P. 1
sediaan-farmasi

sediaan-farmasi

|Views: 886|Likes:
Published by Buckman Bug

More info:

Published by: Buckman Bug on Sep 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

PULVIS & PULVERE

Serbuk adalah campuran kering bahan obat/zat kimia yang dihaluskan,ditujukan untuk pemakaian oral/untuk pemakaian luar. Syarat : halus,kering,homogogen Pulvis berdasarkan cara memberikannya ada 2 : a. tidak terbagi-bagi : PULVIS b. terbagi-bagi : PULVERES Keuntungan bentuk sediaan serbuk : a. penyebaran obat lebih luas dan lebih cepat daripada sediaan kompak (tablet dan kapsul) b. diharapkan lebih stabil dibandingkan dengan sediaan cair c. lebih cepat di absorbsi,sebab dalam lambung obat akan mudah terbagi d. jumlah volume obat yang tidak praktis /sukar dapat diberikan dalam bentuk pulvis e. memberikan kebebasan pada dokter untuk pemilihan obat/kombinasi obat dan dosisnya f. untuk anak-anak dan orang dewasa yang sukar menelan obat.

Kerugian bentuk serbuk : a. Obat-obatan yang rusak oleh udara tidak boleh diberikan dalam bentuk serbuk b. Ex : garam-garam fero (mudah teroksidasi) menjadi garam feri,sebaiknya diberikan dalam bentuk “coated tablet”

c. Membutuhkan waktu dalam meraciknya. d. Tidak tepat untuk obat yang tidak enak rasanya. Alat-alat pencampur serbuk antara lain : a. Mortir dan stamper b. Mengdoos (untuk serbuk yang mempunyai BJ yang besar) à doos = pencampur serbuk - Cara mencampur serbuk-serbuk yang jumlahnya sedikit ditambah serbuk yang jumlahnya besar sedikit demi sedikit digerus sampai homogen. - Contoh : R/ Belladonae extr 0,5 Bismuth subnitrat 24 Kaolin 45 Phenobarbital 0,4 Oil menth pip. 0,12 m.f.pulv s.t.d.d.1.Ct Cara pembuatan : o Dalam mortir panas (memungkinkan air / cairan menguap agar tetap kering).Belladonaeextr. dilarutkan dalam spiritus dilutus. o Ditambahkan kaolin kira-kira sama banyak,diaduk ad kering dan homogen. o Setelah mortir dingin,ditambahkan phenul dan oil menth pip.Digerus ad homogen. o Ditambah Bismuth subnitrat sedikit-sedikit kira-kira sama banyak,aduk ad homogen. o Ditambah sisa Kaolin. - Faktor-faktor yang perlu diperhatikan antara lain :

1. Banyak sedikitnya jumlah obat bahan obat 2. Berat ringannya dari serbuk yang dicampur 3. kontras warna dari serbuk yang dicampur 4. sifat fisis dan kimia dari bahan yang dicampur - Pemakaian serbuk dipakai untuk obat dalam (peroral) dan obat luar - pemakaian dalam (peroral) à diletakkan pada botol bermulut lebar (wadah yang paling baik,sebab : a. digunakan dengan takaran sendok b. dengan botol dapat menghindari penguapan bagi bahanbahan yang mudah menguap. c. Dengan botol dapat menghalangi pengaruh kelembaban - pemakaian luar

SERBUK TABUR/PULVIS ADSPERSORIUS (DUSTING POWDER)
Serbuk ringan untuk penggunaan permukaan topikal,dapat dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit. - Umumnya harus lewat ayakan 100 mesh à agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka. (1 mesh = dalam setiap panjang 1 inchi ada 100 lubang) - Bahan – bahan tambahan : - Untuk mempertahankan kontak terhadap kulit,agar lama menempel. Ex : Aluminium stearat - Untuk menambah mudahnya serbuk “free flowing”(tersebar merata). Ex : Talk - Untuk mengabsorbsi keringat (menambah efek pendingin)

d.Umumnya penggunaan serbuk tabur untuk dermatologi PULVERES Serbuk yang terbagi dalam bobot yang sama.Pengemas : kertas perkamen.pulv.4 R/ Acetosol 6 Lactosum q.d.Jika tiap bungkus mengandung obat keras >80% DM.d no.f.t.t. Cara membagi serbuk dalam bungkus .d.pulv.kertas selofan dll.s Lactosum q.Tiap membagi paling banyak 10 bungkus bersama-sama .pulv no. b. Jumlah obat tiap bungkus d.Ex : bentonit.Perhitungan dosis a.kertas yang dilapisi parafin.d.Dibagi atas penglihatan . pulv I s.Penulisan dalam R/: a.XV m.kemudian jumlah seluruhnya ditimbang à .dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.butirat .s m.d.t.d (da tales dosis) = berikan menurut takaran yang tertulis tiap satu bungkusnya. Jumlah obat sekuruhnya dan banyaknya bungkusan yang dibuat Contoh : R/ Acetosol 0.I Pro : Annie Pro : Annie . . .t.f.XV s.

Tablet rektal . Tidak boleh disimpan untuk persediaan d. Cara membungkus : Biasanya tiap bungkus 0. tablet terdiri atas : a. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan. b.Elaeosacchara (gula minyak) a. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah ke dalam lubang cetakan. b. Campuran 2 g saccarum album dengan 1 tetes minyak menguap (minyak atsiri) b.5 g (tetapi tidak mengikat) . Tablet oral (dalam mulut) 2. Saccarum album higroskopis diganti lactosum. Berdasarkan Rute Pemberian : 1.kemudian ditimbang satu persatu.membaginya dengan penglihatan. tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan. Jenis Tablet May15 Berdasarkan metode pembuatannya. Sebagai corrigens saporis/odoris (pengharum/pemanis) c. Tablet Kempa Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja.

Tablet polos 2. amilum. b. Desintegrator (mempermudah hancurnya tablet) Tablet ini biasanya dikehendaki untuk memberikan disintegrasi dan pelepasan obat yang cepat. Keuntungannya dapat memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan). Tablet terdiri atas : 1. Tablet vaginal 4.3. contoh: musilago amili. Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaan a. Tablet Kempa Multi/Kempa Ganda Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas 2 atau lebih lapisan. Tablet salut film Berdasarkan Pelepasan Zat Aktif : 1. Disebut juga sebagai tablet berlapis. contoh: laktosa Pengikat (memberi adhesivitas/kelekatan saat bertemu saluran pencernaan). Tablet lepas tunda Berdasarkan tujuan penggunaan tablet. Tablet Konvensional Biasa/Tablet Kempa Standar Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi dengan bahan eksipien seperti: • • • Pengisi (memberi bentuk). . Tablet implantasi Berdasarkan Penyalutan : 1. Tablet pelepasan biasa 2. Tablet lepas lambat atau terkendali 3. Tablet salut gula 3.

h. Tablet Kunyah Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah di mulut sebelum ditelan. g. Tablet Lepas Terkendali atau Tablet Lepas Lambat Tablet yang pelepasan zat aktifnya dikendalikan atau dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu. Kerugiannya adalah kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia. Tujuan dari tablet kunyah adalah untuk memberikan suatu bentuk pengobatan yang dapat diberikan dengan mudah kepada anak-anak atau orang tua. 12 jam. (Misal tablet lepas lambat 6 jam. reaksi asam. Contoh lain adalah tablet veteriner yang ditunda pelepasan zat aktifnya sampai di kolon. Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik) Tablet yang pelepasan zat aktifnya ditunda pada daerah tertentu. Tablet Effervescent Tablet kempa yang jika berkontak dengan air menjadi berbuih karena mengeluarkan CO2. Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum. tetapi terlarut dalam usus halus. bewarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna.c. d. menaikkan penampilan tablet. Keuntungan tablet efervesen adalah kemungkinan penyiapan larutan dalam waktu seketika. dsb). yang mengandung dosis obat yang tepat. f. e. Tablet Salut Gula Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. . menutup rasa dan bau tidak enak. Contoh yang paling umum adalah tablet salut enterik yaitu tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung. lembab). Tujuan: melindungi zat aktif terhadap lingkungan udara (O2. yang mungkin sukar menelan obat utuh. Tablet Salut Film Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis.

Troches atau Lozenges (Tablet Hisap) Adalah bentuk lain dari tablet yang digunakan dalam rongga mulut. Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa antibakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan. . c. atau untuk mengurangi perdarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. Tablet Sublingual Tablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah. tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan biasanya dalam jangka waktu 15-30 menit). Biasanya keras dan digunakan untuk zat aktif hormon. Bentuk tablet ini umumnya digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan atau megurangi batuk pada influenza. contoh: nitrogliserin. Kedua bentuk ini dapat mengandung anestetik lokal. 3. Digunakan untuk memberikan efek lokal pada mulut dan tenggorokan. Kedua jenis tablet ini dirancang agar tidak hancur di dalam mulut tetapi larut perlahan dalam jangka waktu 30 menit atau kurang. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah. dirancang untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi. NaCl atau suatu asam amino. d. Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Mulut a. berbagai antiseptik dan antibakteri. Tablet dirancang dapat larut atau terkikis secara perlahan dalam j angka waktu 20 – 40 menit. Bekerja sistemik. Dental Cones (Kerucut Gigi) Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil. Pembawa yang umum digunakan adalah Na bikarbonat. astringen dan antitusif.2. untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. Tablet Bukal Tablet kempa biasa berbentuk oval yang ditempatkan di antara gusi dan pipi. Tablet Kempa Digunakan Melalui Lubang Tubuh a. Tablet Rektal Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik. demulsen. b.

Tablet Triturat untuk Dispensing Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan tertentu. Tablet Vaginal Tablet kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. berkisar dari satu bulan sampai satu tahun (Untuk KB. mencegah kehamilan). 5. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan manusia atau hewan. Tablet Cetak untuk Penggunaan Lain a. Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume . Tablet Dispensing Tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk sediaan padat/cair. Digunakan sebagai tablet sublingual atau dilepaskan di atas lidah dan ditelan dengan air minum. c. Tablet Kempa untuk Implantasi • Tablet Implantasi/Pelet Tablet implantasi atau tablet depo dibuat berdasarkan teknik aseptik. Tablet ini biasanya kecil berbentuk silindris/roset dan panjangnya tidak lebih dari 8 mm. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril. Tujuannya untuk mendapatkan efek obat dalam jangka waktu yang lama. 3-6 bulan. Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil. mesin tablet harus steril. umumnya silindris. digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk peracikan obat. Tablet Hipodermik Tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut sempurna dalam air.b. 4. astringen. b. Biasanya mengandung antiseptik.

untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu.com/farmasetika/jenis-tablet-part-2. Pemilihan metode pembuatan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet. namun hanya dapat digunakan pada kondisi dimana zat aktif maupun untuk eksipiennya memiliki aliran yang bagus. 2. merkuri diklorida. apakah zat tersebut . 2011 Metode Pembuatan Tablet September5 Sediaan tablet dapat dibuat melalui berbagai metode.tertentu.html February 10. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. 4. http://blog. serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab. Bahan yang lazim dimasukkan ke dalam tablet dispensing yaitu perak proteinat.pharmacy-science. Metode ini merupakan metode yang paling mudah. dan berbagai senyawa amonium kuartener. yaitu : 1. Kempa langsung. Granulasi kering Teknik ini cukup baik digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektif yang terlalu tinggi untuk dikempa langsung atau zat aktif yang sensitif terhadap pemanasan dan kelembaban 3. zat aktif yang kecil dosisnya. Metode semi granulasi dasar dan Granulasi terpisah Metode ini dilakukan jika terdapat dua atau lebih zat aktif yang akan dibuat dalam satu sediaan tablet dan kedua atau lebih zat aktif tersebut memiliki sifat yang berbeda. oleh ahli farmasi atau konsumen. dan cepat pengerjaannya. praktis. Granulasi basah Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas. merbromin.

kompresibilitasnya baik. tablet kempa langsung berisi partikel halus. Metode ini merupakan metode yang paling mudah. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti NaCl. Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses granul. NaBr dan KCl yang mungkin langsung dikempa. tetapi sebagian besar zat aktif tidak mudah untuk langsung dikempa. Secara umum sifat zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung adalah: alirannya baik. selain itu zat aktif tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tablet kebanyakan sulit untuk pecah jika terkena air (cairan tubuh). yaitu pembuatan tablet dengan mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering. tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit. serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab. Kekurangan metode kempa langsung / Cetak Langsung : . Keuntungan metode kempa langsung / Cetak Langsung yaitu : • • • Lebih singkat prosesnya. bentuknya kristal. http://blog. dan lain sebagainya. besar kecilnya dosis. Karena proses yang dilakukan lebih sedikit. dan mampu menciptakan adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet.pharmacy-science. kestabilannya. zat aktif yang kecil dosisnya. praktis. namun hanya dapat digunakan pada kondisi dimana zat aktif maupun untuk eksipiennya memiliki aliran yang bagus.tahan terhadap panas atau lembab.com/farmasetika/metode-pembuatantablet.tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. tetapi langsung menjadi partikel. maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat.html 2011-02-10 Metode Kempa Langsung September23 Metode Kempa Langsung. sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu. dan cepat pengerjaannya.

mudah mengalir. kohesifitas dan adhesifitas yang baik. Keuntungan cara granulasi kering adalah: • • • Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat. pada proses selanjutnya slug kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari campuran awal. http://blog. prosesnya disebut slugging. kompresibilitas yang baik.• • • Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul yang selanjutnya dapat menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat aktif di dalam tablet. ikatannya didapat melalui gaya.com/farmasetika/metode-kempalangsung. tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut. Prinsip dari metode ini adalah membuat granul secara mekanis.html 2011-02-10 Metode Granulasi Kering September15 Metode Granulasi Kering disebut juga slugging.pharmacy-science. Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien yang digunakan harus bersifat. mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat . Bila slug yang didapat belum memuaskan maka proses diatas dapat diulang. Pada proses ini komponen-komponen tablet dikompakkan dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikompakkan dengan punch sehingga diperoleh massa yang disebut slug. merupakan salah satu metode pembuatan tablet dengan cara mengempa campuran bahan kering (partikel zat aktif dan eksipien) menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar (granul) dari serbuk semula. Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkanpun makin banyak dan mahal.

Indonesia Jilid VI.html 2011-02-10 . kemudian pada suhu penetapan selama waktu yang ditentukan atau sampai bobot tetap. 1995.html 2011-02-10 Penetapan Susut Pengeringan August20 Penetapan Susut Pengeringan pada Simplisia merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam standarisasi tanaman yang berkhasiat obat. Pengeringan dilakukan pada suhu antara 5oC dan 10oC dibawah suhu leburnya selama 1 jam sampai 2 jam jika suhu lebur lebih rendah dari suhu penetapan. Sumber : Materia Medika Kesehatan RI. Sampel yang berupa hablur besar.com/farmakognosi/penetapan-susutpengeringan. botol dibiarkan dalam keadaan tertutup mendingin dalam eksikator sampai suhu kamar.5 g ditimbang seksama dalam botol timbang dangkal tertutup yang sebelumnya telah dipanaskan pada suhu penetapan selama 30 menit. dibuka tutupnya dan dikeringkan pada suhu penetapan sampai bobot tetap.com/farmasetika/metode-granulasikering. Prosedurnya yaitu : Sampel serbuk sebanyak 1.pharmacy-science.pharmacy-science. sebelum ditimbang digerus dengan cepat sampai ukuran butiran lebih kurang 2 mm dan diratakan dalam botol timbang dengan menggoyangkan botol. sampai lapisan setebal lebih kurang 5 mm sampai 10 mm. Sebelum setiap penimbangan. dimasukkan ke dalam ruang pengering. Jakarta. Departemen http://blog.Kekurangan cara granulasi kering adalah: • • • Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang http://blog.

1995. Penetapan kadar sari yang larut dalam etanol . berkali-kali dikocok selama 6 jam pertama dan kemudian dibiarkan selama 18 jam. merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam standarisasi suatu tanaman yang berkhasiat obat.pharmacy-science. ekstraksi dilakukan dalam labu bersumbat. Jakarta. Sumber : Materia Medika Kesehatan RI. kecuali dinyatakan lain jumlah bahan organik asing dalam simplisia nabati tidak boleh lebih dari 2 %. ditimbang dan ditetapkan jumlahnya dalam persen terhadap simplisia yang digunakan. hasil penguapan dipanaskan pada suhu 105oC sampai bobot tetap.html 2011-02-10 Penetapan Kadar Sari Simplisia August13 Penetapan Kadar Sari pada simplisia meliputi penetapan kadar sari yang larut dalam air dan penetapan kadar sari yang larut dalam etanol. Indonesia Jilid VI.com/farmakognosi/penetapan-bahanorganik-asing. Makin kasar simplisia yang diperiksa makin banyak jumlah simplisia yang ditimbang. Prosedurnya yaitu : Sampel simplisia ditimbang sebanyak 25 g. Bahan organik asing dipisahkan. Departemen http://blog. Sebanyak 20 mL filtrat disaring dan diuapkan sampai kering dalam cawan porselen. prosedurnya sebagai berikut : Penetapan kadar sari yang larut dalam air Sampel serbuk sebanyak 5 g dimaserasi selama 24 jam dengan 100 mL kloroform. dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara.Penetapan Bahan Organik Asing August18 Penetapan Bahan Organik Asing pada Simplisia. Kadar dalam persen sari larut dalam air.

ekstraksi dilakukan dalam labu bersumbat. Filtrat disaring lalu diambil sebanyak 20 mL filtrat dan diuapkan sampai kering dalam cawan porselen. http://blog. Kadar abu dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara.com/farmakognosi/penetapan-kadarsari. Sumber : diadaptasi dari Materia Medika Indonesia Jilid VI. berkali-kali dikocok selama 6 jam pertama dan kemudian dibiarkan selama 18 jam. 1995. b. disaring melalui krus kaca masir atau kertas saring bebas abu. dimasukkan ke dalam krus platina atau krus silikat yang telah dipijarkan. dipijarkan sampai bobot tetap. bagian yang tidak larut dalam asam dikumpulkan. dicuci dengan air panas. Sampel dipijarkan perlahan-lahan sampai arang habis. a. hasil penguapan dipanaskan pada suhu 105oC sampai bobot tetap. penetapan kadar abu yang tidak larut dalam asam. Sisa abu dan kertas saring dipijarkan dalam krus yang sama.Sampel serbuk sebanyak 5 g dimaserasi selama 24 jam dengan 100 mL etanol 95%.html 2011-02-10 Penetapan Kadar Abu Simplisia August12 Penetapan kadar abu pada simplisia meliputi penetapan kadar abu total. dinginkan. Penetapan kadar abu Sampel serbuk yang telah digerus sebanyak 3 gram dan ditimbang seksama. dipijarkan hingga bobot tetap. Departemen Kesehatan RI.pharmacy-science. Jakarta. kemudian ditimbang. kemudian disaring melalui kertas saring bebas abu. penetapan kadar abu yang larut air. Penetapan kadar abu yang tidak larut dalam asam Abu yang diperoleh pada penetapan kadar abu. diuapkan. Filtrat dimasukkan ke dalam krus. lalu diratakan. kemudian ditimbang. Kadar sari larut dalam etanol 95% dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara. Air panas dapat ditambahkan jika dengan cara ini arang tidak dapat dihilangkan. dididihkan dengan 25 mL asam klorida encer (10%) selama 5 menit. .

Sumber : diadaptasi dari Materia Medika Indonesia Jilid VI. c. Departemen Kesehatan RI. Penetapan kadar abu yang larut dalam air Abu yang diperoleh dari penetapan kadar abu. Gelatin dipilih sebagai bahan pembuatan cangkang kapsul karena sifatnya yang stabil ketika berada di luar tubuh namun dapat mudah larut di dalam tubuh.timbang. disaring melalui krus kaca masir atau kertas saring bebas abu.pharmacy-science. dikumpulkan bagian yang tidak larut. http://blog. Kadar abu yang larut dalam air dihitung terhadap bahan yang dikeringkan di udara . Pada prinsipnya kapsul dapat disi dengan berbagai macam bahan dari yang berbentuk serbuk sampai dengan cairan berbahan dasar minyak. dicuci dengan air panas dan dipijarkan selama 15 menit pada suhu tidak lebih dari 450oC. sampai bobot tetap. dididihkan dengan 25 mL air selama 5 menit.html 2011-02-10 þÿ Go! • • • Home Kumpulan Puisi Tentang Blog ini Cangkang Kapsul January 15. 1995. Cangkang kapsul pada umumnya terbuat dari bahan gelatin. Jakarta. Kapsul mudah diterima oleh para konsumen karena penampilannya yang menarik dan bentuknya yang didesain sedimikian rupa sehingga mudah untuk ditelan.com/farmakognosi/penetapan-kadar-abusimplisia. ditimbang. Perbedaan bobot sesuai dengan jumlah abu yang larut dalam air. Kadar abu yang tidak larut dalam asam dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara. 2008 Kapsul keras diproduksi secara masal pertama kali di Amerika Serikat pada abad ke-19. .

dan tinggi kapsul akan diperiksa untuk memastikan cangkang kapsul siap digunakan pada proses pengisian kapsul. yang umum terdapat dalam tulang. Bahan dasar capule berupa gelatine dilarutkan di dalam air panas yang telah di demineralisasi. Pada umumnya gelatin dibuat dari tulang sapi atau dari kulit babi. Proses pembuatan cangkang kapsul dimulai dari pembuatan larutan gelatin 25-30%. Cangkang kapsul mempunyai standar dimensi fisik tertentu yang dipakai sebagai acuan pada saat proses filling kapsul. Cangkang kapsul yang sudah jadi akan diperiksa sesuai dengan standar cGMP. Standar ukuran kapsul dapat dilihat pada tabel berikut: Sumber : Capsule.com/2008/01/15/cangkang-kapsul/ 2011-02-10 . atau jaringan pengikat binatang. Hard by Brian E Jones Encyclopedia of Pharmaceutical Technology http://lutfiasyairi. Seperti bahan-bahan dasar obat yang lainnya proses pembuatan cangkang kapsul ini harus memenuhi standar cGMP (cara pembuatan obat yang baik). kulit. Bahan dasar ini dimasukkan kedalam mesin pembuatan kapsul untuk dicetak menjadi cangkang kapsul yang siap untuk digunakan.wordpress. Selain pemeriksaan itu dimensi kapsul seperti ketebalan. diameter. sejenis protein. Bahan tambahan seperti pengawet dan pewarna dicampurkan kedalam larutan gelatin sehingga membentuk campuran yang homogen.Gelatin merupakan hasil olahan dari kolagen. Gelatin type A biasa terbuat dari kulit babi sedangkan gelatin type B biasa terbuat dari tulang sapi.

sirlak. Zat pengisi: untuk pil yang jumlah obatnya sedikit. hendaklah memakai radix sekurang-kurangnya dua kali sebanyak succus.05 Coffein 0. tragacan. sirop. Zat pengikat : jika mungkin kita memakai succus liqiuiritiae dan pada umumnya 2 g untuk 60 pil. zat pengisi dan zat . kemudian pada akhirnya pil-pil dibulatkan pada alat pembulat dengan penabur licopodium. Pada pembuatan pil harus ditambahkan suatu cairan supaya dengan pengempalan diperoleh suatu masa yang homogen dan cukup baik untuk dikerjakan selanjutnya. 5. rata-rata 120mg. mengandung satu atau lebih bahan obat. maka jika perlu masa itu dibagi bagi dalam beberapa bagian dan siap digulung dan dipotong. setelah pembuatan masa pil. gelatin. ( Van Duin. Edisi III.05 M f pil dtd no LX S b d d II pil Pro: Ny. madu. gula. Menyelesaikan masa pil. 1997. Farmakope Indonesia. Zat penabur : likopodium atau talk. 31 Oktober 2009 PILULAE R/ Aminophyllin 0.Sabtu. atau bahan lain yang cocok. CARA PEMBUATAN Dibuat masa pil dengan mencampur serbuk obat. Lies Pil adalah suatu sediaan berupa massa bulat. ( Anonim. 2. ampuran bahan tersebut. kolopodium. Zat pengikat : sari akar manis. 23 ) Peraturan-peraturan umum pada pembuatan pil-pil. 4. keratin. campuran bahan tersebut atau bahan lain yang cocok. 1947 ) 1. atau bahan lain yang cocok. Jika bahan berkhasiatnya cukup banyak kita bisa pakai pulvis pro pilulae yaitu campuran sama banyak radix dan succus ( 1 : 1 ) 3.sebagai zat tambahan adalah sebagai berikut: Zat pengisi : akar manis atau bahan lain yang cocok. gum akasia. Zat penyalut : perak. atau bahan lain yang cocok. ( 2 : 1 ). Bobot pil-pil: antara 100 -150 mg. balsam tolu. Zat pembasah : air. untuk ini dipakai Aqua gliserinata. .

5 g Sh= DM Coffein 1x= 500 mg 1x= Sh= 1. Tetapi pemberian Aqua Glycerinata jangan terlalu kebanyakan agar pil tidak menjadi lembek. lihat buku DM 2. maka papan ditaburi dengan lycopodium yang merupakan lapisan tipis agar pil tidak berbintik. 1990. Untuk mencegah masa pil melekat pada alat. Pengisi. Setelah terbentuk masa pil dibuat batang dengan cara digulung-gulung dengan papan kayu yang datar pada alat papan pil lalu dipotong menurut panjang batang masa pil yang sama. pengikat. Pada alat papan pil biasanya terdapat 30 lubang kanal dan pada pembuatan pil supaya menyesuaikan besarnya pil dengan lubang kanal tersebut. I. akhirnya pil yang belum bulat itu digelindinggelindingkan pada papan pembulat pil supaya bulat.5 g Sh= DM Gabungan Aminophyllin dan Coffein . Lalu batang ini digulung-gulungkan sampai panjang tertentu dan dipotong dengan pisau pemotong yang ada pada alat papan pil. ( Anief.pengikat dan digerus yang halus. Pemberian Aqua Glycerinata dapat mencegah pil pada penyimpan tidak terlalu mengeras. II. PERHITUNGAN DOSIS DM Aminophyllin Pemakaian 1x= 500 mg 1x= Sh= 1. Setelah campuran serbuk ditetesi dengan pembasah. pembasah yang digunakan. biasanya digunakan Aqua Glycerinata sambil digerus dan ditekan sampai diperoleh masa yang saling mengikat dan plastis. KETERANGAN 1. Untuk memperoleh pil yang baik bukan karena pemberian zat pembasah yang berlebihan tetapi tergantung cara penggerusan dan cara penekanan pada masa yang baik. karena gliserin tidak mudah menguap.setelah pil menjadi bulat akhirnya digelinding-gelindingkan pada papan pembulat pil dengan dilapisi Lyopodium yang lebih tebal supaya diperoleh pil dengan lapisan lycopodium yang rata dan akhirnya pil dihitung melalui pada alat pembuat pil. Khasiat sinergis. Ilmu Meracik Obat Praktek dan Teori ). Sebagai pembasah dapat pula digunakan sirupus simplex atau ekstrak kental.

5. KHASIAT . 7. maka jadilah pil sempurna. signa “ Dua kali sehari dua pil “ beri label tidak boleh diulang tanpa resep dokter. 3. Pada proses ii bisa dibantu agar tidak lengket alat dan masa yaitu dengan penambahan zat penabur yaitu talcum. setelah masa dibulatkan. aduk ad homogen. 2. IV. 6. diberi Aqua Glicerinata tetes demi tetes ad terbentuk masa yang elastis.III. Potong masa dengan memperhatikan mata pisau pemotongnya apakah sudah pas pisau atas bawahnya. Radix Liq : x 1200 mg = 600 mg Succus liq : x 1200 mg = 600 mg Aqua Gliserinata qs ad terbentuk masa yang elastis. tinggal dihitung apakah jumlah pil sesuai dengan yang dikehendaki. tidak lembek dan ukuran pil kurang lebih sama ( jika tidak sama ukurannya berarti pengaruh ke dosis obat yang diminum ). setelah masa pil dipotong maka potongan-potongan tersebut dibulatkan dengan menggunakan Pillen Roller ( Alat Pembulat Pil ). 8. yaitu bulat. panjangkan pada Pillen Plank ( alat papan pemanjang dan pemotong pil ). JUMLAH BAHAN Berat / bobot 1 pil = 120 mg Perhitungan bobot 60 pil : 120 mg x 60 = 7200 mg Aminophyllin : 50 mg x 60 = 3000 mg Coffein : 50 mg x 60 = 3000 mg Sisa masa/bobot 1200 mg Zat tambahan karena jumlah bahan obatnya sudah besar maka dipakai pulvis pro pilulae yaitu perbandingan radix dan succus sama banyak (1 : 1). setelah masa jadi elastis angkat dari mortir. timbang Coffein. gerus halus campur dengan bahan obat secara lege artis. timbang succus liq campur dengan bahan lain aduk ad homogen. caranya dengan lebih ditekan penggerusan/pencampurannya supaya masa pil lebih bagus. beri etiket putih 10. 9. 4. masukkan pot. gerus halus untuk mengecilkan ukuran partikel zat. hitung lubang pil yang dikehendaki panjangkan sesuai yang dikehendaki. V. putih zat penabur rata dan tidak terlalu tebal. Timbang Aminophyllin. gerus halus. timbang radix liq. CARA PEMBUATAN 1.

harus dilakukan pengenceran menggunakan zat tambahan yang cocok. Menyiapkan pelayanan informasi obat ( PIO ). DEFINISI Pulveres atau Serbuk bagi adalah serbuk yang dibuat dalam bobot yang lebih kurang sama. . II. dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum. S. 9. 7. Serbuk diracik dengan cara mencampur bahan obat satu per satu. 5.. 4.27 Label: PILULAE http://praktikumresepbuwarni. CARA PENYIAPAN 1. sedikit demi sedikit dan dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit. Menuliskan cara pembuatan resep sesuai dengan spesifikasi sediaan dan bahan. sediaan atau cara peracikan bahan yang dituangkan dalam KETERANGAN . 6. menyetarakan timbangan. Apakah ada hal-hal khusus mengenai bahan obat. KESIMPULAN Diposkan oleh Sri Suwarni. Menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan disesuaikan dengan bahanbahan yang tersedia. Menuliskan khasiat masing-masing bahan obat. kelengkapan ataupun sediaan. Membersihkan alat dan meja.blogspot.com/2009/10/pilulae. Baca resep dengan baik. Analisa resep dengan seksama apakah ada hal-hal yang harus dilaporkan pada dokter mengenai bahan.html 2011-02-10 Kamis. 16 Desember 2010 PULVERES I. Apt. 8. Untuk serbuk bagi yang mengandung bahan yang mudah meleleh atau atsiri harus dibungkus dengan kertas perkamen atau kertas yang mengandung lilin kemudian dilapisi lagi dengan kertas logam. Penyimpanan dalam wadah tertutup baik. Membuat etiket dengan signa yang benar dan ceklist kebenaran etiket. 3.VI. 2. Menghitung pemakaian dibandingkan dengan Dosis Maksimal atau Dosis Lazim lalu disimpulkan jika perlu diberitahukan dokter. Jika jumlah obat kurang dari 50 mg atau jumlah tidak dapat ditimbang. periksa kelengkapan resep.Si. di 01.

menyusul pada baris berikutnya dimulai dari bagian kiri. Cara Pengambilan dan Pelipatan Kertas Perkamen: a. Usahakan besarnya bungkusan tidak memberikan kesan terlalu kecil atau terlalu besar.lipat sehingga ujung kertas perkamen yang satu dapat masuk pada bagian ujung kertas lainnya. Lipatlah bagian lain dari kertas perkamen hingga ujung bagian kertas perkamen tersebut tepat berada dibagian lain dalam lipatan pertama.III. Bagilah serbuk keatas perkamen yang sudah tersusun rapi c. c. Lebih dari dua puluh dikerjakan dengan dibagi dahulu dengan jalan penimbangan lalu dibagi sama rata. tentukan berat rata-rata dikurangi 5-10 mg lalu timbang satu persatu. jika pada penimbangan sisa bagi sama rata. Mulailah dari kertas perkamen yang berada pada posisi barisan atas dan paling kiri. g. Ambilah kertas perkamen yang bersih. d. f. dan mortir tampak bersih. d. Setelah semua serbuk terbungkus. tampunglah dengan kertas perkamen. Untuk bahan-bahan yang pemakaiannya lebih dari 80% dari dosis maksimalnya maka harus ditimbang satu persatu dengan cara ditimbang hasil serbuknya. Mulailah membungkus serbuk dari posisi paling bawah dan paling kanan. Buatlah bungkusan dengan cara melipat . Hitunglah jumlah kertas perkamen sesuai dengan jumlah serbuk yang akan dibungkus/dibuat. h. Lipatlah bagian atas dari kertas perkamen ± 1 cm. susunlah bungkusan dengan rapi. i. b. g. CARA PERACIKAN 1. Untuk pulveres berjumlah maksimal dua belas bungkus dapat dibagi sama rata menurut pandangan mata langsung. 2. Setelah serbuk menjadi halus. dilanjutkan kearah kanan. sama tinggi dan menghadap arah yang sama. 3. Cara Membagi dan Membungkus Pulveres a. Perhatikan dengan cermat agar pembagian serbuk sama banyak. f. hingga seluruh serbuk keluar. Cara Menggunakan Mortir dan Stamper dalam Peracikan Pulveres . Samakan besarnya bungkusan agar kelihatan rapih. b. e. e. keluarkanlah serbuk tersebut dengan cara mengambil dengan menggunakan mika dari mortir.

a. Kemasan pot yang ada. a. R/ Coffein Ergotamin . Bersihkan permukaan stamper dengan cara memutarnya. Gambar Cara Peracikan Pulveres CONTOH RESEP PULVERES Resep Pulveres dengan TRITURATIO dr. 6. kepala stamper harus mengarah kepada kita. Ulangi beberapa kali sampai serbuk halus. sambil setelah stamfer dibersihkan dengan menggunakan mika. j. b. i. Cara Mencampur Bahan – Bahan Obat Dalam Serbuk. sementara mika tetap berada di kepala stamper. Jika tersedia plastik klip. Bahan obat yang berbobot/bermasa ringan dimasukkan terakhir. maka penataan sedemikian sehingga teratur satu posisi dan dirapikan menyesuaikan plastik klip. 4. Maluku I / 100 Semarang Telp: 024-6712345 Semarang. b. g. c. dibuat rapi panjangnya kurang lebih sama dan tidak besar pada salah satu sisi kertas serbuk. d. Lapisilah mortir dengan sedikit bahan tambahan terlebih dahulu. f. e. begitu juga dengan bahan obat yang mudah menguap. Anugerah Sehat SIP No: 14/ KANDEP / IJIN / XII / 1988 Jl. Maksudnya agar ketika stamper dibersihkan stamper senantiasa tetap pada mulut mortir. maka serbuk ditata dalam posisi lipatan kertas menghadap kearah yang sama. 5. Bahan-bahan obat yang berwarna diaduk diantara dua lapisan zat netral d. Bila akan meletakkan stamper. Stamper dipegang seperti memegang pulpen. Gerakan tangan sebatas pergelangan. letakkan selalu disebelah kanan dan dialasi dengan kertas. Bahan obat yang kasar dihaluskan terlebih dahulu e. Dimulai dari bahan yang jumlahnya sedikit. Mortir diletakkan diatas meja praktik dialasi dengan lap pada waktu menggerus bahan obat. Mulut dari mortir senantiasa mengarah ke kiri. c. sementara mika tetap berada dikepala stamper. Putarlah stamper berlawanan dengan arah jarum jam. b. Bersihkan permukaan stamper dengan cara memutarnya. h. etiket dan label yang tertempel diletakkan di dalam pot. etiket dan label berada diluar plastik disesuaikan dengan cetakan klip. Cara Menata Serbuk dalam Kemasan a.

Pulv no X S t dd I Pro: Karina Ny. KETERANGAN 1. Dilihat dulu resep tersebut, berarti harus buka resep standard terlebih dahulu yaitu dari Formularium Nasional ( Fornas ). 2. Coffeini Ergotamini Pulveres - Ergotamin Tartras 1 mg - Coffein 100 mg 3. Karena ergotamin jumlahnya terlalu kecil dan tidak dapat ditimbang (karena penimbangan terkecil adalah 50 mg), maka dilakukan pengenceran = trituratio. 4. Trituratio Ergotamin Tartras: yaitu bahan obat dikalikan hingga bobot terkecil yang bisa ditimbang yaitu 50 mg. misalnya Trituratio Ergotamin tartras (1 = 5) berarti penimbangan akhirnya adalah 10 mg x 5 = 50 mg Pembuatannya adalah 50 mg Ergotamin Tartras ditambah laktosa ad 250mg ( dari 50 mg x 5 ) dan ditimbang = 50 mg sisanya dibungkus dan diberi tanda “ sisa trituratio Ergotamin Tartras dalam laktosa ( 1 = 5 ) ” dibungkus dalam kertas yang sudah diberi identitas terlebih dahulu, jika tidak maka kertas akan berlubang dan serbuknya tumpah keluar. 5. Boleh juga pengenceran 1 = 10 , langkahnya sama yaitu timbang Ergotamin Tartras 50 mg ditambahkan laktosa ad 500 mg. dan ditimbang = 100 mg. 6. Kerasionalan sediaan pulveres untuk pasien dewasa ditanyakan, tetapi jika dilihat dari dosis lazimnya dan khasiatnya maka resep ini memang untuk Nyonya, tetapi tetap perlu ditanyakan kerasionalan bentuk sediaannya ditanyakan apakah memang dikehendaki pulveres. 7. Untuk serbuk bagi ada ketentuan massa serbuknya yaitu untuk anakanak 250 mg, dan dewasa antara 500 mg - 1 g jadi perhitungan massa atau bobot serbuk adalah:

PERHITUNGAN DOSIS Untuk melihat dosis coffein dan ergotamin tartras dilihat di FI ed III, Perhitungan dosisnya yaitu dengan membandingkan DM, DL dengan pemakaian, yaitu: DM Ergotamin Tartras DL Ergotamin Tartras Pemakaian 1x= 2 mg 1x= 1 mg 1x = 1 mg sesuai DL < DM Sh= 6 mg 1hr=2 mg-4 mg 1hr = 3 x 1 mg = 3 mg sesuai DL < DM DM Coffein DL Coffein Pemakaian 1x= 0,5 g 1x=100 mg-200 mg 1x = 100 mg sesuai Dl < DM Sh= 1,5 g 1hr=300 mg-600 mg 1hr= 3 x 100 mg = 300 mg sesuai Dl < DM JUMLAH BAHAN Jadi bila perhitungan pemakain tidak melebihi DM, maka mulai dihitung

jumlah obat yang ditimbang yaitu bahan obat dikalikan 10. - Ergotamin Tartras 1 mg } x 10 = 10 mg - Coffein 100 mg } x 10 = 1000 mg = 1g Perhitungan massa/bobot serbuk untuk dewasa: 500 mg x 10 = 5000 mg Jumlah Ergotamin Tartras trituratio = 100 mg Jumlah Coffein : 100 mg x 10 = 1000 mg Jumlah laktosa yang ditambahkan = 3900 mg

CARA PEMBUATAN 1. Setarakan timbangan gram dan milligram, dengan memberikan kertas perkamen diatas pinggan timbangan. Cara melihat keseimbangan dengan milihat jarum penunjuk datar air. Bila belum setimbang maka diatur baut ulir pada lengan neracanya. 2. Buat Trituratio, timbang Ergotamin Tartras 50 mg. 3. Timbang laktosa sesuai pengenceran yang dikehendaki ad 250 mg atau ad 500 mg. 4. Laktosa digerus terlebih dahulu, supaya pori-pori mortir sudah tertutup laktosa. Jika Ergotamin Tartras digerus dahulu maka obat tersebut akan berkurang jumlahnya karena masuk ke pori-pori mortir. 5. Obat dalam jumlah kecil/sedikit dan berkhasiat keras, dicampur dgn serbuk yang jumlahnnya lebih banyak maka untuk mengetahui homogenitas antara serbuk sedikit dapat merata diserbuk banyak maka ditambahkan pewarna carminum. 6. Jika dibuka hasil triturationya warna merah muda tidak merata berarti cara mencampur serbuk kurang homogen. Carminum hanya sebagai indikator homogenitas maka tidak perlu jumlahnya terlalu banyak. Untuk membuat serbuk tercampur dengan sempurna / homogen maka kita tidak dapat melupakan prinsip menggerus obat dalam mortir yaitu selalu searah dan cara memegang stamper harus benar dibedakan antara pegang mortir untuk tujuan menggerus dan atau hanya mencampur. 7. Setelah serbuk homogen maka ditimbang hasil triturationya sesuai dengan perhitungan trituratio, dan sisanya dibungkus lalu diberi tanda. 8. Setelah selesai trituratio mortir dibersihkan dengan kapas alcohol untuk menghilangkan sisa-sisa obat berkhasiat keras yang ada di poripori mortir. 9. Timbang coffein 1 g, digerus sampai halus. 10. Timbang laktosa sisa massa, gerus sampai halus. 11. Campur secara lege artis dengan serbuk-serbuk yang telah halus mulai dari jumlah yang paling sedikit. Aduk sampai rata. Angkat serbuk dari

mortir dengan mika letakkan dikertas. 12. Ambil 10 buah kertas perkamen dirapikan, dilipat ± 1 cm dari ujung atas kertas secara horizontal, dari lipatan tersebut dibuat acauan untuk menata kertas, dari 10 kertas dibagi menjadi 2 yaitu lima-lima. 13. Serbuk dibagi dengan kertas cara bagi perhatikan harus benar, cara mengurangi atau menambah harus benar, setelah secara penglihatan ± sama, maka kertas dilipat. 14. Cara melipat kertas harus diperhatikan, harus sama sisi-sisi lipatannya tidak ada satu sisi yang dibuat lebih kecil supaya mudah untuk dimasukkan kebagian/sisi yang lain. 15. Setelah dibungkus semua, serbuk dirapikan ditekan supaya menjadi tidak menggelembung ditata dengan satu sisi yang sama, ditata dimasukkan ke pot. 16. Diberi etiket putih, dengan signa Apotek NUSAPUTERA Jl. Medoho III/2 Telp (024) 6747557 Semarang Apoteker: Dra. Karsini, S., Apt SIK: 505 / SIA / 96 No. Smg, Karina Tiga kali sehari satu bungkus Paraf AA TIDAK BOLEH DIULANG TANPA RESEP DOKTER KHASIAT Coffein : Stimulan SSP Ergotamin Tartras : Antimigrain Diposkan oleh Sri Suwarni, S.Si., Apt. di 00.39 0 komentar Label: PULVERES http://praktikumresepbuwarni.blogspot.com/search/label/PULVERES 2011-02-10

Unguentum M
Main use Active ingredient Manufacture r

Cetostearyl alcohol, glyceryl monostearate, Dry, scaly skin saturated neutral oil, liquid & white soft Crookes disorders paraffin

How does it work?
Unguentum M is an ambiphilic (i.e. has an affinity for both oil and water)topical preparation with emollient properties. It maintains the high

It also contains sorbic acid which has an antibacterial effect. xeroderma) Nappy rash Skin damage Use with caution in • Avoid contact with the eyes Not to be used in • Known sensitivity or allergy to any ingredient This medicine should not be used if you are allergic to one or any of its ingredients. stop using this medicine and inform your doctor or pharmacist immediately. What is it used for? • • • • • Eczema Inflammation of the skin (dermatitis) Inherited. If you feel you have experienced an allergic reaction. The high fat content reduces water loss from the skin and therefore has a hydrating effect which permits the recovery from dermatitis eczema and dry or scaly skin conditions. non-inflammatory dryness and scaling of the skin (ichthyosis. Please inform your doctor or pharmacist if you have previously experienced such an allergy. . other medicines may be safely used in pregnancy or breastfeeding providing the benefits to the mother outweigh the risks to the unborn baby. Pregnancy and Breastfeeding Certain medicines should not be used during pregnancy or breastfeeding. • There are no known harmful effects when this medicine is used by pregnant or breastfeeding mothers. before using any medicine.fat content of an ointment but also has the water-miscible characteristics of a cream. Always inform your doctor if you are pregnant or planning a pregnancy. However.

co. Last updated 8. please read the information provided with the medicine or consult your doctor or pharmacist. The following are some of the side effects that are known to be associated with this medicine. it does not mean that all people using this medicine will experience that or any side effect.html 2011-02-10 Sabtu.2004 http://www.7.Side effects Medicines and their possible side effects can affect individual people in different ways. How can this medicine affect other medicines? There are no reported interactions with this preparation. Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. • Sensitisation or allergic reaction The side effects listed above may not include all of the side effects reported by the drug's manufacturer. Pemerian Tidak boleh berbau tengik. Because a side effect is stated here.netdoctor. Bahan obat harus larut atau terdispend homogen dalam dasar salep yang cocok. 31 Oktober 2009 UNGUENTUM R/ Salep 2 – 4 10 Adde Dysfungal cr 1 tube M f da S u e Pro: Anna Unguentum.uk/medicines/100002673. For more information about any other possible risks associated with this medicine. .

FI Ed III hal 591. . Farmakope Indonesia. dengan Malam kuning atau senyawa hidrokarbon lain yang cocok. I. iritasi kulit.Kelarutan Sulfur Praecipetatum praktis tidak larut dalam air. ( Anonim. Emulsi minyak dan air. yang dapat melunakkan kulit sehingga dapat melunakkan kulit sehingga dapat membantu penyerap obat lain dan fungsida yang lemah. . 1997. Penandaan pada etiket harus juga tertera : “ obat luar “. sebagai bahan dasar digunakan Vaselin putih . larut dalam 550 bagian air dan dalam 4 bagian etanol.sanat sukar larut dalam etanol. Tergantung dari sifat bahan obat dan tujuan pemakaian.Dasar salep serap lemak bulu domba : campuran 8 bagian kolesterol 3 bagian stearik alcohol 8 bagian malam putih dan 8 bagian vaselin putih : campuran 30 bagian Malam kuning dan 70 bagian Minyak Wijen. Salicilat .Dilihat dalam persediaan ada atau tidak atau perlu di loko . KETERANGAN .Dasar salep senyawa hidrokarbon Vasellin putih. Hal yang perlu diperhatikan: hindarkan kontak dengan mata. Mempunyai sifat keratolitik. Edisi III hal 33 ). Kompendia Obat Bebas hal 95 ) . .Dasar salep yang dapat dicuci dengan air.Kadar kecuali dinyatakan lain dan untuk salap yang mengandung obat keras atau obat narkotik .4 . parasitisida dan juga mempunyai efek keratolitika.sulfur praecipetatum / belerang endap mempunyai sifat germisida.Dasar salep yang dapat larut dalam air Polietilenglikola atau campurannya. kemasan ………………… . dapat dipilih salah satu bahan dasar berikut: . Efek yang tidak diinginkan.Asam salisilat. . kadar bahan obat adalah 10 %. Homogenitas jika dioleskan pada sekeping kaa atau bahan transparan lain yang cocok. FI ed III hal 56. . .1997.Resep standar salep 2 . ( Anonim. Kecuali dinyatakan .Dysfungal cr 1 tube berisi…………………………………. .Kelarutan As. fungisida. mulut dan mukosa. vaselin kuning atau campurannya dengan malam putih. harus menunjukkan susunan yang homogen. Dasar salap.

biduren atau kaligata. Apt. ( Kelainan primer pada kulit ). Diposkan oleh Sri Suwarni. Salicilat = .blogspot. Gejala : rasa gatal.com/search/label/UNGUENTUM 2011-02-10 Minggu. 23 Januari 2011 Hidrocortison Cream Iter 3 X R/ CAF 2% Cortison Asetat 0. JUMLAH BAHAN Lihat resep dengan seksama . ( Kompendia 109 ). Komplikasi : karena gatal maka penderita akan menggaruk.Vaselinum Album ad 10 = 10 – ( + ) = g . KHASIAT V. Akibat ini terjadi komplikasi atau penyakit sebagai berikut: kulit lecet dan berdarah. di 01..Sulfur Praecipetatum = .Si. biang keringat.As.KETOKONAZOLE cream = III. timbul infeksi oleh bakteri. alergi kulit atau eksim juga karena jamur. CARA PEMBUATAN .INGAT! peraturan salep dan kelarutan bahan IV. KESIMPULAN Sebagai obat anti gatal /obat gatal-gatal ( Pruritus ) yang disebabkan karena jamur dan bakteri Rasa gatal adalah suatu sensasi yang rumit. Penyebab : Sengatan serangga. dapat disebabkan oleh gangguan fisiologis atau psikologis yang belum sepenuhnya dapat dimengerti.5 % M f cream 5 g Sue Pro: Joni .II. S.50 0 komentar Label: UNGUENTUM http://praktikumresepbuwarni. kulit kadang-kadang kecil atau bintil besar dan kulit melepuh.

CAF= Chlorampenicol = tidak perlu diganti esternya karena untuk pemakaian luar. 7. PERHITUNGAN DOSIS III.49 Cortisone adalah derivate keto dari kortisol yang responsnya dari usus lebih baik dan cepat. 5. mudah larut dalam etanol. 9. KETERANGAN 1. 3. maka tidak akan berkhasiat maka diganti dengan obat sederivat yang lebih efektif untuk pemakaian luar yaitu Hydrocortison Asetas . Cortisone tidak dapat digunakan local karena dikulit tidak terjadi perubahan enzimatis menjadi kortisol. Alasan: untuk menjadi berkhasiat cortisone harus melalui proses metabolism dihati. Lapor: Cortisoni Asetas untuk pemakaian luar tidak berkhasiat. Kelarutan Chlotamphenicolum : sukar larut dalam air.50  perbandingan tidak terlalu bermakna BM Cortisoni Asetas 402. Maka Usul cortisone diganti menjadi Hydrocortison Asetas = kortisol. 4. Cortisone sendiri tidak aktif. sedangkan untuk pemakaian luar tidak melalui proses tsb. Menanyakan apakah jumlah Hydrocortison Asetas disetarakan dengan cortisone Dengan pertimbangan BM.49 Maka jumlah Hydrocortison Asetas dianggap sama dengan cortisone II.2 Cortison Asetat 0. Hydrocortison Asetas BM 404. Iter 3 x berarti pasien berhak mendapatkan copy resep 2. Cortisoni Asetas BM 402. 8.I. yaitu: 10. tetapi dalam hati diubah menjadi kortisol. efeknya juga lebih cepat.50. BM Hydrocortison Asetas = 404. Cream tanpa keterangan lain menggunakan basis cream. Penyimpanan dalam wadah tertutup baik.5 % x 10 = 0. 6.05 . JUMLAH BAHAN CAF 2% x 10 = 0. Hydrocortison Asetas = kortisol resorbsinya ke dalam kulit lebih baik daripada esterasetat.

Karena molekul-molekul dalam larutan sebagai bentuk sediaan.blogspot. Maluku I / 100 Semarang Telp: 024-6712345 . hal 15-16 ) CONTOH RESEP SOLUTIO dr. S. Masukkan pot dengan rapi 5.Si.IV. misalnya terdispersisecara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. umumnya memberikan jaminan keseragaman dosis dan memiliki ketelitian yang baik jika larutan diencerkan atau dicampur. FI ed IV.. Timbang CAF kecilkan ukuran partikelnya 2. CARA PEMBUATAN 1. antialergi Diposkan oleh Sri Suwarni. Timbang basis cream campur sedikit demi sedikit ad homogeny 4. V. larutan: adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Anugerah Sehat SIP No: 14/ KANDEP / IJIN / XII / 1988 Jl. di 09. 26 April 2010 SOLUTIONES SOLUTIONES DEFINISI Solutiones. Apt. ( Anonim. KHASIAT CAF : antibiotika Cortison Asetat : antiinflamasi. 1997. Timbang Hydrocortison asetas kecilkan ukuran partikelnya 3.20 0 komentar Label: Hidrocortison Cream http://praktikumresepbuwarni. Beri etiket biru dan label ulang.com/search/label/Hidrocortison %20Cream 2011-02-10 Senin.

Apt. di 18. Timbang Asam Borat 9.Semarang.blogspot. 29 Oktober 2009 INFUSA .com/search/label/SOLUTIONES 2011-02-10 Kamis. R/ SOLUTIO ACIDI BORICI 300 ML S U E ( Pembersih Luka ) PRO. masukkan erlenmeyer 3.Si. Ambil Air larutkan ad larut sempurna.59 0 komentar Label: SOLUTIONES http://praktikumresepbuwarni. Beri etiket biru. cukupkan ad 100 g.. KHASIAT Larutan Asam Borat: Cairan pembersih luka Diposkan oleh Sri Suwarni. LENA KETERANGAN 1. PERHITUNGAN DOSIS JUMLAH BAHAN SOLUTIO ACIDI BORICI Larutan Asam Borat Asam Borat 9 Air 100 Larutkan CARA PEMBUATAN 1. Kalibrasi Botol 2. 4. SOLUTIO ACIDI BORICI Larutan Asam Borat Asam Borat 9 Air 100 Larutkan 2. Kelarutan Asam Borat: mudah larut dalam air. S.

sesquiterpen. Campur simplisia dengan derajat halus yang cocok dalam panci dengan air sambil sekali-sekali diaduk. terpinen. karvakrol.5 bagian Daun Kumis kucing………… 0. Minyak Atsiri yang mengandung hidroksi kavikol. digunakan sejumlah yang tertera. tambahkan air panas secukupnya melalui ampas hingga diperoleh volume infuse yang dikehendaki Kecuali dinyataka lain.KETERANGAN 1. Untuk penggunaan infuse berikut. Kulit kina……………………… 6 bagian Daun digitalis…………………… 0. Akar Ipeka. Temulawak. sejumlah infuse yang dibuat + ( 2 x berat simplisia) ( Anonim.5 bagian Akar Ipeka …………………………… 0. eugenol. dengan kain flannel atau kapas Banyaknya air yang dibutuhkan 1.5 bagian Sekale Kornutum……………… 3 bagian Daun Sena…………………………… 4 bagian Temulawak……………………………… 4 bagian Derajat halus simplisia yang digunakan untuk infuse harus mempunyai derajat halus sebagai berikut. Daun Kumiskucing. Untuk simplisia ½ kering : sejumlah infuse yang dibuat + ( 1 x berat simplisia) 3. metileugenol.mm) selain itu dapat juga untuk menentukan alat penyaringnya. Materia . ( Anonim. Zat berkhasiat Folia piper Betle. infuse yang mengandung bukan bahan khasiat keras. Untuk simplisia segar : sejumlah infuse yang dibuat 2.INFUSA. ( Anonim. Akar Valerian. kavibetol. dibuat dengan menggunakan 10% simplisia. 1997. Serkai selagi panas melalui kain flannel. Jahe Serbuk (22/60) : Kulit Kina. Sekale Kornutum Serbuk (85/120) : Daun Digitalis Derajat halus perlu diketahui untuk menentukan simplisia tersebut dipotong-potong dengan ukuran sesuai derajat halusnya (…. fenilpropen dan tannin. Farmakope Indonesia Edisi III hal 12 ) Serbuk (5/8) : Akarmanis. Pembuatan. dan kecuali untuk simplisia yang tertera dibawah. adalah sediaan air yang dibuat dengan menyari simplisia nabati dengan air pada suhu 90ºC selama 15 menit. Daun Sirih. kelembak Serbuk (10/22) : Laos. 1979. Farmakope Indonesia Edisi IV ) I. estragol. Untuk simplisia kering . Daun Sena Serbuk(5/10) : Dringo.

S.Medika) 2. 8.. setelah itu angkat.JUMLAH BAHAN Infus folia Piper Betle 120ml: ....Jumlah daun sirih yang digunakan: 10% x 120ml= 12g .. 2. Ingat’ analogi waktu. yaitu untuk mencapai suhu 90ºC yaitu 10 menit dan waktu untuk menginfus yaitu 15 menit. Khasiat daun sirih : antisariawan. saring dengan kain yang sama masukkan ke beker II 6.. adstringen. ukur aqua sebanyak 120 ml masukkan ke bejana infuse 3..mm ... Zat berkhasiat yang diambil adalah ……………………………. Perlukah ’ KOCOK DAHULU ’ Diposkan oleh Sri Suwarni. 9. ampas sirih yang ada dalam bejana infuse ditambah air panas. karena yang diminta adalah daun). 3. larutan beker I dimasukkan dalam botol.. Dinginkan. Ingat jika hasil diserahkan pasien/pengawas diserahkan masih dalam keadaan panas/hangat berarti salah penyaringannya..com/search/label/Infusa . dinginkan... antiseptic... ingat setiap menyari digunakan air panas. potong-potong . di 16. Jangan lupa untuk sekali waktu diaduk supaya minyak atsiri dalam daun sirih terekstraksi sempurna..Si.. Maka disaring …………………. infuse dingin disaring dengan kain flannel ditampung filtratnya pada beker I 5...... Air yang ditambahkan untuk ampas yaitu kira-kira berapa kekurangan infuse jika sudah diketahui hasil filtrat pada beker I.. mengapa hasil infuse bisa kurang dari vol air awal? Dikarenakan ada air yang menguap dan ada air yang terserap dikain flannel. Botol yang sudah dikalibrasi sudah siap dengan tanda panah yang benar dan rapi.....Aqua yang digunakan untuk menyerkai= jml infuse=120ml IV...PERHITUNGAN DOSIS III...CARA PEMBUATAN 1..blogspot... dimasukkan ke bejana infuse.... Beri Etiket biru dan Signa . panaskan diatas penangas air selama 25 menit. dan ant batuk.. 6.. Apt.35) 5.2-3. Jika infuse simplisia segar maka air yang digunakan adalah sama dengan jumlah infuse yang diminta.. timbang folia piper betle bersih (tanpa batang.. Jadi dipotong-potong dengan ukuran (2 – 3. 4. Derajat halus … 5/8 …( sangat kasar) 4. 7... II.45 0 komentar Label: Infusa http://praktikumresepbuwarni.. dan cukupkan dengan larutan beker II sampai tanda.

6. dan di laboratorium terdapat digitalis pulvis. Dalam FI ed III Daun Digitalis adalah daun Digitalis purpurea L.6 = 0. yang setelah dikumpulkan segera dikeringkan dengan cepat. digitalin. PERHITUNGAN DOSIS DM Digitalis Folium Pemakaian 1x = . Jumita 53 th I.0 % dan tidak lebih dari 125.2011-02-10 Minggu. 23 Januari 2011 Infus Digitalis R/ Digitalis Folium q s M f infus 120 S q d d C III Pro: Ny.225 = 0. Karena Digitalis mengandung glikosida maka infuse disaring panas. karena akan mengendap bila telah dingin. 4.225 = 1. PERHITUNGAN JUMLAH BAHAN . derajat halus ( 22/60 ). Dalam persediaan tidak terdapat Digitalis dalam keadaan simplisia segar karena dalam farmakope ed III disebutkan bahwa Digitalis folium harus segera dikeringkan karena dalam digitalis folium terdapat enzim yang aktif dengan adanya air.125 g > DL Dilaporkan apakah memang dikehendaki.9 g <> Sh = 5 x 0. Digitalis Pulvis potensi yang disyaratkan tidak kurang dari 80. Signa q ditanyakan quarter ( 4 x ) atau quinque ( 5 x ) II. 2. B. Serbuk Digitalis adalah seluruh bagian daun digitalis.225 g Sh= 1 gram Sh = 4 x 0. dengan kadar 100%. digoxin).1x = x 0. KETERANGAN 1. III. dan enzim itu akan menguraikan glikosida berkhasiat menjadi aglukon dan glukosa yang tidak berkhasiat. Digitalis folium mengandung glikosidapurpurea A. C (Digitoxin. 3.0 %. 5.

Aqua = 120 + ( 2 x 0..5 Bagian Digitalis Folium ~ 100 bagian air …. S.. 0.6 ~ 120 Digitalis Folium ~ Digitalis pulvis 1 bag ~ 1 bag Digitalis pulvis 0. Saring dengan kapas  erlen 1 ( filtrate I ) 4.17 0 komentar Label: Infus Digitalis http://praktikumresepbuwarni. Tara botol. cukupkan ad 120 g dgn agua di erlen II 6. 31 Oktober 2009 COLLYRIUM R/ Cocain HCl 0. Erlen 1  botol . signa “ .6 g 2.6 g ~ 0.. Ampas  bejana infuse + 20 cc agua  erlen II ( Filtrat II ) 5. Ukur aqua ad 122  bejana infuse  p a  selama 25 menit 3. Sulfat 0.5 ~ 120 bagian air 0.blogspot.18 Aqua ad 60 ml M f da S collyrium Pro: Gadis .1.Si. CARA PEMBUATAN 1. kali sehari dua sendok makan ” + ” Kocok Dahulu ” V. KHASIAT Digitalis folium : kardiotonika Diposkan oleh Sri Suwarni. Etiket putih.com/search/label/Infus %20Digitalis 2011-02-10 Sabtu. Apt.6 ) = 121. di 09. ~ 120 bagian air x 0..2 % Zn.2 = 122 ml IV. Timbang digitalis folium pulvis  bejana infus 2.

1978. 1. 3. sterilisasi denagn cara aseptis. Steril Dengan cara sterilisasi uap.jernih. Isotonis Larutan dikatakan isotonis jika: a. peristiwa ini akan menyebabkan mata menjadi sakit. masukkan dalam wadah dan sterilkan dengan cara sterilisasi A. 3. sterilisasi gas. Collyria. Formularium Nasional. yaitu – 0. dan C. disebut ” hipertonis ”. Alat dan wadah yang digunakan dalam pembuatan kolirium harus bersih dan steril. isotonis.9 % b/v. bebas zarah asing.B. obat cuci mata adalah sediaan berupa larutan steril. sterilisasi dengan penyaringan. Memenuhi syarat yang tertera pada injections. Kadang untuk collyrium dikehendaki bersifat hipertonis karena ditujukan supaya kotoran dalam mata akan ditarik keluar dari sel/mata supaya mata bersih. Catatan. air mata ) yang nilainya sama dengan tekanan osmotis larutan NaCl 0. saring hingga jernih. digunakan untuk membersihkan mata. Pada etiket harus juga tertera a.52°C.Kolirium. 310 ). kolirium yang tidak mengandung zat pengawet hanya boleh digunakan paling lama 24 jam setelah botol dibuka tutupnya. maka larutan harus disaring. kolirium yang mengandung zat pengawet dapat dipergunakan paling lama 7 hari setelah dibuka tutupnya. 2. masa penggunaan setelah botol dibuka penutupnya. pindahkan ke dalam tempat steril secara aseptis. Perhitungan Isotonis .9 % b/v b. Kolirium dibuat dengan melarutkan obat dalam air. Mempunyai titik beku sama dengan titik beku cairan tubuh. cairan lumbal. tetapi keadaaini bersifat sementara dan tidak akan menyebabkan rusaknya sel tersebut. sterilisasi dengan radiasi ion. Syarat collyrium: 1. Jika larutan mempunyai tekanan osmotis lebih besar dari larutan NaCl 0. sehingga pada pembuatan larutan jumlah bahan diberi kelebihan 5 – 10 ml untuk membasahi kertas saring. Kejernihan dan sterilitas.9 %b/v disebut ” Hipotonis ”. sterilisasi panas k\ering. mempunyai tekanan osmotis sama dengan tekanan osmotis cairan tubuh ( darah. ” Obat Cuci Mata ” 2. b. Jernih dan bebas zarah asing agar collyrium bebas dari partikel asing. ( Anonim. jika lebih kecil dari larutan NaCl 0.

Cara menghitung tekanan osmose: 1. keadaan isotonis apabila nilai B = 0 maka b1C = 0. Suatu larurtan dinyatakan isotonic denagn serum atau cairan mata jika membeku pada suhu – 0.52) b 1 adalah PTB zat khasiat C adalah konsentrasi dalam satuan % b/v zat khasiat b 2 adalah PTB zat tambahan (NaCl). 0.52°C.52 adalah titik beku cairan tubuh (-0. 2.52 2. dengan cara grafik Cara menghitung PTB dengan rumus menurut FI. Pembulatan penimbangan NaCl sebagai pengisotonis harus diperhitungkan karena jika dibulatkan keatas maka larutan tersebut akan bersifat hipertonis yang menyebabkan rasa sakit reversible tetapi mempunyai sifat untuk menarik kotoran mata ditarik keluar dari mata. 3. dengan cara penurunan titik beku air yang disebsbkan 1% b/v zat aktif khasiat ( PTB ). dengan cara Equivalensi NaCl. (jika ada larutan lebih pekat masuk ke larutan yang lebih encer maka supaya seimbang maka lar pekat menarik larutan encernya). Jika dibulatkan kebawah maka sifat larutan yaitu hipotonis dimana . tempat. 2. dan peralatan yang tidak memadai untuk melakukan sterilisasi maka tidak dilakukan sterilisasi tetapi dibuat sebersih mungkin.52 I. yang dapat dihitung dengan rumus: 0. dengan cara derajat disosiasi 4. dan pada resep diberi tanda garis merah. Untuk memperoleh larutan isotonik dapat ditambahkan NaCL atau zat lain yang cocok. maka b1C <> 0.b2 Keterangan B adalah bobot zat tambahan (NaCl) dalam satuan gram untuk tiap 100 ml larutan.Isotonis : tekanan osmose larutan = tekanan osmose cairan tubuh Hipotonis : tekanan osmose <> tekanan osmose cairan tubuh. keadaan hipotonis apabila nilai B positif. C1 B = ---------------------. KETERANGAN 1.52 – b1. 3. Mengingat syarat collyrium yang harus steril maka harus diusulkan karena keterbatasan waktu. Karena Cocain HCl adalah termasuk Golongan Narkotika maka ditanyakan dahulu alamat pasien. Untuk kejernihan maka untuk bahannya diberi kelebihan 5 ml. Tiga jenis keadaan tekanan osmosis larutan obat: 1.

2 % x 65 ml = 0. atau Sirup Simpleks.0. termasuk suspensi oral.195 g 3. PERHITUNGAN DOSIS: III. Apt. Aqua : 65 ml.18 x 65ml/60 ml = 0. .larutan lebih encer masuk ke larutan yang lebih pekat maka larutan itu akan masuk ke system yang lebih pekat yang menyebabkan bola mata sebagai system akan mengembang karena kemasukan cairan dan menyebabkan bola mata bias pecah dan menyebabkan kebuatan sifatnya irreversible.135 ml IV. 4. KESIMPULAN Diposkan oleh Sri Suwarni.Si.576 B = B= B = 0. DEFINISI Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi.827 x = 0. II.13 – 0. Penggunaan istilah sirup juga digunakan untuk bentuk sediaan cair lain yang dibuat dengan pengental dan pemanis.827 g/100ml Penimbangan NaCl ini harus diingat 0.. Sulfat : sangat mudah larut dalam air NaCl : mudah larut dalam air. 16 Desember 2010 SYRUP SYRUP I.54 = 64.18 g/ 60mlx100%=0.195 – 0.13 g 2. KHASIAT VI.com/search/label/COLLYRIUM 2011-02-10 Kamis.3 g PTB NaCl (b3) : 0.538 g 1.540 g 4. di 00. sedikit mudah larut dalam air panas. JUMLAH BAHAN Perhitungan tonisitas PTB Cocain HCl (b1) : 0. Sulfat (b2) : 0. dinyatakan sebagai Sirup. Natrium Chlorida : 0. Cocain HCl : 0.50 0 komentar Label: COLLYRIUM http://praktikumresepbuwarni.blogspot. Zinci Sulfat : 0. Larutan sukrosa hampir jenuh dalam air dikenal sebagi Sirup. S. Kelarutan Cocain HCl : sangat mudah larut dalam air Zn. CARA PEMBUATAN V.2 % PTB Zn. Jadi akan lebih bahaya yang hipotonis maka dibulatkan keatas agar tidak berbahaya.090 kadar Cocain HCl (C1): 0.086 kadar ZnSO4: 0.

ditambahkan Codein HCl 5 mg tiap 5 ml. Sirup yang dipakai dalam corrigen saporis adalah sirup simplex. Ronald KETERANGAN 1. Dalam resep tersebut berarti diminta untuk mengambil OBB syrup I fls (Tempo Scan Pacifik). II. R/ OBB syrup fl I Adde pro cth Cod HCl 5 mg M f syrup 100ml S t d d cth I I Pro : Tn. ada yang hanya untuk corrigen rasa. 2. CONTOH RESEP SYRUP a. sirupus aurantii. Sirup sebagai corrigen ditambahkan sebagai perbaikan rasa untuk obat minum. tetapi juga ada yang merupakan remidium cardinale. dan . Tiap 5ml sirup mengandung: . atau sirup rhoeados. Resep syrup paten ditambah dengan bahan aktif dr. Keuntungan sirup kering daripada sirup cairan adalah sirup kering dapat tahan disimpan lebih lama.Ephedrin HCl 10 mg . cukup dalam jumlah 10-20 ml untuk tiap 100 ml larutan obat.Guaiafenesinum 50 mg .Sirup banyak digunakan dalam pengobatan. OBB syrup. dengan mekanisme kerjanya yaitu untuk mengeluarkan dahak dengan cara meningkatkan frekuensi batuk supaya dahak yang ada didalam tenggorokan dapat dirangsang untuk dapat dikeluarkan. harus dilarutkan dalam air dalam jumlah tertentu sebelum digunakan. Anugerah Sehat SIP No: 14/ KANDEP / IJIN / XII / 1988 Jl. Maluku I / 100 Semarang Telp: 024-6712345 Semarang. Sirup sebagai obat berupa preparat yang sudah distandardisasi dapat diberikan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain termasuk didalamnya yaitu dry sirup atau sirup kering yaitu campuran obat dengan saccharosa. lalu dibuat menjadi sirup dengan jumlah 100 ml. Dilihat dari Komposisi OBB yaitu berkhasiat sebagai obat batuk berdahak (ekspektoransia) karena mengandung Guaiafenesinum.Klorfeniramin maleat 2 mg Kemasan sirup adalah 60 ml.

Guaiafenesinum : larut dalam air.Klorfeniramin maleat : larut dalam 4 bagian air. Maka terjadi antagonisme dari cara kerja dan khasiatnya antara Guaiafenesinum dan Codein HCl. 8. larut dalam etanol. dalam tiap kemasan sirup adalah 60 ml. Kelarutan : . . Karena jumlah bahan CTM yang diambil kurang dari 50 mg maka harus ada pengenceran. Tiap 5 ml sirup mengandung.3 karena bentuk sediaannya adalah sirup maka pelarut yang digunakan sirup simplex tanpa keterangan lain.Guaiafenesinum 50 mg } X = 600 mg . 3. atau tablet CTM. ditanyakan apakah memang dikehendaki atau tidak. tablet GG. sehingga kita butuh suspending agent yaitu dipakai Pgs sebanyak 1%.Klorfeniramin maleat 2 mg } = 24 mg trituratio ( 1:100 ) . Jika ternyata tidak terdapat zat aktifnya maka diambil tabletnya contoh tablet ephedrine. masalahnya jika yang tersedia tablet berarti yang terdapat dalam tablet bukan hanya ada zat aktifnya saja tetapi juga terdapat zat-zat tambahan penyusun tablet dan ada bahan-bahan yang tidak larutnya maka perlu di suspensikan. dan dalam etanol ( 95 % ) P . Jika diambil bagian-bagiannya maka dengan mengambil bahan aktif obat bukan sediaan tabletnya sehingga tanpa penambahan pgs.Ephedrin HCl : larut dalam 4 bagian air.Sirup Simplex ad 60 ml Codein HCl = x 5 mg = 100 mg .ditambahkan Codein HCl yang berkhasiat sebagai antitusiv yaitu untuk batuk kering dengan frekuensi batuk berlebih yang menggangu maka diberikan antitusiv yang bekerja dengan cara menekan batuk supaya tidak terjadi batuk lagi. Dilihat apakah semua bahan terdapat dalam bentuk zat aktifnya.Codein HCl : larut dalam 20 bagian air 4. 6. . 5. PERHITUNGAN JUMLAH BAHAN OBB syrup. 7.Ephedrin HCl 10 mg } = 120 mg . larut dalam etanol . sehingga zat aktif langsung dapat dilarutkan karena semua bahan obatnya dapat dilarutkan dan jumlah airnya mencukupi untuk melarutkan bahan obat. Bj larutan 1. Dilihat dalam persediaan apakah terdapat OBB syrup atau harus diambil bagin-bagiannya karena tidak disediakan.

masukkan erlenmeyer larutkan. Timbang Ephedrin HCl dan Codein HCl. 2.2 mg < DM sesuai DL DM Ephedrin HCl DL Pemakaian : 1x = 50mg 1x= 10 mg-30 mg 1x = x 120 mg = 12 mg sesuai DL <> 1hr = 150 mg 1hr=30 mg-100 mg 1hr = 3 x 12mg = 36 mg sesuai DL < DM DM Codein HCl DL Pemakaian : 1x = 60 mg 1x-10-20 mg 1x = 2 x 5 mg = 10 mg sesuai DL 1hr = 300 mg 1hr=30 mg-60 mg 1hr = 3 x 10mg = 30 mg sesuai DL < DM CARA PEMBUATAN 1.4 g PERHITUNGAN DOSIS DM Chlorpheniramini maleas 1x = 1hr = 40 mg DL Chlorpheniramini maleas Pemakaian : 1x = 2 . 4. 9.4 mg < DM sesuai DL 1hr = 6 -16 mg 1hr = 3 x 2. sisanya dibungkus ditempel dengan identitas. Cukupkan dalam botol ad 100 ml. Tambahkan CTM hasil trituratio 7. Timbang 2. karena berupa garam yang mudah larut. Etiket warna putih. Timbang Chlorfeniramini Maleas 50 mg larutkan dengan air. cukupkan ad 5 ml. masukkan botol. 3. larutkan dengan sirup simplex ± 10 ml dalam erlenmeyer . Beri label ” tidak boleh diulang tanpa resep dokter” Beri label ‘ Kocok Dahulu” KHASIAT . Dengan signa “ Tiga kali sehari dua sendok teh” 10.4 mg = 7. Ambil Guaiafenesinum . 5.4 g larutan trituratio. bilas erlenmeyer ad bersih 8. 6. Kalibrasi botol karena sediaan yang diminta dalam satuan ml.Klorfeniramin maleat 24 mg trituratio ( 1:100 ) 50 mg CTM + aqua dest ad 5000 mg Timbang = 2400 mg = 2. Masukkan botol.4 mg 1x = x 24 mg = 2. sisa trituratio 1:100 dalam aqua dest.

10 November 2009 SEDIAAN OBAT KLASFIKASI •Obat cair •Obat setengah padat •Obat padat OBAT CAIR 1. Solutiones (larutan) dan mixture (campuran) •Solutio: larutan dari sebuah zat dalam suatu cairan / pelarut.. Camphora Oleonosa à kamfer olie / minyak kamfer –Camphora Nitroglycerini spirituosa à Lar.Ephedrin HCl : simpatomimetik . Injectiones / obat suntik 8. Emulsa / emulsi 4.Klorfeniramin maleat : antihistamin . Infusa 6. Apt.Gliseril Guaiacolat : ekspektoran . Solutiones dan mixture 2. Mixtura agitanda dan suspensi 3. di 00. Nitrogliserin dalam spiritus •Mixtura: Larutan yang didalamnya terdapat lebih dari satu macam zat.. bila bukan air maka harus dijelaskan dalam namanya. Inhalasi 9. S.com/search/label/SYRUP 2011-02-10 Selasa. misalnya : –Sol. Saturasi dan netralisasi 5.Codein HCl : antitusiv narkotik. contoh : .Si. dimana zat pelarutnya adalah air.blogspot. GAMBAR PEMBUATAN SYRUP Diposkan oleh Sri Suwarni.24 0 komentar Label: SYRUP http://praktikumresepbuwarni. Camphora Spirituosa à kamfer spiritus –Sol. irigasi 1. yang dapat berupa campuran dari : –Cairan dengan zat padat –Cairan dengan cairan –Cairan dengan extrak kental Tidak ada perbedaan antara solutio dengan mixtura. Guttae / drops 7.

–Sol. Simplex dan spiritus Citri dalam air 2. •Emulsi O/W: emulsi minyak dalam air. untuk merangsang pengeluaran kotoran (feses) memberikan efek terapi local atau systemic 3. Ianolin \jika emulgatornya larut dalam air à Emulsi O/W jika emulgatornya larut dalam minyak à Emulsi W/O . Emulsa / emulsi Adalah dua fase cairan dalam sistim dispersi (tetesan) dimana fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dalam merata dalam fase cairan lainnya dan umumnya dimantapkan oleh zat pengemulsi (Emulgator). Syr. dari minyak mudah menguap •Enema:larutan yang dimasukkan kedalam rectum dan colon. Mg Citrat dalam air –Mixt. zat yang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap dan dapat mengandung zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi serta tidak boleh terlalu kental agar sediaan mudah dikocok dan dituang •Sirup: larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi •Elixir: larutan oral yang mengandung etanol sebagai kosolven •Lotio: larutan atau suspensi yang digunakan secara tropical •Spirit: larutan mengandung etanol / hidro alcoholdari zat yang mudah menguap •Tinctur: larutan mengandung etanol / hidro alcohol dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia yang dibuat dengan cara perkolasi atau maserasi •Air aromtik: larutan jernih dan jenuh dalam air. •Suspensi: Sediaan cairan yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair (cairan pembawa). Mixtura agitanda dan suspensi •Mixtura agitanda: Campuran dimana konstituen mengandung zat padat yang tidak dapat larut. dimana air atau larutan air yang merupakan fase terdispersi dan minyak atau bahan seperti minyak merupakan pembawa atau pendispersi (Emulsi ini dapat diencerkan dengan minyak) contoh : Mentega. dimana minyak yang merupakan fase terdispersi dan larutan air merupakan fase pendispersi / pembawa (emulsi ini dapat dicernakan dengan air) Contoh : susu (emulgatornya putih telur) Scott Emultion •Emulsi W/O: emulsi air dalam minyak. Citratis Magnesici à Lar. Citratis Magnesici à campuran Mg Citrat.

cairan pembawanya berair.4. baik sebagai obat dalam maupun obat luar dan harus homogen serta tidak boleh ada endapan. dimana cairan dijenuhkan dengan CO2 (disebut dengan Potio Effervesces). yang termasuk Netralisasi: •Suatu asam dinetralkan dengan NH4CL •Suatu asam yang tidak larut dinetralkan dengan suatu HCO3 / CO3. Guttae / drops •Adalah sediaan cairan (dapat berupa solutio / mixtura / suspensi / emulsi) yang dipakai dengan cara meneteskan. Beberapa jenis guttae: •Guttae orisà untuk kumur – kumur dan tidak untuk ditelan. tapi lebih kental (mis. •Tujuan pemberian obat saturasi: •Untuk menutupi rasa garam yang tidak enak. •CO2 mempercepat absorbsi •Merangsang keluarnya getah pencernaan yang banyak •Sebagai carminativum atau laxans •Untuk antioxydant •Memberi efek psiokologi bahwa obat tersebut kuat •Netralisasi atau penetralan: obat minum yang di buat dengan jalan mencampurkan suatu asam dengan suatu basa (yang dipergunakan adalah suatu Carbonat) dan tidak mengandung CO2 (karena CO2 yang terbentuk selalu dihilangkan seluruhnya dengan cara pemanasan sampai larutannya jernih). maka tekanan didalam botol lebih tinggi dari pada tekanan diluar. Glycerin. . harus jernih. bebas benda asing. serta tidak boleh digunakan setelah tutup dibuka > 1 bulan. minyak propylenglikol) •Guttae Nasales / tetes hidung à tidak boleh menggunakan lemak / minyak mineral sebagai cairan pembawanya •Guttae Ophthalmic / tetes mata à berupa larutan / suspensi steril. serat dan benang (harus disaring). Infusa •Infus / rebusan obat: sedian air yang dibuat dengan mengextraksi simplicia nabati dengan air suhu 90° C selama 15 menit. Saturasi dan netralisasi •Saturasi / Penjenuhan: obat yang minumnya dibuat dengan jalan mencampurkan suatu asam dengan karbonat. yang mana extraksinya dilakukan secara infundasi 6. dapat juga dengan NaOH 5. Biasanya diencerkan dulu dengan air •Guttae auriculares / tetes telinga à biasanya cairan pembawanya adalah bukan air.

. (larutan yang disemprotkan dengan menggunakan gas inert dan wadahnya disebut inhaler) 9. mengalami shock) 8. Keuntungannya: •Resorbsi obat lebih cepat dan baik •Untuk obat yang tidak tahan asam lambung •Untuk obat yang mengiritasi lambung •Untuk pasien yang yang tidak dapat makan obat •Yang memerlukan obat bekerja cepat (mis.Dan konsentrasi sunlimatnya tidak boleh > 1:4000 •Collyiria / obat cuci mata à tidak termasuk dalam obat tetesan. hanya jumlahnya lebih banyak 7. tapi dapat berupa massa lembek atau zat cair atau zat padat yang terlebih dahulu diubah menjadi massa yang lembek. mudah dioleskan dan umumnya berlembek. Unguenta •Adalah sediaan setengah padat dan mudah dioleskan diatas kulit dan selaput lendir tanpa memakai kekerasan atau pemanasan Salep terdira dari: •Remedium Cardinale (bahan tunggal / campuran bahan utama). Kadar bahan obat umumnya 10 % kecuali dinyatakan lain atau mengandung obat keras / narkotik •Konstituen / Dasar salep (bahan tersendiri atau campuran) adalah zat pembawa dengan massa lembek. Irigasi •Adalah larutan steril yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan luka terbuka atau rongga – rongga tubuh. Injectiones / obat suntik •Adalah sediaan steril untuk penggunaan parental. dan diharapkan tidak diserap. Inhalasi •Adalah sediaan obat / larutan / suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melelalui saluran nafas hidung atau mulut untuk memperoleh efek local atau sistemik. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. pemakaiannya secara tropical dan tidak boleh secara parenteral OBAT SETENGAH PADAT •Unguenta •Occulenta / salep mata •Pasta •Linimenta •Sapones / sabun •Cremores krim •Gelones / gel 1. tapi cara kerja dan komposisi serta cara pembuatanya tidak berbeda dengan guttae ophthalmic. Secara umum salep dibagi atas 3 jenis: •Salep Epidermic adalah salep yang bekerja dipermukaan kulit.

serbuktidak boleh digunakan pada kulit yang luka atau lecet Keuntungannya: •Zat yang ditambahkan padanya diresorbsi lebih cepat •Mudah dicuci à sangat baik untuk pemakaian pada kulit yang lembut . yaitu: •Homogen. Adeps Lanae. Dasar salep yang cocok adalah Lanolin. •Bersih •Steril 3. salep dibagi atas : •Salep Penutup adalah salep yang berfungsi sebagai melindungi kulit dari pengaruh luar contoh: Boorzalf. Zinczalf •Salep Resorpsi adalah salep yang mana bahan – bahannya akan diresorpsi contoh: salep untuk Rheumatik •Salep Penyejuk adalah salep yang banyak mengandung air sehingga memberikan rasa sejuk contoh: Cold Cream 2. melemaskan otot atau menghangatkan dan digunakan sebagai obat. dan konsistensinya lebih plastis dari pada salep Keuntungannya: •Menyerap hasil – hasil sekresi dari kulit •Mengurangi rasa gatal dan memberikan perasaan sejuk •Obat – obat direkatkan pada kulit à mempertinggi pekerjaan obat tersebut 4. mengandung analgetikum dan zat yang mempunyai sifat Rubefasin. Dasar salep yang cocok adalah minyak tumbuhan dan minyak alami •Salep Diadermic adalah salep yang bekerja sampai menembus kulit. tidak boleh mengandung bagian yang kasar dapat teraba. jadi diserapnya hanya sebagaian saja.Salep ini berfungsi sebagai pelindung antiseptik. Occulenta / salep mata •Adalah salep steril untuk pengobatan mata dengan menggunakan dasar salep yang cocok Syarat – syarat Occulenta. Dasar salep yang cocok adalah Vaselin •Salep Endodermic adalah salep yang bekerja memasuki kulit tapi tidak menembus kulit. Linimenta •Adalah sediaan cairan atau kental. Oleum Cocoa Sedangkan secara theurapetik. Pasta •Adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaiaan topical. adstrigents dan pelawan rangsangan.

Gelones / gel •Adalah sediaan bermassa lembek berupasuspensi yang dibuat dari zarah kecil senyawa organic atau makromolekul senyawa organic yang masing – masing terbungkus dan saling terserap oleh cairan •Umumnya mengandung air disebut jelli. Olivarum •Saposuperadipatus : Campuran Sapomedicatus 80 % + Sapokalinus 16 % + Adeps Lanae 4 % (bentuk ini yang paling dianjurkan untuk pengobata) •Sapococos : Sabun Na yang dibuat garam Ol. maka pada etiket tertera “kocok dulu” OBAT PADAT •Pulvis dan pulveres •Pililae / pil •Tabulae / tablet •Capsulae / capsul •Suppositoria •Bacilla •Spesies / jamu •Implant / pelet •Aerosolum 1. Sapones / sabun •Adalah reaksi garam alkali dan asam lemak tinggi. yaitu –Emulsum Benzylis Benzoatus –Linimentum Chloroform (dengan cara pencampuran biasa) 5. mengandung air tidak kurang dari 60 %. yaitu •Campuran lemak padat dengan lemak lunak •Campuran minyak dan cairan alkali (dibuat dengan cara penyabunan) •Linimentum dengan Balsamun Peruvianum Ol. yaitu : –NaOH à sabun keras –KOH à sabun lemak Macam – macam sapones: •Sapokalinus : KOH + Ol. Sesami •Sapomedicatus : NaOH + Ol. dengan 2 type yaitu: –Type minyak – air –Type air minyak (mudah kering dan rusak) 7. Cocos 6. Pulvis dan pulveres •Adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan dan .Macam – macam Linimenta. dimana konsistensinya tergantung dari basa yang digunakan untuk menyabun. Terebinthinae •Linimentum dengan minyak (harus memakai gom) •Emulsi yang digunakan sebagai liniment. Cremores krim •Adalah sediaan setengah padat berupa emulsi kental.

mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. Obat – obat yang hygroskopis dan mudah teroksidasi) –Mengatur tempat pelepasan obat dalam saluran cerna. Bolus Alba. Amylum. Pililae / pil Menurut beratnya dibagi atas : •Boli : berbobot > 300mg. Kina)/ bau yang tidak enak (mis.digunakan untuk pemakaian oral ataul luar. biasanya dipakai untuk pengobatan hewan •Pilulae/pil adaah obat berbentuk bulat seperti pelor yang berbobot antara 50 mg – 300 mg. 2. Ukurannya adalah tidak boleh > 3x dan tidak boleh < 1/3x tablet Macam – mcam tablet •Tablet Kunyah Untuk dikunyah dan memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut. dengan atau tanpa menambah zat warna. antasisda antibiotik tertentu) •Tablet Buih / Efervesen selain mengandung zat aktif. Beberapa macam tablet: •Tablet bersalut gula / dragee disalut dengan lapisan terdiri dari campuran gula dan bahan lain yang cocok. maka tablet harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau pada kemasan tahan lembab •Tablet Hisap / Lozengens padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat. umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis yang membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut •Tablet bersalut disalut dengan bahan penyalut untuk maksud tertentu Tujuannya: –Menutupi rasa tidak enak (mis. . juga mengandung campuran asam dan natrium bicarbonat. serta biasanya untuk anak – anak (terutama untuk multivitamin. yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan CO2. isi serbuk terdiri dari : –Obat (tunggal / campuran) –Konstituen / vehiculum : •Untuk serbuk oral à Saccharum Lactis •Untuk serbuk tabur à Talcum venetum. diameternya tidak > 8 mm dan tergantung berat jenis bahan – bahan obatnya •Granula. berbobot < 30 mg dan tiap granula biasanya mengandung 1 mg bahan obat 3. Vitazym) –Membuat penampilan lebih baik menarik dan biasanya diberi warna bagus dan mengkilap –Melindungi obat / zat aktif terhadap pengaruh udara. kelembapan dan cahaya (mis. Tabulae / tablet •Merupakan sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.

Capsulae / capsul •Adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Suppositoria •Adalah sediaan padat dalam dalam berbagai bobot dan bentuk. butiran atau granul. yang mana umumnya meleleh. yang diberikan melalui rectal. Bahan penyalutnya adalah bahan yang tahan terhadap pengaruh asam lambung yaitu Sehellak. . metilselulosa. Calsium Fosfat atau bahan lain yang cocok à untuk mempercepat lepasnya satu obat dan obat lain •Tablet bersalut enteric / Enteric coated disalut sedemikian rupa sehingga obat tidak hancur dalam lambung tapi hancur dalam usus halus. Bacilla •Adalah alat yang digunakan sebagai obat luar Jenis – jenis batang: •Bacilla Caustica (mengandung bahan – bahan caustik) contoh : Argenti Nitras dalam Bacilla •Quelistifte (dipakai untuk melebarkan saluran – saluran) contoh : Batang Lanfinaria •Bougie / Suppositoria Urethanilia (batang yang padat pada suhu kamar dan akan memberikan efek local dan sistemik) 7. yang disebut juga Delayed Action. vagina dan urethra. melunak atau melarut pada suhu tubuh.•Tablet bersalut selaput / film Coated Tablet disalut dengan lapisan selofan. Spesies / jamu •Adalah bahan – bahan dan tumbuh – tumbuhan yang masih berupa bagian – bagian kasar yang dicampur atau tidak dicampur dengan garam – garam. keratin dan salol. povidon atau bahan lain yang cocok •Tablet bersalut kempa / salut kering disalut dengan massa granula terdiri dari Laktosa. dimana didalamnya dapat diisi dengan obat serbuk. Suppositoria dapat bertindak sebagai pelindung jaringan setempat dan sebagai pembawa zat therapeutic yang bersifat local atau sistemik Jenis – jenisnya •Suppositoria Anaha disebut juga Suppositoria •Suppositoria Vaginalis disebut juga Globuli Vaginalis atau Ovula •Suppositoria Urethralia disebut juga Bougie 6. cair. semi padat Jenis – jenis kapsul: •Capsulae gelatinosae (dibuat dari gelatin) terdiri dari: –Soft Capsulae / Capsulae Molles à lunak –Hard Capsulae / Capsulae Durae à keras •Capsulae Amylaceas (dibuat dari amylum) •Capsulae Metilsellulosa 5. Tablet ini dibuat untuk obat – obat yang dapat mengiritasi lambung dan obat –obat yang dapat rusak bila kena asam lambung (contoh : Voltaren Aropas) 4.

8. Karakteristik suspensi oral adalah: 1. 2. 2. Penghilangan pelarut karena penguapan. yaitu ketersediaan hayati lebih baik dibandingkan tablet. 5. 6. berkaitan dengan kelarutan dan pertumbuhan kristal. Suspensi obat. yaitu berkaitan dengan pengadukkan yang homogen agar dosis merata dan dapat digunakan. Implant / pelet •Adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil berisi obat dengan kemurniaan yang yinggi (dengan atau tanpa eksipien) yang dibuat dengan cara pengepaan atau pencetakan 9. Komponen dalam suspensi: 1. 6.yang kemudian akan dibuat infusa. dikarenakan fluktuasi suhu.com/2009/11/sediaan-obat. 5. 4. Penurunan konsentrasi obat. Pelepasan komponen wadah. 4. Aerosolum •Nama lain adalah Aerosol Farmasetik yaitu sediaan yang dikemas dibawah tekanan dan mengandung zat aktif therapeutic yang dilepas pada saat system katup yang sesuai ditekan. Resiko pertumbuhan mikroorganisme. Pelarut/pembawa Pembasah Bahan pengflokulasi Bahan pensuspensi Dapar Pewarna . 3. local pada hidung. local pada mulut atau local pada paru – paru http://riefarmasi. sehingga dapat menyebabkan terjadinya sedimen (cacking). Pengaturan temperatur manufaktur. Polimorfisme. yaitu topical pada kulit. Sukar terdispersi. •Contoh: –Species anti aphtosa –Species laxantes –Species anti asthmaticus –Species diuretica 8. 3. 7. karena dalam tablet zat aktif tidak langsung dilepaskan. Effikasi.blogspot.html 2011-02-11 Suspensi Suspensi adalah dispersi padat-cair yang tidak bercampur. Pemakaian sebagai obat luar.

Ys/l = tegangan antar muka zat padat-larutan. Ys/a = tegangan antar permukaan zat padat-udara. dimana Ys/l bisa didapat dari perhitungan Ys = Ys/l + Yl cos θ. 4. 2. Bahan Anti busa 11. Persyaratan formulasi: 1. cos θ = sudut antara zat padat dengan larutan. Pengawet 9. Bahan pengkhelat 10. Pendekatan formulasi . Ys/l = tegangan antar muka zat padat – larutan. Ukuran partikel seragam. Yl/a = tegangan antar muka larutan-udara. Pembasahan. Yl = tegangan permukaan larutan. Flokulasi 6. Flavour 8. yaitu berhubungan dengan sudut kontak (sudut anatar larutan dengan permukaan zat padat). Cos θ = 1 berarti pembasahan sempurna. ρ = massa jenis/kerapatan massa. η = viskositas. 3. Ukuran partikel 2. 6. d = diameter partikel. Ys = tegangan permukaan zat padat. memakai wetting agent untuk zat yang sifatnya hidrofob. Koloid pelindung Persyaratan formulasi suspensi: 1. 4. Pembasahan partikel ditentukan oleh: Sl/s = Ys/a – (Ys/l + Yl/a) dimana: Sl/s = koefisien penyebaran zat padat dalam larutan.absorbannya adalah minyak. dapat diperoleh secara shiffing atau diayak Tidak mudah mengendap: dosis seragam dan terdispersi secara stabil Mudah didispersikan kembali Viskositas menunjang redispersi partikel Stabil secara fisika dan kimia selama usia guna Penampilan sediaan baik Suspensi sangat tergantung dari sifat antar permukaan zat padat. Pencampuran 5. misalnya talk…. Yang menentukan viskositas adalah suspending agent 3. Viskositas vs rheologi (sifat aliran). Ketidakcampuran secara kimia dinyatakan dalam hukum Stokes: v = d2 (ρ1 – ρ2) g/18 η dimana: v = kecepatan pengendapan. 5.7.

setelah itu dibagi menjadi 3 cara. Vr = gaya tolak-menolak. High viskositas: kelebihannya murah dan sedikit. Cara 2: partikel yang terdispersi akan membentuk aggregat. 3 tipe suspending agent berdasarkan viskositas: 1. yaitu di permukaan lapisan Stern. 3. Tidak disarankan karena apabila terdapat kerusakan pada suspending agent. 2. Untuk mendapatkan suspensi yang floculated suspension. Hal ini dikarenakan deflokulasi membentuk sedimen dalam waktu yang lama dan jika telah mengendap tidak akan dapat menjerat air sehingga terbentuk cacking. Agen flokulasi: surfaktan dan koloid hidrofil. dimana Vt = enersi interaksi total. Deflokulasi: penambahan viskositas jangan terlalu besar. Flokulasi. Gaya tarik-menarik yang timbulkan adalah gaya Van der Waals. Ditambahkan agen flokulasi sehingga menghasilkan suspensi flokulasi sebagai produk akhir. Va = gaya tarik menarik. yaitu terjadi karena adanya difusi muatan partikel di cap Stern. Medium viskositas: yang dipilih. Dalam suspensi. Surfaktan ditambahkan pada tahap awal. . maka terjadi kerusakan pula pada sediaan. Low Viskositas: digunakan untuk suspensi deflokulasi. yaitu: 1. Ditambahkan agen flokulasi selanjutnya digabungkan dengan struktur pembawa sehingga menghasilkan suspensi flokulasi dalam struktur pembawa sebagai produk akhir. 2. 2. Penggabungan dengan struktur pembawa yang menghasilkan suspensi deflokulasi dalam struktur pembawa sebagai produk akhir. Humektan pada suspensi dapat berfungsi untuk menghilangkan udara pada partikel. harus memperhatikan kecepatan medium. karena adanya perbedaan muatan antar partikel dan penampilan sediaan kasar tetapi mudah di redispersi. Interaksi Komponen Partikel • • • Pada flokulasi terdapat Vt = Vr + Va. Dalam suspensi terdapat lapis rangkap listrik. Kekurangannya mahal karena banyak diperlukan. maka ditambahkan agen flokulasi agar membentuk aggregat antar partikel karena adanya gaya tarik-menarik.Partikel mengalami dispersi deflokulasi yang uniform. 2 partikel terdispersi: 1. 3. Cara 1: partikel terdispersi secara individual dan penampilan akan lebih besar datipada flokulasi. karena jika terlalu cepat akan berbusa. Untuk membuat suspensi.

Tahap Pembuatan Suspensi Cair: 1. Timbang zat aktif dan eksipien Tahap pembasahan partikel terdispersi (paling penting) Masukkan partikel terdispersi ke dalam larutan pendispersi → aduk homogen Masukkan eksipien dalam keadaan terlarut ke dalam larutan dalam volume tertentu. 2. Proses Penambahan Bahan Pendispersi ke Larutan Terdispersi: • • • Propilen glikol maksimal 25% Sorbitol bisa ditambah > 70% Jumlah eksipien yang ditambahkan jika tidak bisa digranulasi tidak boleh > 20%. 6. metode pengembangan bahan pensuspensi. c-c’. Disebut juga zeta potensial. karena semakin diberikan tekanan/”digojok” akan meningkatkan viskositas. yang dikarenakan adanya crosslink / struktur 3 dimensi pada monomer suspending agent yang tidak sama. setiap titik mempunyai viskositas yang sama. penambahan pembasah. Untuk melihat viskositas. Aliran Newtonian. terbagi menjadi: • • • a-a’. adsorpsi molekul surfaktan. b-b’. Adanya difusi muatan karena adanya perbedaan potensial antara permuakaan dengan muatan ion tertentu dengan daerah elektronetral larutan. Aliran Non-Newtonian. 5. 4. yaitu permukaan partikel. adsorpsi elektrolit lingkungan. dilihat 1 titik pada 30-70% dengan 1 rpm dan 1 spindel. yaitu lapisan 2. Sifat Aliran Suspensi: • • • • Pseudoplastis Plastis Tiksotropik Dilatan Sifat aliran suspensi ini ada karena adanya suspending agent. Untuk melihat adanya aliran minimal didapat 6 titik. Pada suspensi tidak boleh alirannya dilatan.Lapis Rangkap Listrik. Add kan volume larutan sampai yang diinginkan. yaitu lapisan 1: lapisan Stern yang kuat dan bergerak bersama partikel. Proses Pembuatan Suspensi Rekonstitusi: . ukuran partikel terdispersi. 3. Dapat berubah dikarenakan ionisasi kimia. setiap titik mempunyai viskositas yang berbeda. Optimasi proses: waktu dan kecepatan pengadukkan.

yaitu sifat aliran. 3. Kekurangan: biaya produksi tinggi karena enersi panas dan penambahan larutan penggranul dalam zat aktif dan eksipien. bawah. Kombinasi serbuk dengan granul. 6. Batas variasi suhu dan kelembaban adalah: 40-70oC. 4. Gunakan pencampuran efisien yang berhubungan dengan batch skala pilot. Produk granulasi. Titik kritis pembuatan suspensi rekonstitusi: • • • • • Bahan pensuspensi mudah dikembangkan Kadar air serbuk atau granul Proses pencampuran serbuk Proses penambahan bahan pewarna Metode pemilihan pencampuran kering → granulasi Petunjuk Proses Pencampuran Kering Suspensi Rekonstitusi: 1. 2. maka suhu naik → eutektik. pemisahan kecil. Kebaikan:ongkos produksi lebih kecil dan menggunakan bahan termolabil. Tentukan waktu pencampuran serbuk. dan debu yang terjadi sedikit. Kebaikan: penampilan lebih baik.1. Keburukan: • • • Sediaan harus dikocok Ketepatan dosis < larutan Ketidakstabilan dalam penyimpanan kurang baik Contoh Formula: • • • • • Magnesium Trisilikat Magnesium Karbonat Natrium Bikarbonat Emulsi minyak pipermint Air . Kekurangan: problem pemisahan dan kehilangan obat. tengah wadah pada saat pencampuran. Hindari akumulasi panas dan kelembaban selama pencampuran. Cara serbuk. Produk akhir disimpan bebas lembab dan ditambahkan silika gel. 3. apabila terjadi friksi. ≤ 40% 5. 2. Homogenitas zat aktif dilakukan secara sampling pada bagian atas. Kebaikannya: ekonomis dan lebih stabil. Suspensi Oral… Kebaikan: • • • Mudah ditelan Dapat menutupi rasa pahit Kaolin dan kapur sebagai absorban untuk racun dan mengurangi asam lambung.

Penandaan: • • Dikocok dahulu Tidak boleh digunakan pada kulit yang luka Contoh formula: • • • • • • Kalamin Zn oksida Bentonit Na-sitrat Gliserol Add air January 4. Prosedur penentuan: memakai HCl LV.wordpress. Pengujian dilakukan terhadap zat aktif dan sediaan.Untuk Antasid: • • • • Penambahan suspending agent tidak perlu terlalu banyak Perhatikan kapasitas penetralan Dosis tinggi → double strength Proses aseptik Prosedur Penentuan Kapasitas Penetralan Asam: • • • Standarisai pH: lakukan kalibrasi pH meter menggunakan larutan dapar baku kalium biftalat 0. kemudian langsung titrasi. 2009 ladytulipe http://ladytulipe. . Dilakukan pada suhu 37oC dengan penangas/jaket air. Suspensi Eksternal… Dalam bentuk losio. homogeneous and heterogeneous.com/2009/01/04/suspensi/ 2011-02-15 A mixture is a combination of two or more elements or compounds in any proportion so that the components do not lose their identity. Mixtures are of two types.05M. aduk tepat 15 menit. Larutan uji: tetapkan bobot jenisnya dan pakai dosis terkecil dari suspensi zat aktif.05M dan kalium tetraoksalat 0. Air is an example of a mixture (several gases mix to form air). dengan bahan pensuspensi: semi sintetik dan tidak dalam bentuk film.

They are also called solutions. particle size. muddy river water.g. effect of heat. • Heterogeneous mixtures consist of two or more parts (phases). The components of such mixtures cannot be seen under a powerful microscope....g. These mixtures have visible boundaries of separation between the different constituents and can be seen with the naked eye e. muddy river water. • Classification of matter can be summarized as follows: Separation of Mixtures The separation of mixtures into its constituents in a pure state is an important process in chemistry. sand and salt. chalk powder in water etc.g. solubility. Experiment Aim To separate the mixture of coarse particles of a solid from a liquid e. acidity or basicity etc.Homogeneous mixtures have the same composition throughout the sample. Examples of homogeneous mixtures are air. . which have different compositions. Some of the methods for separation of mixtures are: Sedimentation or Decantation Aim To separate the mixture of coarse particles of a solid from a liquid e.. The constituents of any mixture can be separated on the basis of their differences in their physical and chemical properties e. sea-water.g. gasoline. brass etc.

Al3+ ions in alum cause the coagulation of the fine particles by undergoing hydrolysis to Al(OH)3 that has a strong tendency for adsorption. settle down due to gravity. . Settling down of the particles leaves the upper layers of the liquid clearer. Sometimes the sedimentation process is hastened by adding a small quantity of alum. Settling down of the coarse particles due to the effect of gravity is called sedimentation. The mechanical transfer of the clear upper liquid without disturbing the settled solid particles is called decantation. Bigger particles settle down faster than the finer particles. Process The mixture is taken in a container and allowed to stand for sometime. The clear upper layer of the liquid is then gently poured out into another container. The solid particles settle down with time.Principle The coarse particles of the solid being heavier than the liquid (usually water).

When the suspended impurities are very fine.e. The solvent or solution containing dissolved substances passes through the porous membrane. separating the precipitate (solid phase) from any solution.Fig: 1. .e. Principle The solvent molecules and the molecules/ions present in the solution can pass through the porous membranes while the suspended particles cannot and are retained on the porous membrane.Separation of the coarse particles of a solid from a liquid by sedimentation and decantation Filtration Aim To separate the insoluble solid component of a mixture from the liquid completely i. a small amount of alum added to the suspension makes filtration faster. The insoluble solid suspended particles that remain on the porous membrane is termed residue.1 . filter cloth etc. Experiment Aim To separate the insoluble solid component of a mixture from the liquid completely i. which is called filtrate. separating the precipitate (solid phase) from any solution. Process The solution containing the suspended impurities is made to pass through the porous membrane such as filter paper.

Gradually the solvent evaporates and the solution containing the dissolved solute becomes thicker. The solvent is lost into the surroundings.2 . Principle Liquids evaporate at all temperatures.Separation by filtration Evaporation Aim To separate a non-volatile soluble salt from a liquid or recover the soluble solid solute from the solution. Evaporation becomes faster at higher temperatures. Process The solution containing the mixture is taken in a china dish and heated gently. The semi-solid mass left on the china dish is slowly heated to dryness. . The solvent is lost into the surroundings. Experiment Aim To separate a non-volatile soluble salt from a liquid or recover the soluble solid solute from the solution.Fig:1.

magnetic components.Evaporation of a solution Crystallization This method is used to separate a solid compound in pure and geometrical form. The nonvolatile substances are left in the dish. from a non-volatile solid. the substance vapourizes and gets deposited on the walls of the funnel. Magnetic Separation Method Aim To separate a magnetic component from a mixture containing non. Upon heating. .3 .Fig: 1. are employed. The resulting pure crystals that form are removed with the help of a spatula. which differ in their boiling points. The mixture is taken in a china dish covered with a perforated filter paper on which an inverted glass funnel is placed to collect the vapours. The prepared solution is quickly filtered and the filtrate is then allowed to cool slowly in a china dish. different types of distillation like fractional distillation. They are dried by pressing them between the folds of filter papers and finally put into a dessicator. steam distillation etc. Distillation Distillation is used for separating the constituents of a liquid mixture. Sublimation This method is used to separate volatile solids. Depending upon the difference in the boiling points of the constituents. A nearly saturated solution of an impure substance is prepared in a hot solvent.

.Experiment Aim To separate a magnetic component from a mixture containing non-magnetic components..Separation of a magnetic substance by a magnet Gravity method Aim To separate mixtures in which components have different densities. These get attracted to the magnet. Principle The magnetic component of the mixture is separated with the help of the magnetic attraction. Process A magnet is moved over the mixture containing the magnetic substance e. iron filings.g. Fig: 1.4 . The process is repeated until the magnetic material is completely separated from the mixture.

which are easily soluble in organic solvents but insoluble or immiscible with water forming two separate layers can be easily separated. The aqueous solution of the mixture is mixed with a small quantity of organic solvent in a separating funnel. The adsorbed components are then eluted out by the mobile phase (solvent). Depending on the nature of the two phases there are various types of chromatography. Chromatography This technique is based on the differential adsorption of various components of a mixture on a suitable adsorbent called the stationary phase while the liquid in which the substance is dissolved is called the mobile or moving phase.Principle Particles with higher density settle to the bottom while the lighter particles are separated through various processes such as winnowing (grain separation) and washing (panning of gold in the river bed). The process is repeated with more organic solvent. In the method of adsorption chromatography used in column chromatography the adsorbent alumina is packed in a column. Solvent Extraction Method Organic compounds. Process Riverbed sand containing fine particles of gold is repeatedly washed in a pan with flowing water. The mixture is dissolved in a suitable solvent and the solution is poured on top of this column. Gold particles settle to the bottom of the pan because of higher density while lighter sand particles are washed over the edge of the pan. The separating funnel is stoppered and shaken strongly. which acts as a stationary phase. which are collected by opening the stop-cock. It is allowed to stand for some time.tutorvista. http://www. The aqueous layer is again transferred to the separating funnel.com/content/chemistry/chemistry-iii/chemistryconcepts/mixtures. The mixture moves down and the different components of the mixture get adsorbed in different strengths on the alumina surface.php 2011-02-15 . The organic liquid and water form separate layers.

Iodine (I2) also reacts with polyvinylpyrrolidone by forming a "sandwich" between adjacent pyrrolidone rings.html 2011-03-25 Iodine Solubility with KI Name: Narayani Status: other Grade: Location: N/A Country: India Question: Why is it that I2(iodine) which is otherwise insoluble in water dissolves in water when a little amount of KI is added to the water? --------------------------------------Molecular Iodine (I[2]) reacts with the iodide ion (I[-1]) forming the triatomic ion (I[3])[-1] which is very water soluble. KI. which is a polar. When KI dissolves in water.yahoo. When heated it gives a violet vapour that sublimes. which is insoluble in water. This substance is used in place of alcohol solutions of iodine as an antiseptic. http://answers. I3(-) being negatively charged will . but it is soluble in non-polar solvents. nor can it be soluble in the polar water. Vince Calder ==================================================================== Naryani. the salt molecules split into two ions when they dissolve in water: KI + H2O -> K(+) + I(-) + H2O Note that the water is not actually involved in the reaction (it dosen't change) and the charges on the ions cancel each other out. The I(-) will react with I2 to form I3(-). it ionizes to K(+) and I(-).ucc. ionic compound. KI + I2 ==> KI3 http://www. will ionize and dissolve in water. just like "table salt" (which is "NaCl"). Since I2 is a non-polar covalent molecule.KI is a salt. under the trade name "Providone". Iodine is soluble in a solution of potassium iodide due to the formation of the soluble potassium tri-iodide.com/question/index?qid=20080918064429AAogsmS 2011-03-25 Iodine is a violet dense solid.ie/academic/chem/dolchem/html/elem/elem053. In either case. it does not ionize in water.

gov/askasci/chem07/chem07215. Greg (Roberto Gregorius) ==================================================================== There is a stable I3. You will have to look around to learn what is its structure and why it stays bonded together.dissolve in water.ion in water. A solution of I2 and KI with matched concentrations is considered KI3 solution. When pretty concentrated and fully saturated with I2. Jim Swenson ==================================================================== http://www.newton.htm 2011-03-25 .dep. used for microwave electronics. It has an equilibrium: I2 + I..<--> I3. So it is useful for making gold conductive patterns on ceramic plates. Often called potassium tri-iodide. So the amount of iodine that will dissolve is proportional to the amount of KI added. it is about the mildest chemical solution that will dissolve gold.anl.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->