P. 1
Islam Kelas VII-2

Islam Kelas VII-2

|Views: 2,752|Likes:
Published by 12ndhamster

More info:

Published by: 12ndhamster on Sep 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2015

pdf

text

original

ISL.VII.2.5.09 s.d. ISL.VII.2.7.

14

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester

: Pendidikan Agama Islam : VII : 2

KEGIATAN SISWA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2008

KATA PENGANTAR
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMP Terbuka, perlu adanya penyempurnaan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berupaya melakukan penyempurnaan modul SMP Terbuka agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memenuhi kebutuhan siswa, keadaan sekolah dan masyarakat sekitar. Seiring dengan dinamika penyempurnaan tersebut, ditetapkanlah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua peraturan tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Modul sebagai sumber belajar utama dalam proses pembelajaran bagi siswa SMP Terbuka ini telah disusun sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pembahasannya modul ini telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan disempurnakannya modul SMP Terbuka ini diharapkan siswa memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Mengingat Kurikulum yang digunakan dalam penulisan modul ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), maka masukan dan saran dari lapangan sangat diharapkan untuk penyempurnaan baik isi maupun perwajahan modul ini di masa yang akan datang. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mutu pendidikan SMP Terbuka mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan jaman. Jakarta, Januari 2009 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

Didik Suhardi, SH., M. Si. NIP. 131270212

PETUNJUK BELAJAR Buku ini memuat 6 (enam) modul untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII Semester 2. Modul ini harus Kamu pelajari dan selesaikan dalam jangka waktu satu semester, baik melalui kegiatan belajar di TKB (Tempat Kegiatan belajar) maupun belajar di luar TKB. Dalam mempelajari modul ini supaya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Kamu dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu Kamu ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut: a. Usahakan Kamu (bila memungkinkan) memiliki buku paket Pendidikan Agama Islam Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan temanteman yang lain. Dan bila inipun belum terpecahkan sebaiknya Kamu tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Kamu merasa memahami materi pelaharan tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Kamu. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Kamu berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. f. Bila dalam tes akhir modul Kamu dapat mencapai nilai 6,5 Kamu dapat mempelajari modul berikutnya. 4. Urutan kegiatan di atas harus Kamu taati, agar Kamu lebih cepat berhasil mempelajari modul ini.

ISL.VII.2.5.09

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VII 2 8 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
Penulis Pengkaji Materi Penyelaras : Drs. Muh. Suhandak : Moh. Sofyan S.Ag : Abdul Rozak S.Ag

MENERAPKAN HUKUM BACAAN NUN MATI ATAU TANWIN DAN MIM MATI

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Saya ucapkan “selamat” atas keberhasilan mempelajari modul yang lalu. Modul berikutnya yang akan Kamu pelajari ini membahas tentang hukum baca nun mati atau tanwin dan mim mati. Pembahasan dalam modul ini terdiri dari 2 (dua) kegiatan : Kegiatan 1 : Tentang hukum bacaan nun mati / tanwin dan mim mati. Kegiatan 2 : Tentang menerapkan hukum bacaan nun mati / tanwin dan mim mati dalam surat-surat Al-Qur’an Untuk mempelajari modul ini waktu yang disediakan 8 x 40 menit. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan diharapkan Kamu juga membaca buku-buku lain yang ada kaitannya dengan materi dalam modul ini. Akhirnya selama mempelajari modul ini. Jangan lupa berdo’alah sebelum mulai mempelajari modul ini. Ingat jangan sampai lupa, mulailah pelajaran dengan membaca “Basmalah”.

Selamat Belajar

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Nun mati atau tanwin dan mim mati 1. Standar Kompetensi Menerapkan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati. 2. Kompetensi Dasar - Siswa mampu Menjelaskan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati. - Siswa mampu membedakan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan siswa mampu : - Menjelaskan pengertian nun mati atau tanwin - Menjelaskan pengertian mim mati - Menjelaskan macam-macam hukum nun mati/ tanwin dan mim mati - Menyebutkan contoh-contoh bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati 4. Materi Pokok Hukum bacaan nun mati / tanwin dan mim mati 5. Uraian Materi Pada kegiatan 1 modul ini, Kamu akan mempelajari tajwid tentang hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati. Adapun bahasannya sebagai berikut : a. Pengertian nun mati atau tanwin Nun mati ( (-ً-ٍ-ٌ) adalah huruf hijaiyyah yang berharakat ganda.

‫ن‬

) ialah salah satu huruf yang berbaris sukun, sedangkan tanwin

Hukum bacaan nun mati atau tanwin dibagi menjadi empat macam yaitu : hukum bacaan izhar halqi, idgam bigunnah, idgam bilagunnah, iqlab dan ikhfa’ haqiqi. Untuk lebih jelasnya ikutilah uraian berikut ini dengan teliti. b. Macam-macam hukum nun mati (

‫ن‬

) atau tanwin (-ً-ٍ-ٌ)

1. Izhar Halqi Menurut bahasa izhar berarti jelas, sedangkan halqi berarti kerongkongan, sedangkan menurut istilah izhar halqi adalah apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf halqi yang enam yaitu : bertemu dengan salah satu huruf halqi yang enam yaitu :

‫أ، ح، خ، ع، غ، ه‬

Maka cara membacanya harus dibaca jelas tidak boleh berdengung sedikitpun.

2. Idgham Bighunnah Idgam berarti memasukkan sedangkan bigunnah berarti dengan mendengung yaitu apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf idgam bigunnah yang empat yaitu : Maka cara membacanya harus dibaca dengung dengan ditambahkan tasdid ( -ّ) 3. Idgham Bilaghunnah Idgam bilagunnah berarti memasukkan dengan tidak mendengung, yaitu apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf idgam bilagunnah yang

‫ي، ن، م، و‬

dua yaitu ‫ل‬dan ‫ .ر‬Maka cara membacanya harus dibaca dengan cara dimasukkan dengan huruf di depannya tanpa mendengung.

4. Iqlab Iqlab berarti membalik yaitu membalikkan suara nun mati atau tanwin menjadi suara mim mati, yaitu apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ‫ب‬ maka cara membacanya dengan membalikkan suara nun mati atau tanwin menjadi suara mim mati.

5. Ikhfa’ Haqiqi Ikhfa’ berarti samar-samar, maksudnya dibaca antara izhar dan idgam. Yaitu apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satau huruf ikhfa’ haqiqi yang 15 yaitu : Maka cara membacanya adalah samar-samar antara izhar dan idgam. Suara nun mati / tanwin terdengar tetapi tidak jelas. c. Pengertian Mim Mati Mim mati ialah salah satu huruf hijaiyyah yang berbaris sukun (mati). Hukum bacaan mim mati dibagi menjadi dua macam yaitu : Izhar Syafawi dan Ikhfa’ Syafawi 1. Izhar Syafawi Izhar berarti jelas, sedangkan syafawi berarti bibir. Sedangkan menurut istilah izhar syafawi adalah apabila ada mim mati bertemu dengan huruf hijaiyyah selain huruf

‫ت، ث، ج، د، ذ، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ف، ق، ك‬

‫ب‬

dan

‫م‬

maka cara membacanya harus dibaca jelas/nyata.

2. Ikhfa’ Syafawi Ikhfa’ berarti samar-samar sedangkan syafawi berarti bibir sedangkan menurut istilah ikhfa’ syafawi adalah apabila ada mim mati bertemu dengan ‫ ب‬maka cara membacanya mim mati disembunyikan di bibir, maksudnya membunyikan mim mati pada

‫ب‬

yaitu huruf yang keluar dari bibir dan dibaca dengung.

d. Menyebutkan contoh-contoh bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati 1. Izhar Halqi Contoh Nun Mati ( a) b) c) d) e) f)

‫ن‬ ( ‫ن‬ ( ‫ن‬ ( ‫ن‬ ( ‫ن‬ ( ‫ن‬
(

‫ن‬

):

) bertemu ( ) bertemu ( ) bertemu ( ) bertemu ( ) bertemu ( ) bertemu (

‫ ) أ‬contohnya ‫ ) ح‬contohnya ‫ ) خ‬contohnya ‫ ) ع‬contohnya ‫ ) غ‬contohnya ‫ ) ه‬contohnya ‫ ) أ‬contohnya ‫ ) ح‬contohnya ‫ ) خ‬contohnya ‫ ) ع‬contohnya ‫ ) غ‬contohnya ‫ ) ه‬contohnya

= = = = = =

Contoh tanwin (-ً-ٍ-ٌ) : a) b) c) d) e) f)

(-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu (

= = = = = =

2. Idgham Bigunnah Contoh Nun Mati ( a) b) c) d) ( ( ( (

‫)ن‬ ‫)ن‬ ‫)ن‬ ‫)ن‬

‫ن‬

):

bertemu ( bertemu ( bertemu ( bertemu (

‫ ) ي‬contohnya ‫ ) ن‬contohnya ‫ ) م‬contohnya ‫ ) و‬contohnya ‫ ) ي‬contohnya ‫ ) ن‬contohnya ‫ ) م‬contohnya ‫ ) و‬contohnya

= = = =

Contoh tanwin (-ً-ٍ-ٌ) : a) b) c) d)

(-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu (

= = = =

3. Idgham Bilaghunnah Contoh Nun Mati ( a) b) ( (

‫:)ن‬ ‫ ) ن‬bertemu ( ‫) ل‬ ‫ ) ن‬bertemu ( ‫) ر‬ ‫)ل‬ ‫)ر‬

contohnya = contohnya =

Contoh tanwin (-ً-ٍ-ٌ) : a) b) (-ً-ٍ-ٌ) bertemu

(-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (

contohnya = contohnya =

4. Iqlab a) (

Contoh Nun Mati (

‫:)ن‬ ‫ ) ن‬bertemu ( ‫ب‬

) contohnya =

Contoh tanwin (-ً-ٍ-ٌ) : a)

(-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( ‫ ) ب‬contohnya =

5. Ikhfa’ Contoh Nun Mati ( a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l)

‫:)ن‬
( ‫ ) ت‬contohnya ( ‫ ) ث‬contohnya ( ‫ ) ج‬contohnya ( ‫)د‬ ( ‫)ذ‬
= = =

( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬

bertemu bertemu bertemu bertemu bertemu bertemu bertemu bertemu bertemu bertemu bertemu bertemu

contohnya = contohnya = = = = = = = =

( ‫ ) ز‬contohnya ( ‫ س‬contohnya ) ( ‫ ش‬contohnya ) ( ‫ ص‬contohnya ) ( ‫ ض‬contohnya ) ( ‫ ) ط‬contohnya ( ‫ ) ظ‬contohnya

m) n) o)

( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬ ( ‫)ن‬

bertemu bertemu bertemu

( ‫ ) ف‬contohnya ( ‫ ) ق‬contohnya ( ‫ ) ك‬contohnya

= = =

Contoh tanwin (-ً-ٍ-ٌ) : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) o)

(-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu (-ً-ٍ-ٌ) bertemu (-ً-ٍ-ٌ) bertemu (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( (-ً-ٍ-ٌ) bertemu ( ( ( (

‫ ) ت‬contohnya ‫ ) ث‬contohnya ‫ج‬ ‫)د‬ ‫)ذ‬ ‫)ز‬

= =

) contohnya = contohnya = contohnya = contohnya = = = = = = = = = =

‫ ) س‬contohnya ‫ ) ش‬contohnya ‫) ص‬contohnya ‫) ض‬contohnya ‫ ) ط‬contohnya ‫ ) ظ‬contohnya ‫ ) ف‬contohnya ‫ ) ق‬contohnya ‫ ) ك‬contohnya

e. Menyebutkan contoh-contoh bacaan mim mati - Izhar Syafawi Contoh Mim mati ( a) b) c) d) ( ( ( (

‫)م‬ ‫)م‬ ‫)م‬ ‫)م‬

‫:)م‬
(

bertemu

bertemu ( bertemu ( bertemu (

‫ ) أ‬contohnya ‫ ) ت‬contohnya ‫ ) ع‬contohnya ‫ ) ل‬contohnya

= = = =

- Ikhfa’ Syafawi Contoh : Mim mati ( Rangkuman : Hukum bacaan nun mati atau tanwin dibagi menajdi empat macam, yaitu : hukum bacaan izhar halqi, idgam bigunnah, idgham bilagunnah, iqlab, dan ikhfa’ haqiqi. Hukum bacaan mim mati dibagi menjadi dua macam yaitu : izhar syafawi dan ikhfa’ syafawi. Kegiatan 2 : Menerapkan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati dalam bacaan surat-surat Al-Qur’an dengan benar. 1. Standar Kompetensi Menerapkan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati. 2. Kompetensi Dasar Menerapkan hukum bacaan nun mati atau tanwin dalam Q.S Al Qodar dan mim mati dalam Q.S Al Fiil ayat 1- 5 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Mencari hukum bacaan nun mati atau tanwin dalam Q.S Al Qodar dan mim mati dalam Q.S Al Fiil ayat 1- 5 - Mempraktekkan hukum bacaan nun mati atau tanwin dalam Q.S Al Qodar dan mim mati dalam Q.S Al Fiil ayat 1- 5 4. Materi Pokok Mempraktekkan hukum bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati 5. Uraian Materi a. Menerapkan hukum bacaan nun mati dan tanwin dalam bacaan QS. Al-Qodar ayat 1 – 5 Setelah dahulu kegiatan 1 Kamu mempelajari tentang pengertian dan contoh bacaan nun mati atau tanwin dengan baik, cobalah dengan mempraktekkannya ke dalam surat Al-Baqoroh dengan memperhatikan langkah-langkah berikut : 1. Pelajarilah dan pahami kembali pengertian nun mati atau tanwin yang telah dijelaskan oleh gurumu! 2. Bukalah Al Qur’an Q.S Al-Qodar dari ayat 1 – 5 dan bacalah terlebih dahulu beberapa ayat sesuai tajwid yang benar 3. Selanjutnya, tentukanlah termasuk hukum tajwidnya (izhar, idgham, iqlab atau ikhfa’) dari potongan ayat yang bergaris bawah dari Q.S Al-Qodar dari ayat 1 – 5 tersebut di label 1 yang tersedia.

‫م‬

) bertemu (

‫ ) ب‬contohnya :

Bacaan surat Al Qadar :

Bacalah dengan teliti dan konsentrasikan pikiranmu untuk mencari hukum bacaan nun mati atau tanwin pada ayat di atas. Selanjutnya, lihatlah tabel di bawah ini dan isilah kolom titik-titik yang ada dengan jawaban yang tepat dan benar. Tabel 1 : Kegiatan Siswa
No 1 2 3 4 5 6 Lafadz Uraian Nun mati bertemu Zai Hukum Bacaan ikhfa Alasan Dibaca samar

........................................ ............................... ...................................... ........................................ ............................... ...................................... ........................................ ............................... ...................................... ........................................ ............................... ...................................... ........................................ ............................... ......................................

b. Menerapkan hukum bacaan mim mati Dalam kegiatan 1 Kamu telah mempelajari tentang pengertian dan contoh bacaan mim mati dengan baik, cobalah sekarang mempraktikkannya ke dalam Q.S Al-Fiil ayat 1–5 dengan memperhatikan langkah-langkah berikut. 1. Pahamilah kembali pengertian mim mati yang telah dijelaskan gurumu! 2. Bukalah Q.S Al-Fil ayat 1–5 dan bacalah terlebih dahulu beberapa ayat sesuai tajwid yang benar. 3. Selanjutnya, tentukanlah termasuk hukum tajwidnya (izhar syafawi atau ikhfa’ syafawi) dari potongan ayat yang bergaris bawah dari Q.S Al-Fil ayat 1-5 tersebut pada label 2 yang tersedia.

Bacaan surat Al Fiil :

Bacalah dengan teliti dan konsentrasikan pikiranmu untuk mencari hukum bacaan mim mati pada ayat diatas. Selanjutnya, lihatlah tabel dibawah ini dan isilah kolom titik-titik yang ada dengan jawaban yang tepat dan benar. Tabel 2 : Kegiatan Siswa
No 1 2 3 4 5 Lafadz Uraian mim mati bertemu ta Hukum Bacaan Idzhar safawi Alasan dibaca terang dan jelas

..................................... ............................... ...................................... ..................................... ............................... ...................................... ..................................... ............................... ...................................... ..................................... ............................... ......................................

Rangkuman : Dalam Q.S Al-Qodar ayat 1-5 sedikitnya terdapat 6 hukum bacaan yang berkenaan dengan nun mati atau tanwin. Dalam Q.S Al-Fiil ayat 1-5 sedikitnya terdapat 5 hukum bacaan yang berkenaan dengan mim mati.

C. PENUTUP

Anak-anakku semua yang tersayang, Kamu baru saja selesai mempelajari modul 9 ini, tentunya saya ucapkan selamat atas kesungguhan Kamu dalam mempelajari modul ini. Semoga kesungguhan dan semangat Kamu menjadi ibadah di sisi Allah SWT dan memperoleh nilai yang terbaik. Perlu Kamu ingat, bila Kamu telah menyelesaikan modul ini, agar terus mengulang-ulang supaya semakin jelas pemahaman Kamu, dan Kamu dapat membaca Al-Qur’an dengan baik, benar dan fasih. Selanjutnya, sebelum Kamu melanjutkan pada modul berikutnya, agar lebih tahu kemampuan Kamu, mintalah tes terakhir tentang modul ini kepada Guru Pamong atau Guru Binamu, supaya Kamu dapat melihat hasil tesmu dengan nilai yang baik, tentunya Kamu harus mempelajarinya terlebih dahulu. Saya ucapkan selamat belajar, semoga Kamu semua mendapat rahmat dan sukses selalu. Amin.

ISL.VII.2.5.10

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VII 2 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
Penulis Pengkaji Materi Penyelaras : Drs. Muh. Suhandak : Moh.Sofyan S.Ag : Abdul Rozak S.Ag

MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA MALAIKAT

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Kamu telah menyelesaikan modul yang lalu dengan baik untuk itu selamat atas keberhasilanmu, mudah-mudahan Kamu akan lebih berhasil dalam mempelajari modul ini. Untuk selanjutnya Kamu akan mempelajari modul ini dengan judul “Iman Kepada Malaikat” yang terdiri dari 4 (empat) kegiatan yakni : Kegiatan 1 : Pengertian Iman Kepada Malaikat. Kegiatan 2 : Tugas dan Sifat-sifat Malaikat Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Kamu dapat memiliki pengetahuan tentang malaikat serta meyakininya. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul ini 4 x 40 menit termasuk tes, untuk mempelajari modul ini, perbanyak membaca dan belajar. Selamat mempelajari modul ini, semoga Kamu dapat menyelesaikan dengan baik. Ingat! Jangan lupa sebelum mempelajari ini membaca “Basmalah”.

Selamat Belajar

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Iman kepada malaikat Allah. 1. Standar Kompetensi Siswa meningkatkan keimanan kepada malaikat. 2. Kompetensi Dasar Siswa menjelaskan arti beriman kepada malaikat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan pengertian iman pada Malaikat Allah - Menjelaskan fungsi iman kepada malaikat 4. Materi Pokok Iman kepada Malaikat Allah 5. Uraian Materi a. Pengertian Malaikat Kamu telah mendengar makhluk Allah SWT yang dinamakan Malaikat. Bisakah Kamu menjelaskan tentang Malaikat? Malaikat ialah makhluk Allah SWT yang berjisim atau berbadan halus tak dapat dilihat oleh mata, mereka dicipta dari cahaya dan selalu patuh kepada Allah SWT. Sekarang Kamu bisa menjawab arti Iman kepada Malaikat. Iman kepada Malaikat ialah percaya bahwa Malaikat benar-benar ada, dicipta oleh Allah dalam alam ghaib. Kamu sudah beriman kepada Allah bukan? Maka Kamupun diperintahkan untuk beriman kepada Allah, oleh karena Allah SWT mempunyai kekuasaan yang mutlak baik di langit maupun di bumi. Siapakah yang menciptakan, menguasai serta mengatur, menghidupkan, mematikan, memberi pahala dan menimpakan azab kepada makhluk-Nya? Demikian pula kekuasaan-Nya terhadap makhluk-makhluk-Nya yang berada di sisiNya yaitu Malaikat yang diberi kedudukan Mulia, patuh serta taat beribadah kepadaNya dan tanpa henti-hentinya, tanpa merasa lebih, senantiasa bertasbih siang dan malam dengan tiada terputus/ henti. Perhatikan firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat : 19-20 yang artinya, “Dan kepunyaan-Nya semua yang ada di langit dan bumi dan makhlukmakhluknya yang berada di sisi-Nya, mereka tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak merasa lelah. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa henti”.

Pernahkah Kamu membaca hadist di bawah ini tentang iman kepada Malaikat yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Artinya : “Iman itu percaya kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan para Rasul-Nya, serta kepada hari akhir dan kepastian yang baik dan yang buruk daripada-Nya. Al-Qur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW dapat memberikan petunjuk kepada kita tentang adanya makhluk ghaib yang bernama malaikat. Dia adalah makhluk yang diperintah Allah SWT untuk mengerjakan tugas tertentu. Mungkin Kamu sudah membaca dan melihat ayat, di dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman yang tercantum dalam surat An-Nahl : 50.

Artinya : “Mereka takut kepada Tuhan-Nya yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang perintahkan (kepada mereka)”. (Q.S. An-Nahl : 50). b. Fungsi Iman Kepada Malaikat Sekarang kita memasuki kegiatan ke-4 tentang fungsi iman kepada malaikat. Coba Kamu jelaskan pengertian iman lebih dahulu, sudah bisakah Kamu? Mari kita lanjutkan penjelasan ini. Iman itu sendiri artinya percaya atau keyakinan. Pengertian iman dalam Islam lebih luas. Iman menurut Islam percaya atau keyakinan yang diikrarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan, serta dilaksanakan dengan perbuatan. sebenarnya fungsi iman itu sendiri sangat penting bagi dirimu dan orang lain. Cobalah Kamu melihat ciri orang yang beriman. Biasanya orang yang beriman bilamana mendengar asma Allah SWT bergetar hatinya dan mempunyai akhlak yang mulia. Kalau Kamu mendengar asma Allah, kemudian hatimu bergetar dan mempunyai tingkah laku yang baik serta mau melaksanakan perintah Allah SWT, dan meninggalkan larangan-Nya itu merupakan salah satu ciri orang beriman. Bila orang beriman kepada Allah SWT dijanjikan oleh Allah SWT akan diturunkan malaikat. Bilamana Kamu dengan iman yang kuat kepada Allah dan malaikat-Nya Kamu akan selalu dikawal oleh malaikat. Seandainya Kamu berhadapan dengan bahaya yang menakutkan, malaikat akan tuirun membantumu. Bahwa manusia hidup di dunia selalu diawasi dan dicatat oleh malaikat.

Coba Kamu lihat di dalam Al qur’an surat Al Qoof ayat 18. allah SWT berfirman :

Artinya : “Tiada suatu perkataan manusia yang diucapkan, melainkan di dekatnya ada Raqib dan Atid pengawas, siap sedia mencatatnya”. (QS. Qāf : 18) Nah Kamu sekarang kenal apa yang dinamakan kaset, tape recorder, kaset video, piringan hitam. Semua itu merupakan alat perekam, dapat diulang penggunaanya, dan menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkenal saat ini bukan? Yang kita yakini ilmu pengetahuan itu, bukan ciptyaan manusia, tetapi didapat oleh manusia. Penciptanya adalah Allah SWT, dan diberikan kepada manusia yang mencarinya. Perhatikan, Kamu sebagai anak kemudian tumbuh menjadi remaja, dewasa, kemudian tua dan akhirnya mati kembali ke alam barzah. Di alam barzah akan ditanyai oleh dua malaikat yaitu Munkar dan Nakir. Rangkuman : Iman adalah kepercayaan atau keyakinan yang diikrarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dilakukan dengan perbuatan. Orang yang beriman tidak merasa takut menghadapi hidup, karean disertai malaikat dimana saja berada. Seorang muslim wajib beriman kepada malaikat. Di akhirat nanti manusia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Fungsi iman kepada malaikat bagi seseorang, akan mendorong manusia berbuat baik dan meninggalkan perbuatan buruk, karena Allah selalu mengawasinya. Kegiatan 2 : Tugas dan Sifat-sifat malaikat. 1. Standar Kompetensi Menerapkan Aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari. 2. Kompetensi Dasar Siswa tugas-tugas malaikat Allah 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menyebutkan nama-nama malaikat beserta tugas-tugasnya. - Menjelaskan sifat-sifat malaikat dan perbedaannya dengan jin dan iblis 4. Materi Pokok Tugas dan Sifat-sifat malaikat 5. Uraian Materi Mari kita lanjutkan kegiatan 2 sebagai kelanjutan dari kegiatan 1, yaitu tentang Tugastugas Malaikat Allah.

a. Tugas-Tugas Malaikat Allah Kamu harus mengerti dan mengimani nama-nama malaikat dan tugasnya yaitu : 1) Jibril sebagai penghulu semua malaikat, yang juga bernama “Namus” Ruhul Amin (ruh yang diberi kepercayaan), Ruhul Kudus (ruh yang suci). Tugasnya menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul dan juga memberikan ilham dan kemampuan keilmuan kepada umat manusia. 2) Mikail tugasnya membagikan rezeki. 3) Izroil terkenal juga dengan nama malaikat maut, tugasnya mencabut nyawa. 4) Isrofil tuasnya meniup sangkakala bilamana datang hari kiamat. 5) Roqib tugasnya mencatat kebaikan manusia. 6) Atid tugasnya mencatat keburukan manusia.

Artinya : “Tiada suatu perkataan manusia yang diucapkan, melainkan didekatnya ada Roqib dan Atid pengawas, siap sedia mencatatnya (Q.S. Qoof ayat : 18). 7) Mungkar 8) Nakir tugasnya penanya dan pemeriksa amal manusia di alam kubur. 9) Malik (Zabaniyah) yaitu malaikat yang tugasnya menjaga neraka. 10) Ridwan tugasnya sebagai penjaga surga, tempat manusia menerima balasan nikmat karena perbuatan baik dan amal sholeh yang dikerjakan selama hidup di dunia. Coba Kamu perhatikan selama 10 malaikat yang disebut di atas masih ada malaikat yang bertugas : a. Mendoakan orang mukmin yang mau bersedekah diganti hartanya. b. Mendoakan agar tidak mau bersedekah menjadi rusak hartanya. c. Ikut membaca “Amin” bersama orang yang membaca Al-Qur’an. d. Ikut mendengarkan orang yang membaca Al-Qur’an. e. Ikut mendengarkan pengajian dan mendoakan agar orang yang mengaji mendapat berkah dalam hidupnya. f. Menegakkan iman bagi manusia yang mukmin. b. Sifat-sifat Malaikat Malaikat adalah makhluk ghaib yang tidak dapat diketahui hakikat zatnya. Hanya iman kita yang menetapkan bahwa malaikat itu ada, sebab Kamu perlu mengetahui Allah. Dengan perantara Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW, menerangkan tentang adanya dan sebagian sifat-sifatnya seperti :

1) Malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari Nur. Bedanya dengan manusia, bahwa manusia terdiri dari jasad nyata yang diciptakan Allah SWT dari tanah dan ruh. Sabda Rasulullah SAW :

Artinya : “Dijadikan malaikat dari nur, dan dijadikan jin dari api”. 2) Semua malaikat tidak ada yang durhaka kepada Allah SWT, sedang manusia kebanyakan durhaka. Malaikat tidak pernah berbuat maksiat, manusia banyak yang berbuat maksiat. 3) Malaikat selalu bertasbih, sedangkan manusia jarang sekali yang mempunyai sifat demikian. 4) Malaikat apabila menerima perintah dari Allah SWT segera dilakukan. 5) Malaikat diperintah Allah SWT pada pokonya untuk membantu manusia yang berserah diri pada Allah SWT. 6) Malaikat adalah makhluk yang mulia, namun manusia akan lebih mulia dari malaikat apabila mampu mengikuti sifat-sifat malaikat, yaitu dengan cara manahan hawa nafsu lawamah dan memelihara nafsu mutmainnah. Perlu kita ketahui bahwa malaikat tidak diberi nafsu. Kosakata : Nafsu lawamah ialah nafsu angkara murka Nafsu mutmainnah nafsu yang tenang (tenteram) SWT. Singkatan dari Subhanahu Wa taala (Allah SWT) SAW. Singkatan dari Sallallahu alaihi Wassalam (Nabi Muhammad SAW) AS. Singkatan dari Alaihi Salam (Nabi Isa As)

c. Perbedaan Malaikat dengan Makhluk Ghaib lainnya 1. Jin Jin adalah makhluk Allah SWT, yang dibuat dari api sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat : 15

Artinya : “Dan ia ciptakan jin dari nyalanya api” (Q.S. Ar-Rahman ayat : 15) Jin dan malaikat masing-masing diberikan kemampuan oleh Allah SWT untuk menampakkan diri baik menyerupai manusia atau yang lainnya. Tetapi dalam waktu yang tidak lama Kamu harus selalu ingat, bahwa Allah SWT menciptakan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah.

Firman Allah SWT :

Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaku” (Q.S.Adzariyat : 54) Kamu kaji dan baca Al-Qur’an surat Ar-Rahman kesemuanya ditujukan kepada jin dan manusia. Karena dari ketaatan manusia dan jin tidak jauh berbeda, malahan sebetulnya golongan ini banyak sekali menyesatkan manusia. Allah SWT, tidak menerangkan tuyul, hantu dan lain-lain, tetapi jin ini telah menanamkan kepercayaan kepada manusia, sehingga manusia menjadi musyrik, sesat dan menyekutukan Allah SWT. Pada hari hisab nanti akan berkumpul manusia dan jin bersama-sama untuk diminta pertanggungjawaban dari perbuatannya di dunia. Selanjutnya Kamu pelajari tentang yang kedua, yaitu iblis 2. Iblis Iblis adalah jin yang membangkang terhadap perintah Allah SWT. Dalam surat Ar-Rum ayat 12 terdapat kata yablisu artinya berdosa dan dari segi bahasa iblis itu artinya keadaan berdosa, atau selalu berdosa. Tetapi Kamu lihat dari sehi bahasa manusia yang sedang berbuat dosa artinya dia itu sama dengan iblis, demikian Kamu akan menemukan kata mublisum “dalam Al-Qur’an yaitu surat Al-An’am ayat 44, yang mempunyai arti suka berputusa asa”. Sehingga Kamu akan mengetahuinya, bahwa iblis diterangkan dalam Al-Qur’an pada sebelas tempat yang kesemuanya menerangkan keingkarannya pada perintah Allah SWT. Perhatikan firman Allah SWT, pada surat Al-Hijr ayat 31 dan 39.

Artinya : “Kecuali iblis ia tidak mau ikut bersama para malaikat yang tunduk (sujud) itu”.

Artinya : Iblis berkata “Wahai Tuhanku engkau telah menghukum aku menjadi orang yang sesat, maka akan merayu manusia itu (keturunan Adam) untuk berbuat kejahatan di muka bumi dan aku akan menyesatkan mereka semua”. (Al-Hijr : 39) Sekarang Kamu akan bisa membedakan antara manusia, malaikat dan jin. Manusia itu sendiri diciptakan oleh Allah SWT, dari tanah liat yang kering. Ketika Allah SWT, memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada Adam,

malaikat tunduk melaksanakan perintah Allah, tetapi iblis tidak sujud kepada Adam. Sikap iblis yang demikian ini menunjukkan sifat-sifat keangkuhan iblis. Kamu harus mengetahui sifat-sifat iblis antara lain : a) Congkak dan sombong b) Selalu menentang perintah Allah SWT c) Selalu mencari alasan-alasan untuk tidak melaksanakan perintah Allah SWT. d) Merasa diri lebih baik dari makhluk yang lain. e) Selalu berupaya menyesatkan manusia, agar mendapatkan kutukan dari Allah. f) Selalu sedih apabila manusia taat dan patuh kepada Allah SWT. g) Selalu gembira apabila manusia dapat ia sesatkan dan melakukan dosa. Rangkuman : • • • • • • • • Setiap muslim wajib percaya bahwa malaikat diciptakan Allah SWT dari Nur Jin, iblis, setan dibuat oleh Allah SWT dari api Malaikat selalu berbaut terpuji Jin ada yang berbuat terpuji dan tercela Iblis dan setan selalu berbuat tercela. Setiap muslim tidak wajib mengetahui bentuk malaikat Setiap muslim wajib percaya bahwa malaikat tidak bernafsu Sifat-sifat malaikat berbeda dengan manusia.

C. PENUTUP

Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul ini dengan baik, berarti Kamu mampu menyelesaikan modul tentang Iman kepada Malaikat secara mandiri. Ingat! Karena Kamu telah mempelajari kegiatan dalam modul ini maka mintalah tes akhir modul kepada Guru Pamong dan Guru Bina. Apabila hasilnya di atas 6,5 berarti Kamu dapat terus mempelajari modul berikutnya. Tetapi bila hasilnya kurang dari 6,5 sebaiknya Kamu pelajari kembali modul ini terutama bagian-bagian yang belum Kamu kuasai. Tanyakan kepada Guru Bina pada saat tatap muka di sekolah induk dan belajarlah dengan sungguh-sungguh. Perlu Kamu yakini, bahwa dengan belajar penuh percaya diri akan menambah keimananmu.

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VII 2 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
Penulis Pengkaji Materi Penyelaras : Drs. Muh. Suhandak : Moh.Sofyan S.Ag : Abdul Rozak S.Ag

KERJA KERAS, TEKUN ULET DAN TELITI

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Saya ucapkan “Selamat” atas keberhasilan mempelajari modul yang lalu. Selanjutnya modul yang akan Kamu pelajari membahas tentang berhati lembut, setia, kerja keras, tekun dan ulet. Modul ini hanya terbagi menjadi 2 (dua) kegiatan, yaitu : Kegiatan 1 : Kerja keras, tekun, ulet dan teliti Kegiatan 2 : Contoh Kerja keras, tekun, ulet dan teliti dan penerapannya dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Waktu yang disediakan untuk mempelajari modul ini adalah 6 x 40 menit, termasuk mengingatkan tugas-tugasnya untuk menambah pengetahuan diharapkan Kamu juga membaca buku-buku yang berhubungan dengan materi yang dibahas dalam modul ini. Mengingat waktu yang cukup singkat segeralah mempelajari modul ini. Ingat ! Berdoalah sebelum belajar!

Selamat Belajar

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Arti Kerja Keras, Tekun, Ulet dan Teliti 1. Standar Kompetensi Membiasakan perilaku terpuji 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan arti kerja keras, tekun, ulet dan teliti 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan arti kerja keras dan merujuk pada dalilnya - Menjelaskan arti tekun dan merujuk pada dalilnya - Menjelaskan arti ulet dan merujuk pada dalilnya - Menjelaskan arti teliti dan merujuk pada dalilnya 4. Materi Pokok Arti kerja keras, tekun, ulet dan teliti. 5. Uraian Materi Benarkah bangsa kita adalah bangsa yang kaya, memiliki sumber daya alam yang melimpah? Benar! Bangsa kita adalah bangsa yang kaya, memiliki potensi alam yang cukup melimpah. Kekayaan alam itu masih harus digali dan diolah sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan oleh kita. Untuk dapat menggali dan mengelola kekayaan alam itu sudah pasti diperlukan kerja keras Kenyataan bangsa kita sampai saat ini masih belum mampu memanfaatkan kekayaan alam itu secara maksimal. Bangsa kita masih mengalami kesulitan, masih banyak penduduk miskin.

Kerja keras, tekun, ulet dan teliti adalah ibadah.

Sudahkan bangsa kita melakukan kerja keras? Bangsa kita sudah melakukan usaha keras, tapi belum maksimal, sehingga hasilnya belum maksimal. Apa lagi ada sekelompok orang yang senang memanfaatkan demi keuntungan pribadi, dengan cara korupsi dan tindakan-tindakan yang merugikan, sehingga kekayaan bangsa ini belum dinikmati secara merata oleh rakyat.

a. Pengertian kerja keras dan dasar hukumnya Bekerja keras menjadi wajib bagi kita, hidup menjadi beban orang lain adalah tidak terhormat. Perhatikan firman Allah SWT.

Artinya : “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebarlah Kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah…” (Q.S. Al Jumu’ah : 10) Perhatikan pula sabda Rasulullah SAW berikut ini!

Artinya : “Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah Kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk kepentingan akhiratmu seolah-olah Kamu akan mati besok pagi”. (H.R. Ibnu ‘Asakir) Allah melarang kita untuk bermalas-malasan, tidak mau berusaha dan menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Sikap semacam itu adalah sikap yang sangat tercela. Melakukan pekerjaan kasar untuk mencukupi kebutuhan hidupnya merupakan pekerjaan yang mulai disisi Allah SWT, apakah pekerjaan yang mulia dan profesional, akan jauh lebih terhormat. Perhatikan sabda Rasulullah SAW yang artinya sebagai berikut : “Jika sekiranya diantara Kamu berangkat pada pagi hari untuk mencari kayu bakar, lalu dia memikul di panggungnya, kemudian dia bersedekah dengannya tanpa mengharapkan pemberian orang lain, maka hal itu lebih baik daripada dia meminta-minta kepada orang lain, meskipun orang itu memberinya atau menolaknya, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah dan mulailah memberi nafkah atau mendidik orang-orang yang menjadi tanggunganmu.” (H.R. Bukhari dan Muslim) Dari uaraian di atas, Kamu dapat ambil pelajaran bahwa kerja keras merupakan keharusan bagi setiap manusia, Agama Islam sangat menyarankan kepada pemeluknya untuk bekerja untuk meraih keberhasilan, sikap kerja keras mutlak harus dimiliki. Karena hanya dengan kerja keras itulah keberhasilan dapat dinikmati dengan penuh kebahagiaan. Keberhasilan dalam berbagai progesi, seperti pedagang, seniman, ahli teknik, ilmuwan / pelajar, guru, dosen, dokter, pengacara, camat, bupati, gubernur, dan presiden tidak dapat dilepaskan dari sikap kerja keras.
Salah satu bentuk kerja keras

b. Pengertian kerja keras dan dasar hukumnya Tekun juga berarti giat, rajin atau sungguh-sungguh, coba Kamu diskusikan dengan temanmu, apa yang Kamu cermati dari pengertian tekun tersebut. Sekarang simaklah uraian berikut ! Dirumah Kamu pasti ada pisau, perhatikan benda tersebut. Jika disimpan saja atau hanya dijadikan hiasan, pisau tersebut akan menjadi puntul atau tidak tajam. Lain halnya dengan pisau yang sering digunakan, ketajamannya akan terpelihara karena sering diasah agar menjadi lebih tajam. Hal di atas hanya perumpamaan saja, seperti halnya manusia yang telah diberikan kemampuan berfikir oleh Allah, jika sering tidak diasah dengan sungguh-sungguh dan tekun maka pikiran kita akan menjadi tumpul yang akhirnya menimbulkan kemalasan. Pada dasarnya semua manusia diberikan kemampuan sama oleh Allah SWT, tinggal bagaimana memaafkan kemampuan tersebut menjadi modal untuk mengembangkan diri lebih maju. Simaklah ungkapan berikut :

Artinya : “Siapa yang tekun (bersungguh-sungguh) pasti akan mendapatkan yang ia inginkan”. Dan hadits Nabi SAW :

Artinya : “Siapa yang mengamalkan apa yang telah diketahuinya, maka Allah akan mewariskan kepadanya pengetahuan apa-apa yang belum ia ketahui” Perhatikan juga firman Allah SWT :

Artinya : "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum melainkan kaum tersebut yang merubah nasib dirinya sendiri" (Ar-Ro’du : 11) Dari dalil-dalil di atas, dapat dipahami bahwa ketekunan atau kesungguhan akan membawa kepada keberhasilan. Sebagai manusia kita diperintahkan untuk berfikir, berbuat, bekerja keras dengan sungguh-sungguh dan tekun untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, sesuatu yang amat mustahil jika kita menunggu hujan dari langit. Tidak sedikit orang mengalami kegagalan disebabkan tidak memiliki sikap kerja keras dan tekun. Begitu pula sebaliknya, hampir setiap orang yang dapat meraih keberhasilan senantiasa disertai usaha keras dan ketekunan.

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bekerja keras untuk meraih keberhasilannya. Allah SWT tidak akan memberikan segala harapan umatnya tanpa disertai dengan usaha. Keberhasilan tidak datang begitu saja tanpa dilakukan usaha secara sungguh-sungguh. Kerja keras dan ketekunan dapat diwujudkan dalam berbagai hal guna meraih harapan dan cita-citanya. Bagi para pelajar dapat memanfaatkan sikap kerja keras dan tekun tersebut dalam upayanya meraih prestasi, begitu pula pekerja, pedagang dan lain-lain. c. Pengertian ulet dan dasar hukumnya Kamu sudah sering mendengar kata-kata “ulet” dalam pergaulan sehari-hari ? apa yang terlintas dalam pikiranmu tentang arti ulet ? Coba diskusikan dengan temanmu. Untuk membantu diskusi, simaklah uraian berikut. Ulet artinya tidak mudah putus asa, patah semangat, dan menyerah. Kamu pernah dengar kata-kata “kerupuk ini ulet dimakannya” kenapa kerupuk itu disebut "ulet" ? karena susah dipatahkan ketika hendak dimakan. Agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk bersikap ulet dalam berusaha, artinya tidak mudah putus asa, menyerah atau merasa bosan, berupaya terus menerus untuk mencapai tujuan yang dicapai adalah kewajiban manusia sebagai bentuk usaha atau ikhtiar dalam memperoleh yang terbaik untuk dirinya. Dengan tidak menyianyiakan waktu dan tenaga untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak berguna. Seorang ilmuan Islam yang bernama Ibrahim Al-Khawwas berkata :

Artinya : “ Jangan memaksa diri untuk mencapai yang telah dijamin (dicukupi), dan jangan menyia-nyiakan apa yang telah diamanatkan (ditugaskan) Firman Allah surat Al-Ma’arij ayat 20-22

Artinya : ”......Apabila ditimpa kesusahan berkeluh kesah, apabila ditimpa kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat”. Jelaslah bahwa manusia cenderung putus asa ketika menghadapi kegagalan, jika hal ini dibiarkan bercokol dalam diri kita akan membawa dampak buruk bagi kehidupan kita. Pernahkah Kamu mengalami kegagalan ? Jika pernah anggaplah itu suatu cobaan, berusahalah terus dengan keuletan dan jangan putus asa, yakinlah bahwa usaha kita akan sampai dan jangan lupa berdo’a, karena Allah akan mengabulkan do’a hambanya selama hamba yang berdo’a taat dan tunduk atas perintah Allah SWT.

d. Pengertian teliti dan dasar hukumnya coba Kamu pikirkan kata-kata lain yang semakna dengan teliti, bagaimana kalau “telaten”, berhati-hati ? ya begitulah persamaannya. Mari kita bahas bersama-sama. Teliti artinya berhati-hati mengerjakan sesuatu untuk menghindari kesalahan yang patal. Lawan katanya adalah ceroboh atau sembrono. Orang yang bersikap teliti biasanya berpikir panjang ketika ingin berbuat sesuatu, kata pepatah”biar lambat asal selamat” sebaliknya orang yang ceroboh atau sembrono di sebabkan terburu-buru dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang hasilnya pun bisa mengecewakan. Pernahkah Kamu memiliki pengalaman yang demikian ? Dalam penyelesaian tugas atau pekerjaan apapun tidak perlu tergesa-gesa, karena itu adalah bisikan syetan yang sengaja menggoda agar kita selalu gagal, terlebih dalam perkerjaan yang sifatnya ibadah kepada Allah seperti Shalat, Membaca Al-Quran, Mengaji dan lain sebagainya. Syekh Ibnu At thaillah dalam karangannya ‘ Al Hikam ‘ berkata : “ Baiknya amal perbuatan itu sebagai hasil dari baiknya budi dan hati, dan baiknya hati sebagai hasil dari kesungguhan Istiqomah pada apa yang di perintah Tuhan “ Di samping itu ketelitian juga berkaitan dengan prosedur atau aturan main yang telah ditetapkan. Terkadang manusia sering menempuh salah perintah, tidak memenuhi prosedur yang ada, Akibatnya hasil yang dicapaipun hanya sesaat. Rangkuman : Kerja keras, ulet, tekun dan teliti termasuk akhlak terpuji (akhlakul karimah). Lebih terpuji lagi jika sifat-sifat tersebut mampu kita lakukan dalam kehidupan kita seharihari, sesuai tugas dan kewajiban kita masing-masing. Kerja keras, ulet, tekun dan teliti membuahkan kesuksesan.

Kegiatan 2 : Contoh perilaku kerja keras, ulet, tekun dan teliti dan penerapannya dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. 1. Standar Kompetensi Membiasakan perilaku terpuji 2. Kompetensi Dasar - Menampilkan contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti - Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menampilkan contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti. - Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti dilingkungan keluarga. - Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti dilingkungan .sekolah. - Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti dilingkungan masyarakat. 4. Materi Pokok Kerja keras, tekun, ulet dan teliti. 5. Uraian Materi a. Contoh perilaku Kerja keras, tekun, ulet dan teliti Dalam kegiatan 2 ini, Kamu akan mempelajari contoh-contoh perilaku kerja keras, ulet, tekun dan teliti dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memulainya, lakukanlah pengamatan terhadap diri sendiri, apakah Kamu sudah menerapkan perilaku-perilaku tersebut dalam kehudupanmu ? Atau amatilah orang-orang disekitarmu yang telah berhasil dan sukses berkat ketekunan dan keuletan dalam berusaha.

Membaca merupakan contoh sikap kerja keras bagi pelajar

Sebagai gambaran, Kamu bisa lihat contoh-contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti berikut ini : 1. Contoh perilaku kerja keras a. Belajar sekuat tenaga tetapi tidak memaksakan diri yang akhirnya membahayakan diri Kamu sendiri, misalnya Kamu akan mengangkat batu yang besar, angkatlah batu tersebut sekuat tenaga Kamu, jika Kamu tidak mampu jangan memaksakan diri dan juga jangan menyerah tetapi carilah alat bantu atau pertolongan orang lain agar batu tersebut bisa terangkat. b. Memanfaatkan segala kesempatan dan waktu untuk menunjang keberhasilanmu, misalnya : Kamu bercita-cita memperoleh nilai 8 dalam modul ini maka Kamu lakukan adalah kerja keras dengan memanfaatkan setiap waktu yang Kamu miliki untuk menunjang pemahaman dengan membaca, bertanya, berdiskusi, atau mengadakan penilaian terhadap cara kerja Kamu sendiri sehingga Kamu dapat menemukan kelemahan dan memperbaikinya agar lebih baik. 2. Contoh perilaku tekun Pada kegiatan 1 telah Kamu pelajari tentang tajamnya pisau, pisau semakin diasah akan semakin tajam, begitu pula dengan diri Kamu, semakin tekun belajar, mambaca, berdiskusi akan semakin tajam daya ingat Kamu dan pemahaman materi yang Kamu pelajari. Contoh lain dari perilaku tekun adalah sikap istiqomah atau konsisten, yaitu teguh pendirian terhadap sesuatu yang dijalani dan berkeyakinan dengan hasil yang baik. Misalnya Kamu ingin menghafal surat-surat pendek dalam Al-Qur’an Juz ‘Amma, yang Kamu lakukan adalah terus menerus membaca dan menghafal satu persatu surat dalam Juz ‘Amma, ketika menghadapi kesulitan Kamu kembali mengulangnya berulang kali, adalah keliru jika pada saat menemukan kesulitan Kamu beralih kepada Juz yang lain, akhirnya tidak ada satupun surat yang Kamu hafal dari seluruh surat dalam Al-Qur’an. 3. Contoh perilaku ulet Ulet sama dengan artinya gigih, tidak mudah putus asa atau patah semangat, coba Kamu perhatikan contoh berikut ini : Untuk menafkahi keluarganya, seorang bangunan bekerja dengan tidak mengenal lelah, bekerjanya rapih dan bersemangat, pantas jika jasanya banyak dipergunakan orang lain untuk membangun dan merenovasi rumah. Contoh tersebut jika Kamu artikan satu persatu maka akan muncul rumus atau kiat untuk mencapai hasil yang lebih baik yaitu : a. Tidak mengenal lelah b. bekerjanya rapih c. bersemangat = Kerja keras = Tekun = Ulet

Apa yang disajikan dalam contoh diatas, coba Kamu ambil hikmahnya dan terapkan dalam kehidupanmu.

4. Contoh perilaku teliti Jika Kamu meneliti dasar lautan, maka Kamu harus terjun kelautan dengan perlengkapan yang cukup dan keahlian yang profesional. Contoh lain : seorang tukang servive elektronik yang bekerja dengan hati-hati, satu persatu rangkaian pesawat televisi diteliti sampai menemukan masalahnya, jika pekerjaan ini dilakukan dengan ceroboh, kemungkinan yang terjadi televisi akan semakin rusak. Dengan ketelitian Kamu dapat menghindari kesalahan yang menyebabkan kegagalan, sebaliknya kecerobohan akan membawa kepada kerusakan. b. Membiasakan perilaku kerja keras, ulet, tekun dan teliti dan penerapannya dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. 1. Di lingkungan Keluarga Untuk membiasakan diri kerja keras, ulet dan teliti dilingkungan keluarga, lakukanlah hal-hal sebagai berikut : a. Mulailah dari diri sendiri b. Tidak mengandalkan orang lain setiap ada pekerjaan c. Jadikan orang tua sebagai teman diskusi dalam mencari solusi permasalahan d. Jadikan rumah sebagai istanamu e. Kerjakan sesuatu yang dapat membuat orang tua dan saudara-saudara mu menjadi senang dan bangga kepadamu. 2. Dilingkungan Sekolah Diantara perilaku yang dapat Kamu lakukan dilingkungan sekolah dalam membiasakan kerja keras, tekun, ulet dan teliti antara lain : a. Berangkat sekolah tepat waktu b. Persiapan meteri dan buku pelajaran sesuai dengan jadwal pelajaran. c. Bertanya atau berdiskusi dengan teman atau guru jika Kamu menghadapi kesulitan. d. Hindari kecerobohan atau terburu-buru dalam mengerjakan soal-soal latihan, kerjakan dengan teliti 3. Dilingkungan Masyarakat a. Ikut serta dalam kegiatan sosial kepemudaan, seperti Karang Taruna, Remaja Masjid, Majlis Ta’lim dan sebagainya. b. Membantu dengan sepenuh tenaga jika tetangga tertimpa musibah. c. Turun membantu mengamankan lingkungan dengan ikut Siskamling. d. Berhati-hati dan jaga diri Kamu jangan sampai menjadi sampah atau penyakit masyarakat. Baiklah ! pada dasar membiasakan diri berperilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dapat dilakukan dengan banyak cara, apa yang dikemukan diatas hanyalah sedikit dari sekian banyak contoh perilaku terpuji.

Maka untuk lebih membiasakan diri Kamu, buatlah penilaian diri dan pelaporan kepada guru bina atau sesama teman tentang beberapa hal, seperti contoh berikut : a. Ketekunan Kamu dalam belajar ditengah-tengah keluarga b Ketelitian Kamu dalam mengerjakan tugas dari sekolah c. Keuletan Kamu dalam beraktivitas sosial. Rangkumam : Tidak mengenal lelah adalah contoh dari kerja keras Konsentrasi penuh adalah contoh dari tekun Tidak mudah putus asa adalah contoh dari ulet Berhati-hati adalah contoh dari teliti

C. PENUTUP

Saya ucapkan “Selamat” karena Kamu telah selesai mempelajari modul ini. Selanjutnya diharapkan Kamu dapat mengambil manfaat dan mempelajari materi dalam modul ini untuk bekal dalam kehidupanmu di tengah-tengah masyarakat. Bila semua materi dalam modul ini telah Kamu pahami segeralah hubungi guru pamong atau guru bina untuk minta tes akhir modul. Agar Kamu diperbolehkan mempelajari modul berikutnya, maka nilai tes akhir modul minimal 6,5 (enam koma lima). Selamat menyajikan Tes Akhir Modul! Jangan lupa berdoa sebelum Kamu mengerjakan tes!

ISL.VII.2.6.12

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VII 2 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
Penulis Pengkaji Materi Penyelaras : Drs. Muh. Suhandak : Moh.Sofyan S.Ag : Abdul Rozak S.Ag

SHOLAT JUM’AT

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Bersyukurlah Kamu telah menyelesaikan modul yang lalu dengan baik yaitu tentunya berkat belajarmu yang gigih. Dan terimakasih bahwa Kamu telah menunjukkan giat belajarmu sehingga memperoleh nilai yang bagus. Semoga saja untuk selanjutnya demikian. Setelah modul yang lalu dapat Kamu pelajari dengan baik, maka untuk modul-modul berikutnya tentu akan lebih baik lagi. Inilah harapan yang selalu harus Kamu inginkan. Selamat belajar bagi Kamu yang selalu berupaya untuk menguasai semua kegiatan dengan sebaik-baiknya. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh modul ini adalah 6 x 40 menit. Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan. Kegiatan 1 : tentang ketentuan-ketentuan sholat jum’at Kegiatan 2 : beberapa ketentuan mendengarkan khotbah Jum’at, beberapa hal yang disunahkan dalam pelaksanaan sholat jum’at. Kegiatan 3 : - Mempraktekkan sholat jum’at - Hikmah sholat jum’at Selalu berharap tentunya Kamu harus belajar dengan sebaik-baiknya. Selamat belajar !

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pengertian, Hukum dan Syarat Wajib Shalat Jum’at 1. Standar Kompetensi Memahami tata cara sholat jum’at 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan ketentuan-ketentuan sholat jum’at 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian sholat Jum’at dan dasar hukumnya. - Menjelaskan syarat mendirikan sholat Jum’at. - Menjelaskan perbuatan sunnah yang terkait dengan sholat Jum’at. - Menjelaskan beberapa halangan melaksanakan sholat Jum’at. 4. Materi Pokok Pengertian, hukum dan syarat wajib sholat Jum’at. 5. Uraian Materi Kamu sudah mempelajari pelajaran yang terdahulu bukan? Sehingga telah memahami dan mengerti apa-apa yang terdapat pada bahasan yang lalu. Selamat buat Kamu yang telah menguasai, sehingga memperoleh nilai yang memuaskan pada modul, mudah-mudahan demikian. Pada modul ini akan membahas tentang : - Pengertian sholat Jum’at - Hukum-hukum sholat Jum’at - Syarat sah dan wajib sholat Jum’at a. Pengertian Sholat Jum’at Sholat Jum’at adalah sholat berjamaah 2 rakaat yang dilakukan sesudah khotbah pada waktu Dzuhur di hari Jum’at. Sholat Jum’at itu hukumnya fardhu’ain, artinya laki-laki muslim dewasa (telah baligh) berakal sehat, dan tidak sedang dalam bepergian, wajib melaksanakannya. Firman Allah dalam Al-Qur’an :

Artinya : “hai orang-orang yang beriman apabila Kamu dipanggil untuk melakukan sholat Jum’at pada hari Jum’at, maka hendaknya Kamu segera melakukannya (Sholat Jum’at) dan tinggalkanlah segala urusan jual beli (QS. Al-Jum’at : ayat 9) Berdasarkan pertemuan jema’ah tergolong yang sangat besar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan memupuk tali silaturahmi dan memperkokoh persatuan dan kesatuan umat Islam. Sabda Rasulullah SAW :

Artinya : Barang siapa meninggalkan sholat jum’at tiga kali berturut-turut tanpa alasan, niscaya Allah akan tutup hatinya. (HR. Al-Hakim) Hukum sholat jum’at adalah wajib (fardhu’ain) bagi laki-laki dewasa yang beragama Islam, merdeka dan menetap, tidak dalam perjalanan. Artinya Fardhu’ain adalah kewajiban diri sendiri untuk melakukannya. b. Syarat mendirikan sholat Jum’at Syarat sah sholat Jum’at adalah sebagai berikut : 1. Diadakan di tempat yang tetap (pemukiman) 2. Dilakukan dengan berjama’ah 3. Dikerjakan di waktu dzuhur 4. Didahului dengan 2 khotbah

Gambar 1. Shalat Jum’at berjama’ah

Syarat wajib sholat Jum’at adalah sebagai berikut : Wajib sholat jum’at bagi orang yang memiliki kriteria berikut ini. 1. Islam tidak wajib bagi orang yang bukan beragama Islam sholat Jum’at. 2. Baligh (dewasa) 3. Merdeka, orang gila tidak wajib 4. Laki-laki 5. Sehat jasmani dan rohani 6. Mukim menetap, tidak wajib sholat Jum’at bagi orang yang sedang dalam perjalanan.

c. Hal-hal yang disunahkan dalam pelaksanaan Shalat Jum’at Apabila Kamu hendak pergi Shalat Jum’at disunahkan melakukan hal-hla berikut : 1. Mandi pada hari Jum’at, dengan niat mandi Jum’at. 2. Berhias dan memakai yang baik, atau pakaian yang berwarna putih. 3. Memakai harum-haruman atau minyak wangi 4. Memotong kuku dan menyisir rambut 5. Bersegera pergi kemasjid dengan berjalan kaki 6. Shalat tahiyatul masjid 7. Hendaklah membaca Al-Qur’an atau berzikir sebelum khotbah dan perbanyak baca shlawat Nabi Muhammad SAW. d. Hal-hal yang diperbolehkan meninggalkan Shalat Jum’at Ada beberapa macam orang yang tidak diwajibkan melaksanakan shalat Jum’at yaitu apabila : 1. Sakit 2. Hujan yang dapat menyulitkan / menyusahkan 3. Musafir atau sedang berada dalam perjalanan Dalil tentang halangan shalat Jum’at. Termaktub dalam Hadits Nabi Muhammad S.A.W yang diriwayatkan Abu Daud dan Hakim berbunyi :

Artinya : “Shalat Jum’at itu hal yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim dengan berjama’ah kecuali empat orang, yaitu hamba sahaya, perempuan, anakanak dan orang sakit” (H.R. Abu Daud dan Hakim) Rangkuman : Sholat Jum’at adalah sholat berjamaah 2 rokaat yang dilakukan sesudah khotbah pada waktu dzuhur di hari Jum’at. Hukumnya melaksanakan sholat Jum’at adalah fardlu’ain atau wajib bagi setiap lakilaki muslim dewasa (telah baligh). Syarat wajib sah sholat jum’at ialah Islam, berakal, laki-laki sehat dan bermukim atau menetap.

Kegiatan 2 : Praktek Sholat Jum’at dan Hikmah Sholat Jum’at 1. Standar Kompetensi Memahami tata cara sholat Jum’at 2. Kompetensi Dasar Mempraktekkan sholat Jum’at 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menyebutkan beberapa persiapan untuk melaksanakan sholat Jum’at - Menjelaskan tata cara sholat Jum’at - Mempraktekkan sholat Jum’at di sekolah dan di masjid 4. Materi Pokok - Ketentuan dalam mendengarkan khotbah Jum’at - Menyebutkan beberapa hal yang disunahkan dalam melaksanakan Sholat Jum’at 5. Uraian Materi Setelah Kamu menyelesaikan kegiatan terdahulu, sekarang Kamu lanjutkan kegiatan berikutnya. Semoga Kamu lebih mengerti lagi, sehingga Kamu akan memperoleh nilai yang bagus. Tentunya Kamu menyadari bahwa lebih banyak belajar pasti akan bertambah ilmu pengetahuan Kamu lebih lagi keyakinan kita kepada Allah SWT melalui shalat Jum’at yang akan Kamu pelajari sekarang adalah : a. Beberapa persiapan untuk melaksanakan sholat Jum’at 1. Terlebih dahulu disunahkan mandi. 2. Memotong kuku. 3. Menggunting kumis. 4. Menyisir rambut. 5. Berpakaian yang baik dan bersih. 6. Mengenakan wangi-wangian. 7. Kemudian pergi ke tempat Jum’at dengan tenang. b. Tata cara sholat Jum’at 1. Setibanya di tempat Jum’at atau masjid disunahkan sholat sunah tahiyatul masjid. 2. Lalu duduk dengan tenang. 3. Membaca Al-Qur’an atau dzikir sambil menunggu khatib naik mimbar. 4. Mendengarkan dan memperhatikan isi khotbah yang disampaikan. Setelah selesai khotbah pertama hendaklah khotib duduk sebentar kemudian berdiri lagi untuk menyelesaikan khotbah yang kedua. Ketika Khotbah berlangsung kita hendaknya diam dan memperhatikan isi khotbah, dilarang berbicara atau berbuat keributan.

Gambar 2. Khutbah shalat Jum’at

Sabda Rasulullah SAW :

Artinya : Dari Abu Hurairata Nabi S.A.W bersabda : “Apabila engkau berkata kepada temanmu”diamlah” padahal imam sedang berkhotbah, maka siasialah shalat jum’at yang Kamu kerjakan (H.R. Bukhori Muslim) Jadi dengan Hadits diatas apabila Kamu berbicara ketika khotib berkhotbah maka Kamu tidak mendapat pahala. c. Mempraktekkan sholat Jum’at di sekolah dan di masjid 1. Shaf harus lurus dan rapat. 2. Niat sholat Jum’at dua rokaat menjadi ma’mum.

Artinya : Saya niat sholat Jum’at dua rokaat, menghadap kiblat menjadi ma’mum, karena Allah ta’ala. 3. Setelah imam selesai membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat berikutnya, maka ma’mum membaca surat Al-Fatihah dan seterusnya sampai selesai dua rokaat. 4. Salam. 5. Bacalah istighfar, berdzikir dan berdo’a. 6. Sholat sunah ba’diyah Jum’at. Dengan demikian selesailah sholat Jum’at. Tentunya Kamu dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya, selamat melaksanakan sholat Jum’at.

Hikmah sholat Jum’at 1. Menunjukkan persatuan dan kesatuan umat Islam hal ini dapat dilihat dari kaharusan berkumpul, meluruskan saf, dan merapatkan saf secara rapih. 2. Memberi petunjuk, bahwa dalam melaksanakan sholat jum’at tidak ada perbedaan, semua sama derajat dihadapan Allah SWT. 3. Merupakan syi’ar Islam, sebagian ulama berpendapat bahwa sholat Jum’at adalah hari raya mingguan bagi kaum muslimin. Rangkuman : Melaksanakan Shalat Jum’at adalah wajib bagi setiap laki-laki yang telah baligh Mendengarkan Khotbah Jum’at adalah bagian yang tak terpisahkan dari Shalat Jum’at Dengan Shalat Jum’at dapat mempersatukan dan menjalin kerukunan sesama umat manusia, sehingga tumbuh rasa ikhlas dan tolong menolong diantara mereka. Mengajak umat Islam menuju satu tujuan dan satu perintah untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah S.W.T. Sholat Jum’at adalah sholat berjama’ah dua rokaat yang dilakukan sesudah khotbah pada waktu dzuhur di hari Jum’at. Hukumnya fardu ‘ain. Sholat jum’at dilaksanakan dengan didahului dua khotbah.

C. PENUTUP

Saya ucapkan selamat, karena Kamu telah berhasil menyelesaikan kegiatan-kegiatan pada modul ini dengan baik. Mudah-mudahan keberhasilan Kamu dapat mendorong semangat untuk terus melaju mempelajari modul demi modul. Setelah Kamu menguasai pelajaran ini tentu akan bertambah ilmu, terutama mengenai sholat jum’at dan saya percaya bahwa Kamu akan berusaha sebaik mungkin, sehingga kelak menjadi manusia yang sholeh, amiiin. Modul ini telah Kamu selesaikan, mintalah tes akhir modul kepada guru pamong atau guru bina. Apabila hasil tes Kamu mencapai 6,5 atau lebih maka Kamu sudah berhak mempelajari modul berkutnya. Tetapi apabila hasilnya kurang dari 6,5 sebaiknya Kamu pelajari kembali, terutama yang belum Kamu kuasai. Belajarlah terus secara baik, jika perlu dengan temanmu, guru pamong atau guru binamu.

ISL.VII.2.7.13

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VII 2 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
Penulis Pengkaji Materi Penyelaras : Drs. Muh. Suhandak : Moh.Sofyan S.Ag : Abdul Rozak S.Ag

SHOLAT JAMA’ DAN QASHAR

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Siswa SMP Terbuka, kita jumpa lagi dalam modul : Pendidikan Agama Islam. Bagaimana kabarmu? Mudah-mudahan Kamu senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Dan siap mempelajari modul ini. Modul yang akan Kamu pelajari berjudul : Sholat Jama’ dan Qashar. Kamu pernah bepergian jauh, bukan dan tidak bisa mengerjakan sholat tepat pada waktunya? Namun, Kamu jangan khawatir sebab sholatmu tidak dapat dilakukan dengan jamak dan qasar. Bahkan dapat dilakukan dengan jamak yang sekaligus qasar. Untuk itu, pelajari dengan baik modul ini agar Kamu dapat melakukan sholat jamak dan qasar dengan benar. Kegiatan 1 : Menjelaskan sholat jama’ dan qashar Kegiatan 2 : Mempraktekkan sholat jama’ dan qashar Waktu yang tersedia untuk mempelajari modul ini adalah 6 x 40 menit. Untuk itu pergunakanlah waktunya dengan baik, dan jangan lupa Kamu berdoa sebelum belajar agar Kamu mendapat kemudahan. Percayalah pada dirimu sendiri, Kamu mampu mempelajari modul ini dengan mudah asal Kamu mau belajar. Jika Kamu mendapat kesulitan, cobalah Kamu bicarakan dengan teman-temanmu atau Kamu tanyakan langsung kepada guru pamongmu atau guru pada waktu tatap muka di SMP induk.

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Sholat Jama’ dan Qashar 1. Standar Kompetensi Memahami tata cara sholat jama’ dan qashar 2. Kompetensi Dasar Siswa mampu menjelaskan pengertian sholat jama’ dan qashar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian sholat jama’ dan dasar hukumnya - Menjelaskan pengertian sholat qashar dan dasar hukumnya - Menjelaskan syarat-syarat melaksanakan sholat jama’ dan qashar - Menyebutkan macam-macam sholat yang bisa dijama’ dan diqashar 4. Materi Pokok Sholat Jama’ dan Qashar 5. Uraian Materi Pada kegiatan ini akan dibahas mengenai pengertian shalat jama’ dan qashar, macammacam shalat jama’ dan qashar maupun macam-macam shalat yang boleh dijama’ dan diqashar. Sholat Jama’ a. Pengertian Sholat Jama’ dan dasar hukumnya Pernahkah Kamu memngumpulkan pekerjaan dalam satu waktu? Saya yakin, Kamu pernah mengerjakan dua pekerjaan dalam satu waktu dan terlaksana semua. Misalnya : Kamu belajar sambil membantu ibumu atau Kamu belajar di SMP Terbuka sambil bekerja. Ditinjau dari segi bahasa Arab, mengumpulkan dua pekerjaan atau dua kegiatan dan dilaksanakan dalam satu waktu dinamakan sholat jama’ atau menjamak. Pada dasarnya dalam sholat juga dapat dilaksanakan dengan dijamakkan. Tahukah Kamu pengertian sholat jama’ itu? Sholat jama’ ialah mengerjakan dua sholat fardlu dalam satu waktu, misalnya : • Sholat zuhur dengan sholat ashar, dikerjakan di waktu zuhur atau di waktu ashar. • Sholat maghrib dengan sholat isya’ dikerjakan di waktu maghrib atau di waktu isya’ Yang harus Kamu ingat adalah : • • • • Ketentuan waktu di atas tidak boleh diubah. Misalnya zuhur dengan maghrib, ashar dengan isya’ Sholat maghrib dengan isya’ dikerjakan di waktu maghrib atau di waktu isya’. Yang boleh dijamak adalah sholat fardlu atau sholat wajib, sedangkan sholat jum’at tidak boleh dijama’. Demikian juga sholat subuh tidak boleh dijama’.

b. Pengertian Shalat Qashar dan dasar hukumnya Sekarang kita lanjutkan mengenai sholat qashar. Tahukan Kamu, apakah sholat qashar itu? Sholat qashar adalah sholat yang diringkas, yaitu sholat yang bilangan rokaatnya empat diringkas menjadi 2 rokaat. Misalnya : - Sholat Zuhur empat rokaat diqasar menjadi 2 rakaat - Sholat Ashar empat rokaat diqasar menjadi 2 rakaat - Sholat Isya’ empat rokaat diqasar menjadi 2 rakaat Sholat yang boleh di qashar ialah sholat fardhu yang bilangannya empat rokaat seperti: Zuhur, Ashar dan Isya’. Sedangkan Maghrib dan Subuh tidak boleh di qashar. Akan tetapi sholat Maghrib dapat dijama’ dengan Sholat Isya’. Khusus sholat Subuh tidak dapat dijama’ dan tidak dapat diqashar. Kamu boleh melakukan sholat qashar, apabila Kamu sedang dalam keadaan bepergian jauh dengan jarak 81 km dari rumah / tempat tinggalmu. Dan bepergian itu tida untuk maksiat. Dasar hukum boleh melaksanakan sholat qashar itu adalah : Surat An-Nisa ayat 101.

Artinya : “Dan apabila Kamu bepergian jauh di muka bumi, maka tidaklah mengapa Kamu mengqashar sholat (mu). (Q.S.An-Nisa : 101). c. Syarat-syarat melaksanakan shalat jama’ dan qashar 1. Syarat sah Sholat Jama’ Kita boleh mengerjakan sholat jama’ taqdim maupun jama’ takhir, apabila : • Bepergian jauh, bukan untuk tujuan maksiat. • Jarak jauh bepergian paling sedikit 81 km. • Sakit dan sulit mengerjakan sholat. • Ada gangguan cuaca seperti : angin kencang, hujan banjir dan sebagainya sehingga menyulitkan pergi ke tempat sholat atau mengambil air Gambar 1. Perjalanan jauh untuk kebaikan wudlu. Catatan : sholat jama’ adalah sholat ada’an (tunai) bukan sholat qada (ganti).

2. Syarat sah shalat Qashar Ada beberapa hal yang berkenaan dengan sholat qasar yaitu: - Sholat yang boleh diqashar adalah sholat fardhu (tunai) yang akan dilaksanakan pada hari itu saja, jadi bukan sholat yang akan diganti (qadha) - Sholat yang boleh diqashar adalah sholat yang bilangan rakaatnya empat rokaat - Sholat maghrib tidak boleh diqashar namun boleh dijama’ dengan Isya’. - Sholat subuh tidak boleh dijama’ dan diqashar. d. Macam-macam sholat yang bisa dijama’ dan diqashar 1. Sholat jama’ Shalat jama’ dibagi menjadi dua, yaitu : • Jama’ takdim : yakni mengumpulkan dua sholat fardhu dan dikerjakan dalam satu waktu yang lebih awal (taqdim). Contoh : - Zuhur dengan Ashar, dikerjakan pada waktu Zuhur. - Maghrib dengan Isya’ dikerjakan pada waktu Maghrib. • Jama’ Takhir : yakni mengumpulkan dalam satu waktu yang akhir (terakhir), yaitu : - Sholat Zuhur dengan sholat Ashar, dikerjakan pada waktu Ashar - Maghrib dengan Isya’ dikerjakan pada waktu Isya’ Sudah jelas bukan?

2. Sholat Jama’ dan Qashar Saya yakin Kamu memahami sholat jama’ maupun sholat qashar. Sekarang kita mempelajari pengaturan atau penggabungan antara sholat jama’ dengan sholat qashar. Sholat jama’ qashar ialah mengumpulkan dua sholat dan sekaligus meringkas jumlah rakaatnya, empat rakaat menjadi dua rakaat. Misalnya : - Mengerjakan sholat Zuhur dengan Ashar pada satu waktu. - Sholat Zuhur dikerjakan dua rokaat dan sholat Ashar dikerjakan dua rokaat. Sudah mengertikan Kamu terhadap pengertian sholat jama’ dan qashar? Jika Kamu belum mengerti, coba Kamu diskusikan dengan teman-temanmu tentang tata cara sholat jama’ qashar dan sekaligus Kamu praktikkan. Kosakata : Jama’ : Kaifiat : Taqdim : Takhir : mengumpulkan tata cara mendahulukan mengakhirkan

Rangkuman : Materi di atas dapat dirangkum sebagai berikut : 1. Sholat jama’ ialah mengerjakan dua sholat fardlu dalam satu waktu. 2. Sholat jama’ ada dua macam yaitu : sholat jama’ taqdim dan sholat jama’ takhir. 3. Syarat sah sholat jama’ adalah : • Bepergian jauh yang bukan untuk maksiat • Jarak jauh bepergian 81 km atau lebih.

4. 5. 6. 7. 8.

• Sakit dan sulit mengerjakan sholat • Ada gangguan cuaca Sholat qashar ialah yang diringkas, yaitu sholat yang bilangan rakaatnya empat diringkas menjadi dua rakaat. Sholat yang dapat diqashar ialah sholat fardhu yang jumlah rakaatnya empat. Syarat sah sholat qashar sama dengan syarat sah sholat jama’. Firman Allah yang berkaitan dengan sholat qashar tercantum dalam surat An-Nisa : 101 Sholat jama’ dan qashar ialah mengumpulkan dua sholat fardhu menjadi satu, sekaligus meringkas jumlah rokaatnya.

Kegiatan 2 : Tata Cara Sholat Jama’ dan Qashar 1. Standar Kompetensi Memahami tata cara sholat jama’ dan qashar 2. Kompetensi Dasar Siswa mampu mempraktekkan sholat jama’ dan qashar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan bentuk-bentuk pelaksanaan sholat jama’ - Menjelaskan tata cara sholat jama’ dan qashar - Mempraktekkan sholat jama’ dan qashar 4. Materi Pokok Tata cara sholat jama’ dan qashar 5. Uraian Materi a. Bentuk-bentuk pelaksanaan sholat jama’ – Jama’ Takdim Jama’ takdim dilaksanakan dengan tertib yakni sholat Zuhur dahulu baru kemudian sholat Ashar, dan sholat Maghrib dahulu baru kemudian sholat Isya’. dan niat jama’nya harus di sholat yang pertama serta harus dilaksanakan antara sholat pertama dan kedua dengan tidak diselingi dengan pekerjaan yang lain.

Jama’ Takhir Jama’ Takhir hendaknya niat melaksanakan sholat jama’ takhir di sholat yang pertama dengan syarat dalam keadaan bepergian. b. Tata cara melaksanakan sholat Jama’ dan Qashar 1. Cara Melaksanakan Sholat Jama’ Takdim Dimulai niat ketika takbiratul ihram (pada sholat yang pertama). Niat dapat dilafalkan sebagai berikut :

Artinya : “Sengaja aku sholat fardhu zuhur beserta sholat ashar jama’ taqdim karena Allah ta’ala”. Allahu Akbar.

Selanjutnya sholat jama’ taqdim dilaksanakan secara berurutan sesuai waktu sholat (sholat zuhur lebih dahulu kemudian sholat ashar atau sholat maghrib terlebih dahulu kemudian sholat isya’) bacaan takbiratul ihramnya sama seperti sholat fardhu. Catatan : diantara 2 sholat jama’ taqdim tidak boleh diselingi ibadah lain (sholat sunnah dll). 2. Cara Melaksanakan Sholat Jama’ Takhir Dimulai niat ketika takbiratul ihram (pada sholat yang pertama) niat dapat dilafalkan sebagai berikut :

Artinya : “Sengaja aku sholat fardhu ashar empat rokaat serta sholat zuhur jama’ takhir karena Allah ta’ala.” Allahu Akbar. Setelah takbiratul ihram, langsung membaca bacaan yang sama seperti sholat fardhu. Antara keduanya tidak boleh diselingi oleh ibadah lain (sholat sunnah dll). Pendapat ulama : apabila hendak melakukan sholat jama’ takhir, maka niat itu dilakukan diwaktu sholat yang pertama. Misalnya sholat Zuhur dengan sholat Ashar harus niat sholat jama’ takhir ketika waktu zuhur. Demikian pula dengan melaksanakannya sholat zuhur dikerjakan lebih dahulu kemudian mengerjakan sholat Ashar pada waktu Ashar. 3. Tata cara sholat Qashar Berdasarkan pengertian dan syarat-syarat sholat qashar di atas, dapatkah Kamu melaksanakannya? Maukah Kamu praktik sholat qashar? Baiklah saya yakin Kamu adalah murid yang baik, maka Kamu pasti mau mempraktikkan sholat qashar. Kamu sudah mengenakan pakaian sholat? Baiklah bila sudah, Kamu berdiri dan menghadap kiblat. Kamu mengucapkan niat mengqashar sholat Zuhur.

Artinya : “Saya niat sholat fardhu Zuhur dua rokaat dengan qashar karena Allah ta’ala.” Allahu Akbar. Kemudian menyelesaikan sholat sampai dua rakaat kemudian salam.

c. Praktek Sholat Jama’ dan Qashar 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Niat Takbirotul Ihrom Membaca surat Al Fatihah dan surat pendek Rukuk I’tidal Sujud Duduk diantara dua sujud dan seterusnya diakhiri dengan salam

Sekarang Kamu telah selesai mempraktikkan sholat qashar, berarti Kamu telah dapat melaksanakannya. Rangkuman : Materi di atas, dapat dirangkum sebagai berikut : - Urutan sholat jama’ : • Niat • Berurutan (sholat zuhur lebih dahulu dari sholat ashar) • Bacaan takbiratul ihram sama seperti sholat fardhu - Tata cara mengerjakan sholat qashar ialah : niat, takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan seterusnya yang diakhiri dengan salam.

C. PENUTUP Ucapkanlah syukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan :

Karena Kamu telah selesai mempelajari modul ini dengan baik. Dimana dan kapan saja Kamu berada hendaklah selalu mengingat Allah, sebab dengan mengingat Allah Kamu akan mendapat ketenangan, keselamatan dan kebaikan di dunia maupun di akhirat. Di samping itu agar usaha Kamu berhasil sebaiknya Kamu berdoa kepada Allah. Nah, setelah Kamu selesai mempelajari modul ini, segeralah meminta kepada gurumu “Tes Akhir Modul”. Jika Kamu dapat menjawab soal-soal tes dan mendapat nilai paling sedikit 6,5 Kamu dianggap berhasil dan dipersilahkan untuk mempelajari modul berikutnya. Akan tetapi jika hasil tesmu mendapat nilai di bawah 6,5 Kamu dianggap belum berhasil dan Kamu dipersilahkan mempelajari kembali materi yang belum Kamu kuasai. Selamat belajar!

ISL.VII.2.7.14

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Pendidikan Agama Islam VII 2 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
Penulis Pengkaji Materi : Abdul Rozak S.Ag : Moh.Sofyan S.Ag

SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Saya ucapkan “selamat” atas keberhasilan melanjutkan ke modul berikut ini yang akan Kamu pelajari ini membahas tentang sejarah Nabi Muhammad SAW. Pembahasan dalam modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan : Kegiatan 1 : Misi Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak, membangun manusia mulia dan bermanfaat. Kegiatan 2 : Misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta, pembawa kedamaian dan kesejahteraan serta kemajuan masyarakat. Kegiatan 3 : Meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam menghadapi masyarakat Makkah. Untuk mempelajari modul ini waktu yang disediakan 6 x 40 menit. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan diharapkan Kamu juga membaca buku-buku lain yang ada kaitannya dengan materi dalam modul ini. Selamat belajar dan mulailah berdoa.

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Misi Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna akhlak manusia. 1. Standar Kompetensi Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak, membangun manusia mulia dan bermanfaat 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat menjelaskan : - Misi kerosulan Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak mulia - Misi kerasulan Muhammad SAW untuk membangun manusia mulia dan bermanfaat 4. Materi Pokok Misi Nabi Muhammad SAW 5. Uraian Materi a. Misi kerosulan Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW adalah seorang manusia pilihan yang patut dicontoh dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Kedatangan Nabi Muhammad SAW membuat suasana di negeri Arab yang selama itu gelap gulita berubah menjadi terang benderang. Masyarakat yang semula tidak tenang dan terombangambing hidupnya, penuh dengan ketakutan, berubah menjadi masyarakat tenteram penuh kedamaian dan keselamatan sehingga membawa suasana penuh kebahagiaan. Hal itu disebabkan sikap atau perbuatan yang luhur dari pribadi Nabi Muhammad SAW, seperti bijaksana, lemah lembut, merakyat.

Gambar 1. Rasulullah SAW menerangi umatnya dengan syafaat dan petunjuknya.

Dalam Al-Qur’an beliau mendapatkan sebutan “Uswatun Hasanah” (suri tauladan yang baik). Sedikit demi sedikit nabi membangun masyarakat dengan menanamkan akhlak mulia dan beriman hanya kepada Allah SWT. Hal tersebut terkait dengan misi beliau yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sebagaimana sabda Nabi SAW :

Artinya : “Sesungguhnya aku diutus Allah SWT, untuk (memperbaiki) akhlak manusia”. (HR. Ahmad).

menyempurnakan

b. Misi kerasulan Muhammad SAW untuk membangun manusia mulia dan bermanfaat Bangsa Arab sebelum datangnya Islam sukanya berjudi, minum-minuman keras, berfoya-foya yang menjadikan mereka menjadi kaum yang rendah dan biada sehingga zaman itu disebut zaman jahiliyyah. Nabi Muhammad SAW memulai tugasnya sebagai rosul dengan dakwah mengajak mereka ke jalan yang benar, demi keselamatan mereka diajak tentang keislaman. Berkat hidayah dari Allah SWT dan bimbingan Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur kebiasaan bangsa Arab jahiliyyah berubah menjadi bangsa yang beradab dan beriman kepada Allah dan menjalankan ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Perubahan akhlak bangsa arab pada saat itu terjadi sangat signifikan. Dengan demikian, tampaklah adanya suatu keberhasilan yang nyata dengan semakin banyaknya perbaikan dan perubahan kepribadian bangsa arab. Rangkuman : Nabi Muhammad SAW dalam perjuangannya mempunyai misi untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Bangsa arab yang waktu itu penuh dengan kegelapan dan kebodohan karena sering minum-minuman keras, berfoya-foya dan suka berjudi merupakan tantangan beliau dalam berdakwah mengajak mereka ke jalan yang benar. Nabi Muhammad SAW mempunyai tugas membangun manusia mulia dan bermanfaat. Kegiatan 2 : Misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta 1. Standar Kompetensi Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW. 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta, pembawa kedamaian, kesejahteraan dan kemajuan masyarakat 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat menjelaskan : - Misi kerasulan Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta. - Misi kerasulan Muhammad SAW sebagai pembawa kedamaian dan kemajuan masyarakat. 4. Materi Pokok Misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta 5. Uraian Materi a. Misi kerasulan Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta. Dengan keluhuran budi dan akhlak yang mulia, akhirnya beliau berhasil membawa amanah Allah SWT untuk mensyiarkan Islam ke seluruh pelosok dunia, guna membawa keselamatan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Hal itu sangat

bermanfaat bagi seluruh umat manusia dan makhluk lain penghuni alam ini. Firman Allah SWT :

Artinya : “Aku (Allah) tidak mengutus Kamu Muhammad, kecuali menjadi rahmat (membawa keselamatan) bagi sekalian manusia di alam ini.” (Q.S. Al Anbiya : 107) Kesempurnaan akhlak beliau yang menjadikan dakwah yang disampaikannya diterima seluruh lapisan manusia. Sifat-sifat beliau yang mulia antara lain yaitu : 1. Siddiq (Jujur) Nabi Muhammad sebagai orang yang jujur dalam perkataan dan perbuatan. 2. Amanah (dipercaya) Sebagai seorang pemimpin besar beliau dijuluki Al-Amin (dipercaya) seperti ketika warga Mekkah bingung memutuskan letak batu Aswad (Hajar Aswad) akhirnya beliaulah yang memutuskan letaknya. 3. Tabliq (Menyampaikan wahyu) Setiap wahyu yang beliau terima selalu beliau sampaikan kepada orang-orang dekat beliau. 4. Fatonah (Cerdas) Kecerdasan beliau dalam segala hal merupakan bukti bahwa beliau adalah manusia yang sempurna. Dengan demikian ajaran beliau dapat diterima seluruh lapisan manusia. b. Misi kerasulan Muhammad SAW sebagai pembawa kedamaian dan kemajuan masyarakat. Nabi Muhammad SAW sebagai pejuang di medan perang, beliau juga senantiasa menekankan pentingnya perdamaian kasih sayang, tolong menolong dan saling membantu. Rasulullah SAW, bersabda :

Artinya : “Bersikap belas kasihlah Kamu terhadap siapa saja yang berada di atas bumi, pasti yang dilangit (Allah) akan merahmatimu”. (HR. Abu Dawud). Beliau merupakan contoh terbaik dalam mengamalkan kasih sayang antar sesama, bukti bahwa beliau mencintai perdamaian.

Gambar 2. Salah satu tempat peperangan Rasulullah SAW

Ketika Rasulullah SAW telah menaklukkan kota Mekkah, dengan segera Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian dengan suku-suku terkait agar di antara mereka terjalin persaudaraan dan persatuan yang baik. Begitu juga ketika beliau sampai di Madinah, persatuan terjalin dengan baik secara kekeluargaan di antara mereka. Sebab kalau sudah sama-sama memeluk Islam berarti mereka semua adalah satu saudara, yang harus saling menyayangi, mengasihi, dan membantu baik, dalam keadaan suka maupun duka. Rasulullah SAW sebagai pemimpin besar yang bijaksana juga selalu memikirkan umatnya terutama orang-orang fakir miskin dan yatim piatu. Contohnya, setiap malam beliau jarang tidur selain karena sholat malam juga ikut meronda di tengahtengah umatnya untuk meneliti kemungkinan ada diantara mereka yang kekurangan sandang pangan. Rangkuman : Perjuangan beliau selain dengan pedang beliau juga menekankan tentang pentingnya perdamaian antara sesama umat manusia. Dengan keluhuran budi pekerti beliau disamping beliau mempunyai sifat-sifat yang mulia yakni siddiq, amanah, tabliq, fatonah yang menjadikan misi beliau berhasil. Kegiatan 3 : Meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam menghadapi masyarakat Mekkah. 1. Standar Kompetensi Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW. 2. Kompetensi Dasar Meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam menghadapi masyarakat Mekkah 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menceritakan perjuangan Nabi Muhammad dalam menghadapi masyarakat Mekkah.

-

Meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam kehidupan sehari-hari.

4. Materi Pokok Perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat 5. Uraian Materi a. Menceritakan perjuangan Nabi Muhammad dalam menghadapi masyarakat Mekkah. Kepribadian Nabi Muhammad SAW dalam mengembangkan ajaran Islam dan memperkuat persatuan umat Islam, merupakan salah satu rahasia kesuksesan nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan tugas kerasulannya. Kesuksesan yang beliau raih adalah berkat kesungguhan dan kemampuannya dengan mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT berupa wahyu. Selain itu, sikap tegas, sabar, dan santun yang menyebabkan beliau berhasil dalam memperjuangkan dan menyebarkan misi kenabiannya. Masyarakat Mekkah sepeninggal hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, ketika itu Mekkah masyarakatnya masih banyak yang menyembah berhala, sehingga beliau dan para sahabat berinisiatif menyerang kota Mekkah. Dengan membawa pasukan kurang lebih 12.000 orang muslim menuju Mekkah dengan misi ingin menghancurkan patung-patung berhala yang ada di dalam sekitar Ka’bah. Rencana beliau yang mulia ini bukti bahwa Nabi Muhammad SAW mengajak agar manusia menyembah hanya kepada Allah SWT. b. Meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dapat diambil kesimpulan cara meneladani perjuangan beliau diantaranya sebagai berikut. 1. Perjuangan harus dilakukan secara jama’i (berkelompok) Di dalam suatu pemerintahan tugas dan tanggung jawab tidak akan mampu dipikul oleh individu-individu. Oleh karena itu, semua manusia atau lapisan masyarakat saling bersatu sehingga kewajiban mulia tersebut dapat terlaksana dengan sempurna. 2. Perjuangan harus berada di jalan politik. Hal ini dikarenakan bahwa masalah khilafah (pemerintahan) adalah masalah politik sehingga dilakukan melalui pendekatan politik. Penggunaan jalan politik ini tidak berarti menghalalkan segala cara yang menyimpang dari ajaran Islam. 3. Perjuangan tidak menggunakan cara kekerasan (fisik) Rasulullah SAW sebagai suri tauladan memiliki keluhuran budi pekerti yang tinggi. Dengan sifatnya yang sabar, lemah lembut, pemberani, dan kasih sayang beliau melakukan dakwah dan memimpin pemerintah secara lisan dan tidak melakukan kegiatan apapun yang bersifat kekerasan kecuali untuk kepentingan jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah SWT). 4. Perjuangan harus menempuh tahap-tahap sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Dengan mendalami sejarah Rasulullah SAW dari awal beliau di Mekkah sampai hijrah ke Madinah ada 3 (tiga) tahapan, diantaranya adalah sebagai berikut : a. Tahapan pembinaan dan pengkaderan terhadap sebagian penduduk Mekkah yang percaya akan dakwah Rasulullah SAW. b. Tahapan berinteraksi dengan umat agar turut memikul kewajiban dakwah Islam. c. Tahapan pengambilalihan kekuasaan yang dilaksanakan untuk menerapkan Islam secara menyeluruh dan menyebabkan risalah Islam ke seluruh dunia. Rangkuman : Dalam meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW menghadapi masyarakat Mekkah dengan cara berkelompok (jami’i) dalam sebuah penyerangan tidak sendirisendiri yang akhirnya akan terpecah belah. Perjuangan Rasulullah dilanjutkan dengan pembinaan kepada pasukan yang kalah agar mereka mengerti tentang ajaran Islam.

C. PENUTUP

“Alhamdulillah” ucapkan kalimat tersebut jika Kamu telah menyelesaikan modul ini, baca dan ulangi terus surat-surat tersusun sampai Kamu hafal. Bacalah pada waktu sholat atau waktu-waktu luang Kamu. Untuk mengukur kebersihan Kamu, mintalah tes akhir modul kepada guru Kamu dan raihlah nilai di atas 6,5 agar Kamu dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan modul selanjutnya. Teruslah belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu lebih baik lagi.

KEPUSTAKAAN A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. L. M. N. O. P. Q. R. S. T. U. V. W. X. Departemen Agama RI. (1984). Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Departemen Agama RI. M. Quraish Shihab. (1997). Tafsir al-Qur’an al-Karim: tafsir atas surat-surat pendek berdasarkan urutan turunnya wahyu. Jakarta: Pustaka Hidayah. Buku-buku tentang Ilmu Tajwid. Imam Al-Bukhari. Al-Shahih. Imam Muslim. Al-Shahih. An-Nawawi. (1987). Riadhus shalihin. Alih Bahasa oleh Salim Bahreisy. Bandung: AlMa’arif. Cet. Ke-10. Fatchur Rahman. (1985). Ikhtishar musthalahul hadits. Bandung: Al-Ma’arif. Cet. Ke-4. Sayyid Sabiq. (1991). Aqidah Islam (ilmu tauhid). Alih bahasa oleh Moh. Abdai Rathomy. Bandung: C.V. Diponegoro. Cet. X. Nasruddin Razak. (1993). Dienul Islam. Bandung: PT. Al-Ma’arif. Cet. Ke-11. Endang Saifuddin Anshari. (1992). Kuliah al-Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Edisi 2. Cet. Ke-2. Muhammad Daud Ali. (2000). Pendidilkan agama Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Ke-3. Departemen Agama RI. (2001). Pendidikan agama Islam pada perguruan tinggi umum. Jakarta: Departemen Agama RI. A. Toto Suryana dkk. (1996). Pendidikan gama Islam untuk perguruan tinggi. Bandung: Tiga Mutiara. Hamzah Ya’qub. (1988). Etika Islam: pembinaan akhlakulkarimah (suatu pengantar). Bandung: CV Diponegoro. Cet Ke-4. Humaidi Tatapangarsa. (1991). Akhlak yang mulia. Surabaya: Bina Ilmu. Marzuki. (2006). Prinsip pokok akhlak mulia. Draf buku belum diterbitkan. Yogyakarta: UPT MKU UNY. Rahmat Djatnika. (1996). Sistem etika Islami (akhlak mulia). Jakarta: Pustaka Panjimas. Cet. Ke-2. Sulaiman Rasjid. (1976). Fiqh Islam (Hukum fiqh lengkap). Jakarta: Penerbit AtTahiriyah. Cet. Ke-17. Sayyid Sabiq. (1992). Fiqh al-sunnah. Beirut: Dar al-Fikr. Muhammad Yusuf Musa. (1988). Islam suatu kajian komprehensif. Alih bahasa oleh A. Malik Madaniy dan Hamim Ilyas. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Pertama. Badri Yatim. (2001). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Ke-12. A. Hasjmy. (1995). Sejarah kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang. Cet. V. Joesoef Sou’yb. (1979). Sejarah daulat khulafaur rasyidin. Jakarta: Bulan Bintang. Cet. I. Dan buku-buku lain yang relevan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->