Pengertian Puasa Wajib/Contoh-Contoh Puasa Wajib Arti puasa menurut bahasa adalah menahan.

Hari-hari yang dilarang untuk puasa, yaitu : - saat lebaran idul fitri 1 syawal dan idul adha 10 dzulhijjah - Hari tasyriq : 11, 12, dan 13 zulhijjah Orang yang diperbolehkan untuk berbuka puasa sebelum waktunya adalah : - Dalam perjalanan jauh 80,640 km (wajib qodo puasa) - Sedang sakit dan tidak dapat berpuasa (wajib qodo puasa) - Sedang hamil atau menyusui (wajib qada puasa dan membayar fidyah) - Sudah tua renta atau sakit yang tidak sembuh-sembuh (wajib membayar fidyah 3/4 liter beras atau bahan makanan lain) A. Puasa Ramadhan Puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib bagi orang yang sehat. Puasa ramadhan dilakukan selama satu bulan penuh di bulan romadhon kalender hijriah / islam. Puasa ramadhan diakhiri dengan datangnya bulan syawal di mana dirayakan dengan lebaran ied / idul fitri. B. Puasa Senin Kamis Puasa senin kamis hukumnya adalah sunah / sunat di mana tidak ada kewajiban dan paksaan untuk menjalankannya. Pelaksanaan puasa senin kamis mirip dengan puasa lainnya hanya saja dilakukannya harus pada hari kamis dan senin saja, tidak boleh di hari lain. C. Puasa Nazar Untuk puasa nazar hukumnya wajib jika sudah niat akan puasa nazar. Jika puasa nazar tidak dapat dilakukan maka dapat diganti dengan memerdekakan budak / hamba sahaya atau memberi makan / pakaian pada sepuluh orang miskin. Puasa nazar dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas ni'mat dan rizki yang telah diberikan. D. Puasa Bulan Syaban / Nisfu Sya'ban Puasa nisfu sya'ban adalah puasa yang dilakukan pada awal pertengahan di bulan syaban. Pelaksanaan puasa syaban ini mirip dengan puasa lainnya. E. Puasa Pertengahan Bulan Puasa pertengahan bulan adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan sesuai tanggalan hijriah. Pelaksanaan puasa pertengahan bulan mirip dengan puasa lainnya. F. Puasa Asyura Puasa asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 di bulan muharam / muharram. Pelaksanaan puasa assyura mirip dengan puasa lainnya. G. Puasa Arafah Puasa arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 di bulan zulhijah untuk orang-orang yang tidak menjalankan ibadah pergi haji. Pelaksanaan arafah mirip dengan puasa lainnya. F. Puasa Syawal Puasa syawal dikerjakan pada 6 hari di bulan syawal. Pelaksanaan arafah mirip dengan puasa lainnya. Sumber:organisasi.org Pengertian Puasa Sunnah/Contoh-Contoh Puasa Sunnah Puasa merupakan salah satu amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala yang mana Allah

‫ال‬ ‫ال‬ . : ‫إ ال‬ . Bukhari Muslim dan yang lainnya) Sebagaimana jenis ibadah lainnya maka puasa haruslah didasari niat yang benar yakni beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata-mata serta dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil. ‫إ‬ “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata. maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata-kata keji. Muslim) Maka berikut ini adalah beberapa jenis puasa yang dianjurkan di dalam Islam di luar puasa yang wajib (Puasa Ramadhan) berdasarkan dalil-dalil yang syar’i. demi Yang diri Muhammad ada di tangan-Nya. termasuk perbuatan yang sia-sia dan bahkan bisa jadi mendatangkan kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala. Maka jika seseorang menahan diri dari makan dan minum tidak sebagaimana pengertian di atas atau menyelisihi dari apa yang menjadi tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tentu saja ini merupakan hal yang menyimpang dari syariat. . semoga kita diberi kemudahan untuk . sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari wangi kesturi. dan janganlah berteriak-teriak. Berpuasa tidak dalam rangka beribadah kepada Allah Semisal seseorang yang berpuasa karena hendak mendapatkan bantuan dari jin/syaitan berupa sihir atau yang lainnya. Muslim dan yang lainnya) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. (HR. walaupun hal ini boleh-boleh saja akan tetapi ia keluar dari pengertian puasa yang syar’i sehingga tidaklah ia termasuk orang yang mendapatkan keutamaan puasa sebagaimana yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala. . Mengkhususkan waktu tertentu yang tidak dikhususkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semisal mengkhususkan puasa pada hari atau bulan tertentu tanpa dalil dari al-Qur’an dan sunnah. puasa sehari semalam tanpa tidur atau tanpa berbicara dengan menganggap hal ini memiliki keutamaan dan yang lainnya.” (HR Bukhari. maka perbuatan ini termasuk kesyirikan yang besar karena memalingkan ibadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala. : ‫إ‬ . semisal puasa mutih (menyengaja menghindari makan daging atau yang lainnya). ataupun mengkhususkan jumlah hari yang tidak dikhususkan dalam syariat. atau bernazar puasa kepada selain Allah. : ‫إ‬ – . 1. apabila seseorang mencelanya atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali). Adapun seseorang yang berpuasa semata-mata karena alasan kesehatan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Mengkhususkan tata cara tertentu yang tidak dituntunkan oleh Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam.menjanjikan keutamaan dan manfaat yang besar bagi yang mengamalkannya. yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan puasanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka tertolak. sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. puasa adalah perisai. dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya. .” (HR.

dia berkata: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Muslim) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.mengamalkannya berdasarkan ilmu dan terhindar dari perkara-perkara yang menyelisihi syariat Allah subhanahu wa ta’ala sehingga kita dapat memperoleh berbagai keutamaan dari apa-apa yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala.” (HR. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal Dari Abu Ayyub Al-Anshory bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. yakni sehari atau dua hari pada akhir Sya’ban. 5. Muslim) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. maka yang demikian itu (jika dilakukan) seperti puasa setahun. yakni pada hari Idul Fitri. . Bukhari) Hendaknya tidak berpuasa pada hari syak (hari yang meragukan apakah sudah masuk ramadhan atau belum).” Catatan: Puasa Syawal tidak boleh dilakukan pada hari yang dilarang berpuasa di dalamnya.” (HR.” (HR. “Barang siapa berpuasa Ramadhan. “Puasa pada hari ‘Asyuro’.” (HR. “Sungguh jika aku masih hidup sampai tahun depan aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan. Muslim) Catatan: Adapun bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji. “Puasa pada hari Arofah.” (HR. maka yang lebih utama adalah tidak berpuasa pada hari Arofah sebagaimana yang diamalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya. Jika ada kewajiban mengqodo’ puasa Ramadhan maka dianjurkan mendahulukan qodo baru kemudian berpuasa Syawal 6 hari sebagaimana hadits dari Abu Ayyub Al-Anshori di atas. maka seperti ia berpuasa sepanjang tahun. kecuali bagi seseorang yang kebetulan bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukannya dari puasa-pusa sunnah yang disyariatkan semisal puasa dawud atau puasa senin kamis. aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu. dan tidaklah saya melihat beliau memperbanyak puasa dalam suatu bulan seperti banyaknya beliau berpuasa pada bulan sya’ban. dan puasa enam hari setelahnya seperti berpuasa selama dua bulan. Puasa pada hari Arafah bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Puasa pada bulan Ramadhan seperti berpuasa sepuluh bulan . Memperbanyak Puasa Pada Bulan Muharrom Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: . 3. Puasa-puasa Sunnah yang Dituntunkan Dalam Islam 1. aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Muslim) 4. Puasa pada hari Asyura’ (10 Muharrom) dan sehari sebelumnya Dari Abu Qotadah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. kemudian melanjutkan dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal. 2. .

14 dan 15. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau begitu saya berpuasa”. Puasa 3 hari setiap bulan Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata. sesungguhnya aku tadi berpuasa”. ال : ) ؟‬ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari datang kepadaku kemudian berkata: “Apakah engkau memiliki sesuatu (dari makanan)?”. adalah beliau biasa tidur separuh malam. Seseorang yang berpuasa sunnah diperbolehkan membatalkan puasanya jika ia menghendaki. Puasa Hari Senin dan Kamis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amal-amal ditampakkan pada hari senin dan kamis. dan tidur pada seperenamnya. dan minum serta tidak melakukan halhal yang membatalkan puasa. maka aku suka jika ditampakkan amalku dan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Berpuasa Sehari dan Berbuka Sehari (Puasa Dawud ‘alaihis salam) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‫إ‬ ‫إ‬ : (‫ق‬ “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Dawud. kemudian beliau memakannya (HR.or.” (HR.“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yakni bulan Muharrom.id . kemudian kami berkata: “tidak”. dikeluarkan oleh An-nasa’i dan yang lainnya) 8.” (Hadits Hasan. maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bawalah kemari.” Beberapa Hal yang Terkait Dengan Puasa Sunnah Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan. Muslim) Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah sedangkan suaminya bersamanya kecuali dengan seijin suaminya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‫ال‬ ‫إال‬ Sumber artikel:muslim. Muslim) 7. dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Dawud. Muslim) 6. adalah beliau berbuka sehari dan berpuasa sehari. :( ‫. dan tidak ada qodho atasnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa pada hari senin. dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. beliau bersabda: “Ia adalah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus (atau diturunkan (wahyu) kepadaku ). berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar. kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang pada hari yang lain kemudian kami katakan: “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami dihadiahi haisun (kurma yang dicampur minyak dan susu yang dihaluskan). dan bangun pada sepertiganya. Bukhari Muslim) : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpuasa pada tiga hari ‘baidh’: tanggal 13. (HR.

Jenis-jenis Puasa •Puasa yang hukumnya wajib oPuasa Ramadan oPuasa karena nazar oPuasa kifarat atau denda •Puasa yang hukumnya sunah . Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah." Hikmah Puasa Ibadah shaum Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mu’min adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam QS.ke seluruh wilayah.. "Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la allakum tataquun" “ Wahai orang-orang yang beriman. semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.Puasa dalam agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa.namun justru malah menjalankan keinginan keinginan Allah lah yang terkandung di dalam AlQuran. •Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal) •Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijjah) •Hari-hari Tasyrik (11. tidak lesu. dan 13 Zulhijjah) Perintah dalam Al-Quran Perintah berpuasa dari Allah terdapat dalam Al-Quran di surat Al-Baqarah ayat 183. Waktu haram puasa adalah waktu saat umat Muslim dilarang berpuasa. pantang mundur) dari semangat ummat islam untuk bangkit menyebarkan ayat-ayat Allah. dimana dikondisi ummat islam saat itu baru saja hijrah dari mekkah setelah di tekan dari berbagai sisi kehidupan.Baqarah/2: 183. telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Hikmah puasa adalah ketika semua orang bergembira. 12. Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Al. sehingga meraih Taqwa perintah pusa jatuh pada madinah. secaara artian adalah menahan keinginan hawa nafsu(atau jasad/diri). namun di sinilah terlihat sifat kesabaran(tidak lemah. perintah puasa lebih menekankan kedalam aktifitas sendi kehidupan. sehingga lebih optimal lagi dalam menjalankan ibadah yang Allah inginkan. untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. dimana mampunya kita untuk menahan hawa nafsu kita (bahkan hingga makan dan minum pun kita tahan) kemudian menjalankan keinginan Allah sepenuhnya. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183. Secara Aktivitas] Puasa adalah menahan. Ali ‘Imran/3: 146. namun tata caranya tetap sama.. mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari. seseorang itu perlu turut bersama merayakannya.

10 Desember 2003. karena semua ini adalah perkiraan-perkiraan. Ahmad dan banyak ulama terkemuka mengikutinya.Berakal sehat 3. Abu Dawud 2433.oPuasa 6 hari di bulan Syawal oPuasa Arafah oPuasa Senin-Kamis oPuasa Daud (sehari puasa. atau karena dia tidak mendengar bahwa ulama salaf biasa berpuasa dalam Syawal. At-Tirmidzi 1164] Hukum Puasa Syawal Hukumnya adalah sunnah: "Ini adalah hadits shahih yang menunjukkan bahwa berpuasa 6 hari pada Syawal adalah sunnah. yang tidak bisa digunakan untuk menolak Sunnah yang shahih. 10/389] . Asy-Syafi'i.Mengetahui waktu diterimanya puasa Rukun puasa : 1. 11:11:08 Dalil-dalil tentang Puasa Syawal Dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal." [Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta'.Orang yang sedang berada di tempat (tidak sedang safar) Syarat sah puasa : 1. Ahmad 5/417.Beragama Islam 2. maka menjadi bukti bagi yang tidak mengetahui. Jika sesuatu telah diketahui. maka itulah puasa seumur hidup'.Niat 2. seperti. sehari tidak) oPuasa Asyura (pada bulan muharam) Syarat wajib puasa : 1.Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk) 3.Baligh (sudah cukup umur) 4. khawatir orang yang tidak tahu menganggap ini bagian dari Ramadhan." [Riwayat Muslim 1984.Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari Hukum dalam puasa Sunnah 6 hari bulan Syawal Penulis: Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah lil Buhuts wal Ifta' Fiqh.Mampu melaksanakannya 5. atau khawatir manusia akan menganggap ini wajib. Tidaklah benar untuk menolak hadits ini dengan alasan-alasan yang dikemukakan beberapa ulama dalam memakruhkan puasa ini.Suci dari haid dan nifas 4.Islam (tidak murtad) 2.

Tidak harus dilaksanakan berurutan. ini juga diperbolehkan." [Al-Majmu' Syarh AlMuhadzdzab] Bagaimanapun juga bersegera adalah lebih baik: Berkata Musa: 'Itulah mereka telah menyusul aku.. melainkan sunnah. apapun yang lebih mudah bagi seseorang. supaya Engkau ridho kepadaku. tapi jika seseorang memisahkannya atau menunda pelaksanaannya hingga akhir Syawal. dia harus berpuasa terlebih dahulu. 10/391] Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: "Shahabat-shahabat kami berkata: adalah mustahab untuk berpuasa 6 hari Syawal. 10/392] Tanya : Bagaimana kedudukan orang yang berpuasa enam hari di bulan syawal padahal punya qadla(mengganti) Ramadhan ? Jawab : Dasar puasa enam hari syawal adalah hadits berikut "Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari Syawal maka ia laksana mengerjakan puasa satu tahun.Hal-hal yang berkaitan dengannya adalah: 1.. [QS Thoha: 84] 2. karena dia tidak bisa melanjutkan puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal. ." [Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta'. Kami tidak berbeda pendapat mengenai masalah ini dan inilah juga pendapat Ahmad dan Abu Dawud. karena dia masih berada pada makna umum dari hadits tersebut." Jika seseorang punya kewajiban qadla puasa lalu berpuasa enam hari padahal ia punya kewajiban qadla enam hari maka puasa syawalnya tak berpahala kecuali telah mengqadla ramadlannya (Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin) Hukum mengqadha enam hari puasa Syawal . "Hari-hari ini (berpuasa syawal-) tidak harus dilakukan langsung setelah ramadhan. dan mereka boleh menjalankannya secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal. kecuali dia telah menyempurnakan Ramadhan-nya terlebih dahulu. Ya Rabbi. Dari hadits ini mereka berkata: Sunnah mustahabah melakukannya secara berurutan pada awal-awal Syawal. Tidak boleh dilakukan jika masih tertinggal dalam Ramadhan "Jika seseorang tertinggal beberapa hari dalam Ramadhan. Dan aku bersegera kepada-Mu. dan ini (hukumnya-) tidaklah wajib." [Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta'. lalu baru boleh melanjutkannya dengan 6 hari puasa Syawal. Boleh melakukannya satu hari atau lebih setelah 'Id.

apakah mendapat pahala puasa Syawal enam hari Pertanyaan Syaikh Abduillah bin Jibrin ditanya : Jika seorang wanita berpuasa enam hari di bulan Syawal untuk mengqadha puasa Ramadhan. sunat hukumnya dan bukan wajib berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.Pertanyaan Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Seorang wanita sudah terbiasa menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal setiap tahun.Dan aku bersegera kepada-Mu. Apakah diharuskan baginya untuk mengqadha puasa Syawal yang enam hari itu setelah mengqadha puasa Ramadhan walau puasa Syawal itu dikerjakan bukan pada bulan Syawal ? Ataukah puasa Syawal itu tidak harus diqadha kecuali mengqadha puasa Ramadhan saja dan apakah puasa enam hari Syawal diharuskan terus menerus atau tidak ? Jawaban Puasa enam hari di bulan Syawal. setelah mendapat kesucian ia mengqadha puasa Ramadhan. apakah ia mendapat pahala puasa enam hari Syawal ? Jawaban Disebutkan dalam riwayat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda (yang artinya) : "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari bulan Syawal . pada suatu tahun ia mengalami nifas karena melahirkan pada permulaan Ramadhan dan belum mendapat kesucian dari nifasnya itu kecuali setelah habisnya bulan Ramadhan. Ya Rabbku.. "Artinya : Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian disusul dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka puasanya itu bagaikan puasa sepanjang tahun" [Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya] Hadits ini menunjukkan bahwa puasa enam hari itu boleh dilakukan secara berurutan ataupun tidak berurutan. karena ungkapan hadits itu bersifat mutlak. akan tetapi bersegera melaksanakan puasa enam hari itu adalah lebih utama berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya) : ". agar supaya Engkau ridha (kepadaku)" [Thaha : 84] Juga berdasarakan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang menunjukkan kutamaan bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa Syawal secara terus menerus akan tetapi hal itu adalah lebih utama berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya) : "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus dikerjakan walaupun sedikit" Tidak disyari'atkan untuk mengqadha puasa Syawal setelah habis bulan Syawal. karena puasa tersebut adalah puasa sunnat. baik puasa itu terlewat dengan atau tanpa udzur. Mengqadha enam hari puasa Ramadhan di bulan Syawal.

atau suaminya sedang tidak hadir . maka makruh hukumnya bagi sang suami untuk melarang istrinya berpuasa jika puasa itu tidak membahayakan diri istrinya atau menyulitkan istrinya dalam mengasuh atau menyusui anaknya. Apakah suami berhak untuk melarang istrinya berpuasa Syawal Pertanyaan Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya : Apakah saya berhak untuk melarang istri saya jika ia hendak melakukan puasa sunat seperti puasa enam hari Syawal ? Dan apakah perbuatan saya itu berdosa ? Jawaban Ada nash yang melarang seorang wanita untuk berpuasa sunat saat suaminya hadir di sisinya (tidak berpergian/safar) kecuali dengan izin suaminya. atau karena perjalanan atau karena haidh. hal ini untuk tidak menghalangi kebutuhan biologisnya. maka berdasarkan hadits ini barangsiapa yang tidak menyempurnakan puasa Ramadhan dikarenakan sakit. atau karena nifas maka hendaknya ia menyempurnakan puasa Ramadhan itu dengan mendahulukan qadhanya dari pada puasa sunnat. berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : "Tidak halal bagi seorang wanita unruk berpuasa saat suminya bersamanya kecuali dengan seizinnya" dalam riwayat lain disebutkan : "kecuali puasa Ramadhan" Adapun jika sang suami memperkenankannya untuk berpuasa sunat. termasuk puasa enam hari Syawal atau puasa sunat lainnya. baru disyariatkan untuk melaksanakan puasa enam hari Syawal agar bisa mendapatkan pahala atau kebaikan yang dimaksud. baik itu berupa puasa Syawal yang enam hari itu ataupun puasapuasa sunnat lainnya. Jika telah menyempurnakan qadha puasa Ramadhan. Jika suaminya itu tidak membutuhkan hajat biologis kepada istrinya. Dan seandainya wanita itu berpuasa tanpa seizin suaminya maka boleh bagi suaminya untuk membatalkan puasa istrinya itu jika suaminyta ingin mencampurinya. Dalam hadits lain disebutkan (yang artinya) : "Puasa Ramadhan sama dengan sepuluh bulan dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan dua bulan" Yang berarti bahwa satu kebaikan mendapat sepuluh kebaikan. Dengan demikian puasa qadha yang ia lakukan itu tidak bersetatus sebagai puasa sunnat Syawal.maka seakan-akan ia berpuasa setahun" Hadits ini menunjukkan bahwa diwajibkannya menyempurnakan puasa Ramadhan yang merupakan puasa wajib kemudian ditambah dengan puasa enam hari di bulan Syawal yang merupakan puasa sunnah untuk mendapatkan pahala puasa setahun. Hukum puasa sunnah bagi wanita bersuami Pertanyaan Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Bagaimanakah hukum puasa sunat bagi wanita yang telah bersuami ? Jawaban Tidak boleh bagi wanita untuk berpuasa sunat jika suaminya hadir (tidak musafir) kecuali dengan seizinnya.

wikipedia. terutama pada hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa sunat yaitu : Puasa hari Senin dan Kamis. (Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah. maka dibolehkan baginya menjalankan puasa sunat. edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita Muslimah. puasa pada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah dan di hari 'Arafah. puasa tiga hari dalam setiap bulan.or. atau wanita itu tidak bersuami.salafy. puasa 'Asyura serta puasa sehari sebelum atau setelahnya.(bepergian).php?id_artikel=383 .id/print. puasa enam hari di bulan Syawal. Amin bin Yahya Al-Wazan) SUMBAER : http://id.org/wiki/Puasa_dalam_Islam http://www.

#9f¾ff°–½f°–f¯f¾  f½f¾ff¯f f°f ff½f¾f½f f f°ff° f° .¾¯%  9f¾ff °° f°f¯¾ f¾f¾fff#fff¾ff¯ ¾f f  #¯f f¯f f¯½ff°½f ff¾ °° f°f¯¾ ¯fff¾f©f f¯½ff°f¯f f°f ff¯ f ff° ½f¾f #f¾f¾fff#fff¾ff¯½ °f f°f °f°–½f¾f½f f f¾ °°  f ¾f f  #ff fff ff ff° f°f ff ¾%ff °f°%f% ½f f% # % .f¯  f°¾fff°–½f°–f¯f¾  f¾ff€f f ff¾ff¯ff¯ #% .¾¯%  f°–¾ f   ½f¾f¾°°f¾ f°–f°¾f¯°f ¾f¯f°f nf °–f°¾ ©° ¾f¯°f f¾f¾fff#fff¾ff¯ ¾f f      &&   &              ¯ f  ¯¾¯    .¾¯% &   & %     & ' &  &                %  &          '  '           #f¾f¾fff#fff¾ff¯¯ ¯ °ff°f¯° ½f¾f½f f–ff# f #  f°––f  f° #%f ¾f¾f°   ff° ° °f¾f# f°f°–f°°f%   ½f¾f f f°  f f%9f¾ff #ff¾¾ff¯% f¾f¾fff#fff¾ff¯ ¾f f  "   &&  & &  & "   & &   &  &  &     &    "  %        %             '' &   &  &  & %                               #9f¾ff°–½f°– ¾fff ff½f¾f-f f  f°¾fff°–½f°– ¾fff ff ff-f f f ff f f¾f ¾ ½f¯ff¯  f° f°–°½f f¾ ½ –f°f  f°  ½f f¾ ½  °f¯°f f ff f  f¾ f f° ½f¾f¾ f # f½fff°–@ f  °–f°9f¾f°°f   °f½f¾f¾°°f¾  f  €f©f©f ¯¯ff°  f°¯°¯¾ f f¯ ff°f ff°–¯ ¯ fff°½f¾f   f °–f°½f¾ff© ¯ff°f°ff¾ ff°¾ ¯€f©f   ¾ f°–f°– ½f¾f¾°°f ½   f°¯ ¯ fff°½f¾f°f©ff¯ °– ° f  f° f f f ff¾°f    & %    &   &  % %&           %  &                  f¾f¾fff#fff¾ff¯¾ff ff°– ½f f ¯ f° ff #½ff °–f ¯ ¯¾ ¾f% f¯ff°f°%"#  ¯ f°f¯ ff # f# f¾f¾fff#fff ¾ff¯ ¾f f #ff –¾ff ½f¾f#  ¯ f°f¾f¾fff#fff¾ff¯ ff°– ½f fff°–f° ¯ f°f¯fff° #Jfff¾f¾ ¾°––°ff¯ f ff¾° %¯ff°– nf¯½¯°f f°¾¾f°– f¾f°% ¯fff¾f¾fff#fff¾ff¯ ¾f f # fff ¯f ¾ ¾°––°fff  ½f¾f#  ¯ f° f¯ ¯ff°°f%  .¾¯%  9f¾ff¾ f½ f° f fff ff#f° f ff  %  f.

f¾  f¾f ff°–   f ff¯f . #¯f°$    nfff¾     9f¾ff ff¯ °ff° ¾ nfffff°f ff¯ °ff° °–°f°ff°f€¾%ff©f¾f $ % °f¯° ©¾¯ff¯ °©ff°f° °–°f° °–°f°fff°– f° °–  ff¯.   fff$  ¯f f f f ¾f¯¾ ° f ff¯ f¯f°¾f°¾f f ff¯¯ °©ff° ½ .f° ¾ °––f  ½¯ff– ff¯¯ °©ff°f° f ff°–f°–°f°  ½ °f½f¾f ¯ ° f°f° ff¯f€f¾¾ °   ½f°  ¯f°f¯f¯½°ff° ¯ °ff°ff°f€¾f% ff°°––f¯ff° f°¯°¯½°fff°% ¯ f°¯ °©ff°f°  °–°f°f¾ ½ °°f ¾ °––f¯ f@ff ½ °f½¾f©f½f f¯f °f  ¯f°f ° ¾¯¯f¾f¯¾ff f¾f©f©f f¯ f ¾  f  f° f  f–f¾¾  ½f° °f¯° ¾°f f¾€f ¾f ff°% f ¯f   f ¾ ½f°f°–¯° % f¾ ¯f°–f¯¯f¾f¯° f°–¯ ° ff°ff fff   ¾ ff   °¾ © °¾9f¾f %9f¾ff°–¯°ff©  9f¾ff¯f f° 9f¾ff °f°ff 9f¾f€ffff ° f %9f¾ff°–¯°f¾°f .f° 9 °f ½f¾f ff  f½f ff¯ .9f¾f ff¯f–f¯f¾f¯f°f¯ °ff°  f¯ff° f°¯°¯¾ f¾ –ff½  ff°f°– ¾f ¯ ¯ fff°½f¾f ¯f f  €f©f°––ff  °f¯¯fff °¯ °°–ff°  fff°¾ f°–¯¾¯ 9 °f½f¾f €¯f°f° f½f f .¾¯ ff°– ½f¾f ¯f½f¾ff ff f ¾ ¯ff°– – ¯ f ¾ ¾ f°–½  ¾f¯f¯ fff°°f  %fff %ff% %fff  f%©©f% %f f@f¾%   f°©©f% 9 °f ff¯ .f°¾f fffff   ½f¾f¯ ½ff°¾ff¾f f¯f°¾f¯ @  f½f½f¾ff©  f°½f¾f¾°°f °f¯° ffnff°f f½¾f¯f  Jfff¯½f¾ff fff¾ff¯f.f°f ff#–– f° #¾ ½ f°– ¯f¾  ff¯.f° ¾f fffff  fffff °fff¯f° fff¯¾¾ff¯f¯ff f fff °f¯°f ¯f ff¯ff°  #Jfff°– f°–f°– ¯f°  f f© f° ff¾f¯ ½f¾f¾ f–f¯f°f f f© f° ff¾¯f ¯ff°–¾ ¯f¯ ¾ ¯–ff¯¯ °©f f°– f°–f°– ff  ¯f9f¾f  f f¾f¯f¯f f°f°– f© f°f ½f f¾ f½¯#¯°f ff f ff°– ©f° °¯ °–f¯ f ½f ff¾ ½ f°–  f ff¯.

¾¯ ¯f $   f   @¯    ¯9f¾fff  ¯°ff ff¾°°f  °f fff ¾¾ff°–¯ °°©f° ff ½f¾ff½f f fff ff¾°°f ¾ f€  ¯f  f° f°ff¯f  ¯f¯ °–°f @ ff °f °¯ °ff ¾° °–f°ff¾f° ff¾f°f°–  ¯ff° f½ff¯f ff¯¯ ¯ff° ½f¾f° ¾ ½  fff°–f°– ff¯ °–f°––f½° f–f° ff¯f f° ffff ¯f°¾fff°¯ °–f°––f½°f© fff °f f f¯ ° °–f fff¯f¾ff€ f¾f ½f¾f ff¯ff f °f¾ ¯f°f ff½ ff° ½ ff° f°– f ¾f –°ff°° ¯ °f°°ff°–¾f f¾ ¾f f  f ¯ff¯ °©f   f–f°– f ¯ °– f  ffff f©°f ff ¯f ¾f€f $  . °– ff  ¯f°f½f¾f °½f¾f   -f  .9f¾ff  f°ff 9f¾ff€f 9f¾f °° f¯¾ 9f¾ff %¾ f½f¾f ¾ f f% 9f¾f¾f%½f f f°¯ff¯% fff© ½f¾f   f–f¯f¾f¯  ff¾ f  f–%¾ fn½¯%  . °°––ff°¾ –ffff°–¯ ¯ fff°½f¾f f  €f©f°––f  °f¯¯fff   ¯ ff¯½f¾f°°ff f°ff 9 °¾ fff f©°f f ¯f ¾f€f    ¾ ¯     f f °f°–9f¾fff  f  f fff°  f¾f¾fff fff¾ff¯ ¾f f  f½ff°– ½f¾ff¯f f° f°¯ f°©f°°f °–f°f½f fff ¯fff½f¾f¾ ¯ ½  ff.¯¯f% f½f¯ ¯ ff°f°– f f°f°– %  n ff  f°°€f¾  .f¯½¯ f¾f°ff°°f  f°–f°–¾ f°– f f  ¯½f% f¾ f°–¾f€f% ff¾f½f¾f   ¾f¯% f¯f %  .

 ff  ¾½ff°–f  ½f f  . f ff°– ff° °–f°°ff ff   @ ff¾ f¾f°ff° f°  f f°% ½f¾f¾ff % ff¾ ff°f°–¾°–¾  ff¯f f°   ¯ ff°°f ¾ffff ¾  f   f°¯  f  ¯ °©ff°f°°f¾ nff f°ff ½¾f ¾ f¯f f°ff f½f½°f°– ¯ f f–¾ ¾ f°–   f°°%¯°f % fff©  ¯ f°f°¾°°f  ffff f©°f ff ¯f ¾f€f $   ¯f¯° -fff¯ff ff  ff f ¾ff ff¯ ff f ff¯¾ff ° ½f¾ffff ff ¾° ¯  f ff °°f¯¾ff f¯ ff°°f¾ nff f°½f fff ffff f½©f ¾ ¾ f°–¯ ¯¾ff°°fff¯ °° f½ f¾f°ff°°f°––ffff °©–f ½   f°  f °f f¯f¾ f f½f f¯f°f¯¯ ff ¾ ¾  f¯ f  f½ ° f½f ¯ °– °f¯f¾ff° f°°f©–f½ ° f½f¯f  f° f   .f©¯ f .f¯¯f  °ffD¾f¯°%   ¯¯ °–f f °f¯f½f¾fff .f  f   f–f¯f°f½°©–f ¾ – ff ff  f  ff.¾f  f¯  f f¯ °¾f f° f ¾ – f ½f f .@f     @ f   ff°©f¯f¾ °––f ff¯f¯f f°  f¾ ¾ f°– °––f f½ff ff¯f¯f f°  ff¾ ½f¾f   f f f  ¯ f°©f°°f °–f°f½f¾fff f °f f f ¾f¯ f°©f°½f¾ff¯f f° °–f°f½f¾fff  nf f f¯ ° ¯½°ff°f¯f f° °f   f   ffff f©°f ff ¯f ¾f€f $   @f°f  f–f¯f°f  f°f°–f°– ½f¾f °f¯f  f°¾ff½f ff½°f f f%¯ °––f°%f¯f f°"  ff  f¾f½f¾f °f¯f¾fff fff ¾   ff°–¾f½f ½f¾ff¯f f°f¯ °–°f °–f° °f¯fff¯ffff¾f°f ¯ °– ©ff°½f¾f¾ff°   f¾ ¾ f°–½°f f© f°f f½f¾ff ½f¾f °f¯f½f fff½°f f© f°f f °f¯f¯ff½f¾f¾ff°ff ½fff nf f¯ °–f ff¯f f°°f%f .

 ff  f–f¾½ff°–f f% ½f f%  @ff    –f  f¾fff° f f f f  f°¾ °°ff°–¯ °°©f°f¯ff° ¾ – f f° ¯ f ¯ f ff¯¯ ff° ff° @ f f© f°°¯ f¾f°ff°½f¾fff¾ nff  ¾¯ ° ¾ff° f½ff ff f¯f  f¾ff°¾f ff¾ffff fff ¾ff¯%f°–f°f%  ¯ff°f°–½f°– n°fff fff°– ¾¯ ° ¾  ©ff° ff½°¾    @ f ¾f ff°°¯ °–f f½f¾fff¾  ff ¾ f°ff f °f½f¾f ¾  f ff½f¾f¾°°f  f½f¾f  f °–f°fff°½f    . °–f f °f¯f½f¾ff¯f f°  f°ff f½ff¯ ° f½f½fff½f¾fff °f¯ f  9 f°ff° f f ° ° f°f f¾ f°–f°f ½f¾f °f¯f  f°ff° ¯ °–f f½f¾ff¯f f° f½fff¯ ° f½f½fff½f¾f °f¯fff"  ff f° ¾ f° ff¯ff-f fff fff¾ff¯ ff f ¾f f%f°–f°f%  ff°–¾f½ff°– ½f¾f  f°f¯f f° ¯ f°  °–f°½f¾f °f¯f f°ff . 9 f°ff° f  ° ff f°f  f°–f°f¾ f  f¾f¯ °©ff°f°½f¾f °f¯f  f°ff¾ f½f° ½f f¾ff°f¯ °–ff¯°€f¾f °f¯ ff°½f f½ ¯ff° f¯f f° f° ¯¯ ° f½f ¾nf° f°€f¾°f nf¾  ff ¾°f f°f¯f f°  ¾  f¯ ° f½f ¾nf°f¯ °–f f½f¾ff¯f f° ½ff f¾f° f–°f° ¯ °–f f½f¾ffff°– °f¯f¾  f¯ °–f f½f¾ff¯f f°ff½f¾fff   ©ff° f°½f f f°ff"ff½f¾fff ff¾ f f nf ¯ °–f f½f¾ff¯f f°¾f©f f°f½ff½f¾f °f¯fff f¾f° ¾¯ ° ¾ff  f"  ff f° 9f¾f °f¯f  f°ff ¾°f¯°f f° f°f©   f¾ff°¾f ff¾f fff fff¾ff¯  °f  ff°–¾f½f ½f¾f  f°f¯f f° ¯ f° ¾¾ °–f°½f¾f °f¯f  f° ff¯ff½f¾f°f f–ff°½f¾f¾ ½f°©f°–f°   ff° ¯f¯.¾¯ ff¯ f f°f   f ¾°¯ °°©f° ff½f¾f °f¯f   ff°¾ nff f°ff½° f f° f °f°–f½f°f ¾ ¾€f¯f ff° f½ ¾ – f¯ f¾f°ff°½f¾f °f¯ ff ff f¯f  f¾ff°€¯f°f f°ff@f ff%f°–f°f%  f°f ¾ – f ½f f .

¯ff¾ ff° ff°f ½f¾f¾ f°  f ¾°¯ °°©f° ff f© f°°f¯ ° ¯½°ff°½f¾ff¯f f°f°–¯ ½ff° ½f¾ff©  ¯ f° f¯ f °–f°½f¾f °f¯f  f°fff°–¯ ½ff°½f¾f ¾°°f°¯ ° f½ff°½fff½f¾f¾ f° ff¯f ¾f° ¾ f°%f°–f°f%  9f¾f f¯f f°¾f¯f °–f°¾ ½ f° f°½f¾f °f¯f  f°ff¾f¯f °–f° f f°   f°– f ff¾f ff°¯ ° f½f¾ ½ ff° ¯ff  f¾ff°f ¾° ff°–¾f½f f°– f¯ ° ¯½°ff°½f¾ff¯f f° f °ff°¾f fff °f½ ©ff°f°fff °f f  fff °f°€f¾¯ff ° f°ff¯ ° ¯½°ff°½f¾ff¯f f° °–f° ¯ ° ff°f f°f f½f f½f¾f¾°°f  ¯f¾½f¾f °f¯fffff½f¾f¾°f f°°f f f¯ ° ¯½°ff°f f½f¾ff¯f f°  f ¾fff°°¯ f¾f°ff° ½f¾f °f¯ffff–f ¾f¯ ° f½ff°½fffff ff°f°– ¯f¾  °–f° ¯f° ½f¾ff ff°–fff° f ¾ f¾¾ f–f½f¾f¾°°fff   ½ff¾f¯ f°¯ ff°–¾°f ½f¾fff  9 f°ff° f f ° ° f°f ½ff¾ff f°¯ ff°–¾¾ff©ff ° f ¯ ff°½f¾f¾°f¾ ½ ½f¾f °f¯fff"f°f½ff½  ff°¾ff  ¾f"  ff f°  f°f¾f°–¯ ff°–¾ f°–f°f° ½f¾f¾°f¾ff¾f¯°ff  ¾¾°f% f ½ –f°$¾f€f% nf °–f°°¾f¯°f f°° f¯ °–ff°– f° –¾°f  f°¾ f° f°ff°f ½f¾ff°½f¾ °¾f¯°f¯ff   f–¾f¯°f° ¯ ¯ fff°½f¾f¾°f©f¾f¯°f°–°¯ °nf¯½°f f¾f¯°f f ¯ ¯ f°f©f –¾ ½f f¾°f ¯ff¯f¯°f f–¾f°–¾f¯°¯ ff°– ¾°f ½f¾f©f½f¾f f¯ ¯ ffff° ¾°fff¯ °f°¾°f ff¯ ¯ °–f¾ff¯ °¾f°f°f  f ½f½f¾ffff°– °f¯fff½°½f¾f ½f¾f¾°°ff°°f   ¯½f¾f¾°°f f–f°f ¾f¯  9 f°ff° ff ff° f°f  f–f¯f°ff¯½f¾f¾°f f–f°ff°– f ¾f¯"  ff f° @ f   f–f°f° ½f¾f¾°f©f¾f¯°ff % f¯¾f€% nf °–f° ¾ °°f   f¾ff°f ¾f°– fff°  f f°.¾¯ f ff f ff f° ff-f fff fff¾ff¯ ¾f f%f°–f°f%  @ fff f– ¾ f°–f°f° ½f¾f¾ff¾¯°f ¾f¯f°f nf °–f°¾ °°f  ff¯fff° ¾ f°   nf½f¾ff¯f f°   f½°©f¾f°–¾f¯¯ ¯½  °f°f°°f° ½f¾f¾°f ff¾f¯°f¾ f°– ff  .

% ½ –f°% fff°f f ¾f¯ ¯ff   f° f–°f¯ °©ff°f°½f¾f¾°f   f¯f½f ff ff°– f°©f°° ½f¾f¾°ff 9f¾ff °° f°f¯¾ ½f¾f –ff ff¯¾ f½ f° ½f¾f °f¯f  f°ff ½f¾f½f f¾ ½f  f° ©©f f° f f€f ½f¾f ¾f¾ f½f¾f¾ f¾ ¯ff¾  f°f   % fff f¯ f.f f.¾¯f  ¾° ° ¾fff ff@ °f°–Jf°f.¾¯f  ¯° °ff Jff°%    D.  ½ $$ ½ f –$$9f¾f% ff¯%¾f¯ ½ $$ ¾ff€   $½° ½½" %f    .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful