P. 1
Asal mula kehidupan

Asal mula kehidupan

|Views: 484|Likes:
Published by Eni Ihwani

More info:

Published by: Eni Ihwani on Sep 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

Forum Sains Indonesia

Ilmu Alam => Biologi => Topik dimulai oleh: reborn pada Pebruari 28, 2007, 01:24:35
Judul: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: reborn pada Pebruari 28, 2007, 01:24:35 Salah satu misteri yang gw pengen banget cari tahu nih : gimana sih awalnya sampe bisa ada kehidupan di planet ini? Udah ada topik ini di Konsep Hidup dan Kehidupan (http://www.forumsains.com/index.php?topic=215.0) dan Teori Evolusi dan Asal Usul Manusia (http://www.forumsains.com/index.php? topic=230.0), tapi karena itu buat SMU lebih baik berkembang sesuai kurikulum aja ;D Terus ada juga tentang kontroversi evolusi (http://www.forumsains.com/index.php?topic=23.0), itu juga biar berkembang dari berbagai pendekatan :P Nah, di sini kita coba sharing (nanya sih lebih tepatnya :P) tentang asal mula kehidupan dari sudut pandang biologi tentunya. Gw kagum sekaligus juga penasaran dengan beragam makhluk hidup yang berbeda satu sama lainnya, kita bisa temuin kehidupan hampir di setiap tempat. Klasifikasi makhluk hidup ini juga macem2. Paling gampang bedainnya hewan dan tumbuhan. Tapi karena ini tidak mencakup fungi, protista, dan bakter, akhirnya dipake Lima Kerajaan. Tetapi kemudian diganti lagi jadi Three Domain bacteria, Archaea dan eukaryota. Gimana sebenernya awalnya sampe bisa berkembang kehidupan seperti sekarang? apa kehidupan awalnya terjadi begitu aja secara kebetulan? Apa kita bisa menciptakan satu sel yang bener2 hidup satu saat? Baru baca wiki doang : http://en.wikipedia.org/wiki/Origin_of_life#Current_models http://en.wikipedia.org/wiki/Graham_Cairns-Smith#Clay_theory Mungkin yang dari biologi bisa kasih pencerahan ;D Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: dopamine pada April 11, 2008, 02:07:27 tahun 1953 seorang ilmuwan Amerika berhasil menciptakan Protein hasil cipratan listrik, sebuah substansi kehidupan. percayakah Anda bahwa genome kita menyimpan catatan sejarah mulai saat munculnya fajar kehidupan pertama dimuka bumi?

2,2 milyar tahun silam cipratan listrik tersebut menciptakan eksperimen alam, menciptakan awal-mula kehidupan meskipun tidak sekompleks sekarang, kemudian Prokaryotik berevolusi menjadi Eukaryotik, lalu berevolusi hingga sekarang. Nomenclature binomial adalah salah satu cara mencari akar evolusi, spesies kita (manusia) termasuk didalamnya. namun ada teori yang mengatakan bahwa kehidupan dibumi berasal dari planet lain yang menghantam bumi, disana terdapat organisme kecil sederhana yang beradaptasi dalam kondisi bumi. tapi saya (pribadi) meragukan teori ini. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: twa pada Juni 10, 2008, 01:36:59 Kutip dari: dopamine pada April 11, 2008, 02:07:27 tahun 1953 seorang ilmuwan Amerika berhasil menciptakan Protein hasil cipratan listrik, sebuah substansi kehidupan. percayakah Anda bahwa genome kita menyimpan catatan sejarah mulai saat munculnya fajar kehidupan pertama dimuka bumi? 2,2 milyar tahun silam cipratan listrik tersebut menciptakan eksperimen alam, menciptakan awal-mula kehidupan meskipun tidak sekompleks sekarang, kemudian Prokaryotik berevolusi menjadi Eukaryotik, lalu berevolusi hingga sekarang. Nomenclature binomial adalah salah satu cara mencari akar evolusi, spesies kita (manusia) termasuk didalamnya. namun ada teori yang mengatakan bahwa kehidupan dibumi berasal dari planet lain yang menghantam bumi, disana terdapat organisme kecil sederhana yang beradaptasi dalam kondisi bumi. tapi saya (pribadi) meragukan teori ini. maksud anda percobaan Urey - Miller kan ? dimana asam amino terbentuk dr cipratan listrik. Yang menjadi masalah Miller tdk memiliki bukti yg nyata bahwa atmosfer bumi pada masa awalnya terdiri dr amonia, metana, hidrogen, seperti yg digunakannya dlm eksperimennya. Mereka mendasarkan toerinya kimia fisik. Mereka ingin mendapatkan reaksi kimia yg mendukung pendapat mereka, dan krn itu mrk berasumsi bumi penuh dgn gas2 itu. A. Oparin (pakar biokimia rusia) cukup cerdik utk menyadari bahwa kalau anda memulai dgn gas2 yg lamban spt nitrogen dan CO2, gas2 itu tdk akan bereaksi. Faktanya semua latar belakang sudah diatur sedemikian rupa spy mendapatkan hasil yg mrk inginkan. Sejak thn 1980-an s/d skrg, para ilmuwan NASA telah menunjukkan bahwa bumi yg primitif pd masa awalnya tdk pernah memiliki gas metana, amonia, atau hidrogen utk dpt menimbulkan reaksi apapun. Sebaliknya,

atmosfer bumi zaman itu dipenuhi oleh air, CO2 dan nitrogen yg tentunya tdk akan pernah memperoleh hasil eksperimen yg sama dgn campuran kimiawi spt itu. Tdk akan pernah berhasil. Eksperimen2 yg lebih baru telah mengonfirmasikan hal tsb.

Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: milmi pada Juni 17, 2008, 04:38:54 Yang namanya eksperimen itu memang didesign sedemikian rupa supaya dapat menjawab hipotesis yang diajukan. Nah, Urey dan Miller menduga, menduga looh, bahwa dahulu atmosfer purba penuh dengan gas metana. Jadi eksperimennya valid. Masalahnya, benarkah dugaan mereka? Nah, hal itu kan belum terpatahkan sampai saat ini, atau setidaknya belum ada teori tandingan. Sampai ada teori tandingan, teori evolusi biokimia Urey-Miller masih dipakai. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: peregrin pada Juni 18, 2008, 03:40:37 Kutip dari: milmi pada Juni 17, 2008, 04:38:54 Yang namanya eksperimen itu memang didesign sedemikian rupa supaya dapat menjawab hipotesis yang diajukan. ini benar2 mengena deh ;) Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: dopamine pada Juli 07, 2008, 06:20:03 coba cari literaturnya di internet, keadaan bumi baik struktur kimianya dan geografisnya sangat berbeda dengan sekarang. percobaan boleh gagal atau tidak menyampaikan apa yang terjadi sebenarnya di alam, tapi setidaknya percobaan direplikasi untuk menunjukkan apa yang terjadi di alam. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: ENTALFI pada Juli 09, 2008, 09:07:46 Dalam setiap teori penciptaan, bagaimana asal mula kehidupan, selalu saja terdapat suatu materi awal yang tercipta tanpa ada nya bahan dan muncul secara tiba-tiba. Sehingga semua teori tersebut tidak dapat menjelaskan secara lengkap dan akurat tentang bagaimana asal mula kehidupan secara utuh. Evolusi yang menjadi teori yang cukup terkenal tentang bagaimana berbagai macam makhluk hidup tercipta sungguh suatu teori yang tak lebih dari teori ngigau jika dipandang dari kacamata ilmu pengetahuan saat ini. Struktur DNA yang demikian rumit yang memiliki kemampuan menyimpan seluruh informasi dalam perpustakaan terbesar didunia, atau mungkin server google, tak dapat

dijelaskan oleh teori evolusi yang sudah kuno. Tumbuhan tidak dapat dijelaskan oleh teori evolusi. Bagaimana mungkin tumbuhan bisa berevolusi sedangkan mereka memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suhu, tempat dan musim yang akan menyebabkan mereka langsung mati jika tidak cocok. Pohon kelapa tidak mungkin berevolusi menjadi kaktus melalui rangkaian proses kebetulan sebagaimana yang sering diangkat oleh semua teori evolusi. Manusia tidak mungkin berasal dari kera. Hanya karena memiliki persamaan anatomi tubuh tidak bisa membenarkan pernyataan teori evolusi ini. Persamaan anatomi juga dimiliki oleh banyak makhluk hidup lainnya. Dan jika kera berevolusi menjadi manusia seharusnya tidak ada kera yang ketinggalan ikut berevolusi. Sehingga seharusnya tidak lagi ada kera saat ini. Pikirkan juga bagaimana perbedaan jenis kelamin bisa terjadi. Seharusnya jika asal mula kehidupan berlangsung melalui serangkaian proses evolusi dan seleksi alam, perbedaan jenis kelamin tidak seharusnya ada. Sangat tidak logis kita berfikir berbagai makhluk hidup tersebut berbagi tugas dalam rangkaian evolusi yang satu menjadi jantan dan yang lain menjadi betina dengan alat reproduksinya masing-masing. Kunci sederhana jika kita bisa berpikir jernih dan logis memperlihatkan bahwa semua ini memang tercipta demikian adanya tanpa melalui proses evolusi. Bersikeras evolusi memang terjadi tetap saja memperlihatkan ada kekuatan besar yang mengaturnya sehingga evolusi tersebut bisa terarah. Tak dapat disangkal lagi teori yang benar tentang asal mula kehidupan, bahwa kehidupan ini ciptakan oleh satu zat tunggal yang berdiri sendiri, diciptakan secara utuh tanpa melalui rangkaian proses evolusi. Dia lah Allah SWT. Mari berpikir logis. Jika suatu teori hanya mampu menjelaskan suatu bagian kecil dari asal mula kehidupan, mempercayai teori tersebut sungguh tidak logis. Tambahan : Jika proses reproduksi seksual pada tumbuhan, hewan dan manusia adalah akibat dari suatu proses evolusi, maka telah terjadi serangkai kejadian kebetulan yang jumlahnya luar biasa. Pertama, sistem reproduksi kaum jantan yang luar biasa kompleks dan berbeda haruslah secara lengkap dan mandiri berevolusi pada saat yang sama dengan proses evolusi yang terjadi pada kaum betina. Suatu peluang ketidaklengkapan yang terkecil pun akan membuat kedua sistem reproduksi menjadi tidak berguna, dan akibatnya seleksi alamiah akan menentang keberadaan mereka. Kedua, sistem fisik dan emosi dari kaum jantan dan kaum betina haruslah dapat saling menyesuaikan. Ketiga, produk dari sistem reproduksi kaum jantan (baik serbuk sari maupun sperma) haruslah memiliki

keserupaan dan pada saat yang sama memiliki kesesuaian secara mekanis maupun kimiawi dengan telur produk sistem reproduksi kaum betina. Keempat, proses detail dan banyak yang muncul dalam tingkat molekul dalam telur yang telah dibuahi pastilah sudah bekerja secara luar biasa tepat dari awalnya. Proses ini hanya dapat ditiru oleh para ilmuwan secara sepotong-sepotong. Dan akhirnya, lingkungan hidup dari telur tersebut, mulai dari konsepsi sampai akhirnya dapat bereproduksi sendiri haruslah terkontrol sampai ke tingkat yang luar biasa detail. Silakan pikirkan, apakah serangkaian peristiwa luar biasa ini dapat terjadi dengan “kebetulan” saja, ataukan memang ada seorang Perancang Yang Maha Pandai yang telah menciptakan sistem reproduksi seksual. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: dopamine pada Juli 09, 2008, 11:03:44 Ralat : Evolusi adalah proses bercabang dan tidak searah. monyet, simpanse, gorilla, babun dan manusia (Homo sapiens) tidak bertahap, tapi nenek moyang mereka dan kita (human) berasal dari nenek moyang yang sama. jika Anda ragu, mohon baca buku GENOME atau buku ilmu genetika lebih mendalam. maka digunakanlah klasifikasi untuk proses bercabang. ~salam Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: ENTALFI pada Juli 09, 2008, 01:33:10 Kutip dari: dopamine pada Juli 09, 2008, 11:03:44 Ralat : Evolusi adalah proses bercabang dan tidak searah. monyet, simpanse, gorilla, babun dan manusia (Homo sapiens) tidak bertahap, tapi nenek moyang mereka dan kita (human) berasal dari nenek moyang yang sama. jika Anda ragu, mohon baca buku GENOME atau buku ilmu genetika lebih mendalam. maka digunakanlah klasifikasi untuk proses bercabang. ~salam Ralat : Evolusi adalah proses seleksi alam untuk menjelaskan bagaimana berbagai macam spesies muncul didunia ini bukan merupakan teori klasifikasi spesies menurut genus. Hukum genetika Mendel dapat menjelaskan bahwa hampir semua variasi fisik yang pernah ditemukan dalam suatu kategori kehidupan tertentu, misalnya dalam keluarga kera. Suatu konsekuensi logis dari hukum ini dan penyempurnaannya yang dilakukan secara modern menunjukkan bahwa ada batasan tertentu untuk variasi fisik tersebut. Dan ini memperlihatkan kepada kita bahwa kera dan manusia tidak berasal dari nenek moyang yang sama. Banyaknya kesamaan pada beberapa spesies yang berbeda tidaklah harus diartikan sebagai adanya hubungan genetic, melainkan dapat diartikan bahwa

mereka dirancang oleh Perancang yang sama. Jika evolusi telah terjadi, catatan sejarah fosil seharusnya menunjukkan perubahan yang bertahap dan kontinu semua bentuk kehidupan dari lapisan terbawah ke lapisan teratas. Apa yang ditemukan justru sebaliknya. Banyak spesies rumit ditemukan di lapisan yang lebih bawah, di mana kesenjangan dan tidak kontinuitas muncul amat sering. Para ilmuwan kini sudah tidak lagi mempercayai teori evolusi. Coba search di google dengan kata kunci "Teori Evolusi". Dan memang teori evolusi seharusnya sudah dihapuskan dari pelajaran di sekolah karena teori evolusi hanya lah berdasarkan analisa sederhana. Mengatakan bahwa manusia dan kera merupakan satu nenek moyang tentu kalau kita "berpikir sederhana" bisa menerima pernyataan tersebut. Tapi bukti-bukti ilmiah dengan bantuan teknologi saat ini menunjukkan bahwa manusia dan kera adalah diciptakan benar-benar berbeda. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: dopamine pada Juli 09, 2008, 02:13:01 Ralat : Evolusi adalah proses yang berubah dengan waktu yang lama. evolusi organik adalah perubahan pada organisme dalam tempo waktu yang lama. Ralat : lapisan terbawah (precambrian) awal tidak ada kehidupan, kemudian kehidupan muncul dalam form yang sederhana, bahkan bisa dibilang seukuran virus. seiring evolusi, bentuk mereka semakin rumit hingga saat ini. bukti kuatnya adalah, manusia tidak ada pada lapisan paling bawah, demikian juga mamalia atau reptil. dan semua bukti fosil menjelaskan bahwa organisme berubah bertahap dari paling sederhana hingga muncul vertebrata (ikan) > amfibi > reptil > mamalia (untuk kasus chordata saja). dan semuanya matching dengan evolusinya sesuai jajaran fosil, artinya, dalam bukti fosil tidak ada mamalia sezaman dengan amfibi pertama, atau reptil yang sezaman dengan vertebrata pertama. Manusia memang berbeda dari monyet atau simpanse dan sebangsanya. namun jangan dilupakan bahwa manusia adalah organisme biologis yang juga memiliki klasifikasi. mamalia lebih maju dari reptil dalam evolusi, reptil lebih maju dari amfibi, dalam kandungan manusia (baca : janin), semua sejarah itu terulang lagi dalam bentuk fisik. studi evolusi justru semakin kuat disokong oleh teknologi maju, ilmu genetika modern dan simulasi komputer. belum lagi, tahun 1998 silam seorang ahli genetika berhasil memetakan seluruh genom tubuh manusia dan menjelaskan kebenaran evolusi yang terekam dalam gen sejak fajar pertama kehidupan dimuka bumi. teori boleh saja salah, tapi genetik ibarat eksak. jangan lupakan satu hal : manusia adalah makhluk biologi. dengan berpegang pada pemikiran ini, kita tidak naif terhadap sains.

~salam Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: milmi pada Juli 10, 2008, 08:29:16 @entalfi Mohon dibaca dahulu sebenarnya teori evolusi itu apa. Saya menyarankan membaca buku Charles Darwin yg berjudul On the Origin of Species by Means of Natural Selection. Lalu silahkan baca juga tentang gen, salah satu buku yg cukup menarik adalah Selfish Gene karangan Richard Dawkins , dan Genom karangan Mat Ridley. Nah, apabila anda sudah paham, dan bisa melihat keseluruhan masalah, maka baru anda boleh bicara disini. Jangan hanya mengandalkan sumber bacaan dari satu pihak untuk mengomentari suatu teori. Sebutkan acuan bacaan anda tentang para ahli yg membantah teori evolusi dengan bukti-bukti ilmiah. Harap diingat, seorang saintis tidak boleh berat sebelah dalam memandang suatu masalah, namun harus secara komprehensif. Selain itu, apabila anda tidak setuju dengan teori evolusi, tidak usah berusaha merubah pendapat orang tentang teori tersebut. Teori adalah teori, hasil pemikiran manusia. Boleh kita terima, boleh tidak. Kalau mau yg pasti dan harus di terima, silahkan baca Al Qur'an. Setahu saya, sebagai muslim, Allah SWT tidak pernah mengatakan bahwa Dia menciptakan hewan dan tumbuhan dengan seketika seperti Dia menciptakan manusia. Secara pribadi, saya tidak percaya manusia mengikuti teori evolusi, karena di Al Qur'an telah jelas disebutkan bagaimana penciptaan manusia. Tapi makhluk hidup lain? Jadi, boleh saja manusia berteori tentang penciptaan makhluk hidup. Saya selalu menganggap usaha memahami alam adalah usaha memahami Allah SWT, termasuk memahami bagaimana makhluk hidup diciptakan. Tidakkah pernah anda berfikir bahwa evolusi merupakan Sunnahtullah dalam penciptaan makhluk hidup? Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: dopamine pada Juli 10, 2008, 11:58:47 ~peace and please, gw setuju dengan milmi, seorang scientist tidak boleh berat sebelah. ada segudang literatur yang memperkuat studi evolusi mengendap dalam harddisk gw yang kiranya tidak akan gw post, hanya supaya tidak ada debat mendalam atau permusuhan. gw menghargai pendapat dari entalfi atau mereka yang menentang evolusi, tapi (mohon) hargai juga buah pemikiran manusia yang dibuat berdasarkan proses belajar. studi evolusi tidak tercipta dalam semalam. Tuhan menjelaskan rahasia ciptaanNya dalam garis besar, ada milyaran detil yang sisanya harus manusia temukan seiring waktu. mungkin manusia yang diciptakan dari 'pasir' dalam ciptaan Adam adalah 'DNA' dalam arti ilmiah. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Michelle pada Agustus 04, 2008, 06:51:34 Menggali post-post lama... Ikutan nimbrung ya, seru nih...

Saya yakin, suatu saat, meskipun mungkin tidak semua, ilmu-ilmu yang terkandung di dalam kitab suci akan dapat dijelaskan secara ilmiah. Bukankah Tuhan menciptakan manusia dengan akal untuk berpikir dan belajar? Bukan berarti apa yang telah dituliskan/diwahyukan di dalam kitab suci kita terima saja mentah-mentah dan kita duduk manis menikmati angin sepoi-sepoi seraya terkantuk-kantuk. Itu doktrin namanya. Kita bersekolah, menuntut ilmu, salah satunya ilmu alam, kita menguak rahasia-rahasia alam ciptaan Tuhan. Kita menemukan sesuatu, kita berhipotesa, kita bereksperimen, menemui kegagalan, mendapati kesalahan, berdebat, konflik, menuntun kita ke pemikiran baru, penelitian lebih lanjut, dan seterusnya. Apabila ada hasil-hasil penelitian/temuan yang "aneh" saat ini, bagi saya, bukan untuk menghakimi siapa yang salah menentang agama demi ilmu pengetahuan yang tak pasti, siapa yang agamis, siapa yang sekuler. Justru dari kesalahan kita bisa mencari kebenaran. Dan Metode Ilmiah dalam sains telah mengajarkan itu. Manusia itu sebenarnya makhluk yang kecil tetapi sombong karena diciptakan terakhir, dikatakan sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan yang lainnya. Dengan mengingat kekecilan ini, keterbatasan ini, maka kta harus bisa 'open-mind', menerima perbedaan dan kesalahan. Contoh sederhana rahasia ilmu yang tersirat di dalam kitab suci dan doa-doa: - Manusia diciptakan dari segumpal darah ---> blastosit yang akan berkembang menjadi fetus/janin - "Ash to ash, dust to dust" --> tubuh manusia berasal dari karbon, salah satu zat penyusun tanah --> manusia diciptakan dari tanah - Tuhan menciptakan langit sebanyak 7 lapis --> ilmu bumi menjelaskan bahwa lapisan atmosfer kita terdiri dari 7 macam: 1. Troposfer, 2. Stratosfer, 3. Ozonosfer, 4. Mesosfer, 5. Termosfer, 6. Ionosfer, dan 7. Eksosfer - Masih banyak contoh yang lain. Kata kunci dalam belajar sains: open-mind, positive thinking hehe ;) Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: dopamine pada Agustus 04, 2008, 09:27:58 be good, not bad, God is good.. trust me, deep inside agama ada penjelasan ilmiah. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: milmi pada Agustus 05, 2008, 11:59:08 Kutip dari: Michelle pada Agustus 04, 2008, 06:51:34 Bukankah Tuhan menciptakan manusia dengan akal untuk berpikir dan belajar? Spot on mate! Jadi ingat ayat AlQur'an yg pertama turun kan berbunyi Iqra', yang artinya "bacalah!". Ini kata perintah supaya manusia membaca, atau secara lebih

luas belajar. Apa yang dipelajari? Ya jelas ciptaan Tuhan donk, karena kalo mencoba mempelajari Tuhan, mang kita apa? (Kok jadi khotbah ya? ~Kabuuur~) Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Kholil pada Juni 21, 2009, 03:02:38 Kutip dari: milmi pada Agustus 05, 2008, 11:59:08 Spot on mate! Jadi ingat ayat AlQur'an yg pertama turun kan berbunyi Iqra', yang artinya "bacalah!". Ini kata perintah supaya manusia membaca, atau secara lebih luas belajar. Apa yang dipelajari? Ya jelas ciptaan Tuhan donk, karena kalo mencoba mempelajari Tuhan, mang kita apa? (Kok jadi khotbah ya? ~Kabuuur~) Kenapa harus kabur, ngga salah kok! Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 21, 2009, 05:28:27 Kutip dari: milmi pada Juni 17, 2008, 04:38:54 Yang namanya eksperimen itu memang didesign sedemikian rupa supaya dapat menjawab hipotesis yang diajukan. Nah, Urey dan Miller menduga, menduga looh, bahwa dahulu atmosfer purba penuh dengan gas metana. Jadi eksperimennya valid. Masalahnya, benarkah dugaan mereka? Nah, hal itu kan belum terpatahkan sampai saat ini, atau setidaknya belum ada teori tandingan. Sampai ada teori tandingan, teori evolusi biokimia Urey-Miller masih dipakai. Yagn namanya percobaan di lab, ya dibuat pada kondisi yang menunjang. kalo emngharap proses alami seperti di alam, mau nunggu berapa lama? Beberapa juta tahun? :D Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: maulidia_ekaputri pada Juni 22, 2009, 03:04:05 Aduh, pada seneng baca buku Harun yahya, ya? sama donk! Memang, sampai sekarang teori evolusi masih menjadi perdebatan sengit antara kaum evolusionis dan para ilmuwan muda yang tidak mempercayainya. Dan sekarang mulai terbukti kalau ternyata teori evolusi itu bukannya menjadi sebuah teori tapi malah berkembang menjadi sebuah kepercayaan yang disebut neodarwinisme. Sebuah kepercayaan yang berkembang dari teori atheisme yaitu teori yang percaya pada benda-benda fisik dan cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. Dan walaupun teori itu sudah lama terbukti tidak sesuai dengan fakta ilmiah semenjak ilmu genetika modern berkembang, tapi mengapa tetap dipercaya oleh para evolusionis dan sebagian orang? Jawabannya mudah saja, pertama para evolusionis tidak mempunyai pilihan lain selain mendukung teori tersebut. Soalnya, mereka cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. karena mereka kebanyakan sangat mendewakan ilmu pegetahuan. Padahal, Aristoteles pun pernah menyatakan, "Ilmu pengetahuan yang baik harus didasari dengan iman." Lalu, kenapa masyarakat yang kebanyakan tidak tahu menahu tentang

kepercayaan semacam itu juga jadi percaya terhadap teori tersebut? simpel saja, karena selama ini para evolusionis telah mendoktrin masyarakat yang tidak terlalu mengerti tentang hal ini dengan bukti-bukti yang telah direkayasa dan mengajukan berbagai asumsi yang kesannya "ilmiah" kepada khalayak ramai. Padahal, dengan berpikir menggunakan sebuah otak anak TK saja kita sudah bisa menyatakan bahwa itu adalah hal yang mustahil. Coba saja kita survey ke anak TK, kita tanya: "Dek, tau gak kalo manusia berasal dari kera?" Kira-kira jawabannya seperti ini: "Hahaha... mana mungkin? emang aku monyet?" Jadi, kesimpulannya, saya (pribadi) sih gak percaya. Yaiyalah, kalo emang manusia berevolusi dari kera, kenapa sampe sekarang keranya masih ada? terus kalo evolusi itu kebetulan, kenapa kera gak berevolusi jadi apaan, kek! kenapa bisa jadi makhluk yang memepunyai akal pikiran seperti manusia? Terus, kalo karena mutasi gen, bukannya mutasi hanya menyebabkan kerugian atau tidak menguntungkan sama sekali, ya? terus, kenapa kalo iya kera bermutasi, kok bisa jadi yang super duper lebih baik : manusia? Ya gak? ya gak? Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 23, 2009, 11:47:52 Kutip dari: maulidia_ekaputri pada Juni 22, 2009, 03:04:05 Aduh, pada seneng baca buku Harun yahya, ya? sama donk! Memang, sampai sekarang teori evolusi masih menjadi perdebatan sengit antara kaum evolusionis dan para ilmuwan muda yang tidak mempercayainya. Dan sekarang mulai terbukti kalau ternyata teori evolusi itu bukannya menjadi sebuah teori tapi malah berkembang menjadi sebuah kepercayaan yang disebut neodarwinisme. Sebuah kepercayaan yang berkembang dari teori atheisme yaitu teori yang percaya pada benda-benda fisik dan cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. Dan walaupun teori itu sudah lama terbukti tidak sesuai dengan fakta ilmiah semenjak ilmu genetika modern berkembang, tapi mengapa tetap dipercaya oleh para evolusionis dan sebagian orang? Jawabannya mudah saja, pertama para evolusionis tidak mempunyai pilihan lain selain mendukung teori tersebut. Soalnya, mereka cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. karena mereka kebanyakan sangat mendewakan ilmu pegetahuan. Padahal, Aristoteles pun pernah menyatakan, "Ilmu pengetahuan yang baik harus didasari dengan iman." Lalu, kenapa masyarakat yang kebanyakan tidak tahu menahu tentang kepercayaan semacam itu juga jadi percaya terhadap teori tersebut? simpel saja, karena selama ini para evolusionis telah mendoktrin masyarakat yang tidak terlalu mengerti tentang hal ini dengan bukti-bukti yang telah direkayasa dan mengajukan berbagai asumsi yang kesannya "ilmiah" kepada khalayak ramai.

Padahal, dengan berpikir menggunakan sebuah otak anak TK saja kita sudah bisa menyatakan bahwa itu adalah hal yang mustahil. Coba saja kita survey ke anak TK, kita tanya: "Dek, tau gak kalo manusia berasal dari kera?" Kira-kira jawabannya seperti ini: "Hahaha... mana mungkin? emang aku monyet?" Jadi, kesimpulannya, saya (pribadi) sih gak percaya. Yaiyalah, kalo emang manusia berevolusi dari kera, kenapa sampe sekarang keranya masih ada? terus kalo evolusi itu kebetulan, kenapa kera gak berevolusi jadi apaan, kek! kenapa bisa jadi makhluk yang memepunyai akal pikiran seperti manusia? Terus, kalo karena mutasi gen, bukannya mutasi hanya menyebabkan kerugian atau tidak menguntungkan sama sekali, ya? terus, kenapa kalo iya kera bermutasi, kok bisa jadi yang super duper lebih baik : manusia? Ya gak? ya gak? Korban HY? Sejak kapan teori evolusi bertentangan dengan ilmu genetika? Sekarang ilmu genetika malah digunakan untuk melacak moyang makhluk tertentu, dan menguji hubungan kekerabatan makhluk hidup. Misal, kita bisa tahu bahwa Homo sapiens sapiens dan homo neanderthal (atau kadang dianggap homo sapiens neanderthal) adalah dua makhluk berbeda, karena genetika mereka beda. Dan sebagian besar mereka yang anti teori evolusi, sejauh yang aku temukan, tidak tahu apa-apa, atau tahu hal keliru mengenai teori evolusi. Teori evolusi misalnya, tidak bilang mahnusia berasal dari kera. Teori evolusi bilang manusia dan kera memiliki moyang yang sama, nenek moyang bersama. Dan nenek moyang ini berkembang jadi beberapa makhluk termasuk kera dan manusia. Simpanse misalnya, tidak ada di masa lalu, simpanse juga hasil evolusi sebagaimana manusia. Simpanse tidak pernah jadi moyang manusia (apalagi monyet, yang jelas-jelas bahkan gak masuk keluarga kera besar). Dan kurasa bahkan banyak dari kmereka yang tidak tahu beda kera dan monyet :) *Dan apa harus aku ulangi, kalau teori asal-mula makhluk hidup pertama (abiogenesis modern) dan teori evolusi adalah dua teori berbeda? Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 25, 2009, 02:43:12 Salah satu artikel: Kutip How RNA got started Scientists identify chemical reactions that could be responsible for the origin of life By Solmaz Barazesh

June 6th, 2009; Vol.175 #12 (p. 5) font_down font_up Text Size Scientists may have figured out the chemistry that sparked the beginning of life on Earth. The new findings map out a series of simple, efficient chemical reactions that could have formed molecules of RNA, a close cousin of DNA, from the basic materials available more than 3.85 billion years ago, researchers report online May 13 in Nature. “This is a very impressive piece of work — a really excellent analysis,” comments chemist James Ferris of the Rensselaer Polytechnic Institute in Troy, N.Y. The new research lends support to the idea that RNA-based life-forms were the first step toward the evolution of modern life. Called the RNA world hypothesis, the idea was first proposed some 40 years ago. But until now, scientists couldn’t figure out the chemical reactions that created the earliest RNA molecules. Today, DNA encodes the genetic blueprint for life — excluding some viruses, for those who consider viruses living — and RNA acts as an intermediary in the process, making protein from DNA. But most scientists think it’s unlikely that DNA was the basis of the origin of life, says study coauthor John Sutherland of the University of Manchester in England. Information-bearing DNA holds the code needed to put proteins together, but at the same time, proteins catalyze the reactions that produce DNA. It’s a chickenor-egg problem. Scientists don’t think that DNA and proteins could have come about independently — regardless of which came first — and yet still work together in this way. It’s more plausible that the first life-forms were based on a single molecule that could replicate itself and store genetic information — a molecule such as RNA (SN: 4/7/01, p. 212). RNA world proponents speculate modern DNA and proteins evolved from this RNA-dominated early life, and RNA in cells today is left over from this early time. While reactions to make RNA from ancient precursors worked on paper, the chemistry didn’t work in the lab. And some scientists thought even RNA molecules were too complex to have spontaneously formed in the primordial soup. Sutherland and his colleagues have shown the reactions are possible. RNA molecules are formed from three components: a sugar, a base and a phosphate group. In past research, chemists developed each of the components and then tried to put them together to make the complete molecule. “But the

components are quite stable, and so they wouldn’t stick together,” Sutherland says. “After 40 years of trying, we decided there had to be a better way of doing this reaction.” The team took a different approach, starting with a common precursor molecule that had a bit of the sugar and the base. “Basically, we took half a base, added that to half a sugar, added the other piece of base, and so on,” Sutherland says. “The key turned out to be the order that the ingredients are added and the way you put them together — like making a soufflé.” Another difference is that Sutherland and his team added the phosphate to the mix earlier than in past experiments. Having the phosphate around so early helped the later stages of the reaction happen more quickly and efficiently, the scientists say. The starting materials and the conditions of the reaction are consistent with models of the geochemistry of an early Earth, the team says. “But while this is a step forward, it’s not the whole picture,” Ferris points out. “It’s not as simple as putting compounds in a beaker and mixing it up. It’s a series of steps. You still have to stop and purify and then do the next step, and that probably didn’t happen in the ancient world.” Sutherland and his team can so far make RNA molecules with two different bases, and there are still another two bases to figure out. “It’s related chemistry,” Sutherland says. “That’s how it must have been in the very beginning — a series of fundamental reactions that could make all four types of RNA molecule.” Once those RNA molecules formed, they would have had to string together to make multiple letters of the code, which could then make proteins. Proteins could then make all the components that make up a cell, and the process would continue from there. http://www.sciencenews.org/view/generic/id/43723/title/How_RNA_got_started (http://www.sciencenews.org/view/generic/id/43723/title/How_RNA_got_started) Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: milmi pada Juli 10, 2009, 09:47:50 Kutip dari: Pi-One pada Juni 23, 2009, 11:47:52 Dan sebagian besar mereka yang anti teori evolusi, sejauh yang aku temukan, tidak tahu apa-apa, atau tahu hal keliru mengenai teori evolusi. Teori evolusi misalnya, tidak bilang mahnusia berasal dari kera. Teori evolusi bilang manusia dan kera memiliki moyang yang sama, nenek moyang bersama. Dan nenek moyang ini berkembang jadi beberapa makhluk termasuk kera dan manusia. Simpanse misalnya, tidak ada di masa lalu, simpanse juga hasil evolusi sebagaimana manusia. Simpanse tidak pernah jadi moyang manusia (apalagi monyet, yang jelas-jelas bahkan gak masuk keluarga kera besar).

Membetulkan sedikit. Darwin dalam buku pertamanya (the origin of species) tidak pernah menyebut-nyebut kata evolusi. Apalagi menyatakan bahwa manusia dan kera punya nenek moyang yang sama. Dia hanya bilang bahwa spesies baru dapat terbentuk sebagai hasil dari seleksi alam. Barulah pada buku ke 2 nya (The descendant of man) ia banyak berteori tentang asal usul manusia. Saya harap apabila ingin membicarakan "teori evolusi" tolong diacu buku pertama darwin yang menceritakan proses seleksi alam, karena itulah dasar dari evolusi. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: cignus pada Juli 11, 2009, 10:08:10 klo masalah perbedaan mahluk hidup yg beraneka ragam (kayanya yg ini belum dijawab deh) itu bisa diliat dari basa aminanya kombinasi basa amina (purin pirimidin DKK) bisa membentuk jumlah yg sangat banyak sehingga menghasilkan mahluk hidup yg beraneka ragam termasuk perbedaan dalam spesies itu sendiri misalnya perbedaan kepribadian antara aku dan kamu (walaupun faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi) Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: heru.htl pada Juli 12, 2009, 12:16:56 Saya lebih merasa logis jika evolusi makhluk hidup itu dari seleksi alam (contoh: mengapa orang yang hidup digunung rata-rata berbadan pendek dan berkaki kuat, sedangkan orang hidup didataran berbadan jangkung dan berkaki panjang), tetapi soal transformasi dari kera menuju manusia, itu yang perlu dipertanyakan-jika kera memang telah mengalami transformasi genetika sejak dan selama jutaan tahun ke wujud manusia tentu yang ada hanyalah manusia saat ini sebagai kelanjutan dari kera (setidaknya species kera tertentu itu telah menjadi manusia seutuhnya seperti sekarang), tetapi mengapa kera itu masih ada? Contoh pendekatan logis: jika memang ada persamaan bahwa gorila itu punya sidik jari mirip manusia, seharusnya perlu diteliti kembali apa yang berasal dari apa, apakah gorila berasal dari manusia atau sebalikanya, bukan diklaim secara teoritis melulu (atau hanya dengan eksperimen yang kurang meyakinkan hasilnya) bahwa manusialah yang pasti berasal dari gorila (dan pasti katanya?)... Terus terang, saya tidak membidangi Biologi sebab saya programmer/coder (dimana kami para coder bekerja dan berteori secara full logis, tidak ada kata "in float"). Tetapi, membaca buku-buku biologi (terutama yang terhubung teori evolusi), saya jadi heran, dengan mudahnya para pakar mengatakan sesuatu berasal dari sesuatu dll... dan ternyata sering tidak ada record ekperimentasi dasar dari teori yang dipublikasikan--sering hanya sebatas cetusan teori yang kemudian dipublikasikan lewat karya-karya penulisan buku--Ok, ok, dari segi pemikiran saya tetap menghargai mereka meski tetap bertanya-tanya dalam otak sy. Saya pernah membaca teori asal kehidupan oleh Miller, kalau yang satu ini, saya merasa logis dan OK--sy setuju dengan Miller. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan

Ditulis oleh: biobio pada Juli 12, 2009, 07:11:33 Saya sudah pernah buat threadnya di http://www.forumsains.com/biologi/asalmula-kehidupan/ (http://www.forumsains.com/biologi/asal-mula-kehidupan/) Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Pi-One pada Juli 12, 2009, 05:37:44 Salah satu bantahan kreasionis yang sering digunakan adalah masalah 'peluang'. Mereka mengklaim peluang pembentukan makhluk hidup awal secara alami itu sangat kecil. Tapi mereka juga sering merupakan dua point: 1. Makhluk hidup awal itu tidak harus berbentuk makhluk hidup paling sederhana yang kita kenal sekarang. Mungkin bentuknya adalah repilicator yang lebih sederhana dari virus, dan kalo menurut definisi biologi belum bisa dianggap 'makhluk hidup'. Katakan saja 'prototype' atau 'moyang'. Makhluk macam itu mungkin hanya terdiri dari rangkaian RNA dengan kemampuan menggandakan diri. 2. Nilai proabilitas itu berlaku untuk satu kali proses. Sementara proses di alam itu berlangsung simultan. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: biobio pada Juli 14, 2009, 12:21:01 Kutip dari: Pi-One pada Juli 12, 2009, 05:37:44 Salah satu bantahan kreasionis yang sering digunakan adalah masalah 'peluang'. Mereka mengklaim peluang pembentukan makhluk hidup awal secara alami itu sangat kecil. Tapi mereka juga sering merupakan dua point: 1. Makhluk hidup awal itu tidak harus berbentuk makhluk hidup paling sederhana yang kita kenal sekarang. Mungkin bentuknya adalah repilicator yang lebih sederhana dari virus, dan kalo menurut definisi biologi belum bisa dianggap 'makhluk hidup'. Katakan saja 'prototype' atau 'moyang'. Makhluk macam itu mungkin hanya terdiri dari rangkaian RNA dengan kemampuan menggandakan diri. 2. Nilai proabilitas itu berlaku untuk satu kali proses. Sementara proses di alam itu berlangsung simultan. 1. dalam bahasa biologi sering disebut protobion... Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada September 14, 2009, 01:39:17 Contoh lain lagi, terdapat bukti yang kuat bahwa molekul "hidup" pertama, RNA, berevolusi dalam "clay"..atau lumpur --> manusia diciptakan dari debu..ash to ash,dust to dust.. Kehidupan pertama terbentuk dalam air (primordial soup) --> Air adalah kehidupan. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada September 14, 2009, 02:05:21 Neo-Darwinisme bukan kepercayaan tetapi merupakan sebuah teori hasil

perpaduan teori evoulusi dan ilmu genetika populasi (population genetics). Perkembangan Ilmu Genetik dan hasil-hasil temuannya justru mendukung teori evolusi. Dan perlu ditekankan di sini dalam teori evolusi tidak ada yang menyebutkan bahwa manusia berasal atau berevolusi dari kera tapi manusia dan kera memiliki nenek moyang bersama. Itu yang perlu teman2 ketahui supaya informasi tidak terdistorsi. Secara genetika molekuler, terdapat bukti yang mendukung bahwa hipotesis nenek moyang bersama (common ancestor) dapat dibuktikan dengan keberadaan pseudogen yang sama antara manusia dan chimps..Pseudogen merupakan gen hasil duplikasi, baik yang mengalami proses transkripsi (processed pseudogenes) ataupun tidak (unprocessed pseudogenes), yang pada akhirnya seiring evolusi, gen hasil duplikasi ini mengalami sejumlah mutasi dan tidak dapat berfungsi lagi layaknya gen asalnya. Manusia dan chimps, memiliki beberapa pseudogenes yang sama, hal ini bisa menjadikan bukti bahwa manusia dan chimps memiliki nenek moyang bersama. Hal ini bisa diibaratkan jika kita ingin mengetahui/menguji sebuah buku itu asli hasil pemikiran sendiri ataupun hanya merupakan hasil plagiat/kopian dari pemikiran orang lain (dalam hal evolusi --> common ancestor), kita tidak melihat pada kesamaan sejumlah pernyataan yang benar, tapi melihat dari kesalahan yang ada pada buku tersebut, salah cetak ataupun salah ketik yang memang secara sengaja dimasukkan oleh si penulis asli, untuk "menandai" orisinalitas karya..jika ada orang yang mencontek, maka kesalahan ketik ini akan ikut tercontek. Hal ini menjadi bukti bahwa buku hasil contekan berasal dari satu karya. (kesalahan cetak disini sebagai pegganti pseudogen). Kalau memang hasil karya itu asli dan bukan contekan, mengapa buku itu memiliki kesalahan cetak yang persis sama? (=kalau manusia dan chimps merupakan "hasil karya sendiri2" atau berevolusi sendiri2 sejak awal dari nenek moyangnya masing2 mengapa mereka memiliki pseudogenes yang persis sama?) Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: The Houw Liong pada September 15, 2009, 11:51:13 Salah satu hal yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah (deduksi logis dar hukum alam yang sudah teruji, dan bukti experimen) dari hipotesis NeoDarwin ialah : Awal kehidupan , khususnya terjadinya inteligen (DNA) dari elemen anorganik. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada September 15, 2009, 12:37:02 Ya, itu tetap menjadi missing link..sebab keterbatasan-keterbatasan kita dalam melakukan eksperimen. Kita menggeneralisaskian hasil pemikiran atau kesimpulan berdasarkan uji laboratorium yang hanya beberapa tahun saja lamanya, dibandingkan umur bumi yang 4,5 milyar tahun (kurang lebih 4 milyar kali lebih lama), dan paling banter kita hanya melakukan uji coba dalam tabung reaksi di lab dengan jumlah total luasnya sekitar 10 meter persegi, bumi memiliki luas 500 juta kilometer persegi (kurang lebih 50 triliyun kali lebih luas)...Dengan demikian, bumi memiliki peluang yang jauh lebih besar sebagai tempat "trial and error" munculnya kehidupan dari molekul anorganik ketimbang dalam lab..

Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: The Houw Liong pada September 15, 2009, 01:36:17 Jika algoritmanya diketahui maka proses itu dapat disimulasikan dengan komputer. Walaupun dengan superkomputer ternyata hanya berdasarkan "chance" saja tidak mungkin terbentuk urutan yang mengandung inteligensi. Huruf yang diacak bermilyar tahun, tidak akan menghasilkan ensiklopedia. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Pi-One pada September 15, 2009, 05:52:24 Kutip dari: The Houw Liong pada September 15, 2009, 11:51:13 Salah satu hal yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah (deduksi logis dar hukum alam yang sudah teruji, dan bukti experimen) dari hipotesis NeoDarwin ialah : Awal kehidupan , khususnya terjadinya inteligen (DNA) dari elemen anorganik. Asal mula kehidupan adalah bagian dari bahasan teori The Origin of Life, dimana abiogenesis menjadi salah satu bagiannya. Sementara Teori evolusi adalah teori tentang The origin of spesies. Tolong dibedakan. Dan soal DNA, saat ini asumsi yang umum diterima adalah DNA berkembang dari bentuk yang lebih sederhana, yakni RNA. Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan Ditulis oleh: Pi-One pada September 15, 2009, 06:00:25 Kutip dari: The Houw Liong pada September 15, 2009, 01:36:17 Jika algoritmanya diketahui maka proses itu dapat disimulasikan dengan komputer. Walaupun dengan superkomputer ternyata hanya berdasarkan "chance" saja tidak mungkin terbentuk urutan yang mengandung inteligensi. Huruf yang diacak bermilyar tahun, tidak akan menghasilkan ensiklopedia. Sayangnya kondisi di alam tidak pure chance, tapi dibatasi oleh hukum-hukum alam. Rantai DNA yang panjang tidak langsung terangkai keseluruhan, tapi berkembang dari rantai yang lebih pendek. Jika kita pertimabngkan kondisi, hukum alam, dan faktor-faktor lain, maka kita akan temukan bahwa sebagian besar chance mustahil terwujud, dan nilai probabilitas yang sebenarnya tidak sekecil asumsi awal. Judul: ... Ditulis oleh: biobio pada September 19, 2009, 03:47:21 Terlepas dari semua itu, Darwinisme sebenarnya hanya membahas evolusi dan spesiasi dengan seleksi alam sebagai mekanismenya,jadi tidak membahas awal mula kehidupan (meskipun ini juga implikasinya)

KLONING MANUSIA

DALAM KAJIAN HUKUM ISLAM
Istilah kloning atau klonasi berasal dari kata clone (bahasa Greek) atau klona, yang secara harfiah berarti potongan/pangkasan tanaman. Dalam hal ini tanam-tanaman baru yang persis sama dengan tanaman induk dihasilkan lewat penanaman potongan tanaman yang diambil dari suatu pertemuan tanaman jantan dan betina. Melihat asal bahasa yang digunakan, dapat dimengerti bahwa praktek perbanyakan tanaman lewat penampangan potongan/pangkasan tanaman telah lama dikenal manusia. Karena tidak adanya keterlibatan jenis kelamin, maka yang dimaksud dengan klonasi adalah suatu metode atau cara perbanyakan makhluk hidup (atau reproduksi) secara aseksual. Hasil perbanyakan lewat cara semacam ini disebut klonus/klona, yang dapat diartikan sebagai individu atau organisme yang dimiliki genotipus yang identik. Dalam perkembangannya, klonasi tidak hanya dikerjakan dengan memanfaatkan potongan tanaman yang umumnya berbentuk batang yang mengandung titik-titik tumbuh calon ranting dan daun, tetapi juga memanfaatkan hampir semua jaringan tanaman untuk menghasilkan tanaman sempurna. Dengan teknologi biakan jaringan, potongan daun atau sekeping jaringan dari batang tanaman lengkap. Dari sini terlihat bahwa klonasi pada dasarnya memanfaatkan sel-sel tanaman yang masih memiliki kemampuan untuk memilah-milah diri menghasilkan berbagai jenis tanaman, seperti akar, batang dan daun dengan fungsinya masing-masing. Kemampuan semacam ini ternyata semakin menurun seiring dengan meningkatnya status organisme. Pada organisme tinggi, misalnya mamalia, sel-sel jaringan telah kehilangan totipotensinya, sehingga apabila tanaman hanya mampu menghasilkan sel sejenis, tetapi tidak mampu memilah diri lagi untuk menghasilkan organ atau sel dengan fungsi yang lain. Berbeda dengan tanaman, klonasi mamalia tidak dapat dikerjakan, misalnya dengan menanam sel atau jaringan dari bagian tubuh, seperti tangan, kaki, jantung, hati untuk menghasilkan individu baru. Dengan demikian, klonasi pada organisme tingkat tinggi hanya dapat dikerjakan lewat sel yang masih totipoten, yaitu sel pada aras embrio atau mudghah. Dari pemahaman tentang sifat sel organisme tadi, jika ditinjau secara umum sesuai dengan aras kehidupan organisme, maka klonasi dapat dikerjakan pada berbagai aras, yaitu klonasi pada aras sel, aras jaringan dan aras individu. Pada organisme sel tunggal atau unisel seperti bakteri, perbanyakan diri untuk menghasilkan individu yang baru, berlangsung lewat klonasi sel. Dalam hal ini klonasi sel sekaligus juga merupakan klonasi individu pada hewan dan manusia dapat juga terjadi, misalnya pada kelahiran kembar satu telur. Masing-masing anak di sini merupakan klonus yang memiliki susunan genetis identik. Dalam perkembangan biologi molekuler, sekarang dimungkinkan klonasi pada aras yang lebih kecil daripada sel, yaitu aras gena. Kemampuan manusia melakukan klonasi gena memunculkan bidang ilmu baru, yang disebut rekayasa genetika. Untuk pertama kalinya suatu gena berhasil diklonasi dengan teknik DNA rekombinan pada tahun 1973. Hanya dalam selang waktu tiga tahun, teknologi ini sudah dikomersialkan oleh suatu perusahaan

di California USA, yaitu Genentech. Sebetulnya klonasi gena juga terjadi secara alami pada beberapa mikroorganisme. Misalnya beberapa mikroorganisme yang semula rentan terhadap antibiotika berubah menjadi klon mikroorganisme yang kebal antibiotika. Klona ini terjadi akibat perbanyakan diri lebih lanjut mikroorganisme induk yang telah kemasukan gena kebal tadi. Kloning terhadap manusia adalah merupakan bentuk intervensi hasil rekayasa manusia. Kloning adalah teknik memproduksi duplikat yang identik secara genetis dari suatu organisme. Klon adalah keturunan aseksual dari individu tunggal. Setelah keberhasilan kloning domba bernama Dolly pada tahun 1996, para ilmuwan berpendapat bahwa tidak lama lagi kloning manusia akan menjadi kenyataan. Kloning manusia hanya membutuhkan pengambilan sel somatis (sel tubuh), bukan sel reproduktif (seperti sel telur atau sperma) dari seseorang, kemudian DNA dari sel itu diambil dan ditransfer ke dalam sel telur seseorang wanita yang belum dibuahi, yang sudah dihapus semua karakteristik genetisnya dengan cara membuang inti sel (yakni DNA) yang ada dalam sel telur itu. Kemudian, arus listrik dialirkan pada sel telur itu untuk mengelabuinya agar merasa telah dibuahi, sehingga ia mulai membelah. Sel yang sudah dibuahi ini kemudian ditanam ke dalam rahim seorang wanita yang ditugaskan sebagai ibu pengandung. Bayi yang dilahirkan secara genetis akan sama dengan genetika orang yang mendonorkan sel somatis tersebut. Teknologi kloning diharapkan dapat memberi manfaat kepada manusia, khususnya di bidang medis. Beberapa di antara keuntungan terapeutik dari teknologi kloning dapat diringkas sebagai berikut:
• •

Kloning manusia memungkinkan banyak pasangan tidak subur untuk mendapatkan anak. Organ manusia dapat dikloning secara selektif untuk dimanfaatkan sebagai organ pengganti bagi pemilik sel organ itu sendiri, sehingga dapat meminimalisir risiko penolakan. Sel-sel dapat dikloning dan diregenerasi untuk menggantikan jaringan-jaringan tubuh yang rusak, misalnya urat syaraf dan jaringan otot. Ada kemungkinan bahwa kelak manusia dapat mengganti jaringan tubuhnya yang terkena penyakit dengan jaringan tubuh embrio hasil kloning, atau mengganti organ tubuhnya yang rusak dengan organ tubuh manusia hasil kloning. Di kemudian hari akan ada kemungkinan tumbuh pasar jual-beli embrio dan sel-sel hasil kloning. Teknologi kloning memungkinkan para ilmuan medis untuk menghidupkan dan mematikan sel-sel. Dengan demikian, teknologi ini dapat digunakan untuk mengatasi kanker. Di samping itu, ada sebuah optimisme bahwa kelak kita dapat menghambat proses penuaan berkat apa yang kita pelajari dari kloning. Teknologi kloning memungkinkan dilakukan pengujian dan penyembuhan penyakit-penyakit keturunan. Dengan teknologi kloning, kelak dapat membantu manusia dalam menemukan obat kanker, menghentikan serangan jantung, dan membuat tulang, lemak, jaringan penyambung, atau tulang rawan yang cocok dengan tubuh pasien untuk tujuan bedah penyembuhan dan bedah kecantikan.

Permasalahan kloning adalah merupakan kejadian kontemporer (kekinian). Dalam kajian literatur klasik belum pernah persoalan kloning dibahas oleh para ulama. Oleh karenanya, rujukan yang penulis kemukakan berkenaan dengan masalah kloning ini adalah menurut beberapa pandangan ulama kontemporer. Abul Fadl Mohsin Ebrahim berpendapat dengan mengutip ayat di atas, bahwa ayat tersebut menampakkan paradigma al-Qur’an tentang penciptan manusia mencegah tindakan-tindakan yang mengarah pada kloning. Dari awal kehidupan hingga saat kematian, semuanya adalah tindakan Tuhan. Segala bentuk peniruan atas tindakan-Nya dianggap sebagai perbuatan yang melampaui batas. Kendati Allah menciptakan sistem sebab-akibat di alam semesta ini, kita tidak boleh lupa bahwa Dia juga telah menetapkan pengecualian-pengecualian bagi sistem umum tersebut, seperti pada kasus penciptaan Adam As. dan ‘Isa As. Jika kloning manusia benar-benar menjadi kenyataan, maka itu adalah atas kehendak Allah SWT. Semua itu, jika manipulasi bioteknologi ini berhasil dilakukan, maka hal itu sama sekali tidak mengurangi keimanan kita kepada Allah SWT sebagai Pencipta, karena bahan-bahan utama yang digunakan, yakni sel somatis dan sel telur yang belum dibuahi adalah benda ciptaan Allah SWT. Islam mengakui hubungan suami isteri melalui perkawinan sebagai landasan bagi pembentukan masyarakat yang diatur berdasarkan tuntunan Tuhan. Anak-anak yang lahir dalam ikatan perkawinan membawa komponen-komponen genetis dari kedua orang tuanya, dan kombinasi genetis inilah yang memberi mereka identitas. Karena itu, kegelisahan umat Islam dalam hal ini adalah bahwa replikasi genetis semacam ini akan berakibat negatif pada hubungan suami-isteri dan hubungan anak-orang tua, dan akan berujung pada kehancuran institusi keluarga Islam. Lebih jauh, kloning manusia akan merenggut anak-anak dari akar (nenek moyang) mereka serta merusak aturan hukum Islam tentang waris yang didasarkan pada pertalian darah. Berikutnya, KH. Ali Yafie dan Dr. Armahaedi Mahzar (Indonesia), Abdul Aziz Sachedina dan Imam Mohamad Mardani (AS) juga mengharamkan, dengan alasan mengandung ancaman bagi kemanusiaan, meruntuhkan institusi perkawinan atau mengakibatkan hancurnya lembaga keluarga, merosotnya nilai manusia, menantang Tuhan, dengan bermain tuhan-tuhanan, kehancuran moral, budaya dan hukum. M. Kuswandi, staf pengajar Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta juga berpendapat teknik kloning diharamkan, dengan argumentasi: menghancurkan institusi pernikahan yang mulia (misal: tumbuh suburnya lesbian, tidak perlu laki-laki untuk memproduksi anak), juga akan menghancurkan manusia sendiri (dari sudut evolusi, makhluk yang sesuai dengan environment-nya yang dapat hidup). Dari sudut agama dapat dikaitkan dengan masalah nasab yang menyangkut masalah hak waris dan pernikahan (muhrim atau bukan), bila diingat anak hasil kloning hanya mempunyai DNA dari donor nukleus saja, sehingga walaupun nukleus berasal dari suami (ayah si anak), maka DNA yang ada dalam tubuh anak tidak membawa DNA ibunya. Dia

seperti bukan anak ibunya (tak ada hubungan darah, hanya sebagai anak susuan) dan persis bapaknya (haram menikah dengan saudara sepupunya, terlebih saudara sepupunya hasil kloning juga). Selain itu, menyangkut masalah kejiwaan, bila melihat bahwa beberapa kelakuan abnormal seperti kriminalitas, alkoholik dan homoseks disebabkan kelainan kromosan. Demikian pula masalah kejiwaan bagi anak-anak yang diasuh oleh single parent, barangkali akan lebih kompleks masalahnya bagi donor nukleus bukan dari suami dan yang mengandung bukan ibunya. Sedangkan ulama yang membolehkan melakukan kloning mengemukakan alasan sebagai berikut: 1. Dalam Islam, kita selalu diajarkan untuk menggunakan akal dalam memahami agama. 2. Islam menganjurkan agar kita menuntut ilmu (dalam hadits dinyatakan bahkan sampai ke negri Cina sekalipun). 3. Islam menyampaikan bahwa Allah selalu mengajari dengan ilmu yang belum ia ketahui (lihat QS. 96/al-’Alaq). 4. Allah menyatakan, bahwa manusia tidak akan menguasai ilmu tanpa seizin Allah (lihat ayat Kursi pada QS. 2/al-Baqarah: 255). Dengan landasan yang demikian itu, seharusnya kita menyadari bahwa penemuan teknologi bayi tabung, rekayasa genetika, dan kemudian kloning adalah juga bagian dari takdir (kehendak) Ilahi, dan dikuasai manusia dengan seizin-Nya. Penolakan terhadap kemajuan teknologi itu justru bertentangan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Islam. Ada juga di kalangan umat Islam yang tidak terburu-buru mengharamkan ataupun membolehkan, namun dilihat dahulu sisi-sisi kemanfaatan dan kemudharatan di dalamnya. Argumentasi yang dikemukakan sebagai berikut: Perbedaan pendapat di kalangan ulama dan para ilmuan sebenarnya masih bersifat tentative, bahwa argumen para ulama/ilmuan yang menolak aplikasi kloning pada manusia hanya melihatnya dari satu sisi, yakni sisi implikasi praktis atau sisi applied science dari teknik kloning. Wilayah applied science yang mempunyai implikasi sosial praktis sudah barang tentu mempunyai logika tersendiri. Mereka kurang menyentuh sisi pure science (ilmu-ilmu dasar) dari teknik kloning, yang bisa berjalan terus di laboratorium baik ada larangan maupun tidak. Wilayah pure science juga punya dasar pemikiran dan logika tersendiri pula. Dalam mencari batas “keseimbangan” antara kemajuan IPTEK dan Doktrin Agama, pertanyaan yang dapat diajukan adalah sejuh mana para ilmuan, budayawan dan agamawan dapat berlaku adil dalam melihat kedua fenomena yang berbeda misi dan orientasi tersebut? Menekankan satu sisi dengan melupakan atau menganggap tidak adanya sisi yang lain, cepat atau lambat, akan membuat orang “tertipu” dan “kecewa”. Dari situ barangkali perlu dipikirkan format kajian dan telaah yang lebih seimbang, arif, hati-hati untuk menyikapi dan memahami kedua sisi tersebut sekaligus. Sudah tidak

zamannya sekarang, jika seseorang ingin menelaah persoalan kloning secara utuh, tetapi tidak memperhatikan kedua sisi tersebut secara sekaligus. Selanjutnya, ada pula agamawan sekaligus ilmuan menyatakan bahwa tujuan agama menurut penuturan Imam al-Syatibi yang bersifat dharuri ada lima, yaitu memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itulah maka kloning itu kita uji dari sesuai atau tidaknya dengan tujuan agama. Bila sesuai, maka tidak ada keberatannya kloning itu kita restui, tetapi bila bertentangan dengan tujuan-tujuan syara’ tentulah kita cegah agar tidak menimbulkan bencana. Kesimpulan yang diberikan klonasi ovum manusia itu tidak sejalan dengan tujuan agama, memelihara jiwa, akal, keturunan maupun harta, dan di beberapa aspek terlihat pertentangannya. Untuk menentukan apakah syari’at membenarkan pengambilan manfaat terapeutik dari kloning manusia, kita harus mengevaluasi manfaat vis a vis mudharat dari praktek ini. Dengan berpijak pada kerangka pemikiran ini, maka manfaat dan mudharat terapeutik dari kloning manusia dapat diuraikan sebagai berikut:

Mengobati penyakit. Teknologi kloning kelak dapat membantu manusia dalam menentukan obat kanker, menghentikan serangan jantung, dan membuat tulang, lemak, jaringan penyambung atau tulang rawan yang cocok dengan tubuh pasien untuk tujuan bedah penyembuhan dan bedah kecantikan. Sekedar melakukan riset kloning manusia dalam rangka menemukan obat atau menyingkap misteri-misteri penyakit yang hingga kini dianggap tidak dapat disembuhkan adalah boleh, bahkan dapat dijustifikasikan pelaksanaan riset-riset seperti ini karena ada sebuah hadits yang menyebutkan: “Untuk setiap penyakit ada obatnya”. Namun, perlu ditegaskan bahwa pengujian tentang ada tidaknya penyakit keturunan pada janinjanin hasil kloning guna menghancurkan janin yang terdeteksi mengandung penyakit tesebut dapat melanggar hak hidup manusia. Infertilitas. Kloning manusia memang dapat memecahkan problem ketidaksuburan, tetapi tidak boleh mengabaikan fakta bahwa Ian Wilmut, A.E. Schieneke, J. Mc. Whir, A.J. Kind, dan K.H.S. Campbell harus melakukan 277 kali percobaan sebelum akhirnya berhasil mengkloning “Dolly”. Kloning manusia tentu akan melewati prosedur yang jauh lebih rumit. Pada eksperimen awal untuk menghasilkan sebuah klon yang mampu bertahan hidup akan terjadi banyak sekali keguguran dan kematian. Lebih jauh, dari sekian banyak embrio yang dihasilkan hanya satu embrio, yang akhirnya ditanam ke rahim wanita pengandung sehingga embrio-embrio lainnya akan dibuang atau dihancurkan. Hal ini tentu akan menimbulkan problem serius, karena nenurut syari’at pengancuran embrio adalah sebuah kejahatan. Selain itu, teknologi kloning melanggar sunnatullah dalam proses normal penciptaan manusia, yaitu bereproduksi tanpa pasangan seks, dan hal ini akan meruntuhkan institusi perkawinan. Produksi manusia-manusia kloning juga sebagaimana dikemukakan di atas, akan berdampak negatif pada hukum waris Islam (al-mirâts). Organ-organ untuk transplantasi. Ada kemungkinan bahwa kelak manusia dapat mengganti jaringan tubuhnya yang terkena penyakit dengan jaringan tubuh embrio hasil kloning, atau mengganti organ tubuhnya yang rusak dengan organ

tubuh manusia hasil kloning. Manipulasi teknologi untuk mengambil manfaat dari manusia hasil kloning ini dipandang sebagai kejahatan oleh hukum Islam, karena hal itu merupakan pelanggaran terhadap hidup manusia. Namun, jika penumbuhan kembali organ tubuh manusia benar-benar dapat dilakukan, maka syari’at tidak dapat menolak pelaksanaan prosedur ini dalam rangka menumbuhkan kembali organ yang hilang dari tubuh seseorang, misalnya pada korban kecelakaan kerja di pertambangan atau kecelakaan-kecelakaan lainnya. Tetapi, akan muncul pertanyaan mengenai kebolehan menumbuhkan kembali organ tubuh seseorang yang dipotong akibat kejahatan yang pernah dilakukan. Menghambat Proses Penuaan. Ada sebuah optimisme bahwa kelak kita dapat menghambat proses penuaan berkat apa yang kita pelajari dari kloning. Namun hal ini bertentangan dengan hadits yang menceritakan peristiwa berikut:

Orang-orang Baduy datang kepada Nabi SAW, dan berkata: “Hai Rasulallah, haruskah kita mengobati diri kita sendiri? Nabi SAW menjawab: “Ya, wahai hamba-hamba Allah, kalian harus mengobati (diri kalian sendiri) karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan suatu penyakit tanpa menyediakan obatnya, kecuali satu macam penyakit”. Mereka bertanya: “Apa itu?” Nabi SAW menjawab: “Penuaan”.

Jual beli embrio dan sel. Sebuah riset bisa saja mucul untuk memperjual-belikan embrio dan sel-sel tubuh hasil kloning. Transaksi-transaksi semacam ini dianggap bâthil (tidak sah) berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

1. Seseorang tidak boleh memperdagangkan sesuatu yang bukan miliknya. 2. Sebuah hadits menyatakan: “Di antara orang-orang yang akan dimintai pertanggungjawaban pada Hari Akhir adalah orang yang menjual manusia merdeka dan memakan hasilnya”. Dengan demikian, potensi keburukan yang terkandung dalam teknologi kloning manusia jauh lebih besar daripada kebaikan yang bisa diperoleh darinya, dan karenanya umat Islam tidak dibenarkan mengambil manfaat terapeutik dari kloning manusia. Entry Filed under: Kloning - Clone. . REKAYASA GENETIKA CLONING REPRODUKSI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Tuesday, 12 May 2009 ABSTRACT. There is a great inter-relationship between modern medicine and some of Islamic teachings. The Islamic views presented about reproductive human cloning in this article are formulated with a necessary caution. From an Islamic perspective, two issues have been discussed regarding human cloning.

First, does it bring into question Islam's belief about Allah's attribute as the Creator in any way? Second, What is the Islamic perspective on cloning? Is it forbidden, is it possible or

is it acceptable? Regarding the first issue, there was a consensus that cloning does not bring into question any Islamic belief in any way. Allah is the Creator of the universe but He has established the system of cause-and-effect in this world. Regarding the question of permissibility, the majority of religius scholars (Ulamas) reached the conclusion that cloning is permissible in case of plants as well as in case of animals except human beings. The extension of cloning to human beings would create extremely complex and intractable social and moral problems. Therefore cloning of human beings cannot be permitted. Cloning is not a creation of life. It uses already existing life, as the egg cell, from which a nucleus is removed and the cell that is injected instead of it, are already created by Allah. Abstrak Ada hubungan yang erat antara perkembangan teknologi kedokteran modern dengan ajaran Islam. Dalam artikel ini dibahas, cloning reproduksi manusia termasuk yang harus mendapatkan perhatian khusus menurut pandangan hukum Islam. Dilihat dari perspektif hukum Islam, ada dua hal penting yang perlu didiskusikan tentang teknologi cloning. Pertama, keberadaanya menyangkut persoalan keimanan terhadap Allah sebagai Maha Pencipta. Kedua, tentang hukum cloning dari perspektif hukum Islam, dilarang atau diperbolehkan. Jawaban atas masalah pertama, bahwa cloning tidak berarti mengintervensi penciptaan Allah. Allah adalah sejatinya Pencipta segala sesuatu. Tuhan yang telah menciptakan sistem yang berjalan, sebab dan akibat di dunia ini. Kedua, terhadap persoalan kebolehan cloning, Ulama sepakat bolehnya menclon tanaman dan hewan. Cloning terhadap manusia berdampak mudarat pada hal yang komplek, menyangkut persoalan sosial dan moral. Cloning tidak berarti menciptakan kehidupan, tetapi hanya melakukan sesuatu terhadap kehidupan yang sudah tercipta ada, memproses sebuah sel telur yang dikeluarkan pronukleusnya dan inti sel yang telah diciptakan Allah. Rekayasa Genetika dan Reproduksi Manusia Dewasa ini telah dikembangkan teknologi DNA rekombinan, atau yang lebih populer dikenal dengan rekayasa genetika. Teknologi ini melibatkan upaya perbanyakan gen tertentu di dalam suatu sel yang bukan sel alaminya sehingga sering pula dikatakan sebagai cloning gen. Proses yang dilakukan adalah dengan memindahkan inti sel somatik yang mengandung DNA dan komponen genetik lengkapnya ke sel ovum yang telah diambil seluruh inti selnya, atau ‘embryo splitting’ untuk manghasilkan manusia.[i] Kendati hingga kini cloning reproduksi manusia belum terjadi, namun para pakar bidang terkait yakin bahwa keberhasilan cloning hewan merupakan pendahuluan bagi keberhasilan cloning manusia, dimungkinkan dilakukan pada manusia. Cloning merupakan salah satu bentuk reproduksi yang sudah dikenal. Dewasa ini telah banyak produk teknologi reproduksi dikembangkan para ahli.[ii] Di antaranya adalah inseminasi buatan, bayi tabung, TAGIT (Tandur Alih Gamet Intra Tuba), perlakuan hormonal, donor sel telur dan sel sperma, kultur telur dan embrio, pembekuan sperma dan embrio, GIFT (gamet intrafallopian transfer), ZIFT (zigot intrafallopian transfer), Fertilisasi In Vitro (in vitro fertilization), partenogenesis, dan cloning.[iii]

Menurut ahli kedokteran, bagi pasangan suami-isteri yang berkeinginan memiliki keturunan namun tidak dapat dilakukan melalui cara reproduksi seksual (sexual reproduction) yang disebabkan adanya gangguan pada pihak isteri dan/ atau suami, maka dapat dilakukan dengan cara reproduksi aseksual, menggunakan pilihan teknologi reproduksi pada manusia tersebut.[iv] Dari perspektif hukum Islam, belum semua cara reproduksi aseksual di atas telah difatwakan ulama secara rinci. Namun demikian, meski tidak menggunakan topik khusus, dari segi esensi persoalan hukum, teknik-teknik tersebut telah tercakup dalam fatwa yang ada, karena ada kesamaan 'illat dengan inseminasi buatan, bayi tabung, dan cloning. Cloning: Pengertian dan Jenis-jenisnya Setelah sukses dengan teknologi inseminasi buatan yang kemudian dikem-bangkan melalui teknik bayi tabung, para pakar kedokteran telah melakukan sebuah lompatan teknologi dengan ditemukannya metode cloning. Istilah 'cloning' berasal dari kata ‘klon’ (Yunani) yang berarti potongan/pangkasan tanaman, dalam bahasa Inggris disebut Clone yang berarti duplikasi, penggandaan, membuat objek yang sama persis. Dalam konteks sains, cloning didefinisikan sebagai sebuah rekayasa genetika dengan cara pembelahan dan pencangkokan sel dewasa di laboratorium dan bila telah berhasil kemudian dibiakkan dalam rahim organisme.[v] Dalam bahasa Arab disebut al-Instinsākh.[vi] Ada yang mengIndonesiakan kata clonus yang di-Inggriskan menjadi cloning, clonage.[vii] (Perancis) menjadi Klonasi Para ahli telah membuktikan keberhasilan cloning pada tanaman dan hewan, menurut berbagai laporan, hal tersebut sudah lama dipraktikkan. Teknologi pada hewan mulai mencuat pada awal Maret 1997, ketika Ian Wilmut dari Roslin Institute (Skotlandia) berhasil meng-cloning sel kambing dewasa sehingga lahirlah Dolly (Februari 1997), dan dari laboratorium yang sama kemudian dilahirkan domba lain yang diberi nama Polly (Juli 1997). Dilihat dari tujuannya, cloning pada tanaman dan hewan adalah untuk memperbaiki kualitas tanaman dan hewan, meningkatkan produktivitas, dan mencari obat alami bagi penyakit-penyakit kronis, menggantikan obat-obatan kimiawi yang dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan manusia.[viii] Hingga kini belum ada laporan resmi tentang keberhasilan mengclon individu manusia, sebabnya, antara lain karena terhambat adanya batasan boleh dan tidaknya menurut etika, agama, dan norma yang lain, tetapi secara teoritis mungkin dapat dilakukan, namun demikian hasilnya jika benar-benar dilakukan apakah seperti yang dikehendaki, masih menjadi tanda tanya. Sungguhpun dari sisi teknologi diakui sulit dan memerlukan dana besar untuk mewujudkannya, sejak tahun 1998 sejumlah eksperimen mengklon manusia telah dilakukan oleh dokter-dokter di berbagai negara, bahkan banyak kalangan yang mengklaim diri telah berhasil melakukannya, bayi hasil cloning siap dan bahkan telah lahir. Namun, kebenaran isu tersebut belum dapat dibuktikan, yang dinyatakan justru kegagalannya.[ix] Pada umumnya para ilmuwan menanggapi berita itu hanyalah sebuah sensasi, sebagai isapan jempol belaka. Bahkan, Harry Griffin, ketua Lembaga Skotlandia Roslin yang telah berhasil melahirkan domba cloning pertama, Dolly pada tahun 1997,

mengomentari bahwa berita bayi cloning ini hanyalah trik publisitas saja.[x] Dari segi teknis dan manfaatnya, cloning dibedakan atas tiga jenis, cloning embrio, cloning biomedik (terapetik), dan cloning reproduksi. Cloning embrio betujuan membuat kembar dua, tiga, dan seterusnya dari sebuah zigot. Cloning biomedik (terapetik) bertujuan untuk keperluan penelitian pengobatan penyakit yang hingga kini sulit disembuhkan, seperti Alzheimer, parkinson, DM (Diabetes Mellitus), Infrak Jantung, Kanker darah, stroke, dan sebagainya.[xi] Tujuan dilakukannya cloning reproduksi adalah untuk mendapatkan anak klon dari orang yang diklon, memproduksi sejumlah individu yang secara genetik identik. Metodenya, dapat dilakukan melalui proses seksual dengan fertilisasi in vitro dan aseksual dengan menggunakan sel somatis sebagai sumber gen. Pada cloning seksual, secara teknis langkah awal yang dilakukan adalah fertilisasi in vitro. Setelah embrio terbentuk dan berkembang mencapai empat sampai delapan sel segera dilakukan splitting (pemotongan dengan teknik mikromanipulasi) menjadi dua atau empat bagian. Bagian-bagian embrio ini dapat ditumbuhkan kembali dalam inkubator hingga berkembang menjadi embrio normal yang memiliki genetik sama. Setelah mencapai fase blastosis, embrio tersebut ditransfer kembali ke dalam rahim ibu sampai umur sembilan bulan. Berbeda dengan cloning seksual, pada cloning aseksual fertilisasi tidak dilakukan menggunakan sperma, melainkan hanya sebuah sel telur terfertilisasi semu yang dikeluarkan pronukleusnya dan sel somatis. Karenanya, bila pada cloning seksual genetik anak berasal dari kedua orang tuanya, maka pada cloning aseksual genetik anak sama dengan genetik penyumbang sel somatis. [xii] Hukum Kloning Reproduksi Manusia Cloning pada manusia termasuk isu besar, namun respon dari ulama Indonesia melalui ijtihād jamā'i maupun individual belum cukup representatif. Fatwa terhadap cloning, antara lain, datang dari Bahtsul Masail yang diberikan sangat singkat dan belum tuntas, sehingga diperlukan fatwa lanjutan. Fatwa yang cukup memadai datang dari MUI (2000). Belumnya lembaga fatwa yang lain menetapkan hukumnya, diduga karena hal tersebut belum terjadi dan kemungkinan terjadinya masih sangat jauh sehingga dianggap tidak mendesak, atau karena 'illat hukum cloning manusia sangat jelas sehingga tidak perlu ditetapkan hukumnya secara khusus, dapat dikiyaskan kepada hukum inseminasi buatan atau bayi tabung. Memproduksi atau melipatgandakan anak manusia melalui proses cloning akan meniadakan berbagai pelaksanaan hukum Islam, seperti tentang perkawinan, nasab, nafkah, hak dan kewajiban antara orang tua dan anak, waris, perawatan anak, hubungan kemahraman, dan lain-lain. Dilihat dari segi teknis dan dampak hukum yang ditimbulkannya, cloning embrio dapat disamakan dengan bayi tabung. Karena itu, jika batas-batas diperkenankannya bayi tabung, seperti asal pemilik ovum, sperma, dan rahim terpenuhi, tanpa melibatkan pihak ketiga (donor atau sewa rahim), dan dilaksanakan ketika suami-isteri tersebut masih terikat pernikahan maka hukumnya boleh. Dengan begitu, anak kembar yang dilahirkan akan berstatus sebagai anak sah pasangan tersebut.[xiii]

Hukum cloning, dilihat dari teknis dan dampaknya dapat dipersamakan dengan inseminasi buatan atau bayi tabung, Ulama sepakat bahwa setiap upaya mereproduksi manusia yang berdampak dapat merancukan nasab atau hubungan kekeluargaan, lebihlebih kalau kontribusi ayah tak ada dalam cloning ini, maka hukumnya lebih haram. Dari dampak teringan tingkat kerancuannya pada praktik inseminasi buatan dan bayi tabung adalah praktik penitipan zigot yang berasal dari pasangan poligamis di rahim isterinya yang lain hukumnya haram, apalagi cloning manusia yang lebih merancukan hubungan nasab dan kekeluargaan. Kerancuan nasab yang ditimbulkan dari cloning reproduksi manusia yang teringan, meskipun sel tubuh diambil dari suaminya, tetap menghadirkan persoalan rumit, yaitu menyangkut status anaknya kelak, sebagai anak kandung pasangan suami-isteri tersebut atau 'kembaran terlambat' dari suaminya, atau dia tidak berayah, mengingat sifat genetiknya 100 % sama dengan suaminya.[xiv][xv] Jika demikian, maka anak tersebut lebih tepat disebut sebagai kembaran dari pemberi sel. Jika sebagai kembaran atau duplikat terlambat suaminya, bagaimana hubungannya dengan wanita itu dan keturunannya serta anggota keluarganya yang lain. Apalagi jika cloning diambil dari pasangan yang tidak terikat pernikahan yang sah, atau anak klon yang berasal dari sel telur seorang wanita dengan sel dewasa wanita itu sendiri atau dengan wanita lain, maka tingkat kerancuannya lebih rumit. Tidak berasal dari mani (sperma). Di samping itu, yang masih diperdebatkan mengenai usia anak klon, dugaan terkuat menyatakan akan sama dengan usia dari pemberi sel. Bahtsul Masail pada Munas NU (Lombok Tengah, 17-20 Nopember 1997) menyepakati tentang hukum cloning gen pada manusia hukumnya haram. Alasannya, proses tanasul (berketurunan) harus melalui pernikahan secara syar'i, Bisa mengakibatkan kerancuan nasab,dan penanamannya kembali ke dalam rahim tidak dapat dilakukan tanpa melihat aurat besar.[xvi] Fatwa yang sama diputuskan oleh MUI, pada Munas VI (25-29 Juli 2000) menetapkan hukum cloning terhadap manusia, dengan cara bagaimana pun yang berakibat pada pelipatgandaan manusia hukumnya adalah haram. Bahkan, dalam fatwa MUI tersebut mewajibkan kepada semua pihak yang terkait untuk tidak melakukan atau mengizinkan eksperimen atau praktik cloning terhadap manusia. [xvii] Majlis Tarjih melalui media resminya, jurnal ilmiah ke-Islaman, Tarjih, edisi ke-2 Desember 1997 secara khusus pernah menurunkan tema 'Klonasi (Cloning) menurut Tinjauan Islam'. Kesimpulan dari sejumlah artikel dalam jurnal tersebut menyatakan bahwa penerapan cloning untuk memproduksi manusia akan menjadi masalah. Pembolehannya hanya jika dalam keadaan darurat. Ulama dari sejumlah lembaga fatwa di dunia Islam juga mengharamkan cloning manusia, antara lain, Akademi Fikih Islam Liga Dunia Muslim dalam pertemuannya yang ke-10 di Jeddah pada tahun 1997 yang menetapkan bahwa: ”Cloning manusia, apa pun metode yang digunakan dalam reproduksi manusia itu adalah sesuatu yang tidak Islami dan sepatutnya dilarang keras".

Disepakati juga bahwa semua manipulasi (yang berhubungan dengan reproduksi manusia) dengan cara melibatkan elemen pihak ketiga (di luar ikatan perkawinan), baik berupa rahim, ovum, atau sperma adalah tidak sah.[xviii]ijtihād jamā.i dari dunia Islam. Di antaranya, Majma' Buhūts Islāmiyyat dari Al-Azhar Mesir telah mengeluarkan fatwa dan imbauan bahwa "cloning manusia adalah haram dan harus diperangi serta dihalangi dengan berbagai cara".[xix] Al-Majma’ al-Fiqh al-Islāmi, Rabithat al-‘Ālam al-Islāmi dalam sidangnya ke-15 pada 31 Oktober 1998 juga berpendapat serupa, demikian pula orang yang melakukannya. Alasannya, termasuk tindakan intervensi atas penciptaan manusia, hal tersebut berlawanan dengan berbagai ketentuan ayat Alquran tentang proses penciptaan manusia (Q.s. al-Hujurāt (49):13, al-Tīn (95):4, al-Sajdat (32):7-8, alTaghābun (64):3, al-Thāriq (86):7, al-Nisā'(4):119), akan merancukan nasab (Q.s. alFurqān (25):54), satu-satunya cara berketurunan yang dibenarkan syarak hanya dengan adanya pasangan laki-laki dan perempuan (Q.s. al-Rūm (30):21, al-Furqān (2)5:54), merusak sistem pranata sosial berkeluarga, dan ketiadaan perbedaan serta keberagaman sunnah Allah dalam penciptaan manusia yang merefleksikan kesempurnaan ciptaan Allah (Q.s. al-Rūm (30):22). Di samping itu, lembaga ini merasa perlu adanya undang-undang yang sifatnya internasional melarang dipraktikkan cloning manusia.[xx] Penolakan serupa juga disampaikan oleh berbagai lembaga Pernyataan serupa juga datang dari sejumlah tokoh di Indonesia, misalnya Ali Yafi dan Armahaedi Mahzar. Alasannya, karena mengancam kemanu-siaan, meruntuhkan institusi perkawinan, merosotnya nilai manusia, kerancuan moral, budaya, dan hukum.[xxi] Quraish Shihab lebih menyorotinya dari segi moral dan hukum agama, bahwa teknologi cloning ini mengantarkan kepada pelecehan manusia, dan dari segi hukum berdasarkan saddudz dzarāi', bagian dari menolak yang negatif didahulukan atas mendatangkan yang positif (manfaat).[xxii] Abdul Aziz Sachedina dari Universitas Virginia Amerika menganggap bahwa teknologi cloning hanya akan meruntuhkan institusi perkawinan. Mohammad Mardini dari Foundation Islamic Heritage menyebutkan bahwa teknologi tersebut sebagai pengaburan keturunan.[xxiii] Abul Fadl Mohsin Ebrahim juga berpendapat bahwa cloning akan berdampak negatif terhadap kesucian perkawinan, maka hukumnya tidak sah menurut Islam.[xxiv] Abdul Muti Basyyoumi, Ulama Al-Azhar, menuntut agar riset cloning diakhiri karena bertentangan dengan hukum Islam, baik secara idiologis maupun etis, dan manfaatnya lebih sedikit daripada bahayanya.[xxv] Di samping pihak yang mengharamkannya, ada satu pendapat yang membolehkan, Sheikh Mohammad Hussein Fadlallah, tokoh muslim fundamentalis dari Lebanon berpendapat, salah jika menganggap cloning adalah suatu intervensi karya Ilahi. Si Peneliti dianggapnya tidak menciptakan sesuatu yang baru, mereka hanya menemukan suatu hukum yang baru bagi organisme, sama seperti ketika mereka menemukan fertilisasi In Vitro (IVF) dan transplantasi organ.[xxvi] Pendapat ini mengandung kelemahan, sebab, alasan utama yang dipersoalkan oleh kalangan yang menolak cloning reproduksi manusia lebih kepada dampaknya bertentangan dengan norma Islam, bukan pada hakikat penciptaannya. Analisis atas Dampak Cloning Reproduksi Manusia

Meski cloning reproduksi manusia ada manfaatnya bagi manusia, misalnya dapat membantu pasangan yang bermasalah dengan alat reproduksinya, namun karena dalam pelaksanaannya akan berbenturan dengan batasan-batasan syar’i, maka hukumnya haram. Dari sejumlah argumen haramnya melakukan cloning reproduksi manusia yang dikemukakan di atas, yang paling lemah karena menilainya sebagai bentuk intervensi atas ciptaan Allah. Adapun alasan kuat haramnya tindakan tersebut dilihat dari sumber pemilik sel dari siapa pun akan berakibat merancukan nasab. Sedangkan alasan karena dalam prosesnya menuntut harus dengan melihat alat kemaluan, dapat dikategorikan sebagai keadaan dlarūrat atau adanya hājatdlarūrat. Terhadap praktik yang melibatkan pihak ketiga, di luar pasangan suami-isteri pemilik sperma dan atau ovum, meskipun tidak terjadi kontak seksual, namun dampak yang ditimbulkannya sama dengan esensi zina, akan menimbulkan kerancuan nasab, maka hukumnya haram. Tercakup dalam ayat Alquran yang melarang berzina, antara lain, Q.s. al-Muminūn (23): 5, alAhzāb (33):35, al-Isrā‘ (17):32, al-Furqān (25):68, al-Mumtahinat (60):12, juga Hadits. [xxvii] sebagaimana batasan yang diberikan para ulama dibolehkan melihat kemaluan dalam pengobatan karena Dampak teknologi cloning reproduksi manusia akan merancukan nasab dan hal lain yang lebih luas, berbenturan dengan banyak ketentuan syar'i, bahkan nyaris tidak ada kemaslahatannya, jika ada sangat sedikit dan masih bersifat spekulatif. Prinsip ini bertentangan dengan kaidah fikih: “Rukhshat tidak dapat dikaitkan pada yang meragukan), juga tidak dapat dikaitkan dengan berbagai kemaksiatan. Dilihat dari dampaknya, cloning reproduksi manusia lebih merancukan nasab, menyangkut status hubungan kenasaban dengan pemilik ovum, rahim, sperma, atau sel. Status anak dengan pemilik ovum, berstatus sebagai anak atau saudara kembar? Sebaliknya, jika yang diklon adalah pihak perempuan, pemilik ovum itu sendiri atau orang lain, lebih sulit menentukan statusnya. Demikian pula terhadap pemilik sperma, atau sel, sebagai anak atau saudara kembar. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan, alasan pengharaman cloning reproduksi manusia bukan terletak pada proses atau teknologinya, bukan pada teknis pelaksanaannya di luar proses alamiah dan tradisional, tetapi pada mudarat yang ditimbulkannya, akan merancukan dan menafikan berbagai pranata sosial, etika, dan moral, juga akan merendahkan nilai dan martabat insani. Teknologi rekayasa genetika yang dapat ditolerir dan bahkan didukung hanya pada tujuan produktivitas tanaman, tumbuhan dan hewan. Demikian juga untuk menemukan obat-obatan tertentu yang sangat diperlukan dalam dunia pengobatan. [i]Lihat F.A Moeloek ‘ Etika dan Hukum Teknik Reproduksi Buatan, Makalah Kuliah Umum Temu Ilmiah I Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, Bandung, 4-6 Oktober 2002. [ii]Yushinta Fujaya (Ed.), Teknologi Reproduksi Melahirkan Paradigma Baru dalam Masyarakat, Makalah Falsafah Sains (PPs 702), PPs, IPB, April 2001. di http://www.hayati-ipb.com/users/rudyct/grp_paper01 /kel5_012. htm.

[iii]Secara teknis, inseminasi dilakukan dengan cara memasukkan langsung sperma ke dalam mulut rahim. Pengertian bayi tabung akan dibahas secara khusus. TAGIT dilakukan dengan cara memasukkan sperma ke dalam mulut tuba melalui Laparos-kopi. Beda antara inseminasi buatan, bayi tabung, dan TAGIT, antara lain, terletak pada cara mengeluarkan sperma, teknik pertama dan kedua sperma dikeluarkan dengan cara masturbasi, sedangkan pada TAGIT dilakukan dengan cara operasi. GIFT (gamet intrafallopian transfer) dengan cara mengambil sperma dan ovum, setelah terjadi pembuahan ditanam di saluran telur (tuba palupi), ZIFT (zigot intrafallopian transfer) yaitu memasukkan zigot ke dalam tuba, diharapkan pembelahan sel zigot selanjutnya akan terjadi di dalam tuba dan selanjutnya menuju rahim IVF (in vitro fertilization), merupakan teknik reproduksi dibantu atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur (oosit) matang dengan spermatozoa di luar tubuh manusia agar terjadi pembuahan. Lihat Sulcham Sofoewan "Perkembangan IPTEPDOK dalam Rekayasa Reproduksi dan Genetik" dalam Muhammad Azhar dan Hamim Ilyas (Edit.), Pengembangan ke-Islaman Muhammadiyah: Purifikasi dan Dinamisasi, (Yogyakarta: LPPI, 2000), h. 171-172. Jurnalis Uddin, Kontroversi tentang Cloning Manusia, Makalah Seminar Ilmiah disajikan di Yarsi, 12 Nopember 2003, h. 2-3. Lihat juga Yushinta Fujaya (Ed.), Ibid. [iv]Menurut kalangan ahli medis, banyak faktor penyebab wanita tidak bisa hamil, antara lain, karena saluran tuba tersumbat, infeksi atau tumor pada rahim, gangguan ovulasi atau adanya gangguan hormonal, gangguan rahim, antibodi anti sperma, endometreosis, dan kelainan liang senggama, Sedangkan penyebab dari pihak laki-laki, antara lain, karena masalah ejakulasi, gangguan pada testis, saluran tersumbat, kualitas sperma jelek, air mani kental, dan anti bodi anti sperma. Berdasarkan hasil penelitian mengungkapkan penyebab gangguan kesuburan adalah sama, 40 %. Lihat Jurnalis Uddin, Ibid. Yuni Ekawati dan Dini Kasdu, Bayi Tabung Sebuah Harapan Baru, (Jakarta: MAPIPTEK., 2000), h. 25-31. Apakah beda dunia dan Akhirat? Secara umum kita sebenarnya sudah ‘merasakan’ bedanya. Tetapi barangkali akan lebih baik kalau secara eksplisit kita memberikan definisinya. Perbedaan dunia. dan Akhirat, diantaranya, ditandai oleh waktu dan tempat berlangsungnya. Dari segi waktu, alam dunia adalah alam kehidupan yang terjadi lebih dahulu. Dalam istilah bahasa, kata dunia juga berarti dekat. Artinya kehidupan yang dekat dengan kita sekarang. Kita alami saat ini. Sedangkan Akhirat,adalah kehidupan berikutnya, sesudah kehidupan dunia. Kata ‘Akhirat’ menunjukkan bahwa kehidupan Akhirat adalah kehidupan yang terakhir atau lebih akhir daripada dunia yang sekarang. Banyak yang berpendapat bahwa kehidupan Akhirat memang adalah kehidupan yang final. Tidak ada lagi kehidupan sesudah itu. Secara terminologi waktu, Allah mengatakan bahwa manusia memang melewati beberapa tahapan kehidupan. Yang pertama, adalah suatu waktu ketika manusia belum berwujud apa-apa. Allah mengatakan sebagai ‘bentuk yang belum bisa disebut’. Ini menunjuk kepada bahan-bahan dasar tubuh manusia di dalam tanah. Pada waktu itu, manusia memang belum ada bentuk sedikit pun. Seluruh bahan dasar tubuhnya tersebar di seantero permukaan Bumi atau bahkan di udara bebas berupa gas. Begitu Allah memulai penciptaan, maka Allah mengumpulkan berbagai zat dari

permukaan Bumi untuk disenyawakan menjadi asam amino, bahan dasar pembentuk tubuh manusia. Pengumpulan bahan bahan dasar itu, dibantu oleh tanaman dan binatang. Kehidupan tahap pertama itu diakhiri saat sperma seorang laki laki bertemu dengan ovum dari seorang perempuan. Sejak terjadinya pembuahan itulah, maka proses penciptaan terjadi. Dan sejak itu pula manusia memasuki ‘kehidupan’ tahapan kedua. QS. Al Insaan: 1, “Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang bisa disebut?” Tahap kedua. Dimulai dengan terjadinya ‘pembuahan’ (yaitu bertemunya sperma sang ayah dengan ovum sang ibu), sampai terjadinya kelahiran seorang manusia. Ini adalah ketika manusia berproses di dalam rahim. Saat itu Allah menciptakannya lewat proses kehamilan. Di sini Allah semakin banyak bercerita tentang proses penciptaan itu. Di antaranya ayat berikut ini. QS. Az Zumar (39): 6, “Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” QS. Al Mu’minuun : 12 – 14, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain. Maka Maha Suci Allah pencipta yang paling sempurna” Tahap yang ketiga, adalah kehidupan di alam dunia.. Kehidupan ini didahului oleh kelahiran seorang bayi, dan diakhiri dengan kematiannya. Inilah drama kehidupan manusia, dimana kita harus melakukan berbagai kebajikan dan menjauhi berbagai kemaksiatan. Segala apa yang kita lakukan akan membawa dampak pada kehidupan berikutnya, di alam Akhirat. Kematian manusia mengantarkannya menuju pada kehidupan yang lebih kekal abadi, yaitu Kehidupan Akhirat. Di kehidupan yang terakhir ini, manusia tidak akan mengalami kematian lagi, sebagaimana difirmankan Allah. QS. Ad Dukhaan (44) : 56, “mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab Neraka” Kualitas kehidupan manusia selalu dipengaruhi oleh tahapan sebelumnya. Karena itu, kualitas kehidupan Akhirat kita juga sangat dipenganihi oleh kehidupan kita di dunia. Kalau kehidupan kita di dunia jelek, maka. kualitas kehidupan kita di Akhirat juga akan jelek dan menyengsarakan. Demikian pula, kualitas kehidupan kita di Dunia, sangat dipengaruhi oleh kualitas kita pada tahap sebelumnya, saat kita masih di dalam kandungan. Jika pada saat mengandung, ibu kita melakukan kesalahan-kesalahan tertentu, maka bisa jadi si bayi yang lahir tidak dalam keadaan normal sebagaimana bayi yang lain. Perbedaan itu terletak pada usaha yang dilakukan. Namun pada pada tahap kedua ini di dalam kandungan kita tidak bisa berusaha sendiri. Kualitas kandungan sepenuhnya tergantung kepada usaha bapak dan ibu kita. Bagaimana mereka mengatur gizi saat kehamilan, atau bersikap secara psikologis, atau bagaimana pula saat melakukan

konsepsi, semuanya akan berpengaruh pada kualitas kehamilan. Dan pada gilirannya, kualitas kehamilan itu akan berpengaruh pada kualitas bayi yang dilahirkan. Bahkan kalau dirunut lebih jauh lagi, kualitas kehamilan itu juga dipengaruhi oleh kualitas tahap sebelumnya. Baik kualitas orang tua kita, maupun kualitas lingkungan dimana orang tua kita berada. Genetika dan polusi lingkungan, misalnya bisa menyebabkan kecacatan pada janin. Jadi, secara keseluruhan, memang tahapan-tahapan itu saling mempengaruhi ke arah proses lebih lanjut. Dari semua itu ,yang harus kita camkan adalah pada fase ketiga, yaitu kehidupan dunia. Karena, di fase inilah semua kualitas itu sangat bergantung pada usaha kita sendiri. Bukan orang lain, dan juga bukan orang tua kita lagi. Kalau kita gagal dalam mengelola kehidupan kita di fase Dunia, maka kita akan sengsara di fase berikutnya, yaitu di fase Akhirat Fase kehidupan dunia untuk manusia dimulai ketika Adam pertamakali diciptakan oleh Allah, sekitar 50 ribu tahun yang lalu. Bahkan, sebenarnya persiapan untuk kehidupan manusia itu telah ‘dirintis’ oleh Allah 5 miliar tahun yang lalu saat Bumi ini mulai diciptakan. Berikut ini adalah fase persiapan Bumi sampai munculnya kehidupan yang mengarah kepada penciptaan manusia. QS. Al Anbiyaa’ (21) : 30, “Dan dari air (Allah memulai) setiap yang hidup. . . “ QS. An Nuur (24) : 45, “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Secara global, ilmu pengetahuan tentang sejarah kehidupan di muka Bumi memperoleh data-data dari berbagai fosil. Di antaranya, diperoleh data fosil tertua yang berumur sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Fosil tersebut menggambarkan bahwa di daerah perairan/lautan telah hidup sejenis bakteri dan makhluk bersel tunggal. Sedangkan kehidupan makhluk bersel lebih banyak mulai diketemukan pada fosil-fosil yang berusia di bawah 1 miliar tahun yang lalu. Jenis-jenis ini mulai diketemukan hidup di daratan. Setelah itu, barulah diketemukan fosil-fosil dari makhluk-makhluk yang lebih kompleks strukturnya. Kehidupan tanaman dan binatang, misalnya, diperkirakan dimulai sekitar 550 juta tahun yang lalu, pada zaman Cambrium. Evolusi terus berjalan menuju pada. kompleksitas yang semakin tinggi. Zaman Jurassic, dimana dinosaurus hidup, diperkirakan sekitar 150 200 juta tahun yang lalu. Dan kehidupan manusia modern diperkirakan baru sekitar 50 ribu tahun yang lalu. HIDUP YANG SESUNGGUHNYA Judul di atas membawa pikiran kita kepada sebuah persepsi bahwa ada hidup yang sesungguhnya dan ada yang tidak sesungguhnya. Yang manakah yang sesungguhnya dan mana yang tidak sesungguhnya? Hanya Allah lah yang mengetahuinya, karena Dialah pemilik dan pembuat hidup kita. Karena,itu, marilah kita lihat firman-firman Allah berikut ini. QS. Ali Imran (3) : 186 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

QS. Al Anaam (6) : 32 “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung Akhirat itu lebih baik bagi orang orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” QS. At Taubah (9) : 38 “Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di Akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di Akhirat hanyalah sedikit.” Allah mengatakan di dalam firman-firmanNya di atas bahwa kehidupan kita di dunia ini sebenarnya bukanlah hidup yang sesungguhnya.. Kehidupan kita yang sesungguhnya baru akan terjadi nanti di Akhirat. Di dunia ini, kata Allah, hanya main-main saja. Hanya sendau gurau belaka. Hanya saling pamer-pamer gengsi saja. Bukankah hidup kita ini memang hanya saling pamer saja. Kadang pamer rumahnya yang baru dibangun. Atau juga pamer mobilnya yang baru dibeli. Atau seringkali juga pamer keluarga, anak anak dan berbagai prestasi yang dimilikinya. Padahal, bukankah semua itu bersifat sementara? ‘Yang pasti’ dari semua aspek kehidupan kita ini sebenarnya hanyalah satu yang pasti, yaitu: bahwa kita akan mengalami kematian dan meninggalkan semua kebanggaan kita yang bersifat duniawi tersebut. Ketika kita mati, rumah bagus yang kita miliki akan kita tinggalkan. Mobil mewah juga tidak kita bawa. Bahkan istri, suami, anak dan segala prestasi yang membanggakan itu juga tidak bisa ikut serta. Kita tinggal sendirian saja menghadap Allah, Sang Maha Pencipta. Maka, sungguh benarlah adanya, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Bahkan kata Allah hanya main-main dan sendau gurau belaka. Hidup yang sesungguhnya justru akan terjadi setelah kematian kita. Boleh jadi kita akan sangat terkejut dengan kehidupan kita sesudah mati itu. Kita tidak pernah menyangka bahwa ‘kehidupan sesudah mati’ itu memiliki bentuk dan ukuran nilai yang sangat berbeda dengan kehidupan kita di dunia. Bagaikan seorang bayi yang baru lahir. Ketika masih di dalam rahim dia terendam dalam air ketuban, tidak bernafas, dan peredaran darah serta denyut jantungnya mengikuti denyut jantung ibunya. Demikian pula, seluruh kebutuhan makananya dipasok oleh ibunya lewat plasenta (ari-ari). Namun, begitu dia terlahir ke dunia ini, dia menemukan kenyataan yang berbeda, bahwa dia harus bernafas sendiri. Juga harus mempertahankan hidupnya dengan cara makan dan minum yang tidak pernah dialaminya ketika masih berada di dalam kandungan. Bahkan,dia lantas harus belajar berjalan dan menggerakkan anggota anggota badannya. Dia juga harus mengaktifkan seluruh panca inderanya agar bisa berinteraksi dengan ‘dunianya’ yang baru. Pendek kata, meskipun masih menggunakan badan yang sama, sang bayi temyata harus hidup di dalam dunia yang berbeda. Kurang lebih sama. Ketika kita dibangkitkan olehNya di alam Akhirat nanti, kita akan mengalami berbagai macam penyesuaian dengan kehidupan baru itu. Persis seperti mengalami kelahiran kembali. Badan kita masih sama dengan saat hidup di dunia akan tetapi kemampuannya berbeda, dan lingkungan hidup kita juga sangat berbeda dengan kondisi di sini. Hal ini dikatakan oleh Allah di dalam QS. Ibrahim : 48, bahwa Bumi dan langit pada waktu itu telah diganti dengan yang baru. Kondisinya sangat jauh berbeda, sehingga menyebabkan kita bisa hidup lebih kekal dibandingkan dengan kehidupan di dunia.

Pada waktu itu, banyak hal yang akan mengalami perubahan. Mulai dari lingkungan hidup, ketajaman dan kemampuan indera kita, ketahanan fisik, sampai pada ukuran nilai dan, kebahagiaan yang akan kita alami. Kehidupan kita di sana nanti akan berlangsung selama 15 miliar tahun! Itulah kehidupan yang sesungguhnya. QS Al Mu’min (40): 39 “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara), dan sesungguhnya Akhirat itulah negeri yang kekal” QS. Al Kahfi: 45 - 46 “Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia) kehidupan dunia adalah bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit. Maka menjadi subur karenanya tumbuhtumbuhan di muka Bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” QS. Thaahaa .(20) : 124-126 “Barangsiapa berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” “Berkatalah ia : ya Tuhanku mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulunya aku adalah seorang yang melihat ?” Allah berfirman : demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu pula, pada hari kiamat ini kamupun dilupakan.” KIAMAT SUDAH DEKAT ? Sejak zaman Nabi Muhammad saw masih hidup, Al-Qur’an mengatakan bahwa kiamat sudah dekat dan akan terjadi sewaktu-waktu. Namun, kini sudah berjalan hampir 1500 tahun, kiamat belum juga terjadi. Apakah kita keliru dalam memahami makna informasi tersebut ? Kita sebagai orang Islam, pasti tidak akan meragukan sedikitpun kebenaran Al Qur’an sebagai firman Allah. Dan berbagai cara pendekatan dalam memahami Al Qur’an juga menunjukkan bahwa tidak ada kekeliruan sedikitpun di dalam informasi Al Qur’an. Jadi kesimpulannya, agaknya kita harus cermat dalam menginterpretasikan informasi dari kitab suci kita itu. Di dalam Al Qur’an banyak sekali informasi tentang kejadian kiamat. Termasuk waktu terjadinya. Untuk itu, kita sebaiknya tidak membuat penafsiran secara sepotong-sepotong. Yang baik adalah kita kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, lantas kita pahami secara komprehensif. Di antaranya adalah beberapa ayat di bawah ini, yang bisa kita kelompokkan kedalam 3 bagian, yaitu tentang ‘Kepastian Terjadinya Kiamat’, ‘Terjadi secara Rahasia dan Tiba-Tiba’. Serta ‘Waktunya Sudah Dekat’ QS. Al Mu’min (40) : 59 “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman (mempercayainya).” QS. Thaahaa (20) : 15 “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan agar supaya setiap diri dibalas dengan apa yang telah dia usahakan.” QS. Al Hijr (15) : 85

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, . . .” QS. Muhammad (47): 18 “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda tandanya…” QS. An Najm (53) : 57 - 58 “Telah dekat terjadinya kiamat. Tidak ada yang menyatakan terjadinya hari itu kecuali Allah.” QS. An Nahl (16): 77 “Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS. Al A’raaf (7): 187 “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuanku tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang kiamat yang bisa kita jumpai di dalam AlQur’an. Dari beberapa ayat tersebut marilah kita diskusikan beberapa pemahaman berikut ini. Kiamat Pasti Datang Secara ilmiah maupun informasi Al-Qur’an kita mendapatkan kepastian bahwa Kiamat memang bakal terjadi. Tidak ada peluang untuk tidak mempercayai tentang terjadinya Kiamat. Akan tetapi, kita tentu harus paham dulu tentang definisi Kiamat. Secara umum., Kiamat adalah kehancuran dunia kita. Dalam konteks ilmiah, dunia kita akan mengalami kiamat dua. kali : yaitu kehancuran planet Bumi dan kehancuran Alam Semesta. Ternyata , agama kita pun mengenal dua macam kiamat, yaitu Kiamat Sughra (Kiamat Kecil) dan Kiamat Kubra (Kiamat Besar). Maka, kedua pemahaman itu sebenarnya sudah berjalan seiring. Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa kiamat kecil adalah hancurnya Bumi. Sedangkan Kiamat besar adalah hancurnya alam semesta. Secara ilmiah, Bumi kita memang diperkirakan akan mengalami kehancurannya. Setidaktidaknya ada 2 mekanisme yang bisa menyebabkan hancurnya Bumi. Yang pertama. adalah padamnya Matahari dan yang kedua adalah terjadinya tabrakan antara Bumi dengan batu-batu angkasa. Secara ilmiah hal tersebut bisa diperhitungkan dan bisa dijelaskan. Akan tetapi secara umum, Bumi ini memang dipastikan bakal mengalami kehancuran secara alamiah. Maka jika Bumi mengalami kehancuran yang dahsyat, seluruh kehidupan di permukaannya pun akan ikut punah. Demikian pula, secara Qur’ani. Allah berkali-kali mengatakan bahwa kiamat pasti akan datang. Tidak perlu ada keraguan tentang datangnya kiamat itu. Bumi akan mengalami kehancuran yang sangat dahsyat dan fatal. Allah masih merahasiakan peristiwa itu, tetapi

pasti ia datang! Rahasia dan Tiba Tiba Meskipun Allah mengatakan bahwa kiamat bakal terjadi, tetapi menurut Allah terjadinya secara tiba tiba. Sehingga, Dia katakan bahwa kiamat itu menjadi rahasia Allah. Di ayat berbeda Allah menyampaikan bahwa pengetahuan tentang kiamat adalah di sisi Allah. Tetapi, kalau kita cermati, kalimat itu bukan berarti Allah tidak memberikan pengetahuan tentang Kiamat kepada manusia. Di QS. Al A’raaf : 187 Allah mengatakan bahwa ‘kebanyakan’ manusia memang tidak mengetahui. Berarti, sebenarnya ada ’sedikit’ manusia yang diberitahu oleh Allah tentang informasi kiamat tersebut. Di antaranya para rasul. Hal itu difirmankan Allah di dalam Al Qur’an. QS. Zukhruf (43) : 61 “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan pengetahuan tentang hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” Maka, dari berbagai ayat tersebut kita mendapatkan pemahaman bahwa pengetahuan tentang Kiamat itu memang berasal dari Allah saja. Tidak ada seorang pun yang tahu secara persis, kecuali orang-orang yang dekat denganNya. Akan tetapi, secara umum Allah berkenan menunjukkan tanda-tandanya kepada umat manusia. Dan secara ilmiah, manusia lantas menangkap ‘tanda-tanda’ itu untuk diformulasikan sebagai pengetahuan empirik tentang kiamat. Maka, manusia boleh saja melakukan rekonstruksi terhadap peristiwa kiamat itu. Tetapi, semua kebenarannya tetap, berada di Genggaman Allah semata. Kiamat Sudah Dekat Dari sekian banyak firmanNya, Allah memberikan tanda-tanda kepada kita bahwa Kiamat itu sebenarnya sudah dekat. Akan tetapi, sebagaimana saya kemukakan di depan, bahwa sejak zaman Nabi Muhammad saw. ternyata kiamat itu belum juga terjadi. Maka, agaknya kita perlu melakukan rekonstruksi terhadap berita-berita Al Qur’an itu, dengan berdasarkan pada tanda-tanda yang diberikan Allah kepada kita lewat berbagai ayatNya. Baik yang ada di alam semesta maupun yang berada di dalam Al Qur’an. Untuk itu sebelumnya saya merasa perlu untuk mengajak pembaca memahami tentang, ‘Waktu’. Kiamat Bumi & Kiamat Alam Semesta. Bahwa kiamat akan terjadi, dua kali. Yang pertama adalah kiamatnya Bumi, dan yang kedua adalah kiamatnya alam semesta secara keseluruhan. Kapankah Bumi akan mengalami kehancurannya? Diperkirakan masih sekitar beberapa ribu tahun lagi, akibat bertabrakan dengan batuan angkasa yang besar ukurannya. Bumi akan masuk ke suatu wilayah penuh batu angkasa, di luar sistem tata surya kita sekarang ini. Dan kapankah terjadinya kiamat alam semesta? Diperkirakan masih sekitar 18 miliar tahun lagi. Yaitu sesudah terjadinya periode Akhirat. Jadi kalau dibuatkan ringkasan penciptaan alam semesta ini dari segi urutan waktunya, kira-kira adalah sebagai berikut : 1. Sekitar 12 miliar tahun yang lalu alam semesta. diciptakan Allah lewat sebuah ledakan yang sangat dahsyat. 2. Kemudian, sekitar 5 miliar tahun yang lalu terbentuklah tatasurya kita, termasuk di dalamnya adalah Bumi dan 8 planet lainnya. Sejak itu pula Allah membentuk kondisi Bumi yang memungkinkan untuk kehidupan. Termasuk di dalamnya adalah lapisan udara yang disebut atmosfer.

3. Lantas sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu Allah menciptakan makhluk bersel satu di. daerah perairan. Sekitar 1 miliar tahun yang lalu Dia memulai kehidupan di daratan, lewat mahluk yang bersel lebih banyak. Dan, sekitar 550 juta tahun yang lalu Allah menciptakan berbagai jenis tanaman dan binatang yang kompleks struktur tubuhnya. 4. Barulah sekitar puluhan ribu tahun yang lalu Allah menciptakan manusia untuk pertama kalinya, yang kemudian berkembang biak hingga. kini. 5. Seterusnya,, Allah tetap memproses kejadian alam semesta ini sehingga sekitar beberapa ribu tahun lagi Bumi akan mengalami kiamat. Bumi bakal hancur, dan kehidupan makhluk di atasnya pun musnah. Mirip kejadian punahnya Dinosaurus sekitar 150 - 200 juta tahun yang lalu. 6. Bumi akan mengalami recovery alias perbaikan lingkungannya kembali selama 2 - 3 miliar tahun, untuk mengembalikan kehidupan di muka Bumi ini. Maka, ketika kondisi Bumi sudah ideal untuk kehidupan tahap kedua, manusia dibangkitkan kembali dari dalam kuburnya. itulah dimulainya periode Akhirat. 7. Manusia akan dihidupkan selama sekitar 15 miliar tahun di alam Akhirat, sampai kemudian semuanya lenyap, kembali kepada Sang Pencipta. Jadi alam semesta, ini dulu berada di satu titik, pusat alam semesta. Ketika terjadi ledakan maha dahsyat itu, seluruh isi alam ini terlontar ke segala penjuru langit, sampai sekarang. Diperkirakan perkembangan itu akan terus terjadi sampai sekitar 3 miliar tahun lagi. Apa yang terjadi setelah itu? Alam akan berbalik menciut menuju ke satu titik, di pusat alam semesta, kembali ke asalnya. Nah, dimanakah terjadinya proses kiamat. Bahwa Kiamat ada 2 macam. Yang pertama adalah Kiamat Sughra alias kiamat Kecil. Sedangkan yang kedua adalah Kiamat Kubra alias Kiamat Besar. Kiamat Kecil adalah proses kehancuran ‘Bumi saja’ karena dibombardir oleh jutaan meteor dari angkasa luar. Seluruh kehidupan di muka Bumi akan mengalami kehancurannya. Termasuk manusia, jin, binatang dan berbagai tumbuhan. Kecuali malaikat. Kejadian itu diperkirakan bakal terjadi beberapa ribu tahun lagi. Sedangkan Kiamat Besar adalah kehancuran alam semesta termasuk Bumi, Matahari, bintang dan galaksi karena terjadi proses penciutan kembali alam semesta, kemudian hancur di pusatnya. Dalam terminologi alam semesta ini akan musnah dan lenyap, sekitar 18 miliar tahun lagi, setelah kita.hidup di alam Akhirat selama 15 miliar tahun. Jadi ringkasnya : 12 miliar tahun yang lalu alam semesta ini diciptakan. Beberapa ribu tahun lagi Bumi akan mengalami kehancuran. Kemudian sekitar 3 miliar tahun ke depan Bumi akan mengalami pemulihan dari kerusakan akibat kiamat Bumi. Saat itu pula, alam semesta. bergerak menciut. Maka, dimulailah kehidupan Akhirat. Lamanya 15 miliar tahun. Sampai alam semesta ini hilang lenyap di satu titik. Yang ada hanya eksistensi Allah semata. MEKANISME KIAMAT BUMI Bagaimanakah mekanisme terjadinya kiamat Bumi? Apakah disebabkan oleh padamnya Matahari ataukah karena bertabrakan dengan batu batu angkasa, ataukah karena sebab lain? Al Qur’an menggambarkan hancurnya Bumi itu dalam puluhan ayat. Salah satunya adalah berikut ini. QS. Al Mulk (67) 16 – 17: “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?, atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang

(berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (ak

Apa Itu Penuaan
Manusia didalam hidupnya akan mengalami beberapa masa yang secara garis besar terbagi atas empat masa yaitu masa kecil atau kanak-kanak, lalu masa remaja, masa dewasa, dan yang terakhir masa tua. Setiap orang yang hidup didunia ini pasti akan melewati ke empat masa ini. Pada masa kanak-kanak dan remaja, hidup manusia rata-rata mengalami kesehatan yang prima. Kalaupun seorang anak mengalami sakit, maka masa penyembuhan mereka relatif sangat cepat. Akan tetapi ketika mulai menginjak ke masa dewasa dan bahkan masa tua, hidup seseorang akan mengalami masalah-masalah pada kesehatannya seperti misalnya kencing manis, darah tinggi, jantung koroner, dan masih banyak lagi penyakitpenyakit yang biasanya disebut penyakit tua. Ternyata ketika seseorang menginjak masa dewasa, mereka mengalami proses yang dikenal dengan proses penuaan. Jadi proses penuaan ini adalah proses menurunnya kinerja-kinerja yang ada di dalam tubuh manusia. Menurut hasil penelitian Dr. Daniel Rudman yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, ternyata penuaan dikategorikan sebagai suatu penyakit, dan penyakit penuaan disebabkan karena kekurangan salah satu hormon. Hormon tersebut adalah hormon pertumbuhan manusia.

Gambar 1 Dr Daniel Rudman Efek dari kekurangan hormon pertumbuhan manusia ini ternyata mempengaruhi ukuran dan fungsi dari organ-organ yang terdapat di dalam tubuh. Sebagai contoh adalah pada otak dan ginjal.

Gambar 2 Otak Mengecil Pada gambar 2 terlihat terjadi penciutan otak sebanyak 30% pada otak seseorang yang berumur 70 tahun. Tidak heran manusia pada umur 70 akan mengalami pikun-pikun dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak seperti Parkinson.

Gambar 3 Ginjal Mengecil Pada gambar 3 terlihat pula organ ginjal pada manusia berumur 70 tahun yang mengalami penciutan dan warnanya yang menghitam. Dan akibat dari penciutan ini adalah menurunnya fungsi ginjal dan pada tingkat terendah, seseorang akan kehilangan fungsi ginjalnya yang biasa dikenal dengan nama gagal ginjal. Selain otak dan ginjal, sebetulnya seluruh organ yang ada di tubuh manusia seperti kulit, jantung, paru-paru, dan organ yang lain juga ikut menurun fungsinya. Tidak heran pada seseorang yang berumur 70 tahun, mereka akan mengalami banyak sekali persoalan di kesehatan mereka.

Lalu mengapa seseorang mengalami penuaan? Ada tiga faktor yang sangat mempengaruhi penuaan tersebut.

Gambar 4 Penyebab Penuaan Dua point pertama adalah penyebab penuaan yang datangnya dari luar diri manusia yaitu cara hidup dan oxidasi. Cara hidup yang tidak sehat seperti jarang atau tidak pernah olah raga, makan makanan yang berlemak, kurang makan serat, kurang istirahat, Stress yang tinggi, dan masih banyak lagi gaya hidup yang sering dijumpai di kota-kota besar. Lalu oxidasi bentuknya seperti asap rokok, asap kendaraan bermotor, zat-zat pengawet, dan bahan-bahan kimia yang ada di sekeliling kita. Kedua penyebab inilah yang datang dari luar tubuh manusia. Penyebab kedua yang tidak kita sadari yaitu kekurangan hormon.

Gambar 5 8 Hormon Utama Manusia

Pada gambar 5 terlihat ada delapan hormon utama pada manusia. Testosterone, progesterone, dan estrogen adalah hormon yang bertanggung jawab atas reproduksi manusia. Berkurangnya hormon ini akan mengakibatkan menopause pada wanita dan andropause pada pria. Lalu hormon DHEA adalah hormon yang bertanggung jawab menurunkan resiko seseorang terkena kanker. Seseorang yang kekurangan hormon ini, resiko terkena kankernya jauh lebih tinggi daripada yang kadar hormon DHEA-nya normal. Hormon insulin adalah hormon yang bertanggung jawab didalam metabolisme glukosa (gula) di dalam darah. Kekurangan hormon ini akan berakibat seseorang menderita penyakit diabetes mellitus (kencing Manis). Hormon yang lain adalah hormon thyroid. Hormone ini bertanggung jawab terhadap metabolisme di dalam tubuh. Kekurangan hormon ini akan berakibat terganggunya metabolisme di dalam tubuh. Lalu Hormon yang lain adalah hormon Melatonin. Hormon ini bertanggung jawab mengatur fungsi tidur di dalam tubuh manusia. Kekurangan hormon ini akan berakibat seseorang sulit untuk tidur, atau kualitas tidur seseorang akan rendah. Lalu hormon yang paling utama adalah hormon Pertumbuhan manusia (HGH). Hormone ini bertanggung jawab untuk mengatur pertumbuhan pada diri seseorang. Selain untuk pertumbuhan, ternyata produksi hormon ini sangat mempengaruhi produksi hormon lainnya di dalam tubuh manusia. Kekurangan hormon ini pada masa kecil akan menghambat pertumbuhan anak tersebut. Ternyata menurut hasil penelitian Dr Daniel Rudman, didapati setiap sepuluh tahun produksi HGH di dalam tubuh manusia menurun sebanyak 17%.

Gambar 6 Grafik Penurunan HGH Pada umur 20 tahun, Produksi HGH didapati sebanyak 500 mikrogram, sedangkan pada usia 80 tahun, produksi HGH didapati hanya sebesar 25 mikrogram. Tidak heran seseorang yang berumur 80 tahun akan mengalami banyak sekali sakit penyakit di

dalam tubuh mereka. Lalu bagaimana agar kita dapat meningkatkan produksi HGH di dalam tubuh manusia? Ada beberapa cara yaitu dengan :

Gambar 7 Cara Meningkatkan HGH Cara yang pertama adalah dengan menyuntikkan HGH sintetis ke dalam darah. Cara ini kurang dianjurkan karena selain harganya yang mahal, hormon yang disuntikkan akan mengakibatkan malasnya pabrik HGH (kelenjar Pituitari) di dalam otak manusia akan malas mengeluarkan HGH alaminya. Praktek menyuntikkan HGH sistetis ini hanya boleh dilakukan oleh dokter yang ahli di bidang hormon. Selain itu apabila dosisnya berkelebihan, justru efeknya tidak baik yaitu menyebabkan serangan jantung. Cara yang lain adalah dengan cara yang alami yaitu dengan berpuasa. Seseorang yang berpuasa rutin setiap bulannya dapat meningkatkan kadar HGH di dalam darahnya. Tidak heran seseorang yang sehabis melaksanakan ibadah puasa, air mukanya terlihat lebih cerah dan bersinar. Lalu cara yang kedua adalah dengan berolah-raga. Seseorang yang berolah-raga rutin setiap harinya dapat meningkatkan kadar HGH di dalam darahnya. Tidak heran pula seorang atlit olah raga terlihat segar dan sehat pula. Lalu cara yang ketiga adalah dengan tidur nyenyak. Tidur nyenyak yang dalam ternyata dapat juga meningkatkan kadar HGH di dalam darah. Jadi jumlah jam tidur tidaklah penting, akan tetapi yang lebih penting adalah kualitas tidur itu sendiri. Lalu cara yang terakhir adalah dengan mengkonsumsi asam amino. Asam amino adalah suatu protein yang sangat penting untuk tubuh manusia. Asam amino didapati terbanyak dikandung di kacang-kacangan terutama kacang kedelai. Gambar 8 Asam Amino Menurut Dr Ronald Klatz, ada empat asam amino yang sangat penting untuk dikonsumsi oleh tubuh manusia untuk meningkatkan kadar HGH di dalam darah. Keempat asam amino itu adalah :

Gambar 9 Dr Ronald Klatz Dengan Mengkonsumsi 4 asam amino ini selama minimal enam bulan, maka secara fisik jam biologis kita akan mundur sejauh 10 sampai 20 tahun lebih muda. Misalnya kita sekarang berumur 50 tahun, setelah mengkonsumsi asam amino selama minimal enam bulan maka kondisi tubuh akan kembali muda seperti pada waktu kita berumur 30 atau 40 tahun, yang dimana mungkin pada umur itu, kondisi tubuh kita masih sehat bugar dan bertenaga. Gambar 10 Kembali Mu RANCANGAN PARU-PARU YANG MENGESANKAN Paru-paru Anda adalah organ yang menyesuaikan dirinya berdasarkan gerakan Anda. Bila Anda berlari, paru-paru bekerja lebih cepat dan memenuhi kebutuhan oksigen Anda yang meningkat, sementara itu paru-paru bekerja lebih lambat bila Anda sedang santai, tetapi paru-paru tidak pernah berhenti. Sepanjang hidup Anda, paru-paru terus-menerus bekerja seperti pompa udara. Paru-paru memompa udara keluar-masuk. Sambil melakukan ini, paru-paru bekerja selaras dengan bagian-bagian lain dari sistem pernafasan karena, untuk bernafas, paru-paru saja tidak cukup. Seseorang membutuhkan kekuatan dari luar agar paru-paru dapat bekerja. Kekuatan ini berasal dari otot yang terletak di antara tulang rusuk dan diafragma, tepat di bawah rangka tulang rusuk. Perhatikan diri Anda saat bernafas. Anda akan melihat bahwa rusuk Anda mengembang. Pada saat itu, diafragma di bawah paru-paru mengembang ke bawah dan paru-paru membesar. Paru-paru menarik udara dari batang tenggorokan. Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke atas. Sewaktu paru-paru mengecil, udara yang ada di dalam kantung udara kecil-kecil terdorong ke luar melalui batang tenggorokan.

Berlari, tertawa, berjalan, berbaring… Anda melakukan gerakan-gerakan ini tanpa berpikir, namun selama berlangsungnya semua gerakan ini, sistem pengendali pernafasan otomatis bekerja di dalam paru-paru Anda; proses ini menentukan kebutuhan oksigen tubuh Anda. Selama bergerak, kegiatan sel tubuh meningkat dan sel memakai daya dan tenaga yang lebih banyak. Karena itulah, sekitar 100 triliun sel di dalam tubuh memerlukan oksigen lebih banyak dari biasanya. Selain peningkatan kebutuhan oksigen, karbondioksida yang dihasilkan sel harus segera dibuang dari tubuh. Jika peningkatan kebutuhan oksigen tidak dipenuhi, seluruh tubuh akan menderita. Akibatnya, pernafasan meningkat. Dengan kata lain, paru-paru bekerja lebih cepat. Keadaan yang sangat penting ini sekali lagi diwujudkan melalui sebuah sistem yang ajaib. Wilayah yang disebut “batang otak” mengandung reseptor (alat penerima sinyal) yang terus-menerus mengendalikan kadar karbondioksida di dalam darah. Jika kadar karbondioksida menjadi terlalu tinggi, reseptor di batang otak memberi sinyal kepada pusat pernafasan untuk meningkatkan laju dan kedalaman bernafas. Selain batang otak, ada pula berbagai reseptor di dalam paru-paru yang mengubah proses pernafasan. Reseptor ini bereaksi bila paru-paru dan dinding dada membesar akibat tekanan dari dalam, sedemikian rupa sehingga mencegah penghirupan nafas. Dalam hal ini, reseptor mengirimkan sinyal kepada pusat pernafasan untuk menurunkan kedalaman pernafasan. Proses ini diulangi setiap hari, setiap detik, dan setiap saat tanpa pernah berhenti. Sudah jelas tidak mungkin untuk menyatakan bahwa sistem ini, yang terdiri dari berbagai keseimbangan yang saling melengkapi satu sama lain, muncul dengan sendirinya sebagai akibat dari kebetulan tak sengaja semata. Sistem pernafasan tubuh manusia hanyalah salah satu contoh seni mencipta Allah. PUSAT KENDALI: OTAK Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS. Adz Dzaariyaat, 51: 20-21) Otak manusia memiliki sistem yang dapat menjalankan beberapa tugas sekaligus pada saat bersamaan. Misalnya, karena struktur otak yang sempurna, seseorang, saat mengendarai mobil, dapat sekaligus menyetel radionya dan memutar kemudi dengan mudah. Walaupun dia melakukan sejumlah hal berbeda pada waktu bersamaan, dia tidak menabrak mobil atau orang lain. Selain itu, dia dapat mengoperasikan pedal gas dengan kakinya. Dia dapat memahami berita yang didengarnya dari radio. Dia dapat menyambung kembali pembicaraannya dari tempat pembicaraan itu terhenti. Dan, yang terpenting, dia dapat mengatur semua hal ini secara sempurna, pada waktu yang bersamaan. Singkatnya, dengan kemampuan otak manusia

yang luar biasa, orang dapat menangani berbagai hal sekaligus. Keselarasan ini dimungkinkan oleh adanya hubungan antar sel saraf di dalam otak. Berjuta-juta, bahkan bermiliar-miliar, rangsangan yang sampai ke otak dari dunia luar diuraikan di dalam otak dengan selaras, lalu diperiksa dan dinilai. Otak kemudian memberikan tanggapan kepada setiap sumber rangsangan. Operasi sistem yang rumit ini terus berfungsi dalam kehidupan seseorang tanpa berhenti. Dengan begitu, kita melihat, mendengar, merasakan, dan kehidupan kita pun terus berlangsung. Salah satu unsur terpenting yang menyusun sistem sempurna di dalam otak adalah sel-sel saraf, yang berjumlah sekitar 10 miliar.44 Sel-sel saraf otak, tidak seperti sel-sel lainnya, mengirimkan dan mengolah informasi dengan cara menciptakan dan menyalurkan arus listrik lemah. Gaya yang menyebabkan terjadinya hubungan di antara sel-sel dan, karenanya, menghasilkan keselarasan di dalam otak, terdapat di dalam struktur khusus pada sel saraf. Sekitar 10 miliar sel di dalam otak memiliki sekitar 120 triliun hubungan. Dan 120 triliun jaringan ini benar-benar berada di tempat yang tepat. Jika salah satu jaringan terletak di tempat yang salah, akibatnya akan sangat berat. Bila demikian, orang sebenarnya jadi tidak mungkin menjalankan fungsi vitalnya. Namun hal seperti ini tidak terjadi, dan manusia, kecuali saat sakit yang sangat parah, menjalani kehidupan dengan sangat alami, sementara dalam kenyataannya, ada bertriliun-triliun proses ajaib yang berlangsung di balik semua yang tampak ini. Struktur yang bekerja saling terkait di dalam otak ini, seperti juga sistem-sistem lainnya dalam tubuh manusia, memiliki rancangan sempurna di setiap tahap. Kenyataan bahwa otak dapat menjalankan berjuta fungsinya tanpa kesalahan atau kekacauan menjadi bukti bahwa Allah, Pemilik kebijaksanaan tanpa batas, telah menciptakannya dilengkapi semua ciri-cirinya yang khas. PEMBAWA PESAN DI TUBUH MANUSIA: SISTEM HORMON Saat Anda membaca halaman ini, proses-proses yang tidak terhitung banyaknya sedang berlangsung di dalam tubuh Anda tanpa kesulitan apa pun, dan kesibukan rumit yang sebenarnya terjadi tidak Anda rasakan sedikit pun. Jumlah detak jantung Anda setiap detik, laju kalsium di tulang Anda, kadar gula di dalam darah Anda, jumlah air yang disaring ginjal setiap menit dan berbagai hal-hal rinci lainnya, terjadi sebagai hasil karya yang selaras-sejalan dari sel-sel di tubuh Anda. Tidak hanya seratus, seribu atau sejuta jumlahnya; ada sekitar 100 triliun sel di dalam tubuh Anda. Lalu, bagaimana keselarasan di antara sejumlah sel ini dapat berlangsung? Jawabannya adalah berkat sistem hormon tubuh Anda. Kelenjar bawah-otak atau kelenjar lendir (pituitary gland) yang

berukuran sebesar kacang polong berfungsi mengendalikan dan menyesuaikan produksi berbagai hormon di dalam tubuh. Kelenjar ini juga mengawasi dan mengatur kelenjarkelenjar lainnya serta mengendalikan kadar hormon. Kelenjar ini bekerja di bawah kendali wilayah otak yang disebut “hipotalamus.” Kelenjar lendir tampak seperti sepotong daging. Kelenjar ini dapat mengetahui, berdasarkan data dari hipotalamus, hal yang dibutuhkan dalam setiap keadaan. Kelenjar ini menentukan sel khusus mana pada organ khusus apa yang perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan ini, mekanisme kimiawi sel-sel ini, struktur fisiknya, bahan yang perlu diproduksi dan kapan produksi ini harus dihentikan. Selain itu, melalui sistem komunikasi yang amat khusus, kelenjar ini memberikan perintah kepada semua unit agar kebutuhan ini dipenuhi. Misalnya, tubuh manusia masih terus berkembang sampai akhir masa remaja. Bertriliuntriliun sel berlipat ganda dengan membelah diri, sehingga pertumbuhan jaringan dan organ dapat disempurnakan. Saat ukuran tertentu dicapai, aktivitas pertumbuhan di dalam organ terhenti. Kelenjar lendir inilah yang merasakan sampai kapan kita butuh tumbuh dan yang menghentikan pertumbuhan bila kita sudah mencapai ukuran yang sesuai. Kelenjar lendir, pada saat yang sama, juga menyesuaikan metabolisme zat tepung dan lemak di dalam tubuh. Bila diperlukan, kelenjar ini meningkatkan produksi protein di dalam sel. Jika Anda merasa pusing atau mengalami kesedihan, Anda hanya perlu beristirahat sebentar dan kesedihan Anda seharusnya menghilang. Jika penyebab kesedihan ini adalah turunnya tekanan darah Anda, kelenjar lendir akan segera bereaksi. Molekul-molekul yang dikeluarkan oleh kelenjar lendir menyebabkan otot-otot di sekitar pembuluh balik (vena) mengalami kontraksi (mengerut). Kontraksi berjuta-juta otot dan penyempitan pembuluh vena meningkatkan tekanan darah sehingga Anda merasa lebih tenang. Kelenjar lendir hanyalah salah satu dari beberapa wilayah yang mengeluarkan sejumlah hormon sekaligus. Selain itu, wilayah seperti kelenjar thyroid, kelenjar parathyroid, kelenjar adrenalin, pankreas, indung telur dan testis mengeluarkan hormon yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan. Jika terjadi kehilangan atau kesalahan fungsi di dalam salah satu wilayah ini, kehidupan tidak mungkin berlanjut. Sistem hormonal, seperti sistem-sistem lainnya di dalam tubuh, bekerja dalam keselarasan yang sempurna. Tidak diragukan lagi, Allah, yang Mahakuasa, yang membuat keterpaduan ini dan menciptakan sistem komunikasi sempurna ini di dalam tubuh manusia. PENJAGA YANG WASPADA: MEMBRAN SEL Bayangkanlah sebuah gedung yang diberi tindakan keamanan sangat ketat; tidak boleh ada hal-hal berbahaya masuk ke dalamnya, pengendalian yang luar biasa diterapkan sehingga pendatang-baru hanya boleh masuk apabila telah diperiksa. Namun, anggaplah bahwa gedung ini menjalankan berbagai fungsi ini sendirian. Anggaplah gedung ini bertindak seperti makhluk hidup tanpa ada campur tangan atau bantuan. Dengan teknologi masa kini, sudah dapat dibuat sebuah gedung yang

mampu bertindak sebagai suatu makhluk yang punya kesadaran, dengan kata lain, mampu menjalankan pengendalian keamanan dengan bantuan komputer dan mampu melakukan pemeriksaan identitas. Lalu bagaimana tanggapan Anda bila kami beri tahu bahwa sistem yang seperti itu sebenarnya telah ada di suatu tempat yang berukuran hanya satu per seratus ribu milimeter? Dengan teknologi masa kini pun, prestasi seperti ini jelas masih berada di luar jangkauan kita. Namun, hal ini tidak berarti bahwa sistem sedemikian tidak ada di mana pun di seluruh penjuru bumi. Sistem yang luar biasa ini, yang dalam benak Anda seolah mustahil saat Anda mula-mula mendengarnya, telah ada sejak sistem ini pertama kali muncul. Sistem seperti itu sudah ada di dalam setiap membran (selaput pembungkus) sel yang berjumlah sekitar 100 triliun, yang menyusun tubuh manusia. Selaput sel memiliki kemampuan seperti membuat keputusan, mengingat, dan menghitung, yang merupakan sebagian sifat dasar manusia. Selaput sel menjaga hubungan dengan sel yang bersebelahan dan juga mengendalikan lalu-lintas aliran zat yang masuk dan keluar sel dengan amat peka. Karena kemampuan pengambilan keputusan yang hebat, ingatannya dan kebijaksanaan yang ditunjukkannya, membran sel dianggap sebagai otak dari sel. Namun, membran sel ini begitu tipis sehingga hanya dapat dikenali dengan menggunakan mikroskop elektron. Membran ini tampak seperti dinding dua-sisi. Dinding ini dilengkapi dengan pintu gerbang sebagai jalan masuk dan keluar, serta dengan reseptor (alat penerima) yang memungkinkan selaput sel mengenali keadaan di luar sel. Semua ini terletak pada dinding sel dan mengendalikan semua aliran keluar-masuk sel dengan hati-hati. Tugas utama selaput sel adalah untuk menjaga agar organel (bagian-bagian di dalam sel) tidak terpisah-pisah, dengan cara membungkus semua bagian sel tersebut. Selain itu, melalui selaput ini pula masuk zat-zat yang diperlukan dari luar, yang memungkinkan semua organel itu berfungsi dengan baik. Dalam mempertukarkan zat, selaput sel bertindak sangat ekonomis, tidak membiarkan pertukaran zat melebihi jumlah yang diperlukan. Selaput dapat dengan seketika mengenali bahan buangan yang berbahaya dan segera membuangnya. Peran selaput sel sangatlah penting; tidak boleh ada sedikit kekeliruan pun pada selaput ini, karena setiap kekeliruan atau cacat akan menyebabkan kematian sel. Nyatalah bahwa tindakan cerdas seperti ini dan pengambilan keputusan dengan sadar oleh selaput sel, suatu lapisan yang tersusun dari molekul lemak dan protein, tidak timbul dari dirinya sendiri. Setiap orang yang memiliki kebijaksanaan dan kesadaran dapat dengan mudah melihat bahwa sistem seperti ini tidak dapat muncul secara kebetulan. Baik sel maupun selaput yang membungkusnya telah diciptakan oleh Allah, pemilik sumber pengetahuan tertinggi. Dan mereka menjalani perintah yang telah ditentukan bagi mereka oleh Allah, Yang telah menciptakan mereka dengan sempurna. PUSAT PENYIMPANAN DATA BERUKURAN MUNGIL: DNA

DNA adalah basis data tubuh manusia. Perhatikanlah orangorang di sekitar Anda dan cobalah berpikir sejenak tentang ciriciri macam apa saja yang mereka miliki. Sebenarnya, warna mata, tinggi tubuh, warna dan jenis rambut, suara, dan warna kulit mereka serta seluruh data yang sejenisnya direkam di dalam DNA mereka. Basis data ini mengandung segala jenis informasi tentang struktur dan kebutuhan sel tempat DNA itu berada maupun semua sel lainnya di dalam tubuh. Bila kita membandingkan tubuh manusia dengan sebuah struktur, kita akan menemukan cetak-biru yang lengkap dari tubuh, termasuk setiap sifat dan setiap detil, tidak terkecuali yang terkecil sekali pun, dalam nukleus (inti) setiap sel, yaitu di dalam DNA. DNA berada di tempat yang amat terlindung dalam inti di pusat sel. Bila seseorang ingat bahwa garis tengah rata-rata sel adalah satu per seratus milimeter, dia akan sadar betapa kecilnya wilayah yang sedang dibicarakan. Molekul yang ajaib ini merupakan bukti nyata akan kesempurnaan dan kemegahan cita rasa seni Allah dalam penciptaan. Informasi yang dikandung di dalam DNA tidak hanya menentukan ciri-ciri fisik tetapi juga mengendalikan beribu sistem dan proses yang berbeda-beda di dalam sel dan tubuh. Tekanan darah yang rendah atau tinggi, misalnya, bergantung pada informasi yang terkandung di dalam DNA. Para ilmuwan sudah mengembangkan berbagai teori untuk menekankan jumlah informasi yang terkandung di dalam struktur genetis seorang manusia. Informasi di dalam DNA begitu melimpah, sehingga bila buku-buku yang berisi informasi ini ditumpukkan, tumpukan buku akan mencapai ketinggian sampai 70 meter (230 kaki). Para ilmuwan juga telah menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetik peta gen seorang manusia dan mereka menyimpulkan bahwa seseorang yang mengetik 60 kata per menit dan bekerja 8 jam sehari akan memerlukan waktu setengah abad penuh untuk menyelesaikan tugas besar ini. Mereka juga menyatakan bahwa hampir 200 buku telepon, masing-masing setebal 500 halaman, dapat disetarakan dengan informasi yang terkandung di dalam DNA. Rantai yang tersusun dari atom yang berbaris berdampingan, yang masing-masing bergaris tengah sepersejuta milimeter ini, menyimpan informasi dan memori dalam jumlah yang sangat besar sehingga dapat digunakan makhluk hidup untuk menjalankan seluruh fungsi kehidupannya. Ini adalah bukti penciptaan. Dengan informasi yang diletakkan-Nya di dalam DNA, Allah sekali lagi menghadirkan kekuatan-Nya yang tidak terbatas dan fakta bahwa Dia tidak punya sekutu di dalam mencipta. Pengetahuan Allah yang tidak terbatas dinyatakan dengan perbandingan sebagai berikut di dalam sebuah ayat: Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al Kahfi, 18: 109)

MOLEKUL: SUMBER CITA-RASA DAN KEINDAHAN Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampuan lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl, 16: 18) Berbagai zat atau bahan tampak berbeda dan memiliki ciri yang berlainan walaupun mengandung atom yang sama. Menurut Anda, apa yang membuat benda-benda di sekitar Anda berbeda? Apa yang membuat benda berbeda-beda dalam warna, bentuk, bau, dan rasa dan apa yang menjadikannya lembut atau keras? Penyebab semua perbedaan ini adalah karena atom-atom membentuk ikatan kimia yang berbeda dalam pembentukan molekul. Setelah atom, yang merupakan tahap pertama dalam penyusunan zat, tahap berikutnya adalah molekul. Molekul merupakan satuan terkecil yang menentukan sifat kimia suatu zat. Sebagian dari struktur yang kecil ini terdiri dari satu atau lebih atom, tetapi sebagian lainnya mengandung beribu-ribu kelompok atom. Keanekaragaman yang kita lihat di sekitar kita terjadi karena molekul terbentuk secara berlainan. Kita dapat melihat ini dengan mengambil contoh dari indra pengecap dan penciuman kita. Sebenarnya, konsep seperti “rasa” dan “bau” adalah tidak lebih dari persepsi (pencerapan) alat pancaindra kita terhadap molekul-molekul yang berlainan. Bau makanan, minuman, serta beraneka buah dan bunga, semuanya terdiri dari molekul yang mudah menguap, salah satu contohnya dapat kita lihat pada gambar dalam kotak kecil di halaman sebelah kanan. Atom menyusun benda hidup dan benda tak-hidup, serta membentuk rasa dan keindahan pada benda-benda tersebut. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Molekul-molekul yang mudah menguap seperti bau vanila dan wangi bunga tulip menembus reseptor yang berupa rambut-rambut kecil di wilayah hidung yang disebut epithelium dan berinteraksi (saling mempengaruhi) dengan reseptor ini. Interaksi ini dirasakan sebagai bau di dalam otak kita. Serupa dengan itu, ada empat jenis reseptor kimia yang berbeda di bagian depan lidah manusia. Ini berkaitan dengan rasa asin, manis, asam, dan pahit. Molekul-molekul yang sampai ke reseptor pada semua indra kita diterima sebagai sinyal kimiawi oleh otak kita. Dewasa ini, kita telah memahami bagaimana rasa dan bau diterima oleh indra kita dan bagaimana cara terbentuknya. Namun, para ilmuwan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang mengapa sejumlah zat berbau lebih menyengat sedangkan sebagian lainnya berbau lebih lembut, atau mengapa sebagian di antaranya berbau tidak enak sedangkan sebagian yang lain memiliki bau yang menyenangkan. Keberadaan rasa dan bau bukanlah kebutuhan mendasar bagi ummat manusia. Namun,

beratus-ratus jenis buah dan sayur-mayur yang lezat, dengan bau-bauan yang menggiurkan, dan beribu jenis bunga dengan warna, bentuk, dan keharuman yang berbeda-beda, semua timbul dari dalam tanah. Semuanya menambahkan keindahan yang jelas pada dunia kita selaku produk seni yang menakjubkan. Dari sudut pandang ini, warna dan bau, seperti semua nikmat Allah lainnya, adalah dua di antara segenap keindahan, yang dilimpahkan oleh Allah, Yang Maharamah dan Magaagung, kepada manusia tanpa terhitung. Ketidakhadiran dua indra perasa ini cukup untuk menjadikan kehidupan manusia terasa hambar. Sebagai balasan dari semua nikmat yang diberikan kepadanya, seseorang tentulah harus berusaha untuk menjadi abdi Allah, Yang meliputi manusia dengan pengetahuan-Nya. KEKUATAN TERSEMBUNYI DALAM STRUKTUR ATOM Udara, air, pegunungan, hewan, tumbuhan, tubuh kita, kursi tempat Anda duduk, pendeknya, segala sesuatu, dari benda yang paling kecil sampai yang paling besar yang Anda lihat, sentuh, dan rasakan, terbuat dari atom. Tangan Anda maupun buku yang Anda pegang ini terbuat dari atom. Atom adalah partikel yang sedemikian kecilnya sehingga mustahil kita bisa melihat salah satu saja dari atom walaupun sudah menggunakan mikroskop yang paling kuat. Garis tengah sebuah atom tunggal adalah satu per sejuta milimeter. Seseorang tidak mungkin melihat ukuran yang luar biasa kecil ini. Karenanya, marilah kita mencoba memahaminya dengan menggunakan contoh. Anggaplah Anda memegang kunci di tangan Anda. Tidak diragukan lagi, Anda tidak mungkin melihat atom penyusun kunci ini. Agar dapat melihat atom tersebut, mari kita anggap ukuran kunci ini sama dengan ukuran bumi. Saat kunci menjadi sebesar bumi, maka setiap atom di dalam kunci adalah seukuran buah anggur, jadi barulah kita dapat melihatnya.45 Lalu, apa yang berada dalam struktur yang sangat kecil ini? Walaupun berukuran kecil, di dalam atom terdapat sistem rumit yang khas dan sempurna. Setiap atom terdiri dari sebuah inti di pusat dan elektron yang mengitari inti pada jalur lintasan (orbi)t yang sangat jauh. Inti atom terletak di pusat atom dan mengandung proton dan netron dalam jumlah tertentu, tergantung dari sifat atau karakteristik atom. Jari-jari inti atom adalah sekitar sepersepuluh ribu jari-jari atom. Sekarang, mari kita selidiki nukleus dari atom berukuran-buah anggur saat kita memperbesar kunci menjadi seukuran bola bumi ini sebagaimana telah disebutkan tadi. Namun penyelidikan ini siasia karena pada ukuran ini pun jelas tidak mungkin kita mengamati nukleus, yang masih luar biasa kecilnya. Agar kita dapat melihat nukleus, buah anggur yang melambangkan atom harus diperbesar sekali lagi sehingga menjadi bola raksasa yang bergaris tengah 200 meter (656 kaki). Walaupun ukuran bola sudah sangat luar biasa, nukleus atom tidak akan lebih besar daripada sebutir debu.46

Namun, cukup menakjubkan bahwa, walaupun volume nukleus hanya sekitar sepersepuluh miliar volume atom, massanya mencapai 99,5% massa atom. Tetapi bagaimana bisa, sesuatu, di satu sisi, memiliki hampir seluruh massa benda, sementara, di sisi lain, hanya sedikit sekali mengisi ruang benda tersebut? Alasannya adalah massa jenis (densitas) atom, yang menyusun massanya, terpusat dalam nukleus atom. Ini dapat terjadi karena adanya gaya yang disebut gaya nuklir yang kuat. Dengan adanya gaya ini, nukleus atom tetap bersatu tanpa terpencar. Hal-hal yang sudah kita uraikan sejauh ini hanyalah sekelumit perincian tentang sistem sempurna yang terdapat di dalam sebuah atom. Sebenarnya, sebuah atom berisi struktur yang amat luas yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku. Namun, sedikit perincian yang kita sebutkan di sini saja sudah cukup bagi kita untuk melihat penciptaan atom yang menakjubkan dan kenyataan bahwa Allah adalah pencipta semua ini. KESEIMBANGAN ANTARA PROTON DAN NETRON Kita perlu meninjau lebih jauh ke perincian tentang struktur sempurna yang berada di dalam sebuah atom. Seperti yang Anda ketahui, elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya. Semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua netron bermuatan positif (+). Muatan positif (+) dari inti atom menarik elektron kepadanya. Karena alasan ini, elektron tidak meninggalkan inti, meskipun ada gaya sentrifugal yang terjadi akibat kecepatan elektron. Atom memiliki elektron di bagian luarnya dan proton dalam jumlah sama di bagian pusatnya. Maka, muatan listrik atom berada dalam keadaan seimbang. Namun, baik volume maupun massa proton lebih besar daripada elektron. Jika kita membandingkannya, perbedaan di antara kedua partikel ini adalah seperti perbedaan antara manusia dengan sebutir kacang kenari. Walaupun demikian, muatan listrik total keduanya tetap sama besar. Apa yang akan terjadi jika muatan listrik proton dan elektron tidak sama besar? Dalam hal ini, semua atom di alam semesta, karena ada kelebihan muatan listrik positif (+) di dalam proton, akan menjadi bermuatan positif (+). Sebagai akibatnya, semua atom akan saling bertolakan satu sama lain. Apa yang akan terjadi jika situasi seperti ini berlangsung? Apa yang akan terjadi jika semua atom di alam semesta saling bertolakan? Hal yang akan terjadi adalah sangat tidak lazim. Begitu terjadi perubahan seperti itu di dalam atom, tangan Anda yang saat ini sedang memegang buku, begitu pula lengan Anda, akan hancur berantakan. Tidak hanya tangan dan lengan, tetapi juga tubuh, kaki, kepala, gigi Anda, singkatnya setiap bagian tubuh Anda akan terpisah-pisah saat itu juga. Ruangan yang Anda tempati, pemandangan di luar yang terlihat dari jendela juga akan berantakan. Semua laut di bumi, gunung-gunung, semua planet di dalam tata surya dan

semua benda-benda langit di jagat raya akan musnah, hancur secara serempak. Tidak ada satu benda pun yang akan tersisa. Peristiwa seperti ini dapat terjadi jika keseimbangan antara muatan listrik elektron dan proton berbeda sekecil satu per 100 miliar.47 Perusakan seluruh alam semesta akan terjadi bila ada penyimpangan satu per 100 miliar dari keseimbangan ini. Dengan kata lain, keberadaan dunia dan semua makhluk hidupnya hanya mungkin terjadi dengan adanya keseimbangan yang teramat sangat halus dan teliti ini. (Untuk informasi lebih lanjut, lihatlah The Creation of the Universe oleh Harun Yahya, Al-Attique Publications, 2001) Kebenaran yang diungkapkan dalam keseimbangan ini adalah alam semesta tidak terjadi secara tidak sengaja tetapi sebenarnya direncanakan untuk alasan yang jelas. Satusatunya kekuatan Yang telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan, dan kemudian merancang dan menyusun alam semesta ini seperti yang diinginkan-Nya, jelas adalah Allah, Tuhan dari seluruh alam, dengan ungkapan di dalam Al Qur’an. Seperti yang dinyatakan di dalam Al Qur’an: “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya” (QS. An Naazi’aat, 79: 27-28) da

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->