P. 1
Bahan Kuliah Ekologi Hutan (Buku)

Bahan Kuliah Ekologi Hutan (Buku)

|Views: 3,523|Likes:
Published by Abdulbasir Languha

More info:

Published by: Abdulbasir Languha on Sep 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2014

pdf

text

original

I. A.

PENDAHULUAN

Pengertian Ekologi Hutan Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel

(1869), yang mana ekologi ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu : Oikos Logos = Tempat tinggal (rumah) = ilmu, telaah.

Oleh karena itu, Ekologi adalah ilrnu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya. Hubungan tersebut demikian komplek dan eratnya sehingga Odum (1959) menyatakan bahwa ekologi adalah Enviromental Ecology. Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohonan dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan antara di luar hutan. Didalam suatu hutan, alam

hubungan

tumbuh-tumbuhan,

margasatwa,

dan

lingkungannya demikian eratnya, sehingga hutan dipandang sebagai suatu sistem ekologi atau ekosistem. Ekologi Hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistim hutan. B. Bidang Kajian Ekologi Kutan Didalam Ekologi ada dua bidang kajian, yaitu 1. Autekologi : Ekologi yang mempelajari suatu jenis organisma yang berinteraksi dengan 1ingkungannya atau ekologi sesuatu

jenis

atau

bagian

ekologi

yang

mempela jari faktor

pengaruh

sesuatu satu

lingkungan

terhadap

atau lebih jenis-jenis organisme.

2. Sinekologi : Bagian ekologi yang mempelajari berbagai kelompok organisme

sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi dan dengan antar sesamanya dalam

lingkungannya

suatu daerah.

Dalam pengaruh tumbuhnya

ekologi suatu satu faktor atau

hutan,

autekologi terhadap

mempelajari hidup dan

lingkungan lebih

jenis-jenis

pohon.

Jadi,

penyelidikannya

mirip

fisiologi

tumbuh-tumbuhan,

sehingga aspek-aspek tertentu dari autekologi, seperti penelitian fisioekologi tentang pertumbuhan pohon serir.g disebut

(phisiological

ecology).

Contoh

penelitian

autekologi adalah : 1) Pengaruh intensitas Shorea cahaya leprosula N terhadap terhadap

pertumbuhan jenis 2) Pengaruh dosis

pupuk sengon.

pertumbuhan jenis

Sedangkan Sinekologi mempelajari hutan sebagai suatu ekosistem. Contoh kajian sinekologi adalah pengaruh

keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi, struktur dan produktivitas hutan. Dalam maupun ekologi hutan baik penge tahuan autekologi kita

sinekologi

bersama-sama

diperlukan,

karena

memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat berbagai jenis pohon yang membentuk hutan dan pengetahuan tentang hutan sebagai suatu ekosistem.

C. Sangkut Paut Ekologi Hutan dengan Bidang Ilmu Lain Berhubung di dalam ekologi hutan yang dipelajari

adalah tumbuh-tumbuhan hutan dan keadaan tempat tumbuhnya, maka semua bidang ilmu yang mempelajari kedua komponen ekosistem hutan tersebut sangat diperlukan, yakni: (1). Taksonomi tumbuh-tumbuhan (terutama Dendrologi). Bidang ilmu ini sangat diperlukan untuk pengenalan jenis-jenis tumbuhan di hutan. Untuk pengenalan jenis ini diperlukan buku-buku pengenalan jenis yang praktis, selain buku-buku flora yang sudah ada yang bersifat komprehensif. Cara pengenalan jenis pohon dalam buku-buku itu

dititikberatkan pada sifat-sifat generatif (reproduktif), yaitu berdasarkan sifat-sifat bunga dan buah. Padahal

menurut pengalaman di lapangan seringkali dijumpai pohonpohon yang sedang tidak berbunga atau berbuah, atau sukar sekali untuk mendapatkan contoh-contoh bunga dan buah. Karena itu, untuk keperluan di lapangan dibutuhkan cara pengenalan jenis pohon yang terutama didasarkan pada sifat-sifat vegetatif, yaitu sifat-sifat batang pohon

(kulit, getah dan kayu) , daun dan kuncup, kemudian baru sifat-sifat generative. Cara pengenalan ini tidak terikat pada sistem taksonomi tumbuh-tumbuhan. Di Filipina cara pengenalan demikian telah dirintis oleh Tamolang (1959), di Malaysia oleh Kochummen (1963), di Indonesia oleh

Endert (1928, 1956) dan Verteegh (1971) dan di Pantai Gading, Afrika, oleh den Outer (1972) . Kepulauan Indonesia, sebagai bagian dari daerah flora Malesia, terkenal sebagai daerah flora hutan yang kaya. tetapi pengetahuan kita tentang jenis tumbuh-tumbuhan di daerah ini masih amat kurang. Banyaknya jenis tumbuhtumbuhan di daerah inipun belum diketahui dengan pasti (Van Steenis, 1948). Menurut taksiran Van Steenis (op.cit) di daerah Malesia terdapat kira-kira 3000 jenis pohon. Menurut Lembaga Penelitian Hutan di Indonesia terdapat lebih kurang 4000 jenis pohon. Dari sekian banyak jenis itu baru sebagian kecil tercakup dalam buku-buku flora yang tersedia. Akibatnya, pengenalan masih tergantung pada jasa para pengenal pohon setempat. Dengan bantuan koleksi contoh dapatlah tumbuh-tumbuhan disusun daftar yang nama kemudian pohon-pohon dideterminasi, untuk daerah

tertentu, yang dapat mempermudah inventarisasi hutan.

(2). Geologi dan Geomorfologi Ilmu-ilmu ini diperlukan dalam ekologi hutan, karena keadaan geologi dan geomorfologi mempengaruhi pembentukan dan sifat-sifat tanah serta penyebaran dan hidup tumbuh-

Pada keadaan iklim yang sama. Ilmu Tanah Ilmu tanah yang murni seringkali disebut pedologi tetapi sebagai faktor tempat tumbuh disebut edafologi. curah hujan. perbedaan letak tinggi mempengaruhi penyebaran tumbuh-tumbuhan. melalui perbedaan pada kesuburan dan keadaan air tanah. jenis-jenis batuan yang berbeda berlainan. kelembaban. Keadaan topografi juga mempengaruhi komposisi dan kesuburan tegakan hutan. (4). dan defisit tekanan uap air besar pengaruhnya pada pertumbuhan pohon. seperti akan Pada menghasilkan jenis dan jenis-jenis keadaan dan tanah tanah yang yang khusus. sifat-sifat serta keadaan tanah seringkali menyebabkan mempengaruhi terbentuknya penyebaran tipe-tipe tumbuh-tumbuhan. berlainan. akan tanah pasir kuarsa tanah serpentin. (3). Faktor-faktor suhu (temperatur). Iklim mikro dari sesuatu ternpat yang dipengaruhi keadaan . Perbedaan jenis tanah.tumbuhan. terbentuk tipe hutan yang khusus pula. melalui perbedaan iklim yang ditimbulkannya. Klimatologi Iklim penyebaran adalah faktor terpenting yang mempengaruhi iklim seperti tumbuh-tumbuhan. Disamping itu. vegetasi serta mempengaruhi kesuburan dan produktivitas hutan.

Misalnya. yang mana memerlukan pengetahuan tentang proses-proses kimia yang berhubungan dengan aktivitas biologis yang terjadi.topografi dapat mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan pohon. Fisiologi Tumbuh-tumbuhan dan Biokimia Telah dikemukakan bahwa autekolcgi mempunyai kegiatan yang mendekati fisiologi dari tumbuh-tumbuhan. inilah berkembang sosiologi tumbuh-tumbuhan (phytososiologi) dan ekologi tumbuh-tumbuhan. Pada taraf kemajuan sekarang ekologi hutan masih memerlukan informasi dari geografi tumbuh-tumbuhan untuk mengerti pola penyebaran berbagai jenis pohon dalam hubungannya dengan keadaan fisik bumi. terutama iklim dan geomorfologi atau fisiografi. (6). Informasi tersebut bisa diperoleh dari ilmu biokimia. Geografi tumbuh-tumbuhan Pada tumbuhan permulaan merupakan perkembangannya dari ekologi tumbuh- cabang geografi pengaruh tumbuh-tumbuan faktor-faktor Dari (phytogeografi) lingkungan cabang yang membahas penyebaran terhadap tumbuh-tumbuhan. dan akan sangat membantu dalam mempelajari susunan serta penyebaran £ormasi-formasi hutan. untuk dapat mempelajari . (5). Jadi pada akan hidup umumnya sangat informasi berguna fisiologi mempelajari tumbuh-tumbuhan proses-proses untuk tumbuh-tumbuhan.

Genetika Tumbuh-tumbuhan Suatu jenis tumbuh-tumbuhan yang penyebarannya luas seringkali memperlihatkan perbedaan menurut letak geografi dan keadaan lingkungan-nya. yang berakar pada sifat-sifat genetis. Oleh karena itu. pada keadaan-keadaan tertentu. Demikianlah. Adakalanya apabila daerah penyebaran dari dua jenis pohon berimpitan pada suatu tempat. Perbedaan ini bukan hanya dalam bentuk pertumbuhannya tetapi seringkali pula dalam hal adaptasi dan persyaratan terhadap keadaan tempat tumbuhnya. Matematika dan Statistika Kedua ilmu ini sangatlah kuantitatif penting terhadap untuk berbagai memformulasikan dugaan proses ekologis yang terjadi pada ekosistem hutan.pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap produksi getah karet atau getah pinus perlu pula pengetahuan tentang proses pembentukan getah dan proses-proses biokimia lainnya yang mempengaruhi atau berkaitan dengannya. sebagai akibat dari mutasi dan polyploidy. (8). sehingga berada sifat-sifatnya diantara sifat-sifat kedua jenis induknya. (7). melalui penggunaan kedua bidang ilmu ini . maka pada tempat itu terjadi timbul hybridisasi jenis pohon antara baru kedua yang jenis itu. untuk mengerti sifat-sifat ekologis sesuatu jenis atau beberapa jenis pohon diperlukan pula pengatahuan tentang genetika.

komposisi dan struktur hutan b. aspek-aspuk ekologi hutan yang penting dipelajari adalah : (1). ekologi hutan hampir sama dengan silvika. Aspek-aspek Ekologi Hutan yang renting Dalam ilmu kehutanan. E. sehingga hutan ditingkatkan baik kualita rnaupun kuantitanya. Perbedaan ekologi hutan dengan silvika hanyalah pada lawasan kajiannya. D. dalam terminologi kehutanan. permudaan pohon atau permudaan hutan d. riap (pertumbuhan) pohon/hutan . Status Ekologi Hutan dalam Ilmu Pengetahuan Kehutanan Ekologi Hutan merupakan ilmu dasar yang bersifat integratif (mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar lain) yang merupakan ilmu dasar penting bagi silvikultur.faktor lingkungan terhadap yang berperan dan seberapa suatu jauh hutan peranannya penelitian kelestarian dapat diperkirakan. sedangkan silvika lebih terarah pada silvikultur dan lebih mendekati autekologi. penyebaran jenis-jenis pohon c. mempelajari hubungan tempat tumbuh denyan: a. yakni ekologi hutan mempelajari hutan sebagai ekosistem (jadi lawasannya lebih luas). Dengan pengetahuan ekologi hutan dan fisiologi silvikultur pohon yang yang tepat bisa ditentukan produksi tindakan dapat tepat. mempelajari komposisi dan struktur hutan alam (2).

mempelajari syarat-syarat keadaan tempat tumbuh penanaman atau permudaan alam (4). mempelajari hubungan antara kesuburan tanah. fenologi pohon (musim berbunga. (3). mempelajari suksesi vegetasi hutan secara alam dan setelah terjadi kerusakan. pergantian daun). berbuah.e. iklim dan faktor-faktor lain dengan produktivitas hutan (6). dan metabolisme. siklus air. . mempelajari siklus hara mineral. (5).

yaitu organisme yang sumber makanannya diperoleh dari bahan-bahan organik yang dibentuk kembali oleh dan komponen menguraikan aututrofik. abiotik dan ekosistem. secara biogeocoenosis (geobiocoenosis) berurutan digunakan untuk komponen biotik. Komponen Ekosistem Dari Segi "trophic level".II. karena ekosistem mencakup organisme dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi. dimana antara kedua komponen tersebut terjadi hubungan timbal balik untuk mempertukarkan zat-zat yang perlu untuk mempertahankan kehidupan. Pengertian Ekosistem adalah suatu sistem di alam yang mengandung komponen hayati (organisme} dan komponen nonhayati (abiotik).G. Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar ekologi. istilah biocoenosis. bahan-bahan penyusun organik . seorang ekolog Inggeris. B. ekosistem terdiri atas: 1) Komponen autotrofik. Pencetus istilah ekosistem adalah A. Tarisley pada tahun 1935. beberapa dan kepustakaan. Dalam geocoenosis. 2) Komponen heterotrofik. 1. yaitu organisme yang mampu mensitesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun. EKOSISTEM A.

dll) 3) Iklim fsuhu. karbohidrat. 2) Produsen tumbuhan yaitu organisme yang autotrofik. dan menyerap melepas sebagian bahan-bahan penguraian sederhana tersebut yang dapat dipakai oleh produsen. organisme lain atau bahan organik. dll) 2) Senyawa organik (protein. yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organik yang berasal hasil yang dari organisme mati. dan faktor fisik lainnya) 4) Produser 5) Konsumer makro ("phagotroph" umumnya hewan) yaitu yang organisme memakan heterotrofik. 6) Konsumer mikro (saprotroph. dll. Co2. N. H20.kompleks yang telah mati kedalam senyawa anorganik sederhana. mensintesis makanannya sendiri dari bahan anorganik 3) 4) Konsumen yaitu organisme heterotrofik Pengurai. lemak. sinar matahari. Dari segi penyusunnya (struktur). komponen-komponen ekosistem seyogyanya diperinci sebagai berikut : 1) Bahan-bahan anorganik (C. mampu umumnya berklorofil. komponen ekosistem terdiri atas : 1) Komponen abiotik yaitu komponen fisik dan kirnia seperti tanah. udara. Untuk tujuan deskripsif.' yang merupakan medium untuk berlangsungnya kehidupan. air. yaitu . osmotroph).

dan menyerap sebagian perombakannya. Point (1) s/d (3) adalah Komponen abiotik. 2) Saprophage. pengurai segi bahan-bahan fungsional. Dari suatu ekoisist em sebaiknya dianalisis menurut : (1). (4}. Rantai pangan Pola keanekaragaman dalam ruang dan wakcu Siklus nutrien Pengembangan dan evolusi Kontrol (sibernetik) Dalam hal konsumer. daratan). (3). Aliran energi (2). dll (ekosistem akuatik) 2) Konsumer II (konsumer sekunder)adalah karnivora . (5). membebaskan bahan-bahan anorganik sederhana yang berguna bagi produser.organisme heterotrofik. contoh : insekta. yang menghancurkan hasil bahan organik mati. hLjau). yaitu organisme yang mengkonsumsi organisme lainnya. Point (4) s/d (6) adalah komponen biotik. dll. Organisme heterotrofik dapat juga dibedakan kedalam : 1) Biophage. umumnya jamur dan bakteri. (ekosistem krustacea. rodentia. organik yang yaitu telah organisme mati. selain pembagian di atas. konsumer dapat juga dibedakan kedalam: 1) Konsumer I (konsumer primer) adalah hewan-hewan herbivora yang makanannya bergantung pada produser (tumbuhan kelinci. moluska. (6).

yaitu: 1) Ekosistem alam: laut. Scavenger dan saprobe C. 3) Konsumer III (konsumer tertier) adalah karnivora dan omnivora. 2) Ekosistem buatan: sawah. dll. misal singa. basah. Macam dan Ukuran Ekosistem Berdasarkan ekosistem. hutan tanaman. kucing. . hutan musim. dll. hutan alam. danau alam. dll.dan burung omnivora yang memakan herbivora. hutan savana) 2) Perbedaan letak dari permukaan laut. Ukuran ekosistem bervariasi dari sebetsar kultur dalam botol di laboratorium. kebun. contoh: gagak. rubah. kering) D. lautan sampai biosfir ini. topografi dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan. Faktor Penyebab Perbedaan Ekosistem Ekosistem yang satu berbeda dengan ekosistem yang lain. proses terjadinya ada dua macam tambak. lembah sungai) 3) Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir. ular. disebut juga Top-Konsumer 4) Parasit. hari-mau.. sungai. karena: 1) Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan. all. seluas danau. sungai. lempung. lereng pegunungan yang curam.

} 2) Ekosistem akuatik (a).Secara umum. yaitu: 1) Ekosistem terestris − Ekosistem hutan − Ekosistem padang rumuput − Ekosistem gurun − Ekosistem anthropogen (sawah.Sungai . dll.dll. Ekologi Niche Niche adalah peranan suatu mahkluk hidup dalam suatu habitat.Kolam . ada dua tipe ekosistem. F. Tahap-tahap Dasar Operasi pada Ekosistem 1) Penerimaan energi radiasi 2) Pembuatan bahsn-bahan organik dari bahan anorganik oleh produser 3) Pemanfaatan produser oleh konsumer dan lebih jauh lagi pada bahan-bahan terkonsumsi 4) Perombakan yang mati bahan-bahan oleh organik dari organisme bentuk dekomposer kedalam anorganik sederhana untuk penggunaan ulang oleh produser. Dengan demikian ekologi niche adalah peran . (b). Sedangkan habitat adalah tempat hidup organisme. kebun.Danau . Ekosistem lautan E. Ekosistem air tawar .

5% ditransmit. dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk tetapi energy tak pernah dapat diciptakan atau dimusnahkan. G. Energi dalam Ekosistem . 57% energi surya diserap atmosfir.Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. yaitu: Hukum Thermodinamika I: Energi lainnya. . Dari sekitar ±3% energi surya yang mengenai permukaan tumbuhan. .total dari suatu species dalam komunitas.Bentuk energi yang berperan penting pada mahkluk hidup adalah energi mekanik. tidak ada transformasi menjadi secara energi spontan potensial dari suatu bentuk dengan energi berlangsung efisien 100%. 80 . faktor lingkungan.Perilaku energi di alam mengikuti Hukum Thermodinamika.85% . kimia. 10 . spesialisasi dari populasi species dalam suatu komunicas. areal tempat hidup. radiasi dan panas. dan 35 % disebarkan untuk memanaskan air dan daratan.15% dipantulkan. Misal. Hukum Thermodinamika II: Setiap terjadi perobahan bentuk energi pasti terjadi degradasi menjadi energi bentuk dari energi bentuk yang energi terpencar yang atau terpusat karena berbagai energi selalu memencar menjadi panas. Ekologi niche mencakup species organisme.

2) Rantai parasit.5%) dari total energi cahaya digunakan fotosintesis serta sisanya dirubah menjadi bentuk panas. dimulai dari hewan kecil sebagi mata rantai pertama ke hewan yang lebih besar dan berakhir pada hewan terbesar dimana landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. Dalam suatu ekosistem. Semakin pendek rantai pangan semakin besar energi yang dapat disimpan dalam bentuk tubuh organisme di ujung rantai pangan. rantai-rantai pangan berkaitan satu sama lain membentuk suatu jaring-jaring pangan (food web). . berawal dari organisme besar ke organisme kecil. .diserap dan ±2% (0. H. .5 -3. 3)Rantai saprofit.Berbagai makanan organisme melalui yang memperoleh yang sama sumber dianggap langkah termasuk pada tingkat tropik yang sama.Dalam suatu ekosistem dikenal adanya tingkat tropik dari suatu kelompok organisme. Rantai Pangan pangan ada1ah pengalihan energi dari Rantai sumberdaya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. berawal dari organisme mati ke mikroorganisme. dikenal juga sebagai rantai pangan detritus. Rantai pangan terdiri atas tiga tipe: 1) Rantai pemangsa.

Piramida ekologi dapat menggambarkan struktur dan fungsi tropic: Ada tiga tipe paramida ekologi yaitu : a) Piramida jumlah individu.Berdasarkan tingkat tropik : Tumbuhan hijau Herbivora Karnivora : tingkat tropik I : tingkat tropik II : tingkat tropik III Karnivora sekunder : tingkat tropik IV I. . c) Piramida energi. yang menggambarkan biomassa dalam setiap tingkat tropik. semakin besar rnetabolisrne per gram biomassa. .Struktur tropik dapat diukur dan dipertelakan.Ukuran individu menentukan besarnya metabolisms suatu organisme.. baik dengan biomassa per satuan luas maupun dengan banyaknya energi yang ditambat per satuan luas per satuan waktu pada tingkat tropik yang berurutan.Fenomena interaksi antara rantai-rantai makanan dan hubungan metabolisme dengan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas mempunyai struktur tropik tertentu. semakin kecil organisme semakin kecil biomassa yang dapat ditunjang pada suatu tingkat tropik dalam ekosistemnya. yang menggambarkan besarnya . Semakin kecil ukuran organisme. . Struktur Tropik dan Piramida Ekologi . Oleh karena itu. yang menggambarkan jumlah individu dalam produser dan konsumer suatu ekosistem b) Piramida biomassa.

energi pada setiap tingkat tropik. Istilah ini sama dengan total. Produktivitas primer kotor: Kecepatan bahan selama asimilasi total fotosintesis. Produktivitas Kecepatan penyimpanan bahan-bahan organik dalam jaringan tumbuhan sebagai kelebihan bahan yang dipakai selama asimilasi untuk respirasi oleh tumbuh-tumbuhan pengukuran. Unit satuannya: 1) 2) Ash Dry Free Dry Weight Kal. Semakin tinggi tingkat tropik./ha/th. semakin efisien dalam penggunaan energi. J.Produktivitas penyimpanan primer energi adalah oleh kecepatan organisme potensial produsen melalui proses fotosintesis dalam bentuk bahan-bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan pangan. mencakup pula organic yang dipakai untuk respliasi pengukuran. primer dibagi dua macam: Produktivitas (1). Istilah ini sama dengan bersih. . . primer bersih: (2). Weight Ton/ha/th. Produktivitas .Produktivitas sekunder adalah kecepatan penyimpanan energi potensial pada tingkat tropik konsumen dan pengurai.

500 2. .000 8. 2.000 2.000 6.Unsur-unsur protoplasma.Produktivitas Primer kotor pada Ekosistem Akuatik Ho.40 unsur yang sangat diperlukan oleh mahkluk hidup.000 20.000 20 . Primer Kotor Kcal/m2/th 1. siklus ini disebut siklus biogeokimia. . kimia. 6. 7.000 12. 2. termasuk untuk unsur utama dari dalam cenderung bersirkulasi biosfir dengan pola tertentu dari 1ingkungannya ke organisme dan kembali lagi ke lingkungan. Laut terbuka Pesisir Upwelling Zone Estuari dan reefs 1. tetapi hanya 30 . 4.Di alam telah diketahui ada ±100 unsur kimia. Gurun dan tundra Padang rumput Hut an lahan kering Hutan konifer Hutan temperate basah Pertanian Hutan tropik dan subtropik Kcal/m2/th 200 2. Siklus Biogeokimia .000 K.500 3. Ekosistem 1. 4. 5. 3. Sedangkan. Ekosistem Prod . 3.000 Produktlvitas Primer Kotor pada Ekosistem Terestris No.

dimana reservoir adalah di kerak bumi. Kedua siklus tersebut masing-masing terdiri atas dua kompartemen atau dua pool. yaitu : 1) Reservoir poo_l : besar.pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa anorganik yang penting untuk menunjang kehidupan disebut siklus hara. siklus biogeokimia terdiri atas : a) Tipe gas. misal siklus Karbon (CO2) dan siklus Nitrogen (N) b) Tipe sedimen. tapi lebih aktif bertukar dengan cepat antara organisme dengan lingkungannya. misal siklus Posfor . 2) Exchange atau Cycling pool : kecil. dimana reservoir adalah di atmosfir atau hidrosfir {lautan). Dilihat dari sudut biosfir secara keseluruhan. umumnya bukan komponen ekologi. lambat bergerak.

atau "abundance" (kerapatan. Perkembangan pembentukan tahap suksesi. komposisi jenis dan organisasi tropic suatu komunitas.Struktur vertikal (stratifikasi) .Struktur horizontal (distribusi spatial jenis) . di luar hutan. Struktur Komunitas terdiri atas: . Karakteristik Komunitas adalah sejarah dan evolusi komunitas atau tahap- 2. lingkungan Sedangkan berbeda masyarakat Komunitas adalah tegakan.III.Kelimpahan biomasa). . produktivitas serasah siklus hara. aliran energi. pembusukannya. Organisasi Komunitas adalah struktur. Fungsi Komunitas adalah dan pola laju metabolisme.HUTAN SEBAGAI KOMUNITAS TUMBUHAN Hutan dikuasai adalah masyarakat yang tumbuh-tumbuhan suatu yang satuan yang tempat pohon-pohon menempati dan mempunyai sadaan dengan hutan Tumbuhan 1. 3.

Data Kualitatif a.pengelompokkan secara kuantitatiif: species . rantai makanan DATA KUANTITATIF • Pola disttribusi • Frekuensi • Kerapatan • Penutupan tajuk.keaneragaman jenis .B. dominansi DATA ANALITIK ORGANISASI KOMUNITAS • Struktur • Komposisi • Organisasi tropik DATA SINTETIK • Kehadiran dan konstansi • Kesetiaan • Dominansi • Indeks dominansi • Indeks asosiasi 1.tahap suksesi .struktur tiap unit vegetasi . yang berguna untuk mengetahui : .kondisi lingkungan/habitat . Jenis Data Vegetasi DATA KUALIFIKATIF • Komposisi flora • Stratifikasi dan aspection • Fenology • Vitalitas • Sosiabilitas • Life-form & fisiognomy • Organisasi tropic.Komposisi Flora Komposisi flora adalah daftar jenis tumbuhan dalam komunitas.

gugur daun. berbunga.optimalisasi ruang tumbuh .optimalisasi pemanfaaCan unsur hara tanah. b.dominan. jenis yang jarang (indikator habitat). Stratifikasi terdiri : .pucuk . berbuah dan tersebarnya biji.peningkatan pemanfaatan energi solar . atau studi tentang fase-frase pertumbuhan penting dalam sejarah hidup suatu tumbuhan. Fenologi Fenologi adalah kalender fase-fase pertumbuhan yang dilalui oleh suatu tumbuhan selama sejarah hidupnya. Tanda proses fenologi Masa kecambah Masa berbunga Masa berbuah :/ :/ : / / / / Masa penyebaran biji : . seperti: saat biji berkecambah.akar Manfaat Stratifikasi : . frequent (daya adaptasi luas). c. Stratifikasi dan "aspection" Stratifikasi adalah lapisan vertikal komunitas tumbuhan. Aspect ion adalah perubahan per:ampakan vegetasi dalam kaitannya dengan musim.

tetapi jumlahnya tak bertambah.Vitalitas dan Vigor Vitalitas adalah kondisi dan kapasitas tumbuhan untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Klas 3 : Tumbuhan yang lemah yang tersebar secara vegetatif hidupnya.kemampuan bersaing. Klasifikasi vitalitas : yang siklus yang berkembang hidupnya. Sosiabilitas bergantung pada : . Sedangkan vigor adalah keadaan kesehatan tumbuhan. .life-form . tumbuh sehat yang baik dan Klas 1 : Tumbuhan dapat menyelesaikan Klas 2 : Tumbuhan tersebar secara vegetatif. dan tak pernah menyelesaikan siklus Sosiabilitas Sosiabiiitas masing adalah hubungan antara masing- jenis dan menunjukkan cara tumbuhan tersebar.vigor . Klas Sosiabilitas (Brown-Blanquet.kondisi habitat . Klas 2 : Agak mengelompok. Klas 4 : Tumbuhan yang jarang tumbuh dari biji. 1932): Klas 1 : Hidup menyendiri.

epifit. Klas 5 : Membentuk hamparan yang luas dan rapat.Persentase Life-form adalah Σ species dalam suatu life-form —————————————————————————————— X 100% Σ species dalam semua life-form .bisa menggunakan klas-klas life-form dari Raunkaier (1934).Species dari life-form yang berbeda dapat hidup berasosiasi. terus ke herbivora dan karnivora. b) "Detritus food chain" : . Ada dua tipe rantai makanan : a) "Grazing food chain" : Rantai pangan yang dimulai dari tumbuhan. . herba. Klas 4 : Mengelompok dalam kelompok yang besar dan kelompok terputus-putus. semak. liana. pakuan . Backer (1968) : pohon. Brawn-Blanquet (1951). Life-form (bentuk hidup) tumbuhan . dll. lumut. Organisasi tropik dan rantai pangan Rantai pangan ada1ah pengalihan energi dari sumbernya berupa tumbuhan melalui sederetan organisma yang memakan dan yang dimakan.Klas 3 : Mengelompok dalam kelompok-kelompok yang tersebar. karena mereka memanfaatkan sumberdaya alam pada waktu/ruang yang berbeda.

3) Beraturan (reguler. 2) Mengelompok ('clumped') Mencerminkan habitat yang heterogen. behavior berkelompok. Faktor yang mempengaruhi pola sebaran spatial individu: a) Faktor vektorial dari aksi berbagai tekanan lingkungan luar (angin.Rantai pangan yang dimulai dari organisme mati ke mikroorgnisme. dll. intensitas cahaya). Distribusi Spasial Individu tumbuhan Tiga tipe Pola Distribusi 1) Random (acak) Pola ini mencerminkan homogenitas habitat dan/atau pola behavior yang tidak selektif. . Jaring-jaring pangan ("food web") adalah keterkaitan antara berbagai rantai makanan dalam suatu komunitas. Species diversity meningkat maka "food chain" makin panjang. 2. Data Kuantitatif a. uniform) Mencerminkan adanya interaksi negatif antara individu seperti persaingan untuk ruang dan unsur hara atau cahaya. detrivor dan predatornya. aliran air. Studi food chain dalam komunitas sangat berguna untuk mengetahui sistem transfer energi dalam komunitas. mode reproduktif.

reproduktif. Variance Mean Ratio V/M = 1 (random) V/M > 1 (clumped) V/M < 1 (regular) Untuk menguj i apakah V/M < 1 atau > 1. 5) Faktor stokastik akibat dari variasi acak dari berbagai faktor tersebut di atas. Beberapa indeks penentuan poia Distribusi Spasial individu (1).2) . dimana q = Σ frekuensi klas.b) Faktor reproduksi sebagai akibat dari mode reproduktif organisme (cloning dan regenerasi progeni). behavior teritorial) 4) Faktor koaktif akibat dari interaksi intraspecific (misal kompetisi). yaitu : a) faktor intrinsik species (mis. Contoh : .digunakan uji X2 dengan derajat bebas (q . pada tingkat peluang 1%. koaktif) b) Faktor extrinsic (vector). 5%. c) Faktor sosial akibat pembawaan behavior (misal.. sosial.

Sp-X dalam masingmasing kuadrat Frekuensi 100 petak 0(46)+1(34)+2(14)+3(6) 100 kehadiran dalam 46 34 14 6 0 1 2 3 Mean (M)= = 0. Menghitung banyaknya petak yang mengandung 0.1438 x 100 = 14.800 = 1.3594 = 0.82/2! x e-m x 100 = 0.808 V/M = 0.4 Є(1) Є(1) Є(2) .Ada 100 petak Σ Ind.8 x 100 = 0.4493 x 100 = 0.2.8 x e-0.4493 x 100 0.3 individu Є(0) = (n)p(0) = (100)p(0) = (100)e-0.4493 = 0.8/1)(p(0)) = 100 x 0.8 ΣX2 – (ΣX)2/n n-1 Variance = [12(34)+22(14)+32(6)+02(46)] – (80)2/100 = = 0.808/0.8 = 44.64/2 x 0.8/1 x 0.8 x 0.1 Pengujian V/M = 1? 1).01 100 .9 = (n)p(1) = (100)(0.1.3594 = m e-m x n = 0.

8 0 46 44.q) q T = jumlah seluruh petak = jumlah petak Kriteria : IS = 1 (random) IS > 1 (clumped) IS < 1 (regular) total individu dalam semua .512/6 x 0.1)2 + (1.2) = 1.……….2)2 = 44.9 3.8 = 1.9 2 14 14.4 0.2 1 2 3 4 Σ individu/petak Σ petak terobservasi Σ petak harapan Perbedaan Σ petaj antara terobservasi dan harapan X2 hitung = (Obs – є)2/є (1.4 Sehingga X2 hitung = X2 tabel 2).512/6 x e-0.3.8 2.83/3! x e-m x 100 0.9 1.Є(3) = = = = 0.1 1 34 35.9 1. Indeks Morisita (IS)   random IS = ∑1 1 2 Xi ( Xi −1) T (T − 1) Dimana : Xi = jumlah individu species X dalam petak ke-I (i=1.2.5.8 x 100 0.9)2 + (2. dimana q = Σ klas frekuensi = 4 X2 (α=0.4123 X2 tabel(q-2).4 3 6 3.386 = 1.9 35.4493 x 100 3.

05 atau 0. 0 = random. Frekuensi Relatif : persentase frekuensi suatu species terhadap jumlah frekuensi semua species. Kerapatan Adalah jumlah suatu spesies dalam suatu unit area.Frekuensi Frekuensi adalah derajat penyebaran suatu jenis di dalam komunitas antara yang diekspresikan petak yang sebagai oleh perbandingan banyaknya diisi suatu jenis terhadap jumlah petak contoh seluruhnya. Kerapatan menunjukkan kelimpahan suatu spesies dalam suatu komunitas.Pengujian IS = 1? IS (T-1)+ q – T Fo = Q – 1 Bila Fo ≥ Fαq-1 Clumped (α = 0.01) 3). b. 1 = clumping. c. Green’s Index ⎛ Variance ⎞ ⎜ ⎟ −1 ⎝ Means ⎠ GI = n −1 GI bervariasi dari: 0 sampai maximum. . Satuan : ind/m2 (tumbuhan bawah) Ind/ha (pohon) Kerapatan relative: persentase kerapatan suatu spesies terhapdap jumlah kerapatan semua spesies.

60% Klas D: species dengan frekuensi 61 .20% Klas B: species dengan frekuensi 21 . 1934} : Klas A: species dengan frekuensi 1 . E tinggi : Komunitas buatan (4) B. Di dalam komunitas rumput.Cover (Penuntupan Tajuk) Cover adalah proyeksi vertikal tajuk terhadap permukaan tanah.40% Klas C: species dengan frekuensi 41 .D tinggi: komunitas heterogen 4. Di dalam hutan.100% "Law of Frequency" > A>B>C=D<E < (Persentase Frekuensi berdistribusi normal) Jika : (1) E > D : Komunitas Homogen (2) E < D : Komunitas terganggu (3) A. 25 X 25 cm)atau menggunakan plantigraph. cover digambarkan dalam "graph paper" dengan bantuan kuadrat (misal. Klas Penutupan Tajuk .C. Tajuk adalah semua bagian tanaman yang terdapat di atas permukaan tanah. sehingga cover bisa > 100 %.Frekuensi Klas (Raun kaier.80% Klas E: species dengan frekuensi 81 . cover harus ditentukan untuk setiap strata vegetasi.

. Data Sintetik Presence Presence komunitas. Naungan meningkat Pengukuran foliage cover bisa diganti dengan "basal area" (luas bidang dasar.Jarang : 1 .75% Klas E : Species dengan cover 76 . Klas Konstansi Klas 1 : 1 .Sering terdapat: 41 – 60% terisi spesies .Banyak terdapat : 61 .50% Klas D : Species dengan cover 51 . 3.100% Foliage cover meningkat ————-> Intercepting solar energi meningkat . . Ibds). .40 petak contoh terisi species.20 % Frekuensi . Klas Kehadiran .20 % petak contoh terisi species.Klas A : Species dengan cover 5% Klas B : Species dengan cover 6 .Selalu ada terisi species.25% Klas C : Species dengan cover 26 . : 81 .80 terisi species.Kadang terdapat : 21 .100 % petak contoh adalah suatu kehadiran species dalam Constance (Kontansi) Constance adalah derajat/tingkat kehadiran suatu species dalam komunitas.

Satuannya: M/ha.terhadap habitat .100 % Frekuensi c..Luas Bidang Dasar .Indeks Nilai Penting (INP) INP = Kerapatan Relatif + Frekuensi Relatif + Dominansi Relatif INP maksimal 300%.species tersebut menang dalam persaingan . Konsep dominansi jenis sebagai petunjuk : .Klas 2 : 21 .Foliage Cover (penutupan tajuk) .Biomasa . Dominansi Jenis Jenis dominan adalah jenis yang bei k.80 % Frekuensi Klas 5 : 81 . Parameter Penentu Dominansi Jenis .60 % Frekuensi Klas 4 : 61 .Kerapatan .species tersebut berhasil beradaptasi .40 % Frekuensi Klas 3 : 41 .species tersebut mempunyai toleransi tinggi .i :\sa dan mencirikan suatu komunitas.Volume . Dominansi adalah luas penutupan tajuk atau luas bidang dasar suatu species dalam satuan unit area tertentu. . Dominansi Relatif adalah persentase dominansi suatu species terhadap jumlah dominansi seluruh jenis.

Indeks of Dominance (ID) Indeks of dominance adalah indeks untuk memeriksa tingkat dominansi suatu species dalam komunitas. Hilai C ini bersifat relatif. Simpson (1949) ID = C = E (ni/N)2 C = indeks of dominance ni = INP atau kerapatan atau biomasa suatu species. Klas 3 : Preferensial {berada pada beberapa habitat. Fidelity {Kesetiaan) adalah tingkat kesetiaan suatu species Fidelity dalam suatu komunitas.tetapi tidak pada komunitas lain). Nilai ID rendah dipusatkan pada banyak jenis.d. N = Total INP atau total kerapatan .atau biomasa dari semua species. pada satu macam Selektif berada komunitas. e. tetapi tumbuh banyak pada beberapa habitat saja). Klas 4 : Indifferent/masa bodoh (berada secara teratur pada semua habitat). Nilai ID tinggi dominansi jenis dipusatkan pada satu dominansi jenis atau beberapa jenis. . Kals 5 : Strange/aneh (jarang dan secara kebetulan berada dalam komunitas). Nilai C bisa digunakan apakah suatu komunitas itu asosiasi atau konsosiasi. Klas Kesetiaan Jenis: Klas 1: Ekslusif Klas 2: terhadap (sering suatu jenis komunitas.

distribusi geografi kedua species .kedua jenis berbeda life-form. Interspecific Assosiation terjadi bila : . db = 1) Bila X2hit ≥ X2tab ada asosiasi . .05. S P E S I E S B Spesies A Hadir Tidak 0 + + 0 E a c a+b=r (ad-bc)2 X N m X n X r X s b d b+d=r m=a+b n=c+d N=a+b+c+d X hit = 2 nilai X2 ini bandingkan dengan X2tab (α = 0.f. 2x2 contingency table.bila salah satu species hidupnya bergan-tung pada yang lain. Interspecific Assosiation Interspecific assosiation ada1ah suatu asosiasi/kekariban antara dua species dalam komuninas.>erupa dan species tumbuhan pada lingkungan yang keduanya hidup di daerah yang sama.kedua serupa. . . ion (1). Data Kualitatif (a). .bila salah satu species menyediakan per lindungan terhadap yang lain. bila datanya kualitatif (hadir atau tidak). Metode mendeteksi interspesif ic asosiasi.

B tak ada c = Σ petak. sp.05 atau p = 0. A ada. Index of Diversity • keanekaragaman penting terutama biotic • dalam untuk atau jenis adalah suatu dua pengaruh tahap parameter komunitas. sp. A tak ada. sp. ≥ R tab. sp. gangguan dan suksesi membandingkan mempelajari mengetahui stabilitas komunitas pada komunitas klimak. Data Kuantitatif Koefisien Korelasi Σ[(X1-X1)(X2-X2)] R hit = √[Σ(X1-X1)2 x (Σ(X2-X2)2] R hit. A dan B tak ada N = Σ total petak contoh (b). sp.01 g. Untuk p = 0. JACCARD INDEX (JI) JI = a a+b+c (2). spesies diversity meningkat food chain meningkat • Ecological turnover = R/B rendah Biomassa komunitas komunitas diversity meningkat komunitas stabil Respirasi komunitas .a = Σ petak dimana 2 spesies ada b = Σ petak. B ada d = Σ petak.

Motyka’s Index of Similarity IS = [2 Mw/(Ma + Mb)] x 100% Mw = Σ nilai kuantitatif ≤ dari spesies yang ada di dua komunitas . Jaccard’s presence-community coefficient ISJ = [C/(A+B+C)] x 100% A = Σ jenis di komunitas 1 B = Σ jenis di komunitas 2 C = Σ jenis di dua komunitas 2).• Metode/cara penentuan spesies diversity 1) Shanon-Weiner Diversity Index H = -Σ[(ni/N) log (ni/N)] ni = Nilai kuantitatif suatu spesies N = jumlah nilai kuantitatif semua spesies dalam komunitas Variasi nilai H 0 = satu spesies tak terhingga nilai yang tinggi (banyak spesies) 2) Simpson’s Diversity Index D = 1 − ∑ ( ni / N ) 2 i =1 s S = Σ jenis Variasi nilai D: 0 = satu spesies tak terhingga 1 – 1/s = diversity spesies max. Koefisien Kesamaan Komunitas (Index of Similarity) • • Index ini sangat berguna untuk membandingkan kesamaan jenis dua komunitas Caranya: 1). h.

Biomassa Biomassa diproduksi adalah oleh jumlah organism bahan per 2 organic unit yang area satuan pada suatu saat.Ma Mb = = Σ Σ nilai nilai kuantitatif kuantitatif semua semua spesies spesies di di komunitas 1 komunitas 2 Nilai IS : 0 – 100 C. • Biomassa menunjukkan net production • Biomassa production rate adalah laju akumulasi biomassa dalam kurun waktu tertentu (Kg/ha/yr) • Biomassa dinyatakan dalam “dry weight” (berat kering) oven pada suhu 105o selama 12 jam atau 800C selama 48 jam. Fungsi Komunitas 1. Satuan lain adalah berat kering bebas abu (“ash free dry weight”) • Biomassa komunitas • Akumulasi biomassa di tropic lebih rendah daripada di temperate karena laju respirasi di tropic lebih tinggi 2. komunitas adalah unit thermodinamika profil menunjukkan jumlah bahan organic kering pada tingkat yang berbeda dari . Satuannya g/m atau Kg/ha. Aliran Energi • Dari sudut energy.

karena adanya stratifikasi dan spesies diversitas yang tinggi • Estimasi energy dalam bahan organic tumbuhan bisa diduga dengan alat Bomb calori meter.Matahari Tumbuhan refleksi absorpsi panas ditangkap Energi makanan biomas Proses metabolisme pertumbuhan Dimakan konsumer • Dalam setiap transfer energy dari tanaman ke tingkat tropic yang berbdea. maksimal pada komunitas klimaks. efisiensi konversi energy hingga 10%. 90% hilang sebagai panas • Persediaan dengan energy dalam komunitas meningkat vegetasi biomassa meningkatnya Akumulasi perkembangan energy dalam (suksesi). • Efisiensi energy Energy yang ditangkap tumbuhan (Kcal/m2/t) = Energy solar yang datang sampai di komunitas (Kcal/m2/t) x 100% adalah suatu rasio antara output (kalori yang .

Gross Ecological Effisiency (GEE) Kalori mangsa yang dikonsumsi pemangsa = Kalori makanan yang dikonsumsi mangsa • Siklus Serasah • Siklus Biogeokimia. 3. • Efisiensi energy di energy setiap rasio antara yang aliran berbeda titik/tahap sepanjang rantai makanan. dari lingkungan ke organism dan kembali lagi ke lingkungan dalam biosfir • Siklus hara adalah pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang penting bagi kehidupan Siklus Biogeokimia hara.dimanfaatkan tumbuhan) terhadap input (energy solar sampai di komunitas) adalah dalam suatu unit area dalam periode waktu tertentu.Siklus fosfor .Siklus CO2 Tipe batuan . termasuk unsure-unsur utama dari protoplasma. satuannya %.Siklus N . Produktivitas dan Dekomposisi x 100% Tipe Gas .

Tipe-tipe interaksi antara dua spesies dalam komunitas No. sedang individu (2) tak terpengaruh Individu spesies yang satu dirugikan oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu dimangsa oleh individu spesies yang lain Individu spesies yang satu mendapat keuntungan tapi individu spesies dua tak terpengaruh Interaksi yang menguntungkan kedua spesies dan tak merupakan kewajiban berinteraksi Interaksi yang menguntungkan kedua spesies. 1 Tipe Interaksi Netralisme Spesies 1 2 0 0 Sifat Umum Interaksi Tak satupun individu populasi yang satu mempengaruhi yang lainnya Penghambatan terhadap semua jenis Individu (1) menghambat individu (2). interaksinya mutlak harus terjadi 2 3 Kompetisi Amensalisme - 0 4 Parasitisme + - 5 Predasi + - 6 Komensalisme + 0 7 Protokooperasi + + 8 Mutualisme + + 1) Netralisme : sebenarnya hanya asosiasi saja. bukan interaksi 2) Persaingan (1) (2) (3) Persaingan Persaingan antar antar jenis jenis yang berbeda sama (interspesifik) (intraspesifik) Persaingan relung ekologis (tempat) .

adalah hubungan antara individu yang mana individu yang satu dirugikan (tetapi sesaat) tetapi individu lain tidak dirugikan (netral).B = spesies A dan B 3) Amensalisme. Dalam hal ini. Competitif Ability Ditentukan secara sederhana dengan rumus: GA/B = MA/MB atau GB/A = MB/MA G = kemampuan pertumbuhan M = bobot kering tanaman A.Menstimulasi . . Antitoxic (bahan penghambat) terhadap individu lain jenis berbeda.Pertumbuhan tewrganggu . Σ individu.(4) Persaingan sumberdaya (makanan) Akibat persaingan: . Autotoxic (bahan penghambat) terhadap : . merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah.individu lain sejenis (b).Terjadi serangan hama-penyakit jenis dan kekurangan unsure hara stratifikasi dimana tertentu lebih berkuasa .anakan sendiri . Amensalisme merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah. life-form). bahan kimia dapat dikategorikan sebagai : (a).Komposisi jenis berubah (Σ jenis. Contoh : allelopathy yaitu pengaruh merugikan baik langsung maupun tak langsung dari suatu tumbuhan terhadap tumbuhan lain melalui produksi senyawa kimia. jumlah biji sedikit .Produksi berkurang.

fenin. sereh Reliant bus. Aster Bahan kimia allelopathic diantaranya adalah .laju pertumbuhan terhambat . sulfida.bahan tanaman yang jatuh sebagai aerasah yang menjadi humus dalarn tanah. Daun 2.gangguan sistem perakaran . mati .asam benzoat.penyerapan hara mineral berkurang . . terpeties.perpanjangan/perbanyakan sel terhambat .perlambatan perkecambahan biji .pencucian daun/batang oleh air hujan . .gas yang menguap dari permukaan tanaman . Pengaruh allelopathy terhadap pertumbuhan tumbuhan : . Akar 3.phenolic.eksudat akar Media pengeluaran zat alelopatik 1. nitrit difenol.Cara tanaman melepaskan bahan kimia (bahan allelopati)adalah melalui : .klorosis .layu.laju fotosintesa dan respirasi terganggu . alkaloids. Gas jenis tanaman Camelina Eucalyptus globulus Apel. Setelah mati 4.

Rafflesia -» paling khas diantara parasit lain . Host seringkali mengeluarkan antibodi Parasit yang heterofog lebih bertahan daripada monoloq.Rafflesia arnoldi .kuncup terbuka mekar (19-21 bulan)0 10 cm .waktu bunga lama. Interaksi parasitisme memungkinkan adanya tumbuhan inang (host) dan tumbuhan parasit. famili vitaceae) . daun dan akar . Rafflesia -» bunga liar (famili Rafflesiaceae) Genus lain : .Mitrastemon Di Sumatera 4 jenis : .Rafflesia hasseltii .tidak punya batang.Parasitisme (+.besar ukuran bunga .hanya punya benang-benang yang tumbuh di bagian dalam batang dan akar pohon.Rafflesia atjehensis . Parasit meliputi parasit akar -» Rafflesia. tergantung ukuran R.Rhizanthes .-) Suatu organisme untuk hidupnya mengambil makanan dari organisme lainnya. arnoldi . semipara-sit {yang tumbuh di cabang-cabang di pohon -> benalu (famili horuntuceae).Rafflesia patma. Inang (Tetrastigma.

. .liana (tumbuhan merambat suka cahaya = pada dapat batang sinar atau matahari daun akan (epifit) menutupi heliophyta) . (5). Contoh Epifit: paling banyak terdapat di hutan hujan tropika (10% pohon hutan hujan tropika ditumbuhi epifit). 0) Interaksi antara individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu individu jenis populasi sementara yang lain tak memperoleh keuntungan apa-apa (netral). Merupakan hubungan (+) yang mendasari protokoperasi. Menurunkan 3. misalnya jenis-jenis anggota . dll.pengaruh positif. Commensalisme ( + .Anggrek. Menutupi mengurangi 2. diantaranya adalah berpengaruh baik pada pertumbuhan anakan yang suka naungan (schyophyta.H. paku-pakuan. 5 bulan 0 15 cm -» 2 bulan 0 25 cm -* 20-30 hari. kayu sehingga tumbuhan pohon yang dipanjati 4. Berpengaruh negatif terhadap anakan yang suka cahaya (heliophyta) .Menempel Setelah tajuk. Mengganggu daerah proses kualitas tajuk fotosintesis.pengaruh negatif liana 1. .

Protocoperasi (+. . contoh: Mikoriza .Dipterocarpaceae) . dapat jamur mendapatkan makanan dari hasil fotosintesa inang. merupakan awal evolusi (7). tersedia : asosiasi Jamur dan antara jamur dengan akar merubah dihisap unsur-unsur oleh akar sehingga tumbuhan. Contoh : . jika dipisahkan akan rugi. contoh Asosiasi keong air tawar Lumut menggunakan zat hara sebagai dari keong Keong ditumbuhi lumut perlindungan sebelum Protocoperasi mutualisme.sistem silvikultur (tropical shelter-wood system) penangkaran liana (pembebasan)/tebang penerang (6). Mutualisme (+.-) Kedua jenis individu yang berinteraksi mendapat keuntungan saling tetapi bukan merupakan : keharusan lumut untuk dengan berhubungan.Jenis mikoriza adalah: a) Ektotropik: di luar akar mis: Basidiomycetes b) Endotropik: di dalam akar mis: Phycomycetes c) Peritropik: sebagai mantel.+) Memberikan keuntungan kepada masing-masing jenis yang berinteraksi dan merupakan suatu keharusan untuk hidupnya.Mikoriza tumbuhan.

Peritropik: Micorhyza membentuk selubung mantel rongga yang mengelilingi akar. . Eucalyptus. misal pada Pinus strobus. . .Manfaat mengeluarkan enzim phosphatase mikoriza a) penyerapan unsur hara meningkat terutama Phospor b) mencegah tahan infeksi perakaran mempertinggi lebih lama daya hidup kekeringan akar (memproduksi hormon penumbuh).Karena tanah Imtan Indonesia relatif miskin hara. maka banyak pohon-pohon hutan alam yang mengandung mikoriza.Di hutan Cibodas 32% pohon-pohon yang ada mengandung mikoriza. .Nodul Akar : gejala pembengkakan akar berupa bintil akar sebagai akibat sirnbiosis mutualisme antara bakteri (rhizobium/aktinomisetes) dengan suatu akar tumbuhan tertentu. Endotropik: Micorhyza di bagian dalam sel akar micelia fungi. yakni hampir semua tanaman kecuali tanaman air.Mikoriza . misal pada anakan spruce (Picea pungens). Dipterocarpaceae. .ekstra material Ektotropik : Micorhyza di bagian luar sel akar micelia fungi.

(rhizobium) (Albizia. rhizobium mendapatkan karbohidrat berdasarkan jenis tanaman dengan mikroba pembentuk nodul. burung. . Non Legume. babi hutan. Tetapi hewan juga bisa merusak tanaman (hama) dan penular penyakit pada tanaman. misal beberapa jenis pohon dalam pembuahan dan tanaman tumbuh setelah tanaman penyerbukan biji/benih tergantung pada hewan tertentu : serangga. semua legum Akasia. maka ada tiga bentuk simbiosa: 1. (Aktinomisetes) (Frankia) (Casuarina. kelelawar. dll. Non Legume. Leucoem -» Leguminosae) tidak dengan rhizobium berasosiasi Leguminosae Mimosaceae Caesalpiniaceae Papilionaceae Jarang 2. 3. Tanaman inang bisa hidup pada tanah miskin N Dapat meningkatkan kesuburan tanah Memungkinkan legume Hewan Hutan. (rhizobium) (Trema. berperan besar dalam pembiakan tanaman. musang. pnrasponia} 3. Legume.Bakteri rhizobium adalah pengikat N tumbuhan mendapatkan Nitrogen. Podocarpus) .Keuntungan adanya nodul akar: 1. 2.

Dengan demikian memungkinkan masuknya species kedua yang menjadi dominan dan mengubah keadaan lingkungan dengan cara mengalahkan species yang pertama dan hal ini memungkinkan masuknya species yang ketiga. kimia dan lain-lain. DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN (SUKSESI) A. tingkat klimak tercapai Ewuse. dinyatakan terus 1923. demikian seterusnya 1970. Tentang adanya perubahan habitat. air.1975) . Sedangkan Costing (1956). tanah dan iklim dimana proses ini terjadi. sampai Odurn. mengatakan bahwa suksesi merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus yang ditandai oleh perubahan vegetasi. Perubahan masyarakat tumbuhan dimulai dari tingkat pionir sederhana sampai pada tingkat klimaks. Pengertian Suksesi (Sere) Spurr (1964). Whitmore. hingga halle.IV. 1954.97G. dalam hal ini tumbuhan pioner merubah habitatnya sendiri sehingga cocok untuk species baru. tingkat 1970. klimaks tercapai (Whittaker. Clark. bahwa komunitas pertama akan merubah keadaan tanah dan iklim mikro. keadaaan ini berlangsung (Clements. menyatakan bahwa perubahan-perubahan bertahap atau proses suksesi ini berlangsung tumbuhan karena habitat tempat tumbuh masyarakat daya mengalami modifikasi oleh beberapa kekuatan alam dan aktivitas organisme berupa perubahanperubahan terhadap tanah. 1. 1980).

Secara perubahan

singkat

suksesi

adalah

suatu secara

proses teratur

komunitas

tumbuh-tumbuhan

mulai dari tingkat pionir sampai pada tingkat klimaks di suatu tempat tertentu Komunitas klimaks adalah komunitas yang berada dalam keadaan keseimbangan tingkat dan dinamis sere adalah sere dengan setiap adalah

lingkungannya. tingkat/tahap

Sedangkan dari sere,

komunitas

setiap komunitas tumbuhan yang mewakili setiap tingkat sere. Species klimak adalah suatu species yang berhasil beradaptasi terhadap suatu habitat sehingga species

tersebut menjadi dominan di habitat yang bersangkutan.

S. Faktor Penyebab Suksesi 1. Faktor Iklim

- fluktuasi kondisi iklim yang tidak konsisten - kekeringan - radiasi yang kuat - dan lain-lain yang merusak vegetasi sehingga

terjadi suksesi.

2. Faktor Topografi/Edafis Faktor ini berkaitan dengan perobahan dalam

tanah. Ada 2 faktor penting yang berkaitan dengan tanah yang membawa perobahan habitat, yaitu: a. Erosi tanah, yaitu suatu proses hilangnya lapisan

permukaan tanah oleh angin, aliran air dan hujan. b. Deposisi tanah, yaitu proses pengendapan/

penimbunan tanah oleh angin, longsor, glacier atau turunya salju di suatu tempat.

3.

Faktor

biotik

penyebab

rusaknya

vegetasi

yang

mengakibatkan suksesi adalah : - penggembalaan - penebangan - deforestasi - hama dan penyakit - perladangan - dan lain-lain

C. Tipe-tipe Suksesi 1. Hidrosere Hidrosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat air atau basah". 2. Halosere Halosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di tanah/air masin. 3. Xerosere Xerosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di habitat kering. Tumbuhan pionirnya berupa lumut kerak,bakteria,dan ganggang. 4. Psammosere Psammosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi

di habitat berpasir. 5. Lithosere Lithosere adalah suksesi tumbuhan yang terjadi di permukaan batuan. 6. Serule Serule adalah miniatur suksesi mikroorganisme

bakteri, jamur, dll) pada pohon yang mati, kulit pohon, dll.

D.

Tahab-tahab Suksesi Shukla dan Chandel tahapan (1932) dalam proses mengemukakan suksesi,

sembilan macam yaitu: 1. Nudation

: terbukanya vegetasi penutup tanah (terbentuknya tanah kosong).

2. Migrasi

: cara-cara dimana tumbuhan sampai pada daerah tersebut di atas. pada

Biji-biji

tumbuhan

sampai

daerah tersebut di atas mungkin terbawa angin, aliran air,

mungkin pula melalui tubuh hewan tertentu. 3. Ecesis : proses perkecambahan, pertumbuhan, berkembang biak dan menetapnya tumbuhan baru tersebut. Sebagai hasil ecesis individu-individu species tumbuh

mapan di suatu tempat (established). 4. Agregation : sebagai hasil dari ecesis, individu-individu dari suatu jenis berkembang dan menghasilkan biji, maka biji-biji tersebut akan tersebar pada areal yang te rbuka di sekelilingnya sehingga tuinbuh berkelompok (beragregasi).Ecesis dan agregasi merupakan invasi species tersebut. 5. Evolution of community relationship : merupakan suatu proses apabila daerah yang kosong ditempati species-species

yang berkoloni. Species tersebut akan berhubungan satu sama lainnya. Bentuk hubungan ini kemungkinan akan mengikuti salah satu dari tipe eksploitasi, mutualisme dan co-existance. 6. Invation : dalam proses koloni, biji tumbuhan telah beradaptasi dalam waktu yang relatif panjang pada tempat tersebut. Biji tumbuh dan menetap (penguasaan lahan oleh tumbuh-tumbuhan yang bersifat

7. Dengan demikian reaksi memegang peranan penting dalam pergantian species. stabilisasi . Reaction : terjadinya perubahan oleh habitat tumbuhan merubah dengan yang disebabkan tersebut lingkungannya cara: dengan terutama a. Merubah sifat dan reaksi tanah b. proses Dengan menjadi perkataan lain.Stabilization: kompetisi dan reaksi berlangsung terus menerus ditandai dengan yang vegetasi perubahan mengakibatkan lingkungan struktur berubah. Merubah Reaksi terus iklim mikro proses yang merupakan menerus dan menyebabkan kondisi yang cocok bagi species yang telah ada dan lebih cocok pada individu yang baru. 8. Dalam jangka waktu lama akan terbentuk dan individu perubahan relatif yang yang kecil dominan terjadipun disamping iklim mempunyai peranan penting ini dalam membatasi stabil.agresif dan adaptif).

Macam Suksesi Berdasarkan suksesi. normal terganggu oleh misalnya kebakaran. perladangan. 9. 2. E. Sukesesi primer (prisere) Suksesi primer adalah perkembangan vegetasi mulai dari hingga habitat mencapai tak bervegetasi yang proses terjadinya terdapat dua macam masyarakat stabil dan klimaks. pada tahap ini species yang dominan dengan habitat relatif mempunyai keseimbangan keadaan vegetasi 1ingkungannya. dan struktur koristan karena pertumbuhan jenis dominan telah mencapai batas. . Klimaks :setelah stabilisasi. Suksesi sekunder (subsere) Suksesi sekunder terjadi apabila klimaks atau suksesi atau yang dirusak. 1.merupakan suatu proses dimana individu-individu tumbuhan mantap tumbuh banyak di suatu habitat tanpa oleh dipengaruhi perobahan-perobahan dalam habitat tersebat.

dan kerusakan-kerusakan lainnya. Disamping itu iklim sebagai faktor terdapat yang pula paling stabil dan lain berpengaruh. Profaktor-profaktor ini menyebab-kan terbentuknya proklimaks-proklimaks sebagai berikut : a. sebagai Keadaan akibat yang dari lebih keadaan dan lembab lebih baik menghasilkan posklimaks. penggembalaan. Proklimaks Posklimaks. biotis dan fisiografi. Faham-fahara tentang Klimaks 1. . dibawah klimaks. F. b.penebangan. faktor-faktor atau profaktor-profaktor. misalnya karena keadaan geografi seperti keadaan di Pulau Krakatau. sebagai akibat faktor-faktor bukan iklim. sedangkan keadaan yang lebih kering dan kurang baik menghasilkan proklimaks. Faham Monoklimaks (Costing. Subklimaks terjadi apabila perkembangan vegetasi terhenti di bawah tingkat terakhir. Jadi klimaks boleh dikatakan suatu pencerminan keadaan iklim. 1956) Beranggapan bahwa pada suatu daerah iklim hanya ada satu macam klimaks yaitu suatu formasi yang paling metaphysic. apabila pembentukan klimaks menyimpang dari tipe yang sewajarnya. seperti faktor tanah. misalnya fisiografi.

misalnya terhenti pada tingkat semak belukar 2. 3. 1932) Beranggapan bahwa tidak hanya iklim yang dapat menumbuhkan klimaks.c. tersebut mempunyai informasi maksimum dan entrophy maksimum. Teori Informasi Merupakan margalef klimaks faham (1968) komunitas terbaru dan yang dikembangkan Pada oleh tahap Odum (1969). klimaks edafis. Bagi penganut faham kedua ini ada beberapa macam kilmaks: klimaks iklim. Enthrophy adalah jumlah energy yang tidak terpakai dalam suatu sistem ekologi Menurut faham monoklimaks misalnya dapat dibuat bagan suksesi primer sebagai berukut: . Disklimaks. gangguan terjadi sebagai akibat beberapa tak dapat sekunder yang menyebabkan berkembang lagi ke arah klimaks karena keadaan tempat tumbuh amat berubah menjadi buruk. klimaks fisiografis. klimaks kebakaran dan sebagainya. Faham Polyklimaks(Braun-Blanquet.

Macaranga Hutan payau Avicennia Vegetasi rumput Neyraudia-Saccaharum Vegetasi cryptogamae HYDROSERE PADA LUMPUR PAYAU XEROSERE PADA TUF BATU KEMBANG Kalau kita bandingkan keadaan umum jalannya suksesi primer (prisere) dengan suksesi sekunder (subsere).KLIMAKS HUTAN HUJAN TANAH RENDAH Hutan payau Bruguiera-Xylocarpus Hutan Neonauclea-Ficus Hutan payau Rhizopora-Bruguiera Hutan Ficus . dapat dibuat bagan sebagai berikut: Vegetasi klimaks hutan Vegetasi perdu pohon Gangguan Vegetasi semak belukar Vegetasi rumput-herba semak kecil Vegetasi cryptogamae P R I S E R E S U B S E R E Vegetasi Permukaan “tanah telanjang” terganggu .

Perbedaan iklim. KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN A.Perbedaan habitat . Asosiasi konkrit adalah bagian dari asosiasi hutan yang betul-betul diselidiki dan diketahui komposisi jenis pohonnya. Asosiasi hutan yang berlainan komposisinya tetapi memiliki fisiognomi yang sama. 2. 4. Asosiasi hutan adalah satuan-satuan nama di dalam pohon formasi jenis formasi hutan di trcpika disebabkan yang diberi menurut dominan.i (struktur) hutan . digolongkan menjadi formasi hutan. ekotype merupakan variasivariasi dalam species dalam taksonomi tumbuhan. .Fisiognom. 3. .Suksesinya. varietas. Asosies adalah istilah lain untuk asosiasi.V. dimana satuan ini berada dalam hutan yang mengalami suksesi sekunder. Asosiasi adalah satuan dasar dalam klasifikasi. Perbedaan oleh: . Oleh karena itu. Beberapa Pengertian Klasifikasi yang Harus Dipahami dalam 1. Vegetasi adalah Masyarakat tumbuh-tumbuhan dalam arti luas. Subspecies. 5. Formasi hutan adalah satuan vegetasi hutan yang terbesar.

kemudian mengadakan pemisahan berdasarkan sifat-sifat yang berbeda. Contoh : klasifikasi Schimper(1898) dan Burtt Davy (1938).6.Losiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan edafis. 2. Asosiasi segregat adalah varian-varian di dalam hutan campuran yang disebabkan oleh adanya jenisjenis pohon yang lebih berkuasa (dominan) daripada yang lain. Sedangkan konsosies adalah varian di dalam suatu hutan yang mengalami subsere/suksesi sekunder. 9.Ekoton dijumpai adalah apabila daerah ada peralihan atau yang sering atau dua lebih type asosiasi vegetasi yang letaknya berbatasan. Varian adalah variasi-variasi di dalam asosiasi hutan. Menetapkan dahulu satuan yang besar. 10. 3. Dimulai dengan memisahkan satuan yang kecil. 11. Konsosiasi adalah varian yang dikuasai oleh satu jenis pohon saja. 7. 8. Fasiasi adalah varian yang disebabkan oleh perbedaan topografi. SISTEM-SISTEM KLASIFIKASI VEGETASI HUTAN TROPIKA Ada dua cara pendekatan di dalam klasifikasi vegetasi: 1. kemudian menggolongkan ke dalam satuan yang lebih .

jarak. syngenesisi. fisiognomi. dimcnsi). tumbuhan. dan pengaruh manusia. . Contoh : klasifikasi oleh Beard (1944). FisiognomisEkologis. dan Richard et. stratifikasi. (2) Struktur vegetasi (susunan komponen di dalam ruang.besar. (4) Komposisi susunan floristik (5) Dinamika suksesi atau perubahan dengan perbedaan lingkungan. bermacam-macam sistem klasifikasi pertama digunakan geografi selanjutnya floristik. Fisiognomis-Floristis. ekologi. Ekologis. Adanya disebabkan : karena perbedaan kriteria yang digunakan. antara lain: "Sistem Klasifikasi Fisiognomis. GeografisEkologis. bentuk umum vegetasi) . (6) Riwayat vegetasi. klasifikasi vegetasi yang rasional harus didasarkan kepada kriteria : (1) Fisiognomi (rupa vegetasi. (3) Fungsi (sifat-sifat phenothypik yang menyatakan adaptasi terhadap keadaan lingkungan). Menurut kriteria Aichinger. yang pada klasifikasi adalah vegetasi. Menurut Fosberg (1958). (1933) . al. Floristis.

.I.. dipengaruhi pasang surut : .. diam : Eutrofik ............ Forrnasi-formasi sistem ini adalah : hutan yang ditentukan dalam I.. Hutan rawa oligotropik .... IKLIM BASAH Kadang-kadang selalu tergenang Air asin (laut)............ 3. yang formasi-formasi disebut iklim sistem dan hutan alami.. sungai) .........C...... Berbagai Macam Sistem Klasifikasi Vegetasi Hutan C....... 1... Klasifikasi Ekosistem Menurut Van Steenis Van Steenis (1957) dalam Soerianegara dan Indrawan (1934).. 4.... deras: ..... di sistem atas didasarkan perbedaan basah bermusim.. Vegetasi pantai ...... perbedaan edafis.. Hutan gambut Air tawar (tepi sungai). Cara penetapan dalam dan pembagian ini.....Vegetasi Rheofit Tanah Kering Pantai .... dan perbedaan altitudinal...... telah mengemukakan dan membahas tipetipe dan vegetasi yang dijumpai di Kepulauan Indonesia wilayah sekitarnya........... 2.... Mangrove Air tawar (hujan... 5..

...... Klasifikasi Vegetasi Dunia Menurut Unesco Unesco pembuatan (1973). dataran rendah : ..... 9........ termasuk formasi zonal dan azonal serta formasi-formasi yang telah berubah lainnya.. Dasar umum klasifikasi vegetasi dunia ini memakai sistem ... Hutan Hujan Tropika Elevasi 1000-2400 m ......... 11 ..1000 m ......... 10. Hutan Musim Pegunungan . 7 . Hutan Hujan Subalpin II. Hutan Musim (monsoon) Dataran Rendah Elevasi di atas 1000 m .......... C.. 12 .2...... telah melakukan klasifikasi dan peta vegetasi secara menyeluruh... 8......... Vegetasi tanah kapur Jenis. 6 .jenis tanah lain Elevasi 2 . dataran rendah : .... Kategori klasifikasi adalah unit-unit vegetasi. IKLIM BERMUSIM Elevasi di bawah 1000 m . Vegetasi tanah kuarsa Tanah kapur.Pedalarnan hingga batas pohon (timber line) Tanah podsol kuarsa.... Hutan Hujan Pegunungan Elevasi 2400-4150 m .....

Kelas formasi pertama adalah Closed forest tertutup) adalah hutan-hutan yang mempunyai (hutan kanopi tertutup. kecuali saling mengisi. tinggi antara 0. Formasi (Formation). Tinggi untuk pohon. Kelas Formasi sebagai tingkatan tertinggi. Kelompok Formasi (Group Formation).floristik. dimana tajuk-tajuk pohon pohon paling rendah 5 m. vegetasi dunia dibedakan menjadi enam tingkatan. Kelas Formasi Woodland (tegakan terbuka) terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian paling rendah 5 m. dan habitus veqetasi (berkayu atau herba). klasifikasi selanjutnya didasarkan terutama pada sifat-sifat fisiognomi struktural dan sifat-sifat ekologi yang digabungkan dengan vegetasi natural dan semi natural sebagai tambahan. Dibedakan atas semak individu-individunya tidak saling . dan Subdivisi (Subdivisions). tingkatan vegetasi (pohon atau semak belukar). Kelas Formasi Scrub (semak belukar) kebanyakan dari jenis-jenis phanerophytes berkayu. membagi vegetasi menjadi lima bagian. Penutupan tajuk dikatakan 40% jika jarak antara dua tajuk pohon sama dengan jari-jari sebuah tajuk pohon. dari tingkatan tertinggi sampai kelas terendah. dalam hal ini penutupan kanopi tegakan (tajuk-tajuk pohon). yang belum dewasa atau masa reproduksi kurang dari 5 m. yaitu : Kelas Formasi (Formation Class).5 m sampai 5 m. penutupan tajuk paling rendah 40%. Menurut klasifikasi ini. Pembagian ini berdasarkan kepada struktur tegakan. Sub-kelas Formasi (Formation Subclass).

Forbs adalah tanaman herba daun lebar seperti Helianthus (bunga matahari).bertautan. pohonpohon decidous menggugurkan daun secara simultan apabila berhubungan dengan musim yang tidak menguntungkan. Kelas Formasi terakhir adalah Herbaceous vegetation (vegetasi herba). sedangkan xeromorphic adalah vegetasi yang khas daerah kering. yaitu graminoid dan forbs. . dan Formasi Cryptogamic dengan semak-semak kecil. Dwart Shrubland (individu-individu saling terpisah atau dalam rumpun-rumpun). Termasuk graininoid adalah semua rumput herba dan tanaman rumput-rumputan seperti Carex sejenis alangalang). Dasar pembagian kelas formasi menjadi subkelas formasi adalah keadaan daun (evergreen. geophyties. seperti phanerophyties. sedangkan belukar saling bertautan. Kebalikan dari evergreen. misalnya rumput-rumputan. tinggi jarang yang melebihi 50 cm. hemicytophties. Trifolium dan sebagainya. Berdasarkan kepadatannya dibedakan atas Dwart Shrub thicket (cabang-cabangnya saling bertautan). dan xeromorphic). Juncus (sejenis tebu) dan sebagainya. dan tempat hidup (habitat). Kelas Formasi dwart-scrub dan Related Communities (semak-semak kecil dan komunitas kerabat lainnya). decidous. Pengertian evergreen adalah kanopi hutan tidak pernah tanpa daun hijau (selalu hijau). Ada dua tipe besar dari vegetasi ini. sering disebut formasi rumput-rumputan. ukuran vegetasi. walaupun ada pohon-pohon secara individu mungkin menggugurkan daun. dengan daun atau batang kadang-kadang sukulen.

sub-tropik. desert). Mangrove Forest 6. bentuk tajuk. Temperate Forest 8. bog. keadaan daun (evergreen. Subkelas Formasi dibagi menjadi kelompokkelompok formasi (Group Formation) berdasarkan antara lain : tempat atau garis 1intang (tropik. Sedangkan formasi-formasi hutan dibentuk berdasarkan antara lain : ketinggian tempat (lowland dan montane). Temperate Forest 7. Di bawah ini diberikan bagan klasifikasi menurut Unesco (1973) secara global. Subtropical Ombrophilous Forest 5. jenis tanah (alluvia). Tropical and Subtropical Semi Decidous Purest 4. Tropical Forest 3. temperate. CLOSED FOREST A. Winter-Rain Evergreen Sclerophykous Forest 9. bentuk daun (daun jarum atau lebar). semi decidous). dan kombinasi sifat-sifat di atas. dan lain-lain). Tropical Forest and Subtropical Evergreen Needle-Leaved Evergreen Seasonal Broad heaved and Subpolar Evergreen Ombropuilous and Subtropical Evergreen Seasonal Ombrophilous Forest (Tropical Rain vegetasi . Tropical Forest) 2. dan sebagainya. I. subpolar.Selanjutnya. keadaan habitat (swamp. bentuk daun. decidous. EVERGREEN 1.

Mainly Succulent Forest Extremely Xero-morphic II. Evergreen Needle-Leaved Woodland 3.Temperate Forest and Subpolar Evergreen Needle-Leaved B. Tropical Forest 2. Thorn-Woodland .10. Sclerophyllous-Dominated Extremely Xeromorphic Woodland 2. DECIDUOUS 1. WOODLAND A. Cold-Deciduous Trees Woodland without Evergreen B. Cold-Deciduous Forest without Evergreen Trees Forest with Evergreen Trees (or and Subtropical Drought-Deciduous C. EVERGREEN 1. Sclerophyllous-Dominated Forest 2. Thorn-Forest 3 . Evergreen Broad-Leaved Woodland 2. XEROMORPHIC 1. XEROMORPHIC 1. Cold-Deciduous Shrubs) Admixed 3.

3. Evergreen Dwarf-Shrubland 3. Mainly Succulent Woodland III. XEROMORPHIC 1. Drought-Deciduous Plants Admixed 2. Evergreen Dwarf-Shurb Thicket 2. Evergreen Shrubland Needle-Leaved and Microphylous B. SCRUB A. DWARF-SCRUB AND RELATED COMMUNITIES A. Deciduous Subdesert Shrubland IV. Mainly Evergreen Subdesert Shrubland 2. Cold-Deciduous Scrub Scrub eithout Evergreen Scrub with Evergreen Woody C. Drought-Deciduous Woody Plant Admixed 3. . DECIDUOUS 1. Mixed Evergreen Dwarf-Shrub and Herbaceous Formation. EVERGREEN 1. EVERGREEN 1. Evergreen Broad-Leaved Shrubland 2.

Mainly Lichen Tundra E. Obligatory. MEDIUM TALL GRASSLAND C. Klasifikasi Ekosistem Menurut Kartawinata Kartawinata telah membuat bagan unit-unit ekosistem atau tipe-tipe ekosistem darat dan rawa yang . MOSSY BOG FORMATIONS WITH DWARF-SHRUB 1. DECIDUOUS 1. Facultatively Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 2.B. FORB VEGETATION E. HYDROMORPHIC FRESH-WATER GRASSLAND C. TAIL GRAMINOID VEGETATION B. XEROMORPHIC 1. Mainly Bryophyte Tundra 2. HERBACEOUS VEGETATION A. Raised Bog 2. Cold-Deciduous Dwarf-Thicket C. SHORT GRASSLAND D.3. TUNDRA 1. Mainly Evergreen Subdesert Dwart-scrub 2. Deciduous Subdesert Dwarf-Scrub D. Drought-Deciduous Dwarf-Thicket 3. Non-Raised Bog V.

ada di Indonesia. (b) Hutan Musim. Tipe ekosistem dianggap unit-unit yang paling kecil dan dibentuk berdasarkan fisiognomi (kenampakan) struktur dan takson (unit taksonomi) yang khas atau dominan dari vegetasi iklim tanah. Subbioma. Menurut Klasifikasi Kartawinata (1976) ini. Berdasarkan komposisi jenis masing- masing tipe ekosistem dapat saja terdiri dari unit-unit yang lebih kecil. yaitu : (a) Hutan Hujan. sehingga memerlukan pembagian yang lebih kecil lagi. yang dapat baik masin yang dalam sudah fase mencapai klimaks Di maupun perkembangan. mungkin tersusun dari unit komunitas CombretocarpusDactylocladus dan Tristania-Cratoxylum. yang dikombinasikan dari tidak dengan faktor-faktor laut serta dan ketinggian permukaan Faktor-faktor dimasukkan karena datanya kurang. (c) Savana. untuk Unit-unit digunakan ekosistem dengan ini terlalu maksud- maksud khusus. dan Tipe Ekosistem. masih (d) Padang besar Rumput. Ekosistem hutan kerangas. yaitu : Bioma. ada tiga tingkatan klasifikasi. misalnya. Bioma dapat pula disebut sebuah ekosistem yang merupakan unit komunitas terbesar yang mudah dikenal dan terdiri atas forrnasi vegetasi dan hewan serta fase mahluk hidup lainnya. lagipula perincian ekositem dengan ciri-ciri vegetasi dan lingkungan dapat dianggap cukup. Indonesia dikenal beberapa bioma. Pembagian Bioma menjadi Subbioma didasarkan kepada .

. sebagai unit Sedangkan yang pembagian kecil Tipe-tipe Ekosistem paling dibentuk berdasarkan struktur fisiognomi. berikut.keadaan antara Rawa iklim. faktor-faktor iklim. Klasifikasi Ekosistem menurut Kartawinata tertera dalam Tabel 1. untuk Hutan Hujan dibedakan Tanah Hutan Hujan Tanah Kering dan Hutan Hujan (permanen atau musiman). ketinggian dari permukaan laut. misalnya. dan jenis tanah.

Hutan Hujan Iklim Selalu basah sampai kering tengah-tahun Q < 60.p odsol Regosol < 5 ± 6 <60. Hernandia peltata. Sterculiaceae. Hutan Fagaceae < 1000 1000-2000 26-21 21-26 <60. Mallotus. Dryobalanops.Euphorbiaceae. Calophylum inophylum. Lauraceae. Litosol .Magnoliaceae. Quercus. Melastoma. Gutiferae.Dacrydium Casuarina junghuhniana 5. Engel hardia.Tabel 1.0 Barringtonia asiatica.Latosol Takson/khas/umum/dominan Anacardiaceae. Shorea. Ebenaceae. Terminalia catappa. Hutan Agathis campuran 4.p odsol Andosol.0 Andosol. Vitex. Muristicaceae. Hutan Pantai < 1000 26-21 <33.Regosol. dsb Castanopsis.satuan Ekosistem di Indonesia Bioma Nama 1. Trema. Pandanus tectorius. Phyllociadus. Annonaceae.0 Podsolik merah kuning. Hopea. dsb Dipeterocarpaceae (Dipterocarpus. Leguminosae.3 Tanah Podsolik merah kuning.0 <14.3 Podsolik merah kuning. regosol pada abu gunung 7. Casuarina equisetifolia. Satuan .latosol.latosol < 2500 26-13 <60. enduspermum. Altingia.latosol. Vatica) Agathis sp 2. Sapindaceae. palmae. Moraceae. Belukar 6. Podocarpus. Hutan Dipterocarp aceae campuran 3.0 Subbioma Nama 1. Guettarda speciosa. Hutan Casuarina 1000-2000 21-11 <60. dsb Macaranga. Burseraceae.3 Podsolik merah kuning. Hutan hujan tanah kering Nama 1. hutan nonDipterocarp aceae Ketinggian dpl (m) < 1000 Suhu ratarata (0) 26-21 Tipe Ekosistem Q <33. Lithocarpus.

Cratoxylon glaucum. dsb Araucaria cuninghamii Podocarpus papuanus. Anaphalia.Paraste mon.Pentaspadon metleui.Gluta rengas. dsb Barringtonia asiatica. Regosol.Shorea belangeran.Cratoxylum glucum. Dacrydium.Hutan rawa gambut < 1000 26-23 <60. regosol Takson/khas/umum/dominan Pinus merkusii Nothofagus spp. Hutan rawa < 100 ± 26 <33.Hutan Araucaria 12. Styphella coprosma. Anaphalia.Camnosperma.Combretocarpu rotundus. Libocedrus. Litosol Litosol. Styphella coprosma. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subbioma Nama Nama 8.3 <14.aluvial 15.3 - Regosol.3 Organosol.Durio carinatus.Hutan Nothofagus 10. semak Ketinggian dpl (m) 700-1000 1000-3000 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 23-18 21-11 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.Agathis.Tristania obovata. Alstonia.0 Podsol 17. Pandanus Calophylum. Litosol Andosol.0 Organosol 16.3 Tanah Andosol. Phyllocladus Rhodendron.0 <14.Aluvial .Tristania.Hutan rawa gambut < 100 ± 26 <60. regosol 4000 < 6 - Litosol 2.Combretocarpus rotundatus. Rhodendron.Pholidocarpus .Dacridium clatum.Pandanus.Shorea belangeran. Vaccinium. Mangifera gedebe. Hutan pinus 9.Tabel 1.tetramerista glabra.Lophopetalum.Cocceras.Metroxylon.dsb Melaleuca leucadendron 1500-3000 2400-4000 18-11 13-6 <14.Hutan Melaleuca < 100 ± 26 < 60. Hutan Hujan tanah rawa (permanen atau musiman) 14. Hutan konifer 13.Melanorrhoea.dsb Dactyloccladus. Litosol Regosol. Vaccinium. Hutan Ericaceae 11.Calophylum.3 Organosol.

Regosol. Fimbristylis.curah hujan per tahun 700-7100 mm 4.0 <60. Padang rumput Selalu basah samapai sangat kering tengah tahun.Sabana pohon-pohon dan palma < 1200 >20 >60. dsb 24. Q=0-300 (tipe A-F). Imperata cylindrica.Eguisetum.curah hujan per tahun 700-7100 mm 5.7002900 mm 3. Litosol Casuarina.Tectona grandis. Savana Selalu basah sampaisangat kering tengah tahun.0 Mediteran merah kuning. Cymbopogon. Heterophagon 22. Hutan Payau (Mangrove) II. Eichornia crassipes. Pennistum. Bruguiera.Renzina Regosol. dsb 1500-2400 18-23 <60.0 (tipe DF). Hutan musim gugur Ketinggian dpl (m) < 5 Suhu ratarata ( 0) ± 26 Tipe Ekosistem Q <60.Pterocarpus Garuga floribunda.Renzina Regosol.Casuarina.Albizia chinensis.Padang rumput pegunungan < 100 ± 26 <60. Padang rumput Iklim basah 23.Monocho ria ischaemum.Phragintes karka. Hutan Musim Sangat kering tengah tahun: Q>60.Litosol 20. dsb Festuca.Ischeum. Padang rumput tanah rendah 1500-2400 < 1000 18-13 26-21 <60.Renzina Regosol.Agrostis.Acacia.Swietenia macrophylla. curah hujan per tahun.Q=0-300 (tipe A-F). Avicennia.Scirpus. dsb Schleicera oleaosa.0 Mediteran merah kuning. Hutan Musim selalu hijau (Dryevergreen) III.Sonneratia.0 Organosol.Tabel 1.Sabana Casuarina IV.0 Andosol.Latosol. Rawa rumput dan terna tanah rendah 25.0 Mediteran merah kuning. Hutan Musim 19. Saccharum spontaneum. Sabana 21. Themeda vilosa. Schoutenia ovate.Regosol.Cyperus.dsb Imperata cylindrical. Acacia cophioea. Litosol Podsolik merah kuning. Litosol . Eucalyptus. Aluvial Panicumstangineum. Eucalyptus.Corypha.Tamarindus indica.0 Andosol.Cladium.Litosol < 900 >22 >60.dsb Protium javanicum. dsb < 800 >22 >60.0 Tanah Aluvial Takson/Khas/Umum/Dominan Rhizophora. Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 18.Litosol Borassus.Themeda.

Machelina schipus.Regosol. dsb Lumut-lumut kerak.0 Tanah Regosol. Padang rumput alpin Ketinggian dpl (m) 1500-2400 Suhu ratarata ( 0) 18-23 Tipe Ekosistem Q <60.dsb . Lanjutan Bioma Nama Iklim Subioma Nama Nama 26.Padang rumput berawa gunung 27.dsb 4000-4500 (batas salju) >4500 < 6 - Litosol 28.Padang rumput iklim kering 6 - Litosol < 900 < 22 < 60. Litosol.Agrastis. Manostachya.Komunitas dan lumut kerak 6.Potentilia.Epilobium.Oreobo lus.Tabel 1.Scirpus. Litosol Takson/Khas/Umum/Dominan Pragmites karka.Ranyneo lus. Cares.Panicum.Heteropogon. dsb Deschamsia.Rensina Themedia. Pesluca.Aulacolepis.0 Mediteran merah kuning. Padang rumput iklim kering 29.Spagnum.

Tipe hutan yang pembentukannya sangat dipengaruhi oleh faktor iklim disebut Formasi Klimatis (Klimatic Formation). a. Termasuk kedalamnya. edafis. jenis tanah aluvial. yaitu : Hutan Hujan (Tropical Rain Forest). tanah swamp forest.4. kelembaban. dan Hutan Gambut (Peat Forest).C. dari Faktor nilai iklim terkecil mempengaruhi pernbentukan vegetasi adalah temperatur. intensitas cahaya dan kecepatan angin. sehingga diperoleh tipe-tipe iklim A. dari baik. dan regosol. FORMASI KLIMATIS 1. Faktor iklim menurut pembagian F. Hutan Musim (Monsoon Forest). C. dan komposisi tegakan. dan tegakan selalu hijau. yaitu persentase perbandingan dan antara jumlah bulan kering dan jumlah Q bulan yang yang basah.) atau banyak terdapat diberikan jenis-jenis bagan Phoenix Oncosperma dianggap sebagai suatu konsosiasi. Hutan Hujan (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : iklim A atau B. Hutan Hujan Bawah (0-1000 m dpl) Jenis pohon yanq dominan : famini latosol. Hutan suatu Nipa [Nipa dari Formation) Hutan rawa Payau (Palm dianggap atau sebagai Rawa konsosiasi Hutan dimana Palma Hutan tergantung kepada faktor edafis yang ada. drainase pantai. Ferguson yang didasarkan pada nilai Q. Berikut klasifikasi tipe-tipe hutan di Indonesia menurut Departemen Kehutanan : I. Schimidt dan J.jauh . B.H.Klasifikasi Tipe-tipe Hutan di Indonesia oleh Departemen Kehutanan Departemen Kehutanan dalam Vademecum (1976) telah mengklasifikasikan hutan di Indonesia berdasarkan keadaan iklim. D seterusnya sampai berturut-turut terbesar.H.

Casuarina jenis(Jawa). Acacia leucophloea.Palaquium Pometia Diospyros spp. Pinus merkusii Trema. spp. JenisDacrydium. Hutan Hujan Atas (3300-4100 m dpl) Merupakan jenis Phyllocladus Calophyl1um. 2. hutan rawa. Gonystylus . dan banyak herba dan tumbuhan bawah. dan (Jawa Sumatera). kelompok-kelompok pohon: yang terpisahPodocarpus. Tenggara). Hutan Musim Bawah (0-1000 m dpl) Jenis-jenis pohon : Tectona grandis. Alstonia Palaquium Dactylocladus. Hutan Gambut (Peat Forest) Ciri-ciri: terletak Jenis-jenis iklim anatar : A atau B. Hutan Musim Tengah-Atas (1000-4100 m dpl) Casuarina Timur). dan Albizia montana. Albizia chinensis (Jawa). (Aceh). selalu hijau dan banyak lapisan tajuk. Eugenia spp. Santalum album (Nusa Tenggara). Nothofagus. tanah dan organosol. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : iklim C atau D. Castanopsis. Ficus. a. hutan hujan spp. Podocarpus imbricatus (Indonesia Timur) c. Eucalyptus. (Kalimantan Castanopsis spp. (Irian Jaya). spp. Hutan Hujan Tengah (1000-3300 m dpl) Quercus. gugur daun musim kemarau. terdapat 2 lapisan tajuk yang berbeda. merkusii (Sumatera).. dan pisah oleh padang rumput atau belukar... junghuhniana (Jawa Tengah dan Pinus Eucalyptus (Indonesia Timur). dan Husa pinnata. jenis dari famili Magnoliaceae. (Indonesia Timur) b. 3. b.Eugenia.Dipterocarpaceae Agathis..

terletak pada garis pasang tertinggi. Palaquium Garcinia dan spp. Lumnitzera 3. Jenis-jenis pioner pada pantai berpasir diantaranya Coccoloba. Calophyllum inophyllum.. Jenis-jenis : Baringtonia speciosa. tanah selalu tergenang tidak dan pasang pasir. Hutan Payau (Mangrove Forest) Ciri-ciri air laut. Hutan Pantai (Littoral Forest) Ciri-ciri : di daerah kering pantai.. Xylopia iklim. tidak terpengaruh iklim.. adalah Ipomea pescaprae dan . Koompassia Canarium Calophyllum spp. hanya satu stratum tajuk. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: payau. Sonneratia spp. Hibiscus tiliaceua.. jenis tidak tanah pohon: terpengaruh aluvial. FORMASI EDAFIS 1. surut. Terminalia catappa. Jenisjenis Avicennia spp... lumpur. banyak lapisan tajuk. Jenis-jenis leiocarpu/n. 2. Casuarina equisetifolia. Banyak terdapat epifit terutama paku-pakuan dan anggrek.. Campnoserma spp.. selalu dan tergenang air tawar.. Xylocarpus spp.(khusus di Kalimantan dan beberapa daerah di Sumatera). Pisonia grandis. II. lumpur berpasir. hijau. spp. Bruguiera spp. Rhizophora spp. Disamping ini banyak terdapat Pandanus tectorius. terletak di belakang hutan selalu spp. terpengaruh : daerah pantai dan terpengaruh iklim. tanah pasir dan berbatu. dan banyak epifit. macrophylla..

000. dan Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Selatan. (batu-batuan). Peta Geologi Pulau Sumatera skala 1 : 1.000 oleh Oldeman (1973). Purnadjaja. Peta Agroklimat Pulau Sumatera skala 1 : 1. Hasil klasifikasi ekosistem makro ini disajikan dalam tiga buah peta tipe ekosistem makro di Sumatera berskala 1 : 1. Dengan demikian Djamhuri makro : et ini al (1988) mengklasifikasikan beberapa parameter.500. Peta Vegetasi Tanah di Sumatera berskala 1 : 1. yaitu : 1.000 oleh Direktorat Geologi Bandung (1965). Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Tengah. iklim dan keadaan vegetasi.000. Eksploitasi 2.000.000 oleh Lembaga Penelitian Tanah Bogor (1979) 3. ekosistem yaitu berdasarkan arah keadaan geologi habitat.5.000 Pulau Sumatera skala 1: oleh Laumunier. fisiografi. 4.C. dan Setiabudi (198S).000. ekosistem makro di Sumatera bersumber pada empat jenis data hasdl penelitian oleh pihak lain. .000. ketinggian tanah. Klasifikasi Djamhuri Djamhuri Ekosistem Makro di Sumatera Menurut et (1988) mengklasifikasikan al. yaitu Peta Tipe Ekosistem Makro Sumatera Bagian Utara. Peta 2.

danau) KETINGGIAN TIPE EKOSISTEM MAKRO HUTAN MANGROVE1) Eutropik Oligotropik HUTAN RAWA2) HUTAN GAMBUT AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m 1000–3000 m > 3000 m HUTAN PANTAI HUTAN HUJAN BAWAH3) HUTAN HUJAN TENGAH4) HUTAN HUJAN BAWAH5) HUTAN MANGROVE1) II. sungai). danau) Tanah Kering Pantai Pantai Pedalaman HUTAN PANTAI SABANA Keterangan: 1) 2) 3) 4) 5) termasuk termasuk termasuk termasuk termasuk hutan hutan hutan hutan hutan Nipa (Nypa fruticans) dan Nibung (Oncosperma filamentosa) sagu (Metroxylon sago) kerangas (Heath Forest). Danau Eutropik HUTAN RAWA2) AKUATIK HUTAN PANTAI HUTAN MUSIM BAWAH HUTAN MUSIM TENGAH ATAS HUTAN MANGROVE HUTAN RAWA AKUATIK AKUATIK Tanah Kering Pantai Pedalaman < 1000 m > 1000 m III.B) KEADAAN TANAH Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin. sungai). diam Air tawar (sungai.KERING (E. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan.F) Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin. vegetasi tanah kapur (Limestone) dan hutan Riparian (Riparian forest) tegakan murni Pinus merkusii di Aceh sub-alpin dan Alpin .BERMUSIM Tanah kadangkadang/selalu tergenang Air asin dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan. dipengaruhi pasang-surut Air tawar (hujan. diam Air tawar (sungai. diam Air tawar (sungai.Tabel Hasil Klasifikasi Ekosistem Makro di Indonesia IKLIM I. sungai). BASAH (A.

Jumlah dan Bentuk Petak Ukuran petak bergantung pada ukuran tumbuhan (semai. A.VI. kerapatan tumbuhan dan keragaman jenis serta keheterogenan life-formnya. Salah ukuran/jumlah berikut: satu petak cara/metoda contoh adalah untuk menentukan kurva menggunakan species area. TEKNIK ANALISIS VEGETASI RUANG LINGKUP Dalam analisis vegetasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang surveyor agar survey vegetasi yang dilakukan dapat memberikan data/informasi yang teliti dan dapat: dipertanggung jawabkan. dihitung dan diukur tanpa duplikasi atau pengabaian. dan teknik analisa harus digunakan. tiang. jumlah dan bentuk petak contoh yang akan dipilih. Ukuran. parameter vegetasi yang akan diukur. dan akhirnya teknik analisis vegetasi yang akan digunakan. Dalam penentuan ukuran petak prinsipnya adalah bahwa petak harus cukup besar agar individu species yang ada dalam contoh dapat mewakili komunitas. pohon). pancang. obyek yang akan diamati. Hal-hal tersebut adalah ukuran. PETAK CONTOH VEGETASI Untuk mempelajari komposisi jenis dan struktur komunitas tumbuhan umumnya dilakukan dengan sampling. vegetasi cara yang meletakkan petak. yaitu ukuran bentuk dan jumlah petak contoh. tetapi harus cukup kecil agar individu yang ada dapat dipisahkan. Cara membuat kurva ini adalah sebagai . Dalam hal ini ada tiga hal yang harus diperhatikan. cara meletakkan petak contoh.

bentuk lingkaran mempunyai ketelitian yang cukup tinggi dalam proses pernbuatannya. (7) Buat suatu garis (misal garis m) yang melewati titik 0 (0.(1) Buat sebuah petak contoh (pc) berukuran 1 X 1 m atau sebuah lingkaran beradius 0. (5) Pembuatan pc dihentikan kalau penambahan jumlah jenis sekitar 10%.0) dan titik A dengan koordinat (10% luas petak contoh. Catat jumlah jenis pada pc kedua. Sedangkan petak berbentuk persegi panjang akan lebih efisien daripada . dan empat persegi panjang. Bentuk petak contoh sangat penting dalam memudahkan letak petak dan efisiensi sampling. (4) Buat pc ketiga dan seterusnya lipat yang pc ukurannya masing-masing dua kali sebelumnya. Petak bentuk lingkaran akan praktis kalau digunakan untuk komunitas rumput. (3) Buat pc kedua yang besarnya dua kali lipat pc pertama. tetapi sebagai sumbuX (absis) adalah jumlah petak contoh. (2) Catat jumlah jenis dalam pc tersebut. Diantara bentuk-bentuk petak tersebut. (6) Buat sumbu-X (luas petak contoh) dan sumbu-Y (jumlah jenis). (8) Buat suatu garis (misal garis n) yang sejajar m yang menyinggung kurva species-area. tersebut surnbu-X. 10% jumlah jenis). sehingga didapat luas minimum petak prose durnya sama dengan di atas. Catat jumlah jenis masing-masing pc tersebut. bujur sangkar. herba dan semak-belukar. Untuk menentukan jumlah petak contoh minimal. diproyeksikan Titik pada persinggungan contoh. Ada tiga bentuk petak contoh yaitu lingkaran.56 m.

petak berbentuk bujur sangkar dalam jumlah dan luasan yang sama. .5 m sampai : Pohon muda berdiameter 10 cm sampai : Pohon dewasa berdiameter 20 cm dan anakan setinggi kurang dari 1. dalam tertentu terkait dengan keterbatasan biaya. bahkan tumbuhan bawah. ini kriteria yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : : Permudaan mulai dari kecambah sampai : Permudaan dengan tinggi 1. B. tiang dan pohon. kurang dari 20 cm.5 m. pancang. Untuk keperluan a) Semai b) Pancang c) Tiang d) Pohon lebih. purposive sampling pun dapat digunakan dalam analisis vegetasi. Cara Meletakkan Petak Contoh Pada contoh. tenaga dan waktu. dasarnya cara ada acak dua cara peletakan dan petak cara yaitu (random hanya rumput. Dari segi floristisekologis. C. apabila hutan random lapangan tanaman dan sampling dan padang digunakan misalnya untuk vegetasinya Sedangkan keperluan survey vegetasi yang lebih teliti sistematik sampling dianjurkan. karena mudah dalam pelaksanaannya dan data yang dihasilkan Bahkan akan dapat keadaan lebih bersifat yang representative. Kriteria Stadium Pertumbuhan Secara ekologis cukup penting untuk membedabedakan tumbuhan ke dalam stadium pertumbuhan semai. sampling) mungkin homogen. anakan berdiameter kurang dari 10 cm. bila sumbu panjang petak sejajar perubahan gradient lingkungan. sistematik (systematic sampling).

Khusus ditiadakan. misal rumput. D. hampir semua kegiatan survey vegetasi mengadakan pengukuran terhadap jumlah individu . d) Diameter batarig untuk mengetahui luas bidang dasar yang diantaranya sangat berguna untuk memprediksi volume pohon dan tegakan. Dalam prakteknya. Bagi pohon-pohon tidak berakar tunjang dan berbanir. herba. f) Pemetaaan lokasi individu pohon untuk mendeteksi spatial distribution pattern pada berbagai luasan areal yang berbeda. c) Penutupan tajuk (covering) untuk mengetahui prosentase penutupan vegetasi terhadap lahan. diukur pada untuk mangrove stadium 20 cm stadium pohon di tiang biasanya pohon tunjang sehingga meliputi akar berdiameter 10 cm ke atas. Parameter Vegetasi yang Diukur di Lapangan Dalam analisis vegetasi ada beberapa parameter vegetasi yang diukur secara langsung di lapangan. yaitu : a) Nama species (lokal dan ilmiah).e) Tumbuhan bawah : Tumbuhan selain permudaan pohon. diameter pohon ketinggian atas (Rhizophora. spp. pengukuran diameter pohon dilakukan pada ketinggian 1. dan sernak belukar. b) Jumlah individu untuk menghitung kerapatan.3 m di atas permukaan tanah (DBH. e) Tinggi pohon baik tinggi pohon bebas cabang maupun tinggi pohon total. Tinggi pohon ini cukup penting untuk mengetahui stratifikasi dan menduga volume pohon serta volume tegakan.) dan keting¬gian 20 cm di atas banir untuk jenis non-Rhizophora spp. Selain itu. diameter at breast-height).

per jenis. Ukuran petak ini dapat ditentukan dengan kurva species-area. . Semai dan tumbuhan bawah : 2 X 2 m atau 1 X 1 m atau 2 X 5 m. Ukuran Sub-plot untuk Berbagai Stadium Pertumbuhan Untuk keperluan risalah tumbuhan bawah. E. F. Pancang c. Walaupun demikian tergantung parameter diobservasi pada informasi yang diinginkan oleh surveyor/peneliti. yaitu sub-plot yang berukuran lebih besar mengandung sub-plot yang berukuran lebih kecil. yang akan dan tinggi pohon serta tentu identifikasi jenis.I. Tiang d.I. permudaan dan pohon di dalam petak contoh seyogyanya dilakukan di dalam subplot-subplot contoh agar memudahkan dalam risalahnya dan tidak terjadi duplikasi penghitungannya. b. Metoda Analisis Vegetasi F. dengan Metoda dengan petak Metode kuadrat Petak tunggal Di dalam metoda ini dibuat satu petak sampling ukuran tertentu yang mewakili suatu tegakan hutan. F. Teknik pembuatan sub-plot-sub-plot tersebut biasanya dilakukan secara nested sampling. (1) .I. saja diameter vegetasi batang. Dalam hal ini ukuran sub-plot untuk berbagai stadium pertumbuhan adalah : a. Pohon : 5 X 5 m : 10 X 10 m : 20 x 20 m atau 20 X 50 m. Untuk lebih jelasnya suatu contoh petak tunggal dapat dilihat gambar 1.

Suatu Petak tunggal dalam analisis vegetasi Adapun parameter vegetasi yang dihitung adalah : a.40 m 40 cm 2 m 5 m 10 m 20 m Gambar 1. suatu species Luas petak contoh b. Kerapatan suatu species (K) Σ ind. Kerapatan relatif suatu species (KR) Kerapatan suatu species X 100% Kerapatan seluruh species .

Tumbuhan bawah Luas penutupan tajuk Luas petak contoh Kadang-kadang untuk semai dominansi tidak dihitung. Dominansi relatif suatu species (DR) Dominansi suatu species X 100 Dominansi seluruh species f. Dominansi suatu species (D) d. Frekuensi relatif suatu species (FR) Frekuensi suatu species Frekuensi seluruh species X 100 g. Σ Seluruh sub-petak contoh d. Indeks Nilai Penting (INP) INP = KR + FR + DR Kadang-kadang untuk semai INP = KR + FR . Pancang Luas bidang dasar suatu species Luas petak contoh d. Frekuensi suatu species (F) Σ Sub-petak ditemukan suatu sp. Tiang. Semai.l.c.2. Pohon. e.

Random Sistematik Gambar 2. Untuk menentukan banyaknya contoh digunakan pada gambar species-area. Petak ganda Di dalam metoda ini pengambilan contoh vegetasi dengan tersebar dapat menggunakan merata. Desain Petak Ganda di Lapangan Cara kuantitatif petak tunggal. banyak petak petak contoh contoh dilakukan letaknya petak Sebagai Peletakan kurva 2 sebaiknya secara sistematis. cara ilustrasi disajikan peletakan petak contoh pada metoda petak ganda.(2) . menghitung parameter vegetasi besarnya sama nilai dengan metoda .

I.3. Metoda ini keadaan topografi harus misal sungai. Jalur-jalur garis atau petak lereng gunung. A rintis Arah D C B Gambar 3. berbentuk jalur ini dapat dilihat Gambar 3. Desain jalur contoh di lapangan Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metoda petak tunggal. Metoda Metoda garis ini berpetak dianggap sebagai modifikasi dapat . ini memotong Untuk topografi.F.I. lebih jalur paling efektif untuk mempelajari menurut memotong lurus menaik contoh kondisi contoh pantai. Metoda perubahan tanah. menurun sampling garis-garis vegetasi dibuat tegak dan jelasnya.2. dan elevasi. F.

4.I. A Arah rintis D C B Jarak tertentu sama Gambar 4. Untuk lebih jelasnya desain metoda ini dapat dilihat Gambar 5.metoda petak ganda atau metoda jalur. yakni dengan cara melompati sehingga jarak satu atau yang lebih sama. petak-petak terdapat Gambar 4 dalam jalur pada sepanjang rintis petak-petak tertentu memperlihatkan pelaksanaan metoda garis berpetak di lapangan. . Desain metoda garis berpetak Perhitungan bersama nilai kuntitatif parameter vegetatif sama dengan metoda petak tunggal. Metoda Kombinasi antara metoda jalur dan metoda garis berpetak Di dalam metoda ini risalah pohon dilakukan dengan metoda jalur dan permudaan dengan metoda garis berpetak. F.

Dengan jarak tertentu gatis (secara sistematis dibuat atau acak) di sepanjang di mana tersebut titik pengukuran dilakukan pendaftaran dan pengukuran pohon.2. Metoda tanpa petak Di dalam metoda ini terlebih dahulu dibuat garisgaris rintis dengan arah azimuth tertentu. Tongkat Metoda Bitterlich Bitterlich (tongkat sepanjang 66 cm yang Di dalam metoda ini pengukuran dilakukan dengan ujungnya dipasangi alat seng berbentuk bujur sangkar berukuran 2 X 2 cm). . F.2. plot seng diarahkan ke pohon-pohon yang ada di sekelilingnya.1. F.A 10 m 2 m 5 m Arah rintis D C B 20 m Gambar 5. Desain Kombinasi Metoda Jalur dan Metoda garis Berpetak Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi sama dengan metode petak tunggal. Dengan mengangkat tongkat setinggi mata.

2. Gambar 6 memperlihatkan pelaksanaan metoda ini di lapangan. Metoda titik guadran (point quarter method) Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran dibuat garis absis dan ordinat khayalan.3 m2/ha bersangkutan. Pengukuran dimensi pohon hanya dilakukan terhadap keempat pohon yang terpilih.Pohon sama dengan Sedangkan yang plot tampak seng yang berdiameter didaftar lebih besar dan namanya dan diukur.3 = faktor bidang dasar untuk alat. Pilih satu pohon di setiap kuadran yang letaknya paling dekat dengan titik pengukuran dan ukur jarak dari masing-masing pohon tersebut ke titik pengukuran. F. Desain Point quarter method di lapangan . Untuk N n dimana : N = banyaknya banyaknya pohon dari jenis yang setiap dasarnya dengan rumus: B = X 2.2. n = titik-titik pengamatan dimana jenis itu ditemukan. kecil bidang pohon tampak jenis berdiameter ditentukan lebih luas dari sisi plot seng tidak masuk hitungan. sehingga di setiap titik pengukuran terdapat 4 buah quadran. 2. Gambar 6.

.Perhitungan besarnya nilai kuantitatif parameter vegetasi adalah sebagai berikut : a. pohon ke titik pengukuran di setiap kuadran n = banyaknya pohon b. + dn n dimana: d = jarak ind. Dominansi suatu jenis Kerapatan jenis suatu jenis X dominansi rata-rata per . tumbuhan. Kerapatan total semua jenis Unit area (d)2 (d)2 adalah rata-rata unit area/ind... Kerapatan relatif suatu jenis Jumlah individu suatu jenis —————————————————————————.. Jarak rata-rata individu pohon ke titik pengukuran d = dl + d2 + .....X 100% Jumlah individu semua jenis d. Kerapatan suatu jenis Kerapatan relatif suatu jenis ——————————————————————————— X 100 Kerapatan total semua jenis e.. yaitu ratarata luasan permukaan tanah yang diokupasi oleh satu ind. c..

f.

Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis Dominansi seluruh jenis X 100%

g. Frekuensi Suatu jenis =

Jumlah titik ditemukannya suatu jenis Jumlah semua titik pengukuran

h. Frekuensi relative Frekuensi suatu jenis Frekuensi semua jenis i . INP = KR + FR + DR Metoda berpasangan acak (random pair method) X 100%

F.2.3.

Di dalam metoda ini di setiap titik pengukuran pilih-lah salah satu pohon yang terdekat dengan titik pengamatan tersebut. Kemudian hubungkan pohon tersebut dengan sebuah garis ke titik pengukuran. Buat sebuah garis yang tegak lurus garis pertma dan pilihlah sebuah pohon yang terdekat dengan pohon pertama tapi letaknya di dalam sektor lain yang dibatasi oleh garis yang ditarik tadi. Setelah jarak antara pohon pertama dan kedua dicatat. Untuk lebih jelasnya pelaksanaan metoda ini di lapangan dapat dilihat Gambar 7.

900

900

Gambar 7. Ilustrasi metoda berpasangan acak dalam analisis vegetasi

Besarnya

nilai

parameter

vegetasi

dihitung

dengan

rumus-rumus sebagai berikut: a. Kerapatan seluruh jenis Unit area (Luas) 0.8 X jarak pohon rata-rata

b. Rumus lainnya sama dengan cara kuadran. F.2.4. Metoda titik intersept (point intercept method)

Metoda ini cocok untuk komunitas tumbuhan bawah seperti rumput, herba dan semak. Dalam pelaksanaannya di lapangan dapat digunakan alat pembantu seperti terlihat pada Gambar 8.

Dengan yang apa yang

mengangkat

dan

menyentuhkan dominansi dari

pin jenis

terbuat dari kawat yang tersentuh suatu sehingga jenis

maka kita catat jenis

tersebut dapat dihitung dengan rumus : a. Dominansi Σ sentuhan suatu jenis Σ seluruh sentuhan b. Dominansi relatif suatu jenis Dominansi suatu jenis X100% Dominansi seluruh jenis c. Rumus-rumus lainnya sama dengan metoda dengan petak. Hal yang sama dapat dilakukan dengan alat b dengan cara memindahkan alat tersebut pada plot contoh tiap 10 cm, sehingga didapatkan dominansi dari jenisjenis yang tersentuh.

F.2.5.

Metoda garis intersep (line intercept method)

Cara ini digunakan untuk komunitas padang rumput, semak/belukar. Prosedure pelaksanaan di lapangan: - salah satu sisi areal dibuat garis dasar - garis dasar tersebut menjadi intersep tempat secara titik random tolak atau garis intersep. - letakan garis-garis sitema-tik pada areal yang akan diteliti. Garis intersep sebaiknya berupa : - pita ukur dengan panjang 50 - 100 kaki (1 kaki = 30.48 cm) . - tambang, tali

Alat tersebut dibagi ke dalam interval-interval jarak tertentu. Hanya tumbuh-tumbuhan yang tersentuh, di atas atau di bawah garis intersep yang diinventarisir. Jenis data yang diinventarisir adalah : (1) panjang garis yang tersentuh oleh setiap individu tumbuhan. (2) panjang segmen garis yang berupa tanah kosong. (3) jumlah interval yang diisi oleh setiap species. (4) lebar maksimum turnbuhan yang disentuh garis intersep. Sebaiknya, beberapa strata, kalau komunitas tumbuhan terdiri atas secara

penarikan

contoh

dilaksanakan

terpisah-pisah untuk setiap strata. Besaran/parameter vegetasi yang dihitung adalah : (1) jumlah individu setiap jenis (N). (2) Total panjang intersep setiap jenis (I). (3) Jumlah interval transek/garis ditemukannya suatu jenis (G). (4) Total dari kebalikan dari lebar tumbuhan maksimum (X 1/m). (5) Kerapatan suatu jenis (E 1/m) = unit area (——————————————————————————) total panjang garis intersep

(6) Kerapatan Relatif suatu jenis kerapatan suatu jenis X 100% kerapatan seluruh jenis

Dominansi suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis Total panjang garis intersep (8).Frekuensi Relatif suatu jenis Frekuensi yang dipertimbangkan untuk suatu jenis Total frekuensi yang dipertimbangkan untuk semua jenis Frekuensi yang dipertimbangkan = F = Σ 1/m N X100% X 100% (ll). . INP = KR + FR + DR. Frekuensi suatu jenis Σ interval ditemukannya suatu jenis Σ semua interval transek (10). Dominansi Relatif suatu jenis Total panjang garis intersep suatu jenis X100% Total panjang garis intersep semua jenis (9).(7).

Satu/beberapa factor lingkungan dikatakan penting bila berada pada taraf minimal. batas-batas toleransi dari masing-masing organism terhadap factor-faktor itu dan factor-faktor lainnya B. Steno (sempit) 2). Factor penghambat adalah setiap keadaan jumlah sesuatu berada zat dekat atau atau derajat sesuatu factor fisik yang melampaui batas-batas toleransi. HUBUNGAN MASYARAKAT TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGAN A. Satu atau beberapa organism/tumbuhan. menentukan bagaimana pengaruh factor-faktor itu terhadap individu. populasi dan komunitas tumbuhan pengamatan/analisa factor-faktor factor lingkungan di dalam kajian ekologis adalah: mana yang operasionil minimum. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu sistem yang kompleks di mana sama berbagai lain factor berpengaruh timbale balik satu dan dengan komunitas organism hidup. merumuskan penting 2. jumlah dan variabilitas zat-zat tertentu yang ada. Tujuan Pengamatan Faktor Lingkungan Tujuan 1. yaitu: 1). kebutuhan kritis 2. maksimal dan optimal menurut batas toleransi dari tumbuh-tumbuhan sehingga factorfaktor tersebut sangat mempengaruhi tumbih dan hidupnya tumbuh-tumbuhan. Eury (lebar) Setiap organism kemungkinan hidupnya dibatasi oleh: 1. Kisaran toleransi organism terhadap lingkungan ada dua macam. dan factor-faktor fisik yang .VII.

tekstur. Faktor Lingkungan Biotik 1.Jenis tanah . dan deficit tekanan uap .Sifat-sifat fisik Profil. dan bulk density. Faktor-Faktor Lingkungan b. batuan dan bahan induk . aktivitas tanam-menana dan pengolahan tanah 2. kandungan senyawa organic. penyebaran buah .Gas udara Oksigen. mineral tanah. CO2. bentuk lapangan . drainase. serasah . bakteri.Sifat-sifat kimia pH.Sifat-sifat biotis Flora tanah.2. pengaruh kimia dan fisik. frekuensi. frekuensi.Letak geografis Derajat lintang. pembakaran.Topografi Lereng. distribusi dan musim . tekanan uap.Curah hujan Banyaknya dan intensitas. jarak dari pantai . Faktor Edafis . macam bahan organic.Cahaya Intensitas. Faktor Geografis . kandungan hara mineral. derajat bujur. lama dan periodisitas . gas-gas lain 2.Angin Kecepatan. pencemaran air/udara. porositas. fauna tanah. Faktor Lingkungan Abiotik 1.1.Kelembaban udara Kelembaban nisbi. jamur.C. lama dan periodisitas . rayap.Geologi Sejarah geologi. kualitas. struktur. Komponen-komponen Lingkungan Faktor Lingkungan Abiotik Aspek-Aspek yg Penting C.Erosi C. kekuatan dan arah. derajat dpl. macamnya . sifat-sifat base-exchange . infiltrasi.Vulkanisme Pengaruh panas. Faktor Iklim . Manusia Penebangan. permeabilitas. suhu . pulau atau benua. aerasi.Suhu Derajat. kadar air. humus. mekanisme dan kimia 3. Hewan Penyerbukan. cacing.

peralihan hutan hujan tropika ke hutan musim Musim kering agak keras. padang pasir Daerah kering. zona iklim.000 E F G H 1.333 0.333 – 0. hutan hujan tropika selalu hijau Musim kering nyata.143 – 0.3.143 0.000 – 1.670 – 3. hutan savanna Daerah kering. Iklim mikro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk tempat/ruang yang terbatas (habitat mikro) b. hutan hujan tropika selalu hijau Tanpa musim kering. transmisi penyakit Persaingan. zona vegetasi 2. memakan dan merusak bagianbagian tumbuh-tumbuhan. hutan musim yang pohon-pohonnya gugur daun Musim kering keras.670 1. Dimana: Q = Jumlah rata-rata bulan kering (< 60 mm) Jumlah rata-rata bulan kering (> 100 mm) Berdasarkan nilai Q. parasitisme.600 – 1.000 . Nilai-nilai iklim makro dipergunakan untuk menetapkan tipe iklim.000 > 7. pengaruh toksis D.000 – 7. padang pasir D 0.600 Keadaan Ikllim Tanpa musim kering.000 3. pengaruh kotoran. setiap tipe iklim mempunyai tipe-tipe hujan sebagai berikut: Tipe Iklim A B C Nilai Q 0 – 0. Iklim makro : iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk daerah yang luas. Tumbuh-tumbuhan dan biji. Klasifikasi iklim yang paling banyak dipergunakan di Indonesia adalah klasifikasi tipe hujan oleh Schmidt dan Fergusson (1951). Iklim 1. Pengertian iklim dapat dikategorikan ke dalam: a. hutan savanna Musim kering keras. simbiosis.

Fotosintesis Cahaya matahari merupakan sumber utama energy yang diperlukan bagi kehidupan. energy cahaya melalui butir-butir daun diserap dan dirubah menjadi energy kimia dalam bentuk mineral molekul gula yang sederhana. 3. bagai tanaman cahaya merangsang proses tanaman.Radiasi matahari yang diterima permukaan bumi berpanjang gelombang 300-10000 mu. energy fotosintesis kompensasi . < 1000 jumlah curah Di hujan daerah antara 1600-4000 mm/tahun. mm/tahun ditemukan komunitas savanna. Intensitas cahaya. CO2 + 2 H20 Cahaya Klorofil CH20 + H20 + 02 + Energi Selain itu. Cahaya a. dari mata Dari radiasi dengan energy yang total panjang cahaya merupakan gelombang mata untuk untuk kasat dapat mengimbangi energy tersebut oleh respirasi disebut titik hanya 1-4% digunakan daun fotosintesis. Dari spectrum cahaya kasat mata terutama diabsorbsi . minimal dimana diferensiasi Untuk harus masukan ada jaringan dan yang sel-sel normal.Umumnya berkisar dengan di curah hutan hujan hujan. Sedangkan sekitar cahaya 400-750 tersebut yang 40% kasat mu. antara melalui penggunaan pertumbuhan keseimbangan tumbuhan fotosintesis dan respirasi. sedangkan daerah gurun curah hujannya ≤ 300 mm/tahun. Bagi tumbuhan.

Tegakan yang lebih subur di areal beriklim basah mempunyai transpirasi yang lebih tinggi daripada tegakan yang kurang subur. Penguapan daun semakin banyak bila kadar air tanah semakin tinggi b. Acacia Eupatorium yang (1000Hevea palescens. Transpirasi . Bambu.Transpirasi a. dan lalu 60-90% diabsorbsi lalu sebagian yang 000 digunakan untuk transpirasi.Besarnya transpirasi bergantung pada: a. . b. villaosa. Lantana camara. yang Tipe falcataria. Kedudukan tumbuh-tumbuhan dalam komunitas. Tumbuhan mm/th).fotosintesis adalah sinar biru (panjang gelombang 450 mu) dan sinar merah (670 mu) . c. Di dalam huutan. untuk energy dari fotosintesis. strata pohon penguapannya lebih tinggi dari strata semak . penguapannya Tectona mm/th). panas yang matahari 100 selebihnya besar dipantulkan. galuca. Samanea samans.Hanya sebagian kecil saja energy yang tersedia digunakan manjadi (1961). sebesar tersedia untuk fotosintesis daun. keadaan tempat tumbuh terutama iklim. kesuburan komunitas tumbuhan. Menurut Galston energy diterima cal/cm2/th permukaan bumi. b. Tumbuhan 2000 vegetasi sedang penguapannya kuat: belukar. grandis. berbagai yang jenis tumbuhan kuat menurut (> 2000 Coster (1937): penguapannya Albizia Leucaena dll.

brasiliensis, Artocarpus c. Tumbuhan mm/th). Casuarina Garcinia Tipe - Selain merah efek

Imperata integra,

cylindrical, robusta, (<1000 elastic, merkusii, lemah: infra Secara proses

Coffea lemah

Eucalyptus alba, dll. yang Thea penguapannya sinensis, Cocoa Ficus Pinus nucifera,

equisetifolia, mangostana, yang

Agathis alba, Lagerstroemia speciosa, dll. vegetasi cahaya yang penguapannya ada cahaya hutan pegunungan. kasat tidak dan mata, dapat dilihat. pada

ekologis, cahaya ini penting karena memberikan pemanasan berpengaruh perkecambahan dan pertumbuhan batang. Selain itu ada juga sinar ultra violet yang sebagian besar diserap oleh lapisan ini ozon di luar atmosfir. protoplasma. - Factor cahaya yang penting diketahui adalah: 1). Intensitas cahaya atau jumlah radiasi per satuan atau luas per satuan panjang waktu, 2). Kualitas dan 3) komposisi gelombang, tumbuhan Sinar dapat mematikan

lamanya penyinaran dalam sehari. - Berdasarkan perbedaan adaptasi terhadap intensitas toleran cahaya, tumbuh-tumbuhan plant)

dikategorikan ke dalam: a. Tumbuhan naungan excelsa, (shade-adapted missal: noronhae, yaitu tumbuhan yang tahan hidup di bawah (scyophyt), Schima Altingia Swietenia

mahagoni, Dypterocarpus spp., Dryobalanops aromatic, Shorea accuminatisima, Vatica

rassak, Eusyderoxylon zwageri. b. Tumbuhan intoleran (sun-adapted atau light demanding plant) yaitu tumbuhan yang untuk hidupnya memerlukan banyak cahaya matahari (Heliophyt), Gmelina - Warna merah atau missal: Pinus Acacia mangium, Paraserianthes falcataria, Eucalyptus alba, arborea, merkusii, Tectona

grandis, Pterospermum javanicum cahaya Dalam lebih mempengaruhi hal ini warna Lamanya sangat kecepatan biru dan penyinaran berpengaruh panjang fotosintesis.

berpengaruh. cahaya

periodisitas fase reaksi

terhadap Berdasarkan yaitu:

generative tanaman

(pembungaan).

terhadap

hari, tumbuhan dibagi menjadi tiga vegetasi, a. Tumbuhan hari pendek, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari < 12 jam, missal ubi jalar, arbei, aster, semai, dll. b. Tumbuhan berhaari panjang, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari > 12 jam, misal: kentang, lobak, dll c. Tanaman netral, yaitu tanaman yang tidak dipengaruhi oleh panjang hari, misal: tomat, nenas, kapas, ubi kayu. Bayangan hutan merupakan bayangan merah karena cahaya yang telah melalui daun-daun hijau tersaring dan chaya ada yang diteruskan banyak mengandung hutan yang sinar-sinar banyak bagi Karenanya hijau, merah dan infra merah. Bila hutan terlau rapat, kemungkinan sinar bayangan infra merah pohon terlalu tidak mengandung pertumbuhan baik

jenis-jenis

tertentu.

permudaan

banyak

terdapat

di

tempat-tempat

terbuka

dalam hutan sehingga di hutan yang rapat perlu ada tindakan seeding cutting. D. ADAPTASI TUMBUHAN Warming (1895) mengklasifikasikan tumbuhan kedalam bebera-pa grup ekologi berdasarkan persaratan tumbuh terhadap air dan macam subtrat/tanah dimana tumbuhan hidup. A. Grup Ekologi Tumbuhan berdasarkan Jenis Tanah

sebagai Media Tumbuh : 1. Tumbuhan tanah asam (Oxylophytes) 2. Tumbuhan tanah basa (Halophytes) 3. Tumbuhan tanah pasir (Psammophytes) 4. Tumbuhan pada permukaan batu-batuan (Lithophytes). Epifit tidak termasuk, karena tidak mempunyai hubungan yang permanen dengan tanah. B. Grup Ekologi : Tumbuhan tumbuhan berdasarkan yang hidup kebutuhannya didalam atau

terhadap air : 1. Hydrophytes dekat air. 2. Xerophytes : tumbuhan yang hidup di habitat kering (kurang suplai air). 3. Mesophytes : tumbuhan yang hidup di habitat yang tidak kering juga tidak basah (lembab). HYDROPHYTES

A. Asal Kata Bahasa Yunani : Hudor = air Phyton = tumbuhan

B. Pengertian Hydrophytes : tumbuhan yang hidup ditempat basah atau dalam air baik sebagian maupun seluruh tubuhnya terendam Contoh : Hydrilla, Utricularia, Eichornia, dll

C. Klasifikasi Hydrophytes Berdasarkan hubungan dengan air dan udara, hydrophytes dibagi kedalam: 1. Submerged hydrophytes Tumbuhan yang tumbuh di bawah permukaan air (tanpa adanya kontak dengan atmosfir). Contoh : Hydrilla, Vallisneria, Nitella, dll. 2. Floating Hydrophytes Tumbuhan yang terapung di permukaan atau sedikit di bawah permukaan air. Tumbuhan ini ada kontak baik dengan air maupun udara, serta tumbuhan tersebut mungkin berakar atau tidak dalam tanah. Floating hydrophytes dibagi kedalam dua grup, yaitu : a. Free floating hydrophytes Tumbuhan yang terapung bebas di permukaan air tanpa berakar di lumpur. Contoh: Wolffia arhiza Wolffia microscopic Azolla Eichornia crassipes b. Floating but rooted hydrophytes Tumbuhan yang berakar dalam lumpur di dasar perairan, tapi daun dan bunganya terapung di atau di atas permukaan air. Contoh : Victoria regia (water lily) Nymphaea Ceratopteris thaiictroides

Contoh : Oryza sativa (padi) Enhydra flutuars Marsilea Sagittaria Phragmites Scirpus Alisma Jussiaea Neptunia Commelina Polygonum Typha Ranunculus aquatilis. Amphibious hydrophytes Tumbuhan yang beradaptasi terhadap lingkungan perairan dan daratan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhan di lingkungan perairan a. cabang. . "Amphibious plants" bebernpa yang bagian hidup batang di tempat oleh pasangAkar air dan atau surut/payau digolongkan halophytes. terendam terkubur oleh lumpur. Bagian aerial tapi dari penampilan bagian tumbuhan yang tersebut atau terendam memperlihat-kan xerophytic. dan bunga di atas permukaan air atau bahkan tersebar di daratan. tapi sebagian pucuk daun.3. dll. karena air merupakan konduktor panas yang buruk. Suhu air Tumbuhan air jarang dipengaruhi oleh suhu yang ekstrim. mesophytik berkarakter seperti hydrophytic. Tumbuhan ini bisa tumbuh di saluran air atau di subtrat lumpur.

C. . tetapi sebagian tergantung akarnya mineral. yaitu akar normal dan akar "negatively geotrophic" yang mempunyai struktur sponge. Fisiologis tumbuhan air sangat dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi osmotik air. Konsentrasi osmotik dan toksisitas air Keadaan ini bergantung pada jumlah dan komposisi bahan kimia yang terlarut dalam air. Salvinia. warna hijau/kuning. - Akar terapung membantu tumbuhan air dalam kestabilan posisi terapung. b. Bagian akar yang berhubungan langsung dengan air berfungsi mineral.b. Batang - Batang bersifat lunak. Ceratophyylurn. Akar - Tumbuhan air mempunyai akar yang berkembang kurang baik. Utricularia. Adaptasi Hydrophytic Beberapa penampilan adaptif dari tumbuhan air dalam: a. Beberapa hydrophytes berakar dari tanah tidak seperti air dalam Hydrilla melalui hal unsur dalam - memperoleh pada - makanan dalara permukaan tubuhnya. Akar kadang-kadang air ditemukan tumbuhan - seperti: Azolla. sebagai perraukaan penyerap air dan - - Akar pada tumbuhan air yang terapunq miskin akan rambut akar. Dalam Jussiaea repens berkembang dua macam akar bila tumbuh dipermukaan air.

e. permukaan atas berhubungan dibawahnya bersentuhan dengan air. dan daun yang terapung atau di atas permukaan air berbentuk bulat atau seperti telinga. atmosfir. Salvinnia. . air. Heterophylly . panjang. Daun - Umumnya dengan berbulu.Heterophylly berkaitan dengan karakteristik fisiologi tumbuhan air sbb: a. Contoh : Sagittaria. Daun tumbuhan air yang terapung bebas adalah bersifat halus dan sering dilindungi oleh "wax". Azolla. yaitu daun yang terendam air dan daun di atau di atas permukaan air.c. 3. 2.Daun yang terendam umumnya berbentuk pita linier atau sedikit terpotong. Pengurangan jumlah transpirasi b. bagian warna hijau bebas pucat/gelap. Variasi dalam life-form dan habitat. dikompensasi oleh daun yang terendam dalam d. c. Daun yang lebar dipermukaan air bertranspirasi secara aktif dan mengatur tekanan hidrostatik di dalam tubuh tanaman. . tapi bulat. Tumbuhan air kurang menunjukkan respon terhadap karena kekurangan air dapat kekeringan. .Heterophyly adalah suatu penomena dimana beberapa tumbuhan air mengembangkan dua tipe daun yang berbeda. Daun lebar di/diatas permukaan air yang terendam beradaptasi menaungi terhadap daun intensitas cahaya yang rendah.

tidak air. 4. reproduksi dilakukan o]eh Zoospore dan motile/non-motile spora. petiol (daun penumpu) menj adi bengkak dan berkembang yang dengan susunan sebagai sempit tumbuhan berada keras biji sponga 5. terendam air. Modifikasi Anatomi Dalam tumbuhan hydrofit. Pada Alga. D. dipersal air Buah buah termasuk dan oleh media air). Dalam beberapa tumbuhan air. "amphibious air dipermukaan mesophytic. secara biji sehingga mudah terapung di air. ditemukan dibagian tanaman terendam . organisme ringan. Cuticle . . daun yang lebih dan tersebut dipengaruhi sedikit tekanan mekanik air.beberapa lapisan tipis di permukaan tubuh tumbuhan di permukaan air. . .penyerbukan dilakukan yang hidup memperlihatkan tersebut penampilan Daun-daun dan di daripada daun dari grup hydrophytes lainnya. Dalam relatif yang sedikit berperan kecil dan "bouyancy" dari tanaman tersebut. modifikasi anatomi berperan sebagai : 1. umumnya Dengan plants".Lapisan "wax" ini berfungsi sebagai pelindung daun dari luka kemis-fisis dan menghalangi penyumbatan stomata oleh air. Daun dengan 6. Pengurangan struktur pelindung a. Hal ini berguna untuk melawan/beradaptasi aliran demikian.Tumbuhan air umumnya bereproduksi vegetatif. panjang.

c. sehingga sel tersebut berfungsi sebagai alat fotosintesis.beberapa sel yang berdinding sangat tipis. terutama daun dan batang sangat tipis.kurang berkembang .berfungsi sebagai dan gas alat penyerap air. secara langsung lingkungan air. - pada amphibia tumbuhan jumlah stomata yang yang tersebar lebih seluruh kontak dengan besar atmosfir daripada tumbuhan terapung. misal Hydrilla. Lubang udara ("air chamber") Aerenchyma dalam daun yang terendam dan batang berkembang dengan baik. Stomata - tidak dijumpai pada tanaman air. d. hara dari mineral.b. Peningkatan Aerasi a. pada dengan tumbuhan jumlah tumbuhan bagian dalam terapung yang yang terendam berkembang permukaan di - stomata pada terbatas sebelah atas. b. Sel epidermal mengandung kloroplas. Epidermis . Hypodermis . 2. “Air Chamber” diisi oleh gas dan air CO2 dalam “Air dan dan Chamber” O2 O2 yang dalam digunakan dihasilkan “Air dalam oleh fotosintesis fotosintesis Chamber” .

Lacuna berperan sebagai "air . Aeranchyma berperan untuk buoyancy dan penunjang mekanik tumbuhan air 3. Jaringan amfibi dan ini berkembang di dalam korteks yang tumbuhan b. tapi endodermis kadangkadang tak dapat dibedakan secara jelas. tetapi dalam beberapa kasus phloem berkembang dengan baik. karena gaya bouyant air memungkinkan tumbuhan terlindung dari luka fisik. Pengurangan Jaringan Pembuluh - Karena absorbs air dan hara mineral dilakukan oleh seluruh air. chamber" . Dalam terutama beberapa bagian berhubungan dengan atmosfir teratai tanaman lainnya. permukaan makan tubuh tumbuhan yang terendam jaringan pembuluh tidak begitu diperlukan - Dalam tumbuhan air berjaringan pembuluh.digunakan dalam proses respirasi “Air chamber” mengembangkan “septa-cross” perforasi yang halus: disphragma. 4. xylem tidak berkembang dengan baik. asterosclereid (sel berlignin berbentuk bintang) berkembang untuk menunjang tubuh tanaman. Beberapa tumbuhan air inemperlihatkan lacuna dipusat tempat xylem terbentuk. Pengurangan jaringan penunjang mekanik a. .Jaringan phloem umumnya tidak berkembang dengan baik. Jaringan mekanik sangat minim/tidak ada pada tumbuhan yang terendam air. yang berguna bagi peningkatan aerasi dan mengontrol ekses air.

Sedangkan pertumbuhan sekunder tidak terjadi dalam tumbuhan air (batang dan akar). Habitat dan yang secara kering. Habitat yang secara fisik dan fisiologis kerng. 2. tapi tumbuhan tersebut dapat tumbuh dikondisi mesophytic dimana air yang tersedia jumlahnya sedikit. tumbuhan tersebut mengembangkan karakteristik . kelembaban pada sifat rendah suhu tinggi. . Tipe-tipe Habitat Xeric 1. Habitat tersebut mungkin terlalu masin. secara kelebihan fisik misal kering. gurun. dll. air sangat terbatas. XEROPHYTES A. Pengertian Tumbuhan yang tumbuh di habitat kering atau xeric. kering air banyak tapi sukar diserap oleh tumbuhan). .. Habitat xeric adalah habitat dimana ketersediaan. 3. lahan kritis.Xerophytes yang dapat beradaptasi dengan kondisi dan yang ekstrem kering.Kumpulan pembuluh umurnnya berkelompok ke arah pusat. misal lereng gunung.Xerophytes kurang yang tumbuh maka suatu kondisi sesuai. terlalu dingin terlalu asam.Xerophytes adalah tumbuhan karakteristik gurun dan semigurun. Habitat yang fisiologi air. B. . dimana kkapasitas menahan air dari tanah adalah rendah beriklim yang permukaan (daerah tersebut atau batuan.

Tumbuhan yang menderita kekeringan . Menahan air dalam organ untuk periode waktu yang lama.Dalam kondisi yang sebelum yang memungkinkan. C. hidup musim biji pendek kering. b. d.Selama periode kering yang ekstrirn. 2. Tumbuhan yang tahan kekeringan . Artemesia. berkecambah . disebut semiarid.Contoh : Astragalus. .Tumbuhan ini membentuk organ adaptif untuk .Bersiklus hidup pendek . Boaginaceae. 1.Biji yang masak bersiklus mendekati (beberapa minggu). Klasifikasi Xerophytic Berdasarkan Ketahanannya air sebanyak mungkin dari terhadap Kekeringan. Mengabsorpsi lingkungannya. . rumput. Tumbuhan terhindar dari kekeringan .Tumbuhan berukuran kecil yang berkapasitas untuk mentolerir atau menderita kekeringan. Mengontrol penggunaan konsumsi air. c. Mengurangi transpirasi serninimal mungkin. sehingga tanaman selamat dari kondisi kering ekstrim. tumbuhan berada dalam fase buah dan biji dengan kulit biji dan pericarp yang keras.fisiologi dan struktur khusus yang berfungsi untuk : a. .Tumbuhan tersebut tumbuh dimana curah hujan periodenya pendek. Tumbuhan umum demikian di EPHEMERAL. 3.

.Tanah marginal (Eremophytes) Beberapa tumbuhan habitat kering mempunyai organ penyimpanan air. Karakter ini tidak menurun. Karakter xeromorphic . dan akan hilang kalau faktor lingkungan memungkinkannya selalu memperlihatkan xeromorphic characters.Gurun . Succulent xerophytes : Adalah yang Air tumbuhan bengkak yang yang mempunyai organ-organ secara tersebut dan berdaging dalam akibat organ aktif mengakumulasi air dalam organ tersebut. Karakter xeroplastic . disimpan dikonsumsi tumbuhan pada saat musim kering yang ekstrim. Adaptasi Xerophytes 1.Pasir dan kerikil (Psamrnophytes) . terhadap kondisi kekeringan yang Xerophytes tumbuh di habitat yang berbeda : .Karakter xerofitik yang dapat diwariskan (bersi-fat genetik) disebut xeromorhic. Non-succulent atau xerophytes sejati. b.Tanah berbatu (Lithophytes) . Dalam hal ini. xerophytes dibagi dua kelompok : a. D. Contoh : halophytic mangrove dan beberapa pchon selalu-hijau 2.bertahan ekstrim.Karakter xeroplastik : karakter yang disebabkan oleh kekeringan dan selalu berasosiasi dengan kondisi kering.

sering dan menjadi nampaknya umbi daun dan pada secara berdaging tersebut dalam muncul langsung dari bagian atas akar. dari keras banyak lilin beberapa dan xerophytic baik oleh (misal menjadi b) Batang berkayu batang yang aerial maupun sub-terranean diselimuti yang tebal lapisan Equisetum).. d) Dalam batang yang berdaging. batang utama tanaman e) Batang datar. istilah kaktus termodifikasi yang terkenal phylloclades. Ulex. Adaptasi morfologi (1). dll. hijau dan kokoloba (Maehlenbeckia). Akar Xerophyte yang tumbuhan perakaran (2). ada juga batang yang diselimuti bulu-bulu yang rapat (misal Calotropis) c) Dalam beberapa xerophytic. beberapa menjadi dan dengan Contohnya: xerophytic daun yang berdaging. . Selain itu. Batang a) Batang mempunyai dari yang sistem ini untuk perakaran Banyak mempunyai mencapai berkembang dengan dalam baik. golongan lapisan tanah yang banyak air. misal Duranta. batang menjadi mungkin termodifikasi duri.Penampilan xerophytic yang penting adalah sebagai berikut : a.

(3). Aloe spinossissima. Asparagus. dll. Daun a) Dalam sering tetapi tereduksi rnisal beberapa xerophytes. misal Nerium. dll. Xerophytic yang daun dan batangnya tertutupi oleh bulu disebut "trichophy1lous plants". Kadang-kadang (kaktus) e) Umumnya daun daun xerophytic dengan mempunyai semacam yang kecil daunnya tereduksi menjadi duri seperti pada Opuntia jarum/duri dan berurat yang rapat. umumnya sisik Ruacus. permukaan bawah daun untuk melindungi stomata. Contoh: Sedum acre. Casuarina. g) Daun tergulung (Rolling of leaves). b) Beberapa xerophytes mempunyai daun seperti jarum. d) Umumnya xerophytes mempunyai daun yang tereduksi (ukurannya mengecil) dan terlapisi oleh silika lilin dan mengandung cuticle yang tebal. umumnya mempunyai batang yang tereduksi. misal Pinus. . c) Dalam daun berdaging yang berfungsi sebagai penyimpan kelebihan air dan getah. (gugur daun seperti daun "caducous" mayoritas menjadi daun cepat). f) Trichophylly Beberapa xerophytic yang tumbuh di daerah yang berangin kencang.

2) Epidermis Sel dua pada atau xerophytes tiga Sel tanin. adaptasi anatomi ditujukan untuk mengefisienkan penggunaan air. 1) Adanya deposisi lilin. pasir. hanya dan dipermukaan karena daun tergulung ke arah atas dengan sendirinya stomata tertutup dari atraosfir. Cara ini merupakan modifikasi mengurangi tanaman. . suatu adalah kecil dan atas kompak. Bunga. Adaptasi Anatomi Bagi xerophytes. secara dll. membentuk 3) Rambut Rambut-rambut rnelindungi kehilangan air ini stomata yang berperan dan berlebihan. (4). keras. diselimuti melawan saringan intensitas cahaya yang tinggi. lapisan epidermis resin.Dalam tersebar hal ini stomata atas. untuk mencegah Rambut Umumnya epidermis terdiri selalu berkembang Buah dan pada yang biji lingkungan yang efektif air di rumput untuk bagi gurun hilangnya Contoh: terlindungi oleh kulit yang cukup memanjang ini selulose. buah dan biji Bunga kondisi memungkinkan. lignifikasi. b. radial. dan kutinisasi pada perraukaan epidermis dan bahkan di hipodermis. lilin.

terisi . jumlah Umumnya stomata stomata/unit stomata termodifikasi tenggelam. Dalam kasus dimana daun tereduksi (ukurannya kecil) atau daun dilakukan dengan secara daun oleh gugur oleh cepat. jaringan Pertukaran b. xerophytes. Dalam batang. kortek fotosintesis oleh klorenkimatis terluar yang dihubungkan stomata gas dan atmosfir. xerophytes daun bertipe cekung dan Stomata ini bisa berada di atas permukaan (rolled leave) permukaan daun (dorsiventral leave). 6) Ground tissue a.tersebut 4) Stomata Dalam adalah terjadi berkurang bisa sederhana atau kompleks. 5) Hypodermis. teratur berdaging. di bawah strukturnya. Kadangkadang hipodermis diisi oleh tanin dan mucilage (lendir). Dalam ground batang tissue dilakukan oleh batang. dapat berasal dari epidermis atau korteks (batang) atau mesophyll (daun). Dalam xerophytes. uni atau multiseluler. sebagian besar bagian tubuh dibentuk oleh sklerenkim. sangat bila atau reduksi Hal transpirasi ini dapat area pada penting. terdapat langsung satu atau di bawah epidermis yang beberapa Hypodermis lapisan kompak grup sel berdinding tebal membentuk hydrodermis.

xerophyt menunjukkan transpirasi . disebut daun skhlerenkimanya berdaging. intensitas yang ektensif Dalam cahaya. d. penyimpan air. penelitian yang menunjukkan bahwa kecuali sukulen. dan Ada mesofil ruang beberapa adalah sel sangat semakin yang lembaran bawah. berdinding tebal. Ruang antar sel semakin sempit. bengkak dll. Dalam kompak sempit. Adaptasi struktural berguna Tetapi sejati Fisiologi dalam ini tubuh xerophytes sangat tissue. melingkar. daun. atau bentuk e. c. lendir. batang lateks. Conducting phloem xerophytes. Sel tersebut mungkin sperikal. parenkim berkembang ekstensif sebagai kompak. Selsel dalam tubuh xerophytes adalah dan sangat kecil. Jenis tumbuhan antar air.parenkimatis berdinding yang menyimpan kelebihan Hal ini berdaging. c. dan membuat xerophyte oleh mesofilnya dari semua dikelilingi sisi hipodermal yang tebal dari sklerenkim kecuali dari Lembaran ini membentuk diafragma untuk melawan xerophyte berkembang sklerofilous. xylem dalam dan tubuh yaitu baik Semula para ahli berasumsi bahwa adaptasi dalam saat pengurangan hasil-hasil laju transpirasi. berkembang kuboid.

lebih Dalam besar kondisi unit dari yang area serupa. serupa menyebabkan kimia dari stomata tertutup.tinggi. Akumulasi masam dalam sel pelindung akan meningkatkan konsentrasi aliran tersebut. dinding perobahan polisakarida terhadap bentuk . sukulen penahan struktural xerofit diatur oleh proses fisiologi. sel dalam fotosintesis dari akibat yang tekanan/konsentrasi osmotik sel. (2) Pada tanaman sukulen. Di siang hari. secara dikonversi Misalnya. masam-masam terurai menghasilkan C02 dan (getah) (3) Dalam cairan kedalam yang digunakan sebagai menurun xerofit. Pada malam hari. Sukulen terbentuk dengan baik. masam dari yang panas. air osmotik dalam Saat yang sel sel menyebabkan pelindung pelindung membengkak. tumbuhan berespirasi dan menghasilkan masam. stomata terbuka. karena konversi polisakarida menjadi pentosan menyebabkan akumulasi jumlah air berlebihan dalam sel. dalam Begitu laju pula transpirasi per xerofit mesofit. stomata terbuka dimalam hari dan tertutup disiang hari. jumlah stomata/unit area daun dalam xerofit lebih besar dari mesofit. komposisi aktif sel. (1) Sukulen pentosan berperan Modifikasi mengandung dan sejumlah sebagai polisakarida.

stomata oleh mengatur (7) Cairan Fenomena cuticle. Mesofit yang sederhana terdiri atas rumput dan herba. (6) Pengaturan transpirasi Adanya licin. meadow.anhidruous seperti selulosa. (5) Kapasitas enzim adalah daripada seperti lebih enzim xerophyte untuk eatalases. MESOPHYTES Mesofit adalah tumbuhan daratan yang tumbuh dalam kondisi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. dan mesofit terkaya . (4) Beberapa peroxidases xerofit xerophytes. hidup dalam kondisi kering dalam waktu yang lama. dll. Cairan sel yang bertekanan osmotik tinggi juga akan mempengaruhi absorbsi air. sedangkan mesofit yang lebih kaya terdiri atas herba dan semak. Tumbuhan ini tidak dapat tumbuh dalam tanah jenuh air dan tanah kering. bertekanan ini akan osmotik tinggi meningkatkan sel cekung permukaan kompak stomata yang dan untuk dilindungi pembengkakan sel yang menekan dinding sel. tidak hanya disebabkan oleh penampilan juga oleh khusus struktural. menghidrolisis pati secara aktif. tetapi resistensi protoplasma terhadap panas dan kekeringan. aktif dalam Dalam amilase bertahan mesofit. Contoh: vegetasi hutan hujan. sel yang yang rarnbut transpirasi.

ada. yaitu: 1. Komunitas hutan) tumbuhan berkayu (semak-belukar dan . (arctic) dan puncak pegunungan (alpine). Tumbuhnya berupa herba tahunan berizoma dengan batang yang panjang Daun dan umumnya (berakar rimpang). 30".80 %. dll) 2. datar dan globrous.terdiri atas pohon-pohonan. Mesofit dapat dibagi ke dalam dua kelompok tumbuhan. Komunitas tumbuhan berkayu Komunitas Rumput dan Herba Komunitas ini meliputi rumput dan herba semusim atau tahunan. Komunitas rumput dan herba arctic dan alpine. Tipe-tipe komunitas rumput dan herba adalah : 1. berpenampilan tumbuhan yang ini berada dan di daerah kutub kecil. Komunitas herba (herba dikotiledon sepertii Saxi-fraga. 3. Delphirium. lebar. Kornunitas rumput dan herba 2. Komunitas rumput b. Komunitas berupa lumut. Meadow Meadow ini dianggap sebagai penghubung antara mesofit dan hidrofit sebab mereka tumbuh di tanah jika kadar air 60 . Tumbuhan semak tetapi lembut kerak berukuran tidak Kadang-kadang tumbuhan tersebut bercampur dengan lumut umumnya Komunitas tumbuhan ini terdiri atas dua kategori. Umumnya komunitas rumput/herba berada pada daerah dengan curah hujan tahunan antara 10" sampai mesofitik yaitu tipis. yaitu : a.

pohon diselimuti yang grup oleh lumut dan dapat ini.Tanah hutan banyak mengandung mikroflora dan pada akar pohon banyak dijumpai mikoriza.Komunitas berikut : tumbuhan ini diklasifikasikan sebagai a. (tumbuhan dalam di dijumpai selama berobah) mesofitik tropik tropofit Sedangkan dikelom-pokkan daerah hujan mempunyai musim kering dan basah yang jelas.Umumnya . (3) Formasi batang dalam tanah yang . yang akan daun penyer-bukannya dilakukan oleh angin. musim sebagai Jenis xerofit. dimana temperatur moderat. .Hutan hujan . Lathyrus. Komnuitas mesofitik ini timbul kalau kondisi lingkungan vegetasi xerofitik tidak herba. pohon-pohon tropika. mesofitik sering bercampur seperti Salix. daerah gugur pada musim panas/kering. Semak-belukar mesofitik. Vicea.Tropohyte Tropofit dimana berperan panas. tetapi sangat sesuai untuk pertumbuhan banyak tempat. menggugurkan daun. Hutan bergugur daun ("deciduous forest") .Hutan ini tumbuh pada daerah dengan 60" tipe per yang daun cukup ini tinggi terdiri (30" atas Di sampai tahun). dan sesuai Dalam untuk pertumbuhan semak hutan. b. (2) Lapisan kulit pohon yang tebal. . yang musim mulai gugur pada permulaan musim dingin atau adaptasi tunas diperil-hatkan dingin yang oleh tropofit adalah : (1) Perlindungan lebih baik. Arabis. dll.

mempunyai perbedaan suhu antara musim dingin dan musim panas tidak terlalu besar. bagian Selatan Cina.Hutan "evergreen" dibagi kedalam tiga tips : (1). Hujan urnurnriya Tumbuhan turun pada ini musim adalah panas. (3) Afrika Selatan.Hutan yang ini selalu hijau di daun ("evergreen tropika. lumut. yang tapi hujan suhu sepanjang tahunan tahun. Tamarindus dan lumut. Caks. c. Hutan hujan . Sub-tropika ini tumbuh curah di daerah tinggi. Australia Timur. Brazil Selatan.melindungi tunas tahunan dari kekeringan dan kedinginan. dan Jepang. Contoh : Conifer. berkisar antara 5°C . Hutan . Hutan Antartika Hutan ini tumbuh di Wew Zealand dan negara-negara hujan adalah (2). dari daun.70°C dan curah Tumbuh-tumbuhan penting dalam hutan ini Myrtaceae. dengan curah .Hutan ini tropika tumbuh di daerah tropika (sekitar garis ekuator). forest") ditemukan dan hutan daerah subtropi-ka. selalu yaitu pohon tersebut berdaun lebih dari satu tahun sampai daun baru muncul.Pohon pada daerah ini temperate hijau hemisfir sebelah Selatan. Hymenophyllaceae. Hutan Hutan cukup dimana banyak Konifer. Hutan ini dijumpai dibagian timur USA. . pada hutan Magnolias. .

dll . Lauraceae. Balanophora. . - tinggi tinggi udara. Moraceae . Brazil.Keadaan hutan (jenuh dicirikan oleh: a) Kelembaban b) Suhu d) Tidak berarti e) Tanah sangat kaya akan humus. Malaysia. warna gelap. Afrika Tengah. dan lain-lain daerah tropika. dll) . dan porous. - Hutan ini terdapat di bagian tengah dan selatan Amerika. - Epifit dan liana di hutan ini umum dijumpai . Pulau Pasifik. - Hutan ini sangat karena penting bernilai bagi pembangunan. Monotropa. - Tumbuhan yang umum dijumpai di hutan ini adalah dari anggota Leguminosae. tinggi. Indonesia. dihuni dan oleh terdiri banyak atas jenis beberapa tumbuhan - Akar pohon banyak mengandung rnikoriza dan saprofit/parasit (Rafflesia.hujan tahunan iklim sekitar dari 1800 mm dan ini suhu di atas 24°C. Myrtaceae. 95% kelembaban) yang ada c) Hampir hujan setiap hari musim kering yang Hutan strata. ekonomis .

Epifit berbeda dari parasit. .Permukaan tumbuhan air yang terendam. Begitu pula epifit berbeda dari liat:a.EPIPHYTE A.Permukaan batang pohon. Distribusi Epifit hidup diberbagai macam habitat yaitu : . Secara harfiah. Beberapa epifit memilih tempat bertumpu yang . yang Karena epifit ini merupakan epifit sendiri bersifat autotropik. dan menyerap unsur hara mineral dari kulit yang busuk dari pohon tempat tumbuhan bertumpu.Permukaan daun. . (karbohidrat) mensintesis dari air dan makananannya C02 dari atmosfir dengan bantuan sinar matahari. B. dan phyton (tumbuhan]. Epifit disebut juga Aerophyte atau tumbuhan yang hidup di udara. karena epifit tidak berakar di tanah. epifit adalah tumbuhan yang tumbuh pada permukaan tumbuhan tempat bertumpu dan secara permanen tidak berakar di tanah. dsb. epifit adalah tumbuhan yang hidup di atas tumbuhan lain. . karena epifit tidak memperoleh unsur hara dan air dari tumbuhan tempat bertumpu. Epifit menyerap air dari atmosfir. batu-batuan. Arti Kata Epiphyte berasal dari kata Epi (di atas).Percabangan pohon. Secara umum.

Sistem perakaran (1). Tetapi epifit jarang terdapat di daerah yang kering-dingin. mineral dan nutrien lembab organik dari dari celah-celah tumbuhan yang kulit tempat bertumpu yang membusuk. epifit mempunyai suatu struktural adaptasi untuk menyimpan air dan mengurangi kekurangan (kehilangan) air berlebihan. Clinging Root Akar yang berperan untuk menjaga di agar epifit tetap melekat permukaan . embun dan kadar air di udara. lumut)adalah misal lumut Tortula epifit pagorum spesifik (epifit tumbuh yang pada batang-batang pohon di perbatasan perkotaan. Daerah yang dingin dan lembab biasanya kaya akan lumut (epifit). Jenis lumut ini tumbuh di atmosfir perkotaan. (2). karena epifit ini memerlukan suhu tinggi dan udara berkabut untuk pertumbuhannya yang normal. Akar yang mengabsorbsi air. C. Adaptasi struktural yang penting bagi epifit adalah sebagai berikut: 1. Struktural Adaptasi Epifit Karena epifit kebutuhan airnya bergantung pada hujan.spesifik. Normal Absorbing Root. Penampilan Perakaran a.

b. Beberapa Dalam anggrek hanya mempunyai satu daun. biji dan penyebarannya Umumnya buah dan biji epifit disebarkan cieh angin. Beberapa berbatang berkembang menjadi pseudobulbous atau tuberous. Kadang-kadang daun berdaging dan jenis Dischidia nummularia. melakukan mengandung fotosintesis kloroplast. Buah. Daun Umumnya epifit mempunyai daun yang jumlahnya terbatas. (3). c. Aerial Root Akar yang berwarna hijau dan berspon yang posisinya menggantung di atmosfir dan berperan Akar untuk ini menyerap dapat air dari udara. daunnya Platyceriutn dan Asplenium nidus berobah ke dalam pitcher. Batang Batang epifit epifit yang karena berpembuluh sukulen dan bisa atau tidak bisa berkembang dengan baik. berkulit. . serangga dan burung.tempatnya nutrien bertumpu dari humus serta dan menyerap debu yang terakumu1asi di permukaan kulit tumbuhan inang. d.

Sel exodermis terdiri atas : (1). Terbentuknya cuticle yang tebal dan stomata yang b. tetapi kemudian epifit ini berhubungan dengan tanah melalui akarnya. (2). adaptasi khusus. D. Sel berdinding tebal yang permeable terhadap air. Sel berdinding tebal yang berlignin. beberapa epifit Artaceae jaringan putih Velamen Orchidaceae yang membentuk masif ini berdinding merupakan yang menyerap berwarna velamen. Di dalam velamen terdapat exodertnis. d. Struktur lain yang serupa dengan mesofit. 2.2. Tipe-tipe Epifit Terdapat empat tipe epifit. Epifit ini membentuk struktur dll. jaringan kehijauan higroskopis secara cepat dari atmosfir yang jenuh uap air. Protoepifit Epifit yang memperoleh makanan dari permukaan tempatnya tidak bertumpu dan atmosfir. Penampilan Anatomi a. yaitu : 1. Hemiepifit Epifit yang semula tumbuh dipermukaan tumbuhan tempatnya bertumpu. . kecuali "aerial root" dengan vilamen. parenkim berkembang baik. Dischidia. Contoh: Peperomia. untuk jaringan dari tipis disebut suatu air mengurangi kehilangan air dari tumbuhan. Epifit c. Aerial famili suatu cekung yang root" terbenam berbatang dari dan berperan sukulen.

Tillandsia. berangsur hidup tumbuhan batang Beberapa bagian bebas disebut tumbuhan yang batangnya pemanjat tumbuh dalam mati ujungnya secara hemiepifit. pembuat humus cukup besar untuk keperluannya sendiri. Daun berperan makanan. demikian Pseudoepifit. . Tank Epiphyte Epifit yang rnembentuk akar pancer yang fibrous yang berkembang baik. 4. 3.Contoh: tanah. dimana akar tersebut tidak berperan di dalam penyerapan air. bawah seperti Scindapus tapi secara dan officinalis. sebagai penyerap air dan Contoh: Nidularium. Nest Epiphyte Epifit yang mempunyai dan air kemampuan dalam jumlah untuk yang Contoh : mengumpulkan anggrek.

Bruguiera. Formasi Hutan utama di Indonesia a. Vegetasi Australia meliputi: Maluku. Sonneratia. Jenis pohon: dari laut ke darat: Avicennia. Zone Sumatera. Tanah tergenang air laut. dibawah pengaruh Kalimantan. Terpengaruh pasang surut 3. jenis meliputi: b. B. . Rhizophora. Kondisi seperti ini mengakibatkan terjadinya zone-zone vegetasi dan tipe-tipe hutan di Indonesia. Zone vegetasi hutan di Indonesia adalah: a. Araucariaceae. Tidak terpengaruh iklim 2. Lumnitzera. Tanah rendah pantai 5. Irian Jaya. Zone Barat. Nusa Tenggara. Zone jenis Peralihan. Zone Vegetasi di Indonesia Letak geografis Indonesia adalah diantara dua benua (Asia dan Australia) dan di sekitar katulistiwa. FORMASI-FORMASI HUTAN DI INDONESIA A.VIII. Tinggi pohon mencapai 30 meter 7. Verbenaceae meliputi: adalah Sulawesi. lumpur. pengaruh vegetasi dimana Asia. pasir atau tanah liat 4. dibawah dominan adalah Dipterocarpaceae Timur. dimana jenis dominan adalah Artiucariaceae dan Myrtaceae c. Myrtaceaedan. dominan dibawah Jawa pengaruh dan Asia dan dimana Australia. Tidak ada stratum tajuk 6. Xylocarpus. Hutan Payau (Mangrove) Ciri-ciri 1.

Terminalia catappa. lempung. Jenis sp. Terdapat di pantai terlindung. Calophyllum Casuarina inophyllum. Tidak terpengaruh iklim 2. Campnospernta sp. teluk/tanjung. Jenis pohon. Di pantai (tanah rendah pantai) 4. Hutan Rawa (Swamp Forest) Ciri-ciri: 1. Dyera Shorea belangeran. Tanah kering (tanah pasir. Tinggi pohon dapat mencapai 50-60m. berbatu karang) 3. Tanah rendah 5. Acanthus ilicifolius. Terutama di pantai Selatan Jawa. Dillenia sp. Terutama terdapat di Sumatera dan Kalimantan c. b. Manilkara kauki 6. 7. dan muara sungai. equisetifolia. Hutan Pantai (Beach Forest) Ciri-ciri : 1.. Tanah tergenang air tawar 3. 9. pantai Sulawesi .8. Lokasi: di belakang hutan payau 4. Acrostichum aureum. Tajuk terdiri atas beberapa strata 6. pohon. lain : Baringtonia spicata. nucifera. Pohon penuh epifit : Paku-pakuan & anggrek 5. antara lain: Baringtonia Hibiscus Cocos asiatica. Tidak terpengaruh iklim 2. tiliaceus. Gluta antara renghas. Tumbuhan bawah : Acanthus ebracteatus. pantai Barat Daya Sumatera. Pandanus spp 8.

Payena. Tanah rendah rata 4. Tanah rendah rata 4. Tanah tergenang air gambut. Berdasarkan ketinggian. Koompassia malaccensis. Terdapat di Kalimantan Tengah f. dll. Iklim selalu basah 2. .. Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) Ciri-ciri : 1. Calophyllum. Terdapat di Kalbar. Agathis borneensis. Palaquim. Campnosperma. Jenis pohon: Shorea spp. ada 3 zone. lapisan gambut ±1-20 m 3.d. Jenis pohon al: Alstonia. Dacridium. Litsea. Jambi dan Sumsel e. Iklim selalu basah 2. Anisoptera. Kalteng. Tanah kering dan macam-macam jenisnya 3. Hutan Gambut (Peat Swamp Forest) Ciri-ciri : 1. Tersebar di pedalaman pada tanah rendah rata/berbukit (< 1.000 m dpl) 4. 5. Tristania. . Dryobalanops spp. Hutan Kerangas (Heath Forest) Ciri-ciri : 1. Iklim selalu basah 2.1. Ammora. Shorea spp. Cratoxylon. Gonystylus. 5. Tanah pasir podsol 3.000 m dpi) dan pada tanah tinggi (s/d 4. Eugenia.Hutan Hujan Bawah : 2 .000 m dpl Casuarina sumatrana. Durio carinatus.

Tropika Jaya.Hutan Musim Bawah : 2 . Koompassia. Dryobalanops. Sumatera. . Hutan Altingia.1.000 m dpl Hutan Musim Bawah. Jenis pohon pada Hutan Hujan Bawah : Dipterocarpaceae Hopea.000 m dpl genera: Vatica. unmmnya jenis luruh daun.000 m dpl . Kalimantan.Satu stratum. meliputi Dipterocarpus. Octomeles pada Tengah: suku Lauraceae. Pada tanah rendah rata atau berbukit dan pada tanah tinggi 3.000-3.Hutan Hujan Atas suku Shorea. Loptospermum. castanea. Sulawesi. Ericaceae Jenis Conifer Hutan pohon Fagaceae (Quercus.000 m dpl . Magnoliaceae. ciri-cirinya : . Berdasarkan ketinggian. 5. terdapat di Ericaceae. Hujan Atas: suku (Araucaria.000-3. Tanah kering dan macam-macam jenis tanah 4.000-3. pada Hutan Hammamelidaceae. . Quercus. Iklim musim 2. rapat. lainnya: pohon Agathis. Clearia.Hutan Hujan Tengah : 1. terutama Jawa.Hutan Musim Tengah-Atas: 1. campuran. Hujan Dialium. ada 2 zone : . Genus Jenis :11. Duabanga. Hujan Dacrydium. Dyera. Hutan Musim (Monsoon Forest) Ciri-ciri : 1. Podocarpus).. Ma]uku dan Irian g. Nothofagus).Jenis pohon : Acacia leucophloea.

Jatim. . grandis digyna. Karawang. Tectona Tamarindus indica. Jateng. terdapat di: Casuarina Pinus secara junghuhniana. mozaik Cirebon diantara (Jabar). Hutan Musim Tengah . Dalbergia latifolia. Pinus Eucalyptus insularis Hutan hutan musim hujan merkusii.Caesalpinia Tetratneles.Jenis pohonnya: spp.Atas : . Nusa Tenggara.

jenis gangguan .pemukiman . Gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia (gangguan buatan).penebangan . .pemulihan (lama waktu) dampak gangguan . Jenis dan Akibat Gangguan pada Formasi Hutan 1.perladangan .dll B.hama/penyakit . GANGGUAN HUTAN A.jenis komponen lingkungan yang terganggu C.industri . Jenis Gangguan Hutan 1.kebakaran tidak terkontrol .pencemaran .kebakaran yang terjadi secara alami . Gangguan Alam .luasan akbat gangguan .gelombang pasang 2. Hutan Mangrove Jenis gangguan .longsor .abrasi .waktu gangguan terjadi .IX.gempa bumi . Intensitas Gangguan Hutan Bergantung pada: .

Acanthus sp.kehidupan satwa liar terganggu 2.industri/pertambangan .rekreasi .pemukiman .kebakaran . dll).Invasi rumput rawa (Paspalum sp. Melastoma sp (harendong) ..interusi air masim ke daratan .potensi perikanan menurun .abrasi pantai meningkat .Invasi Acrosticum aureuin. hutan pionir hutan lainnya Ploiarium coriaceum) alternifolium.industri Akibat Gangguan Hutan .penebangan . Fibrystilis sp.pencemaran . Hutan Rawa Jenis gangguan .pertanian (terutama kebun kelapa) .pemukiman .kolam penggaraman Akibat Gangguan . dan Derris sp. penggunaan komunitas tumbuhan mangrove yang sesuai dengan kondisi habitat . Campnosperma jenis-jenis . dengan hutan macaranga.hutan rawa sekunder (hutan melaleuca.sedimentasi tidak terkontrol .pertanian .tambak .

industri . palustris. Nepenthes.rekreasi Akibat Gangguan . Zoysia matrella) dan terna (Nephrolopis biserrata) .interusi air masim ke daratari/pedalaman . . 3.abrasi pantai . Selain itu terdapat juga Myrmecodia (epifit). ratoxylum Stenochlaena cochinchinense..kebakaran .seperti Alstonia Scleria sp.penebangan . Urticularia. spp. Hutan Pantai Jenis Gangguan .kebakaran Akibat Gangguan . Fhuarea involuta.penebangan .abrasi pantai meningkat 4..umumnya berupa perkebunan kelapa invasi rumput-rumputan (Ischaemum muticum.pemukiman .areal hutan menjadi savana invasi seperti herba insectivora di tempat terbuka dan pasang (tsunami) Drosera. dll.penebangan .gelombang .tanah tandus berpasir Hutan Musim Jenis Gangguan . Hutan Kerangas Jenis Gangguan .

pertanian Akibat Gangguan . Homalanthus gigantheus.. Weinmannia blumei.hutan campuran Dodonaea viscosa. Enggelhardtia spicata.hutan Casuarina junghuhniana (akibat kebakaran . Vernonia arborea.penggembalaan .hutan jati (tahan terhadap kebakaran) . .

Jika luas daratan planting (termasuk regreening/penghijauan) di luar kawasan Regeneration jenis-jenis pembinaan yang sama hutan dengan dengan jenis penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan penanaman tegakan pohon/hutan . Reforestation (Bhs.X. Tree hutan 6. PEMILIHAN JENIS POHON A. Man-made forest b. Beberapa Istilah 1. Forest plantation c. Keadaan Hutan di Indonesia Luas kawasan hutan di Indonesia meliputi lebih dari 74 % dari luas daratan. Artificial menggunakan semula 5. yaitu a. Timber Estate d. Perancis : Reboisation) adalah pembinaan dengan penanaman pada lahan yang semula berhutan dengan menggunakan jenis-jenis yang berbeda dengan jenis semula 4. Afforestation adalah penanaman jenis-jenis pohon hutan pada lahan yang belum pernah ditumbuhi pohon-pohon hutan 3. Beberapa istilah lain untuk hutan tanaman. Hutan Tanaman Industri (HTI) B. Hutan dibina Tanaman dengan adalah tegakan pohon/hutan atau yang penebaran biji/benih dengan penanaman bibit/anakan 2.

terutama hutan hujan .6 143. menurut Departemen Kehutanan seluas 64 Juta ha. Hutan produksi yg dapat dikonvsersi Luas hutan untuk konsesi HPH atau dalam proses konsesi a. Total area hutan hujan tropis b. Hutan produksi.0 30.7 juta ha pada tahun 1985.2 13. memperkirakan luas hutan Indonesia adalah 157 juta ha atau 1/2 dari total luas hutan negara-negara se Asia Tenggara termasuk. Hutan produksi: c.Indonesia 193. Total area hutan payau/rawa c.3 19. Total area hutan lainnya Karena Indonesia berbagai telah kegiatan banyak manusia.6 34.0 34.0 82. Forestry agreements Luas hutan menurut tipenya a.1. Total area hutan sekunder d.0 64. hutan konservasi alam dan hutan wisata. Luas hutan tersebut menurut fungsinya dibagi menjadi hutan hutan lindung.2 hutan di 4 5 kerusakan (deforestasi) sejak tahun 1960. konsesi b. Produksi terbatas c. 1985) 1 2 3 Total luas daratan Total luas hutan Status huutan menurut fungsi: a. mengalami 193. Luas hutan Indonesia dalam juta Ha (Departemen Kehutanan. sedangkan FAO menilai lebih luas yaitu 73 juta ha tahun 1980 dan 67.2. Tabel 1. konservasi alam dan hutan wisata c.0 30.4 52. Produksi tetap d.2 12.0 65.0 30. hutan produksi hutan (produksi produksi bahwa terbatas yang dan produksi FAO tetap) (1985) dan dapat di dikonversi seperti terlihat pada label 1. hutan lindung b.6 juta ha maka luas kawasan hutannya 143 juta ha.2 143.0 14.

saat ini (1990) yang masih utuh adalah 119.000 . Tampak bahwa laju kerusakan hutan jauh lebih tinggi daripada laju pemulihannya. Deforestasi karena perladangan berpindah diperkirakan sebesar 400. Data lain menyebutkan bahwa dari luas hutan alam di Indonesia yang sebesar 143 juta ha. Data dari Statistik Kehutanan (1987) menyebutkan bahwa luas di lahan dalam kritis kawasan pada tahun 1986/1987 ha di dan Indonesia hutan 4.000 ha/tahun sampai tahun 1985 jauh di atas rata-rata laju deforestaai di Asia Tenggara. kemudian meningkat menjadi 700.7 juta ha. Diperkirakan bahwa dari tahun 1950 1985 telah terjadi deforestasi seluas 39 Juta ha atau 1. Sedangkan realisasi reboisasi (reforestation) pada tahun 1985/1986 hanya seluas 59. Kerusakan akibat pengumpulan kayu Jawa. sisanya seluas 23.2 Juta ha yang ditargetkan selesai dalam masa .000 ha/tahun.000 ha/tahun.1 juta ha/tahun. kecuali di pulau diluar kawasan hutan 6. Land clearing karena program transmigrasi 200.060 ha.462 ha.540 bakar yang ternyata tidak begitu serius bila dibandingkan dengan total deforestasi.080.tropika di Kalimantan FAO (1985) yang telah telah banyak mengalami bahwa laju penyusutan. melaporkan deforestasi di Indonesia diperkirakan 550.910 ha dan penghijauan (afforestation) hanya seluas 200. Dalam kelestarian pembangunan rangka hutan Hutan mengurangi alam tekanan dalam (Timber terhadap hal ini Pemerintah.000 ha/tahun sampai tahun 1980. sedangkan karena pengaruh penebangan seluss 40.3 juta ha menjadi areal semak belukar dan areal bekas perladangan.000 .80. Industri Departemen Kehutanan pada tahun 1984 telah mencanangkan Tanaman Estate) seluas 6.316.000 ha/tahunn.300.

kayu energi dan keperluan pulp dan kertas. pertimbangan kondisi adalah pemilihan jenis pohon yang akan pemilihan jenis pohon adalah: Sasaran penanaman. hutan lindung.4 juta ha dan diharapkan pada waktunya akan mampu menghasilkan kayu sebanyak 90 iuta m3 setiap tahunnya. lebih Prinsip rinci umum yang yang tersebut menjadi dapab dijabarkan dalam maupun menjadi 1. hutan konservasi atau areal di luar kawasan hutan dengan kondisi bekas tebangan. padang alang-alang.8 juta sehingga luas HTI yang hams dibangun seluas 4. namun mengingat banyak aspek lingkungan yang terlibat. 2. C. baik untuk kebutuhan kayu pertukangan. tanah kosong atau lahan kritis lainnya. Tujuan penanaman.15-20 tahun. Dari luas tersebut telah ada hutan tanaman. pertimbangan pemilihan jenis pohon yang akan ditanam harus inemenuhi tiga prinsip kelayakan. balk lingkungan lahan yang akan ditanami dan persyaratan lingkungan setiap jenis yang akan ditanam Prinsip maka umum aspek yang ekologi menjadi sangat menentukan dalam keberhasilannya. misalnya hutan produksi. terutama di Jawa seluas 1. yang menyangkut tujuan akhir dari penanaman misalnya untuk tujuan konservasi tanah dan . menyangkut fungsi/status areal yang akan ditanam. balk untuk HTI ataupun kegiatan reboisasi dan penghijauan ditanam. Dasar Pemikiran Dalam Pemilihan Jenis Pemilihan Jenis merupakan salah satu kegiatan utama dalam penanaman. Salah satu masalah utama dalam pelaksanaan kegiatan penanaman. yaitu kelayakan ekologis-ekonomis dan sosial. Kegiatan ini sesungguhnya termasuk dalam praktek silvikultur.

Kayu energi : 25 m3/ha/tahuri : 35 m3/ha/tahun 5.Kayu energi persyaratan bersangkutan Dalam reboisasi di hutan lindung tujuan penanaman dititikberatkan pada aspek pengawetan tanah dan air bahan : : S . yaitu : kayu pertukangan. Kesesuaian ekologis.Kayu pertukangan : 10-30 tahun .air. 3. Kualitas kayu dan bentuk batang yang sesuai dengan .Kayu serat . kayu energi dan kebutuhan pulp dan kertas. yaitu kecocokan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan fakt. misalnya : . Daur yang (relatif) rendah. Apabila penanaman akan dilakukan di hutan produksi dengan maksud untuk memproduksi kayu (misalnya untuk pembangunan HTI) maka kriteria jenis pohon yang alcan ditanam adalah : 1.Kayu serat . Riap yang tinggi. Jenis-jenis yang khas Indonesia dengan keunggulankeunggulan tertentu 4. untuk produksi kayu atau untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya. Kayu yang bernilai tinggi dengan prospek pemasaran yang baik 2.or-i iktor ekologis lahan yang akan ditanami. Untuk tujuan produksi kayu terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan-baku induotri.20 tahun ± 5 tahun untuk jenis industri yang 6. misalnya dengan riap : . Kesesuaian tempat tumbuh 3.Kayu pertukangan : 15 m3/ha/tahun .

Sesuai dengan keadaan tanah yang kurus dan mi skin hara. Untuk daerah yang aering terbakar harus dilengkapi . Akan lebih balk apabila merupakan jenis campuran antara tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dan jenis lambat tumbuh (slow growing species) atau campuran antara jenis toleran dan setengtil. Biji atau bagian vegetatif untuk pembiakannya mudah diperoleh dan mudah disimpan. Mudah bertunas kembali. toleran terhadap naungan. Pohon-pohon yang cepat tumbuh sehingga secepat mungkin menutup tanah dan mengurangi bahaya banjir dan erosi. 6. 5.(hiroorologi). Pohon-pohon Untuk yang itu pemllihan utamanya jenis tumbuh pohon cepat diutamakan yang mempunyai persyaratan : perakaran kedalam tanah dan mempunyai susunan akar permukaan yang berkembang dengan kuat dan intensif. 2. lahan terbuka aeperti kritis persyaratan di tempat Jadi terbuka padang jenis di alang-alang yang bawah akan sinar pohon tanah-tanah Mampu tumbuh ditanam adalah sebagai berikut : matahari penuh. 3. 3. termasuk jenis-jenis intoleran dan pionir. 2. serta tahan kekeringan. Mampu bersaing dengan alang-alang dan gulma lainnya. Untuk dan 1. Hutan lindung yang terdapat di daerah yang curah hujannya hujannya tinggi rendah dipilih dipilih jenis-jenis jenis pohon yang yang penguapannya tinggi sebaliknya di daerah yang curah penguapannya kecil. 1. bila terbakar atau dipangkas 4. Jadi dipilih yang cepat tumbuh tingginya dan agresif.

karena bermanfaat. Khusus syarat sehingga jalur isolasi (misalnya jaur hijau/sekat atau dengan dan dengan jenis-jenis yang tahan api untuk harus penghijauan. menanam merangsang mereka memeliharanya. disenangi ditambah untuk lagi jenis yang mudah tumbuh setelah terbakar. jenis Apabila di daerah dapat ini banyak pohon komersial dilakukan tindakan penanaman perkayaan (enrichment planting) dan pembebasan permudaan dari tumbuhan pengganggu (gulma). Areal penanaman adalah areal yang kosong akan permudaan yang luasnya mengelompok tidak kurang dari 1 ha. sedangkan Jenis untuk komersial penanaman terbuka dipilih jenis komersial yang suka cahaya atau jenis pioner. adalah pada keberhasilan telah ekologis. D.dengan bakar) 7. Persyaratan Ekologis Faktor menunjang seperti persyaratan yang yang tidak kalah pentingnya hutan atas. Pada areal semak belukar (hutan sekunder muda) dipilih jenis-jenis yang waktu muda memerlukan naungan (setengah permudaan toleran). Pada areal bekas tebangan sesuai dengan pedoman TPTI areal untuk adalah (1993) yang dilaksanakan atau alamnya penanaman kurang Jenis pohon yang yang dan yang perkayaan pada arealbertujuan penyebaran dipilih dan di areal dominan (enrichment planting) permudaan Jenis toleran rehabilitasi memper-baiki jenis-jenis komposisi pohon permudaan bersifat niagawi. pembangunan disinggung Persyaratan . ekologis di didalam tanaman. oleh rakyat/masyarakat.

dasarnya adalah mengkombinasinakan antara persyaratan ekologis jenis terpilih dengan faktor-faktor ekologis lahan yang akan ditanami. (2) tanah (sifat fisik. 1. kimia. Jenis-jenis terpilih pertamatama harus sesuai dengan keadaan ekologi tempat tumbuh yang baru atau jenis yang berasal dfiri tempat yang keadaan iklim dan tanahnya serupa atau mendekati sama dengan di tempat yang baru. Apabila terpaksa didatangkan jenis dari luar atau jenis asing (jenis-jenis exot) baik dari luar daerah atau luar pulau jenis-jenis tersebut harus mempunyai persyaratan tumbuh tempat tumbuh akan yang sama dengan atau tempat mampu lahan yang ditaiiami menyesuaikan diri iklim dan lingkungan hidup yang baru. harua diperhatikan menjadi tolok ukur faktor lingkungan (keadaan ekologis) dalam pemelihan jenis adalah : (1) iklim (curah hujan. menentukan pertumbuhan adalah curah . suhu). Jika mendatangkan jenis asing sebaiknya Komponen yang utama berasal yang dari daerah tropik. gangguan binatang dan sebagainya). dan seperti dari Afrika. keasaman). Jawaban yang paling tepat untuk hal itu bfialah jenis asli. Amerika. (jasad seperti mikoriza. dan Asia tropik. Iklim Setiap jenis pohon mempunyai persyaratan tumbuh sesuai dengan kondisi iklimnya. karena jenis-jenis asli setempat adalah jenis terbaik yang sudah beradaptasi dalam waktu cukup lama dan sudah teruji kemampuaannya menghsdapi gangguan dan hambatan tumbuh dari alam. pohon Unsur iklim yang hujan. (3) ketinggian biotik dari permukaan renik laut. Oleh kareria itu. dan (4) lingkungan kebakaran.

Berdasarkan jumlah curah hujan serta jumlah bulan-bulan basah tipe dan iklim bulan-bulan basah kering ini pula A) Schmidt dan ferguson telah membuat klasisifikasi tipe iklim dari (tipe iklim sampai daerah kering/padang pasir (H). sedangkan Gelam (Melaleuca leucadendron) dapat tumbuh pada tanah gambut rusak yang kerkadar pirit tinggi dan sangat beracun bagi tumbuhan lain. berbeda-beda satu jenis Ketinggain ketinggian berkaitan Pemilihan ketinggian dengan suhu dan tekanan udara yang berbeda-beda dari ketinggian pohon sebaiknya memenuhi kisaran tempat ini. sementara Ramin (Gonystylus bancanus) justru tumbuh dominan pada tanah pohon gambut Bakau yang kesuburannya spp. 3. Tinggi Tempat Setiap tumbuh jenis pohon juga mempunyai tempat persyaratan permukaan yang berdasarkan selang pula. 2. ke ketinggian tolerasi dari laut. yang kurus. . Jati Kadang-kadang (Tectona ada jenis yang memerlukan unsur hara tertentu agar dapat Seperti grandis) dapat tumbuh baik pada tanah berkapur yang bersifat alkalis. Tanah Setiap jenis pohon memerlukan tingkat kesuburan tanah yang berbeda-beda mulai dari tanah subur sampai tahan tumbuh terhadap dengan tanah balk. mulai dari pinggir pantai sampai pegunungan dan mempunyai terhadap tempat yang ketinggian ini lain. Sementara jenis-jenis (Rhizophora tumbuh baik pada tanah yang salinitasnya (kadar garam) tinggi.) sangat rendah dan mempunyai pH yang sangat rendah pula.

2. ada yang terhadap naungan selama pertumbuhan dan ada yang sewaktu muda perlu naungan tetapi setelah dewasa perlu cahaya penuh. Dampak terhadap positif dan negatif yang akan ditimbulkan baik dampak sosial-ekonomi maupun dampak terhadap faktor-faktor lingkungan 4. Kebutuhan Cahaya Setiap penuh selama jenis pohon ada yang memerlukan tahan cahaya pertumbuhan. 3. Kesarangan Tanah Kesarangan air atau tanah ini dengan gambut Setiap terutama baik dan jenis adalah kondisi drainase jelas tanah dalam hubungannya dengan tergenang tidaknya oleh berhubungan tanah jelek. Penguasaan terhadap silvikultur jenis terpilih 6. Cukup tersedia biji bermutu baik (unggul) dari sumber yang kualitasnya terjamin 5. penyakit dan kebakaran. buruknya tanah tanah. Biaya pembangunan tanaman dan manajemennya. atu sering disebut pohon intoleran. Mampu berintegarasi dengan penggunaan lahan lain.4. Pada tanah-tanah yang jenuh dengan air seperti tanah rawa. terutama sari 7. Kewaspadaan teerhadap serangan hama. payau berdrainase Selain mendapatkan adalah : 1. hal-hal perhatian diatas dalam hal pemelihan . Mudah diremajakan/regenerasi dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat setempat misalnya dengan sistem tumpang mempunyai lain toleransi yang perlu jenis pohon sendiri-sendiri terhadap kondisi tanah tersebut. 5. pohon toleran dan pohon setengah toleran (semi toleran).

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Jenis Acacia auriculiformis Acacia decurens Acacia catechu Agathis boornensis Agathis labillardieri Agathis lorantifolia Albizia falcataria Albizia lebbeck Altingia excelsa Anthocephalus cadamba Cassia siamea Castamea javanica Casuarina equisetifolia Casuarinas junghuhniana Dalbergia latifollia Dalbergia sisso Dryobalanops aromatica Eucalyptus alba Eucalyptus alba Subspec. 5 6. 8.D B.C B.D A. 4.C.C.D B.D A.C. 1 2.B.C. platyphylla Eucalyptus deglupta Eucalyptus grandis Eucalyptus salina Eucalyptus umbellata Gmelina arborea Lagerstomia speciosa Maesopsis eminii Melalueca leucadendron Pinus caribaea Pinus insularis Pinus khasya Pinus merkusii Podocarpus imbricatus Pterospermum javanicum Santalum album Schimaa noronhae Tipe Hujan C.C.D A C.B A.D B.C.D B.B A.C.B.D C.C A.D A.C C.B.C.C.C B.C.B C.D B.D A. 3. 9.D B.D A A.B.D C.B.B.B.Tabel Hubungan antara jenis-jenis pohon dengan keadaan ekologis (Soerianegara dan Indrawan. 1998) No.D D A.B Kebutuhan Cahaya Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Semitoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Toleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Intoleran Semitoleran Intoleran Intoleran Toleran Ketinggian (mdpl) 0-800 1000-2000 0-800 0-400 0-800 400-1200 0-1200 0-800 600-1600 0-1200 0-800 300-1600 0-400 400-1200 0-800 0-800 0-400 0-800 0-800 800-1200 800-1200 800-1200 0-800 0-400 400-1200 0-400 0-800 800-1200 800-1200 200-1700 1200 0-400 0-800 800-1200 Keadaan Tanah Kedalaman Toleran terhadap tanah dangkal Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membuthhkan tanah dalam Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membtuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Toleran pada tanah dangkal Toleran terhadap tanah dangkal Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Toleran pada tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Kesuburan Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kkurus Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur Toleran terhadap tanah kurus Tidak diketahui Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Membutuhkan tanah subur .D A.B.D A.C B.D A A.C C.D A.B.C.D C.C.B A. 7.

2 17 9.D A.6 (II) 21.9 25.36 37 38 39 40 Swietenia macrophylla Swietenia mahagoni Shorea javanica Shorea leprosula Tectona grandis B. 19. rotasi dan asalnya (Manan.4 44-50 20 24 26.9 22. Daftar jenis pohon.4 24.7 (I) 16.9 (III)*) 10. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Jenis Pinus merkusii Agathis lorantifolia Araucaria cunninghamii Araucaria klinki Tectona grandis Swietenia macrophylla Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Paraserianthes falcataria Anthocephalus cadamba Acacia auriculiformis Altingia excelsa Eucalyptus deglupta Shorea javanica Pinus caribaea Maesopsis eminii Gmelina arborea Riap (m3/ha/th) 19.8 16..9(IV) 12.5 24.7 10 37.4 27.D C.0 13-34 10-30 35 Rotasi (th) 15 25 25 50 34 9.B. riap.B.9-17.C C.C.C A.) No.2 7.5 (III) 16 23.D Toleran Toleran Semitoleran Semitoleran intoleran 0-800 0-800 0-400 0-400 0-800 Membutuhkan tanah dalam Membutuhkan tanah dalam Tidak diketahui Tidak diketahui Membutuhkan tanah dalam Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Toleran terhadap tanah kurus Tabel 1.5 60 60 50 50 50 15 40 8 5 8 5 10 20 17 100 9 30 7 10 11 7 Asal Sumut Jawa Australia tropic Irian jaya Jawa Jawa Jateng Jateng Filipina Maluku Malaysia barat .7-24.5 6-8 23.

regosa. falcataria Tusam Pinus merkusii Leda Eucalyptus deglupta Mahoni Swietenia macrophylla Sonokeling Dalbergia latifolia Kayu Pulp Pinus merkusii Tusam Anthocephalus cadamba Jabon Eucalyptus deglupta Leda P.9 35-65 - 30 15 30 25 30 25 10-15 10 10 10 10 15 15 30 30 30 30 30 30 10 5 10 5 10 4-10 20 - B C. II A.S. S.qibbosa. C . hoplifolia Agathis lorantifolia Pilau Duabanga moluccana Kayu mas Dipterocarpus spp Keruing Peronema canescens Sungkai Kayu Pulp Acacia mangium Lamtoro Leucaena leucocephala Eucalyptus urophylla Kayu Energi Leucaena leucocephala Lamtoro Eucalyptus urophylla Acacia mangium Pterocarpus sp. pinnata.facuetiana.Tabel Kriteria prioritas dan penentuan jenis untuk hutan tanaman industry di Dataran rendah (Al rasjid. merah oavlis. sandakanensis S. S. B.S.9 25 20 25 20 13. S.8-43.9 20 20 20 25 20 20 43. S. S.accumatissia. M. 26 45 16 20 14 20. S. falcataria Sengon Sesbania grandiflora Turi Kayu Energi Acacia auriculiformis Akor P. M.3 18 12 17 38 23 45 18. lamellate. M. S. falcataria Sengon Dalbergia latifolia Sonokeling Siap dikembangkan dengan penelitian Kayu Pertukangan Shorea leprosula. A. Shorea hoplifolia Shorea gysberstiana. kuning S. collaris S. Tengkawang compressa. Putih bracteolate. S. 1984) Jenis Pohon Nama Daerah Nama Latin Siap Dikembangkan Kayu Pertukangan Tengkawang Shorea stenoptera Sengon P. virescens. Angsana Calliandra calothyrsus Kaliandra Glirisida maculata Gamal Peronema canescens Sungkai Azadirachta indica Mimba Cassia slamea Johar Casuarina equisetifolia Cemara laut Riap (m3/ha) Daur (th) I.

falcataria Antocephalus cadamba Artocarpus sp Anacardium occidentale Calliandra calothyrsus Ceiba petandra Casuarina equisetifolia Cassia siamea Cocos nucifera Dalbergia latifolia Dalbergia sisso Eucalyptus sp.34 0.84 0.94 0.69 0.01 0.67 0.67 0. dalam berat jenis dan kelas kayu bakar (KKB) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama Daerah Kasia Akasia Kelampis Rasamala Sengon Jabon Terap Jambu mete Kaliandra Kapuk Cemara Johar Kelapa Sonokeling Siso Hue Gamal Bamboo tali Kemlandingan Lamtoro Mangga Gelam Rambutan Angsana Jambu biji Kesambi Mahoni Puspa Turi Asam Jati Laban Nama Latin Acacia auriculiformis Acacia decurrens Acacia tomentosa Altingia excelsa P.42 0. Melaleuca leucadendron Nephelium lappaceum Pterocarpus indicus Psidium guajava Schleira oleosa Swietenia macrophylla Schima noronhae Sesbania grandiflora Tamarindus indica Tectona grandis Vitex pubescens Berat Jenis 0.82 1.16 0. Gliricidia maculata Gigantochloa apus Leucaena glauca Leucaena leuococeppala Mangifera spp.81 0.70 0.Tabel Kalori dari beberapa jenis kayu bakar.94 0.72 0.88 KKB III III II V V III I I II I III III II III II Kalori 4907 4462 4433 4862 4664 4731 4449 4369 4617 4294 5041 4483 4690 4722 4481 4721 4548 4407 4464 4533 4494 4676 4580 4329 4408 4459 4936 4773 4568 4829 5155 5218 .

Paraserianthes falcataria. h. Anthocephalus chinensis. Bambussa sp. q. Kayu Pertukangan a. Hutan Konservasi a. . b. n.. r. S. Pterocarpus indicus. A. pinanga. v. S. Dryobalanops aromatica. f. Gonystilus bancanus. c. Pulp dan Rayon a. i. Altingia excelsa. Artocarpus integra 3.. leprosula. k. 1992) A. j. Tectona grandis. Gonystilus bancanus. h. i. m. b. 2. Agathis lorantifolia. Schima bancana. p. Quercus sp. e. g. i. n. Eucalyptus urophylla. urophylla. Antidesma bunius. e. Schima noronhae. j. h. d. c. Acacia mangium e. h. A. b. Aleurites inaluccana. Shorea acuminatisima . Dipterocarpus lowii. Eucalyptus deglupta. parvifolia. Arenga pinnata. Untuk Rehabilitasi lahan kritis 1. Mangifera sp. c. j. d. d. h. g. h. Swietenia macrophylla.. Eugenia sp. b. . Dalbergia latifolia. Lagers trosnia sp. S. k. Hutan Produksi a. Araucaria ciminghamii . B. c. Dryobalanopa aromatica. f. g. decurrens. Parkia speciosa. d. c. Parashorea sp. g. g. Pinus merkusli. b. Adenanthera pavonin e. Shorea sp. Tamarindus indloa. Gosampinus heptaph. Paraserianthes falcataria C. u. Santalum album. Pterocarpus indicus.Daftar nama jenis pohon untuk ditanam bagi berbagai tujuan (manan dalam Departemen Kehutanan. E. i. Acacia mangium. hamii. Canarium sp. Agathis borneensis. m. e. Gnetum gnemon. t. Cassia siamea. Peronema canescens. Pinus merkusii b. Peronema canescens. o. Anacardium occidentale. Diospyros celebica. Durio sp. Dipterocarpus sp. c. i. d. Tectona grandis. Untuk Areal Bekas Tebangan HPH a. Pometia pinnata. 2. g. Acacia decurrens.. . f. Shorea zeylanica. Schima wallchii. Hutan Lindung a. e. j. Diospyros celebica. Eucalyptus deglupta. s. Pinus merkusii j. Acacia mangiiun. l. .. Swietenia macrophylla. f. Melaleuca leucadendron. Artocarpus Integra. l. Untuk Hutan Tanaman Industri 1. Eucalyptus deglupta. Durio zibethinus. d. f. Ficus benjamina . f. Eucalyptus deglupta. Shorea atenoptera.. k. Duabanga maluccana.

Casuarina mqntana (Jatim. Dalbergia latilolia. (Afrika Tropik) m.. (Amerika Tropik) g. Peronema can&scens (Sumsel. Agathia boorneenis (Sampit) e. Leucaena leucocephala. j. NT. Priangan) i. g. Subah) v. kayu Mewah/Indah dan Rot a. Kayu Energi/Kayu Bakar a. Santalum album (Timor) . Gonystilus bancanus. Thailand) i. Calliandra spp (Guatemala) h. Eucalyptus spp. Maniikara kauki. Altingia excelsa (Bukit Barisan. b. Gmelina arborea (India. Duabanga moluccana. Swletenia macrophylla (Amerika Tengah) f. j. Burma. Agathis iorantifolia (Maluku) d. f. Leucaena leucocephalus (Amerika Tengah) k. f. e. (Taiwan. Kalimantan) u. Acacia mangium. e. Macadamia hildebrandii (Sulawesi) q. Calliandra calothyrsus. b. Sesbania grandifolia. i. Acacia auriculiformis. g. Podocarpuf imbricatus (Jawa) r. Dalbergia latifolia (India) e. d. Pinus caribeae (Honduras) b. Timor) g. h. Glirisidia sepium. Paulownia spp. 4. Khaya spp. Pinus merkusii (Aceh. Paraseriantes falcataria (Maluku) f. junghuniana. i. Muna) c. c. Maesopsis eminii (Afrika Tropik) l. c. Guatemala) c. Rhizophora sp. Shorea leprosula (Sumatera. Wetar. l. C. Ochroma lagopus (Amerika tropik) Daftar jenis asli Indonesia yang mudah dibudidayakan a. k. Pericopsis moniana. Diospyros celebica. Anthocephalus cadamba (Kepulauan Indonesia) h. Myanmar) d. Finns oocarpa (Mexico. Gliricidia spp. Casuarina equsetifolia (daerah pantai Indonesia) o. Eucalyptus deglugta (Sulawesi) n.3. d. Pometia pinnata Daftar Jenis asing yang mudah beradaptasi dan asalnya a. Santalum album. Eucalyptus alba (Timor) t. Sulawesi) p. (Australia) n. Eucalyptus urophylla. Calamus sp. Tectona erandis (Jatim. Acacia duurrens (Australia) o. Tapanuli) b. Fragraea fragrans (Sumatera) s. Gmelina arborea. Jepang) j. h. Shorea javanica (Sumsel. Dyospyros celebica (Sulawesi) l. Schima noronhae (Jabar) j. Manilkara kauki (Ball) m. Tapanuli. Casuarina equisetifolia. Kalsel) k. Eusideroxylon zwageri. Nusa Tenggara. Pinus kesiya/insularis (Filipina. Dracontomelon mangifera. Aleurithes moluccana (Jawa.

Aspek lain dari biologi reproduksi hutan ini (termasuk pembentukan semaian) terdapat sejumlah peningkatan yang sama dalam interaksi biotik yang tampak pada penyerbukan dan penyebaran benih. bab ini akan berisi sebuah pertimbangan mengenai penyerbukan dan penyebaran benih. dimana individu spesies atau kelompok spesies lebih menjadi bahari pertimbangan daripada ekosistem. dengan penyerbukan tumbuhan oleh kelelawar. Asia dan Afrika. hal ini baru dicobakan pada sejumlah kecil penelitian hutan tropis Amerika. Meskipun demikian. pada jarak tertentu dari tanaman induk (Van der Pijl. Janzen. 1975). BIOLOGI REPRODUKSI TUMBUHAN DI HUTAN TROPIS PENDAHULUAN Penyerbukan pohon-pohon hutan. liana dan tanaman merambat. Demikian juga. bagaimanapun. di bawah/dalam berbagai pokok bahasan yang beragam. Oleh karena itu pertimbangan reproduksi dari sebuah ekosistem haruslah menjadi tujuan akhir kita (Baker.XI. Namun. 1979}. penyerbukan angin jarang {tidak biasa} sebagai mekanisme seleksi (Whitehead. epifita. Juga. penyebaran benih/biji oleh angin lebih jarang daripada penyebaran biji oleh burung dan mamalia yang setelah memakan daging buahnya lalu membuang bijinya lewat muntahan atau kotoran. 1974. sintesis dan uraian tentang sifat-sifat yang muncul ketika kita berpindah dari tingkat individu menuju suatu penanganan ekosistem yang holistik (menyeluruh) untuk sebagian besar belum mungkin diperoieh. Laporan ini tidak akan merujuk pada semua kepustakaan tentang individu spesies yang ada. karena topik ini terpencar pada berbagai jurnal/majalah yang sebagiannya sulit didapat. sebaliknya dari banyak formasi hutan temperate. 1969. 1979). di bawah masing-masing rubrik akan . semak belukar dan herba pada hutan tropis melibatkan semua antar hubungan yang biasa antara tanaman dengan hewan antopilus yang tampak pada daerah-daerah temperate (beriklim sedang). Oleh karena itu. 1969) dan penyerbukan diri sendiri tampaknya kurang umum daripada penyerbukan silang (Bawa.

1979).1% untuk Endospermum (Dalbergia malaccensis) (Fabaceae. Mimosoideae) yang tumbuh pada tanah basah di Finca La Selva. bertunas (Richards. Strangler figs terkenal. Kadang-kadang pohon yang runtuh masih berhubungan sebagian dengan sistem akamya. tanah 1975. pers. sejenis gulma seperti beberapa pohon lainnya yang mulai pembentukkannya sebagai epifit. sering dari hutan Amerika Tengah yang sangat penulis kenal. masih tertanam pada tanah dan "pohon-pohon" baru (rarnets) akan bertumbuh dari tunas yang tertidur/terhenti sepanjang batang pohon yang melintang. Hal yang kurang jelas adalah kapasitas bawah beberapa atau pohon sistem untuk akar 1978). Costa Rica (H.obs. 1972. Tanaman palma. kelelawar. dan pada hutan-hutan kering sekurang-kurangnya selama musim hujan. tangkai/batang Schnell. Kedua dari 1952. dimana biasanya tidak mempunyai alat reproduksi . berkembang biak dengan biji yang dibawa oleh burung.Baker. Distribusi semaian tersebut dan anak pohon yang tumbuh darinya telah menjadi subyek/bahan diskusi yang sunggun-sungguh dan beberapa penemuan (kepustakaan diringkas oleh Hubbel.1978).diupayakan bahasan yang menyeluruh. 1970.:Hartshorn. Hartshorn. 1978). REPRODUKSI BENIH DAN PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF Pohon-pohon dan palma Kadang-kadang proporsi benih yang dapat terus hidup yang dihasilkan oleh sebuah pohon hutan tropis ternyata amat rendah [misalnya: 0. Faboideae) dan Vemnonia arborea (Asteraceae) (Ng dalam Whitniore. mekanisme reproduksi mungkin penting dalam menjembatani perbedaan pertunasan pohon dari tangkai/bawah tanah atau sistem akar.Janzen.G. atau mamalia "nonvolant" ke cabang-cabang pohon korbannya. Sebuah contoh dibenkan oleh Pentaclethra macroloba (Fabaceae. Namun demikian. ilustrasi dengan contoh juga diberikan. semaian dari pohon-pohon sering terlihat di lantai-lantai hutan basah pada sebagian besar waktu dalam setahun.

Semak Belukar.b). 1970). Contoh-contoh . vegetatif "air-layering" (Macrolobium) Scaphopetalum Faboidea) (Sterculiaceae) {Longman dan Jenik. diikuti oleh produksi "caryopsis" yang sangat banyak. dapat berkembang biak dengan cara vegetatif (Shnell.vegetatif maka tiap generasi harus berkembang biak dengan benih. rhizoma yang luas dan pertumbuhan tunas udara dapat menghasilkan suatu semak belukar yang sulit diternbus. Rumput yang terlalu besar tersebut adatah "monocarpic" (semelparous). Satu penelitian (Ng. berpesta dengannya dan mengembangkan populasi besar. Janzen. Janzen (1976b) menganggap lambatnya pembentukan bunga ini kurang lebih sinkron (selaras/serernpak) pada sebuah spesies. Pohon Pakis dan Bambu Bagi biji/benih kebanyakan jelas semak belukar daiam di hutan tropis. Usia pertama kali berbunga untuk pohon-pohon hutan tropis belum banyak diketahui. 1966) terhadap Dipterocarpa yang dicangkok memperlihatkan bahwa banyak pohon tersebut mulai berbunga dan berbiji sebelum berumur 30 tahun. Pohon pakis. 1966b. keadaannya benar-benar berbeda. sehingga sebuah penyesuaian yang memungkinkan untuk pembentukan dan penyebaran buah-buahan berbiji tunggal sebelum pemangsa biji dapat menemukan mereka. Selama waktu tersebut. 1976a. 1974). dengan suatu periode waktu pertumbuhan vegetatif sebelum berbunga. Biasanya tanaman ini mati setelah berbunga dan berbuah dan akan digantikan oleh semaian. cabang/tangkai akan berkembang. spesies dikotiledon dapat membentuk udara) semak pada belukar dari dan Anthonota yang besar melalui (lapisan amoenum macrophylla perkembangbiakan seperti {Fabaceae. Rhizoma dan pembentukan tunas baru dari akar samping lebih jarang dibandingkan pada hutan temperate. yang dapat berlangsung sampai 120 tahun pada Phyllostachys bambusoides (McClure. Di hutan-hutan Afrika Barat. Mengenai bambu. Meski produksi banyak penting perkembangbiakan.

. Meskipun demikian. Reproduksi melalui epifit secara karakteristik disempurnakan oleh produksi biji yang amat kecil dalam jumlah yang amat besar {misainya Piperaceae. rendah maka 1975). dll} tetapi juga bagi pohon-pohonn semak belukar epifit [(misainya spesies dari Clusia (Hepericaceae) dan Blakea (Melastomataceae)]. bromeliads. Tanaman rambat dan liana lain dapat berkecambah di darat dan mernbuat jalan tumbuh ke atas (Richards. Hal ini tidak hanya berlaku pada epifit herbaceous yang terkenal (anggrek. dalam pembenlukan merambat diperlukan pembentukan biji berlebih-lebihan. Longman dan Jenik. (Janzen.juga dapat diberikan untuk tiap-tiap benua. karena habitatnya alami. Orchidaceae. tunas atau akar bisa turun ke tanah. dan lainnya) dan hemiparasit {mistletoes. 1975). Tanaman merambat dan Liana Seperti pohon ara pencekik. Epifit dan Parasif Tanqkai Epifit. dil) yang dapat disebarkan oleh angin atau. Dari asal udara ini. 1970. Ini salah satu alasan keberhasilan hutart rumput buatan penggunaan di wilayah tanaman tropika merambat Amerika di dan pinggiran padang Australia neotropis -Fabaceaedalam pembentukan (Baker. Whitmore. tanaman merambat dan liana dapat berkembang biak melalui biji yang berkecambah pada sebuah cabang atau batang sebuah pohon yang akhirya akan jadi penyokongnya. 1978b). lebih sering lagi oleh burung dan mamalia yang menelan biji dan kemudian memuntahkan atau membuang kotorannya tepat pada cabang pohon yang menjadi inangnya. membatasi reproduksi biji atau spora. Bromeliaceae. Schnell. pteridophytes. 1974. 1952. pohon rambat dan liana yang telah jadi dapat ditumbuhkan kembali melalui pembentukan tunas dari tunas yang dorman. Oleh karena pohon tingkat yang keberhasilan dan liana yang ini.

vegetatif di sini. 1977. 1959. dll)] Pada intensitas pencahayaan lantai hutan yang rendah. perkembangbiakan dan penyebaran vegefatif melalui pertumbuhan Heiiconia rhizomata merupakan Caiathea hal yang umum. Marantaceae tidak epifit hampir . Soepadmo dan Eow. Bawa dan Opler. Tomlinson. 1974. tentang Liana tanaman dan hutan. Zingiber (Zingiberaceae. 1974. 1948). Styles. 1972. Sebaliknya. ditetiti. Hanya Purseglove. 1978). 1976. Baker. Simmonds. kejadian bersama benangsari dan putik hampir tidak dikenal (Bullock. 1969. dan 1976). 1969. di pedalaman hutan. 1940. 1976.Herba_dan Parasitakar Peluang bagi pembentukan bunga dan penyebaran biji oleh tanaman herba dari lantai hutan yang matang secara khas terjadi bilamana sebuah pohon tumbang meningkatkan iluminasi di tingkat dasar/tanah. anggota-anggota pada yang reproduksi termasuk Balanophoraceae merupakan parasit obligat pada akar-akar Perhatian/penekanan sanguinea dari Afrika. data perkebunan Baker. 1975. (Marantaceae). Styles dan Khosla. sehingga perkembangbiakan itu harus secara eksklusif dengan cara vegetatif.comm. mernpunyai paleotropis. pers. Bawa. Ashton. oleh karena pada kasus parasit akar Thonianningia dioecious. kecuali pemah (J. Isu/masalah utama dalam pembahasan sistem perkawinan tanaman tropis adalah peran masing-masing dari inbreeding (perkawinan sejenis) dan outbreeding (perkawinan antar tanaman 1968. sebuah keuntungan. saprofit Terutama tanaman dan parasit untuk kayu. 1976. [(misalnya (Musaceae). REPRODUKSI BIJI/BENIH SISTEM PERKAWINAN Riset mengenai sistem perkawinan pada tanaman hutan tropis dipusatkan terutama pada pohon-pohon dan belukar hutan {East. Penerangan oleh manusia juga memberikan fungsi persiapan yang sama. 1977) dan sebagian sedikit Heliconia (Kennedy. (Ferwerder herba 1979) dan Wit.Kress.

Sebuah spesies yang self-incompatible dapat menyediakan bisa sama Jadi kebanyakan dengan jelas bijinya melalui yang penyerbukan genetik silang. Bawa. Ashton. 1969.jenis) pada hutan dan dampaknya pembentukan populasi yang berbeda dan khusus. 1977a. faktor pada berkaitan hutan 1976. (Baker. ratusan sebuah bunga pohon yang besar terbuka Hampir di hutan siap sernua dapat tamu mengandung kedatangan menunggu perkawinan sejumlah secara yang sejenis jika dilakukan antar tanaman yang memiliki asal sama. kepada akibat bunga perpindahan lainnya sel sari tepung telur dari sari bunga dari yang ke satu bunga pada tanaman yang sama (sebagai Autogamy. Geitonogamy.1977. dengan perilaku penyerbukan dan seleksinya mungkin penting evolusi (Bawa sistem dan perkawinan 1975. pada saat yang sama. Sebagai akibatnya. 1959. Fedorov. tujuan dari kebanyakan penelitian adalah untuk menentukan apakah tanaman hutan silang. 1980. Opler.b. kebanyakan Bawa. Di pihak lain. pada penyerbukan akibat tepung belakangan) merupakan perpindahan pergerakan penyerbuk. harus ditekankan bahwa perkawinan silang yang dalam tropis 1981).1976). 1974. "anther" "stigma" . Namun demikian. 1966. Frankie Janzen. tersebut hal melakukan atau ini "selffertilisasi/penyerbukan fertilisasi/penyerbukan berbeda saja dari penentuan incompatible". penyerbuk potensial. Bawa dan Beach. 1981. apakah tropis sendiri Perlu tanaman dicatat. Geitonogamy dan Autogamy Tingkat penyerbukan sendiri atau silang pada tanaman Zoophilus lergantung pada sebagian besarnya dari aktivitas pencarian makanan para penyerbuk (polinator) dimana perilaku tersebut dipengamhi oleh variasi menurut ruang dan waktu dari bunga (nektar/tepung). (penyerbuk) yang datang pada sebuah pohon tertentu akan menemui banyak bunga sebelum meninggalkan pohon tersebut.. Beach. pohon-pohon et al.

penyerbukan 1977). Gan dkk. kecuali untuk kasus yang jarang dimana bagian mahkota yang berbeda dari sebuah pohon dapat berbeda secara dan genetik putik melalui mutasi somatik (Bawa. tergantung dari pengaruh iklim dan ketersediaan penyerbuk. Euphorbiaceae "outcrossing" produksi dan terpisah benangsari bunga pada pohon yang sama (seperti pada banyak Meliaceae. Monoecism. ketersediaan penyerbuk. 1974. Cordiaalliodora (Boraginaceae). dan pada waktu yang sama (Bawa. akibat dari geitonomi atau autogami sama. diikuti oleh fertilisasi dapat terjadi dengan atau tanpa bantuan penyerbuk pada pohon tersebut. Tetapi. Meskipun banyak pohon-pohon hutan tropis mempunyai sendiri). Outcrossinq outcrossing Pada bunga besar dari beberapa pohon Bombacaceae 1: Mekanisme fisik dan waktu penyebab . Arecaceae). zibethinus (Bombacaceae)] Luas dan juga fertilisasi pada terbang sendiri dan silang mungkin tertentu akibatnya. 1979). (1970). yang sama.bunga yang sama. Soepadmo Eow (1977). dkk. (1965). dan Valmajor dkk. dan selfincompatibility ini bisa dan tidak silang diri (ketidakcocokan oleh mungkin terjadi mencukupi. Secara genetik.. geitonomi dan autogami hanya bisa muncui juka fungsi dari tepung sendiri pada stigma (putik) dicegah oleh suatu mekanisrne dalam karena pada self diri itu pohon incompatibilitas. individu Baker populasi dan [cf. terdapat laporan-laporan yang yang bertentangan menyatakan atau tentang hal terjadinya ini dapat Opler dan sistem perkawinan antara untuk Durio juga daiam bagi bahwa bervariasi (1076a. Bagi beberapa spesies pohon.. pohon-pohon Sebagai wilayah kebanyakan pohon-pohon hutan suiit diukur besarnya/luasnya "outcrassing" (persilangan luar). luar) memajukan/meningkatkan namun masih membuka (persilangan kemungkinan dari geitonomi.

pers. Hymenaea courbaril (Caesalpinioideae).). Protandri khususnya terkenal pada Fabaceae.. mendorong untuk dengan style seperti serangga putik "protandrous" memanjang/terulur membelah dan "anthesis". Pemisahan secara fisik putik teknik/sebuah penyerbukan contoh silang pada meningkatkan lain. dan yang dimaksud (secara adalah kelelawar burung kolibri (Baker dkk. style uncoiled dan tersajilah sebuah putik yang siap (G. tidak yang ada sama sinkronisasi sehingga tetap antara bunga-bunga autogamy pada meskipun geitogamy dimungkinkan. putik terletak begitu jauh dari benang sari pada sekuntum bunga yang mekar sehingga tepung sari tidak dapat disimpan/diletakkan padanya tanpa pertolongan acuminata. menjadi reseptif (siap) terhadap serbuk sari yang dibawa dari tempat lain (Baker. kesediaan pada putik (protandry) atau sebaliknya (protogyny). Frankie. 1971). kemungkinan contoh (atau geitonogarni) dan dapat sesuai bagi banyak pohontropis Sebuh bagus dari herkogami tumbuhan rambat dapat diperoleh Gliriosa superba (Liliaceae). Kemudian pada waktu malam. . Obs. Belakangan. Pelepasan oleh benangsari dan penerimaan oleh putik dapat dibagi menurut waktu (dichogamy): pelepasan tepung sari mendahului Jadi. sari sebuah pengisap (piston) antara benang sari yang diketahui serbuk disajikan sari telah pendatang pada putik yang tidak reseptif (siap menerima). 1958). berbeda.W. Dimana protandri melibatkan secara relatif bunga-bunga besar di situ bisa biasanya pohon dicegah. benangsari herkogamy) pohon binatang binatang dari yang dimaksud. ketika "anthesis" pada awal malam benang sari "dehisce" sementara "style" masih terguiung) dengan putik terlindung baik pada pusat "coil" (gelung).(misalnya Ceiba acuminata). Pada kasus C. Pada mekanisme rumpun Gardeniaceae saat dan yang Rubiaceae. ketika serbuk terlepas. di hutan neotropis.

dan secara fungsional merangsang bunga besar di situ bisa terdapat sinkroni dengan inflorescence. yang kurang sering dibandingkan protandri boleh jadi merupakan sebuah mekanisme yang iebih efektif untuk sendiri rnemajukan "dehisce" pada waktu outcrossing. 1978a). tidak terdapat meski sinkroni antara infloresensi dan sekali iagi autogamy bisa dicegah. spesies Ficus (Moraceae) yang sangat khusus (McGregor. Mimosoideae) paleotropik dan neotropik terdapat sinkroni. inflorescence cembung seukuran bola tenis terjadi pada benangsari bungabunga di suatu malam dan pada putik di malam berikutnya (Baker dan Harris. geitogamy dapat terjadi bilamana keleiawar penyerbuk melakukannya. penelitian yang baik sebagai contoh protogini diberikan oleh Persea americana (Lauraceae) dan Annona cherimolia (Annonaceae) dan . pada spesies Parkia (Fabaceae. Jadi. Protogini. Pada P. dan tetapi yang terdapat juga pohon-pohon pada hutanbelukar. Infloresensi sebagai produser Parkia nectar memperlihatkan (penghasil pembagian madu) kerja yang menarik antara bunga-bunga. tentunya. 1957). 1976). sebagian berfungsi hanya sementara sebagian Iagi sebagai penghasil buah (Baker dan Harris. Meski begitu. Dua 'asing" yang mencapai putik sebelum benangsari bunga itu lebih benang masih disukai/menang sari hams menuju perlombaan jika pada mengalahkan semua serbuk yang belakangan dilepaskan bahkan putik disiapkan. 1957.Dimana protandri terlihat pada spesies yang banyak bungabunga kecil berkumpul ke dalam inflorescences yang padat. liana heteromorfik . Outcrossing 2: Sistem incompatibiljtas Self-inkompatibilitas (inkompatibilitas sendiri) homomorfik ditemukan pada banyak pohon-pohon tropis yang memperlihatkan mekanisme penghindaran/penceganan autogarni dan geitonogami herba ini. akan batang itu oleh karena itu serbuk dalam ovula. clappertoniana. Baker.

yang Pass/flora merambat mucronata ditemukan self-incompatible dan self-compatible banyak terjadi Bignoniaceae (Gentry. .hutan tropis (East. Di ini antara liana dan pada tanaman merambat. McDade (pers. Pada sebuah hutan tropis rendah tanah basah di Costa Rica. tetapi (pers. 1974a). Sedikit sekali penentuan nubungan kompatibilitas pada semak belukar hutan. Purseglove Hedegart Kallunki Simmonds (1976) dan Gan dkk. 1958. Haber dan Frankie. Bawa. 1979) J. Arroyo.Kress menemukan oto-inkompatibilitas telah membuktikan pada bahwa baik sekurangHeliconia selfkurangnya 4 buah spesies Aphelandra (Acanthaceae).) mempunyai (Musaceae) spesies-spesies yang compatible maupun self-incomptible.. oto-inkompatibilitas dari pohon-pohon (1976). individual yang diperlihatkan oteh East (1940).comm.. 1977} dan hutan basah di Costa Rica (Bawa. 1977) menemukan beberapa herba yang self-compatible. L. Penelitlan-penelitian yang dilakukan pada hutan hujan tropis tanah rencah di Malaya (Ashton. 1976. 1976a. K.. Bawa (1974) menemukan 27 dari 34 spesies pohon berbunga hermaphrodit merupakan "self-incompatible" sebagai sebuah hasil (1976) percobaan dan bagging. 1982). Baker. 1981) dimana inkompabilitas sendiri banyak terjadi. 1974.comm. Pada hulan yang sama. unpub. pada contoh Mori sebuah lebih dan proporsi jauh yang spesies (1976). Grove (pers.) juga menunjukkan adanya tinggi (1968). kecuali untuk heterostylous (tumbuhan berakar serabut) dan Fubiaceae lainnya di Afrika Barat {Bakaer..comm. Opler dkk. 1958) dan di Costa Rica (Bawa dan Beadh. Pada sebuah hutan yang rontokdan kering di Costa Rica. 1940. 1976a). (1977). menemukan Arroyo suatu Zapata (1978) proporsi yang serupa pada sebuah hutan tanah rendah di Venezuela. dan untuk spesies Cordia (Boraginaceae) dan hoostylous yang heterostylous di (selfhutan incompatible) (self-compatible) neotropis (Opler dkk. dan selfing Arroyo dan crossing.

bunga-bunga berusia satu hari hasil penyerbukan sendiri secara buatan. Penelitan tentang variasi ini. Pada Cord/a alliodora (opier dkk. banyak 1967. barier inkompatibilitas 1975. 1968. 1965a. Stebbins. 1957. 1982). dari Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) tetapi ketika digunakan awalnya ditemukan berbunga sebagai self-incompatibel selesai. Meskipun demikian. lihat Baker. Pada hutan-hutan tropis. "Selfing" yang melestarikan rekombinasinya. Purseglove. Jain. unpubt. spesies. Bawa. tetapi bunga dari yang berusia ini dua hari buah. dalam percobaan yang Sebagai contoh. terdapat bukti eksperimental bahwa sebagian pohon self compatibel dan sebagian lagi self-inkompatibel.)... Pohon-pohon spesies biasanya yang lebih mengalami penyerbukan siiang (Frankie dan Haber. 1976). Sistem self-inkompatibilitas yang heteromorfik untuk . frekuensi kerusakan sistem inkompatibilitas dan faktor lingkungan penyebab kerusakan tersebut rnemerlukan penelitian lebih lanjut (Baker. bunga-bunga mengalami penyerbukan sendiri menghasilkan buah {Bawa.) Pada Piscidia carthagenensis {Fabaceae. hutan tropis genotipe. lengkap atau mudah menjadi rusak (contohnya. baru saja mulai dilakukan pada pohon-pohon tropis (Can dkk. Faboideae). 1977). tampak bahwa musim berbunga dan pada pohon hampir usia bunga secara individu berpengaruh besar satu masa pada 5 integritas yang sistem self-inkompatibilitas. 1976). 1955. Hedegart. yanng dibuat melalui elektroforesis protein yang terkandung dalam sel. unpubl. sendiri bunga-bunga buah mengalami penyerbukan menghasilkan banyak pada 12-16 jam setelah "anthesis" dibandingkan pada 2-4 jam dari "anthesis" (Haber dan Frankie. tidak menghasilkan membentuk Pada buah. Luehea seemanii (Tiliaceae). sehingga akan tercermin "crossing" perkawinan struktur pada menyebabkan sebuah pohon dan populasi sistem variasinya. Lee.Pada 1958. 1976a) dan Luehea seemannii (Haber dan Frankie. 1974. 1982). tidak 1974.

Jadi. adalah tanaman ber-"style" serbuk sari jarang diambil dari benangsari yang bawah dan pada tanaman ber-"style” pendek serbuk jarang ditaruh pada putik. sementara putik pada (anaman ber"style” 1959). 1966. Jadi. 1958. menghambat artinya (mencekik) bahwa pembuluh pada corolla dengan rambut panjang.. "tristyly" terbukti hanya pada bentuk turunan dari Averrhoa carambota dan A. tanaman ber"style" panjang berfungsi sebagai individu "pistillate" (benangsari) dan menghasilkan biji.). hermaprodii spesies sistem (dan dengan biasanya heterostyle) atau berfungsi yang yang uniseksual. 1975. Boraginaceae) dan bisa tidak ditemukan pada pohon-pohon "Distyly" "tristyly" pada tumbuhan hutan. berfungsi yang sama Sebagai sebagai terlihat akibat. Opler dkk. Jadi pada Theobroma (Sterculiaceae). bilimbi (Oxalidaceae) penelitian.. Rubiaceae. Bawa. dkk. umum daripada Oxalidaceae. 1980).sebagian besarnya terbatas pada tanaman herba dan pohonpohon kecil (misalnya: tinggi. hutan Pada peneiitiandi Costa tanah rendah Rica. "dioecism" 1959. Pada tampaknya beberapa berkembang tanaman menjadi kayu tropis "heterostyty" (Baker. ekosistem unpubl. pendek 1976a). dan sebaliknya pada sistem in-heteromorfik yang dikontrol secara sporafit.) menemukan 2 s/d 3% spesies pohon dari setiap ekosistem adalah "distylous". dua (Baker. pada Mussaenda spp. sistemnya mempunyai ciri yang tidak biasa yaitu bahwa pembuluh tepung sari dari semua penyerbukan tumbuh sama cepat dengan kantung embrio dan perbedaan antara penyerbukan compatibel dan inkompatibel hanya menjadi nyata ketika garnet jantan yang . lebih Erythroxylaceae. Bawa (unpubl. Bawa dan Opler. (Rubiaceae). Cord/a 1958. self-inkompatibilitas tampak sebagai tipe dikontrol secara gametophyt. Carlquist. (Opler Gambaran pengamatan pembentukan buah dan penelitian morfologi bunga adalah penting untuk memastikan apakah mereka berfungsi sebagai Pada homomorfik. 1976a. (Baker.

setidaknya di hutan kering di . self pihak. studi terbaru mengenai bahwa pohon-pohon varian di hutan dan hujan Malaya menurun menunjukkan genetik seedling dengan cepat satu langkah pada suatu pohon induk Shorea leprosula (Dipterocarpaceae). proporsi pohon-pohon compatibel. meskipun kadang-kadang dapat juga terjadi antar anggota-anggota dari rumpun-rumpun yang berbeda. dan studi-studi yang sesuai masih dalam taraf penyelesaian. 1977). yang berbuah banyak. semua klon self yang sejauh ini Di telah lain ditefiti semakin terbukti besar merupakan incompatible. Keberadaan menghilangkan inbreeding self incompatibility keseluruhan dimana pada ini tumbuhan tidak proses secara kemungkinan tidak (1969) mempertimbangkan incompatibility akan menolong menyebarkan spesies ke dalam secara genetis. Akan tetapi. populasi gagal melakukan pembuahan (dan sel bahwa telur dari cacao Cope yang (1962b) memperlihatkan terisolasi Theobroma memiliki distribusi "spotty" di hutan Amazon) menghasilkan pohon-pohon self-compatibel. Aliran gen dalam waktu dan ruang sulit untuk dimonitor pada populasi ponon tropis. akhirnya harus menggantikannya dengan self inkompatibilitas. ukuran populasi kecil yang efektif disebabkan oleh terbatasnya sejumlah individu dimana polen mungkin diterima. akan terjadi diskriminasi selektif yang kuat melawan tipe-tipe self compatibel (Purseglove. pernbentukan bunga yang tidak sinkron dan penyebaran benih terbatas dapat memperbesar tingkat inbreeding. 1968) dan di dekat pusat asa! spesies yang diperkirakan berada pada lereng ttmur Andes. sebuah 1962a).terakhir/belakangan (Cope. tergantung pada pembuahan sendiri. Namun demikian. dan Xerospermum intermedium (Sapindaceae) (Gan. semakin jauh pengumpulan dibuat dari pusat asal. bahwa self Purseglove daerah baru. et al. Untuk pembuktian. Ini sesuai dengan pendapat Ashton (1969) bahwa pohon-pohon di tropika basah kebanyakan menukar gen-gen dengan tetangga-tetangga dekat mereka dalam suatu rumpun.

lihat Hubbel karena banyak sebagai (1979). ditunjukkan bahwa rumpLin-rumpun dari pohon hutart dipterocarpaceae terbatasnya buah dibandingkan Malaysia benih} pohon-pohon (yang yang terbentuk lebih terisolasi penyebaran menghasilkan individu-individu. telah ditemukan dapat menghasilkan bungabunga yang berfungsi secara uniseksual (Styles. 1976. proses antara angin mencari bunga-bunga pada staminate hutan oleh dengan pistiltat (bertentangan dengan yang ditemukan pada penyerbukan diri pohon-pohon yang sama temperate) kemungkinan dibutuhkan kedua macam bunga untuk rnenyesuaikan hewan bentuk polinator-polinator dari (serangga. banyak spesies hutan-hutan hermaprodit bunga-bunga tua. Pada bunga-bunga uniseksual dari beberapa monoecious telah berkembang baik. 1972. monoesisme taksa dengan 1972. berdasarkan studi berikut. tetapi organ-organ seks lawannya lidak berfungsi. (115 bahwa Croat dari spesies diocious dalam flora (semua bentuk hidup bersarna) spesies). merubah dengan dioesisme (contoh.Costa Rica. tersebut kelelawar) akan pada proporsi yang jauh lebih taksa dari sama dan dari pohon-pohon tropis ini. membuatnya sulit untuk menduga sifat alam seksualitas dari dari pemeriksaan tropis yang kasual bersifat morfologi bunga. Bawa dan Opler. Sebuah survei flora di Pulau Colorado. pohon-pohon dapat berumpun. tidak dipublikasikan). tropis 1976) mendorong atau outcrossing Styles. Bawa. 1975. Outcrossing 3: Monoesisme dan dioecisme Banyak monoesisme Styles dan tumbuhan Khosla. pada Dengan demikian. harus (contohnya beberapa Meliaceae. Uniseksualitas jelas Barro. Baker. Styles Kesamaan oleh dalam dan Khosia. burung. 9%. adalah (Croat. 1976). Cariaceae. pada bunga-bunga spesies berkayu (1978) 1265 dibandingkan melaporkan herbaceous (termasuk epifit). pohon yang Penulis lebih 1979) telah membuat analisis menunjukkan diantara berukuran sedang .

sama halnya dengan pistillate (bunga berkelarnin betina) dan staminate (bunga berkelamin (contohnya. kecenderungan mempakan pohon-pohon staminate. dimana manifestasi dari satu seks (biasanya staminate) menghasilkan beberapa bunga yang hermaprodit Selanjutnya atau dalam lebih jarang dari seks ada lawannya. 8% dari tumbuhan scandent adalah dioecious dan 12% adalah monoecious. diosisme lebih lazim diantara pohon-pohon daerah-daerah temperate. pada akhir periode pernbentukan bunga. Angkanya rnengecil menjadi masing-masing 7% dan 12%. 1955 dan Ashton. Costa Rica. individu-individu pohon beragam seksual dari waktu ke waktu. individu-individu hermaprodit. Jelasnya. 1969). Mereka mengulangi dan dana diperoleh 40% untuk hutan hujan di Nigeria dan 26% (termasuk beberapa spesies hermaprodit dikogamus) untuk hutan hujan campuran dipterocarpa dataran rendah di Serawak Tengah (masing-masing adalah data dari Jones. Carica papaya. Alasan-alasan ini telah dikemukakan oleh Bawa dan Opler (1975). untuk menghasilkan bunga-bunga hermaprodit dimana buah-buah yang membawa benih terbentuk.hingga besar. 21% adalah diocious (berumah dua) dan 15% adaiah monoecious (berumah satu). Pohon-pohon dioecious tropis menunjukkan variabilitas yang tidak teratur daiam ekspresi seks. Benih-benih staminate dari mapun buah-buah ini meningkatkan yang seks artinya dalam areal hutan progeni datam lokal hujan pistillate. beberapa pohon-pohon tropis. jantan). Coccoloba dapat terjadi pada dasar dalam reguler atau keadaan padiform'ts dapat (Polygonaceae). Bawa (1981) dan Beach (1981). untuk pohon-pohon kecil (dan semak). Dalam studi mengenai hutan kering di propinsi Guanacaste. kedua dari mempertahankan Pada keberadaan spesies telah diteliti oleh Baker (1976). Bawa dan Opler (1975) menemukan 22% dari spesies pohon adalah diocious. Beberapa dari taksa pohon . dan kemungkinan lebih lazim pada pohon-pohon besar dibandingkan pada bentuk hidup lainnya.

sedangkan staminatenya adalah gamopetalus bunga pistillatenya adalah polypetalous). Arti dan tingkat perbedaan-perbedaan semacam itu akan terbukti dengan studi lebih lanjut. umumnya Pada betina berlaku seks (Opler Bawa. tumbuhan berkefamin diketahui . 1975. mudah hummingbird bunga. Dalam kasus Carica. Polygonacceae). 1976). Belum jelas arti adaptif dari variasi semacam itu dalam ekspresi seks. jauh dari bunga-bunga pistillate dimana ovari rusak mengisi yang bemasil dilakukan oleh ngengat yang mengunjungi bunga pistillate karena kesalahan dalam pencahayaan yang kurang. dalam sejumiah nektar yang dihasilkan. (Trochilidae) Penyerbukan Trigonia.didaftar Croat oleh Yampolsky menemukan dan 54 Yampolsky spesies (1922) (4% dari sebagai flora) polyamodioecious. dikatakan seperti bahwa ini membuat pengunjung dan bunga lebah berbahaya. Baker. bunga Bawa dan Opler dan (1975) telah mencatat tetapi disini perbedaanspp. 1978). perbedaan dalam jumlah nektar yang dikeluarkan oleh bungastaminate pistillate. 1978. Kebanyakan pohon dioeccious tropis yang telah diteliti menunjukkan staminate hanya rasio seks dan bunga yang bias. warna dan bentuk dimana dari bunga petal (kebanyakan khususnya pada Ccarica. lengkap. Pohon-pohon tropis dioecious menunjukkan beberapa hubungan seks dimorphisme dalam ciri reproduktif seperti jumlah bunga per inflorescecncec. 1976). dan dalam tingkat herbivory pada bagian-bagian floral (Bawa dan Opler. Colorado (Panama). (1978) ada dalam suatu kondisi. ukuran bunga. Di areal Pulau Barro. beberapa yang kasus. Carica menunjukkan opposite bunga-bunga pistillate tidak menghasitkan nektar sedangkan suplainya baik pada bunga-bunga staminate (Baker. Baker (1978a) telah nyata mertunjukkan antara bahwa mungkin ada perbedaan-perbedaan pohon-pohon pistillate dan staminate dari spesies yang sama pada rasio sukrosa terhadap heksosa dalam nektar bunga mereka (contohnya pada Triplaris americana.

menyatakan . spesies ilicifolia mekanisme Nygren tropis ini. karena reproduksi fisik dari bahwa amphimistik individufrekuensi pemisahan conspesifik. liar di oleh genera (Euphorbiaceae).).(Tomlinson. (terutama Mekanisme betina betina) dikenai diisolasi. Reproduksi apomiksis pertama kali ditemukan biji oleh pada yang Smith tumbuhan sebagi spesies telah (1841). biasanya melibatkan agamospermi (pembentukan embrio tanpa fusi/peleburan seksual) yang telah diketahui untuk individu tropis spesies berkayu dan herbaceous sejak abad ke-19. dkk. yang bergantung pada diplospori atau apospori pada setiap kasus yang diikuti oleh diplotid partenogenesis (Baker. heterozygositas (amphimistik) demonstrasi hutan mungkin individu oleh (juga persilangan reproduksi Kaur tumbuhan induk(moyang). tetapi yang perlu mendapat perhatian adalah beberapa dari macam apomiksis heterosis) luar di Ashton dapat yang pada dan "menghentikan" telah dihasilkan seksual (1978) Akibatnya. berbunga yaitu Alchornea dengan 30 dalam satu dipublikasikan terdapat adalah dengan tercantum yang mengamati (bunga yang penyusunan berkelamin sekarang apomistik (1954. 1974) dan disini apomiksis harus dicurigai. berlawanan bagian-bagian dunia dimana musim pertumbuhan singkat. tidak dipubl. Penjelasan-penjelasan eko-evolusioner untuk perbedaan yang berhubungan dengan iklim ini akan dipertirnbangkan di bagian lain. atau 1967) dan Daftar lebih sekurangnya lazim/umum yang rumput-rumputan) yang daftar apomiksis embriony (adventitious). (1977) dimana tentang tingkat kemungkinan apomiksis tinggi pepohonan di klimaks sulit Malaysia. Apomiksis Reproduksi apomiksis. Pachira llustrasi pada mengenai pohon mekanisme tropis embriony ditunjukan liar oleh (adventitious) hutan oleaginea (sekarang dikenai sebagai Bombacopsis glabra (Bombacaceae) oleh Baker (1960)}.

ujung bunga} (Hilman. 1974}. terjadi menghasilkan kuncup-kuncup bunga (seringkali dikendalikan fotoperiode. mungkin kecil 1958. dan inilah yang paling sering dijumpai pada komunitas-komunitas seral pionir pada zona-zona hutan yang lebih basah. pemicunya. dihadapkan tersebut Namun pada demikian. Frankie dkk. menjadi 1963}. lebih Tumbuhan berbunga minoritas habitat-habitat secara kontinu. Appanah (dalam menemukan diserbuki pepohonan dan akan Dipterocarpaceae meningkat pesat Malaysia saat trips (Thysanoptera). Daubenmire. contohnya Shorea sehingga spesies menunjukkan pohon-pohon ini adalah apomistik. dalam 1952.. 1978. jika ada. yang 1948. lembab 1972. .. sangat pada Njoku. setidaknya pada dasar popuiasi. 1976b. 1980. Stiles. cahaya apapun terhadap faktor gelap lamanya (McClelland. sistem perkembangbiakan Kavanagh. Jumlah serangga ini tidak banyak. Ekologi penyerbukarn Anthecology) Awal pembentukan dan perkembangan bunga (antesis) Permulaan berbeda: oleh bunga pembentukan pada bunga melibatkan dengan suhunya sebelum langsung dua fase untuk dan kuncup Antesis atau "induksi" tumbuhan kesiapan cocok). tertunda (dormansi kuncup}. dengan kecenderungan berbunga pada dan musim tertentu lain (Holturn. di pada ini 1979) harus diselidiki bahwa oleh secara teliti di hutan tropis lain. referensi pada Frankie dkk. Pendorong fotoperiode. sepanjang vegetatif mungkin 1962. perubahan Sunning. "diferensiasi" atau "antesis" kebanyakan tumbuhan tropis berbunga secara diskontinu. pada hari dll) proporsi Tetapi. kenyataan berbunga. 1974 Opler dkk. kelangkaan pertama dalam unjtan pembentukan bunga. pada tumbuhan tropis dapat berasal dari 1924. "induksi". "diferensiasi" (perkembangan Salisbury.terjadinya S. sekumpulan spesies trip dari spesies pohon dipterokarpa macmptera.

Went. dan beberapa pohon. Daubenmire. 1974. 1941. Frankie dan Haber. 198C. pembentukan bunga oleh spesies hummingbird penyerbuk akan berubah dari tahun ke tahun akibat perbedaan iklim namun kontinuitas suplai sumberdaya dipertahankan. Opler 1960. Gentry (1974b) telah mensurvei tipetipe pembentukan bunga pada Bignoniaceae neotropis. Sinkroni berikut yang dipicu oleh stimulus lingkungan yang kuat seperti badai hujan tropis pada akhir musim gen yang yang sama areal kering Juga sangat penting dalam mempertahankan bunga oleh aliran intraspesifik dalam spesies pohon tertentu yang agak umum. 1957}. Di Ghana. dan pergerakan 1961. lebih dari satu jenis stimulus yang terlibat dalam pemecahan masa dormasi kunbup bunga.. pohon-pohon dari savanna Ceiba pentandra (Bombacaceae) berbunga setahun sekali. semuanya dilaporkan memecahkan masa Kelihatannya juga ritme endogenous terlibat. memungkinkan dengan akan pembentukan perpindahan menyaingi (1978) spesies yang berbeda sebaliknya pre. dormansi. Frankie dkk. Antesis biasanya terjadi pada waktu tertentu siang . sehingga beberapa tumbuhan hutan tropis berbunga lebih dari satu kali setahun (Holttum.. 1963). penurunan suhu (Kerling.Pecahnya masa dormansi kuncup bunga yang mengarah pada antesis pada tumbuhan tropis telah menjadi bahan perdebatan. sedangkan yang lainnya turnbuh untuk beberapa tahun atau dalam waktu yang lama tanpa pembentukan bunga (termasuk bambu telah disinggung sebelumnya). 1963). in Stiles basah memperlihatkan costa Fiba). tekanan air (Aivim. dalam (La Selva. 1952.). ada 1972.1964. 1975. 1981). Bambu. 1980. adalah monokarpik ekotipe (Foster. 1852. dkk.. hutan temporal/sementara tertentu bahwa urutan penyerbuk (Frankie. Kelihatannya. 1977). yang Holdsworth. Opler. 1981). Opler dkk. perubahan fotoperiode (juga Hopkins. Opler. 1976a. 1965b). Api (Hopkins. pohon-pohon besar dari ekotipe hutan tetap vegetatif untuk beberapa tahun antara tahapan pembentukan bunga (Baker. 1976a. 1976a. Opler dkk. Holttum.

tersebut Minosoideae) membuka/memekarkan pengunjung bunganya dari pada lebah tengah sore hari dan tetap mekar sepanjang malam. 1968). dimana beberapa lebih Misalnya yang (Verbenaceae) bertahan Contoh bunga-bunga hari jauh diserbuki berwarna kuning. yang .atau malam untuk setiap waktu spesies 24 jam tumbuhan penuh. dan bunga yang telah diserbuki masih berwarna (further) kemerahan. 1974). Panjang waktu (lamanya) yang diperlukan bunga untuk tetap dapat menghasilkan serbuk/tepung sari (polen) atau lebih penting lagi untuk menerimanya. Namun demikian. Pengecualian untuk dan aturan gynaecia ini yang diperlihatkan berfungsi spesies oleh beberapa spesies yang terus Lantana sedang oranye adalah protandous dan protoginus yang bunganya memiliki androecia pada hari bunga (malam) yang berbeda. walaupun camara dan Beberapa telah memiliki menyokong (kontribusi) daya tarik irtflorescense (warna) "dipakai'Vdiserbuki. sangat bervariasi antar tetap sangat spesies. karena bunga jantan (staminate) mekar beberapa jam sebetum bunga betina (bunga berkelamin betina)(Bawa dan Opler. Tumbuhan malam seperti Inga vera (Fabaceae. Passiflora karena yang bunganya yang bunganya dalam waktu kebalikannya hanya dapat bertahan beberapa jam dan penyerbukannya hanya beberapa menit setelah bunga mekar (Janzen. tumbuhan memiliki sejumlah mulai hingga kelelawar (Salas. dengan sehingga kelelawar dan ngengat bunga mempunyai peran penting sebagai penyerbuk. Bunga-bunga dari beberapa tumbuhan dioecious menunjukan ciri khusus. Kehangatan juga dtrefleksikan membuka/mekarnya beberapa diurnal khusus seperti Thevetia ovata (Apocynaceae) pada kegelapan sebelum senja. secara umum benar bahwa bunga tunggal pada pohon tropis biasanya bertahan kira-kira 1 hari. berbunga Sesuai dan mungkin memakan dengan kehangatan malam di daerah tropis. proporsi tumbuhan hutan yang berbunga pada malam hari lebih tinggi dibandingkan pada daerah temperate. segar ekstrim Anggrek ialah epifit yang spesies terkenal lama. 1975).

Gibbs dan Leston. 1953). 1964. dimana bunga jantan mekar dan di antara periode tersebut bunga betina mekar dalam waktu yang lebih tama. Informasi lain mengenai kejadian-kejadian fenologi diternukan Alien. yang (contohya fenologi 1964. Burger. Purglove. 1963. dan yang sangat terkenal pada Croat. (Holttum.. 1964. Rees. 1978). 1980). Hopkins. 1974. .. lainnya pada 1956. spesies mengenai periodisitas sebagai sejumlah dikumpulkan usaha untuk merefleksikan kecenderungan fenologi umum pada tipe-tipe vegetasi tertentu (sebagai contoh J. saat tropik ini perilaku periodik tumbuhan di kurang mendapat perhatian dkk. Ducke dan Black. 1968. 1966a. Fenologi Dan Keteraturan Masa Berbunga Sampai lingkungan Nevling. Rees. 1972. spesies temporal monoecious dalam Schmid Capania menunjukkan dua periode (1970) biasanya bunga hutan setiap yang menemukan di antesis Demikianlah Pada (1977) Asterogyne martiana Rica. 1946. 1936.R. perlakukan-perlakuan Little pada dan Wadsworth. Daubenmlre. Opler 1952. Individu memperlihatkan jantan ciri basah individu dan tersebut Costa tumbuhan pemisahan pada Bawa palma betina. beberapa kecil studi. 1970. 1971. Frankie 1974. berbagai referensi pada Richards. Baker. Sumber terdapat ekonomi data telah tulisan spesies mengetengahkan 1975). Lamb.Baker dan I. 1957.Byrsonima crassifolia (Malpighiaceae) dengan perubahan warna yang tidak terlalu mencolok antara bunga yang belum dan sudah diserbuki. dkk. dari Pada kepentingan suatu (yaitu Broekmans. McClure. 1966. tumbuhan mempunyai terpisah. guatemalensis bahwa anthesis (Sapindaceae). namun dalam waktu singkat. Tanggapan mengenai kejadian-kejadian fenologi yang terkait dengan biologi reproduktif seringkali hanya sebagai Catalan singkat dalam sebuah tulisan panjang untuk topik khusus floristik informasi lainnya dapat (contohnya Beard. 1952).

pola-pola ini diternukan hanya dalam jangka Costa pendek Rica (biasanya sekitar 2 tahun). 1974).1978} dan oleh Foster (1974). pada lahari hutan deciduous miombo di Tanzania. Di Asia.Baru-baru membedakan ini beberapa usaha dilakukan secara untuk umum dapat dalam pola-pola komuniktas pembentukan daun. fenologi pada hutan lain di dipterocarpaceae Malaya oleh di dengan studi-studi Medway (1972) dan di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959). dengan sedikit kesesuaian (synchrony) di antara dua lapisan. Analisis-analisis fenologi pohon hutan (Frankie dkk. (1974) dan Opler dkk. Di daerah neotropik. Pada hutan kering (Guanacaste). studi fenologi diiakukan di hutan lembab semievergreen Panama oleh Croat (1969. Dengan beberapa pengecualian dari penelitian di Sri Langka oleh Koelmeyer (1959) dan di Malaya oleh Medway (1972). dan oteh Burger (1974) pada 4 tipe hutan di Ethiopia. dan di hutan basah dan kering oleh Frankie dkk. di hutan lembab oleh Fournier dan Salas (1966). Ng (1977) mempelajari Malaya.. fenologi semak dan treelet (Opler dkk. 1980) dapat diringkaskan. Masa berbunga terjadi di dua musim basah dan pada musim-musim yang tidak terlalu kering.. Beberapa studi telah dilakukan di Afrika oleh Boaler (1966). (1980) melakukan studi fenologi semak dan treelet. terdapat dua puncak rnasa berbunga yang tampak pada spesies kanopi dan tiga puncak di tingkat bawah. sedangkan Jackson (1978) mengamati hutan hujan pegunungan yang lebih rendah (secara teknik hanya pada subtropis) di Brazil. dua puncak masa . Semak dari hutan basah menunjukkan masa berbunga yang lebih sering dan bunganya secara umum dapat digolongkan sebagai "aseasonal" {tidak bermusim). Pada hutan basah (Finca La Selva). bunga dan buah untuk banyak spesies yang secara khusus membentuk tipe-tipe hutan tertentu. Di Costa Rica. Nevling (1971) mempelajari fenologi hutan elfin di Puerto Rico. seperti studi-studi di Costa Rica yang diiakukan Baker. studi fenologi pepohonan telah diiakukan oleh Janzen (1967) di hutan kering.

dan epifit sebagian besar berbunga pada pertengahan hingga akhir musim kering. masa cenderung pepohonan setiap pohon berbuah menunjukkan perilaku (menengah) semak. dan pengamatan fenologi oleh Croat (1978) pada bentuk hidup semua Eumbuhan menunjukkan bahwa herba lantai hutan mencapai puncak masa berbunga pada awal musim hujan. umumnya juga menunjukkan pola fenologi intermediate "menengah". kedua sejumlah besar (Agustus-Oktober). Hutan Guanacaste dan basah. saat ini secara klimatik antara hutan basah dan kering Costa Rica. Hutan ripari di Guanacaste. hutan puncak intermediate bulannya yang pada musim sesuai dengan ketersediaan suplai air yang cukup. Puncak masa berbunga pada semak dicapai pada awal musim hujan. dalam.setahun berbuah kering masak. cenderung sebelum berada dinaungi pada daun-daun muda pohon desiduous. Di Panama. puncak produksi buah masak terjadi pada akhir musim kering yang panjang (dengan hasil jelas benih pola akan tersedia pada lantai bimodal. pola fenologi di Pulau Barro Colorado juga intermediate. Semak di hutan kering memperlihatkan dengan pembentukan yang buah puncaknya di antara pertengahan musim kering dan musim basah. oleh kondisi berat bagi sebaliknya munculnya dorman. Selama musim kering yang panjang semak kemungkinan ripari fenologi Di ditemukan meskipun di karena kekeringan lebih dibandingkan bagi pohon yang berakar lebih dalam. Pada hutan kering. berada hutan pada awal pada hutan musim hujan). Semak hutan kering. Musim berbuah dari berbagai bentuk . Liana rnencapai puncak masa berbunga pada awal musim kering: puncak masa berbunga untuk pohon yang lebih besar berada pada musim kering. semak menunjukkan hanya sekali puncak masa berbunga utama yaitu musim hujan. Tumbuhan perambat memiliki pola pembentukan bunga yang lebih menyebar. satu periode yang luas selama musim kering yang panjang dan puncak kedua pada awal pada musim awal hujan.berbunga terlihat pada pepohonan. kelembabannya kering dan basah.

Chan dalam Kavanagh. 1979). pohon-pohon menunjukkan dua puncak. Stiles (1975. 1978). semak pada musim basah). ekologi tumbuhan berbunga berhubungan pemanfaatan penyerbuk yang sama (trip) oleh berbagai pohon (1967). pada pertengahan hingga akhir musim hujan. epifit terutama pada akhir musim kering. Feinsinger (1976. dari tumbuhan yang didatangi hummingbird selama kira-kira 4 tahun di hutan Selva. masa meskipun pematangan buah terjadi bersamaan (H. Penemuan-penemuan Stiles (1978) didasarkan pada studi pembentukan basah Finca bunga La oleh 59 spesies Rica. Snow terjadi dan pada antara tumbuhan dan binatang pada tingkat komunitas. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meneliti aspekaspek fenologi oleh dari Putz Smythe interaksi-interaksi (1979) dan yang yang lain. Rangkaian/urutan dipterokarpa. 1976). Heithaus (1974.kehidupan ini berjalan mengikuti musim berbunga (herba. oleh beberapa peneliti (1970).T. 1979). musiman spasial (hawkmoth) menunjukkan dengan kelimpahan dan lebah-lebah berkaitan temporal ketersediaan sumber pembentukan bunga. urutan pohon-pohon berbunga jatuhnya dengan Dipterocarpaceae untuk setiap menunjukkan masa dan yang tumpang tindih dengan durasi dua sampai tiga minggu spesies.) mengkarakteristikkan interaksi-interaksi antara pengunjung anthofilus dengan pohon-pohon di hutan kering Costa Rica (juga Tulisan semak. pada paleotropis neotropis Janzen (1975. (1974b. liana juga akhir musim kering. Costa Puncak ketersediaan . 1976). ini liana ingin besar erat dan dan tumbuhan bahwa ngengat pola perambat rajawali terpilih). Di hutan Cagar Alam Pasoh suatu Malaysia. 1978). Stiles (1978) dan Feinsinger dan Colwell (1978). dan Frankie Studi-studi terinci dengan mengenai fenlogi hummingbird dalam hubungannya telah dibuat oleh Snow dan Snow (1972). Rangkaian tulisan Frankie dan Haber (in prep. pada awal musim basah dan pertengahannya. seperti Gentry (1965).

kita mengharapkan studistudi fenologi dapat berkembang datam jangka waktu yang lebih panjang. demikian pula untuk memahami interaksi-insteraksi mendiarninya. Eslabrook (1977) untuk penyebar buah. Yang menarik. sedikitnya bunga terjadi pada bulan-bulan terbasah pada setiap tahun. spesies tumbuhan pangan yang berbeda secara bersamaan akan memenuhi kebutuhan burung-burung sepanjang tahun. Sebagian besar studi mengenai penyerbukan zoophilous di dan hutan tropis yang tertuju pada tumbuhan binatang berhubungan dengannya. dan oleh Foster (1974). Meskipim demikian. tumbuhan vektor dalam benihnya pada antara berbagai dengan Interaksi-interaksi hubungannya (dan batasan 1978). penghindaran yang kompetitif penggunaan interaksi oleh kompetitif penelitian dan dan dengan pembuatan jarak sementara) akan dipelajari lebih intensif Stiles Howe diusulkan (1978). namun kontinuitas tetap dipertahankan.bunga terjadi pada musim kering dan awal musim basah. dan pengaturannya yang mendasar. (1977) (1975. variasi curah hujan dari tahun ke tahun menyebabkan beberapa perubahan dalam urutan masa berbunga suatu spesies. dan Feinsinger Howe Feinsinger dan Howe Colwell (1978) untuk penyerbuk. karena dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang penyebab bervariasinya pola-pola dari tahun ke tahun. Vektor-vektor polen/serbuk sari (1) Penyerbukan oleh angin. Pemicu yang membawa kepada antesis akan dapat teriihat lebih jelas. karena sebagian besar tumbuhan hutan tropis diserbuki . Hal ini juga memungkinkan pengertian yang lebih baik mengenai pola pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan yang tidak berbunga setiap tahun. Di masa yang akan datang. Studi-studi perbandingan mengenai tidak pola fenologi penting pada agar habitat kita yang terganggu mengatur organisme polen dan terganggu dapat hutan yang antara dan tropis dengan lebih tepat. Primack (1975).

tidak dipubl. Pada tingkat/level permukaan tanah. 1970. tetapi apa Beberapa yang palma umumnya termasuk dipercayai. Karr. Tekanan-tekanan evolusi anemofili berkaitan di pada dan beberapa spesies lembab di hutan evergreen tidak jelas.prib.. yang tumbuh berkala. lagipula rumputrumputan yang ditemukan pada tingkat ini. yang ternyata dengan daerah pada tidak benar (Schmid. Corner. 1977). 1975). 1976). di Afrika 1975). Beberapa spesies pohon Moraceae di hutan semidesiduous Asia juga termasuk anemofili (D. 1952). faktor-faktor yang tidak menguntungkan 1972. Penyerbukan oleh angin agak jarang terjadi di hutan yang lebih basah dimana penyebaran individual conspesifik penampakan satu sama secara fisik lain. Arecaceae secara keseluruhan selektif anemophilus. dapat . ditambah yang anemofili lagi sebagai dengan suatu pohon-pohon menjadikan tidak berhubungan sistem yang tidak efisien (Whitehead. 1978). Leston. Penyerbukan angin di hutan hijau abadi (basah) dataran rendah neotropis baru-baru ini telah dilaporkan oleh Bawa dan Crisp (1980) untuk Trophis involucrata (Moracaceae) dan ada indikasi beberapa spesies lainnya berada pada tingkat bawah dari hutan basah Amerika Tengah (Bawa. Janzen. Trinax yaitu spp. kom... 1969. luas.). 1977). dan Bawa berada (Daubenmire. Anemofili telah dijelaskan pada beberapa pohon di hutan tingkat deciduous minimum tropis yang dibatasi oleh savana dan dimana pada Opler. 1978. bahwa tampaknya diserbuki oleh angin (Uhl dan Moore. Uhl dan Moore.binatang. kurangnya pergerakan udara mungkin merupakan faktor yang menghalangi penyerbukan oleh angin. Kompetisi untuk penyerbuk-penyerbuk pembatas energetik produksi bunga dan alat-alat pemikat penyerbuk. 1971. sebagian besar diserbuki oleh serangga (Sodestrom dan Calderaon. demikian pula beberapa Rhizophoraceae di hutan-hutan mangrove (Tomlinson dkk.

Studi-studi tertentu tidak terlalu banyak dan penelitian jarang . Namun. namun berlangsung setelah migrasi ke dalam hutan. 1960-61.diseleksi untuk penyerbukan oleh angin. 1971. dilakukan. meskipun akhirtelah tentang mengimbanginya. pada survei oleh kelompok serangga yang terhadap diperoleh pengamatan-pengamatan Survei-survei tingkat di penyerbukan akhir ini ekosistem Malaysia intensif dilakukan sangat khusus di neotropik. Faegri dan van der Poijt. dengan agak fungsional dibedakan). 1968. (2) Penyerbukan oleh serangga. Sindrom-sindrom karakter yang mengadaptasi bungabunga terhadap berbagai serangga penyerbuk di hutan tropik dapat dibandingkan dengan yang berada di daerah sedang (temperate) (cf. Baker dan Hurd.1978). Kisaran serangga antofilus di hutan tropis (dengan hampir dari adalah yang kumbang. (1976a) menemukan spesies bunga paling kecil C. sphingids seluruh pengatur'" berhubungan ini dilakukan sistem kebanyakan dapat taksa (settling moth). dapat dan lebah (minimal 2 kategori ngengat Namun. Hal anemofili berkembang pada famili seperti Moraceae dan Arecaceae di bawah kondisi lingkungan yang berbeda. bahwa yang beberapa bunga-bunga sebagian korelasi putih tropis kecil yang murni suplai lebah lebih nektar terkenal. informasi penyerbukan tergesa-gesa. "ngengat yang tawon. Van der Pijt. Pada lapisan tingkat bawah tidak seluruhnya kurang angin dan dalam kenyataannya efisiensi angin yang tertalu ini keras juga mengganggu memungkinkan penyerbukan. kupu-kupu dan berbagai jenis talat. Opler dkk. inermis yang memiliki pengunjung bunga sebanyak 300 jenis. Pada Cordia (Boraginaceae). Selanjutnya Bawa dan Opler (1975) menyatakan dengan oleh terbatas merupakan ciri umum spesies pohon dioceous besar diserbuki berlidah pendek.

R. sehingga penyebaran dari tumbuhan bunga yang dikunjungi seharusnya bukan merupakan rintangan yang tak mungkin karakter diatasi pada pembuahan tumbuhan Colville silang. pertama kali digambarkan oleh Janzen juga menyatakan lebah-lebah tersebut tampaknya sanggup untuk terbang sejauh 23 km setiap hari. Dodson. Lebah-lebah soliter (yang hidup menyendiri) yang besar sangat penting sebagai penyerbuk pohon berkayu di daerah tropis. tersebut. Lebah-lebah sosial ini juga mahir membersihkan polen di badannya ke dalam pellet. Dengan pengertian dapat ini. sering menjadi pemakan bangkai (scavenger) polen dan nektar yang bunga ditinggalkan setelah proses penyerbukan dilakukan.Janzen (1975) mengatakan bahwa proporsi jenis dan biomasa lebah tropik yang besar adalah makhluk sosial. termasuk beberapa genera seperti Apis. pembagian Peran sumber nektar dan polen dan dicapai. interaksi teritorial . mereka yang kurang berperan secara proporsional sebagai penyerbuk. pengumpul Vogel wewangian juga (yaitu lebah telah diselidiki oleh C. dilaporkan Lebah jantan in extenso oleh Van der Pijl euglosine 1975). Penelitian menunjukkan bahwa lebah-lebah yang besar dari jenis yang berbeda mencari makan pada ketinggian di atas tanah yang berbeda di hutan kering Costa Rica. yang pada pada Dodson. sehingga yang tersisa dibawa dari bunga ke bunga dalam posisi penyerbuk/polinator (Janzen. (ringkasan menjetaskan perkunjungan (1971).I. 1975).1974b). Dressier dkk. yang (1979) Sindrom trapliner Frankie dan dan didatanginya digambarkan oleh Janzen (1971.H. hal (1968) oleh tentang Traplining sekumpulan tumbuhan) bahwa euglosine betina. Trigona dan Melipona. atau mengambilnya dari bunga-bunga dimana penyerbukan yang efisien membutuhkan pengumpul nektar. Studi-studi lebah Cyclocopid di Asia Tenggara (1954). Namun demikian.

terutama jenis tawon tropika temyata lebih banyak berperan disadah yang dalam penyerbukan (lihat jenis dibandingkan diingat bahwa dengan yang sebelumnya antara Faegri dan Van der Piji. Dalam hal ini burung-burung dan Iebah masuk termasuk di dalamnya. beberapa liana dan epifit dapat lebih baik dilayani oleh sindrom "traplining". paling sesuai untuk pohon-pohon bertajuk dan liana fmisalnya Tabebuia dan Pterocarpus di Amerika Tengah) yang menunjukkan kumpulan warna pada binatang yang dapat terbang di atas tajuk pohon. Hymenoptera lain. Studi komprehensif mengenai penyerbukan serangga dari beberapa anggota famili tertentu belum sebanyak penelilian Tercatat lainnya. 1978 hal. Frankie dan Baker (1974) dan Frankie (1976). oleh Sebah Gentry paling penyelidikan Pada kedua untuk Bignoniaceae ini. 107-109). Sebaliknya. Harus mutualisme ekstrim .interaksi agresif antar lebah di hutan tropik digambarkan oleh Dodson dan Frymire (1961). individu Yang akan dijelaskan pada dengan juga berhubungan pendukung penyerbukan silang adalah pernyataan Gentry (1978) bahwa spesies serangga penyerbuk bunga banyak (masal) surplus dapat mencurahkan dan pemakan energi serangga untuk yang menghasilkan akan menarik rnembantu penyerbuk. Pengaruh reaksi insting lebah dalam mendukung penyerbukan silang ini dengan bagian memindahkan Selanjutnya. dan pada Lecythidaceae oleh Prance (1976) dan penelitian sebagian aktivitas penyerbuk/polinator. selanjutnya burung-burung penyerbukan siiang dengan menakuti serangga tersebut sehingga terbang/pindah ke tumbuhan lain. tumbuhan perambat. berpengamh yang dilakukan dari di daerah temperate. besar (1974a). "Pembentukan bunga masal" dimana individu tumbuhan memproduksi sejumlah besar bunga dalam jangka waktu yang singkat. pohon dan semak di bawah kanopi.

1972). Kemungkinan sphingid mengikuti "traplining". dari genus Morpho memakan buah busuk (Young. pengamatan pribadi) tapi di hutan yang berawan (cloud lajur forest) di Costa Rica aktivitasnya ini terbesar pada senja dan fajar. 1978a). puncak aktivitas mencari makan mungkin dicapai dalam beberapa jam di waktu pagi (W. nektar sehingga yang asam kemudian dihisap oleh kupu-kupu. Haber. nektar.Ficus dan penyerbuk-penyerbuknya melibatkan tawon dari Agaonidae (ringkasan pada Ramirez. seluruhnya pencari Kupu-kupu besar dan berwama-warni. 1970. Kupukupu jenis lain di hutan tropis memiliki kebiasaan yang dan lebih hal konvensional ini serupa Nektar-nektar dalarn dengan dari ini kaya mengumpulkan "ngengat bunga hasil asam biasa nektar. Ngengat sphigid amino. (rajawali) terdapat hutan-hutan tropis setelah matahari terbenam. Perilaku kupu-kupu betina dari genus Heliconius yang agak aneh.A Opler.A. Semut yang melimpah di dalarn dan pada pohon-pohon hutan dapat juga menjadi penyerbuk siiang yang jarang/langka. pengendap kunjungan (lihat di settling". Beberapa bukti menunjukkan pada ketinggian yang lebih rendah. Lepidoptera-lepidoptera bawah) (Baker. Frankie dan P. Lepidoptera meskipun tidak banyak terdapat sebagai di hutan tropik.W. Kupu-kupu ini mengambil nektar dari bunga-bunga kemudian mengumpulkan butiran polen dari bunga jantan tumbuhan perambat Anguria dan Gurania (Cucurbitaceae) lalu amino memuntahkan tersebar nektar keluar ke dalam atasnya. Banziger (1971) menggambarkan ngengat penghisap darah. Dari hasil penelitian terkini. 1971). tetapi pernyataan . 1975). G. De Vries (1979) memiliki bukti-bukti tidak langsung bahwa kupu-kupu pada genera Paridesa dan Battus dapat melakukan hal yang sarna seperti di Costa Rica. diperlihatkan oleh Gilbert (1972. Galil dan Eisikowitch. Di Asia Tenggara.

Kumbang dari berbagai jenis merupakan penyerbuk yang secara proporsionai lebih penting di daerah tropis dibandingkan di daerah temperate (cf. 1960-1961. 1977). Faegri van der Fiji. dan (misalnya Van der Fiji. 1960-1961).memerlukan bukti (lihat Linhart dan Medenhall. sehingga diabaikan oleh kebanyakan pengamat. Bunga-bunga hawkmoth tropis. sebagai tambahan beberapa berwarna kusam berbau tidak sedap dapat pula menank perhatian ngengat (lihat bawah). yang sesuai dengan panjang belalai ngengat. Thien (1980) biologi lain di yang telah penyerbukan Pulau-pulau bahwa pionir. ini pohon-pohon Pasifik. praedicta di hutan Madagaskar. Sindrom ciri bunga hawkmoth (ngengat rajawali) dapat dibandingkan dengan yang dijeiaskan secara luas di bagian lain dan untuk Van tumbuhan-tumbuhan Fiji. bunga 1966. 1968. Gottsberger. Tercatat bahwa Xanthopan morgani f. sebagai selama penyerbuk organisme yang secara estetika menarik perhatian dan ialat tidak selalu mengunjungi bunga secara khusus. memiliki panjang belaiai 25 . Sebagai contoh adalah pengenalan yang lambat terhadap peran . temperate 1978). terutama di hutan-hutan Asia Lautan menyimpulkan penting yang beberapa Diptera di dikategorikan lalat-lalat tropis bukanlah hutan lalat penyerbuk Kemungkinan. 1969. Baker dan Hurd.) Di daerah tropis mungkin sangat spesifik dengan kumbang yang genus 101). dll. Namun menyelidiki Tenggara sebagai tebih daripada dan demikian. 1974. yang menyerbuki anggrek Angraecum sesquipedale.30 cm. Faegri der 1971. 1978 hal angiosperrnae "primitif. Ban der Fiji. tertarik Diamesus dengan yang bau khas tumbuhan (misalnya dan Amorphophallus titanium dan kumbang sphigid besar dari mendatangi inflorescenses seeing terperangkap. disadari. termasuk beberapa yang memiliki tangkai mahkota (corola) paling panjang.

Di wilayah Indo-Malaya.. 1974). 1975. mereka mengambil nektar (dan juga dalam pemanfaatan sari sebagai adalah hutan basah bahwa tempat protein) Pada (1975) burung daerah hutan. dli). 123 kedua).lalat-lalat basah 1970). adalah passerine vireos (perching) (Vireonidae). lorikeets studi yang (Trichoglossidae) Australia. (Thraupidae). 1978. pemakan madu (Neliphagidae) nektaryang Sophora. Sebuah oleh literatur burung berguna ikhtisar penyerbukan disajikan oleh Faegri dan Van der Fiji (1978. (Toledo. yang paling dalam Honeycreepers hummingbirds sun bird memperoleh dan tidak sebagai nektardari bunga-bunga hutan (Colwetl dkk. dalam seperti burungdari banyak spesies mempertahankan pembukaan tidak seorang makanannya lebih lain-lain. (Coerebidae) disebutkan bersaing Afrika melayang dan (Sylviidae). Faegri dan Van der Fiji. di Asia mereka dapat dijumpai bersama shite-eyes (Zosteropidae). sedangkan "pertapa"yang memiiiki teritorial berlaku penangkap (trapliner) di hutan. terakhir dengan Asia. di Yang Hawai dari pohon agak sumber Drepanididae hutan berbeda makanan yaitu yang memakan pada kaya cara akan berasal (Metrosideros. oleh Burung. hal. brush-longued di Costa Rica. dilakukan oleh Slud (1960). (3) Penyerbukan tentang Syrphid dalam penyerbukan di Costa palma Rica hutan Asterogyne martiana (Schmid. serbuk dll). finches yang mungkin (Passeriformes). Pohon-pohon dan semak-semak di hutan neotropis mungkin saja oleh warblers diserbuki berbagai oleh hummingbird (Trochilidae) atau burung termasuk tanager 1977). . Linhart (1973) dan Stiles menunjukkan jantan dan teritorial dalam Trochilidae. Di akrobatidk (Nektahniidae) sangat penting penyerbuk (Wolf.

Toledo (1977) menjelaskan untuk hutan hujan Vera Cruz di Meksiko. semak-semak tertinggi tempat herba dapat adalah dipertimbangkan}. berlawanan dengan daerah terbuka di sekitar bunga sehingga dapat ditempati oleh hummingbirds yang sedang terbang. Perbedaan ini juga dapat dilihat dengan membandingkan antara spesies yang diserbuki oleh hummingbirds dan passerine yaitu Etythrina di neotropis {Cruden dan Toledo. ketetapan tempat berdiri pada yang pertama. kerapatan udara dan faktor-faktor lainnya. dan yang bahwa hummingbirds (Heliconia cenderung herba mendatangi pohon-pohon pada strata yang lebih rendah. Feinsinger {1976. Pada areal cloud-forest di Costa Pica. Van der Pijl {1937} dan Faegri dan Van der Pijl (1978) organisasi sisi lain menjelaskan bunga bunga antara perbedaan-perbedaan bunga paleotropik dalam burung Terdapat perching dan inflorescens di satu sisi. dengan 1975) serangga minim. Feinsinger dan Colwell (1978) menghubungkan perbedaan-perbedaan perilaku dalam mencari makanan di dalam dan atar spesies pada ketinggian yang berbeda seiring dengan perubahan suhu. cenderung Sebaliknya banyak tersebut pohon-pohon yang lebih tinggi dan liana yang menempati yang lebih tinggi lebih didatangi oleh burung Perching. makanan 1978) mempelajari dalam pola dengan pola hummingbirds mencari dan oleh {kebanyakan komunitas penyediaan terganggu) nektar dihubungkan tumbuhan. 1977). bahwa Penuiis yang sama suplai dan melaporkan variabilitas makan nektar sepanjang tahun bagi hummingbirds berhubungan perilakunya dalam mencari berkembangbiak. Burung menunjukkan ketertarikan yang sangat besar pada nektar sebagai bahan makanan selama masa berbuah rendah dan ketersediaan (Toledo. . sedangkan pada neotrropik hummingbirds.

1936. kelelawar pertama sebagai poiinator di areal hutan tropis telah dibuat oleh W. Carvalho (1960). tahun. Harris dan Baker {1958. dengan dari hutan iebih Barat. secara migran. di Taman Botani (Kebun Raya) Buitenzorg (sekarang kepada Bogor) pada tahun 1892. Jaeger (1954). Hadiah yang dapat disediakan untuk burung-burung yang datang oleh bunga hutan tropis akan dibahas pada bagian berikutnya.Beberapa spesies pohon Ornithopilous mernpunyai bunga berbentuk rnangkok yang sangat besar (seperti Spathodea deciduous sampanulata. relatif sedikit perhatian ditujukan polinator crepuscular nocturnal (kecuali oleh Van der Pijl. di Asia Tenggara). Baker (1970. di Afrika Bignoniaceae. 1975). 1973). Baker dan Harris (1957. 1959). dan Mulai dari itu ini hingga tahun 1954. 1968-1969). Sazima dan . setengah musiman tersebut memberi 1978. 1975}. untuk dasar karena Stiles. Heithaus ef a/. dapat makan untuk ketika yang lintang diproduksi burung-burung hummingbirds). Selanjutnya dengan adanya photografi flash elektronik. sepanjang residen atau atas oleh Bunga-bunga tahun. 1959}. mereka mungkin dimanfaalkan bergerak burung-burung atau ketinggian (Janzen. Burck. (cf. diameter kurang 10 cm dan sama-sama dalam). Ayensu (1974). (1974. Vogel (1958. Kelelawar Pernyataan dan Mamalia yang Lainnya muncul sebagai mengenai polinator. dan dewasa ini telah ada alat-alat penguat gambar penampakan malam bagitu pula alat radio tracking telah memungkinkan studi yang lebih sering dan mendetait dan telah memberikan kepada kita apresiasi yang nyata dari luasnya sistem penyerbukan yang hampir terbatas pada daerah tropis. Jenis-jenis inni memiiiki begitu banyak nektar (dan air hujan) sehingga dapat digunakan sebagai tempal minum oleh burungburung yang lebih besar. (4).

1968. bunga-bunga tersebut mungkin berada . 1978a) dan Mucuna 1970). Vigel. kosong di insectivonous) {Baker dan Harris. hal. 1978) adalah diantara dan mereka yang telah memberikan penyerbukan contoh-contoh bahasan mengenai kelelawar di hutan tropis. dan Gould (1977. dan cukup besar digantikan oleh penyerbukan kelelawar ketika mamalia yang terbang lebih efektif menjadi tersedia. order order Namun ternpat Megachiroptera (sementara adalah Microchiroptera demikian.Sazima (1977. Jika hal seperti ini adalah kasusnya. 1957. Kemungkinan lain. d!l). dimana lemur (kukang) boleh jadi merupakan pollen-vektor. Baker. 1973). 1968Baker. liana atau kadang-kadang epifit dengan individu peduncles bunga-bunga bunga atau inflorescenses menggantung sehingga atau pada individukekuatan ruang yang pedicels terdapat terbang bagi kelelawar bebas dari ranting atau cabang. andreana {fabaceae. Faegri dan Van der Pijl (1978. Contohnya Parkia dappertoniana (Fabaceae. dan di Australia. 122) dimana marsupial contoh benar-benar lebih lanjut terlibat mengenai (Morcombo. pada dari sub sub 1973}. Mimosoideae) (Baker dan Harris. memberikan penyerbukan oleh mamalia non-volant Tumbuhan yang diserbuki kelelawar di hutan tropis biasanya pohon-pohon. 1957. Faboideae) (Baker. yang juga meliputi banyak data utarna dari Malaysia. sisa keterlibatan mamalia yang lebih tua ini masih terlihat di Madagaskar. Megachiroptera hutan bunga tropis yang tidak menyebar ke neotropic dan Microchiroptera (yang menyebar} dan Raven menemukan (1978) Amerika dan menyebar kedalamnya (Baker. 1978}. Bunga yang didatangi kelelawar pada paleotropik terbatas anggota 1969. Sussman berpendapat bahwa didatangi oleh mamalia non-volant yang didahului oleh penyerbukan kelelawar. Lack (1978). Sebuah resensi umum dan diskusi disajikan oleh Start dan Marshall (1976).

Bersama nocturnal. Migroglossus minimus mencari makan hanya pada mangrove ini dan terbatas . Terdapat dua sindrom bunga kelelawar yang cukup berbeda dengan tidak (Faegri anthesis enak. keduanya merupakan hal yang suplai sangat penting asam karena amino membentuk terbesar pembangun protein untuk kelelawar tersebut (banyak). yang dan Van der Pijl. kelelawar dapat terbang dalam jarak yang jauh. yang (Gould. 1978). Start dan Marshall (1976) menemukan bukti bahwa megachiroptera Eonyderis speiea mungkin mencari makan pada mangrove Sonneratia alba (Sonneratiaceae) pada lebih dari 38 km dari tempat bertenggernya. Volume yang sangat besar dari nektar agak mencair pada maiam hari dan polien juga mencair dalam jumlah yang cukup besar. Bombacaceae) atau inflorescences (contohnya Parkia clappertonia). agak bunga-bunga bermahkota besar. Susunan ini terlihat dalam bentuk ganjil pada inflorescences-rachises yang kaku pada Oroxylum indicum (Bignoniaceae) di Malaysia spp. (seperti Banyak Crescentia dari bunga pohon-pohon diserbuki oleh kelelawar berada dalam kondisi tanpa daun (yang memungkinkan kelelawar terbang lebih bebas) dan hal ini mungkin merupakan alasan rnengapa penyerbukan kelelawar kelihatan lebih sering terjadi pada hutan kering daripada hutan basah. sehingga dan kelelawar hinggap inflorescences rnerayap disana. atau pada bunga-bunga tunggal yang kokoh {contohnya Kigeha.dalam satu tandan dapat dekat ujung pada cabang. 1978). Beberapa bunga kelelawar menghasilkan cauliflorously Bignoniaceae}. Baker. dan bau yang tajam. mungkin warna terdapat abu-abu pada kernerah- merahan atau keputih-putihan. Bignoniaceae) atau bunga tipe semak (contohnya Adansonia digitata. Dalam mengumpulkan hadiah-hadiah ini. seperti pada Ceiba petandra (Bombacaceae) (Haris dan Baker.. 1959. meminum nektar dan memakan pollen. 1963).

untuk bertengger sampai 3 km dari sumber makanan. Sazima dan sazima.. 1976). atau sekawanan. Markea misalnya Glossophaga (Solanaccea) (dilaporkan di dalam kesalahan sebagai species dari genus tetangganya Trianaceae dalam Baker (1973). Di mencari neotropic. Start dan marshall. clappertoniana) telah menunjukkan traplining oleh megachiroptera. Heithaus. Gould (1978) juga mengklaim bukti mengenai pertahanan teritorial dari Eonycteris. et al. Phyllostomus discolor mungkin saja mencari makanan secara soliter atau mengelompok. Pencarian Microchiroptera neotropic mungkin juga pada jarak 16km (Janzen. Durio zibethinus. 1975. 1978). tergantung pada jumlah nektar yang tersedia.. dari suborder kelelawar yang sama. Heithaus et al. Terdapat bukti-bukti secara tidak langsung bahwa pencarian makan oleh beberapa kelelawar neotropic mengikuti pola traplining (Baker. sehingga kelelawar yang . di Malaysia juga. tetapi Gould besar" boleh saja merupakan suatu keadaan yang sangat (seperti pada (Baker. Faboideae. sama halnya di Malaysia (lihat juga. seperti pada Artheus jamaicensis pada Bauhinia paulitia (Fabaceae. Sazima dan sazima (1977) mencatat bahwa di Brazil bagian Tenggara. Di palcotropic pemberian makanan pada "kesempatan" pohon-pohon Ceiba 1973) dari kelelawar bunga Parkia (1978) megachiroptera biasa "pembentukan pentandra. 1974). 1975). Pteropus vampirus. dapat dimana terbang mereka dalam dengan akan jarak yang jauh anlara makan tempat oleh bertenggernya pohon-pohon makan. makan satu soridna kelelawar demi dari microchiroptera seperti sp. 1973. Howell (1978) menunjukkan bahwa pohon-pohon yang menghasilkan Rica) bunga kelelawar aliran di Guanacaste pada waktu (Costa yang menghasilkan nektar berbeda-beda sepanjang malam. kecil satu.. Gould (1977) memperkirakan bahwa.

1978). Gould. paleotropic diisi pembentukan bunga dan buah oleh species yang tidak bertalian dan hal ini dimungkinkan oleh iklim (Alien.datang dapat merupakan spesialis untuk waktu tertentu dan oleh karena yang itu kemungkinan efisien. Daya Tarik Baqi Polinator (1) Warna. 1969. siiang lebih bahwa mernperoleh menemukan makanan bukti mengangkut pollen dari jenis-jenis yang berbeda ini dari tanaman pada bagian-bagian tubuh yang berbeda sampai menarnbah efisiensi (1978) acuminata Malaya. 1973. dari berbagai kelelawar polinator-polinator belum dapat umum Dia dalam juga sumber. atau ketika Warszewiczia (Rubiaceae) berbunga di hutan yang . yang Prilaku sepanjang bunga tahun dan dari buah microchiroptera mendatangi neotropis telah dipertimbangkan oleh Heithaus et al. Corollia perspiciilata mungkin dapat mempertahankan dirinya pada buah-buahan selama rnusim basah sedangkan Glossophaga soricina dapat mempertahankan kecenderungan nektarivorous. Van der Fiji. Macam-macam warna dan pola warna dijumpai di hutan tropis meskipun suasana dari warna tersebut mungkin hanya tampak pada waktu-waktu tertentu dalarn setahun. Kebutuhan dimaksudkan sepanjang untuk di bunga atau tetap buah-buah bertahan oleh ringan hidup prosesi agar kelelawar kelelawar dapat juga sebagai "bekerja pollen-vektor. Eidolon helvum mencapai tahap akhir dengan migrasi kelompok dari daerah berbunga yang satu ke daerah berbunga yang lain (Alien. Dalam hal in. Baker. indicum dalam dan sama" Gould Musa memberi menunjukkan bahwa Oroxylum makan kelelawar megachiroptera Eonycteris spelaca di tahun. 1976. seperti ketika tajuk Cochlospermum atau tabebuta berbunga di hutan kering Amerika Tengah. 1939. Start dan Marshall. 1939). Di Afrika Barat. (1975).

Schoepfia schreberi (Meiiaceae). dari daerah Bunga-bunga semua untuk tawon sering berwarna merah keunguan. P. dengan atau ngengat warna ngengat memiliki lavender {Haber.lebih basah. dan Baker (Olacaceae) Di (Elaeocarpaceae). cream corolla daripada berstekstur daging. Sebaliknya. bunga berwarna dari Opier hutan merah daripada Frankie.). beberapa species yang beradaptasi pink. dipubl. hubungan yang baru telah terungkap (sama halnya dengan pada bunga-bunga yang diserbuki kelelawar). dari dan maupun temifoiia spp. Guarea Pithecellobium (1958) telah gigantiiolia dan catenatum adalah anggotanya. dan warna putih atau cream yang biasanya rnerupakan bagian sindrom dan kering penyerbukan tidak saman meliputi Bawa. {baik dan hutan Contoh-contoh spp. Warna merah adalah warna yang paling umum diantara species dan yang diserbuki Bunga oleh untuk burung kupu-kupu (hummingbirds passerine). Calliandra Pithecellobium Mimosoideae). beberapa species pohon yang diserbuki tawon memperlihatkan keungu-unguan bunga-bunga yang biasa berwarna tarnpak. di hutan basah dan kering Costa Rika. Hum crepitans (Euphorbiaceae). misalnya Casearia sylvestris dan . Kemudian. rnerah murni {seperti yang terlihat oleh mata manusia) yang biasanya disertai oleh pancaran ultraviolet(tidak dapat dilihat Meskipun sama seperti oleh kita). Fabaceae Sloanea basah. Bunga untuk ngengat biasanya berwarna barangkali pucat. Di Afrika Barat. hampir Bunga semua untuk lebah kecuali mempunyai warnd. berkisar dari putih hingga kuning dan pink (dan bahkan merah) tetapi bukan biru. atau putih. hampir pada wama tersebut sedikitnya berasosiasi dengan jenis polinator dengan cara yang temperate. Harris menyaksikan memotret sphingid ngengat yang mendatangi bunga-bunga berwarna ungu tua dari Kigetia africana (Bignoniaceae).

Beberapa penelitian lanjutan mengenai warna bunga dan polanya yang memperhitungkan yaitu pola tidak pantulan pola makanan Kevan atau warna pada (1978} absorpsi variabel pengunjung anthecology. berwarna diserbuki oleh kombinasi lebah-lebah kecil dan tawon beberapa species Cord/a. Untuk beberapa eksperirnen Sebuah {1974) memberikan yang mungkin dan indikator pada dibutuhkan didemonstrasikan lewat eksperimen Jones dan Caesalpinia eriostachys Parkinsonia aculeata {Fabaceae. Banyak species lainnya (seperti 1976a). dan Karwinskia calderoni dan Ziziphus dengan guatemalensis bunga (Rhamnaceae} putih atau et (Haber. cream al. Opier seiring dengan penuaan bunga. Frankie. Mereka menunjukkan bahwa hanya ada satu petal dalam satu bunga yang mengabsorpsi ultra violet bahwa dan dengan manipulasi yang biasa posisi petal oleh (dengan lebah pembedahan dan penempelan kembali).Xytosma sp. ultraviolet ini terhadap masih berubahnya mencari umum.. Caesalpiniodeae) pada tumbuhgn di alam. didatangi sehingga rnungkin dari oleh arti dapat apa lebah selagi dari biologi perubahan tersebut masih belum jelas. (Flacourtiaceae}. mereka menunjukkan pendaratan dilakukan polinator dapat salah arah. Jones dan Rich (1972) telah memberikan perhatian kepada Columnea kenampakan florida di yang luar Rica. tidak dipubl. Buchrnann tersebut masih masih bersisa. Opier dan Bawa. tetapi bungabunga nodanya masalah. jawabnya. dan hubungan variabelbunga membahas proses pewarnaan bunga dengan mengacu pada Barrows (1977) mempelajari perubahan warna (dari lavender gelap sampai putih) yang terjadi pada bunga Pachyptera hymenaea {Bignoniaceae) ketika polen dan nektar tidak lagi tersedia. biasa dimana dari adaptasi (Gesneriaceae) Costa pada penyerbukan burung-burung hummingbird .

Bau aminoid lainnya berkaitan (termasuk dengan bunga bunga-bunga yang besar yang diserbuki dari kumbang. diserbuki ngengat biasanya mempunyai bau yang enak (begitu pula relatif temperate mereka) tetapi hal ini tidak dapat dipercayai karena bau yang tidak enak dari bunga Durio zibethinus (Bombacaceae) menarik perhatian ngengat sebagaimana pada kelelawar (Baker. (2) Bau Bunga. Kigelia africana. Seperti Van der Fiji (1936) pertama menunjukkan. Dodson. 1958). Di hutan tropis terdapat asosiasi yang biasa dari bau-bauan yang enak dengan bunga-bunga yang diserbuki lebah dan kupu-kupu. Penelitian depan tentang pewarnaan bunga dalam konteks penarik penyerbukan mungkin dibuat pada basis family. 1975) R.tersebut belakang terdapat daun dan tertarik daun bagian kesamaan oleh pada bintik-bintik bunga pewarnaan lainnya merah yang merah terang pada Disini dari di dimana penguat masa tersembunyi. (1968) Dodson. mempunyai bau busuk (dan berwama ungu kemerahmerahan) tetapi mereka juga menarik perhatian ngengat sebagaimana kelelawar (Harris dan Baker. bau dari bunga yang diserbuki kelelawar (sebagaimana buah yang enak. 1976. didistribusikan dan bahkan itu kelelawar) telah Species biasanya yang agak dengan tidak bau oleh dibandingkan kelelawar sendiri. . Bunga-bunga yang diserbuki kelelawar. seperti yang dimulai oleh Gentry (1974a) untuk Bignoniaceae dan oleh Prance dan kelompoknya (Prance. dan Dressier Vogel dkk. dll) untuk Lecythidaceae.L.H. terdapat sekitar bunga pada banyak euphorbia tropis. 1970}. dan bunga-bunga yang diserbuki hewan terbang sekali Rafflesia) memiliki kecenderungan yang familiar tertiadap bau yang tidak enak bagi hidung manusia. dan ketidakadaan bau yang biasa pada species yang diserbuki burung. di Afrika Barat. Kerja (diringkas dari dalam C.

oleh kimia air Baker gula: asam (1978a). Nektar nektar kimia : organik bahan {lihat 1975. Aspek-aspek bahan kimia penyerbukan biologi tumbuhan berkayu di daerah dengan tropis telah disebutkan bahan semua sekedar amino. Namun demikian. kesempurnaan faktor-faktor keuntungan melaporkan dihasilkan Ritme mereka pada bahwa endogenous ke dalam dapat Inga dan semacam siklus dilihat vera 24 Salas var. kimia lainnya yang mungkin mengandung efek pencegah pemakan nektar bagian mencegah dibawah} atau (Baker nilai Baker. jam juga dan oieh dengan (1974). Energi produksi pembangun jaringan . Hadiah Bagi Pengunjung Bunga (1) Nektar. (a) Bahan Kimia dari nektar. menekankan lebih beberapa asam yang pada dari atau nektar. Overland telah mempelajari endogenous yang ada pada pembukaan dan produksi bau pada bunga dari blooming nocturnal Cesfrum noctumum (Solanaceae). Mimosoideae) tidak berbau saat pertama kati (diakhir senja) menarik perhatian beragam pengunjung bunga. diketahui mengandung gula. beragam substansi nutrisi organik lainnya sangat kecil. (Fabaceae. pengumpulan substansi bau-bauan dari petal berbagai anggrek tropis oleh lebah auglosine jantan menunjukkan sehingga kombinasi terdapat (1960) karakteristik mating "minyakdari ritme minyak essensiaf yang secara berbeda menarik perhatian assortive pollinia dan stigma anggrek-anggrek ini. protein jumlah beberapa antioksidan. 1978a).mengenai telah lebah. bunga-bunga tersebut rnenjadi berbau tidak enak setelah beberapa jam dan kemudian bunga-bunga tersebut didatangi kelelawar. dalam pada bahan-bahan lipid. spuria lingkungan species nektar diurnal. yang sebagaimana potensial dan Baker. itu.

Ada beberapa bukti dari sarnpel yang di arnbil dari hutan kering Costa Rica. ngengat. dimana konsentrasi gula pada nektar meningkat dari dasar hingga puncak pohon (dengan perkiraan gradien terbalik untuk asam amino) (Baker. nektar tanpa melihat tipe polinator (Baker dan baker. Kadangkala ada phylogenetic yang kuat. Di Costa Rica. tinggi tetapi hummingbirds passerine diserbuki burung dan yang diserbuki kelelawar (Baker. Bunga yang dikunjungi kelelawar di neotropis membuat penggunaan getah buah dan pollen sebagai sumber dari bahan-bahan penyusun protein dan mengkonsumsi beberapa serangga. nektarnektar yang mereka konsumsi kurang dalam asam amino. nektar Ranunculaceae asam amino kaya sukrosa. dominasi sukrosa kurang jelas terlihat. Bunga untuk kupu-kupu. sukrosa terhadap dengan bunga untuk heksosa dalam dan nektar bunga yang hubungan untuk rendah perilaku bunga polinator. Burung kolibri betina khususnya pada waktu reproduksi gemar memakan serangga. Konsentrasi terbesar) para sumber dalam cenderung untuk jika lebih besar jika nektar adaiah satu-satunya (atau yang material bunga pembangunan biasa protein pengunjung dibandingkan pengunjung mempunyai alternatif yang melimpah (Baker. dan untuk bunga lebah cukup beragam. Baker dan Baker. kupu-kupu dan tawon (termasuk pula beberapa kelornpok tawon) bergantung pada nektar untuk pemeliharaan diri mereka. Bunga-bunga kemungkinan tidak dapat menyediakan mereka dengan suplai alternatif yang nyata dari bahan-bahan penyusun protein dan merekapun .nektar bergantung pada volume nektar dan konsentrasi bahan kimia di dalamnya dalam pertanyaan (lihat di bawah). 1978a). 1978a). 1981). 1981). nektar dari Asteraceae biasanya didominasi heksosa. dan nektar dari bunga yang mereka kunjungi mempunyai konsentrasi asam amino yang relatif tinggi. 1978a. Rasio menunjukkan menjadi ngengat.

Di hutan Costa Rica dataran rendah.. mengangkut dengan Lebah-lebah minyak dan percaya termasuk sarang bahwa (1968. 1978a). lipid nektar ditemukan terutama sering ditemukan pada Caesalpinioideae dan Bignoniaceae (Baker.tidak. minyak Malpighiaceae Ketenjar in menghasilkan anthophorine bahwa mengeluarkan untuk genus dimana ini minyak ini diserbuki "elaiophors" dan ia menyatakan produksi sebagai ke alternate dan minyak mereka pada produksi Centris.1971. . Namun demikian. 1978a). di Vogel menitikberatkan Selatan. lebah Amerika yang meliputi famili minyak tertentu. Terdapat beberapa asam amino "non protein" yang lebih sering ada diantara nektar bunga dari pohon-pohon tropik dan liana (55%) daripada tanaman di temperate (36%). Vogel dicampur nektar. Pada sejumlah anggota tahun tanaman dari 1969. sesuai dengan spesies masing-masing (Baker. dkk. mereka mungkin berperan sebagai penangkal terhadap pengunjung bunnga-bunga yang tidak diharapkan. Jika asam-asam amino ini mempunyai pengaruh toksik yang dipercaya ada saat mereka terdapat pada benih-benih (Rehr. adalah seperti bahan-bahan larut air lainnya dan dikatakan bahwa minyak Vogel "alternatif bagi nektar benar-benar nektar yang secara luar biasa kaya akan lipid. Baker dan Baker (1973. Nektar dari tumbunan tropik berkayu dapat terdiri dari 2-24 asam amino yang dapat dideteksi. nektar yang terdiri dari lipid ditemukan paling sering pada pohonpohon. Di antara pohon-pohon dan liana. pada tahun 1973.1974) polen digunakan pemberian makan larva. 1973a.b). 1975) melaporkan bahwa nektar yang terdiri dari lipid-cairan yang terdiri dari lipid dalam suspensi dan juga terdiri dari gula biasa dan asam amino. dikumpulkan yang yang hutan oleh bahwa tropik.

1949. 1961. berbeda Cruden. ketika volume nektar pada bunga-bunga dengan selang melewati beberapa tingkat jarak (Cruden. lebah (masing-masing dalam "sucrose dkk. dkk.1977. Konsentrasi gula yang rendah pada nektar bunga kolibri menunjukkan nilai yang tidak semestinya dengan laju metabolik yang tinggi dari burung-burung kecil ini.sebagai berat per berat total). dan ini terutama sering ada pada nektar yang mengandung lipid di mana mereka rnampu mencegah berkembangnya ransiditas (rasa anyir) (Baker dan Baker. dapat juga mempengaruhi "rasa" dari nektar. equivalent". 1978a). Konsentrasi gula dari nektar hutan tropik berada pada selang 5-80% (sucrose equivalent . dkk.1978a.. ngenngat sphingid kelelawar mempunyai konsentrasi rendah (masing-masing x ~ 21%. yang 1977. Meeuse. Pada serangkaian determinasi pada hutan kering dan /pada musirn kering (Baker. Cruden. Bolten.. 1981.1978a. vitamin C). Dua variabel ini terkait erat karena sejumlah gula yang diproduksi di dalam nektar sebagai hasil konsentrasi beberapa volume (yang terakhir biasanya diukur dengan refractometer 1979). Konsentrasi gula nektar dari bunga-bunga bunga yang yang beradaptasi berbeda pada klas-klas 1965. 1975. yang secara potensial penting bagi nutrisi pengunjung bunga di dalam hutan. pada akhirnya kurang dan pekat dibandingkan bunga-bunga x = 41 % settling dan 46 moth %). Sebagian besar bahan kimia yang disebut. 1981). Percival. Baker. Opler. termasuk antioksidan (sebagian besar asam askorbik. 1975}.1974.Bahan-bahan lain pada nektar bunga. . adaptasi pengunjung Baker. yang menemukan bahwa nektar bunga burung kolibri.. 1975. 1981. selang yang luas (Fahn. 24% dan 17%) daripada nektar bunga kupu-kupu (x = 29%) dimana. polinasi mempunyai 1979). (b) Volume Nektar dan Konsentrasi Gula.

A. Sekalipun demikian. tawon.tetapi setidaknya tiga penjelasan yang mungkin telah dikemukakan. walaupun terdapat pengecualian-pengecualian terkenat. contohnya Cochlosperum vitifolium (Cochlorspermaceae) dan Bixa orellana (Bixaceae) pada hutan kering neotropik mempunyai bunga-bunga dengan diameter sebesar 7 cm. burung ia oleh nectar saat 1980) dalam seharusnya dipindahkan oleh suatu yang bahwa volume mengalir dari W. kupu-kupu Cordia atau spp.. kupu-kupu dan ngengat lebih suka dan dapat berhadapan dengan nektar untuk yang pekat. Baker (1975) merumuskan bahwa viskositas yang rendah penting untuk memungkinkan pengambilan nektar dengan cepat oleh burung kolibri. seperti lebih pada beberapa mernproduksi sedikit mikroliter nektar pada suatu saat. Beberapa lebah kecil. cukup air pada sempit bunga). yang keberhasilan polinasi. di dalam kasus burung kolibri dan ngengnat saluran Sebagai diambil untuk sphinngid yang alternatif. Penjelasan ini tidak dapat diaplikasikan oleh Bolten hutan Dinyatakan dari Feinsinger yang (1978} penetesan burung nektar cair akan memperkecil kemungkinan lebah dari 'perampokan' untuk konsentrasi dibutuhkan nektar (dart kolibri juga. Volume nektar dari bunga hutan tropik biasanya meningkat seiring dengan biomassa bunga (Opler. bermanfaat mengurangi tropika tekanan basah. 1981). sphingid dan kelelawar yang hanya menghabiskan periode yang singkat pada bunga (dan. tetapi tidak mernproduksi nektar. pribadi. Calder cair besar dapat saat disarankan (komunikasi nektar memuaskan karena pada dan bunga gula kebutuhan energi mereka. burung berada di bawahnya. Bagaimanapun Trinidad) dalam mereka asumsikan terlalu rendah untuk lebah. adalah benar bahwa lebah. beberapa perbedaan . ngengat bunga. dan bahkan yang mernuntahkan pekat cairan sebelum mencairkan nektar sangat mencernanya.

konsentrasi tersedia. saat inflorescences tunggal dari Parkia clappertariiana Afrika Barat dapat memproduksi sebanyak Ochroma. dan semuanya indicum dipolinasi 1. Hal ini akan sangat membantu untuk data kuantitatif hutan tropik. sebagai contoh bahwa satu catkin dari Salix arctophila (Salicaceae) dapat tersebar untuk 950 "km nyamuk" setiap hari. 1957). (2) Polen. nektar erat terdapat gula disediakan ukuran yang gula pengunjung terbalik nektar yang (Opler. kelelawar dan ngengat. lebah (untuk mereka sendiri dan untuk anak-anaknya) dan oleh kelelawar. Hocking (1953. Di Asia bunga staminate dari Musa paradisiaca (Musaceae) memproduksi beberapa mililiter selama satu malam (Fahn. 1949). bagi sebagian besar burung pengunjung bunga (lorikeet dari Australia adalah pengecualian dalam pencernaan polen . lalat. kelelawar 15 Musa ml (dimana Parkia Oroxytum yang denngan semua mengalir ke tempat oleh Durio bunga bunga antara yang biasanya) dalam satu malam (Baker dan Harris. Musa acuminata 0. Di Artik. 1981) dan ini diperoleh bukan dengan secara korelasi dan juga. nektar volume bagaimanapun dihasilkan bahkan pada permukaan dilusi biasanya lebih besar pada bunga yang menyediakan nektar umurnnya untuk burungburung yang relatif besar. Bombacaceae) dapat memproduksi 15 ml datam satu malam dalam kondisi terbuka. yaitu bunga-bunga besar pada pohon balsa neo-tropik (Ochroma pyramidalis. Volume berhubunngan kebetulan. tetapi kelihatannya sangat jarang.8 ml. Polen yang dihasilkan oleh kunjungan bunga digunakan sebagai nutrisi oieh kumbang. oleh Malaya: zibethinus 0.yang besar lainnya.36 ml.63 ml.1968) menghitung produksi gula nektar per hektar dari tundra Artik dan menduga berapa yang dapat mendukung penerbangan serangga dan diperoleh hasil yang agak menakjubkan.

Bunga "keuntungan" beradaptasi dilayani oleh yang dari dengan tidak bunga lebah bernektar tidak dari anggota seperti yang dengan pada Annonaceae sangat atraktif untuk kurnbang. menyimpan polen polen "anther-anther polinasi" yang berbeda "anther-anther badan lebah ketika sedang makan. orellana banyak yang Cochlospermum spp.yang betina disengaja: (1972. pollen dan Gilbert rnenunjukkan Heliconius pada kupu-kupu genus melalui pengumpulan sampel bunga-bunga staminate dari tumbuhan perambat diocious Anguria Gurania {Cucurbitaceae}. Di hutan noetropik. Banyak bunga dari tumbuhan hutan digunakan oleh lebah sebagai sumber nektar dan polen sedangkan polen hanya sebagai hadiah untuk pengunjung. polen lolos dari anther melalui pori-pori ujung dan beberapa polen "menderu" disebabkan karena lebah menggetarkan badannya saat kontak dengan adroecium dan mengguncangguncang polen yang berbentuk seperti debu tersebut. seperti (Bixaceae). 1971. Cassia dicontohkan 8/xa dan spp. dkk. Swartzia dan Melastomataceae sangat erat dalam penngumpul makan". Kemudian dilakukan pemuntahan nektar di atasnya sehingga asam amino meresap ke dalam nektar dan kemudian juga diminum ini oleh masih kupu-kupu. Sebaliknya bernektar Cassia. Pada Solatium. bahwa menggunakan genera 1970). pada Bagaimanapun fenomena terbatas hutan neo-tropik dimana Helioconius berada (lihat juga Dunlap-Pianka. (Solanaceae) semak. vitifolium (Cochbrspermaceae) yang terdapat diantara Sotanum Melastomataceae tidak bernektar diantara (Fabaceae. Caesalpiniodeae) diternukan pada bentuk kehidupan dari herba hingga pohon yang kesemuanya menghasilkan polen yang berlimpah. tentang tetapi . De Vries. pohon-pohon. Masih komposisi sangat bahan kimia sedikit polen pengetahuan tanaman tropis. 1979). dari Churchill 1975} dan Cristensen.

tanpa interaksi siklus hidup biasanya juga ada dan ini akan rumit apabila antara tanaman dan tawon . tetapi terdapat suatu keseimbangan yang tidak stabil disini yaitu antara keuntungan polinasi dengan kerusakan jaringan-jaringan. makan Di Freycinetia burung-burung arborea dengan ini juga (Pandanaceae) memberi berdagingnya. dedaunan bunga Pada Di Asia Tenggara. inflorescence bahkari kumbang bahan "trapping" polinalor padat beberapa serangga dihasilkan Araceae non lainnya didasar tropik pada Amorphophatlus yang variabilis trapping. telah digarnbarkan untuk sejumlah spesies tropik.1978a). menyediakan bagian-bagian makanan mulut untuk pengunjung bunga dengan untuk pengunyah (mungkin memindahkan perhatian pengunjung dari androecium dan gynoecium). Ini juga terdapat pada kategori hadiah padatan yaitu yang pertumbuhannya tidak normal didalam synonim Ficus. Baker dan J. (anaman). mengkonsumsi tampuk bunga (spathe). Banyak kasus telah diketahui dari peningkatan anak kumbang pada jaringnan berdaging dari bunga-bunga yang hidupnya panjang. 1978}. atau lebih sering disebut inflorescence (Faegri dan Van der Pijl. {Baker. Baker. 1978). Hawaii.dinyatakan oleh Howell {1974) bahwa polen yang diambil sebagai akan makanan protein. tidak dipublikasikan) (3) Hadiah padatan lainnya. oleh dan kelelawar mungkin mungkin sangat kaya berhubungan Beberapa dengan yang konsentrasi asam amino yang rendah pada nektar bunga keleiawar 1977. Padatan "tubuh makanan". burung-burung polinator dan tikus yang makan pada inflorescence (sekumpulan pada dapat menjadi dan dan sebagai agen perusak (Faegri dan Van der Pijl.G. studi menguntungkan telah dilakukan pada kisaran urnum kimia polen dari tumbuhan hutan tropis dan sebagai tahap awal telah dibuat baru-baru ini (H.

tidak kupu-kupu dan ngengat}. hadiah dan tapi bunga menyediakan dikunjungi secara singkat oleh ngengat pada saat hampir setengah gelap di awal malam. Contoh "sengaja" disediakan (Caricaceae). (4) Tipuan dari pengunjung bunga. Tipuan parsial benar-benar ada diantara pohonpohon tropik pada kasus-kasus tersebut dirnana bunga staminate menyediakan dari spesies monoecious polen atau atau dioecious keduanya) hadiah (nektar. kami membutuhkan lebih akan ditemukan dilain tempatdi hutan . terlihat bahwa yang paling baik sangat jarang diantara pohon-pohon besar. pemberitahuan keberadaan hadiah yang tampak kepada pengunjung bunga melalui warna. pistilat lalat. tidak disempurnakan. 1976). Namun demikian tipuan diketahui dalam biologi polinasi. sedang bunga pistilat tidak tersedia. dan hal ini telah dinyatakan (Baker. diaman bunga staminate menawarkan polen dan nektar untuk berbagai pengunjung (burung kolibri. lebah. Secara nyata. Kasus polinasi "sengaja" lainnya kemungkinan tropik. Kasus-kasus yang jelas ada tipuan total. dimana tidak disediakan hadiah sama sekali. Pada sebagian besar tumbuhan. Ini mungkin akan seimbang jika polinator tidak tertipu. dan bentuk dari telah bunga didukung dengan oleh baik penyediaan pada hadiah itu (biasanya nekltar atau pollen). 1978a) bahwa untuk pohon besar energi yang digunakan untuk pembentukan bunga begitu besar sedangkan simapanannya kecil sehingga tidak bisa mencukupi hadiah untuk polinator. bau.agaonid. Bunga pistilat dengan "tidak sengaja" dikunjungni oleh polinator yang mengantisipasi dari bunga polinasi hadiah yang sama dan oleh mereka spesies peroleh dari Car/ca staminate (Baker. pada khususnya hubungannya dengan serangga kekuatan diskriminator yang kurang berkembang.

Pengunjung yang tidak resmi. melalui dan kalik penjepit beberapa untuk {sebagai contoh Cucurbitaceae Acanthaceae . pengaturan Rubiaceae. Baker. Pada ini dicapai morfologi bunga. diharapkan akan terdapat seleksi penampakan yang kemudian menurunkan kemampuan ketersediaan kasus kupu tempat yang dan nektar sama. Penangkal-penangkal tidak Dikehendaki (1) Penangkal fisik. Serangga-serangga merayap sering menjauh dari rambut tabung-tabung (yaitu ini melalui spp. Semua bunga dari yang bertabung lebah panjang berlidah melindungi nektarnya jilatan pendek. Kehilangnan hadiah pengunjung kadang-kadang bract tebal untuk terjadi kaliks. yang disebut pencuri nektar.. termasuk dalam kategori ini. kumbang dan burung kolibri {juga burung-burung lainnya) resmi atau bract). menyerbu melalui dasardari pucuk corolla belum atau spur atau untuk mengunyah yang terbuka memperoleh hadiah-hadiah yang kaya nektar atau polen. mereka tidak berperan dalam polinasi. Lebah. Sebaliknya tabung corolla yang panjang dan sempit mungkin cocok untuk Lepidoptera tapi tidak bagi burung kolibri yang paruhnya membutuhkan tabung yang lebih luas. Selanjutnya settling tubular bunga hingga bunga terhadap Pengunjung Bunga yang kolibri keadaan mungkin terhalangi oleh bidang datar yang kurang untuk berdiri pada horisontal. 1958). Ketika bunga beradaptasi pada polinator-polinator tertentu. ngengat dan polen pada oleh polinator. perubahan pengunjung burung dalam atau dalam kuputerhadap yang tidak efisien sebagai vektor polen.banyak informasi tentang biaya energi pada penyediaan hadiah. kumbang dan lain-lainnya. rambutpada Musaenda paleotropik. dan pengaruh yang sama dihasilkan dengan mensekresi nektar ke dalam taji (spur). lalat.

Baru-baru bunga mereka ini dari terdapat pengambilan banyak semut pertentangan non polinasi mengenai bagaimana spesies hutan tropik menjaga nektar (Janzen. beberapa dalam tapi mungkin dan bunga.1978a). Baker. 1977. lihat juga Guerrant dan Fiedler. 1978). W. fenolik. diantara di alkaloid masing-masing dari tundra bahwa spesies hutan tropik di Costa Rica dan sampel dari California Colorado Alpine nektar menunjukkan tropik mempunyai proporsi yang lebih besar dari masing-masing (Baker. Haber. Bahan kimia nektar hanya pada awalnya alkaloid. 1978a). 1877c. dan menunjukkan adanya pada penolakan semut oleh petal. Shubart dan Anderson. semut memasuki bunga dan memindahkan kalsium oksalat atau pemupukan tanin pada bagian bunga . Baker dan Baker. dari diasumsikan asam amino bahwa non telah hutan yang dan dari Rocky glikosida pengunjung nektar dari amino bunga protein akan tidak menyenangkan atau bersifat toksik Semuanya tumbuhan bunga sampel Gunung tropis (Baker dan Baker. Feinsinger dan Swarm. Pencegahan herbivores dari perusakan jaringan cluster bunga oleh metalui keberadaan dari kristal yang memberitahukan berbau. terhadap ditemukan Suatu bahan bekerja. 1978. Kelihatan bahwa saat nektar sebagian besar dari beberapa sedikit penolak jaringan mudah spesies karena semut yang bunga mungkin di dalam oleh tertutup dapat "menyembunyikan" nektar dari semut pada frekuensinya pada atau bahan di lebih kimia dalam lebih terdapat (sehingga berdekatan nektar terkontaminasi bahan-bahan ini. komunikasi pribadi. 1979. 1978. 1975. beberapa kasus. 1981).(2) Penangkal kimia. perbandingan dari asam fenolik. dan proporsi non nektar terdiri protein. 1977. yang disebut secara khusus bahan-bahan Bagaimanapun juga. Van der Pijl (1955) sebagai nektar.

Oleh Bentley (1977) pada Bixa (Bixaceae) woodsonii meninjau (1978) luas (Zingiberaceae). 1974). 1974). Interaksi ini beragam dari yang agresif satu lawan satu sampai yang sederhana dijumpai diantara melibatkan individu hingga aktivitas individu massa (Frankie yang dan kelompok-kelompok Baker. Spesies dari lebah tanpa sengat (secara kelompok) pada hutan yang sama juga diketahui menunjukkan perilaku intra dan inter agresif (Johnson dan Hubell. yang sering mengarah pada satu ke individu yang dipindahkan dari bunga dan kadang-kadang didorong keluar dari tumbuhan.). subjek dari berbagai Bentley macam (1977b) herbivora perlindungan oleh semut. (3) Penangkal Biotik..) soliter dan dari Anthophorinae Amerika Bombinae tertentu (beberapa anggota dari Euglossinae) dari daerah tropis Tengah dipubl. 1976). lebah-lebah Centris spp. Konsep dari "penjaga semut" yang makan pada nektar bunga ekstra dan melindungi bunga dari kehilangan nektar bunga mereka terhadap pengunjung bunga tidak resmi (yang paling nyata mereka yang membuat lubang metalui corolla untuk memindahkan nektar)-terlihat seperti yang dikemukakan oleh Van de Fiji (1955). Penghadapan satu lawan satu. 1976.yang tepat dinyatakan oleh kerja morfologi dan anatomi dari Uhl dan Moore (1977) untuk beberapa spesies palma. umumnya telah diamati diantara (khususnya (Frankie. Pada . Frankie. Dukungan oleh dan terhadap Keeler oleh yang kemampuannya tumbuhan (1977) Schemske lebih pada dalam Ipomoea pada dari menjaga melalui oretlana Cosfus telah fekunditas percobaan (kesuburan) disediakan carnea (Convolvulaceae). tumbuhan Interaksi intra dan interspesifik diantara lebahlebah yang mendatangi pohon-pohon pada hutan tropis rnemperoleh perhatian akhir-akhir ini (Frankie dkk.

Rauscher dan Fowler. Frankie dkk.kasus ini. soliter Tengah Selatan ini telah diamati pada kumbang Banyak di (Frankie. Interaksi-interaksi semut lebah Amerika Amerika (G. Linhart (1973) dan Stiles (1973). penyerangan Hubell sengat berhubungan menyatakan dengan bahwa makanan. dan tidak dipubl. perbedaan perilaku Johnson lebah pendek. pengamatan wilayah yang telah dilakukan pada lebah(sebagian (Frankie (Dodson Anthaphoridae) 1974. Frankie (in. 1961. 1979) dan pada Frankie. 1987. Pada suatu studi di wilayah hutan kering Costa Rica.. tetapi mereka tidak hanya menuju kembali pada polinasi dalam wilayah tersebut.) mengamati bahwa sebagian besar spesies pohon beradaptasi dengan polinasi lebahlebah besar (sekitar 35 spesies) mernpLinyai satu atau lebih wilayah lebah {sebagian besar dart spesies Centris). 1976. Frankie. tetapi kadang pula terhadap polen yang dibawa oleh perpindahan lebah ke pohon lainnya. sementara yang disusun semacam burung jantan dipelajari oleh Stiles dan Wolf (1970). . Baker.. Hal ini terlihat berbeda dari wilayah burung Kolibri pada saat mereka berhubungan terutama dengan perilaku pasangannya. Hal ini dapat mengurangi aliran polen antara wilayah (memotongnya silang di kecualikan dan untuk aktivitas ke polinator jantan pengganggu lainnya dalam wilayah yang ditinggalkan untuk beberapa saat sebelum diusir dan keberuntungan di wilayah lainnya). sekurang-kurangnya dalam jangka Beberapa serangga anthopilous diketahui mempunyai beberapa oleh daerah pertahanan Kolibri yang berdekatan telh dengan sumber bunga di hutan tropik. Dodson. dan tanpa interspesifik pada agresi diantara keberadaan lebahmenentukan perbedaan pengambilan makanan. prep. Frymire. pengamatan besar dan dan pribadi). 1976) dan di 1962.1975).W.

Frankie1976).Vinson et al. tukang tropik) Zona ditinggalkan bekerja (Xylocopa bahwa dengan spp. Gentry (1978) menaruh perhatian terhadap bentuk lain dari interaksi agresif diantara pengunjung bunga pada Dia suatu species bahwa pemakan flora dengan proses pembentukan bunga yang terjadi secara besar-besaran pada daerah tropis. yang mungkin membawa polen ke pohon yang lain. itu mungkin menyebabkan kekacauan yang besar diantara lebah penyimpan makanan yang bukan kelompok lain ke suatu titik dimana mereka meninggalkan kluster-kluster bunga yang diberikan dan memindahkannya ke pohon lain.1977. dimungkinkan penyebab. anthophilous. yang baru bee) Terutama jika tidaknya nektar tidak lagi terlihat mengundang lebah. tertarik Interaksi pada yang burung-burung sumber-sumber terjadi antara serangga besar dengan predator mangsanya dihasilkan pada penyebaran terakhir.Pengambilan makanan dari kelompok oleh beberapa lebah individu dari Anthophorinae telah diamati pada hutan kering Costa Rica Pengambilan (Frankie makanan dan semacam Baker. Bungabung yang ditandai dapat dikenali hingga 14 menit. Lebah-lebah pada suatu tropis tetapi tertentu mengabaikan (kebanyakan atau hanya ada oleh lebah pada betina Anthophoridae) telah diamati mendatangi beberapa bunga tumbuhan menyentuh sebentar bahwa yang bau lainnya. mengamati dengan yang serangga juga ini. Penghindaran yang sama dari bunga yang terlihat ditandai dengan bau-bauan yang telah diamati Xylocopa gualanensis betina pada Passiflora pulchella di hutan kering dataran rendah Costa Rica.1978)..1974.) pengunjung-pengunjung sebelumnya adalah yang menjadi temperate kayu (carpenter Passiflora (dari genus yang cukup baik mewakili hutan telah mempelihatkan lebah rnenandai bunga dengan sekresi dari kelenjar Dufour (frankie dan Vinson. dan dengan Epicharis .

Pada tahun-lahun berselang. dengan mengubah pada warna bunga) tidak bunga yang akan merusak superba Hibiscus "pembimbing nektar" merupakan petunjuk bahwa pengunjung bunga selanjutnya binatang-binatang apa-apa contoh. atau (dan pada pada Perubahan anthophilous bahkan bunga beberapa bunga memperoleh tumbuhan). dan Van der Pijl (1954. tidak dipubl.1978a). dan kom. produksi dengan Karena itu. (sub dan dewasa) produksi juga berlaku juga penghasil benih berkurang pada hutan relatif terhadap pohon-pohon yang sedang tumbuh di tempat terbuka (Janzen.. Prib. terjadi setiap sering tahun. Hasil ini mungkin dapat dicapai dalam jangka waktu yang (atau oleh agak dari lebih lama. pembentukan buah pada pohon tertentu berlimpah hanya pada satu tahun dalam jangka waktu lima tahun (Janzen. telah mengamati bahwa lebah jantan xylocopid menghindari bunga-bunga yang baru saja mereka kunjungi atau oleh individu-individu conspesifik lainnya. Di paleotropik.). bunga pada pematangan caurbarit pembentukan (Febaceae. buah dan Hymenaera walaupun tidak di benih bunga. selalu hutan bahkan diikuti tropis. PEMBENTUKAN BENIH DAN PENGUGURAN BUAH SENDIRI Pembentukan hermaprodit.1975) di Indonesia.sp. Penghindaran terhadap bunga yang baru didatangi tidak hanya berakibat pada proses mencari makanan yang lebih efisien oleh serangga tetapi juga dapat memberikan sumbangan pada peningkatan polinasi silang.1978a). tumbuhan berfungsi terutama sebagai donor atas garnet jantan. bunga Caesalpinioideae}. . kemungkinan mungkin Gloriosa species warna teriihat. Burkill (1907 ) di India. jantan Passiflora adenopoda pada ketinggian sedang (1500 m) di cloud forest (Frankie. Pohon-pohon sebagai "Sub-adult" polen. sebagai (Liliaceae) (Malvaceae).

1978a).1957). di Amerika Tengah.000 bunga fertil yang potensial dalam inflorencence jarang setiap untuk buah (Baker inflorencence grandis Harris. terbentuk Pada tetapi dari sebanyak untuk dan 2. 4 Contohnya. makan Buah-buah tetap dengan benih kecil matang pada sekuen sepanjang tahun. kasus Cassia (Fabaceae. ini nyata sekali dimana jumlah yang sangat besar dari bunga-bunga kecil mulai diproduksi. Barat. Persembunyian benih setahun atau lebih untuk rnatang (Janzen. kurang dari 1% bunga memproduksi buah (meskipun pada tahun "benih"). seperti pada sub famili Mimosoideae di dari Afrika Febaceae. Mimosoideae) (Janzen. mempunyai atau 5 Parkia clappertoniana tunggal. dan sedikit atau tidak sama sekali dalam tahun-tahun yang berselang. Lamanya proses buah dan benih-benih menjadi rnatang di pohon hutan tropis bervariasi dari beberapa hari hingga setahun. kemungkinan kerusakan benih oleh binatang Frugivorous (dan oleh predator benih) meningkat dan untuk mereka.Gejala berkembang yang umum adalah penguguran buah yang Hal beberapa saat sebetum kematangannya. Caesalpinioideae). Pada saat buah-buah menghasilakan benih dalam jumlah besar. pembentukan buah yang sinkron didalarn dan antar species rnemiliki keuntungan "memenuhi agoutis yang pasarnya". seperti pada Pithecellobium saman dan Enterolobium cyclocarpum (Fabaceae. Srnythe bulan di (1970) Borro telah melakukan suatu studi tentang buah dan benih yang jatuh selama periode 17 hutan Colorado yang (Panama). Benih yang akan dipanen membutuhkan waktu 1978a). sehingga burung-burung disitu terpenuhi dan persaingan untuk mendapatinya minimum. seperti (Dasyprocta punctata). . terutama dimana binatang-binatang penimbun menyebar (scatter hoarding animal).

dalam haf ini burung yang memakan buah dan mengangkut endozootical. oleh beberapa perkembangan diniana pada berbeda dan diferensial dari pematangan terjadi pada dua spesies dijumpai manis. tetap saja secara aktif dimakan oleh beberapa monyet dan agoutis. Rangkaian pematangan dari adalah bahwa buah dalam lembah telah bagi skala besar ditunjukkan oleh Snow (1965) dengan 18 spesies Miconia (Melastomataceae) Interprestasinya alam yang Trinidad. kekurangan walaupun makanan memiliki mencari warna yang tidak menarik dan rasa yang tidak manis. Bagaimanapun. 1974J. radikoferi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kematangan dan matang pada waktunya (di akhir pada musim mamalia hujan) yang saat terjadi makan. Penampakan yang mencolok dari buah-buahan yang diproduksi oleh pohon-pohonan hutan tropis. radlkoferi. buahnya berwarna orange Ketika species tersebut dijumpai di Borro Colorado. biasanya pematangnya diikuti tertunda. S. dari genus cepat Kasus pohon hingga yang yang dan beberapa periode menarik sama titik tertentu. buahnya berwarna mombin. . mombin mematangkan buahnya diawal musim sedangkan S. hal ini juga merupakan hasil yang tidak langsung dari periode pembentukan bunga pada waktu yang sama. (Anacardiaceae) (Croat. PENYEBARAN BENIH Metode Penyebaran Benih Penyebaran benih merupakan bagian yang penting dalam proses reproduksi dan menjadi subjek studi selama manusia masih menaruh perhatian pada pertanian. hujan. hijau dimana tidak beberapa spesies yang ancestral (leluhurnya) yaitu S.tertupakan mungkin dapat berkecambah. S. seleksi agen-agen terjadi menurunkan benih secara kompetisi menyebar. yang kecepatan Spondias dengan manis.

banyak ada seleksi karakter yang penyebaran. . Tinjauan atas pra-penyebaran benih diberikan oleh Janzen (1978a). Akibatnya. Penyebaran tidak selalu seragain pada semua arah dan areat yang terisi oleh hujan benih seringkali contohnya deisebut sebagai "bayangan benih". balasan yang patut disayangkan bayangan karena kebanyakan bayangan "bayangan". 1965b). dimana untuk sama. pohon-pohon conspesifik mungkin diharapkan mendekati suatu penyebaran seragam. jauh lain jauh sebagian benih jauh dari bahwa dalam tujuan agar induk. yang merupakan alasan kapok dapat dipanen dengan mudah (Baker.holtikultura mengurangi (dimungkinkan dan kegiatan-kegiatan kehutanan. Untuk banyak pohon tropis. hingga mereka mengukur penyebaran benih dengan kemungkinan tumbuhan meskipun akan rnengurnpulkan Pendapat jarak spesies. hujan. kita mengharapkan dapat melihat hasil seleksi dari mekanisme yang membawa sebagian besar benih pada jarak yang cukup dari tumbuhan induknya. dengan kadangkala benih dibawa dalam jarak yang lebih jauh. oleh orang-orang contohnya. Afrika Barat) seleksi pohon- pohon Ceiba pentandra dengan buah polongnya yang tidak pecah saat matang. range cukup menyatakan penting besar penyebaran meningkatkan perkecambahan dari akan penyebaran adalah cukup untuk membawa faenih ke titik dari tumbuhan induk terhindar dari persaingan dengannya (dan untuk lepas predator cenderung yang benih atau seedling yang benih dengan mungkin pada tempat terpusat pada tumbuhan induknya) adalah tepat. menjatuhkan atau rnirip rnikrohabitat induknya. Saat para naturalis mulai tertarik pada tumbuhan liar. Sebagai hasil dari kekuatan untuk bertahan hidup pada seedling yang sangat dekat dengan dihutan tumbuhan tropis induknya. cahaya atau masing-masing merujuk pada ketidak-adaan cahaya dan hujan.

Teristimewa sekali adalah penyebaran yang dilaporkan terjadi pada spesies hutan Amazon oleh ikan yang menelan benih dari pohon riparian dan tumbuhan perambat yang jatuh ke dalam air (Gottsberger. Spesies riparian lainnya riverine mengambang Banyak termasuk di Seluruh dari di famili air lain. (seperti memperlihatkan benihnya liana yang Entada distribusi berat tapi scandens. Buah atau biji mungkin pohon. 1969). 1930). lihat juga Ashton. 1972). 1930.dan bukti yang mendukung hal ini diberikan oleh Janzen (1970) dan oleh Conneil (1971). Ridley. Metode aktual penyebaran bibit di hutan tropis melibatkan angin. 1978). Penyebaran Tumbuhan dipubiikasikan dalam buku tahun berasal Penekanan pengalaman penulisnya sebagai Direktur Royal Botanic Gardens. Mimosoideae)(Ridle. Beberapa spesies dari genus Ficus (Moraceae) di Afrika dapat mengalami predasi hebat oleh hama ligaeid (Hemiptera. dari dalampenyebaran Fabaceae. Pada tahun 1972. kembali dengan penekanan tropis didasarkan pada pengalamannya di Indonesia. L. Dari studi terbaru penyebaran pohon hutan kering. dibawa atau oleh vektor binatang jatuh ke langsung permukaan dari dan buah mungkin terbelah/terbuka disana. tropis mengenai pohon-pohon penyebaran huian pada ini diringkas pada buku II N. Lygaeidae) disini distribusi terbatas pada jalan air dimana buah-buahan mungkin jatuh di air yang mengalir dan didistribusikan ketempatnya berkecambah jauh dari predator (Slater. 1970.van der Pijl membuat tinjauan mengenai subjek tersebut. air atau penyebaran oleh burung atau mamalia pemakan buah atau pemakan biji. benih tropis. Singapura. banyak spesies memiliki lebih kurang distribusi berumpun {Hubbell. Peneliti penyebaran benih tropis lain . literatur penyebaran Dunia. yang memungkinkan benih-benih tersebut disebarkan secara sekunder oleh hewan yang berkeliaran.

Howe dan Estabrook. Dalam semua studi.H. 1975.. buah-buahan hutan hujan dapat tetap melekat dengan tumbuhan induk untuk beberapa bulan dan kemudian menghilang tiba-tiba. Chan bunga waktu dari (dalam yang antara tiga Kavanagh. hanya terdapat sedikit jumlah dari pengarnatan yang pertama tetapi tidak sama dengan penyerbukan bunga. terutama memperjelas oleh burung teoritisnya dikristalkan dalam "Teori Durian" dari evolusi tumbuhan berbunga dilakukan dipelajari ahli burung. penyebar .. 1976. rnengenai paleotropik dkk. non Kerckhove. Akan kuantitatif tersebut Penyebaran banyak tetapi dan biji sebagian di baru-baru pekerjaan besar hulan oleh ini yang tropis ilmu kerja di eksperimen subjek telah neotropis.F. kurang penyebaran (Van (Vasquez-Yanes dkk.dll. terhadap bulan sulit pekerjaan. juga berhubungan untuk beberapa tahun dengan taman botanik di Singapura. 1977. H. Malaysia Ng dan mengejulkan pembentukan minggu sampai 1979) tetapi (1974) bunga melaporkan bersamaan mengukur buah dan bahwa dengan panjang dari 93 Dipterocarpaceae jatuhnya buah. der juga dilakukan neotropis 1978b).. telah dan Janzen. yang mungkin sering dipelajari di semua tahap dalam beberapa jam. Cant.). agen-agen Ebenaceae). 1975. Corner. (Disspyros mengamati sebagai Sterculaceae) mainganyi. 1977. Howe..J.1977. Studi-studi benih Pijl. Panjangnya berkisar (Pterocymbium sebetas Jadi. 1949.. yang pertimbangan-pertimbangan (Corner. volant kelelawar 1979. Heithaus dkk.adalah E. di 1979). dkk. 1972). memperlihatkan pembentukan Loh spesies pohon di hutan Malaysia. mereka yang tertarik dalam burung-burung frugivorous (contohnya Me Diarmid dkk. Janzen Fleming oleh Penyebaran benih manusia mendapat perhatian (lihat Van der Pijl. Howe dan Van de oleh 1957) 1977. akan javanicum.

2) diaspor biasanya benih Pada 1957. berisi udara (termasuk tumbleweed diaspor dengan anggota badan seperti sayap atau saccate diaspor dengan anggota badan seperti rambut panjang atau plumose diaspor perekat (duri. (Sarcochore) disebarkan membuktikan atau bahwa buah burung pemakan kehadiran banyak tumbuhan yang buahnya berdaging dari berbagai spesies pada komunitas membuktikan pentingnya penyebaran jika bersayap endozootik pada atau komunitas itu. berat sedang diaspor secara morfologi tidak khusus.1). Spektra penyebaran . atau penampakan Benih-benih (desmochore) buah-buahan juga mempunyai kait atau alat-alat melekat lai pada bulu membuktikan pentingnya penyebaran binatang (dalam kasus epizootik) pada komunitas dimana mereka ada. Dansereau dan Lems. meninjau literatur penyebaran benih dan rnemperkenalkan sistem klasifikasi mereka berdasarkan morfologi diaspor (unit penyebaran benih. pengganti untuk pengamatan yang pertama telah dicari Tabel 12.akibatnya. buah. khususnya benth atau yang panjang mengalami kekurangan dengan buah-buahan benih-benih rambut-rambut atau akan atau ditanam (pterochore) disediakan (progonochore). sangat ringan diaspor secara morfologi tidak khusus. Metode analog yang sesuai dalam menampilkan proposi spesies dengan setiap jenis sistem penyebaran diaspora sebagai "spektrum biologis" sebagaimana semacam Raunkiaer (1934) menampilkan analis-analisnya mengenai bentuk-bentuk kehidupan. oleh kelenjar) diaspor dengan lapisan getah atau lapisan luar berdaging diaspor secara morfologi tidak khusus. sangat berat diaspor dikeluarkan atau dibuangi dari induk Keterangan : 1) diaspor biasanya buah-buahan. bagian tumbuhan atau bahkan keseluruhan tumbuhan) (label 12.1 Klasifikasi sistem penyebaran diaspor dalam skema oleh Dansereau dan Lems (1957) Auxochore Cyclochore Pterrochore1 Pogonochore Desmochore1 Sarcochore1 Sporochore2 Sclerochore2 Barochore Ballochore penanaman diaspor oleh induk tanpa disartikulasi diaspor sangat besar. burr. Meskipun. sebagai contoh dimilikinya tidak oleh buah berdaging mamalia oleh tanaman ini buah.

di hutan basah La Selva. 71% dari pohon-pohon kanopi memiliki sarcochore. oleh pernyataan-pernyataan 1952. penekanannya Frankie penyebaran epizootik {daripada endozootik). Penyebaran diaspore di hutan primer Dalam kualitatid bahwa beberapa bahwa tropis. pohon 13% spesies sedangkan (1978). terjadi lebih anemochorus. tidak dipublikasikan}. vol. I.ini dibuat untuk tegakan hutan atau untuk lapisanlapisan (sinusia) dalam hutan. . persentase ballochore terbentuk modestly (4%). 1% naik dan hanya Frankie tingkat 93% dan pterochore dan Opier. (10%) tidak menjadi pada dan ini dari oleh diantara kategori-kategori diaspore lain menunjukkan dari {Baker. Hartshorn untuk La Selva. angin hal. emergen dan penyebaran diaspore pohon-pohon pohon-pohon atas. pada hutan. melaporkan angin. 93-94) pada konopi dibatasi (Richards. Pada hingga dipublikasikan). hal. sarcochore dari semak. Opier. penyebaran Namun. pohon-pohon memiliki besar dari genus Mimusops (Sapotaceae) dan beberapa besar Lecythidaceae barochore. pengecualian-pengecualian tingkat. memiiiki disebarkan menegaskan bahwa diaspor oleh angka-angka sekitar 49% 3% penyebaran keleiawar. Pada tingkat herba. dengan 18% desmochore dan ballochore (Baker. 83-84) menunjukkan penyebaran terlihat sedangkan buah-buah angin pada dan penyebaran besar lebih yang yang jarang tidak binatang di hutan atau pada sedikit bersifat keduanya pohon-pohon pohon-pohon besar/berat dan angin setiap dari (barochore) terjadi (sarcochore). Schnell (1970. hanya 73% spesies memiliki 9% sarcochore. memiliki berdaging lantai sementara anggota literatur menyatakan lain. sedangkan 18% memiliki lebih barochore. Di Costa Rica.

berat yang benihnya tetapi ke agaknya. persentase sarcochore meningkat menjadi 61 % dan diaspor yang diperoleh dari penyebaran angin akan berkurang. Pada herba persenrase sarcochore menurun lagi menjadi 40 % dan rerata sclerochore 20 % dengan pterochore. burung guianensis benih (Hypericaceae). 382) menyatakan bahwa "Dalam suatu atau hal pengamatan yang ditemukan sangat bahwa mayoritas dengan karateristik pohon hutan sekunder muda memiliki benih buah-buah beradaptasi pengangkutan oleh angin atau binatang".) menemukan bahwa di Guanacaste. Desmochore (juga 10 %} lebih balk dibandingkan dengan strata lainnya yang lebih tinggi. hal. sedang burungmenyebarkan Dydymopanax (Araliaceae). %. Contohnya. sehingga binatang. Konsekuensinya. pterochore sarcochores 25 %. dan ballochore 9 %.burung dan kelelawar. tidak adanya kemantapan dari proporsi penyebara diaspore oleh angin lebih tinggi. di neotropis. ia memberikan perhatian pada ketidakhadiran dari apa yang sekarang kita Vismia sebut barochore. dan 9% oleh angin. pogonochore dan sporochore (masing-masing 10 %) menunjukkan pentingnya penyebaran oleh angin lebih efektif membuka areal hutan. Guazuma ulmifolia (Sterculaceae). Dalam hal ini. Baker. Frankie dan Opier (tidak dipubl. Pada tingkatan tersebut. berikut. Penyebaran diaspore dan hutan sekunder Richards (1952. Sisanya 26% tidak buah dikategorikan. secara Dalam hutan tropical kering kanopi lebih mudah patah oleh angin atau juga pada saat pengguguran daun. Costa Rica disposisi dari pohon dan Palm adalah sebagai 8 %. . barochore pogonochore sclerochore 9%. permukaan sekunder memiliki dan disebarkan buahoieh jatuh terbelah. morototoni disebarkan oleh burung dan kelelawar. hanya 49 5 %.

1980). kebanyakan spesies ini menjadi spesies yang intoleran terhadap naungan peninggalan (relict) dari tahap serai awal. tingkat jatuh hingga mencapai awal hutan dewasa. tumbuhan hutan yang Budowski hutan tidak (1965. Hal ini secara cepat berhasil dalam turnbuhan dengan tipe penyebaran yang berbeda khususnya proporsi sarcochore sclerochore dan dalam periode tiga tahun. (Euphorbiaceae). disebarkan Mallotus Rhodamnia burung.Miconia spp. Guevara dan Gomez Pompa (1972) dan Cheke dkk. Di (meskipun dua areal hutan Costa Rica. (Malpighiaceae). Barat. (Melastomaceae) Di hutan dan Byrsonima Afrika spp. dan kelelawar sekunder counterpart Pyenanthus Di Trema hutan Musanga cecropioides (Moraceae) disebarkan oleh burung (seperti sedangkan oleh burung. (1979) telah membuat penemuan yang sama masing-masing . Di Nigeria. (Myristicaceae) dan Macaranga barteri (Euphorbiaceae) Asia. Melastoma dan oleh yang malabathricum (Melastomaceae) dan spesies Macaranga. dan Di Rhodomylitus antara spesies (Ulmaceae) disebar sekunder (Myrlaceae) disebarkan oleh angin adalah Ochroma (Bombacaceae) di neotropis. Keay (1957) menemukan spesies pohon dan liana yang disebar oleh angin umumnya hanya pada sinusia lebih atas dari hutan sekunder tua. berdekatan meskipun spesies yang ditampilkan berbeda.. tumbuhan yang pertama mengalami reproduksi dalam pernbebasan buatan tidak mesti yang paling yang pertama relatif memiliki ringan sclerochore dengan beratbenih (Opler dkk. 1970). neotropisnya angolensis Cecropia). 1977. benih-benih pada tanah Selanjulnya. Ceiba baik di neotropis niaupun Afrika dan Alstonia (Apocynaceae) dan Anthocephalus (Rubiaceae) di Asia. Symington (1933) menjadi pernerhati pertama pada cadangan sekunder terganggu (reservoir) yang di hidup Malaya.

Costa Rica.di Amerika Tengah. saat Pada tumbuh menjadi tumbuhan akhirnya. seedling sama halnya dengan pencahayaan dewasa. terjadi dan benih yang berubah menjadi seedling. Herwitz (1979) telah menemukan. 1952). regenerasi pada celah terang disebabkan oleh jatuhnya pohon tunggal yang kebanyakan berasal dari seedling atau sapling yang sudah menjadi pertumbuhan bawah dan mempertahankan jatuhnya pohon. Richard. basah menemukan (Ross. seedling rnungkin tidak dapat menghasilkan jumlah fotosintat yang cukup sampai dari dengan bahan-bahan berarti sejumlah akan ada makanan akan yang ada daiam seleksi besar benih daun yang yang teiah sama pada yang dikeluarkan. Dalam situasi dan kondisi intensitas yang sebagaimana seringkali terjadi di hutan tropis. akhirnya Sehingga pembagian benih-benih . yang berkernbang dalam celah dan memiliki benih-benih yang disebarkan oleh burung atau kelelawar. Budowski (1965. 1970) mencatat bahwa benih-benih dari pionir cenderung membutuhkan rangsangan cahaya untuk perkecambahan. bertolak La bahwa belakang Costa mayoritas hutan Selva. Bahan kimia dari cadangan benih Benih-benih mengandung cadangan makanan (dalam endossperma atau dalam kotiledon) yang akan mensuplai energi yang dibutuhkan dan material-material pembangun untuk embrio saat perkecambahan kurang terang. di Taman Nasional Corcovado. baik yang berada di puncak pohon pada tahap serai akhir atau datang untuk menguasai posisi sebagai pohon-pohon kanopi atau emergen pada hutan dewasa. spesies ketika berumur antara 15 dan 20 tahun dan tidak rnampu beregenerasi Dalam pembebasan Hartshorn naungannya terang. Meksiko dan hutan Thailand. Di Afrika. pohon-pohon dalam cerah di (1978) Musanga cecropioides sendiri mulai mati dalam dengan Rica.

(b). "Strategi" pada dihasilkan pohon-pohon lain.lebih besar dan lebih berat. untuk yang Baker. dalam pasti dimana setelah kompromi kekeringan perkecambahan. tumbuhan interval-interval energi dalam Kemungkinan pertahanan cynogenic kimia dari benih (oleh asam amino non protein. mungkin Namun dan pada naungan berat. Dua alternatif "strategi" yang telah disusun rnungkin mengatasi predasi. Faboideae) mungkin menguntungkan dimana menyebar benih "bayangan" dalam suatu kisaran jarak. . berlaku demikian. tumbuhan perambat dari Fabaceae. dkk) telah lebih dulu menyatakan bahwa jumlah dan berat benih yang dihasilkan oleh tumbuhan hutan tropis dapat juga dikendalikan oleh kegiatankegiatan predator benih. dalam keadaan kompetisi antar tanaman (c). (1977d) telah menyatakan bahwa dalam berat antara benih-benih pada tumbuhan yang sama (dimana rasio dari kecil hingga besar mungkin 100 %. di yang California) berkecambah. lebih semua. Janzen (1970. segera antara persediaan cadangan makanan yang melimpah pada benih dan jumlah benih yang kurang diharuskan karena batasanpada tergabung oil)" ketersediaan didaiarnnya. keadaan ada telah (a). di Inggris. seperti pada kasus Mucuna andreana. 1972. 1942. Benihbenih kecil mungkin dihasilksn pada jumlah yang besar dimana efektif interval dihasilkan (contohnya mengeluarkan pada Mucuna populasi jika predator tidak pada banyak benih tidak cukup ini untuk akan atau dapat menghancurkan mereka benih hanya bambu). menunjukkan bahwa berat individu-individu benih lebih besar spesies-spesies hebat.. intervalpanjang reguler (banyak hutan). seperti andreana. antara substansi-substansi Tambahan ukuran "penjualan benih dan makanan (tradekemampuan variasi dibutuhkan Janzen tersebarnya. oleh alkaloid. Studi-studi di daerah temperate (Salisbury.

glycoside, mungkin

tanin,

dll.}. batasan

Pada pada

"strategi" jumlah

terakhir substansi-

terdapat

substansi defensif yang dapat dihasilkan dan, untuk alasan ini, jumlah benih yang dihasilkan mungkin lebih kecit dibandingkan dengan strategi kejenuhan predator. Namun demikian, secara karena kimia, adanya maka sedikit jumlahnya benih, akan dan lebih dilindungi

besar dan mengandung lebih banyak cadangan makanan, sehingga akan berbentuk seddling awal yang baik dalarn kehidupan. Meskipun selalu ada kemungkinan bahwa satu atau lebih predator benih dan mungkin menyusun akan alat dapat detoxity protektan kimia kernudian

meningkatkan kerusakan benih. Sifat aktual dari penyadiaan energi dan cadangan pembangunan jaringan dalam benih tumbuhan hutan tropis telah rnenjadi subjek dari beberapa analisis. Untuk hutan basah dan kering di Costa Rica, ada hubungan antara berat benih dengan cadangan simpanan utama; untuk benih-benih besar, mungkin pada zat tepungnya, untuk benih-benih kecil biasanya minyak (yang terakhir menyediakan surnber energi yang febih padat) (Baker dkk., in prep.}. Benih-benih kecil dari Piper spp. (Piperaceae) mengalami penyimpanan zat tepung. Protein selalu tersedia dan akan sangat jelas terlihat pada benih-benih dari tumbuhan Fabaceous (Leguminus). Proporsi spesies dengan benih yang menyimpan minyak pada sampel-sampel dari tumbuhan hutan Costa Roca adalah 76 % pads pohon dan palma. 85 % pada semak dan 91 % pada herba. Kira-kira 35 % dari semua spesies ini menyimpan zat tepung (dalam banyak kasus sebagai tambahan dari minyak). Hampir semua benih mengandung cukup protein untuk memberi hasil positif dalam pengujian kasartiengan reagen Millon. Ada juga hubungan antara minyak sebagai cadangan benih dan phanerocotyly epigcal), (sebaliknya kemungkinan dikenal sebagai dari perkecambahan dihasilkan

kenyataan

bahwa

benih

yang kecil

berkecamfaah dibandingkan

pada dengan

phsncrocotylar

biasanya

benih dengan germinasi (hypogeal). PENGADAAN SEEDLING Pada pengadaan dikenalkan kenyataan Ng biologi seddling ke bahwa (1978) pada besar epigeal sering dalam reproduklif, perlu jika atau suatu disadari genotip baru hutan bahwa akan (untuk melalui

struktur

persistensi telah dengan cocok

penyebaran

propagasi vegetatif tidak akan dilakukan). membahas hutan "strategi-stratsgi hujan Malaysia. cepat, seedling dari yang pengadaan" Benih-benih seringkali ini paling pohon-pohon

perkecambahan untuk

pengadaan

besar dengan taproot yang tebal pada situasi bernaung, ditemukan. Karakteristik sebagian besar pohon, bertolak belakang dengan susunan ksrakter dari sebagian kecil "nomad" yang cenderung ditemukan pada pembebasan dan pada margin hutan. Ini secara ekslusif epigeal. Terbentuknya diameter akar yang membuat mereka membentuk seedling pada permukaan yang lebih keras dibandingkan pemanfaatan oleh spesies hutan yang memiliki benih yang besar. Untuk hutan basah La Selva, Costa Rica, Hartshorn (1978) menduga bahwa rata-rata waktu untuk pergantian pohon kira-kira 118 tahun. Untuk menyediakan pergantian ini harus ada celah gelap pada intervalinterval yang cukup karena Hartshorn menemukan bahwa 75 dari 104 spesies celah Hartshorn proporsi untuk pohon kanopi untuk yang diteliti 1978) seperti tergantung rnelaporkan pada celah pada bahwa terang (dalam spesies keberhasilan tergantung

regenerasinya.

Whitmore, yang menurun

regenerasi

perpindahan dari emergen dan kanopi lebih atas melalui pohon-pohon tingkat bawah. Di daerah hutan kering Guanacaste, dinegara yang

sama, Hatheway dan Baker (1970) mengamati bahwa pohonpohon besar Pithecellobium (Fabaceae, berlaku saman dan Enterolobium tidak penuh cydocarpum tetapi ini Mimosoideae) situasi terlihat pencahayaan

menjadi seedling sampai sapling dalam naungan hutan, dalam (yang juga dilindungi dari penggembalaan). Whitmore (1975, 1978) melaporkan bahws di hutanhutan Asia Tenggara, celah kecil di hutan dewasa diisi oleh sapling yang ada atau pohon-pohon "tertekan", sedang dalam celah besar ada flora suksesi dari benih yang dibaws ke dalam atau sudah ada dalam tanah. Dormansi yang ada dari benih-benih pohon terlihat jarang di pohon-pohon hutan basah di Afrika Barat. Benih-benih yang ada tidak berkecambah daiam tanah di lantai hutan yang hanya membutuhkan stimulus cahaya untuk berkecambah dari di (Longman, hutan basah 1978). dan di Ini Opler adalah (tidak Dua 200 dari pengalaman Frankie, Baker

dipublikasikan} laju germinasi

Costa dari 12

Rica. hampi

paper oleh Ng (1973, 1975} membcrilan data mcngenai benih-benih "cepat" segar (dalam spesies dsri pohon-pohon yang lumbuh di hutan-hutan Malaysia. Germinasi minggu sceciiing), "intermediet" dan "tertunda" secara kasar dalam proporsi 10:3:1 yang selama ini dipercaya bahwa perkecambahan merupakan hal yang biasa ditemukan di hutan-hutan tersebar Malaysia, bahwa tetapi memberikan tertunda dugaan jarang yang atau luas germinasi

tidak mungkin (No, 1&73, hoi. 54). Percoban-percobaan dengan benih-benih dari pohonpohon yang tumbuh mereka dormansi di di hutan musim kering basah Costa Rica menunjukkan bahwa spesies dari pohon yeng mematangkan benih-benih mekanisme telah menyusun pada yang mencegah germinasi

sekurangnya beberapa benih di musim basah yang sama (Frankie dkk., 1974). Dalam kasus Casearia aculata, Eugema salamensis var. hiracifolia dan Spondias

mombin, waktu yang dibuluhkEn untuk 50 % dari benih berkecambah akan muncul adalah pada kira-kira 150 hari. itu Dormansi akan semacam itu cenderung untuk menjamin bahwa seedling waktu-waktu yang memungkinkan perkembangan akar cukup sebelum permulaan dari musim kering pendek (Juli hingga Agustus) dan musim kering yang menggantikannya (akhir November hingga Mei).

RINGKASAN
Perlakuan dari biologi reproduktif tumbuhan di hutan tropis ini bukan pendalaman dari informasi yang dipublikasikan, meskipun diharapkan bahwa suatu cara ke dalarn belukar literatur teiah tersedia. Akan jelas bahwa lebih banyak kerja tetap akan selesai sebelum hubungan-hubungan pada Namun hutan dari apa yang individu dari disebut melihat yang serupa, kurang tumbuhan studi dengan penyebar dari polen atau benihnya dapat digabungkan benar-benar kita dan dapat tropis yang biologi ekosistem. meskipun pada demikian, temperate pernbedaan bahwa, ada dari

prinsip-perinsip

dasar

diterapkan

perbedaaniklim di

perbedaan nyata dalam detail dan penekanan bahwa hasil musiman hutan-hutan tropis, dan dari kerapatan tumbuhan dan binatang yang lebih besar (dan kelimpahan lebih besar dari beberapa yang terakhir dalam dihasilkan pengertian dalam kita penyempitan niche dan peningkatan interaksi-inleraksi biotik). terjadi Perbaikan-perbaikan melalui aplikasi dari biologi reproduktif tumbuhan hutan tropis akan teknik-teknik kuantitatif modern dari penyelidikan dan manipulasi mcncukupi dari konstituen ekosistem (sebagai contoh percobaan dalam tambahan mungkin kecil pada pengamatan). dalam jumlah Pengetahuan tropis untuk yang yang didapat relatif penting untuk mengembangkan hutan mungkin rencana-rencana mempertahankan

manajerial yang

sepertinya

.pengaruh yang terus meningkat dari ekspansi populasi manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->