1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA KOTA HUBUNGAN DAN TATA CARA

KERJA DI LINGKUNGAN POLRES DAN POLSEK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi Polri yang pada intinya menghendaki perlu adanya suatu perubahan pada tubuh Polri baik perubahan yang menyangkut aspek struktural, aspek kultural maupun aspek instrumental dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Perubahan dari aspek instrumental ditandai adanya penyempurnaan atau pembaharuan berbagai piranti lunak atau aturan – aturan yang ada / berlaku pada Polri dan mengatur tentang mekanisme kerja atau hubungan kerja antar pejabat di lingkungan Polri, baik ditingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. Pelaksanaan tugas Polri dapat dilaksanakan dengan baik tentu karena adanya komonikasi atau hubungan antar fungsi secara sinergi dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan, hal tersebut perlu disusun Hubungan dan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polres.

b.

c.

2.

Dasar a.
b.

c.
d.

e.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang KePolisian Negara Republik Indonesia Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember 2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik Indonesia. Surat Keputusan KaPolda Jabar No. Pol. : Skep / 571 A / XI / 2003 tanggal 8 Nopember 2003, tentang Naskah sementara hubungan dan Tata cara kerja di lingkungan Polda Jabar. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010, tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polri.

3.

Maksud dan Tujuan a. Maksud Memberikan gambaran mengenai Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan serta hubungan antar komponen atau unsur dalam organisasi di tingkat Polres / Polsek. /b. tujuan…..

2 b. Tujuan Memperjelas hubungan hubungan dan tata cara kerja antra unsur yang ada dalam organisasi Polres / Polsek sehingga pelaksanaan Tupoksi dapat dicapai secara maksimal. 4. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah HTCK Polres / Polsek ini memuat hubungan dan tata cara kerja atau mekanisme kerja antar unsur organisasi di Tingkat Polres / Polsek dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian. 5. Tata Urut BAB BAB BAB BAB BAB 6. I II III IV V PENDAHULUAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI POKOK-POKOK HTCK PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENUTUP

Pengertian-pengertian a. Hubungan Adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen/unsur-unsur pengembangan fungsi dalam suatu organisasi. b. Tata Cara Kerja Adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam melaksanakan kerja di lingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan hubungan fungsional antar komponen/unsur-unsur dalam organisasi tersebut. c. Hubungan Tata Cara Kerja yang selanjutnya disebut HTCK Adalah suatu prosedur yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen/unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi Polri dengan unsur-unsur pengemban fungsi di lingkungan organisasi atau lembaga Pemerintah non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transparan, proporsional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mencapai tujuan yang diinginkan. d. Kepolisian Negera Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri Adalah suatu instansi pemerintah atau Aparatur Pemerintah setingkat Departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. e. f. Unit Orgnisasi Adalah organisasi Polri, dimana Kepala Unit Organisasi dijabat oleh Kapolri. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker Adalah satuan pengguna anggaran / pengguna barang yang berada di lingkungan Polri. /g. Tugas…..

3 g. Tugas Adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu organisasi. h. Kegiatan Adalah penjabaran dan atau bagian dari pada program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa Satuan Kerja di lingkungan Polri sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran program/rencana kerja Polri. i. Tugas Pokok Adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi tanggungjawab dalam suatu organisasi.
j.

Peran Adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi Polri dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan fungsi Polri dengan satuan fungsi Polri lainnya.

k.

Wewenang Adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat di lingkungan Polri untukmengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab di bidangnya masing-masing.

l.

Tanggung Jawab Adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap pejabat atau staf di lingkungan Polri untuk memepertanggungjawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada kesatuannya masing-masing.

m.

Bentuk Adalah wujud (lurus/sejajar/mendatar/horizontal) ; tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas/vertikal) ; diagonal.

n.

Hubungan Vertikal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus/berjenjang dari atas ke bawah/dari bawah ke atas.

o.

Hubungan Horizontal Adalah keterkaitan antar fungsi dalam rangka koordinasi yang bersifat lurus/sejajar/mendatar atau setingkat.

p.

Hubungan Diagonal Adalah keterkaitan antar fungsi sifatnya tidak vertikal/tidak horizontal dan dapat menjangkau eselon lain yang lebih tinggi maupun antar fungsi di lingkungan Polri.

q.

Hubungan Lintas Sektoral adalah kerjasama dengan instansi/lembaga diluar Polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggungjawabnya. /BAB II….

Penyelenggaraan perwabku. SIUM a) Tugas Menyelenggarakan dan membina terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas pimpinan yang mencakup fungsi kesekretariatan. Melaksanakan kegiatan kantor pos di lingkungan Polres. SIKEU a) Tugas Menyelenggarakan pelayanan fungSikeu yang meliputi pembiayaan. . /c) Kegiatan…. Meneliti naskah dinas. fungsi dan kegiatan Seksi a. Mengarsipkan naskah dinas meliputi pemeriksaan.. FUNGSI DAN KEGIATAN 7. Memelihara dan merawat Sarpras yg menjadi tgg jwb Polres. Membuat Laporan Evaluasi Kinerja bulanan dan pelaks giat lainnya. d) e) f) g) h) i) j) k) b.. upacara dan rapat pimpinan. Tugas pokok. Penyusunan adm um dan perencanaan. Menyelenggarakan kegiatan protokoler. kearsipan. dan administrasi umum lainnya serta pelayanan markas di lingkungan Polres b) a) b) c) c) a) b) c) Fungsi Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum Penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan dan kearsipan. tata naskah dan registrasi naskah dinas dari Bag/Sat/Sie dilingkungan polres dan Polsek. pengklasifikasian serta pemeliiharaan dan penyimpanan naskah dinas di lingkungan Polres. pelaporan serta pertanggung jawaban keuangan b) Fungsi a) b) c) d) Penyelenggaraan fungsi Sikeu. Melaksanakan pendistribusian surat sesuai disposisi Pimpinan.4 BAB II TUGAS POKOK. Mereproduksi dan mendistribusikan naskah dinas di lingkungan polres. Pelayanan Markas Kegiatan Menyiapkan bahan dan data dalam penyusunan perencanaan Polres. Membuat Rencana Kegiatan SekSium. Penyelenggaraan pembukuan dan akutansi. Membuat dan mengajukan rencana kebutuhan personel dan anggaran termasuk membuat rincian anggaran biaya SekSium. pengendalian pembukuan dan akutansi.

fasilitas dan jasa serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan. . (Provoost). Menyusun Lap. Pelaksanaan Pengamanan Internal. termasuk bidang material. Pelaksanaan pemulihan profesi. Mengkoord dgn fungsi terkait (Propam). d.5 c) Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) c. SIPROPAM Tugas Menyelenggarakan yan dumas ttg penyimpangan prilaku tindakan angg Polri. Melaks sidang disiplin/KE/Sidang Profesi (Paminal). Mengecek sahnya tagihan. Pulbaket. Lap bul kinerja. Membuat buku kas. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Menerima lap/du mas dan anggota (propam). /b) Pemberian…. (Paminal). Membuat neraca keuangan. Realisasi anggaran. a) Mendistribusikan gaji. pelaksanaan pencapaian rencana kerja. Melaks Lap dan adm umum. Pembukuan dan akutansi. Akreditasi Profesi Polri. usulan renbut. Melaks binteknis perwabku. Mengecek Kelengkapan Perwabku. Melaks riksa thd pers yg bermsl (Provoost). Membuat Lap Perwabku. Mengajukan penggajian dan tunjangan. b) Fungsi a) b) c) d) e) c) Penyelenggaraan Pelayanan pengaduan masyarakat. SIWAS a) Tugas Menyelenggarakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan oleh semua unit kerja khususnya dalam proses perencanaan. Bin disiplin dan tatib termasuk Paminal dlm rangka penegakan disiplin dan pemuliaan profesi. Mengajukan rekom. Perencanaan umum dan adm. Pelaksanaan Bindisipiln dan Tatib. Membuat Lap. (Paminal). Melaks Giat Gaktibplin. Melaks pengkajian atas dumas dan anggota (Propam). Melaks Binteknis (Provost).

Sun sprin Ops. serta melaksanakan fungsi hubungan masyarakat termasuk pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID). Tugas Pokok. Penyusunan adm umum dan perencanaan. Membuat Laporan hasil Ops. termasuk latihan pra operasi. Membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka acuan kerja. Kegiatan a) Subbag Bin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Menyusun Prinlaks Ops. Kegiatan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Melakukan supervisi ke semua unit kerja secara berkala.. Melaks koord dgn fungsi terkait. Melakukan verifikasi mutasi pejabat di lingk. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polres. Melaks Lat Pra Ops. . Penyelenggaran Lat Pra Ops. Pemberian saran tindak thd penyimpangan. Fungsi dan kegiatan Bagian a. 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Perencanaan. Polres dan Polsek. melaksanakan koordinasi baik dalam rangka keterpaduan fungsi maupun dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. Subbag Dal Ops (1) (2) Membuat anev ops. / c) Subbag…. Melaks pengkajian masalah atas pelaporan. Penyiapan sarpras duk Ops. 1) Bagian Operasional Tugas Merencanakan. Pelaks Koord Pelaks humas dan PPID.6 b) Fungsi a) b) c) c) Pelaksanaan monitoring secara rutin maupun insidentil. Menelaah Lapgiat fung. pengendalian dan operasi. Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan. Mengendalikan pelaks ops. Melaks koord intern dan ektern. 8. Ajuan renbut gar Ops. Membuat saran tindak. Membuat laporan bulanan. mengendalikan dan menyelenggarakan administrasi operasi kepolisian.

pelatihan fungsi dan pelayanan kesehatan. Melaksanakan monitor terhadap informasi media. Menyelenggarakan latihan fungsi. Latkatpuan. Membuat laporan dan administrasi. Memberikan binteknis kehumasan kepada Polsek Jajaran. ijin cuti. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. pembinaan dan administrasi logistik serta pelayanan bantuan dan penerapan hukum. (11) Melaksanakan Binrohtal. Penyelenggaraan administrasi personil. (10) Mengusulkan pengakhiran dinas. Penyelenggaraan pelatihan fungsi. Membuat panel data. (13) Melaksanakan pemakaman anggota yang meninggal dunia. Menyusun UKP dan UKG. (14) Melayani usulan catur sakti. Melaksanakan dokumentasi peliputan kegiatan satuan. .7 (3) (4) Mengkompulir data hasil ops. Melaksanakan kerma dengan media cetak dan elektronik. b. Bidang Sumber Daya 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan dan administrasi personel. (9) Melaksanakan sidang NTCR. Penyelenggaraan administrasi logistik. (6) Melaks DPK (Dewan Pertimbangan Karier) jab berpangkat IPTU kebawah. c) Subbag Humas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Melaksanakan giat Penerangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tupoksi Kepolisian. (8) Melayani pembuatan KTA. (16) Mengusulkan personil Polri / PNS untuk mengikuti Dikjur dan Dikbang. KPI. Menyusun Renmut personil. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) (1) (2) (3) (4) (5) a) Penyelenggaraan pembinaan personil. dan meluruskan opini publik. Subbag Pers Kegiatan Menyusun Rengiat Subbag Pers. (7) Membantu penyelenggaraan seleksi penerimaan calon anggota Polri. Menyiapkan bahan / data untuk press rilis. Mengusulkan tanda penghargaan personil. (12) Melaksanakan pelayanan kesehatan personil dan keluarganya. perjalanan dinas. pembuatan sprint anggota. Penyelenggaraan pelayanan bantuan dan penerapan hukum. (15) Mengusulkan penggantian biaya pengobatan anggota Polri dan PNS yang sakit ( restitusi ).

b) Subbag Sarpras (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) c) Menyusun Rengiat Subbag Sarpras. Merencanakan dan menyusun penetapan kinerja Polres. Menyelenggarakan pendistribusian Kaporlap.. Melaks koord dg insts terkait dlm rangka proses lelang pengadaan barang/jasa. c. Kegiatan a) Subbag Progar (1) (2) (3) (4) (5) (6) Menyusun dan melaksanakan pemutakhiran data dalam rangka menentukan kebutuhan anggaran Satker. Menyelenggarakan pendataan SIMAK BMN. Pelaksanaan anev program dan anggaran.8 / (17) Melaksanakan. Melaksanakan revisi RKA-KL dan DIPA. Merencanakan dan menyusun RKA-KL dan DIPA tingkat Satker. Menyampaikan usulan saran pendapat hukum ke Bidkum Polda. Menyusun dan membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Reference ( TOR ). Subbag Hukum (1) (2) (3) (4) Memberikan bantuan hukum dan nasihat hukum kepada anggota Polri dan PNS. Memberikan masukan dan koord dg pengemban fungsi hukum dg Insts lain. mengendalikan program dan anggaran serta analisa dan evaluasi atas pelaksanaannnya termasuk ren program pengembangan satwil. . 2) Fungsi a) b) c) d) 3) Penyusunan renja dan anggaran.. Pengendalian program dan anggaran. Menyelenggarakan pendistribusian BBM.. (19) Melaks tugas Kepolisian lainnya. (17) Melaksanakan keSabharaan jasmani. Mengusulkan pelaksanaan psikotest pemegang senpi. (18) Melaks Administrasi pelaporan. 1) Bidang Perencanaan Tugas Menyusun renja dan anggaran. Pengembangan satuan kewilayahan. Melayani pembuatan kartu senpi. Mengusulkan kebutuhan Matfasjas. Menyelenggarakan penyuluhan hukum. Melaks har matfasjas. Menyusun dan membuat Rincian Anggaran dan Biaya ( RAB ).

Mengumpulkan. Mengecek kondisi sarana. penyusunan dan penyampaian laporan kepada Kapolres/TA. (11) Melaksanakan sosialisasi Reformasi Birokrasi Polri (RBP). Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. Mengecek kehadiran anggota SPKT . Pelayanan masyarakat . Penyiapan registrasi pelaporan. pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian. (12) Membuat adm pelaporan. Membuat laporan realisasi anggaran (LRA). Memimpin serah terima tugas jaga fungsi. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan.9 / (7) Memberikan…. dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan. (8) Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renja dan Renja Satker. Menerima dan mengecek usulan anggaran yang diajukan oleh Sub Satker. bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Memberikan paparan tentang gangguan Kamtibmas yang menonjol kepada SPKT yang bertugas berikutnya. (10) Menyusun dan membuat telaahan staf tingkat Satker. 9. Membuat adm pelaporan. Mengumpulkan dan mengkompulir data dan bahan dalam rangka penyusunan Rancangan Renstra dan Renstra Satker. (7) b) Subbag Dalgar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menyusun rencana penyerapan anggaran Satker. SPKT (1) (2) (3) (4) (5) Kegiatan a) Melaporkan situasi Kamtibmas kepada Waka / Kapolres. 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu. . Membuat laporan pelaksanaan Triwulan DIPA. Fungsi dan kegiatan Satuan a. prasarana dan ATK yang diperlukan. mengelola data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program dan anggaran. Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu 1) Tugas Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Tugas Pokok. Menyusun bahan analisa dan evaluasi terhadap anggaran. (9) Menyusun HTCK tingkat Satker. Memberikan sosialisasi dan arahan teknis hasil penyusunan RKA-KL dan DIPA Satker. Penyajian informaSium berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan.

Membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK). pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen. termasuk perkiraan intelijen. orang asing dan kegiatan sosial atau politik masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Membantu SPKT dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Memberikan pelayanan administrasi dan pengawasan senjata api atau bahan peledak. berkaitan dengan situasi kamtibmas ( PLN. Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. termasuk persandian dan produk intelijen. pengawasan terhadap pelaksanaannya. Membuat Laporan Polisi (LP). Sat Intelijen 1) Tugas a) b) c) d) 2) Menyelenggarakan dan membina fungsi Intelijen bidang keamanan. (8) Mengajukan rencana kebutuhan / anggaran. Melaksanakan tugas SPKT apabila SPKT berhalangan. (6) Mendatangi TKP bersama fungsi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan Olah TKP. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing. Derek ). Kepolisian baik sebagai bagian dari kegiatan Satuan Intelkam maupun sebagai bahan masukan penyusunan rencana kegiatan opreasional dan peringatan dini ( Early Warning ). persandian. Membatu tugas Banit dalam pelayanan kepada masyarakat. Telkom. kegiatan sosial politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada masyarakat serta melakukan pengamanan. Membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan. Memelihara sarana prasarana yang ada guna penigkatan pelayanan kepada masyarakat. Membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). senjata api dan bahan peledak. Melaporkan kondisi sarana prasarana kepada Unit.10 / (6) Mendatangi…. b) Unit I. Damkar. II dan III (1) (2) (3) (4) c) Banit (1) (2) (3) (4) (5) (6) b. Fungsi a) . (7) Memonitor pelaksanaan tugas pelayanan maupun opsnal di Polres dan situasi kamtibmas di jajaran Polsek. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Satuan Intelkam. Penyelenggaraan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan antara lain persandian dan produk intelijen di lingkungan polres.

Pelayanan surat izin atau keterangan kegiatan sosial masyarakat (keramaian. 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan kegiatan oparasional intelijen kemanan guna terlaksananya deteksi dini ( Early detection ). dan urusan dalam. Penetapan Kinerja Rengiat. SKCK dan yang menyangkut orang asing. Melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap kelompokkelompok masyarakat. Pelaksanaan kegiatan opreasional intelijen kemanan guna terselenggaranya deteksi dini ( Early Detection ) dan peringatan dini ( Early Warning ) melalui pemberdayaan personil pengemban fungsi Intelijen. Menyusun prakiraan Intelijen keamanan. Pengumpulan. peringatan dini ( Early Warning ) dan deteksi aksi ( Early Action ) Melaksanakan kegiatan penyelidikan suatu perkara / gangguan kamtibmas. penyimpanan dan pemutakhiran biodata tokoh formal atau informan organisasi social masyarakat. Melaksanakan pengumpulan. . dan lain-lain) atau politik. orang asing. Pemberian pelayanan dalam bentuk surat ijin atau keterangan yang menyangkut. Unit I Politik (1) (2) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan politik. Mengumpulkan data dan informasi dari media massa / sumber terbuka lainnya. TOR. Pengdokumentasian dan penganalisaan terhadap perkembangan lingkungan strategi serta penyusunan produk intelijen untuk mendukung kegiatan polres. rapat.. Melakukan analisis terhadap setiap perkembangan keadaan yang dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.. politik dan pemerintah. Melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat. ketatausahaan. Penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian pimpinan.. b) Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) (5) c) Menyusun administrasi perencanaan antara lain.11 b) c) d) e) f) / b) Pelaksanaan. Menyusun laporan bidang intelijen. Lakip. penyimpanan dan pemutakhiran tokoh Politik. senjata api dan bahan peledak serta kegiatan sosial atau politik masyarakat dan SKCK kepada masyarakat yang membutuhkan serta melakukan pengawasan dan pengamanan atas pelaksanaan. Melaksanakan kegiatan administrasi umum.

. Unit IV Keamanan (Was Senjata api dan handak) (1) (2) Menyelenggarakan pengamanan. memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. penyimpanan dan pelaporan hasil pelaksanaan. g) Unit V Sandi (1) (2) Pengiriman. koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundangundangan. Menyusun pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Unit Keamanan. c. keterangan dan rekomendasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . Penerapan SP2HP secara transpran dan akuntabel. penerimaan dan pengarsipan berita-berita rahasia. menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. 2) Fungsi a) b) Penyelenggaraan pembinaan dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. d) Unit II Ekonomi (1) (2) e) Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Menyelenggarakan dokumentasi guna menyusun data dan rekaman hasil pelaksanaan tugas Polri. Melakukan penggalangan dalam upaya menciptakan kondisi tertentu di dalam masyarakat/orang asing yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Sat Intelkam. Melaksanakan pengumpulan. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan unit Sosbud. Unit III Sosial Budaya (1) (2) f) Melaksanakan pengawasan administratif terhadap kegiatan sosial masyarakat. Tugas Sat Reskrim Menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP. pengawasan dan pengendalian serta perijinan senjata api dan amunisi dan bahan pelefak serta alat / bahan berbahaya lainnya.. menyelenggarakan pembinaan..12 / d) Unit. h) Unit VI POA (1) (2) Melaksanakan pengawasan orang asing melalui pemberian izin.

tahunan dan lima tahunan. Renja. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. dan anggaran. sasaran. Penganalisisan kasus beserta penanganannya. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. (10) Melaksanakan supervisi. kebutuhan sarana prasarana. serta mempelajari dan mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas satuan reskrim. Penyelenggaraan pelayanan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum. (2) Melakukan pemeliharaan. (3) Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. personel. c) Unit Idik I . serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. Rancangan Renja. b) Urmintu (1) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. Penyelenggaraan koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan. Penyelenggaraan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. dan. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. Pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan Satuan Reskrim. antara lain Renstra. (2) Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. program dan anggaran. (3) Melaksanakan latihan fungsi. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. (4) Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan.c) d) e) f) g) h) 13 Pemberian pelayanan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita. koreksi. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. 3) Kegiatan a) UrBin Ops (1) Melaksanakan pembinaan Personil satuan reskrim melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. (6) Menyusun laporan bulanan. perawatan administrasi dan ketatausahaan personel satuan reskrim. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Reskrim. (5) Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.

observasi. surveillance. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. observasi. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. d. serta koordinasi dalam rangka pembinaan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya... (2) Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Melakukan interview. (3) (4) (5) (6) (7) d) Unit Idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. (5) Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan Narkoba 2) Fungsi a) b) c) 3) Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika. surveillance. psikotropika dan obat obatan berbahaya. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. Sat Narkoba 1) Tugas menyelenggarakan/membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Narkoba. Kegiatan a) Urbin Ops .(1) (2) 14 Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan giat penyelidikan dan penyidikan. Penyelenggaraan pengawasan terhadap predaran narkotika. (6) Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. pencegahan. Penyelenggaraan pembinaan.. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. rehabilitasi korban dan penyalahgunaan narkoba. (3) Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. / (2) Melaksanakan. (7) Melakukan interview. pencegahan. (4) Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. psikotropika dan obat-obatan berbahaya.

koreksi. kebutuhan sarana prasarana. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. (4) Mengumpulkan dan mengolah data. (5) Mengkordinasikan Giat unit-unit Opsnal. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Rancangan Renja. sasaran. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan.. (10) Melaksanakan supervisi. personel.. Menyelenggarakan laporan pertanggung jawaban keuangan. . Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. program dan anggaran. (11) Pemberian bantuan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana b) Urmin Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) c) Menyusun perencanaan satuan Sat narkoba untuk jangka sedang dan jangka pendek. Mempelajari dan mengkaji efektivitas pelaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. (6) Memberikan pelayanan terhadap keluhan masyarakat dalam penanganan kasus. dan anggaran.(1) (2) 15 Melaksanakan pembinaan Personil Sat narkoba melalui analisis dan gelar perkara beserta penanganannya. Melakukan pemeliharaan. Melakukan interview. psikotropika dan obat-obatan berbahaya. tahunan dan lima tahunan.. antara lain Renstra. observasi. (7) Melaksanakan Latkat puan fungsi Sat narkoba. dan asistensi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. serta menyajikan informasi dan dokumentasi program kegiatan. perawatan administrasi dan ketata usahaan personel satuan reskrim. Menyusun laporan bulanan. Renja. (9) Melaksanakan pengawasan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. / (3) Melaksanakan. serta menghimpun dan memelihara berkas perkara yang telah selesai diproses dan bahan literatur yang terkait. Menyusun Lakip meliputi analisis target pencapaian kinerja. Menginventarisir dan memelihara barang milik Negara untuk input SIMAK-BMN. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik. (3) Melaksanakan latihan fungsi. Unit Idik I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. (8) Melakukan pengawasan terhadap kinerja penyidik. surveillance. Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik.

(2) (3) (4) (5) (6) (7) e. Menyelenggarakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba.. Pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Sat Binmas 1) Tugas Menyelenggarakan pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan teknis Polmas dan kerja sama dengan instansi pemerintah/ lembaga/organisasi masyarakat. Pemberdayaan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan. Melaporkan perkembangan maupun hasil giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan bimbingan teknis fungsi Binmas. Menyelenggarakan analisis dan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Lidik Sidik.. surveillance. Penyenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah / lembaga/ organisasi masyarakat. Melakukan interview. Kegiatan a) Urusan Pembinaan Operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membantu pelaksanaan tugas administrasi Sat Binmas. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) Membuat rengiat. Pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dan pengembangan manajemennya. psikotropika dan obat-obatan berbahaya.. Membuat renlat. pembinaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka memberdayakan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan serta meningkatkan hubungan sinergitas Polri-masyarakat 2) Fungsi a) b) c) d) e) 3) Penyelenggaraan pembinaan teknis Polmas. Under cover dan penggunaan informen untuk mencari dan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan. Mengumpulkan dan mengolah data serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Binmas dilingkungan Polres. / (2) Melaksanakan. . Menganalisis metode yang dipergunakan agar terjadinya percepatan dalam melaksanakan giat Lidik Sidik. observasi.16 d) Unit idik II (1) Menyusun Rengiat dan Renbut dalam pelaksanaan Giat penyelidikan dan penyidikan. Melaksanakan giat penggalangan dan pembinaan informen untuk membantu giat penyelidikan dan penyidikan. Peningkatan hubungan sinergitas Polri – masyarakat.

(10) Melaksanakan pembinaan dan koordinasi terhadap Kepolisian Khusus. e) Unit Binkamsa (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pam swakarsa.. Peningkatan pelatihan kemampuan Satpam. Membuat surat perintah tugas. (6) Melaksanakan pembinaan terhadap saka bhayangkara dan PKS. dan Pelaksanaan pengawasan dan pebinaan pada keamanan lingkungan. Melaksanakan pembinaan terhadap petugas perparkiran. Tomas. Toda. / (6) Pengelolaan. Membuat laporan kegiatan. Mengadakan koordinasi dengan pimpinan alat kepolisian khusus dalam rangka pelaksanaan tugas. dan Pondok Pesantren. Peningkatan pelatihan kemampuan Kaposkamling. (9) Melaksanakan silaturahmi kamtibmas pada Toga. Pembinaan peningkatan kemampuan personil pelaksana Polmas. Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan / Perkap /Pembentukan Polmas Unit Bintibmas (1) (2) (3) (4) (5) Melaksanakan pembinaan terhadap potensi masyarakat. Pemberdayaan potensi masyarakat dan membangun kemitraan melalui program Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat ( FKPM).17 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) c) Menyusun rencana anggaran kegiatan. Melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas / kegiatan Bhabinkamtibas dan Brigadir Polmas Kawasan. ... Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat ngambang. Melaksakan penataan kearsipan. Mengagenda surat masuk dan keluar. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Unit Binpolmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Melaksanakan sosialisasi perpolisian masyarakat. Pendistribusian surat-surat keluar. Melaksanakan pembinaan terhadap Relawan. (7) Peningkatan pelatihan kemampuan Senkom Mitra Polri. Pengelolaan tata naskah surat masuk dan keluar. Melaksanakan pembinaan alat-alat kepolisian khusus. (8) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Mengadakan pelatihan dasar Satpam. Menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas alat-alat kepolisian khusus dan keamanan swakarsa. Melaksanakan pembinaan terhadap pelajar dan mahasiswa.

Membuat perencanaan pelatihan peningkatan fungsi. Membuat rencana anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas.18 / f. c) 3) Kegiatan a) Urusan pembinaan operasi (1) (2) (3) (4) (5) b) Membuat prencanaan tugas sesuai dengan perkiraan intelijen harian. mengolah dan menyajikan data untuk evaluasi pelaksanaan tugas shabara. pengawalan. . Rumdin pejabat ) maupun pos-pos sementara seperti keramaian. Fungsi a) b) Pelaksanaan tugas – tugas pengamanan ( penjagaan.. ganguan lalu lintas dan gangguan kamtibmas lainnya. Membuat anev pelaksanaan tugas ( bulanan. patroli dan pelayanan unjuk rasa / pengendalian masa ) dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat. Melaksanakan penjagaan baik pada pos-pos tetap ( Mako. laka kerja. Membuat surat perintah dalam setiap pelaksanaan tugas – tugas fungsi shabara. pengaturan. Mengumpulkan.. Memfloating anggota pada objek – objek yang memerlukan pengamanan. semester dan tahunan ) c) Unit Turjawali (1) (2) (3) Melaksanakan pengaturan pada tempat – tempat yang berpotensi kerawanan laka lantas. Memberikan bimbingan teknis pada unit shabara polsek. f. Sat Sabhara 1) Tugas a) b) 2) Melaksanakan kegiatan – kegiatan prefentif dan refresif dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas. Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. Pelaksanaan SAR terbatas dan masalah – masalah kontijensi. Urusan administrasi dan tata usaha (1) (2) (3) (4) Membuat rencana kegiatan satuan fungsi shabara. Sat.. kegiatan masyarakat dan instansi. Pelaksanaan tugas penanganan tindak pidana ringan (TIPIRING) dan pengamanan tempat kejadian perkara (PTKP) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terkait masalah pelanggaran dan tindak pidana. Melaksanakan dinas kepolisian lain.

Penyidikan Kecelakaan Lalu lintas dan Penegakan Hukum dibidang Lalu Lintas guna memlihara keamanan. d) Unit Pam Obvit (1) (2) Melaksanakan penjagaan terhadap objek vital pemerintah dan swasta. Penyelenggaraan Turjawali Lantas. laka KA. ketertiban dan kelancaran Lalu lintas. Penyelenggaraan Registrasi dan identipikasi Pengemudi / kendaraan bermotor.(4) 19 Melaksanakan pengamanan pada tempat kejadian perkara kriminalitas. Melaksanakan Pelayanan Ketatausahaan dan urusan dalam dalam lingkungan Lantas. Pengaturan.. Sarpras dan Kinerja. Registrasi dan Identifikasi pengemudi / Kendaraan Bermotor. Pendidikan Masyarakat dan rekayasa Lalulintas. Pengelolaan Teknologi Informasi dan dokumentasi lalu lintas. Penyidikan Laka Lantas dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas. . Sat Lantas 1) Tugas Menyelenggarakan dan Membina fungsi lalu lintas Kepolisian. g. laka pesawat) dan pelaksanaan SAR terbatas. Pengawalan dan Patroli. keselamatan. Kegiatan a) Kaur Bin Ops (1) (2) (3) b) Melaksanakan Pembinaan manajemen Opsnal dan Pelatihan. yang meliputi Penjagaan.. e) Unit Dalmas (1) (2) Melaksanakan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan unjuk rasa. Melaksanakan Manajemen Personil. Melaksanakan pengamanan terhadap kejadian – kejadian kontijensi (bencana alam. Kaur Mintu (1) (2) (3) Membuat Rencana Kegiatan. Melaksanakan pengawalan terhadap personil dan materil objek vital pemerintah dan nasional. / d) Unit. Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa lalu lintas.. Melaksanakan Anev. 2) Fungsi a) b) c) d) e) f) 3) Penyelenggaraan dan Pembinaan fungsi Lalu lintas Kepolisian. Pemeliharaan Kamseltibcarlantas.

Penjagaan. Unit Turjawali (1) (2) Melaksanakan Penegakan hukum dan tata tertib lalu lintas. Melaksanakan TP TKP Laka Lantas. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. e) f) Unit Laka (1) (2) (3) (4) (5) Menyelenggarakan Pembinaan dan Penanganan Laka Lantas. Unit Reg Ident (1) (2) Menyelenggarakan dan Membina Pelaksanaan Reg Ident Kendaraan Bermotor. Sat Tahti 1) Tugas Menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan. Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). penyimpanan barang bukti dan pengelolaan data barang bukti.. STNK dan BPKB. Melaksanakan Penyidikan Laka Lantas...20 (4) (5) c) Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. Mengajukan Berkas Perkara Laka Lantas ke Pengadilan. termasuk pembinaan jasmani dan rohani. Membina dan Menyelenggarakan Penanganan Pelanggaran Lalu lintas. Kegiatan a) Urusan administrasi dan tata usaha. Penyelenggaraan pengamanan. Pengawalan dan Patroli Lalu lintas. Pembinaan Pelaksanaan Reg Ident SIM. / (3) Membina. h. (4) Melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral dalam Pembinaan dan Rekayasa Sarana Angkutan. d) Unit Dikyasa (1) Membina dan melaksanakan Kerjasama lintas Sektoral. 2) Fungsi a) b) 3) Penyelenggaraan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan termasuk pembinaan jasmani dan rohani. (1) Melaksanakan pencatatan dan registrasi serta pelaporan jumlah tahanan. serta menerima. . menyimpan dan memelihara barang bukti. (2) Melaksanakan Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lantas. Mengolah dan Menyajikan Data dibidang Lalu Lintas. (3) Pembinaan Rekayasa dibidang Lalu lintas. Melaksanakan Pengaturan. (3) (4) Membina dan menyelenggarakan tata tertib Lalu lintas dan Angkutan Jalan.

Melaksanakan pengawasan dan perawatan kesehatan tahanan. pengamanan dan pemeriksaan tahanan serta fasilitas ruang tahanan secara berkala. Kegiatan a) b) c) d) melaksanakan pemeliharaan jaringan informasi komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. Penyajian. (4) Melaksanakan pengadministrasian. (2) Melaksanakan pengawasan barang bukti. dan inventarisasi barang bukti. (3) Melakukan pengamanan. menjaga dan mengawasi tahanan dan kunjungan ke rumah tahanan dengan menetapkan waktu dan tempat besuk tahanan. pelayanan dan penyelenggaraan sistem informatika yang meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data. Melaksanakan penjagaan dan penyiapan makan dan kebersihan ruang tahanan serta fasilitas. serta penyajian informasi termasuk pelayanan multimedia. Sitipol 1) Tugas bertugas menyelenggarakan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi. meliputi kegiatan komunikasi kepolisian. Penyajian.. penyiapan data. informasi kriminal dan pelayanan multimedia.(2) b) Melaksanakan pengawasan administrasi keluar masuknya tahanan. melaksanakan evaluasi kinerja Tupoksi Sie TIPOL. informasi kriminal dan pelayanan multimedia. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. serta pelaporan dan pencatatan terhadap keluar masuknya barang bukti dan kondisi barang bukti. . 2) Fungsi a) b) c) d) 3) pemeliharaan jaringan komunikasi radio dan data serta pelayanan komunikasi. barang bukti registrasi. pelayanan terhadap tahanan yang sakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para tahanan. 21 terhadap Unit Perawatan Tahanan (1) (2) Melaksanakan pengawasan.. / (3) Melaksanakan. Mengatur. menjaga keluar masuknya dan pengecekan kondisi barang bukti. (3) (4) c) Unit Barang Bukti (1) Melaksanakan administrasi dan registrasi terhadap barang bukti. melaksanakan bimbingan tehnis TIPOL ke Polsek Jajaran. penyiapan data.. i. melaksanakan penyajian data informasi criminal dan multimedia.

Polsek 1) Tugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. serta pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat. permintaan bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat. termasuk keamanan. mengelola kegiatan administrasi umum Polsek sehingga tugas administrasi surat menyurat berjalan dengan tertib. penyelenggaraan kegiatan pengaturan. penjagaan. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas Polri lain dalam wilayah hukumnya. pelayanan pengaduan atas tindakan anggota Polri. baik sebagai pelaksana kegiatan satuan-satuan atas maupun sebagai pengumpulan bahan keterangan untuk keperluan deteksi dini dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. penegakan hukum dan pemberian perlindungan. pengawalan. melaksanakan penyusunan laporan rutin dan laporan insidentil. keselamatan. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. / 2) Fungsi…. (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir. . Penyelenggaraan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya serta pelayanan kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan atau pihak yang berwenang. b) SekSium untuk pembinaan disiplin. memberdayakan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. serta melaksanakan penjabaran penerapan Polmas. dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan. 2) Fungsi a) pemberian pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat. pembinaan masyarakat sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan. Intelijen dalam bidang keamanan.22 e) f) q. ketertiban dan kelancaran lalulintas. sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dalam organisasi Polri. patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. melaks sun rengiat dan renbut (TOR RAB dll). sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. b) c) d) e) f) 3) Kegiatan a) Unit Provos Membantu tugas Provos Polres penegakan hukum anggota Polsek.

mengayomi. (2) Melaksanakan pelayanan administrasi masyarakat. j) Unit Lalu Lintas . mengayomi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. mengayomi. Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. (3) Melaksanakan tugas-tugas tambahan sesuai perintah Polsek. e) Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. g) Unit Binmas (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan pemberdayaan polmas. / e) Sentra.. melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum. kerjasama bidang Kamtibmas serta pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. mengayomi. potensi masyarakat lainnya. Memberikan saran/pendapat hukum. h) Unit Sabhara (1) Membantu Polsek dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas patroli di wilayah Polsek melindungi. f) Unit Intelkam (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan tugas deteksi terhadap kegiatan masyarakat.23 (2) (3) c) Sikum (1) (2) d) Mendata anggota yang bermasalah. (2) Menyampaikan program unggulan Polres kepada masyarakat.. melayani masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek. melayani masyarakat dan mencegah terjadinya kejahatan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas. i) Unit Reserse Kriminal (1) Membantu Polsek dalam pelaksanaan enyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah Polsek dalam rangka melindungi. (2) Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. Mengelola anggaran Polsek sesuai dengan DIPA.. Sihumas (1) Mediator antara Polri dengan masyarakat. (2) Melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah Polsek.

BAB III POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA 10. Kapolres Tasikmalaya Kota a) Hubungan bersifat vertikal a) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Waka Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) b) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.(1) (2) (3) (4) 24 Membantu Polsek dalam melaksanakan tugas fungsi pengaturan lalu lintas dan penjagaan. Memberikan petunjuk. Melaksanakan tugas sesuai perintah Polsek. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan perintah/tugas untuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota dalam hal Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Kehumasan Polri tingkat guna di tuangkan dalam program kerja Bag Ops. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. Menangani kecelakaan lalu lintas sampai dengan kejaksaan (P21) di wilayah Polsek Urban. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Perencanaan Operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Bag Ops dan Komunitinya. Menerima Gelar Opsnal yang dilaksanakan Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ops. (3) (4) (5) . / BAB …. Menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polsek rural. Hubungan Tata Cara Kerja di Polres Tasikmalaya Kota a. Menerima laporan pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dalam lingkungan unsur pembantu Pimpinan dan pelaksana staff. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan..

Hubungan Kapolres dengan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota (1) Menetapkan kebijakan dan strategi Polres Tasikmalaya Kota jangka pendek. (3) (4) (5) . (6) Memberikan petunjuk. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di pembinaan sarana dan prasarana (Logistik) di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (7) Memberikan kebijakan dalam penyusunan program. arahan dan petunjuk dalam penyiapan/penyusunan dokumen perencanaan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan personel. d) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan petunjuk dalam penyampaian informasi terhadap Publik. (3) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun Operasional guna disusun dalam perencanaan Umum dan dituangkan ke dalam Program Kerja Polres Tasikmalaya Kota..(6) (7) c) 25 Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. terutama dalam hal pelaporan hasil Operasi Kepolisian. kegiatan dan anggaran yang disusun dalam Renja Polres Tasikmalaya Kota (8) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas dan hasil pruduk perencanaan.. jangka menengah dan jangka panjang. / (4) Memberikan. (5) Memberikan perintah.. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan / penerapan hukum di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. peningkatan kemampuan dan pelayanan kesehatan di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan ke dalam Program Kerja Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laboran.. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. (4) Memberikan perintah. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kabag Ren Polres Tasikmalaya Kota.

. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan kepaniteraan. terutama dalam mendukung kegiatan Pembinaan maupun operasional Polres Tasikmalaya Kota. (3) Memberikan petunjuk. urusan arsip yang meliputi pemeriksaan klasifikasi serta pemeliharaan dan penyimpanan.. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. h) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Ka Siwas .. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk. upacara. e) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasium Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Tasikmalaya Kota dengan Kasikeu Polres f) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) g) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasium Polres Tasikmalaya Kota. reproduksi dan distribusi surat menyurat serta penyelenggaran kegiatan pos Polri. / (5) Menerima. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasium Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasi Propam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk.26 (6) Menerima laporan pelaksanaan tugas Bag Sumda Polres Tasikmalaya Kota. Menerima laporan kemajuan dan pertanggung jawaban keuangan Polda Jabar. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk penyelenggaraan urusan administrasi umum.

(4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan . (3) Memberikan petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan petunjuk. terutama bidang operasional untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. j) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. fasilitas perkantoran. i) Hubungan Kapolres dengan SPKT Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan. (3) Memberikan petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. (4) Menerima produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota.(1) (2) (3) (4) (5) 27 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota.. Menerima laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. k) Hubungan Kapolres dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan surat perintah pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan kinerja satuan fungsi dan Polsek jajaran. Memberikan arahan dan petunjuk dalam pengawasan dan pemeriksaan hasil kinerja satuan fungsi dan polsek jajaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya.. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. / (1) Hubungan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun operasional untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Siwas Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum..

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum pada umumnya. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota beserta komunitinya. (3) Memberikan petunjuk. m) Hubungan Kapolres dengan Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (4) Menerima gelar perkara yang diselenggarakan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota terutama perkara menonjol dan mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat NarkobaPolres Tasikmalaya Kota. Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. Hubungan Kapolres dengan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) n) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (5) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. l) Hubungan Kapolres dengan Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota 28 maupun (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan.. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. (3) Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk .. (4) Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. / (3) Memberikan. terutama bidang operasional dan penegakkan hukum tindak pidana narkoba. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (2) Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang Operasional di lingkungan Polres Tasikmalaya Kota untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sat Binmas Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang operasional. terutama dalam hal penyidikan dan penegakkan hukum di bidang tindak pidana narkoba.mendapatkan perhatian baik dari pemerintah masyarakat. Memberikan petunjuk..

Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. (5) (6) p) Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota.(5) o) 29 dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Menerima produk-produk yang dihasilkan Sattahti Polres Tasikmalaya Kota. terutama bidang Lantas Polres Tasikmalaya Kota. / (5) Menerima. Sat Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) (5) q) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja.. Operasional. Memberikan petunjuk. Memberikan arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota.. Memberikan petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. . Hubungan Kapolres dengan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota.. Memberikan petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Tasikmalaya Kota dengan Kasitipol Polres Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai bidang tugasnya. Memberikan petunjuk.

. (3) Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. (2) Memberikan arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. (5) Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. (6) Koordinasi dalam pengamanan VIP (7) Koordinasi dalam Penertiban / rekayasa lalu – lintas. r) Hubungan Kapolres Tasikmalaya Kota dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam hal penyalahgunaan narkoba. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek.. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. (4) Koordinasi tentang Penyusunan dan sosialisasi Perda. . (3) Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. 2) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolres dengan PEMDA / DPRD (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. / (4) Menerima. Menerima laporan pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota.(4) (5) 30 Menerima produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. b) Hubungan Kapolres dengan Dinas Pendidikan (1) (2) (3) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. (4) Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota.. terutama yang menyangkut pemb`inaan dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang meliputi kriminal dan manajerial termasuk jaringan telekomunikasi dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota.

.. jiwa korsa. Koordinasi dalam dukungan logistik dalam pelaksanaan Operasional Kepolisian. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metoda produk perencanaan. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam bidang penyelenggarakan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kepolisian. Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip.31 b. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Operasional (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Sumda / (1) Hubungan. moril dan disiplin serta urusan administrasi personil dan karier. Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres dan Waka Polres serta melaporkan pelaksanaan penyelenggaraan pembinaan kemampuan Operasional Polri dan Operasional Kapolisian. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. . Koordinasi dalam perencanaan kegiatan Polres. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Bagian Operasional (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Menerima pertunjuk dan arahan dalam penyampaian informasiterhadap public. Koordinasi dalam merumuskan sistem dan metode produk HTCK. b) Hubungan Kabag Ops dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. c) Hubungan Kabag Ops dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pembinaan personil yang menyangkut profesi.

Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Intelkam Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinas. Koordinasi untuk masukan tata cara urusan arsip yang meliputi pemeliharaan dan penyimpanan. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi. baik dilingkungan Bag Ops maupun untuk kegiatan Operasional Kepolisian. Koordinasi tata cara penyelenggaraan urusan administrasi umum.. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian.. Memberikan informasi dalam pemerosesan anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. Koordinasi yang berhubungan fungsi teknis keuangan.(2) (3) (4) Koordinasi dalam penyelenggaraan pelaksanaan Operasi Kepolisian. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ops dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) b) (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyelenggaraan Operasi guna monitor pelaksanaan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam rangka pencairan dana.. Menerima laporan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam. . tata naskah dan distribusi. 32 pengawasan d) Hubungan Kabag Ops dengan Kasi Ppropam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) (3) f) Hubungan Kabag Ops dengan Kasium (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Membantu kelancaran klarifikasi personil yang diduga melakukan penyimpangan.

Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor dan identifikasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. . Koordinasi dalam penyampaian informasi masalah operasional. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Koordinasi masalah operasional Kepolisian yang berkaitan dengan fungsi Binamitra. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. / (5) Koordinasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. e) Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam kegiatan fungsi Binamitra termasuk penerangan kepada masyarakat tentang peraturan perundang – undangan di bidang operasional Kepolisian. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (5) Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.(2) (3) (4) c) 33 Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam menyiapkan Rencana Operasi Kepolisian dan penyiapan personil yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi.. Koordinasi dalam meminta pemeriksaan labfor. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik.

Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti.(4) g) 34 Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Pilgub dan Pilpres berjalan aman lancar terkendali.. (4) Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi (5) terhadap publik. (2) Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. (4) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional. j) Hubungan Kabag Ops dengan Kapolsek (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. . / (2) Koordinasi. Koordinasi masalah berkaitan dengan tahanan serta barang bukti.. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam upaya mensukseskan kegiatan Operasional Polri di lapangan. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Pilbup. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ops dengan Pemerintah Daerah (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi tentang pelaksanaan Pilkades.. i) Hubungan Kabag Ops dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kabag Ops dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya.

Hubungan Kabag Ops dengan POL PP (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. Bagian Sumber Daya 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Memberikan arahan dan perintah yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian. c. e) Hubungan Kabag Ops dengan TNI (1) (2) (3) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Menerima petunjuk. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas bidang Sumda 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ops . penyakit d) Hubungan Kabag Ops dengan DISHUB (1) (2) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Bagian…. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. Mewakili Kapolres untuk mengikuti kegiatan dalam hal Kapolres berhalangan hadir. / c. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. arahan dan perintah dari Kapolres dibidang Kepolisian khususnya bidang Sumda. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. Memberikan arah kebijakan dibidang Sumda Menerima laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Bag Sumda. Memberikan saran pendapat dibidang Sumda. Hubungan Kabag Ops dengan Dinas Pendidikan 35 penyakit (1) (2) c) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah. Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat.(3) (4) (5) b) Koordinasi dalam rangka pemberantasan masyarakat. Koordinasi dalam rangka penertiban lalulintas.

HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penyuluhan. d) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasi Propam . penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ops untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Melaksanakan Koordinasi dibidang Operasional penyiapan personel untuk kegiatan Operasi Menerima usulan untuk UKP. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ren Polres.(1) (2) (3) (4) (5) (6) 36 Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi untuk mendapatkan masukan mengenai perumusan / pengembangan. UKG. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penyuluhan. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi dibidang tugasnya. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. / (7) Koordinasi…. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (7) Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda dan Siwas. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penyuluhan. (7) (8) Koordinasi dalam pendataan personel Bag Ren untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang Binpers untuk UKP. b) Hubungan Kabag Sumda dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka Perencanaan tugas administrasi dan anggaran Bag Sumda. Lakip. Mutasi Jabatan dilingkungan Bag Ops Polres. Koordinasi dalam kegiatan pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. UKG. Melaksanakan Koordinasi dibidang update data personel sescara rutin dan berkala.

pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penggunaan Personel dan logistik. penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan seleksi pendidikan. penyiapan dan pelaksanaan penelitian bagi personel yang akan mengikuti pendidikan atau dinas keluar negeri. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. penyuluhan. (d) (e) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyuluhan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) 37 Koordinasi dalam penyiapan dan pelaksanaan penelitian kepribadian / mental ideologi dalam kegiatan penerimaan calon anggota Polri. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasium (a) (b) (c) (d) (e) (f) Koordinasi yang dalam penyampaian Produk Laporan atau administrasi lainnya yang di sampaikan kepada Kapolres Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. mutasi dan sebagainya. Meminta catatan personel dalam rangka Wanjak yang UKP. / (d) Koordinasi. kesekretariatan dan administrasi umum lainnya Koordinasi dalam rangka pelayanan Markas dilingkungan Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Meminta SKHP dalam rangka kenaikan Pangkat personel dan STNK rahasia untuk keandaraan dinas. Koordinasi dalam rangka kearsipan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. dan meminta catatan personel sebagai bahan Wanjak. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penggunaan Personel dan logistik. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Kasikeu (a) (b) (c) Koordinasi dalam bidang rencana kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan Bag Sumda dan Sikeu Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. . penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyusunan program dan anggaran Bag Sumda dalam rangka pelaksanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan. Koordinasi dalam pelaksanaan sidang dan putusan sidang disiplin dalam rangka pembinaan dan memberikan kepastian hukum terhadap anggota.. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. penyuluhan.

38 3) Hubungan Diagonal
a)

Hubungan Kabag Sumda dengan KSPKT
(1) (2) (3) (4) (5)

(6)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan personel pengemban fungsi SPKT. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi penjagaan. Menerima data usulan pembinaan kesejahteraan dan pembinaan karier personil. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

b)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Intelkam
(1) (2) (3)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Intelkam.

dan

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Intelkam. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (6) Koordinasi....

(6)

Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

c)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Reskrim
(a) (b) (c)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Reskrim.

dan

(d)
(e)

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

39
d)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Narkoba
(a) (b) (c) (d) (e)

Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan kemampuan personel pengemban fungsi Sat Narkoba.

dan

(f)

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

e)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Binmas
(1)

(2) (3)
(4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

/ f) Hubungan….

f)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Sabhara
(1)

(2)
(3) (4)

(5)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang bin Pers, Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

g)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Lantas
(1)

(2)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Lantas. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik.

(3)
(4)

(5)

40 Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

h)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasat Tahti
(1)

(2) (3)
(4) (5) (6)

(7)

Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam Binrohtal terhadap tahanan. Koordinasi dalam hal pinjam pakai barang bukti kendaraan Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

i)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kasitipol (1) (2)
(3)

Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag, Sat atau Polsek Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil, penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. / (4) Menerima....

(4)
(5)

(6)

Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

j)

Hubungan Kabag Sumda dengan Kapolsek
(1)

(2)
(3)

(4)
(5)

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah, Binkar, Binrohtal dan Binkatpuan. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik, sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek. Menerima usulan UKP, UKG, dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.

b) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil / (1) Koordinasi. c) Hubungan Kabag Sumda dengan Depag (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Ijazah MA dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS.. Koordinasi mengenai anggota Polri yang melaksanakan Perceraian. e) Hubungan Kabag Sumda dengan Pengadilan Agama (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Cerai bagi anggota Polri dan PNS. (1) (2) (3) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas Akte Kenal Lahir dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi mengenai sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Nikah dari kesatuan. Koordinasi dalam rangka Penentuan Harga sertifikasi Tanah milik Polri. f) Hubungan Kabag Sumda dengan Badan Pertanahan Nasional(BPN ) (1) (2) Koordinasi dalam rangka Pembuatan Sertifikat tanah milik Polri. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. d. penyuluhan... Bagian Perencanaan (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolres . Koordinasi dalam rangka kesediaan menjadi tenaga binrohtal d) Hubungan Kabag Sumda dengan KUA (1) (2) Koordinasi dalam rangka Persyaratan Nikah bagi anggota Polri dan PNS. / e) Hubungan. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Sumda dengan Dinas Pendidikan (1) (2) Koordinasi dalam rangka pemeriksaaan keabsahan / legalitas ijazah dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi mengenai Keabsahan Domisili/ KTP dalam penerimaan calon anggota Polri dan PNS. Koordinasi dalam rangka Penyerahan Ijin Cerai dari kesatuan...(6) 41 Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.

arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program.(1) (2) 42 Menerima petunjuk. rencana kerja dan anggaran. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. rencana kerja dan anggaran. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Bag Ren yang berhubungan dengan tugas dalam penyelenggaraan perencanaan umum. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum.. (3) (4) (6) (7) b) Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran dalam pelaksanaan tugas operasional.. rencana kerja dan anggaran. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang menyangkut penyelenggaraan perencanaan umum. b) Hubungan Kabag Ren dengan Waka Polres (1) Menerima petunjuk.. rencana kerja dan anggaran. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. . Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (3) Koordinasi. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Lakip. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. (2) (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kabag Ren dengan Kabag Ops (1) (2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Ops .

Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Bag Sumda . Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sium . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. melaksanakan usulan manajemen struktur organisasi dan menyelenggarakan fungsi pengendalian program. Lakip. Koordinasi dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sikeu dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. menyelenggarakan kegiatan strategi dan manajemen serta pengendalian program. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. rencana kerja dan anggaran. Mengusulkan UKP dan UKG personel yang ada di Bag Ren . petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Koordinasi untuk mendapatkan masukkan dalam rangka perencanaan umum dan anggaran di bidang pengadministrasian. Koordinasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian anggaran pada Sikeu. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam penyusunan rencana keuangan dan anggaran. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Melaksanakan koordinasi di bidang penyelenggaraan perencanaan umum. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. penyuluhan. / (1) Hubungan.(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 43 Koordinasi untuk mendapatkan masukkan mengenai perumusan / pengembangan.. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. c) Hubungan Kabag Ren dengan Kasium (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk dalam pelaksanaan baik di bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sikeu. Lakip. Hubungan Kabag Ren dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.

baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT .. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sipropam . Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . Memberikan petunjuk. Lakip. Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sipropam .. Menerima produk Sipropam . baik yang berupa konsep RUU.. Keppres dan Keputusan Kapolri sesuai bidangnya maupun pendapat dan saran hukum sesuai fungsinya. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kabag Ren dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan petunjuk. / (6) Menerima. . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sipropam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran.44 e) Hubungan Kabag Ren dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. (5) (6) (7) f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. RPP.

/ (5) Koordinasi…. Lakip. d) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Reskrim dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Meminta Kirka Intel dan Ren Intel dalam rangka menyusun perencanaan umum dan program kerja tingkat Polres. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Reskrim . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Intelkam dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.(4) (5) (6) b) 45 Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Intelkam .

/ (5) Koordinasi…. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Narkoba dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. f) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . 46 baik bidang disusun dan Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan strategis . Lakip. g) Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Lantas . baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. perencanaan umum dan anggaran untuk dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba .(2) (3) (4) (5) (6) e) Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan petunjuk. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba . Memberikan petunjuk. Memberikan petunjuk. (5) (6) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Memberikan arah kebijakan strategis . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara .

Lakip. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas . Memberikan petunjuk. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan petunjuk. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. .(1) (2) (3) (4) (5) (6) h) 47 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) (6) j) Hubungan Kabag Ren dengan Kapolsek Jajaran. Memberikan arah kebijakan strategis . Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. i) Hubungan Kabag Ren dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan strategis . HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan arah kebijakan strategis . Memberikan petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Sat Tahti dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. Hubungan Kabag Ren dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi…. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Lakip. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti .

(4) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. rapat-rapat pimpinan. e. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di lingkungan sekitar Mapolres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Lakip. Menerima petunjuk dan arahan dalam rangka pengajuan dan pengesahan DIPA dalam pelaksanaan anggaran. (3) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam administrasi umum yang meliputi korespondensi. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kabag Ren dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan arah kebijakan strategis .. menyiapkan sarana prasarana di ruang rapat. (6) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres kepada Kapolres. pelayanan kebersihan. Sium (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasium dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah dan menyampaikan laporan.(a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) 48 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi umum lainnya.. (7) Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan oleh Sium Polres untuk ditandatangani Kapolres. / (7) Mangajukan. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (5) Mengajukan konsep penjabaran kebijakan Kapolres serta melaporkan pelaksanaan tugas Sium Polres. b) Hubungan Kasium dengan Waka Polres . (2) Menerima arahan dan kebijakan Kapolres dalam menyelenggarakan terjaminnya pelayanan administrasi dan kelancaran tugas-tugas Kapolres yang meliputi fungsi kesekretariaatan. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . Menerima laporan pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran .. Memberikan petunjuk.

(1) (2) (3) (4) (5) (6) 49 Hubungan bersifat vertikal dan diagonal bentuk hubungan adalah garis menerima perintah. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan fungsi kesekretariaatan dan administrasi umum yang meliputi korespondensi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sehari-hari Sium Polres melaporkan dan melaksanakan koordinasi dalam penjabaran kebijakan Kapolres. ketatausahaan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan dan kelancaran tugas-tugas Waka Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sipropam Polres. Mengajukan surat-surat keluar yang diajukan Sium Polres untuk ditandatangani Waka Polres sesuai perintah dan kewenangan apabila Kapolres berhalangan. pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran di sekitar lingkungan Mapolres. c) Hubungan Kasium dengan Kasi Keu . / (5) Koordinasi…. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sipropam Polres. (5) Koordinasi dalam hal pengajuan rekomendasi bagi personel Sium yang telah melaksanakan putusan Ankum. kebersihan. menyampaikan laporan dan koordinasi sesuai batas kewenangan yang diberikan Kapolres kepada Waka Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sipropam Polres. b) Hubungan Kasium dengan Kasi Propam (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelayanan kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Siwas. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasium dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. menyiapkan tempat rapat-rapat pimpinan termasuk sarana prasarana ruang rapat. (4) Koordinasi dalam hal pengawasan pencapaian rencana kerja Sium Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Siwas.

(4) Koordinasi dalam penggunaan kekuatan personel Sium Polres dalam melaksanakan operasi kepolisian dan kegiatan Kepolisian yang digelar Polres. diagonal dan bentuk . (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagops Polres. Lakip. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. (4) Koordinasi tentang data Surat menyurat dan giat rapat untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL/DIPA. ketatausahaan. (6) Koordinasi dalam penyusunan perencanaan Sium Polres yang meliputi perencanaan kerja. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagops Polres. kegiatan dan anggaran serta perencanaan lainnya. Hubungan Kasium dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat horizontal dan diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. / f) Hubungan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagren Polres. ketatausahaan. ketatausahaan. kebersihan.(1) (2) (3) (4) d) 50 Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam hal penyerapan dan penyaluran anggaran Sium Polres sesuai DIPA.. kebersihan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sikeu Polres. kebersihan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagren Polres.. Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Hubungan Kasium dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. RKA-KL dan POK Polres. Hubungan Kasium dengan Kabag Sumda (1) Hubungan bersifat horisontal dan hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sikeu Polres.

d) Hubungan Kasium dengan Kasat Narkoba . kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (b) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. b) Hubungan Kasium dengan Kasat Intelkam (a) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (c) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.51 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. kebersihan. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres. c) Hubungan Kasium dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Bagsumda Polres. (4) Koordinasi dalam hal pembinaan personel Sium Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Bagsumda Polres.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat intelkam Polres. kebersihan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasium dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penyuluhan. (5) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. ketatausahaan. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat intelkam Polres. / d) Hubungan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran.

. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat narkoba Polres.. kebersihan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. kebersihan. h) Hubungan Kasium dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasium dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kasium dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan. ketatausahaan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat sabhara Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. f) Hubungan Kasium dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan.52 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat narkoba Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres.. kebersihan. / (2) Koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.

(4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. / (3) Mengajukan. ketatausahaan. kebersihan. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek.Sikeu 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasikeu dengan Kapolres Tasikmalaya Kota (1) (2) Hubungan dersifat vertical dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. kebersihan.53 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. (5) Meneruskan kebijakan. ketatausahaan. f. kebersihan. .. j) Hubungan Kasium dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. urusan dalam dan pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran.. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. ketatausahaan. (2) Memberikan bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. ketatausahaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. Menerima petunuk dan arahan dari Kapolres dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan teknis Kapolres di bidang ke uangan polres yang meliputi dari mulai perencanaan pendanaan sampai dengan penyaluran dan laporan keuangan.. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. i) Hubungan Kasium dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

.. Mengajukan daftar nama anggota Kasikeu yang terlibat satuan cadangan polri. / (4) Mengajukan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. . Mengikuti pokja dalam rangka penentuan eselonisasi jabatan terutama dalam penentuan elselon jabatan. Koordinasi dalam rangka pelayanan angkutan dan konsultasi mengenai administrasi umum dalam rangka mendukung kegiatan oprasional Kasikeu. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan untuk lingkungan Kasubagren Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal penyaluran dana Operasional. Menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres dalam masalah pendanaan yang menyangkut kepentingan khusus seperti untuk mendukung oprasional. Koordinasi tentang bimbingan teknis administrasi keuangan Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan Koordinasi dan kerja sama dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Memberitahukan tentang perubahan system pengajian dalam rangka pembuatan DPP gaji yang dibuat secara teknis serta hal – hal tentang penyempurnaan dan perubahan. Lakip.proyek khusus dan lain – lain. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ren (3) (4) (5) (6) (7) c) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Mengajukan usulan dalam rangka permintaan tambahan personil dan pegajuan kenaikan pangkat serta mutasi jabatan di lingkungan Kasikeu. (4) (5) 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasikeu dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) b) (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi..54 (3) Mengajukan konsep juknis dan jukmin mengenai pengurusan keuangan negara di tingkat polres serta pengajuan konsep naskah kerja sama yang menyangkut penghasilan personil dengan instansi luar. Memberikan usulan dalam rangka masalah organisasi dan prosedur Kasikeu dan kemungkinan untuk pengembangan baik di tingkat polres maupun polsek serta penyusunan piranti lunak yang berlaku untuk itu. Melaporkan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan dalam bidang pembinaan keuangan Polri.

Memberikan bimbingan teknis tentang administrasi keuangan 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasikeu dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaporan serta perwabku. (5) (6) (7) d) Hubungan Kasikeu dengan Kasiwas (1) (a) (b) (c) e) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan. Memberikan bimbingan teknis dalam rangka penyelenggaraan fungsi tehnis keuangan. Menyertakan anggota Kasikeu dalam pencocokan dan penelitian tagihan dari BUMN atas LTAG dan BMP. Menyampaikan laporan hambatan dalam penarikan anggaran. arahan dan petunjuk pimpinan.untuk di proses lanjut dalam pembayaran / pemindahan dukungan ke instansi BUMN. Menyiapkan bahan laporan lakip yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.55 (4) Mengajukan usulan dalam rangka kenaikan gaji berkala.petunjuk pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugas taud. Hubungan Kasikeu dengan Kasium (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam perumusan / pengembangan. perjalanan dinas mutasi . Melakukan koordinasi dalam rangka penyaluran dana – dana APBN dan DPK serta bantuan medis untuk kepentingan kesejahteraan anggota Kasikeu. . akutansi. Hubungan Kasikeu dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin Memberikan masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin memberikan perintah.tanda jasa serta pembuatan peraturan mengenai hak – hak anggota Polri serta hal – hal lain yang menyangkut kesejahteraan seluruh anggota polri. Menyampaikan laporan pelaksanaan penyerapan/penyaluran anggaran. Koordinasi tentang kebutuhan anggaran Sipropam. Memberikan saran dan arahan tentang pembuatan perwabku. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan tentang tehnis pertanggung jawaban keuangan di lingkungan taud. Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Memberikan bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam d) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. .56 / b) Hubungan. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. Memberikan bantuan teknis akuntansi dalam mengungkap kasus penyimpangan uang negara. Bekerjasama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan sat Sabhara.. Koordinasi dalam rangka pendistribusian anggaran baik dilingkungan sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian.. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Bekerja sama dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas.. e) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. g) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. c) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. f) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

Hubungan Kasikeu dengan Dirjen Perbendaharaan (1) (2) Koordinasi dalam rangka Penyusunan DIPA. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan. j) Hubungan Kasikeu dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk garis koordinasi. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol. Koordinasi dalam pelaksanaan manajemen keuangan.. . g. i) Hubungan Kasikeu dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan perintah. Bekerja sama dalam rangka pemberian arahan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. Koordinasi dalam rangka Revisi DIPA. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitraSikeu. Sipropam (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ laporan.. 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasikeu dengan KPPN (1) (2) b) Koordinasi dalam menyiapkan SPP gaji dan pembukuan SPM gaji..57 (4) / (4) Bekerja. h) Hubungan Kasikeu dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan petunjuk Menerima laporan pelaksanaan tugas yang telah diberikan oleh pimpinan. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.

Koordinasi dalam kesekretariatan. Melaporkan hasil kegiatan di bidang pengawasan dan pembinaan personil serta pelayanan pengaduan masyarakat yang menyangkut pelanggaran anggota. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan dalam pengendalian pembukuan keuangan. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan.. Memberikan masukan data anggota yang akan dihentikan hak gaji / penghasilannya. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam.. Memberikan masukan / informasi tentang data penyeleseaian kasus pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi. Melakukan koordinasi tentang rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran Sipropam. akutansi. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. perpustakaan dan pelayanan administrasi. pelaporan serta perwabku. Menerima arah kebijakan Kapolres baik langsung maupun melalui ajudan Kapolres. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasi Propam dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasi Propam dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/ arahan. Hubungan Kasi Propam dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.58 / (4) Memberi. Memberikan laporan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan personil Polri dan Pns Polri. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasium (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. (4) b) Memberi perintah lisan maupun tertulis tentang tugas-tugas dari Kapolres dan melaporkan hasil pelaksanaannya. ..

(3) Memberikan laporan hasil pengawasan dalam pelaksanaan tugas Opsnal. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengendalian personel di lingkungan Polres . f) Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Ren (1) (2) (3) 4) 5) 6) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan seluruh personil Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat. Koordinasi dalam pelayanan dan konsultasi hukum bagi anggota dan keluarganya. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya. penyuluhan.. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasi Propam dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT. Lakip. Memberikan data pelanggaran anggota dan penyelesaiannya untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL/DIPA. Koordinasi data personel. Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT. Koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran. (2) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan anggota yang melaksanakan tugas Opsnal. rencana kegiatan di lingkungan Sipropam Polres. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam pemberian rewards and vonisman.(3) 59 Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. matlog. .. / d) Hubungan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Hubungan Kasi Propam dengan Kabag Sumda (1) (2) e) (3) (4) (5) (6) (7) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (4) Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap personil Bag Ops. Koordinasi dalam pengendalian anggaran serta evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja sub satker .

c) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dengan Sat Binmas apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Koordinasi dengan Sat Reskrim apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. Koordinasi dengan Sat Narkoba apabila terjadi pelanggaran oleh anggota f) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Sabhara . Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota.. b) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.60 / b) Hubungan. Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Narkoba. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota.. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam menyusun spesifikasi teknis materiil peralatan khusus Sat Reskrim.

. registrasi dan inventarisasi tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian.. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara. . Siwas (1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kapolres dengan Kasiwas. / (2) Koordinasi. Koordinasi dengan Sat Lantas apabila terjadi pelanggaran oleh anggota Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi.61 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) (3) (4) (5) (6) g) Hubungan Kasi Propam dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) h) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. h. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum.. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Hubungan Kasi Propam dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sat Sabhara apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah Memberikan arah Kebijakan Strategis. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.

Hubungan Kasiwas dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan. Memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas / (4) Menerima. Memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan. b) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi dalam pemerosesan pelaksanaan kegiatan Polres serta Polsek jajaran. Memberikan petunjuk. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasiwas. Koordinasi dalam bidang administrasi dan kinerja Bag Sumda. (4) (5) b) Menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan. Menerima Laporan pelaksanaan tugas KaSiwas. Menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas. Memberikan arah Kebijakan Strategis. Membantu kelancaran klarifikasi kegiatan Polres serta Polsek jajaran Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda.. bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan. Koordinasi dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Operasi Kepolisian. Menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaan tugas pengawasan umum. . (2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops. Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres. (1) (2) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) (2) (3) (4) .(3) 62 Memberikan petunjuk. Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas (1) (2) (3) (4) d) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah / laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan KaSiwas. Memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja.. (1) (2) (3) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan..

e) Hubungan Kasiwas dengan Kasikeu (1)Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) (6) Koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian program kerja yang dilaksanakan oleh bag sumda Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi tentang sistem administrasi dan kinerja Sipropam. RKAKL dan POK. Memberikan masukan / informasi tentang data personil yang melakukan pelanggaran disiplin. c) Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) . Koordinasi dan melaksanakan pengawasan baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Siwas . Menerima laporan pelaksanaan tugas Siwas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horisontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Siwas. Menerima masukan / informasi tentang personil yang melakukan pelanggaran disiplin. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Memberikan petunjuk. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (3) Koordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA. penyuluhan. Melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tugas dan kebijakan pimpinan serta penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Lakip. (2)Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. . Koordinasi tentang Hasil kegiatan Siwas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam Penyusunan RKAKL/DIPA.63 (3) (4) Koordinasi dalam bidang Pembinaan Personil Koordinasi dalam bidan penggunaan dan perawatan logistic / (5) Koordinasi…. d) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja.

Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. / (2) Koordinasi…. pengawasan orang asing.64 (4) Koordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. senjata api illegal. (d) c) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. b) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam (a) (b) (c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. bahan peledak dan penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel. Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat intelkam yang meliputi personel. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel. deteksi giat masyarakat. (3) Koordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas termasuk ketatausahaan. Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat intelkam yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen. (3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasiwas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. persandian.

g) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas . penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat narkoba yang meliputi personel. penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan / (4) Koordinasi. e) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.65 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim yang meliputi personel. (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat reskrim yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah . (3) Koordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Sat narkoba yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel ... (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah . d) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. f) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel.

(2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. menyimpan dan memelihara barang bukti.66 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengumpulan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel.. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel.. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. / (3) Koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. h) Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. penerbitan SIM.. j) Hubungan Kasiwas dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . i) Hubungan Kasiwas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas.

Hubungan KSPKT dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel.. 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan KSPKT dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) b) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya. (8) Meneruskan kebijakan. Menerima petunjuk. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Memberikan produk-produk yang dihasilkan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT Polres Tasikmalaya Kota. fasilitas perkantoran. .. (4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. / (5) Melaksanakan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan SPKT Polres Tasikmalaya Kota. dukungan komunikasi dan elektronik dan ruang tahanan.SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan KSPKT dengan Kapolres / Waka (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. i.67 (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. untuk diketahui. Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. Menerima petunjuk penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan markas yang bersifat umum dalam lingkungan Polres Tasikmalaya Kota termasuk pemondokan.. untuk ditanda tangani atau dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.

(e) Menginput laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar... c) Hubungan KSPKT dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) d) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam memberikan dan menerima Laporan Pengaduan dari masyarakat. .. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. (c) menyampaikan informasi kejadian Laka Lantas. Koordinasi tentang pemetaan wilayah atau daerah rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara. (d) Menerima laporan dan menandatangani Laporan Polisi Laka Lantas.(2) (3) (4) (5) Koordinasi dalam memberikan dan menerima Pengaduan dari masyarakat. Koordinasi dalam mendatangi kejadian perkara Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Narkoba. 68 Laporan / c) Hubungan. Koordinasi dalam bidang administrasi dan pengawasan masalah keluar masuk tahanan dan barang bukti. e) Hubungan KSPKT dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. f) Hubungan KSPKT dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan Laporan Polisi untuk ditindaklanjuti oleh Sat. Reskrim. Koordinasi dalam hal langkah-langkah pelaksanaan tugas/ tindak lanjut apabila adanya laporan pengaduan dari masyarakat. Hubungan KSPKT dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi. Koordinasi dalam hal adanya kegiatan masyarakat yang menonjol.

Koordinasi dalam hal peningkatan kemampuan personil. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti (2) (3) 3) Hubungan Diagonal (1) a) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ops (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . c) Hubungan KSPKT dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi dalam bidang pembinaan personil SPKT. Memberikan laporan tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. Koordinasi dalam hal Bantuan hukum bagi personil SPKT dan keluarganya.. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh SPKT . pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Memberikan laporan pelaksanaan tugas SPKT dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. Menerima arah kebijakan strategis .. Hubungan KSPKT dengan Kasat Tahti (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasional Kepolisian. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja SPKT . Koordinasi dalam bidang dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas SPKT. penjagaan. Menerima petunjuk. / (2) Koordinasi. registrasi dan inventarisasi. Lakip. Melaporkan situasi Kamtibmas selama 1 x 24 jam.69 (3) (4) g) Koordinasi dalam mendatangi TKP. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. b) Hubungan KSPKT dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

70
d) Hubungan KSPKT dengan Kasium

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan, ketatausahaan, kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan SPKT Polres. / (3) Koordinasi.... (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran, kebersihan, pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan SPKT Polres.
e) Hubungan KSPKT dengan Kasikeu (1)

(2)
(3)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Memberikan bimbingan teknis administrasi keuangan; Koordinasi dalam hal pengajuan kebutuhan anggaran SPKT dan pendistribusiannya.

f) Hubungan KSPKT dengan Kasi Propam

(1) (2) (3) (4)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi Koordinasi tentang pengawasan dan pembinaan anggota SPKT; Koordinasi tentang penanganan kejadian atau pelayanan pengaduan masyarakat; Koordinasi dalam pengecekan dan pengawasan terhadap kinerja atau pelaksanaan tugas anggota SPKT

g) Hubungan KSPKT dengan Kasiwas

(1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (3) Koordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
h)

Hubungan KSPKT dengan Kasitipol
(1)

(2) (3)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; Menerima laporan tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas; Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres;

(4) (5)
i)

71 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Mengadakan koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi.

Hubungan KSPKT dengan Kapolsek Jajaran
(1)

Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi; / (2) Koordinasi....

(2) (3) (4) (5) 4)

Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek; Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek; Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran; Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

Hubungan Lintas Sektoral
a)

Hubungan KSPKT dengan PLN dalam hal adanya gangguan jaringan listrik akibat kerusakan teknis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum

b)

Hubungan KSPKT dengan Telkom dalam hal adanya gangguan jaringan telepon akibat kerusakan tekhnis maupun gangguan alam yang mengganggu ketertiban umum.

c)

Hubungan KSPKT dengan Damkar tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang memerlukan bantuan dari Damkar.

d)

Hubungan KSPKT dengan Derek dalam hal informasi adanya kendaraan yang memerlukan Derek

j.Satuan Intelijen 1) Hubungan Vertikal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolres (1) (2) (3) Menyiapkan dan menyampaikan laporan harian / insidentil mengenai situasi menonjol dan aktual yang di perlukan Kapolres. Menyiapkan dan menyampaikan telaahan staf dan saran pertimbangan sebagai bahan pengambilan keputusan Kapolres. Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.

72 (4)
b)

Mewakili/mendampingi Kapolres sesuai perintah.

Hubungan Kapolres dengan Kasat Intelkam (1)
(2)

(3)

Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang Operasional guna di tuangkan dalam Kirka intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan. Memberikan arah kebijakan Strategik terutama di bidang keamanan. / (4) Memberikan.... Memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Intelkam, termasuk mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota sesuai perintah/petunjuk. Menerima laporan pelaksanaan tugas Intelijen.

(4)

(5) 2)

Hubungan Horizontal
a)

Hubungan Kasat Intelkam dengan KSPKT 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polres guna mengantisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas.

b)

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Reskrim 1)
2)

3)
c)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasus-kasus orang asing, senjata api dan bahan peledak. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana yang menonjol.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Narkoba 1)
2)

3)
d)

Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Memberikan informasi hasil penynyelidikan dan analisa terhadap kasus-kasus tindak pidana narkoba terutama yang berkaitan dengan opini publik serta hasil penanganan kasuskasusnya. Menerima umpan balik hasil penyelidikan lanjut dan perkembangan penyidikan kasus tindak pidana narkoba.

Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Sabhara 1)
2)

Hubungan bersifat horizontal dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Menyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian.

. 2) 3) 4) 5) f) Meyampaikan kirka intel dalam rangka penyiapan rencana operasi Kepolisian. Menyampaikan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan publik. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Sumda . Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. Melaksanakan kerja sama dalam penyampaian informasi masalah operasinal. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan).3) 4) 5) e) 73 Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. Menyampaikan personel yang di perlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Tahti 1) 2) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana.. Menerima konsep umum operasi. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja dibidang operasional. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Binmas 1) 2) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan Kirpat (perkiraan cepat) untuk menindak lanjuti dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika operasi. bersifat diagonal dalam rangka pelaksanaan / 2) Menyampaikan. Menyampaikan kirka intel dan ren intel untuk mendukung pelaksanaan operasi. Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasat Lantas 1) Hubungan tugasnya.. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. Melaksanakan kerja sama dalam penyampian informasi masalah operasional.

d) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasium (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Memberikan masukan mengenai perumusan / pengembangan. / (6) Koordinasi. petunjuk pelaksana / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. c) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam penyiapan dukungan administratif untuk pelaksanaan kegiatan penyusunan strategi program dan anggaran. (6) (7) (8) Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis logistik di lingkungan Sat Intelkam Polres. Koordinasi dalam menyusun renbut dan spesialisasi teknis peralatan khusus intel. (5) Koordinasi dalam Penyusunan Renja.(1) (2) (3) (4) (5) 74 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota. (3) Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan / petunjuk administrasi di bidang tugasnya. Memberikan pertimbangan / rekomendasi dalam penempatan pejabat intelejen baik di tingkat Polsek Jajaran. (4) Koordinasi dalam hasil pelaksanaan program dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. Koordinasi dalam perencanaan pendistribusian materiil intelejen. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan penyuluhan hukum. Koordinasi dalam upaya pembangunan kekuatan dan kemampuan serta pembinaan personel menuju profesionalisme Polri... Koordinasi dan memberikan bantuan tenaga medis untuk rikes anggota Sat Intelkam secara rutin dan berkala.. Memberikan masukan tata cara penyelenggaraan urusan administrasi. Lakip.

Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas.. / (5) Koordinasi.(3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan kebutuhan pendistribusian anggaran. Koordinasi dalam penanganan masalah yang menyangkut pampers (Penertiban SKHP). (5) (6) g) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiwas (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. pammat (rekomendasi STNK rahasia) dan Pam Baket dilingkungan Sat Intelkam. h) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasiitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita bidang intelijen kepada jajaran. Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam pengawasan dan pengarahan atas terapan pelaksanaan kinerja yang akuntabel. pamgiat. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan urusan dalam di lingkungan Polres. Koordinasi dengan sat Intelkam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. . Koordinasi bimbingan teknis administrasi dalam rangka penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan sat intelkam 75 dan f) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. Melakukan koordinasi tentang pengawasan pelaksanaan tugas fungsi intelijen... i) Hubungan Kasat Intelkam dengan Kapolsek (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

/ b) Hubungan…. Sat Intelkam memberikan bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu 76 terhadap 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Intelkam dengan Pemkot/Pemda (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(5) (6) Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan Masyarakat. b) Hubungan Kasat Intelkam dengan TNI (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Hankam. c) Hubungan Kasat Intellkam dengan Kejaksaan (1) (2) Hubungan bersifat Lintas sektoral dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Melaksanakan koordinasi dalam bidang Keamanan. Sat Reskrim 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. k. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara pidana. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. . Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Melaksanakan koordinasi dalam bidang kepemerintahan. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana. Ipoleksosbud hankam.

Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Lantas.(5) b) 77 Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana. f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Narkoba. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Sabhara. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Intel (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. . Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. (1) Hubungan bersifat koordinasi. horizontal bentuk hubungan bersifat / (2) Koordinasi…. (2) (3) (4) d) Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasat Binmas. g) Hubungan Kasat Reskrim dan Kasat Tahti. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.

Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Sumda. (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 78 bersifat Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ops. Menerima petunjuk. .. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Reskrim. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Reskrim . Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Reskrim. (5) b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kabag Ren.. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL).. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasiwas. Lakip. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Reskrim. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (5) Koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Reskrim.(1) (2) (3) 3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi.

(1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Reskrim. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat reskrim Polres. kebersihan. Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat reskrim Polres. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasitipol. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Reskrim. (4) Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota..(1) (2) (3) (4) e) 79 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat reskrim Polres. Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasi Propam . f) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kasikeu. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Reskrim. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan.. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. ketatausahaan. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran.. / (4) koordinasi.

(2) Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. e) Hubungan Kasat Reskrim dengan Perguruan Tinggi Koordinasi dalam hal permintaan pemeriksaan saksi ahli f) Hubungan Kasat Reskrim dengan BAPAS . Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. / (6) Meneruskan. i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Reskrim dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP (2) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan (3) Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana b) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengadilan (1) (2) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan.. (5) Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya..(3) (4) 80 Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. c) Hubungan Kasat Reskrim dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (4) Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus. BPKP dan BAWASDA Koordinasi dalam hal pemeriksaan audit investigasi dalam hal penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi. d) Hubungan Kasat Reskrim dengan BPK.. (6) (7) Meneruskan kebijakan.

Koordinasi dalam mendatangi tempat kejadian perkara. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. Mengajukan penandatanganan berkas penyidikan Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) b) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. / l. l. g) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan. Sat….81 Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. Melaporkan segala kegiatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Intel .Sat Narkoba 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) (5) 2) Hubungan bersifat Vertikal dan bentuk hubungan adalah bersipat menerima perintah dan laporan. Menyampaikan laporan kemajuan hasil penyidikan tindak pidana narkoba. h) Hubungan Kasat Reskrim dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI i) Hubungan Kasat Reskrim dengan Dinas Kehutanan / Perhutani Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus illegal loging j) Hubungan Kasat Reskrim dengan Satpol PP. Koordinasi tentang pelaporan dan pendataan hasil pelaksanaan operasi kepolisian. Imigrasi. Koordinasi masalah pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga. Koordinasi dalam penerimaan Laporan Pengaduan dari masyarakat. Menerima arahan dan perintah terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan proses penanganan perkara tindak pidana narkoba.

3) Hubunan Diagonal . d) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Sabhara.(1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. 82 bersifat c) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Lantas. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana narkoba. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam pemberian informasi penanganan kasuskasus pidana narkoba. Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana narkoba. Koordinasi dalam hal pengelolaan administrasi tahanan dan barang bukti. (1) Hubungan bersifat koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dan Kasat Tahti. Meminta bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam giat Operasi. Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus menonjol yang menjadi sorotan masyarakat. horizontal bentuk hubungan bersifat (2) (3) (4) (5) (6) e) / (2) Koordinasi…. Koordinasi dalam giat operasi/razia kendaraan untuk menekan angka kriminalitas. g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasat Reskrim. Koordinasi dalam bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana Narkoba. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam menciptakan situasi aman di lingkungan masyarakat dengan penanganan suatu kasus agar tidak meluas di masyarakat. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana narkoba.

Koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana operasional Sat Narkoba. (2) Koordinasi dalam pengawasan kinerja dan administrasi Sat Narkoba. Memberikan laporan jumlah kasus yang terjadi dan hasil penyelesaian kasus untuk acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan anggaran ( Sun RKA-KL). HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Lakip. Koordinasi tentang pembinaan personil Sat Narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.83 a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Narkoba. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. / (3) Menerima…. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Narkoba. Koordinasi dalam bidang pembinaan hukum bagi anggota Polri dan keluarganya. b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Ren (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang data kasus tindak pidana yang terjadi (crime total) dan hasil penyelesaian (crime clearance). pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Narkoba. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian Gabungan. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. . arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Narkoba. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi penanganan kasus terhadap publik. (3) (4) (5) c) Menerima petunjuk.

(4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dengan Sipropam apabila terjadi pelanggaran oleh anggota. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. ketatausahaan. (4) Koordinasi dalam hal Surat – menyurat.. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi dalam pengawasan terhadap penyidik dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kasus dan pelayanan terhadap masyarakat yang berhubungan dengan anggota. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Narkoba Polres. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. h) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kapolsek Jajaran .. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Narkoba Polres. Koordinasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anggota. / (3) Koordinasi. (3) g) Koordinasi tentang sistem administrasi keuangan dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kasikeu (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan..84 (4) Koordinasi tentang pembinaan teknis fungsi Narkoba.

Memberikan bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. Meneruskan kebijakan. Melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya.. e) Hubungan Kasat Narkoba dengan Dinas-dinas terkait Koordinasi dalam hal upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. . Melaksanakan back up tentang pelaksanaan kegiatan penyidikan / penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba. Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengacara Koordinasi dalam hal pendampingan tersangka yang sedang dilakukan pemeriksaan (BAP). Koordinasi dalam hal Korwas PPNS. f) Hubungan Kasat Narkoba dengan Polisi Militer Koordinasi dalam hal penanganan kasus-kasus yang melibatkan personil TNI g) Hubungan Kasat Narkoba dengan Satpol PP. (2) (3) Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan Koordinasi dalam hal pelimpahan berkas perkara tindak pidana narkoba b) Hubungan Kasat Narkoba dengan Pengadilan (2) (3) c) Koordinasi dalam hal penerbitan surat ijin penggeledahan Koordinasi dalam hal perpanjangan penahanan penyitaan. Imigrasi. Beacukai dan lain-lain instansi yang memiliki PPNS. Mengawasi pelaksanaan penyidikan dan penyelesaian perkara. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek Hubungan lintas sektoral a) Hubungan Kasat Narkoba dengan Kejaksaan Negeri (1) Koordinasi dalam hal SPDP / (2) Koordinasi. d) Hubungan Kasat Narkoba dengan BAPAS Koordinasi dalam hal pemeriksaan terhadap korban/tersangka anak. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4) 85 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi...

Koordinasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kegiatan anggota Sat Binmas. Koordinasi dalam hal dukungan anggaran. i) Hubungan Kasat Narkoba dengan BNP/ BNK (1) (2) m.. (3) Kordinasi dalam pengawasan tugas Sat Binmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan masyarakat. (4) Koordinasi dalam pengawasan umum terhadap bidang perencanaan.. . Mengajukan saran dan pertimbangan. peredaran. yang menyangkut tugas pokok Binmas. baik lisan maupun tertulis. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. c) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasi Propam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koodinasi. Menerima saran dan masukan dari Kapolres dalam pelaksanaan tugas Sat Binmas Melaksanakan perintah dan petunjuk lainnya yang berkaitan dengan tugas kepolisian. Sat Binmas 1) Hubungan Vertikal (1) (2) Koordinasi dalam hal pencegahan. penyalahgunaan. Melaksanakan perintah dan kebijaksanaan Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolres / Waka Polres Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. Menerima arahan dan kebijakan Kapolres Tasikmalaya Kota sebagaimana apa yang tertuang dalam Proja Polres Tasikmalaya Kota untuk menyusun Proja. (3) (4) (5) (6) (7) (8) b) Melaporkan setiap pelaksanaan tugasnya kepada Kapolres / Wakapolres Tasikmalaya Kota. narkoba di masyarakat termasuk giat penyidikan kasus-kasus narkoba dan tes Urine.86 h) Hubungan Kasat Narkoba dengan balai POM Koordinasi dalam hal pemeriksaan secara labolatoris terhadap barang bukti narkoba. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Binmas yang meliputi personel. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. / (3) Melaporkan.

kebersihan. UKG. dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam rangka bimbingan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Binmas Laporan pertanggungjawaban keuangan Sat Binmas. Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan fungsi Binmas termasuk pengumpulan. (3) Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. Melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan manajemen operasi kepolisian fungsi Binmas. / f) Hubungan. f) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang penunjukan anggota Binmas yang dilibatkan dalam kegiatan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan pendistribusian anggaran. g) (1) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Sumda Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi (2) Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Binmas. (4) Menerima usulan UKP. . pengolahan dan penyajian data. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat binmas Polres. (6) Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi.. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(3) d) 87 Koordinasi dengan Sat Binmas dalam bidang pembinaan disiplin anggota. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kabag Ren (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Binmas dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) e) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.. (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang.. penyuluhan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat binmas Polres. ketatausahaan. penggunaan Personel dan logistik.

Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Binmas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Binmas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. kegiatan rutin dan kegiatan insidentil Kepolisian seperti bantuan tenaga bimbingan dan penyuluhan masyarakat (kemitraan). Koordinasi dalam rangka operasi Kepolisian. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Binmas . untuk diketahui. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. (2) Koordinasi dalam hal kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat. / (3) Koordinasi…. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Binmas . Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) d) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Reskrim. (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA.(2) (3) (4) (5) (6) 88 Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas) e) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Narkoba . Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama fungsional dalam rangka penyelenggaraan fungsi intelkam. Lakip. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas fungsi b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Intelkam. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas. Menerima petunjuk.

Koordinasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam pemberantasan Narkoba. (4) (5) Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Koordinasi dalam hal giat penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak daripada penyalahgunaan narkoba. / (4) Berkoordinasi. Koordinasi dalam hal meningkatkan peran serta masyarakat untuk aktif memberikan Informasi Kriminalitas terhadap Polri. h) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi kegiatan-kegiatan pembinaan terhadap tahanan maupun keluarganya Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Tatap Muka / kunjungan ke keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. Koordinasi giat pengumpulan pendapat masyarakat (Pulpatmas).(1) (2) (3) (4) (5) (6) f) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi. g) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. 3) Hubungan Diagonal . 89 bersifat Hubungan Kasat Binmas dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan pramuka dan PKS.. Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. Koordinasi pembinaan terhadap mantan pelaku tindak pidana / Residivis. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas.. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas..

Koordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan Bencana Alam. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Sabhara dengan Kapolres . Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Bag Binmas. Koordinasi pembinaan POLSUS Koordinasi pembinaan PPNS. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. Koordinasi dan bekerjasama dalam hal pembinaan Ketertiban dan ketentraman masyarakat. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas yang membutuhkan atensi pimpinan. (8) 4) Menerima laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas. Koordinasi bimbingan dan bantuan tekhnis komputerisasi anggota sat binmas. (5) Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. (6) Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. Sat Sabhara 1) Koordinasi dalam hal kegiatan Rapat Koordinasi berkaitan dengan situasi kamtibmas. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Binmas dengan Instansi terkait (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) n. Koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan Linmas. / (5) Koordinasi…. b) Hubungan Kasat Binmas dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. (7) Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Melaksanakan kegiatan terpadu. Memberikan arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas.90 a) Hubungan Kasat Binmas dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas.

(3) Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana. Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang terjadinya ganggudan Kamtibmas. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Reskrim. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Narkoba. terutama bidang operasional. Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian. Koordinasi dalam menindak lanjuti pengaduan Masyarakat: / (4) Koordinasi…. (5) Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana. (4) Koordinasi dalam hal pelaksanaan operasi Kepolisian.(1) (2) (3) (4) (5) 91 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam memberikan bantuan pengamanan rekonstruksi perkara pidana penyalah gunaan narkoba. Koordinasi dalam hal pengawasan dan pengendalian anggota Sat Sabhara dalam pelaksanaan tugas jaga. (4) (5) Koordinasi dalam mendatangi TKP gangguan kamtibmas. Koordinasi dalam penanganan TKP tindak pidana penyalah gunaan narkoba. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Intel . Koordinasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. (6) Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. (2) Koordinasi dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ringan. Memberikan bantuan dalam hal pengawalan tahanan. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota. Melaporankan pelaksanaan tugas Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota 2) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Shabara dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk tentang perumusan / pengembangan sistem dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi.

Koordinasi dalam penjagaan. Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasiwas . pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. 92 bersifat Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas. Menyampaikan laporan informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. Melaksanakan kerja sama dalam rangka penyiapan program kerja di bidang operasional. / (6) Koordinasi…. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan giat Masyarkat. Koordinasi dan kerja sama dalam penanganan TKP Laka lantas. Koordinasi dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas. Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Bimas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan personel untuk kegiatan operasional Sabhara. g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) (6) e) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan koordinasi Koordinasi dalam pelaksanaan Patroli pada daerah yang telah diprediksi rawan gangguan kamtibmas Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi Kepolisian. Melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian Kerjasama dan koordinasi dalam pemberdayaan bentuk-bentuk Pam swaskarsa masyarakat. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. (6) f) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas.

(2) (3) (4) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran.93 (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. d) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasium (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat sabhara yang meliputi personel. kebersihan. Melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian.. Koordinasi dalam pembinaan terhadap anggota Sat Sabhara. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. / (2) Koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Sabhara Hubungan Kasat Shabara dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan Sat Sabhara maupun untuk kegiatan operasi kepolisian. (3) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Sabhara Polres. b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas.. e) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. . Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat sabhara Polres. Koordinasi dalam rangka pembinaan tentang fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Sabhara.

Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Sabhara . g) Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang bin Pers. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang... dan kebutuhan administrasi lainnya. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan Kamtibmas. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Sabhara. h) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasitipol (1) (2) (3) (4) i) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Shabara dengan Kapolsek Jajaran . penggunaan Personel dan logistik. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Menerima usulan UKP. Menerima petunjuk. 94 Operasional gangguan Hubungan Kasat Shabara dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran serta membrikan data personel untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA.(5) (6) f) Memberikan data personel untuk kegiatan Kepolisian. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Sabhara dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. penyuluhan. UKG. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Sabhara. / g) Hubungan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran.. Koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas Sat Sabhara. Lakip.

/ c) Hubungan…. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Waka Polres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah / laporan. untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. c) Hubungan Kasat Shabara dengan Kejaksaan. Melaporkan hasil perumusan / pengembangan sistem dan metode pelaksanaan tugas sat lantas untuk dijadikan bahan Kapolres Tasikmalaya Kota dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Menerima Laporan hasil kegiatan unit Sabhara Polsek. Hubungan Kasat Shabara dengan Pengadilan Negeri Koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas berhubungan dengan tindak pidana ringan. Koordinasi dalam hal bantuan personel pada Polsek sesuai kebutuhan dalam hal pelaksanaan tugas dan prosedur serta aturan tertentu dalam penanganan giat masyarakat. o. terutama bidang operasional. Hubungan Lintas Sektoral a) 95 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas pengawalan tahanan. . Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas anggota dalam kegiatan Operasi Kepolisian. Mengajukan Gelar perkara dalam penanganan atau penyidikan laka lantas. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi tehnis Sat Sabhara Polsek.(1) (2) (3) (4) (5) 4) (6) . Sat Lalu Lintas 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kapolres. Koordinasi dalam hal pelaksanaan kegiatan Operasi Kepolisian. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan. Pemkot dan Koordinasi dalam Pelaksanaan tugas penertiban umum wilayah pemerintahan kota. kepolisian yang b) Hubungan Kasat Shabara dengan Kasat Pol PP Pemda. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota.

(6) Koordinasi tentang pengawasan anggota dalam melaksanakan tugas jaga di mako. Koordinasi bidang identifikasi. d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Sabhara . Mengajukan Rencana kegiatan Sat Lantas untuk dirumuskan dan dimasukan dalam rencana kerja Polres. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Satuan lalu lintas. Melaksanakan kerjasama dalam penyampaian informasi masalah Operasional. Hubungan Horizontal a) Hubungan Kasat Lantas dengan KSPKT (1) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Reskrim (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi. Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan dalam rangka penyiapan Rencana Operasi Kepolisian. Menerima masukan perkiraan cepat untuk menindak lanjuti suatu gangguan kamtibmas dengan tindakan-tindakan cepat dalam dinamika Operasi. Koordinasi dalam terjadinya kecelakaan yang berindikasi adanya unsur kesengajaan Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. (2) Koordinasi dalam memonitor giat masyarakat yang mengundang kemacetan lalu lintas. (3) Koordinasi dalam Penanganan kejadian Laka Lantas. (4) Koordinasi tentang laporan kejadian dan penandatanganan Laporan Polisi Laka Lantas. / b) Hubungan…. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. arahanan dan perintah dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian. (5) Koordinasi tentang sistem laporan kejadian Laka Lantas secara online ke Polda Jabar.(2) (3) (4) 2) 96 Menerima petunjuk. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyiapan Program Kerja di bidang Operasional. Koordinasi dalam hal permintaan bantuan pemblokiran kendaraan yang tersangkut perkara pidana. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan adalah Koordinasi.

Koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas Operasional yang berkaitan dengan tugas Sat Narkoba. Hubungan Diagonal . f) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Narkoba (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (3) Koordinasi dalam kegiatan Turjawali dan penindakan pelanggaran lantas dengan mempergunakan Tilang. (5) Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara dan PKS. Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi bidang identifikasi.. / (5) Koordinasi. Perawatan Tahanan dan barang bukti. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Binmas. Melaksanakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian gabungan. Koordinasi penanggulangan tindak pidana Narkoba. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dan kerjasama dalam kegiatan Kamtibcar Lantas. Koordinasi dalam rangka meminta pemeriksaan Laboratorium Forensik. Koordinasi dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian gabungan. (5) Koordinasi dalam pelaksanaan tugas Operasi Kepolisian. Menyiapkan personel Binmas dalam mendukung pelaksanaan tugas Lantas di bidang operasional maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Lantas. (4) Koordinasi dalam penanganan TKP Laka lantas. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti. (6) Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan macet dan Laka Lantas.. Koordinasi dalam penjagaan. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) 3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.97 (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat koordinasi (2) Melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka membantu tugas pengaturan lantas..

pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Lantas. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ren.98 a) Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Ops (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) (5) Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. tilang. Memberikan data personil untuk dilibatkan dalam pelaksanaan operasi kepolisian. Koordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. data laka. / (4) Koordinasi…. Lakip. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. langganan daya dan jasa dan data pelaksanaan turjawali lantas untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Koordinasi dalam bidang pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana operasional lalu lintas. (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan strategis . Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran yang meliputi data personel. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Lantas Menerima petunjuk. Hubungan Kasat Lantas dengan Kabag Sumda. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sat Lantas dalam bidang perencanaan umum dan anggaran d) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasium. Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. penyuluhan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. penggunaan Personel. . Memberikan data daerah rawan macet dan laka lantas untuk analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. (1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.

(2) Koordinasi dalam rangka pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran. . (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (5) Koordinasi dalam penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan Sat Lantas. h) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. . kebersihan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. (3) Koordinasi dalam rangka penyerapan anggaran baik di lingkungan sat lantas maupun kegiatan operasi kepolisian. STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang. (4) Koordinasi dalam rangka pemberian arahan tentang administrasi keuangan di lingkungan Sat Lantas Polres. e) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) (5) f) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota sat lantas. penerbitan SIM. g) Hubungan Kasat Lantas dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sat Lantas Polres. ketatausahaan. Koordinasi tentang pengawasan dalam pelaksanaan tugas anggota Sat Lantas Hubungan Kasat Lantas dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam kegiatan pengamanan markas. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Lantas yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas.. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Lantas yang meliputi personel. / (3) Koordinasi.. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sat Lantas Polres. kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas.99 (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Umum. (2) Koordinasi bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi Sat Lantas.

(3) (4) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan bidang DikMasLantas ke sekolah-sekolah. Satuan Tahanan dan Barang bukti 1) Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolres . p. Bekerjasama dengan Dispenda dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang pajak kendaraan bermotor. Hubungan Kasat Lantas dengan Polsek Jajaran (1) (2) (3) (4) 4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. b) Hubungan Kasat Lantas dengan Pengadilan Koordinasi tentang pengiriman hasil Tilang dan Tindak Pidana Ringan.(2) (3) (4) i) 100 koordinasi dalam bidang komunikasi dan informasi untuk kelancaran tugas lalu lintas. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. c) Hubungan Kasat Lantas dengan Kejaksaan Negeri Koordinasi tentang penyidikan kasus Laka Lantas d) Hubungan Kasat Lantas dengan Perbankan Koordinasi tentang penyetoran PNBP e) Hubungan Kasat Lantas dengan TNI Kerjasama dengan TNI untuk membantu operasi Kepolisian bidang lalu lintas. Melaksanakan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Menerima laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Hubungan Lintas Sektoral Kasat Lantas a) Hubungan Kasat Lantas dengan Pemerintahan Kota (1) (2) Koordinasi tentang pengawalan VIP Koordinasi tentang rekayasa Lalu Lintas / pemasangan ramburambu lalu lintas. Melaksanakan koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi. / (3) Koordinasi…. Memberikan pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek.

registrasi dan inventarisasi. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi dalam bidang pengamanan. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. pengawalan tahanan dan barang bukti serta pengadministrasian. Hubungan Horizontal b) Hubungan Kasat Tahti dengan KSPKT / (1) Hubungan…. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam hal pengelolaan / penjagaan tahanan dan barang bukti. yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi umum yang terkait sesuai dengan bidang tugasnya. Koordinasi dalam hal administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. (1) (2) (3) c) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pelayanan perawatan tahanan dan barang bukti untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Melaporkan produk-produk yang dihasilkan Sat Tahti Polres Tasikmalaya Kota. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. . Melaporkan kondisi tahanan dan barang bukti secara rutin setiap bulan Menerima perintah dan menyiapkan materi bahan rapat yang diperlukan Kapolres.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2) 101 Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. penjagaan. (2) (3) (4) d) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Narkoba (1) (2) Hubungan bersifat horizontal bentuk hubungan bersifat garis koordinasi. terutama yang menyangkut perawatan tahanan dan barang bukti.

Kerjasama dalam bidang Pembinaan Jasmani dan Rohani Tahanan. Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pembinaan dan penyuluhan. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pengawalan dan perawatan tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang Pemberian motivasi terhadap tahanan maupun keluarganya. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam Pemeliharaan dan Penyimpanan Barang Bukti.(3) (4) e) 102 Koordinasi dalam bidang pengadministrasian. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Sabhara (1) (2) (3) (4) f) Hubungan bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Perawatan Tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam penjagaan. Koordinasi dalam penjagaan. Melaksanakan koordinasi pengawasan tahanan dan barang bukti dalam rangka pengembangan perkara tindak pidana. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. 3) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ops . Memberikan data pelaku tindak pidana yang sudah keluar dari penjara untuk dilakukan pengawasan. (5) g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi Koordinasi tentang Pembinaan mental tahanan Koordinasi tentang pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditahan di rutan Polres. / (5) Koordinasi Koordinasi tentang administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi dalam bidang Pembinaan Jasmana dan Rohani Tahanan. Koordinasi tentang pembuatan administrasi dan registrasi dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti.

Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Melaporkan data personel yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan operasi. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sat Tahti . ketatausahaan. c) Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) d) Hubungan bersifat dioagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pelaksanaan operasional Polri. penyuluhan. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi kesekretariaatan. Menyiapkan bahan administrasi untuk mendukung penyusunan Rencana Kerja dan atau program kegiatan Polres. Koordinasi dalam pemberian data personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. perawatan terhadap tahanan dan barang bukti.. Menerima arah kebijakan strategis . kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sattahti Polres. . Lakip.. Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil pada fungsi Sat Tahti. Melaporkan data tahanan dan barang bukti. penggunaan Personel dan logistik. Hubungan Kasat Tahti dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(1) (2) (3) (4) (5) b) 103 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam pembinaan. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi / melaporkan data tahanan dan perawatan tahanan serta melaporkan hasil pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKAKL / DIPA. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. Hubungan Kasat Tahti dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Menyampaikan informasi dan dokumentasi tentang tahanan dan barang bukti. / c) Hubungan. terutama yang berkaitan dengan pelayanan tahanan dan pengamanan barang bukti. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sat Tahti ..

registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. h) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasitipol (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. e) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasikeu (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam bidang perawatan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.104 (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota sat tahti. Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sat Tahti. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. pengadministrasian. menyimpan dan memelihara barang bukti. g) Hubungan Kasat Tahti dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. i) Hubungan Kasat Tahti dengan Kapolsek Jajaran (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sat Tahti yang meliputi personel. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sattahti Polres. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyeraan anggaran serta pertanggung jawaban keuangan. f) Hubungan Sat Tahti dengan Kasi Propam (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan anggota dan barang bukti. Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikasi. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi sat tahti. . (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sat Tahti yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima. / (2) Koordinasi…. kebersihan. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota sat tahti.

Hubungan Kasat Tahti dengan Pengadilan Negeri (1) (2) q. Menerima laporan / data jumlah tahanan dan barang bukti. Sitipol 1) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi Koordinasi dalam hal pengajuan ijin sita barang bukti perkara tindak pidana. (3) . Menerima arah kebijakan Strategik Polres terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi Informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol. baik untuk ditanda tangani maupun dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. Koordinasi terntang pengiriman tahanan dan barang bukti. / (2) Menerima. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota..(3) (4) (5) 4) 105 Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. Menerima arahan dan pembinaan tentang pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol Polres Tasikmalaya Kota.. Hubungan Vertikal a) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kapolres (1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Menerima petunjuk. (2) (3) (4) (5) (6) b) Hubungan Kasitipol Polres dengan Waka Polres (1) (2) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasitipol. Melaporkan hasil produk-produk Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Menerima arah kebijakan Strategik Polres Tasikmalaya Kota terutama di bidang pembinaan maupun pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi untuk disusun dan dituangkan dalam Program kerja Sitipol Polres Tasikmalaya Kota.. Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kasat Tahti dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) b) Hubungan bersifat eksternal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Menerima petunjuk.

pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi untuk mendukung fungsi operasional kepolisian Polres. Menerima petunjuk. Memberikan laporan hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran. . (3) Koordinasi dalam penyampaian berita terhadap Satfung dan Polsek Jajaran dalam giat Operasional (4) koordinasi dalam hal penggunaan kekuatan personel Sitipol yang dlibatkan dalam operasi kepolisian yang digelar Polres. (2) Koordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Kepolisian yang berhubungan dengan tugas yang ada kaitannya dengan Ur Sitipol dan tugas – tugas lainnya. (5) koordinasi dalam pelayanan telekomunikasi. / (2) Menerima. Koordinasi dalam Penyusunan Renja. (2) (3) (4) (5) (6) Menerima arah kebijakan strategis ... Sat atau Polsek Jajaran. penggunaan Personel dan logistik.(4) (5) 106 Melaporkan hasil produk-produk yang dihasilkan Sitipol Polres Tasikmalaya Kota. Koordinasi dalam penyampaian berita atau informasi yang perlu disampaikan terhadap Bag. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Sitipol . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Kasitipol. d) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Ren Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. Koordinasi dalam bidang pembinaan Personil. baik untuk ditanda tangani maupun direkomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut. c) Hubungan Kasitipol dengan Kabag Ops Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Lakip. Memberikan laporan pelaksanaan tugas Sitipol dalam bidang perencanaan umum dan anggaran e) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kabag Sumda Polres (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. data dan keadaan alat komunikasi untuk pengajuan rencana kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-KL / DIPA. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Sitipol . (6) koordinasi dalam menyampaian laporan situasi kamtibmas melalui fasilitas komunikasi dan teknologi informasi yang dikelola Sitipol..

. ketatausahaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol yang meliputi personel. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pengumpulan. (4) Koordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi. 107 kekuatan dan f) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.(4) (5) (6) (7) Koordinasi dalam upaya pengembangan kemampuan personil pada fungsi Sitipol. Koordinasi dalam pendataan personel untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. (4) Koordinasi penyiapan alat komunikasi dan penyampaian informasi dalam hal kegiatan rapat-rapat atau kegiatan lainnya tentang tugas Kepolisian. penyuluhan. (3) Koordinasi dalam hal penyampaian berita ke jajaran h) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasium Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. i) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasikeu (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. / (2) Koordinasi…. (3) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. (3) Koordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi. Menerima usulan UKP. (2) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administrasi yang meliputi kesekretariaatan. kebersihan. materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan g) Hubungan Kasitipol Polres dengan Kasi Propam Polres (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Sitipol Polres. (2) Koordinasi dalam hal pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan perilaku personel Sitipol Polres. UKG. dan kebutuhan administrasi lainnya. kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Sitipol Polres. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

Koordinasi tentang penyampaian berita / informasi kepada Kapolres. Hubungan Kasitipol dengan KSPKT (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam penyampaian informasi untuk menunjang pelaksanaan pengamanan untuk sukses dan berhasilnya tugas Polri. Koordinasi dalam pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan fungsi Sitipol Menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sitipol Polres sesuai DIPA. / (3) Koordinasi. (4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya ..(2) (3) (4) j) 108 Koordinasi dalam penyelenggaraan fungsi teknis keuangan di lingkungan Sitipol.. Si dan Polsek jajaran. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Reskrim guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Reskrim. Koordinasi tentang pengawasan dan pengendalian anggota dalam pelaksanaan tugas jaga fungsi Koordinasi dalam pemantauan kegiatan Operasional Bag.. Koordinasi dalam pengumpulan data kasus-kasus menonjol dari jajaran yang terjadi Koordinasi tentang penyampaian berita dan perkembangan situasi kamtibmas dari jajaran l) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang penerimaan informasi dari tingkat satuan atas. k) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Intelkam (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran. RKA-KL dan POK Polres. Sat dan Polsek Jajaran. (3) (4) (5) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya. Sat.

(4) Koordinasi dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk pengungkapan suatu kasus dan penyampaian informasiinformasi kepada masyarakat melalui dunia maya (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Narkoba guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Narkoba Polres. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamtibmas di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran dalam pelaksanaan kegiatan patroli quick respon.109 (5) Koordinasi dalam hal pengiriman dan penerimaan berita ke Bag. m) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. Berkoordinasi dalam pendataan Babinkamtibmas. n) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Binmas (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (4) Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian.. Melaksanakan koordinasi tentang prosedur penggunaan Komlek dalam pelaksanaan tugas operasional. (2) Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat sabhara guna mendukung pelaksanaan tugas Sat sabhara Polres. (5) Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi . Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kegiatan masyarakat di Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres.. Sat dan Polsek Jajaran. Penyiapan dukungan peralatan Komlek dalam tugas operasional Sat Binmas. / (6) Koordinasi. (3) Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi Kamtibmas terutama kejadian-kejadian tindak pidana di Polres termasuk Polsek-polsek jajaran Polres. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Binmas ke Jajaran. Sat dan Polsek jajaran. (6) (7) o) Hubungan Kasitipol dengan Kasat Sabhara (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat binmas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat binmas Polres.

Koordinasi tentang perawatan dan sistem penggunaan alat telekomunikas Koordinasi dalam hal pendataan tahanan dan barang bukti di masing-masing Polsek jajaran Polres yang meliputi makan dan perawatan tahanan termasuk kesehatan fisik dan mental tahanan serta fasilitas dan kondisi ruang tahanan dan keadaan barang bukti. / r) Hubungan. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Lantas (1) (2) (3) (4) (5) (6) q) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.. (3) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. . (6) Meneruskan kebijakan. Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan informasi dari satuan atas untuk pelaksanaan tugas Sat Tahti. Hubungan Kasitipol dengan Kasat Tahti (6) (7) (8) (9) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. data dan jaringannya... Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Lantas ke Jajaran. Koordinasi dalam hal monitor perkembangan situasi kamseltibcar lalu lintas di wilayah Polres termasuk Polsekpolsek jajaran Polres. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi.(6) p) 110 Koordinasi dalam pengiriman dan penerimaan berita giat sat Sabhara ke Jajaran. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan Operasi Kepolisian. Koordinasi dalam perawatan dan sistem penggunaan alat komunikasi koordinasi dalam memanfaatkan dan menggunakan peralatan teknologi komunikasi dan teknologi infomasi yang digunakan Sat Lantas guna mendukung pelaksanaan tugas Sat Lantas Polres. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Menerima laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. r) Hubungan Kasitipol dengan Kapolsek Jajaran (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (2) Memberikan bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. (4) Menerima laporan bulanan gangguan kamtibmas.

Koordinasi dalam bidang pembinaan personil meliputi Binjah. Koordinasi dalam penunjukan anggota untuk dilibatkan dalam Operasi Kepolisian Kordinasi bidang dokumentasi dan penyampaian informasi terhadap publik. ... Menerima petunjuk. Binrohtal dan Binkatpuan. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. sarana dan prasarana perkantoran Koordinasi dalam upaya pengembangan kekuatan dan kemampuan personil Polsek.. Memberikan laporan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres. Menerima arahan kebijakan strategik Polres Tasikmalaya Kota di bidang pembinaan maupun operasional di lingkungan unsur pelaksana utama kewilayahan Polres.111 r. 2) Hubungan Diagonal a) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ops (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Binkar. Menerima petunjuk. Koordinasi dalam penggunaa perawatan logistik. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. b) Hubungan Kapolsek dengan Waka polres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. (2) (3) (4) (5) (6) b) Melaksanakan Koordinasi dalam rangka penyusunan rencana operasional Kepolisian. Memberikan Laporan Bulanan kegiatan Polsek dan kejadian di kewilayahan Polsek. Polsek 1) Hubungan vertikal a) Hubungan Kapolsek dengan Kapolres (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah/laporan. Melaksanakan Koordinasi dalam pengawasan pelaksanaan operasional Kepolisian. Hubungan Kapolsek dengan Kabag Sumda (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. / (2) Melaksanakan.

Menerima petunjuk. Lakip. petunjuk dan arahan dibidang penyelenggaraan administrasi dan pelayanan ke Polsek-polsek. / Menerima. kebersihan. . Menerima arah kebijakan strategis . Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Polsek jajaran dalam bidang perencanaan umum dan anggaran. (6) Koordinasi dalam hal penyampaian surat dan laporan ke Kapolres. c) Hubungan Kapolsek dengan Kabag Ren (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. kebersihan dan pelayanan pemeliharaan bangunan dan perkantoran masing-masing Polsek jajaran Polres. baik bidang perencanaan umum dan anggaran untuk disusun dan dituangkan dalam program kerja Polsek jajaran . kearsipan dan administrasi lainnya di lingkungan Polsek jajaran Polres. UKG. penyuluhan..(5) (6) (7) 112 Memberikan usulan UKP. (4) Koordinasi dalam hal menyelenggarakan pelayanan markas yang meliputi pelayanan perkantoran. urusan dalam. ketatausahaan. pemeliharaan perkantoran dan bangunan di lingkungan Polsek jajaran Polres. arahan dan perintah lainnya dalam hal perencanaan umum dan anggaran serta pengendalian anggaran yang dilaksanakan oleh Polsek jajaran . d) Hubungan Kapolsek dengan Kasium (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi... dan kebutuhan administrasi lainnya. (3) Koordinasi dalam hal penyelenggaraan administra Umum yang meliputi kesekretariaatan. HTCK dan Penetapan kinerja Polres dan Jajaran. pengarsipan dan pelayanan kelancaran tugas-tugas Polsek serta penyelenggaraan pelayanan markas termasuk pelayanan perkantoran. (5) Meneruskan kebijakan. (2) Menerima bimbingan teknis dalam rangka menyelenggarakan administrasi umum termasuk kesekretariaatan. Koordinasi tentang hasil kegiatan pelaksanaan progam dan anggaran untuk pengajuan rencana kebutuhan dalam penyusunan RKA-KL / DIPA Koordinasi dalam Penyusunan Renja. Koordinasi dalam pendataan personel Polsek untuk mengikuti pendidikan kejuruan dan dikbang. ketatausahaan. Koordinasi dalam bidang pelaksanaan Sosialisasi. pembinaan dan bantuan hukum bagi anggota Polri/PNS dan keluarganya.

(4) Mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian. Koordinasi dalam hal Laporan cepat tentang kejadian dan kegiatan Masyarakat diwilayah Polsek. Menerima bimbingan teknis tentang laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan program kegiatan dan anggaran. Koordinasi tentang pembinaan terhadap anggota anggota Polsek. Koordinasi dalam bidang pengawasan kinerja anggota Polsek. g) Hubungan Kapolsek dengan Kasiwas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek 3) Hubungan Horizontal a) Hubungan Kapolsek dengan KSPKT (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel. Koordinasi tentang pengajuan rencana kebutuhan dan penyerapan anggaran.. (2) Koordinasi dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam pelaksanaan kinerja dan administrasi. (6) Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya.. (3) Memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan.. (8) Meneruskan kebijakan. Koordinasi tentang bimbingan teknis admisitrai keuangan. . Koordinasi tentang pemantauan dan monitoring pelaksanaan tugas anggota Polsek. f) Hubungan Kapolsek dengan Kasi Propam (1) (2) (3) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.113 e) Hubungan Kapolsek dengan Kasikeu (1) (2) (3) (4) Hubungan bersifat diagonal dan berbentuk adalah garis koordinasi. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan. (7) Meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek. / (5) Melaksanakan.

(4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Sat Narkoba di Polsek e) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Binmas . (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran . (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan.(4) (5) b) 114 Koordinasi tentang penyampaian berita dari Kapolres kepada Bag. Koordinasi tentang penyampaian produk Laporan Informasi Koordinasi dalam pemetaan wilayah rawan kriminalitas. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Reskrim (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi dalam hal penanganan pertama terhadap terjadinya gangguan kamtibmas. (4) Menerima supervisi dan pembinaan kinerja Polsek tentang penanganan Kasus tindak pidana penyalah gunaan narkoba. Hubungan Kapolsek dengan Kasat Intelkam (1) (2) (3) (4) (5) c) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Si dan Polsek jajaran. Koordinasi tentang pembinaan Personil dan administrasi fungsi Intelijen pada Polsek. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. (2) Menerima bimbingan teknis dibidang penyidikan dan monitoring atas perencanaan. petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsekpolsek (6) Koordinasi dalam hal pembinaan fungsi teknis Reskrim di Polsek / d) Hubungan…. Sat. (3) Koordinasi dalam hal pengawasan penyidikan dan penyelesaian perkara tindak pidana penyalah gunaan narkoba. d) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Narkoba (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. (5) Menerima arahan tentang kebijakan. Koordinasi dalam hal penerbitan Perijinan terhadap Masyarakat. pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran .

(2) (3) (4) (5) h) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Tahti (1) (2) (3) (4) (5) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah koordinasi. Menerima petunjuk. (3) (4) (5) g) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Lantas (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi / laporan. Menerima arahan dalam bidang pembinaan kemitraan tingkat Polsek dan pembinaan Babinkamtibmas. Koordinasi dalam bidang perawatan. Koordinasi tentang penanganan laka lantas yang terjadi di wilayah Polsek. Melaporkan data jumlah tahanan dan barang bukti. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit Sabhara Polsek. Memberikan laporan hasil kegiatan Babinkamtibmas f) Hubungan Kapolsek dengan Kasat Sabhara (1) (2) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis Koordinasi / laporan.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 115 Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan koordinasi dan pelaporan. Koordinasi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Sat Binmas Polsek yang membutuhkan atensi pimpinan. Koordinasi pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli kamtibmas. pengadministrasian. Melaksanakan koordinasi administrasi keluar masuk tahanan dan barang bukti. arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Polsek. Koordinasi pelaksanaan kunjungan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilingkungan Polsek. Menerima arah kebijakan strategi Polsek di bidang Operasional guna dituangkan dalam perencanaan operasi Kepolisian dan dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang tepat serta dalam program kerja Polsek. Koordinasi Pembinaan Babinkamtibmas dan Potensi masyarakat lainnya. Koordinasi tentang administrasi penitipan tahanan dan barang bukti. registrasi dan inventarisasi tahanan dan barang bukti. / (2) Koordinasi…. Koordinasi tentang Pembinaan Fungsi Tekhnis Binmas. Memberikan laporan kegiatan lalu lintas dan kejadian laka lantas serta upaya penyelesaiannya Koordinasi dalam kegiatan Operasi Kepolisian. . Menerima pelatihan fungsi teknis lantas untuk diterapkan di wilayah Polsek. Menerima petunjuk tentang perumusan atau pengembangan system dan metode serta pemantauan dan supervisi staf untuk dijadikan bahan Kapols dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.

(3) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam menyelenggarakan sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pelayanan komunikasi elektronika termasuk pemeliharaan alkom.. Koordinasi tentang Penanggulangan Gangguan Kamtibmas. Koordinasi dalam hal Penanganan Kasus menonjol yang menjadi sorotan Publik (Gelar perkara) d) Hubungan Kapolres dengan TNI (1) (2) (3) (4) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. Koordinasi Pembinaan dan penyuluhan terhadap Masyarakat. petunjuk dan arahan pimpinan di bidang penyelenggaraan dan pengelolaan infomasi dan komunikasi 4) Hubungan Lintas Sektoral a) Hubungan Kapolsek dengan Kecamatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hubungan dalam bentuk garis koordinasi. (2) Menerima bimbingan teknis dan koordinasi dalam hal penyelenggaraan pelayanan teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang meliputi komunikasi kepolisian. BAB IV .. Koordinasi dalam rangka pelaksanaan operasi gabungan. (4) Memberikan laporan bulanan gangguan kamtibmas. laporan hilang temu kendaraan bermotor dari Polsek-polsek (5) Memberikan laporan triwulan kondisi alkom dari Polsek-polsek. Koordinasi dalam hal pembinaan Anggota.. / (2) koordinasi. Koordinasi tentang penanggulangan bencana alam. b) Hubungan Kapolsek dengan Dinas Pendidikan (1) Koordinasi tentang cegah tangkal kenakalan remaja melalui sekolah – sekolah.116 i) Hubungan Kapolsek dengan Kasitipol (1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi. Koordinasi tentang sosialisasi Perda. pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan multimedia. (6) Menerima kebijakan. Koordinasi dalam menciptakan situasi kamtibmas. data dan jaringannya. Koordinasi pengamanan naskah dalam rangka UANS. hal (2) (3) c) Hubungan Kapolres dengan Kejaksaan Negeri (1) (2) Hubungan dalam bentuk Koordinasi. Koordinasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat. Koordinasi tentang pembinaan Siswa dalam penyalahgunaan narkoba.

Seksi dan Polsek jajaran Polres secara melekat dalam pelaksanaan tugas anggota sehingga tugas yang akan dicapai sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan hubungan pimpinan dengan anggota terjalin secara sinergi sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan – penyimpangan anggota dalam pelaksanaan tugasnya. Pengawasan dan pengendalian di lingkungan Polres dilaksanakan oleh masingmasing pimpinan Bagian. Satuan Fungsi. Tasikmalaya. M. horizontal maupun diagonal. MOH.Si AKBP NRP 67050615 . HENDRA SUHARTIYONO. Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terdapat perkembangan yang bersifat khusus dan Kapolres dapat memberi arahan untuk mendapat keputusan dalam pemecahannya. sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal. BAB V PENUTUP Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja dan Pertelaan Tugas di lingkungan Polres ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman bagi masing-masing Bagian. Seksi dan Polsek jajaran Polres. Satuan fungsi. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA Ttd Drs.117 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan guna memperoleh hasil yang optimal.

118 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jalan Letnan Harun No. Kota Tasikmalaya HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) DI LINGKUNGAN POLRES & POLSEK POLRES TASIKMALAYA KOTA DESEMBER 2010 .

3. Surat Kapolda Jabar Nomor : B / 18137 / XII / 2010 / Rorena tanggal 1 Desember 2010 tentang HTCK Polres dan Polsek. Letnan Harun No. Sehubungan dengan hal tesebut di atas. MOH. Desember 2010 Kepada Yth. KEPALA KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT di Bandung u. Kapolda Jabar. Tasikmalaya. bersama ini dikirim kepada KA.Si AKBP NRP 67050615 Tembusan : 1. Karorena 1. HENDRA SUHARTIYONO. 2010 Tasikmalaya. Demikian untuk menjadi periksa. Irwasda Polda Jabar. Hubungan Tata Cara Kerja (HTCK) di lingkungan Polres dan Polsek. Kota Tasikmalaya 46151 Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 1190 / XII / 2010 / Bagren BIASA Satu berkas HTCK Polres Tasikmalaya Kota TA.119 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT RESOR TASIKMALAYA KOTA Jl. 2. Desember 2010 KEPALA KEPOLISIAN RESOR TASIKMALAYA KOTA ttd Drs. M.p. 2. Polres Tasikmalaya Kota sebagaimana terlampir. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful