1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA KOTA HUBUNGAN DAN TATA CARA

KERJA DI LINGKUNGAN POLRES DAN POLSEK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi Polri yang pada intinya menghendaki perlu adanya suatu perubahan pada tubuh Polri baik perubahan yang menyangkut aspek struktural, aspek kultural maupun aspek instrumental dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Perubahan dari aspek instrumental ditandai adanya penyempurnaan atau pembaharuan berbagai piranti lunak atau aturan – aturan yang ada / berlaku pada Polri dan mengatur tentang mekanisme kerja atau hubungan kerja antar pejabat di lingkungan Polri, baik ditingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. Pelaksanaan tugas Polri dapat dilaksanakan dengan baik tentu karena adanya komonikasi atau hubungan antar fungsi secara sinergi dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan, hal tersebut perlu disusun Hubungan dan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polres.

b.

c.

2.

Dasar a.
b.

c.
d.

e.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang KePolisian Negara Republik Indonesia Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember 2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik Indonesia. Surat Keputusan KaPolda Jabar No. Pol. : Skep / 571 A / XI / 2003 tanggal 8 Nopember 2003, tentang Naskah sementara hubungan dan Tata cara kerja di lingkungan Polda Jabar. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010, tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polri.

3.

Maksud dan Tujuan a. Maksud Memberikan gambaran mengenai Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan serta hubungan antar komponen atau unsur dalam organisasi di tingkat Polres / Polsek. /b. tujuan…..

2 b. Tujuan Memperjelas hubungan hubungan dan tata cara kerja antra unsur yang ada dalam organisasi Polres / Polsek sehingga pelaksanaan Tupoksi dapat dicapai secara maksimal. 4. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah HTCK Polres / Polsek ini memuat hubungan dan tata cara kerja atau mekanisme kerja antar unsur organisasi di Tingkat Polres / Polsek dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian. 5. Tata Urut BAB BAB BAB BAB BAB 6. I II III IV V PENDAHULUAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI POKOK-POKOK HTCK PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENUTUP

Pengertian-pengertian a. Hubungan Adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen/unsur-unsur pengembangan fungsi dalam suatu organisasi. b. Tata Cara Kerja Adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam melaksanakan kerja di lingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan hubungan fungsional antar komponen/unsur-unsur dalam organisasi tersebut. c. Hubungan Tata Cara Kerja yang selanjutnya disebut HTCK Adalah suatu prosedur yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen/unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi Polri dengan unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi atau lembaga Pemerintah non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transparan, proporsional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mencapai tujuan yang diinginkan. d. Kepolisian Negera Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri Adalah suatu instansi pemerintah atau Aparatur Pemerintah setingkat Departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. e. f. Unit Orgnisasi Adalah organisasi Polri, dimana Kepala Unit Organisasi dijabat oleh Kapolri. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker Adalah satuan pengguna anggaran / pengguna barang yang berada di lingkungan Polri. /g. Tugas…..

3 g. Tugas Adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu organisasi. h. Kegiatan Adalah penjabaran dan atau bagian dari pada program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja di lingkungan Polri sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran program/rencana kerja Polri. i. Tugas Pokok Adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi tanggungjawab dalam suatu organisasi.
j.

Peran Adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi Polri dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan fungsi Polri dengan satuan fungsi Polri lainnya.

k.

Wewenang Adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat di lingkungan Polri untukmengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab di bidangnya masing-masing.

l.

Tanggung Jawab Adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap pejabat atau staf di lingkungan Polri untuk memepertanggungjawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada kesatuannya masing-masing.

m.

Bentuk Adalah wujud (lurus/sejajar/mendatar/horizontal) ; tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas/vertikal) ; diagonal.

n.

Hubungan Vertikal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas.

o.

Hubungan Horizontal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka koordinasi yang bersifat lurus/sejajar/mendatar atau setingkat.

p.

Hubungan Diagonal Adalah keterkaitan antar fungsi sifatnya tidak vertikal/tidak horizontal dan dapat menjangkau eselon lain yang lebih tinggi maupun antar fungsi di lingkungan Polri.

q.

Hubungan Lintas Sektoral adalah kerjasama dengan instansi/lembaga diluar Polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggungjawabnya. /BAB II….

Mengarsipkan naskah dinas meliputi pemeriksaan. Mereproduksi dan mendistribusikan naskah dinas di lingkungan polres.. Penyusunan adm um dan perencanaan. kearsipan. fungsi dan kegiatan Seksi a. upacara dan rapat pimpinan. Meneliti naskah dinas. SIUM a) Tugas Menyelenggarakan dan membina terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas pimpinan yang mencakup fungsi kesekretariatan. FUNGSI DAN KEGIATAN 7. Memelihara dan merawat Sarpras yg menjadi tgg jwb Polres. Membuat Laporan Evaluasi Kinerja bulanan dan pelaks giat lainnya. Tugas pokok. Pelayanan Markas Kegiatan Menyiapkan bahan dan data dalam penyusunan perencanaan Polres.4 BAB II TUGAS POKOK. pelaporan serta pertanggung jawaban keuangan b) Fungsi a) b) c) d) Penyelenggaraan fungsi Sikeu.. SIKEU a) Tugas Menyelenggarakan pelayanan fungSikeu yang meliputi pembiayaan. pengklasifikasian serta pemeliiharaan dan penyimpanan naskah dinas di lingkungan Polres. Menyelenggarakan kegiatan protokoler. Penyelenggaraan pembukuan dan akutansi. pengendalian pembukuan dan akutansi. Melaksanakan pendistribusian surat sesuai disposisi Pimpinan. Melaksanakan kegiatan kantor pos di lingkungan Polres. Penyelenggaraan perwabku. Membuat dan mengajukan rencana kebutuhan personel dan anggaran termasuk membuat rincian anggaran biaya SekSium. d) e) f) g) h) i) j) k) b. /c) Kegiatan…. dan administrasi umum lainnya serta pelayanan markas di lingkungan Polres b) a) b) c) c) a) b) c) Fungsi Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum Penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan dan kearsipan. Membuat Rencana Kegiatan SekSium. . tata naskah dan registrasi naskah dinas dari Bag/Sat/Sie dilingkungan polres dan Polsek.

Mengajukan rekom. Mengecek Kelengkapan Perwabku. a) Mendistribusikan gaji. d. Mengecek sahnya tagihan. Melaks riksa thd pers yg bermsl (Provoost). fasilitas dan jasa serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan. Membuat buku kas. (Paminal). Realisasi anggaran. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Menerima lap/du mas dan anggota (propam). Bin disiplin dan tatib termasuk Paminal dlm rangka penegakan disiplin dan pemuliaan profesi. . Menyusun Lap. Pembukuan dan akutansi. Melaks binteknis perwabku. Mengkoord dgn fungsi terkait (Propam). Melaks Lap dan adm umum. Melaks pengkajian atas dumas dan anggota (Propam). Akreditasi Profesi Polri. (Provoost). Mengajukan penggajian dan tunjangan. Lap bul kinerja. Melaks sidang disiplin/KE/Sidang Profesi (Paminal). Membuat Lap. Membuat Lap Perwabku. Membuat neraca keuangan. Pelaksanaan Bindisipiln dan Tatib. (Paminal). termasuk bidang material. Pelaksanaan pemulihan profesi. Pelaksanaan Pengamanan Internal. Melaks Giat Gaktibplin. Melaks Binteknis (Provost).5 c) Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) c. /b) Pemberian…. SIWAS a) Tugas Menyelenggarakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan oleh semua unit kerja khususnya dalam proses perencanaan. b) Fungsi a) b) c) d) e) c) Penyelenggaraan Pelayanan pengaduan masyarakat. Pulbaket. pelaksanaan pencapaian rencana kerja. usulan renbut. SIPROPAM Tugas Menyelenggarakan yan dumas ttg penyimpangan prilaku tindakan angg Polri. Perencanaan umum dan adm.

Pemberian saran tindak thd penyimpangan. Membuat laporan bulanan. serta melaksanakan fungsi hubungan masyarakat termasuk pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID). Melakukan verifikasi mutasi pejabat di lingk. Penyelenggaran Lat Pra Ops.. melaksanakan koordinasi baik dalam rangka keterpaduan fungsi maupun dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. / c) Subbag…. Melaks Lat Pra Ops. Ajuan renbut gar Ops. Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan. Membuat Laporan hasil Ops. Pelaks Koord Pelaks humas dan PPID. Fungsi dan kegiatan Bagian a. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polres. Penyiapan sarpras duk Ops. . Penyusunan adm umum dan perencanaan. Melaks pengkajian masalah atas pelaporan.6 b) Fungsi a) b) c) c) Pelaksanaan monitoring secara rutin maupun insidentil. Tugas Pokok. Kegiatan a) Subbag Bin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Menyusun Prinlaks Ops. termasuk latihan pra operasi. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Melakukan supervisi ke semua unit kerja secara berkala. Melaks koord dgn fungsi terkait. Polres dan Polsek. Melaks koord intern dan ektern. Subbag Dal Ops (1) (2) Membuat anev ops. Membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka acuan kerja. 8. Membuat saran tindak. 1) Bagian Operasional Tugas Merencanakan. mengendalikan dan menyelenggarakan administrasi operasi kepolisian. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Perencanaan. Mengendalikan pelaks ops. Sun sprin Ops. Menelaah Lapgiat fung. pengendalian dan operasi.

2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) (1) (2) (3) (4) (5) a) Penyelenggaraan pembinaan personil. b. (8) Melayani pembuatan KTA. KPI. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. ijin cuti. Menyusun UKP dan UKG. (10) Mengusulkan pengakhiran dinas.7 (3) (4) Mengkompulir data hasil ops. (14) Melayani usulan catur sakti. Melaksanakan dokumentasi peliputan kegiatan satuan. Mengusulkan tanda penghargaan personil. (13) Melaksanakan pemakaman anggota yang meninggal dunia. Latkatpuan. pelatihan fungsi dan pelayanan kesehatan. Melaksanakan monitor terhadap informasi media. Membuat panel data. (11) Melaksanakan Binrohtal. Memberikan binteknis kehumasan kepada Polsek Jajaran. Melaksanakan kerma dengan media cetak dan elektronik. dan meluruskan opini publik. pembuatan sprint anggota. Membuat laporan dan administrasi. Menyiapkan bahan / data untuk press rilis. Menyelenggarakan latihan fungsi. Penyelenggaraan pelayanan bantuan dan penerapan hukum. (7) Membantu penyelenggaraan seleksi penerimaan calon anggota Polri. Menyusun Renmut personil. (6) Melaks DPK (Dewan Pertimbangan Karier) jab berpangkat IPTU kebawah. (9) Melaksanakan sidang NTCR. Subbag Pers Kegiatan Menyusun Rengiat Subbag Pers. c) Subbag Humas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Melaksanakan giat Penerangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tupoksi Kepolisian. (15) Mengusulkan penggantian biaya pengobatan anggota Polri dan PNS yang sakit ( restitusi ). (12) Melaksanakan pelayanan kesehatan personil dan keluarganya. Penyelenggaraan pelatihan fungsi. Bidang Sumber Daya 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan dan administrasi personel. Penyelenggaraan administrasi logistik. perjalanan dinas. pembinaan dan administrasi logistik serta pelayanan bantuan dan penerapan hukum. Penyelenggaraan administrasi personil. (16) Mengusulkan personil Polri / PNS untuk mengikuti Dikjur dan Dikbang. .

Pengendalian program dan anggaran. Pengembangan satuan kewilayahan... 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Penyusunan renja dan anggaran. Melaks koord dg insts terkait dlm rangka proses lelang pengadaan barang/jasa. Merencanakan dan menyusun penetapan kinerja Polres. . Melayani pembuatan kartu senpi. Menyelenggarakan pendistribusian Kaporlap. 1) Bidang Perencanaan Tugas Menyusun renja dan anggaran. Subbag Hukum (1) (2) (3) (4) Memberikan bantuan hukum dan nasihat hukum kepada anggota Polri dan PNS. mengendalikan program dan anggaran serta analisa dan evaluasi atas pelaksanaannnya termasuk ren program pengembangan satwil. Menyelenggarakan penyuluhan hukum.. (19) Melaks tugas Kepolisian lainnya. c.8 / (17) Melaksanakan. Mengusulkan pelaksanaan psikotest pemegang senpi. Menyelenggarakan pendataan SIMAK BMN. b) Subbag Sarpras (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) c) Menyusun Rengiat Subbag Sarpras. (17) Melaksanakan keSabharaan jasmani. Kegiatan a) Subbag Progar (1) (2) (3) (4) (5) (6) Menyusun dan melaksanakan pemutakhiran data dalam rangka menentukan kebutuhan anggaran Satker. Menyusun dan membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Reference ( TOR ). Menyampaikan usulan saran pendapat hukum ke Bidkum Polda. Melaksanakan revisi RKA-KL dan DIPA. Melaks har matfasjas. (18) Melaks Administrasi pelaporan. Pelaksanaan anev program dan anggaran. Memberikan masukan dan koord dg pengemban fungsi hukum dg Insts lain. Mengusulkan kebutuhan Matfasjas. Merencanakan dan menyusun RKA-KL dan DIPA tingkat Satker. Menyusun dan membuat Rincian Anggaran dan Biaya ( RAB ). Menyelenggarakan pendistribusian BBM.

9. (7) b) Subbag Dalgar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menyusun rencana penyerapan anggaran Satker. SPKT (1) (2) (3) (4) (5) Kegiatan a) Melaporkan situasi Kamtibmas kepada Waka / Kapolres. Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renstra dan Renstra Satker. Penyiapan registrasi pelaporan. Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu 1) Tugas Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. prasarana dan ATK yang diperlukan. Menerima dan mengecek usulan anggaran yang diajukan oleh Sub Satker. . Memimpin serah terima tugas jaga fungsi. Memberikan paparan tentang gangguan Kamtibmas yang menonjol kepada SPKT yang bertugas berikutnya. pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian. Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap anggaran.9 / (7) Memberikan…. (8) Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renja dan Renja Satker. Mengecek kehadiran anggota SPKT . (12) Membuat adm pelaporan. (11) Melaksanakan sosialisasi Reformasi Birokrasi Polri (RBP). Membuat laporan realisasi anggaran (LRA). Pelayanan masyarakat . Membuat adm pelaporan. (9) Menyusun HTCK tingkat Satker. Tugas Pokok. 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan. Memberikan sosialisasi dan arahan teknis hasil penyusunan RKA-KL dan DIPA Satker. Mengecek kondisi sarana. dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan. (10) Menyusun dan membuat telaahan staf tingkat Satker. Penyajian informaSium berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan. Menyusun bahan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. Mengumpulkan. bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Fungsi dan kegiatan Satuan a. mengelola data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program dan anggaran. Membuat laporan pelaksanaan Triwulan DIPA. penyusunan dan penyampaian laporan kepada Kapolres/TA.

II dan III (1) (2) (3) (4) c) Banit (1) (2) (3) (4) (5) (6) b. (7) Memonitor pelaksanaan tugas pelayanan maupun opsnal di Polres dan situasi kamtibmas di jajaran Polsek. Melaporkan kondisi sarana prasarana kepada Unit. berkaitan dengan situasi kamtibmas ( PLN. Membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK). Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Satuan Intelkam. Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. Fungsi a) . Sat Intelijen 1) Tugas a) b) c) d) 2) Menyelenggarakan dan membina fungsi Intelijen bidang keamanan. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing. pengawasan terhadap pelaksanaannya. senjata api dan bahan peledak. (8) Mengajukan rencana kebutuhan / anggaran. b) Unit I. Membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan. Kepolisian baik sebagai bagian dari kegiatan Satuan Intelkam maupun sebagai bahan masukan penyusunan rencana kegiatan opreasional dan peringatan dini ( Early Warning ). Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Melaksanakan tugas SPKT apabila SPKT berhalangan. kegiatan sosial politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada masyarakat serta melakukan pengamanan. Damkar. Membatu tugas Banit dalam pelayanan kepada masyarakat. persandian. Membuat Laporan Polisi (LP). (6) Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. Memelihara sarana prasarana yang ada guna penigkatan pelayanan kepada masyarakat. termasuk perkiraan intelijen. Penyelenggaraan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan antara lain persandian dan produk intelijen di lingkungan polres. Memberikan pelayanan administrasi dan pengawasan senjata api atau bahan peledak. Telkom. termasuk persandian dan produk intelijen. orang asing dan kegiatan sosial atau politik masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Membantu SPKT dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari.10 / (6) Mendatangi…. Derek ). Membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen.

b) Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) (5) c) Menyusun administrasi perencanaan antara lain. Pengumpulan. dan urusan dalam. penyimpanan dan pemutakhiran tokoh Politik. Penetapan Kinerja Rengiat. peringatan dini ( Early Warning ) dan deteksi aksi ( Early Action ) Melaksanakan kegiatan penyelidikan suatu perkara / gangguan kamtibmas. politik dan pemerintah. Menyusun prakiraan Intelijen keamanan.11 b) c) d) e) f) / b) Pelaksanaan. penyimpanan dan pemutakhiran biodata tokoh formal atau informan organisasi social masyarakat. ketatausahaan. Melaksanakan pengumpulan.. Mengumpulkan data dan informasi dari media massa / sumber terbuka lainnya. Menyusun laporan bidang intelijen.. SKCK dan yang menyangkut orang asing. dan lain-lain) atau politik. Pelayanan surat izin atau keterangan kegiatan sosial masyarakat (keramaian. 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan kegiatan oparasional intelijen kemanan guna terlaksananya deteksi dini ( Early detection ). Pemberian pelayanan dalam bentuk surat ijin atau keterangan yang menyangkut. Melakukan analisis terhadap setiap perkembangan keadaan yang dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. senjata api dan bahan peledak serta kegiatan sosial atau politik masyarakat dan SKCK kepada masyarakat yang membutuhkan serta melakukan pengawasan dan pengamanan atas pelaksanaan. Penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian pimpinan. Pengdokumentasian dan penganalisaan terhadap perkembangan lingkungan strategi serta penyusunan produk intelijen untuk mendukung kegiatan polres. Melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat. Melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap kelompokkelompok masyarakat. Melaksanakan kegiatan administrasi umum. rapat. Lakip. Unit I Politik (1) (2) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan politik. TOR. . orang asing.. Pelaksanaan kegiatan opreasional intelijen kemanan guna terselenggaranya deteksi dini ( Early Detection ) dan peringatan dini ( Early Warning ) melalui pemberdayaan personil pengemban fungsi Intelijen.

penyimpanan dan pelaporan hasil pelaksanaan. Unit IV Keamanan (Was Senjata api dan handak) (1) (2) Menyelenggarakan pengamanan.12 / d) Unit. Unit III Sosial Budaya (1) (2) f) Melaksanakan pengawasan administratif terhadap kegiatan sosial masyarakat.. 2) Fungsi a) b) Penyelenggaraan pembinaan dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Penerapan SP2HP secara transpran dan akuntabel. . c. keterangan dan rekomendasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan unit Sosbud. g) Unit V Sandi (1) (2) Pengiriman. penerimaan dan pengarsipan berita-berita rahasia. h) Unit VI POA (1) (2) Melaksanakan pengawasan orang asing melalui pemberian izin. Melaksanakan pengumpulan. d) Unit II Ekonomi (1) (2) e) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.. memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. Tugas Sat Reskrim Menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP. Melakukan penggalangan dalam upaya menciptakan kondisi tertentu di dalam masyarakat/orang asing yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Sat Intelkam. menyelenggarakan pembinaan. pengawasan dan pengendalian serta perijinan senjata api dan amunisi dan bahan pelefak serta alat / bahan berbahaya lainnya.. koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundangundangan. Menyusun pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Unit Keamanan. menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. Menyelenggarakan dokumentasi guna menyusun data dan rekaman hasil pelaksanaan tugas Polri.

(2) Melakukan pemeliharaan. b) Urmintu (1) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek.c) d) e) f) g) h) 13 Pemberian pelayanan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. Pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan Satuan Reskrim. Penganalisisan kasus beserta penanganannya. dan. (3) Melaksanakan latihan fungsi. Penyelenggaraan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Penyelenggaraan koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan. (5) Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. kebutuhan sarana prasarana. Renja. 3) Kegiatan a) UrBin Ops (1) Melaksanakan pembinaan Personil satuan reskrim melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. program dan anggaran. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (4) Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. sasaran. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. (10) Melaksanakan supervisi. c) Unit Idik I . (3) Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. Penyelenggaraan pelayanan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. (2) Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. Rancangan Renja. perawatan administrasi dan ketatausahaan personel satuan reskrim. dan anggaran. koreksi. (6) Menyusun laporan bulanan. serta mempelajari dan mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas satuan reskrim. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. antara lain Renstra. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. tahunan dan lima tahunan. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Reskrim. personel. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.

(6) Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. serta koordinasi dalam rangka pembinaan. (2) Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Penyelenggaraan pengawasan terhadap predaran narkotika. Penyelenggaraan pembinaan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya.. Kegiatan a) Urbin Ops . Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan narkoba. / (2) Melaksanakan. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. pencegahan. (5) Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan.. surveillance. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik.(1) (2) 14 Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. psikotropika dan obat obatan berbahaya. Melakukan interview. observasi. (7) Melakukan interview. d. observasi. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan Narkoba 2) Fungsi a) b) c) 3) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika. Sat Narkoba 1) Tugas menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Narkoba. (3) Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. pencegahan. (3) (4) (5) (6) (7) d) Unit Idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. surveillance. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. (4) Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik..

(11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana b) Urmin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) c) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. Rancangan Renja. / (3) Melaksanakan.. sasaran. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. Unit Idik I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Renja. (3) Melaksanakan latihan fungsi. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. personel. kebutuhan sarana prasarana. perawatan administrasi dan ketata usahaan personel satuan reskrim.. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.(1) (2) 15 Melaksanakan pembinaan Personil Sat narkoba melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. Melakukan interview. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. (10) Melaksanakan supervisi. surveillance. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Sat narkoba. tahunan dan lima tahunan. . Melakukan pemeliharaan. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. program dan anggaran. koreksi. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan.. Menyusun laporan bulanan. observasi. dan anggaran. antara lain Renstra. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal.

Kegiatan a) Urusan Pembinaan Operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membantu pelaksanaan tugas administrasi Sat Binmas. / (2) Melaksanakan. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. (2) (3) (4) (5) (6) (7) e.16 d) Unit idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Peningkatan hubungan sinergitas Polri – masyarakat. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. surveillance. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) Membuat rengiat. Pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. observasi. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. Melaksanakan bimbingan teknis fungsi Binmas. Melakukan interview.. Mengumpulkan dan mengolah data serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Binmas dilingkungan Polres. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Penyenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah / lembaga/ organisasi masyarakat. Pemberdayaan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan. Sat Binmas 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan teknis Polmas dan kerja sama dengan instansi pemerintah/ lembaga/organisasi masyarakat.. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dan pengembangan manajemennya. pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka memberdayakan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan serta meningkatkan hubungan sinergitas Polri-masyarakat 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Penyelenggaraan pembinaan teknis Polmas.. Membuat renlat. .

Mengadakan koordinasi dengan pimpinan alat kepolisian khusus dalam rangka pelaksanaan tugas. Toda. Peningkatan pelatihan kemampuan Satpam. dan Pondok Pesantren. Melaksanakan pembinaan terhadap Relawan. (9) Melaksanakan silaturahmi kamtibmas pada Toga.. Peningkatan pelatihan kemampuan Kaposkamling. Menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas alat-alat kepolisian khusus dan keamanan swakarsa. Membuat surat perintah tugas. Melaksanakan pembinaan terhadap pelajar dan mahasiswa. Melaksanakan pembinaan terhadap petugas perparkiran.. (7) Peningkatan pelatihan kemampuan Senkom Mitra Polri. (10) Melaksanakan pembinaan dan koordinasi terhadap Kepolisian Khusus. / (6) Pengelolaan. Mengadakan pelatihan dasar Satpam. Tomas. e) Unit Binkamsa (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pam swakarsa. Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pembentukan Polmas Unit Bintibmas (1) (2) (3) (4) (5) Melaksanakan pembinaan terhadap potensi masyarakat. dan Pelaksanaan pengawasan dan pebinaan pada keamanan lingkungan. Melaksakan penataan kearsipan.17 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) c) Menyusun rencana anggaran kegiatan. Membuat laporan kegiatan. (8) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Unit Binpolmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Melaksanakan sosialisasi perpolisian masyarakat. Pengelolaan tata naskah surat masuk dan keluar. Pembinaan peningkatan kemampuan personil pelaksana Polmas. (6) Melaksanakan pembinaan terhadap saka bhayangkara dan PKS. Pendistribusian surat-surat keluar. .. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan. Pemberdayaan potensi masyarakat dan membangun kemitraan melalui program Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat ( FKPM). Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ngambang. Mengagenda surat masuk dan keluar. Melaksanakan pembinaan alat-alat kepolisian khusus.

patroli dan pelayanan unjuk rasa / pengendalian masa ) dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat.18 / f. Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) Membuat rencana kegiatan satuan fungsi shabara. c) 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membuat prencanaan tugas sesuai dengan perkiraan intelijen harian. Sat Sabhara 1) Tugas a) b) 2) Melaksanakan kegiatan – kegiatan prefentif dan refresif dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas. .. f. Membuat rencana anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas. kegiatan masyarakat dan instansi. Fungsi a) b) Pelaksanaan tugas – tugas pengamanan ( penjagaan. Melaksanakan penjagaan baik pada pos-pos tetap ( Mako. laka kerja. Membuat surat perintah dalam setiap pelaksanaan tugas – tugas fungsi shabara. mengolah dan menyajikan data untuk evaluasi pelaksanaan tugas shabara. Membuat anev pelaksanaan tugas ( bulanan.. Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas.. Rumdin pejabat ) maupun pos-pos sementara seperti keramaian. Melaksanakan dinas kepolisian lain. Memfloating anggota pada objek – objek yang memerlukan pengamanan. Pelaksanaan SAR terbatas dan masalah – masalah kontijensi. semester dan tahunan ) c) Unit Turjawali (1) (2) (3) Melaksanakan pengaturan pada tempat – tempat yang berpotensi kerawanan laka lantas. Pelaksanaan tugas penanganan tindak pidana ringan (TIPIRING) dan pengamanan tempat kejadian perkara (PTKP) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terkait masalah pelanggaran dan tindak pidana. Membuat perencanaan pelatihan peningkatan fungsi. Memberikan bimbingan teknis pada unit shabara polsek. Sat. ganguan lalu lintas dan gangguan kamtibmas lainnya. pengaturan. Mengumpulkan. pengawalan.

laka KA.. g. Pengawalan dan Patroli. Kaur Mintu (1) (2) (3) Membuat Rencana Kegiatan. Pengaturan. Sat Lantas 1) Tugas Menyelenggarakan dan Membina fungsi lalu lintas Kepolisian. Melaksanakan pengamanan terhadap kejadian – kejadian kontijensi (bencana alam. Penyidikan Kecelakaan Lalu lintas dan Penegakan Hukum dibidang Lalu Lintas guna memlihara keamanan. Melaksanakan pengawalan terhadap personil dan materil objek vital pemerintah dan nasional.. Registrasi dan Identifikasi pengemudi / Kendaraan Bermotor. ketertiban dan kelancaran Lalu lintas. d) Unit Pam Obvit (1) (2) Melaksanakan penjagaan terhadap objek vital pemerintah dan swasta.(4) 19 Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas.. Penyelenggaraan Turjawali Lantas. . Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa lalu lintas. Penyelenggaraan Registrasi dan identipikasi Pengemudi / kendaraan bermotor. yang meliputi Penjagaan. Pendidikan Masyarakat dan rekayasa Lalulintas. Kegiatan a) Kaur Bin Ops (1) (2) (3) b) Melaksanakan Pembinaan manajemen Opsnal dan Pelatihan. keselamatan. Penyidikan Laka Lantas dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas. Pengelolaan Teknologi Informasi dan dokumentasi lalu lintas. laka pesawat) dan pelaksanaan SAR terbatas. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) Penyelenggaraan dan Pembinaan fungsi Lalu lintas Kepolisian. Sarpras dan Kinerja. / d) Unit. Pemeliharaan Kamseltibcarlantas. Melaksanakan Anev. e) Unit Dalmas (1) (2) Melaksanakan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan unjuk rasa. Melaksanakan Pelayanan Ketatausahaan dan urusan dalam dalam lingkungan Lantas. Melaksanakan Manajemen Personil.

Sat Tahti 1) Tugas Menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan. / (3) Membina. Pembinaan Pelaksanaan Reg Ident SIM. d) Unit Dikyasa (1) Membina dan melaksanakan Kerjasama lintas Sektoral. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. Penyelenggaraan pengamanan. Mengajukan Berkas Perkara Laka Lantas ke Pengadilan. Unit Reg Ident (1) (2) Menyelenggarakan dan Membina Pelaksanaan Reg Ident Kendaraan Bermotor. (2) Melaksanakan Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lantas.20 (4) (5) c) Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas.. serta menerima. Unit Turjawali (1) (2) Melaksanakan Penegakan hukum dan tata tertib lalu lintas. Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).. STNK dan BPKB. Kegiatan a) Urusan administrasi dan tata usaha. Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. (3) (4) Membina dan menyelenggarakan tata tertib Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Membina dan Menyelenggarakan Penanganan Pelanggaran Lalu lintas. Pengawalan dan Patroli Lalu lintas. (4) Melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral dalam Pembinaan dan Rekayasa Sarana Angkutan. .. termasuk pembinaan jasmani dan rohani. h. penyimpanan barang bukti dan pengelolaan data barang bukti. (3) Pembinaan Rekayasa dibidang Lalu lintas. Penjagaan. e) f) Unit Laka (1) (2) (3) (4) (5) Menyelenggarakan Pembinaan dan Penanganan Laka Lantas. menyimpan dan memelihara barang bukti. Melaksanakan Penyidikan Laka Lantas. 2) Fungsi a) b) 3) Penyelenggaraan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan termasuk pembinaan jasmani dan rohani. (1) Melaksanakan pencatatan dan registrasi serta pelaporan jumlah tahanan. Melaksanakan TP TKP Laka Lantas. Melaksanakan Pengaturan.

. Sitipol 1) Tugas bertugas menyelenggarakan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi. melaksanakan bimbingan tehnis TIPOL ke Polsek Jajaran. pengamanan dan pemeriksaan tahanan serta fasilitas ruang tahanan secara berkala. Penyajian. melaksanakan evaluasi kinerja Tupoksi Sie TIPOL. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. menjaga keluar masuknya dan pengecekan kondisi barang bukti. Kegiatan a) b) c) d) melaksanakan pemeliharaan jaringan informasi komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. pelayanan dan penyelenggaraan sistem informatika yang meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data. . meliputi kegiatan komunikasi kepolisian.(2) b) Melaksanakan pengawasan administrasi keluar masuknya tahanan. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. (3) (4) c) Unit Barang Bukti (1) Melaksanakan administrasi dan registrasi terhadap barang bukti. menjaga dan mengawasi tahanan dan kunjungan ke rumah tahanan dengan menetapkan waktu dan tempat besuk tahanan.. serta pelaporan dan pencatatan terhadap keluar masuknya barang bukti dan kondisi barang bukti. dan inventarisasi barang bukti. penyiapan data. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) pemeliharaan jaringan komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. Melaksanakan pengawasan dan perawatan kesehatan tahanan. i. (2) Melaksanakan pengawasan barang bukti. 21 terhadap Unit Perawatan Tahanan (1) (2) Melaksanakan pengawasan.. Mengatur. Penyajian. (3) Melakukan pengamanan. Melaksanakan penjagaan dan penyiapan makan dan kebersihan ruang tahanan serta fasilitas. (4) Melaksanakan pengadministrasian. barang bukti registrasi. melaksanakan penyajian data informasi criminal dan multimedia. pelayanan terhadap tahanan yang sakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para tahanan. serta penyajian informasi termasuk pelayanan multimedia. / (3) Melaksanakan. penyiapan data. informasi kriminal dan pelayanan multimedia.

pengawalan. baik sebagai pelaksana kegiatan satuan-satuan atas maupun sebagai pengumpulan bahan keterangan untuk keperluan deteksi dini dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. . permintaan bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat. memberdayakan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. 2) Fungsi a) pemberian pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat. dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan. keselamatan. serta melaksanakan penjabaran penerapan Polmas. melaks sun rengiat dan renbut (TOR RAB dll). penjagaan. Penyelenggaraan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya serta pelayanan kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. penyelenggaraan kegiatan pengaturan.22 e) f) q. patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. serta pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat. / 2) Fungsi…. penegakan hukum dan pemberian perlindungan. sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dalam organisasi Polri. mengelola kegiatan administrasi umum Polsek sehingga tugas administrasi surat menyurat berjalan dengan tertib. Polsek 1) Tugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelayanan pengaduan atas tindakan anggota Polri. ketertiban dan kelancaran lalulintas. Intelijen dalam bidang keamanan. b) SekSium untuk pembinaan disiplin. b) c) d) e) f) 3) Kegiatan a) Unit Provos Membantu tugas Provos Polres penegakan hukum anggota Polsek. (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir. termasuk keamanan. pembinaan masyarakat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan. melaksanakan penyusunan laporan rutin dan laporan insidentil. sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas Polri lain dalam wilayah hukumnya.

j) Unit Lalu Lintas . e) Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. (2) Melaksanakan pelayanan administrasi masyarakat. g) Unit Binmas (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan pemberdayaan polmas.. mengayomi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. kerjasama bidang Kamtibmas serta pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. i) Unit Reserse Kriminal (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan enyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. h) Unit Sabhara (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek... (2) Menyampaikan program unggulan Polres kepada masyarakat. Mengelola anggaran Polsek sesuai dengan DIPA. / e) Sentra. potensi masyarakat lainnya. mengayomi. mengayomi. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. f) Unit Intelkam (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan tugas deteksi terhadap kegiatan masyarakat. melayani masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas. mengayomi. Sihumas (1) Mediator antara Polri dengan masyarakat. (3) Melaksanakan tugas-tugas tambahan sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum.23 (2) (3) c) Sikum (1) (2) d) Mendata anggota yang bermasalah. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. Memberikan saran/pendapat hukum.

(1) (2) (3) (4) 24 Membantu Polsek dalam melaksanakan tugas fungsi pengaturan lalu lintas dan penjagaan. Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. / BAB …. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Kehumasan Polri tingkat guna di tuangkan dalam program kerja Bag Ops. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Menerima Gelar Opsnal yang dilaksanakan Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan perintah/tugas untuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota dalam hal Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan. Menerima laporan pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dalam lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Menangani kecelakaan lalu lintas sampai dengan kejaksaan (P21) di wilayah Polsek Urban. BAB III POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA 10. (3) (4) (5) . Memberikan arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Perencanaan Operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Bag Ops dan Komunitinya. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ops. Menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polsek rural.. Kapolres Tasikmalaya Kota a) Hubungan bersifat vertikal a) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Waka Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) b) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan petunjuk. Hubungan Tata Cara Kerja di Polres Tasikmalaya Kota a.

kegiatan dan anggaran yang disusun dalam Renja Polres Tasikmalaya Kota (8) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas dan hasil pruduk perencanaan. Hubungan Kapolres dengan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota (1) Menetapkan kebijakan dan strategi Polres Tasikmalaya Kota jangka pendek. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk.. (4) Memberikan perintah. terutama dalam hal pelaporan hasil Operasi Kepolisian.(6) (7) c) 25 Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. / (4) Memberikan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. peningkatan kemampuan dan pelayanan kesehatan di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. (3) (4) (5) . Memberikan petunjuk dalam penyampaian informasi terhadap Publik. d) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laboran. (3) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun Operasional guna disusun dalam perencanaan Umum dan dituangkan ke dalam Program Kerja Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan / penerapan hukum di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. jangka menengah dan jangka panjang. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di pembinaan sarana dan prasarana (Logistik) di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (6) Memberikan petunjuk. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (5) Memberikan perintah.. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan personel. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (7) Memberikan kebijakan dalam penyusunan program.

e) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasium Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan administrasi umum. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasi Propam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. reproduksi dan distribusi surat menyurat serta penyelenggaran kegiatan pos Polri.26 (6) Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. terutama dalam mendukung kegiatan Pembinaan maupun operasional Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan kepaniteraan. Menerima laporan kemajuan dan pertanggung jawaban keuangan Polda Jabar. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasium Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sikeu Polres Tasikmalaya Kota.. / (5) Menerima. urusan arsip yang meliputi pemeriksaan klasifikasi serta pemeliharaan dan penyimpanan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. h) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Ka Siwas .. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. upacara. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasium Polres Tasikmalaya Kota. Tasikmalaya Kota dengan Kasikeu Polres f) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) g) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (3) Memberikan petunjuk.

Memberikan surat perintah pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan Polsek jajaran. i) Hubungan Kapolres dengan SPKT Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. Memberikan arahan dan petunjuk dalam pengawasan dan pemeriksaan hasil kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. (3) Memberikan petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. (3) Memberikan petunjuk. j) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Siwas Tasikmalaya Kota.. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan . (2) Memberikan petunjuk. (4) Menerima produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. k) Hubungan Kapolres dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk. terutama bidang operasional untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya.. / (1) Hubungan.(1) (2) (3) (4) (5) 27 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. fasilitas perkantoran. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum.

terutama bidang operasional dan penegakkan hukum tindak pidana narkoba. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum di bidang tindak pidana narkoba. Hubungan Kapolres dengan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) n) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. m) Hubungan Kapolres dengan Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. l) Hubungan Kapolres dengan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota 28 maupun (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan petunjuk.mendapatkan perhatian baik dari pemerintah masyarakat. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang Operasional di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum pada umumnya. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk . (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional.. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat.. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat NarkobaPolres Tasikmalaya Kota. / (3) Memberikan. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota.

. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Operasional. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. . Sat Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) q) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja. Tasikmalaya Kota dengan Kasitipol Polres Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti.. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota.(5) o) 29 dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Hubungan Kapolres dengan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk.. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. (5) (6) p) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. / (5) Menerima. terutama bidang Lantas Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima produk-produk yang dihasilkan Sattahti Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk.

Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. (5) Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. (3) Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam hal penyalahgunaan narkoba. (3) Memberikan petunjuk. r) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. (4) Koordinasi tentang Penyusunan dan sosialisasi Perda. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. b) Hubungan Kapolres dengan Dinas Pendidikan (1) (2) (3) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. terutama yang menyangkut pemb`inaan dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang meliputi kriminal dan manajerial termasuk jaringan telekomunikasi dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota.. . (4) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota.. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. / (4) Menerima. 2) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolres dengan PEMDA / DPRD (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. (6) Koordinasi dalam pengamanan VIP (7) Koordinasi dalam Penertiban / rekayasa lalu – lintas. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas.(4) (5) 30 Menerima produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota.

Menerima pertunjuk dan arahan dalam penyampaian informasiterhadap public. Koordinasi dalam pembinaan personil yang menyangkut profesi. Koordinasi dalam perencanaan kegiatan Polres. Lakip. jiwa korsa. Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam bidang penyelenggarakan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kepolisian.31 b. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. b) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. moril dan disiplin serta urusan administrasi personil dan karier. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metode produk HTCK. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran... c) Hubungan Kabag Ops dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam dukungan logistik dalam pelaksanaan Operasional Kepolisian. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres dan Waka Polres serta melaporkan pelaksanaan penyelenggaraan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kapolisian. Bagian Operasional (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metoda produk perencanaan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Operasional (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Sumda / (1) Hubungan.

Koordinasi dalam penyelenggaraan Operasi guna monitor pelaksanaan Operasi Kepolisian. Membantu kelancaran klarifikasi personil yang diduga melakukan penyimpangan. Koordinasi tata cara penyelenggaraan urusan administrasi umum. Memberikan informasi dalam pemerosesan anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ops dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) b) (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) (3) f) Hubungan Kabag Ops dengan Kasium (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Koordinasi yang berhubungan fungsi teknis keuangan. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Intelkam Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinas. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Koordinasi untuk masukan tata cara urusan arsip yang meliputi pemeliharaan dan penyimpanan.(2) (3) (4) Koordinasi dalam penyelenggaraan pelaksanaan Operasi Kepolisian.. baik dilingkungan Bag Ops maupun untuk kegiatan Operasional Kepolisian. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. . Menerima laporan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam.. / (2) Koordinasi. Koordinasi dalam rangka pencairan dana. 32 pengawasan d) Hubungan Kabag Ops dengan Kasi Ppropam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. tata naskah dan distribusi.

Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi. .(2) (3) (4) c) 33 Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam menyiapkan Rencana Operasi Kepolisian dan penyiapan personil yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (5) Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Koordinasi dalam kegiatan fungsi Binamitra termasuk penerangan kepada masyarakat tentang peraturan perundang – undangan di bidang operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Koordinasi masalah operasional Kepolisian yang berkaitan dengan fungsi Binamitra. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim.. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor dan identifikasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi dalam penyampaian informasi masalah operasional. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan.. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor.. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(4) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional. (4) Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi (5) terhadap publik.(4) g) 34 Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ops dengan Pemerintah Daerah (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi tentang pelaksanaan Pilkades. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (3) Koordinasi dalam upaya mensukseskan kegiatan Operasional Polri di lapangan... i) Hubungan Kabag Ops dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi masalah berkaitan dengan tahanan serta barang bukti.. (2) Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Pilgub dan Pilpres berjalan aman lancar terkendali. (3) Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Pilbup. . j) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolsek (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi.

penyakit d) Hubungan Kabag Ops dengan DISHUB (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Memberikan saran pendapat dibidang Sumda. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. arahan dan perintah dari Kapolres dibidang Kepolisian khususnya bidang Sumda. c. Bagian Sumber Daya 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Memberikan arahan dan perintah yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Koordinasi dalam rangka penertiban lalulintas. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Menerima petunjuk. Memberikan arah kebijakan dibidang Sumda Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Bag Sumda. Hubungan Kabag Ops dengan POL PP (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. / c. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Mewakili Kapolres untuk mengikuti kegiatan dalam hal Kapolres berhalangan hadir. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas bidang Sumda 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ops . e) Hubungan Kabag Ops dengan TNI (1) (2) (3) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi.(3) (4) (5) b) Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Hubungan Kabag Ops dengan Dinas Pendidikan 35 penyakit (1) (2) c) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Bagian….

Melaksanakan Koordinasi dibidang Operasional penyiapan personel untuk kegiatan Operasi Menerima usulan untuk UKP. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (7) Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda dan Siwas. penggunaan Personel dan logistik. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. penyuluhan. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka Perencanaan tugas administrasi dan anggaran Bag Sumda. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penyuluhan. Koordinasi untuk mendapatkan masukan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam kegiatan pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penggunaan Personel dan logistik. Melaksanakan Koordinasi dibidang update data personel sescara rutin dan berkala. UKG. d) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasi Propam . Koordinasi dalam bidang Binpers untuk UKP. Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ops untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (7) (8) Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ren untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Lakip. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. / (7) Koordinasi…. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 36 Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penyuluhan. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi dibidang tugasnya. Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda. UKG. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ren Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ops Polres. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil.

dan meminta catatan personel sebagai bahan Wanjak. penyiapan dan pelaksanaan penelitian bagi personel yang akan mengikuti pendidikan atau dinas keluar negeri. penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan seleksi pendidikan. penyuluhan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penggunaan Personel dan logistik. / (d) Koordinasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) 37 Koordinasi dalam penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan penerimaan calon anggota Polri. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. kesekretariatan dan administrasi umum lainnya Koordinasi dalam rangka pelayanan Markas dilingkungan Polres. Koordinasi dalam rangka kearsipan. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Meminta SKHP dalam rangka kenaikan Pangkat personel dan STNK rahasia untuk keandaraan dinas. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasikeu (a) (b) (c) Koordinasi dalam bidang rencana kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan Bag Sumda dan Sikeu Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil... f) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasium (a) (b) (c) (d) (e) (f) Koordinasi yang dalam penyampaian Produk Laporan atau administrasi lainnya yang di sampaikan kepada Kapolres Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Meminta catatan personel dalam rangka Wanjak yang UKP. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. . penyuluhan. Koordinasi dalam penyusunan program dan anggaran Bag Sumda dalam rangka pelaksanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan.. mutasi dan sebagainya. Koordinasi dalam pelaksanaan sidang dan putusan sidang disiplin dalam rangka pembinaan dan memberikan kepastian hukum terhadap anggota. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penggunaan Personel dan logistik. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penyuluhan. (d) (e) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

38 3) Hubungan Diagonal
a)

Hubungan Kabag Sumda dengan KSPKT
(1) (2) (3) (4) (5)

(6)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan personel pengemban fungsi SPKT. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi penjagaan. Menerima data usulan pembinaan kesejahteraan dan pembinaan karier personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

b)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Intelkam
(1) (2) (3)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Intelkam.

dan

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Intelkam. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (6) Koordinasi....

(6)

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

c)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Reskrim
(a) (b) (c)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Reskrim.

dan

(d)
(e)

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

39
d)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Narkoba
(a) (b) (c) (d) (e)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Sat Narkoba.

dan

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

e)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Binmas
(1)

(2) (3)
(4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

/ f) Hubungan….

f)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Sabhara
(1)

(2)
(3) (4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers, Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

g)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Lantas
(1)

(2)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik.

(3)
(4)

(5)

40 Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

h)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Tahti
(1)

(2) (3)
(4) (5) (6)

(7)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam Binrohtal terhadap tahanan. Koordinasi dalam hal pinjam pakai barang bukti kendaraan Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

i)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasitipol (1) (2)
(3)

Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag, Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (4) Menerima....

(4)
(5)

(6)

Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

j)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolsek
(1)

(2)
(3)

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah, Binkar, Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik, sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

Koordinasi mengenai anggota Polri yang melaksanakan Perceraian. / e) Hubungan. d.. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Cerai dari kesatuan. penyuluhan. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil / (1) Koordinasi. (1) (2) (3) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Akte Kenal Lahir dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Nikah dari kesatuan.. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas Pendidikan (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas ijazah dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Depag (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Ijazah MA dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi mengenai Keabsahan Domisili/ KTP dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi mengenai sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dan PNS.(6) 41 Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Pengadilan Agama (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Cerai bagi anggota Polri dan PNS. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Badan Pertanahan Nasional(BPN ) (1) (2) Koordinasi dalam rangka Pembuatan Sertifikat tanah milik Polri. Koordinasi dalam rangka kesediaan menjadi tenaga binrohtal d) Hubungan Kabag Sumda dengan KUA (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Nikah bagi anggota Polri dan PNS. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya... Bagian Perencanaan (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolres . Koordinasi dalam rangka Penentuan Harga sertifikasi Tanah milik Polri...

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. (3) (4) (6) (7) b) Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran dalam pelaksanaan tugas operasional. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. b) Hubungan Kabag Ren dengan Waka Polres (1) Menerima petunjuk.. rencana kerja dan anggaran.. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Ops . menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. . rencana kerja dan anggaran. (2) (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Ops (1) (2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. rencana kerja dan anggaran. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program.(1) (2) 42 Menerima petunjuk. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. Lakip. / (3) Koordinasi. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum.

Mengusulkan UKP dan UKG personel yang ada di Bag Ren . Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam penyusunan rencana keuangan dan anggaran. Memberikan petunjuk dalam pelaksanaan baik di bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sikeu. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. Koordinasi dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. penyuluhan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran di bidang pengadministrasian. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sium . c) Hubungan Kabag Ren dengan Kasium (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 43 Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sikeu. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Melaksanakan koordinasi di bidang penyelenggaraan perencanaan umum.. / (1) Hubungan. Hubungan Kabag Ren dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Sumda . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. rencana kerja dan anggaran.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. / (6) Menerima. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk. baik yang berupa konsep RUU. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Keppres dan Keputusan Kapolri sesuai bidangnya maupun pendapat dan saran hukum sesuai fungsinya. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ren dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . RPP. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT ...44 e) Hubungan Kabag Ren dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sipropam . (5) (6) (7) f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan petunjuk.. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas . Memberikan arah kebijakan strategis. . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sipropam . Lakip. Lakip. Memberikan petunjuk. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas. Menerima produk Sipropam .

Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam . d) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk. Lakip. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk. / (5) Koordinasi…. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim . (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam rangka menyusun perencanaan umum dan program kerja tingkat Polres. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Intelkam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Lakip. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Reskrim . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. .(4) (5) (6) b) 45 Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip.

/ (5) Koordinasi…. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Narkoba dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan arah kebijakan strategis . 46 baik bidang disusun dan Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . perencanaan umum dan anggaran untuk dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba . f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara . (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . Memberikan petunjuk. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . g) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Lantas . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.(2) (3) (4) (5) (6) e) Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk.

Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Tahti dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Lakip. Memberikan arah kebijakan strategis . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol. Lakip. Lakip. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas . Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . (5) (6) j) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolsek Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan petunjuk. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . . Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan arah kebijakan strategis . i) Hubungan Kabag Ren dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) h) 47 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. / (5) Koordinasi…. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . (7) Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan oleh Sium Polres untuk ditandatangani Kapolres. Menerima petunjuk dan arahan dalam rangka pengajuan dan pengesahan DIPA dalam pelaksanaan anggaran. b) Hubungan Kasium dengan Waka Polres . (3) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam administrasi umum yang meliputi korespondensi. pelayanan kebersihan. (4) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (5) Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres serta melaporkan pelaksanaan tugas Sium Polres. kearsipan dan administrasi umum lainnya.. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. menyiapkan sarana prasarana di ruang rapat. Sium (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasium dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah dan menyampaikan laporan.. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . (2) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas Kapolres yang meliputi fungsi kesekretariaatan. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di lingkungan sekitar Mapolres. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ren dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan petunjuk. rapat-rapat pimpinan. / (7) Mangajukan. e. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.(a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) 48 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (6) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres kepada Kapolres.

kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Siwas. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sipropam Polres. b) Hubungan Kasium dengan Kasi Propam (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 49 Hubungan bersifat vertikal dan diagonal bentuk hubungan adalah garis menerima perintah. ketatausahaan dan kelancaran tugas-tugas Waka Polres. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan fungsi kesekretariaatan dan administrasi umum yang meliputi korespondensi. ketatausahaan. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasium dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di sekitar lingkungan Mapolres. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sipropam Polres. c) Hubungan Kasium dengan Kasi Keu . kebersihan. ketatausahaan. menyiapkan tempat rapat-rapat pimpinan termasuk sarana prasarana ruang rapat. / (5) Koordinasi…. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Siwas. (5) Koordinasi dalam hal pengajuan rekomendasi bagi personel Sium yang telah melaksanakan putusan Ankum. menyampaikan laporan dan koordinasi sesuai batas kewenangan yang diberikan Kapolres kepada Waka Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sipropam Polres. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan pencapaian rencana kerja Sium Polres. Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan Sium Polres untuk ditandatangani Waka Polres sesuai perintah dan kewenangan apabila Kapolres berhalangan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam penjabaran kebijakan Kapolres. pelayanan kebersihan.

kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagops Polres. ketatausahaan. diagonal dan bentuk . Lakip. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagren Polres. / f) Hubungan.. Koordinasi dalam hal penyerapan dan penyaluran anggaran Sium Polres sesuai DIPA. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sikeu Polres. Hubungan Kasium dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horisontal dan hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Hubungan Kasium dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat horizontal dan diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sikeu Polres. Hubungan Kasium dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (6) Koordinasi dalam penyusunan perencanaan Sium Polres yang meliputi perencanaan kerja. RKA-KL dan POK Polres. kebersihan. (4) Koordinasi dalam penggunaan kekuatan personel Sium Polres dalam melaksanakan operasi kepolisian dan kegiatan Kepolisian yang digelar Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (4) Koordinasi tentang data Surat menyurat dan giat rapat untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL/DIPA. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagren Polres.(1) (2) (3) (4) d) 50 Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kegiatan dan anggaran serta perencanaan lainnya. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagops Polres.

c) Hubungan Kasium dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasium dengan Kasat Narkoba . b) Hubungan Kasium dengan Kasat Intelkam (a) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. (4) Koordinasi dalam hal pembinaan personel Sium Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagsumda Polres. / d) Hubungan. (c) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.51 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres. kebersihan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasium dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat intelkam Polres.. (b) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat intelkam Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. kebersihan. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan.. penyuluhan. (5) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagsumda Polres. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. e) Hubungan Kasium dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. kebersihan. . pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. g) Hubungan Kasium dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. ketatausahaan. h) Hubungan Kasium dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. kebersihan. ketatausahaan.52 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat narkoba Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. f) Hubungan Kasium dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat narkoba Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat sabhara Polres. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. / (2) Koordinasi.

urusan dalam dan pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. f. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. ketatausahaan.Sikeu 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasikeu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan dersifat vertical dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. i) Hubungan Kasium dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunuk dan arahan dari Kapolres dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan teknis Kapolres di bidang ke uangan polres yang meliputi dari mulai perencanaan pendanaan sampai dengan penyaluran dan laporan keuangan. / (3) Mengajukan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. ketatausahaan. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. . kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres.53 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. j) Hubungan Kasium dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan.. (5) Meneruskan kebijakan. (2) Memberikan bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. ketatausahaan. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. kebersihan. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres.

Memberikan usulan dalam rangka masalah organisasi dan prosedur Kasikeu dan kemungkinan untuk pengembangan baik di tingkat polres maupun polsek serta penyusunan piranti lunak yang berlaku untuk itu.. Menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres dalam masalah pendanaan yang menyangkut kepentingan khusus seperti untuk mendukung oprasional. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Koordinasi dalam hal penyaluran dana Operasional.. (4) (5) 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) b) (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Mengikuti pokja dalam rangka penentuan eselonisasi jabatan terutama dalam penentuan elselon jabatan.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan untuk lingkungan Kasubagren Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ren (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.proyek khusus dan lain – lain. Mengajukan usulan dalam rangka permintaan tambahan personil dan pegajuan kenaikan pangkat serta mutasi jabatan di lingkungan Kasikeu. Koordinasi dalam rangka pelayanan angkutan dan konsultasi mengenai administrasi umum dalam rangka mendukung kegiatan oprasional Kasikeu. Melaporkan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan dalam bidang pembinaan keuangan Polri. Melaksanakan Koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Memberitahukan tentang perubahan system pengajian dalam rangka pembuatan DPP gaji yang dibuat secara teknis serta hal – hal tentang penyempurnaan dan perubahan. Mengajukan daftar nama anggota Kasikeu yang terlibat satuan cadangan polri. Koordinasi tentang bimbingan teknis administrasi keuangan Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.54 (3) Mengajukan konsep juknis dan jukmin mengenai pengurusan keuangan negara di tingkat polres serta pengajuan konsep naskah kerja sama yang menyangkut penghasilan personil dengan instansi luar. / (4) Mengajukan.

Memberikan bimbingan teknis tentang administrasi keuangan 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasikeu dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan. Memberikan saran dan arahan tentang pembuatan perwabku. Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya. (5) (6) (7) d) Hubungan Kasikeu dengan Kasiwas (1) (a) (b) (c) e) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Hubungan Kasikeu dengan Kasium (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam perumusan / pengembangan. Menyampaikan laporan hambatan dalam penarikan anggaran. Melakukan koordinasi dalam rangka penyaluran dana – dana APBN dan DPK serta bantuan medis untuk kepentingan kesejahteraan anggota Kasikeu. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan tentang tehnis pertanggung jawaban keuangan di lingkungan taud. Menyertakan anggota Kasikeu dalam pencocokan dan penelitian tagihan dari BUMN atas LTAG dan BMP. arahan dan petunjuk pimpinan. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan.55 (4) Mengajukan usulan dalam rangka kenaikan gaji berkala.tanda jasa serta pembuatan peraturan mengenai hak – hak anggota Polri serta hal – hal lain yang menyangkut kesejahteraan seluruh anggota polri. perjalanan dinas mutasi .petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugas taud. Koordinasi tentang kebutuhan anggaran Sipropam. Hubungan Kasikeu dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin Memberikan masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin memberikan perintah. pelaporan serta perwabku. Menyiapkan bahan laporan lakip yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.untuk di proses lanjut dalam pembayaran / pemindahan dukungan ke instansi BUMN. akutansi. Menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan/penyaluran anggaran.

Bekerja sama dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas. . Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. f) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. e) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Memberikan bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam d) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Bekerjasama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan sat Sabhara. c) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.56 / b) Hubungan. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. g) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasikeu dengan KPPN (1) (2) b) Koordinasi dalam menyiapkan SPP gaji dan pembukuan SPM gaji. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. i) Hubungan Kasikeu dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitraSikeu..57 (4) / (4) Bekerja.. g. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. Sipropam (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ laporan. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan. j) Hubungan Kasikeu dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk garis koordinasi. . Bekerja sama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Memberikan bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. Memberikan perintah.. arahan dan petunjuk Menerima laporan pelaksanaan tugas yang telah diberikan oleh pimpinan. Hubungan Kasikeu dengan Dirjen Perbendaharaan (1) (2) Koordinasi dalam rangka Penyusunan DIPA. h) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan manajemen keuangan. Koordinasi dalam rangka Revisi DIPA.

Memberikan laporan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan personil Polri dan Pns Polri.. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Memberikan masukan data anggota yang akan dihentikan hak gaji / penghasilannya. (4) b) Memberi perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. . Koordinasi dalam kesekretariatan. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan keuangan. Hubungan Kasi Propam dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaporkan hasil kegiatan di bidang pengawasan dan pembinaan personil serta pelayanan pengaduan masyarakat yang menyangkut pelanggaran anggota. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasium (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. akutansi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin... pelaporan serta perwabku. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. Menerima perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya.58 / (4) Memberi. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. perpustakaan dan pelayanan administrasi. Hubungan Kasi Propam dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ arahan. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasi Propam dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan / informasi tentang data penyeleseaian kasus pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi. Melakukan koordinasi tentang rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran Sipropam. Menerima arah kebijakan Kapolres baik langsung maupun melalui ajudan Kapolres.

Koordinasi dalam pengendalian anggaran serta evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja sub satker . (2) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan anggota yang melaksanakan tugas Opsnal. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. / d) Hubungan. Lakip. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam pelayanan dan konsultasi hukum bagi anggota dan keluarganya.(3) 59 Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Sumda (1) (2) e) (3) (4) (5) (6) (7) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (3) Memberikan laporan hasil pengawasan dalam pelaksanaan tugas Opsnal. Koordinasi dalam pengendalian personel di lingkungan Polres . f) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ren (1) (2) (3) 4) 5) 6) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL/DIPA. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasi Propam dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT. Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya. Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran. matlog. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan seluruh personil Polres Tasikmalaya Kota.. Koordinasi data personel. Koordinasi dalam pemberian rewards and vonisman. . rencana kegiatan di lingkungan Sipropam Polres. (4) Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap personil Bag Ops. penyuluhan.

Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota.. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dengan Sat Binmas apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Narkoba. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dengan Sat Narkoba apabila terjadi pelanggaran oleh anggota f) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Sabhara . Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas..60 / b) Hubungan.. e) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sat Reskrim apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. b) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Reskrim. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota.

Koordinasi dengan Sat Sabhara apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (2) koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. Siwas (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasiwas. Koordinasi dengan Sat Lantas apabila terjadi pelanggaran oleh anggota Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. (2) (3) (4) (5) (6) g) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . / (2) Koordinasi.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Hubungan Kasi Propam dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara.. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. registrasi dan inventarisasi tahanan anggota dan barang bukti.. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. h. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah Memberikan arah Kebijakan Strategis. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan.61 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda. . Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda. Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres. (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah Kebijakan Strategis. Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) d) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laporan. Koordinasi dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Operasi Kepolisian. Menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaan tugas pengawasan umum. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasiwas. Menerima Laporan pelaksanaan tugas KaSiwas. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan KaSiwas.. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja. (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops.(3) 62 Memberikan petunjuk. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Hubungan Kasiwas dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan. (4) (5) b) Menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan. Memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan. Memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja. Memberikan petunjuk... Memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan. b) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas / (4) Menerima. Menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas. (1) (2) (3) (4) .

Lakip. Koordinasi tentang Hasil kegiatan Siwas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam Penyusunan RKAKL/DIPA. d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas. (5) (6) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. . Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam.63 (3) (4) Koordinasi dalam bidang Pembinaan Personil Koordinasi dalam bidan penggunaan dan perawatan logistic / (5) Koordinasi…. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2)Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Memberikan petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (3) Koordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasikeu (1)Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. RKAKL dan POK. penyuluhan. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas . c) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) .

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasiwas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. senjata api illegal. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat intelkam yang meliputi personel. Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat intelkam yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. persandian. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pengawasan orang asing. b) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam (a) (b) (c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas termasuk ketatausahaan. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. deteksi giat masyarakat. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. bahan peledak dan penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). (d) c) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.64 (4) Koordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. . / (2) Koordinasi….

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim yang meliputi personel.. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat narkoba yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel . f) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas . (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat narkoba yang meliputi personel. penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.. penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah . (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan / (4) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat reskrim yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah . e) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. d) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.65 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.

(4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. penerbitan SIM. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. h) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .66 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (3) Koordinasi. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. i) Hubungan Kasiwas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi.. j) Hubungan Kasiwas dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. menyimpan dan memelihara barang bukti. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. pengumpulan. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas.

. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. Menerima petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek.67 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan KSPKT dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) b) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. Menerima petunjuk. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. untuk diketahui.SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan KSPKT dengan Kapolres / Waka (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. fasilitas perkantoran. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. (8) Meneruskan kebijakan. / (5) Melaksanakan.. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. i. Hubungan KSPKT dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Memberikan produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Koordinasi dalam hal adanya kegiatan masyarakat yang menonjol.. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. Hubungan KSPKT dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. . Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat.. Koordinasi tentang pemetaan wilayah atau daerah rawan terjadinya gangguan kamtibmas. 68 Laporan / c) Hubungan. (d) Menerima laporan dan menandatangani Laporan Polisi Laka Lantas. Narkoba. (c) menyampaikan informasi kejadian Laka Lantas. c) Hubungan KSPKT dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam memberikan dan menerima Laporan Pengaduan dari masyarakat. Reskrim. (e) Menginput laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara. e) Hubungan KSPKT dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal langkah-langkah pelaksanaan tugas/ tindak lanjut apabila adanya laporan pengaduan dari masyarakat.. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas.(2) (3) (4) (5) Koordinasi dalam memberikan dan menerima Pengaduan dari masyarakat.

Menerima petunjuk. Hubungan KSPKT dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. . Koordinasi dalam bidang dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas SPKT. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT .. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Lakip. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti (2) (3) 3) Hubungan Diagonal (1) a) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ops (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penjagaan. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . Menerima arah kebijakan strategis . b) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. registrasi dan inventarisasi... Koordinasi dalam hal peningkatan kemampuan personil. Memberikan laporan tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Melaporkan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. c) Hubungan KSPKT dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam bidang pembinaan personil SPKT. Koordinasi dalam hal Bantuan hukum bagi personil SPKT dan keluarganya. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. / (2) Koordinasi.69 (3) (4) g) Koordinasi dalam mendatangi TKP.

70
d) Hubungan KSPKT dengan Kasium

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan, ketatausahaan, kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / (3) Koordinasi.... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran, kebersihan, pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres.
e) Hubungan KSPKT dengan Kasikeu (1)

(2)
(3)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan; Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasi Propam

(1) (2) (3) (4)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT; Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat; Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT

g) Hubungan KSPKT dengan Kasiwas

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
h)

Hubungan KSPKT dengan Kasitipol
(1)

(2) (3)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Menerima laporan tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas; Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres;

(4) (5)
i)

71 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Mengadakan koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi.

Hubungan KSPKT dengan Kapolsek Jajaran
(1)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; / (2) Koordinasi....

(2) (3) (4) (5) 4)

Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek; Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek; Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

Hubungan Lintas Sektoral
a)

Hubungan KSPKT dengan PLN dalam hal adanya gangguan jaringan listrik akibat kerusakan teknis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum

b)

Hubungan KSPKT dengan Telkom dalam hal adanya gangguan jaringan telepon akibat kerusakan tekhnis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum.

c)

Hubungan KSPKT dengan Damkar tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang memerlukan bantuan dari Damkar.

d)

Hubungan KSPKT dengan Derek dalam hal informasi adanya kendaraan yang memerlukan Derek

j.Satuan Intelijen 1) Hubungan Vertikal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolres (1) (2) (3) Menyiapkan dan menyampaikan laporan harian / insidentil mengenai situasi menonjol dan aktual yang di perlukan Kapolres. Menyiapkan dan menyampaikan telaahan staf dan saran pertimbangan sebagai bahan pengambilan keputusan Kapolres. Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.

72 (4)
b)

Mewakili/mendampingi Kapolres sesuai perintah.

Hubungan Kapolres dengan Kasat Intelkam (1)
(2)

(3)

Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Kirka intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang keamanan. / (4) Memberikan.... Memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam, termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Intelijen.

(4)

(5) 2)

Hubungan Horizontal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan KSPKT 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polres guna mengantisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas.

b)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Reskrim 1)
2)

3)
c)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasus-kasus orang asing, senjata api dan bahan peledak. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana yang menonjol.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Narkoba 1)
2)

3)
d)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penynyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana narkoba terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasuskasusnya. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana narkoba.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Sabhara 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Menyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.

3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan garis koordinasi. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja dibidang operasional. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Binmas 1) 2) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan publik. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. Melaksanakan kerja sama dalam penyampian informasi masalah operasional. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Sumda . Menyampaikan kirka intel dan ren intel untuk mendukung pelaksanaan operasi. 2) 3) 4) 5) f) Meyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.. Menyampaikan personel yang di perlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi.3) 4) 5) e) 73 Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Tahti 1) 2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana... Menerima konsep umum operasi. Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Lantas 1) Hubungan tugasnya. Melaksanakan kerja sama dalam penyampaian informasi masalah operasinal. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. bersifat diagonal dalam rangka pelaksanaan / 2) Menyampaikan.

/ (6) Koordinasi. Memberikan masukan mengenai perumusan / pengembangan. d) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasium (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. c) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan serta pembinaan personel menuju profesionalisme Polri. Memberikan masukan tata cara penyelenggaraan urusan administrasi.(1) (2) (3) (4) (5) 74 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam perencanaan pendistribusian materiil intelejen. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (3) Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. petunjuk pelaksana / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.. Koordinasi dan memberikan bantuan tenaga medis untuk rikes anggota Sat Intelkam secara rutin dan berkala. (6) (7) (8) Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis logistik di lingkungan Sat Intelkam Polres. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan penyuluhan hukum. . (2) Koordinasi dalam penyiapan dukungan administratif untuk pelaksanaan kegiatan penyusunan strategi program dan anggaran. Koordinasi dalam menyusun renbut dan spesialisasi teknis peralatan khusus intel. Lakip. Memberikan pertimbangan / rekomendasi dalam penempatan pejabat intelejen baik di tingkat Polsek Jajaran. (4) Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA.. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.

Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya... pammat (rekomendasi STNK rahasia) dan Pam Baket dilingkungan Sat Intelkam. (5) (6) g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiwas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. / (5) Koordinasi. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas.. Melakukan koordinasi tentang pengawasan pelaksanaan tugas fungsi intelijen. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. i) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pamgiat.(3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan pendistribusian anggaran. h) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. . Koordinasi bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam 75 dan f) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita bidang intelijen kepada jajaran. Koordinasi dalam penanganan masalah yang menyangkut pampers (Penertiban SKHP). Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan kinerja yang akuntabel.

Ipoleksosbud hankam. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana. c) Hubungan Kasat Intellkam dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. / b) Hubungan…. Sat Intelkam memberikan bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu 76 terhadap 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Pemkot/Pemda (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sat Reskrim 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Keamanan. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan TNI (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Melaksanakan koordinasi dalam bidang kepemerintahan. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Hankam.(5) (6) Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan Masyarakat. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara pidana. k.

Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. (2) (3) (4) d) Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.(5) b) 77 Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. . Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Lantas. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. horizontal bentuk hubungan bersifat / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam giat Operasi. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Intel (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Sabhara. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. (1) Hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Narkoba. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. g) Hubungan Kasat Reskrim dan Kasat Tahti. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Binmas.

. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Reskrim.(1) (2) (3) 3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi.. (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim.. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Reskrim. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Menerima petunjuk. (5) b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ren. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Lakip. / (5) Koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Sumda. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. 78 bersifat Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ops. (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasiwas.

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim. Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Reskrim. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. / (4) koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat reskrim Polres. (4) Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Reskrim. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasitipol.. . Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasikeu. ketatausahaan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.(1) (2) (3) (4) e) 79 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasi Propam . (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.

pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (4) Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus. i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) (7) Meneruskan kebijakan.. (3) Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara.(3) (4) 80 Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres.. BPKP dan BAWASDA Koordinasi dalam hal pemeriksaan audit investigasi dalam hal penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). (5) Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP (2) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan (3) Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengadilan (1) (2) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan.. (2) Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. / (6) Meneruskan. d) Hubungan Kasat Reskrim dengan BPK. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Perguruan Tinggi Koordinasi dalam hal permintaan pemeriksaan saksi ahli f) Hubungan Kasat Reskrim dengan BAPAS .

Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Intel . Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. / l. Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. Imigrasi. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. l. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas Kehutanan / Perhutani Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus illegal loging j) Hubungan Kasat Reskrim dengan Satpol PP. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara tindak pidana narkoba. Sat….81 Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana narkoba.Sat Narkoba 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) 2) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan.

(1) Hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti.(1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana narkoba. 82 bersifat c) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Lantas. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Sabhara. horizontal bentuk hubungan bersifat (2) (3) (4) (5) (6) e) / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana Narkoba. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana narkoba. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Reskrim. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. 3) Hubunan Diagonal . Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dan Kasat Tahti. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba. . (2) Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Narkoba. / (3) Menerima…. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Narkoba. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. Lakip. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ren (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Narkoba. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan.83 a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) (4) (5) c) Menerima petunjuk. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima arah kebijakan strategis . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Narkoba.

(2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.84 (4) Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Narkoba. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. kebersihan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Narkoba Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Narkoba Polres. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.. / (3) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya.. h) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) g) Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolsek Jajaran . (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat.

Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. Imigrasi. Meneruskan kebijakan. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. . Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP).. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Satpol PP. Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba. Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek Hubungan lintas sektoral a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP / (2) Koordinasi. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan BAPAS Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4) 85 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (2) (3) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana narkoba b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengadilan (2) (3) c) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS..

Melaporkan hasil pelaksanaan tugas. . (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. Menerima saran dan masukan dari Kapolres dalam pelaksanaan tugas Sat Binmas Melaksanakan perintah dan petunjuk lainnya yang berkaitan dengan tugas kepolisian.. narkoba di masyarakat termasuk giat penyidikan kasus-kasus narkoba dan tes Urine. Mengajukan saran dan pertimbangan. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan BNP/ BNK (1) (2) m. yang menyangkut tugas pokok Binmas. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) (4) (5) (6) (7) (8) b) Melaporkan setiap pelaksanaan tugasnya kepada Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. peredaran. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. Melaksanakan perintah dan kebijaksanaan Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Sat Binmas 1) Hubungan Vertikal (1) (2) Koordinasi dalam hal pencegahan. penyalahgunaan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolres / Waka Polres Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. baik lisan maupun tertulis. Koordinasi dalam hal dukungan anggaran.86 h) Hubungan Kasat Narkoba dengan balai POM Koordinasi dalam hal pemeriksaan secara labolatoris terhadap barang bukti narkoba.. / (3) Melaporkan. c) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasi Propam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi.. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres Tasikmalaya Kota sebagaimana apa yang tertuang dalam Proja Polres Tasikmalaya Kota untuk menyusun Proja. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

/ f) Hubungan. dan kebutuhan administrasi lainnya. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (3) Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. UKG. f) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penggunaan Personel dan logistik.. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan manajemen operasi kepolisian fungsi Binmas. Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan fungsi Binmas termasuk pengumpulan. penyuluhan. ketatausahaan. Koordinasi dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas Laporan pertanggungjawaban keuangan Sat Binmas. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Menerima usulan UKP. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. Koordinasi tentang penunjukan anggota Binmas yang dilibatkan dalam kegiatan operasi Kepolisian. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) e) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pengolahan dan penyajian data. g) (1) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Sumda Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi (2) Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.(3) d) 87 Koordinasi dengan Sat Binmas dalam bidang pembinaan disiplin anggota. kebersihan. (6) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. . (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan..

Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) d) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Reskrim. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. untuk diketahui. Menerima petunjuk.(2) (3) (4) (5) (6) 88 Menerima arah kebijakan strategis . kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. (2) Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Binmas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Intelkam. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) e) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Narkoba . / (3) Koordinasi…. Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas .

3) Hubungan Diagonal . h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi kegiatan-kegiatan pembinaan terhadap tahanan maupun keluarganya Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Tatap Muka / kunjungan ke keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. g) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas). Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas.(1) (2) (3) (4) (5) (6) f) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. (4) (5) Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan pramuka dan PKS. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis.. Koordinasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam pemberantasan Narkoba. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak daripada penyalahgunaan narkoba. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas terhadap Polri... 89 bersifat Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. / (4) Berkoordinasi.

Koordinasi dan bekerjasama dalam hal pembinaan Ketertiban dan ketentraman masyarakat. (8) 4) Menerima laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas. b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas yang membutuhkan atensi pimpinan. Koordinasi bimbingan dan bantuan tekhnis komputerisasi anggota sat binmas. (6) Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. Koordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan Bencana Alam. Sat Sabhara 1) Koordinasi dalam hal kegiatan Rapat Koordinasi berkaitan dengan situasi kamtibmas. (5) Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek.90 a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Binmas dengan Instansi terkait (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) n. (4) Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Koordinasi pembinaan POLSUS Koordinasi pembinaan PPNS. Memberikan arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan Linmas. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Sabhara dengan Kapolres . (7) Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Bag Binmas. / (5) Koordinasi…. Melaksanakan kegiatan terpadu.

(3) Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Menerima petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Menerima petunjuk. (4) Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. terutama bidang operasional. (4) (5) Koordinasi dalam mendatangi TKP gangguan kamtibmas. (6) Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Narkoba. Melaporankan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Shabara dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Intel . (5) Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam menindak lanjuti pengaduan Masyarakat: / (4) Koordinasi…. Koordinasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. (2) Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Reskrim.(1) (2) (3) (4) (5) 91 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.

Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Koordinasi dalam penjagaan. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Koordinasi dan kerja sama dalam penanganan TKP Laka lantas. Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Bimas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasiwas . Koordinasi dalam kegiatan pengamanan giat Masyarkat. 92 bersifat Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. (6) f) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. / (6) Koordinasi…. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. Menyampaikan laporan informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas.(1) (2) (3) (4) (5) (6) e) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi Koordinasi dalam pelaksanaan Patroli pada daerah yang telah diprediksi rawan gangguan kamtibmas Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi Kepolisian.

(2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara Hubungan Kasat Shabara dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. (2) (3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas.. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian... kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Sabhara Polres. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. . / (2) Koordinasi. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.93 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. kebersihan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam rangka pembinaan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Sabhara. Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan Sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. Koordinasi dalam pembinaan terhadap anggota Sat Sabhara.

Hubungan Kasat Shabara dengan Kapolsek Jajaran . Menerima arah kebijakan strategis . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara. 94 Operasional gangguan Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima usulan UKP. UKG. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. dan kebutuhan administrasi lainnya. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran serta membrikan data personel untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. h) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip.(5) (6) f) Memberikan data personel untuk kegiatan Kepolisian.. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . / g) Hubungan... Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas Sat Sabhara. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan Kamtibmas. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. penyuluhan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

Mengajukan Gelar perkara dalam penanganan atau penyidikan laka lantas. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. Sat Lalu Lintas 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kapolres. Koordinasi dalam hal pelaksanaan kegiatan Operasi Kepolisian. / c) Hubungan…. Hubungan Kasat Shabara dengan Pengadilan Negeri Koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas berhubungan dengan tindak pidana ringan. Pemkot dan Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas penertiban umum wilayah pemerintahan kota. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Waka Polres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Koordinasi dalam hal bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu dalam penanganan giat masyarakat. kepolisian yang b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Pol PP Pemda. Hubungan Lintas Sektoral a) 95 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas anggota dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Melaporkan hasil perumusan / pengembangan sistem dan metode pelaksanaan tugas sat lantas untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi tehnis Sat Sabhara Polsek. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kejaksaan. terutama bidang operasional. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas pengawalan tahanan. . (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan.(1) (2) (3) (4) (5) 4) (6) . Menerima Laporan hasil kegiatan unit Sabhara Polsek. o.

Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. (3) Koordinasi dalam Penanganan kejadian Laka Lantas. (4) Koordinasi tentang laporan kejadian dan penandatanganan Laporan Polisi Laka Lantas.(2) (3) (4) 2) 96 Menerima petunjuk. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan adalah Koordinasi. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Lantas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / b) Hubungan…. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyiapan Program Kerja di bidang Operasional. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan dalam rangka penyiapan Rencana Operasi Kepolisian. (6) Koordinasi tentang pengawasan anggota dalam melaksanakan tugas jaga di mako. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Sabhara . (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Satuan lalu lintas. Koordinasi bidang identifikasi. Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Mengajukan Rencana kegiatan Sat Lantas untuk dirumuskan dan dimasukan dalam rencana kerja Polres. (5) Koordinasi tentang sistem laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. arahanan dan perintah dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian. Melaksanakan kerjasama dalam penyampaian informasi masalah Operasional. Menerima masukan perkiraan cepat untuk menindak lanjuti suatu gangguan kamtibmas dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika Operasi.

(6) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas.. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.97 (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi (2) Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Binmas. / (5) Koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Koordinasi penanggulangan tindak pidana Narkoba. Melaksanakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. Perawatan Tahanan dan barang bukti. f) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas. Hubungan Diagonal . (3) Koordinasi dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. (4) Koordinasi dalam penanganan TKP Laka lantas. (5) Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. (5) Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara dan PKS. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas.. Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti.. Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Koordinasi dalam penjagaan. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Koordinasi bidang identifikasi.

penggunaan Personel. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ren. Koordinasi dalam bidang pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana operasional lalu lintas. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. . langganan daya dan jasa dan data pelaksanaan turjawali lantas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Memberikan data daerah rawan macet dan laka lantas untuk analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran yang meliputi data personel. data laka. tilang. Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Sumda. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Menerima petunjuk. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasium. Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas. (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.98 a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Lakip. Memberikan data personil untuk dilibatkan dalam pelaksanaan operasi kepolisian. penyuluhan. Menerima arah kebijakan strategis . / (4) Koordinasi…. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (4) (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(3) Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. h) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penerbitan SIM. (5) Koordinasi dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan Sat Lantas.99 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasat Lantas dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota sat lantas. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (4) Koordinasi dalam rangka pemberian arahan tentang administrasi keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres.. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. . kebersihan. / (3) Koordinasi. (2) Koordinasi bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi Sat Lantas.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. (2) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. .

Menerima laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Hubungan Lintas Sektoral Kasat Lantas a) Hubungan Kasat Lantas dengan Pemerintahan Kota (1) (2) Koordinasi tentang pengawalan VIP Koordinasi tentang rekayasa Lalu Lintas / pemasangan ramburambu lalu lintas. Melaksanakan koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kejaksaan Negeri Koordinasi tentang penyidikan kasus Laka Lantas d) Hubungan Kasat Lantas dengan Perbankan Koordinasi tentang penyetoran PNBP e) Hubungan Kasat Lantas dengan TNI Kerjasama dengan TNI untuk membantu operasi Kepolisian bidang lalu lintas. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. Satuan Tahanan dan Barang bukti 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolres . b) Hubungan Kasat Lantas dengan Pengadilan Koordinasi tentang pengiriman hasil Tilang dan Tindak Pidana Ringan. Hubungan Kasat Lantas dengan Polsek Jajaran (1) (2) (3) (4) 4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian.(2) (3) (4) i) 100 koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas lalu lintas. / (3) Koordinasi…. p. Memberikan pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Bekerjasama dengan Dispenda dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang pajak kendaraan bermotor. (3) (4) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan bidang DikMasLantas ke sekolah-sekolah.

registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Melaporkan kondisi tahanan dan barang bukti secara rutin setiap bulan Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres. (2) (3) (4) d) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Narkoba (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. registrasi dan inventarisasi. .(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2) 101 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Hubungan Horizontal b) Hubungan Kasat Tahti dengan KSPKT / (1) Hubungan…. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai dengan bidang tugasnya. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan Sat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. penjagaan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Menerima petunjuk. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. (1) (2) (3) c) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya.(3) (4) e) 102 Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ops . Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penjagaan. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pembinaan dan penyuluhan. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pengawasan. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Koordinasi dalam penjagaan. (5) g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Koordinasi tentang pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. Perawatan Tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. / (5) Koordinasi Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti.

Koordinasi dalam Penyusunan Renja. penggunaan Personel dan logistik.(1) (2) (3) (4) (5) b) 103 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Menyampaikan informasi dan dokumentasi tentang tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti .. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. c) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi / melaporkan data tahanan dan perawatan tahanan serta melaporkan hasil pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Melaporkan data tahanan dan barang bukti. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Lakip. / c) Hubungan. Koordinasi dalam pembinaan. ketatausahaan. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. Menerima arah kebijakan strategis . Melaporkan data personel yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti .. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. perawatan terhadap tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam pemberian data personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. penyuluhan.

f) Hubungan Sat Tahti dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikasi. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota sat tahti. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pengadministrasian. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi sat tahti. g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres.104 (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. / (2) Koordinasi…. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang perawatan. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. . Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyeraan anggaran serta pertanggung jawaban keuangan. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. i) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. e) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasikeu (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. menyimpan dan memelihara barang bukti. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota sat tahti. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.

Menerima arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi Informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol.. Menerima petunjuk. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) b) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota.(3) (4) (5) 4) 105 Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi terntang pengiriman tahanan dan barang bukti. (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan Kasitipol Polres dengan Waka Polres (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Menerima laporan / data jumlah tahanan dan barang bukti. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Hubungan Kasat Tahti dengan Pengadilan Negeri (1) (2) q. Menerima arahan dan pembinaan tentang pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. (3) . Sitipol 1) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi Koordinasi dalam hal pengajuan ijin sita barang bukti perkara tindak pidana. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota.. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol. Melaporkan hasil produk-produk Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. / (2) Menerima..

.. c) Hubungan Kasitipol dengan Kabag Ops Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. (3) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional (4) koordinasi dalam hal penggunaan kekuatan personel Sitipol yang dlibatkan dalam operasi kepolisian yang digelar Polres. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi untuk mendukung fungsi operasional kepolisian Polres. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . / (2) Menerima. penggunaan Personel dan logistik. Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Memberikan laporan hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. (6) koordinasi dalam menyampaian laporan situasi kamtibmas melalui fasilitas komunikasi dan teknologi informasi yang dikelola Sitipol. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (2) (3) (4) (5) (6) Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag. baik untuk ditanda tangani maupun direkomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Lakip.(4) (5) 106 Melaporkan hasil produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran e) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Sumda Polres (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) koordinasi dalam pelayanan telekomunikasi. data dan keadaan alat komunikasi untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol . d) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Ren Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol.

(3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. dan kebutuhan administrasi lainnya. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan.(4) (5) (6) (7) Koordinasi dalam upaya pengembangan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. (2) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. ketatausahaan. 107 kekuatan dan f) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. UKG. i) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran h) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasium Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. penyuluhan. Menerima usulan UKP. / (2) Koordinasi…. . (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (4) Koordinasi penyiapan alat komunikasi dan penyampaian informasi dalam hal kegiatan rapat-rapat atau kegiatan lainnya tentang tugas Kepolisian. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan g) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasi Propam Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengumpulan. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.

(3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran. Sat dan Polsek Jajaran. Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres. Hubungan Kasitipol dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. k) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Intelkam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.(2) (3) (4) j) 108 Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Sat. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri... (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya . (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Reskrim. Koordinasi tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas. (3) (4) (5) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol Menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sitipol Polres sesuai DIPA. / (3) Koordinasi. Si dan Polsek jajaran. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita dan perkembangan situasi kamtibmas dari jajaran l) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi Koordinasi dalam pemantauan kegiatan Operasional Bag. RKA-KL dan POK Polres.

. (5) Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi . Sat dan Polsek jajaran. n) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Sat Binmas. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat binmas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat binmas Polres. (6) (7) o) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kegiatan masyarakat di Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamtibmas di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran dalam pelaksanaan kegiatan patroli quick respon. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Binmas ke Jajaran. Sat dan Polsek Jajaran. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. m) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat sabhara guna mendukung pelaksanaan tugas Sat sabhara Polres.. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. (4) Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres.. / (6) Koordinasi.109 (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag.

(6) Meneruskan kebijakan. (3) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. (2) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian.. r) Hubungan Kasitipol dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Lantas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres. / r) Hubungan. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Lantas ke Jajaran. (4) Menerima laporan bulanan gangguan kamtibmas. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikas Koordinasi dalam hal pendataan tahanan dan barang bukti di masing-masing Polsek jajaran Polres yang meliputi makan dan perawatan tahanan termasuk kesehatan fisik dan mental tahanan serta fasilitas dan kondisi ruang tahanan dan keadaan barang bukti. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Menerima laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. .(6) p) 110 Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Sabhara ke Jajaran. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. data dan jaringannya. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) q) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamseltibcar lalu lintas di wilayah Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Tahti (6) (7) (8) (9) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi..

Polsek 1) Hubungan vertikal a) Hubungan Kapolsek dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Memberikan Laporan Bulanan kegiatan Polsek dan kejadian di kewilayahan Polsek. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Binrohtal dan Binkatpuan. Binkar. Menerima petunjuk. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam penunjukan anggota untuk dilibatkan dalam Operasi Kepolisian Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota.. / (2) Melaksanakan. (2) (3) (4) (5) (6) b) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Hubungan Kapolsek dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 2) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi..111 r. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres.. Melaksanakan Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. . b) Hubungan Kapolsek dengan Waka polres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres.

kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. Menerima petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . ketatausahaan. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. . UKG. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek.(5) (6) (7) 112 Memberikan usulan UKP.. (2) Menerima bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. / Menerima. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . urusan dalam. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administra Umum yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. dan kebutuhan administrasi lainnya. Lakip. pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. penyuluhan. (6) Koordinasi dalam hal penyampaian surat dan laporan ke Kapolres. kebersihan. c) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis . ketatausahaan. (5) Meneruskan kebijakan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.

(4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. g) Hubungan Kapolsek dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitrai keuangan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .. Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek. f) Hubungan Kapolsek dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek 3) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kapolsek dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. (8) Meneruskan kebijakan. / (5) Melaksanakan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek. Menerima bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota Polsek.113 e) Hubungan Kapolsek dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk adalah garis koordinasi.. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota Polsek.

(5) Menerima arahan tentang kebijakan. Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan terhadap Masyarakat. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek / d) Hubungan…. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek e) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Binmas . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sat. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara tindak pidana penyalah gunaan narkoba. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Si dan Polsek jajaran. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek.(4) (5) b) 114 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba.

Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. pengadministrasian. Memberikan laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Koordinasi dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Melaporkan data jumlah tahanan dan barang bukti. Memberikan laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas f) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis Koordinasi / laporan. Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas Polsek yang membutuhkan atensi pimpinan. Menerima arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. . Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Menerima arah kebijakan strategi Polsek di bidang Operasional guna dituangkan dalam perencanaan operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Polsek. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. (2) (3) (4) (5) h) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. Menerima petunjuk. Menerima pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 115 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Koordinasi dalam bidang perawatan. / (2) Koordinasi…. Menerima petunjuk tentang perumusan atau pengembangan system dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapols dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. (3) (4) (5) g) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi / laporan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit Sabhara Polsek.

(4) Memberikan laporan bulanan gangguan kamtibmas. hal (2) (3) c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi.. / (2) koordinasi. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Memberikan laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. data dan jaringannya. (3) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan.116 i) Hubungan Kapolsek dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Menerima kebijakan. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi.. b) Hubungan Kapolsek dengan Dinas Pendidikan (1) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam penyalahgunaan narkoba. BAB IV . pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolsek dengan Kecamatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Koordinasi Pembinaan dan penyuluhan terhadap Masyarakat.. (2) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian.

horizontal maupun diagonal. MOH. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA Ttd Drs. sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal.117 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan guna memperoleh hasil yang optimal. Seksi dan Polsek jajaran Polres secara melekat dalam pelaksanaan tugas anggota sehingga tugas yang akan dicapai sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan hubungan pimpinan dengan anggota terjalin secara sinergi sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan – penyimpangan anggota dalam pelaksanaan tugasnya.Si AKBP NRP 67050615 . Tasikmalaya. BAB V PENUTUP Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja dan Pertelaan Tugas di lingkungan Polres ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman bagi masing-masing Bagian. M. Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terdapat perkembangan yang bersifat khusus dan Kapolres dapat memberi arahan untuk mendapat keputusan dalam pemecahannya. HENDRA SUHARTIYONO. Satuan fungsi. Pengawasan dan pengendalian di lingkungan Polres dilaksanakan oleh masingmasing pimpinan Bagian. Satuan Fungsi. Seksi dan Polsek jajaran Polres.

118 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jalan Letnan Harun No. Kota Tasikmalaya HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) DI LINGKUNGAN POLRES & POLSEK POLRES TASIKMALAYA KOTA DESEMBER 2010 .

Irwasda Polda Jabar. Karorena 1. bersama ini dikirim kepada KA. Polres Tasikmalaya Kota sebagaimana terlampir. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA ttd Drs. Demikian untuk menjadi periksa. Sehubungan dengan hal tesebut di atas. 2. Kota Tasikmalaya 46151 Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 1190 / XII / 2010 / Bagren BIASA Satu berkas HTCK Polres Tasikmalaya Kota TA. M. 3. Kapolda Jabar. . KEPALA KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT di Bandung u. HENDRA SUHARTIYONO. Surat Kapolda Jabar Nomor : B / 18137 / XII / 2010 / Rorena tanggal 1 Desember 2010 tentang HTCK Polres dan Polsek. Letnan Harun No. MOH.119 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jl.p. 2.Si AKBP NRP 67050615 Tembusan : 1. Desember 2010 Kepada Yth. 2010 Tasikmalaya. Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polres dan Polsek. Tasikmalaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful