Labioskizis dan Labiopalatoskizis

Definisi Labioskizis atau cleft lip atau bibir sumbing adalah suatu kondisi dimana terdapatnya celah pada bibir atas diantara mulut dan hidung. Kelainan ini dapat berupa takik kecil pada bahagian bibir yang berwarna sampai pada pemisahan komplit satu atau dua sisi bibir memanjang dari bibir ke hidung. Palatoskisis adalah fissura garis tengah pada palatum yang terjadi karenakegagalan 2 sisi untuk menyatu karena perkembangan embriotik. Labioskizis dan labiopalatoskizis merupakan deformitas daerah mulut berupa celah atau sumbing atau pembentukan yang kurang sempurna semasa perkembangan embrional di mana biir atas bagian kanan dan bagian kiri tidak tumbuh bersatu. Labioskizis dan labiopalatoskizis adalah anomali perkembangan pada 1 dari 1000 kelahiran. Kelainan bawaan ini berkaitan dengan riwayat keluarga, infeksi virus pada ibu hamil trimester pertama. Labioskizis/labiopalatoskizis yaitu kelainan kotak palatine (bagian depan serta samping muka serta langit-langit mulut) tidak menutup dengan sempurna.

Gambar . bayi dengan labioskizis

mulai dari yang ringan hingga hingga yang berat. Tingkat kelainan bibir sumbing bervariasi. Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memnajang hingga ke hidung . bisa mengenal salah satu bagain atau semua bagian dari dasar cuping hidung. dasar hidung. Jika celah sumbing yang terjadi hanya disalah satu sisi sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung. bibir. dan palatum durum di belahan foramen insisivum. Suatu belahan dapat mengenai salah satu atau keduanya. Palatum primer meliputi bibir. 1. Suatu klasifikasi membagi struktur-struktur yang terkena menjadi beberapa bagian berikut. Beberapa jenis bibir sumbing yang diketahui : 1) Unilateral Incomplete. 2.Klasifikasi Jenis belahan pada labioskizis dan labiopalatoskizis dapat sangat bervariasi. Dalam kasus ini mukosanya utuh dengan belahan mengenai tulang dan jaringan otot palatum. serta palatum mlle. palatum primer dan palatum sekunder dan juga bisa berupa unilateral atau bilateral. 4. alveolus. 3) Bilateral Complete. 3. 2) Unilateral Complete. Jika celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung. alveolus dan palatum durum. Terkadang terlihat suatu belahan submukosa. Palatum sekunder meliputi palatum durum dan palatum molle posterior terhadap foramen.

saudarakandung) mempunyai riwayat labioskizis. atau menderita diabetes akan lebih cenderung melahirkan bayi/ anak dengan labioskizis. Di Amerika Serikat dan bagian barat Eropa. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya bibir sumbing. Ibu yang mengkonsumsi alcoholdan narkotika. Faktor tersebut antara lain. para peneliti melaporkan bahwa 40% orang yang mempunyai riwayat keluarga labioskizis akan mengalami labioskizis. Klasifikasi Labioskizis Etiologi Penyebab terjadinya labioskizis dan labiopalatoskizis belum diketahui dengan pasti. ayah.Gambar. Kemungkinan seorang bayi dilahirkan dengan labioskizis meningkat bila keturunan garis pertama (ibu. yaitu : 1. kekurangan vitamin (terutama asam folat) selama trimester pertama kehamilan. Faktor genetik atau keturunan . Kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa labioskizis dan labiopalatoskizis muncul sebagai akibat dari kombinasi faktor genetik danfactor-faktor lingkungan.

dan ginjal. 4. terapi penitonin. Dimana dapat terjadi karena mutasi gen ataupun kelainan kromosom. 6. Infeksi pada ibu yang dapat mempengaruhi janin contohnya seperti infeksi Rubella dan sifilis. Labioskizis terjadi akibat fusi atau penyatuan prominen maksilaris dengan prominan nasalis dan maksilaris dengan prominan nasalis medial yang diikuti disfusi kedua bibir. kekurangan asam folat. Kurang nutrisi contohnya defisiensi Zn dan B6. Diplasia ektodermal. 5. Vitamin C pada waktu hamil. prosesnya karena tidak terbentuknya mesoderm. pada daerah tersebut sehingga bagian yang telah menyatu (proses nasalis dan maksilaris) pecah kembali. 2. sehingga jumlah total kromosom pada setiap selnya adalah 47. Terjadi trauma pada kehamilan trimester pertama. Pengaruh obat teratogenik. toxoplasmosis dan klamidia. Namun kelianan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000-10000 bayi yang lahir. Multifaktoral dan mutasi genetik. 7. Patofisiologi Labioskizis terjadi akibat kegagalan fusi atau penyatuan frominem maksilaris dengan frominem medial yang diikuti disrupsi kedua bibir rahang dan palatum anterior. Pada penderita bibir sumbing terjadi trisomi 13 atau Sindroma Patau dimana ada 3 untai kromosom 13 pada setiap sel penderita. palatoskizis terjadi akibat kegagalan fusi dengan septum nasi. misalnya kecanduan alkohol. Radiasi.Dimana material genetik dalam kromosom yang mempengaruhi. Gangguan palatum durum dan palatum molle terjadi pada kehamilan minggu ke-7 sampai minggu ke-12. akibat toksisitas selama kehamilan. Sementara itu. . 8. 3. termasuk jamu dan kontrasepsi hormonal. jantung. Jika terjadi hal seperti ini selain menyebabkan bibir sumbing akan menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak. Pada setiap sel yang normal mempunyai 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom non-sex (kromsom 1 s/d 22) dan 1 pasang kromosom sex (kromosom X dan Y) yang menentukan jenis kelamin. Masa krisi fusi tersebut terjadi sekitar minggu keenam pascakonsepsi. Cacat terbentuk pada trimester pertama kahemilan.

dan bayi dapat menghisap lebih banyak udara pada saat menyusu. 1. Gangguan fusi palatum durum serta paltum molle terjadi sekitar kehamilan ke. dialami pada penderita bibir sumbing dan jika diikuti dengan celah palatum. Komplikasi Keadaan kelainan pada wajah seperti bibir sumbing ada beberapa komplikasi karenanya. berat badan tidak bertambah e. Dot khusus (cairan dalam dot ini dapat keluar dengan tenaga hisapan kecil) ini dibuat untuk bayi denganlabiopalatoskizis dan bayi dengan masalah pemberian makan/ asupan makanan tertentu.rahang dan palatum pada garis tengah dan kegagalan fusi septum nasi. Memerlukan penanganan khusus seperti dot khusus.7 sampai 12 minggu. Adanya labioskizis dan labiopalatoskizis memberikan kesulitan pada bayi untuk melakukan hisapan pada payudaraibu atau dot. Pada bayi tidak terjadi regurgitas nasal ketika menyusui yaitu keluarnya air susu dari hidung. yaitu . Terjadi pemisahan langit-langut b. Tekanan lembut pada pipi bayi dengan labioskizis mungkin dapat meningkatkan kemampuan hisapan oral. Memegang bayi dengan posisi tegak urus mungkin dapat membantu proses menyusu bayi. Menepuk-nepuk punggung bayi secara berkala juga daapt membantu. posisi makan yang benar dan juga kesabaran dalam memberi makan pada bayi bibir sumbing. . Merupakan masalah pertama yang terjadi pada bayi penderita labioskizisdan labiopalatoskizis. Terjadi pemisahan bibir d. Keadaan tambahan yang ditemukan adalah reflex hisap dan reflek menelan pada bayi dengan labioskizis tidak sebaik bayi normal. Kesulitan makan. namun pada bayi dengan labioplatoschisis biasanya membutuhkan penggunaan dot khusus. Infeksi telinga berulang. Bayi yang hanyamenderita labioskizis atau dengan labiopalatoskizis biasanya dapat menyusui. Terjadi pemisahan bibir c. Tanda dan gejala Ada beberapa gejala dari bibir sumbing yaitu : a.

Saat palatu mmole tidak dapat menutup ruang/ rongga nasal pada saat bicara. sh. d. Anak yang lahir dengan labioskizis dan labiopalatoskizis mungkin mempunyai masalah tertentu yang berhubungan dengan kehilangan. sehingg perlu perawatan dan penanganan khusus. pakailah dot yang panjang dengan memeras botol . Kesulitan berbicara. dan terapi bicara (speech therapy) biasanya sangat membantu. k. Pada celah bibir gigi tumbuh tidak normal atau bahkan tidak tumbuh. Penatalaksanaan 1.2. 3. Masalah gigi. b. Infeksi telinga dikarenakan tidak berfungsi dengan baik saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan kerongkongan dan jika tidak segera diatasi maka akan kehilangan pendengaran. Bila anak sukar mengisap sebaiknya gunakan botol peras (squeeze bottles). kemampuan otototot tersebut diatas untuk menutup ruang/ rongga nasalpada saat bicara mungkin tidak dapat kembali sepenuhnya normal. and ch". 2. s. Hal ini dapat mengganggu pola berbicara bahkan dapat menghambatnya. Pemberian ASI secara langsung dapat pula diupayakan jika ibu mempunyai refleks mengeluarkan air susu dengan baik yang mungkin dapat dicoba dengan sedikit menekan payudara. untuk mengatasi gangguan mengisap. g. maka didapatkan suara dengan kualitas nada yang lebih tinggi (hypernasal quality of speech). Anak dengan labiopalatoskizis lebih mudah untuk menderita infeksi telinga karena terdapatnya abnormalitas perkembangan dari otot-otot yang mengontrol pembukaan dan penutupan tuba eustachius. Anak mungkin mempunyai kesulitan untuk menproduksi suara/ kata "p. Otot-otot untuk berbicara mengalami penurunan fungsi karena adanya celah. Meskipun telah dilakukan reparasi palatum. t. malformasi.pada perkembangan otot-otot yang mengurus palatum mole. Pada bayi dengan labiopalatoskizis biasanya juga memiliki abnormalitas. dan malposisi dari gigi geligi pada arean dari celah bibir yang terbentuk. 4.h.

dokter anak.000 Syarat palaplasti Palatoskizis ini biasanya ditutup pada umur 9-12 bulan menjelang anak belajar bicara. Dengan bantuan ortodontis dapat pula dibuat okulator untuk menutup sementara celah palatum agar memudahkan pemberian minum. berikan dengan cangkir dan sendok. penyakit lain tidak ada. 2. Faringoplasti ialah suatu pembebasan mukosa dan otot-otot yang kemudian didekatkan satu sama lain. yang penting dalam operasi ini adalah harus memperbaiki lebih dulu bagian belakangnya agar anak bisa dioperasi umur 2 tahun. Perawatan yang dilakukan pasca dilakukannya faringoplasti adalah sebagai berikut : 1. Jika anak tidak mau. maka harus dilakukan faringoplasti saat anak berusia 8 tahun. dokter THT. dan sekaligus mengurangi deformitas palatum sebelum dapat melakukan tindakan bedah. Syarat labioplasti (rule of ten) 1. 4.5 kg/10 pon 3. serta ahli wicara. Untuk mengetahui berhasil tidaknya operasi harus ditunggu sampai anak tersebut balajar bicara antara 1-2 tahun. 1. Jika sengau harus dilakukan terapi bicara (fisioterapi otot-otot bicara). Umur 3 bulan atau > 10 minggu 2. 3. Operasi dilakukan jika berat badan normal. Jika terapi bicara tidak berhasil dan suara tetap sengau.maka susu dapat didorong jatuh di belakang mulut hingga dapat diisap. Hemoglobin > 10 gram/dl 4. operasi dapat saja dilakukan berulang-ulang. Tindakan bedah. Pada faringoplasti hubungan antara faring dan hidung dipersempit dengan membuat klep/memasang klep dari dinding belakang faring ke palatom molle. Menjaga agar garis-garis jahitan tetap bersih. dengan kerja sama yang baik antara ahli bedah. ortodontis. Untuk mencapai kesempurnaan suara. Berat badan kira-kira 4. . Tujuan pembedahan ini adalah untuk menyatukan celah segmen-segmen agar pembicaraan dapat dimengerti. Hitung jenis leukosit < 10. serta memiliki kemampuan makan dan minum yang baik.

berikan perasan ASI dengan menggunakan metode pemberian makanan alternatif (menggunakan sendok atau cangkir). izinkan bayi berupaya menyusu. 2. Beyi diberi makan atau minum dengan alat penetes dengan menahan kedua tangannya. . 3.   Jika bayi memiliki sumbing tetapi palatumnya utuh. 3. 5. Kedua tangan penderita maupun alat permainan harus dijauhkan. rujuk bayi ke rumah sakit tersier atau pusat spesialisasi. Jika bayi memiliki celah palatum. Ketika bayi makan dengan buruk dan terjadi penurunan berat badan. Tindak lanjuti dalam satu minggu untuk memeriksa pertumbuhan dan penambahan berat badan. Asuhan 1. Jika bayi berhasil menyusu dan tidak terdapat masalah lain yang membutuhkan hospitalisasi. Makanan yang diberikan adalah makanan cair atau setengah cair atau buur saring selama 3 minggu dengan menggunakan alat penetes atau sendok. Jelaskan kepada ibu bahwa sebagian besar hal penting harus dilakukan saat ini adalah memberi makanan bayi guna memastikan pertumbuhan yang adekuat sampai pembedahan yang dilakukan.2. Berikan dukungan emosional dan tenangkan ibu beserta keluarga. berikan perasan ASI dengan menggunakan metode pemberian makan alternatif (menggunakan sendok atau cangkir). pulangkan bayi. 4. jika memungkinkan untuk pembedahan guna memperbaiki celah tersebut. 4. Jika bayi tidak dapat menyusu dengan baik karena bibir sumbing.

.8:5.3.32..39079039:  .

5.3 20343974502-:. .3.8 5.9.3503/03.2 503:7:3..9488-.. 9/.3/.3203:-:3..:.93.3./.9 203:9:57:./.8 2..3.3: 54.-3472. /03.9:2240 $.3 .3 903.3.9.. .  949 4949 :39: -07-.-071:38/03.-45.7.:7.5.703.3 -07-.5.-3472. . 3108 903. /.3 0.3.3 /... 50702-.9488 0- 2:/.  .7.703.39/.9 203.3 074343.703. 203.9:22409/.0.3203:7:85.. 8007.3 /. . 907/.8..  !.3.93.:8     08:9. -.7././03.3 .-45.34949 4949. -07-.5.. /03..   3108903.3  3.95.3-./.3 1:38 . :39: 203/079.3 /.3.2-.7.9 203.9.3503:9:5..8 50702-.7 4949 4949 .-.39:-.202..8. 903..0:89. 3 /.. .3./.

9.7..7.  085:3 90.9:2  02.. .3 705.38:.3:. 2.3.3.8 5.8.3 49494949 90780-:9 /.6:.25:../03.:.9 41 8500.8 3.9-.743.3 0- 93 5073.9.5.5.7.9. /././/.8./.8 :39: 203:9:5 7:..8.

 743.8.5.9 02-.2:332025:3.5. 80503:3.7.  3.9 -.08:9. 3./..3:39:203574/:88:. 3472. 8.7. /. 2:33 9/..

9...3   !02-07. 8:.3 -.7 .3...8.0./..7./.5 .. .3.7 8:8: /03.3:8:8 3..8.3/.3.8 86:000 -49908  :39: 203.8  /.3 .3 80/9 2030.0..3 .9.  !. . :3.9. . /:5.8 . /03.3:.5. 3472.7 2038.3. .3 $ 80.3.7. .5 -.9488 2:33 2025:3.35.9 /.70.3  2.7/03.3503.:/..39:     .3907-039:   !03. 8500.3907.1472.3 . -: 2025:3.8.8.3 5.5  5.907.4-.5488 /. --7  9:2-: 9/.3 2:33 /.3 20207./ 9     8 8 ...3 /03.-488 /. 70108 2030:.3 0.3.3 2038.7. 2.8 -494 .3. --7.9. 9079039: .3 -494 507.3 2. /..3.    .5-.7.3.8.38:3 /.-45.9:2-:  803507:507.7  0 5. /49 .3 9/...3.3 /.3/.3 -07:-:3.5.9 5:.3..9.3 /03.: -.9202-..5 80-..

  $.37.5.3.947:39:203:9:5802039.3 23:2  /.3 502-07..9:280-0:2/..3.5..3/03. 8:8: /.  4794/4398  /4907 .. .9 //4743 ./-:.: 23:   07.2.7.9.3 80.39:.95:...37/.9.39. 5.7.3-0/.. ....3.    %3/.-45.8 5.7 202:/. -0/.  /03.2.:8 203:7. ..: -07.:.0.3 /014729..5. /4907%% 8079. 7.9:2. 9/.94:. ./.3 2::9 3.3803/4    03.3 -. .3-.7.9-.34794/4398/.5.9 /8.3.3 -0/.9: / -0. 8.920.393/.3 07..7.5  .2.89 7:041903    &2:7-:. /.

 543   0244-3 7.2.

89 !.3 -.3 /.:.8 /.3 2:48.:.8. ..7..9488 3 -.9:8.  .54949 4949-..3 2.7345.83.3.:3    . /4507.3 4949 4949 . 503.3 .9: 502-0-...3.7345.3 //0.3  507.9-.3 23:2 .7./.33.7 .:.3 8:.7:8 /./..25:..-07:8.7345.: -07..1.3..7-.3.3-0.7. 08025:73.. /.3 2030.5.33472./.9 05.3 202-:.  4507.7.8 9/.39.7./.7...9..7..0-/::-.-07.7:8202507-. :2:7   -:.  8079.898.5.7 -.8/..5 803.8 :2:7  9.9.9. 8:.2.95.5.24507.5-.39.7.3. /./   9:30380:489  $.:.3 :...8 /.7.:...3/:3/50780259/03.89 ..7:8/.350393/...3 02:/. /9:9:5 5.39/.:3  . 9/.3 1.7:8/9:3:8.3 !. -07.90780-:9-.5 -.7.. -8.3 8:.803. 184907.:  2...1./.4507.3. 909...3.3907.89:-:3. 9.3 8.  &39: 20309..8.9.25. 202 02.3-07:.9 8.    .:3  &39: 203.73/. -0.3.8. 907.

1.3 05 /.9:.7345.3/..3 1.78..9.8./.3/..7502-.73 0 5.33.80-.:.3909..7.7.942 240  %::.0..5-078  ./...:.-07:9   03..8.35.9.3 502-0/..7 /3/3 -0.78 ./.3..5.3.80203 80203.:39:203....89.202..9 /203079   !07.33.

91 203:3. 202.3 2094/0 502-07.9 3 .3 -.2.3.7 .703.    .502-0/.3    . :9: 3.3/.3 203.3 .3 :3./0:.3 507./.3 /-07.8 203:8: /.0.2.202:33.3 203:3.0:.5.7...--78:2-3 -07. -.3803/4.37    09.3024843.3 .8.3 2. 80-.. :3.202 8:2-3 909.3-. -07.3.9:23.0 7:2.3.3/03.9/..3 05.9.98508....9 2. 907/..3 5079:2-:.9. 203:8:  O .89.9.:.9.3 .3.3 -08. -: -..3 .3 .5 5.9-./.3503.3 -.37    .3-07.73 80. ..2.9:2 -07. 9..9 5030908 /03.3.2 8.3907.90780-:9   .3 9/.3 8.3-07.3 -.3.25.3903. -.3 .3 .9.7 .:803/4    0/:...3 2094/0 502-07.8...9: 23::39:202078.3203:3.7:8 /. -.:5:3.:.3.9..:.3.3 0/:.3  O .3   8:.9907807.3-:7:/.8.3/.2-.3.3   07..202507-.3503/079..8 . ..95030908.3 . 202 . .9 8..5.23:/03./. -07:5..3.-..3 $ /03.95072.7:8/.8.:..:5:8.3 203:3.7 ..: -::7 8.33.3 803/4..3 202-:9:..3507.8..3 $ /03.9203:8:/03..  0 /-07 2.:.9.3 7::-.9073./..91 203:3./503:7:3././..3 4859.  %3/. 50393 . 2./.    0.3...-. 202-07 2.3:9 /..3/::3.3:39:502-0/.: 23:2 /03.3 .32.3-:-08079. 5..0.8.9.3.9073..: 80903.5079:2-:.8  5:.8.9-.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful