BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Secara teori, sebuah negara dibentuk oleh masyarakat di suatu wilayah yang tidak lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama setiap anggotanya dalam koridor kebersamaan. Dalam angan setiap anggota masyarakat, negara yang dibentuk oleh mereka ini akan melaksanakan fungsinya menyediakan kebutuhan hidup anggota berkaitan dengan konstelasi hidup berdampingan dengan orang lain di sekelilingnya. Di kehidupan sehari-hari, kebutuhan bersama itu sering kita artikan sebagai “kebutuhan publik”. Salah satu contoh kebutuhan publik yang mendasar adalah kesehatan. Kesehatan adalah pelayanan publik yang bersifat mutlak dan erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Untuk semua pelayanan yang bersifat mutlak, negara dan aparaturnya berkewajiban untuk menyediakan layanan yang bermutu dan mudah didapatkan setiap saat. Salah satu wujud nyata penyediaan layanan publik di bidang kesehatan adalah adanya Puskesmas. Tujuan utama dari adanya Puskesmas adalah menyediakan layanan kesehatan yang bermutu namun dengan biaya yanng relatif terjangkau untuk masyarakat, terutama masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah. Dalam makalah ini, kami akan membahas mengenai “Pelayanan Puskesmas” karena Puskesmas sebagai bentuk nyata peran birokrasi dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan sdan karena Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

1.2

Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Puskesmas dan apa fungsi Puskesmas itu?
2. Bagaimana penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas? 3. Apa saja masalah-masalah yang terjadi dalam pelayanan kesehatan di lingkup

Puskesmas?
4. Apa faktor-faktor penyebab terjadinya masalah-masalah di lingkup Puskesmas? 5. Bagaimana solusi mengatasi masalah-masalah yang muncul di lingkup Puskesmas?

1

Mengetahui penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas 3. serta mengetahui penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.1. 5. sekaligus dapat mengetahui solusi mengatasi masalah-masalah yang muncul di lingkup Puskesmas. 1.3 Tujuan 1. Mengetahui definisi dan fungsi Puskesmas 2. 4. 2 . diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pembaca untuk mengetahui tentang definisi dan fungsi Puskesmas. Mengetahui solusi mengatasi masalah-masalah yang muncul di lingkup Puskesmas. Mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab terjadinya masalah-masalah di lingkup Puskesmas. Mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi dalam pelayanan kesehatan di lingkup Puskesmas.4 Manfaat Dari pembahasan materi yang tersedia dalam makalah ini. Selain itu pembaca dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi dalam pelayanan kesehatan di lingkup Puskesmas dan mencari serta menemukan faktor-faktor penyebab terjadinya masalah-masalah di lingkup Puskesmas.

Soerjono : 1982). 3) Adanya-aturan. Hubungan birokrasi dengan masyarakat Indonesia : 1.1 Pengertian Birokrasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan. perpajakan. dilaksanakan dalam sistem administrasi dan khususnya oleh aparatur pemerintah (Tjokroamidjoyo. Bintoro : 1998). yang masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang tegas. hukum dan ketertiban. Berbagai tokoh pun menumpahkan pemikirannya tentang pengertian birokrasi. dan standar-standar formal yang mengatur tata kerja organisasi dan tingkah laku para anggotanya. Bintoro Tjokroamidjoyo Birokrasi adalah tipe organisasi yang dipergunakan pemerintahan modern untuk pelaksanaan berbagai tugas-tugasnya yang bersifat spesialisasi. Birokrasi pemerintahan umum  Birokrasi yang berkenaan dengan fungsi-fungsi dasar pemerintahan dan keamanan. Birokrasi menjalankan fungsi dan 3 . 2) Adanya serangkaian posisi-posisi jabatan. dan intelejen. 2. untuk mencapaii suatu tujuan tertentu (Soekamto. yaitu : 1) Adanya suatu struktur hirarki.BAB II LANDASAN TEORI 2. regulasi-regulasi. 4) Adanya personel yang secara teknis memenuhi syarta yang dipekerjakan atas dasar karier. Max Weber menggambarkan birokrasi sebagai suatu organisasi yang memiliki beberapa karakteristik yang dirangkum oleh Martin Albrow ke dalam empat ciri utama. dengan promosi yang didasarkan pada kualifikasi dan penampilan. Soerjono Soekamto (mengutip Weber) Birokrasi merupakan suatu organisasi yang dimaksud untuk mengerahkan tenaga dengan teratur dan terus menerus. Berikut ini adalah beberapa pengetian birokrasi dari sejumlah tokoh : 1. termasuk pendelegasian wewenang dari atas ke bawah dalam organisasi.

2. Birokrasi pembangunan  Birokrasi menjalankan fungsi dan peranan untuk mendorong perubahan dan pertumbuhan dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Birokrasi pemerintah tentu berbeda dengan birokrasi swasta. 32 tahun 2004 mengisyaratkan hal tersebut sehingga segala urusan di daerah dapat dikelola dengan baik tak terkecuali masalah pelayanan publik. Birokrasi yang tentu memiliki peran dan wewenang yang signifikan dalam pemerintahan. Pemerintah daerah sebagai penyelenggara pemerintahan harus jeli terhadap kualitas pelayanan publik yang dilakukannya terhadap masyarakat di daerahnya. karena sebagai salah satu pengelola keuangan negara. karena netralitas birokrasi kurang terjaga. akibatnya politisasi birokrasi sangat banyak pada era reformasi saat ini. Pada hakikatnya. fungsi 4 . terutama pada posisi dan peran birokrasi yang belum profesional dan independen. Birokrasi pelayanan  Birokrasi yang menjalankan peranan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Pelayanan publik sampai saat ini masih banyak kekurangan. maka kita akan dihadapkan pada posisi dan peran birokrasi. pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. 2. Dengan makin besarnya peran yang dijalankan oleh masyarakat. UU No. birokrasi diharapkan mampu berperan dalam aspek pengaturan dan pelayanan secara bersamaan. yang antara lain ditandai dengan adanya tumpang tindih kegiatan antar instansi dan masih banyak fungsi-fungsi yang sudah seharusnya dapat diserahkan kepada masyarakat masih ditangani pemerintah.peranan mereka dengan oreintasi pengaturan (regulative orientations) yang cukup ketat.2 Peranan Birokrasi dalam Menyediakan Pelayanan Publik Jika berbicara tentang pelayanan publik. Birokrasi masih belum efisien. Apalagi di era otonomi daerah seperti ini yang mengharuskan masing-masing daerah untuk mengelola segala urusannya sendiri dan tidak tergantung kepada pemerintah pusat. dimana birokrasi swasta lebih berorientasi pada benefit profit (perolehan keuntungan) sedangkan birokrasi pemerintahan memiliki fungsi pemberian pelayanan kepada masyarakat. maka seharusnya peran birokrasi lebih cenderung sebagai agen pembaharuan. Oleh karena itu. luas. dan efektif. Peran birokrasi sebagai pelayan publik belum dipahami secara benar. 3.

birokrasi harus dapat memfasilitasi kepentingan-kepentingan yang muncul dari masyarakat. yaitu membangun pemufakatan antara negara. Peran ini harus dijalankan oleh birokrasi mengingat fungsinya sebagai agen pembaharuan dan fasilitator. birokrasi harus mengambil inisiatif dan memelopori suatu kebijakan atau tindakan. sektor swasta dan masyarakat. Sebagai agen perubahan. sektor swasta maupun kepentingan negara. Peran lain yang seharusnya dijalankan oleh birokrasi adalah sebagai consensus building. 5 .pengaturan dan pengendalian yang dilakukan oleh negara adalah perumusan dan pelaksanaan kebijaksanaan yang berfungsi sebagai motivator dan fasilitator guna tercapainya swakarsa dan swadaya masyarakat termasuk dunia usaha. Sedangkan sebagai fasilitator.

Tetapi pembiayaannya tetap didukung oleh pemerintah. maka Puskesmas dituntut untuk mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanannya yang akan dilaksanakan. 6 . kewenangan menentukan kegiatan yang termasuk public goods atau private goods serta kewenangan menentukan target kegiatan sesuai kondisi geografi Puskesmas. Definisi Puskesmas “Suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan.BAB III PEMBAHASAN 3. dan rehabilitatif. Seiring dengan semangat otonomi daerah.1Definisi dan Fungsi Puskesmas a. yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek pembiayaan”. Pelayanan kesehatan tersebut harus bersifat menyeluruh atau yang disebut dengan Comprehensive Health Care Service yang meliputi aspek promotive. preventif. Prioritas yang harus dikembangkan oleh Puskesmas harus diarahkan ke bentuk pelayanan kesehatan dasar (basic health care services) yang lebih mengedepankan upaya promosi dan pencegahan (public health service). Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan yang letaknya berada paling dekat ditengah-tengah masyarakat dan mudah dijangkau dibandingkan dengan unit pelayanan kesehatan lainya (Rumah Sakit Swasta maupun Negeri). kewenangan yang dimiliki Puskesmas juga meliputi : kewenangan merencanakan kegiatan sesuai masalah kesehatan di wilayahnya. Jumlah kegiatan pokok Puskesmas diserahkan pada tiap Puskesmas sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan sumber daya yang dimiliki. Sebagai organisasi pelayanan mandiri. namun Puskesmas tetap melaksanakan kegiatan pelayanan dasar yang menjadi kesepakatan nasional. Fungsi Puskesmas adalah mengembangkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh seiring dengan misinya. curative.

Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program Program Pokok Puskesmas Kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan sesuai kemampuan tenaga maupun fasilitasnya. Upaya Pengobatan termasuk Pelayanan Darurat Kecelakaan 7. dilaksanakan dengan cara: a. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien. Sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan Masyarakat di wilayah kerjanya. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. tidak sebatas aspek kuratif dan rehabilitatif saja seperti di Rumah Sakit. yang harus diketahui adalah bahwa peran Puskesmas adalah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan kesehatan nasional secara komprehensif. Usaha Peningkatan Gizi 4. Proses dalam melaksanakan fungsinya. Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan. Namun demikian kegiatan pokok Puskesmas yang lazim dan seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat 1. c. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. d. e. 2. Fungsi Puskesmas 1. Kesejahteraan ibu dan Anak ( KIA ) 2. Keluarga Berencana 3. Pemberantasan Penyakit Menular 6. karenanya kegiatan pokok di setiap Puskesmas dapat berbeda-beda. Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.Jadi. b. Usaha Kesehatan Sekolah 7 . Penyuluhan Kesehatan Masyarakat 8. Kesehatan Lingkungan 5. b.

Dalam hal demikian. Setiap kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa ( PKMD ). Usaha Kesehatan Jiwa 14. Kondisi ini didasari oleh persepsi awal yang negatif dari masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas. namun pada kenyataannya banyak masyarakat yang lebih memilih pelayanan kesehatan pada dokter praktek swasta atau petugas kesehatan praktek lainnya. Usaha Kesehatan Kerja 12. Pelayanan kesehatan yang dikenal murah seharusnya menjadikan Puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan utama bagi masyarakat. Puskesmas sewaktu-waktu dapat diminta untuk melaksanakan program kesehatan tertentu oleh Pemerintah Pusat ( contoh: Pekan Imunisasi Nasional ). misalnya anggapan bahwa mutu pelayanan yang terkesan seadanya. baik dilihat dari sarana dan prasarananya 8 .2 Masalah-Masalah yang Muncul di Lingkup Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat karena cukup efektif membantu masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama dengan standar pelayanan kesehatan. Kesehatan Olah Raga 10. Kesehatan Usia Lanjut 18. artinya Puskesmas tidak cukup memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karenanya. misalnya karena timbulnya wabah penyakit menular atau bencana alam. Laboratorium ( diupayakan tidak lagi sederhana ) 16. baik petunjuk pelaksanaan maupun perbekalan akan diberikan oleh Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah. 3. Untuk mengatasi kejadian darurat seperti di atas bisa mengurangi atau menunda kegiatan lain. Kesehatan Mata 15. Disamping penyelenggaraan usaha-usaha kegiatan pokok Puskesmas seperti tersebut di atas. Perawatan Kesehatan Masyarakat 11. kegiatan pokok Puskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut 13.9. Pencatatan dan Pelaporan Sistem Informasi Kesehatan 17. Keadaan darurat mengenai kesehatan dapat terjadi. Pembinaan Pengobatan Tradisional Pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil.

karena mungkin tugas kuratif lebih penting. Misalnya: sikap tidak disiplin petugas medis pada unit pelayanan puskesmas Peudada. perawat melakukan pemeriksaan pasien. Di samping itu. dan puskesmas pembantu. Kemudian. Tapi kalaulah Puskesmas ini menjadi lebih dominan dalam tugas promotif dan preventif maka tugas eksekutif bagi perawat haruslah digiatkan. sedangkan Dinas kesehatan hanya sebagai regulator. Berarti tugas ini lebih untuk memberikan laporan dan kuratif dibanding upaya promotif. puskesmas keliling. penyakit infeksi menular dan mungkin upaya kesehatan ibu dan anak tidak mendapatkan porsi yang sesuai sehingga berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. atau bagian tersendiri yang memiliki otonomi yang kuat dalam mengatur program-programnya. Kalaulah memang tugas tenaga kesehatan di Puskesmas lebih banyak ke arah kuratif. berdalih terbatasnya persediaan obat-obatan pada puskesmas telah menyebabkan banyak diantara pasien terpaksa membeli obat pada apotik. Namun. Menurut masyarakat. Jelas dalam tugas tersebut.maupun dari tenaga medis atau anggaran yang digunakan untuk menunjang kegiatannya sehari-hari. ketika membawa salah seorang warga yang jatuh sakit saat mengikuti kegiatan perkampungan pemuda. Hal ini berdampak kepada status kesehatan masyarakat. tentu telah merusak citra Puskesmas sebagai pemberi layanan kesehatan kepada masyarakat yang dianggap dapat membantu dalam memberikan pertolongan pertama yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan. Sehingga banyak sekali pelayanan yang diberikan kepada masyarakat itu tidak sesuai dengan Standar Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. mendiagnosa pasien. pasien itu tidak dilayani dengan baik bahkan mereka (perawat-red) mengaku telah kehabisan stok obat. Mereka selalu diperlakukan kurang baik oleh para petugas medis yang dinilai cenderung arogan. perawat puskesmas biasanya aktif dalam BP. khususnya penanggung jawab dalam tindakan pengobatan/medis. Selain itu. Tenaga perawat seolah-olah tidak menghargai kegiatan-kegitan formalnya sendiri. tidak berjalannya tugas edukatif di Puskesmas yang berkaitan dengan penyuluhan kesehatan yang sekaligus berkaitan dengan tugas promotif. yang dikeluhkan masyarakat. dan puskesmas menjadi bagian dari unit Dinas kesehatan. maka Puskesmas menjadi unit dari pelayanan Rumah sakit karena Rumah Sakit akan memiliki banyak sumber daya manusia dan fasilitas medik. pemberi dana 9 . ketika melakukan tugas tersebut tidak ada supervisi dari siapapun. kalaupun ada. petugas puskesmas sangat jarang berkunjung. yaitu ketika keluarga mempunyai masalah kesehatan seperti anggota keluarga mengalami gizi buruk atau penderita TB. kemudian warga yang lain mengantarnya ke Puskesmas Peudada. status gizi. Hal tersebut. melakukan pengobatan pada pasien dengan membuat resep pada pasien.

Dimana fungsi manajemen itu untuk planning. peralatan. lebih dari itu. Bahkan terasa sekali bahwa tidak pernah adanya upaya pengembangan. Tetapi apa yang terjadi pada Puskesmas di Indonesia terkesan tidak diperhatian oleh pemerintah dengan 10 . untuk pelayanan kesehatan masyarakat diberikan kepada Puskesmas. organaizing. kemampuan keuangan daerah yang terbatas. 3. Pada kegiatan perencanaan setiap tahunnya sering kali tidak berjalan sehingga kegiatan berjalan apa adanya sesuai kebiasaan yang dianggap ‘baik/sudah biasa’. Dapat dikatakan juga bahwa kurangnya pengetahuan para Kepala Puskesmas dan rendahnya disiplin/etos kerja staff. Tentu hal ini menghambat kinerja Puskesmas untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. • Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan suatu aspek terpenting dalam mencapai target dari program-program Puskesmas. dan controling. atau pelayanan kesehatan dapat ditenderkan kepada pihak swasta. serta kurangnya kesejahteraan karyawan yang berpengaruh terhadap motivasi dalam melaksanakan tugas di puskesmas. dan perhatian tersita pada upaya pengobatan. Serta tidak pernah terpikir untuk mempersoalkan kendali mutu pelayanan yang disebabkan kurangnya pengetahuan. 1993: 44-46)  Faktor Internal • Pelaksanaan Manajemen Pelaksanaan manajemen merupakan hal penting yang menentukan dalam mencapai tujuan yang efisien dan efektif dari tujuan Puskesmas.3 Faktor-Faktor Penghambat Pelayanan Puskesmas Dalam realitanya pelayanan Puskesmas sekarang banyak memiliki masalahmasalah. Adapun masalah-masalah yang telah diungkapkan di atas itu diakibatkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: (Tjiptoherijanto dan Said Zainal Abidin. menjadikan unsur manajemen ini tidak berjalan.00 WIB. puskesmas yang kurang memiliki otoritas untuk memanfaatkan peluang yang ada. Tidak hanya hal-hal yang telah diungkapkan di atas. leading. masih ada permasalahan yang muncul di lingkup puskesmas. Dapat dikatakan bahwa kepala Puskesmas lebih sibuk pada masalah-masalah manajerial daripada kasus-kasus klinik. misalnya: Jam kerja Puskesmas yang sangat singkat hanya sampai jam 14. puskesmas belum terbiasa mengelola kegiatannya secara mandiri.dan pengadaan petugas.

sehingga sarana dan prasarana yang ada di dalam Puskesmas sangat terbatas. Faktor kesejahteraan pegawai memang hal penting karena berkaitan dengan satu-satunya pendapatan resmi mereka adalah gaji. Hal ini terjadi akibat dari sumber keuangan yang dimiliki Puskesmas terbatas sehingga mutu pelayanan puskesmas pun menjadi rendah karena tidak sesuai dengan standart kesehatan. Dana ini diturunkan secara bertahap ke Puskesmas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten. ASKES yang peruntukannya sebagai imbal jasa kepada peserta ASKES yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) 11 .  Retribusi Retribusi merupakan salah satu sumber pendapatan Puskesmas yang membiayai upaya kesehatan perorangan yang pemanfaatanya dan besarnya ditentukan oleh Pemerintah Daerah. • Sumber keuangan Puskesmas Sumber keuangan dari pemerintah pusat maupun daerah yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran operasional Puskesmas sehingga biaya pelayanan Puskesmas pun mahal padahal sarana yang terdapat di sana tidak sebanding dengan apa yang harus dibayar sehingga hal ini berdampak kepada masyarakat untuk beralih pergi ke Rumah Sakit saja yang fasilitas lebih baik daripada Puskesmas. baik berupa alat medis maupun obat-obatan. Misalanya program Posyandu yang tidak tepat sasaran. Untuk mencapai penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas di perlukan pimpinan yang mau memotivasi pegawainya dengan cara memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun sumber-sumber keuangan Puskesmas sebagai berikut:  Pemerintah Sumber biaya berasal dari Pemerintah Kabupaten yang dibedakan atas dana pembangunan dan dana anggaran rutin.alasan wilayah geografis yang sulit untuk dijangkau. • Tenaga medis Jumlah tenaga medis yang sangat sedikit mengakibatkan ketidakmampuannya melaksanakan program dari Dinas Kesehatan.  PT. Jumlah tenaga medis sedikit karena insentif dari pemerintah daerah. ASKES Puskesmas menerima dana dari PT.

JAMSOSTEK Puskesmas menerima dana dari PT. sehingga penduduk menganggapnya sebagai orang asing.  BPP (Badan Penyantun Puskesmas) Dengan memberdayakan potensi yang dimiliki masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tetapi ada juga puskesmas yang hanya dapat dijangkau oleh penduduk yang bermukim di dekatnya karena penduduk yang lain bertempat tinggal jauh dari Puskesmas. Memang ada kecamatan-kecamatan yang hanya dengan satu Puskesmas sudah dapat menjangkau seluruh penduduk.Tenaga-tenaga yang diperbantukan di Puskesmas biasanya terdiri dari orang-orang terpelajar dan bukan berasal dari daerah tersebut. • Psiko-sosial antara tenaga medis dengan penduduk Perbedaan psiko-sosial antara tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas dengan penduduk menimbulkan hambatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan Puskesma.  Faktor Eksternal • Kondisi Geografis Kondisi geografis Puskesmas umumnya terletak pada daerah pelosok atau setingkat dengan kecamatan. Apalagi jika bahasa yang digunakan adalah bahasa yang tidak dimengerti oleh penduduk. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu. Dimana kecamatan tiap-tiap daerah memilki keadaan yang berbeda-beda dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan puskesmas. Hal ini terkait pada dana yang tidak cukup untuk menggunakan alat-alat transportasi atau memang tempat tinggalnya terpencil sehingga penduduknya lebih senang tinggal di rumahnya daripada pergi ke Puskesmas. 12 . maka akibatnya penduduk segan untuk datang ke Puskesmas. PT. birokratisasi penyaluran keuangan dari pemerintah sampai ke Puskesmasnya dan rendahnya responsibilitas pengelola manajemen Puskesmas. Sumber-sumber keuangan Puskesmas ini ternyata tidak dapat membiayai operasinal dari program-program Puskesmas. JAMSOSTEK yang peruntukannya sebagai imbal jasa kepada peserta JAMSOSTEK yaitu Pegawai / karyawan yang berada dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja.

Disamping itu alokasi anggaran kesehatan berbagai daerah mencerminkan kurangnya perhatian terhadap investasi hak-hak dasar pembangunan manusia diantaranya pelayanan kesehatan dasar. Padahal upaya menyehatkan masyarakat sejatinya termaktub dalam hakikat dan semangat UU. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah yang mana sebagian besar penduduk Indonesia lulusan SD terutama di daerah pelosok-pelosok Indonesia. sehingga hal berdampak pada rendahnya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan masyarakat Indonesia sehat terutama pada lembaga Puskesmas yang letaknya dekat dengan masyarakat tersebut. Selain itu juga disebabkan Rumah Sakit 13 . • Keadaan Ekonomi Penduduk Keadaan ekonomi penduduk memberikan andil dalam sulitnya mengupayakan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Jumlah warga negara Indonesia mayoritas bermata pencarian petani dan nelayan yang mana kondisi ekonominya kurang memadai. namun kenyataannya orang-orang yang demikian justru enggan datang ke Puskesmas. No. Walaupun ada ketentuan yang memperbolehkan mereka yang tidak mampu untuk tidak usah membayar retribusi di Puskesmas. maka pola pikir mereka sangat sederhana dan kurang atau bahkan belum paham akan arti kesehatan.• Pemerintah Daerah Peran Pemerintah Daerah yang terkesan gagap ini terlihat atas pemahaman pembangunan kesehatan yang setengah-setengah dari pihak legslatif dan eksekutif yang tercermin dari dijadikannya pelayanan kesehatan sebagai tulang punggung pendapatan daerah. karena pada umumnya pendidikan masyarakat desa masih rendah.22 dan UU No. • Kondisi Pendidikan Penduduk Masalah pendidikan penduduk juga berperan dalam menghambat pelayanan yang dihadapi oleh Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan pada tingkat pertama. Mereka cenderung mengikuti sifat-sifat tradisional yang sejak dulu dipegang oleh masyarakat dan lingkungannya. Ini berarti orang sakit dijadikan tualng punggung pendapatan daerah. 25 tahun 1999 yang pada intinya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengembangkan demokrasi menuju peningkatan kesejahteraan rakyat.

serta memperbaiki sistem informasi pada semua tingkatan pemerintah.4 Solusi Mengatasi Masalah yang Muncul di Lingkup Puskesmas Puskesmas kesehatan sebagai unit pelayanan itu kesehatan yang terinstitusionalisasi untuk mempunyai kewenangan yang besar dalam menciptakan inovasi model pelayanan di daerah. Dengan kata lain pelayanan kesehatan Puskesmas lebih banyak ditekankan pada tindakan kuratif dibandingkan pada tindakan preventif apalagi promotif. jelas bahwa Puskesmas memiliki pencitraan yang rendah pada saat sekarang. Dari banyak kasus yang terjadi dibanyak daerah. Puskesmas tidak memiliki fasilitas yang lengkap walaupun sudah mendapat dana dari Dinas Kesehatan. terutama jika dilihat dari sarana. • Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan yang berada di Propinsi bekerja pada aspek melayani penyembuhan penyakit yang sudah diderita oleh penduduk dibandingkan dengan melayani obat-obatan yang dapat digunakan sebagai upaya pencegahan timbulnya suatu penyakit pada penduduk. padahal Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang paling dasar dalam lingkungan masyarakat setempat. Selain itu Dinas Kesehatan juga kurang melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program Puskesmas yang sudah ada sehingga tidak terwujudnya pelayanan kesehatan di tingkat basis. 14 .lebih baik sarana dan prasarananya. pembentukan standar pelayanan kesehatan minimum untuk kinerja sistem kesehatan yang komprehensif. Untuk dibutuhkan komitmen dan kemauan meningkatkan/meratakan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dengan melakukan revitalisasi sistem kesehatan dasar dengan memperluas jaringan yang efektif dan efisien di Puskesmas. 3. peningkatan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan/revitalisasi kader PKK.

2 Saran 1. Mensosialisasikan program-program Puskesmas kepada masyarakat untuk mengubah citra Puskesmas yang sudah dinilai buruk oleh masyarakat 15 . 4. Melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana Puskesmas demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan 3. Puskesmas harus lebih memfokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan dan pengelolaan sistem kesehatan yang menyeluruh 2. diperlukan perhatian khusus dari pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta komitmen untuk merubah sistem pelayanan Puskesmas yang dinilai buruk oleh masyarakat. Oleh karena itu. Selain itu.1 Kesimpulan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat ternyata masih menyimpan berbagai permasalahan yang kini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Puskesmas juga harus memiliki standar pelayanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah harus memberikan otonomi kepada Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat 5. Merestrukturisasikan peran Puskesmas 4. Tidak hanya dilihat dari segi sarana dan prasarana yang kurang memadai. tetapi juga dari segi tenaga medis yang demikian pula adanya.BAB IV PENUTUP 4.

30 Maret 2011 definisi-puskesmas. 30 Maret 2011 www. 30 Maret 2011 www. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia: Jakarta www.id. 30 Maret 2011 16 .go.litbang. 1993. Abidin.depkes.id.litbang. Reformasi Administrasi dan Pembangunan Nasional.html. prijono.id.html.go.go. 30 Maret 2011 model-puskesmas-era-desentralisasi.depkes.DAFTAR PUSTAKA Tjiptoherijanto. Said Z.dinkesjatim.