I. A.

PENDAHULUAN

Pengertian Ekologi Hutan Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel

(1869), yang mana ekologi ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu : Oikos Logos = Tempat tinggal (rumah) = ilmu, telaah.

Oleh karena itu, Ekologi adalah ilrnu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya. Hubungan tersebut demikian komplek dan eratnya sehingga Odum (1959) menyatakan bahwa ekologi adalah Enviromental Ecology. Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohonan dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan antara di luar hutan. Didalam suatu hutan, alam

hubungan

tumbuh-tumbuhan,

margasatwa,

dan

lingkungannya demikian eratnya, sehingga hutan dipandang sebagai suatu sistem ekologi atau ekosistem. Ekologi Hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistim hutan. B. Bidang Kajian Ekologi Kutan Didalam Ekologi ada dua bidang kajian, yaitu 1. Autekologi : Ekologi yang mempelajari suatu jenis organisma yang berinteraksi dengan 1ingkungannya atau ekologi sesuatu

jenis

atau

bagian

ekologi

yang

mempela jari faktor

pengaruh

sesuatu satu

lingkungan

terhadap

atau lebih jenis-jenis organisme.

2. Sinekologi : Bagian ekologi yang mempelajari berbagai kelompok organisme

sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi dan dengan antar sesamanya dalam

lingkungannya

suatu daerah.

Dalam pengaruh tumbuhnya

ekologi suatu satu faktor atau

hutan,

autekologi terhadap

mempelajari hidup dan

lingkungan lebih

jenis-jenis

pohon.

Jadi,

penyelidikannya

mirip

fisiologi

tumbuh-tumbuhan,

sehingga aspek-aspek tertentu dari autekologi, seperti penelitian fisioekologi tentang pertumbuhan pohon serir.g disebut

(phisiological

ecology).

Contoh

penelitian

autekologi adalah : 1) Pengaruh intensitas Shorea cahaya leprosula N terhadap terhadap

pertumbuhan jenis 2) Pengaruh dosis

pupuk sengon.

pertumbuhan jenis

Sedangkan Sinekologi mempelajari hutan sebagai suatu ekosistem. Contoh kajian sinekologi adalah pengaruh

keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi, struktur dan produktivitas hutan. Dalam maupun ekologi hutan baik penge tahuan autekologi kita

sinekologi

bersama-sama

diperlukan,

karena

memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat berbagai jenis pohon yang membentuk hutan dan pengetahuan tentang hutan sebagai suatu ekosistem.

C. Sangkut Paut Ekologi Hutan dengan Bidang Ilmu Lain Berhubung di dalam ekologi hutan yang dipelajari

adalah tumbuh-tumbuhan hutan dan keadaan tempat tumbuhnya, maka semua bidang ilmu yang mempelajari kedua komponen ekosistem hutan tersebut sangat diperlukan, yakni: (1). Taksonomi tumbuh-tumbuhan (terutama Dendrologi). Bidang ilmu ini sangat diperlukan untuk pengenalan jenis-jenis tumbuhan di hutan. Untuk pengenalan jenis ini diperlukan buku-buku pengenalan jenis yang praktis, selain buku-buku flora yang sudah ada yang bersifat komprehensif. Cara pengenalan jenis pohon dalam buku-buku itu

dititikberatkan pada sifat-sifat generatif (reproduktif), yaitu berdasarkan sifat-sifat bunga dan buah. Padahal

menurut pengalaman di lapangan seringkali dijumpai pohonpohon yang sedang tidak berbunga atau berbuah, atau sukar sekali untuk mendapatkan contoh-contoh bunga dan buah. Karena itu, untuk keperluan di lapangan dibutuhkan cara pengenalan jenis pohon yang terutama didasarkan pada sifat-sifat vegetatif, yaitu sifat-sifat batang pohon

(kulit, getah dan kayu) , daun dan kuncup, kemudian baru sifat-sifat generative. Cara pengenalan ini tidak terikat pada sistem taksonomi tumbuh-tumbuhan. Di Filipina cara pengenalan demikian telah dirintis oleh Tamolang (1959), di Malaysia oleh Kochummen (1963), di Indonesia oleh

Endert (1928, 1956) dan Verteegh (1971) dan di Pantai Gading, Afrika, oleh den Outer (1972) . Kepulauan Indonesia, sebagai bagian dari daerah flora Malesia, terkenal sebagai daerah flora hutan yang kaya. tetapi pengetahuan kita tentang jenis tumbuh-tumbuhan di daerah ini masih amat kurang. Banyaknya jenis tumbuhtumbuhan di daerah inipun belum diketahui dengan pasti (Van Steenis, 1948). Menurut taksiran Van Steenis (op.cit) di daerah Malesia terdapat kira-kira 3000 jenis pohon. Menurut Lembaga Penelitian Hutan di Indonesia terdapat lebih kurang 4000 jenis pohon. Dari sekian banyak jenis itu baru sebagian kecil tercakup dalam buku-buku flora yang tersedia. Akibatnya, pengenalan masih tergantung pada jasa para pengenal pohon setempat. Dengan bantuan koleksi contoh dapatlah tumbuh-tumbuhan disusun daftar yang nama kemudian pohon-pohon dideterminasi, untuk daerah

tertentu, yang dapat mempermudah inventarisasi hutan.

(2). Geologi dan Geomorfologi Ilmu-ilmu ini diperlukan dalam ekologi hutan, karena keadaan geologi dan geomorfologi mempengaruhi pembentukan dan sifat-sifat tanah serta penyebaran dan hidup tumbuh-

Iklim mikro dari sesuatu ternpat yang dipengaruhi keadaan . Faktor-faktor suhu (temperatur). jenis-jenis batuan yang berbeda berlainan.tumbuhan. Keadaan topografi juga mempengaruhi komposisi dan kesuburan tegakan hutan. Klimatologi Iklim penyebaran adalah faktor terpenting yang mempengaruhi iklim seperti tumbuh-tumbuhan. perbedaan letak tinggi mempengaruhi penyebaran tumbuh-tumbuhan. Perbedaan jenis tanah. vegetasi serta mempengaruhi kesuburan dan produktivitas hutan. dan defisit tekanan uap air besar pengaruhnya pada pertumbuhan pohon. melalui perbedaan pada kesuburan dan keadaan air tanah. melalui perbedaan iklim yang ditimbulkannya. sifat-sifat serta keadaan tanah seringkali menyebabkan mempengaruhi terbentuknya penyebaran tipe-tipe tumbuh-tumbuhan. Disamping itu. akan tanah pasir kuarsa tanah serpentin. Ilmu Tanah Ilmu tanah yang murni seringkali disebut pedologi tetapi sebagai faktor tempat tumbuh disebut edafologi. curah hujan. Pada keadaan iklim yang sama. kelembaban. terbentuk tipe hutan yang khusus pula. seperti akan Pada menghasilkan jenis dan jenis-jenis keadaan dan tanah tanah yang yang khusus. (3). berlainan. (4).

topografi dapat mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan pohon. yang mana memerlukan pengetahuan tentang proses-proses kimia yang berhubungan dengan aktivitas biologis yang terjadi. inilah berkembang sosiologi tumbuh-tumbuhan (phytososiologi) dan ekologi tumbuh-tumbuhan. Misalnya. Jadi pada akan hidup umumnya sangat informasi berguna fisiologi mempelajari tumbuh-tumbuhan proses-proses untuk tumbuh-tumbuhan. dan akan sangat membantu dalam mempelajari susunan serta penyebaran £ormasi-formasi hutan. Geografi tumbuh-tumbuhan Pada tumbuhan permulaan merupakan perkembangannya dari ekologi tumbuh- cabang geografi pengaruh tumbuh-tumbuan faktor-faktor Dari (phytogeografi) lingkungan cabang yang membahas penyebaran terhadap tumbuh-tumbuhan. untuk dapat mempelajari . Pada taraf kemajuan sekarang ekologi hutan masih memerlukan informasi dari geografi tumbuh-tumbuhan untuk mengerti pola penyebaran berbagai jenis pohon dalam hubungannya dengan keadaan fisik bumi. terutama iklim dan geomorfologi atau fisiografi. (5). Informasi tersebut bisa diperoleh dari ilmu biokimia. Fisiologi Tumbuh-tumbuhan dan Biokimia Telah dikemukakan bahwa autekolcgi mempunyai kegiatan yang mendekati fisiologi dari tumbuh-tumbuhan. (6).

(7). Genetika Tumbuh-tumbuhan Suatu jenis tumbuh-tumbuhan yang penyebarannya luas seringkali memperlihatkan perbedaan menurut letak geografi dan keadaan lingkungan-nya.pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap produksi getah karet atau getah pinus perlu pula pengetahuan tentang proses pembentukan getah dan proses-proses biokimia lainnya yang mempengaruhi atau berkaitan dengannya. untuk mengerti sifat-sifat ekologis sesuatu jenis atau beberapa jenis pohon diperlukan pula pengatahuan tentang genetika. Matematika dan Statistika Kedua ilmu ini sangatlah kuantitatif penting terhadap untuk berbagai memformulasikan dugaan proses ekologis yang terjadi pada ekosistem hutan. Demikianlah. sebagai akibat dari mutasi dan polyploidy. (8). yang berakar pada sifat-sifat genetis. pada keadaan-keadaan tertentu. sehingga berada sifat-sifatnya diantara sifat-sifat kedua jenis induknya. Oleh karena itu. melalui penggunaan kedua bidang ilmu ini . maka pada tempat itu terjadi timbul hybridisasi jenis pohon antara baru kedua yang jenis itu. Adakalanya apabila daerah penyebaran dari dua jenis pohon berimpitan pada suatu tempat. Perbedaan ini bukan hanya dalam bentuk pertumbuhannya tetapi seringkali pula dalam hal adaptasi dan persyaratan terhadap keadaan tempat tumbuhnya.

mempelajari hubungan tempat tumbuh denyan: a. E. yakni ekologi hutan mempelajari hutan sebagai ekosistem (jadi lawasannya lebih luas). mempelajari komposisi dan struktur hutan alam (2). Status Ekologi Hutan dalam Ilmu Pengetahuan Kehutanan Ekologi Hutan merupakan ilmu dasar yang bersifat integratif (mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar lain) yang merupakan ilmu dasar penting bagi silvikultur. permudaan pohon atau permudaan hutan d. aspek-aspuk ekologi hutan yang penting dipelajari adalah : (1). D. riap (pertumbuhan) pohon/hutan . Perbedaan ekologi hutan dengan silvika hanyalah pada lawasan kajiannya. dalam terminologi kehutanan. Dengan pengetahuan ekologi hutan dan fisiologi silvikultur pohon yang yang tepat bisa ditentukan produksi tindakan dapat tepat. komposisi dan struktur hutan b. sehingga hutan ditingkatkan baik kualita rnaupun kuantitanya. Aspek-aspek Ekologi Hutan yang renting Dalam ilmu kehutanan. ekologi hutan hampir sama dengan silvika. penyebaran jenis-jenis pohon c. sedangkan silvika lebih terarah pada silvikultur dan lebih mendekati autekologi.faktor lingkungan terhadap yang berperan dan seberapa suatu jauh hutan peranannya penelitian kelestarian dapat diperkirakan.

berbuah. mempelajari suksesi vegetasi hutan secara alam dan setelah terjadi kerusakan. (5).e. (3). mempelajari siklus hara mineral. mempelajari syarat-syarat keadaan tempat tumbuh penanaman atau permudaan alam (4). fenologi pohon (musim berbunga. siklus air. mempelajari hubungan antara kesuburan tanah. pergantian daun). . iklim dan faktor-faktor lain dengan produktivitas hutan (6). dan metabolisme.

secara biogeocoenosis (geobiocoenosis) berurutan digunakan untuk komponen biotik. yaitu organisme yang sumber makanannya diperoleh dari bahan-bahan organik yang dibentuk kembali oleh dan komponen menguraikan aututrofik. B. beberapa dan kepustakaan. istilah biocoenosis. EKOSISTEM A.G. Dalam geocoenosis. Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar ekologi. dimana antara kedua komponen tersebut terjadi hubungan timbal balik untuk mempertukarkan zat-zat yang perlu untuk mempertahankan kehidupan. bahan-bahan penyusun organik . seorang ekolog Inggeris. Pencetus istilah ekosistem adalah A. ekosistem terdiri atas: 1) Komponen autotrofik. Komponen Ekosistem Dari Segi "trophic level". yaitu organisme yang mampu mensitesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun.II. Pengertian Ekosistem adalah suatu sistem di alam yang mengandung komponen hayati (organisme} dan komponen nonhayati (abiotik). abiotik dan ekosistem. Tarisley pada tahun 1935. 1. karena ekosistem mencakup organisme dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi. 2) Komponen heterotrofik.

' yang merupakan medium untuk berlangsungnya kehidupan. 6) Konsumer mikro (saprotroph. komponen ekosistem terdiri atas : 1) Komponen abiotik yaitu komponen fisik dan kirnia seperti tanah. dan menyerap melepas sebagian bahan-bahan penguraian sederhana tersebut yang dapat dipakai oleh produsen. osmotroph). komponen-komponen ekosistem seyogyanya diperinci sebagai berikut : 1) Bahan-bahan anorganik (C. dll. dan faktor fisik lainnya) 4) Produser 5) Konsumer makro ("phagotroph" umumnya hewan) yaitu yang organisme memakan heterotrofik. 2) Produsen tumbuhan yaitu organisme yang autotrofik. mensintesis makanannya sendiri dari bahan anorganik 3) 4) Konsumen yaitu organisme heterotrofik Pengurai. sinar matahari. yaitu . mampu umumnya berklorofil.kompleks yang telah mati kedalam senyawa anorganik sederhana. yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organik yang berasal hasil yang dari organisme mati. H20. Co2. lemak. dll) 3) Iklim fsuhu. udara. air. Dari segi penyusunnya (struktur). karbohidrat. N. organisme lain atau bahan organik. dll) 2) Senyawa organik (protein. Untuk tujuan deskripsif.

(4}. (3). (5). daratan). rodentia. yaitu organisme yang mengkonsumsi organisme lainnya. selain pembagian di atas. (6). Point (4) s/d (6) adalah komponen biotik. Organisme heterotrofik dapat juga dibedakan kedalam : 1) Biophage. contoh : insekta. membebaskan bahan-bahan anorganik sederhana yang berguna bagi produser. Point (1) s/d (3) adalah Komponen abiotik. dan menyerap sebagian perombakannya. moluska. dll (ekosistem akuatik) 2) Konsumer II (konsumer sekunder)adalah karnivora . (ekosistem krustacea. organik yang yaitu telah organisme mati. dll. 2) Saprophage. Dari suatu ekoisist em sebaiknya dianalisis menurut : (1). konsumer dapat juga dibedakan kedalam: 1) Konsumer I (konsumer primer) adalah hewan-hewan herbivora yang makanannya bergantung pada produser (tumbuhan kelinci. yang menghancurkan hasil bahan organik mati. umumnya jamur dan bakteri. Aliran energi (2). Rantai pangan Pola keanekaragaman dalam ruang dan wakcu Siklus nutrien Pengembangan dan evolusi Kontrol (sibernetik) Dalam hal konsumer.organisme heterotrofik. hLjau). pengurai segi bahan-bahan fungsional.

dll. disebut juga Top-Konsumer 4) Parasit. lautan sampai biosfir ini. lempung. hari-mau. lereng pegunungan yang curam. Scavenger dan saprobe C. Faktor Penyebab Perbedaan Ekosistem Ekosistem yang satu berbeda dengan ekosistem yang lain. lembah sungai) 3) Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir. hutan tanaman.dan burung omnivora yang memakan herbivora. Ukuran ekosistem bervariasi dari sebetsar kultur dalam botol di laboratorium. hutan savana) 2) Perbedaan letak dari permukaan laut. all. rubah. kucing. contoh: gagak. ular. hutan musim. hutan alam. topografi dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan. proses terjadinya ada dua macam tambak. sungai. dll. dll. . 3) Konsumer III (konsumer tertier) adalah karnivora dan omnivora. sungai. 2) Ekosistem buatan: sawah.. Macam dan Ukuran Ekosistem Berdasarkan ekosistem. karena: 1) Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan. danau alam. kebun. yaitu: 1) Ekosistem alam: laut. kering) D. seluas danau. basah. misal singa.

dll.Danau . yaitu: 1) Ekosistem terestris − Ekosistem hutan − Ekosistem padang rumuput − Ekosistem gurun − Ekosistem anthropogen (sawah. (b).Sungai . Sedangkan habitat adalah tempat hidup organisme. Ekosistem lautan E. dll.Secara umum. Ekologi Niche Niche adalah peranan suatu mahkluk hidup dalam suatu habitat.} 2) Ekosistem akuatik (a). kebun. F. ada dua tipe ekosistem. Tahap-tahap Dasar Operasi pada Ekosistem 1) Penerimaan energi radiasi 2) Pembuatan bahsn-bahan organik dari bahan anorganik oleh produser 3) Pemanfaatan produser oleh konsumer dan lebih jauh lagi pada bahan-bahan terkonsumsi 4) Perombakan yang mati bahan-bahan oleh organik dari organisme bentuk dekomposer kedalam anorganik sederhana untuk penggunaan ulang oleh produser. Ekosistem air tawar .Kolam . Dengan demikian ekologi niche adalah peran .

Bentuk energi yang berperan penting pada mahkluk hidup adalah energi mekanik. 10 . Misal. spesialisasi dari populasi species dalam suatu komunicas. Energi dalam Ekosistem . 5% ditransmit. faktor lingkungan. Ekologi niche mencakup species organisme.85% . areal tempat hidup.15% dipantulkan. . dan 35 % disebarkan untuk memanaskan air dan daratan.total dari suatu species dalam komunitas. dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk tetapi energy tak pernah dapat diciptakan atau dimusnahkan. kimia. Hukum Thermodinamika II: Setiap terjadi perobahan bentuk energi pasti terjadi degradasi menjadi energi bentuk dari energi bentuk yang energi terpencar yang atau terpusat karena berbagai energi selalu memencar menjadi panas.Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. tidak ada transformasi menjadi secara energi spontan potensial dari suatu bentuk dengan energi berlangsung efisien 100%. . 80 . radiasi dan panas. Dari sekitar ±3% energi surya yang mengenai permukaan tumbuhan. yaitu: Hukum Thermodinamika I: Energi lainnya.Perilaku energi di alam mengikuti Hukum Thermodinamika. 57% energi surya diserap atmosfir. G.

Dalam suatu ekosistem dikenal adanya tingkat tropik dari suatu kelompok organisme. Semakin pendek rantai pangan semakin besar energi yang dapat disimpan dalam bentuk tubuh organisme di ujung rantai pangan. 3)Rantai saprofit.Berbagai makanan organisme melalui yang memperoleh yang sama sumber dianggap langkah termasuk pada tingkat tropik yang sama. 2) Rantai parasit. dimulai dari hewan kecil sebagi mata rantai pertama ke hewan yang lebih besar dan berakhir pada hewan terbesar dimana landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen.diserap dan ±2% (0. .5 -3. . dikenal juga sebagai rantai pangan detritus.5%) dari total energi cahaya digunakan fotosintesis serta sisanya dirubah menjadi bentuk panas. berawal dari organisme mati ke mikroorganisme. Dalam suatu ekosistem. Rantai Pangan pangan ada1ah pengalihan energi dari Rantai sumberdaya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. berawal dari organisme besar ke organisme kecil. rantai-rantai pangan berkaitan satu sama lain membentuk suatu jaring-jaring pangan (food web). H. Rantai pangan terdiri atas tiga tipe: 1) Rantai pemangsa. .

yang menggambarkan biomassa dalam setiap tingkat tropik. baik dengan biomassa per satuan luas maupun dengan banyaknya energi yang ditambat per satuan luas per satuan waktu pada tingkat tropik yang berurutan. Semakin kecil ukuran organisme.Struktur tropik dapat diukur dan dipertelakan. .Berdasarkan tingkat tropik : Tumbuhan hijau Herbivora Karnivora : tingkat tropik I : tingkat tropik II : tingkat tropik III Karnivora sekunder : tingkat tropik IV I. . Struktur Tropik dan Piramida Ekologi .Piramida ekologi dapat menggambarkan struktur dan fungsi tropic: Ada tiga tipe paramida ekologi yaitu : a) Piramida jumlah individu. semakin kecil organisme semakin kecil biomassa yang dapat ditunjang pada suatu tingkat tropik dalam ekosistemnya. Oleh karena itu.. yang menggambarkan besarnya . c) Piramida energi.Ukuran individu menentukan besarnya metabolisms suatu organisme. . yang menggambarkan jumlah individu dalam produser dan konsumer suatu ekosistem b) Piramida biomassa. semakin besar rnetabolisrne per gram biomassa.Fenomena interaksi antara rantai-rantai makanan dan hubungan metabolisme dengan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas mempunyai struktur tropik tertentu.

. Semakin tinggi tingkat tropik. semakin efisien dalam penggunaan energi. Produktivitas primer kotor: Kecepatan bahan selama asimilasi total fotosintesis. . primer bersih: (2). Produktivitas Kecepatan penyimpanan bahan-bahan organik dalam jaringan tumbuhan sebagai kelebihan bahan yang dipakai selama asimilasi untuk respirasi oleh tumbuh-tumbuhan pengukuran./ha/th.Produktivitas penyimpanan primer energi adalah oleh kecepatan organisme potensial produsen melalui proses fotosintesis dalam bentuk bahan-bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan pangan. Unit satuannya: 1) 2) Ash Dry Free Dry Weight Kal. mencakup pula organic yang dipakai untuk respliasi pengukuran. Produktivitas . J. Istilah ini sama dengan bersih. primer dibagi dua macam: Produktivitas (1). Weight Ton/ha/th. Istilah ini sama dengan total.Produktivitas sekunder adalah kecepatan penyimpanan energi potensial pada tingkat tropik konsumen dan pengurai.energi pada setiap tingkat tropik.

5. siklus ini disebut siklus biogeokimia. 3. kimia. 7. Gurun dan tundra Padang rumput Hut an lahan kering Hutan konifer Hutan temperate basah Pertanian Hutan tropik dan subtropik Kcal/m2/th 200 2.Produktivitas Primer kotor pada Ekosistem Akuatik Ho.500 2. Primer Kotor Kcal/m2/th 1.40 unsur yang sangat diperlukan oleh mahkluk hidup. Sedangkan. Siklus Biogeokimia . 3. termasuk untuk unsur utama dari dalam cenderung bersirkulasi biosfir dengan pola tertentu dari 1ingkungannya ke organisme dan kembali lagi ke lingkungan.000 2.000 20.000 6. 4. 6. Ekosistem Prod .500 3.000 8.000 20 .000 K. tetapi hanya 30 . . .000 Produktlvitas Primer Kotor pada Ekosistem Terestris No. 2. 4. Ekosistem 1.Unsur-unsur protoplasma. Laut terbuka Pesisir Upwelling Zone Estuari dan reefs 1.Di alam telah diketahui ada ±100 unsur kimia. 2.000 12.

misal siklus Karbon (CO2) dan siklus Nitrogen (N) b) Tipe sedimen. Kedua siklus tersebut masing-masing terdiri atas dua kompartemen atau dua pool. umumnya bukan komponen ekologi. dimana reservoir adalah di atmosfir atau hidrosfir {lautan). siklus biogeokimia terdiri atas : a) Tipe gas. misal siklus Posfor . Dilihat dari sudut biosfir secara keseluruhan. yaitu : 1) Reservoir poo_l : besar. lambat bergerak.pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa anorganik yang penting untuk menunjang kehidupan disebut siklus hara. dimana reservoir adalah di kerak bumi. tapi lebih aktif bertukar dengan cepat antara organisme dengan lingkungannya. 2) Exchange atau Cycling pool : kecil.

atau "abundance" (kerapatan. lingkungan Sedangkan berbeda masyarakat Komunitas adalah tegakan.Struktur horizontal (distribusi spatial jenis) . Organisasi Komunitas adalah struktur.III. produktivitas serasah siklus hara. Perkembangan pembentukan tahap suksesi.Kelimpahan biomasa).Struktur vertikal (stratifikasi) . Fungsi Komunitas adalah dan pola laju metabolisme. di luar hutan. pembusukannya. Struktur Komunitas terdiri atas: . Karakteristik Komunitas adalah sejarah dan evolusi komunitas atau tahap- 2. .HUTAN SEBAGAI KOMUNITAS TUMBUHAN Hutan dikuasai adalah masyarakat yang tumbuh-tumbuhan suatu yang satuan yang tempat pohon-pohon menempati dan mempunyai sadaan dengan hutan Tumbuhan 1. 3. aliran energi. komposisi jenis dan organisasi tropic suatu komunitas.

keaneragaman jenis .pengelompokkan secara kuantitatiif: species .Komposisi Flora Komposisi flora adalah daftar jenis tumbuhan dalam komunitas.B. yang berguna untuk mengetahui : . dominansi DATA ANALITIK ORGANISASI KOMUNITAS • Struktur • Komposisi • Organisasi tropik DATA SINTETIK • Kehadiran dan konstansi • Kesetiaan • Dominansi • Indeks dominansi • Indeks asosiasi 1.tahap suksesi . Jenis Data Vegetasi DATA KUALIFIKATIF • Komposisi flora • Stratifikasi dan aspection • Fenology • Vitalitas • Sosiabilitas • Life-form & fisiognomy • Organisasi tropic.kondisi lingkungan/habitat . rantai makanan DATA KUANTITATIF • Pola disttribusi • Frekuensi • Kerapatan • Penutupan tajuk.Data Kualitatif a.struktur tiap unit vegetasi .

seperti: saat biji berkecambah.optimalisasi pemanfaaCan unsur hara tanah. berbunga. atau studi tentang fase-frase pertumbuhan penting dalam sejarah hidup suatu tumbuhan.dominan. frequent (daya adaptasi luas). berbuah dan tersebarnya biji.akar Manfaat Stratifikasi : . Tanda proses fenologi Masa kecambah Masa berbunga Masa berbuah :/ :/ : / / / / Masa penyebaran biji : .optimalisasi ruang tumbuh . Stratifikasi dan "aspection" Stratifikasi adalah lapisan vertikal komunitas tumbuhan.pucuk . b. gugur daun. Stratifikasi terdiri : .peningkatan pemanfaatan energi solar . Aspect ion adalah perubahan per:ampakan vegetasi dalam kaitannya dengan musim. Fenologi Fenologi adalah kalender fase-fase pertumbuhan yang dilalui oleh suatu tumbuhan selama sejarah hidupnya. c. jenis yang jarang (indikator habitat).

vigor . tetapi jumlahnya tak bertambah. .kondisi habitat . Klas 4 : Tumbuhan yang jarang tumbuh dari biji. Sosiabilitas bergantung pada : .kemampuan bersaing. Klas 3 : Tumbuhan yang lemah yang tersebar secara vegetatif hidupnya. Klas Sosiabilitas (Brown-Blanquet. Klas 2 : Agak mengelompok. 1932): Klas 1 : Hidup menyendiri. tumbuh sehat yang baik dan Klas 1 : Tumbuhan dapat menyelesaikan Klas 2 : Tumbuhan tersebar secara vegetatif.Vitalitas dan Vigor Vitalitas adalah kondisi dan kapasitas tumbuhan untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Sedangkan vigor adalah keadaan kesehatan tumbuhan. Klasifikasi vitalitas : yang siklus yang berkembang hidupnya.life-form . dan tak pernah menyelesaikan siklus Sosiabilitas Sosiabiiitas masing adalah hubungan antara masing- jenis dan menunjukkan cara tumbuhan tersebar.

Brawn-Blanquet (1951). liana. semak.Species dari life-form yang berbeda dapat hidup berasosiasi. b) "Detritus food chain" : . Backer (1968) : pohon. dll. Klas 5 : Membentuk hamparan yang luas dan rapat. epifit. lumut.Klas 3 : Mengelompok dalam kelompok-kelompok yang tersebar. terus ke herbivora dan karnivora. herba. karena mereka memanfaatkan sumberdaya alam pada waktu/ruang yang berbeda.Persentase Life-form adalah Σ species dalam suatu life-form —————————————————————————————— X 100% Σ species dalam semua life-form . Ada dua tipe rantai makanan : a) "Grazing food chain" : Rantai pangan yang dimulai dari tumbuhan. pakuan . Life-form (bentuk hidup) tumbuhan . . Organisasi tropik dan rantai pangan Rantai pangan ada1ah pengalihan energi dari sumbernya berupa tumbuhan melalui sederetan organisma yang memakan dan yang dimakan. Klas 4 : Mengelompok dalam kelompok yang besar dan kelompok terputus-putus.bisa menggunakan klas-klas life-form dari Raunkaier (1934).

3) Beraturan (reguler. Distribusi Spasial Individu tumbuhan Tiga tipe Pola Distribusi 1) Random (acak) Pola ini mencerminkan homogenitas habitat dan/atau pola behavior yang tidak selektif. intensitas cahaya). Jaring-jaring pangan ("food web") adalah keterkaitan antara berbagai rantai makanan dalam suatu komunitas.Rantai pangan yang dimulai dari organisme mati ke mikroorgnisme. mode reproduktif. 2. . Studi food chain dalam komunitas sangat berguna untuk mengetahui sistem transfer energi dalam komunitas. detrivor dan predatornya. uniform) Mencerminkan adanya interaksi negatif antara individu seperti persaingan untuk ruang dan unsur hara atau cahaya. behavior berkelompok. Species diversity meningkat maka "food chain" makin panjang. 2) Mengelompok ('clumped') Mencerminkan habitat yang heterogen. aliran air. Data Kuantitatif a. dll. Faktor yang mempengaruhi pola sebaran spatial individu: a) Faktor vektorial dari aksi berbagai tekanan lingkungan luar (angin.

5%. sosial. reproduktif.digunakan uji X2 dengan derajat bebas (q . c) Faktor sosial akibat pembawaan behavior (misal. behavior teritorial) 4) Faktor koaktif akibat dari interaksi intraspecific (misal kompetisi).2) . koaktif) b) Faktor extrinsic (vector). Beberapa indeks penentuan poia Distribusi Spasial individu (1).. yaitu : a) faktor intrinsik species (mis.b) Faktor reproduksi sebagai akibat dari mode reproduktif organisme (cloning dan regenerasi progeni). pada tingkat peluang 1%. Variance Mean Ratio V/M = 1 (random) V/M > 1 (clumped) V/M < 1 (regular) Untuk menguj i apakah V/M < 1 atau > 1. 5) Faktor stokastik akibat dari variasi acak dari berbagai faktor tersebut di atas. dimana q = Σ frekuensi klas. Contoh : .

8 x 100 = 0.1 Pengujian V/M = 1? 1).3 individu Є(0) = (n)p(0) = (100)p(0) = (100)e-0.808 V/M = 0.8 x e-0.4493 x 100 = 0.01 100 .82/2! x e-m x 100 = 0.3594 = 0.4 Є(1) Є(1) Є(2) . Sp-X dalam masingmasing kuadrat Frekuensi 100 petak 0(46)+1(34)+2(14)+3(6) 100 kehadiran dalam 46 34 14 6 0 1 2 3 Mean (M)= = 0.9 = (n)p(1) = (100)(0.4493 = 0.808/0.8 = 44.1.800 = 1.4493 x 100 0.3594 = m e-m x n = 0.64/2 x 0.8 ΣX2 – (ΣX)2/n n-1 Variance = [12(34)+22(14)+32(6)+02(46)] – (80)2/100 = = 0.2.8 x 0.8/1 x 0.1438 x 100 = 14.8/1)(p(0)) = 100 x 0.Ada 100 petak Σ Ind. Menghitung banyaknya petak yang mengandung 0.

dimana q = Σ klas frekuensi = 4 X2 (α=0.9 2 14 14.8 x 100 0.Є(3) = = = = 0.9 3.9 35.4493 x 100 3.……….2 1 2 3 4 Σ individu/petak Σ petak terobservasi Σ petak harapan Perbedaan Σ petaj antara terobservasi dan harapan X2 hitung = (Obs – є)2/є (1.9)2 + (2.1 1 34 35.8 0 46 44.2)2 = 44.1)2 + (1.4 Sehingga X2 hitung = X2 tabel 2).4123 X2 tabel(q-2).512/6 x 0.9 1.9 1.5.4 0.8 = 1.4 3 6 3.q) q T = jumlah seluruh petak = jumlah petak Kriteria : IS = 1 (random) IS > 1 (clumped) IS < 1 (regular) total individu dalam semua .386 = 1.3.8 2.83/3! x e-m x 100 0.2.2) = 1.512/6 x e-0. Indeks Morisita (IS)   random IS = ∑1 1 2 Xi ( Xi −1) T (T − 1) Dimana : Xi = jumlah individu species X dalam petak ke-I (i=1.

01) 3).Pengujian IS = 1? IS (T-1)+ q – T Fo = Q – 1 Bila Fo ≥ Fαq-1 Clumped (α = 0. 1 = clumping.05 atau 0. . Kerapatan Adalah jumlah suatu spesies dalam suatu unit area. Green’s Index ⎛ Variance ⎞ ⎜ ⎟ −1 ⎝ Means ⎠ GI = n −1 GI bervariasi dari: 0 sampai maximum. c. Satuan : ind/m2 (tumbuhan bawah) Ind/ha (pohon) Kerapatan relative: persentase kerapatan suatu spesies terhapdap jumlah kerapatan semua spesies. b. 0 = random.Frekuensi Frekuensi adalah derajat penyebaran suatu jenis di dalam komunitas antara yang diekspresikan petak yang sebagai oleh perbandingan banyaknya diisi suatu jenis terhadap jumlah petak contoh seluruhnya. Frekuensi Relatif : persentase frekuensi suatu species terhadap jumlah frekuensi semua species. Kerapatan menunjukkan kelimpahan suatu spesies dalam suatu komunitas.

Frekuensi Klas (Raun kaier. cover harus ditentukan untuk setiap strata vegetasi.D tinggi: komunitas heterogen 4.60% Klas D: species dengan frekuensi 61 .100% "Law of Frequency" > A>B>C=D<E < (Persentase Frekuensi berdistribusi normal) Jika : (1) E > D : Komunitas Homogen (2) E < D : Komunitas terganggu (3) A. Di dalam hutan.Cover (Penuntupan Tajuk) Cover adalah proyeksi vertikal tajuk terhadap permukaan tanah. E tinggi : Komunitas buatan (4) B.C. Klas Penutupan Tajuk . sehingga cover bisa > 100 %.40% Klas C: species dengan frekuensi 41 .80% Klas E: species dengan frekuensi 81 .20% Klas B: species dengan frekuensi 21 . Tajuk adalah semua bagian tanaman yang terdapat di atas permukaan tanah. Di dalam komunitas rumput. cover digambarkan dalam "graph paper" dengan bantuan kuadrat (misal. 25 X 25 cm)atau menggunakan plantigraph. 1934} : Klas A: species dengan frekuensi 1 .

Klas Kehadiran . Data Sintetik Presence Presence komunitas.Jarang : 1 .Banyak terdapat : 61 .Kadang terdapat : 21 .20 % Frekuensi . . Naungan meningkat Pengukuran foliage cover bisa diganti dengan "basal area" (luas bidang dasar.20 % petak contoh terisi species.75% Klas E : Species dengan cover 76 .50% Klas D : Species dengan cover 51 .100% Foliage cover meningkat ————-> Intercepting solar energi meningkat .40 petak contoh terisi species. : 81 . 3.25% Klas C : Species dengan cover 26 .100 % petak contoh adalah suatu kehadiran species dalam Constance (Kontansi) Constance adalah derajat/tingkat kehadiran suatu species dalam komunitas.Sering terdapat: 41 – 60% terisi spesies .Selalu ada terisi species. . Klas Konstansi Klas 1 : 1 . Ibds).Klas A : Species dengan cover 5% Klas B : Species dengan cover 6 . .80 terisi species.

species tersebut berhasil beradaptasi . Parameter Penentu Dominansi Jenis .40 % Frekuensi Klas 3 : 41 .Indeks Nilai Penting (INP) INP = Kerapatan Relatif + Frekuensi Relatif + Dominansi Relatif INP maksimal 300%.Kerapatan .terhadap habitat .Luas Bidang Dasar ..species tersebut mempunyai toleransi tinggi . .Biomasa . Satuannya: M/ha.60 % Frekuensi Klas 4 : 61 .Klas 2 : 21 .Volume .80 % Frekuensi Klas 5 : 81 .species tersebut menang dalam persaingan .Foliage Cover (penutupan tajuk) . Konsep dominansi jenis sebagai petunjuk : . Dominansi Relatif adalah persentase dominansi suatu species terhadap jumlah dominansi seluruh jenis.i :\sa dan mencirikan suatu komunitas. Dominansi Jenis Jenis dominan adalah jenis yang bei k.100 % Frekuensi c. Dominansi adalah luas penutupan tajuk atau luas bidang dasar suatu species dalam satuan unit area tertentu.

N = Total INP atau total kerapatan .atau biomasa dari semua species. Nilai ID rendah dipusatkan pada banyak jenis.tetapi tidak pada komunitas lain). Nilai C bisa digunakan apakah suatu komunitas itu asosiasi atau konsosiasi. Kals 5 : Strange/aneh (jarang dan secara kebetulan berada dalam komunitas). Simpson (1949) ID = C = E (ni/N)2 C = indeks of dominance ni = INP atau kerapatan atau biomasa suatu species. Hilai C ini bersifat relatif. Nilai ID tinggi dominansi jenis dipusatkan pada satu dominansi jenis atau beberapa jenis. pada satu macam Selektif berada komunitas. Fidelity {Kesetiaan) adalah tingkat kesetiaan suatu species Fidelity dalam suatu komunitas. e. .d. Klas 3 : Preferensial {berada pada beberapa habitat. Klas 4 : Indifferent/masa bodoh (berada secara teratur pada semua habitat). Klas Kesetiaan Jenis: Klas 1: Ekslusif Klas 2: terhadap (sering suatu jenis komunitas. tetapi tumbuh banyak pada beberapa habitat saja). Indeks of Dominance (ID) Indeks of dominance adalah indeks untuk memeriksa tingkat dominansi suatu species dalam komunitas.

distribusi geografi kedua species .bila salah satu species menyediakan per lindungan terhadap yang lain. Data Kualitatif (a). ion (1).05. .bila salah satu species hidupnya bergan-tung pada yang lain. Interspecific Assosiation Interspecific assosiation ada1ah suatu asosiasi/kekariban antara dua species dalam komuninas. S P E S I E S B Spesies A Hadir Tidak 0 + + 0 E a c a+b=r (ad-bc)2 X N m X n X r X s b d b+d=r m=a+b n=c+d N=a+b+c+d X hit = 2 nilai X2 ini bandingkan dengan X2tab (α = 0.f.kedua serupa. .>erupa dan species tumbuhan pada lingkungan yang keduanya hidup di daerah yang sama. Metode mendeteksi interspesif ic asosiasi. bila datanya kualitatif (hadir atau tidak). db = 1) Bila X2hit ≥ X2tab ada asosiasi . . 2x2 contingency table. Interspecific Assosiation terjadi bila : .kedua jenis berbeda life-form. .

≥ R tab. A dan B tak ada N = Σ total petak contoh (b). sp. A tak ada. sp. spesies diversity meningkat food chain meningkat • Ecological turnover = R/B rendah Biomassa komunitas komunitas diversity meningkat komunitas stabil Respirasi komunitas . sp. Data Kuantitatif Koefisien Korelasi Σ[(X1-X1)(X2-X2)] R hit = √[Σ(X1-X1)2 x (Σ(X2-X2)2] R hit. gangguan dan suksesi membandingkan mempelajari mengetahui stabilitas komunitas pada komunitas klimak.a = Σ petak dimana 2 spesies ada b = Σ petak. B ada d = Σ petak.01 g. Index of Diversity • keanekaragaman penting terutama biotic • dalam untuk atau jenis adalah suatu dua pengaruh tahap parameter komunitas. Untuk p = 0. A ada. sp.05 atau p = 0. JACCARD INDEX (JI) JI = a a+b+c (2). sp. B tak ada c = Σ petak.

Motyka’s Index of Similarity IS = [2 Mw/(Ma + Mb)] x 100% Mw = Σ nilai kuantitatif ≤ dari spesies yang ada di dua komunitas .• Metode/cara penentuan spesies diversity 1) Shanon-Weiner Diversity Index H = -Σ[(ni/N) log (ni/N)] ni = Nilai kuantitatif suatu spesies N = jumlah nilai kuantitatif semua spesies dalam komunitas Variasi nilai H 0 = satu spesies tak terhingga nilai yang tinggi (banyak spesies) 2) Simpson’s Diversity Index D = 1 − ∑ ( ni / N ) 2 i =1 s S = Σ jenis Variasi nilai D: 0 = satu spesies tak terhingga 1 – 1/s = diversity spesies max. h. Koefisien Kesamaan Komunitas (Index of Similarity) • • Index ini sangat berguna untuk membandingkan kesamaan jenis dua komunitas Caranya: 1). Jaccard’s presence-community coefficient ISJ = [C/(A+B+C)] x 100% A = Σ jenis di komunitas 1 B = Σ jenis di komunitas 2 C = Σ jenis di dua komunitas 2).

Satuan lain adalah berat kering bebas abu (“ash free dry weight”) • Biomassa komunitas • Akumulasi biomassa di tropic lebih rendah daripada di temperate karena laju respirasi di tropic lebih tinggi 2. Aliran Energi • Dari sudut energy. Fungsi Komunitas 1.Ma Mb = = Σ Σ nilai nilai kuantitatif kuantitatif semua semua spesies spesies di di komunitas 1 komunitas 2 Nilai IS : 0 – 100 C. Satuannya g/m atau Kg/ha. • Biomassa menunjukkan net production • Biomassa production rate adalah laju akumulasi biomassa dalam kurun waktu tertentu (Kg/ha/yr) • Biomassa dinyatakan dalam “dry weight” (berat kering) oven pada suhu 105o selama 12 jam atau 800C selama 48 jam. komunitas adalah unit thermodinamika profil menunjukkan jumlah bahan organic kering pada tingkat yang berbeda dari . Biomassa Biomassa diproduksi adalah oleh jumlah organism bahan per 2 organic unit yang area satuan pada suatu saat.

Matahari Tumbuhan refleksi absorpsi panas ditangkap Energi makanan biomas Proses metabolisme pertumbuhan Dimakan konsumer • Dalam setiap transfer energy dari tanaman ke tingkat tropic yang berbdea. • Efisiensi energy Energy yang ditangkap tumbuhan (Kcal/m2/t) = Energy solar yang datang sampai di komunitas (Kcal/m2/t) x 100% adalah suatu rasio antara output (kalori yang . maksimal pada komunitas klimaks. 90% hilang sebagai panas • Persediaan dengan energy dalam komunitas meningkat vegetasi biomassa meningkatnya Akumulasi perkembangan energy dalam (suksesi). karena adanya stratifikasi dan spesies diversitas yang tinggi • Estimasi energy dalam bahan organic tumbuhan bisa diduga dengan alat Bomb calori meter. efisiensi konversi energy hingga 10%.

dimanfaatkan tumbuhan) terhadap input (energy solar sampai di komunitas) adalah dalam suatu unit area dalam periode waktu tertentu.Siklus N . • Efisiensi energy di energy setiap rasio antara yang aliran berbeda titik/tahap sepanjang rantai makanan. satuannya %. Produktivitas dan Dekomposisi x 100% Tipe Gas . 3.Siklus CO2 Tipe batuan . termasuk unsure-unsur utama dari protoplasma. Gross Ecological Effisiency (GEE) Kalori mangsa yang dikonsumsi pemangsa = Kalori makanan yang dikonsumsi mangsa • Siklus Serasah • Siklus Biogeokimia. dari lingkungan ke organism dan kembali lagi ke lingkungan dalam biosfir • Siklus hara adalah pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang penting bagi kehidupan Siklus Biogeokimia hara.Siklus fosfor .

1 Tipe Interaksi Netralisme Spesies 1 2 0 0 Sifat Umum Interaksi Tak satupun individu populasi yang satu mempengaruhi yang lainnya Penghambatan terhadap semua jenis Individu (1) menghambat individu (2). interaksinya mutlak harus terjadi 2 3 Kompetisi Amensalisme - 0 4 Parasitisme + - 5 Predasi + - 6 Komensalisme + 0 7 Protokooperasi + + 8 Mutualisme + + 1) Netralisme : sebenarnya hanya asosiasi saja. sedang individu (2) tak terpengaruh Individu spesies yang satu dirugikan oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu dimangsa oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu mendapat keuntungan tapi individu spesies dua tak terpengaruh Interaksi yang menguntungkan kedua spesies dan tak merupakan kewajiban berinteraksi Interaksi yang menguntungkan kedua spesies. bukan interaksi 2) Persaingan (1) (2) (3) Persaingan Persaingan antar antar jenis jenis yang berbeda sama (interspesifik) (intraspesifik) Persaingan relung ekologis (tempat) .Tipe-tipe interaksi antara dua spesies dalam komunitas No.

Contoh : allelopathy yaitu pengaruh merugikan baik langsung maupun tak langsung dari suatu tumbuhan terhadap tumbuhan lain melalui produksi senyawa kimia. Antitoxic (bahan penghambat) terhadap individu lain jenis berbeda. Autotoxic (bahan penghambat) terhadap : . jumlah biji sedikit . Dalam hal ini.Menstimulasi . .(4) Persaingan sumberdaya (makanan) Akibat persaingan: . Competitif Ability Ditentukan secara sederhana dengan rumus: GA/B = MA/MB atau GB/A = MB/MA G = kemampuan pertumbuhan M = bobot kering tanaman A.Terjadi serangan hama-penyakit jenis dan kekurangan unsure hara stratifikasi dimana tertentu lebih berkuasa .individu lain sejenis (b). Σ individu.B = spesies A dan B 3) Amensalisme.anakan sendiri .Produksi berkurang.Pertumbuhan tewrganggu . bahan kimia dapat dikategorikan sebagai : (a). merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah. adalah hubungan antara individu yang mana individu yang satu dirugikan (tetapi sesaat) tetapi individu lain tidak dirugikan (netral). Amensalisme merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah. life-form).Komposisi jenis berubah (Σ jenis.

laju fotosintesa dan respirasi terganggu . fenin.laju pertumbuhan terhambat . Daun 2.phenolic.gas yang menguap dari permukaan tanaman . Gas jenis tanaman Camelina Eucalyptus globulus Apel. Aster Bahan kimia allelopathic diantaranya adalah .Cara tanaman melepaskan bahan kimia (bahan allelopati)adalah melalui : .perpanjangan/perbanyakan sel terhambat . . terpeties.asam benzoat. Pengaruh allelopathy terhadap pertumbuhan tumbuhan : .bahan tanaman yang jatuh sebagai aerasah yang menjadi humus dalarn tanah. sereh Reliant bus. . Setelah mati 4.perlambatan perkecambahan biji . sulfida. alkaloids.layu.gangguan sistem perakaran .pencucian daun/batang oleh air hujan .eksudat akar Media pengeluaran zat alelopatik 1.penyerapan hara mineral berkurang .klorosis . nitrit difenol. Akar 3. mati .

Rafflesia -» paling khas diantara parasit lain .Rafflesia hasseltii .Mitrastemon Di Sumatera 4 jenis : .Rafflesia patma. famili vitaceae) . Rafflesia -» bunga liar (famili Rafflesiaceae) Genus lain : .-) Suatu organisme untuk hidupnya mengambil makanan dari organisme lainnya.Rhizanthes . semipara-sit {yang tumbuh di cabang-cabang di pohon -> benalu (famili horuntuceae). Inang (Tetrastigma.kuncup terbuka mekar (19-21 bulan)0 10 cm . Interaksi parasitisme memungkinkan adanya tumbuhan inang (host) dan tumbuhan parasit. daun dan akar . arnoldi . Host seringkali mengeluarkan antibodi Parasit yang heterofog lebih bertahan daripada monoloq.hanya punya benang-benang yang tumbuh di bagian dalam batang dan akar pohon. Parasit meliputi parasit akar -» Rafflesia.Rafflesia arnoldi . tergantung ukuran R.waktu bunga lama.tidak punya batang.Rafflesia atjehensis .besar ukuran bunga .Parasitisme (+.

.pengaruh positif. Commensalisme ( + . 5 bulan 0 15 cm -» 2 bulan 0 25 cm -* 20-30 hari. Mengganggu daerah proses kualitas tajuk fotosintesis.liana (tumbuhan merambat suka cahaya = pada dapat batang sinar atau matahari daun akan (epifit) menutupi heliophyta) . . misalnya jenis-jenis anggota . dll. Berpengaruh negatif terhadap anakan yang suka cahaya (heliophyta) . Merupakan hubungan (+) yang mendasari protokoperasi. diantaranya adalah berpengaruh baik pada pertumbuhan anakan yang suka naungan (schyophyta. paku-pakuan. (5).Menempel Setelah tajuk. 0) Interaksi antara individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu individu jenis populasi sementara yang lain tak memperoleh keuntungan apa-apa (netral). Menutupi mengurangi 2.Anggrek. Menurunkan 3. . Contoh Epifit: paling banyak terdapat di hutan hujan tropika (10% pohon hutan hujan tropika ditumbuhi epifit). kayu sehingga tumbuhan pohon yang dipanjati 4.pengaruh negatif liana 1.H.

Dipterocarpaceae) .-) Kedua jenis individu yang berinteraksi mendapat keuntungan saling tetapi bukan merupakan : keharusan lumut untuk dengan berhubungan.sistem silvikultur (tropical shelter-wood system) penangkaran liana (pembebasan)/tebang penerang (6).+) Memberikan keuntungan kepada masing-masing jenis yang berinteraksi dan merupakan suatu keharusan untuk hidupnya. tersedia : asosiasi Jamur dan antara jamur dengan akar merubah dihisap unsur-unsur oleh akar sehingga tumbuhan.Jenis mikoriza adalah: a) Ektotropik: di luar akar mis: Basidiomycetes b) Endotropik: di dalam akar mis: Phycomycetes c) Peritropik: sebagai mantel. Mutualisme (+. Contoh : . Protocoperasi (+. dapat jamur mendapatkan makanan dari hasil fotosintesa inang. contoh: Mikoriza . contoh Asosiasi keong air tawar Lumut menggunakan zat hara sebagai dari keong Keong ditumbuhi lumut perlindungan sebelum Protocoperasi mutualisme. merupakan awal evolusi (7). . jika dipisahkan akan rugi.Mikoriza tumbuhan.

.Nodul Akar : gejala pembengkakan akar berupa bintil akar sebagai akibat sirnbiosis mutualisme antara bakteri (rhizobium/aktinomisetes) dengan suatu akar tumbuhan tertentu. . .Karena tanah Imtan Indonesia relatif miskin hara.Manfaat mengeluarkan enzim phosphatase mikoriza a) penyerapan unsur hara meningkat terutama Phospor b) mencegah tahan infeksi perakaran mempertinggi lebih lama daya hidup kekeringan akar (memproduksi hormon penumbuh). yakni hampir semua tanaman kecuali tanaman air. Dipterocarpaceae. misal pada Pinus strobus. misal pada anakan spruce (Picea pungens). Peritropik: Micorhyza membentuk selubung mantel rongga yang mengelilingi akar. maka banyak pohon-pohon hutan alam yang mengandung mikoriza. Eucalyptus. .Mikoriza .ekstra material Ektotropik : Micorhyza di bagian luar sel akar micelia fungi. Endotropik: Micorhyza di bagian dalam sel akar micelia fungi.Di hutan Cibodas 32% pohon-pohon yang ada mengandung mikoriza. .

(Aktinomisetes) (Frankia) (Casuarina. rhizobium mendapatkan karbohidrat berdasarkan jenis tanaman dengan mikroba pembentuk nodul.Keuntungan adanya nodul akar: 1. Tanaman inang bisa hidup pada tanah miskin N Dapat meningkatkan kesuburan tanah Memungkinkan legume Hewan Hutan. Tetapi hewan juga bisa merusak tanaman (hama) dan penular penyakit pada tanaman. berperan besar dalam pembiakan tanaman. Non Legume. kelelawar.Bakteri rhizobium adalah pengikat N tumbuhan mendapatkan Nitrogen. misal beberapa jenis pohon dalam pembuahan dan tanaman tumbuh setelah tanaman penyerbukan biji/benih tergantung pada hewan tertentu : serangga. Leucoem -» Leguminosae) tidak dengan rhizobium berasosiasi Leguminosae Mimosaceae Caesalpiniaceae Papilionaceae Jarang 2. (rhizobium) (Trema. (rhizobium) (Albizia. 3. 2. pnrasponia} 3. Podocarpus) . burung. semua legum Akasia. musang. Legume. maka ada tiga bentuk simbiosa: 1. dll. Non Legume. babi hutan. .

DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN (SUKSESI) A. klimaks tercapai (Whittaker.IV. Whitmore. tingkat 1970. air. hingga halle. Tentang adanya perubahan habitat. demikian seterusnya 1970. kimia dan lain-lain. Sedangkan Costing (1956). bahwa komunitas pertama akan merubah keadaan tanah dan iklim mikro. menyatakan bahwa perubahan-perubahan bertahap atau proses suksesi ini berlangsung tumbuhan karena habitat tempat tumbuh masyarakat daya mengalami modifikasi oleh beberapa kekuatan alam dan aktivitas organisme berupa perubahanperubahan terhadap tanah. Dengan demikian memungkinkan masuknya species kedua yang menjadi dominan dan mengubah keadaan lingkungan dengan cara mengalahkan species yang pertama dan hal ini memungkinkan masuknya species yang ketiga. 1. 1954. mengatakan bahwa suksesi merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus yang ditandai oleh perubahan vegetasi. tanah dan iklim dimana proses ini terjadi.97G. tingkat klimak tercapai Ewuse. 1980). Perubahan masyarakat tumbuhan dimulai dari tingkat pionir sederhana sampai pada tingkat klimaks. Clark. Pengertian Suksesi (Sere) Spurr (1964). dinyatakan terus 1923. keadaaan ini berlangsung (Clements. dalam hal ini tumbuhan pioner merubah habitatnya sendiri sehingga cocok untuk species baru.1975) . sampai Odurn.

Secara perubahan

singkat

suksesi

adalah

suatu secara

proses teratur

komunitas

tumbuh-tumbuhan

mulai dari tingkat pionir sampai pada tingkat klimaks di suatu tempat tertentu Komunitas klimaks adalah komunitas yang berada dalam keadaan keseimbangan tingkat dan dinamis sere adalah sere dengan setiap adalah

lingkungannya. tingkat/tahap

Sedangkan dari sere,

komunitas

setiap komunitas tumbuhan yang mewakili setiap tingkat sere. Species klimak adalah suatu species yang berhasil beradaptasi terhadap suatu habitat sehingga species

tersebut menjadi dominan di habitat yang bersangkutan.

S. Faktor Penyebab Suksesi 1. Faktor Iklim

- fluktuasi kondisi iklim yang tidak konsisten - kekeringan - radiasi yang kuat - dan lain-lain yang merusak vegetasi sehingga

terjadi suksesi.

2. Faktor Topografi/Edafis Faktor ini berkaitan dengan perobahan dalam

tanah. Ada 2 faktor penting yang berkaitan dengan tanah yang membawa perobahan habitat, yaitu: a. Erosi tanah, yaitu suatu proses hilangnya lapisan

permukaan tanah oleh angin, aliran air dan hujan. b. Deposisi tanah, yaitu proses pengendapan/

penimbunan tanah oleh angin, longsor, glacier atau turunya salju di suatu tempat.

3.

Faktor

biotik

penyebab

rusaknya

vegetasi

yang

mengakibatkan suksesi adalah : - penggembalaan - penebangan - deforestasi - hama dan penyakit - perladangan - dan lain-lain

C. Tipe-tipe Suksesi 1. Hidrosere Hidrosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat air atau basah". 2. Halosere Halosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di tanah/air masin. 3. Xerosere Xerosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat kering. Tumbuhan pionirnya berupa lumut kerak,bakteria,dan ganggang. 4. Psammosere Psammosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi

di habitat berpasir. 5. Lithosere Lithosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di permukaan batuan. 6. Serule Serule adalah miniatur suksesi mikroorganisme

bakteri, jamur, dll) pada pohon yang mati, kulit pohon, dll.

D.

Tahab-tahab Suksesi Shukla dan Chandel tahapan (1932) dalam proses mengemukakan suksesi,

sembilan macam yaitu: 1. Nudation

: terbukanya vegetasi penutup tanah (terbentuknya tanah kosong).

2. Migrasi

: cara-cara dimana tumbuhan sampai pada daerah tersebut di atas. pada

Biji-biji

tumbuhan

sampai

daerah tersebut di atas mungkin terbawa angin, aliran air,

mungkin pula melalui tubuh hewan tertentu. 3. Ecesis : proses perkecambahan, pertumbuhan, berkembang biak dan menetapnya tumbuhan baru tersebut. Sebagai hasil ecesis individu-individu species tumbuh

mapan di suatu tempat (established). 4. Agregation : sebagai hasil dari ecesis, individu-individu dari suatu jenis berkembang dan menghasilkan biji, maka biji-biji tersebut akan tersebar pada areal yang te rbuka di sekelilingnya sehingga tuinbuh berkelompok (beragregasi).Ecesis dan agregasi merupakan invasi species tersebut. 5. Evolution of community relationship : merupakan suatu proses apabila daerah yang kosong ditempati species-species

yang berkoloni. Species tersebut akan berhubungan satu sama lainnya. Bentuk hubungan ini kemungkinan akan mengikuti salah satu dari tipe eksploitasi, mutualisme dan co-existance. 6. Invation : dalam proses koloni, biji tumbuhan telah beradaptasi dalam waktu yang relatif panjang pada tempat tersebut. Biji tumbuh dan menetap (penguasaan lahan oleh tumbuh-tumbuhan yang bersifat

8.agresif dan adaptif). Dalam jangka waktu lama akan terbentuk dan individu perubahan relatif yang yang kecil dominan terjadipun disamping iklim mempunyai peranan penting ini dalam membatasi stabil.Stabilization: kompetisi dan reaksi berlangsung terus menerus ditandai dengan yang vegetasi perubahan mengakibatkan lingkungan struktur berubah. 7. Merubah Reaksi terus iklim mikro proses yang merupakan menerus dan menyebabkan kondisi yang cocok bagi species yang telah ada dan lebih cocok pada individu yang baru. stabilisasi . Merubah sifat dan reaksi tanah b. Dengan demikian reaksi memegang peranan penting dalam pergantian species. Reaction : terjadinya perubahan oleh habitat tumbuhan merubah dengan yang disebabkan tersebut lingkungannya cara: dengan terutama a. proses Dengan menjadi perkataan lain.

9. 2. E. perladangan. Sukesesi primer (prisere) Suksesi primer adalah perkembangan vegetasi mulai dari hingga habitat mencapai tak bervegetasi yang proses terjadinya terdapat dua macam masyarakat stabil dan klimaks. Suksesi sekunder (subsere) Suksesi sekunder terjadi apabila klimaks atau suksesi atau yang dirusak. dan struktur koristan karena pertumbuhan jenis dominan telah mencapai batas.merupakan suatu proses dimana individu-individu tumbuhan mantap tumbuh banyak di suatu habitat tanpa oleh dipengaruhi perobahan-perobahan dalam habitat tersebat. Macam Suksesi Berdasarkan suksesi. pada tahap ini species yang dominan dengan habitat relatif mempunyai keseimbangan keadaan vegetasi 1ingkungannya. normal terganggu oleh misalnya kebakaran. . 1. Klimaks :setelah stabilisasi.

faktor-faktor atau profaktor-profaktor. apabila pembentukan klimaks menyimpang dari tipe yang sewajarnya. .penebangan. Proklimaks Posklimaks. Disamping itu iklim sebagai faktor terdapat yang pula paling stabil dan lain berpengaruh. b. misalnya fisiografi. penggembalaan. F. dibawah klimaks. seperti faktor tanah. sedangkan keadaan yang lebih kering dan kurang baik menghasilkan proklimaks. misalnya karena keadaan geografi seperti keadaan di Pulau Krakatau. Profaktor-profaktor ini menyebab-kan terbentuknya proklimaks-proklimaks sebagai berikut : a. Jadi klimaks boleh dikatakan suatu pencerminan keadaan iklim. Faham Monoklimaks (Costing. sebagai Keadaan akibat yang dari lebih keadaan dan lembab lebih baik menghasilkan posklimaks. sebagai akibat faktor-faktor bukan iklim. biotis dan fisiografi. Faham-fahara tentang Klimaks 1. Subklimaks terjadi apabila perkembangan vegetasi terhenti di bawah tingkat terakhir. 1956) Beranggapan bahwa pada suatu daerah iklim hanya ada satu macam klimaks yaitu suatu formasi yang paling metaphysic. dan kerusakan-kerusakan lainnya.

Teori Informasi Merupakan margalef klimaks faham (1968) komunitas terbaru dan yang dikembangkan Pada oleh tahap Odum (1969). Disklimaks. tersebut mempunyai informasi maksimum dan entrophy maksimum. 1932) Beranggapan bahwa tidak hanya iklim yang dapat menumbuhkan klimaks. gangguan terjadi sebagai akibat beberapa tak dapat sekunder yang menyebabkan berkembang lagi ke arah klimaks karena keadaan tempat tumbuh amat berubah menjadi buruk.c. Bagi penganut faham kedua ini ada beberapa macam kilmaks: klimaks iklim. Enthrophy adalah jumlah energy yang tidak terpakai dalam suatu sistem ekologi Menurut faham monoklimaks misalnya dapat dibuat bagan suksesi primer sebagai berukut: . klimaks kebakaran dan sebagainya. misalnya terhenti pada tingkat semak belukar 2. Faham Polyklimaks(Braun-Blanquet. klimaks edafis. klimaks fisiografis. 3.

KLIMAKS HUTAN HUJAN TANAH RENDAH Hutan payau Bruguiera-Xylocarpus Hutan Neonauclea-Ficus Hutan payau Rhizopora-Bruguiera Hutan Ficus . dapat dibuat bagan sebagai berikut: Vegetasi klimaks hutan Vegetasi perdu pohon Gangguan Vegetasi semak belukar Vegetasi rumput-herba semak kecil Vegetasi cryptogamae P R I S E R E S U B S E R E Vegetasi Permukaan “tanah telanjang” terganggu .Macaranga Hutan payau Avicennia Vegetasi rumput Neyraudia-Saccaharum Vegetasi cryptogamae HYDROSERE PADA LUMPUR PAYAU XEROSERE PADA TUF BATU KEMBANG Kalau kita bandingkan keadaan umum jalannya suksesi primer (prisere) dengan suksesi sekunder (subsere).

KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN A. Beberapa Pengertian Klasifikasi yang Harus Dipahami dalam 1. 2. Perbedaan oleh: . Vegetasi adalah Masyarakat tumbuh-tumbuhan dalam arti luas.i (struktur) hutan . .V. 5. 3.Fisiognom. Asosiasi adalah satuan dasar dalam klasifikasi. Asosies adalah istilah lain untuk asosiasi. ekotype merupakan variasivariasi dalam species dalam taksonomi tumbuhan. Asosiasi hutan adalah satuan-satuan nama di dalam pohon formasi jenis formasi hutan di trcpika disebabkan yang diberi menurut dominan. Subspecies. . Formasi hutan adalah satuan vegetasi hutan yang terbesar. dimana satuan ini berada dalam hutan yang mengalami suksesi sekunder. 4. digolongkan menjadi formasi hutan. varietas.Perbedaan iklim. Asosiasi konkrit adalah bagian dari asosiasi hutan yang betul-betul diselidiki dan diketahui komposisi jenis pohonnya.Suksesinya. Oleh karena itu. Asosiasi hutan yang berlainan komposisinya tetapi memiliki fisiognomi yang sama.Perbedaan habitat .

kemudian mengadakan pemisahan berdasarkan sifat-sifat yang berbeda. 7.Losiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan edafis. Menetapkan dahulu satuan yang besar. SISTEM-SISTEM KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN TROPIKA Ada dua cara pendekatan di dalam klasifikasi vegetasi: 1.Ekoton dijumpai adalah apabila daerah ada peralihan atau yang sering atau dua lebih type asosiasi vegetasi yang letaknya berbatasan. Varian adalah variasi-variasi di dalam asosiasi hutan. Dimulai dengan memisahkan satuan yang kecil. Fasiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan topografi. 8. 9. Asosiasi segregat adalah varian-varian di dalam hutan campuran yang disebabkan oleh adanya jenisjenis pohon yang lebih berkuasa (dominan) daripada yang lain. 10. 3. Contoh : klasifikasi Schimper(1898) dan Burtt Davy (1938). Konsosiasi adalah varian yang dikuasai oleh satu jenis pohon saja. 2. 11. kemudian menggolongkan ke dalam satuan yang lebih . Sedangkan konsosies adalah varian di dalam suatu hutan yang mengalami subsere/suksesi sekunder.6.

(4) Komposisi susunan floristik (5) Dinamika suksesi atau perubahan dengan perbedaan lingkungan. ekologi. dan Richard et. antara lain: "Sistem Klasifikasi Fisiognomis. (2) Struktur vegetasi (susunan komponen di dalam ruang. (3) Fungsi (sifat-sifat phenothypik yang menyatakan adaptasi terhadap keadaan lingkungan). dan pengaruh manusia. (1933) . stratifikasi. GeografisEkologis. klasifikasi vegetasi yang rasional harus didasarkan kepada kriteria : (1) Fisiognomi (rupa vegetasi. syngenesisi. bermacam-macam sistem klasifikasi pertama digunakan geografi selanjutnya floristik.besar. Fisiognomis-Floristis. dimcnsi). fisiognomi. al. Menurut kriteria Aichinger. yang pada klasifikasi adalah vegetasi. Floristis. FisiognomisEkologis. . Adanya disebabkan : karena perbedaan kriteria yang digunakan. tumbuhan. (6) Riwayat vegetasi. bentuk umum vegetasi) . Menurut Fosberg (1958). Ekologis. jarak. Contoh : klasifikasi oleh Beard (1944).

.... yang formasi-formasi disebut iklim sistem dan hutan alami.. perbedaan edafis.. Hutan rawa oligotropik .... dan perbedaan altitudinal.. Hutan gambut Air tawar (tepi sungai).. Forrnasi-formasi sistem ini adalah : hutan yang ditentukan dalam I...... Klasifikasi Ekosistem Menurut Van Steenis Van Steenis (1957) dalam Soerianegara dan Indrawan (1934)..... 5..... di sistem atas didasarkan perbedaan basah bermusim. sungai) ........ Berbagai Macam Sistem Klasifikasi Vegetasi Hutan C...I.................. deras: .. IKLIM BASAH Kadang-kadang selalu tergenang Air asin (laut).......C........ Mangrove Air tawar (hujan.. Vegetasi pantai ... 1.. diam : Eutrofik ........ 3... dipengaruhi pasang surut : .. 2. telah mengemukakan dan membahas tipetipe dan vegetasi yang dijumpai di Kepulauan Indonesia wilayah sekitarnya........... 4.....Vegetasi Rheofit Tanah Kering Pantai .. Cara penetapan dalam dan pembagian ini..

. Hutan Musim (monsoon) Dataran Rendah Elevasi di atas 1000 m ..... dataran rendah : ......Pedalarnan hingga batas pohon (timber line) Tanah podsol kuarsa. 12 . 9. 11 ..... C. Vegetasi tanah kuarsa Tanah kapur.......1000 m . Hutan Hujan Pegunungan Elevasi 2400-4150 m .................. Hutan Hujan Tropika Elevasi 1000-2400 m . Dasar umum klasifikasi vegetasi dunia ini memakai sistem ... telah melakukan klasifikasi dan peta vegetasi secara menyeluruh. Hutan Hujan Subalpin II.. IKLIM BERMUSIM Elevasi di bawah 1000 m .. Kategori klasifikasi adalah unit-unit vegetasi...jenis tanah lain Elevasi 2 ... Hutan Musim Pegunungan .. Vegetasi tanah kapur Jenis........... 10. termasuk formasi zonal dan azonal serta formasi-formasi yang telah berubah lainnya.... 7 .... dataran rendah : . 8... Klasifikasi Vegetasi Dunia Menurut Unesco Unesco pembuatan (1973)...2...... 6 ..

Pembagian ini berdasarkan kepada struktur tegakan. dan Subdivisi (Subdivisions). Kelas formasi pertama adalah Closed forest tertutup) adalah hutan-hutan yang mempunyai (hutan kanopi tertutup. Kelompok Formasi (Group Formation). tinggi antara 0. dan habitus veqetasi (berkayu atau herba). Penutupan tajuk dikatakan 40% jika jarak antara dua tajuk pohon sama dengan jari-jari sebuah tajuk pohon. dari tingkatan tertinggi sampai kelas terendah. yang belum dewasa atau masa reproduksi kurang dari 5 m. tingkatan vegetasi (pohon atau semak belukar). yaitu : Kelas Formasi (Formation Class). dimana tajuk-tajuk pohon pohon paling rendah 5 m. penutupan tajuk paling rendah 40%. Formasi (Formation).floristik. klasifikasi selanjutnya didasarkan terutama pada sifat-sifat fisiognomi struktural dan sifat-sifat ekologi yang digabungkan dengan vegetasi natural dan semi natural sebagai tambahan. Kelas Formasi Scrub (semak belukar) kebanyakan dari jenis-jenis phanerophytes berkayu. vegetasi dunia dibedakan menjadi enam tingkatan. Kelas Formasi sebagai tingkatan tertinggi. Kelas Formasi Woodland (tegakan terbuka) terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian paling rendah 5 m. membagi vegetasi menjadi lima bagian. kecuali saling mengisi. Menurut klasifikasi ini. dalam hal ini penutupan kanopi tegakan (tajuk-tajuk pohon).5 m sampai 5 m. Sub-kelas Formasi (Formation Subclass). Tinggi untuk pohon. Dibedakan atas semak individu-individunya tidak saling .

seperti phanerophyties. sering disebut formasi rumput-rumputan. Kebalikan dari evergreen. Dasar pembagian kelas formasi menjadi subkelas formasi adalah keadaan daun (evergreen. dan xeromorphic). dan Formasi Cryptogamic dengan semak-semak kecil. Ada dua tipe besar dari vegetasi ini. sedangkan xeromorphic adalah vegetasi yang khas daerah kering. Kelas Formasi dwart-scrub dan Related Communities (semak-semak kecil dan komunitas kerabat lainnya). . yaitu graminoid dan forbs. Trifolium dan sebagainya. pohonpohon decidous menggugurkan daun secara simultan apabila berhubungan dengan musim yang tidak menguntungkan. ukuran vegetasi. tinggi jarang yang melebihi 50 cm.bertautan. dan tempat hidup (habitat). hemicytophties. Dwart Shrubland (individu-individu saling terpisah atau dalam rumpun-rumpun). misalnya rumput-rumputan. walaupun ada pohon-pohon secara individu mungkin menggugurkan daun. decidous. Berdasarkan kepadatannya dibedakan atas Dwart Shrub thicket (cabang-cabangnya saling bertautan). Juncus (sejenis tebu) dan sebagainya. Termasuk graininoid adalah semua rumput herba dan tanaman rumput-rumputan seperti Carex sejenis alangalang). dengan daun atau batang kadang-kadang sukulen. Kelas Formasi terakhir adalah Herbaceous vegetation (vegetasi herba). sedangkan belukar saling bertautan. Pengertian evergreen adalah kanopi hutan tidak pernah tanpa daun hijau (selalu hijau). geophyties. Forbs adalah tanaman herba daun lebar seperti Helianthus (bunga matahari).

dan kombinasi sifat-sifat di atas. bog. decidous. sub-tropik. EVERGREEN 1. desert). Mangrove Forest 6. Temperate Forest 7. Tropical Forest) 2. keadaan daun (evergreen.Selanjutnya. keadaan habitat (swamp. bentuk daun. Tropical Forest and Subtropical Evergreen Needle-Leaved Evergreen Seasonal Broad heaved and Subpolar Evergreen Ombropuilous and Subtropical Evergreen Seasonal Ombrophilous Forest (Tropical Rain vegetasi . bentuk daun (daun jarum atau lebar). bentuk tajuk. Tropical and Subtropical Semi Decidous Purest 4. dan lain-lain). jenis tanah (alluvia). Sedangkan formasi-formasi hutan dibentuk berdasarkan antara lain : ketinggian tempat (lowland dan montane). subpolar. semi decidous). Subtropical Ombrophilous Forest 5. Subkelas Formasi dibagi menjadi kelompokkelompok formasi (Group Formation) berdasarkan antara lain : tempat atau garis 1intang (tropik. Winter-Rain Evergreen Sclerophykous Forest 9. Tropical Forest 3. CLOSED FOREST A. I. Temperate Forest 8. temperate. Di bawah ini diberikan bagan klasifikasi menurut Unesco (1973) secara global. dan sebagainya.

Temperate Forest and Subpolar Evergreen Needle-Leaved B. Thorn-Forest 3 . Sclerophyllous-Dominated Extremely Xeromorphic Woodland 2. Tropical Forest 2. WOODLAND A. EVERGREEN 1. Cold-Deciduous Forest without Evergreen Trees Forest with Evergreen Trees (or and Subtropical Drought-Deciduous C.10. Cold-Deciduous Shrubs) Admixed 3. Sclerophyllous-Dominated Forest 2. Evergreen Broad-Leaved Woodland 2. Cold-Deciduous Trees Woodland without Evergreen B. XEROMORPHIC 1. Thorn-Woodland . XEROMORPHIC 1. Mainly Succulent Forest Extremely Xero-morphic II. DECIDUOUS 1. Evergreen Needle-Leaved Woodland 3.

Mixed Evergreen Dwarf-Shrub and Herbaceous Formation. EVERGREEN 1. EVERGREEN 1. Mainly Succulent Woodland III. XEROMORPHIC 1. SCRUB A. Cold-Deciduous Scrub Scrub eithout Evergreen Scrub with Evergreen Woody C. DECIDUOUS 1. Evergreen Dwarf-Shurb Thicket 2. . Evergreen Broad-Leaved Shrubland 2. Drought-Deciduous Woody Plant Admixed 3. Evergreen Dwarf-Shrubland 3.3. Mainly Evergreen Subdesert Shrubland 2. Evergreen Shrubland Needle-Leaved and Microphylous B. Drought-Deciduous Plants Admixed 2. DWARF-SCRUB AND RELATED COMMUNITIES A. Deciduous Subdesert Shrubland IV.

XEROMORPHIC 1. Mainly Evergreen Subdesert Dwart-scrub 2. Klasifikasi Ekosistem Menurut Kartawinata Kartawinata telah membuat bagan unit-unit ekosistem atau tipe-tipe ekosistem darat dan rawa yang . Raised Bog 2. Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 3. Mainly Lichen Tundra E. Obligatory. Facultatively Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 2. HERBACEOUS VEGETATION A. Cold-Deciduous Dwarf-Thicket C. TAIL GRAMINOID VEGETATION B. DECIDUOUS 1.B. Mainly Bryophyte Tundra 2. FORB VEGETATION E. Non-Raised Bog V. SHORT GRASSLAND D.3. MEDIUM TALL GRASSLAND C. MOSSY BOG FORMATIONS WITH DWARF-SHRUB 1. TUNDRA 1. Deciduous Subdesert Dwarf-Scrub D. HYDROMORPHIC FRESH-WATER GRASSLAND C.

(c) Savana. misalnya.ada di Indonesia. Indonesia dikenal beberapa bioma. yaitu : (a) Hutan Hujan. ada tiga tingkatan klasifikasi. yaitu : Bioma. Berdasarkan komposisi jenis masing- masing tipe ekosistem dapat saja terdiri dari unit-unit yang lebih kecil. Subbioma. (b) Hutan Musim. Bioma dapat pula disebut sebuah ekosistem yang merupakan unit komunitas terbesar yang mudah dikenal dan terdiri atas forrnasi vegetasi dan hewan serta fase mahluk hidup lainnya. masih (d) Padang besar Rumput. dan Tipe Ekosistem. yang dapat baik masin yang dalam sudah fase mencapai klimaks Di maupun perkembangan. yang dikombinasikan dari tidak dengan faktor-faktor laut serta dan ketinggian permukaan Faktor-faktor dimasukkan karena datanya kurang. Pembagian Bioma menjadi Subbioma didasarkan kepada . untuk Unit-unit digunakan ekosistem dengan ini terlalu maksud- maksud khusus. Tipe ekosistem dianggap unit-unit yang paling kecil dan dibentuk berdasarkan fisiognomi (kenampakan) struktur dan takson (unit taksonomi) yang khas atau dominan dari vegetasi iklim tanah. sehingga memerlukan pembagian yang lebih kecil lagi. Ekosistem hutan kerangas. Menurut Klasifikasi Kartawinata (1976) ini. mungkin tersusun dari unit komunitas CombretocarpusDactylocladus dan Tristania-Cratoxylum. lagipula perincian ekositem dengan ciri-ciri vegetasi dan lingkungan dapat dianggap cukup.

dan jenis tanah. Klasifikasi Ekosistem menurut Kartawinata tertera dalam Tabel 1. ketinggian dari permukaan laut. untuk Hutan Hujan dibedakan Tanah Hutan Hujan Tanah Kering dan Hutan Hujan (permanen atau musiman). sebagai unit Sedangkan yang pembagian kecil Tipe-tipe Ekosistem paling dibentuk berdasarkan struktur fisiognomi. faktor-faktor iklim. . misalnya. berikut.keadaan antara Rawa iklim.

Sapindaceae. enduspermum. dsb Macaranga. Dryobalanops. Hopea. Hutan hujan tanah kering Nama 1. hutan nonDipterocarp aceae Ketinggian dpl (m) < 1000 Suhu ratarata (0) 26-21 Tipe Ekosistem Q <33. Lauraceae. dsb Castanopsis. Hutan Pantai < 1000 26-21 <33. Hernandia peltata. Gutiferae. Ebenaceae. Pandanus tectorius. Quercus.3 Podsolik merah kuning. Hutan Hujan Iklim Selalu basah sampai kering tengah-tahun Q < 60. Engel hardia. Hutan Casuarina 1000-2000 21-11 <60. Muristicaceae. Litosol . Shorea.Regosol.Tabel 1.satuan Ekosistem di Indonesia Bioma Nama 1. Moraceae.latosol. Vatica) Agathis sp 2. Lithocarpus. Melastoma.Magnoliaceae.Latosol Takson/khas/umum/dominan Anacardiaceae.latosol. Hutan Fagaceae < 1000 1000-2000 26-21 21-26 <60.Dacrydium Casuarina junghuhniana 5.0 <14. Podocarpus.0 Barringtonia asiatica. Belukar 6. Guettarda speciosa. palmae.latosol < 2500 26-13 <60.3 Tanah Podsolik merah kuning. Terminalia catappa. Calophylum inophylum. Satuan . Burseraceae. regosol pada abu gunung 7. Mallotus.p odsol Regosol < 5 ± 6 <60. Casuarina equisetifolia.0 Subbioma Nama 1. Trema. Leguminosae. Altingia.p odsol Andosol. Hutan Dipterocarp aceae campuran 3. Hutan Agathis campuran 4. dsb Dipeterocarpaceae (Dipterocarpus.3 Podsolik merah kuning.0 Andosol. Vitex.Euphorbiaceae. Sterculiaceae. Annonaceae. Phyllociadus.0 Podsolik merah kuning.

Combretocarpu rotundus.Hutan Araucaria 12. Anaphalia.Tristania.Dacridium clatum.Camnosperma. regosol Takson/khas/umum/dominan Pinus merkusii Nothofagus spp.Cocceras. Hutan Ericaceae 11. Regosol. dsb Barringtonia asiatica.Combretocarpus rotundatus. Styphella coprosma.Metroxylon. Mangifera gedebe.Tristania obovata.Hutan rawa gambut < 1000 26-23 <60.Pentaspadon metleui. Styphella coprosma.0 Podsol 17. Vaccinium.Hutan Nothofagus 10.Calophylum.Durio carinatus. Hutan Hujan tanah rawa (permanen atau musiman) 14. Alstonia. Litosol Andosol.3 <14.0 Organosol 16.Shorea belangeran.Shorea belangeran.tetramerista glabra.0 <14. Phyllocladus Rhodendron. Pandanus Calophylum. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subbioma Nama Nama 8. Dacrydium.Tabel 1.3 Organosol.Cratoxylum glucum.Agathis.Lophopetalum. regosol 4000 < 6 - Litosol 2.Aluvial . Litosol Litosol. Litosol Regosol. Hutan pinus 9.Hutan rawa gambut < 100 ± 26 <60.Pandanus. Vaccinium. Anaphalia.3 Tanah Andosol.Melanorrhoea. dsb Araucaria cuninghamii Podocarpus papuanus.Hutan Melaleuca < 100 ± 26 < 60. Rhodendron. Libocedrus.Pholidocarpus .dsb Melaleuca leucadendron 1500-3000 2400-4000 18-11 13-6 <14.aluvial 15.Gluta rengas.Paraste mon. Hutan konifer 13. Hutan rawa < 100 ± 26 <33.dsb Dactyloccladus.3 Organosol.3 - Regosol.Cratoxylon glaucum. semak Ketinggian dpl (m) 700-1000 1000-3000 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 23-18 21-11 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.

Themeda vilosa.Tamarindus indica. Acacia cophioea. Saccharum spontaneum. Hutan Payau (Mangrove) II. Eucalyptus. Hutan musim gugur Ketinggian dpl (m) < 5 Suhu ratarata ( 0) ± 26 Tipe Ekosistem Q <60.Eguisetum. Eichornia crassipes.0 Andosol.Regosol.0 Organosol. Schoutenia ovate. Savana Selalu basah sampaisangat kering tengah tahun.Litosol Borassus. Heterophagon 22. dsb 1500-2400 18-23 <60.Swietenia macrophylla.0 Mediteran merah kuning. Padang rumput tanah rendah 1500-2400 < 1000 18-13 26-21 <60.0 Mediteran merah kuning. Hutan Musim 19. Aluvial Panicumstangineum. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 18.0 (tipe DF). Padang rumput Selalu basah samapai sangat kering tengah tahun. Litosol Podsolik merah kuning.Cladium.0 <60.Agrostis.Phragintes karka.Acacia.Regosol. Pennistum.Casuarina.Cyperus. Imperata cylindrica. Hutan Musim selalu hijau (Dryevergreen) III.7002900 mm 3.0 Andosol.Renzina Regosol.Ischeum. Sabana 21.0 Tanah Aluvial Takson/Khas/Umum/Dominan Rhizophora. Avicennia. dsb 24.Pterocarpus Garuga floribunda.Sabana pohon-pohon dan palma < 1200 >20 >60. Litosol Casuarina.dsb Protium javanicum. dsb Festuca.Latosol. dsb < 800 >22 >60. Cymbopogon.Sonneratia. Padang rumput Iklim basah 23.curah hujan per tahun 700-7100 mm 5.Tectona grandis. Fimbristylis.Renzina Regosol.Q=0-300 (tipe A-F). Bruguiera. curah hujan per tahun. dsb Schleicera oleaosa. Hutan Musim Sangat kering tengah tahun: Q>60. Q=0-300 (tipe A-F).Litosol < 900 >22 >60.Litosol 20. Eucalyptus.Renzina Regosol.Scirpus.Albizia chinensis.0 Mediteran merah kuning.Themeda. Rawa rumput dan terna tanah rendah 25.Monocho ria ischaemum.curah hujan per tahun 700-7100 mm 4.Corypha.dsb Imperata cylindrical. Litosol .Tabel 1.Sabana Casuarina IV.Padang rumput pegunungan < 100 ± 26 <60.

Padang rumput alpin Ketinggian dpl (m) 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.Heteropogon.Potentilia.Epilobium. Manostachya.Tabel 1.dsb .Spagnum. Litosol. Litosol Takson/Khas/Umum/Dominan Pragmites karka.Regosol. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 26. Pesluca.Padang rumput berawa gunung 27.Komunitas dan lumut kerak 6.Panicum. Padang rumput iklim kering 29.dsb 4000-4500 (batas salju) >4500 < 6 - Litosol 28. dsb Deschamsia.Rensina Themedia.0 Tanah Regosol.Ranyneo lus.Machelina schipus.0 Mediteran merah kuning. Cares. dsb Lumut-lumut kerak.Agrastis.Aulacolepis.Oreobo lus.Scirpus.Padang rumput iklim kering 6 - Litosol < 900 < 22 < 60.

H. dan regosol. jenis tanah aluvial. a. intensitas cahaya dan kecepatan angin.4. Schimidt dan J. drainase pantai. Termasuk kedalamnya. Hutan Musim (Monsoon Forest). dan tegakan selalu hijau. D seterusnya sampai berturut-turut terbesar. tanah swamp forest.H.Klasifikasi Tipe-tipe Hutan di Indonesia oleh Departemen Kehutanan Departemen Kehutanan dalam Vademecum (1976) telah mengklasifikasikan hutan di Indonesia berdasarkan keadaan iklim. yaitu persentase perbandingan dan antara jumlah bulan kering dan jumlah Q bulan yang yang basah. B.) atau banyak terdapat diberikan jenis-jenis bagan Phoenix Oncosperma dianggap sebagai suatu konsosiasi. Hutan Hujan Bawah (0-1000 m dpl) Jenis pohon yanq dominan : famini latosol. edafis. Hutan Hujan (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : iklim A atau B. sehingga diperoleh tipe-tipe iklim A. dan komposisi tegakan. kelembaban. Ferguson yang didasarkan pada nilai Q. dari baik.jauh . Berikut klasifikasi tipe-tipe hutan di Indonesia menurut Departemen Kehutanan : I. Faktor iklim menurut pembagian F. C. Tipe hutan yang pembentukannya sangat dipengaruhi oleh faktor iklim disebut Formasi Klimatis (Klimatic Formation). dari Faktor nilai iklim terkecil mempengaruhi pernbentukan vegetasi adalah temperatur. dan Hutan Gambut (Peat Forest).C. yaitu : Hutan Hujan (Tropical Rain Forest). Hutan suatu Nipa [Nipa dari Formation) Hutan rawa Payau (Palm dianggap atau sebagai Rawa konsosiasi Hutan dimana Palma Hutan tergantung kepada faktor edafis yang ada. FORMASI KLIMATIS 1.

. Eucalyptus.. Casuarina jenis(Jawa). kelompok-kelompok pohon: yang terpisahPodocarpus. Podocarpus imbricatus (Indonesia Timur) c. Tenggara). hutan rawa.Eugenia. hutan hujan spp. Pinus merkusii Trema. (Aceh). (Kalimantan Castanopsis spp. JenisDacrydium. Ficus. selalu hijau dan banyak lapisan tajuk. merkusii (Sumatera). Hutan Hujan Atas (3300-4100 m dpl) Merupakan jenis Phyllocladus Calophyl1um. Hutan Musim Bawah (0-1000 m dpl) Jenis-jenis pohon : Tectona grandis. Santalum album (Nusa Tenggara). dan banyak herba dan tumbuhan bawah. dan Husa pinnata. dan (Jawa Sumatera). terdapat 2 lapisan tajuk yang berbeda. dan pisah oleh padang rumput atau belukar. junghuhniana (Jawa Tengah dan Pinus Eucalyptus (Indonesia Timur)... a. spp. Acacia leucophloea.Dipterocarpaceae Agathis.Palaquium Pometia Diospyros spp. tanah dan organosol. Nothofagus. gugur daun musim kemarau. 3. 2. Hutan Gambut (Peat Forest) Ciri-ciri: terletak Jenis-jenis iklim anatar : A atau B. Castanopsis. (Indonesia Timur) b. Eugenia spp. (Irian Jaya). jenis dari famili Magnoliaceae. b. Alstonia Palaquium Dactylocladus. Hutan Musim Tengah-Atas (1000-4100 m dpl) Casuarina Timur). Albizia chinensis (Jawa). dan Albizia montana. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : iklim C atau D. Gonystylus . Hutan Hujan Tengah (1000-3300 m dpl) Quercus. spp.

. dan banyak epifit.. Bruguiera spp. Koompassia Canarium Calophyllum spp. Disamping ini banyak terdapat Pandanus tectorius.. banyak lapisan tajuk. lumpur.(khusus di Kalimantan dan beberapa daerah di Sumatera). Pisonia grandis. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: payau. selalu dan tergenang air tawar. Hutan Pantai (Littoral Forest) Ciri-ciri : di daerah kering pantai. Hutan Payau (Mangrove Forest) Ciri-ciri air laut. Campnoserma spp. Terminalia catappa. Jenis-jenis leiocarpu/n.. Xylocarpus spp. macrophylla. terpengaruh : daerah pantai dan terpengaruh iklim. Calophyllum inophyllum. Sonneratia spp. hijau.... Palaquium Garcinia dan spp.. lumpur berpasir. surut. Xylopia iklim. 2.. Lumnitzera 3. Jenisjenis Avicennia spp. hanya satu stratum tajuk. Rhizophora spp. Banyak terdapat epifit terutama paku-pakuan dan anggrek. Jenis-jenis : Baringtonia speciosa. II. jenis tidak tanah pohon: terpengaruh aluvial. tanah selalu tergenang tidak dan pasang pasir. spp.. terletak di belakang hutan selalu spp. terletak pada garis pasang tertinggi. Jenis-jenis pioner pada pantai berpasir diantaranya Coccoloba. tanah pasir dan berbatu. adalah Ipomea pescaprae dan . Casuarina equisetifolia. Hibiscus tiliaceua. tidak terpengaruh iklim. FORMASI EDAFIS 1.

iklim dan keadaan vegetasi. fisiografi. yaitu : 1. Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Tengah.C. Purnadjaja. (batu-batuan).000 oleh Oldeman (1973).000. Eksploitasi 2. dan Setiabudi (198S). Peta 2.000. . dan Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Selatan.000. ketinggian tanah.000. Peta Geologi Pulau Sumatera skala 1 : 1. Dengan demikian Djamhuri makro : et ini al (1988) mengklasifikasikan beberapa parameter.000 Pulau Sumatera skala 1: oleh Laumunier. 4.5. Peta Agroklimat Pulau Sumatera skala 1 : 1.500.000 oleh Direktorat Geologi Bandung (1965). Peta Vegetasi Tanah di Sumatera berskala 1 : 1.000 oleh Lembaga Penelitian Tanah Bogor (1979) 3.000. ekosistem makro di Sumatera bersumber pada empat jenis data hasdl penelitian oleh pihak lain. Hasil klasifikasi ekosistem makro ini disajikan dalam tiga buah peta tipe ekosistem makro di Sumatera berskala 1 : 1. ekosistem yaitu berdasarkan arah keadaan geologi habitat. Klasifikasi Djamhuri Djamhuri Ekosistem Makro di Sumatera Menurut et (1988) mengklasifikasikan al. yaitu Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Utara.

sungai). diam Air tawar (sungai. danau) Tanah Kering Pantai Pantai Pedalaman HUTAN PANTAI SABANA Keterangan: 1) 2) 3) 4) 5) termasuk termasuk termasuk termasuk termasuk hutan hutan hutan hutan hutan Nipa (Nypa fruticans) dan Nibung (Oncosperma filamentosa) sagu (Metroxylon sago) kerangas (Heath Forest). vegetasi tanah kapur (Limestone) dan hutan Riparian (Riparian forest) tegakan murni Pinus merkusii di Aceh sub-alpin dan Alpin . danau) KETINGGIAN TIPE EKOSISTEM MAKRO HUTAN MANGROVE1) Eutropik Oligotropik HUTAN RAWA2) HUTAN GAMBUT AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m 1000–3000 m > 3000 m HUTAN PANTAI HUTAN HUJAN BAWAH3) HUTAN HUJAN TENGAH4) HUTAN HUJAN BAWAH5) HUTAN MANGROVE1) II. diam Air tawar (sungai.BERMUSIM Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan.KERING (E. Danau Eutropik HUTAN RAWA2) AKUATIK HUTAN PANTAI HUTAN MUSIM BAWAH HUTAN MUSIM TENGAH ATAS HUTAN MANGROVE HUTAN RAWA AKUATIK AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m > 1000 m III. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan. sungai). diam Air tawar (sungai.F) Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan. BASAH (A. sungai).B) KEADAAN TANAH Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin.Tabel Hasil Klasifikasi Ekosistem Makro di Indonesia IKLIM I.

Salah ukuran/jumlah berikut: satu petak cara/metoda contoh adalah untuk menentukan kurva menggunakan species area. tetapi harus cukup kecil agar individu yang ada dapat dipisahkan. obyek yang akan diamati. Jumlah dan Bentuk Petak Ukuran petak bergantung pada ukuran tumbuhan (semai. dihitung dan diukur tanpa duplikasi atau pengabaian. A. dan akhirnya teknik analisis vegetasi yang akan digunakan. cara meletakkan petak contoh. Dalam penentuan ukuran petak prinsipnya adalah bahwa petak harus cukup besar agar individu species yang ada dalam contoh dapat mewakili komunitas. pohon). PETAK CONTOH VEGETASI Untuk mempelajari komposisi jenis dan struktur komunitas tumbuhan umumnya dilakukan dengan sampling. vegetasi cara yang meletakkan petak. Dalam hal ini ada tiga hal yang harus diperhatikan. tiang. Hal-hal tersebut adalah ukuran. dan teknik analisa harus digunakan. TEKNIK ANALISIS VEGETASI RUANG LINGKUP Dalam analisis vegetasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang surveyor agar survey vegetasi yang dilakukan dapat memberikan data/informasi yang teliti dan dapat: dipertanggung jawabkan. yaitu ukuran bentuk dan jumlah petak contoh. parameter vegetasi yang akan diukur. kerapatan tumbuhan dan keragaman jenis serta keheterogenan life-formnya.VI. pancang. Ukuran. Cara membuat kurva ini adalah sebagai . jumlah dan bentuk petak contoh yang akan dipilih.

(8) Buat suatu garis (misal garis n) yang sejajar m yang menyinggung kurva species-area. Untuk menentukan jumlah petak contoh minimal. Diantara bentuk-bentuk petak tersebut. Sedangkan petak berbentuk persegi panjang akan lebih efisien daripada .0) dan titik A dengan koordinat (10% luas petak contoh. 10% jumlah jenis). (4) Buat pc ketiga dan seterusnya lipat yang pc ukurannya masing-masing dua kali sebelumnya. bentuk lingkaran mempunyai ketelitian yang cukup tinggi dalam proses pernbuatannya. Bentuk petak contoh sangat penting dalam memudahkan letak petak dan efisiensi sampling. Petak bentuk lingkaran akan praktis kalau digunakan untuk komunitas rumput. (6) Buat sumbu-X (luas petak contoh) dan sumbu-Y (jumlah jenis). (5) Pembuatan pc dihentikan kalau penambahan jumlah jenis sekitar 10%. (3) Buat pc kedua yang besarnya dua kali lipat pc pertama. Catat jumlah jenis pada pc kedua. herba dan semak-belukar. Catat jumlah jenis masing-masing pc tersebut. tersebut surnbu-X. (7) Buat suatu garis (misal garis m) yang melewati titik 0 (0.(1) Buat sebuah petak contoh (pc) berukuran 1 X 1 m atau sebuah lingkaran beradius 0.56 m. tetapi sebagai sumbuX (absis) adalah jumlah petak contoh. bujur sangkar. (2) Catat jumlah jenis dalam pc tersebut. sehingga didapat luas minimum petak prose durnya sama dengan di atas. Ada tiga bentuk petak contoh yaitu lingkaran. diproyeksikan Titik pada persinggungan contoh. dan empat persegi panjang.

tiang dan pohon. dalam tertentu terkait dengan keterbatasan biaya. bila sumbu panjang petak sejajar perubahan gradient lingkungan.petak berbentuk bujur sangkar dalam jumlah dan luasan yang sama. Cara Meletakkan Petak Contoh Pada contoh. anakan berdiameter kurang dari 10 cm. . ini kriteria yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : : Permudaan mulai dari kecambah sampai : Permudaan dengan tinggi 1. B. karena mudah dalam pelaksanaannya dan data yang dihasilkan Bahkan akan dapat keadaan lebih bersifat yang representative. sampling) mungkin homogen. kurang dari 20 cm. pancang. Dari segi floristisekologis.5 m. bahkan tumbuhan bawah. Untuk keperluan a) Semai b) Pancang c) Tiang d) Pohon lebih. tenaga dan waktu.5 m sampai : Pohon muda berdiameter 10 cm sampai : Pohon dewasa berdiameter 20 cm dan anakan setinggi kurang dari 1. purposive sampling pun dapat digunakan dalam analisis vegetasi. C. apabila hutan random lapangan tanaman dan sampling dan padang digunakan misalnya untuk vegetasinya Sedangkan keperluan survey vegetasi yang lebih teliti sistematik sampling dianjurkan. Kriteria Stadium Pertumbuhan Secara ekologis cukup penting untuk membedabedakan tumbuhan ke dalam stadium pertumbuhan semai. sistematik (systematic sampling). dasarnya cara ada acak dua cara peletakan dan petak cara yaitu (random hanya rumput.

misal rumput. diameter pohon ketinggian atas (Rhizophora. Khusus ditiadakan. Tinggi pohon ini cukup penting untuk mengetahui stratifikasi dan menduga volume pohon serta volume tegakan. Dalam prakteknya. f) Pemetaaan lokasi individu pohon untuk mendeteksi spatial distribution pattern pada berbagai luasan areal yang berbeda. d) Diameter batarig untuk mengetahui luas bidang dasar yang diantaranya sangat berguna untuk memprediksi volume pohon dan tegakan. yaitu : a) Nama species (lokal dan ilmiah). diukur pada untuk mangrove stadium 20 cm stadium pohon di tiang biasanya pohon tunjang sehingga meliputi akar berdiameter 10 cm ke atas. e) Tinggi pohon baik tinggi pohon bebas cabang maupun tinggi pohon total.) dan keting¬gian 20 cm di atas banir untuk jenis non-Rhizophora spp. D. spp. Selain itu. Bagi pohon-pohon tidak berakar tunjang dan berbanir. c) Penutupan tajuk (covering) untuk mengetahui prosentase penutupan vegetasi terhadap lahan. hampir semua kegiatan survey vegetasi mengadakan pengukuran terhadap jumlah individu . Parameter Vegetasi yang Diukur di Lapangan Dalam analisis vegetasi ada beberapa parameter vegetasi yang diukur secara langsung di lapangan. b) Jumlah individu untuk menghitung kerapatan. pengukuran diameter pohon dilakukan pada ketinggian 1.3 m di atas permukaan tanah (DBH.e) Tumbuhan bawah : Tumbuhan selain permudaan pohon. herba. diameter at breast-height). dan sernak belukar.

I. F. Teknik pembuatan sub-plot-sub-plot tersebut biasanya dilakukan secara nested sampling. yaitu sub-plot yang berukuran lebih besar mengandung sub-plot yang berukuran lebih kecil. b. Semai dan tumbuhan bawah : 2 X 2 m atau 1 X 1 m atau 2 X 5 m. saja diameter vegetasi batang. permudaan dan pohon di dalam petak contoh seyogyanya dilakukan di dalam subplot-subplot contoh agar memudahkan dalam risalahnya dan tidak terjadi duplikasi penghitungannya. Dalam hal ini ukuran sub-plot untuk berbagai stadium pertumbuhan adalah : a.per jenis. . dengan Metoda dengan petak Metode kuadrat Petak tunggal Di dalam metoda ini dibuat satu petak sampling ukuran tertentu yang mewakili suatu tegakan hutan. F. Walaupun demikian tergantung parameter diobservasi pada informasi yang diinginkan oleh surveyor/peneliti. Metoda Analisis Vegetasi F. Untuk lebih jelasnya suatu contoh petak tunggal dapat dilihat gambar 1. Tiang d.I. Ukuran Sub-plot untuk Berbagai Stadium Pertumbuhan Untuk keperluan risalah tumbuhan bawah. Ukuran petak ini dapat ditentukan dengan kurva species-area. Pohon : 5 X 5 m : 10 X 10 m : 20 x 20 m atau 20 X 50 m. Pancang c. yang akan dan tinggi pohon serta tentu identifikasi jenis. (1) .I. E.

40 m 40 cm 2 m 5 m 10 m 20 m Gambar 1. Kerapatan relatif suatu species (KR) Kerapatan suatu species X 100% Kerapatan seluruh species . Suatu Petak tunggal dalam analisis vegetasi Adapun parameter vegetasi yang dihitung adalah : a. suatu species Luas petak contoh b. Kerapatan suatu species (K) Σ ind.

Frekuensi relatif suatu species (FR) Frekuensi suatu species Frekuensi seluruh species X 100 g. e. Tumbuhan bawah Luas penutupan tajuk Luas petak contoh Kadang-kadang untuk semai dominansi tidak dihitung. Semai. Frekuensi suatu species (F) Σ Sub-petak ditemukan suatu sp. Pancang Luas bidang dasar suatu species Luas petak contoh d. Σ Seluruh sub-petak contoh d. Dominansi relatif suatu species (DR) Dominansi suatu species X 100 Dominansi seluruh species f.l. Dominansi suatu species (D) d. Indeks Nilai Penting (INP) INP = KR + FR + DR Kadang-kadang untuk semai INP = KR + FR . Pohon.c. Tiang.2.

Petak ganda Di dalam metoda ini pengambilan contoh vegetasi dengan tersebar dapat menggunakan merata. Untuk menentukan banyaknya contoh digunakan pada gambar species-area. menghitung parameter vegetasi besarnya sama nilai dengan metoda . cara ilustrasi disajikan peletakan petak contoh pada metoda petak ganda.(2) . Random Sistematik Gambar 2. Desain Petak Ganda di Lapangan Cara kuantitatif petak tunggal. banyak petak petak contoh contoh dilakukan letaknya petak Sebagai Peletakan kurva 2 sebaiknya secara sistematis.

Desain jalur contoh di lapangan Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metoda petak tunggal. A rintis Arah D C B Gambar 3.2.3.F. Metoda ini keadaan topografi harus misal sungai.I. menurun sampling garis-garis vegetasi dibuat tegak dan jelasnya. ini memotong Untuk topografi. F. Jalur-jalur garis atau petak lereng gunung. Metoda perubahan tanah. berbentuk jalur ini dapat dilihat Gambar 3. dan elevasi. Metoda Metoda garis ini berpetak dianggap sebagai modifikasi dapat .I. lebih jalur paling efektif untuk mempelajari menurut memotong lurus menaik contoh kondisi contoh pantai.

Metoda Kombinasi antara metoda jalur dan metoda garis berpetak Di dalam metoda ini risalah pohon dilakukan dengan metoda jalur dan permudaan dengan metoda garis berpetak.I. . Untuk lebih jelasnya desain metoda ini dapat dilihat Gambar 5. petak-petak terdapat Gambar 4 dalam jalur pada sepanjang rintis petak-petak tertentu memperlihatkan pelaksanaan metoda garis berpetak di lapangan. A Arah rintis D C B Jarak tertentu sama Gambar 4.4.metoda petak ganda atau metoda jalur. F. Desain metoda garis berpetak Perhitungan bersama nilai kuntitatif parameter vegetatif sama dengan metoda petak tunggal. yakni dengan cara melompati sehingga jarak satu atau yang lebih sama.

. plot seng diarahkan ke pohon-pohon yang ada di sekelilingnya.2. Desain Kombinasi Metoda Jalur dan Metoda garis Berpetak Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metode petak tunggal. Dengan jarak tertentu gatis (secara sistematis dibuat atau acak) di sepanjang di mana tersebut titik pengukuran dilakukan pendaftaran dan pengukuran pohon. Dengan mengangkat tongkat setinggi mata.A 10 m 2 m 5 m Arah rintis D C B 20 m Gambar 5. Tongkat Metoda Bitterlich Bitterlich (tongkat sepanjang 66 cm yang Di dalam metoda ini pengukuran dilakukan dengan ujungnya dipasangi alat seng berbentuk bujur sangkar berukuran 2 X 2 cm). F. F.1. Metoda tanpa petak Di dalam metoda ini terlebih dahulu dibuat garisgaris rintis dengan arah azimuth tertentu.2.

Gambar 6 memperlihatkan pelaksanaan metoda ini di lapangan. Desain Point quarter method di lapangan . F.3 = faktor bidang dasar untuk alat. Gambar 6. n = titik-titik pengamatan dimana jenis itu ditemukan.Pohon sama dengan Sedangkan yang plot tampak seng yang berdiameter didaftar lebih besar dan namanya dan diukur.2.2. Pilih satu pohon di setiap kuadran yang letaknya paling dekat dengan titik pengukuran dan ukur jarak dari masing-masing pohon tersebut ke titik pengukuran.3 m2/ha bersangkutan. sehingga di setiap titik pengukuran terdapat 4 buah quadran. Pengukuran dimensi pohon hanya dilakukan terhadap keempat pohon yang terpilih. Metoda titik guadran (point quarter method) Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran dibuat garis absis dan ordinat khayalan. kecil bidang pohon tampak jenis berdiameter ditentukan lebih luas dari sisi plot seng tidak masuk hitungan. Untuk N n dimana : N = banyaknya banyaknya pohon dari jenis yang setiap dasarnya dengan rumus: B = X 2. 2.

pohon ke titik pengukuran di setiap kuadran n = banyaknya pohon b. c. + dn n dimana: d = jarak ind.. yaitu ratarata luasan permukaan tanah yang diokupasi oleh satu ind.... Kerapatan relatif suatu jenis Jumlah individu suatu jenis —————————————————————————. Kerapatan total semua jenis Unit area (d)2 (d)2 adalah rata-rata unit area/ind. tumbuhan.... Dominansi suatu jenis Kerapatan jenis suatu jenis X dominansi rata-rata per . Kerapatan suatu jenis Kerapatan relatif suatu jenis ——————————————————————————— X 100 Kerapatan total semua jenis e..X 100% Jumlah individu semua jenis d. Jarak rata-rata individu pohon ke titik pengukuran d = dl + d2 + .Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi adalah sebagai berikut : a...

f.

Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis Dominansi seluruh jenis X 100%

g. Frekuensi Suatu jenis =

Jumlah titik ditemukannya suatu jenis Jumlah semua titik pengukuran

h. Frekuensi relative Frekuensi suatu jenis Frekuensi semua jenis i . INP = KR + FR + DR Metoda berpasangan acak (random pair method) X 100%

F.2.3.

Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran pilih-lah salah satu pohon yang terdekat dengan titik pengamatan tersebut. Kemudian hubungkan pohon tersebut dengan sebuah garis ke titik pengukuran. Buat sebuah garis yang tegak lurus garis pertma dan pilihlah sebuah pohon yang terdekat dengan pohon pertama tapi letaknya di dalam sektor lain yang dibatasi oleh garis yang ditarik tadi. Setelah jarak antara pohon pertama dan kedua dicatat. Untuk lebih jelasnya pelaksanaan metoda ini di lapangan dapat dilihat Gambar 7.

900

900

Gambar 7. Ilustrasi metoda berpasangan acak dalam analisis vegetasi

Besarnya

nilai

parameter

vegetasi

dihitung

dengan

rumus-rumus sebagai berikut: a. Kerapatan seluruh jenis Unit area (Luas) 0.8 X jarak pohon rata-rata

b. Rumus lainnya sama dengan cara kuadran. F.2.4. Metoda titik intersept (point intercept method)

Metoda ini cocok untuk komunitas tumbuhan bawah seperti rumput, herba dan semak. Dalam pelaksanaannya di lapangan dapat digunakan alat pembantu seperti terlihat pada Gambar 8.

Dengan yang apa yang

mengangkat

dan

menyentuhkan dominansi dari

pin jenis

terbuat dari kawat yang tersentuh suatu sehingga jenis

maka kita catat jenis

tersebut dapat dihitung dengan rumus : a. Dominansi Σ sentuhan suatu jenis Σ seluruh sentuhan b. Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis X100% Dominansi seluruh jenis c. Rumus-rumus lainnya sama dengan metoda dengan petak. Hal yang sama dapat dilakukan dengan alat b dengan cara memindahkan alat tersebut pada plot contoh tiap 10 cm, sehingga didapatkan dominansi dari jenisjenis yang tersentuh.

F.2.5.

Metoda garis intersep (line intercept method)

Cara ini digunakan untuk komunitas padang rumput, semak/belukar. Prosedure pelaksanaan di lapangan: - salah satu sisi areal dibuat garis dasar - garis dasar tersebut menjadi intersep tempat secara titik random tolak atau garis intersep. - letakan garis-garis sitema-tik pada areal yang akan diteliti. Garis intersep sebaiknya berupa : - pita ukur dengan panjang 50 - 100 kaki (1 kaki = 30.48 cm) . - tambang, tali

Alat tersebut dibagi ke dalam interval-interval jarak tertentu. Hanya tumbuh-tumbuhan yang tersentuh, di atas atau di bawah garis intersep yang diinventarisir. Jenis data yang diinventarisir adalah : (1) panjang garis yang tersentuh oleh setiap individu tumbuhan. (2) panjang segmen garis yang berupa tanah kosong. (3) jumlah interval yang diisi oleh setiap species. (4) lebar maksimum turnbuhan yang disentuh garis intersep. Sebaiknya, beberapa strata, kalau komunitas tumbuhan terdiri atas secara

penarikan

contoh

dilaksanakan

terpisah-pisah untuk setiap strata. Besaran/parameter vegetasi yang dihitung adalah : (1) jumlah individu setiap jenis (N). (2) Total panjang intersep setiap jenis (I). (3) Jumlah interval transek/garis ditemukannya suatu jenis (G). (4) Total dari kebalikan dari lebar tumbuhan maksimum (X 1/m). (5) Kerapatan suatu jenis (E 1/m) = unit area (——————————————————————————) total panjang garis intersep

(6) Kerapatan Relatif suatu jenis kerapatan suatu jenis X 100% kerapatan seluruh jenis

Frekuensi Relatif suatu jenis Frekuensi yang dipertimbangkan untuk suatu jenis Total frekuensi yang dipertimbangkan untuk semua jenis Frekuensi yang dipertimbangkan = F = Σ 1/m N X100% X 100% (ll). .(7). Frekuensi suatu jenis Σ interval ditemukannya suatu jenis Σ semua interval transek (10). INP = KR + FR + DR. Dominansi suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis Total panjang garis intersep (8). Dominansi Relatif suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis X100% Total panjang garis intersep semua jenis (9).

Eury (lebar) Setiap organism kemungkinan hidupnya dibatasi oleh: 1. batas-batas toleransi dari masing-masing organism terhadap factor-faktor itu dan factor-faktor lainnya B. Factor penghambat adalah setiap keadaan jumlah sesuatu berada zat dekat atau atau derajat sesuatu factor fisik yang melampaui batas-batas toleransi. Satu atau beberapa organism/tumbuhan. populasi dan komunitas tumbuhan pengamatan/analisa factor-faktor factor lingkungan di dalam kajian ekologis adalah: mana yang operasionil minimum. dan factor-faktor fisik yang . Kisaran toleransi organism terhadap lingkungan ada dua macam. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu sistem yang kompleks di mana sama berbagai lain factor berpengaruh timbale balik satu dan dengan komunitas organism hidup. maksimal dan optimal menurut batas toleransi dari tumbuh-tumbuhan sehingga factorfaktor tersebut sangat mempengaruhi tumbih dan hidupnya tumbuh-tumbuhan. jumlah dan variabilitas zat-zat tertentu yang ada. kebutuhan kritis 2. HUBUNGAN MASYARAKAT TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGAN A. yaitu: 1). merumuskan penting 2. menentukan bagaimana pengaruh factor-faktor itu terhadap individu. Steno (sempit) 2).VII. Satu/beberapa factor lingkungan dikatakan penting bila berada pada taraf minimal. Tujuan Pengamatan Faktor Lingkungan Tujuan 1.

Faktor-Faktor Lingkungan b.Sifat-sifat fisik Profil. Faktor Edafis . fauna tanah. lama dan periodisitas . mineral tanah.Erosi C. pembakaran.Geologi Sejarah geologi. mekanisme dan kimia 3.Angin Kecepatan.1. dan deficit tekanan uap . Faktor Iklim . derajat bujur.C. rayap. pengaruh kimia dan fisik. cacing. tekanan uap.Cahaya Intensitas.Jenis tanah .2. permeabilitas. macam bahan organic. distribusi dan musim . bentuk lapangan .Sifat-sifat kimia pH. aktivitas tanam-menana dan pengolahan tanah 2. aerasi. porositas.Sifat-sifat biotis Flora tanah. pencemaran air/udara.Letak geografis Derajat lintang. infiltrasi.Vulkanisme Pengaruh panas. frekuensi. serasah .Kelembaban udara Kelembaban nisbi. bakteri. lama dan periodisitas .Suhu Derajat. kandungan hara mineral.Curah hujan Banyaknya dan intensitas. pulau atau benua. jamur. jarak dari pantai . tekstur.Gas udara Oksigen. macamnya . dan bulk density.Topografi Lereng. kadar air. Faktor Lingkungan Abiotik 1. suhu . Komponen-komponen Lingkungan Faktor Lingkungan Abiotik Aspek-Aspek yg Penting C. penyebaran buah . drainase. Hewan Penyerbukan. gas-gas lain 2. derajat dpl. kualitas. batuan dan bahan induk . Faktor Lingkungan Biotik 1. kandungan senyawa organic. humus. Faktor Geografis . Manusia Penebangan. CO2. kekuatan dan arah. struktur. sifat-sifat base-exchange . frekuensi.

peralihan hutan hujan tropika ke hutan musim Musim kering agak keras. hutan musim yang pohon-pohonnya gugur daun Musim kering keras. simbiosis. zona vegetasi 2.600 Keadaan Ikllim Tanpa musim kering. Nilai-nilai iklim makro dipergunakan untuk menetapkan tipe iklim. hutan savanna Musim kering keras.000 E F G H 1. Iklim 1.000 > 7.600 – 1. transmisi penyakit Persaingan. hutan hujan tropika selalu hijau Musim kering nyata. pengaruh kotoran. Iklim makro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk daerah yang luas. setiap tipe iklim mempunyai tipe-tipe hujan sebagai berikut: Tipe Iklim A B C Nilai Q 0 – 0.000 3. padang pasir Daerah kering.143 – 0. Klasifikasi iklim yang paling banyak dipergunakan di Indonesia adalah klasifikasi tipe hujan oleh Schmidt dan Fergusson (1951). parasitisme.333 0.670 1.000 . padang pasir D 0. pengaruh toksis D.3.000 – 7. hutan savanna Daerah kering. zona iklim.333 – 0.000 – 1. Pengertian iklim dapat dikategorikan ke dalam: a. memakan dan merusak bagianbagian tumbuh-tumbuhan.143 0. Dimana: Q = Jumlah rata-rata bulan kering (< 60 mm) Jumlah rata-rata bulan kering (> 100 mm) Berdasarkan nilai Q.670 – 3. Tumbuh-tumbuhan dan biji. Iklim mikro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk tempat/ruang yang terbatas (habitat mikro) b. hutan hujan tropika selalu hijau Tanpa musim kering.

mm/tahun ditemukan komunitas savanna. minimal dimana diferensiasi Untuk harus masukan ada jaringan dan yang sel-sel normal. dari mata Dari radiasi dengan energy yang total panjang cahaya merupakan gelombang mata untuk untuk kasat dapat mengimbangi energy tersebut oleh respirasi disebut titik hanya 1-4% digunakan daun fotosintesis. CO2 + 2 H20 Cahaya Klorofil CH20 + H20 + 02 + Energi Selain itu. Intensitas cahaya. energy fotosintesis kompensasi . energy cahaya melalui butir-butir daun diserap dan dirubah menjadi energy kimia dalam bentuk mineral molekul gula yang sederhana. 3. Sedangkan sekitar cahaya 400-750 tersebut yang 40% kasat mu. Bagi tumbuhan.Umumnya berkisar dengan di curah hutan hujan hujan.Radiasi matahari yang diterima permukaan bumi berpanjang gelombang 300-10000 mu. Fotosintesis Cahaya matahari merupakan sumber utama energy yang diperlukan bagi kehidupan. antara melalui penggunaan pertumbuhan keseimbangan tumbuhan fotosintesis dan respirasi. < 1000 jumlah curah Di hujan daerah antara 1600-4000 mm/tahun. Cahaya a. sedangkan daerah gurun curah hujannya ≤ 300 mm/tahun. Dari spectrum cahaya kasat mata terutama diabsorbsi . bagai tanaman cahaya merangsang proses tanaman.

Lantana camara. keadaan tempat tumbuh terutama iklim. dan lalu 60-90% diabsorbsi lalu sebagian yang 000 digunakan untuk transpirasi. Menurut Galston energy diterima cal/cm2/th permukaan bumi. Tumbuhan 2000 vegetasi sedang penguapannya kuat: belukar. panas yang matahari 100 selebihnya besar dipantulkan. berbagai yang jenis tumbuhan kuat menurut (> 2000 Coster (1937): penguapannya Albizia Leucaena dll. penguapannya Tectona mm/th). Transpirasi . . Acacia Eupatorium yang (1000Hevea palescens. grandis. Penguapan daun semakin banyak bila kadar air tanah semakin tinggi b. sebesar tersedia untuk fotosintesis daun. strata pohon penguapannya lebih tinggi dari strata semak . Tumbuhan mm/th). galuca. c. Di dalam huutan. b. kesuburan komunitas tumbuhan.Hanya sebagian kecil saja energy yang tersedia digunakan manjadi (1961). Samanea samans. b. villaosa.fotosintesis adalah sinar biru (panjang gelombang 450 mu) dan sinar merah (670 mu) .Transpirasi a. Tegakan yang lebih subur di areal beriklim basah mempunyai transpirasi yang lebih tinggi daripada tegakan yang kurang subur. Kedudukan tumbuh-tumbuhan dalam komunitas. untuk energy dari fotosintesis. yang Tipe falcataria. Bambu.Besarnya transpirasi bergantung pada: a.

brasiliensis, Artocarpus c. Tumbuhan mm/th). Casuarina Garcinia Tipe - Selain merah efek

Imperata integra,

cylindrical, robusta, (<1000 elastic, merkusii, lemah: infra Secara proses

Coffea lemah

Eucalyptus alba, dll. yang Thea penguapannya sinensis, Cocoa Ficus Pinus nucifera,

equisetifolia, mangostana, yang

Agathis alba, Lagerstroemia speciosa, dll. vegetasi cahaya yang penguapannya ada cahaya hutan pegunungan. kasat tidak dan mata, dapat dilihat. pada

ekologis, cahaya ini penting karena memberikan pemanasan berpengaruh perkecambahan dan pertumbuhan batang. Selain itu ada juga sinar ultra violet yang sebagian besar diserap oleh lapisan ini ozon di luar atmosfir. protoplasma. - Factor cahaya yang penting diketahui adalah: 1). Intensitas cahaya atau jumlah radiasi per satuan atau luas per satuan panjang waktu, 2). Kualitas dan 3) komposisi gelombang, tumbuhan Sinar dapat mematikan

lamanya penyinaran dalam sehari. - Berdasarkan perbedaan adaptasi terhadap intensitas toleran cahaya, tumbuh-tumbuhan plant)

dikategorikan ke dalam: a. Tumbuhan naungan excelsa, (shade-adapted missal: noronhae, yaitu tumbuhan yang tahan hidup di bawah (scyophyt), Schima Altingia Swietenia

mahagoni, Dypterocarpus spp., Dryobalanops aromatic, Shorea accuminatisima, Vatica

rassak, Eusyderoxylon zwageri. b. Tumbuhan intoleran (sun-adapted atau light demanding plant) yaitu tumbuhan yang untuk hidupnya memerlukan banyak cahaya matahari (Heliophyt), Gmelina - Warna merah atau missal: Pinus Acacia mangium, Paraserianthes falcataria, Eucalyptus alba, arborea, merkusii, Tectona

grandis, Pterospermum javanicum cahaya Dalam lebih mempengaruhi hal ini warna Lamanya sangat kecepatan biru dan penyinaran berpengaruh panjang fotosintesis.

berpengaruh. cahaya

periodisitas fase reaksi

terhadap Berdasarkan yaitu:

generative tanaman

(pembungaan).

terhadap

hari, tumbuhan dibagi menjadi tiga vegetasi, a. Tumbuhan hari pendek, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari < 12 jam, missal ubi jalar, arbei, aster, semai, dll. b. Tumbuhan berhaari panjang, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari > 12 jam, misal: kentang, lobak, dll c. Tanaman netral, yaitu tanaman yang tidak dipengaruhi oleh panjang hari, misal: tomat, nenas, kapas, ubi kayu. Bayangan hutan merupakan bayangan merah karena cahaya yang telah melalui daun-daun hijau tersaring dan chaya ada yang diteruskan banyak mengandung hutan yang sinar-sinar banyak bagi Karenanya hijau, merah dan infra merah. Bila hutan terlau rapat, kemungkinan sinar bayangan infra merah pohon terlalu tidak mengandung pertumbuhan baik

jenis-jenis

tertentu.

permudaan

banyak

terdapat

di

tempat-tempat

terbuka

dalam hutan sehingga di hutan yang rapat perlu ada tindakan seeding cutting. D. ADAPTASI TUMBUHAN Warming (1895) mengklasifikasikan tumbuhan kedalam bebera-pa grup ekologi berdasarkan persaratan tumbuh terhadap air dan macam subtrat/tanah dimana tumbuhan hidup. A. Grup Ekologi Tumbuhan berdasarkan Jenis Tanah

sebagai Media Tumbuh : 1. Tumbuhan tanah asam (Oxylophytes) 2. Tumbuhan tanah basa (Halophytes) 3. Tumbuhan tanah pasir (Psammophytes) 4. Tumbuhan pada permukaan batu-batuan (Lithophytes). Epifit tidak termasuk, karena tidak mempunyai hubungan yang permanen dengan tanah. B. Grup Ekologi : Tumbuhan tumbuhan berdasarkan yang hidup kebutuhannya didalam atau

terhadap air : 1. Hydrophytes dekat air. 2. Xerophytes : tumbuhan yang hidup di habitat kering (kurang suplai air). 3. Mesophytes : tumbuhan yang hidup di habitat yang tidak kering juga tidak basah (lembab). HYDROPHYTES

A. Asal Kata Bahasa Yunani : Hudor = air Phyton = tumbuhan

B. Pengertian Hydrophytes : tumbuhan yang hidup ditempat basah atau dalam air baik sebagian maupun seluruh tubuhnya terendam Contoh : Hydrilla, Utricularia, Eichornia, dll

C. Klasifikasi Hydrophytes Berdasarkan hubungan dengan air dan udara, hydrophytes dibagi kedalam: 1. Submerged hydrophytes Tumbuhan yang tumbuh di bawah permukaan air (tanpa adanya kontak dengan atmosfir). Contoh : Hydrilla, Vallisneria, Nitella, dll. 2. Floating Hydrophytes Tumbuhan yang terapung di permukaan atau sedikit di bawah permukaan air. Tumbuhan ini ada kontak baik dengan air maupun udara, serta tumbuhan tersebut mungkin berakar atau tidak dalam tanah. Floating hydrophytes dibagi kedalam dua grup, yaitu : a. Free floating hydrophytes Tumbuhan yang terapung bebas di permukaan air tanpa berakar di lumpur. Contoh: Wolffia arhiza Wolffia microscopic Azolla Eichornia crassipes b. Floating but rooted hydrophytes Tumbuhan yang berakar dalam lumpur di dasar perairan, tapi daun dan bunganya terapung di atau di atas permukaan air. Contoh : Victoria regia (water lily) Nymphaea Ceratopteris thaiictroides

Tumbuhan ini bisa tumbuh di saluran air atau di subtrat lumpur. tapi sebagian pucuk daun. cabang. karena air merupakan konduktor panas yang buruk. Contoh : Oryza sativa (padi) Enhydra flutuars Marsilea Sagittaria Phragmites Scirpus Alisma Jussiaea Neptunia Commelina Polygonum Typha Ranunculus aquatilis. dll. dan bunga di atas permukaan air atau bahkan tersebar di daratan. "Amphibious plants" bebernpa yang bagian hidup batang di tempat oleh pasangAkar air dan atau surut/payau digolongkan halophytes. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhan di lingkungan perairan a. . Suhu air Tumbuhan air jarang dipengaruhi oleh suhu yang ekstrim. terendam terkubur oleh lumpur. Amphibious hydrophytes Tumbuhan yang beradaptasi terhadap lingkungan perairan dan daratan. mesophytik berkarakter seperti hydrophytic.3. Bagian aerial tapi dari penampilan bagian tumbuhan yang tersebut atau terendam memperlihat-kan xerophytic.

sebagai perraukaan penyerap air dan - - Akar pada tumbuhan air yang terapunq miskin akan rambut akar. Bagian akar yang berhubungan langsung dengan air berfungsi mineral. tetapi sebagian tergantung akarnya mineral. Dalam Jussiaea repens berkembang dua macam akar bila tumbuh dipermukaan air. b. Akar kadang-kadang air ditemukan tumbuhan - seperti: Azolla. warna hijau/kuning.b. Akar - Tumbuhan air mempunyai akar yang berkembang kurang baik. Konsentrasi osmotik dan toksisitas air Keadaan ini bergantung pada jumlah dan komposisi bahan kimia yang terlarut dalam air. Utricularia. Ceratophyylurn. Batang - Batang bersifat lunak. Salvinia. Beberapa hydrophytes berakar dari tanah tidak seperti air dalam Hydrilla melalui hal unsur dalam - memperoleh pada - makanan dalara permukaan tubuhnya. Adaptasi Hydrophytic Beberapa penampilan adaptif dari tumbuhan air dalam: a. - Akar terapung membantu tumbuhan air dalam kestabilan posisi terapung. yaitu akar normal dan akar "negatively geotrophic" yang mempunyai struktur sponge. . Fisiologis tumbuhan air sangat dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi osmotik air. C.

permukaan atas berhubungan dibawahnya bersentuhan dengan air. Daun tumbuhan air yang terapung bebas adalah bersifat halus dan sering dilindungi oleh "wax". Tumbuhan air kurang menunjukkan respon terhadap karena kekurangan air dapat kekeringan. Daun yang lebar dipermukaan air bertranspirasi secara aktif dan mengatur tekanan hidrostatik di dalam tubuh tanaman. tapi bulat. 2.c. c. . Daun lebar di/diatas permukaan air yang terendam beradaptasi menaungi terhadap daun intensitas cahaya yang rendah.Daun yang terendam umumnya berbentuk pita linier atau sedikit terpotong. 3. panjang. Salvinnia. bagian warna hijau bebas pucat/gelap. dikompensasi oleh daun yang terendam dalam d. e. Heterophylly . air. atmosfir. .Heterophylly berkaitan dengan karakteristik fisiologi tumbuhan air sbb: a. . Pengurangan jumlah transpirasi b. Daun - Umumnya dengan berbulu. Variasi dalam life-form dan habitat. Azolla. dan daun yang terapung atau di atas permukaan air berbentuk bulat atau seperti telinga. yaitu daun yang terendam air dan daun di atau di atas permukaan air.Heterophyly adalah suatu penomena dimana beberapa tumbuhan air mengembangkan dua tipe daun yang berbeda. Contoh : Sagittaria.

D. ditemukan dibagian tanaman terendam . "amphibious air dipermukaan mesophytic.penyerbukan dilakukan yang hidup memperlihatkan tersebut penampilan Daun-daun dan di daripada daun dari grup hydrophytes lainnya. Cuticle . Dalam beberapa tumbuhan air. petiol (daun penumpu) menj adi bengkak dan berkembang yang dengan susunan sebagai sempit tumbuhan berada keras biji sponga 5. secara biji sehingga mudah terapung di air. panjang. . Modifikasi Anatomi Dalam tumbuhan hydrofit. 4. Pada Alga. Dalam relatif yang sedikit berperan kecil dan "bouyancy" dari tanaman tersebut. terendam air. modifikasi anatomi berperan sebagai : 1. organisme ringan. .Tumbuhan air umumnya bereproduksi vegetatif. Daun dengan 6. dipersal air Buah buah termasuk dan oleh media air). reproduksi dilakukan o]eh Zoospore dan motile/non-motile spora.beberapa lapisan tipis di permukaan tubuh tumbuhan di permukaan air. . umumnya Dengan plants".Lapisan "wax" ini berfungsi sebagai pelindung daun dari luka kemis-fisis dan menghalangi penyumbatan stomata oleh air.tidak air. daun yang lebih dan tersebut dipengaruhi sedikit tekanan mekanik air. Pengurangan struktur pelindung a. Hal ini berguna untuk melawan/beradaptasi aliran demikian.

hara dari mineral. secara langsung lingkungan air. c. Sel epidermal mengandung kloroplas. Hypodermis . - pada amphibia tumbuhan jumlah stomata yang yang tersebar lebih seluruh kontak dengan besar atmosfir daripada tumbuhan terapung. Epidermis . misal Hydrilla. 2. b.beberapa sel yang berdinding sangat tipis. sehingga sel tersebut berfungsi sebagai alat fotosintesis. “Air Chamber” diisi oleh gas dan air CO2 dalam “Air dan dan Chamber” O2 O2 yang dalam digunakan dihasilkan “Air dalam oleh fotosintesis fotosintesis Chamber” . terutama daun dan batang sangat tipis. d. Stomata - tidak dijumpai pada tanaman air.b. Lubang udara ("air chamber") Aerenchyma dalam daun yang terendam dan batang berkembang dengan baik. pada dengan tumbuhan jumlah tumbuhan bagian dalam terapung yang yang terendam berkembang permukaan di - stomata pada terbatas sebelah atas.kurang berkembang . Peningkatan Aerasi a.berfungsi sebagai dan gas alat penyerap air.

4. Dalam terutama beberapa bagian berhubungan dengan atmosfir teratai tanaman lainnya. xylem tidak berkembang dengan baik. Pengurangan jaringan penunjang mekanik a. Beberapa tumbuhan air inemperlihatkan lacuna dipusat tempat xylem terbentuk. permukaan makan tubuh tumbuhan yang terendam jaringan pembuluh tidak begitu diperlukan - Dalam tumbuhan air berjaringan pembuluh. Jaringan mekanik sangat minim/tidak ada pada tumbuhan yang terendam air. tapi endodermis kadangkadang tak dapat dibedakan secara jelas. karena gaya bouyant air memungkinkan tumbuhan terlindung dari luka fisik. Pengurangan Jaringan Pembuluh - Karena absorbs air dan hara mineral dilakukan oleh seluruh air. chamber" . . tetapi dalam beberapa kasus phloem berkembang dengan baik.Jaringan phloem umumnya tidak berkembang dengan baik. asterosclereid (sel berlignin berbentuk bintang) berkembang untuk menunjang tubuh tanaman. Aeranchyma berperan untuk buoyancy dan penunjang mekanik tumbuhan air 3. yang berguna bagi peningkatan aerasi dan mengontrol ekses air. Lacuna berperan sebagai "air .digunakan dalam proses respirasi “Air chamber” mengembangkan “septa-cross” perforasi yang halus: disphragma. Jaringan amfibi dan ini berkembang di dalam korteks yang tumbuhan b.

Habitat tersebut mungkin terlalu masin.Xerophytes yang dapat beradaptasi dengan kondisi dan yang ekstrem kering. tumbuhan tersebut mengembangkan karakteristik . misal lereng gunung. tapi tumbuhan tersebut dapat tumbuh dikondisi mesophytic dimana air yang tersedia jumlahnya sedikit. . B.Kumpulan pembuluh umurnnya berkelompok ke arah pusat. terlalu dingin terlalu asam. Habitat yang secara fisik dan fisiologis kerng.Xerophytes kurang yang tumbuh maka suatu kondisi sesuai. dimana kkapasitas menahan air dari tanah adalah rendah beriklim yang permukaan (daerah tersebut atau batuan. . XEROPHYTES A.Xerophytes adalah tumbuhan karakteristik gurun dan semigurun. 3. lahan kritis. dll. air sangat terbatas. kelembaban pada sifat rendah suhu tinggi. Pengertian Tumbuhan yang tumbuh di habitat kering atau xeric. Sedangkan pertumbuhan sekunder tidak terjadi dalam tumbuhan air (batang dan akar). gurun. Habitat yang fisiologi air. kering air banyak tapi sukar diserap oleh tumbuhan). Habitat dan yang secara kering. Tipe-tipe Habitat Xeric 1. secara kelebihan fisik misal kering. Habitat xeric adalah habitat dimana ketersediaan.. 2. .

Tumbuhan ini membentuk organ adaptif untuk . Klasifikasi Xerophytic Berdasarkan Ketahanannya air sebanyak mungkin dari terhadap Kekeringan. . Tumbuhan terhindar dari kekeringan . 1.Bersiklus hidup pendek .Contoh : Astragalus. C. berkecambah . Mengurangi transpirasi serninimal mungkin. disebut semiarid. Mengabsorpsi lingkungannya. tumbuhan berada dalam fase buah dan biji dengan kulit biji dan pericarp yang keras.fisiologi dan struktur khusus yang berfungsi untuk : a.Biji yang masak bersiklus mendekati (beberapa minggu). Artemesia. . Tumbuhan yang menderita kekeringan . Tumbuhan yang tahan kekeringan . 3. Mengontrol penggunaan konsumsi air.Selama periode kering yang ekstrirn.Tumbuhan berukuran kecil yang berkapasitas untuk mentolerir atau menderita kekeringan.Tumbuhan tersebut tumbuh dimana curah hujan periodenya pendek. 2. Menahan air dalam organ untuk periode waktu yang lama.Dalam kondisi yang sebelum yang memungkinkan. c. Tumbuhan umum demikian di EPHEMERAL. d. Boaginaceae. hidup musim biji pendek kering. . sehingga tanaman selamat dari kondisi kering ekstrim. rumput. b.

Tanah marginal (Eremophytes) Beberapa tumbuhan habitat kering mempunyai organ penyimpanan air. Karakter xeromorphic .Gurun .Karakter xeroplastik : karakter yang disebabkan oleh kekeringan dan selalu berasosiasi dengan kondisi kering. dan akan hilang kalau faktor lingkungan memungkinkannya selalu memperlihatkan xeromorphic characters. xerophytes dibagi dua kelompok : a.Karakter xerofitik yang dapat diwariskan (bersi-fat genetik) disebut xeromorhic. . Karakter ini tidak menurun. Karakter xeroplastic . b.Pasir dan kerikil (Psamrnophytes) .bertahan ekstrim. Dalam hal ini. Succulent xerophytes : Adalah yang Air tumbuhan bengkak yang yang mempunyai organ-organ secara tersebut dan berdaging dalam akibat organ aktif mengakumulasi air dalam organ tersebut. disimpan dikonsumsi tumbuhan pada saat musim kering yang ekstrim. Contoh : halophytic mangrove dan beberapa pchon selalu-hijau 2. D. Adaptasi Xerophytes 1. terhadap kondisi kekeringan yang Xerophytes tumbuh di habitat yang berbeda : .Tanah berbatu (Lithophytes) . Non-succulent atau xerophytes sejati.

golongan lapisan tanah yang banyak air. Selain itu. Akar Xerophyte yang tumbuhan perakaran (2). istilah kaktus termodifikasi yang terkenal phylloclades. sering dan menjadi nampaknya umbi daun dan pada secara berdaging tersebut dalam muncul langsung dari bagian atas akar. Adaptasi morfologi (1). batang utama tanaman e) Batang datar. misal Duranta.Penampilan xerophytic yang penting adalah sebagai berikut : a. d) Dalam batang yang berdaging. . Ulex. ada juga batang yang diselimuti bulu-bulu yang rapat (misal Calotropis) c) Dalam beberapa xerophytic. hijau dan kokoloba (Maehlenbeckia).. dari keras banyak lilin beberapa dan xerophytic baik oleh (misal menjadi b) Batang berkayu batang yang aerial maupun sub-terranean diselimuti yang tebal lapisan Equisetum). Batang a) Batang mempunyai dari yang sistem ini untuk perakaran Banyak mempunyai mencapai berkembang dengan dalam baik. dll. beberapa menjadi dan dengan Contohnya: xerophytic daun yang berdaging. batang menjadi mungkin termodifikasi duri.

(gugur daun seperti daun "caducous" mayoritas menjadi daun cepat). Casuarina. Asparagus. misal Nerium. g) Daun tergulung (Rolling of leaves). d) Umumnya xerophytes mempunyai daun yang tereduksi (ukurannya mengecil) dan terlapisi oleh silika lilin dan mengandung cuticle yang tebal. Contoh: Sedum acre.(3). dll. dll. Aloe spinossissima. c) Dalam daun berdaging yang berfungsi sebagai penyimpan kelebihan air dan getah. b) Beberapa xerophytes mempunyai daun seperti jarum. umumnya mempunyai batang yang tereduksi. Xerophytic yang daun dan batangnya tertutupi oleh bulu disebut "trichophy1lous plants". permukaan bawah daun untuk melindungi stomata. misal Pinus. Daun a) Dalam sering tetapi tereduksi rnisal beberapa xerophytes. Kadang-kadang (kaktus) e) Umumnya daun daun xerophytic dengan mempunyai semacam yang kecil daunnya tereduksi menjadi duri seperti pada Opuntia jarum/duri dan berurat yang rapat. umumnya sisik Ruacus. f) Trichophylly Beberapa xerophytic yang tumbuh di daerah yang berangin kencang. .

Dalam tersebar hal ini stomata atas. pasir. 2) Epidermis Sel dua pada atau xerophytes tiga Sel tanin. hanya dan dipermukaan karena daun tergulung ke arah atas dengan sendirinya stomata tertutup dari atraosfir. lignifikasi. dan kutinisasi pada perraukaan epidermis dan bahkan di hipodermis. Adaptasi Anatomi Bagi xerophytes. lapisan epidermis resin. lilin. untuk mencegah Rambut Umumnya epidermis terdiri selalu berkembang Buah dan pada yang biji lingkungan yang efektif air di rumput untuk bagi gurun hilangnya Contoh: terlindungi oleh kulit yang cukup memanjang ini selulose. diselimuti melawan saringan intensitas cahaya yang tinggi. adaptasi anatomi ditujukan untuk mengefisienkan penggunaan air. secara dll. (4). suatu adalah kecil dan atas kompak. 1) Adanya deposisi lilin. Bunga. buah dan biji Bunga kondisi memungkinkan. b. keras. Cara ini merupakan modifikasi mengurangi tanaman. membentuk 3) Rambut Rambut-rambut rnelindungi kehilangan air ini stomata yang berperan dan berlebihan. . radial.

sebagian besar bagian tubuh dibentuk oleh sklerenkim. sangat bila atau reduksi Hal transpirasi ini dapat area pada penting. teratur berdaging. xerophytes. terisi . Dalam batang. Dalam ground batang tissue dilakukan oleh batang. Dalam kasus dimana daun tereduksi (ukurannya kecil) atau daun dilakukan dengan secara daun oleh gugur oleh cepat. Dalam xerophytes. di bawah strukturnya. jumlah Umumnya stomata stomata/unit stomata termodifikasi tenggelam. 5) Hypodermis. Kadangkadang hipodermis diisi oleh tanin dan mucilage (lendir). xerophytes daun bertipe cekung dan Stomata ini bisa berada di atas permukaan (rolled leave) permukaan daun (dorsiventral leave). jaringan Pertukaran b. dapat berasal dari epidermis atau korteks (batang) atau mesophyll (daun). 6) Ground tissue a. terdapat langsung satu atau di bawah epidermis yang beberapa Hypodermis lapisan kompak grup sel berdinding tebal membentuk hydrodermis.tersebut 4) Stomata Dalam adalah terjadi berkurang bisa sederhana atau kompleks. kortek fotosintesis oleh klorenkimatis terluar yang dihubungkan stomata gas dan atmosfir. uni atau multiseluler.

batang lateks. dan Ada mesofil ruang beberapa adalah sel sangat semakin yang lembaran bawah. c. intensitas yang ektensif Dalam cahaya. Selsel dalam tubuh xerophytes adalah dan sangat kecil. penelitian yang menunjukkan bahwa kecuali sukulen.parenkimatis berdinding yang menyimpan kelebihan Hal ini berdaging. bengkak dll. berkembang kuboid. penyimpan air. disebut daun skhlerenkimanya berdaging. parenkim berkembang ekstensif sebagai kompak. dan membuat xerophyte oleh mesofilnya dari semua dikelilingi sisi hipodermal yang tebal dari sklerenkim kecuali dari Lembaran ini membentuk diafragma untuk melawan xerophyte berkembang sklerofilous. Conducting phloem xerophytes. xerophyt menunjukkan transpirasi . atau bentuk e. lendir. berdinding tebal. xylem dalam dan tubuh yaitu baik Semula para ahli berasumsi bahwa adaptasi dalam saat pengurangan hasil-hasil laju transpirasi. Ruang antar sel semakin sempit. Jenis tumbuhan antar air. Sel tersebut mungkin sperikal. Dalam kompak sempit. Adaptasi struktural berguna Tetapi sejati Fisiologi dalam ini tubuh xerophytes sangat tissue. d. c. daun. melingkar.

masam dari yang panas. tumbuhan berespirasi dan menghasilkan masam. sukulen penahan struktural xerofit diatur oleh proses fisiologi. (1) Sukulen pentosan berperan Modifikasi mengandung dan sejumlah sebagai polisakarida. secara dikonversi Misalnya. serupa menyebabkan kimia dari stomata tertutup. masam-masam terurai menghasilkan C02 dan (getah) (3) Dalam cairan kedalam yang digunakan sebagai menurun xerofit. Akumulasi masam dalam sel pelindung akan meningkatkan konsentrasi aliran tersebut. stomata terbuka. Pada malam hari. Sukulen terbentuk dengan baik. dalam Begitu laju pula transpirasi per xerofit mesofit. karena konversi polisakarida menjadi pentosan menyebabkan akumulasi jumlah air berlebihan dalam sel. Di siang hari. dinding perobahan polisakarida terhadap bentuk . komposisi aktif sel.tinggi. sel dalam fotosintesis dari akibat yang tekanan/konsentrasi osmotik sel. air osmotik dalam Saat yang sel sel menyebabkan pelindung pelindung membengkak. (2) Pada tanaman sukulen. jumlah stomata/unit area daun dalam xerofit lebih besar dari mesofit. stomata terbuka dimalam hari dan tertutup disiang hari. lebih Dalam besar kondisi unit dari yang area serupa.

Tumbuhan ini tidak dapat tumbuh dalam tanah jenuh air dan tanah kering. Contoh: vegetasi hutan hujan. sedangkan mesofit yang lebih kaya terdiri atas herba dan semak. stomata oleh mengatur (7) Cairan Fenomena cuticle.anhidruous seperti selulosa. aktif dalam Dalam amilase bertahan mesofit. (6) Pengaturan transpirasi Adanya licin. MESOPHYTES Mesofit adalah tumbuhan daratan yang tumbuh dalam kondisi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. dll. meadow. bertekanan ini akan osmotik tinggi meningkatkan sel cekung permukaan kompak stomata yang dan untuk dilindungi pembengkakan sel yang menekan dinding sel. tetapi resistensi protoplasma terhadap panas dan kekeringan. Mesofit yang sederhana terdiri atas rumput dan herba. (4) Beberapa peroxidases xerofit xerophytes. (5) Kapasitas enzim adalah daripada seperti lebih enzim xerophyte untuk eatalases. hidup dalam kondisi kering dalam waktu yang lama. dan mesofit terkaya . menghidrolisis pati secara aktif. sel yang yang rarnbut transpirasi. tidak hanya disebabkan oleh penampilan juga oleh khusus struktural. Cairan sel yang bertekanan osmotik tinggi juga akan mempengaruhi absorbsi air.

yaitu : a. yaitu: 1. Komunitas berupa lumut. lebar. Komunitas rumput b. (arctic) dan puncak pegunungan (alpine). Tipe-tipe komunitas rumput dan herba adalah : 1.80 %. Komunitas hutan) tumbuhan berkayu (semak-belukar dan . Meadow Meadow ini dianggap sebagai penghubung antara mesofit dan hidrofit sebab mereka tumbuh di tanah jika kadar air 60 . Komunitas tumbuhan berkayu Komunitas Rumput dan Herba Komunitas ini meliputi rumput dan herba semusim atau tahunan. Kornunitas rumput dan herba 2. Tumbuhan semak tetapi lembut kerak berukuran tidak Kadang-kadang tumbuhan tersebut bercampur dengan lumut umumnya Komunitas tumbuhan ini terdiri atas dua kategori.terdiri atas pohon-pohonan. Delphirium. Komunitas herba (herba dikotiledon sepertii Saxi-fraga. Mesofit dapat dibagi ke dalam dua kelompok tumbuhan. Tumbuhnya berupa herba tahunan berizoma dengan batang yang panjang Daun dan umumnya (berakar rimpang). Komunitas rumput dan herba arctic dan alpine. Umumnya komunitas rumput/herba berada pada daerah dengan curah hujan tahunan antara 10" sampai mesofitik yaitu tipis. datar dan globrous. berpenampilan tumbuhan yang ini berada dan di daerah kutub kecil. dll) 2. 30". ada. 3.

pohon diselimuti yang grup oleh lumut dan dapat ini. Komnuitas mesofitik ini timbul kalau kondisi lingkungan vegetasi xerofitik tidak herba.Tanah hutan banyak mengandung mikroflora dan pada akar pohon banyak dijumpai mikoriza. yang akan daun penyer-bukannya dilakukan oleh angin. tetapi sangat sesuai untuk pertumbuhan banyak tempat. Arabis.Umumnya . (2) Lapisan kulit pohon yang tebal. Vicea.Hutan hujan . (tumbuhan dalam di dijumpai selama berobah) mesofitik tropik tropofit Sedangkan dikelom-pokkan daerah hujan mempunyai musim kering dan basah yang jelas. Lathyrus. b. daerah gugur pada musim panas/kering. .Komunitas berikut : tumbuhan ini diklasifikasikan sebagai a. Hutan bergugur daun ("deciduous forest") . dll.Tropohyte Tropofit dimana berperan panas. musim sebagai Jenis xerofit. yang musim mulai gugur pada permulaan musim dingin atau adaptasi tunas diperil-hatkan dingin yang oleh tropofit adalah : (1) Perlindungan lebih baik. menggugurkan daun. dimana temperatur moderat.Hutan ini tumbuh pada daerah dengan 60" tipe per yang daun cukup ini tinggi terdiri (30" atas Di sampai tahun). Semak-belukar mesofitik. . dan sesuai Dalam untuk pertumbuhan semak hutan. mesofitik sering bercampur seperti Salix. (3) Formasi batang dalam tanah yang . pohon-pohon tropika.

Hutan . lumut.Hutan "evergreen" dibagi kedalam tiga tips : (1). Brazil Selatan. yang tapi hujan suhu sepanjang tahunan tahun. pada hutan Magnolias. Hutan hujan . . Hutan Hutan cukup dimana banyak Konifer. Hutan Antartika Hutan ini tumbuh di Wew Zealand dan negara-negara hujan adalah (2). dari daun. Australia Timur. Tamarindus dan lumut. Contoh : Conifer. Hujan urnurnriya Tumbuhan turun pada ini musim adalah panas.Hutan ini tropika tumbuh di daerah tropika (sekitar garis ekuator). selalu yaitu pohon tersebut berdaun lebih dari satu tahun sampai daun baru muncul. Hymenophyllaceae. (3) Afrika Selatan.melindungi tunas tahunan dari kekeringan dan kedinginan. mempunyai perbedaan suhu antara musim dingin dan musim panas tidak terlalu besar.Hutan yang ini selalu hijau di daun ("evergreen tropika.Pohon pada daerah ini temperate hijau hemisfir sebelah Selatan. . bagian Selatan Cina. berkisar antara 5°C . Caks. c.70°C dan curah Tumbuh-tumbuhan penting dalam hutan ini Myrtaceae. forest") ditemukan dan hutan daerah subtropi-ka. dengan curah . dan Jepang. Hutan ini dijumpai dibagian timur USA. Sub-tropika ini tumbuh curah di daerah tinggi.

dll) . dan lain-lain daerah tropika. Myrtaceae. Moraceae . tinggi.Keadaan hutan (jenuh dicirikan oleh: a) Kelembaban b) Suhu d) Tidak berarti e) Tanah sangat kaya akan humus. - Hutan ini sangat karena penting bernilai bagi pembangunan. - Hutan ini terdapat di bagian tengah dan selatan Amerika. Pulau Pasifik. warna gelap. Indonesia. Balanophora. Malaysia.hujan tahunan iklim sekitar dari 1800 mm dan ini suhu di atas 24°C. - tinggi tinggi udara. dan porous. - Epifit dan liana di hutan ini umum dijumpai . Afrika Tengah. ekonomis . Brazil. - Tumbuhan yang umum dijumpai di hutan ini adalah dari anggota Leguminosae. . 95% kelembaban) yang ada c) Hampir hujan setiap hari musim kering yang Hutan strata. dll . Lauraceae. Monotropa. dihuni dan oleh terdiri banyak atas jenis beberapa tumbuhan - Akar pohon banyak mengandung rnikoriza dan saprofit/parasit (Rafflesia.

Begitu pula epifit berbeda dari liat:a.Permukaan daun. yang Karena epifit ini merupakan epifit sendiri bersifat autotropik. Beberapa epifit memilih tempat bertumpu yang . Arti Kata Epiphyte berasal dari kata Epi (di atas).Percabangan pohon. (karbohidrat) mensintesis dari air dan makananannya C02 dari atmosfir dengan bantuan sinar matahari. B.EPIPHYTE A. . karena epifit tidak memperoleh unsur hara dan air dari tumbuhan tempat bertumpu. batu-batuan. Distribusi Epifit hidup diberbagai macam habitat yaitu : . Secara harfiah. .Permukaan batang pohon. Epifit disebut juga Aerophyte atau tumbuhan yang hidup di udara. Epifit berbeda dari parasit. dan phyton (tumbuhan]. epifit adalah tumbuhan yang hidup di atas tumbuhan lain. . dsb. Secara umum. Epifit menyerap air dari atmosfir. dan menyerap unsur hara mineral dari kulit yang busuk dari pohon tempat tumbuhan bertumpu.Permukaan tumbuhan air yang terendam. karena epifit tidak berakar di tanah. epifit adalah tumbuhan yang tumbuh pada permukaan tumbuhan tempat bertumpu dan secara permanen tidak berakar di tanah.

Tetapi epifit jarang terdapat di daerah yang kering-dingin. Sistem perakaran (1). Normal Absorbing Root. embun dan kadar air di udara. C. Akar yang mengabsorbsi air. Struktural Adaptasi Epifit Karena epifit kebutuhan airnya bergantung pada hujan. (2).spesifik. Adaptasi struktural yang penting bagi epifit adalah sebagai berikut: 1. Penampilan Perakaran a. lumut)adalah misal lumut Tortula epifit pagorum spesifik (epifit tumbuh yang pada batang-batang pohon di perbatasan perkotaan. mineral dan nutrien lembab organik dari dari celah-celah tumbuhan yang kulit tempat bertumpu yang membusuk. Jenis lumut ini tumbuh di atmosfir perkotaan. Daerah yang dingin dan lembab biasanya kaya akan lumut (epifit). karena epifit ini memerlukan suhu tinggi dan udara berkabut untuk pertumbuhannya yang normal. Clinging Root Akar yang berperan untuk menjaga di agar epifit tetap melekat permukaan . epifit mempunyai suatu struktural adaptasi untuk menyimpan air dan mengurangi kekurangan (kehilangan) air berlebihan.

serangga dan burung. . Daun Umumnya epifit mempunyai daun yang jumlahnya terbatas. berkulit. Beberapa berbatang berkembang menjadi pseudobulbous atau tuberous. daunnya Platyceriutn dan Asplenium nidus berobah ke dalam pitcher. Buah. (3). Kadang-kadang daun berdaging dan jenis Dischidia nummularia. Batang Batang epifit epifit yang karena berpembuluh sukulen dan bisa atau tidak bisa berkembang dengan baik. melakukan mengandung fotosintesis kloroplast. c. Aerial Root Akar yang berwarna hijau dan berspon yang posisinya menggantung di atmosfir dan berperan Akar untuk ini menyerap dapat air dari udara. b. Beberapa Dalam anggrek hanya mempunyai satu daun.tempatnya nutrien bertumpu dari humus serta dan menyerap debu yang terakumu1asi di permukaan kulit tumbuhan inang. biji dan penyebarannya Umumnya buah dan biji epifit disebarkan cieh angin. d.

Contoh: Peperomia. Sel berdinding tebal yang permeable terhadap air. Epifit ini membentuk struktur dll. jaringan kehijauan higroskopis secara cepat dari atmosfir yang jenuh uap air. Di dalam velamen terdapat exodertnis. Struktur lain yang serupa dengan mesofit. D. . parenkim berkembang baik. Sel exodermis terdiri atas : (1). Epifit c. Hemiepifit Epifit yang semula tumbuh dipermukaan tumbuhan tempatnya bertumpu. untuk jaringan dari tipis disebut suatu air mengurangi kehilangan air dari tumbuhan. Aerial famili suatu cekung yang root" terbenam berbatang dari dan berperan sukulen. Protoepifit Epifit yang memperoleh makanan dari permukaan tempatnya tidak bertumpu dan atmosfir. tetapi kemudian epifit ini berhubungan dengan tanah melalui akarnya. yaitu : 1. d. (2). Tipe-tipe Epifit Terdapat empat tipe epifit. 2.2. Terbentuknya cuticle yang tebal dan stomata yang b. Sel berdinding tebal yang berlignin. Penampilan Anatomi a. Dischidia. beberapa epifit Artaceae jaringan putih Velamen Orchidaceae yang membentuk masif ini berdinding merupakan yang menyerap berwarna velamen. adaptasi khusus. kecuali "aerial root" dengan vilamen.

3. sebagai penyerap air dan Contoh: Nidularium. pembuat humus cukup besar untuk keperluannya sendiri. . Nest Epiphyte Epifit yang mempunyai dan air kemampuan dalam jumlah untuk yang Contoh : mengumpulkan anggrek. 4. Tillandsia. Daun berperan makanan. berangsur hidup tumbuhan batang Beberapa bagian bebas disebut tumbuhan yang batangnya pemanjat tumbuh dalam mati ujungnya secara hemiepifit. dimana akar tersebut tidak berperan di dalam penyerapan air.Contoh: tanah. Tank Epiphyte Epifit yang rnembentuk akar pancer yang fibrous yang berkembang baik. demikian Pseudoepifit. bawah seperti Scindapus tapi secara dan officinalis.

VIII. Irian Jaya. lumpur. Myrtaceaedan. Hutan Payau (Mangrove) Ciri-ciri 1. Araucariaceae. Tanah tergenang air laut. Zone vegetasi hutan di Indonesia adalah: a. Verbenaceae meliputi: adalah Sulawesi. FORMASI-FORMASI HUTAN DI INDONESIA A. Jenis pohon: dari laut ke darat: Avicennia. pasir atau tanah liat 4. dibawah dominan adalah Dipterocarpaceae Timur. Tanah rendah pantai 5. pengaruh vegetasi dimana Asia. Zone jenis Peralihan. Zone Vegetasi di Indonesia Letak geografis Indonesia adalah diantara dua benua (Asia dan Australia) dan di sekitar katulistiwa. Terpengaruh pasang surut 3. Lumnitzera. B. dominan dibawah Jawa pengaruh dan Asia dan dimana Australia. Zone Sumatera. . Xylocarpus. Sonneratia. Nusa Tenggara. Tidak terpengaruh iklim 2. Zone Barat. Tidak ada stratum tajuk 6. Tinggi pohon mencapai 30 meter 7. Bruguiera. Vegetasi Australia meliputi: Maluku. Formasi Hutan utama di Indonesia a. Rhizophora. dibawah pengaruh Kalimantan. jenis meliputi: b. Kondisi seperti ini mengakibatkan terjadinya zone-zone vegetasi dan tipe-tipe hutan di Indonesia. dimana jenis dominan adalah Artiucariaceae dan Myrtaceae c.

7. tiliaceus. 9. Acanthus ilicifolius. teluk/tanjung. lempung. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: 1. Tajuk terdiri atas beberapa strata 6. Hutan Pantai (Beach Forest) Ciri-ciri : 1. Tidak terpengaruh iklim 2.. Terminalia catappa. Pohon penuh epifit : Paku-pakuan & anggrek 5. Di pantai (tanah rendah pantai) 4. Terutama terdapat di Sumatera dan Kalimantan c. antara lain: Baringtonia Hibiscus Cocos asiatica. Lokasi: di belakang hutan payau 4. Jenis sp. Manilkara kauki 6. Terutama di pantai Selatan Jawa. pantai Sulawesi . Tanah kering (tanah pasir. Calophyllum Casuarina inophyllum. Pandanus spp 8. dan muara sungai. equisetifolia. nucifera. Tanah rendah 5. Tumbuhan bawah : Acanthus ebracteatus. pohon. Gluta antara renghas. Campnospernta sp. Acrostichum aureum. Tinggi pohon dapat mencapai 50-60m. Dyera Shorea belangeran. lain : Baringtonia spicata. b. Terdapat di pantai terlindung.8. Tanah tergenang air tawar 3. Tidak terpengaruh iklim 2. berbatu karang) 3. pantai Barat Daya Sumatera. Jenis pohon. Dillenia sp.

. Litsea. lapisan gambut ±1-20 m 3. Cratoxylon. 5. Agathis borneensis. Payena. Hutan Kerangas (Heath Forest) Ciri-ciri : 1. Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : 1. Jenis pohon: Shorea spp.000 m dpl) 4. Tanah tergenang air gambut. Campnosperma. Calophyllum. dll.Hutan Hujan Bawah : 2 . Tristania. Ammora. .d. Jambi dan Sumsel e. Eugenia. Durio carinatus. Tanah rendah rata 4. Tanah rendah rata 4.1. Berdasarkan ketinggian. Dacridium. Gonystylus. Jenis pohon al: Alstonia. Tersebar di pedalaman pada tanah rendah rata/berbukit (< 1. Kalteng. 5. Iklim selalu basah 2. Anisoptera. Dryobalanops spp. Terdapat di Kalbar. Iklim selalu basah 2. Tanah kering dan macam-macam jenisnya 3. Shorea spp. Hutan Gambut (Peat Swamp Forest) Ciri-ciri : 1.000 m dpl Casuarina sumatrana. . ada 3 zone. Koompassia malaccensis. Palaquim. Tanah pasir podsol 3. Iklim selalu basah 2.000 m dpi) dan pada tanah tinggi (s/d 4. Terdapat di Kalimantan Tengah f.

terutama Jawa. . Hujan Dacrydium.Hutan Musim Bawah : 2 . pada Hutan Hammamelidaceae.Jenis pohon : Acacia leucophloea. Clearia. lainnya: pohon Agathis. ada 2 zone : . terdapat di Ericaceae. Berdasarkan ketinggian. Octomeles pada Tengah: suku Lauraceae. Ma]uku dan Irian g.Satu stratum. Hutan Altingia. . Tropika Jaya. Quercus.1. unmmnya jenis luruh daun. Pada tanah rendah rata atau berbukit dan pada tanah tinggi 3.Hutan Hujan Tengah : 1.000-3. Sulawesi. Hujan Dialium.000 m dpl Hutan Musim Bawah. Dryobalanops.. Ericaceae Jenis Conifer Hutan pohon Fagaceae (Quercus. Podocarpus). Genus Jenis :11. rapat. Tanah kering dan macam-macam jenis tanah 4.000 m dpl . campuran.000 m dpl genera: Vatica. Koompassia. Dyera. Magnoliaceae. Jenis pohon pada Hutan Hujan Bawah : Dipterocarpaceae Hopea. 5. castanea. Kalimantan. Nothofagus).Hutan Musim Tengah-Atas: 1. Sumatera. Loptospermum.000 m dpl .Hutan Hujan Atas suku Shorea. Duabanga.000-3. Iklim musim 2. Hujan Atas: suku (Araucaria. ciri-cirinya : . meliputi Dipterocarpus.000-3. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : 1.

Tectona Tamarindus indica. Karawang. terdapat di: Casuarina Pinus secara junghuhniana. Jatim. Hutan Musim Tengah . mozaik Cirebon diantara (Jabar).Atas : .Caesalpinia Tetratneles. Jateng. grandis digyna. .Jenis pohonnya: spp. Nusa Tenggara. Dalbergia latifolia. Pinus Eucalyptus insularis Hutan hutan musim hujan merkusii.

Intensitas Gangguan Hutan Bergantung pada: .IX.jenis komponen lingkungan yang terganggu C. Gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia (gangguan buatan).pemulihan (lama waktu) dampak gangguan .luasan akbat gangguan .jenis gangguan .waktu gangguan terjadi .abrasi .pemukiman .industri .penebangan . .gelombang pasang 2. GANGGUAN HUTAN A. Gangguan Alam .gempa bumi .pencemaran .longsor .hama/penyakit .kebakaran yang terjadi secara alami . Hutan Mangrove Jenis gangguan .kebakaran tidak terkontrol . Jenis dan Akibat Gangguan pada Formasi Hutan 1. Jenis Gangguan Hutan 1.dll B.perladangan .

penggunaan komunitas tumbuhan mangrove yang sesuai dengan kondisi habitat . hutan pionir hutan lainnya Ploiarium coriaceum) alternifolium. Campnosperma jenis-jenis .sedimentasi tidak terkontrol .pencemaran .. Hutan Rawa Jenis gangguan .potensi perikanan menurun .pemukiman .Invasi rumput rawa (Paspalum sp.pemukiman .interusi air masim ke daratan .pertanian (terutama kebun kelapa) . Acanthus sp.tambak .industri/pertambangan .Invasi Acrosticum aureuin. Fibrystilis sp. dll).kehidupan satwa liar terganggu 2.abrasi pantai meningkat .industri Akibat Gangguan Hutan . dengan hutan macaranga.hutan rawa sekunder (hutan melaleuca.kolam penggaraman Akibat Gangguan . Melastoma sp (harendong) .pertanian .kebakaran .rekreasi .penebangan . dan Derris sp.

abrasi pantai . Nepenthes. 3. spp.abrasi pantai meningkat 4. Hutan Pantai Jenis Gangguan .areal hutan menjadi savana invasi seperti herba insectivora di tempat terbuka dan pasang (tsunami) Drosera. Hutan Kerangas Jenis Gangguan .penebangan . Fhuarea involuta. palustris. ratoxylum Stenochlaena cochinchinense. dll. Urticularia.kebakaran Akibat Gangguan . .interusi air masim ke daratari/pedalaman .seperti Alstonia Scleria sp.gelombang . Selain itu terdapat juga Myrmecodia (epifit).. Zoysia matrella) dan terna (Nephrolopis biserrata) .penebangan .penebangan .pemukiman ..tanah tandus berpasir Hutan Musim Jenis Gangguan .rekreasi Akibat Gangguan .industri .kebakaran .umumnya berupa perkebunan kelapa invasi rumput-rumputan (Ischaemum muticum.

Weinmannia blumei.hutan jati (tahan terhadap kebakaran) . Homalanthus gigantheus. .penggembalaan .pertanian Akibat Gangguan . Enggelhardtia spicata.hutan campuran Dodonaea viscosa..hutan Casuarina junghuhniana (akibat kebakaran . Vernonia arborea.

Reforestation (Bhs. Perancis : Reboisation) adalah pembinaan dengan penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan menggunakan jenis-jenis yang berbeda dengan jenis semula 4. Hutan Tanaman Industri (HTI) B. Keadaan Hutan di Indonesia Luas kawasan hutan di Indonesia meliputi lebih dari 74 % dari luas daratan. Beberapa Istilah 1. Timber Estate d. PEMILIHAN JENIS POHON A. Man-made forest b. Jika luas daratan planting (termasuk regreening/penghijauan) di luar kawasan Regeneration jenis-jenis pembinaan yang sama hutan dengan dengan jenis penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan penanaman tegakan pohon/hutan . Artificial menggunakan semula 5. Beberapa istilah lain untuk hutan tanaman. Afforestation adalah penanaman jenis-jenis pohon hutan pada lahan yang belum pernah ditumbuhi pohon-pohon hutan 3. Forest plantation c. yaitu a. Tree hutan 6.X. Hutan dibina Tanaman dengan adalah tegakan pohon/hutan atau yang penebaran biji/benih dengan penanaman bibit/anakan 2.

2. hutan lindung b. Total area hutan lainnya Karena Indonesia berbagai telah kegiatan banyak manusia.2 12.0 30.0 30.0 64. Total area hutan sekunder d. Tabel 1. mengalami 193.1. Total area hutan payau/rawa c. konsesi b. Total area hutan hujan tropis b.6 34. hutan produksi hutan (produksi produksi bahwa terbatas yang dan produksi FAO tetap) (1985) dan dapat di dikonversi seperti terlihat pada label 1.6 juta ha maka luas kawasan hutannya 143 juta ha.2 13.2 hutan di 4 5 kerusakan (deforestasi) sejak tahun 1960. Hutan produksi yg dapat dikonvsersi Luas hutan untuk konsesi HPH atau dalam proses konsesi a.4 52. hutan konservasi alam dan hutan wisata.7 juta ha pada tahun 1985. memperkirakan luas hutan Indonesia adalah 157 juta ha atau 1/2 dari total luas hutan negara-negara se Asia Tenggara termasuk.0 82.2 143. Luas hutan tersebut menurut fungsinya dibagi menjadi hutan hutan lindung. Hutan produksi: c. sedangkan FAO menilai lebih luas yaitu 73 juta ha tahun 1980 dan 67.0 65.Indonesia 193. Forestry agreements Luas hutan menurut tipenya a. terutama hutan hujan .0 14.0 30.0 34. Produksi tetap d. Produksi terbatas c. menurut Departemen Kehutanan seluas 64 Juta ha.6 143. Hutan produksi.3 19. konservasi alam dan hutan wisata c. 1985) 1 2 3 Total luas daratan Total luas hutan Status huutan menurut fungsi: a. Luas hutan Indonesia dalam juta Ha (Departemen Kehutanan.

000 ha/tahun. Dalam kelestarian pembangunan rangka hutan Hutan mengurangi alam tekanan dalam (Timber terhadap hal ini Pemerintah.462 ha.000 ha/tahun sampai tahun 1980.080.060 ha.7 juta ha. Industri Departemen Kehutanan pada tahun 1984 telah mencanangkan Tanaman Estate) seluas 6. Tampak bahwa laju kerusakan hutan jauh lebih tinggi daripada laju pemulihannya.000 . Kerusakan akibat pengumpulan kayu Jawa.000 .000 ha/tahunn. saat ini (1990) yang masih utuh adalah 119. sedangkan karena pengaruh penebangan seluss 40.000 ha/tahun. Land clearing karena program transmigrasi 200.tropika di Kalimantan FAO (1985) yang telah telah banyak mengalami bahwa laju penyusutan. Data lain menyebutkan bahwa dari luas hutan alam di Indonesia yang sebesar 143 juta ha. melaporkan deforestasi di Indonesia diperkirakan 550.3 juta ha menjadi areal semak belukar dan areal bekas perladangan. sisanya seluas 23.910 ha dan penghijauan (afforestation) hanya seluas 200.300.80. Sedangkan realisasi reboisasi (reforestation) pada tahun 1985/1986 hanya seluas 59.000 ha/tahun sampai tahun 1985 jauh di atas rata-rata laju deforestaai di Asia Tenggara.1 juta ha/tahun. Diperkirakan bahwa dari tahun 1950 1985 telah terjadi deforestasi seluas 39 Juta ha atau 1. Deforestasi karena perladangan berpindah diperkirakan sebesar 400. kecuali di pulau diluar kawasan hutan 6. Data dari Statistik Kehutanan (1987) menyebutkan bahwa luas di lahan dalam kritis kawasan pada tahun 1986/1987 ha di dan Indonesia hutan 4.540 bakar yang ternyata tidak begitu serius bila dibandingkan dengan total deforestasi.2 Juta ha yang ditargetkan selesai dalam masa . kemudian meningkat menjadi 700.316.

8 juta sehingga luas HTI yang hams dibangun seluas 4. Dasar Pemikiran Dalam Pemilihan Jenis Pemilihan Jenis merupakan salah satu kegiatan utama dalam penanaman. menyangkut fungsi/status areal yang akan ditanam. balk untuk HTI ataupun kegiatan reboisasi dan penghijauan ditanam. 2. terutama di Jawa seluas 1. pertimbangan kondisi adalah pemilihan jenis pohon yang akan pemilihan jenis pohon adalah: Sasaran penanaman. misalnya hutan produksi.15-20 tahun. hutan lindung.4 juta ha dan diharapkan pada waktunya akan mampu menghasilkan kayu sebanyak 90 iuta m3 setiap tahunnya. Tujuan penanaman. C. Dari luas tersebut telah ada hutan tanaman. lebih Prinsip rinci umum yang yang tersebut menjadi dapab dijabarkan dalam maupun menjadi 1. Salah satu masalah utama dalam pelaksanaan kegiatan penanaman. baik untuk kebutuhan kayu pertukangan. hutan konservasi atau areal di luar kawasan hutan dengan kondisi bekas tebangan. yaitu kelayakan ekologis-ekonomis dan sosial. pertimbangan pemilihan jenis pohon yang akan ditanam harus inemenuhi tiga prinsip kelayakan. padang alang-alang. namun mengingat banyak aspek lingkungan yang terlibat. yang menyangkut tujuan akhir dari penanaman misalnya untuk tujuan konservasi tanah dan . balk lingkungan lahan yang akan ditanami dan persyaratan lingkungan setiap jenis yang akan ditanam Prinsip maka umum aspek yang ekologi menjadi sangat menentukan dalam keberhasilannya. tanah kosong atau lahan kritis lainnya. Kegiatan ini sesungguhnya termasuk dalam praktek silvikultur. kayu energi dan keperluan pulp dan kertas.

Kayu serat . 3. yaitu kecocokan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan fakt. Kesesuaian ekologis. untuk produksi kayu atau untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya.Kayu energi persyaratan bersangkutan Dalam reboisasi di hutan lindung tujuan penanaman dititikberatkan pada aspek pengawetan tanah dan air bahan : : S . Kayu yang bernilai tinggi dengan prospek pemasaran yang baik 2.Kayu pertukangan : 15 m3/ha/tahun . Apabila penanaman akan dilakukan di hutan produksi dengan maksud untuk memproduksi kayu (misalnya untuk pembangunan HTI) maka kriteria jenis pohon yang alcan ditanam adalah : 1. misalnya : .Kayu pertukangan : 10-30 tahun . Kesesuaian tempat tumbuh 3.20 tahun ± 5 tahun untuk jenis industri yang 6. Kualitas kayu dan bentuk batang yang sesuai dengan . Jenis-jenis yang khas Indonesia dengan keunggulankeunggulan tertentu 4. Untuk tujuan produksi kayu terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan-baku induotri. Riap yang tinggi. kayu energi dan kebutuhan pulp dan kertas. yaitu : kayu pertukangan. Daur yang (relatif) rendah. misalnya dengan riap : .Kayu energi : 25 m3/ha/tahuri : 35 m3/ha/tahun 5.Kayu serat .air.or-i iktor ekologis lahan yang akan ditanami.

Hutan lindung yang terdapat di daerah yang curah hujannya hujannya tinggi rendah dipilih dipilih jenis-jenis jenis pohon yang yang penguapannya tinggi sebaliknya di daerah yang curah penguapannya kecil. 6. toleran terhadap naungan. serta tahan kekeringan. Untuk dan 1. termasuk jenis-jenis intoleran dan pionir. 2. Pohon-pohon yang cepat tumbuh sehingga secepat mungkin menutup tanah dan mengurangi bahaya banjir dan erosi. 3. lahan terbuka aeperti kritis persyaratan di tempat Jadi terbuka padang jenis di alang-alang yang bawah akan sinar pohon tanah-tanah Mampu tumbuh ditanam adalah sebagai berikut : matahari penuh. Untuk daerah yang aering terbakar harus dilengkapi . 2. Pohon-pohon Untuk yang itu pemllihan utamanya jenis tumbuh pohon cepat diutamakan yang mempunyai persyaratan : perakaran kedalam tanah dan mempunyai susunan akar permukaan yang berkembang dengan kuat dan intensif. Mudah bertunas kembali. Mampu bersaing dengan alang-alang dan gulma lainnya. Jadi dipilih yang cepat tumbuh tingginya dan agresif. bila terbakar atau dipangkas 4. Biji atau bagian vegetatif untuk pembiakannya mudah diperoleh dan mudah disimpan. 1.(hiroorologi). 5. Sesuai dengan keadaan tanah yang kurus dan mi skin hara. 3. Akan lebih balk apabila merupakan jenis campuran antara tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dan jenis lambat tumbuh (slow growing species) atau campuran antara jenis toleran dan setengtil.

disenangi ditambah untuk lagi jenis yang mudah tumbuh setelah terbakar. oleh rakyat/masyarakat. menanam merangsang mereka memeliharanya. adalah pada keberhasilan telah ekologis. Pada areal semak belukar (hutan sekunder muda) dipilih jenis-jenis yang waktu muda memerlukan naungan (setengah permudaan toleran). Persyaratan Ekologis Faktor menunjang seperti persyaratan yang yang tidak kalah pentingnya hutan atas. Khusus syarat sehingga jalur isolasi (misalnya jaur hijau/sekat atau dengan dan dengan jenis-jenis yang tahan api untuk harus penghijauan. jenis Apabila di daerah dapat ini banyak pohon komersial dilakukan tindakan penanaman perkayaan (enrichment planting) dan pembebasan permudaan dari tumbuhan pengganggu (gulma). pembangunan disinggung Persyaratan . D. sedangkan Jenis untuk komersial penanaman terbuka dipilih jenis komersial yang suka cahaya atau jenis pioner. ekologis di didalam tanaman.dengan bakar) 7. Pada areal bekas tebangan sesuai dengan pedoman TPTI areal untuk adalah (1993) yang dilaksanakan atau alamnya penanaman kurang Jenis pohon yang yang dan yang perkayaan pada arealbertujuan penyebaran dipilih dan di areal dominan (enrichment planting) permudaan Jenis toleran rehabilitasi memper-baiki jenis-jenis komposisi pohon permudaan bersifat niagawi. Areal penanaman adalah areal yang kosong akan permudaan yang luasnya mengelompok tidak kurang dari 1 ha. karena bermanfaat.

Iklim Setiap jenis pohon mempunyai persyaratan tumbuh sesuai dengan kondisi iklimnya. 1. (3) ketinggian biotik dari permukaan renik laut. karena jenis-jenis asli setempat adalah jenis terbaik yang sudah beradaptasi dalam waktu cukup lama dan sudah teruji kemampuaannya menghsdapi gangguan dan hambatan tumbuh dari alam. harua diperhatikan menjadi tolok ukur faktor lingkungan (keadaan ekologis) dalam pemelihan jenis adalah : (1) iklim (curah hujan. Oleh kareria itu. menentukan pertumbuhan adalah curah . kimia. pohon Unsur iklim yang hujan. Apabila terpaksa didatangkan jenis dari luar atau jenis asing (jenis-jenis exot) baik dari luar daerah atau luar pulau jenis-jenis tersebut harus mempunyai persyaratan tumbuh tempat tumbuh akan yang sama dengan atau tempat mampu lahan yang ditaiiami menyesuaikan diri iklim dan lingkungan hidup yang baru. (jasad seperti mikoriza. keasaman).dasarnya adalah mengkombinasinakan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan faktor-faktor ekologis lahan yang akan ditanami. dan (4) lingkungan kebakaran. Jawaban yang paling tepat untuk hal itu bfialah jenis asli. dan Asia tropik. Jika mendatangkan jenis asing sebaiknya Komponen yang utama berasal yang dari daerah tropik. gangguan binatang dan sebagainya). (2) tanah (sifat fisik. Jenis-jenis terpilih pertamatama harus sesuai dengan keadaan ekologi tempat tumbuh yang baru atau jenis yang berasal dfiri tempat yang keadaan iklim dan tanahnya serupa atau mendekati sama dengan di tempat yang baru. suhu). Amerika. dan seperti dari Afrika.

mulai dari pinggir pantai sampai pegunungan dan mempunyai terhadap tempat yang ketinggian ini lain.) sangat rendah dan mempunyai pH yang sangat rendah pula. Tinggi Tempat Setiap tumbuh jenis pohon juga mempunyai tempat persyaratan permukaan yang berdasarkan selang pula. Jati Kadang-kadang (Tectona ada jenis yang memerlukan unsur hara tertentu agar dapat Seperti grandis) dapat tumbuh baik pada tanah berkapur yang bersifat alkalis. sedangkan Gelam (Melaleuca leucadendron) dapat tumbuh pada tanah gambut rusak yang kerkadar pirit tinggi dan sangat beracun bagi tumbuhan lain. Tanah Setiap jenis pohon memerlukan tingkat kesuburan tanah yang berbeda-beda mulai dari tanah subur sampai tahan tumbuh terhadap dengan tanah balk. 3. ke ketinggian tolerasi dari laut. sementara Ramin (Gonystylus bancanus) justru tumbuh dominan pada tanah pohon gambut Bakau yang kesuburannya spp.Berdasarkan jumlah curah hujan serta jumlah bulan-bulan basah tipe dan iklim bulan-bulan basah kering ini pula A) Schmidt dan ferguson telah membuat klasisifikasi tipe iklim dari (tipe iklim sampai daerah kering/padang pasir (H). . berbeda-beda satu jenis Ketinggain ketinggian berkaitan Pemilihan ketinggian dengan suhu dan tekanan udara yang berbeda-beda dari ketinggian pohon sebaiknya memenuhi kisaran tempat ini. yang kurus. Sementara jenis-jenis (Rhizophora tumbuh baik pada tanah yang salinitasnya (kadar garam) tinggi. 2.

ada yang terhadap naungan selama pertumbuhan dan ada yang sewaktu muda perlu naungan tetapi setelah dewasa perlu cahaya penuh. 3. penyakit dan kebakaran. pohon toleran dan pohon setengah toleran (semi toleran).4. atu sering disebut pohon intoleran. 2. terutama sari 7. Cukup tersedia biji bermutu baik (unggul) dari sumber yang kualitasnya terjamin 5. Dampak terhadap positif dan negatif yang akan ditimbulkan baik dampak sosial-ekonomi maupun dampak terhadap faktor-faktor lingkungan 4. Pada tanah-tanah yang jenuh dengan air seperti tanah rawa. Kesarangan Tanah Kesarangan air atau tanah ini dengan gambut Setiap terutama baik dan jenis adalah kondisi drainase jelas tanah dalam hubungannya dengan tergenang tidaknya oleh berhubungan tanah jelek. Mampu berintegarasi dengan penggunaan lahan lain. 5. Kebutuhan Cahaya Setiap penuh selama jenis pohon ada yang memerlukan tahan cahaya pertumbuhan. payau berdrainase Selain mendapatkan adalah : 1. hal-hal perhatian diatas dalam hal pemelihan . Kewaspadaan teerhadap serangan hama. Biaya pembangunan tanaman dan manajemennya. buruknya tanah tanah. Mudah diremajakan/regenerasi dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat setempat misalnya dengan sistem tumpang mempunyai lain toleransi yang perlu jenis pohon sendiri-sendiri terhadap kondisi tanah tersebut. Penguasaan terhadap silvikultur jenis terpilih 6.

B A. 5 6. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Jenis Acacia auriculiformis Acacia decurens Acacia catechu Agathis boornensis Agathis labillardieri Agathis lorantifolia Albizia falcataria Albizia lebbeck Altingia excelsa Anthocephalus cadamba Cassia siamea Castamea javanica Casuarina equisetifolia Casuarinas junghuhniana Dalbergia latifollia Dalbergia sisso Dryobalanops aromatica Eucalyptus alba Eucalyptus alba Subspec.B.C B.D C.D B.C.C C.B Kebutuhan Cahaya Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Semitoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Ketinggian (mdpl) 0-800 1000-2000 0-800 0-400 0-800 400-1200 0-1200 0-800 600-1600 0-1200 0-800 300-1600 0-400 400-1200 0-800 0-800 0-400 0-800 0-800 800-1200 800-1200 800-1200 0-800 0-400 400-1200 0-400 0-800 800-1200 800-1200 200-1700 1200 0-400 0-800 800-1200 Keadaan Tanah Kedalaman Toleran terhadap tanah dangkal Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membuthhkan tanah dalam Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membtuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran pada tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran pada tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Kesuburan Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kkurus Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur .C. 3.B.C.B.D B.C.C.D A A.C.B.D B.B A. 1 2. 1998) No.D B.C C.D A.D A.D C.B A. platyphylla Eucalyptus deglupta Eucalyptus grandis Eucalyptus salina Eucalyptus umbellata Gmelina arborea Lagerstomia speciosa Maesopsis eminii Melalueca leucadendron Pinus caribaea Pinus insularis Pinus khasya Pinus merkusii Podocarpus imbricatus Pterospermum javanicum Santalum album Schimaa noronhae Tipe Hujan C.C B.C B.D B.D B.D A C.B.D A A. 8.D A. 4. 9.C.D C.D D A.C.C.B.B C.B.C.Tabel Hubungan antara jenis-jenis pohon dengan keadaan ekologis (Soerianegara dan Indrawan.C.D A. 7.B.C.D A.D A.D A.B.C A.

9 (III)*) 10. riap. Daftar jenis pohon.4 44-50 20 24 26.D A.2 17 9.6 (II) 21.C A.C.4 24.7 (I) 16.D C. 19.8 16.5 (III) 16 23..7 10 37.36 37 38 39 40 Swietenia macrophylla Swietenia mahagoni Shorea javanica Shorea leprosula Tectona grandis B. rotasi dan asalnya (Manan.D Toleran Toleran Semitoleran Semitoleran intoleran 0-800 0-800 0-400 0-400 0-800 Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Tabel 1.5 24. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Jenis Pinus merkusii Agathis lorantifolia Araucaria cunninghamii Araucaria klinki Tectona grandis Swietenia macrophylla Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Paraserianthes falcataria Anthocephalus cadamba Acacia auriculiformis Altingia excelsa Eucalyptus deglupta Shorea javanica Pinus caribaea Maesopsis eminii Gmelina arborea Riap (m3/ha/th) 19.0 13-34 10-30 35 Rotasi (th) 15 25 25 50 34 9.7-24.) No.9 22.4 27.B.9 25.C C.2 7.B.5 6-8 23.5 60 60 50 50 50 15 40 8 5 8 5 10 20 17 100 9 30 7 10 11 7 Asal Sumut Jawa Australia tropic Irian jaya Jawa Jawa Jateng Jateng Filipina Maluku Malaysia barat .9-17.9(IV) 12.

kuning S. hoplifolia Agathis lorantifolia Pilau Duabanga moluccana Kayu mas Dipterocarpus spp Keruing Peronema canescens Sungkai Kayu Pulp Acacia mangium Lamtoro Leucaena leucocephala Eucalyptus urophylla Kayu Energi Leucaena leucocephala Lamtoro Eucalyptus urophylla Acacia mangium Pterocarpus sp. M. lamellate. S.facuetiana. Tengkawang compressa. falcataria Tusam Pinus merkusii Leda Eucalyptus deglupta Mahoni Swietenia macrophylla Sonokeling Dalbergia latifolia Kayu Pulp Pinus merkusii Tusam Anthocephalus cadamba Jabon Eucalyptus deglupta Leda P. 1984) Jenis Pohon Nama Daerah Nama Latin Siap Dikembangkan Kayu Pertukangan Tengkawang Shorea stenoptera Sengon P. 26 45 16 20 14 20. collaris S. B.9 20 20 20 25 20 20 43.S.qibbosa. S.Tabel Kriteria prioritas dan penentuan jenis untuk hutan tanaman industry di Dataran rendah (Al rasjid. A. M. Putih bracteolate.8-43. merah oavlis. Angsana Calliandra calothyrsus Kaliandra Glirisida maculata Gamal Peronema canescens Sungkai Azadirachta indica Mimba Cassia slamea Johar Casuarina equisetifolia Cemara laut Riap (m3/ha) Daur (th) I.9 25 20 25 20 13. II A. S. M. falcataria Sengon Dalbergia latifolia Sonokeling Siap dikembangkan dengan penelitian Kayu Pertukangan Shorea leprosula.accumatissia. pinnata.3 18 12 17 38 23 45 18. virescens. S. S. regosa. sandakanensis S. Shorea hoplifolia Shorea gysberstiana. S.S. S. S.9 35-65 - 30 15 30 25 30 25 10-15 10 10 10 10 15 15 30 30 30 30 30 30 10 5 10 5 10 4-10 20 - B C. C . falcataria Sengon Sesbania grandiflora Turi Kayu Energi Acacia auriculiformis Akor P.

81 0.16 0.Tabel Kalori dari beberapa jenis kayu bakar.67 0.84 0.94 0. Melaleuca leucadendron Nephelium lappaceum Pterocarpus indicus Psidium guajava Schleira oleosa Swietenia macrophylla Schima noronhae Sesbania grandiflora Tamarindus indica Tectona grandis Vitex pubescens Berat Jenis 0.42 0.01 0. dalam berat jenis dan kelas kayu bakar (KKB) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama Daerah Kasia Akasia Kelampis Rasamala Sengon Jabon Terap Jambu mete Kaliandra Kapuk Cemara Johar Kelapa Sonokeling Siso Hue Gamal Bamboo tali Kemlandingan Lamtoro Mangga Gelam Rambutan Angsana Jambu biji Kesambi Mahoni Puspa Turi Asam Jati Laban Nama Latin Acacia auriculiformis Acacia decurrens Acacia tomentosa Altingia excelsa P.67 0.69 0.82 1.94 0. falcataria Antocephalus cadamba Artocarpus sp Anacardium occidentale Calliandra calothyrsus Ceiba petandra Casuarina equisetifolia Cassia siamea Cocos nucifera Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Eucalyptus sp.70 0.72 0.88 KKB III III II V V III I I II I III III II III II Kalori 4907 4462 4433 4862 4664 4731 4449 4369 4617 4294 5041 4483 4690 4722 4481 4721 4548 4407 4464 4533 4494 4676 4580 4329 4408 4459 4936 4773 4568 4829 5155 5218 . Gliricidia maculata Gigantochloa apus Leucaena glauca Leucaena leuococeppala Mangifera spp.34 0.

Duabanga maluccana. Peronema canescens. 1992) A. Antidesma bunius. h. q. f. leprosula. 2. e. Agathis borneensis. c. c. Schima noronhae. Altingia excelsa. Araucaria ciminghamii . Paraserianthes falcataria C. Agathis lorantifolia. . Shorea atenoptera. Parashorea sp. Artocarpus integra 3. Pterocarpus indicus. S. f. hamii. Anacardium occidentale. . b. Shorea sp. e. Acacia mangiiun. g. Dalbergia latifolia. f. Eugenia sp. j. i. u. Shorea zeylanica. i. Gonystilus bancanus. S. b.. i. Tectona grandis. Hutan Lindung a.. Untuk Areal Bekas Tebangan HPH a. d. n. b. Swietenia macrophylla. Parkia speciosa. Canarium sp. h. Gonystilus bancanus. Hutan Konservasi a. Cassia siamea. Anthocephalus chinensis. Durio sp. Adenanthera pavonin e. o. k. j.Daftar nama jenis pohon untuk ditanam bagi berbagai tujuan (manan dalam Departemen Kehutanan.. Mangifera sp. Paraserianthes falcataria. Eucalyptus deglupta. Diospyros celebica... S. d. pinanga. b. Kayu Pertukangan a. f. Diospyros celebica. Pinus merkusli. m. Schima bancana. h. Dryobalanopa aromatica. m. f. A. d. k. g. Aleurites inaluccana. l. h. Gosampinus heptaph. . s. Durio zibethinus. Eucalyptus deglupta. E. e. Pinus merkusii b.. Acacia mangium e. k. Peronema canescens. Eucalyptus urophylla. Quercus sp. Swietenia macrophylla. i. Schima wallchii. t. g. g. h. b. v. Acacia decurrens. Melaleuca leucadendron. B. Artocarpus Integra. g. p. Untuk Hutan Tanaman Industri 1. . j. Lagers trosnia sp. 2. Dryobalanops aromatica. i. Bambussa sp. Eucalyptus deglupta. g. Dipterocarpus sp. Gnetum gnemon. Ficus benjamina . Acacia mangium. Tamarindus indloa. Pterocarpus indicus. Santalum album. Shorea acuminatisima . c. Pinus merkusii j. Pulp dan Rayon a. c. urophylla. c. c. d. r. j. A. d. parvifolia. e. Pometia pinnata. Arenga pinnata. decurrens. d. l. n. h. Eucalyptus deglupta. Dipterocarpus lowii. Tectona grandis. Untuk Rehabilitasi lahan kritis 1. f. Hutan Produksi a.

Podocarpuf imbricatus (Jawa) r. Priangan) i. Santalum album. Casuarina equisetifolia. (Afrika Tropik) m. Leucaena leucocephalus (Amerika Tengah) k. Eucalyptus urophylla. Pinus merkusii (Aceh. Tapanuli. Finns oocarpa (Mexico. f. e. d. Pometia pinnata Daftar Jenis asing yang mudah beradaptasi dan asalnya a. f. h. Casuarina equsetifolia (daerah pantai Indonesia) o. Calliandra spp (Guatemala) h. NT. d. 4. Calamus sp. Ochroma lagopus (Amerika tropik) Daftar jenis asli Indonesia yang mudah dibudidayakan a. Maesopsis eminii (Afrika Tropik) l. h. j. Dalbergia latilolia. junghuniana. Eucalyptus alba (Timor) t. Acacia auriculiformis. Leucaena leucocephala. c. Muna) c. Calliandra calothyrsus. Agathia boorneenis (Sampit) e. Glirisidia sepium. b. Sesbania grandifolia. Dracontomelon mangifera. g. Pericopsis moniana. Swletenia macrophylla (Amerika Tengah) f. Maniikara kauki. Aleurithes moluccana (Jawa. Diospyros celebica. Peronema can&scens (Sumsel. Schima noronhae (Jabar) j. Jepang) j. Wetar. j. Acacia duurrens (Australia) o. Kalimantan) u. Dalbergia latifolia (India) e. kayu Mewah/Indah dan Rot a. Myanmar) d. Eucalyptus spp. Manilkara kauki (Ball) m. Paulownia spp. Shorea leprosula (Sumatera. Santalum album (Timor) . b. Nusa Tenggara. Pinus caribeae (Honduras) b. Altingia excelsa (Bukit Barisan. Eusideroxylon zwageri. Pinus kesiya/insularis (Filipina. (Australia) n. Agathis iorantifolia (Maluku) d. Kayu Energi/Kayu Bakar a. C. (Amerika Tropik) g. Burma. Subah) v. i. Gliricidia spp. Duabanga moluccana. Sulawesi) p. Tapanuli) b. Anthocephalus cadamba (Kepulauan Indonesia) h.3. l. (Taiwan. Dyospyros celebica (Sulawesi) l. Kalsel) k. Guatemala) c. k. g. Tectona erandis (Jatim. Macadamia hildebrandii (Sulawesi) q. Eucalyptus deglugta (Sulawesi) n. c. i. Fragraea fragrans (Sumatera) s. Khaya spp. Gmelina arborea. Shorea javanica (Sumsel. Rhizophora sp. e. Gonystilus bancanus.. Casuarina mqntana (Jatim. Thailand) i. Acacia mangium. Gmelina arborea (India. Paraseriantes falcataria (Maluku) f. Timor) g.

1969. Aspek lain dari biologi reproduksi hutan ini (termasuk pembentukan semaian) terdapat sejumlah peningkatan yang sama dalam interaksi biotik yang tampak pada penyerbukan dan penyebaran benih. dengan penyerbukan tumbuhan oleh kelelawar. Laporan ini tidak akan merujuk pada semua kepustakaan tentang individu spesies yang ada. penyerbukan angin jarang {tidak biasa} sebagai mekanisme seleksi (Whitehead. Demikian juga. 1969) dan penyerbukan diri sendiri tampaknya kurang umum daripada penyerbukan silang (Bawa. di bawah masing-masing rubrik akan . 1974. pada jarak tertentu dari tanaman induk (Van der Pijl. Meskipun demikian. penyebaran benih/biji oleh angin lebih jarang daripada penyebaran biji oleh burung dan mamalia yang setelah memakan daging buahnya lalu membuang bijinya lewat muntahan atau kotoran. 1975). sebaliknya dari banyak formasi hutan temperate. Oleh karena itu. Namun. 1979}. BIOLOGI REPRODUKSI TUMBUHAN DI HUTAN TROPIS PENDAHULUAN Penyerbukan pohon-pohon hutan. epifita. liana dan tanaman merambat. karena topik ini terpencar pada berbagai jurnal/majalah yang sebagiannya sulit didapat. sintesis dan uraian tentang sifat-sifat yang muncul ketika kita berpindah dari tingkat individu menuju suatu penanganan ekosistem yang holistik (menyeluruh) untuk sebagian besar belum mungkin diperoieh. di bawah/dalam berbagai pokok bahasan yang beragam. 1979). bab ini akan berisi sebuah pertimbangan mengenai penyerbukan dan penyebaran benih. semak belukar dan herba pada hutan tropis melibatkan semua antar hubungan yang biasa antara tanaman dengan hewan antopilus yang tampak pada daerah-daerah temperate (beriklim sedang). hal ini baru dicobakan pada sejumlah kecil penelitian hutan tropis Amerika.XI. Asia dan Afrika. Janzen. Oleh karena itu pertimbangan reproduksi dari sebuah ekosistem haruslah menjadi tujuan akhir kita (Baker. dimana individu spesies atau kelompok spesies lebih menjadi bahari pertimbangan daripada ekosistem. Juga. bagaimanapun.

1970. ilustrasi dengan contoh juga diberikan. pers. berkembang biak dengan biji yang dibawa oleh burung. Strangler figs terkenal. tanah 1975. Sebuah contoh dibenkan oleh Pentaclethra macroloba (Fabaceae. Hartshorn. Kedua dari 1952. dimana biasanya tidak mempunyai alat reproduksi . tangkai/batang Schnell. kelelawar. masih tertanam pada tanah dan "pohon-pohon" baru (rarnets) akan bertumbuh dari tunas yang tertidur/terhenti sepanjang batang pohon yang melintang. bertunas (Richards. 1978). Faboideae) dan Vemnonia arborea (Asteraceae) (Ng dalam Whitniore. sejenis gulma seperti beberapa pohon lainnya yang mulai pembentukkannya sebagai epifit. dan pada hutan-hutan kering sekurang-kurangnya selama musim hujan.Janzen. 1979). sering dari hutan Amerika Tengah yang sangat penulis kenal. mekanisme reproduksi mungkin penting dalam menjembatani perbedaan pertunasan pohon dari tangkai/bawah tanah atau sistem akar.:Hartshorn. 1972. Namun demikian. Distribusi semaian tersebut dan anak pohon yang tumbuh darinya telah menjadi subyek/bahan diskusi yang sunggun-sungguh dan beberapa penemuan (kepustakaan diringkas oleh Hubbel.Baker. Hal yang kurang jelas adalah kapasitas bawah beberapa atau pohon sistem untuk akar 1978). REPRODUKSI BENIH DAN PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF Pohon-pohon dan palma Kadang-kadang proporsi benih yang dapat terus hidup yang dihasilkan oleh sebuah pohon hutan tropis ternyata amat rendah [misalnya: 0. Kadang-kadang pohon yang runtuh masih berhubungan sebagian dengan sistem akamya. atau mamalia "nonvolant" ke cabang-cabang pohon korbannya.obs.G.1978). Tanaman palma. semaian dari pohon-pohon sering terlihat di lantai-lantai hutan basah pada sebagian besar waktu dalam setahun.diupayakan bahasan yang menyeluruh. Mimosoideae) yang tumbuh pada tanah basah di Finca La Selva.1% untuk Endospermum (Dalbergia malaccensis) (Fabaceae. Costa Rica (H.

cabang/tangkai akan berkembang. 1966b. Rumput yang terlalu besar tersebut adatah "monocarpic" (semelparous). dapat berkembang biak dengan cara vegetatif (Shnell. vegetatif "air-layering" (Macrolobium) Scaphopetalum Faboidea) (Sterculiaceae) {Longman dan Jenik. Rhizoma dan pembentukan tunas baru dari akar samping lebih jarang dibandingkan pada hutan temperate. Biasanya tanaman ini mati setelah berbunga dan berbuah dan akan digantikan oleh semaian. Semak Belukar. Meski produksi banyak penting perkembangbiakan.vegetatif maka tiap generasi harus berkembang biak dengan benih. yang dapat berlangsung sampai 120 tahun pada Phyllostachys bambusoides (McClure. Pohon Pakis dan Bambu Bagi biji/benih kebanyakan jelas semak belukar daiam di hutan tropis. dengan suatu periode waktu pertumbuhan vegetatif sebelum berbunga. keadaannya benar-benar berbeda. Janzen (1976b) menganggap lambatnya pembentukan bunga ini kurang lebih sinkron (selaras/serernpak) pada sebuah spesies. Contoh-contoh .b). 1966) terhadap Dipterocarpa yang dicangkok memperlihatkan bahwa banyak pohon tersebut mulai berbunga dan berbiji sebelum berumur 30 tahun. Pohon pakis. Usia pertama kali berbunga untuk pohon-pohon hutan tropis belum banyak diketahui. spesies dikotiledon dapat membentuk udara) semak pada belukar dari dan Anthonota yang besar melalui (lapisan amoenum macrophylla perkembangbiakan seperti {Fabaceae. 1976a. 1970). Selama waktu tersebut. Janzen. rhizoma yang luas dan pertumbuhan tunas udara dapat menghasilkan suatu semak belukar yang sulit diternbus. berpesta dengannya dan mengembangkan populasi besar. Di hutan-hutan Afrika Barat. sehingga sebuah penyesuaian yang memungkinkan untuk pembentukan dan penyebaran buah-buahan berbiji tunggal sebelum pemangsa biji dapat menemukan mereka. Mengenai bambu. 1974). Satu penelitian (Ng. diikuti oleh produksi "caryopsis" yang sangat banyak.

Ini salah satu alasan keberhasilan hutart rumput buatan penggunaan di wilayah tanaman tropika merambat Amerika di dan pinggiran padang Australia neotropis -Fabaceaedalam pembentukan (Baker. . Dari asal udara ini. Reproduksi melalui epifit secara karakteristik disempurnakan oleh produksi biji yang amat kecil dalam jumlah yang amat besar {misainya Piperaceae. dil) yang dapat disebarkan oleh angin atau. tunas atau akar bisa turun ke tanah. pohon rambat dan liana yang telah jadi dapat ditumbuhkan kembali melalui pembentukan tunas dari tunas yang dorman. pteridophytes. Meskipun demikian. Tanaman merambat dan Liana Seperti pohon ara pencekik. Longman dan Jenik. rendah maka 1975). Epifit dan Parasif Tanqkai Epifit. membatasi reproduksi biji atau spora. (Janzen. dll} tetapi juga bagi pohon-pohonn semak belukar epifit [(misainya spesies dari Clusia (Hepericaceae) dan Blakea (Melastomataceae)]. 1970. tanaman merambat dan liana dapat berkembang biak melalui biji yang berkecambah pada sebuah cabang atau batang sebuah pohon yang akhirya akan jadi penyokongnya. Tanaman rambat dan liana lain dapat berkecambah di darat dan mernbuat jalan tumbuh ke atas (Richards. dan lainnya) dan hemiparasit {mistletoes. lebih sering lagi oleh burung dan mamalia yang menelan biji dan kemudian memuntahkan atau membuang kotorannya tepat pada cabang pohon yang menjadi inangnya. 1978b). Oleh karena pohon tingkat yang keberhasilan dan liana yang ini. bromeliads. Hal ini tidak hanya berlaku pada epifit herbaceous yang terkenal (anggrek. Bromeliaceae. dalam pembenlukan merambat diperlukan pembentukan biji berlebih-lebihan. 1975).juga dapat diberikan untuk tiap-tiap benua. 1974. Orchidaceae. Schnell. Whitmore. karena habitatnya alami. 1952.

1977) dan sebagian sedikit Heliconia (Kennedy.Herba_dan Parasitakar Peluang bagi pembentukan bunga dan penyebaran biji oleh tanaman herba dari lantai hutan yang matang secara khas terjadi bilamana sebuah pohon tumbang meningkatkan iluminasi di tingkat dasar/tanah. Simmonds.Kress. 1972. Sebaliknya. pers. 1976. dll)] Pada intensitas pencahayaan lantai hutan yang rendah. sehingga perkembangbiakan itu harus secara eksklusif dengan cara vegetatif. Tomlinson. Styles. tentang Liana tanaman dan hutan. 1976. Ashton. 1969. 1974. 1940. 1975. Soepadmo dan Eow. Penerangan oleh manusia juga memberikan fungsi persiapan yang sama. kejadian bersama benangsari dan putik hampir tidak dikenal (Bullock. [(misalnya (Musaceae). sebuah keuntungan. 1977. REPRODUKSI BIJI/BENIH SISTEM PERKAWINAN Riset mengenai sistem perkawinan pada tanaman hutan tropis dipusatkan terutama pada pohon-pohon dan belukar hutan {East. kecuali pemah (J. oleh karena pada kasus parasit akar Thonianningia dioecious. 1948). Bawa dan Opler. Styles dan Khosla. saprofit Terutama tanaman dan parasit untuk kayu. 1978). 1959. vegetatif di sini. mernpunyai paleotropis. Baker. (Marantaceae). anggota-anggota pada yang reproduksi termasuk Balanophoraceae merupakan parasit obligat pada akar-akar Perhatian/penekanan sanguinea dari Afrika. perkembangbiakan dan penyebaran vegefatif melalui pertumbuhan Heiiconia rhizomata merupakan Caiathea hal yang umum. dan 1976). data perkebunan Baker. Marantaceae tidak epifit hampir . ditetiti. Isu/masalah utama dalam pembahasan sistem perkawinan tanaman tropis adalah peran masing-masing dari inbreeding (perkawinan sejenis) dan outbreeding (perkawinan antar tanaman 1968. 1969. di pedalaman hutan.comm. (Ferwerder herba 1979) dan Wit. Hanya Purseglove. Zingiber (Zingiberaceae. 1976. Bawa. 1974.

pohon-pohon et al. pada saat yang sama. (Baker. 1980. faktor pada berkaitan hutan 1976. Di pihak lain. 1977a. Sebuah spesies yang self-incompatible dapat menyediakan bisa sama Jadi kebanyakan dengan jelas bijinya melalui yang penyerbukan genetik silang. apakah tropis sendiri Perlu tanaman dicatat.1976). Namun demikian. Sebagai akibatnya. Beach. Frankie Janzen. 1974. Bawa dan Beach. Geitonogamy dan Autogamy Tingkat penyerbukan sendiri atau silang pada tanaman Zoophilus lergantung pada sebagian besarnya dari aktivitas pencarian makanan para penyerbuk (polinator) dimana perilaku tersebut dipengamhi oleh variasi menurut ruang dan waktu dari bunga (nektar/tepung). Ashton. Bawa. ratusan sebuah bunga pohon yang besar terbuka Hampir di hutan siap sernua dapat tamu mengandung kedatangan menunggu perkawinan sejumlah secara yang sejenis jika dilakukan antar tanaman yang memiliki asal sama.1977. tersebut hal melakukan atau ini "selffertilisasi/penyerbukan fertilisasi/penyerbukan berbeda saja dari penentuan incompatible". tujuan dari kebanyakan penelitian adalah untuk menentukan apakah tanaman hutan silang. Geitonogamy. Fedorov. kebanyakan Bawa.jenis) pada hutan dan dampaknya pembentukan populasi yang berbeda dan khusus.. 1966. 1959. harus ditekankan bahwa perkawinan silang yang dalam tropis 1981). kepada akibat bunga perpindahan lainnya sel sari tepung telur dari sari bunga dari yang ke satu bunga pada tanaman yang sama (sebagai Autogamy. (penyerbuk) yang datang pada sebuah pohon tertentu akan menemui banyak bunga sebelum meninggalkan pohon tersebut. "anther" "stigma" . 1981.b. dengan perilaku penyerbukan dan seleksinya mungkin penting evolusi (Bawa sistem dan perkawinan 1975. Opler. 1969. pada penyerbukan akibat tepung belakangan) merupakan perpindahan pergerakan penyerbuk. penyerbuk potensial.

individu Baker populasi dan [cf. 1974. akibat dari geitonomi atau autogami sama. Outcrossinq outcrossing Pada bunga besar dari beberapa pohon Bombacaceae 1: Mekanisme fisik dan waktu penyebab .. Monoecism. luar) memajukan/meningkatkan namun masih membuka (persilangan kemungkinan dari geitonomi. Bagi beberapa spesies pohon. Secara genetik. pohon-pohon Sebagai wilayah kebanyakan pohon-pohon hutan suiit diukur besarnya/luasnya "outcrassing" (persilangan luar). Tetapi. diikuti oleh fertilisasi dapat terjadi dengan atau tanpa bantuan penyerbuk pada pohon tersebut. ketersediaan penyerbuk. penyerbukan 1977). dan selfincompatibility ini bisa dan tidak silang diri (ketidakcocokan oleh mungkin terjadi mencukupi. 1979). Euphorbiaceae "outcrossing" produksi dan terpisah benangsari bunga pada pohon yang sama (seperti pada banyak Meliaceae. tergantung dari pengaruh iklim dan ketersediaan penyerbuk. (1970). yang sama.bunga yang sama. terdapat laporan-laporan yang yang bertentangan menyatakan atau tentang hal terjadinya ini dapat Opler dan sistem perkawinan antara untuk Durio juga daiam bagi bahwa bervariasi (1076a.. Meskipun banyak pohon-pohon hutan tropis mempunyai sendiri). geitonomi dan autogami hanya bisa muncui juka fungsi dari tepung sendiri pada stigma (putik) dicegah oleh suatu mekanisrne dalam karena pada self diri itu pohon incompatibilitas. dan pada waktu yang sama (Bawa. (1965). Gan dkk. dan Valmajor dkk. Cordiaalliodora (Boraginaceae). kecuali untuk kasus yang jarang dimana bagian mahkota yang berbeda dari sebuah pohon dapat berbeda secara dan genetik putik melalui mutasi somatik (Bawa. Arecaceae). Soepadmo Eow (1977). zibethinus (Bombacaceae)] Luas dan juga fertilisasi pada terbang sendiri dan silang mungkin tertentu akibatnya. dkk.

Belakangan. Pada mekanisme rumpun Gardeniaceae saat dan yang Rubiaceae. pers. ketika "anthesis" pada awal malam benang sari "dehisce" sementara "style" masih terguiung) dengan putik terlindung baik pada pusat "coil" (gelung).(misalnya Ceiba acuminata). putik terletak begitu jauh dari benang sari pada sekuntum bunga yang mekar sehingga tepung sari tidak dapat disimpan/diletakkan padanya tanpa pertolongan acuminata. 1958). . style uncoiled dan tersajilah sebuah putik yang siap (G. Dimana protandri melibatkan secara relatif bunga-bunga besar di situ bisa biasanya pohon dicegah. tidak yang ada sama sinkronisasi sehingga tetap antara bunga-bunga autogamy pada meskipun geitogamy dimungkinkan. Protandri khususnya terkenal pada Fabaceae. benangsari herkogamy) pohon binatang binatang dari yang dimaksud. sari sebuah pengisap (piston) antara benang sari yang diketahui serbuk disajikan sari telah pendatang pada putik yang tidak reseptif (siap menerima). Hymenaea courbaril (Caesalpinioideae). Obs. Kemudian pada waktu malam.W. Pelepasan oleh benangsari dan penerimaan oleh putik dapat dibagi menurut waktu (dichogamy): pelepasan tepung sari mendahului Jadi. Pada kasus C. mendorong untuk dengan style seperti serangga putik "protandrous" memanjang/terulur membelah dan "anthesis". di hutan neotropis.). berbeda. dan yang dimaksud (secara adalah kelelawar burung kolibri (Baker dkk. kesediaan pada putik (protandry) atau sebaliknya (protogyny). Frankie. Pemisahan secara fisik putik teknik/sebuah penyerbukan contoh silang pada meningkatkan lain. menjadi reseptif (siap) terhadap serbuk sari yang dibawa dari tempat lain (Baker. 1971). ketika serbuk terlepas. kemungkinan contoh (atau geitonogarni) dan dapat sesuai bagi banyak pohontropis Sebuh bagus dari herkogami tumbuhan rambat dapat diperoleh Gliriosa superba (Liliaceae)..

Dimana protandri terlihat pada spesies yang banyak bungabunga kecil berkumpul ke dalam inflorescences yang padat. 1978a). spesies Ficus (Moraceae) yang sangat khusus (McGregor. Infloresensi sebagai produser Parkia nectar memperlihatkan (penghasil pembagian madu) kerja yang menarik antara bunga-bunga. Dua 'asing" yang mencapai putik sebelum benangsari bunga itu lebih benang masih disukai/menang sari hams menuju perlombaan jika pada mengalahkan semua serbuk yang belakangan dilepaskan bahkan putik disiapkan. Outcrossing 2: Sistem incompatibiljtas Self-inkompatibilitas (inkompatibilitas sendiri) homomorfik ditemukan pada banyak pohon-pohon tropis yang memperlihatkan mekanisme penghindaran/penceganan autogarni dan geitonogami herba ini. dan secara fungsional merangsang bunga besar di situ bisa terdapat sinkroni dengan inflorescence. 1957). penelitian yang baik sebagai contoh protogini diberikan oleh Persea americana (Lauraceae) dan Annona cherimolia (Annonaceae) dan . geitogamy dapat terjadi bilamana keleiawar penyerbuk melakukannya. sebagian berfungsi hanya sementara sebagian Iagi sebagai penghasil buah (Baker dan Harris. dan tetapi yang terdapat juga pohon-pohon pada hutanbelukar. pada spesies Parkia (Fabaceae. Pada P. clappertoniana. Baker. tidak terdapat meski sinkroni antara infloresensi dan sekali iagi autogamy bisa dicegah. Meski begitu. Mimosoideae) paleotropik dan neotropik terdapat sinkroni. akan batang itu oleh karena itu serbuk dalam ovula. 1976). inflorescence cembung seukuran bola tenis terjadi pada benangsari bungabunga di suatu malam dan pada putik di malam berikutnya (Baker dan Harris. yang kurang sering dibandingkan protandri boleh jadi merupakan sebuah mekanisme yang iebih efektif untuk sendiri rnemajukan "dehisce" pada waktu outcrossing. tentunya. Jadi. liana heteromorfik . Protogini. 1957.

1974. tetapi (pers. oto-inkompatibilitas dari pohon-pohon (1976). 1979) J. L. 1982). Arroyo. kecuali untuk heterostylous (tumbuhan berakar serabut) dan Fubiaceae lainnya di Afrika Barat {Bakaer. 1976. Opler dkk.. Bawa. (1977).Kress menemukan oto-inkompatibilitas telah membuktikan pada bahwa baik sekurangHeliconia selfkurangnya 4 buah spesies Aphelandra (Acanthaceae). pada contoh Mori sebuah lebih dan proporsi jauh yang spesies (1976).. 1977} dan hutan basah di Costa Rica (Bawa. Pada sebuah hutan yang rontokdan kering di Costa Rica. Grove (pers. 1976a). unpub. Haber dan Frankie. Purseglove Hedegart Kallunki Simmonds (1976) dan Gan dkk.. dan selfing Arroyo dan crossing.. Pada sebuah hutan tropis rendah tanah basah di Costa Rica. individual yang diperlihatkan oteh East (1940). 1940. . 1976a. 1958) dan di Costa Rica (Bawa dan Beadh. Penelitlan-penelitian yang dilakukan pada hutan hujan tropis tanah rencah di Malaya (Ashton. Bawa (1974) menemukan 27 dari 34 spesies pohon berbunga hermaphrodit merupakan "self-incompatible" sebagai sebuah hasil (1976) percobaan dan bagging. menemukan Arroyo suatu Zapata (1978) proporsi yang serupa pada sebuah hutan tanah rendah di Venezuela. Baker.comm. Sedikit sekali penentuan nubungan kompatibilitas pada semak belukar hutan.comm.) juga menunjukkan adanya tinggi (1968). Pada hulan yang sama. dan untuk spesies Cordia (Boraginaceae) dan hoostylous yang heterostylous di (selfhutan incompatible) (self-compatible) neotropis (Opler dkk. 1981) dimana inkompabilitas sendiri banyak terjadi. yang Pass/flora merambat mucronata ditemukan self-incompatible dan self-compatible banyak terjadi Bignoniaceae (Gentry. K. McDade (pers.hutan tropis (East. 1977) menemukan beberapa herba yang self-compatible. 1974a).comm. Di ini antara liana dan pada tanaman merambat. 1958.) mempunyai (Musaceae) spesies-spesies yang compatible maupun self-incomptible.

tidak 1974. spesies. unpubl. Stebbins. 1976).Pada 1958. "Selfing" yang melestarikan rekombinasinya. Lee. sendiri bunga-bunga buah mengalami penyerbukan menghasilkan banyak pada 12-16 jam setelah "anthesis" dibandingkan pada 2-4 jam dari "anthesis" (Haber dan Frankie. 1955. banyak 1967. 1974. Purseglove. Jain. barier inkompatibilitas 1975. lihat Baker. Meskipun demikian.). 1968. Bawa. Hedegart. frekuensi kerusakan sistem inkompatibilitas dan faktor lingkungan penyebab kerusakan tersebut rnemerlukan penelitian lebih lanjut (Baker. sehingga akan tercermin "crossing" perkawinan struktur pada menyebabkan sebuah pohon dan populasi sistem variasinya. tidak menghasilkan membentuk Pada buah. tetapi bunga dari yang berusia ini dua hari buah. 1982). 1957. Pada Cord/a alliodora (opier dkk. lengkap atau mudah menjadi rusak (contohnya. Penelitan tentang variasi ini. Pohon-pohon spesies biasanya yang lebih mengalami penyerbukan siiang (Frankie dan Haber. hutan tropis genotipe. 1965a. Pada hutan-hutan tropis. dari Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) tetapi ketika digunakan awalnya ditemukan berbunga sebagai self-incompatibel selesai. terdapat bukti eksperimental bahwa sebagian pohon self compatibel dan sebagian lagi self-inkompatibel.. baru saja mulai dilakukan pada pohon-pohon tropis (Can dkk. Faboideae). Luehea seemanii (Tiliaceae)..) Pada Piscidia carthagenensis {Fabaceae. 1977). 1982). tampak bahwa musim berbunga dan pada pohon hampir usia bunga secara individu berpengaruh besar satu masa pada 5 integritas yang sistem self-inkompatibilitas. unpubt. bunga-bunga berusia satu hari hasil penyerbukan sendiri secara buatan. 1976). 1976a) dan Luehea seemannii (Haber dan Frankie. Sistem self-inkompatibilitas yang heteromorfik untuk . bunga-bunga mengalami penyerbukan sendiri menghasilkan buah {Bawa. dalam percobaan yang Sebagai contoh. yanng dibuat melalui elektroforesis protein yang terkandung dalam sel.

1980). 1958. Jadi pada Theobroma (Sterculiaceae). dan sebaliknya pada sistem in-heteromorfik yang dikontrol secara sporafit. "dioecism" 1959. Cord/a 1958. dua (Baker. Bawa. Jadi. Bawa dan Opler. 1976a. sistemnya mempunyai ciri yang tidak biasa yaitu bahwa pembuluh tepung sari dari semua penyerbukan tumbuh sama cepat dengan kantung embrio dan perbedaan antara penyerbukan compatibel dan inkompatibel hanya menjadi nyata ketika garnet jantan yang . Opler dkk.sebagian besarnya terbatas pada tanaman herba dan pohonpohon kecil (misalnya: tinggi. Jadi. 1966. pendek 1976a).). (Baker. adalah tanaman ber-"style" serbuk sari jarang diambil dari benangsari yang bawah dan pada tanaman ber-"style” pendek serbuk jarang ditaruh pada putik. lebih Erythroxylaceae. (Rubiaceae). hutan Pada peneiitiandi Costa tanah rendah Rica. dkk. Rubiaceae. "tristyly" terbukti hanya pada bentuk turunan dari Averrhoa carambota dan A. bilimbi (Oxalidaceae) penelitian.. 1975. Boraginaceae) dan bisa tidak ditemukan pada pohon-pohon "Distyly" "tristyly" pada tumbuhan hutan. (Opler Gambaran pengamatan pembentukan buah dan penelitian morfologi bunga adalah penting untuk memastikan apakah mereka berfungsi sebagai Pada homomorfik. umum daripada Oxalidaceae. Pada tampaknya beberapa berkembang tanaman menjadi kayu tropis "heterostyty" (Baker. pada Mussaenda spp. Carlquist. ekosistem unpubl. menghambat artinya (mencekik) bahwa pembuluh pada corolla dengan rambut panjang. self-inkompatibilitas tampak sebagai tipe dikontrol secara gametophyt. berfungsi yang sama Sebagai sebagai terlihat akibat..) menemukan 2 s/d 3% spesies pohon dari setiap ekosistem adalah "distylous". sementara putik pada (anaman ber"style” 1959). hermaprodii spesies sistem (dan dengan biasanya heterostyle) atau berfungsi yang yang uniseksual. Bawa (unpubl. tanaman ber"style" panjang berfungsi sebagai individu "pistillate" (benangsari) dan menghasilkan biji.

pernbentukan bunga yang tidak sinkron dan penyebaran benih terbatas dapat memperbesar tingkat inbreeding. dan Xerospermum intermedium (Sapindaceae) (Gan. bahwa self Purseglove daerah baru. dan studi-studi yang sesuai masih dalam taraf penyelesaian. sebuah 1962a). Namun demikian. Aliran gen dalam waktu dan ruang sulit untuk dimonitor pada populasi ponon tropis. akan terjadi diskriminasi selektif yang kuat melawan tipe-tipe self compatibel (Purseglove. populasi gagal melakukan pembuahan (dan sel bahwa telur dari cacao Cope yang (1962b) memperlihatkan terisolasi Theobroma memiliki distribusi "spotty" di hutan Amazon) menghasilkan pohon-pohon self-compatibel. 1968) dan di dekat pusat asa! spesies yang diperkirakan berada pada lereng ttmur Andes. Ini sesuai dengan pendapat Ashton (1969) bahwa pohon-pohon di tropika basah kebanyakan menukar gen-gen dengan tetangga-tetangga dekat mereka dalam suatu rumpun. tergantung pada pembuahan sendiri. self pihak. proporsi pohon-pohon compatibel. meskipun kadang-kadang dapat juga terjadi antar anggota-anggota dari rumpun-rumpun yang berbeda. et al. Akan tetapi. Keberadaan menghilangkan inbreeding self incompatibility keseluruhan dimana pada ini tumbuhan tidak proses secara kemungkinan tidak (1969) mempertimbangkan incompatibility akan menolong menyebarkan spesies ke dalam secara genetis. 1977). semakin jauh pengumpulan dibuat dari pusat asal. setidaknya di hutan kering di . semua klon self yang sejauh ini Di telah lain ditefiti semakin terbukti besar merupakan incompatible. studi terbaru mengenai bahwa pohon-pohon varian di hutan dan hujan Malaya menurun menunjukkan genetik seedling dengan cepat satu langkah pada suatu pohon induk Shorea leprosula (Dipterocarpaceae).terakhir/belakangan (Cope. yang berbuah banyak. ukuran populasi kecil yang efektif disebabkan oleh terbatasnya sejumlah individu dimana polen mungkin diterima. Untuk pembuktian. akhirnya harus menggantikannya dengan self inkompatibilitas.

harus (contohnya beberapa Meliaceae. merubah dengan dioesisme (contoh. ditunjukkan bahwa rumpLin-rumpun dari pohon hutart dipterocarpaceae terbatasnya buah dibandingkan Malaysia benih} pohon-pohon (yang yang terbentuk lebih terisolasi penyebaran menghasilkan individu-individu. (115 bahwa Croat dari spesies diocious dalam flora (semua bentuk hidup bersarna) spesies). Outcrossing 3: Monoesisme dan dioecisme Banyak monoesisme Styles dan tumbuhan Khosla. banyak spesies hutan-hutan hermaprodit bunga-bunga tua. burung. telah ditemukan dapat menghasilkan bungabunga yang berfungsi secara uniseksual (Styles. 1976. tropis 1976) mendorong atau outcrossing Styles. Pada bunga-bunga uniseksual dari beberapa monoecious telah berkembang baik.Costa Rica. Baker. 1976). tidak dipublikasikan). Cariaceae. berdasarkan studi berikut. adalah (Croat. pohon yang Penulis lebih 1979) telah membuat analisis menunjukkan diantara berukuran sedang . monoesisme taksa dengan 1972. Bawa dan Opler. tersebut kelelawar) akan pada proporsi yang jauh lebih taksa dari sama dan dari pohon-pohon tropis ini. 9%. pada bunga-bunga spesies berkayu (1978) 1265 dibandingkan melaporkan herbaceous (termasuk epifit). lihat Hubbel karena banyak sebagai (1979). pada Dengan demikian. Styles Kesamaan oleh dalam dan Khosia. proses antara angin mencari bunga-bunga pada staminate hutan oleh dengan pistiltat (bertentangan dengan yang ditemukan pada penyerbukan diri pohon-pohon yang sama temperate) kemungkinan dibutuhkan kedua macam bunga untuk rnenyesuaikan hewan bentuk polinator-polinator dari (serangga. Bawa. pohon-pohon dapat berumpun. 1972. Uniseksualitas jelas Barro. Sebuah survei flora di Pulau Colorado. membuatnya sulit untuk menduga sifat alam seksualitas dari dari pemeriksaan tropis yang kasual bersifat morfologi bunga. tetapi organ-organ seks lawannya lidak berfungsi. 1975.

Dalam studi mengenai hutan kering di propinsi Guanacaste. Pohon-pohon dioecious tropis menunjukkan variabilitas yang tidak teratur daiam ekspresi seks. dimana manifestasi dari satu seks (biasanya staminate) menghasilkan beberapa bunga yang hermaprodit Selanjutnya atau dalam lebih jarang dari seks ada lawannya. kedua dari mempertahankan Pada keberadaan spesies telah diteliti oleh Baker (1976). Bawa dan Opler (1975) menemukan 22% dari spesies pohon adalah diocious. 1969). Jelasnya. Beberapa dari taksa pohon . sama halnya dengan pistillate (bunga berkelarnin betina) dan staminate (bunga berkelamin (contohnya. 21% adalah diocious (berumah dua) dan 15% adaiah monoecious (berumah satu). Coccoloba dapat terjadi pada dasar dalam reguler atau keadaan padiform'ts dapat (Polygonaceae). Mereka mengulangi dan dana diperoleh 40% untuk hutan hujan di Nigeria dan 26% (termasuk beberapa spesies hermaprodit dikogamus) untuk hutan hujan campuran dipterocarpa dataran rendah di Serawak Tengah (masing-masing adalah data dari Jones. Bawa (1981) dan Beach (1981). individu-individu hermaprodit. 1955 dan Ashton.hingga besar. pada akhir periode pernbentukan bunga. individu-individu pohon beragam seksual dari waktu ke waktu. Benih-benih staminate dari mapun buah-buah ini meningkatkan yang seks artinya dalam areal hutan progeni datam lokal hujan pistillate. untuk menghasilkan bunga-bunga hermaprodit dimana buah-buah yang membawa benih terbentuk. dan kemungkinan lebih lazim pada pohon-pohon besar dibandingkan pada bentuk hidup lainnya. untuk pohon-pohon kecil (dan semak). Costa Rica. jantan). diosisme lebih lazim diantara pohon-pohon daerah-daerah temperate. beberapa pohon-pohon tropis. Carica papaya. kecenderungan mempakan pohon-pohon staminate. Alasan-alasan ini telah dikemukakan oleh Bawa dan Opler (1975). 8% dari tumbuhan scandent adalah dioecious dan 12% adalah monoecious. Angkanya rnengecil menjadi masing-masing 7% dan 12%.

1976). sedangkan staminatenya adalah gamopetalus bunga pistillatenya adalah polypetalous). warna dan bentuk dimana dari bunga petal (kebanyakan khususnya pada Ccarica. tumbuhan berkefamin diketahui . Dalam kasus Carica. (1978) ada dalam suatu kondisi. mudah hummingbird bunga. Di areal Pulau Barro. perbedaan dalam jumlah nektar yang dikeluarkan oleh bungastaminate pistillate.didaftar Croat oleh Yampolsky menemukan dan 54 Yampolsky spesies (1922) (4% dari sebagai flora) polyamodioecious. Colorado (Panama). Arti dan tingkat perbedaan-perbedaan semacam itu akan terbukti dengan studi lebih lanjut. 1978. Baker (1978a) telah nyata mertunjukkan antara bahwa mungkin ada perbedaan-perbedaan pohon-pohon pistillate dan staminate dari spesies yang sama pada rasio sukrosa terhadap heksosa dalam nektar bunga mereka (contohnya pada Triplaris americana. 1976). Kebanyakan pohon dioeccious tropis yang telah diteliti menunjukkan staminate hanya rasio seks dan bunga yang bias. Belum jelas arti adaptif dari variasi semacam itu dalam ekspresi seks. beberapa yang kasus. Polygonacceae). Carica menunjukkan opposite bunga-bunga pistillate tidak menghasitkan nektar sedangkan suplainya baik pada bunga-bunga staminate (Baker. jauh dari bunga-bunga pistillate dimana ovari rusak mengisi yang bemasil dilakukan oleh ngengat yang mengunjungi bunga pistillate karena kesalahan dalam pencahayaan yang kurang. umumnya Pada betina berlaku seks (Opler Bawa. dikatakan seperti bahwa ini membuat pengunjung dan bunga lebah berbahaya. (Trochilidae) Penyerbukan Trigonia. Baker. bunga Bawa dan Opler dan (1975) telah mencatat tetapi disini perbedaanspp. ukuran bunga. dalam sejumiah nektar yang dihasilkan. Pohon-pohon tropis dioecious menunjukkan beberapa hubungan seks dimorphisme dalam ciri reproduktif seperti jumlah bunga per inflorescecncec. dan dalam tingkat herbivory pada bagian-bagian floral (Bawa dan Opler. 1978). lengkap. 1975.

(Tomlinson. spesies ilicifolia mekanisme Nygren tropis ini. tetapi yang perlu mendapat perhatian adalah beberapa dari macam apomiksis heterosis) luar di Ashton dapat yang pada dan "menghentikan" telah dihasilkan seksual (1978) Akibatnya. biasanya melibatkan agamospermi (pembentukan embrio tanpa fusi/peleburan seksual) yang telah diketahui untuk individu tropis spesies berkayu dan herbaceous sejak abad ke-19. Pachira llustrasi pada mengenai pohon mekanisme tropis embriony ditunjukan liar oleh (adventitious) hutan oleaginea (sekarang dikenai sebagai Bombacopsis glabra (Bombacaceae) oleh Baker (1960)}. berbunga yaitu Alchornea dengan 30 dalam satu dipublikasikan terdapat adalah dengan tercantum yang mengamati (bunga yang penyusunan berkelamin sekarang apomistik (1954. 1974) dan disini apomiksis harus dicurigai. berlawanan bagian-bagian dunia dimana musim pertumbuhan singkat. Penjelasan-penjelasan eko-evolusioner untuk perbedaan yang berhubungan dengan iklim ini akan dipertirnbangkan di bagian lain.). menyatakan . tidak dipubl. Reproduksi apomiksis pertama kali ditemukan biji oleh pada yang Smith tumbuhan sebagi spesies telah (1841). (terutama Mekanisme betina betina) dikenai diisolasi. yang bergantung pada diplospori atau apospori pada setiap kasus yang diikuti oleh diplotid partenogenesis (Baker. dkk. Apomiksis Reproduksi apomiksis. atau 1967) dan Daftar lebih sekurangnya lazim/umum yang rumput-rumputan) yang daftar apomiksis embriony (adventitious). liar di oleh genera (Euphorbiaceae). (1977) dimana tentang tingkat kemungkinan apomiksis tinggi pepohonan di klimaks sulit Malaysia. heterozygositas (amphimistik) demonstrasi hutan mungkin individu oleh (juga persilangan reproduksi Kaur tumbuhan induk(moyang). karena reproduksi fisik dari bahwa amphimistik individufrekuensi pemisahan conspesifik.

dalam 1952. kenyataan berbunga. "diferensiasi" atau "antesis" kebanyakan tumbuhan tropis berbunga secara diskontinu. 1974}. Frankie dkk. menjadi 1963}. pemicunya. Stiles. 1978. perubahan Sunning. sangat pada Njoku. sepanjang vegetatif mungkin 1962.terjadinya S. lembab 1972. pada tumbuhan tropis dapat berasal dari 1924. "induksi". ujung bunga} (Hilman. mungkin kecil 1958. Ekologi penyerbukarn Anthecology) Awal pembentukan dan perkembangan bunga (antesis) Permulaan berbeda: oleh bunga pembentukan pada bunga melibatkan dengan suhunya sebelum langsung dua fase untuk dan kuncup Antesis atau "induksi" tumbuhan kesiapan cocok). kelangkaan pertama dalam unjtan pembentukan bunga.. dihadapkan tersebut Namun pada demikian. sistem perkembangbiakan Kavanagh. referensi pada Frankie dkk. contohnya Shorea sehingga spesies menunjukkan pohon-pohon ini adalah apomistik. sekumpulan spesies trip dari spesies pohon dipterokarpa macmptera. cahaya apapun terhadap faktor gelap lamanya (McClelland. 1976b. terjadi menghasilkan kuncup-kuncup bunga (seringkali dikendalikan fotoperiode.. pada hari dll) proporsi Tetapi. tertunda (dormansi kuncup}. yang 1948. "diferensiasi" (perkembangan Salisbury. dan inilah yang paling sering dijumpai pada komunitas-komunitas seral pionir pada zona-zona hutan yang lebih basah. Pendorong fotoperiode. Daubenmire. di pada ini 1979) harus diselidiki bahwa oleh secara teliti di hutan tropis lain. jika ada. Jumlah serangga ini tidak banyak. setidaknya pada dasar popuiasi. dengan kecenderungan berbunga pada dan musim tertentu lain (Holturn. lebih Tumbuhan berbunga minoritas habitat-habitat secara kontinu. . 1980. Appanah (dalam menemukan diserbuki pepohonan dan akan Dipterocarpaceae meningkat pesat Malaysia saat trips (Thysanoptera). 1974 Opler dkk.

dkk. Opler dkk. pembentukan bunga oleh spesies hummingbird penyerbuk akan berubah dari tahun ke tahun akibat perbedaan iklim namun kontinuitas suplai sumberdaya dipertahankan. 1980. adalah monokarpik ekotipe (Foster. memungkinkan dengan akan pembentukan perpindahan menyaingi (1978) spesies yang berbeda sebaliknya pre. 1981)..1964. sedangkan yang lainnya turnbuh untuk beberapa tahun atau dalam waktu yang lama tanpa pembentukan bunga (termasuk bambu telah disinggung sebelumnya). pohon-pohon besar dari ekotipe hutan tetap vegetatif untuk beberapa tahun antara tahapan pembentukan bunga (Baker. dormansi. in Stiles basah memperlihatkan costa Fiba). yang Holdsworth. ada 1972. 1965b). Kelihatannya.. 1852. hutan temporal/sementara tertentu bahwa urutan penyerbuk (Frankie. Gentry (1974b) telah mensurvei tipetipe pembentukan bunga pada Bignoniaceae neotropis. Opler. tekanan air (Aivim. Frankie dan Haber. penurunan suhu (Kerling. 1975. 1957}. Holttum. lebih dari satu jenis stimulus yang terlibat dalam pemecahan masa dormasi kunbup bunga. sehingga beberapa tumbuhan hutan tropis berbunga lebih dari satu kali setahun (Holttum. Di Ghana. 1976a. dan pergerakan 1961. Opler. 1976a. perubahan fotoperiode (juga Hopkins. Bambu. Went. Opler 1960. 1952. 1974. dan beberapa pohon. semuanya dilaporkan memecahkan masa Kelihatannya juga ritme endogenous terlibat. Sinkroni berikut yang dipicu oleh stimulus lingkungan yang kuat seperti badai hujan tropis pada akhir musim gen yang yang sama areal kering Juga sangat penting dalam mempertahankan bunga oleh aliran intraspesifik dalam spesies pohon tertentu yang agak umum. dalam (La Selva. Opler dkk. 1963). pohon-pohon dari savanna Ceiba pentandra (Bombacaceae) berbunga setahun sekali. 1941.). 1981). Antesis biasanya terjadi pada waktu tertentu siang . Daubenmire.Pecahnya masa dormansi kuncup bunga yang mengarah pada antesis pada tumbuhan tropis telah menjadi bahan perdebatan.. Frankie dkk. Api (Hopkins. 1977). 1963). 1976a. 198C.

Pengecualian untuk dan aturan gynaecia ini yang diperlihatkan berfungsi spesies oleh beberapa spesies yang terus Lantana sedang oranye adalah protandous dan protoginus yang bunganya memiliki androecia pada hari bunga (malam) yang berbeda. 1974). proporsi tumbuhan hutan yang berbunga pada malam hari lebih tinggi dibandingkan pada daerah temperate. tersebut Minosoideae) membuka/memekarkan pengunjung bunganya dari pada lebah tengah sore hari dan tetap mekar sepanjang malam. dengan sehingga kelelawar dan ngengat bunga mempunyai peran penting sebagai penyerbuk. Bunga-bunga dari beberapa tumbuhan dioecious menunjukan ciri khusus. yang . Namun demikian. 1975). berbunga Sesuai dan mungkin memakan dengan kehangatan malam di daerah tropis. tumbuhan memiliki sejumlah mulai hingga kelelawar (Salas.atau malam untuk setiap waktu spesies 24 jam tumbuhan penuh. walaupun camara dan Beberapa telah memiliki menyokong (kontribusi) daya tarik irtflorescense (warna) "dipakai'Vdiserbuki. karena bunga jantan (staminate) mekar beberapa jam sebetum bunga betina (bunga berkelamin betina)(Bawa dan Opler. Passiflora karena yang bunganya yang bunganya dalam waktu kebalikannya hanya dapat bertahan beberapa jam dan penyerbukannya hanya beberapa menit setelah bunga mekar (Janzen. sangat bervariasi antar tetap sangat spesies. segar ekstrim Anggrek ialah epifit yang spesies terkenal lama. Panjang waktu (lamanya) yang diperlukan bunga untuk tetap dapat menghasilkan serbuk/tepung sari (polen) atau lebih penting lagi untuk menerimanya. Tumbuhan malam seperti Inga vera (Fabaceae. dimana beberapa lebih Misalnya yang (Verbenaceae) bertahan Contoh bunga-bunga hari jauh diserbuki berwarna kuning. Kehangatan juga dtrefleksikan membuka/mekarnya beberapa diurnal khusus seperti Thevetia ovata (Apocynaceae) pada kegelapan sebelum senja. dan bunga yang telah diserbuki masih berwarna (further) kemerahan. secara umum benar bahwa bunga tunggal pada pohon tropis biasanya bertahan kira-kira 1 hari. 1968).

1963. McClure. 1966a. beberapa kecil studi. 1978). Hopkins. Baker. Fenologi Dan Keteraturan Masa Berbunga Sampai lingkungan Nevling. Daubenmlre. 1936. Sumber terdapat ekonomi data telah tulisan spesies mengetengahkan 1975). dari Pada kepentingan suatu (yaitu Broekmans. (Holttum. 1964.R. Purglove. Opler 1952. lainnya pada 1956. spesies temporal monoecious dalam Schmid Capania menunjukkan dua periode (1970) biasanya bunga hutan setiap yang menemukan di antesis Demikianlah Pada (1977) Asterogyne martiana Rica.Baker dan I. tumbuhan mempunyai terpisah. Tanggapan mengenai kejadian-kejadian fenologi yang terkait dengan biologi reproduktif seringkali hanya sebagai Catalan singkat dalam sebuah tulisan panjang untuk topik khusus floristik informasi lainnya dapat (contohnya Beard. 1970. Rees. 1957. Lamb. 1964. Informasi lain mengenai kejadian-kejadian fenologi diternukan Alien. 1972.. spesies mengenai periodisitas sebagai sejumlah dikumpulkan usaha untuk merefleksikan kecenderungan fenologi umum pada tipe-tipe vegetasi tertentu (sebagai contoh J. berbagai referensi pada Richards. Rees. Ducke dan Black.Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) dengan perubahan warna yang tidak terlalu mencolok antara bunga yang belum dan sudah diserbuki. 1966. yang (contohya fenologi 1964. guatemalensis bahwa anthesis (Sapindaceae). saat tropik ini perilaku periodik tumbuhan di kurang mendapat perhatian dkk. 1971. dimana bunga jantan mekar dan di antara periode tersebut bunga betina mekar dalam waktu yang lebih tama.. 1953). dkk. 1952). 1968. 1980). perlakukan-perlakuan Little pada dan Wadsworth. dan yang sangat terkenal pada Croat. Individu memperlihatkan jantan ciri basah individu dan tersebut Costa tumbuhan pemisahan pada Bawa palma betina. . namun dalam waktu singkat. Frankie 1974. Gibbs dan Leston. 1974. 1946. Burger.

pola-pola ini diternukan hanya dalam jangka Costa pendek Rica (biasanya sekitar 2 tahun). Masa berbunga terjadi di dua musim basah dan pada musim-musim yang tidak terlalu kering. dan di hutan basah dan kering oleh Frankie dkk. 1980) dapat diringkaskan. fenologi semak dan treelet (Opler dkk. di hutan lembab oleh Fournier dan Salas (1966). 1974). pada lahari hutan deciduous miombo di Tanzania. (1980) melakukan studi fenologi semak dan treelet. studi fenologi diiakukan di hutan lembab semievergreen Panama oleh Croat (1969. Pada hutan basah (Finca La Selva). bunga dan buah untuk banyak spesies yang secara khusus membentuk tipe-tipe hutan tertentu.. studi fenologi pepohonan telah diiakukan oleh Janzen (1967) di hutan kering. (1974) dan Opler dkk.Baru-baru membedakan ini beberapa usaha dilakukan secara untuk umum dapat dalam pola-pola komuniktas pembentukan daun. seperti studi-studi di Costa Rica yang diiakukan Baker. fenologi pada hutan lain di dipterocarpaceae Malaya oleh di dengan studi-studi Medway (1972) dan di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959). Di Asia. dengan sedikit kesesuaian (synchrony) di antara dua lapisan. Nevling (1971) mempelajari fenologi hutan elfin di Puerto Rico. Analisis-analisis fenologi pohon hutan (Frankie dkk. sedangkan Jackson (1978) mengamati hutan hujan pegunungan yang lebih rendah (secara teknik hanya pada subtropis) di Brazil. Di daerah neotropik.. Ng (1977) mempelajari Malaya. Semak dari hutan basah menunjukkan masa berbunga yang lebih sering dan bunganya secara umum dapat digolongkan sebagai "aseasonal" {tidak bermusim). Di Costa Rica. terdapat dua puncak rnasa berbunga yang tampak pada spesies kanopi dan tiga puncak di tingkat bawah. dua puncak masa . Beberapa studi telah dilakukan di Afrika oleh Boaler (1966). dan oteh Burger (1974) pada 4 tipe hutan di Ethiopia. Pada hutan kering (Guanacaste). Dengan beberapa pengecualian dari penelitian di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959) dan di Malaya oleh Medway (1972).1978} dan oleh Foster (1974).

dan epifit sebagian besar berbunga pada pertengahan hingga akhir musim kering.berbunga terlihat pada pepohonan. Liana rnencapai puncak masa berbunga pada awal musim kering: puncak masa berbunga untuk pohon yang lebih besar berada pada musim kering. oleh kondisi berat bagi sebaliknya munculnya dorman. pola fenologi di Pulau Barro Colorado juga intermediate. satu periode yang luas selama musim kering yang panjang dan puncak kedua pada awal pada musim awal hujan. umumnya juga menunjukkan pola fenologi intermediate "menengah". Musim berbuah dari berbagai bentuk . Pada hutan kering. berada hutan pada awal pada hutan musim hujan). puncak produksi buah masak terjadi pada akhir musim kering yang panjang (dengan hasil jelas benih pola akan tersedia pada lantai bimodal. Semak hutan kering. kedua sejumlah besar (Agustus-Oktober). Tumbuhan perambat memiliki pola pembentukan bunga yang lebih menyebar. cenderung sebelum berada dinaungi pada daun-daun muda pohon desiduous. hutan puncak intermediate bulannya yang pada musim sesuai dengan ketersediaan suplai air yang cukup. Semak di hutan kering memperlihatkan dengan pembentukan yang buah puncaknya di antara pertengahan musim kering dan musim basah. masa cenderung pepohonan setiap pohon berbuah menunjukkan perilaku (menengah) semak. Puncak masa berbunga pada semak dicapai pada awal musim hujan. kelembabannya kering dan basah. Di Panama. saat ini secara klimatik antara hutan basah dan kering Costa Rica. dan pengamatan fenologi oleh Croat (1978) pada bentuk hidup semua Eumbuhan menunjukkan bahwa herba lantai hutan mencapai puncak masa berbunga pada awal musim hujan. dalam. semak menunjukkan hanya sekali puncak masa berbunga utama yaitu musim hujan. Selama musim kering yang panjang semak kemungkinan ripari fenologi Di ditemukan meskipun di karena kekeringan lebih dibandingkan bagi pohon yang berakar lebih dalam. Hutan Guanacaste dan basah. Hutan ripari di Guanacaste.setahun berbuah kering masak.

masa meskipun pematangan buah terjadi bersamaan (H. 1976). Chan dalam Kavanagh. pada awal musim basah dan pertengahannya. 1979). Di hutan Cagar Alam Pasoh suatu Malaysia. (1974b. Penemuan-penemuan Stiles (1978) didasarkan pada studi pembentukan basah Finca bunga La oleh 59 spesies Rica. dari tumbuhan yang didatangi hummingbird selama kira-kira 4 tahun di hutan Selva. 1978). Rangkaian tulisan Frankie dan Haber (in prep. ini liana ingin besar erat dan dan tumbuhan bahwa ngengat pola perambat rajawali terpilih). pohon-pohon menunjukkan dua puncak. 1976). semak pada musim basah). epifit terutama pada akhir musim kering. Stiles (1978) dan Feinsinger dan Colwell (1978).T. 1979). pada pertengahan hingga akhir musim hujan. ekologi tumbuhan berbunga berhubungan pemanfaatan penyerbuk yang sama (trip) oleh berbagai pohon (1967). Rangkaian/urutan dipterokarpa.) mengkarakteristikkan interaksi-interaksi antara pengunjung anthofilus dengan pohon-pohon di hutan kering Costa Rica (juga Tulisan semak. dan Frankie Studi-studi terinci dengan mengenai fenlogi hummingbird dalam hubungannya telah dibuat oleh Snow dan Snow (1972). oleh beberapa peneliti (1970). musiman spasial (hawkmoth) menunjukkan dengan kelimpahan dan lebah-lebah berkaitan temporal ketersediaan sumber pembentukan bunga.kehidupan ini berjalan mengikuti musim berbunga (herba. Costa Puncak ketersediaan . Snow terjadi dan pada antara tumbuhan dan binatang pada tingkat komunitas. Feinsinger (1976. Stiles (1975. Heithaus (1974. pada paleotropis neotropis Janzen (1975. liana juga akhir musim kering. urutan pohon-pohon berbunga jatuhnya dengan Dipterocarpaceae untuk setiap menunjukkan masa dan yang tumpang tindih dengan durasi dua sampai tiga minggu spesies. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meneliti aspekaspek fenologi oleh dari Putz Smythe interaksi-interaksi (1979) dan yang yang lain. seperti Gentry (1965). 1978).

Pemicu yang membawa kepada antesis akan dapat teriihat lebih jelas. spesies tumbuhan pangan yang berbeda secara bersamaan akan memenuhi kebutuhan burung-burung sepanjang tahun. (1977) (1975. Meskipim demikian. Sebagian besar studi mengenai penyerbukan zoophilous di dan hutan tropis yang tertuju pada tumbuhan binatang berhubungan dengannya. dan oleh Foster (1974). variasi curah hujan dari tahun ke tahun menyebabkan beberapa perubahan dalam urutan masa berbunga suatu spesies. Primack (1975). kita mengharapkan studistudi fenologi dapat berkembang datam jangka waktu yang lebih panjang. dan pengaturannya yang mendasar. namun kontinuitas tetap dipertahankan. sedikitnya bunga terjadi pada bulan-bulan terbasah pada setiap tahun.bunga terjadi pada musim kering dan awal musim basah. karena dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang penyebab bervariasinya pola-pola dari tahun ke tahun. tumbuhan vektor dalam benihnya pada antara berbagai dengan Interaksi-interaksi hubungannya (dan batasan 1978). dan Feinsinger Howe Feinsinger dan Howe Colwell (1978) untuk penyerbuk. Yang menarik. penghindaran yang kompetitif penggunaan interaksi oleh kompetitif penelitian dan dan dengan pembuatan jarak sementara) akan dipelajari lebih intensif Stiles Howe diusulkan (1978). Di masa yang akan datang. Vektor-vektor polen/serbuk sari (1) Penyerbukan oleh angin. Hal ini juga memungkinkan pengertian yang lebih baik mengenai pola pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan yang tidak berbunga setiap tahun. demikian pula untuk memahami interaksi-insteraksi mendiarninya. Eslabrook (1977) untuk penyebar buah. karena sebagian besar tumbuhan hutan tropis diserbuki . Studi-studi perbandingan mengenai tidak pola fenologi penting pada agar habitat kita yang terganggu mengatur organisme polen dan terganggu dapat hutan yang antara dan tropis dengan lebih tepat.

luas. tidak dipubl. 1978.. ditambah yang anemofili lagi sebagai dengan suatu pohon-pohon menjadikan tidak berhubungan sistem yang tidak efisien (Whitehead. 1976). Leston. Janzen. dapat . 1977). Corner.). 1975).binatang.prib. Anemofili telah dijelaskan pada beberapa pohon di hutan tingkat deciduous minimum tropis yang dibatasi oleh savana dan dimana pada Opler. kurangnya pergerakan udara mungkin merupakan faktor yang menghalangi penyerbukan oleh angin. kom. Pada tingkat/level permukaan tanah. Arecaceae secara keseluruhan selektif anemophilus. 1971. sebagian besar diserbuki oleh serangga (Sodestrom dan Calderaon. yang ternyata dengan daerah pada tidak benar (Schmid. dan Bawa berada (Daubenmire.. faktor-faktor yang tidak menguntungkan 1972. Penyerbukan angin di hutan hijau abadi (basah) dataran rendah neotropis baru-baru ini telah dilaporkan oleh Bawa dan Crisp (1980) untuk Trophis involucrata (Moracaceae) dan ada indikasi beberapa spesies lainnya berada pada tingkat bawah dari hutan basah Amerika Tengah (Bawa. 1969. 1978). demikian pula beberapa Rhizophoraceae di hutan-hutan mangrove (Tomlinson dkk. Uhl dan Moore. Trinax yaitu spp.. Penyerbukan oleh angin agak jarang terjadi di hutan yang lebih basah dimana penyebaran individual conspesifik penampakan satu sama secara fisik lain. Beberapa spesies pohon Moraceae di hutan semidesiduous Asia juga termasuk anemofili (D. Tekanan-tekanan evolusi anemofili berkaitan di pada dan beberapa spesies lembab di hutan evergreen tidak jelas. 1952). di Afrika 1975). Kompetisi untuk penyerbuk-penyerbuk pembatas energetik produksi bunga dan alat-alat pemikat penyerbuk. lagipula rumputrumputan yang ditemukan pada tingkat ini. 1977). 1970. Karr. yang tumbuh berkala. tetapi apa Beberapa yang palma umumnya termasuk dipercayai. bahwa tampaknya diserbuki oleh angin (Uhl dan Moore.

dengan agak fungsional dibedakan). (2) Penyerbukan oleh serangga. Studi-studi tertentu tidak terlalu banyak dan penelitian jarang . Pada lapisan tingkat bawah tidak seluruhnya kurang angin dan dalam kenyataannya efisiensi angin yang tertalu ini keras juga mengganggu memungkinkan penyerbukan. Opler dkk. Sindrom-sindrom karakter yang mengadaptasi bungabunga terhadap berbagai serangga penyerbuk di hutan tropik dapat dibandingkan dengan yang berada di daerah sedang (temperate) (cf. meskipun akhirtelah tentang mengimbanginya. bahwa yang beberapa bunga-bunga sebagian korelasi putih tropis kecil yang murni suplai lebah lebih nektar terkenal. Pada Cordia (Boraginaceae). dilakukan. sphingids seluruh pengatur'" berhubungan ini dilakukan sistem kebanyakan dapat taksa (settling moth). Van der Pijt. dapat dan lebah (minimal 2 kategori ngengat Namun. 1968. Hal anemofili berkembang pada famili seperti Moraceae dan Arecaceae di bawah kondisi lingkungan yang berbeda. Kisaran serangga antofilus di hutan tropis (dengan hampir dari adalah yang kumbang. 1971. namun berlangsung setelah migrasi ke dalam hutan. informasi penyerbukan tergesa-gesa. Namun.diseleksi untuk penyerbukan oleh angin. kupu-kupu dan berbagai jenis talat. inermis yang memiliki pengunjung bunga sebanyak 300 jenis. Selanjutnya Bawa dan Opler (1975) menyatakan dengan oleh terbatas merupakan ciri umum spesies pohon dioceous besar diserbuki berlidah pendek. Faegri dan van der Poijt. pada survei oleh kelompok serangga yang terhadap diperoleh pengamatan-pengamatan Survei-survei tingkat di penyerbukan akhir ini ekosistem Malaysia intensif dilakukan sangat khusus di neotropik. "ngengat yang tawon. 1960-61. Baker dan Hurd.1978). (1976a) menemukan spesies bunga paling kecil C.

interaksi teritorial . pengumpul Vogel wewangian juga (yaitu lebah telah diselidiki oleh C.Janzen (1975) mengatakan bahwa proporsi jenis dan biomasa lebah tropik yang besar adalah makhluk sosial. termasuk beberapa genera seperti Apis. Trigona dan Melipona. atau mengambilnya dari bunga-bunga dimana penyerbukan yang efisien membutuhkan pengumpul nektar. (ringkasan menjetaskan perkunjungan (1971). Lebah-lebah soliter (yang hidup menyendiri) yang besar sangat penting sebagai penyerbuk pohon berkayu di daerah tropis. Lebah-lebah sosial ini juga mahir membersihkan polen di badannya ke dalam pellet.H. Dressier dkk. yang (1979) Sindrom trapliner Frankie dan dan didatanginya digambarkan oleh Janzen (1971. 1975). Dodson. tersebut. Dengan pengertian dapat ini. mereka yang kurang berperan secara proporsional sebagai penyerbuk. yang pada pada Dodson. sehingga penyebaran dari tumbuhan bunga yang dikunjungi seharusnya bukan merupakan rintangan yang tak mungkin karakter diatasi pada pembuahan tumbuhan Colville silang. dilaporkan Lebah jantan in extenso oleh Van der Pijl euglosine 1975).1974b). hal (1968) oleh tentang Traplining sekumpulan tumbuhan) bahwa euglosine betina. R. pembagian Peran sumber nektar dan polen dan dicapai. pertama kali digambarkan oleh Janzen juga menyatakan lebah-lebah tersebut tampaknya sanggup untuk terbang sejauh 23 km setiap hari.I. Penelitian menunjukkan bahwa lebah-lebah yang besar dari jenis yang berbeda mencari makan pada ketinggian di atas tanah yang berbeda di hutan kering Costa Rica. sehingga yang tersisa dibawa dari bunga ke bunga dalam posisi penyerbuk/polinator (Janzen. sering menjadi pemakan bangkai (scavenger) polen dan nektar yang bunga ditinggalkan setelah proses penyerbukan dilakukan. Studi-studi lebah Cyclocopid di Asia Tenggara (1954). Namun demikian.

individu Yang akan dijelaskan pada dengan juga berhubungan pendukung penyerbukan silang adalah pernyataan Gentry (1978) bahwa spesies serangga penyerbuk bunga banyak (masal) surplus dapat mencurahkan dan pemakan energi serangga untuk yang menghasilkan akan menarik rnembantu penyerbuk. Harus mutualisme ekstrim . Studi komprehensif mengenai penyerbukan serangga dari beberapa anggota famili tertentu belum sebanyak penelilian Tercatat lainnya.interaksi agresif antar lebah di hutan tropik digambarkan oleh Dodson dan Frymire (1961). tumbuhan perambat. 1978 hal. berpengamh yang dilakukan dari di daerah temperate. pohon dan semak di bawah kanopi. paling sesuai untuk pohon-pohon bertajuk dan liana fmisalnya Tabebuia dan Pterocarpus di Amerika Tengah) yang menunjukkan kumpulan warna pada binatang yang dapat terbang di atas tajuk pohon. Sebaliknya. 107-109). Hymenoptera lain. Frankie dan Baker (1974) dan Frankie (1976). selanjutnya burung-burung penyerbukan siiang dengan menakuti serangga tersebut sehingga terbang/pindah ke tumbuhan lain. Dalam hal ini burung-burung dan Iebah masuk termasuk di dalamnya. dan pada Lecythidaceae oleh Prance (1976) dan penelitian sebagian aktivitas penyerbuk/polinator. "Pembentukan bunga masal" dimana individu tumbuhan memproduksi sejumlah besar bunga dalam jangka waktu yang singkat. terutama jenis tawon tropika temyata lebih banyak berperan disadah yang dalam penyerbukan (lihat jenis dibandingkan diingat bahwa dengan yang sebelumnya antara Faegri dan Van der Piji. beberapa liana dan epifit dapat lebih baik dilayani oleh sindrom "traplining". oleh Sebah Gentry paling penyelidikan Pada kedua untuk Bignoniaceae ini. Pengaruh reaksi insting lebah dalam mendukung penyerbukan silang ini dengan bagian memindahkan Selanjutnya. besar (1974a).

1978a). Banziger (1971) menggambarkan ngengat penghisap darah. Kupukupu jenis lain di hutan tropis memiliki kebiasaan yang dan lebih hal konvensional ini serupa Nektar-nektar dalarn dengan dari ini kaya mengumpulkan "ngengat bunga hasil asam biasa nektar. Beberapa bukti menunjukkan pada ketinggian yang lebih rendah. Haber. Kupu-kupu ini mengambil nektar dari bunga-bunga kemudian mengumpulkan butiran polen dari bunga jantan tumbuhan perambat Anguria dan Gurania (Cucurbitaceae) lalu amino memuntahkan tersebar nektar keluar ke dalam atasnya.A. G. seluruhnya pencari Kupu-kupu besar dan berwama-warni. 1972). Galil dan Eisikowitch. dari genus Morpho memakan buah busuk (Young. Ngengat sphigid amino. Semut yang melimpah di dalarn dan pada pohon-pohon hutan dapat juga menjadi penyerbuk siiang yang jarang/langka. 1971). nektar sehingga yang asam kemudian dihisap oleh kupu-kupu. Frankie dan P. pengendap kunjungan (lihat di settling". 1970.Ficus dan penyerbuk-penyerbuknya melibatkan tawon dari Agaonidae (ringkasan pada Ramirez. Lepidoptera-lepidoptera bawah) (Baker. diperlihatkan oleh Gilbert (1972.A Opler. De Vries (1979) memiliki bukti-bukti tidak langsung bahwa kupu-kupu pada genera Paridesa dan Battus dapat melakukan hal yang sarna seperti di Costa Rica. Lepidoptera meskipun tidak banyak terdapat sebagai di hutan tropik. (rajawali) terdapat hutan-hutan tropis setelah matahari terbenam. Di Asia Tenggara. puncak aktivitas mencari makan mungkin dicapai dalam beberapa jam di waktu pagi (W. 1975). tetapi pernyataan . Perilaku kupu-kupu betina dari genus Heliconius yang agak aneh. pengamatan pribadi) tapi di hutan yang berawan (cloud lajur forest) di Costa Rica aktivitasnya ini terbesar pada senja dan fajar.W. Kemungkinan sphingid mengikuti "traplining". nektar. Dari hasil penelitian terkini.

30 cm. dan (misalnya Van der Fiji. praedicta di hutan Madagaskar. disadari. memiliki panjang belaiai 25 . sebagai selama penyerbuk organisme yang secara estetika menarik perhatian dan ialat tidak selalu mengunjungi bunga secara khusus. bunga 1966. 1978 hal angiosperrnae "primitif. Sebagai contoh adalah pengenalan yang lambat terhadap peran . 1960-1961. Namun menyelidiki Tenggara sebagai tebih daripada dan demikian. Gottsberger.) Di daerah tropis mungkin sangat spesifik dengan kumbang yang genus 101). 1969. 1968. termasuk beberapa yang memiliki tangkai mahkota (corola) paling panjang. terutama di hutan-hutan Asia Lautan menyimpulkan penting yang beberapa Diptera di dikategorikan lalat-lalat tropis bukanlah hutan lalat penyerbuk Kemungkinan.memerlukan bukti (lihat Linhart dan Medenhall. tertarik Diamesus dengan yang bau khas tumbuhan (misalnya dan Amorphophallus titanium dan kumbang sphigid besar dari mendatangi inflorescenses seeing terperangkap. Bunga-bunga hawkmoth tropis. Kumbang dari berbagai jenis merupakan penyerbuk yang secara proporsionai lebih penting di daerah tropis dibandingkan di daerah temperate (cf. Faegri der 1971. sebagai tambahan beberapa berwarna kusam berbau tidak sedap dapat pula menank perhatian ngengat (lihat bawah). Faegri van der Fiji. Tercatat bahwa Xanthopan morgani f. yang menyerbuki anggrek Angraecum sesquipedale. Ban der Fiji. yang sesuai dengan panjang belalai ngengat. sehingga diabaikan oleh kebanyakan pengamat. Sindrom ciri bunga hawkmoth (ngengat rajawali) dapat dibandingkan dengan yang dijeiaskan secara luas di bagian lain dan untuk Van tumbuhan-tumbuhan Fiji. Thien (1980) biologi lain di yang telah penyerbukan Pulau-pulau bahwa pionir. ini pohon-pohon Pasifik. temperate 1978). 1974. 1960-1961). Baker dan Hurd. dll. 1977).

lalat-lalat basah 1970). dalam seperti burungdari banyak spesies mempertahankan pembukaan tidak seorang makanannya lebih lain-lain. mereka mengambil nektar (dan juga dalam pemanfaatan sari sebagai adalah hutan basah bahwa tempat protein) Pada (1975) burung daerah hutan. Faegri dan Van der Fiji. serbuk dll). 1975. sedangkan "pertapa"yang memiiiki teritorial berlaku penangkap (trapliner) di hutan. brush-longued di Costa Rica. Sebuah oleh literatur burung berguna ikhtisar penyerbukan disajikan oleh Faegri dan Van der Fiji (1978. pemakan madu (Neliphagidae) nektaryang Sophora. 123 kedua). yang paling dalam Honeycreepers hummingbirds sun bird memperoleh dan tidak sebagai nektardari bunga-bunga hutan (Colwetl dkk.. Pohon-pohon dan semak-semak di hutan neotropis mungkin saja oleh warblers diserbuki berbagai oleh hummingbird (Trochilidae) atau burung termasuk tanager 1977). adalah passerine vireos (perching) (Vireonidae). 1974). hal. . terakhir dengan Asia. Di wilayah Indo-Malaya. dilakukan oleh Slud (1960). Di akrobatidk (Nektahniidae) sangat penting penyerbuk (Wolf. 1978. di Asia mereka dapat dijumpai bersama shite-eyes (Zosteropidae). (Toledo. (3) Penyerbukan tentang Syrphid dalam penyerbukan di Costa palma Rica hutan Asterogyne martiana (Schmid. (Coerebidae) disebutkan bersaing Afrika melayang dan (Sylviidae). dli). (Thraupidae). oleh Burung. finches yang mungkin (Passeriformes). Linhart (1973) dan Stiles menunjukkan jantan dan teritorial dalam Trochilidae. lorikeets studi yang (Trichoglossidae) Australia. di Yang Hawai dari pohon agak sumber Drepanididae hutan berbeda makanan yaitu yang memakan pada kaya cara akan berasal (Metrosideros.

dengan 1975) serangga minim.Toledo (1977) menjelaskan untuk hutan hujan Vera Cruz di Meksiko. Burung menunjukkan ketertarikan yang sangat besar pada nektar sebagai bahan makanan selama masa berbuah rendah dan ketersediaan (Toledo. kerapatan udara dan faktor-faktor lainnya. berlawanan dengan daerah terbuka di sekitar bunga sehingga dapat ditempati oleh hummingbirds yang sedang terbang. Van der Pijl {1937} dan Faegri dan Van der Pijl (1978) organisasi sisi lain menjelaskan bunga bunga antara perbedaan-perbedaan bunga paleotropik dalam burung Terdapat perching dan inflorescens di satu sisi. cenderung Sebaliknya banyak tersebut pohon-pohon yang lebih tinggi dan liana yang menempati yang lebih tinggi lebih didatangi oleh burung Perching. bahwa Penuiis yang sama suplai dan melaporkan variabilitas makan nektar sepanjang tahun bagi hummingbirds berhubungan perilakunya dalam mencari berkembangbiak. . makanan 1978) mempelajari dalam pola dengan pola hummingbirds mencari dan oleh {kebanyakan komunitas penyediaan terganggu) nektar dihubungkan tumbuhan. 1977). Feinsinger {1976. dan yang bahwa hummingbirds (Heliconia cenderung herba mendatangi pohon-pohon pada strata yang lebih rendah. Pada areal cloud-forest di Costa Pica. semak-semak tertinggi tempat herba dapat adalah dipertimbangkan}. Perbedaan ini juga dapat dilihat dengan membandingkan antara spesies yang diserbuki oleh hummingbirds dan passerine yaitu Etythrina di neotropis {Cruden dan Toledo. sedangkan pada neotrropik hummingbirds. ketetapan tempat berdiri pada yang pertama. Feinsinger dan Colwell (1978) menghubungkan perbedaan-perbedaan perilaku dalam mencari makanan di dalam dan atar spesies pada ketinggian yang berbeda seiring dengan perubahan suhu.

Heithaus ef a/. 1975}. di Taman Botani (Kebun Raya) Buitenzorg (sekarang kepada Bogor) pada tahun 1892. kelelawar pertama sebagai poiinator di areal hutan tropis telah dibuat oleh W. 1959). Ayensu (1974). (cf. dapat makan untuk ketika yang lintang diproduksi burung-burung hummingbirds). dan dewasa ini telah ada alat-alat penguat gambar penampakan malam bagitu pula alat radio tracking telah memungkinkan studi yang lebih sering dan mendetait dan telah memberikan kepada kita apresiasi yang nyata dari luasnya sistem penyerbukan yang hampir terbatas pada daerah tropis. mereka mungkin dimanfaalkan bergerak burung-burung atau ketinggian (Janzen. dengan dari hutan iebih Barat. di Asia Tenggara). Selanjutnya dengan adanya photografi flash elektronik. Vogel (1958. Hadiah yang dapat disediakan untuk burung-burung yang datang oleh bunga hutan tropis akan dibahas pada bagian berikutnya.Beberapa spesies pohon Ornithopilous mernpunyai bunga berbentuk rnangkok yang sangat besar (seperti Spathodea deciduous sampanulata. Jenis-jenis inni memiiiki begitu banyak nektar (dan air hujan) sehingga dapat digunakan sebagai tempal minum oleh burungburung yang lebih besar. 1975). Kelelawar Pernyataan dan Mamalia yang Lainnya muncul sebagai mengenai polinator. tahun. 1973). Sazima dan . setengah musiman tersebut memberi 1978. (1974. untuk dasar karena Stiles. Baker (1970. di Afrika Bignoniaceae. Burck. sepanjang residen atau atas oleh Bunga-bunga tahun. secara migran. 1968-1969). Harris dan Baker {1958. dan Mulai dari itu ini hingga tahun 1954. Jaeger (1954). relatif sedikit perhatian ditujukan polinator crepuscular nocturnal (kecuali oleh Van der Pijl. Carvalho (1960). 1959}. (4). diameter kurang 10 cm dan sama-sama dalam). Baker dan Harris (1957. 1936.

d!l). 1968Baker. yang juga meliputi banyak data utarna dari Malaysia. order order Namun ternpat Megachiroptera (sementara adalah Microchiroptera demikian. dan di Australia. Kemungkinan lain. memberikan penyerbukan oleh mamalia non-volant Tumbuhan yang diserbuki kelelawar di hutan tropis biasanya pohon-pohon. 122) dimana marsupial contoh benar-benar lebih lanjut terlibat mengenai (Morcombo. 1973). 1978}. sisa keterlibatan mamalia yang lebih tua ini masih terlihat di Madagaskar. Contohnya Parkia dappertoniana (Fabaceae. dimana lemur (kukang) boleh jadi merupakan pollen-vektor. liana atau kadang-kadang epifit dengan individu peduncles bunga-bunga bunga atau inflorescenses menggantung sehingga atau pada individukekuatan ruang yang pedicels terdapat terbang bagi kelelawar bebas dari ranting atau cabang. Sussman berpendapat bahwa didatangi oleh mamalia non-volant yang didahului oleh penyerbukan kelelawar. hal. Sebuah resensi umum dan diskusi disajikan oleh Start dan Marshall (1976). dan cukup besar digantikan oleh penyerbukan kelelawar ketika mamalia yang terbang lebih efektif menjadi tersedia. andreana {fabaceae. bunga-bunga tersebut mungkin berada . 1957. 1978a) dan Mucuna 1970). Mimosoideae) (Baker dan Harris. Faboideae) (Baker. kosong di insectivonous) {Baker dan Harris. Vigel. 1968. Lack (1978). Baker. Faegri dan Van der Pijl (1978. Megachiroptera hutan bunga tropis yang tidak menyebar ke neotropic dan Microchiroptera (yang menyebar} dan Raven menemukan (1978) Amerika dan menyebar kedalamnya (Baker.Sazima (1977. 1978) adalah diantara dan mereka yang telah memberikan penyerbukan contoh-contoh bahasan mengenai kelelawar di hutan tropis. 1957. Jika hal seperti ini adalah kasusnya. Bunga yang didatangi kelelawar pada paleotropik terbatas anggota 1969. dan Gould (1977. pada dari sub sub 1973}.

meminum nektar dan memakan pollen. Migroglossus minimus mencari makan hanya pada mangrove ini dan terbatas . kelelawar dapat terbang dalam jarak yang jauh. Bersama nocturnal. mungkin warna terdapat abu-abu pada kernerah- merahan atau keputih-putihan. 1959.. Susunan ini terlihat dalam bentuk ganjil pada inflorescences-rachises yang kaku pada Oroxylum indicum (Bignoniaceae) di Malaysia spp. sehingga dan kelelawar hinggap inflorescences rnerayap disana. (seperti Banyak Crescentia dari bunga pohon-pohon diserbuki oleh kelelawar berada dalam kondisi tanpa daun (yang memungkinkan kelelawar terbang lebih bebas) dan hal ini mungkin merupakan alasan rnengapa penyerbukan kelelawar kelihatan lebih sering terjadi pada hutan kering daripada hutan basah. dan bau yang tajam. Bombacaceae) atau inflorescences (contohnya Parkia clappertonia). seperti pada Ceiba petandra (Bombacaceae) (Haris dan Baker. atau pada bunga-bunga tunggal yang kokoh {contohnya Kigeha. 1978). Beberapa bunga kelelawar menghasilkan cauliflorously Bignoniaceae}. Dalam mengumpulkan hadiah-hadiah ini. keduanya merupakan hal yang suplai sangat penting asam karena amino membentuk terbesar pembangun protein untuk kelelawar tersebut (banyak). yang dan Van der Pijl. Terdapat dua sindrom bunga kelelawar yang cukup berbeda dengan tidak (Faegri anthesis enak. 1978).dalam satu tandan dapat dekat ujung pada cabang. Start dan Marshall (1976) menemukan bukti bahwa megachiroptera Eonyderis speiea mungkin mencari makan pada mangrove Sonneratia alba (Sonneratiaceae) pada lebih dari 38 km dari tempat bertenggernya. yang (Gould. Baker. 1963). agak bunga-bunga bermahkota besar. Volume yang sangat besar dari nektar agak mencair pada maiam hari dan polien juga mencair dalam jumlah yang cukup besar. Bignoniaceae) atau bunga tipe semak (contohnya Adansonia digitata.

seperti pada Artheus jamaicensis pada Bauhinia paulitia (Fabaceae. 1975). 1973. sama halnya di Malaysia (lihat juga.. Pencarian Microchiroptera neotropic mungkin juga pada jarak 16km (Janzen. 1974). Start dan marshall. tetapi Gould besar" boleh saja merupakan suatu keadaan yang sangat (seperti pada (Baker. atau sekawanan.untuk bertengger sampai 3 km dari sumber makanan. Heithaus. Howell (1978) menunjukkan bahwa pohon-pohon yang menghasilkan Rica) bunga kelelawar aliran di Guanacaste pada waktu (Costa yang menghasilkan nektar berbeda-beda sepanjang malam. Heithaus et al. Durio zibethinus. dapat dimana terbang mereka dalam dengan akan jarak yang jauh anlara makan tempat oleh bertenggernya pohon-pohon makan. dari suborder kelelawar yang sama. Gould (1978) juga mengklaim bukti mengenai pertahanan teritorial dari Eonycteris. di Malaysia juga. Phyllostomus discolor mungkin saja mencari makanan secara soliter atau mengelompok.. Faboideae. Sazima dan sazima (1977) mencatat bahwa di Brazil bagian Tenggara. Pteropus vampirus. et al. clappertoniana) telah menunjukkan traplining oleh megachiroptera. Terdapat bukti-bukti secara tidak langsung bahwa pencarian makan oleh beberapa kelelawar neotropic mengikuti pola traplining (Baker. makan satu soridna kelelawar demi dari microchiroptera seperti sp. Markea misalnya Glossophaga (Solanaccea) (dilaporkan di dalam kesalahan sebagai species dari genus tetangganya Trianaceae dalam Baker (1973). kecil satu. Gould (1977) memperkirakan bahwa. 1975.. 1978). sehingga kelelawar yang . Di mencari neotropic. Sazima dan sazima. Di palcotropic pemberian makanan pada "kesempatan" pohon-pohon Ceiba 1973) dari kelelawar bunga Parkia (1978) megachiroptera biasa "pembentukan pentandra. 1976). tergantung pada jumlah nektar yang tersedia.

Di Afrika Barat. Van der Fiji. dari berbagai kelelawar polinator-polinator belum dapat umum Dia dalam juga sumber. Gould. Kebutuhan dimaksudkan sepanjang untuk di bunga atau tetap buah-buah bertahan oleh ringan hidup prosesi agar kelelawar kelelawar dapat juga sebagai "bekerja pollen-vektor. Corollia perspiciilata mungkin dapat mempertahankan dirinya pada buah-buahan selama rnusim basah sedangkan Glossophaga soricina dapat mempertahankan kecenderungan nektarivorous. Daya Tarik Baqi Polinator (1) Warna. yang Prilaku sepanjang bunga tahun dan dari buah microchiroptera mendatangi neotropis telah dipertimbangkan oleh Heithaus et al. Dalam hal in. siiang lebih bahwa mernperoleh menemukan makanan bukti mengangkut pollen dari jenis-jenis yang berbeda ini dari tanaman pada bagian-bagian tubuh yang berbeda sampai menarnbah efisiensi (1978) acuminata Malaya. Start dan Marshall. seperti ketika tajuk Cochlospermum atau tabebuta berbunga di hutan kering Amerika Tengah. 1978). Macam-macam warna dan pola warna dijumpai di hutan tropis meskipun suasana dari warna tersebut mungkin hanya tampak pada waktu-waktu tertentu dalarn setahun. Eidolon helvum mencapai tahap akhir dengan migrasi kelompok dari daerah berbunga yang satu ke daerah berbunga yang lain (Alien. 1939).datang dapat merupakan spesialis untuk waktu tertentu dan oleh karena yang itu kemungkinan efisien. 1973. paleotropic diisi pembentukan bunga dan buah oleh species yang tidak bertalian dan hal ini dimungkinkan oleh iklim (Alien. Baker. atau ketika Warszewiczia (Rubiaceae) berbunga di hutan yang . (1975). 1976. 1969. 1939. indicum dalam dan sama" Gould Musa memberi menunjukkan bahwa Oroxylum makan kelelawar megachiroptera Eonycteris spelaca di tahun.

misalnya Casearia sylvestris dan . Guarea Pithecellobium (1958) telah gigantiiolia dan catenatum adalah anggotanya. bunga berwarna dari Opier hutan merah daripada Frankie. dari dan maupun temifoiia spp. dan Baker (Olacaceae) Di (Elaeocarpaceae). rnerah murni {seperti yang terlihat oleh mata manusia) yang biasanya disertai oleh pancaran ultraviolet(tidak dapat dilihat Meskipun sama seperti oleh kita).lebih basah. {baik dan hutan Contoh-contoh spp. di hutan basah dan kering Costa Rika. Sebaliknya. hampir Bunga semua untuk lebah kecuali mempunyai warnd. beberapa species yang beradaptasi pink. Kemudian. Schoepfia schreberi (Meiiaceae). hubungan yang baru telah terungkap (sama halnya dengan pada bunga-bunga yang diserbuki kelelawar). dengan atau ngengat warna ngengat memiliki lavender {Haber. Bunga untuk ngengat biasanya berwarna barangkali pucat. berkisar dari putih hingga kuning dan pink (dan bahkan merah) tetapi bukan biru. Warna merah adalah warna yang paling umum diantara species dan yang diserbuki Bunga oleh untuk burung kupu-kupu (hummingbirds passerine). dipubl. Harris menyaksikan memotret sphingid ngengat yang mendatangi bunga-bunga berwarna ungu tua dari Kigetia africana (Bignoniaceae). P. hampir pada wama tersebut sedikitnya berasosiasi dengan jenis polinator dengan cara yang temperate. beberapa species pohon yang diserbuki tawon memperlihatkan keungu-unguan bunga-bunga yang biasa berwarna tarnpak. atau putih. Calliandra Pithecellobium Mimosoideae). cream corolla daripada berstekstur daging. Hum crepitans (Euphorbiaceae).). dari daerah Bunga-bunga semua untuk tawon sering berwarna merah keunguan. Fabaceae Sloanea basah. Di Afrika Barat. dan warna putih atau cream yang biasanya rnerupakan bagian sindrom dan kering penyerbukan tidak saman meliputi Bawa.

Xytosma sp. Jones dan Rich (1972) telah memberikan perhatian kepada Columnea kenampakan florida di yang luar Rica. Opier dan Bawa. biasa dimana dari adaptasi (Gesneriaceae) Costa pada penyerbukan burung-burung hummingbird . cream al. tidak dipubl. mereka menunjukkan pendaratan dilakukan polinator dapat salah arah. dan hubungan variabelbunga membahas proses pewarnaan bunga dengan mengacu pada Barrows (1977) mempelajari perubahan warna (dari lavender gelap sampai putih) yang terjadi pada bunga Pachyptera hymenaea {Bignoniaceae) ketika polen dan nektar tidak lagi tersedia. berwarna diserbuki oleh kombinasi lebah-lebah kecil dan tawon beberapa species Cord/a. Mereka menunjukkan bahwa hanya ada satu petal dalam satu bunga yang mengabsorpsi ultra violet bahwa dan dengan manipulasi yang biasa posisi petal oleh (dengan lebah pembedahan dan penempelan kembali). Caesalpiniodeae) pada tumbuhgn di alam. tetapi bungabunga nodanya masalah. didatangi sehingga rnungkin dari oleh arti dapat apa lebah selagi dari biologi perubahan tersebut masih belum jelas.. Buchrnann tersebut masih masih bersisa. dan Karwinskia calderoni dan Ziziphus dengan guatemalensis bunga (Rhamnaceae} putih atau et (Haber. ultraviolet ini terhadap masih berubahnya mencari umum. Opier seiring dengan penuaan bunga. jawabnya. Untuk beberapa eksperirnen Sebuah {1974) memberikan yang mungkin dan indikator pada dibutuhkan didemonstrasikan lewat eksperimen Jones dan Caesalpinia eriostachys Parkinsonia aculeata {Fabaceae. Banyak species lainnya (seperti 1976a). (Flacourtiaceae}. Frankie. Beberapa penelitian lanjutan mengenai warna bunga dan polanya yang memperhitungkan yaitu pola tidak pantulan pola makanan Kevan atau warna pada (1978} absorpsi variabel pengunjung anthecology.

bau dari bunga yang diserbuki kelelawar (sebagaimana buah yang enak. terdapat sekitar bunga pada banyak euphorbia tropis. dan Dressier Vogel dkk. Bau aminoid lainnya berkaitan (termasuk dengan bunga bunga-bunga yang besar yang diserbuki dari kumbang. (2) Bau Bunga. dll) untuk Lecythidaceae. dan bunga-bunga yang diserbuki hewan terbang sekali Rafflesia) memiliki kecenderungan yang familiar tertiadap bau yang tidak enak bagi hidung manusia. Seperti Van der Fiji (1936) pertama menunjukkan. 1975) R.L. di Afrika Barat. (1968) Dodson. Di hutan tropis terdapat asosiasi yang biasa dari bau-bauan yang enak dengan bunga-bunga yang diserbuki lebah dan kupu-kupu. 1958). Kigelia africana. Kerja (diringkas dari dalam C. diserbuki ngengat biasanya mempunyai bau yang enak (begitu pula relatif temperate mereka) tetapi hal ini tidak dapat dipercayai karena bau yang tidak enak dari bunga Durio zibethinus (Bombacaceae) menarik perhatian ngengat sebagaimana pada kelelawar (Baker. didistribusikan dan bahkan itu kelelawar) telah Species biasanya yang agak dengan tidak bau oleh dibandingkan kelelawar sendiri. Bunga-bunga yang diserbuki kelelawar. Dodson. mempunyai bau busuk (dan berwama ungu kemerahmerahan) tetapi mereka juga menarik perhatian ngengat sebagaimana kelelawar (Harris dan Baker.tersebut belakang terdapat daun dan tertarik daun bagian kesamaan oleh pada bintik-bintik bunga pewarnaan lainnya merah yang merah terang pada Disini dari di dimana penguat masa tersembunyi. dan ketidakadaan bau yang biasa pada species yang diserbuki burung. seperti yang dimulai oleh Gentry (1974a) untuk Bignoniaceae dan oleh Prance dan kelompoknya (Prance. Penelitian depan tentang pewarnaan bunga dalam konteks penarik penyerbukan mungkin dibuat pada basis family. 1976. 1970}.H. .

Namun demikian. Nektar nektar kimia : organik bahan {lihat 1975. protein jumlah beberapa antioksidan. Overland telah mempelajari endogenous yang ada pada pembukaan dan produksi bau pada bunga dari blooming nocturnal Cesfrum noctumum (Solanaceae). spuria lingkungan species nektar diurnal. Aspek-aspek bahan kimia penyerbukan biologi tumbuhan berkayu di daerah dengan tropis telah disebutkan bahan semua sekedar amino. beragam substansi nutrisi organik lainnya sangat kecil. jam juga dan oieh dengan (1974). menekankan lebih beberapa asam yang pada dari atau nektar. pengumpulan substansi bau-bauan dari petal berbagai anggrek tropis oleh lebah auglosine jantan menunjukkan sehingga kombinasi terdapat (1960) karakteristik mating "minyakdari ritme minyak essensiaf yang secara berbeda menarik perhatian assortive pollinia dan stigma anggrek-anggrek ini. bunga-bunga tersebut rnenjadi berbau tidak enak setelah beberapa jam dan kemudian bunga-bunga tersebut didatangi kelelawar. kesempurnaan faktor-faktor keuntungan melaporkan dihasilkan Ritme mereka pada bahwa endogenous ke dalam dapat Inga dan semacam siklus dilihat vera 24 Salas var. Hadiah Bagi Pengunjung Bunga (1) Nektar. diketahui mengandung gula. (Fabaceae. itu.mengenai telah lebah. kimia lainnya yang mungkin mengandung efek pencegah pemakan nektar bagian mencegah dibawah} atau (Baker nilai Baker. (a) Bahan Kimia dari nektar. yang sebagaimana potensial dan Baker. Energi produksi pembangun jaringan . oleh kimia air Baker gula: asam (1978a). Mimosoideae) tidak berbau saat pertama kati (diakhir senja) menarik perhatian beragam pengunjung bunga. dalam pada bahan-bahan lipid. 1978a).

Burung kolibri betina khususnya pada waktu reproduksi gemar memakan serangga. Ada beberapa bukti dari sarnpel yang di arnbil dari hutan kering Costa Rica. Bunga-bunga kemungkinan tidak dapat menyediakan mereka dengan suplai alternatif yang nyata dari bahan-bahan penyusun protein dan merekapun . nektar Ranunculaceae asam amino kaya sukrosa. Baker dan Baker. ngengat. Bunga yang dikunjungi kelelawar di neotropis membuat penggunaan getah buah dan pollen sebagai sumber dari bahan-bahan penyusun protein dan mengkonsumsi beberapa serangga. dan nektar dari bunga yang mereka kunjungi mempunyai konsentrasi asam amino yang relatif tinggi. nektarnektar yang mereka konsumsi kurang dalam asam amino. 1981). Rasio menunjukkan menjadi ngengat. 1978a).nektar bergantung pada volume nektar dan konsentrasi bahan kimia di dalamnya dalam pertanyaan (lihat di bawah). nektar dari Asteraceae biasanya didominasi heksosa. 1978a. dominasi sukrosa kurang jelas terlihat. Kadangkala ada phylogenetic yang kuat. sukrosa terhadap dengan bunga untuk heksosa dalam dan nektar bunga yang hubungan untuk rendah perilaku bunga polinator. nektar tanpa melihat tipe polinator (Baker dan baker. dan untuk bunga lebah cukup beragam. 1978a). 1981). Konsentrasi terbesar) para sumber dalam cenderung untuk jika lebih besar jika nektar adaiah satu-satunya (atau yang material bunga pembangunan biasa protein pengunjung dibandingkan pengunjung mempunyai alternatif yang melimpah (Baker. tinggi tetapi hummingbirds passerine diserbuki burung dan yang diserbuki kelelawar (Baker. Di Costa Rica. dimana konsentrasi gula pada nektar meningkat dari dasar hingga puncak pohon (dengan perkiraan gradien terbalik untuk asam amino) (Baker. kupu-kupu dan tawon (termasuk pula beberapa kelornpok tawon) bergantung pada nektar untuk pemeliharaan diri mereka. Bunga untuk kupu-kupu.

1978a). Di hutan Costa Rica dataran rendah. Baker dan Baker (1973. lebah Amerika yang meliputi famili minyak tertentu. Nektar dari tumbunan tropik berkayu dapat terdiri dari 2-24 asam amino yang dapat dideteksi. sesuai dengan spesies masing-masing (Baker. nektar yang terdiri dari lipid ditemukan paling sering pada pohonpohon. Pada sejumlah anggota tahun tanaman dari 1969. . di Vogel menitikberatkan Selatan. Jika asam-asam amino ini mempunyai pengaruh toksik yang dipercaya ada saat mereka terdapat pada benih-benih (Rehr.b).1974) polen digunakan pemberian makan larva. Di antara pohon-pohon dan liana. dikumpulkan yang yang hutan oleh bahwa tropik. 1973a. dkk. Namun demikian. Terdapat beberapa asam amino "non protein" yang lebih sering ada diantara nektar bunga dari pohon-pohon tropik dan liana (55%) daripada tanaman di temperate (36%). adalah seperti bahan-bahan larut air lainnya dan dikatakan bahwa minyak Vogel "alternatif bagi nektar benar-benar nektar yang secara luar biasa kaya akan lipid. Vogel dicampur nektar. 1978a). minyak Malpighiaceae Ketenjar in menghasilkan anthophorine bahwa mengeluarkan untuk genus dimana ini minyak ini diserbuki "elaiophors" dan ia menyatakan produksi sebagai ke alternate dan minyak mereka pada produksi Centris.. mereka mungkin berperan sebagai penangkal terhadap pengunjung bunnga-bunga yang tidak diharapkan.1971. 1975) melaporkan bahwa nektar yang terdiri dari lipid-cairan yang terdiri dari lipid dalam suspensi dan juga terdiri dari gula biasa dan asam amino. lipid nektar ditemukan terutama sering ditemukan pada Caesalpinioideae dan Bignoniaceae (Baker. pada tahun 1973. mengangkut dengan Lebah-lebah minyak dan percaya termasuk sarang bahwa (1968.tidak.

lebah (masing-masing dalam "sucrose dkk. termasuk antioksidan (sebagian besar asam askorbik. (b) Volume Nektar dan Konsentrasi Gula. yang secara potensial penting bagi nutrisi pengunjung bunga di dalam hutan. 1975. Dua variabel ini terkait erat karena sejumlah gula yang diproduksi di dalam nektar sebagai hasil konsentrasi beberapa volume (yang terakhir biasanya diukur dengan refractometer 1979). polinasi mempunyai 1979). dkk..1978a. dapat juga mempengaruhi "rasa" dari nektar. yang menemukan bahwa nektar bunga burung kolibri. Opler. 1975}. pada akhirnya kurang dan pekat dibandingkan bunga-bunga x = 41 % settling dan 46 moth %). yang 1977.. berbeda Cruden. Konsentrasi gula yang rendah pada nektar bunga kolibri menunjukkan nilai yang tidak semestinya dengan laju metabolik yang tinggi dari burung-burung kecil ini. Pada serangkaian determinasi pada hutan kering dan /pada musirn kering (Baker. Percival. Konsentrasi gula dari nektar hutan tropik berada pada selang 5-80% (sucrose equivalent . Sebagian besar bahan kimia yang disebut. selang yang luas (Fahn. adaptasi pengunjung Baker. equivalent". 24% dan 17%) daripada nektar bunga kupu-kupu (x = 29%) dimana. ngenngat sphingid kelelawar mempunyai konsentrasi rendah (masing-masing x ~ 21%.Bahan-bahan lain pada nektar bunga. 1961. 1981.1974. 1981. dan ini terutama sering ada pada nektar yang mengandung lipid di mana mereka rnampu mencegah berkembangnya ransiditas (rasa anyir) (Baker dan Baker. .sebagai berat per berat total).1978a. Bolten.. 1981). 1949. dkk. 1978a). Cruden. Baker. Meeuse. 1975. vitamin C). Konsentrasi gula nektar dari bunga-bunga bunga yang yang beradaptasi berbeda pada klas-klas 1965.1977. ketika volume nektar pada bunga-bunga dengan selang melewati beberapa tingkat jarak (Cruden.

Bagaimanapun Trinidad) dalam mereka asumsikan terlalu rendah untuk lebah. Volume nektar dari bunga hutan tropik biasanya meningkat seiring dengan biomassa bunga (Opler. Baker (1975) merumuskan bahwa viskositas yang rendah penting untuk memungkinkan pengambilan nektar dengan cepat oleh burung kolibri. walaupun terdapat pengecualian-pengecualian terkenat. Penjelasan ini tidak dapat diaplikasikan oleh Bolten hutan Dinyatakan dari Feinsinger yang (1978} penetesan burung nektar cair akan memperkecil kemungkinan lebah dari 'perampokan' untuk konsentrasi dibutuhkan nektar (dart kolibri juga. kupu-kupu Cordia atau spp. Sekalipun demikian. cukup air pada sempit bunga). burung berada di bawahnya. Beberapa lebah kecil. seperti lebih pada beberapa mernproduksi sedikit mikroliter nektar pada suatu saat. bermanfaat mengurangi tropika tekanan basah.tetapi setidaknya tiga penjelasan yang mungkin telah dikemukakan. ngengat bunga. di dalam kasus burung kolibri dan ngengnat saluran Sebagai diambil untuk sphinngid yang alternatif. kupu-kupu dan ngengat lebih suka dan dapat berhadapan dengan nektar untuk yang pekat. adalah benar bahwa lebah. yang keberhasilan polinasi. sphingid dan kelelawar yang hanya menghabiskan periode yang singkat pada bunga (dan. pribadi. 1981). tetapi tidak mernproduksi nektar.A.. Calder cair besar dapat saat disarankan (komunikasi nektar memuaskan karena pada dan bunga gula kebutuhan energi mereka. dan bahkan yang mernuntahkan pekat cairan sebelum mencairkan nektar sangat mencernanya. beberapa perbedaan . contohnya Cochlosperum vitifolium (Cochlorspermaceae) dan Bixa orellana (Bixaceae) pada hutan kering neotropik mempunyai bunga-bunga dengan diameter sebesar 7 cm. tawon. burung ia oleh nectar saat 1980) dalam seharusnya dipindahkan oleh suatu yang bahwa volume mengalir dari W.

nektar erat terdapat gula disediakan ukuran yang gula pengunjung terbalik nektar yang (Opler. dan semuanya indicum dipolinasi 1. oleh Malaya: zibethinus 0.8 ml. Volume berhubunngan kebetulan. lebah (untuk mereka sendiri dan untuk anak-anaknya) dan oleh kelelawar. 1981) dan ini diperoleh bukan dengan secara korelasi dan juga. Hocking (1953. Bombacaceae) dapat memproduksi 15 ml datam satu malam dalam kondisi terbuka. (2) Polen.1968) menghitung produksi gula nektar per hektar dari tundra Artik dan menduga berapa yang dapat mendukung penerbangan serangga dan diperoleh hasil yang agak menakjubkan. Polen yang dihasilkan oleh kunjungan bunga digunakan sebagai nutrisi oieh kumbang.63 ml. nektar volume bagaimanapun dihasilkan bahkan pada permukaan dilusi biasanya lebih besar pada bunga yang menyediakan nektar umurnnya untuk burungburung yang relatif besar. tetapi kelihatannya sangat jarang. 1957). kelelawar 15 Musa ml (dimana Parkia Oroxytum yang denngan semua mengalir ke tempat oleh Durio bunga bunga antara yang biasanya) dalam satu malam (Baker dan Harris. Di Asia bunga staminate dari Musa paradisiaca (Musaceae) memproduksi beberapa mililiter selama satu malam (Fahn.36 ml. bagi sebagian besar burung pengunjung bunga (lorikeet dari Australia adalah pengecualian dalam pencernaan polen . lalat. 1949). Hal ini akan sangat membantu untuk data kuantitatif hutan tropik. saat inflorescences tunggal dari Parkia clappertariiana Afrika Barat dapat memproduksi sebanyak Ochroma. kelelawar dan ngengat. sebagai contoh bahwa satu catkin dari Salix arctophila (Salicaceae) dapat tersebar untuk 950 "km nyamuk" setiap hari. konsentrasi tersedia. Musa acuminata 0. yaitu bunga-bunga besar pada pohon balsa neo-tropik (Ochroma pyramidalis.yang besar lainnya. Di Artik.

yang betina disengaja: (1972. Bunga "keuntungan" beradaptasi dilayani oleh yang dari dengan tidak bunga lebah bernektar tidak dari anggota seperti yang dengan pada Annonaceae sangat atraktif untuk kurnbang. orellana banyak yang Cochlospermum spp. menyimpan polen polen "anther-anther polinasi" yang berbeda "anther-anther badan lebah ketika sedang makan. Masih komposisi sangat bahan kimia sedikit polen pengetahuan tanaman tropis. Di hutan noetropik. 1971. Sebaliknya bernektar Cassia. Kemudian dilakukan pemuntahan nektar di atasnya sehingga asam amino meresap ke dalam nektar dan kemudian juga diminum ini oleh masih kupu-kupu. seperti (Bixaceae). polen lolos dari anther melalui pori-pori ujung dan beberapa polen "menderu" disebabkan karena lebah menggetarkan badannya saat kontak dengan adroecium dan mengguncangguncang polen yang berbentuk seperti debu tersebut. pada Bagaimanapun fenomena terbatas hutan neo-tropik dimana Helioconius berada (lihat juga Dunlap-Pianka. dkk. tentang tetapi . dari Churchill 1975} dan Cristensen. bahwa menggunakan genera 1970). Caesalpiniodeae) diternukan pada bentuk kehidupan dari herba hingga pohon yang kesemuanya menghasilkan polen yang berlimpah. pohon-pohon. pollen dan Gilbert rnenunjukkan Heliconius pada kupu-kupu genus melalui pengumpulan sampel bunga-bunga staminate dari tumbuhan perambat diocious Anguria Gurania {Cucurbitaceae}. 1979). Swartzia dan Melastomataceae sangat erat dalam penngumpul makan". De Vries. Banyak bunga dari tumbuhan hutan digunakan oleh lebah sebagai sumber nektar dan polen sedangkan polen hanya sebagai hadiah untuk pengunjung. vitifolium (Cochbrspermaceae) yang terdapat diantara Sotanum Melastomataceae tidak bernektar diantara (Fabaceae. (Solanaceae) semak. Cassia dicontohkan 8/xa dan spp. Pada Solatium.

(anaman). atau lebih sering disebut inflorescence (Faegri dan Van der Pijl. 1978). telah digarnbarkan untuk sejumlah spesies tropik. Baker dan J. tanpa interaksi siklus hidup biasanya juga ada dan ini akan rumit apabila antara tanaman dan tawon . mengkonsumsi tampuk bunga (spathe). burung-burung polinator dan tikus yang makan pada inflorescence (sekumpulan pada dapat menjadi dan dan sebagai agen perusak (Faegri dan Van der Pijl. Ini juga terdapat pada kategori hadiah padatan yaitu yang pertumbuhannya tidak normal didalam synonim Ficus. dedaunan bunga Pada Di Asia Tenggara.dinyatakan oleh Howell {1974) bahwa polen yang diambil sebagai akan makanan protein. oleh dan kelelawar mungkin mungkin sangat kaya berhubungan Beberapa dengan yang konsentrasi asam amino yang rendah pada nektar bunga keleiawar 1977. tidak dipublikasikan) (3) Hadiah padatan lainnya. Padatan "tubuh makanan". Banyak kasus telah diketahui dari peningkatan anak kumbang pada jaringnan berdaging dari bunga-bunga yang hidupnya panjang. menyediakan bagian-bagian makanan mulut untuk pengunjung bunga dengan untuk pengunyah (mungkin memindahkan perhatian pengunjung dari androecium dan gynoecium). Baker. 1978}. Hawaii. studi menguntungkan telah dilakukan pada kisaran urnum kimia polen dari tumbuhan hutan tropis dan sebagai tahap awal telah dibuat baru-baru ini (H.G. inflorescence bahkari kumbang bahan "trapping" polinalor padat beberapa serangga dihasilkan Araceae non lainnya didasar tropik pada Amorphophatlus yang variabilis trapping. tetapi terdapat suatu keseimbangan yang tidak stabil disini yaitu antara keuntungan polinasi dengan kerusakan jaringan-jaringan.1978a). {Baker. makan Di Freycinetia burung-burung arborea dengan ini juga (Pandanaceae) memberi berdagingnya.

(4) Tipuan dari pengunjung bunga. dan hal ini telah dinyatakan (Baker. tidak disempurnakan. lebah. sedang bunga pistilat tidak tersedia. Secara nyata. kami membutuhkan lebih akan ditemukan dilain tempatdi hutan . Kasus-kasus yang jelas ada tipuan total. Kasus polinasi "sengaja" lainnya kemungkinan tropik. dan bentuk dari telah bunga didukung dengan oleh baik penyediaan pada hadiah itu (biasanya nekltar atau pollen). Namun demikian tipuan diketahui dalam biologi polinasi. Ini mungkin akan seimbang jika polinator tidak tertipu. 1976).agaonid. Pada sebagian besar tumbuhan. Bunga pistilat dengan "tidak sengaja" dikunjungni oleh polinator yang mengantisipasi dari bunga polinasi hadiah yang sama dan oleh mereka spesies peroleh dari Car/ca staminate (Baker. Tipuan parsial benar-benar ada diantara pohonpohon tropik pada kasus-kasus tersebut dirnana bunga staminate menyediakan dari spesies monoecious polen atau atau dioecious keduanya) hadiah (nektar. pada khususnya hubungannya dengan serangga kekuatan diskriminator yang kurang berkembang. pistilat lalat. bau. dimana tidak disediakan hadiah sama sekali. terlihat bahwa yang paling baik sangat jarang diantara pohon-pohon besar. tidak kupu-kupu dan ngengat}. Contoh "sengaja" disediakan (Caricaceae). 1978a) bahwa untuk pohon besar energi yang digunakan untuk pembentukan bunga begitu besar sedangkan simapanannya kecil sehingga tidak bisa mencukupi hadiah untuk polinator. pemberitahuan keberadaan hadiah yang tampak kepada pengunjung bunga melalui warna. diaman bunga staminate menawarkan polen dan nektar untuk berbagai pengunjung (burung kolibri. hadiah dan tapi bunga menyediakan dikunjungi secara singkat oleh ngengat pada saat hampir setengah gelap di awal malam.

menyerbu melalui dasardari pucuk corolla belum atau spur atau untuk mengunyah yang terbuka memperoleh hadiah-hadiah yang kaya nektar atau polen. melalui dan kalik penjepit beberapa untuk {sebagai contoh Cucurbitaceae Acanthaceae . Ketika bunga beradaptasi pada polinator-polinator tertentu. kumbang dan lain-lainnya. Lebah. Kehilangnan hadiah pengunjung kadang-kadang bract tebal untuk terjadi kaliks.banyak informasi tentang biaya energi pada penyediaan hadiah. kumbang dan burung kolibri {juga burung-burung lainnya) resmi atau bract). mereka tidak berperan dalam polinasi. Pengunjung yang tidak resmi. Pada ini dicapai morfologi bunga. diharapkan akan terdapat seleksi penampakan yang kemudian menurunkan kemampuan ketersediaan kasus kupu tempat yang dan nektar sama. ngengat dan polen pada oleh polinator. rambutpada Musaenda paleotropik. perubahan pengunjung burung dalam atau dalam kuputerhadap yang tidak efisien sebagai vektor polen. Serangga-serangga merayap sering menjauh dari rambut tabung-tabung (yaitu ini melalui spp. Selanjutnya settling tubular bunga hingga bunga terhadap Pengunjung Bunga yang kolibri keadaan mungkin terhalangi oleh bidang datar yang kurang untuk berdiri pada horisontal. Semua bunga dari yang bertabung lebah panjang berlidah melindungi nektarnya jilatan pendek. Sebaliknya tabung corolla yang panjang dan sempit mungkin cocok untuk Lepidoptera tapi tidak bagi burung kolibri yang paruhnya membutuhkan tabung yang lebih luas. 1958).. pengaturan Rubiaceae. lalat. dan pengaruh yang sama dihasilkan dengan mensekresi nektar ke dalam taji (spur). termasuk dalam kategori ini. yang disebut pencuri nektar. Penangkal-penangkal tidak Dikehendaki (1) Penangkal fisik. Baker.

1978. beberapa kasus. Shubart dan Anderson. komunikasi pribadi. 1981). 1978).(2) Penangkal kimia. lihat juga Guerrant dan Fiedler. 1979. dan proporsi non nektar terdiri protein. Baru-baru bunga mereka ini dari terdapat pengambilan banyak semut pertentangan non polinasi mengenai bagaimana spesies hutan tropik menjaga nektar (Janzen. 1978. perbandingan dari asam fenolik. 1978a). dari diasumsikan asam amino bahwa non telah hutan yang dan dari Rocky glikosida pengunjung nektar dari amino bunga protein akan tidak menyenangkan atau bersifat toksik Semuanya tumbuhan bunga sampel Gunung tropis (Baker dan Baker. semut memasuki bunga dan memindahkan kalsium oksalat atau pemupukan tanin pada bagian bunga . dan menunjukkan adanya pada penolakan semut oleh petal. Van der Pijl (1955) sebagai nektar. 1977. Haber. Feinsinger dan Swarm. 1877c. Pencegahan herbivores dari perusakan jaringan cluster bunga oleh metalui keberadaan dari kristal yang memberitahukan berbau. diantara di alkaloid masing-masing dari tundra bahwa spesies hutan tropik di Costa Rica dan sampel dari California Colorado Alpine nektar menunjukkan tropik mempunyai proporsi yang lebih besar dari masing-masing (Baker. beberapa dalam tapi mungkin dan bunga. yang disebut secara khusus bahan-bahan Bagaimanapun juga. Baker.1978a). fenolik. W. Bahan kimia nektar hanya pada awalnya alkaloid. terhadap ditemukan Suatu bahan bekerja. Baker dan Baker. Kelihatan bahwa saat nektar sebagian besar dari beberapa sedikit penolak jaringan mudah spesies karena semut yang bunga mungkin di dalam oleh tertutup dapat "menyembunyikan" nektar dari semut pada frekuensinya pada atau bahan di lebih kimia dalam lebih terdapat (sehingga berdekatan nektar terkontaminasi bahan-bahan ini. 1975. 1977.

tumbuhan Interaksi intra dan interspesifik diantara lebahlebah yang mendatangi pohon-pohon pada hutan tropis rnemperoleh perhatian akhir-akhir ini (Frankie dkk. Oleh Bentley (1977) pada Bixa (Bixaceae) woodsonii meninjau (1978) luas (Zingiberaceae). 1976).). yang sering mengarah pada satu ke individu yang dipindahkan dari bunga dan kadang-kadang didorong keluar dari tumbuhan. lebah-lebah Centris spp.. (3) Penangkal Biotik. subjek dari berbagai Bentley macam (1977b) herbivora perlindungan oleh semut. 1976. Konsep dari "penjaga semut" yang makan pada nektar bunga ekstra dan melindungi bunga dari kehilangan nektar bunga mereka terhadap pengunjung bunga tidak resmi (yang paling nyata mereka yang membuat lubang metalui corolla untuk memindahkan nektar)-terlihat seperti yang dikemukakan oleh Van de Fiji (1955). Pada . Penghadapan satu lawan satu. Frankie. umumnya telah diamati diantara (khususnya (Frankie. Spesies dari lebah tanpa sengat (secara kelompok) pada hutan yang sama juga diketahui menunjukkan perilaku intra dan inter agresif (Johnson dan Hubell. 1974).yang tepat dinyatakan oleh kerja morfologi dan anatomi dari Uhl dan Moore (1977) untuk beberapa spesies palma. Dukungan oleh dan terhadap Keeler oleh yang kemampuannya tumbuhan (1977) Schemske lebih pada dalam Ipomoea pada dari menjaga melalui oretlana Cosfus telah fekunditas percobaan (kesuburan) disediakan carnea (Convolvulaceae). Interaksi ini beragam dari yang agresif satu lawan satu sampai yang sederhana dijumpai diantara melibatkan individu hingga aktivitas individu massa (Frankie yang dan kelompok-kelompok Baker. 1974).) soliter dan dari Anthophorinae Amerika Bombinae tertentu (beberapa anggota dari Euglossinae) dari daerah tropis Tengah dipubl.

1976. 1976) dan di 1962. . penyerangan Hubell sengat berhubungan menyatakan dengan bahwa makanan. Pada suatu studi di wilayah hutan kering Costa Rica. Dodson.kasus ini. Hal ini terlihat berbeda dari wilayah burung Kolibri pada saat mereka berhubungan terutama dengan perilaku pasangannya. sekurang-kurangnya dalam jangka Beberapa serangga anthopilous diketahui mempunyai beberapa oleh daerah pertahanan Kolibri yang berdekatan telh dengan sumber bunga di hutan tropik. dan tanpa interspesifik pada agresi diantara keberadaan lebahmenentukan perbedaan pengambilan makanan. 1979) dan pada Frankie.) mengamati bahwa sebagian besar spesies pohon beradaptasi dengan polinasi lebahlebah besar (sekitar 35 spesies) mernpLinyai satu atau lebih wilayah lebah {sebagian besar dart spesies Centris). tetapi mereka tidak hanya menuju kembali pada polinasi dalam wilayah tersebut. Interaksi-interaksi semut lebah Amerika Amerika (G. prep. 1961. Frankie dkk. sementara yang disusun semacam burung jantan dipelajari oleh Stiles dan Wolf (1970). Frymire. pengamatan besar dan dan pribadi). Hal ini dapat mengurangi aliran polen antara wilayah (memotongnya silang di kecualikan dan untuk aktivitas ke polinator jantan pengganggu lainnya dalam wilayah yang ditinggalkan untuk beberapa saat sebelum diusir dan keberuntungan di wilayah lainnya). soliter Tengah Selatan ini telah diamati pada kumbang Banyak di (Frankie. Rauscher dan Fowler.1975).. 1987. tetapi kadang pula terhadap polen yang dibawa oleh perpindahan lebah ke pohon lainnya.W. Frankie (in. Frankie. Linhart (1973) dan Stiles (1973).. Baker. perbedaan perilaku Johnson lebah pendek. pengamatan wilayah yang telah dilakukan pada lebah(sebagian (Frankie (Dodson Anthaphoridae) 1974. dan tidak dipubl.

tertarik Interaksi pada yang burung-burung sumber-sumber terjadi antara serangga besar dengan predator mangsanya dihasilkan pada penyebaran terakhir. Penghindaran yang sama dari bunga yang terlihat ditandai dengan bau-bauan yang telah diamati Xylocopa gualanensis betina pada Passiflora pulchella di hutan kering dataran rendah Costa Rica. mengamati dengan yang serangga juga ini.Pengambilan makanan dari kelompok oleh beberapa lebah individu dari Anthophorinae telah diamati pada hutan kering Costa Rica Pengambilan (Frankie makanan dan semacam Baker.. Bungabung yang ditandai dapat dikenali hingga 14 menit. anthophilous.Vinson et al.Frankie1976). yang mungkin membawa polen ke pohon yang lain. dimungkinkan penyebab.1978). dan dengan Epicharis . itu mungkin menyebabkan kekacauan yang besar diantara lebah penyimpan makanan yang bukan kelompok lain ke suatu titik dimana mereka meninggalkan kluster-kluster bunga yang diberikan dan memindahkannya ke pohon lain. Gentry (1978) menaruh perhatian terhadap bentuk lain dari interaksi agresif diantara pengunjung bunga pada Dia suatu species bahwa pemakan flora dengan proses pembentukan bunga yang terjadi secara besar-besaran pada daerah tropis.) pengunjung-pengunjung sebelumnya adalah yang menjadi temperate kayu (carpenter Passiflora (dari genus yang cukup baik mewakili hutan telah mempelihatkan lebah rnenandai bunga dengan sekresi dari kelenjar Dufour (frankie dan Vinson.1977. tukang tropik) Zona ditinggalkan bekerja (Xylocopa bahwa dengan spp. Lebah-lebah pada suatu tropis tetapi tertentu mengabaikan (kebanyakan atau hanya ada oleh lebah pada betina Anthophoridae) telah diamati mendatangi beberapa bunga tumbuhan menyentuh sebentar bahwa yang bau lainnya.1974. yang baru bee) Terutama jika tidaknya nektar tidak lagi terlihat mengundang lebah.

1975) di Indonesia. kemungkinan mungkin Gloriosa species warna teriihat. Pada tahun-lahun berselang.. Penghindaran terhadap bunga yang baru didatangi tidak hanya berakibat pada proses mencari makanan yang lebih efisien oleh serangga tetapi juga dapat memberikan sumbangan pada peningkatan polinasi silang. Di paleotropik.). Prib. Hasil ini mungkin dapat dicapai dalam jangka waktu yang (atau oleh agak dari lebih lama. Burkill (1907 ) di India. tumbuhan berfungsi terutama sebagai donor atas garnet jantan.sp. bunga pada pematangan caurbarit pembentukan (Febaceae. selalu hutan bahkan diikuti tropis. pembentukan buah pada pohon tertentu berlimpah hanya pada satu tahun dalam jangka waktu lima tahun (Janzen. terjadi setiap sering tahun. jantan Passiflora adenopoda pada ketinggian sedang (1500 m) di cloud forest (Frankie. Pohon-pohon sebagai "Sub-adult" polen.1978a). produksi dengan Karena itu. buah dan Hymenaera walaupun tidak di benih bunga. atau (dan pada pada Perubahan anthophilous bahkan bunga beberapa bunga memperoleh tumbuhan). tidak dipubl. dengan mengubah pada warna bunga) tidak bunga yang akan merusak superba Hibiscus "pembimbing nektar" merupakan petunjuk bahwa pengunjung bunga selanjutnya binatang-binatang apa-apa contoh. PEMBENTUKAN BENIH DAN PENGUGURAN BUAH SENDIRI Pembentukan hermaprodit. dan kom. (sub dan dewasa) produksi juga berlaku juga penghasil benih berkurang pada hutan relatif terhadap pohon-pohon yang sedang tumbuh di tempat terbuka (Janzen. telah mengamati bahwa lebah jantan xylocopid menghindari bunga-bunga yang baru saja mereka kunjungi atau oleh individu-individu conspesifik lainnya. sebagai (Liliaceae) (Malvaceae). dan Van der Pijl (1954. .1978a). bunga Caesalpinioideae}.

Barat. 4 Contohnya. 1978a). kemungkinan kerusakan benih oleh binatang Frugivorous (dan oleh predator benih) meningkat dan untuk mereka.000 bunga fertil yang potensial dalam inflorencence jarang setiap untuk buah (Baker inflorencence grandis Harris. makan Buah-buah tetap dengan benih kecil matang pada sekuen sepanjang tahun. Persembunyian benih setahun atau lebih untuk rnatang (Janzen. . kasus Cassia (Fabaceae. seperti pada Pithecellobium saman dan Enterolobium cyclocarpum (Fabaceae. ini nyata sekali dimana jumlah yang sangat besar dari bunga-bunga kecil mulai diproduksi. Benih yang akan dipanen membutuhkan waktu 1978a).1957). Caesalpinioideae). terbentuk Pada tetapi dari sebanyak untuk dan 2. Srnythe bulan di (1970) Borro telah melakukan suatu studi tentang buah dan benih yang jatuh selama periode 17 hutan Colorado yang (Panama). pembentukan buah yang sinkron didalarn dan antar species rnemiliki keuntungan "memenuhi agoutis yang pasarnya". seperti (Dasyprocta punctata). mempunyai atau 5 Parkia clappertoniana tunggal. seperti pada sub famili Mimosoideae di dari Afrika Febaceae. dan sedikit atau tidak sama sekali dalam tahun-tahun yang berselang. Mimosoideae) (Janzen. di Amerika Tengah.Gejala berkembang yang umum adalah penguguran buah yang Hal beberapa saat sebetum kematangannya. sehingga burung-burung disitu terpenuhi dan persaingan untuk mendapatinya minimum. Pada saat buah-buah menghasilakan benih dalam jumlah besar. Lamanya proses buah dan benih-benih menjadi rnatang di pohon hutan tropis bervariasi dari beberapa hari hingga setahun. kurang dari 1% bunga memproduksi buah (meskipun pada tahun "benih"). terutama dimana binatang-binatang penimbun menyebar (scatter hoarding animal).

1974J. Bagaimanapun.tertupakan mungkin dapat berkecambah. buahnya berwarna mombin. (Anacardiaceae) (Croat. . hijau dimana tidak beberapa spesies yang ancestral (leluhurnya) yaitu S. kekurangan walaupun makanan memiliki mencari warna yang tidak menarik dan rasa yang tidak manis. seleksi agen-agen terjadi menurunkan benih secara kompetisi menyebar. radlkoferi. yang kecepatan Spondias dengan manis. S. mombin mematangkan buahnya diawal musim sedangkan S. Penampakan yang mencolok dari buah-buahan yang diproduksi oleh pohon-pohonan hutan tropis. S. biasanya pematangnya diikuti tertunda. hal ini juga merupakan hasil yang tidak langsung dari periode pembentukan bunga pada waktu yang sama. tetap saja secara aktif dimakan oleh beberapa monyet dan agoutis. buahnya berwarna orange Ketika species tersebut dijumpai di Borro Colorado. Rangkaian pematangan dari adalah bahwa buah dalam lembah telah bagi skala besar ditunjukkan oleh Snow (1965) dengan 18 spesies Miconia (Melastomataceae) Interprestasinya alam yang Trinidad. PENYEBARAN BENIH Metode Penyebaran Benih Penyebaran benih merupakan bagian yang penting dalam proses reproduksi dan menjadi subjek studi selama manusia masih menaruh perhatian pada pertanian. hujan. dari genus cepat Kasus pohon hingga yang yang dan beberapa periode menarik sama titik tertentu. radikoferi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kematangan dan matang pada waktunya (di akhir pada musim mamalia hujan) yang saat terjadi makan. oleh beberapa perkembangan diniana pada berbeda dan diferensial dari pematangan terjadi pada dua spesies dijumpai manis. dalam haf ini burung yang memakan buah dan mengangkut endozootical.

Untuk banyak pohon tropis. Afrika Barat) seleksi pohon- pohon Ceiba pentandra dengan buah polongnya yang tidak pecah saat matang. yang merupakan alasan kapok dapat dipanen dengan mudah (Baker. jauh lain jauh sebagian benih jauh dari bahwa dalam tujuan agar induk. hujan. oleh orang-orang contohnya. Saat para naturalis mulai tertarik pada tumbuhan liar. menjatuhkan atau rnirip rnikrohabitat induknya. balasan yang patut disayangkan bayangan karena kebanyakan bayangan "bayangan". kita mengharapkan dapat melihat hasil seleksi dari mekanisme yang membawa sebagian besar benih pada jarak yang cukup dari tumbuhan induknya. Tinjauan atas pra-penyebaran benih diberikan oleh Janzen (1978a).holtikultura mengurangi (dimungkinkan dan kegiatan-kegiatan kehutanan. range cukup menyatakan penting besar penyebaran meningkatkan perkecambahan dari akan penyebaran adalah cukup untuk membawa faenih ke titik dari tumbuhan induk terhindar dari persaingan dengannya (dan untuk lepas predator cenderung yang benih atau seedling yang benih dengan mungkin pada tempat terpusat pada tumbuhan induknya) adalah tepat. Sebagai hasil dari kekuatan untuk bertahan hidup pada seedling yang sangat dekat dengan dihutan tumbuhan tropis induknya. pohon-pohon conspesifik mungkin diharapkan mendekati suatu penyebaran seragam. Akibatnya. dimana untuk sama. hingga mereka mengukur penyebaran benih dengan kemungkinan tumbuhan meskipun akan rnengurnpulkan Pendapat jarak spesies. 1965b). . banyak ada seleksi karakter yang penyebaran. Penyebaran tidak selalu seragain pada semua arah dan areat yang terisi oleh hujan benih seringkali contohnya deisebut sebagai "bayangan benih". dengan kadangkala benih dibawa dalam jarak yang lebih jauh. cahaya atau masing-masing merujuk pada ketidak-adaan cahaya dan hujan.

L. literatur penyebaran Dunia. Lygaeidae) disini distribusi terbatas pada jalan air dimana buah-buahan mungkin jatuh di air yang mengalir dan didistribusikan ketempatnya berkecambah jauh dari predator (Slater. yang memungkinkan benih-benih tersebut disebarkan secara sekunder oleh hewan yang berkeliaran.van der Pijl membuat tinjauan mengenai subjek tersebut. Singapura. lihat juga Ashton. 1970. Teristimewa sekali adalah penyebaran yang dilaporkan terjadi pada spesies hutan Amazon oleh ikan yang menelan benih dari pohon riparian dan tumbuhan perambat yang jatuh ke dalam air (Gottsberger. 1978). Ridley. 1972). 1930.dan bukti yang mendukung hal ini diberikan oleh Janzen (1970) dan oleh Conneil (1971). kembali dengan penekanan tropis didasarkan pada pengalamannya di Indonesia. dibawa atau oleh vektor binatang jatuh ke langsung permukaan dari dan buah mungkin terbelah/terbuka disana. Peneliti penyebaran benih tropis lain . 1930). benih tropis. 1969). Metode aktual penyebaran bibit di hutan tropis melibatkan angin. Beberapa spesies dari genus Ficus (Moraceae) di Afrika dapat mengalami predasi hebat oleh hama ligaeid (Hemiptera. air atau penyebaran oleh burung atau mamalia pemakan buah atau pemakan biji. banyak spesies memiliki lebih kurang distribusi berumpun {Hubbell. Buah atau biji mungkin pohon. Mimosoideae)(Ridle. Spesies riparian lainnya riverine mengambang Banyak termasuk di Seluruh dari di famili air lain. Pada tahun 1972. (seperti memperlihatkan benihnya liana yang Entada distribusi berat tapi scandens. dari dalampenyebaran Fabaceae. tropis mengenai pohon-pohon penyebaran huian pada ini diringkas pada buku II N. Penyebaran Tumbuhan dipubiikasikan dalam buku tahun berasal Penekanan pengalaman penulisnya sebagai Direktur Royal Botanic Gardens. Dari studi terbaru penyebaran pohon hutan kering.

Janzen Fleming oleh Penyebaran benih manusia mendapat perhatian (lihat Van der Pijl. Howe dan Van de oleh 1957) 1977. mereka yang tertarik dalam burung-burung frugivorous (contohnya Me Diarmid dkk. terutama memperjelas oleh burung teoritisnya dikristalkan dalam "Teori Durian" dari evolusi tumbuhan berbunga dilakukan dipelajari ahli burung. 1976. Studi-studi benih Pijl. rnengenai paleotropik dkk..adalah E. Panjangnya berkisar (Pterocymbium sebetas Jadi. yang pertimbangan-pertimbangan (Corner.dll. Malaysia Ng dan mengejulkan pembentukan minggu sampai 1979) tetapi (1974) bunga melaporkan bersamaan mengukur buah dan bahwa dengan panjang dari 93 Dipterocarpaceae jatuhnya buah. 1949. telah dan Janzen.. Chan bunga waktu dari (dalam yang antara tiga Kavanagh.. non Kerckhove. kurang penyebaran (Van (Vasquez-Yanes dkk. Cant. Howe dan Estabrook. 1977. penyebar . volant kelelawar 1979. Heithaus dkk.J. dkk.H. memperlihatkan pembentukan Loh spesies pohon di hutan Malaysia. der juga dilakukan neotropis 1978b). agen-agen Ebenaceae). akan javanicum. H. Corner. juga berhubungan untuk beberapa tahun dengan taman botanik di Singapura. buah-buahan hutan hujan dapat tetap melekat dengan tumbuhan induk untuk beberapa bulan dan kemudian menghilang tiba-tiba. 1977. terhadap bulan sulit pekerjaan. 1972). Howe.F.. Akan kuantitatif tersebut Penyebaran banyak tetapi dan biji sebagian di baru-baru pekerjaan besar hulan oleh ini yang tropis ilmu kerja di eksperimen subjek telah neotropis. (Disspyros mengamati sebagai Sterculaceae) mainganyi. 1975..1977. Dalam semua studi.). hanya terdapat sedikit jumlah dari pengarnatan yang pertama tetapi tidak sama dengan penyerbukan bunga. di 1979). 1975. yang mungkin sering dipelajari di semua tahap dalam beberapa jam.

meninjau literatur penyebaran benih dan rnemperkenalkan sistem klasifikasi mereka berdasarkan morfologi diaspor (unit penyebaran benih. oleh kelenjar) diaspor dengan lapisan getah atau lapisan luar berdaging diaspor secara morfologi tidak khusus. atau penampakan Benih-benih (desmochore) buah-buahan juga mempunyai kait atau alat-alat melekat lai pada bulu membuktikan pentingnya penyebaran binatang (dalam kasus epizootik) pada komunitas dimana mereka ada. buah. (Sarcochore) disebarkan membuktikan atau bahwa buah burung pemakan kehadiran banyak tumbuhan yang buahnya berdaging dari berbagai spesies pada komunitas membuktikan pentingnya penyebaran jika bersayap endozootik pada atau komunitas itu. Metode analog yang sesuai dalam menampilkan proposi spesies dengan setiap jenis sistem penyebaran diaspora sebagai "spektrum biologis" sebagaimana semacam Raunkiaer (1934) menampilkan analis-analisnya mengenai bentuk-bentuk kehidupan.1 Klasifikasi sistem penyebaran diaspor dalam skema oleh Dansereau dan Lems (1957) Auxochore Cyclochore Pterrochore1 Pogonochore Desmochore1 Sarcochore1 Sporochore2 Sclerochore2 Barochore Ballochore penanaman diaspor oleh induk tanpa disartikulasi diaspor sangat besar. sangat ringan diaspor secara morfologi tidak khusus. khususnya benth atau yang panjang mengalami kekurangan dengan buah-buahan benih-benih rambut-rambut atau akan atau ditanam (pterochore) disediakan (progonochore). burr. sebagai contoh dimilikinya tidak oleh buah berdaging mamalia oleh tanaman ini buah. Meskipun. berisi udara (termasuk tumbleweed diaspor dengan anggota badan seperti sayap atau saccate diaspor dengan anggota badan seperti rambut panjang atau plumose diaspor perekat (duri. berat sedang diaspor secara morfologi tidak khusus.1). 2) diaspor biasanya benih Pada 1957. Dansereau dan Lems. pengganti untuk pengamatan yang pertama telah dicari Tabel 12. Spektra penyebaran .akibatnya. sangat berat diaspor dikeluarkan atau dibuangi dari induk Keterangan : 1) diaspor biasanya buah-buahan. bagian tumbuhan atau bahkan keseluruhan tumbuhan) (label 12.

persentase ballochore terbentuk modestly (4%). Pada tingkat herba. 83-84) menunjukkan penyebaran terlihat sedangkan buah-buah angin pada dan penyebaran besar lebih yang yang jarang tidak binatang di hutan atau pada sedikit bersifat keduanya pohon-pohon pohon-pohon besar/berat dan angin setiap dari (barochore) terjadi (sarcochore). di hutan basah La Selva. penekanannya Frankie penyebaran epizootik {daripada endozootik). memiliki berdaging lantai sementara anggota literatur menyatakan lain. penyebaran Namun. vol. sedangkan 18% memiliki lebih barochore. melaporkan angin. Di Costa Rica. pengecualian-pengecualian tingkat. sarcochore dari semak. angin hal. Opier. Schnell (1970. pohon 13% spesies sedangkan (1978). 1% naik dan hanya Frankie tingkat 93% dan pterochore dan Opier. hal. hanya 73% spesies memiliki 9% sarcochore. 71% dari pohon-pohon kanopi memiliki sarcochore. emergen dan penyebaran diaspore pohon-pohon pohon-pohon atas. I. terjadi lebih anemochorus. . Penyebaran diaspore di hutan primer Dalam kualitatid bahwa beberapa bahwa tropis. pada hutan.ini dibuat untuk tegakan hutan atau untuk lapisanlapisan (sinusia) dalam hutan. tidak dipublikasikan}. pohon-pohon memiliki besar dari genus Mimusops (Sapotaceae) dan beberapa besar Lecythidaceae barochore. Pada hingga dipublikasikan). (10%) tidak menjadi pada dan ini dari oleh diantara kategori-kategori diaspore lain menunjukkan dari {Baker. Hartshorn untuk La Selva. 93-94) pada konopi dibatasi (Richards. dengan 18% desmochore dan ballochore (Baker. oleh pernyataan-pernyataan 1952. memiiiki disebarkan menegaskan bahwa diaspor oleh angka-angka sekitar 49% 3% penyebaran keleiawar.

Frankie dan Opier (tidak dipubl.burung dan kelelawar. sehingga binatang.) menemukan bahwa di Guanacaste. ia memberikan perhatian pada ketidakhadiran dari apa yang sekarang kita Vismia sebut barochore. Desmochore (juga 10 %} lebih balk dibandingkan dengan strata lainnya yang lebih tinggi. dan 9% oleh angin. . pogonochore dan sporochore (masing-masing 10 %) menunjukkan pentingnya penyebaran oleh angin lebih efektif membuka areal hutan. burung guianensis benih (Hypericaceae). Pada tingkatan tersebut. berikut. hal. Penyebaran diaspore dan hutan sekunder Richards (1952. secara Dalam hutan tropical kering kanopi lebih mudah patah oleh angin atau juga pada saat pengguguran daun. Dalam hal ini. pterochore sarcochores 25 %. persentase sarcochore meningkat menjadi 61 % dan diaspor yang diperoleh dari penyebaran angin akan berkurang. permukaan sekunder memiliki dan disebarkan buahoieh jatuh terbelah. sedang burungmenyebarkan Dydymopanax (Araliaceae). barochore pogonochore sclerochore 9%. berat yang benihnya tetapi ke agaknya. tidak adanya kemantapan dari proporsi penyebara diaspore oleh angin lebih tinggi. Guazuma ulmifolia (Sterculaceae). hanya 49 5 %. Costa Rica disposisi dari pohon dan Palm adalah sebagai 8 %. Sisanya 26% tidak buah dikategorikan. dan ballochore 9 %. morototoni disebarkan oleh burung dan kelelawar. Pada herba persenrase sarcochore menurun lagi menjadi 40 % dan rerata sclerochore 20 % dengan pterochore. Konsekuensinya. %. Contohnya. 382) menyatakan bahwa "Dalam suatu atau hal pengamatan yang ditemukan sangat bahwa mayoritas dengan karateristik pohon hutan sekunder muda memiliki benih buah-buah beradaptasi pengangkutan oleh angin atau binatang". di neotropis. Baker.

Di (meskipun dua areal hutan Costa Rica. Melastoma dan oleh yang malabathricum (Melastomaceae) dan spesies Macaranga. dan kelelawar sekunder counterpart Pyenanthus Di Trema hutan Musanga cecropioides (Moraceae) disebarkan oleh burung (seperti sedangkan oleh burung. neotropisnya angolensis Cecropia).. tingkat jatuh hingga mencapai awal hutan dewasa.1980). tumbuhan yang pertama mengalami reproduksi dalam pernbebasan buatan tidak mesti yang paling yang pertama relatif memiliki ringan sclerochore dengan beratbenih (Opler dkk.Miconia spp. (1979) telah membuat penemuan yang sama masing-masing . 1970). (Myristicaceae) dan Macaranga barteri (Euphorbiaceae) Asia. berdekatan meskipun spesies yang ditampilkan berbeda. Ceiba baik di neotropis niaupun Afrika dan Alstonia (Apocynaceae) dan Anthocephalus (Rubiaceae) di Asia. benih-benih pada tanah Selanjulnya. dan Di Rhodomylitus antara spesies (Ulmaceae) disebar sekunder (Myrlaceae) disebarkan oleh angin adalah Ochroma (Bombacaceae) di neotropis. Symington (1933) menjadi pernerhati pertama pada cadangan sekunder terganggu (reservoir) yang di hidup Malaya. (Melastomaceae) Di hutan dan Byrsonima Afrika spp. kebanyakan spesies ini menjadi spesies yang intoleran terhadap naungan peninggalan (relict) dari tahap serai awal. 1977. tumbuhan hutan yang Budowski hutan tidak (1965. (Malpighiaceae). Di Nigeria. disebarkan Mallotus Rhodamnia burung. Barat. Guevara dan Gomez Pompa (1972) dan Cheke dkk. Keay (1957) menemukan spesies pohon dan liana yang disebar oleh angin umumnya hanya pada sinusia lebih atas dari hutan sekunder tua. (Euphorbiaceae). Hal ini secara cepat berhasil dalam turnbuhan dengan tipe penyebaran yang berbeda khususnya proporsi sarcochore sclerochore dan dalam periode tiga tahun.

terjadi dan benih yang berubah menjadi seedling. di Taman Nasional Corcovado.di Amerika Tengah. Bahan kimia dari cadangan benih Benih-benih mengandung cadangan makanan (dalam endossperma atau dalam kotiledon) yang akan mensuplai energi yang dibutuhkan dan material-material pembangun untuk embrio saat perkecambahan kurang terang. Costa Rica. bertolak La bahwa belakang Costa mayoritas hutan Selva. Budowski (1965. Richard. yang berkernbang dalam celah dan memiliki benih-benih yang disebarkan oleh burung atau kelelawar. Di Afrika. basah menemukan (Ross. Meksiko dan hutan Thailand. seedling sama halnya dengan pencahayaan dewasa. 1952). akhirnya Sehingga pembagian benih-benih . pohon-pohon dalam cerah di (1978) Musanga cecropioides sendiri mulai mati dalam dengan Rica. seedling rnungkin tidak dapat menghasilkan jumlah fotosintat yang cukup sampai dari dengan bahan-bahan berarti sejumlah akan ada makanan akan yang ada daiam seleksi besar benih daun yang yang teiah sama pada yang dikeluarkan. saat Pada tumbuh menjadi tumbuhan akhirnya. Herwitz (1979) telah menemukan. spesies ketika berumur antara 15 dan 20 tahun dan tidak rnampu beregenerasi Dalam pembebasan Hartshorn naungannya terang. baik yang berada di puncak pohon pada tahap serai akhir atau datang untuk menguasai posisi sebagai pohon-pohon kanopi atau emergen pada hutan dewasa. regenerasi pada celah terang disebabkan oleh jatuhnya pohon tunggal yang kebanyakan berasal dari seedling atau sapling yang sudah menjadi pertumbuhan bawah dan mempertahankan jatuhnya pohon. 1970) mencatat bahwa benih-benih dari pionir cenderung membutuhkan rangsangan cahaya untuk perkecambahan. Dalam situasi dan kondisi intensitas yang sebagaimana seringkali terjadi di hutan tropis.

(1977d) telah menyatakan bahwa dalam berat antara benih-benih pada tumbuhan yang sama (dimana rasio dari kecil hingga besar mungkin 100 %. Dua alternatif "strategi" yang telah disusun rnungkin mengatasi predasi. tumbuhan interval-interval energi dalam Kemungkinan pertahanan cynogenic kimia dari benih (oleh asam amino non protein. mungkin Namun dan pada naungan berat. keadaan ada telah (a). . Janzen (1970. Studi-studi di daerah temperate (Salisbury.lebih besar dan lebih berat. berlaku demikian. 1942. Faboideae) mungkin menguntungkan dimana menyebar benih "bayangan" dalam suatu kisaran jarak. tumbuhan perambat dari Fabaceae. intervalpanjang reguler (banyak hutan). untuk yang Baker. (b). dalam keadaan kompetisi antar tanaman (c). 1972. dalam pasti dimana setelah kompromi kekeringan perkecambahan. oleh alkaloid. lebih semua. segera antara persediaan cadangan makanan yang melimpah pada benih dan jumlah benih yang kurang diharuskan karena batasanpada tergabung oil)" ketersediaan didaiarnnya. seperti andreana. Benihbenih kecil mungkin dihasilksn pada jumlah yang besar dimana efektif interval dihasilkan (contohnya mengeluarkan pada Mucuna populasi jika predator tidak pada banyak benih tidak cukup ini untuk akan atau dapat menghancurkan mereka benih hanya bambu). di yang California) berkecambah. di Inggris. dkk) telah lebih dulu menyatakan bahwa jumlah dan berat benih yang dihasilkan oleh tumbuhan hutan tropis dapat juga dikendalikan oleh kegiatankegiatan predator benih. "Strategi" pada dihasilkan pohon-pohon lain. menunjukkan bahwa berat individu-individu benih lebih besar spesies-spesies hebat. antara substansi-substansi Tambahan ukuran "penjualan benih dan makanan (tradekemampuan variasi dibutuhkan Janzen tersebarnya.. seperti pada kasus Mucuna andreana.

glycoside, mungkin

tanin,

dll.}. batasan

Pada pada

"strategi" jumlah

terakhir substansi-

terdapat

substansi defensif yang dapat dihasilkan dan, untuk alasan ini, jumlah benih yang dihasilkan mungkin lebih kecit dibandingkan dengan strategi kejenuhan predator. Namun demikian, secara karena kimia, adanya maka sedikit jumlahnya benih, akan dan lebih dilindungi

besar dan mengandung lebih banyak cadangan makanan, sehingga akan berbentuk seddling awal yang baik dalarn kehidupan. Meskipun selalu ada kemungkinan bahwa satu atau lebih predator benih dan mungkin menyusun akan alat dapat detoxity protektan kimia kernudian

meningkatkan kerusakan benih. Sifat aktual dari penyadiaan energi dan cadangan pembangunan jaringan dalam benih tumbuhan hutan tropis telah rnenjadi subjek dari beberapa analisis. Untuk hutan basah dan kering di Costa Rica, ada hubungan antara berat benih dengan cadangan simpanan utama; untuk benih-benih besar, mungkin pada zat tepungnya, untuk benih-benih kecil biasanya minyak (yang terakhir menyediakan surnber energi yang febih padat) (Baker dkk., in prep.}. Benih-benih kecil dari Piper spp. (Piperaceae) mengalami penyimpanan zat tepung. Protein selalu tersedia dan akan sangat jelas terlihat pada benih-benih dari tumbuhan Fabaceous (Leguminus). Proporsi spesies dengan benih yang menyimpan minyak pada sampel-sampel dari tumbuhan hutan Costa Roca adalah 76 % pads pohon dan palma. 85 % pada semak dan 91 % pada herba. Kira-kira 35 % dari semua spesies ini menyimpan zat tepung (dalam banyak kasus sebagai tambahan dari minyak). Hampir semua benih mengandung cukup protein untuk memberi hasil positif dalam pengujian kasartiengan reagen Millon. Ada juga hubungan antara minyak sebagai cadangan benih dan phanerocotyly epigcal), (sebaliknya kemungkinan dikenal sebagai dari perkecambahan dihasilkan

kenyataan

bahwa

benih

yang kecil

berkecamfaah dibandingkan

pada dengan

phsncrocotylar

biasanya

benih dengan germinasi (hypogeal). PENGADAAN SEEDLING Pada pengadaan dikenalkan kenyataan Ng biologi seddling ke bahwa (1978) pada besar epigeal sering dalam reproduklif, perlu jika atau suatu disadari genotip baru hutan bahwa akan (untuk melalui

struktur

persistensi telah dengan cocok

penyebaran

propagasi vegetatif tidak akan dilakukan). membahas hutan "strategi-stratsgi hujan Malaysia. cepat, seedling dari yang pengadaan" Benih-benih seringkali ini paling pohon-pohon

perkecambahan untuk

pengadaan

besar dengan taproot yang tebal pada situasi bernaung, ditemukan. Karakteristik sebagian besar pohon, bertolak belakang dengan susunan ksrakter dari sebagian kecil "nomad" yang cenderung ditemukan pada pembebasan dan pada margin hutan. Ini secara ekslusif epigeal. Terbentuknya diameter akar yang membuat mereka membentuk seedling pada permukaan yang lebih keras dibandingkan pemanfaatan oleh spesies hutan yang memiliki benih yang besar. Untuk hutan basah La Selva, Costa Rica, Hartshorn (1978) menduga bahwa rata-rata waktu untuk pergantian pohon kira-kira 118 tahun. Untuk menyediakan pergantian ini harus ada celah gelap pada intervalinterval yang cukup karena Hartshorn menemukan bahwa 75 dari 104 spesies celah Hartshorn proporsi untuk pohon kanopi untuk yang diteliti 1978) seperti tergantung rnelaporkan pada celah pada bahwa terang (dalam spesies keberhasilan tergantung

regenerasinya.

Whitmore, yang menurun

regenerasi

perpindahan dari emergen dan kanopi lebih atas melalui pohon-pohon tingkat bawah. Di daerah hutan kering Guanacaste, dinegara yang

sama, Hatheway dan Baker (1970) mengamati bahwa pohonpohon besar Pithecellobium (Fabaceae, berlaku saman dan Enterolobium tidak penuh cydocarpum tetapi ini Mimosoideae) situasi terlihat pencahayaan

menjadi seedling sampai sapling dalam naungan hutan, dalam (yang juga dilindungi dari penggembalaan). Whitmore (1975, 1978) melaporkan bahws di hutanhutan Asia Tenggara, celah kecil di hutan dewasa diisi oleh sapling yang ada atau pohon-pohon "tertekan", sedang dalam celah besar ada flora suksesi dari benih yang dibaws ke dalam atau sudah ada dalam tanah. Dormansi yang ada dari benih-benih pohon terlihat jarang di pohon-pohon hutan basah di Afrika Barat. Benih-benih yang ada tidak berkecambah daiam tanah di lantai hutan yang hanya membutuhkan stimulus cahaya untuk berkecambah dari di (Longman, hutan basah 1978). dan di Ini Opler adalah (tidak Dua 200 dari pengalaman Frankie, Baker

dipublikasikan} laju germinasi

Costa dari 12

Rica. hampi

paper oleh Ng (1973, 1975} membcrilan data mcngenai benih-benih "cepat" segar (dalam spesies dsri pohon-pohon yang lumbuh di hutan-hutan Malaysia. Germinasi minggu sceciiing), "intermediet" dan "tertunda" secara kasar dalam proporsi 10:3:1 yang selama ini dipercaya bahwa perkecambahan merupakan hal yang biasa ditemukan di hutan-hutan tersebar Malaysia, bahwa tetapi memberikan tertunda dugaan jarang yang atau luas germinasi

tidak mungkin (No, 1&73, hoi. 54). Percoban-percobaan dengan benih-benih dari pohonpohon yang tumbuh mereka dormansi di di hutan musim kering basah Costa Rica menunjukkan bahwa spesies dari pohon yeng mematangkan benih-benih mekanisme telah menyusun pada yang mencegah germinasi

sekurangnya beberapa benih di musim basah yang sama (Frankie dkk., 1974). Dalam kasus Casearia aculata, Eugema salamensis var. hiracifolia dan Spondias

mombin, waktu yang dibuluhkEn untuk 50 % dari benih berkecambah akan muncul adalah pada kira-kira 150 hari. itu Dormansi akan semacam itu cenderung untuk menjamin bahwa seedling waktu-waktu yang memungkinkan perkembangan akar cukup sebelum permulaan dari musim kering pendek (Juli hingga Agustus) dan musim kering yang menggantikannya (akhir November hingga Mei).

RINGKASAN
Perlakuan dari biologi reproduktif tumbuhan di hutan tropis ini bukan pendalaman dari informasi yang dipublikasikan, meskipun diharapkan bahwa suatu cara ke dalarn belukar literatur teiah tersedia. Akan jelas bahwa lebih banyak kerja tetap akan selesai sebelum hubungan-hubungan pada Namun hutan dari apa yang individu dari disebut melihat yang serupa, kurang tumbuhan studi dengan penyebar dari polen atau benihnya dapat digabungkan benar-benar kita dan dapat tropis yang biologi ekosistem. meskipun pada demikian, temperate pernbedaan bahwa, ada dari

prinsip-perinsip

dasar

diterapkan

perbedaaniklim di

perbedaan nyata dalam detail dan penekanan bahwa hasil musiman hutan-hutan tropis, dan dari kerapatan tumbuhan dan binatang yang lebih besar (dan kelimpahan lebih besar dari beberapa yang terakhir dalam dihasilkan pengertian dalam kita penyempitan niche dan peningkatan interaksi-inleraksi biotik). terjadi Perbaikan-perbaikan melalui aplikasi dari biologi reproduktif tumbuhan hutan tropis akan teknik-teknik kuantitatif modern dari penyelidikan dan manipulasi mcncukupi dari konstituen ekosistem (sebagai contoh percobaan dalam tambahan mungkin kecil pada pengamatan). dalam jumlah Pengetahuan tropis untuk yang yang didapat relatif penting untuk mengembangkan hutan mungkin rencana-rencana mempertahankan

manajerial yang

sepertinya

.pengaruh yang terus meningkat dari ekspansi populasi manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful