1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA KOTA HUBUNGAN DAN TATA CARA

KERJA DI LINGKUNGAN POLRES DAN POLSEK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi Polri yang pada intinya menghendaki perlu adanya suatu perubahan pada tubuh Polri baik perubahan yang menyangkut aspek struktural, aspek kultural maupun aspek instrumental dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Perubahan dari aspek instrumental ditandai adanya penyempurnaan atau pembaharuan berbagai piranti lunak atau aturan – aturan yang ada / berlaku pada Polri dan mengatur tentang mekanisme kerja atau hubungan kerja antar pejabat di lingkungan Polri, baik ditingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. Pelaksanaan tugas Polri dapat dilaksanakan dengan baik tentu karena adanya komonikasi atau hubungan antar fungsi secara sinergi dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan, hal tersebut perlu disusun Hubungan dan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polres.

b.

c.

2.

Dasar a.
b.

c.
d.

e.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang KePolisian Negara Republik Indonesia Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember 2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik Indonesia. Surat Keputusan KaPolda Jabar No. Pol. : Skep / 571 A / XI / 2003 tanggal 8 Nopember 2003, tentang Naskah sementara hubungan dan Tata cara kerja di lingkungan Polda Jabar. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010, tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polri.

3.

Maksud dan Tujuan a. Maksud Memberikan gambaran mengenai Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan serta hubungan antar komponen atau unsur dalam organisasi di tingkat Polres / Polsek. /b. tujuan…..

2 b. Tujuan Memperjelas hubungan hubungan dan tata cara kerja antra unsur yang ada dalam organisasi Polres / Polsek sehingga pelaksanaan Tupoksi dapat dicapai secara maksimal. 4. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah HTCK Polres / Polsek ini memuat hubungan dan tata cara kerja atau mekanisme kerja antar unsur organisasi di Tingkat Polres / Polsek dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian. 5. Tata Urut BAB BAB BAB BAB BAB 6. I II III IV V PENDAHULUAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI POKOK-POKOK HTCK PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENUTUP

Pengertian-pengertian a. Hubungan Adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen/unsur-unsur pengembangan fungsi dalam suatu organisasi. b. Tata Cara Kerja Adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam melaksanakan kerja di lingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan hubungan fungsional antar komponen/unsur-unsur dalam organisasi tersebut. c. Hubungan Tata Cara Kerja yang selanjutnya disebut HTCK Adalah suatu prosedur yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen/unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi Polri dengan unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi atau lembaga Pemerintah non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transparan, proporsional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mencapai tujuan yang diinginkan. d. Kepolisian Negera Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri Adalah suatu instansi pemerintah atau Aparatur Pemerintah setingkat Departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. e. f. Unit Orgnisasi Adalah organisasi Polri, dimana Kepala Unit Organisasi dijabat oleh Kapolri. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker Adalah satuan pengguna anggaran / pengguna barang yang berada di lingkungan Polri. /g. Tugas…..

3 g. Tugas Adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu organisasi. h. Kegiatan Adalah penjabaran dan atau bagian dari pada program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja di lingkungan Polri sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran program/rencana kerja Polri. i. Tugas Pokok Adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi tanggungjawab dalam suatu organisasi.
j.

Peran Adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi Polri dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan fungsi Polri dengan satuan fungsi Polri lainnya.

k.

Wewenang Adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat di lingkungan Polri untukmengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab di bidangnya masing-masing.

l.

Tanggung Jawab Adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap pejabat atau staf di lingkungan Polri untuk memepertanggungjawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada kesatuannya masing-masing.

m.

Bentuk Adalah wujud (lurus/sejajar/mendatar/horizontal) ; tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas/vertikal) ; diagonal.

n.

Hubungan Vertikal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas.

o.

Hubungan Horizontal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka koordinasi yang bersifat lurus/sejajar/mendatar atau setingkat.

p.

Hubungan Diagonal Adalah keterkaitan antar fungsi sifatnya tidak vertikal/tidak horizontal dan dapat menjangkau eselon lain yang lebih tinggi maupun antar fungsi di lingkungan Polri.

q.

Hubungan Lintas Sektoral adalah kerjasama dengan instansi/lembaga diluar Polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggungjawabnya. /BAB II….

Melaksanakan pendistribusian surat sesuai disposisi Pimpinan. Mereproduksi dan mendistribusikan naskah dinas di lingkungan polres. fungsi dan kegiatan Seksi a. Penyelenggaraan perwabku. Tugas pokok.4 BAB II TUGAS POKOK. Melaksanakan kegiatan kantor pos di lingkungan Polres. Menyelenggarakan kegiatan protokoler. Meneliti naskah dinas. kearsipan. pengendalian pembukuan dan akutansi. Penyelenggaraan pembukuan dan akutansi. SIKEU a) Tugas Menyelenggarakan pelayanan fungSikeu yang meliputi pembiayaan. tata naskah dan registrasi naskah dinas dari Bag/Sat/Sie dilingkungan polres dan Polsek. Mengarsipkan naskah dinas meliputi pemeriksaan. FUNGSI DAN KEGIATAN 7. SIUM a) Tugas Menyelenggarakan dan membina terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas pimpinan yang mencakup fungsi kesekretariatan. Membuat Rencana Kegiatan SekSium. pengklasifikasian serta pemeliiharaan dan penyimpanan naskah dinas di lingkungan Polres. d) e) f) g) h) i) j) k) b. . Membuat dan mengajukan rencana kebutuhan personel dan anggaran termasuk membuat rincian anggaran biaya SekSium. pelaporan serta pertanggung jawaban keuangan b) Fungsi a) b) c) d) Penyelenggaraan fungsi Sikeu.. dan administrasi umum lainnya serta pelayanan markas di lingkungan Polres b) a) b) c) c) a) b) c) Fungsi Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum Penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan dan kearsipan. Memelihara dan merawat Sarpras yg menjadi tgg jwb Polres. Membuat Laporan Evaluasi Kinerja bulanan dan pelaks giat lainnya. Penyusunan adm um dan perencanaan. /c) Kegiatan…. Pelayanan Markas Kegiatan Menyiapkan bahan dan data dalam penyusunan perencanaan Polres. upacara dan rapat pimpinan..

pelaksanaan pencapaian rencana kerja. usulan renbut. Melaks Lap dan adm umum. Melaks binteknis perwabku. d. Membuat buku kas. Pembukuan dan akutansi. Melaks riksa thd pers yg bermsl (Provoost). SIPROPAM Tugas Menyelenggarakan yan dumas ttg penyimpangan prilaku tindakan angg Polri. .5 c) Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) c. Mengecek Kelengkapan Perwabku. Pulbaket. Pelaksanaan pemulihan profesi. Melaks pengkajian atas dumas dan anggota (Propam). Melaks sidang disiplin/KE/Sidang Profesi (Paminal). Perencanaan umum dan adm. Menyusun Lap. Membuat Lap Perwabku. Melaks Binteknis (Provost). Melaks Giat Gaktibplin. fasilitas dan jasa serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan. /b) Pemberian…. Mengkoord dgn fungsi terkait (Propam). (Provoost). Bin disiplin dan tatib termasuk Paminal dlm rangka penegakan disiplin dan pemuliaan profesi. Lap bul kinerja. (Paminal). Realisasi anggaran. SIWAS a) Tugas Menyelenggarakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan oleh semua unit kerja khususnya dalam proses perencanaan. Akreditasi Profesi Polri. Mengajukan penggajian dan tunjangan. Mengecek sahnya tagihan. a) Mendistribusikan gaji. b) Fungsi a) b) c) d) e) c) Penyelenggaraan Pelayanan pengaduan masyarakat. Pelaksanaan Bindisipiln dan Tatib. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Menerima lap/du mas dan anggota (propam). Mengajukan rekom. (Paminal). Pelaksanaan Pengamanan Internal. Membuat Lap. termasuk bidang material. Membuat neraca keuangan.

Penyelenggaran Lat Pra Ops. Kegiatan a) Subbag Bin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Menyusun Prinlaks Ops. Tugas Pokok. Membuat Laporan hasil Ops. 1) Bagian Operasional Tugas Merencanakan. Fungsi dan kegiatan Bagian a. Melaks Lat Pra Ops. Melaks koord dgn fungsi terkait. Polres dan Polsek. Melaks pengkajian masalah atas pelaporan. termasuk latihan pra operasi. Penyiapan sarpras duk Ops. / c) Subbag…. Pelaks Koord Pelaks humas dan PPID. Penyusunan adm umum dan perencanaan. Melakukan verifikasi mutasi pejabat di lingk. mengendalikan dan menyelenggarakan administrasi operasi kepolisian. 8. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polres. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Perencanaan. melaksanakan koordinasi baik dalam rangka keterpaduan fungsi maupun dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. Membuat laporan bulanan. Menelaah Lapgiat fung. serta melaksanakan fungsi hubungan masyarakat termasuk pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID). Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Melakukan supervisi ke semua unit kerja secara berkala.. . Pemberian saran tindak thd penyimpangan. Membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka acuan kerja. Melaks koord intern dan ektern. Subbag Dal Ops (1) (2) Membuat anev ops. pengendalian dan operasi. Membuat saran tindak. Sun sprin Ops. Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan. Mengendalikan pelaks ops.6 b) Fungsi a) b) c) c) Pelaksanaan monitoring secara rutin maupun insidentil. Ajuan renbut gar Ops.

Penyelenggaraan administrasi logistik. Menyelenggarakan latihan fungsi. Menyusun UKP dan UKG. (8) Melayani pembuatan KTA. Penyelenggaraan administrasi personil. Penyelenggaraan pelayanan bantuan dan penerapan hukum. Memberikan binteknis kehumasan kepada Polsek Jajaran. pembuatan sprint anggota. (13) Melaksanakan pemakaman anggota yang meninggal dunia. pelatihan fungsi dan pelayanan kesehatan. KPI. Membuat laporan dan administrasi. Subbag Pers Kegiatan Menyusun Rengiat Subbag Pers. Bidang Sumber Daya 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan dan administrasi personel. (7) Membantu penyelenggaraan seleksi penerimaan calon anggota Polri. ijin cuti. pembinaan dan administrasi logistik serta pelayanan bantuan dan penerapan hukum. (10) Mengusulkan pengakhiran dinas. Menyusun Renmut personil. (11) Melaksanakan Binrohtal. Melaksanakan kerma dengan media cetak dan elektronik. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. (12) Melaksanakan pelayanan kesehatan personil dan keluarganya. Membuat panel data. Latkatpuan. (16) Mengusulkan personil Polri / PNS untuk mengikuti Dikjur dan Dikbang. Melaksanakan monitor terhadap informasi media. perjalanan dinas. Penyelenggaraan pelatihan fungsi.7 (3) (4) Mengkompulir data hasil ops. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) (1) (2) (3) (4) (5) a) Penyelenggaraan pembinaan personil. Melaksanakan dokumentasi peliputan kegiatan satuan. b. (15) Mengusulkan penggantian biaya pengobatan anggota Polri dan PNS yang sakit ( restitusi ). Mengusulkan tanda penghargaan personil. . (6) Melaks DPK (Dewan Pertimbangan Karier) jab berpangkat IPTU kebawah. (9) Melaksanakan sidang NTCR. (14) Melayani usulan catur sakti. Menyiapkan bahan / data untuk press rilis. dan meluruskan opini publik. c) Subbag Humas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Melaksanakan giat Penerangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tupoksi Kepolisian.

Pengembangan satuan kewilayahan. Mengusulkan kebutuhan Matfasjas. Menyelenggarakan pendistribusian Kaporlap. . Melaks koord dg insts terkait dlm rangka proses lelang pengadaan barang/jasa. b) Subbag Sarpras (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) c) Menyusun Rengiat Subbag Sarpras. Menyusun dan membuat Rincian Anggaran dan Biaya ( RAB ). (18) Melaks Administrasi pelaporan.. c. Mengusulkan pelaksanaan psikotest pemegang senpi. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Penyusunan renja dan anggaran. (19) Melaks tugas Kepolisian lainnya. Melaksanakan revisi RKA-KL dan DIPA.. Pelaksanaan anev program dan anggaran. Menyelenggarakan pendistribusian BBM. Menyelenggarakan penyuluhan hukum. Menyelenggarakan pendataan SIMAK BMN. Memberikan masukan dan koord dg pengemban fungsi hukum dg Insts lain.8 / (17) Melaksanakan. Menyampaikan usulan saran pendapat hukum ke Bidkum Polda. Merencanakan dan menyusun penetapan kinerja Polres.. Pengendalian program dan anggaran. 1) Bidang Perencanaan Tugas Menyusun renja dan anggaran. Melaks har matfasjas. Merencanakan dan menyusun RKA-KL dan DIPA tingkat Satker. Menyusun dan membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Reference ( TOR ). (17) Melaksanakan keSabharaan jasmani. mengendalikan program dan anggaran serta analisa dan evaluasi atas pelaksanaannnya termasuk ren program pengembangan satwil. Subbag Hukum (1) (2) (3) (4) Memberikan bantuan hukum dan nasihat hukum kepada anggota Polri dan PNS. Melayani pembuatan kartu senpi. Kegiatan a) Subbag Progar (1) (2) (3) (4) (5) (6) Menyusun dan melaksanakan pemutakhiran data dalam rangka menentukan kebutuhan anggaran Satker.

mengelola data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program dan anggaran. Memimpin serah terima tugas jaga fungsi.9 / (7) Memberikan…. bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan. (10) Menyusun dan membuat telaahan staf tingkat Satker. Membuat laporan realisasi anggaran (LRA). dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan. Mengecek kondisi sarana. Menerima dan mengecek usulan anggaran yang diajukan oleh Sub Satker. Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu 1) Tugas Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (12) Membuat adm pelaporan. . (11) Melaksanakan sosialisasi Reformasi Birokrasi Polri (RBP). (7) b) Subbag Dalgar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menyusun rencana penyerapan anggaran Satker. Membuat laporan pelaksanaan Triwulan DIPA. Membuat adm pelaporan. Tugas Pokok. Penyajian informaSium berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan. 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu. (8) Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renja dan Renja Satker. Mengecek kehadiran anggota SPKT . Pelayanan masyarakat . SPKT (1) (2) (3) (4) (5) Kegiatan a) Melaporkan situasi Kamtibmas kepada Waka / Kapolres. Mengumpulkan. pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian. Memberikan sosialisasi dan arahan teknis hasil penyusunan RKA-KL dan DIPA Satker. Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renstra dan Renstra Satker. Penyiapan registrasi pelaporan. 9. Menyusun bahan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. Fungsi dan kegiatan Satuan a. Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. (9) Menyusun HTCK tingkat Satker. Memberikan paparan tentang gangguan Kamtibmas yang menonjol kepada SPKT yang bertugas berikutnya. prasarana dan ATK yang diperlukan. penyusunan dan penyampaian laporan kepada Kapolres/TA.

Telkom. Melaksanakan tugas SPKT apabila SPKT berhalangan. Fungsi a) . pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen. termasuk persandian dan produk intelijen. Membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK). (8) Mengajukan rencana kebutuhan / anggaran. termasuk perkiraan intelijen. Melaporkan kondisi sarana prasarana kepada Unit. Membatu tugas Banit dalam pelayanan kepada masyarakat.10 / (6) Mendatangi…. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Satuan Intelkam. senjata api dan bahan peledak. Derek ). Membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing. berkaitan dengan situasi kamtibmas ( PLN. Memberikan pelayanan administrasi dan pengawasan senjata api atau bahan peledak. kegiatan sosial politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada masyarakat serta melakukan pengamanan. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. orang asing dan kegiatan sosial atau politik masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (7) Memonitor pelaksanaan tugas pelayanan maupun opsnal di Polres dan situasi kamtibmas di jajaran Polsek. (6) Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. Membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan. II dan III (1) (2) (3) (4) c) Banit (1) (2) (3) (4) (5) (6) b. Membuat Laporan Polisi (LP). Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. Memelihara sarana prasarana yang ada guna penigkatan pelayanan kepada masyarakat. Membantu SPKT dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Sat Intelijen 1) Tugas a) b) c) d) 2) Menyelenggarakan dan membina fungsi Intelijen bidang keamanan. b) Unit I. Penyelenggaraan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan antara lain persandian dan produk intelijen di lingkungan polres. pengawasan terhadap pelaksanaannya. Damkar. persandian. Kepolisian baik sebagai bagian dari kegiatan Satuan Intelkam maupun sebagai bahan masukan penyusunan rencana kegiatan opreasional dan peringatan dini ( Early Warning ).

rapat. orang asing. b) Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) (5) c) Menyusun administrasi perencanaan antara lain. Menyusun prakiraan Intelijen keamanan. dan urusan dalam. senjata api dan bahan peledak serta kegiatan sosial atau politik masyarakat dan SKCK kepada masyarakat yang membutuhkan serta melakukan pengawasan dan pengamanan atas pelaksanaan. penyimpanan dan pemutakhiran tokoh Politik. Pemberian pelayanan dalam bentuk surat ijin atau keterangan yang menyangkut. Melakukan analisis terhadap setiap perkembangan keadaan yang dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. penyimpanan dan pemutakhiran biodata tokoh formal atau informan organisasi social masyarakat.11 b) c) d) e) f) / b) Pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan opreasional intelijen kemanan guna terselenggaranya deteksi dini ( Early Detection ) dan peringatan dini ( Early Warning ) melalui pemberdayaan personil pengemban fungsi Intelijen. Pengdokumentasian dan penganalisaan terhadap perkembangan lingkungan strategi serta penyusunan produk intelijen untuk mendukung kegiatan polres. Melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap kelompokkelompok masyarakat. Melaksanakan kegiatan administrasi umum. Lakip. TOR. 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan kegiatan oparasional intelijen kemanan guna terlaksananya deteksi dini ( Early detection ). Penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian pimpinan.. Unit I Politik (1) (2) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan politik. SKCK dan yang menyangkut orang asing. ketatausahaan. politik dan pemerintah. Pelayanan surat izin atau keterangan kegiatan sosial masyarakat (keramaian.. Melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat. Pengumpulan. Mengumpulkan data dan informasi dari media massa / sumber terbuka lainnya. Penetapan Kinerja Rengiat. dan lain-lain) atau politik.. peringatan dini ( Early Warning ) dan deteksi aksi ( Early Action ) Melaksanakan kegiatan penyelidikan suatu perkara / gangguan kamtibmas. . Melaksanakan pengumpulan. Menyusun laporan bidang intelijen.

h) Unit VI POA (1) (2) Melaksanakan pengawasan orang asing melalui pemberian izin. Unit IV Keamanan (Was Senjata api dan handak) (1) (2) Menyelenggarakan pengamanan. koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundangundangan.. . Melaksanakan pengumpulan. penerimaan dan pengarsipan berita-berita rahasia.. menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. g) Unit V Sandi (1) (2) Pengiriman. keterangan dan rekomendasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas Sat Reskrim Menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP. d) Unit II Ekonomi (1) (2) e) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. Unit III Sosial Budaya (1) (2) f) Melaksanakan pengawasan administratif terhadap kegiatan sosial masyarakat. Melakukan penggalangan dalam upaya menciptakan kondisi tertentu di dalam masyarakat/orang asing yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Sat Intelkam. c. Penerapan SP2HP secara transpran dan akuntabel. pengawasan dan pengendalian serta perijinan senjata api dan amunisi dan bahan pelefak serta alat / bahan berbahaya lainnya. Menyusun pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Unit Keamanan.12 / d) Unit.. Menyelenggarakan dokumentasi guna menyusun data dan rekaman hasil pelaksanaan tugas Polri. menyelenggarakan pembinaan. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan unit Sosbud. 2) Fungsi a) b) Penyelenggaraan pembinaan dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. penyimpanan dan pelaporan hasil pelaksanaan.

(10) Melaksanakan supervisi. (5) Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (3) Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. dan. personel. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Reskrim. Renja. sasaran.c) d) e) f) g) h) 13 Pemberian pelayanan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. tahunan dan lima tahunan. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. Penyelenggaraan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. 3) Kegiatan a) UrBin Ops (1) Melaksanakan pembinaan Personil satuan reskrim melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. Rancangan Renja. dan anggaran. antara lain Renstra. c) Unit Idik I . (6) Menyusun laporan bulanan. Penyelenggaraan pelayanan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. perawatan administrasi dan ketatausahaan personel satuan reskrim. (2) Melakukan pemeliharaan. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. kebutuhan sarana prasarana. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. Pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan Satuan Reskrim. Penyelenggaraan koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan. koreksi. serta mempelajari dan mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas satuan reskrim. Penganalisisan kasus beserta penanganannya. b) Urmintu (1) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. program dan anggaran. (4) Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. (3) Melaksanakan latihan fungsi. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (2) Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan.

Melakukan interview. psikotropika dan obat obatan berbahaya. d. pencegahan. (7) Melakukan interview. (6) Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Kegiatan a) Urbin Ops . observasi. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan narkoba. (2) Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Sat Narkoba 1) Tugas menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Narkoba. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan Narkoba 2) Fungsi a) b) c) 3) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik.. pencegahan. (3) (4) (5) (6) (7) d) Unit Idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. surveillance. Penyelenggaraan pembinaan.(1) (2) 14 Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Penyelenggaraan pengawasan terhadap predaran narkotika. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. observasi. (4) Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. (5) Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. (3) Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik... serta koordinasi dalam rangka pembinaan. surveillance. / (2) Melaksanakan.

serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. personel.. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. (3) Melaksanakan latihan fungsi. / (3) Melaksanakan. surveillance. (10) Melaksanakan supervisi. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. . koreksi. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan.. perawatan administrasi dan ketata usahaan personel satuan reskrim. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Unit Idik I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan.(1) (2) 15 Melaksanakan pembinaan Personil Sat narkoba melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. program dan anggaran. sasaran. dan anggaran. Rancangan Renja. tahunan dan lima tahunan. Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana b) Urmin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) c) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. Melakukan pemeliharaan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. Renja. Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. antara lain Renstra. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Sat narkoba. Melakukan interview. Menyusun laporan bulanan. observasi. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal.. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. kebutuhan sarana prasarana. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.

psikotropika dan obat-obatan berbahaya.. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Membuat renlat. pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka memberdayakan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan serta meningkatkan hubungan sinergitas Polri-masyarakat 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Penyelenggaraan pembinaan teknis Polmas.. Mengumpulkan dan mengolah data serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Binmas dilingkungan Polres. / (2) Melaksanakan. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. Kegiatan a) Urusan Pembinaan Operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membantu pelaksanaan tugas administrasi Sat Binmas. observasi. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dan pengembangan manajemennya.16 d) Unit idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Sat Binmas 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan teknis Polmas dan kerja sama dengan instansi pemerintah/ lembaga/organisasi masyarakat. Pemberdayaan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan. Melakukan interview. Peningkatan hubungan sinergitas Polri – masyarakat.. Pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Penyenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah / lembaga/ organisasi masyarakat. (2) (3) (4) (5) (6) (7) e. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) Membuat rengiat. . surveillance. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan bimbingan teknis fungsi Binmas.

. e) Unit Binkamsa (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pam swakarsa. Melaksanakan pembinaan terhadap pelajar dan mahasiswa.. dan Pelaksanaan pengawasan dan pebinaan pada keamanan lingkungan. Pemberdayaan potensi masyarakat dan membangun kemitraan melalui program Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat ( FKPM). Membuat laporan kegiatan. Peningkatan pelatihan kemampuan Kaposkamling. dan Pondok Pesantren. Melaksakan penataan kearsipan. Peningkatan pelatihan kemampuan Satpam. (8) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. / (6) Pengelolaan. Melaksanakan pembinaan alat-alat kepolisian khusus. Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pembentukan Polmas Unit Bintibmas (1) (2) (3) (4) (5) Melaksanakan pembinaan terhadap potensi masyarakat. Menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas alat-alat kepolisian khusus dan keamanan swakarsa. Melaksanakan pembinaan terhadap petugas perparkiran. Toda.. (7) Peningkatan pelatihan kemampuan Senkom Mitra Polri. Pengelolaan tata naskah surat masuk dan keluar.17 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) c) Menyusun rencana anggaran kegiatan. Membuat surat perintah tugas. Mengagenda surat masuk dan keluar. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Unit Binpolmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Melaksanakan sosialisasi perpolisian masyarakat. (10) Melaksanakan pembinaan dan koordinasi terhadap Kepolisian Khusus. Mengadakan koordinasi dengan pimpinan alat kepolisian khusus dalam rangka pelaksanaan tugas. Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ngambang. Mengadakan pelatihan dasar Satpam. Pendistribusian surat-surat keluar. Melaksanakan pembinaan terhadap Relawan. Tomas. (6) Melaksanakan pembinaan terhadap saka bhayangkara dan PKS. (9) Melaksanakan silaturahmi kamtibmas pada Toga. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan.. Pembinaan peningkatan kemampuan personil pelaksana Polmas.

Membuat perencanaan pelatihan peningkatan fungsi. kegiatan masyarakat dan instansi. . Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) Membuat rencana kegiatan satuan fungsi shabara. Memberikan bimbingan teknis pada unit shabara polsek. ganguan lalu lintas dan gangguan kamtibmas lainnya. Mengumpulkan. f. Sat. laka kerja. Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas.. Melaksanakan penjagaan baik pada pos-pos tetap ( Mako.. mengolah dan menyajikan data untuk evaluasi pelaksanaan tugas shabara. pengaturan. Membuat rencana anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas. semester dan tahunan ) c) Unit Turjawali (1) (2) (3) Melaksanakan pengaturan pada tempat – tempat yang berpotensi kerawanan laka lantas. Fungsi a) b) Pelaksanaan tugas – tugas pengamanan ( penjagaan. c) 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membuat prencanaan tugas sesuai dengan perkiraan intelijen harian. pengawalan.18 / f. patroli dan pelayanan unjuk rasa / pengendalian masa ) dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat. Melaksanakan dinas kepolisian lain. Sat Sabhara 1) Tugas a) b) 2) Melaksanakan kegiatan – kegiatan prefentif dan refresif dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas. Memfloating anggota pada objek – objek yang memerlukan pengamanan. Pelaksanaan SAR terbatas dan masalah – masalah kontijensi. Membuat anev pelaksanaan tugas ( bulanan.. Membuat surat perintah dalam setiap pelaksanaan tugas – tugas fungsi shabara. Pelaksanaan tugas penanganan tindak pidana ringan (TIPIRING) dan pengamanan tempat kejadian perkara (PTKP) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terkait masalah pelanggaran dan tindak pidana. Rumdin pejabat ) maupun pos-pos sementara seperti keramaian.

Penyelenggaraan Registrasi dan identipikasi Pengemudi / kendaraan bermotor. / d) Unit.. yang meliputi Penjagaan. Pengelolaan Teknologi Informasi dan dokumentasi lalu lintas. Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa lalu lintas. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) Penyelenggaraan dan Pembinaan fungsi Lalu lintas Kepolisian. g. Melaksanakan Pelayanan Ketatausahaan dan urusan dalam dalam lingkungan Lantas. Kaur Mintu (1) (2) (3) Membuat Rencana Kegiatan... d) Unit Pam Obvit (1) (2) Melaksanakan penjagaan terhadap objek vital pemerintah dan swasta. Melaksanakan pengamanan terhadap kejadian – kejadian kontijensi (bencana alam. Sat Lantas 1) Tugas Menyelenggarakan dan Membina fungsi lalu lintas Kepolisian. Kegiatan a) Kaur Bin Ops (1) (2) (3) b) Melaksanakan Pembinaan manajemen Opsnal dan Pelatihan. Pengaturan. laka pesawat) dan pelaksanaan SAR terbatas. Melaksanakan pengawalan terhadap personil dan materil objek vital pemerintah dan nasional. laka KA. Pemeliharaan Kamseltibcarlantas. Sarpras dan Kinerja. Penyelenggaraan Turjawali Lantas. . keselamatan. Pengawalan dan Patroli. Melaksanakan Manajemen Personil. Melaksanakan Anev. e) Unit Dalmas (1) (2) Melaksanakan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan unjuk rasa. Penyidikan Laka Lantas dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas.(4) 19 Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. Penyidikan Kecelakaan Lalu lintas dan Penegakan Hukum dibidang Lalu Lintas guna memlihara keamanan. ketertiban dan kelancaran Lalu lintas. Pendidikan Masyarakat dan rekayasa Lalulintas. Registrasi dan Identifikasi pengemudi / Kendaraan Bermotor.

(3) (4) Membina dan menyelenggarakan tata tertib Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Unit Turjawali (1) (2) Melaksanakan Penegakan hukum dan tata tertib lalu lintas. Melaksanakan Pengaturan. (2) Melaksanakan Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lantas. Kegiatan a) Urusan administrasi dan tata usaha. serta menerima. (3) Pembinaan Rekayasa dibidang Lalu lintas. penyimpanan barang bukti dan pengelolaan data barang bukti. STNK dan BPKB.20 (4) (5) c) Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. / (3) Membina. Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. . Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Membina dan Menyelenggarakan Penanganan Pelanggaran Lalu lintas.. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. e) f) Unit Laka (1) (2) (3) (4) (5) Menyelenggarakan Pembinaan dan Penanganan Laka Lantas. d) Unit Dikyasa (1) Membina dan melaksanakan Kerjasama lintas Sektoral. Pengawalan dan Patroli Lalu lintas. Sat Tahti 1) Tugas Menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan. Unit Reg Ident (1) (2) Menyelenggarakan dan Membina Pelaksanaan Reg Ident Kendaraan Bermotor. (4) Melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral dalam Pembinaan dan Rekayasa Sarana Angkutan. h. menyimpan dan memelihara barang bukti. Melaksanakan Penyidikan Laka Lantas.. Penyelenggaraan pengamanan. (1) Melaksanakan pencatatan dan registrasi serta pelaporan jumlah tahanan.. termasuk pembinaan jasmani dan rohani. Penjagaan. Melaksanakan TP TKP Laka Lantas. Pembinaan Pelaksanaan Reg Ident SIM. Mengajukan Berkas Perkara Laka Lantas ke Pengadilan. 2) Fungsi a) b) 3) Penyelenggaraan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan termasuk pembinaan jasmani dan rohani.

. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Mengatur. 21 terhadap Unit Perawatan Tahanan (1) (2) Melaksanakan pengawasan. Melaksanakan penjagaan dan penyiapan makan dan kebersihan ruang tahanan serta fasilitas. i. serta penyajian informasi termasuk pelayanan multimedia. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. melaksanakan penyajian data informasi criminal dan multimedia. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. barang bukti registrasi. (3) Melakukan pengamanan. Penyajian. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) pemeliharaan jaringan komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi.. Melaksanakan pengawasan dan perawatan kesehatan tahanan.. (3) (4) c) Unit Barang Bukti (1) Melaksanakan administrasi dan registrasi terhadap barang bukti. Penyajian. serta pelaporan dan pencatatan terhadap keluar masuknya barang bukti dan kondisi barang bukti. pelayanan dan penyelenggaraan sistem informatika yang meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data. pelayanan terhadap tahanan yang sakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para tahanan. menjaga dan mengawasi tahanan dan kunjungan ke rumah tahanan dengan menetapkan waktu dan tempat besuk tahanan. penyiapan data. meliputi kegiatan komunikasi kepolisian. melaksanakan bimbingan tehnis TIPOL ke Polsek Jajaran. Sitipol 1) Tugas bertugas menyelenggarakan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi. / (3) Melaksanakan. melaksanakan evaluasi kinerja Tupoksi Sie TIPOL.. dan inventarisasi barang bukti. penyiapan data. pengamanan dan pemeriksaan tahanan serta fasilitas ruang tahanan secara berkala. (2) Melaksanakan pengawasan barang bukti. menjaga keluar masuknya dan pengecekan kondisi barang bukti. Kegiatan a) b) c) d) melaksanakan pemeliharaan jaringan informasi komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. (4) Melaksanakan pengadministrasian.(2) b) Melaksanakan pengawasan administrasi keluar masuknya tahanan.

serta pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat. baik sebagai pelaksana kegiatan satuan-satuan atas maupun sebagai pengumpulan bahan keterangan untuk keperluan deteksi dini dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. termasuk keamanan. pelayanan pengaduan atas tindakan anggota Polri. serta melaksanakan penjabaran penerapan Polmas. memberdayakan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. melaks sun rengiat dan renbut (TOR RAB dll). pengawalan. b) c) d) e) f) 3) Kegiatan a) Unit Provos Membantu tugas Provos Polres penegakan hukum anggota Polsek. melaksanakan penyusunan laporan rutin dan laporan insidentil. sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dalam organisasi Polri. keselamatan. sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas Polri lain dalam wilayah hukumnya. Polsek 1) Tugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. mengelola kegiatan administrasi umum Polsek sehingga tugas administrasi surat menyurat berjalan dengan tertib. patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. penegakan hukum dan pemberian perlindungan. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Fungsi a) pemberian pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat. pembinaan masyarakat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan. Penyelenggaraan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya serta pelayanan kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. Intelijen dalam bidang keamanan. ketertiban dan kelancaran lalulintas. penyelenggaraan kegiatan pengaturan. . penjagaan. / 2) Fungsi…. (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir. dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan. permintaan bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat.22 e) f) q. b) SekSium untuk pembinaan disiplin.

. (2) Menyampaikan program unggulan Polres kepada masyarakat. j) Unit Lalu Lintas . Sihumas (1) Mediator antara Polri dengan masyarakat. e) Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. Memberikan saran/pendapat hukum. potensi masyarakat lainnya. g) Unit Binmas (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan pemberdayaan polmas.. Mengelola anggaran Polsek sesuai dengan DIPA. (3) Melaksanakan tugas-tugas tambahan sesuai perintah Polsek. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. kerjasama bidang Kamtibmas serta pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. / e) Sentra. mengayomi. (2) Melaksanakan pelayanan administrasi masyarakat.23 (2) (3) c) Sikum (1) (2) d) Mendata anggota yang bermasalah. melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum.. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. h) Unit Sabhara (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. f) Unit Intelkam (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan tugas deteksi terhadap kegiatan masyarakat. mengayomi. Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. i) Unit Reserse Kriminal (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan enyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas. mengayomi. mengayomi.

Memberikan perintah/tugas untuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota dalam hal Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan. Memberikan petunjuk. / BAB …. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Perencanaan Operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Bag Ops dan Komunitinya. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk.(1) (2) (3) (4) 24 Membantu Polsek dalam melaksanakan tugas fungsi pengaturan lalu lintas dan penjagaan. Kapolres Tasikmalaya Kota a) Hubungan bersifat vertikal a) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Waka Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) b) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima Gelar Opsnal yang dilaksanakan Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. (3) (4) (5) . Menangani kecelakaan lalu lintas sampai dengan kejaksaan (P21) di wilayah Polsek Urban. Menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polsek rural. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ops. Menerima laporan pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dalam lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Kehumasan Polri tingkat guna di tuangkan dalam program kerja Bag Ops. Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. Hubungan Tata Cara Kerja di Polres Tasikmalaya Kota a.. BAB III POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA 10.

. Memberikan petunjuk dalam penyampaian informasi terhadap Publik.. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan / penerapan hukum di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. peningkatan kemampuan dan pelayanan kesehatan di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (7) Memberikan kebijakan dalam penyusunan program. (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laboran. (3) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun Operasional guna disusun dalam perencanaan Umum dan dituangkan ke dalam Program Kerja Polres Tasikmalaya Kota. kegiatan dan anggaran yang disusun dalam Renja Polres Tasikmalaya Kota (8) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas dan hasil pruduk perencanaan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (3) (4) (5) . arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota. jangka menengah dan jangka panjang. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. (6) Memberikan petunjuk. (4) Memberikan perintah. Hubungan Kapolres dengan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota (1) Menetapkan kebijakan dan strategi Polres Tasikmalaya Kota jangka pendek.(6) (7) c) 25 Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. terutama dalam hal pelaporan hasil Operasi Kepolisian. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di pembinaan sarana dan prasarana (Logistik) di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan personel. d) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. / (4) Memberikan.. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan petunjuk. (5) Memberikan perintah.

(3) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasium Polres Tasikmalaya Kota. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasium Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan kemajuan dan pertanggung jawaban keuangan Polda Jabar. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasi Propam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk.26 (6) Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. upacara. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. / (5) Menerima. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Tasikmalaya Kota dengan Kasikeu Polres f) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) g) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. e) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasium Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam Polres Tasikmalaya Kota.. reproduksi dan distribusi surat menyurat serta penyelenggaran kegiatan pos Polri. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan kepaniteraan. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan administrasi umum. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. urusan arsip yang meliputi pemeriksaan klasifikasi serta pemeliharaan dan penyimpanan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sikeu Polres Tasikmalaya Kota.. terutama dalam mendukung kegiatan Pembinaan maupun operasional Polres Tasikmalaya Kota.. h) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Ka Siwas .

(4) Menerima produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Siwas Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan . untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran.. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. j) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan surat perintah pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan Polsek jajaran. Memberikan arahan dan petunjuk dalam pengawasan dan pemeriksaan hasil kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. fasilitas perkantoran. k) Hubungan Kapolres dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota.. (3) Memberikan petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan.(1) (2) (3) (4) (5) 27 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota.. (3) Memberikan petunjuk. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum. i) Hubungan Kapolres dengan SPKT Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. terutama bidang operasional untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. / (1) Hubungan. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat.mendapatkan perhatian baik dari pemerintah masyarakat. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat NarkobaPolres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum tindak pidana narkoba. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. terutama bidang operasional.. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. m) Hubungan Kapolres dengan Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Hubungan Kapolres dengan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) n) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan... untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. l) Hubungan Kapolres dengan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota 28 maupun (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. / (3) Memberikan. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk . termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum di bidang tindak pidana narkoba. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum pada umumnya. (3) Memberikan petunjuk. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang Operasional di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota.

Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (5) (6) p) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja. Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk.(5) o) 29 dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Tasikmalaya Kota dengan Kasitipol Polres Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota.. / (5) Menerima. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Sat Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) q) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Hubungan Kapolres dengan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. . Operasional. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota.. Menerima produk-produk yang dihasilkan Sattahti Polres Tasikmalaya Kota.

(4) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota.(4) (5) 30 Menerima produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. r) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. 2) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolres dengan PEMDA / DPRD (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi.. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. b) Hubungan Kapolres dengan Dinas Pendidikan (1) (2) (3) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. (4) Koordinasi tentang Penyusunan dan sosialisasi Perda. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. . Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. (5) Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. (6) Koordinasi dalam pengamanan VIP (7) Koordinasi dalam Penertiban / rekayasa lalu – lintas. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS... (3) Memberikan petunjuk. / (4) Menerima. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam hal penyalahgunaan narkoba. c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. terutama yang menyangkut pemb`inaan dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang meliputi kriminal dan manajerial termasuk jaringan telekomunikasi dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek.

Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Operasional (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Sumda / (1) Hubungan. . Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metode produk HTCK. moril dan disiplin serta urusan administrasi personil dan karier. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Menerima pertunjuk dan arahan dalam penyampaian informasiterhadap public. Lakip.. Bagian Operasional (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan.. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres dan Waka Polres serta melaporkan pelaksanaan penyelenggaraan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kapolisian. jiwa korsa.. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam bidang penyelenggarakan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kepolisian. Koordinasi dalam dukungan logistik dalam pelaksanaan Operasional Kepolisian. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metoda produk perencanaan.31 b. Koordinasi dalam perencanaan kegiatan Polres. c) Hubungan Kabag Ops dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam pembinaan personil yang menyangkut profesi.

Memberikan informasi dalam pemerosesan anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi dalam rangka pencairan dana. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ops dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) b) (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 32 pengawasan d) Hubungan Kabag Ops dengan Kasi Ppropam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Intelkam Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinas. tata naskah dan distribusi. Menerima laporan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. Koordinasi dalam penyelenggaraan Operasi guna monitor pelaksanaan Operasi Kepolisian. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(2) (3) (4) Koordinasi dalam penyelenggaraan pelaksanaan Operasi Kepolisian. baik dilingkungan Bag Ops maupun untuk kegiatan Operasional Kepolisian. Koordinasi yang berhubungan fungsi teknis keuangan. Koordinasi untuk masukan tata cara urusan arsip yang meliputi pemeliharaan dan penyimpanan. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran... Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi tata cara penyelenggaraan urusan administrasi umum. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran. / (2) Koordinasi. (2) (3) f) Hubungan Kabag Ops dengan Kasium (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Membantu kelancaran klarifikasi personil yang diduga melakukan penyimpangan.

(5) Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi masalah operasional Kepolisian yang berkaitan dengan fungsi Binamitra. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor dan identifikasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam kegiatan fungsi Binamitra termasuk penerangan kepada masyarakat tentang peraturan perundang – undangan di bidang operasional Kepolisian. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor. Koordinasi dalam penyampaian informasi masalah operasional. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian.. .(2) (3) (4) c) 33 Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam menyiapkan Rencana Operasi Kepolisian dan penyiapan personil yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan.. terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. / (5) Koordinasi.

Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. / (2) Koordinasi. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. (3) Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. . (3) Koordinasi dalam upaya mensukseskan kegiatan Operasional Polri di lapangan.. j) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolsek (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. i) Hubungan Kabag Ops dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Pilgub dan Pilpres berjalan aman lancar terkendali. Pilbup. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi tentang pelaksanaan Pilkades. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. (4) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional. Koordinasi masalah berkaitan dengan tahanan serta barang bukti. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ops dengan Pemerintah Daerah (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. (4) Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi (5) terhadap publik.(4) g) 34 Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik..

/ c. e) Hubungan Kabag Ops dengan TNI (1) (2) (3) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan dibidang Sumda Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Bag Sumda. Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Mewakili Kapolres untuk mengikuti kegiatan dalam hal Kapolres berhalangan hadir. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. penyakit d) Hubungan Kabag Ops dengan DISHUB (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas bidang Sumda 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ops . Hubungan Kabag Ops dengan Dinas Pendidikan 35 penyakit (1) (2) c) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi dalam rangka penertiban lalulintas. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Memberikan saran pendapat dibidang Sumda. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas.(3) (4) (5) b) Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Bagian Sumber Daya 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Memberikan arahan dan perintah yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian. arahan dan perintah dari Kapolres dibidang Kepolisian khususnya bidang Sumda. Hubungan Kabag Ops dengan POL PP (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Menerima petunjuk. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. c. Bagian…. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam.

penggunaan Personel dan logistik. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (7) Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda dan Siwas.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 36 Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ops Polres. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka Perencanaan tugas administrasi dan anggaran Bag Sumda. penggunaan Personel dan logistik. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ops untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. UKG. Koordinasi untuk mendapatkan masukan mengenai perumusan / pengembangan. penyuluhan. Melaksanakan Koordinasi dibidang Operasional penyiapan personel untuk kegiatan Operasi Menerima usulan untuk UKP. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Lakip. Koordinasi dalam kegiatan pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ren Polres. d) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasi Propam . Melaksanakan Koordinasi dibidang update data personel sescara rutin dan berkala. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (7) (8) Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ren untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. UKG. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi dibidang tugasnya. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang Binpers untuk UKP. penyuluhan. / (7) Koordinasi…. penyuluhan.

(d) (e) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. mutasi dan sebagainya. . penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan seleksi pendidikan. penyiapan dan pelaksanaan penelitian bagi personel yang akan mengikuti pendidikan atau dinas keluar negeri.. dan meminta catatan personel sebagai bahan Wanjak. penyuluhan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. kesekretariatan dan administrasi umum lainnya Koordinasi dalam rangka pelayanan Markas dilingkungan Polres.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) 37 Koordinasi dalam penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan penerimaan calon anggota Polri. Koordinasi dalam rangka kearsipan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Meminta SKHP dalam rangka kenaikan Pangkat personel dan STNK rahasia untuk keandaraan dinas. Meminta catatan personel dalam rangka Wanjak yang UKP. penggunaan Personel dan logistik. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasium (a) (b) (c) (d) (e) (f) Koordinasi yang dalam penyampaian Produk Laporan atau administrasi lainnya yang di sampaikan kepada Kapolres Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam pelaksanaan sidang dan putusan sidang disiplin dalam rangka pembinaan dan memberikan kepastian hukum terhadap anggota. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyusunan program dan anggaran Bag Sumda dalam rangka pelaksanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan.. penyuluhan. penyuluhan.. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasikeu (a) (b) (c) Koordinasi dalam bidang rencana kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan Bag Sumda dan Sikeu Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. / (d) Koordinasi.

38 3) Hubungan Diagonal
a)

Hubungan Kabag Sumda dengan KSPKT
(1) (2) (3) (4) (5)

(6)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan personel pengemban fungsi SPKT. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi penjagaan. Menerima data usulan pembinaan kesejahteraan dan pembinaan karier personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

b)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Intelkam
(1) (2) (3)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Intelkam.

dan

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Intelkam. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (6) Koordinasi....

(6)

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

c)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Reskrim
(a) (b) (c)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Reskrim.

dan

(d)
(e)

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

39
d)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Narkoba
(a) (b) (c) (d) (e)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Sat Narkoba.

dan

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

e)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Binmas
(1)

(2) (3)
(4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

/ f) Hubungan….

f)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Sabhara
(1)

(2)
(3) (4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers, Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

g)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Lantas
(1)

(2)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik.

(3)
(4)

(5)

40 Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

h)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Tahti
(1)

(2) (3)
(4) (5) (6)

(7)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam Binrohtal terhadap tahanan. Koordinasi dalam hal pinjam pakai barang bukti kendaraan Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

i)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasitipol (1) (2)
(3)

Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag, Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (4) Menerima....

(4)
(5)

(6)

Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

j)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolsek
(1)

(2)
(3)

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah, Binkar, Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik, sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Cerai dari kesatuan. Koordinasi mengenai Keabsahan Domisili/ KTP dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Bagian Perencanaan (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolres .(6) 41 Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam rangka Penentuan Harga sertifikasi Tanah milik Polri.. / e) Hubungan.. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas Pendidikan (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas ijazah dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Nikah dari kesatuan. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Depag (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Ijazah MA dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. d. Koordinasi mengenai anggota Polri yang melaksanakan Perceraian.. penyuluhan. Koordinasi dalam rangka kesediaan menjadi tenaga binrohtal d) Hubungan Kabag Sumda dengan KUA (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Nikah bagi anggota Polri dan PNS.. (1) (2) (3) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Akte Kenal Lahir dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Pengadilan Agama (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Cerai bagi anggota Polri dan PNS. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi mengenai sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dan PNS. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil / (1) Koordinasi. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Badan Pertanahan Nasional(BPN ) (1) (2) Koordinasi dalam rangka Pembuatan Sertifikat tanah milik Polri..

Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Ops . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. Lakip. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. (2) (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Ops (1) (2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. rencana kerja dan anggaran. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program.. (3) (4) (6) (7) b) Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran dalam pelaksanaan tugas operasional. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. b) Hubungan Kabag Ren dengan Waka Polres (1) Menerima petunjuk. rencana kerja dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. / (3) Koordinasi. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program.. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum.(1) (2) 42 Menerima petunjuk.. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. .

Lakip. Koordinasi dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sikeu. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. rencana kerja dan anggaran. Mengusulkan UKP dan UKG personel yang ada di Bag Ren . Melaksanakan koordinasi di bidang penyelenggaraan perencanaan umum. Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Sumda . c) Hubungan Kabag Ren dengan Kasium (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sium .. Memberikan petunjuk dalam pelaksanaan baik di bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sikeu. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam penyusunan rencana keuangan dan anggaran.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran di bidang pengadministrasian.(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 43 Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. Hubungan Kabag Ren dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (1) Hubungan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

Memberikan arah kebijakan strategis.44 e) Hubungan Kabag Ren dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. baik yang berupa konsep RUU. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ren dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Keppres dan Keputusan Kapolri sesuai bidangnya maupun pendapat dan saran hukum sesuai fungsinya. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sipropam . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas . (5) (6) (7) f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran... Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. RPP. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima produk Sipropam . Memberikan petunjuk. . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sipropam . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . / (6) Menerima. Memberikan petunjuk. Lakip..

Memberikan petunjuk. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk.(4) (5) (6) b) 45 Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Intelkam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam rangka menyusun perencanaan umum dan program kerja tingkat Polres. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam . Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim . d) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Reskrim . / (5) Koordinasi…. Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara . Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk. / (5) Koordinasi…. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Memberikan arah kebijakan strategis . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip.(2) (3) (4) (5) (6) e) Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. perencanaan umum dan anggaran untuk dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Narkoba dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. g) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Lantas . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan petunjuk. 46 baik bidang disusun dan Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol .(1) (2) (3) (4) (5) (6) h) 47 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (5) (6) j) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolsek Jajaran. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Tahti dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas . Memberikan petunjuk. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Lakip. . Memberikan petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . / (5) Koordinasi…. i) Hubungan Kabag Ren dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.

e. (6) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres kepada Kapolres. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . Sium (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasium dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah dan menyampaikan laporan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (2) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas Kapolres yang meliputi fungsi kesekretariaatan. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ren dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (7) Mangajukan. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran .. kearsipan dan administrasi umum lainnya. b) Hubungan Kasium dengan Waka Polres . pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di lingkungan sekitar Mapolres. Memberikan arah kebijakan strategis . (7) Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan oleh Sium Polres untuk ditandatangani Kapolres. (4) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Menerima laporan pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Menerima petunjuk dan arahan dalam rangka pengajuan dan pengesahan DIPA dalam pelaksanaan anggaran.(a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) 48 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. rapat-rapat pimpinan. (3) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam administrasi umum yang meliputi korespondensi.. menyiapkan sarana prasarana di ruang rapat. pelayanan kebersihan. Lakip. (5) Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres serta melaporkan pelaksanaan tugas Sium Polres. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk.

kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sipropam Polres. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sipropam Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sipropam Polres. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan fungsi kesekretariaatan dan administrasi umum yang meliputi korespondensi. pelayanan kebersihan. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan pencapaian rencana kerja Sium Polres. menyampaikan laporan dan koordinasi sesuai batas kewenangan yang diberikan Kapolres kepada Waka Polres. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam penjabaran kebijakan Kapolres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Siwas. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. c) Hubungan Kasium dengan Kasi Keu . ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Siwas. menyiapkan tempat rapat-rapat pimpinan termasuk sarana prasarana ruang rapat.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 49 Hubungan bersifat vertikal dan diagonal bentuk hubungan adalah garis menerima perintah. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. b) Hubungan Kasium dengan Kasi Propam (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasium dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (5) Koordinasi dalam hal pengajuan rekomendasi bagi personel Sium yang telah melaksanakan putusan Ankum. / (5) Koordinasi…. kebersihan. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di sekitar lingkungan Mapolres. Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan Sium Polres untuk ditandatangani Waka Polres sesuai perintah dan kewenangan apabila Kapolres berhalangan. ketatausahaan dan kelancaran tugas-tugas Waka Polres.

Hubungan Kasium dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (4) Koordinasi dalam penggunaan kekuatan personel Sium Polres dalam melaksanakan operasi kepolisian dan kegiatan Kepolisian yang digelar Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kegiatan dan anggaran serta perencanaan lainnya. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagops Polres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kasium dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horisontal dan hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan.. (4) Koordinasi tentang data Surat menyurat dan giat rapat untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL/DIPA. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sikeu Polres. Koordinasi dalam hal penyerapan dan penyaluran anggaran Sium Polres sesuai DIPA. diagonal dan bentuk . Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.(1) (2) (3) (4) d) 50 Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sikeu Polres. / f) Hubungan. Hubungan Kasium dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat horizontal dan diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagren Polres. (6) Koordinasi dalam penyusunan perencanaan Sium Polres yang meliputi perencanaan kerja. RKA-KL dan POK Polres. Lakip. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagops Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagren Polres. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan..

3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasium dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagsumda Polres.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. penyuluhan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagsumda Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan.. d) Hubungan Kasium dengan Kasat Narkoba .51 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat intelkam Polres. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. c) Hubungan Kasium dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. / d) Hubungan. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (b) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat intelkam Polres. b) Hubungan Kasium dengan Kasat Intelkam (a) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (c) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. (4) Koordinasi dalam hal pembinaan personel Sium Polres. ketatausahaan. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (5) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. kebersihan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres.

(3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. f) Hubungan Kasium dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. kebersihan. . kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres.. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. ketatausahaan. ketatausahaan.52 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat narkoba Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. e) Hubungan Kasium dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat narkoba Polres. g) Hubungan Kasium dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat sabhara Polres. h) Hubungan Kasium dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. / (2) Koordinasi.

kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Menerima petunuk dan arahan dari Kapolres dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan teknis Kapolres di bidang ke uangan polres yang meliputi dari mulai perencanaan pendanaan sampai dengan penyaluran dan laporan keuangan. / (3) Mengajukan.. j) Hubungan Kasium dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. ketatausahaan. kebersihan. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres.Sikeu 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasikeu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan dersifat vertical dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. . f. (2) Memberikan bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. urusan dalam dan pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran.. kebersihan.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres.53 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. ketatausahaan. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. i) Hubungan Kasium dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Meneruskan kebijakan.

Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ren (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Mengajukan daftar nama anggota Kasikeu yang terlibat satuan cadangan polri. Lakip. Melaksanakan Koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Memberitahukan tentang perubahan system pengajian dalam rangka pembuatan DPP gaji yang dibuat secara teknis serta hal – hal tentang penyempurnaan dan perubahan.proyek khusus dan lain – lain. Mengajukan usulan dalam rangka permintaan tambahan personil dan pegajuan kenaikan pangkat serta mutasi jabatan di lingkungan Kasikeu. Koordinasi dalam rangka pelayanan angkutan dan konsultasi mengenai administrasi umum dalam rangka mendukung kegiatan oprasional Kasikeu. (4) (5) 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) b) (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi.54 (3) Mengajukan konsep juknis dan jukmin mengenai pengurusan keuangan negara di tingkat polres serta pengajuan konsep naskah kerja sama yang menyangkut penghasilan personil dengan instansi luar. Koordinasi dalam hal penyaluran dana Operasional. Melaporkan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan dalam bidang pembinaan keuangan Polri.. Koordinasi tentang bimbingan teknis administrasi keuangan Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan usulan dalam rangka masalah organisasi dan prosedur Kasikeu dan kemungkinan untuk pengembangan baik di tingkat polres maupun polsek serta penyusunan piranti lunak yang berlaku untuk itu. Menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres dalam masalah pendanaan yang menyangkut kepentingan khusus seperti untuk mendukung oprasional.. / (4) Mengajukan. Mengikuti pokja dalam rangka penentuan eselonisasi jabatan terutama dalam penentuan elselon jabatan. . Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan untuk lingkungan Kasubagren Polres Tasikmalaya Kota. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

perjalanan dinas mutasi . Menyertakan anggota Kasikeu dalam pencocokan dan penelitian tagihan dari BUMN atas LTAG dan BMP. pelaporan serta perwabku. arahan dan petunjuk pimpinan.55 (4) Mengajukan usulan dalam rangka kenaikan gaji berkala. . Memberikan bimbingan teknis tentang administrasi keuangan 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasikeu dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan saran dan arahan tentang pembuatan perwabku. akutansi. Hubungan Kasikeu dengan Kasium (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam perumusan / pengembangan. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan.petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugas taud. Menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan/penyaluran anggaran. Koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan. Hubungan Kasikeu dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin Memberikan masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin memberikan perintah.untuk di proses lanjut dalam pembayaran / pemindahan dukungan ke instansi BUMN. Menyampaikan laporan hambatan dalam penarikan anggaran. Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.tanda jasa serta pembuatan peraturan mengenai hak – hak anggota Polri serta hal – hal lain yang menyangkut kesejahteraan seluruh anggota polri. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan tentang tehnis pertanggung jawaban keuangan di lingkungan taud. Koordinasi tentang kebutuhan anggaran Sipropam. (5) (6) (7) d) Hubungan Kasikeu dengan Kasiwas (1) (a) (b) (c) e) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melakukan koordinasi dalam rangka penyaluran dana – dana APBN dan DPK serta bantuan medis untuk kepentingan kesejahteraan anggota Kasikeu. Menyiapkan bahan laporan lakip yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.

. Bekerjasama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan sat Sabhara.. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. g) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Memberikan bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam d) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran..56 / b) Hubungan. e) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Bekerja sama dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. f) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. c) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan dan pendistribusian anggaran.

Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitraSikeu. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti.. Hubungan Kasikeu dengan Dirjen Perbendaharaan (1) (2) Koordinasi dalam rangka Penyusunan DIPA. Memberikan bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran.57 (4) / (4) Bekerja. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasikeu dengan KPPN (1) (2) b) Koordinasi dalam menyiapkan SPP gaji dan pembukuan SPM gaji. arahan dan petunjuk Menerima laporan pelaksanaan tugas yang telah diberikan oleh pimpinan. Sipropam (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ laporan. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Koordinasi dalam rangka Revisi DIPA. Koordinasi dalam pelaksanaan manajemen keuangan. j) Hubungan Kasikeu dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk garis koordinasi. . Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan. Bekerja sama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota.. h) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. Memberikan perintah. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol. g. i) Hubungan Kasikeu dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

akutansi. Hubungan Kasi Propam dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ arahan. Menerima perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasi Propam dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. perpustakaan dan pelayanan administrasi... c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasium (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin.58 / (4) Memberi. Memberikan masukan / informasi tentang data penyeleseaian kasus pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi. Menerima arah kebijakan Kapolres baik langsung maupun melalui ajudan Kapolres. (4) b) Memberi perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan.. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan keuangan. Hubungan Kasi Propam dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Memberikan masukan data anggota yang akan dihentikan hak gaji / penghasilannya. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. Koordinasi dalam kesekretariatan. Melakukan koordinasi tentang rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran Sipropam. Memberikan laporan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan personil Polri dan Pns Polri. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Melaporkan hasil kegiatan di bidang pengawasan dan pembinaan personil serta pelayanan pengaduan masyarakat yang menyangkut pelanggaran anggota. pelaporan serta perwabku. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin.

. Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengendalian anggaran serta evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja sub satker . Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan seluruh personil Polres Tasikmalaya Kota. f) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ren (1) (2) (3) 4) 5) 6) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya. matlog. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (2) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan anggota yang melaksanakan tugas Opsnal. Koordinasi dalam pelayanan dan konsultasi hukum bagi anggota dan keluarganya. Koordinasi dalam pemberian rewards and vonisman. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasi Propam dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT... Koordinasi data personel. rencana kegiatan di lingkungan Sipropam Polres. penyuluhan. . Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat. Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Sumda (1) (2) e) (3) (4) (5) (6) (7) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL/DIPA. / d) Hubungan. (4) Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap personil Bag Ops.(3) 59 Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran. (3) Memberikan laporan hasil pengawasan dalam pelaksanaan tugas Opsnal. Koordinasi dalam pengendalian personel di lingkungan Polres .

Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota..60 / b) Hubungan. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Reskrim.. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sat Binmas apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota.. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. b) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. Koordinasi dengan Sat Reskrim apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dengan Sat Narkoba apabila terjadi pelanggaran oleh anggota f) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Sabhara . Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Narkoba. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. e) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. / (2) Koordinasi. registrasi dan inventarisasi tahanan anggota dan barang bukti. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah Memberikan arah Kebijakan Strategis. h. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas.61 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. Siwas (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasiwas. Hubungan Kasi Propam dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (2) koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres.. Koordinasi dengan Sat Sabhara apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (2) (3) (4) (5) (6) g) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sat Lantas apabila terjadi pelanggaran oleh anggota Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. . Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara. Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian.

.. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja. Memberikan petunjuk.. (1) (2) (3) (4) . Menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaan tugas pengawasan umum. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasiwas. (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops. (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan. Koordinasi dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Operasi Kepolisian. Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) d) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laporan. Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres. Memberikan arah Kebijakan Strategis.. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda. Memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan. Menerima Laporan pelaksanaan tugas KaSiwas. (4) (5) b) Menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja.(3) 62 Memberikan petunjuk. Menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas. Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda. Hubungan Kasiwas dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan. (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan KaSiwas. b) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas / (4) Menerima.

Lakip.63 (3) (4) Koordinasi dalam bidang Pembinaan Personil Koordinasi dalam bidan penggunaan dan perawatan logistic / (5) Koordinasi…. (5) (6) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi tentang Hasil kegiatan Siwas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam Penyusunan RKAKL/DIPA. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas . e) Hubungan Kasiwas dengan Kasikeu (1)Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. RKAKL dan POK. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas. . Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. c) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) . d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. (2)Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Memberikan petunjuk. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (3) Koordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat intelkam yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. deteksi giat masyarakat. (3) Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas termasuk ketatausahaan. (d) c) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat intelkam yang meliputi personel. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.64 (4) Koordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas . bahan peledak dan penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). persandian. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pengawasan orang asing. . senjata api illegal. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan. b) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam (a) (b) (c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasiwas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.

materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. g) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel.65 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. d) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah .. penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan / (4) Koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim yang meliputi personel. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat reskrim yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat narkoba yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat narkoba yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel . (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.

pengumpulan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. i) Hubungan Kasiwas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. j) Hubungan Kasiwas dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. menyimpan dan memelihara barang bukti. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi.. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. . pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang.66 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. h) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. penerbitan SIM. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. / (3) Koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan..

untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. (8) Meneruskan kebijakan. Menerima petunjuk. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Memberikan produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. ... untuk diketahui. Hubungan KSPKT dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek. Menerima petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan.SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan KSPKT dengan Kapolres / Waka (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.67 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. fasilitas perkantoran. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . i. / (5) Melaksanakan.. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan KSPKT dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) b) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Hubungan KSPKT dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. e) Hubungan KSPKT dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara... Reskrim. c) Hubungan KSPKT dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam memberikan dan menerima Laporan Pengaduan dari masyarakat. (c) menyampaikan informasi kejadian Laka Lantas. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti.. Koordinasi dalam hal adanya kegiatan masyarakat yang menonjol.(2) (3) (4) (5) Koordinasi dalam memberikan dan menerima Pengaduan dari masyarakat. Narkoba. . (d) Menerima laporan dan menandatangani Laporan Polisi Laka Lantas. (e) Menginput laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. 68 Laporan / c) Hubungan. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Koordinasi dalam hal langkah-langkah pelaksanaan tugas/ tindak lanjut apabila adanya laporan pengaduan dari masyarakat. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. Koordinasi tentang pemetaan wilayah atau daerah rawan terjadinya gangguan kamtibmas. f) Hubungan KSPKT dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat.

registrasi dan inventarisasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT .. Koordinasi dalam hal Bantuan hukum bagi personil SPKT dan keluarganya. Menerima petunjuk. Hubungan KSPKT dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Melaporkan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. Koordinasi dalam hal peningkatan kemampuan personil. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. . Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti (2) (3) 3) Hubungan Diagonal (1) a) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ops (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.69 (3) (4) g) Koordinasi dalam mendatangi TKP. / (2) Koordinasi.. c) Hubungan KSPKT dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam bidang pembinaan personil SPKT. Menerima arah kebijakan strategis .. Koordinasi dalam bidang dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas SPKT. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. Lakip. b) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. Memberikan laporan tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. penjagaan. Koordinasi dalam bidang pengamanan.

70
d) Hubungan KSPKT dengan Kasium

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan, ketatausahaan, kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / (3) Koordinasi.... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran, kebersihan, pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres.
e) Hubungan KSPKT dengan Kasikeu (1)

(2)
(3)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan; Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasi Propam

(1) (2) (3) (4)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT; Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat; Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT

g) Hubungan KSPKT dengan Kasiwas

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
h)

Hubungan KSPKT dengan Kasitipol
(1)

(2) (3)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Menerima laporan tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas; Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres;

(4) (5)
i)

71 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Mengadakan koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi.

Hubungan KSPKT dengan Kapolsek Jajaran
(1)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; / (2) Koordinasi....

(2) (3) (4) (5) 4)

Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek; Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek; Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

Hubungan Lintas Sektoral
a)

Hubungan KSPKT dengan PLN dalam hal adanya gangguan jaringan listrik akibat kerusakan teknis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum

b)

Hubungan KSPKT dengan Telkom dalam hal adanya gangguan jaringan telepon akibat kerusakan tekhnis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum.

c)

Hubungan KSPKT dengan Damkar tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang memerlukan bantuan dari Damkar.

d)

Hubungan KSPKT dengan Derek dalam hal informasi adanya kendaraan yang memerlukan Derek

j.Satuan Intelijen 1) Hubungan Vertikal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolres (1) (2) (3) Menyiapkan dan menyampaikan laporan harian / insidentil mengenai situasi menonjol dan aktual yang di perlukan Kapolres. Menyiapkan dan menyampaikan telaahan staf dan saran pertimbangan sebagai bahan pengambilan keputusan Kapolres. Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.

72 (4)
b)

Mewakili/mendampingi Kapolres sesuai perintah.

Hubungan Kapolres dengan Kasat Intelkam (1)
(2)

(3)

Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Kirka intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang keamanan. / (4) Memberikan.... Memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam, termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Intelijen.

(4)

(5) 2)

Hubungan Horizontal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan KSPKT 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polres guna mengantisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas.

b)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Reskrim 1)
2)

3)
c)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasus-kasus orang asing, senjata api dan bahan peledak. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana yang menonjol.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Narkoba 1)
2)

3)
d)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penynyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana narkoba terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasuskasusnya. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana narkoba.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Sabhara 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Menyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.

Menyampaikan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan publik. Melaksanakan kerja sama dalam penyampian informasi masalah operasional.. Menyampaikan kirka intel dan ren intel untuk mendukung pelaksanaan operasi. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional.. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam.. 2) 3) 4) 5) f) Meyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.3) 4) 5) e) 73 Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Binmas 1) 2) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja dibidang operasional. bersifat diagonal dalam rangka pelaksanaan / 2) Menyampaikan. Menerima konsep umum operasi. g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Tahti 1) 2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Lantas 1) Hubungan tugasnya. Melaksanakan kerja sama dalam penyampaian informasi masalah operasinal. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Sumda . 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan garis koordinasi. Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Menyampaikan personel yang di perlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan).

(4) Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. (2) Koordinasi dalam penyiapan dukungan administratif untuk pelaksanaan kegiatan penyusunan strategi program dan anggaran. petunjuk pelaksana / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Memberikan masukan tata cara penyelenggaraan urusan administrasi. . Koordinasi dan memberikan bantuan tenaga medis untuk rikes anggota Sat Intelkam secara rutin dan berkala. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.. Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan serta pembinaan personel menuju profesionalisme Polri. c) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres.. Memberikan pertimbangan / rekomendasi dalam penempatan pejabat intelejen baik di tingkat Polsek Jajaran. Koordinasi dalam perencanaan pendistribusian materiil intelejen.. Lakip. e) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan mengenai perumusan / pengembangan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (6) (7) (8) Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis logistik di lingkungan Sat Intelkam Polres. d) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasium (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (6) Koordinasi. Koordinasi dalam menyusun renbut dan spesialisasi teknis peralatan khusus intel.(1) (2) (3) (4) (5) 74 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan penyuluhan hukum.

Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. pammat (rekomendasi STNK rahasia) dan Pam Baket dilingkungan Sat Intelkam. i) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. h) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. pamgiat. .. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Melakukan koordinasi tentang pengawasan pelaksanaan tugas fungsi intelijen. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. (5) (6) g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiwas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam penanganan masalah yang menyangkut pampers (Penertiban SKHP). Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam 75 dan f) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita bidang intelijen kepada jajaran. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan kinerja yang akuntabel.(3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan pendistribusian anggaran.

Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Melaksanakan koordinasi dalam bidang kepemerintahan. Sat Intelkam memberikan bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu 76 terhadap 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Pemkot/Pemda (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Keamanan. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. . Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara pidana. Ipoleksosbud hankam. Sat Reskrim 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana. k.(5) (6) Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan Masyarakat. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan TNI (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kasat Intellkam dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / b) Hubungan…. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Hankam.

(1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Binmas. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Sabhara.(5) b) 77 Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. horizontal bentuk hubungan bersifat / (2) Koordinasi…. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Narkoba. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Intel (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (2) (3) (4) d) Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. g) Hubungan Kasat Reskrim dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Lantas. .

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima petunjuk. Menerima arah kebijakan strategis .. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Reskrim. (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. (5) b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ren. . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Sumda. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Reskrim. / (5) Koordinasi.(1) (2) (3) 3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasiwas. (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 78 bersifat Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ops. Lakip. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance).. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim.

(2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. ketatausahaan. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasitipol. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasi Propam . Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Reskrim..(1) (2) (3) (4) e) 79 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (4) koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Reskrim.. (4) Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. . f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasikeu. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat reskrim Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.

(5) Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. (6) (7) Meneruskan kebijakan. i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(3) (4) 80 Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres.. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Perguruan Tinggi Koordinasi dalam hal permintaan pemeriksaan saksi ahli f) Hubungan Kasat Reskrim dengan BAPAS . c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP).. (3) Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. / (6) Meneruskan. (4) Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus.. (2) Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. BPKP dan BAWASDA Koordinasi dalam hal pemeriksaan audit investigasi dalam hal penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP (2) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan (3) Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengadilan (1) (2) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. d) Hubungan Kasat Reskrim dengan BPK.

Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara tindak pidana narkoba. l. Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga.Sat Narkoba 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) 2) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan.81 Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas Kehutanan / Perhutani Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus illegal loging j) Hubungan Kasat Reskrim dengan Satpol PP. Imigrasi. Sat…. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. / l. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Intel . Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana narkoba. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS.

Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana narkoba.(1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. (1) Hubungan bersifat koordinasi. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana Narkoba. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. horizontal bentuk hubungan bersifat (2) (3) (4) (5) (6) e) / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Sabhara. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana narkoba. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Hubungan Kasat Narkoba dan Kasat Tahti. 3) Hubunan Diagonal . Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana narkoba. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. 82 bersifat c) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Lantas. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana narkoba.

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Narkoba.83 a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). (2) Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Narkoba. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba. b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ren (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Narkoba. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. / (3) Menerima…. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (3) (4) (5) c) Menerima petunjuk. Menerima arah kebijakan strategis . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya.

kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Narkoba Polres. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. (3) g) Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan.84 (4) Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Narkoba... f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. / (3) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Narkoba Polres. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolsek Jajaran . h) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota.

. Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Satpol PP. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek Hubungan lintas sektoral a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP / (2) Koordinasi. Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. Meneruskan kebijakan.. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP).. Imigrasi. (2) (3) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana narkoba b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengadilan (2) (3) c) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4) 85 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan BAPAS Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak.. Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS.

(2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. yang menyangkut tugas pokok Binmas. Melaksanakan perintah dan kebijaksanaan Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolres / Waka Polres Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. / (3) Melaporkan. peredaran. . Hubungan Kasat Binmas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) (4) (5) (6) (7) (8) b) Melaporkan setiap pelaksanaan tugasnya kepada Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal dukungan anggaran. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres Tasikmalaya Kota sebagaimana apa yang tertuang dalam Proja Polres Tasikmalaya Kota untuk menyusun Proja. penyalahgunaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. narkoba di masyarakat termasuk giat penyidikan kasus-kasus narkoba dan tes Urine. Mengajukan saran dan pertimbangan.. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan BNP/ BNK (1) (2) m. Menerima saran dan masukan dari Kapolres dalam pelaksanaan tugas Sat Binmas Melaksanakan perintah dan petunjuk lainnya yang berkaitan dengan tugas kepolisian.. c) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasi Propam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.86 h) Hubungan Kasat Narkoba dengan balai POM Koordinasi dalam hal pemeriksaan secara labolatoris terhadap barang bukti narkoba. baik lisan maupun tertulis. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas. Sat Binmas 1) Hubungan Vertikal (1) (2) Koordinasi dalam hal pencegahan.

(5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan manajemen operasi kepolisian fungsi Binmas. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Menerima usulan UKP. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. pengolahan dan penyajian data. penyuluhan.(3) d) 87 Koordinasi dengan Sat Binmas dalam bidang pembinaan disiplin anggota. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) e) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. kebersihan.. penggunaan Personel dan logistik. . (6) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. (3) Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil.. / f) Hubungan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. dan kebutuhan administrasi lainnya. g) (1) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Sumda Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi (2) Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas.. f) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. UKG. ketatausahaan. Koordinasi dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas Laporan pertanggungjawaban keuangan Sat Binmas. Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan fungsi Binmas termasuk pengumpulan. Koordinasi tentang penunjukan anggota Binmas yang dilibatkan dalam kegiatan operasi Kepolisian. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Binmas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. (2) Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. / (3) Koordinasi…. untuk diketahui. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Intelkam. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) d) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Reskrim.(2) (3) (4) (5) (6) 88 Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) e) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Narkoba .

Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas)... h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi kegiatan-kegiatan pembinaan terhadap tahanan maupun keluarganya Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Tatap Muka / kunjungan ke keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak daripada penyalahgunaan narkoba. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan pramuka dan PKS. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. / (4) Berkoordinasi. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas terhadap Polri. Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. 3) Hubungan Diagonal .(1) (2) (3) (4) (5) (6) f) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. (4) (5) Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. g) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. 89 bersifat Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. Koordinasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam pemberantasan Narkoba.

/ (5) Koordinasi…. Melaksanakan kegiatan terpadu. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Sabhara dengan Kapolres . (8) 4) Menerima laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas. b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. (5) Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. Koordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan Bencana Alam. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. (4) Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Koordinasi bimbingan dan bantuan tekhnis komputerisasi anggota sat binmas. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Bag Binmas. Koordinasi dan bekerjasama dalam hal pembinaan Ketertiban dan ketentraman masyarakat. Sat Sabhara 1) Koordinasi dalam hal kegiatan Rapat Koordinasi berkaitan dengan situasi kamtibmas. (6) Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. Koordinasi pembinaan POLSUS Koordinasi pembinaan PPNS. Memberikan arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan Linmas. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas yang membutuhkan atensi pimpinan. (7) Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya.90 a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Binmas dengan Instansi terkait (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) n.

Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. (5) Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam menindak lanjuti pengaduan Masyarakat: / (4) Koordinasi…. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Menerima petunjuk. (4) (5) Koordinasi dalam mendatangi TKP gangguan kamtibmas. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (4) Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. (3) Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana.(1) (2) (3) (4) (5) 91 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. terutama bidang operasional. Melaporankan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Shabara dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana penyalah gunaan narkoba. (2) Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. (6) Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Intel . arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Narkoba. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana penyalah gunaan narkoba.

Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Bimas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. 92 bersifat Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasiwas .(1) (2) (3) (4) (5) (6) e) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi Koordinasi dalam pelaksanaan Patroli pada daerah yang telah diprediksi rawan gangguan kamtibmas Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi Kepolisian. Melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan giat Masyarkat. (6) f) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. / (6) Koordinasi…. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. Koordinasi dan kerja sama dalam penanganan TKP Laka lantas. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam penjagaan. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan laporan informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas.

materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. ketatausahaan.. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi dalam pembinaan terhadap anggota Sat Sabhara. / (2) Koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara Hubungan Kasat Shabara dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum.. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Sabhara Polres. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. . Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.93 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan Sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. (2) (3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. Koordinasi dalam rangka pembinaan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Sabhara. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas.

Lakip. Koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang bin Pers. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan Kamtibmas. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara .. penyuluhan. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara.(5) (6) f) Memberikan data personel untuk kegiatan Kepolisian. penggunaan Personel dan logistik.. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. UKG. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. h) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. dan kebutuhan administrasi lainnya. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran serta membrikan data personel untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima usulan UKP. Hubungan Kasat Shabara dengan Kapolsek Jajaran . Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima petunjuk. / g) Hubungan. 94 Operasional gangguan Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam hal bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu dalam penanganan giat masyarakat. terutama bidang operasional.(1) (2) (3) (4) (5) 4) (6) . Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas pengawalan tahanan. kepolisian yang b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Pol PP Pemda. Menerima petunjuk. Hubungan Kasat Shabara dengan Pengadilan Negeri Koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas berhubungan dengan tindak pidana ringan. Mengajukan Gelar perkara dalam penanganan atau penyidikan laka lantas. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kejaksaan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. . b) Hubungan Kasat Lantas dengan Waka Polres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. o. / c) Hubungan…. Menerima Laporan hasil kegiatan unit Sabhara Polsek. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas anggota dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Melaporkan hasil perumusan / pengembangan sistem dan metode pelaksanaan tugas sat lantas untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Koordinasi dalam hal pelaksanaan kegiatan Operasi Kepolisian. Hubungan Lintas Sektoral a) 95 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sat Lalu Lintas 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kapolres. Pemkot dan Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas penertiban umum wilayah pemerintahan kota. Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi tehnis Sat Sabhara Polsek. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota.

Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Lantas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam Penanganan kejadian Laka Lantas. Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.(2) (3) (4) 2) 96 Menerima petunjuk. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyiapan Program Kerja di bidang Operasional. (5) Koordinasi tentang sistem laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. Mengajukan Rencana kegiatan Sat Lantas untuk dirumuskan dan dimasukan dalam rencana kerja Polres. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. arahanan dan perintah dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian. / b) Hubungan…. d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Sabhara . b) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan adalah Koordinasi. Koordinasi bidang identifikasi. (4) Koordinasi tentang laporan kejadian dan penandatanganan Laporan Polisi Laka Lantas. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan dalam rangka penyiapan Rencana Operasi Kepolisian. Melaksanakan kerjasama dalam penyampaian informasi masalah Operasional. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Satuan lalu lintas. Menerima masukan perkiraan cepat untuk menindak lanjuti suatu gangguan kamtibmas dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika Operasi. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. (6) Koordinasi tentang pengawasan anggota dalam melaksanakan tugas jaga di mako. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik.

97 (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi (2) Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas.. Koordinasi penanggulangan tindak pidana Narkoba. (4) Koordinasi dalam penanganan TKP Laka lantas. (6) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas.. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. Koordinasi dalam penjagaan. (3) Koordinasi dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. (5) Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Koordinasi bidang identifikasi. f) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara dan PKS. Perawatan Tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti.. Hubungan Diagonal . / (5) Koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Binmas. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas.

pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Memberikan data personil untuk dilibatkan dalam pelaksanaan operasi kepolisian.98 a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Memberikan data daerah rawan macet dan laka lantas untuk analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. penggunaan Personel. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. langganan daya dan jasa dan data pelaksanaan turjawali lantas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Menerima petunjuk. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran yang meliputi data personel. Koordinasi dalam bidang pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana operasional lalu lintas. Lakip. tilang. Menerima arah kebijakan strategis . / (4) Koordinasi…. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasium. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Sumda. . penyuluhan. data laka. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ren. (4) (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas.

Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota sat lantas. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. . pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. h) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.99 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. (3) Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. . ketatausahaan. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam rangka pemberian arahan tentang administrasi keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. penerbitan SIM.. (2) Koordinasi bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi Sat Lantas. / (3) Koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. (5) Koordinasi dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan Sat Lantas.. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasat Lantas dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.

Menerima laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Hubungan Lintas Sektoral Kasat Lantas a) Hubungan Kasat Lantas dengan Pemerintahan Kota (1) (2) Koordinasi tentang pengawalan VIP Koordinasi tentang rekayasa Lalu Lintas / pemasangan ramburambu lalu lintas. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kejaksaan Negeri Koordinasi tentang penyidikan kasus Laka Lantas d) Hubungan Kasat Lantas dengan Perbankan Koordinasi tentang penyetoran PNBP e) Hubungan Kasat Lantas dengan TNI Kerjasama dengan TNI untuk membantu operasi Kepolisian bidang lalu lintas. (3) (4) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan bidang DikMasLantas ke sekolah-sekolah.(2) (3) (4) i) 100 koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas lalu lintas. Bekerjasama dengan Dispenda dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang pajak kendaraan bermotor. Melaksanakan koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Hubungan Kasat Lantas dengan Polsek Jajaran (1) (2) (3) (4) 4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Pengadilan Koordinasi tentang pengiriman hasil Tilang dan Tindak Pidana Ringan. p. Memberikan pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Satuan Tahanan dan Barang bukti 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolres . / (3) Koordinasi….

Menerima petunjuk. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2) 101 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. penjagaan. . Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Hubungan Horizontal b) Hubungan Kasat Tahti dengan KSPKT / (1) Hubungan…. Melaporkan kondisi tahanan dan barang bukti secara rutin setiap bulan Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres. Koordinasi dalam bidang pengamanan. (1) (2) (3) c) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan Sat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai dengan bidang tugasnya. registrasi dan inventarisasi. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. (2) (3) (4) d) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Narkoba (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti.

Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. Koordinasi dalam penjagaan. / (5) Koordinasi Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Perawatan Tahanan dan barang bukti. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ops . h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. (5) g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Koordinasi tentang pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pembinaan dan penyuluhan. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pengawasan. Koordinasi dalam penjagaan. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(3) (4) e) 102 Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti.

penyuluhan. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. perawatan terhadap tahanan dan barang bukti. Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres.(1) (2) (3) (4) (5) b) 103 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / c) Hubungan. Koordinasi dalam pemberian data personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan informasi dan dokumentasi tentang tahanan dan barang bukti. Melaporkan data tahanan dan barang bukti. . Melaporkan data personel yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi.. ketatausahaan. Koordinasi dalam pembinaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . Koordinasi / melaporkan data tahanan dan perawatan tahanan serta melaporkan hasil pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Lakip. c) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penggunaan Personel dan logistik.. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti.

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. menyimpan dan memelihara barang bukti. / (2) Koordinasi…. . h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota sat tahti.104 (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi sat tahti. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyeraan anggaran serta pertanggung jawaban keuangan. i) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang perawatan. kebersihan. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota sat tahti. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. e) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasikeu (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. pengadministrasian. g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Sat Tahti dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan Kasitipol Polres dengan Waka Polres (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima petunjuk. Menerima arahan dan pembinaan tentang pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi.. Melaporkan hasil produk-produk Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol. / (2) Menerima. Menerima laporan / data jumlah tahanan dan barang bukti.. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kasat Tahti dengan Pengadilan Negeri (1) (2) q. Menerima petunjuk. Koordinasi terntang pengiriman tahanan dan barang bukti. Menerima arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi Informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol.. Sitipol 1) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi Koordinasi dalam hal pengajuan ijin sita barang bukti perkara tindak pidana. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.(3) (4) (5) 4) 105 Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. (3) . Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) b) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.

penggunaan Personel dan logistik. data dan keadaan alat komunikasi untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. (5) koordinasi dalam pelayanan telekomunikasi. (2) (3) (4) (5) (6) Menerima arah kebijakan strategis . Lakip. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol . Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag. c) Hubungan Kasitipol dengan Kabag Ops Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . . / (2) Menerima. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran e) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Sumda Polres (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (6) koordinasi dalam menyampaian laporan situasi kamtibmas melalui fasilitas komunikasi dan teknologi informasi yang dikelola Sitipol.(4) (5) 106 Melaporkan hasil produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan laporan hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi untuk mendukung fungsi operasional kepolisian Polres. (3) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional (4) koordinasi dalam hal penggunaan kekuatan personel Sitipol yang dlibatkan dalam operasi kepolisian yang digelar Polres. d) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Ren Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. baik untuk ditanda tangani maupun direkomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Menerima petunjuk.. Sat atau Polsek Jajaran.

(3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran h) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasium Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengumpulan. Menerima usulan UKP. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. . pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. UKG. 107 kekuatan dan f) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi…. i) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi penyiapan alat komunikasi dan penyampaian informasi dalam hal kegiatan rapat-rapat atau kegiatan lainnya tentang tugas Kepolisian. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. dan kebutuhan administrasi lainnya. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres.(4) (5) (6) (7) Koordinasi dalam upaya pengembangan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan g) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasi Propam Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi.

Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Si dan Polsek jajaran. k) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Intelkam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. RKA-KL dan POK Polres.(2) (3) (4) j) 108 Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol.. Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya . Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi Koordinasi dalam pemantauan kegiatan Operasional Bag. / (3) Koordinasi. Hubungan Kasitipol dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas. Sat. (3) (4) (5) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya.. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran.. Sat dan Polsek Jajaran. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol Menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sitipol Polres sesuai DIPA. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita dan perkembangan situasi kamtibmas dari jajaran l) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Reskrim.

Sat dan Polsek Jajaran. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Binmas ke Jajaran. m) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Sat Binmas. n) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres.. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kegiatan masyarakat di Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. Sat dan Polsek jajaran. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres.. (6) (7) o) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamtibmas di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran dalam pelaksanaan kegiatan patroli quick respon.109 (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat sabhara guna mendukung pelaksanaan tugas Sat sabhara Polres. (5) Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi . (4) Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat binmas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat binmas Polres. / (6) Koordinasi. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional.

(3) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. (4) Menerima laporan bulanan gangguan kamtibmas. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikas Koordinasi dalam hal pendataan tahanan dan barang bukti di masing-masing Polsek jajaran Polres yang meliputi makan dan perawatan tahanan termasuk kesehatan fisik dan mental tahanan serta fasilitas dan kondisi ruang tahanan dan keadaan barang bukti. r) Hubungan Kasitipol dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / r) Hubungan. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamseltibcar lalu lintas di wilayah Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Tahti (6) (7) (8) (9) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi... Hubungan Kasitipol dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) q) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. . pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Lantas ke Jajaran.(6) p) 110 Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Sabhara ke Jajaran. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Lantas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Menerima laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. (6) Meneruskan kebijakan.. data dan jaringannya.

. . arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Menerima petunjuk. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Hubungan Kapolsek dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik. Binkar. Polsek 1) Hubungan vertikal a) Hubungan Kapolsek dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) (3) (4) (5) (6) b) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian.111 r. Binrohtal dan Binkatpuan.. b) Hubungan Kapolsek dengan Waka polres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Melaksanakan Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. / (2) Melaksanakan. Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah. Memberikan Laporan Bulanan kegiatan Polsek dan kejadian di kewilayahan Polsek.. Koordinasi dalam penunjukan anggota untuk dilibatkan dalam Operasi Kepolisian Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. 2) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek.

pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. Lakip... penyuluhan.. . (2) Menerima bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. urusan dalam.(5) (6) (7) 112 Memberikan usulan UKP. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administra Umum yang meliputi kesekretariaatan. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. / Menerima. kebersihan. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . (6) Koordinasi dalam hal penyampaian surat dan laporan ke Kapolres. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. UKG. (5) Meneruskan kebijakan. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . d) Hubungan Kapolsek dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. ketatausahaan. c) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek.

(6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya.. Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota Polsek. g) Hubungan Kapolsek dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (8) Meneruskan kebijakan. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. Menerima bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitrai keuangan. Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek. / (5) Melaksanakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .113 e) Hubungan Kapolsek dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk adalah garis koordinasi. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek 3) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kapolsek dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota Polsek. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan... f) Hubungan Kapolsek dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. .

Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek / d) Hubungan…. Sat. Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan terhadap Masyarakat. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara tindak pidana penyalah gunaan narkoba. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek e) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Binmas . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Hubungan Kapolsek dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. (5) Menerima arahan tentang kebijakan.(4) (5) b) 114 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. Si dan Polsek jajaran.

Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Menerima petunjuk. pengadministrasian. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Memberikan laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas f) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis Koordinasi / laporan. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Melaporkan data jumlah tahanan dan barang bukti. Menerima petunjuk tentang perumusan atau pengembangan system dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapols dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas Polsek yang membutuhkan atensi pimpinan. Memberikan laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Koordinasi dalam kegiatan Operasi Kepolisian. (2) (3) (4) (5) h) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. (3) (4) (5) g) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi / laporan. . Menerima pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. / (2) Koordinasi…. Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit Sabhara Polsek. Koordinasi dalam bidang perawatan. Menerima arah kebijakan strategi Polsek di bidang Operasional guna dituangkan dalam perencanaan operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Polsek. Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. Menerima arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 115 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan.

BAB IV . Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolsek dengan Kecamatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. (2) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam penyalahgunaan narkoba.. Koordinasi Pembinaan dan penyuluhan terhadap Masyarakat. (6) Menerima kebijakan.. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. (3) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. / (2) koordinasi. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. data dan jaringannya.. b) Hubungan Kapolsek dengan Dinas Pendidikan (1) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Memberikan laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek.116 i) Hubungan Kapolsek dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Memberikan laporan bulanan gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. hal (2) (3) c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi.

Tasikmalaya. HENDRA SUHARTIYONO. Pengawasan dan pengendalian di lingkungan Polres dilaksanakan oleh masingmasing pimpinan Bagian. Seksi dan Polsek jajaran Polres. sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal. M. horizontal maupun diagonal.117 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan guna memperoleh hasil yang optimal. Seksi dan Polsek jajaran Polres secara melekat dalam pelaksanaan tugas anggota sehingga tugas yang akan dicapai sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan hubungan pimpinan dengan anggota terjalin secara sinergi sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan – penyimpangan anggota dalam pelaksanaan tugasnya. Satuan Fungsi.Si AKBP NRP 67050615 . MOH. Satuan fungsi. Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terdapat perkembangan yang bersifat khusus dan Kapolres dapat memberi arahan untuk mendapat keputusan dalam pemecahannya. BAB V PENUTUP Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja dan Pertelaan Tugas di lingkungan Polres ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman bagi masing-masing Bagian. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA Ttd Drs.

118 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jalan Letnan Harun No. Kota Tasikmalaya HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) DI LINGKUNGAN POLRES & POLSEK POLRES TASIKMALAYA KOTA DESEMBER 2010 .

bersama ini dikirim kepada KA. Irwasda Polda Jabar. 2. HENDRA SUHARTIYONO. Desember 2010 Kepada Yth. Polres Tasikmalaya Kota sebagaimana terlampir. Tasikmalaya. Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polres dan Polsek. Kota Tasikmalaya 46151 Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 1190 / XII / 2010 / Bagren BIASA Satu berkas HTCK Polres Tasikmalaya Kota TA. M. Letnan Harun No.119 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jl. . MOH.p. 3. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA ttd Drs.Si AKBP NRP 67050615 Tembusan : 1. Kapolda Jabar. KEPALA KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT di Bandung u. Sehubungan dengan hal tesebut di atas. 2. Karorena 1. Surat Kapolda Jabar Nomor : B / 18137 / XII / 2010 / Rorena tanggal 1 Desember 2010 tentang HTCK Polres dan Polsek. Demikian untuk menjadi periksa. 2010 Tasikmalaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful