P. 1
Islam Kelas VIII-1

Islam Kelas VIII-1

|Views: 2,699|Likes:
Published by 12ndhamster

More info:

Published by: 12ndhamster on Sep 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

ISL.VIII.1.1.01 s.d. ISL.VIII.1.4.

09

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester

: Pendidikan Agama Islam : VIII : 1

KEGIATAN SISWA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

KATA PENGANTAR
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMP Terbuka, perlu adanya penyempurnaan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berupaya melakukan penyempurnaan modul SMP Terbuka agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memenuhi kebutuhan siswa, keadaan sekolah dan masyarakat sekitar. Seiring dengan dinamika penyempurnaan tersebut, ditetapkanlah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua peraturan tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Modul sebagai sumber belajar utama dalam proses pembelajaran bagi siswa SMP Terbuka ini telah disusun sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pembahasannya modul ini telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan disempurnakannya modul SMP Terbuka ini diharapkan siswa memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Mengingat Kurikulum yang digunakan dalam penulisan modul ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), maka masukan dan saran dari lapangan sangat diharapkan untuk penyempurnaan baik isi maupun perwajahan modul ini di masa yang akan datang. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mutu pendidikan SMP Terbuka mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan jaman. Jakarta, Januari 2009 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

Didik Suhardi, SH., M. Si. NIP.131270212

iii

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar Daftar Isi Petunjuk Belajar ISL.VIII.1.1.01 ISL.VIII.1.1.02 ISL.VIII.1.2.03 ISL.VIII.1.2.04 ISL.VIII.1.3.05 ISL.VIII.1.3.06 ISL.VIII.1.4.07 ISL.VIII.1.4.08 ISL.VIII.1.4.09 Kepustakaan .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. Hukum Bacaan Qalqalah dan Ra ............................................. Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah ........................................ Zuhud dan Tawakal ................................................................. Ananiah, Ghadhab, Hasad, Ghihah dan Namimah .................. Shalat Sunnah Rawatib ............................................................ Macam-Macam Sujud .............................................................. Puasa (Wajib dan Sunnah) ....................................................... Zakat Fitrah dan Zakat Mal ..................................................... Perkembangan Masyarakat Madinah Sebelum dan Sesudah Hijrah, dan Penyiaran Islam Periode Madinah ........................ .................................................................................................. iii v vii 1 13 27 39 53 67 81 101 119 137

v

PETUNJUK BELAJAR Buku ini memuat 9 (sembilan) modul untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII Semester 1. Modul ini harus Kamu pelajari dan selesaikan dalam jangka waktu satu semester, baik melalui kegiatan belajar di TKB (Tempat Kegiatan belajar) maupun belajar di luar TKB. Dalam mempelajari modul ini supaya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Kamu dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu Kamu ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut: a. Usahakan Kamu (bila memungkinkan) memiliki buku paket Pendidikan Agama Islam Kelas VIII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan temanteman yang lain. Dan bila inipun belum terpecahkan sebaiknya Kamu tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Kamu merasa memahami materi pelaharan tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Kamu. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Kamu berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. f. Bila dalam tes akhir modul Kamu dapat mencapai nilai 6,5 Kamu dapat mempelajari modul berikutnya. 4. Urutan kegiatan di atas harus Kamu taati, agar Kamu lebih cepat berhasil mempelajari modul ini.

vii

ISL.VIII.1.1.01

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

HUKUM BACAAN QOLQOLAH DAN RA

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: Moh. Sofyan, S.Ag : Abdul Rozak, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Anak-anakku saya ucapkan selamat bertemu. Setelah selesai mempelajari modul terdahulu, sekarang mari kita pelajari modul yang membahas tentang Hukum Bacaan Qolqolah dan Mad. Modul ini dibagi dalam dua kegiatan yaitu : Kegiatan 1 : Hukum bacaan Qalqalah Kegiatan 2 : Hukum bacaan Ra Bacalah buku-buku diperpustakaan atau buku lain yang ada kaitannya dengan materi pokok yang sedang kamu pelajari. Jangan lupa kamu juga harus menyediakan buku tulis untuk mencatat rangkuman dan mengerjakan tugas-tugas. Pada akhir modul ini kamu juga harus mengerjakan soal-soal akhir modul untuk mengetahui kemampuan atau prestasi belajarmu. Ingat jangan lupa sebelum mempelajari modul ini bacalah “Basmalah”

Selamat Belajar

3

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Hukum Bacaan Qalqalah dan Ra 1. Standar Kompetensi Menerapkan hukum bacaan Qalqalah dan Ra 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan hukum bacaan Qalqalah dan Ra - Menerapkan hukum bacaan Qalqalah dan Ra dalam bacaan surat-surat al-Qur’an dengan benar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan hukum Qalqalah - Menerapkan hukum Qalqalah pada ayat-ayat pilihan 4. Materi Pokok Hukum Qalqalah 5. Uraian Materi a. Pengertian Qalqalah Qalqalah yaitu bunyi huruf yang menggoyangkan/mengeper/menggetarkan bila ia mati, atau bila mati karena dihentikan (diwaqafkan). Huruf Qalqalah b. Pembagian Qalqalah Qalqalah itu ada 2 (dua) macam : 1. Qalqalah shugra (kecil) yaitu qalqalah yang asalnya mati Contoh : dibaca dibaca = taqqwiimin = ajjerun yaitu :

2. Qalqalah Kubra ( besar ) ialah : bunyi huruf Qalqalah yang matinya bukan asal, dia mati karena dihentikan. Contoh : dibaca dibaca = watabbe = ahadde

4

Perhatikan skema Qolqolah dibawah ini :

c. Cara membaca Qalqalah Pada umumnya Qalqalah itu seperti berbunyi “e” (e = e dalam bahasa sunda dari kata lemes ) akibat dari menggetarkan huruf Qalqalah. Misalnya : Arjun menjadi aj-j-run seakan-akan berbunyi aj-je-run. Coba kamu perhatikan contoh bacaan dibawah ini, berikut penghafalannya : Contoh : Dibaca math-th-la’i Dibaca tag-g-wimin Dibaca ad-d-rôka Dibaca muj-j-rimûn Dibaca ib-b-lîs Dibaca ud-d-khulû Dibaca lam-yalid-de Dibaca kasab-be Dibaca yakhluq-qe

5

Untuk selanjutnya tanyakan atau mintalah bimbingan dari guru pamong atau guru bina untuk mempraktekkan pengucapan huruf qalqalah guna menghindari kekliruan dalam menerapkan hukum bacaan qalqalah. d. Latihan Praktek Lafalkan kalimat-kalimat di bawah ini.
No 1 2 3 4 5 Huruf Qalqalah Contoh Lafal Pengucapan ............................ ............................ ............................ ............................ ............................

Rangkuman : - Qalqalah adalah bunyi huruf yang menggoyangkan/mengeper bila huruf itu mati. - Huruf qalqalah adalah : - Qalqalah terbagi 2 yaitu Qalqalah Sugro dan Qalqalah Kubro. 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan bemar! 1. Apa yang dimaksud dengan Qalqalah ? 2. Sebutkan huruf Qalqalah ! 3. Buatlah 3 contoh Qalqalah sugro ! 4. Buatlah 3 contoh Qalqalah Kubro !

6

Kegiatan 2 : Hukum Bacaan Ra 1. Standar Kompetensi Menerapkan hukum bacaan Qolqolah dan Ra 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan hukum bacaan Qolqolah dan Ra - Menerapkan hukum bacaan Qolqolah dan Ra dalam Bacaan surat-surat Al-Qur’an dengan benar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan hukum bacaan Tafkhim dan Tarqiq - Mempraktekkan bacaan Tafkhim dan Tarqiq pada ayat–ayat pilihan 4. Materi Pokok Hukum dan cara membaca “Ra” 5. Uraian Materi Yang akan kamu pelajari pada kegiatan 2 ini adalah cara baca/pengucapan huruf “ra (‫ .”) ر‬adapun hukum bacaan “Ra” adalah cara membaca huruf “Ro” disemua kalimat dalam bahasa arab. a. Pengertian Tafkhim dan Tarqiq. Secara bahasa tafkhim artinya tebal sedangkan tarqiq adalah tipis, kedua istilah ini yang terdapat pada hukum bacaan “lam jalalah” dan “Ro”. b. Ra ( ‫) ر‬ Cara membaca Ra ( ‫ ) ر‬ada 3 macam 1. Huruf “Ra” dibaca tafkhim (tebal) apabila : - ( ‫ ) ر‬berbaris fathah atau dhommah (-َ -ُ -ً -ٌ ) contoh : - ( ‫ ) ر‬itu mati, huruf yang sebelumnya berbaris fat-hah atau dhommah (-َ ‫ر‬ ْ

، -ُ ‫)ر‬ ْ

contoh : 2. Huruf ( ‫ ) ر‬dibaca tarqiq (tipis) bila : - ( ‫ ) ر‬berbaris kasrah (-ِ –ٍ ) contoh : - ( ‫ ) ر‬mati, dan didahului oleh huruf berbaris kasrah (-ِ ‫)ر‬ ْ contoh :

7

- ( ‫ ) ر‬itu berbaris (hidup), akan tetapi didahului oleh huruf Ya yang mati bila diwaqafkan (dihentikan) dibaca tarqiq. contoh : 3. Huruf ( ‫ ) ر‬boleh dibaca tarqiq dan boleh dibaca tafkhim yaitu : bila ( ‫ ) ر‬itu mati, didahului oleh huruf berbaris kasrah tetapi menghadapi HURUF ISTI’LA ada 7 yaitu : huruf-huruf tersebut dikumpulkan dalam : contoh : Selanjutnya coba perhatikan skema hukum bacaan ro berikut ini :

Menghadapi Contoh Contoh

Dikumpulkan dalam Tarqiq didahului ya mati Contoh Contoh

8

Rangkuman : - Ada dua macam cara membaca huruf “Ra”, yaitu Tafkhim dan Tarqiq - Tafkhim adalam membaca huruf “Ra” dengan bunyi tebal - Tarqiq adalah membaca “Ra” dengan bunyi tipis 6. Tugas 2 : 1. Apa yang di maksud dengan Tafkhim ! 2. Buatlah contoh ro yang dibaca tafkhim ! 3. Sebutkan salah satu alasan “ra” dibaca tarqiq !

9

C. PENUTUP

Alhamdulillah, kamu telah selesai mempelajari materi dalam modul ini dengan baik, termasuk menjawab soal-soal dengan tepat. Mempelajari Al Qur’an hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimat. Mudahmudahan dengan mengenal apa itu Al Qur’an dan apa saja kandungan yang ada di dalamnya, akan mendorongmu untuk lebih semangat dalam mempelajari al Qur’an lebih banyak, sehingga dengan demikian kamu dapat memahami, mengamalkan isi ajaran yang ada dalam Al Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain. Setelah selesai modul ini, kamu akan segera mempelajari modul selanjutnya. Selamat belajar!

10

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. Qalqalah yaitu bunyi huruf yang menggoyangkan/ mengeper/ menggetarkan bila ia mati, atau bila mati karena dihentikan (diwaqafkan). 2. 3. 4.

Tugas 2 : 1. Tafkhim artinya tebal 2. 3. “Ra” mati dan didahului oleh huruf berbaris kasrah

11

ISL.VIII.1.1.02

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: M. Saleh H. Yunus : Moh. Sofyan, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Kamu telah menyelesaikan modul yang lalu dengan baik untuk itu selamat atas keberhasilanmu, mudah-mudahan kamu akan lebih berhasil dalam mempelajari modul ini. Untuk selanjutnya kamu akan mempelajari modul ini dengan judul “Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah” yang terdiri dari dua kegiatan yakni : Kegiatan 1 : Iman Kepada Kitab-kitab Allah Kegiatan 2 : Al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kamu dapat memiliki pengetahuan tentang malaikat serta meyakininya. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul ini 4 x 40 menit termasuk tes, untuk mempelajari modul ini, perbanyak membaca dan belajar. Selamat mempelajari modul ini, semoga kamu dapat menyelesaikan dengan baik. Ingat! Jangan lupa sebelum mempelajari ini membaca “Basmalah”.

Selamat Belajar

15

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Beriman kepada Kitab-Kitab Allah 1. Standar Kompetensi Meningkatkan keimanan kepada Kitab-Kiatab Allah SWT. 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan pengertian keimanan kepada Kitab-Kitab Allah, menyebutkan nama kitab Allah. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Diharapkan siswa setelah mempelajari modul ini dapat : - Menjelaskan pengertian iman kepada kitab-kitab Allah - Menyebutkan macam-macam Kitab Allah dan Rosul yang menerimanya - Menjelaskan Kitab Allah sebagai petunjuk bagi ummat manusia - Menjelaskan perbedaan kitab dengan suhuf 4. Materi Pokok Iman kepada Kitab-Kitab Allah 5. Uraian Materi a. Pengertian iman kepada Kitab-Kitab Allah Iman kepada Kitab Allah berarti mempercayai bahwa Allah SWT, telah menurunkan kitab yang berisikan firman dan diturunkan kepada rosul sebagai pedoman hidup bagi umat manusia dalam mencapai kebahagian dunia dan akhirat. percaya kepada kitab suci termasuk sebagiaan dari keimanan karena tanpa percaya dan meyakininya, keimanan kita menjadi gugur. Percaya kepada kitab-kitab Allah tidak hanya percaya kepada Al-Qur’an, tetapi juga percaya kepada segala kitab yang diturunkan dalam semua masa serta yang diturunkan kepada tiap-tiap umat dimana pun mereka berada dimuka bumi. Adapun cara mengimani kitab-kitab Allah adalah sebagai berikut : 1) Percaya bahwa seluruh kitab yang diturunkan kepada rosul itu merupakan wahyu Allah SWT. 2) Percaya bahwa kitab-kitab sebelum Al-Qur’an merupakan ijmali (global). Maksudnya mengimani kitab kitab yang diturunkan Allah swt, tanpa mengikuti ajarannya. 3) Percaya bahwa Al-Qur’an itu tafsili ( rinci ). Maksudnya, mengimaninya mengimaninya secara rinci sampai seluruh isinya dan mengikuti ajaran yang ada dalam kitab Al-Qur’an itu.

16

Fiman Allah :

Artinya : Manusia itu adalah umat yang satu, setelah timbul perselisihan, maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. ( QS. Al- Baqarah : 213) Dari ayat tersebut dapat dijelaskan bahwa : 1. Manusia adalah umat yang satu, maka harus selalu bersatu 2. Allah mengutus para nabi untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan kepada seluruh umat manusia. 3. Allah menurunkan kitab kepada para rasul dengan benar sebagai dasar untuk memutuskan segala persoalan yang diperselisihkan manusia. b. Kitab-kitab Allah dan rasul yang menerimanya 1. Kitab Taurat Kitab taurat adalah syariat atau peraturan yang diturunkan kepada nabi Musa AS. Kitab itu menggunakan bahasa ibrani. Isi pokok kitab taurat adalah hukum-hukum tuhan yang jumlahnya ada sepuluh macam, yaitu seperti di bawah ini. a. Mengenai keesaan Allah swt b. Laranganan menyembah berhala/patung c. Larangan menyebut nama Allah swt dengan sia-sia d. Perintah menghormati ayah dan ibu e. Perintah menyucikan hari sabtu f. Larangan membunuh manusia g. Larangan berjinah h. Larangan mencuri i. Larangan menjadi saksi palsu j. Larangan mengambil istri orang Dari kesepuluh hukum tuhan itu, semua sesuai dengan keterangan yang terdapat dalam Al-Qur’an, kecuali satu Yaitu perintah menyucikan hari sabtu. Kitab Taurat berisi petunjuk kebenaran dan pedoman untuk memutuskan perkara yang dihadapi oleh Orang-orang Yahudi Firman Allah SWT yang artinya berbunyi : “Sesungguhnya kami telah menurukan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah”. ( QS. Al-Maidah 44 ).

17

2. Kitab Zabur Kitab zabur diturukan kepada nabi Daud A.S. sebagaimana difirmankan Allah swt, dalam Al-Israa yang artinya berbunyi : ”...dan kami berikan Kitab Zabur kepada Daud”. ( QS. Al-Israa : 55 ) Nabi Daud selain menjadi rasul juga seorang raja bagi kaum bani israil. Nabi Daud memimpin umatnya agar menyembah Allah Yang Maha Esa, isi kitab zabur adalah petunjuk dan wahyu Allah swt, maka orang islam harus mempercayainya, tapi tidak mengamalkannya. 3. Kitab Injil Kitab injil diturukan kepada Nabi Isa as, yang berisi pedoman untuk menyembah kepada Allah swt. Injil berisikan keterangan serta ajaran yang membenerkan ajaran yang ada dalam kitab sebelumnya dan sebagai petunjuk bagi kaum Bani Israil. Firman Allah SWT, Menyebutkan (Yang Artinya) ”Dan kami iringkan jejak mereka ( nabi-nabi Bani Israil ) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Raurat dan kami telah memberikan kepadanya kitab injil sedang didalamnya ( ada ) petunjuk dan cahaya ( yang menerangi ), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa”. ( QS. Al-Maaidah : 46 ) 4. Kitab Al-Qur’an Kitab Al-Qur’an diturukan kepada Nabi Muhamad saw, untuk selurun umat manusia, bahkan sebagai rahmat bagi semesta alam. Firman Allah swt yang artinya berbunyi : “dan kami tidaklah mengutus kamu, melaikan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi manusia tiada mengetahui”. ( QS. Saba : 28 ) Dalam ayat lain Allah SWT juga berfirman yang artinya berbunyi :”Dan tidaklah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (QS.Al-Anbiyaa : 107) Rahmat yang ditimbulkan oleh kerosulan Nabi Muhammad S.A.W, tidak hanya meliputi alam semesta, tetapi meliputi pula alam jin dan malaikat. Alam semesta itu tidak hanya terbatas pada bumi ini saja, tetapi meliputi planet yang lain. Dari uraian ini dapatlah diketahui bahwa kitab-kitab sebelum Al-Qur’an hanya untuk kaum tertentu dan pada masanya saja, tetapi kalau Al-Qur’an yang dibawa Nabi Muhammad S.A.W untuk seluruh manusia sepanjang zaman.

18

c. Perbedaan antara kitab dan suhuf 1. Arti Kitab Allah Kitab-kitab Allah ialah kitab-kitab suci yang diturunkan Allah kepada Rasulrasulnya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar menjadi pedoman hidup, menjadi tempat mengambil pelajaran, aturan, dan undang-undang. Disebut kitab karena kumpulan firman / wahyu Allah SWT menjadi sebuah buku yang isinya lengkap memuat ajaran sebagai pedoman manusia dan memiliki nama. Kitab-kitab Allah diturunkan itu banyak jumlahnya menurut banyaknya rasul yang diutus, tetapi yang wajib kita imani hanya ada empat kitab, yaitu sebagai berikut. 1. Kitab suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Misa As. 2. Kitab suci Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud As. 3. Kitab suci Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa As. 4. Kitab suci Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. 2. Arti Suhuf Suhuf (sahifah) artinya lebaran. Suhuf ialah kumpulan firman Allah yang tidak lengkap berupa lembaran-lembaran. Para Nabi yang menerima suhuf adalah sebagai berikut. 1. Nabi Adam As menerima 10 suhuf (10 lembar naskah). 2. Nabi Ibrahim As menerima 30 suhuf (30 lembar naskah). 3. Nabi Syit s As menerima 50 suhuf (50 lembar naskah). 4. Nabi Musa As menerima 10 suhuf sebelum ditururnkan kitab Taurat kepadanya. Singkatnya, perbedaan antara kitab dan suhuf adalah jika kitab berbentuk buku sedangkan suhuf adalah lembaran-lembaran dan isinya tidak lengkap. d. Kitab-kitab Allah sebagai petunjuk bagi uamt manusia. Manusia diciptakan oleh Allah SWT ada yang mempunyai sifat sombong. Hal itu dapat kita petik dari sejarah umat Nabi Nuh As yang ditenggelamkan oleh Allah SWT. Apabila pada waktu sekarang saat manusia sudah menguasai teknologi tinggi, seperti membuat satelit di angkasa luar, atau membuat senjata nuklir. Dalam segala bidang, kemajuan teknologi semakin mapan dan mengagumkan. Kemajuan manusia dalam hal Iptek yang dimilikinya jika tidak dilandasi ajaran agama akan menimbulkan kerusakan di muka bumi.Sebaiknya dengan berpedoman kepada tuntunan atau pedoman dari Allah SWT, kemajuan Iptek akan membawa kemaslatan bagi umat manusia. Kemajuan teknologi itu tidak mampu menandingi ilmu Allah, misalnya tentang Roh. Sampai saat ini belim ada yang mampu membuat roh, bahkan menjelaskan apa hakikat roh belum dapat dilakukan oleh manusia. Didalam kitab suci Al-Quran Allah berfirman yang artinya berbunyi :”Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. katakanlah:“roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melaikan sedikit”. ( QS. Al-Israa : 85 )

19

Ayat tersebut memberikan penjelasan betapa luasnya ilmu Allah swt, dan dari ilmu Allah itu diberikan kepada manusia hanya sedikit. Semua kitab suci itu diturunkan Allah swt, sebagai petunjuk bagi umat manusia. Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa adalah petunjuk bagi umat Nabi Musa pada waktu itu. Demikian juga injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, dan Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud as. Semua wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi dan rasul, baik yang terhimpun dalam suhuf maupun dalam kitab, merupakan satu kesatuan yang bulat. Terus menerus dari satu Nabi ke Nabi yang lain menuju kearah kesempurnaan agama Allah yang satu yaitu Dinul Islam ( Agama Islam ) sebagai agama tauhid, yakni agama yang mengakui bahwa Allah itu satu dan tidak ada yang lain yang patut disembah kecuali Dia. Firman Allah dalam Al-Qur’an, Surah Al-A’laa ayat 18 :

Artinya : ”Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam suhuf-suhuf terdahulu. Rangkuman :

yang

Iman kepada kitab-kitab Allah adalah meyakini bahwa Allah swt, terlah menurunkan kitab-kitab kepada rasulnya untuk menjadi pedoman bagi kehidupan umat manusia. Kitab Allah adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada rasul-rasulnya melalui Malaikat Jibril. Suhuf adalah lembaran-lembaran wahyu Allah yang masih terpisah-pisah. 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Sebutkan nama kitab-kitab Allah ? 2. Jelaskan intisari kandungan kitab Taurat ? 3. Jelaskan perbedaan kitab dan suhuf ?

20

Kegiatan 2 : Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam 1. Standar Kompetensi Meningkatkan keimanan kepada kitab-kitab Allah swt. 2. Kompetensi Dasar Menampilkan sikap mencintai Al-Qur’an 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan Al-Qur’an sebagai kitab Allah terakhir dan lengkap - Menjelaskan keistimewaan Al-Qur’an atas kitab-kitab Allah yang lain. - Menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari 4. Materi Pokok Al-Qur’an sebagai kitab suci umat islam 5. Uraian Materi Semua umat islam kita memilki kitab suci AlQur’an, iya kan? tahukah kamu apa itu Al-Qur’an ? Bagaimana, kapan dan proses pembukuan AlQur’an? Untuk itu coba kamu pelajari penjelasan dalam uraian materi dalam kegiatan dua ini dengan baik ! a. Al-Qur’an sebagai kitab Allah terakhir dan lengkap Apakah Al-Qur’an? Diskusikan dengan teman kamu ! Kitab suci Al-Qur’an adalah kumpulan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhamad saw dan jika kita membacanya merupakan suatu ibadah. Al-Qur’an yang merupakan bahasa arab ini, berisi petunjuk kehidupan bagi orang-orang yang bertakwa. Dengan definisi ini, firman Allah yang diturunkan kepada para Nabi selain Nabi Muhamad SAW tidak disebut Al-Qur’an. Begitu pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muahamad SAW, tetapi tidak dituliskan, tidak pula dianggap ibadah membacanya. Seperti Hadits Qudsi, tidak dapat disebut Al-Qur’an. Selain dinamankan Al-Qur’an, kitab yang diturunkan Nabi Muhamad SAW, inipun memiliki sejumlah nama lain. diantaranya : 1. Al-Kitab (kitabullah), artinya kitab yang memuat aturan dan ajaran Allah. 2. Al-Furqon (Pembeda), artinya yang membedakan antara yang baik dengan yang buruk, yang benar dengan yang salah, yang halal serta yang haram, yang hak dengan yang bathil. 3. Adz-Dzikir artinya peringatan bagi umat manusia.

21

Jadi seperti halnya kitab suci yang lain, mengimani Al-Qur’an artinya mempercayai kebeneran Al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang telah disampaikan kepada Nabi Muhamad saw dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar kehidupannya bahagia didunia maupun diakhirat. Kenapa Al-Qur’an disebut kitab terakhir dan terlengkap ? karena Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir hingga Akhir Zaman. Dan isi kandungan Al-Qur’an memuat seluruh ajaran yang terdapat dalam kitab-kitab Allah sebelumnya dengan penjelasan yang lebih rinci. Nah, kitab Al-Quran yang kamu miliki dan beredar saat ini dicetak berdasarkan Mushaf Usmani. Di Indonesia sendiri, ada usaha untuk menjaga kemurnian AlQuran, baik yang diterbitkan di dalam ataupun yang didatangkan dari luar negeri, denagn di bentuknya panitia yang bertugas memeriksa dan mentashih Al-Quran. Panitia itu dinamai Lajnah Pentashih Mushaf Al-Quran yang ditetapkan dengan Ketetapan Menteri Agama No.39 tahun 1957. Selain itu pemerintah Indonesia mempunyai Al-Quran pusaka yang berukuran 1x2 meter. Al-Quran ini ditulis oleh para penulis Indonesia dari tanggal 23 Juni 1948 sampai tanggal 15 Maret 1960. Kini Al-Quran pusaka itu disimpan di Masjid Baiturrahim dalam Istana Negara. Di samping itu, pemurnian Al-Quran pun dilakukan melalui Pondok Pesantren AlQuran dan Musabaqoh (lomba) baca dan hafal Al-Quran yang dilombakan setiap tahun baik dalam lingkup Nasional maupun Internasional. Dengan demikian, kemurnian Al-Quran dapat selalu terjaga. Firman Allah :

Artinya : “Sesungguhnya telah kami turunkan Al Qur’an dan kami pula yang menjaga.” (QS. Hijr : 9) b. Keistimewaan Al-Quran Kitab suci Al-Quran sebagai mukjizat tertinggi Nabi Muhammad mempunyai keistimewaan-keistimewaan yang tiada tara, terutama kalau dibandingkan dengan kitab-kitab suci sebelumnya, atau dengan kitab-kitab suci dari agama lain. Diantara keistimewaan Al-Qur’an atas kitab-kitab Allah yang lain adalah : 1. Al-Quran memuat ringkasan ajaran ketuhanan (ketauhidan) yang pernah dimuat dalam Taurat, Zabur, Injil dan lain-lain. Diakui dan dikuatkan kebenarannya pula mana-mana yang merupakan pengubahan dan hasil campur tangan manusia dijelaskan dalam Al-Quran. 2. Al-Quran diperuntukkan bagi semua umat manusia sepanjang masa : sedangkan kitab-kitab lainnyahanya berlaku dalam kurun waktu tertentu saja. Oleh karena itu pula Al-Quran terjamin kesuciannya dan kemurniaannya sampai akhir zaman, seperti yang dijanjika Allah. Sementra itu, kitab-kitab suci yang lain telah banyak tercampuri tangan manusia. Dan yang ada sekarang bukan lagi yang asli.

22

3. Sebagai pedoman manusia yang abadi, pada segala tempat dan zaman, Al-Quran mempunyai daya keluwesaan ajaran yang sangat tinggi. Dalam keadaan zaman yang bagaimanapun, ternyata Al-Quran tetap mampu menjadi landasan dan sumber hukum, baik itu yang bersifat ibadah, syarit, ilmu pengetahuan, teknologo dan sebagainya. 4. Sebagai sumber ajaran manusia sejagat. Al-Quran diturunkan dalam gaya dan bahasa yang istimewah, mudah untuk dibaca,diingat dan dipahami : sehingga banyak sekali yang hafal di luar kepala baik anak-anak, orang dewasa, laki-laki, orang muda, orang tua, dan sebagainya. c. Al-Quran sebagai Pedoman Hidup sehari-hari Firman Allah dalam Al-Quran yang artinya berbunyi : “ Pada bulan ramadhan, diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk itu, serta pembeda (antara yang baik dengan yang batil) (QS.Al-Baqarah 185)” Dari ayat diatas dinyatakan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman atau petunjuk manusia yang mengungkapkan kebenaran dan kebatilan. Al-Qur’an adalah pedoman hidup, artinya arah yang harus ditaati manusia didalam kehidupan ini. sebab, didalam Al-Qur’an ditunjukan bagaimana hidup yang baik dan benar, serta bagaimana menghadapi berbagai ujian dan cobaan hidup supaya tetap selamat dan bahagia. Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an berlaku untuk semua bangsa diberbagai tempat dan zaman. Dengan demikian, kalau ingin selamat dan bahagia ikuti dan taati petunjuk Al-Qur’an. akan tetapi, lita tak akan dapat mengamalkan dan mengikuti AlQur’an dengan baik, kalau kita tidak pernah membaca dan tidak memahaminya. Oleh karena itu, pelajarilah Al-Qur’an dengan penuh kesungguhan. Ingat bukan Al-Qur’an yang mengikuti zaman atau kehendek kita.tetapi hendaknya kitalah, zamanlah, yang harus mengikuti Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab suci yang tidak hanya harus diyakini kebenarannya, tapi harus juga kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh rasa cinta dan iklas karena Allah swt. Rasa cinta terhadap Al-Qur’an dapat kita ujudkan melalui kegiatan berikut ini : a. Membaca Al-Qur’an secara rutin setiap hari dengan bacaan yang fasih dan benar serta berusaha untuk menghafalkannya. b. Mempelajari Al-Qur’an beserta arti dan kandungannya sehingga memperoleh pemahaman yang benar tentang ayat-ayat Al-Quran. c. Mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

23

Untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Quran dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya : a. Menanamkan keyakianan bahwa Allah swt sangat mengenang orang yang senang membaca Al-Quran dan mengamalkannya. b. Meyakini bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia pasti akan memperoleh balasan dari Allah swt, termasuk didalammya membaca Al-Quran. c. Memperkenalkan Al-Quran dari sejak usia dini. d. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat memotivasi orang untuk mencintai AlQuran seperti kegiatan Musabaqah Tilawakil Quran, cerdas cermat al-quran, lomba hafal ala-quran dan sebagainya. e. mengadakan kegiatan pendidikan al-quran dengan metode yang menyenangkan, sehingga al-quran dapat dipelajari dengan mudah dan menyenangkan. 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan ini dengan tepat ! 1. Jelaskan keistimewaan Al-Quran ? 2. Berikan contoh perbuatan yang menunjukkan rasa cinta terhadap Al-Quran ? 3. Mangapa Al-Qur’an disebut kitab terakhir dan terlengkap ?

24

C. PENUTUP

Alhamdulillah, ucapkanlah kalimat itu atas keberhasilan kamu mempelajari modul ini, mudah-mudahan kamu dapat menggambarkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah semangat belajarmu. Kalau kamu sudah siap, mintalah tes akhir kepada gurumu, dan raihlah nilai yang bagus jangan kurang dari 6,5 untuk melanjutkan pelajaran kamu ke modul selanjutnya. Terus belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu untuk menyongsong kehidupan yang cerah.

25

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an 2. a. Menguasai keesaan Allah b. Larangan menyembah berhala c. Larangan menyebut nama Allah untuk berhala d. Menuliskan hari sabtu e. Menghormati Ayah dan Ibu f. Larangan membunuh manusia g. Larangan berbuat Zina h. Larangan mencuri i. Larangan menjadi saksi palsu / dusta j. Larangan keinginan memiliki hak orang lain 3. Kitab adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya sebagai pedoman hidup umat yang tersusun dalam bentuk buku / kitab dan memiliki nama. Sedangkan Suhuf adalah Wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya sebagai pedoman bagi umatnya dalam bentuk lembaran-lembaran saja. Tugas 2 : 1. a. Berisi ajaran tauhid b. Berlaku untuk seluruh manusia disepanjang masa dan tempat c. Memiliki gaya bahasa yang indah 2. a. b. c. d. Rajin membaca Al-Qur’an Senang mempelajari Mengikuti kegiatan kajian Al-Qur’an Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari

3. Karena Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir dan isi kandungannya memuat seluruh ajaran yang terdapat dalam kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Qur’an

26

ISL.VIII.1.2.03

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

ZUHUD DAN TAWAKAL

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: Drs. H. Murhanuddin, MM H. M. Soleh M. Yunus : Moh. Sofyan, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Anak-anakku saya ucapkan selamat bertemu. Setelah selesai mempelajari modul terdahulu, sekarang mari kita pelajari modul yang membahas Zuhud dan Tawakal. Modul ini dibagi menjadi dua kegiatan : Kegiatan 1 : Zuhud Kegiatan 2 : Tawakal Agar dalam mempelajari modul ini kamu tidak banyak mengalami kesulitan, maka kamu dapat meminjam buku-buku perpustakaan atau buku lain yang ada kaitannya dengan materi pokok yang sedang kamu pelajari. Pada akhir modul ini kamu juga harus mengerjakan soal-soal akhir modul untuk mengetahui kemampuan atau prestasi belajarmu. Ingat jangan lupa sebelum mempelajari modul ini bacalah “Basmalah”.

Selamat Belajar

29

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Zuhud 1. Standar Kompetensi Membiasakan perilaku terpuji 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan pengertian Zuhud dan Tawakal - Menampilkan contoh perilaku Zuhud dan Tawakal - Membiasakan perilaku Zuhud dan Tawakal 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan pengertian Zuhud - Menampilkan contoh perailaku Zuhud 4. Materi Pokok Zuhud 5. Uraian Materi a. Pengertian Zuhud Zuhud secara bahasa adalah tidak ingin (kepada sesuatu) dan meninggalkannya. Sedangkan secara istilah Zuhud adalah suatu pula hidup yang menghindari dan meninggalkan keduniawian karena ibadah kepada Allah serta lebih mencintai kehidupan akhirat b. Ciri-ciri orang yang memiliki perilaku Zuhud 1) Tidak tergoda oleh kehidupan dunia Orang yang Zuhud tidak akan menggantungkan kebagiaan hidupnya pada harta atau kedudukan yang dimilikinya, karena mereka yakin bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan yang sesungguhnya kekal adalah kehidupan akhirat. Oleh karena itu mereka selalu berusaha untuk mengejar kebahagiaan akhirat. Firman Allah SWT :

Artinya : “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan mainmain. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

30

2) Tidak memiliki sifat tamak / rakus terhadap harta Sabda Nabi Muhammad S.A.W :

Artinya : “Dari Ibnu Abbas Sahel bin Sa’ad R.A Berkata :”Sesungguhnya ia datang kepada Nabi dan bertanya : Ya Rasulullah ! Tunjukilah saya amal perbuatan yang apabila saya kerjakan disukai Allah dan disukai oleh orang lain? Jawab Nabi S.A.W: Janganlah kamu rakus kepada dunia, niscaya dikasihi Allah, dan janganlah tamak terhadap hak orang, niscaya kamu dikasihi manusia. 3) Menjadikan semua kegiatan dunia berorientasi meraih kebahagian akhirat, sehingga semuanya memiliki nilai ibadah. 4) Memilki sifat Qona’ah dan selalu bersyukur kepada Allah S.W.T serta Ridha atas segala takdir Allah yang diterimanya 5) Tidak bersedih ketika dia harus kehilangan sesuatu yang menjadi miliknya. Firman Allah dalam Q.S. Al-Hadid:23 :

Artinya : “(kami jelaskan yang dimiliki itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang tepat dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai oarang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. c. Tingkatan Zuhud 1. Tingkatan pertama (tertinggi) Suatu sikap yang meninggalkan segala sesuatu yang bersifat duniawi karena menyakini bahwa kehidupan dunia tidak bernilai sedikit pun dibanding dengan kehidupan dan kenikmatan di akhirat. 2. Tingkatan kedua (sedang) Suatu sikap meninggalkan dunia karena menganggap rendah dan hina terhadap orang yang rakus terhadap harta kekayaan. 3. Tingkatan ketiga (terendah) Suatu sikap yang berupaya menghindari dan meninggalkana keduniaan padahal hatinya sangat berkeinginan untuk memperolehnya.

31

Memiliki sifat Zuhud bukan berarti malas untuk bekerja mencari kebahagiaan dunia, sebaliknya sifat Zuhud mendorong orang untuk berusaha mencari kebahagiaan dunia agar dapat meraih kebahagiab akhirat. Sifat Zuhud adalah sifat mulia yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita memiliki sifat Zuhud maka hidup kita akan tenang dan bahagia karena kita akan selalu merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah SWT (Qonaah) dan selalu bersyukur atas semua nikmat-Nya. Kita juga tidak akan serakah terhadap harta. Orang yang serakah sering kali menghalalkan segaka cara untuk meraih apa yang diinginkan meskipun harus melanggar larangan Alllah SWT. Semoga kamu dapat melatih diri untuk memiliki sifat Zuhud agar mendapat Ridho Allah SWT. Rangkuman : 1. Zuhud adalah Pola hidup yang menjadikan kehidupan dunia sebagai jalan meraih kebahagian akhirat. 2. Ciri-ciri orang bersifat Zuhud. - Tidak tergoda oleh kehidupan dunia. - tidak tamah / serakah terhadap harta. - Menjadikan kebahagiaan dunia sebagai ibadah untuk meraih kebahagiaan akhirat. - Tidak bersedih ketike harus kehilangan apa yang menjadi miliknya. - Memiliki sifat Qonaah, syukur dan ridho akan takdir Allah swt. 3. Manfaat sifat Zuhud : - Hidup akan selalu dekat dengan Allah SWT kebahagiaan/ketentraman. - Hidupnya tenang. - Terhindari dari rasa sedih yang tidak pada tempatnya. 6. Tugas 1 : 1. Jelaskan pengertian Zuhud ! 2. Sebutkan ciri-ciri orang bersifat zuhud ! 3. Jekaskan manfaat sifat zuhud ! dan memperoleh

32

Kegiatan 2 : Tawakal 1. Standar Kompetensi Membiasakan perilaku terpuji 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan pengertian zuhud dan tawakal. - Menampilkan contoh zuhud dan tawakal. - Membiasakan perilaku zuhud dan tawakal. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian tawakal. - Membaca dan mengartikan dalil nagli tentang tawakal. - Menjelaskan tentang fungsi tawakal. 4. Materi Pokok Menjelaskan tentang tawakal. 5. Uraian Materi a. Pengertian Tawakal Tawakal adalah sikap berserah diri kepada Allah SWT setelah melakukan usaha secara meksimal. Perwujudannya adalah sikap menerima dengan ikhlas atas segala yang diberikan Allah SWT dari usaha yang dilakukan. Sifat tawakal berhubungan erat dengan sifat sabar. Kalau sabar adalah usaha yang semaksimal mungkin, sedangkan tawakkal merupakan sikap berserah diri kepada Allah terhadap hasil usaha yang telah kita lakukan. Maka dapat kita pahami bahwa : Islam mengajarkan pentingnya sikap sabar dan tawakkal. Sabar dan tawakkal adalah dua kata yang sangat mudah diucapkan, mudah diingat, tetapi susah dilaksanakan. Itu karena dua sifat tersebut tidak cukup sekedar diucapkan. Tetapi, harus dilakukan secara terus-menerus sepanjang hayat, mengiringi langkah hidup sehari-hari. b. Dalil Naqli tentang Tawakkal Tawakkal adalah sikap terbaik untuk menerima apapun yang dikehendaki Allah SWT. Karena yang diberikan Allah SWT kepada kita senantiasa memiliki kebaikan, meskipun sering tidak kita sadari. Bersyukurlah kalau berhasil, dan sabar serta tawakkallahjika menglami kegagalan.

Artinya : “....Dan hanya kepada Allah, hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar orang yang beriman”( Q.S. Al-Maidah : 23 )

33

Sikap tawakkal jadi penting dalam kehidupan sehari-hari, karena akan membuahkan perilaku terpuji. jika mendapatkan keberhasilan senantiasa bersyukur dan tidak sombong. Itu karena menyadari segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT yang terbaik bagi dirinya. Begitu pula sebaliknya, jika mengalami kegagalan senantiasa bersabar dan ikhlas. ia tidak putus asa dan tidak menyalahkan orang lain. Ia tidak larut dalam kesedihan serta berusaha meningkatkan usahanya agar dapat meraih keberhasilan. Ingat manusia memilki kewenangan untuk menentukan apa yang dikehendakinya. Segala yang terjadi merupakan kewenangan Allah SWT. Firman Allah SWT :

Artinya : “ ..... Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku“. (Q.S. Al- Ahzab, : 38 ) Manusia hanya wajib berusaha, Firman Allah SWT :

Artinya : “ ...Sesunggunya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri...” ( Q.S. Ar-Rad, : 11 ) Maksud Q.S. Arra’du ayat 11 tersebut sebagai berikut : berusaha adalah kewajiban manusia. Keputusan tetap ditangan Allah SWT. Allah SWT akan memutuskan sebatas yang dikehendaki sesuai dengan usaha yang dilakukan manusia. c. Fungsi Tawakkal dalam kehidupan Ada beberapa pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, Siapa kita ? dari mana asal kita ?, apakah kita lahir dengan sendirinya atau ada yang menciptakan kita ? jawablah pertanyaan tersebut dengan penuh renungan yang dalam. Jawaban kita adalah mahluk ada yang menciptakan dan ada yang lebih kuasa, lebih kuat, lebih dan lebih dari kita yaitu Allahu robbuna yang menciptakan kita. Segala permasalah yang kita hadapi sampai mengalami : Kecewa, marah, stres dan merasa bathinnya tertekan, putus asa, rata-rata disebabkan olek ketidak mampuan menghadapi kenyataan hidup. karena harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Atau oleh karena mengalami kegagalan atas usaha yang dilakukan dan lain-lain. Obat yang paling mujarab untuk mengatasi berbagai masalah tersebut adalah “ Membiasakan bertawakal kepada Allah SWT ”. Benarkah demikian ? Kemudian bagaimana cara bertawakal kepada Allah, Apakah fungsinya bertawakal kepada Allah SWT ? Untuk lebih jelasnya simak uraian berikut.

34

Cara bertawakal dalam kehidupan sehari-hari antara lain : a. Merasa cukup terhadap apa yang didapat dan dimiliki, dengan tetap meningkatkan usaha agar lebih baik. b. Membiasakan bersyukur kepada Allah SWT atas pemberiannya c. Mengawali pekerjaannya dengan niat ibadah. d. Menyadari bahwa manusia memilki banyak kekurangan. e. Menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan Allah SWT, setelah melakukan ikhtiar / usaha. Fungsi tawakkal antara lain : a. Dapat mengurangi tekanan bathin / jiwa. b. Terhindar dari rasa kecewa dan stres berat c. Menjadi ringan dalam menjalani tugas-tugas hidup. Rangkuman : - Tawakkal adalah sifat terpuji dan disenangi Allah SWT - Tawakkal adalah sikap berserah diri kepada Allah SWT setelah melakukan usaha secara maksimal. 6. Tugas 2 : Jawablah soal-soal di bawah ini! 1. Jelaskan yang dimaksud dengan tawakkal ? 2. Sebutkan fungsi tawakkal kepada Allah dalam kehidupan ? 3. Jelaskan hubungan sifat antara sabar dan tawakkal.

35

C. PENUTUP

Alhamdulillah, ucapkanlah kalimat itu atas keberhasilan kamu mempelajari modul ini, mudah-mudahan kamu dapat menggambarkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah semangat belajarmu. Kalau kamu sudah siap, mintalah tes akhir kepada gurumu, dan raihlah nilai yang bagus jangan kurang dari 6,5 untuk melanjutkan pelajaran kamu ke modul selanjutnya. Terus belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu untuk menyongsong kehidupan yang cerah.

36

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. Zuhud adalah pola kehidupan yang terjadikan kebahagiaan dunia sebagai jalan meraih kebahagiaan akhirat. 2. Ciri-ciri orang juhud : - Tidak tergoda dengan kehidupan dunia - Tidak tamak / serakah terhadap harta - Tidak bersedih ketika harus kehilangan sesuatu yang menjadi miliknya. 3. Manfaat Sifat juhud - Hidupnya dekat dengan Allah SWT - Hidupnya tenang, tidak gelisah - Terhindar dari rasa sedih yang tidak pada tempatnya. Tugas 2 1. Tawakkal : Berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha semaksimal mungkin 2. Fungsi Tawakkal : - Dapat mengurangi tekenan bathin / jiwa - Terhindar dari rasa kecewa / stres berat - Menjadi ringan dalam menjalani tugas-tugas hidup 3. Sifat sabar adalah usaha secara maksimal, sedangkan sifat tawakkal adalah berserah diri kepada Allah setelah usaha maksimal yang dilakukan dengan sabar.

37

ISL.VIII.1.2.04

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

ANANIAH, GHADHAB, HASAD, GHIBAH DAN NAMIMAH

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: H. M. Sholeh M. Yunus : Moh. Sofyan, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Anak-anakku saya ucapkan selamat bertemu. Setelah selesai mempelajari modul terdahulu, sekarang mari kita pelajari modul yang membahas Ananiah, Ghadhab, Hasad, Ghibah dan Namimah. Modul ini akan membahas dua kegiatan yaitu : Kegiatan 1 : Ananiah dan Ghadab Kegiatan 2 : Hasad, Ghibah dan Namimah Agar dalam mempelajari modul ini kamu tidak banyak mengalami kesulitan, maka kamu dapat meminjam buku-buku perpustakaan atau buku lain yang ada kaitannya dengan materi pokok yang sedang kamu pelajari. Pada akhir modul ini kamu juga harus mengerjakan soal-soal akhir modul untuk mengetahui kemampuan atau prestasi belajarmu. Ingat jangan lupa sebelum mempelajari modul ini bacalah “Basmalah”.

Selamat Belajar

41

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Sifat Ananiah dan Ghadab 1. Standar Kompetensi Menghindari Akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari 2. Kompetensi Dasar - Siswa mampu menjelaskan sifat Ananiah, Ghadab, Hasad, Ghibah dan Namimah - Siswa mampu menyebutkan contoh-contoh perilaku Ananiah, Ghadab, Hasad, Ghibah dan Namimah. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan pengertian Ananiah dan Ghadab - Menunjukkan dalil Naqli tentang Ananiah dan Ghadab - Menyebutkan contoh-contoh sifat Ananiah dan Ghadab - Menjelaskan bahaya sifat Ananiah dan Ghadab 4. Materi Pokok Sifat Ananiah dan Ghadab 5. Uraian Materi Bacalah dengan seksama dan teliti uraian dibawah ini sehingga kamu dapat memahami pengertian dan bahaya sifat Ananiah dan Ghadab. a. Sifat Ananiah ( Egois ) 1) Pengertian Ananiah ( Egois ) Egois secara etimologi berasal dari kata “Egoist” artinya: orang yang hanya mengejar kepentingan peribadi. Sedangkan menurut istilah egois adalah sikap hidup yang selalu mengutamakan kepentingan diri sendiri, tanpa ambil peduli dengan kepentingan atau hak orang lain. Rasulullah S.A.W melarang umat Islam bersikap egois, beliau mengajarkan agar mau menghargai pendapat orang lain, menaruh minat dan perhatian, apabila diajak bicara. jangan memutus pembicaraan yang sedang diucapkan orang lain. Dalam Al-Qur’an Allah S.W.T. memerintahkan kepada manusia agar menghargai orang lain. Firman Allah SWT. :

Artinya : Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu (Q.S. An-nisa:86)

42

Orang yang tidak egois selalu memperhatika hak-hak orang lain. Dalam Islam hak-hak orang muslim dengan muslim lainnya yang harus dilaksanakan sebagai wujud sikap yang tidak mementingkan diri sendiri dan peduli pada orang lain sebagaimana Sabda Nabi Muhammad S.A.W : Artinya : “Hak seorang muslim dengan muslim lainnya ada 6 (enam): Apabila bertemu hendaklah mengucapkan salam, apabila diundang maka penuhilah undangan itu, apabila bersin mengucapkan Alhamdulillah maka jawablah dengan Yarhamukallah dan apabila ada yang meminta nasehat, maka nasehatilah, apabila ada yang sakit maka jenguklah, apabila ada yang meninggal maka antarkanlah sampai kuburannya. (HR.Muttafaqun Alaih) 2) Contoh perilaku Ananiah (Egois) Orang yang memiliki sikap egois sangat tercela menurut ajaran Islam, karena sikap tersebut dapat berakibat buruk, antara lain : a) Kepedulian sosialnya rendah, tidak memiliki perhatian terhadap kesulitan orang lain b) Wataknya sangat angkuh, kikir dan kasar c) Ingin selalu diperhatikan orang lain, namun tidak ambil peduli dan tidak ada perhatian terhadap orang lain. d) Merasa diri paling baik dan paling benar menurut dirinya sendiri, sebaiknya cenderung menganggap orang lain salah. Upaya untuk menghindari sikap egois, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : a) Tidak mementingkan kepentingan sendiri, dan lebih memperdulikan kepentingan masyarakat banyak. b) Menghargai pendapat orang lain, walaupun bertentangan dengan pendapat sendiri. c) Menerima kebenaran dan kebaikan sekalipun berasal dari orang lain dan sebaiknya mengakui kesalahan atau kekurangan yang ada pada diri sendiri. 3) Bahaya dari sikap Ananiah (Egois) dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat antara lain : a) Masyarakat tidak menyenangi sikap dan perilakunya, karena mencerminkan kesombongan dan keangkuhan serta otoriter. b) Menimbulkan perselisihan dan permusuhan dalam masyarakat, karena sikapnya yang mau menang sendiri, dan cenderung menyalahkan orang lain. c) Menimbulkan keresahan dalam masyarakat, karena sikapnya selalu mencari kesalahan orang lain. Selanjutnya simaklah baik-baik uraian tentang sifat Ghadab, berikut ini :

43

b. Sifat Ghadab (Pemarah) 1) Pengertian Ghadab (Pemarah) Pemarah berasal dari kata ” Marah ” yang mengandung arti merasa ( perasaan ) sangat tidak senang dan panas, atau merasa gusar dan berang. Adapun pemarah adalah orang yang lekas marah. Marah mempunyai empat tingkatan yaitu : a) Ada orang yang cepat marah tetapi juga cepat redanya b) Ada orang yang lambat marah, tetapi lambat pula redanya c) ada orang yang cepat marah, tetapi lambat redanya d) Ada orang lambat marah, tetapi juga cepat redanya Marah terbagi kepada dua bagian yaitu : a) Marah Majmumah, yaitu marah yang tidak terkendali sampai melampau batas, dilakukan secara emosional dan penuh dengan kebencian bahkan berniat akan membalas kekecewaannya yang dirasakan. b) Marah Mahmudah, yaitu marah yang dianjurkan oleh agama, karena pengaruhnya sangat besar, baik bagi induvidu maupun masyarakat, marah seperti ini antara lain : - Berniat memberikan pendidikan, atau untuk memperbaiki sikap yang negatif. - Menjaga kehormatan agama bila dilecehkan oleh orang lain - Menegor bila terjadi tindakan yang menyimpang agar tidak tersesat terlalu jauh. Adapun cara untuk mengekang amarah, Rasulullah saw, Mengajarkan dengan sabdanya yang artinya: “Sesungguhnya marah berasal dari bara api, barang siapa dalam keadaan marah sedang dia dalam keadaan berdiri, maka segera ia duduk, namun jika masih juga marah, maka berbaringlah “ ( HR. dari Abu Laits As-Samarqandi ). 2) Keutamaan Mengekang Marah Rasulullah saw adalah contoh teladan yang utama untuk kita ikuti, karena beliau adalah seorang yang sangat mampu mengekang amarahnya walaupun beliau sangat tersiksa dengan perlakuan semacam itu. Ketika beliau Hijrah ke Thaif untuk menyampaikan dak’wah islam, beliau disambut dengan lemparan batu, sehingga berdarah, lalu Malaikat jibril datang meminta ijin untuk menghancurkan orang-orang yang telah melukai Nabi saw. Dengan penuh kesabaran dan tidak ada raut marah. Nabi berkata “ Jangan ya Jibril, mereka belum tau siapa saya, seandainya mereka tahu siapa sesungguhnya, pastilah mereka tidak berbuat seperti ini “. lalu Rasulullah berdo’a “ Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, karena mereka tidak mengetahui “. Begitu mulianya Rasulullah, orang-orang yang menyakitinya tidak membuat beliau marah, tetapi malah mendo’akannya.

44

Orang yang dapat mengekang amarahnya, tentu dapat menimbulkan ketenangan dan kebahagian hidup, dan Allah swt. akan memberikan rahmat kepadanya. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa mengekang amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya, namun dia mengekangnya dengan sabar, pastilah Allah memenuhi hatinya dengan keridhoan-Nya pada hari kiamat “ ( HR. Abu Umannah Al-Bahili ). 3) Menjauhkan diri dari sifat Kasar dan Pemarah Orang yang mempunyai sifat kasar dan pemarah hidupnya selalu gelisah, tidak tenang dan nyaman, dapat menimbulkan stress berat. Rasulullah S.A.W bersabda “Hati-hatilah kamu dari marah, karena marah berarti apai membara dalam hati manusia, tahukah kamu ketika seseorang dihinggapi emosi (marah), matanya merah, urat-urat lehernya tegak”. Oleh karena itu, agar hidup menjadi tenang dan nyaman, kita berusaha menghindarkan diri dari sifat kasar dan pemarah, diantaranya dengan cara: a) Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah b) Berusaha menjauhkan diri dari setiap sumber pemicu amarah. c) Senantiasa mengevaluasi diri atau bermuhasabah. d) Berusaha untuk selalu mempertimbangkan akibat-akibat kerugian yang ditimbulkan karena memperturutkan nafsu. e) Berusaha untuk selalu berfikir jernih dan positif dalam menghadapi setiap masalah. f) Menjaga hati untuk selalu ikhlas dalam melakukan setiap kegiatan. 4) Bahaya buruk sifat Ghadab (Pemarah) Sifat pemarah (marah mazmumah) dapat memberikan akibat buruk, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, seperti : a) Bagi diri sendiri - Orang yang memiliki sifat pemarah, hidupnya tidak tenang atau tidak bahagia karena hatinya selalu dipenuhi oleh rasa tidak senang, gelisah dan tegang. - Rasa gelisah, tidak tenang, tegang dan kebencian yang ada dihati dapat mempengaruhi kesehatan, sehingga dapat menimbulkan rasa sakit. - Seorang pemarah tidak akan disukai oleh orang lain atau lingkungan, karena cenderung untuk selalu menyalahkan atau menyakiti orang lain. b) Bagi Masyarakat - Masyarakat tidak menyukai orang yang pemarah, karena akan dapat menimbulkan rasa tidak senang pada orang lain yang akhirnya dapat mengakibatkan terjadi perselisihan, permusuhan dan keresahan dalam masyarakat.

45

Rangkuman : Ananiah (Egois) a. Pengertian Ananiah (Egois) adalah sikap yang selalu mementingkan diri sendiri b. Akibat buruk sifat Ananiah (Egois) 1) Bagi diri sendiri - Kepedulian sosialnya rendah - Angkuh, kikr dan kasar - selalu ingin diperhatikan orang lain - tidak disukai masayarakat 2) Bagi Masyarakat yaitu dapat menimbulkan perselisihan, permusuhan dan keresahan dalam masyarakat c. Cara atau usaha menghindari sikap Ananiah (Egois) - Berusaha untuk tidak mementingkan diri sendiri - Menghargai pendapat orang lain - Bersifat lapang dada Ghadab (Pemarah) a. Pengertian Ghadab (Pemarah) adalah merasa (perasaan) sangat tidak senang / berang b. Akibat buruk sifat Ghadab (pemarah) 1) Bagi diri sendiri - Hidup menjadi tidak tenang atau tidak bahagia - tidak disukai oleh orang lain - mengganggu kesehatan tubuh 2) Bagi Masyarakat dapat menimbulkan perselisihan, permusuhan dan keresahan dalam masyarakat c. Cara Menghindari sifat Ghadab (pemarah) yaitu : - senantiasa dekat dengan Allah S.W.T - Menjauhkan diri dari sumber pemicu amarah - selalu berfikir jernih dan positif 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian sifat Ananiah ! 2. Bagaimanakah akibat yang akan dialami oleh orang pemarah ? 3. Bagaimanakah cara menghindari sifat Ananiah dan Ghadab ?

46

Kegiatan 2 : Hasad, Ghibah dan Namimah 1. Standar Kompetensi Menghindari Akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari 2. Kompetensi Dasar Siswa mampu menjelaskan pengertian, memberi contoh dan menghindari perilaku hasad, ghibah dan namimah. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan pengertian Hasad, Ghibah dan Namimah - Menyebutkan contoh perilaku Hasad, Ghibah dan Namimah - Menghindari perilaku Hasad, Ghibah dan Namimah 4. Materi Pokok Sifat Hasad, Ghibah dan Namimah 5. Uraian Materi a. Sifat Hasad 1) Pengertian Hasad Hasad atau iri hati atau dengki adalah perasaan benci atau tidak senang kepada seseorang yang memperoleh keberuntungan atau kebahagiaan serta mengharap agar keberuntungan / kebahagiaan orang tersebut segera lenyap. Firman Allah :

Artinya : “Jika kamu memperoleh kebaikkan, niscahya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya”. ( Q.S Ali Imron : 120 ) Sebab-sebab munculnya sifat Hasad dalam hati seseorang adalah : - Adanya rasa permusuhan dan kebencian. - Tidak bersyukur. - Perasaan tinggi diri. - Kikir atau pelit. - Malas. 2) Contoh perilaku Hasad a) Rasa kesal atau dongkol ketika melihat orang lain (tetangga, saudara, kerabat, teman) mendapat sesuatu yang menyenangkan. b) Rasa penasaran ingin menghancurkan kenikmatan yang diperoleh orang lain dengan cara menyebarkan fitnah atau berburuk sangka. c) Selalu memaksakan diri untuk tampil melebihi orang lain ( tidak boleh ada orang lain yang lebih hebat dari dirinya ).

47

3) Bahaya negatif sifat Hasad. a) Sifat iri hati / hasad itu ibarat api yang membakar kayu, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW

Artinya : Hasad / dengki itu dapat makan (menghabiskan) kebaikan sebagaimana api membakar kayu (H.R. Abu Daud dan Ibnu Majah) b) Membuat hidup tidak tenang / tidak bahagia. Orang yang memiliki sifat Hasad, sebenarnya hatinya sangat tersiksa. Karena dipenuhi oleh rasa benci dan keinginan untuk menyakiti orang lain. Keadaan ini menjadikan hidupnya tidak dapat merasakan kebahagiaan. c) Memutuskan tali Silaturrahmi sehingga dapat menimbulkan perpecahan. d) Sifat Hasad dapat menimbulkan sifat tercela lainnya seperti marah, dendam,dusta,mencuri,membunuh bahkan membangkang perintah Allah seperti yang dilakukan iblis ketika diperintahkan untuk menghormati Nabi Adam. 4) Cara menghindari Hasad. a) Mendekatkan diri pada Allah SWT b) Selalu mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah SWT c) Tidak memiliki sifat tamak / serakah terhadap harta. b. Ghibah dan Namimah 1) Pengertian Ghibah dan Namimah a) Pengertian Ghibah Ghibah artinya mengumpat atau menggunjing yaitu membicarakan aib seseorang di hadapan orang lain. Bacalah hadist maknanya : berikut dan hayati
Diam lebih baik dari pada menggunjing

48

Artinya : Nabi Saw bertanya “ Tahukah engkau, apakah ghibah itu ?” ( Para sahabat ) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui“ Bersabda Nabi Saw (ghibah ialah) berkata, “Engkau menyebut saudaramu dengan kata-kata yang tidak disenangi?” (Para sahabat ) berkata “Bagaimana pendapatmu ya Rasulullah jika memang terhadap pada saudaraku itu apa-apa yang saya katakan? ”Nabi menjawab. “Jika memang ada padanya apa yang kamu katakan itu berarti kamu telah membuat kebohongan yang keji terhadap dirinya (H.R. Muslim). b) Pengertian Namimah Namimah artinya fitnah atau adu domba, yaitu menceritakan tingkah laku seseorang pada orang lain dengan tujuan agar terjadi perpecahan atau perkelahian diantara dua pihak. Ghibah dan Naminah adalah dua sifat yang tercela dan hukumnya haram dalam Islam. 2) Bahaya negatif dari sifat ghibah dan Namimah adalah : a) Orang yang suka menceritakan aib orang lain disamakan seperti orang yang memakan bangkai, tentu ini sangat menjijikan. Firman Allah SWT (Q.S. Al-Hujurat : 12)

Artinya : “....Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya, Dan bertawakal lah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Q.S Al-Hujurat) b) Menimbulkan perpecahan dan permusuhan. c) Dapat merusak nama baik orang lain / merugikan orang lain. 3) Cara menghindari sifat Ghibah dan Namimah a) Selalau ingat dan dekat kepada Allah SWT, Allah SWT akan selalu mendengar setiap kata yang kita ucapkan dan kelak Dia akan minta pertanggung jawaban-Nya pada kita. b) Berhati-hati dalam berbicara dan menghindari pembicaraan yang tidak bermanfaat. c) Mengintropeksi diri dan menyakinkan diri bahwa setiap manusia disamping punya kekurangan pasti juga punya kelebihan.

49

Rangkuman : Sifat Hasad. Ghibah dan Namimah merupakan sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim, karena dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain. 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Jelaskan yang dimaksud dengan : a. Hasad b. Ghibah c. Namimah 2. Jelaskan dampak / akibat negatif dari : a. Hasad b. Ghibah 3. Bagaimana cara menghindari sifat : a. Hasad b. Namimah

50

C. PENUTUP

Alhamdulillah, ucapkanlah kalimat itu atas keberhasilan kamu mempelajari modul ini, mudah-mudahan kamu dapat menggambarkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah semangat belajarmu. Kalau kamu sudah siap, mintalah tes akhir kepada gurumu, dan raihlah nilai yang bagus jangan kurang dari 6,5 untuk melanjutkan pelajaran kamu ke modul selanjutnya. Terus belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu untuk menyongsong kehidupan yang cerah.

51

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. Ananiah (Egois) secara etimologi berasal dari kata “Egoist” artinya: orang yang hanya mengejar kepentingan peribadi. Sedangkan menurut istilah egois adalah sikap hidup yang selalu mengutamakan kepentingan diri sendiri, tanpa ambil peduli dengan kepentingan atau hak orang lain 2. Beberapa akibat sifat ghadab (Pemarah) a. Bagi diri sendiri - Orang yang memiliki sifat pemarah, hisupnya tidak tenang atau tidak bahagia karena hatinya selalu dipenuhi oleh rasa tidak senang, gelisah dan tegang. - Rasa gelisah, tidak tenang, tegang dan kebencian yang ada dihati dapat mempengaruhi kesehatan, sehingga dapat menimbulkan rasa sakit. - Seorang pemarah tidak akan disukai oleh orang lain atau lingkungan, karena cenderung untuk selalu menyalahkan atau menyakiti orang lain. b. Bagi Masyarakat yaitu : Masyarakat tidak menyukai orang yang pemarah, karena akan dapat menimbulkan rasa tidak senang pada orang lain yang akhirnya dapat mengakibatkan terjadi perselisihan, permusuhan dan keresahan dalam masyarakat. c. Cara menghindari sifat ananiah dan ghadab yaitu : - berusaha tidak mementingkan diri sendiri - menghargai pendapat orang lain - bersifat lapang dada - menjauhkan diri dari sumber pemicu amarah - selalu berfikir jernih dan positif Tugas 2 : 1. a. Hasad adalah perasaan benci / tidak senang kepada keberuntungan orang lain dan mengharapkan hilangnya keberuntungan tersebut. b. Ghibah adalah membicarakan aib orang lain c. Namimah adalah menceritakan tingkah laku seseorang dengan tujuan supaya terjadi perpecahan. 2. a. Membuat hidup tidak bahagia b. Memutuskan tali silaturrahmi c. Menimbulkan permusuhan / perpecahan 3. a. b. c. d. Mendekatkan diri kepada Allah Selalu bersyukur Menghindari pembicaraan yang tidak bermanfaat. Mengintropeksi diri

52

ISL.VIII.1.3.05

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

SHALAT SUNNAH RAWATIB

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: Drs. Tafdhiel H.M : Moh. Sofyan, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Anak-anakku saya ucapkan selamat bertemu. Setelah selesai mempelajari modul terdahulu, sekarang mari kita pelajari modul yang membahas Shalat Sunnah Rawatib. Modul ini berisi dua kegiatan yaitu : Kegiatan 1 : Shalat Sunnah Rawatib Kegiatan 2 : Praktek Shalat Sunnah Rawatib Agar dalam mempelajari modul ini kamu tidak banyak mengalami kesulitan, maka kamu dapat meminjam buku-buku perpustakaan atau buku lain yang ada kaitannya dengan materi pokok yang sedang kamu pelajari. Pada akhir modul ini kamu juga harus mengerjakan soal-soal akhir modul untuk mengetahui kemampuan atau prestasi belajarmu. Ingat jangan lupa sebelum mempelajari modul ini bacalah “Basmalah”.

Selamat Belajar

55

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Shalat Sunah Rawatib 1. Standar Kompetensi Mengenal tata cara Shalat Sunah. 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan ketentuan shalat sunnah rawatib. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian shalat sunah rawatib - Membaca dan mengartikan dalil naqli tentang shalat sunah rawatib. - Menjelaskan macam-macam dan waktu shalat sunah rawatib. 4. Materi Pokok Shalat sunah rawatib 5. Uraian Materi a. Shalat Rawatib Pengertian Shalat Rawatib Pernahkah kamu mengerjakan Shalat Rawatib selain wajib atau fardhu ? Jika sudah, berarti kamu sudah pernah mengerjakan shalat sunah.Jadi tahukah kamu, apakah yang dinamakan shalat sunah itu ? Cobalah kamu jawab ! Samakah jawabanmu dengan jawaban dibawah ini ? Shalat sunah ialah Shalat yang dilakukan di luar sholat wajib. Selanjutnya shalat sunah itu ada yang dikerjakan sebelum dan sesudak sholat wajib. Shalat ini dinamakan dengan shalat “Rawatib”. Jelasnya, shalat rawatib adalah shalat sunah yang dilakukan sebelum dan sesudah shalat wajib. Dalam pengertian yang lain Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardu. Shalat sunah yang dilakukan sebelum shalat fardu di sebut shalat sunnah Qobliyah, sedangkan shalat sunnah yang dilakukan setelah sholat fardhu disebut shalat sunnh Ba`diyah.

56

b. Macam-Macam Sholat Sunnah Rawatib Shalat Rawatib itu ada yang sangat dianjurkan (penting untuk dikerjakan) atau yang dinamakan dengan “Rawatib Muakkad”. Ada pula Rawatib yang kurang dianjurkan untuk dikerjakan atau dinamakan “Rawatib Ghairul Muakkad”. Mengapa demikian ? Baiklah kamu perhatikan uraian selanjutnya ! 1) Shalat Rawatib Muakkad (penting dikerjakan) = sangat dianjurkan. Kamu sudah tahu bukan, tentang pengertian Rawatib itu ? Baiklah. Sekarang yang harus kamu ketahui pula adalah pengertian muakkad. Tahukah kamu apakah yang dinamakan muakkad itu ? Menurut bahasa muakkad artinya yang dikuatkan atau dikokohkan. Jika pengertian muakkad itu digabungkan dengan rawatib sehingga menjadi ‘rawatib muakkad’, maka artinya adalah shalat sunah yang dikukuhkan atau yang dikuatkan. Artinya Nabi Muhammad SAW sering kali mengerjakan shalat Rawatib Muakkad ini sehingga dikatakan penting. Adapun yang termasuk sholat rawatib muakkad itu ialah dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudahnya.

Artinya : “Dari Ibnu Umar r.a berkata : Saya pernah shalat bersama Rasulullah SAW dua sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnya” (H.R. Bukhari dan Muslim) Dua rakaat setelah maghrib Dengan dasar Hadist Nabi :

Artinya : “Dari Ibnu Umar r.a. berkata : Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW, mengerjakan sholat setelah maghrib sebanyak dua rakaat”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

57

Dua rakaat setelah shalat isya Dengan dasar Hadist Nabi :

Artinya : “Dari Abdullah bin Umar katanya : Saya ingat (hafaz) dari Rasulullah SAW, dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum subuh” (H.R. Bukhari dan Muslim) Dua rakaat sebelum subuh. Contohnya perhatikan hadist ini

Artinya : ”Dari Aisyah r.a. : Tidak ada shalat sunah yang lebih dipentingkan oleh Nabi SAW selain dua rakaat sebelum subuh”. (H.R. Bukhari dan Muslim) 2) Shalat Rawatib Ghairul Muakkad (Kurang Penting) Di samping Rawatib Muakkad ada pula shalat sunah rawatib muakkad maka bilangnya ada empat rakaat sebelum shalat Zuhur dan empat rakaat Shalat Zuhur. Sabda Nabi Muhammad SAW.

Artinya : “Dari Umi Habibah r.a. berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW. Barang siapa mengerjakan (menjaga) shalat empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat sesudahnya maka Allah mengharamkan neraka baginya”. (H.R. Abu Daud dan Tirmizi). Dua rakaat sebelum shalat Ashar. Jadi, bila digabungkan dengan rawatib muakkad ada 4 rakaat.

58

Dua rakaat sebelum shalat Maghrib. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

Artinya : “Dari Abdullah bin Mugafal. Berkata Nabi SAW. Sembayanglah kamu sebelum Maghrib, Sembayanglah kamu sebelum Maghrib”, kemudian beliau berkata pada kali yang ketiga untuk yang berkehendak”. ( H.R. Bukhari) Sebaiknya kamu mengerjakan shalat rawatib tersebut, rawatib yang muakkad maupun rawatib ghairul muakkad. Jika belum bisa dua-duanya, kamu mengerjakan salah satu juga tidak apa-apa. Rangkuman : 1. Shalat sunah rawatib adalah shalat sunah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardu. 2. Shalat sunah yang dikerjakan sebelum sholat fardhu disebut shalat sunah Qobliyah, sedangkan shalat sunah yang dikerjakan setelah shalat fardhu disebut shalat sunah Ba`diyah. 3. Di lihat drai segi hukumnya, shalat sunah rawatib terdiri dari 2 macam yaitu : a. Shalat sunah rawatib Muakkad yaitu: - 2 rakaat sebelum subuh - 2 rakaat sebelum Zuhur - 2 rakaat sesudah Zuhur - 2 rakaat sesudah Magrib - 2 rakaat sesudah isya. b. Shalat sunah rawatib ghairu Muakkad yaitu: - 2 rakaat sebelum Zuhur - 2 rakaat sesudah Zuhur - 2 rakaat sebelum Ashar - 2 rakaat sebelum Isya 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar! 1. Jelaskan pengertian shalat sunnah Rawatib 2. Sebutkan shalat sunnah yang termasuk shalat sunnah Rawatib Muakkad ! 3. Apa yang dimaksud dengan shalat sunnah Qobliyah ? 4. Tuliskan dalil naqli tentang shalat sunnah sebelum subuh !

59

Kegiatan 2 : Praktek Shalat Sunnah Rawatib. 1. Standar Kompetensi Mengenal tata cara shalat sunnah. 2. Kompetensi Dasar Mempraktekkan shalat sunnah rawatib. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul, siswa diharapkan dapat : - Mempraktekkan sholat sunnah rawatib. - Menjelaskan manfaat sholat sunnah. 4. Materi Pokok Shalat sunah Rawatib. 5. Uraian Materi Pada materi kegiatan 1, kamu telah mempelajari mengenai pengertian dan macammacam shalat sunnah Rawatib. Sudahkah kamu mengerjakannya ? Sesuaikah cara shalat yang kamu lakukan dengan ketentuan yang seharusnya ? Bandingkan cara shalat yang kamu lakukan dengan uraian berikut ini ! Dalam mempraktekkan shalat rawatib sebaiknya sama saja dengan shalat wajib baik dalam syarat rukunnya lafal maupun gerakannya dan lain-lain yang berbeda hanya terletak pada niat dan jumlah rakaatnya. Cara mengerkajan Shalat Rawatib Muakkad maupun Ghairu Muakkad adalah dua rakaat, sedangkan dalam shalat wajib ada yang dua rakaat, tiga rakaat dan ada yang empat rakaat. Coba kamu sebutkan shalay apakah itu ? a. Cara mempraktekkan Shalat Sunnah Rawatib Selanjutnya kamu perhatikan cara mengerjakan shalat rawatib muakkad di bawah ini. Dua rakaat sebelum Zuhur. Yang pertama kamu kerjakan adalah niat. Tahukah kamu apakah yang dikatakan niat itu? Coba kamu jawab ! Niat adalah menyengaja melakukan sesuatu perbuatan tertentu dalam hal ini adalah shalat. Niat itu sebenarnya tempatnya ada didalam hati. Jadi, kamu cukup mempunyai maksud yang ada dalam hatimu untuk mengerjakan shalat. Jika kamu kesulitan, Kamu dapat melafalkan contoh-contoh niat seperti tercantum di bawah ini.

60

Contoh niat Shalat Rawatib Muakkad sebelum Zuhur.

Artinya : “Saya niat shalat sunnah sebelum Zuhur dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta`ala, Allahu Akbar.” Setalah kamu niat, bacaan yang kamu baca selanjutnya adalah doa iftitah seperti :

Selanjutnya setelah kamu membaca doa iftitah itu kemudian kamu membaca surat Al-Fatihah. Sudah hafalkah kamu ? Kamu harus sudah hafal. Pelajaran surat Al-Fatihah itu pelajaran waktu kelas 1 SD dahulu dan sudah sering kamu dengar dimana-mana. Jika kamu tidak hafal atau kurang hafal, teman-temanmu pasti ada yang hafal tanyakan pada mereka. Setelah membaca sutar Al-Fatihah bacalah surat pendek yang kamu hafal, misalnya surat Al-Kafirun, surat Al-falaq, Surat an-Nas, surat Alam Nasyrah, Surat Al-Fil dan lain-lain. Setelah itu hendaklah kamu mengerjakan Ruku` beserta doanya. Gerakan berikutnya adalah gerakan I`tidal beserta doanya, kemudian kamu sujud basarta bacaannya. Bagaimana lafal atau bacaan sujud itu ? Samakah dengan lafal di bawah ini?

Selanjutnya gerakan apakah yang harus kamu lakukan ? Gerakan selanjutnya adalah duduk diantara dua sujud beserta lafalnya/bacanya. Setelah duduk diantara dua sujud kemudian kamu mengerjakan sujud lagi beserta bacaannya. Gerakan berikutnya kamu hendaklah berdiri kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek. Setelah itu kerjakanlah gerakan-gerakan sebagaimana gerakan dan lafal yang kamu kerjakan pada rakaat pertama.

61

Yang perlu kamu perhatikan ! Setelah sujud terakhir, hendaklah kamu duduk tahiyat (tasyahhud) dan membaca doa attahiyat. Seperti dalam shalat farhdu kemudian aetelah selesai handaklah kamu membaca salam. Berarti kamu sudah selesai mengerjakan shalat sunnh rawatib muakkad, dua rakaat sebekum Zuhur. Untuk shalat–shalat sunah yang lain, caranya juga seperti itu. Yang berbeda hanyalah niatnya. Di bawah ini kamu akan diberikan contoh melafalkan niat shalat rawatib muakkad maupun ghairu muakkad. Contoh niat shalat rawatib muakkad sesudah Zuhur.

Artinya : “Saya niat shalat sunnah sesudah Zuhur dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta`ala, Allahu Akbar”. Contoh niat Shalat Rawatib Ghiaru Muakkad sebelum Ashar.

Artinya : “Saya niat shalat sunnah sebelum Ashar dua rakaar menghadap kiblat karena Allah Ta`ala, Allahu Akbar”. Untuk niat shalat sunnah yang lain kamu tinggal menyesuaikan waktunya saja agar kamu lebih mudah, coba kamu hafalkan. Selain hal yang disebutkan diatas, ada hal lain yang juga kamu harus perhatikan, yaitu: 1. Shalat rawatib tidak dilakukan bersamaan dengan Azan dan Iqamah. 2. Mempunyai niat menurut macam shalatnya. 3. Tidak dikerjakan dengan cara berjamaah 4. Bacaan shalatnya secara sirrah (pelan) 5. Di laksanakan setiap dua rakaat salam, termasuk yang empat rakaat. 6. Tempat mengerjakan shalat rawatib lebih utama berpindah sedikit dari tempat shalat fardhu.

62

b. Manfaat Shalat Sunnah Rawatib Tahukah Kamu Kegunaan Shalat Sunnah itu : Kegunaan shalat sunnah itu adalah : - Untuk menambah amal kebajikan. - Untuk menambah taat/dekat pada Allah SWT. - Dapat menyempurnakan Shalat Farhu yang sekiranya shalat fardhunya kurang sempurna. Begitulah antara lain hikmah mengerjakan shalat rawatib, baik muakkad maupaun ghairu muakkad. Ragkuman : 1. Tata cara shalat sunnah rawatib tidak berbeda dengan shalat Fardhu, baik bacaan wajib maupun bacaan sunnah, gerakn wajib dan gerakan sunnah bahkan syarat dan rukunnya pun sam dengan shalat fardhu yang membedakannya hanyalah niatnya. 2. Hikmah melaksanakan shalat sunnah a. Menambah amal kebajikan / pahala b. Menambah taat / dekat kepada Allah SWT c. Dapat menyempurnakan shalat fardhu yang sekiranya shalat fardhunya kurang sempurna. 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan berikut! 1. Jelaskan tata cara melaksanakan shalat sunnah Ba`diyah Isya ! 2. Jelaskan hikmah melaksanakan shalat sunnah !

63

C. PENUTUP

Alhamdulillah, ucapkanlah kalimat itu atas keberhasilan kamu mempelajari modul ini, mudah-mudahan kamu dapat menggambarkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah semangat belajarmu. Kalau kamu sudah siap, mintalah tes akhir kepada gurumu, dan raihlah nilai yang bagus jangan kurang dari 6,5 untuk melanjutkan pelajaran kamu ke modul selanjutnya. Terus belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu untuk menyongsong kehidupan yang cerah.

64

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. Shalat yang dilakukan di luar sholat wajib yang dikerjakan sebelum dan sesudak sholat wajib. Shalat ini dinamakan dengan shalat “Rawatib”. 2. Shalat sunah rawatib Muakkad yaitu: - 2 rakaat sebelum subuh - 2 rakaat sebelum Zuhur - 2 rakaat sesudah Zuhur - 2 rakaat sesudah Magrib - 2 rakaat sesudah isya. 3. Shalat sunah yang dikerjakan sebelum sholat fardhu disebut shalat sunah Qobliyah 4.

Tugas 2 : 1. Membaca niat 2. Kegunaan shalat sunnah itu adalah : - Untuk menambah amal kebajikan. - Untuk menambah taat/dekat pada Allah SWT. - Dapat menyempurnakan Shalat Farhu yang sekiranya shalat fardhunya kurang sempurna.

65

ISL.VIII.1.3.06

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

MACAM-MACAM SUJUD

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: Moh. Sofyan, S.Ag : Abdul Rozak, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Anak-anakku saya ucapkan selamat bertemu. Setelah selesai mempelajari modul terdahulu, sekarang mari kita pelajari modul yang membahas Macam – Macam Sujud. Pembahasan dalam modul ini dibagi dalam 3 kegiatan : 1. Sujud sahwi dan ketentuannya. 2. Sujud tilawah dan ketentuannya. 3. Sujud syukur dan ketentuannya. Agar dalam mempelajari modul ini kamu tidak banyak mengalami kesulitan, maka kamu dapat meminjam buku-buku perpustakaan atau buku lain yang ada kaitannya dengan materi pokok yang sedang kamu pelajari. Pada akhir modul ini kamu juga harus mengerjakan soal-soal akhir modul untuk mengetahui kemampuan atau prestasi belajarmu. Ingat jangan lupa sebelum mempelajari modul ini bacalah “Basmalah”.

Selamat Belajar

69

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Sujud Sahwi dan ketentuannya 1. Standar Kompetensi Memahami macam-macam Sujud 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan pengertian sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. - Menjelaskan tata cara sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah - Mempraktekkan sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian, hukum dan sebab-sebab sujud sahwi. - Membaca dan mengartikan dalil naqli tentang sujud sahwi, sujud tilawah. - Mempraktekkan sujud sahwi. 4. Materi Pokok Sujud sahwi dan ketentuannya 5. Uraian Materi Dalam pembahasan tentang sujud sahwi dan ketentuannya, kamu akan mendapat pelajaran tentang pengertian, hukum, sebab-sebab, dalil naqli dan cara melaksanakan sujud sahwi. a. Pengertian Sujud Sahwi Mengalami kelupaan merupakan hal yang wajar. Itu bisa terjadi dalam kondisi apapun. Misalnya pada saat shalat pun kita dapat mengalami kelupaan karena terbatasnya kemampuan kita untuk memusatkan perhatian (khusyu`). Kadang kita terlena sebentar, hingga muncul keragu-raguan. Oleh karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, keraguan yang terjadi dalam shalat itu tidak membatalkannya. Namun, perlu diakui bahwa telah terjadi kelupaan itu. Kita mohon kepada Allah SWT agar kealpaan atau kekurangan tersebut dapat di perbaiki. Caranya dengan melakukan sujud sahwi. Sahwi artinya lupa. Jadi, yang dimaksud dengan sujud sahwi adalah sujud karena lupa. Sujud sahwi dilakukan dua kali sesudah tasyahud (tahiyat) akhir, dilakukan sebelum salam. b. Hukum Sujud Sahwi Hukum melaksanakan sujud sahwi adalah sunah, artinys lebih baik dilaksanakan dan dapat pahala. Tetapi jika terpaksa ditinggalkan maka tidak apa-apa.

70

c. Sebab-sebab Sujud Sahwi Sebab-sebab sujud sahwi adakah lupa melakukan hal-hal berikut : 1) Kelupaan membaca tasyahud (tahiyat) pertama yaitu setelah mendapatkan dua rakaat langsung berdiri untuk melakukan rakaat ketiga, tanpa membaca tasyahud pertama. 2) Kelebihan atau kekurangan rakaat shalat, rukuk atau sujudnya mungkin karena lupa atau ragu. Dalam hal ini perlu melakukan sujud sahwi. 3) Ragu tentang jumlah rakaat yang telah dikerjakan apakah dua, tiga, atau empat. Dalam hal ini yang dijadikan pegangan adalah yang diyakini oleh orang yang shalat. Apabila dia yakin telah mengerjakan dua rakaat, maka perlu dilanjutkan dua rakaat lagi, dan seterusnya. Namun, dia perlu menambah dengan sujud sahwi. Apabila dalam keraguan itu dia tidak mempunyai kemantapan jumlah rakaat maka hendaklah diputusakn rakaat yang paling sedikit. Misalnya, dia ragu apakah telah mengerjakan tiga atau empat maka yang diyakinkan adalah tiga rakaat. 4) Bagi yang melakukan doa qunut ketinggalan melakukan doa qunut sesudah i`tidal yang akhir pada shalat subuh dan witir pada shalat tarawih sejak tanggal 16 Ramadhan sampai akhir. Untuk orang-orang yang memang tidak membaca doa qunut pada shalat subuh, baginya tidak perlu sujud sahwi. d. Dalil Naqli Sujud Sahwi Dalam hal sujud sahwi ini Rasulullah SAW memberikan petunjuk dengan sabdanya :

Artinya : “Dari Abi Sa`id Al Huzri ra ia berkata : “ Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila salah seorang kamu ragu dalam shalat, apakah ia sudah mengerjakan tiga atau empat rakaat, maka hendaklah dihilangkan keraguan itu dan diteruskan shalatnya menurut yang diyakininya, kemudian ia sujud dua kali sebelum salam. Apabila ia sudah shalat lima rakaat, maka sujud itu menggenapkan shalatnya apabila ia shalat sempurna, maka ia berarti merendahkan setab.” (H.R.Muslim)

71

e. Cara Melaksanakan Sujud Sahwi Bagaimana melaksanakan sujud sahwi? 1) Bersujud selesai membaca tahiyat akhir, sebelum salam. 2) Bacalah bacaan sujud sahwi sebagai berikut :

Maha Suci Tuhan yang tidak tidur dan tidak pula lupa. 3) Bangun dari sujud dengan membaca bacaan yang sama dengan bacaan ketika duduk diantara dua sujud dalam shalat. 4) Sujud kembali dengan bacaan sama dengan sujud pertama. 5) Selesai sujud sahwi dilanjutkan salam. Rangkuman : - Sujud sahwi adalah sujud dua kali sesudah tasyahud (tahiyat) akhir yang dilakukan sebelum salam. - Hukum sujud sahwi adalah sunnah. - Sebab-sebab sujud sahwi : Ketinggalan membaca tahiyat pertama, lekebihan rakaat, dan tidak membaca doa qunut bagi yang melakukannya. - Sujud sahwi dilakukan dua kali sujud sebelum salam. 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan berikut dengan benar ! 1. Apakah sujud sahwi itu ? 2. Bagaimana hukum mengerjakan sujud sahwi ? Jelaskan ! 3. Jelaskan sebab-sebab mengerjakan sujud sahwi !

72

Kegiatan 2 : Sujud Tilawah dan Ketentuannya 1. Standar Kompetensi Memahami macam-macam sujud 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan pengertiab sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. - Menjelaskan tata cara sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. - Mempraktekkan sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian, hukum dan sebab-sebab sujud tilawah. - Membaca dan mengartikan dalil naqli tentang sujud tilawah. - Mempraktekkan sujud tilawah. 4. Materi Pokok Sujud tilawah dan ketentuannya 5. Uraian Materi Sebagaimana dalam sujud sahwi, pada pembahasan sujud tilawah dan ketentuannya, kamu juga akan mempelajari tentang pengertian, hukum, dalil naqli, sebab-sebab dab cara melaksanakan sujud tilawah. a. Pengertian dan Sebab-Sebab Sujud Tilawah Simak kejadian berikut ini! 1) Tiba-tiba seseorang melakukan sujud, padahal saat itu ia sedang membaca AlQuran, selesai sujud ia melanjutkan membaca Al-Quran lagi. 2) Dalam shalat berjamaah, tiba-tiba sang imam melakukan sujud, para makmun pun mengikuti sujud, pada hal belum rukuk, bahkan setelah sujud melanjutkan menbaca bacaan ayat Al-Quran. Kegiatan diatas adalah contoh sujud tilawah yaitu sujud yang dilakukan ketika seseorang membaca ayat sajdah, baik didalam shalat maupun diluar sekolah. Yang dimaksud ayat sajdah adalah : ayat Al-Qur`an yang mensunahkan kepada orang yang membaca atau mendengarkan ayat tersebut untuk melakukan sujud sebagai wujud kepatuhan dan ketaatannya kepada Allah SWT. Di dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat sajdah atau dalam kata lain ayat-ayat menjadi sebab-sebab dilakukannya sujud tilawah yaitu : 1) akhir surah Al-A`raf : 206 2) surah Ar Rad : 15 3) surah An Nahl : 49 4) surah Al-Isra : 109 5) surah Maryam : 58 6) surah Al-Hajj : 18 7) surah Al-Hajj : 77

73

8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15)

surah Al-Furqon : 60 surah An-Naml : 26 surah As Sajdah : 15 surah Shad : 24 surah Hamim As Sajdah (Fussilat) : 38 akhir surat An Najm : 62 surah Al-Insyiqaq : 21 akhir surah Al-Alaq : 19

b. Hukum Sujud Tilawah Hukum melaksanakan sujud tilawah adalah sunnah. Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar orang yang membaca ayat-ayat sajdah. c. Dalil Naqli Sujud Tilawah Bacalah hadist Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang sujud tilawah.

Artinya : “ Dari Abi Hurairah, Nabi SAW bersabda : “Apabila bani Adam (manusia) membaca ayat sajdah lalu ia sujud, maka setan menghindar sambil menangis dan berkata, aduh celaka, anak Adam disuruh sujud lalu ia sujud, maka baginya surga dan saya disuruh akan tetapi aku membangkang, maka bagi saya neraka,”(H.R.Muslim) d. Syarat sujud Tilawah Apa saja syarat sujud tilawah? Syarat sujud tilawah adalah : 1) Kita harus suci dari hadast kecil maupun besar dan najis. 2) Menutup aurat 3) Ketika kita membaca Al-Qu`ran dan menemukan ayat sajdah, mak selesai ayat itu dibaca kita menghadap ke kiblat.

74

e. Cara Melakukan Sujud Tilawah Bagaimana cara melakukan sujud tilawah ? Cara melaksanakan sujud tilawah : 1) Berniat untuk sujud tilawah. 2) Membaca Takbir (Allahu Akbar) 3) Sujud satu kali sambil membaca :

Artinya : “Wajahku sujud kapada Tuhan yang menciptakan dan membentuknya, yang membukakan pendengaran dan penglihatannya dengan upaya dan kuasa-Nya. Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.” 4) Membaca salam sesudah duduk. Jika sujud tilawah dilaksanakan pada waktu shalat, tidak ditutup dengan salam, tetapi melanjutkan shalat sampai selesai. Rangkuman : - Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika seseorang membaca ayat sajdah dengan sujud satu kali, baik dalam shalat maupun diluar shalat. - Hukum sujud tilawah adalah sunnah. - Syarat melakukan sujud tilawah : suci dari hadast kecil dan besar, najis, menutup aurat. - Cara pelaksanaan didalam shalat, membaca ayat sajdah sampai akhir ayat, mengucapkan Allahu Akbar langsung sujud satu kali. Begitu selesai sujud langsung berdiri melanjutkan rakaatnya. - Cara pelaksanaan di luar shalat, membaca ayat sajdah sampai akhir ayat langsung menghadap kiblat, membaca niat, membaca takbir, dilajutkan sujud satu kali, duduk, dan salam. Kemudian melanjutkan bacaannya. 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan berikut dengan benar ! 1. Apakah sujud tilawah itu ? 2. Kapan kita disunnahkan melakukan sujud tilawah ? 3. Jelaskan,syarat dan praktek sujud tilawah !

75

Kegiatan 3 : Sujud Syukur dan Ketentuannya 1. Standar Kompetensi Memahami macam-macam sujud 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan pengertian sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. - Menjelaskan tata cara sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. - Mempraktekkan sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian, hukum dan sebab-sebab sujud syukur. - Membaca dan mengartikan dalil naqli tentang sujud syukur. - Mempraktekkan sujud syukur. 4. Materi Pokok Sujud syukur dan ketentuannya 5. Uraian Materi a. Pengertiaan Sujud Syukur Siapa orang yang tidak bergembira ketika mendapatkan keuntungan, kemenangan, dan keberhasilan usahanya atau terhindar dari malapetaka, bahaya atau penyakit. Kegembiraan itu wajar. Namun, adakalanya kegembiraan itu dilupakan dengan pesta pora. Ada pula yang meluapkan kegembiraan itu dengan memberikan sedekah atau memberi makan kepada fakir miskin berupa selamatan, dan sebagainya. Rasulullah SAW memberikan teladan kepada umatnya, bila beliau memperoleh sesuatu yang menggembirakan beliau bersyukur kepada Allah SWT dengan sujud syukur. Karena itu, bagi umat Islam yang terbaik dilakukan dalam mengungkapkan kegembiraan itu dengan sujud syukur. Selanjutnya dapat pula dilakukan dengan caracara lain yang baik, misalnya bersedekah kepada fair miskin dan sebagainya. Jadi, Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang sebagai rasa terima kasih kepada Allah SWT setelah mendapatkan hal yang sangat menguntungkan. b. Hukum sujud Syukur Hukum melaksanakan sujud syukur adalah sunah. Artinya lebih baik dilaksanakan dan berpahala. Bila tidak dilaksanakan pun tidak apa-apa. Namun, kita harus bersyukur atas segala kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Sebab-sebab dilaksanakan sujud syukur, antara lain ; 1) Mendapatkan keuntungan besar 2) Mendapatkan kemenangan 3) Berhasil dalam usahanya 4) Terhindar dari malapetaka, bahaya atau penyakit

76

c. Dalil Naqli Sujud Sahwi Rasulullah SAW melaksanakan sujud syukur sebagaimana tersebut di dalam hadist yang artinya : “ Dari Abi Bakrah ra, sesungguhnya Nabi SAW ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan atau kabar suka, maka beliau bersujud sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.” ( H.R.Abu Dawud dan Tarmizi) d. Syarat Sujud Syukur Syarat yang harus kita penuhi dalam melaksanakan sujud syukur : 1) Suci dari hadast dan najis 2) Menutup aurat 3) Menghadap kiblat e. Cara Melaksanakan Sujud Syukur Bagaimana cara melaksanakan sujud syukur ? Caranya adalah : 1) Berniat untuk sujud syukur 2) Membaca Takbir (Allahu Akbar ) 3) Sujud dengan membaca tasbih seperti dalam sujud tilawah atau seperti bacaan tasbih dalam shalat biasa. 4) Cara pelaksanaan : membaca niat, membaca takbir, sujud, duduk, dilanjutkan salam. Rangkuman : - Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai rasa terima kasih kepada Allah SWT setelah mendapatkan hal yang sangat menguntungkan. - Hukum melakukan sujud syukur adalah sunnah. - Sujud syukur dilakukan dalam keadaan suci dari hadast maupun najis (menurut sebagaian ulama tidak perlu). - Acara pelaksanaan : membaca niat, membaca takbir, sujud, duduk, dilanjutkan salam. 6. Tugas 3 : Jawablah pertanyaan berikut dengan benar ! 1. Apakah sujud syukur itu ? 2. Bagaimana hukum sujud syukur itu ? 3. Jelaskan sebab-sebab dilakukannya sujud syukur !

77

C. PENUTUP

Alhamdulillah, ucapkanlah kalimat itu atas keberhasilan kamu mempelajari modul ini, mudah-mudahan kamu dapat menggambarkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah semangat belajarmu. Kalau kamu sudah siap, mintalah tes akhir kepada gurumu, dan raihlah nilai yang bagus jangan kurang dari 6,5 untuk melanjutkan pelajaran kamu ke modul selanjutnya. Terus belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu untuk menyongsong kehidupan yang cerah.

78

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. Sujud yang dilakukan karena lupa. 2. Hukumnya sunnah yaitu bila dilaksanakan mendapat pahala dan bila tidak dikerjakan tidak apa-apa. 3. Sebab-sebab sujud sahwi : a. b. c. d. Lupa membaca tasyahut (tahiyat) pertama. Kelebihan atau kekurangan rakaat shalat. Ragu tentang jumlah rakaat yang telah dikerjakan. Lupa membaca doa qunut bagi yang melakukan doa qunut.

Tugas 2 : 1. Sujud yang dilakukan ketika mendengar atau membaca ayat sajadah. 2. Ketika kita membaca atau mendengar ayat sajadah. 3. Syarat-syarat sujud tilawah : a. Suci dari hadast kecil maupun besar. b. Menutup aurat. c. Menghadap kiblat. Pelaksaan sujud tilawah : a. Berniat. b. Membaca Takbir c. Sujud satu kali dan membaca bacaan sujud tilawah. d. Salam sesudah duduk. Tugas 3 : 1. Sujud yang dilakukan sebagai rasa terima kasih kepada Allah SWT. 2. Hukumnuya sunnah yaitu dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggaklan tidak apaapa. 3. a. b. c. d. Mendapat keuntungan besar. Mendapat kemenangan.. Berhasil dalam usaha. Tehindar dari malapetaka, bahaya atau penyakit.

79

ISL.VIII.1.4.07

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

PUASA (WAJIB DAN SUNNAH)

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: M. Saleh H. Yunus : Moh. Sofyan, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Anak-anakku saya ucapkan selamat bertemu. Setelah selesai mempelajari modul terdahulu, sekarang mari kita pelajari modul yang membahas Puasa Wajib dan Sunnah. Pelajarilah 2 kegiatan dalam modul ini : 1. Puasa wajib. 2. Puasa sunnah Agar dalam mempelajari modul ini kamu tidak banyak mengalami kesulitan, maka kamu dapat meminjam buku-buku perpustakaan atau buku lain yang ada kaitannya dengan materi pokok yang sedang kamu pelajari. Pada akhir modul ini kamu juga harus mengerjakan soal-soal akhir modul untuk mengetahui kemampuan atau prestasi belajarmu. Ingat jangan lupa sebelum mempelajari modul ini bacalah “Basmalah”.

Selamat Belajar

83

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Puasa Wajib 1. Standar Kompetensi Memahami tata cara puasa 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan ketentuaan puasa wajib. - Melakukan puasa wajib. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian, hukum, syarat . rukun dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. - Menjelaskan perbedaan puasa Ramadhan, Nazar dan Kifarat. - Menjelaskan arti dalil naqli tentang puasa wajib. - Menjelaskan orang yang boleh tidak puasa. 4. Materi Pokok Puasa wajib Materi pokok yang akan kamu pelajari dalam kegiatan ini, meliputi : - Pengertian dalil puasa wajib. - Macam-macam puasa wajib. - Hukum, syarat, rukun dan hal-hal yang membatalkan puasa. 5. Uraian Materi a. Pengertian puasa Tahukah kamu apakah yang dinamakan puasa ? Puasa menurut bahasa berarti menahan diri dari melakukan sesuatu perbuatan. Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat dan beberapa syarat. Puasa secara garis besar terbagi dua yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Pada modul ini kamu akan terlebih dahulu mempelajari tentang puasa wajib.

84

b. Syarat wajib puasa 1) Berakal Jadi orang gila tidak wajib berpuasa dan tidak pula wajib mengqodho (mengganti di hari lain) atau membayar fidyah atau tebusan. Sedangkan bagi orang yang mabuk, juga tidak wajib puasa pada waktu mabuknya itu. Akan tetapi berkewajibabn membayar puasa pada hari ini, sebanyak hari yang mereka tinggalkan setelah ia sadar kembali. 2) Baligh Kira-kira umur 15 tahun bagi kaum laki-laki. Baligh itu ditandai dengan keluarnya air mani atau sperma, disebabkan bermimpi atau sebab lain. Sedangkan bagi kaum wanita, baligh itu biasanya ditandai dengan datangnya menstruasi haid (keluar darah dari qubul atau kemaluannya). Bagi laki-laki maupun perempuan-perempuan jika sampai umur tersebut belum juga ada tanda-tanda baligh, hal itu dapat diketahui dengan tanda-tanda yang lain. Seperti, jika laki-laki sudah keluar kumisnya atau jenggotnya. Otot-ototnya sudah tampak dan lain-lain. Sedangkan bagi kaum wanita, jika berumur 15 tahun belum juga haid, maka balighnya pun dapat diketahui dengan tanda-tanda lain. Seperti bentuk badanya di bagian tertentu (payudara) sudah menonjol , dan lainlain. 3) Kuat atau mampu berpuasa Bagi orang yang sudah tidak kuat berpuasa karena sakit, lanjut usia, bepergian jauh, atau menyusui anaknya diperkenankan tidak berpuasa. Akan tetapi harus mengganti berpuasa pada hari lain. Sedangkan bagi orang yang sudah lanjut usianya, atau lemah (tidak puasa) hendaklah membayar fidyah atau tebusan. Sebagaimana Firman Allah SWT :

Artinya : “.....Maka jika diantara Kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan orang miskin...”. (Q.S. Al- Baqarah : 18 4)

85

c. Syarat-syarat Sah Puasa Di samping syarat-syarat wajib puasa yang harus dipenuhi, oleh orang yang berpuasa. Sebab jika tidak dipenuhi puasanya tidak sah, juga harus memenuhi syaratsyarat sah puasa. Apakah syarat-syarat sah puasa itu? Jika kamu akan mengerjakan puasa, Kamu harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1) Islam Kamu orang Islam, bukan? Kamu adalah orang Islam, oleh karena itu kamu sah berpuasa. Sedangkan bagi orang yang beragama lain puasanya tidak sah. 2) Mumayyiz Yaitu dapat membedakan antara perkara yang baik dengan perkara yang buruk. Jika kamu punya adik kecil kira-kira umur 6 tahun kebawah atau sudah sekolah di kelas I SD. Adikmu itu dinamakan “Mumayyiz”. Agar pada waktu baligh itu adikmu mudah dan mau mengerjakan puasa, maka mulai kecil, harus sudah di latih untuk berpuasa. Biarkan dia berpuasa hanya sampai pukul 10.00 pagi, pukul 12.00 atau waktu Zuhur. 3) Bagi kaum wanita Harus bersuci dari haid dan nifas atau keluar darah disebabkan karna melahirkan anak. Perempuan yang sedang haid atau nifas ini tidak sah puasanya. Akan tetapi harus mengganti puasanya pada hari yang lain sebanyak puasa yang ditinggalkan. d. Rukun puasa Taukah kamu, apakah yang dinamakan dengan rukun puasa itu? Cobalah kamu jawab! Samakah jawabanmu dengan jawaban di bawah ini? Rukun puasa ialah : Segala sesuatu yang harus kamu lakukan pada waktu kamu berpuasa. Jika tidak kamu lakukan rukun puasa tersebut, berarti puasamu tidak sah atau batal. Rukun puasa inilah yang harus perhatikan agar puasamu sah. Adapun yang termasuk rukun puasa itu ialah: 1) Berniat pada malam hari. Jika kamu berpuasa Ramadhan, akan tetapi pada malam harinya tidak niat terlebih dahulu, maka puasamu tidak sah. Niat adalah menyanggupi atau menjaga untuk berpuasa. Sedangkan niat itu tempatnya dalam hati dan sunah melafalkannya dengan lisan. Jika kamu masih kesulitan niat dalam hati, kamu dapat mengucapkan sebagai berikut :

86

Artinya : “Saya niat puasa fardhu besok pagi pada bulan Ramadhan di tahun ini karena Allah ta’ala”. Meskipun niat kamu tidak sesuai dengan contoh diatas, namun maksudnya sama, berarti kamu sudah berniat puasa. Mudah bukan? 2) Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Tahukah kamu hal-hal yang membatalkan puasa ? Coba kamu perhatikan uraian di bawah ini ! e. Hal-hal yang membatalkan puasa ialah : 1) Makan, minum, merokok Sebagian ulama berpendapat bahwa memasukkan sesuatu kelubang-lubang badan, dianggap membatalkan puasa. Seperti lubang hidung, mata dan telinga. 2) Melakukan hubungan badan di siang hari, baik dengan suami ataupun istrinya sendiri, apalagi dengan orang lain. Bagi kaum laki-laki yang menyetubuhi istrinya pada siang hari pada bulan Ramadhan, sedang ia dalam keadaan puasa, maka baginya wajib membayar kifarat dan denda. Denda ini ada tiga tingkatan dan diperbolehkan memilih salah satunya sesuai dengan kemampuan, yaitu : a) Memerdekakan seorang hamba b) Puasa dua bualan berturut-turut. Artinya jika baru berpuasa baru mendapat lima hari kemudian batal, maka harus mengulangi lagi dari pertama (jika tidak kuasa, maka) c) Bersedekah dengan makanan yang mengenyangkan pada 60 fakir miskin tiaptiap orang ¾ liter. 3) Muntah dengan sengaja 4) Keluar haid atau nifas (beranak) 5) Gila, jika gilanya pada siang hari, maka batal puasanya 6) Keluar mani dengan sengaja. Bahkan bersentuhan dengan perempuan jika keluar air maninya, dianggap batal puasanya. 7) Untuk itu, kamu harus berhati-hati selama kamu berpuasa. Kamu jangan sampai melakukan perbuatan-perbuatan seperti di atas,agar puasamu menjadi “sah”.

87

Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1) Makan sahur sebaiknya sesudah setengah malam. Lebih baik lagi 15 menit sebelum imsak. 2) Memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa. 3) Hendaklah bersedekah dan membaca Al-Qur’an atau dengan amalan soleh yang lain. 4) Berbuka puasa sebaiknya dengan makanan/minuman yang manis(kurma), dengan tidak berlebih-lebihan. f. Sunnah-sunnah puasa Yang perlu kamu ketahui, bahwa sunnah-sunnah puasa itu jika kamu lakukan mendapat pahala, akan tetapi jika kamu tinggalkan, kamupun tidak berdosa.Walaupun demikian, sebaiknya kamu kerjakan. Apabila kamu kerjakan di bulan Ramadhan pahalanya akan lebih baik dari pada kamu mengerjakannya di bulan-bulan yang lain. Yang termasuk sunnah-sunnah puasa itu, antara lain: 1) Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Untuk itu, jika kamu mendengar adzan Magrib atau suara yang lain sebagai tanda Magrib, hendaklah kamu cepat-cepat berbuka. 2) Berbuka diawali dengan makan makanan yang manis, jika tidak ada cukup dengan air putih yang sejuk. 3) Berdo’a pada waktu berbuka, seperti :

Artinya : “Ya Allah untuk-Mu saya berpuasa dan dengan Engkau saya beriman, dan atas rizki Engkau saya berbuka, hilang rasa dahagaku dan longgarlah kerongkongan, Insya Allah”. g. Macam-macam puasa wajib Baru saja kamu pelajari syarat sah, syarat wajib, rukun puasa dan hal yang membatalkan puasa. Sekarang kita akan masuk kepada bahasan macam-macam puasa wajib. Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa puasa ada yang wajib dan ada yang sunnah. Lalu apa yang dimaksud dengan puasa wajib? Puasa wajib adalah puasa yang hukumnya wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu berpuasa.

88

Kenapa puasa wajib itu wajib dilaksanakan? Karena ada alasan atau sebab yang mewajibkan, diantara sebab-sebab itu adalah : 1) Karena nash. Yaitu perintah Allah dalam Al Qur’an atau hadits nabi. 2) Karena nazar. Yaitu janji kita kepada Allah SWT mau berpuasa jika ada keinginan kita yang tercapai. 3) Karena kifarat (denda). Untuk lebih jelasnya, ikutilah uraian satu persatu dari macam-macam puasa wajib. 1) Puasa Ramadhan Di namakan puasa Ramadhan karena puasa ini dilakukan pada bulan Ramadhan. Sebagaimana Firman Allah SWT.

Artinya : “Hai sekalian orang-orang yang beriman, diwajibkan atas Kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum Kamu agar Kamu bertakwa. ( Q.S Al-Baqarah : 183) Coba kamu perhatikan ayat di atas ! Yang dimaksud dengan kalimat “diwajibkan atas Kamu Berpuasa “ adalah puasa Ramadhan. Untuk itu wajib bagimu berpuasa jika Kamu mengalami bulan Ramadhan. 2) Puasa Nazar Pernakah kamu berjanji pada dirimu sendiri setelah berhasil/lulus dalam ujian, kemudian akan berpuasa? Jika pernah, berarti kamu sudah pernah melakukan Nazar. Untuk selanjutnya cobalah kamu jawab pertanyaan di bawah ini! Apakah yang dimaksud “puasa Nazar” itu? Jika kamu tidak dapat menjawabnya, cobalah kamu diskusikan dengan temantemanmu! Jika teman-temanmu pun tidak tahu, maka tanyakanlah kepada gurumu! Cobalah kamu perhatikan pengertian puasa Nazar dibawah ini! Puasa Nazar ialah : Puasa yang wajib dilakukan atas dirinya sendiri karena telah dijanjikan sebelumnya untuk mensyukuri nikmat Allah.

89

Jadi yang mewajibkan puasa Nazar ini, adalah dirinya sendiri. Jika tidak dilaksanakan hukumnya berdosa. Puasa Nazar biasanya dilakukan untuk mewujudlan rasa syukur kepada Allah SWT, karena teklah berhasil cita-citanya. Contoh : Pada tahun ini, Ahmad sudah duduk di kelas III SMP Terbuka. Ahmad bernazar, jika ia lulus dalam Ujian Akhir Sekolah (UAS) dengan nilai rata-rata tujuh, ia akan berpuasa tiga hari berturut-turut. Jika ternyata setelah UAN dan UAS telah ditempuhnya, Ahmad memperoleh nilai rata-rata tujuh, maka Ahmad wajib menunaikan nazarnya dengan puasa tiga hari berturut-turut. Jika dilaksanakan, maka Ahmad akan dosa. Sebelum ujian, dia berkata pada dirinya sendiri : “Jika nanti saya lulus EBTANAS dengan nilai rata-rata 7 (tujuh). Saya akan puasa selama tiga hari!” Jika ternyata ia lulus dengan nilai rata-rata 7 (tujuh) maka dia diwajibkan melaksanakan puasa Nazar-Nya. Jika tidak melaksanakan hukumnya dosa. Puasa Nazar ini baik untuk dilakukan, karena sebagai rasa syukur kepada Allah, atas nikmat yang telah diberikan kepada hamban-nya yang dicintai-Nya. 3) Puasa Kifarat Kamu harus tahu, bahwa disamping puasa Ramadhan dan puasa nazar, ada pula puasa lain yang wajib juga dilaksanakan, yaitu : “Puasa Kifarat”. Tahukah kamu apakah yang dimaksud dengab puasa kifarat itu ? Cobalah kamu jawab atau kamu diskusikan kepada teman-teman. Samakah jawabanmu dengan jawaban dibawah ini ? Puasa Kifarat adalah : Puasa yang wajib dilakukan seseorang karena pelanggaran sumpah, atau puasa yang wajib dilakukan oleh seseorang karena batal puasa Ramadhan disebabkan karena zina atau berhubungan badan dengan suami/istrinya pada bulan Ramadhan disiang hari. Karena beratnya kifarat ini, maka sebaiknya Kamu beritahukan kepada orang lain, tentang bahaya berhubungan badan di siang hari pada bulan Ramadhan, walaupun dengan istri/suaminya sendiri.Demikian pula harus kamu ingat jika nanti kamu sudah punya istri atau suami., jangan sampai berhubungan badan disiang hari pada bulan Ramadhan. Saya berharap Kamu dapat memahami uraian pada kegiatan ini. Jika Kamu belum paham tentang materi puasa ini, sebainya Kamu pelajari sekali lagi. Jika Kamu baca sekali lagi pun Kamu belum bisa paham, maka Kamu dapat melihat pada rangkuman berikut ini.

90

Rangkuman : Uraian materi yang baru saja Kamu pelajari itu dapat dirangkum sebagai berikut : Puasa wajib adalah puasa yang harus dikerjakan oelh setiap orang. Dan barang siapa yang meniggalkan hukumnya berdosa dan mendapat siksa. Syarat-syarat wajib puasa ialah : - Berakal - Baligh - Kuat atau mampu melaksanakannya Syarat-syarat sah puasa ialah : - Islam - Mumayyiz - Dalam waktu yang diperbolehkan puasa - Suci dari haid maupun wiladah Rukun puasa ialah : - Berniat pada malam hari - Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa Hal-hal yang dapat membatalkan puasa ialah : - Makan, minum dan merokok - Berhubungan badan disiang hari - Muntah dengan sengaja - Keluar haid atau nifas (beranak) - Gila, jika gilanya pada siang hari, maka batal puasanya - Keluar mani dengan sengaja Sunnah-sunnah puasa ialah : - Menyegarkan berbuka dan mengakhirkan makan sahur - Berbuka diawali dengan makan makanan yang manis, atau dengan air zam-zam atau air putih biasa - Berdo`a pada waktu berbuka - Makan sahur - Bersedekah - Membaca Al-Quran - Melakukan amalan-amalan baik yang lain Disamping puasa Ramadhan, ada pula puasa lain yang wajib dikerjakan oleh setiap orang, yaitu : - Puasa Nazar - Puasa Kifarat

91

6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan berikut 1. Apakah yang dinamakan dengan puasa wajib itu ? 2. Sebutkan yang termasuk puasa wajib itu ! 3. Sebutkan syarat-syarat sah puasa itu ! 4. Sebutkan rukun puasa ! 5. Tunjukkan dalil yang berhubungan dengan kewajiban puasa Ramadhan ?

92

Kegiatan 2 : Puasa Sunnah 1. Standar Kompetensi Memahami tata cara puasa 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan ketentuaan puasa sunnah - Mempratekkan puasa sunnah 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan puasa sunnah - Menyebutkan waktu-waktu yang diharamkan berpuasa - Menyebutkan orang-orang yang diperbolehkan berbuka puasa - Menjelaskan hikmah puasa 4. Materi Pokok Materi pokok dalam uraian ini, meliputi : - Puasa sunnah - Waktu-waktu yang diharamkan puasa - Orang-orang yang diperbolehkan berbuka puasa 5. Uraian Materi a. Pengertian Puasa Sunnah Pada kegiatan pertama, kamu telah mempelajari tentang puasa wajib, beserta syarat sah, syarat wajib, rukun puasa, sunnah-sunnah puasa maupun hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Disamping puasa wajib tersebut diatas, ada pula “puasa sunnah” Tahukah kamu apakah yang dinamakan puasa sunnah ? Mungkin kamu sendiri pernah menjalankan puasa sunnah itu. Puasa sunnah ialah puasa yang apa bila dikerjakan mendapat pahala, tetapi jika ditinggalkan tidak berdosa dan tidak pula disiksa pada hari kiamat nanti. Tentu saja, puasa sunnah ini sering pula dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW, dan ada petunjuk dari beliau. b. Macam-macam puasa sunnah Kapan waktunya puasa sunnah itu dikerjakan ? Sebalum kamu menjawab pertanyaan diatas, alangkah baiknya jika kamu mau mendiskusikan dengan teman-temanmu atau tanyakan dengan gurumu sendiri! Setelah itu, cobalah kamu cocokkan dengan jawaban di bawah ini!

93

1) Puasa enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri (Puasa syawal ). Perhatikan Sabda Rasulullah SAW :

Artinya : “Barang siapa puasa pada bulan Ramadhan kemudian ia puasa pula enam harin pada bulan syawal, adalah seperti puasa sepanjang masa“. (H.R. bukhari dan Muslim ) Pernahkah Kamu mengerjakan puasa sunnah seperti waktu di atas? Memang berat rasanya, puasa enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Sebab makanan di Hari Raya masih banyak dan baru saja Kamu mengerjakan puasa Ramadhan. Yang termasuk puasa sunnah lainnya ialah : 2) Puasa hari Arafah, yaitu tanggal 9 bulan ZULHIJJAH, kecuali bagi orang yang sedang beribadah haji. 3) Puasa hari Asyura, yaitu 10 Muharam. 4) Puasa bulan Sya`ban. Dalam hal ini Nabi melakukan sampai beberapa hari. 5) Puasa hari Senin dan Kamis. Sebagaimana Sabda Rasulullah :

Artinya : ”Dari Aisyah ; Nabi Muhammad SAW, mengutamakan puasa hari senin dan kamis “. ( H.R. Tirmidzi ) c. Waktu-waktu yang diharamkan puasa Tidaklah semua wakyu atau hari itu diperbolehkan kamu mengerjakan puasa, baik puasa sunnah maupun puasa wajib. Ada beberapa hari, diaman kamu diharamkan untuk puasa. Tahukah kamu hari-hari apakah itu ? Coba kamu perhatikan uraian di bawah ini ! Waktu-waktu yang diharamkan puasa ialah : 1) Dua hari Raya, baik Hari raya Fitri ( Idul Fitri ) maupun Hari Raya Adha ( Idul Adha ) 2) Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11,12 dan 13 bulan Haji.

94

Hal itu berdasarkan kepada Hadits Nabi Muhammad SAW.

Artinya : ”Dari Anas, Nabi Muhammad SAW, telah melarang puasa lima hari dalam satu tahun (yaitu) : hari Raya Idul Fitri, hari Raya Haji (Adha) dan tiga hari Tasyrik (tanggal 11, 12, 13 dan 13 bulan Haji)”. (H.R. Daruqutni) Menurut hadist Nabi muhammad SAW diatas, bahwa waktu-waktu yang diharamkan berpuasa itu ialah : 1) Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha 2) Tiga hari tasyrik yaitu 11,12, d1n 13 di bulan Zulhijjah. d. Orang-orang yang diperbolehkan berbuka puasa Ada beberapa orang yang tidak diwajibkan puasa atau mereka diperbolehkan berbuka puasa khususnya pada puasa wajib. Mungkinkah kamu termasuk orang tersebut? Mari kita ikuti berikut ini! Orang-orang yang tidak diwajibkan puasa atau diperbolehkan berbuka puasa pada bulan Ramadhan antara lain : 1) Orang sakit, yaitu orang dalam keadaan sakit atau kalau berpuasa sakitnya bertambah parah. Namun jika sudah sembuh diwajibkan mengganti puasanya sebanyak yang ditinggalkan. 2) Orang yang dalam bepergian jauh, kira-kira 80.640 km dan perginya bukan untuk tujuan maksiad. Wajib baginya, mengqada puasanya sebanyak yang ditinggalkan pada hari lain. Perhatikan firman Allah di bawah ini (Q.S. Al-Baqarah : 185)

Artinya : “Barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Betul bukan, bahwa orang yang bepergiaan jauh itu boleh berbuka. Akan tetapi harus mengganti puasa pada hari lian sebanyak hari-hari yang ditinggalkan.

95

3) Orang tuayang sudah lemah keadaannya atau orang biasa yang lemah kejadiannya dan bukan karena tua, maka boleh berbuka, dan wajib atasnya membayar fidyah tiap hari ¾ liter beras atau yang mengenyangkan kepada fakir dan miskin. Adakah sekitarmu orang yang seperti itu ? 4) Selanjutnya termasuk orang-orang yang diperbolehkan berbuka puasa ialah : Orang yang hamil tua dan orang yang menyusui anak. Kedua jenis perempuan tersebut kalau takut akan jadi sesuatu yang menyebabkan bahaya, baik bagi dirinya atau pada anaknya, maka boleh berbuka, tetapi wajib mengganti pada hari lain. Mengganti atau mengqodho puasa di hari alin tidak boleh ditunda-tunda. Orang yang menunda-nunda waktu membayar puasa, akan tetapi tidak dilaksanakan dan bahkan sampai datang bulan puasa berikutnya belum juga melaksanakan, maka dia wajib membayar puasa sebanyak hari-hari yang ditinggalkan serta membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada fakir miskin sebanyak satu mud (6 ons) pada tiap-tiap hari yang ia tinggalkan. Jadi jika orang itu meninggalkan puasa sebanyak 5 hari, berarti di samping membayar puasa 5 hari, masih juga diwajibkan memberi makanan yang mengenyangi kepada fakir miskin sejumlah 5 mud. Rangkuman : Puasa sunnah ialah puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Waktu-waktu puasa sunnah a. Enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri b. Hari Arafah, yaitu tanggal 9 bulan Zulhijjah, kecuali orang yang beribadah haji c. Puasa hari Asyura, yaitu 10 Muhar`ram d. Puasa bulan Syakban e. Puasa tengah bulan, dari tiap-tiap bulan Qomariyah ( tahun Hijrah ) yaitu tanggal 13,14 dan 15 f. Puasa hari senin dan kamis Waktu-waktu yang diharamkan puasa a. Dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha b. Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11,12 dan 13 bulan Zulhijjah Orang yang diperbolehkan berbuka puasa ialah : a. Orang sakit b. Orang yang dalam bepergiaan jauh, kira-kira 80.640 km c. Orang sudah lemah keadaannya, atau lemah kejadiannya d. Orang yang hamil tua dan orang yang sedang menyusui anaknya

96

Hikmah puasa ialah : a. Mendidik untuk taqwa kepada Allah SWT b. Melatih untuk menjadi manusia untuk berbuat kebaikan kepada fakir dan miskin c. Menjadikan jiwa dan raga sehat d. menambah amal kebajikan dan menghindarkan diri dari beberapa kemaksiatan e. malitih kesabaran 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. Apakah yang dinamakan puasa sunnah ? Jelaskan ! 2. Sebutkan waktu-waktu yang diharamkan puasa ? 3. Siapakah orang-orang yang diperbolehkan berbuka puasa ? 4. Kapan waktu puasa sunnah itu ? Jelaskan !

97

C. PENUTUP

Alhamdulillah, ucapkanlah kalimat itu atas keberhasilan kamu mempelajari modul ini, mudah-mudahan kamu dapat menggambarkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah semangat belajarmu. Kalau kamu sudah siap, mintalah tes akhir kepada gurumu, dan raihlah nilai yang bagus jangan kurang dari 6,5 untuk melanjutkan pelajaran kamu ke modul selanjutnya. Terus belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu untuk menyongsong kehidupan yang cerah.

98

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. Puasa wajib ialah : Puasa yang harus dikerjakan oleh setiap orang dan barang siapa yang meninggalkan hukumnya dosa. 2. Puasa Ramadhan, Puasa Nazar, dan Puasa Kifarat 3. Islam Dewasa Mumayiz Dalam waktu yang diperbolehkan puasa Suci dari haid dan wiladah (nifas)

4. Niat : Menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, merokok, menggauli istri dan lain-lain. 5.

Tugas 2 1. Puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat siksa. 2. - Dua Hari Raya, yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha - Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 bulan haji 3. 4. Orang sakit Orang dalam bepergiaan jauh, kira-kira 80.640 km Orang sudah lemah keadaannya, atau lemah kejadiannya Orang yang hamil tua dan orang yang sedang menyusui anaknya

6 hari setelah Hari Raya Idul Fitri Hari Arafah, yaitu tanggal 9 bulan Zulhijjah, kecuali orang yang beribadah haji Puasa hari Asyura, yaitu 10 Muhar`ram Puasa bulan Sya`ban puasa tengah bulan, dari tiap-tiap bulan Qomariyah ( tahun Hijrah ) yaitu tanggal 13,14 dan 15 - Puasa hari senin dan kamis

99

ISL.VIII.1.4.08

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT MAL

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: Drs. H. Murhanuddin, MM H. M. Saleh H. Yunus : Moh. Sofyan, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Anak-anakku saya ucapkan selamat bertemu. Setelah selesai mempelajari modul terdahulu, sekarang mari kita pelajari modul yang membahas Zakat Fitrah dan Zakat Mal. Untuk memudahkan, modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan : 1. Zakat Fitrah. 2. Zakat Mal. Agar dalam mempelajari modul ini kamu tidak banyak mengalami kesulitan, maka kamu dapat meminjam buku-buku perpustakaan atau buku lain yang ada kaitannya dengan materi pokok yang sedang kamu pelajari. Pada akhir modul ini kamu juga harus mengerjakan soal-soal akhir modul untuk mengetahui kemampuan atau prestasi belajarmu. Ingat jangan lupa sebelum mempelajari modul ini bacalah “Basmalah”.

Selamat Belajar

103

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Zakat Fitrah 1. Standar Kompetensi Memahami zakat 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan pengertian zakat fitrah dan zakat mal - Membedakan antara zakat fitrah dan zakat mal - Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat - Mempraktekkan pelaksanaan zakat fitrah dan zakat mal 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan pengertian, hukum dan syarat-syarat zakat fitrah - Menjelaskan waktu zakat fitrah - Menyebutkan orang-orang yang berhak menerima zakat 4. Materi Pokok Zakat fitrah : - Pengertian hukum zakat fitrah - Waktu zakat fitrah - Orang yang berhak menerima zakat 5. Uraian Materi Tahukah kamu pengertian zakat itu? Untuk mengetahuinya, bacalah uraian berikut ini : Pengertian Zakat Sebelum kamu mengetahui apakah zakat itu, mari kita gambarkan kehidupan orang kaya. Zakat diwajibkan bagi orang kaya atau orang yang telah mempunyai kadar tertentu dari kekayaannya itu, ada sebagian yang harus dikeluarkan untuk orang yang berhak menerimanya. Zakat menurut pengertian bahasa berasal dari kata Tazkiyah yang berarti mensucikan. Menunaikan zakat harta berarti mensucikan harta dari bercampurnya dengan hak orang lain, dan menunaikan zakat fitra berarti mensucikan jiwa ( dari dosa ). Sedangkan menurut pengertian istilah syariat Islan ialah nama dari sebagian harta tertantu yang diberikan kepada golongan tertentu juga dengan beberapa syarat tertentu. Harta tersebut dinamakan Zakat. Harta itu akan menjadi bertambah, lantaran dikeluarkan ( dibelanjakan ) zakatnya dan lantaran doa orang yang menerima zakat.

104

Coba kamu simak baik-baik firman Allah berikut ini :

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tiada pula mereka bersedih hati“. ( Al- Baqarah : 227 ) Setelah kamu pahami apa yang dimaksud dengan zakat itu, sekarang kamu perhatikan uraian tentang zakat fitrah ini. a. Pengertian zakat fitrah Zakat fitrah disebut juga Zakat Nafs, yaitu zakat untuk membersihkan jiwa, zakat ini disebut juga Zakat Fitrah, karena mewajibkan membayarkannya lantaran datangnya masa berbuka (hari raya fitri). Zakat fitrah artinya zakat badan atau jiwa, karena zakat tersebut bertujuan membersihkan jiwa dari dosa. b. Syarat wajub zakat fitrah
Beras sebagai alat pembayaran zakat fitrah

1) Orang Islam, yang bukan Islam tidak wajib 2) Hidup pada saat terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan dan terbitnya fajar hari raya. 3) Mempunyai kelebihan makanan yang bisa dikeluarkan untuk zakat fitrah Tahukah kamu dengan maksud pada poin kedua ? Maksudnya adalah pada saat terbanamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan atau dalam takbiran lebaran idul fitri. Contoh : Kamu punya adik keponakan yang baru saja lahir pada malam takbiran, maka adik atau keponakanmu sudah wajib zakat fitrah tentunya jika orang tuanya mempunyai kelebihan yang bisa dikeluarkan baik untuk dirinya atau untuk dibagi itu. Kemudian disyaratkan untuk zakat fitrah ini harus berupa bahan makanan yang umum di negeri tempat tinggal orang mengeluarkan zakat. Karena pada umumnya para fakir miskin lebih suka kepada makanan yang biasa dimakan di negerinya. Jika di negeri itu bermacam-macam jenis makanan pokoknya, maka bagi yang kewajiban zakat fitrah boleh mengeluarkan apa saja yang ia kehendaki. Hanya menurut setengah pendapat ia diwajibkan mengeluarkan bahan makanan yang mutunya paling baik. Banyaknya zakat fitrah ini yaitu satu sha` atau 3,5 liter atau + 2500 gram (2,5 kg) 105

c. Hukum Zakat Fitrah Zakat fitrah hukumnya wajib bagi mereka yang memenuhi syarat wajib zakat. Rasulullah SAW bersabda :

Artinya : ”Dari Abu Abbas, katanya : Telah diwajibkan oleh Rasulullah SAW, zakat fitrah sebagai pembersih jiwa bagi orang yang berpuasa dan memberi makan orang miskin. Barang siapa yang menunaikan sebelum shalat hari raya, maka zakat itu diterima, dan baarang siapa yang membayarnya sesudah shalat, maka zakat itu sebagai sedekah biasa”. ( H.R. Abu Daud dan Ibnu Majah ). d. Waktu Zakat Fitrah Waktu yang diperbolehkan untuk membayar zakat fitrah adalah dari awal Ramadhan sampai hari terakhir Ramadhan dan waktu yang lebih baik adalah sesudah shalat subuh sampai sebelum khatib naik mimbar pada Shalat Idul Fitri. e. Orang yang berhak menerima zakat Pernahkah kamu mendengar istilah “mustahiq”. Istilah itu adalah sebutan bagi orangorang yang berhak menerima zakat. Orang-orang yang berhak menerima zakat dikelompokkan dalam 8 golongan, yaitu : 1) Fakir, yaitu orang yang tidak mempunyai penghasilan tetap dan tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. 2) Miskin, yaitu orang yang mempunyai penghasilan (pekerjaan) tetapi tidak mencukupi kebutuhannya sehari-hari. 3) Ghorim, yaitu orang yang terlibat hutang. 4) Amil, yaitu orang yang mengurus zakat (panitia zakat). 5) Ibnu sabil, yaitu orang yang dalam perjalanan dan kehabisan bekal. 6) Sabilillah, yaitu orang-orang yang bekerja untuk kemajuan Islam (agama Allah) demi kepentingan orang banyak. 7) Hamba sahaya, yaitu orang yang dibeli sebagai budak untuk dipekerjakan. (Hal ini terjadi di zaman Nabi SAW, pada zaman sekarang sudah tidak ada lagi). 8) Muallaf, yaitu orang yang baru masuk Islam. Itulah 8 golongan yang berhak menerima zakat. Jika disekitar tempat tinggal kamu ada orang yang termasuk kepada salah satu golongan tersebut, maka ia berhak menerima zakat.

106

Rangkuman : 1. Zakat terbagi dua : Zakat Fitrah dan Zakat Mal 2. Zakat Futrah adalah : Zakat untuk membersihkan jiwa 3. Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi yang memenuhi syarat , yaitu : - Islam - Hidup pada saat terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan dan terbitnya fajar hari raya. - Mempunyai kelebihan makanan yang bisa dikeluarkan untuk zakat fitrah 4. Waktu zakat fitrah Boleh dibayarkan dari awal Ramadhan sampai hari terakhir Ramadhan, hanya yang lebih baik dibayarkan sesudah shalat subuh sampai sebelum Khatib naik mimbar pada Shalat Idul Fitri. 6. Tugas 1 Jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Jelaskan pengertiaan zakat fitrah ? 2. Sebutkan hukum zakat fitrah ? 3. Jelaskan ketentuan waktu untuk membayar zakat fitrah ? 4. Siapakah yang wajib mengeluarkan zakat fitrah ?

107

Kegiatan 2 : Zakat Mal ( Zakat Harta ) 1. Standar Kompetensi Memahami zakat 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan pengertian zakat fitrah dan zakat mal - Membedakan antara zakat fitrah dan zakat mal 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari kegiatan 2 ini, Kamu diharapakan dapat : - Menjelaskan ketentuan zakat mal - Menyebutkan macam-macam harta yang wajib dizakatkan - Menyebutkan orang-orang yang wajib memberikan zakat mal - Menerangkan nisab zakat mal - Praktek menghitung zakat 4. Materi Pokok - Pengertian zakat mal - Syarat, rukundan hukum zakat mal - Macam-macam harta yang wajib dizakatkan - Nisab zakat mal - Praktek menghitung nisab zakat 5. Uraian Materi a. Pengertian, syarat dan hukum zakat mal 1) Pengertian zakat mal Zakat mal yaitu memberikan sebagian harta kekayaan kepada yang berhak menerimanya untuk membersihkan kotoran hartanya dari bercampurnya hak orang miskin atas harta tersebut. 2) Syarat, Rukun dan Hukum Zakat Mal Uraian di atas menerangkan bahwa zakat mal diwajibkan bagi orang kaya, namun tidak semua orang kaya harus berzakat, kecuali jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a) Islam, yang tidak islam tidak wajib zakat, Abu Bakar berkata :

Artinya : ”Inilah sedekah (zakat) yang diwajibkan oleh Rasulullah SAW, kepada orang-orang Islam” ( Al-Hadits)

108

b) Merdeka Hamba sahaya tidak wajib mengeluarkan zakat, karena ia tidak mempunyai hak milik. Andai kata pemilik budak atau orang lain memilikkan sesuatu kepadanya, maka ia tidak berhak memiliknya. Perlu kamu ketahui bahwa sekarang perbudakkan itu sudah tidak ada. c) Milik yang sempurna Harta yang dimiliki itu benar-benar adalah miliknya yang sah. Jika kedudukan harta itu masih lemah, seperti harta itu berada di tempay yang mungkin bisa hilang, atau dititipkan pada orang lain lalu yang dititipi ingkar ( bermasalah ), jika terjadi demikian, maka tidak wajib zakat. d) Genap Senisab ( ukuran paling sedikit-sedikit wajib zakat ) Nisab adalah batas tertentu dari harta kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya. Jika suatu harta belum sampai pada ukuran yang wajin untuk berzakat, maka tidak wajib zakat. e) Genap satu tahun (Haul) Seseorang wajib mengeluarkan zakat harta kekayaannya jika sudah genap satu tahun harta itu dimiliki. Nabi SAW bersabda :

Artinya : tidak wajib zakat pada suatu harta, hingga lewat masa atau tahun. Syarat-syarat wajib tersebut di atas adalah syarat-syarat secara umum. Sedangkan untuk macam-macam harta yang wajib di zakati ada juga persyaratan khusus. Misalnya zakat binatang ternak ada persyaratan khusus, yaitu harus digembalakan di padang rumput. Tidak memerlukan biaya banyak dalam pemeliharaannya. Binatang tersebut tidak dipekerjakan untuk menggarap sawah atau mengangkat barang-barang dan semacamnya. Penjelasan dengan uraian macam-macam harta yang wajib di zakati. Sekarang sudah mengertikah kamu tentang syarat-syarat wajib zakat ? Jika belum paham seyogyanya kamu ulangi membaca sekali lagi sampai kamu benar-benar mengerti. Jika kamu sudah mengerti, sekarang lanjutkan pada uraian berikut ini, yaitu tentang rukun zakat. Rukun adalah suatu yang harus terpenuhi di dalam suatu pekerjaan / ibadah. Rukun zakat adalah sesuatu yang harus ada di dalam ibadah zakat itu sendiri.

109

Adapun rukun zakat adalah : a) Niat, setiap amal ibadah tergantung pada niatnya. b) Muzakki, yaitu orang yang wajib mengeluarkan zakat c) Mustahik, yaitu orang yang berhak menerima zakat d) Mal atau harta yang di keluarkan zakatnya Keempat rukun tersebut merupakan satu kesamaan yang tidak berdiri sendiri. Tidak mungkin ada orang yang berzakat jika tidak ada yang menerimanya atau tidak ada barangnya atai tidak berniat untuk zakat. Oleh karenanya jika salah satu rukun itu tidak ada, maka tak dapat disebut zakat. Setelah mengetahui pengertian zakat, syarat dan rukun zakat, ada pertanyaan untuk kamu diskusikan atau kamu tanyakan pada gurumu, yaitu : Apakah hukum zakat itu ? Jika kamu sudah mendiskusikan atau menanyakannya, sekarang bandingkan dengan uraian berikut ini. Hukum Zakat Firman Allah SWT yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shaleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala disisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak ( pula ) mereka bersedia hati “. ( Q.S.Al-Baqarah : 277 ) Pada ayat diatas terdapat penjelasan bahwa jika kita beramal baik, shalat dan zakat, kita akan mendapat pahala dari Allah SWT. Dengan amal baik, sholat dan zakat akan hilanglah rasa kekhawatiran dan kesedihan yang selalu dialami oelh manusia. Perintah sholat dan zakat secara beriringan menunjukkan pentingnya menjalankan kewajiban zakat dan sholat. Satu lagi Kamu baca dalil tentang kewajiban zakat yang terdapat dalam AlQur'an surat At-Taubah ayat 103 yang berbunyi :

Artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu Kamu membersihkan, dan mensucikan mereka. Dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a Kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. At-Taubah : 103) Cobalah Kamu baca sekali lagi dua ayat terakhir tersebut dan Kamu perhatikan maknanya. Apa isi yang terkandung di dalamnya? Apakah hubungannya kedua ayat tersebut?

110

Kalau perlu Kamu diskusikan dengan temanmu atau Kamu tanyakan pada gurumu. Biasakan Kamu berdiskusi dan bertanya, agar semakin jelas keterangan ini. Setelah Kamu menanyakan kepada gurumu atau Kamu diskusikan dengan temanmu, coba Kamu bandingkan dengan keterangan berikut. Ternyata tujuan zakat tidak hanya sekedar sebagai ibadah semata, tetapi juga menjadikan ketentraman bathin. Ketentraman bathin tersebut dapat dicapai dengan jiwa yang suci. Dan jiwa suci dapat diperoleh jika harta-harta yang dimiliki dibersihkan kotorannya dengan berzakat. Pada surat Al-Baqarah ayat 277 disebutkan tidak ada kekhawatiran dan kesedihan bagi mereka yang beramal baik, shalat dan zakat. Sedangkan pada surat At-Taubah ayat 103 ditegaskan sesungguhnya zakat itu membersihkan dan mensucikan harta dan jiwa. Dengan harta yang bersih jiwa menajdi suci, bathin tenang dan hidup menjadi tenteram. Dari keterangan di atas Kamu dapat mengambil kesimpulan bahwa : - zakat itu hukumnya wajib - kewajiban zakat sama dengan kewajiban shalat dan amal baik lainnya - kewajiban zakat mempunyai pengaruh terhadap ketenangan dan ketenteraman jiwa Kamu sudah jelas, bukan? Tentang syarat, rukun dan hukum zakat. Kemudian timbul pertanyaan lagi, harta apa saja yang wajib dizakati? Untuk memperoleh jawabannya bacalah uraian berikut ini. b. Nisab Zakat Nisab adalah batas paling sedikit dari sejumlah harta sehingga wajib dizakati. Misalnya batas terendah seseorang wajib mengeluarkan zakat binatang sapi, harus sudah mencapai jumlah 30 ekor sapi. Dan zakat dari 30 ekor sapi itu cukup 1 ekor sapi berumur 1 tahun. Untuk lebih lengkapnya akan Kamu ketahui pada uraian berikut ini. Janganlah berhenti membaca sebelum Kamu memahaminya. Nisab Hasil Pertanian Nisab harta hasil dari pertanian sebanyak 5 wasak, yaitu ± 750 kg. Hasil pertanian yang pengairannya tadah hujan dan tidak banyak mengeluarkan biaya zakatnya 10%. Namun apabila pengairannya itu memerlukan tenaga dan biaya, maka zakatnya separuh dari sepuluh persen yaitu 5% (lima persen).

111

Hal ini berdasar kepada hadits Nabi Muhammad saw. :

Artinya : “Pada tanaman yang mendapat siraman air sungai dan hujan, maka wajib zakat sepersepuluh, dan yang disiram dengan tenaga penyiram, wajib zakat separuh dari sepersepuluh”. (H.R. Bukhari Muslim) Persentase 10% atau 5% itu disesuaikan dengan pertimbangan biaya dan modal tanam. Pada masa sekarang ini, rasanya sulit usaha pertanian yang tidak membutuhkan biaya. Oleh karenanya persentase itu dapat dipastikan 5%. Nisab Binatang Ternak Binatang ternak yang ditentukan nisabnya sebagai berikut : - Sapi dan Kerbau Jika sapi atau kerbau itu sejumlah 30 sampai dengan 39 ekor, zakatnya cukup 1 ekor yang berumur satu tahun. Apabila sapi atau kerbau itu sejumlah 40 sampai dengan 59 maka zakatnya seekor yang berumur dua tahun. Kemudian jika sejumlah 60 sampai dengan 69 zakatnya dua ekor yang berumur satu tahun. Jika sapi atau kerbau itu sejumlah 70 sampai dengan 79 ekor, maka zakatnya seekor yang berumur satu tahun dan seekor yang berumur dua tahun. Begitu seterusnya tiap-tiap tambah 30 ekor sapi atau kerbau, maka zakatnya ditambah seekor anak sapi atau kerbau berumur satu tahun lebih. Dan setiap tambah 40 ekor, maka zakatnya ditambah seekor berumur dua tahun. - Nisab Kambing Batas paling sedikit wajib dikeluarkan zakatnya, apabila kambing itu sebanyak 40-120 ekor, maka zakatnya seekor kambing yang berumur 2 tahun. Jika mempunyai 121-200 ekor, maka zakatnya 2 ekor, jika berjumlah 201-399 ekor, maka zakatnya 3 ekor, jika berjumlah 400-499 ekor, maka zakatnya 4 ekor kambing yang berumur 2 tahun. Demikian seterusnya tiap-tiap tambah 100 ekor zakatnya tambah 1 ekor.

112

Kambing adalah sebagai salah satu yang wajib dizakati

- Nisab Emas dan Perak Permulaan nisab emas ialah dua puluh mitsqol atau 93,6 gram. Untuk jumlah ini zakatnya ialah 2,5%. Adapun nisab perak ialah dua ratus dirham atau 624 gram zakatnya 2,5%. - Nisab Perniagaan Nisab harta perniagaan ditetapkan setara dengan nisab emas dan perak. Adapun waktunya dihitung sejak mulai berniaga. Pada tiap-tiap akhir tahun perniagaan dihitung harta perniagaan. Jika perhitungan akhir tahun harta perniagaan sampai senisab (jumlahnya sama dengan harga senisab emas), maka wajib dikeluarkan zakatnya. Jumlah zakatnya pun sama dengan zakatnya emas, yakni 2,5%. - Nisab Barang Tambang Nisab barang tambang atau rikaz, penemuan peninggalan zaman jahiliyyah adalah disamakan dengan nisab emas yaitu 93.6 gram sedang zakat yang harus dikeluarkan sebesar 2,5%. Demikianlah masing-masing harta yang wajib dizakati. Selanjutnya akan kita coba mengambil contoh harta dan nisab zakatnya. c. Praktek Menghitung Nisab Zakat Pada bagian ini Kamu coba menghitung nisab zakat. Ambil contoh misalnya nisab zakat emas. Seseorang mempunyai simpanan emas seberat 190 gram emas murni (24 karat). Setelah selama satu tahun tinggal 100 gram. Berapa gramkah zakatnya? Dan berapa rupiah zakatnya, jika dengan uang diketahui harga emas satu gram sebesar Rp 75.000,Coba Kamu hitung bersama-sama temanmu atau tanyakan pada guru agamamu.

113

Jika sudah Kamu hitung dan Kamu tanyakan pada gurumu. Silakan cocokkan dengan jawaban berikut ini, jika sama, maka jawabanmu adalah benar. Perhitungan nisab adalah selama satu tahun, jika pada saat penghitungan adalah 100 gram dan zakatnya adalah 2,5% dari 100 gram, yaitu 2,5 gram x Rp 75.000,- sama dengan Rp 187.500,-. Sekarang coba Kamu hitung nisab zakat pertanian berikut ini. Seorang petani ketika panen padi menghasilkan padi sebanyak 5 ton. Berapakah zakatnya? Dan kapan mengeluarkannya. Diketahui sawahnya tidak tadah hujan. Silakan coba dulu! Jika sudah, cocokkan dengan jawaban berikut! Kamu ketahui, bahwa 5 ton padi = 5.000 kg Karena diairi dengan irigasi (yang memerlukan biaya), maka zakatnya sebesar 5%. 5000 kg x 5 Jadi = 250 kg padi 100 Untuk lebih jelasnya, bacalah tabel berikut! Tabel ini merupakan patokan untuk menghitung nisab zakat. Tabel 1 Patokan Untuk Mengitung Nisab Zakat
No. 1. 2. Macam Harta Padi/gandum/jagung Sapi/kerbau Nisabnya 750 kg 30 – 39 ekor 40 – 59 ekor 60 – 69 ekor 70 – 79 ekor 80 – 89 ekor tiap tambah 30 ekor 40 – 120 ekor 121 – 200 ekor 201 – 399 ekor tiap tambah 100 ekor 93,6 gram 624 gram sama dengan emas sama dengan emas sama dengan emas Zakatnya 5% - 10% 1 ekor umur 1 tahun 1 ekor umur 2 tahun 2 ekor umur 1 tahun 2 ekor umur 2 tahun 3 ekor umur 1 tahun tambah 1 ekor umur 1 tahun 1 ekor umur 2 tahun 2 ekor umur 2 tahun 3 ekor umur 2 tahun tambah 1 ekor umur 2 tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%

3.

Kambing

4.

Emas. Perak dan uang - emas murni (24 karat) - perak - uang Perniagaan Rikaz/barang tambang/temuan

5. 6.

Setelah Kamu baca ketentuan-ketentuan zakat sebagaimana uraian di atas, tentu Kamu akan bertanya, untuk siapakah zakat itu diberikan? Nah, untuk mengetahui jawabannyam, bacalah uraian materi pokok yang terdapat pada kegiatan 3.

114

Rangkuman :

Zakat adalah kadar/ukuran harta tertentu yang diberikan kepada golongan tertentu juga dengan beberapa syarat yang tertentu. - Syarat zakat pada umumnya adalah : Islam, merdeka, milik yang sempurna, nisab dan haul (genap satu tahun) kecuali zakat pertanian dan rikaz. - Rukun zakat adalah niat, muzaki, mustahik, dan barang/harta zakat. - Hukum zakat adalah wajib. Macam-macam harta yang dizakati adalah : emas, perak dan uang, pertanian, peternakan, perniagaan dan rikaz/barang temuan. Nisab zakat adalah batas terendah dari jumlah harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Nisab zakat masing-masing harta sebagai berikut : - Emas nisabnya 93,6 gram, zakatnya 2,5% - Perak nisabnya 93,6 gram, zakatnya 2,5% - Uang nisabnya seharga 93,6 gram emas, zakatnya 2,5% - Perniagaan nisabnya seharga 93,6 gram, zakatnya 2,5% - Rikaz nisabnya seharga 93,6 gram emas, zakatnya 2,5% - Pertanian nisabnya 750 kg, zakatnya 5% - 10% - Kambing nisabnya 100 ekor, zakatnya 1 ekor - Sapi/kerbau nisabnya 30 – 39 ekor, zakatnya 1 ekor Waktu untuk mengeluarkan zakat : - Emas dan perak - Perniagaan setiap tahun - Hewan ternak - Hasil pertanian: setelah panen
6. Tugas 2 Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Apakah pengertian zakat menurut bahasa dan istilah? 2. Apakah syarat khusus yang mewajibkan seseorang untuk zakat binatang ternak? 3. Apakah syarat umum wajib zakat harta itu? 4. Sebutkan apa saja rukun zakat itu? 5. Sebutkan harta yang wajib dizakati? 6. Berapa rupiah nisabnya uang dan zakatnya? Jika diketahui harga emas 1 gram sama dengan Rp. 75.000,7. Jelaskan kandungan Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 103?

115

C. PENUTUP

Alhamdulillah, ucapkanlah kalimat itu atas keberhasilan kamu mempelajari modul ini, mudah-mudahan kamu dapat menggambarkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah semangat belajarmu. Kalau kamu sudah siap, mintalah tes akhir kepada gurumu, dan raihlah nilai yang bagus jangan kurang dari 6,5 untuk melanjutkan pelajaran kamu ke modul selanjutnya. Terus belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu untuk menyongsong kehidupan yang cerah.

116

D. KUNCI TUGAS Tugas 1

1. Zakat Fitrah adalah zakat yang dikeluarkan oleh setiap jiwa 2. Hukum zakat fitrah adalah wajib 3. Waktu zakat fitrah : Diperbolehkan dari awal ramadhan samapi sebelum sholat idul fitri dan waktu yang lebih baik adalah setelah sholat subuh 1 syawal sampai sebelum khatib naik mimbar pada sholat idul fitri 4. Syarat Wajib zakat fitrah : a. Islam b. Hidup saat terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan ramadhan c. mempunyai kelebihan makanan yang bisa dikeluarkan untuk zakat fitrah
Tugas 2

1. Zakat menurut bahasa adalah tumbuh atau bertambah. Sedangkan menurut istilah adalah kadar/ukuran dari sebagian harta tertentu, yang diberikan kepada golongan tertentu, dengan beberapa syarat tertentu 2. Seseorang wajib zakat binatang ternak jika memenuhi syarat khusus yaitu binatang itu digembalakan, tidak dipekerjakan dan tidak diberi umpan. 3. Syarat wajib zakat pada umumnya adalah : - Islam - merdeka - milik sempurna - senisab - haul (genap setahun), kecuali hasil pertanian dan rikaz 4. Rukun zakat yaitu : niat, muzakki, mustahik dan harta zakat 5. Harta yang wajib dizakati yaitu : emas, perak, uang, pertanian, peternakan, perniagaan dan rikaz. 6. Nisabnya uang Rp. 75.000,- (harga emas) x 93,6 gram (nisab emas) = Rp. 7.200,000,Sedangkan zakatnya adalah 2,5% dari Rp. 7.200.000,- adalah Rp. 180.000,7. Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 103 menerangkan zakat dapat menenteramkan jiwa. Jadi karena tidak pernah khawatir dan sedih akan tenteramlah jiwanya.

117

ISL.VIII.1.4.09

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 1 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

PERKEMBANGAN MASYARAKAT MADINAH SEBELUM DAN SESUDAH HIJRAH, DAN PENYIARAN ISLAM PERIODE MADINAH

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: M. Saleh H. Yunus : Moh. Sofyan, S.Ag : Sunarmi, S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Anak-anakku saya ucapkan selamat bertemu. Setelah selesai mempelajari modul terdahulu, sekarang mari kita pelajari modul yang membahas Perkembangan Masyarakat Madinah Sebelum dan Sesudah Hijrah, dan Penyiaran Islam Periode Madinah. Agar dalam mempelajari modul ini kamu tidak banyak mengalami kesulitan, maka kamu dapat meminjam buku-buku perpustakaan atau buku lain yang ada kaitannya dengan materi pokok yang sedang kamu pelajari. Pada akhir modul ini kamu juga harus mengerjakan soal-soal akhir modul untuk mengetahui kemampuan atau prestasi belajarmu. Ingat jangan lupa sebelum mempelajari modul ini bacalah “Basmalah”.

Selamat Belajar

121

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Masyarakat Madinah sebelum dan sesudah Islam datang 1. Standar Kompetensi Siswa menggambil manfaat dari sejarah/Islam tentang keadaan masyarakat Madinah sebelum dan sesudah Islam datang dakam kehidupan sehari-hari. 2. Kompetensi Dasar Siswa mampu mengambil manfaat dari perkembangan masyarakat madinah sebelum dan sesudah Islam datang. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah kamu mempelajari kegiatan ini, diharapakan dapat : - Menjelaskan keberagaman masyarakat madinah sebelum dan sesudah Islam datang. - Menjelaskan kebudayaan masyarakat Madinah sebelum dan sesudah Islam datang. - Menjelaskan hubungan Anshor dan Muhajirin - Menjelaskan hubungan Islam dengan non Islam dan toleransi kaum muslimin terhadap agama lain. 4. Materi Pokok Masyarakat Madinah sebelum dan sesudah Islam datang 5. Uraian Materi a. Madinah sebelum Islam

Madinah (As : Al-Madinah Al-Munawwarah = kota yang mendapat cahaya ). Sebuah kota dalam wilayah kekuasaan pemerintah Kerajaan Arab Saudi sekarang. Kota itu dikenal sebagai yanh suci kedua umat islam. Pada zaman Nabi Muhammad SAW dan A`khulafa` ar-Rasydiin ( empat kalifah pengganti Anbi SAW ), kota itu menjadi pusat dakwah, pusat pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota itulah Islam memancar ke seluruh penjuru semenanjung arab dan kemudian keseluruh dunia. Di kota ini terletak Masjid “Nabawi yang dibangun oleh Nabi SAW dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid itu merupakan salah satu masjid yang paling utama bagi umat Islam setelah “ Masjidil Haram di Mekah dan Masjidiaksa si Yarusalem. Keutamaannya dinyatakan oleh Rasulullah SAW : “ Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid yang lain, kecuali di masjidilharam”. Beliau juga bersabda, “Siapa yang mengerjakan shalat dimasjidku empat puluh kali shalat fardu, tidak kurang dari shalat pun, maka ia terbebas dari neraka, bebas dari azab, dan bebas dari kemunafikan”. Sabda beliau lagi, “ Jangan bersusah payah akan perjalanan, kecuali ketiga masjid, Masjidilharam, masjidku ini dan Masjidilaksa”. Berdasarkan hadits-hadits tersebut kota madinah selalu dikunjungi oleh umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau ibadah umroh sebagai amal sunah. 122

Sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah, nama kota itu adalah Yatsrib. Kota itu diubah namanya menjadi Madinah An-Nabi atau Al-Madinah Al-Munawwarah sejak Nabi Muhammad SAW bersama-sama orang muslim Mekah (Muhajirin) hijrah ke kota itu pada tanggal 22 september 622. Madinah terletak di daerah “ Hedzjaz, bagian dari semenanjung Arab yang terletak di antara Dataran Tinggi Nejd dan daerah pantai Tihamah, di daerah ini terdapat tiga kota utama yaitu “ Ta`if “ Mekah dan Madinah sendiri. Terletak 275 km dari Laut Merah, Madinah berada disebuah lembah yang subur. Di sebelah selatan, kota itu berbatasan denagan bukit Air, di sebelah Utara dengan Bukit Uhud dan Sur dan di sebelah timur serta barat dengan gurun pasir (Harah). Bila turun hujan, lembah itu menjadi tempat pertemuan aliran-aliran air yang berasal dari selatan dan Harrah sebelah timur. Daerah ini juga memiliki oase-oase yang dapat dipergunakan untuk lahan pertanian yang padat menghasilkan antara lain sayursayuran dan buah-buahan, seperti kurma, jeruk, pisang, delima, persik, anggur dan ara. Karena itu, mayoritas penduduknya hidup dari bercocok tanam disamping berdagang dan beternak. Penduduk Yatsrib, sebelum kelahiran Islam, terdiri dari dua suku bangsa, yaitu bangsa Arab dan Yahudi. Semula daerah itu ditempati oleh suku Amaliqah (Baidah, bangsa Arab yang sudah punah) dan kemudian di tempati suku-suku Arab lain. Secara bertahap daerah itu berkembang menjadi kota penting kedua sesudah kota Mekah di tanah Hedzjaz setelah kehadiran orang yahudi. Orang yahudi membangun pemukiman, pasar dan benteng pertahanan agar mereka terhindar dari gangguan orang Badui yang hidup sebagai Nomad di sekitar Yatsrib. Suku-suku Yahudi terkemikah adalah Bani Qurizah, Bani Nadir, dan Bani Qainuqa. Bangsa Arab yang tinggal di Yatsrib terdiri dari penduduk setempat dan pendatang dari Arab selatan, yang pindah ke Yatsrib karena pecahnya bendungan Ma`arib. Arah pendatang inilah yang terkemuka di kalangan Arab Yatsrib dan dikenal dengan suku Aus dan suku Khazraj. Di Yatsrib tidak pernah ada seorang pemimpin dan suatu pemerintahan atas semua penduduk yang ada adalah pemimpin-pemimpin suku yang memikirkan kepentingan suku masing-masing. Mereka saling bersaing atau berperang untuk menanamkan pengaruh di masyarakat. Akibatnya di antara suku-suku yang ada itu dapat terjadi permusuhan, bahkan peperangan. Dari segi ekonomi dan politik, kedudukan Yahudi di kota Tatsrib dianggap sebagai yang paling kuat di kalangan penduduk. Bahkan mereka pernah mengontrol politik di Yatsrib. Pengaruh Yahudi baru berkuang setelah kedatangan suku Aus dan Suku Khazraj. Kemudian pada awal abad ke 6 orang Arab berhasil melepaskan diri dari ketergantungan kepada kaum yahudi. Setibanya di Yatsrib, mereka bercerita kepada penduduk tentang Nabi SAW dan agama yang dibawanya serta mengajak mereka masuk Islam. Sejak itu, nama Nabi SAW dan Islam menjadi bahan pembicaraan masyarakat Arab di yatsrib. Tahun 621, sebanyak 10 orang suku Khazraj dan 2 orang suku Aus menemui Nabi SAW, menyatakan diri masuk Islam., dan melakukan baiat kepada Nabi SAW di Aqabah (Baiat Aqabah Pertama). Pada musim haji berikutnya, (622) sebanyak 73 orang rombongan haji dari Yatsrib, baik yang sudah Islam.

123

b. Madinah setelah Islam

Hijrah merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah Madinah sehubungan dengan pengembangan agama Islam, karena penduduknya (kaum Ansar) bersedia menerima Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya. Di kota itu Nabi SAW kemudian mendirikan Masjid Nabawi. Selanjutnya Nabi SAW mempersaudarakan orang Islam Mekah dengan orang Islam Madinah, berdasarkan ikatan akidah atau ukhuwah islamiyah. Beliau juga mempersatukan seluruh penduduk Madinah, baik muslim maupun Yahudi dan penyembah berhala, menjadi satu umat berdasarkan ikatan sosial politik dan kemanusiaan. hal itu ditetapkan dalam piagam Madinah dengan prinsip-prinsip persamaan, persaudaraan, persatuan, kebebasan, toleransi beragama, perdamaian, tolong menolong dan membela yang teraniaya serta mempertahankan Madinah dari serangan musuh. Pembentukan umat tersebut dapat diartikan sebagai proklamasi terbentuknya negara Islam pertama dengan piagam Madinah sebagai Undang-undang Dasar, Nabi SAW kepala negara, kota Madinah dan sekitarnya sebagai wilayahnya, serta orang Islam, Yahudi dan penyembah berhala sebagai rakyatnya. Sejak itu Nabi SAW menjadikan Madinah sebagai pusat pemerintahan dan dakwah Islam, tempat mengatur ekspedisi dakwah Islam ke bangsa-bangsa lain di sekitar Arab, tempat menerima delegasi dari luar Madinah, tempat mengatur tentara dan menyusun strategi untuk menghadapi kaum kafir Quraisy dan menghadapi kaum Yahudi yang menghianati piagam Madinah. Pada masa Khulafaur Rasyidin, Madinah tetap dijadikan pusat pemerintahan Islam. Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq mempertahankan Madinah dari rongrongan kaum murtad. Dari kota itulah perluasan wilayah Islam dilakukan dan khilafah Islam tumbuh.kota itu juga menjadi pusat pengajaran ilmu-ilmu keislaman, terutama hadits dan fiqih, yang berpusat di Masjid Nabawi, dan telah banyak menalhirkan ulamaulama terkenal. Madinah menjadi kota Islam pertama, tempat cikal bakal dan pertumbuhan dan perkembangan peradaban dan kebudayaan Islam. Sekarang Madinah telah menjadi kota modern yang dihiasi dengan bangunanbangunan dengan gaya modern, fasilitas yang serba modern dan memiliki lembagalembaga pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Masjid Nabawi tetap berdiri dengan tegak dan megah dalam bentuk dan corak bangunan yang baru sama sekali dan mengalami perluasan.

Masjid Nabawi terletak di kota Madinah

124

c. Anshar dan Muhajirin

Anshar ialah golongan atau orang-orang yang penolong; gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang Arab Yatsrib (Madinah) yang telah memeluk Islam beberapa waktu sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke sana. Kata anshar merupakan bentuk jama’ dari kata an-naashir atau an-nashiir. Setelah kaum anshar menyatakan diri masuk Islam, mereka berjanji akan melindungi dan membantu Nabi SAW serta pengikutnya, sekaligus mengajak Nabi SAW agar hijrah ke tempat mereka. Kemudian, setelah Nabi SAW dan kaum muslimin Mekah hijrah ke Madinah, mereka bersedia dipersaudarakan oleh Nabi SAW dengan orangorang Islam Mekah. Keberadaan mereka dalam barisan Islam membuka babak baru dakwah Islam karena setelah berasa di Madinah Nabi SAW lebih aman melakukan dakwah, sehingga dari kota itulah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru Jazirah Arab dan kemudian menembus benua-benua lain. Beberapa bulan setelah Baiat Aqabah kedua, Nabi SAW bersama kaum muslim Mekah hijrah ke Madinah. kedatangan mereka disambut oleh kaum muslim Madinah dengan sikap yang ramah. Mereka berbondong-bondong menyambut dan memberikan bantuan mulai dari tempat tinggal hingga tempat berusaha, baik berdaganag maupun bertani. Itulah sebabnya, orang-orang Islam Madinah yang banyak memberi bantuan kepada penyebaran Islam di saat Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya di Mekah mengalami masa-masa sulit ini disebut kaum Ansar. Adapun kaum muslim Mekah yang hijrah ke Madinah disebut kaum “Muhajirin”. Untuk mempersatukan kaum Anshar dan kaum Muhajirin dalam ikatan yang lebih erat, Rasulullah SAW mengadakan perjanjian persaudaraan antara mereka, yang mengikat mereka dalam susah dan senang. Persaudaraan ini berbeda dengan kebiasaan bangsa Arab – Yahudi yang mendasarkan ikatan persaudaraannya atas hubungan kabilah. Nabi SAW mempersaudarakan mereka atas dasar akidah Islam sebagai satu persaudaraan seagama. Di dalam piagam Madinah mereka ditetapkan sebagai umat yang satu sama lain dan bekerja sama dalam kebaikan serta menentang pelaku kejahatan. Kedudukan mereka sebagai Anshar dalam sejarah perkembangan Islam disebut oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang artinya : “Orang-orang yang terdahulu pertamatama (masuk Islam) di antar orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridho kepada mereka, dan mereka pun ridho kepada Allah...” (QS. 9 : 100). Selanjutnya dalam ayat lainnya Allah SWT berfirman yang artinya : “Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orangorang Muhajirin, dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari merekahampir berpaling...” (QS. 9 : 117). Dalam surat Al Hasyr ayat 9 Allah SWT berfirman yang artinya : “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan...”

125

Terbentuknya negara Madinah. Setelah Nabi SAW datang dan diterima oleh penduduk Yatsrib (Madinah), Nabi SAW menjadi pemimpin bagi penduduk kota itu. Ia segera meletakkan dasar-dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru. Dasar pertama yang ditetapkannya adalah Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam), yaitu antar Muhajirin dan Anshar. Nabi Muhammad SAW mempersaudarakan individu-individu dari golongan Muhajirin dengan individu-individu dari golongan Anshar. Misalnya, Nabi Muhammad SAW mempersaudarakan Abu Bakar dengan Kharijah bin Zaid dan Ja’far bin Abi Thaolib dengan Mu’az bin Jabal. Dengan demikian masing-masing orang diharapkan akan merasa terikat dalam suatu persaudaraan dan kekeluargaan. Dengan persaudaraan ini, Nabi Muhammad SAW telah menciptakan suatu persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan darah atau keturunan.

Dasar kedua adalah sarana terpenting untuk mewujudkan rasa persaudaraan itu, yakni tempat pertemuan. Sarana itu adalah masjid, tempat untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT secara berjamaah, yang juga dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan untuk berbagai hal, seperti proses belajar mengajar, mengadili perkaraperkara yang muncul dalam masyarakat, musyawarah dan transaksi dagang. Nabi Muhammad SAW merencanakan pembangunan masjid itu dan langsung ikut membangun bersama-sama kaum muslimin. Masjid yang dibangun itu (Masjid Nabawi) cukup besar, di atas sebidang tanah dekat rumah Abu Ayyub Al Anshari. Dindingnya terbuat dari tanah liat, sedangkan atapnya dari daun-daun dan pelepah kurma. Di dekat masjid itu dibangun pula sebuah rumah tempat tinggal Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Dasar ketiga adalah hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. Di Madinah, disamping orang-orang Arab Islam, juga masih terdapat golongan masyarakat Yahudi dan orang-orang Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitas dapat diwujudkan, Nabi Muhammad SAW mengadakan ikatan perjanjian dengan mereka. Sebuah piagam yang menjamin kebebasan beragama orang-orang Yahudi sebagai komunitas dikeluarkan. Setiap golongan mayarakat memiliki hak tertentu dalam bidang politik dan keagamaan. Kemerdekaan beragama dijamin, dan seluruh masyarakat berkewajiban mempertahankan keamanan negeri itu dari serangan luar. Dalam piagam itu disebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri menjadi kepala pemerintahan Madinah, karena selama ini sejauh menyangkut peraturan dan tata tertib umum, otoritas diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Segala perkara dan perselisihan dibawa kepadanya untuk diselesaikan. Dalam bidang sosial, beliau meletakkan dasar persamaan antar manusia. Perjanjian ini, dalam ketatanegaraan dewasa ini, sering disebut dengan piagam Madinah atau Misaq Madinah. Masyarakat yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah setelah hijrah itu sudah dapat dikatakan sebagai sebuah negara, dengan Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negaranya. Dasar keempat, yaitu meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat baru.

126

Islam adalah agama dan negara. Karena masyarakat Islam itu telah terwujud, maka menjadi suatu keharusan Islam untuk menentukan dasar-dasar yang kuat bagi masyarakta yang baru terwujud. Oleh karena itu ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan dalam periode ini terutama ditujukan kepada pembinaan hukum. Dalam bidang politik diletakkan satu sistem yang sangat indah, yaitu sistem bermusyawarah. Allah SWT berfirman :

Artinya : “.. dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”. Untuk bidang ekonomi, timbul satu sistem yang dapat menjamin keadilan sosial, yaitu sistem yang dijelaskan oleh hadits :

Artinya : “Tidaklah terpandang sebagai seorang muslim orang yang merasa kenyang, padahal dia mengetahui bahwa tetangganya lapar.” Dalam bidang kemasyarakatan diletakkan dasar persamaan antara manusia, yang membedakan manusia adalah ketaqwaannya.

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya kami telah jadikan kamu berasal dari lakilaki dan perempuan, dan kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa”. (QS. Al Hujurat : 13) Dengan terbentuknya negara Madinah itu, Islam makin bertambah kuat. Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang-orang Mekah menjadi risau, takut kalau-kalau umat Islam memukul mereka dan membalas kekejaman yang pernah mereka lakukan. Mereka juga khawatir, kalifah dagang mereka ke Suriah akan diganggu atau dikuasai oleh kaum muslimin Madinah. Jika demikian, masa depan perdagangan mereka akan menjadi suram. Para Muhajirin memang tidak pernah melupakan negeri tumpah darah mereka. Bahkan dalam strategi perjuangan Nabi Muhammad SAW, Mekah mempunyai arti yang sangat penting dan karena itu harus dikuasai.

127

Untuk memperkokoh dan mempertahnkan keberadaan negara yang baru didirikan itu, Nabi Muhammad SAW mengadakan beberapa ekspedisi ke luar kota, baik langsung di bawah pimpinannya maupun tidak. Hamzah bin Abul Muttalib membawa 30 orang berpatroli ke pesisir Laut Merah. Ubaidah bin Hari membawa 60 orang menuju Wadi Rabiah. Sa’d bin Abi Waqqas ke Hedzjaz dengan 8 orang Muhajirin. Nabi SAW sendiri membawa pasukan ke Abwa dan disana berhasil mengikat perjanjian dengan Bani Damra, ke Buwat dengan membawa 200 orang Muhajirin dan Anshar, dan ke Usyairah. Di Usyairah Nabi SAW mengadakan perjanjian dengan Bani Mudij. Demikianlah kegiatan Nabi SAW pada tahun pertama berdirinya negara Madinah. Ekspedisi-ekspedisi itu sengaja digerakkan oleh Nabi SAW sebagai aksi-aksi siaga dan melatih kemampuan calon pasukan yang baru dibentuk. Perjanjian perdamaian dengan berbagai kabilah dimaksudkan sebagai upaya untuk memperkuat kedudukan Madinah.
Rangkuman : • Nama asli kota Madinah adalah Yatsrib. Nama itu berubah menjadi Madinah Al Munawarah setelah Rasulullah hijrah ke sana. • Hijrahnya Nabi Muhammad SAW bukannya takut dengan ancaman dan hinaan orang-orang kafir di kota Mekah, tapi Nabi SAW hijrah ke Madinah atas permintaan orang-orang Madinah untuk menjadi juru damai terhadap perselisihan yang selalu terjadi di ota Madinah. 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1. Apakah nama asli dari kota Madinah? 2. Sebutkan suku-suku yang mendiami Madinah sebelum Islam datang! 3. Sebutkan 2 suku Arab yang hijrah dari Arab Selatan ke Madinah! 4. Sebutkan dua hal yang penting yang pertama-tama dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika beru hijrah ke Madinah!

128

Kegiatan 2 : Masyarakat Madinah sebelum dan sesudah Islam datang 1. Standar Kompetensi Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW 2. Kompetensi Dasar Meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya di Madinah 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah kamu mempelajari kegiatan ini, diharapakan dapat : - Menjelaskan peristiwa terjadinya perjanjian Hudaibiyah - Menjelaskan sebab-sebab pembebasan kota Mekkah - Menceritakan peperangan yang terjadi setelah hijrah 4. Materi Pokok Penyiaran Islam Periode Madinah 5. Uraian Materi

Membicarakan agama Islam, sejak hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah sampai wafatnya, dapat disimpulkan kepada dua pokokyang penting, yaitu : a. Mengenai pembentukan masyarakat Islam b. Cara melindungi dan mempertahankan masyarakat yang baru dibentuk Mengenai pembentukan/ pembangunan masyarakat Islam telah kita bahas pada materi kegiatan sebelumnya. Sekarang kita akan pelajari tentang cara-cara perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabatnya dalam mempertahankan masyarakat yang baru dibentuk. Diantara sarjana-sarjana Barat (ahli-ahli ketimuran) ada yang berpendapat bahwa faktor utama bagi tersiarnya agama Islam itu adalah kekerasan. Pendapat ini didasarkan atas dasar atas adanya peperangan di masa hidup Rasulullah SAW dan juga sesudah wafatnya. Pendapat yang dikemukakan olehpara sarjana Barat itu tidak benar, karena Islam itu tersiar bukan dengan pedang/ perang tapi dengan dakwah (seruan). Perhatikan firman Allah SWT berikut ini :

Artinya : “Tidak ada paksaan dalam agama. Telah nyata kebenaran dari kesesatan.”

Artinya : “Serukanlah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasehat yang baik.”

129

Kalau pun seandainya terjadi terjadi peperangan, maka hal itu disebabkan karena : 1. Membela diri 2. Menjamin kelancaran dakwah dan memberi kesempatan kepada mereka yang hendak menganutnya 3. Untuk memelihara umat Islam supaya jangan dihancurkan oleh bala tentara Persia dan Romawi Berikut ini beberapa usaha yang dilakukan Rasululllah SAW dalam rangka menyiarkan Islam dan mempertahankan yang baru dibentuk.
a. Perjanjian Hudaibiyah

Pada tahun 6 H, ketika ibadah haji sudah disyariatkan, hasrat kaum muslimin untuk mengunjungi Mekkah sangat bergelora. Nabi Muhammad SAW memimpin langsung sekitar 1.400 orang kaum muslimin berangkat pada bulan suci, bulan yang dilarang adanya perang untuk melakukan ibadah umrah. Untuk itu, mereka mengenakan pakaian ihram dan membawa senjata ala kadarnya untuk menjaga diri, bukan untuk berperang. Sebelum tiba di Mekkah, mereka berkemah di Hudaibiyah, yang terletak beberapa kilometer dari Mekah. Orang-orang kafir Quraisy melarang kaum muslimin masuk ke Mekah dengan menempatkan jumlah tentara yang besar untuk berjagajaga. Akhirnya diadakanlah perjanjian Hudaibiyah antar Madinah dan Mekah yang isinya antara lain : (1) kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka’bah pada tahun tersebut, tetapi ditangguhkan sampai tahun berikutnya; (2) lama kunjungan dibatasi tiga hari saja dan ketika itu orang-orang Quraisy akan mengosongkan kota; (3) kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah, sebaliknya pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekah; (4) Selama sepuluh tahun dilakukan gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan mayarakat Mekah; dan (5) tiap kabilah yang ingin masuk dalam persekutuan dengan kaum Quraisy atau kaum muslimin diberi kebebasan melakukannya tanpa mendapat rintangan. Kesediaan orang-orang Mekah untuk berunding dan membuat perjanjian dengan kaum muslimin benar-benar merupakan kemenangan diplomatik yang besar bagi kaum muslimin. Karena dengan diberlakukannya perjanjian tersebut, paling tidak sudah terbuka harapan bagi kaum muslimin untuk mengambil alih Ka’bah dan kemudian Mekah. Dengan perjanjian tersebut, tujuan utama Nabi Muhammad SAW sebenarnya adalah berusaha merebut dan menguasai Mekah, untuk kemudian dari sana menyiarkan Islam ke daerah-daerah lain. Ada dua faktor utama yang mendorong kebijaksanaan ini. Pertama, Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab dan dengan melalui konsolidasi bangsa Arab dalam Islam diharapkan Islam dapat tersebar keluar. Kedua, apabila suku Quraisy dapat diislamkan, maka Islam akan mendapat dukungan yang besar, karena orang-orang Quraisy memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar di kalangan bangsa Arab.

130

Setahun kemudian ibadah haji dapat ditunaikan sesuai dengan rencana. Banyak orang dari suku Quraisy yang masuk Islam setelah menyaksikan ibadah haji orang-orang muslimin, disamping melihat kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh masyarakat islam Madinah.
b. Pembebasan Kota Mekah

Selama dua tahun perjanjian Hudaibiyah, dakwah Islam sudah menjangkau seluruh semenanjung Arab dan mendapat tanggapan yang positif. Hampir seluruh semenanjung Arab, termasuk suku-suku yang paling selatan, telah menggabungkan diri ke dalam Islam. Hal yang demikian itu yang membuat orang-orang Mekah merasa terpojok. Perjanjian Hudaibiyah itu ternyata telah menjadi senjata bagi umat Islam untuk memperkuat dirinya. Oleh karena itu, secara sepihak orang-orang Quraisy membatalkan perjanjian tersebut. Mereka menyerang Bani Khuza’ah yang berada di bawah perlindungan Islam hanya karena kabilah ini berselisih dengan Bani Bakar yang menjadi sekutu Quraisy. Sejumlah orang Khuza’ah dibunuh dan yang lainnya dicerai beraikan. Bani Khuza’ah segera mengadu kepada Nabi Muhammad SAW dan meminta keadilan. Rasulullah SAW segera bertolak dengan sepuluh ribu orang tentara untuk melawan kaum musyrik. Mekah itu, kecuali perlawanan kecil dari kaum Ikrimah dan Safwan, Nabi Muhammad SAW tidak mengalami kesukaran memasuki kota itu sebagai pemenang. Pasukan islam memasuki Mekah tanpa kekerasan. Patung-patung berhala di seluruh negeri dihancurkan. Allah SWT berfirman yang artinya : “...Kebenaran sudah datang dan yang bathil telah lenyap. Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. 17 : 18) Setelah melenyapkan berhala-berhala itu, Nabi Muhammad SAW berkhotbah menjanjikan ampunan Allah SWT terhadap orang Quraisy. Setelah khutbah disampaikan, berbondong-bondong mereka datang dan memeluk agama Islam. Ka’bah bersih dari berhala dan dari tradisi-tradisi serta kebiasaan-kebiasaan orang musyrik. Sejak itu, Mekah berada di bawah kekuasaan Nabi SAW. Setelah Mekah dapat dikalahkan, masih terdapat suku-suku Arab yang masih menentang, yaitu Bani Saqif, Bani Hawazin, Bani Nasr, dan Bani Jusyam. Mereka merupakan kaum musyrikin Mekah. Suku-suku ini berkomplot membentuk satu pasukan untuk memerangi Islam karena ingin menuntut bela atas berhala-berhala mereka yang diruntuhkan oleh Nabi Muhammad SAW dan umat Islam di Ka’bah. Pasukan mereka dipimpin oleh Malik bin Auf (dari Bani Nasr). Dalam perjalanan mereka ke Mekah itu, mereka berkemah di lembah Hunain. Pasukan Islam menjadi kacau balau dan banyak diantara mereka yang gugur. Setelah banyak anggota pasukan yang menjadi goyah, Nabi Muhammad SAW kemudian memberi semangat dan langsung memimpin peperangan itu sehingga umat Islam dapat memenangkan pertempuran dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pasukan musuhyang melarikan diri ke Ta’if terus diburu dan setelah beberapa minggu menyerah. Pemimpin mereka, Malik bin Auf menyatakan diri masuk Islam.

131

Dengan ditaklukkannya Bani Saqif dan Bani Hawazin, seluruh semenanjung Arab berada di bawah satu kepemimpinan, yakni kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Melihat kenyataan itu, Heraclius, pemimpin Romawi, menyusun pasukan besar di Suriah, kawasan di utara semenanjung Arab yang merupakan daerah pendudukan Romawi. Dalam pasukan besar itu bergabung Bani Gassan dan Bani Lachmides. Dalam masa panen dan pada musim yang sangat panas itu, banyak pahlawan Islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi Muhammad SAW. Pasukan Romawi kemudian menarik diri setelah melihat besarnya pasukan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Nabi SAW sendiri tidak melakukan pengejaran, tetapi berkemah di Tabuk. Disini Nabi SAW membuat beberapa perjanjian dengan penduduku setempat dan dengan demikian daerah perbatasan itu dapat dirangkul ke dalam barisan Islam. Perang Tabuk inilah perang terakhir yang diikuti Rasulullah SAW. Pada tahun 9 dan 10 H banyak suku dari seluruh pelosok Arab yang mengutus delegasinya kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan tunduk kepada Nabi Muhammad SAW. Masuknya orang Mekah ke dalam agama Islam mempunyai pengaruh yang amat besar pada penduduk Arab. Oleh karena itu, tahun ini disebut dengan Thun Perutusan atau Am Al-Bi’tsah. Mereka yang datang ke Madinah, rombongan demi rombongan mempelajari ajaran Islam dan setelah itu mereka ke negeri masing-masing untuk mengajarkannya kepada kaumnya. Dengan cara ini, persatuan Arab terbentuk. Peperangan antar suku yang berlangsung selama ini berubah menjadi persaudaraan agama. Pada saat seperti itulah turun firman Allah SWT yang artinya : “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan; dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong; maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah yang Maha Penerima Taubat.” (QS. 110 : 1 – 3)
c. Perang-perang Setelah Rasulullah Hijrah ke Madinah 1) Perang Badr.

Perang Badr yang merupakan perang antara kaum muslimin Madinah dan kaum musyrikin Quraisy Mekah pada tahun 2 H. Perang ini merupakan puncak dari sejumlah pertikaian yang banyak terjadi antara pihak kaum muslimin Madinah dan kaum musyrikin Mekah. Perang ini berkobar setelah berbagai upaya damai yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW gagal. Tentara muslimin Madinah terdiri dari 313 orang dengan perlengakapan sederhana. Senjata mereka terdiri dari pedang, tobak dan panah. Dalam perang ini Nabi sendiri yang memberi komando. Berkat kesetiaan kepada kepemimpinan Nabi SAW dan dengan iman serta semangat yang membaja, kaum muslimin keluar sebagai pemenang melawan musuh (Quraisy) yang berjumlah 1.000 orang. Abu Jahal, panglima perang kaum Quraisy dan musuh utama Nabi SAW sejak awal, tewas dalam perang itu. Tujuh puluh orang tewas dari pihak Quraisy dan 70 orang menjadi tawanan. Di pihak kaum muslimin, hanya 14 orang yang gugur sebagai syahid. Kemenangan ini sungguh merupakan pertolongan Allah SWT.

132

Orang-orang Yahudi Madinah merasa tidak senang dengan kemenangan kaum muslimin. Mereka memang tidak sepenuh hati menerima perjanjian yang telah dibuat antara mereka dan Nabi SAW. Sementara itu, Nabi SAW terus berusaha menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan para tawanan melalui musyawarah dengan para sahabat. Melalui musyawarah itu, Nabi SAW akhirnya memutuskan agar para tawanan dibebaskan dengan tebusan sesuai dengan kemampuan sendiri atau kemampuan keluarga masing-masing. Tawanan-tawanan yang pandai membaca dan menulis dapat dibebaskan bila bersedia mengajari orang-orang Islam yang masih buta aksara. Akan tetapi tawanan yang tidak memiliki kekayaan apa-apa dan tidak pula pandai membaca dan menulis, dibebaskan. Tidak lama setelah itu, Nabi Muhammad SAW menandatangani sebuah piagam perjanjian dengan beberapa suku Badui yang kuat. Mereka ingin menjalin hubungan dengan Nabi Muhammad SAW, karena melihat kekuatan beliau. Akan tetapi, ternyata suku-suku itu hanya memuja kekuatan semata-mata. Sesudah perang Badr, Nabi SAW juga menyerang Bani Qainuqa, suku Yahudi Madinah yang berkomplot dengan orang-orang Mekah, dan mengusir mereka ke Suriah.
2) Perang Uhud

Perang yang terjadi di bukit Uhud ini berlangsung pada tahun 3 H. Perang ini terjadi karena keinginan memnalas dendam orang-orang musyrikin Quraisy Mekah yang kalah dalam Perang Badr. Pasukan Quraisy dengan dibantu oleh kabilah Tihama dan Kinanah, membawa 3000 ekor una dan 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Tujuh ratus orang diantara mereka memakai baju besi. Adapun pasukan Nabi Muhammad SAW hanya berjumlah 700 orang. Setelah berlangsung perang tanding yang dimenangkan kaum muslimin, perang pun berkobar. Prajurit-prajurit Islam dapat memukul mundur pasukan musuh yang lebih besar itu. Tentara Quraisy muai mundur dan kocar-kacir meninggalkan harta mereka.

Tempat terjadinya perang Uhud

133

Melihat kemenangan yang sudah di ambang pintu itu, para pemanah yang tadinya diletakkan oleh Rasulullah untuk tidak meninggalkan pos mereka dalam keadaan bagaimanapun sebelum diperintahkan. Mereka tidak lagi menghiraukan gerakan musuh. Situasi ini dimanfaatkan oleh musuh yang segera melancarkan serangan balik. Tanpat konsentrasi penuh, pasukan Islam tak mampu lagi menangkis serangan. Mereka terjepit dan satu persatu pahlawan Islam berguguran. Nabi Muhammad SAW sendiri terkena serangan musuh. Sisa-sisa pasukan Islam diselamatkan oleh berita tidak benar yang diterima pasukan musuh bahwa Nabi Muhammad SAW sudah meninggal. Berita ini yang membuat mereka mengendurkan serangan untuk kemudian mengakhiri pertempuran itu. Peperangan ini menyebabkan 70 orang pejuang Islam gugur sebagai syahid.
3) Perang Khandaq

Perang yang terjadi pada tahun 5 H ini merupakan perang antara kaum muslimin Madinah di satu pihak dan masyarakat Yahudi Madinah yang mengungsi ke Khaibar serta masyarakat Mekah di lain pihak. Karena itu perang ini dinamakan juga dengan nama Perang Ahzab (Sekutu beberapa suku). Pasukan gabungan ini terdiri dari 10.000 orang tentara. Salman Al Farisi, sahabat Nabi SAW mengusulkan agar kaum muslimin membuat parit pertahanan pada bagianbagian kota yang terbuka. Karenanya perang ini disebut juga dengan Perang Khandaq (parit). Tentara sekutu yang tertahan oleh parit itu mengepung Madinah dengan mendirikan perkemahan di luar parit hampir sebulan lamanya. Pengepungan yang menyebabkan masyarakat Madinah terputus hubungan dengan dunia luar cukup membuat masyaralat Madinah menderita berat. Suasana kritis itu masih ditambah pula oleh penghiatan orang-orang Yahudi Madinah, yaitu Bani Quraizah, di bawah pimpinan Ka’ab bin Asad. Namun akhirnya pertolongan Allah SWT-lah yang menyelamatkan kaum muslimin. Setelah sebulan melakukan pengepungan, persediaan makanan pihak sekutu pun berkurang. Sementara itu, pada malam hari angin dan badai turun dengan amat kencang, menghantam dan menerbangkan kemah-kemah dan seluruh perlengkapan tentara sekutu itu. Mereka terpaksa menghentikan pengepungan dan kembali ke negeri masing-masing tanpa suatu hasil. Penghianat-penghianat Yahudi dari Bani Quraizah dijatuhi hukuman yang keras, yakni dihukum mati. Hal ini dinyatakan dalam surat Al Ahzab ayat 25 – 26.
6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1. Sebutkan 5 isi perjanjian Hudaibiyah! 2. Sebutkan 3 peperangan yang terkenal setelah rasulullah hijrah ke Madinah! 3. Sebutkan 2 faktor yang menjadi tujuan Nabi Muhammad SAW menguasai kota Mekkah!

134

C. PENUTUP

Alhamdulillah, ucapkanlah kalimat itu atas keberhasilan kamu mempelajari modul ini, mudah-mudahan kamu dapat menggambarkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah semangat belajarmu. Kalau kamu sudah siap, mintalah tes akhir kepada gurumu, dan raihlah nilai yang bagus jangan kurang dari 6,5 untuk melanjutkan pelajaran kamu ke modul selanjutnya. Terus belajar, tingkatkan semangat dan prestasimu untuk menyongsong kehidupan yang cerah.

135

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 :

1. Yatsrib 2. Suku bangsa Arab, Yahudi dan suku Amaliqah 3. Suku Aus dan suku Khazraj 4. Mempersaudarakan orang Islam Mekah dengan orang Islam Madinah, dan berdasarkan ikatan akidah atau ukhuwah islamiyah Ia segera meletakkan dasar-dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru,
Tugas 2 :

1. Isi perjanjian Hudaibiyah antar Madinah dan Mekah yang isinya antara lain : (1) kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka’bah pada tahun tersebut, tetapi ditangguhkan sampai tahun berikutnya; (2) lama kunjungan dibatasi tiga hari saja dan ketika itu orang-orang Quraisy akan mengosongkan kota; (3) kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah, sebaliknya pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekah; (4) Selama sepuluh tahun dilakukan gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan mayarakat Mekah; dan (5) tiap kabilah yang ingin masuk dalam persekutuan dengan kaum Quraisy atau kaum muslimin diberi kebebasan melakukannya tanpa mendapat rintangan. 2. - Perang Badr - Perang Uhud - Perang Khandaq 3. Ada dua faktor utama yang mendorong kebijaksanaan ini. Pertama, Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab dan dengan melalui konsolidasi bangsa Arab dalam Islam diharapkan Islam dapat tersebar keluar. Kedua, apabila suku Quraisy dapat diislamkan, maka Islam akan mendapat dukungan yang besar, karena orang-orang Quraisy memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar di kalangan bangsa Arab.

136

KEPUSTAKAAN

A. Departemen Agama RI. (1984). Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Departemen Agama RI. B. M. Quraish Shihab. (1997). Tafsir al-Qur’an al-Karim: tafsir atas surat-surat pendek berdasarkan urutan turunnya wahyu. Jakarta: Pustaka Hidayah. C. Buku-buku tentang Ilmu Tajwid. D. Imam Al-Bukhari. Al-Shahih. E. Imam Muslim. Al-Shahih. F. An-Nawawi. (1987). Riadhus shalihin. Alih Bahasa oleh Salim Bahreisy. Bandung: AlMa’arif. Cet. Ke-10. G. Fatchur Rahman. (1985). Ikhtishar musthalahul hadits. Bandung: Al-Ma’arif. Cet. Ke4. H. Sayyid Sabiq. (1991). Aqidah Islam (ilmu tauhid). Alih bahasa oleh Moh. Abdai Rathomy. Bandung: C.V. Diponegoro. Cet. X. I. Nasruddin Razak. (1993). Dienul Islam. Bandung: PT. Al-Ma’arif. Cet. Ke-11. J. Endang Saifuddin Anshari. (1992). Kuliah al-Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Edisi 2. Cet. Ke-2. K. Muhammad Daud Ali. (2000). Pendidilkan agama Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Ke-3. L. Departemen Agama RI. (2001). Pendidikan agama Islam pada perguruan tinggi umum. Jakarta: Departemen Agama RI. M. A. Toto Suryana dkk. (1996). Pendidikan gama Islam untuk perguruan tinggi. Bandung: Tiga Mutiara. N. Hamzah Ya’qub. (1988). Etika Islam: pembinaan akhlakulkarimah (suatu pengantar). Bandung: CV Diponegoro. Cet Ke-4. O. Humaidi Tatapangarsa. (1991). Akhlak yang mulia. Surabaya: Bina Ilmu. P. Marzuki. (2007). Prinsip pokok akhlak mulia. Draf buku belum diterbitkan. Yogyakarta: UPT MKU UNY. Q. Rahmat Djatnika. (1996). Sistem etika Islami (akhlak mulia). Jakarta: Pustaka Panjimas. Cet. Ke-2. R. Sulaiman Rasjid. (1976). Fiqh Islam (Hukum fiqh lengkap). Jakarta: Penerbit AtTahiriyah. Cet. Ke-17. S. Sayyid Sabiq. (1992). Fiqh al-sunnah. Beirut: Dar al-Fikr. T. Muhammad Yusuf Musa. (1988). Islam suatu kajian komprehensif. Alih bahasa oleh A. Malik Madaniy dan Hamim Ilyas. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Pertama. U. Badri Yatim. (2001). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Ke-12. V. A. Hasjmy. (1995). Sejarah kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang. Cet. V. W. Joesoef Sou’yb. (1979). Sejarah daulat khulafaur rasyidin. Jakarta: Bulan Bintang. Cet. I. X. Dan buku-buku lain yang relevan.

137

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->