P. 1
RINGKASAN KITAB YOSUA

RINGKASAN KITAB YOSUA

|Views: 2,862|Likes:
Published by Sylvia Tambeo

More info:

Published by: Sylvia Tambeo on Sep 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

RINGKASAN KITAB YOSUA

Kitab Yosua bercerita tentang bangsa Israel memasuki tanah Kanaan dan cara membagi-
bagi tanah itu kepada suku-suku Israel. Diceritakannya secara rinci bagaimana mereka
menyeberangi Sungai Yordan dan merebut daerah itu, sebagai basis untuk serangan
selanjutnya. Dengan ringkas dilaporkan dua pertempuran yg memusnahkan kekuasaan
bangsa Kanaan, kemudian kemenangan-kemenangan tentara Israel. Laporan pembagi-
bagian negeri itu mencakup keterangan lengkap tentang daerah Yehuda, disertai catatan
mengenai pendudukan Hebron oleh bangsa Keni dan kesukaran-kesukaran yg dialami di
Manasye utara, juga pendudukan kota-kota Lewi dan masalah suku-suku Transyordan.
Kitab berakhir dengan-keterangan tentang wasiat rohani oleh Yosua, puncaknya ialah
perjanjian nasional di Sikhem.

Memahami Kitab Yosua

Kitab Yosua adalah Kitab tentang penaklukan atau pertempuran tanah Kanaan yang
diwariskan kepada bangsa Israel sebagai kepenuhan janji Tuhan kepada Abraham. Di
dalam kitab ini, kita menjumpai nama YOSUA, sang pahlawan penakluk. Hosea adalah
nama asal Yosua yang berarti keselamatan atau Yehosua, artinya: keselamatan dari Allah.
Kitab Yosua merupakan kelanjutan dari kitab Ulangan, yakni sejarah pemilihan umat
Allah di bawah pimpinan Musa untuk dilanjutkan oleh Yosua masuk dalam tanah
perjanjian. Yosua menyelesaikan apa yang telah dimulai oleh Musa. Ingatlah bahwa
Tuhan tidak akan pernah membiarkan pekerjaan-Nya tak terselesaikan! Musa telah
meninggal tetapi perjalanan bangsa Israel harus dilanjutkan (Yosua 1:2). Suara Tuhan
masih terus berbicara kepada Yosua (Yosua 1:5-9) dan Dia telah menyiapkan Yosua
selama bertahun-tahun.

Bagi umat Kristiani, Musa menggambarkan hukum sedangkan Yosua menggambarkan
Kristus. Jadi Kristus sendiri yang akan membawa kita masuk ke ‘tanah warisan’ yang
merupakan milik kita.

Kitab Yosua terbagi menjadi dua pokok pembahasan mengenai hal-hal penting berikut
ini:

● Penaklukan atas tanah perjanjian (Bab 1 – 12)

● Pendudukan atas tanah perjanjian (Bab 13 – 24)

Firman Tuhan kepada Yosua, ”Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi
engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai
engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau”

(Yosua 1:5) merupakan jawaban doa permohonannya dalam melakukan tugas besar.

Perjalanan yang makan waktu lama di padang belantara telah berakhir dan misteri negeri
yang tidak diketahui oleh bangsa Israel berada di depan mereka. Pada saat mereka keluar
dari Mesir, mereka menghadapi Laut Merah untuk diseberangi; saat mengakhiri
pengembaraan, mereka dihadapkan dengan sungai Yordan yang juga harus diseberangi.
Sangatlah mustahil bagi mereka untuk dapat menyeberangi sungai Yordan dengan
membawa serta wanita-wanita, anak-anak dan barang bawaan; akan tetapi Yosua
memerintahkan imam-imam untuk mengangkat Tabut Perjanjian dan menapakkan kaki
mereka ke dalam air sungai Yordan yang saat itu sedang meluap sepanjang tepi sungai.
Keajaiban terjadi, saat kaki mereka menyentuh air sungai, air berhenti mengalir dan
mereka menyeberang di tanah kering (Yosua 3:9-17). Bagi manusia hal itu sangat
mustahil, tetapi bagi Tuhan segala sesuatu adalah sangat mungkin. Tuhan selalu
melakukan hal yang mustahil
.

Demikian pula saat kota Yerikho ditaklukkan. Bagi bangsa Israel, petunjuk Tuhan
dirasakan sangat aneh, tetapi ketika mereka patuh terhadap perintah Tuhan melalui
Yosua, mereka menyaksikan kekuatan Tuhan yang meruntuhkan tembok yang
mengelilingi kota Yerikho. Dengan direbutnya kota Yerikho, bangsa Israel mempunyai
kesempatan masuk ke tanah Kanaan. Masih ada beberapa tempat lain yang harus
ditaklukkan oleh bangsa Israel setelah Yerikho. Ketika mengalami kekalahan dalam
menyerang kota Ai, bangsa Israel mengerti bahwa mereka tidak dapat mengandalkan
kekuatan sendiri saat Tuhan menarik tuntunan tangan-Nya; dalam hal ini strategi
berperang tidak ada artinya tanpa ketaatan. Hanya karena dosa satu orang (Akhan),
bangsa Israel mengalami kekalahan. Ingat, dosa seseorang tidak hanya terkena pada
dirinya sendiri karena tidak satupun manusia dapat hidup untuk diri sendiri; sama halnya
dengan kuman influenza dapat menular ke banyak orang di sekitarnya atau virus cacar air
menyebabkan banyak murid dalam kelas terjangkit penyakit yang sama. Seseorang akan
selalu dihantui dengan setiap perbuatan dosa yang dia lakukan dan dia harus membayar
harganya. Sekalipun dia mungkin dapat menghindar dari hukum dunia, dia tidak mungkin
dapat lari dari hukum Allah. Tuhan tidak pernah menjanjikan kemudahan-kemudahan
dalam melayani Dia; tetapi Dia berjanji akan memberikan kemenangan-kemenangan.

Saat Yosua memasuki usia sekitar 90 tahun, dia menyadari bahwa masih banyak tanah
yang belum di taklukkan sedangkan dia sudah semakin tua. Sekalipun tanah-tanah itu
masih diduduki musuh (orang Amori, orang Yebus, orang Het, dll), Yosua telah
membagi-bagikannya kepada bangsa Israel untuk ditaklukkan dan dimiliki.

Yosua makin bertambah tua dan dia mengumpulkan bangsa Israel untuk mengingatkan
mereka tentang kuasa dan kesetiaan Tuhan serta menegur mereka untuk juga setia
kepada-Nya (Yosua 24-:14).

Yosua akhirnya meninggal di usia seratus sepuluh tahun dan dia patut menerima
penghargaan sebagai seorang pemimpin besar (Yosua 24:31). Kitab Yosua diakhiri
dengan cerita tentang kematian Yosua.

Perebutan Kanaan (6:1-13:7). Untuk memiliki Kanaan berarti harus mengusir musuh.
Musuh yang dihadapi sangat banyak, antara lain: orang Het, Amori, Feris, Yebus. Setiap
musuh ditaklukkan dengan strategi Yosua, terlihat urapan Tuhan atasnya. Strategi
perebutan ialah penyerangan pertama dilakukan ke pusat daerah dan kemudian dijadikan
basis untuk penyerangan selanjutnya. Namun tidak semua musuh ditaklukkan, beberapa
diantaranya baru ditaklukkan pada masa Daud dan Salomo.

- Pembagian (13:8-21:45). Sesudah mengusai daerah secara umum, mereka
mengadakan pembagian. Kesulitan dan perjuangan (bayar harga) pada saat perebutan
berubah menjadi saat yang mengharukan dan menyenangkan, yaitu pemilikan tanah
tersebut. Hari itu merupakan hari bahagia bagi bangsa Israel. Inilah pertama kali mereka
menyatakan suatu negeri menjadi milik mereka sendiri yang diberikan Tuhan kepada
mereka. Penaklukan memakan waktu sekitar 7 tahun setelah menyeberang Yordan.

- Perjanjian. Tiga pasal terakhir berisi perjanjian tentang gaya kehidupan bangsa
itu di tanah perjanjian. Paska pembagian wilayah, dalam saat yang menyentuh emosi,
Yosua menghimbau bangsa itu untuk mengadakan ikrar total kepada Tuhan, suatu
komitmen loyalitas tunggal kepada Tuhan. Secara ringkas komitmen itu adalah:

Dalam Kitab Yosua, Hakim-hakim dan Rut, kita menyaksikan
penaklukan Tanah Kanaan dan gejolak-gejolak peristiwa menuju
pembentukan suatu kerajaan. Kitab Raja-raja dan Tawarikh menggambarkan kejayaan
dan kemerosotan dinasti-dinasti serta kerajaan-kerajaan. Kitab Ezra, Nehemia, dan Ester
menggambarkan kehidupan Israel di negeri pembuangan dan kembalinya kaum sisa ke
kota Yerusalem. Semua kitab itu diakhiri dengan catatan-catatan tentang peristiwa yang
belum tuntas, dan menunjuk ke depan, yaitu apa yang akan dilakukan Allah pada masa
yang akan datang. Semuanya tidak akan mencapai klimaksnya sampai kedatangan Yesus,
Mesias.

Ada dua belas kitab dalam Perjanjian Lama yang biasanya kita sebut Kitab-Kitab
Sejarah. Berbagai cerita di dalamnya menggambarkan kejadian-kejadian yang
menegangkan, dan sering kali merupakan kejadian yang luar biasa di mana kesemuanya
membentuk sejarah Israel sebagai satu bangsa.

Melalui halaman demi halaman, Anda akan bertemu beberapa nabi besar – Elia, Elisa,
Yesaya dan Yeremia – dan mengetahui betapa pentingnya tokoh-tokoh tersebut. Anda
akan belajar tentang karya-karya besar mereka, budaya mereka, dan latar belakang
mereka. Anda juga akan menemukan kekayaan pemikiran teologi di dalamnya. Meskipun
kedua belas kitab sejarah dikemas dalam bentuk sejarah, namun di dalamnya
mengandung berbagai tema teologis menegangkan, di antaranya:

KITAB HAKIM2

Kemurtadan dan Akibatnya. Kitab Hakim-hakim meriwayatkan sejarah bangsa Israel
antara kematian Yosua s/d munculnya nabi Samuel, yang merupakan kisah pendudukan
tanah Kanaan yang belum selesai pada masa Yosua. Dari seluruh Alkitab, kitab ini paling
menyedihkan karena menggambarkan kegagalan bangsa Israel dalam mengikut Tuhan.
Itulah sebabnya kitab ini disebut juga “Kitab Kegagalan”. Walaupun terdapat
kemenangan, tetapi inti kitab adalah melaporkan tekanan, serangan dan kekalahan yang
mereka derita. Pada intinya, hal itu disebabkan oleh “setiap orang berbuat apa yang benar
di matanya sendiri” (21:25).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->