P. 1
Islam Kelas VIII-2

Islam Kelas VIII-2

|Views: 3,071|Likes:
Published by 12ndhamster

More info:

Published by: 12ndhamster on Sep 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

ISL.VIII.2.5.10 s.d. ISL.VIII.2.7.

15

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester

: Pendidikan Agama Islam : VIII : 2

KEGIATAN SISWA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

KATA PENGANTAR
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMP Terbuka, perlu adanya penyempurnaan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berupaya melakukan penyempurnaan modul SMP Terbuka agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memenuhi kebutuhan siswa, keadaan sekolah dan masyarakat sekitar. Seiring dengan dinamika penyempurnaan tersebut, ditetapkanlah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua peraturan tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Modul sebagai sumber belajar utama dalam proses pembelajaran bagi siswa SMP Terbuka ini telah disusun sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pembahasannya modul ini telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan disempurnakannya modul SMP Terbuka ini diharapkan siswa memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Mengingat Kurikulum yang digunakan dalam penulisan modul ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), maka masukan dan saran dari lapangan sangat diharapkan untuk penyempurnaan baik isi maupun perwajahan modul ini di masa yang akan datang. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mutu pendidikan SMP Terbuka mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan jaman. Jakarta, Januari 2009 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

Didik Suhardi, SH., M. Si. NIP.131270212

iii

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar Daftar Isi Petunjuk Belajar ISL.VIII.2.5.10 ISL.VIII.2.5.11 ISL.VIII.2.6.12 ISL.VIII.2.6.13 ISL.VIII.2.7.14 ISL.VIII.2.7.15 Kepustakaan .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. Hukum Bacaan Mad dan Waqaf .............................................. Iman Pada Rasul Allah ............................................................ Adab Makan dan Minum ......................................................... Dendam dan Munafik .............................................................. Hewan Sebagai Sumber Makanan ........................................... Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Islam Sampai Masa Abbasiyah ....................................................................... .................................................................................................. iii v vii 1 13 25 39 51 65 81

v

PETUNJUK BELAJAR Buku ini memuat 6 (enam) modul untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII Semester 2. Modul ini harus Kamu pelajari dan selesaikan dalam jangka waktu satu semester, baik melalui kegiatan belajar di TKB (Tempat Kegiatan belajar) maupun belajar di luar TKB. Dalam mempelajari modul ini supaya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Kamu dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu Kamu ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut: a. Usahakan Kamu (bila memungkinkan) memiliki buku paket Pendidikan Agama Islam Kelas VIII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan temanteman yang lain. Dan bila inipun belum terpecahkan sebaiknya Kamu tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Kamu merasa memahami materi pelaharan tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Kamu. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Kamu berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. f. Bila dalam tes akhir modul Kamu dapat mencapai nilai 6,5 Kamu dapat mempelajari modul berikutnya. 4. Urutan kegiatan di atas harus Kamu taati, agar Kamu lebih cepat berhasil mempelajari modul ini.

vii

ISL.VIII.2.5.10

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 2 8 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

HUKUM BACAAN MAD DAN WAQAF

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: Drs. H. Murhanuddin, MM M. Saleh H. Yunus Abdul Rozak, S.Ag : Moh. Sofyan S.Ag : Sunarmi S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Saya ucapkan “Selamat” atas keberhasilanmu menyelesaikan modul yang lalu. Pertahankan keberhasilanmu dan tingkatkan semangat belajarmu untuk mempelajari modul selanjutnya. Modul ini membahas Menerapkan hukum bacaan Mad dan Waqaf yang akan dibagi dalam dua kegiatan yaitu : Kegiatan 1 : Menjelaskan, Menunjukkan contoh, dan Memperaktekkan hukum bacaan Mad Kegiatan 2 : Menjelaskan, Menunjukkan contoh, dan Memperaktekkan hukum bacaan Waqaf Waktu yang disediakan untuk mempelajari modul ini 8 x 40 menit. Jangan lupa, bacalah buku lain yang berkaitan dengan materi modul ini utnuk menambah wawasan dan pengetahuanmu. Selamat belajar dan mulailah dengan berdoa.

3

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Hukum Bacaan Mad 1. Standar Kompetensi Menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf 2. Kompetensi Dasar - Menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf - Menunjukan contoh hukum bacaan mad dan waqaf - Memparaktekan bacaan mad dan waqaf dalam bacaan surat-surat Al Qur’an 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan hukum bacaan mad - Menyebutkan macam-macam mad - Mempraktekan bacaan mad dalam ayat-ayat pilihan 4. Materi Pokok Mad dan Macamnya 5. Uraian Materi a. Pengertian Mad dan Harakat 1) Mad Menurut bahasa mad artinya panjang. Dalam istilah ilmu tajwid panjang adalah cara membaca panjang dan pendeknya huruf. Kapan huruf dibaca panjang? Jika suatu huruf diiringi oleh huruf mad. (huruf yang membuat cara baca huruf yang sebelumnya jadi panjang) yaitu ‫( ا , و , ي‬alif, wau, ya). Kamu perhatikan contoh berikut ini : • Alif mati, sesudah huruf berbaris “fat-hah”

(‫)اﹷ‬ (‫)وﹹ‬ ْ (‫)يﹻ‬ ْ

Seperti

‫َﺎ , َا , َﺎ , َﺎ , َﺎ‬ ‫ﺷ د ﺟ ﺗ ﺑ‬ ‫ﺷﻮ , دو , ﺟﻮ , ﺗﻮ , ﺑﻮ‬ ُْ ُْ ُْ ُْ ُْ ‫ﺷﻰ , دى , ﺟﻰ , ﺗﻰ , ﺑﻰ‬ ْ ِ ْ ِ ْ ِ ْ ِ ْ ِ

• Wau mati, sesudah huruf berbaris “dhammah” Seperti

• Yaa mati, sesudah huruf berbaris “kasrah” Seperti

4

2) Harakat Harakat adalah tempo/ lamanya panjang suatu huruf yang ditentukan dengan gerakan, bilangan atau ketukan irama sedang dalam ketentuannya 1 harkat = 2 ketukan = 3 harkat = 6 ketukan. Contoh mad (panjang) dengan 2 ketukan (harokat) ‫= آ َﺎب‬ ٌ ‫ِﺘ‬ ki – taa – bun Huruf “ta” dibaca panjang karena setelahnya ada huruf mad yaitu alif. Ki – ta – bun = ki 1 ketukan ta 2 ketukan bun 1 ketukan b. Mad dan macam-macamnya Coba kamu perhatikan skema di bawah ini.

Far’i

Asli

1 harkat = 2 ketukan
1 Wajib mut tasil 5 ktk 2 Jaiz mun fasil 2-5 ktk 3 Arid lis sukun 2-6 ktk 4 Ba dal 2 ktk 5 Iwadh 6 Lazim mutsaqal kilmi 6 ktk 7 Muk hofaf kilmi 6 ktk 8 Lazim harfi musya bba 6 ktk 9 Lazim mukhof faf harfi 2 ktk 10 Layyin 11 Shilah 12 Farqu 13 tamkin

2 ktk

2-6 ktk

2.2.5 ktk

6 ktk

2.2-6 ktk

Bagaimana? Apa kamu menemukan kesulitan dalam memahami skema tersebut? Kalau begitu simaklah penjelasan berikut : Mad asli, yaitu cara baca mad (panjang huruf) dengan 2 ketukan, dengan ketentuan hukum mad terjadi menurut asli (asal) bacaannya tanpa sebab lain. Contoh : Antara huruf Qof dan alif terbentuk secara asli (menurut asalnya) maka cara bacaannya 2 ketukan.

5

Mad Far’i, yaitu cara baca mad (panjang huruf) dengan 2 sampai 6 ketukan karena hukum mad terjadi tidak dalam pola asli, maka mad far’i mengandung pengertian cabang dari mad asli. Adapun jumlah mad far’i adalah 13 macam dengan ketentuan ketukan yang berbeda seperti yang terlihat dalam skema. Baiklah siswa SMP Terbuka, untuk menunjang keberhasilan mempelajari kegiatan ini rajin-rajinlah meminta bimbingan dari guru atau teman untuk mempraktekan hukum bacaan mad dengan benar. 6. Tugas 1 : Bacalah surat At Tiin dan Ad Dhuha dan praktekan hukum bacaan mad dengan benar

6

Kegiatan 2 : Waqaf 1. Standar Kompetensi Menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan hukum bacaan mad dan waqaf - Mununjukkan contoh hukum bacaan mad dan waqaf - Memparaktekan bacaan mad dan waqaf dalam bacaan surat-surat Al Qur’an 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan cara mewaqafkan - Menunjukan contoh tanda-tanda waqaf - Mempraktekan waqaf 4. Materi Pokok Waqaf 5. Uraian Materi a. Pengertian Waqaf Waqaf ialah menghentikan bacaan di akhir kalimat. Contoh : diwaqafkan b. Cara mewaqafkan 1) Kalimat yang huruf akhirnya berbaris akhirnya dimatikan. Contoh : dibaca dibaca

—َ ِ ——

——— ُ ٍ ٌ

hendaklah

2) Kalimat yang huruf akhirnya berbaris —َ ِ —— ُ ٍ ٌ dan huruf yang —— sebelumnya mati, bila diwaqafkan hendaklah dimatikan pula huruf akhir tersebut. Contoh : dibaca dibaca

7

3) Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya bertanwin fathah (

‫ﹱ‬

) waqafnya dengan

alif (membuang satu baris dari tanwin fathah tersebut, dan alif yang ada di sana, adalah sebagai gantinya) Contoh : dibaca dibaca 4) Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya berbentuk yaa waqafnya dengan alif pula. Contoh : dibaca Untuk kalimat-kalimat yang huruf akhirnya taa marbuthah bila diwaqafkan ( Contoh :

(‫ )ي‬dan bertanwin fathah,

(‫)ة‬

segala baris,

‫ ) ة‬dibaca ( ‫( ) ﻩ‬H).
dibaca

5) Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya ‫ ﻩ‬atau ‫ ﻩ‬waqafnya dengan mematikannya. ُ ِ Contoh : dibaca 6) Waqaf Isyarah/ waqaf rom ialah mewaqafkan suatu kalimat yang huruf akhirnya hidup dan huruf sebelumnya mati. Cara membacanya kita hanya berisyarah saja bahwa di sana ada huruf yang dimatikan. Contoh : dibaca 7) Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya bertasydid, waqafnya dengan mematikan huruf akhir tersebut dan bunyi tasydidnya tetap (jangan dibuang). Contoh : dibaca 8) Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya yaa mematikannya. Contoh : dibaca 9) Kalimat-kalimat yang ketika diwaqafkan sama dengan ketika washal, ialah seperti:

( ‫) ى‬

waqafnya dengan

8

c. Tanda-tanda Waqaf
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

‫م‬ ‫ط‬ ‫ج‬ ‫ز‬ ‫ص‬

Harus berhenti pada kata yang terdapat tanda waqaf

Boleh berhenti/tidak Boleh berhenti Boleh berhenti Dihentikan, lebih utama Disambung lebih utama

‫ق‬

Dikatakan: di sini boleh waqaf Tidak boleh berhenti

‫ك‬ ‫ﻩ‬ ‫ء–ع‬ ∴∴

Demikianlah, seperti waqaf sebelumnya Seperti waqaf muthlaq Tanda rubu’ atau akhir surat Bila berhenti, berhentilah pada sesuatu tanda tersebut, jangan pada keduanya

Untuk selanjutnya, tanyakan atau mintalah bimbingan dari guru pamong atau guru bina untuk mempraktekan cara waqaf untuk menghindari kekeliruan : 6. Tugas 2 : Bacalah QS. At Tin dan praktekan cara waqaf yang benar!

9

C. PENUTUP

Alhamdulillah, selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan modul ini, semoga kamu sudah memahami betul materi ini sehingga menambah pengetahuan kamu dalam ilmu tajwid. Pertahankan terus apa yang telah kamu dapat dari modul ini dengan cara mempraktekan dalam membaca Al Qur’an sesering mungkin. Jika kamu yakin dengan kemampuanmu, mintalah tes modul kepada guru pamong atau guru binamu, raihlah nilai lebih dari 6,5 sebagai ukuran kesiapan kamu melanjutkan ke modul berikutnya. Teruslah semangat, percaya diri dan yakinlah usahamu akan menemukan keberhasilan.

10

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : Membaca surat At Tin dengan mempraktekan hukum mad dengan benar. Tugas 2 : Membaca surat At Tin dengan mempraktekan hukum waqaf dengan benar.

11

ISL.VIII.2.5.11

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 2 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

IMAN PADA RASUL ALLAH

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: Drs. H. Murhanuddin, MM M. Saleh H. Yunus Abdul Rozak, S.Ag : Moh. Sofyan S.Ag : Sunarmi S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Siswa SMP Terbuka, kita jumpa lagi dalam modul : Pendidikan Agama Islam. Bagaimana kabarmu? Mudah-mudahan kamu senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dan siap mempelajari modul ini. Modul yang akan kamu pelajari berjudul : “BERIMAN PADA RASUL-RASUL ALLAH SWT”. Dalam modul ini, kamu akan mempelajari 2 (dua) kegiatan : Kegiatan 1 : Pengertian Beriman kepada rasul-rasul Allah. Kegiatan 2 : Nama dan sifat rasul-rasul Allah serta Rasul Ulul Azmi. Baca dan pahami betul modul ini, baik kegiatan 1 maupun kegiatan 2 dengan waktu yang disediakan yaitu 6 x 40 menit. Untuk itu pergunakanlah waktumu dengan baik, dan jangan lupa, kamu berdoa sebelum belajar! Jika kamu mendapat kesulitan, sebaiknya kamu diskusikan dengan teman-temanmu atau kamu tanyakan kepada gurumu! Selamat belajar!

15

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pengertian Beriman Rasul-Rasul Allah 1. Standar Kompetensi Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan pengertian beriman kepada Rasul Allah 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan pengertian iman pada Rasul Allah - Membaca dan mengartikan dalil naqli tentang iman pada Rasul Allah - Menjelaskan fungsi beriman pada Rasul Allah 4. Materi Pokok Iman pada Rasul Allah 5. Uraian Materi b. Pengertian Iman Kepada Nabi dan Rasul Masih ingatkah kamu pengertian iman, yang pernah kamu pelajari dalam modul kelas satu. Baiklah kita akan ungkap kembali. Iman ialah percaya terhadap apa yang diyakini oleh hati, diucapkan dengan lisan serta diwujudkan dengan perbuatan. Demikian pula iman kepada Nabi dan Rasul. Kamu harus yakin sepenuh hati bahwa Nabi dan Rasul ini merupakan manusia pilihan Allah SWT. Ada yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepada manusia dan ada pula yang diberi wahyu tapi tidak diutus menyampaikan kepada manusia. Yang perlu kamu ingat adalah : Baik Nabi maupun Rasul harus seorang laki-laki. Tahukah kamu, apakah perbedaan antara Nabi dan Rasul itu? Coba kamu diskusikan dengan temanmu. Perbedaan Nabi dan Rasul adalah : Nabi adalah pilihan Allah, mereka diberi wahyu, akan tetapi tidak diwajibkan menyampaikannya kepada manusia. Sedangkan Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diberi wahyu serta wajib untuk menyampaikannya kepada manusia.

16

Sudah jelas bukan, baiklah kita lanjutkan! Para Rasul itu tidak pernah berbuat dosa sekalipun, selama hidupnya. Bahkan mereka ma’sum, artinya terjaga dari dosa. c. Dalil Naqli Iman Kepada Rasulullah Dalam hadits Rasulullah SAW, dijelaskan bahwa beriman kepada Nabi dan Rasul merupakan salah satu rukun iman.(yang artinya): “Iman ialah hendaknya engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian dan engkau percaya kepada qadar baik dan buruk dari Allah SWT.(HR. Muslim) Berdasarkan hadits di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa percaya terhadap adanya Nabi dan Rasul merupakan kewajiban bagi setiap muslim karena termasuk rukun iman yang keempat. Orang yang tidak percaya adanya Nabi dan Rasul termasuk kafir. Nabi dan Rasul diutus oleh Allah SWT sebagai pembawa rahmat bagi seluruh makhluk di alam semesta sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Anbiya ayat 107.

Artinya : “Dan tiadalah kami mengutus kamu melainkan (menjadi) rahmat bagi alam semesta”. d. Fungsi beriman kepada Rasul-Rasul Allah Tahukah kamu pentingnya beriman kepada Rasul-Rasul Allah? Ya, karena mereka adalah utusan Allah sebagai perantara untuk menyampaikan kebenaran kepada manusia tentang akhlak dan pola hidup yang sesuai dengan hukum Allah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Tugas Nabi dan Rasul antara lain : 1. Membawa kabar gembira bagi orang yang berbuat baik dan memberi peringatan bagi orang yang berbuat jahat atau dosa. 2. Menyampaikan antara yang haq (benar) dan yang bathil (salah). 3. Membawa manusia ke kehidupan yang tenang, penuh dengan rahmat, berkah, cahaya dan ridho Allah SWT. Ajaran yang dibawa Rasul itu berdasarkan wahyu yang berisi petunjuk bagi hidup dan kehidupan manusia. Karena itu bagi orang yang mau menerima petunjuk pasti hidupnya bahagia di dunia dan di akhirat. Maukah kamu hidup bahagia? Sudah tentu mau. Apakah yang harus kamu tempuh agar hidupmu bahagia?

17

Langkah-langkah tersebut adalah : - Harus percaya kepada Allah, Nabi dan Rasul-Nya. - Harus percaya bahwa ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi dan Rasul itu pasti benar. - Harus mengamalkan ajaran yang dibawa oleh para Rasul terutama kitab suci Al Qur’an. Dengan mengamalkan petunjuk-petunjuk di atas, hidumu pasti bahagia. Perhatikan Firman Allah berikut ini :

Artinya : “Sesungguhnya kami (Allah) mengutus kamu (Muhammad) dengan membawa kebnaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pembawa peringatan. Dan tidak ada satu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. (QS. Al Fatir : 24) Dengan demikian, beriman kepada rasul-rasul Allah berarti juga mempercayai semua ajaran yang disampaikannya. Tidak hanya itu, kita juga harus mampu mengamalkan ajaran yang telah disampaikannya agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Rangkuman : - Beriman kepada Rasul-rasul Allah wajib hukumnya bagi umat Islam. - Beriman kepada Rasul-rasul Allah seharusnya disertai dengan pengamalan ajaran yang disampaikannya. 6. Tugas 1 : 1. Apakah perbedaan Nabi dan Rasul itu? 2. Apa yang kamu ketahui tentang istilah maksum? 3. Apa saja tugas Rasul? 4. Jelaskan pengertian iman kepada Rasul Allah!

18

Kegiatan 2 : Nama, Sifat dan Rasul-Rasul Ulul Azmi 1. Standar Kompetensi Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah 2. Kompetensi Dasar - Menyebutkan nama dan sifat-sifat Rasul Allah - Meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menyebutkan nama-nama Rasul Allah dan sifat-sifat-Nya - Menjelaskan perbedaan antara Rasul-rasul Ulul Azmi dengan Rasul Allah yang lainnya - Meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW 4. Materi Pokok Nama dan sifat-sifat Rasul Allah serta Rasul-rasul Ulul Azmi 5. Uraian Materi Saya yakin sekarang kamu sudah tahu siapa itu rasul. Ya, dia adalah hamba-hamba Allah yang dipilih dan dijaga dari perbuatan dosa, tetapi dia juga manusia dan juga mempunyai kebutuhan hidup seperti manusia biasa, perlu makan, minum, tidur, pakaian, tempat tinggal serta kebutuhan hidup lainnya seperti halnya kamu. Tetapi ada sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh rasul. Untuk itu simaklah uraian berikut ini. a. Sifat-sifat wajib bagi Rasul Disamping itu para Rasul mempunyai sifat wajib dan sifat mustahil. Sifat wajib adalah sifat yang pasti ada pada diri mereka, yaitu : 1. 2. 3. 4. Siddiq, artinya selalu berkata dan bertindak benar Amanah, artinya dapat dipercaya Tabligh, artinya menyampaikan firman-firman Allah kepada umatnya Fathanah, artinya cerdas dan tidak ada orang yang menandingi kecerdasannya

Sedangkan sifat mustahil adalah sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada diri Rasul, yaitu : 1. 2. 3. 4. Kizib, artinya berdusta Khianat, artinya tidak dapat dipercaya Kitman, artinya menyembunyikan firman-firman Allah Baladah, artinya bodoh

19

Disamping sifat wajib dan sifat mustahil para rasul juga mempunyai sifat Jaiz, artinya mungkin, yaitu sifat-sifat yang mungkin terjadi pada diri rasul seperti sifatnya manusia biasa. Kita termasuk manusia biasa yang perlu makan jika lapar. Demikian pula dengan para Rasul. Kamu pernah sakit bukan? Rasul pun kadangkala sakit. Rasul pun perlu tidur jika mengantuk, seperti kita. Nama-nama Rasul yang wajib diketahui. Dalam Al Quran dijelaskan dalam surat Al Mukmin ayat 78 :

Artinya : ”Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan ada pula yang tidak kami sertakan ......”. (QS. Al Mukmin : 78) Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa hanya Allah SWT saja yang mengetahui jumlah Nabi dan Rasul yang sebenarnya. Sedangkan jumlah Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui hanya berjumlah 25 Rasul, mereka adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Adam AS (Alaihis Salam) Idris AS Nuh AS Hud AS Sholeh AS Ibrahim AS Luth AS Isma’il AS Ishaq AS Ya’kub AS Yusuf AS Ayub AS Syu’aib AS Musa AS Harun AS 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Ilyas AS Ilyasa AS Zulkifli AS Daud AS Sulaiman AS Zakaria AS Yunus AS Yahya AS Isa AS Muhammad SAW (Shalallahu ‘Alaihi Wasallam)

Mereka itulah nama-nama Rasul yang wajib kita ketahui, meskipun mereka hidup atau diutus tidak pada waktu yang bersamaan tetapi jarang yang dibawa pada prinsipnya sama yaitu ajaran tauhid yang maksudnya mengajarkan kepada umat manusia untuk menganut Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan seluruh alam semesta beserta isinya termasuk manusia.

20

b. Rasul-rasul Ulul Azmi Dari jumlah yang 25 orang Rasul tersebut, 5 orang diantaranya mendapat gelar Ulul Azmi, artinya Rasul yang mempunyai ketabahan dan kesabaran dalam menyampaikan ajaran Islam walaupun mendapat tantangan, halangan dan rintangan yang sangat berat. Adapun yang mendapat gelar ulul azmi adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Nabi Nuh AS Nabi Ibrahim AS Nabi Musa AS Nabi Isa AS Nabi Muhammad SAW

Meski demikian, Rasul-rasul selain rasul Ulul Azmi bukan tidak mendapatkan cobaan atau ujian dari umatnya ketika menyampaikan ajaran tauhid kepada mereka, tetapi dibandingkan dengan Rasul-rasul yang lain, Rasul-rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi menghadapi ujian dan cobaan yang lebih berat. Seperti Nabi Nuh yang mengalami bencana air bah (bencana banjir sedunia), Nabi Ibrahim yang harus dibakar hidup-hidup oleh Raja Namruz, ketabahan Nabi Musa dalam menghadapi kekejaman rezim Fir’aun, Nabi Isa yang harus menghadapi umatnya yang tidak mau beriman serta Nabi Muhammad yang selalu menghadapi fitnah dan cercaan dari kaum kafir. Jadi, kesulitan, ujian dan cobaan yang amat memerlukan kesabaran, ketaatan, kegigihan yang lebih membedakan antara Rasul-rasul Ulul Azmi dengan Rasul-rasul Allah lainnya. c. Sifat-sifat Rasulullah SAW Sebagai umat Islam, kita harus berusaha untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, karena beliau adalah suri teladan yang baik. Firman Allah SWT :

Artinya : “Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik bagimu....” (QS. Al Ahzab : 21) Ada banyak sifat-sifat Rasulullah yang patut kita tiru disamping sifat wajib Rasul yang telah diuraikan sebelumnya, yaitu : 1. Jujur. Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang jujur sehingga beliau mendapat gelar “Al Amin”. 2. Tabah dalam menghadapi setiap penderitaan dan cobaan dalam menyampaikan ajaran agama Islam. 3. Memiliki kepribadian yang sempurna dalam segala segi. 4. Mempunyai fisik yang sempurna, lidah yang fasih dan otak yang cerdas. 5. Memiliki sifat rendah hati, tidak sombong dan penuh kasih sayang terhadap sesama. 6. Sederhana dalam kehidupannya sekalipun setelah beliau menjadi pemimpin negara.

21

Rangkuman : - Sifat wajib bagi Rasul adalah Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. - Rasul Allah yang wajib kita ketahui berjumlah 25 Rasul. - Rasul Ulul Azmi adalah rasul yang mengalami rintangan, hambatan yang sangat berat dan memerlukan kesabaran dan ketabahan yang tinggi. - Rasulullah adalah sosok pribadi yang agung dan menjadi teladan bagi umat manuisa. 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Sebutkan sifat-sifat wajib bagi Rasul! 2. Sebutkan sifat-sifat mustahil bagi para Rasul! 3. Apa yang dimaksud dengan sifat Jaiz bagi para Rasul? 4. Apa yang dimaksud dengan Ulul Azmi?

22

C. PENUTUP Ucapkanlah syukur kepada Allah SWT, dengan membaca :

Karena kamu telah selesai mempelajari modul dengan baik. Kehadiran Rasul merupakan rahmat bagi para umatnya. Karena manusia mengetahui tugasnya sebagai manusia dan dapat mengetahui pula hidup yang sekitarnya. Untuk itu jika kamu cinta kepada Allah SWT, maka ikutilah petunjuk-petunjuk Rasul niscaya hidupmu akan bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Nah, setelah kamu selesai mempelajari modul ini, segeralah minta kepada gurumu Tes Akhir Modul. Jika kamu dapat menjawab soal-soal tes dan mendapat nilai paling sedikit 6,5, maka kamu dianggap berhasil dan diperbolehkan untuk mempelajari modul berikutnya. Akan tetapi jika hasil tesmu mendapat nilai di bawah 6,5, maka kamu dianggap belum berhasil. Pelajari kembali modul ini, khususnya materi yang belum kamu kuasai. Untuk itu segeralah minta tes akhir modul pada gurumu dan kita akan berjumpa lagi dalam modul berikutnya.

23

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. Nabi adalah manusia pilihan Allah, dia diberi wahyu akan tetapi tidak wajib menyampaikan kepada orang lain. Sedangkan Rasul adalah manusia pilihan Allah, dia diberi wahyu serta wajib mengamalkannya kepada orang lain (umatnya). 2. Maksum ialah terjaga dari dosa. Setiap Rasul itu maksum 3. 1. Membawa kabar gembira bagi yang baik dan peringatan bagi orang yang kafir. 2. Menyampaikan kebenaran tentang yang lahir dan bathil. 3. Membawa manusia kepada kehidupan yang diridhoi oleh Allah SWT. Tugas 2 : 1. a. b. c. d. 2. a. b. c. d. Shiddiq artinya selalu berkata benar. Amanah artinya dapat dipercaya. Tabligh artinya menyampaikan wahyu Allah Fathonah artinya cerdas. Kizib artinya berdusta. Khianat artinya cedera/ tiak dipercaya Kitman artinya menyembunyikan Baladah artinya bodoh

3. Sifat jaiz bagi Rasul adalah sifat-sifat yang sewajarnya pada Rasul Allah sebagaimana manusia biasa seperti makan minum, tidur dan lain-lain. 4. Ulul Azmi artinya mempunyai ketabahan dan kesabaran yang tinggi dalam menghadapi rintangan dan hambatan.

24

ISL.VIII.2.6.12

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 2 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

ADAB MAKAN DAN MINUM

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: M. Soleh Yunus Abdul Rozak, S.Ag : Moh. Sofyan S.Ag : Sunarmi S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, kita dapat bertemu kembali melalui modul ini. Semoga Kamu dalam kondisi sehat wal ‘afiat dan pandai bersyukur, diantaranya dengan selalu berupaya berprestasi dalam menuntut Ilmu. Selanjutnya mari kita pelajari Modul kita kali ini yaitu membahas tentang : bagaimana membiasakan perilaku terpuji yang terdapat dalam adab makan dan minum. Ada 2 (dua) kegiatan yang dipelajari dalam modul ini : Kegiatan 1 : Adab makan dan minum Kegiatan 2 : Contoh makanan dan minuman yang dihalalkan Waktu yang tersedia untuk mempelajari modul ini 4 x 40 menit termasuk waktu untuk menjawab tes akhir modul. Tujuan dari modul ini adalah agar kamu dapat membiasakan berperilaku terpuji saat menghadapi santapan makanan serta membiasakan untuk selalu membaca doa pada sebelum serta sesudah makan. Selamat belajar, dan jangan lupa berdoa!

27

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Adab Makan dan Minum 1. Standar Kompetensi Membiasakan perilaku terpuji 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan adab makan dan minum 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan adab makan dan minum - Membacakan doa sebelum dan sesudah makan dan minum - Menyebutkan dalil naqli yang berhubungan dengan adab makan dan minum 4. Materi Pokok Adab makan dan Minum 5. Uraian Materi Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia agar dapat hidup secara wajar dan sehat. Dalam makan dan minum manusia harus memperhatika beberapa hal, agar yang dilakukannya tidak hanya sekedar memenuhi keinginan hawa nafsu saja tetapi juga mendapat ridha Allah SWT serta dapat memberikan manfaat bagi jasmani dan rohani kita. Di antara adab (etika) makan dan minum adalah : a. Berdoa Sebelum dan sesudah makan atau minum selalu diiringi dengan doa. Doa hendak makan atau sedang menghadapi hidangan :

Artinya : Wahai Allah, berkatilah rizki yang telah engkau limpahkan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. Doa sesudah makan :

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami dari golongan orang-orang muslim.

28

b. Makan sesuai dengan kebutuhan tubuh atau tidak berlebih-lebihan, karena bila berlebiha-lebihan akan berpengaruh buruk terhadap tubuh/ kesehatan. Dan Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Dalam surat Al A’rof Allah telah berfirman :

Artinya : ....... Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al A’rof : 31) c. Memilih makanan dan minuman yang bersih, sehat dan halal. Makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak hanya harus memenuhi empat sehat lima sempurna tetapi juga harus halal.

Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangnlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah : 168) d. Ambil makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhan sehingga kita tidak menyisakan makanan atau minuman kemudian membuangnya. Perbuatan membuang-buang makanan adalah perbuatan tabdzir yang merupakan perbuatan setan. e. Makanlah dengan tenang, tanpa ada suara bibir atau gigi beradu dengan alat makan. Kunyahlah makanan dengan mulut rapat tertutup. f. Janganlah bicara ketika mulut masih penuh berisi makanan. g. Makan dan minum janganlah sambil berjalan, tapi duduklah dengan tenang di ruang makan. Untuk mengetahui jenis makanan yang halal atau yang haram, kamu pelajari uraian materi selanjutnya pada kegiatan 2.

29

Rangkuman : Adab makan dan minum : a. Berdoa sebelum serta sesudah makan dan minum. b. Makan sesuai kebutuhan tubuh. c. Pilih makanan dan minuman yang sehat, bersih dan halal. d. Ambil makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhan. e. Makan dan minum dengan tenang. f. Jangan bicara ketika mulut berisi makanan. g. Makan dan minum jangan sambil berjalan. 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Sebutkan adab makan dan minum! 2. Tuliskan doa hendak makan dan minum!

30

Kegiatan 2 : Contoh Makanan dan Minuman yang Halal dan yang Haram 1. Standar Kompetensi Membiasakan perilaku terpuji 2. Kompetensi Dasar - Menampilkan contoh adab makan dan minum - Mempraktekkan adab makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa dapat : - Menjelaskan makanan dan minuman yang dihalalkan - Menjelaskan manfaat makanan dan minuman yang dihalalkan - Menjelaskan makanan dan minuman yang diharamkan - Menjelaskan mudhorot makanan dan minuman yang diharamkan - Menerapkan ketentuan tentang makanan yang dihalalkan dan diharamkan 4. Materi Pokok - Contoh makanan dan minuman yang dihalalkan serta manfaatnya - Contoh makanan dan minuman yang diharamkan serta bahayanya 5. Uraian Materi Pada uraian sebelumnya dijelaskan bahwa diantara adab makan dan minum yang diatur oleh Islam adalah bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi merupakan makanan dan minuman yang halal bukannya yang haram. Tahukah kamu makanan dan minuman yang halal ? Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut di atas, silahkan kamu diskusikan dengan teman-temanmu, setelah itu hasilnya dibandingkan dengan uraian berikut ini. 1. Makanan dan Minuman yang Dihalalkan a. Makanan dihalalkan Sebagaimana lazimnya manusia yang hidup di dunia ini memrlukan makanan, sebab makanan sangat bermanfaat bagi tubuh kita, baik makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, buah-buahan atau binatang yang halal untuk dimakan selama tidak ada larangan berdasarkan hukum sara’ (agama). Makanan dikategorikan menjadi 2 jenis : 1) Makanan dari jenis nabati 2) Makanan dari jenis hewani Seluruh jenis makanan nabati dan hewani yang diperlukan tubuh dan bermanfaat bagi tubuh dan tidak ada kandungan lain yang mengganggu kesehatan dan tidak memiliki kandungan yang berbahaya yang tidak menimbulkan buruk baik itu bagi fisik dan psikis manusia, makanan yang tidak beracun pada prinsipnya termasuk makanan halal.

31

Jenis makanan nabati yang dihalalkan ialah segala jenis tumbuhan yang ada di muka bumi ini yang termasuk jenis sayuran, buah-buahan maupun biji-bijian, sejauh bermanfaat bagi tubuh dan tidak menimbulkan kerusakan serta gangguan fisik maupun psikis, dan tidak mendatangkan mudhorot bagi yang memakannya. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 29 :

Artinya : “Dialah yang telah menjadikan segala yang ada di muka bumi untuk kalian semua.........” (QS. Al Baqarah : 29)

Ikan adalah binatang yang halal dimakan sekalipun sudah mati

Jenis makanan hewani yang dihalalkan dan dinyatakan langsung dalam Al Qur’an ialah : 1) Binatang air (sungai, laut) Semua jenis makanan laut hukumnya halal baik berupa ikan maupun yang lainnya, atau yang ditangkap maupun yang ditemukan sudah mati. Firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Maidah ayat 96 :

Artinya : “Dihalalkan bagimu binatang laut dan makanan yang berasal dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan........” (QS. Al Maidah : 96) Nabi bersabda yang artinya : “laut itu suci airnya, halal bangkainya.” (HR. Malik) 2) Binatang darat

Gambar di atas binatang yang haram dimakan

32

Binatang yang hidup di darat pada dasarnya halal dimakan kecuali yang diharamkan oleh Allah dan Rasulnya. Adapun binatang yang halal diantaranya unta, sapi, kerbau, kambing, ayam, itik dan sejenisnya.

Hal tersebut berdasarkan Firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Maidah ayat 1 yang berbunyi :

Artinya : .........“Telah dihalalkan bagi kamu memakan binatang ternak (unta, sapi, kerbau dan kambing).........” (QS. Al Maidah : 1) b. Minuman yang dihalalkan Sebagaimana yang telah diuraikan dalam bab yang lain bahwa Allah telah menciptakan beberapa macam minuman untuk manusia. Pada dasarnya beberapa jenis minuman yang diperlukan manusia yang tidak memiliki kan dungan bakteri yang berbahaya bagi tubuh manusia dan tidak merusak kesehatan tubuh serta tidak termasuk kategori minuman yang menjijikkan, memabukan dan menimbulkan mudharat bagi fisik maupun psikis hukumnya halal diminum. Minum merupakan bagian yang sangat penting dalam hidup dan kehidupan umat manusia, sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Anbiya ayat 30 :

Artinya : .......“dan kami jadikan segala sesuatu yang hidup dari air........” (QS. Al Anbiya : 30) Minuman/ air sangat penting bagi manusia karena sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk menjaga kesehatan, sebab orang yang kekurangan minum akan mendapat gangguan penyakit seperti ginjal, saluran kencing, dsb. Meskipun demikian manusia dilarang berlebihan. Jika berlebihan justru akan merusak kesehatan dan Allah tidak menyayanginya.

33

Allah SWT berfirman dalam surat Al A’raf ayat 31 :

Artinya : ......”Dan makanlah dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan, karena Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.” (QS. Al A’raf : 31) Kesimpulannya, segala jenis minuman yang tersedia di muka bumi ini yang baikbaik dan bermanfaat bagi manusia yang meminumnya, hukumnya halal, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 168 :

Artinya : “Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi......” (QS. Al Baqarah : 168) 2. Manfaat makanan dan minuman yang dihalalkan a. Manfaat makanan yang dihalalkan : 1) Memperoleh keridhoan Allah dan Rasulnya 2) Dapat menyehatkan badan 3) Dapat menyehatkan rohani 4) Menambah vitamin 5) Menambah energi 6) Meningkatkan daya tahan 7) Meningkatkan daya fikir b. Manfaat minuman yang dihalalkan : 1) Mendapat ridha Allah dan Rasulnya (mendapat pahala) 2) Memenuhi kebutuhan tubuh 3) Menambah kesehatan tubuh 3. Makanan dan minuman yang diharamkan a. Makanan yang diharamkan Meskipun secara umum Allah beserta Nabi Muhammad SAW memberi kelonggaran kepada umat manusia untuk menyantap jenis-jenis makanan baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, binatang darat maupun binatang laut, namun Allah telah memberikan batasan dengan mengemukakan beberapa jenis makanan yang diharamkan untuk manusia, yaitu : 1) Makanan yang berasal dari tumbuhan yang beracun 2) Bangkai binatang kecuali ikan dan belalang 3) Makanan yang sudah jelas keterangan tentang keharamannya seperti binatang buas, bertaring, menjijikkan, dan sebagainya 4) Makanan yang bukan binatang, seperti darah yang dibekukan/ marus 5) Daging hewan yang disembelih selain atas nama Allah 6) Makanan yang diperoleh dengan cara tidak halal seperti halnya hasil curian, hasil judi, hasil penipuan dan hasil kejahatan lainnya serta makanan hasil riba 34

Firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Maidah ayat 3 :

Artinya : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas kecuali yang sampai kamu sembelihnya, dan (diharamkan) bagian yang disembelih untuk berhala dan juga mengundi nasib dengan anak panah karena itu adalah kefasikan........” (QS. Al Maidah : 3) b. Minuman yang diharamkan Meskipun Allah dan Rasulnya telah menunjukkan jenis-jenis minuman yang halal untuk dikonsumsi manusia, namun Allah telah mengharamkan beberapa jenis minuman. Coba kamu baca serta amati Firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 90 :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman (beralkohol), berjudi, mengundi nasib, berkorban untuk berhala adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah : 90) Dari ayat tersebut jelas disebut bahwa alkohol (arak) adalah minuman yang diharamkan, maka para ahli hukum Islam menyimpulkan bahwa minuman yang menyerupai arak dalam hal memabukkan/ menghilangkan akal manusia termasuk kepada minuman yang diharamkan, terlebih lagi jika minuman itu dapat mematikan atau dapat merusak kesehatan. Termasuk di dalamnya adalah narkoba dan sejenisnya.

35

4. Mudhorot minuman yang diharamkan Mudhorot sama artinya dengan bahaya. Kamu pasti sudah mengerti pada sesuatu yang dilarang atau diharamkan yaitu yang di dalamnya mengakibatkan bahaya bagi diri kita, demikian pula dengan minuman yang diharamkan, bahayanya antara lain adalah : a. Menjauhkan diri kita dari Allah SWT b. Menghilangkan akal sehat kita c. Merusak daya ingat kita d. Menimbulkan permusuhan dan pertengkaran e. Membuat kita mudah terbawa oleh tipu daya dan bisikan syaitan Perhatikan Firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 91 :

Artinya : “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kaum lantaran minum khomr (arak) dan berjudi itu akan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu).” (QS. Al Maidah : 91) Setelah kamu mengetahui tentang makanan dan minuman yang dihalalkan dan diharamkan oleh Allah, cobalah untuk berhati-hati dalam menjaga makanan dan minuman yang kamu makan dan selalu hindari makanan dan minuman yang diharamkan Allah, karena makanan dan minum yang kita makan akan masuk ke dalam tubuh kita dan akan menjadi darah yang mengalir dalam tubuh kita, juga akan dapat mempengaruhi kehidupan kita. Jika saja yang haram yang kita makan atau kita minum, maka akan membawa kita menjadi malas beribadah kepada Allah SWT, bahkan ingkar kepada perintah Allah SWT. Rangkuman : • Makanan dan minuman yang dihalalkan dalam Islam mempunyai manfaat yang besar untuk kesehatan dan perkembangan tubuh kita. • Di dalam sesuatu yang diharamkan ada dampak negatif untuk diri kita, baik kesehatan jasmani atau tubuh kita maupun rohani atau keimanan kita yang dapat membuat kita jauh dari ingatan kepada Allah sang pencipta. 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar! 1. Sebutkan jenis bangkai yang dihalalkan! 2. Jelaskan manfaat makanan yang dihalalkan! 3. Minuman apa yang diharamkan dalam Al Qur’an? 4. Sebutkan bahaya minuman yang diharamkan!

36

C. PENUTUP Ucapkanlah syukur kepada Allah SWT, dengan membaca :

Karena kamu telah selesai mempelajari modul dengan baik. Kehadiran Rasul merupakan rahmat bagi para umatnya. Karena manusia mengetahui tugasnya sebagai manusia dan dapat mengetahui pula hidup yang sekitarnya. Untuk itu jika kamu cinta kepada Allah SWT, maka ikutilah petunjuk-petunjuk Rasul niscaya hidupmu akan bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Nah, setelah kamu selesai mempelajari modul ini, segeralah minta kepada gurumu Tes Akhir Modul. Jika kamu dapat menjawab soal-soal tes dan mendapat nilai paling sedikit 6,5, maka kamu dianggap berhasil dan diperbolehkan untuk mempelajari modul berikutnya. Akan tetapi jika hasil tesmu mendapat nilai di bawah 6,5, maka kamu dianggap belum berhasil. Pelajari kembali modul ini, khususnya materi yang belum kamu kuasai. Untuk itu segeralah minta tes akhir modul pada gurumu dan kita akan berjumpa lagi dalam modul berikutnya.

37

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. a. b. c. d. e. f. g. 2. Berdoa sebelum serta sesudah makan dan minum. Makan sesuai kebutuhan tubuh. Pilih makanan dan minuman yang sehat, bersih dan halal. Ambil makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhan. Makan dan minum dengan tenang. Jangan bicara ketika mulut berisi makanan. Makan dan minum jangan sambil berjalan.

Tugas 2 : 1. Ikan dan belalang 2. a. b. c. d. e. f. g. Memperoleh keridhoan Allah dan Rasulnya Dapat menyehatkan badan Dapat menyehatkan rohani Menambah vitamin Menambah energi Meningkatkan daya tahan Meningkatkan daya fikir

3. Minuman yang mengandung alkohol (arak) yang dapat memabukkan, merusak dan mematikan. 4. a. b. c. d. e. Menjauhkan diri kita dari Allah SWT Menghilangkan akal sehat kita Merusak daya ingat kita Menimbulkan permusuhan dan pertengkaran Membuat kita mudah terbawa oleh tipu daya dan bisikan syaitan

38

ISL.VIII.2.6.13

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 2 8 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

DENDAM DAN MUNAFIK

Penulis Pengkaji Materi

: Sunarmi S.Ag Abdul Rozak, S.Ag : Moh. Sofyan S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, kita dapat bertemu kembali melalui modul ini. Semoga Kamu dalam kondisi sehat wal ‘afiat dan pandai bersyukur, diantaranya dengan selalu berupaya berprestasi dalam menuntut Ilmu. Selanjutnya mari kita pelajari Modul kita kali ini yaitu membahas tentang : bagaimana menghindari perilaku tercela. Agar tidak meluas pembahasannya, modul ini dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan tentang perilaku tercela, yaitu : Kegiatan 1 : Dendam dan Munafik. Kegiatan 2 : Cara menghindari sifat dendam dan munafik. Waktu yang tersedia untuk mempelajari modul ini 4 x 40 menit termasuk waktu untuk menjawab tes akhir modul. Tujuan dari modul ini adalah agar kamu dapat membiasakan berperilaku terpuji saat menghadapi santapan makanan serta membiasakan untuk selalu membaca doa pada sebelum serta sesudah makan. Selamat belajar, dan jangan lupa berdoa!

41

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Dendam dan Munafik 1. Standar Kompetensi Menghindari prilaku tercela 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan pengertian prilaku dendam dan munafik - Menjelaskan ciri-ciri pendendam dan munafik 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan pengertian dendam - Menjelaskan pengertian munafik - Menjelaskan ciri-ciri pendendam - Menjelaskan ciri-ciri munafik 4. Materi Pokok Sifat-sifat dendam dan munafik 5. Uraian Materi a. Pendendam 1) Pengertian Dendam Menurut bahasa pendendam berasal dari kata “dendam” yang berarti keinginan yang keras yang terkandung di hati untuk membalas kejahatan yang dilakukan kepadanya. Orang yang mempunyai pendendam hatinya selalu berat untuk memaafkan kesalahan orang lain, yang ada hanya kebencian pada dirinya.

Bentuk aksi unjuk rasa dengan perasaan dendam harus dihindarkan

42

2) Ciri-ciri Orang Pendendam Orang pendendam suka menunjukkan sikap gemar menyalahkan orang lain, tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, bahkan kalau dapat, sakit hatinya dapat terbalaskan lebih dari yang dilakukan oleh orang lain kepadanya, hatinya merasa panas kalau dendamnya sudah terbalaskan. Sikap orang pendendam selalu diliputi dengan rasa permusuhan, kebencian dan kedengkian, serta menunggu peluang agar bisa mewujudkan kebenciannya itu agar hawa nafsunya terpuaskan, tidak memikirkan akibatnya yang dapat membahayakan dirinya, bahkan juga masyarakat lain yang tidak mengetahui masalahnya. Allah SWT memerintahkan agar menjauhi sifat pendendam dan menganjurkan untuk menjadi orang yang pemaaf. Firman Allah :

Artinya : .....“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada, apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun dan lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nur : 22) b. Munafik 1) Pengertian Munafik Munafik adalah salah satu penyakit hati manusia dan merupakan sifat tercela dalam agama Islam. Allah menyatakan dalam Al Qur’an :

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu ditempatkan pada tempat yang paling bawah di dalam neraka.” Munafik berarti menyembunyikan (dalam hati) atau dalam pengertian syariat munafik artinya menyembunyikan kekafiran dalam hatinya dan menampakan iman dengan lidahnya. 2) Siapakah yang dinamakan orang-orang munafik itu? Ciri-ciri orang munafik itu ada tiga, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW :

43

Artinya : Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu : 1. Apabila berbicara (berkata-kata) ia berdusta (berbohong) 2. Apabila berjanji ia mengingkari 3. Apabila dipercaya ia berkhianat Dengan kata lain munafik adalah orang yang bermuka dua, selalu memanfaatkan kesempatan, tidak memperdulikan nasib orang lain dari perbuatannya, hanya mementingkan keuntungan dan kepentingan dirinya sendiri. Di samping itu, orang munafik biasanya juga sombong, penakut dan kikir. Rangkuman : 1. Dendam adalah keinginan yang keras yang terkandung di hati untuk membalas kejahatan yang dilakukan kepadanya. 2. Ciri-ciri orang pendendam diantaranya : - Menunjukkan sikap gemar menyalahkan orang lain. - Tidak mau memaafkan orang lain/ sombong. - Jiwanya diliputi rasa permusuhan. 3. Munafik adalah menyembunyikan (dalam hati) atau dalam pengertian istilah syariat, munafik artinya menyembunyikan kekafiran dalam hatinya dan menampakan iman dengan lidahnya. 4. Ciri-ciri orang munafik : - Bila berkata, ia berdusta - Bila berjanji, ia ingkar - Bila dipercaya, ia khianat 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Jelaskan pengertian dendam! 2. Jelaskan ciri-ciri orang pendendam! 3. Tuliskan hadits yang menjelaskan ciri-ciri orang munafik!

44

Kegiatan 2 : Cara Menghindari Perilaku Dendam dan Munafik 1. Standar Kompetensi Menghindari prilaku tercela 2. Kompetensi Dasar Menghindari prilaku dendam dan munafik dalam kehidupan sehari-hari 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat : - Menjelaskan bahaya prilaku dendam dan munafik - Menjelaskan cara menghindari prilaku dendam dan munafik 4. Materi Pokok Sifat-sifat dendam dan munafik 5. Uraian Materi Kamu tentu masih ingat dengan pengertian dendam dan munafik. Kedua sifat tersebut adalah sifat yang tercela (akhlak mazmumah). Islam sangat mencela mereka yang memiliki sifat dendam dan munafik. Adakah di antara kawan-kawanmu yang memiliki sifat pendendam dan munafik? Jika ada, coba kamu perhatikan apa yang dialaminya ketiak dia memperlihatkan dendamnya pada seseorang? Atau apa yang terjadi pada orang yang memiliki sifat pendendam atau munafik? Adakah kamu melihat mereka dapat diterima oleh lingkungannya? Silahkan kamu amati! Kemudian sesuaikan jawaban kamu dengan uraian berikut ini? a. Sifat Dendam 1) Akibat Negatif Sifat Pendendam Rasulullah SAW mengajarkan agar menjauhi sikap pendendam, karena membawa akibat negatif yang sangat membahayakan. Ketika Rasulullah SAW menyampaikan ajaran Islam pertama kali di kota Mekkah, beliau dihina, dicaci maki, bahkan diancam hendak dibunuh. Ketika nabi hijrah ke Madinah, dan setelah Rasulullah SAW mempunyai kekuatan dan mampu menaklukan kota Mekkah, beliau tidak balas dendam, bahkan memaafkan mereka, dengan berkata, “Ya pergilah, kamu sekalian bebas”. Demikian luhurnya akhlak Rasulullah SAW, orang yang dahulu pernah menyakiti dan menghinanya, kini setelah Islamdatang dengan kemenangan, beliau memaafkan dan tidak ada dendam sedikitpun. Karena bagaimanapun juga dendam akan berakibat negatif yang sangat merugikan, di antaranya : a) Menimbulkan sikap dengki dan hasad, dan mengharapkan hilangnya kenikmatan bagi orang lain, bahkan mengharapkan orang yang dimusuhinya mendapat musibah. b) memutuskan silaturrahim yang berakibat timbulnya perpecahan dan permusuhan yang berlarut-larut. 45

c) Mengejek, menghina dan menghujat orang lain, bahkan melakukan tindakan kekerasan untuk melampiaskan sakit hatinya. d) Mengganggu ketenangan hati dan fikiran, karena seorang pendendam hati dan fikirannya dipenuhi oleh kemarahan dan keinginan membalas perbuatan orang lain. 2) Cara menghindarkan diri dari sifat pendendam Pendendam adalah salah satu sifat yang sangat tercela dalam ajaran Islam, karena akibatnya sangat membahayakan dan merugikan orang lain. Seorang muslim yang beriman dan bertqwa hendaknya selalu menjaga martabat, harkat dan kehormatan dirinya, berusaha untuk menghindarkan diri dari sifat pendendam. Oleh karena itu ada beberapa cara menghindar dari sifat tersebut : a) Selalu ingat kepada Allah, karena sesungguhnya Allah SWT Maha Rahman lagi Maha Rahim, memaafkan hamba-hamba-Nya, lalu tanyakan kepada diri kita kenapa kita tidak mau memaafkan, bahkan malah mau melampiaskan dendam, padahal Allah SWT Maha Pemaaf. b) Mau mengintrospeksi kelemahan dan kekurangan diri sendiri, karena dengan demikian kita menyadari bahwa sifat dendam itu sangat tidak baik untuk diri sendiri dan juga orang lain, karena menimbulkan kegelisahan dan kemarahan serta rasa sakit yang tak terpuaskan. c) Berusaha menjadi orang yang rendah hati, tidak angkuh dan sombong, mengakui kelebihan dan keunggulan orang lain. d) Berusaha untuk jadi pemaaf. b. Sifat Munafik 1) Bahaya Sifat Munafik a) Menimbulkan permusuhan. Orang munafik cenderung untuk berusaha mengambil kesempatan demi kepentingan dirinya sendiri dengan berbagai cara sehingga tidak segan-segan untuk mengadu domba sehingga dapat menimbulkan permusuhan. b) Dapat merusak persahabatan dan persaudaraan. Orang munafik tidak akan segan-segan menghianati janjinya atau berbohong dengan ucapannya sehingga dapat merusak persahabatan atau persaudaraan. c) Merugikan orang lain. Amanah yang tidak dijalankan dengan benar akan bisa merugikan orang banyak. d) Tidak disukai oleh Allah SWT dan masyarakat di lingkunnya. e) Tidak akan dapat kepercayaan dari orang lain. Orang munafik tidak amanah dan tidak dapat dipercaya ucapan ataupun janjinya. Oleh karena itu tidak akan mudah mendapat kepercayaan. 46

f) Dapat menimbulkan kekalahan dalam sebuah perjuangan. Keberadaan orang munafik dalam sebuah perjuangan tersebut yang berakibat kekalahan, karena orang munafik bisa dengan mudah membocorkan rahasia perjuangan kepada musuh tanpa kita sadari dan ketahui. Oleh karena itu, sesungguhnya musuh yang paling berbahaya adalah orang munafik. 2) Cara menghindari sifat munafik a) Selalu berusaha mendekatkan diri pada Allah SWT serta selalu mengingatNya. b) Berusaha untuk selalu bersifat amanah dan jujur meskipun pahit akibatnya. c) Menanamkan kesadaran akan bahayanya sifat munafik. d) Membaca buku-buku yang mengisahkan akibat yang dialami oleh orang munafik. e) Bersikap setia dan teguh pendirian pada kebenaran. f) tidak mudah mengucapkan janji. Bila berjanji ucaokanlah insya Allah. g) Berusaha untuk selalu menepati janji meskipun berat untuk dijalankan. Rangkuman : 1. Sifat dendam dan sifat munafik adalah sifat tercela (akhlak mazmumah) yang haru dihindari oleh setiap muslim, di antaranya dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta selalu mengingat akan bahaya yang dapat ditimbulkan. 2. Bahaya sifat dendam dan munafik sangat banyak, diantaranya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, juga sangat dibenci oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan bahaya sifat munafik! 2. Bagaimana cara menghindari sifat dendam?

47

C. PENUTUP Ucapkanlah syukur kepada Allah SWT, dengan membaca :

Karena kamu telah selesai mempelajari modul dengan baik. Nah, setelah kamu selesai mempelajari modul ini, segeralah minta kepada gurumu Tes Akhir Modul. Jika kamu dapat menjawab soal-soal tes dan mendapat nilai paling sedikit 6,5, maka kamu dianggap berhasil dan diperbolehkan untuk mempelajari modul berikutnya. Akan tetapi jika hasil tesmu mendapat nilai di bawah 6,5, maka kamu dianggap belum berhasil. Pelajari kembali modul ini, khususnya materi yang belum kamu kuasai. Untuk itu segeralah minta tes akhir modul pada gurumu dan kita akan berjumpa lagi dalam modul berikutnya.

48

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. Menurut bahasa pendendam berasal dari kata “dendam” yang berarti keinginan yang keras yang terkandung di hati untuk membalas kejahatan yang dilakukan kepadanya. 2. Ciri-ciri orang pendendam diantaranya : - Menunjukkan sikap gemar menyalahkan orang lain. - Tidak mau memaafkan orang lain atau sombong. - Jiwanya diliputi rasa permusuhan 3. Sabdakan oleh Rasulullah SAW :

Tugas 2 : 1. Bahaya sifat dendam dan munafik sangat banyak, diantaranya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, juga sangat dibenci oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. 2. Sifat dendam dan sifat munafik adalah sifat tercela (akhlak mazmumah) yang haru dihindari oleh setiap muslim, di antaranya dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta selalu mengingat akan bahaya yang dapat ditimbulkan.

49

ISL.VIII.2.7.14

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 2 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

HEWAN SEBAGAI SUMBER MAKANAN

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: M. Saleh H. Yunus Abdul Rozak, S.Ag : Moh. Sofyan S.Ag : Sunarmi S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, kita dapat bertemu kembali melalui modul ini. Semoga Kamu dalam kondisi sehat wal ‘afiat dan pandai bersyukur, diantaranya dengan selalu berupaya berprestasi dalam menuntut Ilmu. Selanjutnya mari kita pelajari Modul kita kali ini yaitu membahas tentang : Memahami hukum Islam tentang hewan sebagai sumber bahan makanan. Ada 2 (dua) kegiatan dalam modul ini, yaitu : Kegiatan 1 : Binatang yang halal dimakan. Kegiatan 2 : Binatang yang diharamkan. Waktu yang tersedia untuk mempelajari modul ini 6 x 40 menit termasuk waktu untuk menjawab tes akhir modul. Tujuan dari modul ini adalah agar kamu dapat membiasakan berperilaku terpuji saat menghadapi santapan makanan serta membiasakan untuk selalu membaca doa pada sebelum serta sesudah makan. Selamat belajar, dan jangan lupa berdoa!

53

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Binatang yang dihalalkan 1. Standar Kompetensi Memahami hukum Islam tentang hewan sebagai sumber makanan 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan jenis-jenis hewan yang halal dan haram untuk dimakan 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat : - Menyebutkan dan menjelaskan binatang yang dihalalkan - Menjelaskan cara menyembelih binatang yang dihalalkan secara tradisional dan mekanik - Menjelaskan manfaat makanan yang dihalalkan 4. Materi Pokok Jenis-jenis binatang yang dihalalkan 5. Uraian Materi a. Binatang yang dihalalkan 1) Binatang yang hidup di darat Binatang darat yang halal untuk dimakan dan dinyatakan oleh Allah dan Rasulnya, adalah : a) Binatang ternak - Unta - Sapi - Kerbau - Kambing atau biri-biri - Ayam dan sejenisnya b) Binatang yang bukan ternak - Kelinci - Belalang - Burung-burung kecil - Kuda Firman Allah SWT dalam durat Al Maidah ayat 1 :

Artinya : ....“Dihalalkan bagimu binatang ternak kecuali yang akan dibacakan kepadamu .....” (QS. Al Maidah : 1)

54

Kuda adalah salah satu jenis binatang halal yang dinyatakan langsung oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang artinya berbunyi : “Bahwa Nabi SAW mengizinkan untuk memakan daging kuda.” 2) Binatang yang hidup di laut atau air Semua jenis binatang yang hidup di laut atau air hukumnya halal, baik yang ditangkap maupun yang ditemukan dalam keadaan mati, kecuali yang mengandung racun yang berbahaya. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 96, yang berbunyi :

Artinya : “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan yang berasal dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan......”(QS. Al Maidah : 96) Yang menjadi dasar dihalalkannya binatang yang hidup di laut atau air disamping dalam Al Qur’an terdapat juga dalam hadits yang artinya berbunyi : “Dia, airnya mensucikan dan halal bangkainya”. (HR. Malik) b. Cara penyembelihan binatang Yang dimaksud penyembelihan binatang adalah memutuskan saluran pernafasan dan saluran makanan dan minumannya dengan maksud agar halal untuk dimakan, karena binatang yang halal dimakan harus melalui penyembelihan dengan cara yang sah berdasarkan syari’at ajaran Islam kecuali ikan yang berasal dari laut atau air. Cara penyembelihan binatang ada dua macam, yaitu cara tradisional dan cara mekanik. 1) Cara tradisional a) Orang yang menyembelih syaratnya orang yang berakal b) Alat yang digunakan untuk menyembelih harus tajam seperti pisau, batu, kayu, pedang, dan kaca. Dalam penyembelihan binatang dilarang menggunakan gigi dan kuku. c) Penyembelihan binatang harus pada leher dan tenggorokan binatang haruslah putus. d) Pada saat penyembelihan binatang harus menyebut nama Bismillahirrohmanirrohim. e) Binatang yang disembelih harus dibaringkan. f) Urat leher harus putus untuk mempercepat proses kematian. g) Menyembelih binatang hendaklah disengaja. h) Pada saat penyembelihan hendaklah binatang dihadapkan ke kiblat.

55

Dibolehkan menyembelih binatang tidak pada lehernya, tetapi pada bagian tubuh yang lain dalam keadaan darurat seperti binatang yang masuk jurang yang mengalami kesulitan memotong lehernya. Asalkan matinya binatang akibat dari pada potongan tubuh tersebut. Rasulullah SAW bersabda yang artinya berbunyi : Dari Abu Usyara yang ia terima dari orang tuanya, ia bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah tidak sah menyembelih kecuali dikerongkongan dan pangkal paha?” nabi SAW menjawab; “Kalau engkau bacok di pahanya sesungguhnya cukuplah atau memadai bagimu.” (HR. Jamaah) 2) Cara mekanik Mengingat kebutuhan daging binatang dewasa ini cukup banyak, sedangkan alat pemotong dengan menggunakan teknologi semakin canggih maka penyembelihan binatang dengan menggunakan alat-alat mekanik diperbolehkan dalam Islam dan hasil penyembelihannya halal dimakan. Dengan syarat penyembelihan harus berdasarkan ajaran Islam. Diantara syaratnya adalah : a) Alat yang digunakan cukup tajam. b) Pada waktu penyembelihan menyebut nama Allah atau membaca basmallah. c) Harus memenuhi syarat kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan. c. Rukun dan syarat menyembelih 1) Si penyembelih disyaratkan : a) Orang Islam yang berpegang kepada Al Qur’an b) Orang yang ahli kitab yang berpegang kepada kitab Allah selain Al Qur’an 2) Binatang yang disembelih syaratnya : a) Binatang yang halal b) Binatang yang sudah cukup waktunya untuk disembelih 3) Alat penyembelih syaratnya : a) Pisau atau benda tajam b) Alat mekanik yang tajam d. Manfaat binatang yang dihalalkan 1) Mendapat keridhoan Allah SWT (berpahala) 2) Bermanfaat bagi tubuh manusia, bagi kesehatan karena banyak binatang yang mengandung vitamin, protein dan sebagainya

56

Rangkuman : 1. Binatang yang dihalalkan a. Binatang yang hidup di darat - Binatang ternak : unta, sapi dan sebagainya - Binatang bukan ternak : kelinci, belalang dan sebagainya b. Binatang yang hidup di laut/ air - semua binatang yang hidup di laut/ air kecuali yang membahayakan Cara penyembelihan binatang a. Tradisional b. Mekanik Rukun dan syarat menyembelih a. Penyembelih harus orang Islam, dan ahli kitab b. Binatang harus halal dan cukup waktu untuk disembelih c. Alat penyembelih harus benda tajam Manfaat binatang halal a. Mendapat keridhoan dari Allah SWT b. Bermanfaat bagi kesehatan tubuh

2.

3.

4.

6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. 2. 3. Sebutkan contoh binatang yang dihalalkan! Jelaskan 2 cara penyembelihan yang diperbolehkan oleh agama! Jelaskan manfaat binatang halal bagi manusia!

57

Kegiatan 2 : Binatang yang haram dimakan 1. Standar Kompetensi Memahami hukum Islam tentang hewan sebagai sumber bahan makanan 2. Kompetensi Dasar - Menjelaskan jenis-jenis hewan yang halal dan haram untuk dimakan - Menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat : - Menyebutkan dan menjelaskan binatang yang diharamkan - Menjelaskan bahaya binatang yang diharamkan - Memberikan contoh makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan - Menjelaskan cara untuk menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang haram 4. Materi Pokok - Jenis-jenis binatang yang diharamkan dan makanan yang bersumber darinya serta bahaya yang ditimbulkannya - Cara menghindari makanan yang berasal dari binatang yang diharamkan 5. Uraian Materi Pada uraian materi sebelumnya telah dijelaskan mengenai jenis binatang yang halal untuk dimakan oleh umat Islam. Disamping binatang-binatang yang halal tersebut terdapat pula jenis binatang yang diharamkan termasuk makanan olahan yang menggunakan bahan dari binatang yang diharamkan. Pelajari uraian materi berikut ini! a. Binatang yang diharamkan Diantara jenis-jenis binatang yang adalah : diharamkan oleh Allah SWT dan Rasulnya

1) Babi Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 3 :

Artinya : “Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah dan daging babi.” (QS. Al Maidah : 3) 2) Binatang yang bertaring seperti gajah Sebagaimana sabda nabi SAW yang artinya berbunyi : “Tiap-tiap binatang buas yang mempunyai taring haram dimakan.” (HR. Bukhori dan Tirmizi)

58

3) Binatang berkuku tajam seperti elang, gagak dan sejenisnya Berdasarkan sabda Nabi dalam haditsnya yang artinya berbunyi : “Rasulullah telah melarang memakan setiap burung yang berkuku tajam.” (HR. Muslim) 4) Binatang buas seperti anjing, harimau, beruang, macan dan sejenisnya 5) Binatang yang disuruh untuk dibunuh seperti ular, tikus. Dan sejenisnya 6) Binatang yang dilarang dibunuh seperti semut, tawon, dan sejenisnya 7) Binatang yang kotor atau menjijikan seperti kutu, ulat, kepiting, dan sejenisnya Sebagaimana dikemukakan oleh Allah SWT dalam surat Al A’rof ayat 157 :

Artinya : “Dan dihalalkan bagi mereka (makanan) yang baik, dan diharamkan kepada mereka makanan yang menjijikan.” (QS. Al A’rof : 157) 8) Binatang yang hidup di darat dan di laut (ampibhi) seperti katak, buaya 9) Binatang yang matinya : - Disembelih dengan tidak membaca basmallah (menyebut nama Allah) - Disembelih untuk berhala - Mati tercekik - Mati dipukuli - Mati terjatuh - Mati ditanduk, dan sejenisnya 10) Binatang yang halal, tapi diperoleh dengan cara tidak halal seperti hasil curian, hasut, menipu, hasil judi dan sebagainya b. Makanan yang menghindarinya diolah dari binatang yang diharamkan dan cara

Makanan yang diolah dengan menggunakan bahan dari binatang yang diharamkan hukumnya sama dengan binatang tersebut, yaitu haram. Beberapa diantara makanan yang terkadang menggunakan bahan dari sesuatu (binatang atau lainnya) yang haram adalah : 1. Cornet 2. Biskuit 3. Bakso Makanan atau minuman tersebut banyak beredar di masyarakat termasuk juga di pasar-pasar swalayan. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim kita harus teliti dan hati-hati ketika memilih makanan yang akan kita beli dan kita konsumsi, karena bila tidak, makla kita akan memasukan makanan haram ke dalam tubuh kita yang akan mengalir bersama darah kita tanpa kita sadari, dan hal itu tentunya tidak kita inginkan.

59

Ada beberapa cara untuk menghindari mengkonsumsi makanan yang berasal dari binatang haram, diantaranya : 1. Teliti sebelum membeli. Sebelum membeli makanan, kita harus teliti dahulu bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan tersebut, apakah bahan-bahan tersebut berasal dari binatang haram atau tidak. Biasanya pada setiap produk makanan dicantumkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan tersebut dan diletakkan pada pembungkus makanan. Jangan mudah tergoda oleh bentuk atau kemasan yang menarik atau rasa yang lezat. Terkadang untuk menjadikan makanan terasa lebih lezat ditambahkan bahan-bahan tertentu seperti misalnya lemak hewani yang berasal dari binatang haram. Pilih makanan atau minuman yang sudah memiliki lebel “halal” dari MUI. Hindari makan di tempat-tempat yang diragukan kehalalannya, apalagi bila di tempat tersebut juga disediakan menu makanan yang diharamkan.

2.

3. 4.

c. Bahaya / mudharat binatang atau makanan yang diharamkan 1. 2. 3. Tidak mendapat keridhoan Allah SWT Merusak kesehatan tubuh Mempengaruhi jiwa manusia seperti menjadi serakah, kikir, pemarah dan kejam

Rangkuman : 1. Jenis binatang yang diharamkan : - Babi - Binatang yang bertaring - Binatang berkuku tajam - Binatang buas - Binatang yang diperintah untuk dibunuh - Binatang yang dilarang untuk dibunuh - Binatang yang kotor - Binatang yang hidup di darat dan di laut (hidup di dua alam) - Binatang yang matinya dengan cara yang tidak d ibenarkan - Binatang yang diperoleh dengan cara yang tidak halal 2. Cara menghindari makanan yang diharamkan : - Teliti sebelum membeli - Tidak/ jangan mudah tergoda oleh bentuk/ kemasan yang menarik atau rasanya yang lezat - Pilih makanan/ minuman yang sudah memiliki lebel “halal” - Hindari makan di tempat-tempat yang diragukan kehalalannya 3. Bahaya/ mudharat binatang atau makanan yang diharamkan : - Tidak mendapat keridhoan Allah SWT - Merusak kesehatan tubuh - Mempengaruhi jiwa manusia

60

6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Sebutkan jenis-jenis binatang yang diharamkan! 2. Berikan contoh makanan yang berasal dari binatang yang diharamkan! 3. Bagaimana cara menghindari makanan dari binatang yang diharamkan? 4. Jelaskan bahaya mengkonsumsi makanan yang diharamkan!

61

C. PENUTUP

Alhamdulillah, kamu sudah selesai mempelajari modul tentang makanan, binatang yang halal dan yang haram, sehingga akan menambah pengetahuanmu, dan kamu akan mampu membedakan barang yang halal untuk dikonsumsi, serta barang yang haram dan harus dijauhi. Kamu sudah dapat menjelaskan manfaat makanan yang halal baik bagi tubuh. Jasmani maupun bagi rohani, demikianlah pula bahaya makanan haram. Setelah itu jawablah pertanyaan pada setiap tugas yang ada pada bagian akhir untuk mempertajam pengetahuanmu! Selamat belajar!

62

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1. Binatang yang dihalalkan a. Binatang yang hidup di darat - Binatang ternak : unta, sapi dan sebagainya - Binatang bukan ternak : kelinci, belalang dan sebagainya b. Binatang yang hidup di laut atau air semua binatang yang hidup di laut atau air kecuali yang membahayakan 2. Cara penyembelihan binatang a. Tradisional b. Mekanik 3. Manfaat binatang halal a. Mendapat keridhoan dari Allah SWT b. Bermanfaat bagi kesehatan tubuh Tugas 2 : 1. Jenis binatang yang diharamkan : - Babi - Binatang yang bertaring - Binatang berkuku tajam - Binatang buas - Binatang yang diperintah untuk dibunuh - Binatang yang dilarang untuk dibunuh - Binatang yang kotor - Binatang yang hidup di darat dan di laut - Binatang yang matinya dengan cara yang tidak dibenarkan - Binatang yang diperoleh dengan cara yang tidak halal 2. Beberapa diantara makanan yang terkadang menggunakan bahan dari sesuatu (binatang/ lainnya) yang haram adalah : 1. Cornet 2. Biskuit 3. Bakso 3. Cara menghindari makanan yang diharamkan : - Teliti sebelum membeli - Tidak atau jangan mudah tergoda oleh bentuk atau kemasan yang menarik atau rasanya yang lezat - Pilih makanan atau minuman yang sudah memiliki lebel “halal” - Hindari makan di tempat-tempat yang diragukan kehalalannya 4. Bahaya/mudharat binatang atau makanan yang diharamkan : - Tidak mendapat keridhoan Allah SWT - Merusak kesehatan tubuh - Mempengaruhi jiwa manusia

63

ISL.VIII.2.7.15

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Pendidikan Agama Islam VIII 2 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

SEJARAH PERTUMBUHAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM SAMPAI MASA ABBASIYAH

Penulis Pengkaji Materi Penyelaras

: Drs. H. Murhanuddin, MM M. Saleh H. Yunus Abdul Rozak, S.Ag : Moh. Sofyan S.Ag : Sunarmi S.Ag

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, kita dapat bertemu kembali melalui modul ini. Semoga Kamu dalam kondisi sehat wal ‘afiat dan pandai bersyukur, diantaranya dengan selalu berupaya berprestasi dalam menuntut Ilmu. Selanjutnya mari kita pelajari Modul kita kali ini yaitu membahas tentang : Memahami sejarah dan da’wah Islam. Ada 2 (dua) kegiatan dalam modul ini : Kegiatan 1 : Sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam sampai masa Abbasiyah. Kegiatan 2 : Tokoh ilmuwan muslim dan perannya sampai masa Abbasiyah. Waktu yang tersedia untuk mempelajari modul ini 6 x 40 menit termasuk waktu untuk menjawab tes akhir modul. Tujuan dari modul ini adalah agar kamu dapat membiasakan berperilaku terpuji saat menghadapi santapan makanan serta membiasakan untuk selalu membaca doa pada sebelum serta sesudah makan. Selamat belajar, dan jangan lupa berdoa!

67

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Sejarah Pertumbuhan Abbasiyah 1. Standar Kompetensi Memahami sejarah dakwah Islam 2. Kompetensi Dasar Menceritakan sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam sampai masa Abbasiyah 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat : - Menyebutkan faktor yang mendorong semangat menuntut ilmu - Menceritakan sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam pada masa Umayyah - Menceritakan sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam pada masa Abbasiyah 4. Materi Pokok Sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam pada masa : - Umayyah - Abbasiyah 5. Uraian Materi Agama Islam adalah agama yang sangat mementingkan ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap kaum muslimin. Dengan ilmu yang dimilikinya seseorang dapat membedakan yang haq dan yang bathil, sehingga dapat memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semangat menuntut ilmu dan mengajarkannya kepada yang orang lain telah tumbuh dan berkembang di kalangan umat Islam sejak zaman Rasulullah SAW. Hal ini didorong oleh banyaknya ayat Al Qur’an ataupun hadits yang menjelaskan keutamaan orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikan Firman Allah SWT (Q.S. Al-Mujadalah : 11) Ilmu Pengetahuan Islam sampai Masa

Artinya : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadalah : 11) Maksudnya ialah belajarlah kamu semua dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah gurumu dan berbuat baiklah terhadap semua orang yang telah mengajarmu. Setelah Rasulullah SAW wafat, kepemimpinan umat Islam digantikan oleh sahabatnya yang dikenal dengan Khulafaur Rosyidin, artinya Pemimpin yang Bijaksana. 68

Pada masa Khulafaur Rasyidin, disamping usaha untuk memperluas da’wah Islam juga dilakukan usaha untuk terus melakukan pembinaan terhadap kualitas keimanan umat Islam melalui kegiatan pendidikan. Kepemimpinan Islam setelah zaman Khulafaur Rasyidin diteruskan oleh keturunan dari Bani Umayah, Bani Abbasiyah dan pemimpin lainnya yang bisa membawa Islam ke arah kemajuan. Pada masa mereka, perhatian terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan terus berkembang. Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari kebijakan-kebijakan para kholifah tersebut pada masa kepemimpinan mereka, terutama yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Kebijakan yang dibuat oleh seorang kholifah akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat yang dipimpinnya. a. Masa Umayyah (40 – 132 H atau 660 – 750 M) 1) Muawiyah bin Abu Sufyan (41 – 60 H atau 661 – 680 M). Muawiyah bin Abu Sufyan merupakan pendiri Daulah Bani umayyah. Pada tahun 56 H atau 676 M, Muawiyyah telah mengakhiri sistem demokrasi dalam pengangkatan kholifah menjadi sistem monarki. 2) Abdul Malik bin Marwan (65 – 86 H atau 685 – 705 M) Khalifah Abdul Malik bin Marwan merupakan orang yang bijaksana dan berkemauan keras, cakap dalam pemerintahan, dan pandai bergaul. Ia pandai menciptakan stabilitas keamanan di seluruh kekuasaan Islam. Beliau dianggap sebagai pembangun Daulat Bani Umayyah yang kedua sesudah Muawiyah bin Abu Sufyan. Diantara usaha/ kebijakan yang dilakukan oleh Khalifah Abdul Malik adalah : a. Mengadakan Mahkamah Tinggi yang berfungsi untuk mengadili pejabatpejabat tinggi negara yang Dzalim dan sewenang-wenang. b. Mendirikan pabrik senjata, pabrik kapal perang di Tunisia, galangan kapal dan mendirikan pabrik mata uang.

salah satu kebijakannya ialah mendirikan pabrik senjata

c.

Mengganti bahasa administrasi negara yang berbahasa Persia dan bahasa Romawi diganti dengan bahasa Arab, mengembangkan seni dan sastra, dan meningkatkan bahasa Arab menjadi bahasa ilmu pengetahuan. 69

d. e.

Membangun pos yang berfungsi sebagai penyiaran berita dari pusat pemerintahan ke daerah atau sebaliknya. Pos itu berfungsi untuk mengawasi pekerjaan para pejabat di daerah. Membangun masjid yang indah di Yerussalem dan memperluas Masjidil Haram di Mekkah.

Setelah wafat, Khalifah Abdul Malik mengangkat dua orang putranya, yaitu Walid dan Sulaiman putra mahkota. 3) Walid bin Abdul Malik (86 – 96 H atau 705 – 715 M) Pemerintahan Walid bin Abdul Malik merupakan masa kejayaan dan lambang keemasan bagi Daulat Bani Umayyah.

Jasa dan usaha Walid bin Abdul Malik yang berhasil ialah sebagai berikut : a. Merintis pembangunan di bidang sosial, budaya, dan seni budaya Islam. Banyak masjid yang dibangun dengan indah dan megah, seperti Masjid Al Umawy di Damaskus, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjidil Haram di Mekkah (pemugaran). b. Mendirikan rumah sakit dan panti pemeliharaan orang tuna netra. 4) Umar bin Abdul Aziz (99 – 101 H atau 717 – 720) Umar bin Abdul Aziz terkenal sebagai Khalifah yang adil, bijaksana, saleh, terpuji, rendah hati, sopan, sederhana, berpandangan luas, dan cinta kepada rakyatnya sehingga mendapat gelar Al Faruk II (Faruk I ialah Khalifah Umar bin Khattab, kakeknya). Ia lebih mementingkan urusan agama dari pada politik dan mementingkan persatuan jemaah umat Islam dari pada kelompok-kelompok. Diantara usaha/ kebijakan yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah : a. Kebijaksanaan dalam negeri, diantaranya sebagai berikut : 1) Mengganti pejabat yang kurang bijaksana yang diangkat oleh Khalifah Sulaiman dengan pejabat yang cakap dan wibawa. 2) Melarang memusuhi keturunan Ali bin Abi Thalib dan golongan Syiah. 3) Mengajak rakyatnya untuk menghidupkan agama dan kembali kepada syariat Islam yang murni.

70

4) 5) 6) 7) 8)

Mengadakan pembukuan hadits untuk menghindari pemalsuan. Mengutamakan da’wah dan penyiaran Islam dari pada perluasan wilayah. Melenyapkan kedzaliman dan menegakkan keadilan. Memperkukuh persatuan antar sesama muslim. Meningkatkan kesejahteraan rakyat.

b. Kebijaksanaan luar negeri, diantaranya sebagai berikut : 1) Menyerukan perdamaian terhadap negara yang sedang mengalami peperangan. 2) Memanggil pasukannya yang sedang menyerbu Konstantinopel untuk pulang ke Damaskus, selanjutnya mengirim mubaligh-mubaligh untuk menyeru raja-raja Hindu dan Sind, raja di Turki, dan raja Barbar di Afrika agar memeluk Islam sehingga usahanya mendapat sambutan dari luar negeri dengan baik. 5) Hisyam bin Abdul Malik (105 – 125 H atau 724 – 743 M) Hisyam bin Abdul Malik termasuk Khalifah terpandai dalam keluarga Bani Umayyah. Ia terkenal sebagai khalifah yang bijaksana, perkasa, dan ahli pemerintahan sehingga masa pemerintahnnya mengalami kemajuan yang pesat. Selama memangku jabatan sebagai seorang Khalifah, Hisyam bin Abdul Malik banyak berjasa dalam membangun negara, diantaranya : a. Membangun pabrik-pabrik senjata. b. Membuat saluran air di sepanjang jalan menuju Mekkah. c. Mendirikan perusahaan kain tenun sutra yang indah-indah dan halus, dan d. Membangun gelanggang olah raga dan tempat-tempat pacuan kuda. Daulat Bani Umayyah berkuasa selama 90 tahun yaitu mulai dari Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan dan berakhir setelah wafatnya Khalifah Marwan bin Muhammad. Untuk selanjutnya kepemimpinan umat Islam berada di bawah kekuasaan keluarga Bani Abbasiyah selama kurang lebih 500 tahun. b. Masa Abbasiyah (132 – 656 H atau 749 – 1258 M) Berikut ini akan dijelaskan beberapa Khalifah Bani Abbasiyah yang besar jasanya dalam penyebaran Islam. 1) Abu Abbas As Safah (132 – 136 H atau 749 – 754 M) Sesuai dengan kedudukannya sebagai pendiri daulat Abbasiyah, Abu Abbas AsSafah memperkuat kekuasaannya dengan jalan melakukan tindakan tangan besi terhadap lawan politiknya (Bani Umayyah). Ia menumpas keluarga Bani Umayyah dan penyokongnya dengan kekerasan. Abu Abbas As-Safah menetapkan kota Anbar menjadi ibu kota pemerintahan dan diberi nama Hasyimiyah. Beliau meninggal pada tahun 136 H atau 754 M.

71

2) Abu Ja’far Al Mansyur (136 – 158 H atau 754 – 775 M) Abu Ja’far Al Mansyur meneruskan kebijakan pendahulunya (Abu Abbas As Safah), yaitu menumpas para penyokong, bawahan, dan pembantu dari Bani Umayyah, seperti Abdullah bin Ali di Syiria. Setelah keamanan dalam negeri terjamin dengan baik, Khalifah Abu Ja’far Al Mansyur mulai mengadakan perubahan dalam memajukan pemerintahan, anatar lain sebagai berikut : a. Menerjemahkan buku-buku dari bahasa Yunani, Persia, Syria, dan Hindu ke dalam bahasa Arab. b. Membangun kota Baghdad yang termasyhur sebagai ibu kota pemerintahan Islam di timur dan sebagai pusat ilmu pengetahuan. c. Mendirikan jawatan kehakiman, kepolisian, pajak, dan pos (karena jawatan tersebut sangat diperlukan demi kelancaran jalannya roda pemerintahan di seluruh daerah). 3) Harun Al Rasyid (170 – 193 H atau 786 – 809 M) Harun Al Rasyid terkenal dalam sejarah sebagai Khalifah yang penuh wibawa, dicintai rakyatnya, disenangi kawan atau lawan, saleh, halus budinya, dermawan, taat beragama, dan pandai memegang pemerintahan. Karena hal tersebut, beliau dikenal sebagai penguasa terbesar di dunia. Beliau merupakan Khalifah kelima dari daulat Abbasiyah. Selama memangku jabatan sebagai seorang khalifah, Harun Al Rasyid banyak berjasa dalam memajukan pemerintahan. Jasa-jasa tersebut antara lain sebagai berikut : a. Wilayah kekuasaannya terbentang mulai dari Afrika Utara sampai India, Bizantium (sekarang Yunani) termasuk negara kuat yang beribu kota Konstantinopel, Pulau Kreta, dan Cyprus dapat ditaklukan. b. Mendirikan dewan penerjemah, yaitu dengan mengumpulkan para sastrawan, budayawan, kaum cendikiawan, dan ahli ilmu. Tugas mereka ialah menerjemahkan kitab-kitab asing dari berbagai ilmu, kitab kedokteran dari Yunani, serta kitab-kitab ilmu pasti dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Dengan demikian bahasa Arab menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Kemudian, kota Baghdad yang terkenal dengan kota seribu satu malam menjadi pusat ilmu pengetahuan di seluruh dunia. c. Membangun masjid, perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, apotek, jalan raya, jembatan, dan terusan di berbagai negeri kekuasaannya. 4) Abdullah Al Makmun (198 – 218 H atau 8813 – 833 M) Abdullah Al Makmun ialah seorang Khalifah dari keturunan Harun Al Rasyid yang arif, bijaksana, otaknya jenius, pandai ilmu agama, ilmu filsafat, tata negara, hukum, astronomi, dan ilmu-ilmu lain, serta hafal Al Qur’an dan pandai menafsirkannya. Beliau lebih dekat dengan golongan Umayyah sehingga dia berhasil mengurangi rongrongan dari golongan Syiah.

72

Selama memangku jabatan khalifah, Abdullah Al Makmun banyak berjasa dalam memajukan pemerintahan, diantaranya sebagai berikut : a. Mendirikan Baitul Hikmah (gedung ilmu pengetahuan), misalnya perpustakaan besar yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dan kantor penerjemah sehingga banyak buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, seperti ilmu pasti, ilmu kedokteran, filsafat, astronomi, kesusastraan, musik dan fisika. Buku-buku yang diterjemahkan berasal dari negara Yunani, Persia, India, Tiongkok dan sebagainya. Pada masa pemerintahannya, ia banyak mengeluarkan anggaran belanja demi kemajuan ilmu pengetahuan. b. Wilayah kekuasaan Khalifah Abdullah Al Makmun membentang luas ke arah timur dan barat. Ke arah timur sampai tembok besar Tiongkok dan ke barat sampai Pantai Atlantik. Dari uraian di atas maka jelas bagi kita bahwa agama Islam sangat mendorong umatnya untuk memiliki ilmu pengetahuan, dan umat Islam adalah umat yang tidak anti ilmu pengetahuan, kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh para khalifah banyak yang memberikan peluang besar bagi berkembangnya ilmu pengetahuan dan munculnya tokoh-tokoh ilmuwan Islam terutama pada masa Daulah Bani Abbasiyah. Mengenai tokoh-tokoh ilmuwan Islam, kita akan pelajari pada kegiatan berikutnya. Rangkuman : Pertumbuhan ilmu pengetahuan telah tumbuh dan berkembang dari sejak zaman Rasulullah SAW dan mencapai puncak kejayaannya pada masa Bani Umayyah, yaitu dengan menjadikan kota Baghdad sebagai pusat ilmu pengetahuan di seluruh dunia. 6. Tugas 1 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Sebutkan dalil tentang menuntut ilmu! 2. Sebutkan kebijakan Khalifah Abdullah Al Makmun (198 – 218 H) yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan! 3. Kapan kota Baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan di seluruh dunia? 4. Siapakah Khalifah yang pertama kali mengadakan pembukuan hadits?

73

Kegiatan 2 : Sejarah Pertumbuhan Abbasiyah 1. Standar Kompetensi Memahami sejarah dakwah Islam

Ilmu

Pengetahuan

Islam

sampai

Masa

2. Kompetensi Dasar Menyebutkan tokoh-tokoh ilmuwan muslim dan perannya sampai masa daulah Abbasiyah 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat : - Menyebutkan tokoh ilmuwan muslim dalam bidang Tauhid - Menyebutkan tokoh ilmuwan muslim dalam bidang Fiqh - Menyebutkan tokoh ilmuwan muslim dalam bidang Ilmu Akhlak - Menyebutkan tokoh ilmuwan muslim dalam bidang ilmu pengetahuan 4. Materi Pokok Tokoh-tokoh ilmuwan muslim 5. Uraian Materi Kamu tentu masih ingat dengan pembahasan yang kita pelajari pada kegiatan 1, yaitu mengenai sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam sampai masa Abbasiyah. Pada masa tersebut Islam mengalami masa puncak kejayaannya dalam bidang ilmu pengetahuan. Buku-buku ilmu pengetahuan diterjemahkan dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Pemerintah mengeluarkan biaya besar untuk mendirikan gedung-gedung perpustakaan, penerjemahan serta tunjangan bagi para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu. Tidak heran bila pada masa tersebut banyak lahir tokohtokoh ilmuwan Islam yang hasilnya masih dipelajari sampai sekarang.
Perpustakaan, gudang ilmu yang didirikan pada masa kejayaan Abbasiyah

Berikut ini adalah diantara tokoh-tokoh ilmuwan muslim yang hasil karyanya telah memberikan pengaruh besar bagi kehidupan dan peradaban dunia. a. Tokoh Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu yang membahsa tentang keesaan Allah. Para ulama yang terkenal dalam bidang ilmu Tauhid ialah sebagai berikut :

74

1) Abu Hasan Al Asy’ari (873 – 935 M) Abu Hasan Al Asy’ari adalah ulama yang menguasai bidang ilmu tauhid. Nama lengkapnya Abdul Hasan Ali Ibnu Ismail Al Asy’ari. Beliau lahir di Basrah pada tahun 873 M dan wafat di Baghdad pada tahun 935 M. Pada mulanya beliau adalah murid Al Jubai seorang penganut paham Mu’tazilah. Oleh karena perbedaan pendapat akhirnya Abu Hasan Al Asy’ari membentuk paham Al Asy’ariyah sebagai bagian dari Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ajaran antara lain : a. Maqalatul Islamiyyin (pendapat golongan Islam) dalam buku ini diuraikan masalah kepercayaan Islam serta persoalan-persoalan ilmu kalam. b. Al Ibanah an Ushuluddiyanah (penjelasan dasar-dasar agama). 2) Abu Mansyur Al Maturidi (875 – 944 M) Beliau adalah seorang ulama besar dalam ilmu tauhid yang pahamnya dekat dengan Abu Hasan Al Asy’ari dalam hal sifat-sifat Allah. Nama lengkap beliau adalah Abu Mansyur Muhammad bin Muhammad Maturidi dari Samarkand, lahir pada tahun 875 M dan wafat pada tahun 944 M. Maturidiyah juga sepaham dengan Muktazilahdalam hal kewajiban Tuhan untuk menepati janji dan perlunya takwil terhadap ayat-ayat yang melukiskan bahwa Tuhan mempunyai bentuk jasmani. b. Tokoh Ilmu Fiqh 1) Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi) (700 – 767 M) Nama lengkapnya adalah An Nukman bin Sabit bin Zuta (81 – 150 H atau 700 – 767 M). Lahir di Kufah. Beliau hidup pada masa peralihan dari kekuasaan Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah. Dalam mengajarkan ilmu Fiqh beliau berpegang pada kitabullah (Al Qur’an) dan hadits. Beliau tidak menghendaki adanya taqlid dan bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya dari Al Qur’an dan hadits. Imam Abu Hanifah adalah seorang yang diberi predikat Al Imam Al Azham, karena keluasan ilmunya. Beliau dalam menghadapi masalah ilmu fikih menggunakan ijtihad dan rasionya, sebab beliau sangat kritis dalam menanggapi suatu hadits, misalnya menolak suatu hadits atau minimal menyangsikan kesahihan baik rawi maupun jalur riwayatnya. Selain itu, beliau adalah orang yang berpengalaman dalam berbagai bidang, diantaranya ilmu kalam (tauhid), perekonomian, dan terampil menggunakan logika untuk mengatasi berbagai persoalan fikih. Ia ahli dalam mempraktekkan hukum Islam terutama dalam bidang perdagangan melalui pendekatan qias dan istihsan. 2) Imam Malik bin Anas (716 – 795 M) Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Amin Asbahy. Beliau lahir di Madinah pada tahun 94 H atau 716 M, dan wafat juga di Madinah pada tahun 179 H atau 795 M. Beliau merupakan ulama besar yang pendapatnya selalu berdasarkan Al Qur’an dan Hadits. Karya Imam Malik yang paling gemilang ialah kitab Al Muwattha.

75

3) Imam Syafi’i (767 – 819 M) Nama lengkapnya ialah Abu Abdillah Muhammad Ibnu Idris bin Abbas Ibnu Usman ibnu Syafi’i Al Hasyimi Al Muthalib. Beliau dilahirkan pada tahun 150 – 767 M di kota Ghaza (Palestina). Menurut riwayat beliau telah ditinggal wafat ayahnya sebelum lahir. Pada usia 9 tahun ia mampu menghafal Al Quran dengan fasih. Pada usia 15 tahun beliau lulus ilmu hadits dan oleh gurunya Imam Sufyan bin Uyaina, beliau diberi kepercayaan untuk mengajarkan dan memberi fatwa kepada masyarakat dan menjadi guru besar di Masjidil Haram. Beliau wafat pada tahun 205 – 820 M. Kitab-kitabnya yang terkenal dan banyak dibaca sampai sekarang ini, sebagai berikut : a. Kitab Ar Risalah berisi tentang ushul fikih, yang menunjukkan tentang cara mengambil hukum-hukum dari Al Qur’an dan hadits dan cara mengambil dalil berdasarkan analogi atau qias dan konsensus. b. Kitab Al Umm. Kitab fikih yang isinya mencakup sebagai berikut : 1) Al Qur’an dan hadits-hadits sahih sebagai dasar pemikirannya. 2) Pendapat-pendapat beliau tentang hukum 3) Menunjukkan kepandaian Imam Syafi’i dalam bidang ilmu fikih. Jelasnya bahwa fikih Syafi’i mengambil dasar Al Qur’an, hadits sahih, ijma, qias, dan istishab. 4) Imam Ibnu Hambal (Imam Hambali) (780 – 855 M) Nama lengkapnya adalah Ahmad Ibnu Hambal Ibnu Hilal Asy Syaibani. Beliau lahir pada tahun 164 H atau 780 M di Baghdad, wafat tahun 241 H atau 855 M dalam usia 77 tahun. Beliau murid dari Imam Syafi’i. Beliau terkenal sebagai imam kaum propagandis, gerakannya kembali kepada sumber-sumber Islam yang pertama, yaitu Al Qur’an dan Hadits. Karya Imam Ahmad yang terkenal adalah Musnad Imam Ahmad. c. Tokoh Ilmu Akhlak 1) Imam Ghazali (1059 – 1111 M) Imam Ghazali nama lengkapnya ialah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali. Beliau lahir pada tahun 450 H atau 1058 M di Thus, Khurasan, Iran. Beliau termasuk cendekiawan muslim yang menguasai ilmu fikih, ilmu kalam, tafsir, filsafat, dan akhlak. Beliau mendapat gelar Hujjatul Islam karena sangat berjasa dalam agama Islam. Karya-karya beliau diantaranya Maqasid Falasifah, Tahafut Al Falasifah, Al Aufaq, dan bukunya yang sangat terkenal berjudul Ihya ‘Ulumuddin. Buku tersebut selalu diserta dengan dasar ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits. Dalam buku itu juga diuraikan tentang sasaran untuk mencapai kebahagiaan hidup sebab beliau mengakui bahwa pengetahuan duniawi belum dapat mencapainya. 2) Imam Mawardi (wafat 1058 M) Beliau menyusun kitab akhlak, seperti Adabud Dunya wad Din (Adab Dunia dan Agama).

76

3) Imam Maskawih Ibnu Maskawih (wafat 1030 M) menyusun kitab akhlak yang berjudul Tahzibul Akhlak (Pendidikan Akhlak). d. Tokoh Ilmu Pengetahuan 1) Bidang Ilmu Kedokteran a) Ibnu Sina (980- 1037 M) Ibnu Sina nama lengkapnya ialah Abu Ali Al Huzaini bin Abdullah Ibnu Sina. Ibnu Sina adalah tokoh cendekiawan muslim di bidang agama, fisika, biologi, matematika, logika, kedokteran, dan filsafat. Beliau lahir dekat Bukhara, yaitu Asfahan pada tahun 370 H atau 980 M. Pada usia 10 tahun beliau sudah hafal Al Qur’an dan mempelajari kesusastraan. Pada usia 16 tahun beliau sudah menguasai ilmu biologi dan ilmu kedokteran. Karya-karya Ibnu Sina adalah sebagai berikut : 1) Al Kanon yang berisi tentang ilmu kedokteran 2) An Najad, ringkasan dari buku Asy Syifa 3) Asy Syifa yang berisi filsafat b) Abu Zakaria bin Maskawih c) Abu Bakar Ar Razy (Ar Razes) 2) Bidang Ilmu Biologi a) Al Jahiz (775 – 868 M) Beliau menulis tentang zoologi dengan karya bukunya yang berjudul Al Hayawan. Buku ini menguraikan tentang macam-macam binatang. b) Ibnu Al Awam Beliau membahas tentang ilmu pertanian dengan judul bukunya Al Falah.
Salah satu bidang ilmu biologi

c) Ash Shimmy Beliau membahas tentang ilmu tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan, dalam bukunya yang berjudul Nabati Wasujjar. 3) Bidang Ilmu Sosial a) Ibnu Kholdun (1332 – 1406 M) Beliau ahli dalam bidang sejarah, politik, sosiologi, dan ekonomi. Ibnu Kholdun disebut ahli filsafat sejarah yang pertama. Hal ini patut dibanggakan karena keaslian, kedalaman, dan kekuatan pikirannya. Ia adalah orang yang luar biasa saat itu dalam lingkup sejarah dan sosiologi.

77

b) Muhammad Ath Thabari (839 – 923 M) Nama lengkap beliau adalah Abu Ja’far Muhammad Ibnu Jarir Ath Thabari. Beliau adalah seorang ahli tafsir dan sejarawan besar di dunia timur yang tidak ada bandingannya. 4) Bidang Ilmu Kesusastraan a) Abu Nawas b) Al Mutanabi 5) Bidang Ilmu Filsafat a) Abu Ishaq Al Kindy b) Ibnu Thufail c) Ibnu Sina 6) Bidang Ilmu Farmasi dan Kimia Ibnu Baithar Keberadaan tokoh-tokoh ilmuan Islam harus menjadi pendorong bagi kita untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya agar dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan dan kejayaan umat Islam seperti yang telah dilakukan oleh para tokoh tersebut. Kamu tentu bisa melakukannya! Rangkuman : Tokoh-tokoh ilmuwan Islam diantaranya adalah : 1. Abu Hasan Al Asy’ari 2. Imam Abu Hanifah 3. Imam Syafi’i 4. Ibnu Sina 5. Ibnu Kholdun 6. dsb... 6. Tugas 2 : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Sebutkan ilmuan Islam dalam bidang ilmu tauhid! 2. Sebutkan karya-karya dari Imam Syafi’i! 3. Sebutkan karya-karya dari Ibnu Sina! 4. Siapakah tokoh yang terkenal dengan gelar Hujjatul Islam?

78

C. PENUTUP

Alhamdulillah, kamu sudah selesai mempelajari modul tentang makanan, binatang yang halal dan yang haram, sehingga akan menambah pengetahuanmu, dan kamu akan mampu membedakan barang yang halal untuk dikonsumsi, serta barang yang haram dan harus dijauhi. Kamu sudah dapat menjelaskan manfaat makanan yang halal baik bagi tubuh. Jasmani maupun bagi rohani, demikianlah pula bahaya makanan haram. Setelah itu jawablah pertanyaan pada setiap tugas yang ada pada bagian akhir untuk mempertajam pengetahuanmu! Selamat belajar!

79

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : 1.

2. Abdullah bin Makmun Mendirikan Baitul Hikmah (gedung ilmu pengetahuan), misalnya perpustakaan besar yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dan kantor penerjemah sehingga banyak buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, seperti ilmu pasti, ilmu kedokteran, filsafat, astronomi, kesusastraan, musik dan fisika. Bukubuku yang diterjemahkan berasal dari negara Yunani, Persia, India, Tiongkok dan sebagainya. Pada masa pemerintahannya, ia banyak mengeluarkan anggaran belanja demi kemajuan ilmu pengetahuan 3. Zaman Abu Ja’far Al Mansyur (136 – 158 H atau 754 – 775 M) 4. Umar bin Abdul Aziz (99 – 101 H atau 717 – 720) Tugas 2 : 1. Tokoh-tokoh ilmuwan Islam diantaranya adalah : 1. Abu Hasan Al Asy’ari 2. Imam Abu Hanifah 3. Imam Syafi’i 4. Ibnu Sina 5. Ibnu Kholdun 6. dsb... 2. Kitab-kitabnya yang terkenal dan banyak dibaca sampai sekarang ini, sebagai berikut : a. Kitab Ar Risalah berisi tentang ushul fikih, yang menunjukkan tentang cara mengambil hukum-hukum dari Al Qur’an dan hadits dan cara mengambil dalil berdasarkan analogi atau qias dan konsensus. b. Kitab Al Umm. Kitab fikih yang isinya mencakup sebagai berikut : 1) Al Qur’an dan hadits-hadits sahih sebagai dasar pemikirannya. 2) Pendapat-pendapat beliau tentang hukum 3. Karya-karya Ibnu Sina adalah sebagai berikut : 1) Al Kanon yang berisi tentang ilmu kedokteran 2) An Najad, ringkasan dari buku Asy Syifa 3) Asy Syifa yang berisi filsafat 4. Imam Ghazali nama lengkapnya ialah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali. Beliau lahir pada tahun 450 H atau 1058 M di Thus, Khurasan, Iran. Beliau cendekiawan muslim yang menguasai ilmu fikih, ilmu kalam, tafsir, filsafat, dan akhlak.

80

KEPUSTAKAAN A. Departemen Agama RI. (1984). Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Departemen Agama RI. B. M. Quraish Shihab. (1997). Tafsir al-Qur’an al-Karim: tafsir atas surat-surat pendek berdasarkan urutan turunnya wahyu. Jakarta: Pustaka Hidayah. C. Buku-buku tentang Ilmu Tajwid. D. Imam Al-Bukhari. Al-Shahih. E. Imam Muslim. Al-Shahih. F. An-Nawawi. (1987). Riadhus shalihin. Alih Bahasa oleh Salim Bahreisy. Bandung: AlMa’arif. Cet. Ke-10. G. Fatchur Rahman. (1985). Ikhtishar musthalahul hadits. Bandung: Al-Ma’arif. Cet. Ke4. H. Sayyid Sabiq. (1991). Aqidah Islam (ilmu tauhid). Alih bahasa oleh Moh. Abdai Rathomy. Bandung: C.V. Diponegoro. Cet. X. I. Nasruddin Razak. (1993). Dienul Islam. Bandung: PT. Al-Ma’arif. Cet. Ke-11. J. Endang Saifuddin Anshari. (1992). Kuliah al-Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Edisi 2. Cet. Ke-2. K. Muhammad Daud Ali. (2000). Pendidilkan agama Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Ke-3. L. Departemen Agama RI. (2001). Pendidikan agama Islam pada perguruan tinggi umum. Jakarta: Departemen Agama RI. M. A. Toto Suryana dkk. (1996). Pendidikan gama Islam untuk perguruan tinggi. Bandung: Tiga Mutiara. N. Hamzah Ya’qub. (1988). Etika Islam: pembinaan akhlakulkarimah (suatu pengantar). Bandung: CV Diponegoro. Cet Ke-4. O. Humaidi Tatapangarsa. (1991). Akhlak yang mulia. Surabaya: Bina Ilmu. P. Marzuki. (2007). Prinsip pokok akhlak mulia. Draf buku belum diterbitkan. Yogyakarta: UPT MKU UNY. Q. Rahmat Djatnika. (1996). Sistem etika Islami (akhlak mulia). Jakarta: Pustaka Panjimas. Cet. Ke-2. R. Sulaiman Rasjid. (1976). Fiqh Islam (Hukum fiqh lengkap). Jakarta: Penerbit AtTahiriyah. Cet. Ke-17. S. Sayyid Sabiq. (1992). Fiqh al-sunnah. Beirut: Dar al-Fikr. T. Muhammad Yusuf Musa. (1988). Islam suatu kajian komprehensif. Alih bahasa oleh A. Malik Madaniy dan Hamim Ilyas. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Pertama. U. Badri Yatim. (2001). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers. Cet. Ke-12. V. A. Hasjmy. (1995). Sejarah kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang. Cet. V. W. Joesoef Sou’yb. (1979). Sejarah daulat khulafaur rasyidin. Jakarta: Bulan Bintang. Cet. I. X. Dan buku-buku lain yang relevan.

81

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->