Pengembangan Pasar Tradisional: Sebuah Pekerjaan Rumah bagi Pemda

01 April 2009 Oleh Punpunan E. Lubis, SE,MM, Spesialis Bidang Keuangan Daerah YIPD Fungsi dan peran pasar tradisional di Indonesia cukup strategis dalam perekonomian daerah. Hal ini dapat dilihat dari kontribusinya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyerapan tenaga kerja, karena menjadi sandaran hidup bagi banyak orang. Namun sayangnya pengelolaan pasar tradisional di Indonesia masih kurang memuaskan. Sebagai gambaran, diperkirakan jumlah pasar tradisional di Indonesia mencapai 13.650 pasar dan terdapat 12.625.000 pedagang di pasar tradisional . Pasar tradisional juga memiliki posisi yang sangat strategis karena masih merupakan wadah utama penjualan produk-produk berskala ekonomi rakyat seperti: petani, nelayan, pedagang barang kerajinan tangan dan produk industri rumah tangga (industri rakyat). Namun sayangnya pengelolaan pasar tradisional di Indonesia masih kurang memuaskan. Salah satunya disampaikan oleh Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ngadiran yang menilai pengelolaan pasar tradisional masih semrawut. Akibatnya, pasar tradisional kehilangan daya saingnya. Apa yang disampaikan oleh Sekjen APPSI diatas, hanya satu pernyataan yang mewakili banyak keluhan serupa mengenai pengelolaan pasar tradisional. Identifikasi hambatan dan tantangan, disertai dengan indikator pasar tradisional yang baik, serta beberapa rekomendasi dalam pengelolaan pasar tradisional disampaikan pada artikel ini, diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemda di Indonesia. Identifikasi Hambatan dan Tantangan Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan mengenai arah pengembangan pasar di Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden RI, Nomor 112 Tahun 2007, tentang: Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Secara umum, arah/kebijakan pasar tradisional yang ingin dikembangkan di masa depan adalah pasar yang memiliki tempat belanja dengan harga terjangkau, yang bersih dan rapi; pengelolaannya dilakukan secara professional dan modern serta bebas dari premanisme; mampu menyediakan berbagai kebutuhan keluarga mulai dari sayur-mayur, daging, ikan, buah, alat rumah tangga, pakaian, barang elektronik, warung makan dan didukung oleh perbankan. Sehubungan dengan hal tersebut, dapat diidentifikasi beberapa hambatan dan tantangan yang umumnya dihadapi dalam upaya menata dan mengembangkan management pasar tradisional di daerah sebagai berikut:

Belum terbentuknya komitmen yang kuat dari para pihak, selama ini dirasakan belum adanya pemahaman yang sama tentang pentingnya penataan dan pembinaan pasar tradisional di daerah. Dalam upaya pemberdayaan dan revitalisasi pasar tradisional, dibutuhkan pemahaman yang sama dan komitmen yang kuat dari pemegang kepentingan (stakeholders), baik dari lingkungan pemerintah pusat, daerah, legislatif maupun dari masyarakat dan pihak swasta. Status kelembagaan pengelola pasar tradisional, ada beberapa bentuk kelembagaan yang mengelola pasar tradisional di daerah, antara lain, dalam bentuk Unit; Kantor,

ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan professional sangat menentukan keberhasilan pengelolaan pasar yang professional. Pada saat ini. salah satu tugas pokok pengelola pasar adalah melakukan pembinaan terhadap pedagang di pasar. tidak selalu diikuti dengan ketersediaan sejumlah dana untuk menyediakan biaya pemeliharaan sarana fisik pasar yang cukup. Kondisi fasilitas umum pasar masih kurang memadai. . atau Dinas Pendapatan Daerah. Bagi masyarakat. P. dan secara fungsional bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah. Kurangnya pembinaan terhadap pedagang pasar. Dengan status kelembagaan sebagai 'Unit". tanpa memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan yang strategis. sebagian besar pengelola maupun petugas pasar masih berpendidikan SLTA. Selain itu. sebagian besar masih berstatus tenaga harian lepas (THL). tidak nyaman. kotor. fasilitas yang dimiliki terbatas seperti parkir. yang merupakan unsur pelaksana operasional dari suatu Dinas/lembaga Teknis Daerah (misalnya Dinas Perindustrian. dari pengamatan di lapangan. Umumnya setelah gedung pasar dibangun. pegawai/petugas yang bekerja di pasar sebagai pelayan publik belum memiliki kompotensi yang standard di bidangnya. Pada umumnya. tergantung pada kondisi daerah masing-masing. maka kewenangan yang dimiliki oleh Kepala Unit pasar selaku pengambil keputusan pengelola pasar relatif sangat terbatas. umur ekonomis dari suatu fisik bangunan dapat menjadi lebih pendek. sebagian besar pasar tradisional di daerah belum menerapkan SOP (Standard Operatrion Procedure) dan SPM (Standard Pelayanan Minimal) sebagai salah satu alat untuk mengukur kinerja yang terukur. becek kalau musim hujan. dan lain-lain). pemeliharaan sarana fisik pasar tradisional di daerah selama ini masih terabaikan. Unit Pengelola pasar tradisional belum memiliki visi dan misi yang jelas. Masyarakat umum atau pembeli sering mengeluhkan bahwa kondisi pasar tradisional yang ada di daerah selalu identik dengan tempatnya kumuh. listrik. Belum tersedianya SDM pengelola pasar yang berkualitas. Dari jumlah pegawai/petugas pasar yang ada. Penegakan aturan dan pengenaan sanksi yang tegas bagi yang melanggar belum diterapkan dengan baik. karena hanya selaku kordinator kegiatan saja. Kelembagaan Unit tersebut dipimpin oleh Kepala Unit yang secara struktural berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas/Kantor/Badan tersebut. samrawut. menyelenggarakan training-training atau pelatihan yang diperlukan bagi pedagang dalam memajukan usaha dagangannya. kondisi ini menyebabkan kepercayaan kepada pemerintah daerah dan atau pengelola pasar menjadi menurun. Kurangnya perhatian Pemda terhadap pentingnya pemeliharaan sarana fisik pasar. sebagian besar kondisi fasilitas umum pasar tradisional di daerah umumnya kurang memadai. Kinerja pelayanan umum secara keseluruhan dinilai masih buruk. sebagian besar status kelembagaan pengelola pasar tradisional di daerah masih berupa "Unit". dan lain-lain. jalan sempit.Bila biaya pemeliharaan tidak tersedia secara memadai.     Dinas. toilet dan tempat sampah bau. Pilihan jenis kelembagaan tersebut. Pengelola pasar masih banyak yang belum memahami dengan jelas tugas dan fungsinya sebagai pengelola pasar yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selama ini pembinaan terhadap pedagang yang ada di pasar tradisional belum dilakukan secara optimal dan secara berkala. dll. unit pengelola pasar tradisional atau Dinas/Badan/Instansi induknya di daerah umumnya belum memiliki visi dan misi yang jelas tentang arah dan bentuk pengembangan pasar tradisional yang ingin dikembangkan di masa depan. Perdagangan Dan Koperasi.D (Perusahaan Daerah). air. Dari sisi pendidikan.

Ini dilakukan bekerjasama dengan pihak produsen. lantai pasar. 9. Produktivitas Pasar .terbit dalam arti mematuhi semua aturan main yang ada dan dapat menegakkan disiplin serta bertanggung jawab atas kenyamanan para pengunjung atau pembeli. 3. sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk membuang sampahnya.Indikator Pengelolaan Pasar Yang Berhasil Departemen Perdagangan dalam bukunya mengenai Pemberdayaan Pasar Tradisional menyampaikan beberapa indikator padar tradisional yang berhasil. Managemen pasar bekerjasama dengan para pedagangnya menentukan hari-hari tertentu sebagai hari " . Tercipta suasana damai dan harmonis di dalam pasar. ventilasi udara. Dalam hal ini telah timbul kesadaran yang tinggi dari pedagang untuk membantu managemen pasar memelihara sarana dan prasarana pasar seperti saluran air.pemanfaatan pasar untuk berbagai kegiatan transaksi menjadi optimal. Keamanan Pasar .Para pedagang membuang sampah pada tempatnya. Pemeliharaan Pelanggan . mulai dari jenis barang dan makanan yang dijual hingga pada berbagai program promosi. Penyelenggaraan Kegiatan (Event) .dapat dilakukan baik oleh pedagang maupun pengelola pasar.daya tarik pasar tercipta dengan adanya karakteristik dan keunikan bagi pelanggan. 5.bersifat terbuka. 6. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan. 7. Tidak terjadi penipuan dalam hal penggunaan timbangan serta alat ukur lainnya. Pembuangan sampah sementara selalu tidak menumpuk dan tidak membusuk karena selalu diangkut oleh armada pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir secara berkala.satuan pengamanan pasar bekerja dengan penuh tanggung jawab dan bisa melakukan koordinasi dan kerjasama dengan para penyewa/pedagang.penjual memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga agar para pelanggan merasa betah berbelanja dan merasa terpanggil untuk selalu berbelanja di pasar. kondisi kios dan lain sebagainya. 10. 2. Terjadi pembagian waktu yang cukup rapi dan tertib. Pasar Sebagai Sarana/Fungsi Interaksi Sosial .sampah tidak bertebaran dimana-mana. serta selalu tersedia sesuai dengan kebutuhan para pelanggan. Konsekwen dengan peraturan yang ditegakkannya dan tegas dalam menegakkan sanksi jika terjadi pelanggaran. Ketertiban Pasar . yaitu 1.pasar yang merupakan tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai suku di tanah air menjadi sarana yang penting untuk berintraksi dan berekreasi.sering diselenggarakannya kegiatan peluncuran produk-produk baru dengan membagikan berbagai hadiah menarik kepada pengunjung. Harga kompetetif sesuai dengan kualitas dan jenis barang yang dijual.Promosi dan Hari Pelanggan . Tong sampah tersedia di banyak tempat. 4. Managemen Yang Transparan . 8. Daya tarik ini harus dikemas dalam berbagai hal. Sampah Pasar .Para penghuni memiliki kesadaran yang tinggi untuk terlibat dalam menjaga keamanan bersama. Pemeliharaan Bangunan Pasar .

mengurangi hambatan UKM masuk pasar modern (dalam uraian ini tidak diuraikan lebih lanjut) SALATIGA. Penyusunan dan penyebarluasan pedoman pengelolaan pasar. sesuai dengan rencana umum tata ruang wilayah (RUTRW) pemerintah daerah setempat dan (b) Kemitraan. Selebihnya ditanggung Pemprov Jateng dan Pemkot Salatiga yang berkerj sama dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Mitra Salatiga.” ujarnya pada peresmian Pasar Tradisional Banyu Putih Kota Salatiga. Jateng. 3. dan nyaman. tidak kumuh dan tertata baik sehingga agar pelaku transaksi nyaman. Kebijakan penataan kembali pasar modern. 2. yaitu: 1. Kebijakan ini dilakukan melalui: (a) Zoning. dikemukakan bahwa terdapat 3 (tiga) kebijakan dan program dalam pengembangan pasar tradisional di Indonesia. Program pendampingan terhadap pedagang pasar.com) : Kementerian Negara Koperasi dan UKM melanjutkan program pembangunan pasar tradisional dengan pola sinergi antara pemerintah pusat dengan pemda setempat melalui sharing biaya pembangunan. Pengaturan dan penyebaran petunjuk managemen pasar. Departemen Perdagangan RI di Makasar tanggal 3 Juli 2007. Fasilitasi pos ukur ulang (timbang dan takar) serta perlindungan konsumen.Pelanggan ". dimana dalam satu waktu tertentu para pedagang melakukan kegiatan yang unik seperti berpakaian seragam daerah atau menyelenggarakan peragaan pakaian atau makanan daerah tertentu dan lain sebagainya. Pelatihan pembina dan pengelola pasar. Kebijakan ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan pengembangan konsep sabuk koridor ekonomi wilayah niaga. “Target utamanya adalah menjadikan pasar tradisional itu bersih. Contoh: interkeneksi beberapa titik pasar tradisionil yang berdekatan dengan potensi wisata dapat menciptakan keunikan kolektif yang menarik minat pembeli maupun turis. Revitalisasi pasar tradisional. Program pemberdayaan pasar tradisional. aman. hari ini. Pembangunan Pasar Banyu Putih mendapat bantuan dari Kantor Menegkop & UKM sebesar Rp750 juta sebagai sharing pembiayaan. Kebijakan Dan Program Pengembangan Dalam dokumen yang disampaikan pada Plenary and Workshop on Live Bird Market/Traditional Market in Indonesia. kebijakan ini meliputi pembangunan dan rehabilitasi pasar tradisional (pasar percontohan) menjadi pasar tradisional yang bersih. Menegkop & UKM Suryadharma Ali mengatakan pembangunan pasar tradisional tahun ini menerapkan konsep „Pasar Tradisional Dengan Citarasa Modern‟ untuk menciptakan kenyamanan bertransaksi. Jateng (Bisnis. .

Diberlakukannya otonomi daerah membuka peluang bagi daerah untuk mengelola dan mengembangkan pasar . Meski begitu.“Pola sinergi seperti ini antara pemerintah dan Koperasi akan kita lestarikan dalam program penataan Pasar Tradisional Bercitarasa Modern.(faa) Pasar tradisional di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki posisi yang strategis dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Suryadharma mengemukakan pembangunan pasar tradisional harus disesuaikan dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di masing-masing daerah. Suryadharma menegaskan. dan belum optimalnya waktu operasi pasar menjadi salah satu faktor tersisihnya pasar tradisional. Mereka pasti hanya mementingkan retribusi dan pendapatan. dengan potensi penyerapan tenaga sebesar 12.” tuturnya. Koperasi sebagai pengelola selalu berkepentingan memberdayakan pedagang. Pola ini disebut dengan sistem tugas perbantuan. pelaku pasar tradisional harus bisa menerima perkembangan dunia bisnis modern tersebut dengan melakukan pembenahan yang dibantu pemerintah. “Saya bisa memahami izin yang diterbitkan kepala daerah untuk pasar modern. Anggaran yang disiapkan Kementerian Koperasi dan UKM dalam pembangunan pasar tersebut rata-rata sekitar Rp1 miliar yang dikombinasikan dengan dana APBD daerah terkait.5 juta pedagang yang tersebar di 13 ribu pasar tradisional. Jika pengelolaan pasar diberikan kepada perusahaan. Pada sisi lain keberadaan pasar tradisional yang yang terkesan kumuh. peran koperasi dipertahankan untuk mengelola pasar dengan tujuan mempertahankan kerja sama dan kemitraan antara pedagang dan pengelola. karena pemda ingin menunjukkan sukses pembangunan ekonomi melalui pusat-pusat kegiatan bisnis. Dengan begitu. pemerintah pada tahun lalu menelorkan kebijakan untuk mengembangkan pasar tradisional melalui satuan kerja (satker) dinas daerah.” tukasnya. Seperti diketahui. dagangan yang kurang higienis. Kebijakan itu didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.” tegasnya. Adanya penghapusan bisnis perdagangan eceran skala besar dan perdagangan besar dari negative list bagi penanaman modal asing membuat pertumbuhan pasar modern meningkat pesat dan mulai memberikan dampak negarif pada keberadaan pasar tradisional. mereka belum tentu memerhatikan kepentingan pedagang. Menurut dia konsep penataan pasar tradisional itu untuk mengimbangi maraknya pembangunan pasar modern yang terus merebak di berbagai daerah.99 Tahun 2008. rendahnya kesadaran pedagang untuk mengembangkan usahanya. “Dengan sistem ini koperasi tetap memberi pelayanan kepada anggotanya.

system. pemasaran. skill. dan 6) peningkatan dan optimalisasi program yang telah ada. Perancangan kebijakan pengembangan pasar tradisional perlu dilakukan karena hal ini merupakan amanat dari UUD 1945 pasal 33 yang menyebutkan perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berpihak pada rakyat. 4) promosi dan optimalisasi pasar.625. Faktor lingkungan industri dianalisas melalui model keunggulan bersaing dari Porter dengan satu tambahan faktor. Interaksi sosial sangat kental didalam pasar. menyebabkan Pemerintah kalangkabut dan dapat menjadi ukuran kinerja para menteri bidang ekonomi. 3) kerjasama dengan pemerintah pusat. karyawan toko. 5) peningkatan SDM dan kualitas produk. dan teknologi. harga. sosiat.000 orang. organisasi. maka untuk dapat mengelola dan mengembangkan pasar tradisional di Kabupaten Cirebon perlu dirancang strategi-strategi kebijakan yang sesuai dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal. dan sahred value. gula. Berdasarkan hasil dari formulasi strategi. suasana. maka dihasilkan rumusan strategi : 1) kebijakan peningkatan sarana dan prasarana. Pasar tradisional selalu menjadi indikator nasional dalam stabilitas pangan seperti beras. keuangan. dan pembeli. PERTUMBUHAN RITEL MODERN DAN DAMPAKNYA BAGI RITEL TRADISIONAL POSISI STRATEGIS PASAR TRADISIONAL Jumlah pasar tradisional di Indonesia lebih dari 13. Kebijakan pengembangan pasar tradisional dirumuskan berdasarkan tahapan formulasi strategi dari David dengan 3 (tiga) analisis. pengrajin dan home industri (industri rakyat). pelayanan. swasta. Faktor internal terdiri dari internal pasar tradisional dan internal pemerintah. dan sembilan kebutuhan pokok. staff. 2) proteksi dan regulasi. ekonomi. dan metode promosi. Bahkan pada masa-masa Pemilihan Umum maupun Pemilihan Kepala Daerah. Implikasi strategi kebijakan terhadap lembaga dianalisis dengan menggunakan kerangka kerja 7-S McKinsey. yaitu input stage. dan faktor-faktor teknis. Di Kabupaten Cirebon terdapat 8 (delapan) Pasar Pemda dan 22 pasar Desa. Kelangkaan beras di pasar misalnya. merchandising. yang keseluruhannya menampung sekitar 9228 pedagang. structure.tradisional yang tujuannya dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk di Kabupaten Cirebon. style. Internal pemerintah dianalisa melalui faktor SDM. Internal pasar tradisional dianalisa melalui faktor lokasi. matching stage. nelayan. yang terdiri dari strategy. pasar tradisional selalu menjadi target tempat kampanye para calon Presiden maupun Calon Kepala Daerah. Lingkungan jauh dianalisa faktor politik. decision stage. Puluhan juta orang menyandarkan hidupnya kepada pasar tradisional. Faktor eksternal terdiri dari lingkungan jauh dan lingkungan industri. yaitu faktor stake holder lainnya. mulai dari tata cara penjualan (sistem tawar menawar) . Pasar tradisional di seluruh Indonesia masih merupakan wadah utama penjualan produk-produk berskala ekonomi rakyat seperti : petani.450 pasar dengan jumlah pedagang berkisar 12. yang sangat signifikan dan sangat strategis dibandingkan dengan pelaku ekonomi lainnya.

Madura. Kondisi ini terjadi juga di kota-kota besar lainnya. Kotor. semua ada). . latar belakang pendidikan yang rendah dan akses terhadap sumber-sumber sangat rendah. ada 7 pasar sudah dilikuidasi (Blora. sistem dan teknologi serta penerapan praktek bisnis yang tidak sehat berhadapan langsung dengan pedagang pasar tradisional. 50. Pasar tradisional saat ini merupakan komunitas rentan.000. pengelolaan pasar tidak dilakukan oleh pedagang sendiri. semrawut. Muncang. pada tahun 2004 saja. Pasar tradisional merupakan kumpulan para entrepreneur yang memiliki modal sendiri.4%. Edisi Desember 2004) Dari sumber APPSI sendiri di Jakarta ditemukan bahwa setiap tahun terdapat 400 kios di pasar yang tutup. Mekanisme pasar yang berlaku dalam persaingan usaha bidang ritel. bahkan ada pedagang yang dalam satu harinya untuk mendapatkan Rp. Prumpung Tengah dan Sinar Utara).sampai dengan ragam latar belakang suku dan ras didalamnya (komunitas mana yang selengkap di pasar tradisional?.392 kios dan los yang ada (Sumber PD. tidak didasari pada sistem yang sehat bahkan berpotensi menyebabkan distorsi pasar. Harga tidak pasti (subject to negotiate). Di Kabupaten Tangerang 5. Oleh karena perlu segera diterbitkan Undangundang ritel (Retail Act). mulai dari Keturunan Arab.908 kios dan los tutup dari 9. Di DKI Jakarta. Tidak Nyaman. jalan becek & sempit.sudah susah. sehingga munculnya pasar dengan pola pengelolaan modern serta merta merubah orientasi konsumen. Fasilitas Minim : parkir. tempat usaha bukan milik sendiri. Kriminal tinggi. Batak. Cipinang Besar. Berdasarkan Survey AC Nielsen pertumbuhan Pasar Modern (termasuk Hypermarket) sebesar 31.1% (SWA. Kramat Jaya. Pengkategorian pedagang pasar tradisional sebagai komunitas rentan karena jumlahnya yang besar. Pasar). Hampir semua pasar tradisional mengalami penurunan omzet sampai 75%. Sunda. Padang. Cina. listrik & air. Pasar tradisional identik dengan tempat kumuh.. Serbuan hypermarket dengan dukungan kekuatan raksasa dibidang permodalan. tempat sampah. Cilincing. toilet. SITUASI KRITIS PASAR TRADISIONAL Berubahnya perilaku konsumen tidak dibarengi dengan perubahan perilaku para pengelola pasar tradisional (Dinas Pasar/ PD. Jawa. Pola usaha yang terjadi di pasar tradisional memberikan jaminan transaksi bisnis yang lebih sehat dari para pelaku yang terlibat didalamnya. Psr Niaga Kerta Raharja) SITUASI KRITIS PASAR TRADISIONAL (KURANGNYA PERAN PEMERINTAH) Dalam Undang-undang tentang Hak Asasi Manusia dikatakan bahwa Komunitas rentan harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah. sementara pertumbuhan Pasar Tradisional -8.

dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang. jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. institusi. belum diratifikasi dalam perjanjian WTO. Dua orang mungkin melakukan perdagangan. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir. jangkauan. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Secara historis. konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang. prosedur. skala geografis. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. 26 Agt 2004). Persaingan sangat penting dalam pasar. jasa dan informasi.Kehadiran Peritel Asing di Indonesia. serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan. Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang. sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Ada dua peran di pasar. Pasar bervariasi dalam ukuran. dan memisahkan pasar dari perdagangan. kota dan kota. keberadaanya atas rekomendasi IMF yang dinilai akan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keahlian para pelaku ritel lokal. tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar. mata uang internasional dan pasar komoditas. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat.atau dari komunitas kecil. pasar berasal di pasar fisik yang sering akan berkembang menjadi . hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang. .(Bisnis Indonesia. hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi. pembeli dan penjual. Dalam ilmu ekonomi mainstream.

lokasi pasar. sayuran. jasa dan lain-lain. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia. selain bahan makanan makanan seperti. berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. buah. kain. Barang-barang yang dijual. . telur. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Yogyakarta. namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode). hari. ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar dapat dikategorikan dalam beberapa hal. Yaitu menurut jenisnya. Selain itu. sayur-sayuran. dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. daging. jenis barang yang dijual. daging.Pasar tradisional Pasar di Banten di sekitar tahun 1870 Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. [sunting] Pasar modern Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional. luas jangkauan dan wujud. pasar swalayan (supermarket). dan minimarket. bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai. buah. los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Contoh dari pasar modern adalah hypermarket. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan. pasar Klewer di Solo. pakaian barang elektronik. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern. pasar Johar di Semarang.

Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota. Pasar Senen dibuka khusus hari Senin. Pasar Minggu dibuka khusus hari Minggu. [sunting] Pasar Nasional Pasar nasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu negara tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah. pasar buah dan lainlain. [sunting] Pasar Menurut Hari Pasar menurut hari dinamakan sesuai hari pasar itu dibuka. [sunting] Pasar Menurut Jenis Barang yang Dijual Pasar menurut jenis barang yang dijual dapat dibagi menjadi pasar ikan. lukisan dan lain-lain. Misalnya menjual mesin-mesin untuk alat produksi barang. lahan untuk pabrik dan lain-lain. [sunting] Pasar Menurut Luas Jangkauan [sunting] Pasar Daerah Pasar Daerah membeli dan menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Pasar Wage Purwokerto dan lain-lain. Contohnya adalah Pasar Mergan di Malang. Misalnya menjual beras. Misalnya Pasar Rebo dibuka khusus hari Rabu.[sunting] Pasar Menurut Jenisnya [sunting] Pasar Konsumsi Pasar konsumsi adalah pasar yang menjual barang-barang untuk keperluan konsumsi. [sunting] Pasar Menurut Lokasi Pasar menurut lokasi misalnya Pasar Kebayoran yang berlokasi di Kebayoran Lama dan lainlain. Pasar Kramat Jati di Jakarta dan lain-lain. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri. . sandal. [sunting] Pasar Faktor Produksi Pasar faktor produksi adalah pasar yang menjual barang-barang untuk keperluan produksi. [sunting] Pasar Lokal Pasar lokal adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan.

rekomendasi dan lain-lain. produk yang dijual dan dibeli juga dapat dilihat dengan kasat mata. Kita juga tidak dapat melihat konsumen dan produsen bersamaan. Misalnya ada los-los. [sunting] Pasar Menurut Wujud [sunting] Pasar Konkret Pasar Konkret adalah pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia. atau bisa dikatakan sulit membedakan produsen dan konsumen sekaligus. tapi pada umumnya melalui brosur. [sunting] Pranala luar .konsumen dan produsen tidak bertemu secara langsung.Biasanya dapat melalui internet. [sunting] Pasar Abstrak Pasar Abstrak adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Di pasar konkret. Konsumen dan produsen juga dapat dengan mudah dibedakan. toko-toko dan lain-lain. pemesanan telepon dan lain-lain. Barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat dengan kasat mata.[sunting] Pasar Internasional Pasar internasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful