1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA KOTA HUBUNGAN DAN TATA CARA

KERJA DI LINGKUNGAN POLRES DAN POLSEK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi Polri yang pada intinya menghendaki perlu adanya suatu perubahan pada tubuh Polri baik perubahan yang menyangkut aspek struktural, aspek kultural maupun aspek instrumental dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Perubahan dari aspek instrumental ditandai adanya penyempurnaan atau pembaharuan berbagai piranti lunak atau aturan – aturan yang ada / berlaku pada Polri dan mengatur tentang mekanisme kerja atau hubungan kerja antar pejabat di lingkungan Polri, baik ditingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. Pelaksanaan tugas Polri dapat dilaksanakan dengan baik tentu karena adanya komonikasi atau hubungan antar fungsi secara sinergi dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan, hal tersebut perlu disusun Hubungan dan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polres.

b.

c.

2.

Dasar a.
b.

c.
d.

e.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang KePolisian Negara Republik Indonesia Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember 2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik Indonesia. Surat Keputusan KaPolda Jabar No. Pol. : Skep / 571 A / XI / 2003 tanggal 8 Nopember 2003, tentang Naskah sementara hubungan dan Tata cara kerja di lingkungan Polda Jabar. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010, tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polri.

3.

Maksud dan Tujuan a. Maksud Memberikan gambaran mengenai Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan serta hubungan antar komponen atau unsur dalam organisasi di tingkat Polres / Polsek. /b. tujuan…..

2 b. Tujuan Memperjelas hubungan hubungan dan tata cara kerja antra unsur yang ada dalam organisasi Polres / Polsek sehingga pelaksanaan Tupoksi dapat dicapai secara maksimal. 4. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah HTCK Polres / Polsek ini memuat hubungan dan tata cara kerja atau mekanisme kerja antar unsur organisasi di Tingkat Polres / Polsek dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian. 5. Tata Urut BAB BAB BAB BAB BAB 6. I II III IV V PENDAHULUAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI POKOK-POKOK HTCK PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENUTUP

Pengertian-pengertian a. Hubungan Adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen/unsur-unsur pengembangan fungsi dalam suatu organisasi. b. Tata Cara Kerja Adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam melaksanakan kerja di lingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan hubungan fungsional antar komponen/unsur-unsur dalam organisasi tersebut. c. Hubungan Tata Cara Kerja yang selanjutnya disebut HTCK Adalah suatu prosedur yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen/unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi Polri dengan unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi atau lembaga Pemerintah non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transparan, proporsional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mencapai tujuan yang diinginkan. d. Kepolisian Negera Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri Adalah suatu instansi pemerintah atau Aparatur Pemerintah setingkat Departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. e. f. Unit Orgnisasi Adalah organisasi Polri, dimana Kepala Unit Organisasi dijabat oleh Kapolri. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker Adalah satuan pengguna anggaran / pengguna barang yang berada di lingkungan Polri. /g. Tugas…..

3 g. Tugas Adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu organisasi. h. Kegiatan Adalah penjabaran dan atau bagian dari pada program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja di lingkungan Polri sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran program/rencana kerja Polri. i. Tugas Pokok Adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi tanggungjawab dalam suatu organisasi.
j.

Peran Adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi Polri dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan fungsi Polri dengan satuan fungsi Polri lainnya.

k.

Wewenang Adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat di lingkungan Polri untukmengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab di bidangnya masing-masing.

l.

Tanggung Jawab Adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap pejabat atau staf di lingkungan Polri untuk memepertanggungjawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada kesatuannya masing-masing.

m.

Bentuk Adalah wujud (lurus/sejajar/mendatar/horizontal) ; tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas/vertikal) ; diagonal.

n.

Hubungan Vertikal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas.

o.

Hubungan Horizontal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka koordinasi yang bersifat lurus/sejajar/mendatar atau setingkat.

p.

Hubungan Diagonal Adalah keterkaitan antar fungsi sifatnya tidak vertikal/tidak horizontal dan dapat menjangkau eselon lain yang lebih tinggi maupun antar fungsi di lingkungan Polri.

q.

Hubungan Lintas Sektoral adalah kerjasama dengan instansi/lembaga diluar Polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggungjawabnya. /BAB II….

tata naskah dan registrasi naskah dinas dari Bag/Sat/Sie dilingkungan polres dan Polsek. pengendalian pembukuan dan akutansi. FUNGSI DAN KEGIATAN 7. Mengarsipkan naskah dinas meliputi pemeriksaan. d) e) f) g) h) i) j) k) b. Mereproduksi dan mendistribusikan naskah dinas di lingkungan polres. pelaporan serta pertanggung jawaban keuangan b) Fungsi a) b) c) d) Penyelenggaraan fungsi Sikeu. Penyelenggaraan perwabku. SIUM a) Tugas Menyelenggarakan dan membina terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas pimpinan yang mencakup fungsi kesekretariatan. Penyelenggaraan pembukuan dan akutansi. kearsipan.. Membuat dan mengajukan rencana kebutuhan personel dan anggaran termasuk membuat rincian anggaran biaya SekSium. Tugas pokok. Melaksanakan kegiatan kantor pos di lingkungan Polres. Membuat Laporan Evaluasi Kinerja bulanan dan pelaks giat lainnya. SIKEU a) Tugas Menyelenggarakan pelayanan fungSikeu yang meliputi pembiayaan. Memelihara dan merawat Sarpras yg menjadi tgg jwb Polres. Penyusunan adm um dan perencanaan. Pelayanan Markas Kegiatan Menyiapkan bahan dan data dalam penyusunan perencanaan Polres. fungsi dan kegiatan Seksi a. upacara dan rapat pimpinan. Menyelenggarakan kegiatan protokoler. Melaksanakan pendistribusian surat sesuai disposisi Pimpinan. . pengklasifikasian serta pemeliiharaan dan penyimpanan naskah dinas di lingkungan Polres.4 BAB II TUGAS POKOK. dan administrasi umum lainnya serta pelayanan markas di lingkungan Polres b) a) b) c) c) a) b) c) Fungsi Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum Penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan dan kearsipan. Meneliti naskah dinas. /c) Kegiatan….. Membuat Rencana Kegiatan SekSium.

(Provoost). Realisasi anggaran. Melaks pengkajian atas dumas dan anggota (Propam). fasilitas dan jasa serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan. . Membuat Lap Perwabku. b) Fungsi a) b) c) d) e) c) Penyelenggaraan Pelayanan pengaduan masyarakat. /b) Pemberian…. Melaks Binteknis (Provost). Mengajukan rekom.5 c) Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) c. Melaks Giat Gaktibplin. Melaks binteknis perwabku. Mengajukan penggajian dan tunjangan. a) Mendistribusikan gaji. d. Pelaksanaan Bindisipiln dan Tatib. termasuk bidang material. Mengecek Kelengkapan Perwabku. Lap bul kinerja. Membuat Lap. Membuat neraca keuangan. SIWAS a) Tugas Menyelenggarakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan oleh semua unit kerja khususnya dalam proses perencanaan. Melaks Lap dan adm umum. Pelaksanaan Pengamanan Internal. Perencanaan umum dan adm. (Paminal). (Paminal). Mengkoord dgn fungsi terkait (Propam). Melaks riksa thd pers yg bermsl (Provoost). SIPROPAM Tugas Menyelenggarakan yan dumas ttg penyimpangan prilaku tindakan angg Polri. pelaksanaan pencapaian rencana kerja. Akreditasi Profesi Polri. Membuat buku kas. Bin disiplin dan tatib termasuk Paminal dlm rangka penegakan disiplin dan pemuliaan profesi. Pembukuan dan akutansi. Pulbaket. Mengecek sahnya tagihan. Melaks sidang disiplin/KE/Sidang Profesi (Paminal). Menyusun Lap. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Menerima lap/du mas dan anggota (propam). usulan renbut. Pelaksanaan pemulihan profesi.

1) Bagian Operasional Tugas Merencanakan. Penyelenggaran Lat Pra Ops. Kegiatan a) Subbag Bin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Menyusun Prinlaks Ops. Mengendalikan pelaks ops. Fungsi dan kegiatan Bagian a. termasuk latihan pra operasi. Pemberian saran tindak thd penyimpangan.. Melaks Lat Pra Ops. Membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka acuan kerja. 8. . Melakukan verifikasi mutasi pejabat di lingk. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Melakukan supervisi ke semua unit kerja secara berkala. Melaks koord intern dan ektern. Pelaks Koord Pelaks humas dan PPID. Melaks pengkajian masalah atas pelaporan. Subbag Dal Ops (1) (2) Membuat anev ops. Menelaah Lapgiat fung. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polres. Membuat saran tindak. Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan. Membuat laporan bulanan. Membuat Laporan hasil Ops.6 b) Fungsi a) b) c) c) Pelaksanaan monitoring secara rutin maupun insidentil. serta melaksanakan fungsi hubungan masyarakat termasuk pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID). Ajuan renbut gar Ops. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Perencanaan. Melaks koord dgn fungsi terkait. pengendalian dan operasi. Sun sprin Ops. mengendalikan dan menyelenggarakan administrasi operasi kepolisian. Penyiapan sarpras duk Ops. Polres dan Polsek. Penyusunan adm umum dan perencanaan. Tugas Pokok. melaksanakan koordinasi baik dalam rangka keterpaduan fungsi maupun dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. / c) Subbag….

Menyusun UKP dan UKG. Mengusulkan tanda penghargaan personil. Latkatpuan. Penyelenggaraan administrasi logistik. (7) Membantu penyelenggaraan seleksi penerimaan calon anggota Polri. Penyelenggaraan pelayanan bantuan dan penerapan hukum. pembinaan dan administrasi logistik serta pelayanan bantuan dan penerapan hukum. Melaksanakan dokumentasi peliputan kegiatan satuan. Menyelenggarakan latihan fungsi. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan administrasi personil. pelatihan fungsi dan pelayanan kesehatan. perjalanan dinas. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) (1) (2) (3) (4) (5) a) Penyelenggaraan pembinaan personil. c) Subbag Humas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Melaksanakan giat Penerangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tupoksi Kepolisian. Subbag Pers Kegiatan Menyusun Rengiat Subbag Pers. Penyelenggaraan pelatihan fungsi. (14) Melayani usulan catur sakti. b. Melaksanakan monitor terhadap informasi media. . ijin cuti. Menyiapkan bahan / data untuk press rilis. (11) Melaksanakan Binrohtal. (9) Melaksanakan sidang NTCR. Membuat laporan dan administrasi. dan meluruskan opini publik. (8) Melayani pembuatan KTA. (16) Mengusulkan personil Polri / PNS untuk mengikuti Dikjur dan Dikbang. (12) Melaksanakan pelayanan kesehatan personil dan keluarganya. pembuatan sprint anggota. (6) Melaks DPK (Dewan Pertimbangan Karier) jab berpangkat IPTU kebawah. Bidang Sumber Daya 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan dan administrasi personel. (15) Mengusulkan penggantian biaya pengobatan anggota Polri dan PNS yang sakit ( restitusi ). Memberikan binteknis kehumasan kepada Polsek Jajaran. Membuat panel data. Menyusun Renmut personil. KPI. (13) Melaksanakan pemakaman anggota yang meninggal dunia. Melaksanakan kerma dengan media cetak dan elektronik. (10) Mengusulkan pengakhiran dinas.7 (3) (4) Mengkompulir data hasil ops.

8 / (17) Melaksanakan. Menyampaikan usulan saran pendapat hukum ke Bidkum Polda. Pelaksanaan anev program dan anggaran. Merencanakan dan menyusun RKA-KL dan DIPA tingkat Satker.. mengendalikan program dan anggaran serta analisa dan evaluasi atas pelaksanaannnya termasuk ren program pengembangan satwil. Menyelenggarakan pendistribusian BBM. Pengembangan satuan kewilayahan.. 1) Bidang Perencanaan Tugas Menyusun renja dan anggaran. Melaks koord dg insts terkait dlm rangka proses lelang pengadaan barang/jasa. Menyelenggarakan pendataan SIMAK BMN. (18) Melaks Administrasi pelaporan. (17) Melaksanakan keSabharaan jasmani. c. Mengusulkan pelaksanaan psikotest pemegang senpi. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Penyusunan renja dan anggaran. Melaks har matfasjas. Mengusulkan kebutuhan Matfasjas. (19) Melaks tugas Kepolisian lainnya. Menyelenggarakan penyuluhan hukum. b) Subbag Sarpras (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) c) Menyusun Rengiat Subbag Sarpras. Menyusun dan membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Reference ( TOR ). Memberikan masukan dan koord dg pengemban fungsi hukum dg Insts lain. Melayani pembuatan kartu senpi. Merencanakan dan menyusun penetapan kinerja Polres. Menyelenggarakan pendistribusian Kaporlap. Pengendalian program dan anggaran. Melaksanakan revisi RKA-KL dan DIPA. Subbag Hukum (1) (2) (3) (4) Memberikan bantuan hukum dan nasihat hukum kepada anggota Polri dan PNS. Menyusun dan membuat Rincian Anggaran dan Biaya ( RAB ).. . Kegiatan a) Subbag Progar (1) (2) (3) (4) (5) (6) Menyusun dan melaksanakan pemutakhiran data dalam rangka menentukan kebutuhan anggaran Satker.

Tugas Pokok. dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan. Mengumpulkan. Memberikan paparan tentang gangguan Kamtibmas yang menonjol kepada SPKT yang bertugas berikutnya. Pelayanan masyarakat . Penyiapan registrasi pelaporan. Memberikan sosialisasi dan arahan teknis hasil penyusunan RKA-KL dan DIPA Satker. Mengecek kehadiran anggota SPKT . prasarana dan ATK yang diperlukan. Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu 1) Tugas Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. penyusunan dan penyampaian laporan kepada Kapolres/TA. Membuat laporan realisasi anggaran (LRA). Menerima dan mengecek usulan anggaran yang diajukan oleh Sub Satker. Fungsi dan kegiatan Satuan a. bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Membuat laporan pelaksanaan Triwulan DIPA. . (8) Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renja dan Renja Satker. Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renstra dan Renstra Satker. (10) Menyusun dan membuat telaahan staf tingkat Satker. Membuat adm pelaporan. (12) Membuat adm pelaporan. (9) Menyusun HTCK tingkat Satker. (11) Melaksanakan sosialisasi Reformasi Birokrasi Polri (RBP). mengelola data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program dan anggaran.9 / (7) Memberikan…. (7) b) Subbag Dalgar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menyusun rencana penyerapan anggaran Satker. Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu. Memimpin serah terima tugas jaga fungsi. Mengecek kondisi sarana. Penyajian informaSium berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan. 9. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan. Menyusun bahan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian. SPKT (1) (2) (3) (4) (5) Kegiatan a) Melaporkan situasi Kamtibmas kepada Waka / Kapolres.

Fungsi a) . berkaitan dengan situasi kamtibmas ( PLN. Memelihara sarana prasarana yang ada guna penigkatan pelayanan kepada masyarakat. II dan III (1) (2) (3) (4) c) Banit (1) (2) (3) (4) (5) (6) b. Membatu tugas Banit dalam pelayanan kepada masyarakat. Damkar. Membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). Sat Intelijen 1) Tugas a) b) c) d) 2) Menyelenggarakan dan membina fungsi Intelijen bidang keamanan. (7) Memonitor pelaksanaan tugas pelayanan maupun opsnal di Polres dan situasi kamtibmas di jajaran Polsek. Telkom. Kepolisian baik sebagai bagian dari kegiatan Satuan Intelkam maupun sebagai bahan masukan penyusunan rencana kegiatan opreasional dan peringatan dini ( Early Warning ). Melaksanakan tugas SPKT apabila SPKT berhalangan. Derek ). (8) Mengajukan rencana kebutuhan / anggaran. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing.10 / (6) Mendatangi…. Memberikan pelayanan administrasi dan pengawasan senjata api atau bahan peledak. pengawasan terhadap pelaksanaannya. b) Unit I. kegiatan sosial politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada masyarakat serta melakukan pengamanan. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Satuan Intelkam. pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen. termasuk perkiraan intelijen. Membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan. Membuat Laporan Polisi (LP). Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. senjata api dan bahan peledak. persandian. Penyelenggaraan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan antara lain persandian dan produk intelijen di lingkungan polres. Membantu SPKT dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. orang asing dan kegiatan sosial atau politik masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. termasuk persandian dan produk intelijen. Melaporkan kondisi sarana prasarana kepada Unit. (6) Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK).

penyimpanan dan pemutakhiran tokoh Politik. Lakip.. penyimpanan dan pemutakhiran biodata tokoh formal atau informan organisasi social masyarakat. senjata api dan bahan peledak serta kegiatan sosial atau politik masyarakat dan SKCK kepada masyarakat yang membutuhkan serta melakukan pengawasan dan pengamanan atas pelaksanaan. 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan kegiatan oparasional intelijen kemanan guna terlaksananya deteksi dini ( Early detection ).11 b) c) d) e) f) / b) Pelaksanaan. ketatausahaan. dan urusan dalam. Melakukan analisis terhadap setiap perkembangan keadaan yang dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. . Pelaksanaan kegiatan opreasional intelijen kemanan guna terselenggaranya deteksi dini ( Early Detection ) dan peringatan dini ( Early Warning ) melalui pemberdayaan personil pengemban fungsi Intelijen. Menyusun laporan bidang intelijen. orang asing. Penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian pimpinan. Unit I Politik (1) (2) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan politik. Melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat. Menyusun prakiraan Intelijen keamanan. b) Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) (5) c) Menyusun administrasi perencanaan antara lain. Pelayanan surat izin atau keterangan kegiatan sosial masyarakat (keramaian. Mengumpulkan data dan informasi dari media massa / sumber terbuka lainnya. Pengdokumentasian dan penganalisaan terhadap perkembangan lingkungan strategi serta penyusunan produk intelijen untuk mendukung kegiatan polres.. Melaksanakan kegiatan administrasi umum. TOR. peringatan dini ( Early Warning ) dan deteksi aksi ( Early Action ) Melaksanakan kegiatan penyelidikan suatu perkara / gangguan kamtibmas. rapat. Pengumpulan. dan lain-lain) atau politik. Penetapan Kinerja Rengiat. politik dan pemerintah.. SKCK dan yang menyangkut orang asing. Pemberian pelayanan dalam bentuk surat ijin atau keterangan yang menyangkut. Melaksanakan pengumpulan. Melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap kelompokkelompok masyarakat.

penyimpanan dan pelaporan hasil pelaksanaan.. g) Unit V Sandi (1) (2) Pengiriman. menyelenggarakan pembinaan. Menyusun pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Unit Keamanan. menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum.. 2) Fungsi a) b) Penyelenggaraan pembinaan dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Menyelenggarakan dokumentasi guna menyusun data dan rekaman hasil pelaksanaan tugas Polri.. . pengawasan dan pengendalian serta perijinan senjata api dan amunisi dan bahan pelefak serta alat / bahan berbahaya lainnya. Melakukan penggalangan dalam upaya menciptakan kondisi tertentu di dalam masyarakat/orang asing yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Sat Intelkam. Melaksanakan pengumpulan. c. Tugas Sat Reskrim Menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP. penerimaan dan pengarsipan berita-berita rahasia. d) Unit II Ekonomi (1) (2) e) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan unit Sosbud. memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. Unit IV Keamanan (Was Senjata api dan handak) (1) (2) Menyelenggarakan pengamanan. Penerapan SP2HP secara transpran dan akuntabel. Unit III Sosial Budaya (1) (2) f) Melaksanakan pengawasan administratif terhadap kegiatan sosial masyarakat. h) Unit VI POA (1) (2) Melaksanakan pengawasan orang asing melalui pemberian izin. koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundangundangan.12 / d) Unit. keterangan dan rekomendasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(3) Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. Penyelenggaraan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. b) Urmintu (1) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. antara lain Renstra. (4) Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. perawatan administrasi dan ketatausahaan personel satuan reskrim. serta mempelajari dan mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas satuan reskrim.c) d) e) f) g) h) 13 Pemberian pelayanan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. dan. tahunan dan lima tahunan. (5) Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. Pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan Satuan Reskrim. (2) Melakukan pemeliharaan. 3) Kegiatan a) UrBin Ops (1) Melaksanakan pembinaan Personil satuan reskrim melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. Rancangan Renja. (2) Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. Penganalisisan kasus beserta penanganannya. (6) Menyusun laporan bulanan. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. c) Unit Idik I . (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. Penyelenggaraan pelayanan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. Penyelenggaraan koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan. (3) Melaksanakan latihan fungsi. koreksi. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Reskrim. kebutuhan sarana prasarana. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. program dan anggaran. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. Renja. dan anggaran. sasaran. personel. (10) Melaksanakan supervisi.

. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik.(1) (2) 14 Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Sat Narkoba 1) Tugas menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Narkoba. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. pencegahan. (4) Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik.. (3) Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan Narkoba 2) Fungsi a) b) c) 3) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika. psikotropika dan obat obatan berbahaya. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. observasi. observasi. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Penyelenggaraan pengawasan terhadap predaran narkotika. surveillance. / (2) Melaksanakan. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. (2) Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. (3) (4) (5) (6) (7) d) Unit Idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. (6) Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Melakukan interview. (7) Melakukan interview. d. pencegahan. (5) Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Kegiatan a) Urbin Ops . psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Penyelenggaraan pembinaan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. surveillance. serta koordinasi dalam rangka pembinaan.. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan narkoba.

(3) Melaksanakan latihan fungsi. koreksi. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana b) Urmin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) c) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. personel. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Sat narkoba. program dan anggaran. Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan.(1) (2) 15 Melaksanakan pembinaan Personil Sat narkoba melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. kebutuhan sarana prasarana. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. dan anggaran. antara lain Renstra. perawatan administrasi dan ketata usahaan personel satuan reskrim. tahunan dan lima tahunan. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan.. Menyusun laporan bulanan. / (3) Melaksanakan. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Rancangan Renja. sasaran. Renja. surveillance. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Melakukan pemeliharaan. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. . Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal.. Unit Idik I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. observasi. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. (10) Melaksanakan supervisi. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja.. Melakukan interview.

Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Sat Binmas 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan teknis Polmas dan kerja sama dengan instansi pemerintah/ lembaga/organisasi masyarakat. observasi.16 d) Unit idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan bimbingan teknis fungsi Binmas.. Peningkatan hubungan sinergitas Polri – masyarakat. Membuat renlat. Kegiatan a) Urusan Pembinaan Operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membantu pelaksanaan tugas administrasi Sat Binmas. Pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dan pengembangan manajemennya. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik.. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) Membuat rengiat. Mengumpulkan dan mengolah data serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Binmas dilingkungan Polres. . pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka memberdayakan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan serta meningkatkan hubungan sinergitas Polri-masyarakat 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Penyelenggaraan pembinaan teknis Polmas. (2) (3) (4) (5) (6) (7) e. Penyenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah / lembaga/ organisasi masyarakat. surveillance. Melakukan interview. Pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. / (2) Melaksanakan.. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Pemberdayaan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan.

dan Pelaksanaan pengawasan dan pebinaan pada keamanan lingkungan. Pembinaan peningkatan kemampuan personil pelaksana Polmas.. Pendistribusian surat-surat keluar. (7) Peningkatan pelatihan kemampuan Senkom Mitra Polri.. Mengadakan pelatihan dasar Satpam.. Membuat surat perintah tugas. Pengelolaan tata naskah surat masuk dan keluar. . (8) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Membuat laporan kegiatan. Melaksanakan pembinaan terhadap pelajar dan mahasiswa. (10) Melaksanakan pembinaan dan koordinasi terhadap Kepolisian Khusus. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Unit Binpolmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Melaksanakan sosialisasi perpolisian masyarakat. / (6) Pengelolaan. Toda. dan Pondok Pesantren. (6) Melaksanakan pembinaan terhadap saka bhayangkara dan PKS. Menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas alat-alat kepolisian khusus dan keamanan swakarsa. Tomas. Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pembentukan Polmas Unit Bintibmas (1) (2) (3) (4) (5) Melaksanakan pembinaan terhadap potensi masyarakat. Mengagenda surat masuk dan keluar. Peningkatan pelatihan kemampuan Satpam. Melaksanakan pembinaan terhadap petugas perparkiran. Melaksakan penataan kearsipan. Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ngambang. Mengadakan koordinasi dengan pimpinan alat kepolisian khusus dalam rangka pelaksanaan tugas. Peningkatan pelatihan kemampuan Kaposkamling. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan. Melaksanakan pembinaan alat-alat kepolisian khusus. Melaksanakan pembinaan terhadap Relawan. e) Unit Binkamsa (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pam swakarsa. (9) Melaksanakan silaturahmi kamtibmas pada Toga. Pemberdayaan potensi masyarakat dan membangun kemitraan melalui program Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat ( FKPM).17 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) c) Menyusun rencana anggaran kegiatan.

semester dan tahunan ) c) Unit Turjawali (1) (2) (3) Melaksanakan pengaturan pada tempat – tempat yang berpotensi kerawanan laka lantas. kegiatan masyarakat dan instansi.. Rumdin pejabat ) maupun pos-pos sementara seperti keramaian. mengolah dan menyajikan data untuk evaluasi pelaksanaan tugas shabara. Pelaksanaan SAR terbatas dan masalah – masalah kontijensi. Sat. . Pelaksanaan tugas penanganan tindak pidana ringan (TIPIRING) dan pengamanan tempat kejadian perkara (PTKP) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terkait masalah pelanggaran dan tindak pidana... pengawalan.18 / f. Memfloating anggota pada objek – objek yang memerlukan pengamanan. Sat Sabhara 1) Tugas a) b) 2) Melaksanakan kegiatan – kegiatan prefentif dan refresif dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas. Melaksanakan dinas kepolisian lain. Mengumpulkan. Memberikan bimbingan teknis pada unit shabara polsek. Membuat surat perintah dalam setiap pelaksanaan tugas – tugas fungsi shabara. patroli dan pelayanan unjuk rasa / pengendalian masa ) dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat. c) 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membuat prencanaan tugas sesuai dengan perkiraan intelijen harian. Fungsi a) b) Pelaksanaan tugas – tugas pengamanan ( penjagaan. f. Membuat rencana anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas. Membuat anev pelaksanaan tugas ( bulanan. laka kerja. pengaturan. Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) Membuat rencana kegiatan satuan fungsi shabara. ganguan lalu lintas dan gangguan kamtibmas lainnya. Membuat perencanaan pelatihan peningkatan fungsi. Melaksanakan penjagaan baik pada pos-pos tetap ( Mako. Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas.

/ d) Unit. g. Pengaturan. d) Unit Pam Obvit (1) (2) Melaksanakan penjagaan terhadap objek vital pemerintah dan swasta.. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) Penyelenggaraan dan Pembinaan fungsi Lalu lintas Kepolisian. keselamatan. laka pesawat) dan pelaksanaan SAR terbatas. Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa lalu lintas. Melaksanakan pengamanan terhadap kejadian – kejadian kontijensi (bencana alam. ketertiban dan kelancaran Lalu lintas. Registrasi dan Identifikasi pengemudi / Kendaraan Bermotor.. Pengawalan dan Patroli. . e) Unit Dalmas (1) (2) Melaksanakan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan unjuk rasa.(4) 19 Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. Pemeliharaan Kamseltibcarlantas.. Melaksanakan Anev. Penyidikan Kecelakaan Lalu lintas dan Penegakan Hukum dibidang Lalu Lintas guna memlihara keamanan. yang meliputi Penjagaan. Melaksanakan Manajemen Personil. Pengelolaan Teknologi Informasi dan dokumentasi lalu lintas. laka KA. Sarpras dan Kinerja. Pendidikan Masyarakat dan rekayasa Lalulintas. Penyidikan Laka Lantas dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas. Penyelenggaraan Turjawali Lantas. Kaur Mintu (1) (2) (3) Membuat Rencana Kegiatan. Sat Lantas 1) Tugas Menyelenggarakan dan Membina fungsi lalu lintas Kepolisian. Melaksanakan pengawalan terhadap personil dan materil objek vital pemerintah dan nasional. Kegiatan a) Kaur Bin Ops (1) (2) (3) b) Melaksanakan Pembinaan manajemen Opsnal dan Pelatihan. Melaksanakan Pelayanan Ketatausahaan dan urusan dalam dalam lingkungan Lantas. Penyelenggaraan Registrasi dan identipikasi Pengemudi / kendaraan bermotor.

20 (4) (5) c) Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. Sat Tahti 1) Tugas Menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan. (1) Melaksanakan pencatatan dan registrasi serta pelaporan jumlah tahanan. . h. Penjagaan. Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (3) (4) Membina dan menyelenggarakan tata tertib Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Membina dan Menyelenggarakan Penanganan Pelanggaran Lalu lintas. Melaksanakan Pengaturan. Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. (3) Pembinaan Rekayasa dibidang Lalu lintas. Penyelenggaraan pengamanan. e) f) Unit Laka (1) (2) (3) (4) (5) Menyelenggarakan Pembinaan dan Penanganan Laka Lantas. (2) Melaksanakan Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lantas. STNK dan BPKB.. 2) Fungsi a) b) 3) Penyelenggaraan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan termasuk pembinaan jasmani dan rohani. Melaksanakan TP TKP Laka Lantas. penyimpanan barang bukti dan pengelolaan data barang bukti. Unit Turjawali (1) (2) Melaksanakan Penegakan hukum dan tata tertib lalu lintas. Kegiatan a) Urusan administrasi dan tata usaha. Pengawalan dan Patroli Lalu lintas.. termasuk pembinaan jasmani dan rohani. Mengajukan Berkas Perkara Laka Lantas ke Pengadilan. Unit Reg Ident (1) (2) Menyelenggarakan dan Membina Pelaksanaan Reg Ident Kendaraan Bermotor.. Melaksanakan Penyidikan Laka Lantas. (4) Melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral dalam Pembinaan dan Rekayasa Sarana Angkutan. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. d) Unit Dikyasa (1) Membina dan melaksanakan Kerjasama lintas Sektoral. Pembinaan Pelaksanaan Reg Ident SIM. serta menerima. / (3) Membina. menyimpan dan memelihara barang bukti.

i. Sitipol 1) Tugas bertugas menyelenggarakan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi. penyiapan data.. (3) Melakukan pengamanan. pengamanan dan pemeriksaan tahanan serta fasilitas ruang tahanan secara berkala. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) pemeliharaan jaringan komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. . Melaksanakan penjagaan dan penyiapan makan dan kebersihan ruang tahanan serta fasilitas.(2) b) Melaksanakan pengawasan administrasi keluar masuknya tahanan. / (3) Melaksanakan. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. pelayanan terhadap tahanan yang sakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para tahanan. melaksanakan bimbingan tehnis TIPOL ke Polsek Jajaran. pelayanan dan penyelenggaraan sistem informatika yang meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data. menjaga keluar masuknya dan pengecekan kondisi barang bukti. Mengatur. (3) (4) c) Unit Barang Bukti (1) Melaksanakan administrasi dan registrasi terhadap barang bukti.. 21 terhadap Unit Perawatan Tahanan (1) (2) Melaksanakan pengawasan. Penyajian. dan inventarisasi barang bukti. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. meliputi kegiatan komunikasi kepolisian. (4) Melaksanakan pengadministrasian. melaksanakan evaluasi kinerja Tupoksi Sie TIPOL. Kegiatan a) b) c) d) melaksanakan pemeliharaan jaringan informasi komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. Penyajian. (2) Melaksanakan pengawasan barang bukti. serta penyajian informasi termasuk pelayanan multimedia. Melaksanakan pengawasan dan perawatan kesehatan tahanan. barang bukti registrasi. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. serta pelaporan dan pencatatan terhadap keluar masuknya barang bukti dan kondisi barang bukti.. menjaga dan mengawasi tahanan dan kunjungan ke rumah tahanan dengan menetapkan waktu dan tempat besuk tahanan. melaksanakan penyajian data informasi criminal dan multimedia. penyiapan data.

melaksanakan penyusunan laporan rutin dan laporan insidentil. sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. penyelenggaraan kegiatan pengaturan. keselamatan. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. memberdayakan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas Polri lain dalam wilayah hukumnya. (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir. Intelijen dalam bidang keamanan. serta pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat. pengawalan. termasuk keamanan. penegakan hukum dan pemberian perlindungan. / 2) Fungsi…. pembinaan masyarakat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan. 2) Fungsi a) pemberian pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat. melaks sun rengiat dan renbut (TOR RAB dll). sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dalam organisasi Polri. penjagaan. mengelola kegiatan administrasi umum Polsek sehingga tugas administrasi surat menyurat berjalan dengan tertib. baik sebagai pelaksana kegiatan satuan-satuan atas maupun sebagai pengumpulan bahan keterangan untuk keperluan deteksi dini dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. permintaan bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat. pelayanan pengaduan atas tindakan anggota Polri. b) c) d) e) f) 3) Kegiatan a) Unit Provos Membantu tugas Provos Polres penegakan hukum anggota Polsek. serta melaksanakan penjabaran penerapan Polmas. b) SekSium untuk pembinaan disiplin. .22 e) f) q. dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan. Penyelenggaraan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya serta pelayanan kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. ketertiban dan kelancaran lalulintas. patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Polsek 1) Tugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas.. g) Unit Binmas (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan pemberdayaan polmas. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas.23 (2) (3) c) Sikum (1) (2) d) Mendata anggota yang bermasalah. (2) Melaksanakan pelayanan administrasi masyarakat. melayani masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas. i) Unit Reserse Kriminal (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan enyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. mengayomi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. (3) Melaksanakan tugas-tugas tambahan sesuai perintah Polsek. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. e) Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi.. Mengelola anggaran Polsek sesuai dengan DIPA. / e) Sentra. mengayomi. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. j) Unit Lalu Lintas . mengayomi. Memberikan saran/pendapat hukum. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. f) Unit Intelkam (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan tugas deteksi terhadap kegiatan masyarakat. mengayomi. Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum. Sihumas (1) Mediator antara Polri dengan masyarakat. kerjasama bidang Kamtibmas serta pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. (2) Menyampaikan program unggulan Polres kepada masyarakat. h) Unit Sabhara (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. potensi masyarakat lainnya.

(1) (2) (3) (4) 24 Membantu Polsek dalam melaksanakan tugas fungsi pengaturan lalu lintas dan penjagaan. BAB III POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA 10. Menerima Gelar Opsnal yang dilaksanakan Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. Menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polsek rural. Menangani kecelakaan lalu lintas sampai dengan kejaksaan (P21) di wilayah Polsek Urban. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Hubungan Tata Cara Kerja di Polres Tasikmalaya Kota a.. Menerima laporan pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dalam lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ops. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Perencanaan Operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Bag Ops dan Komunitinya. Kapolres Tasikmalaya Kota a) Hubungan bersifat vertikal a) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Waka Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) b) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Kehumasan Polri tingkat guna di tuangkan dalam program kerja Bag Ops. / BAB …. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan petunjuk. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Memberikan perintah/tugas untuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota dalam hal Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan. (3) (4) (5) .

Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di pembinaan sarana dan prasarana (Logistik) di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota. d) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan.. (5) Memberikan perintah. terutama dalam hal pelaporan hasil Operasi Kepolisian. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. kegiatan dan anggaran yang disusun dalam Renja Polres Tasikmalaya Kota (8) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas dan hasil pruduk perencanaan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan petunjuk dalam penyampaian informasi terhadap Publik..(6) (7) c) 25 Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. (6) Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (3) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun Operasional guna disusun dalam perencanaan Umum dan dituangkan ke dalam Program Kerja Polres Tasikmalaya Kota. peningkatan kemampuan dan pelayanan kesehatan di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (3) (4) (5) . Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan personel. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. / (4) Memberikan. jangka menengah dan jangka panjang.. (4) Memberikan perintah. Hubungan Kapolres dengan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota (1) Menetapkan kebijakan dan strategi Polres Tasikmalaya Kota jangka pendek. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan / penerapan hukum di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laboran. (7) Memberikan kebijakan dalam penyusunan program.

Tasikmalaya Kota dengan Kasikeu Polres f) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) g) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. / (5) Menerima. terutama dalam mendukung kegiatan Pembinaan maupun operasional Polres Tasikmalaya Kota.26 (6) Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. h) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Ka Siwas . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Menerima laporan kemajuan dan pertanggung jawaban keuangan Polda Jabar. e) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasium Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasium Polres Tasikmalaya Kota.. reproduksi dan distribusi surat menyurat serta penyelenggaran kegiatan pos Polri. urusan arsip yang meliputi pemeriksaan klasifikasi serta pemeliharaan dan penyimpanan. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasium Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasi Propam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. upacara. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan kepaniteraan. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan administrasi umum. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sikeu Polres Tasikmalaya Kota.

terutama bidang operasional untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. / (1) Hubungan.. (3) Memberikan petunjuk.(1) (2) (3) (4) (5) 27 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan surat perintah pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan Polsek jajaran.. fasilitas perkantoran. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Siwas Tasikmalaya Kota. k) Hubungan Kapolres dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan . untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. (2) Memberikan petunjuk. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan dan petunjuk dalam pengawasan dan pemeriksaan hasil kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum. (3) Memberikan petunjuk. i) Hubungan Kapolres dengan SPKT Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. j) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. (4) Menerima produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. (3) Memberikan petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota.

(3) Memberikan petunjuk. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. l) Hubungan Kapolres dengan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota 28 maupun (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang Operasional di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota.. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum di bidang tindak pidana narkoba. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota.mendapatkan perhatian baik dari pemerintah masyarakat. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional. m) Hubungan Kapolres dengan Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan petunjuk. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk .. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum pada umumnya. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum tindak pidana narkoba. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kapolres dengan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) n) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat NarkobaPolres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. / (3) Memberikan.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk.

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. .(5) o) 29 dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kapolres dengan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima produk-produk yang dihasilkan Sattahti Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Tasikmalaya Kota dengan Kasitipol Polres Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja. terutama bidang Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. / (5) Menerima. Memberikan petunjuk. (5) (6) p) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Sat Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) q) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Operasional.

terutama yang menyangkut pemb`inaan dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang meliputi kriminal dan manajerial termasuk jaringan telekomunikasi dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. / (4) Menerima. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota.. c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. (3) Memberikan petunjuk. (6) Koordinasi dalam pengamanan VIP (7) Koordinasi dalam Penertiban / rekayasa lalu – lintas. b) Hubungan Kapolres dengan Dinas Pendidikan (1) (2) (3) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. (4) Koordinasi tentang Penyusunan dan sosialisasi Perda. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam hal penyalahgunaan narkoba. r) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. (5) Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. . 2) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolres dengan PEMDA / DPRD (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres.(4) (5) 30 Menerima produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas.. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. (3) Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi.

Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. . jiwa korsa. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam dukungan logistik dalam pelaksanaan Operasional Kepolisian. b) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Bagian Operasional (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres dan Waka Polres serta melaporkan pelaksanaan penyelenggaraan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kapolisian. Menerima pertunjuk dan arahan dalam penyampaian informasiterhadap public. Koordinasi dalam pembinaan personil yang menyangkut profesi. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metoda produk perencanaan. Koordinasi dalam perencanaan kegiatan Polres. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam bidang penyelenggarakan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kepolisian.. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metode produk HTCK. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.31 b.. Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Operasional (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Sumda / (1) Hubungan. moril dan disiplin serta urusan administrasi personil dan karier. Lakip. c) Hubungan Kabag Ops dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ops dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) b) (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) (3) f) Hubungan Kabag Ops dengan Kasium (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik dilingkungan Bag Ops maupun untuk kegiatan Operasional Kepolisian.. Memberikan informasi dalam pemerosesan anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi untuk masukan tata cara urusan arsip yang meliputi pemeliharaan dan penyimpanan. Menerima laporan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam.(2) (3) (4) Koordinasi dalam penyelenggaraan pelaksanaan Operasi Kepolisian. . Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Intelkam Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinas. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyelenggaraan Operasi guna monitor pelaksanaan Operasi Kepolisian. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. 32 pengawasan d) Hubungan Kabag Ops dengan Kasi Ppropam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pencairan dana. Membantu kelancaran klarifikasi personil yang diduga melakukan penyimpangan. Koordinasi yang berhubungan fungsi teknis keuangan. Koordinasi tata cara penyelenggaraan urusan administrasi umum. / (2) Koordinasi... Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran. tata naskah dan distribusi. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.

terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam penyampaian informasi masalah operasional. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor dan identifikasi. (5) Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. . Koordinasi masalah operasional Kepolisian yang berkaitan dengan fungsi Binamitra. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian.(2) (3) (4) c) 33 Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam menyiapkan Rencana Operasi Kepolisian dan penyiapan personil yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. / (5) Koordinasi.. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam kegiatan fungsi Binamitra termasuk penerangan kepada masyarakat tentang peraturan perundang – undangan di bidang operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba.

(4) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional. Koordinasi masalah berkaitan dengan tahanan serta barang bukti. . i) Hubungan Kabag Ops dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Pilgub dan Pilpres berjalan aman lancar terkendali. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. (4) Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi (5) terhadap publik. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. (3) Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. (2) Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi tentang pelaksanaan Pilkades. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik... 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ops dengan Pemerintah Daerah (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. / (2) Koordinasi.(4) g) 34 Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (3) Koordinasi dalam upaya mensukseskan kegiatan Operasional Polri di lapangan. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. j) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolsek (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Pilbup. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian..

e) Hubungan Kabag Ops dengan TNI (1) (2) (3) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Bagian…. Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. arahan dan perintah dari Kapolres dibidang Kepolisian khususnya bidang Sumda. Koordinasi dalam rangka penertiban lalulintas. Bagian Sumber Daya 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Memberikan arahan dan perintah yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian. Mewakili Kapolres untuk mengikuti kegiatan dalam hal Kapolres berhalangan hadir. Hubungan Kabag Ops dengan Dinas Pendidikan 35 penyakit (1) (2) c) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah.(3) (4) (5) b) Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. c. / c. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas bidang Sumda 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ops . Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Hubungan Kabag Ops dengan POL PP (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Memberikan saran pendapat dibidang Sumda. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Menerima petunjuk. penyakit d) Hubungan Kabag Ops dengan DISHUB (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan dibidang Sumda Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Bag Sumda.

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. penggunaan Personel dan logistik. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ops Polres. Lakip. UKG. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam kegiatan pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam bidang Binpers untuk UKP. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (7) Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda dan Siwas. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyuluhan. d) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasi Propam . penyuluhan. penggunaan Personel dan logistik. UKG. Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 36 Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penyuluhan. Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ops untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi dibidang tugasnya. Melaksanakan Koordinasi dibidang Operasional penyiapan personel untuk kegiatan Operasi Menerima usulan untuk UKP. (7) (8) Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ren untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi untuk mendapatkan masukan mengenai perumusan / pengembangan. Melaksanakan Koordinasi dibidang update data personel sescara rutin dan berkala. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka Perencanaan tugas administrasi dan anggaran Bag Sumda. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ren Polres. / (7) Koordinasi….

Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasikeu (a) (b) (c) Koordinasi dalam bidang rencana kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan Bag Sumda dan Sikeu Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) 37 Koordinasi dalam penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan penerimaan calon anggota Polri. penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan seleksi pendidikan. mutasi dan sebagainya. Koordinasi dalam rangka kearsipan. Meminta SKHP dalam rangka kenaikan Pangkat personel dan STNK rahasia untuk keandaraan dinas. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penyuluhan. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (d) (e) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyiapan dan pelaksanaan penelitian bagi personel yang akan mengikuti pendidikan atau dinas keluar negeri. Koordinasi dalam pelaksanaan sidang dan putusan sidang disiplin dalam rangka pembinaan dan memberikan kepastian hukum terhadap anggota. kesekretariatan dan administrasi umum lainnya Koordinasi dalam rangka pelayanan Markas dilingkungan Polres. / (d) Koordinasi. penggunaan Personel dan logistik.. Meminta catatan personel dalam rangka Wanjak yang UKP. Koordinasi dalam penyusunan program dan anggaran Bag Sumda dalam rangka pelaksanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan. dan meminta catatan personel sebagai bahan Wanjak. penggunaan Personel dan logistik. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penggunaan Personel dan logistik. . pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasium (a) (b) (c) (d) (e) (f) Koordinasi yang dalam penyampaian Produk Laporan atau administrasi lainnya yang di sampaikan kepada Kapolres Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil.. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.

38 3) Hubungan Diagonal
a)

Hubungan Kabag Sumda dengan KSPKT
(1) (2) (3) (4) (5)

(6)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan personel pengemban fungsi SPKT. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi penjagaan. Menerima data usulan pembinaan kesejahteraan dan pembinaan karier personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

b)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Intelkam
(1) (2) (3)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Intelkam.

dan

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Intelkam. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (6) Koordinasi....

(6)

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

c)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Reskrim
(a) (b) (c)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Reskrim.

dan

(d)
(e)

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

39
d)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Narkoba
(a) (b) (c) (d) (e)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Sat Narkoba.

dan

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

e)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Binmas
(1)

(2) (3)
(4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

/ f) Hubungan….

f)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Sabhara
(1)

(2)
(3) (4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers, Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

g)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Lantas
(1)

(2)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik.

(3)
(4)

(5)

40 Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

h)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Tahti
(1)

(2) (3)
(4) (5) (6)

(7)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam Binrohtal terhadap tahanan. Koordinasi dalam hal pinjam pakai barang bukti kendaraan Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

i)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasitipol (1) (2)
(3)

Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag, Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (4) Menerima....

(4)
(5)

(6)

Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

j)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolsek
(1)

(2)
(3)

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah, Binkar, Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik, sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas Pendidikan (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas ijazah dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Depag (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Ijazah MA dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS.... Koordinasi mengenai sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dan PNS. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Pengadilan Agama (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Cerai bagi anggota Polri dan PNS. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam rangka Penentuan Harga sertifikasi Tanah milik Polri.(6) 41 Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam rangka kesediaan menjadi tenaga binrohtal d) Hubungan Kabag Sumda dengan KUA (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Nikah bagi anggota Polri dan PNS. Koordinasi mengenai Keabsahan Domisili/ KTP dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil / (1) Koordinasi. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Nikah dari kesatuan.. (1) (2) (3) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Akte Kenal Lahir dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Badan Pertanahan Nasional(BPN ) (1) (2) Koordinasi dalam rangka Pembuatan Sertifikat tanah milik Polri. penyuluhan. Koordinasi mengenai anggota Polri yang melaksanakan Perceraian. Bagian Perencanaan (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolres .. d. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Cerai dari kesatuan.. / e) Hubungan.

menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. b) Hubungan Kabag Ren dengan Waka Polres (1) Menerima petunjuk. rencana kerja dan anggaran. rencana kerja dan anggaran. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. (2) (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Ops (1) (2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.(1) (2) 42 Menerima petunjuk. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Ops . / (3) Koordinasi. rencana kerja dan anggaran. (3) (4) (6) (7) b) Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran dalam pelaksanaan tugas operasional. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. .

(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 43 Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. / (1) Hubungan... Mengusulkan UKP dan UKG personel yang ada di Bag Ren . Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sikeu. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. penyuluhan.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. c) Hubungan Kabag Ren dengan Kasium (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran di bidang pengadministrasian. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. rencana kerja dan anggaran. Lakip. Hubungan Kabag Ren dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Melaksanakan koordinasi di bidang penyelenggaraan perencanaan umum. Memberikan petunjuk dalam pelaksanaan baik di bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sikeu. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam penyusunan rencana keuangan dan anggaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Sumda . Koordinasi dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sium .

Memberikan petunjuk. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sipropam . (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ren dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Memberikan arah kebijakan strategis . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . (5) (6) (7) f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Menerima produk Sipropam . Keppres dan Keputusan Kapolri sesuai bidangnya maupun pendapat dan saran hukum sesuai fungsinya.44 e) Hubungan Kabag Ren dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.. Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan arah kebijakan strategis. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. RPP. / (6) Menerima. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sipropam . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. baik yang berupa konsep RUU.

arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim . Memberikan petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. . Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan arah kebijakan strategis . d) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi…. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Intelkam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.(4) (5) (6) b) 45 Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam . Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan petunjuk. Lakip. Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam rangka menyusun perencanaan umum dan program kerja tingkat Polres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Reskrim . (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . Lakip. Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Memberikan petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Narkoba dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. g) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Lantas . Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.(2) (3) (4) (5) (6) e) Memberikan arah kebijakan strategis . / (5) Koordinasi…. 46 baik bidang disusun dan Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba . Memberikan petunjuk. f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . Memberikan arah kebijakan strategis . perencanaan umum dan anggaran untuk dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba .

baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Tahti dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan petunjuk. i) Hubungan Kabag Ren dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. .(1) (2) (3) (4) (5) (6) h) 47 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi…. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan arah kebijakan strategis . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) (6) j) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolsek Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan petunjuk. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip.

(6) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres kepada Kapolres. pelayanan kebersihan. (2) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas Kapolres yang meliputi fungsi kesekretariaatan. rapat-rapat pimpinan. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di lingkungan sekitar Mapolres. menyiapkan sarana prasarana di ruang rapat. (7) Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan oleh Sium Polres untuk ditandatangani Kapolres.. e. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . / (7) Mangajukan. Menerima petunjuk dan arahan dalam rangka pengajuan dan pengesahan DIPA dalam pelaksanaan anggaran.. Menerima laporan pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. kearsipan dan administrasi umum lainnya.. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (5) Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres serta melaporkan pelaksanaan tugas Sium Polres. Lakip. Sium (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasium dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah dan menyampaikan laporan. Memberikan petunjuk. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ren dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasium dengan Waka Polres . Memberikan arah kebijakan strategis .(a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) 48 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (3) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam administrasi umum yang meliputi korespondensi. (4) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.

2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasium dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan dan kelancaran tugas-tugas Waka Polres. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sipropam Polres. menyiapkan tempat rapat-rapat pimpinan termasuk sarana prasarana ruang rapat. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. b) Hubungan Kasium dengan Kasi Propam (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam penjabaran kebijakan Kapolres. kebersihan. (5) Koordinasi dalam hal pengajuan rekomendasi bagi personel Sium yang telah melaksanakan putusan Ankum. Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan Sium Polres untuk ditandatangani Waka Polres sesuai perintah dan kewenangan apabila Kapolres berhalangan. menyampaikan laporan dan koordinasi sesuai batas kewenangan yang diberikan Kapolres kepada Waka Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Siwas.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 49 Hubungan bersifat vertikal dan diagonal bentuk hubungan adalah garis menerima perintah. c) Hubungan Kasium dengan Kasi Keu . kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sipropam Polres. pelayanan kebersihan. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di sekitar lingkungan Mapolres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sipropam Polres. kebersihan. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan fungsi kesekretariaatan dan administrasi umum yang meliputi korespondensi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan pencapaian rencana kerja Sium Polres. / (5) Koordinasi…. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Siwas.

pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sikeu Polres.(1) (2) (3) (4) d) 50 Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagops Polres. kebersihan. Hubungan Kasium dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horisontal dan hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagren Polres. (6) Koordinasi dalam penyusunan perencanaan Sium Polres yang meliputi perencanaan kerja. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sikeu Polres. RKA-KL dan POK Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagops Polres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam hal penyerapan dan penyaluran anggaran Sium Polres sesuai DIPA. diagonal dan bentuk . (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kegiatan dan anggaran serta perencanaan lainnya. kebersihan.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagren Polres. Hubungan Kasium dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat horizontal dan diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. kebersihan. (4) Koordinasi dalam penggunaan kekuatan personel Sium Polres dalam melaksanakan operasi kepolisian dan kegiatan Kepolisian yang digelar Polres. (4) Koordinasi tentang data Surat menyurat dan giat rapat untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL/DIPA. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Hubungan Kasium dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Lakip. / f) Hubungan. Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.

(5) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagsumda Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. (4) Koordinasi dalam hal pembinaan personel Sium Polres. kebersihan. (b) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat intelkam Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (c) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. c) Hubungan Kasium dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. kebersihan. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat intelkam Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. b) Hubungan Kasium dengan Kasat Intelkam (a) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. / d) Hubungan. penyuluhan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasium dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.51 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. d) Hubungan Kasium dengan Kasat Narkoba . kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagsumda Polres.

g) Hubungan Kasium dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasium dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. . ketatausahaan. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat narkoba Polres. ketatausahaan. kebersihan. / (2) Koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan..52 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat narkoba Polres... (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. f) Hubungan Kasium dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. h) Hubungan Kasium dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat sabhara Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres.

(3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. kebersihan. Menerima petunuk dan arahan dari Kapolres dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan teknis Kapolres di bidang ke uangan polres yang meliputi dari mulai perencanaan pendanaan sampai dengan penyaluran dan laporan keuangan. ketatausahaan. f. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres.53 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.Sikeu 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasikeu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan dersifat vertical dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. / (3) Mengajukan.. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. i) Hubungan Kasium dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. ketatausahaan. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. urusan dalam dan pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. (5) Meneruskan kebijakan. (2) Memberikan bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. kebersihan. j) Hubungan Kasium dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. .

Mengajukan daftar nama anggota Kasikeu yang terlibat satuan cadangan polri. Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ren (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (4) Mengajukan..proyek khusus dan lain – lain. Mengikuti pokja dalam rangka penentuan eselonisasi jabatan terutama dalam penentuan elselon jabatan. Lakip..54 (3) Mengajukan konsep juknis dan jukmin mengenai pengurusan keuangan negara di tingkat polres serta pengajuan konsep naskah kerja sama yang menyangkut penghasilan personil dengan instansi luar. Melaporkan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan dalam bidang pembinaan keuangan Polri. Menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres dalam masalah pendanaan yang menyangkut kepentingan khusus seperti untuk mendukung oprasional. Melaksanakan Koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Memberitahukan tentang perubahan system pengajian dalam rangka pembuatan DPP gaji yang dibuat secara teknis serta hal – hal tentang penyempurnaan dan perubahan. Mengajukan usulan dalam rangka permintaan tambahan personil dan pegajuan kenaikan pangkat serta mutasi jabatan di lingkungan Kasikeu. Memberikan usulan dalam rangka masalah organisasi dan prosedur Kasikeu dan kemungkinan untuk pengembangan baik di tingkat polres maupun polsek serta penyusunan piranti lunak yang berlaku untuk itu. Koordinasi dalam rangka pelayanan angkutan dan konsultasi mengenai administrasi umum dalam rangka mendukung kegiatan oprasional Kasikeu. (4) (5) 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) b) (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan untuk lingkungan Kasubagren Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi tentang bimbingan teknis administrasi keuangan Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal penyaluran dana Operasional.. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

pelaporan serta perwabku. Memberikan bimbingan teknis tentang administrasi keuangan 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasikeu dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan/penyaluran anggaran. Melakukan koordinasi dalam rangka penyaluran dana – dana APBN dan DPK serta bantuan medis untuk kepentingan kesejahteraan anggota Kasikeu.untuk di proses lanjut dalam pembayaran / pemindahan dukungan ke instansi BUMN.55 (4) Mengajukan usulan dalam rangka kenaikan gaji berkala. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan tentang tehnis pertanggung jawaban keuangan di lingkungan taud. . Menyampaikan laporan hambatan dalam penarikan anggaran. Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya. (5) (6) (7) d) Hubungan Kasikeu dengan Kasiwas (1) (a) (b) (c) e) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. perjalanan dinas mutasi . akutansi.tanda jasa serta pembuatan peraturan mengenai hak – hak anggota Polri serta hal – hal lain yang menyangkut kesejahteraan seluruh anggota polri. Memberikan saran dan arahan tentang pembuatan perwabku. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan. Hubungan Kasikeu dengan Kasium (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam perumusan / pengembangan. Menyiapkan bahan laporan lakip yang berkaitan dengan penggunaan anggaran. Koordinasi tentang kebutuhan anggaran Sipropam.petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugas taud. Menyertakan anggota Kasikeu dalam pencocokan dan penelitian tagihan dari BUMN atas LTAG dan BMP. Koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan. arahan dan petunjuk pimpinan. Hubungan Kasikeu dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin Memberikan masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin memberikan perintah.

b) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan dan pendistribusian anggaran. g) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. f) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Bekerjasama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan sat Sabhara. Memberikan bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam d) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Bekerja sama dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. e) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi..56 / b) Hubungan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara.

g. Memberikan bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol. i) Hubungan Kasikeu dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. arahan dan petunjuk Menerima laporan pelaksanaan tugas yang telah diberikan oleh pimpinan. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. . Koordinasi dalam pelaksanaan manajemen keuangan... j) Hubungan Kasikeu dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk garis koordinasi. Sipropam (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ laporan. Bekerja sama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota.. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasikeu dengan KPPN (1) (2) b) Koordinasi dalam menyiapkan SPP gaji dan pembukuan SPM gaji.57 (4) / (4) Bekerja. Hubungan Kasikeu dengan Dirjen Perbendaharaan (1) (2) Koordinasi dalam rangka Penyusunan DIPA. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitraSikeu. Koordinasi dalam rangka Revisi DIPA. h) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. Memberikan perintah.

pelaporan serta perwabku.. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan keuangan... Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. . Memberikan masukan data anggota yang akan dihentikan hak gaji / penghasilannya. Hubungan Kasi Propam dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ arahan. Memberikan laporan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan personil Polri dan Pns Polri. Melaporkan hasil kegiatan di bidang pengawasan dan pembinaan personil serta pelayanan pengaduan masyarakat yang menyangkut pelanggaran anggota. Menerima perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. perpustakaan dan pelayanan administrasi. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Melakukan koordinasi tentang rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran Sipropam.58 / (4) Memberi. (4) b) Memberi perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. akutansi. Hubungan Kasi Propam dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan Kapolres baik langsung maupun melalui ajudan Kapolres. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasi Propam dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. Koordinasi dalam kesekretariatan. Memberikan masukan / informasi tentang data penyeleseaian kasus pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasium (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran. penyuluhan. rencana kegiatan di lingkungan Sipropam Polres. Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat.. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. f) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ren (1) (2) (3) 4) 5) 6) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Lakip. matlog. Koordinasi data personel. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (3) Memberikan laporan hasil pengawasan dalam pelaksanaan tugas Opsnal. / d) Hubungan.(3) 59 Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam pelayanan dan konsultasi hukum bagi anggota dan keluarganya. (2) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan anggota yang melaksanakan tugas Opsnal.. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasi Propam dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT. Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Sumda (1) (2) e) (3) (4) (5) (6) (7) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam pemberian rewards and vonisman. (4) Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap personil Bag Ops. Koordinasi dalam pengendalian personel di lingkungan Polres . Koordinasi dalam pengendalian anggaran serta evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja sub satker . Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan seluruh personil Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL/DIPA. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya. Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT.

e) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sat Narkoba apabila terjadi pelanggaran oleh anggota f) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Sabhara . Koordinasi dengan Sat Binmas apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Reskrim. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. b) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi.60 / b) Hubungan. Koordinasi dengan Sat Reskrim apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Narkoba... Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas.

Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Siwas (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasiwas. . (2) (3) (4) (5) (6) g) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Hubungan Kasi Propam dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran.61 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sat Sabhara apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara. Koordinasi dengan Sat Lantas apabila terjadi pelanggaran oleh anggota Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum.. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah Memberikan arah Kebijakan Strategis. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. h. registrasi dan inventarisasi tahanan anggota dan barang bukti. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. / (2) Koordinasi. (2) koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan terhadap anggota...

(1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan.. Hubungan Kasiwas dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan. Koordinasi dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Operasi Kepolisian. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaan tugas pengawasan umum. Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) d) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laporan.. Memberikan petunjuk. Menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas. (4) (5) b) Menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas / (4) Menerima. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan KaSiwas. (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops. Menerima Laporan pelaksanaan tugas KaSiwas. Memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan. (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan.. Memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja. Memberikan arah Kebijakan Strategis. (1) (2) (3) (4) . Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres. b) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasiwas. . bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda.(3) 62 Memberikan petunjuk.

Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. penyuluhan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas . e) Hubungan Kasiwas dengan Kasikeu (1)Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) (6) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. RKAKL dan POK. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (2)Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. . Koordinasi tentang Hasil kegiatan Siwas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam Penyusunan RKAKL/DIPA. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (3) Koordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA.63 (3) (4) Koordinasi dalam bidang Pembinaan Personil Koordinasi dalam bidan penggunaan dan perawatan logistic / (5) Koordinasi…. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas. Memberikan petunjuk. c) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) . Lakip. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat intelkam yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (d) c) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. senjata api illegal. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel.64 (4) Koordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. / (2) Koordinasi…. pengawasan orang asing. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel. kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya. bahan peledak dan penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas termasuk ketatausahaan. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam (a) (b) (c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat intelkam yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen. persandian. . (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasiwas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. deteksi giat masyarakat.

(2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.65 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat reskrim yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah . e) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan / (4) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim yang meliputi personel. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel.. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.. penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah . g) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas . penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat narkoba yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel . d) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat narkoba yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. j) Hubungan Kasiwas dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. pengumpulan.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. i) Hubungan Kasiwas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. menyimpan dan memelihara barang bukti. h) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas.. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas.66 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. penerbitan SIM. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. / (3) Koordinasi..

untuk diketahui. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. . Menerima petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota.67 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek.SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan KSPKT dengan Kapolres / Waka (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. i. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya... Memberikan produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. fasilitas perkantoran. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. / (5) Melaksanakan. (8) Meneruskan kebijakan. Menerima petunjuk. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan KSPKT dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) b) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Hubungan KSPKT dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .

Hubungan KSPKT dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Koordinasi dalam hal langkah-langkah pelaksanaan tugas/ tindak lanjut apabila adanya laporan pengaduan dari masyarakat. Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. .. (e) Menginput laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. (d) Menerima laporan dan menandatangani Laporan Polisi Laka Lantas. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. Reskrim. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas... Koordinasi tentang pemetaan wilayah atau daerah rawan terjadinya gangguan kamtibmas. f) Hubungan KSPKT dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. c) Hubungan KSPKT dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam memberikan dan menerima Laporan Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi dalam hal adanya kegiatan masyarakat yang menonjol. (c) menyampaikan informasi kejadian Laka Lantas. Narkoba.(2) (3) (4) (5) Koordinasi dalam memberikan dan menerima Pengaduan dari masyarakat. 68 Laporan / c) Hubungan. e) Hubungan KSPKT dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara.

registrasi dan inventarisasi. Menerima petunjuk. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Menerima arah kebijakan strategis . Melaporkan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. Koordinasi dalam hal Bantuan hukum bagi personil SPKT dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas SPKT. Memberikan laporan tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.69 (3) (4) g) Koordinasi dalam mendatangi TKP. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga.. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . Koordinasi dalam hal peningkatan kemampuan personil. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . Hubungan KSPKT dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti (2) (3) 3) Hubungan Diagonal (1) a) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ops (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi dalam bidang pengamanan. . / (2) Koordinasi. penjagaan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. c) Hubungan KSPKT dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam bidang pembinaan personil SPKT. b) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Lakip.

70
d) Hubungan KSPKT dengan Kasium

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan, ketatausahaan, kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / (3) Koordinasi.... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran, kebersihan, pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres.
e) Hubungan KSPKT dengan Kasikeu (1)

(2)
(3)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan; Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasi Propam

(1) (2) (3) (4)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT; Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat; Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT

g) Hubungan KSPKT dengan Kasiwas

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
h)

Hubungan KSPKT dengan Kasitipol
(1)

(2) (3)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Menerima laporan tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas; Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres;

(4) (5)
i)

71 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Mengadakan koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi.

Hubungan KSPKT dengan Kapolsek Jajaran
(1)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; / (2) Koordinasi....

(2) (3) (4) (5) 4)

Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek; Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek; Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

Hubungan Lintas Sektoral
a)

Hubungan KSPKT dengan PLN dalam hal adanya gangguan jaringan listrik akibat kerusakan teknis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum

b)

Hubungan KSPKT dengan Telkom dalam hal adanya gangguan jaringan telepon akibat kerusakan tekhnis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum.

c)

Hubungan KSPKT dengan Damkar tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang memerlukan bantuan dari Damkar.

d)

Hubungan KSPKT dengan Derek dalam hal informasi adanya kendaraan yang memerlukan Derek

j.Satuan Intelijen 1) Hubungan Vertikal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolres (1) (2) (3) Menyiapkan dan menyampaikan laporan harian / insidentil mengenai situasi menonjol dan aktual yang di perlukan Kapolres. Menyiapkan dan menyampaikan telaahan staf dan saran pertimbangan sebagai bahan pengambilan keputusan Kapolres. Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.

72 (4)
b)

Mewakili/mendampingi Kapolres sesuai perintah.

Hubungan Kapolres dengan Kasat Intelkam (1)
(2)

(3)

Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Kirka intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang keamanan. / (4) Memberikan.... Memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam, termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Intelijen.

(4)

(5) 2)

Hubungan Horizontal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan KSPKT 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polres guna mengantisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas.

b)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Reskrim 1)
2)

3)
c)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasus-kasus orang asing, senjata api dan bahan peledak. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana yang menonjol.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Narkoba 1)
2)

3)
d)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penynyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana narkoba terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasuskasusnya. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana narkoba.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Sabhara 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Menyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.

Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja dibidang operasional. g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Tahti 1) 2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana... Menyampaikan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan publik. Menyampaikan kirka intel dan ren intel untuk mendukung pelaksanaan operasi. Menyampaikan personel yang di perlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan garis koordinasi. bersifat diagonal dalam rangka pelaksanaan / 2) Menyampaikan. Menerima konsep umum operasi. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Binmas 1) 2) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerja sama dalam penyampaian informasi masalah operasinal. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Lantas 1) Hubungan tugasnya.3) 4) 5) e) 73 Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Sumda . Melaksanakan kerja sama dalam penyampian informasi masalah operasional. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi.. 2) 3) 4) 5) f) Meyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam.

e) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . c) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan penyuluhan hukum. Koordinasi dan memberikan bantuan tenaga medis untuk rikes anggota Sat Intelkam secara rutin dan berkala. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (2) Koordinasi dalam penyiapan dukungan administratif untuk pelaksanaan kegiatan penyusunan strategi program dan anggaran. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.. (6) (7) (8) Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis logistik di lingkungan Sat Intelkam Polres. d) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasium (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan pertimbangan / rekomendasi dalam penempatan pejabat intelejen baik di tingkat Polsek Jajaran. (3) Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota.(1) (2) (3) (4) (5) 74 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan serta pembinaan personel menuju profesionalisme Polri.. Memberikan masukan mengenai perumusan / pengembangan.. / (6) Koordinasi. Koordinasi dalam menyusun renbut dan spesialisasi teknis peralatan khusus intel. Memberikan masukan tata cara penyelenggaraan urusan administrasi. Koordinasi dalam perencanaan pendistribusian materiil intelejen. petunjuk pelaksana / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.

Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas.. / (5) Koordinasi.. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. pammat (rekomendasi STNK rahasia) dan Pam Baket dilingkungan Sat Intelkam. . Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita bidang intelijen kepada jajaran. h) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Melakukan koordinasi tentang pengawasan pelaksanaan tugas fungsi intelijen. Koordinasi bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam 75 dan f) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.. i) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (5) (6) g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiwas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam penanganan masalah yang menyangkut pampers (Penertiban SKHP). pamgiat. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek.(3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan kinerja yang akuntabel.

Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara pidana.(5) (6) Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan Masyarakat. Melaksanakan koordinasi dalam bidang kepemerintahan. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. c) Hubungan Kasat Intellkam dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. k. . / b) Hubungan…. Ipoleksosbud hankam. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Keamanan. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Hankam. Sat Intelkam memberikan bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu 76 terhadap 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Pemkot/Pemda (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Sat Reskrim 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan TNI (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.

(2) (3) (4) d) Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana.(5) b) 77 Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Binmas. . (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. g) Hubungan Kasat Reskrim dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam giat Operasi. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Lantas. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Narkoba. horizontal bentuk hubungan bersifat / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Intel (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Sabhara. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan.

. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Reskrim..(1) (2) (3) 3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Sumda. 78 bersifat Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ops. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. (5) b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ren.. / (5) Koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Reskrim. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasiwas. .

Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasi Propam . (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat reskrim Polres.. Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Reskrim. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim.. Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Reskrim. (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasitipol.(1) (2) (3) (4) e) 79 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. / (4) koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasikeu. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (4) Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. . (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Perguruan Tinggi Koordinasi dalam hal permintaan pemeriksaan saksi ahli f) Hubungan Kasat Reskrim dengan BAPAS . petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP (2) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan (3) Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengadilan (1) (2) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. (6) (7) Meneruskan kebijakan. (5) Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya.. (3) Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. (4) Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus. i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasat Reskrim dengan BPK.. / (6) Meneruskan.(3) (4) 80 Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). (2) Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya.. BPKP dan BAWASDA Koordinasi dalam hal pemeriksaan audit investigasi dalam hal penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .

Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.81 Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. l.Sat Narkoba 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) 2) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. Imigrasi. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Intel . Sat…. / l. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas Kehutanan / Perhutani Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus illegal loging j) Hubungan Kasat Reskrim dengan Satpol PP.

Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Narkoba dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana narkoba. horizontal bentuk hubungan bersifat (2) (3) (4) (5) (6) e) / (2) Koordinasi….(1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. 82 bersifat c) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Lantas. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana narkoba. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. 3) Hubunan Diagonal . Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana Narkoba. g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Reskrim. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana narkoba. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Sabhara. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana narkoba.

Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima arah kebijakan strategis . Lakip. / (3) Menerima…. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Narkoba. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Narkoba. (2) Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Narkoba. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba. (3) (4) (5) c) Menerima petunjuk. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). . Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ren (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.83 a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Narkoba. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan.

(3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Narkoba Polres. ketatausahaan. Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. h) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Narkoba Polres.. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat.84 (4) Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Narkoba. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolsek Jajaran . (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) g) Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan. / (3) Koordinasi.. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya.

. . Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba. (2) (3) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana narkoba b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengadilan (2) (3) c) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek Hubungan lintas sektoral a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP / (2) Koordinasi.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP)..(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4) 85 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan BAPAS Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. Imigrasi. Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. Meneruskan kebijakan. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Satpol PP. Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS.

(4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres Tasikmalaya Kota sebagaimana apa yang tertuang dalam Proja Polres Tasikmalaya Kota untuk menyusun Proja. (3) (4) (5) (6) (7) (8) b) Melaporkan setiap pelaksanaan tugasnya kepada Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan BNP/ BNK (1) (2) m. a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolres / Waka Polres Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. narkoba di masyarakat termasuk giat penyidikan kasus-kasus narkoba dan tes Urine.. yang menyangkut tugas pokok Binmas.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Sat Binmas 1) Hubungan Vertikal (1) (2) Koordinasi dalam hal pencegahan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik lisan maupun tertulis. penyalahgunaan. Menerima saran dan masukan dari Kapolres dalam pelaksanaan tugas Sat Binmas Melaksanakan perintah dan petunjuk lainnya yang berkaitan dengan tugas kepolisian. . Mengajukan saran dan pertimbangan. / (3) Melaporkan. Melaksanakan perintah dan kebijaksanaan Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. peredaran. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel.86 h) Hubungan Kasat Narkoba dengan balai POM Koordinasi dalam hal pemeriksaan secara labolatoris terhadap barang bukti narkoba. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. c) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasi Propam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi.. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas. Koordinasi dalam hal dukungan anggaran.

kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan fungsi Binmas termasuk pengumpulan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. dan kebutuhan administrasi lainnya. g) (1) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Sumda Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi (2) Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) e) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. / f) Hubungan. Melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan manajemen operasi kepolisian fungsi Binmas. (6) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (4) Menerima usulan UKP. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres.. (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. f) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penggunaan Personel dan logistik.(3) d) 87 Koordinasi dengan Sat Binmas dalam bidang pembinaan disiplin anggota. (3) Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi tentang penunjukan anggota Binmas yang dilibatkan dalam kegiatan operasi Kepolisian. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. UKG.. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengolahan dan penyajian data. .. penyuluhan. Koordinasi dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas Laporan pertanggungjawaban keuangan Sat Binmas. ketatausahaan.

(2) Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat.(2) (3) (4) (5) (6) 88 Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. / (3) Koordinasi…. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) d) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Reskrim. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Binmas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. untuk diketahui. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) e) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Narkoba . Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Intelkam.

Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. g) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan pramuka dan PKS. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas.(1) (2) (3) (4) (5) (6) f) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi kegiatan-kegiatan pembinaan terhadap tahanan maupun keluarganya Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Tatap Muka / kunjungan ke keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. 89 bersifat Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. / (4) Berkoordinasi. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis.. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak daripada penyalahgunaan narkoba. Koordinasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam pemberantasan Narkoba... 3) Hubungan Diagonal . (4) (5) Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas). Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas terhadap Polri.

(5) Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. Koordinasi dan bekerjasama dalam hal pembinaan Ketertiban dan ketentraman masyarakat. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. Koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan Linmas. Koordinasi pembinaan POLSUS Koordinasi pembinaan PPNS. Memberikan arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas yang membutuhkan atensi pimpinan. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Binmas dengan Instansi terkait (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) n. (4) Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. (7) Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Sabhara dengan Kapolres .90 a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan Bencana Alam. Koordinasi bimbingan dan bantuan tekhnis komputerisasi anggota sat binmas. (6) Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Melaksanakan kegiatan terpadu. Sat Sabhara 1) Koordinasi dalam hal kegiatan Rapat Koordinasi berkaitan dengan situasi kamtibmas. (8) 4) Menerima laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Bag Binmas. / (5) Koordinasi….

Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Menerima petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.(1) (2) (3) (4) (5) 91 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima petunjuk. (3) Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Narkoba. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. terutama bidang operasional. (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam menindak lanjuti pengaduan Masyarakat: / (4) Koordinasi…. (4) Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. (4) (5) Koordinasi dalam mendatangi TKP gangguan kamtibmas. (5) Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. Koordinasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Intel . Melaporankan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Shabara dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana penyalah gunaan narkoba. (2) Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. (6) Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan.

Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti.(1) (2) (3) (4) (5) (6) e) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi Koordinasi dalam pelaksanaan Patroli pada daerah yang telah diprediksi rawan gangguan kamtibmas Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi Kepolisian. Koordinasi dalam penjagaan. Menyampaikan laporan informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. Melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. 92 bersifat Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. Koordinasi dan kerja sama dalam penanganan TKP Laka lantas. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan giat Masyarkat. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. / (6) Koordinasi…. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasiwas . Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. (6) f) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Bimas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara.

. kebersihan.93 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Sabhara Polres.. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. .. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara Hubungan Kasat Shabara dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. Koordinasi dalam pembinaan terhadap anggota Sat Sabhara. Koordinasi dalam rangka pembinaan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Sabhara. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. / (2) Koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. (2) (3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan Sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. e) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian.

Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam bidang bin Pers. / g) Hubungan. penyuluhan. Menerima usulan UKP. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara. 94 Operasional gangguan Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan Kamtibmas. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara.(5) (6) f) Memberikan data personel untuk kegiatan Kepolisian. h) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas Sat Sabhara.. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. UKG.. Hubungan Kasat Shabara dengan Kapolsek Jajaran . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara .. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran serta membrikan data personel untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Lakip. Menerima petunjuk. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.

terutama bidang operasional. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Sat Lalu Lintas 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kapolres. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Menerima Laporan hasil kegiatan unit Sabhara Polsek. / c) Hubungan…. Hubungan Kasat Shabara dengan Pengadilan Negeri Koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas berhubungan dengan tindak pidana ringan.(1) (2) (3) (4) (5) 4) (6) . Koordinasi dalam hal bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu dalam penanganan giat masyarakat. o. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. Mengajukan Gelar perkara dalam penanganan atau penyidikan laka lantas. Hubungan Lintas Sektoral a) 95 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pelaksanaan kegiatan Operasi Kepolisian. Melaporkan hasil perumusan / pengembangan sistem dan metode pelaksanaan tugas sat lantas untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. . Menerima petunjuk. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas anggota dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi tehnis Sat Sabhara Polsek. Pemkot dan Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas penertiban umum wilayah pemerintahan kota. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Waka Polres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. kepolisian yang b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Pol PP Pemda. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kejaksaan. Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas pengawalan tahanan. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota.

Koordinasi bidang identifikasi. Menerima masukan perkiraan cepat untuk menindak lanjuti suatu gangguan kamtibmas dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika Operasi. Mengajukan Rencana kegiatan Sat Lantas untuk dirumuskan dan dimasukan dalam rencana kerja Polres. (4) Koordinasi tentang laporan kejadian dan penandatanganan Laporan Polisi Laka Lantas. (3) Koordinasi dalam Penanganan kejadian Laka Lantas. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Satuan lalu lintas. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan adalah Koordinasi. (5) Koordinasi tentang sistem laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Sabhara . (6) Koordinasi tentang pengawasan anggota dalam melaksanakan tugas jaga di mako. Melaksanakan kerjasama dalam penyampaian informasi masalah Operasional. arahanan dan perintah dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Lantas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / b) Hubungan…. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyiapan Program Kerja di bidang Operasional.(2) (3) (4) 2) 96 Menerima petunjuk. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan dalam rangka penyiapan Rencana Operasi Kepolisian. Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan.

(5) Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti.97 (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi (2) Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi bidang identifikasi.. / (5) Koordinasi. Hubungan Diagonal . f) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Perawatan Tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan.. (4) Koordinasi dalam penanganan TKP Laka lantas. Melaksanakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. Koordinasi penanggulangan tindak pidana Narkoba. (5) Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara dan PKS. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. Koordinasi dalam penjagaan. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Binmas. Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. (3) Koordinasi dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. penggunaan Personel. Koordinasi dalam bidang pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana operasional lalu lintas. penyuluhan. data laka. Lakip. Memberikan data personil untuk dilibatkan dalam pelaksanaan operasi kepolisian. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Menerima petunjuk. / (4) Koordinasi…. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasium. tilang. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Menerima arah kebijakan strategis . pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Memberikan data daerah rawan macet dan laka lantas untuk analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Sumda. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ren. . Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. langganan daya dan jasa dan data pelaksanaan turjawali lantas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. (4) (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran yang meliputi data personel.98 a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

(4) Koordinasi dalam rangka pemberian arahan tentang administrasi keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota sat lantas. (2) Koordinasi bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi Sat Lantas. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. h) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. (5) Koordinasi dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan Sat Lantas.99 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. penerbitan SIM. (2) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. . kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. / (3) Koordinasi. ketatausahaan.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. (3) Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasat Lantas dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. . (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. kebersihan.

Memberikan pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Pengadilan Koordinasi tentang pengiriman hasil Tilang dan Tindak Pidana Ringan.(2) (3) (4) i) 100 koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas lalu lintas. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. p. Melaksanakan koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. Bekerjasama dengan Dispenda dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang pajak kendaraan bermotor. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kejaksaan Negeri Koordinasi tentang penyidikan kasus Laka Lantas d) Hubungan Kasat Lantas dengan Perbankan Koordinasi tentang penyetoran PNBP e) Hubungan Kasat Lantas dengan TNI Kerjasama dengan TNI untuk membantu operasi Kepolisian bidang lalu lintas. Menerima laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Hubungan Lintas Sektoral Kasat Lantas a) Hubungan Kasat Lantas dengan Pemerintahan Kota (1) (2) Koordinasi tentang pengawalan VIP Koordinasi tentang rekayasa Lalu Lintas / pemasangan ramburambu lalu lintas. (3) (4) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan bidang DikMasLantas ke sekolah-sekolah. Satuan Tahanan dan Barang bukti 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolres . / (3) Koordinasi…. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Hubungan Kasat Lantas dengan Polsek Jajaran (1) (2) (3) (4) 4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(1) (2) (3) c) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2) 101 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Hubungan Horizontal b) Hubungan Kasat Tahti dengan KSPKT / (1) Hubungan…. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. . Melaporkan kondisi tahanan dan barang bukti secara rutin setiap bulan Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan Sat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai dengan bidang tugasnya. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. registrasi dan inventarisasi. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. penjagaan. (2) (3) (4) d) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Narkoba (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. Menerima petunjuk.

h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. / (5) Koordinasi Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pengawasan. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pembinaan dan penyuluhan.(3) (4) e) 102 Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Koordinasi tentang Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. Koordinasi dalam penjagaan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ops . Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Perawatan Tahanan dan barang bukti. (5) g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Koordinasi tentang pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. Koordinasi dalam penjagaan. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti.

penyuluhan. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Melaporkan data tahanan dan barang bukti. Menyampaikan informasi dan dokumentasi tentang tahanan dan barang bukti. Melaporkan data personel yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Koordinasi dalam pemberian data personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. perawatan terhadap tahanan dan barang bukti. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri..(1) (2) (3) (4) (5) b) 103 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. Koordinasi / melaporkan data tahanan dan perawatan tahanan serta melaporkan hasil pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. / c) Hubungan.. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Menerima arah kebijakan strategis .. Koordinasi dalam pembinaan. Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penggunaan Personel dan logistik. . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . c) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. ketatausahaan.

e) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasikeu (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. / (2) Koordinasi…. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota sat tahti. pengadministrasian. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. menyimpan dan memelihara barang bukti. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota sat tahti. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. i) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang perawatan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi sat tahti. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel.104 (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. . g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyeraan anggaran serta pertanggung jawaban keuangan. f) Hubungan Sat Tahti dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Menerima arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi Informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol. Koordinasi terntang pengiriman tahanan dan barang bukti. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima arahan dan pembinaan tentang pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. Hubungan Kasat Tahti dengan Pengadilan Negeri (1) (2) q. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) b) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Menerima petunjuk. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan Kasitipol Polres dengan Waka Polres (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. Menerima laporan / data jumlah tahanan dan barang bukti.. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol. Sitipol 1) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi Koordinasi dalam hal pengajuan ijin sita barang bukti perkara tindak pidana.. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Melaporkan hasil produk-produk Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. / (2) Menerima. (3) .(3) (4) (5) 4) 105 Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti..

baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya.. Menerima petunjuk. . d) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Ren Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) koordinasi dalam pelayanan telekomunikasi. data dan keadaan alat komunikasi untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran e) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Sumda Polres (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(4) (5) 106 Melaporkan hasil produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. / (2) Menerima. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . penggunaan Personel dan logistik. (2) (3) (4) (5) (6) Menerima arah kebijakan strategis ... baik untuk ditanda tangani maupun direkomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag. (6) koordinasi dalam menyampaian laporan situasi kamtibmas melalui fasilitas komunikasi dan teknologi informasi yang dikelola Sitipol. c) Hubungan Kasitipol dengan Kabag Ops Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan laporan hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran. (3) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional (4) koordinasi dalam hal penggunaan kekuatan personel Sitipol yang dlibatkan dalam operasi kepolisian yang digelar Polres. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi untuk mendukung fungsi operasional kepolisian Polres. Lakip.

(3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. kebersihan. Menerima usulan UKP. (2) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran h) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasium Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. 107 kekuatan dan f) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan g) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasi Propam Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. i) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. . ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. UKG. dan kebutuhan administrasi lainnya. penyuluhan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. pengumpulan. (4) Koordinasi penyiapan alat komunikasi dan penyampaian informasi dalam hal kegiatan rapat-rapat atau kegiatan lainnya tentang tugas Kepolisian.(4) (5) (6) (7) Koordinasi dalam upaya pengembangan kemampuan personil pada fungsi Sitipol.

. RKA-KL dan POK Polres... Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi Koordinasi dalam pemantauan kegiatan Operasional Bag.(2) (3) (4) j) 108 Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita dan perkembangan situasi kamtibmas dari jajaran l) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas. Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres. Hubungan Kasitipol dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sat dan Polsek Jajaran. Sat. k) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Intelkam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol Menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sitipol Polres sesuai DIPA. Si dan Polsek jajaran. / (3) Koordinasi. (3) (4) (5) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Reskrim. Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya .

Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kegiatan masyarakat di Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. Sat dan Polsek Jajaran.109 (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Sat Binmas. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. (5) Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi .. (4) Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat binmas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat binmas Polres. / (6) Koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres.. n) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) (7) o) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. m) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sat dan Polsek jajaran. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Binmas ke Jajaran.. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamtibmas di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran dalam pelaksanaan kegiatan patroli quick respon. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat sabhara guna mendukung pelaksanaan tugas Sat sabhara Polres.

Hubungan Kasitipol dengan Kasat Tahti (6) (7) (8) (9) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. .(6) p) 110 Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Sabhara ke Jajaran.. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi. (4) Menerima laporan bulanan gangguan kamtibmas. (2) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) q) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Menerima laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. (3) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamseltibcar lalu lintas di wilayah Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. data dan jaringannya. (6) Meneruskan kebijakan. / r) Hubungan. r) Hubungan Kasitipol dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Lantas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Lantas ke Jajaran. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti.. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikas Koordinasi dalam hal pendataan tahanan dan barang bukti di masing-masing Polsek jajaran Polres yang meliputi makan dan perawatan tahanan termasuk kesehatan fisik dan mental tahanan serta fasilitas dan kondisi ruang tahanan dan keadaan barang bukti.

Polsek 1) Hubungan vertikal a) Hubungan Kapolsek dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Binkar. b) Hubungan Kapolsek dengan Waka polres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek.111 r.. sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Melaksanakan Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Menerima petunjuk. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. (2) (3) (4) (5) (6) b) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi dalam penunjukan anggota untuk dilibatkan dalam Operasi Kepolisian Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Hubungan Kapolsek dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. . / (2) Melaksanakan. Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik. Menerima petunjuk. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. 2) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan Laporan Bulanan kegiatan Polsek dan kejadian di kewilayahan Polsek. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota.

ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. (5) Meneruskan kebijakan. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. . kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. (2) Menerima bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek.(5) (6) (7) 112 Memberikan usulan UKP.. (6) Koordinasi dalam hal penyampaian surat dan laporan ke Kapolres. UKG. Lakip. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. c) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . Menerima arah kebijakan strategis . pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. dan kebutuhan administrasi lainnya. pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . kebersihan. ketatausahaan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. urusan dalam.. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. / Menerima. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administra Umum yang meliputi kesekretariaatan. penyuluhan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

(2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek 3) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kapolsek dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . (8) Meneruskan kebijakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota Polsek. / (5) Melaksanakan. Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota Polsek.. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitrai keuangan.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan.113 e) Hubungan Kapolsek dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .. f) Hubungan Kapolsek dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kapolsek dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Menerima bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran.

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek / d) Hubungan…. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek e) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Binmas . d) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. (5) Menerima arahan tentang kebijakan.(4) (5) b) 114 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. Si dan Polsek jajaran. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan terhadap Masyarakat. Sat. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara.

(3) (4) (5) g) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi / laporan. Memberikan laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Koordinasi dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Menerima pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. (2) (3) (4) (5) h) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Menerima arah kebijakan strategi Polsek di bidang Operasional guna dituangkan dalam perencanaan operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Polsek. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. pengadministrasian. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. . Melaporkan data jumlah tahanan dan barang bukti. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang perawatan. Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. Menerima arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Memberikan laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas f) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis Koordinasi / laporan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 115 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas Polsek yang membutuhkan atensi pimpinan. Menerima petunjuk tentang perumusan atau pengembangan system dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapols dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Menerima petunjuk. / (2) Koordinasi…. Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit Sabhara Polsek.

BAB IV . hal (2) (3) c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi.. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. (2) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas.116 i) Hubungan Kapolsek dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Memberikan laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. b) Hubungan Kapolsek dengan Dinas Pendidikan (1) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. (3) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. (4) Memberikan laporan bulanan gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam penyalahgunaan narkoba. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolsek dengan Kecamatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. / (2) koordinasi. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. (6) Menerima kebijakan. data dan jaringannya.. Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. Koordinasi Pembinaan dan penyuluhan terhadap Masyarakat..

BAB V PENUTUP Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja dan Pertelaan Tugas di lingkungan Polres ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman bagi masing-masing Bagian. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA Ttd Drs. Seksi dan Polsek jajaran Polres. MOH.Si AKBP NRP 67050615 . Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terdapat perkembangan yang bersifat khusus dan Kapolres dapat memberi arahan untuk mendapat keputusan dalam pemecahannya. Satuan Fungsi. Tasikmalaya.117 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan guna memperoleh hasil yang optimal. sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal. Seksi dan Polsek jajaran Polres secara melekat dalam pelaksanaan tugas anggota sehingga tugas yang akan dicapai sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan hubungan pimpinan dengan anggota terjalin secara sinergi sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan – penyimpangan anggota dalam pelaksanaan tugasnya. HENDRA SUHARTIYONO. Pengawasan dan pengendalian di lingkungan Polres dilaksanakan oleh masingmasing pimpinan Bagian. M. Satuan fungsi. horizontal maupun diagonal.

118 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jalan Letnan Harun No. Kota Tasikmalaya HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) DI LINGKUNGAN POLRES & POLSEK POLRES TASIKMALAYA KOTA DESEMBER 2010 .

Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA ttd Drs. Kapolda Jabar. Polres Tasikmalaya Kota sebagaimana terlampir. Irwasda Polda Jabar. Tasikmalaya. 2. Kota Tasikmalaya 46151 Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 1190 / XII / 2010 / Bagren BIASA Satu berkas HTCK Polres Tasikmalaya Kota TA. Surat Kapolda Jabar Nomor : B / 18137 / XII / 2010 / Rorena tanggal 1 Desember 2010 tentang HTCK Polres dan Polsek. Desember 2010 Kepada Yth.119 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jl. Demikian untuk menjadi periksa. Karorena 1.p. MOH. Letnan Harun No. HENDRA SUHARTIYONO. Sehubungan dengan hal tesebut di atas.Si AKBP NRP 67050615 Tembusan : 1. 3. M. KEPALA KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT di Bandung u. 2010 Tasikmalaya. 2. bersama ini dikirim kepada KA. Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polres dan Polsek. .