SEJARAH BERDIRINYA CANDI BOROBUDUR

Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur berarti Biara di atas bukit. Sementara menurut sumber lain berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara sumber lainnya mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat, berukuran 123 x 123 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.
• •

Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka.

Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Kemudian pada tahun 1758. pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini. Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi.• • Arupadhatu. Residen Kedu membersihkan candi lagi. seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I. disebutkan tentang biara di Budur. Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya). Misalnya. bermacam-macam isi ceritanya. bagian paling atas yang melambangkan nirwana. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut “The Lamp for the Path to Enlightenment” atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa. Sejarah Candi Borobudur Sekitar tiga ratus tahun lampau. Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda. seperti Karanganyar dan Wanurejo terdapat aktivitas warga membuat kerajinan. bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut. tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk. Selain itu. terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana. Gempa 27 Mei 2006 lalu tidak berdampak sama sekali pada Borobudur sehingga bangunan candi tersebut masih dapat dikunjungi. Selain itu. Seorang budhis asal India bernama Atisha. puncak watu Kendil merupakan tempat ideal untuk memandang panorama Borobudur dari atas. ada pula relief-relief cerita jātaka. Arupa. untuk membersihkan bukit itu. antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana. Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang akan terbaca secara runtut berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu. Hal tersebut berdasarkan prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. yakni Pangeran Monconagoro. kemungkinan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi. Pada 1834. dan bentuk. seorang pengagum seni dan sejarah. tempat Budha bersemayam. . Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta. rupa. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Desa-desa sekitar Borobudur. pada abad ke 10. relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang). Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar. Pada tahun 1814. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikelilingii rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Untuk pertama kalinya. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius.

Dyah Ayu Pramodhawardhani. tetapi kemudian tertarik untuk meneliti dan mempelajari seluk-beluk Candi Borobudur. Ia juga pergi ke Sri Langka . di antaranya Prof. Van Erp sebetulnya seorang ahli teknik bangunan Genie Militer dengan pangkat letnan satu. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit. yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara. Sebelum dipugar. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya. atau tahun Caka 746 (824 Masehi). Untuk itu dia mencoba melakukan studi banding selama beberapa tahun di India. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya. Prof. berdasarkan tuturan masyarakat bernama Gunadharma. Arsitektur yang menciptakan candi. WF. Samarotthungga. Pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M. dan seorang pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddis Tantra Vajrayana.Nama Borobudur Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yang menafsirkannya. Dr. JG. sedangkan kata Budur merujuk pada kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. setelah itu periode selanjutnya dilakukan pada 19071911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan karena dimakan zaman sampai kepada bentuk sekarang. Pemugaran selanjutnya oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann. Pembangunan Candi Borobudur Candi Borobudur dibuat pada masa Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan Raja Samarotthungga. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. dilanjutkan oleh putranya. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini. atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Menurut prasasti Kulrak (784M) pembuatan candi ini dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya yang sangat dihormati. Candi Borobudur hanya berupa reruntuhan seperti halnya artefakartefak candi yang baru ditemukan. Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat. dan oleh cucu perempuannya. mulai falsafahnya sampai kepada ajaran-ajaran yang dikandungnya. Dr.

5 meter setelah tersambar petir. Luas bangunan Candi Borobudur 15. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1. Materi Candi Borobudur Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. .3 juta ton. namun sekarang tinggal 34.untuk melihat susunan bangunan puncak stupa Sanchi di Kandy. termasuk di India. Jumlah tingkat ada sepuluh.460 panel. Robert von Heine Geldern. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia. Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Penelitian terhadap susunan bangunan candi dan falsafah yang dibawanya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Seperti halnya antara Candi Borobudur dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang secara geografis berada pada satu jalur. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1. juga Candi Borobudur. Panjang panel masing-masing 2 meter.000 m3 batu. tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar. yakni tentang ajaran Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun.129 m2 yang tersusun dari 55. Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Kalau kita lihat dari kejauhan. semakin ke atas semakin kecil. sampai akhirnya van Erp menemukan bentuk Candi Borobudur. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan candi lainnya yang masih satu rumpun. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun. dari 2 juta potongan batu-batuan. nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Krom.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful