P. 1
Perilaku Kesehatan

Perilaku Kesehatan

|Views: 252|Likes:
Published by Indri Aprianti

More info:

Published by: Indri Aprianti on Sep 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2014

pdf

text

original

Perilaku Kesehatan, Perilaku Kesakitan dan Peranan Sakit (Suatu Introduksi

)
Dr.Rudy Salan Pusat Penelitian Penyakit Tidak Menular, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan R.I., Jakarta

PENDAHULUAN Dari data yang terkumpul melalui beberapa penelitian di Indonesia, tampak dengan jelas bahwa di antara provinsi-provinsi di Indonesia terdapat contact rate yang bervariasi tinggi. Apabila contact rate didefinisikan sebagai jumlah kunjungan per penduduk, maka dampaknya bahwa bukan saja antar provinsi, bahkan dalam satu provinsi pun terdapat variasi yang besar. Salah satu upaya untuk memperbaiki contact rate di tempat-tempat yang mempunyai rate yang rendah adalah dengan terlebih dahulu mencari hubungan antara kurangnya kunjungan dari penduduk ke pusat pelayanan kesehatan yang modern dengan beberapa variabel yang menurut perkiraan atau diasumsikan mempunyai peranan yang penting. Dalam upaya ini beberapa cara dapat ditempuh melalui metode penelitian yang berbeda-beda. Biasanya dipilih beberapa variabel yang dianggap berpengaruh terhadap contact rate, dan selanjutnya diadakan penelitian untuk melihat sejauh mana variabelvariabel ini menyumbang kepada penambahan atau penurunan contact rate. Walaupun .cara demikian tidak ada salahnya, namun diragukan apakah cara ini dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Ini disebabkan karena tinggi-rendahnya kunjungan masyarakat ke Puskesmas -- atau lebih spesifik -- sering tidaknya seorang pasien mengunjungi Puskesmas sangat dipengaruhi oleh proses perilaku yang berkaitan dengan kesehatan (health related behavior). Dalam 15 tahun akhir-akhir ini perkembangan konsep-konsep di bidang perilaku yang berkaitan dengan kesehatan ini sedang berkembang dengan pesatnya. Penelitian-penelitian di bidang ini telah menciptakan perangkat ilmu, pengetahuan (body of knowledge) yang memerlukan diterbitkannya beberapa majalahmajalah ilmiah baru yang banyak memuat artikel-artikel perihal ilmu pengetahuan ini. Salah satu hal yang menarik dari penelitian-penelitian ini adalah bahwa daerah-daerah penelitian bukan saja ada di negara-negara yang telah berkembang, tetapi juga ada di negara-negara yang sedang berkembang. Disiplin ilmu yang menaruh minat banyak terhadap cabang ilmu pengetahuan ini adalah antropologi kesehatan. Walaupun secara tradisional antropologi budaya dalam deskripsi etnografis hampir selalu memberikan penjelasan tentang cara-cara pengobatan dalam masyarakat tertentu, namun dengan dikembangkannya ilmu antropologi kesehatan telah dikemb'angkan aspek lain .dari kesehatan, yang bersifat lebih mendalam .dan yang pada akhirnya akan bermanfaat banyak bagi ilmu kedokteran dan ilmu pelayanan kesehatan. PENGERTIAN "DISEASE" DAN "ILLNESS" Berbicara tentang perilaku yang berkaitan dengan kesehatan menyangkut banyak pengetahuan tentang determinan-determinan sosial tentang penyakit. Untuk keperluan ini telah dlkembangkan beberapa pengertian yang telah diberikan definisi operasional atau konseptual. Pertama dapat dikemukakan di sini perbedaan antara disease dan illness. Dalam bahasa Indonesia kedua pengertian ini disebut penyakit, namun dilihat dari segi antropologis sebenarnya terdapat perbedaan yang besar antara kedua pengertian ini. Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu. Dengan illness dimaksudkan reaksi personal, interpersonal dan kultural terhadap penyakit atauperasaankurang nyaman (Kleinman dkk 1978:251). Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease, sedangkan. Pasien menderita illness. Kedua pengertian ini tidak identik. Illness dapat disebabkan oleh disease, tetapi tidak selalu illness. disertai dengan adanya kelainan organik maupun fungsional dari tubuh. Pengertian illness dibentuk oleh faktor-faktor kultural, yang dipengaruhi oleh persepsi pemberian nama, penjelasan, dan proses penilaian dari pengalaman yang tidak menyenangkan. Semua hal ini dibentuk dalam lingkungan keluarga, sosial dan kulturaL Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa pengertian illness adalah pengertian yang merupakan konstruk kultural. Dalam perbedaan antara kedua pengertian dapat terjadi

Gejala-gejala yang dialaminya dapat bersifat subjektif.Keputusan bahwa seorang sakit dan membutuhkan perawatan profesional . Ketiga. Pada suatu penyakit dapat dikenal aspek sosial yang menunjukkan urutan waktu. Pertama. Untuk menganalisa proses ini diciptakan pengertian atau istilah perilaku kesehatan. Yang dimaksudkan dengan perilaku kesehatan (health behavior) adalah setiap tindakan yang diambil oleh seorang individu yang 'berpendapat bahwa dirinya sehat dengan maksud untuk mencegah terjadinya penyakit atau mengenalnya pada stadium permulaan. para antropolog kesehatan berusaha untuk menjabarkan perjalanan penyakit dalam beberapa tahap. Walaupun tahap-tahap ini kadang-kadang bertumpang tindih. kurang nyaman atau tanda-tanda lain dari fungsi tubuh yang kurang baik". setiap orang dalam kehidupan sehari-hari senantiasa menggunakan beberapa peran silih berganti. tergantung dari ringan-beratnya penyakit seorang dalam peranan sakit dapat dibebaskan dari sebagian atau semua tugas sosialnya. namun kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua pasien ingin dan patuh dalam mengambil peranan ini. Namun apabila dia menjadi sakit. dia diharapkan mencari pertolongan yang sesuai. dan peranan pasien) yang menjelaskan bahwa seorang telah beralih dari peranan sebagai orang normal dalam masyarakat ke seorang yang sakit dengan segala hak dan tanggungjawabnya. orang yang sakit terpaksa menjadi sakit dan tidak dapat sembuh karena keputusannya sendiri atau karena dia ingin sembuh. tetapi lebih sering diinterpretasikan sebagai gangguan dalam fungsi-fungsi kehidupan normal. maupun objektif. Ada suatu awal yaitu kesadaran adanya gejala penyakit yang masih bersifat samar-samar. 2. yaitu sick role dan patient role (peranan sakit.kekurangsesuaian antara pendekatan dokter terhadap penyakit dan apa yang diharapkan dari pasien. Dalam konstruk teoretik ini diciptakan pula beberapa istilah. PERILAKU KESEHATAN. Definisi yang lebih sederhana menjelaskan bahwa perilaku kesakitan adalah setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang individu yang merasa diri sakit (ill). orang yang sakit diharapkan dapat sembuh secepat mungkin dan keempat. Dalam fungsi dan peranan sebagai orang sakit terdapat empat aspek yang dapat disebut di sini. perasaan kurang nyaman pada dirinya.Keputusan bahwa ada sesuatu yang tidak beres Dalam tahap ini seorang merasakan adanya gejala. yang akhirnya dapat sangat membahayakan kehidupannya sendiri. Dokter sering hanya cenderung mengobati segi fisik dari penyakit saja. untuk menentukan dirinya sakit dan mencari pengobatannyal. Tahap-tahap yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. PERILAKU KESAKITAN DAN PERANAN SAKIT Dalam rangka ini timbul beberapa pengertian lain yang mempunyai konotasi kultural. Di sini digunakan pengertian. Walaupun pengertian peranan sakit ini cukup panjang lebar dibicarakan oleh Talcott Parsons. perilaku kesakitan (illness behavior) dan peranan sakit (sick role). dan kurang memperhatikan aspek kulturalnya. yaitu perilaku kesehatan (health behavior). TAHAP-TAHAP PRJALANAN PENYAKIT Dalam upaya menganalisa penyakit dalam konteks sosial (illness bukan disease). Sebagai definisi tentang perilaku kesakitan (illness behavior) dikemukakan: "cara-cara di mana gejala-gejala ditanggapi. Dengan adanya keempat aspek ini status sosial dari pasien tidak berubah dan dia masih dapat mempertahankan martabat dirinya dengan baik. sehingga orang tersebut berpendapat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya. Proses sosial ini merupakan suatu proses yang kompleks yang sangat ditentukan oleh ciri-ciri kebudayaan. Kedua. dia beralih dari peranan sebagai orang normal kepada peranan sebagai orang sakit. dievaluasi dan diperankan oleh seorang individu yang mengalami sakit. suatu perkembangan menuju suatu proses sosial dan fisiologik dan suatu akhir melalui proses kesembuhan atau kematian. Dalam suatu kebudayaan tertentu gejala ini tidak selalu dikenal sebagai kategori medik-diagnostik. namun untuk memudahkan analisis pentahapan ini berguna sekali. Di samping itu perlu diketahui pula bahwa tergantung dari status sosialnya dia diharapkan memperlihatkan perilaku tertentu. Banyak penyimpangan-penyimpangan dapat terjadi pada setiap aspek tadi.

maka dia diharapkan mengadakan perubahan-perubahan dalam cara hidupnya dan untuk waktu yang lama akan tergantung kepada ahli yang mengobatinya dan keluarganya.Keputusan untuk mengakhiri peranan pasien Walaupun dalam masyarakat modern keputusan ini terjadi tanpa dirasakan. dapat disusun sejumlah pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk memperoleh gambaran in depth tentang perilaku masyarakat mengenai pelayanan kesehatan: Berikut ini dikemukakan beberapa contoh pertanyaan yang mungkin bermanfaat. Orang tersebut dapat mencari pertolongan sendiri. yaitu apabila model yang dianut oleh masyarakat sesuai atau dekat dengan model dari yang memberikan pelayanan.Aspek dari pasien dan lingkungannya 2. Para petugas pelayanan medik yang mendasarkan pengetahuannya pada ilmu kedokteran barat. namun pada beberapa kelompok masyarakat fase ini ditandai dengan upacara-upacara tertentu. 3. yang menandakan bahwa orang yang tadinya sakit. atau dia dapat merundingkan kondisinya dengan keluarga atau orang di sekitarnya. dan oleh karenanya membutuhkan pertolongan. Dalam konteks ini masih perlu diketahui tentang konsep explanatory model. kepada seoraang ahli. penyakit kronik. dalam penelitian tentang perilaku kesakitan atau perilaku masyarakat terhadap pelayanan kesehatan perlu disusun sejumlah area pertanyaan-pertanyaan yang dapat memberikan keterangan dari masing-masing tahap ini. sering akan mengalami kesenjangan antara interpretsi yang diberikan oleh mereka terhadap suatu penyakit dan yang diberikan oleh masyarakat menurut pola kebudayaannya. Dengan demikian dia dapat beralih dari peranan orang normal ke peranansakit (sick role). Proses pemilihan pertolongan sangat bervariasi pada beranekamacam kebudayaan dan sangat ditentukan oleh normanorma dan nilai-nilai kebudayaan setempat. 4. Dan jawaban-jawabannya dapat disusun gambaran dan konsep masyarakat tentang penyakit (disease dan illness) dan tanggapannya tentang pelayanan kesehatan. atau penyakit yang tidak bisa sembuh. Berdasarkan konstruk teoretik explanatory model ini dapat diasumsikan. 5. Bila pasien mengalami penyakit yang' menahun. hubungan antara pelayanan kesehatan dan konsumen kesehatan akan lebih akrab pula. Petugas yang memberikan pelayanan kesehatan dengan demikian dapat menyesuaikan pelayanan dengan pandangan masyarakat tentang sakit dan sehat.Aspek dari dokter atau paramedik Sesuai dengan kedua aspek ini dan sesuai pula dengan pentahapan yang telah dijabarkan tadi. Dalam fase ini amat penting diketahui apakah penyakit yang dideritanya adalah penyakit akut yang akan sembuh dengan cepat.Dalam tahap ini seseorang telah memutuskan bahwa dia menderita sesuatu penyakit. yaitu cara bagaimana seorang dalam kebudayaan tertentu memberikan interpretasi terhadap suatu penyakit.Keputusan untuk mengadikan pengawasan kepada dokter dan menerima serta mengikuti pengobatan yang ditetapkan Kini pasien telah menerima peranan pasien (patient role) dengan segala konsekuensinya.Keputusan untuk mencari perawatan media professional Dalam tahap ini seorang yang merasakan dirinya sakit telah memutuskan untuk mencari validasi tentang pendapatnya kepada seorang yang dianggapnya ahli dalam bidang penyakit. 3.sehat dan oleh karenanya dia sudah dapat memikul tanggungjawab seharihari seperti dahulu. Dengan adanya beberapa tahap-tahap ini. PENILAIAN PERILAKU MASYARAKAT Dalam mencari perilaku masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ada dua spek yang perlu ditinju: 1. sekarang sudah menjadi anggota kelompok yang .Aspek dari pasien dan lingkungannya Tahap 1 : Keputusan bahwa ada sesuatu yang tidak beres • Apakah yang anda rasakan atau keluhkan? • Sudah berapa lama anda merasakan atau mengeluh tentang kondisi ini? .

sosial. bagaimanakah pendapat anda? . Apakah yang diharapkan dari bantuan ini? Apakah dengan bantuan ini menurut pendapat anda keluhan-keluhan anda dapat dihilangkan dalam waktu yang cepat? atau memerlukan waktu yang lama? Apakah mencari pertolongan ini sebenarnya memperberat keadaan keuangan anda? Bagaimana perasaan anda. pergi kepada orang yang dianggap pandai. Akhirnya siapakah yang menentukan? • Siapakah yang biasanya anda hubungi paling dahulu? • Apakah anda mengobati diri lebih dahulu sebelum meminta pertolongan? Obat apa yang digunakan? Obat kampung? Obat yang biasa dibeli di depot? Obat yang bis dibeli di apotik? Apakah anda selalu ada persediaan obat untuk hal-hal demikian? • Bila telah diputuskan bahwa anda harus meminta pertolongan pada suatu fasilitas/orang tertentu. Posyandu dan sebagainya).hal ini? (organisasi keagaman. rapat keluarga). atau orang-orang lain di sekitar anda tentang penyakit atau keluhan yang anda alami ini? Tahap 2 : Keputusan bahwa seseorang sakit dan membutuhkan perawatan profesional Apakah anda merasa sudah waktunya meminta bantuan terhadap penyakit anda? Bentuk dan pertolongan apakah yang anda harapkan? Bagaimanakah pendapat anda tentang bentuk bantuan ini dan di mana mencarinya? (mengobati diri sendiri. rumah sakit dan sebagainya). • Bagaimana pengobatan ini berpengaruh terhadap lingkungan anda? • Apakah dalam lingkungan anda. anggota keluarga lain. pendapat orang lain? (keluarga. • Apakah ada fasilitas lain yang dapat memberikan pertolongan? • Kalau anda diminta untuk mengurut pertolongan ini menurut selera atau pendapat anda. arisan. bagaimanakah urutannya. pemuda. ibu. • Mengapa urutan dibuat demikian? • Dalam pemilihan pertolongan apakah anda minta .• • • • • Apakah keluhan-keluhan ini mengganggu pekerjaan anda? Apakali gangguan ini mencemaskan anda? Bagaimanakah dampak keluhan nada terhadap upaya mencari nafkah sehari-hari? Apa menurut anda menjadi sebab dari keluhan atau penyakit anda? Bagaimana pendapat anda. Puskesmas. yang mana yang pertama yang akan diminta pertolongan. atau keluarga anda. mereka yang membiayai pengobatan itu. bila diobati? Apakah anda merasa sangat tergantung orang lain atau masih dapat mengambil macam-macam keputusan sendiri? Tahap 3 : Keputusan untuk mencari perawatan medis profesional • Menurut pendapat anda pertolongan ini dapat diperoleh di mana saja? Sebutkanlah jenis-jenisnya dan nama-nama orang yang dapat memberikan pertolongan kepada anda. nenek. Posyandu. yang mana kedua. mengapa itulah yang dipilih? • Apakah yang anda harapkan dari pengobatan pada fasilitas tersebut? • Bagaimanakah sikap anda apabila penyakit anda tidak cepat sembuh dan bersifat penyakit yang menahun? • Bagaimanakah anda menjelaskan penyakit anda? Apa sebabnya? Bagaimana kira-kira perjalanannya? • Apakah sebabnya terletak dalam tubuh anda atau di luar tubuh anda? Apakah ada hubungannya dengan hal-hal yang mistik-magik? (Pertanyaan ini dimaksud untuk mengetahui "explanatory model" dari pasien). kakek. dan seterusnya. ayah. Tahap 4 : Keputusan untuk mengalihkan pengawasan terhadap dokter dan menerima serta mengikuti pengobatan yang telah ditetapkan • Bagaimana perasaan anda sekarang selama dalam pengobatan? • Berapa lama anda bersedia menjadi pasien? • Jikalau anda harus berobat lebih dari 2 minggu. terdapat organisasi yang dapat diminta pendapat dalam hal.

dengan penyakitnya. memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendengarkan keluhan-keluhan pasien yang tidak langsung ada hubungan. apakah terdapat penjelasan tentang penyakit pasien oleh petugas kesehatan dan sebagainya. Yang sesuai adalah wawancara terbuka yang perlu diulang-ulang beberapa kali dan ditunjang oleh observasi untuk mendapat kepastian bahwa apa yang ditanyakan oleh peneliti benar-benar dimengerti oleh informan. dokter tua atau muda). . dokter. seperti waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan dari rumah ke fasilitas pengobatan. atau anda lain kali tidak mau datang lagi? • Pelayanan yang bagaimanakah yang anda harapkan dari rumah sakit? (waktu pagi atau sore. Analisis dan penyajian analisis bukan berupa tabel. dokter atau perawat. Dalam hal�hal ini apakah anda pasrah saja. kasar. berbicara pendek-pendek saja. takut bertanya kepada orang lain. Di sini dapat ditanyakan dan diobservasi perihal berapa waktu yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kepada pasien.• • Siapakah yang akan mengatur rumah tangga anda selama anda sakit? Apakah anda kini merasa aman. apakah terdapat kontak mata (eye--contact) yang lama antara dokter dan pasien atau tidak ada kontak mata sama sekali. jelaslah bahwa pendekatan metodologis dalam penelitian semacam ini adalah dengan participant observation. Dapat pula ditanyakan tntang kualitas hubungan pasien dengan petugas kesehatan. Karena penelitian demikian memerlukan pertanyaan yang bersifat in depth. kurang menanggapi keluhan pasien. berapa lama harus menunggu sebelum mendapatkan giliran. ataukah selalu dirundung rasa khawatir? Apakah yang dikhawatirkan? • Bila anda bersalin. merasa kurang diperhatikan. bagaimana perilaku petugas. biaya yang dikeluarkan. Penelitian yang demikian itu dapat saja dilakukan oleh seorang dokter. berapa lama harus menunggu sebelum mendapatkan obat dan pendapat pasien tentang semua hal ini. METODOLOGI PENELITIAN PERILAKU Melihat hal-hal tersebut di atas. tetapi peneliti yang berlatar belakang antropologi atau sosiologi mungkin dapat memperoleh lebih banyak informasi. perawat. bingung. Beberapa puluh sampel (subyek) atau paling banyak 100 subyek dapat didekati secara demikian. tetapi berupa narasi dan deskripsi profil. bagaimanakah kesannya? Apakah dirasakannya ramah? Apakah ada rasa takut. Metoda kuesioner dengan rating bagi penelitian ini kurang tepat. anggota keluarga). apakah lebih senang di rumah sendiri atau di rumah sakit/puskesmas? Mengapa? • Apakah anda pernah pergi ke rumah sakit? Bila ya. maka tidak dapat dilakukan pada sampel yang terlalu besar.penuh rasa kasih. (doctor--patient relationship). • Apakah anda merasa ada waktu cukup untuk dapat mengemukakan pendapat atau keluhan anda? Tahap 5 : Keputusan untuk mengakhiri peran pasien • Siapa yang menyatakan bahwa anda sembuh? • Apakah hanya perasaan anda sendiri atau orang lain? (dukun. • Apabila anda sembuh apakah juga dirapatkan dalam keluarga? • Apakah ada upacara-upacara tertentu yang menyatakan bahwa anda sudah sembuh? Aspek dari dokter atau paramedic Dalam kategori pertanyaan ini dapat ditanyakan hal-hal yang lazim tentang kualitas pelayanan. merasa tidak tahu mau kemana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->