1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA KOTA HUBUNGAN DAN TATA CARA

KERJA DI LINGKUNGAN POLRES DAN POLSEK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi Polri yang pada intinya menghendaki perlu adanya suatu perubahan pada tubuh Polri baik perubahan yang menyangkut aspek struktural, aspek kultural maupun aspek instrumental dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Perubahan dari aspek instrumental ditandai adanya penyempurnaan atau pembaharuan berbagai piranti lunak atau aturan – aturan yang ada / berlaku pada Polri dan mengatur tentang mekanisme kerja atau hubungan kerja antar pejabat di lingkungan Polri, baik ditingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. Pelaksanaan tugas Polri dapat dilaksanakan dengan baik tentu karena adanya komonikasi atau hubungan antar fungsi secara sinergi dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan, hal tersebut perlu disusun Hubungan dan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polres.

b.

c.

2.

Dasar a.
b.

c.
d.

e.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang KePolisian Negara Republik Indonesia Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember 2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik Indonesia. Surat Keputusan KaPolda Jabar No. Pol. : Skep / 571 A / XI / 2003 tanggal 8 Nopember 2003, tentang Naskah sementara hubungan dan Tata cara kerja di lingkungan Polda Jabar. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010, tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polri.

3.

Maksud dan Tujuan a. Maksud Memberikan gambaran mengenai Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan serta hubungan antar komponen atau unsur dalam organisasi di tingkat Polres / Polsek. /b. tujuan…..

2 b. Tujuan Memperjelas hubungan hubungan dan tata cara kerja antra unsur yang ada dalam organisasi Polres / Polsek sehingga pelaksanaan Tupoksi dapat dicapai secara maksimal. 4. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah HTCK Polres / Polsek ini memuat hubungan dan tata cara kerja atau mekanisme kerja antar unsur organisasi di Tingkat Polres / Polsek dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian. 5. Tata Urut BAB BAB BAB BAB BAB 6. I II III IV V PENDAHULUAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI POKOK-POKOK HTCK PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENUTUP

Pengertian-pengertian a. Hubungan Adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen/unsur-unsur pengembangan fungsi dalam suatu organisasi. b. Tata Cara Kerja Adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam melaksanakan kerja di lingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan hubungan fungsional antar komponen/unsur-unsur dalam organisasi tersebut. c. Hubungan Tata Cara Kerja yang selanjutnya disebut HTCK Adalah suatu prosedur yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen/unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi Polri dengan unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi atau lembaga Pemerintah non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transparan, proporsional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mencapai tujuan yang diinginkan. d. Kepolisian Negera Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri Adalah suatu instansi pemerintah atau Aparatur Pemerintah setingkat Departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. e. f. Unit Orgnisasi Adalah organisasi Polri, dimana Kepala Unit Organisasi dijabat oleh Kapolri. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker Adalah satuan pengguna anggaran / pengguna barang yang berada di lingkungan Polri. /g. Tugas…..

3 g. Tugas Adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu organisasi. h. Kegiatan Adalah penjabaran dan atau bagian dari pada program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja di lingkungan Polri sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran program/rencana kerja Polri. i. Tugas Pokok Adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi tanggungjawab dalam suatu organisasi.
j.

Peran Adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi Polri dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan fungsi Polri dengan satuan fungsi Polri lainnya.

k.

Wewenang Adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat di lingkungan Polri untukmengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab di bidangnya masing-masing.

l.

Tanggung Jawab Adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap pejabat atau staf di lingkungan Polri untuk memepertanggungjawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada kesatuannya masing-masing.

m.

Bentuk Adalah wujud (lurus/sejajar/mendatar/horizontal) ; tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas/vertikal) ; diagonal.

n.

Hubungan Vertikal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas.

o.

Hubungan Horizontal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka koordinasi yang bersifat lurus/sejajar/mendatar atau setingkat.

p.

Hubungan Diagonal Adalah keterkaitan antar fungsi sifatnya tidak vertikal/tidak horizontal dan dapat menjangkau eselon lain yang lebih tinggi maupun antar fungsi di lingkungan Polri.

q.

Hubungan Lintas Sektoral adalah kerjasama dengan instansi/lembaga diluar Polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggungjawabnya. /BAB II….

dan administrasi umum lainnya serta pelayanan markas di lingkungan Polres b) a) b) c) c) a) b) c) Fungsi Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum Penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan dan kearsipan. SIKEU a) Tugas Menyelenggarakan pelayanan fungSikeu yang meliputi pembiayaan. Menyelenggarakan kegiatan protokoler. SIUM a) Tugas Menyelenggarakan dan membina terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas pimpinan yang mencakup fungsi kesekretariatan. Melaksanakan kegiatan kantor pos di lingkungan Polres. Penyelenggaraan perwabku. pengendalian pembukuan dan akutansi. pengklasifikasian serta pemeliiharaan dan penyimpanan naskah dinas di lingkungan Polres. upacara dan rapat pimpinan.. Tugas pokok. Penyusunan adm um dan perencanaan. Membuat dan mengajukan rencana kebutuhan personel dan anggaran termasuk membuat rincian anggaran biaya SekSium. d) e) f) g) h) i) j) k) b. Penyelenggaraan pembukuan dan akutansi. Memelihara dan merawat Sarpras yg menjadi tgg jwb Polres. Melaksanakan pendistribusian surat sesuai disposisi Pimpinan. Meneliti naskah dinas. . Membuat Rencana Kegiatan SekSium. /c) Kegiatan….4 BAB II TUGAS POKOK. fungsi dan kegiatan Seksi a. Mengarsipkan naskah dinas meliputi pemeriksaan. pelaporan serta pertanggung jawaban keuangan b) Fungsi a) b) c) d) Penyelenggaraan fungsi Sikeu.. Membuat Laporan Evaluasi Kinerja bulanan dan pelaks giat lainnya. kearsipan. Mereproduksi dan mendistribusikan naskah dinas di lingkungan polres. FUNGSI DAN KEGIATAN 7. Pelayanan Markas Kegiatan Menyiapkan bahan dan data dalam penyusunan perencanaan Polres. tata naskah dan registrasi naskah dinas dari Bag/Sat/Sie dilingkungan polres dan Polsek.

Membuat Lap Perwabku. usulan renbut. (Paminal). . Bin disiplin dan tatib termasuk Paminal dlm rangka penegakan disiplin dan pemuliaan profesi. Melaks Giat Gaktibplin. /b) Pemberian…. Realisasi anggaran. Melaks binteknis perwabku. (Paminal). Mengajukan rekom. Perencanaan umum dan adm. Mengkoord dgn fungsi terkait (Propam). Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Menerima lap/du mas dan anggota (propam). Membuat neraca keuangan. Menyusun Lap. Akreditasi Profesi Polri. termasuk bidang material. Melaks Lap dan adm umum. Pelaksanaan Pengamanan Internal. Melaks pengkajian atas dumas dan anggota (Propam). Melaks Binteknis (Provost). SIPROPAM Tugas Menyelenggarakan yan dumas ttg penyimpangan prilaku tindakan angg Polri. SIWAS a) Tugas Menyelenggarakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan oleh semua unit kerja khususnya dalam proses perencanaan. pelaksanaan pencapaian rencana kerja. b) Fungsi a) b) c) d) e) c) Penyelenggaraan Pelayanan pengaduan masyarakat. Membuat buku kas.5 c) Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) c. Melaks sidang disiplin/KE/Sidang Profesi (Paminal). Pelaksanaan Bindisipiln dan Tatib. Pulbaket. Mengecek Kelengkapan Perwabku. (Provoost). Lap bul kinerja. Pembukuan dan akutansi. a) Mendistribusikan gaji. fasilitas dan jasa serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan. Melaks riksa thd pers yg bermsl (Provoost). Pelaksanaan pemulihan profesi. Mengajukan penggajian dan tunjangan. Membuat Lap. Mengecek sahnya tagihan. d.

. Melakukan verifikasi mutasi pejabat di lingk.6 b) Fungsi a) b) c) c) Pelaksanaan monitoring secara rutin maupun insidentil. Membuat saran tindak. Penyusunan adm umum dan perencanaan. Tugas Pokok. Melaks pengkajian masalah atas pelaporan. Penyiapan sarpras duk Ops. Kegiatan a) Subbag Bin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Menyusun Prinlaks Ops. Melaks koord dgn fungsi terkait. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polres. Membuat Laporan hasil Ops. / c) Subbag…. Menelaah Lapgiat fung. 8. Melaks Lat Pra Ops. Pelaks Koord Pelaks humas dan PPID. Membuat laporan bulanan. pengendalian dan operasi. Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan. Sun sprin Ops. termasuk latihan pra operasi. serta melaksanakan fungsi hubungan masyarakat termasuk pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID). Penyelenggaran Lat Pra Ops. melaksanakan koordinasi baik dalam rangka keterpaduan fungsi maupun dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. mengendalikan dan menyelenggarakan administrasi operasi kepolisian. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Perencanaan. Mengendalikan pelaks ops. Pemberian saran tindak thd penyimpangan. Polres dan Polsek. Membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka acuan kerja. Ajuan renbut gar Ops.. Subbag Dal Ops (1) (2) Membuat anev ops. 1) Bagian Operasional Tugas Merencanakan. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Melakukan supervisi ke semua unit kerja secara berkala. Fungsi dan kegiatan Bagian a. Melaks koord intern dan ektern.

Penyelenggaraan pelayanan bantuan dan penerapan hukum. Menyelenggarakan latihan fungsi. Mengusulkan tanda penghargaan personil.7 (3) (4) Mengkompulir data hasil ops. (16) Mengusulkan personil Polri / PNS untuk mengikuti Dikjur dan Dikbang. c) Subbag Humas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Melaksanakan giat Penerangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tupoksi Kepolisian. pembuatan sprint anggota. Bidang Sumber Daya 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan dan administrasi personel. Membuat laporan dan administrasi. Menyusun UKP dan UKG. Melaksanakan kerma dengan media cetak dan elektronik. b. (12) Melaksanakan pelayanan kesehatan personil dan keluarganya. (14) Melayani usulan catur sakti. . pelatihan fungsi dan pelayanan kesehatan. (7) Membantu penyelenggaraan seleksi penerimaan calon anggota Polri. Membuat panel data. perjalanan dinas. Penyelenggaraan pelatihan fungsi. Penyelenggaraan administrasi personil. (10) Mengusulkan pengakhiran dinas. Latkatpuan. ijin cuti. (11) Melaksanakan Binrohtal. KPI. pembinaan dan administrasi logistik serta pelayanan bantuan dan penerapan hukum. (15) Mengusulkan penggantian biaya pengobatan anggota Polri dan PNS yang sakit ( restitusi ). Menyusun Renmut personil. Memberikan binteknis kehumasan kepada Polsek Jajaran. Subbag Pers Kegiatan Menyusun Rengiat Subbag Pers. (6) Melaks DPK (Dewan Pertimbangan Karier) jab berpangkat IPTU kebawah. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) (1) (2) (3) (4) (5) a) Penyelenggaraan pembinaan personil. dan meluruskan opini publik. (9) Melaksanakan sidang NTCR. Menyiapkan bahan / data untuk press rilis. (13) Melaksanakan pemakaman anggota yang meninggal dunia. Melaksanakan monitor terhadap informasi media. Melaksanakan dokumentasi peliputan kegiatan satuan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan administrasi logistik. (8) Melayani pembuatan KTA.

(17) Melaksanakan keSabharaan jasmani. Melaksanakan revisi RKA-KL dan DIPA. Subbag Hukum (1) (2) (3) (4) Memberikan bantuan hukum dan nasihat hukum kepada anggota Polri dan PNS. Memberikan masukan dan koord dg pengemban fungsi hukum dg Insts lain. Menyelenggarakan pendataan SIMAK BMN. Kegiatan a) Subbag Progar (1) (2) (3) (4) (5) (6) Menyusun dan melaksanakan pemutakhiran data dalam rangka menentukan kebutuhan anggaran Satker. Melaks koord dg insts terkait dlm rangka proses lelang pengadaan barang/jasa. Menyampaikan usulan saran pendapat hukum ke Bidkum Polda. (18) Melaks Administrasi pelaporan. Menyelenggarakan pendistribusian Kaporlap. Melayani pembuatan kartu senpi. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Penyusunan renja dan anggaran. Menyelenggarakan penyuluhan hukum. Pengendalian program dan anggaran. Menyelenggarakan pendistribusian BBM. Menyusun dan membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Reference ( TOR ). Melaks har matfasjas. Mengusulkan kebutuhan Matfasjas. mengendalikan program dan anggaran serta analisa dan evaluasi atas pelaksanaannnya termasuk ren program pengembangan satwil. Merencanakan dan menyusun penetapan kinerja Polres. Menyusun dan membuat Rincian Anggaran dan Biaya ( RAB ).. (19) Melaks tugas Kepolisian lainnya. ..8 / (17) Melaksanakan. Pelaksanaan anev program dan anggaran. Merencanakan dan menyusun RKA-KL dan DIPA tingkat Satker. b) Subbag Sarpras (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) c) Menyusun Rengiat Subbag Sarpras. 1) Bidang Perencanaan Tugas Menyusun renja dan anggaran. c. Mengusulkan pelaksanaan psikotest pemegang senpi.. Pengembangan satuan kewilayahan.

Mengecek kondisi sarana. (10) Menyusun dan membuat telaahan staf tingkat Satker. Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. SPKT (1) (2) (3) (4) (5) Kegiatan a) Melaporkan situasi Kamtibmas kepada Waka / Kapolres. Membuat laporan realisasi anggaran (LRA). Membuat laporan pelaksanaan Triwulan DIPA. Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renstra dan Renstra Satker. . Penyiapan registrasi pelaporan. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan. 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu. Memberikan paparan tentang gangguan Kamtibmas yang menonjol kepada SPKT yang bertugas berikutnya. (9) Menyusun HTCK tingkat Satker. mengelola data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program dan anggaran.9 / (7) Memberikan…. (11) Melaksanakan sosialisasi Reformasi Birokrasi Polri (RBP). Mengecek kehadiran anggota SPKT . Menerima dan mengecek usulan anggaran yang diajukan oleh Sub Satker. Fungsi dan kegiatan Satuan a. Menyusun bahan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu 1) Tugas Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. penyusunan dan penyampaian laporan kepada Kapolres/TA. Pelayanan masyarakat . Penyajian informaSium berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan. bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. (12) Membuat adm pelaporan. pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian. Mengumpulkan. prasarana dan ATK yang diperlukan. Membuat adm pelaporan. (8) Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renja dan Renja Satker. 9. Tugas Pokok. (7) b) Subbag Dalgar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menyusun rencana penyerapan anggaran Satker. Memimpin serah terima tugas jaga fungsi. dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan. Memberikan sosialisasi dan arahan teknis hasil penyusunan RKA-KL dan DIPA Satker.

Melaksanakan tugas SPKT apabila SPKT berhalangan. II dan III (1) (2) (3) (4) c) Banit (1) (2) (3) (4) (5) (6) b. Membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK). termasuk perkiraan intelijen. (7) Memonitor pelaksanaan tugas pelayanan maupun opsnal di Polres dan situasi kamtibmas di jajaran Polsek. kegiatan sosial politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada masyarakat serta melakukan pengamanan. Sat Intelijen 1) Tugas a) b) c) d) 2) Menyelenggarakan dan membina fungsi Intelijen bidang keamanan. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Satuan Intelkam. b) Unit I. orang asing dan kegiatan sosial atau politik masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (6) Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. senjata api dan bahan peledak. pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen. Telkom. Membatu tugas Banit dalam pelayanan kepada masyarakat. termasuk persandian dan produk intelijen. Kepolisian baik sebagai bagian dari kegiatan Satuan Intelkam maupun sebagai bahan masukan penyusunan rencana kegiatan opreasional dan peringatan dini ( Early Warning ). Melaporkan kondisi sarana prasarana kepada Unit. Membantu SPKT dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Derek ). (8) Mengajukan rencana kebutuhan / anggaran. Membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan. persandian. Membuat Laporan Polisi (LP). Membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL).10 / (6) Mendatangi…. berkaitan dengan situasi kamtibmas ( PLN. Fungsi a) . Memberikan pelayanan administrasi dan pengawasan senjata api atau bahan peledak. Damkar. pengawasan terhadap pelaksanaannya. Memelihara sarana prasarana yang ada guna penigkatan pelayanan kepada masyarakat. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing. Penyelenggaraan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan antara lain persandian dan produk intelijen di lingkungan polres. Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP.

Pelayanan surat izin atau keterangan kegiatan sosial masyarakat (keramaian. penyimpanan dan pemutakhiran tokoh Politik. dan urusan dalam. Penetapan Kinerja Rengiat. Pengdokumentasian dan penganalisaan terhadap perkembangan lingkungan strategi serta penyusunan produk intelijen untuk mendukung kegiatan polres. Pelaksanaan kegiatan opreasional intelijen kemanan guna terselenggaranya deteksi dini ( Early Detection ) dan peringatan dini ( Early Warning ) melalui pemberdayaan personil pengemban fungsi Intelijen. ketatausahaan. Menyusun laporan bidang intelijen. Melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap kelompokkelompok masyarakat. Melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat. Mengumpulkan data dan informasi dari media massa / sumber terbuka lainnya. Menyusun prakiraan Intelijen keamanan. Unit I Politik (1) (2) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan politik. TOR. Penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian pimpinan.11 b) c) d) e) f) / b) Pelaksanaan. rapat. peringatan dini ( Early Warning ) dan deteksi aksi ( Early Action ) Melaksanakan kegiatan penyelidikan suatu perkara / gangguan kamtibmas.. Melaksanakan kegiatan administrasi umum. orang asing. penyimpanan dan pemutakhiran biodata tokoh formal atau informan organisasi social masyarakat. senjata api dan bahan peledak serta kegiatan sosial atau politik masyarakat dan SKCK kepada masyarakat yang membutuhkan serta melakukan pengawasan dan pengamanan atas pelaksanaan. Pemberian pelayanan dalam bentuk surat ijin atau keterangan yang menyangkut. Pengumpulan. b) Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) (5) c) Menyusun administrasi perencanaan antara lain. Melakukan analisis terhadap setiap perkembangan keadaan yang dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. politik dan pemerintah. 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan kegiatan oparasional intelijen kemanan guna terlaksananya deteksi dini ( Early detection ). SKCK dan yang menyangkut orang asing. dan lain-lain) atau politik. Melaksanakan pengumpulan. . Lakip...

d) Unit II Ekonomi (1) (2) e) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. penyimpanan dan pelaporan hasil pelaksanaan. . memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita.. menyelenggarakan pembinaan. h) Unit VI POA (1) (2) Melaksanakan pengawasan orang asing melalui pemberian izin.12 / d) Unit. koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundangundangan. Penerapan SP2HP secara transpran dan akuntabel. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan unit Sosbud. menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. Menyelenggarakan dokumentasi guna menyusun data dan rekaman hasil pelaksanaan tugas Polri. pengawasan dan pengendalian serta perijinan senjata api dan amunisi dan bahan pelefak serta alat / bahan berbahaya lainnya. g) Unit V Sandi (1) (2) Pengiriman. Unit III Sosial Budaya (1) (2) f) Melaksanakan pengawasan administratif terhadap kegiatan sosial masyarakat.. Menyusun pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Unit Keamanan. Melaksanakan pengumpulan. Tugas Sat Reskrim Menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP. keterangan dan rekomendasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Unit IV Keamanan (Was Senjata api dan handak) (1) (2) Menyelenggarakan pengamanan. 2) Fungsi a) b) Penyelenggaraan pembinaan dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.. Melakukan penggalangan dalam upaya menciptakan kondisi tertentu di dalam masyarakat/orang asing yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Sat Intelkam. penerimaan dan pengarsipan berita-berita rahasia.

dan anggaran. dan. sasaran. Rancangan Renja. (5) Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. antara lain Renstra. perawatan administrasi dan ketatausahaan personel satuan reskrim. (2) Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. koreksi. Penyelenggaraan pelayanan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. personel. program dan anggaran. Pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan Satuan Reskrim. Penyelenggaraan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. kebutuhan sarana prasarana. 3) Kegiatan a) UrBin Ops (1) Melaksanakan pembinaan Personil satuan reskrim melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. (3) Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. b) Urmintu (1) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. tahunan dan lima tahunan. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. (10) Melaksanakan supervisi. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. serta mempelajari dan mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas satuan reskrim. Renja. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.c) d) e) f) g) h) 13 Pemberian pelayanan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. (3) Melaksanakan latihan fungsi. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. (4) Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Reskrim. Penganalisisan kasus beserta penanganannya. c) Unit Idik I . (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. Penyelenggaraan koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan. (2) Melakukan pemeliharaan. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (6) Menyusun laporan bulanan.

rehabilitasi korban dan penyalahgunaan narkoba. surveillance. Kegiatan a) Urbin Ops . surveillance. Melakukan interview. pencegahan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. / (2) Melaksanakan. psikotropika dan obat obatan berbahaya. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. serta koordinasi dalam rangka pembinaan. (5) Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan.(1) (2) 14 Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. (7) Melakukan interview. pencegahan. (2) Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. d. observasi. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. (6) Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan.. Sat Narkoba 1) Tugas menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Narkoba.. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. (3) Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. (3) (4) (5) (6) (7) d) Unit Idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan Narkoba 2) Fungsi a) b) c) 3) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika. Penyelenggaraan pembinaan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Penyelenggaraan pengawasan terhadap predaran narkotika. (4) Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. observasi. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan..

Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. tahunan dan lima tahunan. Menyusun laporan bulanan. program dan anggaran. Melakukan interview. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana b) Urmin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) c) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. Melakukan pemeliharaan. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. perawatan administrasi dan ketata usahaan personel satuan reskrim. observasi.. koreksi. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Sat narkoba. . (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. Rancangan Renja. surveillance. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan.. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. dan anggaran. Unit Idik I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. personel. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait.(1) (2) 15 Melaksanakan pembinaan Personil Sat narkoba melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. (10) Melaksanakan supervisi. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. / (3) Melaksanakan. (3) Melaksanakan latihan fungsi. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. antara lain Renstra. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. kebutuhan sarana prasarana. Renja. sasaran..

pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka memberdayakan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan serta meningkatkan hubungan sinergitas Polri-masyarakat 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Penyelenggaraan pembinaan teknis Polmas. Melaksanakan bimbingan teknis fungsi Binmas. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. observasi. Sat Binmas 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan teknis Polmas dan kerja sama dengan instansi pemerintah/ lembaga/organisasi masyarakat. / (2) Melaksanakan. .. Pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. (2) (3) (4) (5) (6) (7) e. Penyenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah / lembaga/ organisasi masyarakat. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba.16 d) Unit idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Membuat renlat. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) Membuat rengiat.. Peningkatan hubungan sinergitas Polri – masyarakat. Mengumpulkan dan mengolah data serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Binmas dilingkungan Polres.. Kegiatan a) Urusan Pembinaan Operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membantu pelaksanaan tugas administrasi Sat Binmas. Pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dan pengembangan manajemennya. Pemberdayaan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Melakukan interview. surveillance.

Pendistribusian surat-surat keluar. (7) Peningkatan pelatihan kemampuan Senkom Mitra Polri. (9) Melaksanakan silaturahmi kamtibmas pada Toga. Melaksanakan pembinaan terhadap Relawan. e) Unit Binkamsa (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pam swakarsa. (10) Melaksanakan pembinaan dan koordinasi terhadap Kepolisian Khusus. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Unit Binpolmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Melaksanakan sosialisasi perpolisian masyarakat. Pembinaan peningkatan kemampuan personil pelaksana Polmas. Membuat laporan kegiatan. (8) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Peningkatan pelatihan kemampuan Kaposkamling. Melaksakan penataan kearsipan.. Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ngambang.17 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) c) Menyusun rencana anggaran kegiatan. Melaksanakan pembinaan terhadap petugas perparkiran. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan. Mengadakan pelatihan dasar Satpam. Menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas alat-alat kepolisian khusus dan keamanan swakarsa. Pemberdayaan potensi masyarakat dan membangun kemitraan melalui program Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat ( FKPM). dan Pelaksanaan pengawasan dan pebinaan pada keamanan lingkungan. dan Pondok Pesantren. Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pembentukan Polmas Unit Bintibmas (1) (2) (3) (4) (5) Melaksanakan pembinaan terhadap potensi masyarakat. . Mengagenda surat masuk dan keluar.. Mengadakan koordinasi dengan pimpinan alat kepolisian khusus dalam rangka pelaksanaan tugas. Tomas. Melaksanakan pembinaan alat-alat kepolisian khusus.. Toda. (6) Melaksanakan pembinaan terhadap saka bhayangkara dan PKS. Membuat surat perintah tugas. Melaksanakan pembinaan terhadap pelajar dan mahasiswa. Pengelolaan tata naskah surat masuk dan keluar. Peningkatan pelatihan kemampuan Satpam. / (6) Pengelolaan.

18 / f. pengawalan. Membuat rencana anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas. Pelaksanaan SAR terbatas dan masalah – masalah kontijensi. semester dan tahunan ) c) Unit Turjawali (1) (2) (3) Melaksanakan pengaturan pada tempat – tempat yang berpotensi kerawanan laka lantas... Memberikan bimbingan teknis pada unit shabara polsek. Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. Membuat anev pelaksanaan tugas ( bulanan. Membuat perencanaan pelatihan peningkatan fungsi. Memfloating anggota pada objek – objek yang memerlukan pengamanan. Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) Membuat rencana kegiatan satuan fungsi shabara. c) 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membuat prencanaan tugas sesuai dengan perkiraan intelijen harian. f. laka kerja. Rumdin pejabat ) maupun pos-pos sementara seperti keramaian. Melaksanakan penjagaan baik pada pos-pos tetap ( Mako. patroli dan pelayanan unjuk rasa / pengendalian masa ) dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat. Sat Sabhara 1) Tugas a) b) 2) Melaksanakan kegiatan – kegiatan prefentif dan refresif dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas. mengolah dan menyajikan data untuk evaluasi pelaksanaan tugas shabara. Melaksanakan dinas kepolisian lain. Fungsi a) b) Pelaksanaan tugas – tugas pengamanan ( penjagaan. pengaturan.. ganguan lalu lintas dan gangguan kamtibmas lainnya. . Pelaksanaan tugas penanganan tindak pidana ringan (TIPIRING) dan pengamanan tempat kejadian perkara (PTKP) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terkait masalah pelanggaran dan tindak pidana. Mengumpulkan. Sat. Membuat surat perintah dalam setiap pelaksanaan tugas – tugas fungsi shabara. kegiatan masyarakat dan instansi.

e) Unit Dalmas (1) (2) Melaksanakan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan unjuk rasa. Penyelenggaraan Turjawali Lantas. yang meliputi Penjagaan. laka pesawat) dan pelaksanaan SAR terbatas. Melaksanakan Pelayanan Ketatausahaan dan urusan dalam dalam lingkungan Lantas. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) Penyelenggaraan dan Pembinaan fungsi Lalu lintas Kepolisian. Pengelolaan Teknologi Informasi dan dokumentasi lalu lintas. Sarpras dan Kinerja. Sat Lantas 1) Tugas Menyelenggarakan dan Membina fungsi lalu lintas Kepolisian. Melaksanakan Anev. Registrasi dan Identifikasi pengemudi / Kendaraan Bermotor. . Penyidikan Laka Lantas dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas. g.. Pengawalan dan Patroli. ketertiban dan kelancaran Lalu lintas. Melaksanakan pengamanan terhadap kejadian – kejadian kontijensi (bencana alam.. Melaksanakan pengawalan terhadap personil dan materil objek vital pemerintah dan nasional. keselamatan. Melaksanakan Manajemen Personil. Pendidikan Masyarakat dan rekayasa Lalulintas. Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa lalu lintas. / d) Unit. Kegiatan a) Kaur Bin Ops (1) (2) (3) b) Melaksanakan Pembinaan manajemen Opsnal dan Pelatihan.(4) 19 Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. Penyelenggaraan Registrasi dan identipikasi Pengemudi / kendaraan bermotor. Pemeliharaan Kamseltibcarlantas. d) Unit Pam Obvit (1) (2) Melaksanakan penjagaan terhadap objek vital pemerintah dan swasta. laka KA. Pengaturan. Kaur Mintu (1) (2) (3) Membuat Rencana Kegiatan. Penyidikan Kecelakaan Lalu lintas dan Penegakan Hukum dibidang Lalu Lintas guna memlihara keamanan..

e) f) Unit Laka (1) (2) (3) (4) (5) Menyelenggarakan Pembinaan dan Penanganan Laka Lantas. Penyelenggaraan pengamanan. Melaksanakan Pengaturan. 2) Fungsi a) b) 3) Penyelenggaraan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan termasuk pembinaan jasmani dan rohani. (3) Pembinaan Rekayasa dibidang Lalu lintas. Penjagaan. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. / (3) Membina. Unit Turjawali (1) (2) Melaksanakan Penegakan hukum dan tata tertib lalu lintas.. Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. d) Unit Dikyasa (1) Membina dan melaksanakan Kerjasama lintas Sektoral. (3) (4) Membina dan menyelenggarakan tata tertib Lalu lintas dan Angkutan Jalan. penyimpanan barang bukti dan pengelolaan data barang bukti. .. menyimpan dan memelihara barang bukti. (2) Melaksanakan Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lantas. Sat Tahti 1) Tugas Menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan. Pengawalan dan Patroli Lalu lintas. Mengajukan Berkas Perkara Laka Lantas ke Pengadilan. termasuk pembinaan jasmani dan rohani.20 (4) (5) c) Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. serta menerima.. (1) Melaksanakan pencatatan dan registrasi serta pelaporan jumlah tahanan. Kegiatan a) Urusan administrasi dan tata usaha. STNK dan BPKB. Membina dan Menyelenggarakan Penanganan Pelanggaran Lalu lintas. (4) Melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral dalam Pembinaan dan Rekayasa Sarana Angkutan. Pembinaan Pelaksanaan Reg Ident SIM. h. Melaksanakan TP TKP Laka Lantas. Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Unit Reg Ident (1) (2) Menyelenggarakan dan Membina Pelaksanaan Reg Ident Kendaraan Bermotor. Melaksanakan Penyidikan Laka Lantas.

melaksanakan evaluasi kinerja Tupoksi Sie TIPOL. 21 terhadap Unit Perawatan Tahanan (1) (2) Melaksanakan pengawasan. menjaga dan mengawasi tahanan dan kunjungan ke rumah tahanan dengan menetapkan waktu dan tempat besuk tahanan. barang bukti registrasi. i. melaksanakan penyajian data informasi criminal dan multimedia. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) pemeliharaan jaringan komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. menjaga keluar masuknya dan pengecekan kondisi barang bukti. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. (3) Melakukan pengamanan. pelayanan terhadap tahanan yang sakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para tahanan. serta pelaporan dan pencatatan terhadap keluar masuknya barang bukti dan kondisi barang bukti. Sitipol 1) Tugas bertugas menyelenggarakan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi. (2) Melaksanakan pengawasan barang bukti. Melaksanakan penjagaan dan penyiapan makan dan kebersihan ruang tahanan serta fasilitas. melaksanakan bimbingan tehnis TIPOL ke Polsek Jajaran. penyiapan data. Mengatur. (4) Melaksanakan pengadministrasian. (3) (4) c) Unit Barang Bukti (1) Melaksanakan administrasi dan registrasi terhadap barang bukti.. / (3) Melaksanakan. Penyajian. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. dan inventarisasi barang bukti. penyiapan data. serta penyajian informasi termasuk pelayanan multimedia. Kegiatan a) b) c) d) melaksanakan pemeliharaan jaringan informasi komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. Melaksanakan pengawasan dan perawatan kesehatan tahanan. pelayanan dan penyelenggaraan sistem informatika yang meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data.. informasi kriminal dan pelayanan multimedia.(2) b) Melaksanakan pengawasan administrasi keluar masuknya tahanan. Penyajian.. . meliputi kegiatan komunikasi kepolisian. pengamanan dan pemeriksaan tahanan serta fasilitas ruang tahanan secara berkala.

(1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir. 2) Fungsi a) pemberian pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat. dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan. b) SekSium untuk pembinaan disiplin. sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. pembinaan masyarakat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan. baik sebagai pelaksana kegiatan satuan-satuan atas maupun sebagai pengumpulan bahan keterangan untuk keperluan deteksi dini dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dalam organisasi Polri. melaks sun rengiat dan renbut (TOR RAB dll). pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas Polri lain dalam wilayah hukumnya.22 e) f) q. melaksanakan penyusunan laporan rutin dan laporan insidentil. serta pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat. termasuk keamanan. serta melaksanakan penjabaran penerapan Polmas. pengawalan. permintaan bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat. keselamatan. / 2) Fungsi…. Intelijen dalam bidang keamanan. b) c) d) e) f) 3) Kegiatan a) Unit Provos Membantu tugas Provos Polres penegakan hukum anggota Polsek. penegakan hukum dan pemberian perlindungan. Penyelenggaraan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya serta pelayanan kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. Polsek 1) Tugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. penjagaan. memberdayakan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. ketertiban dan kelancaran lalulintas. penyelenggaraan kegiatan pengaturan. mengelola kegiatan administrasi umum Polsek sehingga tugas administrasi surat menyurat berjalan dengan tertib. pelayanan pengaduan atas tindakan anggota Polri.

. h) Unit Sabhara (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. mengayomi. i) Unit Reserse Kriminal (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan enyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek.. / e) Sentra. e) Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. potensi masyarakat lainnya. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. mengayomi. Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. g) Unit Binmas (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan pemberdayaan polmas. Mengelola anggaran Polsek sesuai dengan DIPA. mengayomi. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek.23 (2) (3) c) Sikum (1) (2) d) Mendata anggota yang bermasalah. mengayomi.. (2) Menyampaikan program unggulan Polres kepada masyarakat. (3) Melaksanakan tugas-tugas tambahan sesuai perintah Polsek. (2) Melaksanakan pelayanan administrasi masyarakat. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. kerjasama bidang Kamtibmas serta pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. Sihumas (1) Mediator antara Polri dengan masyarakat. melayani masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas. melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. Memberikan saran/pendapat hukum. j) Unit Lalu Lintas . f) Unit Intelkam (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan tugas deteksi terhadap kegiatan masyarakat.

Menerima Gelar Opsnal yang dilaksanakan Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Kehumasan Polri tingkat guna di tuangkan dalam program kerja Bag Ops. Hubungan Tata Cara Kerja di Polres Tasikmalaya Kota a. Menangani kecelakaan lalu lintas sampai dengan kejaksaan (P21) di wilayah Polsek Urban. BAB III POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA 10. Menerima laporan pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dalam lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Perencanaan Operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Bag Ops dan Komunitinya. Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ops. Kapolres Tasikmalaya Kota a) Hubungan bersifat vertikal a) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Waka Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) b) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Memberikan perintah/tugas untuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota dalam hal Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan. / BAB …. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota. (3) (4) (5) .. Memberikan petunjuk. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polsek rural. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.(1) (2) (3) (4) 24 Membantu Polsek dalam melaksanakan tugas fungsi pengaturan lalu lintas dan penjagaan.

Memberikan petunjuk. jangka menengah dan jangka panjang. (3) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun Operasional guna disusun dalam perencanaan Umum dan dituangkan ke dalam Program Kerja Polres Tasikmalaya Kota.(6) (7) c) 25 Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. (7) Memberikan kebijakan dalam penyusunan program. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. (3) (4) (5) .. Hubungan Kapolres dengan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota (1) Menetapkan kebijakan dan strategi Polres Tasikmalaya Kota jangka pendek. terutama dalam hal pelaporan hasil Operasi Kepolisian. / (4) Memberikan. (4) Memberikan perintah. peningkatan kemampuan dan pelayanan kesehatan di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. kegiatan dan anggaran yang disusun dalam Renja Polres Tasikmalaya Kota (8) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas dan hasil pruduk perencanaan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di pembinaan sarana dan prasarana (Logistik) di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (6) Memberikan petunjuk. (5) Memberikan perintah.. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan / penerapan hukum di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan personel. Memberikan petunjuk dalam penyampaian informasi terhadap Publik. d) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laboran. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota.

. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan kepaniteraan.26 (6) Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasium Polres Tasikmalaya Kota. e) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasium Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk. Tasikmalaya Kota dengan Kasikeu Polres f) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) g) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasium Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. terutama dalam mendukung kegiatan Pembinaan maupun operasional Polres Tasikmalaya Kota. / (5) Menerima. Memberikan petunjuk. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam Polres Tasikmalaya Kota.. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasi Propam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sipropam Polres Tasikmalaya Kota.. urusan arsip yang meliputi pemeriksaan klasifikasi serta pemeliharaan dan penyimpanan. upacara. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan administrasi umum. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. reproduksi dan distribusi surat menyurat serta penyelenggaran kegiatan pos Polri. Menerima laporan kemajuan dan pertanggung jawaban keuangan Polda Jabar. h) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Ka Siwas . (3) Memberikan petunjuk.

(3) Memberikan petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. terutama bidang operasional untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. / (1) Hubungan. (3) Memberikan petunjuk. Menerima laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota.. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. Memberikan surat perintah pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan Polsek jajaran. j) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.(1) (2) (3) (4) (5) 27 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan . Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Siwas Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota... termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan arahan dan petunjuk dalam pengawasan dan pemeriksaan hasil kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. k) Hubungan Kapolres dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum. i) Hubungan Kapolres dengan SPKT Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. fasilitas perkantoran.

(4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk.mendapatkan perhatian baik dari pemerintah masyarakat.. m) Hubungan Kapolres dengan Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk. terutama bidang operasional. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum pada umumnya. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. (3) Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk . (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kapolres dengan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) n) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. / (3) Memberikan. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum tindak pidana narkoba.. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat NarkobaPolres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang Operasional di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota.. l) Hubungan Kapolres dengan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota 28 maupun (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum di bidang tindak pidana narkoba. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota.

terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya.. Hubungan Kapolres dengan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Sat Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) q) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Operasional. Memberikan petunjuk. . Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Tasikmalaya Kota dengan Kasitipol Polres Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Menerima produk-produk yang dihasilkan Sattahti Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota.. Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk.(5) o) 29 dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. (5) (6) p) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja. / (5) Menerima. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota.

/ (4) Menerima.(4) (5) 30 Menerima produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk... Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam hal penyalahgunaan narkoba. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. (6) Koordinasi dalam pengamanan VIP (7) Koordinasi dalam Penertiban / rekayasa lalu – lintas. c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi.. (3) Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. 2) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolres dengan PEMDA / DPRD (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. . Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. r) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. (5) Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. terutama yang menyangkut pemb`inaan dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang meliputi kriminal dan manajerial termasuk jaringan telekomunikasi dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota. b) Hubungan Kapolres dengan Dinas Pendidikan (1) (2) (3) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. (4) Koordinasi tentang Penyusunan dan sosialisasi Perda. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota.

Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metoda produk perencanaan.31 b. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metode produk HTCK. Lakip. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam dukungan logistik dalam pelaksanaan Operasional Kepolisian.. Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres dan Waka Polres serta melaporkan pelaksanaan penyelenggaraan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kapolisian. Bagian Operasional (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Operasional (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Sumda / (1) Hubungan. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam perencanaan kegiatan Polres. moril dan disiplin serta urusan administrasi personil dan karier. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam pembinaan personil yang menyangkut profesi. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam bidang penyelenggarakan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kepolisian. jiwa korsa. b) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kabag Ops dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.. Menerima pertunjuk dan arahan dalam penyampaian informasiterhadap public.

32 pengawasan d) Hubungan Kabag Ops dengan Kasi Ppropam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. / (2) Koordinasi.(2) (3) (4) Koordinasi dalam penyelenggaraan pelaksanaan Operasi Kepolisian. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Intelkam Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinas. Koordinasi tata cara penyelenggaraan urusan administrasi umum. Koordinasi yang berhubungan fungsi teknis keuangan. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. baik dilingkungan Bag Ops maupun untuk kegiatan Operasional Kepolisian. Koordinasi dalam penyelenggaraan Operasi guna monitor pelaksanaan Operasi Kepolisian.. .. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi dalam pemerosesan anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. tata naskah dan distribusi. Koordinasi dalam rangka pencairan dana. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ops dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) b) (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Membantu kelancaran klarifikasi personil yang diduga melakukan penyimpangan. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.. Koordinasi untuk masukan tata cara urusan arsip yang meliputi pemeliharaan dan penyimpanan. (2) (3) f) Hubungan Kabag Ops dengan Kasium (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyampaian informasi masalah operasional. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (5) Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi masalah operasional Kepolisian yang berkaitan dengan fungsi Binamitra. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(2) (3) (4) c) 33 Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam menyiapkan Rencana Operasi Kepolisian dan penyiapan personil yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam kegiatan fungsi Binamitra termasuk penerangan kepada masyarakat tentang peraturan perundang – undangan di bidang operasional Kepolisian. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor dan identifikasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. . Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim.. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.. / (5) Koordinasi. terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.

Koordinasi tentang pelaksanaan Pilkades. i) Hubungan Kabag Ops dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. / (2) Koordinasi.. (3) Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. (4) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ops dengan Pemerintah Daerah (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (4) Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi (5) terhadap publik.. Pilgub dan Pilpres berjalan aman lancar terkendali.(4) g) 34 Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Pilbup. (2) Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. j) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolsek (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi masalah berkaitan dengan tahanan serta barang bukti. (3) Koordinasi dalam upaya mensukseskan kegiatan Operasional Polri di lapangan. .

Memberikan arah kebijakan dibidang Sumda Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Bag Sumda. arahan dan perintah dari Kapolres dibidang Kepolisian khususnya bidang Sumda. Hubungan Kabag Ops dengan Dinas Pendidikan 35 penyakit (1) (2) c) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. c. Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. / c.(3) (4) (5) b) Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Bagian…. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Mewakili Kapolres untuk mengikuti kegiatan dalam hal Kapolres berhalangan hadir. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Menerima petunjuk. Koordinasi dalam rangka penertiban lalulintas. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Hubungan Kabag Ops dengan POL PP (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas bidang Sumda 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ops . Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Memberikan saran pendapat dibidang Sumda. Bagian Sumber Daya 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Memberikan arahan dan perintah yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian. e) Hubungan Kabag Ops dengan TNI (1) (2) (3) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. penyakit d) Hubungan Kabag Ops dengan DISHUB (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi.

penggunaan Personel dan logistik. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ops Polres. d) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasi Propam . Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Lakip. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (7) Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda dan Siwas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi untuk mendapatkan masukan mengenai perumusan / pengembangan. penyuluhan. Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda. / (7) Koordinasi…. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ren Polres. Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ops untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (7) (8) Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ren untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Melaksanakan Koordinasi dibidang update data personel sescara rutin dan berkala. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka Perencanaan tugas administrasi dan anggaran Bag Sumda. UKG. Koordinasi dalam bidang Binpers untuk UKP. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam kegiatan pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. penyuluhan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. UKG. Melaksanakan Koordinasi dibidang Operasional penyiapan personel untuk kegiatan Operasi Menerima usulan untuk UKP. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 36 Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penggunaan Personel dan logistik. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi dibidang tugasnya.

penyuluhan. (d) (e) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan seleksi pendidikan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) 37 Koordinasi dalam penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan penerimaan calon anggota Polri. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasium (a) (b) (c) (d) (e) (f) Koordinasi yang dalam penyampaian Produk Laporan atau administrasi lainnya yang di sampaikan kepada Kapolres Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil... penyiapan dan pelaksanaan penelitian bagi personel yang akan mengikuti pendidikan atau dinas keluar negeri. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasikeu (a) (b) (c) Koordinasi dalam bidang rencana kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan Bag Sumda dan Sikeu Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penyuluhan. Koordinasi dalam rangka kearsipan. . mutasi dan sebagainya. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam pelaksanaan sidang dan putusan sidang disiplin dalam rangka pembinaan dan memberikan kepastian hukum terhadap anggota. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyuluhan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. dan meminta catatan personel sebagai bahan Wanjak. / (d) Koordinasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Meminta SKHP dalam rangka kenaikan Pangkat personel dan STNK rahasia untuk keandaraan dinas. Meminta catatan personel dalam rangka Wanjak yang UKP. Koordinasi dalam penyusunan program dan anggaran Bag Sumda dalam rangka pelaksanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan. penggunaan Personel dan logistik. kesekretariatan dan administrasi umum lainnya Koordinasi dalam rangka pelayanan Markas dilingkungan Polres. penggunaan Personel dan logistik.

38 3) Hubungan Diagonal
a)

Hubungan Kabag Sumda dengan KSPKT
(1) (2) (3) (4) (5)

(6)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan personel pengemban fungsi SPKT. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi penjagaan. Menerima data usulan pembinaan kesejahteraan dan pembinaan karier personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

b)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Intelkam
(1) (2) (3)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Intelkam.

dan

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Intelkam. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (6) Koordinasi....

(6)

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

c)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Reskrim
(a) (b) (c)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Reskrim.

dan

(d)
(e)

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

39
d)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Narkoba
(a) (b) (c) (d) (e)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Sat Narkoba.

dan

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

e)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Binmas
(1)

(2) (3)
(4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

/ f) Hubungan….

f)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Sabhara
(1)

(2)
(3) (4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers, Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

g)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Lantas
(1)

(2)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik.

(3)
(4)

(5)

40 Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

h)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Tahti
(1)

(2) (3)
(4) (5) (6)

(7)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam Binrohtal terhadap tahanan. Koordinasi dalam hal pinjam pakai barang bukti kendaraan Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

i)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasitipol (1) (2)
(3)

Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag, Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (4) Menerima....

(4)
(5)

(6)

Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

j)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolsek
(1)

(2)
(3)

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah, Binkar, Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik, sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Cerai dari kesatuan. Koordinasi mengenai anggota Polri yang melaksanakan Perceraian... (1) (2) (3) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Akte Kenal Lahir dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. d.. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Pengadilan Agama (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Cerai bagi anggota Polri dan PNS.. Koordinasi dalam rangka kesediaan menjadi tenaga binrohtal d) Hubungan Kabag Sumda dengan KUA (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Nikah bagi anggota Polri dan PNS. penyuluhan. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Depag (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Ijazah MA dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. / e) Hubungan. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Nikah dari kesatuan. Bagian Perencanaan (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolres . Koordinasi mengenai Keabsahan Domisili/ KTP dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi mengenai sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dan PNS. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas Pendidikan (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas ijazah dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi dalam rangka Penentuan Harga sertifikasi Tanah milik Polri.. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil / (1) Koordinasi. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Badan Pertanahan Nasional(BPN ) (1) (2) Koordinasi dalam rangka Pembuatan Sertifikat tanah milik Polri..(6) 41 Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program.. rencana kerja dan anggaran. (2) (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Ops (1) (2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. rencana kerja dan anggaran. . melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. (3) (4) (6) (7) b) Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran dalam pelaksanaan tugas operasional. / (3) Koordinasi. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. b) Hubungan Kabag Ren dengan Waka Polres (1) Menerima petunjuk. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. Lakip. Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum.(1) (2) 42 Menerima petunjuk.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Ops . rencana kerja dan anggaran.

(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 43 Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sikeu. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sium . Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Sumda . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran di bidang pengadministrasian. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam penyusunan rencana keuangan dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (2) (3) (4) (5) (6) (7) . penyuluhan. Melaksanakan koordinasi di bidang penyelenggaraan perencanaan umum. rencana kerja dan anggaran. Lakip. Memberikan petunjuk dalam pelaksanaan baik di bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sikeu. Lakip. Hubungan Kabag Ren dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya... Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Mengusulkan UKP dan UKG personel yang ada di Bag Ren .. Koordinasi dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. / (1) Hubungan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. c) Hubungan Kabag Ren dengan Kasium (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. .. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sipropam . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ren dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) (6) (7) f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. Lakip.. baik yang berupa konsep RUU. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan strategis. / (6) Menerima. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam Penyusunan Renja.44 e) Hubungan Kabag Ren dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima produk Sipropam . Keppres dan Keputusan Kapolri sesuai bidangnya maupun pendapat dan saran hukum sesuai fungsinya. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sipropam . Lakip. RPP.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam . (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan petunjuk.(4) (5) (6) b) 45 Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam . Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Intelkam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam rangka menyusun perencanaan umum dan program kerja tingkat Polres. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. d) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . / (5) Koordinasi…. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Reskrim .

Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Narkoba dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara . g) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Lantas . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan petunjuk. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. 46 baik bidang disusun dan Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. / (5) Koordinasi…. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. perencanaan umum dan anggaran untuk dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba .(2) (3) (4) (5) (6) e) Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Lakip.(1) (2) (3) (4) (5) (6) h) 47 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Tahti dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan arah kebijakan strategis . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (5) (6) j) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolsek Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. / (5) Koordinasi…. i) Hubungan Kabag Ren dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan strategis . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan petunjuk. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.

Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ren dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran .. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip.(a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) 48 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Menerima petunjuk dan arahan dalam rangka pengajuan dan pengesahan DIPA dalam pelaksanaan anggaran. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan strategis . / (7) Mangajukan. e. (2) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas Kapolres yang meliputi fungsi kesekretariaatan. (4) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (6) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres kepada Kapolres. kearsipan dan administrasi umum lainnya. Menerima laporan pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. menyiapkan sarana prasarana di ruang rapat. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . pelayanan kebersihan. (3) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam administrasi umum yang meliputi korespondensi. Sium (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasium dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah dan menyampaikan laporan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. b) Hubungan Kasium dengan Waka Polres . rapat-rapat pimpinan. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di lingkungan sekitar Mapolres. (7) Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan oleh Sium Polres untuk ditandatangani Kapolres.. (5) Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres serta melaporkan pelaksanaan tugas Sium Polres.

/ (5) Koordinasi…. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan pencapaian rencana kerja Sium Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sipropam Polres. Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan Sium Polres untuk ditandatangani Waka Polres sesuai perintah dan kewenangan apabila Kapolres berhalangan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam penjabaran kebijakan Kapolres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sipropam Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Siwas. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Siwas. c) Hubungan Kasium dengan Kasi Keu .(1) (2) (3) (4) (5) (6) 49 Hubungan bersifat vertikal dan diagonal bentuk hubungan adalah garis menerima perintah. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sipropam Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. b) Hubungan Kasium dengan Kasi Propam (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Koordinasi dalam hal pengajuan rekomendasi bagi personel Sium yang telah melaksanakan putusan Ankum. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pelayanan kebersihan. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan fungsi kesekretariaatan dan administrasi umum yang meliputi korespondensi. kebersihan. ketatausahaan. menyiapkan tempat rapat-rapat pimpinan termasuk sarana prasarana ruang rapat. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di sekitar lingkungan Mapolres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasium dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. ketatausahaan dan kelancaran tugas-tugas Waka Polres. menyampaikan laporan dan koordinasi sesuai batas kewenangan yang diberikan Kapolres kepada Waka Polres.

(3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagops Polres. Hubungan Kasium dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat horizontal dan diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. / f) Hubungan. kebersihan. Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagops Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagren Polres. RKA-KL dan POK Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sikeu Polres. Hubungan Kasium dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Hubungan Kasium dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horisontal dan hubungan adalah garis koordinasi. kegiatan dan anggaran serta perencanaan lainnya. Lakip. (4) Koordinasi dalam penggunaan kekuatan personel Sium Polres dalam melaksanakan operasi kepolisian dan kegiatan Kepolisian yang digelar Polres. kebersihan. ketatausahaan. diagonal dan bentuk .. (6) Koordinasi dalam penyusunan perencanaan Sium Polres yang meliputi perencanaan kerja. (4) Koordinasi tentang data Surat menyurat dan giat rapat untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL/DIPA. ketatausahaan. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam hal penyerapan dan penyaluran anggaran Sium Polres sesuai DIPA. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagren Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sikeu Polres.(1) (2) (3) (4) d) 50 Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan... HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

d) Hubungan Kasium dengan Kasat Narkoba . b) Hubungan Kasium dengan Kasat Intelkam (a) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat intelkam Polres.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat intelkam Polres.. (5) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penyuluhan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagsumda Polres. (c) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. (4) Koordinasi dalam hal pembinaan personel Sium Polres.. c) Hubungan Kasium dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. (b) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres. / d) Hubungan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. ketatausahaan.51 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagsumda Polres. kebersihan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasium dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.

ketatausahaan. g) Hubungan Kasium dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. h) Hubungan Kasium dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi. kebersihan. f) Hubungan Kasium dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. e) Hubungan Kasium dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres.. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. ketatausahaan. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat narkoba Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat narkoba Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. ketatausahaan. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.52 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat sabhara Polres. .. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.

kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. Menerima petunuk dan arahan dari Kapolres dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan teknis Kapolres di bidang ke uangan polres yang meliputi dari mulai perencanaan pendanaan sampai dengan penyaluran dan laporan keuangan. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. ketatausahaan.. kebersihan.Sikeu 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasikeu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan dersifat vertical dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. i) Hubungan Kasium dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. urusan dalam dan pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. (5) Meneruskan kebijakan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. (2) Memberikan bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. / (3) Mengajukan.. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. j) Hubungan Kasium dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan.53 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. . ketatausahaan. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.

Mengajukan usulan dalam rangka permintaan tambahan personil dan pegajuan kenaikan pangkat serta mutasi jabatan di lingkungan Kasikeu. Koordinasi dalam rangka pelayanan angkutan dan konsultasi mengenai administrasi umum dalam rangka mendukung kegiatan oprasional Kasikeu. / (4) Mengajukan. Melaksanakan Koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Memberitahukan tentang perubahan system pengajian dalam rangka pembuatan DPP gaji yang dibuat secara teknis serta hal – hal tentang penyempurnaan dan perubahan. Melaporkan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan dalam bidang pembinaan keuangan Polri. Koordinasi dalam hal penyaluran dana Operasional. Koordinasi tentang bimbingan teknis administrasi keuangan Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan untuk lingkungan Kasubagren Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres dalam masalah pendanaan yang menyangkut kepentingan khusus seperti untuk mendukung oprasional. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Mengajukan daftar nama anggota Kasikeu yang terlibat satuan cadangan polri. (4) (5) 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) b) (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi.54 (3) Mengajukan konsep juknis dan jukmin mengenai pengurusan keuangan negara di tingkat polres serta pengajuan konsep naskah kerja sama yang menyangkut penghasilan personil dengan instansi luar. Mengikuti pokja dalam rangka penentuan eselonisasi jabatan terutama dalam penentuan elselon jabatan.proyek khusus dan lain – lain.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. . Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ren (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan usulan dalam rangka masalah organisasi dan prosedur Kasikeu dan kemungkinan untuk pengembangan baik di tingkat polres maupun polsek serta penyusunan piranti lunak yang berlaku untuk itu.

Menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan/penyaluran anggaran. Koordinasi tentang kebutuhan anggaran Sipropam. Hubungan Kasikeu dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin Memberikan masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin memberikan perintah.petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugas taud. Menyampaikan laporan hambatan dalam penarikan anggaran. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan tentang tehnis pertanggung jawaban keuangan di lingkungan taud. pelaporan serta perwabku. Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya. Hubungan Kasikeu dengan Kasium (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam perumusan / pengembangan. Koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan. Memberikan bimbingan teknis tentang administrasi keuangan 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasikeu dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi.tanda jasa serta pembuatan peraturan mengenai hak – hak anggota Polri serta hal – hal lain yang menyangkut kesejahteraan seluruh anggota polri. akutansi. Memberikan saran dan arahan tentang pembuatan perwabku. perjalanan dinas mutasi .untuk di proses lanjut dalam pembayaran / pemindahan dukungan ke instansi BUMN. Melakukan koordinasi dalam rangka penyaluran dana – dana APBN dan DPK serta bantuan medis untuk kepentingan kesejahteraan anggota Kasikeu. (5) (6) (7) d) Hubungan Kasikeu dengan Kasiwas (1) (a) (b) (c) e) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . arahan dan petunjuk pimpinan.55 (4) Mengajukan usulan dalam rangka kenaikan gaji berkala. Menyertakan anggota Kasikeu dalam pencocokan dan penelitian tagihan dari BUMN atas LTAG dan BMP. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan. Menyiapkan bahan laporan lakip yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.

Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. . Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. f) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Bekerjasama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan sat Sabhara.. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.56 / b) Hubungan. e) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. c) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. b) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Bekerja sama dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas. Memberikan bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam d) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Memberikan bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran.57 (4) / (4) Bekerja. Koordinasi dalam rangka Revisi DIPA.. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. Sipropam (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ laporan. Koordinasi dalam pelaksanaan manajemen keuangan. j) Hubungan Kasikeu dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan. i) Hubungan Kasikeu dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasikeu dengan Dirjen Perbendaharaan (1) (2) Koordinasi dalam rangka Penyusunan DIPA. g. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol. Memberikan perintah. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitraSikeu.. Bekerja sama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. . arahan dan petunjuk Menerima laporan pelaksanaan tugas yang telah diberikan oleh pimpinan.. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasikeu dengan KPPN (1) (2) b) Koordinasi dalam menyiapkan SPP gaji dan pembukuan SPM gaji. h) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

. Melakukan koordinasi tentang rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran Sipropam. Melaporkan hasil kegiatan di bidang pengawasan dan pembinaan personil serta pelayanan pengaduan masyarakat yang menyangkut pelanggaran anggota.. . Memberikan masukan / informasi tentang data penyeleseaian kasus pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi. (4) b) Memberi perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. Menerima perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasium (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasi Propam dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Hubungan Kasi Propam dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin.58 / (4) Memberi. Memberikan laporan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan personil Polri dan Pns Polri. Menerima arah kebijakan Kapolres baik langsung maupun melalui ajudan Kapolres. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan keuangan. Memberikan masukan data anggota yang akan dihentikan hak gaji / penghasilannya. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. Hubungan Kasi Propam dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ arahan. akutansi. Koordinasi dalam kesekretariatan. pelaporan serta perwabku. perpustakaan dan pelayanan administrasi.

Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT.. rencana kegiatan di lingkungan Sipropam Polres. Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Sumda (1) (2) e) (3) (4) (5) (6) (7) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(3) 59 Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. f) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ren (1) (2) (3) 4) 5) 6) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. penyuluhan. (4) Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap personil Bag Ops. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL/DIPA. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran. Koordinasi data personel. Koordinasi dalam pelayanan dan konsultasi hukum bagi anggota dan keluarganya. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. . Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasi Propam dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT. matlog. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya. / d) Hubungan. (2) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan anggota yang melaksanakan tugas Opsnal. Koordinasi dalam pemberian rewards and vonisman. (3) Memberikan laporan hasil pengawasan dalam pelaksanaan tugas Opsnal. Koordinasi dalam pengendalian personel di lingkungan Polres . Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan seluruh personil Polres Tasikmalaya Kota. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengendalian anggaran serta evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja sub satker .

b) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Narkoba.. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Reskrim. e) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan Sat Reskrim apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dengan Sat Narkoba apabila terjadi pelanggaran oleh anggota f) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Sabhara . Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota.60 / b) Hubungan.. Koordinasi dengan Sat Binmas apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota.

Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara. / (2) Koordinasi... Hubungan Kasi Propam dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. registrasi dan inventarisasi tahanan anggota dan barang bukti. (2) koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah Memberikan arah Kebijakan Strategis. (2) (3) (4) (5) (6) g) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.61 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan Sat Sabhara apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. h. . Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Siwas (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasiwas. Koordinasi dengan Sat Lantas apabila terjadi pelanggaran oleh anggota Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran.

Koordinasi dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Operasi Kepolisian. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops. (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda. Memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja. Memberikan petunjuk. . Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) d) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laporan... Hubungan Kasiwas dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan.(3) 62 Memberikan petunjuk. Menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas. (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas / (4) Menerima. Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan KaSiwas.. Memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan. (1) (2) (3) (4) . Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasiwas. Memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan. Menerima Laporan pelaksanaan tugas KaSiwas. (4) (5) b) Menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan. Menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaan tugas pengawasan umum. Memberikan arah Kebijakan Strategis. Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres. b) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

RKAKL dan POK. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (5) (6) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. c) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) . penyuluhan. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang Hasil kegiatan Siwas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam Penyusunan RKAKL/DIPA. Memberikan petunjuk. (2)Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. .63 (3) (4) Koordinasi dalam bidang Pembinaan Personil Koordinasi dalam bidan penggunaan dan perawatan logistic / (5) Koordinasi…. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasikeu (1)Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas . Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas termasuk ketatausahaan. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasiwas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. bahan peledak dan penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). b) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam (a) (b) (c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. senjata api illegal. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya. . / (2) Koordinasi…. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan. persandian. deteksi giat masyarakat. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel. Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat intelkam yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pengawasan orang asing. (d) c) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat intelkam yang meliputi personel.64 (4) Koordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas .

(3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat narkoba yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel . (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat.65 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. g) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim yang meliputi personel. penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan / (4) Koordinasi. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat narkoba yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat reskrim yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah . f) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah . (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. d) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

j) Hubungan Kasiwas dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. . STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.. h) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. pengumpulan. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. i) Hubungan Kasiwas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. menyimpan dan memelihara barang bukti. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. penerbitan SIM. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.66 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (3) Koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas.

SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan KSPKT dengan Kapolres / Waka (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Menerima petunjuk.67 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.. i. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan KSPKT dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) b) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. fasilitas perkantoran. Hubungan KSPKT dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. . Menerima petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan.. / (5) Melaksanakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. (8) Meneruskan kebijakan. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. untuk diketahui. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat.

68 Laporan / c) Hubungan. . Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara. c) Hubungan KSPKT dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam memberikan dan menerima Laporan Pengaduan dari masyarakat. f) Hubungan KSPKT dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(2) (3) (4) (5) Koordinasi dalam memberikan dan menerima Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal adanya kegiatan masyarakat yang menonjol. Koordinasi dalam hal langkah-langkah pelaksanaan tugas/ tindak lanjut apabila adanya laporan pengaduan dari masyarakat. Hubungan KSPKT dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. Koordinasi tentang pemetaan wilayah atau daerah rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. (d) Menerima laporan dan menandatangani Laporan Polisi Laka Lantas.. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. Reskrim. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. Narkoba. e) Hubungan KSPKT dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. (e) Menginput laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. (c) menyampaikan informasi kejadian Laka Lantas.. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas..

69 (3) (4) g) Koordinasi dalam mendatangi TKP. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. b) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan KSPKT dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Menerima petunjuk. Menerima arah kebijakan strategis .. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . Koordinasi dalam bidang dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas SPKT. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. registrasi dan inventarisasi. Koordinasi dalam hal Bantuan hukum bagi personil SPKT dan keluarganya. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Melaporkan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan laporan tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam hal peningkatan kemampuan personil. Lakip. . Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti (2) (3) 3) Hubungan Diagonal (1) a) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ops (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi.. c) Hubungan KSPKT dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam bidang pembinaan personil SPKT. penjagaan. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi dalam bidang pengamanan.

70
d) Hubungan KSPKT dengan Kasium

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan, ketatausahaan, kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / (3) Koordinasi.... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran, kebersihan, pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres.
e) Hubungan KSPKT dengan Kasikeu (1)

(2)
(3)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan; Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasi Propam

(1) (2) (3) (4)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT; Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat; Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT

g) Hubungan KSPKT dengan Kasiwas

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
h)

Hubungan KSPKT dengan Kasitipol
(1)

(2) (3)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Menerima laporan tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas; Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres;

(4) (5)
i)

71 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Mengadakan koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi.

Hubungan KSPKT dengan Kapolsek Jajaran
(1)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; / (2) Koordinasi....

(2) (3) (4) (5) 4)

Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek; Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek; Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

Hubungan Lintas Sektoral
a)

Hubungan KSPKT dengan PLN dalam hal adanya gangguan jaringan listrik akibat kerusakan teknis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum

b)

Hubungan KSPKT dengan Telkom dalam hal adanya gangguan jaringan telepon akibat kerusakan tekhnis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum.

c)

Hubungan KSPKT dengan Damkar tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang memerlukan bantuan dari Damkar.

d)

Hubungan KSPKT dengan Derek dalam hal informasi adanya kendaraan yang memerlukan Derek

j.Satuan Intelijen 1) Hubungan Vertikal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolres (1) (2) (3) Menyiapkan dan menyampaikan laporan harian / insidentil mengenai situasi menonjol dan aktual yang di perlukan Kapolres. Menyiapkan dan menyampaikan telaahan staf dan saran pertimbangan sebagai bahan pengambilan keputusan Kapolres. Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.

72 (4)
b)

Mewakili/mendampingi Kapolres sesuai perintah.

Hubungan Kapolres dengan Kasat Intelkam (1)
(2)

(3)

Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Kirka intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang keamanan. / (4) Memberikan.... Memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam, termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Intelijen.

(4)

(5) 2)

Hubungan Horizontal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan KSPKT 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polres guna mengantisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas.

b)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Reskrim 1)
2)

3)
c)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasus-kasus orang asing, senjata api dan bahan peledak. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana yang menonjol.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Narkoba 1)
2)

3)
d)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penynyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana narkoba terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasuskasusnya. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana narkoba.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Sabhara 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Menyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.

. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja dibidang operasional.. g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Tahti 1) 2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Melaksanakan kerja sama dalam penyampaian informasi masalah operasinal. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan garis koordinasi. bersifat diagonal dalam rangka pelaksanaan / 2) Menyampaikan. Melaksanakan kerja sama dalam penyampian informasi masalah operasional. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Lantas 1) Hubungan tugasnya. Menerima konsep umum operasi. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Binmas 1) 2) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Menyampaikan personel yang di perlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. Menyampaikan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan publik. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. 2) 3) 4) 5) f) Meyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian. Menyampaikan kirka intel dan ren intel untuk mendukung pelaksanaan operasi. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Sumda ..3) 4) 5) e) 73 Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi.

(4) Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. Koordinasi dalam perencanaan pendistribusian materiil intelejen. (3) Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres.(1) (2) (3) (4) (5) 74 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasium (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan serta pembinaan personel menuju profesionalisme Polri. Memberikan masukan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. (2) Koordinasi dalam penyiapan dukungan administratif untuk pelaksanaan kegiatan penyusunan strategi program dan anggaran.. Koordinasi dan memberikan bantuan tenaga medis untuk rikes anggota Sat Intelkam secara rutin dan berkala. (6) (7) (8) Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis logistik di lingkungan Sat Intelkam Polres. c) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (6) Koordinasi. Memberikan pertimbangan / rekomendasi dalam penempatan pejabat intelejen baik di tingkat Polsek Jajaran.. Koordinasi dalam menyusun renbut dan spesialisasi teknis peralatan khusus intel. Memberikan masukan tata cara penyelenggaraan urusan administrasi. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan penyuluhan hukum.. petunjuk pelaksana / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. . (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

pamgiat. .. i) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan kinerja yang akuntabel. (5) (6) g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiwas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita bidang intelijen kepada jajaran. Koordinasi bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam 75 dan f) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.(3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan pendistribusian anggaran. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam penanganan masalah yang menyangkut pampers (Penertiban SKHP). Melakukan koordinasi tentang pengawasan pelaksanaan tugas fungsi intelijen.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. / (5) Koordinasi.. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. h) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. pammat (rekomendasi STNK rahasia) dan Pam Baket dilingkungan Sat Intelkam.

Sat Reskrim 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Ipoleksosbud hankam.(5) (6) Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan Masyarakat. / b) Hubungan…. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Hankam. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Melaksanakan koordinasi dalam bidang kepemerintahan. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara pidana. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Keamanan. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. c) Hubungan Kasat Intellkam dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. k. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan TNI (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana. Sat Intelkam memberikan bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu 76 terhadap 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Pemkot/Pemda (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .

horizontal bentuk hubungan bersifat / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Narkoba. (2) (3) (4) d) Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. . Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas.(5) b) 77 Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Lantas. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Binmas. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. g) Hubungan Kasat Reskrim dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Sabhara. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Intel (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.

Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasiwas. (5) b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ren. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti.(1) (2) (3) 3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Menerima arah kebijakan strategis . 78 bersifat Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ops. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Sumda. Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim. (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Reskrim. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi.. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Reskrim. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya.. . Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance).

. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat reskrim Polres. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasitipol. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. ketatausahaan.(1) (2) (3) (4) e) 79 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Reskrim. . (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasikeu.. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Reskrim.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim. (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasi Propam . / (4) koordinasi.

. (6) (7) Meneruskan kebijakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Perguruan Tinggi Koordinasi dalam hal permintaan pemeriksaan saksi ahli f) Hubungan Kasat Reskrim dengan BAPAS . (3) Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya.(3) (4) 80 Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres... BPKP dan BAWASDA Koordinasi dalam hal pemeriksaan audit investigasi dalam hal penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi. d) Hubungan Kasat Reskrim dengan BPK. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP (2) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan (3) Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengadilan (1) (2) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. (5) Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. / (6) Meneruskan. (2) Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. (4) Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus.

Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Imigrasi. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Intel . Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana narkoba. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara tindak pidana narkoba. l. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Sat…. / l. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas Kehutanan / Perhutani Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus illegal loging j) Hubungan Kasat Reskrim dengan Satpol PP.Sat Narkoba 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) 2) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS.81 Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak.

Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana Narkoba. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Hubungan Kasat Narkoba dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. 82 bersifat c) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Lantas. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Sabhara. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.(1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana narkoba. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. 3) Hubunan Diagonal . (1) Hubungan bersifat koordinasi. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana narkoba. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana narkoba. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana narkoba. horizontal bentuk hubungan bersifat (2) (3) (4) (5) (6) e) / (2) Koordinasi….

Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba. . (3) (4) (5) c) Menerima petunjuk.83 a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Narkoba. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ren (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Narkoba. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). / (3) Menerima…. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Narkoba. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima arah kebijakan strategis . Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres.. Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Narkoba Polres. ketatausahaan. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolsek Jajaran . / (3) Koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres.. h) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan.84 (4) Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Narkoba. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Narkoba Polres. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) g) Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya.

Imigrasi. Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. Meneruskan kebijakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Satpol PP.. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. . petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek Hubungan lintas sektoral a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP / (2) Koordinasi. Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan BAPAS Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. (2) (3) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana narkoba b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengadilan (2) (3) c) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS...(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4) 85 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP).

86 h) Hubungan Kasat Narkoba dengan balai POM Koordinasi dalam hal pemeriksaan secara labolatoris terhadap barang bukti narkoba. baik lisan maupun tertulis. . Melaksanakan perintah dan kebijaksanaan Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. penyalahgunaan.. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolres / Waka Polres Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) (4) (5) (6) (7) (8) b) Melaporkan setiap pelaksanaan tugasnya kepada Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. Koordinasi dalam hal dukungan anggaran. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. c) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasi Propam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi.. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. Mengajukan saran dan pertimbangan.. narkoba di masyarakat termasuk giat penyidikan kasus-kasus narkoba dan tes Urine. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. / (3) Melaporkan. Sat Binmas 1) Hubungan Vertikal (1) (2) Koordinasi dalam hal pencegahan. Menerima saran dan masukan dari Kapolres dalam pelaksanaan tugas Sat Binmas Melaksanakan perintah dan petunjuk lainnya yang berkaitan dengan tugas kepolisian. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres Tasikmalaya Kota sebagaimana apa yang tertuang dalam Proja Polres Tasikmalaya Kota untuk menyusun Proja. yang menyangkut tugas pokok Binmas. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan BNP/ BNK (1) (2) m. peredaran.

pengolahan dan penyajian data. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres.(3) d) 87 Koordinasi dengan Sat Binmas dalam bidang pembinaan disiplin anggota. g) (1) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Sumda Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi (2) Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan manajemen operasi kepolisian fungsi Binmas. penggunaan Personel dan logistik. (4) Menerima usulan UKP. Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan fungsi Binmas termasuk pengumpulan. Koordinasi dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas Laporan pertanggungjawaban keuangan Sat Binmas. ketatausahaan. (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (6) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. . / f) Hubungan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres.. kebersihan.. Koordinasi tentang penunjukan anggota Binmas yang dilibatkan dalam kegiatan operasi Kepolisian. (3) Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. f) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. UKG. penyuluhan. dan kebutuhan administrasi lainnya. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) e) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

/ (3) Koordinasi…. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) d) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Reskrim. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas.(2) (3) (4) (5) (6) 88 Menerima arah kebijakan strategis . (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Binmas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). (2) Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . (3) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Intelkam. untuk diketahui. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) e) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Narkoba . Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian.

. 89 bersifat Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara.(1) (2) (3) (4) (5) (6) f) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. 3) Hubungan Diagonal . Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas terhadap Polri. Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya.. / (4) Berkoordinasi. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis.. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak daripada penyalahgunaan narkoba. (4) (5) Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas). Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan pramuka dan PKS. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Koordinasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam pemberantasan Narkoba. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi kegiatan-kegiatan pembinaan terhadap tahanan maupun keluarganya Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Tatap Muka / kunjungan ke keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. g) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

/ (5) Koordinasi…. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Sabhara dengan Kapolres . Koordinasi dan bekerjasama dalam hal pembinaan Ketertiban dan ketentraman masyarakat. Koordinasi pembinaan POLSUS Koordinasi pembinaan PPNS. Koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan Linmas. Koordinasi bimbingan dan bantuan tekhnis komputerisasi anggota sat binmas.90 a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (7) Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Melaksanakan kegiatan terpadu. (6) Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. (5) Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. (4) Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Koordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan Bencana Alam. b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas yang membutuhkan atensi pimpinan. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Bag Binmas. Sat Sabhara 1) Koordinasi dalam hal kegiatan Rapat Koordinasi berkaitan dengan situasi kamtibmas. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. Memberikan arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. (8) 4) Menerima laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Binmas dengan Instansi terkait (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) n.

c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Narkoba. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana penyalah gunaan narkoba. Menerima petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.(1) (2) (3) (4) (5) 91 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. terutama bidang operasional. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. (2) Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. (3) Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Melaporankan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Shabara dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. (6) Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Intel . Koordinasi dalam menindak lanjuti pengaduan Masyarakat: / (4) Koordinasi…. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana penyalah gunaan narkoba. (4) Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Reskrim. (4) (5) Koordinasi dalam mendatangi TKP gangguan kamtibmas. (5) Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana.

Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam penjagaan. / (6) Koordinasi…. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan giat Masyarkat. (6) f) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti.(1) (2) (3) (4) (5) (6) e) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi Koordinasi dalam pelaksanaan Patroli pada daerah yang telah diprediksi rawan gangguan kamtibmas Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi Kepolisian. Menyampaikan laporan informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. 92 bersifat Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Bimas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. Melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. Koordinasi dan kerja sama dalam penanganan TKP Laka lantas. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasiwas .

93 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. ketatausahaan.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) (3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel.. Koordinasi dalam rangka pembinaan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Sabhara. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara Hubungan Kasat Shabara dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. .. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. / (2) Koordinasi. Koordinasi dalam pembinaan terhadap anggota Sat Sabhara. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Sabhara Polres. Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan Sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.

penggunaan Personel dan logistik. / g) Hubungan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. UKG. Koordinasi dalam bidang bin Pers. h) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan Kamtibmas. Menerima usulan UKP. Menerima arah kebijakan strategis . penyuluhan. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran serta membrikan data personel untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara. Menerima petunjuk. Lakip. Koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas Sat Sabhara. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi.(5) (6) f) Memberikan data personel untuk kegiatan Kepolisian. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 94 Operasional gangguan Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. Hubungan Kasat Shabara dengan Kapolsek Jajaran . Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.

b) Hubungan Kasat Lantas dengan Waka Polres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Pemkot dan Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas penertiban umum wilayah pemerintahan kota. . Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas pengawalan tahanan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu dalam penanganan giat masyarakat. Koordinasi dalam hal pelaksanaan kegiatan Operasi Kepolisian. Menerima Laporan hasil kegiatan unit Sabhara Polsek. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota.(1) (2) (3) (4) (5) 4) (6) . Menerima petunjuk. terutama bidang operasional. Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi tehnis Sat Sabhara Polsek. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. kepolisian yang b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Pol PP Pemda. / c) Hubungan…. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kejaksaan. Hubungan Lintas Sektoral a) 95 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Mengajukan Gelar perkara dalam penanganan atau penyidikan laka lantas. Melaporkan hasil perumusan / pengembangan sistem dan metode pelaksanaan tugas sat lantas untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. o. Hubungan Kasat Shabara dengan Pengadilan Negeri Koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas berhubungan dengan tindak pidana ringan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas anggota dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Sat Lalu Lintas 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kapolres.

Melaksanakan kerjasama dalam penyampaian informasi masalah Operasional. Koordinasi bidang identifikasi. (4) Koordinasi tentang laporan kejadian dan penandatanganan Laporan Polisi Laka Lantas. d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Sabhara .(2) (3) (4) 2) 96 Menerima petunjuk. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. / b) Hubungan…. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Lantas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyiapan Program Kerja di bidang Operasional. (3) Koordinasi dalam Penanganan kejadian Laka Lantas. (6) Koordinasi tentang pengawasan anggota dalam melaksanakan tugas jaga di mako. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. (5) Koordinasi tentang sistem laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Menerima masukan perkiraan cepat untuk menindak lanjuti suatu gangguan kamtibmas dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika Operasi. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan dalam rangka penyiapan Rencana Operasi Kepolisian. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Satuan lalu lintas. Mengajukan Rencana kegiatan Sat Lantas untuk dirumuskan dan dimasukan dalam rencana kerja Polres. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan adalah Koordinasi. arahanan dan perintah dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian.

Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan.97 (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi (2) Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. (3) Koordinasi dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. f) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Perawatan Tahanan dan barang bukti... Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. (5) Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Binmas.. (5) Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara dan PKS. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Melaksanakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. / (5) Koordinasi. Koordinasi bidang identifikasi. Koordinasi dalam penjagaan. Hubungan Diagonal . (4) Koordinasi dalam penanganan TKP Laka lantas. Koordinasi penanggulangan tindak pidana Narkoba.

/ (4) Koordinasi…. (4) (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. data laka. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ren. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. penyuluhan.98 a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan data personil untuk dilibatkan dalam pelaksanaan operasi kepolisian. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Menerima petunjuk. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Menerima arah kebijakan strategis . penggunaan Personel. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran yang meliputi data personel. langganan daya dan jasa dan data pelaksanaan turjawali lantas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasium. Memberikan data daerah rawan macet dan laka lantas untuk analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. tilang. Koordinasi dalam bidang pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana operasional lalu lintas. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Sumda. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(2) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. kebersihan. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. . Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. / (3) Koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. ketatausahaan.. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota sat lantas.99 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (5) Koordinasi dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan Sat Lantas. penerbitan SIM. (3) Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi Sat Lantas. . (4) Koordinasi dalam rangka pemberian arahan tentang administrasi keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasat Lantas dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. h) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Memberikan pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Melaksanakan koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. Satuan Tahanan dan Barang bukti 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolres . b) Hubungan Kasat Lantas dengan Pengadilan Koordinasi tentang pengiriman hasil Tilang dan Tindak Pidana Ringan. p. Bekerjasama dengan Dispenda dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang pajak kendaraan bermotor. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian.(2) (3) (4) i) 100 koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas lalu lintas. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. Menerima laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Hubungan Lintas Sektoral Kasat Lantas a) Hubungan Kasat Lantas dengan Pemerintahan Kota (1) (2) Koordinasi tentang pengawalan VIP Koordinasi tentang rekayasa Lalu Lintas / pemasangan ramburambu lalu lintas. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kejaksaan Negeri Koordinasi tentang penyidikan kasus Laka Lantas d) Hubungan Kasat Lantas dengan Perbankan Koordinasi tentang penyetoran PNBP e) Hubungan Kasat Lantas dengan TNI Kerjasama dengan TNI untuk membantu operasi Kepolisian bidang lalu lintas. Hubungan Kasat Lantas dengan Polsek Jajaran (1) (2) (3) (4) 4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (3) Koordinasi…. (3) (4) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan bidang DikMasLantas ke sekolah-sekolah.

(2) (3) (4) d) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Narkoba (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. (1) (2) (3) c) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai dengan bidang tugasnya. registrasi dan inventarisasi. Hubungan Horizontal b) Hubungan Kasat Tahti dengan KSPKT / (1) Hubungan…. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan Sat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2) 101 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Melaporkan kondisi tahanan dan barang bukti secara rutin setiap bulan Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. . pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Menerima petunjuk. penjagaan.

Koordinasi tentang Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana.(3) (4) e) 102 Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. (5) g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Koordinasi tentang pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Perawatan Tahanan dan barang bukti. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ops . Koordinasi dalam penjagaan. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam penjagaan. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pembinaan dan penyuluhan. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pengawasan.

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Menyampaikan informasi dan dokumentasi tentang tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Melaporkan data tahanan dan barang bukti. Melaporkan data personel yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Koordinasi / melaporkan data tahanan dan perawatan tahanan serta melaporkan hasil pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. penggunaan Personel dan logistik. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. Koordinasi dalam pemberian data personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. ketatausahaan.. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam pembinaan. c) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk.. perawatan terhadap tahanan dan barang bukti. / c) Hubungan. .(1) (2) (3) (4) (5) b) 103 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . Lakip. penyuluhan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres.

Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota sat tahti. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi sat tahti. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. e) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasikeu (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyeraan anggaran serta pertanggung jawaban keuangan. menyimpan dan memelihara barang bukti. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota sat tahti. kebersihan.104 (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pengadministrasian. g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Sat Tahti dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. i) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam bidang perawatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. . / (2) Koordinasi…. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti.

Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) b) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi Informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota.(3) (4) (5) 4) 105 Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti.. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Menerima petunjuk. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota.. Melaporkan hasil produk-produk Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Menerima petunjuk. / (2) Menerima. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. Menerima laporan / data jumlah tahanan dan barang bukti. (3) . Sitipol 1) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi Koordinasi dalam hal pengajuan ijin sita barang bukti perkara tindak pidana. (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan Kasitipol Polres dengan Waka Polres (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi terntang pengiriman tahanan dan barang bukti. Menerima arahan dan pembinaan tentang pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. Hubungan Kasat Tahti dengan Pengadilan Negeri (1) (2) q.

c) Hubungan Kasitipol dengan Kabag Ops Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol . Memberikan laporan hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. (6) koordinasi dalam menyampaian laporan situasi kamtibmas melalui fasilitas komunikasi dan teknologi informasi yang dikelola Sitipol. Sat atau Polsek Jajaran.(4) (5) 106 Melaporkan hasil produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota.. (3) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional (4) koordinasi dalam hal penggunaan kekuatan personel Sitipol yang dlibatkan dalam operasi kepolisian yang digelar Polres.. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . d) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Ren Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran e) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Sumda Polres (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. data dan keadaan alat komunikasi untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Menerima petunjuk. / (2) Menerima. (2) (3) (4) (5) (6) Menerima arah kebijakan strategis . penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi untuk mendukung fungsi operasional kepolisian Polres. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol. . baik untuk ditanda tangani maupun direkomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag. (5) koordinasi dalam pelayanan telekomunikasi. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

Menerima usulan UKP. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. i) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran h) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasium Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan g) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasi Propam Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. 107 kekuatan dan f) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(4) (5) (6) (7) Koordinasi dalam upaya pengembangan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. UKG. dan kebutuhan administrasi lainnya. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (4) Koordinasi penyiapan alat komunikasi dan penyampaian informasi dalam hal kegiatan rapat-rapat atau kegiatan lainnya tentang tugas Kepolisian. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. / (2) Koordinasi…. pengumpulan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres.

k) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Intelkam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran. Sat dan Polsek Jajaran... / (3) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya . Si dan Polsek jajaran. Hubungan Kasitipol dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(2) (3) (4) j) 108 Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol Menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sitipol Polres sesuai DIPA. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Reskrim.. Koordinasi tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas. (3) (4) (5) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Sat. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi Koordinasi dalam pemantauan kegiatan Operasional Bag. RKA-KL dan POK Polres. Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita dan perkembangan situasi kamtibmas dari jajaran l) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

m) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat sabhara guna mendukung pelaksanaan tugas Sat sabhara Polres. n) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kegiatan masyarakat di Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Sat Binmas. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Binmas ke Jajaran. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. Sat dan Polsek Jajaran. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional..109 (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. (6) (7) o) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres.. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamtibmas di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran dalam pelaksanaan kegiatan patroli quick respon. Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat binmas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat binmas Polres. (4) Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Sat dan Polsek jajaran. / (6) Koordinasi. (5) Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi ..

Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Lantas ke Jajaran. (2) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi.. r) Hubungan Kasitipol dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(6) p) 110 Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Sabhara ke Jajaran. (4) Menerima laporan bulanan gangguan kamtibmas. (3) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamseltibcar lalu lintas di wilayah Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Tahti (6) (7) (8) (9) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian.. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Lantas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres. data dan jaringannya. . (6) Meneruskan kebijakan. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) q) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikas Koordinasi dalam hal pendataan tahanan dan barang bukti di masing-masing Polsek jajaran Polres yang meliputi makan dan perawatan tahanan termasuk kesehatan fisik dan mental tahanan serta fasilitas dan kondisi ruang tahanan dan keadaan barang bukti. / r) Hubungan. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Menerima laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek..

Menerima petunjuk. 2) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Polsek 1) Hubungan vertikal a) Hubungan Kapolsek dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.111 r. Memberikan Laporan Bulanan kegiatan Polsek dan kejadian di kewilayahan Polsek. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kapolsek dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Binkar.. . Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres.. sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Koordinasi dalam penunjukan anggota untuk dilibatkan dalam Operasi Kepolisian Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Binrohtal dan Binkatpuan. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. / (2) Melaksanakan. Menerima petunjuk. Melaksanakan Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian.. Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah. (2) (3) (4) (5) (6) b) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. b) Hubungan Kapolsek dengan Waka polres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.

kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. kebersihan. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (6) Koordinasi dalam hal penyampaian surat dan laporan ke Kapolres. (2) Menerima bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administra Umum yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. ketatausahaan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Menerima arah kebijakan strategis .(5) (6) (7) 112 Memberikan usulan UKP. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran ... ketatausahaan. dan kebutuhan administrasi lainnya. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. / Menerima. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. penyuluhan. (5) Meneruskan kebijakan. UKG.. urusan dalam. . Lakip. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran .

Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek. / (5) Melaksanakan. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota Polsek.. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek 3) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kapolsek dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. g) Hubungan Kapolsek dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . . Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. f) Hubungan Kapolsek dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (8) Meneruskan kebijakan. Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek.113 e) Hubungan Kapolsek dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Menerima bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan.. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitrai keuangan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota Polsek..

(5) Menerima arahan tentang kebijakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Si dan Polsek jajaran. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek e) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Binmas . (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek / d) Hubungan…. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas. Sat. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan.(4) (5) b) 114 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan terhadap Masyarakat. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara tindak pidana penyalah gunaan narkoba.

. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Menerima pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. (2) (3) (4) (5) h) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas Polsek yang membutuhkan atensi pimpinan. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit Sabhara Polsek. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Menerima arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. pengadministrasian. Menerima arah kebijakan strategi Polsek di bidang Operasional guna dituangkan dalam perencanaan operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Polsek. Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. (3) (4) (5) g) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi / laporan. Melaporkan data jumlah tahanan dan barang bukti. Menerima petunjuk. Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. Memberikan laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Koordinasi dalam kegiatan Operasi Kepolisian. / (2) Koordinasi….(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 115 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Memberikan laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas f) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis Koordinasi / laporan. Koordinasi dalam bidang perawatan. Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Menerima petunjuk tentang perumusan atau pengembangan system dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapols dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti.

. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolsek dengan Kecamatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas.116 i) Hubungan Kapolsek dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam penyalahgunaan narkoba. (2) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. hal (2) (3) c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. BAB IV . pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan.. / (2) koordinasi. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Memberikan laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. (4) Memberikan laporan bulanan gangguan kamtibmas. (3) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. data dan jaringannya.. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. b) Hubungan Kapolsek dengan Dinas Pendidikan (1) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. (6) Menerima kebijakan. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. Koordinasi Pembinaan dan penyuluhan terhadap Masyarakat. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. Koordinasi tentang sosialisasi Perda.

Satuan Fungsi. Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terdapat perkembangan yang bersifat khusus dan Kapolres dapat memberi arahan untuk mendapat keputusan dalam pemecahannya. M.Si AKBP NRP 67050615 . HENDRA SUHARTIYONO. Pengawasan dan pengendalian di lingkungan Polres dilaksanakan oleh masingmasing pimpinan Bagian. BAB V PENUTUP Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja dan Pertelaan Tugas di lingkungan Polres ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman bagi masing-masing Bagian. MOH. horizontal maupun diagonal. sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA Ttd Drs. Seksi dan Polsek jajaran Polres. Tasikmalaya. Satuan fungsi.117 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan guna memperoleh hasil yang optimal. Seksi dan Polsek jajaran Polres secara melekat dalam pelaksanaan tugas anggota sehingga tugas yang akan dicapai sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan hubungan pimpinan dengan anggota terjalin secara sinergi sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan – penyimpangan anggota dalam pelaksanaan tugasnya.

118 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jalan Letnan Harun No. Kota Tasikmalaya HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) DI LINGKUNGAN POLRES & POLSEK POLRES TASIKMALAYA KOTA DESEMBER 2010 .

Letnan Harun No. Demikian untuk menjadi periksa. Irwasda Polda Jabar.Si AKBP NRP 67050615 Tembusan : 1. Karorena 1. Sehubungan dengan hal tesebut di atas. M. . Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA ttd Drs. Tasikmalaya. MOH. Desember 2010 Kepada Yth. Kota Tasikmalaya 46151 Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 1190 / XII / 2010 / Bagren BIASA Satu berkas HTCK Polres Tasikmalaya Kota TA.p. Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polres dan Polsek. 3. HENDRA SUHARTIYONO.119 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jl. Surat Kapolda Jabar Nomor : B / 18137 / XII / 2010 / Rorena tanggal 1 Desember 2010 tentang HTCK Polres dan Polsek. Kapolda Jabar. 2. Polres Tasikmalaya Kota sebagaimana terlampir. bersama ini dikirim kepada KA. KEPALA KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT di Bandung u. 2010 Tasikmalaya. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful