ASKEP GANGGUAN JIWA PADA USILA

* KONSEP DASAR USILA * JENIS GANGGUAN JIWA PADA USILA * ASKEP PADA USILA
R. SAMSON MANAO

A. KONSEP DASAR USIA LANJUT
Definisi :  Menurut UU no 4 tahun 1945 Lansia adalah seseorang yang mencapai umur 55 tahun, tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain (Wahyudi, 2000).
 Usia lanjut adalah sesuatu yang harus diterima

sebagai suatu kenyataan dan fenomena biologis. Kehidupan itu akan diakhiri dengan proses penuaan yang berakhir dengan kematian (Hutapea, 2005).

Batasan Usia Lanjut (WHO):
 Usia Pertengahan (Middle Age), adalah

usia antara 45-59 tahun  Usia Lanjut (Elderly), adalah usia antara 60-74 tahun  Usia Lanjut Tua (Old), adalah usia antara 75-90 tahun  Usia Sangat Tua (Very Old), adalah usia 90 tahun keatas

Tipe Usia Lanjut (Menurut Nugroho W, 2000) :
 Tipe Arif Bijaksana: Yaitu tipe kaya pengalaman,

 


menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, ramah, rendah hati, menjadi panutan. Tipe Mandiri: Yaitu tipe bersifat selektif terhadap pekerjaan, mempunyai kegiatan. Tipe Tidak Puas: Yaitu tipe konflik lahir batin, menentang proses penuaan yang menyebabkan hilangnya kecantikan, daya tarik jasmani, kehilangan kekuasaan, jabatan, teman. Tipe Pasrah: Yaitu lansia yang menerima dan menunggu nasib baik. Tipe Bingung: Yaitu lansia yang kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, minder, pasif, dan kaget.

TEORI-TEORI PROSES PENUAAN A. 2001 .  Teori radikal bebas : Tidak setabilnya radikal bebas mengakibatkan oksidasi-oksidasi bahan organik yang menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi.  Teori autoimun : Penurunan sistem limfosit T dan B mengakibatkan gangguan pada keseimbangan regulasi system imun (Corwin. TEORI BIOLOGI  Teori genetic dan mutasi (Somatik Mutatie Theory) : Menurut teori ini menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang terprogram oleh molekul2 atau DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi.

 Teori apoptosis Pada teori ini lingkumgan yang berubah. DNA membelah denga satu arah. dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah dipakai. makin cepat telomer itu memendek dan akhirnya tidak mampu membelah lagi.  Teori telomere Dalam pembelahan sel. Teori stress Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh. Setiap pembelaan akan menyebabkan panjang ujung telomere berkurang panjangnya saat memutuskan duplikat kromosom. termasuk didalamnya oleh karna stres dan hormon tubuh yang berkurang konsentrasinya akan memacu apoptosis diberbagai organ tubuh. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kesetabilan lingkungan internal. . makin sering sel membelah.

baik secara kualitas maupun kuantitas. TEORI KEJIWAAN SOSIAL  Aktifitas atau kegiatan (Activity theory) bahwa pada lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut bnyak kegiatan social. seseorang secara berangsur-angsur melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya.  Keperibadian lanjut (Continuity theory) bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi tipe personality yg dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi lanjut usia menurun. .  Teori pembebasan (Disengagement theory) Dengan bertambahnya usia.B.

Kondisi stres yang terus menerus dapat mempercepat proses penuaan. yang mempengaruhi kondisi epigenetik yang dpat mempercepat proses penuaan.C. . sinar x dan ultrafiolet dari alat-alat medis memudahkan sel mengalami denaturasi protein dan mutasi DNA. air dan tanah yang tercemar polusi mengandung subtansi kimia. TEORI LINGKUNGAN  Exposure theory: Paparan sinar matahari dapat mengakibatkat percepatan proses penuaan.  Stress theory: Stres fisik maupun psikis meningkatkan kadar kortisol dalam darah.  Polution theory: Udara.  Radiasi theory: Radiasi sinar y.

suara tidak jelas. daya membedakan warna menurun.  Sistem Penglihatan: Menurun lapang pandang dan daya akomodasi mata. terutama pada bunyi suara atau nada yang tinggi. ukurannya lebih besar. Perubahan Fisik  Sel: Jumlahnya menjadi sedikit.  Sistem Persyarafan: Respon menjadi lambat dan hubungan antara persyarafan menurun.  Sistem Pendengaran: Hilangnya atau turunnya daya pendengaran. berat otak menurun 10-20%. sulit mengerti . lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa) menjadi katarak. pupil timbul sklerosis.PERUBAHAN YANG TERJADI PADA USIA LANJUT 1.

 Sistem Respirasi: Paru-paru kehilangan elastisitas.  Sistem GI: Banyak gigi yang tanggal. . kemunduran terjadi krn beberapa factor: Temperatur tubuh menurun. Kemampuan jantung menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun. asam lambung menurun. dan sering timbul konstipasi. peristaltik lemah. Sistem Cardiovaskuler: Katup jantung menebal dan menjadi kaku. sensitifitas indra pengecap menurun. waktu pengosongan menurun. keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak sehingga terjadi rendahnya aktifitas otot. fungsi absorbsi menurun. kehilangan sensitivitas dan elastisitas pembuluh darah.  Sistem pengaturan temperatur tubuh: Pada pengaturan suhu hipotalamus. rasa lapar menurun. pelebaran esophagus.

persendian membesar dan kaku. atropi serabut otot sehingga gerakan menjadi lamban. kifosis. Sistem Genitourinaria: Otot-otot pada vesika urinaria melemah. tendon mengkerut dan mengalami sclerosis. pada wanita sering terjadi atrofi vulva.  Sistem Kulit: Kulit menjadi keriput dan mengkerut karena kehilangan proses keratinisasi dan kehilangan jaringan lemak.  System Muskuloskeletal: Tulang kehilangan cairan dan rapuh. otot mudah kram dan tremor. dan testoteron. progesterone. . selaput lendir mongering.  Sistem Endokrin: Produksi hampir semua hormon menurun dan penurunan sekresi hormone kelamin misalnya: estrogen. elastisitas jaringan menurun dan disertai penurunan frekuensi seksual. penipisan dan pemendekan tulang. berkurangnya elastisitas akibat penurunan cairan dan vaskularisasi.

 Lingkungan. Perubahan Mental Faktor-faktor yang mempengaruhi:  Perubahan fisik.  Tingkat pendidikan. psikomotor terjadi perubahan pada daya membayangkan karena tekanan dari factor waktu.  Perubahan kepribadian yang drastis namun jarang terjadi misalnya kekakuan sikap.  Hereditas. . kenangan jangka pendek yang terjadi 0-10 mnt  Kenangan lama tidak berubah.  Tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal. persepsi. dan ketrampilan.  Kesehatan umum.2. berkurangnya penampilan.  Kenangan.

3. Perubahan dalam cara hidup. teman atau relasi Sadar akan datangnya kematian. Perubahan Psikososial  Ketergantungan fisik dan sosioekonomi. Gangguan syaraf panca indra. . pengasingan dari lingkungan social. kemampuan gerak sempit. kehilangan status. Ekonomi akibat perhentian jabatan. Gizi Kehilangan teman dan keluarga.  Pensiunan. kehilangan financial. Kesepian. biaya hidup tinggi. Penyakit kronis. pendapatan         berkurang.

interpreter dan sebagai sahabat akrab.  Pendekatan Sosial : Perawat mengadakan diskusi dan tukar pikiran. perawat harus mengadakan kontak sesama mereka. menonton televise. . serta bercerita. memberi kesempatan utk berkumpul bersama dengan klien lansia. menanamkan rasa persaudaraan.PERAWATAN LANSIA  Pendekatan Psikis : Perawat punya peran penting untuk mengadakan edukatif yang berperan sebagai support system. rekreasi. terutama bila lansia dalam keadaan sakit.  Pendekatan Spiritual : Perawat harus bisa memberikan kepuasan batin dalam hubungannya dengan Tuhan dan Agama yang dianut lansia.

 Gangguan perilaku adalah yg paling sering berupa agitasi. penyerangan. GANGGUAN DEMENSIA  Suatu gangguan intelektual yang umumnya progresif dan ireversibel. disinhibisi social dan seksual. gangguan tidur dan waham . berteriak. berkelana.  Perubahan karakteristik dari demensia melibatkan fungsi kognisi. bahasa dan fungsi visuospasial. meningkat prevalensinya dgn bertambahnya usia. kegelisahan. JENIS GANGGUAN JIWA PADA USIA LANJUT 1.B. daya ingat. impulsivitas. kekerasan. .

dan selanjutnya ketidakmampuan untuk mencontoh gambar. pasien mungkin memiliki suatu ketidakmampuan mempelajari dan mengingat informasi baru. latihan dan pengawasan aktifitas .  Awalnya. Demensia Tipe Alzheimer  Ditandai oleh penurunan fungsi kognitif dengan onset yang bertahap dan progresif dan daya ingat mengalami gangguan.Terbagi 2 yaitu : 1. dengan relatif terjaganya korteks motorik dan sensorik primer.  Terapi: nutrisi yang tepat.  Penyebab: pemeriksaan neuropatologi dan biokimiawi postmortem menemukan kehilangan selektif neuron kolinergik dan penurunan volume girus pada lobus frontalis dan temporalis. selanjutnya gangguan penamaan.

 Dibandingkan dengan demensia tipe Alzheimer.2.  Dapat dicegah dengan menurunkan factor resiko yang diketehui seperti hipertensi. Demensia Vaskular  adalah tipe demensia kedua yang tersering yg ditandai oleh defisit kognitif yang sama seperti demensia tipe Alzheimer. kelainan gaya berjalan.  Diagnose dapat ditegakkan dengan pencitraan resonansi magnetic (MRI) dan pemeriksaan aliran darah . dan kelemahan pada anggota gerak. respon plantar ekstensor. tetapi demensia ini memiliki tanda dan gejala neurologis fokal. diabetes. seperti meningkatnya reflex tendon dalam. palsi pseudobulbar. dan aritmia. demensia faskuler memiliki onset yang tiba-tiba dan merupakan penyebab pemburukan yang bertahap. merokok.

penurunan BB dan keluhan somatik. ditandai dengan harga diri yang rendah. penurunan nafsu makan.2. putus asa terutama bila hidup sendirian. . perasaan tidak berharga dan kecenderungan menyalahkan diri sendiri dengan ide paranoid dan bunuh diri (perasaan kesepian. kematian pasangan). tidak berguna. gangguan tidur (terutama terbangun dini hari dan sering terbangun di malam hari).  Depresi juga kemungkinan berhubungan dengan penyakit fisik yang dialami dan medikasi yang digunakan untuk mengobati penyakit tersebut.  Lanjut usia rentan terhadap episode depresif berat dengan ciri melankolik. GANGGUAN DEPRESIF  Tanda dan gejala yang sering adalah penurunan energy dan konsentrasi. tidak berdaya.

.  Tanda dan gejala mania pada lanjut usia adalah serupa dengan tanda dan gejala pada orang dewasa yang lebih mudah dan berupa mood yang meninggi.3.  Lithium tetap merupakan terapi terpilih untuk mania tetapi pemakaiannya pada lanjut usia harus dimonitor dengan cermat. walaupun prefalensi seumur hidup sebesar 1 % adalah stabil sepanjang hidup. impulsivitas dan sering sekali asupan alcohol yang berlebihan. karena penurunan klirens pada lanjut usia menyebabkan toksisitas lithium adalah resiko yang bermakna. distrakbilitas. penurunan kebutuhan akan tidur. GANGGUAN BIPOLAR I  Biasanya dimulai pada masa dewasa pertengahan. ekspansif dan mudah tersinggung.

Orang lanjut usia dengan skizofrenik adalah berespon baik terhadap obat antipsikotik. .  Kira-kira 20 persen orang skizofrenia tidak menunjukkan gejala aktif pada usia 65 tahun. Psikopatologi menjadi kurang jelas saat pasien bertambah tua.4. 80 persen menunjukkan gangguan dengan berbagai tingkatan. dianjurkan dirawat di rumah sakit dalam waktu jangka panjang.  Medikasi harus diberikan dengan hati-hati. SKIZOFRENIA  Biasanya mulai pada masa remaja akhir atau masa dewasa muda dan menetap seumur hidup.  Pasien yang tidak mampu merawat dirinya sendiri.

isolasi sosial. Prognosis cukup baik pada sebagian besar kasus. gangguan ini dapat terjadi kapan saja dalam periode geriatrik.  Gangguan ini timbul selama beberapa tahun dan tidak disertai dengan demensia. tetapi. dan ketulian. penyakit medis atau pembedahan yang menimbulkan kecacatan. gangguan penglihatan. pensiun. dengan hasil terbaik dicapai melalui kombinasi .5. GANGGUAN DELUSIONAL  biasanya antara usia 40 dan 55tahun. keadaan finansial yang tidak baik. kehilangan pekerjaan.  Sindroma delusional mungkin juga diakibatkan oleh medikasi atau merupakan tanda awal tumor otak.  Gangguan delusional terjadi dibawah stress fisik dan psikologis pada orang yang rentan dan mungkin dicetuskan oleh kematian pasangan.

.6.dan gangguan stress pascatraumatik.  Menurut Erik Erikson. fobia. GANGGUAN KECEMASAN  Gangguan kecemasan berupa gangguan panic. gangguan paling sering adalah fobia sebanyak 4 persen dan gangguan panik sebanyak 1 persen. gangguan obsesif kompulsif. tanda dan gejala fobia pada usia lanjut kurang parah dibandingkan pada orang yang lebih mudah tetapi efeknya sama.  Gangguan paska traumatic sering lebih parah pada usia lanjut dibandingkan pada orang muda karena adanya kecatatan fisik yang menyertai pada usia lanjut. gangguan kecemasan umum. gangguan stres akut.  Menurut ECA.

Tetapi prosedur invasif yang memiliki resiko tinggi.7. .  Gangguan biasanya kronis dan pemeriksaan fisik ulang berguna untuk menenteramkan pasien bahwa mereka tidak memiliki penyakit yang mematikan. GANGGUAN SOMATOFORM  Ditandai oleh gejala fisik yang menyerupai penyakit medis. harus dihindari.

penyebab gangguan tidur pada lanjut usia adalah gangguan tidur primer.  Disamping perubahan fisiologis dan sistem regulasi. GANGGUAN TIDUR  Fenomena yang berhubungan dengan tidur yang lebih sering adalah gangguan tidur. . gangguan mental lain.8. kondisi medis umum. dan faktor sosial dan lingkungan. mengantuk di siang hari dan tidur sejenak di siang hari .

ASKEP GANGGUAN JIWA PADA USIA LANJUT 1. Tujuan Asuhan Keperawatan lanjut usia: Meliputi :  Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari- hari secara mandiri dengan:  Peningkatan kesehatan (health promotion)  Pencegahan penyakit  Pemeliharaan kesehatan sehingga memiliki ketenangan hidup dan produktif sampai akhir hidup  Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan seharihari secara mandiri dengan mempertahankan kesehatan serta kemampuan dari mereka yang usianya telah lanjut dgn jln perawatan dan .

bila mereka menjumpai suatu kelainan tertentu  Mencari upaya semaksimal mungkin. Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup atau semangat hidup klien lanjut usia (life support)  Menolong dan merawat klien lanjut usia yang menderita penyakit dan mengalami gangguan tertentu (kronis maupun akut)  Merangsang para petugas kesehatan (dokter. agar para klien lanjut usia yang menderita suatu penyakit/gangguan. perawat) untuk dapat mengenal dan menegakkan diagnosa yang tepat dan dini. masih dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa suatu pertolongan (memelihara kemandirian secara maksimal) .

Peningkatan kesehatan (helath promotion) b. Pencegahan penyakit (preventive) c. Fokus Keperawatan Lanjut Usia a. Mengatasi gangguan kesehatan yang umum .2. Mengoptimalkan fungsi mental d.

3. Pengkajian Tujuan:  Menentukan kemampuan klien untuk memelihara diri sendiri  Melengkapi dasar-dasar rencana perawatan individu  Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien  Memberi waktu kepada klien untuk menjawab. .

 Kebiasaan makan . Wawancara riwayat kesehatan Pandangan lansia tentang kesehatannya :  Kegiatan yang mampu dilakukan lansia  Kekuatan fisik lansia ( otot .BAB / BAK .  Kebiasaan lansia merawat diri sendiri .Focus Pengkajian Fisik / biologis : 1. minum . pendengaran dan penglihatan).  Kebiasaan lansia dalam memelihara kes dan kebiasaan minum obat .  Perubahan2 fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan. istirahat /tidur .  Kebiasaan gerak badan / olah raga .sendi .

.2. dan auskultasi untuk mengetahui perubahan sistem tubuh. Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. perkusi. pengecapan dan penciuman). Pendekatan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik adalah metode head to toe dan sistem tubuh yang meliputi: Sistem intergumen / kulit Muskuluskletal Respirasi Kardiovaskuler Perkemihan Persyarafan Fungsi sensorik (penglihatan. pendengaran.         palpasi.

orientasi terhadap realitas . adanya perasaan sedih dan merasakan kurang perhatian  Hal hal yang perlu dikaji meliputi : . proses pikir lambat. proses fikir  Perlu dikaji alam perasaan.  Perubahan umum yang terjadi meliputi: penurunan daya ingat.Psikologis :  Dilakukan saat berkomunikasi untuk melihat fungsi kognitif termasuk daya ingat. kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

masalah atas stress yang dialami Apakah mudah untuk menyesuaikan diri Apakah usila untuk menyesuikan diri Apakah usila menggali kegagalan . Apakah mengenal masalah masalah        utamanya Apakah optimas mengandung sesuatu dalam kegiatan Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan Apakah merasa dirinya dibutuhkan atau tidak Bagaimana mengatasi .

Sosial Ekonomi :  Bagaimana lansia membina keakraban dengan teman sebaya maupun dengan lingkungan dan bagaimana keterlibatan lansia dalam organi sosial.antara lain : .  Penghasilan yang diperoleh  Perasaan sejahtera dalam kaitannya dengan sosial ekonomi  Hal hal yang perlu dikaji .

Kegiatan organisasi sosial yang diikuti Pandangan lansia terhadap lingkungannya Berapa sering lansia berhubungan dengan orang lain diluar rumah Siapa saja yang bisa mengunjunginya Seberapa besar ketergantungannya Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginan dengan fasilitas yang ada . Kesibukan lansia dalam mengisi waktu luang         . Sumber keuangan . Dengan siapa yang ia tinggal .

Spiritual  Keyakinan agama yang dimiliki dan sejauh mana      keyakinan tersebut dapat diterapkan. Kegiatan keagamaan. Cara menyelesaikan masalah apakah dengan berdoa Apakah terlihat sabar dan tawakal . misalnya pengajian. Hal – hal yang perlu dikaji antara lain : Kegiatan ibadah setiap hari. apakah secara teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan. apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya.

 Perubahan pola eliminasi b/d pola makan yang tidak efektif..DIAGNOSA KEPERAWATAN A.  Gangguan pola nafas b/d penyempitan jalan nafas.  Resiko cidera fisik (jatuh) b/dpenyesuaian terhadap penurunan fungsi tubuh tidak adekuat. . Fisik / Biologis  Gangguan nutrisi (kurang/berlebihan dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat)  Gangguan persepsi sensorik b/d gangguan pendengaran/penglihatan sampai dengan hambatan penerimaan dan pengiriman rangsangan.  Kurangnya perawatan diri b/d menurunnya minat dalam merawat diri.  Gangguan pola tidur b/d kecemasan atau nyeri.

Spiritual  Reaksi berkabung / berduka b/d ditinggal pasangan.B.  Marah terhadap Tuhan b/d kegagalan yang dialami.  Penolakan terhadap proses penuaan b/d ketidaksiapan menghadapi kematian. .  Perasaan tidak tenang b/d ketidakmampuan melakukan ibadah secara tidak tepat.

Cemas berhubungan dengan sumber keuangan yang terbatas . Psikososial  Isolasi Sosial berhubungan dengan perasaan      curiga Menarik diri dari lingkungan berhubungan dengan perasaan tidak mampu Depresi berhubungan dengan isolasi sosial Harga diri rendah berhubungan dengan perasaan ditolak Koping tidak adekuat berhubungan dengan ketidakmampuan mengemukakan perasaan secara tepat.C.

RENCANA KEPERAWATAN  Tujuan perencanaan : Membantu lansia berfungsi seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik. dan sosial dengan tidak tergantung pada orang lain. psikologis.  Tujuan tindakan keperawatan : Tujuan tindakan keperawatan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar antara lain: .

makanan berlemak).  Air 6 – 8 gelas/hari. .  Batasi makanan yang mengandung kalori (gula. makanan manis. minyak. wanita 1700 kalori:  KH 60% dari jumlah kalori  Lemak 15 – 20%  Protein 20 – 25%  Vitamin dan mineral > kebutuhan usia muda.  Usahakan makanan banyak mengandung serat.  Membatasi minum kopi dan teh. Pemenuhan kebutuhan nutrisi Intervensi :  Berikan makanan porsi kecil tapi sering.1.  Kebutuhan kalori laki-laki 2100 kalori.

2. Meningkatkan keamanan dan keselamatan Intervensi:  biarkan menggunakan alat bantu  latih untuk / mobilisasi  menggunakan kaca mata  menemani bila berpergian  meletakkan bel dibawah bantal  tempat tidur tidak terlalu tinggi  lantai bersih. rata dan tidak licin / basah  Peralatan yang menggunakan roda dikunci  Pasang pengaman dikamar mandi  Hindari lampu yang redup dan yang menyilaukan ( sebaiknya lampu 70-100 watt)  Gunakan sepatu dan sandal yang beralat karet .

 Mengingatkan lanjut usia untuk membersihkan lubang telinga. mata dan gunting kuku. . Memelihara kebersihan diri Intervensi :  Mengingatkan / membantu lanjut usia untuk melakukan upaya kebersihan diri  Menganjurkan lanjut usia untuk menggunakan sabun lunak yang mengandung minyak atau gunakan skin lotion.3.

4. . Intervensi :  Menyediakan tempat/waktu tidur yang nyaman  Mengatur lingkungan yang cukup ventilasi. berjalan. dll) untuk melancarkan sirkulasi dan melenturkan otot. bebas dari bau-bauan  Melatih lanjut usia untuk melakukan latihan fisik yang ringan (berkebun.  Memberikan minum hangat sebelum tidur. misalnya susu hangat. Memelihara keseimbangan istirahat / tidur.

 Menyediakan waktu untuk berbincang-bincang dengan lanjut usia.5. Meningkatkan hubungan interpersonal melalui komunikasi efektif. . Intervensi:  Berkomunikasi dengan kontak mata  Memberikan stimulus/mengingatkan lansia terhadap kegiatan yang akan dilakukan.  Memberikan kesempatan kepada lanjut usia untuk mengekspresikan perasaan  Melibatkan lansia untuk keperluan tertentu sesuai dengan kemampuan lansia  Menghargai pendapat lansia  Melibatkan lansia dalam kegiatan sehari–hari sesuai dengan kemampuan.

THANK’S .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful