KERACUNAN ORGANOFOSFAT Farmakokonetik dan Mekanisme Kerja Organofosfat diabsorbsi dengan baik melalui inhalasi, kontak kulit, dan

tertelan dengan jalan utama pajanan pekerjaan adalah melalui kulit.(4) Pada umumnya organofosfat yang diperdagangkan dalam bentuk –thion (mengandung sulfur) atau yang telah mengalami konversi menjadi -okson (mengandung oksigen), dalam –okson lebih toksik dari bentuk –thion. Konversi terjadi pada lingkungan sehingga hasil tanaman pekrja dijumpai pajanan residu yang dapat lebih toksik dari pestisida yang digunakan. Sebagian besar sulfur dilepaskan ke dalam bentuk mercaptan, yang merupakan hasil bentuk aroma dari bentuk –thion organofosfat. Mercaptan memiliki aroma yang rendah, dan reaksi-reaksi bahayanya meliputi sakit kepala, mual, muntah yang selalu keliru sebagai akibat keracunan akut organofosfat.(4) Konversi dari –thion menjadi -okson juga dijumpai secara invivo pada metabolisme mikrosom hati sehingga –okson menjadi pestisida bentuk aktif pada hama binatang dan manusia. Hepatik esterase dengan cepat menghidrolisa organofosfat ester, menghasilkan alkil fosfat dan fenol yang memiliki aktifitas toksikologi lebih kecil dan cepat diekskresi. Organofosfat menimbulkan efek pada serangga, mamalia dan manusia melalui inhibisi asetilkolinesterase pada saraf.(1,2,3,4,5,6,7) Fungsi normal asetilkolin esterase adalah hidrolisa dan dengan cara demikian tidak mengaktifkan asetilkolin. Pengetahuan mekanisme toksisitas memerlukan pengetahuan lebih dulu aksi kolinergik neurotransmiter yaitu asetilkolin (ACh) . Reseptor muskarinik dan nikotinik-asetilkolin dijumpai pada sistem saraf pusat dan perifer.(1) Pada sistem saraf perifer, asetilkolin dilepaskan di ganglion otonomik : 1. sinaps preganglion simpatik dan parasimpatik 2. sinaps postgamglion parasimpatik 3. neuromuscular junction pada otot rangka. Pada sistem saraf pusat, reseptor asetilkolin umumnya lebih penting toksisitas insektisitada organofosfat pada medulla sistem pernafasan dan pusat vasomotor. Ketika asetilkolin dilepaskan, peranannya melepaskan neurotransmiter untuk memperbanyak konduksi saraf perifer dan saraf pusat atau memulai kontraksi otot. Efek asetilkolin diakhiri melalui hidrolisis dengan munculnya enzim asetilkolinesterase (AChE). Ada dua bentuk AChE yaitu true cholinesterase atau asetilkolinesterase yang berada pada eritrosit, saraf dan neuromuscular junction. Pseudocholinesterase atau serum cholisterase berada terutama pada serum, plasma dan hati.(1,4) Insektisida organofosfat menghambat AChE melalui proses fosforilasi bagian ester anion. Ikatan fosfor ini sangat kuat sekali yang irreversibel. Aktivitas AChE tetap dihambat sampai enzim baru terbentuk atau suatu reaktivator kolinesterase diberikan. Dengan berfungsi sebagai antikolinesterase, kerjanya menginaktifkan enzim kolinesterase yang berfugnsi menghidrolisa neurotransmiter asetilkolin (ACh) menjadi kolin yang tidak aktif. Akibatnya terjadi penumpukan ACh pada sinapssinaps kolinergik, dan inilah yang menimbulkan gejala-gejala keracunan organofosfat.(1,2,3,4,6,7) Pajanan pada dosis rendah, tanda dan gejala umumnya dihubungkan dengan stimulasi reseptor perifer muskarinik. Pada dosis lebih besar juga mempengaruhi reseptor nikotinik dan reseptor sentral muskarinik. Aktivitas ini kemudian akan menurun, dalam dua atau empat minggu pada pseudocholinesterase plasma dan empat minggu sampai beberapa bulan untuk eritrosit.(1)

Manifestasi Klinik Keracunan A. Tanda dan Gejala

(4) Insektisida organofosfat diabsorbsi melalui cara pajanan yang bervariasi.(1. Keragu-raguan dalam beberapa menit mengikuti pajanan berat akan meningkatkan timbulnya korban akibat dosis letal.4. eksitasi. bingung. Tanda dan gejala dihubungkan dengan hiperstimulasi asetilkolin yang persisten. perubahan aktifitas kolinesterase sesuai dengan tanda dan gejala merupakan informasi untuk diagnosa dan penanganan sebagian besar kasus.Keracunan organofosfat dapat menimbulkan variasi reaksi keracunan.(1) Tanda dan gejala awal keracunan adalah stimulasi berlebihan kolinergik pada otot polos dan reseptor eksokrin muskarinik yang meliputi miosis.5. pernafasan Cheyne Stokes dan coma. Laboratorium Nilai laboratorium tidak spesifik . . tetapi bila pajanan berlebihan dapat menimbulkan kematian dalam beberapa menit. dan salivasi (MUDDLES). diantaranya lekositosis. Ingesti atau pajanan subkutan umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menimbulkan tanda dan gejala.(4) Kematian keracunan akut organofosfat umumnya berupa kegagalan pernafasan.. Pada pekerja yang menggunakan organofosfat perlu diketahui aktivitas normal kolinesterasenya untuk dipakai sebagai pedoman bila kemudian timbul keracunan.4) Aritmia jantung seperti hearth block dan henti jantung lebih sedikit sebagai penyebab kematian. defekasi. glikosuria dan hemokonsentrasi. Demikian juga refleks tendon dihambat .(1) Sindrom ini berkembang dalam 8 – 35 hari sesudah pajanan terhadap organofosfat.(1. sukar bicara. tetapi pengobatan tidak harus menunggu hasil laboratotium.4. Pajanan yang terbatas dapat menyebabkan akibat terlokalisir.(7) B. Absorbsi perkutan dapat menimbulkan keringat yang berlebihan dan kedutan (kejang) otot pada daerah yang terpajan saja. Kelemahan progresif dimulai dari tungkai bawah bagian distal. Oedem paru. Penatalaksanaan (1.7) Penanganan keracunan insektsida organofosfat harus secepat mungkin dilakukan. Manifestasi klinik keracunan akut umumnya timbul jika lebih dari 50 % kolinesterase dihambat. menunjukkan aktivitas kolinesterase darah. gangguan perkemihan. pengukuran aktifitas inhibisi kolinesterase dapat digunakan.6. Walaupun demikian. kemudian berkembang kelemahan pada jari dan kaki berupa foot drop. yang dapat ditemukan bersifat individual pada keracunan akut.(1) Dosis menengah sampai tinggi terutama terjadi stimulasi nikotinik pusat daripada efek muskarinik (ataksia. bronkokonstriksi dan kelumpuhan otot-otot pernafasan yang kesemuanya akan meningkatkan kegagalan pernafasan. dapat diukur dengan cara mengukur keasamannya dengan indikator. Enzim kolinesterase dalam darah yang tidak diinaktifkan oleh organofosfat akan menghidrolisa asetilkolin ( yang ditambahkan sebagai substrat) menjadi kolin dan asam asetat. Bila gejala muncul setelah lebih dari 6 jam. Pajanan pada mata dapat menimbulkan hanya berupa miosis atau pandangan kabur saja. proteinuria.7) Efek yang terutama pada sistem respirasi yaitu bronkokonstriksi dengan sesak nafas dan peningkatan sekresi bronkus. Jumlah asam asetat yang terbentuk. melalui inhalasi gejala timbul dalam beberapa menit. diare. kejang disusul paralisis. berat ringannya tanda dan gejala sesuai dengan tingkat hambatan. hilangnya refleks.ini bukan keracunan organofosfat karena hal tersebut jarang terjadi.3. Komplikasi keracunan selalu dihubungkan dengan neurotoksisitas lama dan organophosphorus-induced delayed neuropathy(OPIDN).(1.(1) Beberapa puluh kali dosis letal mungkin dapat diatasi dengan pengobatan cepat.2.(4) Pada konfirmasi diagnosa.(1) Pemeriksaan aktivitas kolinesterase darah dapat dilakukan dengan cara acholest atau tinktometer. Kehilangan sensori sedikit terjadi.2.7) Pada umumnya gejala timbul dengan cepat dalam waktu 6 – 8 jam. Inhalasi dalam konsentrasi kecil dapat hanya menimbulkan sesak nafas dan batuk.6.4.2.

segera cuci dengan banyak air selama 15 menit. Pada hari pertama mungkin dibutuhkan sampai 50 mg atropin. Bila penderita berhenti bernafas. Bila organofosfat tertelan. tidak boleh dimuntahkan karena bahaya aspirasi. kulit dan mulut kering. lendir atau makanan yang menyumbat jalan nafas. Kemudian atropin dapat diberikan oral 1 – 2 mg selang beberapa jam. Bila mata terkena organofosfat. 2. Bila penderita tidak sadar. Bila kulit terkena organofosfat.(1) Dosis normal yaitu 1 gram pada orang dewasa. menghambat sekresi bronkus dan melawan depresi pernafasan di otak. Atropin akan menghialngkan gejala –gejala muskarinik perifer (pada otot polos dan kelenjar eksokrin) maupun sentral. Pernafasan diperbaiki karena atropin melawan brokokonstriksi. Pralidoksim Diberikan segera setelah pasien diberi atropin yang merupakan reaktivator enzim kolinesterase. tetapi atropin tidak dapat melawan gejala kolinergik pada otot rangka yang berupa kelumpuhan otot-otot rangka. jangan lakukan pernafasan dari mulut ke mulut. 3. Jika kelemahan otot tidak ada perbaikan. dan /atau memberikan larutan garam dapur satu sendok makan penuh dalam segelas air hangat. keefektifannya dipertanyakan. karena gejala-gejala keracunan organofosfat biasanya muncul kembali. dosis dapat diulangi dalam 1 – 2 jam.Pertolongan pertama yang dapat dilakukan : 1. termasuk kelumpuhan otot-otot pernafasan. tergantung kebutuhan. (1) Pralidoksim dapat mengaktifkan kembali enzim kolinesterase pada sinaps-sinaps termasuk sinaps dengan otot rangka sehingga dapat mengatasi kelumpuhan otot rangka. Jika pengobatan terlambat lebih dari 24 jam setelah keracunan. segeralah dimulai pernafasan buatan. segera muntahkan penderita dengan mengorek dinding belakang tenggorok dengan jari atau alat lain. . Kewmudian atropinisasi ringan ini harus dipertahankan selama 24 – 48 jam. 4. Segera diberikan antidotum Sulfas atropin 2 mg IV atau IM. Bila organofosfat tertelan dan penderita sadar. Pengobatan umumnya dilanjutkan tidak lebih dari 24 jam kecuali pada kasus pajanan dengan kelarutan tinggi dalam lemak atau pajanan kronis. 2. midriasis dan takikardi. segera lepaskan pakaian yang terkena dan kulit dicuci dengan air sabun. Terlebih dahulu bersihkan mulut dari air liur. Dosis besar ini tidak berbahaya pada keracunan organofosfat dan harus dulang setiap 10 – 15 menit sampai terlihat gejala-gejala keracunan atropin yang ringan berupa wajah merah. Pengobatan 1.

Muntah (sering bercampur darah) 5. Tertelan melalui mulut. makanan 2. Upayakan pertolongan dengan membuat nyaman pasien 2. Bila sadar beri minum air atau susu 3. misalnya keracunan zat kimia Berikut ini adalah Macam-Macam Keracunan yang sering terjadi di masyarakat 1. misalnya keracunan gas CO 3. Gejalanya menjadi cepat karena dosis yang besar. Sering muntah-muntah 4. Bau alkohol Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan awal : 1. Sakit kepala Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama : 1. Terserap melalui kulit/mata. Seseorang dapat mengalami keracunan dengan cara : 1. Bila penderita sadar. Pupil kecil à akhirnya dilatasi (melebar) 4. misalnya CO 3. Pertahankan agar pernapasan baik 3. Keracunan kronik diduga bila penggunaan obat dalam waktu yang lama atau lingkungan pekerjaan yang berhubungan dengan zat-zat kimia. zat kimia. misalnya alcohol. Kekacauan mental 2. bensin. Gas. Gelisah 3. Shock à bisa koma Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan Pertama : 1. Depresi pernapasan 3. beri minum kopi hitam 4. bersihkan saluran pernapasan 3. Upayakan muntah bila pasien sadar 2. Keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya Gejala keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya : 1. Bawa ke sarana kesehatan 3.Mungkin kita sering mendengar berita di Koran. 2. atau televisi bahwa sekelompok pekerja di pabrik tiba-tiba muntah dan pusing setelah melahap jatah makan siang yang disediakan oleh catering. majalah. Pupil mata dilatasi (melebar) 3. Nyeri perut 4. Bila penderita tidak sadar. Bila sadar. misalnya obat-obatan. Nafas dan nadi cepat 2. Gejalanya tak sesuai dengan suatu kadaan patologik tertentu. minyak tanah.Keracunan Alkohol Gejala keracunan alkohol : 1. Keracunan asetosal/aspirin/naspro Gejala keracunan asetosal/aspirin/naspro : 1. Seorang yang sehat mendadak sakit. berikan minum hangat serta upayakan agar penderita muntah 2. Keracunan adalah masuknya suatu zat kedalam tubuh kita yang dapatmengganggu kesehatan bahkan dapat mengakibatkan kematian.Keracunan arsen/racun tikus : . keracunan makanan. Refleks berkurang 2. Kira-kira apa yang ada di pikiran kita? Keracunan kah? Ya betul kita bisa mencurigai seseorang dicurigai menderita keracunan bila : 1. 4. Padat. 3. Atau tamu undangan yang tiba-tiba mencret setelah menyantap hidangan dalam acara pesta pernikahan. Cair. Bawa ke sarana kesehatan 2. Zat yang dapat menimbulkan keracunan dapat berbentuk : 1. Penderita dibawa ke sarana kesehatan terdekat 4. minuman. 2. Terhisap melalui hidung.

mulut dan air kemih penderita berbau jengkol 2. rajungan dan ikan lautnya dapat menyebabkan keracunan .Gejala keracunan arsen/racun tikus : 1. Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama: 1. Diare 4. Rasa baal pada ekstremitas 4. Mual. Gejala : 1. Buang air besar seperti air cucian beras. Buang air kecil disertai darah.Keracunan makanan laut Beberapa jenis makanan laut seperti kepiting. Perut dan tenggorokan terasa terbakar 2. Lemah 5. Rasa panas disekitar mulut 3. Muntah. sangat berbahaya jika terjadi aspirasi (terhisap saluran pernafasan) Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama : 1. mulut kering 3. Segera kirim ke puskesmas / rumah sakit 8. Masa laten 1/3 – 4 jam 2.diare. Ada beberapa hal yang diduga mempengaruhi timbulnya keracunan yaitu jumlah yang dimakan. 4. Gejala : 1. Nyeri waktu buang air kecil 4. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit 5. Beri minum air hangat 3. Upayakan muntah 7. Nafas dan kotoran berbau bawang 5. Segera kirim kepuskesmas/rumah sakit 6.Keracunan jamur Gejala alam yang muncul dalam jarakbeberapa menit sampai 2 jam. muntah 6. Nafas. sesak nafas 2. Inhalasi : nyeri kepala. Berkeringat banyak Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama: 1. mual. Obat penghilang rasa sakit dapat diberikan untuk menghilangkan rasa sakitnya. cara penghidangan dan makanan penyerta lainnya. Sakit pinggang yang diserta sakit perut 3. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit . Gejala : 1.Keracunan jengkol Keracunan jengkol terjadi karena terbentuknya kristal asam jengkol dalam saluran kencing. Beri minum hangat /susu atau larutan norit 3. Netralisir dengan cairan 2. Nyeri perut dan diare Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama: 1. minum air putih yang banyak 2. Jangan lakukan muntah buatan 2.lemah. Sakit perut 2. 3. Kejang à syok Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama : 1. Upayakan pasien muntah 3. Ditelan : Muntah. Muntah 3. Usahakan agar dimuntahkan 2. Netralisasi dengan cairan 2.Keracunan bensin/minyak tanah Gejala keracunan bensin/minyak tanah : 1.

Muntah buatan 2. Dapat dilakukan dengan cara mekanik yaitu dengan merangsang dinding faring dengan jari atau suruh penderita untuk berbaring tengkurap. Segera bawa ke Rumah Sakit. C. Seringkali menyebabkan keracunan dengan masa laten 2-8 jam. efektif bila dilakukan dalam 4 jam setelah racun ditelan.9. serta pada penderita tidak sadar. . B. sekaligus menghalangi penyerapannya dengan cara memberikan cairan dalam jumlah banyak. Tindakan di atas tidak boleh dilakukan pada pasien yang tidak sadar. Emesis tidak boleh dilakukan pada keracunan zat korosif. Segera bawa ke Rumah Sakit. Bila racun melalui kulit/mata 1. A. Apabila kita membawa ke Rumah sakit <> jam. Dapat menyerupai disentri Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama : 1. dengan kepala lebih rendah dari pada bagian dada. Encerkan racun yang ada dalam lambung. Cuci/bilas bagian yang terkena dengan air 3. Pengenceran dengan susu tidak boleh dilakukan pada penderita yang menelan kamper. Upayakan pasien muntah (emesis). Dehidrasi 6. Dan pengobatan biasanya hanya penanganan simptomatiknya saja. Bila Racun ditelan. Gejala : 1. Mual. muntah 2.Keracunan Makanan Penyebab adalah staphylococcus. Nyeri kepala. Diare 3. prinsipnya cuma dua: 1. barangkali akan sulit. Perhatikan jangan sampai penolong ikut terkena. tapi prinsip utama penatalaksanaan keracunan adalah: “ Mencegah /menghentikan penyerapan racun”. Pakaian yang terkontaminasi dilepas 2. keracunan zat kerosene. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit Prinsip penatalaksanaan keracunan Mungkin jika kita harus menghapalkan langkah-langkah yang harus dilakukan seperti tertera di atas. Beri minuman yang banyak 3. maka tindakan kuras lambung tidak bisa dilakukan. Demikian.. Nyeri perut 4. Cairan yang dipakai adalah air biasa atau susu. 2. demam 5. semoga bermanfaat.

.8573.

3.07.:3...80948.8574 0.3..

8573..

803   . 8073-07.8.7.08.3/.3202-:..080.34-.905.380-.3   057085073.7    $4./..5. 5.1.2.503/079.9/..:8:8:   .5.   #0108-07:7.:3.35.8 200-.07..3:23.3!079./.73..05.3.323:2.3.2:39...7.2.9.8.:./.9   08..35079443.8/.9.08.   ../..   07507:9   :39.8.38.5079443.7 -078..3.34-.   .3  07.:3.7./-.:5.42.:7.93.25:7/.:3.33.8.3907/0...5079443.080.    $.3/.7 -07.9..7803.5.3/03.2.8574   .5.98079.380-.:./.9  07.7503/079..9/.9/.3..7-0723:2./. 0.3   !:50./.3:23.   &5.-8.3   !03/079.9.7.503/079.. 5.8.35079.99/:7800383..3.35073.3.99/:7800383.

:39:8 .7..

07.0...:3.3.7803.

:-.3-07.3   0.:.7   :39.7-08..34947.3.:39:8   !07:9/...907-.5079443.3. 2::9073   :.8.3.8/.7.35079..9/..7.1...7/2:39.7805079.3   0723:2.   &8..3/.384 5...2.5.:.3907.380-.9.8    .3-07-.3903474.

8:8:.7:9.7205:8082.9.:.8.33479   $007.

.:3.9  07.8.7:2.3-0383.

. 0.3.:3..07.9.3-0383.23.

1..3..58.-:.3.907.3/.3.35079..8..7. /../.3:39.9-07-.3  5.830705.70 8.:.   .   3.35073.:.380-.3. 2:.3   0723:2.8 9078.23.1.5.9.32:39. 02.7205:8082.:7.9.2.9   $007.857.8   90.8.5079443.3. 808.3.9/...

:3.92030-.8.0382.3  0.9  07.5../..3.307..7:2.3.8.3..3/.3.   .:9 0-07..5.3.:3.:98050790593 7.903.-..:3.32.3.:93.

2.3.5.87/03....3/.70.2034/.8.3/8079.503/.:034   $.7./8079.3 03.8..:3.8..35079.3503079.70 5.32.   07507:9/.70..3/.9/.3.3//:.   -.3  .3/.5079443.0897029.9/-07.3.3   &5.   097..380-..3.3.   .9:-:..9/. 2:39.:3.35079.-.702503/079. .3.3.3034 07..  0.07..3:39:203.8/809.   :.32:39.   07.7.8..703.9::2.:.:.9507:9   07.    $007..5.3..5079443.7205:8082.9503.8 2::9/.8.5.8.9/.-0-07.202503.3/2..93.8   02.3.3034907..5.:3.8.  5.37.380-..   23:2.7.5..72::9   #.953..5..3 /.3.28../.8.2.33.8.789.3./.:7./.907-039:3.37.7:92-:3.-07-.3-.75:9.1.2   #.3/.   :.

7205:8082.8..-0-07.3   &5.5.9-.70   07073..:/.   .5079443..2.35.:.9507:9   :39.7:2.2.3.   $007.2  0.9  07.8.32:3..9/.25.3...2.8.380-.2:7 0.   $.7.35079..3/. 5....:3..5.7..20398.   097.3.8/03.8032:39.

9 .7:2.8.

.920307:5.9/.307..-.3   0723:2.   $007.2  0.3. 2:39.:./.7205:8082.5..2   0/7.:8 $073./80397  5.3/03.4. 07.9..-:.380-.-.   .3/.35079.   :39.8.8.70   07507:9   0705..32.5..903 .:3.3-.3.89...:3.   :.3.3 !030-. /02.3..54.5079443.2030-..8   .2.

.3.3.9.9.7:8/..3.557385:9.7.8.3.9./....38:9 9.2.9..8  -.7:2.3./..7:8203.307.  03...0.503.:3..3805079907907.:3.9 !7385503.3.8.. .3 :33.307.3.5..8..3.:.

.. 20889/.9 0748030 8079.3 573853.7.3.33.35./.3.3./.8.350307./.$.#.3.-40/./.9:/03.:..:3.38:8:9/./.:.7.35.5.7.75.203039.2:2.7   %3/.:3 /90.3/..35.-. 202-07.:8:8:  !0303.9.0#:2./.:./03.3.:3/90.5.5./.07.7 $007..28090../.8.3.503/079.803.3.350307.7.73903:7. -.7-.-.9..3.9/...-40/..2507    &5.20.3.3.8.:2.3 .38.3/...3/3/31.3207..3/.. 02088 01091-.503/079.:39:-07-.07../.7./.3 ./:.-40/.947481 07..3/5.39/..9/.0-703/./.3/03..5...2-:3 80.:3.35.07.8032:39.3/.7.9    .2.32030../..:8203..:320.89/..37.:.:3.9.7.:3    .. .5.:8:7:503/079..:.::9.3/03.   3.73/03./.37.305..2.5 /03.

3907439..3.2.8   :.8/05.23.9...   !.

9.9.38.3 .3.3825942.503443:990703.$.3:7.9  5.3.3..31.0#:2..3.    $007.-8.8.9.93.3..  02.2-:39/.25..390703..3.8.2 2.3 5034-.3-.3 8024.93/.8.../03..3.202-.-.-.0#:2.8.9   .9.3.7   !07.-.503.-072.:./.8-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful