P. 1
Htck Polres Tasikmalaya Kota (Deal)

Htck Polres Tasikmalaya Kota (Deal)

|Views: 2,706|Likes:
Published by Wandi Onedee

More info:

Published by: Wandi Onedee on Sep 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA KOTA HUBUNGAN DAN TATA CARA

KERJA DI LINGKUNGAN POLRES DAN POLSEK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi Polri yang pada intinya menghendaki perlu adanya suatu perubahan pada tubuh Polri baik perubahan yang menyangkut aspek struktural, aspek kultural maupun aspek instrumental dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Perubahan dari aspek instrumental ditandai adanya penyempurnaan atau pembaharuan berbagai piranti lunak atau aturan – aturan yang ada / berlaku pada Polri dan mengatur tentang mekanisme kerja atau hubungan kerja antar pejabat di lingkungan Polri, baik ditingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. Pelaksanaan tugas Polri dapat dilaksanakan dengan baik tentu karena adanya komonikasi atau hubungan antar fungsi secara sinergi dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan, hal tersebut perlu disusun Hubungan dan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polres.

b.

c.

2.

Dasar a.
b.

c.
d.

e.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang KePolisian Negara Republik Indonesia Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember 2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik Indonesia. Surat Keputusan KaPolda Jabar No. Pol. : Skep / 571 A / XI / 2003 tanggal 8 Nopember 2003, tentang Naskah sementara hubungan dan Tata cara kerja di lingkungan Polda Jabar. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010, tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polri.

3.

Maksud dan Tujuan a. Maksud Memberikan gambaran mengenai Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan serta hubungan antar komponen atau unsur dalam organisasi di tingkat Polres / Polsek. /b. tujuan…..

2 b. Tujuan Memperjelas hubungan hubungan dan tata cara kerja antra unsur yang ada dalam organisasi Polres / Polsek sehingga pelaksanaan Tupoksi dapat dicapai secara maksimal. 4. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah HTCK Polres / Polsek ini memuat hubungan dan tata cara kerja atau mekanisme kerja antar unsur organisasi di Tingkat Polres / Polsek dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian. 5. Tata Urut BAB BAB BAB BAB BAB 6. I II III IV V PENDAHULUAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI POKOK-POKOK HTCK PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENUTUP

Pengertian-pengertian a. Hubungan Adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen/unsur-unsur pengembangan fungsi dalam suatu organisasi. b. Tata Cara Kerja Adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam melaksanakan kerja di lingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan hubungan fungsional antar komponen/unsur-unsur dalam organisasi tersebut. c. Hubungan Tata Cara Kerja yang selanjutnya disebut HTCK Adalah suatu prosedur yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen/unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi Polri dengan unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi atau lembaga Pemerintah non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transparan, proporsional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mencapai tujuan yang diinginkan. d. Kepolisian Negera Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri Adalah suatu instansi pemerintah atau Aparatur Pemerintah setingkat Departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. e. f. Unit Orgnisasi Adalah organisasi Polri, dimana Kepala Unit Organisasi dijabat oleh Kapolri. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker Adalah satuan pengguna anggaran / pengguna barang yang berada di lingkungan Polri. /g. Tugas…..

3 g. Tugas Adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu organisasi. h. Kegiatan Adalah penjabaran dan atau bagian dari pada program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja di lingkungan Polri sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran program/rencana kerja Polri. i. Tugas Pokok Adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi tanggungjawab dalam suatu organisasi.
j.

Peran Adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi Polri dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan fungsi Polri dengan satuan fungsi Polri lainnya.

k.

Wewenang Adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat di lingkungan Polri untukmengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab di bidangnya masing-masing.

l.

Tanggung Jawab Adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap pejabat atau staf di lingkungan Polri untuk memepertanggungjawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada kesatuannya masing-masing.

m.

Bentuk Adalah wujud (lurus/sejajar/mendatar/horizontal) ; tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas/vertikal) ; diagonal.

n.

Hubungan Vertikal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas.

o.

Hubungan Horizontal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka koordinasi yang bersifat lurus/sejajar/mendatar atau setingkat.

p.

Hubungan Diagonal Adalah keterkaitan antar fungsi sifatnya tidak vertikal/tidak horizontal dan dapat menjangkau eselon lain yang lebih tinggi maupun antar fungsi di lingkungan Polri.

q.

Hubungan Lintas Sektoral adalah kerjasama dengan instansi/lembaga diluar Polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggungjawabnya. /BAB II….

SIKEU a) Tugas Menyelenggarakan pelayanan fungSikeu yang meliputi pembiayaan. Meneliti naskah dinas. Pelayanan Markas Kegiatan Menyiapkan bahan dan data dalam penyusunan perencanaan Polres. Memelihara dan merawat Sarpras yg menjadi tgg jwb Polres. pengklasifikasian serta pemeliiharaan dan penyimpanan naskah dinas di lingkungan Polres. FUNGSI DAN KEGIATAN 7. fungsi dan kegiatan Seksi a. Penyelenggaraan pembukuan dan akutansi. kearsipan. pengendalian pembukuan dan akutansi. Mengarsipkan naskah dinas meliputi pemeriksaan. Penyusunan adm um dan perencanaan. Mereproduksi dan mendistribusikan naskah dinas di lingkungan polres.. Membuat Laporan Evaluasi Kinerja bulanan dan pelaks giat lainnya. Tugas pokok. Membuat Rencana Kegiatan SekSium. Penyelenggaraan perwabku. /c) Kegiatan….. Melaksanakan kegiatan kantor pos di lingkungan Polres. upacara dan rapat pimpinan. Melaksanakan pendistribusian surat sesuai disposisi Pimpinan. . tata naskah dan registrasi naskah dinas dari Bag/Sat/Sie dilingkungan polres dan Polsek.4 BAB II TUGAS POKOK. pelaporan serta pertanggung jawaban keuangan b) Fungsi a) b) c) d) Penyelenggaraan fungsi Sikeu. Menyelenggarakan kegiatan protokoler. d) e) f) g) h) i) j) k) b. dan administrasi umum lainnya serta pelayanan markas di lingkungan Polres b) a) b) c) c) a) b) c) Fungsi Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum Penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan dan kearsipan. Membuat dan mengajukan rencana kebutuhan personel dan anggaran termasuk membuat rincian anggaran biaya SekSium. SIUM a) Tugas Menyelenggarakan dan membina terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas pimpinan yang mencakup fungsi kesekretariatan.

Mengecek sahnya tagihan. SIPROPAM Tugas Menyelenggarakan yan dumas ttg penyimpangan prilaku tindakan angg Polri. Melaks pengkajian atas dumas dan anggota (Propam). (Provoost). fasilitas dan jasa serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan. Melaks Giat Gaktibplin. Pelaksanaan Pengamanan Internal. Perencanaan umum dan adm. Realisasi anggaran. Membuat Lap. Lap bul kinerja. Melaks sidang disiplin/KE/Sidang Profesi (Paminal). Membuat neraca keuangan. /b) Pemberian…. . a) Mendistribusikan gaji. Bin disiplin dan tatib termasuk Paminal dlm rangka penegakan disiplin dan pemuliaan profesi. Pelaksanaan Bindisipiln dan Tatib. Melaks riksa thd pers yg bermsl (Provoost). Membuat buku kas. Mengajukan penggajian dan tunjangan. Mengajukan rekom. Menyusun Lap. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Menerima lap/du mas dan anggota (propam). Membuat Lap Perwabku.5 c) Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) c. pelaksanaan pencapaian rencana kerja. (Paminal). Akreditasi Profesi Polri. Melaks binteknis perwabku. Pelaksanaan pemulihan profesi. Melaks Lap dan adm umum. Pulbaket. termasuk bidang material. SIWAS a) Tugas Menyelenggarakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan oleh semua unit kerja khususnya dalam proses perencanaan. d. Pembukuan dan akutansi. (Paminal). Melaks Binteknis (Provost). Mengkoord dgn fungsi terkait (Propam). b) Fungsi a) b) c) d) e) c) Penyelenggaraan Pelayanan pengaduan masyarakat. Mengecek Kelengkapan Perwabku. usulan renbut.

Melaks koord intern dan ektern. mengendalikan dan menyelenggarakan administrasi operasi kepolisian. Membuat laporan bulanan. 8. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Melakukan supervisi ke semua unit kerja secara berkala. melaksanakan koordinasi baik dalam rangka keterpaduan fungsi maupun dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. Penyiapan sarpras duk Ops. Mengendalikan pelaks ops. . Menelaah Lapgiat fung. Kegiatan a) Subbag Bin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Menyusun Prinlaks Ops. Pemberian saran tindak thd penyimpangan. / c) Subbag…. Membuat Laporan hasil Ops. Pelaks Koord Pelaks humas dan PPID. Tugas Pokok. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polres. Ajuan renbut gar Ops. Melakukan verifikasi mutasi pejabat di lingk. Membuat saran tindak. Penyelenggaran Lat Pra Ops. Sun sprin Ops. Membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka acuan kerja. Melaks pengkajian masalah atas pelaporan. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Perencanaan. Subbag Dal Ops (1) (2) Membuat anev ops.. 1) Bagian Operasional Tugas Merencanakan. serta melaksanakan fungsi hubungan masyarakat termasuk pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID). Melaks koord dgn fungsi terkait. pengendalian dan operasi. Penyusunan adm umum dan perencanaan. termasuk latihan pra operasi. Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan. Melaks Lat Pra Ops. Fungsi dan kegiatan Bagian a.6 b) Fungsi a) b) c) c) Pelaksanaan monitoring secara rutin maupun insidentil. Polres dan Polsek.

(13) Melaksanakan pemakaman anggota yang meninggal dunia. ijin cuti. Memberikan binteknis kehumasan kepada Polsek Jajaran. Membuat laporan dan administrasi. Penyelenggaraan administrasi logistik. (6) Melaks DPK (Dewan Pertimbangan Karier) jab berpangkat IPTU kebawah.7 (3) (4) Mengkompulir data hasil ops. (16) Mengusulkan personil Polri / PNS untuk mengikuti Dikjur dan Dikbang. Penyelenggaraan pelayanan bantuan dan penerapan hukum. (9) Melaksanakan sidang NTCR. Melaksanakan monitor terhadap informasi media. KPI. (15) Mengusulkan penggantian biaya pengobatan anggota Polri dan PNS yang sakit ( restitusi ). Menyelenggarakan latihan fungsi. Penyelenggaraan pelatihan fungsi. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. c) Subbag Humas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Melaksanakan giat Penerangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tupoksi Kepolisian. b. Menyiapkan bahan / data untuk press rilis. (7) Membantu penyelenggaraan seleksi penerimaan calon anggota Polri. Mengusulkan tanda penghargaan personil. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) (1) (2) (3) (4) (5) a) Penyelenggaraan pembinaan personil. Latkatpuan. Menyusun UKP dan UKG. (14) Melayani usulan catur sakti. Melaksanakan dokumentasi peliputan kegiatan satuan. . Subbag Pers Kegiatan Menyusun Rengiat Subbag Pers. perjalanan dinas. Menyusun Renmut personil. (11) Melaksanakan Binrohtal. Membuat panel data. dan meluruskan opini publik. (12) Melaksanakan pelayanan kesehatan personil dan keluarganya. (10) Mengusulkan pengakhiran dinas. pelatihan fungsi dan pelayanan kesehatan. Melaksanakan kerma dengan media cetak dan elektronik. pembinaan dan administrasi logistik serta pelayanan bantuan dan penerapan hukum. Bidang Sumber Daya 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan dan administrasi personel. Penyelenggaraan administrasi personil. (8) Melayani pembuatan KTA. pembuatan sprint anggota.

8 / (17) Melaksanakan. Menyelenggarakan penyuluhan hukum. b) Subbag Sarpras (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) c) Menyusun Rengiat Subbag Sarpras. (17) Melaksanakan keSabharaan jasmani.. Pengendalian program dan anggaran. Menyelenggarakan pendistribusian Kaporlap. Mengusulkan kebutuhan Matfasjas. c. (19) Melaks tugas Kepolisian lainnya. Mengusulkan pelaksanaan psikotest pemegang senpi. Pelaksanaan anev program dan anggaran. Menyelenggarakan pendistribusian BBM. Menyampaikan usulan saran pendapat hukum ke Bidkum Polda. Pengembangan satuan kewilayahan. Menyelenggarakan pendataan SIMAK BMN. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Penyusunan renja dan anggaran. Menyusun dan membuat Rincian Anggaran dan Biaya ( RAB ). Melaksanakan revisi RKA-KL dan DIPA. Melaks har matfasjas.. Subbag Hukum (1) (2) (3) (4) Memberikan bantuan hukum dan nasihat hukum kepada anggota Polri dan PNS. mengendalikan program dan anggaran serta analisa dan evaluasi atas pelaksanaannnya termasuk ren program pengembangan satwil. Memberikan masukan dan koord dg pengemban fungsi hukum dg Insts lain. Kegiatan a) Subbag Progar (1) (2) (3) (4) (5) (6) Menyusun dan melaksanakan pemutakhiran data dalam rangka menentukan kebutuhan anggaran Satker. Merencanakan dan menyusun RKA-KL dan DIPA tingkat Satker. (18) Melaks Administrasi pelaporan. Menyusun dan membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Reference ( TOR ). .. Melayani pembuatan kartu senpi. Melaks koord dg insts terkait dlm rangka proses lelang pengadaan barang/jasa. 1) Bidang Perencanaan Tugas Menyusun renja dan anggaran. Merencanakan dan menyusun penetapan kinerja Polres.

Mengecek kondisi sarana. Memberikan paparan tentang gangguan Kamtibmas yang menonjol kepada SPKT yang bertugas berikutnya. mengelola data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program dan anggaran. Membuat laporan realisasi anggaran (LRA). (11) Melaksanakan sosialisasi Reformasi Birokrasi Polri (RBP). dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan. pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian. prasarana dan ATK yang diperlukan. Mengumpulkan. Memimpin serah terima tugas jaga fungsi. Menyusun bahan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. 9. . Penyajian informaSium berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan. Penyiapan registrasi pelaporan. Menerima dan mengecek usulan anggaran yang diajukan oleh Sub Satker. Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renstra dan Renstra Satker. (9) Menyusun HTCK tingkat Satker. (7) b) Subbag Dalgar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menyusun rencana penyerapan anggaran Satker. Memberikan sosialisasi dan arahan teknis hasil penyusunan RKA-KL dan DIPA Satker. Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu 1) Tugas Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Mengecek kehadiran anggota SPKT . Tugas Pokok. Fungsi dan kegiatan Satuan a. 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu. Pelayanan masyarakat . (12) Membuat adm pelaporan.9 / (7) Memberikan…. Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. Membuat adm pelaporan. (10) Menyusun dan membuat telaahan staf tingkat Satker. Membuat laporan pelaksanaan Triwulan DIPA. bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. SPKT (1) (2) (3) (4) (5) Kegiatan a) Melaporkan situasi Kamtibmas kepada Waka / Kapolres. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan. (8) Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renja dan Renja Satker. penyusunan dan penyampaian laporan kepada Kapolres/TA.

Penyelenggaraan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan antara lain persandian dan produk intelijen di lingkungan polres. (8) Mengajukan rencana kebutuhan / anggaran. b) Unit I. orang asing dan kegiatan sosial atau politik masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Sat Intelijen 1) Tugas a) b) c) d) 2) Menyelenggarakan dan membina fungsi Intelijen bidang keamanan. pengawasan terhadap pelaksanaannya. Memberikan pelayanan administrasi dan pengawasan senjata api atau bahan peledak. Membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. (6) Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. Membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). berkaitan dengan situasi kamtibmas ( PLN. kegiatan sosial politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada masyarakat serta melakukan pengamanan. Membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK). (7) Memonitor pelaksanaan tugas pelayanan maupun opsnal di Polres dan situasi kamtibmas di jajaran Polsek. Melaksanakan tugas SPKT apabila SPKT berhalangan. Kepolisian baik sebagai bagian dari kegiatan Satuan Intelkam maupun sebagai bahan masukan penyusunan rencana kegiatan opreasional dan peringatan dini ( Early Warning ). Memelihara sarana prasarana yang ada guna penigkatan pelayanan kepada masyarakat. Membatu tugas Banit dalam pelayanan kepada masyarakat. Membuat Laporan Polisi (LP). Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Satuan Intelkam. II dan III (1) (2) (3) (4) c) Banit (1) (2) (3) (4) (5) (6) b. senjata api dan bahan peledak. Telkom. persandian. Fungsi a) . Derek ).10 / (6) Mendatangi…. Membantu SPKT dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen. termasuk persandian dan produk intelijen. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing. Melaporkan kondisi sarana prasarana kepada Unit. termasuk perkiraan intelijen. Damkar. Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP.

Pengumpulan. dan urusan dalam. Melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat. Pemberian pelayanan dalam bentuk surat ijin atau keterangan yang menyangkut. ketatausahaan. Melaksanakan kegiatan administrasi umum. Penetapan Kinerja Rengiat. Melakukan analisis terhadap setiap perkembangan keadaan yang dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Menyusun prakiraan Intelijen keamanan. Pengdokumentasian dan penganalisaan terhadap perkembangan lingkungan strategi serta penyusunan produk intelijen untuk mendukung kegiatan polres.. SKCK dan yang menyangkut orang asing. Penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian pimpinan. Pelayanan surat izin atau keterangan kegiatan sosial masyarakat (keramaian. Pelaksanaan kegiatan opreasional intelijen kemanan guna terselenggaranya deteksi dini ( Early Detection ) dan peringatan dini ( Early Warning ) melalui pemberdayaan personil pengemban fungsi Intelijen. penyimpanan dan pemutakhiran biodata tokoh formal atau informan organisasi social masyarakat. Unit I Politik (1) (2) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan politik. Menyusun laporan bidang intelijen. peringatan dini ( Early Warning ) dan deteksi aksi ( Early Action ) Melaksanakan kegiatan penyelidikan suatu perkara / gangguan kamtibmas. Lakip.. b) Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) (5) c) Menyusun administrasi perencanaan antara lain. Melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap kelompokkelompok masyarakat. TOR. 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan kegiatan oparasional intelijen kemanan guna terlaksananya deteksi dini ( Early detection ). penyimpanan dan pemutakhiran tokoh Politik. senjata api dan bahan peledak serta kegiatan sosial atau politik masyarakat dan SKCK kepada masyarakat yang membutuhkan serta melakukan pengawasan dan pengamanan atas pelaksanaan. Mengumpulkan data dan informasi dari media massa / sumber terbuka lainnya.. rapat. dan lain-lain) atau politik. politik dan pemerintah.11 b) c) d) e) f) / b) Pelaksanaan. Melaksanakan pengumpulan. orang asing. .

d) Unit II Ekonomi (1) (2) e) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. 2) Fungsi a) b) Penyelenggaraan pembinaan dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana... Unit IV Keamanan (Was Senjata api dan handak) (1) (2) Menyelenggarakan pengamanan. keterangan dan rekomendasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melaksanakan pengumpulan. koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundangundangan. penerimaan dan pengarsipan berita-berita rahasia. Menyelenggarakan dokumentasi guna menyusun data dan rekaman hasil pelaksanaan tugas Polri. penyimpanan dan pelaporan hasil pelaksanaan. Melakukan penggalangan dalam upaya menciptakan kondisi tertentu di dalam masyarakat/orang asing yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Sat Intelkam.12 / d) Unit. Tugas Sat Reskrim Menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP. Unit III Sosial Budaya (1) (2) f) Melaksanakan pengawasan administratif terhadap kegiatan sosial masyarakat. pengawasan dan pengendalian serta perijinan senjata api dan amunisi dan bahan pelefak serta alat / bahan berbahaya lainnya. c. memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. Penerapan SP2HP secara transpran dan akuntabel. menyelenggarakan pembinaan. . h) Unit VI POA (1) (2) Melaksanakan pengawasan orang asing melalui pemberian izin. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan unit Sosbud. menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. g) Unit V Sandi (1) (2) Pengiriman. Menyusun pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Unit Keamanan..

Pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan Satuan Reskrim. (3) Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. koreksi. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. dan anggaran. serta mempelajari dan mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas satuan reskrim. (3) Melaksanakan latihan fungsi. b) Urmintu (1) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. kebutuhan sarana prasarana. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. antara lain Renstra. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Reskrim. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. (10) Melaksanakan supervisi. program dan anggaran. tahunan dan lima tahunan. Penganalisisan kasus beserta penanganannya. Renja.c) d) e) f) g) h) 13 Pemberian pelayanan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. Penyelenggaraan pelayanan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. sasaran. 3) Kegiatan a) UrBin Ops (1) Melaksanakan pembinaan Personil satuan reskrim melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. (5) Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. (4) Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. personel. c) Unit Idik I . Rancangan Renja. (2) Melakukan pemeliharaan. Penyelenggaraan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. dan. (2) Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. (6) Menyusun laporan bulanan. perawatan administrasi dan ketatausahaan personel satuan reskrim. Penyelenggaraan koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan.

Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan.. (3) (4) (5) (6) (7) d) Unit Idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. surveillance. (5) Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Penyelenggaraan pengawasan terhadap predaran narkotika. pencegahan. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan Narkoba 2) Fungsi a) b) c) 3) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika. observasi. d. (7) Melakukan interview.(1) (2) 14 Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Melakukan interview. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan narkoba. Sat Narkoba 1) Tugas menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Narkoba. surveillance.. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Kegiatan a) Urbin Ops .. pencegahan. observasi. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. / (2) Melaksanakan. (6) Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. Penyelenggaraan pembinaan. (2) Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. (3) Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. psikotropika dan obat obatan berbahaya. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. (4) Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. serta koordinasi dalam rangka pembinaan.

Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. . koreksi. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Unit Idik I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. personel. Melakukan pemeliharaan. Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal.. antara lain Renstra. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan.. Melakukan interview. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. tahunan dan lima tahunan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. (3) Melaksanakan latihan fungsi. / (3) Melaksanakan. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. observasi. (10) Melaksanakan supervisi. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. perawatan administrasi dan ketata usahaan personel satuan reskrim.(1) (2) 15 Melaksanakan pembinaan Personil Sat narkoba melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Menyusun laporan bulanan. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. dan anggaran. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Sat narkoba. Rancangan Renja. surveillance. sasaran. program dan anggaran. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan.. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana b) Urmin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) c) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. Renja. Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. kebutuhan sarana prasarana.

observasi. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Peningkatan hubungan sinergitas Polri – masyarakat. Penyenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah / lembaga/ organisasi masyarakat. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. . Kegiatan a) Urusan Pembinaan Operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membantu pelaksanaan tugas administrasi Sat Binmas. Pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dan pengembangan manajemennya.. Melaksanakan bimbingan teknis fungsi Binmas. Pemberdayaan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) e. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) Membuat rengiat. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Membuat renlat.16 d) Unit idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan.. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan.. Melakukan interview. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. surveillance. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka memberdayakan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan serta meningkatkan hubungan sinergitas Polri-masyarakat 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Penyelenggaraan pembinaan teknis Polmas. / (2) Melaksanakan. Pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Mengumpulkan dan mengolah data serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Binmas dilingkungan Polres. Sat Binmas 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan teknis Polmas dan kerja sama dengan instansi pemerintah/ lembaga/organisasi masyarakat.

. Menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas alat-alat kepolisian khusus dan keamanan swakarsa. Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pembentukan Polmas Unit Bintibmas (1) (2) (3) (4) (5) Melaksanakan pembinaan terhadap potensi masyarakat. Pengelolaan tata naskah surat masuk dan keluar. dan Pondok Pesantren. Pemberdayaan potensi masyarakat dan membangun kemitraan melalui program Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat ( FKPM). Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ngambang. Melaksanakan pembinaan terhadap Relawan. (8) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Mengadakan koordinasi dengan pimpinan alat kepolisian khusus dalam rangka pelaksanaan tugas. Toda. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan. . Pendistribusian surat-surat keluar. (7) Peningkatan pelatihan kemampuan Senkom Mitra Polri.. dan Pelaksanaan pengawasan dan pebinaan pada keamanan lingkungan. e) Unit Binkamsa (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pam swakarsa. Membuat surat perintah tugas. Pembinaan peningkatan kemampuan personil pelaksana Polmas. Peningkatan pelatihan kemampuan Satpam. Melaksanakan pembinaan terhadap petugas perparkiran.. Peningkatan pelatihan kemampuan Kaposkamling. Melaksanakan pembinaan terhadap pelajar dan mahasiswa. Melaksakan penataan kearsipan. Mengadakan pelatihan dasar Satpam. Melaksanakan pembinaan alat-alat kepolisian khusus. Membuat laporan kegiatan. (10) Melaksanakan pembinaan dan koordinasi terhadap Kepolisian Khusus. (9) Melaksanakan silaturahmi kamtibmas pada Toga. Tomas. (6) Melaksanakan pembinaan terhadap saka bhayangkara dan PKS. Mengagenda surat masuk dan keluar. / (6) Pengelolaan. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Unit Binpolmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Melaksanakan sosialisasi perpolisian masyarakat.17 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) c) Menyusun rencana anggaran kegiatan.

f. patroli dan pelayanan unjuk rasa / pengendalian masa ) dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat.. Pelaksanaan SAR terbatas dan masalah – masalah kontijensi. pengawalan. Melaksanakan dinas kepolisian lain. pengaturan. Membuat perencanaan pelatihan peningkatan fungsi. Memberikan bimbingan teknis pada unit shabara polsek. Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. c) 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membuat prencanaan tugas sesuai dengan perkiraan intelijen harian. mengolah dan menyajikan data untuk evaluasi pelaksanaan tugas shabara. Melaksanakan penjagaan baik pada pos-pos tetap ( Mako. Fungsi a) b) Pelaksanaan tugas – tugas pengamanan ( penjagaan. ganguan lalu lintas dan gangguan kamtibmas lainnya. semester dan tahunan ) c) Unit Turjawali (1) (2) (3) Melaksanakan pengaturan pada tempat – tempat yang berpotensi kerawanan laka lantas.18 / f. Membuat anev pelaksanaan tugas ( bulanan. . laka kerja.. Memfloating anggota pada objek – objek yang memerlukan pengamanan. kegiatan masyarakat dan instansi. Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) Membuat rencana kegiatan satuan fungsi shabara. Mengumpulkan. Membuat rencana anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas. Rumdin pejabat ) maupun pos-pos sementara seperti keramaian.. Membuat surat perintah dalam setiap pelaksanaan tugas – tugas fungsi shabara. Sat. Pelaksanaan tugas penanganan tindak pidana ringan (TIPIRING) dan pengamanan tempat kejadian perkara (PTKP) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terkait masalah pelanggaran dan tindak pidana. Sat Sabhara 1) Tugas a) b) 2) Melaksanakan kegiatan – kegiatan prefentif dan refresif dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas.

Penyelenggaraan Turjawali Lantas. . Pendidikan Masyarakat dan rekayasa Lalulintas.. d) Unit Pam Obvit (1) (2) Melaksanakan penjagaan terhadap objek vital pemerintah dan swasta. Registrasi dan Identifikasi pengemudi / Kendaraan Bermotor. Penyidikan Laka Lantas dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas. Pemeliharaan Kamseltibcarlantas. Pengelolaan Teknologi Informasi dan dokumentasi lalu lintas. laka pesawat) dan pelaksanaan SAR terbatas. / d) Unit. Melaksanakan pengamanan terhadap kejadian – kejadian kontijensi (bencana alam. Melaksanakan Anev. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) Penyelenggaraan dan Pembinaan fungsi Lalu lintas Kepolisian. Penyidikan Kecelakaan Lalu lintas dan Penegakan Hukum dibidang Lalu Lintas guna memlihara keamanan. Sat Lantas 1) Tugas Menyelenggarakan dan Membina fungsi lalu lintas Kepolisian. Kegiatan a) Kaur Bin Ops (1) (2) (3) b) Melaksanakan Pembinaan manajemen Opsnal dan Pelatihan. Pengawalan dan Patroli. Kaur Mintu (1) (2) (3) Membuat Rencana Kegiatan. Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa lalu lintas. Melaksanakan Manajemen Personil... Melaksanakan Pelayanan Ketatausahaan dan urusan dalam dalam lingkungan Lantas. Penyelenggaraan Registrasi dan identipikasi Pengemudi / kendaraan bermotor. ketertiban dan kelancaran Lalu lintas. Sarpras dan Kinerja. g. Melaksanakan pengawalan terhadap personil dan materil objek vital pemerintah dan nasional. keselamatan. Pengaturan.(4) 19 Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. laka KA. e) Unit Dalmas (1) (2) Melaksanakan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan unjuk rasa. yang meliputi Penjagaan.

Penjagaan.. Pembinaan Pelaksanaan Reg Ident SIM. 2) Fungsi a) b) 3) Penyelenggaraan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan termasuk pembinaan jasmani dan rohani. (1) Melaksanakan pencatatan dan registrasi serta pelaporan jumlah tahanan. (4) Melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral dalam Pembinaan dan Rekayasa Sarana Angkutan. Sat Tahti 1) Tugas Menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan. d) Unit Dikyasa (1) Membina dan melaksanakan Kerjasama lintas Sektoral. menyimpan dan memelihara barang bukti.. Kegiatan a) Urusan administrasi dan tata usaha. Mengajukan Berkas Perkara Laka Lantas ke Pengadilan. penyimpanan barang bukti dan pengelolaan data barang bukti. Melaksanakan TP TKP Laka Lantas. Pengawalan dan Patroli Lalu lintas. (2) Melaksanakan Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lantas. / (3) Membina. Melaksanakan Penyidikan Laka Lantas. (3) (4) Membina dan menyelenggarakan tata tertib Lalu lintas dan Angkutan Jalan. STNK dan BPKB. Penyelenggaraan pengamanan. . Unit Turjawali (1) (2) Melaksanakan Penegakan hukum dan tata tertib lalu lintas. (3) Pembinaan Rekayasa dibidang Lalu lintas. Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. Melaksanakan Pengaturan.. termasuk pembinaan jasmani dan rohani. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. e) f) Unit Laka (1) (2) (3) (4) (5) Menyelenggarakan Pembinaan dan Penanganan Laka Lantas. h. serta menerima. Unit Reg Ident (1) (2) Menyelenggarakan dan Membina Pelaksanaan Reg Ident Kendaraan Bermotor.20 (4) (5) c) Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Membina dan Menyelenggarakan Penanganan Pelanggaran Lalu lintas.

informasi kriminal dan pelayanan multimedia. pelayanan terhadap tahanan yang sakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para tahanan.. (2) Melaksanakan pengawasan barang bukti. i.(2) b) Melaksanakan pengawasan administrasi keluar masuknya tahanan. Mengatur. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) pemeliharaan jaringan komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi.. melaksanakan bimbingan tehnis TIPOL ke Polsek Jajaran. melaksanakan evaluasi kinerja Tupoksi Sie TIPOL. pengamanan dan pemeriksaan tahanan serta fasilitas ruang tahanan secara berkala. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. 21 terhadap Unit Perawatan Tahanan (1) (2) Melaksanakan pengawasan. pelayanan dan penyelenggaraan sistem informatika yang meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data.. barang bukti registrasi. penyiapan data. (4) Melaksanakan pengadministrasian. . meliputi kegiatan komunikasi kepolisian. Penyajian. menjaga dan mengawasi tahanan dan kunjungan ke rumah tahanan dengan menetapkan waktu dan tempat besuk tahanan. Penyajian. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Sitipol 1) Tugas bertugas menyelenggarakan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi. Melaksanakan penjagaan dan penyiapan makan dan kebersihan ruang tahanan serta fasilitas. melaksanakan penyajian data informasi criminal dan multimedia. Melaksanakan pengawasan dan perawatan kesehatan tahanan. / (3) Melaksanakan. serta penyajian informasi termasuk pelayanan multimedia. serta pelaporan dan pencatatan terhadap keluar masuknya barang bukti dan kondisi barang bukti. (3) Melakukan pengamanan. (3) (4) c) Unit Barang Bukti (1) Melaksanakan administrasi dan registrasi terhadap barang bukti. Kegiatan a) b) c) d) melaksanakan pemeliharaan jaringan informasi komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. penyiapan data. dan inventarisasi barang bukti. menjaga keluar masuknya dan pengecekan kondisi barang bukti.

sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dalam organisasi Polri. ketertiban dan kelancaran lalulintas. memberdayakan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir. Intelijen dalam bidang keamanan. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas Polri lain dalam wilayah hukumnya. melaksanakan penyusunan laporan rutin dan laporan insidentil. penegakan hukum dan pemberian perlindungan. penyelenggaraan kegiatan pengaturan. termasuk keamanan. dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. permintaan bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat. b) c) d) e) f) 3) Kegiatan a) Unit Provos Membantu tugas Provos Polres penegakan hukum anggota Polsek. / 2) Fungsi…. baik sebagai pelaksana kegiatan satuan-satuan atas maupun sebagai pengumpulan bahan keterangan untuk keperluan deteksi dini dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.22 e) f) q. pelayanan pengaduan atas tindakan anggota Polri. melaks sun rengiat dan renbut (TOR RAB dll). keselamatan. 2) Fungsi a) pemberian pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat. pengawalan. Penyelenggaraan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya serta pelayanan kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. . pembinaan masyarakat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan. sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. mengelola kegiatan administrasi umum Polsek sehingga tugas administrasi surat menyurat berjalan dengan tertib. serta pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat. Polsek 1) Tugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. b) SekSium untuk pembinaan disiplin. serta melaksanakan penjabaran penerapan Polmas. penjagaan. patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

(2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. g) Unit Binmas (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan pemberdayaan polmas. (2) Menyampaikan program unggulan Polres kepada masyarakat. e) Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. f) Unit Intelkam (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan tugas deteksi terhadap kegiatan masyarakat. / e) Sentra.. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. mengayomi. potensi masyarakat lainnya. mengayomi. j) Unit Lalu Lintas . mengayomi. Mengelola anggaran Polsek sesuai dengan DIPA. h) Unit Sabhara (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi.. Sihumas (1) Mediator antara Polri dengan masyarakat. i) Unit Reserse Kriminal (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan enyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah Polsek dalam rangka melindungi.23 (2) (3) c) Sikum (1) (2) d) Mendata anggota yang bermasalah. (3) Melaksanakan tugas-tugas tambahan sesuai perintah Polsek. (2) Melaksanakan pelayanan administrasi masyarakat. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. mengayomi. Memberikan saran/pendapat hukum. Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum. kerjasama bidang Kamtibmas serta pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. melayani masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek..

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ops.. Menerima Gelar Opsnal yang dilaksanakan Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polsek rural. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Perencanaan Operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Bag Ops dan Komunitinya. Menangani kecelakaan lalu lintas sampai dengan kejaksaan (P21) di wilayah Polsek Urban. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Kehumasan Polri tingkat guna di tuangkan dalam program kerja Bag Ops. (3) (4) (5) . Menerima laporan pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dalam lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Kapolres Tasikmalaya Kota a) Hubungan bersifat vertikal a) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Waka Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) b) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Hubungan Tata Cara Kerja di Polres Tasikmalaya Kota a. / BAB …. Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. BAB III POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA 10. Memberikan petunjuk.(1) (2) (3) (4) 24 Membantu Polsek dalam melaksanakan tugas fungsi pengaturan lalu lintas dan penjagaan. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan perintah/tugas untuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota dalam hal Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan.

arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di pembinaan sarana dan prasarana (Logistik) di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. peningkatan kemampuan dan pelayanan kesehatan di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk.. (5) Memberikan perintah... (7) Memberikan kebijakan dalam penyusunan program. d) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (3) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun Operasional guna disusun dalam perencanaan Umum dan dituangkan ke dalam Program Kerja Polres Tasikmalaya Kota. terutama dalam hal pelaporan hasil Operasi Kepolisian. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota.. Hubungan Kapolres dengan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota (1) Menetapkan kebijakan dan strategi Polres Tasikmalaya Kota jangka pendek. (3) (4) (5) . (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laboran. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan / penerapan hukum di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. kegiatan dan anggaran yang disusun dalam Renja Polres Tasikmalaya Kota (8) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas dan hasil pruduk perencanaan. / (4) Memberikan. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. (6) Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan personel. (4) Memberikan perintah. jangka menengah dan jangka panjang.(6) (7) c) 25 Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk dalam penyampaian informasi terhadap Publik.

Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasi Propam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. urusan arsip yang meliputi pemeriksaan klasifikasi serta pemeliharaan dan penyimpanan. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. / (5) Menerima.26 (6) Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. reproduksi dan distribusi surat menyurat serta penyelenggaran kegiatan pos Polri.. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. h) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Ka Siwas . Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. e) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasium Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (3) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasium Polres Tasikmalaya Kota.. Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan kepaniteraan. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan administrasi umum.. Menerima laporan kemajuan dan pertanggung jawaban keuangan Polda Jabar. terutama dalam mendukung kegiatan Pembinaan maupun operasional Polres Tasikmalaya Kota. upacara. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasium Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Tasikmalaya Kota dengan Kasikeu Polres f) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) g) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.

(3) Memberikan petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. Menerima laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. i) Hubungan Kapolres dengan SPKT Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum. Memberikan surat perintah pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan Polsek jajaran.(1) (2) (3) (4) (5) 27 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya.. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. k) Hubungan Kapolres dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arahan dan petunjuk dalam pengawasan dan pemeriksaan hasil kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. / (1) Hubungan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Siwas Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. (2) Memberikan petunjuk. (4) Menerima produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota.. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan . j) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. fasilitas perkantoran. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (3) Memberikan petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan.

l) Hubungan Kapolres dengan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota 28 maupun (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota.. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang Operasional di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. m) Hubungan Kapolres dengan Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum di bidang tindak pidana narkoba. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk . (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat NarkobaPolres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk.. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum pada umumnya. Memberikan petunjuk. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk.. (3) Memberikan petunjuk. / (3) Memberikan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional.mendapatkan perhatian baik dari pemerintah masyarakat. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum tindak pidana narkoba. Hubungan Kapolres dengan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) n) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.

. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. (5) (6) p) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Operasional. . Sat Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) q) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya.. / (5) Menerima. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Hubungan Kapolres dengan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.(5) o) 29 dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Menerima produk-produk yang dihasilkan Sattahti Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. Tasikmalaya Kota dengan Kasitipol Polres Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja. terutama bidang Lantas Polres Tasikmalaya Kota.

(4) Koordinasi tentang Penyusunan dan sosialisasi Perda. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. b) Hubungan Kapolres dengan Dinas Pendidikan (1) (2) (3) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. (5) Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam.. 2) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolres dengan PEMDA / DPRD (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. (4) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. . Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas.. c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi.(4) (5) 30 Menerima produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. terutama yang menyangkut pemb`inaan dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang meliputi kriminal dan manajerial termasuk jaringan telekomunikasi dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota. / (4) Menerima. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. r) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. (6) Koordinasi dalam pengamanan VIP (7) Koordinasi dalam Penertiban / rekayasa lalu – lintas. (3) Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. (3) Memberikan petunjuk. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam hal penyalahgunaan narkoba..

31 b. Koordinasi dalam dukungan logistik dalam pelaksanaan Operasional Kepolisian. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. c) Hubungan Kabag Ops dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam bidang penyelenggarakan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kepolisian.. Lakip. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metoda produk perencanaan. Koordinasi dalam perencanaan kegiatan Polres. b) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. jiwa korsa. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Operasional (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Sumda / (1) Hubungan. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres dan Waka Polres serta melaporkan pelaksanaan penyelenggaraan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kapolisian. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metode produk HTCK. Koordinasi dalam pembinaan personil yang menyangkut profesi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. moril dan disiplin serta urusan administrasi personil dan karier.. Bagian Operasional (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Menerima pertunjuk dan arahan dalam penyampaian informasiterhadap public.

Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. Menerima laporan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. tata naskah dan distribusi. .. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi untuk masukan tata cara urusan arsip yang meliputi pemeliharaan dan penyimpanan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ops dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) b) (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Intelkam Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinas.. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. 32 pengawasan d) Hubungan Kabag Ops dengan Kasi Ppropam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(2) (3) (4) Koordinasi dalam penyelenggaraan pelaksanaan Operasi Kepolisian. Memberikan informasi dalam pemerosesan anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. / (2) Koordinasi. Koordinasi dalam penyelenggaraan Operasi guna monitor pelaksanaan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam rangka pencairan dana. (2) (3) f) Hubungan Kabag Ops dengan Kasium (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Koordinasi tata cara penyelenggaraan urusan administrasi umum. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. baik dilingkungan Bag Ops maupun untuk kegiatan Operasional Kepolisian. Membantu kelancaran klarifikasi personil yang diduga melakukan penyimpangan.. Koordinasi yang berhubungan fungsi teknis keuangan.

Koordinasi dalam penyampaian informasi masalah operasional. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi dalam kegiatan fungsi Binamitra termasuk penerangan kepada masyarakat tentang peraturan perundang – undangan di bidang operasional Kepolisian. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi masalah operasional Kepolisian yang berkaitan dengan fungsi Binamitra. terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (5) Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian.. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor dan identifikasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. / (5) Koordinasi. .(2) (3) (4) c) 33 Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam menyiapkan Rencana Operasi Kepolisian dan penyiapan personil yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim..

Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti.. / (2) Koordinasi. (4) Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi (5) terhadap publik. (3) Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri... Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. j) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolsek (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional. (3) Koordinasi dalam upaya mensukseskan kegiatan Operasional Polri di lapangan. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ops dengan Pemerintah Daerah (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi tentang pelaksanaan Pilkades. Koordinasi masalah berkaitan dengan tahanan serta barang bukti. . Pilbup. Pilgub dan Pilpres berjalan aman lancar terkendali. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. i) Hubungan Kabag Ops dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya.(4) g) 34 Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.

Koordinasi dalam rangka penertiban lalulintas. penyakit d) Hubungan Kabag Ops dengan DISHUB (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Bagian Sumber Daya 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Memberikan arahan dan perintah yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian. Hubungan Kabag Ops dengan POL PP (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Mewakili Kapolres untuk mengikuti kegiatan dalam hal Kapolres berhalangan hadir. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Menerima petunjuk. Bagian…. Hubungan Kabag Ops dengan Dinas Pendidikan 35 penyakit (1) (2) c) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. e) Hubungan Kabag Ops dengan TNI (1) (2) (3) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. c. Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas bidang Sumda 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ops . Memberikan arah kebijakan dibidang Sumda Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Bag Sumda.(3) (4) (5) b) Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. / c. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. arahan dan perintah dari Kapolres dibidang Kepolisian khususnya bidang Sumda. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Memberikan saran pendapat dibidang Sumda.

petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi dibidang tugasnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka Perencanaan tugas administrasi dan anggaran Bag Sumda. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penyuluhan. penyuluhan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 36 Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ren Polres. penggunaan Personel dan logistik. UKG. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ops Polres. Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. d) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasi Propam . Koordinasi dalam kegiatan pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Melaksanakan Koordinasi dibidang update data personel sescara rutin dan berkala. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (7) Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda dan Siwas. Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ops untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. UKG. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi untuk mendapatkan masukan mengenai perumusan / pengembangan. / (7) Koordinasi…. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Lakip. Melaksanakan Koordinasi dibidang Operasional penyiapan personel untuk kegiatan Operasi Menerima usulan untuk UKP. (7) (8) Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ren untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang Binpers untuk UKP.

Koordinasi dalam rangka kearsipan. penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan seleksi pendidikan.. / (d) Koordinasi. mutasi dan sebagainya. penggunaan Personel dan logistik. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penyuluhan. Meminta catatan personel dalam rangka Wanjak yang UKP. . e) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasikeu (a) (b) (c) Koordinasi dalam bidang rencana kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan Bag Sumda dan Sikeu Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Meminta SKHP dalam rangka kenaikan Pangkat personel dan STNK rahasia untuk keandaraan dinas. Koordinasi dalam penyusunan program dan anggaran Bag Sumda dalam rangka pelaksanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi..(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) 37 Koordinasi dalam penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan penerimaan calon anggota Polri. dan meminta catatan personel sebagai bahan Wanjak. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasium (a) (b) (c) (d) (e) (f) Koordinasi yang dalam penyampaian Produk Laporan atau administrasi lainnya yang di sampaikan kepada Kapolres Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyuluhan. kesekretariatan dan administrasi umum lainnya Koordinasi dalam rangka pelayanan Markas dilingkungan Polres. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. (d) (e) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penyuluhan. penyiapan dan pelaksanaan penelitian bagi personel yang akan mengikuti pendidikan atau dinas keluar negeri. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam pelaksanaan sidang dan putusan sidang disiplin dalam rangka pembinaan dan memberikan kepastian hukum terhadap anggota.

38 3) Hubungan Diagonal
a)

Hubungan Kabag Sumda dengan KSPKT
(1) (2) (3) (4) (5)

(6)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan personel pengemban fungsi SPKT. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi penjagaan. Menerima data usulan pembinaan kesejahteraan dan pembinaan karier personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

b)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Intelkam
(1) (2) (3)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Intelkam.

dan

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Intelkam. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (6) Koordinasi....

(6)

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

c)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Reskrim
(a) (b) (c)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Reskrim.

dan

(d)
(e)

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

39
d)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Narkoba
(a) (b) (c) (d) (e)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Sat Narkoba.

dan

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

e)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Binmas
(1)

(2) (3)
(4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

/ f) Hubungan….

f)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Sabhara
(1)

(2)
(3) (4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers, Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

g)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Lantas
(1)

(2)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik.

(3)
(4)

(5)

40 Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

h)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Tahti
(1)

(2) (3)
(4) (5) (6)

(7)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam Binrohtal terhadap tahanan. Koordinasi dalam hal pinjam pakai barang bukti kendaraan Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

i)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasitipol (1) (2)
(3)

Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag, Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (4) Menerima....

(4)
(5)

(6)

Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

j)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolsek
(1)

(2)
(3)

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah, Binkar, Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik, sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

penyuluhan. Koordinasi mengenai anggota Polri yang melaksanakan Perceraian. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Badan Pertanahan Nasional(BPN ) (1) (2) Koordinasi dalam rangka Pembuatan Sertifikat tanah milik Polri. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya..... / e) Hubungan. d. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil / (1) Koordinasi.. (1) (2) (3) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Akte Kenal Lahir dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Nikah dari kesatuan. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas Pendidikan (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas ijazah dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi dalam rangka kesediaan menjadi tenaga binrohtal d) Hubungan Kabag Sumda dengan KUA (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Nikah bagi anggota Polri dan PNS.(6) 41 Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi mengenai Keabsahan Domisili/ KTP dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi dalam rangka Penentuan Harga sertifikasi Tanah milik Polri. Koordinasi mengenai sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dan PNS. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Depag (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Ijazah MA dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Pengadilan Agama (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Cerai bagi anggota Polri dan PNS. Bagian Perencanaan (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolres . Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Cerai dari kesatuan..

. / (3) Koordinasi. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Ops . melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. Lakip. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. (3) (4) (6) (7) b) Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran dalam pelaksanaan tugas operasional. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum... b) Hubungan Kabag Ren dengan Waka Polres (1) Menerima petunjuk. rencana kerja dan anggaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum.(1) (2) 42 Menerima petunjuk. . rencana kerja dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. rencana kerja dan anggaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Ops (1) (2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

/ (1) Hubungan. Mengusulkan UKP dan UKG personel yang ada di Bag Ren . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. c) Hubungan Kabag Ren dengan Kasium (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Lakip. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA.(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 43 Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. Melaksanakan koordinasi di bidang penyelenggaraan perencanaan umum.. Memberikan petunjuk dalam pelaksanaan baik di bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sikeu. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sium . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran di bidang pengadministrasian. rencana kerja dan anggaran. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam penyusunan rencana keuangan dan anggaran. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Sumda . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sikeu. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. Koordinasi dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. Lakip.

Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan petunjuk. Menerima produk Sipropam . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sipropam .. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . baik yang berupa konsep RUU. RPP. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ren dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (5) (6) (7) f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Keppres dan Keputusan Kapolri sesuai bidangnya maupun pendapat dan saran hukum sesuai fungsinya.44 e) Hubungan Kabag Ren dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan strategis. . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sipropam ... arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas . Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . / (6) Menerima.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Intelkam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim . . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Reskrim . d) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi…. Lakip.(4) (5) (6) b) 45 Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam . Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam rangka menyusun perencanaan umum dan program kerja tingkat Polres. Lakip.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. / (5) Koordinasi…. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. perencanaan umum dan anggaran untuk dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . Lakip.(2) (3) (4) (5) (6) e) Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara . Lakip. Memberikan petunjuk. g) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Lantas . Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk. 46 baik bidang disusun dan Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Narkoba dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA.

Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. (5) (6) j) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolsek Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Memberikan petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Tahti dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. / (5) Koordinasi….(1) (2) (3) (4) (5) (6) h) 47 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. . i) Hubungan Kabag Ren dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. rapat-rapat pimpinan. Memberikan arah kebijakan strategis .. pelayanan kebersihan. (6) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres kepada Kapolres. kearsipan dan administrasi umum lainnya.(a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) 48 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (7) Mangajukan.. Menerima laporan pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. (5) Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres serta melaporkan pelaksanaan tugas Sium Polres. Lakip. (2) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas Kapolres yang meliputi fungsi kesekretariaatan. Menerima petunjuk dan arahan dalam rangka pengajuan dan pengesahan DIPA dalam pelaksanaan anggaran. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di lingkungan sekitar Mapolres. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ren dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk. b) Hubungan Kasium dengan Waka Polres . menyiapkan sarana prasarana di ruang rapat. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Sium (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasium dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah dan menyampaikan laporan. (7) Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan oleh Sium Polres untuk ditandatangani Kapolres. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . (3) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam administrasi umum yang meliputi korespondensi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . (4) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. e.

c) Hubungan Kasium dengan Kasi Keu . (4) Koordinasi dalam hal pengawasan pencapaian rencana kerja Sium Polres. ketatausahaan dan kelancaran tugas-tugas Waka Polres. ketatausahaan. (5) Koordinasi dalam hal pengajuan rekomendasi bagi personel Sium yang telah melaksanakan putusan Ankum. menyampaikan laporan dan koordinasi sesuai batas kewenangan yang diberikan Kapolres kepada Waka Polres. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di sekitar lingkungan Mapolres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Siwas. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. ketatausahaan. pelayanan kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Siwas. / (5) Koordinasi…. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sipropam Polres. b) Hubungan Kasium dengan Kasi Propam (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasium dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sipropam Polres. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan fungsi kesekretariaatan dan administrasi umum yang meliputi korespondensi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan Sium Polres untuk ditandatangani Waka Polres sesuai perintah dan kewenangan apabila Kapolres berhalangan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 49 Hubungan bersifat vertikal dan diagonal bentuk hubungan adalah garis menerima perintah. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam penjabaran kebijakan Kapolres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. menyiapkan tempat rapat-rapat pimpinan termasuk sarana prasarana ruang rapat. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sipropam Polres.

Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.(1) (2) (3) (4) d) 50 Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / f) Hubungan. RKA-KL dan POK Polres. (6) Koordinasi dalam penyusunan perencanaan Sium Polres yang meliputi perencanaan kerja.. kegiatan dan anggaran serta perencanaan lainnya. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagren Polres. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sikeu Polres. diagonal dan bentuk . Hubungan Kasium dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat horizontal dan diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam hal penyerapan dan penyaluran anggaran Sium Polres sesuai DIPA. ketatausahaan. (4) Koordinasi tentang data Surat menyurat dan giat rapat untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL/DIPA. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagops Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagops Polres. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagren Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sikeu Polres. Hubungan Kasium dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasium dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horisontal dan hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan... kebersihan. (4) Koordinasi dalam penggunaan kekuatan personel Sium Polres dalam melaksanakan operasi kepolisian dan kegiatan Kepolisian yang digelar Polres.

d) Hubungan Kasium dengan Kasat Narkoba . kebersihan.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres. kebersihan. kebersihan. (b) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat intelkam Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagsumda Polres. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasium dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagsumda Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. c) Hubungan Kasium dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal pembinaan personel Sium Polres. b) Hubungan Kasium dengan Kasat Intelkam (a) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / d) Hubungan. (5) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan.51 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (c) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat intelkam Polres. ketatausahaan. penyuluhan.

pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. ketatausahaan. g) Hubungan Kasium dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. h) Hubungan Kasium dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. e) Hubungan Kasium dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. ketatausahaan.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat sabhara Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat narkoba Polres.52 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat narkoba Polres. kebersihan. f) Hubungan Kasium dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. / (2) Koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. . kebersihan..

ketatausahaan. kebersihan. urusan dalam dan pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres.. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres.. / (3) Mengajukan.Sikeu 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasikeu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan dersifat vertical dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. f.53 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. j) Hubungan Kasium dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. . (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. ketatausahaan. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. ketatausahaan. kebersihan. i) Hubungan Kasium dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Menerima petunuk dan arahan dari Kapolres dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan teknis Kapolres di bidang ke uangan polres yang meliputi dari mulai perencanaan pendanaan sampai dengan penyaluran dan laporan keuangan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. (5) Meneruskan kebijakan. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. (2) Memberikan bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan.

. Menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres dalam masalah pendanaan yang menyangkut kepentingan khusus seperti untuk mendukung oprasional. Koordinasi dalam rangka pelayanan angkutan dan konsultasi mengenai administrasi umum dalam rangka mendukung kegiatan oprasional Kasikeu.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.proyek khusus dan lain – lain. Melaksanakan Koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Memberitahukan tentang perubahan system pengajian dalam rangka pembuatan DPP gaji yang dibuat secara teknis serta hal – hal tentang penyempurnaan dan perubahan. Mengajukan daftar nama anggota Kasikeu yang terlibat satuan cadangan polri. Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ren (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (4) Mengajukan. . Melaporkan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan dalam bidang pembinaan keuangan Polri. (4) (5) 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) b) (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam hal penyaluran dana Operasional.54 (3) Mengajukan konsep juknis dan jukmin mengenai pengurusan keuangan negara di tingkat polres serta pengajuan konsep naskah kerja sama yang menyangkut penghasilan personil dengan instansi luar. Mengikuti pokja dalam rangka penentuan eselonisasi jabatan terutama dalam penentuan elselon jabatan. Lakip.. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan untuk lingkungan Kasubagren Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan usulan dalam rangka masalah organisasi dan prosedur Kasikeu dan kemungkinan untuk pengembangan baik di tingkat polres maupun polsek serta penyusunan piranti lunak yang berlaku untuk itu. Mengajukan usulan dalam rangka permintaan tambahan personil dan pegajuan kenaikan pangkat serta mutasi jabatan di lingkungan Kasikeu. Koordinasi tentang bimbingan teknis administrasi keuangan Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan/penyaluran anggaran.55 (4) Mengajukan usulan dalam rangka kenaikan gaji berkala. (5) (6) (7) d) Hubungan Kasikeu dengan Kasiwas (1) (a) (b) (c) e) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . arahan dan petunjuk pimpinan. Menyertakan anggota Kasikeu dalam pencocokan dan penelitian tagihan dari BUMN atas LTAG dan BMP. Melakukan koordinasi dalam rangka penyaluran dana – dana APBN dan DPK serta bantuan medis untuk kepentingan kesejahteraan anggota Kasikeu. Hubungan Kasikeu dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin Memberikan masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin memberikan perintah. Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya. Menyampaikan laporan hambatan dalam penarikan anggaran. Memberikan bimbingan teknis tentang administrasi keuangan 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasikeu dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyiapkan bahan laporan lakip yang berkaitan dengan penggunaan anggaran. pelaporan serta perwabku. Koordinasi tentang kebutuhan anggaran Sipropam. Koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan. perjalanan dinas mutasi . Memberikan saran dan arahan tentang pembuatan perwabku. Hubungan Kasikeu dengan Kasium (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam perumusan / pengembangan. akutansi.tanda jasa serta pembuatan peraturan mengenai hak – hak anggota Polri serta hal – hal lain yang menyangkut kesejahteraan seluruh anggota polri.untuk di proses lanjut dalam pembayaran / pemindahan dukungan ke instansi BUMN. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan.petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugas taud. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan tentang tehnis pertanggung jawaban keuangan di lingkungan taud.

. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. b) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. c) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.56 / b) Hubungan. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Bekerja sama dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas.. e) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam d) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. g) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Bekerjasama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan sat Sabhara.. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. f) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

. Bekerja sama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam pelaksanaan manajemen keuangan. Sipropam (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ laporan. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. g.. i) Hubungan Kasikeu dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka Revisi DIPA. Memberikan perintah. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitraSikeu. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasikeu dengan KPPN (1) (2) b) Koordinasi dalam menyiapkan SPP gaji dan pembukuan SPM gaji. arahan dan petunjuk Menerima laporan pelaksanaan tugas yang telah diberikan oleh pimpinan.57 (4) / (4) Bekerja. h) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. j) Hubungan Kasikeu dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk garis koordinasi. Hubungan Kasikeu dengan Dirjen Perbendaharaan (1) (2) Koordinasi dalam rangka Penyusunan DIPA. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. Memberikan bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. .

Menerima arah kebijakan Kapolres baik langsung maupun melalui ajudan Kapolres. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasium (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. akutansi. perpustakaan dan pelayanan administrasi.. Memberikan masukan / informasi tentang data penyeleseaian kasus pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi. . Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. (4) b) Memberi perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. Hubungan Kasi Propam dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kesekretariatan. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasi Propam dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. pelaporan serta perwabku.. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan keuangan. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin.. Memberikan masukan data anggota yang akan dihentikan hak gaji / penghasilannya. Hubungan Kasi Propam dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ arahan. Melakukan koordinasi tentang rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran Sipropam. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Menerima perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. Memberikan laporan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan personil Polri dan Pns Polri. Melaporkan hasil kegiatan di bidang pengawasan dan pembinaan personil serta pelayanan pengaduan masyarakat yang menyangkut pelanggaran anggota.58 / (4) Memberi.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. penyuluhan. (2) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan anggota yang melaksanakan tugas Opsnal. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya. Koordinasi dalam pengendalian anggaran serta evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja sub satker . Koordinasi dalam pengendalian personel di lingkungan Polres . Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasi Propam dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT. / d) Hubungan. . Koordinasi dalam pelayanan dan konsultasi hukum bagi anggota dan keluarganya. f) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ren (1) (2) (3) 4) 5) 6) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.(3) 59 Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT. Koordinasi dalam pemberian rewards and vonisman. matlog. (4) Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap personil Bag Ops. rencana kegiatan di lingkungan Sipropam Polres. Koordinasi data personel. Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat. Koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran. Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Sumda (1) (2) e) (3) (4) (5) (6) (7) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan seluruh personil Polres Tasikmalaya Kota.. (3) Memberikan laporan hasil pengawasan dalam pelaksanaan tugas Opsnal. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL/DIPA. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Lakip.

Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota.. e) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Reskrim. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.. Koordinasi dengan Sat Narkoba apabila terjadi pelanggaran oleh anggota f) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Sabhara . Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Narkoba. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dengan Sat Reskrim apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan Sat Binmas apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi.60 / b) Hubungan..

Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. h. / (2) Koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. (2) (3) (4) (5) (6) g) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara. Hubungan Kasi Propam dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran.. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (2) koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Siwas (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasiwas. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum.. registrasi dan inventarisasi tahanan anggota dan barang bukti. . Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah Memberikan arah Kebijakan Strategis. Koordinasi dengan Sat Sabhara apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan Sat Lantas apabila terjadi pelanggaran oleh anggota Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota..61 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan. Hubungan Kasiwas dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan. Koordinasi dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Operasi Kepolisian. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasiwas. Memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan. b) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaan tugas pengawasan umum. Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) d) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laporan. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda. (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(3) 62 Memberikan petunjuk.. Memberikan petunjuk. Menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas. Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres. (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops.. (4) (5) b) Menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan KaSiwas. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas / (4) Menerima. Memberikan arah Kebijakan Strategis. Memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja. (1) (2) (3) (4) .. . Menerima Laporan pelaksanaan tugas KaSiwas. (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. penyuluhan. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. (3) Koordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA. Memberikan petunjuk. Koordinasi tentang Hasil kegiatan Siwas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam Penyusunan RKAKL/DIPA. (2)Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . RKAKL dan POK. c) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) . Koordinasi dalam Penyusunan Renja.63 (3) (4) Koordinasi dalam bidang Pembinaan Personil Koordinasi dalam bidan penggunaan dan perawatan logistic / (5) Koordinasi…. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (5) (6) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasikeu (1)Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas . d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan. bahan peledak dan penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). . b) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam (a) (b) (c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. senjata api illegal. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat intelkam yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.64 (4) Koordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas . (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas termasuk ketatausahaan. (d) c) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasiwas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengawasan orang asing. kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. deteksi giat masyarakat. persandian. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat intelkam yang meliputi personel. / (2) Koordinasi…. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

(4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat narkoba yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel . e) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat narkoba yang meliputi personel... f) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan / (4) Koordinasi.65 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. d) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. g) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas . penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim yang meliputi personel.. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat reskrim yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah .

. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.66 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. h) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. / (3) Koordinasi. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. i) Hubungan Kasiwas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. j) Hubungan Kasiwas dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. menyimpan dan memelihara barang bukti. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. penerbitan SIM. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas.. pengumpulan. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. Hubungan KSPKT dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Memberikan produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan KSPKT dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) b) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek. Menerima petunjuk. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.67 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. / (5) Melaksanakan. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.. i. untuk diketahui. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. fasilitas perkantoran. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. (8) Meneruskan kebijakan.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. .SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan KSPKT dengan Kapolres / Waka (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.

(2) (3) (4) (5) Koordinasi dalam memberikan dan menerima Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi tentang pemetaan wilayah atau daerah rawan terjadinya gangguan kamtibmas. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. (e) Menginput laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. Hubungan KSPKT dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. (c) menyampaikan informasi kejadian Laka Lantas. e) Hubungan KSPKT dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan KSPKT dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam memberikan dan menerima Laporan Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi dalam hal adanya kegiatan masyarakat yang menonjol.. Narkoba. Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. 68 Laporan / c) Hubungan. Koordinasi dalam hal langkah-langkah pelaksanaan tugas/ tindak lanjut apabila adanya laporan pengaduan dari masyarakat. Reskrim. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara. ... (d) Menerima laporan dan menandatangani Laporan Polisi Laka Lantas. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. f) Hubungan KSPKT dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti.

Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. c) Hubungan KSPKT dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam bidang pembinaan personil SPKT. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti (2) (3) 3) Hubungan Diagonal (1) a) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ops (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . . Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. penjagaan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam hal peningkatan kemampuan personil. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan KSPKT dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. registrasi dan inventarisasi. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Koordinasi dalam bidang dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas SPKT.. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam hal Bantuan hukum bagi personil SPKT dan keluarganya.69 (3) (4) g) Koordinasi dalam mendatangi TKP. / (2) Koordinasi. Lakip. b) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA.. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . Melaporkan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. Koordinasi dalam bidang pengamanan.

70
d) Hubungan KSPKT dengan Kasium

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan, ketatausahaan, kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / (3) Koordinasi.... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran, kebersihan, pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres.
e) Hubungan KSPKT dengan Kasikeu (1)

(2)
(3)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan; Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasi Propam

(1) (2) (3) (4)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT; Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat; Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT

g) Hubungan KSPKT dengan Kasiwas

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
h)

Hubungan KSPKT dengan Kasitipol
(1)

(2) (3)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Menerima laporan tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas; Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres;

(4) (5)
i)

71 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Mengadakan koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi.

Hubungan KSPKT dengan Kapolsek Jajaran
(1)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; / (2) Koordinasi....

(2) (3) (4) (5) 4)

Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek; Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek; Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

Hubungan Lintas Sektoral
a)

Hubungan KSPKT dengan PLN dalam hal adanya gangguan jaringan listrik akibat kerusakan teknis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum

b)

Hubungan KSPKT dengan Telkom dalam hal adanya gangguan jaringan telepon akibat kerusakan tekhnis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum.

c)

Hubungan KSPKT dengan Damkar tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang memerlukan bantuan dari Damkar.

d)

Hubungan KSPKT dengan Derek dalam hal informasi adanya kendaraan yang memerlukan Derek

j.Satuan Intelijen 1) Hubungan Vertikal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolres (1) (2) (3) Menyiapkan dan menyampaikan laporan harian / insidentil mengenai situasi menonjol dan aktual yang di perlukan Kapolres. Menyiapkan dan menyampaikan telaahan staf dan saran pertimbangan sebagai bahan pengambilan keputusan Kapolres. Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.

72 (4)
b)

Mewakili/mendampingi Kapolres sesuai perintah.

Hubungan Kapolres dengan Kasat Intelkam (1)
(2)

(3)

Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Kirka intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang keamanan. / (4) Memberikan.... Memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam, termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Intelijen.

(4)

(5) 2)

Hubungan Horizontal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan KSPKT 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polres guna mengantisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas.

b)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Reskrim 1)
2)

3)
c)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasus-kasus orang asing, senjata api dan bahan peledak. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana yang menonjol.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Narkoba 1)
2)

3)
d)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penynyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana narkoba terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasuskasusnya. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana narkoba.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Sabhara 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Menyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.

Menyampaikan kirka intel dan ren intel untuk mendukung pelaksanaan operasi. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian.. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Lantas 1) Hubungan tugasnya.3) 4) 5) e) 73 Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja dibidang operasional. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. 2) 3) 4) 5) f) Meyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian. Melaksanakan kerja sama dalam penyampian informasi masalah operasional. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan garis koordinasi. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Binmas 1) 2) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. bersifat diagonal dalam rangka pelaksanaan / 2) Menyampaikan.. g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Tahti 1) 2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. Menyampaikan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan publik. Melaksanakan kerja sama dalam penyampaian informasi masalah operasinal. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Sumda . Menyampaikan personel yang di perlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional.. Menerima konsep umum operasi.

Koordinasi dan memberikan bantuan tenaga medis untuk rikes anggota Sat Intelkam secara rutin dan berkala. (6) (7) (8) Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis logistik di lingkungan Sat Intelkam Polres. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. (3) Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres.(1) (2) (3) (4) (5) 74 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan penyuluhan hukum. e) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi dalam perencanaan pendistribusian materiil intelejen.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam menyusun renbut dan spesialisasi teknis peralatan khusus intel. . Lakip. d) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasium (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan pertimbangan / rekomendasi dalam penempatan pejabat intelejen baik di tingkat Polsek Jajaran. (4) Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. petunjuk pelaksana / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan serta pembinaan personel menuju profesionalisme Polri.. / (6) Koordinasi. Memberikan masukan tata cara penyelenggaraan urusan administrasi. (2) Koordinasi dalam penyiapan dukungan administratif untuk pelaksanaan kegiatan penyusunan strategi program dan anggaran.

/ (5) Koordinasi. pammat (rekomendasi STNK rahasia) dan Pam Baket dilingkungan Sat Intelkam. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam penanganan masalah yang menyangkut pampers (Penertiban SKHP). i) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita bidang intelijen kepada jajaran. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan kinerja yang akuntabel... .(3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (5) (6) g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiwas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Melakukan koordinasi tentang pengawasan pelaksanaan tugas fungsi intelijen. h) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam 75 dan f) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. pamgiat.. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas.

Melaksanakan koordinasi dalam bidang Hankam. k. Melaksanakan koordinasi dalam bidang kepemerintahan. Sat Intelkam memberikan bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu 76 terhadap 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Pemkot/Pemda (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan TNI (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Melaksanakan koordinasi dalam bidang Keamanan. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara pidana. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana. c) Hubungan Kasat Intellkam dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Ipoleksosbud hankam. / b) Hubungan…. Sat Reskrim 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat.(5) (6) Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan Masyarakat. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga.

g) Hubungan Kasat Reskrim dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Intel (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. horizontal bentuk hubungan bersifat / (2) Koordinasi…. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Binmas. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Lantas. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam giat Operasi. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Sabhara.(5) b) 77 Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Narkoba. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. . Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. (2) (3) (4) d) Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana.

Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Lakip. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Sumda. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Menerima petunjuk. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik.. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . (5) b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ren. . 78 bersifat Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ops. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim.. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Reskrim..(1) (2) (3) 3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. / (5) Koordinasi. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasiwas. (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Reskrim.

ketatausahaan. . Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasi Propam . Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Reskrim. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasitipol. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat reskrim Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasikeu.. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota... Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim. / (4) koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (4) Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. kebersihan. Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Reskrim.(1) (2) (3) (4) e) 79 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres.

(3) Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. BPKP dan BAWASDA Koordinasi dalam hal pemeriksaan audit investigasi dalam hal penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi. d) Hubungan Kasat Reskrim dengan BPK.. (2) Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan.. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). / (6) Meneruskan.(3) (4) 80 Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (4) Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus. (5) Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. (6) (7) Meneruskan kebijakan. i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Perguruan Tinggi Koordinasi dalam hal permintaan pemeriksaan saksi ahli f) Hubungan Kasat Reskrim dengan BAPAS . petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP (2) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan (3) Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengadilan (1) (2) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan.

h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas Kehutanan / Perhutani Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus illegal loging j) Hubungan Kasat Reskrim dengan Satpol PP. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.81 Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS.Sat Narkoba 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) 2) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara tindak pidana narkoba. l. Imigrasi. Sat…. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Intel . Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. / l. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga.

Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. 82 bersifat c) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Lantas. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Reskrim. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam giat Operasi. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. horizontal bentuk hubungan bersifat (2) (3) (4) (5) (6) e) / (2) Koordinasi…. 3) Hubunan Diagonal . Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana narkoba. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana narkoba. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana Narkoba. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Sabhara. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) Hubungan bersifat koordinasi.(1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi.

Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik.83 a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). (3) (4) (5) c) Menerima petunjuk. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Narkoba. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). / (3) Menerima…. Lakip. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Narkoba. b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ren (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Narkoba. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Narkoba. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba.

(3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. h) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Narkoba Polres. (3) g) Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan. ketatausahaan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Narkoba Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. / (3) Koordinasi.. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolsek Jajaran . Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres.84 (4) Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Narkoba. Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.

Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek Hubungan lintas sektoral a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP / (2) Koordinasi..(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4) 85 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Satpol PP. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). Imigrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran ... Meneruskan kebijakan. Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan BAPAS Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. (2) (3) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana narkoba b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengadilan (2) (3) c) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. . Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS.

materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) (4) (5) (6) (7) (8) b) Melaporkan setiap pelaksanaan tugasnya kepada Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Melaksanakan perintah dan kebijaksanaan Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres Tasikmalaya Kota sebagaimana apa yang tertuang dalam Proja Polres Tasikmalaya Kota untuk menyusun Proja. narkoba di masyarakat termasuk giat penyidikan kasus-kasus narkoba dan tes Urine. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. Mengajukan saran dan pertimbangan. peredaran. a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolres / Waka Polres Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Koordinasi dalam hal dukungan anggaran. penyalahgunaan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasi Propam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. Menerima saran dan masukan dari Kapolres dalam pelaksanaan tugas Sat Binmas Melaksanakan perintah dan petunjuk lainnya yang berkaitan dengan tugas kepolisian. yang menyangkut tugas pokok Binmas.. . / (3) Melaporkan.86 h) Hubungan Kasat Narkoba dengan balai POM Koordinasi dalam hal pemeriksaan secara labolatoris terhadap barang bukti narkoba. Sat Binmas 1) Hubungan Vertikal (1) (2) Koordinasi dalam hal pencegahan. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan BNP/ BNK (1) (2) m.. baik lisan maupun tertulis. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas.

pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. UKG. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. penggunaan Personel dan logistik. g) (1) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Sumda Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi (2) Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. f) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan.(3) d) 87 Koordinasi dengan Sat Binmas dalam bidang pembinaan disiplin anggota. Melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan manajemen operasi kepolisian fungsi Binmas.. . (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas Laporan pertanggungjawaban keuangan Sat Binmas. / f) Hubungan. (6) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. (4) Menerima usulan UKP. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengolahan dan penyajian data. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. dan kebutuhan administrasi lainnya. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi tentang penunjukan anggota Binmas yang dilibatkan dalam kegiatan operasi Kepolisian. ketatausahaan. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan fungsi Binmas termasuk pengumpulan. (3) Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. kebersihan.. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) e) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres.

Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). (3) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Intelkam. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis.(2) (3) (4) (5) (6) 88 Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) d) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. untuk diketahui. Menerima petunjuk. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) e) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Narkoba . Lakip. (2) Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. / (3) Koordinasi…. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Binmas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya.. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak daripada penyalahgunaan narkoba. Koordinasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam pemberantasan Narkoba. (4) (5) Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. 3) Hubungan Diagonal . Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. g) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas... h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi kegiatan-kegiatan pembinaan terhadap tahanan maupun keluarganya Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Tatap Muka / kunjungan ke keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. 89 bersifat Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas). / (4) Berkoordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) f) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas terhadap Polri. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan pramuka dan PKS. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis.

(8) 4) Menerima laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas. Koordinasi dan bekerjasama dalam hal pembinaan Ketertiban dan ketentraman masyarakat. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Sabhara dengan Kapolres . Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Binmas dengan Instansi terkait (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) n. Koordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan Bencana Alam. (7) Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. (5) Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. (4) Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas.90 a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi…. (6) Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. Memberikan arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas yang membutuhkan atensi pimpinan. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. Sat Sabhara 1) Koordinasi dalam hal kegiatan Rapat Koordinasi berkaitan dengan situasi kamtibmas. Melaksanakan kegiatan terpadu. Koordinasi bimbingan dan bantuan tekhnis komputerisasi anggota sat binmas. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Bag Binmas. Koordinasi pembinaan POLSUS Koordinasi pembinaan PPNS. b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan Linmas. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional.

(1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Reskrim. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (5) Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. Menerima petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam menindak lanjuti pengaduan Masyarakat: / (4) Koordinasi…. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Intel . c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Narkoba. (6) Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. (4) (5) Koordinasi dalam mendatangi TKP gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. (4) Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Melaporankan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Shabara dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (2) Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. (3) Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Menerima petunjuk.(1) (2) (3) (4) (5) 91 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana penyalah gunaan narkoba. terutama bidang operasional.

Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Koordinasi dan kerja sama dalam penanganan TKP Laka lantas. Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Bimas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian.(1) (2) (3) (4) (5) (6) e) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi Koordinasi dalam pelaksanaan Patroli pada daerah yang telah diprediksi rawan gangguan kamtibmas Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi Kepolisian. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan giat Masyarkat. (6) f) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. / (6) Koordinasi…. Menyampaikan laporan informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasiwas . Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 92 bersifat Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Koordinasi dalam penjagaan.

Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara Hubungan Kasat Shabara dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. ketatausahaan. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam rangka pembinaan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Sabhara. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian.. kebersihan. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. .. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan..93 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan Sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. / (2) Koordinasi. e) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Sabhara Polres. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. (2) (3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. Koordinasi dalam pembinaan terhadap anggota Sat Sabhara.

Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. 94 Operasional gangguan Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Menerima arah kebijakan strategis . Menerima usulan UKP. dan kebutuhan administrasi lainnya. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. penggunaan Personel dan logistik. Hubungan Kasat Shabara dengan Kapolsek Jajaran . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran serta membrikan data personel untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. h) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan Kamtibmas. / g) Hubungan.. UKG. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi..(5) (6) f) Memberikan data personel untuk kegiatan Kepolisian. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas Sat Sabhara. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang bin Pers. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi.

untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Mengajukan Gelar perkara dalam penanganan atau penyidikan laka lantas. Melaporkan hasil perumusan / pengembangan sistem dan metode pelaksanaan tugas sat lantas untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Pemkot dan Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas penertiban umum wilayah pemerintahan kota. Hubungan Lintas Sektoral a) 95 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. / c) Hubungan…. terutama bidang operasional. Koordinasi dalam hal pelaksanaan kegiatan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas pengawalan tahanan. o. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan.(1) (2) (3) (4) (5) 4) (6) . . Hubungan Kasat Shabara dengan Pengadilan Negeri Koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas berhubungan dengan tindak pidana ringan. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Waka Polres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Koordinasi dalam hal bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu dalam penanganan giat masyarakat. Menerima Laporan hasil kegiatan unit Sabhara Polsek. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kejaksaan. Sat Lalu Lintas 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kapolres. Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi tehnis Sat Sabhara Polsek. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas anggota dalam kegiatan Operasi Kepolisian. kepolisian yang b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Pol PP Pemda.

/ b) Hubungan…. d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Sabhara . Memberikan laporan pelaksanaan tugas Satuan lalu lintas. Mengajukan Rencana kegiatan Sat Lantas untuk dirumuskan dan dimasukan dalam rencana kerja Polres. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. arahanan dan perintah dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Lantas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam penyampaian informasi masalah Operasional. Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (6) Koordinasi tentang pengawasan anggota dalam melaksanakan tugas jaga di mako. Koordinasi bidang identifikasi. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyiapan Program Kerja di bidang Operasional. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan dalam rangka penyiapan Rencana Operasi Kepolisian. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan adalah Koordinasi. (3) Koordinasi dalam Penanganan kejadian Laka Lantas.(2) (3) (4) 2) 96 Menerima petunjuk. (4) Koordinasi tentang laporan kejadian dan penandatanganan Laporan Polisi Laka Lantas. Menerima masukan perkiraan cepat untuk menindak lanjuti suatu gangguan kamtibmas dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika Operasi. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. (5) Koordinasi tentang sistem laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana.

Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.97 (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi (2) Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Koordinasi penanggulangan tindak pidana Narkoba. Perawatan Tahanan dan barang bukti. (5) Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. (4) Koordinasi dalam penanganan TKP Laka lantas. Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi bidang identifikasi.. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. / (5) Koordinasi. Koordinasi dalam penjagaan. f) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. (3) Koordinasi dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang.. Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Binmas. Hubungan Diagonal .. (5) Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara dan PKS. Melaksanakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas.

tilang. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasium. (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (4) Koordinasi…. langganan daya dan jasa dan data pelaksanaan turjawali lantas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. (4) (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran yang meliputi data personel. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ren. . Memberikan data personil untuk dilibatkan dalam pelaksanaan operasi kepolisian. data laka. penggunaan Personel. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.98 a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. Memberikan data daerah rawan macet dan laka lantas untuk analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Menerima arah kebijakan strategis . (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Menerima petunjuk. Koordinasi dalam bidang pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana operasional lalu lintas. Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Sumda.

(3) Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. penerbitan SIM. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. (4) Koordinasi dalam rangka pemberian arahan tentang administrasi keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasat Lantas dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (2) Koordinasi bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi Sat Lantas. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. (5) Koordinasi dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan Sat Lantas. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. / (3) Koordinasi.. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. h) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi... . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota sat lantas. (2) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. . (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas.99 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas.

Menerima laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Hubungan Lintas Sektoral Kasat Lantas a) Hubungan Kasat Lantas dengan Pemerintahan Kota (1) (2) Koordinasi tentang pengawalan VIP Koordinasi tentang rekayasa Lalu Lintas / pemasangan ramburambu lalu lintas. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kejaksaan Negeri Koordinasi tentang penyidikan kasus Laka Lantas d) Hubungan Kasat Lantas dengan Perbankan Koordinasi tentang penyetoran PNBP e) Hubungan Kasat Lantas dengan TNI Kerjasama dengan TNI untuk membantu operasi Kepolisian bidang lalu lintas. Hubungan Kasat Lantas dengan Polsek Jajaran (1) (2) (3) (4) 4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Melaksanakan koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. (3) (4) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan bidang DikMasLantas ke sekolah-sekolah. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Pengadilan Koordinasi tentang pengiriman hasil Tilang dan Tindak Pidana Ringan.(2) (3) (4) i) 100 koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas lalu lintas. Satuan Tahanan dan Barang bukti 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolres . Bekerjasama dengan Dispenda dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang pajak kendaraan bermotor. p. / (3) Koordinasi….

Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Hubungan Horizontal b) Hubungan Kasat Tahti dengan KSPKT / (1) Hubungan…. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai dengan bidang tugasnya. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Melaporkan kondisi tahanan dan barang bukti secara rutin setiap bulan Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. registrasi dan inventarisasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2) 101 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima petunjuk. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan Sat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. (2) (3) (4) d) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Narkoba (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. penjagaan. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. (1) (2) (3) c) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .

3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ops . pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. Perawatan Tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(3) (4) e) 102 Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pembinaan dan penyuluhan. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penjagaan. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pengawasan. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. / (5) Koordinasi Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. (5) g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Koordinasi tentang pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. Koordinasi dalam penjagaan. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana.

baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. . Lakip. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Menerima petunjuk. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. Koordinasi dalam pembinaan. c) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. ketatausahaan. perawatan terhadap tahanan dan barang bukti. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . Koordinasi / melaporkan data tahanan dan perawatan tahanan serta melaporkan hasil pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Menerima arah kebijakan strategis .. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) b) 103 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaporkan data tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. / c) Hubungan. Koordinasi dalam pemberian data personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.. penggunaan Personel dan logistik. Menyampaikan informasi dan dokumentasi tentang tahanan dan barang bukti. Melaporkan data personel yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres.

f) Hubungan Sat Tahti dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi sat tahti. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota sat tahti. / (2) Koordinasi…. . menyimpan dan memelihara barang bukti. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. i) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. e) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasikeu (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyeraan anggaran serta pertanggung jawaban keuangan. pengadministrasian. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota sat tahti. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.104 (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. Koordinasi dalam bidang perawatan. kebersihan.

Menerima arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi Informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol. (3) . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi terntang pengiriman tahanan dan barang bukti. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol. Menerima laporan / data jumlah tahanan dan barang bukti.. Menerima petunjuk. (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan Kasitipol Polres dengan Waka Polres (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima arahan dan pembinaan tentang pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi.. Melaporkan hasil produk-produk Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) b) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kasat Tahti dengan Pengadilan Negeri (1) (2) q. / (2) Menerima. Menerima petunjuk. Sitipol 1) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi Koordinasi dalam hal pengajuan ijin sita barang bukti perkara tindak pidana..(3) (4) (5) 4) 105 Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti.

. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol . (6) koordinasi dalam menyampaian laporan situasi kamtibmas melalui fasilitas komunikasi dan teknologi informasi yang dikelola Sitipol. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. . pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi untuk mendukung fungsi operasional kepolisian Polres. data dan keadaan alat komunikasi untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. penggunaan Personel dan logistik. Lakip. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.(4) (5) 106 Melaporkan hasil produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran e) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Sumda Polres (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol. (2) (3) (4) (5) (6) Menerima arah kebijakan strategis . Sat atau Polsek Jajaran. (3) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional (4) koordinasi dalam hal penggunaan kekuatan personel Sitipol yang dlibatkan dalam operasi kepolisian yang digelar Polres.. / (2) Menerima. baik untuk ditanda tangani maupun direkomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag.. c) Hubungan Kasitipol dengan Kabag Ops Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . d) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Ren Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) koordinasi dalam pelayanan telekomunikasi.

penyuluhan. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran h) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasium Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 107 kekuatan dan f) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (4) Koordinasi penyiapan alat komunikasi dan penyampaian informasi dalam hal kegiatan rapat-rapat atau kegiatan lainnya tentang tugas Kepolisian. kebersihan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan g) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasi Propam Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima usulan UKP. dan kebutuhan administrasi lainnya. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. / (2) Koordinasi…. i) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. UKG. pengumpulan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.(4) (5) (6) (7) Koordinasi dalam upaya pengembangan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol Menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sitipol Polres sesuai DIPA. Sat dan Polsek Jajaran. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya . Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres. Hubungan Kasitipol dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi... (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran. Si dan Polsek jajaran. / (3) Koordinasi..(2) (3) (4) j) 108 Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi Koordinasi dalam pemantauan kegiatan Operasional Bag. Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. RKA-KL dan POK Polres. (3) (4) (5) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Sat. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Reskrim. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita dan perkembangan situasi kamtibmas dari jajaran l) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas. k) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Intelkam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.

(2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. (5) Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi . Sat dan Polsek jajaran.. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kegiatan masyarakat di Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Sat Binmas. m) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamtibmas di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran dalam pelaksanaan kegiatan patroli quick respon. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres.. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. (4) Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Binmas ke Jajaran. / (6) Koordinasi. Sat dan Polsek Jajaran. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat sabhara guna mendukung pelaksanaan tugas Sat sabhara Polres. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. n) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (6) (7) o) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.109 (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat binmas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat binmas Polres.

laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Menerima laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Lantas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamseltibcar lalu lintas di wilayah Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. / r) Hubungan. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikas Koordinasi dalam hal pendataan tahanan dan barang bukti di masing-masing Polsek jajaran Polres yang meliputi makan dan perawatan tahanan termasuk kesehatan fisik dan mental tahanan serta fasilitas dan kondisi ruang tahanan dan keadaan barang bukti. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti.. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Tahti (6) (7) (8) (9) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) q) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Menerima laporan bulanan gangguan kamtibmas. r) Hubungan Kasitipol dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. (6) Meneruskan kebijakan. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian.(6) p) 110 Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Sabhara ke Jajaran. data dan jaringannya. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Lantas ke Jajaran.. . (2) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian.

Menerima petunjuk. / (2) Melaksanakan. Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah.. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Koordinasi dalam penunjukan anggota untuk dilibatkan dalam Operasi Kepolisian Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Binkar. b) Hubungan Kapolsek dengan Waka polres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik. Binrohtal dan Binkatpuan. Hubungan Kapolsek dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. (2) (3) (4) (5) (6) b) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. . Memberikan Laporan Bulanan kegiatan Polsek dan kejadian di kewilayahan Polsek. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek... Polsek 1) Hubungan vertikal a) Hubungan Kapolsek dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota.111 r. 2) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Melaksanakan Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Menerima petunjuk. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres.

Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. (6) Koordinasi dalam hal penyampaian surat dan laporan ke Kapolres. c) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. UKG. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. Lakip. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.(5) (6) (7) 112 Memberikan usulan UKP. penyuluhan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. ketatausahaan. (5) Meneruskan kebijakan. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. . (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administra Umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. dan kebutuhan administrasi lainnya. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . Menerima arah kebijakan strategis . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. ketatausahaan. / Menerima. (2) Menerima bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan.. urusan dalam. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. Menerima petunjuk. pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran.

(6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. (8) Meneruskan kebijakan. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota Polsek. Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota Polsek. Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitrai keuangan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek 3) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kapolsek dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.113 e) Hubungan Kapolsek dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. Menerima bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran.. g) Hubungan Kapolsek dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. . f) Hubungan Kapolsek dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Melaksanakan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian.

(3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara.(4) (5) b) 114 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek e) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Binmas . Si dan Polsek jajaran. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek / d) Hubungan…. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana. Sat. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan terhadap Masyarakat.

Melaporkan data jumlah tahanan dan barang bukti. / (2) Koordinasi…. Menerima arah kebijakan strategi Polsek di bidang Operasional guna dituangkan dalam perencanaan operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Polsek. . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit Sabhara Polsek. Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. pengadministrasian. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas Polsek yang membutuhkan atensi pimpinan. Menerima petunjuk tentang perumusan atau pengembangan system dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapols dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 115 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Menerima arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Memberikan laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas f) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis Koordinasi / laporan. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Menerima pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. (2) (3) (4) (5) h) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Menerima petunjuk. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. (3) (4) (5) g) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi / laporan. Memberikan laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Koordinasi dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Koordinasi dalam bidang perawatan.

(3) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom.116 i) Hubungan Kapolsek dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (2) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. data dan jaringannya. / (2) koordinasi. b) Hubungan Kapolsek dengan Dinas Pendidikan (1) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. BAB IV . (4) Memberikan laporan bulanan gangguan kamtibmas. (6) Menerima kebijakan. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Memberikan laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam penyalahgunaan narkoba. hal (2) (3) c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Koordinasi Pembinaan dan penyuluhan terhadap Masyarakat... petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolsek dengan Kecamatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota.

horizontal maupun diagonal.Si AKBP NRP 67050615 . Tasikmalaya. sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal. MOH. M. Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terdapat perkembangan yang bersifat khusus dan Kapolres dapat memberi arahan untuk mendapat keputusan dalam pemecahannya. Seksi dan Polsek jajaran Polres secara melekat dalam pelaksanaan tugas anggota sehingga tugas yang akan dicapai sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan hubungan pimpinan dengan anggota terjalin secara sinergi sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan – penyimpangan anggota dalam pelaksanaan tugasnya. Satuan fungsi. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA Ttd Drs. Satuan Fungsi. Seksi dan Polsek jajaran Polres. HENDRA SUHARTIYONO. BAB V PENUTUP Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja dan Pertelaan Tugas di lingkungan Polres ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman bagi masing-masing Bagian. Pengawasan dan pengendalian di lingkungan Polres dilaksanakan oleh masingmasing pimpinan Bagian.117 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan guna memperoleh hasil yang optimal.

118 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jalan Letnan Harun No. Kota Tasikmalaya HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) DI LINGKUNGAN POLRES & POLSEK POLRES TASIKMALAYA KOTA DESEMBER 2010 .

Si AKBP NRP 67050615 Tembusan : 1. Polres Tasikmalaya Kota sebagaimana terlampir. Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polres dan Polsek. Kapolda Jabar. 2. M. Karorena 1. Desember 2010 Kepada Yth. Tasikmalaya. bersama ini dikirim kepada KA. Demikian untuk menjadi periksa. MOH. HENDRA SUHARTIYONO. Surat Kapolda Jabar Nomor : B / 18137 / XII / 2010 / Rorena tanggal 1 Desember 2010 tentang HTCK Polres dan Polsek. . Sehubungan dengan hal tesebut di atas.p. 2010 Tasikmalaya. 2. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA ttd Drs. Letnan Harun No.119 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jl. Irwasda Polda Jabar. 3. Kota Tasikmalaya 46151 Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 1190 / XII / 2010 / Bagren BIASA Satu berkas HTCK Polres Tasikmalaya Kota TA. KEPALA KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT di Bandung u.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->