Htck Polres Tasikmalaya Kota (Deal)

1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA KOTA HUBUNGAN DAN TATA CARA

KERJA DI LINGKUNGAN POLRES DAN POLSEK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi Polri yang pada intinya menghendaki perlu adanya suatu perubahan pada tubuh Polri baik perubahan yang menyangkut aspek struktural, aspek kultural maupun aspek instrumental dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Perubahan dari aspek instrumental ditandai adanya penyempurnaan atau pembaharuan berbagai piranti lunak atau aturan – aturan yang ada / berlaku pada Polri dan mengatur tentang mekanisme kerja atau hubungan kerja antar pejabat di lingkungan Polri, baik ditingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. Pelaksanaan tugas Polri dapat dilaksanakan dengan baik tentu karena adanya komonikasi atau hubungan antar fungsi secara sinergi dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan, hal tersebut perlu disusun Hubungan dan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polres.

b.

c.

2.

Dasar a.
b.

c.
d.

e.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang KePolisian Negara Republik Indonesia Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember 2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik Indonesia. Surat Keputusan KaPolda Jabar No. Pol. : Skep / 571 A / XI / 2003 tanggal 8 Nopember 2003, tentang Naskah sementara hubungan dan Tata cara kerja di lingkungan Polda Jabar. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010, tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polri.

3.

Maksud dan Tujuan a. Maksud Memberikan gambaran mengenai Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan serta hubungan antar komponen atau unsur dalam organisasi di tingkat Polres / Polsek. /b. tujuan…..

2 b. Tujuan Memperjelas hubungan hubungan dan tata cara kerja antra unsur yang ada dalam organisasi Polres / Polsek sehingga pelaksanaan Tupoksi dapat dicapai secara maksimal. 4. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah HTCK Polres / Polsek ini memuat hubungan dan tata cara kerja atau mekanisme kerja antar unsur organisasi di Tingkat Polres / Polsek dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian. 5. Tata Urut BAB BAB BAB BAB BAB 6. I II III IV V PENDAHULUAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI POKOK-POKOK HTCK PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENUTUP

Pengertian-pengertian a. Hubungan Adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen/unsur-unsur pengembangan fungsi dalam suatu organisasi. b. Tata Cara Kerja Adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam melaksanakan kerja di lingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan hubungan fungsional antar komponen/unsur-unsur dalam organisasi tersebut. c. Hubungan Tata Cara Kerja yang selanjutnya disebut HTCK Adalah suatu prosedur yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen/unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi Polri dengan unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi atau lembaga Pemerintah non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transparan, proporsional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mencapai tujuan yang diinginkan. d. Kepolisian Negera Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri Adalah suatu instansi pemerintah atau Aparatur Pemerintah setingkat Departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. e. f. Unit Orgnisasi Adalah organisasi Polri, dimana Kepala Unit Organisasi dijabat oleh Kapolri. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker Adalah satuan pengguna anggaran / pengguna barang yang berada di lingkungan Polri. /g. Tugas…..

3 g. Tugas Adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu organisasi. h. Kegiatan Adalah penjabaran dan atau bagian dari pada program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja di lingkungan Polri sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran program/rencana kerja Polri. i. Tugas Pokok Adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi tanggungjawab dalam suatu organisasi.
j.

Peran Adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi Polri dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan fungsi Polri dengan satuan fungsi Polri lainnya.

k.

Wewenang Adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat di lingkungan Polri untukmengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab di bidangnya masing-masing.

l.

Tanggung Jawab Adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap pejabat atau staf di lingkungan Polri untuk memepertanggungjawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada kesatuannya masing-masing.

m.

Bentuk Adalah wujud (lurus/sejajar/mendatar/horizontal) ; tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas/vertikal) ; diagonal.

n.

Hubungan Vertikal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas.

o.

Hubungan Horizontal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka koordinasi yang bersifat lurus/sejajar/mendatar atau setingkat.

p.

Hubungan Diagonal Adalah keterkaitan antar fungsi sifatnya tidak vertikal/tidak horizontal dan dapat menjangkau eselon lain yang lebih tinggi maupun antar fungsi di lingkungan Polri.

q.

Hubungan Lintas Sektoral adalah kerjasama dengan instansi/lembaga diluar Polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggungjawabnya. /BAB II….

Penyelenggaraan perwabku. Tugas pokok. pengendalian pembukuan dan akutansi. dan administrasi umum lainnya serta pelayanan markas di lingkungan Polres b) a) b) c) c) a) b) c) Fungsi Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum Penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan dan kearsipan. Mereproduksi dan mendistribusikan naskah dinas di lingkungan polres. pengklasifikasian serta pemeliiharaan dan penyimpanan naskah dinas di lingkungan Polres. Penyelenggaraan pembukuan dan akutansi. SIUM a) Tugas Menyelenggarakan dan membina terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas pimpinan yang mencakup fungsi kesekretariatan. FUNGSI DAN KEGIATAN 7.. Menyelenggarakan kegiatan protokoler. SIKEU a) Tugas Menyelenggarakan pelayanan fungSikeu yang meliputi pembiayaan. upacara dan rapat pimpinan. d) e) f) g) h) i) j) k) b. kearsipan. fungsi dan kegiatan Seksi a. Melaksanakan kegiatan kantor pos di lingkungan Polres. pelaporan serta pertanggung jawaban keuangan b) Fungsi a) b) c) d) Penyelenggaraan fungsi Sikeu. Meneliti naskah dinas. Penyusunan adm um dan perencanaan. tata naskah dan registrasi naskah dinas dari Bag/Sat/Sie dilingkungan polres dan Polsek. Pelayanan Markas Kegiatan Menyiapkan bahan dan data dalam penyusunan perencanaan Polres. Memelihara dan merawat Sarpras yg menjadi tgg jwb Polres.4 BAB II TUGAS POKOK. Mengarsipkan naskah dinas meliputi pemeriksaan. Membuat dan mengajukan rencana kebutuhan personel dan anggaran termasuk membuat rincian anggaran biaya SekSium. . Membuat Rencana Kegiatan SekSium.. Membuat Laporan Evaluasi Kinerja bulanan dan pelaks giat lainnya. /c) Kegiatan…. Melaksanakan pendistribusian surat sesuai disposisi Pimpinan.

Menyusun Lap. a) Mendistribusikan gaji. (Paminal). (Provoost). Mengecek Kelengkapan Perwabku. Melaks sidang disiplin/KE/Sidang Profesi (Paminal). Pelaksanaan pemulihan profesi. (Paminal). Realisasi anggaran. pelaksanaan pencapaian rencana kerja. d. Membuat buku kas. Pelaksanaan Pengamanan Internal. Melaks binteknis perwabku. Mengajukan rekom. Lap bul kinerja. usulan renbut. Membuat neraca keuangan. SIPROPAM Tugas Menyelenggarakan yan dumas ttg penyimpangan prilaku tindakan angg Polri. Pembukuan dan akutansi. Membuat Lap. Pelaksanaan Bindisipiln dan Tatib. Melaks riksa thd pers yg bermsl (Provoost). Mengajukan penggajian dan tunjangan. Melaks Lap dan adm umum. b) Fungsi a) b) c) d) e) c) Penyelenggaraan Pelayanan pengaduan masyarakat. Mengecek sahnya tagihan.5 c) Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) c. Mengkoord dgn fungsi terkait (Propam). termasuk bidang material. Pulbaket. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Menerima lap/du mas dan anggota (propam). Akreditasi Profesi Polri. Perencanaan umum dan adm. /b) Pemberian…. Membuat Lap Perwabku. fasilitas dan jasa serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan. Bin disiplin dan tatib termasuk Paminal dlm rangka penegakan disiplin dan pemuliaan profesi. SIWAS a) Tugas Menyelenggarakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan oleh semua unit kerja khususnya dalam proses perencanaan. . Melaks pengkajian atas dumas dan anggota (Propam). Melaks Giat Gaktibplin. Melaks Binteknis (Provost).

Polres dan Polsek. melaksanakan koordinasi baik dalam rangka keterpaduan fungsi maupun dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. Melakukan verifikasi mutasi pejabat di lingk. Melaks pengkajian masalah atas pelaporan. Menelaah Lapgiat fung. Membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka acuan kerja. serta melaksanakan fungsi hubungan masyarakat termasuk pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID). Melaks koord dgn fungsi terkait. Membuat laporan bulanan. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polres. termasuk latihan pra operasi. Penyiapan sarpras duk Ops. . Penyelenggaran Lat Pra Ops. Ajuan renbut gar Ops. Subbag Dal Ops (1) (2) Membuat anev ops. Pelaks Koord Pelaks humas dan PPID.6 b) Fungsi a) b) c) c) Pelaksanaan monitoring secara rutin maupun insidentil. Penyusunan adm umum dan perencanaan. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Melakukan supervisi ke semua unit kerja secara berkala. / c) Subbag…. 8. Melaks Lat Pra Ops. Kegiatan a) Subbag Bin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Menyusun Prinlaks Ops. Pemberian saran tindak thd penyimpangan. Tugas Pokok. Mengendalikan pelaks ops. Sun sprin Ops. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Perencanaan. 1) Bagian Operasional Tugas Merencanakan. Membuat saran tindak. Fungsi dan kegiatan Bagian a. mengendalikan dan menyelenggarakan administrasi operasi kepolisian. pengendalian dan operasi. Membuat Laporan hasil Ops. Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan.. Melaks koord intern dan ektern.

pembinaan dan administrasi logistik serta pelayanan bantuan dan penerapan hukum. (15) Mengusulkan penggantian biaya pengobatan anggota Polri dan PNS yang sakit ( restitusi ). Bidang Sumber Daya 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan dan administrasi personel. Menyiapkan bahan / data untuk press rilis. ijin cuti.7 (3) (4) Mengkompulir data hasil ops. Membuat panel data. (11) Melaksanakan Binrohtal. perjalanan dinas. (16) Mengusulkan personil Polri / PNS untuk mengikuti Dikjur dan Dikbang. (14) Melayani usulan catur sakti. (8) Melayani pembuatan KTA. Penyelenggaraan pelatihan fungsi. (10) Mengusulkan pengakhiran dinas. c) Subbag Humas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Melaksanakan giat Penerangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tupoksi Kepolisian. (6) Melaks DPK (Dewan Pertimbangan Karier) jab berpangkat IPTU kebawah. (12) Melaksanakan pelayanan kesehatan personil dan keluarganya. Melaksanakan monitor terhadap informasi media. Subbag Pers Kegiatan Menyusun Rengiat Subbag Pers. Melaksanakan dokumentasi peliputan kegiatan satuan. (13) Melaksanakan pemakaman anggota yang meninggal dunia. Menyusun UKP dan UKG. Menyusun Renmut personil. KPI. pelatihan fungsi dan pelayanan kesehatan. (9) Melaksanakan sidang NTCR. . Penyelenggaraan administrasi personil. dan meluruskan opini publik. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) (1) (2) (3) (4) (5) a) Penyelenggaraan pembinaan personil. Membuat laporan dan administrasi. Penyelenggaraan pelayanan bantuan dan penerapan hukum. Menyelenggarakan latihan fungsi. pembuatan sprint anggota. Mengusulkan tanda penghargaan personil. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. (7) Membantu penyelenggaraan seleksi penerimaan calon anggota Polri. Melaksanakan kerma dengan media cetak dan elektronik. Penyelenggaraan administrasi logistik. Memberikan binteknis kehumasan kepada Polsek Jajaran. b. Latkatpuan.

Pengendalian program dan anggaran. Menyampaikan usulan saran pendapat hukum ke Bidkum Polda. Mengusulkan kebutuhan Matfasjas. c. Mengusulkan pelaksanaan psikotest pemegang senpi.. b) Subbag Sarpras (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) c) Menyusun Rengiat Subbag Sarpras. . 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Penyusunan renja dan anggaran. Subbag Hukum (1) (2) (3) (4) Memberikan bantuan hukum dan nasihat hukum kepada anggota Polri dan PNS. Pengembangan satuan kewilayahan. mengendalikan program dan anggaran serta analisa dan evaluasi atas pelaksanaannnya termasuk ren program pengembangan satwil.. Menyelenggarakan pendataan SIMAK BMN..8 / (17) Melaksanakan. Kegiatan a) Subbag Progar (1) (2) (3) (4) (5) (6) Menyusun dan melaksanakan pemutakhiran data dalam rangka menentukan kebutuhan anggaran Satker. Merencanakan dan menyusun penetapan kinerja Polres. Menyusun dan membuat Rincian Anggaran dan Biaya ( RAB ). (19) Melaks tugas Kepolisian lainnya. Menyelenggarakan pendistribusian Kaporlap. (17) Melaksanakan keSabharaan jasmani. Melaksanakan revisi RKA-KL dan DIPA. Menyusun dan membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Reference ( TOR ). Melayani pembuatan kartu senpi. Menyelenggarakan pendistribusian BBM. Melaks koord dg insts terkait dlm rangka proses lelang pengadaan barang/jasa. Memberikan masukan dan koord dg pengemban fungsi hukum dg Insts lain. Menyelenggarakan penyuluhan hukum. 1) Bidang Perencanaan Tugas Menyusun renja dan anggaran. Melaks har matfasjas. (18) Melaks Administrasi pelaporan. Pelaksanaan anev program dan anggaran. Merencanakan dan menyusun RKA-KL dan DIPA tingkat Satker.

9. SPKT (1) (2) (3) (4) (5) Kegiatan a) Melaporkan situasi Kamtibmas kepada Waka / Kapolres. 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu. (10) Menyusun dan membuat telaahan staf tingkat Satker. Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renstra dan Renstra Satker. penyusunan dan penyampaian laporan kepada Kapolres/TA. (11) Melaksanakan sosialisasi Reformasi Birokrasi Polri (RBP). Membuat laporan realisasi anggaran (LRA). Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu 1) Tugas Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Membuat adm pelaporan. (8) Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renja dan Renja Satker. Membuat laporan pelaksanaan Triwulan DIPA. Mengumpulkan. bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. mengelola data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program dan anggaran. Penyajian informaSium berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan. Menerima dan mengecek usulan anggaran yang diajukan oleh Sub Satker. Fungsi dan kegiatan Satuan a. Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. Tugas Pokok.9 / (7) Memberikan…. prasarana dan ATK yang diperlukan. pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian. Pelayanan masyarakat . (7) b) Subbag Dalgar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menyusun rencana penyerapan anggaran Satker. Memberikan sosialisasi dan arahan teknis hasil penyusunan RKA-KL dan DIPA Satker. Penyiapan registrasi pelaporan. Mengecek kondisi sarana. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan. Mengecek kehadiran anggota SPKT . (9) Menyusun HTCK tingkat Satker. (12) Membuat adm pelaporan. Memimpin serah terima tugas jaga fungsi. Memberikan paparan tentang gangguan Kamtibmas yang menonjol kepada SPKT yang bertugas berikutnya. dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan. Menyusun bahan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. .

Kepolisian baik sebagai bagian dari kegiatan Satuan Intelkam maupun sebagai bahan masukan penyusunan rencana kegiatan opreasional dan peringatan dini ( Early Warning ). Membuat Laporan Polisi (LP). Melaporkan kondisi sarana prasarana kepada Unit. berkaitan dengan situasi kamtibmas ( PLN. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing. kegiatan sosial politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada masyarakat serta melakukan pengamanan. Memberikan pelayanan administrasi dan pengawasan senjata api atau bahan peledak. II dan III (1) (2) (3) (4) c) Banit (1) (2) (3) (4) (5) (6) b. Derek ). orang asing dan kegiatan sosial atau politik masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. termasuk persandian dan produk intelijen. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Sat Intelijen 1) Tugas a) b) c) d) 2) Menyelenggarakan dan membina fungsi Intelijen bidang keamanan. Damkar. Membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK). Membantu SPKT dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. Membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). Melaksanakan tugas SPKT apabila SPKT berhalangan. Penyelenggaraan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan antara lain persandian dan produk intelijen di lingkungan polres. b) Unit I. termasuk perkiraan intelijen. Telkom. (8) Mengajukan rencana kebutuhan / anggaran. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Satuan Intelkam. persandian. (6) Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen. Membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan. Membatu tugas Banit dalam pelayanan kepada masyarakat. (7) Memonitor pelaksanaan tugas pelayanan maupun opsnal di Polres dan situasi kamtibmas di jajaran Polsek.10 / (6) Mendatangi…. pengawasan terhadap pelaksanaannya. Fungsi a) . senjata api dan bahan peledak. Memelihara sarana prasarana yang ada guna penigkatan pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan opreasional intelijen kemanan guna terselenggaranya deteksi dini ( Early Detection ) dan peringatan dini ( Early Warning ) melalui pemberdayaan personil pengemban fungsi Intelijen. Pengumpulan. orang asing. dan lain-lain) atau politik. Melaksanakan pengumpulan. Pengdokumentasian dan penganalisaan terhadap perkembangan lingkungan strategi serta penyusunan produk intelijen untuk mendukung kegiatan polres.. Penetapan Kinerja Rengiat. rapat. Pelayanan surat izin atau keterangan kegiatan sosial masyarakat (keramaian. peringatan dini ( Early Warning ) dan deteksi aksi ( Early Action ) Melaksanakan kegiatan penyelidikan suatu perkara / gangguan kamtibmas. ketatausahaan. Unit I Politik (1) (2) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan politik. 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan kegiatan oparasional intelijen kemanan guna terlaksananya deteksi dini ( Early detection ). . Mengumpulkan data dan informasi dari media massa / sumber terbuka lainnya..11 b) c) d) e) f) / b) Pelaksanaan. Menyusun laporan bidang intelijen. Pemberian pelayanan dalam bentuk surat ijin atau keterangan yang menyangkut. Melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap kelompokkelompok masyarakat. penyimpanan dan pemutakhiran biodata tokoh formal atau informan organisasi social masyarakat. politik dan pemerintah. b) Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) (5) c) Menyusun administrasi perencanaan antara lain. SKCK dan yang menyangkut orang asing. Melaksanakan kegiatan administrasi umum. Melakukan analisis terhadap setiap perkembangan keadaan yang dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. dan urusan dalam. Menyusun prakiraan Intelijen keamanan. senjata api dan bahan peledak serta kegiatan sosial atau politik masyarakat dan SKCK kepada masyarakat yang membutuhkan serta melakukan pengawasan dan pengamanan atas pelaksanaan. Lakip. TOR.. Penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian pimpinan. penyimpanan dan pemutakhiran tokoh Politik. Melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat.

Melakukan penggalangan dalam upaya menciptakan kondisi tertentu di dalam masyarakat/orang asing yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Sat Intelkam. g) Unit V Sandi (1) (2) Pengiriman. 2) Fungsi a) b) Penyelenggaraan pembinaan dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Menyusun pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Unit Keamanan. c. memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. Tugas Sat Reskrim Menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP. Unit IV Keamanan (Was Senjata api dan handak) (1) (2) Menyelenggarakan pengamanan. Penerapan SP2HP secara transpran dan akuntabel. penyimpanan dan pelaporan hasil pelaksanaan. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan unit Sosbud. penerimaan dan pengarsipan berita-berita rahasia.12 / d) Unit. keterangan dan rekomendasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. menyelenggarakan pembinaan. Menyelenggarakan dokumentasi guna menyusun data dan rekaman hasil pelaksanaan tugas Polri. pengawasan dan pengendalian serta perijinan senjata api dan amunisi dan bahan pelefak serta alat / bahan berbahaya lainnya.. .. d) Unit II Ekonomi (1) (2) e) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundangundangan. h) Unit VI POA (1) (2) Melaksanakan pengawasan orang asing melalui pemberian izin.. Unit III Sosial Budaya (1) (2) f) Melaksanakan pengawasan administratif terhadap kegiatan sosial masyarakat. Melaksanakan pengumpulan.

dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. b) Urmintu (1) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. (4) Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. kebutuhan sarana prasarana. Penyelenggaraan koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan. (10) Melaksanakan supervisi. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. serta mempelajari dan mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas satuan reskrim. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. personel. (2) Melakukan pemeliharaan. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. (3) Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. (6) Menyusun laporan bulanan. program dan anggaran. dan. (3) Melaksanakan latihan fungsi. 3) Kegiatan a) UrBin Ops (1) Melaksanakan pembinaan Personil satuan reskrim melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. antara lain Renstra.c) d) e) f) g) h) 13 Pemberian pelayanan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. perawatan administrasi dan ketatausahaan personel satuan reskrim. dan anggaran. Penganalisisan kasus beserta penanganannya. Rancangan Renja. c) Unit Idik I . Penyelenggaraan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. Penyelenggaraan pelayanan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Reskrim. (2) Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. (5) Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. sasaran. koreksi. tahunan dan lima tahunan. Renja. Pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan Satuan Reskrim.

. serta koordinasi dalam rangka pembinaan. observasi. psikotropika dan obat-obatan berbahaya.. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan narkoba. (6) Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan Narkoba 2) Fungsi a) b) c) 3) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika. Sat Narkoba 1) Tugas menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Narkoba.(1) (2) 14 Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. surveillance. Melakukan interview.. Kegiatan a) Urbin Ops . (3) (4) (5) (6) (7) d) Unit Idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. observasi. Penyelenggaraan pengawasan terhadap predaran narkotika. (5) Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. d. psikotropika dan obat obatan berbahaya. / (2) Melaksanakan. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. pencegahan. pencegahan. Penyelenggaraan pembinaan. (3) Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. surveillance. (2) Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. (4) Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. (7) Melakukan interview.

sasaran.. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. (3) Melaksanakan latihan fungsi.. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. Melakukan pemeliharaan. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba.. dan anggaran. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. . Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. observasi. program dan anggaran. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. antara lain Renstra. Menyusun laporan bulanan. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. Renja. / (3) Melaksanakan. Unit Idik I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. tahunan dan lima tahunan. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana b) Urmin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) c) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan.(1) (2) 15 Melaksanakan pembinaan Personil Sat narkoba melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. kebutuhan sarana prasarana. (10) Melaksanakan supervisi. Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Sat narkoba. koreksi. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. perawatan administrasi dan ketata usahaan personel satuan reskrim. personel. surveillance. Melakukan interview. Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. Rancangan Renja.

Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Peningkatan hubungan sinergitas Polri – masyarakat. / (2) Melaksanakan. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) Membuat rengiat.16 d) Unit idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Pemberdayaan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan.. Pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dan pengembangan manajemennya. Membuat renlat. Penyenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah / lembaga/ organisasi masyarakat. observasi. Mengumpulkan dan mengolah data serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Binmas dilingkungan Polres. Kegiatan a) Urusan Pembinaan Operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membantu pelaksanaan tugas administrasi Sat Binmas. Melaksanakan bimbingan teknis fungsi Binmas. surveillance.. Melakukan interview. . pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka memberdayakan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan serta meningkatkan hubungan sinergitas Polri-masyarakat 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Penyelenggaraan pembinaan teknis Polmas. Sat Binmas 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan teknis Polmas dan kerja sama dengan instansi pemerintah/ lembaga/organisasi masyarakat. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. (2) (3) (4) (5) (6) (7) e.. Pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya.

Peningkatan pelatihan kemampuan Satpam. Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pembentukan Polmas Unit Bintibmas (1) (2) (3) (4) (5) Melaksanakan pembinaan terhadap potensi masyarakat. Pembinaan peningkatan kemampuan personil pelaksana Polmas. Melaksanakan pembinaan alat-alat kepolisian khusus. Mengagenda surat masuk dan keluar.. dan Pondok Pesantren.. Membuat laporan kegiatan. Mengadakan pelatihan dasar Satpam. Toda. (10) Melaksanakan pembinaan dan koordinasi terhadap Kepolisian Khusus. dan Pelaksanaan pengawasan dan pebinaan pada keamanan lingkungan. Melaksanakan pembinaan terhadap petugas perparkiran. Menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas alat-alat kepolisian khusus dan keamanan swakarsa. Melaksakan penataan kearsipan.. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan. / (6) Pengelolaan. e) Unit Binkamsa (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pam swakarsa. . Peningkatan pelatihan kemampuan Kaposkamling. Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ngambang. (9) Melaksanakan silaturahmi kamtibmas pada Toga. (8) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Melaksanakan pembinaan terhadap Relawan. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Unit Binpolmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Melaksanakan sosialisasi perpolisian masyarakat.17 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) c) Menyusun rencana anggaran kegiatan. Pemberdayaan potensi masyarakat dan membangun kemitraan melalui program Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat ( FKPM). (6) Melaksanakan pembinaan terhadap saka bhayangkara dan PKS. Mengadakan koordinasi dengan pimpinan alat kepolisian khusus dalam rangka pelaksanaan tugas. (7) Peningkatan pelatihan kemampuan Senkom Mitra Polri. Tomas. Pengelolaan tata naskah surat masuk dan keluar. Melaksanakan pembinaan terhadap pelajar dan mahasiswa. Membuat surat perintah tugas. Pendistribusian surat-surat keluar.

pengaturan. mengolah dan menyajikan data untuk evaluasi pelaksanaan tugas shabara. . c) 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membuat prencanaan tugas sesuai dengan perkiraan intelijen harian. Mengumpulkan. Fungsi a) b) Pelaksanaan tugas – tugas pengamanan ( penjagaan. ganguan lalu lintas dan gangguan kamtibmas lainnya. patroli dan pelayanan unjuk rasa / pengendalian masa ) dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat. Sat. Membuat anev pelaksanaan tugas ( bulanan. Memfloating anggota pada objek – objek yang memerlukan pengamanan. f. pengawalan. semester dan tahunan ) c) Unit Turjawali (1) (2) (3) Melaksanakan pengaturan pada tempat – tempat yang berpotensi kerawanan laka lantas. Melaksanakan penjagaan baik pada pos-pos tetap ( Mako. Membuat rencana anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas.. Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) Membuat rencana kegiatan satuan fungsi shabara.. Sat Sabhara 1) Tugas a) b) 2) Melaksanakan kegiatan – kegiatan prefentif dan refresif dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas. Membuat surat perintah dalam setiap pelaksanaan tugas – tugas fungsi shabara. kegiatan masyarakat dan instansi. Membuat perencanaan pelatihan peningkatan fungsi. Memberikan bimbingan teknis pada unit shabara polsek. Rumdin pejabat ) maupun pos-pos sementara seperti keramaian. laka kerja. Pelaksanaan tugas penanganan tindak pidana ringan (TIPIRING) dan pengamanan tempat kejadian perkara (PTKP) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terkait masalah pelanggaran dan tindak pidana. Pelaksanaan SAR terbatas dan masalah – masalah kontijensi..18 / f. Melaksanakan dinas kepolisian lain. Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas.

.. Pengelolaan Teknologi Informasi dan dokumentasi lalu lintas. / d) Unit. Pendidikan Masyarakat dan rekayasa Lalulintas.. yang meliputi Penjagaan. Melaksanakan pengawalan terhadap personil dan materil objek vital pemerintah dan nasional. Pengaturan.(4) 19 Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. Sat Lantas 1) Tugas Menyelenggarakan dan Membina fungsi lalu lintas Kepolisian. laka KA. Melaksanakan Pelayanan Ketatausahaan dan urusan dalam dalam lingkungan Lantas. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) Penyelenggaraan dan Pembinaan fungsi Lalu lintas Kepolisian. Registrasi dan Identifikasi pengemudi / Kendaraan Bermotor. Melaksanakan Anev. Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa lalu lintas. Pengawalan dan Patroli. e) Unit Dalmas (1) (2) Melaksanakan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan unjuk rasa. Penyelenggaraan Turjawali Lantas. keselamatan. Sarpras dan Kinerja. laka pesawat) dan pelaksanaan SAR terbatas.. Penyidikan Kecelakaan Lalu lintas dan Penegakan Hukum dibidang Lalu Lintas guna memlihara keamanan. Melaksanakan Manajemen Personil. Penyelenggaraan Registrasi dan identipikasi Pengemudi / kendaraan bermotor. ketertiban dan kelancaran Lalu lintas. g. Melaksanakan pengamanan terhadap kejadian – kejadian kontijensi (bencana alam. Penyidikan Laka Lantas dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas. Kaur Mintu (1) (2) (3) Membuat Rencana Kegiatan. d) Unit Pam Obvit (1) (2) Melaksanakan penjagaan terhadap objek vital pemerintah dan swasta. Pemeliharaan Kamseltibcarlantas. Kegiatan a) Kaur Bin Ops (1) (2) (3) b) Melaksanakan Pembinaan manajemen Opsnal dan Pelatihan.

Pengawalan dan Patroli Lalu lintas.20 (4) (5) c) Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. Mengajukan Berkas Perkara Laka Lantas ke Pengadilan.. serta menerima. Unit Turjawali (1) (2) Melaksanakan Penegakan hukum dan tata tertib lalu lintas. penyimpanan barang bukti dan pengelolaan data barang bukti. Penyelenggaraan pengamanan. STNK dan BPKB. Melaksanakan Penyidikan Laka Lantas. (3) (4) Membina dan menyelenggarakan tata tertib Lalu lintas dan Angkutan Jalan. e) f) Unit Laka (1) (2) (3) (4) (5) Menyelenggarakan Pembinaan dan Penanganan Laka Lantas. Pembinaan Pelaksanaan Reg Ident SIM. Melaksanakan Pengaturan. (2) Melaksanakan Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lantas. Melaksanakan TP TKP Laka Lantas.. 2) Fungsi a) b) 3) Penyelenggaraan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan termasuk pembinaan jasmani dan rohani. termasuk pembinaan jasmani dan rohani. d) Unit Dikyasa (1) Membina dan melaksanakan Kerjasama lintas Sektoral. (3) Pembinaan Rekayasa dibidang Lalu lintas. Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kegiatan a) Urusan administrasi dan tata usaha. . (4) Melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral dalam Pembinaan dan Rekayasa Sarana Angkutan. / (3) Membina. Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. Membina dan Menyelenggarakan Penanganan Pelanggaran Lalu lintas. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. menyimpan dan memelihara barang bukti.. Sat Tahti 1) Tugas Menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan. Unit Reg Ident (1) (2) Menyelenggarakan dan Membina Pelaksanaan Reg Ident Kendaraan Bermotor. (1) Melaksanakan pencatatan dan registrasi serta pelaporan jumlah tahanan. Penjagaan. h.

informasi kriminal dan pelayanan multimedia. pengamanan dan pemeriksaan tahanan serta fasilitas ruang tahanan secara berkala. barang bukti registrasi. Sitipol 1) Tugas bertugas menyelenggarakan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi. . melaksanakan penyajian data informasi criminal dan multimedia. (3) Melakukan pengamanan.. Mengatur. pelayanan dan penyelenggaraan sistem informatika yang meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) pemeliharaan jaringan komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. pelayanan terhadap tahanan yang sakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para tahanan. menjaga dan mengawasi tahanan dan kunjungan ke rumah tahanan dengan menetapkan waktu dan tempat besuk tahanan. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Penyajian. Penyajian.(2) b) Melaksanakan pengawasan administrasi keluar masuknya tahanan. i. melaksanakan evaluasi kinerja Tupoksi Sie TIPOL.. 21 terhadap Unit Perawatan Tahanan (1) (2) Melaksanakan pengawasan. / (3) Melaksanakan.. dan inventarisasi barang bukti. (2) Melaksanakan pengawasan barang bukti. serta pelaporan dan pencatatan terhadap keluar masuknya barang bukti dan kondisi barang bukti. Kegiatan a) b) c) d) melaksanakan pemeliharaan jaringan informasi komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. melaksanakan bimbingan tehnis TIPOL ke Polsek Jajaran. (4) Melaksanakan pengadministrasian. penyiapan data. serta penyajian informasi termasuk pelayanan multimedia. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Melaksanakan pengawasan dan perawatan kesehatan tahanan. penyiapan data. Melaksanakan penjagaan dan penyiapan makan dan kebersihan ruang tahanan serta fasilitas. (3) (4) c) Unit Barang Bukti (1) Melaksanakan administrasi dan registrasi terhadap barang bukti. menjaga keluar masuknya dan pengecekan kondisi barang bukti. meliputi kegiatan komunikasi kepolisian.

sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dalam organisasi Polri. dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan. keselamatan. melaksanakan penyusunan laporan rutin dan laporan insidentil. sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. pelayanan pengaduan atas tindakan anggota Polri. memberdayakan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. penyelenggaraan kegiatan pengaturan. b) SekSium untuk pembinaan disiplin. termasuk keamanan. / 2) Fungsi…. (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir. penjagaan. penegakan hukum dan pemberian perlindungan. . permintaan bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat. b) c) d) e) f) 3) Kegiatan a) Unit Provos Membantu tugas Provos Polres penegakan hukum anggota Polsek. serta melaksanakan penjabaran penerapan Polmas. mengelola kegiatan administrasi umum Polsek sehingga tugas administrasi surat menyurat berjalan dengan tertib. 2) Fungsi a) pemberian pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat. serta pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan masyarakat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan. Polsek 1) Tugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas Polri lain dalam wilayah hukumnya. ketertiban dan kelancaran lalulintas. Penyelenggaraan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya serta pelayanan kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. melaks sun rengiat dan renbut (TOR RAB dll). baik sebagai pelaksana kegiatan satuan-satuan atas maupun sebagai pengumpulan bahan keterangan untuk keperluan deteksi dini dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. pengawalan. Intelijen dalam bidang keamanan.22 e) f) q.

j) Unit Lalu Lintas . Sihumas (1) Mediator antara Polri dengan masyarakat. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. Memberikan saran/pendapat hukum. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek.23 (2) (3) c) Sikum (1) (2) d) Mendata anggota yang bermasalah.. mengayomi. potensi masyarakat lainnya. f) Unit Intelkam (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan tugas deteksi terhadap kegiatan masyarakat.. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. (3) Melaksanakan tugas-tugas tambahan sesuai perintah Polsek. / e) Sentra. (2) Menyampaikan program unggulan Polres kepada masyarakat. melayani masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas.. Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. i) Unit Reserse Kriminal (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan enyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum. mengayomi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. kerjasama bidang Kamtibmas serta pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. mengayomi. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. g) Unit Binmas (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan pemberdayaan polmas. Mengelola anggaran Polsek sesuai dengan DIPA. e) Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. (2) Melaksanakan pelayanan administrasi masyarakat. h) Unit Sabhara (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. mengayomi.

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ops.(1) (2) (3) (4) 24 Membantu Polsek dalam melaksanakan tugas fungsi pengaturan lalu lintas dan penjagaan. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Tata Cara Kerja di Polres Tasikmalaya Kota a. Menerima Gelar Opsnal yang dilaksanakan Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Menangani kecelakaan lalu lintas sampai dengan kejaksaan (P21) di wilayah Polsek Urban. Menerima laporan pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dalam lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Perencanaan Operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Bag Ops dan Komunitinya. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. Kapolres Tasikmalaya Kota a) Hubungan bersifat vertikal a) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Waka Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) b) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. / BAB …. BAB III POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA 10.. Memberikan perintah/tugas untuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota dalam hal Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Kehumasan Polri tingkat guna di tuangkan dalam program kerja Bag Ops. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. (3) (4) (5) . Menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polsek rural.

(3) (4) (5) . (4) Memberikan perintah. Memberikan petunjuk dalam penyampaian informasi terhadap Publik.(6) (7) c) 25 Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Hubungan Kapolres dengan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota (1) Menetapkan kebijakan dan strategi Polres Tasikmalaya Kota jangka pendek. d) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. peningkatan kemampuan dan pelayanan kesehatan di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. jangka menengah dan jangka panjang. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan personel. / (4) Memberikan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota.. kegiatan dan anggaran yang disusun dalam Renja Polres Tasikmalaya Kota (8) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas dan hasil pruduk perencanaan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan / penerapan hukum di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (7) Memberikan kebijakan dalam penyusunan program. (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laboran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di pembinaan sarana dan prasarana (Logistik) di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. (6) Memberikan petunjuk. (3) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun Operasional guna disusun dalam perencanaan Umum dan dituangkan ke dalam Program Kerja Polres Tasikmalaya Kota.... terutama dalam hal pelaporan hasil Operasi Kepolisian. (5) Memberikan perintah. Memberikan petunjuk.

baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. urusan arsip yang meliputi pemeriksaan klasifikasi serta pemeliharaan dan penyimpanan. Memberikan petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasium Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasium Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan kemajuan dan pertanggung jawaban keuangan Polda Jabar. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. / (5) Menerima. e) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasium Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan administrasi umum.. upacara. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. reproduksi dan distribusi surat menyurat serta penyelenggaran kegiatan pos Polri. terutama dalam mendukung kegiatan Pembinaan maupun operasional Polres Tasikmalaya Kota. h) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Ka Siwas . Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasi Propam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk..26 (6) Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. Tasikmalaya Kota dengan Kasikeu Polres f) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) g) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan kepaniteraan..

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum. (3) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota.. Menerima laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan . / (1) Hubungan. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. fasilitas perkantoran. (2) Memberikan petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. terutama bidang operasional untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya.. (4) Menerima produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. j) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. i) Hubungan Kapolres dengan SPKT Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. (3) Memberikan petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota.(1) (2) (3) (4) (5) 27 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. k) Hubungan Kapolres dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan surat perintah pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan Polsek jajaran. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Siwas Tasikmalaya Kota. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Memberikan arahan dan petunjuk dalam pengawasan dan pemeriksaan hasil kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota.

(4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum di bidang tindak pidana narkoba. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota.mendapatkan perhatian baik dari pemerintah masyarakat. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum pada umumnya. (3) Memberikan petunjuk. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum tindak pidana narkoba. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat NarkobaPolres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk.. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk . m) Hubungan Kapolres dengan Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang Operasional di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. / (3) Memberikan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. l) Hubungan Kapolres dengan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota 28 maupun (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Hubungan Kapolres dengan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) n) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk.. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota.

(5) o) 29 dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja. Memberikan petunjuk. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota.. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. terutama bidang Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. (5) (6) p) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. Tasikmalaya Kota dengan Kasitipol Polres Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Hubungan Kapolres dengan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.. Operasional. / (5) Menerima. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima produk-produk yang dihasilkan Sattahti Polres Tasikmalaya Kota. . Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Sat Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) q) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.

terutama yang menyangkut pemb`inaan dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang meliputi kriminal dan manajerial termasuk jaringan telekomunikasi dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. (3) Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. b) Hubungan Kapolres dengan Dinas Pendidikan (1) (2) (3) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah.. (6) Koordinasi dalam pengamanan VIP (7) Koordinasi dalam Penertiban / rekayasa lalu – lintas. (5) Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. r) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS.. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan.(4) (5) 30 Menerima produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. / (4) Menerima. . c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. 2) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolres dengan PEMDA / DPRD (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam hal penyalahgunaan narkoba. (3) Memberikan petunjuk. (4) Koordinasi tentang Penyusunan dan sosialisasi Perda.. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. (4) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota.

31 b. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Operasional (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Sumda / (1) Hubungan. Koordinasi dalam pembinaan personil yang menyangkut profesi.. Menerima pertunjuk dan arahan dalam penyampaian informasiterhadap public. Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres dan Waka Polres serta melaporkan pelaksanaan penyelenggaraan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kapolisian. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. jiwa korsa. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.. Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Bagian Operasional (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. moril dan disiplin serta urusan administrasi personil dan karier. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metoda produk perencanaan. Koordinasi dalam perencanaan kegiatan Polres. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam bidang penyelenggarakan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kepolisian. Koordinasi dalam dukungan logistik dalam pelaksanaan Operasional Kepolisian. Lakip. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metode produk HTCK. b) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kabag Ops dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .

Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. 32 pengawasan d) Hubungan Kabag Ops dengan Kasi Ppropam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Intelkam Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinas. tata naskah dan distribusi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. / (2) Koordinasi. Menerima laporan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. . Koordinasi dalam penyelenggaraan Operasi guna monitor pelaksanaan Operasi Kepolisian. Koordinasi untuk masukan tata cara urusan arsip yang meliputi pemeliharaan dan penyimpanan.. Koordinasi tata cara penyelenggaraan urusan administrasi umum.(2) (3) (4) Koordinasi dalam penyelenggaraan pelaksanaan Operasi Kepolisian.. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Memberikan informasi dalam pemerosesan anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi dalam rangka pencairan dana.. Membantu kelancaran klarifikasi personil yang diduga melakukan penyimpangan. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi yang berhubungan fungsi teknis keuangan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ops dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) b) (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. baik dilingkungan Bag Ops maupun untuk kegiatan Operasional Kepolisian. (2) (3) f) Hubungan Kabag Ops dengan Kasium (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (5) Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor dan identifikasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi dalam penyampaian informasi masalah operasional. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi dalam kegiatan fungsi Binamitra termasuk penerangan kepada masyarakat tentang peraturan perundang – undangan di bidang operasional Kepolisian. Koordinasi masalah operasional Kepolisian yang berkaitan dengan fungsi Binamitra. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. / (5) Koordinasi. terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.(2) (3) (4) c) 33 Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam menyiapkan Rencana Operasi Kepolisian dan penyiapan personil yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi..

/ (2) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional. (3) Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. . (4) Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi (5) terhadap publik. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Pilbup. Koordinasi tentang pelaksanaan Pilkades. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. j) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolsek (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ops dengan Pemerintah Daerah (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. i) Hubungan Kabag Ops dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Pilgub dan Pilpres berjalan aman lancar terkendali. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian.(4) g) 34 Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (2) Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian... Koordinasi masalah berkaitan dengan tahanan serta barang bukti. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. (3) Koordinasi dalam upaya mensukseskan kegiatan Operasional Polri di lapangan. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya..

Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. arahan dan perintah dari Kapolres dibidang Kepolisian khususnya bidang Sumda. / c. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Bagian…. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas bidang Sumda 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ops . c. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Memberikan arah kebijakan dibidang Sumda Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Bag Sumda. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Mewakili Kapolres untuk mengikuti kegiatan dalam hal Kapolres berhalangan hadir. e) Hubungan Kabag Ops dengan TNI (1) (2) (3) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Hubungan Kabag Ops dengan POL PP (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penertiban lalulintas. Memberikan saran pendapat dibidang Sumda. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Menerima petunjuk. Hubungan Kabag Ops dengan Dinas Pendidikan 35 penyakit (1) (2) c) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. penyakit d) Hubungan Kabag Ops dengan DISHUB (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Bagian Sumber Daya 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Memberikan arahan dan perintah yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian. Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat.(3) (4) (5) b) Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat.

Koordinasi dalam kegiatan pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. d) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasi Propam . Melaksanakan Koordinasi dibidang update data personel sescara rutin dan berkala. / (7) Koordinasi…. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (7) (8) Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ren untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Melaksanakan Koordinasi dibidang Operasional penyiapan personel untuk kegiatan Operasi Menerima usulan untuk UKP. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ren Polres. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ops untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka Perencanaan tugas administrasi dan anggaran Bag Sumda. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penggunaan Personel dan logistik. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. UKG. Koordinasi dalam bidang Binpers untuk UKP. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ops Polres. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (7) Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda dan Siwas. Koordinasi untuk mendapatkan masukan mengenai perumusan / pengembangan. penggunaan Personel dan logistik. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 36 Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. UKG. Lakip. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi dibidang tugasnya. penggunaan Personel dan logistik. penyuluhan. penyuluhan.

e) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasikeu (a) (b) (c) Koordinasi dalam bidang rencana kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan Bag Sumda dan Sikeu Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasium (a) (b) (c) (d) (e) (f) Koordinasi yang dalam penyampaian Produk Laporan atau administrasi lainnya yang di sampaikan kepada Kapolres Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil.. Meminta catatan personel dalam rangka Wanjak yang UKP. penggunaan Personel dan logistik. (d) (e) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. .(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) 37 Koordinasi dalam penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan penerimaan calon anggota Polri. / (d) Koordinasi.. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Meminta SKHP dalam rangka kenaikan Pangkat personel dan STNK rahasia untuk keandaraan dinas. penggunaan Personel dan logistik. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. dan meminta catatan personel sebagai bahan Wanjak. Koordinasi dalam penyusunan program dan anggaran Bag Sumda dalam rangka pelaksanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan. penyuluhan. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penyiapan dan pelaksanaan penelitian bagi personel yang akan mengikuti pendidikan atau dinas keluar negeri. penyuluhan. Koordinasi dalam pelaksanaan sidang dan putusan sidang disiplin dalam rangka pembinaan dan memberikan kepastian hukum terhadap anggota. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. kesekretariatan dan administrasi umum lainnya Koordinasi dalam rangka pelayanan Markas dilingkungan Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. Koordinasi dalam rangka kearsipan. mutasi dan sebagainya. penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan seleksi pendidikan. penggunaan Personel dan logistik.

38 3) Hubungan Diagonal
a)

Hubungan Kabag Sumda dengan KSPKT
(1) (2) (3) (4) (5)

(6)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan personel pengemban fungsi SPKT. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi penjagaan. Menerima data usulan pembinaan kesejahteraan dan pembinaan karier personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

b)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Intelkam
(1) (2) (3)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Intelkam.

dan

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Intelkam. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (6) Koordinasi....

(6)

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

c)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Reskrim
(a) (b) (c)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Reskrim.

dan

(d)
(e)

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

39
d)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Narkoba
(a) (b) (c) (d) (e)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Sat Narkoba.

dan

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

e)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Binmas
(1)

(2) (3)
(4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

/ f) Hubungan….

f)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Sabhara
(1)

(2)
(3) (4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers, Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

g)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Lantas
(1)

(2)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik.

(3)
(4)

(5)

40 Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

h)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Tahti
(1)

(2) (3)
(4) (5) (6)

(7)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam Binrohtal terhadap tahanan. Koordinasi dalam hal pinjam pakai barang bukti kendaraan Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

i)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasitipol (1) (2)
(3)

Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag, Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (4) Menerima....

(4)
(5)

(6)

Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

j)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolsek
(1)

(2)
(3)

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah, Binkar, Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik, sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas Pendidikan (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas ijazah dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS.. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil / (1) Koordinasi. Koordinasi mengenai sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dan PNS. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Pengadilan Agama (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Cerai bagi anggota Polri dan PNS. d. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Badan Pertanahan Nasional(BPN ) (1) (2) Koordinasi dalam rangka Pembuatan Sertifikat tanah milik Polri.. Koordinasi mengenai anggota Polri yang melaksanakan Perceraian. / e) Hubungan. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Nikah dari kesatuan.. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Depag (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Ijazah MA dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS.. Bagian Perencanaan (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolres .. Koordinasi dalam rangka Penentuan Harga sertifikasi Tanah milik Polri. Koordinasi mengenai Keabsahan Domisili/ KTP dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS.(6) 41 Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam rangka kesediaan menjadi tenaga binrohtal d) Hubungan Kabag Sumda dengan KUA (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Nikah bagi anggota Polri dan PNS. penyuluhan.. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Cerai dari kesatuan. (1) (2) (3) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Akte Kenal Lahir dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS.

menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program.(1) (2) 42 Menerima petunjuk. rencana kerja dan anggaran. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. b) Hubungan Kabag Ren dengan Waka Polres (1) Menerima petunjuk.. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Ops . Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program.. (3) (4) (6) (7) b) Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran dalam pelaksanaan tugas operasional. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Lakip.. (2) (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Ops (1) (2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (3) Koordinasi.

Koordinasi dalam Penyusunan Renja. penyuluhan. Memberikan petunjuk dalam pelaksanaan baik di bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sikeu. Melaksanakan koordinasi di bidang penyelenggaraan perencanaan umum. Lakip. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sium . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Mengusulkan UKP dan UKG personel yang ada di Bag Ren .. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran di bidang pengadministrasian. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam penyusunan rencana keuangan dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Koordinasi dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan RKA-KL / DIPA.(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 43 Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. c) Hubungan Kabag Ren dengan Kasium (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Sumda . Hubungan Kabag Ren dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sikeu. rencana kerja dan anggaran. Lakip. / (1) Hubungan.

Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.. .. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.44 e) Hubungan Kabag Ren dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ren dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima produk Sipropam . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sipropam . RPP. Memberikan arah kebijakan strategis.. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . baik yang berupa konsep RUU. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan petunjuk. Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sipropam . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. / (6) Menerima. (5) (6) (7) f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Keppres dan Keputusan Kapolri sesuai bidangnya maupun pendapat dan saran hukum sesuai fungsinya. Lakip. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas .

Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan arah kebijakan strategis . Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam .(4) (5) (6) b) 45 Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Intelkam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Lakip. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Reskrim . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. / (5) Koordinasi…. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Memberikan petunjuk. Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam rangka menyusun perencanaan umum dan program kerja tingkat Polres. Memberikan petunjuk.

perencanaan umum dan anggaran untuk dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba . 46 baik bidang disusun dan Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. / (5) Koordinasi…. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . Memberikan petunjuk. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. g) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Lantas . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk. f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(2) (3) (4) (5) (6) e) Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Narkoba dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

i) Hubungan Kabag Ren dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. Memberikan petunjuk. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . (5) (6) j) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolsek Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. . / (5) Koordinasi…. Memberikan petunjuk. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas .(1) (2) (3) (4) (5) (6) h) 47 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Tahti dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . Lakip.

..(a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) 48 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . (3) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam administrasi umum yang meliputi korespondensi. Lakip. pelayanan kebersihan. kearsipan dan administrasi umum lainnya. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ren dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Memberikan petunjuk. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di lingkungan sekitar Mapolres. (7) Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan oleh Sium Polres untuk ditandatangani Kapolres. menyiapkan sarana prasarana di ruang rapat. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . / (7) Mangajukan. rapat-rapat pimpinan. Memberikan arah kebijakan strategis . (6) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres kepada Kapolres. Menerima laporan pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. e. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Sium (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasium dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah dan menyampaikan laporan. (5) Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres serta melaporkan pelaksanaan tugas Sium Polres. Menerima petunjuk dan arahan dalam rangka pengajuan dan pengesahan DIPA dalam pelaksanaan anggaran. b) Hubungan Kasium dengan Waka Polres . (2) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas Kapolres yang meliputi fungsi kesekretariaatan.

pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Siwas. b) Hubungan Kasium dengan Kasi Propam (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. menyampaikan laporan dan koordinasi sesuai batas kewenangan yang diberikan Kapolres kepada Waka Polres. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sipropam Polres. (5) Koordinasi dalam hal pengajuan rekomendasi bagi personel Sium yang telah melaksanakan putusan Ankum. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di sekitar lingkungan Mapolres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sipropam Polres. ketatausahaan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 49 Hubungan bersifat vertikal dan diagonal bentuk hubungan adalah garis menerima perintah. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sipropam Polres. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan fungsi kesekretariaatan dan administrasi umum yang meliputi korespondensi. ketatausahaan. ketatausahaan dan kelancaran tugas-tugas Waka Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Siwas. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam penjabaran kebijakan Kapolres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan Sium Polres untuk ditandatangani Waka Polres sesuai perintah dan kewenangan apabila Kapolres berhalangan. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasium dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. c) Hubungan Kasium dengan Kasi Keu . Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan pencapaian rencana kerja Sium Polres. menyiapkan tempat rapat-rapat pimpinan termasuk sarana prasarana ruang rapat. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pelayanan kebersihan. / (5) Koordinasi….

pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagren Polres. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagops Polres. RKA-KL dan POK Polres. kebersihan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam hal penyerapan dan penyaluran anggaran Sium Polres sesuai DIPA. kegiatan dan anggaran serta perencanaan lainnya. Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. Hubungan Kasium dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. diagonal dan bentuk . (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. / f) Hubungan. (4) Koordinasi tentang data Surat menyurat dan giat rapat untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL/DIPA..(1) (2) (3) (4) d) 50 Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Koordinasi dalam penyusunan perencanaan Sium Polres yang meliputi perencanaan kerja.. Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagren Polres. ketatausahaan. Hubungan Kasium dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horisontal dan hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagops Polres.. Hubungan Kasium dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat horizontal dan diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam penggunaan kekuatan personel Sium Polres dalam melaksanakan operasi kepolisian dan kegiatan Kepolisian yang digelar Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sikeu Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sikeu Polres. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. ketatausahaan. Lakip.

51 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasium dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat intelkam Polres. (c) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (5) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. c) Hubungan Kasium dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasium dengan Kasat Narkoba . (b) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. penyuluhan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat intelkam Polres. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. / d) Hubungan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagsumda Polres.. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres. ketatausahaan. kebersihan. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagsumda Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. b) Hubungan Kasium dengan Kasat Intelkam (a) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (4) Koordinasi dalam hal pembinaan personel Sium Polres..

. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. h) Hubungan Kasium dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat narkoba Polres. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.52 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasium dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres.. g) Hubungan Kasium dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat sabhara Polres. kebersihan. / (2) Koordinasi. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. f) Hubungan Kasium dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat narkoba Polres. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres.

(3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. (5) Meneruskan kebijakan. ketatausahaan.53 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. . pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. Menerima petunuk dan arahan dari Kapolres dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan teknis Kapolres di bidang ke uangan polres yang meliputi dari mulai perencanaan pendanaan sampai dengan penyaluran dan laporan keuangan.. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres.Sikeu 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasikeu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan dersifat vertical dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. i) Hubungan Kasium dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. (2) Memberikan bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. / (3) Mengajukan.. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. f. urusan dalam dan pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. j) Hubungan Kasium dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. kebersihan.. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.

Mengajukan daftar nama anggota Kasikeu yang terlibat satuan cadangan polri. Koordinasi dalam hal penyaluran dana Operasional. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam rangka pelayanan angkutan dan konsultasi mengenai administrasi umum dalam rangka mendukung kegiatan oprasional Kasikeu. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (4) (5) 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) b) (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi...54 (3) Mengajukan konsep juknis dan jukmin mengenai pengurusan keuangan negara di tingkat polres serta pengajuan konsep naskah kerja sama yang menyangkut penghasilan personil dengan instansi luar. Melaksanakan Koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Memberitahukan tentang perubahan system pengajian dalam rangka pembuatan DPP gaji yang dibuat secara teknis serta hal – hal tentang penyempurnaan dan perubahan. Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ren (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan usulan dalam rangka masalah organisasi dan prosedur Kasikeu dan kemungkinan untuk pengembangan baik di tingkat polres maupun polsek serta penyusunan piranti lunak yang berlaku untuk itu. Menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres dalam masalah pendanaan yang menyangkut kepentingan khusus seperti untuk mendukung oprasional. Koordinasi tentang bimbingan teknis administrasi keuangan Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan untuk lingkungan Kasubagren Polres Tasikmalaya Kota.proyek khusus dan lain – lain. Melaporkan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan dalam bidang pembinaan keuangan Polri. Lakip. Mengikuti pokja dalam rangka penentuan eselonisasi jabatan terutama dalam penentuan elselon jabatan. . Mengajukan usulan dalam rangka permintaan tambahan personil dan pegajuan kenaikan pangkat serta mutasi jabatan di lingkungan Kasikeu. / (4) Mengajukan..

Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya. akutansi. Hubungan Kasikeu dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin Memberikan masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin memberikan perintah. Koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan. Menyertakan anggota Kasikeu dalam pencocokan dan penelitian tagihan dari BUMN atas LTAG dan BMP.55 (4) Mengajukan usulan dalam rangka kenaikan gaji berkala.tanda jasa serta pembuatan peraturan mengenai hak – hak anggota Polri serta hal – hal lain yang menyangkut kesejahteraan seluruh anggota polri. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan tentang tehnis pertanggung jawaban keuangan di lingkungan taud. Memberikan bimbingan teknis tentang administrasi keuangan 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasikeu dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) (6) (7) d) Hubungan Kasikeu dengan Kasiwas (1) (a) (b) (c) e) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan/penyaluran anggaran. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan. . arahan dan petunjuk pimpinan. Koordinasi tentang kebutuhan anggaran Sipropam. perjalanan dinas mutasi . Menyampaikan laporan hambatan dalam penarikan anggaran. Memberikan saran dan arahan tentang pembuatan perwabku. Menyiapkan bahan laporan lakip yang berkaitan dengan penggunaan anggaran. Hubungan Kasikeu dengan Kasium (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam perumusan / pengembangan.petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugas taud. pelaporan serta perwabku. Melakukan koordinasi dalam rangka penyaluran dana – dana APBN dan DPK serta bantuan medis untuk kepentingan kesejahteraan anggota Kasikeu.untuk di proses lanjut dalam pembayaran / pemindahan dukungan ke instansi BUMN.

Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. e) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Memberikan bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam d) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Bekerjasama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan sat Sabhara. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian.. Bekerja sama dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. c) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi..56 / b) Hubungan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. g) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitraSikeu. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Koordinasi dalam pelaksanaan manajemen keuangan. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Hubungan Kasikeu dengan Dirjen Perbendaharaan (1) (2) Koordinasi dalam rangka Penyusunan DIPA. i) Hubungan Kasikeu dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sipropam (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ laporan. Memberikan perintah... h) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . g. Memberikan bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran.57 (4) / (4) Bekerja. j) Hubungan Kasikeu dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk garis koordinasi. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasikeu dengan KPPN (1) (2) b) Koordinasi dalam menyiapkan SPP gaji dan pembukuan SPM gaji.. Bekerja sama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. Koordinasi dalam rangka Revisi DIPA. arahan dan petunjuk Menerima laporan pelaksanaan tugas yang telah diberikan oleh pimpinan. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan.

Memberikan laporan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan personil Polri dan Pns Polri..58 / (4) Memberi. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. Memberikan masukan data anggota yang akan dihentikan hak gaji / penghasilannya. . Menerima perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasium (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. akutansi. Melaporkan hasil kegiatan di bidang pengawasan dan pembinaan personil serta pelayanan pengaduan masyarakat yang menyangkut pelanggaran anggota. Koordinasi dalam kesekretariatan. pelaporan serta perwabku. Menerima arah kebijakan Kapolres baik langsung maupun melalui ajudan Kapolres. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasi Propam dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan / informasi tentang data penyeleseaian kasus pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Hubungan Kasi Propam dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan keuangan.. (4) b) Memberi perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Melakukan koordinasi tentang rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran Sipropam. Hubungan Kasi Propam dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ arahan. perpustakaan dan pelayanan administrasi. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin.

Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Sumda (1) (2) e) (3) (4) (5) (6) (7) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pemberian rewards and vonisman.(3) 59 Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. rencana kegiatan di lingkungan Sipropam Polres.. Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT. Koordinasi data personel. / d) Hubungan. . f) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ren (1) (2) (3) 4) 5) 6) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya. Koordinasi dalam pelayanan dan konsultasi hukum bagi anggota dan keluarganya. Koordinasi dalam pengendalian anggaran serta evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja sub satker . matlog. (3) Memberikan laporan hasil pengawasan dalam pelaksanaan tugas Opsnal. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL/DIPA. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan seluruh personil Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat. (4) Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap personil Bag Ops. Koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran.. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasi Propam dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (2) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan anggota yang melaksanakan tugas Opsnal. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam pengendalian personel di lingkungan Polres ..

Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas.. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sat Reskrim apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota.. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Reskrim. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Narkoba.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. b) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. Koordinasi dengan Sat Binmas apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. e) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan Sat Narkoba apabila terjadi pelanggaran oleh anggota f) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Sabhara .60 / b) Hubungan. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah Memberikan arah Kebijakan Strategis. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Hubungan Kasi Propam dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Siwas (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasiwas. Koordinasi dengan Sat Sabhara apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. (2) koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. (2) (3) (4) (5) (6) g) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. h. registrasi dan inventarisasi tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Koordinasi dengan Sat Lantas apabila terjadi pelanggaran oleh anggota Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. . / (2) Koordinasi.61 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi..

Menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasiwas. Memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan. Memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan. . (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda. (1) (2) (3) (4) . Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Operasi Kepolisian. Menerima Laporan pelaksanaan tugas KaSiwas.. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda.. (4) (5) b) Menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan. Menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaan tugas pengawasan umum. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja. Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) d) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laporan. Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres.(3) 62 Memberikan petunjuk. b) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan KaSiwas. (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasiwas dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas / (4) Menerima. Memberikan arah Kebijakan Strategis. (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops. Memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja..

. penyuluhan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. RKAKL dan POK. c) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. (5) (6) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasikeu (1)Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.63 (3) (4) Koordinasi dalam bidang Pembinaan Personil Koordinasi dalam bidan penggunaan dan perawatan logistic / (5) Koordinasi…. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (2)Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas . Koordinasi tentang Hasil kegiatan Siwas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam Penyusunan RKAKL/DIPA. Lakip. Memberikan petunjuk. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas.

(2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. . persandian. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. deteksi giat masyarakat. bahan peledak dan penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). senjata api illegal. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasiwas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pengawasan orang asing. (d) c) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya. b) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam (a) (b) (c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat intelkam yang meliputi personel. Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat intelkam yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen.64 (4) Koordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas . (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas termasuk ketatausahaan. / (2) Koordinasi…. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.

materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan..65 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat narkoba yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel .. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan / (4) Koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat narkoba yang meliputi personel. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat reskrim yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah . (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. d) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim yang meliputi personel. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan. g) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas . f) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

66 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. . penerbitan SIM. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel... pengumpulan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. i) Hubungan Kasiwas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. menyimpan dan memelihara barang bukti. h) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. j) Hubungan Kasiwas dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (3) Koordinasi. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas.. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel.

materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek. untuk diketahui.. i.SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan KSPKT dengan Kapolres / Waka (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. Menerima petunjuk. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (8) Meneruskan kebijakan. Menerima petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan.67 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. fasilitas perkantoran. Memberikan produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. . dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan KSPKT dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) b) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan KSPKT dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Melaksanakan.. Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat.

Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. Hubungan KSPKT dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. (d) Menerima laporan dan menandatangani Laporan Polisi Laka Lantas.. . (c) menyampaikan informasi kejadian Laka Lantas. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara. f) Hubungan KSPKT dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam hal langkah-langkah pelaksanaan tugas/ tindak lanjut apabila adanya laporan pengaduan dari masyarakat. Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. c) Hubungan KSPKT dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam memberikan dan menerima Laporan Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi tentang pemetaan wilayah atau daerah rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Reskrim..(2) (3) (4) (5) Koordinasi dalam memberikan dan menerima Pengaduan dari masyarakat. (e) Menginput laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. Koordinasi dalam hal adanya kegiatan masyarakat yang menonjol. Narkoba. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. 68 Laporan / c) Hubungan. e) Hubungan KSPKT dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . b) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penjagaan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. / (2) Koordinasi. Koordinasi dalam hal peningkatan kemampuan personil. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . Hubungan KSPKT dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Koordinasi dalam bidang dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas SPKT. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.69 (3) (4) g) Koordinasi dalam mendatangi TKP. Menerima petunjuk. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian.. Memberikan laporan tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. c) Hubungan KSPKT dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam bidang pembinaan personil SPKT. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. Melaporkan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti (2) (3) 3) Hubungan Diagonal (1) a) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ops (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal Bantuan hukum bagi personil SPKT dan keluarganya. .. Lakip. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. registrasi dan inventarisasi. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian.

70
d) Hubungan KSPKT dengan Kasium

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan, ketatausahaan, kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / (3) Koordinasi.... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran, kebersihan, pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres.
e) Hubungan KSPKT dengan Kasikeu (1)

(2)
(3)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan; Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasi Propam

(1) (2) (3) (4)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT; Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat; Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT

g) Hubungan KSPKT dengan Kasiwas

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
h)

Hubungan KSPKT dengan Kasitipol
(1)

(2) (3)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Menerima laporan tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas; Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres;

(4) (5)
i)

71 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Mengadakan koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi.

Hubungan KSPKT dengan Kapolsek Jajaran
(1)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; / (2) Koordinasi....

(2) (3) (4) (5) 4)

Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek; Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek; Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

Hubungan Lintas Sektoral
a)

Hubungan KSPKT dengan PLN dalam hal adanya gangguan jaringan listrik akibat kerusakan teknis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum

b)

Hubungan KSPKT dengan Telkom dalam hal adanya gangguan jaringan telepon akibat kerusakan tekhnis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum.

c)

Hubungan KSPKT dengan Damkar tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang memerlukan bantuan dari Damkar.

d)

Hubungan KSPKT dengan Derek dalam hal informasi adanya kendaraan yang memerlukan Derek

j.Satuan Intelijen 1) Hubungan Vertikal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolres (1) (2) (3) Menyiapkan dan menyampaikan laporan harian / insidentil mengenai situasi menonjol dan aktual yang di perlukan Kapolres. Menyiapkan dan menyampaikan telaahan staf dan saran pertimbangan sebagai bahan pengambilan keputusan Kapolres. Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.

72 (4)
b)

Mewakili/mendampingi Kapolres sesuai perintah.

Hubungan Kapolres dengan Kasat Intelkam (1)
(2)

(3)

Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Kirka intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang keamanan. / (4) Memberikan.... Memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam, termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Intelijen.

(4)

(5) 2)

Hubungan Horizontal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan KSPKT 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polres guna mengantisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas.

b)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Reskrim 1)
2)

3)
c)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasus-kasus orang asing, senjata api dan bahan peledak. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana yang menonjol.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Narkoba 1)
2)

3)
d)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penynyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana narkoba terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasuskasusnya. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana narkoba.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Sabhara 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Menyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.

kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Menyampaikan kirka intel dan ren intel untuk mendukung pelaksanaan operasi.. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Binmas 1) 2) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. bersifat diagonal dalam rangka pelaksanaan / 2) Menyampaikan. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam..3) 4) 5) e) 73 Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Lantas 1) Hubungan tugasnya. Menyampaikan personel yang di perlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi.. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja dibidang operasional. Melaksanakan kerja sama dalam penyampaian informasi masalah operasinal. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan garis koordinasi. g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Tahti 1) 2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Sumda . Menerima konsep umum operasi. Menyampaikan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan publik. 2) 3) 4) 5) f) Meyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian. Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Melaksanakan kerja sama dalam penyampian informasi masalah operasional.

petunjuk pelaksana / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.. d) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasium (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan tata cara penyelenggaraan urusan administrasi. e) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan memberikan bantuan tenaga medis untuk rikes anggota Sat Intelkam secara rutin dan berkala.. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. (2) Koordinasi dalam penyiapan dukungan administratif untuk pelaksanaan kegiatan penyusunan strategi program dan anggaran. c) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan penyuluhan hukum. . Lakip. Memberikan pertimbangan / rekomendasi dalam penempatan pejabat intelejen baik di tingkat Polsek Jajaran. (6) (7) (8) Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis logistik di lingkungan Sat Intelkam Polres. / (6) Koordinasi. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam menyusun renbut dan spesialisasi teknis peralatan khusus intel. (4) Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam perencanaan pendistribusian materiil intelejen. Memberikan masukan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan serta pembinaan personel menuju profesionalisme Polri. (3) Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres.(1) (2) (3) (4) (5) 74 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(5) (6) g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiwas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.(3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan pendistribusian anggaran. pammat (rekomendasi STNK rahasia) dan Pam Baket dilingkungan Sat Intelkam. h) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. i) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pamgiat. .. Koordinasi bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam 75 dan f) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi... Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam penanganan masalah yang menyangkut pampers (Penertiban SKHP). Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. / (5) Koordinasi. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita bidang intelijen kepada jajaran. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Melakukan koordinasi tentang pengawasan pelaksanaan tugas fungsi intelijen. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan kinerja yang akuntabel.

Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana. / b) Hubungan…. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara pidana. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.(5) (6) Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan Masyarakat. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Ipoleksosbud hankam. Sat Reskrim 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Keamanan. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. . k. c) Hubungan Kasat Intellkam dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sat Intelkam memberikan bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu 76 terhadap 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Pemkot/Pemda (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Melaksanakan koordinasi dalam bidang kepemerintahan. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Hankam. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan TNI (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Intel (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (2) (3) (4) d) Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Lantas. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. (1) Hubungan bersifat koordinasi. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Narkoba. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. horizontal bentuk hubungan bersifat / (2) Koordinasi…. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. g) Hubungan Kasat Reskrim dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan.(5) b) 77 Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Sabhara. . e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Binmas. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat.

. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti.(1) (2) (3) 3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi.. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). 78 bersifat Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ops. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. Lakip. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan.. (5) b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ren. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasiwas. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Sumda. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Reskrim. (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Reskrim. / (5) Koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis .

Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasi Propam . kebersihan. ketatausahaan. Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) e) 79 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasitipol. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim. (4) Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Reskrim. Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Reskrim. . (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres.. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota.. / (4) koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat reskrim Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasikeu. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.

. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. (4) Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . / (6) Meneruskan... (2) Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. (5) Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) (7) Meneruskan kebijakan. (3) Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Perguruan Tinggi Koordinasi dalam hal permintaan pemeriksaan saksi ahli f) Hubungan Kasat Reskrim dengan BAPAS . d) Hubungan Kasat Reskrim dengan BPK. BPKP dan BAWASDA Koordinasi dalam hal pemeriksaan audit investigasi dalam hal penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP (2) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan (3) Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengadilan (1) (2) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP).(3) (4) 80 Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres.

Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Sat…. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas Kehutanan / Perhutani Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus illegal loging j) Hubungan Kasat Reskrim dengan Satpol PP.81 Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Intel . Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. / l. g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan. l.Sat Narkoba 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) 2) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Imigrasi. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana narkoba. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara tindak pidana narkoba.

Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana narkoba. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana narkoba. 3) Hubunan Diagonal . Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti.(1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana Narkoba. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Sabhara. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dan Kasat Tahti. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. 82 bersifat c) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Lantas. horizontal bentuk hubungan bersifat (2) (3) (4) (5) (6) e) / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana narkoba. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana narkoba.

baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Narkoba. Menerima arah kebijakan strategis .83 a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. / (3) Menerima…. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ren (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) (4) (5) c) Menerima petunjuk. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Narkoba. Lakip. (2) Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Narkoba. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. .

(2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) g) Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Narkoba Polres. / (3) Koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Narkoba Polres. Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. h) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres...84 (4) Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Narkoba. kebersihan. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolsek Jajaran .

. Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Meneruskan kebijakan.. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Koordinasi dalam hal Korwas PPNS.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4) 85 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan BAPAS Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek Hubungan lintas sektoral a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP / (2) Koordinasi.. Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). (2) (3) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana narkoba b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengadilan (2) (3) c) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. . Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. Imigrasi. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Satpol PP.

/ (3) Melaporkan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. peredaran. Mengajukan saran dan pertimbangan.86 h) Hubungan Kasat Narkoba dengan balai POM Koordinasi dalam hal pemeriksaan secara labolatoris terhadap barang bukti narkoba. narkoba di masyarakat termasuk giat penyidikan kasus-kasus narkoba dan tes Urine. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. Menerima saran dan masukan dari Kapolres dalam pelaksanaan tugas Sat Binmas Melaksanakan perintah dan petunjuk lainnya yang berkaitan dengan tugas kepolisian. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan... Sat Binmas 1) Hubungan Vertikal (1) (2) Koordinasi dalam hal pencegahan. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan BNP/ BNK (1) (2) m. a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolres / Waka Polres Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres Tasikmalaya Kota sebagaimana apa yang tertuang dalam Proja Polres Tasikmalaya Kota untuk menyusun Proja. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. . yang menyangkut tugas pokok Binmas. (3) (4) (5) (6) (7) (8) b) Melaporkan setiap pelaksanaan tugasnya kepada Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas. baik lisan maupun tertulis. penyalahgunaan.. Koordinasi dalam hal dukungan anggaran. Melaksanakan perintah dan kebijaksanaan Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. c) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasi Propam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi.

(2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (4) Menerima usulan UKP. kebersihan.. UKG. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. (3) Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. pengolahan dan penyajian data. . (6) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. Koordinasi dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas Laporan pertanggungjawaban keuangan Sat Binmas. dan kebutuhan administrasi lainnya. / f) Hubungan. penyuluhan. ketatausahaan. (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi tentang penunjukan anggota Binmas yang dilibatkan dalam kegiatan operasi Kepolisian. g) (1) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Sumda Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi (2) Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. penggunaan Personel dan logistik. Melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan manajemen operasi kepolisian fungsi Binmas. f) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan fungsi Binmas termasuk pengumpulan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) e) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(3) d) 87 Koordinasi dengan Sat Binmas dalam bidang pembinaan disiplin anggota. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.

Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. untuk diketahui. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) e) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Narkoba . Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. / (3) Koordinasi…. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) d) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Intelkam.(2) (3) (4) (5) (6) 88 Menerima arah kebijakan strategis . Menerima petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. (2) Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Binmas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. 3) Hubungan Diagonal . Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas terhadap Polri.. g) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. Koordinasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam pemberantasan Narkoba. Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya.. 89 bersifat Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi kegiatan-kegiatan pembinaan terhadap tahanan maupun keluarganya Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Tatap Muka / kunjungan ke keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. (4) (5) Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas). Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak daripada penyalahgunaan narkoba. / (4) Berkoordinasi.. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) f) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan pramuka dan PKS.

Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas yang membutuhkan atensi pimpinan. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. Memberikan arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Sat Sabhara 1) Koordinasi dalam hal kegiatan Rapat Koordinasi berkaitan dengan situasi kamtibmas. / (5) Koordinasi…. (5) Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. (4) Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan Linmas. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Sabhara dengan Kapolres . Koordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan Bencana Alam. b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional.90 a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (8) 4) Menerima laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas. Koordinasi dan bekerjasama dalam hal pembinaan Ketertiban dan ketentraman masyarakat. (7) Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Melaksanakan kegiatan terpadu. Koordinasi bimbingan dan bantuan tekhnis komputerisasi anggota sat binmas. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Binmas dengan Instansi terkait (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) n. (6) Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Bag Binmas. Koordinasi pembinaan POLSUS Koordinasi pembinaan PPNS.

(1) (2) (3) (4) (5) 91 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Melaporankan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Shabara dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. (4) Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. (6) Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Menerima petunjuk. (4) (5) Koordinasi dalam mendatangi TKP gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam menindak lanjuti pengaduan Masyarakat: / (4) Koordinasi…. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Intel . (2) Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana penyalah gunaan narkoba. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. (3) Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. (5) Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Narkoba. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota.

Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasiwas . Koordinasi dalam penjagaan. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) f) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. / (6) Koordinasi…. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. 92 bersifat Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Menyampaikan laporan informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan giat Masyarkat. Melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Koordinasi dan kerja sama dalam penanganan TKP Laka lantas. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional.(1) (2) (3) (4) (5) (6) e) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi Koordinasi dalam pelaksanaan Patroli pada daerah yang telah diprediksi rawan gangguan kamtibmas Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi Kepolisian. Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Bimas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan.

(3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. ketatausahaan. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam rangka pembinaan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Sabhara. / (2) Koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. e) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. Koordinasi dalam pembinaan terhadap anggota Sat Sabhara. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) (3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Sabhara Polres.. Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan Sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. . Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara Hubungan Kasat Shabara dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.93 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan.. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. Menerima usulan UKP. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . h) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Shabara dengan Kapolsek Jajaran . Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. 94 Operasional gangguan Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis . g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.(5) (6) f) Memberikan data personel untuk kegiatan Kepolisian. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara.. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan Kamtibmas. Koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas Sat Sabhara. penggunaan Personel dan logistik. Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran serta membrikan data personel untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. UKG. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penyuluhan.. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. / g) Hubungan. Koordinasi dalam bidang bin Pers. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. dan kebutuhan administrasi lainnya.

Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Mengajukan Gelar perkara dalam penanganan atau penyidikan laka lantas. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pelaksanaan kegiatan Operasi Kepolisian. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. kepolisian yang b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Pol PP Pemda. . Sat Lalu Lintas 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kapolres. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Waka Polres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Menerima Laporan hasil kegiatan unit Sabhara Polsek. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas anggota dalam kegiatan Operasi Kepolisian. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kejaksaan. o. Menerima petunjuk. Melaporkan hasil perumusan / pengembangan sistem dan metode pelaksanaan tugas sat lantas untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. / c) Hubungan…. Koordinasi dalam hal bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu dalam penanganan giat masyarakat. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kasat Shabara dengan Pengadilan Negeri Koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas berhubungan dengan tindak pidana ringan. terutama bidang operasional. Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas pengawalan tahanan. Hubungan Lintas Sektoral a) 95 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) 4) (6) . Pemkot dan Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas penertiban umum wilayah pemerintahan kota. Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi tehnis Sat Sabhara Polsek.

Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyiapan Program Kerja di bidang Operasional. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. (6) Koordinasi tentang pengawasan anggota dalam melaksanakan tugas jaga di mako. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. Melaksanakan kerjasama dalam penyampaian informasi masalah Operasional. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan.(2) (3) (4) 2) 96 Menerima petunjuk. d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Sabhara . Memberikan laporan pelaksanaan tugas Satuan lalu lintas. arahanan dan perintah dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian. Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi bidang identifikasi. (3) Koordinasi dalam Penanganan kejadian Laka Lantas. Menerima masukan perkiraan cepat untuk menindak lanjuti suatu gangguan kamtibmas dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika Operasi. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Lantas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Mengajukan Rencana kegiatan Sat Lantas untuk dirumuskan dan dimasukan dalam rencana kerja Polres. / b) Hubungan…. (5) Koordinasi tentang sistem laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan adalah Koordinasi. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan dalam rangka penyiapan Rencana Operasi Kepolisian. (4) Koordinasi tentang laporan kejadian dan penandatanganan Laporan Polisi Laka Lantas. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana.

Hubungan Diagonal . (5) Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. f) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Koordinasi bidang identifikasi. (3) Koordinasi dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. (6) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas.97 (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi (2) Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. / (5) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam penanganan TKP Laka lantas. Melaksanakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan.. Koordinasi penanggulangan tindak pidana Narkoba.. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara dan PKS. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. Koordinasi dalam penjagaan. Perawatan Tahanan dan barang bukti.. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Binmas. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas.

Koordinasi dalam bidang pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana operasional lalu lintas. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasium. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas. (4) (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Sumda. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran yang meliputi data personel. Memberikan data daerah rawan macet dan laka lantas untuk analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. penyuluhan. . (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. langganan daya dan jasa dan data pelaksanaan turjawali lantas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. penggunaan Personel. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ren.98 a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. data laka. Memberikan data personil untuk dilibatkan dalam pelaksanaan operasi kepolisian. / (4) Koordinasi…. Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. tilang. Lakip. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Menerima petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

(3) Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian.. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. (2) Koordinasi bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi Sat Lantas. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Koordinasi dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan Sat Lantas. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.99 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. . penerbitan SIM. / (3) Koordinasi.. kebersihan. (4) Koordinasi dalam rangka pemberian arahan tentang administrasi keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota sat lantas. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasat Lantas dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. h) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel..

(3) (4) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan bidang DikMasLantas ke sekolah-sekolah. / (3) Koordinasi…. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kejaksaan Negeri Koordinasi tentang penyidikan kasus Laka Lantas d) Hubungan Kasat Lantas dengan Perbankan Koordinasi tentang penyetoran PNBP e) Hubungan Kasat Lantas dengan TNI Kerjasama dengan TNI untuk membantu operasi Kepolisian bidang lalu lintas. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. Memberikan pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Melaksanakan koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. Satuan Tahanan dan Barang bukti 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolres . Bekerjasama dengan Dispenda dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang pajak kendaraan bermotor. p. Hubungan Kasat Lantas dengan Polsek Jajaran (1) (2) (3) (4) 4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Hubungan Lintas Sektoral Kasat Lantas a) Hubungan Kasat Lantas dengan Pemerintahan Kota (1) (2) Koordinasi tentang pengawalan VIP Koordinasi tentang rekayasa Lalu Lintas / pemasangan ramburambu lalu lintas.(2) (3) (4) i) 100 koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas lalu lintas. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Pengadilan Koordinasi tentang pengiriman hasil Tilang dan Tindak Pidana Ringan.

(1) (2) (3) c) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) (3) (4) d) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Narkoba (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai dengan bidang tugasnya. Menerima petunjuk. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan Sat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. . Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. Hubungan Horizontal b) Hubungan Kasat Tahti dengan KSPKT / (1) Hubungan…. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2) 101 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. penjagaan. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Melaporkan kondisi tahanan dan barang bukti secara rutin setiap bulan Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. registrasi dan inventarisasi. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti.

(5) g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Koordinasi tentang pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Perawatan Tahanan dan barang bukti. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. Koordinasi dalam penjagaan. Koordinasi dalam penjagaan. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ops . registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti.(3) (4) e) 102 Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. / (5) Koordinasi Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pembinaan dan penyuluhan. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pengawasan. Koordinasi tentang Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya.

(2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.(1) (2) (3) (4) (5) b) 103 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. ketatausahaan. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti .. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Melaporkan data personel yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi / melaporkan data tahanan dan perawatan tahanan serta melaporkan hasil pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam pembinaan. c) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. perawatan terhadap tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam pemberian data personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. . Menerima petunjuk.. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / c) Hubungan.. penyuluhan. Menyampaikan informasi dan dokumentasi tentang tahanan dan barang bukti. Menerima arah kebijakan strategis . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. Melaporkan data tahanan dan barang bukti.

registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. pengadministrasian. / (2) Koordinasi…. kebersihan. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyeraan anggaran serta pertanggung jawaban keuangan. g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikasi. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Sat Tahti dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. menyimpan dan memelihara barang bukti. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi sat tahti. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota sat tahti. . i) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. e) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasikeu (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota sat tahti. Koordinasi dalam bidang perawatan.104 (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.

Menerima arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi Informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) b) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Hubungan Kasat Tahti dengan Pengadilan Negeri (1) (2) q... Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima laporan / data jumlah tahanan dan barang bukti. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. (3) ..(3) (4) (5) 4) 105 Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. / (2) Menerima. Melaporkan hasil produk-produk Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima arahan dan pembinaan tentang pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. Menerima petunjuk. Koordinasi terntang pengiriman tahanan dan barang bukti. (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan Kasitipol Polres dengan Waka Polres (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Sitipol 1) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi Koordinasi dalam hal pengajuan ijin sita barang bukti perkara tindak pidana. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. Sat atau Polsek Jajaran. d) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Ren Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penggunaan Personel dan logistik. c) Hubungan Kasitipol dengan Kabag Ops Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol ..(4) (5) 106 Melaporkan hasil produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. Lakip. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi untuk mendukung fungsi operasional kepolisian Polres. (6) koordinasi dalam menyampaian laporan situasi kamtibmas melalui fasilitas komunikasi dan teknologi informasi yang dikelola Sitipol. Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag. data dan keadaan alat komunikasi untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan laporan hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran. baik untuk ditanda tangani maupun direkomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. . (2) (3) (4) (5) (6) Menerima arah kebijakan strategis .. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol . (5) koordinasi dalam pelayanan telekomunikasi. (3) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional (4) koordinasi dalam hal penggunaan kekuatan personel Sitipol yang dlibatkan dalam operasi kepolisian yang digelar Polres. / (2) Menerima. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran e) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Sumda Polres (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

penyuluhan. Menerima usulan UKP. (2) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. UKG. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. 107 kekuatan dan f) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi.(4) (5) (6) (7) Koordinasi dalam upaya pengembangan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran h) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasium Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. dan kebutuhan administrasi lainnya. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan g) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasi Propam Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . (4) Koordinasi penyiapan alat komunikasi dan penyampaian informasi dalam hal kegiatan rapat-rapat atau kegiatan lainnya tentang tugas Kepolisian. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. / (2) Koordinasi…. i) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. pengumpulan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.

Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag.. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Reskrim. Sat dan Polsek Jajaran. k) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Intelkam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya . Si dan Polsek jajaran. / (3) Koordinasi.(2) (3) (4) j) 108 Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. (3) (4) (5) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran. RKA-KL dan POK Polres. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol Menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sitipol Polres sesuai DIPA. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Hubungan Kasitipol dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita dan perkembangan situasi kamtibmas dari jajaran l) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi Koordinasi dalam pemantauan kegiatan Operasional Bag.. Sat. Koordinasi tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas..

109 (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat sabhara guna mendukung pelaksanaan tugas Sat sabhara Polres. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kegiatan masyarakat di Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. / (6) Koordinasi. (5) Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi . n) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) (7) o) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Sat Binmas. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag.. Sat dan Polsek Jajaran. Sat dan Polsek jajaran. Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat binmas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat binmas Polres. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamtibmas di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran dalam pelaksanaan kegiatan patroli quick respon. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional... m) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Binmas ke Jajaran.

Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikas Koordinasi dalam hal pendataan tahanan dan barang bukti di masing-masing Polsek jajaran Polres yang meliputi makan dan perawatan tahanan termasuk kesehatan fisik dan mental tahanan serta fasilitas dan kondisi ruang tahanan dan keadaan barang bukti. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Lantas ke Jajaran. / r) Hubungan. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamseltibcar lalu lintas di wilayah Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres...(6) p) 110 Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Sabhara ke Jajaran. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Menerima laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. (2) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Tahti (6) (7) (8) (9) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. data dan jaringannya. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Lantas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres. r) Hubungan Kasitipol dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) q) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . (4) Menerima laporan bulanan gangguan kamtibmas. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. (3) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. (6) Meneruskan kebijakan.

Menerima petunjuk. 2) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kapolsek dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik. Binkar. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Binrohtal dan Binkatpuan. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Melaksanakan Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Polsek 1) Hubungan vertikal a) Hubungan Kapolsek dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. b) Hubungan Kapolsek dengan Waka polres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.111 r. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek... arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Koordinasi dalam penunjukan anggota untuk dilibatkan dalam Operasi Kepolisian Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Memberikan Laporan Bulanan kegiatan Polsek dan kejadian di kewilayahan Polsek. (2) (3) (4) (5) (6) b) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah. / (2) Melaksanakan. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Menerima petunjuk. ..

. . Menerima arah kebijakan strategis . dan kebutuhan administrasi lainnya. pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. Lakip. (6) Koordinasi dalam hal penyampaian surat dan laporan ke Kapolres.(5) (6) (7) 112 Memberikan usulan UKP. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administra Umum yang meliputi kesekretariaatan. c) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . (5) Meneruskan kebijakan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. urusan dalam. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. Menerima petunjuk. ketatausahaan. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. UKG. (2) Menerima bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan.. kebersihan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. penyuluhan. ketatausahaan. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran .. / Menerima. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

(3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek. . Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. / (5) Melaksanakan. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota Polsek. f) Hubungan Kapolsek dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota Polsek. Menerima bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. g) Hubungan Kapolsek dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (8) Meneruskan kebijakan.113 e) Hubungan Kapolsek dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk adalah garis koordinasi. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek 3) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kapolsek dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitrai keuangan. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek...

petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek e) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Binmas . Hubungan Kapolsek dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . d) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek / d) Hubungan….(4) (5) b) 114 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan terhadap Masyarakat. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas. Si dan Polsek jajaran. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara tindak pidana penyalah gunaan narkoba. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. Sat.

pengadministrasian. . Melaporkan data jumlah tahanan dan barang bukti. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit Sabhara Polsek. Memberikan laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Koordinasi dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. Memberikan laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas f) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis Koordinasi / laporan. Menerima petunjuk tentang perumusan atau pengembangan system dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapols dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. (2) (3) (4) (5) h) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam bidang perawatan. Menerima arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas Polsek yang membutuhkan atensi pimpinan. (3) (4) (5) g) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi / laporan. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. / (2) Koordinasi….(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 115 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. Menerima pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Menerima petunjuk. Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Menerima arah kebijakan strategi Polsek di bidang Operasional guna dituangkan dalam perencanaan operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Polsek.

Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. hal (2) (3) c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolsek dengan Kecamatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan.116 i) Hubungan Kapolsek dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Memberikan laporan bulanan gangguan kamtibmas.. / (2) koordinasi. data dan jaringannya. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam penyalahgunaan narkoba. Koordinasi Pembinaan dan penyuluhan terhadap Masyarakat.. b) Hubungan Kapolsek dengan Dinas Pendidikan (1) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. (6) Menerima kebijakan. BAB IV .. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. (2) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. (3) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Memberikan laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek.

M. Satuan Fungsi. horizontal maupun diagonal. MOH.Si AKBP NRP 67050615 . Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA Ttd Drs. Seksi dan Polsek jajaran Polres secara melekat dalam pelaksanaan tugas anggota sehingga tugas yang akan dicapai sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan hubungan pimpinan dengan anggota terjalin secara sinergi sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan – penyimpangan anggota dalam pelaksanaan tugasnya. Satuan fungsi. HENDRA SUHARTIYONO. Pengawasan dan pengendalian di lingkungan Polres dilaksanakan oleh masingmasing pimpinan Bagian. BAB V PENUTUP Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja dan Pertelaan Tugas di lingkungan Polres ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman bagi masing-masing Bagian.117 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan guna memperoleh hasil yang optimal. Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terdapat perkembangan yang bersifat khusus dan Kapolres dapat memberi arahan untuk mendapat keputusan dalam pemecahannya. Seksi dan Polsek jajaran Polres. sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal. Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) DI LINGKUNGAN POLRES & POLSEK POLRES TASIKMALAYA KOTA DESEMBER 2010 .118 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jalan Letnan Harun No.

bersama ini dikirim kepada KA. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA ttd Drs. HENDRA SUHARTIYONO. Surat Kapolda Jabar Nomor : B / 18137 / XII / 2010 / Rorena tanggal 1 Desember 2010 tentang HTCK Polres dan Polsek. Irwasda Polda Jabar. Desember 2010 Kepada Yth. 2010 Tasikmalaya. Karorena 1. 2.119 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jl. Demikian untuk menjadi periksa. 3. 2. Polres Tasikmalaya Kota sebagaimana terlampir. Tasikmalaya. . Kapolda Jabar. Letnan Harun No. Sehubungan dengan hal tesebut di atas.Si AKBP NRP 67050615 Tembusan : 1. Kota Tasikmalaya 46151 Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 1190 / XII / 2010 / Bagren BIASA Satu berkas HTCK Polres Tasikmalaya Kota TA. KEPALA KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT di Bandung u. Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polres dan Polsek. MOH. M.p.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful