I. A.

PENDAHULUAN

Pengertian Ekologi Hutan Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel

(1869), yang mana ekologi ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu : Oikos Logos = Tempat tinggal (rumah) = ilmu, telaah.

Oleh karena itu, Ekologi adalah ilrnu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya. Hubungan tersebut demikian komplek dan eratnya sehingga Odum (1959) menyatakan bahwa ekologi adalah Enviromental Ecology. Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohonan dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan antara di luar hutan. Didalam suatu hutan, alam

hubungan

tumbuh-tumbuhan,

margasatwa,

dan

lingkungannya demikian eratnya, sehingga hutan dipandang sebagai suatu sistem ekologi atau ekosistem. Ekologi Hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistim hutan. B. Bidang Kajian Ekologi Kutan Didalam Ekologi ada dua bidang kajian, yaitu 1. Autekologi : Ekologi yang mempelajari suatu jenis organisma yang berinteraksi dengan 1ingkungannya atau ekologi sesuatu

jenis

atau

bagian

ekologi

yang

mempela jari faktor

pengaruh

sesuatu satu

lingkungan

terhadap

atau lebih jenis-jenis organisme.

2. Sinekologi : Bagian ekologi yang mempelajari berbagai kelompok organisme

sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi dan dengan antar sesamanya dalam

lingkungannya

suatu daerah.

Dalam pengaruh tumbuhnya

ekologi suatu satu faktor atau

hutan,

autekologi terhadap

mempelajari hidup dan

lingkungan lebih

jenis-jenis

pohon.

Jadi,

penyelidikannya

mirip

fisiologi

tumbuh-tumbuhan,

sehingga aspek-aspek tertentu dari autekologi, seperti penelitian fisioekologi tentang pertumbuhan pohon serir.g disebut

(phisiological

ecology).

Contoh

penelitian

autekologi adalah : 1) Pengaruh intensitas Shorea cahaya leprosula N terhadap terhadap

pertumbuhan jenis 2) Pengaruh dosis

pupuk sengon.

pertumbuhan jenis

Sedangkan Sinekologi mempelajari hutan sebagai suatu ekosistem. Contoh kajian sinekologi adalah pengaruh

keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi, struktur dan produktivitas hutan. Dalam maupun ekologi hutan baik penge tahuan autekologi kita

sinekologi

bersama-sama

diperlukan,

karena

memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat berbagai jenis pohon yang membentuk hutan dan pengetahuan tentang hutan sebagai suatu ekosistem.

C. Sangkut Paut Ekologi Hutan dengan Bidang Ilmu Lain Berhubung di dalam ekologi hutan yang dipelajari

adalah tumbuh-tumbuhan hutan dan keadaan tempat tumbuhnya, maka semua bidang ilmu yang mempelajari kedua komponen ekosistem hutan tersebut sangat diperlukan, yakni: (1). Taksonomi tumbuh-tumbuhan (terutama Dendrologi). Bidang ilmu ini sangat diperlukan untuk pengenalan jenis-jenis tumbuhan di hutan. Untuk pengenalan jenis ini diperlukan buku-buku pengenalan jenis yang praktis, selain buku-buku flora yang sudah ada yang bersifat komprehensif. Cara pengenalan jenis pohon dalam buku-buku itu

dititikberatkan pada sifat-sifat generatif (reproduktif), yaitu berdasarkan sifat-sifat bunga dan buah. Padahal

menurut pengalaman di lapangan seringkali dijumpai pohonpohon yang sedang tidak berbunga atau berbuah, atau sukar sekali untuk mendapatkan contoh-contoh bunga dan buah. Karena itu, untuk keperluan di lapangan dibutuhkan cara pengenalan jenis pohon yang terutama didasarkan pada sifat-sifat vegetatif, yaitu sifat-sifat batang pohon

(kulit, getah dan kayu) , daun dan kuncup, kemudian baru sifat-sifat generative. Cara pengenalan ini tidak terikat pada sistem taksonomi tumbuh-tumbuhan. Di Filipina cara pengenalan demikian telah dirintis oleh Tamolang (1959), di Malaysia oleh Kochummen (1963), di Indonesia oleh

Endert (1928, 1956) dan Verteegh (1971) dan di Pantai Gading, Afrika, oleh den Outer (1972) . Kepulauan Indonesia, sebagai bagian dari daerah flora Malesia, terkenal sebagai daerah flora hutan yang kaya. tetapi pengetahuan kita tentang jenis tumbuh-tumbuhan di daerah ini masih amat kurang. Banyaknya jenis tumbuhtumbuhan di daerah inipun belum diketahui dengan pasti (Van Steenis, 1948). Menurut taksiran Van Steenis (op.cit) di daerah Malesia terdapat kira-kira 3000 jenis pohon. Menurut Lembaga Penelitian Hutan di Indonesia terdapat lebih kurang 4000 jenis pohon. Dari sekian banyak jenis itu baru sebagian kecil tercakup dalam buku-buku flora yang tersedia. Akibatnya, pengenalan masih tergantung pada jasa para pengenal pohon setempat. Dengan bantuan koleksi contoh dapatlah tumbuh-tumbuhan disusun daftar yang nama kemudian pohon-pohon dideterminasi, untuk daerah

tertentu, yang dapat mempermudah inventarisasi hutan.

(2). Geologi dan Geomorfologi Ilmu-ilmu ini diperlukan dalam ekologi hutan, karena keadaan geologi dan geomorfologi mempengaruhi pembentukan dan sifat-sifat tanah serta penyebaran dan hidup tumbuh-

Faktor-faktor suhu (temperatur). (4). Pada keadaan iklim yang sama. jenis-jenis batuan yang berbeda berlainan. perbedaan letak tinggi mempengaruhi penyebaran tumbuh-tumbuhan. melalui perbedaan iklim yang ditimbulkannya. Perbedaan jenis tanah. kelembaban. melalui perbedaan pada kesuburan dan keadaan air tanah. terbentuk tipe hutan yang khusus pula.tumbuhan. berlainan. vegetasi serta mempengaruhi kesuburan dan produktivitas hutan. Disamping itu. Keadaan topografi juga mempengaruhi komposisi dan kesuburan tegakan hutan. Ilmu Tanah Ilmu tanah yang murni seringkali disebut pedologi tetapi sebagai faktor tempat tumbuh disebut edafologi. (3). akan tanah pasir kuarsa tanah serpentin. dan defisit tekanan uap air besar pengaruhnya pada pertumbuhan pohon. seperti akan Pada menghasilkan jenis dan jenis-jenis keadaan dan tanah tanah yang yang khusus. Klimatologi Iklim penyebaran adalah faktor terpenting yang mempengaruhi iklim seperti tumbuh-tumbuhan. Iklim mikro dari sesuatu ternpat yang dipengaruhi keadaan . sifat-sifat serta keadaan tanah seringkali menyebabkan mempengaruhi terbentuknya penyebaran tipe-tipe tumbuh-tumbuhan. curah hujan.

untuk dapat mempelajari . dan akan sangat membantu dalam mempelajari susunan serta penyebaran £ormasi-formasi hutan. Geografi tumbuh-tumbuhan Pada tumbuhan permulaan merupakan perkembangannya dari ekologi tumbuh- cabang geografi pengaruh tumbuh-tumbuan faktor-faktor Dari (phytogeografi) lingkungan cabang yang membahas penyebaran terhadap tumbuh-tumbuhan. (6). yang mana memerlukan pengetahuan tentang proses-proses kimia yang berhubungan dengan aktivitas biologis yang terjadi. Jadi pada akan hidup umumnya sangat informasi berguna fisiologi mempelajari tumbuh-tumbuhan proses-proses untuk tumbuh-tumbuhan. terutama iklim dan geomorfologi atau fisiografi. Misalnya. (5).topografi dapat mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan pohon. Informasi tersebut bisa diperoleh dari ilmu biokimia. inilah berkembang sosiologi tumbuh-tumbuhan (phytososiologi) dan ekologi tumbuh-tumbuhan. Fisiologi Tumbuh-tumbuhan dan Biokimia Telah dikemukakan bahwa autekolcgi mempunyai kegiatan yang mendekati fisiologi dari tumbuh-tumbuhan. Pada taraf kemajuan sekarang ekologi hutan masih memerlukan informasi dari geografi tumbuh-tumbuhan untuk mengerti pola penyebaran berbagai jenis pohon dalam hubungannya dengan keadaan fisik bumi.

yang berakar pada sifat-sifat genetis. (8). Adakalanya apabila daerah penyebaran dari dua jenis pohon berimpitan pada suatu tempat. sehingga berada sifat-sifatnya diantara sifat-sifat kedua jenis induknya. sebagai akibat dari mutasi dan polyploidy. Demikianlah. Oleh karena itu. Genetika Tumbuh-tumbuhan Suatu jenis tumbuh-tumbuhan yang penyebarannya luas seringkali memperlihatkan perbedaan menurut letak geografi dan keadaan lingkungan-nya. melalui penggunaan kedua bidang ilmu ini . Perbedaan ini bukan hanya dalam bentuk pertumbuhannya tetapi seringkali pula dalam hal adaptasi dan persyaratan terhadap keadaan tempat tumbuhnya.pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap produksi getah karet atau getah pinus perlu pula pengetahuan tentang proses pembentukan getah dan proses-proses biokimia lainnya yang mempengaruhi atau berkaitan dengannya. Matematika dan Statistika Kedua ilmu ini sangatlah kuantitatif penting terhadap untuk berbagai memformulasikan dugaan proses ekologis yang terjadi pada ekosistem hutan. maka pada tempat itu terjadi timbul hybridisasi jenis pohon antara baru kedua yang jenis itu. pada keadaan-keadaan tertentu. untuk mengerti sifat-sifat ekologis sesuatu jenis atau beberapa jenis pohon diperlukan pula pengatahuan tentang genetika. (7).

riap (pertumbuhan) pohon/hutan .faktor lingkungan terhadap yang berperan dan seberapa suatu jauh hutan peranannya penelitian kelestarian dapat diperkirakan. permudaan pohon atau permudaan hutan d. Perbedaan ekologi hutan dengan silvika hanyalah pada lawasan kajiannya. sehingga hutan ditingkatkan baik kualita rnaupun kuantitanya. E. dalam terminologi kehutanan. sedangkan silvika lebih terarah pada silvikultur dan lebih mendekati autekologi. yakni ekologi hutan mempelajari hutan sebagai ekosistem (jadi lawasannya lebih luas). komposisi dan struktur hutan b. penyebaran jenis-jenis pohon c. D. mempelajari hubungan tempat tumbuh denyan: a. Aspek-aspek Ekologi Hutan yang renting Dalam ilmu kehutanan. mempelajari komposisi dan struktur hutan alam (2). Status Ekologi Hutan dalam Ilmu Pengetahuan Kehutanan Ekologi Hutan merupakan ilmu dasar yang bersifat integratif (mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar lain) yang merupakan ilmu dasar penting bagi silvikultur. aspek-aspuk ekologi hutan yang penting dipelajari adalah : (1). ekologi hutan hampir sama dengan silvika. Dengan pengetahuan ekologi hutan dan fisiologi silvikultur pohon yang yang tepat bisa ditentukan produksi tindakan dapat tepat.

mempelajari syarat-syarat keadaan tempat tumbuh penanaman atau permudaan alam (4). siklus air. fenologi pohon (musim berbunga. iklim dan faktor-faktor lain dengan produktivitas hutan (6). dan metabolisme. mempelajari siklus hara mineral. . pergantian daun).e. mempelajari suksesi vegetasi hutan secara alam dan setelah terjadi kerusakan. (5). berbuah. (3). mempelajari hubungan antara kesuburan tanah.

G. karena ekosistem mencakup organisme dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi. bahan-bahan penyusun organik . beberapa dan kepustakaan. secara biogeocoenosis (geobiocoenosis) berurutan digunakan untuk komponen biotik. Dalam geocoenosis. seorang ekolog Inggeris. Pencetus istilah ekosistem adalah A. Pengertian Ekosistem adalah suatu sistem di alam yang mengandung komponen hayati (organisme} dan komponen nonhayati (abiotik). Tarisley pada tahun 1935. EKOSISTEM A. ekosistem terdiri atas: 1) Komponen autotrofik. Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar ekologi. 1. Komponen Ekosistem Dari Segi "trophic level". istilah biocoenosis. dimana antara kedua komponen tersebut terjadi hubungan timbal balik untuk mempertukarkan zat-zat yang perlu untuk mempertahankan kehidupan. B.II. 2) Komponen heterotrofik. yaitu organisme yang sumber makanannya diperoleh dari bahan-bahan organik yang dibentuk kembali oleh dan komponen menguraikan aututrofik. abiotik dan ekosistem. yaitu organisme yang mampu mensitesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun.

komponen ekosistem terdiri atas : 1) Komponen abiotik yaitu komponen fisik dan kirnia seperti tanah. Untuk tujuan deskripsif.kompleks yang telah mati kedalam senyawa anorganik sederhana. N. H20. sinar matahari. Dari segi penyusunnya (struktur). yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organik yang berasal hasil yang dari organisme mati. osmotroph). dan faktor fisik lainnya) 4) Produser 5) Konsumer makro ("phagotroph" umumnya hewan) yaitu yang organisme memakan heterotrofik. mampu umumnya berklorofil. yaitu . air. dll. 2) Produsen tumbuhan yaitu organisme yang autotrofik. lemak. Co2. komponen-komponen ekosistem seyogyanya diperinci sebagai berikut : 1) Bahan-bahan anorganik (C. udara. organisme lain atau bahan organik. dll) 3) Iklim fsuhu. dll) 2) Senyawa organik (protein. karbohidrat. 6) Konsumer mikro (saprotroph. dan menyerap melepas sebagian bahan-bahan penguraian sederhana tersebut yang dapat dipakai oleh produsen. mensintesis makanannya sendiri dari bahan anorganik 3) 4) Konsumen yaitu organisme heterotrofik Pengurai.' yang merupakan medium untuk berlangsungnya kehidupan.

2) Saprophage. dan menyerap sebagian perombakannya. Point (4) s/d (6) adalah komponen biotik. pengurai segi bahan-bahan fungsional. yang menghancurkan hasil bahan organik mati. daratan). moluska. (6). Dari suatu ekoisist em sebaiknya dianalisis menurut : (1). (3). hLjau). (5). umumnya jamur dan bakteri. Rantai pangan Pola keanekaragaman dalam ruang dan wakcu Siklus nutrien Pengembangan dan evolusi Kontrol (sibernetik) Dalam hal konsumer. dll. yaitu organisme yang mengkonsumsi organisme lainnya. (ekosistem krustacea. selain pembagian di atas. dll (ekosistem akuatik) 2) Konsumer II (konsumer sekunder)adalah karnivora . contoh : insekta.organisme heterotrofik. rodentia. organik yang yaitu telah organisme mati. (4}. Aliran energi (2). membebaskan bahan-bahan anorganik sederhana yang berguna bagi produser. Organisme heterotrofik dapat juga dibedakan kedalam : 1) Biophage. konsumer dapat juga dibedakan kedalam: 1) Konsumer I (konsumer primer) adalah hewan-hewan herbivora yang makanannya bergantung pada produser (tumbuhan kelinci. Point (1) s/d (3) adalah Komponen abiotik.

lereng pegunungan yang curam.. . kucing. danau alam. hutan tanaman. yaitu: 1) Ekosistem alam: laut. seluas danau. disebut juga Top-Konsumer 4) Parasit. lempung. Faktor Penyebab Perbedaan Ekosistem Ekosistem yang satu berbeda dengan ekosistem yang lain. rubah. karena: 1) Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan. basah. hutan musim. sungai. dll. hutan savana) 2) Perbedaan letak dari permukaan laut. topografi dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan. dll. kering) D. hutan alam.dan burung omnivora yang memakan herbivora. lautan sampai biosfir ini. Ukuran ekosistem bervariasi dari sebetsar kultur dalam botol di laboratorium. 2) Ekosistem buatan: sawah. contoh: gagak. hari-mau. Macam dan Ukuran Ekosistem Berdasarkan ekosistem. lembah sungai) 3) Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir. dll. Scavenger dan saprobe C. kebun. misal singa. sungai. ular. 3) Konsumer III (konsumer tertier) adalah karnivora dan omnivora. all. proses terjadinya ada dua macam tambak.

(b). kebun. yaitu: 1) Ekosistem terestris − Ekosistem hutan − Ekosistem padang rumuput − Ekosistem gurun − Ekosistem anthropogen (sawah. ada dua tipe ekosistem. dll. Dengan demikian ekologi niche adalah peran .Danau .} 2) Ekosistem akuatik (a). Ekosistem lautan E. Sedangkan habitat adalah tempat hidup organisme.dll. F.Sungai . Ekosistem air tawar . Ekologi Niche Niche adalah peranan suatu mahkluk hidup dalam suatu habitat.Secara umum.Kolam . Tahap-tahap Dasar Operasi pada Ekosistem 1) Penerimaan energi radiasi 2) Pembuatan bahsn-bahan organik dari bahan anorganik oleh produser 3) Pemanfaatan produser oleh konsumer dan lebih jauh lagi pada bahan-bahan terkonsumsi 4) Perombakan yang mati bahan-bahan oleh organik dari organisme bentuk dekomposer kedalam anorganik sederhana untuk penggunaan ulang oleh produser.

5% ditransmit. dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk tetapi energy tak pernah dapat diciptakan atau dimusnahkan. faktor lingkungan.Bentuk energi yang berperan penting pada mahkluk hidup adalah energi mekanik.15% dipantulkan.Perilaku energi di alam mengikuti Hukum Thermodinamika. dan 35 % disebarkan untuk memanaskan air dan daratan.85% . tidak ada transformasi menjadi secara energi spontan potensial dari suatu bentuk dengan energi berlangsung efisien 100%. areal tempat hidup. . yaitu: Hukum Thermodinamika I: Energi lainnya. G. 57% energi surya diserap atmosfir. Ekologi niche mencakup species organisme. radiasi dan panas. Dari sekitar ±3% energi surya yang mengenai permukaan tumbuhan.Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. .total dari suatu species dalam komunitas. Hukum Thermodinamika II: Setiap terjadi perobahan bentuk energi pasti terjadi degradasi menjadi energi bentuk dari energi bentuk yang energi terpencar yang atau terpusat karena berbagai energi selalu memencar menjadi panas. kimia. 80 . Energi dalam Ekosistem . Misal. 10 . spesialisasi dari populasi species dalam suatu komunicas.

Dalam suatu ekosistem. Rantai pangan terdiri atas tiga tipe: 1) Rantai pemangsa.Berbagai makanan organisme melalui yang memperoleh yang sama sumber dianggap langkah termasuk pada tingkat tropik yang sama. berawal dari organisme mati ke mikroorganisme.5 -3. 3)Rantai saprofit. dimulai dari hewan kecil sebagi mata rantai pertama ke hewan yang lebih besar dan berakhir pada hewan terbesar dimana landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen.diserap dan ±2% (0. . 2) Rantai parasit. Semakin pendek rantai pangan semakin besar energi yang dapat disimpan dalam bentuk tubuh organisme di ujung rantai pangan.5%) dari total energi cahaya digunakan fotosintesis serta sisanya dirubah menjadi bentuk panas. H.Dalam suatu ekosistem dikenal adanya tingkat tropik dari suatu kelompok organisme. . Rantai Pangan pangan ada1ah pengalihan energi dari Rantai sumberdaya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. berawal dari organisme besar ke organisme kecil. dikenal juga sebagai rantai pangan detritus. rantai-rantai pangan berkaitan satu sama lain membentuk suatu jaring-jaring pangan (food web). .

Fenomena interaksi antara rantai-rantai makanan dan hubungan metabolisme dengan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas mempunyai struktur tropik tertentu. yang menggambarkan jumlah individu dalam produser dan konsumer suatu ekosistem b) Piramida biomassa. . Oleh karena itu. yang menggambarkan besarnya . Struktur Tropik dan Piramida Ekologi . baik dengan biomassa per satuan luas maupun dengan banyaknya energi yang ditambat per satuan luas per satuan waktu pada tingkat tropik yang berurutan.. .Berdasarkan tingkat tropik : Tumbuhan hijau Herbivora Karnivora : tingkat tropik I : tingkat tropik II : tingkat tropik III Karnivora sekunder : tingkat tropik IV I. c) Piramida energi. .Ukuran individu menentukan besarnya metabolisms suatu organisme.Struktur tropik dapat diukur dan dipertelakan. semakin besar rnetabolisrne per gram biomassa. Semakin kecil ukuran organisme. semakin kecil organisme semakin kecil biomassa yang dapat ditunjang pada suatu tingkat tropik dalam ekosistemnya.Piramida ekologi dapat menggambarkan struktur dan fungsi tropic: Ada tiga tipe paramida ekologi yaitu : a) Piramida jumlah individu. yang menggambarkan biomassa dalam setiap tingkat tropik.

Weight Ton/ha/th. J./ha/th. Produktivitas primer kotor: Kecepatan bahan selama asimilasi total fotosintesis. Produktivitas Kecepatan penyimpanan bahan-bahan organik dalam jaringan tumbuhan sebagai kelebihan bahan yang dipakai selama asimilasi untuk respirasi oleh tumbuh-tumbuhan pengukuran. Istilah ini sama dengan bersih. . mencakup pula organic yang dipakai untuk respliasi pengukuran.Produktivitas penyimpanan primer energi adalah oleh kecepatan organisme potensial produsen melalui proses fotosintesis dalam bentuk bahan-bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan pangan. primer dibagi dua macam: Produktivitas (1).Produktivitas sekunder adalah kecepatan penyimpanan energi potensial pada tingkat tropik konsumen dan pengurai. Semakin tinggi tingkat tropik. semakin efisien dalam penggunaan energi. primer bersih: (2). .energi pada setiap tingkat tropik. Istilah ini sama dengan total. Unit satuannya: 1) 2) Ash Dry Free Dry Weight Kal. Produktivitas .

siklus ini disebut siklus biogeokimia. 3. 4. Ekosistem 1. Gurun dan tundra Padang rumput Hut an lahan kering Hutan konifer Hutan temperate basah Pertanian Hutan tropik dan subtropik Kcal/m2/th 200 2. 2. tetapi hanya 30 .500 3. 4.500 2.000 12.Unsur-unsur protoplasma. termasuk untuk unsur utama dari dalam cenderung bersirkulasi biosfir dengan pola tertentu dari 1ingkungannya ke organisme dan kembali lagi ke lingkungan. 5. Sedangkan. Siklus Biogeokimia . Ekosistem Prod .000 2. . 3.40 unsur yang sangat diperlukan oleh mahkluk hidup. 7.000 Produktlvitas Primer Kotor pada Ekosistem Terestris No. 2. kimia.000 K.000 20.Produktivitas Primer kotor pada Ekosistem Akuatik Ho. .Di alam telah diketahui ada ±100 unsur kimia.000 8. 6. Laut terbuka Pesisir Upwelling Zone Estuari dan reefs 1.000 20 .000 6. Primer Kotor Kcal/m2/th 1.

umumnya bukan komponen ekologi. misal siklus Posfor . Kedua siklus tersebut masing-masing terdiri atas dua kompartemen atau dua pool. siklus biogeokimia terdiri atas : a) Tipe gas. 2) Exchange atau Cycling pool : kecil. Dilihat dari sudut biosfir secara keseluruhan. dimana reservoir adalah di atmosfir atau hidrosfir {lautan). misal siklus Karbon (CO2) dan siklus Nitrogen (N) b) Tipe sedimen. tapi lebih aktif bertukar dengan cepat antara organisme dengan lingkungannya. yaitu : 1) Reservoir poo_l : besar. dimana reservoir adalah di kerak bumi.pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa anorganik yang penting untuk menunjang kehidupan disebut siklus hara. lambat bergerak.

Karakteristik Komunitas adalah sejarah dan evolusi komunitas atau tahap- 2. di luar hutan.Struktur vertikal (stratifikasi) . produktivitas serasah siklus hara.Struktur horizontal (distribusi spatial jenis) . Struktur Komunitas terdiri atas: .HUTAN SEBAGAI KOMUNITAS TUMBUHAN Hutan dikuasai adalah masyarakat yang tumbuh-tumbuhan suatu yang satuan yang tempat pohon-pohon menempati dan mempunyai sadaan dengan hutan Tumbuhan 1. Fungsi Komunitas adalah dan pola laju metabolisme. Perkembangan pembentukan tahap suksesi. . komposisi jenis dan organisasi tropic suatu komunitas. aliran energi. lingkungan Sedangkan berbeda masyarakat Komunitas adalah tegakan.Kelimpahan biomasa).III. Organisasi Komunitas adalah struktur. pembusukannya. atau "abundance" (kerapatan. 3.

struktur tiap unit vegetasi .tahap suksesi . dominansi DATA ANALITIK ORGANISASI KOMUNITAS • Struktur • Komposisi • Organisasi tropik DATA SINTETIK • Kehadiran dan konstansi • Kesetiaan • Dominansi • Indeks dominansi • Indeks asosiasi 1. Jenis Data Vegetasi DATA KUALIFIKATIF • Komposisi flora • Stratifikasi dan aspection • Fenology • Vitalitas • Sosiabilitas • Life-form & fisiognomy • Organisasi tropic.keaneragaman jenis .kondisi lingkungan/habitat . yang berguna untuk mengetahui : .pengelompokkan secara kuantitatiif: species .Data Kualitatif a. rantai makanan DATA KUANTITATIF • Pola disttribusi • Frekuensi • Kerapatan • Penutupan tajuk.B.Komposisi Flora Komposisi flora adalah daftar jenis tumbuhan dalam komunitas.

c. Fenologi Fenologi adalah kalender fase-fase pertumbuhan yang dilalui oleh suatu tumbuhan selama sejarah hidupnya. atau studi tentang fase-frase pertumbuhan penting dalam sejarah hidup suatu tumbuhan. berbuah dan tersebarnya biji. jenis yang jarang (indikator habitat). Tanda proses fenologi Masa kecambah Masa berbunga Masa berbuah :/ :/ : / / / / Masa penyebaran biji : .akar Manfaat Stratifikasi : . Aspect ion adalah perubahan per:ampakan vegetasi dalam kaitannya dengan musim. seperti: saat biji berkecambah. b.pucuk .dominan. Stratifikasi terdiri : . Stratifikasi dan "aspection" Stratifikasi adalah lapisan vertikal komunitas tumbuhan.peningkatan pemanfaatan energi solar . frequent (daya adaptasi luas).optimalisasi ruang tumbuh . berbunga. gugur daun.optimalisasi pemanfaaCan unsur hara tanah.

1932): Klas 1 : Hidup menyendiri. Klas 2 : Agak mengelompok. Klasifikasi vitalitas : yang siklus yang berkembang hidupnya. Klas 3 : Tumbuhan yang lemah yang tersebar secara vegetatif hidupnya. dan tak pernah menyelesaikan siklus Sosiabilitas Sosiabiiitas masing adalah hubungan antara masing- jenis dan menunjukkan cara tumbuhan tersebar. Klas Sosiabilitas (Brown-Blanquet. .kondisi habitat . Sosiabilitas bergantung pada : . Klas 4 : Tumbuhan yang jarang tumbuh dari biji. Sedangkan vigor adalah keadaan kesehatan tumbuhan.vigor .kemampuan bersaing. tetapi jumlahnya tak bertambah.life-form .Vitalitas dan Vigor Vitalitas adalah kondisi dan kapasitas tumbuhan untuk menyelesaikan siklus hidupnya. tumbuh sehat yang baik dan Klas 1 : Tumbuhan dapat menyelesaikan Klas 2 : Tumbuhan tersebar secara vegetatif.

Ada dua tipe rantai makanan : a) "Grazing food chain" : Rantai pangan yang dimulai dari tumbuhan.Persentase Life-form adalah Σ species dalam suatu life-form —————————————————————————————— X 100% Σ species dalam semua life-form . Klas 5 : Membentuk hamparan yang luas dan rapat. epifit. Backer (1968) : pohon. liana. lumut.Species dari life-form yang berbeda dapat hidup berasosiasi. . Organisasi tropik dan rantai pangan Rantai pangan ada1ah pengalihan energi dari sumbernya berupa tumbuhan melalui sederetan organisma yang memakan dan yang dimakan. b) "Detritus food chain" : . herba. Klas 4 : Mengelompok dalam kelompok yang besar dan kelompok terputus-putus.bisa menggunakan klas-klas life-form dari Raunkaier (1934). dll. Brawn-Blanquet (1951). pakuan . Life-form (bentuk hidup) tumbuhan . karena mereka memanfaatkan sumberdaya alam pada waktu/ruang yang berbeda. semak. terus ke herbivora dan karnivora.Klas 3 : Mengelompok dalam kelompok-kelompok yang tersebar.

. Studi food chain dalam komunitas sangat berguna untuk mengetahui sistem transfer energi dalam komunitas. aliran air.Rantai pangan yang dimulai dari organisme mati ke mikroorgnisme. uniform) Mencerminkan adanya interaksi negatif antara individu seperti persaingan untuk ruang dan unsur hara atau cahaya. Species diversity meningkat maka "food chain" makin panjang. mode reproduktif. Distribusi Spasial Individu tumbuhan Tiga tipe Pola Distribusi 1) Random (acak) Pola ini mencerminkan homogenitas habitat dan/atau pola behavior yang tidak selektif. intensitas cahaya). detrivor dan predatornya. dll. 2) Mengelompok ('clumped') Mencerminkan habitat yang heterogen. Data Kuantitatif a. behavior berkelompok. Jaring-jaring pangan ("food web") adalah keterkaitan antara berbagai rantai makanan dalam suatu komunitas. 2. 3) Beraturan (reguler. Faktor yang mempengaruhi pola sebaran spatial individu: a) Faktor vektorial dari aksi berbagai tekanan lingkungan luar (angin.

Contoh : .digunakan uji X2 dengan derajat bebas (q . reproduktif. 5) Faktor stokastik akibat dari variasi acak dari berbagai faktor tersebut di atas.b) Faktor reproduksi sebagai akibat dari mode reproduktif organisme (cloning dan regenerasi progeni).2) . koaktif) b) Faktor extrinsic (vector). dimana q = Σ frekuensi klas. behavior teritorial) 4) Faktor koaktif akibat dari interaksi intraspecific (misal kompetisi).. yaitu : a) faktor intrinsik species (mis. sosial. Beberapa indeks penentuan poia Distribusi Spasial individu (1). c) Faktor sosial akibat pembawaan behavior (misal. 5%. pada tingkat peluang 1%. Variance Mean Ratio V/M = 1 (random) V/M > 1 (clumped) V/M < 1 (regular) Untuk menguj i apakah V/M < 1 atau > 1.

Ada 100 petak Σ Ind.8 x 0.8 x e-0.800 = 1.8 ΣX2 – (ΣX)2/n n-1 Variance = [12(34)+22(14)+32(6)+02(46)] – (80)2/100 = = 0.808/0. Menghitung banyaknya petak yang mengandung 0.4493 = 0.01 100 .8/1)(p(0)) = 100 x 0.82/2! x e-m x 100 = 0.3594 = 0.1438 x 100 = 14.4493 x 100 = 0.2.8 = 44. Sp-X dalam masingmasing kuadrat Frekuensi 100 petak 0(46)+1(34)+2(14)+3(6) 100 kehadiran dalam 46 34 14 6 0 1 2 3 Mean (M)= = 0.9 = (n)p(1) = (100)(0.64/2 x 0.4493 x 100 0.8/1 x 0.3594 = m e-m x n = 0.808 V/M = 0.1 Pengujian V/M = 1? 1).1.4 Є(1) Є(1) Є(2) .3 individu Є(0) = (n)p(0) = (100)p(0) = (100)e-0.8 x 100 = 0.

9 1.386 = 1.1 1 34 35.9)2 + (2.2) = 1.3.8 0 46 44.8 x 100 0.5.83/3! x e-m x 100 0.512/6 x e-0.8 = 1. dimana q = Σ klas frekuensi = 4 X2 (α=0.4123 X2 tabel(q-2).4 Sehingga X2 hitung = X2 tabel 2).9 35.4493 x 100 3.512/6 x 0.q) q T = jumlah seluruh petak = jumlah petak Kriteria : IS = 1 (random) IS > 1 (clumped) IS < 1 (regular) total individu dalam semua .2.9 2 14 14.9 1.4 0.9 3.………. Indeks Morisita (IS)   random IS = ∑1 1 2 Xi ( Xi −1) T (T − 1) Dimana : Xi = jumlah individu species X dalam petak ke-I (i=1.Є(3) = = = = 0.4 3 6 3.1)2 + (1.8 2.2 1 2 3 4 Σ individu/petak Σ petak terobservasi Σ petak harapan Perbedaan Σ petaj antara terobservasi dan harapan X2 hitung = (Obs – є)2/є (1.2)2 = 44.

Kerapatan menunjukkan kelimpahan suatu spesies dalam suatu komunitas.01) 3).Pengujian IS = 1? IS (T-1)+ q – T Fo = Q – 1 Bila Fo ≥ Fαq-1 Clumped (α = 0.05 atau 0. Frekuensi Relatif : persentase frekuensi suatu species terhadap jumlah frekuensi semua species. c. . b. 1 = clumping. Green’s Index ⎛ Variance ⎞ ⎜ ⎟ −1 ⎝ Means ⎠ GI = n −1 GI bervariasi dari: 0 sampai maximum. Kerapatan Adalah jumlah suatu spesies dalam suatu unit area.Frekuensi Frekuensi adalah derajat penyebaran suatu jenis di dalam komunitas antara yang diekspresikan petak yang sebagai oleh perbandingan banyaknya diisi suatu jenis terhadap jumlah petak contoh seluruhnya. 0 = random. Satuan : ind/m2 (tumbuhan bawah) Ind/ha (pohon) Kerapatan relative: persentase kerapatan suatu spesies terhapdap jumlah kerapatan semua spesies.

Cover (Penuntupan Tajuk) Cover adalah proyeksi vertikal tajuk terhadap permukaan tanah.20% Klas B: species dengan frekuensi 21 .60% Klas D: species dengan frekuensi 61 . cover digambarkan dalam "graph paper" dengan bantuan kuadrat (misal. sehingga cover bisa > 100 %.D tinggi: komunitas heterogen 4. Di dalam komunitas rumput. Tajuk adalah semua bagian tanaman yang terdapat di atas permukaan tanah.C. 25 X 25 cm)atau menggunakan plantigraph.40% Klas C: species dengan frekuensi 41 .100% "Law of Frequency" > A>B>C=D<E < (Persentase Frekuensi berdistribusi normal) Jika : (1) E > D : Komunitas Homogen (2) E < D : Komunitas terganggu (3) A.Frekuensi Klas (Raun kaier. E tinggi : Komunitas buatan (4) B.80% Klas E: species dengan frekuensi 81 . Klas Penutupan Tajuk . Di dalam hutan. 1934} : Klas A: species dengan frekuensi 1 . cover harus ditentukan untuk setiap strata vegetasi.

25% Klas C : Species dengan cover 26 .50% Klas D : Species dengan cover 51 . .20 % Frekuensi .80 terisi species. : 81 . Klas Konstansi Klas 1 : 1 .40 petak contoh terisi species.Selalu ada terisi species. .100 % petak contoh adalah suatu kehadiran species dalam Constance (Kontansi) Constance adalah derajat/tingkat kehadiran suatu species dalam komunitas.Sering terdapat: 41 – 60% terisi spesies .Jarang : 1 .Kadang terdapat : 21 .75% Klas E : Species dengan cover 76 . Klas Kehadiran .100% Foliage cover meningkat ————-> Intercepting solar energi meningkat . Data Sintetik Presence Presence komunitas. .Banyak terdapat : 61 .20 % petak contoh terisi species. 3. Naungan meningkat Pengukuran foliage cover bisa diganti dengan "basal area" (luas bidang dasar. Ibds).Klas A : Species dengan cover 5% Klas B : Species dengan cover 6 .

60 % Frekuensi Klas 4 : 61 .40 % Frekuensi Klas 3 : 41 .terhadap habitat .species tersebut menang dalam persaingan .80 % Frekuensi Klas 5 : 81 .Volume .Kerapatan . Konsep dominansi jenis sebagai petunjuk : .Foliage Cover (penutupan tajuk) . Dominansi adalah luas penutupan tajuk atau luas bidang dasar suatu species dalam satuan unit area tertentu.species tersebut berhasil beradaptasi .i :\sa dan mencirikan suatu komunitas.100 % Frekuensi c. . Parameter Penentu Dominansi Jenis . Dominansi Jenis Jenis dominan adalah jenis yang bei k. Satuannya: M/ha. Dominansi Relatif adalah persentase dominansi suatu species terhadap jumlah dominansi seluruh jenis.Luas Bidang Dasar ..Indeks Nilai Penting (INP) INP = Kerapatan Relatif + Frekuensi Relatif + Dominansi Relatif INP maksimal 300%.Klas 2 : 21 .Biomasa .species tersebut mempunyai toleransi tinggi .

pada satu macam Selektif berada komunitas. Simpson (1949) ID = C = E (ni/N)2 C = indeks of dominance ni = INP atau kerapatan atau biomasa suatu species. Klas Kesetiaan Jenis: Klas 1: Ekslusif Klas 2: terhadap (sering suatu jenis komunitas. Fidelity {Kesetiaan) adalah tingkat kesetiaan suatu species Fidelity dalam suatu komunitas. Indeks of Dominance (ID) Indeks of dominance adalah indeks untuk memeriksa tingkat dominansi suatu species dalam komunitas. . Kals 5 : Strange/aneh (jarang dan secara kebetulan berada dalam komunitas).atau biomasa dari semua species. Klas 4 : Indifferent/masa bodoh (berada secara teratur pada semua habitat). Nilai ID rendah dipusatkan pada banyak jenis. Hilai C ini bersifat relatif.tetapi tidak pada komunitas lain). Nilai C bisa digunakan apakah suatu komunitas itu asosiasi atau konsosiasi.d. tetapi tumbuh banyak pada beberapa habitat saja). N = Total INP atau total kerapatan . e. Klas 3 : Preferensial {berada pada beberapa habitat. Nilai ID tinggi dominansi jenis dipusatkan pada satu dominansi jenis atau beberapa jenis.

. . .bila salah satu species menyediakan per lindungan terhadap yang lain.kedua jenis berbeda life-form. Interspecific Assosiation Interspecific assosiation ada1ah suatu asosiasi/kekariban antara dua species dalam komuninas. Metode mendeteksi interspesif ic asosiasi. 2x2 contingency table. .kedua serupa. db = 1) Bila X2hit ≥ X2tab ada asosiasi . ion (1).distribusi geografi kedua species .f.>erupa dan species tumbuhan pada lingkungan yang keduanya hidup di daerah yang sama. bila datanya kualitatif (hadir atau tidak).bila salah satu species hidupnya bergan-tung pada yang lain. Interspecific Assosiation terjadi bila : . S P E S I E S B Spesies A Hadir Tidak 0 + + 0 E a c a+b=r (ad-bc)2 X N m X n X r X s b d b+d=r m=a+b n=c+d N=a+b+c+d X hit = 2 nilai X2 ini bandingkan dengan X2tab (α = 0.05. Data Kualitatif (a).

B ada d = Σ petak. sp.a = Σ petak dimana 2 spesies ada b = Σ petak. ≥ R tab. B tak ada c = Σ petak. JACCARD INDEX (JI) JI = a a+b+c (2). A dan B tak ada N = Σ total petak contoh (b). sp. Data Kuantitatif Koefisien Korelasi Σ[(X1-X1)(X2-X2)] R hit = √[Σ(X1-X1)2 x (Σ(X2-X2)2] R hit. spesies diversity meningkat food chain meningkat • Ecological turnover = R/B rendah Biomassa komunitas komunitas diversity meningkat komunitas stabil Respirasi komunitas . Index of Diversity • keanekaragaman penting terutama biotic • dalam untuk atau jenis adalah suatu dua pengaruh tahap parameter komunitas. Untuk p = 0. A tak ada. sp. sp.01 g.05 atau p = 0. gangguan dan suksesi membandingkan mempelajari mengetahui stabilitas komunitas pada komunitas klimak. A ada. sp.

• Metode/cara penentuan spesies diversity 1) Shanon-Weiner Diversity Index H = -Σ[(ni/N) log (ni/N)] ni = Nilai kuantitatif suatu spesies N = jumlah nilai kuantitatif semua spesies dalam komunitas Variasi nilai H 0 = satu spesies tak terhingga nilai yang tinggi (banyak spesies) 2) Simpson’s Diversity Index D = 1 − ∑ ( ni / N ) 2 i =1 s S = Σ jenis Variasi nilai D: 0 = satu spesies tak terhingga 1 – 1/s = diversity spesies max. Motyka’s Index of Similarity IS = [2 Mw/(Ma + Mb)] x 100% Mw = Σ nilai kuantitatif ≤ dari spesies yang ada di dua komunitas . Jaccard’s presence-community coefficient ISJ = [C/(A+B+C)] x 100% A = Σ jenis di komunitas 1 B = Σ jenis di komunitas 2 C = Σ jenis di dua komunitas 2). Koefisien Kesamaan Komunitas (Index of Similarity) • • Index ini sangat berguna untuk membandingkan kesamaan jenis dua komunitas Caranya: 1). h.

Fungsi Komunitas 1. • Biomassa menunjukkan net production • Biomassa production rate adalah laju akumulasi biomassa dalam kurun waktu tertentu (Kg/ha/yr) • Biomassa dinyatakan dalam “dry weight” (berat kering) oven pada suhu 105o selama 12 jam atau 800C selama 48 jam.Ma Mb = = Σ Σ nilai nilai kuantitatif kuantitatif semua semua spesies spesies di di komunitas 1 komunitas 2 Nilai IS : 0 – 100 C. Biomassa Biomassa diproduksi adalah oleh jumlah organism bahan per 2 organic unit yang area satuan pada suatu saat. Satuannya g/m atau Kg/ha. Satuan lain adalah berat kering bebas abu (“ash free dry weight”) • Biomassa komunitas • Akumulasi biomassa di tropic lebih rendah daripada di temperate karena laju respirasi di tropic lebih tinggi 2. Aliran Energi • Dari sudut energy. komunitas adalah unit thermodinamika profil menunjukkan jumlah bahan organic kering pada tingkat yang berbeda dari .

Matahari Tumbuhan refleksi absorpsi panas ditangkap Energi makanan biomas Proses metabolisme pertumbuhan Dimakan konsumer • Dalam setiap transfer energy dari tanaman ke tingkat tropic yang berbdea. • Efisiensi energy Energy yang ditangkap tumbuhan (Kcal/m2/t) = Energy solar yang datang sampai di komunitas (Kcal/m2/t) x 100% adalah suatu rasio antara output (kalori yang . efisiensi konversi energy hingga 10%. 90% hilang sebagai panas • Persediaan dengan energy dalam komunitas meningkat vegetasi biomassa meningkatnya Akumulasi perkembangan energy dalam (suksesi). karena adanya stratifikasi dan spesies diversitas yang tinggi • Estimasi energy dalam bahan organic tumbuhan bisa diduga dengan alat Bomb calori meter. maksimal pada komunitas klimaks.

• Efisiensi energy di energy setiap rasio antara yang aliran berbeda titik/tahap sepanjang rantai makanan.Siklus N . termasuk unsure-unsur utama dari protoplasma.Siklus fosfor . Produktivitas dan Dekomposisi x 100% Tipe Gas . dari lingkungan ke organism dan kembali lagi ke lingkungan dalam biosfir • Siklus hara adalah pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang penting bagi kehidupan Siklus Biogeokimia hara. satuannya %.dimanfaatkan tumbuhan) terhadap input (energy solar sampai di komunitas) adalah dalam suatu unit area dalam periode waktu tertentu. 3.Siklus CO2 Tipe batuan . Gross Ecological Effisiency (GEE) Kalori mangsa yang dikonsumsi pemangsa = Kalori makanan yang dikonsumsi mangsa • Siklus Serasah • Siklus Biogeokimia.

sedang individu (2) tak terpengaruh Individu spesies yang satu dirugikan oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu dimangsa oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu mendapat keuntungan tapi individu spesies dua tak terpengaruh Interaksi yang menguntungkan kedua spesies dan tak merupakan kewajiban berinteraksi Interaksi yang menguntungkan kedua spesies.Tipe-tipe interaksi antara dua spesies dalam komunitas No. bukan interaksi 2) Persaingan (1) (2) (3) Persaingan Persaingan antar antar jenis jenis yang berbeda sama (interspesifik) (intraspesifik) Persaingan relung ekologis (tempat) . 1 Tipe Interaksi Netralisme Spesies 1 2 0 0 Sifat Umum Interaksi Tak satupun individu populasi yang satu mempengaruhi yang lainnya Penghambatan terhadap semua jenis Individu (1) menghambat individu (2). interaksinya mutlak harus terjadi 2 3 Kompetisi Amensalisme - 0 4 Parasitisme + - 5 Predasi + - 6 Komensalisme + 0 7 Protokooperasi + + 8 Mutualisme + + 1) Netralisme : sebenarnya hanya asosiasi saja.

Dalam hal ini. Σ individu. Autotoxic (bahan penghambat) terhadap : . life-form). Antitoxic (bahan penghambat) terhadap individu lain jenis berbeda. merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah.B = spesies A dan B 3) Amensalisme. bahan kimia dapat dikategorikan sebagai : (a). jumlah biji sedikit .Pertumbuhan tewrganggu . Competitif Ability Ditentukan secara sederhana dengan rumus: GA/B = MA/MB atau GB/A = MB/MA G = kemampuan pertumbuhan M = bobot kering tanaman A.Menstimulasi . Amensalisme merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah.Komposisi jenis berubah (Σ jenis.Terjadi serangan hama-penyakit jenis dan kekurangan unsure hara stratifikasi dimana tertentu lebih berkuasa .individu lain sejenis (b). .anakan sendiri . Contoh : allelopathy yaitu pengaruh merugikan baik langsung maupun tak langsung dari suatu tumbuhan terhadap tumbuhan lain melalui produksi senyawa kimia.(4) Persaingan sumberdaya (makanan) Akibat persaingan: . adalah hubungan antara individu yang mana individu yang satu dirugikan (tetapi sesaat) tetapi individu lain tidak dirugikan (netral).Produksi berkurang.

Cara tanaman melepaskan bahan kimia (bahan allelopati)adalah melalui : . fenin.gas yang menguap dari permukaan tanaman .klorosis . Gas jenis tanaman Camelina Eucalyptus globulus Apel. Daun 2.laju fotosintesa dan respirasi terganggu . Pengaruh allelopathy terhadap pertumbuhan tumbuhan : .asam benzoat.perpanjangan/perbanyakan sel terhambat .eksudat akar Media pengeluaran zat alelopatik 1. mati . terpeties.perlambatan perkecambahan biji . . Aster Bahan kimia allelopathic diantaranya adalah .laju pertumbuhan terhambat . Akar 3. sereh Reliant bus.bahan tanaman yang jatuh sebagai aerasah yang menjadi humus dalarn tanah.pencucian daun/batang oleh air hujan . . Setelah mati 4. sulfida.layu.penyerapan hara mineral berkurang . alkaloids.gangguan sistem perakaran .phenolic. nitrit difenol.

semipara-sit {yang tumbuh di cabang-cabang di pohon -> benalu (famili horuntuceae).Parasitisme (+. arnoldi . Inang (Tetrastigma.hanya punya benang-benang yang tumbuh di bagian dalam batang dan akar pohon. famili vitaceae) . tergantung ukuran R. Host seringkali mengeluarkan antibodi Parasit yang heterofog lebih bertahan daripada monoloq. daun dan akar . Rafflesia -» paling khas diantara parasit lain . Rafflesia -» bunga liar (famili Rafflesiaceae) Genus lain : .-) Suatu organisme untuk hidupnya mengambil makanan dari organisme lainnya.tidak punya batang.besar ukuran bunga .Rafflesia hasseltii .Rafflesia patma. Parasit meliputi parasit akar -» Rafflesia.Rhizanthes .Mitrastemon Di Sumatera 4 jenis : .waktu bunga lama.Rafflesia atjehensis .kuncup terbuka mekar (19-21 bulan)0 10 cm .Rafflesia arnoldi . Interaksi parasitisme memungkinkan adanya tumbuhan inang (host) dan tumbuhan parasit.

diantaranya adalah berpengaruh baik pada pertumbuhan anakan yang suka naungan (schyophyta. Berpengaruh negatif terhadap anakan yang suka cahaya (heliophyta) . . Menurunkan 3. 5 bulan 0 15 cm -» 2 bulan 0 25 cm -* 20-30 hari.pengaruh negatif liana 1. misalnya jenis-jenis anggota . (5).pengaruh positif. dll.H. Merupakan hubungan (+) yang mendasari protokoperasi. 0) Interaksi antara individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu individu jenis populasi sementara yang lain tak memperoleh keuntungan apa-apa (netral). paku-pakuan. Mengganggu daerah proses kualitas tajuk fotosintesis. . kayu sehingga tumbuhan pohon yang dipanjati 4.liana (tumbuhan merambat suka cahaya = pada dapat batang sinar atau matahari daun akan (epifit) menutupi heliophyta) . Menutupi mengurangi 2. . Contoh Epifit: paling banyak terdapat di hutan hujan tropika (10% pohon hutan hujan tropika ditumbuhi epifit).Anggrek.Menempel Setelah tajuk. Commensalisme ( + .

contoh Asosiasi keong air tawar Lumut menggunakan zat hara sebagai dari keong Keong ditumbuhi lumut perlindungan sebelum Protocoperasi mutualisme.-) Kedua jenis individu yang berinteraksi mendapat keuntungan saling tetapi bukan merupakan : keharusan lumut untuk dengan berhubungan. dapat jamur mendapatkan makanan dari hasil fotosintesa inang.+) Memberikan keuntungan kepada masing-masing jenis yang berinteraksi dan merupakan suatu keharusan untuk hidupnya. . contoh: Mikoriza . Mutualisme (+. Protocoperasi (+. jika dipisahkan akan rugi.Jenis mikoriza adalah: a) Ektotropik: di luar akar mis: Basidiomycetes b) Endotropik: di dalam akar mis: Phycomycetes c) Peritropik: sebagai mantel.sistem silvikultur (tropical shelter-wood system) penangkaran liana (pembebasan)/tebang penerang (6).Dipterocarpaceae) . Contoh : .Mikoriza tumbuhan. merupakan awal evolusi (7). tersedia : asosiasi Jamur dan antara jamur dengan akar merubah dihisap unsur-unsur oleh akar sehingga tumbuhan.

yakni hampir semua tanaman kecuali tanaman air. Peritropik: Micorhyza membentuk selubung mantel rongga yang mengelilingi akar.Karena tanah Imtan Indonesia relatif miskin hara. . Endotropik: Micorhyza di bagian dalam sel akar micelia fungi. maka banyak pohon-pohon hutan alam yang mengandung mikoriza.ekstra material Ektotropik : Micorhyza di bagian luar sel akar micelia fungi. Dipterocarpaceae.Mikoriza .Manfaat mengeluarkan enzim phosphatase mikoriza a) penyerapan unsur hara meningkat terutama Phospor b) mencegah tahan infeksi perakaran mempertinggi lebih lama daya hidup kekeringan akar (memproduksi hormon penumbuh). . Eucalyptus.Nodul Akar : gejala pembengkakan akar berupa bintil akar sebagai akibat sirnbiosis mutualisme antara bakteri (rhizobium/aktinomisetes) dengan suatu akar tumbuhan tertentu.Di hutan Cibodas 32% pohon-pohon yang ada mengandung mikoriza. . misal pada anakan spruce (Picea pungens). . misal pada Pinus strobus. .

kelelawar. babi hutan. semua legum Akasia. Non Legume. 3. 2. Legume. berperan besar dalam pembiakan tanaman. pnrasponia} 3. (rhizobium) (Albizia. (Aktinomisetes) (Frankia) (Casuarina.Keuntungan adanya nodul akar: 1. Podocarpus) . dll. (rhizobium) (Trema. rhizobium mendapatkan karbohidrat berdasarkan jenis tanaman dengan mikroba pembentuk nodul. burung.Bakteri rhizobium adalah pengikat N tumbuhan mendapatkan Nitrogen. Leucoem -» Leguminosae) tidak dengan rhizobium berasosiasi Leguminosae Mimosaceae Caesalpiniaceae Papilionaceae Jarang 2. Tetapi hewan juga bisa merusak tanaman (hama) dan penular penyakit pada tanaman. Non Legume. musang. maka ada tiga bentuk simbiosa: 1. Tanaman inang bisa hidup pada tanah miskin N Dapat meningkatkan kesuburan tanah Memungkinkan legume Hewan Hutan. misal beberapa jenis pohon dalam pembuahan dan tanaman tumbuh setelah tanaman penyerbukan biji/benih tergantung pada hewan tertentu : serangga. .

dinyatakan terus 1923. tingkat klimak tercapai Ewuse. Pengertian Suksesi (Sere) Spurr (1964). DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN (SUKSESI) A. dalam hal ini tumbuhan pioner merubah habitatnya sendiri sehingga cocok untuk species baru. bahwa komunitas pertama akan merubah keadaan tanah dan iklim mikro. 1. tanah dan iklim dimana proses ini terjadi.97G. Sedangkan Costing (1956). hingga halle. keadaaan ini berlangsung (Clements.IV. air. sampai Odurn. 1980). klimaks tercapai (Whittaker. menyatakan bahwa perubahan-perubahan bertahap atau proses suksesi ini berlangsung tumbuhan karena habitat tempat tumbuh masyarakat daya mengalami modifikasi oleh beberapa kekuatan alam dan aktivitas organisme berupa perubahanperubahan terhadap tanah. tingkat 1970. Tentang adanya perubahan habitat. Whitmore. Clark. Perubahan masyarakat tumbuhan dimulai dari tingkat pionir sederhana sampai pada tingkat klimaks. demikian seterusnya 1970. mengatakan bahwa suksesi merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus yang ditandai oleh perubahan vegetasi. Dengan demikian memungkinkan masuknya species kedua yang menjadi dominan dan mengubah keadaan lingkungan dengan cara mengalahkan species yang pertama dan hal ini memungkinkan masuknya species yang ketiga.1975) . kimia dan lain-lain. 1954.

Secara perubahan

singkat

suksesi

adalah

suatu secara

proses teratur

komunitas

tumbuh-tumbuhan

mulai dari tingkat pionir sampai pada tingkat klimaks di suatu tempat tertentu Komunitas klimaks adalah komunitas yang berada dalam keadaan keseimbangan tingkat dan dinamis sere adalah sere dengan setiap adalah

lingkungannya. tingkat/tahap

Sedangkan dari sere,

komunitas

setiap komunitas tumbuhan yang mewakili setiap tingkat sere. Species klimak adalah suatu species yang berhasil beradaptasi terhadap suatu habitat sehingga species

tersebut menjadi dominan di habitat yang bersangkutan.

S. Faktor Penyebab Suksesi 1. Faktor Iklim

- fluktuasi kondisi iklim yang tidak konsisten - kekeringan - radiasi yang kuat - dan lain-lain yang merusak vegetasi sehingga

terjadi suksesi.

2. Faktor Topografi/Edafis Faktor ini berkaitan dengan perobahan dalam

tanah. Ada 2 faktor penting yang berkaitan dengan tanah yang membawa perobahan habitat, yaitu: a. Erosi tanah, yaitu suatu proses hilangnya lapisan

permukaan tanah oleh angin, aliran air dan hujan. b. Deposisi tanah, yaitu proses pengendapan/

penimbunan tanah oleh angin, longsor, glacier atau turunya salju di suatu tempat.

3.

Faktor

biotik

penyebab

rusaknya

vegetasi

yang

mengakibatkan suksesi adalah : - penggembalaan - penebangan - deforestasi - hama dan penyakit - perladangan - dan lain-lain

C. Tipe-tipe Suksesi 1. Hidrosere Hidrosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat air atau basah". 2. Halosere Halosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di tanah/air masin. 3. Xerosere Xerosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat kering. Tumbuhan pionirnya berupa lumut kerak,bakteria,dan ganggang. 4. Psammosere Psammosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi

di habitat berpasir. 5. Lithosere Lithosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di permukaan batuan. 6. Serule Serule adalah miniatur suksesi mikroorganisme

bakteri, jamur, dll) pada pohon yang mati, kulit pohon, dll.

D.

Tahab-tahab Suksesi Shukla dan Chandel tahapan (1932) dalam proses mengemukakan suksesi,

sembilan macam yaitu: 1. Nudation

: terbukanya vegetasi penutup tanah (terbentuknya tanah kosong).

2. Migrasi

: cara-cara dimana tumbuhan sampai pada daerah tersebut di atas. pada

Biji-biji

tumbuhan

sampai

daerah tersebut di atas mungkin terbawa angin, aliran air,

mungkin pula melalui tubuh hewan tertentu. 3. Ecesis : proses perkecambahan, pertumbuhan, berkembang biak dan menetapnya tumbuhan baru tersebut. Sebagai hasil ecesis individu-individu species tumbuh

mapan di suatu tempat (established). 4. Agregation : sebagai hasil dari ecesis, individu-individu dari suatu jenis berkembang dan menghasilkan biji, maka biji-biji tersebut akan tersebar pada areal yang te rbuka di sekelilingnya sehingga tuinbuh berkelompok (beragregasi).Ecesis dan agregasi merupakan invasi species tersebut. 5. Evolution of community relationship : merupakan suatu proses apabila daerah yang kosong ditempati species-species

yang berkoloni. Species tersebut akan berhubungan satu sama lainnya. Bentuk hubungan ini kemungkinan akan mengikuti salah satu dari tipe eksploitasi, mutualisme dan co-existance. 6. Invation : dalam proses koloni, biji tumbuhan telah beradaptasi dalam waktu yang relatif panjang pada tempat tersebut. Biji tumbuh dan menetap (penguasaan lahan oleh tumbuh-tumbuhan yang bersifat

Dalam jangka waktu lama akan terbentuk dan individu perubahan relatif yang yang kecil dominan terjadipun disamping iklim mempunyai peranan penting ini dalam membatasi stabil.agresif dan adaptif). 7.Stabilization: kompetisi dan reaksi berlangsung terus menerus ditandai dengan yang vegetasi perubahan mengakibatkan lingkungan struktur berubah. stabilisasi . 8. Merubah sifat dan reaksi tanah b. Dengan demikian reaksi memegang peranan penting dalam pergantian species. proses Dengan menjadi perkataan lain. Reaction : terjadinya perubahan oleh habitat tumbuhan merubah dengan yang disebabkan tersebut lingkungannya cara: dengan terutama a. Merubah Reaksi terus iklim mikro proses yang merupakan menerus dan menyebabkan kondisi yang cocok bagi species yang telah ada dan lebih cocok pada individu yang baru.

pada tahap ini species yang dominan dengan habitat relatif mempunyai keseimbangan keadaan vegetasi 1ingkungannya. normal terganggu oleh misalnya kebakaran. Klimaks :setelah stabilisasi. . Macam Suksesi Berdasarkan suksesi. Sukesesi primer (prisere) Suksesi primer adalah perkembangan vegetasi mulai dari hingga habitat mencapai tak bervegetasi yang proses terjadinya terdapat dua macam masyarakat stabil dan klimaks. Suksesi sekunder (subsere) Suksesi sekunder terjadi apabila klimaks atau suksesi atau yang dirusak. perladangan. 9. 1. dan struktur koristan karena pertumbuhan jenis dominan telah mencapai batas.merupakan suatu proses dimana individu-individu tumbuhan mantap tumbuh banyak di suatu habitat tanpa oleh dipengaruhi perobahan-perobahan dalam habitat tersebat. 2. E.

dan kerusakan-kerusakan lainnya. seperti faktor tanah. Faham-fahara tentang Klimaks 1. misalnya karena keadaan geografi seperti keadaan di Pulau Krakatau. sedangkan keadaan yang lebih kering dan kurang baik menghasilkan proklimaks. Jadi klimaks boleh dikatakan suatu pencerminan keadaan iklim. penggembalaan. Disamping itu iklim sebagai faktor terdapat yang pula paling stabil dan lain berpengaruh. sebagai akibat faktor-faktor bukan iklim. b. biotis dan fisiografi. faktor-faktor atau profaktor-profaktor. Faham Monoklimaks (Costing. misalnya fisiografi. Proklimaks Posklimaks. 1956) Beranggapan bahwa pada suatu daerah iklim hanya ada satu macam klimaks yaitu suatu formasi yang paling metaphysic. sebagai Keadaan akibat yang dari lebih keadaan dan lembab lebih baik menghasilkan posklimaks. Profaktor-profaktor ini menyebab-kan terbentuknya proklimaks-proklimaks sebagai berikut : a.penebangan. . apabila pembentukan klimaks menyimpang dari tipe yang sewajarnya. F. Subklimaks terjadi apabila perkembangan vegetasi terhenti di bawah tingkat terakhir. dibawah klimaks.

Enthrophy adalah jumlah energy yang tidak terpakai dalam suatu sistem ekologi Menurut faham monoklimaks misalnya dapat dibuat bagan suksesi primer sebagai berukut: . Bagi penganut faham kedua ini ada beberapa macam kilmaks: klimaks iklim. 1932) Beranggapan bahwa tidak hanya iklim yang dapat menumbuhkan klimaks.c. misalnya terhenti pada tingkat semak belukar 2. gangguan terjadi sebagai akibat beberapa tak dapat sekunder yang menyebabkan berkembang lagi ke arah klimaks karena keadaan tempat tumbuh amat berubah menjadi buruk. 3. Faham Polyklimaks(Braun-Blanquet. tersebut mempunyai informasi maksimum dan entrophy maksimum. Disklimaks. Teori Informasi Merupakan margalef klimaks faham (1968) komunitas terbaru dan yang dikembangkan Pada oleh tahap Odum (1969). klimaks fisiografis. klimaks edafis. klimaks kebakaran dan sebagainya.

dapat dibuat bagan sebagai berikut: Vegetasi klimaks hutan Vegetasi perdu pohon Gangguan Vegetasi semak belukar Vegetasi rumput-herba semak kecil Vegetasi cryptogamae P R I S E R E S U B S E R E Vegetasi Permukaan “tanah telanjang” terganggu .Macaranga Hutan payau Avicennia Vegetasi rumput Neyraudia-Saccaharum Vegetasi cryptogamae HYDROSERE PADA LUMPUR PAYAU XEROSERE PADA TUF BATU KEMBANG Kalau kita bandingkan keadaan umum jalannya suksesi primer (prisere) dengan suksesi sekunder (subsere).KLIMAKS HUTAN HUJAN TANAH RENDAH Hutan payau Bruguiera-Xylocarpus Hutan Neonauclea-Ficus Hutan payau Rhizopora-Bruguiera Hutan Ficus .

Fisiognom. 3. Oleh karena itu. Asosies adalah istilah lain untuk asosiasi. ekotype merupakan variasivariasi dalam species dalam taksonomi tumbuhan. digolongkan menjadi formasi hutan. Asosiasi konkrit adalah bagian dari asosiasi hutan yang betul-betul diselidiki dan diketahui komposisi jenis pohonnya. Beberapa Pengertian Klasifikasi yang Harus Dipahami dalam 1.Perbedaan iklim. KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN A. . Asosiasi adalah satuan dasar dalam klasifikasi. 2. Formasi hutan adalah satuan vegetasi hutan yang terbesar. varietas. Subspecies. dimana satuan ini berada dalam hutan yang mengalami suksesi sekunder. Asosiasi hutan yang berlainan komposisinya tetapi memiliki fisiognomi yang sama. 5. Asosiasi hutan adalah satuan-satuan nama di dalam pohon formasi jenis formasi hutan di trcpika disebabkan yang diberi menurut dominan.Perbedaan habitat . Perbedaan oleh: .Suksesinya.i (struktur) hutan . . 4. Vegetasi adalah Masyarakat tumbuh-tumbuhan dalam arti luas.V.

Konsosiasi adalah varian yang dikuasai oleh satu jenis pohon saja.Losiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan edafis. Varian adalah variasi-variasi di dalam asosiasi hutan. Menetapkan dahulu satuan yang besar. 2. Asosiasi segregat adalah varian-varian di dalam hutan campuran yang disebabkan oleh adanya jenisjenis pohon yang lebih berkuasa (dominan) daripada yang lain. Sedangkan konsosies adalah varian di dalam suatu hutan yang mengalami subsere/suksesi sekunder. Fasiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan topografi. SISTEM-SISTEM KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN TROPIKA Ada dua cara pendekatan di dalam klasifikasi vegetasi: 1. 9. 7. 8. kemudian menggolongkan ke dalam satuan yang lebih . Contoh : klasifikasi Schimper(1898) dan Burtt Davy (1938). 10.Ekoton dijumpai adalah apabila daerah ada peralihan atau yang sering atau dua lebih type asosiasi vegetasi yang letaknya berbatasan. 11.6. 3. Dimulai dengan memisahkan satuan yang kecil. kemudian mengadakan pemisahan berdasarkan sifat-sifat yang berbeda.

bermacam-macam sistem klasifikasi pertama digunakan geografi selanjutnya floristik.besar. . yang pada klasifikasi adalah vegetasi. al. Menurut Fosberg (1958). fisiognomi. jarak. stratifikasi. (1933) . (3) Fungsi (sifat-sifat phenothypik yang menyatakan adaptasi terhadap keadaan lingkungan). Menurut kriteria Aichinger. Fisiognomis-Floristis. FisiognomisEkologis. syngenesisi. Adanya disebabkan : karena perbedaan kriteria yang digunakan. (2) Struktur vegetasi (susunan komponen di dalam ruang. Ekologis. dimcnsi). Floristis. dan Richard et. bentuk umum vegetasi) . GeografisEkologis. (6) Riwayat vegetasi. (4) Komposisi susunan floristik (5) Dinamika suksesi atau perubahan dengan perbedaan lingkungan. dan pengaruh manusia. antara lain: "Sistem Klasifikasi Fisiognomis. klasifikasi vegetasi yang rasional harus didasarkan kepada kriteria : (1) Fisiognomi (rupa vegetasi. tumbuhan. ekologi. Contoh : klasifikasi oleh Beard (1944).

. IKLIM BASAH Kadang-kadang selalu tergenang Air asin (laut).. sungai) .... deras: .......Vegetasi Rheofit Tanah Kering Pantai ... Vegetasi pantai . Mangrove Air tawar (hujan....... dipengaruhi pasang surut : ......... Forrnasi-formasi sistem ini adalah : hutan yang ditentukan dalam I... Hutan rawa oligotropik .. Berbagai Macam Sistem Klasifikasi Vegetasi Hutan C..C.. telah mengemukakan dan membahas tipetipe dan vegetasi yang dijumpai di Kepulauan Indonesia wilayah sekitarnya. Cara penetapan dalam dan pembagian ini. Hutan gambut Air tawar (tepi sungai)....... diam : Eutrofik .. 1. 4... Klasifikasi Ekosistem Menurut Van Steenis Van Steenis (1957) dalam Soerianegara dan Indrawan (1934)..... di sistem atas didasarkan perbedaan basah bermusim..... dan perbedaan altitudinal. 3. yang formasi-formasi disebut iklim sistem dan hutan alami...... perbedaan edafis...................... 5... 2...............I....

2...... dataran rendah : .... Kategori klasifikasi adalah unit-unit vegetasi.. Dasar umum klasifikasi vegetasi dunia ini memakai sistem ..........1000 m .... 7 .... Hutan Musim Pegunungan ..... Hutan Musim (monsoon) Dataran Rendah Elevasi di atas 1000 m .. 9.... 12 ...Pedalarnan hingga batas pohon (timber line) Tanah podsol kuarsa......... 8. 11 ....... Vegetasi tanah kapur Jenis.jenis tanah lain Elevasi 2 .. termasuk formasi zonal dan azonal serta formasi-formasi yang telah berubah lainnya... Klasifikasi Vegetasi Dunia Menurut Unesco Unesco pembuatan (1973). Hutan Hujan Subalpin II. Hutan Hujan Tropika Elevasi 1000-2400 m ... 6 .. Vegetasi tanah kuarsa Tanah kapur....... C. telah melakukan klasifikasi dan peta vegetasi secara menyeluruh..... 10...... Hutan Hujan Pegunungan Elevasi 2400-4150 m .... dataran rendah : . IKLIM BERMUSIM Elevasi di bawah 1000 m .

dan Subdivisi (Subdivisions). tinggi antara 0. Tinggi untuk pohon. dalam hal ini penutupan kanopi tegakan (tajuk-tajuk pohon). yang belum dewasa atau masa reproduksi kurang dari 5 m. penutupan tajuk paling rendah 40%. tingkatan vegetasi (pohon atau semak belukar). Formasi (Formation). Penutupan tajuk dikatakan 40% jika jarak antara dua tajuk pohon sama dengan jari-jari sebuah tajuk pohon. Dibedakan atas semak individu-individunya tidak saling . Kelas Formasi Woodland (tegakan terbuka) terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian paling rendah 5 m. membagi vegetasi menjadi lima bagian. Kelompok Formasi (Group Formation). Pembagian ini berdasarkan kepada struktur tegakan. dan habitus veqetasi (berkayu atau herba). kecuali saling mengisi. Kelas Formasi Scrub (semak belukar) kebanyakan dari jenis-jenis phanerophytes berkayu. Kelas Formasi sebagai tingkatan tertinggi. dari tingkatan tertinggi sampai kelas terendah. vegetasi dunia dibedakan menjadi enam tingkatan.floristik.5 m sampai 5 m. Menurut klasifikasi ini. klasifikasi selanjutnya didasarkan terutama pada sifat-sifat fisiognomi struktural dan sifat-sifat ekologi yang digabungkan dengan vegetasi natural dan semi natural sebagai tambahan. Sub-kelas Formasi (Formation Subclass). dimana tajuk-tajuk pohon pohon paling rendah 5 m. Kelas formasi pertama adalah Closed forest tertutup) adalah hutan-hutan yang mempunyai (hutan kanopi tertutup. yaitu : Kelas Formasi (Formation Class).

dan tempat hidup (habitat). Forbs adalah tanaman herba daun lebar seperti Helianthus (bunga matahari). Termasuk graininoid adalah semua rumput herba dan tanaman rumput-rumputan seperti Carex sejenis alangalang). sedangkan belukar saling bertautan. Dasar pembagian kelas formasi menjadi subkelas formasi adalah keadaan daun (evergreen. ukuran vegetasi. dengan daun atau batang kadang-kadang sukulen. walaupun ada pohon-pohon secara individu mungkin menggugurkan daun. sedangkan xeromorphic adalah vegetasi yang khas daerah kering. misalnya rumput-rumputan. Kelas Formasi terakhir adalah Herbaceous vegetation (vegetasi herba). sering disebut formasi rumput-rumputan. dan xeromorphic). Dwart Shrubland (individu-individu saling terpisah atau dalam rumpun-rumpun). geophyties. Ada dua tipe besar dari vegetasi ini. dan Formasi Cryptogamic dengan semak-semak kecil. . decidous. Berdasarkan kepadatannya dibedakan atas Dwart Shrub thicket (cabang-cabangnya saling bertautan). Juncus (sejenis tebu) dan sebagainya. tinggi jarang yang melebihi 50 cm. yaitu graminoid dan forbs. Kebalikan dari evergreen. seperti phanerophyties. Pengertian evergreen adalah kanopi hutan tidak pernah tanpa daun hijau (selalu hijau). pohonpohon decidous menggugurkan daun secara simultan apabila berhubungan dengan musim yang tidak menguntungkan. Kelas Formasi dwart-scrub dan Related Communities (semak-semak kecil dan komunitas kerabat lainnya). Trifolium dan sebagainya. hemicytophties.bertautan.

desert). semi decidous). bentuk daun. Sedangkan formasi-formasi hutan dibentuk berdasarkan antara lain : ketinggian tempat (lowland dan montane). Tropical Forest 3. bentuk daun (daun jarum atau lebar). bog. Tropical Forest and Subtropical Evergreen Needle-Leaved Evergreen Seasonal Broad heaved and Subpolar Evergreen Ombropuilous and Subtropical Evergreen Seasonal Ombrophilous Forest (Tropical Rain vegetasi . dan kombinasi sifat-sifat di atas. Mangrove Forest 6. keadaan daun (evergreen. subpolar. Subkelas Formasi dibagi menjadi kelompokkelompok formasi (Group Formation) berdasarkan antara lain : tempat atau garis 1intang (tropik. decidous. Tropical and Subtropical Semi Decidous Purest 4. bentuk tajuk.Selanjutnya. dan lain-lain). Temperate Forest 8. Tropical Forest) 2. CLOSED FOREST A. sub-tropik. I. EVERGREEN 1. dan sebagainya. Temperate Forest 7. jenis tanah (alluvia). keadaan habitat (swamp. Di bawah ini diberikan bagan klasifikasi menurut Unesco (1973) secara global. temperate. Subtropical Ombrophilous Forest 5. Winter-Rain Evergreen Sclerophykous Forest 9.

Temperate Forest and Subpolar Evergreen Needle-Leaved B. Evergreen Broad-Leaved Woodland 2. Mainly Succulent Forest Extremely Xero-morphic II. Cold-Deciduous Forest without Evergreen Trees Forest with Evergreen Trees (or and Subtropical Drought-Deciduous C. Evergreen Needle-Leaved Woodland 3. Cold-Deciduous Trees Woodland without Evergreen B. DECIDUOUS 1. WOODLAND A. Sclerophyllous-Dominated Extremely Xeromorphic Woodland 2. XEROMORPHIC 1. XEROMORPHIC 1. EVERGREEN 1. Sclerophyllous-Dominated Forest 2. Cold-Deciduous Shrubs) Admixed 3. Tropical Forest 2.10. Thorn-Woodland . Thorn-Forest 3 .

Evergreen Dwarf-Shurb Thicket 2. Drought-Deciduous Woody Plant Admixed 3. Evergreen Broad-Leaved Shrubland 2. XEROMORPHIC 1. Cold-Deciduous Scrub Scrub eithout Evergreen Scrub with Evergreen Woody C. EVERGREEN 1. Evergreen Dwarf-Shrubland 3.3. Mixed Evergreen Dwarf-Shrub and Herbaceous Formation. Evergreen Shrubland Needle-Leaved and Microphylous B. Mainly Succulent Woodland III. Mainly Evergreen Subdesert Shrubland 2. DECIDUOUS 1. . EVERGREEN 1. Deciduous Subdesert Shrubland IV. DWARF-SCRUB AND RELATED COMMUNITIES A. SCRUB A. Drought-Deciduous Plants Admixed 2.

MOSSY BOG FORMATIONS WITH DWARF-SHRUB 1. MEDIUM TALL GRASSLAND C. Klasifikasi Ekosistem Menurut Kartawinata Kartawinata telah membuat bagan unit-unit ekosistem atau tipe-tipe ekosistem darat dan rawa yang . Facultatively Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 2.B. Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 3. Obligatory. Mainly Lichen Tundra E. SHORT GRASSLAND D. DECIDUOUS 1.3. Mainly Evergreen Subdesert Dwart-scrub 2. Deciduous Subdesert Dwarf-Scrub D. Mainly Bryophyte Tundra 2. Non-Raised Bog V. FORB VEGETATION E. HYDROMORPHIC FRESH-WATER GRASSLAND C. Cold-Deciduous Dwarf-Thicket C. XEROMORPHIC 1. HERBACEOUS VEGETATION A. Raised Bog 2. TUNDRA 1. TAIL GRAMINOID VEGETATION B.

Indonesia dikenal beberapa bioma.ada di Indonesia. mungkin tersusun dari unit komunitas CombretocarpusDactylocladus dan Tristania-Cratoxylum. yang dikombinasikan dari tidak dengan faktor-faktor laut serta dan ketinggian permukaan Faktor-faktor dimasukkan karena datanya kurang. untuk Unit-unit digunakan ekosistem dengan ini terlalu maksud- maksud khusus. sehingga memerlukan pembagian yang lebih kecil lagi. (c) Savana. masih (d) Padang besar Rumput. ada tiga tingkatan klasifikasi. Menurut Klasifikasi Kartawinata (1976) ini. misalnya. Subbioma. Tipe ekosistem dianggap unit-unit yang paling kecil dan dibentuk berdasarkan fisiognomi (kenampakan) struktur dan takson (unit taksonomi) yang khas atau dominan dari vegetasi iklim tanah. (b) Hutan Musim. yaitu : Bioma. Ekosistem hutan kerangas. Bioma dapat pula disebut sebuah ekosistem yang merupakan unit komunitas terbesar yang mudah dikenal dan terdiri atas forrnasi vegetasi dan hewan serta fase mahluk hidup lainnya. dan Tipe Ekosistem. Berdasarkan komposisi jenis masing- masing tipe ekosistem dapat saja terdiri dari unit-unit yang lebih kecil. yaitu : (a) Hutan Hujan. lagipula perincian ekositem dengan ciri-ciri vegetasi dan lingkungan dapat dianggap cukup. Pembagian Bioma menjadi Subbioma didasarkan kepada . yang dapat baik masin yang dalam sudah fase mencapai klimaks Di maupun perkembangan.

faktor-faktor iklim. misalnya. berikut. Klasifikasi Ekosistem menurut Kartawinata tertera dalam Tabel 1.keadaan antara Rawa iklim. sebagai unit Sedangkan yang pembagian kecil Tipe-tipe Ekosistem paling dibentuk berdasarkan struktur fisiognomi. . ketinggian dari permukaan laut. dan jenis tanah. untuk Hutan Hujan dibedakan Tanah Hutan Hujan Tanah Kering dan Hutan Hujan (permanen atau musiman).

Hutan Agathis campuran 4. Mallotus. Muristicaceae. Podocarpus.Regosol.Latosol Takson/khas/umum/dominan Anacardiaceae. Guettarda speciosa.0 Podsolik merah kuning. hutan nonDipterocarp aceae Ketinggian dpl (m) < 1000 Suhu ratarata (0) 26-21 Tipe Ekosistem Q <33. Hutan Casuarina 1000-2000 21-11 <60. Hutan hujan tanah kering Nama 1. Quercus. Lithocarpus. Belukar 6. Casuarina equisetifolia. Litosol . Melastoma.latosol. Vatica) Agathis sp 2. Engel hardia. Sapindaceae. Gutiferae. Dryobalanops. palmae. Hutan Pantai < 1000 26-21 <33. regosol pada abu gunung 7. Ebenaceae.latosol < 2500 26-13 <60. dsb Dipeterocarpaceae (Dipterocarpus. Leguminosae. Hopea.0 <14.0 Barringtonia asiatica.Magnoliaceae. Terminalia catappa. Hutan Fagaceae < 1000 1000-2000 26-21 21-26 <60. Vitex. Pandanus tectorius. Hutan Hujan Iklim Selalu basah sampai kering tengah-tahun Q < 60.0 Subbioma Nama 1.3 Podsolik merah kuning.3 Tanah Podsolik merah kuning. Lauraceae. Annonaceae.Euphorbiaceae. Satuan . enduspermum.p odsol Regosol < 5 ± 6 <60. Hutan Dipterocarp aceae campuran 3.Dacrydium Casuarina junghuhniana 5. Sterculiaceae.3 Podsolik merah kuning.p odsol Andosol.satuan Ekosistem di Indonesia Bioma Nama 1.latosol. Shorea.0 Andosol. dsb Castanopsis.Tabel 1. Trema. Hernandia peltata. dsb Macaranga. Altingia. Calophylum inophylum. Moraceae. Burseraceae. Phyllociadus.

3 Organosol.Cocceras.Dacridium clatum.3 Organosol. Litosol Andosol. Rhodendron. dsb Barringtonia asiatica.Hutan rawa gambut < 1000 26-23 <60.Cratoxylon glaucum.Tristania.Camnosperma.Shorea belangeran. Alstonia. Mangifera gedebe.Pentaspadon metleui.Hutan Nothofagus 10.Melanorrhoea. Libocedrus. Hutan Ericaceae 11. Litosol Litosol.Hutan Araucaria 12.Combretocarpus rotundatus. Anaphalia.Shorea belangeran. Pandanus Calophylum.Hutan Melaleuca < 100 ± 26 < 60.dsb Melaleuca leucadendron 1500-3000 2400-4000 18-11 13-6 <14.Cratoxylum glucum.Hutan rawa gambut < 100 ± 26 <60.dsb Dactyloccladus. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subbioma Nama Nama 8. semak Ketinggian dpl (m) 700-1000 1000-3000 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 23-18 21-11 18-23 Tipe Ekosistem Q <60. Litosol Regosol.Gluta rengas.0 <14. Anaphalia. regosol Takson/khas/umum/dominan Pinus merkusii Nothofagus spp.Tabel 1.Lophopetalum.Durio carinatus.Pandanus.0 Podsol 17.Paraste mon.3 <14.Calophylum. Phyllocladus Rhodendron.3 - Regosol. Regosol.Aluvial .Tristania obovata. Hutan pinus 9. Styphella coprosma. Hutan Hujan tanah rawa (permanen atau musiman) 14. Vaccinium. Hutan konifer 13.3 Tanah Andosol. dsb Araucaria cuninghamii Podocarpus papuanus. Hutan rawa < 100 ± 26 <33.Combretocarpu rotundus.Metroxylon.0 Organosol 16. Dacrydium. Styphella coprosma. Vaccinium.Agathis.aluvial 15.Pholidocarpus . regosol 4000 < 6 - Litosol 2.tetramerista glabra.

Renzina Regosol. Hutan Musim Sangat kering tengah tahun: Q>60.curah hujan per tahun 700-7100 mm 5.Tectona grandis. Avicennia.Scirpus. dsb Festuca. Litosol Podsolik merah kuning.Cladium.Corypha.0 Tanah Aluvial Takson/Khas/Umum/Dominan Rhizophora.0 (tipe DF). Hutan Musim selalu hijau (Dryevergreen) III.Agrostis. dsb 24. Aluvial Panicumstangineum. Padang rumput Selalu basah samapai sangat kering tengah tahun.0 Organosol. Themeda vilosa.dsb Imperata cylindrical.0 Mediteran merah kuning.Latosol.Albizia chinensis. Imperata cylindrica. Litosol . Heterophagon 22.Litosol 20. curah hujan per tahun.0 Mediteran merah kuning.Renzina Regosol. dsb 1500-2400 18-23 <60.Eguisetum. Padang rumput Iklim basah 23.Regosol. Hutan Payau (Mangrove) II.0 Andosol. Litosol Casuarina.Regosol.Tamarindus indica.Padang rumput pegunungan < 100 ± 26 <60.Monocho ria ischaemum. Q=0-300 (tipe A-F).Q=0-300 (tipe A-F). Padang rumput tanah rendah 1500-2400 < 1000 18-13 26-21 <60.0 Mediteran merah kuning. Bruguiera.dsb Protium javanicum.Phragintes karka. dsb Schleicera oleaosa. Rawa rumput dan terna tanah rendah 25. Sabana 21.Litosol < 900 >22 >60. Schoutenia ovate. Savana Selalu basah sampaisangat kering tengah tahun.Acacia. Eucalyptus.Tabel 1. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 18. Acacia cophioea.Sabana pohon-pohon dan palma < 1200 >20 >60.7002900 mm 3.0 <60.curah hujan per tahun 700-7100 mm 4.Renzina Regosol. Hutan Musim 19.Cyperus. dsb < 800 >22 >60. Hutan musim gugur Ketinggian dpl (m) < 5 Suhu ratarata ( 0) ± 26 Tipe Ekosistem Q <60. Saccharum spontaneum.Sabana Casuarina IV.Swietenia macrophylla.Pterocarpus Garuga floribunda. Eichornia crassipes.Sonneratia. Cymbopogon. Pennistum.Litosol Borassus.Casuarina. Eucalyptus.Themeda.Ischeum. Fimbristylis.0 Andosol.

Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 26.Scirpus.Oreobo lus.Potentilia. Padang rumput alpin Ketinggian dpl (m) 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.Komunitas dan lumut kerak 6.Regosol.Padang rumput iklim kering 6 - Litosol < 900 < 22 < 60.Tabel 1.dsb . dsb Deschamsia.0 Mediteran merah kuning.Padang rumput berawa gunung 27. Litosol.Machelina schipus.Epilobium.0 Tanah Regosol. dsb Lumut-lumut kerak.Panicum. Padang rumput iklim kering 29. Manostachya. Litosol Takson/Khas/Umum/Dominan Pragmites karka.Heteropogon.dsb 4000-4500 (batas salju) >4500 < 6 - Litosol 28.Ranyneo lus. Pesluca.Spagnum.Rensina Themedia.Aulacolepis. Cares.Agrastis.

Hutan Hujan Bawah (0-1000 m dpl) Jenis pohon yanq dominan : famini latosol. sehingga diperoleh tipe-tipe iklim A.) atau banyak terdapat diberikan jenis-jenis bagan Phoenix Oncosperma dianggap sebagai suatu konsosiasi.H.C. Tipe hutan yang pembentukannya sangat dipengaruhi oleh faktor iklim disebut Formasi Klimatis (Klimatic Formation). dan tegakan selalu hijau. yaitu persentase perbandingan dan antara jumlah bulan kering dan jumlah Q bulan yang yang basah. yaitu : Hutan Hujan (Tropical Rain Forest). Hutan Musim (Monsoon Forest).4. dan Hutan Gambut (Peat Forest). Berikut klasifikasi tipe-tipe hutan di Indonesia menurut Departemen Kehutanan : I. D seterusnya sampai berturut-turut terbesar. dari Faktor nilai iklim terkecil mempengaruhi pernbentukan vegetasi adalah temperatur. C. dan regosol. Hutan Hujan (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : iklim A atau B.H. Schimidt dan J. a.jauh . dan komposisi tegakan. edafis. Hutan suatu Nipa [Nipa dari Formation) Hutan rawa Payau (Palm dianggap atau sebagai Rawa konsosiasi Hutan dimana Palma Hutan tergantung kepada faktor edafis yang ada. Ferguson yang didasarkan pada nilai Q. Termasuk kedalamnya. B. FORMASI KLIMATIS 1. intensitas cahaya dan kecepatan angin. drainase pantai. tanah swamp forest.Klasifikasi Tipe-tipe Hutan di Indonesia oleh Departemen Kehutanan Departemen Kehutanan dalam Vademecum (1976) telah mengklasifikasikan hutan di Indonesia berdasarkan keadaan iklim. dari baik. kelembaban. jenis tanah aluvial. Faktor iklim menurut pembagian F.

merkusii (Sumatera). Acacia leucophloea. dan Husa pinnata. dan (Jawa Sumatera). (Aceh). 2. Alstonia Palaquium Dactylocladus.. hutan hujan spp. (Indonesia Timur) b. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : iklim C atau D. Hutan Musim Tengah-Atas (1000-4100 m dpl) Casuarina Timur). Hutan Gambut (Peat Forest) Ciri-ciri: terletak Jenis-jenis iklim anatar : A atau B.Dipterocarpaceae Agathis.. JenisDacrydium. (Kalimantan Castanopsis spp. junghuhniana (Jawa Tengah dan Pinus Eucalyptus (Indonesia Timur). Albizia chinensis (Jawa). Podocarpus imbricatus (Indonesia Timur) c. dan Albizia montana. gugur daun musim kemarau.. (Irian Jaya).Palaquium Pometia Diospyros spp. b. Casuarina jenis(Jawa). hutan rawa.. Santalum album (Nusa Tenggara). spp. a. jenis dari famili Magnoliaceae. 3.Eugenia. dan pisah oleh padang rumput atau belukar. dan banyak herba dan tumbuhan bawah. kelompok-kelompok pohon: yang terpisahPodocarpus. Ficus. Hutan Hujan Tengah (1000-3300 m dpl) Quercus. spp. Nothofagus. Eucalyptus. tanah dan organosol. Eugenia spp. Pinus merkusii Trema. Gonystylus . Castanopsis. Hutan Musim Bawah (0-1000 m dpl) Jenis-jenis pohon : Tectona grandis. terdapat 2 lapisan tajuk yang berbeda. selalu hijau dan banyak lapisan tajuk. Hutan Hujan Atas (3300-4100 m dpl) Merupakan jenis Phyllocladus Calophyl1um. Tenggara).

(khusus di Kalimantan dan beberapa daerah di Sumatera). dan banyak epifit. tidak terpengaruh iklim. Banyak terdapat epifit terutama paku-pakuan dan anggrek. Disamping ini banyak terdapat Pandanus tectorius. surut. II. hanya satu stratum tajuk. Calophyllum inophyllum.. Koompassia Canarium Calophyllum spp. Hibiscus tiliaceua. Xylocarpus spp. Rhizophora spp... macrophylla. hijau. tanah pasir dan berbatu. Hutan Pantai (Littoral Forest) Ciri-ciri : di daerah kering pantai. terletak pada garis pasang tertinggi. Lumnitzera 3... 2. jenis tidak tanah pohon: terpengaruh aluvial. Xylopia iklim.. Bruguiera spp. Hutan Payau (Mangrove Forest) Ciri-ciri air laut.. selalu dan tergenang air tawar. Casuarina equisetifolia. Jenis-jenis pioner pada pantai berpasir diantaranya Coccoloba.. terletak di belakang hutan selalu spp. terpengaruh : daerah pantai dan terpengaruh iklim. Terminalia catappa. lumpur berpasir. Pisonia grandis.. Palaquium Garcinia dan spp. FORMASI EDAFIS 1. adalah Ipomea pescaprae dan . Jenis-jenis : Baringtonia speciosa. tanah selalu tergenang tidak dan pasang pasir. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: payau. spp.. Jenisjenis Avicennia spp. Campnoserma spp. banyak lapisan tajuk. lumpur. Sonneratia spp. Jenis-jenis leiocarpu/n.

Dengan demikian Djamhuri makro : et ini al (1988) mengklasifikasikan beberapa parameter. Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Tengah.000. (batu-batuan).500. ketinggian tanah. Peta Vegetasi Tanah di Sumatera berskala 1 : 1.5.000. Hasil klasifikasi ekosistem makro ini disajikan dalam tiga buah peta tipe ekosistem makro di Sumatera berskala 1 : 1. iklim dan keadaan vegetasi. Peta Agroklimat Pulau Sumatera skala 1 : 1. Peta 2.000.000 oleh Lembaga Penelitian Tanah Bogor (1979) 3. fisiografi.000.000 oleh Oldeman (1973). yaitu Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Utara. Klasifikasi Djamhuri Djamhuri Ekosistem Makro di Sumatera Menurut et (1988) mengklasifikasikan al. ekosistem makro di Sumatera bersumber pada empat jenis data hasdl penelitian oleh pihak lain. Peta Geologi Pulau Sumatera skala 1 : 1. 4.000. Eksploitasi 2.000 Pulau Sumatera skala 1: oleh Laumunier.C. . dan Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Selatan. yaitu : 1. Purnadjaja. ekosistem yaitu berdasarkan arah keadaan geologi habitat.000 oleh Direktorat Geologi Bandung (1965). dan Setiabudi (198S).

diam Air tawar (sungai. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan. sungai). diam Air tawar (sungai. danau) KETINGGIAN TIPE EKOSISTEM MAKRO HUTAN MANGROVE1) Eutropik Oligotropik HUTAN RAWA2) HUTAN GAMBUT AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m 1000–3000 m > 3000 m HUTAN PANTAI HUTAN HUJAN BAWAH3) HUTAN HUJAN TENGAH4) HUTAN HUJAN BAWAH5) HUTAN MANGROVE1) II. BASAH (A. diam Air tawar (sungai. vegetasi tanah kapur (Limestone) dan hutan Riparian (Riparian forest) tegakan murni Pinus merkusii di Aceh sub-alpin dan Alpin .F) Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin. sungai). dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan.Tabel Hasil Klasifikasi Ekosistem Makro di Indonesia IKLIM I. Danau Eutropik HUTAN RAWA2) AKUATIK HUTAN PANTAI HUTAN MUSIM BAWAH HUTAN MUSIM TENGAH ATAS HUTAN MANGROVE HUTAN RAWA AKUATIK AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m > 1000 m III. sungai). danau) Tanah Kering Pantai Pantai Pedalaman HUTAN PANTAI SABANA Keterangan: 1) 2) 3) 4) 5) termasuk termasuk termasuk termasuk termasuk hutan hutan hutan hutan hutan Nipa (Nypa fruticans) dan Nibung (Oncosperma filamentosa) sagu (Metroxylon sago) kerangas (Heath Forest).BERMUSIM Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan.KERING (E.B) KEADAAN TANAH Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin.

tetapi harus cukup kecil agar individu yang ada dapat dipisahkan. obyek yang akan diamati. pohon). PETAK CONTOH VEGETASI Untuk mempelajari komposisi jenis dan struktur komunitas tumbuhan umumnya dilakukan dengan sampling. dan akhirnya teknik analisis vegetasi yang akan digunakan. Hal-hal tersebut adalah ukuran. Dalam hal ini ada tiga hal yang harus diperhatikan. A. dan teknik analisa harus digunakan. Ukuran. Cara membuat kurva ini adalah sebagai . parameter vegetasi yang akan diukur. Dalam penentuan ukuran petak prinsipnya adalah bahwa petak harus cukup besar agar individu species yang ada dalam contoh dapat mewakili komunitas. tiang. cara meletakkan petak contoh. Salah ukuran/jumlah berikut: satu petak cara/metoda contoh adalah untuk menentukan kurva menggunakan species area.VI. pancang. kerapatan tumbuhan dan keragaman jenis serta keheterogenan life-formnya. dihitung dan diukur tanpa duplikasi atau pengabaian. vegetasi cara yang meletakkan petak. jumlah dan bentuk petak contoh yang akan dipilih. yaitu ukuran bentuk dan jumlah petak contoh. Jumlah dan Bentuk Petak Ukuran petak bergantung pada ukuran tumbuhan (semai. TEKNIK ANALISIS VEGETASI RUANG LINGKUP Dalam analisis vegetasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang surveyor agar survey vegetasi yang dilakukan dapat memberikan data/informasi yang teliti dan dapat: dipertanggung jawabkan.

dan empat persegi panjang.(1) Buat sebuah petak contoh (pc) berukuran 1 X 1 m atau sebuah lingkaran beradius 0. Catat jumlah jenis pada pc kedua. (8) Buat suatu garis (misal garis n) yang sejajar m yang menyinggung kurva species-area. Sedangkan petak berbentuk persegi panjang akan lebih efisien daripada . Ada tiga bentuk petak contoh yaitu lingkaran. tersebut surnbu-X. Diantara bentuk-bentuk petak tersebut. bujur sangkar. diproyeksikan Titik pada persinggungan contoh. (5) Pembuatan pc dihentikan kalau penambahan jumlah jenis sekitar 10%. Catat jumlah jenis masing-masing pc tersebut.56 m. Untuk menentukan jumlah petak contoh minimal. 10% jumlah jenis). (7) Buat suatu garis (misal garis m) yang melewati titik 0 (0. Bentuk petak contoh sangat penting dalam memudahkan letak petak dan efisiensi sampling. tetapi sebagai sumbuX (absis) adalah jumlah petak contoh. (4) Buat pc ketiga dan seterusnya lipat yang pc ukurannya masing-masing dua kali sebelumnya. (6) Buat sumbu-X (luas petak contoh) dan sumbu-Y (jumlah jenis).0) dan titik A dengan koordinat (10% luas petak contoh. sehingga didapat luas minimum petak prose durnya sama dengan di atas. herba dan semak-belukar. bentuk lingkaran mempunyai ketelitian yang cukup tinggi dalam proses pernbuatannya. (3) Buat pc kedua yang besarnya dua kali lipat pc pertama. Petak bentuk lingkaran akan praktis kalau digunakan untuk komunitas rumput. (2) Catat jumlah jenis dalam pc tersebut.

C. Dari segi floristisekologis. Untuk keperluan a) Semai b) Pancang c) Tiang d) Pohon lebih. purposive sampling pun dapat digunakan dalam analisis vegetasi. pancang. sampling) mungkin homogen. karena mudah dalam pelaksanaannya dan data yang dihasilkan Bahkan akan dapat keadaan lebih bersifat yang representative. sistematik (systematic sampling). . tiang dan pohon. B. anakan berdiameter kurang dari 10 cm. Kriteria Stadium Pertumbuhan Secara ekologis cukup penting untuk membedabedakan tumbuhan ke dalam stadium pertumbuhan semai. bila sumbu panjang petak sejajar perubahan gradient lingkungan. bahkan tumbuhan bawah.5 m. ini kriteria yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : : Permudaan mulai dari kecambah sampai : Permudaan dengan tinggi 1. tenaga dan waktu. dasarnya cara ada acak dua cara peletakan dan petak cara yaitu (random hanya rumput. apabila hutan random lapangan tanaman dan sampling dan padang digunakan misalnya untuk vegetasinya Sedangkan keperluan survey vegetasi yang lebih teliti sistematik sampling dianjurkan.petak berbentuk bujur sangkar dalam jumlah dan luasan yang sama. dalam tertentu terkait dengan keterbatasan biaya. Cara Meletakkan Petak Contoh Pada contoh.5 m sampai : Pohon muda berdiameter 10 cm sampai : Pohon dewasa berdiameter 20 cm dan anakan setinggi kurang dari 1. kurang dari 20 cm.

spp.) dan keting¬gian 20 cm di atas banir untuk jenis non-Rhizophora spp. f) Pemetaaan lokasi individu pohon untuk mendeteksi spatial distribution pattern pada berbagai luasan areal yang berbeda. yaitu : a) Nama species (lokal dan ilmiah).e) Tumbuhan bawah : Tumbuhan selain permudaan pohon. c) Penutupan tajuk (covering) untuk mengetahui prosentase penutupan vegetasi terhadap lahan. e) Tinggi pohon baik tinggi pohon bebas cabang maupun tinggi pohon total. Dalam prakteknya. diameter at breast-height). Selain itu. Khusus ditiadakan.3 m di atas permukaan tanah (DBH. d) Diameter batarig untuk mengetahui luas bidang dasar yang diantaranya sangat berguna untuk memprediksi volume pohon dan tegakan. Bagi pohon-pohon tidak berakar tunjang dan berbanir. D. hampir semua kegiatan survey vegetasi mengadakan pengukuran terhadap jumlah individu . herba. diameter pohon ketinggian atas (Rhizophora. diukur pada untuk mangrove stadium 20 cm stadium pohon di tiang biasanya pohon tunjang sehingga meliputi akar berdiameter 10 cm ke atas. misal rumput. Tinggi pohon ini cukup penting untuk mengetahui stratifikasi dan menduga volume pohon serta volume tegakan. Parameter Vegetasi yang Diukur di Lapangan Dalam analisis vegetasi ada beberapa parameter vegetasi yang diukur secara langsung di lapangan. b) Jumlah individu untuk menghitung kerapatan. pengukuran diameter pohon dilakukan pada ketinggian 1. dan sernak belukar.

permudaan dan pohon di dalam petak contoh seyogyanya dilakukan di dalam subplot-subplot contoh agar memudahkan dalam risalahnya dan tidak terjadi duplikasi penghitungannya. dengan Metoda dengan petak Metode kuadrat Petak tunggal Di dalam metoda ini dibuat satu petak sampling ukuran tertentu yang mewakili suatu tegakan hutan. Dalam hal ini ukuran sub-plot untuk berbagai stadium pertumbuhan adalah : a. Pancang c. Untuk lebih jelasnya suatu contoh petak tunggal dapat dilihat gambar 1. Ukuran Sub-plot untuk Berbagai Stadium Pertumbuhan Untuk keperluan risalah tumbuhan bawah. Metoda Analisis Vegetasi F. yang akan dan tinggi pohon serta tentu identifikasi jenis. Semai dan tumbuhan bawah : 2 X 2 m atau 1 X 1 m atau 2 X 5 m.I.I. Ukuran petak ini dapat ditentukan dengan kurva species-area. Teknik pembuatan sub-plot-sub-plot tersebut biasanya dilakukan secara nested sampling.I. Pohon : 5 X 5 m : 10 X 10 m : 20 x 20 m atau 20 X 50 m. Walaupun demikian tergantung parameter diobservasi pada informasi yang diinginkan oleh surveyor/peneliti.per jenis. (1) . F. yaitu sub-plot yang berukuran lebih besar mengandung sub-plot yang berukuran lebih kecil. . b. saja diameter vegetasi batang. F. Tiang d. E.

Kerapatan suatu species (K) Σ ind. Kerapatan relatif suatu species (KR) Kerapatan suatu species X 100% Kerapatan seluruh species . Suatu Petak tunggal dalam analisis vegetasi Adapun parameter vegetasi yang dihitung adalah : a.40 m 40 cm 2 m 5 m 10 m 20 m Gambar 1. suatu species Luas petak contoh b.

Semai. Pancang Luas bidang dasar suatu species Luas petak contoh d. Dominansi relatif suatu species (DR) Dominansi suatu species X 100 Dominansi seluruh species f.c.2. Pohon. Indeks Nilai Penting (INP) INP = KR + FR + DR Kadang-kadang untuk semai INP = KR + FR . Frekuensi relatif suatu species (FR) Frekuensi suatu species Frekuensi seluruh species X 100 g. Tiang. Tumbuhan bawah Luas penutupan tajuk Luas petak contoh Kadang-kadang untuk semai dominansi tidak dihitung. e. Σ Seluruh sub-petak contoh d.l. Dominansi suatu species (D) d. Frekuensi suatu species (F) Σ Sub-petak ditemukan suatu sp.

Petak ganda Di dalam metoda ini pengambilan contoh vegetasi dengan tersebar dapat menggunakan merata. Random Sistematik Gambar 2. cara ilustrasi disajikan peletakan petak contoh pada metoda petak ganda. Untuk menentukan banyaknya contoh digunakan pada gambar species-area.(2) . banyak petak petak contoh contoh dilakukan letaknya petak Sebagai Peletakan kurva 2 sebaiknya secara sistematis. Desain Petak Ganda di Lapangan Cara kuantitatif petak tunggal. menghitung parameter vegetasi besarnya sama nilai dengan metoda .

Metoda perubahan tanah.2. berbentuk jalur ini dapat dilihat Gambar 3. ini memotong Untuk topografi.I. lebih jalur paling efektif untuk mempelajari menurut memotong lurus menaik contoh kondisi contoh pantai. Desain jalur contoh di lapangan Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metoda petak tunggal. dan elevasi. F. Metoda ini keadaan topografi harus misal sungai. menurun sampling garis-garis vegetasi dibuat tegak dan jelasnya. Metoda Metoda garis ini berpetak dianggap sebagai modifikasi dapat . Jalur-jalur garis atau petak lereng gunung. A rintis Arah D C B Gambar 3.I.F.3.

I. yakni dengan cara melompati sehingga jarak satu atau yang lebih sama.metoda petak ganda atau metoda jalur.4. Metoda Kombinasi antara metoda jalur dan metoda garis berpetak Di dalam metoda ini risalah pohon dilakukan dengan metoda jalur dan permudaan dengan metoda garis berpetak. petak-petak terdapat Gambar 4 dalam jalur pada sepanjang rintis petak-petak tertentu memperlihatkan pelaksanaan metoda garis berpetak di lapangan. F. A Arah rintis D C B Jarak tertentu sama Gambar 4. . Desain metoda garis berpetak Perhitungan bersama nilai kuntitatif parameter vegetatif sama dengan metoda petak tunggal. Untuk lebih jelasnya desain metoda ini dapat dilihat Gambar 5.

Metoda tanpa petak Di dalam metoda ini terlebih dahulu dibuat garisgaris rintis dengan arah azimuth tertentu. F.A 10 m 2 m 5 m Arah rintis D C B 20 m Gambar 5.1. F. Tongkat Metoda Bitterlich Bitterlich (tongkat sepanjang 66 cm yang Di dalam metoda ini pengukuran dilakukan dengan ujungnya dipasangi alat seng berbentuk bujur sangkar berukuran 2 X 2 cm).2. . Dengan jarak tertentu gatis (secara sistematis dibuat atau acak) di sepanjang di mana tersebut titik pengukuran dilakukan pendaftaran dan pengukuran pohon.2. Dengan mengangkat tongkat setinggi mata. Desain Kombinasi Metoda Jalur dan Metoda garis Berpetak Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metode petak tunggal. plot seng diarahkan ke pohon-pohon yang ada di sekelilingnya.

kecil bidang pohon tampak jenis berdiameter ditentukan lebih luas dari sisi plot seng tidak masuk hitungan.Pohon sama dengan Sedangkan yang plot tampak seng yang berdiameter didaftar lebih besar dan namanya dan diukur.2. Metoda titik guadran (point quarter method) Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran dibuat garis absis dan ordinat khayalan.3 = faktor bidang dasar untuk alat. Gambar 6 memperlihatkan pelaksanaan metoda ini di lapangan. Untuk N n dimana : N = banyaknya banyaknya pohon dari jenis yang setiap dasarnya dengan rumus: B = X 2. Gambar 6. 2. F. Pengukuran dimensi pohon hanya dilakukan terhadap keempat pohon yang terpilih. Pilih satu pohon di setiap kuadran yang letaknya paling dekat dengan titik pengukuran dan ukur jarak dari masing-masing pohon tersebut ke titik pengukuran.3 m2/ha bersangkutan. sehingga di setiap titik pengukuran terdapat 4 buah quadran.2. n = titik-titik pengamatan dimana jenis itu ditemukan. Desain Point quarter method di lapangan .

X 100% Jumlah individu semua jenis d.. Kerapatan suatu jenis Kerapatan relatif suatu jenis ——————————————————————————— X 100 Kerapatan total semua jenis e. pohon ke titik pengukuran di setiap kuadran n = banyaknya pohon b. + dn n dimana: d = jarak ind. yaitu ratarata luasan permukaan tanah yang diokupasi oleh satu ind.... Jarak rata-rata individu pohon ke titik pengukuran d = dl + d2 + . Dominansi suatu jenis Kerapatan jenis suatu jenis X dominansi rata-rata per . c. tumbuhan..Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi adalah sebagai berikut : a.. Kerapatan relatif suatu jenis Jumlah individu suatu jenis —————————————————————————.... Kerapatan total semua jenis Unit area (d)2 (d)2 adalah rata-rata unit area/ind..

f.

Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis Dominansi seluruh jenis X 100%

g. Frekuensi Suatu jenis =

Jumlah titik ditemukannya suatu jenis Jumlah semua titik pengukuran

h. Frekuensi relative Frekuensi suatu jenis Frekuensi semua jenis i . INP = KR + FR + DR Metoda berpasangan acak (random pair method) X 100%

F.2.3.

Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran pilih-lah salah satu pohon yang terdekat dengan titik pengamatan tersebut. Kemudian hubungkan pohon tersebut dengan sebuah garis ke titik pengukuran. Buat sebuah garis yang tegak lurus garis pertma dan pilihlah sebuah pohon yang terdekat dengan pohon pertama tapi letaknya di dalam sektor lain yang dibatasi oleh garis yang ditarik tadi. Setelah jarak antara pohon pertama dan kedua dicatat. Untuk lebih jelasnya pelaksanaan metoda ini di lapangan dapat dilihat Gambar 7.

900

900

Gambar 7. Ilustrasi metoda berpasangan acak dalam analisis vegetasi

Besarnya

nilai

parameter

vegetasi

dihitung

dengan

rumus-rumus sebagai berikut: a. Kerapatan seluruh jenis Unit area (Luas) 0.8 X jarak pohon rata-rata

b. Rumus lainnya sama dengan cara kuadran. F.2.4. Metoda titik intersept (point intercept method)

Metoda ini cocok untuk komunitas tumbuhan bawah seperti rumput, herba dan semak. Dalam pelaksanaannya di lapangan dapat digunakan alat pembantu seperti terlihat pada Gambar 8.

Dengan yang apa yang

mengangkat

dan

menyentuhkan dominansi dari

pin jenis

terbuat dari kawat yang tersentuh suatu sehingga jenis

maka kita catat jenis

tersebut dapat dihitung dengan rumus : a. Dominansi Σ sentuhan suatu jenis Σ seluruh sentuhan b. Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis X100% Dominansi seluruh jenis c. Rumus-rumus lainnya sama dengan metoda dengan petak. Hal yang sama dapat dilakukan dengan alat b dengan cara memindahkan alat tersebut pada plot contoh tiap 10 cm, sehingga didapatkan dominansi dari jenisjenis yang tersentuh.

F.2.5.

Metoda garis intersep (line intercept method)

Cara ini digunakan untuk komunitas padang rumput, semak/belukar. Prosedure pelaksanaan di lapangan: - salah satu sisi areal dibuat garis dasar - garis dasar tersebut menjadi intersep tempat secara titik random tolak atau garis intersep. - letakan garis-garis sitema-tik pada areal yang akan diteliti. Garis intersep sebaiknya berupa : - pita ukur dengan panjang 50 - 100 kaki (1 kaki = 30.48 cm) . - tambang, tali

Alat tersebut dibagi ke dalam interval-interval jarak tertentu. Hanya tumbuh-tumbuhan yang tersentuh, di atas atau di bawah garis intersep yang diinventarisir. Jenis data yang diinventarisir adalah : (1) panjang garis yang tersentuh oleh setiap individu tumbuhan. (2) panjang segmen garis yang berupa tanah kosong. (3) jumlah interval yang diisi oleh setiap species. (4) lebar maksimum turnbuhan yang disentuh garis intersep. Sebaiknya, beberapa strata, kalau komunitas tumbuhan terdiri atas secara

penarikan

contoh

dilaksanakan

terpisah-pisah untuk setiap strata. Besaran/parameter vegetasi yang dihitung adalah : (1) jumlah individu setiap jenis (N). (2) Total panjang intersep setiap jenis (I). (3) Jumlah interval transek/garis ditemukannya suatu jenis (G). (4) Total dari kebalikan dari lebar tumbuhan maksimum (X 1/m). (5) Kerapatan suatu jenis (E 1/m) = unit area (——————————————————————————) total panjang garis intersep

(6) Kerapatan Relatif suatu jenis kerapatan suatu jenis X 100% kerapatan seluruh jenis

Dominansi suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis Total panjang garis intersep (8). INP = KR + FR + DR. Dominansi Relatif suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis X100% Total panjang garis intersep semua jenis (9). Frekuensi suatu jenis Σ interval ditemukannya suatu jenis Σ semua interval transek (10). .(7).Frekuensi Relatif suatu jenis Frekuensi yang dipertimbangkan untuk suatu jenis Total frekuensi yang dipertimbangkan untuk semua jenis Frekuensi yang dipertimbangkan = F = Σ 1/m N X100% X 100% (ll).

Eury (lebar) Setiap organism kemungkinan hidupnya dibatasi oleh: 1. jumlah dan variabilitas zat-zat tertentu yang ada. kebutuhan kritis 2. batas-batas toleransi dari masing-masing organism terhadap factor-faktor itu dan factor-faktor lainnya B. merumuskan penting 2. Factor penghambat adalah setiap keadaan jumlah sesuatu berada zat dekat atau atau derajat sesuatu factor fisik yang melampaui batas-batas toleransi. Satu/beberapa factor lingkungan dikatakan penting bila berada pada taraf minimal. Satu atau beberapa organism/tumbuhan. populasi dan komunitas tumbuhan pengamatan/analisa factor-faktor factor lingkungan di dalam kajian ekologis adalah: mana yang operasionil minimum. Tujuan Pengamatan Faktor Lingkungan Tujuan 1. dan factor-faktor fisik yang .VII. menentukan bagaimana pengaruh factor-faktor itu terhadap individu. maksimal dan optimal menurut batas toleransi dari tumbuh-tumbuhan sehingga factorfaktor tersebut sangat mempengaruhi tumbih dan hidupnya tumbuh-tumbuhan. Steno (sempit) 2). HUBUNGAN MASYARAKAT TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGAN A. Kisaran toleransi organism terhadap lingkungan ada dua macam. yaitu: 1). Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu sistem yang kompleks di mana sama berbagai lain factor berpengaruh timbale balik satu dan dengan komunitas organism hidup.

lama dan periodisitas .Vulkanisme Pengaruh panas. kandungan senyawa organic.Gas udara Oksigen.Curah hujan Banyaknya dan intensitas.Cahaya Intensitas.Jenis tanah . kekuatan dan arah. sifat-sifat base-exchange . gas-gas lain 2. pengaruh kimia dan fisik. derajat dpl. pencemaran air/udara. mineral tanah.Suhu Derajat. frekuensi. pulau atau benua. kualitas. bentuk lapangan . suhu . infiltrasi. Faktor-Faktor Lingkungan b.2.1. batuan dan bahan induk . humus.C.Erosi C. Faktor Lingkungan Biotik 1.Sifat-sifat kimia pH. Faktor Lingkungan Abiotik 1. tekanan uap. dan bulk density. aktivitas tanam-menana dan pengolahan tanah 2. dan deficit tekanan uap .Angin Kecepatan. CO2.Topografi Lereng. Faktor Iklim . Faktor Edafis . frekuensi. kandungan hara mineral. serasah .Sifat-sifat biotis Flora tanah. derajat bujur. tekstur. rayap. porositas. jarak dari pantai . fauna tanah. mekanisme dan kimia 3.Letak geografis Derajat lintang. bakteri. drainase.Sifat-sifat fisik Profil. struktur. pembakaran. permeabilitas. jamur. Faktor Geografis . Manusia Penebangan. macam bahan organic. aerasi. distribusi dan musim . macamnya .Geologi Sejarah geologi.Kelembaban udara Kelembaban nisbi. penyebaran buah . Hewan Penyerbukan. cacing. kadar air. lama dan periodisitas . Komponen-komponen Lingkungan Faktor Lingkungan Abiotik Aspek-Aspek yg Penting C.

000 – 7. memakan dan merusak bagianbagian tumbuh-tumbuhan.600 Keadaan Ikllim Tanpa musim kering.3.000 E F G H 1. Pengertian iklim dapat dikategorikan ke dalam: a. Dimana: Q = Jumlah rata-rata bulan kering (< 60 mm) Jumlah rata-rata bulan kering (> 100 mm) Berdasarkan nilai Q. hutan hujan tropika selalu hijau Musim kering nyata. Iklim makro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk daerah yang luas. Nilai-nilai iklim makro dipergunakan untuk menetapkan tipe iklim. parasitisme. hutan musim yang pohon-pohonnya gugur daun Musim kering keras.600 – 1.000 .143 – 0. Iklim mikro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk tempat/ruang yang terbatas (habitat mikro) b. hutan savanna Daerah kering.670 – 3. hutan hujan tropika selalu hijau Tanpa musim kering. Tumbuh-tumbuhan dan biji.143 0.333 – 0.000 > 7. peralihan hutan hujan tropika ke hutan musim Musim kering agak keras. simbiosis. zona vegetasi 2. hutan savanna Musim kering keras. pengaruh kotoran. pengaruh toksis D.000 – 1. padang pasir Daerah kering.670 1. Klasifikasi iklim yang paling banyak dipergunakan di Indonesia adalah klasifikasi tipe hujan oleh Schmidt dan Fergusson (1951). transmisi penyakit Persaingan. padang pasir D 0.000 3. setiap tipe iklim mempunyai tipe-tipe hujan sebagai berikut: Tipe Iklim A B C Nilai Q 0 – 0. Iklim 1.333 0. zona iklim.

Dari spectrum cahaya kasat mata terutama diabsorbsi .Umumnya berkisar dengan di curah hutan hujan hujan. Fotosintesis Cahaya matahari merupakan sumber utama energy yang diperlukan bagi kehidupan. Bagi tumbuhan. Cahaya a. dari mata Dari radiasi dengan energy yang total panjang cahaya merupakan gelombang mata untuk untuk kasat dapat mengimbangi energy tersebut oleh respirasi disebut titik hanya 1-4% digunakan daun fotosintesis. Sedangkan sekitar cahaya 400-750 tersebut yang 40% kasat mu. minimal dimana diferensiasi Untuk harus masukan ada jaringan dan yang sel-sel normal. antara melalui penggunaan pertumbuhan keseimbangan tumbuhan fotosintesis dan respirasi. CO2 + 2 H20 Cahaya Klorofil CH20 + H20 + 02 + Energi Selain itu. 3. < 1000 jumlah curah Di hujan daerah antara 1600-4000 mm/tahun. Intensitas cahaya. energy fotosintesis kompensasi . sedangkan daerah gurun curah hujannya ≤ 300 mm/tahun. energy cahaya melalui butir-butir daun diserap dan dirubah menjadi energy kimia dalam bentuk mineral molekul gula yang sederhana. bagai tanaman cahaya merangsang proses tanaman.Radiasi matahari yang diterima permukaan bumi berpanjang gelombang 300-10000 mu. mm/tahun ditemukan komunitas savanna.

grandis. keadaan tempat tumbuh terutama iklim.fotosintesis adalah sinar biru (panjang gelombang 450 mu) dan sinar merah (670 mu) . Menurut Galston energy diterima cal/cm2/th permukaan bumi. villaosa. b. Acacia Eupatorium yang (1000Hevea palescens. Tumbuhan mm/th). . untuk energy dari fotosintesis.Hanya sebagian kecil saja energy yang tersedia digunakan manjadi (1961). Penguapan daun semakin banyak bila kadar air tanah semakin tinggi b. Tumbuhan 2000 vegetasi sedang penguapannya kuat: belukar. sebesar tersedia untuk fotosintesis daun.Besarnya transpirasi bergantung pada: a. panas yang matahari 100 selebihnya besar dipantulkan. Bambu. berbagai yang jenis tumbuhan kuat menurut (> 2000 Coster (1937): penguapannya Albizia Leucaena dll. b. Tegakan yang lebih subur di areal beriklim basah mempunyai transpirasi yang lebih tinggi daripada tegakan yang kurang subur. c. Transpirasi . Di dalam huutan. strata pohon penguapannya lebih tinggi dari strata semak . kesuburan komunitas tumbuhan. yang Tipe falcataria. Kedudukan tumbuh-tumbuhan dalam komunitas. Samanea samans.Transpirasi a. galuca. dan lalu 60-90% diabsorbsi lalu sebagian yang 000 digunakan untuk transpirasi. Lantana camara. penguapannya Tectona mm/th).

brasiliensis, Artocarpus c. Tumbuhan mm/th). Casuarina Garcinia Tipe - Selain merah efek

Imperata integra,

cylindrical, robusta, (<1000 elastic, merkusii, lemah: infra Secara proses

Coffea lemah

Eucalyptus alba, dll. yang Thea penguapannya sinensis, Cocoa Ficus Pinus nucifera,

equisetifolia, mangostana, yang

Agathis alba, Lagerstroemia speciosa, dll. vegetasi cahaya yang penguapannya ada cahaya hutan pegunungan. kasat tidak dan mata, dapat dilihat. pada

ekologis, cahaya ini penting karena memberikan pemanasan berpengaruh perkecambahan dan pertumbuhan batang. Selain itu ada juga sinar ultra violet yang sebagian besar diserap oleh lapisan ini ozon di luar atmosfir. protoplasma. - Factor cahaya yang penting diketahui adalah: 1). Intensitas cahaya atau jumlah radiasi per satuan atau luas per satuan panjang waktu, 2). Kualitas dan 3) komposisi gelombang, tumbuhan Sinar dapat mematikan

lamanya penyinaran dalam sehari. - Berdasarkan perbedaan adaptasi terhadap intensitas toleran cahaya, tumbuh-tumbuhan plant)

dikategorikan ke dalam: a. Tumbuhan naungan excelsa, (shade-adapted missal: noronhae, yaitu tumbuhan yang tahan hidup di bawah (scyophyt), Schima Altingia Swietenia

mahagoni, Dypterocarpus spp., Dryobalanops aromatic, Shorea accuminatisima, Vatica

rassak, Eusyderoxylon zwageri. b. Tumbuhan intoleran (sun-adapted atau light demanding plant) yaitu tumbuhan yang untuk hidupnya memerlukan banyak cahaya matahari (Heliophyt), Gmelina - Warna merah atau missal: Pinus Acacia mangium, Paraserianthes falcataria, Eucalyptus alba, arborea, merkusii, Tectona

grandis, Pterospermum javanicum cahaya Dalam lebih mempengaruhi hal ini warna Lamanya sangat kecepatan biru dan penyinaran berpengaruh panjang fotosintesis.

berpengaruh. cahaya

periodisitas fase reaksi

terhadap Berdasarkan yaitu:

generative tanaman

(pembungaan).

terhadap

hari, tumbuhan dibagi menjadi tiga vegetasi, a. Tumbuhan hari pendek, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari < 12 jam, missal ubi jalar, arbei, aster, semai, dll. b. Tumbuhan berhaari panjang, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari > 12 jam, misal: kentang, lobak, dll c. Tanaman netral, yaitu tanaman yang tidak dipengaruhi oleh panjang hari, misal: tomat, nenas, kapas, ubi kayu. Bayangan hutan merupakan bayangan merah karena cahaya yang telah melalui daun-daun hijau tersaring dan chaya ada yang diteruskan banyak mengandung hutan yang sinar-sinar banyak bagi Karenanya hijau, merah dan infra merah. Bila hutan terlau rapat, kemungkinan sinar bayangan infra merah pohon terlalu tidak mengandung pertumbuhan baik

jenis-jenis

tertentu.

permudaan

banyak

terdapat

di

tempat-tempat

terbuka

dalam hutan sehingga di hutan yang rapat perlu ada tindakan seeding cutting. D. ADAPTASI TUMBUHAN Warming (1895) mengklasifikasikan tumbuhan kedalam bebera-pa grup ekologi berdasarkan persaratan tumbuh terhadap air dan macam subtrat/tanah dimana tumbuhan hidup. A. Grup Ekologi Tumbuhan berdasarkan Jenis Tanah

sebagai Media Tumbuh : 1. Tumbuhan tanah asam (Oxylophytes) 2. Tumbuhan tanah basa (Halophytes) 3. Tumbuhan tanah pasir (Psammophytes) 4. Tumbuhan pada permukaan batu-batuan (Lithophytes). Epifit tidak termasuk, karena tidak mempunyai hubungan yang permanen dengan tanah. B. Grup Ekologi : Tumbuhan tumbuhan berdasarkan yang hidup kebutuhannya didalam atau

terhadap air : 1. Hydrophytes dekat air. 2. Xerophytes : tumbuhan yang hidup di habitat kering (kurang suplai air). 3. Mesophytes : tumbuhan yang hidup di habitat yang tidak kering juga tidak basah (lembab). HYDROPHYTES

A. Asal Kata Bahasa Yunani : Hudor = air Phyton = tumbuhan

B. Pengertian Hydrophytes : tumbuhan yang hidup ditempat basah atau dalam air baik sebagian maupun seluruh tubuhnya terendam Contoh : Hydrilla, Utricularia, Eichornia, dll

C. Klasifikasi Hydrophytes Berdasarkan hubungan dengan air dan udara, hydrophytes dibagi kedalam: 1. Submerged hydrophytes Tumbuhan yang tumbuh di bawah permukaan air (tanpa adanya kontak dengan atmosfir). Contoh : Hydrilla, Vallisneria, Nitella, dll. 2. Floating Hydrophytes Tumbuhan yang terapung di permukaan atau sedikit di bawah permukaan air. Tumbuhan ini ada kontak baik dengan air maupun udara, serta tumbuhan tersebut mungkin berakar atau tidak dalam tanah. Floating hydrophytes dibagi kedalam dua grup, yaitu : a. Free floating hydrophytes Tumbuhan yang terapung bebas di permukaan air tanpa berakar di lumpur. Contoh: Wolffia arhiza Wolffia microscopic Azolla Eichornia crassipes b. Floating but rooted hydrophytes Tumbuhan yang berakar dalam lumpur di dasar perairan, tapi daun dan bunganya terapung di atau di atas permukaan air. Contoh : Victoria regia (water lily) Nymphaea Ceratopteris thaiictroides

3. Bagian aerial tapi dari penampilan bagian tumbuhan yang tersebut atau terendam memperlihat-kan xerophytic. Tumbuhan ini bisa tumbuh di saluran air atau di subtrat lumpur. mesophytik berkarakter seperti hydrophytic. karena air merupakan konduktor panas yang buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhan di lingkungan perairan a. cabang. dan bunga di atas permukaan air atau bahkan tersebar di daratan. Suhu air Tumbuhan air jarang dipengaruhi oleh suhu yang ekstrim. tapi sebagian pucuk daun. . dll. terendam terkubur oleh lumpur. Contoh : Oryza sativa (padi) Enhydra flutuars Marsilea Sagittaria Phragmites Scirpus Alisma Jussiaea Neptunia Commelina Polygonum Typha Ranunculus aquatilis. "Amphibious plants" bebernpa yang bagian hidup batang di tempat oleh pasangAkar air dan atau surut/payau digolongkan halophytes. Amphibious hydrophytes Tumbuhan yang beradaptasi terhadap lingkungan perairan dan daratan.

b. Batang - Batang bersifat lunak. Fisiologis tumbuhan air sangat dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi osmotik air. yaitu akar normal dan akar "negatively geotrophic" yang mempunyai struktur sponge. Dalam Jussiaea repens berkembang dua macam akar bila tumbuh dipermukaan air. Salvinia. Adaptasi Hydrophytic Beberapa penampilan adaptif dari tumbuhan air dalam: a. b. C. Beberapa hydrophytes berakar dari tanah tidak seperti air dalam Hydrilla melalui hal unsur dalam - memperoleh pada - makanan dalara permukaan tubuhnya. Akar - Tumbuhan air mempunyai akar yang berkembang kurang baik. Akar kadang-kadang air ditemukan tumbuhan - seperti: Azolla. . Utricularia. sebagai perraukaan penyerap air dan - - Akar pada tumbuhan air yang terapunq miskin akan rambut akar. tetapi sebagian tergantung akarnya mineral. warna hijau/kuning. Konsentrasi osmotik dan toksisitas air Keadaan ini bergantung pada jumlah dan komposisi bahan kimia yang terlarut dalam air. Ceratophyylurn. Bagian akar yang berhubungan langsung dengan air berfungsi mineral. - Akar terapung membantu tumbuhan air dalam kestabilan posisi terapung.

e. .Heterophyly adalah suatu penomena dimana beberapa tumbuhan air mengembangkan dua tipe daun yang berbeda. bagian warna hijau bebas pucat/gelap. Heterophylly . c. Variasi dalam life-form dan habitat. atmosfir. tapi bulat. air. permukaan atas berhubungan dibawahnya bersentuhan dengan air.Heterophylly berkaitan dengan karakteristik fisiologi tumbuhan air sbb: a. Daun tumbuhan air yang terapung bebas adalah bersifat halus dan sering dilindungi oleh "wax".Daun yang terendam umumnya berbentuk pita linier atau sedikit terpotong. dikompensasi oleh daun yang terendam dalam d. Salvinnia. . . Daun - Umumnya dengan berbulu. panjang. Tumbuhan air kurang menunjukkan respon terhadap karena kekurangan air dapat kekeringan. dan daun yang terapung atau di atas permukaan air berbentuk bulat atau seperti telinga. 2. Azolla. Daun yang lebar dipermukaan air bertranspirasi secara aktif dan mengatur tekanan hidrostatik di dalam tubuh tanaman.c. Contoh : Sagittaria. Daun lebar di/diatas permukaan air yang terendam beradaptasi menaungi terhadap daun intensitas cahaya yang rendah. yaitu daun yang terendam air dan daun di atau di atas permukaan air. Pengurangan jumlah transpirasi b. 3.

terendam air.tidak air.Lapisan "wax" ini berfungsi sebagai pelindung daun dari luka kemis-fisis dan menghalangi penyumbatan stomata oleh air. Dalam beberapa tumbuhan air. umumnya Dengan plants". . D. daun yang lebih dan tersebut dipengaruhi sedikit tekanan mekanik air. secara biji sehingga mudah terapung di air. Daun dengan 6. Pengurangan struktur pelindung a. modifikasi anatomi berperan sebagai : 1. Dalam relatif yang sedikit berperan kecil dan "bouyancy" dari tanaman tersebut. Modifikasi Anatomi Dalam tumbuhan hydrofit. dipersal air Buah buah termasuk dan oleh media air). Pada Alga. ditemukan dibagian tanaman terendam . panjang.penyerbukan dilakukan yang hidup memperlihatkan tersebut penampilan Daun-daun dan di daripada daun dari grup hydrophytes lainnya. "amphibious air dipermukaan mesophytic. petiol (daun penumpu) menj adi bengkak dan berkembang yang dengan susunan sebagai sempit tumbuhan berada keras biji sponga 5. organisme ringan. . 4. Hal ini berguna untuk melawan/beradaptasi aliran demikian. .beberapa lapisan tipis di permukaan tubuh tumbuhan di permukaan air. reproduksi dilakukan o]eh Zoospore dan motile/non-motile spora.Tumbuhan air umumnya bereproduksi vegetatif. Cuticle .

hara dari mineral. b. terutama daun dan batang sangat tipis. d. Peningkatan Aerasi a. Sel epidermal mengandung kloroplas. Lubang udara ("air chamber") Aerenchyma dalam daun yang terendam dan batang berkembang dengan baik. Epidermis . misal Hydrilla. pada dengan tumbuhan jumlah tumbuhan bagian dalam terapung yang yang terendam berkembang permukaan di - stomata pada terbatas sebelah atas. Stomata - tidak dijumpai pada tanaman air.berfungsi sebagai dan gas alat penyerap air.kurang berkembang . sehingga sel tersebut berfungsi sebagai alat fotosintesis. “Air Chamber” diisi oleh gas dan air CO2 dalam “Air dan dan Chamber” O2 O2 yang dalam digunakan dihasilkan “Air dalam oleh fotosintesis fotosintesis Chamber” . - pada amphibia tumbuhan jumlah stomata yang yang tersebar lebih seluruh kontak dengan besar atmosfir daripada tumbuhan terapung. secara langsung lingkungan air. c. 2.b.beberapa sel yang berdinding sangat tipis. Hypodermis .

Aeranchyma berperan untuk buoyancy dan penunjang mekanik tumbuhan air 3. permukaan makan tubuh tumbuhan yang terendam jaringan pembuluh tidak begitu diperlukan - Dalam tumbuhan air berjaringan pembuluh. Dalam terutama beberapa bagian berhubungan dengan atmosfir teratai tanaman lainnya. yang berguna bagi peningkatan aerasi dan mengontrol ekses air.Jaringan phloem umumnya tidak berkembang dengan baik. Jaringan mekanik sangat minim/tidak ada pada tumbuhan yang terendam air. Jaringan amfibi dan ini berkembang di dalam korteks yang tumbuhan b. xylem tidak berkembang dengan baik. . asterosclereid (sel berlignin berbentuk bintang) berkembang untuk menunjang tubuh tanaman.digunakan dalam proses respirasi “Air chamber” mengembangkan “septa-cross” perforasi yang halus: disphragma. karena gaya bouyant air memungkinkan tumbuhan terlindung dari luka fisik. Pengurangan Jaringan Pembuluh - Karena absorbs air dan hara mineral dilakukan oleh seluruh air. chamber" . Pengurangan jaringan penunjang mekanik a. Lacuna berperan sebagai "air . Beberapa tumbuhan air inemperlihatkan lacuna dipusat tempat xylem terbentuk. tetapi dalam beberapa kasus phloem berkembang dengan baik. 4. tapi endodermis kadangkadang tak dapat dibedakan secara jelas.

2. 3. kelembaban pada sifat rendah suhu tinggi. Habitat yang secara fisik dan fisiologis kerng. secara kelebihan fisik misal kering. . misal lereng gunung. Habitat tersebut mungkin terlalu masin. tumbuhan tersebut mengembangkan karakteristik .Xerophytes yang dapat beradaptasi dengan kondisi dan yang ekstrem kering.Kumpulan pembuluh umurnnya berkelompok ke arah pusat. air sangat terbatas. B.Xerophytes adalah tumbuhan karakteristik gurun dan semigurun. . Habitat dan yang secara kering. Habitat xeric adalah habitat dimana ketersediaan. XEROPHYTES A. dll. Habitat yang fisiologi air. Tipe-tipe Habitat Xeric 1. Sedangkan pertumbuhan sekunder tidak terjadi dalam tumbuhan air (batang dan akar). lahan kritis. . terlalu dingin terlalu asam. dimana kkapasitas menahan air dari tanah adalah rendah beriklim yang permukaan (daerah tersebut atau batuan..Xerophytes kurang yang tumbuh maka suatu kondisi sesuai. gurun. tapi tumbuhan tersebut dapat tumbuh dikondisi mesophytic dimana air yang tersedia jumlahnya sedikit. kering air banyak tapi sukar diserap oleh tumbuhan). Pengertian Tumbuhan yang tumbuh di habitat kering atau xeric.

Tumbuhan terhindar dari kekeringan . . c. Boaginaceae. Artemesia.Biji yang masak bersiklus mendekati (beberapa minggu).Selama periode kering yang ekstrirn. C. 2.Tumbuhan ini membentuk organ adaptif untuk . sehingga tanaman selamat dari kondisi kering ekstrim.Dalam kondisi yang sebelum yang memungkinkan. Tumbuhan yang tahan kekeringan . Mengabsorpsi lingkungannya. hidup musim biji pendek kering.Bersiklus hidup pendek . tumbuhan berada dalam fase buah dan biji dengan kulit biji dan pericarp yang keras.Tumbuhan tersebut tumbuh dimana curah hujan periodenya pendek.fisiologi dan struktur khusus yang berfungsi untuk : a.Contoh : Astragalus. Tumbuhan umum demikian di EPHEMERAL. 3. Tumbuhan yang menderita kekeringan . d. Mengurangi transpirasi serninimal mungkin. Mengontrol penggunaan konsumsi air. berkecambah . disebut semiarid. b. rumput.Tumbuhan berukuran kecil yang berkapasitas untuk mentolerir atau menderita kekeringan. 1. . Menahan air dalam organ untuk periode waktu yang lama. . Klasifikasi Xerophytic Berdasarkan Ketahanannya air sebanyak mungkin dari terhadap Kekeringan.

D. b.Tanah marginal (Eremophytes) Beberapa tumbuhan habitat kering mempunyai organ penyimpanan air. Contoh : halophytic mangrove dan beberapa pchon selalu-hijau 2. Karakter xeroplastic . Adaptasi Xerophytes 1.Gurun . .Pasir dan kerikil (Psamrnophytes) . xerophytes dibagi dua kelompok : a.Karakter xeroplastik : karakter yang disebabkan oleh kekeringan dan selalu berasosiasi dengan kondisi kering. Succulent xerophytes : Adalah yang Air tumbuhan bengkak yang yang mempunyai organ-organ secara tersebut dan berdaging dalam akibat organ aktif mengakumulasi air dalam organ tersebut. Non-succulent atau xerophytes sejati. dan akan hilang kalau faktor lingkungan memungkinkannya selalu memperlihatkan xeromorphic characters. Karakter ini tidak menurun. Karakter xeromorphic .bertahan ekstrim. disimpan dikonsumsi tumbuhan pada saat musim kering yang ekstrim.Tanah berbatu (Lithophytes) . terhadap kondisi kekeringan yang Xerophytes tumbuh di habitat yang berbeda : .Karakter xerofitik yang dapat diwariskan (bersi-fat genetik) disebut xeromorhic. Dalam hal ini.

hijau dan kokoloba (Maehlenbeckia). golongan lapisan tanah yang banyak air. beberapa menjadi dan dengan Contohnya: xerophytic daun yang berdaging. d) Dalam batang yang berdaging. Adaptasi morfologi (1). batang utama tanaman e) Batang datar. dll.Penampilan xerophytic yang penting adalah sebagai berikut : a. sering dan menjadi nampaknya umbi daun dan pada secara berdaging tersebut dalam muncul langsung dari bagian atas akar. istilah kaktus termodifikasi yang terkenal phylloclades. Selain itu. misal Duranta. Batang a) Batang mempunyai dari yang sistem ini untuk perakaran Banyak mempunyai mencapai berkembang dengan dalam baik. Akar Xerophyte yang tumbuhan perakaran (2). . dari keras banyak lilin beberapa dan xerophytic baik oleh (misal menjadi b) Batang berkayu batang yang aerial maupun sub-terranean diselimuti yang tebal lapisan Equisetum). ada juga batang yang diselimuti bulu-bulu yang rapat (misal Calotropis) c) Dalam beberapa xerophytic. Ulex. batang menjadi mungkin termodifikasi duri..

Daun a) Dalam sering tetapi tereduksi rnisal beberapa xerophytes. g) Daun tergulung (Rolling of leaves). misal Pinus. dll. c) Dalam daun berdaging yang berfungsi sebagai penyimpan kelebihan air dan getah. b) Beberapa xerophytes mempunyai daun seperti jarum. permukaan bawah daun untuk melindungi stomata. umumnya mempunyai batang yang tereduksi.(3). Asparagus. dll. Aloe spinossissima. misal Nerium. d) Umumnya xerophytes mempunyai daun yang tereduksi (ukurannya mengecil) dan terlapisi oleh silika lilin dan mengandung cuticle yang tebal. (gugur daun seperti daun "caducous" mayoritas menjadi daun cepat). Casuarina. Kadang-kadang (kaktus) e) Umumnya daun daun xerophytic dengan mempunyai semacam yang kecil daunnya tereduksi menjadi duri seperti pada Opuntia jarum/duri dan berurat yang rapat. . f) Trichophylly Beberapa xerophytic yang tumbuh di daerah yang berangin kencang. umumnya sisik Ruacus. Contoh: Sedum acre. Xerophytic yang daun dan batangnya tertutupi oleh bulu disebut "trichophy1lous plants".

secara dll. untuk mencegah Rambut Umumnya epidermis terdiri selalu berkembang Buah dan pada yang biji lingkungan yang efektif air di rumput untuk bagi gurun hilangnya Contoh: terlindungi oleh kulit yang cukup memanjang ini selulose. adaptasi anatomi ditujukan untuk mengefisienkan penggunaan air. Adaptasi Anatomi Bagi xerophytes. membentuk 3) Rambut Rambut-rambut rnelindungi kehilangan air ini stomata yang berperan dan berlebihan.Dalam tersebar hal ini stomata atas. (4). dan kutinisasi pada perraukaan epidermis dan bahkan di hipodermis. lapisan epidermis resin. Cara ini merupakan modifikasi mengurangi tanaman. 1) Adanya deposisi lilin. lilin. Bunga. diselimuti melawan saringan intensitas cahaya yang tinggi. hanya dan dipermukaan karena daun tergulung ke arah atas dengan sendirinya stomata tertutup dari atraosfir. suatu adalah kecil dan atas kompak. b. lignifikasi. 2) Epidermis Sel dua pada atau xerophytes tiga Sel tanin. keras. buah dan biji Bunga kondisi memungkinkan. radial. . pasir.

kortek fotosintesis oleh klorenkimatis terluar yang dihubungkan stomata gas dan atmosfir. xerophytes daun bertipe cekung dan Stomata ini bisa berada di atas permukaan (rolled leave) permukaan daun (dorsiventral leave). uni atau multiseluler. jumlah Umumnya stomata stomata/unit stomata termodifikasi tenggelam. Kadangkadang hipodermis diisi oleh tanin dan mucilage (lendir). sebagian besar bagian tubuh dibentuk oleh sklerenkim. dapat berasal dari epidermis atau korteks (batang) atau mesophyll (daun). 6) Ground tissue a. Dalam kasus dimana daun tereduksi (ukurannya kecil) atau daun dilakukan dengan secara daun oleh gugur oleh cepat. di bawah strukturnya. teratur berdaging. xerophytes. terisi . jaringan Pertukaran b.tersebut 4) Stomata Dalam adalah terjadi berkurang bisa sederhana atau kompleks. terdapat langsung satu atau di bawah epidermis yang beberapa Hypodermis lapisan kompak grup sel berdinding tebal membentuk hydrodermis. sangat bila atau reduksi Hal transpirasi ini dapat area pada penting. Dalam batang. 5) Hypodermis. Dalam ground batang tissue dilakukan oleh batang. Dalam xerophytes.

parenkimatis berdinding yang menyimpan kelebihan Hal ini berdaging. parenkim berkembang ekstensif sebagai kompak. Jenis tumbuhan antar air. penyimpan air. Adaptasi struktural berguna Tetapi sejati Fisiologi dalam ini tubuh xerophytes sangat tissue. Sel tersebut mungkin sperikal. dan Ada mesofil ruang beberapa adalah sel sangat semakin yang lembaran bawah. atau bentuk e. berdinding tebal. intensitas yang ektensif Dalam cahaya. Conducting phloem xerophytes. xerophyt menunjukkan transpirasi . batang lateks. Ruang antar sel semakin sempit. penelitian yang menunjukkan bahwa kecuali sukulen. Selsel dalam tubuh xerophytes adalah dan sangat kecil. dan membuat xerophyte oleh mesofilnya dari semua dikelilingi sisi hipodermal yang tebal dari sklerenkim kecuali dari Lembaran ini membentuk diafragma untuk melawan xerophyte berkembang sklerofilous. xylem dalam dan tubuh yaitu baik Semula para ahli berasumsi bahwa adaptasi dalam saat pengurangan hasil-hasil laju transpirasi. melingkar. daun. c. disebut daun skhlerenkimanya berdaging. d. Dalam kompak sempit. lendir. bengkak dll. c. berkembang kuboid.

(1) Sukulen pentosan berperan Modifikasi mengandung dan sejumlah sebagai polisakarida. serupa menyebabkan kimia dari stomata tertutup.tinggi. stomata terbuka. secara dikonversi Misalnya. sukulen penahan struktural xerofit diatur oleh proses fisiologi. Sukulen terbentuk dengan baik. masam dari yang panas. jumlah stomata/unit area daun dalam xerofit lebih besar dari mesofit. dinding perobahan polisakarida terhadap bentuk . karena konversi polisakarida menjadi pentosan menyebabkan akumulasi jumlah air berlebihan dalam sel. Akumulasi masam dalam sel pelindung akan meningkatkan konsentrasi aliran tersebut. Di siang hari. tumbuhan berespirasi dan menghasilkan masam. sel dalam fotosintesis dari akibat yang tekanan/konsentrasi osmotik sel. stomata terbuka dimalam hari dan tertutup disiang hari. masam-masam terurai menghasilkan C02 dan (getah) (3) Dalam cairan kedalam yang digunakan sebagai menurun xerofit. Pada malam hari. lebih Dalam besar kondisi unit dari yang area serupa. air osmotik dalam Saat yang sel sel menyebabkan pelindung pelindung membengkak. dalam Begitu laju pula transpirasi per xerofit mesofit. komposisi aktif sel. (2) Pada tanaman sukulen.

tetapi resistensi protoplasma terhadap panas dan kekeringan. dll. sel yang yang rarnbut transpirasi. meadow. (6) Pengaturan transpirasi Adanya licin. (5) Kapasitas enzim adalah daripada seperti lebih enzim xerophyte untuk eatalases. aktif dalam Dalam amilase bertahan mesofit. Contoh: vegetasi hutan hujan. tidak hanya disebabkan oleh penampilan juga oleh khusus struktural. stomata oleh mengatur (7) Cairan Fenomena cuticle. Mesofit yang sederhana terdiri atas rumput dan herba. Cairan sel yang bertekanan osmotik tinggi juga akan mempengaruhi absorbsi air. Tumbuhan ini tidak dapat tumbuh dalam tanah jenuh air dan tanah kering. bertekanan ini akan osmotik tinggi meningkatkan sel cekung permukaan kompak stomata yang dan untuk dilindungi pembengkakan sel yang menekan dinding sel. hidup dalam kondisi kering dalam waktu yang lama. menghidrolisis pati secara aktif.anhidruous seperti selulosa. dan mesofit terkaya . MESOPHYTES Mesofit adalah tumbuhan daratan yang tumbuh dalam kondisi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. (4) Beberapa peroxidases xerofit xerophytes. sedangkan mesofit yang lebih kaya terdiri atas herba dan semak.

Mesofit dapat dibagi ke dalam dua kelompok tumbuhan. 30". ada. (arctic) dan puncak pegunungan (alpine). berpenampilan tumbuhan yang ini berada dan di daerah kutub kecil. lebar. dll) 2. Komunitas rumput dan herba arctic dan alpine. Komunitas hutan) tumbuhan berkayu (semak-belukar dan .80 %. Tipe-tipe komunitas rumput dan herba adalah : 1. Komunitas berupa lumut. yaitu : a. Tumbuhan semak tetapi lembut kerak berukuran tidak Kadang-kadang tumbuhan tersebut bercampur dengan lumut umumnya Komunitas tumbuhan ini terdiri atas dua kategori. Delphirium. Meadow Meadow ini dianggap sebagai penghubung antara mesofit dan hidrofit sebab mereka tumbuh di tanah jika kadar air 60 . 3.terdiri atas pohon-pohonan. Umumnya komunitas rumput/herba berada pada daerah dengan curah hujan tahunan antara 10" sampai mesofitik yaitu tipis. Komunitas rumput b. Komunitas tumbuhan berkayu Komunitas Rumput dan Herba Komunitas ini meliputi rumput dan herba semusim atau tahunan. datar dan globrous. Kornunitas rumput dan herba 2. Tumbuhnya berupa herba tahunan berizoma dengan batang yang panjang Daun dan umumnya (berakar rimpang). Komunitas herba (herba dikotiledon sepertii Saxi-fraga. yaitu: 1.

tetapi sangat sesuai untuk pertumbuhan banyak tempat.Hutan hujan . (3) Formasi batang dalam tanah yang .Tanah hutan banyak mengandung mikroflora dan pada akar pohon banyak dijumpai mikoriza.Hutan ini tumbuh pada daerah dengan 60" tipe per yang daun cukup ini tinggi terdiri (30" atas Di sampai tahun). b. . daerah gugur pada musim panas/kering. Komnuitas mesofitik ini timbul kalau kondisi lingkungan vegetasi xerofitik tidak herba. pohon diselimuti yang grup oleh lumut dan dapat ini. pohon-pohon tropika. mesofitik sering bercampur seperti Salix. (2) Lapisan kulit pohon yang tebal.Umumnya . Lathyrus. yang musim mulai gugur pada permulaan musim dingin atau adaptasi tunas diperil-hatkan dingin yang oleh tropofit adalah : (1) Perlindungan lebih baik. Vicea. dimana temperatur moderat. Arabis. menggugurkan daun. dan sesuai Dalam untuk pertumbuhan semak hutan.Tropohyte Tropofit dimana berperan panas. dll. (tumbuhan dalam di dijumpai selama berobah) mesofitik tropik tropofit Sedangkan dikelom-pokkan daerah hujan mempunyai musim kering dan basah yang jelas. yang akan daun penyer-bukannya dilakukan oleh angin. musim sebagai Jenis xerofit.Komunitas berikut : tumbuhan ini diklasifikasikan sebagai a. Hutan bergugur daun ("deciduous forest") . . Semak-belukar mesofitik.

Pohon pada daerah ini temperate hijau hemisfir sebelah Selatan. Hutan Antartika Hutan ini tumbuh di Wew Zealand dan negara-negara hujan adalah (2). c. Hutan Hutan cukup dimana banyak Konifer. mempunyai perbedaan suhu antara musim dingin dan musim panas tidak terlalu besar. dan Jepang.Hutan yang ini selalu hijau di daun ("evergreen tropika. bagian Selatan Cina. dari daun. yang tapi hujan suhu sepanjang tahunan tahun. Hujan urnurnriya Tumbuhan turun pada ini musim adalah panas. . Hutan hujan . dengan curah . Caks. pada hutan Magnolias. berkisar antara 5°C . Tamarindus dan lumut. (3) Afrika Selatan. Brazil Selatan. . Australia Timur. forest") ditemukan dan hutan daerah subtropi-ka.70°C dan curah Tumbuh-tumbuhan penting dalam hutan ini Myrtaceae. Hutan . Sub-tropika ini tumbuh curah di daerah tinggi. Hymenophyllaceae.Hutan "evergreen" dibagi kedalam tiga tips : (1). Contoh : Conifer. selalu yaitu pohon tersebut berdaun lebih dari satu tahun sampai daun baru muncul.melindungi tunas tahunan dari kekeringan dan kedinginan.Hutan ini tropika tumbuh di daerah tropika (sekitar garis ekuator). Hutan ini dijumpai dibagian timur USA. lumut.

- Epifit dan liana di hutan ini umum dijumpai . Indonesia. Afrika Tengah. tinggi. 95% kelembaban) yang ada c) Hampir hujan setiap hari musim kering yang Hutan strata. dll . dan lain-lain daerah tropika. dan porous. warna gelap. . Malaysia. - Hutan ini sangat karena penting bernilai bagi pembangunan.Keadaan hutan (jenuh dicirikan oleh: a) Kelembaban b) Suhu d) Tidak berarti e) Tanah sangat kaya akan humus. - Hutan ini terdapat di bagian tengah dan selatan Amerika. Lauraceae. dihuni dan oleh terdiri banyak atas jenis beberapa tumbuhan - Akar pohon banyak mengandung rnikoriza dan saprofit/parasit (Rafflesia. dll) .hujan tahunan iklim sekitar dari 1800 mm dan ini suhu di atas 24°C. Moraceae . Monotropa. Myrtaceae. Pulau Pasifik. Brazil. - tinggi tinggi udara. Balanophora. - Tumbuhan yang umum dijumpai di hutan ini adalah dari anggota Leguminosae. ekonomis .

Permukaan batang pohon. dan phyton (tumbuhan]. Secara umum. . Epifit menyerap air dari atmosfir.Permukaan daun.Permukaan tumbuhan air yang terendam. epifit adalah tumbuhan yang hidup di atas tumbuhan lain. yang Karena epifit ini merupakan epifit sendiri bersifat autotropik. B. Beberapa epifit memilih tempat bertumpu yang .Percabangan pohon. Begitu pula epifit berbeda dari liat:a. batu-batuan. dsb. karena epifit tidak berakar di tanah. (karbohidrat) mensintesis dari air dan makananannya C02 dari atmosfir dengan bantuan sinar matahari. Arti Kata Epiphyte berasal dari kata Epi (di atas). karena epifit tidak memperoleh unsur hara dan air dari tumbuhan tempat bertumpu. Epifit berbeda dari parasit.EPIPHYTE A. Secara harfiah. Distribusi Epifit hidup diberbagai macam habitat yaitu : . epifit adalah tumbuhan yang tumbuh pada permukaan tumbuhan tempat bertumpu dan secara permanen tidak berakar di tanah. Epifit disebut juga Aerophyte atau tumbuhan yang hidup di udara. . dan menyerap unsur hara mineral dari kulit yang busuk dari pohon tempat tumbuhan bertumpu. .

Sistem perakaran (1). Tetapi epifit jarang terdapat di daerah yang kering-dingin. Struktural Adaptasi Epifit Karena epifit kebutuhan airnya bergantung pada hujan. lumut)adalah misal lumut Tortula epifit pagorum spesifik (epifit tumbuh yang pada batang-batang pohon di perbatasan perkotaan. Penampilan Perakaran a. mineral dan nutrien lembab organik dari dari celah-celah tumbuhan yang kulit tempat bertumpu yang membusuk. Adaptasi struktural yang penting bagi epifit adalah sebagai berikut: 1.spesifik. Jenis lumut ini tumbuh di atmosfir perkotaan. Daerah yang dingin dan lembab biasanya kaya akan lumut (epifit). embun dan kadar air di udara. karena epifit ini memerlukan suhu tinggi dan udara berkabut untuk pertumbuhannya yang normal. Clinging Root Akar yang berperan untuk menjaga di agar epifit tetap melekat permukaan . Normal Absorbing Root. Akar yang mengabsorbsi air. C. epifit mempunyai suatu struktural adaptasi untuk menyimpan air dan mengurangi kekurangan (kehilangan) air berlebihan. (2).

Beberapa berbatang berkembang menjadi pseudobulbous atau tuberous. Beberapa Dalam anggrek hanya mempunyai satu daun. b. . Batang Batang epifit epifit yang karena berpembuluh sukulen dan bisa atau tidak bisa berkembang dengan baik. Aerial Root Akar yang berwarna hijau dan berspon yang posisinya menggantung di atmosfir dan berperan Akar untuk ini menyerap dapat air dari udara. (3). serangga dan burung. daunnya Platyceriutn dan Asplenium nidus berobah ke dalam pitcher. melakukan mengandung fotosintesis kloroplast. berkulit. d. Daun Umumnya epifit mempunyai daun yang jumlahnya terbatas. Buah. Kadang-kadang daun berdaging dan jenis Dischidia nummularia. biji dan penyebarannya Umumnya buah dan biji epifit disebarkan cieh angin. c.tempatnya nutrien bertumpu dari humus serta dan menyerap debu yang terakumu1asi di permukaan kulit tumbuhan inang.

Penampilan Anatomi a. . tetapi kemudian epifit ini berhubungan dengan tanah melalui akarnya. Protoepifit Epifit yang memperoleh makanan dari permukaan tempatnya tidak bertumpu dan atmosfir. D. Terbentuknya cuticle yang tebal dan stomata yang b. Sel exodermis terdiri atas : (1). jaringan kehijauan higroskopis secara cepat dari atmosfir yang jenuh uap air. Hemiepifit Epifit yang semula tumbuh dipermukaan tumbuhan tempatnya bertumpu. d. kecuali "aerial root" dengan vilamen. untuk jaringan dari tipis disebut suatu air mengurangi kehilangan air dari tumbuhan. Sel berdinding tebal yang berlignin. beberapa epifit Artaceae jaringan putih Velamen Orchidaceae yang membentuk masif ini berdinding merupakan yang menyerap berwarna velamen. Epifit ini membentuk struktur dll.2. Aerial famili suatu cekung yang root" terbenam berbatang dari dan berperan sukulen. Contoh: Peperomia. 2. Epifit c. adaptasi khusus. parenkim berkembang baik. Tipe-tipe Epifit Terdapat empat tipe epifit. Di dalam velamen terdapat exodertnis. Dischidia. yaitu : 1. Struktur lain yang serupa dengan mesofit. Sel berdinding tebal yang permeable terhadap air. (2).

Daun berperan makanan. bawah seperti Scindapus tapi secara dan officinalis. . Tillandsia.Contoh: tanah. berangsur hidup tumbuhan batang Beberapa bagian bebas disebut tumbuhan yang batangnya pemanjat tumbuh dalam mati ujungnya secara hemiepifit. sebagai penyerap air dan Contoh: Nidularium. Tank Epiphyte Epifit yang rnembentuk akar pancer yang fibrous yang berkembang baik. Nest Epiphyte Epifit yang mempunyai dan air kemampuan dalam jumlah untuk yang Contoh : mengumpulkan anggrek. pembuat humus cukup besar untuk keperluannya sendiri. demikian Pseudoepifit. 3. dimana akar tersebut tidak berperan di dalam penyerapan air. 4.

Jenis pohon: dari laut ke darat: Avicennia. dominan dibawah Jawa pengaruh dan Asia dan dimana Australia. Tanah rendah pantai 5. Sonneratia. pasir atau tanah liat 4. Rhizophora. Kondisi seperti ini mengakibatkan terjadinya zone-zone vegetasi dan tipe-tipe hutan di Indonesia. Zone Vegetasi di Indonesia Letak geografis Indonesia adalah diantara dua benua (Asia dan Australia) dan di sekitar katulistiwa. lumpur. Tidak terpengaruh iklim 2. Tidak ada stratum tajuk 6. Zone jenis Peralihan. jenis meliputi: b. Zone vegetasi hutan di Indonesia adalah: a. Zone Sumatera. Xylocarpus. dibawah pengaruh Kalimantan. pengaruh vegetasi dimana Asia. Zone Barat. Tanah tergenang air laut. FORMASI-FORMASI HUTAN DI INDONESIA A. Lumnitzera. Hutan Payau (Mangrove) Ciri-ciri 1. Verbenaceae meliputi: adalah Sulawesi. Vegetasi Australia meliputi: Maluku. Irian Jaya. Formasi Hutan utama di Indonesia a. dimana jenis dominan adalah Artiucariaceae dan Myrtaceae c. Araucariaceae. Tinggi pohon mencapai 30 meter 7. Terpengaruh pasang surut 3. Bruguiera. Myrtaceaedan. B.VIII. . Nusa Tenggara. dibawah dominan adalah Dipterocarpaceae Timur.

. Acrostichum aureum. equisetifolia. Terdapat di pantai terlindung. Pohon penuh epifit : Paku-pakuan & anggrek 5. pantai Barat Daya Sumatera. pantai Sulawesi . Campnospernta sp. Tidak terpengaruh iklim 2. 9. antara lain: Baringtonia Hibiscus Cocos asiatica. Dyera Shorea belangeran. teluk/tanjung. 7.8. Tanah kering (tanah pasir. nucifera. Tanah rendah 5. Calophyllum Casuarina inophyllum. dan muara sungai. lempung. Jenis pohon. tiliaceus. pohon. Pandanus spp 8. Lokasi: di belakang hutan payau 4. Tinggi pohon dapat mencapai 50-60m. Dillenia sp. lain : Baringtonia spicata. Di pantai (tanah rendah pantai) 4. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: 1. Hutan Pantai (Beach Forest) Ciri-ciri : 1. Terutama terdapat di Sumatera dan Kalimantan c. b. Tajuk terdiri atas beberapa strata 6. berbatu karang) 3. Tumbuhan bawah : Acanthus ebracteatus. Terutama di pantai Selatan Jawa. Tidak terpengaruh iklim 2. Jenis sp. Manilkara kauki 6. Acanthus ilicifolius. Terminalia catappa. Tanah tergenang air tawar 3. Gluta antara renghas.

Terdapat di Kalimantan Tengah f. Eugenia. 5.000 m dpl Casuarina sumatrana. Shorea spp. Iklim selalu basah 2. . Ammora. Tersebar di pedalaman pada tanah rendah rata/berbukit (< 1. Calophyllum. Hutan Gambut (Peat Swamp Forest) Ciri-ciri : 1. dll. Gonystylus. lapisan gambut ±1-20 m 3. Palaquim. Tanah tergenang air gambut. Campnosperma. Iklim selalu basah 2. Tanah kering dan macam-macam jenisnya 3. Dryobalanops spp. Terdapat di Kalbar. Tanah rendah rata 4. Koompassia malaccensis. Iklim selalu basah 2. Cratoxylon.1. ada 3 zone. Litsea.Hutan Hujan Bawah : 2 . Durio carinatus. Tristania.000 m dpi) dan pada tanah tinggi (s/d 4. Dacridium. Jambi dan Sumsel e. Anisoptera.d. Berdasarkan ketinggian. . Tanah pasir podsol 3. Jenis pohon al: Alstonia. Jenis pohon: Shorea spp. Payena. Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : 1. Tanah rendah rata 4. Kalteng. Agathis borneensis. 5.000 m dpl) 4.. Hutan Kerangas (Heath Forest) Ciri-ciri : 1.

Loptospermum. Genus Jenis :11. Berdasarkan ketinggian. terdapat di Ericaceae. pada Hutan Hammamelidaceae.Hutan Musim Bawah : 2 .000-3. Jenis pohon pada Hutan Hujan Bawah : Dipterocarpaceae Hopea.000-3. terutama Jawa. Clearia.000 m dpl . Nothofagus). Iklim musim 2. Quercus. campuran. unmmnya jenis luruh daun. Sumatera. rapat.Hutan Hujan Atas suku Shorea. Tropika Jaya. Pada tanah rendah rata atau berbukit dan pada tanah tinggi 3. meliputi Dipterocarpus.Jenis pohon : Acacia leucophloea. Octomeles pada Tengah: suku Lauraceae. Dryobalanops.Hutan Musim Tengah-Atas: 1. Podocarpus). ciri-cirinya : . . Kalimantan. Sulawesi. castanea. 5. Ericaceae Jenis Conifer Hutan pohon Fagaceae (Quercus.1. Dyera. Ma]uku dan Irian g.000 m dpl genera: Vatica. Hujan Dacrydium. Hutan Altingia.000-3.000 m dpl Hutan Musim Bawah. Duabanga. Koompassia. Magnoliaceae.000 m dpl .Hutan Hujan Tengah : 1. Hujan Atas: suku (Araucaria.. lainnya: pohon Agathis. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : 1. Hujan Dialium. ada 2 zone : . Tanah kering dan macam-macam jenis tanah 4.Satu stratum. .

mozaik Cirebon diantara (Jabar). Jatim.Atas : . grandis digyna. Dalbergia latifolia. Tectona Tamarindus indica. Hutan Musim Tengah . Pinus Eucalyptus insularis Hutan hutan musim hujan merkusii. Nusa Tenggara. . terdapat di: Casuarina Pinus secara junghuhniana. Karawang. Jateng.Caesalpinia Tetratneles.Jenis pohonnya: spp.

dll B. Hutan Mangrove Jenis gangguan .industri .kebakaran yang terjadi secara alami .gempa bumi .abrasi .kebakaran tidak terkontrol .IX.hama/penyakit .pemukiman . Gangguan Alam .gelombang pasang 2. Gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia (gangguan buatan).perladangan .pencemaran . Jenis dan Akibat Gangguan pada Formasi Hutan 1. Intensitas Gangguan Hutan Bergantung pada: . .jenis gangguan .luasan akbat gangguan .pemulihan (lama waktu) dampak gangguan .jenis komponen lingkungan yang terganggu C.longsor . Jenis Gangguan Hutan 1.penebangan .waktu gangguan terjadi . GANGGUAN HUTAN A.

hutan rawa sekunder (hutan melaleuca.pemukiman .kebakaran . dll). Hutan Rawa Jenis gangguan . Melastoma sp (harendong) .kolam penggaraman Akibat Gangguan .pemukiman .interusi air masim ke daratan . dan Derris sp.rekreasi .Invasi rumput rawa (Paspalum sp.penebangan . hutan pionir hutan lainnya Ploiarium coriaceum) alternifolium.pencemaran .pertanian .. Fibrystilis sp. penggunaan komunitas tumbuhan mangrove yang sesuai dengan kondisi habitat .abrasi pantai meningkat . Campnosperma jenis-jenis .industri/pertambangan .sedimentasi tidak terkontrol .tambak . dengan hutan macaranga.Invasi Acrosticum aureuin.industri Akibat Gangguan Hutan .potensi perikanan menurun .pertanian (terutama kebun kelapa) . Acanthus sp.kehidupan satwa liar terganggu 2.

seperti Alstonia Scleria sp.gelombang . ratoxylum Stenochlaena cochinchinense..umumnya berupa perkebunan kelapa invasi rumput-rumputan (Ischaemum muticum. dll.interusi air masim ke daratari/pedalaman .kebakaran . Hutan Kerangas Jenis Gangguan . Urticularia.industri .pemukiman .penebangan . Hutan Pantai Jenis Gangguan . spp. palustris.areal hutan menjadi savana invasi seperti herba insectivora di tempat terbuka dan pasang (tsunami) Drosera.kebakaran Akibat Gangguan ..penebangan . 3. Fhuarea involuta. . Nepenthes.penebangan .tanah tandus berpasir Hutan Musim Jenis Gangguan .abrasi pantai meningkat 4.abrasi pantai . Selain itu terdapat juga Myrmecodia (epifit). Zoysia matrella) dan terna (Nephrolopis biserrata) .rekreasi Akibat Gangguan .

pertanian Akibat Gangguan . Vernonia arborea.hutan campuran Dodonaea viscosa.. .hutan jati (tahan terhadap kebakaran) . Weinmannia blumei. Enggelhardtia spicata.penggembalaan . Homalanthus gigantheus.hutan Casuarina junghuhniana (akibat kebakaran .

Timber Estate d. Beberapa istilah lain untuk hutan tanaman. Artificial menggunakan semula 5. yaitu a. Jika luas daratan planting (termasuk regreening/penghijauan) di luar kawasan Regeneration jenis-jenis pembinaan yang sama hutan dengan dengan jenis penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan penanaman tegakan pohon/hutan . Afforestation adalah penanaman jenis-jenis pohon hutan pada lahan yang belum pernah ditumbuhi pohon-pohon hutan 3. Keadaan Hutan di Indonesia Luas kawasan hutan di Indonesia meliputi lebih dari 74 % dari luas daratan. Hutan Tanaman Industri (HTI) B. Perancis : Reboisation) adalah pembinaan dengan penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan menggunakan jenis-jenis yang berbeda dengan jenis semula 4. Hutan dibina Tanaman dengan adalah tegakan pohon/hutan atau yang penebaran biji/benih dengan penanaman bibit/anakan 2. Forest plantation c. Tree hutan 6. PEMILIHAN JENIS POHON A.X. Reforestation (Bhs. Beberapa Istilah 1. Man-made forest b.

hutan produksi hutan (produksi produksi bahwa terbatas yang dan produksi FAO tetap) (1985) dan dapat di dikonversi seperti terlihat pada label 1.0 82.0 30.0 34.7 juta ha pada tahun 1985.4 52.0 30. Total area hutan lainnya Karena Indonesia berbagai telah kegiatan banyak manusia.0 65.0 64.1.2 13. mengalami 193. konsesi b.6 143. Hutan produksi yg dapat dikonvsersi Luas hutan untuk konsesi HPH atau dalam proses konsesi a.2 hutan di 4 5 kerusakan (deforestasi) sejak tahun 1960. Luas hutan Indonesia dalam juta Ha (Departemen Kehutanan. hutan konservasi alam dan hutan wisata.Indonesia 193. terutama hutan hujan .6 34.2. Produksi tetap d. 1985) 1 2 3 Total luas daratan Total luas hutan Status huutan menurut fungsi: a. Total area hutan sekunder d. Hutan produksi.0 14. menurut Departemen Kehutanan seluas 64 Juta ha. Total area hutan hujan tropis b. Forestry agreements Luas hutan menurut tipenya a. hutan lindung b. memperkirakan luas hutan Indonesia adalah 157 juta ha atau 1/2 dari total luas hutan negara-negara se Asia Tenggara termasuk. konservasi alam dan hutan wisata c. Luas hutan tersebut menurut fungsinya dibagi menjadi hutan hutan lindung. sedangkan FAO menilai lebih luas yaitu 73 juta ha tahun 1980 dan 67. Hutan produksi: c.2 12.3 19. Tabel 1. Total area hutan payau/rawa c.2 143. Produksi terbatas c.0 30.6 juta ha maka luas kawasan hutannya 143 juta ha.

316. Deforestasi karena perladangan berpindah diperkirakan sebesar 400. sedangkan karena pengaruh penebangan seluss 40.7 juta ha. Land clearing karena program transmigrasi 200. saat ini (1990) yang masih utuh adalah 119.2 Juta ha yang ditargetkan selesai dalam masa . Dalam kelestarian pembangunan rangka hutan Hutan mengurangi alam tekanan dalam (Timber terhadap hal ini Pemerintah. Sedangkan realisasi reboisasi (reforestation) pada tahun 1985/1986 hanya seluas 59.462 ha.000 ha/tahun sampai tahun 1985 jauh di atas rata-rata laju deforestaai di Asia Tenggara. Kerusakan akibat pengumpulan kayu Jawa.80. melaporkan deforestasi di Indonesia diperkirakan 550. sisanya seluas 23. Data dari Statistik Kehutanan (1987) menyebutkan bahwa luas di lahan dalam kritis kawasan pada tahun 1986/1987 ha di dan Indonesia hutan 4.300.000 ha/tahun.910 ha dan penghijauan (afforestation) hanya seluas 200.080.000 ha/tahun.000 .000 ha/tahun sampai tahun 1980.060 ha.1 juta ha/tahun. Data lain menyebutkan bahwa dari luas hutan alam di Indonesia yang sebesar 143 juta ha.540 bakar yang ternyata tidak begitu serius bila dibandingkan dengan total deforestasi.3 juta ha menjadi areal semak belukar dan areal bekas perladangan. Tampak bahwa laju kerusakan hutan jauh lebih tinggi daripada laju pemulihannya.tropika di Kalimantan FAO (1985) yang telah telah banyak mengalami bahwa laju penyusutan. Diperkirakan bahwa dari tahun 1950 1985 telah terjadi deforestasi seluas 39 Juta ha atau 1. kecuali di pulau diluar kawasan hutan 6. Industri Departemen Kehutanan pada tahun 1984 telah mencanangkan Tanaman Estate) seluas 6.000 . kemudian meningkat menjadi 700.000 ha/tahunn.

misalnya hutan produksi. tanah kosong atau lahan kritis lainnya. baik untuk kebutuhan kayu pertukangan. Tujuan penanaman. Kegiatan ini sesungguhnya termasuk dalam praktek silvikultur. balk untuk HTI ataupun kegiatan reboisasi dan penghijauan ditanam. namun mengingat banyak aspek lingkungan yang terlibat. Salah satu masalah utama dalam pelaksanaan kegiatan penanaman. hutan lindung.4 juta ha dan diharapkan pada waktunya akan mampu menghasilkan kayu sebanyak 90 iuta m3 setiap tahunnya. Dasar Pemikiran Dalam Pemilihan Jenis Pemilihan Jenis merupakan salah satu kegiatan utama dalam penanaman. C. menyangkut fungsi/status areal yang akan ditanam. Dari luas tersebut telah ada hutan tanaman. terutama di Jawa seluas 1. kayu energi dan keperluan pulp dan kertas. yaitu kelayakan ekologis-ekonomis dan sosial. 2. pertimbangan pemilihan jenis pohon yang akan ditanam harus inemenuhi tiga prinsip kelayakan.15-20 tahun. yang menyangkut tujuan akhir dari penanaman misalnya untuk tujuan konservasi tanah dan . balk lingkungan lahan yang akan ditanami dan persyaratan lingkungan setiap jenis yang akan ditanam Prinsip maka umum aspek yang ekologi menjadi sangat menentukan dalam keberhasilannya. pertimbangan kondisi adalah pemilihan jenis pohon yang akan pemilihan jenis pohon adalah: Sasaran penanaman.8 juta sehingga luas HTI yang hams dibangun seluas 4. padang alang-alang. hutan konservasi atau areal di luar kawasan hutan dengan kondisi bekas tebangan. lebih Prinsip rinci umum yang yang tersebut menjadi dapab dijabarkan dalam maupun menjadi 1.

kayu energi dan kebutuhan pulp dan kertas. Apabila penanaman akan dilakukan di hutan produksi dengan maksud untuk memproduksi kayu (misalnya untuk pembangunan HTI) maka kriteria jenis pohon yang alcan ditanam adalah : 1. untuk produksi kayu atau untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya. misalnya : . Daur yang (relatif) rendah. Kesesuaian ekologis. Kesesuaian tempat tumbuh 3.20 tahun ± 5 tahun untuk jenis industri yang 6. yaitu : kayu pertukangan. Untuk tujuan produksi kayu terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan-baku induotri.Kayu pertukangan : 15 m3/ha/tahun . Jenis-jenis yang khas Indonesia dengan keunggulankeunggulan tertentu 4. Kualitas kayu dan bentuk batang yang sesuai dengan .Kayu serat . 3.Kayu energi persyaratan bersangkutan Dalam reboisasi di hutan lindung tujuan penanaman dititikberatkan pada aspek pengawetan tanah dan air bahan : : S . Kayu yang bernilai tinggi dengan prospek pemasaran yang baik 2.air. Riap yang tinggi. yaitu kecocokan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan fakt.or-i iktor ekologis lahan yang akan ditanami.Kayu energi : 25 m3/ha/tahuri : 35 m3/ha/tahun 5. misalnya dengan riap : .Kayu serat .Kayu pertukangan : 10-30 tahun .

Mampu bersaing dengan alang-alang dan gulma lainnya. 3. Pohon-pohon yang cepat tumbuh sehingga secepat mungkin menutup tanah dan mengurangi bahaya banjir dan erosi. bila terbakar atau dipangkas 4. 2. 3. Untuk dan 1. serta tahan kekeringan. Hutan lindung yang terdapat di daerah yang curah hujannya hujannya tinggi rendah dipilih dipilih jenis-jenis jenis pohon yang yang penguapannya tinggi sebaliknya di daerah yang curah penguapannya kecil.(hiroorologi). 6. Akan lebih balk apabila merupakan jenis campuran antara tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dan jenis lambat tumbuh (slow growing species) atau campuran antara jenis toleran dan setengtil. lahan terbuka aeperti kritis persyaratan di tempat Jadi terbuka padang jenis di alang-alang yang bawah akan sinar pohon tanah-tanah Mampu tumbuh ditanam adalah sebagai berikut : matahari penuh. 5. Untuk daerah yang aering terbakar harus dilengkapi . Sesuai dengan keadaan tanah yang kurus dan mi skin hara. Biji atau bagian vegetatif untuk pembiakannya mudah diperoleh dan mudah disimpan. termasuk jenis-jenis intoleran dan pionir. 1. Mudah bertunas kembali. Jadi dipilih yang cepat tumbuh tingginya dan agresif. toleran terhadap naungan. Pohon-pohon Untuk yang itu pemllihan utamanya jenis tumbuh pohon cepat diutamakan yang mempunyai persyaratan : perakaran kedalam tanah dan mempunyai susunan akar permukaan yang berkembang dengan kuat dan intensif. 2.

pembangunan disinggung Persyaratan . disenangi ditambah untuk lagi jenis yang mudah tumbuh setelah terbakar.dengan bakar) 7. adalah pada keberhasilan telah ekologis. ekologis di didalam tanaman. Khusus syarat sehingga jalur isolasi (misalnya jaur hijau/sekat atau dengan dan dengan jenis-jenis yang tahan api untuk harus penghijauan. Pada areal semak belukar (hutan sekunder muda) dipilih jenis-jenis yang waktu muda memerlukan naungan (setengah permudaan toleran). D. sedangkan Jenis untuk komersial penanaman terbuka dipilih jenis komersial yang suka cahaya atau jenis pioner. Areal penanaman adalah areal yang kosong akan permudaan yang luasnya mengelompok tidak kurang dari 1 ha. Persyaratan Ekologis Faktor menunjang seperti persyaratan yang yang tidak kalah pentingnya hutan atas. menanam merangsang mereka memeliharanya. jenis Apabila di daerah dapat ini banyak pohon komersial dilakukan tindakan penanaman perkayaan (enrichment planting) dan pembebasan permudaan dari tumbuhan pengganggu (gulma). karena bermanfaat. oleh rakyat/masyarakat. Pada areal bekas tebangan sesuai dengan pedoman TPTI areal untuk adalah (1993) yang dilaksanakan atau alamnya penanaman kurang Jenis pohon yang yang dan yang perkayaan pada arealbertujuan penyebaran dipilih dan di areal dominan (enrichment planting) permudaan Jenis toleran rehabilitasi memper-baiki jenis-jenis komposisi pohon permudaan bersifat niagawi.

Apabila terpaksa didatangkan jenis dari luar atau jenis asing (jenis-jenis exot) baik dari luar daerah atau luar pulau jenis-jenis tersebut harus mempunyai persyaratan tumbuh tempat tumbuh akan yang sama dengan atau tempat mampu lahan yang ditaiiami menyesuaikan diri iklim dan lingkungan hidup yang baru. dan (4) lingkungan kebakaran. 1. harua diperhatikan menjadi tolok ukur faktor lingkungan (keadaan ekologis) dalam pemelihan jenis adalah : (1) iklim (curah hujan. Jika mendatangkan jenis asing sebaiknya Komponen yang utama berasal yang dari daerah tropik. kimia. karena jenis-jenis asli setempat adalah jenis terbaik yang sudah beradaptasi dalam waktu cukup lama dan sudah teruji kemampuaannya menghsdapi gangguan dan hambatan tumbuh dari alam. (3) ketinggian biotik dari permukaan renik laut. keasaman). pohon Unsur iklim yang hujan. menentukan pertumbuhan adalah curah . gangguan binatang dan sebagainya). Amerika.dasarnya adalah mengkombinasinakan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan faktor-faktor ekologis lahan yang akan ditanami. Iklim Setiap jenis pohon mempunyai persyaratan tumbuh sesuai dengan kondisi iklimnya. suhu). Jawaban yang paling tepat untuk hal itu bfialah jenis asli. (jasad seperti mikoriza. Jenis-jenis terpilih pertamatama harus sesuai dengan keadaan ekologi tempat tumbuh yang baru atau jenis yang berasal dfiri tempat yang keadaan iklim dan tanahnya serupa atau mendekati sama dengan di tempat yang baru. dan Asia tropik. Oleh kareria itu. (2) tanah (sifat fisik. dan seperti dari Afrika.

ke ketinggian tolerasi dari laut. sementara Ramin (Gonystylus bancanus) justru tumbuh dominan pada tanah pohon gambut Bakau yang kesuburannya spp. Sementara jenis-jenis (Rhizophora tumbuh baik pada tanah yang salinitasnya (kadar garam) tinggi. yang kurus. mulai dari pinggir pantai sampai pegunungan dan mempunyai terhadap tempat yang ketinggian ini lain.) sangat rendah dan mempunyai pH yang sangat rendah pula. Tanah Setiap jenis pohon memerlukan tingkat kesuburan tanah yang berbeda-beda mulai dari tanah subur sampai tahan tumbuh terhadap dengan tanah balk. 2. sedangkan Gelam (Melaleuca leucadendron) dapat tumbuh pada tanah gambut rusak yang kerkadar pirit tinggi dan sangat beracun bagi tumbuhan lain. 3.Berdasarkan jumlah curah hujan serta jumlah bulan-bulan basah tipe dan iklim bulan-bulan basah kering ini pula A) Schmidt dan ferguson telah membuat klasisifikasi tipe iklim dari (tipe iklim sampai daerah kering/padang pasir (H). berbeda-beda satu jenis Ketinggain ketinggian berkaitan Pemilihan ketinggian dengan suhu dan tekanan udara yang berbeda-beda dari ketinggian pohon sebaiknya memenuhi kisaran tempat ini. Jati Kadang-kadang (Tectona ada jenis yang memerlukan unsur hara tertentu agar dapat Seperti grandis) dapat tumbuh baik pada tanah berkapur yang bersifat alkalis. . Tinggi Tempat Setiap tumbuh jenis pohon juga mempunyai tempat persyaratan permukaan yang berdasarkan selang pula.

terutama sari 7. hal-hal perhatian diatas dalam hal pemelihan . payau berdrainase Selain mendapatkan adalah : 1. Mudah diremajakan/regenerasi dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat setempat misalnya dengan sistem tumpang mempunyai lain toleransi yang perlu jenis pohon sendiri-sendiri terhadap kondisi tanah tersebut. atu sering disebut pohon intoleran. 3. Penguasaan terhadap silvikultur jenis terpilih 6. Dampak terhadap positif dan negatif yang akan ditimbulkan baik dampak sosial-ekonomi maupun dampak terhadap faktor-faktor lingkungan 4. Kesarangan Tanah Kesarangan air atau tanah ini dengan gambut Setiap terutama baik dan jenis adalah kondisi drainase jelas tanah dalam hubungannya dengan tergenang tidaknya oleh berhubungan tanah jelek. buruknya tanah tanah. Cukup tersedia biji bermutu baik (unggul) dari sumber yang kualitasnya terjamin 5. pohon toleran dan pohon setengah toleran (semi toleran). Kebutuhan Cahaya Setiap penuh selama jenis pohon ada yang memerlukan tahan cahaya pertumbuhan.4. 2. 5. Biaya pembangunan tanaman dan manajemennya. ada yang terhadap naungan selama pertumbuhan dan ada yang sewaktu muda perlu naungan tetapi setelah dewasa perlu cahaya penuh. Mampu berintegarasi dengan penggunaan lahan lain. Kewaspadaan teerhadap serangan hama. penyakit dan kebakaran. Pada tanah-tanah yang jenuh dengan air seperti tanah rawa.

C.B Kebutuhan Cahaya Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Semitoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Ketinggian (mdpl) 0-800 1000-2000 0-800 0-400 0-800 400-1200 0-1200 0-800 600-1600 0-1200 0-800 300-1600 0-400 400-1200 0-800 0-800 0-400 0-800 0-800 800-1200 800-1200 800-1200 0-800 0-400 400-1200 0-400 0-800 800-1200 800-1200 200-1700 1200 0-400 0-800 800-1200 Keadaan Tanah Kedalaman Toleran terhadap tanah dangkal Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membuthhkan tanah dalam Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membtuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran pada tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran pada tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Kesuburan Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kkurus Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur .C A. 9.D A.C B.C.D A C. 5 6.D C.C.D B.D B.C.B.D B.B.D A.C.B A.C.D C.B C. 8.D B.D A.B. 1998) No.D A A.C B.D B.D B.B A.C.B A.D A.C.D A.B. 1 2.B.D D A. platyphylla Eucalyptus deglupta Eucalyptus grandis Eucalyptus salina Eucalyptus umbellata Gmelina arborea Lagerstomia speciosa Maesopsis eminii Melalueca leucadendron Pinus caribaea Pinus insularis Pinus khasya Pinus merkusii Podocarpus imbricatus Pterospermum javanicum Santalum album Schimaa noronhae Tipe Hujan C.C.B. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Jenis Acacia auriculiformis Acacia decurens Acacia catechu Agathis boornensis Agathis labillardieri Agathis lorantifolia Albizia falcataria Albizia lebbeck Altingia excelsa Anthocephalus cadamba Cassia siamea Castamea javanica Casuarina equisetifolia Casuarinas junghuhniana Dalbergia latifollia Dalbergia sisso Dryobalanops aromatica Eucalyptus alba Eucalyptus alba Subspec.D A.C.D A.C C.B. 4.B.C.C C.C.D C. 7. 3.B.Tabel Hubungan antara jenis-jenis pohon dengan keadaan ekologis (Soerianegara dan Indrawan.C B.D A A.

riap. 19.6 (II) 21.2 7.D Toleran Toleran Semitoleran Semitoleran intoleran 0-800 0-800 0-400 0-400 0-800 Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Tabel 1.5 60 60 50 50 50 15 40 8 5 8 5 10 20 17 100 9 30 7 10 11 7 Asal Sumut Jawa Australia tropic Irian jaya Jawa Jawa Jateng Jateng Filipina Maluku Malaysia barat .9-17.D C.C A.8 16.36 37 38 39 40 Swietenia macrophylla Swietenia mahagoni Shorea javanica Shorea leprosula Tectona grandis B.) No.9 25.B.5 24.9(IV) 12. rotasi dan asalnya (Manan.B.C C.4 24.9 (III)*) 10.7 10 37.2 17 9..7-24.4 27. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Jenis Pinus merkusii Agathis lorantifolia Araucaria cunninghamii Araucaria klinki Tectona grandis Swietenia macrophylla Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Paraserianthes falcataria Anthocephalus cadamba Acacia auriculiformis Altingia excelsa Eucalyptus deglupta Shorea javanica Pinus caribaea Maesopsis eminii Gmelina arborea Riap (m3/ha/th) 19.D A. Daftar jenis pohon.7 (I) 16.5 (III) 16 23.4 44-50 20 24 26.0 13-34 10-30 35 Rotasi (th) 15 25 25 50 34 9.9 22.C.5 6-8 23.

S. S.9 20 20 20 25 20 20 43. Angsana Calliandra calothyrsus Kaliandra Glirisida maculata Gamal Peronema canescens Sungkai Azadirachta indica Mimba Cassia slamea Johar Casuarina equisetifolia Cemara laut Riap (m3/ha) Daur (th) I. pinnata. S. hoplifolia Agathis lorantifolia Pilau Duabanga moluccana Kayu mas Dipterocarpus spp Keruing Peronema canescens Sungkai Kayu Pulp Acacia mangium Lamtoro Leucaena leucocephala Eucalyptus urophylla Kayu Energi Leucaena leucocephala Lamtoro Eucalyptus urophylla Acacia mangium Pterocarpus sp. C . 1984) Jenis Pohon Nama Daerah Nama Latin Siap Dikembangkan Kayu Pertukangan Tengkawang Shorea stenoptera Sengon P.facuetiana. S.8-43.qibbosa. kuning S.Tabel Kriteria prioritas dan penentuan jenis untuk hutan tanaman industry di Dataran rendah (Al rasjid. M. M.9 25 20 25 20 13. 26 45 16 20 14 20.accumatissia. S. lamellate. merah oavlis. falcataria Sengon Sesbania grandiflora Turi Kayu Energi Acacia auriculiformis Akor P.9 35-65 - 30 15 30 25 30 25 10-15 10 10 10 10 15 15 30 30 30 30 30 30 10 5 10 5 10 4-10 20 - B C. virescens. regosa. A.S. S.S. S. sandakanensis S. falcataria Sengon Dalbergia latifolia Sonokeling Siap dikembangkan dengan penelitian Kayu Pertukangan Shorea leprosula. collaris S. falcataria Tusam Pinus merkusii Leda Eucalyptus deglupta Mahoni Swietenia macrophylla Sonokeling Dalbergia latifolia Kayu Pulp Pinus merkusii Tusam Anthocephalus cadamba Jabon Eucalyptus deglupta Leda P. II A. M. B. Tengkawang compressa.3 18 12 17 38 23 45 18. Shorea hoplifolia Shorea gysberstiana. S. Putih bracteolate.

01 0. dalam berat jenis dan kelas kayu bakar (KKB) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama Daerah Kasia Akasia Kelampis Rasamala Sengon Jabon Terap Jambu mete Kaliandra Kapuk Cemara Johar Kelapa Sonokeling Siso Hue Gamal Bamboo tali Kemlandingan Lamtoro Mangga Gelam Rambutan Angsana Jambu biji Kesambi Mahoni Puspa Turi Asam Jati Laban Nama Latin Acacia auriculiformis Acacia decurrens Acacia tomentosa Altingia excelsa P.72 0. falcataria Antocephalus cadamba Artocarpus sp Anacardium occidentale Calliandra calothyrsus Ceiba petandra Casuarina equisetifolia Cassia siamea Cocos nucifera Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Eucalyptus sp. Melaleuca leucadendron Nephelium lappaceum Pterocarpus indicus Psidium guajava Schleira oleosa Swietenia macrophylla Schima noronhae Sesbania grandiflora Tamarindus indica Tectona grandis Vitex pubescens Berat Jenis 0.67 0.82 1.94 0.70 0.84 0.94 0.42 0.16 0. Gliricidia maculata Gigantochloa apus Leucaena glauca Leucaena leuococeppala Mangifera spp.88 KKB III III II V V III I I II I III III II III II Kalori 4907 4462 4433 4862 4664 4731 4449 4369 4617 4294 5041 4483 4690 4722 4481 4721 4548 4407 4464 4533 4494 4676 4580 4329 4408 4459 4936 4773 4568 4829 5155 5218 .Tabel Kalori dari beberapa jenis kayu bakar.67 0.81 0.34 0.69 0.

Anacardium occidentale. j. f. parvifolia. A. Dalbergia latifolia. l. Pulp dan Rayon a. Schima wallchii. v. 1992) A. Aleurites inaluccana. Gonystilus bancanus. d. Agathis borneensis. b. Diospyros celebica. .. Untuk Hutan Tanaman Industri 1.Daftar nama jenis pohon untuk ditanam bagi berbagai tujuan (manan dalam Departemen Kehutanan. f. Pterocarpus indicus. e. d. S. c. S. b. b. Gonystilus bancanus. k. c. Pinus merkusii j. B. Dryobalanops aromatica. g. pinanga. p. g. Cassia siamea. leprosula. k. k. Kayu Pertukangan a. Anthocephalus chinensis. d. h. Hutan Produksi a. Schima bancana. Tectona grandis. Durio zibethinus. f. t. Pterocarpus indicus. Melaleuca leucadendron. Gnetum gnemon. r. Schima noronhae. h. n. c. Swietenia macrophylla. c. b. Araucaria ciminghamii . Eucalyptus urophylla. Eucalyptus deglupta. d. e. Eucalyptus deglupta. 2. m. Dryobalanopa aromatica. Peronema canescens. Acacia decurrens.. . Gosampinus heptaph. i. Shorea sp. Swietenia macrophylla. d. h. Canarium sp. Paraserianthes falcataria. Eucalyptus deglupta. Ficus benjamina . g. Lagers trosnia sp. Bambussa sp. E. Agathis lorantifolia. i.. Dipterocarpus sp. . c. Pometia pinnata. i. urophylla. Tamarindus indloa. g. j. Eugenia sp. Shorea atenoptera. Shorea zeylanica. Duabanga maluccana. Untuk Areal Bekas Tebangan HPH a. c. Santalum album. d. f. h. Eucalyptus deglupta. . i. j. f. Dipterocarpus lowii. g. Adenanthera pavonin e. Pinus merkusii b. e. u. e. Acacia mangium e. Shorea acuminatisima . Paraserianthes falcataria C.. j. g. A. Acacia mangiiun. Durio sp.. Altingia excelsa. b. l. h. Untuk Rehabilitasi lahan kritis 1.. Quercus sp. Parkia speciosa. s. decurrens. Artocarpus Integra. m. Pinus merkusli. n. Arenga pinnata. Parashorea sp. f. o. i. Diospyros celebica. Hutan Konservasi a. Peronema canescens. Hutan Lindung a. q. hamii. Antidesma bunius. Artocarpus integra 3. Acacia mangium. Mangifera sp. h. S. Tectona grandis. 2.

Kalimantan) u. junghuniana. Eucalyptus urophylla. Pinus merkusii (Aceh. (Taiwan. Diospyros celebica. Gmelina arborea. Leucaena leucocephala. Agathia boorneenis (Sampit) e. b. Calamus sp. Maesopsis eminii (Afrika Tropik) l. Timor) g. i. Eucalyptus spp. Paraseriantes falcataria (Maluku) f. Kalsel) k. Podocarpuf imbricatus (Jawa) r. e. e. Manilkara kauki (Ball) m. k. NT. Khaya spp. C. Ochroma lagopus (Amerika tropik) Daftar jenis asli Indonesia yang mudah dibudidayakan a. Dracontomelon mangifera. Casuarina equisetifolia. Guatemala) c. Macadamia hildebrandii (Sulawesi) q. Altingia excelsa (Bukit Barisan. Tapanuli) b. Wetar. d. Dyospyros celebica (Sulawesi) l. Acacia mangium. l. j. Dalbergia latifolia (India) e. Dalbergia latilolia. Swletenia macrophylla (Amerika Tengah) f. c. Anthocephalus cadamba (Kepulauan Indonesia) h. b. Pinus kesiya/insularis (Filipina. g. h. Casuarina mqntana (Jatim. Duabanga moluccana. Gonystilus bancanus. c. Sulawesi) p. Priangan) i. j. Fragraea fragrans (Sumatera) s. Muna) c. h. Paulownia spp. Pericopsis moniana. Acacia duurrens (Australia) o. Tectona erandis (Jatim. Pometia pinnata Daftar Jenis asing yang mudah beradaptasi dan asalnya a. Thailand) i. g. (Afrika Tropik) m. Nusa Tenggara. Santalum album (Timor) . Myanmar) d. Subah) v. 4. Gliricidia spp. Gmelina arborea (India. Glirisidia sepium. Casuarina equsetifolia (daerah pantai Indonesia) o. Tapanuli.. Acacia auriculiformis. Calliandra calothyrsus. (Australia) n. Maniikara kauki. Aleurithes moluccana (Jawa. Jepang) j. Agathis iorantifolia (Maluku) d. Finns oocarpa (Mexico. Burma. Peronema can&scens (Sumsel. Santalum album. f. f. Kayu Energi/Kayu Bakar a. Shorea javanica (Sumsel. Schima noronhae (Jabar) j. d. Rhizophora sp. Sesbania grandifolia. Eusideroxylon zwageri. Leucaena leucocephalus (Amerika Tengah) k. i. Pinus caribeae (Honduras) b. (Amerika Tropik) g. Calliandra spp (Guatemala) h. Shorea leprosula (Sumatera. Eucalyptus deglugta (Sulawesi) n. kayu Mewah/Indah dan Rot a. Eucalyptus alba (Timor) t.3.

hal ini baru dicobakan pada sejumlah kecil penelitian hutan tropis Amerika. Namun. BIOLOGI REPRODUKSI TUMBUHAN DI HUTAN TROPIS PENDAHULUAN Penyerbukan pohon-pohon hutan. Oleh karena itu. Oleh karena itu pertimbangan reproduksi dari sebuah ekosistem haruslah menjadi tujuan akhir kita (Baker. dimana individu spesies atau kelompok spesies lebih menjadi bahari pertimbangan daripada ekosistem. Asia dan Afrika. pada jarak tertentu dari tanaman induk (Van der Pijl. di bawah masing-masing rubrik akan . epifita. Janzen. bab ini akan berisi sebuah pertimbangan mengenai penyerbukan dan penyebaran benih. liana dan tanaman merambat. dengan penyerbukan tumbuhan oleh kelelawar. 1979}. bagaimanapun. karena topik ini terpencar pada berbagai jurnal/majalah yang sebagiannya sulit didapat.XI. Juga. di bawah/dalam berbagai pokok bahasan yang beragam. 1969) dan penyerbukan diri sendiri tampaknya kurang umum daripada penyerbukan silang (Bawa. sebaliknya dari banyak formasi hutan temperate. Meskipun demikian. Aspek lain dari biologi reproduksi hutan ini (termasuk pembentukan semaian) terdapat sejumlah peningkatan yang sama dalam interaksi biotik yang tampak pada penyerbukan dan penyebaran benih. 1969. sintesis dan uraian tentang sifat-sifat yang muncul ketika kita berpindah dari tingkat individu menuju suatu penanganan ekosistem yang holistik (menyeluruh) untuk sebagian besar belum mungkin diperoieh. penyerbukan angin jarang {tidak biasa} sebagai mekanisme seleksi (Whitehead. penyebaran benih/biji oleh angin lebih jarang daripada penyebaran biji oleh burung dan mamalia yang setelah memakan daging buahnya lalu membuang bijinya lewat muntahan atau kotoran. Demikian juga. Laporan ini tidak akan merujuk pada semua kepustakaan tentang individu spesies yang ada. 1974. 1979). semak belukar dan herba pada hutan tropis melibatkan semua antar hubungan yang biasa antara tanaman dengan hewan antopilus yang tampak pada daerah-daerah temperate (beriklim sedang). 1975).

bertunas (Richards. Distribusi semaian tersebut dan anak pohon yang tumbuh darinya telah menjadi subyek/bahan diskusi yang sunggun-sungguh dan beberapa penemuan (kepustakaan diringkas oleh Hubbel.1% untuk Endospermum (Dalbergia malaccensis) (Fabaceae.Janzen. berkembang biak dengan biji yang dibawa oleh burung. Strangler figs terkenal.obs. Faboideae) dan Vemnonia arborea (Asteraceae) (Ng dalam Whitniore. Tanaman palma. ilustrasi dengan contoh juga diberikan. dimana biasanya tidak mempunyai alat reproduksi . Kedua dari 1952. REPRODUKSI BENIH DAN PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF Pohon-pohon dan palma Kadang-kadang proporsi benih yang dapat terus hidup yang dihasilkan oleh sebuah pohon hutan tropis ternyata amat rendah [misalnya: 0. 1972. tanah 1975. dan pada hutan-hutan kering sekurang-kurangnya selama musim hujan. pers.:Hartshorn. Hartshorn. atau mamalia "nonvolant" ke cabang-cabang pohon korbannya.diupayakan bahasan yang menyeluruh. 1978). Hal yang kurang jelas adalah kapasitas bawah beberapa atau pohon sistem untuk akar 1978). Namun demikian. masih tertanam pada tanah dan "pohon-pohon" baru (rarnets) akan bertumbuh dari tunas yang tertidur/terhenti sepanjang batang pohon yang melintang. 1970. sering dari hutan Amerika Tengah yang sangat penulis kenal. kelelawar. mekanisme reproduksi mungkin penting dalam menjembatani perbedaan pertunasan pohon dari tangkai/bawah tanah atau sistem akar. sejenis gulma seperti beberapa pohon lainnya yang mulai pembentukkannya sebagai epifit. Mimosoideae) yang tumbuh pada tanah basah di Finca La Selva. semaian dari pohon-pohon sering terlihat di lantai-lantai hutan basah pada sebagian besar waktu dalam setahun. Sebuah contoh dibenkan oleh Pentaclethra macroloba (Fabaceae.1978).Baker. tangkai/batang Schnell.G. Kadang-kadang pohon yang runtuh masih berhubungan sebagian dengan sistem akamya. Costa Rica (H. 1979).

vegetatif "air-layering" (Macrolobium) Scaphopetalum Faboidea) (Sterculiaceae) {Longman dan Jenik. yang dapat berlangsung sampai 120 tahun pada Phyllostachys bambusoides (McClure. Semak Belukar. Rumput yang terlalu besar tersebut adatah "monocarpic" (semelparous). 1970). Usia pertama kali berbunga untuk pohon-pohon hutan tropis belum banyak diketahui. dengan suatu periode waktu pertumbuhan vegetatif sebelum berbunga. Pohon Pakis dan Bambu Bagi biji/benih kebanyakan jelas semak belukar daiam di hutan tropis. dapat berkembang biak dengan cara vegetatif (Shnell. 1966) terhadap Dipterocarpa yang dicangkok memperlihatkan bahwa banyak pohon tersebut mulai berbunga dan berbiji sebelum berumur 30 tahun.vegetatif maka tiap generasi harus berkembang biak dengan benih. Meski produksi banyak penting perkembangbiakan. 1966b. Pohon pakis. keadaannya benar-benar berbeda. 1976a. Janzen (1976b) menganggap lambatnya pembentukan bunga ini kurang lebih sinkron (selaras/serernpak) pada sebuah spesies. berpesta dengannya dan mengembangkan populasi besar. Rhizoma dan pembentukan tunas baru dari akar samping lebih jarang dibandingkan pada hutan temperate. Selama waktu tersebut. Biasanya tanaman ini mati setelah berbunga dan berbuah dan akan digantikan oleh semaian. Di hutan-hutan Afrika Barat. Satu penelitian (Ng. 1974). Janzen.b). spesies dikotiledon dapat membentuk udara) semak pada belukar dari dan Anthonota yang besar melalui (lapisan amoenum macrophylla perkembangbiakan seperti {Fabaceae. Contoh-contoh . diikuti oleh produksi "caryopsis" yang sangat banyak. Mengenai bambu. cabang/tangkai akan berkembang. sehingga sebuah penyesuaian yang memungkinkan untuk pembentukan dan penyebaran buah-buahan berbiji tunggal sebelum pemangsa biji dapat menemukan mereka. rhizoma yang luas dan pertumbuhan tunas udara dapat menghasilkan suatu semak belukar yang sulit diternbus.

Tanaman merambat dan Liana Seperti pohon ara pencekik. dll} tetapi juga bagi pohon-pohonn semak belukar epifit [(misainya spesies dari Clusia (Hepericaceae) dan Blakea (Melastomataceae)]. Oleh karena pohon tingkat yang keberhasilan dan liana yang ini. Epifit dan Parasif Tanqkai Epifit. Longman dan Jenik. 1978b). Schnell. karena habitatnya alami. 1952. 1975). Orchidaceae. dil) yang dapat disebarkan oleh angin atau. Bromeliaceae. . dalam pembenlukan merambat diperlukan pembentukan biji berlebih-lebihan. Tanaman rambat dan liana lain dapat berkecambah di darat dan mernbuat jalan tumbuh ke atas (Richards. dan lainnya) dan hemiparasit {mistletoes.juga dapat diberikan untuk tiap-tiap benua. tunas atau akar bisa turun ke tanah. pohon rambat dan liana yang telah jadi dapat ditumbuhkan kembali melalui pembentukan tunas dari tunas yang dorman. 1970. Reproduksi melalui epifit secara karakteristik disempurnakan oleh produksi biji yang amat kecil dalam jumlah yang amat besar {misainya Piperaceae. Whitmore. membatasi reproduksi biji atau spora. Meskipun demikian. rendah maka 1975). tanaman merambat dan liana dapat berkembang biak melalui biji yang berkecambah pada sebuah cabang atau batang sebuah pohon yang akhirya akan jadi penyokongnya. Hal ini tidak hanya berlaku pada epifit herbaceous yang terkenal (anggrek. bromeliads. Dari asal udara ini. lebih sering lagi oleh burung dan mamalia yang menelan biji dan kemudian memuntahkan atau membuang kotorannya tepat pada cabang pohon yang menjadi inangnya. Ini salah satu alasan keberhasilan hutart rumput buatan penggunaan di wilayah tanaman tropika merambat Amerika di dan pinggiran padang Australia neotropis -Fabaceaedalam pembentukan (Baker. (Janzen. 1974. pteridophytes.

di pedalaman hutan. (Marantaceae). perkembangbiakan dan penyebaran vegefatif melalui pertumbuhan Heiiconia rhizomata merupakan Caiathea hal yang umum. sebuah keuntungan. dan 1976). 1974. Baker. Marantaceae tidak epifit hampir . Soepadmo dan Eow. sehingga perkembangbiakan itu harus secara eksklusif dengan cara vegetatif. Isu/masalah utama dalam pembahasan sistem perkawinan tanaman tropis adalah peran masing-masing dari inbreeding (perkawinan sejenis) dan outbreeding (perkawinan antar tanaman 1968. pers. 1976. 1969. tentang Liana tanaman dan hutan. 1977. Bawa. 1976.Kress. 1940. Hanya Purseglove. 1974.Herba_dan Parasitakar Peluang bagi pembentukan bunga dan penyebaran biji oleh tanaman herba dari lantai hutan yang matang secara khas terjadi bilamana sebuah pohon tumbang meningkatkan iluminasi di tingkat dasar/tanah. 1978). oleh karena pada kasus parasit akar Thonianningia dioecious. kecuali pemah (J. vegetatif di sini. Zingiber (Zingiberaceae. 1959. Tomlinson. anggota-anggota pada yang reproduksi termasuk Balanophoraceae merupakan parasit obligat pada akar-akar Perhatian/penekanan sanguinea dari Afrika. REPRODUKSI BIJI/BENIH SISTEM PERKAWINAN Riset mengenai sistem perkawinan pada tanaman hutan tropis dipusatkan terutama pada pohon-pohon dan belukar hutan {East.comm. data perkebunan Baker. Simmonds. ditetiti. Ashton. (Ferwerder herba 1979) dan Wit. Styles. 1975. [(misalnya (Musaceae). dll)] Pada intensitas pencahayaan lantai hutan yang rendah. 1972. kejadian bersama benangsari dan putik hampir tidak dikenal (Bullock. 1948). Bawa dan Opler. mernpunyai paleotropis. saprofit Terutama tanaman dan parasit untuk kayu. 1977) dan sebagian sedikit Heliconia (Kennedy. Penerangan oleh manusia juga memberikan fungsi persiapan yang sama. Styles dan Khosla. 1976. Sebaliknya. 1969.

b. apakah tropis sendiri Perlu tanaman dicatat. 1974. faktor pada berkaitan hutan 1976. Beach. "anther" "stigma" . 1969. pada saat yang sama. Di pihak lain.1976). Opler. (penyerbuk) yang datang pada sebuah pohon tertentu akan menemui banyak bunga sebelum meninggalkan pohon tersebut. tujuan dari kebanyakan penelitian adalah untuk menentukan apakah tanaman hutan silang. Fedorov. Sebuah spesies yang self-incompatible dapat menyediakan bisa sama Jadi kebanyakan dengan jelas bijinya melalui yang penyerbukan genetik silang. kebanyakan Bawa. penyerbuk potensial. Frankie Janzen. pohon-pohon et al. 1977a. Geitonogamy dan Autogamy Tingkat penyerbukan sendiri atau silang pada tanaman Zoophilus lergantung pada sebagian besarnya dari aktivitas pencarian makanan para penyerbuk (polinator) dimana perilaku tersebut dipengamhi oleh variasi menurut ruang dan waktu dari bunga (nektar/tepung). Geitonogamy. 1966. ratusan sebuah bunga pohon yang besar terbuka Hampir di hutan siap sernua dapat tamu mengandung kedatangan menunggu perkawinan sejumlah secara yang sejenis jika dilakukan antar tanaman yang memiliki asal sama. (Baker.jenis) pada hutan dan dampaknya pembentukan populasi yang berbeda dan khusus. kepada akibat bunga perpindahan lainnya sel sari tepung telur dari sari bunga dari yang ke satu bunga pada tanaman yang sama (sebagai Autogamy. Namun demikian.1977. tersebut hal melakukan atau ini "selffertilisasi/penyerbukan fertilisasi/penyerbukan berbeda saja dari penentuan incompatible". Bawa. 1981. Ashton. 1959. 1980. Bawa dan Beach.. harus ditekankan bahwa perkawinan silang yang dalam tropis 1981). pada penyerbukan akibat tepung belakangan) merupakan perpindahan pergerakan penyerbuk. Sebagai akibatnya. dengan perilaku penyerbukan dan seleksinya mungkin penting evolusi (Bawa sistem dan perkawinan 1975.

pohon-pohon Sebagai wilayah kebanyakan pohon-pohon hutan suiit diukur besarnya/luasnya "outcrassing" (persilangan luar). terdapat laporan-laporan yang yang bertentangan menyatakan atau tentang hal terjadinya ini dapat Opler dan sistem perkawinan antara untuk Durio juga daiam bagi bahwa bervariasi (1076a. geitonomi dan autogami hanya bisa muncui juka fungsi dari tepung sendiri pada stigma (putik) dicegah oleh suatu mekanisrne dalam karena pada self diri itu pohon incompatibilitas. (1970). Soepadmo Eow (1977). individu Baker populasi dan [cf. yang sama. (1965). kecuali untuk kasus yang jarang dimana bagian mahkota yang berbeda dari sebuah pohon dapat berbeda secara dan genetik putik melalui mutasi somatik (Bawa. 1974. akibat dari geitonomi atau autogami sama. Euphorbiaceae "outcrossing" produksi dan terpisah benangsari bunga pada pohon yang sama (seperti pada banyak Meliaceae. Gan dkk. dan pada waktu yang sama (Bawa. zibethinus (Bombacaceae)] Luas dan juga fertilisasi pada terbang sendiri dan silang mungkin tertentu akibatnya. luar) memajukan/meningkatkan namun masih membuka (persilangan kemungkinan dari geitonomi. Outcrossinq outcrossing Pada bunga besar dari beberapa pohon Bombacaceae 1: Mekanisme fisik dan waktu penyebab . tergantung dari pengaruh iklim dan ketersediaan penyerbuk. diikuti oleh fertilisasi dapat terjadi dengan atau tanpa bantuan penyerbuk pada pohon tersebut. Monoecism. dan selfincompatibility ini bisa dan tidak silang diri (ketidakcocokan oleh mungkin terjadi mencukupi. Secara genetik. 1979). penyerbukan 1977). dan Valmajor dkk.bunga yang sama. Tetapi. Cordiaalliodora (Boraginaceae). Bagi beberapa spesies pohon.. ketersediaan penyerbuk. Meskipun banyak pohon-pohon hutan tropis mempunyai sendiri).. dkk. Arecaceae).

Belakangan. . di hutan neotropis. sari sebuah pengisap (piston) antara benang sari yang diketahui serbuk disajikan sari telah pendatang pada putik yang tidak reseptif (siap menerima).. Pada kasus C. dan yang dimaksud (secara adalah kelelawar burung kolibri (Baker dkk. 1958). kesediaan pada putik (protandry) atau sebaliknya (protogyny). Pada mekanisme rumpun Gardeniaceae saat dan yang Rubiaceae. Pelepasan oleh benangsari dan penerimaan oleh putik dapat dibagi menurut waktu (dichogamy): pelepasan tepung sari mendahului Jadi. pers. ketika "anthesis" pada awal malam benang sari "dehisce" sementara "style" masih terguiung) dengan putik terlindung baik pada pusat "coil" (gelung).(misalnya Ceiba acuminata). Frankie.W. Protandri khususnya terkenal pada Fabaceae. benangsari herkogamy) pohon binatang binatang dari yang dimaksud. ketika serbuk terlepas. putik terletak begitu jauh dari benang sari pada sekuntum bunga yang mekar sehingga tepung sari tidak dapat disimpan/diletakkan padanya tanpa pertolongan acuminata. Dimana protandri melibatkan secara relatif bunga-bunga besar di situ bisa biasanya pohon dicegah. style uncoiled dan tersajilah sebuah putik yang siap (G. 1971). menjadi reseptif (siap) terhadap serbuk sari yang dibawa dari tempat lain (Baker. Hymenaea courbaril (Caesalpinioideae). mendorong untuk dengan style seperti serangga putik "protandrous" memanjang/terulur membelah dan "anthesis". Kemudian pada waktu malam. tidak yang ada sama sinkronisasi sehingga tetap antara bunga-bunga autogamy pada meskipun geitogamy dimungkinkan. berbeda. kemungkinan contoh (atau geitonogarni) dan dapat sesuai bagi banyak pohontropis Sebuh bagus dari herkogami tumbuhan rambat dapat diperoleh Gliriosa superba (Liliaceae). Obs.). Pemisahan secara fisik putik teknik/sebuah penyerbukan contoh silang pada meningkatkan lain.

yang kurang sering dibandingkan protandri boleh jadi merupakan sebuah mekanisme yang iebih efektif untuk sendiri rnemajukan "dehisce" pada waktu outcrossing. Pada P. akan batang itu oleh karena itu serbuk dalam ovula. sebagian berfungsi hanya sementara sebagian Iagi sebagai penghasil buah (Baker dan Harris. geitogamy dapat terjadi bilamana keleiawar penyerbuk melakukannya. Protogini.Dimana protandri terlihat pada spesies yang banyak bungabunga kecil berkumpul ke dalam inflorescences yang padat. dan tetapi yang terdapat juga pohon-pohon pada hutanbelukar. dan secara fungsional merangsang bunga besar di situ bisa terdapat sinkroni dengan inflorescence. 1978a). 1957. inflorescence cembung seukuran bola tenis terjadi pada benangsari bungabunga di suatu malam dan pada putik di malam berikutnya (Baker dan Harris. Dua 'asing" yang mencapai putik sebelum benangsari bunga itu lebih benang masih disukai/menang sari hams menuju perlombaan jika pada mengalahkan semua serbuk yang belakangan dilepaskan bahkan putik disiapkan. pada spesies Parkia (Fabaceae. Meski begitu. Jadi. 1976). 1957). tidak terdapat meski sinkroni antara infloresensi dan sekali iagi autogamy bisa dicegah. Outcrossing 2: Sistem incompatibiljtas Self-inkompatibilitas (inkompatibilitas sendiri) homomorfik ditemukan pada banyak pohon-pohon tropis yang memperlihatkan mekanisme penghindaran/penceganan autogarni dan geitonogami herba ini. Baker. Mimosoideae) paleotropik dan neotropik terdapat sinkroni. Infloresensi sebagai produser Parkia nectar memperlihatkan (penghasil pembagian madu) kerja yang menarik antara bunga-bunga. spesies Ficus (Moraceae) yang sangat khusus (McGregor. clappertoniana. penelitian yang baik sebagai contoh protogini diberikan oleh Persea americana (Lauraceae) dan Annona cherimolia (Annonaceae) dan . liana heteromorfik . tentunya.

1977} dan hutan basah di Costa Rica (Bawa. menemukan Arroyo suatu Zapata (1978) proporsi yang serupa pada sebuah hutan tanah rendah di Venezuela. 1974. (1977). 1976a. pada contoh Mori sebuah lebih dan proporsi jauh yang spesies (1976). unpub. kecuali untuk heterostylous (tumbuhan berakar serabut) dan Fubiaceae lainnya di Afrika Barat {Bakaer. 1979) J. 1974a). McDade (pers. . Baker.) juga menunjukkan adanya tinggi (1968). oto-inkompatibilitas dari pohon-pohon (1976).comm. 1981) dimana inkompabilitas sendiri banyak terjadi. 1977) menemukan beberapa herba yang self-compatible. Grove (pers. 1976a).. Sedikit sekali penentuan nubungan kompatibilitas pada semak belukar hutan. Bawa. Di ini antara liana dan pada tanaman merambat. yang Pass/flora merambat mucronata ditemukan self-incompatible dan self-compatible banyak terjadi Bignoniaceae (Gentry. Arroyo. Pada sebuah hutan tropis rendah tanah basah di Costa Rica. 1940. Haber dan Frankie. Penelitlan-penelitian yang dilakukan pada hutan hujan tropis tanah rencah di Malaya (Ashton. Opler dkk. 1958.Kress menemukan oto-inkompatibilitas telah membuktikan pada bahwa baik sekurangHeliconia selfkurangnya 4 buah spesies Aphelandra (Acanthaceae). K.comm. dan selfing Arroyo dan crossing.) mempunyai (Musaceae) spesies-spesies yang compatible maupun self-incomptible. dan untuk spesies Cordia (Boraginaceae) dan hoostylous yang heterostylous di (selfhutan incompatible) (self-compatible) neotropis (Opler dkk.. tetapi (pers. Pada sebuah hutan yang rontokdan kering di Costa Rica. Purseglove Hedegart Kallunki Simmonds (1976) dan Gan dkk. 1976. individual yang diperlihatkan oteh East (1940).comm. Bawa (1974) menemukan 27 dari 34 spesies pohon berbunga hermaphrodit merupakan "self-incompatible" sebagai sebuah hasil (1976) percobaan dan bagging.. 1958) dan di Costa Rica (Bawa dan Beadh.. L. 1982).hutan tropis (East. Pada hulan yang sama.

Purseglove. 1977). Pada Cord/a alliodora (opier dkk. 1982). hutan tropis genotipe.Pada 1958. frekuensi kerusakan sistem inkompatibilitas dan faktor lingkungan penyebab kerusakan tersebut rnemerlukan penelitian lebih lanjut (Baker. bunga-bunga mengalami penyerbukan sendiri menghasilkan buah {Bawa. tetapi bunga dari yang berusia ini dua hari buah. bunga-bunga berusia satu hari hasil penyerbukan sendiri secara buatan. tampak bahwa musim berbunga dan pada pohon hampir usia bunga secara individu berpengaruh besar satu masa pada 5 integritas yang sistem self-inkompatibilitas.) Pada Piscidia carthagenensis {Fabaceae. lengkap atau mudah menjadi rusak (contohnya. 1976a) dan Luehea seemannii (Haber dan Frankie. sendiri bunga-bunga buah mengalami penyerbukan menghasilkan banyak pada 12-16 jam setelah "anthesis" dibandingkan pada 2-4 jam dari "anthesis" (Haber dan Frankie. lihat Baker. 1965a.. Bawa. 1968. 1976). Luehea seemanii (Tiliaceae). yanng dibuat melalui elektroforesis protein yang terkandung dalam sel.. banyak 1967. Stebbins. baru saja mulai dilakukan pada pohon-pohon tropis (Can dkk. Jain. dalam percobaan yang Sebagai contoh. Faboideae). 1974. spesies. 1957. 1982). 1976). tidak 1974. dari Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) tetapi ketika digunakan awalnya ditemukan berbunga sebagai self-incompatibel selesai. terdapat bukti eksperimental bahwa sebagian pohon self compatibel dan sebagian lagi self-inkompatibel. sehingga akan tercermin "crossing" perkawinan struktur pada menyebabkan sebuah pohon dan populasi sistem variasinya. unpubl. Sistem self-inkompatibilitas yang heteromorfik untuk . Pada hutan-hutan tropis. Pohon-pohon spesies biasanya yang lebih mengalami penyerbukan siiang (Frankie dan Haber. "Selfing" yang melestarikan rekombinasinya. 1955. tidak menghasilkan membentuk Pada buah.). Hedegart. Meskipun demikian. Lee. unpubt. barier inkompatibilitas 1975. Penelitan tentang variasi ini.

sistemnya mempunyai ciri yang tidak biasa yaitu bahwa pembuluh tepung sari dari semua penyerbukan tumbuh sama cepat dengan kantung embrio dan perbedaan antara penyerbukan compatibel dan inkompatibel hanya menjadi nyata ketika garnet jantan yang . 1966.. self-inkompatibilitas tampak sebagai tipe dikontrol secara gametophyt. ekosistem unpubl. Pada tampaknya beberapa berkembang tanaman menjadi kayu tropis "heterostyty" (Baker. Bawa dan Opler. (Opler Gambaran pengamatan pembentukan buah dan penelitian morfologi bunga adalah penting untuk memastikan apakah mereka berfungsi sebagai Pada homomorfik. 1980). tanaman ber"style" panjang berfungsi sebagai individu "pistillate" (benangsari) dan menghasilkan biji. 1976a. "dioecism" 1959. Jadi pada Theobroma (Sterculiaceae). (Rubiaceae). adalah tanaman ber-"style" serbuk sari jarang diambil dari benangsari yang bawah dan pada tanaman ber-"style” pendek serbuk jarang ditaruh pada putik. hutan Pada peneiitiandi Costa tanah rendah Rica. dua (Baker. pendek 1976a).). dan sebaliknya pada sistem in-heteromorfik yang dikontrol secara sporafit. Rubiaceae.) menemukan 2 s/d 3% spesies pohon dari setiap ekosistem adalah "distylous". Bawa (unpubl. Jadi. sementara putik pada (anaman ber"style” 1959). Opler dkk.sebagian besarnya terbatas pada tanaman herba dan pohonpohon kecil (misalnya: tinggi. menghambat artinya (mencekik) bahwa pembuluh pada corolla dengan rambut panjang. Carlquist. pada Mussaenda spp. "tristyly" terbukti hanya pada bentuk turunan dari Averrhoa carambota dan A. (Baker. dkk. umum daripada Oxalidaceae. Cord/a 1958. bilimbi (Oxalidaceae) penelitian. berfungsi yang sama Sebagai sebagai terlihat akibat. Boraginaceae) dan bisa tidak ditemukan pada pohon-pohon "Distyly" "tristyly" pada tumbuhan hutan. 1975.. hermaprodii spesies sistem (dan dengan biasanya heterostyle) atau berfungsi yang yang uniseksual. Jadi. 1958. lebih Erythroxylaceae. Bawa.

Namun demikian. tergantung pada pembuahan sendiri. ukuran populasi kecil yang efektif disebabkan oleh terbatasnya sejumlah individu dimana polen mungkin diterima. Untuk pembuktian. akan terjadi diskriminasi selektif yang kuat melawan tipe-tipe self compatibel (Purseglove. akhirnya harus menggantikannya dengan self inkompatibilitas. meskipun kadang-kadang dapat juga terjadi antar anggota-anggota dari rumpun-rumpun yang berbeda. bahwa self Purseglove daerah baru. Aliran gen dalam waktu dan ruang sulit untuk dimonitor pada populasi ponon tropis. self pihak.terakhir/belakangan (Cope. proporsi pohon-pohon compatibel. studi terbaru mengenai bahwa pohon-pohon varian di hutan dan hujan Malaya menurun menunjukkan genetik seedling dengan cepat satu langkah pada suatu pohon induk Shorea leprosula (Dipterocarpaceae). semakin jauh pengumpulan dibuat dari pusat asal. Keberadaan menghilangkan inbreeding self incompatibility keseluruhan dimana pada ini tumbuhan tidak proses secara kemungkinan tidak (1969) mempertimbangkan incompatibility akan menolong menyebarkan spesies ke dalam secara genetis. 1977). populasi gagal melakukan pembuahan (dan sel bahwa telur dari cacao Cope yang (1962b) memperlihatkan terisolasi Theobroma memiliki distribusi "spotty" di hutan Amazon) menghasilkan pohon-pohon self-compatibel. Ini sesuai dengan pendapat Ashton (1969) bahwa pohon-pohon di tropika basah kebanyakan menukar gen-gen dengan tetangga-tetangga dekat mereka dalam suatu rumpun. semua klon self yang sejauh ini Di telah lain ditefiti semakin terbukti besar merupakan incompatible. Akan tetapi. sebuah 1962a). setidaknya di hutan kering di . pernbentukan bunga yang tidak sinkron dan penyebaran benih terbatas dapat memperbesar tingkat inbreeding. 1968) dan di dekat pusat asa! spesies yang diperkirakan berada pada lereng ttmur Andes. yang berbuah banyak. dan Xerospermum intermedium (Sapindaceae) (Gan. et al. dan studi-studi yang sesuai masih dalam taraf penyelesaian.

Bawa. pada bunga-bunga spesies berkayu (1978) 1265 dibandingkan melaporkan herbaceous (termasuk epifit). (115 bahwa Croat dari spesies diocious dalam flora (semua bentuk hidup bersarna) spesies). 1976. Outcrossing 3: Monoesisme dan dioecisme Banyak monoesisme Styles dan tumbuhan Khosla. ditunjukkan bahwa rumpLin-rumpun dari pohon hutart dipterocarpaceae terbatasnya buah dibandingkan Malaysia benih} pohon-pohon (yang yang terbentuk lebih terisolasi penyebaran menghasilkan individu-individu. proses antara angin mencari bunga-bunga pada staminate hutan oleh dengan pistiltat (bertentangan dengan yang ditemukan pada penyerbukan diri pohon-pohon yang sama temperate) kemungkinan dibutuhkan kedua macam bunga untuk rnenyesuaikan hewan bentuk polinator-polinator dari (serangga. 1972. pohon-pohon dapat berumpun. berdasarkan studi berikut. Uniseksualitas jelas Barro. Bawa dan Opler. Pada bunga-bunga uniseksual dari beberapa monoecious telah berkembang baik. adalah (Croat. 1976). banyak spesies hutan-hutan hermaprodit bunga-bunga tua. membuatnya sulit untuk menduga sifat alam seksualitas dari dari pemeriksaan tropis yang kasual bersifat morfologi bunga. tersebut kelelawar) akan pada proporsi yang jauh lebih taksa dari sama dan dari pohon-pohon tropis ini. burung. tropis 1976) mendorong atau outcrossing Styles. Sebuah survei flora di Pulau Colorado. 1975. Styles Kesamaan oleh dalam dan Khosia.Costa Rica. tetapi organ-organ seks lawannya lidak berfungsi. monoesisme taksa dengan 1972. 9%. harus (contohnya beberapa Meliaceae. Cariaceae. telah ditemukan dapat menghasilkan bungabunga yang berfungsi secara uniseksual (Styles. Baker. lihat Hubbel karena banyak sebagai (1979). merubah dengan dioesisme (contoh. tidak dipublikasikan). pada Dengan demikian. pohon yang Penulis lebih 1979) telah membuat analisis menunjukkan diantara berukuran sedang .

dimana manifestasi dari satu seks (biasanya staminate) menghasilkan beberapa bunga yang hermaprodit Selanjutnya atau dalam lebih jarang dari seks ada lawannya. diosisme lebih lazim diantara pohon-pohon daerah-daerah temperate. jantan). kedua dari mempertahankan Pada keberadaan spesies telah diteliti oleh Baker (1976). Beberapa dari taksa pohon . pada akhir periode pernbentukan bunga. Angkanya rnengecil menjadi masing-masing 7% dan 12%. Mereka mengulangi dan dana diperoleh 40% untuk hutan hujan di Nigeria dan 26% (termasuk beberapa spesies hermaprodit dikogamus) untuk hutan hujan campuran dipterocarpa dataran rendah di Serawak Tengah (masing-masing adalah data dari Jones. Bawa (1981) dan Beach (1981). 8% dari tumbuhan scandent adalah dioecious dan 12% adalah monoecious. Alasan-alasan ini telah dikemukakan oleh Bawa dan Opler (1975). Jelasnya. beberapa pohon-pohon tropis. untuk menghasilkan bunga-bunga hermaprodit dimana buah-buah yang membawa benih terbentuk. individu-individu pohon beragam seksual dari waktu ke waktu. sama halnya dengan pistillate (bunga berkelarnin betina) dan staminate (bunga berkelamin (contohnya. Carica papaya. Benih-benih staminate dari mapun buah-buah ini meningkatkan yang seks artinya dalam areal hutan progeni datam lokal hujan pistillate.hingga besar. dan kemungkinan lebih lazim pada pohon-pohon besar dibandingkan pada bentuk hidup lainnya. Pohon-pohon dioecious tropis menunjukkan variabilitas yang tidak teratur daiam ekspresi seks. Bawa dan Opler (1975) menemukan 22% dari spesies pohon adalah diocious. 1969). 1955 dan Ashton. kecenderungan mempakan pohon-pohon staminate. Coccoloba dapat terjadi pada dasar dalam reguler atau keadaan padiform'ts dapat (Polygonaceae). individu-individu hermaprodit. Dalam studi mengenai hutan kering di propinsi Guanacaste. 21% adalah diocious (berumah dua) dan 15% adaiah monoecious (berumah satu). Costa Rica. untuk pohon-pohon kecil (dan semak).

ukuran bunga. 1978. dalam sejumiah nektar yang dihasilkan. Carica menunjukkan opposite bunga-bunga pistillate tidak menghasitkan nektar sedangkan suplainya baik pada bunga-bunga staminate (Baker. umumnya Pada betina berlaku seks (Opler Bawa. dikatakan seperti bahwa ini membuat pengunjung dan bunga lebah berbahaya. (Trochilidae) Penyerbukan Trigonia. 1975. Polygonacceae). Kebanyakan pohon dioeccious tropis yang telah diteliti menunjukkan staminate hanya rasio seks dan bunga yang bias. 1976). warna dan bentuk dimana dari bunga petal (kebanyakan khususnya pada Ccarica. Colorado (Panama). jauh dari bunga-bunga pistillate dimana ovari rusak mengisi yang bemasil dilakukan oleh ngengat yang mengunjungi bunga pistillate karena kesalahan dalam pencahayaan yang kurang. Pohon-pohon tropis dioecious menunjukkan beberapa hubungan seks dimorphisme dalam ciri reproduktif seperti jumlah bunga per inflorescecncec. Di areal Pulau Barro. 1978).didaftar Croat oleh Yampolsky menemukan dan 54 Yampolsky spesies (1922) (4% dari sebagai flora) polyamodioecious. dan dalam tingkat herbivory pada bagian-bagian floral (Bawa dan Opler. Dalam kasus Carica. perbedaan dalam jumlah nektar yang dikeluarkan oleh bungastaminate pistillate. sedangkan staminatenya adalah gamopetalus bunga pistillatenya adalah polypetalous). lengkap. Baker. mudah hummingbird bunga. beberapa yang kasus. bunga Bawa dan Opler dan (1975) telah mencatat tetapi disini perbedaanspp. tumbuhan berkefamin diketahui . (1978) ada dalam suatu kondisi. Belum jelas arti adaptif dari variasi semacam itu dalam ekspresi seks. Baker (1978a) telah nyata mertunjukkan antara bahwa mungkin ada perbedaan-perbedaan pohon-pohon pistillate dan staminate dari spesies yang sama pada rasio sukrosa terhadap heksosa dalam nektar bunga mereka (contohnya pada Triplaris americana. Arti dan tingkat perbedaan-perbedaan semacam itu akan terbukti dengan studi lebih lanjut. 1976).

yang bergantung pada diplospori atau apospori pada setiap kasus yang diikuti oleh diplotid partenogenesis (Baker. tetapi yang perlu mendapat perhatian adalah beberapa dari macam apomiksis heterosis) luar di Ashton dapat yang pada dan "menghentikan" telah dihasilkan seksual (1978) Akibatnya.). (terutama Mekanisme betina betina) dikenai diisolasi. karena reproduksi fisik dari bahwa amphimistik individufrekuensi pemisahan conspesifik. berbunga yaitu Alchornea dengan 30 dalam satu dipublikasikan terdapat adalah dengan tercantum yang mengamati (bunga yang penyusunan berkelamin sekarang apomistik (1954. atau 1967) dan Daftar lebih sekurangnya lazim/umum yang rumput-rumputan) yang daftar apomiksis embriony (adventitious). spesies ilicifolia mekanisme Nygren tropis ini. heterozygositas (amphimistik) demonstrasi hutan mungkin individu oleh (juga persilangan reproduksi Kaur tumbuhan induk(moyang). 1974) dan disini apomiksis harus dicurigai. menyatakan . Apomiksis Reproduksi apomiksis. Penjelasan-penjelasan eko-evolusioner untuk perbedaan yang berhubungan dengan iklim ini akan dipertirnbangkan di bagian lain. Reproduksi apomiksis pertama kali ditemukan biji oleh pada yang Smith tumbuhan sebagi spesies telah (1841). (1977) dimana tentang tingkat kemungkinan apomiksis tinggi pepohonan di klimaks sulit Malaysia. liar di oleh genera (Euphorbiaceae). biasanya melibatkan agamospermi (pembentukan embrio tanpa fusi/peleburan seksual) yang telah diketahui untuk individu tropis spesies berkayu dan herbaceous sejak abad ke-19. dkk. Pachira llustrasi pada mengenai pohon mekanisme tropis embriony ditunjukan liar oleh (adventitious) hutan oleaginea (sekarang dikenai sebagai Bombacopsis glabra (Bombacaceae) oleh Baker (1960)}.(Tomlinson. tidak dipubl. berlawanan bagian-bagian dunia dimana musim pertumbuhan singkat.

pada hari dll) proporsi Tetapi. dengan kecenderungan berbunga pada dan musim tertentu lain (Holturn. tertunda (dormansi kuncup}. referensi pada Frankie dkk. dalam 1952. 1978. "diferensiasi" (perkembangan Salisbury. 1976b. kenyataan berbunga. sangat pada Njoku. pada tumbuhan tropis dapat berasal dari 1924. sepanjang vegetatif mungkin 1962. dihadapkan tersebut Namun pada demikian. 1980. Stiles. sistem perkembangbiakan Kavanagh. kelangkaan pertama dalam unjtan pembentukan bunga.terjadinya S. sekumpulan spesies trip dari spesies pohon dipterokarpa macmptera. lebih Tumbuhan berbunga minoritas habitat-habitat secara kontinu. Pendorong fotoperiode. perubahan Sunning. cahaya apapun terhadap faktor gelap lamanya (McClelland. 1974 Opler dkk. Frankie dkk. jika ada. Appanah (dalam menemukan diserbuki pepohonan dan akan Dipterocarpaceae meningkat pesat Malaysia saat trips (Thysanoptera). "induksi". Ekologi penyerbukarn Anthecology) Awal pembentukan dan perkembangan bunga (antesis) Permulaan berbeda: oleh bunga pembentukan pada bunga melibatkan dengan suhunya sebelum langsung dua fase untuk dan kuncup Antesis atau "induksi" tumbuhan kesiapan cocok). menjadi 1963}. pemicunya. Jumlah serangga ini tidak banyak. yang 1948. mungkin kecil 1958. di pada ini 1979) harus diselidiki bahwa oleh secara teliti di hutan tropis lain.. contohnya Shorea sehingga spesies menunjukkan pohon-pohon ini adalah apomistik.. ujung bunga} (Hilman. dan inilah yang paling sering dijumpai pada komunitas-komunitas seral pionir pada zona-zona hutan yang lebih basah. 1974}. lembab 1972. setidaknya pada dasar popuiasi. . "diferensiasi" atau "antesis" kebanyakan tumbuhan tropis berbunga secara diskontinu. terjadi menghasilkan kuncup-kuncup bunga (seringkali dikendalikan fotoperiode. Daubenmire.

1976a. penurunan suhu (Kerling. Went. perubahan fotoperiode (juga Hopkins. pembentukan bunga oleh spesies hummingbird penyerbuk akan berubah dari tahun ke tahun akibat perbedaan iklim namun kontinuitas suplai sumberdaya dipertahankan. 1852. 1941. 1976a. Kelihatannya. Opler..Pecahnya masa dormansi kuncup bunga yang mengarah pada antesis pada tumbuhan tropis telah menjadi bahan perdebatan. pohon-pohon besar dari ekotipe hutan tetap vegetatif untuk beberapa tahun antara tahapan pembentukan bunga (Baker.1964. 1974. Sinkroni berikut yang dipicu oleh stimulus lingkungan yang kuat seperti badai hujan tropis pada akhir musim gen yang yang sama areal kering Juga sangat penting dalam mempertahankan bunga oleh aliran intraspesifik dalam spesies pohon tertentu yang agak umum. Opler dkk. 1977). Opler dkk. pohon-pohon dari savanna Ceiba pentandra (Bombacaceae) berbunga setahun sekali. Opler 1960. Antesis biasanya terjadi pada waktu tertentu siang . ada 1972. 198C. Holttum. 1976a. 1963). 1957}. yang Holdsworth. Opler. lebih dari satu jenis stimulus yang terlibat dalam pemecahan masa dormasi kunbup bunga. Gentry (1974b) telah mensurvei tipetipe pembentukan bunga pada Bignoniaceae neotropis. adalah monokarpik ekotipe (Foster. Bambu. 1980.). Frankie dkk. dan beberapa pohon.. dkk. dalam (La Selva.. Api (Hopkins. hutan temporal/sementara tertentu bahwa urutan penyerbuk (Frankie. Daubenmire. dormansi. semuanya dilaporkan memecahkan masa Kelihatannya juga ritme endogenous terlibat. 1981). sehingga beberapa tumbuhan hutan tropis berbunga lebih dari satu kali setahun (Holttum. dan pergerakan 1961. Frankie dan Haber. tekanan air (Aivim. 1981). 1975. Di Ghana. 1952. sedangkan yang lainnya turnbuh untuk beberapa tahun atau dalam waktu yang lama tanpa pembentukan bunga (termasuk bambu telah disinggung sebelumnya). in Stiles basah memperlihatkan costa Fiba). 1965b). 1963). memungkinkan dengan akan pembentukan perpindahan menyaingi (1978) spesies yang berbeda sebaliknya pre.

dan bunga yang telah diserbuki masih berwarna (further) kemerahan. secara umum benar bahwa bunga tunggal pada pohon tropis biasanya bertahan kira-kira 1 hari. Tumbuhan malam seperti Inga vera (Fabaceae. yang . segar ekstrim Anggrek ialah epifit yang spesies terkenal lama. Namun demikian. 1974). Bunga-bunga dari beberapa tumbuhan dioecious menunjukan ciri khusus. 1975). berbunga Sesuai dan mungkin memakan dengan kehangatan malam di daerah tropis. tersebut Minosoideae) membuka/memekarkan pengunjung bunganya dari pada lebah tengah sore hari dan tetap mekar sepanjang malam. 1968). tumbuhan memiliki sejumlah mulai hingga kelelawar (Salas. sangat bervariasi antar tetap sangat spesies. Kehangatan juga dtrefleksikan membuka/mekarnya beberapa diurnal khusus seperti Thevetia ovata (Apocynaceae) pada kegelapan sebelum senja. dengan sehingga kelelawar dan ngengat bunga mempunyai peran penting sebagai penyerbuk. walaupun camara dan Beberapa telah memiliki menyokong (kontribusi) daya tarik irtflorescense (warna) "dipakai'Vdiserbuki. Passiflora karena yang bunganya yang bunganya dalam waktu kebalikannya hanya dapat bertahan beberapa jam dan penyerbukannya hanya beberapa menit setelah bunga mekar (Janzen. Pengecualian untuk dan aturan gynaecia ini yang diperlihatkan berfungsi spesies oleh beberapa spesies yang terus Lantana sedang oranye adalah protandous dan protoginus yang bunganya memiliki androecia pada hari bunga (malam) yang berbeda. dimana beberapa lebih Misalnya yang (Verbenaceae) bertahan Contoh bunga-bunga hari jauh diserbuki berwarna kuning. karena bunga jantan (staminate) mekar beberapa jam sebetum bunga betina (bunga berkelamin betina)(Bawa dan Opler. Panjang waktu (lamanya) yang diperlukan bunga untuk tetap dapat menghasilkan serbuk/tepung sari (polen) atau lebih penting lagi untuk menerimanya.atau malam untuk setiap waktu spesies 24 jam tumbuhan penuh. proporsi tumbuhan hutan yang berbunga pada malam hari lebih tinggi dibandingkan pada daerah temperate.

1978). 1964. Rees. 1946. Individu memperlihatkan jantan ciri basah individu dan tersebut Costa tumbuhan pemisahan pada Bawa palma betina. Lamb. Opler 1952. Fenologi Dan Keteraturan Masa Berbunga Sampai lingkungan Nevling. yang (contohya fenologi 1964. Daubenmlre. Frankie 1974. berbagai referensi pada Richards. Informasi lain mengenai kejadian-kejadian fenologi diternukan Alien. 1974. Burger. 1963. 1936.. dari Pada kepentingan suatu (yaitu Broekmans. McClure.Baker dan I. spesies temporal monoecious dalam Schmid Capania menunjukkan dua periode (1970) biasanya bunga hutan setiap yang menemukan di antesis Demikianlah Pada (1977) Asterogyne martiana Rica.R. Gibbs dan Leston. dkk. perlakukan-perlakuan Little pada dan Wadsworth. 1968. 1957. Rees. 1980). 1964. spesies mengenai periodisitas sebagai sejumlah dikumpulkan usaha untuk merefleksikan kecenderungan fenologi umum pada tipe-tipe vegetasi tertentu (sebagai contoh J. dimana bunga jantan mekar dan di antara periode tersebut bunga betina mekar dalam waktu yang lebih tama. Hopkins. Baker. 1953).. 1966. 1966a. namun dalam waktu singkat. tumbuhan mempunyai terpisah. Tanggapan mengenai kejadian-kejadian fenologi yang terkait dengan biologi reproduktif seringkali hanya sebagai Catalan singkat dalam sebuah tulisan panjang untuk topik khusus floristik informasi lainnya dapat (contohnya Beard. 1972. lainnya pada 1956. (Holttum. 1971. Sumber terdapat ekonomi data telah tulisan spesies mengetengahkan 1975). 1952). 1970. Ducke dan Black. . dan yang sangat terkenal pada Croat. guatemalensis bahwa anthesis (Sapindaceae). Purglove. saat tropik ini perilaku periodik tumbuhan di kurang mendapat perhatian dkk. beberapa kecil studi.Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) dengan perubahan warna yang tidak terlalu mencolok antara bunga yang belum dan sudah diserbuki.

(1974) dan Opler dkk. bunga dan buah untuk banyak spesies yang secara khusus membentuk tipe-tipe hutan tertentu. Masa berbunga terjadi di dua musim basah dan pada musim-musim yang tidak terlalu kering. Pada hutan basah (Finca La Selva). Ng (1977) mempelajari Malaya. pola-pola ini diternukan hanya dalam jangka Costa pendek Rica (biasanya sekitar 2 tahun). Nevling (1971) mempelajari fenologi hutan elfin di Puerto Rico. studi fenologi diiakukan di hutan lembab semievergreen Panama oleh Croat (1969. dengan sedikit kesesuaian (synchrony) di antara dua lapisan. studi fenologi pepohonan telah diiakukan oleh Janzen (1967) di hutan kering. Di daerah neotropik. dan di hutan basah dan kering oleh Frankie dkk. seperti studi-studi di Costa Rica yang diiakukan Baker. sedangkan Jackson (1978) mengamati hutan hujan pegunungan yang lebih rendah (secara teknik hanya pada subtropis) di Brazil. Dengan beberapa pengecualian dari penelitian di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959) dan di Malaya oleh Medway (1972). Di Asia. fenologi pada hutan lain di dipterocarpaceae Malaya oleh di dengan studi-studi Medway (1972) dan di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959).. 1974). Semak dari hutan basah menunjukkan masa berbunga yang lebih sering dan bunganya secara umum dapat digolongkan sebagai "aseasonal" {tidak bermusim). Analisis-analisis fenologi pohon hutan (Frankie dkk. Di Costa Rica. terdapat dua puncak rnasa berbunga yang tampak pada spesies kanopi dan tiga puncak di tingkat bawah.1978} dan oleh Foster (1974).Baru-baru membedakan ini beberapa usaha dilakukan secara untuk umum dapat dalam pola-pola komuniktas pembentukan daun. 1980) dapat diringkaskan. (1980) melakukan studi fenologi semak dan treelet.. Beberapa studi telah dilakukan di Afrika oleh Boaler (1966). Pada hutan kering (Guanacaste). fenologi semak dan treelet (Opler dkk. dan oteh Burger (1974) pada 4 tipe hutan di Ethiopia. di hutan lembab oleh Fournier dan Salas (1966). pada lahari hutan deciduous miombo di Tanzania. dua puncak masa .

Semak hutan kering. Liana rnencapai puncak masa berbunga pada awal musim kering: puncak masa berbunga untuk pohon yang lebih besar berada pada musim kering. masa cenderung pepohonan setiap pohon berbuah menunjukkan perilaku (menengah) semak. kedua sejumlah besar (Agustus-Oktober). Semak di hutan kering memperlihatkan dengan pembentukan yang buah puncaknya di antara pertengahan musim kering dan musim basah.setahun berbuah kering masak. satu periode yang luas selama musim kering yang panjang dan puncak kedua pada awal pada musim awal hujan. Puncak masa berbunga pada semak dicapai pada awal musim hujan. Tumbuhan perambat memiliki pola pembentukan bunga yang lebih menyebar. dalam. Hutan Guanacaste dan basah. saat ini secara klimatik antara hutan basah dan kering Costa Rica. Musim berbuah dari berbagai bentuk . Selama musim kering yang panjang semak kemungkinan ripari fenologi Di ditemukan meskipun di karena kekeringan lebih dibandingkan bagi pohon yang berakar lebih dalam. Pada hutan kering. dan pengamatan fenologi oleh Croat (1978) pada bentuk hidup semua Eumbuhan menunjukkan bahwa herba lantai hutan mencapai puncak masa berbunga pada awal musim hujan. cenderung sebelum berada dinaungi pada daun-daun muda pohon desiduous. Hutan ripari di Guanacaste. hutan puncak intermediate bulannya yang pada musim sesuai dengan ketersediaan suplai air yang cukup. Di Panama. umumnya juga menunjukkan pola fenologi intermediate "menengah". oleh kondisi berat bagi sebaliknya munculnya dorman. dan epifit sebagian besar berbunga pada pertengahan hingga akhir musim kering. semak menunjukkan hanya sekali puncak masa berbunga utama yaitu musim hujan. berada hutan pada awal pada hutan musim hujan). puncak produksi buah masak terjadi pada akhir musim kering yang panjang (dengan hasil jelas benih pola akan tersedia pada lantai bimodal. pola fenologi di Pulau Barro Colorado juga intermediate.berbunga terlihat pada pepohonan. kelembabannya kering dan basah.

Berbagai usaha telah dilakukan untuk meneliti aspekaspek fenologi oleh dari Putz Smythe interaksi-interaksi (1979) dan yang yang lain. dan Frankie Studi-studi terinci dengan mengenai fenlogi hummingbird dalam hubungannya telah dibuat oleh Snow dan Snow (1972). 1979). ini liana ingin besar erat dan dan tumbuhan bahwa ngengat pola perambat rajawali terpilih). Di hutan Cagar Alam Pasoh suatu Malaysia. dari tumbuhan yang didatangi hummingbird selama kira-kira 4 tahun di hutan Selva. musiman spasial (hawkmoth) menunjukkan dengan kelimpahan dan lebah-lebah berkaitan temporal ketersediaan sumber pembentukan bunga. (1974b. Stiles (1978) dan Feinsinger dan Colwell (1978). ekologi tumbuhan berbunga berhubungan pemanfaatan penyerbuk yang sama (trip) oleh berbagai pohon (1967). masa meskipun pematangan buah terjadi bersamaan (H. Rangkaian tulisan Frankie dan Haber (in prep. pada paleotropis neotropis Janzen (1975. Snow terjadi dan pada antara tumbuhan dan binatang pada tingkat komunitas. pada pertengahan hingga akhir musim hujan. semak pada musim basah). oleh beberapa peneliti (1970). liana juga akhir musim kering. Chan dalam Kavanagh. 1976). Stiles (1975. Rangkaian/urutan dipterokarpa.) mengkarakteristikkan interaksi-interaksi antara pengunjung anthofilus dengan pohon-pohon di hutan kering Costa Rica (juga Tulisan semak. pohon-pohon menunjukkan dua puncak. Costa Puncak ketersediaan . 1978). seperti Gentry (1965). Heithaus (1974. 1976). 1979). epifit terutama pada akhir musim kering.T.kehidupan ini berjalan mengikuti musim berbunga (herba. pada awal musim basah dan pertengahannya. Feinsinger (1976. 1978). urutan pohon-pohon berbunga jatuhnya dengan Dipterocarpaceae untuk setiap menunjukkan masa dan yang tumpang tindih dengan durasi dua sampai tiga minggu spesies. Penemuan-penemuan Stiles (1978) didasarkan pada studi pembentukan basah Finca bunga La oleh 59 spesies Rica.

namun kontinuitas tetap dipertahankan. sedikitnya bunga terjadi pada bulan-bulan terbasah pada setiap tahun. Eslabrook (1977) untuk penyebar buah. Primack (1975). Sebagian besar studi mengenai penyerbukan zoophilous di dan hutan tropis yang tertuju pada tumbuhan binatang berhubungan dengannya. (1977) (1975. penghindaran yang kompetitif penggunaan interaksi oleh kompetitif penelitian dan dan dengan pembuatan jarak sementara) akan dipelajari lebih intensif Stiles Howe diusulkan (1978). Studi-studi perbandingan mengenai tidak pola fenologi penting pada agar habitat kita yang terganggu mengatur organisme polen dan terganggu dapat hutan yang antara dan tropis dengan lebih tepat. Hal ini juga memungkinkan pengertian yang lebih baik mengenai pola pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan yang tidak berbunga setiap tahun. Yang menarik. karena sebagian besar tumbuhan hutan tropis diserbuki . dan oleh Foster (1974). demikian pula untuk memahami interaksi-insteraksi mendiarninya. Meskipim demikian. kita mengharapkan studistudi fenologi dapat berkembang datam jangka waktu yang lebih panjang. variasi curah hujan dari tahun ke tahun menyebabkan beberapa perubahan dalam urutan masa berbunga suatu spesies. Pemicu yang membawa kepada antesis akan dapat teriihat lebih jelas. Di masa yang akan datang. dan pengaturannya yang mendasar.bunga terjadi pada musim kering dan awal musim basah. spesies tumbuhan pangan yang berbeda secara bersamaan akan memenuhi kebutuhan burung-burung sepanjang tahun. karena dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang penyebab bervariasinya pola-pola dari tahun ke tahun. Vektor-vektor polen/serbuk sari (1) Penyerbukan oleh angin. dan Feinsinger Howe Feinsinger dan Howe Colwell (1978) untuk penyerbuk. tumbuhan vektor dalam benihnya pada antara berbagai dengan Interaksi-interaksi hubungannya (dan batasan 1978).

Janzen.binatang. 1975). di Afrika 1975). 1978. Corner. 1970. Leston.prib. sebagian besar diserbuki oleh serangga (Sodestrom dan Calderaon. bahwa tampaknya diserbuki oleh angin (Uhl dan Moore. 1977). faktor-faktor yang tidak menguntungkan 1972. tidak dipubl. lagipula rumputrumputan yang ditemukan pada tingkat ini. Pada tingkat/level permukaan tanah. 1971. kom. 1969. Trinax yaitu spp.. Tekanan-tekanan evolusi anemofili berkaitan di pada dan beberapa spesies lembab di hutan evergreen tidak jelas. tetapi apa Beberapa yang palma umumnya termasuk dipercayai. Karr.. Penyerbukan oleh angin agak jarang terjadi di hutan yang lebih basah dimana penyebaran individual conspesifik penampakan satu sama secara fisik lain. Kompetisi untuk penyerbuk-penyerbuk pembatas energetik produksi bunga dan alat-alat pemikat penyerbuk. luas. Anemofili telah dijelaskan pada beberapa pohon di hutan tingkat deciduous minimum tropis yang dibatasi oleh savana dan dimana pada Opler. Uhl dan Moore. 1977).. dan Bawa berada (Daubenmire.). Arecaceae secara keseluruhan selektif anemophilus. dapat . Beberapa spesies pohon Moraceae di hutan semidesiduous Asia juga termasuk anemofili (D. demikian pula beberapa Rhizophoraceae di hutan-hutan mangrove (Tomlinson dkk. Penyerbukan angin di hutan hijau abadi (basah) dataran rendah neotropis baru-baru ini telah dilaporkan oleh Bawa dan Crisp (1980) untuk Trophis involucrata (Moracaceae) dan ada indikasi beberapa spesies lainnya berada pada tingkat bawah dari hutan basah Amerika Tengah (Bawa. yang tumbuh berkala. ditambah yang anemofili lagi sebagai dengan suatu pohon-pohon menjadikan tidak berhubungan sistem yang tidak efisien (Whitehead. yang ternyata dengan daerah pada tidak benar (Schmid. 1952). kurangnya pergerakan udara mungkin merupakan faktor yang menghalangi penyerbukan oleh angin. 1976). 1978).

Pada lapisan tingkat bawah tidak seluruhnya kurang angin dan dalam kenyataannya efisiensi angin yang tertalu ini keras juga mengganggu memungkinkan penyerbukan. 1960-61. namun berlangsung setelah migrasi ke dalam hutan. dengan agak fungsional dibedakan).diseleksi untuk penyerbukan oleh angin. meskipun akhirtelah tentang mengimbanginya. dilakukan. Baker dan Hurd. Opler dkk. pada survei oleh kelompok serangga yang terhadap diperoleh pengamatan-pengamatan Survei-survei tingkat di penyerbukan akhir ini ekosistem Malaysia intensif dilakukan sangat khusus di neotropik. (2) Penyerbukan oleh serangga. Sindrom-sindrom karakter yang mengadaptasi bungabunga terhadap berbagai serangga penyerbuk di hutan tropik dapat dibandingkan dengan yang berada di daerah sedang (temperate) (cf. bahwa yang beberapa bunga-bunga sebagian korelasi putih tropis kecil yang murni suplai lebah lebih nektar terkenal. 1971. dapat dan lebah (minimal 2 kategori ngengat Namun. inermis yang memiliki pengunjung bunga sebanyak 300 jenis. Studi-studi tertentu tidak terlalu banyak dan penelitian jarang .1978). Hal anemofili berkembang pada famili seperti Moraceae dan Arecaceae di bawah kondisi lingkungan yang berbeda. Faegri dan van der Poijt. "ngengat yang tawon. 1968. (1976a) menemukan spesies bunga paling kecil C. Selanjutnya Bawa dan Opler (1975) menyatakan dengan oleh terbatas merupakan ciri umum spesies pohon dioceous besar diserbuki berlidah pendek. informasi penyerbukan tergesa-gesa. Namun. Van der Pijt. kupu-kupu dan berbagai jenis talat. Kisaran serangga antofilus di hutan tropis (dengan hampir dari adalah yang kumbang. Pada Cordia (Boraginaceae). sphingids seluruh pengatur'" berhubungan ini dilakukan sistem kebanyakan dapat taksa (settling moth).

tersebut. yang pada pada Dodson. sering menjadi pemakan bangkai (scavenger) polen dan nektar yang bunga ditinggalkan setelah proses penyerbukan dilakukan. pengumpul Vogel wewangian juga (yaitu lebah telah diselidiki oleh C. interaksi teritorial . Penelitian menunjukkan bahwa lebah-lebah yang besar dari jenis yang berbeda mencari makan pada ketinggian di atas tanah yang berbeda di hutan kering Costa Rica. 1975). mereka yang kurang berperan secara proporsional sebagai penyerbuk.I.H. sehingga yang tersisa dibawa dari bunga ke bunga dalam posisi penyerbuk/polinator (Janzen. Lebah-lebah soliter (yang hidup menyendiri) yang besar sangat penting sebagai penyerbuk pohon berkayu di daerah tropis. (ringkasan menjetaskan perkunjungan (1971). termasuk beberapa genera seperti Apis. pertama kali digambarkan oleh Janzen juga menyatakan lebah-lebah tersebut tampaknya sanggup untuk terbang sejauh 23 km setiap hari. Trigona dan Melipona. Studi-studi lebah Cyclocopid di Asia Tenggara (1954). yang (1979) Sindrom trapliner Frankie dan dan didatanginya digambarkan oleh Janzen (1971. Dengan pengertian dapat ini. Dodson. atau mengambilnya dari bunga-bunga dimana penyerbukan yang efisien membutuhkan pengumpul nektar. pembagian Peran sumber nektar dan polen dan dicapai. Dressier dkk. R.1974b). dilaporkan Lebah jantan in extenso oleh Van der Pijl euglosine 1975). Lebah-lebah sosial ini juga mahir membersihkan polen di badannya ke dalam pellet. Namun demikian. sehingga penyebaran dari tumbuhan bunga yang dikunjungi seharusnya bukan merupakan rintangan yang tak mungkin karakter diatasi pada pembuahan tumbuhan Colville silang. hal (1968) oleh tentang Traplining sekumpulan tumbuhan) bahwa euglosine betina.Janzen (1975) mengatakan bahwa proporsi jenis dan biomasa lebah tropik yang besar adalah makhluk sosial.

oleh Sebah Gentry paling penyelidikan Pada kedua untuk Bignoniaceae ini. dan pada Lecythidaceae oleh Prance (1976) dan penelitian sebagian aktivitas penyerbuk/polinator. Hymenoptera lain. beberapa liana dan epifit dapat lebih baik dilayani oleh sindrom "traplining". berpengamh yang dilakukan dari di daerah temperate.interaksi agresif antar lebah di hutan tropik digambarkan oleh Dodson dan Frymire (1961). Frankie dan Baker (1974) dan Frankie (1976). Sebaliknya. Dalam hal ini burung-burung dan Iebah masuk termasuk di dalamnya. 107-109). besar (1974a). individu Yang akan dijelaskan pada dengan juga berhubungan pendukung penyerbukan silang adalah pernyataan Gentry (1978) bahwa spesies serangga penyerbuk bunga banyak (masal) surplus dapat mencurahkan dan pemakan energi serangga untuk yang menghasilkan akan menarik rnembantu penyerbuk. "Pembentukan bunga masal" dimana individu tumbuhan memproduksi sejumlah besar bunga dalam jangka waktu yang singkat. Harus mutualisme ekstrim . 1978 hal. terutama jenis tawon tropika temyata lebih banyak berperan disadah yang dalam penyerbukan (lihat jenis dibandingkan diingat bahwa dengan yang sebelumnya antara Faegri dan Van der Piji. tumbuhan perambat. pohon dan semak di bawah kanopi. selanjutnya burung-burung penyerbukan siiang dengan menakuti serangga tersebut sehingga terbang/pindah ke tumbuhan lain. paling sesuai untuk pohon-pohon bertajuk dan liana fmisalnya Tabebuia dan Pterocarpus di Amerika Tengah) yang menunjukkan kumpulan warna pada binatang yang dapat terbang di atas tajuk pohon. Pengaruh reaksi insting lebah dalam mendukung penyerbukan silang ini dengan bagian memindahkan Selanjutnya. Studi komprehensif mengenai penyerbukan serangga dari beberapa anggota famili tertentu belum sebanyak penelilian Tercatat lainnya.

Perilaku kupu-kupu betina dari genus Heliconius yang agak aneh. puncak aktivitas mencari makan mungkin dicapai dalam beberapa jam di waktu pagi (W. Kupu-kupu ini mengambil nektar dari bunga-bunga kemudian mengumpulkan butiran polen dari bunga jantan tumbuhan perambat Anguria dan Gurania (Cucurbitaceae) lalu amino memuntahkan tersebar nektar keluar ke dalam atasnya. Dari hasil penelitian terkini. diperlihatkan oleh Gilbert (1972. 1978a). G. (rajawali) terdapat hutan-hutan tropis setelah matahari terbenam. Banziger (1971) menggambarkan ngengat penghisap darah.A Opler. seluruhnya pencari Kupu-kupu besar dan berwama-warni. Lepidoptera-lepidoptera bawah) (Baker. Haber. Di Asia Tenggara. nektar. dari genus Morpho memakan buah busuk (Young. 1975). nektar sehingga yang asam kemudian dihisap oleh kupu-kupu. Kupukupu jenis lain di hutan tropis memiliki kebiasaan yang dan lebih hal konvensional ini serupa Nektar-nektar dalarn dengan dari ini kaya mengumpulkan "ngengat bunga hasil asam biasa nektar. Galil dan Eisikowitch.W. Lepidoptera meskipun tidak banyak terdapat sebagai di hutan tropik. De Vries (1979) memiliki bukti-bukti tidak langsung bahwa kupu-kupu pada genera Paridesa dan Battus dapat melakukan hal yang sarna seperti di Costa Rica. Semut yang melimpah di dalarn dan pada pohon-pohon hutan dapat juga menjadi penyerbuk siiang yang jarang/langka. tetapi pernyataan . pengamatan pribadi) tapi di hutan yang berawan (cloud lajur forest) di Costa Rica aktivitasnya ini terbesar pada senja dan fajar. pengendap kunjungan (lihat di settling". Frankie dan P.Ficus dan penyerbuk-penyerbuknya melibatkan tawon dari Agaonidae (ringkasan pada Ramirez. Beberapa bukti menunjukkan pada ketinggian yang lebih rendah. 1972). Ngengat sphigid amino. Kemungkinan sphingid mengikuti "traplining". 1971). 1970.A.

memerlukan bukti (lihat Linhart dan Medenhall. dll. 1960-1961). Sindrom ciri bunga hawkmoth (ngengat rajawali) dapat dibandingkan dengan yang dijeiaskan secara luas di bagian lain dan untuk Van tumbuhan-tumbuhan Fiji. termasuk beberapa yang memiliki tangkai mahkota (corola) paling panjang. yang menyerbuki anggrek Angraecum sesquipedale. bunga 1966. sebagai selama penyerbuk organisme yang secara estetika menarik perhatian dan ialat tidak selalu mengunjungi bunga secara khusus. Tercatat bahwa Xanthopan morgani f. Kumbang dari berbagai jenis merupakan penyerbuk yang secara proporsionai lebih penting di daerah tropis dibandingkan di daerah temperate (cf. 1978 hal angiosperrnae "primitif. yang sesuai dengan panjang belalai ngengat. 1960-1961. Faegri van der Fiji. 1977). Bunga-bunga hawkmoth tropis. Baker dan Hurd. disadari. Faegri der 1971. 1974. 1968. 1969. ini pohon-pohon Pasifik. tertarik Diamesus dengan yang bau khas tumbuhan (misalnya dan Amorphophallus titanium dan kumbang sphigid besar dari mendatangi inflorescenses seeing terperangkap. praedicta di hutan Madagaskar.30 cm. memiliki panjang belaiai 25 .) Di daerah tropis mungkin sangat spesifik dengan kumbang yang genus 101). sebagai tambahan beberapa berwarna kusam berbau tidak sedap dapat pula menank perhatian ngengat (lihat bawah). Sebagai contoh adalah pengenalan yang lambat terhadap peran . sehingga diabaikan oleh kebanyakan pengamat. Thien (1980) biologi lain di yang telah penyerbukan Pulau-pulau bahwa pionir. terutama di hutan-hutan Asia Lautan menyimpulkan penting yang beberapa Diptera di dikategorikan lalat-lalat tropis bukanlah hutan lalat penyerbuk Kemungkinan. temperate 1978). Ban der Fiji. Namun menyelidiki Tenggara sebagai tebih daripada dan demikian. dan (misalnya Van der Fiji. Gottsberger.

oleh Burung.lalat-lalat basah 1970). Faegri dan Van der Fiji. dli). 1978. 1974). Pohon-pohon dan semak-semak di hutan neotropis mungkin saja oleh warblers diserbuki berbagai oleh hummingbird (Trochilidae) atau burung termasuk tanager 1977). di Yang Hawai dari pohon agak sumber Drepanididae hutan berbeda makanan yaitu yang memakan pada kaya cara akan berasal (Metrosideros.. dilakukan oleh Slud (1960). (Coerebidae) disebutkan bersaing Afrika melayang dan (Sylviidae). Linhart (1973) dan Stiles menunjukkan jantan dan teritorial dalam Trochilidae. hal. adalah passerine vireos (perching) (Vireonidae). Di akrobatidk (Nektahniidae) sangat penting penyerbuk (Wolf. finches yang mungkin (Passeriformes). lorikeets studi yang (Trichoglossidae) Australia. mereka mengambil nektar (dan juga dalam pemanfaatan sari sebagai adalah hutan basah bahwa tempat protein) Pada (1975) burung daerah hutan. di Asia mereka dapat dijumpai bersama shite-eyes (Zosteropidae). brush-longued di Costa Rica. terakhir dengan Asia. sedangkan "pertapa"yang memiiiki teritorial berlaku penangkap (trapliner) di hutan. Sebuah oleh literatur burung berguna ikhtisar penyerbukan disajikan oleh Faegri dan Van der Fiji (1978. serbuk dll). 1975. 123 kedua). yang paling dalam Honeycreepers hummingbirds sun bird memperoleh dan tidak sebagai nektardari bunga-bunga hutan (Colwetl dkk. (Toledo. dalam seperti burungdari banyak spesies mempertahankan pembukaan tidak seorang makanannya lebih lain-lain. pemakan madu (Neliphagidae) nektaryang Sophora. (3) Penyerbukan tentang Syrphid dalam penyerbukan di Costa palma Rica hutan Asterogyne martiana (Schmid. Di wilayah Indo-Malaya. (Thraupidae). .

bahwa Penuiis yang sama suplai dan melaporkan variabilitas makan nektar sepanjang tahun bagi hummingbirds berhubungan perilakunya dalam mencari berkembangbiak. semak-semak tertinggi tempat herba dapat adalah dipertimbangkan}. sedangkan pada neotrropik hummingbirds. kerapatan udara dan faktor-faktor lainnya.Toledo (1977) menjelaskan untuk hutan hujan Vera Cruz di Meksiko. dan yang bahwa hummingbirds (Heliconia cenderung herba mendatangi pohon-pohon pada strata yang lebih rendah. cenderung Sebaliknya banyak tersebut pohon-pohon yang lebih tinggi dan liana yang menempati yang lebih tinggi lebih didatangi oleh burung Perching. ketetapan tempat berdiri pada yang pertama. Feinsinger dan Colwell (1978) menghubungkan perbedaan-perbedaan perilaku dalam mencari makanan di dalam dan atar spesies pada ketinggian yang berbeda seiring dengan perubahan suhu. Perbedaan ini juga dapat dilihat dengan membandingkan antara spesies yang diserbuki oleh hummingbirds dan passerine yaitu Etythrina di neotropis {Cruden dan Toledo. . Feinsinger {1976. berlawanan dengan daerah terbuka di sekitar bunga sehingga dapat ditempati oleh hummingbirds yang sedang terbang. makanan 1978) mempelajari dalam pola dengan pola hummingbirds mencari dan oleh {kebanyakan komunitas penyediaan terganggu) nektar dihubungkan tumbuhan. 1977). Van der Pijl {1937} dan Faegri dan Van der Pijl (1978) organisasi sisi lain menjelaskan bunga bunga antara perbedaan-perbedaan bunga paleotropik dalam burung Terdapat perching dan inflorescens di satu sisi. Burung menunjukkan ketertarikan yang sangat besar pada nektar sebagai bahan makanan selama masa berbuah rendah dan ketersediaan (Toledo. dengan 1975) serangga minim. Pada areal cloud-forest di Costa Pica.

mereka mungkin dimanfaalkan bergerak burung-burung atau ketinggian (Janzen. 1975). (1974. 1975}. di Taman Botani (Kebun Raya) Buitenzorg (sekarang kepada Bogor) pada tahun 1892. Vogel (1958. 1968-1969). di Afrika Bignoniaceae. Heithaus ef a/. Jenis-jenis inni memiiiki begitu banyak nektar (dan air hujan) sehingga dapat digunakan sebagai tempal minum oleh burungburung yang lebih besar. tahun. Baker dan Harris (1957. Harris dan Baker {1958.Beberapa spesies pohon Ornithopilous mernpunyai bunga berbentuk rnangkok yang sangat besar (seperti Spathodea deciduous sampanulata. dan dewasa ini telah ada alat-alat penguat gambar penampakan malam bagitu pula alat radio tracking telah memungkinkan studi yang lebih sering dan mendetait dan telah memberikan kepada kita apresiasi yang nyata dari luasnya sistem penyerbukan yang hampir terbatas pada daerah tropis. relatif sedikit perhatian ditujukan polinator crepuscular nocturnal (kecuali oleh Van der Pijl. 1936. Selanjutnya dengan adanya photografi flash elektronik. dengan dari hutan iebih Barat. setengah musiman tersebut memberi 1978. sepanjang residen atau atas oleh Bunga-bunga tahun. Carvalho (1960). 1973). 1959). untuk dasar karena Stiles. (4). kelelawar pertama sebagai poiinator di areal hutan tropis telah dibuat oleh W. Sazima dan . 1959}. Jaeger (1954). (cf. secara migran. Baker (1970. Burck. Kelelawar Pernyataan dan Mamalia yang Lainnya muncul sebagai mengenai polinator. diameter kurang 10 cm dan sama-sama dalam). di Asia Tenggara). dapat makan untuk ketika yang lintang diproduksi burung-burung hummingbirds). dan Mulai dari itu ini hingga tahun 1954. Hadiah yang dapat disediakan untuk burung-burung yang datang oleh bunga hutan tropis akan dibahas pada bagian berikutnya. Ayensu (1974).

hal.Sazima (1977. Contohnya Parkia dappertoniana (Fabaceae. 1973). 122) dimana marsupial contoh benar-benar lebih lanjut terlibat mengenai (Morcombo. Bunga yang didatangi kelelawar pada paleotropik terbatas anggota 1969. kosong di insectivonous) {Baker dan Harris. yang juga meliputi banyak data utarna dari Malaysia. 1968. d!l). Sussman berpendapat bahwa didatangi oleh mamalia non-volant yang didahului oleh penyerbukan kelelawar. order order Namun ternpat Megachiroptera (sementara adalah Microchiroptera demikian. Lack (1978). dan Gould (1977. Faegri dan Van der Pijl (1978. dan cukup besar digantikan oleh penyerbukan kelelawar ketika mamalia yang terbang lebih efektif menjadi tersedia. Mimosoideae) (Baker dan Harris. 1957. 1978a) dan Mucuna 1970). Megachiroptera hutan bunga tropis yang tidak menyebar ke neotropic dan Microchiroptera (yang menyebar} dan Raven menemukan (1978) Amerika dan menyebar kedalamnya (Baker. Kemungkinan lain. Sebuah resensi umum dan diskusi disajikan oleh Start dan Marshall (1976). 1957. liana atau kadang-kadang epifit dengan individu peduncles bunga-bunga bunga atau inflorescenses menggantung sehingga atau pada individukekuatan ruang yang pedicels terdapat terbang bagi kelelawar bebas dari ranting atau cabang. dan di Australia. Baker. 1978) adalah diantara dan mereka yang telah memberikan penyerbukan contoh-contoh bahasan mengenai kelelawar di hutan tropis. 1968Baker. memberikan penyerbukan oleh mamalia non-volant Tumbuhan yang diserbuki kelelawar di hutan tropis biasanya pohon-pohon. andreana {fabaceae. Vigel. sisa keterlibatan mamalia yang lebih tua ini masih terlihat di Madagaskar. 1978}. pada dari sub sub 1973}. Jika hal seperti ini adalah kasusnya. bunga-bunga tersebut mungkin berada . dimana lemur (kukang) boleh jadi merupakan pollen-vektor. Faboideae) (Baker.

Bombacaceae) atau inflorescences (contohnya Parkia clappertonia). Dalam mengumpulkan hadiah-hadiah ini. Bignoniaceae) atau bunga tipe semak (contohnya Adansonia digitata. yang (Gould. atau pada bunga-bunga tunggal yang kokoh {contohnya Kigeha. keduanya merupakan hal yang suplai sangat penting asam karena amino membentuk terbesar pembangun protein untuk kelelawar tersebut (banyak). Bersama nocturnal. 1978). yang dan Van der Pijl. 1963). 1978). mungkin warna terdapat abu-abu pada kernerah- merahan atau keputih-putihan. Migroglossus minimus mencari makan hanya pada mangrove ini dan terbatas ..dalam satu tandan dapat dekat ujung pada cabang. seperti pada Ceiba petandra (Bombacaceae) (Haris dan Baker. dan bau yang tajam. agak bunga-bunga bermahkota besar. Volume yang sangat besar dari nektar agak mencair pada maiam hari dan polien juga mencair dalam jumlah yang cukup besar. Start dan Marshall (1976) menemukan bukti bahwa megachiroptera Eonyderis speiea mungkin mencari makan pada mangrove Sonneratia alba (Sonneratiaceae) pada lebih dari 38 km dari tempat bertenggernya. sehingga dan kelelawar hinggap inflorescences rnerayap disana. kelelawar dapat terbang dalam jarak yang jauh. Baker. (seperti Banyak Crescentia dari bunga pohon-pohon diserbuki oleh kelelawar berada dalam kondisi tanpa daun (yang memungkinkan kelelawar terbang lebih bebas) dan hal ini mungkin merupakan alasan rnengapa penyerbukan kelelawar kelihatan lebih sering terjadi pada hutan kering daripada hutan basah. Susunan ini terlihat dalam bentuk ganjil pada inflorescences-rachises yang kaku pada Oroxylum indicum (Bignoniaceae) di Malaysia spp. Beberapa bunga kelelawar menghasilkan cauliflorously Bignoniaceae}. meminum nektar dan memakan pollen. Terdapat dua sindrom bunga kelelawar yang cukup berbeda dengan tidak (Faegri anthesis enak. 1959.

Gould (1978) juga mengklaim bukti mengenai pertahanan teritorial dari Eonycteris. Terdapat bukti-bukti secara tidak langsung bahwa pencarian makan oleh beberapa kelelawar neotropic mengikuti pola traplining (Baker. Faboideae. dari suborder kelelawar yang sama. Di palcotropic pemberian makanan pada "kesempatan" pohon-pohon Ceiba 1973) dari kelelawar bunga Parkia (1978) megachiroptera biasa "pembentukan pentandra. dapat dimana terbang mereka dalam dengan akan jarak yang jauh anlara makan tempat oleh bertenggernya pohon-pohon makan. tetapi Gould besar" boleh saja merupakan suatu keadaan yang sangat (seperti pada (Baker. tergantung pada jumlah nektar yang tersedia. Gould (1977) memperkirakan bahwa. di Malaysia juga.. Heithaus et al. Sazima dan sazima. et al. Di mencari neotropic. atau sekawanan. Howell (1978) menunjukkan bahwa pohon-pohon yang menghasilkan Rica) bunga kelelawar aliran di Guanacaste pada waktu (Costa yang menghasilkan nektar berbeda-beda sepanjang malam. Markea misalnya Glossophaga (Solanaccea) (dilaporkan di dalam kesalahan sebagai species dari genus tetangganya Trianaceae dalam Baker (1973). sama halnya di Malaysia (lihat juga. Pencarian Microchiroptera neotropic mungkin juga pada jarak 16km (Janzen. Sazima dan sazima (1977) mencatat bahwa di Brazil bagian Tenggara. seperti pada Artheus jamaicensis pada Bauhinia paulitia (Fabaceae.untuk bertengger sampai 3 km dari sumber makanan. Pteropus vampirus. sehingga kelelawar yang . kecil satu. 1976). Start dan marshall. 1975). 1978). 1973. Durio zibethinus. clappertoniana) telah menunjukkan traplining oleh megachiroptera. 1974). makan satu soridna kelelawar demi dari microchiroptera seperti sp.. Phyllostomus discolor mungkin saja mencari makanan secara soliter atau mengelompok.. 1975. Heithaus.

dari berbagai kelelawar polinator-polinator belum dapat umum Dia dalam juga sumber. Di Afrika Barat. 1939. siiang lebih bahwa mernperoleh menemukan makanan bukti mengangkut pollen dari jenis-jenis yang berbeda ini dari tanaman pada bagian-bagian tubuh yang berbeda sampai menarnbah efisiensi (1978) acuminata Malaya. 1973. 1939). Corollia perspiciilata mungkin dapat mempertahankan dirinya pada buah-buahan selama rnusim basah sedangkan Glossophaga soricina dapat mempertahankan kecenderungan nektarivorous. Kebutuhan dimaksudkan sepanjang untuk di bunga atau tetap buah-buah bertahan oleh ringan hidup prosesi agar kelelawar kelelawar dapat juga sebagai "bekerja pollen-vektor. 1969. 1976. 1978).datang dapat merupakan spesialis untuk waktu tertentu dan oleh karena yang itu kemungkinan efisien. (1975). Van der Fiji. atau ketika Warszewiczia (Rubiaceae) berbunga di hutan yang . Eidolon helvum mencapai tahap akhir dengan migrasi kelompok dari daerah berbunga yang satu ke daerah berbunga yang lain (Alien. indicum dalam dan sama" Gould Musa memberi menunjukkan bahwa Oroxylum makan kelelawar megachiroptera Eonycteris spelaca di tahun. Macam-macam warna dan pola warna dijumpai di hutan tropis meskipun suasana dari warna tersebut mungkin hanya tampak pada waktu-waktu tertentu dalarn setahun. Dalam hal in. seperti ketika tajuk Cochlospermum atau tabebuta berbunga di hutan kering Amerika Tengah. Baker. Daya Tarik Baqi Polinator (1) Warna. paleotropic diisi pembentukan bunga dan buah oleh species yang tidak bertalian dan hal ini dimungkinkan oleh iklim (Alien. Start dan Marshall. Gould. yang Prilaku sepanjang bunga tahun dan dari buah microchiroptera mendatangi neotropis telah dipertimbangkan oleh Heithaus et al.

dan warna putih atau cream yang biasanya rnerupakan bagian sindrom dan kering penyerbukan tidak saman meliputi Bawa. Warna merah adalah warna yang paling umum diantara species dan yang diserbuki Bunga oleh untuk burung kupu-kupu (hummingbirds passerine). Calliandra Pithecellobium Mimosoideae). Hum crepitans (Euphorbiaceae). dipubl. cream corolla daripada berstekstur daging. bunga berwarna dari Opier hutan merah daripada Frankie. dan Baker (Olacaceae) Di (Elaeocarpaceae). P. {baik dan hutan Contoh-contoh spp. hubungan yang baru telah terungkap (sama halnya dengan pada bunga-bunga yang diserbuki kelelawar). berkisar dari putih hingga kuning dan pink (dan bahkan merah) tetapi bukan biru.). Sebaliknya. dengan atau ngengat warna ngengat memiliki lavender {Haber. di hutan basah dan kering Costa Rika.lebih basah. hampir Bunga semua untuk lebah kecuali mempunyai warnd. Schoepfia schreberi (Meiiaceae). atau putih. Guarea Pithecellobium (1958) telah gigantiiolia dan catenatum adalah anggotanya. Bunga untuk ngengat biasanya berwarna barangkali pucat. Harris menyaksikan memotret sphingid ngengat yang mendatangi bunga-bunga berwarna ungu tua dari Kigetia africana (Bignoniaceae). Di Afrika Barat. Kemudian. misalnya Casearia sylvestris dan . dari dan maupun temifoiia spp. rnerah murni {seperti yang terlihat oleh mata manusia) yang biasanya disertai oleh pancaran ultraviolet(tidak dapat dilihat Meskipun sama seperti oleh kita). hampir pada wama tersebut sedikitnya berasosiasi dengan jenis polinator dengan cara yang temperate. dari daerah Bunga-bunga semua untuk tawon sering berwarna merah keunguan. beberapa species pohon yang diserbuki tawon memperlihatkan keungu-unguan bunga-bunga yang biasa berwarna tarnpak. beberapa species yang beradaptasi pink. Fabaceae Sloanea basah.

jawabnya. Beberapa penelitian lanjutan mengenai warna bunga dan polanya yang memperhitungkan yaitu pola tidak pantulan pola makanan Kevan atau warna pada (1978} absorpsi variabel pengunjung anthecology. ultraviolet ini terhadap masih berubahnya mencari umum.Xytosma sp. dan Karwinskia calderoni dan Ziziphus dengan guatemalensis bunga (Rhamnaceae} putih atau et (Haber. biasa dimana dari adaptasi (Gesneriaceae) Costa pada penyerbukan burung-burung hummingbird . cream al. Opier dan Bawa. berwarna diserbuki oleh kombinasi lebah-lebah kecil dan tawon beberapa species Cord/a. Banyak species lainnya (seperti 1976a). dan hubungan variabelbunga membahas proses pewarnaan bunga dengan mengacu pada Barrows (1977) mempelajari perubahan warna (dari lavender gelap sampai putih) yang terjadi pada bunga Pachyptera hymenaea {Bignoniaceae) ketika polen dan nektar tidak lagi tersedia. Buchrnann tersebut masih masih bersisa. Untuk beberapa eksperirnen Sebuah {1974) memberikan yang mungkin dan indikator pada dibutuhkan didemonstrasikan lewat eksperimen Jones dan Caesalpinia eriostachys Parkinsonia aculeata {Fabaceae. mereka menunjukkan pendaratan dilakukan polinator dapat salah arah. didatangi sehingga rnungkin dari oleh arti dapat apa lebah selagi dari biologi perubahan tersebut masih belum jelas. tidak dipubl.. Mereka menunjukkan bahwa hanya ada satu petal dalam satu bunga yang mengabsorpsi ultra violet bahwa dan dengan manipulasi yang biasa posisi petal oleh (dengan lebah pembedahan dan penempelan kembali). Frankie. Caesalpiniodeae) pada tumbuhgn di alam. (Flacourtiaceae}. Opier seiring dengan penuaan bunga. Jones dan Rich (1972) telah memberikan perhatian kepada Columnea kenampakan florida di yang luar Rica. tetapi bungabunga nodanya masalah.

Penelitian depan tentang pewarnaan bunga dalam konteks penarik penyerbukan mungkin dibuat pada basis family. dan bunga-bunga yang diserbuki hewan terbang sekali Rafflesia) memiliki kecenderungan yang familiar tertiadap bau yang tidak enak bagi hidung manusia. 1970}. Kigelia africana. (2) Bau Bunga.H. terdapat sekitar bunga pada banyak euphorbia tropis. Kerja (diringkas dari dalam C. Seperti Van der Fiji (1936) pertama menunjukkan. (1968) Dodson. didistribusikan dan bahkan itu kelelawar) telah Species biasanya yang agak dengan tidak bau oleh dibandingkan kelelawar sendiri. diserbuki ngengat biasanya mempunyai bau yang enak (begitu pula relatif temperate mereka) tetapi hal ini tidak dapat dipercayai karena bau yang tidak enak dari bunga Durio zibethinus (Bombacaceae) menarik perhatian ngengat sebagaimana pada kelelawar (Baker. dll) untuk Lecythidaceae. .L. mempunyai bau busuk (dan berwama ungu kemerahmerahan) tetapi mereka juga menarik perhatian ngengat sebagaimana kelelawar (Harris dan Baker. di Afrika Barat. Bunga-bunga yang diserbuki kelelawar. Bau aminoid lainnya berkaitan (termasuk dengan bunga bunga-bunga yang besar yang diserbuki dari kumbang. 1975) R. dan ketidakadaan bau yang biasa pada species yang diserbuki burung. dan Dressier Vogel dkk. bau dari bunga yang diserbuki kelelawar (sebagaimana buah yang enak. Di hutan tropis terdapat asosiasi yang biasa dari bau-bauan yang enak dengan bunga-bunga yang diserbuki lebah dan kupu-kupu. 1958). 1976. seperti yang dimulai oleh Gentry (1974a) untuk Bignoniaceae dan oleh Prance dan kelompoknya (Prance.tersebut belakang terdapat daun dan tertarik daun bagian kesamaan oleh pada bintik-bintik bunga pewarnaan lainnya merah yang merah terang pada Disini dari di dimana penguat masa tersembunyi. Dodson.

spuria lingkungan species nektar diurnal. beragam substansi nutrisi organik lainnya sangat kecil. Namun demikian. Overland telah mempelajari endogenous yang ada pada pembukaan dan produksi bau pada bunga dari blooming nocturnal Cesfrum noctumum (Solanaceae). kimia lainnya yang mungkin mengandung efek pencegah pemakan nektar bagian mencegah dibawah} atau (Baker nilai Baker. yang sebagaimana potensial dan Baker. protein jumlah beberapa antioksidan. kesempurnaan faktor-faktor keuntungan melaporkan dihasilkan Ritme mereka pada bahwa endogenous ke dalam dapat Inga dan semacam siklus dilihat vera 24 Salas var. itu. Mimosoideae) tidak berbau saat pertama kati (diakhir senja) menarik perhatian beragam pengunjung bunga. menekankan lebih beberapa asam yang pada dari atau nektar. bunga-bunga tersebut rnenjadi berbau tidak enak setelah beberapa jam dan kemudian bunga-bunga tersebut didatangi kelelawar. diketahui mengandung gula. Aspek-aspek bahan kimia penyerbukan biologi tumbuhan berkayu di daerah dengan tropis telah disebutkan bahan semua sekedar amino. oleh kimia air Baker gula: asam (1978a). pengumpulan substansi bau-bauan dari petal berbagai anggrek tropis oleh lebah auglosine jantan menunjukkan sehingga kombinasi terdapat (1960) karakteristik mating "minyakdari ritme minyak essensiaf yang secara berbeda menarik perhatian assortive pollinia dan stigma anggrek-anggrek ini. 1978a). jam juga dan oieh dengan (1974). Hadiah Bagi Pengunjung Bunga (1) Nektar. Energi produksi pembangun jaringan . Nektar nektar kimia : organik bahan {lihat 1975.mengenai telah lebah. (Fabaceae. (a) Bahan Kimia dari nektar. dalam pada bahan-bahan lipid.

dan nektar dari bunga yang mereka kunjungi mempunyai konsentrasi asam amino yang relatif tinggi. Ada beberapa bukti dari sarnpel yang di arnbil dari hutan kering Costa Rica. dan untuk bunga lebah cukup beragam. ngengat. 1978a). Bunga yang dikunjungi kelelawar di neotropis membuat penggunaan getah buah dan pollen sebagai sumber dari bahan-bahan penyusun protein dan mengkonsumsi beberapa serangga. kupu-kupu dan tawon (termasuk pula beberapa kelornpok tawon) bergantung pada nektar untuk pemeliharaan diri mereka. Rasio menunjukkan menjadi ngengat. sukrosa terhadap dengan bunga untuk heksosa dalam dan nektar bunga yang hubungan untuk rendah perilaku bunga polinator. Bunga-bunga kemungkinan tidak dapat menyediakan mereka dengan suplai alternatif yang nyata dari bahan-bahan penyusun protein dan merekapun . 1978a). Di Costa Rica. dimana konsentrasi gula pada nektar meningkat dari dasar hingga puncak pohon (dengan perkiraan gradien terbalik untuk asam amino) (Baker. nektar Ranunculaceae asam amino kaya sukrosa. Bunga untuk kupu-kupu. nektarnektar yang mereka konsumsi kurang dalam asam amino. 1981).nektar bergantung pada volume nektar dan konsentrasi bahan kimia di dalamnya dalam pertanyaan (lihat di bawah). Baker dan Baker. 1981). Konsentrasi terbesar) para sumber dalam cenderung untuk jika lebih besar jika nektar adaiah satu-satunya (atau yang material bunga pembangunan biasa protein pengunjung dibandingkan pengunjung mempunyai alternatif yang melimpah (Baker. nektar tanpa melihat tipe polinator (Baker dan baker. dominasi sukrosa kurang jelas terlihat. Kadangkala ada phylogenetic yang kuat. nektar dari Asteraceae biasanya didominasi heksosa. Burung kolibri betina khususnya pada waktu reproduksi gemar memakan serangga. tinggi tetapi hummingbirds passerine diserbuki burung dan yang diserbuki kelelawar (Baker. 1978a.

minyak Malpighiaceae Ketenjar in menghasilkan anthophorine bahwa mengeluarkan untuk genus dimana ini minyak ini diserbuki "elaiophors" dan ia menyatakan produksi sebagai ke alternate dan minyak mereka pada produksi Centris. Baker dan Baker (1973. nektar yang terdiri dari lipid ditemukan paling sering pada pohonpohon. sesuai dengan spesies masing-masing (Baker. Terdapat beberapa asam amino "non protein" yang lebih sering ada diantara nektar bunga dari pohon-pohon tropik dan liana (55%) daripada tanaman di temperate (36%). Di antara pohon-pohon dan liana. lipid nektar ditemukan terutama sering ditemukan pada Caesalpinioideae dan Bignoniaceae (Baker.. 1978a). dikumpulkan yang yang hutan oleh bahwa tropik.b). .tidak. Di hutan Costa Rica dataran rendah. 1975) melaporkan bahwa nektar yang terdiri dari lipid-cairan yang terdiri dari lipid dalam suspensi dan juga terdiri dari gula biasa dan asam amino. mengangkut dengan Lebah-lebah minyak dan percaya termasuk sarang bahwa (1968.1974) polen digunakan pemberian makan larva. 1973a. dkk. Pada sejumlah anggota tahun tanaman dari 1969. pada tahun 1973. di Vogel menitikberatkan Selatan. mereka mungkin berperan sebagai penangkal terhadap pengunjung bunnga-bunga yang tidak diharapkan. adalah seperti bahan-bahan larut air lainnya dan dikatakan bahwa minyak Vogel "alternatif bagi nektar benar-benar nektar yang secara luar biasa kaya akan lipid.1971. lebah Amerika yang meliputi famili minyak tertentu. 1978a). Namun demikian. Vogel dicampur nektar. Nektar dari tumbunan tropik berkayu dapat terdiri dari 2-24 asam amino yang dapat dideteksi. Jika asam-asam amino ini mempunyai pengaruh toksik yang dipercaya ada saat mereka terdapat pada benih-benih (Rehr.

adaptasi pengunjung Baker. pada akhirnya kurang dan pekat dibandingkan bunga-bunga x = 41 % settling dan 46 moth %). Konsentrasi gula nektar dari bunga-bunga bunga yang yang beradaptasi berbeda pada klas-klas 1965. Konsentrasi gula dari nektar hutan tropik berada pada selang 5-80% (sucrose equivalent . dapat juga mempengaruhi "rasa" dari nektar. Percival. Sebagian besar bahan kimia yang disebut. 1975. dkk. termasuk antioksidan (sebagian besar asam askorbik. 1975}. Pada serangkaian determinasi pada hutan kering dan /pada musirn kering (Baker. dan ini terutama sering ada pada nektar yang mengandung lipid di mana mereka rnampu mencegah berkembangnya ransiditas (rasa anyir) (Baker dan Baker. equivalent". ketika volume nektar pada bunga-bunga dengan selang melewati beberapa tingkat jarak (Cruden. Bolten..sebagai berat per berat total). 24% dan 17%) daripada nektar bunga kupu-kupu (x = 29%) dimana. berbeda Cruden. Cruden. polinasi mempunyai 1979). lebah (masing-masing dalam "sucrose dkk. yang secara potensial penting bagi nutrisi pengunjung bunga di dalam hutan. Baker. yang menemukan bahwa nektar bunga burung kolibri. dkk. (b) Volume Nektar dan Konsentrasi Gula. 1949.1978a. 1981.1978a.1974. Dua variabel ini terkait erat karena sejumlah gula yang diproduksi di dalam nektar sebagai hasil konsentrasi beberapa volume (yang terakhir biasanya diukur dengan refractometer 1979). 1978a).Bahan-bahan lain pada nektar bunga. 1981.1977. Meeuse. 1961. Konsentrasi gula yang rendah pada nektar bunga kolibri menunjukkan nilai yang tidak semestinya dengan laju metabolik yang tinggi dari burung-burung kecil ini.. selang yang luas (Fahn. 1981). Opler. . 1975. yang 1977. ngenngat sphingid kelelawar mempunyai konsentrasi rendah (masing-masing x ~ 21%. vitamin C)..

dan bahkan yang mernuntahkan pekat cairan sebelum mencairkan nektar sangat mencernanya. Calder cair besar dapat saat disarankan (komunikasi nektar memuaskan karena pada dan bunga gula kebutuhan energi mereka. Baker (1975) merumuskan bahwa viskositas yang rendah penting untuk memungkinkan pengambilan nektar dengan cepat oleh burung kolibri. beberapa perbedaan . 1981). yang keberhasilan polinasi. walaupun terdapat pengecualian-pengecualian terkenat.tetapi setidaknya tiga penjelasan yang mungkin telah dikemukakan. cukup air pada sempit bunga).A. Bagaimanapun Trinidad) dalam mereka asumsikan terlalu rendah untuk lebah. Beberapa lebah kecil. contohnya Cochlosperum vitifolium (Cochlorspermaceae) dan Bixa orellana (Bixaceae) pada hutan kering neotropik mempunyai bunga-bunga dengan diameter sebesar 7 cm. di dalam kasus burung kolibri dan ngengnat saluran Sebagai diambil untuk sphinngid yang alternatif. sphingid dan kelelawar yang hanya menghabiskan periode yang singkat pada bunga (dan. Penjelasan ini tidak dapat diaplikasikan oleh Bolten hutan Dinyatakan dari Feinsinger yang (1978} penetesan burung nektar cair akan memperkecil kemungkinan lebah dari 'perampokan' untuk konsentrasi dibutuhkan nektar (dart kolibri juga.. seperti lebih pada beberapa mernproduksi sedikit mikroliter nektar pada suatu saat. adalah benar bahwa lebah. kupu-kupu dan ngengat lebih suka dan dapat berhadapan dengan nektar untuk yang pekat. bermanfaat mengurangi tropika tekanan basah. burung ia oleh nectar saat 1980) dalam seharusnya dipindahkan oleh suatu yang bahwa volume mengalir dari W. burung berada di bawahnya. ngengat bunga. Volume nektar dari bunga hutan tropik biasanya meningkat seiring dengan biomassa bunga (Opler. tetapi tidak mernproduksi nektar. pribadi. kupu-kupu Cordia atau spp. Sekalipun demikian. tawon.

konsentrasi tersedia. Volume berhubunngan kebetulan.63 ml. Musa acuminata 0.yang besar lainnya. 1957). nektar erat terdapat gula disediakan ukuran yang gula pengunjung terbalik nektar yang (Opler.1968) menghitung produksi gula nektar per hektar dari tundra Artik dan menduga berapa yang dapat mendukung penerbangan serangga dan diperoleh hasil yang agak menakjubkan. Bombacaceae) dapat memproduksi 15 ml datam satu malam dalam kondisi terbuka. yaitu bunga-bunga besar pada pohon balsa neo-tropik (Ochroma pyramidalis.8 ml. bagi sebagian besar burung pengunjung bunga (lorikeet dari Australia adalah pengecualian dalam pencernaan polen . Polen yang dihasilkan oleh kunjungan bunga digunakan sebagai nutrisi oieh kumbang. 1981) dan ini diperoleh bukan dengan secara korelasi dan juga. Di Asia bunga staminate dari Musa paradisiaca (Musaceae) memproduksi beberapa mililiter selama satu malam (Fahn. Hal ini akan sangat membantu untuk data kuantitatif hutan tropik. sebagai contoh bahwa satu catkin dari Salix arctophila (Salicaceae) dapat tersebar untuk 950 "km nyamuk" setiap hari. lalat. dan semuanya indicum dipolinasi 1. kelelawar dan ngengat. 1949). Di Artik.36 ml. oleh Malaya: zibethinus 0. (2) Polen. nektar volume bagaimanapun dihasilkan bahkan pada permukaan dilusi biasanya lebih besar pada bunga yang menyediakan nektar umurnnya untuk burungburung yang relatif besar. kelelawar 15 Musa ml (dimana Parkia Oroxytum yang denngan semua mengalir ke tempat oleh Durio bunga bunga antara yang biasanya) dalam satu malam (Baker dan Harris. saat inflorescences tunggal dari Parkia clappertariiana Afrika Barat dapat memproduksi sebanyak Ochroma. tetapi kelihatannya sangat jarang. lebah (untuk mereka sendiri dan untuk anak-anaknya) dan oleh kelelawar. Hocking (1953.

Masih komposisi sangat bahan kimia sedikit polen pengetahuan tanaman tropis.yang betina disengaja: (1972. Kemudian dilakukan pemuntahan nektar di atasnya sehingga asam amino meresap ke dalam nektar dan kemudian juga diminum ini oleh masih kupu-kupu. Bunga "keuntungan" beradaptasi dilayani oleh yang dari dengan tidak bunga lebah bernektar tidak dari anggota seperti yang dengan pada Annonaceae sangat atraktif untuk kurnbang. Di hutan noetropik. Banyak bunga dari tumbuhan hutan digunakan oleh lebah sebagai sumber nektar dan polen sedangkan polen hanya sebagai hadiah untuk pengunjung. Swartzia dan Melastomataceae sangat erat dalam penngumpul makan". vitifolium (Cochbrspermaceae) yang terdapat diantara Sotanum Melastomataceae tidak bernektar diantara (Fabaceae. Caesalpiniodeae) diternukan pada bentuk kehidupan dari herba hingga pohon yang kesemuanya menghasilkan polen yang berlimpah. pohon-pohon. seperti (Bixaceae). pollen dan Gilbert rnenunjukkan Heliconius pada kupu-kupu genus melalui pengumpulan sampel bunga-bunga staminate dari tumbuhan perambat diocious Anguria Gurania {Cucurbitaceae}. orellana banyak yang Cochlospermum spp. Sebaliknya bernektar Cassia. dari Churchill 1975} dan Cristensen. Cassia dicontohkan 8/xa dan spp. 1979). dkk. 1971. bahwa menggunakan genera 1970). pada Bagaimanapun fenomena terbatas hutan neo-tropik dimana Helioconius berada (lihat juga Dunlap-Pianka. (Solanaceae) semak. polen lolos dari anther melalui pori-pori ujung dan beberapa polen "menderu" disebabkan karena lebah menggetarkan badannya saat kontak dengan adroecium dan mengguncangguncang polen yang berbentuk seperti debu tersebut. De Vries. menyimpan polen polen "anther-anther polinasi" yang berbeda "anther-anther badan lebah ketika sedang makan. tentang tetapi . Pada Solatium.

1978a). oleh dan kelelawar mungkin mungkin sangat kaya berhubungan Beberapa dengan yang konsentrasi asam amino yang rendah pada nektar bunga keleiawar 1977. Banyak kasus telah diketahui dari peningkatan anak kumbang pada jaringnan berdaging dari bunga-bunga yang hidupnya panjang. Padatan "tubuh makanan". burung-burung polinator dan tikus yang makan pada inflorescence (sekumpulan pada dapat menjadi dan dan sebagai agen perusak (Faegri dan Van der Pijl.dinyatakan oleh Howell {1974) bahwa polen yang diambil sebagai akan makanan protein. Hawaii. menyediakan bagian-bagian makanan mulut untuk pengunjung bunga dengan untuk pengunyah (mungkin memindahkan perhatian pengunjung dari androecium dan gynoecium). 1978}. tetapi terdapat suatu keseimbangan yang tidak stabil disini yaitu antara keuntungan polinasi dengan kerusakan jaringan-jaringan. atau lebih sering disebut inflorescence (Faegri dan Van der Pijl. inflorescence bahkari kumbang bahan "trapping" polinalor padat beberapa serangga dihasilkan Araceae non lainnya didasar tropik pada Amorphophatlus yang variabilis trapping. mengkonsumsi tampuk bunga (spathe). tidak dipublikasikan) (3) Hadiah padatan lainnya. tanpa interaksi siklus hidup biasanya juga ada dan ini akan rumit apabila antara tanaman dan tawon . studi menguntungkan telah dilakukan pada kisaran urnum kimia polen dari tumbuhan hutan tropis dan sebagai tahap awal telah dibuat baru-baru ini (H. Baker dan J.G. 1978). Baker. makan Di Freycinetia burung-burung arborea dengan ini juga (Pandanaceae) memberi berdagingnya. dedaunan bunga Pada Di Asia Tenggara. (anaman). {Baker. telah digarnbarkan untuk sejumlah spesies tropik. Ini juga terdapat pada kategori hadiah padatan yaitu yang pertumbuhannya tidak normal didalam synonim Ficus.

diaman bunga staminate menawarkan polen dan nektar untuk berbagai pengunjung (burung kolibri. dan hal ini telah dinyatakan (Baker. Kasus polinasi "sengaja" lainnya kemungkinan tropik. bau. (4) Tipuan dari pengunjung bunga. Kasus-kasus yang jelas ada tipuan total. 1976). pistilat lalat. Tipuan parsial benar-benar ada diantara pohonpohon tropik pada kasus-kasus tersebut dirnana bunga staminate menyediakan dari spesies monoecious polen atau atau dioecious keduanya) hadiah (nektar. Pada sebagian besar tumbuhan. pemberitahuan keberadaan hadiah yang tampak kepada pengunjung bunga melalui warna.agaonid. Namun demikian tipuan diketahui dalam biologi polinasi. kami membutuhkan lebih akan ditemukan dilain tempatdi hutan . pada khususnya hubungannya dengan serangga kekuatan diskriminator yang kurang berkembang. tidak disempurnakan. 1978a) bahwa untuk pohon besar energi yang digunakan untuk pembentukan bunga begitu besar sedangkan simapanannya kecil sehingga tidak bisa mencukupi hadiah untuk polinator. hadiah dan tapi bunga menyediakan dikunjungi secara singkat oleh ngengat pada saat hampir setengah gelap di awal malam. Contoh "sengaja" disediakan (Caricaceae). tidak kupu-kupu dan ngengat}. lebah. Ini mungkin akan seimbang jika polinator tidak tertipu. terlihat bahwa yang paling baik sangat jarang diantara pohon-pohon besar. Secara nyata. Bunga pistilat dengan "tidak sengaja" dikunjungni oleh polinator yang mengantisipasi dari bunga polinasi hadiah yang sama dan oleh mereka spesies peroleh dari Car/ca staminate (Baker. dan bentuk dari telah bunga didukung dengan oleh baik penyediaan pada hadiah itu (biasanya nekltar atau pollen). sedang bunga pistilat tidak tersedia. dimana tidak disediakan hadiah sama sekali.

. 1958). kumbang dan lain-lainnya. dan pengaruh yang sama dihasilkan dengan mensekresi nektar ke dalam taji (spur). Ketika bunga beradaptasi pada polinator-polinator tertentu.banyak informasi tentang biaya energi pada penyediaan hadiah. Sebaliknya tabung corolla yang panjang dan sempit mungkin cocok untuk Lepidoptera tapi tidak bagi burung kolibri yang paruhnya membutuhkan tabung yang lebih luas. Pengunjung yang tidak resmi. yang disebut pencuri nektar. termasuk dalam kategori ini. rambutpada Musaenda paleotropik. Pada ini dicapai morfologi bunga. menyerbu melalui dasardari pucuk corolla belum atau spur atau untuk mengunyah yang terbuka memperoleh hadiah-hadiah yang kaya nektar atau polen. Kehilangnan hadiah pengunjung kadang-kadang bract tebal untuk terjadi kaliks. Baker. melalui dan kalik penjepit beberapa untuk {sebagai contoh Cucurbitaceae Acanthaceae . lalat. mereka tidak berperan dalam polinasi. Lebah. perubahan pengunjung burung dalam atau dalam kuputerhadap yang tidak efisien sebagai vektor polen. Serangga-serangga merayap sering menjauh dari rambut tabung-tabung (yaitu ini melalui spp. Selanjutnya settling tubular bunga hingga bunga terhadap Pengunjung Bunga yang kolibri keadaan mungkin terhalangi oleh bidang datar yang kurang untuk berdiri pada horisontal. diharapkan akan terdapat seleksi penampakan yang kemudian menurunkan kemampuan ketersediaan kasus kupu tempat yang dan nektar sama. pengaturan Rubiaceae. Penangkal-penangkal tidak Dikehendaki (1) Penangkal fisik. ngengat dan polen pada oleh polinator. kumbang dan burung kolibri {juga burung-burung lainnya) resmi atau bract). Semua bunga dari yang bertabung lebah panjang berlidah melindungi nektarnya jilatan pendek.

diantara di alkaloid masing-masing dari tundra bahwa spesies hutan tropik di Costa Rica dan sampel dari California Colorado Alpine nektar menunjukkan tropik mempunyai proporsi yang lebih besar dari masing-masing (Baker. yang disebut secara khusus bahan-bahan Bagaimanapun juga. terhadap ditemukan Suatu bahan bekerja. dan menunjukkan adanya pada penolakan semut oleh petal.1978a). fenolik.(2) Penangkal kimia. beberapa kasus. 1981). Baker. Bahan kimia nektar hanya pada awalnya alkaloid. 1978. Haber. Feinsinger dan Swarm. Kelihatan bahwa saat nektar sebagian besar dari beberapa sedikit penolak jaringan mudah spesies karena semut yang bunga mungkin di dalam oleh tertutup dapat "menyembunyikan" nektar dari semut pada frekuensinya pada atau bahan di lebih kimia dalam lebih terdapat (sehingga berdekatan nektar terkontaminasi bahan-bahan ini. lihat juga Guerrant dan Fiedler. Pencegahan herbivores dari perusakan jaringan cluster bunga oleh metalui keberadaan dari kristal yang memberitahukan berbau. 1978. 1979. Shubart dan Anderson. perbandingan dari asam fenolik. Baker dan Baker. 1977. 1975. komunikasi pribadi. Baru-baru bunga mereka ini dari terdapat pengambilan banyak semut pertentangan non polinasi mengenai bagaimana spesies hutan tropik menjaga nektar (Janzen. Van der Pijl (1955) sebagai nektar. 1978). 1978a). dari diasumsikan asam amino bahwa non telah hutan yang dan dari Rocky glikosida pengunjung nektar dari amino bunga protein akan tidak menyenangkan atau bersifat toksik Semuanya tumbuhan bunga sampel Gunung tropis (Baker dan Baker. 1877c. dan proporsi non nektar terdiri protein. 1977. semut memasuki bunga dan memindahkan kalsium oksalat atau pemupukan tanin pada bagian bunga . W. beberapa dalam tapi mungkin dan bunga.

Oleh Bentley (1977) pada Bixa (Bixaceae) woodsonii meninjau (1978) luas (Zingiberaceae). Frankie. 1976. subjek dari berbagai Bentley macam (1977b) herbivora perlindungan oleh semut.) soliter dan dari Anthophorinae Amerika Bombinae tertentu (beberapa anggota dari Euglossinae) dari daerah tropis Tengah dipubl.. 1974). Konsep dari "penjaga semut" yang makan pada nektar bunga ekstra dan melindungi bunga dari kehilangan nektar bunga mereka terhadap pengunjung bunga tidak resmi (yang paling nyata mereka yang membuat lubang metalui corolla untuk memindahkan nektar)-terlihat seperti yang dikemukakan oleh Van de Fiji (1955). umumnya telah diamati diantara (khususnya (Frankie. (3) Penangkal Biotik.yang tepat dinyatakan oleh kerja morfologi dan anatomi dari Uhl dan Moore (1977) untuk beberapa spesies palma. Pada . Dukungan oleh dan terhadap Keeler oleh yang kemampuannya tumbuhan (1977) Schemske lebih pada dalam Ipomoea pada dari menjaga melalui oretlana Cosfus telah fekunditas percobaan (kesuburan) disediakan carnea (Convolvulaceae). 1974). tumbuhan Interaksi intra dan interspesifik diantara lebahlebah yang mendatangi pohon-pohon pada hutan tropis rnemperoleh perhatian akhir-akhir ini (Frankie dkk. lebah-lebah Centris spp. Spesies dari lebah tanpa sengat (secara kelompok) pada hutan yang sama juga diketahui menunjukkan perilaku intra dan inter agresif (Johnson dan Hubell. yang sering mengarah pada satu ke individu yang dipindahkan dari bunga dan kadang-kadang didorong keluar dari tumbuhan.). 1976). Interaksi ini beragam dari yang agresif satu lawan satu sampai yang sederhana dijumpai diantara melibatkan individu hingga aktivitas individu massa (Frankie yang dan kelompok-kelompok Baker. Penghadapan satu lawan satu.

penyerangan Hubell sengat berhubungan menyatakan dengan bahwa makanan. Hal ini terlihat berbeda dari wilayah burung Kolibri pada saat mereka berhubungan terutama dengan perilaku pasangannya. Interaksi-interaksi semut lebah Amerika Amerika (G. pengamatan wilayah yang telah dilakukan pada lebah(sebagian (Frankie (Dodson Anthaphoridae) 1974.kasus ini. 1979) dan pada Frankie. Frankie dkk. pengamatan besar dan dan pribadi).W. Pada suatu studi di wilayah hutan kering Costa Rica. tetapi kadang pula terhadap polen yang dibawa oleh perpindahan lebah ke pohon lainnya. Frankie (in.. Frymire. sementara yang disusun semacam burung jantan dipelajari oleh Stiles dan Wolf (1970). prep.. dan tidak dipubl. soliter Tengah Selatan ini telah diamati pada kumbang Banyak di (Frankie. . 1987. Rauscher dan Fowler. 1976) dan di 1962.1975). Frankie. sekurang-kurangnya dalam jangka Beberapa serangga anthopilous diketahui mempunyai beberapa oleh daerah pertahanan Kolibri yang berdekatan telh dengan sumber bunga di hutan tropik. perbedaan perilaku Johnson lebah pendek. Dodson. 1976. tetapi mereka tidak hanya menuju kembali pada polinasi dalam wilayah tersebut. Hal ini dapat mengurangi aliran polen antara wilayah (memotongnya silang di kecualikan dan untuk aktivitas ke polinator jantan pengganggu lainnya dalam wilayah yang ditinggalkan untuk beberapa saat sebelum diusir dan keberuntungan di wilayah lainnya). Baker.) mengamati bahwa sebagian besar spesies pohon beradaptasi dengan polinasi lebahlebah besar (sekitar 35 spesies) mernpLinyai satu atau lebih wilayah lebah {sebagian besar dart spesies Centris). dan tanpa interspesifik pada agresi diantara keberadaan lebahmenentukan perbedaan pengambilan makanan. Linhart (1973) dan Stiles (1973). 1961.

) pengunjung-pengunjung sebelumnya adalah yang menjadi temperate kayu (carpenter Passiflora (dari genus yang cukup baik mewakili hutan telah mempelihatkan lebah rnenandai bunga dengan sekresi dari kelenjar Dufour (frankie dan Vinson.Pengambilan makanan dari kelompok oleh beberapa lebah individu dari Anthophorinae telah diamati pada hutan kering Costa Rica Pengambilan (Frankie makanan dan semacam Baker. dan dengan Epicharis . Gentry (1978) menaruh perhatian terhadap bentuk lain dari interaksi agresif diantara pengunjung bunga pada Dia suatu species bahwa pemakan flora dengan proses pembentukan bunga yang terjadi secara besar-besaran pada daerah tropis.Vinson et al. itu mungkin menyebabkan kekacauan yang besar diantara lebah penyimpan makanan yang bukan kelompok lain ke suatu titik dimana mereka meninggalkan kluster-kluster bunga yang diberikan dan memindahkannya ke pohon lain. Penghindaran yang sama dari bunga yang terlihat ditandai dengan bau-bauan yang telah diamati Xylocopa gualanensis betina pada Passiflora pulchella di hutan kering dataran rendah Costa Rica. anthophilous.Frankie1976). dimungkinkan penyebab. Bungabung yang ditandai dapat dikenali hingga 14 menit.1978). Lebah-lebah pada suatu tropis tetapi tertentu mengabaikan (kebanyakan atau hanya ada oleh lebah pada betina Anthophoridae) telah diamati mendatangi beberapa bunga tumbuhan menyentuh sebentar bahwa yang bau lainnya. mengamati dengan yang serangga juga ini.1974.. tertarik Interaksi pada yang burung-burung sumber-sumber terjadi antara serangga besar dengan predator mangsanya dihasilkan pada penyebaran terakhir. yang baru bee) Terutama jika tidaknya nektar tidak lagi terlihat mengundang lebah. tukang tropik) Zona ditinggalkan bekerja (Xylocopa bahwa dengan spp. yang mungkin membawa polen ke pohon yang lain.1977.

Di paleotropik. atau (dan pada pada Perubahan anthophilous bahkan bunga beberapa bunga memperoleh tumbuhan).). Prib. produksi dengan Karena itu. PEMBENTUKAN BENIH DAN PENGUGURAN BUAH SENDIRI Pembentukan hermaprodit. telah mengamati bahwa lebah jantan xylocopid menghindari bunga-bunga yang baru saja mereka kunjungi atau oleh individu-individu conspesifik lainnya.1978a). Penghindaran terhadap bunga yang baru didatangi tidak hanya berakibat pada proses mencari makanan yang lebih efisien oleh serangga tetapi juga dapat memberikan sumbangan pada peningkatan polinasi silang. . buah dan Hymenaera walaupun tidak di benih bunga. selalu hutan bahkan diikuti tropis. tidak dipubl. dan kom. pembentukan buah pada pohon tertentu berlimpah hanya pada satu tahun dalam jangka waktu lima tahun (Janzen.1978a). Pada tahun-lahun berselang. (sub dan dewasa) produksi juga berlaku juga penghasil benih berkurang pada hutan relatif terhadap pohon-pohon yang sedang tumbuh di tempat terbuka (Janzen. terjadi setiap sering tahun.sp. dengan mengubah pada warna bunga) tidak bunga yang akan merusak superba Hibiscus "pembimbing nektar" merupakan petunjuk bahwa pengunjung bunga selanjutnya binatang-binatang apa-apa contoh. Hasil ini mungkin dapat dicapai dalam jangka waktu yang (atau oleh agak dari lebih lama.. kemungkinan mungkin Gloriosa species warna teriihat. Pohon-pohon sebagai "Sub-adult" polen. sebagai (Liliaceae) (Malvaceae). bunga Caesalpinioideae}. dan Van der Pijl (1954. Burkill (1907 ) di India. bunga pada pematangan caurbarit pembentukan (Febaceae.1975) di Indonesia. jantan Passiflora adenopoda pada ketinggian sedang (1500 m) di cloud forest (Frankie. tumbuhan berfungsi terutama sebagai donor atas garnet jantan.

Barat. Pada saat buah-buah menghasilakan benih dalam jumlah besar. kasus Cassia (Fabaceae. dan sedikit atau tidak sama sekali dalam tahun-tahun yang berselang. kurang dari 1% bunga memproduksi buah (meskipun pada tahun "benih"). ini nyata sekali dimana jumlah yang sangat besar dari bunga-bunga kecil mulai diproduksi. 4 Contohnya. seperti pada sub famili Mimosoideae di dari Afrika Febaceae. 1978a). makan Buah-buah tetap dengan benih kecil matang pada sekuen sepanjang tahun.000 bunga fertil yang potensial dalam inflorencence jarang setiap untuk buah (Baker inflorencence grandis Harris.1957). di Amerika Tengah. seperti pada Pithecellobium saman dan Enterolobium cyclocarpum (Fabaceae. pembentukan buah yang sinkron didalarn dan antar species rnemiliki keuntungan "memenuhi agoutis yang pasarnya". terbentuk Pada tetapi dari sebanyak untuk dan 2. sehingga burung-burung disitu terpenuhi dan persaingan untuk mendapatinya minimum.Gejala berkembang yang umum adalah penguguran buah yang Hal beberapa saat sebetum kematangannya. Lamanya proses buah dan benih-benih menjadi rnatang di pohon hutan tropis bervariasi dari beberapa hari hingga setahun. Persembunyian benih setahun atau lebih untuk rnatang (Janzen. Benih yang akan dipanen membutuhkan waktu 1978a). Caesalpinioideae). kemungkinan kerusakan benih oleh binatang Frugivorous (dan oleh predator benih) meningkat dan untuk mereka. Srnythe bulan di (1970) Borro telah melakukan suatu studi tentang buah dan benih yang jatuh selama periode 17 hutan Colorado yang (Panama). . seperti (Dasyprocta punctata). mempunyai atau 5 Parkia clappertoniana tunggal. Mimosoideae) (Janzen. terutama dimana binatang-binatang penimbun menyebar (scatter hoarding animal).

PENYEBARAN BENIH Metode Penyebaran Benih Penyebaran benih merupakan bagian yang penting dalam proses reproduksi dan menjadi subjek studi selama manusia masih menaruh perhatian pada pertanian.tertupakan mungkin dapat berkecambah. dalam haf ini burung yang memakan buah dan mengangkut endozootical. dari genus cepat Kasus pohon hingga yang yang dan beberapa periode menarik sama titik tertentu. 1974J. buahnya berwarna mombin. . hijau dimana tidak beberapa spesies yang ancestral (leluhurnya) yaitu S. seleksi agen-agen terjadi menurunkan benih secara kompetisi menyebar. Rangkaian pematangan dari adalah bahwa buah dalam lembah telah bagi skala besar ditunjukkan oleh Snow (1965) dengan 18 spesies Miconia (Melastomataceae) Interprestasinya alam yang Trinidad. oleh beberapa perkembangan diniana pada berbeda dan diferensial dari pematangan terjadi pada dua spesies dijumpai manis. (Anacardiaceae) (Croat. kekurangan walaupun makanan memiliki mencari warna yang tidak menarik dan rasa yang tidak manis. radikoferi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kematangan dan matang pada waktunya (di akhir pada musim mamalia hujan) yang saat terjadi makan. hal ini juga merupakan hasil yang tidak langsung dari periode pembentukan bunga pada waktu yang sama. S. biasanya pematangnya diikuti tertunda. mombin mematangkan buahnya diawal musim sedangkan S. tetap saja secara aktif dimakan oleh beberapa monyet dan agoutis. S. hujan. Penampakan yang mencolok dari buah-buahan yang diproduksi oleh pohon-pohonan hutan tropis. yang kecepatan Spondias dengan manis. radlkoferi. buahnya berwarna orange Ketika species tersebut dijumpai di Borro Colorado. Bagaimanapun.

1965b). Penyebaran tidak selalu seragain pada semua arah dan areat yang terisi oleh hujan benih seringkali contohnya deisebut sebagai "bayangan benih". menjatuhkan atau rnirip rnikrohabitat induknya. range cukup menyatakan penting besar penyebaran meningkatkan perkecambahan dari akan penyebaran adalah cukup untuk membawa faenih ke titik dari tumbuhan induk terhindar dari persaingan dengannya (dan untuk lepas predator cenderung yang benih atau seedling yang benih dengan mungkin pada tempat terpusat pada tumbuhan induknya) adalah tepat. cahaya atau masing-masing merujuk pada ketidak-adaan cahaya dan hujan. balasan yang patut disayangkan bayangan karena kebanyakan bayangan "bayangan". Tinjauan atas pra-penyebaran benih diberikan oleh Janzen (1978a). hingga mereka mengukur penyebaran benih dengan kemungkinan tumbuhan meskipun akan rnengurnpulkan Pendapat jarak spesies. yang merupakan alasan kapok dapat dipanen dengan mudah (Baker. kita mengharapkan dapat melihat hasil seleksi dari mekanisme yang membawa sebagian besar benih pada jarak yang cukup dari tumbuhan induknya. oleh orang-orang contohnya. jauh lain jauh sebagian benih jauh dari bahwa dalam tujuan agar induk. Afrika Barat) seleksi pohon- pohon Ceiba pentandra dengan buah polongnya yang tidak pecah saat matang. Sebagai hasil dari kekuatan untuk bertahan hidup pada seedling yang sangat dekat dengan dihutan tumbuhan tropis induknya. dimana untuk sama. Saat para naturalis mulai tertarik pada tumbuhan liar.holtikultura mengurangi (dimungkinkan dan kegiatan-kegiatan kehutanan. hujan. Untuk banyak pohon tropis. Akibatnya. banyak ada seleksi karakter yang penyebaran. pohon-pohon conspesifik mungkin diharapkan mendekati suatu penyebaran seragam. . dengan kadangkala benih dibawa dalam jarak yang lebih jauh.

kembali dengan penekanan tropis didasarkan pada pengalamannya di Indonesia. Ridley. (seperti memperlihatkan benihnya liana yang Entada distribusi berat tapi scandens. Singapura. benih tropis. 1978). Pada tahun 1972. 1969). Spesies riparian lainnya riverine mengambang Banyak termasuk di Seluruh dari di famili air lain. 1972). 1930. Buah atau biji mungkin pohon. banyak spesies memiliki lebih kurang distribusi berumpun {Hubbell. air atau penyebaran oleh burung atau mamalia pemakan buah atau pemakan biji. Mimosoideae)(Ridle. tropis mengenai pohon-pohon penyebaran huian pada ini diringkas pada buku II N.van der Pijl membuat tinjauan mengenai subjek tersebut. 1930). dibawa atau oleh vektor binatang jatuh ke langsung permukaan dari dan buah mungkin terbelah/terbuka disana. Penyebaran Tumbuhan dipubiikasikan dalam buku tahun berasal Penekanan pengalaman penulisnya sebagai Direktur Royal Botanic Gardens. L. Teristimewa sekali adalah penyebaran yang dilaporkan terjadi pada spesies hutan Amazon oleh ikan yang menelan benih dari pohon riparian dan tumbuhan perambat yang jatuh ke dalam air (Gottsberger. Metode aktual penyebaran bibit di hutan tropis melibatkan angin. Peneliti penyebaran benih tropis lain . dari dalampenyebaran Fabaceae. Dari studi terbaru penyebaran pohon hutan kering. yang memungkinkan benih-benih tersebut disebarkan secara sekunder oleh hewan yang berkeliaran. Lygaeidae) disini distribusi terbatas pada jalan air dimana buah-buahan mungkin jatuh di air yang mengalir dan didistribusikan ketempatnya berkecambah jauh dari predator (Slater. 1970. lihat juga Ashton.dan bukti yang mendukung hal ini diberikan oleh Janzen (1970) dan oleh Conneil (1971). Beberapa spesies dari genus Ficus (Moraceae) di Afrika dapat mengalami predasi hebat oleh hama ligaeid (Hemiptera. literatur penyebaran Dunia.

1977. 1949. volant kelelawar 1979. Malaysia Ng dan mengejulkan pembentukan minggu sampai 1979) tetapi (1974) bunga melaporkan bersamaan mengukur buah dan bahwa dengan panjang dari 93 Dipterocarpaceae jatuhnya buah... rnengenai paleotropik dkk. Janzen Fleming oleh Penyebaran benih manusia mendapat perhatian (lihat Van der Pijl. telah dan Janzen. 1975. juga berhubungan untuk beberapa tahun dengan taman botanik di Singapura.). memperlihatkan pembentukan Loh spesies pohon di hutan Malaysia. 1975. 1977. mereka yang tertarik dalam burung-burung frugivorous (contohnya Me Diarmid dkk.. Howe. terutama memperjelas oleh burung teoritisnya dikristalkan dalam "Teori Durian" dari evolusi tumbuhan berbunga dilakukan dipelajari ahli burung. Cant. non Kerckhove. di 1979). hanya terdapat sedikit jumlah dari pengarnatan yang pertama tetapi tidak sama dengan penyerbukan bunga. 1976. agen-agen Ebenaceae). Panjangnya berkisar (Pterocymbium sebetas Jadi. Howe dan Estabrook. Howe dan Van de oleh 1957) 1977. 1977. yang pertimbangan-pertimbangan (Corner. akan javanicum.adalah E. Dalam semua studi.F. buah-buahan hutan hujan dapat tetap melekat dengan tumbuhan induk untuk beberapa bulan dan kemudian menghilang tiba-tiba.H. der juga dilakukan neotropis 1978b). H. 1972). Chan bunga waktu dari (dalam yang antara tiga Kavanagh.. Corner.. Heithaus dkk. yang mungkin sering dipelajari di semua tahap dalam beberapa jam. (Disspyros mengamati sebagai Sterculaceae) mainganyi.J. Studi-studi benih Pijl. terhadap bulan sulit pekerjaan. kurang penyebaran (Van (Vasquez-Yanes dkk. Akan kuantitatif tersebut Penyebaran banyak tetapi dan biji sebagian di baru-baru pekerjaan besar hulan oleh ini yang tropis ilmu kerja di eksperimen subjek telah neotropis. penyebar .dll. dkk.

oleh kelenjar) diaspor dengan lapisan getah atau lapisan luar berdaging diaspor secara morfologi tidak khusus. (Sarcochore) disebarkan membuktikan atau bahwa buah burung pemakan kehadiran banyak tumbuhan yang buahnya berdaging dari berbagai spesies pada komunitas membuktikan pentingnya penyebaran jika bersayap endozootik pada atau komunitas itu. Meskipun. Metode analog yang sesuai dalam menampilkan proposi spesies dengan setiap jenis sistem penyebaran diaspora sebagai "spektrum biologis" sebagaimana semacam Raunkiaer (1934) menampilkan analis-analisnya mengenai bentuk-bentuk kehidupan. buah. khususnya benth atau yang panjang mengalami kekurangan dengan buah-buahan benih-benih rambut-rambut atau akan atau ditanam (pterochore) disediakan (progonochore). Spektra penyebaran . burr. sangat ringan diaspor secara morfologi tidak khusus. berisi udara (termasuk tumbleweed diaspor dengan anggota badan seperti sayap atau saccate diaspor dengan anggota badan seperti rambut panjang atau plumose diaspor perekat (duri. Dansereau dan Lems.akibatnya. meninjau literatur penyebaran benih dan rnemperkenalkan sistem klasifikasi mereka berdasarkan morfologi diaspor (unit penyebaran benih.1).1 Klasifikasi sistem penyebaran diaspor dalam skema oleh Dansereau dan Lems (1957) Auxochore Cyclochore Pterrochore1 Pogonochore Desmochore1 Sarcochore1 Sporochore2 Sclerochore2 Barochore Ballochore penanaman diaspor oleh induk tanpa disartikulasi diaspor sangat besar. berat sedang diaspor secara morfologi tidak khusus. sangat berat diaspor dikeluarkan atau dibuangi dari induk Keterangan : 1) diaspor biasanya buah-buahan. atau penampakan Benih-benih (desmochore) buah-buahan juga mempunyai kait atau alat-alat melekat lai pada bulu membuktikan pentingnya penyebaran binatang (dalam kasus epizootik) pada komunitas dimana mereka ada. pengganti untuk pengamatan yang pertama telah dicari Tabel 12. sebagai contoh dimilikinya tidak oleh buah berdaging mamalia oleh tanaman ini buah. bagian tumbuhan atau bahkan keseluruhan tumbuhan) (label 12. 2) diaspor biasanya benih Pada 1957.

(10%) tidak menjadi pada dan ini dari oleh diantara kategori-kategori diaspore lain menunjukkan dari {Baker.ini dibuat untuk tegakan hutan atau untuk lapisanlapisan (sinusia) dalam hutan. 93-94) pada konopi dibatasi (Richards. oleh pernyataan-pernyataan 1952. emergen dan penyebaran diaspore pohon-pohon pohon-pohon atas. memiiiki disebarkan menegaskan bahwa diaspor oleh angka-angka sekitar 49% 3% penyebaran keleiawar. hanya 73% spesies memiliki 9% sarcochore. pada hutan. Schnell (1970. pohon-pohon memiliki besar dari genus Mimusops (Sapotaceae) dan beberapa besar Lecythidaceae barochore. vol. sedangkan 18% memiliki lebih barochore. terjadi lebih anemochorus. pengecualian-pengecualian tingkat. Di Costa Rica. pohon 13% spesies sedangkan (1978). Hartshorn untuk La Selva. . dengan 18% desmochore dan ballochore (Baker. penekanannya Frankie penyebaran epizootik {daripada endozootik). Opier. memiliki berdaging lantai sementara anggota literatur menyatakan lain. I. hal. tidak dipublikasikan}. di hutan basah La Selva. persentase ballochore terbentuk modestly (4%). Penyebaran diaspore di hutan primer Dalam kualitatid bahwa beberapa bahwa tropis. 83-84) menunjukkan penyebaran terlihat sedangkan buah-buah angin pada dan penyebaran besar lebih yang yang jarang tidak binatang di hutan atau pada sedikit bersifat keduanya pohon-pohon pohon-pohon besar/berat dan angin setiap dari (barochore) terjadi (sarcochore). Pada hingga dipublikasikan). 71% dari pohon-pohon kanopi memiliki sarcochore. sarcochore dari semak. Pada tingkat herba. angin hal. penyebaran Namun. melaporkan angin. 1% naik dan hanya Frankie tingkat 93% dan pterochore dan Opier.

382) menyatakan bahwa "Dalam suatu atau hal pengamatan yang ditemukan sangat bahwa mayoritas dengan karateristik pohon hutan sekunder muda memiliki benih buah-buah beradaptasi pengangkutan oleh angin atau binatang". secara Dalam hutan tropical kering kanopi lebih mudah patah oleh angin atau juga pada saat pengguguran daun. pogonochore dan sporochore (masing-masing 10 %) menunjukkan pentingnya penyebaran oleh angin lebih efektif membuka areal hutan. berat yang benihnya tetapi ke agaknya. morototoni disebarkan oleh burung dan kelelawar. berikut. hanya 49 5 %. Guazuma ulmifolia (Sterculaceae). persentase sarcochore meningkat menjadi 61 % dan diaspor yang diperoleh dari penyebaran angin akan berkurang. dan ballochore 9 %. sedang burungmenyebarkan Dydymopanax (Araliaceae). . permukaan sekunder memiliki dan disebarkan buahoieh jatuh terbelah. barochore pogonochore sclerochore 9%.) menemukan bahwa di Guanacaste. Pada tingkatan tersebut. Desmochore (juga 10 %} lebih balk dibandingkan dengan strata lainnya yang lebih tinggi. Contohnya. ia memberikan perhatian pada ketidakhadiran dari apa yang sekarang kita Vismia sebut barochore. tidak adanya kemantapan dari proporsi penyebara diaspore oleh angin lebih tinggi. pterochore sarcochores 25 %. Pada herba persenrase sarcochore menurun lagi menjadi 40 % dan rerata sclerochore 20 % dengan pterochore. dan 9% oleh angin. hal.burung dan kelelawar. %. Costa Rica disposisi dari pohon dan Palm adalah sebagai 8 %. Dalam hal ini. Sisanya 26% tidak buah dikategorikan. di neotropis. Konsekuensinya. Penyebaran diaspore dan hutan sekunder Richards (1952. Baker. sehingga binatang. Frankie dan Opier (tidak dipubl. burung guianensis benih (Hypericaceae).

(Melastomaceae) Di hutan dan Byrsonima Afrika spp. Hal ini secara cepat berhasil dalam turnbuhan dengan tipe penyebaran yang berbeda khususnya proporsi sarcochore sclerochore dan dalam periode tiga tahun..1980). Keay (1957) menemukan spesies pohon dan liana yang disebar oleh angin umumnya hanya pada sinusia lebih atas dari hutan sekunder tua. (Euphorbiaceae). 1977. dan kelelawar sekunder counterpart Pyenanthus Di Trema hutan Musanga cecropioides (Moraceae) disebarkan oleh burung (seperti sedangkan oleh burung. Di (meskipun dua areal hutan Costa Rica. benih-benih pada tanah Selanjulnya. Di Nigeria. Melastoma dan oleh yang malabathricum (Melastomaceae) dan spesies Macaranga. Symington (1933) menjadi pernerhati pertama pada cadangan sekunder terganggu (reservoir) yang di hidup Malaya.Miconia spp. Ceiba baik di neotropis niaupun Afrika dan Alstonia (Apocynaceae) dan Anthocephalus (Rubiaceae) di Asia. (Myristicaceae) dan Macaranga barteri (Euphorbiaceae) Asia. 1970). Guevara dan Gomez Pompa (1972) dan Cheke dkk. kebanyakan spesies ini menjadi spesies yang intoleran terhadap naungan peninggalan (relict) dari tahap serai awal. tumbuhan yang pertama mengalami reproduksi dalam pernbebasan buatan tidak mesti yang paling yang pertama relatif memiliki ringan sclerochore dengan beratbenih (Opler dkk. neotropisnya angolensis Cecropia). (Malpighiaceae). disebarkan Mallotus Rhodamnia burung. tingkat jatuh hingga mencapai awal hutan dewasa. (1979) telah membuat penemuan yang sama masing-masing . tumbuhan hutan yang Budowski hutan tidak (1965. dan Di Rhodomylitus antara spesies (Ulmaceae) disebar sekunder (Myrlaceae) disebarkan oleh angin adalah Ochroma (Bombacaceae) di neotropis. berdekatan meskipun spesies yang ditampilkan berbeda. Barat.

pohon-pohon dalam cerah di (1978) Musanga cecropioides sendiri mulai mati dalam dengan Rica. Bahan kimia dari cadangan benih Benih-benih mengandung cadangan makanan (dalam endossperma atau dalam kotiledon) yang akan mensuplai energi yang dibutuhkan dan material-material pembangun untuk embrio saat perkecambahan kurang terang. 1952). akhirnya Sehingga pembagian benih-benih . Meksiko dan hutan Thailand.di Amerika Tengah. regenerasi pada celah terang disebabkan oleh jatuhnya pohon tunggal yang kebanyakan berasal dari seedling atau sapling yang sudah menjadi pertumbuhan bawah dan mempertahankan jatuhnya pohon. seedling rnungkin tidak dapat menghasilkan jumlah fotosintat yang cukup sampai dari dengan bahan-bahan berarti sejumlah akan ada makanan akan yang ada daiam seleksi besar benih daun yang yang teiah sama pada yang dikeluarkan. basah menemukan (Ross. seedling sama halnya dengan pencahayaan dewasa. yang berkernbang dalam celah dan memiliki benih-benih yang disebarkan oleh burung atau kelelawar. terjadi dan benih yang berubah menjadi seedling. 1970) mencatat bahwa benih-benih dari pionir cenderung membutuhkan rangsangan cahaya untuk perkecambahan. Budowski (1965. Herwitz (1979) telah menemukan. bertolak La bahwa belakang Costa mayoritas hutan Selva. saat Pada tumbuh menjadi tumbuhan akhirnya. Dalam situasi dan kondisi intensitas yang sebagaimana seringkali terjadi di hutan tropis. Costa Rica. Richard. di Taman Nasional Corcovado. baik yang berada di puncak pohon pada tahap serai akhir atau datang untuk menguasai posisi sebagai pohon-pohon kanopi atau emergen pada hutan dewasa. Di Afrika. spesies ketika berumur antara 15 dan 20 tahun dan tidak rnampu beregenerasi Dalam pembebasan Hartshorn naungannya terang.

seperti andreana. (b). dalam keadaan kompetisi antar tanaman (c). mungkin Namun dan pada naungan berat. lebih semua.lebih besar dan lebih berat. Dua alternatif "strategi" yang telah disusun rnungkin mengatasi predasi. . untuk yang Baker. menunjukkan bahwa berat individu-individu benih lebih besar spesies-spesies hebat. segera antara persediaan cadangan makanan yang melimpah pada benih dan jumlah benih yang kurang diharuskan karena batasanpada tergabung oil)" ketersediaan didaiarnnya. seperti pada kasus Mucuna andreana. Studi-studi di daerah temperate (Salisbury. "Strategi" pada dihasilkan pohon-pohon lain. (1977d) telah menyatakan bahwa dalam berat antara benih-benih pada tumbuhan yang sama (dimana rasio dari kecil hingga besar mungkin 100 %. keadaan ada telah (a). intervalpanjang reguler (banyak hutan). berlaku demikian. di Inggris. dalam pasti dimana setelah kompromi kekeringan perkecambahan. dkk) telah lebih dulu menyatakan bahwa jumlah dan berat benih yang dihasilkan oleh tumbuhan hutan tropis dapat juga dikendalikan oleh kegiatankegiatan predator benih. Benihbenih kecil mungkin dihasilksn pada jumlah yang besar dimana efektif interval dihasilkan (contohnya mengeluarkan pada Mucuna populasi jika predator tidak pada banyak benih tidak cukup ini untuk akan atau dapat menghancurkan mereka benih hanya bambu). tumbuhan interval-interval energi dalam Kemungkinan pertahanan cynogenic kimia dari benih (oleh asam amino non protein. oleh alkaloid. antara substansi-substansi Tambahan ukuran "penjualan benih dan makanan (tradekemampuan variasi dibutuhkan Janzen tersebarnya. tumbuhan perambat dari Fabaceae. 1972. Janzen (1970.. 1942. di yang California) berkecambah. Faboideae) mungkin menguntungkan dimana menyebar benih "bayangan" dalam suatu kisaran jarak.

glycoside, mungkin

tanin,

dll.}. batasan

Pada pada

"strategi" jumlah

terakhir substansi-

terdapat

substansi defensif yang dapat dihasilkan dan, untuk alasan ini, jumlah benih yang dihasilkan mungkin lebih kecit dibandingkan dengan strategi kejenuhan predator. Namun demikian, secara karena kimia, adanya maka sedikit jumlahnya benih, akan dan lebih dilindungi

besar dan mengandung lebih banyak cadangan makanan, sehingga akan berbentuk seddling awal yang baik dalarn kehidupan. Meskipun selalu ada kemungkinan bahwa satu atau lebih predator benih dan mungkin menyusun akan alat dapat detoxity protektan kimia kernudian

meningkatkan kerusakan benih. Sifat aktual dari penyadiaan energi dan cadangan pembangunan jaringan dalam benih tumbuhan hutan tropis telah rnenjadi subjek dari beberapa analisis. Untuk hutan basah dan kering di Costa Rica, ada hubungan antara berat benih dengan cadangan simpanan utama; untuk benih-benih besar, mungkin pada zat tepungnya, untuk benih-benih kecil biasanya minyak (yang terakhir menyediakan surnber energi yang febih padat) (Baker dkk., in prep.}. Benih-benih kecil dari Piper spp. (Piperaceae) mengalami penyimpanan zat tepung. Protein selalu tersedia dan akan sangat jelas terlihat pada benih-benih dari tumbuhan Fabaceous (Leguminus). Proporsi spesies dengan benih yang menyimpan minyak pada sampel-sampel dari tumbuhan hutan Costa Roca adalah 76 % pads pohon dan palma. 85 % pada semak dan 91 % pada herba. Kira-kira 35 % dari semua spesies ini menyimpan zat tepung (dalam banyak kasus sebagai tambahan dari minyak). Hampir semua benih mengandung cukup protein untuk memberi hasil positif dalam pengujian kasartiengan reagen Millon. Ada juga hubungan antara minyak sebagai cadangan benih dan phanerocotyly epigcal), (sebaliknya kemungkinan dikenal sebagai dari perkecambahan dihasilkan

kenyataan

bahwa

benih

yang kecil

berkecamfaah dibandingkan

pada dengan

phsncrocotylar

biasanya

benih dengan germinasi (hypogeal). PENGADAAN SEEDLING Pada pengadaan dikenalkan kenyataan Ng biologi seddling ke bahwa (1978) pada besar epigeal sering dalam reproduklif, perlu jika atau suatu disadari genotip baru hutan bahwa akan (untuk melalui

struktur

persistensi telah dengan cocok

penyebaran

propagasi vegetatif tidak akan dilakukan). membahas hutan "strategi-stratsgi hujan Malaysia. cepat, seedling dari yang pengadaan" Benih-benih seringkali ini paling pohon-pohon

perkecambahan untuk

pengadaan

besar dengan taproot yang tebal pada situasi bernaung, ditemukan. Karakteristik sebagian besar pohon, bertolak belakang dengan susunan ksrakter dari sebagian kecil "nomad" yang cenderung ditemukan pada pembebasan dan pada margin hutan. Ini secara ekslusif epigeal. Terbentuknya diameter akar yang membuat mereka membentuk seedling pada permukaan yang lebih keras dibandingkan pemanfaatan oleh spesies hutan yang memiliki benih yang besar. Untuk hutan basah La Selva, Costa Rica, Hartshorn (1978) menduga bahwa rata-rata waktu untuk pergantian pohon kira-kira 118 tahun. Untuk menyediakan pergantian ini harus ada celah gelap pada intervalinterval yang cukup karena Hartshorn menemukan bahwa 75 dari 104 spesies celah Hartshorn proporsi untuk pohon kanopi untuk yang diteliti 1978) seperti tergantung rnelaporkan pada celah pada bahwa terang (dalam spesies keberhasilan tergantung

regenerasinya.

Whitmore, yang menurun

regenerasi

perpindahan dari emergen dan kanopi lebih atas melalui pohon-pohon tingkat bawah. Di daerah hutan kering Guanacaste, dinegara yang

sama, Hatheway dan Baker (1970) mengamati bahwa pohonpohon besar Pithecellobium (Fabaceae, berlaku saman dan Enterolobium tidak penuh cydocarpum tetapi ini Mimosoideae) situasi terlihat pencahayaan

menjadi seedling sampai sapling dalam naungan hutan, dalam (yang juga dilindungi dari penggembalaan). Whitmore (1975, 1978) melaporkan bahws di hutanhutan Asia Tenggara, celah kecil di hutan dewasa diisi oleh sapling yang ada atau pohon-pohon "tertekan", sedang dalam celah besar ada flora suksesi dari benih yang dibaws ke dalam atau sudah ada dalam tanah. Dormansi yang ada dari benih-benih pohon terlihat jarang di pohon-pohon hutan basah di Afrika Barat. Benih-benih yang ada tidak berkecambah daiam tanah di lantai hutan yang hanya membutuhkan stimulus cahaya untuk berkecambah dari di (Longman, hutan basah 1978). dan di Ini Opler adalah (tidak Dua 200 dari pengalaman Frankie, Baker

dipublikasikan} laju germinasi

Costa dari 12

Rica. hampi

paper oleh Ng (1973, 1975} membcrilan data mcngenai benih-benih "cepat" segar (dalam spesies dsri pohon-pohon yang lumbuh di hutan-hutan Malaysia. Germinasi minggu sceciiing), "intermediet" dan "tertunda" secara kasar dalam proporsi 10:3:1 yang selama ini dipercaya bahwa perkecambahan merupakan hal yang biasa ditemukan di hutan-hutan tersebar Malaysia, bahwa tetapi memberikan tertunda dugaan jarang yang atau luas germinasi

tidak mungkin (No, 1&73, hoi. 54). Percoban-percobaan dengan benih-benih dari pohonpohon yang tumbuh mereka dormansi di di hutan musim kering basah Costa Rica menunjukkan bahwa spesies dari pohon yeng mematangkan benih-benih mekanisme telah menyusun pada yang mencegah germinasi

sekurangnya beberapa benih di musim basah yang sama (Frankie dkk., 1974). Dalam kasus Casearia aculata, Eugema salamensis var. hiracifolia dan Spondias

mombin, waktu yang dibuluhkEn untuk 50 % dari benih berkecambah akan muncul adalah pada kira-kira 150 hari. itu Dormansi akan semacam itu cenderung untuk menjamin bahwa seedling waktu-waktu yang memungkinkan perkembangan akar cukup sebelum permulaan dari musim kering pendek (Juli hingga Agustus) dan musim kering yang menggantikannya (akhir November hingga Mei).

RINGKASAN
Perlakuan dari biologi reproduktif tumbuhan di hutan tropis ini bukan pendalaman dari informasi yang dipublikasikan, meskipun diharapkan bahwa suatu cara ke dalarn belukar literatur teiah tersedia. Akan jelas bahwa lebih banyak kerja tetap akan selesai sebelum hubungan-hubungan pada Namun hutan dari apa yang individu dari disebut melihat yang serupa, kurang tumbuhan studi dengan penyebar dari polen atau benihnya dapat digabungkan benar-benar kita dan dapat tropis yang biologi ekosistem. meskipun pada demikian, temperate pernbedaan bahwa, ada dari

prinsip-perinsip

dasar

diterapkan

perbedaaniklim di

perbedaan nyata dalam detail dan penekanan bahwa hasil musiman hutan-hutan tropis, dan dari kerapatan tumbuhan dan binatang yang lebih besar (dan kelimpahan lebih besar dari beberapa yang terakhir dalam dihasilkan pengertian dalam kita penyempitan niche dan peningkatan interaksi-inleraksi biotik). terjadi Perbaikan-perbaikan melalui aplikasi dari biologi reproduktif tumbuhan hutan tropis akan teknik-teknik kuantitatif modern dari penyelidikan dan manipulasi mcncukupi dari konstituen ekosistem (sebagai contoh percobaan dalam tambahan mungkin kecil pada pengamatan). dalam jumlah Pengetahuan tropis untuk yang yang didapat relatif penting untuk mengembangkan hutan mungkin rencana-rencana mempertahankan

manajerial yang

sepertinya

.pengaruh yang terus meningkat dari ekspansi populasi manusia.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.