ASKEP GANGGUAN JIWA PADA USILA

* KONSEP DASAR USILA * JENIS GANGGUAN JIWA PADA USILA * ASKEP PADA USILA
R. SAMSON MANAO

A. KONSEP DASAR USIA LANJUT
Definisi :  Menurut UU no 4 tahun 1945 Lansia adalah seseorang yang mencapai umur 55 tahun, tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain (Wahyudi, 2000).
 Usia lanjut adalah sesuatu yang harus diterima

sebagai suatu kenyataan dan fenomena biologis. Kehidupan itu akan diakhiri dengan proses penuaan yang berakhir dengan kematian (Hutapea, 2005).

Batasan Usia Lanjut (WHO):
 Usia Pertengahan (Middle Age), adalah

usia antara 45-59 tahun  Usia Lanjut (Elderly), adalah usia antara 60-74 tahun  Usia Lanjut Tua (Old), adalah usia antara 75-90 tahun  Usia Sangat Tua (Very Old), adalah usia 90 tahun keatas

Tipe Usia Lanjut (Menurut Nugroho W, 2000) :
 Tipe Arif Bijaksana: Yaitu tipe kaya pengalaman,

 


menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, ramah, rendah hati, menjadi panutan. Tipe Mandiri: Yaitu tipe bersifat selektif terhadap pekerjaan, mempunyai kegiatan. Tipe Tidak Puas: Yaitu tipe konflik lahir batin, menentang proses penuaan yang menyebabkan hilangnya kecantikan, daya tarik jasmani, kehilangan kekuasaan, jabatan, teman. Tipe Pasrah: Yaitu lansia yang menerima dan menunggu nasib baik. Tipe Bingung: Yaitu lansia yang kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, minder, pasif, dan kaget.

TEORI BIOLOGI  Teori genetic dan mutasi (Somatik Mutatie Theory) : Menurut teori ini menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang terprogram oleh molekul2 atau DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi.  Teori autoimun : Penurunan sistem limfosit T dan B mengakibatkan gangguan pada keseimbangan regulasi system imun (Corwin.  Teori radikal bebas : Tidak setabilnya radikal bebas mengakibatkan oksidasi-oksidasi bahan organik yang menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi. 2001 .TEORI-TEORI PROSES PENUAAN A.

dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah dipakai. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kesetabilan lingkungan internal. Teori stress Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh. . DNA membelah denga satu arah.  Teori apoptosis Pada teori ini lingkumgan yang berubah. makin cepat telomer itu memendek dan akhirnya tidak mampu membelah lagi.  Teori telomere Dalam pembelahan sel. termasuk didalamnya oleh karna stres dan hormon tubuh yang berkurang konsentrasinya akan memacu apoptosis diberbagai organ tubuh. makin sering sel membelah. Setiap pembelaan akan menyebabkan panjang ujung telomere berkurang panjangnya saat memutuskan duplikat kromosom.

baik secara kualitas maupun kuantitas. TEORI KEJIWAAN SOSIAL  Aktifitas atau kegiatan (Activity theory) bahwa pada lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut bnyak kegiatan social. seseorang secara berangsur-angsur melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi lanjut usia menurun. .B.  Teori pembebasan (Disengagement theory) Dengan bertambahnya usia.  Keperibadian lanjut (Continuity theory) bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi tipe personality yg dimilikinya.

air dan tanah yang tercemar polusi mengandung subtansi kimia. Kondisi stres yang terus menerus dapat mempercepat proses penuaan.  Polution theory: Udara. .  Radiasi theory: Radiasi sinar y. TEORI LINGKUNGAN  Exposure theory: Paparan sinar matahari dapat mengakibatkat percepatan proses penuaan.  Stress theory: Stres fisik maupun psikis meningkatkan kadar kortisol dalam darah. sinar x dan ultrafiolet dari alat-alat medis memudahkan sel mengalami denaturasi protein dan mutasi DNA.C. yang mempengaruhi kondisi epigenetik yang dpat mempercepat proses penuaan.

suara tidak jelas.  Sistem Pendengaran: Hilangnya atau turunnya daya pendengaran. terutama pada bunyi suara atau nada yang tinggi. lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa) menjadi katarak. sulit mengerti . berat otak menurun 10-20%.  Sistem Persyarafan: Respon menjadi lambat dan hubungan antara persyarafan menurun.  Sistem Penglihatan: Menurun lapang pandang dan daya akomodasi mata.PERUBAHAN YANG TERJADI PADA USIA LANJUT 1. daya membedakan warna menurun. ukurannya lebih besar. pupil timbul sklerosis. Perubahan Fisik  Sel: Jumlahnya menjadi sedikit.

. sensitifitas indra pengecap menurun. Kemampuan jantung menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun. kemunduran terjadi krn beberapa factor: Temperatur tubuh menurun. keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak sehingga terjadi rendahnya aktifitas otot. rasa lapar menurun. Sistem Cardiovaskuler: Katup jantung menebal dan menjadi kaku.  Sistem GI: Banyak gigi yang tanggal. fungsi absorbsi menurun.  Sistem Respirasi: Paru-paru kehilangan elastisitas. waktu pengosongan menurun. pelebaran esophagus. kehilangan sensitivitas dan elastisitas pembuluh darah. peristaltik lemah.  Sistem pengaturan temperatur tubuh: Pada pengaturan suhu hipotalamus. dan sering timbul konstipasi. asam lambung menurun.

persendian membesar dan kaku. berkurangnya elastisitas akibat penurunan cairan dan vaskularisasi. otot mudah kram dan tremor. . pada wanita sering terjadi atrofi vulva. tendon mengkerut dan mengalami sclerosis. atropi serabut otot sehingga gerakan menjadi lamban.  Sistem Kulit: Kulit menjadi keriput dan mengkerut karena kehilangan proses keratinisasi dan kehilangan jaringan lemak. Sistem Genitourinaria: Otot-otot pada vesika urinaria melemah.  Sistem Endokrin: Produksi hampir semua hormon menurun dan penurunan sekresi hormone kelamin misalnya: estrogen. progesterone. selaput lendir mongering. penipisan dan pemendekan tulang. kifosis. elastisitas jaringan menurun dan disertai penurunan frekuensi seksual.  System Muskuloskeletal: Tulang kehilangan cairan dan rapuh. dan testoteron.

berkurangnya penampilan. Perubahan Mental Faktor-faktor yang mempengaruhi:  Perubahan fisik. psikomotor terjadi perubahan pada daya membayangkan karena tekanan dari factor waktu. . persepsi. dan ketrampilan.  Tingkat pendidikan. kenangan jangka pendek yang terjadi 0-10 mnt  Kenangan lama tidak berubah.  Lingkungan.  Kesehatan umum.  Hereditas.  Tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal.  Perubahan kepribadian yang drastis namun jarang terjadi misalnya kekakuan sikap.2.  Kenangan.

kehilangan status. Perubahan Psikososial  Ketergantungan fisik dan sosioekonomi. . pendapatan         berkurang. Gizi Kehilangan teman dan keluarga.  Pensiunan. kemampuan gerak sempit. biaya hidup tinggi. Penyakit kronis. Kesepian. Ekonomi akibat perhentian jabatan. kehilangan financial.3. Gangguan syaraf panca indra. teman atau relasi Sadar akan datangnya kematian. pengasingan dari lingkungan social. Perubahan dalam cara hidup.

serta bercerita.  Pendekatan Sosial : Perawat mengadakan diskusi dan tukar pikiran. memberi kesempatan utk berkumpul bersama dengan klien lansia.PERAWATAN LANSIA  Pendekatan Psikis : Perawat punya peran penting untuk mengadakan edukatif yang berperan sebagai support system. . rekreasi. menonton televise.  Pendekatan Spiritual : Perawat harus bisa memberikan kepuasan batin dalam hubungannya dengan Tuhan dan Agama yang dianut lansia. interpreter dan sebagai sahabat akrab. menanamkan rasa persaudaraan. terutama bila lansia dalam keadaan sakit. perawat harus mengadakan kontak sesama mereka.

. JENIS GANGGUAN JIWA PADA USIA LANJUT 1. kegelisahan. GANGGUAN DEMENSIA  Suatu gangguan intelektual yang umumnya progresif dan ireversibel. gangguan tidur dan waham .  Gangguan perilaku adalah yg paling sering berupa agitasi. penyerangan. meningkat prevalensinya dgn bertambahnya usia. daya ingat. impulsivitas. berteriak.B. bahasa dan fungsi visuospasial. disinhibisi social dan seksual. kekerasan.  Perubahan karakteristik dari demensia melibatkan fungsi kognisi. berkelana.

 Penyebab: pemeriksaan neuropatologi dan biokimiawi postmortem menemukan kehilangan selektif neuron kolinergik dan penurunan volume girus pada lobus frontalis dan temporalis.  Awalnya.  Terapi: nutrisi yang tepat. Demensia Tipe Alzheimer  Ditandai oleh penurunan fungsi kognitif dengan onset yang bertahap dan progresif dan daya ingat mengalami gangguan. selanjutnya gangguan penamaan. dan selanjutnya ketidakmampuan untuk mencontoh gambar. pasien mungkin memiliki suatu ketidakmampuan mempelajari dan mengingat informasi baru.Terbagi 2 yaitu : 1. dengan relatif terjaganya korteks motorik dan sensorik primer. latihan dan pengawasan aktifitas .

respon plantar ekstensor. dan kelemahan pada anggota gerak.  Dapat dicegah dengan menurunkan factor resiko yang diketehui seperti hipertensi. seperti meningkatnya reflex tendon dalam. demensia faskuler memiliki onset yang tiba-tiba dan merupakan penyebab pemburukan yang bertahap. palsi pseudobulbar. diabetes.2.  Diagnose dapat ditegakkan dengan pencitraan resonansi magnetic (MRI) dan pemeriksaan aliran darah . Demensia Vaskular  adalah tipe demensia kedua yang tersering yg ditandai oleh defisit kognitif yang sama seperti demensia tipe Alzheimer.  Dibandingkan dengan demensia tipe Alzheimer. dan aritmia. kelainan gaya berjalan. tetapi demensia ini memiliki tanda dan gejala neurologis fokal. merokok.

tidak berdaya. penurunan BB dan keluhan somatik.2. penurunan nafsu makan. .  Lanjut usia rentan terhadap episode depresif berat dengan ciri melankolik. kematian pasangan). GANGGUAN DEPRESIF  Tanda dan gejala yang sering adalah penurunan energy dan konsentrasi. putus asa terutama bila hidup sendirian. ditandai dengan harga diri yang rendah. perasaan tidak berharga dan kecenderungan menyalahkan diri sendiri dengan ide paranoid dan bunuh diri (perasaan kesepian. gangguan tidur (terutama terbangun dini hari dan sering terbangun di malam hari). tidak berguna.  Depresi juga kemungkinan berhubungan dengan penyakit fisik yang dialami dan medikasi yang digunakan untuk mengobati penyakit tersebut.

3. karena penurunan klirens pada lanjut usia menyebabkan toksisitas lithium adalah resiko yang bermakna. ekspansif dan mudah tersinggung. impulsivitas dan sering sekali asupan alcohol yang berlebihan. walaupun prefalensi seumur hidup sebesar 1 % adalah stabil sepanjang hidup. .  Tanda dan gejala mania pada lanjut usia adalah serupa dengan tanda dan gejala pada orang dewasa yang lebih mudah dan berupa mood yang meninggi. penurunan kebutuhan akan tidur. distrakbilitas.  Lithium tetap merupakan terapi terpilih untuk mania tetapi pemakaiannya pada lanjut usia harus dimonitor dengan cermat. GANGGUAN BIPOLAR I  Biasanya dimulai pada masa dewasa pertengahan.

80 persen menunjukkan gangguan dengan berbagai tingkatan. Psikopatologi menjadi kurang jelas saat pasien bertambah tua.  Pasien yang tidak mampu merawat dirinya sendiri. .4. SKIZOFRENIA  Biasanya mulai pada masa remaja akhir atau masa dewasa muda dan menetap seumur hidup.  Medikasi harus diberikan dengan hati-hati.  Kira-kira 20 persen orang skizofrenia tidak menunjukkan gejala aktif pada usia 65 tahun. dianjurkan dirawat di rumah sakit dalam waktu jangka panjang. Orang lanjut usia dengan skizofrenik adalah berespon baik terhadap obat antipsikotik.

dan ketulian.  Sindroma delusional mungkin juga diakibatkan oleh medikasi atau merupakan tanda awal tumor otak. dengan hasil terbaik dicapai melalui kombinasi .5.  Gangguan delusional terjadi dibawah stress fisik dan psikologis pada orang yang rentan dan mungkin dicetuskan oleh kematian pasangan. tetapi. Prognosis cukup baik pada sebagian besar kasus. keadaan finansial yang tidak baik. pensiun. gangguan ini dapat terjadi kapan saja dalam periode geriatrik. gangguan penglihatan. penyakit medis atau pembedahan yang menimbulkan kecacatan.  Gangguan ini timbul selama beberapa tahun dan tidak disertai dengan demensia. isolasi sosial. GANGGUAN DELUSIONAL  biasanya antara usia 40 dan 55tahun. kehilangan pekerjaan.

tanda dan gejala fobia pada usia lanjut kurang parah dibandingkan pada orang yang lebih mudah tetapi efeknya sama.6. gangguan kecemasan umum.  Gangguan paska traumatic sering lebih parah pada usia lanjut dibandingkan pada orang muda karena adanya kecatatan fisik yang menyertai pada usia lanjut. gangguan stres akut.  Menurut ECA. gangguan obsesif kompulsif. fobia.dan gangguan stress pascatraumatik. gangguan paling sering adalah fobia sebanyak 4 persen dan gangguan panik sebanyak 1 persen. .  Menurut Erik Erikson. GANGGUAN KECEMASAN  Gangguan kecemasan berupa gangguan panic.

GANGGUAN SOMATOFORM  Ditandai oleh gejala fisik yang menyerupai penyakit medis.  Gangguan biasanya kronis dan pemeriksaan fisik ulang berguna untuk menenteramkan pasien bahwa mereka tidak memiliki penyakit yang mematikan. Tetapi prosedur invasif yang memiliki resiko tinggi.7. harus dihindari. .

8. gangguan mental lain. penyebab gangguan tidur pada lanjut usia adalah gangguan tidur primer. . kondisi medis umum.  Disamping perubahan fisiologis dan sistem regulasi. GANGGUAN TIDUR  Fenomena yang berhubungan dengan tidur yang lebih sering adalah gangguan tidur. mengantuk di siang hari dan tidur sejenak di siang hari . dan faktor sosial dan lingkungan.

ASKEP GANGGUAN JIWA PADA USIA LANJUT 1. Tujuan Asuhan Keperawatan lanjut usia: Meliputi :  Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari- hari secara mandiri dengan:  Peningkatan kesehatan (health promotion)  Pencegahan penyakit  Pemeliharaan kesehatan sehingga memiliki ketenangan hidup dan produktif sampai akhir hidup  Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan seharihari secara mandiri dengan mempertahankan kesehatan serta kemampuan dari mereka yang usianya telah lanjut dgn jln perawatan dan .

masih dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa suatu pertolongan (memelihara kemandirian secara maksimal) . perawat) untuk dapat mengenal dan menegakkan diagnosa yang tepat dan dini. agar para klien lanjut usia yang menderita suatu penyakit/gangguan. bila mereka menjumpai suatu kelainan tertentu  Mencari upaya semaksimal mungkin. Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup atau semangat hidup klien lanjut usia (life support)  Menolong dan merawat klien lanjut usia yang menderita penyakit dan mengalami gangguan tertentu (kronis maupun akut)  Merangsang para petugas kesehatan (dokter.

2. Peningkatan kesehatan (helath promotion) b. Pencegahan penyakit (preventive) c. Fokus Keperawatan Lanjut Usia a. Mengoptimalkan fungsi mental d. Mengatasi gangguan kesehatan yang umum .

.3. Pengkajian Tujuan:  Menentukan kemampuan klien untuk memelihara diri sendiri  Melengkapi dasar-dasar rencana perawatan individu  Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien  Memberi waktu kepada klien untuk menjawab.

minum . Wawancara riwayat kesehatan Pandangan lansia tentang kesehatannya :  Kegiatan yang mampu dilakukan lansia  Kekuatan fisik lansia ( otot .Focus Pengkajian Fisik / biologis : 1.BAB / BAK .  Perubahan2 fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan.sendi .  Kebiasaan lansia merawat diri sendiri .  Kebiasaan gerak badan / olah raga . istirahat /tidur . pendengaran dan penglihatan).  Kebiasaan lansia dalam memelihara kes dan kebiasaan minum obat .  Kebiasaan makan .

Pendekatan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik adalah metode head to toe dan sistem tubuh yang meliputi: Sistem intergumen / kulit Muskuluskletal Respirasi Kardiovaskuler Perkemihan Persyarafan Fungsi sensorik (penglihatan. . perkusi. Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. dan auskultasi untuk mengetahui perubahan sistem tubuh. pendengaran.2. pengecapan dan penciuman).         palpasi.

orientasi terhadap realitas . proses pikir lambat. proses fikir  Perlu dikaji alam perasaan.Psikologis :  Dilakukan saat berkomunikasi untuk melihat fungsi kognitif termasuk daya ingat.  Perubahan umum yang terjadi meliputi: penurunan daya ingat. kemampuan dalam menyelesaikan masalah. adanya perasaan sedih dan merasakan kurang perhatian  Hal hal yang perlu dikaji meliputi : .

 Apakah mengenal masalah masalah        utamanya Apakah optimas mengandung sesuatu dalam kegiatan Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan Apakah merasa dirinya dibutuhkan atau tidak Bagaimana mengatasi . masalah atas stress yang dialami Apakah mudah untuk menyesuaikan diri Apakah usila untuk menyesuikan diri Apakah usila menggali kegagalan .

Sosial Ekonomi :  Bagaimana lansia membina keakraban dengan teman sebaya maupun dengan lingkungan dan bagaimana keterlibatan lansia dalam organi sosial.  Penghasilan yang diperoleh  Perasaan sejahtera dalam kaitannya dengan sosial ekonomi  Hal hal yang perlu dikaji .antara lain : .

Kegiatan organisasi sosial yang diikuti Pandangan lansia terhadap lingkungannya Berapa sering lansia berhubungan dengan orang lain diluar rumah Siapa saja yang bisa mengunjunginya Seberapa besar ketergantungannya Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginan dengan fasilitas yang ada . Dengan siapa yang ia tinggal . Kesibukan lansia dalam mengisi waktu luang         . Sumber keuangan .

apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya. Hal – hal yang perlu dikaji antara lain : Kegiatan ibadah setiap hari. Cara menyelesaikan masalah apakah dengan berdoa Apakah terlihat sabar dan tawakal .Spiritual  Keyakinan agama yang dimiliki dan sejauh mana      keyakinan tersebut dapat diterapkan. apakah secara teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan. misalnya pengajian.

 Resiko cidera fisik (jatuh) b/dpenyesuaian terhadap penurunan fungsi tubuh tidak adekuat.  Perubahan pola eliminasi b/d pola makan yang tidak efektif.  Gangguan pola tidur b/d kecemasan atau nyeri.. Fisik / Biologis  Gangguan nutrisi (kurang/berlebihan dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat)  Gangguan persepsi sensorik b/d gangguan pendengaran/penglihatan sampai dengan hambatan penerimaan dan pengiriman rangsangan.DIAGNOSA KEPERAWATAN A.  Gangguan pola nafas b/d penyempitan jalan nafas. .  Kurangnya perawatan diri b/d menurunnya minat dalam merawat diri.

B.  Perasaan tidak tenang b/d ketidakmampuan melakukan ibadah secara tidak tepat. Spiritual  Reaksi berkabung / berduka b/d ditinggal pasangan.  Penolakan terhadap proses penuaan b/d ketidaksiapan menghadapi kematian. .  Marah terhadap Tuhan b/d kegagalan yang dialami.

Cemas berhubungan dengan sumber keuangan yang terbatas . Psikososial  Isolasi Sosial berhubungan dengan perasaan      curiga Menarik diri dari lingkungan berhubungan dengan perasaan tidak mampu Depresi berhubungan dengan isolasi sosial Harga diri rendah berhubungan dengan perasaan ditolak Koping tidak adekuat berhubungan dengan ketidakmampuan mengemukakan perasaan secara tepat.C.

RENCANA KEPERAWATAN  Tujuan perencanaan : Membantu lansia berfungsi seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik. dan sosial dengan tidak tergantung pada orang lain. psikologis.  Tujuan tindakan keperawatan : Tujuan tindakan keperawatan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar antara lain: .

 Membatasi minum kopi dan teh.  Air 6 – 8 gelas/hari. makanan manis.  Kebutuhan kalori laki-laki 2100 kalori. minyak. Pemenuhan kebutuhan nutrisi Intervensi :  Berikan makanan porsi kecil tapi sering. wanita 1700 kalori:  KH 60% dari jumlah kalori  Lemak 15 – 20%  Protein 20 – 25%  Vitamin dan mineral > kebutuhan usia muda.  Batasi makanan yang mengandung kalori (gula. . makanan berlemak).  Usahakan makanan banyak mengandung serat.1.

Meningkatkan keamanan dan keselamatan Intervensi:  biarkan menggunakan alat bantu  latih untuk / mobilisasi  menggunakan kaca mata  menemani bila berpergian  meletakkan bel dibawah bantal  tempat tidur tidak terlalu tinggi  lantai bersih.2. rata dan tidak licin / basah  Peralatan yang menggunakan roda dikunci  Pasang pengaman dikamar mandi  Hindari lampu yang redup dan yang menyilaukan ( sebaiknya lampu 70-100 watt)  Gunakan sepatu dan sandal yang beralat karet .

. Memelihara kebersihan diri Intervensi :  Mengingatkan / membantu lanjut usia untuk melakukan upaya kebersihan diri  Menganjurkan lanjut usia untuk menggunakan sabun lunak yang mengandung minyak atau gunakan skin lotion.3.  Mengingatkan lanjut usia untuk membersihkan lubang telinga. mata dan gunting kuku.

. berjalan.4. Intervensi :  Menyediakan tempat/waktu tidur yang nyaman  Mengatur lingkungan yang cukup ventilasi. Memelihara keseimbangan istirahat / tidur. dll) untuk melancarkan sirkulasi dan melenturkan otot. bebas dari bau-bauan  Melatih lanjut usia untuk melakukan latihan fisik yang ringan (berkebun.  Memberikan minum hangat sebelum tidur. misalnya susu hangat.

 Memberikan kesempatan kepada lanjut usia untuk mengekspresikan perasaan  Melibatkan lansia untuk keperluan tertentu sesuai dengan kemampuan lansia  Menghargai pendapat lansia  Melibatkan lansia dalam kegiatan sehari–hari sesuai dengan kemampuan. Meningkatkan hubungan interpersonal melalui komunikasi efektif. .  Menyediakan waktu untuk berbincang-bincang dengan lanjut usia.5. Intervensi:  Berkomunikasi dengan kontak mata  Memberikan stimulus/mengingatkan lansia terhadap kegiatan yang akan dilakukan.

THANK’S .