I. A.

PENDAHULUAN

Pengertian Ekologi Hutan Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel

(1869), yang mana ekologi ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu : Oikos Logos = Tempat tinggal (rumah) = ilmu, telaah.

Oleh karena itu, Ekologi adalah ilrnu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya. Hubungan tersebut demikian komplek dan eratnya sehingga Odum (1959) menyatakan bahwa ekologi adalah Enviromental Ecology. Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohonan dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan antara di luar hutan. Didalam suatu hutan, alam

hubungan

tumbuh-tumbuhan,

margasatwa,

dan

lingkungannya demikian eratnya, sehingga hutan dipandang sebagai suatu sistem ekologi atau ekosistem. Ekologi Hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistim hutan. B. Bidang Kajian Ekologi Kutan Didalam Ekologi ada dua bidang kajian, yaitu 1. Autekologi : Ekologi yang mempelajari suatu jenis organisma yang berinteraksi dengan 1ingkungannya atau ekologi sesuatu

jenis

atau

bagian

ekologi

yang

mempela jari faktor

pengaruh

sesuatu satu

lingkungan

terhadap

atau lebih jenis-jenis organisme.

2. Sinekologi : Bagian ekologi yang mempelajari berbagai kelompok organisme

sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi dan dengan antar sesamanya dalam

lingkungannya

suatu daerah.

Dalam pengaruh tumbuhnya

ekologi suatu satu faktor atau

hutan,

autekologi terhadap

mempelajari hidup dan

lingkungan lebih

jenis-jenis

pohon.

Jadi,

penyelidikannya

mirip

fisiologi

tumbuh-tumbuhan,

sehingga aspek-aspek tertentu dari autekologi, seperti penelitian fisioekologi tentang pertumbuhan pohon serir.g disebut

(phisiological

ecology).

Contoh

penelitian

autekologi adalah : 1) Pengaruh intensitas Shorea cahaya leprosula N terhadap terhadap

pertumbuhan jenis 2) Pengaruh dosis

pupuk sengon.

pertumbuhan jenis

Sedangkan Sinekologi mempelajari hutan sebagai suatu ekosistem. Contoh kajian sinekologi adalah pengaruh

keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi, struktur dan produktivitas hutan. Dalam maupun ekologi hutan baik penge tahuan autekologi kita

sinekologi

bersama-sama

diperlukan,

karena

memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat berbagai jenis pohon yang membentuk hutan dan pengetahuan tentang hutan sebagai suatu ekosistem.

C. Sangkut Paut Ekologi Hutan dengan Bidang Ilmu Lain Berhubung di dalam ekologi hutan yang dipelajari

adalah tumbuh-tumbuhan hutan dan keadaan tempat tumbuhnya, maka semua bidang ilmu yang mempelajari kedua komponen ekosistem hutan tersebut sangat diperlukan, yakni: (1). Taksonomi tumbuh-tumbuhan (terutama Dendrologi). Bidang ilmu ini sangat diperlukan untuk pengenalan jenis-jenis tumbuhan di hutan. Untuk pengenalan jenis ini diperlukan buku-buku pengenalan jenis yang praktis, selain buku-buku flora yang sudah ada yang bersifat komprehensif. Cara pengenalan jenis pohon dalam buku-buku itu

dititikberatkan pada sifat-sifat generatif (reproduktif), yaitu berdasarkan sifat-sifat bunga dan buah. Padahal

menurut pengalaman di lapangan seringkali dijumpai pohonpohon yang sedang tidak berbunga atau berbuah, atau sukar sekali untuk mendapatkan contoh-contoh bunga dan buah. Karena itu, untuk keperluan di lapangan dibutuhkan cara pengenalan jenis pohon yang terutama didasarkan pada sifat-sifat vegetatif, yaitu sifat-sifat batang pohon

(kulit, getah dan kayu) , daun dan kuncup, kemudian baru sifat-sifat generative. Cara pengenalan ini tidak terikat pada sistem taksonomi tumbuh-tumbuhan. Di Filipina cara pengenalan demikian telah dirintis oleh Tamolang (1959), di Malaysia oleh Kochummen (1963), di Indonesia oleh

Endert (1928, 1956) dan Verteegh (1971) dan di Pantai Gading, Afrika, oleh den Outer (1972) . Kepulauan Indonesia, sebagai bagian dari daerah flora Malesia, terkenal sebagai daerah flora hutan yang kaya. tetapi pengetahuan kita tentang jenis tumbuh-tumbuhan di daerah ini masih amat kurang. Banyaknya jenis tumbuhtumbuhan di daerah inipun belum diketahui dengan pasti (Van Steenis, 1948). Menurut taksiran Van Steenis (op.cit) di daerah Malesia terdapat kira-kira 3000 jenis pohon. Menurut Lembaga Penelitian Hutan di Indonesia terdapat lebih kurang 4000 jenis pohon. Dari sekian banyak jenis itu baru sebagian kecil tercakup dalam buku-buku flora yang tersedia. Akibatnya, pengenalan masih tergantung pada jasa para pengenal pohon setempat. Dengan bantuan koleksi contoh dapatlah tumbuh-tumbuhan disusun daftar yang nama kemudian pohon-pohon dideterminasi, untuk daerah

tertentu, yang dapat mempermudah inventarisasi hutan.

(2). Geologi dan Geomorfologi Ilmu-ilmu ini diperlukan dalam ekologi hutan, karena keadaan geologi dan geomorfologi mempengaruhi pembentukan dan sifat-sifat tanah serta penyebaran dan hidup tumbuh-

(3). Ilmu Tanah Ilmu tanah yang murni seringkali disebut pedologi tetapi sebagai faktor tempat tumbuh disebut edafologi. Pada keadaan iklim yang sama. Klimatologi Iklim penyebaran adalah faktor terpenting yang mempengaruhi iklim seperti tumbuh-tumbuhan. curah hujan. Perbedaan jenis tanah. Faktor-faktor suhu (temperatur). melalui perbedaan iklim yang ditimbulkannya. sifat-sifat serta keadaan tanah seringkali menyebabkan mempengaruhi terbentuknya penyebaran tipe-tipe tumbuh-tumbuhan. Disamping itu. dan defisit tekanan uap air besar pengaruhnya pada pertumbuhan pohon. vegetasi serta mempengaruhi kesuburan dan produktivitas hutan. melalui perbedaan pada kesuburan dan keadaan air tanah. kelembaban. berlainan. Iklim mikro dari sesuatu ternpat yang dipengaruhi keadaan . jenis-jenis batuan yang berbeda berlainan. akan tanah pasir kuarsa tanah serpentin. Keadaan topografi juga mempengaruhi komposisi dan kesuburan tegakan hutan.tumbuhan. (4). terbentuk tipe hutan yang khusus pula. perbedaan letak tinggi mempengaruhi penyebaran tumbuh-tumbuhan. seperti akan Pada menghasilkan jenis dan jenis-jenis keadaan dan tanah tanah yang yang khusus.

(5). yang mana memerlukan pengetahuan tentang proses-proses kimia yang berhubungan dengan aktivitas biologis yang terjadi. Fisiologi Tumbuh-tumbuhan dan Biokimia Telah dikemukakan bahwa autekolcgi mempunyai kegiatan yang mendekati fisiologi dari tumbuh-tumbuhan. Jadi pada akan hidup umumnya sangat informasi berguna fisiologi mempelajari tumbuh-tumbuhan proses-proses untuk tumbuh-tumbuhan. untuk dapat mempelajari . Geografi tumbuh-tumbuhan Pada tumbuhan permulaan merupakan perkembangannya dari ekologi tumbuh- cabang geografi pengaruh tumbuh-tumbuan faktor-faktor Dari (phytogeografi) lingkungan cabang yang membahas penyebaran terhadap tumbuh-tumbuhan. Pada taraf kemajuan sekarang ekologi hutan masih memerlukan informasi dari geografi tumbuh-tumbuhan untuk mengerti pola penyebaran berbagai jenis pohon dalam hubungannya dengan keadaan fisik bumi.topografi dapat mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan pohon. inilah berkembang sosiologi tumbuh-tumbuhan (phytososiologi) dan ekologi tumbuh-tumbuhan. Informasi tersebut bisa diperoleh dari ilmu biokimia. (6). terutama iklim dan geomorfologi atau fisiografi. Misalnya. dan akan sangat membantu dalam mempelajari susunan serta penyebaran £ormasi-formasi hutan.

yang berakar pada sifat-sifat genetis. Adakalanya apabila daerah penyebaran dari dua jenis pohon berimpitan pada suatu tempat. (7). Perbedaan ini bukan hanya dalam bentuk pertumbuhannya tetapi seringkali pula dalam hal adaptasi dan persyaratan terhadap keadaan tempat tumbuhnya. untuk mengerti sifat-sifat ekologis sesuatu jenis atau beberapa jenis pohon diperlukan pula pengatahuan tentang genetika. sehingga berada sifat-sifatnya diantara sifat-sifat kedua jenis induknya. Demikianlah. maka pada tempat itu terjadi timbul hybridisasi jenis pohon antara baru kedua yang jenis itu. Oleh karena itu. (8).pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap produksi getah karet atau getah pinus perlu pula pengetahuan tentang proses pembentukan getah dan proses-proses biokimia lainnya yang mempengaruhi atau berkaitan dengannya. Matematika dan Statistika Kedua ilmu ini sangatlah kuantitatif penting terhadap untuk berbagai memformulasikan dugaan proses ekologis yang terjadi pada ekosistem hutan. pada keadaan-keadaan tertentu. sebagai akibat dari mutasi dan polyploidy. melalui penggunaan kedua bidang ilmu ini . Genetika Tumbuh-tumbuhan Suatu jenis tumbuh-tumbuhan yang penyebarannya luas seringkali memperlihatkan perbedaan menurut letak geografi dan keadaan lingkungan-nya.

mempelajari hubungan tempat tumbuh denyan: a. riap (pertumbuhan) pohon/hutan . D. yakni ekologi hutan mempelajari hutan sebagai ekosistem (jadi lawasannya lebih luas). Dengan pengetahuan ekologi hutan dan fisiologi silvikultur pohon yang yang tepat bisa ditentukan produksi tindakan dapat tepat. Status Ekologi Hutan dalam Ilmu Pengetahuan Kehutanan Ekologi Hutan merupakan ilmu dasar yang bersifat integratif (mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar lain) yang merupakan ilmu dasar penting bagi silvikultur. ekologi hutan hampir sama dengan silvika. sedangkan silvika lebih terarah pada silvikultur dan lebih mendekati autekologi.faktor lingkungan terhadap yang berperan dan seberapa suatu jauh hutan peranannya penelitian kelestarian dapat diperkirakan. Aspek-aspek Ekologi Hutan yang renting Dalam ilmu kehutanan. E. mempelajari komposisi dan struktur hutan alam (2). komposisi dan struktur hutan b. sehingga hutan ditingkatkan baik kualita rnaupun kuantitanya. aspek-aspuk ekologi hutan yang penting dipelajari adalah : (1). dalam terminologi kehutanan. permudaan pohon atau permudaan hutan d. penyebaran jenis-jenis pohon c. Perbedaan ekologi hutan dengan silvika hanyalah pada lawasan kajiannya.

mempelajari siklus hara mineral. mempelajari suksesi vegetasi hutan secara alam dan setelah terjadi kerusakan. (3).e. pergantian daun). siklus air. fenologi pohon (musim berbunga. iklim dan faktor-faktor lain dengan produktivitas hutan (6). (5). . mempelajari hubungan antara kesuburan tanah. mempelajari syarat-syarat keadaan tempat tumbuh penanaman atau permudaan alam (4). dan metabolisme. berbuah.

seorang ekolog Inggeris. ekosistem terdiri atas: 1) Komponen autotrofik. Komponen Ekosistem Dari Segi "trophic level". Dalam geocoenosis. dimana antara kedua komponen tersebut terjadi hubungan timbal balik untuk mempertukarkan zat-zat yang perlu untuk mempertahankan kehidupan. 1. secara biogeocoenosis (geobiocoenosis) berurutan digunakan untuk komponen biotik. Pencetus istilah ekosistem adalah A. 2) Komponen heterotrofik. istilah biocoenosis. yaitu organisme yang sumber makanannya diperoleh dari bahan-bahan organik yang dibentuk kembali oleh dan komponen menguraikan aututrofik. karena ekosistem mencakup organisme dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi.II. EKOSISTEM A. bahan-bahan penyusun organik . Tarisley pada tahun 1935. Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar ekologi.G. Pengertian Ekosistem adalah suatu sistem di alam yang mengandung komponen hayati (organisme} dan komponen nonhayati (abiotik). B. beberapa dan kepustakaan. yaitu organisme yang mampu mensitesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun. abiotik dan ekosistem.

Co2.' yang merupakan medium untuk berlangsungnya kehidupan. 6) Konsumer mikro (saprotroph. yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organik yang berasal hasil yang dari organisme mati. sinar matahari. H20. komponen ekosistem terdiri atas : 1) Komponen abiotik yaitu komponen fisik dan kirnia seperti tanah.kompleks yang telah mati kedalam senyawa anorganik sederhana. mensintesis makanannya sendiri dari bahan anorganik 3) 4) Konsumen yaitu organisme heterotrofik Pengurai. N. dan menyerap melepas sebagian bahan-bahan penguraian sederhana tersebut yang dapat dipakai oleh produsen. yaitu . komponen-komponen ekosistem seyogyanya diperinci sebagai berikut : 1) Bahan-bahan anorganik (C. osmotroph). dan faktor fisik lainnya) 4) Produser 5) Konsumer makro ("phagotroph" umumnya hewan) yaitu yang organisme memakan heterotrofik. 2) Produsen tumbuhan yaitu organisme yang autotrofik. karbohidrat. air. mampu umumnya berklorofil. dll. Dari segi penyusunnya (struktur). dll) 2) Senyawa organik (protein. organisme lain atau bahan organik. Untuk tujuan deskripsif. udara. lemak. dll) 3) Iklim fsuhu.

Rantai pangan Pola keanekaragaman dalam ruang dan wakcu Siklus nutrien Pengembangan dan evolusi Kontrol (sibernetik) Dalam hal konsumer. dll (ekosistem akuatik) 2) Konsumer II (konsumer sekunder)adalah karnivora . (6). konsumer dapat juga dibedakan kedalam: 1) Konsumer I (konsumer primer) adalah hewan-hewan herbivora yang makanannya bergantung pada produser (tumbuhan kelinci. yaitu organisme yang mengkonsumsi organisme lainnya. daratan). yang menghancurkan hasil bahan organik mati.organisme heterotrofik. organik yang yaitu telah organisme mati. Organisme heterotrofik dapat juga dibedakan kedalam : 1) Biophage. (5). contoh : insekta. umumnya jamur dan bakteri. membebaskan bahan-bahan anorganik sederhana yang berguna bagi produser. moluska. Aliran energi (2). Point (4) s/d (6) adalah komponen biotik. Dari suatu ekoisist em sebaiknya dianalisis menurut : (1). Point (1) s/d (3) adalah Komponen abiotik. rodentia. pengurai segi bahan-bahan fungsional. 2) Saprophage. selain pembagian di atas. hLjau). (4}. (ekosistem krustacea. dll. (3). dan menyerap sebagian perombakannya.

Ukuran ekosistem bervariasi dari sebetsar kultur dalam botol di laboratorium. 2) Ekosistem buatan: sawah. contoh: gagak. karena: 1) Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan. basah. disebut juga Top-Konsumer 4) Parasit. hari-mau. seluas danau. danau alam. Macam dan Ukuran Ekosistem Berdasarkan ekosistem. hutan tanaman. sungai. proses terjadinya ada dua macam tambak. lereng pegunungan yang curam. lembah sungai) 3) Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir. rubah. hutan savana) 2) Perbedaan letak dari permukaan laut. ular. kebun. lautan sampai biosfir ini.. dll. misal singa. . dll. kering) D.dan burung omnivora yang memakan herbivora. lempung. hutan alam. sungai. topografi dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan. kucing. all. dll. Scavenger dan saprobe C. Faktor Penyebab Perbedaan Ekosistem Ekosistem yang satu berbeda dengan ekosistem yang lain. 3) Konsumer III (konsumer tertier) adalah karnivora dan omnivora. hutan musim. yaitu: 1) Ekosistem alam: laut.

Dengan demikian ekologi niche adalah peran . Ekosistem air tawar . (b).Kolam . ada dua tipe ekosistem.Danau . Tahap-tahap Dasar Operasi pada Ekosistem 1) Penerimaan energi radiasi 2) Pembuatan bahsn-bahan organik dari bahan anorganik oleh produser 3) Pemanfaatan produser oleh konsumer dan lebih jauh lagi pada bahan-bahan terkonsumsi 4) Perombakan yang mati bahan-bahan oleh organik dari organisme bentuk dekomposer kedalam anorganik sederhana untuk penggunaan ulang oleh produser. kebun.Secara umum. Ekologi Niche Niche adalah peranan suatu mahkluk hidup dalam suatu habitat. Sedangkan habitat adalah tempat hidup organisme.} 2) Ekosistem akuatik (a).Sungai .dll. Ekosistem lautan E. F. dll. yaitu: 1) Ekosistem terestris − Ekosistem hutan − Ekosistem padang rumuput − Ekosistem gurun − Ekosistem anthropogen (sawah.

57% energi surya diserap atmosfir. .Bentuk energi yang berperan penting pada mahkluk hidup adalah energi mekanik. Dari sekitar ±3% energi surya yang mengenai permukaan tumbuhan.Perilaku energi di alam mengikuti Hukum Thermodinamika.total dari suatu species dalam komunitas. faktor lingkungan. . Energi dalam Ekosistem . Ekologi niche mencakup species organisme. 80 . 5% ditransmit. tidak ada transformasi menjadi secara energi spontan potensial dari suatu bentuk dengan energi berlangsung efisien 100%. Hukum Thermodinamika II: Setiap terjadi perobahan bentuk energi pasti terjadi degradasi menjadi energi bentuk dari energi bentuk yang energi terpencar yang atau terpusat karena berbagai energi selalu memencar menjadi panas. dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk tetapi energy tak pernah dapat diciptakan atau dimusnahkan. 10 .15% dipantulkan. dan 35 % disebarkan untuk memanaskan air dan daratan. areal tempat hidup. G. Misal.85% . radiasi dan panas.Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. spesialisasi dari populasi species dalam suatu komunicas. kimia. yaitu: Hukum Thermodinamika I: Energi lainnya.

.5 -3. .Berbagai makanan organisme melalui yang memperoleh yang sama sumber dianggap langkah termasuk pada tingkat tropik yang sama. berawal dari organisme mati ke mikroorganisme. Rantai pangan terdiri atas tiga tipe: 1) Rantai pemangsa.5%) dari total energi cahaya digunakan fotosintesis serta sisanya dirubah menjadi bentuk panas. Dalam suatu ekosistem.diserap dan ±2% (0. dimulai dari hewan kecil sebagi mata rantai pertama ke hewan yang lebih besar dan berakhir pada hewan terbesar dimana landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. H. rantai-rantai pangan berkaitan satu sama lain membentuk suatu jaring-jaring pangan (food web). dikenal juga sebagai rantai pangan detritus. 2) Rantai parasit. 3)Rantai saprofit. berawal dari organisme besar ke organisme kecil. Semakin pendek rantai pangan semakin besar energi yang dapat disimpan dalam bentuk tubuh organisme di ujung rantai pangan. .Dalam suatu ekosistem dikenal adanya tingkat tropik dari suatu kelompok organisme. Rantai Pangan pangan ada1ah pengalihan energi dari Rantai sumberdaya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.

semakin kecil organisme semakin kecil biomassa yang dapat ditunjang pada suatu tingkat tropik dalam ekosistemnya. . semakin besar rnetabolisrne per gram biomassa. c) Piramida energi. yang menggambarkan biomassa dalam setiap tingkat tropik..Struktur tropik dapat diukur dan dipertelakan.Berdasarkan tingkat tropik : Tumbuhan hijau Herbivora Karnivora : tingkat tropik I : tingkat tropik II : tingkat tropik III Karnivora sekunder : tingkat tropik IV I.Fenomena interaksi antara rantai-rantai makanan dan hubungan metabolisme dengan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas mempunyai struktur tropik tertentu.Ukuran individu menentukan besarnya metabolisms suatu organisme. baik dengan biomassa per satuan luas maupun dengan banyaknya energi yang ditambat per satuan luas per satuan waktu pada tingkat tropik yang berurutan. . Struktur Tropik dan Piramida Ekologi . Oleh karena itu. .Piramida ekologi dapat menggambarkan struktur dan fungsi tropic: Ada tiga tipe paramida ekologi yaitu : a) Piramida jumlah individu. Semakin kecil ukuran organisme. yang menggambarkan jumlah individu dalam produser dan konsumer suatu ekosistem b) Piramida biomassa. yang menggambarkan besarnya .

Produktivitas Kecepatan penyimpanan bahan-bahan organik dalam jaringan tumbuhan sebagai kelebihan bahan yang dipakai selama asimilasi untuk respirasi oleh tumbuh-tumbuhan pengukuran.Produktivitas sekunder adalah kecepatan penyimpanan energi potensial pada tingkat tropik konsumen dan pengurai. mencakup pula organic yang dipakai untuk respliasi pengukuran. Produktivitas . Istilah ini sama dengan total./ha/th. .energi pada setiap tingkat tropik. Unit satuannya: 1) 2) Ash Dry Free Dry Weight Kal. semakin efisien dalam penggunaan energi. Istilah ini sama dengan bersih. Semakin tinggi tingkat tropik. primer dibagi dua macam: Produktivitas (1). J. primer bersih: (2). Produktivitas primer kotor: Kecepatan bahan selama asimilasi total fotosintesis. . Weight Ton/ha/th.Produktivitas penyimpanan primer energi adalah oleh kecepatan organisme potensial produsen melalui proses fotosintesis dalam bentuk bahan-bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan pangan.

40 unsur yang sangat diperlukan oleh mahkluk hidup.500 2. 3. Sedangkan.000 2. 4.000 K.000 6. 2.Produktivitas Primer kotor pada Ekosistem Akuatik Ho. . 2.500 3.000 8. Laut terbuka Pesisir Upwelling Zone Estuari dan reefs 1. 3. Ekosistem Prod . 7.Unsur-unsur protoplasma. Ekosistem 1. 4.000 12. . siklus ini disebut siklus biogeokimia. tetapi hanya 30 .000 20. 5. Primer Kotor Kcal/m2/th 1. Siklus Biogeokimia . 6.000 Produktlvitas Primer Kotor pada Ekosistem Terestris No. kimia. termasuk untuk unsur utama dari dalam cenderung bersirkulasi biosfir dengan pola tertentu dari 1ingkungannya ke organisme dan kembali lagi ke lingkungan. Gurun dan tundra Padang rumput Hut an lahan kering Hutan konifer Hutan temperate basah Pertanian Hutan tropik dan subtropik Kcal/m2/th 200 2.Di alam telah diketahui ada ±100 unsur kimia.000 20 .

siklus biogeokimia terdiri atas : a) Tipe gas. dimana reservoir adalah di atmosfir atau hidrosfir {lautan). Dilihat dari sudut biosfir secara keseluruhan. Kedua siklus tersebut masing-masing terdiri atas dua kompartemen atau dua pool. lambat bergerak.pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa anorganik yang penting untuk menunjang kehidupan disebut siklus hara. umumnya bukan komponen ekologi. misal siklus Posfor . 2) Exchange atau Cycling pool : kecil. dimana reservoir adalah di kerak bumi. tapi lebih aktif bertukar dengan cepat antara organisme dengan lingkungannya. misal siklus Karbon (CO2) dan siklus Nitrogen (N) b) Tipe sedimen. yaitu : 1) Reservoir poo_l : besar.

produktivitas serasah siklus hara. Organisasi Komunitas adalah struktur. Karakteristik Komunitas adalah sejarah dan evolusi komunitas atau tahap- 2. Fungsi Komunitas adalah dan pola laju metabolisme. di luar hutan. aliran energi. Perkembangan pembentukan tahap suksesi. Struktur Komunitas terdiri atas: . pembusukannya.Kelimpahan biomasa). atau "abundance" (kerapatan. lingkungan Sedangkan berbeda masyarakat Komunitas adalah tegakan.HUTAN SEBAGAI KOMUNITAS TUMBUHAN Hutan dikuasai adalah masyarakat yang tumbuh-tumbuhan suatu yang satuan yang tempat pohon-pohon menempati dan mempunyai sadaan dengan hutan Tumbuhan 1. .III.Struktur horizontal (distribusi spatial jenis) .Struktur vertikal (stratifikasi) . 3. komposisi jenis dan organisasi tropic suatu komunitas.

rantai makanan DATA KUANTITATIF • Pola disttribusi • Frekuensi • Kerapatan • Penutupan tajuk.tahap suksesi . dominansi DATA ANALITIK ORGANISASI KOMUNITAS • Struktur • Komposisi • Organisasi tropik DATA SINTETIK • Kehadiran dan konstansi • Kesetiaan • Dominansi • Indeks dominansi • Indeks asosiasi 1.Komposisi Flora Komposisi flora adalah daftar jenis tumbuhan dalam komunitas.Data Kualitatif a.keaneragaman jenis . yang berguna untuk mengetahui : .kondisi lingkungan/habitat .B. Jenis Data Vegetasi DATA KUALIFIKATIF • Komposisi flora • Stratifikasi dan aspection • Fenology • Vitalitas • Sosiabilitas • Life-form & fisiognomy • Organisasi tropic.struktur tiap unit vegetasi .pengelompokkan secara kuantitatiif: species .

dominan. berbunga.peningkatan pemanfaatan energi solar . berbuah dan tersebarnya biji. jenis yang jarang (indikator habitat).optimalisasi pemanfaaCan unsur hara tanah. c. Stratifikasi terdiri : . seperti: saat biji berkecambah. Stratifikasi dan "aspection" Stratifikasi adalah lapisan vertikal komunitas tumbuhan.optimalisasi ruang tumbuh . Aspect ion adalah perubahan per:ampakan vegetasi dalam kaitannya dengan musim. Tanda proses fenologi Masa kecambah Masa berbunga Masa berbuah :/ :/ : / / / / Masa penyebaran biji : . frequent (daya adaptasi luas).pucuk . atau studi tentang fase-frase pertumbuhan penting dalam sejarah hidup suatu tumbuhan. gugur daun.akar Manfaat Stratifikasi : . b. Fenologi Fenologi adalah kalender fase-fase pertumbuhan yang dilalui oleh suatu tumbuhan selama sejarah hidupnya.

Sosiabilitas bergantung pada : . Sedangkan vigor adalah keadaan kesehatan tumbuhan. 1932): Klas 1 : Hidup menyendiri.kondisi habitat . Klas Sosiabilitas (Brown-Blanquet. dan tak pernah menyelesaikan siklus Sosiabilitas Sosiabiiitas masing adalah hubungan antara masing- jenis dan menunjukkan cara tumbuhan tersebar. Klas 4 : Tumbuhan yang jarang tumbuh dari biji. tetapi jumlahnya tak bertambah.kemampuan bersaing. Klas 2 : Agak mengelompok.life-form . Klas 3 : Tumbuhan yang lemah yang tersebar secara vegetatif hidupnya. Klasifikasi vitalitas : yang siklus yang berkembang hidupnya.Vitalitas dan Vigor Vitalitas adalah kondisi dan kapasitas tumbuhan untuk menyelesaikan siklus hidupnya. tumbuh sehat yang baik dan Klas 1 : Tumbuhan dapat menyelesaikan Klas 2 : Tumbuhan tersebar secara vegetatif. .vigor .

Klas 5 : Membentuk hamparan yang luas dan rapat. Organisasi tropik dan rantai pangan Rantai pangan ada1ah pengalihan energi dari sumbernya berupa tumbuhan melalui sederetan organisma yang memakan dan yang dimakan. epifit. Klas 4 : Mengelompok dalam kelompok yang besar dan kelompok terputus-putus.Klas 3 : Mengelompok dalam kelompok-kelompok yang tersebar. herba.Species dari life-form yang berbeda dapat hidup berasosiasi. karena mereka memanfaatkan sumberdaya alam pada waktu/ruang yang berbeda. b) "Detritus food chain" : . dll. lumut. . Brawn-Blanquet (1951). terus ke herbivora dan karnivora. Life-form (bentuk hidup) tumbuhan . Ada dua tipe rantai makanan : a) "Grazing food chain" : Rantai pangan yang dimulai dari tumbuhan. semak. pakuan . Backer (1968) : pohon. liana.Persentase Life-form adalah Σ species dalam suatu life-form —————————————————————————————— X 100% Σ species dalam semua life-form .bisa menggunakan klas-klas life-form dari Raunkaier (1934).

mode reproduktif. Faktor yang mempengaruhi pola sebaran spatial individu: a) Faktor vektorial dari aksi berbagai tekanan lingkungan luar (angin. Distribusi Spasial Individu tumbuhan Tiga tipe Pola Distribusi 1) Random (acak) Pola ini mencerminkan homogenitas habitat dan/atau pola behavior yang tidak selektif. intensitas cahaya). 3) Beraturan (reguler. Studi food chain dalam komunitas sangat berguna untuk mengetahui sistem transfer energi dalam komunitas. behavior berkelompok. Jaring-jaring pangan ("food web") adalah keterkaitan antara berbagai rantai makanan dalam suatu komunitas. . Species diversity meningkat maka "food chain" makin panjang. Data Kuantitatif a.Rantai pangan yang dimulai dari organisme mati ke mikroorgnisme. dll. 2. uniform) Mencerminkan adanya interaksi negatif antara individu seperti persaingan untuk ruang dan unsur hara atau cahaya. detrivor dan predatornya. 2) Mengelompok ('clumped') Mencerminkan habitat yang heterogen. aliran air.

. yaitu : a) faktor intrinsik species (mis. Variance Mean Ratio V/M = 1 (random) V/M > 1 (clumped) V/M < 1 (regular) Untuk menguj i apakah V/M < 1 atau > 1. c) Faktor sosial akibat pembawaan behavior (misal. 5%.b) Faktor reproduksi sebagai akibat dari mode reproduktif organisme (cloning dan regenerasi progeni). Contoh : . koaktif) b) Faktor extrinsic (vector). sosial. reproduktif.2) . Beberapa indeks penentuan poia Distribusi Spasial individu (1). pada tingkat peluang 1%. 5) Faktor stokastik akibat dari variasi acak dari berbagai faktor tersebut di atas. dimana q = Σ frekuensi klas. behavior teritorial) 4) Faktor koaktif akibat dari interaksi intraspecific (misal kompetisi).digunakan uji X2 dengan derajat bebas (q .

3 individu Є(0) = (n)p(0) = (100)p(0) = (100)e-0.1438 x 100 = 14.4493 x 100 = 0.8 x 100 = 0.3594 = 0. Sp-X dalam masingmasing kuadrat Frekuensi 100 petak 0(46)+1(34)+2(14)+3(6) 100 kehadiran dalam 46 34 14 6 0 1 2 3 Mean (M)= = 0.1 Pengujian V/M = 1? 1).1.3594 = m e-m x n = 0.8 x 0.808/0.Ada 100 petak Σ Ind.8/1)(p(0)) = 100 x 0.808 V/M = 0. Menghitung banyaknya petak yang mengandung 0.8 x e-0.800 = 1.9 = (n)p(1) = (100)(0.01 100 .2.4493 x 100 0.82/2! x e-m x 100 = 0.4493 = 0.64/2 x 0.4 Є(1) Є(1) Є(2) .8 = 44.8/1 x 0.8 ΣX2 – (ΣX)2/n n-1 Variance = [12(34)+22(14)+32(6)+02(46)] – (80)2/100 = = 0.

4493 x 100 3.……….3.8 = 1. dimana q = Σ klas frekuensi = 4 X2 (α=0.4 0.q) q T = jumlah seluruh petak = jumlah petak Kriteria : IS = 1 (random) IS > 1 (clumped) IS < 1 (regular) total individu dalam semua .4 Sehingga X2 hitung = X2 tabel 2).2.9 1.Є(3) = = = = 0.1 1 34 35.4123 X2 tabel(q-2). Indeks Morisita (IS)   random IS = ∑1 1 2 Xi ( Xi −1) T (T − 1) Dimana : Xi = jumlah individu species X dalam petak ke-I (i=1.9 2 14 14.512/6 x e-0.9 3.83/3! x e-m x 100 0.2) = 1.8 2.9 35.2)2 = 44.512/6 x 0.9 1.5.2 1 2 3 4 Σ individu/petak Σ petak terobservasi Σ petak harapan Perbedaan Σ petaj antara terobservasi dan harapan X2 hitung = (Obs – є)2/є (1.386 = 1.8 0 46 44.9)2 + (2.1)2 + (1.4 3 6 3.8 x 100 0.

Frekuensi Frekuensi adalah derajat penyebaran suatu jenis di dalam komunitas antara yang diekspresikan petak yang sebagai oleh perbandingan banyaknya diisi suatu jenis terhadap jumlah petak contoh seluruhnya. .05 atau 0.01) 3). b. Green’s Index ⎛ Variance ⎞ ⎜ ⎟ −1 ⎝ Means ⎠ GI = n −1 GI bervariasi dari: 0 sampai maximum. Satuan : ind/m2 (tumbuhan bawah) Ind/ha (pohon) Kerapatan relative: persentase kerapatan suatu spesies terhapdap jumlah kerapatan semua spesies.Pengujian IS = 1? IS (T-1)+ q – T Fo = Q – 1 Bila Fo ≥ Fαq-1 Clumped (α = 0. Kerapatan Adalah jumlah suatu spesies dalam suatu unit area. Frekuensi Relatif : persentase frekuensi suatu species terhadap jumlah frekuensi semua species. Kerapatan menunjukkan kelimpahan suatu spesies dalam suatu komunitas. 1 = clumping. 0 = random. c.

1934} : Klas A: species dengan frekuensi 1 .Frekuensi Klas (Raun kaier. Di dalam komunitas rumput. Di dalam hutan.Cover (Penuntupan Tajuk) Cover adalah proyeksi vertikal tajuk terhadap permukaan tanah. Tajuk adalah semua bagian tanaman yang terdapat di atas permukaan tanah. cover harus ditentukan untuk setiap strata vegetasi.D tinggi: komunitas heterogen 4.C.40% Klas C: species dengan frekuensi 41 . sehingga cover bisa > 100 %. cover digambarkan dalam "graph paper" dengan bantuan kuadrat (misal. Klas Penutupan Tajuk .80% Klas E: species dengan frekuensi 81 .100% "Law of Frequency" > A>B>C=D<E < (Persentase Frekuensi berdistribusi normal) Jika : (1) E > D : Komunitas Homogen (2) E < D : Komunitas terganggu (3) A.20% Klas B: species dengan frekuensi 21 . 25 X 25 cm)atau menggunakan plantigraph. E tinggi : Komunitas buatan (4) B.60% Klas D: species dengan frekuensi 61 .

Klas Kehadiran .Selalu ada terisi species. .50% Klas D : Species dengan cover 51 .Kadang terdapat : 21 . Ibds). Data Sintetik Presence Presence komunitas.100 % petak contoh adalah suatu kehadiran species dalam Constance (Kontansi) Constance adalah derajat/tingkat kehadiran suatu species dalam komunitas. . Klas Konstansi Klas 1 : 1 .80 terisi species. : 81 .Sering terdapat: 41 – 60% terisi spesies .Jarang : 1 . Naungan meningkat Pengukuran foliage cover bisa diganti dengan "basal area" (luas bidang dasar.Klas A : Species dengan cover 5% Klas B : Species dengan cover 6 .Banyak terdapat : 61 . 3.75% Klas E : Species dengan cover 76 .20 % petak contoh terisi species.20 % Frekuensi . .100% Foliage cover meningkat ————-> Intercepting solar energi meningkat .25% Klas C : Species dengan cover 26 .40 petak contoh terisi species.

Luas Bidang Dasar . .Volume ..terhadap habitat .40 % Frekuensi Klas 3 : 41 .60 % Frekuensi Klas 4 : 61 .Foliage Cover (penutupan tajuk) .80 % Frekuensi Klas 5 : 81 .species tersebut berhasil beradaptasi .Indeks Nilai Penting (INP) INP = Kerapatan Relatif + Frekuensi Relatif + Dominansi Relatif INP maksimal 300%.species tersebut mempunyai toleransi tinggi . Dominansi Relatif adalah persentase dominansi suatu species terhadap jumlah dominansi seluruh jenis. Konsep dominansi jenis sebagai petunjuk : . Dominansi adalah luas penutupan tajuk atau luas bidang dasar suatu species dalam satuan unit area tertentu.100 % Frekuensi c. Parameter Penentu Dominansi Jenis .i :\sa dan mencirikan suatu komunitas.species tersebut menang dalam persaingan .Kerapatan .Klas 2 : 21 . Satuannya: M/ha. Dominansi Jenis Jenis dominan adalah jenis yang bei k.Biomasa .

Nilai ID rendah dipusatkan pada banyak jenis. Nilai ID tinggi dominansi jenis dipusatkan pada satu dominansi jenis atau beberapa jenis. Hilai C ini bersifat relatif. Indeks of Dominance (ID) Indeks of dominance adalah indeks untuk memeriksa tingkat dominansi suatu species dalam komunitas. Klas 3 : Preferensial {berada pada beberapa habitat. N = Total INP atau total kerapatan .atau biomasa dari semua species. Klas 4 : Indifferent/masa bodoh (berada secara teratur pada semua habitat).d.tetapi tidak pada komunitas lain). tetapi tumbuh banyak pada beberapa habitat saja). pada satu macam Selektif berada komunitas. Kals 5 : Strange/aneh (jarang dan secara kebetulan berada dalam komunitas). . Nilai C bisa digunakan apakah suatu komunitas itu asosiasi atau konsosiasi. e. Klas Kesetiaan Jenis: Klas 1: Ekslusif Klas 2: terhadap (sering suatu jenis komunitas. Simpson (1949) ID = C = E (ni/N)2 C = indeks of dominance ni = INP atau kerapatan atau biomasa suatu species. Fidelity {Kesetiaan) adalah tingkat kesetiaan suatu species Fidelity dalam suatu komunitas.

Data Kualitatif (a). 2x2 contingency table.>erupa dan species tumbuhan pada lingkungan yang keduanya hidup di daerah yang sama. . Interspecific Assosiation Interspecific assosiation ada1ah suatu asosiasi/kekariban antara dua species dalam komuninas. S P E S I E S B Spesies A Hadir Tidak 0 + + 0 E a c a+b=r (ad-bc)2 X N m X n X r X s b d b+d=r m=a+b n=c+d N=a+b+c+d X hit = 2 nilai X2 ini bandingkan dengan X2tab (α = 0.kedua serupa.05.f. bila datanya kualitatif (hadir atau tidak).bila salah satu species menyediakan per lindungan terhadap yang lain.distribusi geografi kedua species .kedua jenis berbeda life-form. Metode mendeteksi interspesif ic asosiasi. db = 1) Bila X2hit ≥ X2tab ada asosiasi . . Interspecific Assosiation terjadi bila : .bila salah satu species hidupnya bergan-tung pada yang lain. . ion (1). .

Untuk p = 0. A dan B tak ada N = Σ total petak contoh (b). B ada d = Σ petak. spesies diversity meningkat food chain meningkat • Ecological turnover = R/B rendah Biomassa komunitas komunitas diversity meningkat komunitas stabil Respirasi komunitas .05 atau p = 0. gangguan dan suksesi membandingkan mempelajari mengetahui stabilitas komunitas pada komunitas klimak.a = Σ petak dimana 2 spesies ada b = Σ petak. A tak ada. Index of Diversity • keanekaragaman penting terutama biotic • dalam untuk atau jenis adalah suatu dua pengaruh tahap parameter komunitas. A ada. B tak ada c = Σ petak. sp. sp. sp. sp. ≥ R tab. sp.01 g. JACCARD INDEX (JI) JI = a a+b+c (2). Data Kuantitatif Koefisien Korelasi Σ[(X1-X1)(X2-X2)] R hit = √[Σ(X1-X1)2 x (Σ(X2-X2)2] R hit.

• Metode/cara penentuan spesies diversity 1) Shanon-Weiner Diversity Index H = -Σ[(ni/N) log (ni/N)] ni = Nilai kuantitatif suatu spesies N = jumlah nilai kuantitatif semua spesies dalam komunitas Variasi nilai H 0 = satu spesies tak terhingga nilai yang tinggi (banyak spesies) 2) Simpson’s Diversity Index D = 1 − ∑ ( ni / N ) 2 i =1 s S = Σ jenis Variasi nilai D: 0 = satu spesies tak terhingga 1 – 1/s = diversity spesies max. Jaccard’s presence-community coefficient ISJ = [C/(A+B+C)] x 100% A = Σ jenis di komunitas 1 B = Σ jenis di komunitas 2 C = Σ jenis di dua komunitas 2). h. Motyka’s Index of Similarity IS = [2 Mw/(Ma + Mb)] x 100% Mw = Σ nilai kuantitatif ≤ dari spesies yang ada di dua komunitas . Koefisien Kesamaan Komunitas (Index of Similarity) • • Index ini sangat berguna untuk membandingkan kesamaan jenis dua komunitas Caranya: 1).

• Biomassa menunjukkan net production • Biomassa production rate adalah laju akumulasi biomassa dalam kurun waktu tertentu (Kg/ha/yr) • Biomassa dinyatakan dalam “dry weight” (berat kering) oven pada suhu 105o selama 12 jam atau 800C selama 48 jam. Fungsi Komunitas 1. Biomassa Biomassa diproduksi adalah oleh jumlah organism bahan per 2 organic unit yang area satuan pada suatu saat. Satuan lain adalah berat kering bebas abu (“ash free dry weight”) • Biomassa komunitas • Akumulasi biomassa di tropic lebih rendah daripada di temperate karena laju respirasi di tropic lebih tinggi 2. Satuannya g/m atau Kg/ha. komunitas adalah unit thermodinamika profil menunjukkan jumlah bahan organic kering pada tingkat yang berbeda dari .Ma Mb = = Σ Σ nilai nilai kuantitatif kuantitatif semua semua spesies spesies di di komunitas 1 komunitas 2 Nilai IS : 0 – 100 C. Aliran Energi • Dari sudut energy.

efisiensi konversi energy hingga 10%. karena adanya stratifikasi dan spesies diversitas yang tinggi • Estimasi energy dalam bahan organic tumbuhan bisa diduga dengan alat Bomb calori meter. • Efisiensi energy Energy yang ditangkap tumbuhan (Kcal/m2/t) = Energy solar yang datang sampai di komunitas (Kcal/m2/t) x 100% adalah suatu rasio antara output (kalori yang .Matahari Tumbuhan refleksi absorpsi panas ditangkap Energi makanan biomas Proses metabolisme pertumbuhan Dimakan konsumer • Dalam setiap transfer energy dari tanaman ke tingkat tropic yang berbdea. 90% hilang sebagai panas • Persediaan dengan energy dalam komunitas meningkat vegetasi biomassa meningkatnya Akumulasi perkembangan energy dalam (suksesi). maksimal pada komunitas klimaks.

dimanfaatkan tumbuhan) terhadap input (energy solar sampai di komunitas) adalah dalam suatu unit area dalam periode waktu tertentu. 3.Siklus N . • Efisiensi energy di energy setiap rasio antara yang aliran berbeda titik/tahap sepanjang rantai makanan. Produktivitas dan Dekomposisi x 100% Tipe Gas . termasuk unsure-unsur utama dari protoplasma.Siklus CO2 Tipe batuan .Siklus fosfor . satuannya %. dari lingkungan ke organism dan kembali lagi ke lingkungan dalam biosfir • Siklus hara adalah pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang penting bagi kehidupan Siklus Biogeokimia hara. Gross Ecological Effisiency (GEE) Kalori mangsa yang dikonsumsi pemangsa = Kalori makanan yang dikonsumsi mangsa • Siklus Serasah • Siklus Biogeokimia.

Tipe-tipe interaksi antara dua spesies dalam komunitas No. bukan interaksi 2) Persaingan (1) (2) (3) Persaingan Persaingan antar antar jenis jenis yang berbeda sama (interspesifik) (intraspesifik) Persaingan relung ekologis (tempat) . sedang individu (2) tak terpengaruh Individu spesies yang satu dirugikan oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu dimangsa oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu mendapat keuntungan tapi individu spesies dua tak terpengaruh Interaksi yang menguntungkan kedua spesies dan tak merupakan kewajiban berinteraksi Interaksi yang menguntungkan kedua spesies. interaksinya mutlak harus terjadi 2 3 Kompetisi Amensalisme - 0 4 Parasitisme + - 5 Predasi + - 6 Komensalisme + 0 7 Protokooperasi + + 8 Mutualisme + + 1) Netralisme : sebenarnya hanya asosiasi saja. 1 Tipe Interaksi Netralisme Spesies 1 2 0 0 Sifat Umum Interaksi Tak satupun individu populasi yang satu mempengaruhi yang lainnya Penghambatan terhadap semua jenis Individu (1) menghambat individu (2).

B = spesies A dan B 3) Amensalisme.Terjadi serangan hama-penyakit jenis dan kekurangan unsure hara stratifikasi dimana tertentu lebih berkuasa . Autotoxic (bahan penghambat) terhadap : . .Menstimulasi .(4) Persaingan sumberdaya (makanan) Akibat persaingan: . life-form).Produksi berkurang.anakan sendiri . bahan kimia dapat dikategorikan sebagai : (a). adalah hubungan antara individu yang mana individu yang satu dirugikan (tetapi sesaat) tetapi individu lain tidak dirugikan (netral). jumlah biji sedikit . Σ individu.Pertumbuhan tewrganggu . Amensalisme merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah. Competitif Ability Ditentukan secara sederhana dengan rumus: GA/B = MA/MB atau GB/A = MB/MA G = kemampuan pertumbuhan M = bobot kering tanaman A. Contoh : allelopathy yaitu pengaruh merugikan baik langsung maupun tak langsung dari suatu tumbuhan terhadap tumbuhan lain melalui produksi senyawa kimia. Antitoxic (bahan penghambat) terhadap individu lain jenis berbeda. Dalam hal ini. merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah.Komposisi jenis berubah (Σ jenis.individu lain sejenis (b).

bahan tanaman yang jatuh sebagai aerasah yang menjadi humus dalarn tanah.gangguan sistem perakaran . Setelah mati 4. terpeties.gas yang menguap dari permukaan tanaman .Cara tanaman melepaskan bahan kimia (bahan allelopati)adalah melalui : .laju fotosintesa dan respirasi terganggu . nitrit difenol. sereh Reliant bus. Pengaruh allelopathy terhadap pertumbuhan tumbuhan : .asam benzoat.phenolic.perpanjangan/perbanyakan sel terhambat . fenin. alkaloids. mati .pencucian daun/batang oleh air hujan . .klorosis .eksudat akar Media pengeluaran zat alelopatik 1.laju pertumbuhan terhambat . . Gas jenis tanaman Camelina Eucalyptus globulus Apel. Daun 2.penyerapan hara mineral berkurang .layu. Akar 3. sulfida. Aster Bahan kimia allelopathic diantaranya adalah .perlambatan perkecambahan biji .

tidak punya batang. tergantung ukuran R. Rafflesia -» bunga liar (famili Rafflesiaceae) Genus lain : .hanya punya benang-benang yang tumbuh di bagian dalam batang dan akar pohon. Rafflesia -» paling khas diantara parasit lain . famili vitaceae) . semipara-sit {yang tumbuh di cabang-cabang di pohon -> benalu (famili horuntuceae).Rafflesia patma. daun dan akar . arnoldi .Rafflesia hasseltii .Mitrastemon Di Sumatera 4 jenis : .Rhizanthes .kuncup terbuka mekar (19-21 bulan)0 10 cm . Parasit meliputi parasit akar -» Rafflesia.-) Suatu organisme untuk hidupnya mengambil makanan dari organisme lainnya. Inang (Tetrastigma.Rafflesia arnoldi .besar ukuran bunga .Parasitisme (+. Host seringkali mengeluarkan antibodi Parasit yang heterofog lebih bertahan daripada monoloq. Interaksi parasitisme memungkinkan adanya tumbuhan inang (host) dan tumbuhan parasit.waktu bunga lama.Rafflesia atjehensis .

5 bulan 0 15 cm -» 2 bulan 0 25 cm -* 20-30 hari.H. 0) Interaksi antara individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu individu jenis populasi sementara yang lain tak memperoleh keuntungan apa-apa (netral).Menempel Setelah tajuk. dll. . Mengganggu daerah proses kualitas tajuk fotosintesis. misalnya jenis-jenis anggota . Merupakan hubungan (+) yang mendasari protokoperasi.liana (tumbuhan merambat suka cahaya = pada dapat batang sinar atau matahari daun akan (epifit) menutupi heliophyta) .pengaruh positif.pengaruh negatif liana 1. Commensalisme ( + . . Berpengaruh negatif terhadap anakan yang suka cahaya (heliophyta) . Menurunkan 3.Anggrek. paku-pakuan. Menutupi mengurangi 2. diantaranya adalah berpengaruh baik pada pertumbuhan anakan yang suka naungan (schyophyta. kayu sehingga tumbuhan pohon yang dipanjati 4. (5). Contoh Epifit: paling banyak terdapat di hutan hujan tropika (10% pohon hutan hujan tropika ditumbuhi epifit). .

contoh: Mikoriza .Mikoriza tumbuhan. Contoh : .-) Kedua jenis individu yang berinteraksi mendapat keuntungan saling tetapi bukan merupakan : keharusan lumut untuk dengan berhubungan. Protocoperasi (+. jika dipisahkan akan rugi. dapat jamur mendapatkan makanan dari hasil fotosintesa inang. contoh Asosiasi keong air tawar Lumut menggunakan zat hara sebagai dari keong Keong ditumbuhi lumut perlindungan sebelum Protocoperasi mutualisme.sistem silvikultur (tropical shelter-wood system) penangkaran liana (pembebasan)/tebang penerang (6). merupakan awal evolusi (7). tersedia : asosiasi Jamur dan antara jamur dengan akar merubah dihisap unsur-unsur oleh akar sehingga tumbuhan.Dipterocarpaceae) .Jenis mikoriza adalah: a) Ektotropik: di luar akar mis: Basidiomycetes b) Endotropik: di dalam akar mis: Phycomycetes c) Peritropik: sebagai mantel. . Mutualisme (+.+) Memberikan keuntungan kepada masing-masing jenis yang berinteraksi dan merupakan suatu keharusan untuk hidupnya.

. maka banyak pohon-pohon hutan alam yang mengandung mikoriza. Dipterocarpaceae. misal pada Pinus strobus. . Endotropik: Micorhyza di bagian dalam sel akar micelia fungi. . Eucalyptus. yakni hampir semua tanaman kecuali tanaman air.Nodul Akar : gejala pembengkakan akar berupa bintil akar sebagai akibat sirnbiosis mutualisme antara bakteri (rhizobium/aktinomisetes) dengan suatu akar tumbuhan tertentu. Peritropik: Micorhyza membentuk selubung mantel rongga yang mengelilingi akar.ekstra material Ektotropik : Micorhyza di bagian luar sel akar micelia fungi.Di hutan Cibodas 32% pohon-pohon yang ada mengandung mikoriza.Karena tanah Imtan Indonesia relatif miskin hara. .Manfaat mengeluarkan enzim phosphatase mikoriza a) penyerapan unsur hara meningkat terutama Phospor b) mencegah tahan infeksi perakaran mempertinggi lebih lama daya hidup kekeringan akar (memproduksi hormon penumbuh). misal pada anakan spruce (Picea pungens).Mikoriza . .

rhizobium mendapatkan karbohidrat berdasarkan jenis tanaman dengan mikroba pembentuk nodul. pnrasponia} 3. semua legum Akasia. berperan besar dalam pembiakan tanaman. (Aktinomisetes) (Frankia) (Casuarina. kelelawar. Tanaman inang bisa hidup pada tanah miskin N Dapat meningkatkan kesuburan tanah Memungkinkan legume Hewan Hutan. (rhizobium) (Albizia.Bakteri rhizobium adalah pengikat N tumbuhan mendapatkan Nitrogen. maka ada tiga bentuk simbiosa: 1. 3. Legume. Leucoem -» Leguminosae) tidak dengan rhizobium berasosiasi Leguminosae Mimosaceae Caesalpiniaceae Papilionaceae Jarang 2. (rhizobium) (Trema. babi hutan. dll. 2. musang. Podocarpus) .Keuntungan adanya nodul akar: 1. Non Legume. . Non Legume. misal beberapa jenis pohon dalam pembuahan dan tanaman tumbuh setelah tanaman penyerbukan biji/benih tergantung pada hewan tertentu : serangga. Tetapi hewan juga bisa merusak tanaman (hama) dan penular penyakit pada tanaman. burung.

1954. kimia dan lain-lain. dinyatakan terus 1923. bahwa komunitas pertama akan merubah keadaan tanah dan iklim mikro. sampai Odurn. tingkat 1970. dalam hal ini tumbuhan pioner merubah habitatnya sendiri sehingga cocok untuk species baru.IV. mengatakan bahwa suksesi merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus yang ditandai oleh perubahan vegetasi.1975) . hingga halle. Clark. Pengertian Suksesi (Sere) Spurr (1964). Tentang adanya perubahan habitat. Whitmore. air. menyatakan bahwa perubahan-perubahan bertahap atau proses suksesi ini berlangsung tumbuhan karena habitat tempat tumbuh masyarakat daya mengalami modifikasi oleh beberapa kekuatan alam dan aktivitas organisme berupa perubahanperubahan terhadap tanah. klimaks tercapai (Whittaker. Dengan demikian memungkinkan masuknya species kedua yang menjadi dominan dan mengubah keadaan lingkungan dengan cara mengalahkan species yang pertama dan hal ini memungkinkan masuknya species yang ketiga. 1980). keadaaan ini berlangsung (Clements. Sedangkan Costing (1956). tingkat klimak tercapai Ewuse.97G. 1. DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN (SUKSESI) A. Perubahan masyarakat tumbuhan dimulai dari tingkat pionir sederhana sampai pada tingkat klimaks. tanah dan iklim dimana proses ini terjadi. demikian seterusnya 1970.

Secara perubahan

singkat

suksesi

adalah

suatu secara

proses teratur

komunitas

tumbuh-tumbuhan

mulai dari tingkat pionir sampai pada tingkat klimaks di suatu tempat tertentu Komunitas klimaks adalah komunitas yang berada dalam keadaan keseimbangan tingkat dan dinamis sere adalah sere dengan setiap adalah

lingkungannya. tingkat/tahap

Sedangkan dari sere,

komunitas

setiap komunitas tumbuhan yang mewakili setiap tingkat sere. Species klimak adalah suatu species yang berhasil beradaptasi terhadap suatu habitat sehingga species

tersebut menjadi dominan di habitat yang bersangkutan.

S. Faktor Penyebab Suksesi 1. Faktor Iklim

- fluktuasi kondisi iklim yang tidak konsisten - kekeringan - radiasi yang kuat - dan lain-lain yang merusak vegetasi sehingga

terjadi suksesi.

2. Faktor Topografi/Edafis Faktor ini berkaitan dengan perobahan dalam

tanah. Ada 2 faktor penting yang berkaitan dengan tanah yang membawa perobahan habitat, yaitu: a. Erosi tanah, yaitu suatu proses hilangnya lapisan

permukaan tanah oleh angin, aliran air dan hujan. b. Deposisi tanah, yaitu proses pengendapan/

penimbunan tanah oleh angin, longsor, glacier atau turunya salju di suatu tempat.

3.

Faktor

biotik

penyebab

rusaknya

vegetasi

yang

mengakibatkan suksesi adalah : - penggembalaan - penebangan - deforestasi - hama dan penyakit - perladangan - dan lain-lain

C. Tipe-tipe Suksesi 1. Hidrosere Hidrosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat air atau basah". 2. Halosere Halosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di tanah/air masin. 3. Xerosere Xerosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat kering. Tumbuhan pionirnya berupa lumut kerak,bakteria,dan ganggang. 4. Psammosere Psammosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi

di habitat berpasir. 5. Lithosere Lithosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di permukaan batuan. 6. Serule Serule adalah miniatur suksesi mikroorganisme

bakteri, jamur, dll) pada pohon yang mati, kulit pohon, dll.

D.

Tahab-tahab Suksesi Shukla dan Chandel tahapan (1932) dalam proses mengemukakan suksesi,

sembilan macam yaitu: 1. Nudation

: terbukanya vegetasi penutup tanah (terbentuknya tanah kosong).

2. Migrasi

: cara-cara dimana tumbuhan sampai pada daerah tersebut di atas. pada

Biji-biji

tumbuhan

sampai

daerah tersebut di atas mungkin terbawa angin, aliran air,

mungkin pula melalui tubuh hewan tertentu. 3. Ecesis : proses perkecambahan, pertumbuhan, berkembang biak dan menetapnya tumbuhan baru tersebut. Sebagai hasil ecesis individu-individu species tumbuh

mapan di suatu tempat (established). 4. Agregation : sebagai hasil dari ecesis, individu-individu dari suatu jenis berkembang dan menghasilkan biji, maka biji-biji tersebut akan tersebar pada areal yang te rbuka di sekelilingnya sehingga tuinbuh berkelompok (beragregasi).Ecesis dan agregasi merupakan invasi species tersebut. 5. Evolution of community relationship : merupakan suatu proses apabila daerah yang kosong ditempati species-species

yang berkoloni. Species tersebut akan berhubungan satu sama lainnya. Bentuk hubungan ini kemungkinan akan mengikuti salah satu dari tipe eksploitasi, mutualisme dan co-existance. 6. Invation : dalam proses koloni, biji tumbuhan telah beradaptasi dalam waktu yang relatif panjang pada tempat tersebut. Biji tumbuh dan menetap (penguasaan lahan oleh tumbuh-tumbuhan yang bersifat

Merubah sifat dan reaksi tanah b. Merubah Reaksi terus iklim mikro proses yang merupakan menerus dan menyebabkan kondisi yang cocok bagi species yang telah ada dan lebih cocok pada individu yang baru. proses Dengan menjadi perkataan lain. stabilisasi .Stabilization: kompetisi dan reaksi berlangsung terus menerus ditandai dengan yang vegetasi perubahan mengakibatkan lingkungan struktur berubah. Dengan demikian reaksi memegang peranan penting dalam pergantian species.agresif dan adaptif). 8. Reaction : terjadinya perubahan oleh habitat tumbuhan merubah dengan yang disebabkan tersebut lingkungannya cara: dengan terutama a. Dalam jangka waktu lama akan terbentuk dan individu perubahan relatif yang yang kecil dominan terjadipun disamping iklim mempunyai peranan penting ini dalam membatasi stabil. 7.

Suksesi sekunder (subsere) Suksesi sekunder terjadi apabila klimaks atau suksesi atau yang dirusak. Macam Suksesi Berdasarkan suksesi.merupakan suatu proses dimana individu-individu tumbuhan mantap tumbuh banyak di suatu habitat tanpa oleh dipengaruhi perobahan-perobahan dalam habitat tersebat. . Klimaks :setelah stabilisasi. dan struktur koristan karena pertumbuhan jenis dominan telah mencapai batas. normal terganggu oleh misalnya kebakaran. 1. 2. perladangan. Sukesesi primer (prisere) Suksesi primer adalah perkembangan vegetasi mulai dari hingga habitat mencapai tak bervegetasi yang proses terjadinya terdapat dua macam masyarakat stabil dan klimaks. pada tahap ini species yang dominan dengan habitat relatif mempunyai keseimbangan keadaan vegetasi 1ingkungannya. E. 9.

faktor-faktor atau profaktor-profaktor. misalnya karena keadaan geografi seperti keadaan di Pulau Krakatau. misalnya fisiografi. seperti faktor tanah. sebagai Keadaan akibat yang dari lebih keadaan dan lembab lebih baik menghasilkan posklimaks. Faham-fahara tentang Klimaks 1. biotis dan fisiografi. Jadi klimaks boleh dikatakan suatu pencerminan keadaan iklim. dibawah klimaks. sebagai akibat faktor-faktor bukan iklim. Faham Monoklimaks (Costing.penebangan. apabila pembentukan klimaks menyimpang dari tipe yang sewajarnya. Profaktor-profaktor ini menyebab-kan terbentuknya proklimaks-proklimaks sebagai berikut : a. sedangkan keadaan yang lebih kering dan kurang baik menghasilkan proklimaks. b. dan kerusakan-kerusakan lainnya. Proklimaks Posklimaks. F. Subklimaks terjadi apabila perkembangan vegetasi terhenti di bawah tingkat terakhir. . penggembalaan. Disamping itu iklim sebagai faktor terdapat yang pula paling stabil dan lain berpengaruh. 1956) Beranggapan bahwa pada suatu daerah iklim hanya ada satu macam klimaks yaitu suatu formasi yang paling metaphysic.

klimaks edafis.c. misalnya terhenti pada tingkat semak belukar 2. klimaks kebakaran dan sebagainya. Enthrophy adalah jumlah energy yang tidak terpakai dalam suatu sistem ekologi Menurut faham monoklimaks misalnya dapat dibuat bagan suksesi primer sebagai berukut: . 3. tersebut mempunyai informasi maksimum dan entrophy maksimum. klimaks fisiografis. Bagi penganut faham kedua ini ada beberapa macam kilmaks: klimaks iklim. 1932) Beranggapan bahwa tidak hanya iklim yang dapat menumbuhkan klimaks. Faham Polyklimaks(Braun-Blanquet. Teori Informasi Merupakan margalef klimaks faham (1968) komunitas terbaru dan yang dikembangkan Pada oleh tahap Odum (1969). Disklimaks. gangguan terjadi sebagai akibat beberapa tak dapat sekunder yang menyebabkan berkembang lagi ke arah klimaks karena keadaan tempat tumbuh amat berubah menjadi buruk.

KLIMAKS HUTAN HUJAN TANAH RENDAH Hutan payau Bruguiera-Xylocarpus Hutan Neonauclea-Ficus Hutan payau Rhizopora-Bruguiera Hutan Ficus .Macaranga Hutan payau Avicennia Vegetasi rumput Neyraudia-Saccaharum Vegetasi cryptogamae HYDROSERE PADA LUMPUR PAYAU XEROSERE PADA TUF BATU KEMBANG Kalau kita bandingkan keadaan umum jalannya suksesi primer (prisere) dengan suksesi sekunder (subsere). dapat dibuat bagan sebagai berikut: Vegetasi klimaks hutan Vegetasi perdu pohon Gangguan Vegetasi semak belukar Vegetasi rumput-herba semak kecil Vegetasi cryptogamae P R I S E R E S U B S E R E Vegetasi Permukaan “tanah telanjang” terganggu .

2.Suksesinya.Perbedaan iklim. 3. 5. Formasi hutan adalah satuan vegetasi hutan yang terbesar. Asosiasi hutan adalah satuan-satuan nama di dalam pohon formasi jenis formasi hutan di trcpika disebabkan yang diberi menurut dominan. Oleh karena itu. varietas. dimana satuan ini berada dalam hutan yang mengalami suksesi sekunder.Fisiognom. digolongkan menjadi formasi hutan. 4.i (struktur) hutan . Asosiasi hutan yang berlainan komposisinya tetapi memiliki fisiognomi yang sama. Beberapa Pengertian Klasifikasi yang Harus Dipahami dalam 1. . Perbedaan oleh: . Vegetasi adalah Masyarakat tumbuh-tumbuhan dalam arti luas.Perbedaan habitat . Subspecies. . Asosiasi adalah satuan dasar dalam klasifikasi. Asosies adalah istilah lain untuk asosiasi. Asosiasi konkrit adalah bagian dari asosiasi hutan yang betul-betul diselidiki dan diketahui komposisi jenis pohonnya.V. ekotype merupakan variasivariasi dalam species dalam taksonomi tumbuhan. KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN A.

Fasiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan topografi. Varian adalah variasi-variasi di dalam asosiasi hutan. Menetapkan dahulu satuan yang besar. 9. kemudian menggolongkan ke dalam satuan yang lebih .6.Losiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan edafis. Asosiasi segregat adalah varian-varian di dalam hutan campuran yang disebabkan oleh adanya jenisjenis pohon yang lebih berkuasa (dominan) daripada yang lain. 11. kemudian mengadakan pemisahan berdasarkan sifat-sifat yang berbeda. 8. 10. 7. SISTEM-SISTEM KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN TROPIKA Ada dua cara pendekatan di dalam klasifikasi vegetasi: 1. Sedangkan konsosies adalah varian di dalam suatu hutan yang mengalami subsere/suksesi sekunder. Contoh : klasifikasi Schimper(1898) dan Burtt Davy (1938). 3. Konsosiasi adalah varian yang dikuasai oleh satu jenis pohon saja.Ekoton dijumpai adalah apabila daerah ada peralihan atau yang sering atau dua lebih type asosiasi vegetasi yang letaknya berbatasan. Dimulai dengan memisahkan satuan yang kecil. 2.

(1933) . Floristis. . FisiognomisEkologis. Fisiognomis-Floristis. fisiognomi. (6) Riwayat vegetasi. Contoh : klasifikasi oleh Beard (1944). dimcnsi). antara lain: "Sistem Klasifikasi Fisiognomis. (3) Fungsi (sifat-sifat phenothypik yang menyatakan adaptasi terhadap keadaan lingkungan). al. stratifikasi. ekologi. GeografisEkologis. (2) Struktur vegetasi (susunan komponen di dalam ruang. bermacam-macam sistem klasifikasi pertama digunakan geografi selanjutnya floristik. tumbuhan. bentuk umum vegetasi) .besar. Menurut kriteria Aichinger. dan Richard et. dan pengaruh manusia. syngenesisi. klasifikasi vegetasi yang rasional harus didasarkan kepada kriteria : (1) Fisiognomi (rupa vegetasi. Adanya disebabkan : karena perbedaan kriteria yang digunakan. yang pada klasifikasi adalah vegetasi. jarak. Menurut Fosberg (1958). Ekologis. (4) Komposisi susunan floristik (5) Dinamika suksesi atau perubahan dengan perbedaan lingkungan.

. diam : Eutrofik ........... IKLIM BASAH Kadang-kadang selalu tergenang Air asin (laut)......... 4..Vegetasi Rheofit Tanah Kering Pantai .. deras: ......... 2......... 1... Cara penetapan dalam dan pembagian ini.......... dipengaruhi pasang surut : ..C........ yang formasi-formasi disebut iklim sistem dan hutan alami. Hutan gambut Air tawar (tepi sungai). Hutan rawa oligotropik .... sungai) .I... 3.... di sistem atas didasarkan perbedaan basah bermusim. 5.. telah mengemukakan dan membahas tipetipe dan vegetasi yang dijumpai di Kepulauan Indonesia wilayah sekitarnya... Forrnasi-formasi sistem ini adalah : hutan yang ditentukan dalam I. Klasifikasi Ekosistem Menurut Van Steenis Van Steenis (1957) dalam Soerianegara dan Indrawan (1934)..... perbedaan edafis.............. Berbagai Macam Sistem Klasifikasi Vegetasi Hutan C... dan perbedaan altitudinal..... Mangrove Air tawar (hujan. Vegetasi pantai .....

Dasar umum klasifikasi vegetasi dunia ini memakai sistem .. 9........ 8......Pedalarnan hingga batas pohon (timber line) Tanah podsol kuarsa. Hutan Hujan Subalpin II. 6 .2.......jenis tanah lain Elevasi 2 ......... C...... dataran rendah : ... IKLIM BERMUSIM Elevasi di bawah 1000 m ..... Hutan Musim (monsoon) Dataran Rendah Elevasi di atas 1000 m ..... Hutan Hujan Tropika Elevasi 1000-2400 m ..... Kategori klasifikasi adalah unit-unit vegetasi.. 11 .... dataran rendah : .. 7 ... Vegetasi tanah kapur Jenis..... telah melakukan klasifikasi dan peta vegetasi secara menyeluruh.1000 m .. Klasifikasi Vegetasi Dunia Menurut Unesco Unesco pembuatan (1973)...... Hutan Musim Pegunungan ... termasuk formasi zonal dan azonal serta formasi-formasi yang telah berubah lainnya.. Hutan Hujan Pegunungan Elevasi 2400-4150 m .... Vegetasi tanah kuarsa Tanah kapur. 10... 12 ..

Dibedakan atas semak individu-individunya tidak saling . kecuali saling mengisi. Kelas formasi pertama adalah Closed forest tertutup) adalah hutan-hutan yang mempunyai (hutan kanopi tertutup. dan habitus veqetasi (berkayu atau herba). dari tingkatan tertinggi sampai kelas terendah. penutupan tajuk paling rendah 40%. Sub-kelas Formasi (Formation Subclass).floristik. yaitu : Kelas Formasi (Formation Class). Tinggi untuk pohon. Kelas Formasi sebagai tingkatan tertinggi. dan Subdivisi (Subdivisions). Pembagian ini berdasarkan kepada struktur tegakan. dimana tajuk-tajuk pohon pohon paling rendah 5 m. Formasi (Formation). yang belum dewasa atau masa reproduksi kurang dari 5 m. Kelas Formasi Woodland (tegakan terbuka) terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian paling rendah 5 m. Menurut klasifikasi ini.5 m sampai 5 m. tingkatan vegetasi (pohon atau semak belukar). tinggi antara 0. Kelompok Formasi (Group Formation). Penutupan tajuk dikatakan 40% jika jarak antara dua tajuk pohon sama dengan jari-jari sebuah tajuk pohon. klasifikasi selanjutnya didasarkan terutama pada sifat-sifat fisiognomi struktural dan sifat-sifat ekologi yang digabungkan dengan vegetasi natural dan semi natural sebagai tambahan. dalam hal ini penutupan kanopi tegakan (tajuk-tajuk pohon). vegetasi dunia dibedakan menjadi enam tingkatan. membagi vegetasi menjadi lima bagian. Kelas Formasi Scrub (semak belukar) kebanyakan dari jenis-jenis phanerophytes berkayu.

sedangkan xeromorphic adalah vegetasi yang khas daerah kering. Forbs adalah tanaman herba daun lebar seperti Helianthus (bunga matahari). sedangkan belukar saling bertautan. dan xeromorphic). dan Formasi Cryptogamic dengan semak-semak kecil. Pengertian evergreen adalah kanopi hutan tidak pernah tanpa daun hijau (selalu hijau). Dasar pembagian kelas formasi menjadi subkelas formasi adalah keadaan daun (evergreen. Trifolium dan sebagainya. Termasuk graininoid adalah semua rumput herba dan tanaman rumput-rumputan seperti Carex sejenis alangalang). walaupun ada pohon-pohon secara individu mungkin menggugurkan daun. Berdasarkan kepadatannya dibedakan atas Dwart Shrub thicket (cabang-cabangnya saling bertautan). pohonpohon decidous menggugurkan daun secara simultan apabila berhubungan dengan musim yang tidak menguntungkan. ukuran vegetasi. . seperti phanerophyties. decidous. tinggi jarang yang melebihi 50 cm. hemicytophties. sering disebut formasi rumput-rumputan. geophyties. dan tempat hidup (habitat). Ada dua tipe besar dari vegetasi ini. yaitu graminoid dan forbs. Kelas Formasi terakhir adalah Herbaceous vegetation (vegetasi herba). Dwart Shrubland (individu-individu saling terpisah atau dalam rumpun-rumpun). misalnya rumput-rumputan. Kebalikan dari evergreen.bertautan. dengan daun atau batang kadang-kadang sukulen. Juncus (sejenis tebu) dan sebagainya. Kelas Formasi dwart-scrub dan Related Communities (semak-semak kecil dan komunitas kerabat lainnya).

Di bawah ini diberikan bagan klasifikasi menurut Unesco (1973) secara global. Tropical Forest) 2. Temperate Forest 7.Selanjutnya. bentuk tajuk. I. temperate. Tropical Forest and Subtropical Evergreen Needle-Leaved Evergreen Seasonal Broad heaved and Subpolar Evergreen Ombropuilous and Subtropical Evergreen Seasonal Ombrophilous Forest (Tropical Rain vegetasi . bentuk daun. keadaan habitat (swamp. EVERGREEN 1. desert). CLOSED FOREST A. bog. Tropical Forest 3. bentuk daun (daun jarum atau lebar). Winter-Rain Evergreen Sclerophykous Forest 9. dan lain-lain). Mangrove Forest 6. Temperate Forest 8. Sedangkan formasi-formasi hutan dibentuk berdasarkan antara lain : ketinggian tempat (lowland dan montane). Subtropical Ombrophilous Forest 5. subpolar. Subkelas Formasi dibagi menjadi kelompokkelompok formasi (Group Formation) berdasarkan antara lain : tempat atau garis 1intang (tropik. sub-tropik. dan kombinasi sifat-sifat di atas. decidous. Tropical and Subtropical Semi Decidous Purest 4. jenis tanah (alluvia). semi decidous). dan sebagainya. keadaan daun (evergreen.

Temperate Forest and Subpolar Evergreen Needle-Leaved B. Sclerophyllous-Dominated Extremely Xeromorphic Woodland 2. Evergreen Broad-Leaved Woodland 2.10. Evergreen Needle-Leaved Woodland 3. Cold-Deciduous Shrubs) Admixed 3. WOODLAND A. Thorn-Woodland . DECIDUOUS 1. Cold-Deciduous Forest without Evergreen Trees Forest with Evergreen Trees (or and Subtropical Drought-Deciduous C. EVERGREEN 1. Sclerophyllous-Dominated Forest 2. Tropical Forest 2. Thorn-Forest 3 . XEROMORPHIC 1. Mainly Succulent Forest Extremely Xero-morphic II. XEROMORPHIC 1. Cold-Deciduous Trees Woodland without Evergreen B.

Drought-Deciduous Woody Plant Admixed 3. DWARF-SCRUB AND RELATED COMMUNITIES A. Mixed Evergreen Dwarf-Shrub and Herbaceous Formation. EVERGREEN 1. SCRUB A. Cold-Deciduous Scrub Scrub eithout Evergreen Scrub with Evergreen Woody C. Evergreen Broad-Leaved Shrubland 2. Deciduous Subdesert Shrubland IV. Drought-Deciduous Plants Admixed 2. Evergreen Shrubland Needle-Leaved and Microphylous B. Mainly Evergreen Subdesert Shrubland 2. EVERGREEN 1. Evergreen Dwarf-Shrubland 3. XEROMORPHIC 1. DECIDUOUS 1. . Evergreen Dwarf-Shurb Thicket 2.3. Mainly Succulent Woodland III.

MOSSY BOG FORMATIONS WITH DWARF-SHRUB 1. Non-Raised Bog V. MEDIUM TALL GRASSLAND C. SHORT GRASSLAND D. Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 3. TUNDRA 1. Mainly Bryophyte Tundra 2. Obligatory. Facultatively Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 2. FORB VEGETATION E. DECIDUOUS 1. TAIL GRAMINOID VEGETATION B. Mainly Evergreen Subdesert Dwart-scrub 2. XEROMORPHIC 1. Raised Bog 2. Mainly Lichen Tundra E. HERBACEOUS VEGETATION A.3.B. Cold-Deciduous Dwarf-Thicket C. HYDROMORPHIC FRESH-WATER GRASSLAND C. Deciduous Subdesert Dwarf-Scrub D. Klasifikasi Ekosistem Menurut Kartawinata Kartawinata telah membuat bagan unit-unit ekosistem atau tipe-tipe ekosistem darat dan rawa yang .

Bioma dapat pula disebut sebuah ekosistem yang merupakan unit komunitas terbesar yang mudah dikenal dan terdiri atas forrnasi vegetasi dan hewan serta fase mahluk hidup lainnya. Indonesia dikenal beberapa bioma. misalnya. yang dikombinasikan dari tidak dengan faktor-faktor laut serta dan ketinggian permukaan Faktor-faktor dimasukkan karena datanya kurang. (c) Savana. Ekosistem hutan kerangas. Tipe ekosistem dianggap unit-unit yang paling kecil dan dibentuk berdasarkan fisiognomi (kenampakan) struktur dan takson (unit taksonomi) yang khas atau dominan dari vegetasi iklim tanah. masih (d) Padang besar Rumput. Subbioma. lagipula perincian ekositem dengan ciri-ciri vegetasi dan lingkungan dapat dianggap cukup. ada tiga tingkatan klasifikasi. Berdasarkan komposisi jenis masing- masing tipe ekosistem dapat saja terdiri dari unit-unit yang lebih kecil. yaitu : (a) Hutan Hujan. mungkin tersusun dari unit komunitas CombretocarpusDactylocladus dan Tristania-Cratoxylum. yang dapat baik masin yang dalam sudah fase mencapai klimaks Di maupun perkembangan. (b) Hutan Musim. Pembagian Bioma menjadi Subbioma didasarkan kepada . Menurut Klasifikasi Kartawinata (1976) ini.ada di Indonesia. yaitu : Bioma. untuk Unit-unit digunakan ekosistem dengan ini terlalu maksud- maksud khusus. dan Tipe Ekosistem. sehingga memerlukan pembagian yang lebih kecil lagi.

ketinggian dari permukaan laut. faktor-faktor iklim. berikut. sebagai unit Sedangkan yang pembagian kecil Tipe-tipe Ekosistem paling dibentuk berdasarkan struktur fisiognomi. . untuk Hutan Hujan dibedakan Tanah Hutan Hujan Tanah Kering dan Hutan Hujan (permanen atau musiman).keadaan antara Rawa iklim. misalnya. dan jenis tanah. Klasifikasi Ekosistem menurut Kartawinata tertera dalam Tabel 1.

Altingia. dsb Dipeterocarpaceae (Dipterocarpus. Sapindaceae.latosol. Hutan Agathis campuran 4. Moraceae.p odsol Andosol. Hopea. Casuarina equisetifolia. enduspermum. Annonaceae. Sterculiaceae.Regosol.3 Podsolik merah kuning. Hutan Hujan Iklim Selalu basah sampai kering tengah-tahun Q < 60. Hutan Pantai < 1000 26-21 <33. hutan nonDipterocarp aceae Ketinggian dpl (m) < 1000 Suhu ratarata (0) 26-21 Tipe Ekosistem Q <33. regosol pada abu gunung 7. Quercus. Hernandia peltata.Latosol Takson/khas/umum/dominan Anacardiaceae. Mallotus. Pandanus tectorius.0 Barringtonia asiatica.latosol < 2500 26-13 <60.Tabel 1.Dacrydium Casuarina junghuhniana 5.satuan Ekosistem di Indonesia Bioma Nama 1. Hutan Casuarina 1000-2000 21-11 <60. Burseraceae. Leguminosae. Dryobalanops. Trema.0 <14.Euphorbiaceae. Hutan hujan tanah kering Nama 1. Vatica) Agathis sp 2.0 Podsolik merah kuning. Hutan Dipterocarp aceae campuran 3.0 Subbioma Nama 1.Magnoliaceae. Terminalia catappa. dsb Castanopsis. Ebenaceae. Guettarda speciosa. dsb Macaranga.latosol. palmae. Vitex. Engel hardia. Melastoma. Hutan Fagaceae < 1000 1000-2000 26-21 21-26 <60. Calophylum inophylum.3 Podsolik merah kuning. Satuan . Lithocarpus. Belukar 6. Gutiferae. Podocarpus. Phyllociadus. Litosol .p odsol Regosol < 5 ± 6 <60. Lauraceae. Muristicaceae. Shorea.0 Andosol.3 Tanah Podsolik merah kuning.

dsb Barringtonia asiatica.0 <14. Vaccinium.Pentaspadon metleui.Shorea belangeran.Agathis.0 Organosol 16.Combretocarpus rotundatus. Anaphalia.tetramerista glabra.Hutan Nothofagus 10.Camnosperma. Styphella coprosma. Hutan konifer 13. Hutan Ericaceae 11.0 Podsol 17. Libocedrus.Paraste mon.Pandanus.Hutan rawa gambut < 100 ± 26 <60. Regosol. Hutan pinus 9.Calophylum. Dacrydium.Melanorrhoea.Combretocarpu rotundus.Dacridium clatum.Cratoxylon glaucum. Hutan Hujan tanah rawa (permanen atau musiman) 14.aluvial 15. Vaccinium.Aluvial .Tristania.Lophopetalum.Pholidocarpus . Rhodendron. semak Ketinggian dpl (m) 700-1000 1000-3000 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 23-18 21-11 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.dsb Melaleuca leucadendron 1500-3000 2400-4000 18-11 13-6 <14. dsb Araucaria cuninghamii Podocarpus papuanus. Hutan rawa < 100 ± 26 <33.3 Organosol.Cratoxylum glucum.Hutan rawa gambut < 1000 26-23 <60.Shorea belangeran.3 <14. Pandanus Calophylum. Anaphalia. regosol Takson/khas/umum/dominan Pinus merkusii Nothofagus spp.Gluta rengas.Tabel 1.Metroxylon.Hutan Araucaria 12. Styphella coprosma. Mangifera gedebe.Tristania obovata. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subbioma Nama Nama 8.3 Organosol.dsb Dactyloccladus. Litosol Regosol. Litosol Andosol. Litosol Litosol.Cocceras.Hutan Melaleuca < 100 ± 26 < 60. Alstonia. regosol 4000 < 6 - Litosol 2.3 - Regosol. Phyllocladus Rhodendron.Durio carinatus.3 Tanah Andosol.

0 Mediteran merah kuning. dsb 24.0 Organosol. Acacia cophioea.0 Andosol.Tamarindus indica. Bruguiera.0 (tipe DF).Corypha.Scirpus. Rawa rumput dan terna tanah rendah 25.Tabel 1.Casuarina.Albizia chinensis. curah hujan per tahun.Eguisetum. Aluvial Panicumstangineum.Padang rumput pegunungan < 100 ± 26 <60.0 Tanah Aluvial Takson/Khas/Umum/Dominan Rhizophora. Litosol Podsolik merah kuning. Hutan Payau (Mangrove) II.dsb Protium javanicum.Sabana Casuarina IV.Themeda.dsb Imperata cylindrical. dsb Schleicera oleaosa.Latosol. dsb Festuca.Renzina Regosol.Sonneratia.Renzina Regosol. Sabana 21.Cyperus.Litosol Borassus.curah hujan per tahun 700-7100 mm 5. Saccharum spontaneum.Tectona grandis. Avicennia. Hutan Musim 19. dsb 1500-2400 18-23 <60. Padang rumput Selalu basah samapai sangat kering tengah tahun. Litosol Casuarina.0 Mediteran merah kuning.Litosol 20. Hutan Musim selalu hijau (Dryevergreen) III.7002900 mm 3. Hutan Musim Sangat kering tengah tahun: Q>60. Savana Selalu basah sampaisangat kering tengah tahun. Padang rumput Iklim basah 23. Padang rumput tanah rendah 1500-2400 < 1000 18-13 26-21 <60. Cymbopogon.curah hujan per tahun 700-7100 mm 4. Eucalyptus. Q=0-300 (tipe A-F). Hutan musim gugur Ketinggian dpl (m) < 5 Suhu ratarata ( 0) ± 26 Tipe Ekosistem Q <60.0 Andosol.Cladium.Regosol. Pennistum.0 Mediteran merah kuning.Litosol < 900 >22 >60.Monocho ria ischaemum.Q=0-300 (tipe A-F).Phragintes karka. dsb < 800 >22 >60.Renzina Regosol.Pterocarpus Garuga floribunda.0 <60. Schoutenia ovate.Ischeum. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 18. Themeda vilosa.Agrostis. Eucalyptus.Acacia. Eichornia crassipes.Swietenia macrophylla.Regosol. Heterophagon 22.Sabana pohon-pohon dan palma < 1200 >20 >60. Fimbristylis. Imperata cylindrica. Litosol .

dsb 4000-4500 (batas salju) >4500 < 6 - Litosol 28. Padang rumput alpin Ketinggian dpl (m) 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.Panicum.Tabel 1.Epilobium.Aulacolepis. Litosol.Padang rumput iklim kering 6 - Litosol < 900 < 22 < 60. Litosol Takson/Khas/Umum/Dominan Pragmites karka.Rensina Themedia.Komunitas dan lumut kerak 6.Padang rumput berawa gunung 27. Cares. Pesluca.Machelina schipus.Ranyneo lus. Manostachya.Potentilia. Padang rumput iklim kering 29.dsb . dsb Lumut-lumut kerak.Spagnum.Scirpus.0 Mediteran merah kuning.Oreobo lus.0 Tanah Regosol.Heteropogon.Regosol. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 26.Agrastis. dsb Deschamsia.

dan komposisi tegakan. yaitu : Hutan Hujan (Tropical Rain Forest). B.H. yaitu persentase perbandingan dan antara jumlah bulan kering dan jumlah Q bulan yang yang basah. Ferguson yang didasarkan pada nilai Q. Hutan Hujan (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : iklim A atau B. edafis. a. tanah swamp forest. dan Hutan Gambut (Peat Forest). Hutan Musim (Monsoon Forest). intensitas cahaya dan kecepatan angin. Faktor iklim menurut pembagian F. jenis tanah aluvial. C. Termasuk kedalamnya. D seterusnya sampai berturut-turut terbesar. dari baik.) atau banyak terdapat diberikan jenis-jenis bagan Phoenix Oncosperma dianggap sebagai suatu konsosiasi. kelembaban. Hutan Hujan Bawah (0-1000 m dpl) Jenis pohon yanq dominan : famini latosol.Klasifikasi Tipe-tipe Hutan di Indonesia oleh Departemen Kehutanan Departemen Kehutanan dalam Vademecum (1976) telah mengklasifikasikan hutan di Indonesia berdasarkan keadaan iklim. Schimidt dan J.4. sehingga diperoleh tipe-tipe iklim A. FORMASI KLIMATIS 1.jauh .H. Tipe hutan yang pembentukannya sangat dipengaruhi oleh faktor iklim disebut Formasi Klimatis (Klimatic Formation). dan tegakan selalu hijau. drainase pantai. Hutan suatu Nipa [Nipa dari Formation) Hutan rawa Payau (Palm dianggap atau sebagai Rawa konsosiasi Hutan dimana Palma Hutan tergantung kepada faktor edafis yang ada. Berikut klasifikasi tipe-tipe hutan di Indonesia menurut Departemen Kehutanan : I.C. dan regosol. dari Faktor nilai iklim terkecil mempengaruhi pernbentukan vegetasi adalah temperatur.

(Irian Jaya). dan (Jawa Sumatera). Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : iklim C atau D. dan pisah oleh padang rumput atau belukar. spp. Nothofagus. Casuarina jenis(Jawa).Palaquium Pometia Diospyros spp. (Kalimantan Castanopsis spp. Acacia leucophloea. junghuhniana (Jawa Tengah dan Pinus Eucalyptus (Indonesia Timur). selalu hijau dan banyak lapisan tajuk. 3.Eugenia.. (Aceh). Alstonia Palaquium Dactylocladus. Ficus.Dipterocarpaceae Agathis. tanah dan organosol. hutan hujan spp. Gonystylus . Castanopsis. Hutan Musim Tengah-Atas (1000-4100 m dpl) Casuarina Timur). b. Tenggara). (Indonesia Timur) b.. kelompok-kelompok pohon: yang terpisahPodocarpus. Albizia chinensis (Jawa). spp. JenisDacrydium. merkusii (Sumatera). dan Husa pinnata. Hutan Hujan Atas (3300-4100 m dpl) Merupakan jenis Phyllocladus Calophyl1um. a. 2. Hutan Hujan Tengah (1000-3300 m dpl) Quercus. Hutan Gambut (Peat Forest) Ciri-ciri: terletak Jenis-jenis iklim anatar : A atau B. terdapat 2 lapisan tajuk yang berbeda. Santalum album (Nusa Tenggara).. jenis dari famili Magnoliaceae.. Eugenia spp. Pinus merkusii Trema. Eucalyptus. dan banyak herba dan tumbuhan bawah. dan Albizia montana. Podocarpus imbricatus (Indonesia Timur) c. Hutan Musim Bawah (0-1000 m dpl) Jenis-jenis pohon : Tectona grandis. hutan rawa. gugur daun musim kemarau.

(khusus di Kalimantan dan beberapa daerah di Sumatera). dan banyak epifit. Jenisjenis Avicennia spp. Banyak terdapat epifit terutama paku-pakuan dan anggrek. spp. tidak terpengaruh iklim... hijau. Campnoserma spp. Jenis-jenis leiocarpu/n.. Hutan Pantai (Littoral Forest) Ciri-ciri : di daerah kering pantai. surut. Lumnitzera 3.. jenis tidak tanah pohon: terpengaruh aluvial. macrophylla.. Koompassia Canarium Calophyllum spp. Pisonia grandis. lumpur. Hutan Payau (Mangrove Forest) Ciri-ciri air laut. FORMASI EDAFIS 1. Sonneratia spp. II. banyak lapisan tajuk. terletak pada garis pasang tertinggi. Bruguiera spp. Disamping ini banyak terdapat Pandanus tectorius. Jenis-jenis : Baringtonia speciosa.. Xylopia iklim. Xylocarpus spp. Jenis-jenis pioner pada pantai berpasir diantaranya Coccoloba. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: payau. Terminalia catappa. Hibiscus tiliaceua. Casuarina equisetifolia. terpengaruh : daerah pantai dan terpengaruh iklim. hanya satu stratum tajuk..... tanah selalu tergenang tidak dan pasang pasir. adalah Ipomea pescaprae dan . Rhizophora spp. selalu dan tergenang air tawar. 2. Palaquium Garcinia dan spp. lumpur berpasir. tanah pasir dan berbatu. Calophyllum inophyllum. terletak di belakang hutan selalu spp.

Klasifikasi Djamhuri Djamhuri Ekosistem Makro di Sumatera Menurut et (1988) mengklasifikasikan al. Peta 2. fisiografi.000. 4. ekosistem makro di Sumatera bersumber pada empat jenis data hasdl penelitian oleh pihak lain.000. Dengan demikian Djamhuri makro : et ini al (1988) mengklasifikasikan beberapa parameter.5. Peta Geologi Pulau Sumatera skala 1 : 1. iklim dan keadaan vegetasi.000 oleh Direktorat Geologi Bandung (1965). yaitu : 1.000 oleh Lembaga Penelitian Tanah Bogor (1979) 3.000.000 oleh Oldeman (1973).000 Pulau Sumatera skala 1: oleh Laumunier. Hasil klasifikasi ekosistem makro ini disajikan dalam tiga buah peta tipe ekosistem makro di Sumatera berskala 1 : 1. Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Tengah. Eksploitasi 2. Purnadjaja. yaitu Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Utara. dan Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Selatan.500. (batu-batuan). dan Setiabudi (198S). ekosistem yaitu berdasarkan arah keadaan geologi habitat. Peta Agroklimat Pulau Sumatera skala 1 : 1. ketinggian tanah.000. .000. Peta Vegetasi Tanah di Sumatera berskala 1 : 1.C.

sungai). BASAH (A. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan.B) KEADAAN TANAH Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan. vegetasi tanah kapur (Limestone) dan hutan Riparian (Riparian forest) tegakan murni Pinus merkusii di Aceh sub-alpin dan Alpin . diam Air tawar (sungai.KERING (E.F) Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin. sungai). Danau Eutropik HUTAN RAWA2) AKUATIK HUTAN PANTAI HUTAN MUSIM BAWAH HUTAN MUSIM TENGAH ATAS HUTAN MANGROVE HUTAN RAWA AKUATIK AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m > 1000 m III. danau) Tanah Kering Pantai Pantai Pedalaman HUTAN PANTAI SABANA Keterangan: 1) 2) 3) 4) 5) termasuk termasuk termasuk termasuk termasuk hutan hutan hutan hutan hutan Nipa (Nypa fruticans) dan Nibung (Oncosperma filamentosa) sagu (Metroxylon sago) kerangas (Heath Forest). danau) KETINGGIAN TIPE EKOSISTEM MAKRO HUTAN MANGROVE1) Eutropik Oligotropik HUTAN RAWA2) HUTAN GAMBUT AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m 1000–3000 m > 3000 m HUTAN PANTAI HUTAN HUJAN BAWAH3) HUTAN HUJAN TENGAH4) HUTAN HUJAN BAWAH5) HUTAN MANGROVE1) II.BERMUSIM Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan.Tabel Hasil Klasifikasi Ekosistem Makro di Indonesia IKLIM I. sungai). diam Air tawar (sungai. diam Air tawar (sungai.

Dalam penentuan ukuran petak prinsipnya adalah bahwa petak harus cukup besar agar individu species yang ada dalam contoh dapat mewakili komunitas. Dalam hal ini ada tiga hal yang harus diperhatikan. tetapi harus cukup kecil agar individu yang ada dapat dipisahkan. pohon). dan teknik analisa harus digunakan. obyek yang akan diamati. dan akhirnya teknik analisis vegetasi yang akan digunakan. Hal-hal tersebut adalah ukuran. tiang. parameter vegetasi yang akan diukur. yaitu ukuran bentuk dan jumlah petak contoh. dihitung dan diukur tanpa duplikasi atau pengabaian. Ukuran. vegetasi cara yang meletakkan petak. Salah ukuran/jumlah berikut: satu petak cara/metoda contoh adalah untuk menentukan kurva menggunakan species area. TEKNIK ANALISIS VEGETASI RUANG LINGKUP Dalam analisis vegetasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang surveyor agar survey vegetasi yang dilakukan dapat memberikan data/informasi yang teliti dan dapat: dipertanggung jawabkan.VI. kerapatan tumbuhan dan keragaman jenis serta keheterogenan life-formnya. cara meletakkan petak contoh. pancang. Cara membuat kurva ini adalah sebagai . Jumlah dan Bentuk Petak Ukuran petak bergantung pada ukuran tumbuhan (semai. PETAK CONTOH VEGETASI Untuk mempelajari komposisi jenis dan struktur komunitas tumbuhan umumnya dilakukan dengan sampling. jumlah dan bentuk petak contoh yang akan dipilih. A.

Untuk menentukan jumlah petak contoh minimal. Bentuk petak contoh sangat penting dalam memudahkan letak petak dan efisiensi sampling. Petak bentuk lingkaran akan praktis kalau digunakan untuk komunitas rumput. tetapi sebagai sumbuX (absis) adalah jumlah petak contoh. (6) Buat sumbu-X (luas petak contoh) dan sumbu-Y (jumlah jenis). Diantara bentuk-bentuk petak tersebut. Sedangkan petak berbentuk persegi panjang akan lebih efisien daripada . tersebut surnbu-X.(1) Buat sebuah petak contoh (pc) berukuran 1 X 1 m atau sebuah lingkaran beradius 0. (4) Buat pc ketiga dan seterusnya lipat yang pc ukurannya masing-masing dua kali sebelumnya. herba dan semak-belukar. (5) Pembuatan pc dihentikan kalau penambahan jumlah jenis sekitar 10%. bentuk lingkaran mempunyai ketelitian yang cukup tinggi dalam proses pernbuatannya. 10% jumlah jenis). (7) Buat suatu garis (misal garis m) yang melewati titik 0 (0.56 m. dan empat persegi panjang.0) dan titik A dengan koordinat (10% luas petak contoh. sehingga didapat luas minimum petak prose durnya sama dengan di atas. (2) Catat jumlah jenis dalam pc tersebut. Ada tiga bentuk petak contoh yaitu lingkaran. bujur sangkar. (8) Buat suatu garis (misal garis n) yang sejajar m yang menyinggung kurva species-area. Catat jumlah jenis pada pc kedua. Catat jumlah jenis masing-masing pc tersebut. diproyeksikan Titik pada persinggungan contoh. (3) Buat pc kedua yang besarnya dua kali lipat pc pertama.

tiang dan pohon. anakan berdiameter kurang dari 10 cm. Dari segi floristisekologis. Kriteria Stadium Pertumbuhan Secara ekologis cukup penting untuk membedabedakan tumbuhan ke dalam stadium pertumbuhan semai. C. bila sumbu panjang petak sejajar perubahan gradient lingkungan. dalam tertentu terkait dengan keterbatasan biaya. . B. dasarnya cara ada acak dua cara peletakan dan petak cara yaitu (random hanya rumput. Cara Meletakkan Petak Contoh Pada contoh. pancang. karena mudah dalam pelaksanaannya dan data yang dihasilkan Bahkan akan dapat keadaan lebih bersifat yang representative.petak berbentuk bujur sangkar dalam jumlah dan luasan yang sama. purposive sampling pun dapat digunakan dalam analisis vegetasi.5 m. sistematik (systematic sampling). apabila hutan random lapangan tanaman dan sampling dan padang digunakan misalnya untuk vegetasinya Sedangkan keperluan survey vegetasi yang lebih teliti sistematik sampling dianjurkan. bahkan tumbuhan bawah. ini kriteria yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : : Permudaan mulai dari kecambah sampai : Permudaan dengan tinggi 1. sampling) mungkin homogen. tenaga dan waktu. Untuk keperluan a) Semai b) Pancang c) Tiang d) Pohon lebih.5 m sampai : Pohon muda berdiameter 10 cm sampai : Pohon dewasa berdiameter 20 cm dan anakan setinggi kurang dari 1. kurang dari 20 cm.

Dalam prakteknya. f) Pemetaaan lokasi individu pohon untuk mendeteksi spatial distribution pattern pada berbagai luasan areal yang berbeda. diameter pohon ketinggian atas (Rhizophora. b) Jumlah individu untuk menghitung kerapatan.) dan keting¬gian 20 cm di atas banir untuk jenis non-Rhizophora spp. diameter at breast-height).3 m di atas permukaan tanah (DBH.e) Tumbuhan bawah : Tumbuhan selain permudaan pohon. diukur pada untuk mangrove stadium 20 cm stadium pohon di tiang biasanya pohon tunjang sehingga meliputi akar berdiameter 10 cm ke atas. misal rumput. Selain itu. Khusus ditiadakan. d) Diameter batarig untuk mengetahui luas bidang dasar yang diantaranya sangat berguna untuk memprediksi volume pohon dan tegakan. spp. Parameter Vegetasi yang Diukur di Lapangan Dalam analisis vegetasi ada beberapa parameter vegetasi yang diukur secara langsung di lapangan. dan sernak belukar. e) Tinggi pohon baik tinggi pohon bebas cabang maupun tinggi pohon total. pengukuran diameter pohon dilakukan pada ketinggian 1. herba. c) Penutupan tajuk (covering) untuk mengetahui prosentase penutupan vegetasi terhadap lahan. hampir semua kegiatan survey vegetasi mengadakan pengukuran terhadap jumlah individu . D. Bagi pohon-pohon tidak berakar tunjang dan berbanir. yaitu : a) Nama species (lokal dan ilmiah). Tinggi pohon ini cukup penting untuk mengetahui stratifikasi dan menduga volume pohon serta volume tegakan.

Metoda Analisis Vegetasi F. permudaan dan pohon di dalam petak contoh seyogyanya dilakukan di dalam subplot-subplot contoh agar memudahkan dalam risalahnya dan tidak terjadi duplikasi penghitungannya. Pohon : 5 X 5 m : 10 X 10 m : 20 x 20 m atau 20 X 50 m.I. yang akan dan tinggi pohon serta tentu identifikasi jenis.I. yaitu sub-plot yang berukuran lebih besar mengandung sub-plot yang berukuran lebih kecil. Pancang c.per jenis. Walaupun demikian tergantung parameter diobservasi pada informasi yang diinginkan oleh surveyor/peneliti. (1) . E.I. Untuk lebih jelasnya suatu contoh petak tunggal dapat dilihat gambar 1. Semai dan tumbuhan bawah : 2 X 2 m atau 1 X 1 m atau 2 X 5 m. Dalam hal ini ukuran sub-plot untuk berbagai stadium pertumbuhan adalah : a. F. dengan Metoda dengan petak Metode kuadrat Petak tunggal Di dalam metoda ini dibuat satu petak sampling ukuran tertentu yang mewakili suatu tegakan hutan. Ukuran Sub-plot untuk Berbagai Stadium Pertumbuhan Untuk keperluan risalah tumbuhan bawah. saja diameter vegetasi batang. Ukuran petak ini dapat ditentukan dengan kurva species-area. F. Teknik pembuatan sub-plot-sub-plot tersebut biasanya dilakukan secara nested sampling. Tiang d. . b.

Suatu Petak tunggal dalam analisis vegetasi Adapun parameter vegetasi yang dihitung adalah : a.40 m 40 cm 2 m 5 m 10 m 20 m Gambar 1. suatu species Luas petak contoh b. Kerapatan relatif suatu species (KR) Kerapatan suatu species X 100% Kerapatan seluruh species . Kerapatan suatu species (K) Σ ind.

Pohon. Frekuensi relatif suatu species (FR) Frekuensi suatu species Frekuensi seluruh species X 100 g. Dominansi relatif suatu species (DR) Dominansi suatu species X 100 Dominansi seluruh species f. Dominansi suatu species (D) d. Tumbuhan bawah Luas penutupan tajuk Luas petak contoh Kadang-kadang untuk semai dominansi tidak dihitung. Frekuensi suatu species (F) Σ Sub-petak ditemukan suatu sp. e.l.2. Indeks Nilai Penting (INP) INP = KR + FR + DR Kadang-kadang untuk semai INP = KR + FR . Semai.c. Σ Seluruh sub-petak contoh d. Pancang Luas bidang dasar suatu species Luas petak contoh d. Tiang.

menghitung parameter vegetasi besarnya sama nilai dengan metoda . Petak ganda Di dalam metoda ini pengambilan contoh vegetasi dengan tersebar dapat menggunakan merata.(2) . banyak petak petak contoh contoh dilakukan letaknya petak Sebagai Peletakan kurva 2 sebaiknya secara sistematis. Desain Petak Ganda di Lapangan Cara kuantitatif petak tunggal. Untuk menentukan banyaknya contoh digunakan pada gambar species-area. cara ilustrasi disajikan peletakan petak contoh pada metoda petak ganda. Random Sistematik Gambar 2.

berbentuk jalur ini dapat dilihat Gambar 3. lebih jalur paling efektif untuk mempelajari menurut memotong lurus menaik contoh kondisi contoh pantai.I.I. Metoda perubahan tanah. F. Desain jalur contoh di lapangan Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metoda petak tunggal. Metoda Metoda garis ini berpetak dianggap sebagai modifikasi dapat . A rintis Arah D C B Gambar 3.2.3. Metoda ini keadaan topografi harus misal sungai.F. menurun sampling garis-garis vegetasi dibuat tegak dan jelasnya. ini memotong Untuk topografi. dan elevasi. Jalur-jalur garis atau petak lereng gunung.

Untuk lebih jelasnya desain metoda ini dapat dilihat Gambar 5.metoda petak ganda atau metoda jalur.4. petak-petak terdapat Gambar 4 dalam jalur pada sepanjang rintis petak-petak tertentu memperlihatkan pelaksanaan metoda garis berpetak di lapangan. F.I. A Arah rintis D C B Jarak tertentu sama Gambar 4. Desain metoda garis berpetak Perhitungan bersama nilai kuntitatif parameter vegetatif sama dengan metoda petak tunggal. Metoda Kombinasi antara metoda jalur dan metoda garis berpetak Di dalam metoda ini risalah pohon dilakukan dengan metoda jalur dan permudaan dengan metoda garis berpetak. yakni dengan cara melompati sehingga jarak satu atau yang lebih sama. .

A 10 m 2 m 5 m Arah rintis D C B 20 m Gambar 5. . Tongkat Metoda Bitterlich Bitterlich (tongkat sepanjang 66 cm yang Di dalam metoda ini pengukuran dilakukan dengan ujungnya dipasangi alat seng berbentuk bujur sangkar berukuran 2 X 2 cm).2. F.2. F. Dengan mengangkat tongkat setinggi mata. Desain Kombinasi Metoda Jalur dan Metoda garis Berpetak Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metode petak tunggal.1. plot seng diarahkan ke pohon-pohon yang ada di sekelilingnya. Metoda tanpa petak Di dalam metoda ini terlebih dahulu dibuat garisgaris rintis dengan arah azimuth tertentu. Dengan jarak tertentu gatis (secara sistematis dibuat atau acak) di sepanjang di mana tersebut titik pengukuran dilakukan pendaftaran dan pengukuran pohon.

F. kecil bidang pohon tampak jenis berdiameter ditentukan lebih luas dari sisi plot seng tidak masuk hitungan. sehingga di setiap titik pengukuran terdapat 4 buah quadran.2.2. Untuk N n dimana : N = banyaknya banyaknya pohon dari jenis yang setiap dasarnya dengan rumus: B = X 2. 2.Pohon sama dengan Sedangkan yang plot tampak seng yang berdiameter didaftar lebih besar dan namanya dan diukur. Pilih satu pohon di setiap kuadran yang letaknya paling dekat dengan titik pengukuran dan ukur jarak dari masing-masing pohon tersebut ke titik pengukuran. n = titik-titik pengamatan dimana jenis itu ditemukan. Metoda titik guadran (point quarter method) Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran dibuat garis absis dan ordinat khayalan. Gambar 6.3 = faktor bidang dasar untuk alat. Pengukuran dimensi pohon hanya dilakukan terhadap keempat pohon yang terpilih. Gambar 6 memperlihatkan pelaksanaan metoda ini di lapangan.3 m2/ha bersangkutan. Desain Point quarter method di lapangan .

.. Jarak rata-rata individu pohon ke titik pengukuran d = dl + d2 + . Kerapatan total semua jenis Unit area (d)2 (d)2 adalah rata-rata unit area/ind. Dominansi suatu jenis Kerapatan jenis suatu jenis X dominansi rata-rata per ... + dn n dimana: d = jarak ind. yaitu ratarata luasan permukaan tanah yang diokupasi oleh satu ind. tumbuhan.Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi adalah sebagai berikut : a. pohon ke titik pengukuran di setiap kuadran n = banyaknya pohon b. c. Kerapatan relatif suatu jenis Jumlah individu suatu jenis —————————————————————————.X 100% Jumlah individu semua jenis d.... Kerapatan suatu jenis Kerapatan relatif suatu jenis ——————————————————————————— X 100 Kerapatan total semua jenis e....

f.

Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis Dominansi seluruh jenis X 100%

g. Frekuensi Suatu jenis =

Jumlah titik ditemukannya suatu jenis Jumlah semua titik pengukuran

h. Frekuensi relative Frekuensi suatu jenis Frekuensi semua jenis i . INP = KR + FR + DR Metoda berpasangan acak (random pair method) X 100%

F.2.3.

Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran pilih-lah salah satu pohon yang terdekat dengan titik pengamatan tersebut. Kemudian hubungkan pohon tersebut dengan sebuah garis ke titik pengukuran. Buat sebuah garis yang tegak lurus garis pertma dan pilihlah sebuah pohon yang terdekat dengan pohon pertama tapi letaknya di dalam sektor lain yang dibatasi oleh garis yang ditarik tadi. Setelah jarak antara pohon pertama dan kedua dicatat. Untuk lebih jelasnya pelaksanaan metoda ini di lapangan dapat dilihat Gambar 7.

900

900

Gambar 7. Ilustrasi metoda berpasangan acak dalam analisis vegetasi

Besarnya

nilai

parameter

vegetasi

dihitung

dengan

rumus-rumus sebagai berikut: a. Kerapatan seluruh jenis Unit area (Luas) 0.8 X jarak pohon rata-rata

b. Rumus lainnya sama dengan cara kuadran. F.2.4. Metoda titik intersept (point intercept method)

Metoda ini cocok untuk komunitas tumbuhan bawah seperti rumput, herba dan semak. Dalam pelaksanaannya di lapangan dapat digunakan alat pembantu seperti terlihat pada Gambar 8.

Dengan yang apa yang

mengangkat

dan

menyentuhkan dominansi dari

pin jenis

terbuat dari kawat yang tersentuh suatu sehingga jenis

maka kita catat jenis

tersebut dapat dihitung dengan rumus : a. Dominansi Σ sentuhan suatu jenis Σ seluruh sentuhan b. Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis X100% Dominansi seluruh jenis c. Rumus-rumus lainnya sama dengan metoda dengan petak. Hal yang sama dapat dilakukan dengan alat b dengan cara memindahkan alat tersebut pada plot contoh tiap 10 cm, sehingga didapatkan dominansi dari jenisjenis yang tersentuh.

F.2.5.

Metoda garis intersep (line intercept method)

Cara ini digunakan untuk komunitas padang rumput, semak/belukar. Prosedure pelaksanaan di lapangan: - salah satu sisi areal dibuat garis dasar - garis dasar tersebut menjadi intersep tempat secara titik random tolak atau garis intersep. - letakan garis-garis sitema-tik pada areal yang akan diteliti. Garis intersep sebaiknya berupa : - pita ukur dengan panjang 50 - 100 kaki (1 kaki = 30.48 cm) . - tambang, tali

Alat tersebut dibagi ke dalam interval-interval jarak tertentu. Hanya tumbuh-tumbuhan yang tersentuh, di atas atau di bawah garis intersep yang diinventarisir. Jenis data yang diinventarisir adalah : (1) panjang garis yang tersentuh oleh setiap individu tumbuhan. (2) panjang segmen garis yang berupa tanah kosong. (3) jumlah interval yang diisi oleh setiap species. (4) lebar maksimum turnbuhan yang disentuh garis intersep. Sebaiknya, beberapa strata, kalau komunitas tumbuhan terdiri atas secara

penarikan

contoh

dilaksanakan

terpisah-pisah untuk setiap strata. Besaran/parameter vegetasi yang dihitung adalah : (1) jumlah individu setiap jenis (N). (2) Total panjang intersep setiap jenis (I). (3) Jumlah interval transek/garis ditemukannya suatu jenis (G). (4) Total dari kebalikan dari lebar tumbuhan maksimum (X 1/m). (5) Kerapatan suatu jenis (E 1/m) = unit area (——————————————————————————) total panjang garis intersep

(6) Kerapatan Relatif suatu jenis kerapatan suatu jenis X 100% kerapatan seluruh jenis

Frekuensi suatu jenis Σ interval ditemukannya suatu jenis Σ semua interval transek (10).Frekuensi Relatif suatu jenis Frekuensi yang dipertimbangkan untuk suatu jenis Total frekuensi yang dipertimbangkan untuk semua jenis Frekuensi yang dipertimbangkan = F = Σ 1/m N X100% X 100% (ll).(7). Dominansi suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis Total panjang garis intersep (8). Dominansi Relatif suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis X100% Total panjang garis intersep semua jenis (9). INP = KR + FR + DR. .

kebutuhan kritis 2. maksimal dan optimal menurut batas toleransi dari tumbuh-tumbuhan sehingga factorfaktor tersebut sangat mempengaruhi tumbih dan hidupnya tumbuh-tumbuhan. Eury (lebar) Setiap organism kemungkinan hidupnya dibatasi oleh: 1. Satu atau beberapa organism/tumbuhan. merumuskan penting 2. batas-batas toleransi dari masing-masing organism terhadap factor-faktor itu dan factor-faktor lainnya B. Factor penghambat adalah setiap keadaan jumlah sesuatu berada zat dekat atau atau derajat sesuatu factor fisik yang melampaui batas-batas toleransi. populasi dan komunitas tumbuhan pengamatan/analisa factor-faktor factor lingkungan di dalam kajian ekologis adalah: mana yang operasionil minimum. Satu/beberapa factor lingkungan dikatakan penting bila berada pada taraf minimal. dan factor-faktor fisik yang . Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu sistem yang kompleks di mana sama berbagai lain factor berpengaruh timbale balik satu dan dengan komunitas organism hidup. jumlah dan variabilitas zat-zat tertentu yang ada. Steno (sempit) 2).VII. Kisaran toleransi organism terhadap lingkungan ada dua macam. HUBUNGAN MASYARAKAT TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGAN A. yaitu: 1). Tujuan Pengamatan Faktor Lingkungan Tujuan 1. menentukan bagaimana pengaruh factor-faktor itu terhadap individu.

dan deficit tekanan uap . Faktor Lingkungan Biotik 1. rayap. aerasi.Vulkanisme Pengaruh panas. Faktor Iklim .Suhu Derajat. bentuk lapangan . fauna tanah. frekuensi.2. kandungan senyawa organic. tekanan uap. macam bahan organic. Manusia Penebangan. porositas.Angin Kecepatan. pembakaran. permeabilitas.Sifat-sifat biotis Flora tanah.Gas udara Oksigen. lama dan periodisitas . Faktor Edafis . tekstur. mekanisme dan kimia 3.Kelembaban udara Kelembaban nisbi.Sifat-sifat fisik Profil.Letak geografis Derajat lintang. sifat-sifat base-exchange . dan bulk density. penyebaran buah . drainase. aktivitas tanam-menana dan pengolahan tanah 2. jamur.Jenis tanah . pengaruh kimia dan fisik. cacing.1. serasah . derajat dpl.C.Erosi C.Geologi Sejarah geologi. frekuensi. macamnya . humus. suhu .Curah hujan Banyaknya dan intensitas. gas-gas lain 2. distribusi dan musim . infiltrasi. Faktor Lingkungan Abiotik 1. kualitas. lama dan periodisitas . pulau atau benua.Topografi Lereng. pencemaran air/udara. Faktor Geografis . batuan dan bahan induk . Faktor-Faktor Lingkungan b. mineral tanah. bakteri. jarak dari pantai . CO2. struktur. kandungan hara mineral.Cahaya Intensitas. Komponen-komponen Lingkungan Faktor Lingkungan Abiotik Aspek-Aspek yg Penting C. derajat bujur.Sifat-sifat kimia pH. Hewan Penyerbukan. kekuatan dan arah. kadar air.

transmisi penyakit Persaingan.000 E F G H 1. hutan savanna Musim kering keras.3. hutan hujan tropika selalu hijau Musim kering nyata. hutan savanna Daerah kering.600 Keadaan Ikllim Tanpa musim kering. Iklim makro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk daerah yang luas. parasitisme.600 – 1.143 0.333 – 0.143 – 0. setiap tipe iklim mempunyai tipe-tipe hujan sebagai berikut: Tipe Iklim A B C Nilai Q 0 – 0.670 1. memakan dan merusak bagianbagian tumbuh-tumbuhan.670 – 3. Pengertian iklim dapat dikategorikan ke dalam: a. peralihan hutan hujan tropika ke hutan musim Musim kering agak keras. simbiosis. Nilai-nilai iklim makro dipergunakan untuk menetapkan tipe iklim. zona iklim. Klasifikasi iklim yang paling banyak dipergunakan di Indonesia adalah klasifikasi tipe hujan oleh Schmidt dan Fergusson (1951).000 . hutan hujan tropika selalu hijau Tanpa musim kering. pengaruh toksis D. Iklim 1. hutan musim yang pohon-pohonnya gugur daun Musim kering keras. Dimana: Q = Jumlah rata-rata bulan kering (< 60 mm) Jumlah rata-rata bulan kering (> 100 mm) Berdasarkan nilai Q. padang pasir Daerah kering.000 – 7. pengaruh kotoran.333 0.000 > 7. Tumbuh-tumbuhan dan biji.000 – 1. padang pasir D 0. zona vegetasi 2.000 3. Iklim mikro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk tempat/ruang yang terbatas (habitat mikro) b.

Cahaya a. CO2 + 2 H20 Cahaya Klorofil CH20 + H20 + 02 + Energi Selain itu. 3. sedangkan daerah gurun curah hujannya ≤ 300 mm/tahun. Bagi tumbuhan. dari mata Dari radiasi dengan energy yang total panjang cahaya merupakan gelombang mata untuk untuk kasat dapat mengimbangi energy tersebut oleh respirasi disebut titik hanya 1-4% digunakan daun fotosintesis. bagai tanaman cahaya merangsang proses tanaman. antara melalui penggunaan pertumbuhan keseimbangan tumbuhan fotosintesis dan respirasi. < 1000 jumlah curah Di hujan daerah antara 1600-4000 mm/tahun. mm/tahun ditemukan komunitas savanna.Umumnya berkisar dengan di curah hutan hujan hujan. Dari spectrum cahaya kasat mata terutama diabsorbsi . Sedangkan sekitar cahaya 400-750 tersebut yang 40% kasat mu. Fotosintesis Cahaya matahari merupakan sumber utama energy yang diperlukan bagi kehidupan. energy fotosintesis kompensasi . minimal dimana diferensiasi Untuk harus masukan ada jaringan dan yang sel-sel normal. Intensitas cahaya. energy cahaya melalui butir-butir daun diserap dan dirubah menjadi energy kimia dalam bentuk mineral molekul gula yang sederhana.Radiasi matahari yang diterima permukaan bumi berpanjang gelombang 300-10000 mu.

Transpirasi . b.Besarnya transpirasi bergantung pada: a. .fotosintesis adalah sinar biru (panjang gelombang 450 mu) dan sinar merah (670 mu) . berbagai yang jenis tumbuhan kuat menurut (> 2000 Coster (1937): penguapannya Albizia Leucaena dll.Transpirasi a. Tumbuhan mm/th). penguapannya Tectona mm/th). Kedudukan tumbuh-tumbuhan dalam komunitas. Di dalam huutan. c. kesuburan komunitas tumbuhan. keadaan tempat tumbuh terutama iklim. yang Tipe falcataria. Menurut Galston energy diterima cal/cm2/th permukaan bumi. strata pohon penguapannya lebih tinggi dari strata semak . Penguapan daun semakin banyak bila kadar air tanah semakin tinggi b. grandis. villaosa. Tegakan yang lebih subur di areal beriklim basah mempunyai transpirasi yang lebih tinggi daripada tegakan yang kurang subur. galuca. dan lalu 60-90% diabsorbsi lalu sebagian yang 000 digunakan untuk transpirasi. sebesar tersedia untuk fotosintesis daun.Hanya sebagian kecil saja energy yang tersedia digunakan manjadi (1961). Tumbuhan 2000 vegetasi sedang penguapannya kuat: belukar. panas yang matahari 100 selebihnya besar dipantulkan. Samanea samans. Lantana camara. b. untuk energy dari fotosintesis. Bambu. Acacia Eupatorium yang (1000Hevea palescens.

brasiliensis, Artocarpus c. Tumbuhan mm/th). Casuarina Garcinia Tipe - Selain merah efek

Imperata integra,

cylindrical, robusta, (<1000 elastic, merkusii, lemah: infra Secara proses

Coffea lemah

Eucalyptus alba, dll. yang Thea penguapannya sinensis, Cocoa Ficus Pinus nucifera,

equisetifolia, mangostana, yang

Agathis alba, Lagerstroemia speciosa, dll. vegetasi cahaya yang penguapannya ada cahaya hutan pegunungan. kasat tidak dan mata, dapat dilihat. pada

ekologis, cahaya ini penting karena memberikan pemanasan berpengaruh perkecambahan dan pertumbuhan batang. Selain itu ada juga sinar ultra violet yang sebagian besar diserap oleh lapisan ini ozon di luar atmosfir. protoplasma. - Factor cahaya yang penting diketahui adalah: 1). Intensitas cahaya atau jumlah radiasi per satuan atau luas per satuan panjang waktu, 2). Kualitas dan 3) komposisi gelombang, tumbuhan Sinar dapat mematikan

lamanya penyinaran dalam sehari. - Berdasarkan perbedaan adaptasi terhadap intensitas toleran cahaya, tumbuh-tumbuhan plant)

dikategorikan ke dalam: a. Tumbuhan naungan excelsa, (shade-adapted missal: noronhae, yaitu tumbuhan yang tahan hidup di bawah (scyophyt), Schima Altingia Swietenia

mahagoni, Dypterocarpus spp., Dryobalanops aromatic, Shorea accuminatisima, Vatica

rassak, Eusyderoxylon zwageri. b. Tumbuhan intoleran (sun-adapted atau light demanding plant) yaitu tumbuhan yang untuk hidupnya memerlukan banyak cahaya matahari (Heliophyt), Gmelina - Warna merah atau missal: Pinus Acacia mangium, Paraserianthes falcataria, Eucalyptus alba, arborea, merkusii, Tectona

grandis, Pterospermum javanicum cahaya Dalam lebih mempengaruhi hal ini warna Lamanya sangat kecepatan biru dan penyinaran berpengaruh panjang fotosintesis.

berpengaruh. cahaya

periodisitas fase reaksi

terhadap Berdasarkan yaitu:

generative tanaman

(pembungaan).

terhadap

hari, tumbuhan dibagi menjadi tiga vegetasi, a. Tumbuhan hari pendek, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari < 12 jam, missal ubi jalar, arbei, aster, semai, dll. b. Tumbuhan berhaari panjang, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari > 12 jam, misal: kentang, lobak, dll c. Tanaman netral, yaitu tanaman yang tidak dipengaruhi oleh panjang hari, misal: tomat, nenas, kapas, ubi kayu. Bayangan hutan merupakan bayangan merah karena cahaya yang telah melalui daun-daun hijau tersaring dan chaya ada yang diteruskan banyak mengandung hutan yang sinar-sinar banyak bagi Karenanya hijau, merah dan infra merah. Bila hutan terlau rapat, kemungkinan sinar bayangan infra merah pohon terlalu tidak mengandung pertumbuhan baik

jenis-jenis

tertentu.

permudaan

banyak

terdapat

di

tempat-tempat

terbuka

dalam hutan sehingga di hutan yang rapat perlu ada tindakan seeding cutting. D. ADAPTASI TUMBUHAN Warming (1895) mengklasifikasikan tumbuhan kedalam bebera-pa grup ekologi berdasarkan persaratan tumbuh terhadap air dan macam subtrat/tanah dimana tumbuhan hidup. A. Grup Ekologi Tumbuhan berdasarkan Jenis Tanah

sebagai Media Tumbuh : 1. Tumbuhan tanah asam (Oxylophytes) 2. Tumbuhan tanah basa (Halophytes) 3. Tumbuhan tanah pasir (Psammophytes) 4. Tumbuhan pada permukaan batu-batuan (Lithophytes). Epifit tidak termasuk, karena tidak mempunyai hubungan yang permanen dengan tanah. B. Grup Ekologi : Tumbuhan tumbuhan berdasarkan yang hidup kebutuhannya didalam atau

terhadap air : 1. Hydrophytes dekat air. 2. Xerophytes : tumbuhan yang hidup di habitat kering (kurang suplai air). 3. Mesophytes : tumbuhan yang hidup di habitat yang tidak kering juga tidak basah (lembab). HYDROPHYTES

A. Asal Kata Bahasa Yunani : Hudor = air Phyton = tumbuhan

B. Pengertian Hydrophytes : tumbuhan yang hidup ditempat basah atau dalam air baik sebagian maupun seluruh tubuhnya terendam Contoh : Hydrilla, Utricularia, Eichornia, dll

C. Klasifikasi Hydrophytes Berdasarkan hubungan dengan air dan udara, hydrophytes dibagi kedalam: 1. Submerged hydrophytes Tumbuhan yang tumbuh di bawah permukaan air (tanpa adanya kontak dengan atmosfir). Contoh : Hydrilla, Vallisneria, Nitella, dll. 2. Floating Hydrophytes Tumbuhan yang terapung di permukaan atau sedikit di bawah permukaan air. Tumbuhan ini ada kontak baik dengan air maupun udara, serta tumbuhan tersebut mungkin berakar atau tidak dalam tanah. Floating hydrophytes dibagi kedalam dua grup, yaitu : a. Free floating hydrophytes Tumbuhan yang terapung bebas di permukaan air tanpa berakar di lumpur. Contoh: Wolffia arhiza Wolffia microscopic Azolla Eichornia crassipes b. Floating but rooted hydrophytes Tumbuhan yang berakar dalam lumpur di dasar perairan, tapi daun dan bunganya terapung di atau di atas permukaan air. Contoh : Victoria regia (water lily) Nymphaea Ceratopteris thaiictroides

Contoh : Oryza sativa (padi) Enhydra flutuars Marsilea Sagittaria Phragmites Scirpus Alisma Jussiaea Neptunia Commelina Polygonum Typha Ranunculus aquatilis. Bagian aerial tapi dari penampilan bagian tumbuhan yang tersebut atau terendam memperlihat-kan xerophytic. cabang. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhan di lingkungan perairan a.3. dll. . dan bunga di atas permukaan air atau bahkan tersebar di daratan. Suhu air Tumbuhan air jarang dipengaruhi oleh suhu yang ekstrim. tapi sebagian pucuk daun. terendam terkubur oleh lumpur. mesophytik berkarakter seperti hydrophytic. Tumbuhan ini bisa tumbuh di saluran air atau di subtrat lumpur. "Amphibious plants" bebernpa yang bagian hidup batang di tempat oleh pasangAkar air dan atau surut/payau digolongkan halophytes. karena air merupakan konduktor panas yang buruk. Amphibious hydrophytes Tumbuhan yang beradaptasi terhadap lingkungan perairan dan daratan.

sebagai perraukaan penyerap air dan - - Akar pada tumbuhan air yang terapunq miskin akan rambut akar. Beberapa hydrophytes berakar dari tanah tidak seperti air dalam Hydrilla melalui hal unsur dalam - memperoleh pada - makanan dalara permukaan tubuhnya.b. warna hijau/kuning. Fisiologis tumbuhan air sangat dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi osmotik air. Dalam Jussiaea repens berkembang dua macam akar bila tumbuh dipermukaan air. tetapi sebagian tergantung akarnya mineral. Akar kadang-kadang air ditemukan tumbuhan - seperti: Azolla. Ceratophyylurn. Bagian akar yang berhubungan langsung dengan air berfungsi mineral. Batang - Batang bersifat lunak. Adaptasi Hydrophytic Beberapa penampilan adaptif dari tumbuhan air dalam: a. C. - Akar terapung membantu tumbuhan air dalam kestabilan posisi terapung. Konsentrasi osmotik dan toksisitas air Keadaan ini bergantung pada jumlah dan komposisi bahan kimia yang terlarut dalam air. . yaitu akar normal dan akar "negatively geotrophic" yang mempunyai struktur sponge. Salvinia. b. Utricularia. Akar - Tumbuhan air mempunyai akar yang berkembang kurang baik.

c. . Heterophylly . 3. atmosfir. Daun tumbuhan air yang terapung bebas adalah bersifat halus dan sering dilindungi oleh "wax".Heterophyly adalah suatu penomena dimana beberapa tumbuhan air mengembangkan dua tipe daun yang berbeda. Salvinnia. dikompensasi oleh daun yang terendam dalam d. panjang. Daun lebar di/diatas permukaan air yang terendam beradaptasi menaungi terhadap daun intensitas cahaya yang rendah. 2. Daun yang lebar dipermukaan air bertranspirasi secara aktif dan mengatur tekanan hidrostatik di dalam tubuh tanaman.Heterophylly berkaitan dengan karakteristik fisiologi tumbuhan air sbb: a. Azolla. Tumbuhan air kurang menunjukkan respon terhadap karena kekurangan air dapat kekeringan. Variasi dalam life-form dan habitat. permukaan atas berhubungan dibawahnya bersentuhan dengan air. dan daun yang terapung atau di atas permukaan air berbentuk bulat atau seperti telinga. bagian warna hijau bebas pucat/gelap. . Daun - Umumnya dengan berbulu. tapi bulat. air. Contoh : Sagittaria. e.Daun yang terendam umumnya berbentuk pita linier atau sedikit terpotong. yaitu daun yang terendam air dan daun di atau di atas permukaan air. c. . Pengurangan jumlah transpirasi b.

Hal ini berguna untuk melawan/beradaptasi aliran demikian. dipersal air Buah buah termasuk dan oleh media air). organisme ringan. Cuticle . Pada Alga. Modifikasi Anatomi Dalam tumbuhan hydrofit.beberapa lapisan tipis di permukaan tubuh tumbuhan di permukaan air. reproduksi dilakukan o]eh Zoospore dan motile/non-motile spora. Daun dengan 6. umumnya Dengan plants".penyerbukan dilakukan yang hidup memperlihatkan tersebut penampilan Daun-daun dan di daripada daun dari grup hydrophytes lainnya. petiol (daun penumpu) menj adi bengkak dan berkembang yang dengan susunan sebagai sempit tumbuhan berada keras biji sponga 5. "amphibious air dipermukaan mesophytic. Dalam relatif yang sedikit berperan kecil dan "bouyancy" dari tanaman tersebut. D.Lapisan "wax" ini berfungsi sebagai pelindung daun dari luka kemis-fisis dan menghalangi penyumbatan stomata oleh air. 4. Dalam beberapa tumbuhan air.tidak air. secara biji sehingga mudah terapung di air. ditemukan dibagian tanaman terendam . .Tumbuhan air umumnya bereproduksi vegetatif. modifikasi anatomi berperan sebagai : 1. . panjang. daun yang lebih dan tersebut dipengaruhi sedikit tekanan mekanik air. terendam air. Pengurangan struktur pelindung a. .

“Air Chamber” diisi oleh gas dan air CO2 dalam “Air dan dan Chamber” O2 O2 yang dalam digunakan dihasilkan “Air dalam oleh fotosintesis fotosintesis Chamber” . 2. terutama daun dan batang sangat tipis. pada dengan tumbuhan jumlah tumbuhan bagian dalam terapung yang yang terendam berkembang permukaan di - stomata pada terbatas sebelah atas.kurang berkembang . b. Stomata - tidak dijumpai pada tanaman air. Peningkatan Aerasi a. d. - pada amphibia tumbuhan jumlah stomata yang yang tersebar lebih seluruh kontak dengan besar atmosfir daripada tumbuhan terapung. Epidermis . sehingga sel tersebut berfungsi sebagai alat fotosintesis.beberapa sel yang berdinding sangat tipis. c.berfungsi sebagai dan gas alat penyerap air. secara langsung lingkungan air. Hypodermis .b. Lubang udara ("air chamber") Aerenchyma dalam daun yang terendam dan batang berkembang dengan baik. hara dari mineral. misal Hydrilla. Sel epidermal mengandung kloroplas.

4. tetapi dalam beberapa kasus phloem berkembang dengan baik. Dalam terutama beberapa bagian berhubungan dengan atmosfir teratai tanaman lainnya. Jaringan amfibi dan ini berkembang di dalam korteks yang tumbuhan b. tapi endodermis kadangkadang tak dapat dibedakan secara jelas. chamber" . xylem tidak berkembang dengan baik. Jaringan mekanik sangat minim/tidak ada pada tumbuhan yang terendam air. yang berguna bagi peningkatan aerasi dan mengontrol ekses air. Aeranchyma berperan untuk buoyancy dan penunjang mekanik tumbuhan air 3. Beberapa tumbuhan air inemperlihatkan lacuna dipusat tempat xylem terbentuk. asterosclereid (sel berlignin berbentuk bintang) berkembang untuk menunjang tubuh tanaman.Jaringan phloem umumnya tidak berkembang dengan baik. . karena gaya bouyant air memungkinkan tumbuhan terlindung dari luka fisik. Pengurangan jaringan penunjang mekanik a. Lacuna berperan sebagai "air . permukaan makan tubuh tumbuhan yang terendam jaringan pembuluh tidak begitu diperlukan - Dalam tumbuhan air berjaringan pembuluh.digunakan dalam proses respirasi “Air chamber” mengembangkan “septa-cross” perforasi yang halus: disphragma. Pengurangan Jaringan Pembuluh - Karena absorbs air dan hara mineral dilakukan oleh seluruh air.

. air sangat terbatas. lahan kritis. . terlalu dingin terlalu asam.Kumpulan pembuluh umurnnya berkelompok ke arah pusat. dll. Habitat yang secara fisik dan fisiologis kerng.. Pengertian Tumbuhan yang tumbuh di habitat kering atau xeric. kelembaban pada sifat rendah suhu tinggi. Habitat tersebut mungkin terlalu masin. Sedangkan pertumbuhan sekunder tidak terjadi dalam tumbuhan air (batang dan akar). Habitat yang fisiologi air. gurun.Xerophytes yang dapat beradaptasi dengan kondisi dan yang ekstrem kering.Xerophytes kurang yang tumbuh maka suatu kondisi sesuai. dimana kkapasitas menahan air dari tanah adalah rendah beriklim yang permukaan (daerah tersebut atau batuan. tumbuhan tersebut mengembangkan karakteristik . secara kelebihan fisik misal kering. . Habitat xeric adalah habitat dimana ketersediaan. XEROPHYTES A.Xerophytes adalah tumbuhan karakteristik gurun dan semigurun. Habitat dan yang secara kering. 2. B. misal lereng gunung. kering air banyak tapi sukar diserap oleh tumbuhan). tapi tumbuhan tersebut dapat tumbuh dikondisi mesophytic dimana air yang tersedia jumlahnya sedikit. Tipe-tipe Habitat Xeric 1. 3.

sehingga tanaman selamat dari kondisi kering ekstrim. Mengurangi transpirasi serninimal mungkin. 1.Selama periode kering yang ekstrirn.Tumbuhan ini membentuk organ adaptif untuk . Tumbuhan umum demikian di EPHEMERAL. rumput. b.Contoh : Astragalus.Dalam kondisi yang sebelum yang memungkinkan. . d. c. Mengabsorpsi lingkungannya.Tumbuhan berukuran kecil yang berkapasitas untuk mentolerir atau menderita kekeringan. .Biji yang masak bersiklus mendekati (beberapa minggu). Tumbuhan terhindar dari kekeringan .Bersiklus hidup pendek .Tumbuhan tersebut tumbuh dimana curah hujan periodenya pendek. Klasifikasi Xerophytic Berdasarkan Ketahanannya air sebanyak mungkin dari terhadap Kekeringan. Tumbuhan yang tahan kekeringan . C.fisiologi dan struktur khusus yang berfungsi untuk : a. . Menahan air dalam organ untuk periode waktu yang lama. 3. Tumbuhan yang menderita kekeringan . Boaginaceae. 2. berkecambah . Artemesia. disebut semiarid. hidup musim biji pendek kering. tumbuhan berada dalam fase buah dan biji dengan kulit biji dan pericarp yang keras. Mengontrol penggunaan konsumsi air.

Adaptasi Xerophytes 1. Karakter ini tidak menurun.Tanah berbatu (Lithophytes) .bertahan ekstrim. Succulent xerophytes : Adalah yang Air tumbuhan bengkak yang yang mempunyai organ-organ secara tersebut dan berdaging dalam akibat organ aktif mengakumulasi air dalam organ tersebut. dan akan hilang kalau faktor lingkungan memungkinkannya selalu memperlihatkan xeromorphic characters.Pasir dan kerikil (Psamrnophytes) . xerophytes dibagi dua kelompok : a. .Gurun . Karakter xeromorphic . terhadap kondisi kekeringan yang Xerophytes tumbuh di habitat yang berbeda : . b. Dalam hal ini. Contoh : halophytic mangrove dan beberapa pchon selalu-hijau 2.Tanah marginal (Eremophytes) Beberapa tumbuhan habitat kering mempunyai organ penyimpanan air. Non-succulent atau xerophytes sejati. Karakter xeroplastic . D. disimpan dikonsumsi tumbuhan pada saat musim kering yang ekstrim.Karakter xerofitik yang dapat diwariskan (bersi-fat genetik) disebut xeromorhic.Karakter xeroplastik : karakter yang disebabkan oleh kekeringan dan selalu berasosiasi dengan kondisi kering.

dari keras banyak lilin beberapa dan xerophytic baik oleh (misal menjadi b) Batang berkayu batang yang aerial maupun sub-terranean diselimuti yang tebal lapisan Equisetum). dll.. Adaptasi morfologi (1). Batang a) Batang mempunyai dari yang sistem ini untuk perakaran Banyak mempunyai mencapai berkembang dengan dalam baik. ada juga batang yang diselimuti bulu-bulu yang rapat (misal Calotropis) c) Dalam beberapa xerophytic.Penampilan xerophytic yang penting adalah sebagai berikut : a. batang menjadi mungkin termodifikasi duri. hijau dan kokoloba (Maehlenbeckia). sering dan menjadi nampaknya umbi daun dan pada secara berdaging tersebut dalam muncul langsung dari bagian atas akar. misal Duranta. . istilah kaktus termodifikasi yang terkenal phylloclades. beberapa menjadi dan dengan Contohnya: xerophytic daun yang berdaging. golongan lapisan tanah yang banyak air. Akar Xerophyte yang tumbuhan perakaran (2). d) Dalam batang yang berdaging. batang utama tanaman e) Batang datar. Ulex. Selain itu.

. dll. umumnya sisik Ruacus. Casuarina. Asparagus. (gugur daun seperti daun "caducous" mayoritas menjadi daun cepat). permukaan bawah daun untuk melindungi stomata. Aloe spinossissima. Xerophytic yang daun dan batangnya tertutupi oleh bulu disebut "trichophy1lous plants". d) Umumnya xerophytes mempunyai daun yang tereduksi (ukurannya mengecil) dan terlapisi oleh silika lilin dan mengandung cuticle yang tebal. f) Trichophylly Beberapa xerophytic yang tumbuh di daerah yang berangin kencang. umumnya mempunyai batang yang tereduksi. b) Beberapa xerophytes mempunyai daun seperti jarum. Daun a) Dalam sering tetapi tereduksi rnisal beberapa xerophytes. misal Nerium. misal Pinus. Contoh: Sedum acre.(3). Kadang-kadang (kaktus) e) Umumnya daun daun xerophytic dengan mempunyai semacam yang kecil daunnya tereduksi menjadi duri seperti pada Opuntia jarum/duri dan berurat yang rapat. dll. c) Dalam daun berdaging yang berfungsi sebagai penyimpan kelebihan air dan getah. g) Daun tergulung (Rolling of leaves).

adaptasi anatomi ditujukan untuk mengefisienkan penggunaan air. 1) Adanya deposisi lilin. untuk mencegah Rambut Umumnya epidermis terdiri selalu berkembang Buah dan pada yang biji lingkungan yang efektif air di rumput untuk bagi gurun hilangnya Contoh: terlindungi oleh kulit yang cukup memanjang ini selulose. buah dan biji Bunga kondisi memungkinkan. suatu adalah kecil dan atas kompak. (4). 2) Epidermis Sel dua pada atau xerophytes tiga Sel tanin. b. . lapisan epidermis resin.Dalam tersebar hal ini stomata atas. keras. Bunga. dan kutinisasi pada perraukaan epidermis dan bahkan di hipodermis. membentuk 3) Rambut Rambut-rambut rnelindungi kehilangan air ini stomata yang berperan dan berlebihan. hanya dan dipermukaan karena daun tergulung ke arah atas dengan sendirinya stomata tertutup dari atraosfir. lilin. radial. Cara ini merupakan modifikasi mengurangi tanaman. diselimuti melawan saringan intensitas cahaya yang tinggi. pasir. Adaptasi Anatomi Bagi xerophytes. secara dll. lignifikasi.

xerophytes. 6) Ground tissue a. sangat bila atau reduksi Hal transpirasi ini dapat area pada penting. xerophytes daun bertipe cekung dan Stomata ini bisa berada di atas permukaan (rolled leave) permukaan daun (dorsiventral leave). sebagian besar bagian tubuh dibentuk oleh sklerenkim. teratur berdaging. Dalam xerophytes. Dalam batang. Kadangkadang hipodermis diisi oleh tanin dan mucilage (lendir). di bawah strukturnya. kortek fotosintesis oleh klorenkimatis terluar yang dihubungkan stomata gas dan atmosfir. uni atau multiseluler. terisi . Dalam ground batang tissue dilakukan oleh batang. terdapat langsung satu atau di bawah epidermis yang beberapa Hypodermis lapisan kompak grup sel berdinding tebal membentuk hydrodermis. jumlah Umumnya stomata stomata/unit stomata termodifikasi tenggelam. dapat berasal dari epidermis atau korteks (batang) atau mesophyll (daun). 5) Hypodermis. jaringan Pertukaran b.tersebut 4) Stomata Dalam adalah terjadi berkurang bisa sederhana atau kompleks. Dalam kasus dimana daun tereduksi (ukurannya kecil) atau daun dilakukan dengan secara daun oleh gugur oleh cepat.

dan Ada mesofil ruang beberapa adalah sel sangat semakin yang lembaran bawah. c. berkembang kuboid. disebut daun skhlerenkimanya berdaging. berdinding tebal. Ruang antar sel semakin sempit.parenkimatis berdinding yang menyimpan kelebihan Hal ini berdaging. melingkar. penelitian yang menunjukkan bahwa kecuali sukulen. atau bentuk e. c. Adaptasi struktural berguna Tetapi sejati Fisiologi dalam ini tubuh xerophytes sangat tissue. Conducting phloem xerophytes. Jenis tumbuhan antar air. d. dan membuat xerophyte oleh mesofilnya dari semua dikelilingi sisi hipodermal yang tebal dari sklerenkim kecuali dari Lembaran ini membentuk diafragma untuk melawan xerophyte berkembang sklerofilous. penyimpan air. parenkim berkembang ekstensif sebagai kompak. intensitas yang ektensif Dalam cahaya. xylem dalam dan tubuh yaitu baik Semula para ahli berasumsi bahwa adaptasi dalam saat pengurangan hasil-hasil laju transpirasi. Dalam kompak sempit. Sel tersebut mungkin sperikal. Selsel dalam tubuh xerophytes adalah dan sangat kecil. xerophyt menunjukkan transpirasi . bengkak dll. lendir. daun. batang lateks.

masam dari yang panas. serupa menyebabkan kimia dari stomata tertutup. (2) Pada tanaman sukulen. masam-masam terurai menghasilkan C02 dan (getah) (3) Dalam cairan kedalam yang digunakan sebagai menurun xerofit. sukulen penahan struktural xerofit diatur oleh proses fisiologi. jumlah stomata/unit area daun dalam xerofit lebih besar dari mesofit. stomata terbuka dimalam hari dan tertutup disiang hari. tumbuhan berespirasi dan menghasilkan masam. karena konversi polisakarida menjadi pentosan menyebabkan akumulasi jumlah air berlebihan dalam sel. Pada malam hari. Di siang hari. Akumulasi masam dalam sel pelindung akan meningkatkan konsentrasi aliran tersebut. stomata terbuka. sel dalam fotosintesis dari akibat yang tekanan/konsentrasi osmotik sel. air osmotik dalam Saat yang sel sel menyebabkan pelindung pelindung membengkak. dalam Begitu laju pula transpirasi per xerofit mesofit. komposisi aktif sel. dinding perobahan polisakarida terhadap bentuk . secara dikonversi Misalnya. Sukulen terbentuk dengan baik.tinggi. lebih Dalam besar kondisi unit dari yang area serupa. (1) Sukulen pentosan berperan Modifikasi mengandung dan sejumlah sebagai polisakarida.

Contoh: vegetasi hutan hujan. sel yang yang rarnbut transpirasi. stomata oleh mengatur (7) Cairan Fenomena cuticle. (5) Kapasitas enzim adalah daripada seperti lebih enzim xerophyte untuk eatalases. (6) Pengaturan transpirasi Adanya licin. tidak hanya disebabkan oleh penampilan juga oleh khusus struktural. (4) Beberapa peroxidases xerofit xerophytes. Tumbuhan ini tidak dapat tumbuh dalam tanah jenuh air dan tanah kering. aktif dalam Dalam amilase bertahan mesofit. tetapi resistensi protoplasma terhadap panas dan kekeringan. Mesofit yang sederhana terdiri atas rumput dan herba. bertekanan ini akan osmotik tinggi meningkatkan sel cekung permukaan kompak stomata yang dan untuk dilindungi pembengkakan sel yang menekan dinding sel. MESOPHYTES Mesofit adalah tumbuhan daratan yang tumbuh dalam kondisi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.anhidruous seperti selulosa. meadow. dan mesofit terkaya . hidup dalam kondisi kering dalam waktu yang lama. Cairan sel yang bertekanan osmotik tinggi juga akan mempengaruhi absorbsi air. menghidrolisis pati secara aktif. sedangkan mesofit yang lebih kaya terdiri atas herba dan semak. dll.

Komunitas rumput b. Komunitas rumput dan herba arctic dan alpine. 30". Tumbuhan semak tetapi lembut kerak berukuran tidak Kadang-kadang tumbuhan tersebut bercampur dengan lumut umumnya Komunitas tumbuhan ini terdiri atas dua kategori. berpenampilan tumbuhan yang ini berada dan di daerah kutub kecil. ada. yaitu : a. (arctic) dan puncak pegunungan (alpine). Tumbuhnya berupa herba tahunan berizoma dengan batang yang panjang Daun dan umumnya (berakar rimpang). datar dan globrous. Mesofit dapat dibagi ke dalam dua kelompok tumbuhan. dll) 2. Umumnya komunitas rumput/herba berada pada daerah dengan curah hujan tahunan antara 10" sampai mesofitik yaitu tipis. Komunitas herba (herba dikotiledon sepertii Saxi-fraga.terdiri atas pohon-pohonan. Komunitas hutan) tumbuhan berkayu (semak-belukar dan . Komunitas tumbuhan berkayu Komunitas Rumput dan Herba Komunitas ini meliputi rumput dan herba semusim atau tahunan. Delphirium. 3. Tipe-tipe komunitas rumput dan herba adalah : 1. Meadow Meadow ini dianggap sebagai penghubung antara mesofit dan hidrofit sebab mereka tumbuh di tanah jika kadar air 60 . Komunitas berupa lumut. yaitu: 1. Kornunitas rumput dan herba 2.80 %. lebar.

menggugurkan daun. dimana temperatur moderat. musim sebagai Jenis xerofit. dan sesuai Dalam untuk pertumbuhan semak hutan. Hutan bergugur daun ("deciduous forest") . tetapi sangat sesuai untuk pertumbuhan banyak tempat.Hutan ini tumbuh pada daerah dengan 60" tipe per yang daun cukup ini tinggi terdiri (30" atas Di sampai tahun). yang akan daun penyer-bukannya dilakukan oleh angin. Lathyrus.Komunitas berikut : tumbuhan ini diklasifikasikan sebagai a. mesofitik sering bercampur seperti Salix. . dll. (3) Formasi batang dalam tanah yang .Hutan hujan . . daerah gugur pada musim panas/kering.Tropohyte Tropofit dimana berperan panas. Komnuitas mesofitik ini timbul kalau kondisi lingkungan vegetasi xerofitik tidak herba. yang musim mulai gugur pada permulaan musim dingin atau adaptasi tunas diperil-hatkan dingin yang oleh tropofit adalah : (1) Perlindungan lebih baik. pohon diselimuti yang grup oleh lumut dan dapat ini.Tanah hutan banyak mengandung mikroflora dan pada akar pohon banyak dijumpai mikoriza. (tumbuhan dalam di dijumpai selama berobah) mesofitik tropik tropofit Sedangkan dikelom-pokkan daerah hujan mempunyai musim kering dan basah yang jelas.Umumnya . Arabis. pohon-pohon tropika. Vicea. (2) Lapisan kulit pohon yang tebal. b. Semak-belukar mesofitik.

yang tapi hujan suhu sepanjang tahunan tahun. . dan Jepang. Sub-tropika ini tumbuh curah di daerah tinggi.Hutan "evergreen" dibagi kedalam tiga tips : (1). Hutan Hutan cukup dimana banyak Konifer. selalu yaitu pohon tersebut berdaun lebih dari satu tahun sampai daun baru muncul. dari daun. c. forest") ditemukan dan hutan daerah subtropi-ka.Hutan ini tropika tumbuh di daerah tropika (sekitar garis ekuator).Hutan yang ini selalu hijau di daun ("evergreen tropika. Hutan ini dijumpai dibagian timur USA. Hymenophyllaceae. Australia Timur. Hutan hujan . bagian Selatan Cina. dengan curah . Hutan Antartika Hutan ini tumbuh di Wew Zealand dan negara-negara hujan adalah (2). mempunyai perbedaan suhu antara musim dingin dan musim panas tidak terlalu besar. Hujan urnurnriya Tumbuhan turun pada ini musim adalah panas. berkisar antara 5°C . Tamarindus dan lumut. Brazil Selatan. Contoh : Conifer. lumut.70°C dan curah Tumbuh-tumbuhan penting dalam hutan ini Myrtaceae. Caks. . (3) Afrika Selatan. pada hutan Magnolias.Pohon pada daerah ini temperate hijau hemisfir sebelah Selatan. Hutan .melindungi tunas tahunan dari kekeringan dan kedinginan.

dan porous. ekonomis . dihuni dan oleh terdiri banyak atas jenis beberapa tumbuhan - Akar pohon banyak mengandung rnikoriza dan saprofit/parasit (Rafflesia. 95% kelembaban) yang ada c) Hampir hujan setiap hari musim kering yang Hutan strata. Myrtaceae. Brazil. Monotropa. tinggi. dll) . - Tumbuhan yang umum dijumpai di hutan ini adalah dari anggota Leguminosae. Malaysia. - Epifit dan liana di hutan ini umum dijumpai . Moraceae . Balanophora. - tinggi tinggi udara. .Keadaan hutan (jenuh dicirikan oleh: a) Kelembaban b) Suhu d) Tidak berarti e) Tanah sangat kaya akan humus. Afrika Tengah. dan lain-lain daerah tropika. Indonesia. - Hutan ini sangat karena penting bernilai bagi pembangunan. Lauraceae. Pulau Pasifik. dll . - Hutan ini terdapat di bagian tengah dan selatan Amerika.hujan tahunan iklim sekitar dari 1800 mm dan ini suhu di atas 24°C. warna gelap.

dan phyton (tumbuhan]. epifit adalah tumbuhan yang hidup di atas tumbuhan lain. karena epifit tidak berakar di tanah. . .Permukaan batang pohon. dsb. karena epifit tidak memperoleh unsur hara dan air dari tumbuhan tempat bertumpu. epifit adalah tumbuhan yang tumbuh pada permukaan tumbuhan tempat bertumpu dan secara permanen tidak berakar di tanah. Epifit menyerap air dari atmosfir.Percabangan pohon. Epifit disebut juga Aerophyte atau tumbuhan yang hidup di udara. Secara harfiah. (karbohidrat) mensintesis dari air dan makananannya C02 dari atmosfir dengan bantuan sinar matahari. Distribusi Epifit hidup diberbagai macam habitat yaitu : . yang Karena epifit ini merupakan epifit sendiri bersifat autotropik.Permukaan tumbuhan air yang terendam.EPIPHYTE A. B. batu-batuan. dan menyerap unsur hara mineral dari kulit yang busuk dari pohon tempat tumbuhan bertumpu.Permukaan daun. Begitu pula epifit berbeda dari liat:a. Arti Kata Epiphyte berasal dari kata Epi (di atas). . Secara umum. Beberapa epifit memilih tempat bertumpu yang . Epifit berbeda dari parasit.

embun dan kadar air di udara.spesifik. epifit mempunyai suatu struktural adaptasi untuk menyimpan air dan mengurangi kekurangan (kehilangan) air berlebihan. Tetapi epifit jarang terdapat di daerah yang kering-dingin. karena epifit ini memerlukan suhu tinggi dan udara berkabut untuk pertumbuhannya yang normal. Clinging Root Akar yang berperan untuk menjaga di agar epifit tetap melekat permukaan . (2). Penampilan Perakaran a. C. Daerah yang dingin dan lembab biasanya kaya akan lumut (epifit). Struktural Adaptasi Epifit Karena epifit kebutuhan airnya bergantung pada hujan. Jenis lumut ini tumbuh di atmosfir perkotaan. Normal Absorbing Root. Akar yang mengabsorbsi air. Adaptasi struktural yang penting bagi epifit adalah sebagai berikut: 1. Sistem perakaran (1). mineral dan nutrien lembab organik dari dari celah-celah tumbuhan yang kulit tempat bertumpu yang membusuk. lumut)adalah misal lumut Tortula epifit pagorum spesifik (epifit tumbuh yang pada batang-batang pohon di perbatasan perkotaan.

Aerial Root Akar yang berwarna hijau dan berspon yang posisinya menggantung di atmosfir dan berperan Akar untuk ini menyerap dapat air dari udara. Beberapa Dalam anggrek hanya mempunyai satu daun. daunnya Platyceriutn dan Asplenium nidus berobah ke dalam pitcher. (3). Batang Batang epifit epifit yang karena berpembuluh sukulen dan bisa atau tidak bisa berkembang dengan baik. c. Kadang-kadang daun berdaging dan jenis Dischidia nummularia. berkulit. serangga dan burung. Buah. melakukan mengandung fotosintesis kloroplast. b. d. . biji dan penyebarannya Umumnya buah dan biji epifit disebarkan cieh angin. Beberapa berbatang berkembang menjadi pseudobulbous atau tuberous.tempatnya nutrien bertumpu dari humus serta dan menyerap debu yang terakumu1asi di permukaan kulit tumbuhan inang. Daun Umumnya epifit mempunyai daun yang jumlahnya terbatas.

Sel berdinding tebal yang permeable terhadap air. Epifit c. beberapa epifit Artaceae jaringan putih Velamen Orchidaceae yang membentuk masif ini berdinding merupakan yang menyerap berwarna velamen. untuk jaringan dari tipis disebut suatu air mengurangi kehilangan air dari tumbuhan. Struktur lain yang serupa dengan mesofit.2. Aerial famili suatu cekung yang root" terbenam berbatang dari dan berperan sukulen. jaringan kehijauan higroskopis secara cepat dari atmosfir yang jenuh uap air. Penampilan Anatomi a. Protoepifit Epifit yang memperoleh makanan dari permukaan tempatnya tidak bertumpu dan atmosfir. tetapi kemudian epifit ini berhubungan dengan tanah melalui akarnya. Dischidia. parenkim berkembang baik. d. Sel berdinding tebal yang berlignin. Di dalam velamen terdapat exodertnis. D. kecuali "aerial root" dengan vilamen. Hemiepifit Epifit yang semula tumbuh dipermukaan tumbuhan tempatnya bertumpu. adaptasi khusus. Terbentuknya cuticle yang tebal dan stomata yang b. (2). Epifit ini membentuk struktur dll. 2. yaitu : 1. Tipe-tipe Epifit Terdapat empat tipe epifit. . Sel exodermis terdiri atas : (1). Contoh: Peperomia.

Nest Epiphyte Epifit yang mempunyai dan air kemampuan dalam jumlah untuk yang Contoh : mengumpulkan anggrek. Tillandsia. berangsur hidup tumbuhan batang Beberapa bagian bebas disebut tumbuhan yang batangnya pemanjat tumbuh dalam mati ujungnya secara hemiepifit. . Tank Epiphyte Epifit yang rnembentuk akar pancer yang fibrous yang berkembang baik. 3. sebagai penyerap air dan Contoh: Nidularium. 4. dimana akar tersebut tidak berperan di dalam penyerapan air. demikian Pseudoepifit. pembuat humus cukup besar untuk keperluannya sendiri. bawah seperti Scindapus tapi secara dan officinalis.Contoh: tanah. Daun berperan makanan.

Bruguiera. Tanah tergenang air laut. Lumnitzera. B. Tidak terpengaruh iklim 2. Tidak ada stratum tajuk 6. Myrtaceaedan. Zone jenis Peralihan. Irian Jaya. Vegetasi Australia meliputi: Maluku. dibawah pengaruh Kalimantan. Zone vegetasi hutan di Indonesia adalah: a. Xylocarpus.VIII. Tinggi pohon mencapai 30 meter 7. Araucariaceae. FORMASI-FORMASI HUTAN DI INDONESIA A. dibawah dominan adalah Dipterocarpaceae Timur. Zone Sumatera. pasir atau tanah liat 4. . Hutan Payau (Mangrove) Ciri-ciri 1. dimana jenis dominan adalah Artiucariaceae dan Myrtaceae c. Verbenaceae meliputi: adalah Sulawesi. Tanah rendah pantai 5. jenis meliputi: b. Terpengaruh pasang surut 3. Formasi Hutan utama di Indonesia a. pengaruh vegetasi dimana Asia. Nusa Tenggara. Kondisi seperti ini mengakibatkan terjadinya zone-zone vegetasi dan tipe-tipe hutan di Indonesia. lumpur. Sonneratia. Jenis pohon: dari laut ke darat: Avicennia. Zone Vegetasi di Indonesia Letak geografis Indonesia adalah diantara dua benua (Asia dan Australia) dan di sekitar katulistiwa. Rhizophora. Zone Barat. dominan dibawah Jawa pengaruh dan Asia dan dimana Australia.

Terutama terdapat di Sumatera dan Kalimantan c.. b. Acanthus ilicifolius. lempung.8. Calophyllum Casuarina inophyllum. Gluta antara renghas. nucifera. Tanah tergenang air tawar 3. tiliaceus. teluk/tanjung. lain : Baringtonia spicata. Tumbuhan bawah : Acanthus ebracteatus. dan muara sungai. Tajuk terdiri atas beberapa strata 6. Tanah rendah 5. Jenis sp. Campnospernta sp. pantai Sulawesi . Terutama di pantai Selatan Jawa. Tidak terpengaruh iklim 2. Tanah kering (tanah pasir. equisetifolia. antara lain: Baringtonia Hibiscus Cocos asiatica. Pohon penuh epifit : Paku-pakuan & anggrek 5. Acrostichum aureum. 7. Terdapat di pantai terlindung. Pandanus spp 8. pohon. Jenis pohon. Tinggi pohon dapat mencapai 50-60m. Hutan Pantai (Beach Forest) Ciri-ciri : 1. Lokasi: di belakang hutan payau 4. Terminalia catappa. Manilkara kauki 6. pantai Barat Daya Sumatera. Tidak terpengaruh iklim 2. Dillenia sp. 9. Dyera Shorea belangeran. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: 1. Di pantai (tanah rendah pantai) 4. berbatu karang) 3.

Iklim selalu basah 2.Hutan Hujan Bawah : 2 . Ammora. Tanah tergenang air gambut. Eugenia. Durio carinatus.000 m dpi) dan pada tanah tinggi (s/d 4. dll. Hutan Kerangas (Heath Forest) Ciri-ciri : 1. Tanah rendah rata 4. Tersebar di pedalaman pada tanah rendah rata/berbukit (< 1. Gonystylus.. Tanah kering dan macam-macam jenisnya 3. Tanah pasir podsol 3. Payena. Campnosperma. Dacridium. Dryobalanops spp. Jenis pohon: Shorea spp. Tanah rendah rata 4. Jenis pohon al: Alstonia. Iklim selalu basah 2. Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : 1. Tristania.000 m dpl) 4. Terdapat di Kalbar. Terdapat di Kalimantan Tengah f. Litsea.1.d. Palaquim. lapisan gambut ±1-20 m 3. Kalteng. . ada 3 zone. Iklim selalu basah 2. Berdasarkan ketinggian. Shorea spp. Cratoxylon. Calophyllum. 5. Jambi dan Sumsel e. Hutan Gambut (Peat Swamp Forest) Ciri-ciri : 1. Agathis borneensis. Anisoptera. Koompassia malaccensis. 5.000 m dpl Casuarina sumatrana. .

Hutan Musim Tengah-Atas: 1. unmmnya jenis luruh daun. Duabanga. Loptospermum. Dryobalanops. .000-3.000 m dpl .000-3. Iklim musim 2. terutama Jawa. Hujan Dialium. Hutan Altingia. . Jenis pohon pada Hutan Hujan Bawah : Dipterocarpaceae Hopea. campuran. Ma]uku dan Irian g. Sulawesi. Clearia. ada 2 zone : . rapat. Octomeles pada Tengah: suku Lauraceae.. Sumatera. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : 1.Hutan Hujan Atas suku Shorea.1. Berdasarkan ketinggian. Kalimantan. Koompassia. Hujan Dacrydium.Satu stratum. Quercus. Magnoliaceae. Tanah kering dan macam-macam jenis tanah 4. Ericaceae Jenis Conifer Hutan pohon Fagaceae (Quercus. Nothofagus).Hutan Hujan Tengah : 1. Tropika Jaya. Podocarpus). ciri-cirinya : . castanea. Genus Jenis :11.000 m dpl genera: Vatica.000-3. pada Hutan Hammamelidaceae.000 m dpl . Dyera.Jenis pohon : Acacia leucophloea. Pada tanah rendah rata atau berbukit dan pada tanah tinggi 3.000 m dpl Hutan Musim Bawah.Hutan Musim Bawah : 2 . meliputi Dipterocarpus. 5. terdapat di Ericaceae. Hujan Atas: suku (Araucaria. lainnya: pohon Agathis.

Jenis pohonnya: spp. grandis digyna. Jateng. Pinus Eucalyptus insularis Hutan hutan musim hujan merkusii. mozaik Cirebon diantara (Jabar).Atas : . Jatim.Caesalpinia Tetratneles. Nusa Tenggara. Hutan Musim Tengah . Tectona Tamarindus indica. . terdapat di: Casuarina Pinus secara junghuhniana. Dalbergia latifolia. Karawang.

perladangan . Hutan Mangrove Jenis gangguan . Jenis Gangguan Hutan 1.penebangan . Jenis dan Akibat Gangguan pada Formasi Hutan 1.gempa bumi . Gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia (gangguan buatan).pemulihan (lama waktu) dampak gangguan . Intensitas Gangguan Hutan Bergantung pada: .kebakaran yang terjadi secara alami .luasan akbat gangguan . .abrasi .gelombang pasang 2. GANGGUAN HUTAN A.waktu gangguan terjadi .jenis gangguan .industri .pencemaran .IX.dll B.kebakaran tidak terkontrol .hama/penyakit .longsor . Gangguan Alam .pemukiman .jenis komponen lingkungan yang terganggu C.

. Fibrystilis sp. penggunaan komunitas tumbuhan mangrove yang sesuai dengan kondisi habitat .Invasi Acrosticum aureuin.Invasi rumput rawa (Paspalum sp.industri/pertambangan .kehidupan satwa liar terganggu 2. dll).interusi air masim ke daratan .kebakaran . Melastoma sp (harendong) .potensi perikanan menurun .tambak .pemukiman . dengan hutan macaranga. Acanthus sp.abrasi pantai meningkat .pemukiman .hutan rawa sekunder (hutan melaleuca. hutan pionir hutan lainnya Ploiarium coriaceum) alternifolium.pertanian .rekreasi .pencemaran . Campnosperma jenis-jenis .sedimentasi tidak terkontrol .penebangan .industri Akibat Gangguan Hutan . Hutan Rawa Jenis gangguan . dan Derris sp.pertanian (terutama kebun kelapa) .kolam penggaraman Akibat Gangguan .

kebakaran .penebangan .abrasi pantai meningkat 4. . Urticularia. spp. Hutan Pantai Jenis Gangguan . Nepenthes.tanah tandus berpasir Hutan Musim Jenis Gangguan .seperti Alstonia Scleria sp. Fhuarea involuta. ratoxylum Stenochlaena cochinchinense.pemukiman . Selain itu terdapat juga Myrmecodia (epifit).abrasi pantai . palustris.industri .penebangan .areal hutan menjadi savana invasi seperti herba insectivora di tempat terbuka dan pasang (tsunami) Drosera.gelombang .interusi air masim ke daratari/pedalaman .umumnya berupa perkebunan kelapa invasi rumput-rumputan (Ischaemum muticum.rekreasi Akibat Gangguan ..penebangan . dll. Hutan Kerangas Jenis Gangguan . Zoysia matrella) dan terna (Nephrolopis biserrata) .. 3.kebakaran Akibat Gangguan .

penggembalaan . Enggelhardtia spicata..pertanian Akibat Gangguan . . Vernonia arborea. Homalanthus gigantheus.hutan jati (tahan terhadap kebakaran) .hutan Casuarina junghuhniana (akibat kebakaran . Weinmannia blumei.hutan campuran Dodonaea viscosa.

Perancis : Reboisation) adalah pembinaan dengan penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan menggunakan jenis-jenis yang berbeda dengan jenis semula 4. Hutan Tanaman Industri (HTI) B. Afforestation adalah penanaman jenis-jenis pohon hutan pada lahan yang belum pernah ditumbuhi pohon-pohon hutan 3. Reforestation (Bhs. PEMILIHAN JENIS POHON A. Keadaan Hutan di Indonesia Luas kawasan hutan di Indonesia meliputi lebih dari 74 % dari luas daratan. Jika luas daratan planting (termasuk regreening/penghijauan) di luar kawasan Regeneration jenis-jenis pembinaan yang sama hutan dengan dengan jenis penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan penanaman tegakan pohon/hutan . Tree hutan 6. Artificial menggunakan semula 5. Timber Estate d. Beberapa istilah lain untuk hutan tanaman. Man-made forest b. Hutan dibina Tanaman dengan adalah tegakan pohon/hutan atau yang penebaran biji/benih dengan penanaman bibit/anakan 2. Forest plantation c.X. yaitu a. Beberapa Istilah 1.

Indonesia 193.0 30. Forestry agreements Luas hutan menurut tipenya a. memperkirakan luas hutan Indonesia adalah 157 juta ha atau 1/2 dari total luas hutan negara-negara se Asia Tenggara termasuk. menurut Departemen Kehutanan seluas 64 Juta ha. Hutan produksi. sedangkan FAO menilai lebih luas yaitu 73 juta ha tahun 1980 dan 67. Tabel 1. konservasi alam dan hutan wisata c. Luas hutan Indonesia dalam juta Ha (Departemen Kehutanan. hutan produksi hutan (produksi produksi bahwa terbatas yang dan produksi FAO tetap) (1985) dan dapat di dikonversi seperti terlihat pada label 1.0 34.2 hutan di 4 5 kerusakan (deforestasi) sejak tahun 1960. Produksi terbatas c. Luas hutan tersebut menurut fungsinya dibagi menjadi hutan hutan lindung. hutan konservasi alam dan hutan wisata.0 30.0 14. Produksi tetap d. Total area hutan sekunder d. mengalami 193. Total area hutan lainnya Karena Indonesia berbagai telah kegiatan banyak manusia. Total area hutan hujan tropis b. Hutan produksi yg dapat dikonvsersi Luas hutan untuk konsesi HPH atau dalam proses konsesi a.2 12. konsesi b.6 juta ha maka luas kawasan hutannya 143 juta ha. terutama hutan hujan .2 13. 1985) 1 2 3 Total luas daratan Total luas hutan Status huutan menurut fungsi: a. hutan lindung b.3 19. Hutan produksi: c.0 30.0 65.6 143.6 34.0 64.2 143.4 52. Total area hutan payau/rawa c.2.7 juta ha pada tahun 1985.0 82.1.

Tampak bahwa laju kerusakan hutan jauh lebih tinggi daripada laju pemulihannya.000 .300. Data dari Statistik Kehutanan (1987) menyebutkan bahwa luas di lahan dalam kritis kawasan pada tahun 1986/1987 ha di dan Indonesia hutan 4. Data lain menyebutkan bahwa dari luas hutan alam di Indonesia yang sebesar 143 juta ha. Kerusakan akibat pengumpulan kayu Jawa. Diperkirakan bahwa dari tahun 1950 1985 telah terjadi deforestasi seluas 39 Juta ha atau 1. melaporkan deforestasi di Indonesia diperkirakan 550.2 Juta ha yang ditargetkan selesai dalam masa .080. kemudian meningkat menjadi 700. Industri Departemen Kehutanan pada tahun 1984 telah mencanangkan Tanaman Estate) seluas 6. sisanya seluas 23.000 ha/tahun sampai tahun 1985 jauh di atas rata-rata laju deforestaai di Asia Tenggara.060 ha. kecuali di pulau diluar kawasan hutan 6.tropika di Kalimantan FAO (1985) yang telah telah banyak mengalami bahwa laju penyusutan.1 juta ha/tahun. Sedangkan realisasi reboisasi (reforestation) pada tahun 1985/1986 hanya seluas 59.000 ha/tahunn.000 ha/tahun.000 .3 juta ha menjadi areal semak belukar dan areal bekas perladangan. Dalam kelestarian pembangunan rangka hutan Hutan mengurangi alam tekanan dalam (Timber terhadap hal ini Pemerintah.540 bakar yang ternyata tidak begitu serius bila dibandingkan dengan total deforestasi.000 ha/tahun.910 ha dan penghijauan (afforestation) hanya seluas 200.316. sedangkan karena pengaruh penebangan seluss 40. saat ini (1990) yang masih utuh adalah 119.80.7 juta ha.462 ha.000 ha/tahun sampai tahun 1980. Land clearing karena program transmigrasi 200. Deforestasi karena perladangan berpindah diperkirakan sebesar 400.

8 juta sehingga luas HTI yang hams dibangun seluas 4. Salah satu masalah utama dalam pelaksanaan kegiatan penanaman. terutama di Jawa seluas 1. misalnya hutan produksi. 2. Kegiatan ini sesungguhnya termasuk dalam praktek silvikultur. baik untuk kebutuhan kayu pertukangan. yaitu kelayakan ekologis-ekonomis dan sosial. Dasar Pemikiran Dalam Pemilihan Jenis Pemilihan Jenis merupakan salah satu kegiatan utama dalam penanaman. tanah kosong atau lahan kritis lainnya. lebih Prinsip rinci umum yang yang tersebut menjadi dapab dijabarkan dalam maupun menjadi 1.15-20 tahun. padang alang-alang. balk lingkungan lahan yang akan ditanami dan persyaratan lingkungan setiap jenis yang akan ditanam Prinsip maka umum aspek yang ekologi menjadi sangat menentukan dalam keberhasilannya. menyangkut fungsi/status areal yang akan ditanam. C. balk untuk HTI ataupun kegiatan reboisasi dan penghijauan ditanam. hutan konservasi atau areal di luar kawasan hutan dengan kondisi bekas tebangan. namun mengingat banyak aspek lingkungan yang terlibat. yang menyangkut tujuan akhir dari penanaman misalnya untuk tujuan konservasi tanah dan . hutan lindung. Dari luas tersebut telah ada hutan tanaman. pertimbangan kondisi adalah pemilihan jenis pohon yang akan pemilihan jenis pohon adalah: Sasaran penanaman.4 juta ha dan diharapkan pada waktunya akan mampu menghasilkan kayu sebanyak 90 iuta m3 setiap tahunnya. pertimbangan pemilihan jenis pohon yang akan ditanam harus inemenuhi tiga prinsip kelayakan. Tujuan penanaman. kayu energi dan keperluan pulp dan kertas.

Kesesuaian ekologis.or-i iktor ekologis lahan yang akan ditanami.Kayu serat . untuk produksi kayu atau untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya. misalnya : .Kayu pertukangan : 10-30 tahun . Kayu yang bernilai tinggi dengan prospek pemasaran yang baik 2. yaitu : kayu pertukangan. Kualitas kayu dan bentuk batang yang sesuai dengan .Kayu energi : 25 m3/ha/tahuri : 35 m3/ha/tahun 5. Kesesuaian tempat tumbuh 3. Apabila penanaman akan dilakukan di hutan produksi dengan maksud untuk memproduksi kayu (misalnya untuk pembangunan HTI) maka kriteria jenis pohon yang alcan ditanam adalah : 1. Riap yang tinggi.Kayu energi persyaratan bersangkutan Dalam reboisasi di hutan lindung tujuan penanaman dititikberatkan pada aspek pengawetan tanah dan air bahan : : S . misalnya dengan riap : .Kayu pertukangan : 15 m3/ha/tahun .air. kayu energi dan kebutuhan pulp dan kertas. Daur yang (relatif) rendah. yaitu kecocokan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan fakt. Jenis-jenis yang khas Indonesia dengan keunggulankeunggulan tertentu 4. 3.20 tahun ± 5 tahun untuk jenis industri yang 6.Kayu serat . Untuk tujuan produksi kayu terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan-baku induotri.

Mampu bersaing dengan alang-alang dan gulma lainnya. Pohon-pohon Untuk yang itu pemllihan utamanya jenis tumbuh pohon cepat diutamakan yang mempunyai persyaratan : perakaran kedalam tanah dan mempunyai susunan akar permukaan yang berkembang dengan kuat dan intensif. Sesuai dengan keadaan tanah yang kurus dan mi skin hara. Untuk dan 1. 2. 5. Pohon-pohon yang cepat tumbuh sehingga secepat mungkin menutup tanah dan mengurangi bahaya banjir dan erosi. 1. termasuk jenis-jenis intoleran dan pionir. lahan terbuka aeperti kritis persyaratan di tempat Jadi terbuka padang jenis di alang-alang yang bawah akan sinar pohon tanah-tanah Mampu tumbuh ditanam adalah sebagai berikut : matahari penuh. Hutan lindung yang terdapat di daerah yang curah hujannya hujannya tinggi rendah dipilih dipilih jenis-jenis jenis pohon yang yang penguapannya tinggi sebaliknya di daerah yang curah penguapannya kecil. 2. Untuk daerah yang aering terbakar harus dilengkapi . Jadi dipilih yang cepat tumbuh tingginya dan agresif. 3. 3.(hiroorologi). 6. bila terbakar atau dipangkas 4. toleran terhadap naungan. Mudah bertunas kembali. serta tahan kekeringan. Akan lebih balk apabila merupakan jenis campuran antara tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dan jenis lambat tumbuh (slow growing species) atau campuran antara jenis toleran dan setengtil. Biji atau bagian vegetatif untuk pembiakannya mudah diperoleh dan mudah disimpan.

dengan bakar) 7. jenis Apabila di daerah dapat ini banyak pohon komersial dilakukan tindakan penanaman perkayaan (enrichment planting) dan pembebasan permudaan dari tumbuhan pengganggu (gulma). Pada areal bekas tebangan sesuai dengan pedoman TPTI areal untuk adalah (1993) yang dilaksanakan atau alamnya penanaman kurang Jenis pohon yang yang dan yang perkayaan pada arealbertujuan penyebaran dipilih dan di areal dominan (enrichment planting) permudaan Jenis toleran rehabilitasi memper-baiki jenis-jenis komposisi pohon permudaan bersifat niagawi. Persyaratan Ekologis Faktor menunjang seperti persyaratan yang yang tidak kalah pentingnya hutan atas. Khusus syarat sehingga jalur isolasi (misalnya jaur hijau/sekat atau dengan dan dengan jenis-jenis yang tahan api untuk harus penghijauan. Areal penanaman adalah areal yang kosong akan permudaan yang luasnya mengelompok tidak kurang dari 1 ha. ekologis di didalam tanaman. D. oleh rakyat/masyarakat. adalah pada keberhasilan telah ekologis. disenangi ditambah untuk lagi jenis yang mudah tumbuh setelah terbakar. pembangunan disinggung Persyaratan . menanam merangsang mereka memeliharanya. sedangkan Jenis untuk komersial penanaman terbuka dipilih jenis komersial yang suka cahaya atau jenis pioner. Pada areal semak belukar (hutan sekunder muda) dipilih jenis-jenis yang waktu muda memerlukan naungan (setengah permudaan toleran). karena bermanfaat.

harua diperhatikan menjadi tolok ukur faktor lingkungan (keadaan ekologis) dalam pemelihan jenis adalah : (1) iklim (curah hujan. Apabila terpaksa didatangkan jenis dari luar atau jenis asing (jenis-jenis exot) baik dari luar daerah atau luar pulau jenis-jenis tersebut harus mempunyai persyaratan tumbuh tempat tumbuh akan yang sama dengan atau tempat mampu lahan yang ditaiiami menyesuaikan diri iklim dan lingkungan hidup yang baru. 1. gangguan binatang dan sebagainya). dan Asia tropik. Jawaban yang paling tepat untuk hal itu bfialah jenis asli.dasarnya adalah mengkombinasinakan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan faktor-faktor ekologis lahan yang akan ditanami. (jasad seperti mikoriza. dan (4) lingkungan kebakaran. (2) tanah (sifat fisik. keasaman). Iklim Setiap jenis pohon mempunyai persyaratan tumbuh sesuai dengan kondisi iklimnya. Amerika. karena jenis-jenis asli setempat adalah jenis terbaik yang sudah beradaptasi dalam waktu cukup lama dan sudah teruji kemampuaannya menghsdapi gangguan dan hambatan tumbuh dari alam. dan seperti dari Afrika. Jika mendatangkan jenis asing sebaiknya Komponen yang utama berasal yang dari daerah tropik. Oleh kareria itu. Jenis-jenis terpilih pertamatama harus sesuai dengan keadaan ekologi tempat tumbuh yang baru atau jenis yang berasal dfiri tempat yang keadaan iklim dan tanahnya serupa atau mendekati sama dengan di tempat yang baru. suhu). menentukan pertumbuhan adalah curah . pohon Unsur iklim yang hujan. kimia. (3) ketinggian biotik dari permukaan renik laut.

sedangkan Gelam (Melaleuca leucadendron) dapat tumbuh pada tanah gambut rusak yang kerkadar pirit tinggi dan sangat beracun bagi tumbuhan lain. Jati Kadang-kadang (Tectona ada jenis yang memerlukan unsur hara tertentu agar dapat Seperti grandis) dapat tumbuh baik pada tanah berkapur yang bersifat alkalis. 3. Sementara jenis-jenis (Rhizophora tumbuh baik pada tanah yang salinitasnya (kadar garam) tinggi. . ke ketinggian tolerasi dari laut.Berdasarkan jumlah curah hujan serta jumlah bulan-bulan basah tipe dan iklim bulan-bulan basah kering ini pula A) Schmidt dan ferguson telah membuat klasisifikasi tipe iklim dari (tipe iklim sampai daerah kering/padang pasir (H). berbeda-beda satu jenis Ketinggain ketinggian berkaitan Pemilihan ketinggian dengan suhu dan tekanan udara yang berbeda-beda dari ketinggian pohon sebaiknya memenuhi kisaran tempat ini. Tanah Setiap jenis pohon memerlukan tingkat kesuburan tanah yang berbeda-beda mulai dari tanah subur sampai tahan tumbuh terhadap dengan tanah balk. mulai dari pinggir pantai sampai pegunungan dan mempunyai terhadap tempat yang ketinggian ini lain. yang kurus. sementara Ramin (Gonystylus bancanus) justru tumbuh dominan pada tanah pohon gambut Bakau yang kesuburannya spp. Tinggi Tempat Setiap tumbuh jenis pohon juga mempunyai tempat persyaratan permukaan yang berdasarkan selang pula. 2.) sangat rendah dan mempunyai pH yang sangat rendah pula.

5. Cukup tersedia biji bermutu baik (unggul) dari sumber yang kualitasnya terjamin 5. 2. penyakit dan kebakaran. Kebutuhan Cahaya Setiap penuh selama jenis pohon ada yang memerlukan tahan cahaya pertumbuhan. payau berdrainase Selain mendapatkan adalah : 1. Kewaspadaan teerhadap serangan hama. terutama sari 7. Kesarangan Tanah Kesarangan air atau tanah ini dengan gambut Setiap terutama baik dan jenis adalah kondisi drainase jelas tanah dalam hubungannya dengan tergenang tidaknya oleh berhubungan tanah jelek. ada yang terhadap naungan selama pertumbuhan dan ada yang sewaktu muda perlu naungan tetapi setelah dewasa perlu cahaya penuh. atu sering disebut pohon intoleran. Mudah diremajakan/regenerasi dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat setempat misalnya dengan sistem tumpang mempunyai lain toleransi yang perlu jenis pohon sendiri-sendiri terhadap kondisi tanah tersebut.4. pohon toleran dan pohon setengah toleran (semi toleran). Dampak terhadap positif dan negatif yang akan ditimbulkan baik dampak sosial-ekonomi maupun dampak terhadap faktor-faktor lingkungan 4. Penguasaan terhadap silvikultur jenis terpilih 6. Biaya pembangunan tanaman dan manajemennya. hal-hal perhatian diatas dalam hal pemelihan . 3. buruknya tanah tanah. Pada tanah-tanah yang jenuh dengan air seperti tanah rawa. Mampu berintegarasi dengan penggunaan lahan lain.

D A.D B.C.B.B A.D A.C.C.D A.B C.D B.B. 4.D C.B.D A.C.D A C.B.B.D C.C.C.B. platyphylla Eucalyptus deglupta Eucalyptus grandis Eucalyptus salina Eucalyptus umbellata Gmelina arborea Lagerstomia speciosa Maesopsis eminii Melalueca leucadendron Pinus caribaea Pinus insularis Pinus khasya Pinus merkusii Podocarpus imbricatus Pterospermum javanicum Santalum album Schimaa noronhae Tipe Hujan C.D A.D A A.D A A.D D A.C. 7.C. 3. 5 6.C B.B Kebutuhan Cahaya Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Semitoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Ketinggian (mdpl) 0-800 1000-2000 0-800 0-400 0-800 400-1200 0-1200 0-800 600-1600 0-1200 0-800 300-1600 0-400 400-1200 0-800 0-800 0-400 0-800 0-800 800-1200 800-1200 800-1200 0-800 0-400 400-1200 0-400 0-800 800-1200 800-1200 200-1700 1200 0-400 0-800 800-1200 Keadaan Tanah Kedalaman Toleran terhadap tanah dangkal Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membuthhkan tanah dalam Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membtuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran pada tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran pada tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Kesuburan Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kkurus Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur .C B.D B.D A.D B. 1998) No.D B.C.D C.D B.C C.Tabel Hubungan antara jenis-jenis pohon dengan keadaan ekologis (Soerianegara dan Indrawan.B. 1 2.B.C. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Jenis Acacia auriculiformis Acacia decurens Acacia catechu Agathis boornensis Agathis labillardieri Agathis lorantifolia Albizia falcataria Albizia lebbeck Altingia excelsa Anthocephalus cadamba Cassia siamea Castamea javanica Casuarina equisetifolia Casuarinas junghuhniana Dalbergia latifollia Dalbergia sisso Dryobalanops aromatica Eucalyptus alba Eucalyptus alba Subspec. 8.C B. 9.C.B.B A.C.D A.B A.C A.C C.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Jenis Pinus merkusii Agathis lorantifolia Araucaria cunninghamii Araucaria klinki Tectona grandis Swietenia macrophylla Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Paraserianthes falcataria Anthocephalus cadamba Acacia auriculiformis Altingia excelsa Eucalyptus deglupta Shorea javanica Pinus caribaea Maesopsis eminii Gmelina arborea Riap (m3/ha/th) 19.B. Daftar jenis pohon.2 7. riap.5 60 60 50 50 50 15 40 8 5 8 5 10 20 17 100 9 30 7 10 11 7 Asal Sumut Jawa Australia tropic Irian jaya Jawa Jawa Jateng Jateng Filipina Maluku Malaysia barat .D C..9 22.5 6-8 23.7 10 37.7 (I) 16. 19.4 44-50 20 24 26.6 (II) 21.5 24.D A.D Toleran Toleran Semitoleran Semitoleran intoleran 0-800 0-800 0-400 0-400 0-800 Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Tabel 1.9 25.2 17 9.9(IV) 12.C A.36 37 38 39 40 Swietenia macrophylla Swietenia mahagoni Shorea javanica Shorea leprosula Tectona grandis B.) No.C C.9 (III)*) 10.B.4 24.4 27.C.9-17.0 13-34 10-30 35 Rotasi (th) 15 25 25 50 34 9.7-24.5 (III) 16 23. rotasi dan asalnya (Manan.8 16.

Putih bracteolate.S. S. sandakanensis S. virescens.9 20 20 20 25 20 20 43. lamellate. M.3 18 12 17 38 23 45 18. falcataria Sengon Dalbergia latifolia Sonokeling Siap dikembangkan dengan penelitian Kayu Pertukangan Shorea leprosula.accumatissia. S. B. S.Tabel Kriteria prioritas dan penentuan jenis untuk hutan tanaman industry di Dataran rendah (Al rasjid. C . S. S. 1984) Jenis Pohon Nama Daerah Nama Latin Siap Dikembangkan Kayu Pertukangan Tengkawang Shorea stenoptera Sengon P. regosa. pinnata.9 35-65 - 30 15 30 25 30 25 10-15 10 10 10 10 15 15 30 30 30 30 30 30 10 5 10 5 10 4-10 20 - B C. S. collaris S. A. falcataria Tusam Pinus merkusii Leda Eucalyptus deglupta Mahoni Swietenia macrophylla Sonokeling Dalbergia latifolia Kayu Pulp Pinus merkusii Tusam Anthocephalus cadamba Jabon Eucalyptus deglupta Leda P. falcataria Sengon Sesbania grandiflora Turi Kayu Energi Acacia auriculiformis Akor P.8-43. S. Tengkawang compressa. 26 45 16 20 14 20. M.qibbosa.9 25 20 25 20 13.facuetiana. M. S. Shorea hoplifolia Shorea gysberstiana.S. II A. kuning S. Angsana Calliandra calothyrsus Kaliandra Glirisida maculata Gamal Peronema canescens Sungkai Azadirachta indica Mimba Cassia slamea Johar Casuarina equisetifolia Cemara laut Riap (m3/ha) Daur (th) I. merah oavlis. hoplifolia Agathis lorantifolia Pilau Duabanga moluccana Kayu mas Dipterocarpus spp Keruing Peronema canescens Sungkai Kayu Pulp Acacia mangium Lamtoro Leucaena leucocephala Eucalyptus urophylla Kayu Energi Leucaena leucocephala Lamtoro Eucalyptus urophylla Acacia mangium Pterocarpus sp.

72 0.67 0.Tabel Kalori dari beberapa jenis kayu bakar.88 KKB III III II V V III I I II I III III II III II Kalori 4907 4462 4433 4862 4664 4731 4449 4369 4617 4294 5041 4483 4690 4722 4481 4721 4548 4407 4464 4533 4494 4676 4580 4329 4408 4459 4936 4773 4568 4829 5155 5218 .67 0.69 0. dalam berat jenis dan kelas kayu bakar (KKB) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama Daerah Kasia Akasia Kelampis Rasamala Sengon Jabon Terap Jambu mete Kaliandra Kapuk Cemara Johar Kelapa Sonokeling Siso Hue Gamal Bamboo tali Kemlandingan Lamtoro Mangga Gelam Rambutan Angsana Jambu biji Kesambi Mahoni Puspa Turi Asam Jati Laban Nama Latin Acacia auriculiformis Acacia decurrens Acacia tomentosa Altingia excelsa P.94 0.84 0. falcataria Antocephalus cadamba Artocarpus sp Anacardium occidentale Calliandra calothyrsus Ceiba petandra Casuarina equisetifolia Cassia siamea Cocos nucifera Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Eucalyptus sp.70 0. Gliricidia maculata Gigantochloa apus Leucaena glauca Leucaena leuococeppala Mangifera spp.94 0.16 0.82 1. Melaleuca leucadendron Nephelium lappaceum Pterocarpus indicus Psidium guajava Schleira oleosa Swietenia macrophylla Schima noronhae Sesbania grandiflora Tamarindus indica Tectona grandis Vitex pubescens Berat Jenis 0.01 0.81 0.42 0.34 0.

Acacia mangiiun. k.. f. b. Pulp dan Rayon a. Santalum album. Hutan Lindung a. g. Mangifera sp. Antidesma bunius. b. Altingia excelsa. B. 2. leprosula. Pterocarpus indicus. Pinus merkusii b. Swietenia macrophylla. Canarium sp. d. Agathis lorantifolia. g. i. Schima noronhae. i. d. E. Pinus merkusli. Eugenia sp. . f. Untuk Areal Bekas Tebangan HPH a. f. Eucalyptus deglupta. e. Pometia pinnata. Acacia mangium. . Artocarpus integra 3. S.. g. Peronema canescens. parvifolia. Dipterocarpus lowii. m. n. Swietenia macrophylla. Durio sp. Durio zibethinus. Pinus merkusii j. Acacia mangium e. Dipterocarpus sp. g. Shorea acuminatisima . g. Tamarindus indloa. Parkia speciosa. n. Agathis borneensis. o. l. Arenga pinnata. c. A. i. Schima bancana. c. S. urophylla. l. . e. r. Gonystilus bancanus. b. c. Schima wallchii. . Hutan Konservasi a. v. S. Eucalyptus deglupta. Dryobalanopa aromatica. j. Gosampinus heptaph. Paraserianthes falcataria C.. Cassia siamea. p. Anacardium occidentale. h. pinanga. Kayu Pertukangan a. Ficus benjamina . b. Untuk Rehabilitasi lahan kritis 1. Untuk Hutan Tanaman Industri 1. Hutan Produksi a. k. hamii. d. h.. k. d. c.. f. Eucalyptus deglupta. Dryobalanops aromatica. Dalbergia latifolia. Adenanthera pavonin e. d. c. 2. h. Parashorea sp. A. e. q. Gnetum gnemon. Araucaria ciminghamii . f. Artocarpus Integra. Lagers trosnia sp. g. c. j. Paraserianthes falcataria. Bambussa sp. u. i. Eucalyptus urophylla. j. Acacia decurrens. i. decurrens. Tectona grandis. Anthocephalus chinensis. Diospyros celebica. Quercus sp. d. b. e. Eucalyptus deglupta.Daftar nama jenis pohon untuk ditanam bagi berbagai tujuan (manan dalam Departemen Kehutanan. h. Pterocarpus indicus. m. h. h. Tectona grandis. s. Melaleuca leucadendron. t. Shorea atenoptera. Aleurites inaluccana. Peronema canescens. Duabanga maluccana. j. Gonystilus bancanus. f. Shorea zeylanica. Shorea sp. Diospyros celebica. 1992) A..

Rhizophora sp. Santalum album. Gmelina arborea. kayu Mewah/Indah dan Rot a. Dalbergia latilolia. Pinus merkusii (Aceh. Casuarina equisetifolia. Altingia excelsa (Bukit Barisan. e. Dalbergia latifolia (India) e.. Calamus sp. Nusa Tenggara. C. b. Kayu Energi/Kayu Bakar a. k. Calliandra calothyrsus. Shorea leprosula (Sumatera. Pinus kesiya/insularis (Filipina. Acacia duurrens (Australia) o. Casuarina equsetifolia (daerah pantai Indonesia) o. Leucaena leucocephalus (Amerika Tengah) k. i. Priangan) i. NT. Eusideroxylon zwageri. j. e. Eucalyptus deglugta (Sulawesi) n. Finns oocarpa (Mexico. f. Calliandra spp (Guatemala) h. Maesopsis eminii (Afrika Tropik) l. Gliricidia spp. Gmelina arborea (India. (Amerika Tropik) g. Dyospyros celebica (Sulawesi) l. Gonystilus bancanus. g. Eucalyptus alba (Timor) t. c. d. Duabanga moluccana. Manilkara kauki (Ball) m. Macadamia hildebrandii (Sulawesi) q. Pinus caribeae (Honduras) b. Peronema can&scens (Sumsel. Jepang) j. Maniikara kauki. Timor) g. Tectona erandis (Jatim. Eucalyptus spp. junghuniana. c. (Afrika Tropik) m. Pericopsis moniana. Kalimantan) u. i. Shorea javanica (Sumsel. h. Khaya spp. Dracontomelon mangifera. b. Diospyros celebica. Guatemala) c. Sesbania grandifolia. Paulownia spp. Thailand) i. Acacia auriculiformis. Acacia mangium. Aleurithes moluccana (Jawa. Leucaena leucocephala. Fragraea fragrans (Sumatera) s. Subah) v. Muna) c. Kalsel) k. g. j. Agathis iorantifolia (Maluku) d. Agathia boorneenis (Sampit) e. Podocarpuf imbricatus (Jawa) r. Eucalyptus urophylla. Tapanuli) b. (Australia) n. Swletenia macrophylla (Amerika Tengah) f. d. Tapanuli. Santalum album (Timor) . l. Casuarina mqntana (Jatim. Wetar. Myanmar) d. h. Pometia pinnata Daftar Jenis asing yang mudah beradaptasi dan asalnya a. Anthocephalus cadamba (Kepulauan Indonesia) h. Ochroma lagopus (Amerika tropik) Daftar jenis asli Indonesia yang mudah dibudidayakan a. 4. Schima noronhae (Jabar) j. Burma. Paraseriantes falcataria (Maluku) f. Sulawesi) p. f. Glirisidia sepium. (Taiwan.3.

1969) dan penyerbukan diri sendiri tampaknya kurang umum daripada penyerbukan silang (Bawa. bab ini akan berisi sebuah pertimbangan mengenai penyerbukan dan penyebaran benih. BIOLOGI REPRODUKSI TUMBUHAN DI HUTAN TROPIS PENDAHULUAN Penyerbukan pohon-pohon hutan. di bawah/dalam berbagai pokok bahasan yang beragam. Demikian juga. Oleh karena itu. Laporan ini tidak akan merujuk pada semua kepustakaan tentang individu spesies yang ada. Namun. Juga. di bawah masing-masing rubrik akan . Janzen. hal ini baru dicobakan pada sejumlah kecil penelitian hutan tropis Amerika. 1979}. dengan penyerbukan tumbuhan oleh kelelawar. 1979). sebaliknya dari banyak formasi hutan temperate. karena topik ini terpencar pada berbagai jurnal/majalah yang sebagiannya sulit didapat. Meskipun demikian. dimana individu spesies atau kelompok spesies lebih menjadi bahari pertimbangan daripada ekosistem. penyerbukan angin jarang {tidak biasa} sebagai mekanisme seleksi (Whitehead. pada jarak tertentu dari tanaman induk (Van der Pijl.XI. epifita. Oleh karena itu pertimbangan reproduksi dari sebuah ekosistem haruslah menjadi tujuan akhir kita (Baker. Asia dan Afrika. penyebaran benih/biji oleh angin lebih jarang daripada penyebaran biji oleh burung dan mamalia yang setelah memakan daging buahnya lalu membuang bijinya lewat muntahan atau kotoran. Aspek lain dari biologi reproduksi hutan ini (termasuk pembentukan semaian) terdapat sejumlah peningkatan yang sama dalam interaksi biotik yang tampak pada penyerbukan dan penyebaran benih. 1975). sintesis dan uraian tentang sifat-sifat yang muncul ketika kita berpindah dari tingkat individu menuju suatu penanganan ekosistem yang holistik (menyeluruh) untuk sebagian besar belum mungkin diperoieh. 1969. 1974. semak belukar dan herba pada hutan tropis melibatkan semua antar hubungan yang biasa antara tanaman dengan hewan antopilus yang tampak pada daerah-daerah temperate (beriklim sedang). liana dan tanaman merambat. bagaimanapun.

ilustrasi dengan contoh juga diberikan. Distribusi semaian tersebut dan anak pohon yang tumbuh darinya telah menjadi subyek/bahan diskusi yang sunggun-sungguh dan beberapa penemuan (kepustakaan diringkas oleh Hubbel. 1979). pers. tangkai/batang Schnell. Kadang-kadang pohon yang runtuh masih berhubungan sebagian dengan sistem akamya. Costa Rica (H.:Hartshorn. dimana biasanya tidak mempunyai alat reproduksi . Kedua dari 1952. berkembang biak dengan biji yang dibawa oleh burung.Baker. semaian dari pohon-pohon sering terlihat di lantai-lantai hutan basah pada sebagian besar waktu dalam setahun. atau mamalia "nonvolant" ke cabang-cabang pohon korbannya. 1970. 1972. 1978).obs.1978). tanah 1975.G. Tanaman palma.Janzen. Mimosoideae) yang tumbuh pada tanah basah di Finca La Selva. Strangler figs terkenal. Sebuah contoh dibenkan oleh Pentaclethra macroloba (Fabaceae. REPRODUKSI BENIH DAN PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF Pohon-pohon dan palma Kadang-kadang proporsi benih yang dapat terus hidup yang dihasilkan oleh sebuah pohon hutan tropis ternyata amat rendah [misalnya: 0. Faboideae) dan Vemnonia arborea (Asteraceae) (Ng dalam Whitniore. kelelawar. dan pada hutan-hutan kering sekurang-kurangnya selama musim hujan. mekanisme reproduksi mungkin penting dalam menjembatani perbedaan pertunasan pohon dari tangkai/bawah tanah atau sistem akar. Hartshorn.1% untuk Endospermum (Dalbergia malaccensis) (Fabaceae. Namun demikian. bertunas (Richards.diupayakan bahasan yang menyeluruh. sering dari hutan Amerika Tengah yang sangat penulis kenal. masih tertanam pada tanah dan "pohon-pohon" baru (rarnets) akan bertumbuh dari tunas yang tertidur/terhenti sepanjang batang pohon yang melintang. Hal yang kurang jelas adalah kapasitas bawah beberapa atau pohon sistem untuk akar 1978). sejenis gulma seperti beberapa pohon lainnya yang mulai pembentukkannya sebagai epifit.

Di hutan-hutan Afrika Barat. 1974). 1966) terhadap Dipterocarpa yang dicangkok memperlihatkan bahwa banyak pohon tersebut mulai berbunga dan berbiji sebelum berumur 30 tahun.b). Janzen.vegetatif maka tiap generasi harus berkembang biak dengan benih. 1976a. Semak Belukar. Rhizoma dan pembentukan tunas baru dari akar samping lebih jarang dibandingkan pada hutan temperate. rhizoma yang luas dan pertumbuhan tunas udara dapat menghasilkan suatu semak belukar yang sulit diternbus. dapat berkembang biak dengan cara vegetatif (Shnell. Pohon Pakis dan Bambu Bagi biji/benih kebanyakan jelas semak belukar daiam di hutan tropis. Satu penelitian (Ng. Janzen (1976b) menganggap lambatnya pembentukan bunga ini kurang lebih sinkron (selaras/serernpak) pada sebuah spesies. Usia pertama kali berbunga untuk pohon-pohon hutan tropis belum banyak diketahui. berpesta dengannya dan mengembangkan populasi besar. keadaannya benar-benar berbeda. cabang/tangkai akan berkembang. Meski produksi banyak penting perkembangbiakan. 1970). dengan suatu periode waktu pertumbuhan vegetatif sebelum berbunga. vegetatif "air-layering" (Macrolobium) Scaphopetalum Faboidea) (Sterculiaceae) {Longman dan Jenik. Pohon pakis. Mengenai bambu. sehingga sebuah penyesuaian yang memungkinkan untuk pembentukan dan penyebaran buah-buahan berbiji tunggal sebelum pemangsa biji dapat menemukan mereka. Rumput yang terlalu besar tersebut adatah "monocarpic" (semelparous). diikuti oleh produksi "caryopsis" yang sangat banyak. yang dapat berlangsung sampai 120 tahun pada Phyllostachys bambusoides (McClure. Contoh-contoh . 1966b. spesies dikotiledon dapat membentuk udara) semak pada belukar dari dan Anthonota yang besar melalui (lapisan amoenum macrophylla perkembangbiakan seperti {Fabaceae. Biasanya tanaman ini mati setelah berbunga dan berbuah dan akan digantikan oleh semaian. Selama waktu tersebut.

bromeliads. rendah maka 1975). 1975). lebih sering lagi oleh burung dan mamalia yang menelan biji dan kemudian memuntahkan atau membuang kotorannya tepat pada cabang pohon yang menjadi inangnya. 1974. Reproduksi melalui epifit secara karakteristik disempurnakan oleh produksi biji yang amat kecil dalam jumlah yang amat besar {misainya Piperaceae. . Oleh karena pohon tingkat yang keberhasilan dan liana yang ini. Schnell. tunas atau akar bisa turun ke tanah. dil) yang dapat disebarkan oleh angin atau. 1970. Bromeliaceae. Tanaman merambat dan Liana Seperti pohon ara pencekik. Orchidaceae. karena habitatnya alami. dalam pembenlukan merambat diperlukan pembentukan biji berlebih-lebihan. pohon rambat dan liana yang telah jadi dapat ditumbuhkan kembali melalui pembentukan tunas dari tunas yang dorman. Longman dan Jenik.juga dapat diberikan untuk tiap-tiap benua. Whitmore. dan lainnya) dan hemiparasit {mistletoes. 1952. 1978b). tanaman merambat dan liana dapat berkembang biak melalui biji yang berkecambah pada sebuah cabang atau batang sebuah pohon yang akhirya akan jadi penyokongnya. Hal ini tidak hanya berlaku pada epifit herbaceous yang terkenal (anggrek. dll} tetapi juga bagi pohon-pohonn semak belukar epifit [(misainya spesies dari Clusia (Hepericaceae) dan Blakea (Melastomataceae)]. Tanaman rambat dan liana lain dapat berkecambah di darat dan mernbuat jalan tumbuh ke atas (Richards. pteridophytes. (Janzen. membatasi reproduksi biji atau spora. Meskipun demikian. Epifit dan Parasif Tanqkai Epifit. Dari asal udara ini. Ini salah satu alasan keberhasilan hutart rumput buatan penggunaan di wilayah tanaman tropika merambat Amerika di dan pinggiran padang Australia neotropis -Fabaceaedalam pembentukan (Baker.

Bawa dan Opler. 1977. 1975. Bawa. 1972.comm. Baker. Tomlinson. perkembangbiakan dan penyebaran vegefatif melalui pertumbuhan Heiiconia rhizomata merupakan Caiathea hal yang umum. dan 1976). 1959. (Marantaceae). Styles dan Khosla. ditetiti. anggota-anggota pada yang reproduksi termasuk Balanophoraceae merupakan parasit obligat pada akar-akar Perhatian/penekanan sanguinea dari Afrika. oleh karena pada kasus parasit akar Thonianningia dioecious.Herba_dan Parasitakar Peluang bagi pembentukan bunga dan penyebaran biji oleh tanaman herba dari lantai hutan yang matang secara khas terjadi bilamana sebuah pohon tumbang meningkatkan iluminasi di tingkat dasar/tanah. 1974. mernpunyai paleotropis. 1948). 1978). 1974. Sebaliknya. 1940. REPRODUKSI BIJI/BENIH SISTEM PERKAWINAN Riset mengenai sistem perkawinan pada tanaman hutan tropis dipusatkan terutama pada pohon-pohon dan belukar hutan {East. Penerangan oleh manusia juga memberikan fungsi persiapan yang sama. vegetatif di sini. Styles. Ashton. Zingiber (Zingiberaceae. 1969. kejadian bersama benangsari dan putik hampir tidak dikenal (Bullock. kecuali pemah (J. Soepadmo dan Eow. sebuah keuntungan. tentang Liana tanaman dan hutan. [(misalnya (Musaceae). Marantaceae tidak epifit hampir . 1976. Hanya Purseglove. saprofit Terutama tanaman dan parasit untuk kayu. (Ferwerder herba 1979) dan Wit. pers. di pedalaman hutan.Kress. data perkebunan Baker. Isu/masalah utama dalam pembahasan sistem perkawinan tanaman tropis adalah peran masing-masing dari inbreeding (perkawinan sejenis) dan outbreeding (perkawinan antar tanaman 1968. sehingga perkembangbiakan itu harus secara eksklusif dengan cara vegetatif. 1976. 1969. Simmonds. dll)] Pada intensitas pencahayaan lantai hutan yang rendah. 1977) dan sebagian sedikit Heliconia (Kennedy. 1976.

Opler. (Baker. 1974. penyerbuk potensial. tersebut hal melakukan atau ini "selffertilisasi/penyerbukan fertilisasi/penyerbukan berbeda saja dari penentuan incompatible".. Di pihak lain.1977. 1959. faktor pada berkaitan hutan 1976. Fedorov. kebanyakan Bawa. Geitonogamy dan Autogamy Tingkat penyerbukan sendiri atau silang pada tanaman Zoophilus lergantung pada sebagian besarnya dari aktivitas pencarian makanan para penyerbuk (polinator) dimana perilaku tersebut dipengamhi oleh variasi menurut ruang dan waktu dari bunga (nektar/tepung). Frankie Janzen. Bawa dan Beach. 1966. Sebuah spesies yang self-incompatible dapat menyediakan bisa sama Jadi kebanyakan dengan jelas bijinya melalui yang penyerbukan genetik silang.jenis) pada hutan dan dampaknya pembentukan populasi yang berbeda dan khusus. pada penyerbukan akibat tepung belakangan) merupakan perpindahan pergerakan penyerbuk. apakah tropis sendiri Perlu tanaman dicatat. 1981. 1980. Bawa. dengan perilaku penyerbukan dan seleksinya mungkin penting evolusi (Bawa sistem dan perkawinan 1975. Ashton. Namun demikian.b. (penyerbuk) yang datang pada sebuah pohon tertentu akan menemui banyak bunga sebelum meninggalkan pohon tersebut. pohon-pohon et al. 1977a. tujuan dari kebanyakan penelitian adalah untuk menentukan apakah tanaman hutan silang. Geitonogamy. Sebagai akibatnya.1976). kepada akibat bunga perpindahan lainnya sel sari tepung telur dari sari bunga dari yang ke satu bunga pada tanaman yang sama (sebagai Autogamy. ratusan sebuah bunga pohon yang besar terbuka Hampir di hutan siap sernua dapat tamu mengandung kedatangan menunggu perkawinan sejumlah secara yang sejenis jika dilakukan antar tanaman yang memiliki asal sama. Beach. 1969. pada saat yang sama. harus ditekankan bahwa perkawinan silang yang dalam tropis 1981). "anther" "stigma" .

luar) memajukan/meningkatkan namun masih membuka (persilangan kemungkinan dari geitonomi. Outcrossinq outcrossing Pada bunga besar dari beberapa pohon Bombacaceae 1: Mekanisme fisik dan waktu penyebab . pohon-pohon Sebagai wilayah kebanyakan pohon-pohon hutan suiit diukur besarnya/luasnya "outcrassing" (persilangan luar). 1979). Monoecism. geitonomi dan autogami hanya bisa muncui juka fungsi dari tepung sendiri pada stigma (putik) dicegah oleh suatu mekanisrne dalam karena pada self diri itu pohon incompatibilitas.bunga yang sama. dan selfincompatibility ini bisa dan tidak silang diri (ketidakcocokan oleh mungkin terjadi mencukupi. Cordiaalliodora (Boraginaceae). Bagi beberapa spesies pohon. individu Baker populasi dan [cf. kecuali untuk kasus yang jarang dimana bagian mahkota yang berbeda dari sebuah pohon dapat berbeda secara dan genetik putik melalui mutasi somatik (Bawa. Euphorbiaceae "outcrossing" produksi dan terpisah benangsari bunga pada pohon yang sama (seperti pada banyak Meliaceae. Secara genetik. yang sama. akibat dari geitonomi atau autogami sama. Gan dkk.. 1974. (1965). Tetapi. penyerbukan 1977). terdapat laporan-laporan yang yang bertentangan menyatakan atau tentang hal terjadinya ini dapat Opler dan sistem perkawinan antara untuk Durio juga daiam bagi bahwa bervariasi (1076a.. dan Valmajor dkk. diikuti oleh fertilisasi dapat terjadi dengan atau tanpa bantuan penyerbuk pada pohon tersebut. Meskipun banyak pohon-pohon hutan tropis mempunyai sendiri). dan pada waktu yang sama (Bawa. tergantung dari pengaruh iklim dan ketersediaan penyerbuk. Arecaceae). (1970). dkk. ketersediaan penyerbuk. Soepadmo Eow (1977). zibethinus (Bombacaceae)] Luas dan juga fertilisasi pada terbang sendiri dan silang mungkin tertentu akibatnya.

Kemudian pada waktu malam. Pemisahan secara fisik putik teknik/sebuah penyerbukan contoh silang pada meningkatkan lain. sari sebuah pengisap (piston) antara benang sari yang diketahui serbuk disajikan sari telah pendatang pada putik yang tidak reseptif (siap menerima).(misalnya Ceiba acuminata). kesediaan pada putik (protandry) atau sebaliknya (protogyny). ketika "anthesis" pada awal malam benang sari "dehisce" sementara "style" masih terguiung) dengan putik terlindung baik pada pusat "coil" (gelung). dan yang dimaksud (secara adalah kelelawar burung kolibri (Baker dkk.). Dimana protandri melibatkan secara relatif bunga-bunga besar di situ bisa biasanya pohon dicegah. Frankie. style uncoiled dan tersajilah sebuah putik yang siap (G. berbeda. . Pelepasan oleh benangsari dan penerimaan oleh putik dapat dibagi menurut waktu (dichogamy): pelepasan tepung sari mendahului Jadi. pers. ketika serbuk terlepas. Obs. tidak yang ada sama sinkronisasi sehingga tetap antara bunga-bunga autogamy pada meskipun geitogamy dimungkinkan.. benangsari herkogamy) pohon binatang binatang dari yang dimaksud. Pada mekanisme rumpun Gardeniaceae saat dan yang Rubiaceae. mendorong untuk dengan style seperti serangga putik "protandrous" memanjang/terulur membelah dan "anthesis". menjadi reseptif (siap) terhadap serbuk sari yang dibawa dari tempat lain (Baker. Pada kasus C.W. Belakangan. putik terletak begitu jauh dari benang sari pada sekuntum bunga yang mekar sehingga tepung sari tidak dapat disimpan/diletakkan padanya tanpa pertolongan acuminata. Hymenaea courbaril (Caesalpinioideae). 1958). kemungkinan contoh (atau geitonogarni) dan dapat sesuai bagi banyak pohontropis Sebuh bagus dari herkogami tumbuhan rambat dapat diperoleh Gliriosa superba (Liliaceae). 1971). Protandri khususnya terkenal pada Fabaceae. di hutan neotropis.

clappertoniana. Baker. 1957. 1978a). liana heteromorfik . dan secara fungsional merangsang bunga besar di situ bisa terdapat sinkroni dengan inflorescence. yang kurang sering dibandingkan protandri boleh jadi merupakan sebuah mekanisme yang iebih efektif untuk sendiri rnemajukan "dehisce" pada waktu outcrossing. Protogini. tentunya. Outcrossing 2: Sistem incompatibiljtas Self-inkompatibilitas (inkompatibilitas sendiri) homomorfik ditemukan pada banyak pohon-pohon tropis yang memperlihatkan mekanisme penghindaran/penceganan autogarni dan geitonogami herba ini. geitogamy dapat terjadi bilamana keleiawar penyerbuk melakukannya. tidak terdapat meski sinkroni antara infloresensi dan sekali iagi autogamy bisa dicegah. Jadi. spesies Ficus (Moraceae) yang sangat khusus (McGregor. Meski begitu. Dua 'asing" yang mencapai putik sebelum benangsari bunga itu lebih benang masih disukai/menang sari hams menuju perlombaan jika pada mengalahkan semua serbuk yang belakangan dilepaskan bahkan putik disiapkan. akan batang itu oleh karena itu serbuk dalam ovula. 1976).Dimana protandri terlihat pada spesies yang banyak bungabunga kecil berkumpul ke dalam inflorescences yang padat. Mimosoideae) paleotropik dan neotropik terdapat sinkroni. inflorescence cembung seukuran bola tenis terjadi pada benangsari bungabunga di suatu malam dan pada putik di malam berikutnya (Baker dan Harris. pada spesies Parkia (Fabaceae. penelitian yang baik sebagai contoh protogini diberikan oleh Persea americana (Lauraceae) dan Annona cherimolia (Annonaceae) dan . dan tetapi yang terdapat juga pohon-pohon pada hutanbelukar. 1957). sebagian berfungsi hanya sementara sebagian Iagi sebagai penghasil buah (Baker dan Harris. Pada P. Infloresensi sebagai produser Parkia nectar memperlihatkan (penghasil pembagian madu) kerja yang menarik antara bunga-bunga.

1976a).. individual yang diperlihatkan oteh East (1940).. L.hutan tropis (East. Bawa (1974) menemukan 27 dari 34 spesies pohon berbunga hermaphrodit merupakan "self-incompatible" sebagai sebuah hasil (1976) percobaan dan bagging. McDade (pers. 1974.comm. 1976a. oto-inkompatibilitas dari pohon-pohon (1976). Pada sebuah hutan tropis rendah tanah basah di Costa Rica. Arroyo. 1982). 1940. Opler dkk. dan selfing Arroyo dan crossing. Haber dan Frankie. kecuali untuk heterostylous (tumbuhan berakar serabut) dan Fubiaceae lainnya di Afrika Barat {Bakaer. Di ini antara liana dan pada tanaman merambat.. 1974a). pada contoh Mori sebuah lebih dan proporsi jauh yang spesies (1976). dan untuk spesies Cordia (Boraginaceae) dan hoostylous yang heterostylous di (selfhutan incompatible) (self-compatible) neotropis (Opler dkk. 1977} dan hutan basah di Costa Rica (Bawa. Baker. Sedikit sekali penentuan nubungan kompatibilitas pada semak belukar hutan.) juga menunjukkan adanya tinggi (1968). (1977).) mempunyai (Musaceae) spesies-spesies yang compatible maupun self-incomptible. 1958) dan di Costa Rica (Bawa dan Beadh.comm. yang Pass/flora merambat mucronata ditemukan self-incompatible dan self-compatible banyak terjadi Bignoniaceae (Gentry. Grove (pers. 1976. Bawa.comm. unpub. 1958. 1979) J. . 1977) menemukan beberapa herba yang self-compatible. tetapi (pers. 1981) dimana inkompabilitas sendiri banyak terjadi. Purseglove Hedegart Kallunki Simmonds (1976) dan Gan dkk. Pada hulan yang sama.Kress menemukan oto-inkompatibilitas telah membuktikan pada bahwa baik sekurangHeliconia selfkurangnya 4 buah spesies Aphelandra (Acanthaceae). Penelitlan-penelitian yang dilakukan pada hutan hujan tropis tanah rencah di Malaya (Ashton. K.. Pada sebuah hutan yang rontokdan kering di Costa Rica. menemukan Arroyo suatu Zapata (1978) proporsi yang serupa pada sebuah hutan tanah rendah di Venezuela.

barier inkompatibilitas 1975. bunga-bunga mengalami penyerbukan sendiri menghasilkan buah {Bawa. Purseglove. 1982). tetapi bunga dari yang berusia ini dua hari buah. Pada Cord/a alliodora (opier dkk. banyak 1967. Stebbins. terdapat bukti eksperimental bahwa sebagian pohon self compatibel dan sebagian lagi self-inkompatibel. Hedegart. 1976).) Pada Piscidia carthagenensis {Fabaceae. Pada hutan-hutan tropis. sehingga akan tercermin "crossing" perkawinan struktur pada menyebabkan sebuah pohon dan populasi sistem variasinya. tampak bahwa musim berbunga dan pada pohon hampir usia bunga secara individu berpengaruh besar satu masa pada 5 integritas yang sistem self-inkompatibilitas. unpubt. 1957. sendiri bunga-bunga buah mengalami penyerbukan menghasilkan banyak pada 12-16 jam setelah "anthesis" dibandingkan pada 2-4 jam dari "anthesis" (Haber dan Frankie. lengkap atau mudah menjadi rusak (contohnya. hutan tropis genotipe. Pohon-pohon spesies biasanya yang lebih mengalami penyerbukan siiang (Frankie dan Haber. dalam percobaan yang Sebagai contoh. dari Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) tetapi ketika digunakan awalnya ditemukan berbunga sebagai self-incompatibel selesai.). 1982).Pada 1958. Lee. Faboideae). Jain. baru saja mulai dilakukan pada pohon-pohon tropis (Can dkk. bunga-bunga berusia satu hari hasil penyerbukan sendiri secara buatan. tidak menghasilkan membentuk Pada buah. unpubl.. Luehea seemanii (Tiliaceae). 1976). 1968. yanng dibuat melalui elektroforesis protein yang terkandung dalam sel. 1976a) dan Luehea seemannii (Haber dan Frankie. "Selfing" yang melestarikan rekombinasinya. Meskipun demikian. 1965a. Penelitan tentang variasi ini. tidak 1974.. spesies. frekuensi kerusakan sistem inkompatibilitas dan faktor lingkungan penyebab kerusakan tersebut rnemerlukan penelitian lebih lanjut (Baker. 1977). Bawa. Sistem self-inkompatibilitas yang heteromorfik untuk . 1955. lihat Baker. 1974.

pendek 1976a). Bawa dan Opler. Jadi pada Theobroma (Sterculiaceae). Carlquist. hermaprodii spesies sistem (dan dengan biasanya heterostyle) atau berfungsi yang yang uniseksual. self-inkompatibilitas tampak sebagai tipe dikontrol secara gametophyt. bilimbi (Oxalidaceae) penelitian. berfungsi yang sama Sebagai sebagai terlihat akibat. 1966. dkk. Cord/a 1958. Rubiaceae. 1958.). (Opler Gambaran pengamatan pembentukan buah dan penelitian morfologi bunga adalah penting untuk memastikan apakah mereka berfungsi sebagai Pada homomorfik. 1976a. lebih Erythroxylaceae. 1980). Opler dkk. Bawa. "dioecism" 1959.. Boraginaceae) dan bisa tidak ditemukan pada pohon-pohon "Distyly" "tristyly" pada tumbuhan hutan. menghambat artinya (mencekik) bahwa pembuluh pada corolla dengan rambut panjang. sistemnya mempunyai ciri yang tidak biasa yaitu bahwa pembuluh tepung sari dari semua penyerbukan tumbuh sama cepat dengan kantung embrio dan perbedaan antara penyerbukan compatibel dan inkompatibel hanya menjadi nyata ketika garnet jantan yang . dua (Baker.. Pada tampaknya beberapa berkembang tanaman menjadi kayu tropis "heterostyty" (Baker. sementara putik pada (anaman ber"style” 1959).) menemukan 2 s/d 3% spesies pohon dari setiap ekosistem adalah "distylous". Jadi.sebagian besarnya terbatas pada tanaman herba dan pohonpohon kecil (misalnya: tinggi. ekosistem unpubl. umum daripada Oxalidaceae. adalah tanaman ber-"style" serbuk sari jarang diambil dari benangsari yang bawah dan pada tanaman ber-"style” pendek serbuk jarang ditaruh pada putik. (Rubiaceae). 1975. "tristyly" terbukti hanya pada bentuk turunan dari Averrhoa carambota dan A. tanaman ber"style" panjang berfungsi sebagai individu "pistillate" (benangsari) dan menghasilkan biji. (Baker. hutan Pada peneiitiandi Costa tanah rendah Rica. dan sebaliknya pada sistem in-heteromorfik yang dikontrol secara sporafit. Jadi. Bawa (unpubl. pada Mussaenda spp.

sebuah 1962a). et al. dan Xerospermum intermedium (Sapindaceae) (Gan. Untuk pembuktian. 1977). bahwa self Purseglove daerah baru. 1968) dan di dekat pusat asa! spesies yang diperkirakan berada pada lereng ttmur Andes. self pihak.terakhir/belakangan (Cope. Keberadaan menghilangkan inbreeding self incompatibility keseluruhan dimana pada ini tumbuhan tidak proses secara kemungkinan tidak (1969) mempertimbangkan incompatibility akan menolong menyebarkan spesies ke dalam secara genetis. studi terbaru mengenai bahwa pohon-pohon varian di hutan dan hujan Malaya menurun menunjukkan genetik seedling dengan cepat satu langkah pada suatu pohon induk Shorea leprosula (Dipterocarpaceae). Namun demikian. meskipun kadang-kadang dapat juga terjadi antar anggota-anggota dari rumpun-rumpun yang berbeda. Aliran gen dalam waktu dan ruang sulit untuk dimonitor pada populasi ponon tropis. ukuran populasi kecil yang efektif disebabkan oleh terbatasnya sejumlah individu dimana polen mungkin diterima. semakin jauh pengumpulan dibuat dari pusat asal. pernbentukan bunga yang tidak sinkron dan penyebaran benih terbatas dapat memperbesar tingkat inbreeding. tergantung pada pembuahan sendiri. semua klon self yang sejauh ini Di telah lain ditefiti semakin terbukti besar merupakan incompatible. yang berbuah banyak. dan studi-studi yang sesuai masih dalam taraf penyelesaian. akhirnya harus menggantikannya dengan self inkompatibilitas. akan terjadi diskriminasi selektif yang kuat melawan tipe-tipe self compatibel (Purseglove. Ini sesuai dengan pendapat Ashton (1969) bahwa pohon-pohon di tropika basah kebanyakan menukar gen-gen dengan tetangga-tetangga dekat mereka dalam suatu rumpun. Akan tetapi. setidaknya di hutan kering di . populasi gagal melakukan pembuahan (dan sel bahwa telur dari cacao Cope yang (1962b) memperlihatkan terisolasi Theobroma memiliki distribusi "spotty" di hutan Amazon) menghasilkan pohon-pohon self-compatibel. proporsi pohon-pohon compatibel.

ditunjukkan bahwa rumpLin-rumpun dari pohon hutart dipterocarpaceae terbatasnya buah dibandingkan Malaysia benih} pohon-pohon (yang yang terbentuk lebih terisolasi penyebaran menghasilkan individu-individu. lihat Hubbel karena banyak sebagai (1979). tersebut kelelawar) akan pada proporsi yang jauh lebih taksa dari sama dan dari pohon-pohon tropis ini. telah ditemukan dapat menghasilkan bungabunga yang berfungsi secara uniseksual (Styles. Sebuah survei flora di Pulau Colorado. Outcrossing 3: Monoesisme dan dioecisme Banyak monoesisme Styles dan tumbuhan Khosla. Styles Kesamaan oleh dalam dan Khosia. Uniseksualitas jelas Barro. Bawa dan Opler. burung. membuatnya sulit untuk menduga sifat alam seksualitas dari dari pemeriksaan tropis yang kasual bersifat morfologi bunga. (115 bahwa Croat dari spesies diocious dalam flora (semua bentuk hidup bersarna) spesies). berdasarkan studi berikut. Bawa. pohon-pohon dapat berumpun. tetapi organ-organ seks lawannya lidak berfungsi. 1972. proses antara angin mencari bunga-bunga pada staminate hutan oleh dengan pistiltat (bertentangan dengan yang ditemukan pada penyerbukan diri pohon-pohon yang sama temperate) kemungkinan dibutuhkan kedua macam bunga untuk rnenyesuaikan hewan bentuk polinator-polinator dari (serangga. 9%. Baker. 1976. tidak dipublikasikan). adalah (Croat. harus (contohnya beberapa Meliaceae. 1975. pohon yang Penulis lebih 1979) telah membuat analisis menunjukkan diantara berukuran sedang . 1976). Pada bunga-bunga uniseksual dari beberapa monoecious telah berkembang baik. pada Dengan demikian. pada bunga-bunga spesies berkayu (1978) 1265 dibandingkan melaporkan herbaceous (termasuk epifit). Cariaceae. merubah dengan dioesisme (contoh. banyak spesies hutan-hutan hermaprodit bunga-bunga tua.Costa Rica. tropis 1976) mendorong atau outcrossing Styles. monoesisme taksa dengan 1972.

dimana manifestasi dari satu seks (biasanya staminate) menghasilkan beberapa bunga yang hermaprodit Selanjutnya atau dalam lebih jarang dari seks ada lawannya. diosisme lebih lazim diantara pohon-pohon daerah-daerah temperate. kedua dari mempertahankan Pada keberadaan spesies telah diteliti oleh Baker (1976). Alasan-alasan ini telah dikemukakan oleh Bawa dan Opler (1975). Mereka mengulangi dan dana diperoleh 40% untuk hutan hujan di Nigeria dan 26% (termasuk beberapa spesies hermaprodit dikogamus) untuk hutan hujan campuran dipterocarpa dataran rendah di Serawak Tengah (masing-masing adalah data dari Jones. 1969). Benih-benih staminate dari mapun buah-buah ini meningkatkan yang seks artinya dalam areal hutan progeni datam lokal hujan pistillate. Jelasnya. Bawa dan Opler (1975) menemukan 22% dari spesies pohon adalah diocious. sama halnya dengan pistillate (bunga berkelarnin betina) dan staminate (bunga berkelamin (contohnya. Coccoloba dapat terjadi pada dasar dalam reguler atau keadaan padiform'ts dapat (Polygonaceae). untuk pohon-pohon kecil (dan semak). pada akhir periode pernbentukan bunga. Angkanya rnengecil menjadi masing-masing 7% dan 12%. Carica papaya. Dalam studi mengenai hutan kering di propinsi Guanacaste. Bawa (1981) dan Beach (1981). Beberapa dari taksa pohon . 21% adalah diocious (berumah dua) dan 15% adaiah monoecious (berumah satu). dan kemungkinan lebih lazim pada pohon-pohon besar dibandingkan pada bentuk hidup lainnya. Pohon-pohon dioecious tropis menunjukkan variabilitas yang tidak teratur daiam ekspresi seks. Costa Rica. individu-individu pohon beragam seksual dari waktu ke waktu. jantan). untuk menghasilkan bunga-bunga hermaprodit dimana buah-buah yang membawa benih terbentuk. kecenderungan mempakan pohon-pohon staminate. beberapa pohon-pohon tropis. 1955 dan Ashton.hingga besar. individu-individu hermaprodit. 8% dari tumbuhan scandent adalah dioecious dan 12% adalah monoecious.

lengkap. jauh dari bunga-bunga pistillate dimana ovari rusak mengisi yang bemasil dilakukan oleh ngengat yang mengunjungi bunga pistillate karena kesalahan dalam pencahayaan yang kurang. (1978) ada dalam suatu kondisi. 1978). bunga Bawa dan Opler dan (1975) telah mencatat tetapi disini perbedaanspp. beberapa yang kasus. (Trochilidae) Penyerbukan Trigonia. 1976). Baker (1978a) telah nyata mertunjukkan antara bahwa mungkin ada perbedaan-perbedaan pohon-pohon pistillate dan staminate dari spesies yang sama pada rasio sukrosa terhadap heksosa dalam nektar bunga mereka (contohnya pada Triplaris americana. Pohon-pohon tropis dioecious menunjukkan beberapa hubungan seks dimorphisme dalam ciri reproduktif seperti jumlah bunga per inflorescecncec. sedangkan staminatenya adalah gamopetalus bunga pistillatenya adalah polypetalous). Baker. Carica menunjukkan opposite bunga-bunga pistillate tidak menghasitkan nektar sedangkan suplainya baik pada bunga-bunga staminate (Baker. warna dan bentuk dimana dari bunga petal (kebanyakan khususnya pada Ccarica. Polygonacceae). Colorado (Panama). umumnya Pada betina berlaku seks (Opler Bawa.didaftar Croat oleh Yampolsky menemukan dan 54 Yampolsky spesies (1922) (4% dari sebagai flora) polyamodioecious. Belum jelas arti adaptif dari variasi semacam itu dalam ekspresi seks. Kebanyakan pohon dioeccious tropis yang telah diteliti menunjukkan staminate hanya rasio seks dan bunga yang bias. mudah hummingbird bunga. dalam sejumiah nektar yang dihasilkan. perbedaan dalam jumlah nektar yang dikeluarkan oleh bungastaminate pistillate. Di areal Pulau Barro. Dalam kasus Carica. ukuran bunga. dan dalam tingkat herbivory pada bagian-bagian floral (Bawa dan Opler. 1976). tumbuhan berkefamin diketahui . Arti dan tingkat perbedaan-perbedaan semacam itu akan terbukti dengan studi lebih lanjut. dikatakan seperti bahwa ini membuat pengunjung dan bunga lebah berbahaya. 1975. 1978.

Reproduksi apomiksis pertama kali ditemukan biji oleh pada yang Smith tumbuhan sebagi spesies telah (1841). Apomiksis Reproduksi apomiksis. (terutama Mekanisme betina betina) dikenai diisolasi. liar di oleh genera (Euphorbiaceae). spesies ilicifolia mekanisme Nygren tropis ini. tidak dipubl. Penjelasan-penjelasan eko-evolusioner untuk perbedaan yang berhubungan dengan iklim ini akan dipertirnbangkan di bagian lain. Pachira llustrasi pada mengenai pohon mekanisme tropis embriony ditunjukan liar oleh (adventitious) hutan oleaginea (sekarang dikenai sebagai Bombacopsis glabra (Bombacaceae) oleh Baker (1960)}. tetapi yang perlu mendapat perhatian adalah beberapa dari macam apomiksis heterosis) luar di Ashton dapat yang pada dan "menghentikan" telah dihasilkan seksual (1978) Akibatnya. (1977) dimana tentang tingkat kemungkinan apomiksis tinggi pepohonan di klimaks sulit Malaysia.). menyatakan .(Tomlinson. atau 1967) dan Daftar lebih sekurangnya lazim/umum yang rumput-rumputan) yang daftar apomiksis embriony (adventitious). yang bergantung pada diplospori atau apospori pada setiap kasus yang diikuti oleh diplotid partenogenesis (Baker. 1974) dan disini apomiksis harus dicurigai. berbunga yaitu Alchornea dengan 30 dalam satu dipublikasikan terdapat adalah dengan tercantum yang mengamati (bunga yang penyusunan berkelamin sekarang apomistik (1954. berlawanan bagian-bagian dunia dimana musim pertumbuhan singkat. karena reproduksi fisik dari bahwa amphimistik individufrekuensi pemisahan conspesifik. heterozygositas (amphimistik) demonstrasi hutan mungkin individu oleh (juga persilangan reproduksi Kaur tumbuhan induk(moyang). biasanya melibatkan agamospermi (pembentukan embrio tanpa fusi/peleburan seksual) yang telah diketahui untuk individu tropis spesies berkayu dan herbaceous sejak abad ke-19. dkk.

dan inilah yang paling sering dijumpai pada komunitas-komunitas seral pionir pada zona-zona hutan yang lebih basah. . "diferensiasi" (perkembangan Salisbury. lebih Tumbuhan berbunga minoritas habitat-habitat secara kontinu.terjadinya S. pada tumbuhan tropis dapat berasal dari 1924. jika ada. 1974}. dengan kecenderungan berbunga pada dan musim tertentu lain (Holturn. "diferensiasi" atau "antesis" kebanyakan tumbuhan tropis berbunga secara diskontinu. di pada ini 1979) harus diselidiki bahwa oleh secara teliti di hutan tropis lain. Pendorong fotoperiode. setidaknya pada dasar popuiasi. sistem perkembangbiakan Kavanagh. dalam 1952. Daubenmire. yang 1948. kenyataan berbunga. menjadi 1963}. Frankie dkk. pemicunya. 1978. 1976b. pada hari dll) proporsi Tetapi. dihadapkan tersebut Namun pada demikian. Appanah (dalam menemukan diserbuki pepohonan dan akan Dipterocarpaceae meningkat pesat Malaysia saat trips (Thysanoptera). contohnya Shorea sehingga spesies menunjukkan pohon-pohon ini adalah apomistik. referensi pada Frankie dkk. lembab 1972. sekumpulan spesies trip dari spesies pohon dipterokarpa macmptera. terjadi menghasilkan kuncup-kuncup bunga (seringkali dikendalikan fotoperiode. mungkin kecil 1958. sepanjang vegetatif mungkin 1962. Ekologi penyerbukarn Anthecology) Awal pembentukan dan perkembangan bunga (antesis) Permulaan berbeda: oleh bunga pembentukan pada bunga melibatkan dengan suhunya sebelum langsung dua fase untuk dan kuncup Antesis atau "induksi" tumbuhan kesiapan cocok). cahaya apapun terhadap faktor gelap lamanya (McClelland. ujung bunga} (Hilman. perubahan Sunning. 1974 Opler dkk. Stiles. 1980. "induksi". sangat pada Njoku. kelangkaan pertama dalam unjtan pembentukan bunga.. Jumlah serangga ini tidak banyak.. tertunda (dormansi kuncup}.

1852. yang Holdsworth. pohon-pohon dari savanna Ceiba pentandra (Bombacaceae) berbunga setahun sekali.Pecahnya masa dormansi kuncup bunga yang mengarah pada antesis pada tumbuhan tropis telah menjadi bahan perdebatan. Antesis biasanya terjadi pada waktu tertentu siang . lebih dari satu jenis stimulus yang terlibat dalam pemecahan masa dormasi kunbup bunga. 1965b). Sinkroni berikut yang dipicu oleh stimulus lingkungan yang kuat seperti badai hujan tropis pada akhir musim gen yang yang sama areal kering Juga sangat penting dalam mempertahankan bunga oleh aliran intraspesifik dalam spesies pohon tertentu yang agak umum. ada 1972. pohon-pohon besar dari ekotipe hutan tetap vegetatif untuk beberapa tahun antara tahapan pembentukan bunga (Baker. Went. Api (Hopkins. dan beberapa pohon.. Gentry (1974b) telah mensurvei tipetipe pembentukan bunga pada Bignoniaceae neotropis. Opler dkk. 1963). dkk. in Stiles basah memperlihatkan costa Fiba).1964. Bambu. penurunan suhu (Kerling. Opler dkk. Holttum. dalam (La Selva. 1975. 198C. sehingga beberapa tumbuhan hutan tropis berbunga lebih dari satu kali setahun (Holttum.). Frankie dkk. 1963). 1977). Daubenmire. 1941. memungkinkan dengan akan pembentukan perpindahan menyaingi (1978) spesies yang berbeda sebaliknya pre. 1957}. dan pergerakan 1961. 1981).. pembentukan bunga oleh spesies hummingbird penyerbuk akan berubah dari tahun ke tahun akibat perbedaan iklim namun kontinuitas suplai sumberdaya dipertahankan. sedangkan yang lainnya turnbuh untuk beberapa tahun atau dalam waktu yang lama tanpa pembentukan bunga (termasuk bambu telah disinggung sebelumnya). semuanya dilaporkan memecahkan masa Kelihatannya juga ritme endogenous terlibat. 1976a. Di Ghana. 1976a. Frankie dan Haber. tekanan air (Aivim. Opler. perubahan fotoperiode (juga Hopkins. hutan temporal/sementara tertentu bahwa urutan penyerbuk (Frankie. 1980. 1981). 1952. 1974. Kelihatannya. 1976a. dormansi. Opler. Opler 1960.. adalah monokarpik ekotipe (Foster.

karena bunga jantan (staminate) mekar beberapa jam sebetum bunga betina (bunga berkelamin betina)(Bawa dan Opler. segar ekstrim Anggrek ialah epifit yang spesies terkenal lama. 1968). secara umum benar bahwa bunga tunggal pada pohon tropis biasanya bertahan kira-kira 1 hari. 1974). 1975). Pengecualian untuk dan aturan gynaecia ini yang diperlihatkan berfungsi spesies oleh beberapa spesies yang terus Lantana sedang oranye adalah protandous dan protoginus yang bunganya memiliki androecia pada hari bunga (malam) yang berbeda. tumbuhan memiliki sejumlah mulai hingga kelelawar (Salas. Panjang waktu (lamanya) yang diperlukan bunga untuk tetap dapat menghasilkan serbuk/tepung sari (polen) atau lebih penting lagi untuk menerimanya. tersebut Minosoideae) membuka/memekarkan pengunjung bunganya dari pada lebah tengah sore hari dan tetap mekar sepanjang malam. walaupun camara dan Beberapa telah memiliki menyokong (kontribusi) daya tarik irtflorescense (warna) "dipakai'Vdiserbuki. berbunga Sesuai dan mungkin memakan dengan kehangatan malam di daerah tropis. Tumbuhan malam seperti Inga vera (Fabaceae. Bunga-bunga dari beberapa tumbuhan dioecious menunjukan ciri khusus. sangat bervariasi antar tetap sangat spesies. proporsi tumbuhan hutan yang berbunga pada malam hari lebih tinggi dibandingkan pada daerah temperate. Kehangatan juga dtrefleksikan membuka/mekarnya beberapa diurnal khusus seperti Thevetia ovata (Apocynaceae) pada kegelapan sebelum senja. yang . dengan sehingga kelelawar dan ngengat bunga mempunyai peran penting sebagai penyerbuk. dan bunga yang telah diserbuki masih berwarna (further) kemerahan. Namun demikian.atau malam untuk setiap waktu spesies 24 jam tumbuhan penuh. Passiflora karena yang bunganya yang bunganya dalam waktu kebalikannya hanya dapat bertahan beberapa jam dan penyerbukannya hanya beberapa menit setelah bunga mekar (Janzen. dimana beberapa lebih Misalnya yang (Verbenaceae) bertahan Contoh bunga-bunga hari jauh diserbuki berwarna kuning.

dari Pada kepentingan suatu (yaitu Broekmans. Opler 1952. lainnya pada 1956.Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) dengan perubahan warna yang tidak terlalu mencolok antara bunga yang belum dan sudah diserbuki. dimana bunga jantan mekar dan di antara periode tersebut bunga betina mekar dalam waktu yang lebih tama.. namun dalam waktu singkat. 1964. 1953). dkk. 1980). Fenologi Dan Keteraturan Masa Berbunga Sampai lingkungan Nevling. Ducke dan Black. Individu memperlihatkan jantan ciri basah individu dan tersebut Costa tumbuhan pemisahan pada Bawa palma betina. guatemalensis bahwa anthesis (Sapindaceae). Burger. perlakukan-perlakuan Little pada dan Wadsworth. Daubenmlre. 1963. 1957. 1966a. Baker. (Holttum.Baker dan I.. Tanggapan mengenai kejadian-kejadian fenologi yang terkait dengan biologi reproduktif seringkali hanya sebagai Catalan singkat dalam sebuah tulisan panjang untuk topik khusus floristik informasi lainnya dapat (contohnya Beard. berbagai referensi pada Richards. 1952). Informasi lain mengenai kejadian-kejadian fenologi diternukan Alien. Frankie 1974. 1970. 1936. 1968. 1946. dan yang sangat terkenal pada Croat. Hopkins. 1964. yang (contohya fenologi 1964. Rees. saat tropik ini perilaku periodik tumbuhan di kurang mendapat perhatian dkk. 1978). Gibbs dan Leston. 1972. Purglove. McClure. beberapa kecil studi. Rees. 1974. 1966. Sumber terdapat ekonomi data telah tulisan spesies mengetengahkan 1975). spesies mengenai periodisitas sebagai sejumlah dikumpulkan usaha untuk merefleksikan kecenderungan fenologi umum pada tipe-tipe vegetasi tertentu (sebagai contoh J. tumbuhan mempunyai terpisah. spesies temporal monoecious dalam Schmid Capania menunjukkan dua periode (1970) biasanya bunga hutan setiap yang menemukan di antesis Demikianlah Pada (1977) Asterogyne martiana Rica. .R. 1971. Lamb.

Nevling (1971) mempelajari fenologi hutan elfin di Puerto Rico.1978} dan oleh Foster (1974). Semak dari hutan basah menunjukkan masa berbunga yang lebih sering dan bunganya secara umum dapat digolongkan sebagai "aseasonal" {tidak bermusim). Di Costa Rica. sedangkan Jackson (1978) mengamati hutan hujan pegunungan yang lebih rendah (secara teknik hanya pada subtropis) di Brazil. 1974). Pada hutan kering (Guanacaste). bunga dan buah untuk banyak spesies yang secara khusus membentuk tipe-tipe hutan tertentu. pola-pola ini diternukan hanya dalam jangka Costa pendek Rica (biasanya sekitar 2 tahun). fenologi semak dan treelet (Opler dkk. Dengan beberapa pengecualian dari penelitian di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959) dan di Malaya oleh Medway (1972). Di daerah neotropik. Masa berbunga terjadi di dua musim basah dan pada musim-musim yang tidak terlalu kering. seperti studi-studi di Costa Rica yang diiakukan Baker. terdapat dua puncak rnasa berbunga yang tampak pada spesies kanopi dan tiga puncak di tingkat bawah.. (1980) melakukan studi fenologi semak dan treelet. dengan sedikit kesesuaian (synchrony) di antara dua lapisan. Pada hutan basah (Finca La Selva). Ng (1977) mempelajari Malaya. studi fenologi diiakukan di hutan lembab semievergreen Panama oleh Croat (1969. di hutan lembab oleh Fournier dan Salas (1966). Di Asia. Beberapa studi telah dilakukan di Afrika oleh Boaler (1966). studi fenologi pepohonan telah diiakukan oleh Janzen (1967) di hutan kering. Analisis-analisis fenologi pohon hutan (Frankie dkk. dua puncak masa . fenologi pada hutan lain di dipterocarpaceae Malaya oleh di dengan studi-studi Medway (1972) dan di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959). dan oteh Burger (1974) pada 4 tipe hutan di Ethiopia. pada lahari hutan deciduous miombo di Tanzania. 1980) dapat diringkaskan.Baru-baru membedakan ini beberapa usaha dilakukan secara untuk umum dapat dalam pola-pola komuniktas pembentukan daun. (1974) dan Opler dkk.. dan di hutan basah dan kering oleh Frankie dkk.

Hutan Guanacaste dan basah. Semak di hutan kering memperlihatkan dengan pembentukan yang buah puncaknya di antara pertengahan musim kering dan musim basah. satu periode yang luas selama musim kering yang panjang dan puncak kedua pada awal pada musim awal hujan. cenderung sebelum berada dinaungi pada daun-daun muda pohon desiduous. Selama musim kering yang panjang semak kemungkinan ripari fenologi Di ditemukan meskipun di karena kekeringan lebih dibandingkan bagi pohon yang berakar lebih dalam. puncak produksi buah masak terjadi pada akhir musim kering yang panjang (dengan hasil jelas benih pola akan tersedia pada lantai bimodal. kelembabannya kering dan basah. Pada hutan kering. umumnya juga menunjukkan pola fenologi intermediate "menengah".setahun berbuah kering masak. dan epifit sebagian besar berbunga pada pertengahan hingga akhir musim kering. Di Panama. Tumbuhan perambat memiliki pola pembentukan bunga yang lebih menyebar. berada hutan pada awal pada hutan musim hujan). Hutan ripari di Guanacaste. Musim berbuah dari berbagai bentuk . Semak hutan kering. semak menunjukkan hanya sekali puncak masa berbunga utama yaitu musim hujan. masa cenderung pepohonan setiap pohon berbuah menunjukkan perilaku (menengah) semak. dan pengamatan fenologi oleh Croat (1978) pada bentuk hidup semua Eumbuhan menunjukkan bahwa herba lantai hutan mencapai puncak masa berbunga pada awal musim hujan. saat ini secara klimatik antara hutan basah dan kering Costa Rica. kedua sejumlah besar (Agustus-Oktober). oleh kondisi berat bagi sebaliknya munculnya dorman.berbunga terlihat pada pepohonan. dalam. pola fenologi di Pulau Barro Colorado juga intermediate. hutan puncak intermediate bulannya yang pada musim sesuai dengan ketersediaan suplai air yang cukup. Puncak masa berbunga pada semak dicapai pada awal musim hujan. Liana rnencapai puncak masa berbunga pada awal musim kering: puncak masa berbunga untuk pohon yang lebih besar berada pada musim kering.

pada paleotropis neotropis Janzen (1975. Feinsinger (1976.T. urutan pohon-pohon berbunga jatuhnya dengan Dipterocarpaceae untuk setiap menunjukkan masa dan yang tumpang tindih dengan durasi dua sampai tiga minggu spesies. ekologi tumbuhan berbunga berhubungan pemanfaatan penyerbuk yang sama (trip) oleh berbagai pohon (1967). 1976). Berbagai usaha telah dilakukan untuk meneliti aspekaspek fenologi oleh dari Putz Smythe interaksi-interaksi (1979) dan yang yang lain. pada awal musim basah dan pertengahannya. Di hutan Cagar Alam Pasoh suatu Malaysia. pohon-pohon menunjukkan dua puncak. semak pada musim basah). Rangkaian/urutan dipterokarpa. Stiles (1978) dan Feinsinger dan Colwell (1978). seperti Gentry (1965). liana juga akhir musim kering. ini liana ingin besar erat dan dan tumbuhan bahwa ngengat pola perambat rajawali terpilih). Chan dalam Kavanagh. 1978). Costa Puncak ketersediaan . dan Frankie Studi-studi terinci dengan mengenai fenlogi hummingbird dalam hubungannya telah dibuat oleh Snow dan Snow (1972). Penemuan-penemuan Stiles (1978) didasarkan pada studi pembentukan basah Finca bunga La oleh 59 spesies Rica. Snow terjadi dan pada antara tumbuhan dan binatang pada tingkat komunitas. masa meskipun pematangan buah terjadi bersamaan (H. 1976). 1979). 1979). (1974b. oleh beberapa peneliti (1970). Heithaus (1974.kehidupan ini berjalan mengikuti musim berbunga (herba. Rangkaian tulisan Frankie dan Haber (in prep.) mengkarakteristikkan interaksi-interaksi antara pengunjung anthofilus dengan pohon-pohon di hutan kering Costa Rica (juga Tulisan semak. Stiles (1975. musiman spasial (hawkmoth) menunjukkan dengan kelimpahan dan lebah-lebah berkaitan temporal ketersediaan sumber pembentukan bunga. pada pertengahan hingga akhir musim hujan. 1978). dari tumbuhan yang didatangi hummingbird selama kira-kira 4 tahun di hutan Selva. epifit terutama pada akhir musim kering.

karena dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang penyebab bervariasinya pola-pola dari tahun ke tahun. penghindaran yang kompetitif penggunaan interaksi oleh kompetitif penelitian dan dan dengan pembuatan jarak sementara) akan dipelajari lebih intensif Stiles Howe diusulkan (1978). Meskipim demikian. variasi curah hujan dari tahun ke tahun menyebabkan beberapa perubahan dalam urutan masa berbunga suatu spesies. demikian pula untuk memahami interaksi-insteraksi mendiarninya. dan Feinsinger Howe Feinsinger dan Howe Colwell (1978) untuk penyerbuk. Vektor-vektor polen/serbuk sari (1) Penyerbukan oleh angin. (1977) (1975. Sebagian besar studi mengenai penyerbukan zoophilous di dan hutan tropis yang tertuju pada tumbuhan binatang berhubungan dengannya. Hal ini juga memungkinkan pengertian yang lebih baik mengenai pola pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan yang tidak berbunga setiap tahun. dan pengaturannya yang mendasar. Yang menarik. Studi-studi perbandingan mengenai tidak pola fenologi penting pada agar habitat kita yang terganggu mengatur organisme polen dan terganggu dapat hutan yang antara dan tropis dengan lebih tepat. karena sebagian besar tumbuhan hutan tropis diserbuki . Pemicu yang membawa kepada antesis akan dapat teriihat lebih jelas.bunga terjadi pada musim kering dan awal musim basah. dan oleh Foster (1974). sedikitnya bunga terjadi pada bulan-bulan terbasah pada setiap tahun. Eslabrook (1977) untuk penyebar buah. spesies tumbuhan pangan yang berbeda secara bersamaan akan memenuhi kebutuhan burung-burung sepanjang tahun. namun kontinuitas tetap dipertahankan. Di masa yang akan datang. tumbuhan vektor dalam benihnya pada antara berbagai dengan Interaksi-interaksi hubungannya (dan batasan 1978). Primack (1975). kita mengharapkan studistudi fenologi dapat berkembang datam jangka waktu yang lebih panjang.

1978. yang ternyata dengan daerah pada tidak benar (Schmid. faktor-faktor yang tidak menguntungkan 1972. 1977). luas. ditambah yang anemofili lagi sebagai dengan suatu pohon-pohon menjadikan tidak berhubungan sistem yang tidak efisien (Whitehead. Beberapa spesies pohon Moraceae di hutan semidesiduous Asia juga termasuk anemofili (D. Penyerbukan angin di hutan hijau abadi (basah) dataran rendah neotropis baru-baru ini telah dilaporkan oleh Bawa dan Crisp (1980) untuk Trophis involucrata (Moracaceae) dan ada indikasi beberapa spesies lainnya berada pada tingkat bawah dari hutan basah Amerika Tengah (Bawa. lagipula rumputrumputan yang ditemukan pada tingkat ini. tidak dipubl. Trinax yaitu spp. Corner. 1977). Tekanan-tekanan evolusi anemofili berkaitan di pada dan beberapa spesies lembab di hutan evergreen tidak jelas.prib. 1978). dan Bawa berada (Daubenmire. kurangnya pergerakan udara mungkin merupakan faktor yang menghalangi penyerbukan oleh angin. demikian pula beberapa Rhizophoraceae di hutan-hutan mangrove (Tomlinson dkk. Leston.. sebagian besar diserbuki oleh serangga (Sodestrom dan Calderaon..). 1952). 1975). Kompetisi untuk penyerbuk-penyerbuk pembatas energetik produksi bunga dan alat-alat pemikat penyerbuk. yang tumbuh berkala. Uhl dan Moore. Janzen. dapat .. 1971. di Afrika 1975).binatang. kom. Arecaceae secara keseluruhan selektif anemophilus. 1969. tetapi apa Beberapa yang palma umumnya termasuk dipercayai. Anemofili telah dijelaskan pada beberapa pohon di hutan tingkat deciduous minimum tropis yang dibatasi oleh savana dan dimana pada Opler. Pada tingkat/level permukaan tanah. 1976). bahwa tampaknya diserbuki oleh angin (Uhl dan Moore. 1970. Karr. Penyerbukan oleh angin agak jarang terjadi di hutan yang lebih basah dimana penyebaran individual conspesifik penampakan satu sama secara fisik lain.

(2) Penyerbukan oleh serangga. kupu-kupu dan berbagai jenis talat. informasi penyerbukan tergesa-gesa. sphingids seluruh pengatur'" berhubungan ini dilakukan sistem kebanyakan dapat taksa (settling moth). Sindrom-sindrom karakter yang mengadaptasi bungabunga terhadap berbagai serangga penyerbuk di hutan tropik dapat dibandingkan dengan yang berada di daerah sedang (temperate) (cf. Studi-studi tertentu tidak terlalu banyak dan penelitian jarang . Faegri dan van der Poijt. (1976a) menemukan spesies bunga paling kecil C. dilakukan. Baker dan Hurd. Hal anemofili berkembang pada famili seperti Moraceae dan Arecaceae di bawah kondisi lingkungan yang berbeda. Pada Cordia (Boraginaceae). "ngengat yang tawon. Namun. Selanjutnya Bawa dan Opler (1975) menyatakan dengan oleh terbatas merupakan ciri umum spesies pohon dioceous besar diserbuki berlidah pendek. inermis yang memiliki pengunjung bunga sebanyak 300 jenis. 1960-61. dengan agak fungsional dibedakan). 1968. pada survei oleh kelompok serangga yang terhadap diperoleh pengamatan-pengamatan Survei-survei tingkat di penyerbukan akhir ini ekosistem Malaysia intensif dilakukan sangat khusus di neotropik. 1971. Opler dkk. Van der Pijt. bahwa yang beberapa bunga-bunga sebagian korelasi putih tropis kecil yang murni suplai lebah lebih nektar terkenal. dapat dan lebah (minimal 2 kategori ngengat Namun.1978). Kisaran serangga antofilus di hutan tropis (dengan hampir dari adalah yang kumbang. meskipun akhirtelah tentang mengimbanginya. Pada lapisan tingkat bawah tidak seluruhnya kurang angin dan dalam kenyataannya efisiensi angin yang tertalu ini keras juga mengganggu memungkinkan penyerbukan. namun berlangsung setelah migrasi ke dalam hutan.diseleksi untuk penyerbukan oleh angin.

Dengan pengertian dapat ini. yang pada pada Dodson. Namun demikian. hal (1968) oleh tentang Traplining sekumpulan tumbuhan) bahwa euglosine betina. mereka yang kurang berperan secara proporsional sebagai penyerbuk. Lebah-lebah sosial ini juga mahir membersihkan polen di badannya ke dalam pellet. Penelitian menunjukkan bahwa lebah-lebah yang besar dari jenis yang berbeda mencari makan pada ketinggian di atas tanah yang berbeda di hutan kering Costa Rica. 1975). dilaporkan Lebah jantan in extenso oleh Van der Pijl euglosine 1975). pertama kali digambarkan oleh Janzen juga menyatakan lebah-lebah tersebut tampaknya sanggup untuk terbang sejauh 23 km setiap hari.I. (ringkasan menjetaskan perkunjungan (1971). Dressier dkk. Dodson. termasuk beberapa genera seperti Apis. Lebah-lebah soliter (yang hidup menyendiri) yang besar sangat penting sebagai penyerbuk pohon berkayu di daerah tropis. pengumpul Vogel wewangian juga (yaitu lebah telah diselidiki oleh C. pembagian Peran sumber nektar dan polen dan dicapai. interaksi teritorial . tersebut. Studi-studi lebah Cyclocopid di Asia Tenggara (1954). Trigona dan Melipona. yang (1979) Sindrom trapliner Frankie dan dan didatanginya digambarkan oleh Janzen (1971. R.1974b).Janzen (1975) mengatakan bahwa proporsi jenis dan biomasa lebah tropik yang besar adalah makhluk sosial. sering menjadi pemakan bangkai (scavenger) polen dan nektar yang bunga ditinggalkan setelah proses penyerbukan dilakukan.H. atau mengambilnya dari bunga-bunga dimana penyerbukan yang efisien membutuhkan pengumpul nektar. sehingga yang tersisa dibawa dari bunga ke bunga dalam posisi penyerbuk/polinator (Janzen. sehingga penyebaran dari tumbuhan bunga yang dikunjungi seharusnya bukan merupakan rintangan yang tak mungkin karakter diatasi pada pembuahan tumbuhan Colville silang.

Studi komprehensif mengenai penyerbukan serangga dari beberapa anggota famili tertentu belum sebanyak penelilian Tercatat lainnya. besar (1974a). tumbuhan perambat. paling sesuai untuk pohon-pohon bertajuk dan liana fmisalnya Tabebuia dan Pterocarpus di Amerika Tengah) yang menunjukkan kumpulan warna pada binatang yang dapat terbang di atas tajuk pohon. pohon dan semak di bawah kanopi. 107-109). Hymenoptera lain. oleh Sebah Gentry paling penyelidikan Pada kedua untuk Bignoniaceae ini. Pengaruh reaksi insting lebah dalam mendukung penyerbukan silang ini dengan bagian memindahkan Selanjutnya. Dalam hal ini burung-burung dan Iebah masuk termasuk di dalamnya. individu Yang akan dijelaskan pada dengan juga berhubungan pendukung penyerbukan silang adalah pernyataan Gentry (1978) bahwa spesies serangga penyerbuk bunga banyak (masal) surplus dapat mencurahkan dan pemakan energi serangga untuk yang menghasilkan akan menarik rnembantu penyerbuk. dan pada Lecythidaceae oleh Prance (1976) dan penelitian sebagian aktivitas penyerbuk/polinator. Harus mutualisme ekstrim . Frankie dan Baker (1974) dan Frankie (1976). beberapa liana dan epifit dapat lebih baik dilayani oleh sindrom "traplining". Sebaliknya. "Pembentukan bunga masal" dimana individu tumbuhan memproduksi sejumlah besar bunga dalam jangka waktu yang singkat. berpengamh yang dilakukan dari di daerah temperate. terutama jenis tawon tropika temyata lebih banyak berperan disadah yang dalam penyerbukan (lihat jenis dibandingkan diingat bahwa dengan yang sebelumnya antara Faegri dan Van der Piji. selanjutnya burung-burung penyerbukan siiang dengan menakuti serangga tersebut sehingga terbang/pindah ke tumbuhan lain.interaksi agresif antar lebah di hutan tropik digambarkan oleh Dodson dan Frymire (1961). 1978 hal.

Ngengat sphigid amino. pengendap kunjungan (lihat di settling". Banziger (1971) menggambarkan ngengat penghisap darah. 1978a). Beberapa bukti menunjukkan pada ketinggian yang lebih rendah.A. Kupukupu jenis lain di hutan tropis memiliki kebiasaan yang dan lebih hal konvensional ini serupa Nektar-nektar dalarn dengan dari ini kaya mengumpulkan "ngengat bunga hasil asam biasa nektar.Ficus dan penyerbuk-penyerbuknya melibatkan tawon dari Agaonidae (ringkasan pada Ramirez. dari genus Morpho memakan buah busuk (Young. Semut yang melimpah di dalarn dan pada pohon-pohon hutan dapat juga menjadi penyerbuk siiang yang jarang/langka. nektar sehingga yang asam kemudian dihisap oleh kupu-kupu. diperlihatkan oleh Gilbert (1972. seluruhnya pencari Kupu-kupu besar dan berwama-warni. Haber. (rajawali) terdapat hutan-hutan tropis setelah matahari terbenam.W. 1972). De Vries (1979) memiliki bukti-bukti tidak langsung bahwa kupu-kupu pada genera Paridesa dan Battus dapat melakukan hal yang sarna seperti di Costa Rica. nektar. pengamatan pribadi) tapi di hutan yang berawan (cloud lajur forest) di Costa Rica aktivitasnya ini terbesar pada senja dan fajar.A Opler. Lepidoptera meskipun tidak banyak terdapat sebagai di hutan tropik. Kupu-kupu ini mengambil nektar dari bunga-bunga kemudian mengumpulkan butiran polen dari bunga jantan tumbuhan perambat Anguria dan Gurania (Cucurbitaceae) lalu amino memuntahkan tersebar nektar keluar ke dalam atasnya. 1970. tetapi pernyataan . Kemungkinan sphingid mengikuti "traplining". G. Frankie dan P. Dari hasil penelitian terkini. 1975). 1971). Galil dan Eisikowitch. Di Asia Tenggara. puncak aktivitas mencari makan mungkin dicapai dalam beberapa jam di waktu pagi (W. Lepidoptera-lepidoptera bawah) (Baker. Perilaku kupu-kupu betina dari genus Heliconius yang agak aneh.

Tercatat bahwa Xanthopan morgani f. 1974. 1960-1961). disadari. Bunga-bunga hawkmoth tropis. sebagai selama penyerbuk organisme yang secara estetika menarik perhatian dan ialat tidak selalu mengunjungi bunga secara khusus. Baker dan Hurd. dan (misalnya Van der Fiji. 1969. 1978 hal angiosperrnae "primitif. 1960-1961. Faegri van der Fiji.memerlukan bukti (lihat Linhart dan Medenhall. bunga 1966. Faegri der 1971. sebagai tambahan beberapa berwarna kusam berbau tidak sedap dapat pula menank perhatian ngengat (lihat bawah). temperate 1978). praedicta di hutan Madagaskar. sehingga diabaikan oleh kebanyakan pengamat. 1977). Namun menyelidiki Tenggara sebagai tebih daripada dan demikian. yang menyerbuki anggrek Angraecum sesquipedale. ini pohon-pohon Pasifik. Kumbang dari berbagai jenis merupakan penyerbuk yang secara proporsionai lebih penting di daerah tropis dibandingkan di daerah temperate (cf. 1968. terutama di hutan-hutan Asia Lautan menyimpulkan penting yang beberapa Diptera di dikategorikan lalat-lalat tropis bukanlah hutan lalat penyerbuk Kemungkinan.30 cm.) Di daerah tropis mungkin sangat spesifik dengan kumbang yang genus 101). tertarik Diamesus dengan yang bau khas tumbuhan (misalnya dan Amorphophallus titanium dan kumbang sphigid besar dari mendatangi inflorescenses seeing terperangkap. Thien (1980) biologi lain di yang telah penyerbukan Pulau-pulau bahwa pionir. termasuk beberapa yang memiliki tangkai mahkota (corola) paling panjang. Ban der Fiji. yang sesuai dengan panjang belalai ngengat. Sebagai contoh adalah pengenalan yang lambat terhadap peran . Sindrom ciri bunga hawkmoth (ngengat rajawali) dapat dibandingkan dengan yang dijeiaskan secara luas di bagian lain dan untuk Van tumbuhan-tumbuhan Fiji. Gottsberger. dll. memiliki panjang belaiai 25 .

. (Coerebidae) disebutkan bersaing Afrika melayang dan (Sylviidae). Linhart (1973) dan Stiles menunjukkan jantan dan teritorial dalam Trochilidae. serbuk dll). mereka mengambil nektar (dan juga dalam pemanfaatan sari sebagai adalah hutan basah bahwa tempat protein) Pada (1975) burung daerah hutan. Di wilayah Indo-Malaya. yang paling dalam Honeycreepers hummingbirds sun bird memperoleh dan tidak sebagai nektardari bunga-bunga hutan (Colwetl dkk. (3) Penyerbukan tentang Syrphid dalam penyerbukan di Costa palma Rica hutan Asterogyne martiana (Schmid. dli).lalat-lalat basah 1970). Di akrobatidk (Nektahniidae) sangat penting penyerbuk (Wolf. Faegri dan Van der Fiji.. 123 kedua). finches yang mungkin (Passeriformes). di Yang Hawai dari pohon agak sumber Drepanididae hutan berbeda makanan yaitu yang memakan pada kaya cara akan berasal (Metrosideros. sedangkan "pertapa"yang memiiiki teritorial berlaku penangkap (trapliner) di hutan. pemakan madu (Neliphagidae) nektaryang Sophora. adalah passerine vireos (perching) (Vireonidae). (Toledo. Pohon-pohon dan semak-semak di hutan neotropis mungkin saja oleh warblers diserbuki berbagai oleh hummingbird (Trochilidae) atau burung termasuk tanager 1977). dilakukan oleh Slud (1960). (Thraupidae). hal. dalam seperti burungdari banyak spesies mempertahankan pembukaan tidak seorang makanannya lebih lain-lain. oleh Burung. 1978. 1975. terakhir dengan Asia. Sebuah oleh literatur burung berguna ikhtisar penyerbukan disajikan oleh Faegri dan Van der Fiji (1978. brush-longued di Costa Rica. di Asia mereka dapat dijumpai bersama shite-eyes (Zosteropidae). 1974). lorikeets studi yang (Trichoglossidae) Australia.

dan yang bahwa hummingbirds (Heliconia cenderung herba mendatangi pohon-pohon pada strata yang lebih rendah. sedangkan pada neotrropik hummingbirds.Toledo (1977) menjelaskan untuk hutan hujan Vera Cruz di Meksiko. makanan 1978) mempelajari dalam pola dengan pola hummingbirds mencari dan oleh {kebanyakan komunitas penyediaan terganggu) nektar dihubungkan tumbuhan. bahwa Penuiis yang sama suplai dan melaporkan variabilitas makan nektar sepanjang tahun bagi hummingbirds berhubungan perilakunya dalam mencari berkembangbiak. Burung menunjukkan ketertarikan yang sangat besar pada nektar sebagai bahan makanan selama masa berbuah rendah dan ketersediaan (Toledo. ketetapan tempat berdiri pada yang pertama. kerapatan udara dan faktor-faktor lainnya. . Feinsinger dan Colwell (1978) menghubungkan perbedaan-perbedaan perilaku dalam mencari makanan di dalam dan atar spesies pada ketinggian yang berbeda seiring dengan perubahan suhu. Van der Pijl {1937} dan Faegri dan Van der Pijl (1978) organisasi sisi lain menjelaskan bunga bunga antara perbedaan-perbedaan bunga paleotropik dalam burung Terdapat perching dan inflorescens di satu sisi. 1977). cenderung Sebaliknya banyak tersebut pohon-pohon yang lebih tinggi dan liana yang menempati yang lebih tinggi lebih didatangi oleh burung Perching. Feinsinger {1976. Pada areal cloud-forest di Costa Pica. dengan 1975) serangga minim. Perbedaan ini juga dapat dilihat dengan membandingkan antara spesies yang diserbuki oleh hummingbirds dan passerine yaitu Etythrina di neotropis {Cruden dan Toledo. semak-semak tertinggi tempat herba dapat adalah dipertimbangkan}. berlawanan dengan daerah terbuka di sekitar bunga sehingga dapat ditempati oleh hummingbirds yang sedang terbang.

di Afrika Bignoniaceae. 1975}. Jenis-jenis inni memiiiki begitu banyak nektar (dan air hujan) sehingga dapat digunakan sebagai tempal minum oleh burungburung yang lebih besar. Harris dan Baker {1958. Burck. Sazima dan . di Asia Tenggara). dapat makan untuk ketika yang lintang diproduksi burung-burung hummingbirds). Vogel (1958. Selanjutnya dengan adanya photografi flash elektronik. tahun. dan dewasa ini telah ada alat-alat penguat gambar penampakan malam bagitu pula alat radio tracking telah memungkinkan studi yang lebih sering dan mendetait dan telah memberikan kepada kita apresiasi yang nyata dari luasnya sistem penyerbukan yang hampir terbatas pada daerah tropis. Carvalho (1960). Ayensu (1974). (4). (1974. 1959). diameter kurang 10 cm dan sama-sama dalam). di Taman Botani (Kebun Raya) Buitenzorg (sekarang kepada Bogor) pada tahun 1892. dan Mulai dari itu ini hingga tahun 1954. Baker (1970. 1968-1969). relatif sedikit perhatian ditujukan polinator crepuscular nocturnal (kecuali oleh Van der Pijl. dengan dari hutan iebih Barat. sepanjang residen atau atas oleh Bunga-bunga tahun. kelelawar pertama sebagai poiinator di areal hutan tropis telah dibuat oleh W. Kelelawar Pernyataan dan Mamalia yang Lainnya muncul sebagai mengenai polinator. Hadiah yang dapat disediakan untuk burung-burung yang datang oleh bunga hutan tropis akan dibahas pada bagian berikutnya. 1975). (cf.Beberapa spesies pohon Ornithopilous mernpunyai bunga berbentuk rnangkok yang sangat besar (seperti Spathodea deciduous sampanulata. 1959}. untuk dasar karena Stiles. setengah musiman tersebut memberi 1978. secara migran. Jaeger (1954). mereka mungkin dimanfaalkan bergerak burung-burung atau ketinggian (Janzen. 1973). Heithaus ef a/. 1936. Baker dan Harris (1957.

andreana {fabaceae. dan di Australia. Sussman berpendapat bahwa didatangi oleh mamalia non-volant yang didahului oleh penyerbukan kelelawar. 1978}.Sazima (1977. d!l). Mimosoideae) (Baker dan Harris. Sebuah resensi umum dan diskusi disajikan oleh Start dan Marshall (1976). 1968Baker. yang juga meliputi banyak data utarna dari Malaysia. liana atau kadang-kadang epifit dengan individu peduncles bunga-bunga bunga atau inflorescenses menggantung sehingga atau pada individukekuatan ruang yang pedicels terdapat terbang bagi kelelawar bebas dari ranting atau cabang. Megachiroptera hutan bunga tropis yang tidak menyebar ke neotropic dan Microchiroptera (yang menyebar} dan Raven menemukan (1978) Amerika dan menyebar kedalamnya (Baker. memberikan penyerbukan oleh mamalia non-volant Tumbuhan yang diserbuki kelelawar di hutan tropis biasanya pohon-pohon. dan Gould (1977. Contohnya Parkia dappertoniana (Fabaceae. kosong di insectivonous) {Baker dan Harris. Faboideae) (Baker. 1957. Kemungkinan lain. Baker. Bunga yang didatangi kelelawar pada paleotropik terbatas anggota 1969. sisa keterlibatan mamalia yang lebih tua ini masih terlihat di Madagaskar. 1957. dan cukup besar digantikan oleh penyerbukan kelelawar ketika mamalia yang terbang lebih efektif menjadi tersedia. order order Namun ternpat Megachiroptera (sementara adalah Microchiroptera demikian. Lack (1978). Vigel. 1978a) dan Mucuna 1970). 1968. pada dari sub sub 1973}. 1973). 122) dimana marsupial contoh benar-benar lebih lanjut terlibat mengenai (Morcombo. Faegri dan Van der Pijl (1978. 1978) adalah diantara dan mereka yang telah memberikan penyerbukan contoh-contoh bahasan mengenai kelelawar di hutan tropis. hal. Jika hal seperti ini adalah kasusnya. dimana lemur (kukang) boleh jadi merupakan pollen-vektor. bunga-bunga tersebut mungkin berada .

meminum nektar dan memakan pollen. keduanya merupakan hal yang suplai sangat penting asam karena amino membentuk terbesar pembangun protein untuk kelelawar tersebut (banyak). (seperti Banyak Crescentia dari bunga pohon-pohon diserbuki oleh kelelawar berada dalam kondisi tanpa daun (yang memungkinkan kelelawar terbang lebih bebas) dan hal ini mungkin merupakan alasan rnengapa penyerbukan kelelawar kelihatan lebih sering terjadi pada hutan kering daripada hutan basah. Beberapa bunga kelelawar menghasilkan cauliflorously Bignoniaceae}. Bombacaceae) atau inflorescences (contohnya Parkia clappertonia). Start dan Marshall (1976) menemukan bukti bahwa megachiroptera Eonyderis speiea mungkin mencari makan pada mangrove Sonneratia alba (Sonneratiaceae) pada lebih dari 38 km dari tempat bertenggernya. Volume yang sangat besar dari nektar agak mencair pada maiam hari dan polien juga mencair dalam jumlah yang cukup besar. kelelawar dapat terbang dalam jarak yang jauh. sehingga dan kelelawar hinggap inflorescences rnerayap disana. atau pada bunga-bunga tunggal yang kokoh {contohnya Kigeha.. Baker. seperti pada Ceiba petandra (Bombacaceae) (Haris dan Baker. Dalam mengumpulkan hadiah-hadiah ini. dan bau yang tajam. mungkin warna terdapat abu-abu pada kernerah- merahan atau keputih-putihan. Terdapat dua sindrom bunga kelelawar yang cukup berbeda dengan tidak (Faegri anthesis enak.dalam satu tandan dapat dekat ujung pada cabang. Migroglossus minimus mencari makan hanya pada mangrove ini dan terbatas . yang dan Van der Pijl. 1959. 1978). 1978). Bignoniaceae) atau bunga tipe semak (contohnya Adansonia digitata. 1963). yang (Gould. Susunan ini terlihat dalam bentuk ganjil pada inflorescences-rachises yang kaku pada Oroxylum indicum (Bignoniaceae) di Malaysia spp. Bersama nocturnal. agak bunga-bunga bermahkota besar.

1974). Markea misalnya Glossophaga (Solanaccea) (dilaporkan di dalam kesalahan sebagai species dari genus tetangganya Trianaceae dalam Baker (1973). Start dan marshall. Terdapat bukti-bukti secara tidak langsung bahwa pencarian makan oleh beberapa kelelawar neotropic mengikuti pola traplining (Baker. Gould (1977) memperkirakan bahwa. dapat dimana terbang mereka dalam dengan akan jarak yang jauh anlara makan tempat oleh bertenggernya pohon-pohon makan. Faboideae. tetapi Gould besar" boleh saja merupakan suatu keadaan yang sangat (seperti pada (Baker. Phyllostomus discolor mungkin saja mencari makanan secara soliter atau mengelompok. Sazima dan sazima (1977) mencatat bahwa di Brazil bagian Tenggara. 1978). kecil satu. Durio zibethinus. 1973. Heithaus et al. Pteropus vampirus. sama halnya di Malaysia (lihat juga. clappertoniana) telah menunjukkan traplining oleh megachiroptera. Heithaus. atau sekawanan. dari suborder kelelawar yang sama. 1975. Howell (1978) menunjukkan bahwa pohon-pohon yang menghasilkan Rica) bunga kelelawar aliran di Guanacaste pada waktu (Costa yang menghasilkan nektar berbeda-beda sepanjang malam. seperti pada Artheus jamaicensis pada Bauhinia paulitia (Fabaceae. Sazima dan sazima. Pencarian Microchiroptera neotropic mungkin juga pada jarak 16km (Janzen. et al. makan satu soridna kelelawar demi dari microchiroptera seperti sp.. Di mencari neotropic. Gould (1978) juga mengklaim bukti mengenai pertahanan teritorial dari Eonycteris. sehingga kelelawar yang . Di palcotropic pemberian makanan pada "kesempatan" pohon-pohon Ceiba 1973) dari kelelawar bunga Parkia (1978) megachiroptera biasa "pembentukan pentandra. di Malaysia juga. 1976). tergantung pada jumlah nektar yang tersedia..untuk bertengger sampai 3 km dari sumber makanan.. 1975).

yang Prilaku sepanjang bunga tahun dan dari buah microchiroptera mendatangi neotropis telah dipertimbangkan oleh Heithaus et al. 1969. 1976. 1978).datang dapat merupakan spesialis untuk waktu tertentu dan oleh karena yang itu kemungkinan efisien. atau ketika Warszewiczia (Rubiaceae) berbunga di hutan yang . dari berbagai kelelawar polinator-polinator belum dapat umum Dia dalam juga sumber. Gould. Corollia perspiciilata mungkin dapat mempertahankan dirinya pada buah-buahan selama rnusim basah sedangkan Glossophaga soricina dapat mempertahankan kecenderungan nektarivorous. indicum dalam dan sama" Gould Musa memberi menunjukkan bahwa Oroxylum makan kelelawar megachiroptera Eonycteris spelaca di tahun. Van der Fiji. Di Afrika Barat. Eidolon helvum mencapai tahap akhir dengan migrasi kelompok dari daerah berbunga yang satu ke daerah berbunga yang lain (Alien. 1939). Start dan Marshall. siiang lebih bahwa mernperoleh menemukan makanan bukti mengangkut pollen dari jenis-jenis yang berbeda ini dari tanaman pada bagian-bagian tubuh yang berbeda sampai menarnbah efisiensi (1978) acuminata Malaya. Dalam hal in. Baker. paleotropic diisi pembentukan bunga dan buah oleh species yang tidak bertalian dan hal ini dimungkinkan oleh iklim (Alien. Daya Tarik Baqi Polinator (1) Warna. (1975). Kebutuhan dimaksudkan sepanjang untuk di bunga atau tetap buah-buah bertahan oleh ringan hidup prosesi agar kelelawar kelelawar dapat juga sebagai "bekerja pollen-vektor. seperti ketika tajuk Cochlospermum atau tabebuta berbunga di hutan kering Amerika Tengah. Macam-macam warna dan pola warna dijumpai di hutan tropis meskipun suasana dari warna tersebut mungkin hanya tampak pada waktu-waktu tertentu dalarn setahun. 1939. 1973.

rnerah murni {seperti yang terlihat oleh mata manusia) yang biasanya disertai oleh pancaran ultraviolet(tidak dapat dilihat Meskipun sama seperti oleh kita). atau putih. dipubl. dan warna putih atau cream yang biasanya rnerupakan bagian sindrom dan kering penyerbukan tidak saman meliputi Bawa. berkisar dari putih hingga kuning dan pink (dan bahkan merah) tetapi bukan biru. Fabaceae Sloanea basah. dari dan maupun temifoiia spp. hampir Bunga semua untuk lebah kecuali mempunyai warnd. dengan atau ngengat warna ngengat memiliki lavender {Haber. bunga berwarna dari Opier hutan merah daripada Frankie. Schoepfia schreberi (Meiiaceae). Harris menyaksikan memotret sphingid ngengat yang mendatangi bunga-bunga berwarna ungu tua dari Kigetia africana (Bignoniaceae).). cream corolla daripada berstekstur daging. Kemudian. hubungan yang baru telah terungkap (sama halnya dengan pada bunga-bunga yang diserbuki kelelawar). Calliandra Pithecellobium Mimosoideae). {baik dan hutan Contoh-contoh spp. dan Baker (Olacaceae) Di (Elaeocarpaceae). Sebaliknya. di hutan basah dan kering Costa Rika. dari daerah Bunga-bunga semua untuk tawon sering berwarna merah keunguan. Bunga untuk ngengat biasanya berwarna barangkali pucat.lebih basah. Warna merah adalah warna yang paling umum diantara species dan yang diserbuki Bunga oleh untuk burung kupu-kupu (hummingbirds passerine). misalnya Casearia sylvestris dan . P. beberapa species yang beradaptasi pink. Hum crepitans (Euphorbiaceae). Guarea Pithecellobium (1958) telah gigantiiolia dan catenatum adalah anggotanya. hampir pada wama tersebut sedikitnya berasosiasi dengan jenis polinator dengan cara yang temperate. beberapa species pohon yang diserbuki tawon memperlihatkan keungu-unguan bunga-bunga yang biasa berwarna tarnpak. Di Afrika Barat.

Xytosma sp. tidak dipubl. Beberapa penelitian lanjutan mengenai warna bunga dan polanya yang memperhitungkan yaitu pola tidak pantulan pola makanan Kevan atau warna pada (1978} absorpsi variabel pengunjung anthecology. tetapi bungabunga nodanya masalah. Frankie. berwarna diserbuki oleh kombinasi lebah-lebah kecil dan tawon beberapa species Cord/a. (Flacourtiaceae}. dan hubungan variabelbunga membahas proses pewarnaan bunga dengan mengacu pada Barrows (1977) mempelajari perubahan warna (dari lavender gelap sampai putih) yang terjadi pada bunga Pachyptera hymenaea {Bignoniaceae) ketika polen dan nektar tidak lagi tersedia. dan Karwinskia calderoni dan Ziziphus dengan guatemalensis bunga (Rhamnaceae} putih atau et (Haber. biasa dimana dari adaptasi (Gesneriaceae) Costa pada penyerbukan burung-burung hummingbird . Mereka menunjukkan bahwa hanya ada satu petal dalam satu bunga yang mengabsorpsi ultra violet bahwa dan dengan manipulasi yang biasa posisi petal oleh (dengan lebah pembedahan dan penempelan kembali). Jones dan Rich (1972) telah memberikan perhatian kepada Columnea kenampakan florida di yang luar Rica. cream al. Opier dan Bawa. Buchrnann tersebut masih masih bersisa.. Opier seiring dengan penuaan bunga. ultraviolet ini terhadap masih berubahnya mencari umum. Caesalpiniodeae) pada tumbuhgn di alam. didatangi sehingga rnungkin dari oleh arti dapat apa lebah selagi dari biologi perubahan tersebut masih belum jelas. Untuk beberapa eksperirnen Sebuah {1974) memberikan yang mungkin dan indikator pada dibutuhkan didemonstrasikan lewat eksperimen Jones dan Caesalpinia eriostachys Parkinsonia aculeata {Fabaceae. mereka menunjukkan pendaratan dilakukan polinator dapat salah arah. jawabnya. Banyak species lainnya (seperti 1976a).

Kigelia africana.tersebut belakang terdapat daun dan tertarik daun bagian kesamaan oleh pada bintik-bintik bunga pewarnaan lainnya merah yang merah terang pada Disini dari di dimana penguat masa tersembunyi. 1976. bau dari bunga yang diserbuki kelelawar (sebagaimana buah yang enak. mempunyai bau busuk (dan berwama ungu kemerahmerahan) tetapi mereka juga menarik perhatian ngengat sebagaimana kelelawar (Harris dan Baker. Seperti Van der Fiji (1936) pertama menunjukkan. . Penelitian depan tentang pewarnaan bunga dalam konteks penarik penyerbukan mungkin dibuat pada basis family. (2) Bau Bunga. dll) untuk Lecythidaceae. dan Dressier Vogel dkk. (1968) Dodson.H. Di hutan tropis terdapat asosiasi yang biasa dari bau-bauan yang enak dengan bunga-bunga yang diserbuki lebah dan kupu-kupu.L. di Afrika Barat. 1970}. didistribusikan dan bahkan itu kelelawar) telah Species biasanya yang agak dengan tidak bau oleh dibandingkan kelelawar sendiri. 1958). Dodson. Kerja (diringkas dari dalam C. diserbuki ngengat biasanya mempunyai bau yang enak (begitu pula relatif temperate mereka) tetapi hal ini tidak dapat dipercayai karena bau yang tidak enak dari bunga Durio zibethinus (Bombacaceae) menarik perhatian ngengat sebagaimana pada kelelawar (Baker. dan ketidakadaan bau yang biasa pada species yang diserbuki burung. seperti yang dimulai oleh Gentry (1974a) untuk Bignoniaceae dan oleh Prance dan kelompoknya (Prance. 1975) R. terdapat sekitar bunga pada banyak euphorbia tropis. dan bunga-bunga yang diserbuki hewan terbang sekali Rafflesia) memiliki kecenderungan yang familiar tertiadap bau yang tidak enak bagi hidung manusia. Bunga-bunga yang diserbuki kelelawar. Bau aminoid lainnya berkaitan (termasuk dengan bunga bunga-bunga yang besar yang diserbuki dari kumbang.

mengenai telah lebah. 1978a). bunga-bunga tersebut rnenjadi berbau tidak enak setelah beberapa jam dan kemudian bunga-bunga tersebut didatangi kelelawar. itu. Nektar nektar kimia : organik bahan {lihat 1975. spuria lingkungan species nektar diurnal. Energi produksi pembangun jaringan . kesempurnaan faktor-faktor keuntungan melaporkan dihasilkan Ritme mereka pada bahwa endogenous ke dalam dapat Inga dan semacam siklus dilihat vera 24 Salas var. Overland telah mempelajari endogenous yang ada pada pembukaan dan produksi bau pada bunga dari blooming nocturnal Cesfrum noctumum (Solanaceae). Namun demikian. Aspek-aspek bahan kimia penyerbukan biologi tumbuhan berkayu di daerah dengan tropis telah disebutkan bahan semua sekedar amino. beragam substansi nutrisi organik lainnya sangat kecil. dalam pada bahan-bahan lipid. pengumpulan substansi bau-bauan dari petal berbagai anggrek tropis oleh lebah auglosine jantan menunjukkan sehingga kombinasi terdapat (1960) karakteristik mating "minyakdari ritme minyak essensiaf yang secara berbeda menarik perhatian assortive pollinia dan stigma anggrek-anggrek ini. diketahui mengandung gula. jam juga dan oieh dengan (1974). (a) Bahan Kimia dari nektar. kimia lainnya yang mungkin mengandung efek pencegah pemakan nektar bagian mencegah dibawah} atau (Baker nilai Baker. protein jumlah beberapa antioksidan. yang sebagaimana potensial dan Baker. (Fabaceae. Hadiah Bagi Pengunjung Bunga (1) Nektar. Mimosoideae) tidak berbau saat pertama kati (diakhir senja) menarik perhatian beragam pengunjung bunga. oleh kimia air Baker gula: asam (1978a). menekankan lebih beberapa asam yang pada dari atau nektar.

Baker dan Baker. 1978a). Bunga yang dikunjungi kelelawar di neotropis membuat penggunaan getah buah dan pollen sebagai sumber dari bahan-bahan penyusun protein dan mengkonsumsi beberapa serangga. Di Costa Rica. dan untuk bunga lebah cukup beragam. nektar dari Asteraceae biasanya didominasi heksosa. sukrosa terhadap dengan bunga untuk heksosa dalam dan nektar bunga yang hubungan untuk rendah perilaku bunga polinator. Bunga-bunga kemungkinan tidak dapat menyediakan mereka dengan suplai alternatif yang nyata dari bahan-bahan penyusun protein dan merekapun . nektarnektar yang mereka konsumsi kurang dalam asam amino. 1978a). 1981). ngengat. Ada beberapa bukti dari sarnpel yang di arnbil dari hutan kering Costa Rica. nektar Ranunculaceae asam amino kaya sukrosa. Rasio menunjukkan menjadi ngengat. dominasi sukrosa kurang jelas terlihat. nektar tanpa melihat tipe polinator (Baker dan baker. dimana konsentrasi gula pada nektar meningkat dari dasar hingga puncak pohon (dengan perkiraan gradien terbalik untuk asam amino) (Baker. dan nektar dari bunga yang mereka kunjungi mempunyai konsentrasi asam amino yang relatif tinggi. tinggi tetapi hummingbirds passerine diserbuki burung dan yang diserbuki kelelawar (Baker.nektar bergantung pada volume nektar dan konsentrasi bahan kimia di dalamnya dalam pertanyaan (lihat di bawah). 1978a. Kadangkala ada phylogenetic yang kuat. kupu-kupu dan tawon (termasuk pula beberapa kelornpok tawon) bergantung pada nektar untuk pemeliharaan diri mereka. Konsentrasi terbesar) para sumber dalam cenderung untuk jika lebih besar jika nektar adaiah satu-satunya (atau yang material bunga pembangunan biasa protein pengunjung dibandingkan pengunjung mempunyai alternatif yang melimpah (Baker. Burung kolibri betina khususnya pada waktu reproduksi gemar memakan serangga. Bunga untuk kupu-kupu. 1981).

1974) polen digunakan pemberian makan larva. lipid nektar ditemukan terutama sering ditemukan pada Caesalpinioideae dan Bignoniaceae (Baker. Di antara pohon-pohon dan liana. nektar yang terdiri dari lipid ditemukan paling sering pada pohonpohon. minyak Malpighiaceae Ketenjar in menghasilkan anthophorine bahwa mengeluarkan untuk genus dimana ini minyak ini diserbuki "elaiophors" dan ia menyatakan produksi sebagai ke alternate dan minyak mereka pada produksi Centris.tidak. Pada sejumlah anggota tahun tanaman dari 1969. dkk. sesuai dengan spesies masing-masing (Baker. mengangkut dengan Lebah-lebah minyak dan percaya termasuk sarang bahwa (1968. . 1973a. Baker dan Baker (1973. Vogel dicampur nektar.1971. adalah seperti bahan-bahan larut air lainnya dan dikatakan bahwa minyak Vogel "alternatif bagi nektar benar-benar nektar yang secara luar biasa kaya akan lipid. dikumpulkan yang yang hutan oleh bahwa tropik. di Vogel menitikberatkan Selatan. Nektar dari tumbunan tropik berkayu dapat terdiri dari 2-24 asam amino yang dapat dideteksi. 1975) melaporkan bahwa nektar yang terdiri dari lipid-cairan yang terdiri dari lipid dalam suspensi dan juga terdiri dari gula biasa dan asam amino. 1978a).. mereka mungkin berperan sebagai penangkal terhadap pengunjung bunnga-bunga yang tidak diharapkan. Di hutan Costa Rica dataran rendah. Namun demikian. 1978a). Jika asam-asam amino ini mempunyai pengaruh toksik yang dipercaya ada saat mereka terdapat pada benih-benih (Rehr.b). pada tahun 1973. Terdapat beberapa asam amino "non protein" yang lebih sering ada diantara nektar bunga dari pohon-pohon tropik dan liana (55%) daripada tanaman di temperate (36%). lebah Amerika yang meliputi famili minyak tertentu.

1981). .1978a.1977. Cruden. 1975. Konsentrasi gula dari nektar hutan tropik berada pada selang 5-80% (sucrose equivalent . dkk. 1961. selang yang luas (Fahn. ngenngat sphingid kelelawar mempunyai konsentrasi rendah (masing-masing x ~ 21%. 1981. polinasi mempunyai 1979). ketika volume nektar pada bunga-bunga dengan selang melewati beberapa tingkat jarak (Cruden.Bahan-bahan lain pada nektar bunga. termasuk antioksidan (sebagian besar asam askorbik. yang 1977. 1975}.. adaptasi pengunjung Baker.. Konsentrasi gula nektar dari bunga-bunga bunga yang yang beradaptasi berbeda pada klas-klas 1965.. dan ini terutama sering ada pada nektar yang mengandung lipid di mana mereka rnampu mencegah berkembangnya ransiditas (rasa anyir) (Baker dan Baker. Opler. Konsentrasi gula yang rendah pada nektar bunga kolibri menunjukkan nilai yang tidak semestinya dengan laju metabolik yang tinggi dari burung-burung kecil ini. Dua variabel ini terkait erat karena sejumlah gula yang diproduksi di dalam nektar sebagai hasil konsentrasi beberapa volume (yang terakhir biasanya diukur dengan refractometer 1979). 1978a).1974. equivalent". 1981. vitamin C).1978a.sebagai berat per berat total). Meeuse. Sebagian besar bahan kimia yang disebut. pada akhirnya kurang dan pekat dibandingkan bunga-bunga x = 41 % settling dan 46 moth %). Bolten. Pada serangkaian determinasi pada hutan kering dan /pada musirn kering (Baker. lebah (masing-masing dalam "sucrose dkk. berbeda Cruden. yang secara potensial penting bagi nutrisi pengunjung bunga di dalam hutan. Percival. dapat juga mempengaruhi "rasa" dari nektar. (b) Volume Nektar dan Konsentrasi Gula. yang menemukan bahwa nektar bunga burung kolibri. Baker. 1975. 1949. dkk. 24% dan 17%) daripada nektar bunga kupu-kupu (x = 29%) dimana.

contohnya Cochlosperum vitifolium (Cochlorspermaceae) dan Bixa orellana (Bixaceae) pada hutan kering neotropik mempunyai bunga-bunga dengan diameter sebesar 7 cm. Volume nektar dari bunga hutan tropik biasanya meningkat seiring dengan biomassa bunga (Opler.A. Penjelasan ini tidak dapat diaplikasikan oleh Bolten hutan Dinyatakan dari Feinsinger yang (1978} penetesan burung nektar cair akan memperkecil kemungkinan lebah dari 'perampokan' untuk konsentrasi dibutuhkan nektar (dart kolibri juga. Beberapa lebah kecil. Calder cair besar dapat saat disarankan (komunikasi nektar memuaskan karena pada dan bunga gula kebutuhan energi mereka. cukup air pada sempit bunga). bermanfaat mengurangi tropika tekanan basah. 1981). tawon. sphingid dan kelelawar yang hanya menghabiskan periode yang singkat pada bunga (dan. pribadi. yang keberhasilan polinasi. Baker (1975) merumuskan bahwa viskositas yang rendah penting untuk memungkinkan pengambilan nektar dengan cepat oleh burung kolibri. tetapi tidak mernproduksi nektar. ngengat bunga. di dalam kasus burung kolibri dan ngengnat saluran Sebagai diambil untuk sphinngid yang alternatif. Bagaimanapun Trinidad) dalam mereka asumsikan terlalu rendah untuk lebah. seperti lebih pada beberapa mernproduksi sedikit mikroliter nektar pada suatu saat. walaupun terdapat pengecualian-pengecualian terkenat..tetapi setidaknya tiga penjelasan yang mungkin telah dikemukakan. Sekalipun demikian. burung ia oleh nectar saat 1980) dalam seharusnya dipindahkan oleh suatu yang bahwa volume mengalir dari W. burung berada di bawahnya. kupu-kupu Cordia atau spp. adalah benar bahwa lebah. dan bahkan yang mernuntahkan pekat cairan sebelum mencairkan nektar sangat mencernanya. kupu-kupu dan ngengat lebih suka dan dapat berhadapan dengan nektar untuk yang pekat. beberapa perbedaan .

kelelawar dan ngengat. Musa acuminata 0.yang besar lainnya. Bombacaceae) dapat memproduksi 15 ml datam satu malam dalam kondisi terbuka. 1981) dan ini diperoleh bukan dengan secara korelasi dan juga. Polen yang dihasilkan oleh kunjungan bunga digunakan sebagai nutrisi oieh kumbang.36 ml. Volume berhubunngan kebetulan. oleh Malaya: zibethinus 0. saat inflorescences tunggal dari Parkia clappertariiana Afrika Barat dapat memproduksi sebanyak Ochroma. konsentrasi tersedia. nektar erat terdapat gula disediakan ukuran yang gula pengunjung terbalik nektar yang (Opler. (2) Polen. Di Artik.8 ml. 1949). yaitu bunga-bunga besar pada pohon balsa neo-tropik (Ochroma pyramidalis. Di Asia bunga staminate dari Musa paradisiaca (Musaceae) memproduksi beberapa mililiter selama satu malam (Fahn. nektar volume bagaimanapun dihasilkan bahkan pada permukaan dilusi biasanya lebih besar pada bunga yang menyediakan nektar umurnnya untuk burungburung yang relatif besar. lebah (untuk mereka sendiri dan untuk anak-anaknya) dan oleh kelelawar. tetapi kelihatannya sangat jarang. 1957). kelelawar 15 Musa ml (dimana Parkia Oroxytum yang denngan semua mengalir ke tempat oleh Durio bunga bunga antara yang biasanya) dalam satu malam (Baker dan Harris.1968) menghitung produksi gula nektar per hektar dari tundra Artik dan menduga berapa yang dapat mendukung penerbangan serangga dan diperoleh hasil yang agak menakjubkan. Hocking (1953. bagi sebagian besar burung pengunjung bunga (lorikeet dari Australia adalah pengecualian dalam pencernaan polen .63 ml. sebagai contoh bahwa satu catkin dari Salix arctophila (Salicaceae) dapat tersebar untuk 950 "km nyamuk" setiap hari. dan semuanya indicum dipolinasi 1. Hal ini akan sangat membantu untuk data kuantitatif hutan tropik. lalat.

Banyak bunga dari tumbuhan hutan digunakan oleh lebah sebagai sumber nektar dan polen sedangkan polen hanya sebagai hadiah untuk pengunjung. Swartzia dan Melastomataceae sangat erat dalam penngumpul makan". 1979). 1971. dkk. Caesalpiniodeae) diternukan pada bentuk kehidupan dari herba hingga pohon yang kesemuanya menghasilkan polen yang berlimpah. menyimpan polen polen "anther-anther polinasi" yang berbeda "anther-anther badan lebah ketika sedang makan. pada Bagaimanapun fenomena terbatas hutan neo-tropik dimana Helioconius berada (lihat juga Dunlap-Pianka. Bunga "keuntungan" beradaptasi dilayani oleh yang dari dengan tidak bunga lebah bernektar tidak dari anggota seperti yang dengan pada Annonaceae sangat atraktif untuk kurnbang. Masih komposisi sangat bahan kimia sedikit polen pengetahuan tanaman tropis. Cassia dicontohkan 8/xa dan spp. De Vries. polen lolos dari anther melalui pori-pori ujung dan beberapa polen "menderu" disebabkan karena lebah menggetarkan badannya saat kontak dengan adroecium dan mengguncangguncang polen yang berbentuk seperti debu tersebut. vitifolium (Cochbrspermaceae) yang terdapat diantara Sotanum Melastomataceae tidak bernektar diantara (Fabaceae. Kemudian dilakukan pemuntahan nektar di atasnya sehingga asam amino meresap ke dalam nektar dan kemudian juga diminum ini oleh masih kupu-kupu. seperti (Bixaceae). tentang tetapi . (Solanaceae) semak. Di hutan noetropik. Sebaliknya bernektar Cassia. orellana banyak yang Cochlospermum spp. pohon-pohon. pollen dan Gilbert rnenunjukkan Heliconius pada kupu-kupu genus melalui pengumpulan sampel bunga-bunga staminate dari tumbuhan perambat diocious Anguria Gurania {Cucurbitaceae}.yang betina disengaja: (1972. dari Churchill 1975} dan Cristensen. Pada Solatium. bahwa menggunakan genera 1970).

makan Di Freycinetia burung-burung arborea dengan ini juga (Pandanaceae) memberi berdagingnya. Baker dan J. 1978). inflorescence bahkari kumbang bahan "trapping" polinalor padat beberapa serangga dihasilkan Araceae non lainnya didasar tropik pada Amorphophatlus yang variabilis trapping.1978a). tidak dipublikasikan) (3) Hadiah padatan lainnya. Hawaii. atau lebih sering disebut inflorescence (Faegri dan Van der Pijl. Ini juga terdapat pada kategori hadiah padatan yaitu yang pertumbuhannya tidak normal didalam synonim Ficus. dedaunan bunga Pada Di Asia Tenggara. tanpa interaksi siklus hidup biasanya juga ada dan ini akan rumit apabila antara tanaman dan tawon . telah digarnbarkan untuk sejumlah spesies tropik. studi menguntungkan telah dilakukan pada kisaran urnum kimia polen dari tumbuhan hutan tropis dan sebagai tahap awal telah dibuat baru-baru ini (H.dinyatakan oleh Howell {1974) bahwa polen yang diambil sebagai akan makanan protein. menyediakan bagian-bagian makanan mulut untuk pengunjung bunga dengan untuk pengunyah (mungkin memindahkan perhatian pengunjung dari androecium dan gynoecium). burung-burung polinator dan tikus yang makan pada inflorescence (sekumpulan pada dapat menjadi dan dan sebagai agen perusak (Faegri dan Van der Pijl. Padatan "tubuh makanan". oleh dan kelelawar mungkin mungkin sangat kaya berhubungan Beberapa dengan yang konsentrasi asam amino yang rendah pada nektar bunga keleiawar 1977.G. (anaman). mengkonsumsi tampuk bunga (spathe). Banyak kasus telah diketahui dari peningkatan anak kumbang pada jaringnan berdaging dari bunga-bunga yang hidupnya panjang. 1978}. {Baker. Baker. tetapi terdapat suatu keseimbangan yang tidak stabil disini yaitu antara keuntungan polinasi dengan kerusakan jaringan-jaringan.

Pada sebagian besar tumbuhan. Kasus polinasi "sengaja" lainnya kemungkinan tropik. kami membutuhkan lebih akan ditemukan dilain tempatdi hutan . pada khususnya hubungannya dengan serangga kekuatan diskriminator yang kurang berkembang. pistilat lalat. Contoh "sengaja" disediakan (Caricaceae). hadiah dan tapi bunga menyediakan dikunjungi secara singkat oleh ngengat pada saat hampir setengah gelap di awal malam. dan bentuk dari telah bunga didukung dengan oleh baik penyediaan pada hadiah itu (biasanya nekltar atau pollen). Namun demikian tipuan diketahui dalam biologi polinasi. Ini mungkin akan seimbang jika polinator tidak tertipu. lebah. 1976).agaonid. tidak kupu-kupu dan ngengat}. tidak disempurnakan. sedang bunga pistilat tidak tersedia. Tipuan parsial benar-benar ada diantara pohonpohon tropik pada kasus-kasus tersebut dirnana bunga staminate menyediakan dari spesies monoecious polen atau atau dioecious keduanya) hadiah (nektar. bau. Bunga pistilat dengan "tidak sengaja" dikunjungni oleh polinator yang mengantisipasi dari bunga polinasi hadiah yang sama dan oleh mereka spesies peroleh dari Car/ca staminate (Baker. Kasus-kasus yang jelas ada tipuan total. Secara nyata. 1978a) bahwa untuk pohon besar energi yang digunakan untuk pembentukan bunga begitu besar sedangkan simapanannya kecil sehingga tidak bisa mencukupi hadiah untuk polinator. diaman bunga staminate menawarkan polen dan nektar untuk berbagai pengunjung (burung kolibri. dimana tidak disediakan hadiah sama sekali. terlihat bahwa yang paling baik sangat jarang diantara pohon-pohon besar. pemberitahuan keberadaan hadiah yang tampak kepada pengunjung bunga melalui warna. dan hal ini telah dinyatakan (Baker. (4) Tipuan dari pengunjung bunga.

Lebah. rambutpada Musaenda paleotropik. Penangkal-penangkal tidak Dikehendaki (1) Penangkal fisik. Pengunjung yang tidak resmi. kumbang dan lain-lainnya. yang disebut pencuri nektar. perubahan pengunjung burung dalam atau dalam kuputerhadap yang tidak efisien sebagai vektor polen. menyerbu melalui dasardari pucuk corolla belum atau spur atau untuk mengunyah yang terbuka memperoleh hadiah-hadiah yang kaya nektar atau polen. mereka tidak berperan dalam polinasi. Serangga-serangga merayap sering menjauh dari rambut tabung-tabung (yaitu ini melalui spp. 1958). Pada ini dicapai morfologi bunga. Baker. pengaturan Rubiaceae. melalui dan kalik penjepit beberapa untuk {sebagai contoh Cucurbitaceae Acanthaceae . lalat.. Ketika bunga beradaptasi pada polinator-polinator tertentu. Semua bunga dari yang bertabung lebah panjang berlidah melindungi nektarnya jilatan pendek. Selanjutnya settling tubular bunga hingga bunga terhadap Pengunjung Bunga yang kolibri keadaan mungkin terhalangi oleh bidang datar yang kurang untuk berdiri pada horisontal. termasuk dalam kategori ini. dan pengaruh yang sama dihasilkan dengan mensekresi nektar ke dalam taji (spur). kumbang dan burung kolibri {juga burung-burung lainnya) resmi atau bract). ngengat dan polen pada oleh polinator. diharapkan akan terdapat seleksi penampakan yang kemudian menurunkan kemampuan ketersediaan kasus kupu tempat yang dan nektar sama. Sebaliknya tabung corolla yang panjang dan sempit mungkin cocok untuk Lepidoptera tapi tidak bagi burung kolibri yang paruhnya membutuhkan tabung yang lebih luas.banyak informasi tentang biaya energi pada penyediaan hadiah. Kehilangnan hadiah pengunjung kadang-kadang bract tebal untuk terjadi kaliks.

lihat juga Guerrant dan Fiedler. komunikasi pribadi. semut memasuki bunga dan memindahkan kalsium oksalat atau pemupukan tanin pada bagian bunga . Baru-baru bunga mereka ini dari terdapat pengambilan banyak semut pertentangan non polinasi mengenai bagaimana spesies hutan tropik menjaga nektar (Janzen. Feinsinger dan Swarm. Kelihatan bahwa saat nektar sebagian besar dari beberapa sedikit penolak jaringan mudah spesies karena semut yang bunga mungkin di dalam oleh tertutup dapat "menyembunyikan" nektar dari semut pada frekuensinya pada atau bahan di lebih kimia dalam lebih terdapat (sehingga berdekatan nektar terkontaminasi bahan-bahan ini. 1981). W. 1978). 1977. 1978a). Baker. 1977. dari diasumsikan asam amino bahwa non telah hutan yang dan dari Rocky glikosida pengunjung nektar dari amino bunga protein akan tidak menyenangkan atau bersifat toksik Semuanya tumbuhan bunga sampel Gunung tropis (Baker dan Baker. Van der Pijl (1955) sebagai nektar. Bahan kimia nektar hanya pada awalnya alkaloid. perbandingan dari asam fenolik. 1877c. beberapa dalam tapi mungkin dan bunga. terhadap ditemukan Suatu bahan bekerja. 1978. diantara di alkaloid masing-masing dari tundra bahwa spesies hutan tropik di Costa Rica dan sampel dari California Colorado Alpine nektar menunjukkan tropik mempunyai proporsi yang lebih besar dari masing-masing (Baker.(2) Penangkal kimia. 1975. yang disebut secara khusus bahan-bahan Bagaimanapun juga.1978a). Haber. dan proporsi non nektar terdiri protein. beberapa kasus. Pencegahan herbivores dari perusakan jaringan cluster bunga oleh metalui keberadaan dari kristal yang memberitahukan berbau. fenolik. dan menunjukkan adanya pada penolakan semut oleh petal. 1978. Baker dan Baker. 1979. Shubart dan Anderson.

Pada . Dukungan oleh dan terhadap Keeler oleh yang kemampuannya tumbuhan (1977) Schemske lebih pada dalam Ipomoea pada dari menjaga melalui oretlana Cosfus telah fekunditas percobaan (kesuburan) disediakan carnea (Convolvulaceae). Interaksi ini beragam dari yang agresif satu lawan satu sampai yang sederhana dijumpai diantara melibatkan individu hingga aktivitas individu massa (Frankie yang dan kelompok-kelompok Baker.yang tepat dinyatakan oleh kerja morfologi dan anatomi dari Uhl dan Moore (1977) untuk beberapa spesies palma. Oleh Bentley (1977) pada Bixa (Bixaceae) woodsonii meninjau (1978) luas (Zingiberaceae). Penghadapan satu lawan satu. 1976). 1974). (3) Penangkal Biotik.. lebah-lebah Centris spp. subjek dari berbagai Bentley macam (1977b) herbivora perlindungan oleh semut. yang sering mengarah pada satu ke individu yang dipindahkan dari bunga dan kadang-kadang didorong keluar dari tumbuhan. 1976. umumnya telah diamati diantara (khususnya (Frankie.) soliter dan dari Anthophorinae Amerika Bombinae tertentu (beberapa anggota dari Euglossinae) dari daerah tropis Tengah dipubl.). 1974). Konsep dari "penjaga semut" yang makan pada nektar bunga ekstra dan melindungi bunga dari kehilangan nektar bunga mereka terhadap pengunjung bunga tidak resmi (yang paling nyata mereka yang membuat lubang metalui corolla untuk memindahkan nektar)-terlihat seperti yang dikemukakan oleh Van de Fiji (1955). tumbuhan Interaksi intra dan interspesifik diantara lebahlebah yang mendatangi pohon-pohon pada hutan tropis rnemperoleh perhatian akhir-akhir ini (Frankie dkk. Frankie. Spesies dari lebah tanpa sengat (secara kelompok) pada hutan yang sama juga diketahui menunjukkan perilaku intra dan inter agresif (Johnson dan Hubell.

. Frankie (in. . pengamatan besar dan dan pribadi). sementara yang disusun semacam burung jantan dipelajari oleh Stiles dan Wolf (1970). soliter Tengah Selatan ini telah diamati pada kumbang Banyak di (Frankie. tetapi kadang pula terhadap polen yang dibawa oleh perpindahan lebah ke pohon lainnya. prep. Dodson.W. sekurang-kurangnya dalam jangka Beberapa serangga anthopilous diketahui mempunyai beberapa oleh daerah pertahanan Kolibri yang berdekatan telh dengan sumber bunga di hutan tropik. Rauscher dan Fowler. dan tidak dipubl. dan tanpa interspesifik pada agresi diantara keberadaan lebahmenentukan perbedaan pengambilan makanan. pengamatan wilayah yang telah dilakukan pada lebah(sebagian (Frankie (Dodson Anthaphoridae) 1974. 1976) dan di 1962. Hal ini terlihat berbeda dari wilayah burung Kolibri pada saat mereka berhubungan terutama dengan perilaku pasangannya. Frankie. Frankie dkk. 1961. 1976.) mengamati bahwa sebagian besar spesies pohon beradaptasi dengan polinasi lebahlebah besar (sekitar 35 spesies) mernpLinyai satu atau lebih wilayah lebah {sebagian besar dart spesies Centris). Interaksi-interaksi semut lebah Amerika Amerika (G. 1987.kasus ini. Hal ini dapat mengurangi aliran polen antara wilayah (memotongnya silang di kecualikan dan untuk aktivitas ke polinator jantan pengganggu lainnya dalam wilayah yang ditinggalkan untuk beberapa saat sebelum diusir dan keberuntungan di wilayah lainnya). Pada suatu studi di wilayah hutan kering Costa Rica. Linhart (1973) dan Stiles (1973). Baker. penyerangan Hubell sengat berhubungan menyatakan dengan bahwa makanan. 1979) dan pada Frankie. tetapi mereka tidak hanya menuju kembali pada polinasi dalam wilayah tersebut.1975). Frymire. perbedaan perilaku Johnson lebah pendek..

Penghindaran yang sama dari bunga yang terlihat ditandai dengan bau-bauan yang telah diamati Xylocopa gualanensis betina pada Passiflora pulchella di hutan kering dataran rendah Costa Rica. Bungabung yang ditandai dapat dikenali hingga 14 menit.Pengambilan makanan dari kelompok oleh beberapa lebah individu dari Anthophorinae telah diamati pada hutan kering Costa Rica Pengambilan (Frankie makanan dan semacam Baker. yang mungkin membawa polen ke pohon yang lain. itu mungkin menyebabkan kekacauan yang besar diantara lebah penyimpan makanan yang bukan kelompok lain ke suatu titik dimana mereka meninggalkan kluster-kluster bunga yang diberikan dan memindahkannya ke pohon lain.1978).. Gentry (1978) menaruh perhatian terhadap bentuk lain dari interaksi agresif diantara pengunjung bunga pada Dia suatu species bahwa pemakan flora dengan proses pembentukan bunga yang terjadi secara besar-besaran pada daerah tropis. mengamati dengan yang serangga juga ini.) pengunjung-pengunjung sebelumnya adalah yang menjadi temperate kayu (carpenter Passiflora (dari genus yang cukup baik mewakili hutan telah mempelihatkan lebah rnenandai bunga dengan sekresi dari kelenjar Dufour (frankie dan Vinson.Vinson et al. dan dengan Epicharis . anthophilous. yang baru bee) Terutama jika tidaknya nektar tidak lagi terlihat mengundang lebah. Lebah-lebah pada suatu tropis tetapi tertentu mengabaikan (kebanyakan atau hanya ada oleh lebah pada betina Anthophoridae) telah diamati mendatangi beberapa bunga tumbuhan menyentuh sebentar bahwa yang bau lainnya. tertarik Interaksi pada yang burung-burung sumber-sumber terjadi antara serangga besar dengan predator mangsanya dihasilkan pada penyebaran terakhir.1977.Frankie1976).1974. dimungkinkan penyebab. tukang tropik) Zona ditinggalkan bekerja (Xylocopa bahwa dengan spp.

Pohon-pohon sebagai "Sub-adult" polen. produksi dengan Karena itu. pembentukan buah pada pohon tertentu berlimpah hanya pada satu tahun dalam jangka waktu lima tahun (Janzen. Pada tahun-lahun berselang.1978a). Hasil ini mungkin dapat dicapai dalam jangka waktu yang (atau oleh agak dari lebih lama. Di paleotropik.sp. selalu hutan bahkan diikuti tropis. atau (dan pada pada Perubahan anthophilous bahkan bunga beberapa bunga memperoleh tumbuhan). kemungkinan mungkin Gloriosa species warna teriihat. terjadi setiap sering tahun.1975) di Indonesia.). telah mengamati bahwa lebah jantan xylocopid menghindari bunga-bunga yang baru saja mereka kunjungi atau oleh individu-individu conspesifik lainnya.. bunga Caesalpinioideae}. sebagai (Liliaceae) (Malvaceae). Penghindaran terhadap bunga yang baru didatangi tidak hanya berakibat pada proses mencari makanan yang lebih efisien oleh serangga tetapi juga dapat memberikan sumbangan pada peningkatan polinasi silang. bunga pada pematangan caurbarit pembentukan (Febaceae. dengan mengubah pada warna bunga) tidak bunga yang akan merusak superba Hibiscus "pembimbing nektar" merupakan petunjuk bahwa pengunjung bunga selanjutnya binatang-binatang apa-apa contoh. PEMBENTUKAN BENIH DAN PENGUGURAN BUAH SENDIRI Pembentukan hermaprodit. buah dan Hymenaera walaupun tidak di benih bunga. (sub dan dewasa) produksi juga berlaku juga penghasil benih berkurang pada hutan relatif terhadap pohon-pohon yang sedang tumbuh di tempat terbuka (Janzen. . dan kom. dan Van der Pijl (1954. Prib. tumbuhan berfungsi terutama sebagai donor atas garnet jantan.1978a). jantan Passiflora adenopoda pada ketinggian sedang (1500 m) di cloud forest (Frankie. tidak dipubl. Burkill (1907 ) di India.

makan Buah-buah tetap dengan benih kecil matang pada sekuen sepanjang tahun. 4 Contohnya.Gejala berkembang yang umum adalah penguguran buah yang Hal beberapa saat sebetum kematangannya. sehingga burung-burung disitu terpenuhi dan persaingan untuk mendapatinya minimum. Srnythe bulan di (1970) Borro telah melakukan suatu studi tentang buah dan benih yang jatuh selama periode 17 hutan Colorado yang (Panama). Mimosoideae) (Janzen. kasus Cassia (Fabaceae. seperti pada Pithecellobium saman dan Enterolobium cyclocarpum (Fabaceae. Lamanya proses buah dan benih-benih menjadi rnatang di pohon hutan tropis bervariasi dari beberapa hari hingga setahun. seperti pada sub famili Mimosoideae di dari Afrika Febaceae. 1978a). kemungkinan kerusakan benih oleh binatang Frugivorous (dan oleh predator benih) meningkat dan untuk mereka. dan sedikit atau tidak sama sekali dalam tahun-tahun yang berselang. Pada saat buah-buah menghasilakan benih dalam jumlah besar.000 bunga fertil yang potensial dalam inflorencence jarang setiap untuk buah (Baker inflorencence grandis Harris. Persembunyian benih setahun atau lebih untuk rnatang (Janzen. seperti (Dasyprocta punctata). kurang dari 1% bunga memproduksi buah (meskipun pada tahun "benih"). terbentuk Pada tetapi dari sebanyak untuk dan 2. pembentukan buah yang sinkron didalarn dan antar species rnemiliki keuntungan "memenuhi agoutis yang pasarnya". Barat. terutama dimana binatang-binatang penimbun menyebar (scatter hoarding animal). Caesalpinioideae). ini nyata sekali dimana jumlah yang sangat besar dari bunga-bunga kecil mulai diproduksi. Benih yang akan dipanen membutuhkan waktu 1978a). di Amerika Tengah. mempunyai atau 5 Parkia clappertoniana tunggal.1957). .

radlkoferi. kekurangan walaupun makanan memiliki mencari warna yang tidak menarik dan rasa yang tidak manis. biasanya pematangnya diikuti tertunda. hijau dimana tidak beberapa spesies yang ancestral (leluhurnya) yaitu S. yang kecepatan Spondias dengan manis. 1974J. . (Anacardiaceae) (Croat. buahnya berwarna mombin. mombin mematangkan buahnya diawal musim sedangkan S. Penampakan yang mencolok dari buah-buahan yang diproduksi oleh pohon-pohonan hutan tropis. dalam haf ini burung yang memakan buah dan mengangkut endozootical. buahnya berwarna orange Ketika species tersebut dijumpai di Borro Colorado. PENYEBARAN BENIH Metode Penyebaran Benih Penyebaran benih merupakan bagian yang penting dalam proses reproduksi dan menjadi subjek studi selama manusia masih menaruh perhatian pada pertanian. seleksi agen-agen terjadi menurunkan benih secara kompetisi menyebar. tetap saja secara aktif dimakan oleh beberapa monyet dan agoutis. hujan. S. hal ini juga merupakan hasil yang tidak langsung dari periode pembentukan bunga pada waktu yang sama. dari genus cepat Kasus pohon hingga yang yang dan beberapa periode menarik sama titik tertentu. Rangkaian pematangan dari adalah bahwa buah dalam lembah telah bagi skala besar ditunjukkan oleh Snow (1965) dengan 18 spesies Miconia (Melastomataceae) Interprestasinya alam yang Trinidad. Bagaimanapun.tertupakan mungkin dapat berkecambah. S. oleh beberapa perkembangan diniana pada berbeda dan diferensial dari pematangan terjadi pada dua spesies dijumpai manis. radikoferi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kematangan dan matang pada waktunya (di akhir pada musim mamalia hujan) yang saat terjadi makan.

oleh orang-orang contohnya. . cahaya atau masing-masing merujuk pada ketidak-adaan cahaya dan hujan. 1965b). Saat para naturalis mulai tertarik pada tumbuhan liar. Tinjauan atas pra-penyebaran benih diberikan oleh Janzen (1978a). dimana untuk sama. hingga mereka mengukur penyebaran benih dengan kemungkinan tumbuhan meskipun akan rnengurnpulkan Pendapat jarak spesies. menjatuhkan atau rnirip rnikrohabitat induknya. balasan yang patut disayangkan bayangan karena kebanyakan bayangan "bayangan". kita mengharapkan dapat melihat hasil seleksi dari mekanisme yang membawa sebagian besar benih pada jarak yang cukup dari tumbuhan induknya. Sebagai hasil dari kekuatan untuk bertahan hidup pada seedling yang sangat dekat dengan dihutan tumbuhan tropis induknya. yang merupakan alasan kapok dapat dipanen dengan mudah (Baker. range cukup menyatakan penting besar penyebaran meningkatkan perkecambahan dari akan penyebaran adalah cukup untuk membawa faenih ke titik dari tumbuhan induk terhindar dari persaingan dengannya (dan untuk lepas predator cenderung yang benih atau seedling yang benih dengan mungkin pada tempat terpusat pada tumbuhan induknya) adalah tepat. Afrika Barat) seleksi pohon- pohon Ceiba pentandra dengan buah polongnya yang tidak pecah saat matang. pohon-pohon conspesifik mungkin diharapkan mendekati suatu penyebaran seragam. dengan kadangkala benih dibawa dalam jarak yang lebih jauh. Penyebaran tidak selalu seragain pada semua arah dan areat yang terisi oleh hujan benih seringkali contohnya deisebut sebagai "bayangan benih". jauh lain jauh sebagian benih jauh dari bahwa dalam tujuan agar induk. hujan. Akibatnya. banyak ada seleksi karakter yang penyebaran. Untuk banyak pohon tropis.holtikultura mengurangi (dimungkinkan dan kegiatan-kegiatan kehutanan.

1970. 1978). benih tropis. kembali dengan penekanan tropis didasarkan pada pengalamannya di Indonesia. Teristimewa sekali adalah penyebaran yang dilaporkan terjadi pada spesies hutan Amazon oleh ikan yang menelan benih dari pohon riparian dan tumbuhan perambat yang jatuh ke dalam air (Gottsberger. (seperti memperlihatkan benihnya liana yang Entada distribusi berat tapi scandens. lihat juga Ashton. Metode aktual penyebaran bibit di hutan tropis melibatkan angin. Mimosoideae)(Ridle. Pada tahun 1972.dan bukti yang mendukung hal ini diberikan oleh Janzen (1970) dan oleh Conneil (1971). 1972). tropis mengenai pohon-pohon penyebaran huian pada ini diringkas pada buku II N. Dari studi terbaru penyebaran pohon hutan kering. 1969). Ridley. L. yang memungkinkan benih-benih tersebut disebarkan secara sekunder oleh hewan yang berkeliaran. Penyebaran Tumbuhan dipubiikasikan dalam buku tahun berasal Penekanan pengalaman penulisnya sebagai Direktur Royal Botanic Gardens. banyak spesies memiliki lebih kurang distribusi berumpun {Hubbell. dibawa atau oleh vektor binatang jatuh ke langsung permukaan dari dan buah mungkin terbelah/terbuka disana. Buah atau biji mungkin pohon. Peneliti penyebaran benih tropis lain . Beberapa spesies dari genus Ficus (Moraceae) di Afrika dapat mengalami predasi hebat oleh hama ligaeid (Hemiptera.van der Pijl membuat tinjauan mengenai subjek tersebut. Lygaeidae) disini distribusi terbatas pada jalan air dimana buah-buahan mungkin jatuh di air yang mengalir dan didistribusikan ketempatnya berkecambah jauh dari predator (Slater. Singapura. Spesies riparian lainnya riverine mengambang Banyak termasuk di Seluruh dari di famili air lain. air atau penyebaran oleh burung atau mamalia pemakan buah atau pemakan biji. 1930. literatur penyebaran Dunia. 1930). dari dalampenyebaran Fabaceae.

Heithaus dkk.1977.). buah-buahan hutan hujan dapat tetap melekat dengan tumbuhan induk untuk beberapa bulan dan kemudian menghilang tiba-tiba. Panjangnya berkisar (Pterocymbium sebetas Jadi. Chan bunga waktu dari (dalam yang antara tiga Kavanagh. mereka yang tertarik dalam burung-burung frugivorous (contohnya Me Diarmid dkk.J.H. 1977. non Kerckhove. Malaysia Ng dan mengejulkan pembentukan minggu sampai 1979) tetapi (1974) bunga melaporkan bersamaan mengukur buah dan bahwa dengan panjang dari 93 Dipterocarpaceae jatuhnya buah. Dalam semua studi. yang pertimbangan-pertimbangan (Corner.F. der juga dilakukan neotropis 1978b). terhadap bulan sulit pekerjaan. Akan kuantitatif tersebut Penyebaran banyak tetapi dan biji sebagian di baru-baru pekerjaan besar hulan oleh ini yang tropis ilmu kerja di eksperimen subjek telah neotropis.. H. di 1979). Corner... Howe. Howe dan Van de oleh 1957) 1977. kurang penyebaran (Van (Vasquez-Yanes dkk. 1977.. 1975. hanya terdapat sedikit jumlah dari pengarnatan yang pertama tetapi tidak sama dengan penyerbukan bunga. 1949. 1975.adalah E. 1976. terutama memperjelas oleh burung teoritisnya dikristalkan dalam "Teori Durian" dari evolusi tumbuhan berbunga dilakukan dipelajari ahli burung. dkk. penyebar .. yang mungkin sering dipelajari di semua tahap dalam beberapa jam. akan javanicum. volant kelelawar 1979. telah dan Janzen. rnengenai paleotropik dkk. agen-agen Ebenaceae). juga berhubungan untuk beberapa tahun dengan taman botanik di Singapura. memperlihatkan pembentukan Loh spesies pohon di hutan Malaysia. Studi-studi benih Pijl. Janzen Fleming oleh Penyebaran benih manusia mendapat perhatian (lihat Van der Pijl.dll. Cant. 1972). Howe dan Estabrook. (Disspyros mengamati sebagai Sterculaceae) mainganyi.

1 Klasifikasi sistem penyebaran diaspor dalam skema oleh Dansereau dan Lems (1957) Auxochore Cyclochore Pterrochore1 Pogonochore Desmochore1 Sarcochore1 Sporochore2 Sclerochore2 Barochore Ballochore penanaman diaspor oleh induk tanpa disartikulasi diaspor sangat besar. sangat berat diaspor dikeluarkan atau dibuangi dari induk Keterangan : 1) diaspor biasanya buah-buahan. sangat ringan diaspor secara morfologi tidak khusus. oleh kelenjar) diaspor dengan lapisan getah atau lapisan luar berdaging diaspor secara morfologi tidak khusus. 2) diaspor biasanya benih Pada 1957. sebagai contoh dimilikinya tidak oleh buah berdaging mamalia oleh tanaman ini buah. (Sarcochore) disebarkan membuktikan atau bahwa buah burung pemakan kehadiran banyak tumbuhan yang buahnya berdaging dari berbagai spesies pada komunitas membuktikan pentingnya penyebaran jika bersayap endozootik pada atau komunitas itu. bagian tumbuhan atau bahkan keseluruhan tumbuhan) (label 12. Metode analog yang sesuai dalam menampilkan proposi spesies dengan setiap jenis sistem penyebaran diaspora sebagai "spektrum biologis" sebagaimana semacam Raunkiaer (1934) menampilkan analis-analisnya mengenai bentuk-bentuk kehidupan. Spektra penyebaran . atau penampakan Benih-benih (desmochore) buah-buahan juga mempunyai kait atau alat-alat melekat lai pada bulu membuktikan pentingnya penyebaran binatang (dalam kasus epizootik) pada komunitas dimana mereka ada.1). pengganti untuk pengamatan yang pertama telah dicari Tabel 12.akibatnya. Dansereau dan Lems. meninjau literatur penyebaran benih dan rnemperkenalkan sistem klasifikasi mereka berdasarkan morfologi diaspor (unit penyebaran benih. berat sedang diaspor secara morfologi tidak khusus. buah. berisi udara (termasuk tumbleweed diaspor dengan anggota badan seperti sayap atau saccate diaspor dengan anggota badan seperti rambut panjang atau plumose diaspor perekat (duri. burr. Meskipun. khususnya benth atau yang panjang mengalami kekurangan dengan buah-buahan benih-benih rambut-rambut atau akan atau ditanam (pterochore) disediakan (progonochore).

terjadi lebih anemochorus. 93-94) pada konopi dibatasi (Richards. pada hutan. Pada tingkat herba. memiliki berdaging lantai sementara anggota literatur menyatakan lain. di hutan basah La Selva. dengan 18% desmochore dan ballochore (Baker. 71% dari pohon-pohon kanopi memiliki sarcochore.ini dibuat untuk tegakan hutan atau untuk lapisanlapisan (sinusia) dalam hutan. 1% naik dan hanya Frankie tingkat 93% dan pterochore dan Opier. Penyebaran diaspore di hutan primer Dalam kualitatid bahwa beberapa bahwa tropis. penekanannya Frankie penyebaran epizootik {daripada endozootik). hanya 73% spesies memiliki 9% sarcochore. penyebaran Namun. pohon-pohon memiliki besar dari genus Mimusops (Sapotaceae) dan beberapa besar Lecythidaceae barochore. pohon 13% spesies sedangkan (1978). Di Costa Rica. Hartshorn untuk La Selva. Schnell (1970. memiiiki disebarkan menegaskan bahwa diaspor oleh angka-angka sekitar 49% 3% penyebaran keleiawar. Pada hingga dipublikasikan). pengecualian-pengecualian tingkat. tidak dipublikasikan}. oleh pernyataan-pernyataan 1952. persentase ballochore terbentuk modestly (4%). I. vol. . (10%) tidak menjadi pada dan ini dari oleh diantara kategori-kategori diaspore lain menunjukkan dari {Baker. melaporkan angin. sedangkan 18% memiliki lebih barochore. hal. sarcochore dari semak. emergen dan penyebaran diaspore pohon-pohon pohon-pohon atas. 83-84) menunjukkan penyebaran terlihat sedangkan buah-buah angin pada dan penyebaran besar lebih yang yang jarang tidak binatang di hutan atau pada sedikit bersifat keduanya pohon-pohon pohon-pohon besar/berat dan angin setiap dari (barochore) terjadi (sarcochore). angin hal. Opier.

Sisanya 26% tidak buah dikategorikan. 382) menyatakan bahwa "Dalam suatu atau hal pengamatan yang ditemukan sangat bahwa mayoritas dengan karateristik pohon hutan sekunder muda memiliki benih buah-buah beradaptasi pengangkutan oleh angin atau binatang". pterochore sarcochores 25 %. berikut. pogonochore dan sporochore (masing-masing 10 %) menunjukkan pentingnya penyebaran oleh angin lebih efektif membuka areal hutan.) menemukan bahwa di Guanacaste. morototoni disebarkan oleh burung dan kelelawar. Pada herba persenrase sarcochore menurun lagi menjadi 40 % dan rerata sclerochore 20 % dengan pterochore. Penyebaran diaspore dan hutan sekunder Richards (1952. Pada tingkatan tersebut. persentase sarcochore meningkat menjadi 61 % dan diaspor yang diperoleh dari penyebaran angin akan berkurang. Contohnya. permukaan sekunder memiliki dan disebarkan buahoieh jatuh terbelah. barochore pogonochore sclerochore 9%. Konsekuensinya. tidak adanya kemantapan dari proporsi penyebara diaspore oleh angin lebih tinggi. sehingga binatang. dan 9% oleh angin. Guazuma ulmifolia (Sterculaceae). %. hanya 49 5 %. Frankie dan Opier (tidak dipubl. dan ballochore 9 %. secara Dalam hutan tropical kering kanopi lebih mudah patah oleh angin atau juga pada saat pengguguran daun. Baker. burung guianensis benih (Hypericaceae). Desmochore (juga 10 %} lebih balk dibandingkan dengan strata lainnya yang lebih tinggi. Dalam hal ini. di neotropis. berat yang benihnya tetapi ke agaknya. ia memberikan perhatian pada ketidakhadiran dari apa yang sekarang kita Vismia sebut barochore. sedang burungmenyebarkan Dydymopanax (Araliaceae). Costa Rica disposisi dari pohon dan Palm adalah sebagai 8 %. . hal.burung dan kelelawar.

neotropisnya angolensis Cecropia). dan kelelawar sekunder counterpart Pyenanthus Di Trema hutan Musanga cecropioides (Moraceae) disebarkan oleh burung (seperti sedangkan oleh burung. disebarkan Mallotus Rhodamnia burung. berdekatan meskipun spesies yang ditampilkan berbeda. dan Di Rhodomylitus antara spesies (Ulmaceae) disebar sekunder (Myrlaceae) disebarkan oleh angin adalah Ochroma (Bombacaceae) di neotropis. Barat.. Hal ini secara cepat berhasil dalam turnbuhan dengan tipe penyebaran yang berbeda khususnya proporsi sarcochore sclerochore dan dalam periode tiga tahun. (1979) telah membuat penemuan yang sama masing-masing .1980). (Malpighiaceae). Melastoma dan oleh yang malabathricum (Melastomaceae) dan spesies Macaranga. (Euphorbiaceae). (Myristicaceae) dan Macaranga barteri (Euphorbiaceae) Asia. Ceiba baik di neotropis niaupun Afrika dan Alstonia (Apocynaceae) dan Anthocephalus (Rubiaceae) di Asia. Symington (1933) menjadi pernerhati pertama pada cadangan sekunder terganggu (reservoir) yang di hidup Malaya. tumbuhan yang pertama mengalami reproduksi dalam pernbebasan buatan tidak mesti yang paling yang pertama relatif memiliki ringan sclerochore dengan beratbenih (Opler dkk. 1970). Di (meskipun dua areal hutan Costa Rica. (Melastomaceae) Di hutan dan Byrsonima Afrika spp. Keay (1957) menemukan spesies pohon dan liana yang disebar oleh angin umumnya hanya pada sinusia lebih atas dari hutan sekunder tua. Guevara dan Gomez Pompa (1972) dan Cheke dkk. tingkat jatuh hingga mencapai awal hutan dewasa. 1977.Miconia spp. Di Nigeria. kebanyakan spesies ini menjadi spesies yang intoleran terhadap naungan peninggalan (relict) dari tahap serai awal. tumbuhan hutan yang Budowski hutan tidak (1965. benih-benih pada tanah Selanjulnya.

baik yang berada di puncak pohon pada tahap serai akhir atau datang untuk menguasai posisi sebagai pohon-pohon kanopi atau emergen pada hutan dewasa. Dalam situasi dan kondisi intensitas yang sebagaimana seringkali terjadi di hutan tropis.di Amerika Tengah. Meksiko dan hutan Thailand. yang berkernbang dalam celah dan memiliki benih-benih yang disebarkan oleh burung atau kelelawar. bertolak La bahwa belakang Costa mayoritas hutan Selva. Herwitz (1979) telah menemukan. Costa Rica. akhirnya Sehingga pembagian benih-benih . Di Afrika. basah menemukan (Ross. seedling sama halnya dengan pencahayaan dewasa. di Taman Nasional Corcovado. 1952). spesies ketika berumur antara 15 dan 20 tahun dan tidak rnampu beregenerasi Dalam pembebasan Hartshorn naungannya terang. Budowski (1965. Richard. seedling rnungkin tidak dapat menghasilkan jumlah fotosintat yang cukup sampai dari dengan bahan-bahan berarti sejumlah akan ada makanan akan yang ada daiam seleksi besar benih daun yang yang teiah sama pada yang dikeluarkan. 1970) mencatat bahwa benih-benih dari pionir cenderung membutuhkan rangsangan cahaya untuk perkecambahan. Bahan kimia dari cadangan benih Benih-benih mengandung cadangan makanan (dalam endossperma atau dalam kotiledon) yang akan mensuplai energi yang dibutuhkan dan material-material pembangun untuk embrio saat perkecambahan kurang terang. saat Pada tumbuh menjadi tumbuhan akhirnya. regenerasi pada celah terang disebabkan oleh jatuhnya pohon tunggal yang kebanyakan berasal dari seedling atau sapling yang sudah menjadi pertumbuhan bawah dan mempertahankan jatuhnya pohon. terjadi dan benih yang berubah menjadi seedling. pohon-pohon dalam cerah di (1978) Musanga cecropioides sendiri mulai mati dalam dengan Rica.

intervalpanjang reguler (banyak hutan). segera antara persediaan cadangan makanan yang melimpah pada benih dan jumlah benih yang kurang diharuskan karena batasanpada tergabung oil)" ketersediaan didaiarnnya. seperti pada kasus Mucuna andreana.. Dua alternatif "strategi" yang telah disusun rnungkin mengatasi predasi. Janzen (1970. antara substansi-substansi Tambahan ukuran "penjualan benih dan makanan (tradekemampuan variasi dibutuhkan Janzen tersebarnya. (b). di Inggris. tumbuhan perambat dari Fabaceae. (1977d) telah menyatakan bahwa dalam berat antara benih-benih pada tumbuhan yang sama (dimana rasio dari kecil hingga besar mungkin 100 %. berlaku demikian. dkk) telah lebih dulu menyatakan bahwa jumlah dan berat benih yang dihasilkan oleh tumbuhan hutan tropis dapat juga dikendalikan oleh kegiatankegiatan predator benih. "Strategi" pada dihasilkan pohon-pohon lain. lebih semua. . di yang California) berkecambah. dalam keadaan kompetisi antar tanaman (c).lebih besar dan lebih berat. 1942. mungkin Namun dan pada naungan berat. seperti andreana. Studi-studi di daerah temperate (Salisbury. 1972. Benihbenih kecil mungkin dihasilksn pada jumlah yang besar dimana efektif interval dihasilkan (contohnya mengeluarkan pada Mucuna populasi jika predator tidak pada banyak benih tidak cukup ini untuk akan atau dapat menghancurkan mereka benih hanya bambu). tumbuhan interval-interval energi dalam Kemungkinan pertahanan cynogenic kimia dari benih (oleh asam amino non protein. menunjukkan bahwa berat individu-individu benih lebih besar spesies-spesies hebat. untuk yang Baker. dalam pasti dimana setelah kompromi kekeringan perkecambahan. oleh alkaloid. keadaan ada telah (a). Faboideae) mungkin menguntungkan dimana menyebar benih "bayangan" dalam suatu kisaran jarak.

glycoside, mungkin

tanin,

dll.}. batasan

Pada pada

"strategi" jumlah

terakhir substansi-

terdapat

substansi defensif yang dapat dihasilkan dan, untuk alasan ini, jumlah benih yang dihasilkan mungkin lebih kecit dibandingkan dengan strategi kejenuhan predator. Namun demikian, secara karena kimia, adanya maka sedikit jumlahnya benih, akan dan lebih dilindungi

besar dan mengandung lebih banyak cadangan makanan, sehingga akan berbentuk seddling awal yang baik dalarn kehidupan. Meskipun selalu ada kemungkinan bahwa satu atau lebih predator benih dan mungkin menyusun akan alat dapat detoxity protektan kimia kernudian

meningkatkan kerusakan benih. Sifat aktual dari penyadiaan energi dan cadangan pembangunan jaringan dalam benih tumbuhan hutan tropis telah rnenjadi subjek dari beberapa analisis. Untuk hutan basah dan kering di Costa Rica, ada hubungan antara berat benih dengan cadangan simpanan utama; untuk benih-benih besar, mungkin pada zat tepungnya, untuk benih-benih kecil biasanya minyak (yang terakhir menyediakan surnber energi yang febih padat) (Baker dkk., in prep.}. Benih-benih kecil dari Piper spp. (Piperaceae) mengalami penyimpanan zat tepung. Protein selalu tersedia dan akan sangat jelas terlihat pada benih-benih dari tumbuhan Fabaceous (Leguminus). Proporsi spesies dengan benih yang menyimpan minyak pada sampel-sampel dari tumbuhan hutan Costa Roca adalah 76 % pads pohon dan palma. 85 % pada semak dan 91 % pada herba. Kira-kira 35 % dari semua spesies ini menyimpan zat tepung (dalam banyak kasus sebagai tambahan dari minyak). Hampir semua benih mengandung cukup protein untuk memberi hasil positif dalam pengujian kasartiengan reagen Millon. Ada juga hubungan antara minyak sebagai cadangan benih dan phanerocotyly epigcal), (sebaliknya kemungkinan dikenal sebagai dari perkecambahan dihasilkan

kenyataan

bahwa

benih

yang kecil

berkecamfaah dibandingkan

pada dengan

phsncrocotylar

biasanya

benih dengan germinasi (hypogeal). PENGADAAN SEEDLING Pada pengadaan dikenalkan kenyataan Ng biologi seddling ke bahwa (1978) pada besar epigeal sering dalam reproduklif, perlu jika atau suatu disadari genotip baru hutan bahwa akan (untuk melalui

struktur

persistensi telah dengan cocok

penyebaran

propagasi vegetatif tidak akan dilakukan). membahas hutan "strategi-stratsgi hujan Malaysia. cepat, seedling dari yang pengadaan" Benih-benih seringkali ini paling pohon-pohon

perkecambahan untuk

pengadaan

besar dengan taproot yang tebal pada situasi bernaung, ditemukan. Karakteristik sebagian besar pohon, bertolak belakang dengan susunan ksrakter dari sebagian kecil "nomad" yang cenderung ditemukan pada pembebasan dan pada margin hutan. Ini secara ekslusif epigeal. Terbentuknya diameter akar yang membuat mereka membentuk seedling pada permukaan yang lebih keras dibandingkan pemanfaatan oleh spesies hutan yang memiliki benih yang besar. Untuk hutan basah La Selva, Costa Rica, Hartshorn (1978) menduga bahwa rata-rata waktu untuk pergantian pohon kira-kira 118 tahun. Untuk menyediakan pergantian ini harus ada celah gelap pada intervalinterval yang cukup karena Hartshorn menemukan bahwa 75 dari 104 spesies celah Hartshorn proporsi untuk pohon kanopi untuk yang diteliti 1978) seperti tergantung rnelaporkan pada celah pada bahwa terang (dalam spesies keberhasilan tergantung

regenerasinya.

Whitmore, yang menurun

regenerasi

perpindahan dari emergen dan kanopi lebih atas melalui pohon-pohon tingkat bawah. Di daerah hutan kering Guanacaste, dinegara yang

sama, Hatheway dan Baker (1970) mengamati bahwa pohonpohon besar Pithecellobium (Fabaceae, berlaku saman dan Enterolobium tidak penuh cydocarpum tetapi ini Mimosoideae) situasi terlihat pencahayaan

menjadi seedling sampai sapling dalam naungan hutan, dalam (yang juga dilindungi dari penggembalaan). Whitmore (1975, 1978) melaporkan bahws di hutanhutan Asia Tenggara, celah kecil di hutan dewasa diisi oleh sapling yang ada atau pohon-pohon "tertekan", sedang dalam celah besar ada flora suksesi dari benih yang dibaws ke dalam atau sudah ada dalam tanah. Dormansi yang ada dari benih-benih pohon terlihat jarang di pohon-pohon hutan basah di Afrika Barat. Benih-benih yang ada tidak berkecambah daiam tanah di lantai hutan yang hanya membutuhkan stimulus cahaya untuk berkecambah dari di (Longman, hutan basah 1978). dan di Ini Opler adalah (tidak Dua 200 dari pengalaman Frankie, Baker

dipublikasikan} laju germinasi

Costa dari 12

Rica. hampi

paper oleh Ng (1973, 1975} membcrilan data mcngenai benih-benih "cepat" segar (dalam spesies dsri pohon-pohon yang lumbuh di hutan-hutan Malaysia. Germinasi minggu sceciiing), "intermediet" dan "tertunda" secara kasar dalam proporsi 10:3:1 yang selama ini dipercaya bahwa perkecambahan merupakan hal yang biasa ditemukan di hutan-hutan tersebar Malaysia, bahwa tetapi memberikan tertunda dugaan jarang yang atau luas germinasi

tidak mungkin (No, 1&73, hoi. 54). Percoban-percobaan dengan benih-benih dari pohonpohon yang tumbuh mereka dormansi di di hutan musim kering basah Costa Rica menunjukkan bahwa spesies dari pohon yeng mematangkan benih-benih mekanisme telah menyusun pada yang mencegah germinasi

sekurangnya beberapa benih di musim basah yang sama (Frankie dkk., 1974). Dalam kasus Casearia aculata, Eugema salamensis var. hiracifolia dan Spondias

mombin, waktu yang dibuluhkEn untuk 50 % dari benih berkecambah akan muncul adalah pada kira-kira 150 hari. itu Dormansi akan semacam itu cenderung untuk menjamin bahwa seedling waktu-waktu yang memungkinkan perkembangan akar cukup sebelum permulaan dari musim kering pendek (Juli hingga Agustus) dan musim kering yang menggantikannya (akhir November hingga Mei).

RINGKASAN
Perlakuan dari biologi reproduktif tumbuhan di hutan tropis ini bukan pendalaman dari informasi yang dipublikasikan, meskipun diharapkan bahwa suatu cara ke dalarn belukar literatur teiah tersedia. Akan jelas bahwa lebih banyak kerja tetap akan selesai sebelum hubungan-hubungan pada Namun hutan dari apa yang individu dari disebut melihat yang serupa, kurang tumbuhan studi dengan penyebar dari polen atau benihnya dapat digabungkan benar-benar kita dan dapat tropis yang biologi ekosistem. meskipun pada demikian, temperate pernbedaan bahwa, ada dari

prinsip-perinsip

dasar

diterapkan

perbedaaniklim di

perbedaan nyata dalam detail dan penekanan bahwa hasil musiman hutan-hutan tropis, dan dari kerapatan tumbuhan dan binatang yang lebih besar (dan kelimpahan lebih besar dari beberapa yang terakhir dalam dihasilkan pengertian dalam kita penyempitan niche dan peningkatan interaksi-inleraksi biotik). terjadi Perbaikan-perbaikan melalui aplikasi dari biologi reproduktif tumbuhan hutan tropis akan teknik-teknik kuantitatif modern dari penyelidikan dan manipulasi mcncukupi dari konstituen ekosistem (sebagai contoh percobaan dalam tambahan mungkin kecil pada pengamatan). dalam jumlah Pengetahuan tropis untuk yang yang didapat relatif penting untuk mengembangkan hutan mungkin rencana-rencana mempertahankan

manajerial yang

sepertinya

pengaruh yang terus meningkat dari ekspansi populasi manusia. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful