengkakan sel yang menekan dinding sel. sedangkan mesofit yang lebih kaya terdiri atas herba dan semak. dll. (6) Pengaturan transpirasi Adanya licin. hidup dalam kondisi kering dalam waktu yang lama. (5) Kapasitas enzim adalah daripada seperti lebih enzim xerophyte untuk eatalases. meadow. tidak hanya disebabkan oleh penampilan juga oleh khusus struktural. Contoh: vegetasi hutan hujan. MESOPHYTES Mesofit adalah tumbuhan daratan yang tumbuh dalam kondisi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. sel yang yang rarnbut transpirasi. aktif dalam Dalam amilase bertahan mesofit. stomata oleh mengatur (7) Cairan Fenomena cuticle. Tumbuhan ini tidak dapat tumbuh dalam tanah jenuh air dan tanah kering. Cairan sel yang bertekanan osmotik tinggi juga akan mempengaruhi absorbsi air.

Umumnya komunitas rumput/herba berada pada daerah dengan curah hujan tahunan antara 10" sampai mesofitik yaitu tipis. Komunitas herba (herba dikotiledon sepertii Saxi-fraga.80 %. Kornunitas rumput dan herba 2.terdiri atas pohon-pohonan. Komunitas rumput b. Delphirium. berpenampilan tumbuhan yang ini berada dan di daerah kutub kecil. 3. yaitu: 1. Mesofit dapat dibagi ke dalam dua kelompok tumbuhan. Komunitas berupa lumut. dll) 2. Tipe-tipe komunitas rumput dan herba adalah : 1. (arctic) dan puncak pegunungan (alpine). Komunitas tumbuhan berkayu Komunitas Rumput dan Herba Komunitas ini meliputi rumput dan herba semusim atau tahunan. Komunitas hutan) tumbuhan berkayu (semak-belukar dan . datar dan globrous. ada. Komunitas rumput dan herba arctic dan alpine. lebar. 30". yaitu : a. Meadow Meadow ini dianggap sebagai penghubung antara mesofit dan hidrofit sebab mereka tumbuh di tanah jika kadar air 60 . Tumbuhan semak tetapi lembut kerak berukuran tidak Kadang-kadang tumbuhan tersebut bercampur dengan lumut umumnya Komunitas tumbuhan ini terdiri atas dua kategori. Tumbuhnya berupa herba tahunan berizoma dengan batang yang panjang Daun dan umumnya (berakar rimpang).

Tropohyte Tropofit dimana berperan panas. pohon diselimuti yang grup oleh lumut dan dapat ini. (2) Lapisan kulit pohon yang tebal. mesofitik sering bercampur seperti Salix.Hutan hujan . yang akan daun penyer-bukannya dilakukan oleh angin. b. tetapi sangat sesuai untuk pertumbuhan banyak tempat. Hutan bergugur daun ("deciduous forest") .Komunitas berikut : tumbuhan ini diklasifikasikan sebagai a.Umumnya . Lathyrus. menggugurkan daun. musim sebagai Jenis xerofit. yang musim mulai gugur pada permulaan musim dingin atau adaptasi tunas diperil-hatkan dingin yang oleh tropofit adalah : (1) Perlindungan lebih baik. . (3) Formasi batang dalam tanah yang . dll. pohon-pohon tropika. dan sesuai Dalam untuk pertumbuhan semak hutan. (tumbuhan dalam di dijumpai selama berobah) mesofitik tropik tropofit Sedangkan dikelom-pokkan daerah hujan mempunyai musim kering dan basah yang jelas. dimana temperatur moderat. Arabis. Semak-belukar mesofitik. Komnuitas mesofitik ini timbul kalau kondisi lingkungan vegetasi xerofitik tidak herba. . daerah gugur pada musim panas/kering.Tanah hutan banyak mengandung mikroflora dan pada akar pohon banyak dijumpai mikoriza.Hutan ini tumbuh pada daerah dengan 60" tipe per yang daun cukup ini tinggi terdiri (30" atas Di sampai tahun). Vicea.

lumut. Hymenophyllaceae. Caks. yang tapi hujan suhu sepanjang tahunan tahun.Hutan "evergreen" dibagi kedalam tiga tips : (1).Hutan yang ini selalu hijau di daun ("evergreen tropika. dan Jepang. Hutan Hutan cukup dimana banyak Konifer. mempunyai perbedaan suhu antara musim dingin dan musim panas tidak terlalu besar. Hutan . . forest") ditemukan dan hutan daerah subtropi-ka.Pohon pada daerah ini temperate hijau hemisfir sebelah Selatan.Hutan ini tropika tumbuh di daerah tropika (sekitar garis ekuator). dengan curah . Hutan hujan . bagian Selatan Cina. pada hutan Magnolias. Brazil Selatan. dari daun.70°C dan curah Tumbuh-tumbuhan penting dalam hutan ini Myrtaceae. Contoh : Conifer. Tamarindus dan lumut. Hutan Antartika Hutan ini tumbuh di Wew Zealand dan negara-negara hujan adalah (2). Hujan urnurnriya Tumbuhan turun pada ini musim adalah panas. Hutan ini dijumpai dibagian timur USA. c. Sub-tropika ini tumbuh curah di daerah tinggi. Australia Timur. berkisar antara 5°C .melindungi tunas tahunan dari kekeringan dan kedinginan. selalu yaitu pohon tersebut berdaun lebih dari satu tahun sampai daun baru muncul. (3) Afrika Selatan. .

Malaysia. Balanophora. Moraceae . warna gelap. Indonesia. Monotropa. - Epifit dan liana di hutan ini umum dijumpai . tinggi. Afrika Tengah.Keadaan hutan (jenuh dicirikan oleh: a) Kelembaban b) Suhu d) Tidak berarti e) Tanah sangat kaya akan humus. dll) . - Tumbuhan yang umum dijumpai di hutan ini adalah dari anggota Leguminosae. . ekonomis . dan porous. dihuni dan oleh terdiri banyak atas jenis beberapa tumbuhan - Akar pohon banyak mengandung rnikoriza dan saprofit/parasit (Rafflesia. - Hutan ini terdapat di bagian tengah dan selatan Amerika. - Hutan ini sangat karena penting bernilai bagi pembangunan. Myrtaceae.hujan tahunan iklim sekitar dari 1800 mm dan ini suhu di atas 24°C. Brazil. 95% kelembaban) yang ada c) Hampir hujan setiap hari musim kering yang Hutan strata. Pulau Pasifik. Lauraceae. - tinggi tinggi udara. dll . dan lain-lain daerah tropika.

Permukaan daun. . . karena epifit tidak memperoleh unsur hara dan air dari tumbuhan tempat bertumpu. (karbohidrat) mensintesis dari air dan makananannya C02 dari atmosfir dengan bantuan sinar matahari. dan phyton (tumbuhan]. Beberapa epifit memilih tempat bertumpu yang .EPIPHYTE A. epifit adalah tumbuhan yang hidup di atas tumbuhan lain. yang Karena epifit ini merupakan epifit sendiri bersifat autotropik.Percabangan pohon. Secara umum.Permukaan batang pohon. Epifit menyerap air dari atmosfir. . B. Distribusi Epifit hidup diberbagai macam habitat yaitu : . batu-batuan. epifit adalah tumbuhan yang tumbuh pada permukaan tumbuhan tempat bertumpu dan secara permanen tidak berakar di tanah. Epifit berbeda dari parasit. Begitu pula epifit berbeda dari liat:a. dan menyerap unsur hara mineral dari kulit yang busuk dari pohon tempat tumbuhan bertumpu.Permukaan tumbuhan air yang terendam. Epifit disebut juga Aerophyte atau tumbuhan yang hidup di udara. Secara harfiah. karena epifit tidak berakar di tanah. dsb. Arti Kata Epiphyte berasal dari kata Epi (di atas).

Jenis lumut ini tumbuh di atmosfir perkotaan. Sistem perakaran (1). epifit mempunyai suatu struktural adaptasi untuk menyimpan air dan mengurangi kekurangan (kehilangan) air berlebihan. lumut)adalah misal lumut Tortula epifit pagorum spesifik (epifit tumbuh yang pada batang-batang pohon di perbatasan perkotaan. Normal Absorbing Root. C. (2). Struktural Adaptasi Epifit Karena epifit kebutuhan airnya bergantung pada hujan. Clinging Root Akar yang berperan untuk menjaga di agar epifit tetap melekat permukaan . Daerah yang dingin dan lembab biasanya kaya akan lumut (epifit). Akar yang mengabsorbsi air. karena epifit ini memerlukan suhu tinggi dan udara berkabut untuk pertumbuhannya yang normal. Penampilan Perakaran a. embun dan kadar air di udara. mineral dan nutrien lembab organik dari dari celah-celah tumbuhan yang kulit tempat bertumpu yang membusuk. Adaptasi struktural yang penting bagi epifit adalah sebagai berikut: 1. Tetapi epifit jarang terdapat di daerah yang kering-dingin.spesifik.

melakukan mengandung fotosintesis kloroplast. Kadang-kadang daun berdaging dan jenis Dischidia nummularia. b. Beberapa berbatang berkembang menjadi pseudobulbous atau tuberous. (3). c. daunnya Platyceriutn dan Asplenium nidus berobah ke dalam pitcher. berkulit.tempatnya nutrien bertumpu dari humus serta dan menyerap debu yang terakumu1asi di permukaan kulit tumbuhan inang. Batang Batang epifit epifit yang karena berpembuluh sukulen dan bisa atau tidak bisa berkembang dengan baik. d. . serangga dan burung. Beberapa Dalam anggrek hanya mempunyai satu daun. Daun Umumnya epifit mempunyai daun yang jumlahnya terbatas. biji dan penyebarannya Umumnya buah dan biji epifit disebarkan cieh angin. Buah. Aerial Root Akar yang berwarna hijau dan berspon yang posisinya menggantung di atmosfir dan berperan Akar untuk ini menyerap dapat air dari udara.

Contoh: Peperomia.2. D. kecuali "aerial root" dengan vilamen. Terbentuknya cuticle yang tebal dan stomata yang b. tetapi kemudian epifit ini berhubungan dengan tanah melalui akarnya. Epifit c. Struktur lain yang serupa dengan mesofit. Dischidia. Tipe-tipe Epifit Terdapat empat tipe epifit. Epifit ini membentuk struktur dll. Protoepifit Epifit yang memperoleh makanan dari permukaan tempatnya tidak bertumpu dan atmosfir. Sel berdinding tebal yang berlignin. Hemiepifit Epifit yang semula tumbuh dipermukaan tumbuhan tempatnya bertumpu. (2). adaptasi khusus. 2. d. untuk jaringan dari tipis disebut suatu air mengurangi kehilangan air dari tumbuhan. . Penampilan Anatomi a. beberapa epifit Artaceae jaringan putih Velamen Orchidaceae yang membentuk masif ini berdinding merupakan yang menyerap berwarna velamen. Di dalam velamen terdapat exodertnis. Aerial famili suatu cekung yang root" terbenam berbatang dari dan berperan sukulen. parenkim berkembang baik. Sel exodermis terdiri atas : (1). jaringan kehijauan higroskopis secara cepat dari atmosfir yang jenuh uap air. yaitu : 1. Sel berdinding tebal yang permeable terhadap air.

bawah seperti Scindapus tapi secara dan officinalis. Tank Epiphyte Epifit yang rnembentuk akar pancer yang fibrous yang berkembang baik. demikian Pseudoepifit. Tillandsia. 3. .Contoh: tanah. sebagai penyerap air dan Contoh: Nidularium. pembuat humus cukup besar untuk keperluannya sendiri. dimana akar tersebut tidak berperan di dalam penyerapan air. berangsur hidup tumbuhan batang Beberapa bagian bebas disebut tumbuhan yang batangnya pemanjat tumbuh dalam mati ujungnya secara hemiepifit. Daun berperan makanan. Nest Epiphyte Epifit yang mempunyai dan air kemampuan dalam jumlah untuk yang Contoh : mengumpulkan anggrek. 4.

pengaruh vegetasi dimana Asia. Zone Sumatera. Zone Vegetasi di Indonesia Letak geografis Indonesia adalah diantara dua benua (Asia dan Australia) dan di sekitar katulistiwa. Terpengaruh pasang surut 3. Irian Jaya. Myrtaceaedan. FORMASI-FORMASI HUTAN DI INDONESIA A. Zone jenis Peralihan. Bruguiera. Nusa Tenggara. pasir atau tanah liat 4. dimana jenis dominan adalah Artiucariaceae dan Myrtaceae c. Tanah tergenang air laut. Tidak terpengaruh iklim 2. Vegetasi Australia meliputi: Maluku. Zone Barat. dibawah pengaruh Kalimantan. Jenis pohon: dari laut ke darat: Avicennia. Tanah rendah pantai 5. dibawah dominan adalah Dipterocarpaceae Timur. Tinggi pohon mencapai 30 meter 7. Tidak ada stratum tajuk 6. . Kondisi seperti ini mengakibatkan terjadinya zone-zone vegetasi dan tipe-tipe hutan di Indonesia. Xylocarpus. Zone vegetasi hutan di Indonesia adalah: a. Rhizophora. Formasi Hutan utama di Indonesia a.VIII. dominan dibawah Jawa pengaruh dan Asia dan dimana Australia. B. Araucariaceae. Verbenaceae meliputi: adalah Sulawesi. jenis meliputi: b. Lumnitzera. Hutan Payau (Mangrove) Ciri-ciri 1. lumpur. Sonneratia.

pantai Sulawesi . pohon. Tanah rendah 5. lain : Baringtonia spicata. Jenis sp. teluk/tanjung. Tanah kering (tanah pasir. Di pantai (tanah rendah pantai) 4. 7. antara lain: Baringtonia Hibiscus Cocos asiatica. 9. Tanah tergenang air tawar 3. Terdapat di pantai terlindung. nucifera. Tinggi pohon dapat mencapai 50-60m. lempung. dan muara sungai. Hutan Pantai (Beach Forest) Ciri-ciri : 1. Tajuk terdiri atas beberapa strata 6.. Gluta antara renghas. berbatu karang) 3. Dillenia sp. Jenis pohon. Tidak terpengaruh iklim 2. Tidak terpengaruh iklim 2. Dyera Shorea belangeran.8. Terminalia catappa. Lokasi: di belakang hutan payau 4. Pohon penuh epifit : Paku-pakuan & anggrek 5. Pandanus spp 8. Acanthus ilicifolius. pantai Barat Daya Sumatera. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: 1. b. Campnospernta sp. tiliaceus. Terutama di pantai Selatan Jawa. Calophyllum Casuarina inophyllum. Terutama terdapat di Sumatera dan Kalimantan c. equisetifolia. Manilkara kauki 6. Acrostichum aureum. Tumbuhan bawah : Acanthus ebracteatus.

000 m dpi) dan pada tanah tinggi (s/d 4. Palaquim. Tanah kering dan macam-macam jenisnya 3. Eugenia. Tersebar di pedalaman pada tanah rendah rata/berbukit (< 1. Kalteng. Tanah tergenang air gambut. Ammora. Jambi dan Sumsel e. Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : 1. Iklim selalu basah 2.1. Iklim selalu basah 2. Hutan Kerangas (Heath Forest) Ciri-ciri : 1. Cratoxylon..d. Gonystylus. . Campnosperma.Hutan Hujan Bawah : 2 . Agathis borneensis. Terdapat di Kalimantan Tengah f. lapisan gambut ±1-20 m 3. dll. Shorea spp.000 m dpl Casuarina sumatrana. Litsea. Durio carinatus. ada 3 zone. . Jenis pohon: Shorea spp. Terdapat di Kalbar. 5. Jenis pohon al: Alstonia. Berdasarkan ketinggian. Iklim selalu basah 2. Tristania. Koompassia malaccensis. Tanah pasir podsol 3. Calophyllum. Anisoptera. 5. Dacridium. Hutan Gambut (Peat Swamp Forest) Ciri-ciri : 1.000 m dpl) 4. Payena. Tanah rendah rata 4. Tanah rendah rata 4. Dryobalanops spp.

000 m dpl . Podocarpus). Ma]uku dan Irian g. rapat.Hutan Musim Tengah-Atas: 1. Hujan Dacrydium. Nothofagus). Quercus.000-3.000 m dpl Hutan Musim Bawah. Hutan Altingia. campuran. Tropika Jaya.Hutan Hujan Atas suku Shorea. meliputi Dipterocarpus. Clearia. Iklim musim 2. Hujan Atas: suku (Araucaria. Ericaceae Jenis Conifer Hutan pohon Fagaceae (Quercus. unmmnya jenis luruh daun.000 m dpl genera: Vatica.Hutan Hujan Tengah : 1.Satu stratum. Pada tanah rendah rata atau berbukit dan pada tanah tinggi 3. Sulawesi. . Sumatera.Jenis pohon : Acacia leucophloea. Octomeles pada Tengah: suku Lauraceae. Koompassia. ada 2 zone : . Dryobalanops. Loptospermum. Dyera. Jenis pohon pada Hutan Hujan Bawah : Dipterocarpaceae Hopea. terutama Jawa. Tanah kering dan macam-macam jenis tanah 4. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : 1.. ciri-cirinya : . pada Hutan Hammamelidaceae. Duabanga. . Hujan Dialium.000-3. 5.Hutan Musim Bawah : 2 . castanea.000 m dpl . terdapat di Ericaceae. Genus Jenis :11.000-3. Magnoliaceae. Kalimantan. Berdasarkan ketinggian.1. lainnya: pohon Agathis.

.Jenis pohonnya: spp. Pinus Eucalyptus insularis Hutan hutan musim hujan merkusii. Jatim. grandis digyna. Tectona Tamarindus indica. mozaik Cirebon diantara (Jabar). terdapat di: Casuarina Pinus secara junghuhniana. Karawang. Jateng.Caesalpinia Tetratneles. Dalbergia latifolia. Nusa Tenggara. Hutan Musim Tengah .Atas : .

hama/penyakit . Gangguan Alam . Gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia (gangguan buatan).penebangan .pencemaran .gempa bumi .jenis gangguan .pemulihan (lama waktu) dampak gangguan .longsor . GANGGUAN HUTAN A.jenis komponen lingkungan yang terganggu C. Hutan Mangrove Jenis gangguan .dll B.perladangan .industri . Jenis Gangguan Hutan 1. Intensitas Gangguan Hutan Bergantung pada: .gelombang pasang 2.IX.pemukiman . Jenis dan Akibat Gangguan pada Formasi Hutan 1. .kebakaran yang terjadi secara alami .waktu gangguan terjadi .luasan akbat gangguan .abrasi .kebakaran tidak terkontrol .

kebakaran .potensi perikanan menurun .pemukiman .industri/pertambangan .industri Akibat Gangguan Hutan .sedimentasi tidak terkontrol . Hutan Rawa Jenis gangguan . Acanthus sp. dengan hutan macaranga. Melastoma sp (harendong) .Invasi rumput rawa (Paspalum sp. hutan pionir hutan lainnya Ploiarium coriaceum) alternifolium.pemukiman .tambak . penggunaan komunitas tumbuhan mangrove yang sesuai dengan kondisi habitat .kehidupan satwa liar terganggu 2.interusi air masim ke daratan .pertanian .pencemaran .rekreasi . dll).. Campnosperma jenis-jenis .hutan rawa sekunder (hutan melaleuca.abrasi pantai meningkat .penebangan . Fibrystilis sp.pertanian (terutama kebun kelapa) .kolam penggaraman Akibat Gangguan . dan Derris sp.Invasi Acrosticum aureuin.

Fhuarea involuta. Selain itu terdapat juga Myrmecodia (epifit).seperti Alstonia Scleria sp.penebangan . Hutan Pantai Jenis Gangguan . palustris.abrasi pantai . Nepenthes.. .kebakaran .industri .interusi air masim ke daratari/pedalaman . 3. Hutan Kerangas Jenis Gangguan . dll.kebakaran Akibat Gangguan .areal hutan menjadi savana invasi seperti herba insectivora di tempat terbuka dan pasang (tsunami) Drosera. Urticularia.umumnya berupa perkebunan kelapa invasi rumput-rumputan (Ischaemum muticum. Zoysia matrella) dan terna (Nephrolopis biserrata) .gelombang .penebangan .penebangan .tanah tandus berpasir Hutan Musim Jenis Gangguan .abrasi pantai meningkat 4..rekreasi Akibat Gangguan . spp.pemukiman . ratoxylum Stenochlaena cochinchinense.

pertanian Akibat Gangguan .hutan Casuarina junghuhniana (akibat kebakaran . .hutan campuran Dodonaea viscosa. Weinmannia blumei.penggembalaan . Enggelhardtia spicata. Homalanthus gigantheus. Vernonia arborea.hutan jati (tahan terhadap kebakaran) ..

Forest plantation c. Beberapa istilah lain untuk hutan tanaman. Tree hutan 6. Perancis : Reboisation) adalah pembinaan dengan penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan menggunakan jenis-jenis yang berbeda dengan jenis semula 4. Hutan dibina Tanaman dengan adalah tegakan pohon/hutan atau yang penebaran biji/benih dengan penanaman bibit/anakan 2. Hutan Tanaman Industri (HTI) B. yaitu a. Jika luas daratan planting (termasuk regreening/penghijauan) di luar kawasan Regeneration jenis-jenis pembinaan yang sama hutan dengan dengan jenis penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan penanaman tegakan pohon/hutan . Timber Estate d. Reforestation (Bhs. Keadaan Hutan di Indonesia Luas kawasan hutan di Indonesia meliputi lebih dari 74 % dari luas daratan. Artificial menggunakan semula 5. PEMILIHAN JENIS POHON A. Beberapa Istilah 1. Man-made forest b.X. Afforestation adalah penanaman jenis-jenis pohon hutan pada lahan yang belum pernah ditumbuhi pohon-pohon hutan 3.

hutan lindung b.0 65.2 143.2.0 30.4 52. sedangkan FAO menilai lebih luas yaitu 73 juta ha tahun 1980 dan 67.0 30.Indonesia 193.0 64.0 82.6 143.0 34.2 hutan di 4 5 kerusakan (deforestasi) sejak tahun 1960.1.6 juta ha maka luas kawasan hutannya 143 juta ha. terutama hutan hujan . Luas hutan tersebut menurut fungsinya dibagi menjadi hutan hutan lindung.2 12. Tabel 1. memperkirakan luas hutan Indonesia adalah 157 juta ha atau 1/2 dari total luas hutan negara-negara se Asia Tenggara termasuk.7 juta ha pada tahun 1985. Produksi terbatas c. Total area hutan hujan tropis b.2 13. mengalami 193. Luas hutan Indonesia dalam juta Ha (Departemen Kehutanan. Hutan produksi yg dapat dikonvsersi Luas hutan untuk konsesi HPH atau dalam proses konsesi a.6 34. hutan produksi hutan (produksi produksi bahwa terbatas yang dan produksi FAO tetap) (1985) dan dapat di dikonversi seperti terlihat pada label 1.0 14.0 30. Produksi tetap d. Forestry agreements Luas hutan menurut tipenya a. Total area hutan sekunder d. menurut Departemen Kehutanan seluas 64 Juta ha.3 19. Total area hutan payau/rawa c. Hutan produksi: c. Hutan produksi. konservasi alam dan hutan wisata c. 1985) 1 2 3 Total luas daratan Total luas hutan Status huutan menurut fungsi: a. hutan konservasi alam dan hutan wisata. Total area hutan lainnya Karena Indonesia berbagai telah kegiatan banyak manusia. konsesi b.

000 ha/tahunn.1 juta ha/tahun. Sedangkan realisasi reboisasi (reforestation) pada tahun 1985/1986 hanya seluas 59.000 ha/tahun sampai tahun 1980. Data lain menyebutkan bahwa dari luas hutan alam di Indonesia yang sebesar 143 juta ha.060 ha. Tampak bahwa laju kerusakan hutan jauh lebih tinggi daripada laju pemulihannya.540 bakar yang ternyata tidak begitu serius bila dibandingkan dengan total deforestasi.080.316. Land clearing karena program transmigrasi 200.000 ha/tahun. Diperkirakan bahwa dari tahun 1950 1985 telah terjadi deforestasi seluas 39 Juta ha atau 1. Industri Departemen Kehutanan pada tahun 1984 telah mencanangkan Tanaman Estate) seluas 6.910 ha dan penghijauan (afforestation) hanya seluas 200.80.000 . Data dari Statistik Kehutanan (1987) menyebutkan bahwa luas di lahan dalam kritis kawasan pada tahun 1986/1987 ha di dan Indonesia hutan 4. kemudian meningkat menjadi 700.3 juta ha menjadi areal semak belukar dan areal bekas perladangan. kecuali di pulau diluar kawasan hutan 6.462 ha. sisanya seluas 23.7 juta ha. saat ini (1990) yang masih utuh adalah 119.000 .2 Juta ha yang ditargetkan selesai dalam masa .tropika di Kalimantan FAO (1985) yang telah telah banyak mengalami bahwa laju penyusutan. melaporkan deforestasi di Indonesia diperkirakan 550. Kerusakan akibat pengumpulan kayu Jawa. Deforestasi karena perladangan berpindah diperkirakan sebesar 400. Dalam kelestarian pembangunan rangka hutan Hutan mengurangi alam tekanan dalam (Timber terhadap hal ini Pemerintah.300.000 ha/tahun sampai tahun 1985 jauh di atas rata-rata laju deforestaai di Asia Tenggara. sedangkan karena pengaruh penebangan seluss 40.000 ha/tahun.

4 juta ha dan diharapkan pada waktunya akan mampu menghasilkan kayu sebanyak 90 iuta m3 setiap tahunnya. pertimbangan kondisi adalah pemilihan jenis pohon yang akan pemilihan jenis pohon adalah: Sasaran penanaman.8 juta sehingga luas HTI yang hams dibangun seluas 4. kayu energi dan keperluan pulp dan kertas. tanah kosong atau lahan kritis lainnya. Dari luas tersebut telah ada hutan tanaman. Dasar Pemikiran Dalam Pemilihan Jenis Pemilihan Jenis merupakan salah satu kegiatan utama dalam penanaman. yaitu kelayakan ekologis-ekonomis dan sosial. balk untuk HTI ataupun kegiatan reboisasi dan penghijauan ditanam. C. hutan lindung.15-20 tahun. hutan konservasi atau areal di luar kawasan hutan dengan kondisi bekas tebangan. namun mengingat banyak aspek lingkungan yang terlibat. balk lingkungan lahan yang akan ditanami dan persyaratan lingkungan setiap jenis yang akan ditanam Prinsip maka umum aspek yang ekologi menjadi sangat menentukan dalam keberhasilannya. misalnya hutan produksi. Salah satu masalah utama dalam pelaksanaan kegiatan penanaman. pertimbangan pemilihan jenis pohon yang akan ditanam harus inemenuhi tiga prinsip kelayakan. baik untuk kebutuhan kayu pertukangan. lebih Prinsip rinci umum yang yang tersebut menjadi dapab dijabarkan dalam maupun menjadi 1. Tujuan penanaman. yang menyangkut tujuan akhir dari penanaman misalnya untuk tujuan konservasi tanah dan . padang alang-alang. 2. terutama di Jawa seluas 1. menyangkut fungsi/status areal yang akan ditanam. Kegiatan ini sesungguhnya termasuk dalam praktek silvikultur.

Kayu pertukangan : 15 m3/ha/tahun . Daur yang (relatif) rendah. Kesesuaian ekologis. untuk produksi kayu atau untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya. yaitu : kayu pertukangan.Kayu energi persyaratan bersangkutan Dalam reboisasi di hutan lindung tujuan penanaman dititikberatkan pada aspek pengawetan tanah dan air bahan : : S .Kayu energi : 25 m3/ha/tahuri : 35 m3/ha/tahun 5.air. Untuk tujuan produksi kayu terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan-baku induotri. kayu energi dan kebutuhan pulp dan kertas. yaitu kecocokan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan fakt.Kayu serat .Kayu pertukangan : 10-30 tahun . Jenis-jenis yang khas Indonesia dengan keunggulankeunggulan tertentu 4. misalnya : . Kesesuaian tempat tumbuh 3.or-i iktor ekologis lahan yang akan ditanami. Riap yang tinggi.Kayu serat . Kualitas kayu dan bentuk batang yang sesuai dengan . misalnya dengan riap : . 3. Apabila penanaman akan dilakukan di hutan produksi dengan maksud untuk memproduksi kayu (misalnya untuk pembangunan HTI) maka kriteria jenis pohon yang alcan ditanam adalah : 1.20 tahun ± 5 tahun untuk jenis industri yang 6. Kayu yang bernilai tinggi dengan prospek pemasaran yang baik 2.

serta tahan kekeringan.(hiroorologi). Mampu bersaing dengan alang-alang dan gulma lainnya. Akan lebih balk apabila merupakan jenis campuran antara tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dan jenis lambat tumbuh (slow growing species) atau campuran antara jenis toleran dan setengtil. Jadi dipilih yang cepat tumbuh tingginya dan agresif. bila terbakar atau dipangkas 4. 1. lahan terbuka aeperti kritis persyaratan di tempat Jadi terbuka padang jenis di alang-alang yang bawah akan sinar pohon tanah-tanah Mampu tumbuh ditanam adalah sebagai berikut : matahari penuh. 2. Pohon-pohon Untuk yang itu pemllihan utamanya jenis tumbuh pohon cepat diutamakan yang mempunyai persyaratan : perakaran kedalam tanah dan mempunyai susunan akar permukaan yang berkembang dengan kuat dan intensif. Untuk daerah yang aering terbakar harus dilengkapi . 6. toleran terhadap naungan. Untuk dan 1. termasuk jenis-jenis intoleran dan pionir. Pohon-pohon yang cepat tumbuh sehingga secepat mungkin menutup tanah dan mengurangi bahaya banjir dan erosi. 2. Sesuai dengan keadaan tanah yang kurus dan mi skin hara. 3. Hutan lindung yang terdapat di daerah yang curah hujannya hujannya tinggi rendah dipilih dipilih jenis-jenis jenis pohon yang yang penguapannya tinggi sebaliknya di daerah yang curah penguapannya kecil. Mudah bertunas kembali. 3. 5. Biji atau bagian vegetatif untuk pembiakannya mudah diperoleh dan mudah disimpan.

Pada areal semak belukar (hutan sekunder muda) dipilih jenis-jenis yang waktu muda memerlukan naungan (setengah permudaan toleran). D. disenangi ditambah untuk lagi jenis yang mudah tumbuh setelah terbakar. adalah pada keberhasilan telah ekologis. Khusus syarat sehingga jalur isolasi (misalnya jaur hijau/sekat atau dengan dan dengan jenis-jenis yang tahan api untuk harus penghijauan. Persyaratan Ekologis Faktor menunjang seperti persyaratan yang yang tidak kalah pentingnya hutan atas.dengan bakar) 7. Pada areal bekas tebangan sesuai dengan pedoman TPTI areal untuk adalah (1993) yang dilaksanakan atau alamnya penanaman kurang Jenis pohon yang yang dan yang perkayaan pada arealbertujuan penyebaran dipilih dan di areal dominan (enrichment planting) permudaan Jenis toleran rehabilitasi memper-baiki jenis-jenis komposisi pohon permudaan bersifat niagawi. karena bermanfaat. ekologis di didalam tanaman. Areal penanaman adalah areal yang kosong akan permudaan yang luasnya mengelompok tidak kurang dari 1 ha. oleh rakyat/masyarakat. menanam merangsang mereka memeliharanya. sedangkan Jenis untuk komersial penanaman terbuka dipilih jenis komersial yang suka cahaya atau jenis pioner. pembangunan disinggung Persyaratan . jenis Apabila di daerah dapat ini banyak pohon komersial dilakukan tindakan penanaman perkayaan (enrichment planting) dan pembebasan permudaan dari tumbuhan pengganggu (gulma).

dan Asia tropik. menentukan pertumbuhan adalah curah . gangguan binatang dan sebagainya). (jasad seperti mikoriza. Apabila terpaksa didatangkan jenis dari luar atau jenis asing (jenis-jenis exot) baik dari luar daerah atau luar pulau jenis-jenis tersebut harus mempunyai persyaratan tumbuh tempat tumbuh akan yang sama dengan atau tempat mampu lahan yang ditaiiami menyesuaikan diri iklim dan lingkungan hidup yang baru. Jika mendatangkan jenis asing sebaiknya Komponen yang utama berasal yang dari daerah tropik. 1. dan (4) lingkungan kebakaran. kimia. (3) ketinggian biotik dari permukaan renik laut. Amerika. karena jenis-jenis asli setempat adalah jenis terbaik yang sudah beradaptasi dalam waktu cukup lama dan sudah teruji kemampuaannya menghsdapi gangguan dan hambatan tumbuh dari alam. (2) tanah (sifat fisik. Jenis-jenis terpilih pertamatama harus sesuai dengan keadaan ekologi tempat tumbuh yang baru atau jenis yang berasal dfiri tempat yang keadaan iklim dan tanahnya serupa atau mendekati sama dengan di tempat yang baru. Oleh kareria itu. pohon Unsur iklim yang hujan. Iklim Setiap jenis pohon mempunyai persyaratan tumbuh sesuai dengan kondisi iklimnya. suhu). dan seperti dari Afrika. Jawaban yang paling tepat untuk hal itu bfialah jenis asli. keasaman). harua diperhatikan menjadi tolok ukur faktor lingkungan (keadaan ekologis) dalam pemelihan jenis adalah : (1) iklim (curah hujan.dasarnya adalah mengkombinasinakan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan faktor-faktor ekologis lahan yang akan ditanami.

.) sangat rendah dan mempunyai pH yang sangat rendah pula. sedangkan Gelam (Melaleuca leucadendron) dapat tumbuh pada tanah gambut rusak yang kerkadar pirit tinggi dan sangat beracun bagi tumbuhan lain. yang kurus. ke ketinggian tolerasi dari laut. 2. Sementara jenis-jenis (Rhizophora tumbuh baik pada tanah yang salinitasnya (kadar garam) tinggi. Tinggi Tempat Setiap tumbuh jenis pohon juga mempunyai tempat persyaratan permukaan yang berdasarkan selang pula. berbeda-beda satu jenis Ketinggain ketinggian berkaitan Pemilihan ketinggian dengan suhu dan tekanan udara yang berbeda-beda dari ketinggian pohon sebaiknya memenuhi kisaran tempat ini. sementara Ramin (Gonystylus bancanus) justru tumbuh dominan pada tanah pohon gambut Bakau yang kesuburannya spp. mulai dari pinggir pantai sampai pegunungan dan mempunyai terhadap tempat yang ketinggian ini lain.Berdasarkan jumlah curah hujan serta jumlah bulan-bulan basah tipe dan iklim bulan-bulan basah kering ini pula A) Schmidt dan ferguson telah membuat klasisifikasi tipe iklim dari (tipe iklim sampai daerah kering/padang pasir (H). Tanah Setiap jenis pohon memerlukan tingkat kesuburan tanah yang berbeda-beda mulai dari tanah subur sampai tahan tumbuh terhadap dengan tanah balk. Jati Kadang-kadang (Tectona ada jenis yang memerlukan unsur hara tertentu agar dapat Seperti grandis) dapat tumbuh baik pada tanah berkapur yang bersifat alkalis. 3.

penyakit dan kebakaran. Kebutuhan Cahaya Setiap penuh selama jenis pohon ada yang memerlukan tahan cahaya pertumbuhan. Cukup tersedia biji bermutu baik (unggul) dari sumber yang kualitasnya terjamin 5. payau berdrainase Selain mendapatkan adalah : 1. ada yang terhadap naungan selama pertumbuhan dan ada yang sewaktu muda perlu naungan tetapi setelah dewasa perlu cahaya penuh. Penguasaan terhadap silvikultur jenis terpilih 6. 2. Mudah diremajakan/regenerasi dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat setempat misalnya dengan sistem tumpang mempunyai lain toleransi yang perlu jenis pohon sendiri-sendiri terhadap kondisi tanah tersebut. Kewaspadaan teerhadap serangan hama.4. Kesarangan Tanah Kesarangan air atau tanah ini dengan gambut Setiap terutama baik dan jenis adalah kondisi drainase jelas tanah dalam hubungannya dengan tergenang tidaknya oleh berhubungan tanah jelek. 5. 3. Mampu berintegarasi dengan penggunaan lahan lain. pohon toleran dan pohon setengah toleran (semi toleran). Biaya pembangunan tanaman dan manajemennya. Dampak terhadap positif dan negatif yang akan ditimbulkan baik dampak sosial-ekonomi maupun dampak terhadap faktor-faktor lingkungan 4. terutama sari 7. buruknya tanah tanah. hal-hal perhatian diatas dalam hal pemelihan . atu sering disebut pohon intoleran. Pada tanah-tanah yang jenuh dengan air seperti tanah rawa.

C.B.B.D B.D A.D A.D A. 8.C. 7. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Jenis Acacia auriculiformis Acacia decurens Acacia catechu Agathis boornensis Agathis labillardieri Agathis lorantifolia Albizia falcataria Albizia lebbeck Altingia excelsa Anthocephalus cadamba Cassia siamea Castamea javanica Casuarina equisetifolia Casuarinas junghuhniana Dalbergia latifollia Dalbergia sisso Dryobalanops aromatica Eucalyptus alba Eucalyptus alba Subspec.C.B.B A.C C.C A. 1 2.C. 5 6.C B.C.C.C. 9.C.D B.B A.B. 1998) No.D B.D B.B C.B.D A.D B.B.C.B.B Kebutuhan Cahaya Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Semitoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Ketinggian (mdpl) 0-800 1000-2000 0-800 0-400 0-800 400-1200 0-1200 0-800 600-1600 0-1200 0-800 300-1600 0-400 400-1200 0-800 0-800 0-400 0-800 0-800 800-1200 800-1200 800-1200 0-800 0-400 400-1200 0-400 0-800 800-1200 800-1200 200-1700 1200 0-400 0-800 800-1200 Keadaan Tanah Kedalaman Toleran terhadap tanah dangkal Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membuthhkan tanah dalam Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membtuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran pada tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran pada tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Kesuburan Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kkurus Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur .D C.B.C.Tabel Hubungan antara jenis-jenis pohon dengan keadaan ekologis (Soerianegara dan Indrawan.C.B A.C B.D A C.D C. platyphylla Eucalyptus deglupta Eucalyptus grandis Eucalyptus salina Eucalyptus umbellata Gmelina arborea Lagerstomia speciosa Maesopsis eminii Melalueca leucadendron Pinus caribaea Pinus insularis Pinus khasya Pinus merkusii Podocarpus imbricatus Pterospermum javanicum Santalum album Schimaa noronhae Tipe Hujan C.D A.B.D D A.D B.D A.D A A. 4.D A.C B.C.D C.C C.D A A. 3.

4 24.B.7-24.D A.5 24.7 10 37. 19.0 13-34 10-30 35 Rotasi (th) 15 25 25 50 34 9. riap.C.2 7.D Toleran Toleran Semitoleran Semitoleran intoleran 0-800 0-800 0-400 0-400 0-800 Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Tabel 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Jenis Pinus merkusii Agathis lorantifolia Araucaria cunninghamii Araucaria klinki Tectona grandis Swietenia macrophylla Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Paraserianthes falcataria Anthocephalus cadamba Acacia auriculiformis Altingia excelsa Eucalyptus deglupta Shorea javanica Pinus caribaea Maesopsis eminii Gmelina arborea Riap (m3/ha/th) 19.) No.8 16.5 60 60 50 50 50 15 40 8 5 8 5 10 20 17 100 9 30 7 10 11 7 Asal Sumut Jawa Australia tropic Irian jaya Jawa Jawa Jateng Jateng Filipina Maluku Malaysia barat .C A.9 25.5 6-8 23.2 17 9.9 (III)*) 10.36 37 38 39 40 Swietenia macrophylla Swietenia mahagoni Shorea javanica Shorea leprosula Tectona grandis B.B.4 27. rotasi dan asalnya (Manan.D C.6 (II) 21.C C.7 (I) 16. Daftar jenis pohon.9 22.9(IV) 12.9-17..4 44-50 20 24 26.5 (III) 16 23.

accumatissia. M. II A. B.9 25 20 25 20 13.S. Angsana Calliandra calothyrsus Kaliandra Glirisida maculata Gamal Peronema canescens Sungkai Azadirachta indica Mimba Cassia slamea Johar Casuarina equisetifolia Cemara laut Riap (m3/ha) Daur (th) I.Tabel Kriteria prioritas dan penentuan jenis untuk hutan tanaman industry di Dataran rendah (Al rasjid. S.facuetiana. merah oavlis. S. S.3 18 12 17 38 23 45 18. pinnata. M. virescens. hoplifolia Agathis lorantifolia Pilau Duabanga moluccana Kayu mas Dipterocarpus spp Keruing Peronema canescens Sungkai Kayu Pulp Acacia mangium Lamtoro Leucaena leucocephala Eucalyptus urophylla Kayu Energi Leucaena leucocephala Lamtoro Eucalyptus urophylla Acacia mangium Pterocarpus sp. falcataria Tusam Pinus merkusii Leda Eucalyptus deglupta Mahoni Swietenia macrophylla Sonokeling Dalbergia latifolia Kayu Pulp Pinus merkusii Tusam Anthocephalus cadamba Jabon Eucalyptus deglupta Leda P. 1984) Jenis Pohon Nama Daerah Nama Latin Siap Dikembangkan Kayu Pertukangan Tengkawang Shorea stenoptera Sengon P. Putih bracteolate. regosa. Tengkawang compressa. kuning S. S. S. sandakanensis S.S.qibbosa. S.8-43. falcataria Sengon Dalbergia latifolia Sonokeling Siap dikembangkan dengan penelitian Kayu Pertukangan Shorea leprosula. S. falcataria Sengon Sesbania grandiflora Turi Kayu Energi Acacia auriculiformis Akor P. A.9 20 20 20 25 20 20 43. C . S. lamellate. Shorea hoplifolia Shorea gysberstiana.9 35-65 - 30 15 30 25 30 25 10-15 10 10 10 10 15 15 30 30 30 30 30 30 10 5 10 5 10 4-10 20 - B C. 26 45 16 20 14 20. collaris S. M.

falcataria Antocephalus cadamba Artocarpus sp Anacardium occidentale Calliandra calothyrsus Ceiba petandra Casuarina equisetifolia Cassia siamea Cocos nucifera Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Eucalyptus sp.81 0.94 0.01 0.16 0.84 0.34 0.42 0. dalam berat jenis dan kelas kayu bakar (KKB) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama Daerah Kasia Akasia Kelampis Rasamala Sengon Jabon Terap Jambu mete Kaliandra Kapuk Cemara Johar Kelapa Sonokeling Siso Hue Gamal Bamboo tali Kemlandingan Lamtoro Mangga Gelam Rambutan Angsana Jambu biji Kesambi Mahoni Puspa Turi Asam Jati Laban Nama Latin Acacia auriculiformis Acacia decurrens Acacia tomentosa Altingia excelsa P.67 0.94 0.67 0.88 KKB III III II V V III I I II I III III II III II Kalori 4907 4462 4433 4862 4664 4731 4449 4369 4617 4294 5041 4483 4690 4722 4481 4721 4548 4407 4464 4533 4494 4676 4580 4329 4408 4459 4936 4773 4568 4829 5155 5218 . Melaleuca leucadendron Nephelium lappaceum Pterocarpus indicus Psidium guajava Schleira oleosa Swietenia macrophylla Schima noronhae Sesbania grandiflora Tamarindus indica Tectona grandis Vitex pubescens Berat Jenis 0.Tabel Kalori dari beberapa jenis kayu bakar.70 0.82 1. Gliricidia maculata Gigantochloa apus Leucaena glauca Leucaena leuococeppala Mangifera spp.72 0.69 0.

Peronema canescens. pinanga. hamii. b. l. Anthocephalus chinensis. Dipterocarpus lowii. h. Duabanga maluccana. Pinus merkusli. l. Eucalyptus deglupta. e. f. 1992) A. n. g. h. e. Eucalyptus deglupta. Pulp dan Rayon a. Paraserianthes falcataria C. Gnetum gnemon. Arenga pinnata. E. n. Gonystilus bancanus. A. e. . b. Pinus merkusii j. Melaleuca leucadendron. v. q. d. Durio zibethinus. Santalum album. urophylla. parvifolia. Schima wallchii. r. Peronema canescens. Eugenia sp. Araucaria ciminghamii . s. 2. Untuk Rehabilitasi lahan kritis 1. d. Dalbergia latifolia. i. i. Antidesma bunius. f.. d. Dipterocarpus sp. Tectona grandis. . g. Hutan Konservasi a. d. Kayu Pertukangan a. m. S. Mangifera sp. Hutan Produksi a. Artocarpus integra 3. j. Pterocarpus indicus. Hutan Lindung a. c. h. g. Eucalyptus deglupta. f. Acacia mangiiun. Shorea atenoptera. Pterocarpus indicus. b. Eucalyptus deglupta. Swietenia macrophylla. Acacia mangium e. Bambussa sp. h. Pinus merkusii b. . Cassia siamea. . Swietenia macrophylla. Shorea zeylanica. Schima bancana. Gonystilus bancanus. h. Durio sp. Agathis lorantifolia. Quercus sp. Paraserianthes falcataria. Canarium sp. u. o. d. p. c. S. f. Acacia decurrens. decurrens. j.. Parashorea sp. Pometia pinnata. b. d. k. Shorea sp. Shorea acuminatisima .. B.Daftar nama jenis pohon untuk ditanam bagi berbagai tujuan (manan dalam Departemen Kehutanan. f. Artocarpus Integra. g. t. Anacardium occidentale. A. Dryobalanops aromatica. c. Ficus benjamina . b. Schima noronhae. Tectona grandis. Altingia excelsa. Lagers trosnia sp. Aleurites inaluccana. Acacia mangium. Dryobalanopa aromatica. j. c. c. i. h. m. Diospyros celebica.. Agathis borneensis. Eucalyptus urophylla. leprosula. Adenanthera pavonin e. i. g. Diospyros celebica. Untuk Areal Bekas Tebangan HPH a. Gosampinus heptaph. f. e. S. g. Tamarindus indloa. Parkia speciosa. k. j.. Untuk Hutan Tanaman Industri 1.. i. c. k. 2.

Swletenia macrophylla (Amerika Tengah) f. Maesopsis eminii (Afrika Tropik) l. Pinus kesiya/insularis (Filipina. c. Podocarpuf imbricatus (Jawa) r. Anthocephalus cadamba (Kepulauan Indonesia) h. Dalbergia latilolia. Jepang) j. NT. (Afrika Tropik) m. Kalimantan) u. Tapanuli) b. Finns oocarpa (Mexico. Gonystilus bancanus. C. junghuniana. Diospyros celebica. 4. Priangan) i. Sulawesi) p. Acacia auriculiformis. e. g. Calamus sp. b. Leucaena leucocephalus (Amerika Tengah) k. Gmelina arborea. Peronema can&scens (Sumsel. Altingia excelsa (Bukit Barisan. i. Acacia mangium. Santalum album. f. Guatemala) c.3. Shorea javanica (Sumsel. Pericopsis moniana. Schima noronhae (Jabar) j. g. Casuarina equsetifolia (daerah pantai Indonesia) o. h. Myanmar) d. Calliandra calothyrsus. Pinus caribeae (Honduras) b. Leucaena leucocephala. e. Casuarina equisetifolia. Gmelina arborea (India. (Australia) n. Rhizophora sp. Agathis iorantifolia (Maluku) d. Paraseriantes falcataria (Maluku) f. c. Eucalyptus spp. Tectona erandis (Jatim. Aleurithes moluccana (Jawa. j. Dalbergia latifolia (India) e. Wetar. Shorea leprosula (Sumatera. k. i. Acacia duurrens (Australia) o. Eucalyptus alba (Timor) t. Duabanga moluccana. d. Gliricidia spp. j. (Amerika Tropik) g. Macadamia hildebrandii (Sulawesi) q. Pinus merkusii (Aceh. Maniikara kauki. Manilkara kauki (Ball) m.. (Taiwan. Eusideroxylon zwageri. f. Timor) g. kayu Mewah/Indah dan Rot a. Muna) c. Dyospyros celebica (Sulawesi) l. Fragraea fragrans (Sumatera) s. d. Kalsel) k. h. Kayu Energi/Kayu Bakar a. Agathia boorneenis (Sampit) e. Nusa Tenggara. Thailand) i. Sesbania grandifolia. Tapanuli. Dracontomelon mangifera. l. Khaya spp. Eucalyptus urophylla. Santalum album (Timor) . Eucalyptus deglugta (Sulawesi) n. Burma. Paulownia spp. Pometia pinnata Daftar Jenis asing yang mudah beradaptasi dan asalnya a. Casuarina mqntana (Jatim. b. Ochroma lagopus (Amerika tropik) Daftar jenis asli Indonesia yang mudah dibudidayakan a. Calliandra spp (Guatemala) h. Subah) v. Glirisidia sepium.

Oleh karena itu. pada jarak tertentu dari tanaman induk (Van der Pijl. Meskipun demikian. dimana individu spesies atau kelompok spesies lebih menjadi bahari pertimbangan daripada ekosistem. Namun. Demikian juga. 1969) dan penyerbukan diri sendiri tampaknya kurang umum daripada penyerbukan silang (Bawa. 1979}. liana dan tanaman merambat. hal ini baru dicobakan pada sejumlah kecil penelitian hutan tropis Amerika. 1974. sintesis dan uraian tentang sifat-sifat yang muncul ketika kita berpindah dari tingkat individu menuju suatu penanganan ekosistem yang holistik (menyeluruh) untuk sebagian besar belum mungkin diperoieh. penyerbukan angin jarang {tidak biasa} sebagai mekanisme seleksi (Whitehead. Asia dan Afrika.XI. di bawah masing-masing rubrik akan . penyebaran benih/biji oleh angin lebih jarang daripada penyebaran biji oleh burung dan mamalia yang setelah memakan daging buahnya lalu membuang bijinya lewat muntahan atau kotoran. sebaliknya dari banyak formasi hutan temperate. di bawah/dalam berbagai pokok bahasan yang beragam. Janzen. 1979). 1969. Aspek lain dari biologi reproduksi hutan ini (termasuk pembentukan semaian) terdapat sejumlah peningkatan yang sama dalam interaksi biotik yang tampak pada penyerbukan dan penyebaran benih. bagaimanapun. Juga. epifita. BIOLOGI REPRODUKSI TUMBUHAN DI HUTAN TROPIS PENDAHULUAN Penyerbukan pohon-pohon hutan. Laporan ini tidak akan merujuk pada semua kepustakaan tentang individu spesies yang ada. Oleh karena itu pertimbangan reproduksi dari sebuah ekosistem haruslah menjadi tujuan akhir kita (Baker. dengan penyerbukan tumbuhan oleh kelelawar. karena topik ini terpencar pada berbagai jurnal/majalah yang sebagiannya sulit didapat. bab ini akan berisi sebuah pertimbangan mengenai penyerbukan dan penyebaran benih. semak belukar dan herba pada hutan tropis melibatkan semua antar hubungan yang biasa antara tanaman dengan hewan antopilus yang tampak pada daerah-daerah temperate (beriklim sedang). 1975).

Strangler figs terkenal. Distribusi semaian tersebut dan anak pohon yang tumbuh darinya telah menjadi subyek/bahan diskusi yang sunggun-sungguh dan beberapa penemuan (kepustakaan diringkas oleh Hubbel.1% untuk Endospermum (Dalbergia malaccensis) (Fabaceae. Hartshorn.Janzen. tangkai/batang Schnell. Mimosoideae) yang tumbuh pada tanah basah di Finca La Selva. dan pada hutan-hutan kering sekurang-kurangnya selama musim hujan. Namun demikian. Sebuah contoh dibenkan oleh Pentaclethra macroloba (Fabaceae. 1972.Baker. 1970. atau mamalia "nonvolant" ke cabang-cabang pohon korbannya. Kedua dari 1952. dimana biasanya tidak mempunyai alat reproduksi . 1979). sering dari hutan Amerika Tengah yang sangat penulis kenal. kelelawar. REPRODUKSI BENIH DAN PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF Pohon-pohon dan palma Kadang-kadang proporsi benih yang dapat terus hidup yang dihasilkan oleh sebuah pohon hutan tropis ternyata amat rendah [misalnya: 0. Faboideae) dan Vemnonia arborea (Asteraceae) (Ng dalam Whitniore. Tanaman palma.:Hartshorn. Hal yang kurang jelas adalah kapasitas bawah beberapa atau pohon sistem untuk akar 1978). 1978). tanah 1975. Kadang-kadang pohon yang runtuh masih berhubungan sebagian dengan sistem akamya. mekanisme reproduksi mungkin penting dalam menjembatani perbedaan pertunasan pohon dari tangkai/bawah tanah atau sistem akar. berkembang biak dengan biji yang dibawa oleh burung. bertunas (Richards.obs. Costa Rica (H. ilustrasi dengan contoh juga diberikan. sejenis gulma seperti beberapa pohon lainnya yang mulai pembentukkannya sebagai epifit. semaian dari pohon-pohon sering terlihat di lantai-lantai hutan basah pada sebagian besar waktu dalam setahun. masih tertanam pada tanah dan "pohon-pohon" baru (rarnets) akan bertumbuh dari tunas yang tertidur/terhenti sepanjang batang pohon yang melintang.G. pers.diupayakan bahasan yang menyeluruh.1978).

dapat berkembang biak dengan cara vegetatif (Shnell. Biasanya tanaman ini mati setelah berbunga dan berbuah dan akan digantikan oleh semaian. dengan suatu periode waktu pertumbuhan vegetatif sebelum berbunga. Semak Belukar. 1970). 1966b. Janzen. vegetatif "air-layering" (Macrolobium) Scaphopetalum Faboidea) (Sterculiaceae) {Longman dan Jenik. diikuti oleh produksi "caryopsis" yang sangat banyak. Pohon pakis. Mengenai bambu. Usia pertama kali berbunga untuk pohon-pohon hutan tropis belum banyak diketahui. yang dapat berlangsung sampai 120 tahun pada Phyllostachys bambusoides (McClure. Selama waktu tersebut. 1976a. Meski produksi banyak penting perkembangbiakan. cabang/tangkai akan berkembang. Rumput yang terlalu besar tersebut adatah "monocarpic" (semelparous). sehingga sebuah penyesuaian yang memungkinkan untuk pembentukan dan penyebaran buah-buahan berbiji tunggal sebelum pemangsa biji dapat menemukan mereka. keadaannya benar-benar berbeda. berpesta dengannya dan mengembangkan populasi besar.vegetatif maka tiap generasi harus berkembang biak dengan benih. Satu penelitian (Ng. 1966) terhadap Dipterocarpa yang dicangkok memperlihatkan bahwa banyak pohon tersebut mulai berbunga dan berbiji sebelum berumur 30 tahun. Pohon Pakis dan Bambu Bagi biji/benih kebanyakan jelas semak belukar daiam di hutan tropis. rhizoma yang luas dan pertumbuhan tunas udara dapat menghasilkan suatu semak belukar yang sulit diternbus. Janzen (1976b) menganggap lambatnya pembentukan bunga ini kurang lebih sinkron (selaras/serernpak) pada sebuah spesies. spesies dikotiledon dapat membentuk udara) semak pada belukar dari dan Anthonota yang besar melalui (lapisan amoenum macrophylla perkembangbiakan seperti {Fabaceae. Contoh-contoh . Di hutan-hutan Afrika Barat.b). Rhizoma dan pembentukan tunas baru dari akar samping lebih jarang dibandingkan pada hutan temperate. 1974).

1974. Reproduksi melalui epifit secara karakteristik disempurnakan oleh produksi biji yang amat kecil dalam jumlah yang amat besar {misainya Piperaceae. bromeliads. pteridophytes. Hal ini tidak hanya berlaku pada epifit herbaceous yang terkenal (anggrek. 1970. . Tanaman rambat dan liana lain dapat berkecambah di darat dan mernbuat jalan tumbuh ke atas (Richards. lebih sering lagi oleh burung dan mamalia yang menelan biji dan kemudian memuntahkan atau membuang kotorannya tepat pada cabang pohon yang menjadi inangnya. membatasi reproduksi biji atau spora. Ini salah satu alasan keberhasilan hutart rumput buatan penggunaan di wilayah tanaman tropika merambat Amerika di dan pinggiran padang Australia neotropis -Fabaceaedalam pembentukan (Baker. Epifit dan Parasif Tanqkai Epifit. pohon rambat dan liana yang telah jadi dapat ditumbuhkan kembali melalui pembentukan tunas dari tunas yang dorman. Bromeliaceae. tunas atau akar bisa turun ke tanah. Oleh karena pohon tingkat yang keberhasilan dan liana yang ini. (Janzen. dan lainnya) dan hemiparasit {mistletoes.juga dapat diberikan untuk tiap-tiap benua. 1952. Whitmore. Dari asal udara ini. dil) yang dapat disebarkan oleh angin atau. Schnell. dll} tetapi juga bagi pohon-pohonn semak belukar epifit [(misainya spesies dari Clusia (Hepericaceae) dan Blakea (Melastomataceae)]. 1978b). Meskipun demikian. Orchidaceae. karena habitatnya alami. tanaman merambat dan liana dapat berkembang biak melalui biji yang berkecambah pada sebuah cabang atau batang sebuah pohon yang akhirya akan jadi penyokongnya. Longman dan Jenik. 1975). Tanaman merambat dan Liana Seperti pohon ara pencekik. rendah maka 1975). dalam pembenlukan merambat diperlukan pembentukan biji berlebih-lebihan.

1940.Herba_dan Parasitakar Peluang bagi pembentukan bunga dan penyebaran biji oleh tanaman herba dari lantai hutan yang matang secara khas terjadi bilamana sebuah pohon tumbang meningkatkan iluminasi di tingkat dasar/tanah. (Ferwerder herba 1979) dan Wit. perkembangbiakan dan penyebaran vegefatif melalui pertumbuhan Heiiconia rhizomata merupakan Caiathea hal yang umum.Kress. 1959. 1978). Soepadmo dan Eow. Sebaliknya. 1974. 1969. 1969.comm. (Marantaceae). Simmonds. kejadian bersama benangsari dan putik hampir tidak dikenal (Bullock. dll)] Pada intensitas pencahayaan lantai hutan yang rendah. 1974. oleh karena pada kasus parasit akar Thonianningia dioecious. Tomlinson. anggota-anggota pada yang reproduksi termasuk Balanophoraceae merupakan parasit obligat pada akar-akar Perhatian/penekanan sanguinea dari Afrika. Bawa. Zingiber (Zingiberaceae. data perkebunan Baker. pers. Bawa dan Opler. Baker. 1948). vegetatif di sini. ditetiti. 1976. Hanya Purseglove. dan 1976). 1972. [(misalnya (Musaceae). 1976. Styles dan Khosla. saprofit Terutama tanaman dan parasit untuk kayu. sebuah keuntungan. 1977. mernpunyai paleotropis. kecuali pemah (J. Marantaceae tidak epifit hampir . Isu/masalah utama dalam pembahasan sistem perkawinan tanaman tropis adalah peran masing-masing dari inbreeding (perkawinan sejenis) dan outbreeding (perkawinan antar tanaman 1968. sehingga perkembangbiakan itu harus secara eksklusif dengan cara vegetatif. tentang Liana tanaman dan hutan. 1976. Styles. 1975. Ashton. Penerangan oleh manusia juga memberikan fungsi persiapan yang sama. 1977) dan sebagian sedikit Heliconia (Kennedy. di pedalaman hutan. REPRODUKSI BIJI/BENIH SISTEM PERKAWINAN Riset mengenai sistem perkawinan pada tanaman hutan tropis dipusatkan terutama pada pohon-pohon dan belukar hutan {East.

1977a. harus ditekankan bahwa perkawinan silang yang dalam tropis 1981). faktor pada berkaitan hutan 1976. ratusan sebuah bunga pohon yang besar terbuka Hampir di hutan siap sernua dapat tamu mengandung kedatangan menunggu perkawinan sejumlah secara yang sejenis jika dilakukan antar tanaman yang memiliki asal sama. pohon-pohon et al. Sebuah spesies yang self-incompatible dapat menyediakan bisa sama Jadi kebanyakan dengan jelas bijinya melalui yang penyerbukan genetik silang. tujuan dari kebanyakan penelitian adalah untuk menentukan apakah tanaman hutan silang. Bawa dan Beach. Opler. penyerbuk potensial. 1981. pada penyerbukan akibat tepung belakangan) merupakan perpindahan pergerakan penyerbuk. Fedorov. Ashton. (Baker. Beach. pada saat yang sama. 1966. 1959. kebanyakan Bawa. Namun demikian. dengan perilaku penyerbukan dan seleksinya mungkin penting evolusi (Bawa sistem dan perkawinan 1975. "anther" "stigma" . 1980.jenis) pada hutan dan dampaknya pembentukan populasi yang berbeda dan khusus.1977. Geitonogamy. 1969. Sebagai akibatnya. tersebut hal melakukan atau ini "selffertilisasi/penyerbukan fertilisasi/penyerbukan berbeda saja dari penentuan incompatible". 1974. apakah tropis sendiri Perlu tanaman dicatat. (penyerbuk) yang datang pada sebuah pohon tertentu akan menemui banyak bunga sebelum meninggalkan pohon tersebut. Frankie Janzen..1976). Geitonogamy dan Autogamy Tingkat penyerbukan sendiri atau silang pada tanaman Zoophilus lergantung pada sebagian besarnya dari aktivitas pencarian makanan para penyerbuk (polinator) dimana perilaku tersebut dipengamhi oleh variasi menurut ruang dan waktu dari bunga (nektar/tepung).b. kepada akibat bunga perpindahan lainnya sel sari tepung telur dari sari bunga dari yang ke satu bunga pada tanaman yang sama (sebagai Autogamy. Di pihak lain. Bawa.

luar) memajukan/meningkatkan namun masih membuka (persilangan kemungkinan dari geitonomi. yang sama. Bagi beberapa spesies pohon.. penyerbukan 1977). zibethinus (Bombacaceae)] Luas dan juga fertilisasi pada terbang sendiri dan silang mungkin tertentu akibatnya. individu Baker populasi dan [cf. Meskipun banyak pohon-pohon hutan tropis mempunyai sendiri). kecuali untuk kasus yang jarang dimana bagian mahkota yang berbeda dari sebuah pohon dapat berbeda secara dan genetik putik melalui mutasi somatik (Bawa. Monoecism. Outcrossinq outcrossing Pada bunga besar dari beberapa pohon Bombacaceae 1: Mekanisme fisik dan waktu penyebab . Soepadmo Eow (1977). dan pada waktu yang sama (Bawa. dkk. akibat dari geitonomi atau autogami sama. 1979). ketersediaan penyerbuk. Tetapi.. 1974. diikuti oleh fertilisasi dapat terjadi dengan atau tanpa bantuan penyerbuk pada pohon tersebut.bunga yang sama. Gan dkk. Secara genetik. geitonomi dan autogami hanya bisa muncui juka fungsi dari tepung sendiri pada stigma (putik) dicegah oleh suatu mekanisrne dalam karena pada self diri itu pohon incompatibilitas. terdapat laporan-laporan yang yang bertentangan menyatakan atau tentang hal terjadinya ini dapat Opler dan sistem perkawinan antara untuk Durio juga daiam bagi bahwa bervariasi (1076a. dan selfincompatibility ini bisa dan tidak silang diri (ketidakcocokan oleh mungkin terjadi mencukupi. dan Valmajor dkk. (1965). Euphorbiaceae "outcrossing" produksi dan terpisah benangsari bunga pada pohon yang sama (seperti pada banyak Meliaceae. Cordiaalliodora (Boraginaceae). (1970). tergantung dari pengaruh iklim dan ketersediaan penyerbuk. Arecaceae). pohon-pohon Sebagai wilayah kebanyakan pohon-pohon hutan suiit diukur besarnya/luasnya "outcrassing" (persilangan luar).

Hymenaea courbaril (Caesalpinioideae). kesediaan pada putik (protandry) atau sebaliknya (protogyny).). dan yang dimaksud (secara adalah kelelawar burung kolibri (Baker dkk.(misalnya Ceiba acuminata). pers. tidak yang ada sama sinkronisasi sehingga tetap antara bunga-bunga autogamy pada meskipun geitogamy dimungkinkan.W. Pemisahan secara fisik putik teknik/sebuah penyerbukan contoh silang pada meningkatkan lain. putik terletak begitu jauh dari benang sari pada sekuntum bunga yang mekar sehingga tepung sari tidak dapat disimpan/diletakkan padanya tanpa pertolongan acuminata. Pada kasus C. mendorong untuk dengan style seperti serangga putik "protandrous" memanjang/terulur membelah dan "anthesis". benangsari herkogamy) pohon binatang binatang dari yang dimaksud.. Kemudian pada waktu malam. Belakangan. 1971). . di hutan neotropis. 1958). ketika "anthesis" pada awal malam benang sari "dehisce" sementara "style" masih terguiung) dengan putik terlindung baik pada pusat "coil" (gelung). ketika serbuk terlepas. Frankie. berbeda. Obs. Pelepasan oleh benangsari dan penerimaan oleh putik dapat dibagi menurut waktu (dichogamy): pelepasan tepung sari mendahului Jadi. Pada mekanisme rumpun Gardeniaceae saat dan yang Rubiaceae. menjadi reseptif (siap) terhadap serbuk sari yang dibawa dari tempat lain (Baker. style uncoiled dan tersajilah sebuah putik yang siap (G. Protandri khususnya terkenal pada Fabaceae. Dimana protandri melibatkan secara relatif bunga-bunga besar di situ bisa biasanya pohon dicegah. kemungkinan contoh (atau geitonogarni) dan dapat sesuai bagi banyak pohontropis Sebuh bagus dari herkogami tumbuhan rambat dapat diperoleh Gliriosa superba (Liliaceae). sari sebuah pengisap (piston) antara benang sari yang diketahui serbuk disajikan sari telah pendatang pada putik yang tidak reseptif (siap menerima).

Mimosoideae) paleotropik dan neotropik terdapat sinkroni. 1957. Baker. Jadi. Dua 'asing" yang mencapai putik sebelum benangsari bunga itu lebih benang masih disukai/menang sari hams menuju perlombaan jika pada mengalahkan semua serbuk yang belakangan dilepaskan bahkan putik disiapkan. sebagian berfungsi hanya sementara sebagian Iagi sebagai penghasil buah (Baker dan Harris. Meski begitu. Protogini. 1957). penelitian yang baik sebagai contoh protogini diberikan oleh Persea americana (Lauraceae) dan Annona cherimolia (Annonaceae) dan . 1978a). tentunya. 1976). Infloresensi sebagai produser Parkia nectar memperlihatkan (penghasil pembagian madu) kerja yang menarik antara bunga-bunga. tidak terdapat meski sinkroni antara infloresensi dan sekali iagi autogamy bisa dicegah. inflorescence cembung seukuran bola tenis terjadi pada benangsari bungabunga di suatu malam dan pada putik di malam berikutnya (Baker dan Harris. yang kurang sering dibandingkan protandri boleh jadi merupakan sebuah mekanisme yang iebih efektif untuk sendiri rnemajukan "dehisce" pada waktu outcrossing. spesies Ficus (Moraceae) yang sangat khusus (McGregor. Outcrossing 2: Sistem incompatibiljtas Self-inkompatibilitas (inkompatibilitas sendiri) homomorfik ditemukan pada banyak pohon-pohon tropis yang memperlihatkan mekanisme penghindaran/penceganan autogarni dan geitonogami herba ini.Dimana protandri terlihat pada spesies yang banyak bungabunga kecil berkumpul ke dalam inflorescences yang padat. Pada P. dan tetapi yang terdapat juga pohon-pohon pada hutanbelukar. geitogamy dapat terjadi bilamana keleiawar penyerbuk melakukannya. liana heteromorfik . pada spesies Parkia (Fabaceae. dan secara fungsional merangsang bunga besar di situ bisa terdapat sinkroni dengan inflorescence. clappertoniana. akan batang itu oleh karena itu serbuk dalam ovula.

1974a).. 1979) J. 1958. Haber dan Frankie. Pada sebuah hutan yang rontokdan kering di Costa Rica.comm. 1981) dimana inkompabilitas sendiri banyak terjadi. 1940. Purseglove Hedegart Kallunki Simmonds (1976) dan Gan dkk.hutan tropis (East. individual yang diperlihatkan oteh East (1940).) juga menunjukkan adanya tinggi (1968). 1976. 1977) menemukan beberapa herba yang self-compatible.Kress menemukan oto-inkompatibilitas telah membuktikan pada bahwa baik sekurangHeliconia selfkurangnya 4 buah spesies Aphelandra (Acanthaceae). Opler dkk. 1976a.. 1977} dan hutan basah di Costa Rica (Bawa. tetapi (pers. Baker. yang Pass/flora merambat mucronata ditemukan self-incompatible dan self-compatible banyak terjadi Bignoniaceae (Gentry. 1974. kecuali untuk heterostylous (tumbuhan berakar serabut) dan Fubiaceae lainnya di Afrika Barat {Bakaer. menemukan Arroyo suatu Zapata (1978) proporsi yang serupa pada sebuah hutan tanah rendah di Venezuela. K. dan untuk spesies Cordia (Boraginaceae) dan hoostylous yang heterostylous di (selfhutan incompatible) (self-compatible) neotropis (Opler dkk. Bawa. 1982). Di ini antara liana dan pada tanaman merambat. dan selfing Arroyo dan crossing. 1958) dan di Costa Rica (Bawa dan Beadh.. Grove (pers. oto-inkompatibilitas dari pohon-pohon (1976). pada contoh Mori sebuah lebih dan proporsi jauh yang spesies (1976). (1977). Arroyo. Pada sebuah hutan tropis rendah tanah basah di Costa Rica..comm. Sedikit sekali penentuan nubungan kompatibilitas pada semak belukar hutan.comm. Bawa (1974) menemukan 27 dari 34 spesies pohon berbunga hermaphrodit merupakan "self-incompatible" sebagai sebuah hasil (1976) percobaan dan bagging. McDade (pers. 1976a).) mempunyai (Musaceae) spesies-spesies yang compatible maupun self-incomptible. Pada hulan yang sama. . L. unpub. Penelitlan-penelitian yang dilakukan pada hutan hujan tropis tanah rencah di Malaya (Ashton.

Faboideae). Pada hutan-hutan tropis. Pohon-pohon spesies biasanya yang lebih mengalami penyerbukan siiang (Frankie dan Haber. spesies.) Pada Piscidia carthagenensis {Fabaceae. Pada Cord/a alliodora (opier dkk. dari Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) tetapi ketika digunakan awalnya ditemukan berbunga sebagai self-incompatibel selesai. bunga-bunga berusia satu hari hasil penyerbukan sendiri secara buatan. tidak menghasilkan membentuk Pada buah. unpubl. Lee. 1957. 1965a. Meskipun demikian. frekuensi kerusakan sistem inkompatibilitas dan faktor lingkungan penyebab kerusakan tersebut rnemerlukan penelitian lebih lanjut (Baker. lengkap atau mudah menjadi rusak (contohnya. bunga-bunga mengalami penyerbukan sendiri menghasilkan buah {Bawa. 1976). sehingga akan tercermin "crossing" perkawinan struktur pada menyebabkan sebuah pohon dan populasi sistem variasinya. sendiri bunga-bunga buah mengalami penyerbukan menghasilkan banyak pada 12-16 jam setelah "anthesis" dibandingkan pada 2-4 jam dari "anthesis" (Haber dan Frankie. "Selfing" yang melestarikan rekombinasinya. hutan tropis genotipe. 1982).. Jain. 1974. 1977). lihat Baker.). terdapat bukti eksperimental bahwa sebagian pohon self compatibel dan sebagian lagi self-inkompatibel. Luehea seemanii (Tiliaceae). unpubt. yanng dibuat melalui elektroforesis protein yang terkandung dalam sel. 1976a) dan Luehea seemannii (Haber dan Frankie. baru saja mulai dilakukan pada pohon-pohon tropis (Can dkk. 1955. tidak 1974. dalam percobaan yang Sebagai contoh. Hedegart. tetapi bunga dari yang berusia ini dua hari buah. Sistem self-inkompatibilitas yang heteromorfik untuk .. banyak 1967. Purseglove. Bawa.Pada 1958. barier inkompatibilitas 1975. 1976). 1982). Stebbins. tampak bahwa musim berbunga dan pada pohon hampir usia bunga secara individu berpengaruh besar satu masa pada 5 integritas yang sistem self-inkompatibilitas. Penelitan tentang variasi ini. 1968.

(Baker. hermaprodii spesies sistem (dan dengan biasanya heterostyle) atau berfungsi yang yang uniseksual. bilimbi (Oxalidaceae) penelitian. menghambat artinya (mencekik) bahwa pembuluh pada corolla dengan rambut panjang. Jadi pada Theobroma (Sterculiaceae). sistemnya mempunyai ciri yang tidak biasa yaitu bahwa pembuluh tepung sari dari semua penyerbukan tumbuh sama cepat dengan kantung embrio dan perbedaan antara penyerbukan compatibel dan inkompatibel hanya menjadi nyata ketika garnet jantan yang . 1958. Bawa (unpubl. tanaman ber"style" panjang berfungsi sebagai individu "pistillate" (benangsari) dan menghasilkan biji. umum daripada Oxalidaceae. (Rubiaceae). dkk. ekosistem unpubl. 1966. "dioecism" 1959. Bawa dan Opler.. Rubiaceae. 1975. pendek 1976a). adalah tanaman ber-"style" serbuk sari jarang diambil dari benangsari yang bawah dan pada tanaman ber-"style” pendek serbuk jarang ditaruh pada putik. Cord/a 1958. lebih Erythroxylaceae.. (Opler Gambaran pengamatan pembentukan buah dan penelitian morfologi bunga adalah penting untuk memastikan apakah mereka berfungsi sebagai Pada homomorfik. 1976a. Boraginaceae) dan bisa tidak ditemukan pada pohon-pohon "Distyly" "tristyly" pada tumbuhan hutan. Bawa.).sebagian besarnya terbatas pada tanaman herba dan pohonpohon kecil (misalnya: tinggi. Jadi. "tristyly" terbukti hanya pada bentuk turunan dari Averrhoa carambota dan A. self-inkompatibilitas tampak sebagai tipe dikontrol secara gametophyt. Pada tampaknya beberapa berkembang tanaman menjadi kayu tropis "heterostyty" (Baker. dua (Baker. sementara putik pada (anaman ber"style” 1959). Opler dkk. pada Mussaenda spp. hutan Pada peneiitiandi Costa tanah rendah Rica. Carlquist. 1980).) menemukan 2 s/d 3% spesies pohon dari setiap ekosistem adalah "distylous". dan sebaliknya pada sistem in-heteromorfik yang dikontrol secara sporafit. Jadi. berfungsi yang sama Sebagai sebagai terlihat akibat.

bahwa self Purseglove daerah baru. Ini sesuai dengan pendapat Ashton (1969) bahwa pohon-pohon di tropika basah kebanyakan menukar gen-gen dengan tetangga-tetangga dekat mereka dalam suatu rumpun. Namun demikian. studi terbaru mengenai bahwa pohon-pohon varian di hutan dan hujan Malaya menurun menunjukkan genetik seedling dengan cepat satu langkah pada suatu pohon induk Shorea leprosula (Dipterocarpaceae). et al. Akan tetapi. tergantung pada pembuahan sendiri. Untuk pembuktian.terakhir/belakangan (Cope. Aliran gen dalam waktu dan ruang sulit untuk dimonitor pada populasi ponon tropis. populasi gagal melakukan pembuahan (dan sel bahwa telur dari cacao Cope yang (1962b) memperlihatkan terisolasi Theobroma memiliki distribusi "spotty" di hutan Amazon) menghasilkan pohon-pohon self-compatibel. akhirnya harus menggantikannya dengan self inkompatibilitas. yang berbuah banyak. pernbentukan bunga yang tidak sinkron dan penyebaran benih terbatas dapat memperbesar tingkat inbreeding. 1968) dan di dekat pusat asa! spesies yang diperkirakan berada pada lereng ttmur Andes. meskipun kadang-kadang dapat juga terjadi antar anggota-anggota dari rumpun-rumpun yang berbeda. akan terjadi diskriminasi selektif yang kuat melawan tipe-tipe self compatibel (Purseglove. self pihak. 1977). ukuran populasi kecil yang efektif disebabkan oleh terbatasnya sejumlah individu dimana polen mungkin diterima. proporsi pohon-pohon compatibel. semakin jauh pengumpulan dibuat dari pusat asal. dan Xerospermum intermedium (Sapindaceae) (Gan. semua klon self yang sejauh ini Di telah lain ditefiti semakin terbukti besar merupakan incompatible. sebuah 1962a). dan studi-studi yang sesuai masih dalam taraf penyelesaian. setidaknya di hutan kering di . Keberadaan menghilangkan inbreeding self incompatibility keseluruhan dimana pada ini tumbuhan tidak proses secara kemungkinan tidak (1969) mempertimbangkan incompatibility akan menolong menyebarkan spesies ke dalam secara genetis.

proses antara angin mencari bunga-bunga pada staminate hutan oleh dengan pistiltat (bertentangan dengan yang ditemukan pada penyerbukan diri pohon-pohon yang sama temperate) kemungkinan dibutuhkan kedua macam bunga untuk rnenyesuaikan hewan bentuk polinator-polinator dari (serangga. tersebut kelelawar) akan pada proporsi yang jauh lebih taksa dari sama dan dari pohon-pohon tropis ini. banyak spesies hutan-hutan hermaprodit bunga-bunga tua. monoesisme taksa dengan 1972. Sebuah survei flora di Pulau Colorado. 9%.Costa Rica. Outcrossing 3: Monoesisme dan dioecisme Banyak monoesisme Styles dan tumbuhan Khosla. burung. 1975. (115 bahwa Croat dari spesies diocious dalam flora (semua bentuk hidup bersarna) spesies). Bawa. lihat Hubbel karena banyak sebagai (1979). tetapi organ-organ seks lawannya lidak berfungsi. ditunjukkan bahwa rumpLin-rumpun dari pohon hutart dipterocarpaceae terbatasnya buah dibandingkan Malaysia benih} pohon-pohon (yang yang terbentuk lebih terisolasi penyebaran menghasilkan individu-individu. pohon yang Penulis lebih 1979) telah membuat analisis menunjukkan diantara berukuran sedang . adalah (Croat. membuatnya sulit untuk menduga sifat alam seksualitas dari dari pemeriksaan tropis yang kasual bersifat morfologi bunga. Styles Kesamaan oleh dalam dan Khosia. harus (contohnya beberapa Meliaceae. 1976. Cariaceae. merubah dengan dioesisme (contoh. telah ditemukan dapat menghasilkan bungabunga yang berfungsi secara uniseksual (Styles. Bawa dan Opler. Uniseksualitas jelas Barro. pada bunga-bunga spesies berkayu (1978) 1265 dibandingkan melaporkan herbaceous (termasuk epifit). 1972. 1976). Baker. Pada bunga-bunga uniseksual dari beberapa monoecious telah berkembang baik. berdasarkan studi berikut. pohon-pohon dapat berumpun. tropis 1976) mendorong atau outcrossing Styles. pada Dengan demikian. tidak dipublikasikan).

Bawa dan Opler (1975) menemukan 22% dari spesies pohon adalah diocious. diosisme lebih lazim diantara pohon-pohon daerah-daerah temperate. 8% dari tumbuhan scandent adalah dioecious dan 12% adalah monoecious. kedua dari mempertahankan Pada keberadaan spesies telah diteliti oleh Baker (1976). individu-individu pohon beragam seksual dari waktu ke waktu. dan kemungkinan lebih lazim pada pohon-pohon besar dibandingkan pada bentuk hidup lainnya. sama halnya dengan pistillate (bunga berkelarnin betina) dan staminate (bunga berkelamin (contohnya. Coccoloba dapat terjadi pada dasar dalam reguler atau keadaan padiform'ts dapat (Polygonaceae). Alasan-alasan ini telah dikemukakan oleh Bawa dan Opler (1975).hingga besar. Carica papaya. dimana manifestasi dari satu seks (biasanya staminate) menghasilkan beberapa bunga yang hermaprodit Selanjutnya atau dalam lebih jarang dari seks ada lawannya. 1955 dan Ashton. Benih-benih staminate dari mapun buah-buah ini meningkatkan yang seks artinya dalam areal hutan progeni datam lokal hujan pistillate. Dalam studi mengenai hutan kering di propinsi Guanacaste. 21% adalah diocious (berumah dua) dan 15% adaiah monoecious (berumah satu). kecenderungan mempakan pohon-pohon staminate. Beberapa dari taksa pohon . Bawa (1981) dan Beach (1981). pada akhir periode pernbentukan bunga. Pohon-pohon dioecious tropis menunjukkan variabilitas yang tidak teratur daiam ekspresi seks. Jelasnya. Angkanya rnengecil menjadi masing-masing 7% dan 12%. 1969). beberapa pohon-pohon tropis. Costa Rica. untuk pohon-pohon kecil (dan semak). individu-individu hermaprodit. jantan). Mereka mengulangi dan dana diperoleh 40% untuk hutan hujan di Nigeria dan 26% (termasuk beberapa spesies hermaprodit dikogamus) untuk hutan hujan campuran dipterocarpa dataran rendah di Serawak Tengah (masing-masing adalah data dari Jones. untuk menghasilkan bunga-bunga hermaprodit dimana buah-buah yang membawa benih terbentuk.

Pohon-pohon tropis dioecious menunjukkan beberapa hubungan seks dimorphisme dalam ciri reproduktif seperti jumlah bunga per inflorescecncec. 1976). 1978). ukuran bunga. perbedaan dalam jumlah nektar yang dikeluarkan oleh bungastaminate pistillate. Dalam kasus Carica.didaftar Croat oleh Yampolsky menemukan dan 54 Yampolsky spesies (1922) (4% dari sebagai flora) polyamodioecious. 1976). (Trochilidae) Penyerbukan Trigonia. Arti dan tingkat perbedaan-perbedaan semacam itu akan terbukti dengan studi lebih lanjut. beberapa yang kasus. tumbuhan berkefamin diketahui . 1975. umumnya Pada betina berlaku seks (Opler Bawa. lengkap. Di areal Pulau Barro. dalam sejumiah nektar yang dihasilkan. sedangkan staminatenya adalah gamopetalus bunga pistillatenya adalah polypetalous). Baker. mudah hummingbird bunga. 1978. Carica menunjukkan opposite bunga-bunga pistillate tidak menghasitkan nektar sedangkan suplainya baik pada bunga-bunga staminate (Baker. bunga Bawa dan Opler dan (1975) telah mencatat tetapi disini perbedaanspp. warna dan bentuk dimana dari bunga petal (kebanyakan khususnya pada Ccarica. Colorado (Panama). (1978) ada dalam suatu kondisi. dan dalam tingkat herbivory pada bagian-bagian floral (Bawa dan Opler. Polygonacceae). Belum jelas arti adaptif dari variasi semacam itu dalam ekspresi seks. dikatakan seperti bahwa ini membuat pengunjung dan bunga lebah berbahaya. Baker (1978a) telah nyata mertunjukkan antara bahwa mungkin ada perbedaan-perbedaan pohon-pohon pistillate dan staminate dari spesies yang sama pada rasio sukrosa terhadap heksosa dalam nektar bunga mereka (contohnya pada Triplaris americana. jauh dari bunga-bunga pistillate dimana ovari rusak mengisi yang bemasil dilakukan oleh ngengat yang mengunjungi bunga pistillate karena kesalahan dalam pencahayaan yang kurang. Kebanyakan pohon dioeccious tropis yang telah diteliti menunjukkan staminate hanya rasio seks dan bunga yang bias.

atau 1967) dan Daftar lebih sekurangnya lazim/umum yang rumput-rumputan) yang daftar apomiksis embriony (adventitious). heterozygositas (amphimistik) demonstrasi hutan mungkin individu oleh (juga persilangan reproduksi Kaur tumbuhan induk(moyang). menyatakan . Pachira llustrasi pada mengenai pohon mekanisme tropis embriony ditunjukan liar oleh (adventitious) hutan oleaginea (sekarang dikenai sebagai Bombacopsis glabra (Bombacaceae) oleh Baker (1960)}. Apomiksis Reproduksi apomiksis. (1977) dimana tentang tingkat kemungkinan apomiksis tinggi pepohonan di klimaks sulit Malaysia. liar di oleh genera (Euphorbiaceae). Reproduksi apomiksis pertama kali ditemukan biji oleh pada yang Smith tumbuhan sebagi spesies telah (1841).). berlawanan bagian-bagian dunia dimana musim pertumbuhan singkat. tidak dipubl. dkk. 1974) dan disini apomiksis harus dicurigai.(Tomlinson. Penjelasan-penjelasan eko-evolusioner untuk perbedaan yang berhubungan dengan iklim ini akan dipertirnbangkan di bagian lain. berbunga yaitu Alchornea dengan 30 dalam satu dipublikasikan terdapat adalah dengan tercantum yang mengamati (bunga yang penyusunan berkelamin sekarang apomistik (1954. spesies ilicifolia mekanisme Nygren tropis ini. tetapi yang perlu mendapat perhatian adalah beberapa dari macam apomiksis heterosis) luar di Ashton dapat yang pada dan "menghentikan" telah dihasilkan seksual (1978) Akibatnya. biasanya melibatkan agamospermi (pembentukan embrio tanpa fusi/peleburan seksual) yang telah diketahui untuk individu tropis spesies berkayu dan herbaceous sejak abad ke-19. (terutama Mekanisme betina betina) dikenai diisolasi. karena reproduksi fisik dari bahwa amphimistik individufrekuensi pemisahan conspesifik. yang bergantung pada diplospori atau apospori pada setiap kasus yang diikuti oleh diplotid partenogenesis (Baker.

1974}. 1980. di pada ini 1979) harus diselidiki bahwa oleh secara teliti di hutan tropis lain. jika ada. "induksi". pemicunya. . perubahan Sunning. yang 1948. pada hari dll) proporsi Tetapi. contohnya Shorea sehingga spesies menunjukkan pohon-pohon ini adalah apomistik. Ekologi penyerbukarn Anthecology) Awal pembentukan dan perkembangan bunga (antesis) Permulaan berbeda: oleh bunga pembentukan pada bunga melibatkan dengan suhunya sebelum langsung dua fase untuk dan kuncup Antesis atau "induksi" tumbuhan kesiapan cocok). Appanah (dalam menemukan diserbuki pepohonan dan akan Dipterocarpaceae meningkat pesat Malaysia saat trips (Thysanoptera). Stiles. "diferensiasi" (perkembangan Salisbury. kenyataan berbunga.. "diferensiasi" atau "antesis" kebanyakan tumbuhan tropis berbunga secara diskontinu. sangat pada Njoku. dan inilah yang paling sering dijumpai pada komunitas-komunitas seral pionir pada zona-zona hutan yang lebih basah.terjadinya S. sekumpulan spesies trip dari spesies pohon dipterokarpa macmptera. menjadi 1963}. dihadapkan tersebut Namun pada demikian. Pendorong fotoperiode.. 1976b. sistem perkembangbiakan Kavanagh. pada tumbuhan tropis dapat berasal dari 1924. terjadi menghasilkan kuncup-kuncup bunga (seringkali dikendalikan fotoperiode. kelangkaan pertama dalam unjtan pembentukan bunga. 1974 Opler dkk. cahaya apapun terhadap faktor gelap lamanya (McClelland. dalam 1952. 1978. lebih Tumbuhan berbunga minoritas habitat-habitat secara kontinu. dengan kecenderungan berbunga pada dan musim tertentu lain (Holturn. lembab 1972. Jumlah serangga ini tidak banyak. Daubenmire. mungkin kecil 1958. ujung bunga} (Hilman. sepanjang vegetatif mungkin 1962. tertunda (dormansi kuncup}. setidaknya pada dasar popuiasi. Frankie dkk. referensi pada Frankie dkk.

tekanan air (Aivim. sehingga beberapa tumbuhan hutan tropis berbunga lebih dari satu kali setahun (Holttum. Holttum. Went. 1976a. pohon-pohon besar dari ekotipe hutan tetap vegetatif untuk beberapa tahun antara tahapan pembentukan bunga (Baker. 1981). Bambu. Di Ghana. Opler 1960.Pecahnya masa dormansi kuncup bunga yang mengarah pada antesis pada tumbuhan tropis telah menjadi bahan perdebatan. penurunan suhu (Kerling. 1852. Gentry (1974b) telah mensurvei tipetipe pembentukan bunga pada Bignoniaceae neotropis. yang Holdsworth. 1974. 1976a. dan pergerakan 1961. 1963). sedangkan yang lainnya turnbuh untuk beberapa tahun atau dalam waktu yang lama tanpa pembentukan bunga (termasuk bambu telah disinggung sebelumnya).. 1981). Opler. Opler dkk. dormansi. Kelihatannya. semuanya dilaporkan memecahkan masa Kelihatannya juga ritme endogenous terlibat.1964. Opler dkk. Daubenmire. 1980. Api (Hopkins. 1941.). pembentukan bunga oleh spesies hummingbird penyerbuk akan berubah dari tahun ke tahun akibat perbedaan iklim namun kontinuitas suplai sumberdaya dipertahankan. dalam (La Selva. lebih dari satu jenis stimulus yang terlibat dalam pemecahan masa dormasi kunbup bunga. Opler. memungkinkan dengan akan pembentukan perpindahan menyaingi (1978) spesies yang berbeda sebaliknya pre. 1975. 1952. ada 1972. 1963). Frankie dkk.. dkk. 1976a. hutan temporal/sementara tertentu bahwa urutan penyerbuk (Frankie. 1977).. in Stiles basah memperlihatkan costa Fiba). adalah monokarpik ekotipe (Foster. 1965b). Antesis biasanya terjadi pada waktu tertentu siang . perubahan fotoperiode (juga Hopkins. 1957}. Frankie dan Haber. 198C. Sinkroni berikut yang dipicu oleh stimulus lingkungan yang kuat seperti badai hujan tropis pada akhir musim gen yang yang sama areal kering Juga sangat penting dalam mempertahankan bunga oleh aliran intraspesifik dalam spesies pohon tertentu yang agak umum. pohon-pohon dari savanna Ceiba pentandra (Bombacaceae) berbunga setahun sekali. dan beberapa pohon.

Passiflora karena yang bunganya yang bunganya dalam waktu kebalikannya hanya dapat bertahan beberapa jam dan penyerbukannya hanya beberapa menit setelah bunga mekar (Janzen. Pengecualian untuk dan aturan gynaecia ini yang diperlihatkan berfungsi spesies oleh beberapa spesies yang terus Lantana sedang oranye adalah protandous dan protoginus yang bunganya memiliki androecia pada hari bunga (malam) yang berbeda. proporsi tumbuhan hutan yang berbunga pada malam hari lebih tinggi dibandingkan pada daerah temperate. dan bunga yang telah diserbuki masih berwarna (further) kemerahan. 1974). Panjang waktu (lamanya) yang diperlukan bunga untuk tetap dapat menghasilkan serbuk/tepung sari (polen) atau lebih penting lagi untuk menerimanya. 1968). segar ekstrim Anggrek ialah epifit yang spesies terkenal lama. tumbuhan memiliki sejumlah mulai hingga kelelawar (Salas. berbunga Sesuai dan mungkin memakan dengan kehangatan malam di daerah tropis. walaupun camara dan Beberapa telah memiliki menyokong (kontribusi) daya tarik irtflorescense (warna) "dipakai'Vdiserbuki. Namun demikian. karena bunga jantan (staminate) mekar beberapa jam sebetum bunga betina (bunga berkelamin betina)(Bawa dan Opler.atau malam untuk setiap waktu spesies 24 jam tumbuhan penuh. Bunga-bunga dari beberapa tumbuhan dioecious menunjukan ciri khusus. secara umum benar bahwa bunga tunggal pada pohon tropis biasanya bertahan kira-kira 1 hari. Kehangatan juga dtrefleksikan membuka/mekarnya beberapa diurnal khusus seperti Thevetia ovata (Apocynaceae) pada kegelapan sebelum senja. 1975). sangat bervariasi antar tetap sangat spesies. yang . dengan sehingga kelelawar dan ngengat bunga mempunyai peran penting sebagai penyerbuk. tersebut Minosoideae) membuka/memekarkan pengunjung bunganya dari pada lebah tengah sore hari dan tetap mekar sepanjang malam. dimana beberapa lebih Misalnya yang (Verbenaceae) bertahan Contoh bunga-bunga hari jauh diserbuki berwarna kuning. Tumbuhan malam seperti Inga vera (Fabaceae.

dimana bunga jantan mekar dan di antara periode tersebut bunga betina mekar dalam waktu yang lebih tama. 1972.Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) dengan perubahan warna yang tidak terlalu mencolok antara bunga yang belum dan sudah diserbuki. 1978). Burger. Informasi lain mengenai kejadian-kejadian fenologi diternukan Alien. lainnya pada 1956. Gibbs dan Leston. (Holttum. 1957. 1971. Lamb. guatemalensis bahwa anthesis (Sapindaceae). 1966.R. spesies mengenai periodisitas sebagai sejumlah dikumpulkan usaha untuk merefleksikan kecenderungan fenologi umum pada tipe-tipe vegetasi tertentu (sebagai contoh J. Opler 1952. .. Frankie 1974. tumbuhan mempunyai terpisah. dan yang sangat terkenal pada Croat. McClure. 1964. Rees. Fenologi Dan Keteraturan Masa Berbunga Sampai lingkungan Nevling. dari Pada kepentingan suatu (yaitu Broekmans. 1980). Purglove. 1974. 1936. perlakukan-perlakuan Little pada dan Wadsworth. saat tropik ini perilaku periodik tumbuhan di kurang mendapat perhatian dkk. Ducke dan Black. spesies temporal monoecious dalam Schmid Capania menunjukkan dua periode (1970) biasanya bunga hutan setiap yang menemukan di antesis Demikianlah Pada (1977) Asterogyne martiana Rica. Individu memperlihatkan jantan ciri basah individu dan tersebut Costa tumbuhan pemisahan pada Bawa palma betina. 1963.Baker dan I.. yang (contohya fenologi 1964. 1946. Daubenmlre. Baker. 1952). 1970. berbagai referensi pada Richards. beberapa kecil studi. Hopkins. Sumber terdapat ekonomi data telah tulisan spesies mengetengahkan 1975). 1953). 1968. Rees. namun dalam waktu singkat. 1964. Tanggapan mengenai kejadian-kejadian fenologi yang terkait dengan biologi reproduktif seringkali hanya sebagai Catalan singkat dalam sebuah tulisan panjang untuk topik khusus floristik informasi lainnya dapat (contohnya Beard. dkk. 1966a.

dengan sedikit kesesuaian (synchrony) di antara dua lapisan. 1980) dapat diringkaskan. Analisis-analisis fenologi pohon hutan (Frankie dkk. studi fenologi pepohonan telah diiakukan oleh Janzen (1967) di hutan kering. fenologi pada hutan lain di dipterocarpaceae Malaya oleh di dengan studi-studi Medway (1972) dan di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959). pola-pola ini diternukan hanya dalam jangka Costa pendek Rica (biasanya sekitar 2 tahun). Beberapa studi telah dilakukan di Afrika oleh Boaler (1966). dua puncak masa . Nevling (1971) mempelajari fenologi hutan elfin di Puerto Rico. Masa berbunga terjadi di dua musim basah dan pada musim-musim yang tidak terlalu kering. (1980) melakukan studi fenologi semak dan treelet. Di Costa Rica. studi fenologi diiakukan di hutan lembab semievergreen Panama oleh Croat (1969. di hutan lembab oleh Fournier dan Salas (1966). dan oteh Burger (1974) pada 4 tipe hutan di Ethiopia.1978} dan oleh Foster (1974). Di Asia. pada lahari hutan deciduous miombo di Tanzania.. sedangkan Jackson (1978) mengamati hutan hujan pegunungan yang lebih rendah (secara teknik hanya pada subtropis) di Brazil. Semak dari hutan basah menunjukkan masa berbunga yang lebih sering dan bunganya secara umum dapat digolongkan sebagai "aseasonal" {tidak bermusim). dan di hutan basah dan kering oleh Frankie dkk. fenologi semak dan treelet (Opler dkk. Pada hutan kering (Guanacaste). Dengan beberapa pengecualian dari penelitian di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959) dan di Malaya oleh Medway (1972). bunga dan buah untuk banyak spesies yang secara khusus membentuk tipe-tipe hutan tertentu. seperti studi-studi di Costa Rica yang diiakukan Baker.Baru-baru membedakan ini beberapa usaha dilakukan secara untuk umum dapat dalam pola-pola komuniktas pembentukan daun. Pada hutan basah (Finca La Selva). 1974). terdapat dua puncak rnasa berbunga yang tampak pada spesies kanopi dan tiga puncak di tingkat bawah. Ng (1977) mempelajari Malaya. Di daerah neotropik.. (1974) dan Opler dkk.

masa cenderung pepohonan setiap pohon berbuah menunjukkan perilaku (menengah) semak.setahun berbuah kering masak. dan epifit sebagian besar berbunga pada pertengahan hingga akhir musim kering. dan pengamatan fenologi oleh Croat (1978) pada bentuk hidup semua Eumbuhan menunjukkan bahwa herba lantai hutan mencapai puncak masa berbunga pada awal musim hujan. Pada hutan kering. umumnya juga menunjukkan pola fenologi intermediate "menengah". pola fenologi di Pulau Barro Colorado juga intermediate. Tumbuhan perambat memiliki pola pembentukan bunga yang lebih menyebar. Musim berbuah dari berbagai bentuk . Liana rnencapai puncak masa berbunga pada awal musim kering: puncak masa berbunga untuk pohon yang lebih besar berada pada musim kering. cenderung sebelum berada dinaungi pada daun-daun muda pohon desiduous. Selama musim kering yang panjang semak kemungkinan ripari fenologi Di ditemukan meskipun di karena kekeringan lebih dibandingkan bagi pohon yang berakar lebih dalam. saat ini secara klimatik antara hutan basah dan kering Costa Rica. Puncak masa berbunga pada semak dicapai pada awal musim hujan. Semak hutan kering. Hutan ripari di Guanacaste. Hutan Guanacaste dan basah. kelembabannya kering dan basah. semak menunjukkan hanya sekali puncak masa berbunga utama yaitu musim hujan. berada hutan pada awal pada hutan musim hujan). dalam. satu periode yang luas selama musim kering yang panjang dan puncak kedua pada awal pada musim awal hujan. hutan puncak intermediate bulannya yang pada musim sesuai dengan ketersediaan suplai air yang cukup. Semak di hutan kering memperlihatkan dengan pembentukan yang buah puncaknya di antara pertengahan musim kering dan musim basah.berbunga terlihat pada pepohonan. oleh kondisi berat bagi sebaliknya munculnya dorman. kedua sejumlah besar (Agustus-Oktober). puncak produksi buah masak terjadi pada akhir musim kering yang panjang (dengan hasil jelas benih pola akan tersedia pada lantai bimodal. Di Panama.

pohon-pohon menunjukkan dua puncak.kehidupan ini berjalan mengikuti musim berbunga (herba. liana juga akhir musim kering. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meneliti aspekaspek fenologi oleh dari Putz Smythe interaksi-interaksi (1979) dan yang yang lain. Rangkaian tulisan Frankie dan Haber (in prep. masa meskipun pematangan buah terjadi bersamaan (H. seperti Gentry (1965). Stiles (1978) dan Feinsinger dan Colwell (1978). oleh beberapa peneliti (1970). Feinsinger (1976. Costa Puncak ketersediaan . ekologi tumbuhan berbunga berhubungan pemanfaatan penyerbuk yang sama (trip) oleh berbagai pohon (1967). epifit terutama pada akhir musim kering. Stiles (1975. Chan dalam Kavanagh. 1979). Penemuan-penemuan Stiles (1978) didasarkan pada studi pembentukan basah Finca bunga La oleh 59 spesies Rica. 1976).T. dan Frankie Studi-studi terinci dengan mengenai fenlogi hummingbird dalam hubungannya telah dibuat oleh Snow dan Snow (1972). semak pada musim basah). Rangkaian/urutan dipterokarpa. musiman spasial (hawkmoth) menunjukkan dengan kelimpahan dan lebah-lebah berkaitan temporal ketersediaan sumber pembentukan bunga. 1978). 1979). pada awal musim basah dan pertengahannya. Heithaus (1974. Snow terjadi dan pada antara tumbuhan dan binatang pada tingkat komunitas. (1974b. urutan pohon-pohon berbunga jatuhnya dengan Dipterocarpaceae untuk setiap menunjukkan masa dan yang tumpang tindih dengan durasi dua sampai tiga minggu spesies. dari tumbuhan yang didatangi hummingbird selama kira-kira 4 tahun di hutan Selva.) mengkarakteristikkan interaksi-interaksi antara pengunjung anthofilus dengan pohon-pohon di hutan kering Costa Rica (juga Tulisan semak. pada paleotropis neotropis Janzen (1975. ini liana ingin besar erat dan dan tumbuhan bahwa ngengat pola perambat rajawali terpilih). pada pertengahan hingga akhir musim hujan. 1978). Di hutan Cagar Alam Pasoh suatu Malaysia. 1976).

dan Feinsinger Howe Feinsinger dan Howe Colwell (1978) untuk penyerbuk. namun kontinuitas tetap dipertahankan. Primack (1975). Di masa yang akan datang. dan oleh Foster (1974). Vektor-vektor polen/serbuk sari (1) Penyerbukan oleh angin. (1977) (1975. Pemicu yang membawa kepada antesis akan dapat teriihat lebih jelas. tumbuhan vektor dalam benihnya pada antara berbagai dengan Interaksi-interaksi hubungannya (dan batasan 1978). Sebagian besar studi mengenai penyerbukan zoophilous di dan hutan tropis yang tertuju pada tumbuhan binatang berhubungan dengannya. Eslabrook (1977) untuk penyebar buah. variasi curah hujan dari tahun ke tahun menyebabkan beberapa perubahan dalam urutan masa berbunga suatu spesies. Yang menarik. Hal ini juga memungkinkan pengertian yang lebih baik mengenai pola pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan yang tidak berbunga setiap tahun. dan pengaturannya yang mendasar. demikian pula untuk memahami interaksi-insteraksi mendiarninya.bunga terjadi pada musim kering dan awal musim basah. karena sebagian besar tumbuhan hutan tropis diserbuki . spesies tumbuhan pangan yang berbeda secara bersamaan akan memenuhi kebutuhan burung-burung sepanjang tahun. penghindaran yang kompetitif penggunaan interaksi oleh kompetitif penelitian dan dan dengan pembuatan jarak sementara) akan dipelajari lebih intensif Stiles Howe diusulkan (1978). Studi-studi perbandingan mengenai tidak pola fenologi penting pada agar habitat kita yang terganggu mengatur organisme polen dan terganggu dapat hutan yang antara dan tropis dengan lebih tepat. kita mengharapkan studistudi fenologi dapat berkembang datam jangka waktu yang lebih panjang. sedikitnya bunga terjadi pada bulan-bulan terbasah pada setiap tahun. karena dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang penyebab bervariasinya pola-pola dari tahun ke tahun. Meskipim demikian.

Anemofili telah dijelaskan pada beberapa pohon di hutan tingkat deciduous minimum tropis yang dibatasi oleh savana dan dimana pada Opler. 1971.. faktor-faktor yang tidak menguntungkan 1972. dapat . tetapi apa Beberapa yang palma umumnya termasuk dipercayai.. Leston. kom. Trinax yaitu spp. sebagian besar diserbuki oleh serangga (Sodestrom dan Calderaon. tidak dipubl. Janzen. Tekanan-tekanan evolusi anemofili berkaitan di pada dan beberapa spesies lembab di hutan evergreen tidak jelas. demikian pula beberapa Rhizophoraceae di hutan-hutan mangrove (Tomlinson dkk. bahwa tampaknya diserbuki oleh angin (Uhl dan Moore.). Kompetisi untuk penyerbuk-penyerbuk pembatas energetik produksi bunga dan alat-alat pemikat penyerbuk. di Afrika 1975). kurangnya pergerakan udara mungkin merupakan faktor yang menghalangi penyerbukan oleh angin. yang tumbuh berkala. Karr. 1975). dan Bawa berada (Daubenmire. luas. 1969. Penyerbukan oleh angin agak jarang terjadi di hutan yang lebih basah dimana penyebaran individual conspesifik penampakan satu sama secara fisik lain. ditambah yang anemofili lagi sebagai dengan suatu pohon-pohon menjadikan tidak berhubungan sistem yang tidak efisien (Whitehead.. 1977). 1978. Corner. lagipula rumputrumputan yang ditemukan pada tingkat ini. 1970. Arecaceae secara keseluruhan selektif anemophilus. yang ternyata dengan daerah pada tidak benar (Schmid. 1977). 1978). 1952). Beberapa spesies pohon Moraceae di hutan semidesiduous Asia juga termasuk anemofili (D. 1976). Uhl dan Moore.prib. Pada tingkat/level permukaan tanah.binatang. Penyerbukan angin di hutan hijau abadi (basah) dataran rendah neotropis baru-baru ini telah dilaporkan oleh Bawa dan Crisp (1980) untuk Trophis involucrata (Moracaceae) dan ada indikasi beberapa spesies lainnya berada pada tingkat bawah dari hutan basah Amerika Tengah (Bawa.

meskipun akhirtelah tentang mengimbanginya. Hal anemofili berkembang pada famili seperti Moraceae dan Arecaceae di bawah kondisi lingkungan yang berbeda. sphingids seluruh pengatur'" berhubungan ini dilakukan sistem kebanyakan dapat taksa (settling moth). dilakukan. (2) Penyerbukan oleh serangga. Faegri dan van der Poijt. Opler dkk. "ngengat yang tawon. Selanjutnya Bawa dan Opler (1975) menyatakan dengan oleh terbatas merupakan ciri umum spesies pohon dioceous besar diserbuki berlidah pendek.1978). Kisaran serangga antofilus di hutan tropis (dengan hampir dari adalah yang kumbang. dengan agak fungsional dibedakan). 1968. Studi-studi tertentu tidak terlalu banyak dan penelitian jarang . dapat dan lebah (minimal 2 kategori ngengat Namun. 1971. bahwa yang beberapa bunga-bunga sebagian korelasi putih tropis kecil yang murni suplai lebah lebih nektar terkenal. Baker dan Hurd. pada survei oleh kelompok serangga yang terhadap diperoleh pengamatan-pengamatan Survei-survei tingkat di penyerbukan akhir ini ekosistem Malaysia intensif dilakukan sangat khusus di neotropik. Van der Pijt. informasi penyerbukan tergesa-gesa. (1976a) menemukan spesies bunga paling kecil C.diseleksi untuk penyerbukan oleh angin. inermis yang memiliki pengunjung bunga sebanyak 300 jenis. Pada Cordia (Boraginaceae). Sindrom-sindrom karakter yang mengadaptasi bungabunga terhadap berbagai serangga penyerbuk di hutan tropik dapat dibandingkan dengan yang berada di daerah sedang (temperate) (cf. Namun. 1960-61. Pada lapisan tingkat bawah tidak seluruhnya kurang angin dan dalam kenyataannya efisiensi angin yang tertalu ini keras juga mengganggu memungkinkan penyerbukan. namun berlangsung setelah migrasi ke dalam hutan. kupu-kupu dan berbagai jenis talat.

termasuk beberapa genera seperti Apis. sehingga yang tersisa dibawa dari bunga ke bunga dalam posisi penyerbuk/polinator (Janzen. Dressier dkk. pertama kali digambarkan oleh Janzen juga menyatakan lebah-lebah tersebut tampaknya sanggup untuk terbang sejauh 23 km setiap hari. sehingga penyebaran dari tumbuhan bunga yang dikunjungi seharusnya bukan merupakan rintangan yang tak mungkin karakter diatasi pada pembuahan tumbuhan Colville silang. mereka yang kurang berperan secara proporsional sebagai penyerbuk.1974b). dilaporkan Lebah jantan in extenso oleh Van der Pijl euglosine 1975). R. interaksi teritorial .I. Studi-studi lebah Cyclocopid di Asia Tenggara (1954). hal (1968) oleh tentang Traplining sekumpulan tumbuhan) bahwa euglosine betina. yang (1979) Sindrom trapliner Frankie dan dan didatanginya digambarkan oleh Janzen (1971. Lebah-lebah soliter (yang hidup menyendiri) yang besar sangat penting sebagai penyerbuk pohon berkayu di daerah tropis. 1975).H. Namun demikian. pembagian Peran sumber nektar dan polen dan dicapai. yang pada pada Dodson. Penelitian menunjukkan bahwa lebah-lebah yang besar dari jenis yang berbeda mencari makan pada ketinggian di atas tanah yang berbeda di hutan kering Costa Rica. atau mengambilnya dari bunga-bunga dimana penyerbukan yang efisien membutuhkan pengumpul nektar. pengumpul Vogel wewangian juga (yaitu lebah telah diselidiki oleh C. tersebut. Dengan pengertian dapat ini. Trigona dan Melipona. sering menjadi pemakan bangkai (scavenger) polen dan nektar yang bunga ditinggalkan setelah proses penyerbukan dilakukan. Dodson. Lebah-lebah sosial ini juga mahir membersihkan polen di badannya ke dalam pellet.Janzen (1975) mengatakan bahwa proporsi jenis dan biomasa lebah tropik yang besar adalah makhluk sosial. (ringkasan menjetaskan perkunjungan (1971).

Studi komprehensif mengenai penyerbukan serangga dari beberapa anggota famili tertentu belum sebanyak penelilian Tercatat lainnya. terutama jenis tawon tropika temyata lebih banyak berperan disadah yang dalam penyerbukan (lihat jenis dibandingkan diingat bahwa dengan yang sebelumnya antara Faegri dan Van der Piji. Frankie dan Baker (1974) dan Frankie (1976). besar (1974a). selanjutnya burung-burung penyerbukan siiang dengan menakuti serangga tersebut sehingga terbang/pindah ke tumbuhan lain. Harus mutualisme ekstrim . "Pembentukan bunga masal" dimana individu tumbuhan memproduksi sejumlah besar bunga dalam jangka waktu yang singkat. paling sesuai untuk pohon-pohon bertajuk dan liana fmisalnya Tabebuia dan Pterocarpus di Amerika Tengah) yang menunjukkan kumpulan warna pada binatang yang dapat terbang di atas tajuk pohon. tumbuhan perambat. Hymenoptera lain. berpengamh yang dilakukan dari di daerah temperate. 107-109). oleh Sebah Gentry paling penyelidikan Pada kedua untuk Bignoniaceae ini. Sebaliknya. individu Yang akan dijelaskan pada dengan juga berhubungan pendukung penyerbukan silang adalah pernyataan Gentry (1978) bahwa spesies serangga penyerbuk bunga banyak (masal) surplus dapat mencurahkan dan pemakan energi serangga untuk yang menghasilkan akan menarik rnembantu penyerbuk. Dalam hal ini burung-burung dan Iebah masuk termasuk di dalamnya.interaksi agresif antar lebah di hutan tropik digambarkan oleh Dodson dan Frymire (1961). dan pada Lecythidaceae oleh Prance (1976) dan penelitian sebagian aktivitas penyerbuk/polinator. 1978 hal. beberapa liana dan epifit dapat lebih baik dilayani oleh sindrom "traplining". Pengaruh reaksi insting lebah dalam mendukung penyerbukan silang ini dengan bagian memindahkan Selanjutnya. pohon dan semak di bawah kanopi.

nektar.A Opler. Kemungkinan sphingid mengikuti "traplining". Kupukupu jenis lain di hutan tropis memiliki kebiasaan yang dan lebih hal konvensional ini serupa Nektar-nektar dalarn dengan dari ini kaya mengumpulkan "ngengat bunga hasil asam biasa nektar. (rajawali) terdapat hutan-hutan tropis setelah matahari terbenam. diperlihatkan oleh Gilbert (1972. Lepidoptera-lepidoptera bawah) (Baker. Beberapa bukti menunjukkan pada ketinggian yang lebih rendah. dari genus Morpho memakan buah busuk (Young. Frankie dan P. Di Asia Tenggara. Haber. Galil dan Eisikowitch. Lepidoptera meskipun tidak banyak terdapat sebagai di hutan tropik.A. Semut yang melimpah di dalarn dan pada pohon-pohon hutan dapat juga menjadi penyerbuk siiang yang jarang/langka. pengamatan pribadi) tapi di hutan yang berawan (cloud lajur forest) di Costa Rica aktivitasnya ini terbesar pada senja dan fajar. Ngengat sphigid amino. Dari hasil penelitian terkini. 1975). 1978a). Banziger (1971) menggambarkan ngengat penghisap darah. 1972). Perilaku kupu-kupu betina dari genus Heliconius yang agak aneh. De Vries (1979) memiliki bukti-bukti tidak langsung bahwa kupu-kupu pada genera Paridesa dan Battus dapat melakukan hal yang sarna seperti di Costa Rica. nektar sehingga yang asam kemudian dihisap oleh kupu-kupu. puncak aktivitas mencari makan mungkin dicapai dalam beberapa jam di waktu pagi (W. seluruhnya pencari Kupu-kupu besar dan berwama-warni.W.Ficus dan penyerbuk-penyerbuknya melibatkan tawon dari Agaonidae (ringkasan pada Ramirez. tetapi pernyataan . pengendap kunjungan (lihat di settling". G. 1971). Kupu-kupu ini mengambil nektar dari bunga-bunga kemudian mengumpulkan butiran polen dari bunga jantan tumbuhan perambat Anguria dan Gurania (Cucurbitaceae) lalu amino memuntahkan tersebar nektar keluar ke dalam atasnya. 1970.

memiliki panjang belaiai 25 . ini pohon-pohon Pasifik. 1960-1961). Gottsberger. yang sesuai dengan panjang belalai ngengat. praedicta di hutan Madagaskar.) Di daerah tropis mungkin sangat spesifik dengan kumbang yang genus 101). 1977). Ban der Fiji. yang menyerbuki anggrek Angraecum sesquipedale. Faegri van der Fiji. disadari. Baker dan Hurd. 1969. temperate 1978). sebagai tambahan beberapa berwarna kusam berbau tidak sedap dapat pula menank perhatian ngengat (lihat bawah). bunga 1966. Bunga-bunga hawkmoth tropis. Tercatat bahwa Xanthopan morgani f. dll. 1974. Faegri der 1971. sehingga diabaikan oleh kebanyakan pengamat. 1968.30 cm.memerlukan bukti (lihat Linhart dan Medenhall. Kumbang dari berbagai jenis merupakan penyerbuk yang secara proporsionai lebih penting di daerah tropis dibandingkan di daerah temperate (cf. sebagai selama penyerbuk organisme yang secara estetika menarik perhatian dan ialat tidak selalu mengunjungi bunga secara khusus. Sindrom ciri bunga hawkmoth (ngengat rajawali) dapat dibandingkan dengan yang dijeiaskan secara luas di bagian lain dan untuk Van tumbuhan-tumbuhan Fiji. terutama di hutan-hutan Asia Lautan menyimpulkan penting yang beberapa Diptera di dikategorikan lalat-lalat tropis bukanlah hutan lalat penyerbuk Kemungkinan. termasuk beberapa yang memiliki tangkai mahkota (corola) paling panjang. 1960-1961. 1978 hal angiosperrnae "primitif. Sebagai contoh adalah pengenalan yang lambat terhadap peran . Thien (1980) biologi lain di yang telah penyerbukan Pulau-pulau bahwa pionir. dan (misalnya Van der Fiji. Namun menyelidiki Tenggara sebagai tebih daripada dan demikian. tertarik Diamesus dengan yang bau khas tumbuhan (misalnya dan Amorphophallus titanium dan kumbang sphigid besar dari mendatangi inflorescenses seeing terperangkap.

lorikeets studi yang (Trichoglossidae) Australia. serbuk dll). di Asia mereka dapat dijumpai bersama shite-eyes (Zosteropidae). (Toledo. terakhir dengan Asia. brush-longued di Costa Rica. 1978. yang paling dalam Honeycreepers hummingbirds sun bird memperoleh dan tidak sebagai nektardari bunga-bunga hutan (Colwetl dkk. Pohon-pohon dan semak-semak di hutan neotropis mungkin saja oleh warblers diserbuki berbagai oleh hummingbird (Trochilidae) atau burung termasuk tanager 1977).lalat-lalat basah 1970). 1974). . Di akrobatidk (Nektahniidae) sangat penting penyerbuk (Wolf. Di wilayah Indo-Malaya. 1975. (3) Penyerbukan tentang Syrphid dalam penyerbukan di Costa palma Rica hutan Asterogyne martiana (Schmid. adalah passerine vireos (perching) (Vireonidae). Linhart (1973) dan Stiles menunjukkan jantan dan teritorial dalam Trochilidae. dli). Faegri dan Van der Fiji. mereka mengambil nektar (dan juga dalam pemanfaatan sari sebagai adalah hutan basah bahwa tempat protein) Pada (1975) burung daerah hutan. (Thraupidae). 123 kedua). dalam seperti burungdari banyak spesies mempertahankan pembukaan tidak seorang makanannya lebih lain-lain. di Yang Hawai dari pohon agak sumber Drepanididae hutan berbeda makanan yaitu yang memakan pada kaya cara akan berasal (Metrosideros. pemakan madu (Neliphagidae) nektaryang Sophora. oleh Burung.. finches yang mungkin (Passeriformes). dilakukan oleh Slud (1960). (Coerebidae) disebutkan bersaing Afrika melayang dan (Sylviidae). hal. sedangkan "pertapa"yang memiiiki teritorial berlaku penangkap (trapliner) di hutan. Sebuah oleh literatur burung berguna ikhtisar penyerbukan disajikan oleh Faegri dan Van der Fiji (1978.

Feinsinger {1976. Perbedaan ini juga dapat dilihat dengan membandingkan antara spesies yang diserbuki oleh hummingbirds dan passerine yaitu Etythrina di neotropis {Cruden dan Toledo. dengan 1975) serangga minim. Feinsinger dan Colwell (1978) menghubungkan perbedaan-perbedaan perilaku dalam mencari makanan di dalam dan atar spesies pada ketinggian yang berbeda seiring dengan perubahan suhu. 1977). dan yang bahwa hummingbirds (Heliconia cenderung herba mendatangi pohon-pohon pada strata yang lebih rendah. makanan 1978) mempelajari dalam pola dengan pola hummingbirds mencari dan oleh {kebanyakan komunitas penyediaan terganggu) nektar dihubungkan tumbuhan. . cenderung Sebaliknya banyak tersebut pohon-pohon yang lebih tinggi dan liana yang menempati yang lebih tinggi lebih didatangi oleh burung Perching. Burung menunjukkan ketertarikan yang sangat besar pada nektar sebagai bahan makanan selama masa berbuah rendah dan ketersediaan (Toledo. Van der Pijl {1937} dan Faegri dan Van der Pijl (1978) organisasi sisi lain menjelaskan bunga bunga antara perbedaan-perbedaan bunga paleotropik dalam burung Terdapat perching dan inflorescens di satu sisi. sedangkan pada neotrropik hummingbirds. kerapatan udara dan faktor-faktor lainnya. semak-semak tertinggi tempat herba dapat adalah dipertimbangkan}. bahwa Penuiis yang sama suplai dan melaporkan variabilitas makan nektar sepanjang tahun bagi hummingbirds berhubungan perilakunya dalam mencari berkembangbiak.Toledo (1977) menjelaskan untuk hutan hujan Vera Cruz di Meksiko. ketetapan tempat berdiri pada yang pertama. berlawanan dengan daerah terbuka di sekitar bunga sehingga dapat ditempati oleh hummingbirds yang sedang terbang. Pada areal cloud-forest di Costa Pica.

Sazima dan . Ayensu (1974). relatif sedikit perhatian ditujukan polinator crepuscular nocturnal (kecuali oleh Van der Pijl. (4). Baker dan Harris (1957. (cf. Carvalho (1960). mereka mungkin dimanfaalkan bergerak burung-burung atau ketinggian (Janzen. 1959). Jaeger (1954). 1968-1969). Burck. Harris dan Baker {1958. (1974.Beberapa spesies pohon Ornithopilous mernpunyai bunga berbentuk rnangkok yang sangat besar (seperti Spathodea deciduous sampanulata. dan Mulai dari itu ini hingga tahun 1954. Kelelawar Pernyataan dan Mamalia yang Lainnya muncul sebagai mengenai polinator. di Asia Tenggara). dapat makan untuk ketika yang lintang diproduksi burung-burung hummingbirds). dengan dari hutan iebih Barat. dan dewasa ini telah ada alat-alat penguat gambar penampakan malam bagitu pula alat radio tracking telah memungkinkan studi yang lebih sering dan mendetait dan telah memberikan kepada kita apresiasi yang nyata dari luasnya sistem penyerbukan yang hampir terbatas pada daerah tropis. 1959}. sepanjang residen atau atas oleh Bunga-bunga tahun. 1975}. Heithaus ef a/. 1975). tahun. Baker (1970. Jenis-jenis inni memiiiki begitu banyak nektar (dan air hujan) sehingga dapat digunakan sebagai tempal minum oleh burungburung yang lebih besar. di Afrika Bignoniaceae. diameter kurang 10 cm dan sama-sama dalam). Vogel (1958. setengah musiman tersebut memberi 1978. kelelawar pertama sebagai poiinator di areal hutan tropis telah dibuat oleh W. Selanjutnya dengan adanya photografi flash elektronik. untuk dasar karena Stiles. Hadiah yang dapat disediakan untuk burung-burung yang datang oleh bunga hutan tropis akan dibahas pada bagian berikutnya. 1973). 1936. secara migran. di Taman Botani (Kebun Raya) Buitenzorg (sekarang kepada Bogor) pada tahun 1892.

order order Namun ternpat Megachiroptera (sementara adalah Microchiroptera demikian. Sebuah resensi umum dan diskusi disajikan oleh Start dan Marshall (1976). Lack (1978). 1978}. dan Gould (1977. Mimosoideae) (Baker dan Harris. Jika hal seperti ini adalah kasusnya. andreana {fabaceae. Vigel. liana atau kadang-kadang epifit dengan individu peduncles bunga-bunga bunga atau inflorescenses menggantung sehingga atau pada individukekuatan ruang yang pedicels terdapat terbang bagi kelelawar bebas dari ranting atau cabang. 1957. sisa keterlibatan mamalia yang lebih tua ini masih terlihat di Madagaskar. dimana lemur (kukang) boleh jadi merupakan pollen-vektor. Faegri dan Van der Pijl (1978. yang juga meliputi banyak data utarna dari Malaysia. Bunga yang didatangi kelelawar pada paleotropik terbatas anggota 1969. 1973). 1968. kosong di insectivonous) {Baker dan Harris. Baker. dan di Australia. Kemungkinan lain. hal. bunga-bunga tersebut mungkin berada . 122) dimana marsupial contoh benar-benar lebih lanjut terlibat mengenai (Morcombo. Contohnya Parkia dappertoniana (Fabaceae. d!l). 1957.Sazima (1977. memberikan penyerbukan oleh mamalia non-volant Tumbuhan yang diserbuki kelelawar di hutan tropis biasanya pohon-pohon. Faboideae) (Baker. pada dari sub sub 1973}. 1968Baker. Sussman berpendapat bahwa didatangi oleh mamalia non-volant yang didahului oleh penyerbukan kelelawar. 1978) adalah diantara dan mereka yang telah memberikan penyerbukan contoh-contoh bahasan mengenai kelelawar di hutan tropis. dan cukup besar digantikan oleh penyerbukan kelelawar ketika mamalia yang terbang lebih efektif menjadi tersedia. 1978a) dan Mucuna 1970). Megachiroptera hutan bunga tropis yang tidak menyebar ke neotropic dan Microchiroptera (yang menyebar} dan Raven menemukan (1978) Amerika dan menyebar kedalamnya (Baker.

(seperti Banyak Crescentia dari bunga pohon-pohon diserbuki oleh kelelawar berada dalam kondisi tanpa daun (yang memungkinkan kelelawar terbang lebih bebas) dan hal ini mungkin merupakan alasan rnengapa penyerbukan kelelawar kelihatan lebih sering terjadi pada hutan kering daripada hutan basah. meminum nektar dan memakan pollen. kelelawar dapat terbang dalam jarak yang jauh.dalam satu tandan dapat dekat ujung pada cabang. dan bau yang tajam. Baker. Migroglossus minimus mencari makan hanya pada mangrove ini dan terbatas . Bersama nocturnal. agak bunga-bunga bermahkota besar. Beberapa bunga kelelawar menghasilkan cauliflorously Bignoniaceae}. seperti pada Ceiba petandra (Bombacaceae) (Haris dan Baker. mungkin warna terdapat abu-abu pada kernerah- merahan atau keputih-putihan. 1978). sehingga dan kelelawar hinggap inflorescences rnerayap disana. Bombacaceae) atau inflorescences (contohnya Parkia clappertonia). 1959. yang dan Van der Pijl. yang (Gould.. Bignoniaceae) atau bunga tipe semak (contohnya Adansonia digitata. Susunan ini terlihat dalam bentuk ganjil pada inflorescences-rachises yang kaku pada Oroxylum indicum (Bignoniaceae) di Malaysia spp. atau pada bunga-bunga tunggal yang kokoh {contohnya Kigeha. Dalam mengumpulkan hadiah-hadiah ini. Start dan Marshall (1976) menemukan bukti bahwa megachiroptera Eonyderis speiea mungkin mencari makan pada mangrove Sonneratia alba (Sonneratiaceae) pada lebih dari 38 km dari tempat bertenggernya. keduanya merupakan hal yang suplai sangat penting asam karena amino membentuk terbesar pembangun protein untuk kelelawar tersebut (banyak). 1963). Terdapat dua sindrom bunga kelelawar yang cukup berbeda dengan tidak (Faegri anthesis enak. Volume yang sangat besar dari nektar agak mencair pada maiam hari dan polien juga mencair dalam jumlah yang cukup besar. 1978).

seperti pada Artheus jamaicensis pada Bauhinia paulitia (Fabaceae. Faboideae. Gould (1978) juga mengklaim bukti mengenai pertahanan teritorial dari Eonycteris. 1978). tetapi Gould besar" boleh saja merupakan suatu keadaan yang sangat (seperti pada (Baker. sama halnya di Malaysia (lihat juga.. Start dan marshall. Heithaus. Pencarian Microchiroptera neotropic mungkin juga pada jarak 16km (Janzen. et al. Phyllostomus discolor mungkin saja mencari makanan secara soliter atau mengelompok.. dapat dimana terbang mereka dalam dengan akan jarak yang jauh anlara makan tempat oleh bertenggernya pohon-pohon makan. 1976). 1974). Pteropus vampirus. Di mencari neotropic. makan satu soridna kelelawar demi dari microchiroptera seperti sp. atau sekawanan. Markea misalnya Glossophaga (Solanaccea) (dilaporkan di dalam kesalahan sebagai species dari genus tetangganya Trianaceae dalam Baker (1973). Gould (1977) memperkirakan bahwa. sehingga kelelawar yang . Howell (1978) menunjukkan bahwa pohon-pohon yang menghasilkan Rica) bunga kelelawar aliran di Guanacaste pada waktu (Costa yang menghasilkan nektar berbeda-beda sepanjang malam. dari suborder kelelawar yang sama. clappertoniana) telah menunjukkan traplining oleh megachiroptera. Sazima dan sazima (1977) mencatat bahwa di Brazil bagian Tenggara. 1975). kecil satu. tergantung pada jumlah nektar yang tersedia. Heithaus et al. Di palcotropic pemberian makanan pada "kesempatan" pohon-pohon Ceiba 1973) dari kelelawar bunga Parkia (1978) megachiroptera biasa "pembentukan pentandra. 1975. Durio zibethinus. Terdapat bukti-bukti secara tidak langsung bahwa pencarian makan oleh beberapa kelelawar neotropic mengikuti pola traplining (Baker. Sazima dan sazima. di Malaysia juga.untuk bertengger sampai 3 km dari sumber makanan.. 1973.

Baker. Corollia perspiciilata mungkin dapat mempertahankan dirinya pada buah-buahan selama rnusim basah sedangkan Glossophaga soricina dapat mempertahankan kecenderungan nektarivorous. Di Afrika Barat. Daya Tarik Baqi Polinator (1) Warna. 1939.datang dapat merupakan spesialis untuk waktu tertentu dan oleh karena yang itu kemungkinan efisien. 1978). Dalam hal in. 1969. paleotropic diisi pembentukan bunga dan buah oleh species yang tidak bertalian dan hal ini dimungkinkan oleh iklim (Alien. siiang lebih bahwa mernperoleh menemukan makanan bukti mengangkut pollen dari jenis-jenis yang berbeda ini dari tanaman pada bagian-bagian tubuh yang berbeda sampai menarnbah efisiensi (1978) acuminata Malaya. Eidolon helvum mencapai tahap akhir dengan migrasi kelompok dari daerah berbunga yang satu ke daerah berbunga yang lain (Alien. 1973. (1975). Macam-macam warna dan pola warna dijumpai di hutan tropis meskipun suasana dari warna tersebut mungkin hanya tampak pada waktu-waktu tertentu dalarn setahun. dari berbagai kelelawar polinator-polinator belum dapat umum Dia dalam juga sumber. yang Prilaku sepanjang bunga tahun dan dari buah microchiroptera mendatangi neotropis telah dipertimbangkan oleh Heithaus et al. Start dan Marshall. Kebutuhan dimaksudkan sepanjang untuk di bunga atau tetap buah-buah bertahan oleh ringan hidup prosesi agar kelelawar kelelawar dapat juga sebagai "bekerja pollen-vektor. Gould. seperti ketika tajuk Cochlospermum atau tabebuta berbunga di hutan kering Amerika Tengah. atau ketika Warszewiczia (Rubiaceae) berbunga di hutan yang . 1939). Van der Fiji. 1976. indicum dalam dan sama" Gould Musa memberi menunjukkan bahwa Oroxylum makan kelelawar megachiroptera Eonycteris spelaca di tahun.

berkisar dari putih hingga kuning dan pink (dan bahkan merah) tetapi bukan biru. P. rnerah murni {seperti yang terlihat oleh mata manusia) yang biasanya disertai oleh pancaran ultraviolet(tidak dapat dilihat Meskipun sama seperti oleh kita). cream corolla daripada berstekstur daging.). dari daerah Bunga-bunga semua untuk tawon sering berwarna merah keunguan. Warna merah adalah warna yang paling umum diantara species dan yang diserbuki Bunga oleh untuk burung kupu-kupu (hummingbirds passerine). dari dan maupun temifoiia spp. hubungan yang baru telah terungkap (sama halnya dengan pada bunga-bunga yang diserbuki kelelawar). dengan atau ngengat warna ngengat memiliki lavender {Haber. bunga berwarna dari Opier hutan merah daripada Frankie.lebih basah. dan Baker (Olacaceae) Di (Elaeocarpaceae). dipubl. Guarea Pithecellobium (1958) telah gigantiiolia dan catenatum adalah anggotanya. Harris menyaksikan memotret sphingid ngengat yang mendatangi bunga-bunga berwarna ungu tua dari Kigetia africana (Bignoniaceae). dan warna putih atau cream yang biasanya rnerupakan bagian sindrom dan kering penyerbukan tidak saman meliputi Bawa. Schoepfia schreberi (Meiiaceae). {baik dan hutan Contoh-contoh spp. hampir pada wama tersebut sedikitnya berasosiasi dengan jenis polinator dengan cara yang temperate. misalnya Casearia sylvestris dan . Calliandra Pithecellobium Mimosoideae). Sebaliknya. Kemudian. Bunga untuk ngengat biasanya berwarna barangkali pucat. di hutan basah dan kering Costa Rika. hampir Bunga semua untuk lebah kecuali mempunyai warnd. atau putih. beberapa species pohon yang diserbuki tawon memperlihatkan keungu-unguan bunga-bunga yang biasa berwarna tarnpak. Fabaceae Sloanea basah. Di Afrika Barat. beberapa species yang beradaptasi pink. Hum crepitans (Euphorbiaceae).

. berwarna diserbuki oleh kombinasi lebah-lebah kecil dan tawon beberapa species Cord/a. Caesalpiniodeae) pada tumbuhgn di alam. Beberapa penelitian lanjutan mengenai warna bunga dan polanya yang memperhitungkan yaitu pola tidak pantulan pola makanan Kevan atau warna pada (1978} absorpsi variabel pengunjung anthecology. Mereka menunjukkan bahwa hanya ada satu petal dalam satu bunga yang mengabsorpsi ultra violet bahwa dan dengan manipulasi yang biasa posisi petal oleh (dengan lebah pembedahan dan penempelan kembali). Opier seiring dengan penuaan bunga. Jones dan Rich (1972) telah memberikan perhatian kepada Columnea kenampakan florida di yang luar Rica.Xytosma sp. mereka menunjukkan pendaratan dilakukan polinator dapat salah arah. dan Karwinskia calderoni dan Ziziphus dengan guatemalensis bunga (Rhamnaceae} putih atau et (Haber. cream al. biasa dimana dari adaptasi (Gesneriaceae) Costa pada penyerbukan burung-burung hummingbird . tidak dipubl. dan hubungan variabelbunga membahas proses pewarnaan bunga dengan mengacu pada Barrows (1977) mempelajari perubahan warna (dari lavender gelap sampai putih) yang terjadi pada bunga Pachyptera hymenaea {Bignoniaceae) ketika polen dan nektar tidak lagi tersedia. Buchrnann tersebut masih masih bersisa. jawabnya. Opier dan Bawa. ultraviolet ini terhadap masih berubahnya mencari umum. didatangi sehingga rnungkin dari oleh arti dapat apa lebah selagi dari biologi perubahan tersebut masih belum jelas. Untuk beberapa eksperirnen Sebuah {1974) memberikan yang mungkin dan indikator pada dibutuhkan didemonstrasikan lewat eksperimen Jones dan Caesalpinia eriostachys Parkinsonia aculeata {Fabaceae. Banyak species lainnya (seperti 1976a). tetapi bungabunga nodanya masalah. Frankie. (Flacourtiaceae}.

mempunyai bau busuk (dan berwama ungu kemerahmerahan) tetapi mereka juga menarik perhatian ngengat sebagaimana kelelawar (Harris dan Baker. 1970}. seperti yang dimulai oleh Gentry (1974a) untuk Bignoniaceae dan oleh Prance dan kelompoknya (Prance. Bau aminoid lainnya berkaitan (termasuk dengan bunga bunga-bunga yang besar yang diserbuki dari kumbang.L. Kigelia africana. didistribusikan dan bahkan itu kelelawar) telah Species biasanya yang agak dengan tidak bau oleh dibandingkan kelelawar sendiri. bau dari bunga yang diserbuki kelelawar (sebagaimana buah yang enak. 1975) R. (1968) Dodson. dan bunga-bunga yang diserbuki hewan terbang sekali Rafflesia) memiliki kecenderungan yang familiar tertiadap bau yang tidak enak bagi hidung manusia. Penelitian depan tentang pewarnaan bunga dalam konteks penarik penyerbukan mungkin dibuat pada basis family. diserbuki ngengat biasanya mempunyai bau yang enak (begitu pula relatif temperate mereka) tetapi hal ini tidak dapat dipercayai karena bau yang tidak enak dari bunga Durio zibethinus (Bombacaceae) menarik perhatian ngengat sebagaimana pada kelelawar (Baker.tersebut belakang terdapat daun dan tertarik daun bagian kesamaan oleh pada bintik-bintik bunga pewarnaan lainnya merah yang merah terang pada Disini dari di dimana penguat masa tersembunyi. 1976. Dodson. Kerja (diringkas dari dalam C.H. . 1958). Di hutan tropis terdapat asosiasi yang biasa dari bau-bauan yang enak dengan bunga-bunga yang diserbuki lebah dan kupu-kupu. (2) Bau Bunga. dan ketidakadaan bau yang biasa pada species yang diserbuki burung. Seperti Van der Fiji (1936) pertama menunjukkan. Bunga-bunga yang diserbuki kelelawar. di Afrika Barat. terdapat sekitar bunga pada banyak euphorbia tropis. dan Dressier Vogel dkk. dll) untuk Lecythidaceae.

Overland telah mempelajari endogenous yang ada pada pembukaan dan produksi bau pada bunga dari blooming nocturnal Cesfrum noctumum (Solanaceae). itu. pengumpulan substansi bau-bauan dari petal berbagai anggrek tropis oleh lebah auglosine jantan menunjukkan sehingga kombinasi terdapat (1960) karakteristik mating "minyakdari ritme minyak essensiaf yang secara berbeda menarik perhatian assortive pollinia dan stigma anggrek-anggrek ini. yang sebagaimana potensial dan Baker. Energi produksi pembangun jaringan . (Fabaceae. menekankan lebih beberapa asam yang pada dari atau nektar. oleh kimia air Baker gula: asam (1978a). bunga-bunga tersebut rnenjadi berbau tidak enak setelah beberapa jam dan kemudian bunga-bunga tersebut didatangi kelelawar. protein jumlah beberapa antioksidan. jam juga dan oieh dengan (1974). Aspek-aspek bahan kimia penyerbukan biologi tumbuhan berkayu di daerah dengan tropis telah disebutkan bahan semua sekedar amino. spuria lingkungan species nektar diurnal. diketahui mengandung gula. Mimosoideae) tidak berbau saat pertama kati (diakhir senja) menarik perhatian beragam pengunjung bunga.mengenai telah lebah. dalam pada bahan-bahan lipid. kimia lainnya yang mungkin mengandung efek pencegah pemakan nektar bagian mencegah dibawah} atau (Baker nilai Baker. kesempurnaan faktor-faktor keuntungan melaporkan dihasilkan Ritme mereka pada bahwa endogenous ke dalam dapat Inga dan semacam siklus dilihat vera 24 Salas var. Hadiah Bagi Pengunjung Bunga (1) Nektar. 1978a). beragam substansi nutrisi organik lainnya sangat kecil. Nektar nektar kimia : organik bahan {lihat 1975. Namun demikian. (a) Bahan Kimia dari nektar.

nektar tanpa melihat tipe polinator (Baker dan baker. dominasi sukrosa kurang jelas terlihat.nektar bergantung pada volume nektar dan konsentrasi bahan kimia di dalamnya dalam pertanyaan (lihat di bawah). Ada beberapa bukti dari sarnpel yang di arnbil dari hutan kering Costa Rica. Konsentrasi terbesar) para sumber dalam cenderung untuk jika lebih besar jika nektar adaiah satu-satunya (atau yang material bunga pembangunan biasa protein pengunjung dibandingkan pengunjung mempunyai alternatif yang melimpah (Baker. 1978a). dan nektar dari bunga yang mereka kunjungi mempunyai konsentrasi asam amino yang relatif tinggi. tinggi tetapi hummingbirds passerine diserbuki burung dan yang diserbuki kelelawar (Baker. nektarnektar yang mereka konsumsi kurang dalam asam amino. Rasio menunjukkan menjadi ngengat. dimana konsentrasi gula pada nektar meningkat dari dasar hingga puncak pohon (dengan perkiraan gradien terbalik untuk asam amino) (Baker. 1978a. nektar Ranunculaceae asam amino kaya sukrosa. Bunga untuk kupu-kupu. dan untuk bunga lebah cukup beragam. Baker dan Baker. Bunga-bunga kemungkinan tidak dapat menyediakan mereka dengan suplai alternatif yang nyata dari bahan-bahan penyusun protein dan merekapun . Di Costa Rica. kupu-kupu dan tawon (termasuk pula beberapa kelornpok tawon) bergantung pada nektar untuk pemeliharaan diri mereka. nektar dari Asteraceae biasanya didominasi heksosa. Burung kolibri betina khususnya pada waktu reproduksi gemar memakan serangga. 1981). 1978a). Bunga yang dikunjungi kelelawar di neotropis membuat penggunaan getah buah dan pollen sebagai sumber dari bahan-bahan penyusun protein dan mengkonsumsi beberapa serangga. Kadangkala ada phylogenetic yang kuat. ngengat. 1981). sukrosa terhadap dengan bunga untuk heksosa dalam dan nektar bunga yang hubungan untuk rendah perilaku bunga polinator.

1978a). nektar yang terdiri dari lipid ditemukan paling sering pada pohonpohon. lebah Amerika yang meliputi famili minyak tertentu. Vogel dicampur nektar. dkk. mereka mungkin berperan sebagai penangkal terhadap pengunjung bunnga-bunga yang tidak diharapkan. adalah seperti bahan-bahan larut air lainnya dan dikatakan bahwa minyak Vogel "alternatif bagi nektar benar-benar nektar yang secara luar biasa kaya akan lipid. pada tahun 1973. Namun demikian.tidak. di Vogel menitikberatkan Selatan. Nektar dari tumbunan tropik berkayu dapat terdiri dari 2-24 asam amino yang dapat dideteksi.1971. 1973a. mengangkut dengan Lebah-lebah minyak dan percaya termasuk sarang bahwa (1968.. minyak Malpighiaceae Ketenjar in menghasilkan anthophorine bahwa mengeluarkan untuk genus dimana ini minyak ini diserbuki "elaiophors" dan ia menyatakan produksi sebagai ke alternate dan minyak mereka pada produksi Centris.1974) polen digunakan pemberian makan larva.b). . sesuai dengan spesies masing-masing (Baker. dikumpulkan yang yang hutan oleh bahwa tropik. Jika asam-asam amino ini mempunyai pengaruh toksik yang dipercaya ada saat mereka terdapat pada benih-benih (Rehr. Pada sejumlah anggota tahun tanaman dari 1969. 1978a). 1975) melaporkan bahwa nektar yang terdiri dari lipid-cairan yang terdiri dari lipid dalam suspensi dan juga terdiri dari gula biasa dan asam amino. Terdapat beberapa asam amino "non protein" yang lebih sering ada diantara nektar bunga dari pohon-pohon tropik dan liana (55%) daripada tanaman di temperate (36%). Baker dan Baker (1973. Di hutan Costa Rica dataran rendah. Di antara pohon-pohon dan liana. lipid nektar ditemukan terutama sering ditemukan pada Caesalpinioideae dan Bignoniaceae (Baker.

sebagai berat per berat total). 1981. 1975. Percival.. termasuk antioksidan (sebagian besar asam askorbik. dan ini terutama sering ada pada nektar yang mengandung lipid di mana mereka rnampu mencegah berkembangnya ransiditas (rasa anyir) (Baker dan Baker. Cruden. adaptasi pengunjung Baker. Pada serangkaian determinasi pada hutan kering dan /pada musirn kering (Baker. Konsentrasi gula nektar dari bunga-bunga bunga yang yang beradaptasi berbeda pada klas-klas 1965. dkk. pada akhirnya kurang dan pekat dibandingkan bunga-bunga x = 41 % settling dan 46 moth %). Meeuse. 1981. 1981).1978a. Opler. Sebagian besar bahan kimia yang disebut. dkk. 1978a). lebah (masing-masing dalam "sucrose dkk.Bahan-bahan lain pada nektar bunga. selang yang luas (Fahn. berbeda Cruden. Konsentrasi gula yang rendah pada nektar bunga kolibri menunjukkan nilai yang tidak semestinya dengan laju metabolik yang tinggi dari burung-burung kecil ini. 1975. Konsentrasi gula dari nektar hutan tropik berada pada selang 5-80% (sucrose equivalent . yang 1977. dapat juga mempengaruhi "rasa" dari nektar. Baker. 24% dan 17%) daripada nektar bunga kupu-kupu (x = 29%) dimana.1974. equivalent". ketika volume nektar pada bunga-bunga dengan selang melewati beberapa tingkat jarak (Cruden.1977. (b) Volume Nektar dan Konsentrasi Gula. . yang menemukan bahwa nektar bunga burung kolibri. 1961.. yang secara potensial penting bagi nutrisi pengunjung bunga di dalam hutan. 1949.1978a. vitamin C). 1975}. ngenngat sphingid kelelawar mempunyai konsentrasi rendah (masing-masing x ~ 21%. Dua variabel ini terkait erat karena sejumlah gula yang diproduksi di dalam nektar sebagai hasil konsentrasi beberapa volume (yang terakhir biasanya diukur dengan refractometer 1979). polinasi mempunyai 1979). Bolten..

seperti lebih pada beberapa mernproduksi sedikit mikroliter nektar pada suatu saat. Sekalipun demikian. Penjelasan ini tidak dapat diaplikasikan oleh Bolten hutan Dinyatakan dari Feinsinger yang (1978} penetesan burung nektar cair akan memperkecil kemungkinan lebah dari 'perampokan' untuk konsentrasi dibutuhkan nektar (dart kolibri juga. sphingid dan kelelawar yang hanya menghabiskan periode yang singkat pada bunga (dan. Calder cair besar dapat saat disarankan (komunikasi nektar memuaskan karena pada dan bunga gula kebutuhan energi mereka. bermanfaat mengurangi tropika tekanan basah. yang keberhasilan polinasi. beberapa perbedaan . Beberapa lebah kecil. tetapi tidak mernproduksi nektar.A. kupu-kupu Cordia atau spp. Bagaimanapun Trinidad) dalam mereka asumsikan terlalu rendah untuk lebah. ngengat bunga.tetapi setidaknya tiga penjelasan yang mungkin telah dikemukakan. burung berada di bawahnya. 1981). contohnya Cochlosperum vitifolium (Cochlorspermaceae) dan Bixa orellana (Bixaceae) pada hutan kering neotropik mempunyai bunga-bunga dengan diameter sebesar 7 cm. adalah benar bahwa lebah. di dalam kasus burung kolibri dan ngengnat saluran Sebagai diambil untuk sphinngid yang alternatif. dan bahkan yang mernuntahkan pekat cairan sebelum mencairkan nektar sangat mencernanya. burung ia oleh nectar saat 1980) dalam seharusnya dipindahkan oleh suatu yang bahwa volume mengalir dari W. Volume nektar dari bunga hutan tropik biasanya meningkat seiring dengan biomassa bunga (Opler.. cukup air pada sempit bunga). tawon. kupu-kupu dan ngengat lebih suka dan dapat berhadapan dengan nektar untuk yang pekat. Baker (1975) merumuskan bahwa viskositas yang rendah penting untuk memungkinkan pengambilan nektar dengan cepat oleh burung kolibri. pribadi. walaupun terdapat pengecualian-pengecualian terkenat.

63 ml. lalat.yang besar lainnya. sebagai contoh bahwa satu catkin dari Salix arctophila (Salicaceae) dapat tersebar untuk 950 "km nyamuk" setiap hari. 1957).1968) menghitung produksi gula nektar per hektar dari tundra Artik dan menduga berapa yang dapat mendukung penerbangan serangga dan diperoleh hasil yang agak menakjubkan. lebah (untuk mereka sendiri dan untuk anak-anaknya) dan oleh kelelawar. kelelawar dan ngengat. nektar erat terdapat gula disediakan ukuran yang gula pengunjung terbalik nektar yang (Opler. kelelawar 15 Musa ml (dimana Parkia Oroxytum yang denngan semua mengalir ke tempat oleh Durio bunga bunga antara yang biasanya) dalam satu malam (Baker dan Harris. Volume berhubunngan kebetulan. oleh Malaya: zibethinus 0. nektar volume bagaimanapun dihasilkan bahkan pada permukaan dilusi biasanya lebih besar pada bunga yang menyediakan nektar umurnnya untuk burungburung yang relatif besar. bagi sebagian besar burung pengunjung bunga (lorikeet dari Australia adalah pengecualian dalam pencernaan polen . dan semuanya indicum dipolinasi 1. 1981) dan ini diperoleh bukan dengan secara korelasi dan juga. Bombacaceae) dapat memproduksi 15 ml datam satu malam dalam kondisi terbuka. Hal ini akan sangat membantu untuk data kuantitatif hutan tropik.36 ml. Di Asia bunga staminate dari Musa paradisiaca (Musaceae) memproduksi beberapa mililiter selama satu malam (Fahn.8 ml. Polen yang dihasilkan oleh kunjungan bunga digunakan sebagai nutrisi oieh kumbang. (2) Polen. yaitu bunga-bunga besar pada pohon balsa neo-tropik (Ochroma pyramidalis. saat inflorescences tunggal dari Parkia clappertariiana Afrika Barat dapat memproduksi sebanyak Ochroma. Di Artik. tetapi kelihatannya sangat jarang. Musa acuminata 0. konsentrasi tersedia. 1949). Hocking (1953.

dkk. (Solanaceae) semak. Pada Solatium. 1979). Swartzia dan Melastomataceae sangat erat dalam penngumpul makan". De Vries. 1971. pohon-pohon. Cassia dicontohkan 8/xa dan spp. Sebaliknya bernektar Cassia.yang betina disengaja: (1972. dari Churchill 1975} dan Cristensen. tentang tetapi . bahwa menggunakan genera 1970). vitifolium (Cochbrspermaceae) yang terdapat diantara Sotanum Melastomataceae tidak bernektar diantara (Fabaceae. polen lolos dari anther melalui pori-pori ujung dan beberapa polen "menderu" disebabkan karena lebah menggetarkan badannya saat kontak dengan adroecium dan mengguncangguncang polen yang berbentuk seperti debu tersebut. Caesalpiniodeae) diternukan pada bentuk kehidupan dari herba hingga pohon yang kesemuanya menghasilkan polen yang berlimpah. menyimpan polen polen "anther-anther polinasi" yang berbeda "anther-anther badan lebah ketika sedang makan. pollen dan Gilbert rnenunjukkan Heliconius pada kupu-kupu genus melalui pengumpulan sampel bunga-bunga staminate dari tumbuhan perambat diocious Anguria Gurania {Cucurbitaceae}. Bunga "keuntungan" beradaptasi dilayani oleh yang dari dengan tidak bunga lebah bernektar tidak dari anggota seperti yang dengan pada Annonaceae sangat atraktif untuk kurnbang. Banyak bunga dari tumbuhan hutan digunakan oleh lebah sebagai sumber nektar dan polen sedangkan polen hanya sebagai hadiah untuk pengunjung. Di hutan noetropik. Masih komposisi sangat bahan kimia sedikit polen pengetahuan tanaman tropis. orellana banyak yang Cochlospermum spp. Kemudian dilakukan pemuntahan nektar di atasnya sehingga asam amino meresap ke dalam nektar dan kemudian juga diminum ini oleh masih kupu-kupu. pada Bagaimanapun fenomena terbatas hutan neo-tropik dimana Helioconius berada (lihat juga Dunlap-Pianka. seperti (Bixaceae).

G. (anaman). tetapi terdapat suatu keseimbangan yang tidak stabil disini yaitu antara keuntungan polinasi dengan kerusakan jaringan-jaringan. 1978}. {Baker. atau lebih sering disebut inflorescence (Faegri dan Van der Pijl. tidak dipublikasikan) (3) Hadiah padatan lainnya. mengkonsumsi tampuk bunga (spathe). Hawaii. Banyak kasus telah diketahui dari peningkatan anak kumbang pada jaringnan berdaging dari bunga-bunga yang hidupnya panjang. Padatan "tubuh makanan". Baker dan J. tanpa interaksi siklus hidup biasanya juga ada dan ini akan rumit apabila antara tanaman dan tawon . inflorescence bahkari kumbang bahan "trapping" polinalor padat beberapa serangga dihasilkan Araceae non lainnya didasar tropik pada Amorphophatlus yang variabilis trapping. Baker. Ini juga terdapat pada kategori hadiah padatan yaitu yang pertumbuhannya tidak normal didalam synonim Ficus. burung-burung polinator dan tikus yang makan pada inflorescence (sekumpulan pada dapat menjadi dan dan sebagai agen perusak (Faegri dan Van der Pijl. menyediakan bagian-bagian makanan mulut untuk pengunjung bunga dengan untuk pengunyah (mungkin memindahkan perhatian pengunjung dari androecium dan gynoecium). 1978). telah digarnbarkan untuk sejumlah spesies tropik.dinyatakan oleh Howell {1974) bahwa polen yang diambil sebagai akan makanan protein. dedaunan bunga Pada Di Asia Tenggara. oleh dan kelelawar mungkin mungkin sangat kaya berhubungan Beberapa dengan yang konsentrasi asam amino yang rendah pada nektar bunga keleiawar 1977. studi menguntungkan telah dilakukan pada kisaran urnum kimia polen dari tumbuhan hutan tropis dan sebagai tahap awal telah dibuat baru-baru ini (H. makan Di Freycinetia burung-burung arborea dengan ini juga (Pandanaceae) memberi berdagingnya.1978a).

dimana tidak disediakan hadiah sama sekali. Tipuan parsial benar-benar ada diantara pohonpohon tropik pada kasus-kasus tersebut dirnana bunga staminate menyediakan dari spesies monoecious polen atau atau dioecious keduanya) hadiah (nektar. dan hal ini telah dinyatakan (Baker. (4) Tipuan dari pengunjung bunga. Ini mungkin akan seimbang jika polinator tidak tertipu. lebah. hadiah dan tapi bunga menyediakan dikunjungi secara singkat oleh ngengat pada saat hampir setengah gelap di awal malam. pemberitahuan keberadaan hadiah yang tampak kepada pengunjung bunga melalui warna. Kasus-kasus yang jelas ada tipuan total. pistilat lalat. Bunga pistilat dengan "tidak sengaja" dikunjungni oleh polinator yang mengantisipasi dari bunga polinasi hadiah yang sama dan oleh mereka spesies peroleh dari Car/ca staminate (Baker. diaman bunga staminate menawarkan polen dan nektar untuk berbagai pengunjung (burung kolibri. Kasus polinasi "sengaja" lainnya kemungkinan tropik. bau. Secara nyata. Contoh "sengaja" disediakan (Caricaceae). Namun demikian tipuan diketahui dalam biologi polinasi. dan bentuk dari telah bunga didukung dengan oleh baik penyediaan pada hadiah itu (biasanya nekltar atau pollen). sedang bunga pistilat tidak tersedia. tidak kupu-kupu dan ngengat}. terlihat bahwa yang paling baik sangat jarang diantara pohon-pohon besar. tidak disempurnakan. 1978a) bahwa untuk pohon besar energi yang digunakan untuk pembentukan bunga begitu besar sedangkan simapanannya kecil sehingga tidak bisa mencukupi hadiah untuk polinator. pada khususnya hubungannya dengan serangga kekuatan diskriminator yang kurang berkembang. kami membutuhkan lebih akan ditemukan dilain tempatdi hutan . 1976). Pada sebagian besar tumbuhan.agaonid.

Serangga-serangga merayap sering menjauh dari rambut tabung-tabung (yaitu ini melalui spp. Sebaliknya tabung corolla yang panjang dan sempit mungkin cocok untuk Lepidoptera tapi tidak bagi burung kolibri yang paruhnya membutuhkan tabung yang lebih luas. Ketika bunga beradaptasi pada polinator-polinator tertentu. melalui dan kalik penjepit beberapa untuk {sebagai contoh Cucurbitaceae Acanthaceae . Pengunjung yang tidak resmi. mereka tidak berperan dalam polinasi. menyerbu melalui dasardari pucuk corolla belum atau spur atau untuk mengunyah yang terbuka memperoleh hadiah-hadiah yang kaya nektar atau polen. rambutpada Musaenda paleotropik. perubahan pengunjung burung dalam atau dalam kuputerhadap yang tidak efisien sebagai vektor polen. Semua bunga dari yang bertabung lebah panjang berlidah melindungi nektarnya jilatan pendek. 1958). Penangkal-penangkal tidak Dikehendaki (1) Penangkal fisik. termasuk dalam kategori ini. Selanjutnya settling tubular bunga hingga bunga terhadap Pengunjung Bunga yang kolibri keadaan mungkin terhalangi oleh bidang datar yang kurang untuk berdiri pada horisontal. lalat. Baker.banyak informasi tentang biaya energi pada penyediaan hadiah. ngengat dan polen pada oleh polinator. pengaturan Rubiaceae. Pada ini dicapai morfologi bunga. Lebah. diharapkan akan terdapat seleksi penampakan yang kemudian menurunkan kemampuan ketersediaan kasus kupu tempat yang dan nektar sama. dan pengaruh yang sama dihasilkan dengan mensekresi nektar ke dalam taji (spur). kumbang dan burung kolibri {juga burung-burung lainnya) resmi atau bract). yang disebut pencuri nektar. kumbang dan lain-lainnya. Kehilangnan hadiah pengunjung kadang-kadang bract tebal untuk terjadi kaliks..

Haber. 1977. dan menunjukkan adanya pada penolakan semut oleh petal. dari diasumsikan asam amino bahwa non telah hutan yang dan dari Rocky glikosida pengunjung nektar dari amino bunga protein akan tidak menyenangkan atau bersifat toksik Semuanya tumbuhan bunga sampel Gunung tropis (Baker dan Baker. Feinsinger dan Swarm. diantara di alkaloid masing-masing dari tundra bahwa spesies hutan tropik di Costa Rica dan sampel dari California Colorado Alpine nektar menunjukkan tropik mempunyai proporsi yang lebih besar dari masing-masing (Baker. komunikasi pribadi. 1978. Baker dan Baker. 1979. 1978a). yang disebut secara khusus bahan-bahan Bagaimanapun juga. dan proporsi non nektar terdiri protein. semut memasuki bunga dan memindahkan kalsium oksalat atau pemupukan tanin pada bagian bunga . Kelihatan bahwa saat nektar sebagian besar dari beberapa sedikit penolak jaringan mudah spesies karena semut yang bunga mungkin di dalam oleh tertutup dapat "menyembunyikan" nektar dari semut pada frekuensinya pada atau bahan di lebih kimia dalam lebih terdapat (sehingga berdekatan nektar terkontaminasi bahan-bahan ini. beberapa dalam tapi mungkin dan bunga. lihat juga Guerrant dan Fiedler. 1981). beberapa kasus.1978a). 1978. W. Shubart dan Anderson. 1975. Baker. 1977. terhadap ditemukan Suatu bahan bekerja. Pencegahan herbivores dari perusakan jaringan cluster bunga oleh metalui keberadaan dari kristal yang memberitahukan berbau. perbandingan dari asam fenolik. Van der Pijl (1955) sebagai nektar. fenolik. Baru-baru bunga mereka ini dari terdapat pengambilan banyak semut pertentangan non polinasi mengenai bagaimana spesies hutan tropik menjaga nektar (Janzen. 1877c. 1978).(2) Penangkal kimia. Bahan kimia nektar hanya pada awalnya alkaloid.

). (3) Penangkal Biotik. Frankie. lebah-lebah Centris spp. Konsep dari "penjaga semut" yang makan pada nektar bunga ekstra dan melindungi bunga dari kehilangan nektar bunga mereka terhadap pengunjung bunga tidak resmi (yang paling nyata mereka yang membuat lubang metalui corolla untuk memindahkan nektar)-terlihat seperti yang dikemukakan oleh Van de Fiji (1955). 1976). umumnya telah diamati diantara (khususnya (Frankie. Dukungan oleh dan terhadap Keeler oleh yang kemampuannya tumbuhan (1977) Schemske lebih pada dalam Ipomoea pada dari menjaga melalui oretlana Cosfus telah fekunditas percobaan (kesuburan) disediakan carnea (Convolvulaceae). Interaksi ini beragam dari yang agresif satu lawan satu sampai yang sederhana dijumpai diantara melibatkan individu hingga aktivitas individu massa (Frankie yang dan kelompok-kelompok Baker. Penghadapan satu lawan satu. yang sering mengarah pada satu ke individu yang dipindahkan dari bunga dan kadang-kadang didorong keluar dari tumbuhan. 1974). 1976. subjek dari berbagai Bentley macam (1977b) herbivora perlindungan oleh semut. tumbuhan Interaksi intra dan interspesifik diantara lebahlebah yang mendatangi pohon-pohon pada hutan tropis rnemperoleh perhatian akhir-akhir ini (Frankie dkk.yang tepat dinyatakan oleh kerja morfologi dan anatomi dari Uhl dan Moore (1977) untuk beberapa spesies palma.. Pada .) soliter dan dari Anthophorinae Amerika Bombinae tertentu (beberapa anggota dari Euglossinae) dari daerah tropis Tengah dipubl. Spesies dari lebah tanpa sengat (secara kelompok) pada hutan yang sama juga diketahui menunjukkan perilaku intra dan inter agresif (Johnson dan Hubell. 1974). Oleh Bentley (1977) pada Bixa (Bixaceae) woodsonii meninjau (1978) luas (Zingiberaceae).

Linhart (1973) dan Stiles (1973). Baker.kasus ini. tetapi kadang pula terhadap polen yang dibawa oleh perpindahan lebah ke pohon lainnya. Frankie. Frankie dkk. Frankie (in.. Frymire. Pada suatu studi di wilayah hutan kering Costa Rica. tetapi mereka tidak hanya menuju kembali pada polinasi dalam wilayah tersebut. 1976.. pengamatan wilayah yang telah dilakukan pada lebah(sebagian (Frankie (Dodson Anthaphoridae) 1974. 1961.) mengamati bahwa sebagian besar spesies pohon beradaptasi dengan polinasi lebahlebah besar (sekitar 35 spesies) mernpLinyai satu atau lebih wilayah lebah {sebagian besar dart spesies Centris). 1987. soliter Tengah Selatan ini telah diamati pada kumbang Banyak di (Frankie. Hal ini dapat mengurangi aliran polen antara wilayah (memotongnya silang di kecualikan dan untuk aktivitas ke polinator jantan pengganggu lainnya dalam wilayah yang ditinggalkan untuk beberapa saat sebelum diusir dan keberuntungan di wilayah lainnya). perbedaan perilaku Johnson lebah pendek. sekurang-kurangnya dalam jangka Beberapa serangga anthopilous diketahui mempunyai beberapa oleh daerah pertahanan Kolibri yang berdekatan telh dengan sumber bunga di hutan tropik.1975). prep. dan tanpa interspesifik pada agresi diantara keberadaan lebahmenentukan perbedaan pengambilan makanan. dan tidak dipubl. sementara yang disusun semacam burung jantan dipelajari oleh Stiles dan Wolf (1970). 1976) dan di 1962. penyerangan Hubell sengat berhubungan menyatakan dengan bahwa makanan. Hal ini terlihat berbeda dari wilayah burung Kolibri pada saat mereka berhubungan terutama dengan perilaku pasangannya. Interaksi-interaksi semut lebah Amerika Amerika (G. pengamatan besar dan dan pribadi). Rauscher dan Fowler. . 1979) dan pada Frankie.W. Dodson.

1978). tertarik Interaksi pada yang burung-burung sumber-sumber terjadi antara serangga besar dengan predator mangsanya dihasilkan pada penyebaran terakhir. anthophilous. yang mungkin membawa polen ke pohon yang lain. itu mungkin menyebabkan kekacauan yang besar diantara lebah penyimpan makanan yang bukan kelompok lain ke suatu titik dimana mereka meninggalkan kluster-kluster bunga yang diberikan dan memindahkannya ke pohon lain. Gentry (1978) menaruh perhatian terhadap bentuk lain dari interaksi agresif diantara pengunjung bunga pada Dia suatu species bahwa pemakan flora dengan proses pembentukan bunga yang terjadi secara besar-besaran pada daerah tropis. dan dengan Epicharis . Bungabung yang ditandai dapat dikenali hingga 14 menit. tukang tropik) Zona ditinggalkan bekerja (Xylocopa bahwa dengan spp. Lebah-lebah pada suatu tropis tetapi tertentu mengabaikan (kebanyakan atau hanya ada oleh lebah pada betina Anthophoridae) telah diamati mendatangi beberapa bunga tumbuhan menyentuh sebentar bahwa yang bau lainnya.Vinson et al.. yang baru bee) Terutama jika tidaknya nektar tidak lagi terlihat mengundang lebah. dimungkinkan penyebab.Frankie1976). mengamati dengan yang serangga juga ini. Penghindaran yang sama dari bunga yang terlihat ditandai dengan bau-bauan yang telah diamati Xylocopa gualanensis betina pada Passiflora pulchella di hutan kering dataran rendah Costa Rica.1977.) pengunjung-pengunjung sebelumnya adalah yang menjadi temperate kayu (carpenter Passiflora (dari genus yang cukup baik mewakili hutan telah mempelihatkan lebah rnenandai bunga dengan sekresi dari kelenjar Dufour (frankie dan Vinson.Pengambilan makanan dari kelompok oleh beberapa lebah individu dari Anthophorinae telah diamati pada hutan kering Costa Rica Pengambilan (Frankie makanan dan semacam Baker.1974.

tidak dipubl. dan Van der Pijl (1954.1978a). Prib. dan kom. telah mengamati bahwa lebah jantan xylocopid menghindari bunga-bunga yang baru saja mereka kunjungi atau oleh individu-individu conspesifik lainnya. sebagai (Liliaceae) (Malvaceae). dengan mengubah pada warna bunga) tidak bunga yang akan merusak superba Hibiscus "pembimbing nektar" merupakan petunjuk bahwa pengunjung bunga selanjutnya binatang-binatang apa-apa contoh. Burkill (1907 ) di India.). PEMBENTUKAN BENIH DAN PENGUGURAN BUAH SENDIRI Pembentukan hermaprodit. Hasil ini mungkin dapat dicapai dalam jangka waktu yang (atau oleh agak dari lebih lama. . Di paleotropik. buah dan Hymenaera walaupun tidak di benih bunga. pembentukan buah pada pohon tertentu berlimpah hanya pada satu tahun dalam jangka waktu lima tahun (Janzen. produksi dengan Karena itu. Pada tahun-lahun berselang. Pohon-pohon sebagai "Sub-adult" polen.1978a). tumbuhan berfungsi terutama sebagai donor atas garnet jantan. Penghindaran terhadap bunga yang baru didatangi tidak hanya berakibat pada proses mencari makanan yang lebih efisien oleh serangga tetapi juga dapat memberikan sumbangan pada peningkatan polinasi silang.sp. terjadi setiap sering tahun. selalu hutan bahkan diikuti tropis. kemungkinan mungkin Gloriosa species warna teriihat. (sub dan dewasa) produksi juga berlaku juga penghasil benih berkurang pada hutan relatif terhadap pohon-pohon yang sedang tumbuh di tempat terbuka (Janzen. bunga pada pematangan caurbarit pembentukan (Febaceae. atau (dan pada pada Perubahan anthophilous bahkan bunga beberapa bunga memperoleh tumbuhan). bunga Caesalpinioideae}. jantan Passiflora adenopoda pada ketinggian sedang (1500 m) di cloud forest (Frankie..1975) di Indonesia.

Lamanya proses buah dan benih-benih menjadi rnatang di pohon hutan tropis bervariasi dari beberapa hari hingga setahun. seperti pada Pithecellobium saman dan Enterolobium cyclocarpum (Fabaceae. pembentukan buah yang sinkron didalarn dan antar species rnemiliki keuntungan "memenuhi agoutis yang pasarnya". Mimosoideae) (Janzen. Persembunyian benih setahun atau lebih untuk rnatang (Janzen. terbentuk Pada tetapi dari sebanyak untuk dan 2. kurang dari 1% bunga memproduksi buah (meskipun pada tahun "benih"). Benih yang akan dipanen membutuhkan waktu 1978a). kemungkinan kerusakan benih oleh binatang Frugivorous (dan oleh predator benih) meningkat dan untuk mereka. di Amerika Tengah. Pada saat buah-buah menghasilakan benih dalam jumlah besar. terutama dimana binatang-binatang penimbun menyebar (scatter hoarding animal). Barat. Caesalpinioideae). ini nyata sekali dimana jumlah yang sangat besar dari bunga-bunga kecil mulai diproduksi. 4 Contohnya. 1978a).Gejala berkembang yang umum adalah penguguran buah yang Hal beberapa saat sebetum kematangannya. kasus Cassia (Fabaceae. seperti (Dasyprocta punctata). sehingga burung-burung disitu terpenuhi dan persaingan untuk mendapatinya minimum.1957).000 bunga fertil yang potensial dalam inflorencence jarang setiap untuk buah (Baker inflorencence grandis Harris. seperti pada sub famili Mimosoideae di dari Afrika Febaceae. . mempunyai atau 5 Parkia clappertoniana tunggal. makan Buah-buah tetap dengan benih kecil matang pada sekuen sepanjang tahun. dan sedikit atau tidak sama sekali dalam tahun-tahun yang berselang. Srnythe bulan di (1970) Borro telah melakukan suatu studi tentang buah dan benih yang jatuh selama periode 17 hutan Colorado yang (Panama).

. tetap saja secara aktif dimakan oleh beberapa monyet dan agoutis. radlkoferi. buahnya berwarna mombin. yang kecepatan Spondias dengan manis.tertupakan mungkin dapat berkecambah. buahnya berwarna orange Ketika species tersebut dijumpai di Borro Colorado. oleh beberapa perkembangan diniana pada berbeda dan diferensial dari pematangan terjadi pada dua spesies dijumpai manis. dalam haf ini burung yang memakan buah dan mengangkut endozootical. biasanya pematangnya diikuti tertunda. mombin mematangkan buahnya diawal musim sedangkan S. kekurangan walaupun makanan memiliki mencari warna yang tidak menarik dan rasa yang tidak manis. Bagaimanapun. 1974J. Rangkaian pematangan dari adalah bahwa buah dalam lembah telah bagi skala besar ditunjukkan oleh Snow (1965) dengan 18 spesies Miconia (Melastomataceae) Interprestasinya alam yang Trinidad. PENYEBARAN BENIH Metode Penyebaran Benih Penyebaran benih merupakan bagian yang penting dalam proses reproduksi dan menjadi subjek studi selama manusia masih menaruh perhatian pada pertanian. hijau dimana tidak beberapa spesies yang ancestral (leluhurnya) yaitu S. S. (Anacardiaceae) (Croat. dari genus cepat Kasus pohon hingga yang yang dan beberapa periode menarik sama titik tertentu. radikoferi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kematangan dan matang pada waktunya (di akhir pada musim mamalia hujan) yang saat terjadi makan. hal ini juga merupakan hasil yang tidak langsung dari periode pembentukan bunga pada waktu yang sama. hujan. Penampakan yang mencolok dari buah-buahan yang diproduksi oleh pohon-pohonan hutan tropis. S. seleksi agen-agen terjadi menurunkan benih secara kompetisi menyebar.

kita mengharapkan dapat melihat hasil seleksi dari mekanisme yang membawa sebagian besar benih pada jarak yang cukup dari tumbuhan induknya. pohon-pohon conspesifik mungkin diharapkan mendekati suatu penyebaran seragam. hujan. range cukup menyatakan penting besar penyebaran meningkatkan perkecambahan dari akan penyebaran adalah cukup untuk membawa faenih ke titik dari tumbuhan induk terhindar dari persaingan dengannya (dan untuk lepas predator cenderung yang benih atau seedling yang benih dengan mungkin pada tempat terpusat pada tumbuhan induknya) adalah tepat. dengan kadangkala benih dibawa dalam jarak yang lebih jauh. Sebagai hasil dari kekuatan untuk bertahan hidup pada seedling yang sangat dekat dengan dihutan tumbuhan tropis induknya. dimana untuk sama. 1965b). balasan yang patut disayangkan bayangan karena kebanyakan bayangan "bayangan". banyak ada seleksi karakter yang penyebaran. Afrika Barat) seleksi pohon- pohon Ceiba pentandra dengan buah polongnya yang tidak pecah saat matang. cahaya atau masing-masing merujuk pada ketidak-adaan cahaya dan hujan. hingga mereka mengukur penyebaran benih dengan kemungkinan tumbuhan meskipun akan rnengurnpulkan Pendapat jarak spesies. Saat para naturalis mulai tertarik pada tumbuhan liar. yang merupakan alasan kapok dapat dipanen dengan mudah (Baker.holtikultura mengurangi (dimungkinkan dan kegiatan-kegiatan kehutanan. Tinjauan atas pra-penyebaran benih diberikan oleh Janzen (1978a). menjatuhkan atau rnirip rnikrohabitat induknya. . oleh orang-orang contohnya. jauh lain jauh sebagian benih jauh dari bahwa dalam tujuan agar induk. Untuk banyak pohon tropis. Penyebaran tidak selalu seragain pada semua arah dan areat yang terisi oleh hujan benih seringkali contohnya deisebut sebagai "bayangan benih". Akibatnya.

Pada tahun 1972. dibawa atau oleh vektor binatang jatuh ke langsung permukaan dari dan buah mungkin terbelah/terbuka disana. 1972). Mimosoideae)(Ridle. Buah atau biji mungkin pohon.van der Pijl membuat tinjauan mengenai subjek tersebut. Ridley. 1969). 1978). tropis mengenai pohon-pohon penyebaran huian pada ini diringkas pada buku II N. Lygaeidae) disini distribusi terbatas pada jalan air dimana buah-buahan mungkin jatuh di air yang mengalir dan didistribusikan ketempatnya berkecambah jauh dari predator (Slater. Spesies riparian lainnya riverine mengambang Banyak termasuk di Seluruh dari di famili air lain. (seperti memperlihatkan benihnya liana yang Entada distribusi berat tapi scandens. 1930. Beberapa spesies dari genus Ficus (Moraceae) di Afrika dapat mengalami predasi hebat oleh hama ligaeid (Hemiptera. Teristimewa sekali adalah penyebaran yang dilaporkan terjadi pada spesies hutan Amazon oleh ikan yang menelan benih dari pohon riparian dan tumbuhan perambat yang jatuh ke dalam air (Gottsberger. L. Peneliti penyebaran benih tropis lain . dari dalampenyebaran Fabaceae. Dari studi terbaru penyebaran pohon hutan kering. air atau penyebaran oleh burung atau mamalia pemakan buah atau pemakan biji. Penyebaran Tumbuhan dipubiikasikan dalam buku tahun berasal Penekanan pengalaman penulisnya sebagai Direktur Royal Botanic Gardens.dan bukti yang mendukung hal ini diberikan oleh Janzen (1970) dan oleh Conneil (1971). 1970. benih tropis. 1930). banyak spesies memiliki lebih kurang distribusi berumpun {Hubbell. Singapura. yang memungkinkan benih-benih tersebut disebarkan secara sekunder oleh hewan yang berkeliaran. lihat juga Ashton. kembali dengan penekanan tropis didasarkan pada pengalamannya di Indonesia. Metode aktual penyebaran bibit di hutan tropis melibatkan angin. literatur penyebaran Dunia.

). dkk.1977. agen-agen Ebenaceae). Malaysia Ng dan mengejulkan pembentukan minggu sampai 1979) tetapi (1974) bunga melaporkan bersamaan mengukur buah dan bahwa dengan panjang dari 93 Dipterocarpaceae jatuhnya buah. hanya terdapat sedikit jumlah dari pengarnatan yang pertama tetapi tidak sama dengan penyerbukan bunga. (Disspyros mengamati sebagai Sterculaceae) mainganyi. non Kerckhove. Cant. akan javanicum... 1949. memperlihatkan pembentukan Loh spesies pohon di hutan Malaysia. terhadap bulan sulit pekerjaan. 1975. rnengenai paleotropik dkk. Panjangnya berkisar (Pterocymbium sebetas Jadi. Dalam semua studi.H.. di 1979). 1972).dll. Akan kuantitatif tersebut Penyebaran banyak tetapi dan biji sebagian di baru-baru pekerjaan besar hulan oleh ini yang tropis ilmu kerja di eksperimen subjek telah neotropis.J. 1976. yang pertimbangan-pertimbangan (Corner. Howe dan Van de oleh 1957) 1977. Corner. Howe dan Estabrook. 1975. kurang penyebaran (Van (Vasquez-Yanes dkk. volant kelelawar 1979. terutama memperjelas oleh burung teoritisnya dikristalkan dalam "Teori Durian" dari evolusi tumbuhan berbunga dilakukan dipelajari ahli burung. Heithaus dkk. telah dan Janzen. Janzen Fleming oleh Penyebaran benih manusia mendapat perhatian (lihat Van der Pijl. 1977. Studi-studi benih Pijl. H. penyebar . Chan bunga waktu dari (dalam yang antara tiga Kavanagh. 1977. mereka yang tertarik dalam burung-burung frugivorous (contohnya Me Diarmid dkk.F.adalah E. juga berhubungan untuk beberapa tahun dengan taman botanik di Singapura. yang mungkin sering dipelajari di semua tahap dalam beberapa jam. buah-buahan hutan hujan dapat tetap melekat dengan tumbuhan induk untuk beberapa bulan dan kemudian menghilang tiba-tiba.. der juga dilakukan neotropis 1978b). Howe..

(Sarcochore) disebarkan membuktikan atau bahwa buah burung pemakan kehadiran banyak tumbuhan yang buahnya berdaging dari berbagai spesies pada komunitas membuktikan pentingnya penyebaran jika bersayap endozootik pada atau komunitas itu. sangat berat diaspor dikeluarkan atau dibuangi dari induk Keterangan : 1) diaspor biasanya buah-buahan. burr. 2) diaspor biasanya benih Pada 1957.akibatnya. sangat ringan diaspor secara morfologi tidak khusus. atau penampakan Benih-benih (desmochore) buah-buahan juga mempunyai kait atau alat-alat melekat lai pada bulu membuktikan pentingnya penyebaran binatang (dalam kasus epizootik) pada komunitas dimana mereka ada. buah. berat sedang diaspor secara morfologi tidak khusus. khususnya benth atau yang panjang mengalami kekurangan dengan buah-buahan benih-benih rambut-rambut atau akan atau ditanam (pterochore) disediakan (progonochore). Dansereau dan Lems. Meskipun.1). Spektra penyebaran . sebagai contoh dimilikinya tidak oleh buah berdaging mamalia oleh tanaman ini buah. meninjau literatur penyebaran benih dan rnemperkenalkan sistem klasifikasi mereka berdasarkan morfologi diaspor (unit penyebaran benih. Metode analog yang sesuai dalam menampilkan proposi spesies dengan setiap jenis sistem penyebaran diaspora sebagai "spektrum biologis" sebagaimana semacam Raunkiaer (1934) menampilkan analis-analisnya mengenai bentuk-bentuk kehidupan. berisi udara (termasuk tumbleweed diaspor dengan anggota badan seperti sayap atau saccate diaspor dengan anggota badan seperti rambut panjang atau plumose diaspor perekat (duri.1 Klasifikasi sistem penyebaran diaspor dalam skema oleh Dansereau dan Lems (1957) Auxochore Cyclochore Pterrochore1 Pogonochore Desmochore1 Sarcochore1 Sporochore2 Sclerochore2 Barochore Ballochore penanaman diaspor oleh induk tanpa disartikulasi diaspor sangat besar. pengganti untuk pengamatan yang pertama telah dicari Tabel 12. bagian tumbuhan atau bahkan keseluruhan tumbuhan) (label 12. oleh kelenjar) diaspor dengan lapisan getah atau lapisan luar berdaging diaspor secara morfologi tidak khusus.

pohon-pohon memiliki besar dari genus Mimusops (Sapotaceae) dan beberapa besar Lecythidaceae barochore. pada hutan. hal. oleh pernyataan-pernyataan 1952. Hartshorn untuk La Selva. (10%) tidak menjadi pada dan ini dari oleh diantara kategori-kategori diaspore lain menunjukkan dari {Baker. tidak dipublikasikan}. persentase ballochore terbentuk modestly (4%).ini dibuat untuk tegakan hutan atau untuk lapisanlapisan (sinusia) dalam hutan. Di Costa Rica. memiiiki disebarkan menegaskan bahwa diaspor oleh angka-angka sekitar 49% 3% penyebaran keleiawar. penekanannya Frankie penyebaran epizootik {daripada endozootik). vol. emergen dan penyebaran diaspore pohon-pohon pohon-pohon atas. Schnell (1970. I. penyebaran Namun. sedangkan 18% memiliki lebih barochore. 83-84) menunjukkan penyebaran terlihat sedangkan buah-buah angin pada dan penyebaran besar lebih yang yang jarang tidak binatang di hutan atau pada sedikit bersifat keduanya pohon-pohon pohon-pohon besar/berat dan angin setiap dari (barochore) terjadi (sarcochore). Pada tingkat herba. Opier. Pada hingga dipublikasikan). 93-94) pada konopi dibatasi (Richards. melaporkan angin. pengecualian-pengecualian tingkat. Penyebaran diaspore di hutan primer Dalam kualitatid bahwa beberapa bahwa tropis. . memiliki berdaging lantai sementara anggota literatur menyatakan lain. 1% naik dan hanya Frankie tingkat 93% dan pterochore dan Opier. pohon 13% spesies sedangkan (1978). di hutan basah La Selva. dengan 18% desmochore dan ballochore (Baker. sarcochore dari semak. 71% dari pohon-pohon kanopi memiliki sarcochore. hanya 73% spesies memiliki 9% sarcochore. angin hal. terjadi lebih anemochorus.

dan ballochore 9 %. ia memberikan perhatian pada ketidakhadiran dari apa yang sekarang kita Vismia sebut barochore. Costa Rica disposisi dari pohon dan Palm adalah sebagai 8 %. Contohnya. pogonochore dan sporochore (masing-masing 10 %) menunjukkan pentingnya penyebaran oleh angin lebih efektif membuka areal hutan. morototoni disebarkan oleh burung dan kelelawar. berikut. barochore pogonochore sclerochore 9%. Penyebaran diaspore dan hutan sekunder Richards (1952. Frankie dan Opier (tidak dipubl. Guazuma ulmifolia (Sterculaceae). sedang burungmenyebarkan Dydymopanax (Araliaceae). Dalam hal ini. di neotropis. burung guianensis benih (Hypericaceae). dan 9% oleh angin. secara Dalam hutan tropical kering kanopi lebih mudah patah oleh angin atau juga pada saat pengguguran daun. hanya 49 5 %. persentase sarcochore meningkat menjadi 61 % dan diaspor yang diperoleh dari penyebaran angin akan berkurang. Baker. sehingga binatang. tidak adanya kemantapan dari proporsi penyebara diaspore oleh angin lebih tinggi.) menemukan bahwa di Guanacaste. pterochore sarcochores 25 %. hal. Konsekuensinya. Sisanya 26% tidak buah dikategorikan. permukaan sekunder memiliki dan disebarkan buahoieh jatuh terbelah. . %. 382) menyatakan bahwa "Dalam suatu atau hal pengamatan yang ditemukan sangat bahwa mayoritas dengan karateristik pohon hutan sekunder muda memiliki benih buah-buah beradaptasi pengangkutan oleh angin atau binatang".burung dan kelelawar. Pada tingkatan tersebut. berat yang benihnya tetapi ke agaknya. Pada herba persenrase sarcochore menurun lagi menjadi 40 % dan rerata sclerochore 20 % dengan pterochore. Desmochore (juga 10 %} lebih balk dibandingkan dengan strata lainnya yang lebih tinggi.

Di Nigeria. Melastoma dan oleh yang malabathricum (Melastomaceae) dan spesies Macaranga. dan kelelawar sekunder counterpart Pyenanthus Di Trema hutan Musanga cecropioides (Moraceae) disebarkan oleh burung (seperti sedangkan oleh burung. (Myristicaceae) dan Macaranga barteri (Euphorbiaceae) Asia. Hal ini secara cepat berhasil dalam turnbuhan dengan tipe penyebaran yang berbeda khususnya proporsi sarcochore sclerochore dan dalam periode tiga tahun. berdekatan meskipun spesies yang ditampilkan berbeda.Miconia spp. (Malpighiaceae). tumbuhan yang pertama mengalami reproduksi dalam pernbebasan buatan tidak mesti yang paling yang pertama relatif memiliki ringan sclerochore dengan beratbenih (Opler dkk. dan Di Rhodomylitus antara spesies (Ulmaceae) disebar sekunder (Myrlaceae) disebarkan oleh angin adalah Ochroma (Bombacaceae) di neotropis. Ceiba baik di neotropis niaupun Afrika dan Alstonia (Apocynaceae) dan Anthocephalus (Rubiaceae) di Asia. tumbuhan hutan yang Budowski hutan tidak (1965. Guevara dan Gomez Pompa (1972) dan Cheke dkk. Di (meskipun dua areal hutan Costa Rica. (Melastomaceae) Di hutan dan Byrsonima Afrika spp. Keay (1957) menemukan spesies pohon dan liana yang disebar oleh angin umumnya hanya pada sinusia lebih atas dari hutan sekunder tua. benih-benih pada tanah Selanjulnya. 1970). 1977.. disebarkan Mallotus Rhodamnia burung. (1979) telah membuat penemuan yang sama masing-masing . (Euphorbiaceae). kebanyakan spesies ini menjadi spesies yang intoleran terhadap naungan peninggalan (relict) dari tahap serai awal.1980). tingkat jatuh hingga mencapai awal hutan dewasa. Barat. neotropisnya angolensis Cecropia). Symington (1933) menjadi pernerhati pertama pada cadangan sekunder terganggu (reservoir) yang di hidup Malaya.

spesies ketika berumur antara 15 dan 20 tahun dan tidak rnampu beregenerasi Dalam pembebasan Hartshorn naungannya terang. akhirnya Sehingga pembagian benih-benih . pohon-pohon dalam cerah di (1978) Musanga cecropioides sendiri mulai mati dalam dengan Rica. bertolak La bahwa belakang Costa mayoritas hutan Selva. seedling sama halnya dengan pencahayaan dewasa. basah menemukan (Ross. Richard. terjadi dan benih yang berubah menjadi seedling.di Amerika Tengah. Bahan kimia dari cadangan benih Benih-benih mengandung cadangan makanan (dalam endossperma atau dalam kotiledon) yang akan mensuplai energi yang dibutuhkan dan material-material pembangun untuk embrio saat perkecambahan kurang terang. yang berkernbang dalam celah dan memiliki benih-benih yang disebarkan oleh burung atau kelelawar. saat Pada tumbuh menjadi tumbuhan akhirnya. regenerasi pada celah terang disebabkan oleh jatuhnya pohon tunggal yang kebanyakan berasal dari seedling atau sapling yang sudah menjadi pertumbuhan bawah dan mempertahankan jatuhnya pohon. seedling rnungkin tidak dapat menghasilkan jumlah fotosintat yang cukup sampai dari dengan bahan-bahan berarti sejumlah akan ada makanan akan yang ada daiam seleksi besar benih daun yang yang teiah sama pada yang dikeluarkan. Dalam situasi dan kondisi intensitas yang sebagaimana seringkali terjadi di hutan tropis. baik yang berada di puncak pohon pada tahap serai akhir atau datang untuk menguasai posisi sebagai pohon-pohon kanopi atau emergen pada hutan dewasa. Herwitz (1979) telah menemukan. di Taman Nasional Corcovado. Di Afrika. 1952). Meksiko dan hutan Thailand. Costa Rica. Budowski (1965. 1970) mencatat bahwa benih-benih dari pionir cenderung membutuhkan rangsangan cahaya untuk perkecambahan.

"Strategi" pada dihasilkan pohon-pohon lain. (1977d) telah menyatakan bahwa dalam berat antara benih-benih pada tumbuhan yang sama (dimana rasio dari kecil hingga besar mungkin 100 %. (b). dkk) telah lebih dulu menyatakan bahwa jumlah dan berat benih yang dihasilkan oleh tumbuhan hutan tropis dapat juga dikendalikan oleh kegiatankegiatan predator benih. dalam pasti dimana setelah kompromi kekeringan perkecambahan. oleh alkaloid. Janzen (1970. intervalpanjang reguler (banyak hutan). Studi-studi di daerah temperate (Salisbury. tumbuhan interval-interval energi dalam Kemungkinan pertahanan cynogenic kimia dari benih (oleh asam amino non protein. lebih semua. seperti pada kasus Mucuna andreana. di yang California) berkecambah. segera antara persediaan cadangan makanan yang melimpah pada benih dan jumlah benih yang kurang diharuskan karena batasanpada tergabung oil)" ketersediaan didaiarnnya. antara substansi-substansi Tambahan ukuran "penjualan benih dan makanan (tradekemampuan variasi dibutuhkan Janzen tersebarnya. Faboideae) mungkin menguntungkan dimana menyebar benih "bayangan" dalam suatu kisaran jarak. untuk yang Baker. Benihbenih kecil mungkin dihasilksn pada jumlah yang besar dimana efektif interval dihasilkan (contohnya mengeluarkan pada Mucuna populasi jika predator tidak pada banyak benih tidak cukup ini untuk akan atau dapat menghancurkan mereka benih hanya bambu).. seperti andreana. mungkin Namun dan pada naungan berat. menunjukkan bahwa berat individu-individu benih lebih besar spesies-spesies hebat. 1972. di Inggris. Dua alternatif "strategi" yang telah disusun rnungkin mengatasi predasi. dalam keadaan kompetisi antar tanaman (c).lebih besar dan lebih berat. . berlaku demikian. keadaan ada telah (a). tumbuhan perambat dari Fabaceae. 1942.

glycoside, mungkin

tanin,

dll.}. batasan

Pada pada

"strategi" jumlah

terakhir substansi-

terdapat

substansi defensif yang dapat dihasilkan dan, untuk alasan ini, jumlah benih yang dihasilkan mungkin lebih kecit dibandingkan dengan strategi kejenuhan predator. Namun demikian, secara karena kimia, adanya maka sedikit jumlahnya benih, akan dan lebih dilindungi

besar dan mengandung lebih banyak cadangan makanan, sehingga akan berbentuk seddling awal yang baik dalarn kehidupan. Meskipun selalu ada kemungkinan bahwa satu atau lebih predator benih dan mungkin menyusun akan alat dapat detoxity protektan kimia kernudian

meningkatkan kerusakan benih. Sifat aktual dari penyadiaan energi dan cadangan pembangunan jaringan dalam benih tumbuhan hutan tropis telah rnenjadi subjek dari beberapa analisis. Untuk hutan basah dan kering di Costa Rica, ada hubungan antara berat benih dengan cadangan simpanan utama; untuk benih-benih besar, mungkin pada zat tepungnya, untuk benih-benih kecil biasanya minyak (yang terakhir menyediakan surnber energi yang febih padat) (Baker dkk., in prep.}. Benih-benih kecil dari Piper spp. (Piperaceae) mengalami penyimpanan zat tepung. Protein selalu tersedia dan akan sangat jelas terlihat pada benih-benih dari tumbuhan Fabaceous (Leguminus). Proporsi spesies dengan benih yang menyimpan minyak pada sampel-sampel dari tumbuhan hutan Costa Roca adalah 76 % pads pohon dan palma. 85 % pada semak dan 91 % pada herba. Kira-kira 35 % dari semua spesies ini menyimpan zat tepung (dalam banyak kasus sebagai tambahan dari minyak). Hampir semua benih mengandung cukup protein untuk memberi hasil positif dalam pengujian kasartiengan reagen Millon. Ada juga hubungan antara minyak sebagai cadangan benih dan phanerocotyly epigcal), (sebaliknya kemungkinan dikenal sebagai dari perkecambahan dihasilkan

kenyataan

bahwa

benih

yang kecil

berkecamfaah dibandingkan

pada dengan

phsncrocotylar

biasanya

benih dengan germinasi (hypogeal). PENGADAAN SEEDLING Pada pengadaan dikenalkan kenyataan Ng biologi seddling ke bahwa (1978) pada besar epigeal sering dalam reproduklif, perlu jika atau suatu disadari genotip baru hutan bahwa akan (untuk melalui

struktur

persistensi telah dengan cocok

penyebaran

propagasi vegetatif tidak akan dilakukan). membahas hutan "strategi-stratsgi hujan Malaysia. cepat, seedling dari yang pengadaan" Benih-benih seringkali ini paling pohon-pohon

perkecambahan untuk

pengadaan

besar dengan taproot yang tebal pada situasi bernaung, ditemukan. Karakteristik sebagian besar pohon, bertolak belakang dengan susunan ksrakter dari sebagian kecil "nomad" yang cenderung ditemukan pada pembebasan dan pada margin hutan. Ini secara ekslusif epigeal. Terbentuknya diameter akar yang membuat mereka membentuk seedling pada permukaan yang lebih keras dibandingkan pemanfaatan oleh spesies hutan yang memiliki benih yang besar. Untuk hutan basah La Selva, Costa Rica, Hartshorn (1978) menduga bahwa rata-rata waktu untuk pergantian pohon kira-kira 118 tahun. Untuk menyediakan pergantian ini harus ada celah gelap pada intervalinterval yang cukup karena Hartshorn menemukan bahwa 75 dari 104 spesies celah Hartshorn proporsi untuk pohon kanopi untuk yang diteliti 1978) seperti tergantung rnelaporkan pada celah pada bahwa terang (dalam spesies keberhasilan tergantung

regenerasinya.

Whitmore, yang menurun

regenerasi

perpindahan dari emergen dan kanopi lebih atas melalui pohon-pohon tingkat bawah. Di daerah hutan kering Guanacaste, dinegara yang

sama, Hatheway dan Baker (1970) mengamati bahwa pohonpohon besar Pithecellobium (Fabaceae, berlaku saman dan Enterolobium tidak penuh cydocarpum tetapi ini Mimosoideae) situasi terlihat pencahayaan

menjadi seedling sampai sapling dalam naungan hutan, dalam (yang juga dilindungi dari penggembalaan). Whitmore (1975, 1978) melaporkan bahws di hutanhutan Asia Tenggara, celah kecil di hutan dewasa diisi oleh sapling yang ada atau pohon-pohon "tertekan", sedang dalam celah besar ada flora suksesi dari benih yang dibaws ke dalam atau sudah ada dalam tanah. Dormansi yang ada dari benih-benih pohon terlihat jarang di pohon-pohon hutan basah di Afrika Barat. Benih-benih yang ada tidak berkecambah daiam tanah di lantai hutan yang hanya membutuhkan stimulus cahaya untuk berkecambah dari di (Longman, hutan basah 1978). dan di Ini Opler adalah (tidak Dua 200 dari pengalaman Frankie, Baker

dipublikasikan} laju germinasi

Costa dari 12

Rica. hampi

paper oleh Ng (1973, 1975} membcrilan data mcngenai benih-benih "cepat" segar (dalam spesies dsri pohon-pohon yang lumbuh di hutan-hutan Malaysia. Germinasi minggu sceciiing), "intermediet" dan "tertunda" secara kasar dalam proporsi 10:3:1 yang selama ini dipercaya bahwa perkecambahan merupakan hal yang biasa ditemukan di hutan-hutan tersebar Malaysia, bahwa tetapi memberikan tertunda dugaan jarang yang atau luas germinasi

tidak mungkin (No, 1&73, hoi. 54). Percoban-percobaan dengan benih-benih dari pohonpohon yang tumbuh mereka dormansi di di hutan musim kering basah Costa Rica menunjukkan bahwa spesies dari pohon yeng mematangkan benih-benih mekanisme telah menyusun pada yang mencegah germinasi

sekurangnya beberapa benih di musim basah yang sama (Frankie dkk., 1974). Dalam kasus Casearia aculata, Eugema salamensis var. hiracifolia dan Spondias

mombin, waktu yang dibuluhkEn untuk 50 % dari benih berkecambah akan muncul adalah pada kira-kira 150 hari. itu Dormansi akan semacam itu cenderung untuk menjamin bahwa seedling waktu-waktu yang memungkinkan perkembangan akar cukup sebelum permulaan dari musim kering pendek (Juli hingga Agustus) dan musim kering yang menggantikannya (akhir November hingga Mei).

RINGKASAN
Perlakuan dari biologi reproduktif tumbuhan di hutan tropis ini bukan pendalaman dari informasi yang dipublikasikan, meskipun diharapkan bahwa suatu cara ke dalarn belukar literatur teiah tersedia. Akan jelas bahwa lebih banyak kerja tetap akan selesai sebelum hubungan-hubungan pada Namun hutan dari apa yang individu dari disebut melihat yang serupa, kurang tumbuhan studi dengan penyebar dari polen atau benihnya dapat digabungkan benar-benar kita dan dapat tropis yang biologi ekosistem. meskipun pada demikian, temperate pernbedaan bahwa, ada dari

prinsip-perinsip

dasar

diterapkan

perbedaaniklim di

perbedaan nyata dalam detail dan penekanan bahwa hasil musiman hutan-hutan tropis, dan dari kerapatan tumbuhan dan binatang yang lebih besar (dan kelimpahan lebih besar dari beberapa yang terakhir dalam dihasilkan pengertian dalam kita penyempitan niche dan peningkatan interaksi-inleraksi biotik). terjadi Perbaikan-perbaikan melalui aplikasi dari biologi reproduktif tumbuhan hutan tropis akan teknik-teknik kuantitatif modern dari penyelidikan dan manipulasi mcncukupi dari konstituen ekosistem (sebagai contoh percobaan dalam tambahan mungkin kecil pada pengamatan). dalam jumlah Pengetahuan tropis untuk yang yang didapat relatif penting untuk mengembangkan hutan mungkin rencana-rencana mempertahankan

manajerial yang

sepertinya

.pengaruh yang terus meningkat dari ekspansi populasi manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful