P. 1
KERACUNAN ORGANOFOSFAT

KERACUNAN ORGANOFOSFAT

|Views: 229|Likes:
Published by Alvira Rozalina

More info:

Published by: Alvira Rozalina on Sep 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2015

pdf

text

original

KERACUNAN ORGANOFOSFAT Farmakokonetik dan Mekanisme Kerja Organofosfat diabsorbsi dengan baik melalui inhalasi, kontak kulit, dan

tertelan dengan jalan utama pajanan pekerjaan adalah melalui kulit.(4) Pada umumnya organofosfat yang diperdagangkan dalam bentuk –thion (mengandung sulfur) atau yang telah mengalami konversi menjadi -okson (mengandung oksigen), dalam –okson lebih toksik dari bentuk –thion. Konversi terjadi pada lingkungan sehingga hasil tanaman pekrja dijumpai pajanan residu yang dapat lebih toksik dari pestisida yang digunakan. Sebagian besar sulfur dilepaskan ke dalam bentuk mercaptan, yang merupakan hasil bentuk aroma dari bentuk –thion organofosfat. Mercaptan memiliki aroma yang rendah, dan reaksi-reaksi bahayanya meliputi sakit kepala, mual, muntah yang selalu keliru sebagai akibat keracunan akut organofosfat.(4) Konversi dari –thion menjadi -okson juga dijumpai secara invivo pada metabolisme mikrosom hati sehingga –okson menjadi pestisida bentuk aktif pada hama binatang dan manusia. Hepatik esterase dengan cepat menghidrolisa organofosfat ester, menghasilkan alkil fosfat dan fenol yang memiliki aktifitas toksikologi lebih kecil dan cepat diekskresi. Organofosfat menimbulkan efek pada serangga, mamalia dan manusia melalui inhibisi asetilkolinesterase pada saraf.(1,2,3,4,5,6,7) Fungsi normal asetilkolin esterase adalah hidrolisa dan dengan cara demikian tidak mengaktifkan asetilkolin. Pengetahuan mekanisme toksisitas memerlukan pengetahuan lebih dulu aksi kolinergik neurotransmiter yaitu asetilkolin (ACh) . Reseptor muskarinik dan nikotinik-asetilkolin dijumpai pada sistem saraf pusat dan perifer.(1) Pada sistem saraf perifer, asetilkolin dilepaskan di ganglion otonomik : 1. sinaps preganglion simpatik dan parasimpatik 2. sinaps postgamglion parasimpatik 3. neuromuscular junction pada otot rangka. Pada sistem saraf pusat, reseptor asetilkolin umumnya lebih penting toksisitas insektisitada organofosfat pada medulla sistem pernafasan dan pusat vasomotor. Ketika asetilkolin dilepaskan, peranannya melepaskan neurotransmiter untuk memperbanyak konduksi saraf perifer dan saraf pusat atau memulai kontraksi otot. Efek asetilkolin diakhiri melalui hidrolisis dengan munculnya enzim asetilkolinesterase (AChE). Ada dua bentuk AChE yaitu true cholinesterase atau asetilkolinesterase yang berada pada eritrosit, saraf dan neuromuscular junction. Pseudocholinesterase atau serum cholisterase berada terutama pada serum, plasma dan hati.(1,4) Insektisida organofosfat menghambat AChE melalui proses fosforilasi bagian ester anion. Ikatan fosfor ini sangat kuat sekali yang irreversibel. Aktivitas AChE tetap dihambat sampai enzim baru terbentuk atau suatu reaktivator kolinesterase diberikan. Dengan berfungsi sebagai antikolinesterase, kerjanya menginaktifkan enzim kolinesterase yang berfugnsi menghidrolisa neurotransmiter asetilkolin (ACh) menjadi kolin yang tidak aktif. Akibatnya terjadi penumpukan ACh pada sinapssinaps kolinergik, dan inilah yang menimbulkan gejala-gejala keracunan organofosfat.(1,2,3,4,6,7) Pajanan pada dosis rendah, tanda dan gejala umumnya dihubungkan dengan stimulasi reseptor perifer muskarinik. Pada dosis lebih besar juga mempengaruhi reseptor nikotinik dan reseptor sentral muskarinik. Aktivitas ini kemudian akan menurun, dalam dua atau empat minggu pada pseudocholinesterase plasma dan empat minggu sampai beberapa bulan untuk eritrosit.(1)

Manifestasi Klinik Keracunan A. Tanda dan Gejala

. Pada pekerja yang menggunakan organofosfat perlu diketahui aktivitas normal kolinesterasenya untuk dipakai sebagai pedoman bila kemudian timbul keracunan.4.2. Komplikasi keracunan selalu dihubungkan dengan neurotoksisitas lama dan organophosphorus-induced delayed neuropathy(OPIDN). Enzim kolinesterase dalam darah yang tidak diinaktifkan oleh organofosfat akan menghidrolisa asetilkolin ( yang ditambahkan sebagai substrat) menjadi kolin dan asam asetat.(1. Manifestasi klinik keracunan akut umumnya timbul jika lebih dari 50 % kolinesterase dihambat.ini bukan keracunan organofosfat karena hal tersebut jarang terjadi. glikosuria dan hemokonsentrasi. Walaupun demikian. Keragu-raguan dalam beberapa menit mengikuti pajanan berat akan meningkatkan timbulnya korban akibat dosis letal. Penatalaksanaan (1. perubahan aktifitas kolinesterase sesuai dengan tanda dan gejala merupakan informasi untuk diagnosa dan penanganan sebagian besar kasus. Jumlah asam asetat yang terbentuk.(1) Beberapa puluh kali dosis letal mungkin dapat diatasi dengan pengobatan cepat. . kemudian berkembang kelemahan pada jari dan kaki berupa foot drop. Demikian juga refleks tendon dihambat .(7) B.4) Aritmia jantung seperti hearth block dan henti jantung lebih sedikit sebagai penyebab kematian.6. gangguan perkemihan. diantaranya lekositosis. bronkokonstriksi dan kelumpuhan otot-otot pernafasan yang kesemuanya akan meningkatkan kegagalan pernafasan.(1) Pemeriksaan aktivitas kolinesterase darah dapat dilakukan dengan cara acholest atau tinktometer. Pajanan yang terbatas dapat menyebabkan akibat terlokalisir.(1. Bila gejala muncul setelah lebih dari 6 jam.7) Pada umumnya gejala timbul dengan cepat dalam waktu 6 – 8 jam. yang dapat ditemukan bersifat individual pada keracunan akut. berat ringannya tanda dan gejala sesuai dengan tingkat hambatan. Laboratorium Nilai laboratorium tidak spesifik . pengukuran aktifitas inhibisi kolinesterase dapat digunakan.(1) Sindrom ini berkembang dalam 8 – 35 hari sesudah pajanan terhadap organofosfat.6. sukar bicara. melalui inhalasi gejala timbul dalam beberapa menit. hilangnya refleks. Absorbsi perkutan dapat menimbulkan keringat yang berlebihan dan kedutan (kejang) otot pada daerah yang terpajan saja. menunjukkan aktivitas kolinesterase darah. eksitasi. kejang disusul paralisis. pernafasan Cheyne Stokes dan coma.Keracunan organofosfat dapat menimbulkan variasi reaksi keracunan.(1) Tanda dan gejala awal keracunan adalah stimulasi berlebihan kolinergik pada otot polos dan reseptor eksokrin muskarinik yang meliputi miosis. dapat diukur dengan cara mengukur keasamannya dengan indikator.7) Efek yang terutama pada sistem respirasi yaitu bronkokonstriksi dengan sesak nafas dan peningkatan sekresi bronkus. tetapi bila pajanan berlebihan dapat menimbulkan kematian dalam beberapa menit.(4) Insektisida organofosfat diabsorbsi melalui cara pajanan yang bervariasi.3.2. bingung.(4) Kematian keracunan akut organofosfat umumnya berupa kegagalan pernafasan.5.7) Penanganan keracunan insektsida organofosfat harus secepat mungkin dilakukan.(4) Pada konfirmasi diagnosa. tetapi pengobatan tidak harus menunggu hasil laboratotium. Kehilangan sensori sedikit terjadi. diare. Oedem paru. Inhalasi dalam konsentrasi kecil dapat hanya menimbulkan sesak nafas dan batuk.(1) Dosis menengah sampai tinggi terutama terjadi stimulasi nikotinik pusat daripada efek muskarinik (ataksia.4.2. dan salivasi (MUDDLES). Kelemahan progresif dimulai dari tungkai bawah bagian distal.4. proteinuria. Tanda dan gejala dihubungkan dengan hiperstimulasi asetilkolin yang persisten. Pajanan pada mata dapat menimbulkan hanya berupa miosis atau pandangan kabur saja.(1. Ingesti atau pajanan subkutan umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menimbulkan tanda dan gejala. defekasi.

dosis dapat diulangi dalam 1 – 2 jam. tetapi atropin tidak dapat melawan gejala kolinergik pada otot rangka yang berupa kelumpuhan otot-otot rangka. Dosis besar ini tidak berbahaya pada keracunan organofosfat dan harus dulang setiap 10 – 15 menit sampai terlihat gejala-gejala keracunan atropin yang ringan berupa wajah merah. Segera diberikan antidotum Sulfas atropin 2 mg IV atau IM. 4. Pada hari pertama mungkin dibutuhkan sampai 50 mg atropin. 3. karena gejala-gejala keracunan organofosfat biasanya muncul kembali. Bila mata terkena organofosfat. termasuk kelumpuhan otot-otot pernafasan. tergantung kebutuhan. menghambat sekresi bronkus dan melawan depresi pernafasan di otak. Pengobatan umumnya dilanjutkan tidak lebih dari 24 jam kecuali pada kasus pajanan dengan kelarutan tinggi dalam lemak atau pajanan kronis. lendir atau makanan yang menyumbat jalan nafas. kulit dan mulut kering. (1) Pralidoksim dapat mengaktifkan kembali enzim kolinesterase pada sinaps-sinaps termasuk sinaps dengan otot rangka sehingga dapat mengatasi kelumpuhan otot rangka. Kemudian atropin dapat diberikan oral 1 – 2 mg selang beberapa jam. Jika pengobatan terlambat lebih dari 24 jam setelah keracunan. segera muntahkan penderita dengan mengorek dinding belakang tenggorok dengan jari atau alat lain. Bila organofosfat tertelan. keefektifannya dipertanyakan. Pengobatan 1. segeralah dimulai pernafasan buatan. Kewmudian atropinisasi ringan ini harus dipertahankan selama 24 – 48 jam. Pernafasan diperbaiki karena atropin melawan brokokonstriksi. . Bila penderita tidak sadar. segera cuci dengan banyak air selama 15 menit. Bila kulit terkena organofosfat. dan /atau memberikan larutan garam dapur satu sendok makan penuh dalam segelas air hangat. Bila organofosfat tertelan dan penderita sadar. Terlebih dahulu bersihkan mulut dari air liur. jangan lakukan pernafasan dari mulut ke mulut. Jika kelemahan otot tidak ada perbaikan.Pertolongan pertama yang dapat dilakukan : 1. Bila penderita berhenti bernafas. 2. 2. tidak boleh dimuntahkan karena bahaya aspirasi.(1) Dosis normal yaitu 1 gram pada orang dewasa. midriasis dan takikardi. Atropin akan menghialngkan gejala –gejala muskarinik perifer (pada otot polos dan kelenjar eksokrin) maupun sentral. segera lepaskan pakaian yang terkena dan kulit dicuci dengan air sabun. Pralidoksim Diberikan segera setelah pasien diberi atropin yang merupakan reaktivator enzim kolinesterase.

Pupil kecil à akhirnya dilatasi (melebar) 4. Muntah (sering bercampur darah) 5. misalnya alcohol.Keracunan arsen/racun tikus : . Sakit kepala Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama : 1. Gas. Terserap melalui kulit/mata. berikan minum hangat serta upayakan agar penderita muntah 2. minuman. Bawa ke sarana kesehatan 2. Bila penderita tidak sadar. Atau tamu undangan yang tiba-tiba mencret setelah menyantap hidangan dalam acara pesta pernikahan. 3. bensin. Pertahankan agar pernapasan baik 3. Penderita dibawa ke sarana kesehatan terdekat 4. Terhisap melalui hidung. Keracunan asetosal/aspirin/naspro Gejala keracunan asetosal/aspirin/naspro : 1.Keracunan Alkohol Gejala keracunan alkohol : 1. Gejalanya menjadi cepat karena dosis yang besar. Shock à bisa koma Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan Pertama : 1. Gelisah 3. 2. Kira-kira apa yang ada di pikiran kita? Keracunan kah? Ya betul kita bisa mencurigai seseorang dicurigai menderita keracunan bila : 1. Upayakan pertolongan dengan membuat nyaman pasien 2. Upayakan muntah bila pasien sadar 2. misalnya CO 3. Kekacauan mental 2. 4.Mungkin kita sering mendengar berita di Koran. Nafas dan nadi cepat 2. Keracunan adalah masuknya suatu zat kedalam tubuh kita yang dapatmengganggu kesehatan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Zat yang dapat menimbulkan keracunan dapat berbentuk : 1. atau televisi bahwa sekelompok pekerja di pabrik tiba-tiba muntah dan pusing setelah melahap jatah makan siang yang disediakan oleh catering. Bau alkohol Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan awal : 1. beri minum kopi hitam 4. misalnya keracunan gas CO 3. majalah. Keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya Gejala keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya : 1. makanan 2. bersihkan saluran pernapasan 3. Padat. Seorang yang sehat mendadak sakit. Bawa ke sarana kesehatan 3. zat kimia. Keracunan kronik diduga bila penggunaan obat dalam waktu yang lama atau lingkungan pekerjaan yang berhubungan dengan zat-zat kimia. Gejalanya tak sesuai dengan suatu kadaan patologik tertentu. minyak tanah. 2. Refleks berkurang 2. misalnya obat-obatan. Sering muntah-muntah 4. misalnya keracunan zat kimia Berikut ini adalah Macam-Macam Keracunan yang sering terjadi di masyarakat 1. Tertelan melalui mulut. Pupil mata dilatasi (melebar) 3. Seseorang dapat mengalami keracunan dengan cara : 1. Cair. Bila sadar beri minum air atau susu 3. Bila sadar. Bila penderita sadar. keracunan makanan. Nyeri perut 4. Depresi pernapasan 3.

Buang air kecil disertai darah.lemah. Upayakan pasien muntah 3. Beri minum hangat /susu atau larutan norit 3. rajungan dan ikan lautnya dapat menyebabkan keracunan . mulut dan air kemih penderita berbau jengkol 2. Nafas dan kotoran berbau bawang 5. Nafas. Jangan lakukan muntah buatan 2. Nyeri waktu buang air kecil 4. Beri minum air hangat 3. Berkeringat banyak Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama: 1.Keracunan jengkol Keracunan jengkol terjadi karena terbentuknya kristal asam jengkol dalam saluran kencing. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit 5. Inhalasi : nyeri kepala. 4. Segera kirim kepuskesmas/rumah sakit 6. Ditelan : Muntah. minum air putih yang banyak 2. Upayakan muntah 7.Keracunan bensin/minyak tanah Gejala keracunan bensin/minyak tanah : 1. Mual.Keracunan makanan laut Beberapa jenis makanan laut seperti kepiting. 3. Segera kirim ke puskesmas / rumah sakit 8. Muntah. Gejala : 1.Gejala keracunan arsen/racun tikus : 1. Kejang à syok Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama : 1. Sakit perut 2. Netralisir dengan cairan 2. Ada beberapa hal yang diduga mempengaruhi timbulnya keracunan yaitu jumlah yang dimakan. mulut kering 3.diare. Nyeri perut dan diare Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama: 1. Muntah 3. Usahakan agar dimuntahkan 2. muntah 6. Obat penghilang rasa sakit dapat diberikan untuk menghilangkan rasa sakitnya. mual. Gejala : 1. Rasa panas disekitar mulut 3. Diare 4. Masa laten 1/3 – 4 jam 2. Gejala : 1. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit . sangat berbahaya jika terjadi aspirasi (terhisap saluran pernafasan) Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama : 1. Rasa baal pada ekstremitas 4. Buang air besar seperti air cucian beras. Lemah 5.Keracunan jamur Gejala alam yang muncul dalam jarakbeberapa menit sampai 2 jam. Netralisasi dengan cairan 2. Sakit pinggang yang diserta sakit perut 3. Perut dan tenggorokan terasa terbakar 2. sesak nafas 2. Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama: 1. cara penghidangan dan makanan penyerta lainnya.

Muntah buatan 2. Encerkan racun yang ada dalam lambung. Dan pengobatan biasanya hanya penanganan simptomatiknya saja. tapi prinsip utama penatalaksanaan keracunan adalah: “ Mencegah /menghentikan penyerapan racun”. Nyeri perut 4.9. sekaligus menghalangi penyerapannya dengan cara memberikan cairan dalam jumlah banyak. Segera bawa ke Rumah Sakit. Emesis tidak boleh dilakukan pada keracunan zat korosif. maka tindakan kuras lambung tidak bisa dilakukan. Dapat dilakukan dengan cara mekanik yaitu dengan merangsang dinding faring dengan jari atau suruh penderita untuk berbaring tengkurap. Bila racun melalui kulit/mata 1. Beri minuman yang banyak 3. Gejala : 1. C. Segera bawa ke Rumah Sakit. Dapat menyerupai disentri Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama : 1. B. 2. Pakaian yang terkontaminasi dilepas 2. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit Prinsip penatalaksanaan keracunan Mungkin jika kita harus menghapalkan langkah-langkah yang harus dilakukan seperti tertera di atas. Seringkali menyebabkan keracunan dengan masa laten 2-8 jam. Tindakan di atas tidak boleh dilakukan pada pasien yang tidak sadar.Keracunan Makanan Penyebab adalah staphylococcus. Nyeri kepala. Diare 3. Cuci/bilas bagian yang terkena dengan air 3. Mual. . Perhatikan jangan sampai penolong ikut terkena. muntah 2. efektif bila dilakukan dalam 4 jam setelah racun ditelan. A. semoga bermanfaat. prinsipnya cuma dua: 1. Cairan yang dipakai adalah air biasa atau susu. keracunan zat kerosene. Dehidrasi 6. Upayakan pasien muntah (emesis). dengan kepala lebih rendah dari pada bagian dada.. Pengenceran dengan susu tidak boleh dilakukan pada penderita yang menelan kamper. Apabila kita membawa ke Rumah sakit <> jam. Bila Racun ditelan. Demikian. barangkali akan sulit. serta pada penderita tidak sadar. demam 5.

.8573.

3.07..80948..8574 0.:3.3..

8573..

   07507:9   :39.803   .-8..9/.9.5079443.99/:7800383.380-.:3.3  07.   .25:7/..8.2:39.3   057085073.8/.3!079.:5.3   !:50.. 5./.3/.   #0108-07:7./.   &5.3.8 200-.35079.08.05.7..3/03./-.3202-:.33./.8574   .3   !03/079..2..2.7 -07.503/079.2./. 5.35073.35079443./.080.    $.3:23.8...3.323:2.7-0723:2.:.503/079.8.:.5.3.35.5.380-.42.   .905..8.:3.8.5079443..99/:7800383.9.7    $4.3:23.5.:7.38.5.3/. 0..3.080.34-.9  07. 8073-07..7 -078.7.9.9/.1.3.34-..93.9   08.07.3907/0.:8:8:   .9/..7.:3.08.3.7803.7.9.7503/079./...73.../.98079.

.:39:8 .7.

0.3.:3...7803.07.

7.3. 2::9073   :.3   0723:2.3907.3   0.7805079.8/..3903474.:39:8   !07:9/.7   :39.8.384 5..7.   &8.8    .5079443.:.1.:...7/2:39.9.907-.3..7-08.2.34947..9/.380-..3-07.:-.35079...5.3.3-07-..3/.

7205:8082.:.33479   $007.9.8.7:9.8:8:.

.:3.3-0383.8.7:2.9  07.

23..3-0383.:3. 0..3.9.07.

9   $007.9-07-.9/.3.830705.8 9078.:7.23.8.907.58..5079443. 808.3/.70 8.3..3..3.35073...1. 02. /. 2:..1.3.2.:.5.857.3:39.3.7205:8082.9.7.   .3   0723:2.380-.32:39.9.:.3  5..35079.8.   3.-:.8   90./.

:9 0-07.0382.8.3..:3.903.3/...5.:3...3.307.3  0.9  07..5.7:2.3.92030-.:3.32.-.:93.3.8.3.   .:98050790593 7.3./.

:3.3.3.9/-07. 2:39.   097.:3.70 5..8 2::9/.9/.3.380-.8..3/2.   23:2.5079443..3.5.:034   $.3503079.   :..:3.8.7205:8082..:..3-.3/.93.3034907.:.3  .   :..0897029.3 03./.07.3.  0.3/.8.9503.8..3.   07..5.7:92-:3./.9:-:.5.7.703.35079.3 /.   -.2   #.  5...3034 07..-0-07.3.3.3//:.8.-07-.9507:9   07.3/8079.702503/079.789.   .87/03.75:9.9/.5.9::2..2.3/./8079.   07507:9/..32.8.8/809.-.:7.72::9   #.3/.35079.70..380-.    $007...1.5079443.907-039:3.3:39:203.8.503/.953.37.3.9/.2.5.8.33.2034/.3   &5.70..202503.5./.37.3...3. ..7.28.32:39.8   02.7.8.

3..70   07073.5079443.:/.7205:8082...3   &5..7.2:7 0.:3..2.380-..35.7:2.2..9  07.   $.8032:39.20398..32:3..-0-07.5.9/...2.5. 5.7.35079.:.8..   $007.3.8.3/.3.   .8/03.9-.25.9507:9   :39.   097.2  0.8.

9 .8.7:2.

. 2:39.920307:5.-. /02.9/.54.35079.5..:3.-..2   0/7. 07.3   0723:2.3 !030-.-:.   $007.7205:8082.3.32..5079443.3/03./.380-..9.3../80397  5.:3.2030-.8..5..307.:8 $073.2.70   07507:9   0705.8   .4.   :39.3/.:..   :.3.903 .   .89.3-..3.8.2  0.

.3.3.3..9.8.3..7:8203.8.3805079907907.7:2.. .7:8/.3..9.:..557385:9.5.:3.3../.0..8  -.3.  03.:3.9...3 :33.8..307..9 !7385503.503.38:9 9.7./.307..9.2.3.

3 .5.7.7-.9/.73903:7.9. 202-07.:.73/03.35./.7.9/.:3.20..07.7.3207.350307.7./.:8:8:  !0303.3 573853.0#:2.35./.37.3/.. 02088 01091-.32030...:.-40/.5.8032:39..35.3/03.803.9.$.28090.2../:...3.7.:3./..:3    .-.:8203..5 /03.:.8.9 0748030 8079.3 .::9./.7.:3.5..3/.:2.3/03.503/079../.9    ..75.947481 07./03.9:/03.3/5.3..2507    &5.305.0-703/.39/.9.5./.#.3.3.7./..8.350307../.35.:3/90.-40/.3.:320. 20889/. .37.:./.:8:7:503/079.-.07.:3 /90.8./..07...3...7   %3/.3. -.33.203039.38:8:9/.3.../.3/.2:2..2-:3 80.503/079.7 $007.3/3/31.5.2.:.:39:-07-.3./.3....-40/.89/.   3.38.3/.

8   :.9.3907439.3.8/05..23.2...   !.

-.3.9.8.3 8024.9.2-:39/.3.8.3.38.-8..$.  02.3:7..390703.0#:2.-072.9.2 2...3.3825942.9  5.0#:2..3 .7   !07.3-.-.8..3.202-.3.25.3.31.9   .    $007.:.93/..8-.-.503443:990703./.9.3.3 5034-.503.8..93./03.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->