P. 1
Pres Usila Ok

Pres Usila Ok

|Views: 113|Likes:
Published by edyrofiq

More info:

Published by: edyrofiq on Sep 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2015

pdf

text

original

ASKEP GANGGUAN JIWA PADA USILA

* KONSEP DASAR USILA * JENIS GANGGUAN JIWA PADA USILA * ASKEP PADA USILA
R. SAMSON MANAO

A. KONSEP DASAR USIA LANJUT
Definisi :  Menurut UU no 4 tahun 1945 Lansia adalah seseorang yang mencapai umur 55 tahun, tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain (Wahyudi, 2000).
 Usia lanjut adalah sesuatu yang harus diterima

sebagai suatu kenyataan dan fenomena biologis. Kehidupan itu akan diakhiri dengan proses penuaan yang berakhir dengan kematian (Hutapea, 2005).

Batasan Usia Lanjut (WHO):
 Usia Pertengahan (Middle Age), adalah

usia antara 45-59 tahun  Usia Lanjut (Elderly), adalah usia antara 60-74 tahun  Usia Lanjut Tua (Old), adalah usia antara 75-90 tahun  Usia Sangat Tua (Very Old), adalah usia 90 tahun keatas

Tipe Usia Lanjut (Menurut Nugroho W, 2000) :
 Tipe Arif Bijaksana: Yaitu tipe kaya pengalaman,

 


menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, ramah, rendah hati, menjadi panutan. Tipe Mandiri: Yaitu tipe bersifat selektif terhadap pekerjaan, mempunyai kegiatan. Tipe Tidak Puas: Yaitu tipe konflik lahir batin, menentang proses penuaan yang menyebabkan hilangnya kecantikan, daya tarik jasmani, kehilangan kekuasaan, jabatan, teman. Tipe Pasrah: Yaitu lansia yang menerima dan menunggu nasib baik. Tipe Bingung: Yaitu lansia yang kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, minder, pasif, dan kaget.

 Teori radikal bebas : Tidak setabilnya radikal bebas mengakibatkan oksidasi-oksidasi bahan organik yang menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi. TEORI BIOLOGI  Teori genetic dan mutasi (Somatik Mutatie Theory) : Menurut teori ini menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang terprogram oleh molekul2 atau DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi.  Teori autoimun : Penurunan sistem limfosit T dan B mengakibatkan gangguan pada keseimbangan regulasi system imun (Corwin.TEORI-TEORI PROSES PENUAAN A. 2001 .

.  Teori telomere Dalam pembelahan sel. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kesetabilan lingkungan internal. dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah dipakai. Setiap pembelaan akan menyebabkan panjang ujung telomere berkurang panjangnya saat memutuskan duplikat kromosom. makin sering sel membelah. termasuk didalamnya oleh karna stres dan hormon tubuh yang berkurang konsentrasinya akan memacu apoptosis diberbagai organ tubuh. DNA membelah denga satu arah. makin cepat telomer itu memendek dan akhirnya tidak mampu membelah lagi.  Teori apoptosis Pada teori ini lingkumgan yang berubah. Teori stress Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh.

Keadaan ini mengakibatkan interaksi lanjut usia menurun.  Keperibadian lanjut (Continuity theory) bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi tipe personality yg dimilikinya. . seseorang secara berangsur-angsur melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya.  Teori pembebasan (Disengagement theory) Dengan bertambahnya usia. baik secara kualitas maupun kuantitas.B. TEORI KEJIWAAN SOSIAL  Aktifitas atau kegiatan (Activity theory) bahwa pada lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut bnyak kegiatan social.

sinar x dan ultrafiolet dari alat-alat medis memudahkan sel mengalami denaturasi protein dan mutasi DNA.C.  Polution theory: Udara. TEORI LINGKUNGAN  Exposure theory: Paparan sinar matahari dapat mengakibatkat percepatan proses penuaan. . yang mempengaruhi kondisi epigenetik yang dpat mempercepat proses penuaan.  Stress theory: Stres fisik maupun psikis meningkatkan kadar kortisol dalam darah. air dan tanah yang tercemar polusi mengandung subtansi kimia.  Radiasi theory: Radiasi sinar y. Kondisi stres yang terus menerus dapat mempercepat proses penuaan.

PERUBAHAN YANG TERJADI PADA USIA LANJUT 1. terutama pada bunyi suara atau nada yang tinggi. sulit mengerti .  Sistem Pendengaran: Hilangnya atau turunnya daya pendengaran. Perubahan Fisik  Sel: Jumlahnya menjadi sedikit. suara tidak jelas.  Sistem Persyarafan: Respon menjadi lambat dan hubungan antara persyarafan menurun. daya membedakan warna menurun. pupil timbul sklerosis. berat otak menurun 10-20%. ukurannya lebih besar. lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa) menjadi katarak.  Sistem Penglihatan: Menurun lapang pandang dan daya akomodasi mata.

peristaltik lemah.  Sistem pengaturan temperatur tubuh: Pada pengaturan suhu hipotalamus. fungsi absorbsi menurun. dan sering timbul konstipasi. Kemampuan jantung menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun. pelebaran esophagus. Sistem Cardiovaskuler: Katup jantung menebal dan menjadi kaku. rasa lapar menurun. waktu pengosongan menurun. keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak sehingga terjadi rendahnya aktifitas otot. .  Sistem Respirasi: Paru-paru kehilangan elastisitas. kemunduran terjadi krn beberapa factor: Temperatur tubuh menurun. kehilangan sensitivitas dan elastisitas pembuluh darah. asam lambung menurun. sensitifitas indra pengecap menurun.  Sistem GI: Banyak gigi yang tanggal.

pada wanita sering terjadi atrofi vulva. atropi serabut otot sehingga gerakan menjadi lamban. persendian membesar dan kaku. kifosis. dan testoteron. elastisitas jaringan menurun dan disertai penurunan frekuensi seksual.  System Muskuloskeletal: Tulang kehilangan cairan dan rapuh.  Sistem Kulit: Kulit menjadi keriput dan mengkerut karena kehilangan proses keratinisasi dan kehilangan jaringan lemak. berkurangnya elastisitas akibat penurunan cairan dan vaskularisasi. .  Sistem Endokrin: Produksi hampir semua hormon menurun dan penurunan sekresi hormone kelamin misalnya: estrogen. otot mudah kram dan tremor. selaput lendir mongering. progesterone. penipisan dan pemendekan tulang. tendon mengkerut dan mengalami sclerosis. Sistem Genitourinaria: Otot-otot pada vesika urinaria melemah.

2.  Lingkungan.  Tingkat pendidikan.  Tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal.  Kenangan. berkurangnya penampilan. kenangan jangka pendek yang terjadi 0-10 mnt  Kenangan lama tidak berubah. .  Hereditas.  Kesehatan umum.  Perubahan kepribadian yang drastis namun jarang terjadi misalnya kekakuan sikap. dan ketrampilan. psikomotor terjadi perubahan pada daya membayangkan karena tekanan dari factor waktu. Perubahan Mental Faktor-faktor yang mempengaruhi:  Perubahan fisik. persepsi.

teman atau relasi Sadar akan datangnya kematian.  Pensiunan. kehilangan financial. .3. Perubahan dalam cara hidup. kehilangan status. pendapatan         berkurang. Ekonomi akibat perhentian jabatan. pengasingan dari lingkungan social. Gizi Kehilangan teman dan keluarga. kemampuan gerak sempit. Gangguan syaraf panca indra. Penyakit kronis. biaya hidup tinggi. Kesepian. Perubahan Psikososial  Ketergantungan fisik dan sosioekonomi.

 Pendekatan Spiritual : Perawat harus bisa memberikan kepuasan batin dalam hubungannya dengan Tuhan dan Agama yang dianut lansia. perawat harus mengadakan kontak sesama mereka. rekreasi. menonton televise. interpreter dan sebagai sahabat akrab.  Pendekatan Sosial : Perawat mengadakan diskusi dan tukar pikiran.PERAWATAN LANSIA  Pendekatan Psikis : Perawat punya peran penting untuk mengadakan edukatif yang berperan sebagai support system. serta bercerita. menanamkan rasa persaudaraan. . terutama bila lansia dalam keadaan sakit. memberi kesempatan utk berkumpul bersama dengan klien lansia.

. bahasa dan fungsi visuospasial. disinhibisi social dan seksual. impulsivitas. kekerasan. daya ingat. JENIS GANGGUAN JIWA PADA USIA LANJUT 1. gangguan tidur dan waham . penyerangan.B. berteriak.  Perubahan karakteristik dari demensia melibatkan fungsi kognisi. GANGGUAN DEMENSIA  Suatu gangguan intelektual yang umumnya progresif dan ireversibel. kegelisahan. meningkat prevalensinya dgn bertambahnya usia.  Gangguan perilaku adalah yg paling sering berupa agitasi. berkelana.

 Terapi: nutrisi yang tepat.  Penyebab: pemeriksaan neuropatologi dan biokimiawi postmortem menemukan kehilangan selektif neuron kolinergik dan penurunan volume girus pada lobus frontalis dan temporalis. Demensia Tipe Alzheimer  Ditandai oleh penurunan fungsi kognitif dengan onset yang bertahap dan progresif dan daya ingat mengalami gangguan. dan selanjutnya ketidakmampuan untuk mencontoh gambar. selanjutnya gangguan penamaan.  Awalnya. dengan relatif terjaganya korteks motorik dan sensorik primer. pasien mungkin memiliki suatu ketidakmampuan mempelajari dan mengingat informasi baru. latihan dan pengawasan aktifitas .Terbagi 2 yaitu : 1.

 Dapat dicegah dengan menurunkan factor resiko yang diketehui seperti hipertensi. kelainan gaya berjalan. demensia faskuler memiliki onset yang tiba-tiba dan merupakan penyebab pemburukan yang bertahap. dan aritmia. merokok.  Dibandingkan dengan demensia tipe Alzheimer. Demensia Vaskular  adalah tipe demensia kedua yang tersering yg ditandai oleh defisit kognitif yang sama seperti demensia tipe Alzheimer.2. palsi pseudobulbar.  Diagnose dapat ditegakkan dengan pencitraan resonansi magnetic (MRI) dan pemeriksaan aliran darah . diabetes. tetapi demensia ini memiliki tanda dan gejala neurologis fokal. seperti meningkatnya reflex tendon dalam. dan kelemahan pada anggota gerak. respon plantar ekstensor.

perasaan tidak berharga dan kecenderungan menyalahkan diri sendiri dengan ide paranoid dan bunuh diri (perasaan kesepian. GANGGUAN DEPRESIF  Tanda dan gejala yang sering adalah penurunan energy dan konsentrasi. tidak berguna. . kematian pasangan). penurunan nafsu makan. penurunan BB dan keluhan somatik. tidak berdaya. putus asa terutama bila hidup sendirian.  Lanjut usia rentan terhadap episode depresif berat dengan ciri melankolik. ditandai dengan harga diri yang rendah. gangguan tidur (terutama terbangun dini hari dan sering terbangun di malam hari).  Depresi juga kemungkinan berhubungan dengan penyakit fisik yang dialami dan medikasi yang digunakan untuk mengobati penyakit tersebut.2.

 Lithium tetap merupakan terapi terpilih untuk mania tetapi pemakaiannya pada lanjut usia harus dimonitor dengan cermat.  Tanda dan gejala mania pada lanjut usia adalah serupa dengan tanda dan gejala pada orang dewasa yang lebih mudah dan berupa mood yang meninggi. karena penurunan klirens pada lanjut usia menyebabkan toksisitas lithium adalah resiko yang bermakna. distrakbilitas. ekspansif dan mudah tersinggung. walaupun prefalensi seumur hidup sebesar 1 % adalah stabil sepanjang hidup. GANGGUAN BIPOLAR I  Biasanya dimulai pada masa dewasa pertengahan. .3. impulsivitas dan sering sekali asupan alcohol yang berlebihan. penurunan kebutuhan akan tidur.

. Psikopatologi menjadi kurang jelas saat pasien bertambah tua.4. 80 persen menunjukkan gangguan dengan berbagai tingkatan.  Pasien yang tidak mampu merawat dirinya sendiri. SKIZOFRENIA  Biasanya mulai pada masa remaja akhir atau masa dewasa muda dan menetap seumur hidup. dianjurkan dirawat di rumah sakit dalam waktu jangka panjang.  Kira-kira 20 persen orang skizofrenia tidak menunjukkan gejala aktif pada usia 65 tahun.  Medikasi harus diberikan dengan hati-hati. Orang lanjut usia dengan skizofrenik adalah berespon baik terhadap obat antipsikotik.

tetapi. gangguan ini dapat terjadi kapan saja dalam periode geriatrik. GANGGUAN DELUSIONAL  biasanya antara usia 40 dan 55tahun. keadaan finansial yang tidak baik. penyakit medis atau pembedahan yang menimbulkan kecacatan. Prognosis cukup baik pada sebagian besar kasus. gangguan penglihatan. pensiun.5.  Sindroma delusional mungkin juga diakibatkan oleh medikasi atau merupakan tanda awal tumor otak. dengan hasil terbaik dicapai melalui kombinasi .  Gangguan ini timbul selama beberapa tahun dan tidak disertai dengan demensia. kehilangan pekerjaan.  Gangguan delusional terjadi dibawah stress fisik dan psikologis pada orang yang rentan dan mungkin dicetuskan oleh kematian pasangan. isolasi sosial. dan ketulian.

gangguan paling sering adalah fobia sebanyak 4 persen dan gangguan panik sebanyak 1 persen. .  Menurut Erik Erikson. gangguan kecemasan umum.dan gangguan stress pascatraumatik. GANGGUAN KECEMASAN  Gangguan kecemasan berupa gangguan panic. tanda dan gejala fobia pada usia lanjut kurang parah dibandingkan pada orang yang lebih mudah tetapi efeknya sama. gangguan stres akut. gangguan obsesif kompulsif.  Gangguan paska traumatic sering lebih parah pada usia lanjut dibandingkan pada orang muda karena adanya kecatatan fisik yang menyertai pada usia lanjut.  Menurut ECA. fobia.6.

. Tetapi prosedur invasif yang memiliki resiko tinggi. harus dihindari. GANGGUAN SOMATOFORM  Ditandai oleh gejala fisik yang menyerupai penyakit medis.7.  Gangguan biasanya kronis dan pemeriksaan fisik ulang berguna untuk menenteramkan pasien bahwa mereka tidak memiliki penyakit yang mematikan.

8. mengantuk di siang hari dan tidur sejenak di siang hari . . kondisi medis umum. gangguan mental lain. dan faktor sosial dan lingkungan. penyebab gangguan tidur pada lanjut usia adalah gangguan tidur primer. GANGGUAN TIDUR  Fenomena yang berhubungan dengan tidur yang lebih sering adalah gangguan tidur.  Disamping perubahan fisiologis dan sistem regulasi.

Tujuan Asuhan Keperawatan lanjut usia: Meliputi :  Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari- hari secara mandiri dengan:  Peningkatan kesehatan (health promotion)  Pencegahan penyakit  Pemeliharaan kesehatan sehingga memiliki ketenangan hidup dan produktif sampai akhir hidup  Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan seharihari secara mandiri dengan mempertahankan kesehatan serta kemampuan dari mereka yang usianya telah lanjut dgn jln perawatan dan .ASKEP GANGGUAN JIWA PADA USIA LANJUT 1.

 Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup atau semangat hidup klien lanjut usia (life support)  Menolong dan merawat klien lanjut usia yang menderita penyakit dan mengalami gangguan tertentu (kronis maupun akut)  Merangsang para petugas kesehatan (dokter. bila mereka menjumpai suatu kelainan tertentu  Mencari upaya semaksimal mungkin. agar para klien lanjut usia yang menderita suatu penyakit/gangguan. perawat) untuk dapat mengenal dan menegakkan diagnosa yang tepat dan dini. masih dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa suatu pertolongan (memelihara kemandirian secara maksimal) .

Pencegahan penyakit (preventive) c. Mengoptimalkan fungsi mental d. Fokus Keperawatan Lanjut Usia a.2. Mengatasi gangguan kesehatan yang umum . Peningkatan kesehatan (helath promotion) b.

Pengkajian Tujuan:  Menentukan kemampuan klien untuk memelihara diri sendiri  Melengkapi dasar-dasar rencana perawatan individu  Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien  Memberi waktu kepada klien untuk menjawab.3. .

 Kebiasaan lansia dalam memelihara kes dan kebiasaan minum obat .  Kebiasaan gerak badan / olah raga .sendi . istirahat /tidur . pendengaran dan penglihatan). Wawancara riwayat kesehatan Pandangan lansia tentang kesehatannya :  Kegiatan yang mampu dilakukan lansia  Kekuatan fisik lansia ( otot .BAB / BAK .Focus Pengkajian Fisik / biologis : 1.  Kebiasaan lansia merawat diri sendiri . minum .  Kebiasaan makan .  Perubahan2 fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan.

        palpasi. perkusi. . dan auskultasi untuk mengetahui perubahan sistem tubuh. pendengaran.2. pengecapan dan penciuman). Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. Pendekatan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik adalah metode head to toe dan sistem tubuh yang meliputi: Sistem intergumen / kulit Muskuluskletal Respirasi Kardiovaskuler Perkemihan Persyarafan Fungsi sensorik (penglihatan.

 Perubahan umum yang terjadi meliputi: penurunan daya ingat. proses pikir lambat. orientasi terhadap realitas . adanya perasaan sedih dan merasakan kurang perhatian  Hal hal yang perlu dikaji meliputi : .Psikologis :  Dilakukan saat berkomunikasi untuk melihat fungsi kognitif termasuk daya ingat. proses fikir  Perlu dikaji alam perasaan. kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

masalah atas stress yang dialami Apakah mudah untuk menyesuaikan diri Apakah usila untuk menyesuikan diri Apakah usila menggali kegagalan . Apakah mengenal masalah masalah        utamanya Apakah optimas mengandung sesuatu dalam kegiatan Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan Apakah merasa dirinya dibutuhkan atau tidak Bagaimana mengatasi .

antara lain : .  Penghasilan yang diperoleh  Perasaan sejahtera dalam kaitannya dengan sosial ekonomi  Hal hal yang perlu dikaji .Sosial Ekonomi :  Bagaimana lansia membina keakraban dengan teman sebaya maupun dengan lingkungan dan bagaimana keterlibatan lansia dalam organi sosial.

Dengan siapa yang ia tinggal . Kesibukan lansia dalam mengisi waktu luang         . Kegiatan organisasi sosial yang diikuti Pandangan lansia terhadap lingkungannya Berapa sering lansia berhubungan dengan orang lain diluar rumah Siapa saja yang bisa mengunjunginya Seberapa besar ketergantungannya Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginan dengan fasilitas yang ada . Sumber keuangan .

misalnya pengajian. Cara menyelesaikan masalah apakah dengan berdoa Apakah terlihat sabar dan tawakal . Kegiatan keagamaan.Spiritual  Keyakinan agama yang dimiliki dan sejauh mana      keyakinan tersebut dapat diterapkan. Hal – hal yang perlu dikaji antara lain : Kegiatan ibadah setiap hari. apakah secara teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan. apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya.

.  Resiko cidera fisik (jatuh) b/dpenyesuaian terhadap penurunan fungsi tubuh tidak adekuat.  Perubahan pola eliminasi b/d pola makan yang tidak efektif. .  Gangguan pola tidur b/d kecemasan atau nyeri.  Kurangnya perawatan diri b/d menurunnya minat dalam merawat diri.  Gangguan pola nafas b/d penyempitan jalan nafas. Fisik / Biologis  Gangguan nutrisi (kurang/berlebihan dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat)  Gangguan persepsi sensorik b/d gangguan pendengaran/penglihatan sampai dengan hambatan penerimaan dan pengiriman rangsangan.DIAGNOSA KEPERAWATAN A.

Spiritual  Reaksi berkabung / berduka b/d ditinggal pasangan. .  Marah terhadap Tuhan b/d kegagalan yang dialami.  Penolakan terhadap proses penuaan b/d ketidaksiapan menghadapi kematian.  Perasaan tidak tenang b/d ketidakmampuan melakukan ibadah secara tidak tepat.B.

C. Cemas berhubungan dengan sumber keuangan yang terbatas . Psikososial  Isolasi Sosial berhubungan dengan perasaan      curiga Menarik diri dari lingkungan berhubungan dengan perasaan tidak mampu Depresi berhubungan dengan isolasi sosial Harga diri rendah berhubungan dengan perasaan ditolak Koping tidak adekuat berhubungan dengan ketidakmampuan mengemukakan perasaan secara tepat.

dan sosial dengan tidak tergantung pada orang lain. psikologis.  Tujuan tindakan keperawatan : Tujuan tindakan keperawatan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar antara lain: .RENCANA KEPERAWATAN  Tujuan perencanaan : Membantu lansia berfungsi seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik.

 Air 6 – 8 gelas/hari.1.  Kebutuhan kalori laki-laki 2100 kalori. .  Batasi makanan yang mengandung kalori (gula. minyak. wanita 1700 kalori:  KH 60% dari jumlah kalori  Lemak 15 – 20%  Protein 20 – 25%  Vitamin dan mineral > kebutuhan usia muda.  Membatasi minum kopi dan teh. Pemenuhan kebutuhan nutrisi Intervensi :  Berikan makanan porsi kecil tapi sering. makanan berlemak). makanan manis.  Usahakan makanan banyak mengandung serat.

rata dan tidak licin / basah  Peralatan yang menggunakan roda dikunci  Pasang pengaman dikamar mandi  Hindari lampu yang redup dan yang menyilaukan ( sebaiknya lampu 70-100 watt)  Gunakan sepatu dan sandal yang beralat karet .2. Meningkatkan keamanan dan keselamatan Intervensi:  biarkan menggunakan alat bantu  latih untuk / mobilisasi  menggunakan kaca mata  menemani bila berpergian  meletakkan bel dibawah bantal  tempat tidur tidak terlalu tinggi  lantai bersih.

 Mengingatkan lanjut usia untuk membersihkan lubang telinga. Memelihara kebersihan diri Intervensi :  Mengingatkan / membantu lanjut usia untuk melakukan upaya kebersihan diri  Menganjurkan lanjut usia untuk menggunakan sabun lunak yang mengandung minyak atau gunakan skin lotion. mata dan gunting kuku.3. .

4. Memelihara keseimbangan istirahat / tidur. Intervensi :  Menyediakan tempat/waktu tidur yang nyaman  Mengatur lingkungan yang cukup ventilasi. misalnya susu hangat. bebas dari bau-bauan  Melatih lanjut usia untuk melakukan latihan fisik yang ringan (berkebun. berjalan. . dll) untuk melancarkan sirkulasi dan melenturkan otot.  Memberikan minum hangat sebelum tidur.

Meningkatkan hubungan interpersonal melalui komunikasi efektif. .  Menyediakan waktu untuk berbincang-bincang dengan lanjut usia.5.  Memberikan kesempatan kepada lanjut usia untuk mengekspresikan perasaan  Melibatkan lansia untuk keperluan tertentu sesuai dengan kemampuan lansia  Menghargai pendapat lansia  Melibatkan lansia dalam kegiatan sehari–hari sesuai dengan kemampuan. Intervensi:  Berkomunikasi dengan kontak mata  Memberikan stimulus/mengingatkan lansia terhadap kegiatan yang akan dilakukan.

THANK’S .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->