1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA KOTA HUBUNGAN DAN TATA CARA

KERJA DI LINGKUNGAN POLRES DAN POLSEK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi Polri yang pada intinya menghendaki perlu adanya suatu perubahan pada tubuh Polri baik perubahan yang menyangkut aspek struktural, aspek kultural maupun aspek instrumental dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Perubahan dari aspek instrumental ditandai adanya penyempurnaan atau pembaharuan berbagai piranti lunak atau aturan – aturan yang ada / berlaku pada Polri dan mengatur tentang mekanisme kerja atau hubungan kerja antar pejabat di lingkungan Polri, baik ditingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. Pelaksanaan tugas Polri dapat dilaksanakan dengan baik tentu karena adanya komonikasi atau hubungan antar fungsi secara sinergi dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan, hal tersebut perlu disusun Hubungan dan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polres.

b.

c.

2.

Dasar a.
b.

c.
d.

e.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang KePolisian Negara Republik Indonesia Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember 2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik Indonesia. Surat Keputusan KaPolda Jabar No. Pol. : Skep / 571 A / XI / 2003 tanggal 8 Nopember 2003, tentang Naskah sementara hubungan dan Tata cara kerja di lingkungan Polda Jabar. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010, tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polri.

3.

Maksud dan Tujuan a. Maksud Memberikan gambaran mengenai Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan serta hubungan antar komponen atau unsur dalam organisasi di tingkat Polres / Polsek. /b. tujuan…..

2 b. Tujuan Memperjelas hubungan hubungan dan tata cara kerja antra unsur yang ada dalam organisasi Polres / Polsek sehingga pelaksanaan Tupoksi dapat dicapai secara maksimal. 4. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah HTCK Polres / Polsek ini memuat hubungan dan tata cara kerja atau mekanisme kerja antar unsur organisasi di Tingkat Polres / Polsek dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian. 5. Tata Urut BAB BAB BAB BAB BAB 6. I II III IV V PENDAHULUAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI POKOK-POKOK HTCK PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENUTUP

Pengertian-pengertian a. Hubungan Adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen/unsur-unsur pengembangan fungsi dalam suatu organisasi. b. Tata Cara Kerja Adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam melaksanakan kerja di lingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan hubungan fungsional antar komponen/unsur-unsur dalam organisasi tersebut. c. Hubungan Tata Cara Kerja yang selanjutnya disebut HTCK Adalah suatu prosedur yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen/unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi Polri dengan unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi atau lembaga Pemerintah non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transparan, proporsional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mencapai tujuan yang diinginkan. d. Kepolisian Negera Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri Adalah suatu instansi pemerintah atau Aparatur Pemerintah setingkat Departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. e. f. Unit Orgnisasi Adalah organisasi Polri, dimana Kepala Unit Organisasi dijabat oleh Kapolri. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker Adalah satuan pengguna anggaran / pengguna barang yang berada di lingkungan Polri. /g. Tugas…..

3 g. Tugas Adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu organisasi. h. Kegiatan Adalah penjabaran dan atau bagian dari pada program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja di lingkungan Polri sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran program/rencana kerja Polri. i. Tugas Pokok Adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi tanggungjawab dalam suatu organisasi.
j.

Peran Adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi Polri dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan fungsi Polri dengan satuan fungsi Polri lainnya.

k.

Wewenang Adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat di lingkungan Polri untukmengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab di bidangnya masing-masing.

l.

Tanggung Jawab Adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap pejabat atau staf di lingkungan Polri untuk memepertanggungjawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada kesatuannya masing-masing.

m.

Bentuk Adalah wujud (lurus/sejajar/mendatar/horizontal) ; tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas/vertikal) ; diagonal.

n.

Hubungan Vertikal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas.

o.

Hubungan Horizontal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka koordinasi yang bersifat lurus/sejajar/mendatar atau setingkat.

p.

Hubungan Diagonal Adalah keterkaitan antar fungsi sifatnya tidak vertikal/tidak horizontal dan dapat menjangkau eselon lain yang lebih tinggi maupun antar fungsi di lingkungan Polri.

q.

Hubungan Lintas Sektoral adalah kerjasama dengan instansi/lembaga diluar Polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggungjawabnya. /BAB II….

fungsi dan kegiatan Seksi a. Pelayanan Markas Kegiatan Menyiapkan bahan dan data dalam penyusunan perencanaan Polres. Meneliti naskah dinas. upacara dan rapat pimpinan. Memelihara dan merawat Sarpras yg menjadi tgg jwb Polres. kearsipan. Membuat Laporan Evaluasi Kinerja bulanan dan pelaks giat lainnya. FUNGSI DAN KEGIATAN 7. Penyelenggaraan perwabku. pengklasifikasian serta pemeliiharaan dan penyimpanan naskah dinas di lingkungan Polres. pelaporan serta pertanggung jawaban keuangan b) Fungsi a) b) c) d) Penyelenggaraan fungsi Sikeu. SIUM a) Tugas Menyelenggarakan dan membina terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas pimpinan yang mencakup fungsi kesekretariatan. Membuat dan mengajukan rencana kebutuhan personel dan anggaran termasuk membuat rincian anggaran biaya SekSium. SIKEU a) Tugas Menyelenggarakan pelayanan fungSikeu yang meliputi pembiayaan. Membuat Rencana Kegiatan SekSium. dan administrasi umum lainnya serta pelayanan markas di lingkungan Polres b) a) b) c) c) a) b) c) Fungsi Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum Penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan dan kearsipan. d) e) f) g) h) i) j) k) b.4 BAB II TUGAS POKOK. Melaksanakan pendistribusian surat sesuai disposisi Pimpinan.. . Tugas pokok. Mengarsipkan naskah dinas meliputi pemeriksaan. pengendalian pembukuan dan akutansi.. Penyusunan adm um dan perencanaan. /c) Kegiatan…. Melaksanakan kegiatan kantor pos di lingkungan Polres. Menyelenggarakan kegiatan protokoler. Mereproduksi dan mendistribusikan naskah dinas di lingkungan polres. Penyelenggaraan pembukuan dan akutansi. tata naskah dan registrasi naskah dinas dari Bag/Sat/Sie dilingkungan polres dan Polsek.

Mengajukan penggajian dan tunjangan. usulan renbut. Perencanaan umum dan adm. Membuat buku kas. Melaks Binteknis (Provost). Akreditasi Profesi Polri. SIPROPAM Tugas Menyelenggarakan yan dumas ttg penyimpangan prilaku tindakan angg Polri. Pelaksanaan Bindisipiln dan Tatib. SIWAS a) Tugas Menyelenggarakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan oleh semua unit kerja khususnya dalam proses perencanaan. Mengecek Kelengkapan Perwabku. d. (Provoost). b) Fungsi a) b) c) d) e) c) Penyelenggaraan Pelayanan pengaduan masyarakat. Melaks pengkajian atas dumas dan anggota (Propam). a) Mendistribusikan gaji. Mengkoord dgn fungsi terkait (Propam). Pelaksanaan Pengamanan Internal. Melaks Lap dan adm umum.5 c) Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) c. Bin disiplin dan tatib termasuk Paminal dlm rangka penegakan disiplin dan pemuliaan profesi. Lap bul kinerja. pelaksanaan pencapaian rencana kerja. Pulbaket. Pembukuan dan akutansi. Realisasi anggaran. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Menerima lap/du mas dan anggota (propam). (Paminal). fasilitas dan jasa serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan. Melaks Giat Gaktibplin. Membuat Lap Perwabku. Melaks sidang disiplin/KE/Sidang Profesi (Paminal). Membuat neraca keuangan. Melaks binteknis perwabku. Mengajukan rekom. Membuat Lap. termasuk bidang material. /b) Pemberian…. Mengecek sahnya tagihan. . (Paminal). Pelaksanaan pemulihan profesi. Melaks riksa thd pers yg bermsl (Provoost). Menyusun Lap.

Membuat saran tindak. Melaks Lat Pra Ops. pengendalian dan operasi. Polres dan Polsek. Membuat laporan bulanan. Sun sprin Ops. termasuk latihan pra operasi. mengendalikan dan menyelenggarakan administrasi operasi kepolisian. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polres. Mengendalikan pelaks ops. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Perencanaan. Membuat Laporan hasil Ops. Tugas Pokok. Fungsi dan kegiatan Bagian a. Pemberian saran tindak thd penyimpangan. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Melakukan supervisi ke semua unit kerja secara berkala. Membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka acuan kerja.. 8. 1) Bagian Operasional Tugas Merencanakan. Menelaah Lapgiat fung. Penyelenggaran Lat Pra Ops. melaksanakan koordinasi baik dalam rangka keterpaduan fungsi maupun dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. Melaks pengkajian masalah atas pelaporan. Melakukan verifikasi mutasi pejabat di lingk. Penyusunan adm umum dan perencanaan. . Subbag Dal Ops (1) (2) Membuat anev ops. Kegiatan a) Subbag Bin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Menyusun Prinlaks Ops. Pelaks Koord Pelaks humas dan PPID.6 b) Fungsi a) b) c) c) Pelaksanaan monitoring secara rutin maupun insidentil. serta melaksanakan fungsi hubungan masyarakat termasuk pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID). / c) Subbag…. Melaks koord dgn fungsi terkait. Penyiapan sarpras duk Ops. Melaks koord intern dan ektern. Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan. Ajuan renbut gar Ops.

pembinaan dan administrasi logistik serta pelayanan bantuan dan penerapan hukum. (11) Melaksanakan Binrohtal. ijin cuti. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan pelayanan bantuan dan penerapan hukum. pelatihan fungsi dan pelayanan kesehatan. c) Subbag Humas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Melaksanakan giat Penerangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tupoksi Kepolisian. Membuat laporan dan administrasi. (8) Melayani pembuatan KTA. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) (1) (2) (3) (4) (5) a) Penyelenggaraan pembinaan personil. Bidang Sumber Daya 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan dan administrasi personel. Penyelenggaraan administrasi personil. dan meluruskan opini publik. (6) Melaks DPK (Dewan Pertimbangan Karier) jab berpangkat IPTU kebawah. (14) Melayani usulan catur sakti. Melaksanakan kerma dengan media cetak dan elektronik. Melaksanakan dokumentasi peliputan kegiatan satuan. (15) Mengusulkan penggantian biaya pengobatan anggota Polri dan PNS yang sakit ( restitusi ). Menyelenggarakan latihan fungsi. Memberikan binteknis kehumasan kepada Polsek Jajaran. (12) Melaksanakan pelayanan kesehatan personil dan keluarganya. . Menyiapkan bahan / data untuk press rilis. Latkatpuan.7 (3) (4) Mengkompulir data hasil ops. (13) Melaksanakan pemakaman anggota yang meninggal dunia. Penyelenggaraan pelatihan fungsi. perjalanan dinas. KPI. b. (16) Mengusulkan personil Polri / PNS untuk mengikuti Dikjur dan Dikbang. Menyusun Renmut personil. (10) Mengusulkan pengakhiran dinas. Mengusulkan tanda penghargaan personil. Membuat panel data. pembuatan sprint anggota. (9) Melaksanakan sidang NTCR. Melaksanakan monitor terhadap informasi media. Subbag Pers Kegiatan Menyusun Rengiat Subbag Pers. Menyusun UKP dan UKG. (7) Membantu penyelenggaraan seleksi penerimaan calon anggota Polri. Penyelenggaraan administrasi logistik.

Subbag Hukum (1) (2) (3) (4) Memberikan bantuan hukum dan nasihat hukum kepada anggota Polri dan PNS. Menyusun dan membuat Rincian Anggaran dan Biaya ( RAB ).. Mengusulkan kebutuhan Matfasjas. Menyelenggarakan pendataan SIMAK BMN. . Menyampaikan usulan saran pendapat hukum ke Bidkum Polda. mengendalikan program dan anggaran serta analisa dan evaluasi atas pelaksanaannnya termasuk ren program pengembangan satwil. Melaks har matfasjas. 1) Bidang Perencanaan Tugas Menyusun renja dan anggaran. Kegiatan a) Subbag Progar (1) (2) (3) (4) (5) (6) Menyusun dan melaksanakan pemutakhiran data dalam rangka menentukan kebutuhan anggaran Satker. Melaks koord dg insts terkait dlm rangka proses lelang pengadaan barang/jasa. Merencanakan dan menyusun penetapan kinerja Polres. Pelaksanaan anev program dan anggaran. Merencanakan dan menyusun RKA-KL dan DIPA tingkat Satker.. Menyelenggarakan pendistribusian Kaporlap. Menyelenggarakan penyuluhan hukum. c. Mengusulkan pelaksanaan psikotest pemegang senpi. Pengendalian program dan anggaran. Melayani pembuatan kartu senpi. (19) Melaks tugas Kepolisian lainnya. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Penyusunan renja dan anggaran. Menyusun dan membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Reference ( TOR ).. Pengembangan satuan kewilayahan. (17) Melaksanakan keSabharaan jasmani. b) Subbag Sarpras (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) c) Menyusun Rengiat Subbag Sarpras.8 / (17) Melaksanakan. Melaksanakan revisi RKA-KL dan DIPA. Menyelenggarakan pendistribusian BBM. (18) Melaks Administrasi pelaporan. Memberikan masukan dan koord dg pengemban fungsi hukum dg Insts lain.

penyusunan dan penyampaian laporan kepada Kapolres/TA. . dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan. Tugas Pokok. prasarana dan ATK yang diperlukan. Mengumpulkan. Mengecek kondisi sarana. 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu. SPKT (1) (2) (3) (4) (5) Kegiatan a) Melaporkan situasi Kamtibmas kepada Waka / Kapolres. Memberikan paparan tentang gangguan Kamtibmas yang menonjol kepada SPKT yang bertugas berikutnya. (11) Melaksanakan sosialisasi Reformasi Birokrasi Polri (RBP). Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. Memimpin serah terima tugas jaga fungsi. mengelola data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program dan anggaran. Membuat laporan pelaksanaan Triwulan DIPA. (8) Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renja dan Renja Satker. Fungsi dan kegiatan Satuan a. Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu 1) Tugas Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renstra dan Renstra Satker. (9) Menyusun HTCK tingkat Satker. Memberikan sosialisasi dan arahan teknis hasil penyusunan RKA-KL dan DIPA Satker. Penyiapan registrasi pelaporan. 9. Mengecek kehadiran anggota SPKT . (10) Menyusun dan membuat telaahan staf tingkat Satker. (7) b) Subbag Dalgar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menyusun rencana penyerapan anggaran Satker. bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan. (12) Membuat adm pelaporan.9 / (7) Memberikan…. pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian. Membuat laporan realisasi anggaran (LRA). Pelayanan masyarakat . Penyajian informaSium berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan. Membuat adm pelaporan. Menyusun bahan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. Menerima dan mengecek usulan anggaran yang diajukan oleh Sub Satker.

Membatu tugas Banit dalam pelayanan kepada masyarakat. Melaksanakan tugas SPKT apabila SPKT berhalangan. Telkom. b) Unit I. (6) Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. persandian. Sat Intelijen 1) Tugas a) b) c) d) 2) Menyelenggarakan dan membina fungsi Intelijen bidang keamanan. Membantu SPKT dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Memelihara sarana prasarana yang ada guna penigkatan pelayanan kepada masyarakat. orang asing dan kegiatan sosial atau politik masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Damkar. Membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). Kepolisian baik sebagai bagian dari kegiatan Satuan Intelkam maupun sebagai bahan masukan penyusunan rencana kegiatan opreasional dan peringatan dini ( Early Warning ). (7) Memonitor pelaksanaan tugas pelayanan maupun opsnal di Polres dan situasi kamtibmas di jajaran Polsek. Memberikan pelayanan administrasi dan pengawasan senjata api atau bahan peledak. berkaitan dengan situasi kamtibmas ( PLN. pengawasan terhadap pelaksanaannya. Membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK). Membuat Laporan Polisi (LP).10 / (6) Mendatangi…. Fungsi a) . Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. (8) Mengajukan rencana kebutuhan / anggaran. Melaporkan kondisi sarana prasarana kepada Unit. Penyelenggaraan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan antara lain persandian dan produk intelijen di lingkungan polres. pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen. kegiatan sosial politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada masyarakat serta melakukan pengamanan. Membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan. II dan III (1) (2) (3) (4) c) Banit (1) (2) (3) (4) (5) (6) b. senjata api dan bahan peledak. Derek ). termasuk perkiraan intelijen. termasuk persandian dan produk intelijen. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Satuan Intelkam. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing. Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP.

peringatan dini ( Early Warning ) dan deteksi aksi ( Early Action ) Melaksanakan kegiatan penyelidikan suatu perkara / gangguan kamtibmas. Melakukan analisis terhadap setiap perkembangan keadaan yang dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan kegiatan oparasional intelijen kemanan guna terlaksananya deteksi dini ( Early detection ).. Unit I Politik (1) (2) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan politik. dan urusan dalam. politik dan pemerintah. Pemberian pelayanan dalam bentuk surat ijin atau keterangan yang menyangkut. TOR. penyimpanan dan pemutakhiran tokoh Politik. Mengumpulkan data dan informasi dari media massa / sumber terbuka lainnya. Pelaksanaan kegiatan opreasional intelijen kemanan guna terselenggaranya deteksi dini ( Early Detection ) dan peringatan dini ( Early Warning ) melalui pemberdayaan personil pengemban fungsi Intelijen. Penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian pimpinan.. dan lain-lain) atau politik. Pengdokumentasian dan penganalisaan terhadap perkembangan lingkungan strategi serta penyusunan produk intelijen untuk mendukung kegiatan polres. senjata api dan bahan peledak serta kegiatan sosial atau politik masyarakat dan SKCK kepada masyarakat yang membutuhkan serta melakukan pengawasan dan pengamanan atas pelaksanaan. b) Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) (5) c) Menyusun administrasi perencanaan antara lain. Penetapan Kinerja Rengiat. Melaksanakan pengumpulan. penyimpanan dan pemutakhiran biodata tokoh formal atau informan organisasi social masyarakat. orang asing.. Pengumpulan. Melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat. Lakip. ketatausahaan. Melaksanakan kegiatan administrasi umum. Melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap kelompokkelompok masyarakat. rapat. Menyusun laporan bidang intelijen. SKCK dan yang menyangkut orang asing. Pelayanan surat izin atau keterangan kegiatan sosial masyarakat (keramaian.11 b) c) d) e) f) / b) Pelaksanaan. . Menyusun prakiraan Intelijen keamanan.

Menyusun pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Unit Keamanan. Menyelenggarakan dokumentasi guna menyusun data dan rekaman hasil pelaksanaan tugas Polri. Melaksanakan pengumpulan. Unit IV Keamanan (Was Senjata api dan handak) (1) (2) Menyelenggarakan pengamanan. pengawasan dan pengendalian serta perijinan senjata api dan amunisi dan bahan pelefak serta alat / bahan berbahaya lainnya. memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. . Unit III Sosial Budaya (1) (2) f) Melaksanakan pengawasan administratif terhadap kegiatan sosial masyarakat. h) Unit VI POA (1) (2) Melaksanakan pengawasan orang asing melalui pemberian izin. penerimaan dan pengarsipan berita-berita rahasia. penyimpanan dan pelaporan hasil pelaksanaan. d) Unit II Ekonomi (1) (2) e) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. g) Unit V Sandi (1) (2) Pengiriman. keterangan dan rekomendasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku... koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundangundangan. menyelenggarakan pembinaan. Tugas Sat Reskrim Menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP..12 / d) Unit. 2) Fungsi a) b) Penyelenggaraan pembinaan dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan unit Sosbud. Melakukan penggalangan dalam upaya menciptakan kondisi tertentu di dalam masyarakat/orang asing yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Sat Intelkam. c. menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. Penerapan SP2HP secara transpran dan akuntabel.

Renja. antara lain Renstra. program dan anggaran. (4) Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. Penganalisisan kasus beserta penanganannya. serta mempelajari dan mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas satuan reskrim. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. personel. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. b) Urmintu (1) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. tahunan dan lima tahunan. 3) Kegiatan a) UrBin Ops (1) Melaksanakan pembinaan Personil satuan reskrim melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. (6) Menyusun laporan bulanan. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. Rancangan Renja. dan anggaran. Penyelenggaraan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. koreksi. (3) Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. c) Unit Idik I . serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. (2) Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. (2) Melakukan pemeliharaan. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Reskrim. Pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan Satuan Reskrim. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. kebutuhan sarana prasarana. (5) Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. dan. (10) Melaksanakan supervisi. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. perawatan administrasi dan ketatausahaan personel satuan reskrim. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.c) d) e) f) g) h) 13 Pemberian pelayanan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. Penyelenggaraan koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan. (3) Melaksanakan latihan fungsi. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. sasaran. Penyelenggaraan pelayanan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum.

(3) (4) (5) (6) (7) d) Unit Idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Melakukan interview. serta koordinasi dalam rangka pembinaan. observasi. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. / (2) Melaksanakan.. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. (3) Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Penyelenggaraan pengawasan terhadap predaran narkotika. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan narkoba. (4) Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. pencegahan. d. psikotropika dan obat obatan berbahaya. (6) Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik.. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. (5) Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Sat Narkoba 1) Tugas menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Narkoba. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Kegiatan a) Urbin Ops . psikotropika dan obat-obatan berbahaya. observasi. surveillance.(1) (2) 14 Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan.. (7) Melakukan interview. Penyelenggaraan pembinaan. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan Narkoba 2) Fungsi a) b) c) 3) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika. (2) Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. surveillance. pencegahan.

antara lain Renstra. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN.. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana b) Urmin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) c) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. observasi. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. (3) Melaksanakan latihan fungsi. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. personel. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. koreksi. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. program dan anggaran. / (3) Melaksanakan. Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. Rancangan Renja. Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. tahunan dan lima tahunan.(1) (2) 15 Melaksanakan pembinaan Personil Sat narkoba melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. perawatan administrasi dan ketata usahaan personel satuan reskrim. sasaran. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Sat narkoba. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik... Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. dan anggaran. kebutuhan sarana prasarana. Menyusun laporan bulanan. Unit Idik I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Renja. (10) Melaksanakan supervisi. Melakukan pemeliharaan. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Melakukan interview. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. . surveillance.

Pemberdayaan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan. . Peningkatan hubungan sinergitas Polri – masyarakat.. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dan pengembangan manajemennya. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka memberdayakan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan serta meningkatkan hubungan sinergitas Polri-masyarakat 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Penyelenggaraan pembinaan teknis Polmas. Sat Binmas 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan teknis Polmas dan kerja sama dengan instansi pemerintah/ lembaga/organisasi masyarakat. Kegiatan a) Urusan Pembinaan Operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membantu pelaksanaan tugas administrasi Sat Binmas. (2) (3) (4) (5) (6) (7) e. Melakukan interview. surveillance.16 d) Unit idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan.. Penyenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah / lembaga/ organisasi masyarakat. Pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. observasi. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) Membuat rengiat. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan bimbingan teknis fungsi Binmas. Membuat renlat. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik.. / (2) Melaksanakan. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Mengumpulkan dan mengolah data serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Binmas dilingkungan Polres.

Peningkatan pelatihan kemampuan Kaposkamling. Mengadakan pelatihan dasar Satpam. Melaksanakan pembinaan terhadap pelajar dan mahasiswa. Mengagenda surat masuk dan keluar. Mengadakan koordinasi dengan pimpinan alat kepolisian khusus dalam rangka pelaksanaan tugas. Membuat laporan kegiatan.17 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) c) Menyusun rencana anggaran kegiatan. / (6) Pengelolaan. (10) Melaksanakan pembinaan dan koordinasi terhadap Kepolisian Khusus... Melaksanakan pembinaan terhadap Relawan. .. Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ngambang. Melaksakan penataan kearsipan. (6) Melaksanakan pembinaan terhadap saka bhayangkara dan PKS. Toda. Membuat surat perintah tugas. Peningkatan pelatihan kemampuan Satpam. (8) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Pengelolaan tata naskah surat masuk dan keluar. Pemberdayaan potensi masyarakat dan membangun kemitraan melalui program Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat ( FKPM). Tomas. Melaksanakan pembinaan terhadap petugas perparkiran. dan Pelaksanaan pengawasan dan pebinaan pada keamanan lingkungan. e) Unit Binkamsa (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pam swakarsa. Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pembentukan Polmas Unit Bintibmas (1) (2) (3) (4) (5) Melaksanakan pembinaan terhadap potensi masyarakat. Melaksanakan pembinaan alat-alat kepolisian khusus. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Unit Binpolmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Melaksanakan sosialisasi perpolisian masyarakat. (7) Peningkatan pelatihan kemampuan Senkom Mitra Polri. Pembinaan peningkatan kemampuan personil pelaksana Polmas. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan. (9) Melaksanakan silaturahmi kamtibmas pada Toga. Pendistribusian surat-surat keluar. dan Pondok Pesantren. Menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas alat-alat kepolisian khusus dan keamanan swakarsa.

Membuat anev pelaksanaan tugas ( bulanan. Membuat rencana anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas. pengawalan. Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) Membuat rencana kegiatan satuan fungsi shabara.18 / f. Mengumpulkan. mengolah dan menyajikan data untuk evaluasi pelaksanaan tugas shabara. Rumdin pejabat ) maupun pos-pos sementara seperti keramaian. Melaksanakan penjagaan baik pada pos-pos tetap ( Mako. semester dan tahunan ) c) Unit Turjawali (1) (2) (3) Melaksanakan pengaturan pada tempat – tempat yang berpotensi kerawanan laka lantas. Pelaksanaan tugas penanganan tindak pidana ringan (TIPIRING) dan pengamanan tempat kejadian perkara (PTKP) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terkait masalah pelanggaran dan tindak pidana. Memfloating anggota pada objek – objek yang memerlukan pengamanan. Membuat surat perintah dalam setiap pelaksanaan tugas – tugas fungsi shabara. ganguan lalu lintas dan gangguan kamtibmas lainnya. f. Sat. Fungsi a) b) Pelaksanaan tugas – tugas pengamanan ( penjagaan.. Sat Sabhara 1) Tugas a) b) 2) Melaksanakan kegiatan – kegiatan prefentif dan refresif dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas. patroli dan pelayanan unjuk rasa / pengendalian masa ) dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat.. Melaksanakan dinas kepolisian lain. Membuat perencanaan pelatihan peningkatan fungsi. pengaturan. . kegiatan masyarakat dan instansi. laka kerja. c) 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membuat prencanaan tugas sesuai dengan perkiraan intelijen harian. Memberikan bimbingan teknis pada unit shabara polsek. Pelaksanaan SAR terbatas dan masalah – masalah kontijensi. Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas..

Melaksanakan Anev. Melaksanakan pengamanan terhadap kejadian – kejadian kontijensi (bencana alam. Pemeliharaan Kamseltibcarlantas. e) Unit Dalmas (1) (2) Melaksanakan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan unjuk rasa. Melaksanakan Pelayanan Ketatausahaan dan urusan dalam dalam lingkungan Lantas. Melaksanakan Manajemen Personil. keselamatan. Kegiatan a) Kaur Bin Ops (1) (2) (3) b) Melaksanakan Pembinaan manajemen Opsnal dan Pelatihan.. Penyelenggaraan Registrasi dan identipikasi Pengemudi / kendaraan bermotor.(4) 19 Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. Pengelolaan Teknologi Informasi dan dokumentasi lalu lintas. ketertiban dan kelancaran Lalu lintas. Sat Lantas 1) Tugas Menyelenggarakan dan Membina fungsi lalu lintas Kepolisian. Pengaturan. Penyidikan Laka Lantas dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas. Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa lalu lintas. Registrasi dan Identifikasi pengemudi / Kendaraan Bermotor.. laka KA. Penyidikan Kecelakaan Lalu lintas dan Penegakan Hukum dibidang Lalu Lintas guna memlihara keamanan. Kaur Mintu (1) (2) (3) Membuat Rencana Kegiatan. Penyelenggaraan Turjawali Lantas. . Melaksanakan pengawalan terhadap personil dan materil objek vital pemerintah dan nasional. Sarpras dan Kinerja. Pendidikan Masyarakat dan rekayasa Lalulintas.. g. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) Penyelenggaraan dan Pembinaan fungsi Lalu lintas Kepolisian. Pengawalan dan Patroli. / d) Unit. yang meliputi Penjagaan. d) Unit Pam Obvit (1) (2) Melaksanakan penjagaan terhadap objek vital pemerintah dan swasta. laka pesawat) dan pelaksanaan SAR terbatas.

Melaksanakan Penyidikan Laka Lantas. Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. (4) Melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral dalam Pembinaan dan Rekayasa Sarana Angkutan.. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. Melaksanakan Pengaturan. Unit Reg Ident (1) (2) Menyelenggarakan dan Membina Pelaksanaan Reg Ident Kendaraan Bermotor. STNK dan BPKB. d) Unit Dikyasa (1) Membina dan melaksanakan Kerjasama lintas Sektoral. / (3) Membina. Penyelenggaraan pengamanan. (2) Melaksanakan Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lantas. Pembinaan Pelaksanaan Reg Ident SIM. termasuk pembinaan jasmani dan rohani.20 (4) (5) c) Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. serta menerima. penyimpanan barang bukti dan pengelolaan data barang bukti. Unit Turjawali (1) (2) Melaksanakan Penegakan hukum dan tata tertib lalu lintas. Pengawalan dan Patroli Lalu lintas.. (3) Pembinaan Rekayasa dibidang Lalu lintas.. Mengajukan Berkas Perkara Laka Lantas ke Pengadilan. (1) Melaksanakan pencatatan dan registrasi serta pelaporan jumlah tahanan. Penjagaan. e) f) Unit Laka (1) (2) (3) (4) (5) Menyelenggarakan Pembinaan dan Penanganan Laka Lantas. (3) (4) Membina dan menyelenggarakan tata tertib Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Membina dan Menyelenggarakan Penanganan Pelanggaran Lalu lintas. . h. menyimpan dan memelihara barang bukti. Kegiatan a) Urusan administrasi dan tata usaha. 2) Fungsi a) b) 3) Penyelenggaraan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan termasuk pembinaan jasmani dan rohani. Melaksanakan TP TKP Laka Lantas. Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sat Tahti 1) Tugas Menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan.

Penyajian. 21 terhadap Unit Perawatan Tahanan (1) (2) Melaksanakan pengawasan. i.(2) b) Melaksanakan pengawasan administrasi keluar masuknya tahanan. (2) Melaksanakan pengawasan barang bukti. Melaksanakan penjagaan dan penyiapan makan dan kebersihan ruang tahanan serta fasilitas. Sitipol 1) Tugas bertugas menyelenggarakan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi. melaksanakan bimbingan tehnis TIPOL ke Polsek Jajaran. melaksanakan penyajian data informasi criminal dan multimedia.. Mengatur.. pelayanan terhadap tahanan yang sakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para tahanan. penyiapan data. pengamanan dan pemeriksaan tahanan serta fasilitas ruang tahanan secara berkala. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) pemeliharaan jaringan komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. (4) Melaksanakan pengadministrasian. melaksanakan evaluasi kinerja Tupoksi Sie TIPOL. / (3) Melaksanakan. serta pelaporan dan pencatatan terhadap keluar masuknya barang bukti dan kondisi barang bukti. pelayanan dan penyelenggaraan sistem informatika yang meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data. Melaksanakan pengawasan dan perawatan kesehatan tahanan. barang bukti registrasi.. (3) Melakukan pengamanan. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. menjaga keluar masuknya dan pengecekan kondisi barang bukti. . dan inventarisasi barang bukti. menjaga dan mengawasi tahanan dan kunjungan ke rumah tahanan dengan menetapkan waktu dan tempat besuk tahanan. meliputi kegiatan komunikasi kepolisian. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Kegiatan a) b) c) d) melaksanakan pemeliharaan jaringan informasi komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. penyiapan data. (3) (4) c) Unit Barang Bukti (1) Melaksanakan administrasi dan registrasi terhadap barang bukti. serta penyajian informasi termasuk pelayanan multimedia. Penyajian.

pengawalan. (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir. serta pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. permintaan bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat. serta melaksanakan penjabaran penerapan Polmas. ketertiban dan kelancaran lalulintas. pelayanan pengaduan atas tindakan anggota Polri. Penyelenggaraan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya serta pelayanan kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. Intelijen dalam bidang keamanan. / 2) Fungsi…. 2) Fungsi a) pemberian pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat. keselamatan. penjagaan.22 e) f) q. termasuk keamanan. memberdayakan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Polsek 1) Tugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. pembinaan masyarakat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan. b) SekSium untuk pembinaan disiplin. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas Polri lain dalam wilayah hukumnya. penegakan hukum dan pemberian perlindungan. melaks sun rengiat dan renbut (TOR RAB dll). penyelenggaraan kegiatan pengaturan. mengelola kegiatan administrasi umum Polsek sehingga tugas administrasi surat menyurat berjalan dengan tertib. baik sebagai pelaksana kegiatan satuan-satuan atas maupun sebagai pengumpulan bahan keterangan untuk keperluan deteksi dini dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. . dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan. patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. melaksanakan penyusunan laporan rutin dan laporan insidentil. sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dalam organisasi Polri. b) c) d) e) f) 3) Kegiatan a) Unit Provos Membantu tugas Provos Polres penegakan hukum anggota Polsek.

Sihumas (1) Mediator antara Polri dengan masyarakat. (3) Melaksanakan tugas-tugas tambahan sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum. j) Unit Lalu Lintas . mengayomi. melayani masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. g) Unit Binmas (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan pemberdayaan polmas. (2) Menyampaikan program unggulan Polres kepada masyarakat. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek.. Memberikan saran/pendapat hukum. (2) Melaksanakan pelayanan administrasi masyarakat. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. / e) Sentra. e) Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. potensi masyarakat lainnya. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. i) Unit Reserse Kriminal (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan enyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. mengayomi.. Mengelola anggaran Polsek sesuai dengan DIPA. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. f) Unit Intelkam (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan tugas deteksi terhadap kegiatan masyarakat.23 (2) (3) c) Sikum (1) (2) d) Mendata anggota yang bermasalah. mengayomi. mengayomi. h) Unit Sabhara (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. kerjasama bidang Kamtibmas serta pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat di wilayah Polsek dalam rangka melindungi..

(3) (4) (5) . Menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polsek rural. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Kehumasan Polri tingkat guna di tuangkan dalam program kerja Bag Ops.(1) (2) (3) (4) 24 Membantu Polsek dalam melaksanakan tugas fungsi pengaturan lalu lintas dan penjagaan. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Kapolres Tasikmalaya Kota a) Hubungan bersifat vertikal a) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Waka Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) b) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima laporan pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dalam lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. BAB III POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA 10. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ops. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Hubungan Tata Cara Kerja di Polres Tasikmalaya Kota a. Memberikan perintah/tugas untuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota dalam hal Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan. Menangani kecelakaan lalu lintas sampai dengan kejaksaan (P21) di wilayah Polsek Urban.. Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Perencanaan Operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Bag Ops dan Komunitinya. / BAB …. Menerima Gelar Opsnal yang dilaksanakan Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota.

Hubungan Kapolres dengan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota (1) Menetapkan kebijakan dan strategi Polres Tasikmalaya Kota jangka pendek. terutama dalam hal pelaporan hasil Operasi Kepolisian. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di pembinaan sarana dan prasarana (Logistik) di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (7) Memberikan kebijakan dalam penyusunan program. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan personel. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. / (4) Memberikan. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Memberikan petunjuk.. (3) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun Operasional guna disusun dalam perencanaan Umum dan dituangkan ke dalam Program Kerja Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan / penerapan hukum di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.(6) (7) c) 25 Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk dalam penyampaian informasi terhadap Publik. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota. (5) Memberikan perintah. (6) Memberikan petunjuk. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan.. jangka menengah dan jangka panjang. (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laboran. d) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan.. (4) Memberikan perintah. (3) (4) (5) . peningkatan kemampuan dan pelayanan kesehatan di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota.. kegiatan dan anggaran yang disusun dalam Renja Polres Tasikmalaya Kota (8) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas dan hasil pruduk perencanaan.

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan administrasi umum. e) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasium Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan... / (5) Menerima. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sipropam Polres Tasikmalaya Kota.. Tasikmalaya Kota dengan Kasikeu Polres f) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) g) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan kepaniteraan. upacara. terutama dalam mendukung kegiatan Pembinaan maupun operasional Polres Tasikmalaya Kota. h) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Ka Siwas .26 (6) Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasi Propam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. urusan arsip yang meliputi pemeriksaan klasifikasi serta pemeliharaan dan penyimpanan. reproduksi dan distribusi surat menyurat serta penyelenggaran kegiatan pos Polri. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasium Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasium Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Menerima laporan kemajuan dan pertanggung jawaban keuangan Polda Jabar.

(2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan... arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Siwas Tasikmalaya Kota. Menerima laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. j) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (3) Memberikan petunjuk. k) Hubungan Kapolres dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. fasilitas perkantoran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum. i) Hubungan Kapolres dengan SPKT Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. / (1) Hubungan. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. (3) Memberikan petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan . (2) Memberikan petunjuk. Memberikan arahan dan petunjuk dalam pengawasan dan pemeriksaan hasil kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. Memberikan surat perintah pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan Polsek jajaran..(1) (2) (3) (4) (5) 27 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (3) Memberikan petunjuk. (4) Menerima produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota.

terutama bidang operasional. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kapolres dengan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) n) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk .mendapatkan perhatian baik dari pemerintah masyarakat. Memberikan petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. / (3) Memberikan.. m) Hubungan Kapolres dengan Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum pada umumnya. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum di bidang tindak pidana narkoba. (3) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. l) Hubungan Kapolres dengan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota 28 maupun (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat NarkobaPolres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang Operasional di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum tindak pidana narkoba.

baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. terutama bidang Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Operasional. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. / (5) Menerima. Memberikan petunjuk. Sat Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) q) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota..(5) o) 29 dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.. Memberikan petunjuk. . Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. (5) (6) p) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota.. Hubungan Kapolres dengan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Menerima produk-produk yang dihasilkan Sattahti Polres Tasikmalaya Kota. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. Tasikmalaya Kota dengan Kasitipol Polres Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.

(6) Koordinasi dalam pengamanan VIP (7) Koordinasi dalam Penertiban / rekayasa lalu – lintas. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres... Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam hal penyalahgunaan narkoba. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. (4) Koordinasi tentang Penyusunan dan sosialisasi Perda. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. b) Hubungan Kapolres dengan Dinas Pendidikan (1) (2) (3) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. terutama yang menyangkut pemb`inaan dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang meliputi kriminal dan manajerial termasuk jaringan telekomunikasi dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota. (3) Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. / (4) Menerima. 2) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolres dengan PEMDA / DPRD (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota. r) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (5) Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam.. (4) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan.(4) (5) 30 Menerima produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. . arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. (3) Memberikan petunjuk.

b) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Bagian Operasional (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Operasional (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Sumda / (1) Hubungan. Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. moril dan disiplin serta urusan administrasi personil dan karier. Koordinasi dalam pembinaan personil yang menyangkut profesi. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam bidang penyelenggarakan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kepolisian.. Koordinasi dalam dukungan logistik dalam pelaksanaan Operasional Kepolisian.. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metode produk HTCK. Koordinasi dalam perencanaan kegiatan Polres. Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres dan Waka Polres serta melaporkan pelaksanaan penyelenggaraan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kapolisian. jiwa korsa. Menerima pertunjuk dan arahan dalam penyampaian informasiterhadap public. c) Hubungan Kabag Ops dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metoda produk perencanaan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip.. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.31 b.

e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pencairan dana. baik dilingkungan Bag Ops maupun untuk kegiatan Operasional Kepolisian.. . Koordinasi yang berhubungan fungsi teknis keuangan. Menerima laporan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. / (2) Koordinasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Intelkam Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinas. (2) (3) f) Hubungan Kabag Ops dengan Kasium (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran. 32 pengawasan d) Hubungan Kabag Ops dengan Kasi Ppropam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. tata naskah dan distribusi... Memberikan informasi dalam pemerosesan anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi dalam penyelenggaraan Operasi guna monitor pelaksanaan Operasi Kepolisian. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ops dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) b) (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi tata cara penyelenggaraan urusan administrasi umum.(2) (3) (4) Koordinasi dalam penyelenggaraan pelaksanaan Operasi Kepolisian. Membantu kelancaran klarifikasi personil yang diduga melakukan penyimpangan. Koordinasi untuk masukan tata cara urusan arsip yang meliputi pemeliharaan dan penyimpanan. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.

Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor dan identifikasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(2) (3) (4) c) 33 Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam menyiapkan Rencana Operasi Kepolisian dan penyiapan personil yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyampaian informasi masalah operasional.. terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. . Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. / (5) Koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan fungsi Binamitra termasuk penerangan kepada masyarakat tentang peraturan perundang – undangan di bidang operasional Kepolisian. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. (5) Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi masalah operasional Kepolisian yang berkaitan dengan fungsi Binamitra.. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor..

Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (3) Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian.. Koordinasi tentang pelaksanaan Pilkades. Koordinasi masalah berkaitan dengan tahanan serta barang bukti. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. i) Hubungan Kabag Ops dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ops dengan Pemerintah Daerah (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi.. (4) Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi (5) terhadap publik. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Pilbup. (2) Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Pilgub dan Pilpres berjalan aman lancar terkendali. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. (3) Koordinasi dalam upaya mensukseskan kegiatan Operasional Polri di lapangan.(4) g) 34 Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. . (4) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. j) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolsek (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Hubungan Kabag Ops dengan Dinas Pendidikan 35 penyakit (1) (2) c) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Bagian Sumber Daya 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Memberikan arahan dan perintah yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas bidang Sumda 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ops . / c. penyakit d) Hubungan Kabag Ops dengan DISHUB (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penertiban lalulintas. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Menerima petunjuk. arahan dan perintah dari Kapolres dibidang Kepolisian khususnya bidang Sumda. c.(3) (4) (5) b) Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Hubungan Kabag Ops dengan POL PP (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Bagian…. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. Memberikan arah kebijakan dibidang Sumda Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Bag Sumda. Mewakili Kapolres untuk mengikuti kegiatan dalam hal Kapolres berhalangan hadir. e) Hubungan Kabag Ops dengan TNI (1) (2) (3) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Memberikan saran pendapat dibidang Sumda.

pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ops untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (7) (8) Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ren untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi dibidang tugasnya. UKG. penggunaan Personel dan logistik. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi untuk mendapatkan masukan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi dalam bidang Binpers untuk UKP. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (7) Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda dan Siwas. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka Perencanaan tugas administrasi dan anggaran Bag Sumda. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ops Polres. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. UKG. d) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasi Propam . Koordinasi dalam kegiatan pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. / (7) Koordinasi…. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ren Polres. penyuluhan. Lakip. Melaksanakan Koordinasi dibidang Operasional penyiapan personel untuk kegiatan Operasi Menerima usulan untuk UKP. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 36 Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. penggunaan Personel dan logistik. penyuluhan. Melaksanakan Koordinasi dibidang update data personel sescara rutin dan berkala. Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) 37 Koordinasi dalam penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan penerimaan calon anggota Polri. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam rangka kearsipan. Meminta catatan personel dalam rangka Wanjak yang UKP.. penyuluhan. Koordinasi dalam pelaksanaan sidang dan putusan sidang disiplin dalam rangka pembinaan dan memberikan kepastian hukum terhadap anggota. . pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasium (a) (b) (c) (d) (e) (f) Koordinasi yang dalam penyampaian Produk Laporan atau administrasi lainnya yang di sampaikan kepada Kapolres Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. kesekretariatan dan administrasi umum lainnya Koordinasi dalam rangka pelayanan Markas dilingkungan Polres.. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. mutasi dan sebagainya. penggunaan Personel dan logistik. penyuluhan. / (d) Koordinasi. dan meminta catatan personel sebagai bahan Wanjak. penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan seleksi pendidikan. penyiapan dan pelaksanaan penelitian bagi personel yang akan mengikuti pendidikan atau dinas keluar negeri. (d) (e) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyuluhan. Koordinasi dalam penyusunan program dan anggaran Bag Sumda dalam rangka pelaksanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan. penggunaan Personel dan logistik. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasikeu (a) (b) (c) Koordinasi dalam bidang rencana kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan Bag Sumda dan Sikeu Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Meminta SKHP dalam rangka kenaikan Pangkat personel dan STNK rahasia untuk keandaraan dinas. penggunaan Personel dan logistik. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi..

38 3) Hubungan Diagonal
a)

Hubungan Kabag Sumda dengan KSPKT
(1) (2) (3) (4) (5)

(6)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan personel pengemban fungsi SPKT. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi penjagaan. Menerima data usulan pembinaan kesejahteraan dan pembinaan karier personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

b)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Intelkam
(1) (2) (3)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Intelkam.

dan

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Intelkam. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (6) Koordinasi....

(6)

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

c)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Reskrim
(a) (b) (c)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Reskrim.

dan

(d)
(e)

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

39
d)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Narkoba
(a) (b) (c) (d) (e)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Sat Narkoba.

dan

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

e)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Binmas
(1)

(2) (3)
(4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

/ f) Hubungan….

f)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Sabhara
(1)

(2)
(3) (4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers, Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

g)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Lantas
(1)

(2)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik.

(3)
(4)

(5)

40 Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

h)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Tahti
(1)

(2) (3)
(4) (5) (6)

(7)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam Binrohtal terhadap tahanan. Koordinasi dalam hal pinjam pakai barang bukti kendaraan Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

i)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasitipol (1) (2)
(3)

Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag, Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (4) Menerima....

(4)
(5)

(6)

Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

j)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolsek
(1)

(2)
(3)

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah, Binkar, Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik, sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

. Koordinasi mengenai sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi mengenai anggota Polri yang melaksanakan Perceraian. Koordinasi dalam rangka kesediaan menjadi tenaga binrohtal d) Hubungan Kabag Sumda dengan KUA (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Nikah bagi anggota Polri dan PNS. Bagian Perencanaan (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolres . pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Cerai dari kesatuan. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Nikah dari kesatuan. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil / (1) Koordinasi.. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas Pendidikan (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas ijazah dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS..(6) 41 Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi mengenai Keabsahan Domisili/ KTP dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. (1) (2) (3) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Akte Kenal Lahir dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Badan Pertanahan Nasional(BPN ) (1) (2) Koordinasi dalam rangka Pembuatan Sertifikat tanah milik Polri.. d. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Depag (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Ijazah MA dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS.. penyuluhan.. Koordinasi dalam rangka Penentuan Harga sertifikasi Tanah milik Polri. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Pengadilan Agama (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Cerai bagi anggota Polri dan PNS. / e) Hubungan.

. rencana kerja dan anggaran.. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. b) Hubungan Kabag Ren dengan Waka Polres (1) Menerima petunjuk. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Lakip. (2) (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Ops (1) (2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) (4) (6) (7) b) Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran dalam pelaksanaan tugas operasional. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. rencana kerja dan anggaran. rencana kerja dan anggaran. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum.. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. rencana kerja dan anggaran. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. / (3) Koordinasi.(1) (2) 42 Menerima petunjuk. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program.. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Ops .

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Melaksanakan koordinasi di bidang penyelenggaraan perencanaan umum. Memberikan petunjuk dalam pelaksanaan baik di bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sikeu. (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sikeu. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. rencana kerja dan anggaran. Lakip. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran di bidang pengadministrasian. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. c) Hubungan Kabag Ren dengan Kasium (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya.. Lakip. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sium . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Sumda . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. penyuluhan. Lakip. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. / (1) Hubungan. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 43 Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. Mengusulkan UKP dan UKG personel yang ada di Bag Ren . Koordinasi dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan RKA-KL / DIPA. Hubungan Kabag Ren dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam penyusunan rencana keuangan dan anggaran..

Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sipropam . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. RPP. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . baik yang berupa konsep RUU. Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk. / (6) Menerima..44 e) Hubungan Kabag Ren dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ren dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Menerima produk Sipropam . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sipropam .. Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Keppres dan Keputusan Kapolri sesuai bidangnya maupun pendapat dan saran hukum sesuai fungsinya. Memberikan petunjuk. (5) (6) (7) f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas . Memberikan arah kebijakan strategis. Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. . Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas.

Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim . Memberikan petunjuk. d) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Intelkam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.(4) (5) (6) b) 45 Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan arah kebijakan strategis . Lakip. . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam . (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. / (5) Koordinasi…. Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam rangka menyusun perencanaan umum dan program kerja tingkat Polres. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam . Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Reskrim . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.

Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. Memberikan arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. g) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Lantas . Lakip. perencanaan umum dan anggaran untuk dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba . (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Narkoba dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba . Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk. f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 46 baik bidang disusun dan Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . / (5) Koordinasi…. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . Lakip. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara .(2) (3) (4) (5) (6) e) Memberikan arah kebijakan strategis . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. i) Hubungan Kabag Ren dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip.(1) (2) (3) (4) (5) (6) h) 47 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi…. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas . (5) (6) j) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolsek Jajaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Tahti dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas . Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Memberikan petunjuk. Lakip. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan strategis .

. pelayanan kebersihan. Sium (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasium dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah dan menyampaikan laporan. kearsipan dan administrasi umum lainnya.. / (7) Mangajukan. Memberikan petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ren dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi..(a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) 48 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . (3) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam administrasi umum yang meliputi korespondensi. e. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di lingkungan sekitar Mapolres. (5) Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres serta melaporkan pelaksanaan tugas Sium Polres. Lakip. b) Hubungan Kasium dengan Waka Polres . rapat-rapat pimpinan. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima petunjuk dan arahan dalam rangka pengajuan dan pengesahan DIPA dalam pelaksanaan anggaran. (2) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas Kapolres yang meliputi fungsi kesekretariaatan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (4) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . (6) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres kepada Kapolres. (7) Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan oleh Sium Polres untuk ditandatangani Kapolres. menyiapkan sarana prasarana di ruang rapat.

Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan Sium Polres untuk ditandatangani Waka Polres sesuai perintah dan kewenangan apabila Kapolres berhalangan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Siwas. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sipropam Polres. menyiapkan tempat rapat-rapat pimpinan termasuk sarana prasarana ruang rapat. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sipropam Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. menyampaikan laporan dan koordinasi sesuai batas kewenangan yang diberikan Kapolres kepada Waka Polres. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasium dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan fungsi kesekretariaatan dan administrasi umum yang meliputi korespondensi. kebersihan. b) Hubungan Kasium dengan Kasi Propam (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. / (5) Koordinasi…. ketatausahaan. pelayanan kebersihan. kebersihan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 49 Hubungan bersifat vertikal dan diagonal bentuk hubungan adalah garis menerima perintah. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sipropam Polres. (5) Koordinasi dalam hal pengajuan rekomendasi bagi personel Sium yang telah melaksanakan putusan Ankum. ketatausahaan dan kelancaran tugas-tugas Waka Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Siwas. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di sekitar lingkungan Mapolres. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. c) Hubungan Kasium dengan Kasi Keu . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam penjabaran kebijakan Kapolres. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan pencapaian rencana kerja Sium Polres.

Lakip.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagren Polres. ketatausahaan. Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (4) Koordinasi tentang data Surat menyurat dan giat rapat untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL/DIPA. kebersihan. (6) Koordinasi dalam penyusunan perencanaan Sium Polres yang meliputi perencanaan kerja. kebersihan. Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.(1) (2) (3) (4) d) 50 Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sikeu Polres. (4) Koordinasi dalam penggunaan kekuatan personel Sium Polres dalam melaksanakan operasi kepolisian dan kegiatan Kepolisian yang digelar Polres. kegiatan dan anggaran serta perencanaan lainnya. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagops Polres. diagonal dan bentuk . Hubungan Kasium dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. RKA-KL dan POK Polres. Koordinasi dalam hal penyerapan dan penyaluran anggaran Sium Polres sesuai DIPA. kebersihan. / f) Hubungan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagren Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sikeu Polres. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagops Polres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Hubungan Kasium dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat horizontal dan diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Hubungan Kasium dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horisontal dan hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan.

ketatausahaan. / d) Hubungan. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat intelkam Polres. d) Hubungan Kasium dengan Kasat Narkoba . (c) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagsumda Polres. (4) Koordinasi dalam hal pembinaan personel Sium Polres. c) Hubungan Kasium dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres. ketatausahaan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasium dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. b) Hubungan Kasium dengan Kasat Intelkam (a) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagsumda Polres.51 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (b) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat intelkam Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (5) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. kebersihan. kebersihan. penyuluhan..

e) Hubungan Kasium dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. ketatausahaan. ketatausahaan. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat narkoba Polres. ketatausahaan.52 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat sabhara Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. / (2) Koordinasi.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat narkoba Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. h) Hubungan Kasium dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. kebersihan. g) Hubungan Kasium dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasium dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .

53 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Menerima petunuk dan arahan dari Kapolres dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan teknis Kapolres di bidang ke uangan polres yang meliputi dari mulai perencanaan pendanaan sampai dengan penyaluran dan laporan keuangan.. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres.. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. i) Hubungan Kasium dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Meneruskan kebijakan. ketatausahaan.Sikeu 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasikeu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan dersifat vertical dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. / (3) Mengajukan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. j) Hubungan Kasium dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Memberikan bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. f. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. .. kebersihan. urusan dalam dan pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. ketatausahaan.

Melaporkan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan dalam bidang pembinaan keuangan Polri. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan untuk lingkungan Kasubagren Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi tentang bimbingan teknis administrasi keuangan Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . (4) (5) 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) b) (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Mengajukan usulan dalam rangka permintaan tambahan personil dan pegajuan kenaikan pangkat serta mutasi jabatan di lingkungan Kasikeu. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. / (4) Mengajukan.. Menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres dalam masalah pendanaan yang menyangkut kepentingan khusus seperti untuk mendukung oprasional.proyek khusus dan lain – lain. Lakip. Mengikuti pokja dalam rangka penentuan eselonisasi jabatan terutama dalam penentuan elselon jabatan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam rangka pelayanan angkutan dan konsultasi mengenai administrasi umum dalam rangka mendukung kegiatan oprasional Kasikeu. Melaksanakan Koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Memberitahukan tentang perubahan system pengajian dalam rangka pembuatan DPP gaji yang dibuat secara teknis serta hal – hal tentang penyempurnaan dan perubahan. Mengajukan daftar nama anggota Kasikeu yang terlibat satuan cadangan polri. Memberikan usulan dalam rangka masalah organisasi dan prosedur Kasikeu dan kemungkinan untuk pengembangan baik di tingkat polres maupun polsek serta penyusunan piranti lunak yang berlaku untuk itu. Koordinasi dalam hal penyaluran dana Operasional..54 (3) Mengajukan konsep juknis dan jukmin mengenai pengurusan keuangan negara di tingkat polres serta pengajuan konsep naskah kerja sama yang menyangkut penghasilan personil dengan instansi luar. Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ren (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan. Koordinasi tentang kebutuhan anggaran Sipropam. Melakukan koordinasi dalam rangka penyaluran dana – dana APBN dan DPK serta bantuan medis untuk kepentingan kesejahteraan anggota Kasikeu. Menyiapkan bahan laporan lakip yang berkaitan dengan penggunaan anggaran. perjalanan dinas mutasi . pelaporan serta perwabku. Memberikan bimbingan teknis tentang administrasi keuangan 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasikeu dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan saran dan arahan tentang pembuatan perwabku. Hubungan Kasikeu dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin Memberikan masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin memberikan perintah. arahan dan petunjuk pimpinan. Hubungan Kasikeu dengan Kasium (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam perumusan / pengembangan. Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya. Menyertakan anggota Kasikeu dalam pencocokan dan penelitian tagihan dari BUMN atas LTAG dan BMP. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan. (5) (6) (7) d) Hubungan Kasikeu dengan Kasiwas (1) (a) (b) (c) e) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. akutansi.untuk di proses lanjut dalam pembayaran / pemindahan dukungan ke instansi BUMN. .tanda jasa serta pembuatan peraturan mengenai hak – hak anggota Polri serta hal – hal lain yang menyangkut kesejahteraan seluruh anggota polri.petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugas taud.55 (4) Mengajukan usulan dalam rangka kenaikan gaji berkala. Menyampaikan laporan hambatan dalam penarikan anggaran. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan tentang tehnis pertanggung jawaban keuangan di lingkungan taud. Menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan/penyaluran anggaran.

Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Bekerja sama dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara.. Memberikan bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam d) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. c) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. b) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. g) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.56 / b) Hubungan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. . Bekerjasama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan sat Sabhara. f) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian.. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran..

g.. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan. Memberikan bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. arahan dan petunjuk Menerima laporan pelaksanaan tugas yang telah diberikan oleh pimpinan. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. h) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasikeu dengan Dirjen Perbendaharaan (1) (2) Koordinasi dalam rangka Penyusunan DIPA. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasikeu dengan KPPN (1) (2) b) Koordinasi dalam menyiapkan SPP gaji dan pembukuan SPM gaji. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti.57 (4) / (4) Bekerja. j) Hubungan Kasikeu dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk garis koordinasi. i) Hubungan Kasikeu dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitraSikeu. Memberikan perintah. Sipropam (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ laporan.. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Bekerja sama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam pelaksanaan manajemen keuangan. Koordinasi dalam rangka Revisi DIPA. .

Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasi Propam dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan laporan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan personil Polri dan Pns Polri. Menerima arah kebijakan Kapolres baik langsung maupun melalui ajudan Kapolres. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam.. Memberikan masukan / informasi tentang data penyeleseaian kasus pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi. Menerima perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. .58 / (4) Memberi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Hubungan Kasi Propam dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ arahan. Melaporkan hasil kegiatan di bidang pengawasan dan pembinaan personil serta pelayanan pengaduan masyarakat yang menyangkut pelanggaran anggota. Hubungan Kasi Propam dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi dalam kesekretariatan. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan keuangan. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasium (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaporan serta perwabku.. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. akutansi. Memberikan masukan data anggota yang akan dihentikan hak gaji / penghasilannya. perpustakaan dan pelayanan administrasi.. (4) b) Memberi perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Melakukan koordinasi tentang rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran Sipropam.

Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan seluruh personil Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam pengendalian anggaran serta evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja sub satker . Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat. Lakip.. Koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL/DIPA. (4) Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap personil Bag Ops. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. rencana kegiatan di lingkungan Sipropam Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi dalam pelayanan dan konsultasi hukum bagi anggota dan keluarganya. / d) Hubungan. Koordinasi data personel.(3) 59 Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres.. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya. Koordinasi dalam pemberian rewards and vonisman. (2) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan anggota yang melaksanakan tugas Opsnal. Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Sumda (1) (2) e) (3) (4) (5) (6) (7) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . (3) Memberikan laporan hasil pengawasan dalam pelaksanaan tugas Opsnal.. matlog. penyuluhan. f) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ren (1) (2) (3) 4) 5) 6) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengendalian personel di lingkungan Polres . Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasi Propam dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dengan Sat Binmas apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dengan Sat Narkoba apabila terjadi pelanggaran oleh anggota f) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Sabhara . Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Reskrim. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota... Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dengan Sat Reskrim apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. e) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.60 / b) Hubungan. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Narkoba. b) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi.

Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum.61 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara.. Hubungan Kasi Propam dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) (3) (4) (5) (6) g) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Siwas (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasiwas. h. registrasi dan inventarisasi tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan Sat Sabhara apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (2) koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah Memberikan arah Kebijakan Strategis. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan Sat Lantas apabila terjadi pelanggaran oleh anggota Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. / (2) Koordinasi. . (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum..

Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasiwas.(3) 62 Memberikan petunjuk. b) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas / (4) Menerima. Menerima Laporan pelaksanaan tugas KaSiwas. (4) (5) b) Menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaan tugas pengawasan umum. (1) (2) (3) (4) . (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops. Memberikan petunjuk. Memberikan arah Kebijakan Strategis. Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) d) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan KaSiwas. Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda. (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres. Memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda. Hubungan Kasiwas dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan. . Menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas. Memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan. Memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan... Melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja. Koordinasi dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Operasi Kepolisian.

Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Koordinasi tentang Hasil kegiatan Siwas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam Penyusunan RKAKL/DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. RKAKL dan POK. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) .63 (3) (4) Koordinasi dalam bidang Pembinaan Personil Koordinasi dalam bidan penggunaan dan perawatan logistic / (5) Koordinasi…. . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasikeu (1)Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. (2)Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (5) (6) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Lakip. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA. penyuluhan. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas . Memberikan petunjuk. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam.

. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. persandian. Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat intelkam yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas termasuk ketatausahaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat intelkam yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. b) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam (a) (b) (c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasiwas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (d) c) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. bahan peledak dan penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. senjata api illegal.64 (4) Koordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas . pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pengawasan orang asing. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. deteksi giat masyarakat. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel. / (2) Koordinasi….

.65 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. d) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat narkoba yang meliputi personel. penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah . pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat narkoba yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel . penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan / (4) Koordinasi. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat reskrim yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah . (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan..

materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. . (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. h) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. j) Hubungan Kasiwas dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. menyimpan dan memelihara barang bukti.. penerbitan SIM.. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. i) Hubungan Kasiwas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.66 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pengumpulan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. / (3) Koordinasi. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas.

2) Hubungan Horizontal a) Hubungan KSPKT dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) b) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan KSPKT dengan Kapolres / Waka (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek. Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. untuk diketahui. .. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel.. Menerima petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. (8) Meneruskan kebijakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan KSPKT dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. fasilitas perkantoran. i. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. Memberikan produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. / (5) Melaksanakan.67 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi.

Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang pemetaan wilayah atau daerah rawan terjadinya gangguan kamtibmas.(2) (3) (4) (5) Koordinasi dalam memberikan dan menerima Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara. (c) menyampaikan informasi kejadian Laka Lantas. Hubungan KSPKT dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. f) Hubungan KSPKT dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 68 Laporan / c) Hubungan. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. (e) Menginput laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. . c) Hubungan KSPKT dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam memberikan dan menerima Laporan Pengaduan dari masyarakat.. Koordinasi dalam hal adanya kegiatan masyarakat yang menonjol.. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas.. e) Hubungan KSPKT dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal langkah-langkah pelaksanaan tugas/ tindak lanjut apabila adanya laporan pengaduan dari masyarakat. (d) Menerima laporan dan menandatangani Laporan Polisi Laka Lantas. Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Narkoba. Reskrim.

Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Memberikan laporan tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti (2) (3) 3) Hubungan Diagonal (1) a) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ops (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam hal peningkatan kemampuan personil. Melaporkan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. .69 (3) (4) g) Koordinasi dalam mendatangi TKP. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. registrasi dan inventarisasi. Koordinasi dalam bidang dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas SPKT. Menerima petunjuk. penjagaan. Hubungan KSPKT dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Koordinasi dalam hal Bantuan hukum bagi personil SPKT dan keluarganya. c) Hubungan KSPKT dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam bidang pembinaan personil SPKT. b) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. / (2) Koordinasi. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga.. Menerima arah kebijakan strategis . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT .

70
d) Hubungan KSPKT dengan Kasium

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan, ketatausahaan, kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / (3) Koordinasi.... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran, kebersihan, pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres.
e) Hubungan KSPKT dengan Kasikeu (1)

(2)
(3)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan; Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasi Propam

(1) (2) (3) (4)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT; Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat; Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT

g) Hubungan KSPKT dengan Kasiwas

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
h)

Hubungan KSPKT dengan Kasitipol
(1)

(2) (3)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Menerima laporan tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas; Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres;

(4) (5)
i)

71 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Mengadakan koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi.

Hubungan KSPKT dengan Kapolsek Jajaran
(1)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; / (2) Koordinasi....

(2) (3) (4) (5) 4)

Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek; Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek; Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

Hubungan Lintas Sektoral
a)

Hubungan KSPKT dengan PLN dalam hal adanya gangguan jaringan listrik akibat kerusakan teknis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum

b)

Hubungan KSPKT dengan Telkom dalam hal adanya gangguan jaringan telepon akibat kerusakan tekhnis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum.

c)

Hubungan KSPKT dengan Damkar tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang memerlukan bantuan dari Damkar.

d)

Hubungan KSPKT dengan Derek dalam hal informasi adanya kendaraan yang memerlukan Derek

j.Satuan Intelijen 1) Hubungan Vertikal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolres (1) (2) (3) Menyiapkan dan menyampaikan laporan harian / insidentil mengenai situasi menonjol dan aktual yang di perlukan Kapolres. Menyiapkan dan menyampaikan telaahan staf dan saran pertimbangan sebagai bahan pengambilan keputusan Kapolres. Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.

72 (4)
b)

Mewakili/mendampingi Kapolres sesuai perintah.

Hubungan Kapolres dengan Kasat Intelkam (1)
(2)

(3)

Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Kirka intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang keamanan. / (4) Memberikan.... Memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam, termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Intelijen.

(4)

(5) 2)

Hubungan Horizontal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan KSPKT 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polres guna mengantisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas.

b)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Reskrim 1)
2)

3)
c)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasus-kasus orang asing, senjata api dan bahan peledak. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana yang menonjol.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Narkoba 1)
2)

3)
d)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penynyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana narkoba terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasuskasusnya. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana narkoba.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Sabhara 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Menyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.

Melaksanakan kerja sama dalam penyampian informasi masalah operasional. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Menyampaikan personel yang di perlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Menerima konsep umum operasi.. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. Menyampaikan kirka intel dan ren intel untuk mendukung pelaksanaan operasi.3) 4) 5) e) 73 Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Binmas 1) 2) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 2) 3) 4) 5) f) Meyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian. Menyampaikan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan publik. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional.. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Lantas 1) Hubungan tugasnya. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja dibidang operasional.. Melaksanakan kerja sama dalam penyampaian informasi masalah operasinal. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Tahti 1) 2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Sumda . bersifat diagonal dalam rangka pelaksanaan / 2) Menyampaikan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan garis koordinasi.

Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. (6) (7) (8) Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis logistik di lingkungan Sat Intelkam Polres. Koordinasi dalam perencanaan pendistribusian materiil intelejen. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. petunjuk pelaksana / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. / (6) Koordinasi. Lakip.. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. (2) Koordinasi dalam penyiapan dukungan administratif untuk pelaksanaan kegiatan penyusunan strategi program dan anggaran. Memberikan masukan mengenai perumusan / pengembangan. Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan serta pembinaan personel menuju profesionalisme Polri. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. d) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasium (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan penyuluhan hukum.. Memberikan pertimbangan / rekomendasi dalam penempatan pejabat intelejen baik di tingkat Polsek Jajaran. (3) Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. Koordinasi dalam menyusun renbut dan spesialisasi teknis peralatan khusus intel. (4) Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. e) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi..(1) (2) (3) (4) (5) 74 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan masukan tata cara penyelenggaraan urusan administrasi. . Koordinasi dan memberikan bantuan tenaga medis untuk rikes anggota Sat Intelkam secara rutin dan berkala. c) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita bidang intelijen kepada jajaran. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Koordinasi bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam 75 dan f) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Melakukan koordinasi tentang pengawasan pelaksanaan tugas fungsi intelijen. pammat (rekomendasi STNK rahasia) dan Pam Baket dilingkungan Sat Intelkam. / (5) Koordinasi. (5) (6) g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiwas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek.. pamgiat.. . i) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. h) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas.. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dalam penanganan masalah yang menyangkut pampers (Penertiban SKHP). Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan kinerja yang akuntabel.(3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan pendistribusian anggaran.

Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. / b) Hubungan…. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Sat Intelkam memberikan bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu 76 terhadap 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Pemkot/Pemda (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi dalam bidang kepemerintahan. Ipoleksosbud hankam. Sat Reskrim 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Keamanan. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. k. . Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan TNI (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(5) (6) Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan Masyarakat. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara pidana. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Hankam. c) Hubungan Kasat Intellkam dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan.(5) b) 77 Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. horizontal bentuk hubungan bersifat / (2) Koordinasi…. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Narkoba. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. . Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. (2) (3) (4) d) Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Sabhara. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Binmas. g) Hubungan Kasat Reskrim dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Intel (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Koordinasi dalam giat Operasi. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Lantas.

Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasiwas. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Reskrim. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. Menerima arah kebijakan strategis .(1) (2) (3) 3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL).. (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance).. . (5) b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ren. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Reskrim.. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Sumda. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. 78 bersifat Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ops. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. / (5) Koordinasi.

Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim. kebersihan. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. (4) Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Reskrim. ketatausahaan. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasikeu. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Reskrim. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasitipol. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasi Propam . (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. / (4) koordinasi.. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat.(1) (2) (3) (4) e) 79 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. .. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat reskrim Polres. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

. (2) Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. (6) (7) Meneruskan kebijakan. (4) Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus. d) Hubungan Kasat Reskrim dengan BPK. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Perguruan Tinggi Koordinasi dalam hal permintaan pemeriksaan saksi ahli f) Hubungan Kasat Reskrim dengan BAPAS . BPKP dan BAWASDA Koordinasi dalam hal pemeriksaan audit investigasi dalam hal penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi.. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. (5) Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP).(3) (4) 80 Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. (3) Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP (2) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan (3) Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengadilan (1) (2) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. / (6) Meneruskan.

Sat Narkoba 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) 2) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Intel . Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana narkoba. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. Imigrasi. Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas Kehutanan / Perhutani Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus illegal loging j) Hubungan Kasat Reskrim dengan Satpol PP. / l. l. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara tindak pidana narkoba. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan.81 Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Sat….

Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana narkoba. horizontal bentuk hubungan bersifat (2) (3) (4) (5) (6) e) / (2) Koordinasi…. 3) Hubunan Diagonal . Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana narkoba.(1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam giat Operasi. Hubungan Kasat Narkoba dan Kasat Tahti. 82 bersifat c) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Lantas. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana narkoba. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana Narkoba. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Sabhara. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.

Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Narkoba. / (3) Menerima…. Menerima arah kebijakan strategis . (2) Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Narkoba. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). . (3) (4) (5) c) Menerima petunjuk.83 a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ren (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Narkoba. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba.

Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. / (3) Koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Narkoba Polres. Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. (3) g) Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan. h) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolsek Jajaran . (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Narkoba Polres. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres.. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.84 (4) Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Narkoba. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. kebersihan. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). (2) (3) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana narkoba b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengadilan (2) (3) c) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4) 85 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Satpol PP. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS.. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .. Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. . Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS.. Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Imigrasi. Meneruskan kebijakan. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan BAPAS Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek Hubungan lintas sektoral a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP / (2) Koordinasi. Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba.

(3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. c) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasi Propam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. Mengajukan saran dan pertimbangan. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. baik lisan maupun tertulis. Melaksanakan perintah dan kebijaksanaan Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Sat Binmas 1) Hubungan Vertikal (1) (2) Koordinasi dalam hal pencegahan. penyalahgunaan. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas.. . narkoba di masyarakat termasuk giat penyidikan kasus-kasus narkoba dan tes Urine. peredaran. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan BNP/ BNK (1) (2) m. Koordinasi dalam hal dukungan anggaran. Menerima saran dan masukan dari Kapolres dalam pelaksanaan tugas Sat Binmas Melaksanakan perintah dan petunjuk lainnya yang berkaitan dengan tugas kepolisian. a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolres / Waka Polres Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres Tasikmalaya Kota sebagaimana apa yang tertuang dalam Proja Polres Tasikmalaya Kota untuk menyusun Proja... (3) (4) (5) (6) (7) (8) b) Melaporkan setiap pelaksanaan tugasnya kepada Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. / (3) Melaporkan.86 h) Hubungan Kasat Narkoba dengan balai POM Koordinasi dalam hal pemeriksaan secara labolatoris terhadap barang bukti narkoba. yang menyangkut tugas pokok Binmas.

Melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan manajemen operasi kepolisian fungsi Binmas. (4) Menerima usulan UKP. ketatausahaan. (6) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. (3) Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil.. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) e) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. dan kebutuhan administrasi lainnya. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. pengolahan dan penyajian data.(3) d) 87 Koordinasi dengan Sat Binmas dalam bidang pembinaan disiplin anggota. UKG. . (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. g) (1) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Sumda Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi (2) Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. penggunaan Personel dan logistik. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Koordinasi tentang penunjukan anggota Binmas yang dilibatkan dalam kegiatan operasi Kepolisian. Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan fungsi Binmas termasuk pengumpulan. / f) Hubungan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. penyuluhan. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas Laporan pertanggungjawaban keuangan Sat Binmas... h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan.

(3) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Intelkam. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Binmas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima petunjuk. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. (2) Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. untuk diketahui. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) d) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Reskrim. Lakip.(2) (3) (4) (5) (6) 88 Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) e) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Narkoba . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. / (3) Koordinasi….

Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan pramuka dan PKS. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi kegiatan-kegiatan pembinaan terhadap tahanan maupun keluarganya Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Tatap Muka / kunjungan ke keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres.. 3) Hubungan Diagonal . Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas terhadap Polri. g) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) f) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. / (4) Berkoordinasi. (4) (5) Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. 89 bersifat Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara.. Koordinasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam pemberantasan Narkoba. Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas). Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak daripada penyalahgunaan narkoba..

(8) 4) Menerima laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas. Koordinasi bimbingan dan bantuan tekhnis komputerisasi anggota sat binmas. / (5) Koordinasi…. (7) Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Koordinasi dan bekerjasama dalam hal pembinaan Ketertiban dan ketentraman masyarakat. (4) Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Koordinasi pembinaan POLSUS Koordinasi pembinaan PPNS. (6) Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. (5) Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. Koordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan Bencana Alam.90 a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan Linmas. Sat Sabhara 1) Koordinasi dalam hal kegiatan Rapat Koordinasi berkaitan dengan situasi kamtibmas. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas yang membutuhkan atensi pimpinan. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Binmas dengan Instansi terkait (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) n. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Sabhara dengan Kapolres . Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Bag Binmas. b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. Melaksanakan kegiatan terpadu. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas.

untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. (3) Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana penyalah gunaan narkoba. (5) Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (4) (5) Koordinasi dalam mendatangi TKP gangguan kamtibmas. terutama bidang operasional. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Narkoba. Koordinasi dalam menindak lanjuti pengaduan Masyarakat: / (4) Koordinasi…. (2) Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Melaporankan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Shabara dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota.(1) (2) (3) (4) (5) 91 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. (6) Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. (4) Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Menerima petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Reskrim. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Intel .

Melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Koordinasi dan kerja sama dalam penanganan TKP Laka lantas. Menyampaikan laporan informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam penjagaan. Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Bimas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. (6) f) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasiwas . Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. / (6) Koordinasi…. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) e) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi Koordinasi dalam pelaksanaan Patroli pada daerah yang telah diprediksi rawan gangguan kamtibmas Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi Kepolisian. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan giat Masyarkat. 92 bersifat Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti.

(3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Koordinasi dalam rangka pembinaan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Sabhara. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (2) (3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. e) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel.. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara Hubungan Kasat Shabara dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pembinaan terhadap anggota Sat Sabhara. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum... / (2) Koordinasi. . b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Sabhara Polres. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan.93 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan Sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas.

94 Operasional gangguan Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian.. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan Kamtibmas. UKG. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.(5) (6) f) Memberikan data personel untuk kegiatan Kepolisian. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang bin Pers. Menerima usulan UKP. dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran serta membrikan data personel untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. / g) Hubungan. Menerima arah kebijakan strategis .. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara. Hubungan Kasat Shabara dengan Kapolsek Jajaran . Menerima petunjuk. penggunaan Personel dan logistik. h) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas Sat Sabhara. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

Mengajukan Gelar perkara dalam penanganan atau penyidikan laka lantas. Menerima petunjuk. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi tehnis Sat Sabhara Polsek. kepolisian yang b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Pol PP Pemda. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas pengawalan tahanan. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. Menerima Laporan hasil kegiatan unit Sabhara Polsek. Koordinasi dalam hal bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu dalam penanganan giat masyarakat. Melaporkan hasil perumusan / pengembangan sistem dan metode pelaksanaan tugas sat lantas untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Pemkot dan Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas penertiban umum wilayah pemerintahan kota. . arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pelaksanaan kegiatan Operasi Kepolisian. Sat Lalu Lintas 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kapolres.(1) (2) (3) (4) (5) 4) (6) . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. / c) Hubungan…. o. Hubungan Kasat Shabara dengan Pengadilan Negeri Koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas berhubungan dengan tindak pidana ringan. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kejaksaan. terutama bidang operasional. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas anggota dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Hubungan Lintas Sektoral a) 95 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Waka Polres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan.

Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Lantas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyiapan Program Kerja di bidang Operasional. (6) Koordinasi tentang pengawasan anggota dalam melaksanakan tugas jaga di mako. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan adalah Koordinasi. (3) Koordinasi dalam Penanganan kejadian Laka Lantas. Mengajukan Rencana kegiatan Sat Lantas untuk dirumuskan dan dimasukan dalam rencana kerja Polres. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. (5) Koordinasi tentang sistem laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar. Menerima masukan perkiraan cepat untuk menindak lanjuti suatu gangguan kamtibmas dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika Operasi.(2) (3) (4) 2) 96 Menerima petunjuk. / b) Hubungan…. (4) Koordinasi tentang laporan kejadian dan penandatanganan Laporan Polisi Laka Lantas. d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Sabhara . Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan dalam rangka penyiapan Rencana Operasi Kepolisian. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Satuan lalu lintas. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Melaksanakan kerjasama dalam penyampaian informasi masalah Operasional. Koordinasi bidang identifikasi. arahanan dan perintah dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian.

. Perawatan Tahanan dan barang bukti. (4) Koordinasi dalam penanganan TKP Laka lantas. f) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Koordinasi bidang identifikasi.97 (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi (2) Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. (5) Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. (6) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. Melaksanakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. / (5) Koordinasi. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas. Koordinasi dalam penjagaan. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Binmas.. Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi penanggulangan tindak pidana Narkoba. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. Hubungan Diagonal . (5) Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara dan PKS. (3) Koordinasi dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan.

Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasium. . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Memberikan data daerah rawan macet dan laka lantas untuk analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian.98 a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis . (4) (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Lakip. tilang. Koordinasi dalam bidang pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana operasional lalu lintas. / (4) Koordinasi…. penggunaan Personel. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Menerima petunjuk. (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Sumda. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas. Memberikan data personil untuk dilibatkan dalam pelaksanaan operasi kepolisian. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ren. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran yang meliputi data personel. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. langganan daya dan jasa dan data pelaksanaan turjawali lantas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. penyuluhan. data laka. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(2) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. (4) Koordinasi dalam rangka pemberian arahan tentang administrasi keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres. . (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kebersihan. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi Sat Lantas. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasat Lantas dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. . ketatausahaan. h) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.99 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang.. penerbitan SIM... (5) Koordinasi dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan Sat Lantas. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota sat lantas. / (3) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.

b) Hubungan Kasat Lantas dengan Pengadilan Koordinasi tentang pengiriman hasil Tilang dan Tindak Pidana Ringan. Menerima laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Hubungan Lintas Sektoral Kasat Lantas a) Hubungan Kasat Lantas dengan Pemerintahan Kota (1) (2) Koordinasi tentang pengawalan VIP Koordinasi tentang rekayasa Lalu Lintas / pemasangan ramburambu lalu lintas. p. Melaksanakan koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. Memberikan pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Satuan Tahanan dan Barang bukti 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolres . c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kejaksaan Negeri Koordinasi tentang penyidikan kasus Laka Lantas d) Hubungan Kasat Lantas dengan Perbankan Koordinasi tentang penyetoran PNBP e) Hubungan Kasat Lantas dengan TNI Kerjasama dengan TNI untuk membantu operasi Kepolisian bidang lalu lintas. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek.(2) (3) (4) i) 100 koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas lalu lintas. Bekerjasama dengan Dispenda dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang pajak kendaraan bermotor. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. (3) (4) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan bidang DikMasLantas ke sekolah-sekolah. / (3) Koordinasi…. Hubungan Kasat Lantas dengan Polsek Jajaran (1) (2) (3) (4) 4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. penjagaan. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan Sat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. (2) (3) (4) d) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Narkoba (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. (1) (2) (3) c) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Hubungan Horizontal b) Hubungan Kasat Tahti dengan KSPKT / (1) Hubungan…. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai dengan bidang tugasnya. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Melaporkan kondisi tahanan dan barang bukti secara rutin setiap bulan Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres. . registrasi dan inventarisasi. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2) 101 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti.

Koordinasi dalam penjagaan. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. / (5) Koordinasi Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ops . Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pembinaan dan penyuluhan. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pengawasan. Koordinasi tentang Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana.(3) (4) e) 102 Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. (5) g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Koordinasi tentang pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. Perawatan Tahanan dan barang bukti. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam penjagaan. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti . Melaporkan data tahanan dan barang bukti. Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. ketatausahaan. Koordinasi dalam pembinaan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. Koordinasi / melaporkan data tahanan dan perawatan tahanan serta melaporkan hasil pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA.. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. / c) Hubungan. c) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.(1) (2) (3) (4) (5) b) 103 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pemberian data personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penggunaan Personel dan logistik. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. perawatan terhadap tahanan dan barang bukti. Menyampaikan informasi dan dokumentasi tentang tahanan dan barang bukti. Melaporkan data personel yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi.

Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota sat tahti. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. i) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.104 (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikasi. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyeraan anggaran serta pertanggung jawaban keuangan. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi sat tahti. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. f) Hubungan Sat Tahti dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang perawatan. . pengadministrasian. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota sat tahti. e) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasikeu (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi…. menyimpan dan memelihara barang bukti.

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota.. Menerima petunjuk. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Sitipol 1) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi Koordinasi dalam hal pengajuan ijin sita barang bukti perkara tindak pidana. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) b) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol.(3) (4) (5) 4) 105 Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Hubungan Kasat Tahti dengan Pengadilan Negeri (1) (2) q. Koordinasi terntang pengiriman tahanan dan barang bukti. Menerima arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi Informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol. Melaporkan hasil produk-produk Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. (3) . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota... / (2) Menerima. Menerima arahan dan pembinaan tentang pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. Menerima petunjuk. Menerima laporan / data jumlah tahanan dan barang bukti. (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan Kasitipol Polres dengan Waka Polres (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota.

Menerima petunjuk. (5) koordinasi dalam pelayanan telekomunikasi. penggunaan Personel dan logistik. (6) koordinasi dalam menyampaian laporan situasi kamtibmas melalui fasilitas komunikasi dan teknologi informasi yang dikelola Sitipol..(4) (5) 106 Melaporkan hasil produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. baik untuk ditanda tangani maupun direkomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. data dan keadaan alat komunikasi untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. c) Hubungan Kasitipol dengan Kabag Ops Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol . pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi untuk mendukung fungsi operasional kepolisian Polres. . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol. (3) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional (4) koordinasi dalam hal penggunaan kekuatan personel Sitipol yang dlibatkan dalam operasi kepolisian yang digelar Polres. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. Lakip. d) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Ren Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Memberikan laporan hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran. Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Sat atau Polsek Jajaran. / (2) Menerima.. (2) (3) (4) (5) (6) Menerima arah kebijakan strategis . Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran e) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Sumda Polres (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.

. (4) Koordinasi penyiapan alat komunikasi dan penyampaian informasi dalam hal kegiatan rapat-rapat atau kegiatan lainnya tentang tugas Kepolisian. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pengumpulan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. dan kebutuhan administrasi lainnya. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. penyuluhan. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. UKG. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.(4) (5) (6) (7) Koordinasi dalam upaya pengembangan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (2) Koordinasi…. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan g) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasi Propam Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. i) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. Menerima usulan UKP. 107 kekuatan dan f) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran h) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasium Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. kebersihan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.

. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. k) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Intelkam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. RKA-KL dan POK Polres. / (3) Koordinasi. Si dan Polsek jajaran. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol Menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sitipol Polres sesuai DIPA.. Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres. Hubungan Kasitipol dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya . Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita dan perkembangan situasi kamtibmas dari jajaran l) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Sat. Sat dan Polsek Jajaran. Koordinasi tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas. (3) (4) (5) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Reskrim. Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag.(2) (3) (4) j) 108 Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi Koordinasi dalam pemantauan kegiatan Operasional Bag.. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran.

(4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. Sat dan Polsek Jajaran. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Sat Binmas. n) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat sabhara guna mendukung pelaksanaan tugas Sat sabhara Polres. Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat binmas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat binmas Polres. (5) Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi . Sat dan Polsek jajaran. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Binmas ke Jajaran. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kegiatan masyarakat di Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. (4) Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian.... m) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (6) Koordinasi. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamtibmas di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran dalam pelaksanaan kegiatan patroli quick respon. (6) (7) o) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres.109 (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional.

Hubungan Kasitipol dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) q) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(6) p) 110 Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Sabhara ke Jajaran. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. r) Hubungan Kasitipol dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi... Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Lantas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Menerima laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi. (2) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. (3) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikas Koordinasi dalam hal pendataan tahanan dan barang bukti di masing-masing Polsek jajaran Polres yang meliputi makan dan perawatan tahanan termasuk kesehatan fisik dan mental tahanan serta fasilitas dan kondisi ruang tahanan dan keadaan barang bukti. / r) Hubungan. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Lantas ke Jajaran. . (6) Meneruskan kebijakan. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamseltibcar lalu lintas di wilayah Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. data dan jaringannya.. (4) Menerima laporan bulanan gangguan kamtibmas. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Tahti (6) (7) (8) (9) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Menerima petunjuk. b) Hubungan Kapolsek dengan Waka polres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. 2) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) (3) (4) (5) (6) b) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. / (2) Melaksanakan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Memberikan Laporan Bulanan kegiatan Polsek dan kejadian di kewilayahan Polsek. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Binkar. . Melaksanakan Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik... Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah. Polsek 1) Hubungan vertikal a) Hubungan Kapolsek dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Hubungan Kapolsek dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.111 r. Binrohtal dan Binkatpuan.. Koordinasi dalam penunjukan anggota untuk dilibatkan dalam Operasi Kepolisian Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.

kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres... Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (5) Meneruskan kebijakan. Menerima petunjuk. c) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. ketatausahaan. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . penyuluhan. (6) Koordinasi dalam hal penyampaian surat dan laporan ke Kapolres. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administra Umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. urusan dalam. pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. (2) Menerima bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. dan kebutuhan administrasi lainnya. Lakip. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(5) (6) (7) 112 Memberikan usulan UKP. Menerima arah kebijakan strategis . kebersihan. . / Menerima.. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . UKG.

Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota Polsek. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. (8) Meneruskan kebijakan.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. . (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek.113 e) Hubungan Kapolsek dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk adalah garis koordinasi.. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitrai keuangan. f) Hubungan Kapolsek dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek 3) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kapolsek dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota Polsek. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. / (5) Melaksanakan. g) Hubungan Kapolsek dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Menerima bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek.. Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran.

(4) (5) b) 114 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan terhadap Masyarakat. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek / d) Hubungan…. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. Si dan Polsek jajaran. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara. Sat. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek e) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Binmas . (5) Menerima arahan tentang kebijakan. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara tindak pidana penyalah gunaan narkoba.

Menerima arah kebijakan strategi Polsek di bidang Operasional guna dituangkan dalam perencanaan operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Polsek. / (2) Koordinasi…. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Melaporkan data jumlah tahanan dan barang bukti. (3) (4) (5) g) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi / laporan. Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. pengadministrasian. Menerima petunjuk. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit Sabhara Polsek. . Memberikan laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Koordinasi dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam bidang perawatan. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 115 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Menerima petunjuk tentang perumusan atau pengembangan system dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapols dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Menerima pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Memberikan laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas f) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis Koordinasi / laporan. Menerima arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. (2) (3) (4) (5) h) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas Polsek yang membutuhkan atensi pimpinan. Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek.

(3) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam penyalahgunaan narkoba. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Memberikan laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. Koordinasi Pembinaan dan penyuluhan terhadap Masyarakat. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. (6) Menerima kebijakan. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolsek dengan Kecamatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat.. hal (2) (3) c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi.. BAB IV . Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. / (2) koordinasi.. b) Hubungan Kapolsek dengan Dinas Pendidikan (1) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. data dan jaringannya. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi.116 i) Hubungan Kapolsek dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. (4) Memberikan laporan bulanan gangguan kamtibmas.

sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal.Si AKBP NRP 67050615 . Seksi dan Polsek jajaran Polres. horizontal maupun diagonal.117 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan guna memperoleh hasil yang optimal. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA Ttd Drs. MOH. Seksi dan Polsek jajaran Polres secara melekat dalam pelaksanaan tugas anggota sehingga tugas yang akan dicapai sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan hubungan pimpinan dengan anggota terjalin secara sinergi sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan – penyimpangan anggota dalam pelaksanaan tugasnya. BAB V PENUTUP Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja dan Pertelaan Tugas di lingkungan Polres ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman bagi masing-masing Bagian. Satuan fungsi. Satuan Fungsi. Tasikmalaya. HENDRA SUHARTIYONO. Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terdapat perkembangan yang bersifat khusus dan Kapolres dapat memberi arahan untuk mendapat keputusan dalam pemecahannya. M. Pengawasan dan pengendalian di lingkungan Polres dilaksanakan oleh masingmasing pimpinan Bagian.

118 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jalan Letnan Harun No. Kota Tasikmalaya HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) DI LINGKUNGAN POLRES & POLSEK POLRES TASIKMALAYA KOTA DESEMBER 2010 .

p. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA ttd Drs. Polres Tasikmalaya Kota sebagaimana terlampir. M. Kota Tasikmalaya 46151 Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 1190 / XII / 2010 / Bagren BIASA Satu berkas HTCK Polres Tasikmalaya Kota TA.Si AKBP NRP 67050615 Tembusan : 1. 2010 Tasikmalaya. Sehubungan dengan hal tesebut di atas. 2. Desember 2010 Kepada Yth. Tasikmalaya. 2. Demikian untuk menjadi periksa. Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polres dan Polsek. Irwasda Polda Jabar. Kapolda Jabar. Surat Kapolda Jabar Nomor : B / 18137 / XII / 2010 / Rorena tanggal 1 Desember 2010 tentang HTCK Polres dan Polsek. . Karorena 1.119 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jl. MOH. Letnan Harun No. bersama ini dikirim kepada KA. HENDRA SUHARTIYONO. KEPALA KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT di Bandung u. 3.